Daftar isi (7 pasal, 6 lampiran)
iIr{ITT:ITTXTIT'T'TII{{A
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 202*2029
DENGAN
PRESIDEN REPUBUK INDONESIA,
Undang-Undang Nomor 25 Tahun
Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Jangka Nasional Tahun 2O2* 2045 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 194, Negara Republik Indonesia Nomor 6987);
PERATURAN PRESIDEN
Pasal 1 #
Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
1. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.
2. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka tujuan bernegara.
3. Pembangunan Daerah adalah upaya yang sistematik sumber daya yang dimiliki daerah dan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya,
4. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045 yang selanjutnya disebut RPJP Nasional adalah dasar hukum Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode
5. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029 yang selanjutnya disebut RPJM Nasional adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak Tahun 2025 sampai dengan Tahun 2029.
6. Rencana Jangka
7. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2O2*2O29 yang selanjutnya disebut RPJM Daerah adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah dengan pada Rencana Jangka Panjang Daerah dan RPJM Nasional terhitung sejak Tahun 2025 sampai dengan Tahun 2029. untuk untuk
berkas 1, hlm. 3 OCR8. Rencana Tahunan Nasional yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah atau disingkat RKP adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode 1 (satu) tahun.
Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana dimaksud
11. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
12. Menteri adalah menteri yang urusan pemerintahan di bidang perencanaan nasional.
Pasal 2 #
(1) RPJM Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program pasangan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilihan Umum Tahun 2024 yang disusun berdasarkan RPJP Nasional.
(21 RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat strategi Pembangunan Nasional, kebijakan umum, program kementerian/ lembaga dan lintas kementerian/lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran secara menyeluruh dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.
berkas 1, hlm. 4 OCR(3) Dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan, Menteri melakukan perencana.
Dalam mendukung sumber daya manusia sasaran pembangunan, (4) kementerian/lembaga koordinator dan kementerian/lembaga pengampu pada masing-masing prioritas nasional.
(5) Kementerian/lembaga sebagaimana dirnaksud pada ayat kebijakan/program/kegiatan pada Renstra-Kl dan rencana kerja kementerian/ lembaga yang berkontribusi terhadap prioritas nasional sesuai dengan lingkup prioritas yang menjadi
(6) RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
a. dasar hukum bagi kementerian/ lembaga dalam
b. dasar hukum
c. dasar hukum bagi Pemerintah dalam menyusun RKP;
d. pedoman dasar dalam dan evaluasi pelaksanaan RPJM Nasional; dan pedoman bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional. (71 (8) RPJM Nasional memuat proyek strategis nasional.
Nasional wajib ditaati oleh seluruh pelaku pem pemerintah dengan melibatkan pelaku pembangunan nonpemerintah.
Pasal 3 #
(1) Kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah program dalam RPJM Nasional yang dijabarkan dalam Renstra-Kl dan RPJM Daerah.
(21 Dalam menyusun Renstra-Kl sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kementerian/lembaga wajib berkonsultasi dan dengan kementerian/lembaga.
(4) dapat e. koordinator pada masing-masing prioritas nasional yang
berkas 1, hlm. 5 OCR(3) Dalam
(4) Dalam menyusun dan/atau menyesuaikan RPJM Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah Daerah dapat melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Menteri.
Pasal 4 #
(1) Menteri melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJM Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(21 Menteri dalam melakukan pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada data yang sesuai dengan kebijakan satu data Indonesia, dan dengan menerapkan manajemen risiko Pembangunan Nasional.
(3) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara berkala.
(4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (l) dilaksanakan pada paruh waktu dan tahun terakhir pelaksanaan RPJM Nasional.
(5) Hasil evaluasi paruh waktu dan tahun terakhir pelaksanaan RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaporkan Menteri kepada Presiden.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 5 #
(1) RPJM Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat
(1) terdiri atas:
b. matriks pembangunan RPJM Nasional Tahun 2025-2029;
c. matriks kementerian/lembaga RPJM Nasional Tahun 2O2*2O29;dan
d. arah pembangunan Tahun 2025-2029;
(21 Narasi RPJM Nasional Tahun 2025-2029 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.
(3) Matriks pembangunan RPJM Nasional Tahun 2025-2029 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.
(4) Matriks kementerian/ lembo g4 RPJM Nasional Tahun 2025-2029 sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf c tercantum pada lampiran III yang merupakan
(5) Arah pembangunan kewilayahan RPJM Nasional Tahun 2O2*2O29 sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf d tercantum dalam lampiran IV yang bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.
Pasal 6 #
(1) Target dan kebutuhan pendanaan yang terdapat dalam RPJM Nasional bersifat indikatif.
(21 Perubahan target dan kebutuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (l) yang terjadi pada setiap tahun pelaksanaan RPJM Nasional disampaikan oleh Menteri kepada Presiden dalam sidang kabinet untuk mendapatkan keputusan.
(3) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dituangkan dalam RKP.
Pasal 7 #
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal RPJM Nasional Agar berkas 1, hlm. 7 OCR ;ITTXTITEITT+TTI Agar
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 1O
ttd.
Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERI.AN
pada tanggal 10
ttd
REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR 19 D Djaman
Lampiran I
berkas 2, hlm. 1 OCRPERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN
NARASI
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
Evaluasi dan Tantangan Pembangunan
1.1 Kilas Balik Pembangunan Tahun
Perkembangan Global
Kondisi perekonomian Indonesia terus menunjukkan kinerja ke arah yang lebih baik dan
mampu beradaptasi dengan dinamika global.
Sejarah menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia mampu mencapai
pertumbuhan tinggi lebih dari 8,0 persen pada lima tahun yang berbeda,
Sumber: BPS, 2024
Dalam RPJMN Tahun
6,0 persen per tahun. Namun demikian, pada awal tahun 2020, dunia dilanda unprecedented
shock pandemi
global, termasuk Indonesia.
Melalui berbagai
Nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia pulih lebih cepat dibandingkan dengan banyak
negara lain. Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen dan tahun 2023
sebesar 5,05 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki modal yang
cukup untuk mampu mencapa.i pertumbuhan ekonomi lebih dari 8,0 persen.
Indeks Produk Domestik Bruto Riil Tahun 2019–2023 (2019=100)
Sumber: BPS, Oxford Economics Database (diolah)
Perkembangan Global
Secara umum dalam periode tahun 2025–2029, perekonomian global masih dilanda
ketidakpastian.
Indonesia telah mencapai kemajuan yang
tengah dinamika global dan domestik, Berbagai kebijakan strategis dilaksanakan untuk
mewujudkan tujuan pembangunan nasional, termasuk saat pandemi Corona Virus Disease
global dengan tetap
-5-
1.2. I Ketahanan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi terus mengalami perbaikan meskipun
dalam pada tahun
Corona Virus Disease 2019, pencapaian Gross National
menjadikan Indonesia masuk ke dalam negara Upper-Middle
demikian, adanya pandemi mengakibatkan penurunan
sehingga Indonesia turun menjadi negara
pemulihan yang dilakukan menyebabkan perekonomian Indonesia kembali mencatatkan
kinerja positif, ditandai oleh peningkatan Gross National
Indonesia kembali ke dalam negara Upper-Middle
pembangunan ekonomi selama
capaian positif, di antaranya (l) peningkatan pola konsumsi pangan rumah tangga, (2)
peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, (3) penyediaan l,apangan kerja per tahun, (4)
peningkatan kontribusi koperasi terhadap perekonomian, (5) pengembangan kawasan
industri dan kawasan ekonomi khusus, (6) nilai ekspor produk industri pengolahan dan
realisasi investasi luar Jawa, serta (7) peningkatan penerimaan pajak.
Gambar 1.3
Tren Capaian Pertumbuhan Ekonomi
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Berdasarkan peningkatan capaian selama 5 tahun (2019–2023) di daerah, pertumbuhan
ekonomi di Wilayah Maluku lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Pada tahun 2019,
pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua mengalami kontraksi yang dipicu oleh turunnya
produksi pada sektor pertambangan dan penggalian. Pada tahun 2023, Provinsi Maluku
Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi
tertinggi. Hal tersebut didorong oleh kinerja sektor industri pengolahan dan pertambangan.
Gambar 1.4
Capaian Pertumbuhan Ekonomi per Wilayah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
K INDONESIA
Gambar 1.5
Tren Capaian Pertumbuhan Industri
Pengolahan Nonmigas
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target
RPJMN 2020–2024
Gambar 1.6
Tren Capaian Share Industri
Pengolahan
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target
RPJMN 2020–2024
Gambar 1.7
Distribusi Capaian Share Industri Pengolahan di
Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
• Dalam lima tahun terakhir, kinerja pertumbuhan
industri pengolahan cenderung mengalami
peningkatan meskipun sempat mengalami tekanan
pada tahun 2020.
• Salah satu kontribusi paling signifikan terhadap
pembangunan ekonomi nasional datang dari
sektor industri baja. Sektor industri baja sangat
berpotensi memberikan kontribusi terhadap
pembangunan ekonomi nasional melalui nilai
tambah serta menjadi multiplier effect bagi
peningkatan daya saing ekonomi. Pertumbuhan
industri baja di berbagai daerah, khususnya di
Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku
Utara terus didorong untuk memenuhi permintaan
produk besi baja dari luar negeri, terutama China,
dan peningkatan produksi domestik untuk produk
ferronikel.
• Program strategis yang mendukung pertumbuhan
Produk Domestik Bruto industri pengolahan
antara lain (1) pemberlakuan izin operasional dan
mobilitas kegiatan industri, (2) insentif pajak
penjualan atas barang mewah ditanggung
pemerintah sektor otomotif, (3) peningkatan
penggunaan produk dalam negeri, (4) peningkatan
jumlah standar nasional Indonesia industri, (5)
program making Indonesia 4.0, (6) pengembangan
sekolah menegah kejuruan link and match
industri, (7) sertifikasi tenaga kerja industri, serta
(8) program harga gas bumi tertentu.
Gambar 1.8
Tren Capaian Skor Pola Pangan Harapan (SPPH) Nasional
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.9
Distribusi Capaian Skor PPH (Tertinggi dan Terendah)
di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
• Skor Pola Pangan Harapan Nasional
meningkat mendekati angka 100,
mengindikasikan bahwa konsumsi pangan
di wilayah Indonesia semakin beragam dan
bergizi seimbang.
• Program dan kegiatan yang mendukung
peningkatan akses pangan yang merata
dan terjangkau antara lain (a) intervensi
bantuan pangan; serta (b) edukasi terkait
penerapan pola konsumsi pangan beragam,
bergizi seimbang, dan aman.
• Provinsi dengan skor pola pangan harapan
tertinggi pada tahun 2023 yaitu Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa
Tenggara Barat, Sumatera Selatan, dan
Jawa Tengah. Sementara itu, daerah yang
perlu didorong akselerasi pencapaian skor
pola pangan harapan yaitu Provinsi Nusa
Tenggara Timur, Sulawesi Barat dan
Maluku.
• Nilai Tukar Petani nasional terjaga
stabilitasnya di atas angka 100.
• Program dan kegiatan yang mendukung
pencapaian antara lain (a) bantuan subsidi
input pertanian (benih, pupuk, dan
pestisida); (b) pengembangan infrastruktur
pertanian (sistem irigasi, jalan usaha tani,
dan sistem logistik); serta (c) diversifikasi
produk dengan adaptasi teknologi
pertanian modern.
• Provinsi dengan Nilai Tukar Petani di atas
100 yang tertinggi pada tahun 2023 yaitu
Provinsi Riau, Bengkulu, dan Kalimantan
Barat. Sementara itu, provinsi dengan Nilai
Tukar Petani kurang dari 100 yaitu Provinsi
Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Papua
Barat.
Gambar 1.10
Tren Capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah) Keterangan: Target 2024
merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.11
Distribusi Capaian Nilai Tukar Petani (NTP)
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Dengan demikian, dalam mewujudkan perekonomian yang tangguh, kebijakan yang
menjadi fokus perhatian ke depan antara lain (1) hilirisasi industri pengolahan yang
mendorong investasi dan ekspor; (2)
kewirausahaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah; serta 5) swasembada pangan dan
energi.
1.2.2
Kemiskinan di Indonesia telah mengalami penurunan
terakhir, berkat upaya pemerintah yang terus memperkuat
sosial, jaminan sosial, dan bantuan sosial hingga graduasi bantuan sosial. Program-program
ini dirancang untuk memberikan dukungan langsung kepada kelompok masyarakat rentan
dan berpenghasilan rendah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan, mengu.rangi
ketimpangan, serta meminimalisasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh berbagai
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, upaya ini menjadi salah satu
kunci utama dalam mendorong penurunan angka kemiskinan di Indonesia secara
Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat miskin
dan rentan melalui program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta
terhadap modal usaha yang lebih mudah dan terjangkau, sebagai kunci dalam meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan secara berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup berbagai
inisiatif seperti pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui peLatihan
keterampilan, akses permodalan, dan pendampingan, serta
menyediakan pinjaman dengan bunga rendah. Selain itu, program desa wisata dan produk
unggulan desa mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal. Pembangunan
infrastruktur dasar yang merata juga menjadi prasyarat penting untuk mendukung
pengurangan kemiskinan, dengan fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan,
penyediaan akses air bersih dan sanitasi, serta
SK
Sumber Data: Sakernas (BPS), berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Penyediaan lapangan kerja per tahun berhasil
ditingkatkan kembali setelah penurunan yang
signifikan pada tahun 2020 akibat adanya
pandemi Corona Virus Disease 2019.
Pencapaian ini didorong melalui program
bantuan berupa subsidi gaji/upah bagi
pekerja/buruh dalam penanganan dampak
Corona Virus Disease 2019, stimulus ekonomi,
kartu pra-kerja, pembukaan kembali sektor-
sektor ekonomi secara bertahap dalam sektor-
sektor padat karya, dan penyelenggaraan
pelatihan kerja dan uji kompetensi.
Gambar 1.12
Tren Capaian Penyediaan Lapangan Kerja Per Tahun
1.2.3 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pembangunan kualitas sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam kemajuan
suatu bangsa, terutama melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Capaian pembangunan kualitas sumber daya manusia ditandai dengan peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia dari tahun 2Ol9 hingga tahun 2023 mencapa.i 73,55 (berdasarkan
proyeksi sensus 2OlO) atau 74,39 (berdasarkan proyeksi scnsus 2020), B€rbegei pencapaian
positif lainnya yang telah diraih antara lain perbaikan layanan kesehatan dan peningkatan
akses pendidikan yang telah memberikan dampa.k nyata bagi kualitas hidup masyarakat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia didukung dengan pencapa.ian pada bidang
kesehatan dan pendidikan. Pencapaian pada bidang kesehatan di antaranya (l) cakupan
kepesertaan jaminan kesehatan nasional, (2) penurunan stunting dan uastirq pada balita,
(3) pemenuhan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan, (4) peningkatan
• Tingkat kemiskinan meningkat pada tahun
2020 akibat kondisi pandemi Corona Virus
Disease 2019. Namun demikian, dengan
adanya kebijakan pemerintah dalam
perlindungan sosial maka tingkat
kemiskinan dapat kembali menurun hingga
tahun 2023.
• Program perlindungan sosial yang
terintegrasi menjadi landasan utama dalam
upaya pengurangan kemiskinan,
mencakup program keluarga harapan,
bantuan pangan non tunai, serta bantuan
sosial tunai. Selain itu, inovasi
perlindungan sosial adaptif dirancang
untuk menghadapi berbagai risiko dan
krisis, seperti Program Jaminan Kehilangan
Pekerjaan yang melindungi pekerja yang
terkena pemutusan hubungan kerja dan
perluasan cakupan jaminan kesehatan
nasional serta jaminan sosial
ketenagakerjaan.
• Registrasi sosial ekonomi menjadi dasar
penting untuk pemutakhiran dan
pengelolaan data kemiskinan yang akurat
dan terintegrasi memanfaatkan data
kemiskinan dan kesejahteraan sosial dari
berbagai sumber untuk mempermudah
identifikasi dan penyaluran bantuan
kepada yang berhak.
• Tingkat kemiskinan di 34 provinsi selama
lima tahun terakhir terus menurun.
Provinsi Bali, Kalimantan Selatan, dan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
merupakan daerah dengan tingkat
kemiskinan terendah. Sementara itu,
Provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa
Tenggara Timur merupakan daerah dengan
tingkat kemiskinan tertinggi namun tren
kinerjanya terus membaik.
Gambar 1.13
Tren Capaian Tingkat Kemiskinan
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.14
Distribusi Tingkat Kemiskinan di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
kualitas rumah sakit dan kuantitas tenaga kesehatan, serta (5) peningkatan kapasitas obat
dan makanan memenuhi syarat.
Selain itu, pencapa.ian pada bidang pendidikan, antara lain (f) peningkatan rata-rata lama
sekolah dari penduduk usia 15 tahun ke atas, (2) peningkatan penduduk yang menempuh
pendidikan tinggi, (3) penurunan kesenjangan akses pendidikan antara kelompok
masyarakat miskin dan kaya, serta (4) peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja.
Secara umum, perbaikan kebiiakan yang perlu diakselerasi ke depan antara lain (l)
pemerataan akses pendidikan, (2) peningkatan kualitas pendidikan, (3) pemerataan
pelayanen kesehatan, dan (4) peningkatan kualitas layanan kesehatan. Hal tersebut untuk
memastikan pembangunan sumber daya manusia berjatan optimal dan merata ke seluruh
lapisan masyarakat.
SK No252014A
Gambar 1.15
Tren Capaian Cakupan Kepesertaan Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
Sumber Data: sismonev.djsn.go.id.
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
• Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan
Nasional meningkat pada tahun 2023,
meski sempat turun pada 2020–2021
akibat pandemi Corona Virus Disease 2019.
• Pencapaian cakupan kepesertaan jaminan
kesehatan nasional didorong dengan
adanya intervensi dari pemerintah dalam
bentuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun
2022 tentang Optimalisasi Program
Jaminan Kesehatan Nasional.
• Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
menjadi daerah yang memiliki cakupan
kepesertaan jaminan kesehatan nasional
tertinggi. Selama tahun 2019 hingga 2023,
cakupan kepesertaan jaminan kesehatan
nasional di seluruh daerah meningkat
dengan peningkatan tertinggi adalah
Provinsi Maluku Utara, Riau, dan Papua
Barat.
Gambar 1.16
Distribusi Capaian Cakupan Kepesertaan JKN (Tertinggi dan
Terendah) di Daerah
Sumber Data: sismonev.djsn.go.id
Gambar 1.17
Tren Capaian Prevalensi Stunting (Pendek dan
Sangat Pendek) pada Balita
Sumber Data: SSGBI (Baseline), SSGI (Tahun 2021 dan 2022),
Data SKI 2023, Kemenkes, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
• Prevalensi stunting (pendek dan sangat
pendek) berhasil diturunkan dari tahun ke
tahun.
• Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021
tentang Percepatan Penurunan Stunting
sebagai salah satu regulasi pemerintah dalam
mendorong percepatan penurunan stunting
melalui intervensi spesifik dan sensitif.
• Program utama dalam mendorong percepatan
penurunan stunting antara lain perluasan
cakupan program jaring pengaman sosial
seperti program keluarga harapan, bantuan
pangan non tunai, dan penerima bantuan
iuran jaminan kesehatan nasional.
• Provinsi Bali menjadi satu-satunya provinsi
dengan kategori stunting rendah (kurang dari
10 persen). Keberhasilan Provinsi Bali
didorong melalui penguatan konvergensi
lintas sektor, intervensi spesifik dan sensitif
yang tepat sasaran, peningkatan kolaborasi
lini lapangan, penyediaan data sasaran yang
valid, penguatan monitoring dan evaluasi di
berbagai jenjang, peningkatan sosialisasi,
serta komunikasi, informasi, dan edukasi.
Gambar 1.18
Distribusi Capaian Prevalensi Stunting
(Pendek dan Sangat Pendek) pada Balita (Tertinggi dan
Terendah) di Daerah
Sumber Data: SSGBI (Baseline), SSGI (Tahun 2021 dan 2022),
Data SKI 2023, Kemenkes, berbagai tahun (diolah).
-t4-
SK No 252M7 A
• Rata-rata lama sekolah penduduk usia 15
tahun ke atas meningkat hingga tahun 2023,
namun rata-rata lama sekolah perempuan
sebesar 8,92 masih lebih rendah dibandingkan
laki-laki yang telah mencapai 9,33.
• Program kegiatan strategis dalam mendukung
pemerataan akses pendidikan antara lain
(a) bantuan operasional satuan pendidikan, (b)
Program Indonesia Pintar,
(c) penyediaan sarana dan prasarana
pendidikan berupa infrastruktur teknologi
informasi dan komunikasi, serta pasokan energi
(listrik), (d) peningkatan dan pemerataan
pendidik dan tenaga kependidikan, serta (e)
program afirmasi pendidikan.
• Provinsi Bali dan Papua merupakan provinsi
dengan capaian rata-rata lama sekolah
meningkat cukup signifikan selama tahun 2019
hingga 2023. Provinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta memiliki capaian tertinggi, sedangkan
daerah yang perlu didorong dalam upaya
percepatan pemerataan akses dan peningkatan
kualitas pendidikan antara lain Provinsi Papua,
Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan
Nusa Tenggara Barat.
Gambar 1.19
Tren Capaian Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Usia
15 Tahun ke Atas
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.20
Distribusi Capaian Rata-rata Lama Sekolah Penduduk
Usia 15 Tahun ke Atas (Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Pembangunan sosial budaya dan keagamaan merupakan pilar penting dalam memperkuat
identitas dan kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat. Berbagai pencapaian positif
telah diraih, seperti meningkatnya toleransi antarumat beragama, penguatan peran agama
dalam kehidupan bermasyarakat, pelestarian nilai-nilai budaya lokal, serta peningkdtan
budaya literasi. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam mewujudkan harmoni
sosial, partisipasi masyarakat dalam pclestarian warisan budaya, serta penanganan konflik
berbasis agama dan budaya. Oleh karena itu, upaya kolaboratif 6ffi fusftqg.i pihak
diperlukan untuk memastikan pembangunan di bidang sosial budaya, dan keagamaan terus
berlanjut dan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
SK No252048A
Gambar 1.21
Tren Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama
Sumber Data: Kemenag, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.22
Distribusi Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemenag, berbagai tahun (diolah).
• Indeks Kerukunan Umat Beragama yang
dinilai dari aspek toleransi, kerja sama, dan
kesetaraan mengalami peningkatan dan
berhasil melampaui target 2024.
• Program kegiatan strategis dalam
mendukung pencapaian, antara lain (a)
penguatan forum kerukunan umat
beragama di seluruh provinsi dan
kabupaten/kota, (b) peningkatan literasi
keagamaan yang moderat dan inklusif,
serta (c) dialog kerukunan umat beragama.
• Provinsi dengan capaian Indeks Kerukunan
Umat Beragama tertinggi adalah Provinsi
Nusa Tenggara Timur, sedangkan provinsi
dengan capaian terendah adalah Provinsi
Jambi. Aspek kerja sama di Provinsi Jambi
belum optimal dibandingkan aspek
toleransi dan kesetaraan. Artinya,
keterlibatan aktif, empati, dan simpati
kepada kelompok lain dalam aspek sosial,
ekonomi, budaya, dan keagamaan masih
perlu diperkuat dalam kehidupan
bermasyarakat. Hampir semua daerah
mengalami perbaikan capaian Indeks
Kerukunan Umat Beragama pada tahun
2023.
Pencapaian pembangunan kewilayahan di Indonesia telah menunjukkan sejumlah kemajuan
signifikan, terutama dalam (1) pengembangan kawasan pusat pertumbuhan (kawasan
ekonomi khusus, kawasan industri, dan destinasi pariwisata prioritas); (2) investasi pada
kawasan pusat pertumbuhan, (3) peningkatan perkembangan status pembangunan desa; (4)
p€ningkatan jumlah wilayah metropolitan Jawa; (5) penurunan tingkat kemiskinan desa dan
daerah tertinggal; serta (6) revitalisasi badan usaha milik desa dan badan usaha milik desa
bersama.
Hal yang perlu menjadi fokus perhatian ke depan antara lain (l) pengentasan daerah
tertinggal; (2) produksi komoditas unggulan (kelapa sawit, kopi, tebu, lada, pala, dan
cengkeh) untuk mendukung hilirisasi; serta (3) penurunan ketimpangan wilayah denga.n
pemerataan kualitas sumber daya manusia, kualitas dan kuantitas lapangan pekerjaan,
serta infrastruktur layanan dasar dan konektivitas wilayah.
SK No252049A
Gambar 1.23
Tren Capaian Kinerja Nilai Budaya Literasi
Sumber Data: Kemendikbudristek, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.24
Distribusi Capaian Nilai Budaya Literasi
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemendikbudristek, berbagai tahun (diolah)
• Nilai budaya literasi meningkat pada tahun
2023, meskipun sempat mengalami
penurunan pada tahun 2021 karena
terbatasnya layanan perpustakaan/taman
bacaan yang dapat melayani masyarakat
secara langsung.
• Intervensi strategis dalam mendukung
pencapaian, antara lain (a) penguatan
perpustakaan tingkat desa/kelurahan serta
implementasi transformasi perpustakaan
berbasis inklusi sosial, (b) program
standardisasi dan akreditasi perpustakaan,
(c) penyediaan pojok baca digital, serta (d)
pengembangan aplikasi perpustakaan
digital yang terhubung dengan jejaring
nasional perpustakaan yang melibatkan
781 lembaga dan tercatat dalam Indonesia
OneSearch.
• Provinsi dengan capaian nilai budaya
literasi tertinggi pada tahun 2023 adalah
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.
Sementara, daerah yang perlu didorong
peningkatan pencapaian nilai budaya
literasi adalah Provinsi Papua.
SK No2520l9A
• Perkembangan pembangunan desa
mengalami peningkatan dilihat dari
peningkatan jumlah desa mandiri dan desa
berkembang.
• Faktor yang mendorong peningkatan
pembangunan desa hingga tahun 2023, di
antaranya (a) penurunan tingkat
kemiskinan perdesaan menjadi 12,22
persen; serta (b) peningkatan kemajuan dan
kemandirian desa melalui revitalisasi 9.114
badan usaha milik desa berkembang, 1.677
badan usaha milik desa maju, 564 badan
usaha milik desa bersama berkembang, dan
532 badan usaha milik desa bersama maju.
• Program kegiatan strategis dalam
mendukung percepatan pembangunan
desa, antara lain pembangunan
infrastruktur pedesaan (jalan, jembatan,
drainase, pasar desa, posyandu, dan
pendidikan anak usia dini), penetapan
prioritas penggunaan dana desa, dan
pengembangan badan usaha milik desa.
• Provinsi dengan jumlah desa mandiri
terbanyak terdapat di Pulau Jawa, yaitu
Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Jawa Barat. Sedangkan daerah yang perlu
didorong untuk peningkatan desa mandiri
sebagian besar berada di wilayah Indonesia
Timur.
Gambar 1.25
Tren Capaian Perkembangan Status Pembangunan Desa
(Desa Mandiri dan Berkembang)
Sumber Data: Kemen PPN/Bappenas, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.26
Distribusi Jumlah Desa Mandiri
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemen PPN/Bappenas, berbagai tahun (diolah)
1.2.5 Penguatan I nfrastruktur
Pembangunan infrastruktur pelayanan dasar dan konektivitas wilayah berperan penting
dalam memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sejumlah pencapaian penting telah diraih, seperti peningkatan akses terhadap air bersih,
listrik, dan layanan sanitasi, serta pembangunan jalan, jembatan, dan jaringan transportasi
yang memperlancar arus barang dan orang antarwilayah.
Namun demikian, tantangan masih ada, terutama terkait dengan pemerataan akses
infrastruktur di wilayah terpencil dan perbatasan, serta pemanfaatan, pemeliharaan, dan
keberlanjutan infrastruktur yang sudah dibangu.n. Oleh karena itu, perlu adanya fokus yang
berkelanjutan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan perluasan aksesibilitas agar
manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh pelosok negeri.
SK No252050A
Gambar 1.27
Tren Capaian Rumah Tangga yang Menempati Hunian Layak
dan Terjangkau
Sumber Data: Susenas (Badan Pusat Statistik),
berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.28
Distribusi Capaian Rumah Tangga yang Menempati Hunian
Layak dan Terjangkau (Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Susenas (Badan Pusat Statistik),
berbagai tahun (diolah).
• Rumah tangga yang menempati hunian
layak dan terjangkau terus meningkat
hingga tahun 2023. Namun demikian, perlu
terus didorong intervensi dalam
mengakselerasi pemenuhan hunian layak.
• Intervensi strategis yang mendorong
pencapaian antara lain (a) penyediaan
rusunawa dan rumah khusus, (b)
penanganan permukiman kumuh, (c)
penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan
perumahan, (d) subsidi bantuan uang
muka, serta (e) bantuan pembiayaan
perumahan berbasis tabungan.
• Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami
peningkatan yang signifikan pada akses
hunian layak dan terjangkau dari tahun
2019 hingga 2023. Sementara itu, Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan
daerah dengan pencapaian tertinggi
sedangkan Provinsi Papua merupakan
daerah yang perlu diakselerasi
pencapaiannya.
K INDONESIA
1.2.6 Pembangunan Lingkungan Hidup
Pembangunan lingkungan hidup merupakan salah satu pilar penting dalam menjqg.
keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia. Berbagai pencapaian telah
dicapai, seperti (1) peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan
pengurangan emisi karbon; (2) upaya rehabilitasi hutan; (3) konservasi kawasan perairan; (4)
akurasi informasi meteorologi dan klimatologi; (5) pemulihan kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil, termasuk ekosistem rangroue dan pantai; serta (6) mitigasi kerentanan dampak
bencana.
SK No252021A
• Rasio elektrifikasi meningkat dari tahun ke
tahun.
• Intervensi strategis yang mendukung
keberhasilan pencapaian antara lain (a)
program bantuan pasang baru listrik; (b)
perluasan jaringan (grid extension) untuk
desa yang dekat jaringan distribusi
eksisting; (c) pembangunan pembangkit
komunal (menggunakan energi setempat)
menggunakan pembangkit listrik tenaga
surya+baterai ataupun pembangkit listrik
tenaga mikro hidro; serta (d) pemasangan
alat penyalur daya listrik dan stasiun
pengisian energi listrik untuk daerah
terdepan, terpencil, dan tertinggal.
• Sebagian besar provinsi memiliki capaian
rasio elektrifikasi telah mendekati 100
persen pada tahun 2023, kecuali Provinsi
Papua Pegunungan, Papua Tengah, Nusa
Tenggara Timur, Maluku, Kalimantan
Tengah, dan Papua Selatan.
Gambar 1.29
Tren Capaian Rasio Elektrifikasi
Sumber Data: Laporan Kinerja KESDM Tahun 2023 dan Berita Acara
Penetapan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.30
Distribusi Capaian Rasio Elektrifikasi
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Laporan Kinerja KESDM Tahun 2023 dan Berita Acara
Penetapan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik
Namun demikian, implementasi kebilakan pengelotraan sampah, penanganan deforestasi, dan
kerusalen ekosistem laut belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, penting untuk terus
memperkuat komitmen dan langkah strategis guna mewujudkan pembangunan lingkungan
hidup yang lebih berkelanjutan di masa depan.
-20-
SK No252051A
Gambar 1.31
Tren Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Sumber Data: Kemen LHK, berbagai tahun.
Keterangan: Capaian 2019–2020 merupakan metode lama, capaian 2021–
2023 merupakan metode baru, target 2024 merupakan target RPJMN 2020–
2024.
Gambar 1.32
Distribusi Capaian Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup (Tertinggi dan
Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemen LHK, berbagai tahun.
Keterangan: Capaian 2019 merupakan metode
lama, capaian 2021–2023 merupakan metode
baru.
• Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat dari tahun ke tahun. Pandemi Corona Virus Disease 2019
justru memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup.
• Program kegiatan strategis yang mendorong pengelolaan lingkungan hidup di tingkat daerah, antara lain
program langit biru, program kali bersih, program Indonesia hijau, program gambut lestari, dan program
pantai lestari.
• Berdasarkan peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup provinsi dari tahun ke tahun, provinsi dengan
peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup terbesar adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa
Barat, dan Lampung. Provinsi yang mengalami penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup adalah
Provinsi Kalimantan Timur, Maluku, Papua Barat, Papua, dan Sulawesi Tengah.
• Berdasarkan capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup provinsi tahun 2023, capaian Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup tertinggi berada pada Provinsi Papua Barat, Papua, Kalimantan Utara, dan Maluku Utara,
sedangkan capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang perlu dioptimalkan berada pada Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kualitas lingkungan hidup salah satunya
dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi suatu daerah yang sangat bergantung pada
sektor industri pengolahan, pertambangan, dan jasa.
Pembangunan di bidang politik, hukum, pertahanan, dan keamanan merupakan fondasi
penting baAi stabilitas dan kemajuan suatu negara. Sejumlah pencapaian menunjukkan
peningkatan, seperti (l) penguatan partisipasi dalam kerja sama
birokrasi, (3) peningkatan profesionalisme dalam pertahanan,
strategis dalam menjaga keamanan nasional.
Adapun kebijakan yang perlu menjadi fokus perhatian ke depan, antara lain (1) penurunan
tingkat kriminalitas, (2) keadilan dalam penegakan hukum dan penguatan demokrasi, (3)
mitigasi risiko ancaman keamanan siber, serta (4) transparansi dan akuntabilitas serta
pencegahan korupsi. Oleh karena itu, penting untuk terus memfokuskan perhatian pada
peningkatan kualitas tata kelola, sistem hukum yang adil, serta kesiapsiagaan dalam
menghadapi ancaman keamanan global dan domestik di masa depan.
Gambar 1.33
Capaian IKLH di 34 Provinsi Tahun 2019 dan 2023
Sumber Data: Kemen LHK, berbagai tahun (diolah).
Capaian pembangunan politik demokrasi ditandai dengan peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia.
Gambar 1.34
Tren Capaian Indeks Demokrasi Indonesia
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Capaian baseline hingga 2020 merupakan metode lama,
capaian 2021–2023 merupakan metode baru, target 2024 merupakan target
RPJMN 2020–2024
Gambar 1.35
Distribusi Capaian Indeks Demokrasi
Indonesia (Tertinggi dan Terendah) di
Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
• Pencapaian Indeks Demokrasi Indonesia hingga tahun 2020 dinilai dari pencapaian tiga aspek yaitu
kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Adapun pencapaian Indeks Demokrasi Indonesia
sejak tahun 2021 mengalami penyempurnaan penilaian dengan mengintegrasikan aspek politik, ekonomi,
dan sosial, serta memberikan indeks untuk tingkat nasional, pusat, dan provinsi.
• Berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia tingkat provinsi, peningkatan terbesar terjadi pada
Provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tenggara, sementara tiga daerah yang mengalami
penurunan terbesar yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, dan Maluku Utara.
• Berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia tingkat provinsi pada tahun 2023, capaian tertinggi
berada pada Provinsi Bali, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan
daerah yang perlu didorong penguatan demokrasi terutama pada aspek kapasitas lembaga demokrasi berada
pada Provinsi Papua Barat, Maluku Utara, Papua, dan Maluku.
Gambar 1.36
Capaian Indeks Demokrasi Indonesia di 34 Provinsi Tahun 2019 dan 2023
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Capaian 2019 merupakan metode lama, capaian 2023 merupakan metode baru.
dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Capaian penting pembangunan bidang hukum juga ditandai dengan
diundangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang
mengedepankan pendekatan keadilan korektif, keadilan rehabilitatif, dan keadilan restoratif bagi masyarakat.
Gambar 1.37
Tren Capaian Indeks Pembangunan Hukum
Sumber Data: Kemen PPN/Bappenas, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Baseline 2019 merupakan metode lama, capaian 2020–2022 merupakan metode baru.
• Secara perhitungan, Indeks Pembangunan Hukum mengalami penyesuaian metodologi pada tahun 2020,
menjadi lima pilar (budaya hukum, materi hukum, kelembagaan hukum, penegakan hukum, serta informasi
dan komunikasi hukum) dan tiga sumber data (survei masyarakat, data administratif kementerian/lembaga,
dan wawancara pakar).
• Capaian Indeks Pembangunan Hukum pada periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
tahun 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan konsisten. Indeks Pembangunan
Hukum tahun 2020 masuk dalam kategori cukup, kemudian meningkat pada tahun 2022 dan masuk dalam
kategori baik. Peningkatan ini menunjukkan kualitas pembangunan hukum yang dilakukan oleh
kementerian/lembaga terkait semakin menuju ke arah positif dan dirasakan oleh masyarakat. Salah satu
strategi yang dilakukan untuk meningkatkan tren capaian Indeks Pembangunan Hukum tersebut yakni
sinkronisasi implementasi kebijakan prioritas nasional oleh multiaktor dan secara lintas sektor, serta
melibatkan pemangku kepentingan terkait lainnya.
• Intervensi strategis yang mendorong pencapaian Indeks Pembangunan Hukum antara lain (a) penataan tata
kelola regulasi, (b) penegakan hukum pidana dilakukan melalui penerapan sistem peradilan pidana terpadu
berbasis teknologi informasi dan implementasi keadilan restoratif, serta (c) peningkatan akses keadilan bagi
masyarakat dilaksanakan melalui layanan bantuan hukum.
Capaian keamanan dan ketertiban menunjukkan komitmen kuat dan semangat antusias dengan ditandainya
tren positif pada hasil nilai-nilai indikator pengukuran seperti meningkatnya Global Terrorism Index dari 5,07
pada tahun 2019 menjadi 3,99 pada tahun 2023. Adapun capaian perilaku antikorupsi masyarakat
direpresentasikan melalui indeks perilaku anti korupsi.
Gambar 1.38
Tren Capaian Indeks Perilaku Anti Korupsi
Sumber Data: BPS dan KPK, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
• Indeks Perilaku Anti Korupsi menunjukkan perbaikan dari tahun 2019 ke tahun 2022, namun sedikit
menurun sebesar 0,01 poin pada tahun 2023 disebabkan adanya penurunan dimensi pengalaman sebagai
salah satu dimensi pembentuk capaian Indeks Perilaku Anti Korupsi.
• Program strategis yang mendorong pencapaian Indeks Perilaku Anti Korupsi antara lain (a) Roadshow Bus
untuk sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat, (b) Desa Anti Korupsi, (c) Politik Cerdas Berintegritas
untuk pembekalan antikorupsi kepada peserta pemilu, (d) Hajar Serangan Fajar sebagai kampanye
antikorupsi kepada masyarakat terkait pencegahan politik uang dan korupsi menjelang pemilu, (e) program
penguatan anti korupsi bagi penyelenggara negara ber-integritas sebagai program penguatan komitmen
antikorupsi yang menyasar para pemimpin dan pejabat negara di kementerian/lembaga, serta (f) Bunda
Pendidikan Anak Usia Dini sebagai program yang mendukung para bunda atau guru pendidikan anak usia
dini untuk berperan sebagai penggerak antikorupsi sekaligus membentuk karakter anak dalam upaya
pencegahan korupsi.
1. 3 Batasan Pembangun xt
Terdapat dua aspek yang menjadi batas dalam pelaksanaan pembangunan, yaitu daya
dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta kapasitas ruang
lingkungan hidup merupakan batas kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung
perikehidupan manusia, makhluk hidup, dan keseimbangan antara keduanya melalui
ketersediaan sumber daya alam. Sementara itu, daya tampung lingkungan hidup adalah
batasan kemampuan untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau
dimasukkan ke dalamnya, seperti limbah.
Di sisi lain, kapasitas ruang fiskal merupakan kemampuan untuk membiayai kebutuhan
pembangunan yang semakin besar dan beragam. Kedua aspek batasan pembangunan
tersebut perlu
pembangunan ekonomi dan lingkungan. Penjabaran kedua aspek tersebut, antara lain
1.3.I Kawasan Lindung di Darat dan Perairan
Sampai tahun 2023, perlindungan kawasan yang telah dilaksanakan di daratan mencapai
51,14 juta hektare atau 26,85 persen dari luas daratan di Indonesia, yang terdiri dari
kawasan hutan lindung sebesar 15,38
pelestarian alam, dan taman buru sebesar I 1,47 persen (IBSAP 2025-2045). Sedangkan luas
kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil pada
mencapa.i 29,9
peningkatan sebesar 665,049,5 hektare. Kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir,
- 25 -
• Salah satu ukuran perbaikan tata kelola
pemerintah yaitu melalui Indeks Reformasi
Birokrasi. Persentase Instansi Pemerintah
dengan Indeks Reformasi Birokrasi ≥ Baik
cenderung meningkat pada tingkat
kabupaten/kota dan provinsi. Pengukuran
Indeks Reformasi Birokrasi periode 2020–
2024 mencakup tiga aspek yaitu reformasi,
hasil antara, dan pemenuhan.
• Intervensi strategis yang mendorong
pencapaian, antara lain (a) optimalisasi
pendampingan dan bimbingan teknis secara
online dengan memanfaatkan media
Youtube secara reguler melalui program
”Bisa Tanya Kemen PANRB” untuk
informasi kebijakan baru; (b) penggunaan
sistem Aplikasi penilaian mandiri
pelaksanaan reformasi birokrasi maupun E-
SAKIP, (c) kebijakan Reformasi Birokrasi
tematik termasuk modul pelaksanaan
Reformasi Birokrasi Tematik, serta (d)
kegiatan RBXperience yang bertujuan
memfasilitasi kementerian/lembaga Meso
untuk ikut menjelaskan terkait perannya
dalam reformasi birokrasi dan kebijakan
yang harus dilaksanakan oleh instansi
pemerintah lainnya.
Gambar 1.39
Tren Capaian Persentase Instansi Pemerintah dengan
Indeks RB ≥ Baik
Sumber Data: Kemen PANRB, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
dan pulau-pulau kecil ditargetkan mencapai
setara dengan 97,5 juta hektare.
Dari total 70 juta hektare areal yang bernilai keanekaragaman hayati tinggi di daratan,
sebanyak 43 juta hektare yang berada di luar kawasan suaka alam, kawasan pelestarian
alam, dan taman buru (Bappenas,
dan mengintegrasikan areal di luar kawasan suaka alam; kawasan pelestarian alam; dan
kawasan konservasi di perairan, wiLayah pesisir, dan pulau-pulau kecil berupa areal
preservasi yang bertujuan untuk mendukung fungsi penyangga kehidupan ataupun
kelangsungan hidup sumber daya hayati dan ekosistemnya.
Kawasan konservasi dikelola berdasarkan tiga prinsip, yaitu (a) perlindungan sistem
penyangga kehidupan; (b) pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta
ekosistemnya; dan (c) pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan
ekosistemnya.
spesies kunci dan keanekaragaman hayati hingga level genetik. Pembangunan yang tidak
berkelanjutan akan berdampak tidak hanya pada berkurangnya area kawasan konservasi
tersebut, tetapi juga mempercepat kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman
hayati.
SK
Gambar 1.40
Peta Sebaran Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil Indonesia Tahun 2024
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2024.
.tLIK INDONESIA
1.3.2 Tutupan Hutan Primer dan Hutan di Atas Lahan Gambut
Kawasan hutan harus dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga daya dukung dan daya
dan tampung lingkungan yang memungkinkan segala aktivitas ekonomi berjalan secara
berkesinambungan. Pada
hektare yang tersebar di dalam dan luar kawasan hutan, Untuk mencapai
pada tahun
luasan 130.000 hektare per tahun.
Indonesia juga memiliki lahan gambut seluas 13,42 juta hektare yang sangat
penyimpanan karbon. Seluas 2,35 juta hektare dari luas lahan ga.mbut tersebut merupakan
hutan primer,
tanaman, perkebunan, dan penggunaan lainnya. Selanjutnya, terdapat kawasan hutan di
luar kawasan hutan atau areal penggunaan lain yang memiliki nilai jasa lingkungan dan
keanekaragaman hayati seluas 7, 15 juta hektare yang harus dipertahankan keberadaannya.
Kawasan tersebut berada di luar kawasan hutan yang sangat rentan untuk
ke penggunaan lainnya dan pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan daya dukung
dan daya tampung lingkungan untuk aktivitas ekonomi.
1.3.3 Habitat Spesies Kunci
Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi yang
tersebar dalam 22 tipe ekosistem, baik di darat maupun di laut (IBSAP
dikelola dengan baik, kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa ini, muLai dari
SK
- 27 -
Gambar 1.41
Peta Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru
di Daratan dan Hutan Lindung di Indonesia
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
Indonesia Emas 2045. Keberadaan ekosistem di Indonesia telah menjadi rumah bagi puluhan
ribu spesies flora dan fauna yang berperan menjaga keseimbangan alam termasuk beberapa
spesies endemik Indonesia antara lain Komodo (Varanus
spp,), Harimau Sumatra
Maleo
dimiliki Indonesia tidak terlepas dari adanya peran daya dukung lingkungan yang
memberikan dukungan terhadap keberlangsungan hidup setiap individu spesies, utamanya
berupa ketersediaan habitat sebagai tempat untuk berlindung, mencari makan, dan
berkembang biak.
Salah satu faktor pembatas yang harus menjadi
pembangunan di Indonesia adalah habitat dari spesies kunci. Spesies kunci merupakan flora
dan fauna yang diprioritaskan untuk dilindungi serta dapat mewakili keanekaragaman hayati
secara
gangguan terhadap keberlanjutan struktur, fungsi, dan produktivitas dari habitat atau
ekosistem
Terdapat sembilan spesies kunci yang menjadi faktor pembatas di dalam analisis daya
dukung dan daya tampung lingkungan hidup, yaitu Babi Rusa, Anoa, Badak Jawa, Owa
Jawa, Gajah Kalimantan, Orangutan Kalimantan, Orangutan Sumatra, Gajah Sumatra, dan
Harimau Sumatra, Habitat spesies kunci ini diprakirakan akan berkurang secara signifikan
akibat pengurangan luas tutupan hutan.
semakin terancam punah. Prakiraan penurunan luas habitat kesembilan spesies kunci
Gambar 1.42
Ancaman Penyusutan Tutupan Hutan pada Habitat Beberapa Spesies Kunci sampai dengan 2045
garis Wallacea akan
tahun 2045, terutama pada wilayah Sumatera dan Kalimantan, Sementara itu, luas key
berkurang
penurunan luas habitat spesies kunci terbesar, pembangunan di wilayah Sumatera dan
Kalimantan harus lebih mempertimbangkan keberadaan habitat dari spesies yang terancam
punah
untuk luasan habitat spesies kunci, secara nasional yang harus dipertahankan di luar
Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru minimal seluas 43,2 juta
hektare. Apabila luasan habitat satwa kunci ini tidak dapat dipertahankan, fungsi ekosistem
dapat terganggu dan menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pembangunan Indonesia
yang berkelanj utan.
1.3.4 Luas Permukiman di Area Pesisir Terdampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim menyebabkan berbagai perubahan pada lingkungan,
hujan yang tidak menentu, kenaikan temperatur air laut, kenaikan muka air laut,
peningkatan kejadian iklim ekstrem. Di wilayah pesisir, dampak perubahan ini sangat nyata
dengan meningkatnya risiko bahaya, salah satunya penggenangan pesisir (coastal
menjadi salah satu wilayah yang paling terancam oleh perubahan iklim ini. Rendahnya
resiliensi masyarakat pesisir terhadap ancaman tersebut menyebabkan peningkatan
frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, abrasi, hingga rusaknya ekosistem pantai.
Kombinasi antara penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut semakin
memperparah risiko di wilayah pesisir. Di beberapa. wilayah perkotaan seperti Jakarta dan
Semarang yang berada di pantai utara Pulau Jawa, penurunan tanah berlangsung dengan
kecepatan l-15 cm per tahun. Di luar Jawa, laju penurunan tanah bervariasi antara l-8 cm
per tahun. Dengan kenaikan muka air laut setinggi
wilayah-wilayah padat penduduk di pesisir dapat tergenang secara permanen. Selain itu,
pulau-pulau kecil juga terancam oleh abrasi dan penggenangan akibat kenaikan muka air
laut, yang bisa menyebabkan hilangnya pulau-pulau tersebut dalam jangka panjang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 311 kabupaten/kota, 1.643 kecamatan, dan
6.367 desa/kelurahan di wilayah pesisir Indonesia yang rentan terhadap dampak perubahan
iklim. Wilayah ini berpotensi besar mengalami perpindahan penduduk, khususnya akibat
abrasi dan bencana hidrometeorologi seperti banjir pesisir atau rob. Dalam kurun waktu 5-
10 tahun terakhir, sekitar 234 kabupaten/kota, 796 kecamatan, dan 1.888 desa/ kelurahan
atau sekitar 30 persen dari total desa pesisir di Indonesia telah menunjukkan potensi
perpindahan penduduk. Daerah ini mencakup
desa di pulau-pulau kecil terluar, yang semakin memperparah risiko sosial-ekonomi (Gambar
1.43).
masyarakat pesisir. Data dari Climate Central menyebutkan bahwa sekitar 23 juta
pesisir di Indonesia diproyeksikan akan menghadapi banjir laut tahunan pa.da tahun
akibat kenaikan muka air laut. Oleh karena itu, penting untuk memahami profil wilayah
pesisir yang rentan agar bisa merancang strategi mitigasi dan adaptasi yang tepat. Profil ini
harus mencakup kondisi sosial, ekonomi,
menentukan ketahanan masyarakat pesisir.
1.3.5 Kawasan Rawan Bencana
Kondisi geografis yang terletak di Cincin Api Pasifik menjadikan Indonesia rentan terhadap
gempa bumi, letusan gu.nung berapi, dan tsunami. Selain itu, perubahan iklim global turut
meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan
kekeringan. Penelitian lain juga mengidentifikasi setidaknya terdapat tiga belas zona
Tenggara, hingga Laut Banda yang berpotensi mengakibatkan bencana gempa dan tsunami.
Data ini menjadi bukti penting yang menunjukkan bahwa Indonesia dikelilingi kawasan yang
rawan terhadap bencana.
Hasil perhitungan Indeks Risiko Bencana tahun 2023 menunjukkan bahwa 13 provinsi di
Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi,
tingkat risiko bencana yang sedang. Tidak ada provinsi yang tergolong ke dalam kelas risiko
bencana rendah. Provinsi dengan risiko bencana tertinggi adalah Sulawesi Barat, Maluku,
dan Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, provinsi dengan risiko bencana terendah
adalah Kepulauan Riau, Papua Pegunungan, dan DKI Jakarta.
Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 168 kabupaten/ kota
klasifikasi risiko bencana tinggi dan 346 kabupaten/kota lainnya memiliki risiko bencana
sedang (Gambar 1.44). Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Halmahera Selatan, dan
SK
Gambar 1.43
Sebaran Kawasan Pesisir Rentan Perpindahan Penduduk sebagai Dampak Perubahan Iklim
Sumber: Kajian People Displacement Kementerian PPN/Bappenas, 2023.
K IND
- 3l -
ESIA
Kabupaten Nias Utara mencatatkan skor risiko bencana
tingkat kerentanan akan bencana yang tinggi dan perlunya perhatian lebih. Sementara itu,
Kabupaten Sigi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Mamberamo Tengah memiliki
skor risiko bencana terendah, tetapi tetap perlu melakukan upaya pengurangan risiko
bencana mengingat kabupaten/kota tersebut tergolong dalam klasifikasi risiko bencana
sedang.
Data-data di atas menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia memiliki potensi
bencana yang signifikan. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus
menjadi prioritas di seluruh daerah, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko
bencana tinggi untuk
1.3.6 Ketersediaan Air
Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya air untuk mendukung berbagai
kehidupan, terutama di tengah pertumbuhan populasi dan peningkatan aktivitas ekonomi.
Ketersediaan air yang memadai sangat penting untuk menjamin pasokan air bersih,
mendukung
pembangunan. Potensi sumber daya air Indonesia tersebar di beberapa wilayah, dengan total
air permukaan sebesar 2.783,3 miliar m3 pcr tahun dan potensi air tanah dari cekungan air
tanah
tidak diimbangi dengan penyebarannya.
Penyebaran potensi air di Indonesia belum merata baik secara musim maupun geografis.
wilayah pa.dat penduduk seperti Pulau Jawa, yang menampung 56,1 persen populasi
nasional, hanya memiliki 6,3 persen dari total ketersediaan air permukaan.
wilayah-wilayah dengan sumber daya air melimpah seperti Papua (27,6 persen), Kalimantan
Gambar 1.44
Sebaran Tingkat Risiko Bencana Kabupaten/Kota Tahun 2023
Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2023.
Ketidakseimbangan distribusi air ini menimbulkan tekanan ok
besar di daerah-daerah dengan permintaan air tinggi.
Di sisi lain,
tingginya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan. Saat ini,
12,7 juta hektare lahan kritis sudah tidak berfungsi
lain, jumlah hari hujan cenderung menurun, sementara intensitas hujan lebih lebat dan
ekstrem. Perubahan ini meningkatkan risiko banjir di daerah hilir saat kejadian hujan
ekstrem serta memperpanjang periode kekeringan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan
sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan untuk mendukung ketersediaan air dalam
memenuhi permintaan air di masa mendatang.
Gambar 1.45
Distribusi Ketersediaan Air dan Populasi per Pulau di Indonesia Berdasarkan Proporsi Nasional
Sumber:
1.3.7 Ketersediaan Energi
Indonesia memiliki kekayaan cadangan energi dan sumber daya mineral yang sangat
Cadangan minyak yang telah terbukti mencapai 2,27 miliar barel, sementara cadangan
potensialnya sebesar 1,9 miliar barel. Untuk gas alam, Indonesia memiliki cadangan total
sebesar 54,83 triliun kaki kubik standar, terdiri dari 36,34 triliun kaki kubik standar
cadangan terbukti dan 18,49 triliun kaki kubik standar cadangan potensial. Namun,
berdasarkan rasio cadangan terhadap produksi, cadangan minyak diprakirakan akan habis
dalam 6,7 tahun dan cadangan gas dapat bertahan
Indonesia mencapa.i 36,30 miliar ton, dengan rasio cadangan terhadap produksi sekitar 65
tahun. Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai mineral penting, termasuk nikel dengan
cadangan bijih sebesar 5,24 miliar ton, tembaga 3,Ol miliar ton, dan bauksit 3,22 miliar ton.
Permintaan untuk mineral ini diproyeksikan akan meningkat dengan adanya transisi energi
yang sedang berlangsung.
Pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia juga menawarkan potensi yang besar jika
didukung oleh perkembangan teknologi,
terhadap energi fosil dan mengurangi biaya produksi listrik dari sumber-sumber seperti
tenaga surya dan angin. Potensi total energi terbarukan di Indonesia diprakirakan mencapai
gigawatt. Sisanya berasal dari biomassa, air, panas bumi, angin, laut, dan energi terbarukan
lainnya. Meskipun begitu, pada tahun 2023, pemanfaatan energi terbarukan di sektor listrik
baru mencapa.i sekitar 13,3 gigawatt atau hanya 0,35 persen dari total potensi yang ada.
-33-
1.3.8 Kapasitas dan Keterbatasan Ruang Fiskal
Ruang
middle
penerimaan perpajakan Indonesia yang terus menurun secara historis. Rasio perpajakan
Indonesia
produk domestik bruto. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kapasitas fiskal Indonesia
justru menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun.
Selanjutnya, apabila dibandingkan dengan negara lain, rasio perpajakan Indonesia
merupakan salah satu yang terendah. Dibandingkan kelompok negara maju, rasio
perpajakan Indonesia di tahun 2023 mencapai 10,3 persen produk domestik bruto, sangat
tertinggal apabila dibandingkan dengan Inggris (27,3 persen produk domestik bruto),
Meksiko (14,3 persen produk domestik bruto),
dan Kanada (14,0 persen produk domestik bruto). Selanjutnya, apabila dibandingkan
dengan kelompok negara Association of Southeast Asian Nations, Indonesia juga relatif
tertinggal dengan Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura, laos, Malaysia, dan
Timor
dibandingkan dengan
Studi komparatif dengan beberapa. negara memperlihatkan bahwa untuk menjadi negara
maju, dukungan
contoh, Korea Selatan pada tahun 1995 berhasil lepas dari middle hmme trap dengan rasio
Gambar 1.46
Sebaran Potensi Sumber Daya Energi
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
tahun
sebesar 20,6 persen produk domestik bruto.
Kebutuhan pendanaan RPJMN Tahun
kapasitas
pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,7-6,0 persen per tahun dibutuhkan investasi sebesar
milik negara menyumbang masing-masing sebesar 8,2+-10,1 persen dan 8,5-8,8 persen,
sedangkan sisanya akan dipenuhi oleh masyarakat atau swasta. Sementara itu, dari sisi
kemampuan pemerintah,
berada pada kisaran kurang dari 11 persen. Tantangan
defisit yang mencapai Rp3.192 triliun selama periode tahun
triliun per tahun.
Sebagai gambaran konkret lainnya, kebutuhan pendanaan infrastruktur untuk
meningkatkan stok infrastruktur menjadi
membutuhkan anggaran
sebesar 42 persen.
anggaran pendapatan dan belanja negara, melalui swasta atau pendanaan inovatif lainnya.
Dengan keterbatasan ruang
lingkungan, perubahan iklim, dan upaya
atau lebih cepat memerlukan dukungan pembiayaan inovatif yang melibatkan partisipasi
serta kolaborasi lembaga
1.4 Peluang dan Tantangan Pembangunan
1.4. I Peluang Pembangunan
(1) Resiliensi dan Prospek Perekonomian yang Positif
sumber daya perikanan 12,01 juta ton pada fl wilayah pengelolaan perikanan. Selain itu,
Indonesia juga. memiliki keanekaragaman hayati laut dan ekosistem pesisir yang terdiri dari
3,36 juta hektare mangrove, 293 ribu hektare lamun, dan 2,5 juta hektare terumbu karang.
Untuk menjamin keberlanjutan dari keanekaragaman hayati laut tersebut, pada tahun 2023
Indonesia telah menetapkan 29,1 juta hektare kawasan konservasi di perairan, wilayah
pesisir, dan pulau-pulau kecil. Sumber daya perikanan dan ekosistem tersebut saling
berkaitan satu sama l,ain untuk menghasilkan ketahanan pangan akuatik dan meningkatkan
kesehatan laut Indonesia.
(2) Keanekaragaman Hayati dan Potensi Lingkungan
BLIK INDONESIA
(3) Potensi Sumber Daya Manusia dan Modal Sosial
(4) Pengembangan Teknologi
1.4.2 T
(1) Rendahnya Produktivitas
Tingkat
Mengacu pada rilis laporan Asian Productivity Organization (20241, rata-rata produktivitas
Indonesia yang tecermin dari Total Factor
tumbuh positif
ke -0,3 persen). Capa.ian tersebut relatif tertinggal dibandingkan Korea Selatan yang mampu
mencapai 1,78 ketika masih berada pada posisi menuju negara maju periode 1971-1995 dan
Tiongkok sebesar 2,12 selama kurun waktu 2005-2022. Kondisi produktivitas yang rendah
di antaranya
pa.da perempuan, produktivitas sektor ekonomi yang rendah, kapasitas ilmu pengetahuan,
teknologi, dan inovasi yang tertinggal, serta kelembagaan seperti sistem insentif, regulasi,
dan kepastian hukum yang masih lemah. Rendahnya
dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang belum mendukung mereka untuk masuk dan
bertahan di pasar kerja, antara lain norma sosial budaya yang membebankan peran
pengasuhan dan tugas domestik pada perempuan, jam kerja yang kurang fleksibel, serta
minimnya akses layanan
Produktivitas yang rendah juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung
melambat. Selama tahun
persen. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi melambat menjadi rata-rata 4,7 persen selama
tahun
(5) Sumber-Sumber Pertumbuhan Inovatif
potensial. Kondisi iniLah yang menyebabkan ekonomi Indonesia sulit tumbuh lebih cepat dan
stagnan dalam rentang 5,0 persen.
(2) Rendahnya Kualitas Sumber Daya Manusia
Berdasarkan Asian Productivity Organization (2024), produktivitas tenaga kerja Indonesia
yang diukur dari Produk Domestik Bruto per tenaga kerja
sebesar US$28.600 per pekerja, Angka tersebut masih tertinggal jauh di bawah Amerika
Serikat US$149.100 per
Asian Nations sebesar US$30.200 per
kerja di antaranya disumbang oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang
dicerminkan dari capaian rata-rata
siswa Indonesia untuk semua aspek (membaca, matematika, dan sains) sebesar 369,3 pada
masih tertinggal dibandingkan siswa dari negara-negara The Organization for Economic Co-
operation and Development sebesar 488,33.
Pembangunan manusia unggul juga dihadapkan pada tantangan rendahnya daya saing
Berdasarkan pada kualifikasi pendidikan, data Survei Angkatan Kerja Nasional Agu.stus 2024
menunjukkan sebesar 52,32 persen penduduk yang termasuk angkatan kerja merupakan
lulusan pendidikan rendah (sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah sederajat ke
bawah), sedangkan penduduk yang termasuk angkatan kerja berpendidikan menengah
(sekolah menengah atas/ sekolah menengah
penduduk yang termasuk angkatan kerja berpendidikan tinggi sebesar 12,86 persen.
Kualifikasi pendidikan tenaga kerja yang rendah berdampak pada keterserapan tenaga kerja
di pasar kerja, hanya 41,23 persen pekerja yang
tinggi. Oleh karena itu, untuk mencapai pembangunan yang optimal, Indonesia harus
mampu mengatasi berbagai dampak risiko ini dan melakukan investasi untuk peningkatan
kualitas sumber daya manusia.
SK
- 38 -
Gambar 1.47
Rata-rata Pertumbuhan TFP
Index Antarnegara
Gambar 1.48
Total Factor Productivity Index
2010–2022 (2010=1,0)
Sumber: Asian Productivity Organization (2024), diolah
(3) Pergeseran
Calon kelas menengah merupa.kan kelompok sosial ekonomi terbesar di Indonesia. Pada
periode 2019-2024, jumlahnya meningkat sebesar 8,65 juta orang sehingga mencapai 137,5
juta orang atau sekitar 49,2 persen dari total populasi. Di sisi lain, jumlah warga yang rentan
miskin juga meningkat sebanyak 12,72
2024,
Statistik, 2024). Meskipun jumlah masyarakat calon kelas menenga.h dan yang rentan miskin
terus bertambah, popul,asi kelas menengah justru mengalami penurunan. Risiko pergeseran
status ini, dari kelas menengah menjadi calon kelas menengah dan rentan miskin,
46.420 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (Kementerian Ketenagakerjaan, 2024)
dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat.
Salah satu faktor yang memicu terjadinya pemutusan hubungan kerja adalah rendahnya
daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari deflasi yang terjadi pa.da komponen harga yang
diatur pemerintah dan harga bergejolak. Menurut Laporan
dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (2024), komponen harga
yang diatur pemerintah mengalami deflasi dari 1,68 persen pada Agustus 2024 menjadi
persen pada September 2024. Sementara itu, komponen harga bergejolak mengal,ami deflasi
yang signifikan, dari 3,04 persen pada Agustus 2024 menjadi 1,43 persen pada September
terhadap barang-barang yang diproduksi oleh industri. Dengan permintaan yang lemah,
industri tidak dapat memenuhi biaya operasional, yang pada akhirnya memaksa untuk
mengurangi jumlah karyawan atau bahkan menutup usaha.
(4) Kebutuhan Hidup
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2023), jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke
atas) diproyeksikan mencapai 147,71 juta jiwa. HaI ini menjadi tantangan pembangunan,
yaitu tingginya kebutuhan hidup masyarakat dengan terbatasnya ketersediaan sumber daya
alam (pangan, energi, dan air) serta lahan. Selain itu, terdapat kewajiban terhadap
pemenuhan perlindungan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, dan pembukaan lapangan
pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam upaya pemenuhan kebutuhan
penduduk yang besar.
(5) Krisis Lingkungan
Perkembangan dunia saat ini dihadapkan dengan tiga
cn:sis/ yang mengancam masa depan bumi dan manusia, yaitu perubahan iklim, hilangnya
keanekaragaman hayati, serta polusi dan kerusakan lingkungan, Sekitar
populasi global berpotensi terdampak kondisi iklim yang mengancam jiwa pada tahun
diprakirakan sebesar Rp22,8 triliun per tahun (Kementerian Keuangan, 2023), sementara
jumlah kematian selama l0 tahun terakhir mencapai 9.176 orang (Badan Nasional
Penanggulangan
Sekitar satu juta
Sementara itu, risiko polusi udara merupakan penyebab penyakit dan kematian dini terbesar
di dunia, serta menyebabkan hingga 4,2
Framework Convention on Climate Change, 2022). Indonesia merupakan negara dengan
tingkat polusi tertinggi di Asia Tenggara dengan konsentrasi
timbulan sampah merupakan sampah makanan dan diproyeksikan akan menghasilkan 344
kg/kapita/tahun pa.da tahun 2045 (Proyeksi Business-As-Usual, Report Food and [rss Waste
in Indonesia, 2021). Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi udara
juga. secara langsung akan menyebabkan krisis sumber daya alam.
Ekstraksi sumber daya alam di dunia meningkat
dengan pertumbuhan lebih dari 2,3 persen Ircr tahun, Indonesia sebagai negara dengan
tingkat ekstraksi pertambangan terbesar ke-8 di dunia (United Nations Environment
Programme, 2023), turut berkontribusi dalam krisis tersebut. Data dari Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral tahun
ilegal yang berpotensi merusak lingkungan. Pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi
yang tinggi serta kelangkaan dan persaingan untuk mengakses sumber daya alam (energi,
air, dan
geopolitik di berbagai wilayah.
Risiko
menengah maupun jangka panjang dan tuntutan untuk beralih ke aktivitas ekonomi yang
rendah emisi gas rumah kaca di berbagai sektor, seperti sektor energi, industri, lahan,
kelautan dan pesisir, pangan dan pertanian, serta limbah dan penerapan ekonomi sirkuler.
Untuk itu, penyelarasan aspek pertumbuhan ekonomi dan lingkungan menjadi hal yang
perlu diprioritaskan.
(6) Geopolitik dan Geoekonomi
Dinamika geopolitik global ke depan akan menjadi tantangan bagi setiap negara, tak
terkecuali Indonesia. Perkembangan risiko geopolitik dapat berdampak luas terhadap
berbagai sektor kehidupan dan tatanan global. Salah satu tantangan geopolitik yang perlu
diantisipasi Indonesia adalah eskalasi persaingan antarnegara adidaya yang meluas dan
memunculkan kekuatan baru. Kemunculan berbagai kekuatan baru telah memengaruhi
perkembangan kondisi di kawasan maupun tatanan global, serta sikap Indonesia dalam
dunia internasional.
Perang antara Rusia dan Ukraina telah meningkatkan kewaspadaan global terhadap potensi
konflik geopolitik ke depan di kawasan lainnya, seperti konflik di Selat Taiwan, Semenanjung
Korea, Teluk Persia, dan laut China Selatan. Perang menyebabkan kerugian, baik secara
langsung maupun tidak langsung
yang tinggi
negara untuk mencari instrumen militer demi melindungi kedaulatan mereka. Hal tersebut
berpotensi meningkatkan ketegangan
kembali
Pasifik yang dekat dengan Indonesia semakin meningkat dan meluas, Kawasan
muncul karena adanya dinamika geopolitik yang berkembang dan melibatkan Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik sebagai zona maritim. Nilai strategis Kawasan
diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia telah menarik
perhatian banyak pihak. Tentu saja hal tersebut berdampak pada penciptaan persaingan
pengaruh antarnegara, baik yang berada di dalam maupun luar kawasan.
Selanjutnya, ketidakstabilan geopolitik dapat menimbulkan krisis energi dan pangan, yang
selanjutnya memicu ketidakpastian geoekonomi di tingkat global. Ekonomi dunia
diproyeksikan tumbuh pada 3,2 persen selama 2024 dan 2025 (International Monetary Fund,
2024). Sementara itu, inflasi global diprakirakan menurun secara bertahap dari 6,8 persen
pada 2023 menjadi 5,9 persen p:da
Fund, 2024). Di sisi lain, prospek perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh dinamika
ekonomi global melalui jalur keuangan dan jalur perdagangan, tecermin dari tingginya
tingkat suku bunga global serta ketidakpastian akibat gejolak geopolitik.
Dalam jangka menengah, situasi suku bunga global yang relatif tinggi diperkirakan akan
tetap berlanjut terlepas dari pemangkasan yang dilakukan oleh The Federal Reserve.
Peningkatan laju
bunga acuan secara bersamaan sejak semester kedua tahun 2023, seperti Bank of England
dan The Federal Reserve. Kenaikan suku bunga acuan tersebut juga dilakukan di negara-
negara anggota
dilakukan secara bersamaan oleh bank-bank
Faktor gejolak geopolitik,
Serikat, pergeseran belanja konsumen dari barang ke jasa, penurunan harga. komoditas,
serta tekanan harga. pangan akibat kenaikan biaya input pertanian dan pertumbuhan
populasi global, serta perubahan iklim juga menyebabkan perlambatan aktivitas
perdagangan global pada tahun 2023 dan menjadi tantangan berikutnya. Hal ini tecermin
dari penurunan Baltic Dry Index
dibandingkan rata-rata indeks 1.930,86 di tahun 2022. Adapun perlambatan
perdagangan pada tahun 2023 utamanya disebabkan oleh beberapa. faktor, antara lain
perlambatan volume perdagangan pada tahun setelah mengalami pertumbuhan pada tahun
Dengan
kolaborasi yang erat dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, baik di dalam negeri
Pemberantasan korupsi merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi dari semua
pemangku kepentingan. Hal ini menjadi prasyarat upaya percepatan pencapaian sasaran
pembangunan nasional, mengurangi ketimpanga.n pendapatan dan kemiskinan, serta
meningkatkan investasi. Hal ini merupakan
ekonomi yang berlandaskan prinsip demokrasi ekonomi.
Dalam lima tahun terakhir, Indeks Persepsi
menunjukkan tren penurunan dari 40 pada tahun 2019 menjadi 34 pada tahun 2022 dan
stagnan di angka yang sama pada 2023 (peringkat 115 dari 180 negara). Adapun pada
indikator Indeks Perilaku Anti Korupsi Indonesia, meski mengalami tren perbaikan pada
periode 2019-2022, namun capaian tersebut sedikit mengalami tantangan pada tahun
berikutnya. Hal ini mencerminkan risiko dalam pencapaian pemberantasan korupsi.
Selanjutnya, tata kelola data memainkan peran kunci dalam mendukung pembangunan
nasional, terutama dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat,
berkelanjutan. Tingkat keamanan data privasi dan siber untuk data pemerintah dan nasional
belum sepenuhnya dapat mengantisipasi terjadinya risiko peretasan dan
pengelolaan data dalam skala besar yang dapat menciptakan potensi pelanggaran privasi dan
ancaman keamanan.
K INDONESIA
BAB II
Kebijakan Peran
2. 1 Prioritas Pembangunan Nasional
2. 1. I RPJMN Tahun 2025-2029 sebagai Tahap Pertama Implementasi RPJPN
Tahun 2025-2045
Indonesia memiliki cita-cita besar menjadikan Indonesia Emas 2045 sebagai Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. Indonesia
a.kan menjadi negara dengan pendapatan
kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang, negara yang
penting di dunia
serta negara yang berkomitmen menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
-
Dalam RPJPN Tahun
Indonesia Emas 2045 melalui 8 misi agenda pembangunan. Misi pembangunan tersebut
selanjutnya diturunkan menjadi 17 arah (tujuan) pembangunan (Gambar 2.2) dan diukur
keberhasilannya dengan 45 indikator utama.
Gambar 2.1
Sasaran Utama Visi Indonesia Emas 2045
2045. Untuk itu di dqhm RPJMN Tahun 2025-2029 dirumuskan upaya-upaya transformatif
sesuai dengan fokus arah kebijakan dalam Tahap I RPJPN Tahun 2025-2045 (Gambar 2.3).
Gambar 2.2
Strategi Besar Mencapai Indonesia Emas 2045
BLIK INDONESIA
Gambar 2.3
Fokus Arah Kebijakan RPJPN Tahun 2025–2045 Tahap I
Selanjutnya sesuai dengan aturan
mengintegrasikan kebijakan RPJPN Tahun 2025-2045 dengan Visi, Misi, dan Program
Presiden.
2.1.2 Visi Misi Presiden 2025-2029
Visi Presiden periode 2025-2029 yaitu
2045". Visi tersebut mengandung arti pembangunan memerlukan kerja sama seluruh putra-
putri terbaik bangsa dengan kesamaan tekad berdasarkan fondasi yang telah dibangun oleh
pemerintah sebelumnya untuk mewujudkan Indonesia
Visi ini dicapai melalui Delapa.n Misi Presiden yang dituangkan dalam Delapan Asta Cita.
Asta Cita tersebut memuat 17 program prioritas Presiden yang mencakup rencana
pembangunan diberbagai sektor serta langkah-langkah berupa Program Hasil Terbaik
permasalahan serta tantangan utama secara cepat, tepat, dan terukur guna menciptakan
struktur yang kokoh dalam menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan
nasional.
Gambar 2.4
Visi Misi Presiden
2. 1.3 Asta Cita sebagai Prioritas Pembangunan Nasional
RPJMN Tahun 2025-2029 memuat delapan Prioritas Nasional pembangunan jangka
menengah. Prioritas Nasional ini merupakan wujud implementasi langsung dari Asta Cita
yang merupakan misi dari Presiden. Setiap Prioritas Nasional mencakup langkah-langkah
strategis untuk mencapai keberhasilan pembangunan dalam periode jangka menengah
2025-2029.
Gambar 2.5
17 Program Prioritas Presiden dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
K INDONESIA
Prioritas Nasional adalah struktur pokok seluruh rencana pembangunan RPJMN Tahun
2025-2029, Untuk pencapaian sasarannya, setiap Prioritas Nasional diterjemahkan dalam
Program Prioritas, Kegiatan Prioritas, dan Proyek Prioritas yang memiliki sasaran yang
terukur untuk memudahkan pelaksanaannya di
dan Badan Usaha (BUMN, Swasta).
Prioritas Nasional menjadi pedoman dalam penyusunan rencana
nasional tahunan, intervensi kerangka regulasi dan kelembagaan, rencana
instansi pemerintah hingga penyusunan intervensi teknis strategis seperti halnya proyek
strategis nasional. Asta Cita sebagai Prioritas Nasional tersebut selaras dengan agenda
transformasi RPJPN Tahun 2025-2045. Keterkaitan erat Prioritas Nasional dan strategi
transformasi RPJPN Tahun 2025-2045 menjadi integrasi
mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Gambar 2.6
Asta Cita sebagai Prioritas Pembangunan
BL]K INDONESIA
Gambar 2.7
Keterkaitan RPJMN Tahun 2025–2029 dengan RPJPN Tahun 2025–2045
INDONESIA
RPJMN Tahun 2025-2029 mengelaborasi substansi dari pendekatan
teknokratik dan politis. Prioritas pembangunan RPJMN Tahun 2025-2029 disusun dengan
memadupadankan Visi Misi Presiden dan kebijakan RPJPN Tahun 2025-2045. Delapan
pembangunan.
Kesatuan arah pembangunan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan
nasional. Untuk itu RPJMN Tahun 2025-2029 juga menjadi dasar hukum
rencana kerja di
harus diselaraskan dengan RPJMN Tahun 2025-2029. Selain sinkronisasi di bidang
penting di dalam menjamin pelaksanaan prioritas pembangu.nan.
Prioritas pembangunan dituangkan dalam strategi pembangunan kewilayahan dengan
konsep tematik, holistik, integratif dan spasial. Strategi kewilayahan tidak hanya mencakup
strategi pembangunan kawasan timur-barat Indonesia, perdesaan-perkotaan namun
mencakup pula rencana intervensi pembangunan di tiap provinsi di seluruh Indonesia.
jelas bagi pelaku pembangunan di pusat dan daerah.
Gambar 2.8
Kerangka Pikir RPJMN Tahun 2025-2029
Untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan rencana pembangunan, langkah penguatan
juga dilakukan pada tata kelola pembangunan terutama pada aspek pengendalian
pembangunan secara terpadu. Pengendalian memastikan pelaksanaan pembangunan
berjalan sesuai rencana dan memformulasikan penyesuaian
Pengendalian pembangunan dipertajam dengan pendekatan manajemen risiko
pembangunan nasional.
2.2. I Sasaran Pembangunan Nasional
RPJMN Tahun 2025-2029 dilengkapi dengan sasaran pembangunan yang terukur. Sasaran
pembangunan menggambarkan kondisi yang diharapkan dalam mencapai penurunan
kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi tinggi
berkelanjutan. Kondisi yang diharapkan juga diperkuat dengan sasaran pada aspek politik
luar negeri dan lingkungan, Pencapaian sasaran pembangunan nasional
merupa.kan manifestasi dari penguatan transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
BLIK IN NESIA
Gambar 2.9
Sasaran Pembangunan Nasional RPJMN Tahun 2025–2029
Prioritas pembangunan yang terukur dan tersinergi dengan baik, strategi pembangunan
wilayah yang konkret, serta tata kelola dan pengendalian pelaksanaan pembangunan yang
kuat menjadi daya ungkit RPJMN Tahun 2025-2029 dalam mencapai sasaran pembangu.nan.
2.2.2 Strategi Prioritas Pembangunan
RPJMN Tahun 2025-2029 menekankan secara khusus pada strategi menurunkan tingkat
kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencapai pertumbuhan
tinggi yang berkelanjutan. Penekanan pada ketiga strategi merupakan kunci keberhasilan
pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah dan fondasi bagi pembangunan jangka
panjang nasional,
Strategi menurunkan tingkat kemiskinan. Pemerintah berkomitmen untuk
kemiskinan yang mencakup berbagai dimensi, tidak hanya terkait keterbatasan ekonomi
tetapi juga kesenjangan sosial, marginalisasi kelompok rentan, maupun keterbatasan
terhadap layanan dasar. Pada periode
dalam upaya penurunan kemiskinan. Pertama, menurunkan tingkat kemiskinan nasional ke
angka 4,5-5,0
penduduk dapat memenuhi kebutuhan hidup layak. Kedua, menurunkan tingkat
kemiskinan ekstrem menjadi kurang dari 0,5 persen pada tahun 2026, lebih rendah dari
target yang ditetapkan dalam Tujuan Pembangu.nan Berkelanjutan. Target kemiskinan
ekstrem ini juga mengikuti standar
kapita per hari. Fokus diarahkan pada penduduk paling miskin, kelompok rentan yang
menghadapi hambatan tertentu termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak-
anak,
terpinggirkan dan tinggal di wilayah-wilayah kantong kemiskinan, tertinggal, terdepan, dan
terluar sampai dapat tergraduasi dari kemiskinan. Untuk mendukung efektivitas strategi
kemiskinan, agar lebih akurat, sesuai dengan perkembangan standar hidup layak, serta
terbandingkan antar waktu dan wilayah.
Kerangka Pikir Penurunan Kemiskinan dalam RPJPN pada periode RPJMN Tahun 2025-2029
Pemerintah menempatkan perlindungan sosial adaptif sebagai motor penggerak untuk
Pendekatan ini mencakup pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin,
pengembangan keterampilan tenaga kerja, dan peningkatan akses terhadap
layak, termasuk melalui pengembangan dan standardisasi kegiatan yang
dianggap berkontribusi pada perekonomian, seperti pendampingan pembangunan dan
perawatan kelompok rentan (mregiuindl.
K
Untuk mencapai penurunan kemiskinan yang signifikan, pemerintah menetapkan empat
strategi. Strategi pertama adalah memastikan stabilitas ekonomi
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif
bertujuan memastikan manfaat pembangunan tersebar secara merata ke seluruh lapisan
masyarakat, termasuk kelompok miskin dan rentan. Langkah penciptaan lapangan kerja,
pemberdayaan ekonomi lokal hingga penguatan sektor Usaha
menjadi prioritas disertai langkah
masyarakat.
Strategi kedua dilakukan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan
rentan melalui pelaksanaan Kartu Kesejahteraan sebagai alat integrasi
bantuan sosial dan subsidi. Untuk mendukung akurasi dan efektivitas pelaksanaan,
pemerintah menggunakan data tunggal sosial ekonomi dalam penargetan yang secara terus
menerus dimutakhirkan dan berbagi pakai melalui Sistem Registrasi Sosial Ekonomi serta
diperkuat melalui teknologi digital dalam penyaluran.
Strategi ketiga adalah meningkatkan pendapatan masyarakat denga.n penguatan wirausaha
dan penciptaan kesempatan kerja melalui Kartu Usaha untuk mendukung graduasi dari
kemiskinan. Langkah yang dilakukan termasuk melalui peningkatan kapasitas yang relevan
serta berbasis potensi dan kebutuhan, perluasan akses terhadap sumber daya
penerapan prinsip afirmatif. Strategi Kartu Usaha menekankan pentingnya kemitraan dan
kolaborasi dengan sektor swasta.
Gambar 2.11
Strategi Empat Pilar Utama Penurunan Kemiskinan
Strategi ini difokuskan pada lO provinsi prioritas yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa
Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya serta
kemiskinan. Intervensi akan dilakukan melalui penyediaan akses air minum aman, sanitasi
layak, layanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, konektivitas, dan infrastruktur
dasar lainnya.
Strategi penurunan kemiskinan tersebut dilakukan dengan pendekatan lintas sektor lintas
akurasi data sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan
penerapan pendekatan yang terstandar,
program pemberdayaan ekonomi dan sosial. Ketiga"
pembangunan dan peningkatan kolaborasi strategis multi sektor dengan pa.rtisipasi kuat
masyarakat dan
penciptaan l,apangan
meningkatkan akses terhadap pasar serta teknologi. Keempat, komitmen keberpihakan
daya yang tersedia untuk pemberantasan kemiskinan.
Melalui sinergi dari keempat strategi ini, pemerintah optimis penurunan kemiskinan dapa.t
tercapai. Pendekatan berbasis data, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi
l,andasan untuk
dan berkesinambungan.
Gambar 2.12
Prasyarat Penurunan Kemiskinan
menempatkan manusia dan masyarakat pada bagian sentral sebagai obyek dan subyek
pembangunan. Dengan memprioritaskan pembangunan manusia, sebuah nega.ra dapat
membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan ekonomi, sosial, dan politik yang
berkelanjutan.
Pembangunan manusia seutuhnya bertumpu pada pemenuhan layanan dasar,
pembangunan modal manusia, dan pembangunan modal sosial budaya. Ketiga pilar tersebut
ditopang oleh pendekatan siklus hidup, pengarusutamaan gender dan inklusi sosial, serta
penduduk tumbuh seimbang. kbih lanjut, ilustrasi kerangka pikir pembangunan manusia
digambarkan berikut ini.
Sebagai tolok ukur capaian peningkatan kualitas sumber daya manusia pada RPJPN Tahun
2025-2045 dan RPJMN Tahun 202$-2029, digunakan Indeks Modal Manusia yang
merefleksikan potensi kontribusi sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi,
berdasarkan
tumbuh kembang manusia. Dalam lima tahun ke depan, Indeks Modal Manusia ditargetkan
meningkat dari 0,54 di tahun 2020 menjadi 0,59 di tahun 2029.
Gambar 2.13
Kerangka Pikir Pembangunan Manusia RPJPN 2025–2045
EL]K
Pilar utama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang produktif adatah
intervensi secara konkret dalam pendidikan dan kesehatan. Intervensi kunci di bidang
pendidikan antara
pengelolaan pendidik,
peningkatan kualitas pendidikan dilakukan
dan penyelenggaraan sekolah unggul; revitalisasi sarana dan prasarana
madrasah yang
hukum dan kesejahteraan berbasis
pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah; peningkatan relevansi dan perluasan akses
pendidikan tinggi; serta peningkatan kualitas dan relevansi lulusan pendidikan vokasi
berdaya saing unggul.
REPUBL]K INDONESIA
Gambar 2.14
Kegiatan Prioritas dalam Mendukung Peningkatan Kualitas SDM
Sedangkan di bidang kesehatan, intervensi kunci terdiri dari pencegahan
peningkatan angka kelangsungan hidup anak dan dewasa. Strategi
difokuskan pada
hidup anak dan dewasa diwujudkan melalui peningkatan akses dan manajemen terpadu
pelayanan kesehatan; penguatan deteksi dini penyakit, pencegahan penyakit menular dan
tidak menular, peningkatan kesehatan jiwa disertai investasi pelayanan primer untuk
kesehatan.
Strategi mencapai pertumbuhan tinggi berkelanjutan. Pertumbuhan tinggi berkelanjutan
merupakan kesatuan wujud yang saling terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya
manusia dan penurunan kemiskinan, untuk
menciptakan sumber daya untuk mengatasi kemiskinan, sementara peningkatan modal
manusia berkualitas mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Dalam
kondisi ini, pembangunan tidak hanya bertumpu pada angka statistik, tetapi juga pada
peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat,
Pertumbuhan ekonomi berfungsi
kerja, investasi produktif, dan inovasi. Melalui industrialisasi, digitalisasi, pengembangan
infrastruktur
keunggulannya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkatkan pendapatan nasional
tetapi juga memperkuat basis
dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Dalam lima tahun ke depan pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh tinggi, dari 5,3
persen pada tahun 2025 menjadi 8,0 persen pada tahun 2029. Secara konkret terdapat
delapan strategi untuk pertumbuhan tinggi berkelanjutan, dilengkapi dengan pengungkit
utama
disampaikan pada
Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan merupakan kontribusi dari pertumbuhan wilayah,
dengan demikian pemerataan pembangunan wilayah menjadi kunci. Dalam hal ini terdapat
faktor pendorong yang dapat mengakselerasi pemerataan antarwilayah sebagai berikut.
K
Pendekatan lintas sektor digunakan dalam mengoperasionalkan strategi pertumbuhan
ekonomi berkelanjutan. Di dalam Prioritas Nasional 2 dititikberatkan pada langkah mencapai
swasembada pmgm, swasembada energi, swasembada air, ekonomi
pertahanan dan keamanan, serta ekonomi biru.
BL]K IN
Prioritas Nasional 3 menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur, pariwisata, dan
ekonomi kreatif. Selanjutnya Prioritas Nasional 4 menitikberatkan pada pengembangan
Sumber Daya Manusia berkualitas.
Prioritas Nasional 5 menitikberatkan pada hilirisasi Sumber Daya Alam unggulan, industri
padat karya terampil, industri padat teknologi inovasi, industri dasar, dan pengembangan
kawasan-
Adapun Prioritas Nasional 6 menitikberatkan pada pemerataan ekonomi, Prioritas Nasional
7 menitikberatkan pada reformasi birokrasi, serta Prioritas Nasional 8 menitikberatkan pada
mitigasi dampak lingkungan.
peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta
berkelanjutan. Untuk dapat menjadi pengungkit kuat pencapaian sasaran pembangunan
diperlukan reformasi birokrasi yang menyeluruh. Transformasi digital merupakan elemen
kunci mendorong birokrasi yang transparan, inklusif, efisien, dan akuntabel termasuk
mengurangi kebocoran anggaran melalui
Penguatan tata kelola pemerintah digital menjadi langkah utama meliputi penyusunan
dan evaluasi berkelanjutan atas
daya manusia yang
fokus pada
Transformasi digital layanan publik dalam pemerintah digital diarahkan untuk
meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat, terutama pada sektor
strategis
cepat, tepat, dan
pemanfaatan data pemerintah. Data yang terintegrasi dan saling terhubung antarinstansi
menjadi dasar pengambilan
efektif, dan
Melalui program pemerintah digital diharapkan tercipta fondasi yang kuat untuk mendukung
reformasi birokrasi dan tata kelola yang lebih baik. Dengan teknologi yang andal, data yang
terintegrasi, kompetensi sumber daya manusia yang tinggi, serta layanan publik yang
modem, pemerintah digital memberikan kontribusi nyata pada pencapa.ian
pembangunan nasional.
Dalam era perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, tuntutan untuk
mengatur/meregu.lasi semakin bertambah, sehingga regulasi memegang peranan yang
krusial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini merupakan
konsekuensi logis Indonesia sebagai negara hukum. Sementara itu, terlalu banyak regulasi
dapat menimbulkan fenomena hiperregu.lasi dan disharmoni regulasi yang berujung pada
terhambatnya pembangunan, inefisiensi administrasi, hingga ketidakpastian hukum.
Sejalan dengan upaya
sehingga terbentuk regu.lasi yang tepat sasaran, agile, memfasilitasi kepatuhan, dan taat
asas. Salah satu pilihan
mendorong penyederhanaan regulasi. Penyederhanaan regulasi dilakukan dengan beberapa
hambatan bagi kegiatan atau sektor tertentu; (2)
ketentuan-ketentuan dalam sektor terkait ke dalam satu peraturan perundang-undangan
yang sistematis dan mudah dipahami; (3) konsolidasi, yaitu dengan menyajikan dokumen
dokumen; dan/atau (4) omnibus legislation, yaitu pembentukan peraturan yang
menggabungkan pembentukan norma baru dengan perubahan dan/atau pencabutan
berbagai norma dalam berbagai
2.2.2.1
Sebagai langkah konkret mencapa.i sasaran jangka menengah terutama untuk pencapaian
sasaran
pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang berkelanjutan, di dalam RPJMN Tahun 2025-2029
diidentifikasi beberapa Kegiatan
Kegiatan Prioritas Utama merupakan kebijakan terintegrasi yang memiliki daya ungkit tinggi
terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional. Kegiatan
fokus penekanan pel,aksanaan RPJMN Tahun
disusun dengan memerhatikan kontribusi dari berbagai pihak baik Kementerian/Lembaga,
Pemerintah Daerah, BUMN, Swasta dan
Tabel 2.1
Kegiatan Prioritas Utama RPJMN
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
1 Penguatan
Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO'S)
Prioritas
Nasional 1
2 Transformasi Tata Kelola Industri Pertahanan dan Penerapan Skema
fuend le
Prioritas
Nasional 2
3 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi
Pangan Kalimantan Tengah
4 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung
Pangan Sumatera Selatan
5 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung
Pangan Papua Selatan
6 Pengembangan Kawasan Sentra
Pangan
7 Pengembangan Pangan Akuatik (Blue Food)
8
9 Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati
10 Fortifikasi dan Biofortifikasi Pangan
1l Peningkatan Penyediaan Energi
12 Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi
13 Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan
14 Konservasi Sumber Daya Air
Prioritas
Nasional
15
16 Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman,
17 Pengembangan Terpadu Pesisir Utara Jawa
18 Penguatan Faktor Pendukung Ekonomi Digital
19 Penguatan Ekonomi dan
20 Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan
2l Peningkatan Bioprospeksi, Bioteknologi, Keamanan Hayati, serta Akses
dan Pembagian Keuntungan Sumber Daya Genetik
22 Peningkatan pengelolaan kualitas air sungai dan danau
23 Peningkatan Kualitas Ekosistem Gambut
24 Perubahan Perilaku dan Penguatan Tata Kelola
25 Peningkatan Pengumpulan dan Pengolahan Sampah serta
Residu di TPA/LUR
26 Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut
27 Pembangunan Infrastruktur Jaringan Ketenagalistrikan dan
Digitalisasinya
Prioritas
Nasional 3
28 Pengembangan dan Peningkatan Ekosistem Digital
29 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Borobudur-
30 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Lombok-Gili
Tramena
31 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba
32 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Labuan Bajo
33 Penguatan Ekosistem Aplikasi dan Gim
34 Pengembangan Koperasi Sektor Produksi
35 Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini Prioritas
Nasional 4
36 Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan
Berkualitas
37 Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
38 Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul
39 Restrukturisasi kewenangan pengelolaan guru meliputi formasi,
rekrutmen, pengangkatan dan penempatan, mobilitas, pembinaan karier
profesional (e.9. pelatihan, in-service training), perlindungan hukum, dan
kesejahteraan berbasis
40 Peningkatan Relevansi dan
4l Peningkatan
BLIK
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
42 Penurunan Kematian Ibu dan Anak
43 Pencegahan dan Penurunan Stunting
44 Penyelenggaraan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
45 Penuntasan TBC
46 Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu
dan Balita
47 Penguatan Ekosistem Pendukung Pemberian Makan Bergizi
48
49 Investasi pelayanan kesehatan primer
50 Pembangunan RS
Pengembangan Pelayanan Kesehatan Bergerak dan Daerah Sulit Akses
51 Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan
52 Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya
53 Pengembangan Manajemen Ta.lenta Nasional (MTN) Riset dan Inovasi
54 Pengembangan Manajemen Talenta
55 Pengembangan Hilirisasi Nikel Prioritas
Nasional 5
56
57
58 Pengembangan Hilirisasi Timah
59 Pengembangan Hilirisasi Kelapa Sawit
60 Pengembangan Hilirisasi Kelapa
6l Pengembangan Hilirisasi Rumput Laut
62
63
64 Pengembangan Industri Tekstil dan Produk
65 Penguatan Industri Logam Dasar, Besi dan Baja
66
67 Pengembangan KEK Sei Mangkei
68 Pengembangan KIT Batang
69 Pengembangan KI Weda Bay
SK
Prioritas
Nasional 6
70 Penyaluran Bantuan Sosial Adaptif dan Subsidi Tepat Sasaran melalui
Kartu Kesejahteraan
7l Peningkatan Daya Saing melalui Kartu Usaha produktif
72 Peningkatan Kemandirian melalui Kartu Usaha
K INDONESIA
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
73 Perencanaan dan Pembangunan Kawasan, serta Pemindahan ke lbu Kota
Nusantara
74 Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU
75 Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa
76 Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
77 Peningkatan Kesejahteraan ASN melalui Penerapan Konsep Total
Berbasis Kinerja ASN
7a Transformasi Digital Layanan Publik Prioritas
Prioritas
Nasional 7
79 Ekstensifikasi dan
80 Intensifikasi Penerimaan Negara Bukan Pajak
81 Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Prioritas
Nasional 8
A2 Pemanfaatan Khazanah
Kebudayaan
83 Peningkatan Ketahanan
Secara lebih rinci masing-masing Kegiatan Prioritas Utama disampaikan pada Apendiks
Daftar Kegiatan Prioritas Utama RPJMN
2.2.2.2
Proyek Strategis Nasional disusun dan ditetapkan
yang utamanya mendukung dan memastikan pelaksanaan Kegiatan Prioritas Utama, RPJMN
kriteria
Undang-Undang Dasar 1945 untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Proyek Strategis Nasional dirancang sebagai proyek atau program (kumpulan proyek) yang
memiliki sifat strategis, terukur dan berdampak signifikan pada pencapa.ian sasaran RPJMN
Tahun 2025-2029 khususnya Program Prioritas Presiden termasuk
Cepat terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi
kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan,
yang mendorong pemerataan pembangunan. Proyek Strategis Nasional antara lain Program
Makan Bergizi Gratis, proyek-proyek yang berkontribusi langsung dan signifikan pada
terwujudnya swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air, dan hilirisasi serta
proyek-proyek yang mendukung pencapaian sasaran Program Prioritas Presiden di bidang
pembangunan manusia.
Proyek Strategis Nasional dapat diprakarsai/diusulkan dan dilaksanakan baik oleh
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara maupun badan usaha
swasta. Proyek-proyek yang diusulkan dan dilaksanakan selain oleh Pemerintah Pusat
merupakan bentuk kontribusi Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan badan
usaha swasta pada pencapaian sasaran-sasaran RPJMN yang memerlukan dukungan dari
Pemerintah.
Gambar 2.15
Kerangka Pikir Proyek Strategis Nasional
Perencanaan dan pelaksanaan serta pengendalian
merupakan bagian integral dari
Strategis Nasional
prioritas pembangunan dan kesiapan proyek termasuk ketersediaan pendanaan serta
berdasarkan persetujuan Presiden. Penetapan Proyek Strategis Nasional dilaksanakan
melalui mekanisme Rencana
kesiapan serta
nasional. Berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tersebut, dapat dilakukan
pemutakhiran Proyek Strategis Nasional yang dilakukan secara terintegrasi dengan
mekanisme RKP.
DaLam rangka percepatan proses perencanaan, penyiapan, pelaksanaan dan kelancaran
pengendalian operasi, termasuk di dalamnya mekanisme pembiayaan untuk Proyek Strategis
Nasional, pemerintah dapat memberikan kemudahan baik dalam bentuk perizinan maupun
non perizinan. Untuk maksud tersebut, akan dilakukan harmonisasi regulasi dan penataan
kelembagaan pengelolaan Proyek Strategis Nasional.
Tabel2.2
Daftar Indikasi Proyek Strategis Nasion
No Proyek
Makan Bergizi Gratis
Baru
1 Program Makan Bergizi
Gratis
Nasional Badan Gizi Nasional (sebagai
koordinator)
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Baru
2 Revitalisasi Sarana
Prasarana Sekolah dan
Madrasah yang Berkualitas
Nasional Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
(koordinator)
3 Pembangunan dan
Penyelenggaraan Sekolah
Unggul
Nasional Kementerian Pendidikan
Tinggi, Sains, dan Teknologi
(koordinator)
4 Pembangunan Rumah
Lengkap Berkualitas di
Kabupaten /Kota
Nasional Kementerian Kesehatan
5 Program Penuntasan TBC Nasional Kementerian Kesehatan
Carry
SK
Jawa Barat 6 Pembangunan Kampus
Universitas Islam
Internasional Indonesia
Kementerian Agama dan
Kementerian
Umum
No Proyek lokasi Pelaksana
Swasembada Pangan
Baru
7 Pengembangan Lumbung
Pangan : Pengembangan
Food
Kalimantan Tengah,
Sumatera
Kementerian Pertanian,
Swasta
8 Ketahanan Pangan Melalui
Perhutanan Berbasis
Masyarakat
Nasional Kementerian Kehutanan
(sebagai koordinator)
9 Layanan
Lumbung Pangan Nasional
Nasional Kementerian
Umum
10 Peningkatan Produksi Daging Nasional
Sapi dan Susu Sapi
Kementerian Pertanian,
Swasta
Perikanan Nusantara
Bali Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Swasta
12
Berkelanjutan di Pantura
Jawa Barat Kementerian KeLautan dan
Perikanan
Swasembada Air
Baru
13 Giant *a Wal, Pantai Utara
Jawa
DKI Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Timur, Banten dan
Jawa Tengah
Kementerian Pekerjaan
Umum Pemprov DKI Jakarta
Carry over
14 Bendungan Way Apu Maluku Kementerian Pekerjaan
Umum
15 Bendungan
Umum
16 Bendungan Mbay Nusa Tenggara Timur Kementerian Pekerjaan
Umum
17 Bendungan Bulango Ulu Gorontalo Kementerian Pekerjaan
Umum
18 SPAM Regional Wosusokas Jawa Tengah Kementerian Pekerjaan
Umum
19 SPAM Regional Benteng -
Kobema
Bengkulu Kementerian Pekerjaan
Umum
Swasembada Energi
Baru
Kalimantan Utara Swasta 20 PLTA
No Proyek
2l Bioetanol (Berbasis Tebu) Sumatera Utara,
Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Sulawesi
Selatan, Papua Selatan
Dikoordinasikan
Kementerian Energi Sumber
Daya Mineral
22 BiorcfmzrySumatr,ra Riau, Sumatera
23 RDMP RU VI Balongan
Jawa Timur PT Pertamina
Carry over
24
Abadi Wilayah
Maluku Swasta
25 Kilang Minyak Tuban
(Ekspansi)
Jawa Timur PT Pertamina
26 Pengembangan
Metanol dan etanol di
Kabupaten Bojonegoro
Jawa Timur PT Pertamina
27 North Hub Development
Project Selat Makassar
Kalimantan Swasta
28 RDMP RU
Jawa Tengah PT Pertamina
29 Bbrefvlery Cilacap Jawa Tengah PT Pertamina
30 Pembangunan Jaringan Gas
Batam, Palembang,
Pekanbaru, Makassar,
Jakarta,
PT Pertamina/ F1GN
Hilirisasi, Industrialisasi dan Transformasi Digital
31 Program
Singkong, Ubi Jalar
Proyek: (i) Penguatan
Penyediaan Bahan Baku
Hilirisasi Tepung Sagu dan
Singkong; (ii) Pengembangan
Industri Sagu
Papua, Sumatera, Jawa,
Nusa Tenggara, Papua
Kementerian
Swasta
32 Program Hilirisasi Garam:
Proyek: Pembangu.nan Soda
Ash
Jawa Timur BUMN, Swasta
No Proyek Lokasi Pelaksana
33 Program Hilirisasi Kelapa
Sawit, Kelapa, Rumput Laut
Sumatera Utara, Riau,
Sumatera Barat, Jambi,
Sumatera Selatan,
Kepulauan Riau, Banten,
Jawa Barat,
Kalimantan Utara,
Kalimantan Barat,
Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Utara,
Maluku Utara, Papua, Papua
Barat
Swasta
34 Program Hilirisasi Nikel,
Timah Bauksit, Tembaga
Banten, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur,
Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara, SuLawesi Tengah,
Maluku Utara, Kalimantan
Selatan, Kalimantan Timur,
Nusa Tenggara Barat, Papua
Tengah, Kepulauan Riau,
Sumatera Utara, Bangka
Belitung, Kalimantan Barat,
PT MIND ID, Swasta
35
Industri Dirgantara;
Pengembangan N2 19
Nasional Kementerian Pertahanan dan
PT Dirgantara lndonesia
36
Proyek l: Pembangunan
Pabrik Chlor
Proyek 2: Pembangunan
Lotte Chemical Indonesia
Banten Swasta
37
Digital Pemerintah Terpadu
Nasional Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi
(koordinator)
38 Penyediaan Peta Dasar Skala Nasional
Besar (l:5.000) seluruh
Wilayah Indonesia
Badan Informasi Geospasia.l
Canrg over
39 Pengembangan KEK Arun
Lhokseumawe
Nanggroe Aceh Darussalam BUPP KEK Arun
Lhokseumawe
Sumatera Utara BUPP KEK Sei Mangkei 40 Pengembangan KEK Sei
Mangkei
No Proyek
4L Pengembangan KEK Galang Kepulauan Riau
Batang
BUPP KEK
42 Pengembangan
Industri Terpadu Batang
Jawa Tengah Swasta
43
Industri Ketapang Bangun
Sarana
Kalimantan Barat Swasta
44 Pengembangan
Industri Kalimantan
Industrial Park Indonesia
(KIPI)
Kalimantan Utara Swasta
45
Industri Weda Bay
Maluku Utara Swasta
46
47 Kawasan Industri Teluk
Bintuni dan Pengembangan
Industri Metanol, Amonia,
dan Pemanfaatan Karbon
dari hasil CCUS/CCS
Papua Barat Swasta
48 Kawasan Industri Tanah
Kuning
Kalimantan Utara Swasta
49 Kawasan Industri Pulau ladi Kepulauan Riau Swasta
50 Kawasan Industri Fakfak Papua Barat BUMN
51 Kawasan
Dahuaxing
Sulawesi Tengah
52 Kawasan Industri Indonesia
Huali Industry Park
Sulawesi Selatan Swasta
53 Kawasan Industri Wiraraja
Smart-Eco Industrial Park
KepuLauan Riau
54
Giga Industry Park
SuLawesi Tenggara Swasta
55 Kawasan Industri Kolaka
Resources Industrial Park
Sulawesi Tenggara
56 Kawasan
Stargate
Sulawesi Tenggara Swasta
57
Industri Toapaya, Pulau
Poto, dan
Kepulauan Riau Swasta
Sulawesi Tenggara
Hijau Konasara
K INDONESIA
No Proyek
59 Kawasan Industri Futong Riau Swasta
60 Kawasan Industri Pulau
Penebang
Kalimantan
61 Kawasan
Multi Energi
62 Kawasan
Toba
Kalimantan Barat Swasta
63 Kawasan Industri Indo
Mineral Mining
Sulawesi Tengah Swasta
64 Kawasan Industri Tabuk Kalimantan Tengah Swasta
65 Kawasan Industri Rimau Kalimantan Tengah Swasta
Konektivitas dan Kawasan
Baru
66
Ambon Terpadu
Maluku Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Kementerian
Perhubungan
67 Pembangunan Jalan Tol
Terintegrasi dengan Utilitas
Sumatera BUMN (Penugasan)
68 Penataan Kawasan Pusat
Pemerintahan Daerah
Otonomi Baru (DOB) Papua
Papua Tengah, Papua
Selatan, Papua Pegunungan,
dan Papua Barat
Pemprov Papua Tengah,
Pemprov Papua Selatan,
Pemprov Papua Pegunungan,
Pemprov Papua Barat
Carry over
69 Pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN)
Ibu Kota Nusantara Otorita IKN, Kementerian
Pekerjaan Umum, BUMN,
Swasta
70
Patimban
Jawa Barat Kementerian Perhubungan
Metropolitan
DKI
Banten
Kementerian Perhubungan,
Pemprov DKI Jakarta,
Pemprov Jawa Barat,
Pemprov Banten, PT MRT
Jakarta
72 Jalan Tol Serang -
Panimbang
Banten Kementerian
Umum
73 Jalan Tol Probolinggo -
Jawa Timur Kementerian Pekerjaan
Umum
SK
Jawa Barat Kementerian
Umum
74 Jalan Tol
Patimban
No Proyek Lokasi Pelaksana
Perumahan dal Permukiman
Baru
75 Pembangunan 3 Juta Rumah Nasional Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman
(koordinator)
76 Program Pembangunan
Instalasi Pengolah Sampah
Menjadi Energi Listrik
Berbasis Teknologi Ramah
Lingkungan
DKI Jakarta, Tangerang,
Tangerang Selatan, Bekasi,
Bandung,
Makassar, Denpasar,
Palembang dan Manado
Pemerintah Kota lokasi
proyek dan Swasta
77 Jakarta Sewerage System DKI Jakarta Kementerian
Umum, Pemprov DKI Jakarta
i) Keterangan:
(4
berdasarkan evaluasi atas
(b) Penyusunan dan
(c) Proyek
dengan
pendanaan
2.2.3 Strategi Kewilayahan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029
penjabaran dari Visi, Misi, Program Prioritas (Asta Cita) Presiden-Wakil Presiden terpilih
untuk mencapai penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia
menuju unggul, dan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Seluruh program prioritas tersebut
perlu dijabarkan ke dalam arah kebijakan pembangunan kewilayahan sesuai dengan potensi
dan karakteristik wil,ayah terkait dengan tetap memerhatikan kesinambungan dan tahapan
pembangunan sesuai
landasan transformasi.
Tujuan pembangunan kewiLayahan adalah terciptanya pemerataan pembangunan
khususnya keseimbangan pembangunan Kawasan Barat Indonesia-Kawasan
Indonesia. Pendekatan/ strategi untuk mencapai tujuan tersebut melalui pembangunan
perdesaan dan wilayah afirmasi, pengembangan pusat pertumbuhan, serta menjaga kawasan
konservasi, dan memerhatikan aspek rawan bencana untuk mendukung upaya
keberlanjutan. Pendekatan kewilayahan perlu juga didukung dengan penguatan ekosistem
percepatan pembangunan daerah. Strategi pengembangan wilayah secara khusus dituliskan
pada Bab Mrah Pembangunan Wilayah serta menjadi Lampiran IV Arah Kebijakan
Kewilayahan per Provinsi yang tidak terpisahkan dari RPJMN Tahun 2025-2029.
K INDONESIA
Mempertimbangkan setiap wilayah memiliki potensi dan
dan berkembang, maka dirumuskan tema pembangunan wilayah untuk setiap pulau besar
yang ada. Strategi pembangunan kewilayahan serta tema pembangunan
Tahun
sinergi kebijakan pusat dan daerah untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin
kompleks serta mencapai target yang telah ditetapkan,
2,2.4
Nasional
Perubahan kondisi internal dan
tantangan atau potensi risiko yang dihadapi.
Di dalam penyusunan RPJMN Tahun
kegiatan prioritas utama, telah diinisiasi penerapan perencanaan berbasis risiko. Desain
risiko yang perlu diantisipa.si dalam pelaksanaan kegiatan prioritas utama tersebut antara
lain dapat berupa risiko sosial seperti penolakan masyarakat dan sengketa antarkelompok
adat akibat kondisi lahan berupa ulayat, serta ketidakstabilan sosial di daerah konflik yang
dapat menghambat pelaksanaan proyek, risiko ekonomi seperti fluktuasi harga dan minat
investasi, risiko lingkungan seperti cuaca ekstrem, deforestasi dan hilangnya ekosistem, serta
risiko tata kelola
Penyusunan
bentuk implementasi awal Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor, yang
mendukung amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional. Indikasi tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan
risiko oleh para instansi pelaksana atau Unit Pemilik Risiko. Adanya Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional Lintas Sektor mendorong seluruh entitas baik
kolaboratif dalam mewujudkan pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor sekaligus
Gambar 2.16
Tema Wilayah Tahun 2025–2029
Pembangunan Nasional Lintas Sektor memperkuat pengendalian pelaksanaan yang selama
ini lebih bersifat reaktif atas masalah yang sudah
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, pengendalian
masalah yang terjadi. Hal tersebut berdampak pada efisiensi dan efektivitas pelaksanaan
pembangunan.
Pengendalian
pembangunan yang memanfaatkan sistem informasi terpadu. Sistem tersebut digunakan
oleh para pelaku kebijakan yang terlibat, baik
Badan Usaha. Pengelolaan risiko secara kolaboratif diharapkan dapa.t mendorong kinerja
pembangunan nasional, dengan terus mengantisipasi dinamika perubahan yang berdampak
pada sasaran secara berkelanjutan.
2.2. 5 Pengarusutamaan Pembangunan
RPJMN Tahun 2025-2029 menggunakan lima pengarusutamaan pembangunan.
pengarusutamaan pembangunan adalah memperluas kemanfaatan dari hasil pembangunan
dan mengurangi dampak yang tidak diinginkan, sehingga tercipta pemerataan dan keadilan
untuk seluruh masyarakat dengan tetap menjaga kualitas lingkungan. Pengarusutamaan
dil,akukan mel,alui pengintegrasian secara konsisten pendekatan (i) Gender dan Inklusi
Sosial, (ii)
Rendah Karbon, dan (v) Pembangunan Berketahanan Iklim ke dalam seluruh kebijakan,
program, dan kegiatan pemerintah (pusat-daerah), serta inisiatif pembangunan lainnya yang
dilakukan
Gambar 2.17
Penerapan MRPN Lintas Sektor
“
EA
ba
REPUBLIK INDONESIA
- 81 -
01 Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial
Upaya peningkatan kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas
dilaksanakan melalui strategi pengarusutamaan gender dan inklusi sosial (PUG dan Inklusi Sosial) dengan memberikan
kesempatan yang sama kepada perempuan dan laki-laki, pemuda, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat adat,
dan kelompok rentan lainnya. Kesempatan ini ditujukan untuk meningkatkan akses seluruh kelompok terhadap sumber
daya, mendorong mereka berpartisipasi aktif dan bermakna dalam menyuarakan aspirasi dan kebutuhan, serta terlibat
dalam proses pengambilan keputusan, sehingga dapat memperoleh manfaat dari hasil pembangunan.
SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
» 9 Kesetaraan Gender dan Masyarakat Inklusif
Anak, Pemuda, banjat Usia, ea (Manusa Seutuhnya, Sejahtera, Adaptif,
Penyandang Disabilitas, TT Berakhlak Mulia, Berbudaya Maju,
Masyarakat Adat, dan Unggul, dan Berdaya Saing)
Kelompok Rentan
Perempuan Lainnya Laki-laki
Y $ »
” Perencanaan
Pengarusuta-
Pengalaman, Hambatan, a
Permasalahan, Kebutuhan, dan maan Gender 7 pelaporan
Aspirasi yang Berbeda dan Inklusi ( Program/Kegiatan
v Sosial ” ang Responsif
KA Men gawasan Gender dar Inklusif
Akses, Partisipasi, Kontrol, dan “ AN di Seluruh Bidang Pelaksanaan
Manfaat Pembangunan yang r Pembangunan
Berbeda Evaluasi Pemantauan
v Analisis
» Gender dan pr
Ketimpangan Capaian Inklusivitas V Integrasi Perspektif Gender dan Inklusi Sosial dalam
Pembangunan seluruh Proses Pembangunan secara komprehensif
Prinsip Pelaksanaan: Pancasila dan UUD 1945
Strategi PUG dan Inklusi Sosial harus dilaksanakan secara menyeluruh di semua Prioritas Nasional (PN) maupun non-PN untuk mewujudkan
pembangunan yang responsif gender dan inklusif, yang didahului dengan proses (a) analisis situasi ketimpangan gender dan identifikasi isu gender
strategis di berbagai bidang dari aspek Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM) dan aspek ketidakadilan gender (kekerasan, beban ganda,
subordinasi, marginalisasi, dan stereotipe) menggunakan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan data lainnya yang relevan baik kuantitatif
maupun kualitatif: (b) analisis faktor penyebab terjadinya ketimpangan gender di ranah keluarga, masyarakat, dan pemerintah, dan (c) penyusunan
rencana aksi/intervensi beserta identifikasi institusi yang relevan untuk melaksanakan rencana aksi/intervensi tersebut. Selanjutnya, dalam rangka
memastikan konvergensi upaya pencapaian target kesetaraan gender, disusun strategi nasional/rencana aksi/dokumen kebijakan strategis lainnya di
tingkat pusat dan daerah
02 Pengarusutamaan SDGs
Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs) mengintegrasikan agenda pembangunan berkelanjutan ke
seluruh aspek pembangunan nasional dan daerah melalui: (a) Setiap kebijakan pemerintah harus mendukung percepatan
pencapaian SDGs 2030: (b) Mengintegrasikan target-target SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD): (c) Penyusunan Rencana Aksi Nasional
dan Daerah, dan Penguatan Kolaborasi Multi-Pihak: (d) Pemantauan dan Evaluasi pencapaian target SDGs : dan (e) Inklusi
Sosial dan Keberlanjutan, semua program pembangunan harus mengintegrasikan prinsip inklusi sosial, dengan fokus pada
kelompok rentan dan marginal, serta prinsip keberlanjutan lingkungan:
Integrasi SDGs dalam SDGs Centers, rekognisi Ketersediaan data
ONAL (META dokumen perencanaan: dan penghargaan SDGs: nasional dan daerah:
RS Dara pendanaan inovatif, kontribusi aktor non penguatan data dan
? “, taksonomi SDGs, adopsi '— pemerintah: penguatan pemanfaatan sistem
S » pelaporan hijau media: kerjasama Satu Data dan SIPD:
perusahaan: internasional pemantauan kinerja K/L
A7 169 Saga « 7
“oa arya LX.
3
Ag KAN Kegiatan K/L mendukung SDGs, Program pembangunan memper- 7 AN
bond PN Se g D proyek piloting provinsi/kota/kabu- timbangan kelompok rentan dan
BN da RP & fe paten bersama mitra pembangunan: marginal, serta prinsip keberlanju-
0s sc oi berbagi praktik terbaik: knowledge tan lingkungan:
sharing
&
2,
03 Transformasi Digital
Pengarusutamaan transformasi digital dilakukan melalui (1) meningkatkan akses dan kualitas pelayanan telekomunikasi
dan digital: (2) mendorong pembangunan dan penguatan pusat data beserta ekosistemnya: (3) meningkatkan kualitas
sumber daya manusia digital serta kegiatan dan pemanfaatan riset, pengembangan, serta inovasi: (4) mendorong
pendataan terpadu, pemanfaatan data, dan adopsi digital (termasuk aplikasi dan superapps), serta literasi digital secara
luas: (5) membangun kedaulatan digital dengan meningkatkan keamanan dan perlindungan data pribadi serta
mewujudkan ruang digital yang kondusif, (6) mendorong penguatan industri teknologi informasi dan komunikasi dalam
negeri: dan (7) membangun dan mengembangkan tata kelola yang dapat menciptakan dan mengembangkan
ekosistem digital yang kondusif bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.
Arah Kebijakan Sasaran Kebijakan
Pen,
6,
Aspek Transformasi 29
Digital Ln
»
&
Penguatan Penguasaan Penguatan | 4
Supply Teknologi Demand &
2.
&
»
2
Pilar Pembangunan
Transformasi Digital Tahap Transformasi
Digital
Pemerintahan Data dan Informasi
Digital (Pengetahuan) Kepemimpinan Digital
—):- Ekosistem Digital
Kemajuan Teknologi
Ekonomi Masyarakat ia ital) g Pengembangan
Digital Digital g
Adaptasi dan Adopsi
Infrastruktur .
& Teknologi Digital Pemangku Kepentingan
2 Badan
Ke
2
& Ir
Pe |
4, Peguruan
“9, Tinggi
9,
(3
Yng,
guy,
d
ED
TA
(CS
REPUBLIK INDONESIA
-83-
04 Pembangunan Rendah Karbon
Pembangunan rendah karbon memastikan keselarasan pertumbuhan ekonomi dengan daya dukung dan daya
tampung lingkungan untuk generasi mendatang. Pada RPJMN 2025-2029, strategi pembangunan rendah karbon
diarahkan pada (1) penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor energi dan sumber daya mineral, (2) peningkatan
transportasi hijau berkelanjutan, (3) pencegahan pengurangan dan peningkatan cadangan karbon di kawasan hutan
dan lahan, (4) implementasi praktik pertanian rendah karbon, (5) peningkatan cadangan karbon di ekosistem karbon biru,
(6) peningkatan upaya dekarbonisasi industri, (7) penguatan aksi penurunan emisi gas rumah kaca di sektor pengelolaan
limbah, dan (8) penguatan tata kelola dan kegiatan pendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca.
05 Pembangunan Berketahanan Iklim
Pembangunan Berketahanan Iklim merupakan kombinasi upaya adaptasi, penanggulangan risiko bencana, dan
peningkatan ketahanan, untuk memperkuat sistem pembangunan agar tahan terhadap guncangan atau dampak negatif
akibat bahaya iklim dalam aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. Hal ini difokuskan pada 4 (empat) sektor prioritas yaitu sektor
kelautan dan pesisir, air, pertanian, dan sektor kesehatan. Strategi pembangunan berketahanan iklim diarahkan untuk
mencapai persentase penurunan potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim terhadap PDB dengan peningkatan
ketahanan iklim pada empat sektor prioritas melalui (1) peningkatan ketahanan iklim pesisir dan laut, (2) pengelolaan
sumber daya air adaptif iklim, (3) pengembangan dan implementasi pertanian ramah iklim, (4) pencegahan dan
pengendalian penyakit sensitif iklim, dan (5) tata kelola dan kegiatan pendukung pencapaian target pembangunan.
Triple Planetary Crisis (TPC) » Intervensi Kebijakan untuk Mengatasi TPC
S
PS Polusi dan Ra, “55 Integrasi Pengelolaan Perubahan Iklim
SC FS Kerusakan 4, s-— dalam Perencanaan Pembangunan
CE Lingkungan ta, Nasional sesui Mandat Article 3.4
SS L9 UNFCCC
& —
2 "policies and measures to protect the climate system against
Ki "5 2 human-induced.... should be integrated with national development
"Sg 1 « C. programmes, taking into account that economic development is essential
rr Ss 8 PRA for adopting measures to address climate change"
S$ 282
SES Bumi 252 Tujuan —— ——
SL , 29
SES Tak Layak Huni 2
Tx
i ana.» HN MAN Mendorong :
J5 Pembangunan Berkelanjutan
Kesejahteraan
i @ea, Mengurangi potensi kerugian ekonomi
Hilangnya G akibat dampak perubahan iklim
Perubahan Keanekar
i -agaman
Iklim aan ea Hayati ES Mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK)
an PN y as menuju Net-Zero Emission (NZE) tahun
MS — 2060 atau lebih cepat
NN —A Meningkatkan ketahanan terhadap
SD dampak perubahan iklim
A
hilangnya varietas spesies. meningkatnya risiko kepunahan, pengasaman laut, ketidakcocokan fenologis v
Intervensi Kebijakan untuk Mengatasi TPC v
Penanganan Perubahan Iklim
Pembangunan Pembangunan
Rendah Karbon Berketahanan Iklim
Kebijakan untuk mempertahankan PA Kebijakan untuk mengurangi
pertumbuhan ekonomi dan sosial OA, mnoustri FA kerugian akibat perubahan Iklim
melalui kegiatan beremisi rendah las hijau (termasuk Co) sebagai upaya untuk meningkatkan
sebagai upaya pencegahan pertanian) Air 60 ketahanan sektor-sektor yang rentan
perubahan iklim Ha Limbah (padat LX : terhadap dampak perubahan iklim
& cair) dan Kelautan
Indikator: Ekonomi sirkular & Pesisir MEN (SK Indikator:
“ Penurunan emisi GRK & Energi Eta me) Penurunan potensi kerugian ekonomi
“ Penurunan intensitas emisi GRK in (termasuk rana akibat dampak perubahan iklim
transportasi)
Aktivitas Manusia
2.3.1 Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2025-2029
Indonesia diharapkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8,0 persen yang dilandasi
dengan stabilitas ekonomi makro yang kuat. Dengan target pertumbuhan ekonomi tinggi
tersebut, Gross
Berdasarkan target/ sasaran besar pembangunan
kebijakan ekonomi makro akan didukung
yang adaptif.
Di samping itu, perbaikan kualitas pembangunan akan menjadi modal bagi Indonesia dalam
mencapai pertumbuhan ekonomi
Gambar 2.19. Pertumbuhan inklusif dicerminkan melalui penurunan tingkat kemiskinan,
dan rasio gini sebagai indikator ketimpangan, seiring dengan peningkatan Indeks Modal
Manusia yang dicapai melalui pemenuhan gizi dan peningkatan akses terhadap pelayanan
pendidikan dan kesehatan. Pertumbuhan ekonomi tinggi juga memerhatikan aspek
keberlanjutan lingkungan antara lain melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru
sebagai sumber-sumber pertumbuhan baru untuk mencapai target penurunan intensitas
emisi Gas Rumah Kaca dan peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.
Gambar 2.18
Skenario Pertumbuhan Ekonomi pada tahun 2025–2029
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Dalam konteks pertumbuhan ekonomi jangka menengah, peningkatan kapasitas produksi
melalui
transformasi ekonomi. Sektor-sektor produktif diharapkan dapat menciptakan kesempatan
kerja baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong
Untuk itu, pengembangan sektor-sektor produktif harus disinergikan dengan peningkatan
kualitas sumber daya manusia, serta investasi infrastruktur
Pertumbuhan
dengan peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui
lahan seperti
perikanan dan akuakultur, penerapan nilai-nilai seperti pengembangan pangan akuatik
potensi sumber daya pesisir serta peningkatan produktivitas hasil perikanan melalui
penyediaan
perikanan.
Sumber pertumbuhan baru pada sektor industri akan diarahkan melalui
industrialisasi yang fokus pada penguatan ekosistem industrialisasi dan peningkatan
kompleksitas industri. Peran industri kecil menengah diperkuat menjadi mitra rantai pasok
industri besar-sedang. Penerapan ekonomi hijau
energi baru dan terbarukan secara berkelanjutan juga berpotensi menjadi sumber
pertumbuhan baru, khususnya pada
Pada sektor jasa-jasa, sumber pertumbuhan baru sektor penyediaan akomodasi dan makan
minum akan berasal dari peningkatan aktivitas pariwisata baik dari wisatawan mancanegara
maupun nusantara. Seiring dengan fokus
daya manusia, program pembangunan sekolah unggulan dan
berkualitas juga dapat mendorong pertumbuhan sektor jasa pendidikan dan kesehatan.
Gambar 2.19
Sasaran Makro Pembangunan Tahun 2025–2029
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Ekonomi digital
sumber pertumbuhan baru bagi sektor informasi dan komunikasi, seiring dengan tingginya
tren digitalisasi ke depan
i
Salah satu Program Hasil Terbaik Cepa.t memberi makan siang dan susu gratis di sekolah
dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil juga dapat menjadi
minuman, perdagangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Program ini
berpotensi memenuhi kebutuhan gizi harian anak
Sebagai prasyarat dalam membangun
dibutuhkan dukungan konektivitas seperti jalan, bandara, pelabuhan, dan infrastruktur
pendukung seperti jaringan listrik, energi, dan digital. Selain itu, pembangunan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi baru seperti kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan
destinasi pariwisata prioritas juga dapat menjadi sumber pertumbuhan baru serta
mendorong pertumbuhan
penyediaan perumahan di perkotaan serta pembangunan wilayah metropolitan juga dapat
menjadi
Sejalan dengan pembangunan
modal tetap bruto/investasi pada jangka menengah diprakirakan akan tumbuh tinggi. Hal
ini menunjukkan bahwa investasi dalam jangka menengah akan diarahkan pada sektor dan
aktivitas produktif yang memiliki multiplier besar terhadap perekonomian. Selain itu, iklim
investasi juga diarahkan agar semakin kondusif disertai dengan reformasi
deregulasi sehingga memberikan kepastian usaha dan investasi yang pada
meningkatkan nilai Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri,
Berdasarkan penjelasan di atas, rincian sasaran pertumbuhan ekonomi
dapat dilihat pada Tabel 2.3 sebagai berikut.
Tabel 2.3
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025-2029
Indikator Outlook2o24 Tahun 2025 Tahun 2029
Sisi Pengeluaran
Konsumsi Masyarakat 5,14 5,14 7,27
Konsumsi Pemerintah 6,51 6,66 8,40
Investasi (PMTB) 4,47 5,61 9,65
Ekspor Barang dan Jasa 6,92 6,95 9,50
Impor Barang dan Jasa
Sisi Produksi
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 0,81 2,20 3,46
Pertambangan dan Penggalian 4,51 5,52 7,51
Industri Pengolahan 4,49 5,50 8,14
4,49 5,09 7,85 Pengadaan Listrik, Gas, dan Produksi Es
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah, dan Daur Ulang
2,03 2,05 2,94
Perdagangan
Mobil dan Sepeda Motor
4,69 4,96 7,00
Transportasi dan Pergudangan 9,59 9,73
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 9,20 9,53 I 1,57
Informasi dan
Jasa Keuangan dan Asuransi 5,78 6,52 8,30
Real
Jasa Perusahaan 8,35 8,45 I 1,68
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan,
dan Jaminan Sosial Wajib
6,52 3,05 6,70
Jasa Pendidikan 3,57
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4,76 8,91 10,30
Jasa Lainnya 9,24
2.3.1.2 Memperkuat Peran Kelas Menengah
Penguatan peran kelas menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
tinggi dan mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Proporsi kelas
menengah
populasi telah berkontribusi
nasional pada tahun 2023. Peningkatan proporsi keLas menengah akan mendorong
penduduk miskin dan rentan miskin terentaskan untuk mengisi kelas menengah. Mengingat
pentingnya
penguatan
berkualitas, terutama pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur dan teknologi tinggi
yang berorientasi pa.da pekerjaan formal,
Sementara pada sektor informal, penyerapan tenaga kerja didorong melalui program
selanjutnya akan menjadi stimulus bagi peningkatan wirausaha dan pengembangan usaha
mikro, kecil, dan menengah. Peningkatan proporsi kelompok kelas menengah menciptakan
kebutuhan konsumsi yang lebih beragam, termasuk kebutuhan gaya hidup
lifestyle)
Upaya memperkuat permintaan domestik juga didukung oleh upaya-upaya dalam
penurunan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, seperti
redistribusi melalui bantuan sosial adaptif dan subsidi tepat sasaran untuk menjaga daya
beli masyarakat berpenghasilan rendah,
pembangunan infrastruktur. Berdasarkan penjelasan di atas, penguatan peran kelas
menengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi ditunjukkan oleh Gambar 2.20.
SK.No 252106 A
Perkuatan peran
antarwilayah, dan ekspor untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai
global. Perdagangan dalam negeri diarahkan untuk dapat
antarwilayah dan pengembangan rantai pasok domestik,
konektivitas perdagangan dalam negeri ke pa.sar global. Selanjutnya, perdagangan luar negeri
diarahkan untuk meningkatkan daya saing ekspor, yang dikompetisikan secara global guna
memperluas pangsa pasar barang dan jasa bernilai tambah tinggi, serta memperkuat
partisipasi dan daya tawar ekonomi Indonesia dalam rantai nilai global.
Peningkatan ekspor barang pa.da tahun 2025-2029 akan didukung oleh ekspor produk
berteknologi menengah
produk pertanian, perikanan, dan industri berbasis sumber daya alam seiring dengan
berlanjutnya program hilirisasi dan industrialisasi yang mendorong kompleksitas produk
ekspor. Nilai devisa pariwisata ditargetkan meningkat seiring dengan penguatan belanja
- 88 -
Gambar 2.20
Sasaran PDB Sisi Pengeluaran: Memperkuat Peran Kelas Menengah
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Keterangan: a) Total nilai 2025 sampai dengan 2029, b) Range End of Period tahun 2029.
Sementara itu, impor barang dan jasa juga akan tumbuh tinggi, utamanya untuk memenuhi
kebutuhan permintaan domestik seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dalam
mencapai pertumbuhan yang tinggi.
Berdasarkan penjeLasan di atas, integrasi ekonomi domestik dan global dapat dilihat pada
Gambar 2.21.
eksternal yang tecermin melalui defisit transaksi
peningkatan cadangan devisa selama tahun 2025-2029 ditunjukkan oleh Tabel 2.4.
SK
Gambar 2.21
Sasaran PDB Pengeluaran: Perkuatan Peran Sektor Eksternal
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Keterangan: a) Range End of Period tahun 2029, dan b) End of Period tahun 2029 berdasarkan target
dalam Prioritas Nasional 5 Program Prioritas 5.
K INDONESIA
Tabel 2.4
Neraca Pembayaran Indonesia Tahun 2025-2029 (Miliar USD)
Indikator Ailook2o24 Tahun 2025 Tahun 2029
Transaksi Berjalan (10,61) (1 1,87)
Barang 36,45 34,99 31,10
Ekspor 256,62 276,89 402,93
Impor (22O,171
Ekspor 36,99 43,73 68,59
Impor
Pendapatan Primer
Pendapatan Sekunder 6,54 7 ,37 1 1,37
Transaksi Modal dan Finansial 20,21
Transaksi Modal 0,04 0,04 0,04
Investasi langsung 15,58 17,50 31,53
Investasi Portofolio 16,97 11,85
Investasi Lainnya
Total
Modal dan Finansial)
9,60 9,20 7,42
Memorandum:
Posisi Cadangan Devisa 154,10 162,40 149,47
Dalam
Transaksi Berjalan (% PDB)
2.3.1.4 Penerapan
Kebijakan fiskal jangka menengah 2025-2029 diarahkan pada upaya untuk mengakselerasi
Emas 2045. Pemerintah mengambil pendekatan
mendukung pencapaian target-target pembangunan melalui percepatan peningkatan
pendapatan dan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi l\tr
menjaga keseimbangan primer, defisit anggaran, dan tingkat utang yang lebih sehat untuk
menjamin stabilitas Qro-stabilitgil dan keberlanjutan fiskal (fscal
Peningkatan pendapatan negara dicapai melalui optimalisasi pendapatan negara lallecting
sisi perpajakan, arah
Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration
pajak yang lebih progresif; penegakan hukum untuk peningkatan kepatuhan wajib pajak;
simplifikasi proses bisnis dan pembenahan tata keloLa kelembagaan; intensifikasi
dan
simplifikasi
tembakau untuk
penajaman tax
orientasi pada riset dan inovasi, serta teknologi
bersih, serta insentif untuk peningkatan investasi dan revitalisasi industri manufaktur yang
juga dilakukan di daerah melalui (a) percepatan dan perluasan digitalisasi pemerintah daerah
terutama
pendukung
penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan.
Dari sisi Penerimaan Nega.ra Bukan Pajak, arah kebijakan berfokus pada (a) reformasi
pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak sumber daya alam, (b) optimalisasi dividen
Badan Usaha Milik Negara, (c) pemanfaatan aset barang milik negara, dan (d) peningkatan
sinergi antarinstansi pemerintah, serta inovasi
informasi,
Optimalisasi belanja negara dilakukan melalui peningkatan kualitas belanja negara
percepatan investasi publik. Dalam rangka mewujudkan
negara diarahkan pada infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, serta
untuk menyiapkan Indonesia dalam menghadapi tantangan industri masa depan (antara lain
teknologi informasi, manufaktur berbasis riset dan inovasi, ekonomi hijau dan ekonomi biru,
termasuk ekonomi sirkuler dan energi terbarukan).
untuk bersifat
mengu.rangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi, baik antarkelompok masyarakat
maupun antardaerah. Pemerintah memprioritaskan
adaptif terhadap gejolak ekonomi,
stabilitas sosial dan ekonomi negara serta melakukan reformasi subsidi agar lebih tepat
sasaran. Langkah afirmatif ini penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan
manfaat dari pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan ketahanan terhadap risiko-
risiko
yang bertujuan untuk
Di sisi lain, dibutuhkan perluasan sumber dan pengembangan pembiayaan inovatif
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam mendukung agenda pembangunan
nasional. Arah
pinjaman dengan memerhatikan tingkat defisit yang aman,
meminimalkan risiko terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; (b)
surat berharga negara untuk investasi yang mendorong produktivitas, penurunan
kemiskinan, serta pembiayaan below tlp line yang mendukung proyek-proyek infrastruktur
strategis antara lain infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi, energi, konektivitas,
kawasan industri, dan kawasan ekonomi, mencakup agenda pembangunan berkelanjutan
(susta nble
sama pemerintah dan badan usaha yang sustainable dan lebih masif; (d) pendalaman pasar
keuangan
Layanan Umum,
pembiayaan investasi, utamanya kepada Badan Usaha Milik Negara sebagai agent of
optimalisasi pemanfaatan pembiayaan utang daerah, baik pinjaman daerah maupun obligasi
dan/atau sukuk daerah, pembentukan dan pengelolaan Dana Abadi Daera.h, serta
optimalisasi
Penggunaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara yang tepat sasaran untuk investasi
yang meningkatkan
pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.
Berdasarkan pendapatan, belanja, dan pembiayaan anggaran tersebut di atas, rincian
sasaran fiskal tahun 2025-2029 dapat dilihat dalam Tabel 2.5 berikut.
sasaran Fiskal rahllb;fr:lrorn (persen pDB)
Uraian
Realisasi
Sementara 202441
APBN 2025 bI 2029
Pendapatan Negara 12,82 12,36 13,75-18,00
Penerimaan
Perpajakan
10,07 10,24 11,52-15,00
trfl:-I 2,61 2,tt 2,21-2,99
Belanja Negara 15,1 I 14,89 16,20-20,50
Belanja Pemerintah
11,13 11,11 11,79-15,01
Keseimbangan Primer (0,0e) (0,261 (o,1sF(0,20)
Surplus/Defisit 12,291
Stok Utang Pemerintah 39,5 39,15 39,01-39,10
Pembiayaan Investasi (0,37) (0,64)
Sumber:
2.3.1.5 Stabilitas Moneter
Arah kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter jangka menengah 2025-2029 dilakukan
dengan mengoptimalkan bauran
menga.kselerasi transformasi ekonomi. Bauran
sistem pembayaran tidak hanya mendukung
pertumbuhan ekonomi
pendalaman pasar keuangan.
Kebijakan moneter jangka menengah diarahkan untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai
tukar rupiah. Sasaran inflasi tahun
upaya pengendalian inflasi, meliputi (a) implementasi kebijakan Suku Bunga. Bank Indonesia
SK No252lll A
K INDONESIA
yang responsif terhadap dinamika perekonomian global dan domestik, (b) stabilisasi nilai
tukar rupiah untuk mengendalikan
untuk menjangkar ekspektasi, (d) perbaikan dan integrasi data neraca pangan, serta (e)
penguatan sinergi/koordinasi tim pengendalian inflasi nasional untuk menyelesaikan
permasalahan struktural penyebab inflasi serta pengelolaan subsidi harga energi tepat waktu
dan tepat sasaran.
fundamentalnya, berdaya tahan terhadap gejolak global,
mendorong daya saing ekspor dan menarik investasi portofolio asing,
nilai tukar rupiah dilakukan melalui (a) pengendalian inflasi harga impor, (b) intervensi
secara spot
devisa, di antaranya melalui pengelolaan lalu lintas devisa sesuai dengan kaidah
internasional untuk mendukung stabilitas
menyediakan likuiditas yang memadai dalam rangka mendorong intermediasi keuangan,
pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, melalui (a) perluasan jenis instrumen
berbasis ekonomi hijau untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan; (b)
sektor-sektor prioritas; (c)
menjaga fleksibilitas likuiditas, kredit, dan stabilitas sistem keuangan; serta (d) penguatan
erat
Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk menciptakan sistem yang modern,
guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam jangka menengah,
semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah), serta menyediakan infrastruktur aman
dan andal dalam mendukung
ekonomi, melalui (a) pengembangan platform pembayaran digital sejalan dengan
sistem pembayaran inklusif yang ditetapkan Bank Indonesia yang terinterkoneksi,
terinteroperabilitas, dan terintegrasi; (b) perluasan dan pemerataan sistem pembayaran
berbasis digital, multicarrencg, dan berstandar internasional di seluruh
termasuk wilayah tertinggal, terluar, terdepan; (c) modernisasi infrastruktur sistem
pembayaran dengan mengembangkan pusat data transaksi pembayaran serta inovasi
pembayaran menggunakan big data
digital (CBDC)
2.3. 1.6 Pemerataan Ekonomi di Setiap Wilayah
Dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta
mempersiapkan Indonesia menuju transformasi ekonomi lebih maju, sumber-sumber
pertumbuhan ekonomi baru akan didorong hingga tingkat daerah melalui pembangunan
koridor kewilayahan yang memerhatikan karakteristik di setiap wilayah.
Pemerataan wilayah pada periode jangka menengah 2025-2029 ditujukan untuk mendorong
penguatan transformasi Indonesia dengan mendorong keunggulan dan potensi
perekonomian masing-masing wilayah. Pemerataan ekonomi wilayah diarahkan untuk
SK No252l12A
meningkatkan kontribusi ekonomi Wilayah Kawasan
momentum pertumbuhan di Wilayah Kawasan Barat Indonesia. Pada tahun 2023, kontribusi
ekonomi Kawasan Barat Indonesia mencapai 79,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan
kontribusi ekonomi Kawasan Timur Indonesia yang hanya sebesar 20,9 persen. Kontribusi
Kawasan Timur Indonesia pa.da tahun 2029 ditargetkan akan meningkat hingga 22,4 persen,
dengan pertumbuhan mencapai 8,8 persen. Sementara, Kawasan Barat Indonesia akan
Aktivitas perekonomian Wilayah Papua pa.da periode jangka menengah 2025-2029 akan
didorong melalui peningkatan aktivitas pertanian dan perikanan berbasis komoditas
unggulan,
dan riset-inovasi berbasis komoditas kopi, kakao, sagu, udang, dan tuna-cakalang-tongkol.
Selain itu, aktivitas
pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas
bahari, minat khusus, dan budaya. Di sisi lain, pengembangan dan penataan kota kecil
berkarakter khusus Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, juga
dilakukan sebagai upaya pemerataan ekonomi di Wilayah Papua. Perekonomian Wilayah
Papua juga ditargetkan akan meningkat seiring aktivitas hilirisasi industri berbasis Sumber
Daya Alam, utamanya minyak dan gas bumi. Peningkatan infrastruktur dasar dan
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Papua pada tahun 2029 ditargetkan mampu tumbuh
mencapai 7,7 persen.
Pertumbuhan ekonomi WiLayah Maluku ditargetkan tumbuh sebesar I 1, 1 persen pada tahun
2029. Pertumbuhan tersebut didorong oleh berlanjutnya pengembangan hilirisasi
pertambangan di kawasan pusat pertumbuhan industri, seperti Kawasan Industri Teluk
Weda, Kawasan Industri Pulau Obi, dan Kawasan Industri Buli dan pengembangan industri
gas bumi di Blok Masela. Selain itu, Wilayah Maluku juga akan didorong oleh Pengembangan
Destinasi Pariwisata Prioritas Morotai dan pengembangan kawasan pariwisata rintisan
berbasis bahari dan sejarah. Dalam upaya pemerataan ekonomi, Wilayah Maluku juga
mendorong pengembangan sektor primer, utamanya
tuna-cakalang-tongkol, udang, dan lobster
di Wilayah Maluku. Selain itu, Wilayah Maluku juga akan fokus pada pengembangan dan
penataan kota di
kota kecil berkarakteristik khusus Banda Neira dan kawasan perkotaan Saumlaki, melalui
peningkatan pelayanan dasar, peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul
transportasi, serta penataan kawasan dan
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Sulawesi pada tahun 2029 ditargetkan tumbuh sebesar 9,9
persen. Target tersebut didorong oleh peningkatan produktivitas sektor unggulan, melalui
inovasi teknologi pertanian dan perikanan, peningkatan ekspor, serta pengembangan
industri hilir berbasis sumber daya hayati dan mineral
difokuskan pada Kawasan Industri di Provinsi Sulawesi Tengah (Kawasan Industri Morowali)
dan Sulawesi Tenggara (Kawasan Industri Konawe). Peningkatan kinerja ekonomi juga
didorong oleh aktivitas sektor pariwisata pada Destinasi Pariwisata Prioritas Manado-
Likupang dan Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi, pembangunan perkotaan melalui
pengembangan Wilayah Metropolitan Manado, Wilayah Metropolitan Makassar, dan kawasan
perkotaan sedang, serta pengembangan kawasan swasembada pangan, air, energi, dan
kawasan komoditas unggulan.
SK No252l13A
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Kalimantan pada tahun 2029
8,2 persen. Pembangunan Wilayah Kalimantan difokuskan pa.da pengembangan,
peningkatan produktivitas ekonomi, serta
melalui
Nusantara. Upaya tersebut juga didorong melalui pengembangan hilirisasi industri berbasis
mineral dan sumber daya alam, pengembangan
pembangunan
pengembangan kawasan swasembada pa.ngan, air, energi, dan kawasan komoditas unggulan.
Perekonomian Wilayah Bali-Nusa Tenggara pada tahun 2029 ditargetkan mampu tumbuh
8,4 persen, terutama didorong oleh aktivitas sektor jasa pariwisata melalui penguatan
kawasan pariwisata prioritas eksisting dan kawasan pariwisata rintisan, seperti Destinasi
Pariwisata
kawasan pariwisata rintisan di Pulau Sumba, dan Kawasan
itu, perekonomian Bali-Nusa Tenggara didorong peningkatan
melalui percepatan hilirisasi industri tembaga serta penyiapan pengembangan ekosistem
sentra industri berbasis komoditas unggulan agrikultur. Pengembangan Kawasan Ekonomi
Khusus dan
perekonomian dalam mendukung operasionalisasi pengembangan potensi daerah.
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Sumatera pada tahun 2029 ditargetkan tumbuh sebesar 7,2
persen. Pengembangan Wilayah Sumatera difokuskan pada peran strategis untuk
mewujudkan swasembada pangan, air, dan energi. Perekonomian Wilayah Sumatera akan
didorong oleh
komoditas unggulan (karet, kelapa sawit, dan perikanan, serta
dasar). Hilirisasi industri ini juga didorong melalui pengembangan Kawasan Pengembangan
Industri, Kawasan
di 5 kawasan, yaitu Dataran Tinggi Gayo-Danau [aut Tawar, Danau Toba, Dataran Tinggi
Minangkabau, Candi Muarojambi, dan Belitung. Pengembangan sektor jasa akan didorong
oleh pengembangan kawasan perkotaan, baik di wilayah metropolitan maupun non-wilayah
metropolitan, serta Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba dan Destinasi Pariwisata
Wilayah Jawa pada
unggul, inovatif, inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Perekonomian Wilayah Jawa
didorong oleh kinerja aktivitas jasa melalui penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif
dan peningkatan aktivitas pariwisata di 8 kawasan wilayah Jawa. Sementara itu,
industrialisasi Wilayah Jawa juga akan terus didorong dengan optimalisasi kinerja industri
hilir dan berteknologi tinggi di lO Kawasan Wilayah Jawa. Peningkatan konektivitas juga.
terus diperkuat untuk mengatasi tingginya biaya logistik serta untuk meningkatkan daya
saing investasi wilayah. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan mel,alui pengembangan
kawasan perkotaan serta pengembangan wilayah metropolitan juga dapat menjadi sumber
di sektor pertanian juga akan terus didorong melalui pengembangan kawasan swasembada
pangan, air, dan energi yang tersebar di I 1 kawasan dan pengembangan kawasan komoditas
unggulan yang tersebar di
pertumbuhan ekonomi Wilayah Jawa pada tahun 2029 ditargetkan mampu tumbuh sebesar
7,9 persen.
pertumbuhan ekonomi provinsi tahun 2029 dapat dilihat pada Gambar 2.22 berikut.
SK No252lt4A
2.3.2 Kebutuhan Investasi dan Pembiayaan
2.3.2. 1 Kebutuhan Investasi
selama tahun 2025-2029, dibutuhkan total investasi sebesar Rp47.573,45 triliun atau rata-
rata
Badan Usaha Milik Negara, dan investasi swasta/masyarakat. Investasi yang efisien dan
transformatif menjadi salah satu kunci dalam mendorong perekonomian tahun 2025-2029.
Rincian kebutuhan investasi tahun 2025-2029 dapat dilihat dalam Tabel 2.6 berikut.
Tabel 2.6
Kebutuhan Investasi Tahun
No Uraian Nilai (Triliun Rp) Share (Persen)
I Investasi
2 Investasi BUMN 2.915,14 6,13
3 Investasi Swasta/ Masyarakat 41.223,26 86,65
Total Kebutuhan Investasi 47.573,45
2.3.2.2 Sumber Pembiayaan
Kebutuhan investasi
(a) pemerintah, (b) Badan Usaha Milik Negara, dan (c) swasta/masyarakat. Pembiayaan
investasi dari pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara sangat terbatas sehingga sumber
pembiayaan investasi swasta/masyarakat yang salah satunya berasal dari
seperti kredit perbankan, penerbitan saham, dan obligasi sangat diperlukan.
Gambar 2.22
Sasaran Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tahun 2025–2029
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Sumber Pembiayaan Investasi
Uraian Shu re (Persen)
Pembiayaan Investasi Pemerintah 7,22
Pembiayaan Investasi BUMN
(2.1) Dana
Pembiayaan Investasi Swasta/ Masyaral(at 88,74
(3. I ) Kredit
(3.2) Penerbitan Saham 1,35
(3.3) Penerbitan Obligasi Korporasi
(3.4) Dana
Sumber: Perhitungan
Dalam kurun
dan obligasi korporasi ditargetkan rata-rata sebesar 20,73 persen per tahun. Oleh karena itu,
diperlukan percepatan pendalaman sektor keuangan, baik konvensional maupun syariah.
Percepatan pendalaman sektor keuangan ke depan tidak hanya difokuskan pada perbankan,
melainkan juga pada sektor keuangan nonbank
dana sosial syariah seperti zakat dan wakaf sebagai
perlu ditingkatkan, mengingat potensinya yang besar.
Selanjutnya, percepatan pendalaman sektor keuangan akan dilakukan di berbagai wilayah
di Indonesia, guna mendukung pemerataan pembangunan yang lebih inklusif dan
berkelanjutan. Keseluruhan arah
sinergi dan koordinasi antarseluruh pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk
penguatan peran tim percepatan akses keuangan di daerah.
2.3.2.3 Rencana Investasi Badan Usaha Milik Negara yang Mendukung Prioritas
Pembangunan Nasional
Sebagai salah satu agen pembangunan (agent of
Negara berperan penting sebagai garda terdepan dalam mendukung inisiatif strategis
pemerintah guna mencapai sasaran pembangunan nasional.
Dalam kurun
membutuhkan dukungan investasi Badan Usaha Milik Negara, di antaranya pembangunan
Pembangkit Listrik
pulau (super
dukungan terhadap stabilisasi harga pangan. Selanjutnya, rencana investasi Badan Usaha
Milik Negara yang selaras dengan Prioritas Nasional
Investasi Badan Usaha Milik Negara yang mendukung Prioritas Pembangunan Nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan Rencana Investasi Badan Usaha Milik Negara yang
mendukung Prioritas Pembangunan Nasional, pemerintah dapat memberikan berbagai
bentuk dukungan, termasuk memastikan kesiapan regulasi, mempercepat proses perizinan,
mengatasi hambatan dalam pelaksanaan,
peraturan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Rencana Investasi
Badan Usaha Milik Negara yang mendukung Prioritas Pembangunan Nasional dapat
diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
2,46
K INDONESIA
2.3.2.4 Rencana Investasi Swasta yang Mendukung Prioritas Pembangunan Nasional (RIS-
Investasi yang merupakan salah satu
peran besar investasi swasta dan masyarakat di tengah keterbatasan kapasitas pemerintah
dan Badan Usaha Milik Negara. Oleh karena itu, dukungan investasi swasta dan masyarakat
terhadap perekonomian serta keselarasan rencana investasi swasta terhadap agenda
prioritas pembangunan nasional
Upaya pemerintah dalam pemetaan dukungan investasi swasta terhadap pemenuhan
kebutuhan investasi dalam perekonomian dan keselarasan rencana investasi swasta tersebut
denga.n prioritas pembangunan nasional dituangkan dalam Rencana Investasi Swasta yang
mendukung Prioritas Pembangunan Nasional. Rencana Investasi Swasta yang mendukung
Prioritas Pembangunan Nasional merupakan beberapa daftar keputusan investasi dari
$ asta dan masyarakat yang akan dikurasi berdasarkan kriteria tertentu dengan berbagai
sumber informasi, baik dari kementerian/lembaga, badan usaha, asosiasi pelaku usaha,
maupun pemerintah daerah. Dengan demikian, Rencana Investasi Swasta yang mendukung
Prioritas Pembangunan Nasional menjadi gambaran bagaimana swasta dan masyarakat
memiliki peran dalam mendorong perekonomian dan memiliki
prioritas pembangunan dalam mencapai target investasi.
BAB III
Prioritas Nasional
3. 1 Prioritas Nasional 1: Memperkokoh Ideologi Pancasila,
Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia
Konstelasi di tengah era global yang sarat dengan berbagai tantangan, pengukuhan Pancasila
mencerminkan jati diri bangsa, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman etika dalam
menentukan setiap kebijakan dan
warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan memengaruhi arah
perkembangan negara.
Sejalan dengan itu, konstitusi juga mengamanatkan pengarusutamaan dan pemajuan hak
asasi manusia pada setiap
penghormatan, pemenuhan, dan penegakan hak setiap individu, terutama tetapi tidak
terbatas pada kelompok rentan, demi pembangunan yang mewujudkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia secara bersama-
menuju masa depan yang lebih baik dan inklusif. Pada pembangunan jangka menengah
nasional tahun 2025-2029, Pemerintah berkomitmen untuk memperkokoh Pancasila sebagai
ideologi negara dengan penguatan
3.1.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 1
Dalam rangka menga.wal keberhasilan proses Memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi,
dan Hak Asasi Manusia, telah dirumuskan sasaran dan indikator pembangunan pada tahun
2025-2029 sebagai berikut.
sr".mn uo-"
No Sasaran dan
Terwujudnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
demokrasi, dan hak asasi manusia
I Indeks Demokrasi Indonesia
2 Indeks Hak
3. 1.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran
arah kebijakan sebagai berikut,
Terwujudnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berlandaskan Pancasila,
demokrasi, dan hak asasi manusia
“Arus globalisasi dan perkembangan teknologi “
informasi yang masif, 61 kepala daerah yang ditetapkan sebagai
“ Memudarnya etika sosial, moral, dan budaya: tersangka kasus korupsi:
. . . Lg. . “ Terdapat 125 permohonan judicial review terhadap
Menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, UU yang disahkan DPR selama periode 2019-2024:
“ Keragaman budaya, suku, agama, dan etnis, £ :
“
“ Penerapan Pancasila di kalangan pejabat masih berdasarkan Laporan Dewan Kehormatan
kurang (sebanyak 45,896): Penyelenggara Pemilu (terdapat 118 putusan
“ Penerapan Pancasila di masyarakat masih kurang selama 2023):
(sebanyak 30,396): “ 729k LSM terkena dampak negatif pada sektor
“ Pancasila belum sepenuhnya diimplementasikan ke keuangan (tahun 2020) akibat COVID-19,
dalam norma dan praktik kehidupan, karakter, dan “ Masih ditemukan kebijakan yang dinilai diskriminatif
jati diri bangsa: berdasarkan pemantauan Komnas Perempuan, baik
. , . di level pusat maupun daerah (305 peraturan
Media massa hanya mendapatkan 2046 dari total diskriminatif per 2021):
anggaran belanja iklan: . .
, . , , , “ Sejak 2020-2023, Komnas HAM telah menerima
“ Penetrasi media konvensional di masyarakat jauh pengaduan dugaan pelanggaran HAM (11.722
berkurang. Tingkat penetrasi televisi selalu di atas pengaduan):
9096, kini tinggal 8696, radio 1396, koran dan majalah 2 nimi an .
hanya 896. Berbanding terbalik dengan media online Minimnya Pendidikan HAM secara berkelanjutan
yang sudah mencapai 70-an4b, serta media sosial bagi penyelenggara negara dan non-penyelenggara
6296: negara,
“ Disrupsi media mengubah pola masyarakat dalam " Indonesia nb bebas perjanjian
mengonsumsi informasi (sebanyak 8996 masyarakat ama internasional tentang na Asasi manusia,
lebih percaya informasi dari televisi): “Pada umumnya, pendekatan pemajuan dan
. . . . penegakan HAM adalah secara nasional dan belum
an KPK sejak bahan 2002 hingga bal 2022 dilaksanakan berdasarkan kekhususan geografis
Alb Lini . Jeena dan . Mi dan demografis setiap provinsi dan/atau
upati/walikota yang terjerat kasus korupsi, kabupaten/kota.
“ Pancasila merupakan ideologi yang dapat menjadi “ Organisasi kemasyarakatan menjadi saluran aspirasi
sumber spiritualitas, pemersatu bangsa, dan keadilan alternatif masyarakat untuk berpartisipasi dalam
sosial, perumusan kebijakan,
“ Pancasila dan wawasan kebangsaan memuat “ Semakin kuatnya hubungan anggota legislatif dan
gagasan, nilai-nilai, dan keyakinan yang menyeluruh konstituen yang didukung platform artikulasi dan
dan sistematis dalam mengatur tingkah laku seluruh partisipasi digital:
masyarakat Indonesia: “ Masyarakat sipil menjadi counterbalance dari
“ Adanya keragaman budaya, suku, agama, dan etnis: institusi demokrasi yang menjaga keseimbangan
1. Pan , ekosistem demokrasi,
“ Koalisi antara Dewan Pers dan civil society yang
semakin menguat untuk mewujudkan praktik “ Adanya berbagai instrumen hukum, seperti Perpres
demokrasi substansial: No.53 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional
PAN IN 0. 0 HAM dan Strategi Nasional HAM yang dapat
“ Optimalisasi dan agresivitas organisasi pers, digunakan untuk mengoptimalisasi
“ Sinergitas akademisi dan praktisi dalam pelaksanaan pengarusutamaan dan pemajuan HAM secara
program pelatihan dan inovasi bagi nasional,
Jurnalis/perusahaan pers: “ Terdapat pedoman penyusunan kebijakan dan
“Nilai kepemimpinan yang berdasarkan Pancasila, regulasi yang dapat membantu mengurangi
demokrasi, dan hak asasi manusia bersumber dan kebijakan diskriminatif serta memastikan kebijakan
berakar pada budaya bangsa: yang disusun memenuhi standar HAM.
3. 1.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 1, akan dilaksanakan berbagai
(1) Penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional diarahkan
untuk memperkuat Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
internalisasi, institusionalisasi, dan aktualisasi Pancasila, serta pengembangan
wawasan kebangsaan bagi penyelenggara negara dan masyarakat. Selain itu, ditopang
pula dengan penguatan kohesivitas sosial melalui pengembangan ekosistem teknologi
informasi berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan peningkatan semangat persatuan,
kesatuan, dan kebangsaan pada generasi muda. Penguatan ideologi Pancasila, wawasan
kebangsaan, dan ketahanan nasional juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas
pemimpin di tingkat pusat hingga daerah yang didukung dengan penyelenggaraan
pendidikan pengkaderan tingkat pusat dan daerah, serta pelatihan untuk pelatih
pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Penguatan ideologi Pancasila,
wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional dicapai melalui (a) penguatan wawasan
ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara negara; (b) pelaksanaan gerakan nasional
KITA BERSAUDARA; dan (c) peningkatan kualitas pemimpin di tingkat pusat hingga
daerah.
(2) Penguatan komunikasi publik dan media diarahkan untuk menciptakan ekosistem
komunikasi, kebebasan pers, dan media massa yang berintegritas, Arah
tersebut ditopang dengan peningkatan kapasitas lembaga, kompetensi, dan etika insan
pers, termasuk penyehatan media arus utama, serta penguatan kelembagaan dan sistem
komunikasi publik nasional, pelaksanaan keterbukaan informasi publik, dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi dan informatika yang
bertalenta digital. Penguatan komunikasi publik dicapai melalui (a) penguatan pers dan
media massa yang Bertanggung Jawab,
(BE.IOS); dan (b) penguatan sistem komunikasi dan kesetaraan masyarakat atas
informasi publik.
(3) Penguatan lembaga demokrasi diarahkan untuk mewujudkan lembaga demokrasi yang
kokoh
kebijakan tersebut ditopang dengan peningkatan
sumber daya manusia lembaga pelaksana dan pengawas pemilu, serta penguatan
lembaga dan proses demokrasi di daerah. Penguatan lembaga demokrasi dicapai melalui
(a) penguatan fungsi legislasi
penyelenggara pemilu,
-LO2-
(4) Penguatan kesetaraan masyarakat sipil diarahkan untuk mewujudkan partisipasi
tersebut ditopang dengan pengu.atan organisasi kemasyarakatan dalam segi regulasi,
kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, dan lingkungan
penguatan kesetaraan akses kelompok rentan pada sektor politik dan penguatan fungsi
kontrol sosial masyarakat dalam pemilihan umum. Penguatan kesetaraan masyarakat
sipil dicapa.i melalui (a)
kemasyarakatan; serta (b) penguatan kesetaraan masyarakat sipil pada sektor politik.
(5) Pengarusutamaan,
mewujudkan regulasi dan kelembagaan berperspektif hak asasi manusia, serta
perlindungan hak asasi manusia terutama tetapi
Arah
perundang-undangan yang
gender; pendidikan hak asasi manusia bagi aktor negara dan nonnegara; pelaksanaan
perlindungan hak asasi manusia; penghapusan praktik diskriminasi; dan penguatan
mekanisme penanganan pengaduan hak asasi manusia pada
kementerian/lembaga/daerah. Pengarusutamaan, pemajuan, dan penegakan hak asasi
manusia dicapai melalui (a) internalisasi hak asasi manusia untuk
penghapusan praktik diskriminasi.
3.1.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Kebutuhan regulasi pada Prioritas Nasional t "Memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi,
dan Hak Asasi Manusia' sebagai berikut.
(l) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun
Penyusunan Revisi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik didorong oleh
berbagai permasalahan dalam implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi
Publik, seperti isu kelembagaan, klasifikasi informasi, hak dan kewajiban pemohon
informasi, serta sanksi hukum. Selain itu, terdapat ambiguitas fungsi Komisi Informasi
Pusat antara peran kuasi yudikatif (penyelesaian sengketa informasi publik) dengan
kuasi eksekutif, yang mengakibatkan banyaknya hambatan dalam penyelesaian
sengketa informasi publik.
(2) Rancangan Undang-Undang tentang
dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan, seperti masih lemahnya pemahaman dan
implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernega.ra, serta meningkatnya perilaku diskriminatif dan intoleransi di tengah
masyarakat. Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia, wajib
diutamakan melalui pengarusutamaan ideologi Pancasila sejak dini, berkesinambungan,
dan dengan pendekatan berbasiskan ramah pengguna.
wawasan ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara negara, anggota legislatif, dan
masyarakat umum.
Kelembagaan eksisting untuk memfasilitasi pelaksanaan Prioritas Nasional I dinilai telah
memadai sehingga tidak ada kerangka kelembagaan yang diusulkan.
3.2 Prioritas Nasional 2: Memantapkan Sistem
Negara dan Mendorong Kemandirian Bangsa
melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Syariah,
Ekonomi
Negara yang kuat adalah negara yang memiliki sistem pertahanan keamanan negara yang
dapat melindungi dan menjamin kedamaian di dalam wilayah negara kesatuan. Sementara
itu, kemandirian bangsa mencerminkan kapabilitas sebuah bangsa untuk berdiri tanpa
bergantung pada negara lain.
[alam
berbagai sektor krusial yang mencakup
kehidupan yang berketranj utan.
Prinsip pertama dari Ekonomi
mewujudkan perekonomian yang berdaulat dan berdaya saing di tingkat global. Prinsip ini
diimplementasikan dengan mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
Sementara itu, era digitalisasi mengharuskan ekonomi digital menjadi akselerasi
peningkatan daya saing. Denga.n sumber daya alam yang melimpah, ekonomi hijau akan
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan
daya dukung dan daya tampung lingkungan; ekonomi biru akan menekankan nilai penting
dari kekayaan kelautan kita.
Dengan mengoptimalkan kesempatan di setiap
Indonesia mempertegas posisinya
pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029 merumuskan
sistem pertahanan keamanan negara dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,
energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi
3.2.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 2
Dalam mendukung proses pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong
kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi
digital, ekonomi
jangka menengah untuk membantu menga.wal keberhasilan pada tahun
berikut.
s"""r.n ut -" IIH
No Sasaran dan Indikator Baselire2o24
Terjaganya kedaulatan negara dan penguatan stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi
pelaksanaan pembangunan
1 Asia Power Index (Mr'l cry
15,7 16 20
65,6 65,7 66,t 2 Asia Power
3 Proporsi Penduduk yang
Merasa Aman Berjalan
Sendirian di Area Tempat
62,8 (2O2Ol 67,5 68,5
4
5 Indeks Keamanan Laut
Nasional
59 60 64
Meningkatnya kemandirian
berkelanjutan dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
6
7 Pertumbuhan PDB Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan (%)
1,30 (2023) 2,2 3,46
Meningkatnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan
dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
8 Indeks Ketahanan Energi 6,64 6,77 6,95
9 Porsi EBT dalam Bauran
Energi Primer (%)bl
Meningkatnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan dengan
pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
l0 Indeks Ketahanan Air Nasional 3,48 (20221 3,50 3,75
23
59,59 59,31 63,54
terhadap air siap minum
perpipaan (%)b)
24
13 Rumah Tangga dengan Akses
Sanitasi Aman (Yo)b)
Terwujudnya perekonomian nasional yang progresif, inklusif, dan berkelanjutan
14 Posisi ekonomi syariah
Indonesia di tingkat global
(peringkat)
3
15 Indonesia Blue
(IBEI)
34,25
16 Indeks Daya Saing Digital di
Tingkat Global (peringkat)
4s l2o23l 43 40
Terwujudnya Transformasi Ekonomi Hijau
17 Indeks Ekonomi Hijau 60,08 (2023) 68,34 77,20
18 Timbulan Sampah Terolah di
Fasilitas Pengolahan Sampah
(%)b)
15 (13 terdaur
24 (16 terdaur
ulang)
38 (20 terdaur
ulang)
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Tareet2025
Gas Rumah
Kumulatif (%)b)
20
Gas Rumah Kaca (GRK)
Tahunan (%)b)
23,48
2L Indeks Pengelolaan
Keanekaragaman Hayati
0,35 (2020) o,44 0,55
22 Indeks Kualitas Lingkungan
Hidup
72,54 (2023}4 76,49 77,20
23 Indeks Kualitas Udarabl 88,67
24
23 Indeks Kualitas lahanbl
26 Indeks Kualitas Air Lautbl 78,84
3.2.2 Arah
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasar:ran pembangunan pada Prioritas Nasional 2,
dilaksanakan arah kebijakan sebagai berikut:
Meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas secara
berkelanjutan dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi dan Air (FEW Nexus)
#
akan bahan pangan (baik untuk pangan, pakan, rentan rawan pangan (Badan Pangan
bioenergi, kesehatan, dan lain-lain): Nasional): Aging farmer (sekitar 7096 petani dan
e Menurunnya Lahan Baku Sawah (LBS), dari 7,46 nelayan berusia »43 tahun)
juta ha tahun 2019 menjadi 7,38 juta ha tahun 2024 e Perlunya penguatan cadangan pangan
(Kementerian ATR/BPN): nasional untuk menghadapi berbagai kondisi,
e Sekitar 89,54Yo lahan pertanian, berstatus kurang e Berfluktuasinya harga pangan antar musim
berkelanjutan (BPS, 2021): dan antar wilayah (Badan Pangan Nasional):
e Terjadinya stagnasi/penurunan produksi dan e Rendahnya kesejahteraan petani/nelayan dan
produktivitas komoditas pangan, diantaranya nilai tambah tenaga kerja sektor pertanian
penurunan produksi padi dari 54,60 juta ton GKG (BPS):
tahun 2019 menjadi 53,98 juta ton GKG tahun 2023 « Menurunnya proporsi petani/nelayan muda
(BPS), produktivitas budidaya ikan «0,6 ton/ha/tahun dan rendahnya adopsi teknologi pertanian
e Relatif tingginya ketergantungan terhadap impor
pangan, diantaranya beras, jagung, kedelai, bawang
putih, daging sapi, susu, gula, dan garam (BPS):
Swasembada pangan
Sasaran 3 Rc:
Meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan dengan
pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
“
(minyak bumi 10,92 tahun, gas bumi 14,57 tahun, dan sangat rendah dibandingkan potensi yang ada
batubara 41,32 tahun). (12,6 GW dari 3.687 GW).
“ Impor migas semakin meningkat selama 5 tahun “ Potensi Bahan Baku Bioethanol yang
terakhir (8 persen/tahun). melimpah (tebu 75 ton/ha/tahun, singkong 30
“ Cadangan Penyangga Energi (CPE) belum tersedia ton/ha/tahun, Jagung 8 ton/ha/tahun).
(BBM 9,64 Juta Barrel, LPG 525,78 Ribu MTon, Minyak “ Kapasitas Pabrik Bioethanol masih minim
Bumi 10,17 Juta Barrel (Perpres 96/2024)). dibandingkan permintaan pasar (63.000
“ Akses Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga kU/tahun dari 119.748 kl/tahun).
masih minim («596 dari Total RT). “ Sektor energi masih menjadi penyumbang
emisi terbesar (4396).
Swasembada energi
Bs
Meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan dengan
pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
“ Kebutuhan Air tahun 2045 diproyeksikan “ Menurunnya kualitas dan kuantitas mata air.
meningkat 319Y6 dari kebutuhan air tahun 2020. “ Rendahnya kinerja BUMD air minum (34,6096
# Kapasitas Tampung per Kapita Indonesia BUMD berkinerja tidak sehat).
berada di bawah negara-negara dengan “ Hanya 254 kabupaten/kota yang memiliki
varibilitas musim yang serupa. operator layanan air limbah domestik.
s Kapasitas idle SPAM dan NRW masih tinggi. “ Hanya 10,2146 (2023)rumah tangga di
“ 8096 dari air yang digunakan masyarakat akan Indonesia yang memiliki akses sanitasi aman.
menjadi air limbah domestik. “ Masih ada 203 kabupaten/kota yang belum
“ Terdapat hutan dan lahan kritis seluas 12,7 juta memiliki instalasi pengolahan air limbah
ha. domestik (IPLT atau IPAL).
Swasembada air
Terwujudnya perekonomian nasional yang progresif, inklusif, dan berkelanjutan
Ekonomi Syariah Ekonomi Digital
“ Belum optimalnya pemanfaatan potensi e Tingkat adopsi digital di
pasar ekonomi syariah global yang besar optimal, dan tingkat maturitas digital yang masih
(Indonesia baru mencapai peringkat terbatas
ketiga pada Global Islamic Economy . .. . .
Indicator (GIEI) 2023/2024) e Masih rendahnya akselerasi inovasi teknologi baru
| 1 untuk meningkatkan daya saing nasional
— 5 T AT e
halal Indonesia ke negara OKI (baru digital
mencapai sekitar 3,896 dari total impor g
produk halal negara-negara OKI) e Tingkat literasi digital di Indonesia paling rendah se-
- Masih terbatasnya UMKM yang Panen (Indonesia 6296 di bawah rata-rata ASEAN
produknya tersertifikasi halal (baru | K . . .
sekitar 0,296 dari total UMKM pada tahun e
2022) SDM lokal belum sesuai dengan kebutuhan industri
“ Terbatasnya kapasitas keuangan syariah
Indonesia (size aset keuangan syariah Ekonomi Biru
global, Tan ma "ket share er adap s Rata-rata nilai efektivitas pengelolaan kawasan
keuangan nasional baru sekitar 1296 pada konservasi perairan sebesar 49,56
tahun 2023). ?
. Masih bel timal lol “ Produksi garam masih rendah dan pemenuhan
asi um optima'nya penge o aan konsumsi garam nasional masih dipenuhi melalui impor
dan pemanfaatan dana sosial syariah l | . ni
(zakat, infag, sedekah, wakaf) dengan “ Belum terintegrasinya riset maritim dengan
database yang belum terintegrasi. kebutuhan dunia industri
“ Ekonomi syariah “ Pengembangan ekonomi biru sebagai sumber
“ Ekonomi digital pertumbuhan baru
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 2, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan
(1) Pembangunan postur pertahanan dalam rangka meningkatkan kemampuan multi
domain untuk melindungi kedaulatan negara, keselamatan bangsa, dan kepentingan
nasional, serta menjaga stabilitas kawasan dari segala bentuk ancaman dan gangguan
dilaksanakan melalui (a) melanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan
konsep
kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, (b) meningkatkan kekuatan Tentara
Nasional Indonesia di daerah perbatasan dan pulau terluar, (c)
teknologi informasi telekomunikasi dan memperkuat kapabilitas badan pertahanan
siber, (d) peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, dan (e) meningkatkan
kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan melalui pemeliharaan dan
industri pertahanan yang
(a) mempercepa.t peningkatan kemampuan industri
kebutuhan alat utama sistem
Republik Indonesia, (b) meningkatkan komitmen untuk menggunakan produk-produk
industri strategis nasional dan mendayagunakan sebesar mungkin kapasitas industri
strategis
penerapan skema srynd. to
(3) Komponen cadangan dan komponen pendukung dalam rangka mendukung ketahanan
dan kemandirian bangsa dilaksanakan melalui (a) penguatan konsep dan praktik
wawasan nusantara bagi seluruh rakyat Indonesia dan memperkuat komponen
cadangan, serta (b) pembinaan komponen pendukung untuk penguatan pertahanan
negara,
(4) Penguatan
tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan keselamatan
bangsa baik dari dalam maupun luar negeri serta pencegahan ekstremisme berbasis
ideologi dan kekerasan yang mengarah pada terorisme diLaksanakan melalui (a)
melakukan sinergi pendekatan sejarah, budaya, kearifan lokal, dan sosial ekonomi, serta
paham kebhinekaan di daerah-daerah yang rawan konflik serta rentan isu separatisme;
(b) penguatan kapabilitas penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan keamanan
dalam negeri; (c) koordinasi sinergi
pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme; (d) penguatan kontra radikalisasi; (e)
penguatan deradikalisasi terorisme; serta (0 penguatan pusat analisis dan pengendalian
krisis,
(5) Keamanan siber, sandi, dan sinyal dalam rangka penguatan tata kelola, identifikasi,
proteksi, deteksi, respons, dan recovery
teknologi informasi telekomunikasi; (b) pengembangan sumber daya manusia,
peningkatan profesionalisme, dan kesejahteraan sumber daya manusia keamanan siber,
sandi, dan sinyal; (c) penguatan kelembagaan keamanan siber, sandi, dan sinyal; serta
(dl operasi keamanan siber, sandi, dan sinyal strategis.
(6) Penguatan keamanan laut dan hidro-oseanografi dalam rangka penguatan
dan penegakan hukum di laut serta penyediaan
pelayaran dilaksanakan melalui (a) memperkuat strategi diplomasi maritim untuk
meneguhkan kedaulatan dan meningkatkan keamanan di seluruh
Kesatuan Republik Indonesia; (b) penguatan kapabilitas lembaga keamanan laut; (c)
kolaborasi pengawasan dan pemeliharaan keamanan, keselamatan, dan penegakan
hukum di wilayah yurisdiksi laut Indonesia, Alur Laut Kepul,auan Indonesia, dan choke
point,
laut;
prasarana penyelenggaraan hidro-oseanografi.
(7) Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka menciptakan kondisi
bebas dari bahaya, ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat
dilaksanakan melalui (a) melakukan
sosial dan pengamanan objek vital, dan (b) melakukan peningkatan efektivitas
penyelesaian tindak pidana.
keamanan dan ketertiban masyarakat dilaksanakan melalui (a) melakukan peningkatan
kesiapan peralatan material khusus dan sarana prasarana Kepolisian Negara Republik
Indonesia, (b) melakukan peningkatan kualitas dan digitalisasi layanan kepolisian, (c)
melakukan peningkatan jumlah dan proporsi polisi wanita, serta (d) peningkatan
kualitas dan kuantitas pendidikan dan pelatihan anggota Kepolisian Negara Republik
Indonesia.
(9) Diplomasi asta cita dan diplomasi ekonomi menjadi landasan dalam pemeliharaan
hubungan
melalui serangkaian intervensi
perjanjian batas maritim dan darat Indonesia dengan negara tetangga dan tetap
mengedepankan prinsip kedaulatan dan kesejahteraan rakyat dalam skema good
neQhbor
fora dan organisasi
diaspora Indonesia. Peran aktif Indonesia di tingkat global di antaranya dilakukan
dengan mendorong penjagaan perdamaian dunia, menjunjung hak untuk menentukan
nasib sendiri
Palestina; (c)
diplomasi ekonomi; (e) kerja sama internasional tentang
pergerakan
Economic Co-operation and Development.
(10) Swasembada pangan menopang ketahanan nasional dan kemandirian bangsa, melalui
pengembangan
sehat dan bergizi, inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, dan tangguh, dengan pendekatan
nexus pangan, energi, dan air. Swasembada pangan diarahkan untuk (a) memperkuat
ketersediaan bahan pangan terutama dari produksi dalam negeri melalui Pengembangan
dan penguatan sentra-sentra produksi pangan, wanatani
tambak, dan penguatan input dan sarana prasarana pendukung produksi; (bl
peningkatan pengelolaan distribusi pangan dan penguatan Badan Urusan
menjamin aksesibilitas pangan bagi seluruh rakyat agar dapat hidup secara sehat, aktif,
dan produktif; (d) mendorong pemanfaatan dan konsumsi pangan secara beragam,
bergizi seimbang,
pembudidaya ikan/petani hutan; serta (0 pembangunan sistem budi daya pertanian dan
perikanan berkelanjutan melalui pendekatan nature-based.
dan yurisdiksi berkelanjutan, termasuk pertanian organik dan pertanian regeneratif.
Beberapa intervensi kebijakan swasembada pangan, terutama (a) pengembangan
kawasan sentra produksi pangan/lumbung pangan secara berkeLanjutan, termasuk di
Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua,
Papua Selatan, dan daerah/kawasan lain yang berpotensi; (b) penguatan cadangan
pangan; (c) pengembangan pangan akuatik (blue
serta pangan nabati; (d) penganekaragaman konsumsi pangan; (e) pengendalian penyakit
asal hewan, ikan, tumbuhan, serta penjaminan mutu dan keamanan pangan; (0
pengembangan kelembagaan ekonomi, regenerasi sumber daya manusia pertanian dan
perikanan, riset, inovasi, modernisasi, digitalisasi dan bantuan langsung yang adaptif
dan inklusif; (i) penguatan produksi komoditas pertanian berorientasi
(i) pengembangan sistem budi daya pertanian berkelanjutan.
yaitu dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional. Upaya mewujudkan
swasembada energi dilaksanakan melalui reformasi subsidi,
minyak bumi dan gas, akselerasi pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan
termasuk nuklir, dekarbonisasi industri melalui penggunaan energi terbarukan, dan
intensifikasi biofuel.
kebijakan dan strategi pelaksanaan akan dilakukan melalui (a) peningkatan penyediaan
energi, (b) perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi, serta (c) penguatan
implementasi transisi energi berkeadilan.
(12) Swasembada air menjadi salah satu penerapan pendekatan Food, Energi, Water Nexus
dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa terkait pemenuhan kebutuhan air
berkelanjutan, Upa.ya mewujudkan swasembada air dilaksanakan secara terintegrasi
dari hulu ke hilir dengan konsep source to sea melalui
konservasi dan pengelolaan air tanah; konservasi daerah tangkapan air melalui
rehabilitasi hutan dan lahan; pembangunan dan pengelolaan
pemanfaatan pertanian, peternakan, air minum, dan energi terbarukan; penyediaan
pasokan air berkelanjutan sebagai tumpuan pengembangan lumbung pangan dan
pertumbuhan sektor produktif mel,alui penerapan sr,d,ri
water
kondisi defisit/kritis/tertekan; tindak lanjut pemanfaatan air baku dan irigasi dari
bendungan terbangun; pengelolaan risiko daya rusak air yang berorientasi pada
kesiapan dan ketahanan bencana melalui integrasi pendekatan struktural dan non-
struktural (seperti solusi berbasis alam),
giant sea
dengan rencana pengembangan kawasan; serta penyediaan layanan air minum dan
sanitasi (air limbah domestik) aman bagi masyarakat. Upaya
dengan transformasi tata kelola yang mencakup perencanaan yang terpadu,
fungsi dan kelembagaan regulator, pengelolaan aset yang terintegrasi, penetapan dan
penerapan tarif/retribusi yang adil dan transparan, operasionalisasi yang efisien, serta
penyusunan peraturan perundang-undangan dan enabling
peningkatan nilai kawasan
Minum, dan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman, dengan
memperhatikan aspek teknis, kelemb^g an, regulasi dan kebijakan, pendanaan dan
pembiayaan, serta masyarakat. Dalam rangka mencapa.i swasembada air tersebut
beberapa arah kebijakan dan strategi pelaksanaan yaitu (a) pembangunan dan
pengelolaan tampungan air, (b) penyediaan pasokan air berkelanjutan, (c) pengelolaan
risiko daya rusak air, (d) konservasi sumber daya air, (e) pengembangan sistem
penyediaan air minum terintegrasi hulu ke hilir, (f) penyediaan dan
aman, berkelanjutan, dan berketahanan iklim berbasis Citi-WAe bl,;lttsiue Sanitation, l$
penguatan tata kelola penyelenggaraan air minum dan sanitasi yang berorientasi pada
keberlanjutan, (h) penguatan peran masyarakat dan ekosistem air minum dan sanitasi
berbasis inovasi dan kolaborasi, serta (i) pengembangan terpadu pesisir utara Jawa,
(13) Penguatan ekonomi syariah dilakukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah
global dan domestik dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi
syariah dunia. Penguatan industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah halal
untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk halal dilakukan melalui
penguatan halal
pengembangan pa.riwisata untuk mengoptimalkan potensi jumlah kunjungan wisatawan
muslim domestik dan mancanegara. Untuk penguatan industri halal, arah kebijakannya
diselaraskan dengan strategi pengembangan industri halal nasional yang termuat dalam
Master Plan Industri Halal Indonesia 2023-2029, Selanjutnya, penguatan ekspor halal
dan kerja sama ekonomi syariah internasional bertujuan untuk meningkatkan ekspor
halal berdaya saing global dan dilakukan melalui penguatan
halal global serta kerja sama dengan berbagai
denga.n negara-negara anggota Organisasi
halal gu.na mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, penguatan ekosistem halal
dilakukan melalui akselerasi fasilitasi sertifikasi halal, penguatan lembaga dan sumber
daya manusia pendukung ekosistem halal, pengembangan
penguatan kemitraan ekosistem halal, pengembangan riset pendukung ekosistem halal
dan penghitungan Pendapa.tan Domestik Bruto Syariah. Untuk meningkatkan peran dan
kapasitas keuangan syariah dalam pembiayaan pembangunan, penguatan keuangan
syariah dilakukan melalui
ekosistem kegiatan usaha bullion dan
instrumen baru yang menonjolkan keunikan prinsip syariah; penguatan pasar modal
syariah dengan inovasi pengembangan instrumen untuk pembiayaan pembangunan
berkelanjutan (hijau dan biru); dan penguatan industri keuangan non-bank syariah,
dengan pengembanga.n asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, modal ventura,
finansial teknologi,
(seperti pegadaian syariah dan skema syariah lainnya). Untuk mendukung perlindungan
dan wakaf) dilakukan melalui akselerasi bauran zakat, infaq, sedekah, dan wakaf, serta
keuanga.n syariah, salah satunya dengan
skema bisnis bank wakaf
dan wakaf. Keseluruhan upaya penguatan ekonomi syariah di atas didukung oleh
penguatan regulasi dan
pengelolaan data, penyediaan insentif serta penguatan dukungan
syariah baik dari badan usaha milik negara dan swasta nasional, Dengan demikian,
penguatan ekonomi syariah dilaksanakan melalui penguatan (a) industri halal dan
usaha mikro, kecil, dan menengah halal; (b) ekspor halal dan kerja sama ekonomi syariah
internasional; (c) ekosistem halal; (d) keuangan syariah; dan (e) dana sosial syariah.
(14) Ekonomi digital yang merupakan salah satu pilar transformasi digital diharapkan akan
memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini untuk
mendorong transformasi di
dan layanan digital serta meningkatkan pengembangan ekosistem ekonomi digital.
Adapun pertumbuhan kontribusi ekonomi digital ini tetap akan didukung oleh
peningkatan dan distribusi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang
semakin luas serta adopsi digital di berbagai sektor secara optimal yang dilaksanakan
melalui kebijakan, yaitu (a) penguatan faktor pendukung ekonomi
penguatan ekonomi dan industri digital serta
(15) Ekosistem ekonomi sirkular mendorong transisi penerapan ekonomi linear ke sirkular,
yang meningkatkan
sumber daya maupun usia pakai produk, serta memaksimalkan potensi daur ulang dan
pemulihan sumber daya yang diselaraskan dengan Peta Jalan dan Rencana Aksi
sirkular, yaitu pangan, tekstil, konstruksi, elektronik, dan retail (fokus pada kemasan
plastik). Pada ekonomi sirkular sektor pangan, pengelolaan susut dan sisa pangan (food
pemanfaatan limbah pertanian menjadi
dengan menargetkan adanya
prioritas, yakni (a) penerapan
pengelolaan susut dan sisa pangan, (c) pengembangan produk ramah lingkungan, dan
(d) penguatan ekosistem daur ulang.
(16) Pengelolaan keanekaragaman hayati ekosistem, spesies, dan genetik merupakan upaya
yang dilakukan untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati,
mengoptimalkan pemanfaatan berkelanjutan, dan memperkuat tata kelola
keanekaragaman hayati yang diselaraskan dengan Indonesian Biodiversity
Action Plan 2025-2045. Kegiatan konservasi keanekaragaman hayati tidak hanya
dilakukan pada kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan kawasan
konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, namun juga area
preservasi. Potensi pengembangan area preservasi di Indonesia sangat besar, termasuk
pada kawasan bentang alam
upaya pelestarian keanekaragaman ekosistem. Pengembangan area preservasi dapat
diwujudkan melalui penguatan tata kelola kelembagaan, optimalisasi pendanaan, serta
penyusunan rencana aksi yang terintegrasi. Selain itu, potensi pemanfaatan
keanekaragaman hayati juga masih perlu didorong dengan menerapkan prinsip-prinsip
berkelanjutan melalui pengembangan bioekonomi dan bioprospeksi. Rencana dan
strategi yang dapat mendukung arah
tersebut dalam lima tahun ke depan diwujudkan melalui (a) perlindungan dan
pengelolaan ekosistem
pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota perairan; (c)
penguatan tata kelola keanekaragaman hayati; (d) pemanfaatan sumber daya hayati dan
jasa ekosistem berkelanjutan mendukung bioekonomi;
bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses dan pembagian keuntungan
sumber daya genetik.
(17) Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan tata ruang dilakukan untuk memastikan
kebijakan ini dilaksanakan melalui (a) peningkatan pengelol,aan kualitas air di sungai
dan danau; (b) peningkatan pengelolaan kualitas udara di kabupaten/kota; (c)
peningkatan pengelolaan kualitas dan kesehatan air laut; (d) peningkatan kualitas lahan;
(e) peningkatan kualitas ekosistem gambut; (f) pengelolaan bahan berbahaya dan
beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, dan limbah radioaktif; (g) penguatan
kelembagaan, pengendalian, penertiban dan penegakan hukum lingkungan hidup serta
kehutanan dan penataan ruang; serta (h) penguatan instrumen pencegahan dampak
lingkungan hidup.
(18) Reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir, yang mencakup seluruh
rantai layanan (pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan
peraturan, dilakukan dengan menjadikan sampah sebagai arus utama di berbagai
serta dengan memastikan tersedianya seluruh norma, standar, prosedur, dan kriteria
yang dibutuhkan dan dijalankan dengan koherensi dan konsisten dari mulai tahap
perencanaan sampa.i dengan operasional dan pemeliharaan serta penguatan
aset. Pengelolaan sampah harus menjadi standar pelayanan minimal yang didukung
dengan
keuangan daerah, serta komitmen kepala daerah, diawali dengan penyusunan Rencana
Induk Pengelolaan Sampah yang komprehensif dan layak secara firrensiallfinanciallg
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan penetapan standar tipping fee.
Reformasi dilakukan sejak hulu yaitu melalui perubahan perilaku seluruh penghasil
sampa.h menuju budaya literasi sampah yang diawali dari pemicuan, pemilahan, dan
pengurangan sampah yang harus konsisten dan terintegrasi dengan sistem
pengumpulan dan pengangkutan yang terpilah, dan
teknologi tepat guna sesuai kondisi masing-masing daerah. Penerapan reformasi tata
kelola persampahan harus menjadi indikator kunci
dan operator,
dan optimal. Reformasi juga dilakukan melalui penyediaan insentif dan disinsentif
berbasis kinerja serta pendanaan inovatif, baik bagi pemerintah daerah maupun pelaku
l,ainnya. Penguatan kinerja kepala daerah dan perangkatnya juga perlu diatur, dibina,
dan diawasi oleh pemerintah provinsi. Polluter
penerapan retribusi persampahan yang berkeadilan. Selain itu, biaya pengelolaan
sampah juga bisa dimasukkan sebagai tambahan komponen pada Pajak Bumi dan
Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Pemastian kelengkapan regulasi dan norma, standar, prosedur, dan kriteria untuk batas
aman kesehatan dan lingkungan diperlukan untuk seluruh upaya pengelol,aan sampah.
Pengelolaan aset juga akan dilakukan, baik pada proses pengadaan barang, transfer,
serta penataan aset di pusat dan daerah. Agar reformasi tersebut
diperlukan koherensi
pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Tim Koordinasi Nasional dan Kelompok
pusat dan daerah. Selain itu, di hilir dilakukan optimalisasi pengolahan sampah berupa
penyediaan dan revitalisasi sarana prasarana (Tempat Pengolahan Sampah
Reuse,
tepat guna (komposting, maggot/ black soldier Jlg, refuse dcnued. fuel" waste ta
pirolisis, dan lain-lain), dan pengintegrasian sektor informal; optimalisasi Tempat
sistem pengelolaan lindi dan gas metana, konservasi tempat pemrosesan akhir dengan
landfill mining serta
hanya residu masuk ke tempat pemrosesan akhir/lahan urug residu yang menerapkan
sistem
perairan, sarana dan prasarana penanganan sampah perairan yang terintegrasi dengan
sistem pengelol,aan persampahan land-based. di daerah akan ditingkatkan. Reformasi
pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir tersebut akan dilakukan melalui arah
peningkatan pengumpulan dan
(19) Pembangunan rendah karbon diupa.yakan dalam kerangka kontribusi Indonesia
terhadap penurunan emisi gas rumah kaca guna menekan laju kenaikan suhu secara
global
pembangunan rendah karbon terus diperkuat untuk dapat menurunkan emisi dan
intensitas emisi gas rumah kaca melalui beberapa
gas rumah kaca dari sektor energi; (b) penurunan emisi ga.s rumah kaca sektor berbasis
lahan; (c) peningkatan cadangan karbon di ekosistem karbon biru; (d) peningkatan upaya
dekarbonisasi industri; (e) pengu.atan aksi penurunan emisi ga.s rumah kaca di sektor
pengelolaan limbah; dan (0 penguatan tata kelola dan faktor pendukung pencapaian
target penurunan emisi ga.s rumah kaca serta nilai ekonomi karbon.
(20) Pekerjaan hijat/ green jobs didorong untuk penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan
ekonomi yang sekaligus berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan,
energi dan sumber daya alam, serta
dan praktik industri yang ramah lingkungan. Pekerjaan
untuk memenuhi kriteria
serta pelindungan dan pemenuhan hak-hak
kerja hijau untuk
berkualitas sangat penting diwujudkan untuk mendukung keberhasilan implementasi
ekonomi hijau, termasuk visi net
yang berkeadilan. Penciptaan
pengembangan ekosistem pekerjaan
kompetensi tenaga kerja
(21)
hutan yang sangat besar
serta ketahanan pangan dan energi. Namun demikian, hingga saat ini potensi tersebut
belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, perlu transformasi
meLalui pengelolaan hutan lestari yang meliputi (a) peningkatan produktivitas hutan, (b)
pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri, (c) penguatan pengelolaan
hutan lestari, (d) penguatan prakondisi pengelolaan hutan lestari, (e) peningkatan fungsi
sosial kawasan hutan, dan (fl perlindungan dan pengamanan hutan.
(22) Pengembangan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru diarahkan untuk
meningkatkan peran strategis kluster kemaritiman dan kelautan dalam transformasi
ekonomi secara berkelanjutan melalui (a) peningkatan produktivitas dan nilai tambah di
sektor perikanan tangkap dan akuakultur, pengelolaan pelabuhan perikanan
berwawasan lingkungan
akuakultur,
dan udang; (b) penguatan industri
yang berfokus pada pengembangan produk pangan, energi, dan farmasi yang bernilai
tambah dan berteknologi tinggi; (c) penguatan industri transportasi dan logistik maritim
manusia, investasi, dan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat; sekaligus (e)
mempromosikan
pengembangan
pengelolaan konservasi dan jasa ekosistem. Upa.ya peningkatan produktivitas dan nilai
tambah ekonomi biru tersebut membutuhkan tata kelola yang lebih baik meliputi:
infrastruktur yang berkualitas, dan pembiayaan yang berkelanjutan. Selain itu, akan
sumber daya laut
inventarisasi potensi
pesisir yang harmonis, penangkapa.n ikan terukur, dan peningkatan efektivitas
pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan. Pengembangan ekonomi biru yang
berkelanjutan, secara garis besar mencakup (a) penguatan tata kelola ekonomi biru; (b)
peningkatan pengelolaan
produktivitas perikanan yang terintegrasi, modern dan berkelanjutan; (d) pengembangan
industri garam dan produk olahan hasil laut; (e) penguatan industri transportasi laut; (0
pengembangan pariwisata bahari dan danau; dan (g) pengembangan
dan
Selain intervensi yang telah
penekanan dan memiliki daya ungkit tinggi. Dalam
Prioritas Nasional 2 didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat: Mencetak dan
meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan
nasional. Implementasi Program Hasil Terbaik Cepat dilakukan melalui beberapa Kegiatan
Prioritas yaitu: Pengembangan Kawasan
Kalimantan Tengah, Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/Lumbung Pangan
Sumatera Selatan, Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/Lumbung Pangan
Papua Selatan, dan Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/Lumbung Pangan
Lainnya.
(l) Mencetak dan Meningkatkan Produktivitas Lahan Pertanian dan Lumbung Pangan Desa,
Daerah, dan Nasional
Permasalahan dan tantangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang
Pangan, negara diamanatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi setiap individu agar
dapat hidup secara sehat, aktif, dan produktif. Pemenuhan kebutuhan pangan diutamakan
berasal dari produksi dalam negeri. Kebutuhan bahan pangan semakin meningkat, baik
jumlah, kualitas, ragam, dan jenis
dalam negeri menghadapi beberapa tantangan, antara lain: (a) menurunnya kuantitas,
kualitas, dan kapasitas faktor produksi pangan, terutama lahan dan air; (b) semakin tinggi
dampak negatif dan tidak menentunya perubahan iklim; (c) rendahnya skala usaha tani; (d)
relatif terbatasnya dukungan dan ketersediaan infrastruktur wilayah di pedesaan dan
pertanian; serta (e) masih terdapatnya potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk
pangan secara berkelanj utan.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam membangun kemandirian bangsa melalui
swasembada pangan, intervensi ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi
pangan dalam negeri, denga.n membangun kawasan sentra produksi/lumbung pangan,
terutama di daerah-daerah yang mempunyai potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk
memproduksi pangan
intensifikasi maupun
diarahkan untuk meningkatkan intensitas pertanaman dan produktivitas komoditas pangan.
Sedangkan, strategi ekstensifikasi diarahkan untuk menambah lahan pangan baru, dengan
memperhatikan
ekonomi, dan lingkungan hidup setempat secara berkelanjutan.
setara padi 20 juta ton gabah kering giling atau setara 10 juta ton beras, yang diperkirakan
memerlukan penambahan luas panen sekitar 4 juta ha setara luas sawah. Adapun
intervensi dari mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan lumbung
pangan desa, daerah, dan nasional termuat dalam
3.2.4
Prioritas Nasional 2 Memantapkan Sistem Pertahanan Keamanan Negara dan Mendorong
Kemandirian Bangsa melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Syariah, Ekonomi
Digital, Ekonomi
Nasional 2
(1) Rancangan Undang-Undang tentang KeamarEn dan Ketahanan Siber
Penyusunan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber didasari oleh
salah satu cerminan dinamika ancaman keamanan nasional yaitu peningkatan jumlah
serangan siber berbentuk
siber di segala aktivitas saat ini dapat berpotensi buruk jika disalahgunakan oleh aktor
Siber ini akan mengisi kekosongan hukum terhadap kebutuhan pengaturan terkait
pembangunan dan penjaminan sistem keamanan dan ketahanan siber di Indonesia yang
saat ini masih bersifat sektoral.
(2) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun
Revisi Undang-undang akan mendukung penyelenggaraan Diplomasi Total dengan
semakin memperkuat mekanisme pembuatan perjanjian internasional ('IYeatg Making
kementerian/lembaga teknis terkait dalam proses pembuatan suatu perjanjian
internasional, misalnya dengan adanya kejelasan kriteria
perlu disahkan mel,alui undang-undang, diharapkan suatu
dapat memberikan manfaat yang riil dan jangka panjang di tengah masyarakat,
termasuk dalam mendukung investasi.
(3) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan
2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan
Perubahan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan diperlukan untuk
pangan. Hal ini gu.na menguatkan dan mengembangkan
penyuluhan yang terkoordinasi dari pusat sampai daerah.
mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian dengan
penguatan kelembagaan penyuluhan.
Selain itu, kerangka kelembagaan yang didesain untuk mendukung ketercapaian sasaran-
sasaran dalam Prioritas Nasional 2 dijabarkan sebagai berikut:
(1) Pembentukan Badan Regulator Air Minum dan Sanitasi
Pembentukan Badan Regulator Air Minum dan Sanitasi memperkuat fungsi pengaturan,
sekaligus menjadi
dan
independensi operasional serta finansial untuk memastikan ketersediaan air yang
berkeadilan dan
terpadu dari hulu ke hilir mulai dari penyediaan air baku, penyediaan dan distribusi air
minum, hingga pengolahan air limbah domestik. Badan ini memiliki peran utama yaitu:
(1) penilaian kinerja layanan melalui sistem
tarif dan retribusi berbasis prinsip keadilan,
dan keterjangkauan; (3) pemantauan terhadap standar kuantitas dan kualitas layanan;
serta (4)
Untuk mendukung peningkatan layanan, badan ini juga menjalankan mekanisme
insentif dan disinsentif yang diharapkan dapat memacu kinerja operator, efisiensi biaya,
dan optimalisasi sumber daya. Dengan langkah ini, mutu penyelenggaraan layanan air
minum dan sanitasi bagi masyarakat diharapkan terus meningkat dan memberikan
manfaat nyata bagi kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penataan ini bertujuan untuk menciptakan pembagian peran dan tanggung jawab yang
lebih jelas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam
penyelenggaraan layanan air limbah domestik. Pertama, kerangka kelembagaan ini
bertujuan untuk memperkuat peran pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan
pemerintah pusat dalam penyelenggaraan layanan air limbah domestik. Provinsi akan
menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan kinerja layanan di tingkat
kabupaten/ kota sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Provinsi juga diberikan
kewenangan lebih untuk ikut serta dalam menyediakan layanan air limbah domestik
pada kabupaten/kotanya yang kesulitan dalam penyediaan Layanan air limbah
domestik. Kedua, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, fungsi operasional akan
didelegasikan kepada institusi di tingkat
Daerah, Badan Layanan Umum Daerah, Badan Usaha Milik Daerah, atau Perusahaan
Daerah Air Minum. Institusi-institusi ini diharapkan dapat fokus menyediakan layanan
secara lebih
penataan ini juga mencakup upaya untuk menutup gap fungsi serta penegakan reguLasi
yang
tarif/retribusi, pengawasan terhadap kualitas layanan, serta pengawasan terhadap baku
mutu air limbah domestik.
(3) Penataan Kelembagaan Pengelolaan Sampah di Tingkat Pusat dan Daerah sesuai dengan
Rumah Tangga
Tata kelola persampa.han telah diatur dalam Undang-Undang Nomor
tentang Pengelolaan Sampah. Pemerintah bertugas menjamin terselenggaranya
pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Lebih lanjut, pengaturan
Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
Sampah Rumah Tangga. Dalam rangka mendukung tata kelola persampahan yang
kelembagaan di tingkat pusat dan daerah, Penataan kelembagaan ini lebih lanjut akan
diatur pada Peraturan
Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
(4) Pembentukan Kelembagaan Operator Layanan Persampahan yang Terpisah dari
Regulator
Saat ini, baru terdapat 3 dari 38 pemerintah provinsi dan 3 dari 514 pemerintah
kabupaten/kota yang mempunyai Badan Layanan Umum Daerah Persampahan. lebih
lanjut, operator layanan swasta dan berbasis masyarakat yang berupa kelompok
swadaya masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa masih terbatas
kualitas. Pembinaan dan pengawasan terhadap berbagai jenis operator tersebut juga
masih belum optimal, termasuk pendataan, registrasi, dan sistem perizinan operasi.
Selain itu, potensi kerja sama antarpemerintah daerah, antara
dengan swasta, ataupun antara Badan Layanan Umum Daerah dengan swasta juga
belum digali sehingga ke depan diperlukan penguatan
operator dan kerja sama dalam layanan persampa.han. Keberadaan unit khusus
(operator) layanan persampahan dan
Undang-undang Nomor 18 Tahun
Presiden tentang Transformasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
-t20-
Sampah Rumah Tangga. Standar Kompetensi Kinerja Nasional Indonesia, Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia, berikut Peta Okupasi perlu untuk dilegalkan sehingga
pembinaan dan pengembangan standar kompetensi untuk sumber daya manusia
persampahan dapat diimplementasikan.
(5) Penataan dan Pengelolaan
Penataan dan pengelolaan aset diperlukan untuk melindungi jaminan kepemilikan dan
pengelolaan aset sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
mengatur mengenai sektor persampahan dan tata kelola aset.
dan pengelolaan aset ini juga diatur pada Peraturan Presiden tentang Transformasi
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
(6) Pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf
Dalam rangka implementasi amanat asta cita terkait
diperlukan pembentukan lembaga pembiayaan pembangunan berbasis
special
dalam negeri dan memaksimalkan potensi penarikan dana wakaf global ke dalam negeri.
(7) Penguatan Kelembagaan Pangan, termasuk Tata Kelola
Perbenihan, Pemuliaan Tanaman, dan Penyuluhan
Pangan merupa.kan salah satu kebutuhan dasar rakyat dan salah satu unsur penting
ketahanan nasional. Untuk melaksanakan dan mencapai swasembada pangan,
diperlukan penguatan dan perbaikan kelembagaan pangan secara terpadu, dari hulu
sampa.i hilir. Penguatan kelembagaan dan tata kelola tersebut mencakup, antara lain
namun tidak terbatas pada
produksi pangan (benih, pupuk, dan
aspek perbenihan dan pemuliaan tanaman, aspek penyuluhan, aspek konsumsi pangan
dan gizi, serta aspek pendukung penting lainnya. Penguatan tata kelola institusi-institusi
terkait benih diperlukan untuk mendorong aktivitas inovasi dan penelitian dalam
mendukung pengadaan benih unggul dan teknik budidaya, serta pengendalian hama
terpadu melalui pemanfaatan pestisida nabati dan bio.
dan Lapangan Kerja yang
Berkualitas, Mendorong Kewirausahaan, Mengembangkan
Industri Kreatif serta Mengembangkan Agromaritim
di Sentra Produksi melalui Peran Aktif
Pembangunan infrastruktur berkualitas, berkeadilan, berketahanan, dan berkelanjutan
dengan memanfaatkan teknologi digital diarahkan untuk mendukung terwujudnya prioritas
nasional, program prioritas, dan program hasil terbaik cepat, terutama makan bergizi gratis,
swasembada pangan, swasembada air, swasembada energi, hilirisasi komoditas, dan
transformasi digital. Pembangunan infrastruktur, pengembangan industri kreatif, dan
industri agromaritim bertujuan mendukung pemenuhan pelayanan dasar untuk
meningkatkan mutu sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan
pengurangan kemiskinan. Selain itu, pembangunan juga diarahkan untuk mendukung
penciptaan
sepenuhnya usaha kecil, menenga.h, dan koperasi.
Pembangunan infrastruktur akan mengoptimalkan ketersediaan aset (stok
yang terbangun untuk meningkatkan akses; menurunkan biaya produksi, biaya transportasi
dan biaya logistik; menguatkan konektivitas dan rantai nilai komoditas; serta
mengembangkan ekonomi
infrastruktur akan mencakup penyediaan air, pembangunan rumah dan
permukiman, pengelolaan sanitasi dan persampahan, pembangunan jaringan transportasi,
serta penyediaan listrik dan penguatan transformasi digital.
maupun ketenagalistrikan dengan pengembangan industri kreatif diarahkan untuk memberi
ruang yang luas bagi pengembangan kewirausahaan generasi muda, peningkatan inovasi dan
perluasan kesempatan pekerjaan bagi banyak orang, serta pengembangan dan peningkatan
ekosistem digital. Dengan keunikan budaya dan kekayaan sumber daya lokal,
pengembangan industri kreatif melalui pembangunan pariwisata yang berkualitas dan
berkelanjutan serta penguatan ekosistem ekonomi
Sejalan dengan hal tersebut, pembangunan infrastruktur terpadu dilakukan dengan
memperhatikan pendekatan solusi berbasis alam untuk mengurangi risiko bencana dan
perubahan iklim, sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, dalam lima tahun ke depan (2025-20291, pemerintah berkomitmen untuk
melanjutkan pengembanga.n infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang
berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta
mengembangkan agro-maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi.
Keseluruhan upaya tersebut dapa.t didukung oleh peningkatan peran sektor jasa keuangan
sebagai sumber pembiayaan bagi pembangunan.
3.3.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 3
Untuk mengawal keberhasilan proses pengembangan infrastruktur dan meningkatkan
lapangan
koperasi, telah dirumuskan sasaran pembangunan pada tahun 2025 dan tahun 2029 sebagai
berikut.
Tabel 3.3
Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 3
No Sasaran dan Indikator Baselirc2o24
Terwujudnya Pengembangan Infrastruktur yang Berkelanjutan
I Stok Infrastruktur terhadap
PDB (yo)
43,0
Meningkatnya Total Aset Sektor Keuangan terhadap PDB
2 Total
Keuangan/PDB (%)
3 Aset
4 Aset Dana Pensiun/PDB (%) 7,3 (20231 8,0 tt,2
5 Aset Asuransi/PDB (%)14 9,O
6 Kapitalisasi Pasar Modal/PDB
P/.1
ss,9 (2023) 57,8 68,0
7 Total
8 Inklusi Keuangan (o/o) 88,7 (20231 91,0 93,0
Meningkatnya
9 Proporsi Penciptaan Lapangan
Kerja Formal (%)
23,96 35,00 46,00
10 Rasio Volume Usaha Koperasi
terhadap PDB (%)
11 Proporsi Jumlah Usaha Kecil
dan Menengah (%)
3,06 3,10 3,30
L2 Rasio Kewirausahaan (0/6) 3,08 3,lo 3,60
Meningkatnya Nilai Tambah
13 Rasio PDB Pariwisata (%) 3,6 (20221 4,50-4,60 4,90-5,00
14 Devisa Pariwisata (Miliar USD)
Meningkatnya Proporsi PDB Ekonomi
P/.1
6,77 (20231 7,3-7,9 8,H,4
Sumber:
3.3.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan
disusun arah
SI
Ta
(»
REPUBLIK INDONESIA
- 123 -
Terwujudnya Pengembangan Infrastruktur yang Berkelanjutan
“ Waktu tempuh koridor utama jalan nasional di - Coverage and usage gap fixed broadband
Indonesia (2,14 Jam/100 Km) relatif lebih tinggi yang tinggi. Hingga TW IV 2023, 53,019
dibandingkan negara Asean lainnya seperti di wilayah Indonesia dan 97,4496 permukiman
Malaysia 1,09 Jam/1 00 km,Thailand 1,30 jam/100 km telah
Senelnlamnlorak sa dada . 5G mencapai 0,1596 wilayah dan 3,7396
“ Rendahnya muatan balik dari Kawasan Timur (3076 permukiman, serta 68,494
dari kapasitas) disebabkan terbatasnya kawasan memiliki Optical Distribution Point (ODP)
ekonomi dan belum adanya hub domestik di wilayah . . . .
Timur “ Kecepatan internet di Indonesia masih
- 90fo lalulintas penerbangan masih terpusat di 5 rendah di angka 24,96 Mbps dibandingkan
Bandara Primer (Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia
Juanda, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin) berada di posisi nomor 9 di Kawasan Asia
“ Terdapat lebih dari 100 Airstrip di Papua yang Tenggara (Speedtest Global Index, 2023)
kondisi prasarananya belum memenuhi standar “ Kapasitas pusat data di Indonesia saat ini baru
keselamatan dan keamanan penerbangan mencapai sekitar 200 MW, masih jauh di bawah
“ Skema layanan dan keterpaduan perencanaan kebutuhan ideal untuk melayani populasi
transportasi darat, kereta api, laut, dan udara sebesar 270 juta jiwa yang diprakirakan
bersubsidi belum optimal memerlukan kapasitas hingga 2.200 MW
“
rendah, di sisi lain memiliki keunggulan ekonomis global terkait teknologi, termasuk kekurangan
pada jarak menengah (750-1.500 km) dengan kerangka hukum yang memadai untuk mengatur
demand besar dan menerus inovasi digital dan dampaknya (Global Risk
“ Tingginya kerugian ekonomi karena kemacetan Report, 2023)
lalu lintas (Rp65 triliun per tahun) yang diakibatkan Pa .
terbatasnya sistem angkutan massal perkotaan " Tata kelola dayak ben
(pangsa angkutan umum kota-kota di Indonesia , on usi an belum jair playing Mela bagi
masih dibawah 2096) Industri
- Belum
menyebabkan kesenjangan kualitas antara jalan masih terbatas sehingga kualitas layanan
nasional dan daerah, dari 504.672 km jalan (nasional, ketenagalistrikan masih rendah, serta
provinsi, kab/kota) sebesar 2896 mengalami dan ketergantungan terhadap penggunaan
kerusakan (7796 di antaranya merupakan jalan energi fosil masih tinggi (Konsumsi listrik per
daerah) kapita 1.337 kWh di tahun 2023)
“ Terdapat backlog antara kebutuhan dan pemenuhan - Supply-Demand dan Spatial Mismatch
sarana, prasarana, dan SDM pencarian dan terutama sumber daya energi terbarukan dan
pertolongan (pemenuhan infrastruktur pencarian dan pusat beban/permintaan energi listrik
pertolongan masih sebesar 4296) (Kapasitas pembangkit listrik 91 GW dan
- Tingginya pelanggaran kendaraan muatan Panjang jaringan transmisi sebesar 87.691 kms
berlebih akibat kendaraan Over Dimension & Over kumulatif di tahun 2023)
Load (ODOL) menyebabkan kerusakan infrastruktur “ Kebutuhan investasi yang besar dan
jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sebesar ketergantungan terhadap pembiayaan dan
4096-5096 kendaraan di Lintas Utama Pulau Jawa dan teknologi dari luar negeri
3096-40Yo kendaraan di Sumatera tergolong ODOL . Masih tingginya alokasi subsidi dan
“
teknis pendidikan dan diklat pemberdayaan yang belum tepat sasaran (subsidi listrik tahun
masyarakat keselamatan safety and security 2023 sebesar Rp68,64 triliun)
(persentase jumlah lulusan masih di bawah 5096 pada
tahun 2023)
“ Pengembangan Konektivitas dan Layanan Transportasi Multimoda
“ Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik
2:
Sasaran 2 S
Meningkatnya Total Aset Sektor Keuangan terhadap PDB
“ Dangkalnya kedalaman sektor keuangan, “ Rendahnya penetrasi dan densitas industri
terutama pada sektor keuangan nonbank (sektor dana pensiun dan asuransi, serta
keuangan masih didominasi perbankan) terbatasnya diversifikasi produk
“ Belum efisiennyastruktur perbankan yang “ Rendahnya basis investor dan instrumen
mendorong tingginya cost of fund investasi pada pasar modal
“ Belum optimalnya fungsi intermediasi “
(penyaluran kredit masih terpusat di Pulau Jawa inklusi dan literasi keuangan
dan belum optimal disalurkan kepada sektor
prioritas)
“ Pendalaman Sektor Keuangan
Sasaran 3
Meningkatnya Lapangan Kerja yang Berkualitas
e Sebagian besar pelaku usaha masih berskala e Rendahnya kemitraan UMKM dalam rantai
mikro sehingga belum mampu menyediakan nilai industri
lapangan kerja yang baik e
e Rendahnya kontribusi koperasi sektor produksi pemanfaatan Basis Data Tunggal (BDT) UMKM
pada perekonomian dalam mendukung pengembangan koperasi,
e Kurangnya penerapan standar, sertifikasi, wirausaha, dan UMKM
teknologi dan inovasi pada koperasi, wirausaha,
dan UMKM
“ Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi
K INDONESIA
3.3.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapa.ian
pa.da masing-masing arah
(1) Pengembangan Konektivitas dan layanan Transportasi Multimoda diarahkan pada
peningkatan aksesibilitas terhadap layanan dasar, pusat perekonomian, serta integrasi
antarmoda transportasi darat, laut, dan udara untuk meningkatkan efisiensi dan
kualitas layanan pergerakan penumpang dan barang melalui intervensi kebijakan (a)
pengembangan konektivitas jalan pa.da jalur utama dan aksesibilitas daerah tertinggal
dan perbatasan, (b) pengembangan kereta api penumpang antarkota dan penguatan
kereta api angkutan barang, (c) pengembangan jaringan pelabuhan terpadu, (d)
pengembangan jaringan bandara terpa.du, (e) penguatan konektivitas darat dan
keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, (f) pengembangan sistem angkutan umum
massal perkotaan, (g) pengembangan sumber daya manusia untuk
layanan transportasi,
kecelakaan transportasi.
meningkatkan keterpaduan pembangunan
digital dan ketenagalistrikan. Upaya mewujudkan konektivitas digital dan transisi energi
listrik dilaksanakan melalui pembangunan TIK di tingkat nasional, peningkatan
transformasi digital, dan peningkatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan
berkualitas untuk memenuhi kebutuhan listrik
rendah karbon,
dan transisi energi listrik tersebut, arah
dilakukan melalui (a) penguatan infrastruktur telekomunikasi, pos, dan penyiaran; (b)
pengembangan dan peningkatan ekosistem digital; (c) pembangunan pembangkit tenaga
listrik beban dasar dan variabel, termasuk sistem penyimpanan energi dan pengubahan
bahan bakar pembangkit listrik yang rendah karbon; (d) pembangunan infrastruktur
jaringan ketenagalistrikan dan digitalisasinya, seperti jaringan transmisi dan
interkoneksi dalam dan antarpulau (super grid), jaringan distribusi dan terisolasi, serta
listrik pedesaan; dan (e) perluasan jangkauan infrastruktur
(3) Peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi dilaksanakan
melalui (a) pengembangan koperasi sektor produksi; (b) peningkatan kapa.sitas usaha
dan akses sumber daya produktif; s€rta (c) pengembangan kewirausahaan.
Pengembangan koperasi sektor produksi utamanya dilakukan melalui pengembangan
usaha koperasi yang difokuskan pada koperasi yang bergerak di sektor agromaritim,
daya manusia dan reputasi koperasi, serta penguatan sistem pengawasan koperasi.
Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif utamanya dilakukan
melalui perluasan akses ke perizinan usaha, penyediaan skema dan fasilitasi akses
pembiayaan usaha, pelatihan sumber daya manusia berbasis kompetensi, perluasan
akses pasar,
komoditas unggulan, akselerasi digitalisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna,
usaha
kewirausahaan utamanya dilakukan melalui inkubasi usaha, penyediaan platform
terintegrasi yang menghubungkan wirausaha dengan ekosistem usaha, peningkatan
kapasitas
dan pendampingan, pemutakhiran regulasi terkait pengembangan kewirausahaan
nasional, serta didukung dengan pengelolaan dan pemanfaatan Basis Data
usaha mikro, kecil, dan menengah.
(4) Pendalaman sektor keuangan akan dilakukan melalui (a) penguatan peran perbankan,
(b) penguatan peran sektor keuangan nonbank, dan (c) peningkatan inklusi dan literasi
keuangan.
(a) Pada
mulai dari struktur,
penyaluran
teknologi. Saat ini,
tidak langsung mendorong
depan, didorong percepatan konsolidasi agar jumlah bank besar meningkat dan
efisiensi perbankan pun lebih optimal, diiringi peningkatan transparansi suku
didorong diversifikasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan perkembangan zaman,
pembiayaan berkelanjutan
cenderung
responsif gender, serta produk yang lebih inklusif untuk masyarakat rentan,
disabilitas, dan termarginalkan. Penyaluran kredit produktif ke sektor prioritas
jangkauan wilayah penyaluran kredit akan diperhatikan untuk pemerataan
pembangunan. Selanjutnya, dari sisi cakupan aktivitas usaha, perbankan perlu
terus didorong untuk berinovasi melalui perluasan aktivitas usaha
seperti bullion,
digitalisasi produk dan layanan juga akan ditingkatkan dengan mengedepankan
prinsip kehati-hatian dan perlindungan
(b) Pada sektor keuangan nonbank, optimalisasi peran industri asuransi, dana
dan pasar modal sebagai
melalui peningkatan literasi, perluasan kepesertaan, diversifikasi produk dan
instrumen keuangan, optimalisasi portofolio investasi, perbaikan tata kelola,
pemanfaatan
fokus utama pengembangan pada tahun 2025-2029 adalah peningkatan
dan densitas asuransi, Dari sisi permintaan, peningkatan literasi dan
masyarakat akan didorong dengan menjaga kepercayaan masyarakat atas industri
asuransi melalui perbaikan tata kelola dan perlindungan konsumen. Dari sisi
penawaran, diversifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
masyarakat juga ditingkatkan, termasuk perluasan cakupan asuransi untuk
Diversifikasi produk juga menyesuaikan perkembangan zaman, seperti dukungan
terhadap pembiayaan berkelanjutan (green or
untuk panel tenaga surya dan asuransi terumbu karang, serta penempatan investasi
pada instrumen berkelanjutan se rti
pasar juga terus didorong melalui peningkatan efisiensi, kapasitas, dan permodalan
melalui percepatan konsolidasi, serta didukung oleh penguatan peran reasuransi
sebagai mitigasi risiko asuransi. Seiring dengan hal
investasi (penempatan dana industri asuransi) ke depan juga akan didorong pada
instrumen-instrumen jangka panjang. Pada industri dana pensiun, fokus penguatan
dilakukan baik pada program pensiun wajib maupun sukarela, yaitu peningkatan
penetrasi dan densitas melalui literasi dan edukasi masyarakat atas pentingnya
dana pensiun (termasuk pa.da pekerja informal), pengembangan produk yang juga
diperuntukkan bagi kalangan pekerja mandiri,
menengah
satu penyebab rendahnya dana kelolaan adalah desain
yang memungkinkan
Oleh karena itu, ke depan, perbaikan sistem pensiun dilakukan salah satunya
melalui implementasi dua jenis akun program pensiun, yaitu akun yang tidak dapat
dicairkan hingga usia pensiun dan akun simpanan darurat. Selanjutnya, perbaikan
sistem pensiun juga diikuti dengan pengembangan portofolio investasi, melalui
perbaikan regulasi yang membatasi industri dana pensiun untuk berinvestasi di
instrumen jangka panjang. Pada pasar modal, arah pengembangan pada tahun
2025-2029 akan berfokus pada pendalaman pasar modal dengan perluasan
instrumen investasi dan
Perluasan basis investor dilakukan melalui peningkatan literasi dan edukasi
masyarakat, serta peningkatan
(mendorong
depan juga akan didorong, seperti coral bond dan penambahan produk keuangan
derivatif. Selain itu, pengembangan produk seperti
obligasi/ sukuk biru, dan perdagangan karbon melalui infrastruktur pasar modal
juga akan dioptimalkan. Keseluruhan upaya tersebut akan dilakukan dengan
menjaga aspek perlindungan konsumen dan investor. Sementara itu, pada sektor
keuangan nonbank lainnya seperti lembaga penjaminan akan didorong melalui
-t2a-
penjamin ulang, perluasan produk yang
penjaminan dengan membentuk lembaga penjaminan di berbagai wilayah di
Indonesia.
(c) Peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Dari sisi permintaan, pemberdayaan
ekonomi masyarakat akan dioptimalkan, didukung oleh edukasi dan sosialisasi
produk keuangan secara lebih masif dan disesuaikan dengan
misalnya memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi segmen milenial. Selain itu,
edukasi dan sosialisasi produk keuangan pada masyarakat juga akan
memanfaatkan peran pendamping Program Keluarga Harapan, bidan, dan tokoh
masyarakat lain yang dekat dengan masyarakat. Bentuk edukasi lain
kampanye menabung dan penguatan substansi keuangan dalam kurikulum
pendidikan (mulai dari pendidikan dasar) juga akan ditingkatkan. Dari sisi
penawaran, peningkatan inklusi dan literasi akan diarahkan pada (1) perluasan
akses dan penyediaan layanan keuangan, termasuk penambahan agen laku pandai
dan agen layanan keuangan digital sebagai perpanjang tanganan lembaga keuangan
formal
fasilitas
layanan internet di
pembayaran dengan menurunkan biaya transaksi agar lebih inklusif menjangkau
masyarakat berpenghasilan rendah; (3) penyediaan produk dan kemudahan layanan
keuangan yang ramah bagi disabilitas, perempuan, usaha mikro, kecil, dan
menengah, masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, serta segmen
prioritas inklusi keuangan lainnya; dan
Kredit Usaha Rakyat, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, Kredit Ultra Mikro, dan
program lainnya, dengan perluasan jangkauan penerima program dan didukung
oleh perbaikan database agar penerima program lebih tepat sasaran. Keseluruhan
upaya peningkatan inklusi dan literasi diiringi dengan penguatan perlindungan
konsumen,
(5) Pembangunan pariwisata
serangkaian strategi (a) meningkatkan kelembagaan dan tata kelola destinasi; (b)
meningkatkan industri dan rantai pasok inklusif; (c) menerapkan prinsip
pendukung pariwisata; (e) meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pariwisata;
(fl menguatkan pemasaran yang bertanggung jawab; (g).meningkatkan kesiapsiagaan
menghadapi risiko kebencanaan, keamanan, dan keselamatan; (h) mengembangkan
mekanisme pembiayaan dan implementasi
diversifikasi atraksi pariwisata yang difokuskan pada pengembangan geopark (terutama
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization Global
dan
meeting,
ramah muslim, den digital rcmad;
Pariwisata di destinasi pariwisata prioritas, serta (kl mengembangkan destinasi
pariwisata bahari yang mendukung ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru
dalam
dilaksanakan melalui sejumlah intervensi
destinasi pariwisata prioritas
destinasi regeneratif Bali; (c)
penguatan destinasi
pariwisata prioritas
prioritas Manado-Likupang; (g)
Belitung; (h) percepatan pembangunan destinasi pariwisata prioritas Danau Toba; (i)
pengembangan destinasi pariwisata prioritas Raja Ampat; 0) percepatan pembangunan
destinasi pariwisata prioritas Labuan Bajo; (k) pengembangan destinasi pariwisata
INDONESIA
-t29-
prioritas Bromo-Tengger-Semeru; (l) pengembangan destinasi pariwisata
Wakatobi; dan (m) pengembangan destinasi pariwisata prioritas Morotai.
(6) Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual diarahkan menjadi
ekosistem kekayaan intelektual melalui aktivasi pendaftaran, edukasi, perlindungan,
dan komersialisasi yang didukung dengan forum kolaboratif pemangku kepentingan
ekonomi kreatif, termasuk World Conference on Creative Economy; (b) penguatan data
ekonomi kreatif serta integrasinya; (c) perluasan dan peningkatan pangsa pasar di
tingkat domestik dan global dengan aktivitas
termasuk membangun lebih banyak ruang pameran, layar bioskop, dan ruang
pertunjukan Beni; (d) penguatan aksi afirmasi produk kreatif lokal yang didukung forum
sinergi dan insentif; (e) peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku kreatif melalui
pelatihan,
pendidikan
pembangunan
kreatif sebagai ruang kreasi terutama di kota yang tergabung dalam provinsi prioritas
pengembangan ekonomi kreatif dan United Nations Educational,
Organization
pembiayaan, dan insentif, termasuk melalui dana pengembangan konten
kreatif/Indonesia Creative Content Fund dan
penguatan
daerah. Pelaksanaan strategi tersebut difokuskan pada provinsi prioritas yang meliputi
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa
Kalimantan
ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual dilaksanakan melalui intervensi kebijakan
(a) penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif; (b) penguatan ekosistem
animasi, video, dan musik; (cl penguatan ekosistem fesyen dan kriya; (d) penguatan
ekosistem aplikasi dan gim; serta (e) penguatan ekosistem kuliner.
3.3.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Regu.lasi eksisting untuk memfasilitasi pelaksanaan
memadai sehingga tidak ada kerangka regulasi yang diusulkan,
Kerangka kelembagaan
"Melanjutkan pengembangan
berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta
mengembangkan agromaritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi",
antara lain
(1) Penguatan Badan Pengelola (Badan Otorita Pariwisata) di Destinasi Pariwisata
Prioritas;
(2) Penguatan tata kelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dalam rangka
mengelola Dana Pariwisata Berkualitas/Indonesia Quality Tourism Fund; dan
(3) lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi.
Daya Manusia (SDM), Sains,
Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan Gender, serta
Penguatan Peran Perempuan, Pemuda (Generasi Milenial dan
Generasi
Sumber daya manusia yang sejahtera, adaptif, berakhlak mulia, berbudaya maju, unggul,
dan berdaya saing merupakan modal dasar pembangunan menuju tercapainya Visi Indonesia
Emas 2045, Oleh karena itu, pembangunan harus diawali dengan pemenuhan pelayanan
dasar dan
menciptakan fondasi yang kokoh bagi transformasi pembangunan.
Pembangunan manusia seutuhnya membuka peluang dan memperluas kesempatan
individu
menerapkan prinsip kesetaraan gender untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Hal ini
dimaksudkan untuk memastikan agar setiap manusia dalam berbagai situasi dan kondisi
mampu mengoptimalkan segenap potensi, berkembang maju, serta hidup sejahtera secara
lahir dan batin. Pembangunan sumber daya manusia dilaksanakan denga.n memberikan
setiap individu kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan agar dapat
berpartisipasi dalam pembangunan. Atas dasar hal tersebut, pada pembangunan jangka
menengah nasional tahun 2025-2029, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat
pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan,
olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang
disabilitas.
3.4.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 4
Untuk mengawal keberhasilan proses pembangunan
pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran
perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, telah dirumuskan sasaran pembangunan
pada tahun 2025-2029
s"""'.', ut"-. IIH*i1;t"* t."io,,"r q
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Target2o2'
Tert 'ujudnya Pendidikan Berkualitas yang Merata
1 Rata-rata lama sekolah penduduk
usia di atas 15
9,22\ 9,33 9,42
2 Harapa.n lama sekolah (tahun) 13,21rt 13,32 13,58
3 Rata-rata nilai PISA
(a) Membaca
(b) Matematika
(c) Sains
359 (2O2213t
366 (2O2213t
383 (2O22],3t
SK No25215l A
K IND
TIr:l
No
Sasaran dan Indikator
Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat
Nasional:
(a) Literasi Membaca
(b) Numerasi
Basel e2024 Target2O25
60,89
51,36 (2023)
62,89
54,36
66,89
59,86
5 Angka Partisipasi Kasar Pendidikan
Tinggi (o/6)cl
31,45 l2023l2t 33,94 38,04
6 Proporsi penduduk berusia 15
tahun ke atas lrang
pendidikan tinggi (%)
10,15 (2023)
7 Persentase pekerja lulusan
pendidikan menengah dan tinggi
yang bekerja di bidang keahlian
menengah tinggi (016)
66,30 l2023l2t 66,74 67 ,66
Terwujudnya Kesehatan untuk Semua
8 Usia Harapan Hidup (UHH) (tahun) 72,13 (2O2312t 74,43 75,4
9 Angka Kelahiran
per wanita usia subur 15-49
tahun)
2,14 l2023l4t 2,12 2,LO
l0 Angka kematian Ibu (per 100.000
kelahiran hidup)c)
189 (2020)2)
I I Prevalensi
sangat pendek) pada balita (%)c)
21,50 (2023)s) 18,8
L2 Insidensi Tuberkulosis (per
347 po23l6t 329 190
13 Cakupan kepesertaan jaminan
kesehatan nasional (yo)cl
94,42 l2o24l7t 98,6 s9
Keluarga Berkualitas, Kesetaraan Gender, dan Masyarakat
14 Indeks Pembangunan Kualitas
Keluarga
69,51 (2023) 72,A9 75,55
15 Indeks Perlindungan Anakat 68,29 (20231 70,19 75,29
16 Indeks Pembangunan Pemudabl
17 Indeks Ketimpangan Gender 0,447 l2023l2t 0,430 o,394
18 Indeks Pembangunan Gender 91,85 (2023)rr
19 Mobilitas Penduduk
68,42 (20231 69 7l 20 Mobilitas Penduduk Penyandang
Disabilitas (Yo)
Menguatnya
2l Peringkat Indeks Inovasi Global 54 53 49
22 Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 4,91 4,50-5,00
23 Pengeluaran Iptek dan Inovasi (%
PDB)cr
o,28 l2O2Ol 0,30 0,45
24 Tingkat partisipasi angkatan kerja
perempuan (9o)cl
56,42 56,30-58,80
Meningkatnya Prestasi Olahraga Indonesia di Tingkat Dunia dan Budaya Berolahraga di
Masyarakat
25 Jumlah Perolehan Medali Emas
pada Olgnpb
2 4-6 (2028],
26 Jumlah Perolehan Medali Emas
pada
I 4-6
27 Peringkat pada
2E Peringkat pada Asian Para
29 Peringkat pada SE/t Games 3 (20231 3 24
30 Peringkat pada
tahun ke atas yang
berolahraga
9,04rr 10,36-t l,45rr 12,13-13,40rr
Keterangan: a)
D'SN
3.4.2 Arah Kebijakan
Pembangunan dan pembentukan modal manusia bertujuan untuk memastikan setiap
individu, terlepas dari karakteristik dan latar belakangnya, dapat tumbuh dan berkembang
dalam lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari kekerasan dan
tahapan siklus kehidupan, dengan dukungan dari keluarga yang berkualitas dan masyarakat
yang kondusif. Tujuan ini dapat terwujud apabiLa setiap orang, baik laki-laki maupun
perempuan, memiliki akses dan kesempatan yang setara untuk menikmati manfaat
pembangunan, mengembangkan potensi diri secara optimal, serta berpartisipasi secara
bermakna dalam pembangunan.
apabila
sasaran pembangunan, dilaksanakan arah kebijakan sebagai berikut:
Terwujudnya pendidikan berkualitas yang merata
# Layanan pendidikan belum merata terutama jenjang PAUD “ Partisipasi pendidikan tinggi masih rendah, terutamapada
(APK: 36,3696) dan SMA/SMK/MA/Sederajat (APK: 86, 3496): kelompok penduduk 2096 termiskin, yaitu 17,5196
sementara tingkat penyelesaian SMA/SMK/MA/Sederajat masih « Kualitas lulusan pendidikan tinggi masih rendah sehingga
rendah (66,7996) produktivitas & daya saingnya masih rendah
“ Akses
2.458 satuan pendidikan belum memiliki akses listrik dan internet Lb sabah yo “orak aa hausan
“ Masih tingginya jumlah ruang kelas rusak yang menyebabkan ul PT ih keria dibi
kurang optimalnya fungsi satuan pendidikan dalam menampung 2 potd Ra masih ada yang bekerja dibidang
peserta didik (23,3396 ruang kelas rusak ringan dan 21,8496 ruang « Penduduk berusia 15tahunk berkualifikasi
kelas rusak sedang-berat-total) adik y Dana ca pu bi hban beta F, un Lean
“ Kualitas pendidikan masih rendah (Rata-rata skor PISA Penduduk elammaa Meet bah ( pada ra 2023)
Indonesia tahun 2022 368,99, tertinggal dari rata-rata negara . Nan Da
OECD 477,53) “ Daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global
Kuantitas. kualitas. dan distribusi ihterbatas (5096 masih belum optimal yang tecermin dari peringkat 90 dari
sd uantitas, kualitas, dan distribusi guru masin te Ss 133 nega tuk pilar h italand h pada GII
guru memiliki sertifikat pendidik: kekurangan 679 ribu guru) 2024 Fa Untuk piar Human Capha ang research paca
: Aa Ae Pee antem “ Masih rendahnya budaya literasi, kreativitas dan inovasi,
aa yangtecermin dengan nilai budaya literasi 60,49 di 2023
“ Percepatan wajib belajar 13 tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah)
“ Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran
“ Pemenuhan layanan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang berkualitas
“ Penguatan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas
“ Penguatan sistem tata kelola pendidikan
“ Penguatan pendidikan tinggi berkualitas yang merata dan pengembangan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic
(STEAM)
“ Penguatan budaya literasi untuk kreativitas dan inovasi
Sasaran 2 a
Terwujudnya kesehatan untuk semua
# Angka Kematian Ibu masih tinggi (189/100.000) #
e Stunting masih tinggi (21,50 persen) jenis nakes sesuai standar
f . H # Masih terdapat 27,9 persen Rumah Sakit Umum Daerah
: Prevalensi obesitas terus meningkat (23,4 persen) kelas C belum memiliki 7 dokter spesialis dasar dan
# Wasting masih tinggi (3,5 persen) penunjang
# Kasus baru tuberkulosis peringkat ke-2 dunia (387 per e Rumah sakit terakreditasi paripurna masih belum optimal
100.000 penduduk) (37,0 persen)
“ Kasus baru kusta peringkat ke-3 dunia (10.976 kasus baru) # Puskesmas terakreditasi paripurna masih belum optimal
(28,0 persen).
« Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat
« Pemberian makan gratis untuk pemenuhan gizi
« Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat
“ Penguatan kapasitas ketahanan kesehatan
« Penguatan pelayanan kesehatan dan tata kelola
Pj
Tg
Sasaran 3 Sg?
Terwujudnya keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif
e# Tingginya angka perceraian di Indonesia, mencapai 408.347 # Indeks Ketimpangan Gender (IKG) masih tinggi (0,447)
kasus (per6 Februari 2024) “ 6,6Yo perempuan 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan
# Indeks Perlindungan Anak (IPA) masih rendah (63,83) fisik dan/atau seksual oleh pasangan dan/atau selain
# 18 dari 100 anak laki-laki/ perempuan 13-17 tahun pernah pasangan dalam 12 bulan terakhir (SPHPN, 2024)
mengalami kekerasan fisik (SNPHAR, 2024) » 46,3Yo anak perempuan 15-49 tahun mengalami P2GP
e Proporsi perempuan usia 20-24 tahun yang menikah sebelum (sunat perempuan) (SPHPN, 2024)
usia 18 tahun sebesar 6,9296 # Indeks Pembangunan Pemuda belum optimal (60,59: 2023)
# Indeks Pembangunan Gender (IPG) cenderung stagnan (91,85) aa pemuda NEET masih tinggi (25,306: Sakernas
“ Peningkatan ketangguhan keluarga
“ Peningkatan kualitas perlindungan anak
“ Peningkatan kualitas pemuda
“ Peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan dari kekerasan
“ Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan lanjut usia
Sasaran 4
Menguatnya iptek, inovasi, dan produktivitas tenaga kerja
» Persentase lulusan SMK/MAK dan Perguruan Tinggi (PT) " Potensi supply iptek dan inovasi besar (terdiri dari 320 ribu Dosen, 8
seni budaya yang bekerja di bidang seni budaya masih ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang melakukan
rendah, ditandai dengan capaian 2023 hanya sebesar 3,5796 penelitian setiap tahun namun belum diorkestrasi secara nasional dan
Oa . . dipertemukan secara optimal)
@# Kontribusi iptek dan inovasi terhadap pertumbuhan Man Ma . .
ekonomi masih rendah (TFP hanya berkontribusi sebesar # Masih tingginya lulusan menengah-tinggi yang bekerja pada bidang
0,396 dari total PDB) keahlian rendah (33, 7096 penduduk berkualifikasi pendidikan
. . . . . menengah-tinggi yang bekerja di bidang keahlian rendah)
# Kapasitas Adopsi Iptek dan Penciptaan Inovasi masih 0. . . . . .
rendah (peringkat 54 dari 133 negara dalam Gllpadatahun — “ Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih rendah, yaitu 1996 dari
2024 dengan pilar knowledge and technology outputs yang tingkat produktivitas tenaga kerja Amerika Serikat (APO, 2024). Angka
masih rendah peringkat 73 dari 133 negara) tersebut juga berada di bawah rerata Kawasan ASEAN (2096).
. . Rendahnya produktivitas tenaga kerja disebabkan oleh tingginya
“
belum dikelola dengan baik ditandai pengeluaran Iptek dan (BPS, 2024), ketidaksesuaian keahlian (skil-mismatch) di pasar kerja,
Inovasi Indonesia masih 0,286 dari PDB belum terbangunnya sistem informasi pasar kerja yang kredibel,
tingginya kasus perselisihan Hubungan Industrial (HI), rendahnya
kepatuhan norma ketenagakerjaan, serta terbatasnya akses pendidikan
dan pelatihan vokasi.
“ Peningkatan kontribusi iptek dan inovasi dalam pembangunan nasional
“ Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi dan produktivitas tenaga kerja
“ Pengembangan Manajemen Talenta Nasional
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 4, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut:
(1) Percepatan wajib belajar 13 tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun
pendidikan dasar dan pendidikan menengah) diarahkan untuk mendukung pemerataan
akses terhadap pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak usia sekolah,
ini untuk memastikan seluruh anak usia sekolah dari berbagai latar bel,akang status
sosial ekonomi dapat memperoleh layanan pendidikan berkualitas dengan
wilayah tertinggal dan kelompok keluarga termiskin. Percepatan wajib belajar 13 tahun
dilakukan melalui (a) perluasan layanan pendidikan anak usia dini, (b) revitalisasi
sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
pendidikan yang tepat sasaran, serta (d) pencegahan dan penanganan anak tidak
sekolah.
(2) Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran diarahkan untuk mewujudkan
proses pembelajaran yang berfokus pada peserta didik sehingga mampu
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat
itu,
belajar diharapkan menjadi wahana membangun sumber daya manusia yang unggul dan
berdaya saing. Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran dilakukan melalui (a)
pengembangan inovasi pembelajaran dengan
penerapan
penciptaan ekosistem satuan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran
berkualitas, termasuk peningkatan kecakapan literasi kelas awal,
karakter dan uellbeing peserta didik dan pendidik; (c) pemantapan sistem asesmen
komprehensif; (d) pengembangan anak usia dini holistik-integratif; (e) peningkatan
kualitas pendidikan agama dan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha
Esa; (f)
pada karakter dan kompetensi esensial; (g) pembangunan dan penyelenggaraan
unggul; serta (h) revitalisasi pendidikan nonformal.
(3) Pemenuhan layanan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang berkualitas
diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan agama yang kuat
serta akhlak mulia dan karakter positif yang berkontribusi dalam pembangunan.
pesantren dan pendidikan keagamaan, (b) rekognisi lulusan pendidikan pesantren dan
pendidikan keagamaan, serta (c) penguatan penjaminan mutu pendidikan pesantren dan
pendidikan keagamaan.
(4) Penguatan pengelol,aan pendidik dan
memenuhi dan meningkatkan
peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
termasuk di daerah
reformasi pendidikan keguruan melalui penguatan Lembaga Pendidikan
Kependidikan (LPTK) dan revitalisasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan (b)
restrukturisasi kewenangan pengelol,aan guru meliputi formasi, rekrutmen,
pengangkatan dan penempatan, mobilitas, pembinaan karier profesional (e.g. pelatihan,
(5) Penguatan sistem tata kelola pendidikan diarahkan untuk menyelenggarakan tata kelola
yang efektif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran.
Kebijakan ini menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
semua pemangku kepentingan, termasuk pendidik dan tenaga kependidikan, peserta
didik, orang tua, masyarakat, serta pemerintah. Intervensi kebijakan ini akan dilakukan
melalui (a) penguatan manajemen kepemimpinan lembaga pendidikan, (b) peningkatan
kapasitas pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan pendidikan khususnya
(6) Penguatan pendidikan tinggi berkualitas yang merata dan
penyelenggaraan layanan
inovasi pembelajaran dan relevansi kurikulum (proses), dan lulusan yang produktif dan
berdaya
kompetensi lulusan,
relevansi dan perluasan akses pendidikan tinggi; (b)
sebagai rumah masyarakat ilmiah; serta (d) peningkatan kualitas dan pengelolaan dosen.
(7) Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi dan produktivitas tenaga
upaya melanjutkan kebijakan revitalisasi vokasi yang dilakukan secara holistik meliputi
aspek
dunia usaha, dunia industri, dan dunia
dan pelatihan vokasi yaitu (a) penguatan
menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang selaras dengan perkembangan dunia
usaha, dunia industri, dan dunia
kapabilitas dan
vokasi (guru sekoLah menengah kejuruan, dosen vokasi, dan instruktur). Selain itu,
penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, ekosistem ketenagakerjaan juga akan
diperkuat untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif yang mendorong
kualitas dan produktivitas tenaga kerja, termasuk tenaga kerja perempuan. Intervensi
penguatan pendidikan tinggi vokasi, (c) penguatan pelatihan vokasi, serta (d) penguatan
produktivitas berbasis iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
(8) Peningkatan kontribusi iptek dan inovasi (iptekin) dalam pembangunan nasional
dilakukan dengan pengembangan ekosistem terintegrasi hingga hilirisasi dan
kualitas iptekin, termasuk penguatan sumber daya manusia dan budaya ilmiah,
perbaikan tata kelola dan proses bisnis iptekin, pembangunan dan pengembangan
infrastruktur iptekin strategis, serta perluasan jejaring dan peningkatan
dengan industri. Optimalisasi hasil iptekin dilakukan dengan memperkuat intermediasi
antara penghasil dan pemanfaat, khususnya di bidang pangan, energi, pertahanan,
kesehatan, dan lingkungan, serta dukungan terhadap transformasi digital, ekonomi biru,
ekonomi hijau, dan ekonomi sirkular. Peran
Masyarakat (LPPM),
daerah dan sektoral akan diperkuat untuk mendukung
dan ekonomi pengetahuan yang berkelanjutan, mempercepat inovasi dan kol,aborasi,
serta pemanfaatan teknologi antarpemangku kepentingan. Intervensi kebijakan ini akan
dilakukan melalui (a) penguatan kapasitas iptek dan inovasi; (b) peningkatan fungsi
intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi; (c| optimalisasi pemanfaatan
iptek dan inovasi secara masif di berbagai bidang termasuk penga.wasan
ketenaganukliran; serta (d) penguatan perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan iptek
dan inovasi berbasis kewilayahan dan berdaya saing.
(9) Pengembangan Manajemen Talenta Nasional diarahkan untuk memperluas kumpulan
bakat
pembinaan serta fasilitasi Talenta, menyediakan sarana dan prasarana
manajemen Talenta, meningkatkan sinergi pendanaan, tata kelola kelembagaan, dan
koordinasi pelaksanaan
keberlanjutan siklus manajemen Talenta, melalui (a) pengembangan Manajemen Talenta
Nasional Seni Budaya; (b) pengembangan Manajemen Talenta Nasional Riset dan Inovasi,
(c) pengembangan Manajemen Talenta Nasional Olahraga, dan (d) penguatan tata kelola
Manajemen Talenta Nasional.
(10) Penguatan budaya literasi untuk kreativitas dan inovasi diarahkan untuk mewujudkan
masyarakat berpengetahuan guna mendorong kreativitas dan inovasi yang mendukung
daya cipta dan produktivitas. Kebijakan ini menekankan pentingnya pendidikan
sepanjang hayat secara inklusif dengan mengintegrasikan kegiatan literasi untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berperangai ilmiah, kreatif dan inovatif.
Intervensi kebijakan ini akan dilakukan melalui (a) peningkatan kualitas layanan
perpustakaan berbasis inklusi sosial, dan (b) peningkatan budaya kegemaran membaca.
(1 l) Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat diarahkan untuk meningkatkan derajat
kesehatan dan gizi penduduk berbasis siklus hidup mulai dari I.OOO hari pertama
kehidupan, anak,
edukasi, peningkatan cakupan, kualitas, dan tata laksana layanan
intervensi perbaikan gizi sesuai standar, serta mencegah kematian dini dan
meningkatkan harapa.n hidup sehat, melalui (a) penurunan kematian ibu dan anak,
dengan seluruh persalinan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar,
serta memperkuat deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan kegawatdaruratan
ibu dan anak; (b) pencegahan dan penurunan
dan kualitas serta integrasi intervensi kunci yang berfokus pada
determinan di masing-masing kelompok sasaran; (c) peningkatan pelayanan kesehatan
dan gizi bagi usia sekolah, usia
kesehatan reproduksi; serta (d) penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis.
sehat, cerdas, dan produktif yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,
pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas,
dengan akses pada asupan
meningkatkan pemahaman
makan bergizi untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; serta (b)
penguatan ekosistem pendukung pemberian makan
(13) Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat diarahkan untuk menurunkan
angka kesakitan dan kematian akibat penyakit dengan memperkuat pencegahan dan
deteksi dini
menerapkan pembangunan berwawasan kesehatan, melalui (al
tuberkulosis; (b) eliminasi penyakit kusta dan
menular lainnya terutama Human
pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya kesehatan jiwa; (e|
pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular
terutama pengendalian konsumsi produk berdampak negatif bagi kesehatan seperti
produk hasil tembakau dan pangan tinggi garam, gula, dan lemak antara lain dengan
penerapan dan peningkatan tarif cukai secara bertahap, inovasi pajak, pengetatan iklan,
pemenuhan dan prasarana yang mendukung pola hidup sehat aktivitas fisik; serta (f)
penyehatan lingkungan.
(14) Penguatan kapasitas ketahanan kesehatan diarahkan untuk melindungi penduduk dari
ancaman kedaruratan kesehatan, termasuk penyakit emerging dan re-emerging,
meningkatkan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons secara
dan cepat, melalui (a) penguatan surveilans, pengendalian kejadian luar biasa atau
wabah dan penanganan bencana, dengan meningkatkan kapasitas laboratorium dan pos
pintu masuk negara; (b) pemenuhan sediaan farmasi dan pengendalian resistensi
antimikroba;
termasuk memperkuat pengawasan siber dan farmakovigilans,
terhadap kejahatan obat dan makanan.
(15) Penguatan pelayanan kesehatan dan tata kelola diarahkan untuk meningkatkan
pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif di seluruh wilayah
hingga tingkat desa, afirmasi bagi daerah sulit akses, pemberdayaan masyarakat dan
swasta dalam penyediaan layanan kesehatan, termasuk peran kader kesehatan,
mendorong inovasi pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pendanaan
kesehatan yang berkelanjutan, melalui (a) investasi pelayanan kesehatan primer; (b)
pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di kabupaten/ kota dan pengembangan
pelayanan kesehatan bergerak dan daerah sulit akses termasuk pengembangan layanan
berbasis kompetensi terutama kanker, jantung, strok, uronefrologi, dan kesehatan ibu
dan anak; (c) produksi dan pendayagunaan
pemenuhan dan pemerataan sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan, antara lain
melalui restrukturisasi kewenangan pengelolaan tenaga medis dan tenaga kesehatan; (d)
penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pendanaan kesehatan termasuk
reaktivasi peserta non-aktif, penguatan kendali mutu dan biaya pelayanan kesehatan
Jaminan Kesehatan Nasional, serta pengembangan skema pendanaan inovatif untuk
kesehatan;
pengawasan, dan pengendalian pembangunan kesehatan.
(16) Peningkatan ketangguhan keluarga diarahkan untuk memastikan keluarga dapat
menjalankan fungsinya secara optimal, menjadi wadah sosialisasi antar generasi dan
kontrol sosial bagi seluruh anggotanya, serta memiliki resiliensi dalam menghadapi
perubahan dan konflik, melalui (a) penguatan institusi keluarga untuk penanaman nil,ai-
nilai, moral, integritas karakter, dan pengembangan psikososial anak; (b) penyediaan
fasilitas pendukung keluarga dalam melaksanakan fungsi utama keluarga; serta (c)
pemenuhan hak sipil dan hukum, serta
Anak melalui penguatan sistem perlindungan anak dan pengasuhan yang layak untuk
menjamin bahwa setiap anak, sejak dalam kandungan, termasuk anak dalam kondisi
berpartisipa.si dalam proses pembangunan, melalui (a) pemenuhan hak anak secara
universal dan penguatan resiliensi anak; serta (b) perlindungan anak dari tindak
kekerasan, eksploitasi, penelantaran, perkawinan anak, dan perlakuan salah lainnya.
(18) Peningkatan kualitas pemuda diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas
pendidikan formal dan nonformal, penguasaan karakter dan
sebagai modal dasar ketahanan dari perilaku berisiko, kesehatan jiwa maupun raga,
ketenagakerjaan yang layak, partisipasi aktif dan kepemimpinan dalam pembangunan,
serta inklusivitas dan kesetaraan gender, melalui (a) peningkatan kualitas pemuda
dalam pendidikan, kesehatan, karakter, pramuka, dan pencegahan perilaku berisiko; (b)
peningkatan partisipasi aktif pemuda dalam ketenagakerjaan; serta (c) peningkatan
partisipasi aktif dan kepemimpinan pemuda di bidang sosial dan politik.
(19) Peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan dari
kekerasan diarahkan untuk menurunkan ketimpangan capa.ian pembangunan antara
laki-laki dan perempuan, menghapuskan
terhadap perempuan, memperkuat
kehidupan keluarga dan masyarakat, serta membangun tata kelola pelaksanaan strategi
pengarusutamaan gender yang efektif dan berkelanjutan, melalui (a) peningkatan akses
peningkatan kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan; (c) peningkatan
partisipasi aktif perempuan di ekonomi dan
perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan; serta (e) penguatan tata kelola dan
pelembagaan
(20) Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan lanjut usia
diarahkan untuk menurunkan kesenjangan antara penduduk
penyandang disabilitas dengan penduduk lainnya, memberikan kesetaraan hak dan
jaminan kehidupan yang layak, mengurangi ketimpangan kondisi sosio-ekonomi untuk
penyandang disabilitas dan lanjut usia, serta mendorong peran aktif penduduk
penyandang disabilitas dan penduduk lanj.ut usia untuk berkontribusi dan
berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan. Intervensi ini didukung dengan
penguatan mekanisme pengu.kuran inklusivitas dan pemenuhan hak penyandang
disabilitas dan lanjut usia melalui penyusunan indeks inklusivitas.
kerangka
komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan
yang inklusif. Salah satu penyusunan kebijakan yang masih diperlukan dalam
Kelanjutusiaan.
Kementerian, L€mbeEF, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
kelanjutusiaan serta memberikan mekanisme koordinasi dan kelembagaan
Selanjutnya, peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia dilaksanakan melalui (a) penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan
terhadap hak penyandang disabilitas dan lanjut usia; serta (b) penguatan prinsip dan
pendekatan kesetaraan, partisipasi, dan inklusi sosid bagi penyandang disabilitas dan
(21) Peningkatan pembinaan prestasi olahraga. diarahkan untuk meningkatkan prestasi
olahraga Indonesia di tingkat regional dan
berjenjang dan berkelanjutan, serta tenaga olahraga, organisasi, sarana dan prasarana
yang berstandar internasional sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional dan
Desain Besar Manajemen Talenta Nasional Bidang Olahraga, melalui (a) pengembangan
sistem pembinaan olahragawan talenta unggul, (b) pengembangan tenaga dan organisasi
olahraga berstandar internasional, (c) pengembangan sarana dan prasarana olahraga.
berstandar internasional yang ramah disabilitas, serta (d) peningkatan partisipa.si dan
penyelenggaraan euent/ festival I kompetisi olahraga.
(22) Pengembangan pembudayaan olahraga yang inklusif diarahkan untuk mendorong
peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga, termasuk penyandang
disabilitas, didukung oleh partisipasi berolahraga dan kebugaran siswa di satuan
pendidikan formal, nonformal dan pendidikan khusus, serta industri olahraga sesuai
dengan Desain Besar Olahraga Nasional, melalui (a) pengembangan olahraga pendidikan
dan penyandang disabilitas, dan (b) pengembangan olahraga masyarakat dan industri.
Berdasarkan perspektif siklus hidup manusia, dimensi
merupakan kunci tumbuh kembang dan produktivitas manusia. Dalam merespons isu
tersebut, pencapa.ian Prioritas Nasional 4 juga .didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat:
(1) Memberi makan siang dan susu gratis di
anak balita dan ibu hamil; (2) Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis,
menuntaskan kasus TBC, dan membangun Rumah Sakit lengkap berkualitas di kabupaten;
dan (3) Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, dan
memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi. Implementasi
Cepat dilakukan melalui Kegiatan Prioritas.
(1) Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita serta
Penguatan Ekosistem Pendukung Pemberian Makan Bergizi
Gambaran Umum. Asupan Ei
pembentukan modal manusia. Namun demikian, keterbatasan
yang cukup dan keberagaman bahan pangan serta pemahaman masyarakat menyebabkan
berbagai permasalahan gizi. Program hasil terbaik cepat memberikan makan bergizi gratis
untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita memiliki daya ungkit tinggi
terhadap pembangunan modal manusia.
Program ini memiliki tujuan utama untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif
menuju Indonesia Emas tahun 2045 dengan
seperti pada Gambar 3. 1.
masalah gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, balita, maupun anak sekolah, termasuk
kurangnya konsumsi buah dan sayur. Pemberian makanan bergizi kepada sasaran harus
sesuai dengan kecukupan gizi harian sesuai dengan anjuran yang telah ditetapkan oleh
Kementerian Kesehatan agar permasalahan gizi kurang dapat teratasi dan tidak mendorong
peningkatan prevalensi gizi lebih dan obesitas pada target sasaran. Selain itu, permasalahan
gizi pada balita dan anak sekolah yang tidak diatasi dapat mempengaruhi perkembangan
kognitif anak dan prestasi
Lonjakan permintaan bahan pangan yang tinggi di setiap daerah dengan adanya
penyelenggaraan program makan bergizi gratis dapat terjadi. Namun, kualitas pangan
terutama susu dan sumber protein hewani dalam negeri yang tidak mencukupi
membutuhkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, disparitas
pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana, seperti fasilitas air bersih dan sanitasi
di sekolah, transportasi, serta pembangunan jalan di
distribusi bahan pangan maupun makanan ke sasaran,
Keragaman karakteristik demografi dan variasi
tantangan dalam penyelenggaraan program makan bergizi gratis. Perubahan jumlah sasaran
ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terjadi secara dinamis. Angka ini dapat berubah
hari dan mempengaruhi jumlah makanan yang akan disediakan oleh satuan pelaksana.
SK
Gambar 3.1
Tujuan Utama Program Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil,
Ibu Menyusui, dan Balita
makanan kepada penerima manfaat untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian program terpadu untuk menjamin penyediaan
makanan yang berkualitas, serta manajemen pengendalian risiko di seluruh wilayah menjadi
tantangan agar risiko kejadian luar biasa
program dapat tercapai. Sistem monitoring dan evaluasi yang terdigitalisasi dapat
diperbaharui
tujuan, penyelenggaraan program pemberian makan bergizi gratis membutuhkan dukungan
program lain yang
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Penyediaan makanan bergizi gratis diberikan
kepada empat kategori target sasaran yaitu (1) anak sekolah di seluruh jenjang pendidikan
dari pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal
/sederajat) sampai sekolah menengah atas/ sekolah menengah kejuruan/madrasah
aliyah/sederajat; (21 santri di pesantren dan sekolah keagamaan lain; serta (3) ibu hamil, ibu
menyusui, dan anak balita berstatus gizi normal;
bermasalah gizi. Oleh karena itu, standar gizi berdasarkan empat kategori tersebut harus
ditetapkan sesuai angka kecukupan gizi harian yang dianjurkan. Makan bergizi gratis yang
disediakan melalui program ini mengandung 20-25 persen (dalam bentuk sarapan) dan
35 persen (dalam bentuk makan siang) dari angka kecukupan gizi harian yang telah
ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019. Waktu pemberian
makan bergizi menyesuaikan jadwal kegiatan belajar mengajar, terutama untuk anak
pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal / sederajat)
dan sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah/ sederajat.
Program makan bergizi diberikan
kelompok sasaran mencakup kebutuhan energi dan zat gizi per hari sesuai dengan kelompok
umur dan jenis kelamin, yang terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, buah-
buahan, serta susu sebagai pelengkap. Pengembanga.n menu pangan lokal didorong dengan
tetap menjamin kecukupan kandungan gizi, keberagaman, kualitas, keamanan, dan
keterjangkauan makanan. Penggunaan sumber pangan lokal diutamakan dengan
memperhatikan alternatif bahan penukar dan preferensi masyarakat lokal. Oleh karena itu,
pengembangan pedoman bahan penukar makanan dan variasi menu tidak boleh luput dalam
persiapan implementasi program.
Implementasi program dapa.t berjalan dengan baik jika diikuti dengan pemantauan terhadap
konsumsi sasaran dari makanan bergizi yang diberikan
pendukung lainnya seperti edukasi gizi dan promosi perubahan perilaku hidup sehat,
pengukuran antropometri, fortifikasi pangan, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi,
penjaminan ketersediaan stok dan keragaman bahan pangan, penjaminan keamanan pangan
dan higienitas makanan, pengelolaan limbah dan sampah, penyediaan
transportasi, dan telekomunikasi,
lokal, Selain itu,
pemberian makan bergizi gratis melalui penyediaan fasilitas transit penyaluran makanan,
penyediaan sarana dan infrastruktur air bersih dan sanitasi, serta penyediaan
antropometri. Program pendukung pemberian makan bergizi gratis secara rinci terdapat
pada Gambar 3.2.
Program Pendukung yang Perlu Diintegrasikan dengan Pemberian Makan Bergizi Gratis untuk Siswa,
Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Balita
disusun segera sebagai dasar satuan pelaksanaan di daerah. Regulasi yang dimaksud perlu
setingkat undang-undang atau
Untuk menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pangan di setiap wilayah, pelibatan petani,
agar proses rantai pasok dapat lebih
dengan cepat. Kondisi ini perlu didukung dengan sistem pengadaan yang sederhana, efektif,
dan terstandar sehingga keterlibatan pelaku ekonomi lokal dapat terjadi dengan tetap
menjamin kualitas bahan pangan yang diperoleh. Kontrak pengadaan lintas tahun dapat
menjadi alternatif agar pemenuhan bahan pangan tidak terhambat oleh mekanisme
pengadaan barang/jasa.
Untuk menjamin pemberian makanan bergizi yang tepat sasaran, pembaruan data sasaran
harus dilakukan secara real time dengan dukungan sistem informasi. Selain itu,
pengembangan modalitas dan mekanisme penyelenggaraan program untuk sasaran di
wilayah perdesaan, terpencil, dan kepulauan juga perlu untuk dilakukan,
Mekanisme pembinaan, pengawasan, dan pengendalian harus disusun
untuk menjamin tujuan program tercapai. Pengembangan
penyelenggaraan program juga perlu dilakukan sebagai salah satu upaya penilaian
keberhasilan program, Dukungan sistem informasi terpa.du dengan d.atabase peserta didik
serta status kesehatan dapat mendukung efektivitas proses monitoring dan
Selain itu, inspeksi, pembinaan, dan supervisi secara berkala harus terus berjalan sebagai
upaya evaluasi
-t44-
Gambar 3.3
Mekanisme Pelaksanaan Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui,
dan Balita
dengan penyelenggaraan program makan bergizi gratis. Hal ini perlu didukung dengan
pengembangan rencana pengembangan yang komprehensif serta mekanisme kerja sama dan
kemitraan yang transparan dan akuntabel. Penjabaran strategi tahunan program
memberikan makan bergizi gratis untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak
balita, terdapat pada Tabel 3.5.
Strategi Tahunan Pemberian Makan
Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Aspek 2025 2026 2027 2024 2029
Target Sasaran l9o/o 50% 700/" 8Oo/" tou/"
Tota.l Sasaran 17,89 juta
jiwa
46,39 juta
jiwa
64,94 juta
jiwa
73,86 juta
jiwa
92,78jruta
jiwa
Lokasi
tahun 2029
Jumlah Satuan
Pelayanan (SP)
5.000 sP 13.254 SP 18.555 SP 21.104 SP 26.508 SP
Modalitas
Penyelenggaraan
Satuan
Pelayanan
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren,
Daerah
Terpencil
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren,
Daerah
Terpencil
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren,
Daerah
Terpencil
Kerangka
Regulasi
Peraturan
Presiden
Penyelenggaraan
Program Makan
Bergizi Gratis
Undang-
Undang
Pemenuhan
Gizi Nasional
Adapun highlight intervensi dari memberikan makan bergizi gratis untuk
hamil, ibu
Membangun Rumah Sakit lengkap Berkualitas di Kabupaten/Kota
(a) Penuntasan Kasus Tuberkulosis
Gambaran Umum. Tuberkulosis menjadi salah satu dari lima penyebab utama beban
penyakit di Indonesia, Kondisi ini menunjukkan masih belum optimalnya upaya yang
dilakukan dalam pengendalian penyakit, termasuk lemahnya dukungan sistem kesehatan
yang memadai. Jumlah kasus baru atau insidensi tuberkulosis masih cukup tinggi. Pada
kasus per
-TarBet
Permasalahan dan Tantangan. Penuntasan Tuberkulosis di Indonesia menghadapi tantangan
serius, antara lain rendahnya cakupan penemuan kasus, keterbatasan sistem peLaporan
kasus, rendahnya cakupan pemberian terapi pencegahan, lamanya jangka waktu
pengobatan, serta kepatuhan pengobatan yang masih rendah. Meningkatnya kasus
tuberkulosis resistan obat
memerlukan pengobatan yang lebih mahal dan kompleks. Di sisi lain, keterbatasan
infrastruktur dan tenaga medis, khususnya di daerah terpencil, memperlambat deteksi dini
dan penanganan tepat waktu. Kondisi lingkungan yang mendukung penularan, serta
rendahnya kesadaran dan edukasi publik,
mengatasi permasalahan
peningkatan penemuan kasus, peningkatan kepatuhan pengobatan, penguatan sistem
kesehatan, peningkatan upaya pencegahan dan edukasi salah satunya melalui perbaikan
kondisi lingkungan.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan
menurunkan insidensi tuberkulosis di Indonesia, diperlukan (i) peningkatan penemuan
kasus tuberkulosis melalui perluasan skrining aktif di komunitas berisiko tinggi, investigasi
kontak, pemanfaatan teknologi diagnostik secara lebih luas, peningkatan kapasitas deteksi
dini, peningkatan infrastruktur kesehatan dengan menyediakan alat diagnostik dan
memperkuat kapasitas tenaga. medis terutama di daerah terpencil, optimalisasi sistem
pelaporan berbasis digital untuk memastikan pelacakan kasus secara real-time, integrasi
data antara sektor publik dan swasta, dan integrasi layanan kesehatan tuberkulosis dengan
penyakit lain; (ii) peningkatan kepatuhan pengobatan tuberkulosis dengan memperkuat
pendampingan pasien, penggunaan regimen pengobatan yang lebih efektif, edukasi
berkelanjutan untuk mengurangi angka putus obat, dan penguatan upaya penanganan
komunitas untuk mendukung pengobatan jangka panjang, serta (iii) peningkatan upa.ya
pencegahan dan edukasi melalui pengembangan dan perluasan vaksinasi tuberkulosis pada
Gambar 3.4
Beban Kasus Tuberkulosis Tahun 2000–2023
riset tuberkulosis, dan upaya lintas sektor, seperti pemberian nutrisi tambahan dan
perbaikan lingkungan melalui intervensi sanitasi, peningkatan akses air bersih, dan edukasi
mengenai pola hidup sehat guna mengurangi penyebaran tuberkulosis di komunitas berisiko.
Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan
mengatur tentang tugas dan tanggung jawab kementerian/lembaga dan pemerintah daerah
dalam melaksanakan penanggulangan tuberkulosis, di mana salah satunya mengamanatkan
pembentukan tim percepatan penanggulangan tuberkulosis di tingkat pusat dan daerah.
Diperlukan upaya penguatan
memastikan program berjalan
diperkuat dengan pendekatan berbasis data real-time yang memungkinkan pemantauan
capaian program secara akurat, Penggunaan dashboard
dan daerah akan mempermudah pengawasan, pelaporan, dan penilaian kinerja. Evaluasi
berkala yang terstruktur dengan indikator keberhasilan yang jelas juga diperlukan untuk
memastikan efektivitas intervensi dan mempercepat penyesuaian yang dibutuhkan.
Selain itu, keterlibatan
dapa.t meningkatkan deteksi dini dan kepatuhan pengobatan melalui pendekatan berbasis
lokal. Pemberdayaan masyarakat juga dapat mendukung edukasi yang lebih efektif,
mengurangi stigma, serta memperkuat pelacakan kontak dalam komunitas berisiko tinggi.
Program ini perlu diintegrasikan dengan inisiatif kesehatan desa dan didukung oleh insentif
untuk memperluas partisipasi.
-t4a-
Gambar 3.5 merupakan peta yang menunjukkan daerah dengan beban tuberkulosis tinggi
seluruh kabupaten/ kota di 38 provinsi. Terdapat 359 kabupaten/kota prioritas (70 persen
dari total 514 kabupaten/kota) yang akan menerima intervensi komprehensif, sedangkan
155 kabupaten/kota lainnya akan menerima intervensi esensial. Kabupaten/kota yang
menerima intervensi komprehensif termasuk 193 kabupaten/kota di delapan provinsi
Gambar 3.5
Estimasi Insiden Kasus Tuberkulosis per Provinsi, 2023
Sumber: Kementerian Kesehatan, 2024
prioritas, yaitu daerah dengan beban kasus tuberkulosis, latman immurodeficiencg virus,
diabetes melitus tinggi, serta merupakan daerah prioritas program tuberkulosis resisten obat
dan drlstrz'cf-based pubtic-priuate mir. Sedangkan kabupaten/kota yang menerima inGrvensi
esensial merupa.kan l(abupaten/kota dengan estimasi beban kasus tuberkulosis <1.000 dan
prevalensi diabetes melitus rendah. Adapun highl@ht intervensi dari penuntasan
tuberkulosis termuat dalam infografis di bawah ini.
-t49-
SK No235730A
(b) Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Gambaran Umum. Program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya
strategis pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit,
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hidup sehat, dan mengurangi beban anggaran
pengendalian penyakit kronis dan katastropik. Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan
dengan pelaksanaan paket skrining sesuai siklus hidup di seluruh wilayah, yakni bagi
kelompok usia bayi, anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Penyelenggaraan pemeriksaan
K IND
kesehatan gratis yang dapat diakses bagi semua kelompok masyarakat, diharapkan dapat
berkontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Permasalahan dan Tantangan. Gangguan
kualitas hidup dan potensi produktivitas. Secara global telah
yaitu perubahan kelompok penyakit penyebab mortalitas dan morbiditas yang mendominasi
dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Transisi tersebut didorong
peningkatan kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, dan teknologi baru kesehatan.
Perkembangan ini disertai peningkatan populasi penduduk lanjut usia dan permintaan
terhadap pelayanan kesehatan. Peningkatan beban penyakit, baik menular maupun tidak
menular menyebabkan kebutuhan pembiayaan kesehatan juga meningkat.
Penyakit kronis dan katastropik seperti strok, jantung, diabetes, dan kanker memerlukan
biaya perawatan yang mahal. Tingkat pertumbuhan total pengeluaran kesehatan
health expenditure dalam
berdasarkan produk domestik bruto (NHA
Indonesia meningkat f 6 kali lipat dari Rp28 Triliun
pola
pemerintah pada tahun 2045 akan mencapai 19 persen dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (NHA Indonesia 2021, diolah Bappenas). Tanpa
pembiayaan atau
akan tidak berkelanjutan.
A
Gambar 3.6
Pergeseran Beban Penyakit di Indonesia Tahun 1990–2021
dan preventif kesehatan. Salah satu bagian dari upaya preventif adalah dengan deteksi dini
penyakit. Semakin awal suatu kondisi penyakit diketahui, maka semakin minim biaya yang
diperlukan,
kesehatan yang berkualitas dan aksesibel bagi semua kelompok usia masyarakat, perlu
dini penyakit untuk mencegah dan mengendalikan penyakit yang dapat menurunkan
kualitas hidup
Program pemeriksaan kesehatan gratis juga memiliki peran strategis untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang hidup sehat, deteksi dini, dan pencegahan penyakit, serta
mengurangi potensi beban anggaran pengendalian penyakit, terutama dari risiko penyakit
l€tastropik seperti diabetes melitus, jantung koroner, kanker, dan strok. Oleh karena itu,
penyelenggaraan pemeriksaan
masyarakat berperan penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Gambar 3.7
Paket Skrining Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tahun 2025
siklus hidup (kelompok
mencakup penga.daan bahan medis habis pakai (BMHP) dan biaya pemeriksaan, pengiriman
sampel, dan tes konfirmasi. Untuk memastikan program ini
upaya penguatan sistem dan tata kelola pemeriksaan kesehatan gratis, antara lain melalui
pembinaan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), peningkatan kapasitas sumber daya
manusia bidang kesehatan, pengembangan sistem data rutin terintegrasi, dan tata laksana
untuk tindak Lanjut kasus kesehatan dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis. Adapun
infografis di bawah ini.
Gambaran Umum.
pemenuhan standar nasional
digambarkan berdasarkan
dan alat kesehatan yang memenuhi standar minimal 80 persen; (ii) mampu menyediakan
tersedianya tenaga kesehatan spesialis dasar dan
unggulan; (iv) telah mencapai standar akreditasi paripurna; serta (v)
kelola kemandirian keuangan
tersebut, hasil akhir yang akan dituju
di kabupaten/kota dengan capaian yang diharapkan sebanyak 85 persen rumah sakit
pemerintah terakreditasi paripurna dalam periode lima tahun.
Permasalahan dan tantangan. Ketersediaan Layanan kesehatan di rumah sakit digambarkan
melalui rasio tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk. Rasio tempat tidur rumah sakit
Indonesia saat ini sudah mencapai 1,4 tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk
sehingga sudah melebihi rasio minimal rekomendasi World Health Organization yaitu satu
tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk.
Kondisi rasio ini masih menunjukkan adanya kesenjanga.n apabila ditelaah hingga ke tingkat
daerah. Ketersediaan sarana, prasarana, dan alat
standar minimal apabil,a terpenuhi data minimal
laporan Kementerian Kesehatan.
Tabel 3.6
Kelengkapan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan yang Belum Memenuhi Standar di RS
Aspek Standar Jumlah RS
Belum memenuhi standar sarana (gedung dan
bangunan) minimal 80o/o
279 37
Belum memenuhi
limbah, listrik, ambulans, dll) minimal 80%
466 61
Belum memenuhi standar alat kesehatan
minimal 80%
733 96
Dari aspek tenaga kesehatan, ketimpangan ketersediaan tenaga kesehatan terutama
spesialis masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut disebabkan salah satunya
produksi dokter spesialis yang tergolong lama dengan range estimasi pemenuhan hingga
mencapa.i 13 dan 27 tahun.
Kualitas tata kelola rumah sakit dapat dilihat dari capa.ian akreditasi yang dapat digunakan
dan serta rekalibrasi capaian berdasarkan rancangan standar baru yang dikembangkan
Kementerian Kesehatan, hanya terdapat 37 persen rumah sakit yang terakreditasi paripurna
(Kemkes, 2024). Selain akreditasi, tipe rumah sakit juga dapat menggambarkan kapasitas
dan kemampuan layanan rumah sakit dengan tipe terendah rumah sakit, yaitu tipe D.
K INO
TIItr
Saat ini, pemerintah sedang mengembangkan sistem layanan unggulan rumah sakit untuk
isu kanker, jantung, strok,
kabupaten/kota. Rencana tersebut didasarkan pada
yang dijelaskan dalam Tabel 3.7 berikut.
Tabel 3.7
Kapasitas Sistem Kesehatan berdasarkan
Jantung o Baru 153 RS (134
jantung (mampu
e Baru 21 Provinsi yang mampu layanan bedah pintas arteri
. Rata-rata waktu tunggu layanan
RS
Kanker . Baru 196 RS (169 kab/kota) yang mampu layani
Payudara)
. 18 provinsi yang mampu layanan radioterapi (Linac)
. Baru 2 provinsi yang mampu layanan PEC CT
Ginjal . Terdapat 93 RS (29 provinsi) yang mampu layanan nefropati
(batu)
o Baru 7 RS di 7 provinsi di Pulau Sumatera, Jawa, Bali yang mampu
transplantasi ginjal
o
Dalam pola pengelolaan keuangan rumah sakit masih banyak rumah sakit pemerintah yang
belum memenuhi status
terhadap anggaran pemerintah baik dalam operasional layanan maupun investasi
pengembangan kapasitas rumah sakitnya. Ketergantungan ini berpotensi meningkatnya
kebutuhan dukungan anggaran Pemerintah serta melambatnya upaya
peningkatan kapasitas rumah sakit pemerintah di Indonesia karena tidak mampu memenuhi
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Berdasarkan kondisi di atas, rencana program
pembangunan rumah sakit berkualitas di kabupaten diterjemahkan sebagai peningkatan
kapasitas rumah sakit daerah digambarkan berdasarkan kriteria berikut:
(i) Tersedianya sarana, prasarana dan aLat kesehatan yang memenuhi standar minimal 80
persen;
(ii) Mampu menyediakan layanan
kesehatan ibu-anak;
(iii) Tersedianya tenaga
unggulan;
(iv) Telah mencapai standar
(vl Meningkatnya tata kelola kemandirian keuangan rumah sakit.
Berdasarkan kriteria
tahun ke depan seperti pada bagan kerangka pikir berikut.
K INDONESIA
Pentahapan pelaksanaan
kesiapan daerah terutama dari sisi sumber daya manusia serta kondisi epidemiologi yang
dapat mencerminkan demand pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, dengan ga.mbaran
pentahapan sebagai berikut:
(i) Pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan 80 persen di rumah sakit.
Saat ini, terdapat rumah sakit yang belum memenuhi standar sarana, prasarana, dan
alat
dan rasio tempat tidur kurang dari 1 per
(ii) Pemerataan layanan rujukan (optimalisasi kapasitas) rumah sakit kanker, jantung,
strok, uronefrologi, dan kesehatan ibu-anak.
daerah yang didukung kementerian/lembaga lain seperti Kementerian Perencanaan
Gambar 3.8
Kerangka Pikir Pemenuhan Rumah Sakit Berkualitas di Kabupaten/Kota
Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Lembaga
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, dan Badan
Pengawasan Keuanga.n dan Pembangunan. Peran pemerintah daerah juga butuh dilibatkan
terutama dalam menyiapkan ketersediaan infrastruktur maupun sumber daya manusia.
Selain pelibatan
regulasi teknis tentang rumah sakit yang akan mengatur terkait standar
berbasis kompetensi layanan (termasuk standar sumber daya manusia yang perlu tersedia),
serta sistem rujukan yang saat ini sedang dikembangkan (layanan
uronefrologi dan kesehatan ibu-anak).
Lengkap Berkualitas di Kabupaten/Kota dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan
dan Daerah Sulit Akses termuat dal,am infografis di bawah ini.
Catatan: Target, indikator, lokasi, dan operasionalisasi program bersifat indikasi yang akan
dimutakhirkan setiap tahun pada RKP.
Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas
(a) Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul
Gambaran umum. Ekosistem sekolah unggul bertujuan untuk memberikan wadah bagi
peserta didik yang memiliki kualitas unggul dan daya saing
berkontribusi secara
Emas 2045. Pengembangan ekosistem sekolah unggul memiliki tiga pilar utama yaitu
penyeimbang, inkubator pemimpin, serta akademik dan pengabdian masyarakat. Pilar
penyeimbang bertujuan untuk pemerataan kesempatan untuk
pemimpin bertujuan untuk pembentukan karakter kepemimpinan Indonesia Emas 2045.
Pilar akademik dan pengabdian masyarakat bertujuan untuk pendidikan yang berkualitas
tinggi dan pembinaan jiwa kesukarelawanan bagi peserta didik. Dalam mengembangkan
ekosistem sekolah unggul, pemerintah akan melaksanakannya melalui dua intervensi yaitu
pembangunan sekolah unggul baru dan penyelenggaraan sekolah unggul en'sting (sekolah
unggul transformasi).
Pembangunan sekolah unggul baru ditujukan untuk membuka akses yang lebih luas bagi
talenta-talenta unggul untuk dapat meningkatkan prestasi peserta didik di tingkat nasional
dan
perguruan tinggi terbaik dunia pada bidang-bidang unggulan yang sesuai dengan kebutuhan
pembangunan nasional. Sedangkan, sekolah unggul transformasi
memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah existing
bertalenta unggul untuk dapat diterima perguruan tinggi terbaik dunia di bidang-bidang
unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional. Di samping itu, kedua
intervensi tersebut juga menekankan terhadap pengembangan kepemimpinan dan
kesukarelawanan
Permasalahan dan tantangan. Penyiapan sumber daya manusia unggul dalam mewujudkan
Indonesia Emas masih menghadapi tantangan kurangnya wadah bagi peserta didik
berprestasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan daya saing pada level lanjut, masih
sedikitnya peserta didik yang berpartisipasi pada ajang prestasi di tingkat global, belum
global, serta masih terbatasnya implementasi pendidikan menengah berbasis
Pada tahun
jenjang yang pernah mengikuti kompetisi di tingkat
menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Berdasarkan data pada Sistem Informasi Manajemen
Talenta, terdapat beberapa. provinsi yang peserta didiknya belum
tingkat internasional, yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia Tengah dan
K INDONESIA
Berdasarkan data penyaluran Beasiswa Indonesia Maju tahun
Menengah Atas dan Madrasah Aliyah yang mengirimkan peserta didiknya ke perguruan tinggi
luar negeri melalui program Beasiswa Indonesia Maju masih terkonsentrasi di wilayah barat
Indonesia, yaitu sebesar 65 persen peserta didik berasal dari Pulau Jawa. Sementara itu,
peserta didik penerima Beasiswa Indonesia Maju yang berasal dari pulau Sulawesi, Maluku,
dan Papua hanya sebanyak 3 persen dari total penerima.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam rangka meningkatkan pemerataan
keunggulan peserta didik,
wilayah afirmasi di
unggulan yang sesuai denga.n kebutuhan pembangunan nasional, perlu dikembangkan
katalisator untuk mendorong
ekosistem sekolah unggul yang afirmatif secara sosial-ekonomi dan geografis.
Dengan mempertimbangkan kapasitas
2025-2029 diprioritaskan pada daerah dengan perolehan prestasi sains dan teknologi di
tingkat nasional dan
di perguruan tinggi terbaik dunia yang rendah. Sedangkan, intervensi sekolah unggul
transformasi diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang memiliki talenta potensial, namun
masih memerlukan pembinaan untuk berdaya saing di tingkat global.
Sekolah unggul baru dibangun pada jenjang pendidikan menengah yang akan menampung
lebih kurang lima rombongan belajar sekolah menengah atas per tahun. Pembangunan
ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun
asrama peserta didik untuk menjaga kemudahan akses peserta didik ke sekolah serta
menjaga ciri unggul
pembelajaran yang optimal, satuan pendidikan dilengkapi dengan ruang kelas, laboratorium
ilmu pengetahuan alam dan multimedia terpadu, perpustakaan terpadu denga.n koleksi buku
lengkap, lapangan olahraga, ruang penunjang lain (unit
lainnya), serta bus transportasi untuk
Di samping aspek fisik, penyelenggaraan sekolah unggul baru juga mempertimbangkan
aspek
kependidikan berkualitas. Penyediaan guru berkualitas dilakukan melalui seleksi ketat yang
SK
Gambar 3.9
Peta Persebaran Peserta Didik Indonesia yang Mengikuti Kompetisi di Tingkat Internasional
Sumber: Sistem Informasi Manajemen Talenta, Kemendikbudristek, 2024
pembelajaran dan tata laksana satuan pendidikan yang efektif, sekolah unggul akan
dilengkapi dengan tenaga kependidikan yang berkompeten,
pustakawan, kepala laboratorium, pembina asrama, pembina ekstrakurikuler, petugas
keamanan, dan lain sebagainya. Hanya dengan memastikan ketersediaan sumber daya
manusia yang
yang kondusif untuk pengajaran dan pembelajaran berkualitas dan dengan tetap
memperhatikan keamanan dan kesentosaan
diberikan sebagai apresiasi kepa.da para gu.ru dan tenaga pendidik yang bertugas.
Operasional. Pembangunan prasarana dan penyediaan sarana sekolah unggul baru
diharapkan dapa.t selesai dalam waktu satu tahun anggaran, sehingga proses pembelajaran
dapat langsung dilaksanakan secara optimal pada tahun berikutnya. Sedangkan, sekolah
unggul transformasi akan mendapatkan intervensi berupa pembinaan peserta didik,
pelatihan guru, dan pelatihan manajemen sekolah. Ketiga intervensi diharapkan akan
Gambar 3.10
Logical Framework Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul
bidang unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional, melalui penguatan
lima aspek utama yaitu
akademik, pengemasan citra diri dan pemilihan perguruan tinggi, pemenuhan komponen
persyaratan pendaftaran, serta
Sekolah unggul tidak dimaksudkan untuk menciptakan favoritisme dan eksklusivisme dalam
pendidikan. Oleh karena itu,
pemihakan pada peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga kelompok ekonomi
menengah ke bawah.
Gambaran umum. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah merupakan
langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana
pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Program ini bertujuan untuk
menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta memastikan satuan pendidikan
dari jenjang Pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah memiliki fasilitas yang
memadai guna mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan efektif, tidak
hanya dari segi fisik, tetapi juga dari kualitas pengajaran. Peningkatan kualitas sarana dan
prasarana pembelajaran di sekolah dan madrasah menjadi pendorong untuk meningkatkan
mutu pembelajaran serta memastikan setiap peserta didik di seluruh wilayah mendapatkan
fasilitas pendidikan yang
Fokus utama revitalisasi adalah memperbaiki ruang kelas dan ruang nonkelas yang rusak
serta memenuhi sarana dan prasarana
toilet, ruang administrasi, ruang usaha kesehatan sekolah, laboratorium, asrama peserta
didik, rumah dinas guru,
(b) Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas
Pelaksanaan revitalisasi mengikuti prinsip ketuntasan untuk memastikan seluruh kegiatan
pembelajaran memiliki sarana dan prasarana yang memadai di satuan pendidikan, serta
mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Permasalahan dan tantangan. Aspek
penyediaan sarana dan prasarana pendidikan berkualitas, di antaranya penyediaan satuan
pendidikan,
desa/kelurahan yang tidak memiliki taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal,
302 kecamatan tidak memiliki sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah, dan 727
kecamatan tidak memiliki sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah
aliyah (Potensi Desa, 2021). Dari 415.189 sekolah, sebanyak 3.153 sekolah tidak memiliki
listrik, 22.373 sekolah tidak memiliki internet, dan 2.458 tidak memiliki listrik dan
(Data Pokok
Di samping itu, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan perlu dilakukan secara
berkesinambungan untuk memastikan dapat dimanfaatkan dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan tahun 2023, 25,67 persen atau 501.641 ruang kelas
sekolah dan 44.038 ruang kelas madrasah dari total 1.831.172 ruang kelas berada pada
kondisi rusak sedang dan berat. Masih terdapat satuan pendidikan yang memiliki jumlah
peserta didik melebihi daya tampung. Kondisi prasarana pendidikan yang kurang memadai
keamanan dan kenyamanan peserta didik.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Revitalisasi sekolah ditujukan untuk menciptakan
ekosistem lingkungan belajar yang kondusif serta menjamin keamanan dan kenyamanan
peserta didik selama belajar di sekolah. Dengan lingkungan belajar yang kondusif,
diharapkan dapat
Gambar 3.11
Persentase Kondisi Ruang Kelas
Sekolah Madrasah
K INDONESIA
Penentuan lokasi revitalisasi sekolah/madrasah mempertimbangkan satuan pendidikan
dengan kondisi terdapat minimal satu massa bangunan dengan tingkat kerusakan minimal
sedang untuk memenuhi prinsip ketuntasan sesuai dengan SNP Sarana dan Prasarana,
dengan memberi keberpihakan kepada daerah
kawasan perbatasan, kawasan transmigrasi, dan wilayah Papua. Penentuan sasaran
prioritas bersumber dari Data Pokok Pendidikan dan Education
Pascarevitalisasi, diharapkan ruang kelas, ruang
lainnya yang direnovasi dapat langsung dimanfaatkan secara efektif. Selanjutnya, diperlukan
komitmen sekolah dan pemerintah daerah mengenai penyediaan biaya operasional dan
pemeliharaan sehingga sarana dan prasarana dapat digunakan selama jangka waktu yang
lebih panjang untuk penyelenggaraan
Gambar 3.12
Logical Framework Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas
INDONESIA
Catatan: Target, indikator, lokasi, dan operasionalisasi program bersifat indikasi yang akan dimutakhirkan
pada RKP setiap tahunnya.
Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk
Meningkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri
Sebuah negara yang maju harus mampu memaksimalkan potensi sumber daya alamnya
untuk kemajuan perekonomian nasional dan
Indonesia dapat mengonversi komoditas dasar menjadi produk berdaya saing tinggi, yang
juga dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas dan mendorong pertumbuhan
ekonomi domestik.
Dengan demikian, tidak hanya menjadi negara penghasil bahan mentah, Indonesia dapat
menjadi produsen dan manufaktur atas produk yang berkualitas dan dapat bersaing di
kancah internasional. Prioritas Nasional ini
secara efektif, dan juga menegaskan kedaulatan ekonomi Indonesia, mengurangi
ketergantungan terhadap impor, dan menjamin pembangunan berkelanjutan untuk generasi
mendatang. Karena itu pada pembangunan jangka menengah nasional ta}rlu;r
pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan dan mengembangkan program industrialisasi
dan hilirisasi.
3.5.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 5
Untuk mengawal keberhasilan proses pembangunan hilirisasi dan industri berbasis sumber
daya alam dalam meningkatkan nilai tambah dalam negeri, telah dirumuskan
pembangunan jangka menengah pada tahun
s"".o' ut"-r llH*i8ort"" u."iorrrr s
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Target 2025
Terwujudnya Peningkatan Nilai Tambah, Produktivitas dan Daya Saing
1 Rasio PDB Industri Pengolahan (7o) L8,67 (20231 20,80
Terwujudnya Peningkatan
2 Biaya Logistik (Yo PDB) 14,29
3 Pembentukan Modal Tetap Bruto
e/o PDB)
29,3
4 Ekspor Barang dan Jasa (% PDB) 21,7 (2023].
Prioritas Nasional 5 ditujukan untuk membangu.n fondasi industrialisasi yang
tambah tinggi di dalam negeri, terintegrasi antarwilayah, dan berdaya saing global sehingga
mampu menjadi pengungkit perekonomian regional dan nasional. Arah Kebijakan untuk
mewujudkan sasaran pembangunan pada Prioritas Nasional 5 adalah sebagai berikut:
3.5.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 5, dilakukan serangkaian intervensi
pa.da masing-masing arah kebijakan sebagai berikut:
(l) Percepatan
komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto serta
memiliki nilai tambah tinggi, dengan memperhatikan potensi penyerapan tenaga kerja
lokal,
lingkungan. Oleh karena itu, fokus prioritas hilirisasi tahun 2025-2029 adalah (a)
hilirisasi nikel, (b) hilirisasi tembaga, (c)
kelapa sawit, (0 hilirisasi kelapa, (g) hilirisasi rumput laut, serta (h) hilirisasi sagu dan
singkong. Sementara, pengembanga.n industri nasional yang berorientasi ekspor
mencakup (a) pengembangan industri medium-high bcfvabgA (industri semikonduktor
yang merupakan salah satu produk prioritas hasil hilirisasi silika, industri kosmetik dan
farmasi, industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, industri
industri mesin dan perlengkapan); (b) penguatan produktivitas industri padat karya
terampil (industri makanan dan minuman, industri tekstil dan produk tekstil, serta
industri alas kaki); (cl penguatan industri dasar (industri kimia mencakup hilirisasi
komoditas minyak bumi, gas bumi, dan batu bara serta industri logam dasar besi dan
baja mencakup hilirisasi komoditas besi dan baja);
industri
Upa.ya yang dilakukan untuk
pengembangan industri prioritas nasional yang telah disebutkan di atas adalah melalui
(i) fasilitasi investasi dan iklim usaha yang kondusif untuk pendalaman
industri; (ii) tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku yang diiringi oleh
peningkatan produktivitas sektor hulu; (iii) penyiapan tenaga kerja terampil;
ketersediaan energi yang andal dan bersaing; (v) peningkatan adopsi teknologi serta
pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam proses produksi serta
industri; (vi) optimalisasi penerapan standar dan
perluasan pasar dalam dan luar negeri untuk peningkatan skala ekonomi melalui
penguatan
pengadaan barang dan jasa pemerintah;
pelaksanaan
pembentukan komite
sawit. Selain itu, pengembangan industri akan dilaksanakan dengan tetap
memperhatikan upaya dekarbonisasi dan penerapan sirkular ekonomi di industri.
(2) Aglomerasi industri di kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas sebagai
pusat
pembangunan industri dan pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Jawa. Dengan telah
ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan
industri. Oleh karena itu diperlukan akselerasi investasi di dalam kawasan
industri/kawasan ekonomi
penggerak sekaligus sumber pertumbuhan baru dan memperkuat fondasi bagi
percepatan program hilirisasi.
Pada tahun 2025-2029, aglomerasi industri di kawasan industri/kawasan ekonomi
khusus akan difokuskan pada 23 kawasan industri/kawasan ekonomi khusus yaitu (a)
Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe; (b) Kawasan Ekonomi Khusus Sei
Mangkei; (c) Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang; (d)
Gresik; (e) Kawasan Industri Bintan Inti Industrial Estate; (f) Kawasan Industri Krakatau
Industrial Estate Cilegon; (g) Kawasan Industri Terpadu Wilmar; (h) Kawasan Industri
Seafer; (i) Kawasan Industri Terpadu Batang; (j) Kawasan Industri Ngawi; (k) Kawasan
Industri iSentra
Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia; (n) Kawasan Industri Sumbawa
Barat; (o) Kawasan
Takalar; (Q Kawasan Industri Stardust; (r) Kawasan Industri Morowali; (s) Kawasan
Industri Konawe; (t) Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park; (u)
Industri Buli; (v) Kawasan Industri Weda Bay;
Kawasan Industri
industri/kawasan ekonomi khusus akan difokuskan pada (i) fasilitasi perizinan dan tata
ruang kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas; (ii) pembangunan sarana
dan prasarana dalam dan luar kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas
sesuai dengan perencanaan (masterplan) serta kebutuhan pengembangan kawasan
prioritas (kawasan industri/kawasan ekonomi khusus) yang di antaranya mencakup (l)
pemenuhan aksesibilitas serta rantai pasok penunjang aktivitas di luar kawasan melalui
pembangunan jalan tol, jalan nasional serta dukungan peningkatan jalan daerah melalui
sinkronisasi program hibah berbasis kinerja maupun dukungan pemerintah pusat
kepada daerah
konektivitas simpul transportasi multimoda untuk
meliputi pembangunan dan pengembangan pelabuhan utama, dryport, bandara utama,
serta sarana dan prasarana kereta api melalui sinkronisasi program
badan usaha; (3) penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung ketersediaan
tenaga kerja bagi kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas;
pengembangan kemitraan
ekonomi khusus prioritas. Fasilitasi kelengkapan ekosistem pendukung kawasan
industri/kawasan ekonomi khusus
kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas sesuai dengan penahapannya
masing-masing.
(3)
diarahkan untuk mendorong Layanan logistik yang lebih
meningkatkan kinerja sektor logistik yang lebih optimal, melalui (a) penguatan
infrastruktur
sumber daya manusia dan penyedia jasa logistik.
(41 Peningkatan investasi untuk integrasi ekonomi domestik dan global, memerlukan
prasyarat Grerqtisit{ meliputi sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan serta regulasi
investasi yang kondusif, iklim investasi dan kepastian berusaha, pemberian insentif dan
kemudahan investasi yang efektif, dan fasilitasi investasi Indonesia di luar negeri agar
Indonesia tetap menjadi destinasi yang menarik
pertumbuhan ekonominya. Pada tahap pembangunan jangka menengah tahun 2025-
2029, prereqisite ini
serta memiliki multiplier effect paling besar terhadap perekonomian. Intervensi yang
dilakukan untuk menindaklanjuti arah
investasi swasta prioritas sebagai pendorong transformasi ekonomi, (b) peningkatan
investasi yang berorientasi ekspor dan mendukung partisipasi dalam rantai nilai global,
(5) Peningkatan perdagangan domestik, antarwilayah, dan ekspor serta peningkatan
partisipasi dalam rantai nilai global dapat dilakukan dengan (a) peningkatan keterkaitan
ekonomi dan rantai nilai domestik, antardaerah, dan dengan global; (b) peningkatan
ekspor produk berteknologi menengah tinggi; (c) peningkatan ekspor produk
tenaga
berbasis sumber daya alam melalui penguatan
internasional dalam rangka membuka dan memperluas pasar ekspor dengan
dan produk
Partnership
peningkatan kualitas produk, persaingan usaha, dan perlindungan konsumen.
meningkatkan penguasaan pangsa ekspor Indonesia terhadap dunia melalui optimalisasi
kinerja perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri, Perdaganga.n dalam
negeri diarahkan untuk dapa.t meningkatkan perdagangan antarwilayah dan
pengembangan rantai pa.sok domestik, stabilisasi harga, serta peningkatan konektivitas
perdagangan dalam negeri ke pasar global. Perdagangan luar negeri diarahkan untuk
meningkatkan daya saing ekspor, yang dikompetisikan secara
pangsa pasar barang dan jasa
dalam rantai nilai global.
(6) Optimalisasi investasi strategis negara dilakukan dalam rangka mengakselerasi
mengoptimalkan daya tarik investasi
utama, yaitu (a) pengelolaan portofolio dan tujuan investasi strategis negara, serta (b)
peningkatan investasi strategis negara pada sektor prioritas.
Pengelol,aan portofolio dan tujuan investasi strategis negara perlu dioptimalkan dengan
mencakup strategi transformasi, diversifikasi portofolio dan upaya pengendalian risiko,
Hal ini dilakukan untuk memperoleh expected
risiko yang lebih terukur, mengingat saat ini kondisi portofolio investasi di Indonesia
masih terbatas dan tidak cukup terdiversifikasi. Optimalisasi portofolio t
ke depan perlu diiringi dengan prinsip kehati-hatian Urrudeil
memperhatikan seluruh aspek secara
berkelanjutan, evaluasi yang objektif, dan pelaporan yang transparan dan akuntabel di
bidang (a) portofolio dan (b) tujuan investasi.
Pembangunan pada sektor prioritas saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Hal
hilirisasi pertambangan yang belum optimal, infrastruktur untuk mendukung
konektivitas yang masih perlu ditingkatkan, penyediaan perumahan yang masih
terbatas, kesenjangan digital di berbagai daerah, serta
strategis dan kesehatan yang masih menjadi isu utama pembangunan. Oleh sebab itu,
investasi strategis negara difokuskan pa.da s€ktor prioritas diantaranya (a)
pertambangan, energi, pangan, dan air; (b) infrastruktur dan perumahan; serta (c)
teknologi, industri strategis, dan kesehatan. Selanjutnya investasi strategis negara juga
diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor-sektor
prioritas pembangunan nasional,
3.5.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Kebutuhan Regulasi pada
Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri"
sebagai berikut:
(1) Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 3 Tahun
20 14 tentang Perindustrian
Perubahan Undang-undang Perindustrian merupa.kan upaya untuk mewujudkan tata
kelola pengembangan industri yang lebih kondusif dan relevan dengan kondisi terkini.
Beberapa. ketentuan yang dilakukan penyesuaian dengan perkembangan terkini di
sektor industri pengoLahan, antara lain ketentuan mengenai (al jasa industri, (b) pabrik
cerdas, (c) industri cerdas, (d) standar digital industri, (e) percepatan pertumbuhan
industri pengolahan bahan baku sumber daya alam, (f) sistem manajemen untuk standar
industri
pemerintah sebagai bentuk fasilitasi industri.
(2) Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Danantara sebagai Lembaga Sui
Generis yang Bertugas Mengelola Investasi, Mengelol,a Badan Usaha Milik Negara, dan
Mengelola Badan Usaha dan/atau Badan Hukum Lainnya
Rancangan Undang-undang tentang pembentukan Danantara sebagai lembaga. sui
generis yang bertugas
mengelola badan usaha dan/atau badan hukum Lainnya merupakan langkah krusial
dalam mewujudkan tata kelola investasi yang optimal dan terpadu, Undang-undang ini
akan mendorong sinergi dan kolaborasi antar Badan Usaha Milik Negara, badan usaha,
dan lembaga pemerintah dalam pengelolaan
mengoptimalkan potensi dan sumber daya nasional, sehingga mempercepat
Indonesia Emas 2045.
Kebutuhan Kelembagaan pada Prioritas Nasional 5 'Melanjutkan Hilirisasi dan
Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Nilai Tambah
di Dalam Negeri" sebagai berikut:
(1) Pembentukan/Penataan
Badan Usaha Milik Negara, dan Mengelola Badan Usaha dan/atau Badan Hukum
lainnya
Pembentukan/penataan kelembagaan yang bertugas mengelola investasi, mengelola
Badan Usaha Milik Negara, mengelola badan usaha dan/ atau badan hukum lainnya
merupakan langkah krusial daLam mewujudkan tata kelola investasi yang optimal dan
terpa.du. lembaga ini akan berperan
melaksanakan transformasi Badan Usaha Milik Negara,
kegiatan investasi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara, badan usaha,
lembaga pemerintah, dan badan hukum lainnya yang mengelola aset negara. Dengan
demikian,
transparan dan akuntabel. Penguatan kelembagaan ini juga akan mendorong
optimalisasi potensi dan sumber daya nasional melalui
yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Lembaga ini akan mengakselerasi
pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.
3.6 Prioritas Nasional 6: Membangun dari Desa dan dari Bawah
untuk Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan Ekonomi, dan
Pemberantasan
Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh distribusi hasil pembangunan dan keseimbangan
alokasi sumber daya pada setiap wilayah. Membangun dari desa dan dari bawah adalah
strategi yang berorientasi pada
masyarakat lokal serta memperhatikan pemenuhan hak dasar warga negara untuk
bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat, dan inklusif. Desa,
sebagai unit terkecil dari sistem pemerintahan dan ekonomi, memegang potensi besar untuk
menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. Dengan mengedepankan
pembangunan dari desa dan dari bawah, negara mengakui peran penting komunitas desa
sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kelestarian lingkungan, dan
ketahanan sosial-budaya. Membangun dari desa tidak hanya dalam bentuk
fisik, ekonomi, sosial-budaya, lingkungan dan tata kelola yang menggambarkan kemandirian
desa, namun juga meliputi pemberdayaan komunitas lokal melalui pendidikan,
pengembangan keterampilan, dan aksesibilitas ke berbagai sumber daya. Melalui strategi
yang berfokus pada pendekatan dari desa dan dari bawah, negara berupaya agar seluruh
masyarakat mendapatkan dampak positif dari pembangunan menyeluruh, penurunan
disparitas ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.
Pembangunan dari desa dan dari bawah menjadi pendekatan utama dalam upaya
pemberantasan kemiskinan. Penduduk miskin dan rentan menjadi fokus dalam pelaksanaan
perlindungan sosial, untuk membantu mengurangi beban kelompok tersebut dalam
memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, energi,
penga.suhan, layanan sosial, perumahan dan sanitasi yang layak, serta kebutuhan individu
maupun keluarga. lainnya sesuai dengan hambatan yang dihadapi. Pendekatan untuk
meningkatkan kemandirian penduduk miskin dan rentan dilakukan dengan mengedepankan
potensi, kapasitas, motivasi, dan akses bagi mereka untuk dapat berdaya mendapatkan
ruang untuk berpartisipasi pada sektor-sektor ekonomi utama.
menjadi
pemampu lainnya, tersedia bagi penduduk untuk keluar dari kemiskinan dan menjadi
Upa.ya holistik yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kapasitas
penduduk miskin dan rentan diarahkan untuk mengakselerasi penurunan kemiskinan
secara berkesinambungan.
bagian dari agenda pembangunan utama untuk memperkuat sumber-sumber
ekonomi. Penduduk miskin, rentan, dan menuju kelas menengah didorong untuk menjadi
aktor dan rantai pasok utama yang berperan dalam kegiatan ekonomi utama yang dapat
mengeluarkan mereka dari kondisi miskin dan rentan. Penguatan dan perbaikan tata kelola
program-program perlindungan sosial dan
untuk mendukung
peningkatan adaptabilitas dan inklusivitas, pemanfaatan dan peningkatan akses terhadap
teknologi, penggunaan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi sebagai sumber rujukan dan data
tunggal sosial dan ekonomi nasional untuk penargetan program, serta pemantauan yang
intensif dan berkala dalam mengidentifikasi kebutuhan kelompok yang paling rentan dan
mengakselerasi graduasi penduduk menuju sejahtera secara berkesinambungan.
-t72-
Perlindungan dan pemberdayaan penduduk didukung dengan
bersifat
terintegrasi menjadi langkah penting dalam peningkatan kesejahteraan yang merata.
Hubungan desa-kota yang saling mendukung sebagai satu kesatuan fungsi wilayah berperan
sebagai kunci pemerataan ekonomi. Desa dapat menjadi bagian dari rantai pasok untuk
mendukung ekosistem ekonomi kota, sementara kota menyediakan akses pa.sar, teknologi,
dan inovasi. Kota-kota dirancang sebagai simpul pertumbuhan yang mendukung
pembangunan wilayah sekitar. Selain itu, pembangunan di desa dan kota harus memastikan
akses yang
pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Pembangunan perkotaan yang inklusif tidak hanya memperkuat perekonomian lokal tetapi
juga mendorong pemerataan peluang ekonomi di wilayah tertinggal. Investasi pada kawasan
strategis, termasuk pembangunan lbu Kota Nusantara, diarahkan untuk memanfaatkan
potensi wilayah tertinggal dan mempercepat pengurangan kesenjangan. Sebagai model
pembangunan berkelanjutan dan inklusif, Ibu Kota Nusantara dirancang untuk memperkuat
konektivitas antardaerah, memperbaiki distribusi penduduk, dan menciptakan peluang baru
di luar Jawa, sehingga mendukung penurunan kemiskinan secara lebih merata.
Pelaksanaan pembangunan dirancang dengan pendekatan afirmatif, yang berfokus pada
keberpihakan terhadap pemenuhan kebutuhan penduduk paling rentan, dimulai dari tingkat
komunitas. Pendekatan ini memastikan bahwa kelompok rentan, seperti masyarakat miskin,
perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan komunitas terpencil serta
kelompok rentan lainnya, mendapatkan akses yang setara terhadap layanan dasar, peluang
ekonomi, dan perlindungan sosial.
Pendekatan "membangun dari desa dan dari bawah" bertujuan memberdayakan desa sebagai
penggerak utama daLam rantai pasok ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan potensi lokal,
ekonomi kota. Strategi ini tidak hanya menciptakan sinergi antara desa dan kota, tetapi juga
memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah untuk memastikan pemerataan
pembangunan.
3.6.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 6
Untuk mengawal keberhasilan pertumbuhan ekonomi,
pemberantasan kemiskinan maka proses membangun dimulai dari desa sebagai fondasi
utama pembangunan masyarakat dan struktur kelembagaan tingkat terbawah yang paling
dekat dengan masyarakat, Pembangu.nan yang dilakukan juga memperhatikan pemenuhan
akses masyarakat terhadap hunian layak, bukan hanya sebagai tempat tinggal melainkan
juga tempat bekerja bagi beberapa
depan dilakukan dengan memastikan perlindungan sosial adaptif yang mengintegrasikan
program-program bantuan, jaminan, layanan, dan kesejahteraan sosial, serta pemberdayaan
ekonomi dari tingkat desa.
Pembangunan dari desa mencakup pemenuhan
penguatan ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan desa, serta penguatan tata kelola dan
pemberdayaan pemerintahan desa. Pembangunan tersebut menekankan keterkaitan desa-
kota
ekonomi melalui sinergi aliran sumber daya, tenaga
dilakukan untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang layak huni, inklusif, berbudaya,
hijau, berketahanan, maju, dan menyejahterakan. Pembangunan perkotaan berkelanjutan
perlu didukung dengan pendekatan kota cerdas,
komitmen
Sasaran pembangunan Prioritas Nasional 6 tahun 2025 dan 2029 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.9
Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 6
No
Mempercepat pengurangan kemiskinan dan peningkatan pemerataan
I Tingkat kemiskinan
2 Tingkat kemiskinan ekstrem
lP/"14
I,47 0,5 -1 0
3 Proporsi penduduk kelas
menengah f/o)
17,13 17,50 20,00
4 Cakupan kepesertaan jaminan
sosial
29,77
(Semester I)
32,15 43,92
5 Penyandang disabilitas yang
bekerja di sektor formal (9o)
Meningkatkan akses hunian layak,
6 Rumah tangga dengan akses
hunian layak, terjangkau dan
berkelanjutan f/o)
65,25 67,OO
Mewujudkan pembangunan kemandirian perdesaan dari bawah sebagai
ekonomi yang
7 Persentase desa mandiri (%)cl 22,45 23,29
74,OO
25,79
Perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi
a Proporsi PDRB perkotaan
terhadap PDB nasional (%)
9 Proporsi kontribusi PDRB
Wilayah Metropolitan terhadap
nasional e/o)bl
44,13 (2022], 44,35 45,60
2045, namun tidak menjadi indikator pada level Prioritas Nasional RPJMN Tahu'r
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan Prioritas Nasional 6,
dilaksanakan kebijakan sebagai berikut:
H1
3:
(»
REPUBLIK INDONESIA
- 175 -
Sasaran 3
Mewujudkan pembangunan kemandirian perdesaan dari bawah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan
# Angka kemiskinan perdesaan masih tinggi 12,22 # Produktivitas dan pendapatan asli desa PADes
persen (BPS, 2023) terhadap ABPDesa masih sangat rendah (Proporsi
« Pemenuhan layanan dasar desa masih bervariasi. PADes 2,1 persen dari total APBDes, 2023)
Terdapat desa yang layanan dasar sudah terpenuhi # Tata Kelola pemerintahan desa masih belum baik dan
namun masih terdapat desa yang layanan dasarnya kualitas belanja desa
belum baik. Secara agregat kualitas layanan dasar ditingkatkan
sekar masih timpang dibandingkan layanan # Belum optimalnya konsolidasi berbagai pendanaan
Dera K/L/D dalam pembangunan desa
e Aktivitas ekonomi desa dalam posisi rentan karena 96 «
persen ekonomi masyarakat desa didominasi oleh sektor dari 75.259 desa) sementara bencana dan dampak
pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing perubahan iklim di desa semakin sering terjadi.
lemah sehingga membutuhkan penguatan dan
diversifikasi
Peningkatan kemandirian perdesaan yang berkelanjutan
Sasaran 4 AA
Perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi
e Setiap 1 persen pertumbuhan penduduk
Indonesia hanya meningkatkan 1,4 persen PDB informal yang belum optimal, serta tingginya kemiskinan,
perkapita, kontribusi ekonomi yang tergolong ketimpangan sosial, dan kriminalitas masih menjadi
rendah jika dibandingkan dengan Cina dan rata-rata tantangan utama perkotaan pada bidang sosial-ekonomi
negara Asia Timur dan Pasifik (Bank Dunia, 2019) # Tingkat pencemaran dan degradasi lingkungan yang
# Pemanfaatan lahan perkotaan yang belum efisien semakin tinggi di perkotaan, ditambah dengan rendahnya
dan pengendalian ruang yang kurang efektif telah ketangguhan perkotaan terhadap risiko bencana dan
mendorong laju urbanisasi lebih tinggi di
yang menyebabkan permukiman tumbuh menyerak keberlanjutan hidup di perkotaan
dan keluar dari kontrol « Belum ada regulasi yang mengatur perkotaan secara
“ Ketersediaan dan akses layanan perkotaan berupa terpadu, kurang dinamisnya kelembagaan, serta belum
rumah layak huni, layanan air minum, sanitasi, dan inovatifnya pembiayaan pengelolaan perkotaan untuk
infrastruktur perkotaan masih terbatas, sementara mengatasi kompleksitas perkotaan di 2045
pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, serta sarana « Tingginya konsentrasi penduduk Indonesia di Pulau Jawa
pendidikan dan kesehatan belum inklusif dan (sebesar 56,10 persen) utamanya di Wilayah Metropolitan
memadai Jakarta menyebabkan beban Jakarta dan daerah
« Pembangunan dan penyediaan infrastruktur khusus sekitarnya meningkat, sehingga terjadi penurunan daya
di wilayah metropolitan belum merata, memiliki dukung lingkungan dan peningkatan dampak kerugian
kualitas yang terbatas, serta tidak terintegrasi ekonomi.
secara kewilayahan.
“ Pembangunan perkotaan berkelanjutan
“ Pembangunan Ibu Kota Nusantara
3.6.3 Intervensi Kebijakan
pada masing-masing arah
(l) Sistem pendataan sosial ekonomi terintegrasi untuk peningkatan kualitas
program pemerintah berbasis data kondisi sosial dan ekonomi seluruh penduduk
Indonesia yang terintegrasi, yang dilaksanakan melalui (a) tata kelola Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi (Regsosek) untuk menghasilkan data tunggal sosial ekonomi dan (b)
pemanfaatan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi;
(2) Perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif menjadi bagian penting dari upa.ya
pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, pendekatan ini dilakukan melalui
(a) penyaluran bantuan sosial adaptif dan subsidi yang tepat sasaran dan inklusif
melalui kartu
sosial yang
bantuan sosial yang terintegrasi dan terdigitalisasi; (iii) penguatan adaptabilitas
program dalam kondisi bencana alam dan non-alam, serta perubahan iklim; (iv)
penguatan
mempergunakan Sistem Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Regsosek
Terpadu (SEPAKAT) untuk memastikan integrasi bantuan sosial dengan jaminan
sosial, pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur layanan dasar; serta (v)
pengembangan mekanisme graduasi masyarakat miskin dan rentan menuju
sejahtera;
(b) reformasi sistem Jaminan Sosial Nasional, melalui peningkatan literasi Jaminan
Sosial, penjangkauan aktif kepesertaan, penguatan program dan kelembagaan
jaminan sosial, pengembangan jaminan sosial adaptif, penyediaan skema jaminan
sosial bagi pekerja miskin dan tidak mampu, perumusan keseimbangan iuran dan
manfaat program, penguatan tata kelola dan data jaminan sosial berbasis Nomor
Induk Kependudukan; dan
(c) pengembangan ekonomi perawatan (care euramgll melalui pengembangan
penga.suhan, penguatan kapasitas keluarga.,
akses terhadap fasilitas pelayanan pengasuhan bagi kelompok rentan termasuk
anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya, yang
terjangkau, terstandar, dan berkualitas,
pendanaannya secara berkesinambungan, guna mendukung kesejahteraan
masyarakat dan kesetaraan kesempatan ekonomi secara holistik.
Untuk mencapa.i perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif, pemerintah memastikan
program yang terintegrasi dan saling melengkapi. Salah satu upaya agar perlindungan
sosial yang adaptif, inklusif, dan terintegrasi dapat terbangun dan terlaksana, dilakukan
memastikan
yang tersinkronisasi, pembagian peran dan kewenangan lintas sektor yang konsisten,
serta penguatan kondisi perlu yang dibutuhkan untuk memastikan program yang tepat
manfaat dan tepat sasaran. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Sosial
untuk memberikan panduan yang lebih komprehensif dan menyeluruh terkait dengan
konsep dan mekanisme pelaksanaan perlindungan sosial
kepentingan, baik pemerintah maupun nonpemerintah.
bertujuan untuk menyinergikan
kesempatan bekerja kepada para penerima manfaat yang dilaksanakan
peningkatan daya saing melalui kartu usaha produktif untuk
masyarakat menuju kelas menengah dan kelas menengah; (b) peningkatan kemandirian
melalui kartu usaha
dalam rangka meningkatkan kemandirian dan menga.kselerasi graduasi menuju
kesejahteraan; dan (c) reforma agraria untuk mengurangi ketimpangan pemilikan dan
penguasaan tanah, serta meningkatkan kemandirian masyarakat penerima Tanah
Obyek Reforma Agraria. Hal tersebut dilakukan melalui penataan
tanah
bantuan fasilitasi pendampingan usaha bagi penerima Tanah Obyek Reforma Agraria
(TORA) untuk dapat mengolah tanah yang sudah
diharapkan penerima reforma agraria dapat meningkat
(4) Pembangunan perkotaan berkelanjutan bertujuan untuk mewujudkan peran perkotaan
berketahanan, maju dan menyejahterakan. Pembangunan perkotaan berkelanjutan
dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan sistem perkotaan nasional dengan
didukung oleh tata kelola dan kelembagaan yang transparan dan
pengarusutamaan pendekatan perkotaan cerdas dengan
difokuskan kepada
(a) pembangunan Wilayah Metropolitan di 1O lokasi prioritas dengan strategi
pembangunan berupa (i) peningkatan konektivitas antara train berupa pembangunan
transportasi perkotaan dan pengembangan kawasan berorientasi transit; (ii)
penataan kawasan perkotaan antara lain berupa revitalisasi kawasan permukiman
kumuh dan pembangunan hunian vertikal publik; (iii) peningkatan ketangguhan
bencana dan adaptasi perubahan iklim antara lain berupa penanganan banjir
perkotaan dan penerapan solusi berbasis
lain berupa penguatan keterkaitan perdesaan-perkotaan dalam bentuk kerja sama
desa-kota; dan (v) peningkatan kapasitas tata kelola perkotaan antara lain berupa
penguatan kerja sama multipihak dan lintas wilayah serta pengembangan
pendanaan inovatif.
(b) pembangunan perkotaan Non-WiLayah Metropolitan di 40 indikasi lokasi prioritas,
khususnya
pembangunan berupa (i) pengembangan rencana spasial dan data fungsional
perkotaan antara lain
Statistical Area,
mobilitas perkotaan; (ii) penyediaan serta peningkatan layanan dasar dan
infrastruktur dasar antara lain berupa penyediaan layanan transportasi umum,
perpipaan; (iii) peningkatan kualitas lingkungan antara lain melalui penyediaan
ruang terbuka hijau dan biru publik serta
penguatan ekonomi perkotaan antara lain melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan terintegrasi dengan
SK No25220lA
berkelanjutan, perlu didukung dengan penyempurnaan regulasi tentang
melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perkotaan Berkelanjutan.
Rancangan Undang-Undang ini bertujuan untuk mentransformasi pendekatan
pembangunan perkotaan agar tidak sektoral, dapat memenuhi hak masyarakat untuk
mendapatkan layanan perkotaan yang layak, adaptif terhadap pengelolaan perkotaan
lintas batas wilayah, didukung peran serta warga. kota yang memadai dan tanggap
terhadap tantangan masa depan.
(5) Pembangunan Ibu Kota Nusantara dilaksanakan dengan fokus utama pada pemenuhan
lembaga trias politica (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) untuk memantapkan posisi
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan sekitarnya sebagai area inti yang tangguh dalam
menyelenggarakan pemerintahan melalui (a) perencanaan dan pembangunan kawasan,
serta pemindahan ke Ibu Kota Nusantara dan (b) pembangunan sosial,
ekonomi, dan pengelolaan lingkungan Ibu Kota Nusantara;
(6) Percepatan penyediaan perumahan dan permukiman dengan
dilayani, serta target khusus antara lain untuk generasi milenial dan generasi Z dan
masyarakat miskin dan rentan. Penyediaan perumahan juga perlu dilengkapi dengan
infrastruktur dasar permukiman (air minum aman, air limbah, persampahan, jalan,
drainase lingkungan, dan lainnya), akses konektivitas, serta sesuai dengan tata ruang
dan keamanan bermukim yang sensitif terhadap isu ketahanan bencana dan iklim. Hal
ini dapat dilaksanakan melalui (a) fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan
prasarana, sarana, dan utilitas, (b) pengembangan perumahan publik vertikal yang
terpadu, (c) pengembangan fasilitasi pembiayaan perumahan, (d) penguatan ekosistem
perumahan,
(71 Peningkatan kemandirian perdesaan yang berkelanjutan dilaksanakan melalui
intervensi lintas
dan infrastruktur, termasuk perumahan dan permukiman, air minum, sanitasi,
persampahan, layanan kesehatan, dan konektivitas; (b) transformasi ekonomi lokal,
ketahanan sosial-budaya, dan pelestarian lingkungan perdesaan dalam rangka
pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi skala lokal, pengembangan indikasi 30
Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP), penguatan lembaga ekonomi desa, pengelolaan
dampak perubahan iklim, serta pengelolaan urbanisasi untuk memastikan terciptanya
sinergi desa dan kota dalam pertukaran sumber daya, tenaga kerja, dan akses pasar
sehingga terwujud pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan; (c) penguatan tata
keloLa pemerintahan serta pemberdayaan pembangunan desa secara
pembangunan 30 daerah tertinggal untuk meningkatkan kesejahteraan melalui
peningkatan akses layanan dasar, penguatan ekonomi lokal, pemerataan infrastruktur
dasar dan konektivitas, serta pengurang,ul risiko bencana; (e) pembangunan kawasan
perbatasan melalui pemenuhan layanan dasar, pengembangan pusat pertumbuhan
ekonomi, penataan ruang dan penanggulangan bencana, serta penguatan tata kelola
lokal, melalui pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
pengembangan ekonomi, redistribusi aset (tanah) transmigrasi, serta penataan
persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil; dan (g| tata kelola
pendampingan/penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui integrasi
pelaksanaan dan pengendalian berbagai program di tingkat masyarakat, penguatan
kualitas pendamping/penyuluh dengan lebih terstandar, penguatan motivasi dan
kapasitas masyarakat untuk berdaya, peningkatan pengetahuan dan akses masyarakat
terhadap layanan sosial dan dasar, perluasan akses masyarakat terhadap
pengembangan ekonomi sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama penduduk
miskin dan rentan;
Dalam memastikan keberhasilan pembangunan dari desa dan dari bawah dan mendorong
pertumbuhan ekonomi inklusif, pemerataan pembangunan, serta pengentasan kemiskinan,
maka dirumuskan Program Hasil Terbaik Cepat yang memiliki daya ungkit terhadap
keberhasilan pencapaian sasaran Prioritas Nasional 6 yaitu (l) Melanjutkan dan
Menambahkan Program Kartu-Kartu
Menghilangkan Kemiskinan Absolut dan (2) Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur Desa
dan Kelurahan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Menjamin Penyediaan Rumah Murah
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Implementasi Program Hasil Terbaik Cepat
dilakukan melalui Kegiatan Prioritas.
(1) Melanjutkan dan Menambahkan Program Kartu-Kartu Kesejahteraan Sosial serta Kartu
Usaha untuk Menghilangkan Kemiskinan Absolut
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 5 berperan
6 untuk menurunkan tingkat
Modal Manusia menjadi 0,59. Program ini bertujuan untuk menghilangkan dan mencegah
kemiskinan absolut melalui perluasan dan penguatan program kesejahteraan sosial serta
kepada aset produktif dan pasar.
sosial maupun
infrastruktur dasar, layanan dasar dan sektor-sektor perekonomian seperti pertanian,
perkebunan, jasa pariwisata, perikanan dan perdagangan yang kemudian dikelompokkan
menjadi Kartu Kesejahteraan, Kartu Usaha
Kartu Kesejahteraan adalah upaya integrasi program perlindungan sosial yang adaptif dan
inklusif, mencakup berbagai program subsidi dan bantuan sosial yang komprehensif dari
berbagai
maupun jasa. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat
sesuai kondisi dan sasaran program denga.n pendekatan ketepatan sasaran melalui satu
basis data terpadu, tata kelola dan pengendalian
pemanfaatan teknologi layanan keuangan, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan
penerima manfaat,
Adapun Kartu Usaha merupakan wujud dari strategi peningkatan pendapatan melalui
memberikan solusi nyata dalam meningkatkan pendapa.tan masyarakat, serta menciptakan
peluang kerja baru yang berkelanjutan. Secara spesifik, program ini bertujuan untuk
meningkatkan jumlah wirausaha, menciptakan
saing usaha, serta mendorong pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya
pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan program Kartu Usaha ini terbagi menjadi Kartu
Usaha Afirmatif yang ditujukan bagi kelompok
Usaha Produktif yang
(a)
Permasalahan dan tantangan. Program perlindungan sosial yang saat ini berjalan masih
menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut mencakup (i) akurasi penyaluran
bantuan sosial masih rendah; (ii) program belum komprehensif dalam memenuhi kebutuhan
penerima manfaat; (iii) terbatasnya responsivitas bantuan sosial pada kondisi darurat,
kebencanaan, dan perubahan iklim;
dalam menjangkau penduduk yang paling rentan; (v) proses penyaluran bantuan sosial yang
belum terdigitalisasi dan berorientasi pada kebutuhan penduduk miskin dan rentan; (vi)
belum ada mekanisme graduasi atau terminasi untuk setiap program; (vii) akses terhadap
infrastruktur dan layanan dasar berkualitas yang belum merata; (viii) belum inklusifnya
lingkungan dan
pengendalian, pendampingan, dan pemantauan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan
sosial yang belum optimal.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Untuk memperluas dan meningkatkan manfaat
program perlindungan sosial, dilakukan pendekatan terintegrasi melalui kartu kesejahteraan
dengan tujuan memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk
berkembang. Pendekatan ini mencakup (i) perencanaan, penargetan, dan pelaksanaan
bantuan sosial yang terpadu menggunakan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi yang terbangun
dari berbagai basis data dan berperan sebagai data tunggal sosial dan ekonomi nasional
untuk akurasi sasaran penduduk miskin; (ii) penyesuaian manfaat dan mekanisme program
yang lebih komprehensif untuk memenuhi kebutuhan dan kerentanan spesifik
kelompok sasaran, termasuk bantuan pengurangan beban yang dibutuhkan penduduk
miskin dan rentan, serta layanan dan rehabilitasi sosial yang diperlukan anak, lanjut usia,
penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya; (iii) perluasan sistem layanan dan
rujukan terpadu untuk penguatan kapasitas dan ketahanan komunitas dari tingkat desa
dalam menghadapi berbagai kerentanan, yang berbasis
dan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi, serta
memastikan responsivitas layanan dan bantuan sosial terhadap transisi besar dan risiko
katastropik, seperti bencana dan perubahan iklim;
dengan mekanisme yang terintegrasi, di antaranya dengan penggunaan satu data dalam
pensasaran, tata kelola kepesertaan melalui
penyaluran yang terintegrasi menggunakan
terpadu lintas program bantuan sosial untuk mendorong kemandirian penerima manfaat
Kartu Kesejahteraan; (v) transformasi penyaluran bantuan sosial yang terdigitalisasi dan
berorientasi pada kebutuhan penduduk miskin dan
dan instrumen penyaluran; (vi) pengembangan dan pelaksanaan graduasi dengan proses dan
kriteria kelayakan yang jelas, konsisten, dan terstandar berbasis satu data terpadu; (vii)
pengembangan sarana dan prasarana,
guna memperluas aksesibilitas terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar; (viii)
penguatan inklusivitas dan afirmasi bagi kelompok rentan, khususnya penyandang
disabilitas dan lanjut usia, terutama dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan
pengurangan beban; serta (ix) pengembangan mekanisme pemantauan distribusi serta
pemanfaatan bantuan sosial agar dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan menghindari konsumsi yang tidak produktif seperti rokok, minuman keras,
dan perjudian,
usaha, dan layanan dasar yang diselenggarakan oleh berbagai kementerian/lembaga untuk
menciptakan intervensi yang holistik dan optimal.
efektivitas program pemberdayaan. Program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh
pemerintah saat ini, masih terdapat sejumlah tantangan yaitu (i) inten ensi pemberdayaan
belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat; (ii) pelaksanaan program pemberdayaan belum
terstandar antar Kementerian/
menjangkau kelompok masyarakat miskin dan rentan; (iv) penduduk miskin dan rentan
belum termotivasi dan teroptimalkan kompetensi berwirausahanya; M kapasitas program
dalam meningkatkan kemampuan
partisipasi masyarakat dan swasta dalam pemberdayaan.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan dampa.k
program pemberdayaan ekonomi, implementasi
strategi antara lain (i) memperkuat proses asesmen terhadap kebutuhan pemberdayaan
penduduk miskin dan rentan, serta mengembangkan mekanisme
afirmatif yang dapat
men)rusun dan mengimplementasikan standar dan tahapan pelaksanaan pemberdayaan
ekonomi yang
Usaha
menjaga kesinambungan kesejahteraan penerima manfaat; (iii) menentukan target penerima
program dan menilai potensi penerima Kartu Usaha
rentan berdasarkan satu data yang akurat dan termutakhirkan melalui Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi, termasuk memperkuat kapasitas
daerah dalam
(b) Kartu Usaha Afirmatif
melalui pelatihan inklusif dan berbasis kompetensi, penguatan kemampuan manajemen dan
wirausaha, serta
mengembangkan kualitas program vokasi dan pelatihan
pemberi kerja,
pencari kerja yang inklusif dan
yang tinggal di kawasan 3T,
marginal dan rentan lainnya; serta (vi) meningkatkan integrasi dan keterkaitan program-
program dalam Kartu Usaha Afirmatif untuk dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan
swasta dalam peningkatan kesinambungan pemberdayaan masyarakat miskin dan rentan.
Kartu Usaha
keberlanjutan peningkatan ekonomi masyarakat miskin dan rentan yang telah berhasil naik
kelas menjadi kelompok menuju kelas menengah (aspiring middle class) dan kelas menengah
lmiddle
saing, sehingga mengurangi risiko kembali jatuh ke dalam kelompok masyarakat miskin.
(c) Kartu Usaha Produktif
kelas menengah dan kelas menengah agar menciptakan wirausaha produktif yang inovatif,
memiliki daya saing tinggi, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian,
program ini tidak hanya berkontribusi dalam menekan angka pengangguran tetapi juga
memperkuat struktur ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,
Permasalahan dan tantangan. Kartu Usaha Produktif dirancang untuk mengatasi tantangan
dalam pengembangan kewirausahaan dan
menengah. Tantangan tersebut dari sisi tata kelola mencakup (i) tidak adanya pedoman yang
menjadi
pemanfaatan Basis Data Tunggal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai rujukan
penyaluran program berbasis data, khususnya yang ditargetkan untuk meningkatkan
proporsi penduduk kelas menengah; serta (iii) kurangnya koordinasi antara program
pemerintah dan non-pemerintah. Selain itu, terdapat juga tantangan dari sisi kapasitas dan
daya saing usaha antara lain (i) kurangnya program pendampingan yang terarah membuat
usaha mikro, kecil, dan menengah sulit mendapat sertifikasi, akses pasar, pembiayaan, dan
teknologi; dan (ii) minimnya pelatihan keterampilan bagi tenaga
menengah,
masyarakat kel,as menengah dan menuju kelas menengah, dua langkah penyelesaian yang
dilakukan adalah (i) penatakelolaan kartu
saing usaha. Pelaksanaan
usaha dari kalangan menuju kelas menengah dan kelas menengah; (ii) pemanfaatan Basis
Data Tunggal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang terintegrasi
Sosial Ekonomi sebagai basis data rujukan
meningkatkan ketepatan sasaran; (iii) pengembangan sistem informasi Kartu Usaha sebagai
alat untuk mengkurasi penerima Kartu Usaha Produktif dan memantau perkembangan
usaha penerima manfaat; dan (iv) koordinasi,
program Kartu Usaha Produktif lintas pemangku kepentingan. Adapun pelaksanaan
peningkatan kapa.sitas dan daya saing usaha dilakukan melalui strategi (i) pelaksanaan
pendampingan usaha, seperti
serta
untuk
Tunai (BLT), dan Menjamin Penyediaan Rumah Murah Bersanitasi Baik untuk yang
Membutuhkan, terutama
Rendah (MBR)
(a) Pembangunan infrastruktur desa
Permasalahan dan tantangan. Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan terkait
penyediaan infrastruktur hingga skala desa dibandingkan dengan negara lainnya. Tantangan
penyediaan infrastruktur di desa adalah bervariasinya pemenuhan layanan dasar tingkat
desa seperti dalam sektor air minum aman, sanitasi aman, hunian layak, dan kesehatan.
dasar perkotaan, dengan data persentase desa dengan (i| akses air minum aman 18,9 persen;
(ii) sanitasi
24,62 persen. Oleh karena itu, terdapat urgensi mempercepat pemenuhan kuantitas dan
kualitas
kawasan perdesaan prioritas, sesuai kebutuhan, prioritas dan status masing-masing desa
(pengukuran berdasarkan Indeks Desa).
pada pembangunan infrastruktur di desa, disusun skema penyelesaian permasalahan
sebagai berikut (i) pembinaan pemerintah desa tentang prioritas pemanfaatan Dana Desa
yang digunakan untuk pemenuhan
kualitas
kewilayahan serta peningkatan kualitas partisipasi musyawarah
penyediaan infrastruktur desa yang terintegrasi dengan infrastruktur supra desa dalam
pemenuhan layanan dasar maupun aktivitas ekonomi di desa; (iv) peningkatan komitmen
supra desa (pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota) serta pemangku kepentingan
terkait lainnya mengenai urgensi pembangunan/pengelolaan infrastruktur desa secara
terintegrasi dan komprehensif; (v) penguatan fungsi pemerintah daerah melalui pembinaan
dan pengawasan pembangunan desa,
daerah terkait pembangunan desa,
pembangunan desa. Seluruh langkah pemenuhan infrastruktur desa dilaksanakan di
seluruh desa di Indonesia, dengan berbagai sumber pendanaan.
(b) Penyediaan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan,
generasi Z
Permasalahan dan tantangan. Permasalahan dan tantangan dalam penyediaan rumah
bersanitasi baik dihadapkan pada pemenuhan lO0 persen
rumah yang dilengkapi dengan infrastruktur dasar permukiman (air minum aman, air
limbah, dan persampahan) pada tahun 2045. Akses rumah layak huni
sebanyak 65,25 persen, dengan sebaran 63,83 persen berada di perdesaan dan 66,26 persen
berada di perkotaan (BPS, 2024). Dengan demikian, masih terdapat 34,75 persen rumah
dibangun secara mandiri yang mana sebanyak 37,10 persen diantaranya tidak layak huni
(BPS, 2022).
menjadi faktor utama penyebab ketidaklayakan hunian tersebut. Apabila kondisi ini tidak
ditangani secara komprehensif maka akan menyebabkan tumbuhnya kawasan
kumuh yang mana berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
kebutuhan rumah milik untuk sekitar 13,5 persen rumah tangga, termasuk diantaranya
masyarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah, Kenaikan harga rumah yang
tidak sebanding dengan peningkatan kemampuan finansial masyarakat juga. menyebabkan
masyarakat kesulitan untuk mendapatkan akses rumah layak huni.
Tantangan ke depan dalam penyediaan rumah adalah memastikan ketercapaian target
pemenuhan akses rumah layak huni, baik di perdesaan maupun di perkotaan dengan
inten ensi yang disesuaikan dengan
hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan akan diupayakan untuk mencapai target
74 persen. Namun, dalam pelaksanaan program perumahan terdapat tantangan diantaranya
(i) masih rendahnya penyediaan akses rumah layak huni yang
dengan infrastruktur dasar permukiman dan konektivitas sehingga berpotensi menimbulkan
kawasan permukiman kumuh; (ii) terbatasnya kewenangan pemerintah daerah (provinsi dan
kabupaten/kota) dalam penyelenggaraan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah;
dan (iii) terbatasnya fasilitas pembiayaan perumahan yang disertai penjaminan, terutama
bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap untuk pembelian rumah pertama serta
pembiayaan bagi masyarakat yang membangun maupun meningkatkan kualitas rumahnya
secara mandiri.
hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan dilaksanakan melalui penyediaan hunian baru
atau peningkatan kualitas hunian yang terintegrasi dengan infrastruktur dasar (air minum,
air limbah, persampahan, jalan, drainase dan transportasi publik). Setiap intervensi akan
didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang didukung oleh basis data perumahan.
Pendekatan berbasis kinerja akan menjadi landasan pelaksanaan program bersama dengan
Pemerintah Daerah dan mitra pembangunan lainnya. Untuk itu, perluasan kewenangan
Pemerintah Daerah menjadi aspek krusial dalam pengembangan skema
nasional dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Pemerintah
Desa,
Skenario pelaksanaan penyediaan rumah akan dipenuhi dengan skema sebagai berikut
(0 Perkotaan, meliputi (1) penyediaan hunian tapa.k dan vertikal untuk kepemilikan rumah
pertama yang didukung dengan fasilitasi kemudahan
penyediaan hunian sewa terutama vertikal melalui skema pembiayaan
yang disertai dengan subsidi sewa; (3) penyediaan maupun optimalisasi lahan melalui
konsolidasi tanah vertikal dan pengembangan kawasan permukiman berbasis transit
oriented
diutamakan peremajaan permukiman kumuh;
(ii) Perdesaan, meliputi (1) pembangunan hunian baru, termasuk pengembangan
perumahan berkelompok; (2) peningkatan kualitas hunian; (3) stimulan pembiayaan dan
bantuan konsultasi teknis melalui klinik rumah untuk pembangunan atau peningkatan
kualitas hunian yang dilakukan secara mandiri; (4) penyediaan skema kemudahan
pembiayaan secara bertahap diantaranya melalui mikro kredit dan Kredit Pemilikan
Rumah Swadaya; serta (5) penanganan permukiman kumuh mencakup pemugaran,
peremajaan, dan permukiman kembali. Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa akan
diposisikan sebagai pemangku kepentingan utama;
(iii) Penguatan ekosistem perumahan dan perbaikan tata kelola perumahan untuk
memastikan intervensi perumahan berujung menjadi akses, meliputi (1) penegakan
aspek tata ruang dan keandalan bangunan yang berketahanan bencana dan iklim; (2)
kemudahan perizinan; (3) perlindungan konsumen; (4) peningkatan kepastian
bermukim; (5) pengembangan pendanaan
berimbang; dan (7) insentif fiskal dengan kondisi tertentu;
(iv) Optimalisasi peran setiap pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan
perumahan seperti pelaksana dan pengelola program pemerintah terkait perumahan,
pengelola dana Tapera dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta berperan
dalam membangun dan mengembangkan pa.sar pembiayaan sekunder perumahan.
SK No2522llA
K INDONESIA
3.7 Prioritas Nasional 7: Memperkuat Reformasi Politik, Hukum,
dan dan
Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi, dan Penyelundupan
Reformasi dalam bidang politik, hukum, dan birokrasi merupakan aspek
menciptakan pemerintahan yang transparan, efektif, dan
bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi tindakan-tindakan yang merugikan
masyarakat,
Upaya pencegahan dan penanggulangan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan harus
dilaksanakan dengan kebijakan yang kuat dan konsisten. Kebijakan tersebut mencerminkan
keseriusan pemerintah dalam menjunjung nilai integritas dan keadilan, serta melindungi
potensi yang dimiliki oleh generasi penerus dari berbagai hambatan dan ancaman.
kondusif bagi jalannya pembangunan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, pada
pembangunan jangka menengah nasional
untuk memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan
dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.
3.7.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 7
Untuk mengawal keberhasilan proses memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi
serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan
penyelundupan, telah dirumuskan sasaran dan indikator pembangunan pada tahun 2025-
2029 sebagai berikut.
."".'.,, r*-"T.Tl i,lSrou n."io.,.t z
No Sasaran dan Indikator
Terwujudnya
fungsional
I Indeks Pembangunan Hukum 0,68 (2023) 0,69 o,73
, serta
2 Indeks
3 Indeks Materi Hukum 0,60 (20231 0,51 0,55
4 Indeks
5 Indeks Integritas Partai Politik 62,43 63,0H4,99
Terwujudnya birokrasi
6 Indeks Reformasi Birokrasi
Nasional
69,98 7 L3a 77,26
7 Indeks Pelayanan Publik 3,78
8
2,79 (2023], 3,00
SK No252212A
dan
Luar
93 93,5 95,5 9 Indeks Pelayanan
Pelindungan WNI di
Negeri
No Sasaran dan Indikator
Terwujudnya masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba
10 Angka Prevalensi
Penyalahguna Narkotika
Terwujudnya tata kelol,a BUMN yang baik untuk meningkatkan kontribusi Badan Usaha Milik Negara
sebagai agen
1l Refi/,m on Asset (ROA) BUMN
P/.1
3,14 (20231 3,21 3,42
Tercapainya peningkatan pendapatan negara yang optimal sesuai
tetap menjaga iklim investasi, didukung upaya untuk mewujudkan reformasi
komprehensif melalui optimalisasi belanja negara, serta perluasan sumber dan pengembangan
inovasi pembiayaan
1,60
12 Rasio Pendapatan Negara
terhadap PDB (%)
13 Rasio Penerimaan Perpajakan
terhadap PDB (o/d
Tercapainya tingkat inflasi yang rendah dan stabil untuk mendukung stabilitas serta pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
L4 Tingkat Inflasi (Yo) 1,57 2,511,0 2,5r1,0
eva.luasi akan
3.7.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan Prioritas Nasional 7,
dilaksanakan arah
TS
an
Sasaran 1 “
Terwujudnya supremasi hukum
fungsional
“ Meningkatnya tren kasus korupsi yang “ Biaya politik tinggi, pendanaan parpol belum
didominasi pada sektor PBJ (kenaikan mencapai memadai, dan tata kelola parpol belum optimal
904 dari tahun 2022 ketahun 2023) “ Penyatuan pengaturan terkait pemilu dan
e Kondisi hiper-regulasi, sepanjang tahun 2019- pemilihan dalam satu buku yang diakibatkan oleh
2023 terdapat 5.267 Peraturan Menteri yang ketidakpastian hukum dalam kontestasi elektoral
diterbitkan. serta amanat MK yang final dan mengikat
“ Belum optimalnya proses penanganan perkara “Skor Indeks Akses terhadap Keadilan
“ Rendahnya kepatutan hukum masyarakat dan mengalami penurunan
penyelenggara negara
“ Reformasi Politik dan Tata Kelola Pemilu “ Penguatan Kelembagaan, Pelayanan, dan
“ Reformasi Hukum Penegakan Hukum
“ Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi serta “ Transformasi Sistem Penuntutan dan Advocaat
Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Generaal
Terwujudnya birokrasi pemerintahan yang adaptif dan melayani
“ Disparitas kesejahteraan ASN, “ Belum optimalnya hubungan pemerintah pusat
“
optimal “ Kesenjangan kapasitas pemerintah daerah dari
“ Akses pelayanan publik belum memadai: segi kelembagaan, sumber daya manusia, dan
. . . keuangan daerah
“ Penerapan sistem merit belum optimal, 0
. 0 . . “ Tingginya ketergantungan daerah terhadap
Proses bisnis tebartemta ibn masih TKD dengan rata-rata proporsi TKD terhadap total
Ae ea aa f pendapatan daerah mencapai 8396 (2018-2024)
: Tata kelola Ian dan Ban na WNI di “ Rendahnya belanja modal pemerintah daerah,
teri an an bea Je, dengan rata-rata proporsi belanja modal hanya
Jala Jel mencapai 17,0496 dari total belanja daerah (2018-
2024)
“ Penerapan Prinsip Meritokrasi dan Reformasi e Penataan Desentralisasi dan Otonomi Daerah
Manajemen ASN “ Pelindungan Warga Negara Indonesia di Luar
“ Pemerintah Digital Negeri, termasuk Pekerja Migran Indonesia
“ Transformasi Tata Kelola Pelayanan Publik dan
Pembangunan
Sasaran 3 &
Terwujudnya masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba
Angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2023 sebesar 1,73Y6 atau sekitar 3,33 juta jiwa, angka
relapse mencapai lebih dari 7096, ditambah dengan munculnya banyak NPS serta motif baru peredaran gelap
narkoba di Indonesia.
Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Sasaran 4 EF
Terwujudnyatata kelola Badan Usaha Milik Negara yang baik untuk meningkatkan kontribusi Badan
Usaha Milik Negara sebagai agen pembangunan
“ Rendahnya daya saing BUMN (Jumlah BUMN yang masuk peringkat dunia masih di bawah 10)
s Rasio BUMN dengan kategori sehat masih perlu ditingkatkan (rasio BUMN dengan kategori sehat
77,10Yo
“ Belum meratanya kemampuan BUMN dalam menghasilkan dividen
“ Masih banyaknya BUMN yang merugi dalam menjalankan penugasan
Peningkatan Produktivitas Badan Usaha Milik Negara
Tercapainya peningkatan pendapatan negara yang optimal sesuai potensi perekonomian dengan
tetap menjaga iklim investasi, didukung upaya untuk mewujudkan reformasi fiskal secara
komprehensif melalui optimalisasi belanja negara, serta perluasan sumber dan pengembangan
inovasi pembiayaan
Kompleksnya tantangan kebijakan fiskal di Indonesia dari sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan
“ Rendahnya pendapatan negara disebabkan masih terdapatnya kesenjangan, mencakup administrasi gap
maupun policy gap
e Kualitas dan size balanja negara belum optimal
“ Belum optimalnya dukungan pembiayaan utang dan non-utang untuk mendorong sasaran pembangunan
“ Optimalisasi Pendapatan Negara
“ Optimalisasi Belanja Negara
“ Perluasan Sumber dan Pengembangan Inovasi Pembiayaan
3.7.3 Intervensi
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 7, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan
(1) Reformasi politik dan tata kelola pemilu diarahkan untuk (a) mewujudkan partai politik
yang modern, mandiri, dan fungsional, yang dilakukan melalui penguatan tata kelola
partai politik dan pendidikan politik; (b) mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang
berkualitas dan berintegritas, yang dilakukan melalui perbaikan manajemen
penyelenggaraan pemilu; serta (c) mewujudkan penguatan jaminan hak konstitusional
warga negara dalam penyelenggaraan pemilu dan pelayanan publik yang didukung data
kependudukan yang akurat, yang dilakukan melalui (i) penjaminan hak memilih dan
dipilih dalam pemilu dan (ii) pelayanan
wajib Kartu Tanda Penduduk.
(2) Reformasi hukum diarahkan untuk mewujudkan regu.lasi yang adaptif dan taat asas,
akses keadilan yang merata, serta masyarakat yang patut hukum yang dilakukan
melalui (a) mendirikan Pusat
keadilan, (c) penguatan budaya hukum,
(3) Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta tindak pidana pencucian uang diarahkan
untuk mewujudkan sistem anti korupsi dan anti pencucian uang yang
korupsi secara lebih sistematis, (b) pemberantasan korupsi yang bersifat preventif
melalui edukasi dan gerakan budaya anti korupsi, (c) pencegahan tindak pidana korupsi,
serta (d) pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
(4) Penguatan kelembagaan, pelayanan, dan penegakan hukum diarahkan untuk
mewujudkan lembaga dan penegakan hukum yang berintegritas, profesional,
transparan, dan akuntabel dilakukan melalui (a) penguatan kelembagaan hukum serta
(b) penerapan dan penegakan hukum.
(5)
dan Jaksa Agung
Kejaksaan serta (b| peningkatan jumlah, profesionalisme, dan kesejahteraan jaksa.
terciptanya upaya holistik dan terintegratif dalam pencegahan dan pemberantasan
peredaran narkoba yang dilakukan baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota
dilaksanakan melalui (a) meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat
tentang bahaya narkoba dan pengembangan keterampilan hidup sehat,
dimulai dari keluarga dan sekolah; (b) optimalisasi layanan rehabilitasi penyalahguna
narkotika; (c) meningkatkan program deteksi dini penyalahgunaan di kalangan pelajar
dan mahasiswa; (d) meningkatkan profesionalisme aparat penegak hukum dalam upaya
pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba; serta (0
optimalisasi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pencucian uang hasil
tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.
(7) Penerapan prinsip meritokrasi dan reformasi manajemen aparatur sipil negara
diarahkan untuk mewujudkan penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara sesuai
prinsip meritokrasi melalui (a) peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara melalui
penerapan konsep ,oral
sistem manajemen talenta aparatur sipil negara, (c) penerapan pengembangan
kompetensi aparatur sipil negara yang mendorong kemudahan akses belajar, (d)
digitalisasi manajemen aparatur sipil negara, (e) penerapan budaya kerja yang
mendorong peningkatan integritas aparatur sipil negara, serta (0 penerapan dan
(8) Pemerintah digital diarahkan untuk mewujudkan pemerintahan berbasis digitalisasi
yang transparan,
digital, (b) penguatan teknologi pemerintah
budaya digital aparatur sipil negara, (d) transformasi digital layanan publik prioritas,
serta (e) penguatan ketersediaan dan pemanfaatan data pemerintah.
(9) Transformasi tata kelola pelayanan publik dan pembangunan diarahkan untuk
mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang
keloLa pelayanan publik, (bl penguatan manajemen kinerja pembangunan, serta (c)
sinergi pengendalian dan pengawasan program pembangunan nasional.
(10) Penataan desentralisasi dan otonomi daerah menjadi instrumen
meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah daerah yang dilakukan melalui (a)
harmonisasi hubungan pusat dan daerah, (b) penguatan kapasitas kelembagaan dan
sumber daya manusia pemerintah daerah, serta (c)
daya saing Badan Usaha Milik Negara dan (b) peningkatan efisiensi peran Badan Usaha
Milik Negara dalam Penuga.san Pemerintah. Untuk mendukung kebijakan tersebut,
Badan Usaha Milik Negara perlu memperkuat kolaborasi baik antar Badan Usaha Milik
Negara maupun dengan pihak swasta.
Peningkatan daya saing Badan Usaha Milik Negara akan difokuskan pada peningkatan
kinerja Badan Usaha Milik Negara dan penguatan peran Badan Usaha Milik Negara pada
program strategis pembangunan. Peningkatan
diLakukan melalui penggabungan Badan Usaha Milik Negara dalam sebuah
superholding,
daya manusia dan optimalisasi penggunaan infrastruktur digital. Penguatan peran
Badan Usaha Milik Negara pada program strategis pembangunan difokuskan pa.da
ekonomi
termasuk dukungan pengembangan super platform digital, infrastruktur pendukung
konektivitas, pariwisata dan budaya, serta
Milik Negara juga diarahkan untuk mendukung penciptaan sektor keuangan yang
kondusif, serta meningkatkan profesionalisme.
Peningkatan
dilakukan melalui efisiensi peran Badan Usaha Milik Negara pada program perintis dan
penguatan peran Badan Usaha Milik Negara dalam tanggung jawab sosial lingkungan
termasuk penelitian di bidang pemuliaan tanaman dan teknologi benih, dukungan
penyediaan layanan dasar, serta membangun kemitraan dengan swasta untuk membuka
Selanjutnya, Badan Usaha Milik Negara juga didorong untuk memberikan kuota
lowongan
inklusif.
(12) Optimalisasi pendapatan negara diarahkan untuk mewujudkan (a) tercapainya
peningkatan penerimaan perpajakan yang optimal sesuai potensi perekonomian denga.n
tetap menjaga iklim investasi dan (b) terwujudnya peningkatan penerimaan negara
bukan pajak yang optimal dan tidak
prioritas untuk mendukung sasaran
penerimaan perpajakan dan (ii)
(13)
yang optimal untuk mendorong produktivitas dan mencapai tujuan pembangunan.
Kegiatan prioritas untuk mendukung sasaran tersebut meliputi (a) peningkatan
daerah.
(14) Perluasan sumber dan pengembangan inovasi pembiayaan diarahkan untuk
mewujudkan perluasan sumber dan pengembangan inovasi pembiayaan untuk
mendukung
percepatan transformasi ekonomi. Kegiatan prioritas untuk mendukung sasaran
tersebut meliputi (a) optimalisasi
kesinambungan
pembiayaan non-utang yang inovatif.
(15) Pengendalian inflasi difokuskan pada upaya pengendalian komponen
bergejol,ak melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran
distribusi, dan komunikasi efektif).
(16) Pelindungan Warga Negara Indonesia di luar negeri, termasuk pekerja migran Indonesia,
diwujudkan melalui (a) penguatan pelindungan dan penempatan pekerja migran
Indonesia dan (b) pelindungan dan pelayanan Warga Negara Indonesia, termasuk pekerja
migran Indonesia di luar negeri yang integratif.
Pencapaian Prioritas Nasional 7 juga didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat: (l)
menaikkan gaji aparatur sipil nega.ra (terutama guru, dosen,
dan (2) mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara
terhadap produk domestik bruto ke 23
dilakukan melalui kegiatan prioritas:
SK No25222lA
Kinerja ASN
Aparatur sipil negara merupakan pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Aparatur sipil negara bertugas
publik, serta
negara berhak untuk memperoleh gaji, tunjangan, fasilitas, cuti, jaminan pensiun dan
jaminan hari tua, perlindungan, serta pengembangan kompetensi. Pelayanan publik yang
baik akan terlaksana apabila seluruh aparatur sipil negara, termasuk yang membidangi
pelayanan dasar
Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia dalam kondisi sejahtera.
Permasalahan dan tantangan. Beberapa persoalan terkait kesejahteraan aparatur sipil
negara, anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, antara lain
(a) besaran gaji pokok belum didasarkan pada pemenuhan unsur-unsur kebutuhan hidup
layak,
kepangkatan dan masa kerja. Hal ini menyebabkan rendahnya manfaat pensiun yang
diterima pegawai; (b) disparitas tunjangan kinerja antar aparatur sipil negara di berbagai
instansi/lembaga, yang disebabkan karena ketiadaan standar dalam pemberian tunjangan
kinerja atau penghasilan tambahan yang berakibat prinsip keadilan
aparatur sipil negara belum memenuhi prinsip
dapat dilakukan dengan menaikkan gaji aparatur sipil negara, terutama untuk guru-dosen,
tenaga kesehatan, dan
negara akan diarahkan pada konsep total
kelayakan, dan kompetitif.
Upaya peningkatan kesejahteraan yang layak bagi pegawai aparatur sipil negara, Tentara
Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia perlu dilakukan secara bertahap.
Pertama, penyelesaian proses penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang
Penghargaan dan Pengakuan Aparatur Sipil Negara serta evaluasi atas Peraturan Pemerintah
Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Kedua, penataan dan
konsolidasi data aparatur sipil negara serta pengayaan data yang meliputi data
data gaji, dan tunjangan untuk dapat digunakan dalam perumusan
aparatur sipil negara. Ketiga.,
alokasi anggaran yang berkualitas
lebih efisien. Keempat, asesmen kepegawaian melalui survei penggajian, evaluasi jabatan,
penataan sistem kepangkatan, dan
prasyarat agar perbaikan kesejahteraan aparatur sipil negara didasarkan atas pertimbangan-
pertimbangan rasional, berlandaskan sistem
internal
Adapun
tenaga kesehatan, dan penyuluh), Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik
Indonesia, dan pejabat negara termuat dalam infografis di bawah ini.
Negara Bukan Pajak
Dalam rangka mencapai sasaran Visi Indonesia Emas 2045, diperlukan
adaptif dan ruang
Indonesia sehingga dapat berkontribusi terhadap sasaran pembangunan yang ditetapkan.
Salah satu kunci untuk meningkatkan ruang fiskal memadai adalah peningkatan
pendapatan negara. Studi
menjadi negara maju, dukungan
diperlukan, baik dari sisi penerimaan perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak.
Rendahnya pendapatan negara di Indonesia saat ini disebabkan masih terdapatnya
kesenjangan mencakup aspek administrasi ladmini.stration
optimalisasi pendapatan negara.
Dalam konteks perpajakan, pembenahan tata kelola kelembagaan diperlukan untuk dapat
mengimplementasikan
perpajakan, serta
berdaya saing, efisien, dan optimal. Terkait penerimaan negara bukan pajak, pembenahan
tata kelola diperlukan untuk mendorong optimalisasi penerimaan negara bukan pajak
dengan tetap
mendorong pendapatan dari dividen Badan Usaha Milik Negara, optimalisasi aset,
optimalisasi sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
dilaksanakan melalui (al
dan penyempurnaan proses bisnis; (b)
administrasi dan kelembagaan; serta (c) implementasi secara menyeluruh disertai reviu atas
efektivitas tata kelola/ sistem pengumpulan pendapatan negara terhadap
rasio pendapatan negara terhadap produk domestik bruto, serta dampaknya terhadap
masya-rakat dan pembangunan nasional.
Adapun WWht
rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) ke 23 persen termuat dalam
infografis di bawah ini.
Kebutuhan regulasi pada Prioritas Nasional 7 "Memperkuat Reformasi Politik, Hukum, dan
Birokrasi, serta Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi, dan
Penyelundupan" sebagai berikut:
(l) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 37 Tahun
2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Perubahan Rancangan Undang-Undang tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban
Pembayaran Utang akan mengatur terkait pembaharuan substansi terhadap proses
bisnis pailit khususnya
kepailitan dan penundaan
ini mendukung sasaran pembangunan guna meningkatkan kepercayaan investor.
(2) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun
Penyusunan Revisi Undang-Undang Bantuan Hukum bertujuan untuk mengatur
kembali terkait ruang lingkup penerima bantuan hukum, pendanaan, serta pengaturan
pemberian bantuan hukum dalam bentuk penyuluhan hukum. Rancangan Undang-
Undang ini juga akan mengatur terkait
mendorong keberadaan pemberi bantuan hukum yang efektif, serta fleksibel untuk
mengakomodasi kebutuhan orang atau kelompok rentan yang menghadapi masalah
hukum.
Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diharapkan dapat memperbaiki
beberapa kekurangan yang terkandung pada Undang-Undang eksisting. Beberapa
urgensi perubahan diantaranya: (a) masih terdapat ketentuan United Nations
Convention Against
kerugian negara, (c) memperluas jenis hukuman, dan (d) prosedur ganti kerugian dan
kompensasi atas kerugian yang disebabkan oleh tindak pidana korupsi.
(4) Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha bertujuan untuk
menyatukan pengaturan pembentukan badan usaha yang saat ini
undang-undang, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang
Hukum Dagang, Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan lainnya. Selain itu,
Rancangan Undang-Undang ini juga bertujuan untuk memodernisasi
badan usaha guna mengakomodasi perkembangan bisnis digital dan aktivitas ekonomi
lintas batas.
(5) Rancangan Undang-Undang tentang Jaminan Benda Bergerak
Penyusunan Rancanga.n Undang-Undang Jaminan Benda Bergerak sangat penting
mengingat adanya kebutuhan masyarakat akan jaminan atas benda bergerak yang
efisien, serta belum adanya produk hukum terintegrasi yang menyebabkan
ketidakpastian hukum terkait penjaminan benda bergerak. Rancangan Undang-Undang
tentang Jaminan Benda Bergerak bertujuan mengintegrasikan berbagai jenis jaminan
kebendaan yang saat ini tersebar pengaturannya seperti jaminan fidusia, gadai, dan resi
gudang.
(6) Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Perubahan regulasi ini diperlukan untuk mendukung upaya transformasi tata kelola
regulasi. Beberapa hal yang perlu diatur yaitu (a) penguatan sinergisitas tata kelola
regulasi di tingkat pusat dan daerah; (b) penguatan
melalui
menteri, peraturan lembaga, dan sejenisnya; serta (d) pengaturan komprehensif
mengenai metode omnibus.
(71 Rancangan Undang-Undang tentang Pembinaan Hukum Nasional
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pembinaan Hukum Nasional sangat
diperlukan untuk menetapkan arah
mengantisipasi tantangan global di masyarakat secara efektif. Rancangan Undang-
Undang ini akan mencakup program pembinaan hukum nasional yang komprehensif,
baik pada tahap pembentukan maupun pelaksanaan hukum, serta bertujuan untuk
meningkatkan kepatuhan setiap individu, badan hukum, atau badan publik yang
melakukan usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan atau
hukum yang berlaku.
1999 tentang
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan
diperlukan untuk perbaikan regulasi dan tata kelola penyelesaian sengketa nonlitigasi
yang dapat mengakomodasi perkembangan bisnis lintas batas untuk menciptakan iklim
berusaha yang kondusif dengan penegakan hukum yang cepat dan berkepastian hukum.
Kebutuhan kelembagaan pada Prioritas Nasional 7 'Memperkuat Reformasi Politik, Hukum,
dan Birokrasi, serta Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi,
dan Penyelundupan" sebagai berikut:
(1)
Kerangka kelembagaan Lembaga Tunggal Pengelola Regulasi mendukung
pembangunan nasional melalui (a) menghilangkan tumpang tindih kewenangan antar
lembaga serta memastikan koordinasi yang efektif dalam penyusunan peraturan
perundang-undangan; (b) menyederhanakan birokrasi dan
evaluasi; serta (c) mencegah terjadinya over regulasi akibat
sektor tanpa. penajaman yang memadai.
3.8 Prioritas Nasional 8: Memperkuat Penyelarasan Kehidupan
yang Harmonis dengan Lingkungan Alam dan Budaya, serta
Peningkatan Toleransi
Masyarakat yang Adil dan
Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menghormati dan menjaga toleransi
antarumat beragama, keberlanjutan alam, sekaligus melestarikan nilai dan warisan budaya
sebagai landasan transformasi pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Toleransi antarumat beragama diwujudkan dalam tindakan nyata dengan menghargai
perbedaan serta menjamin kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan
keyakinannya. Kekayaan alam dan budaya yang melimpah merupakan modal dasar
pembangunan yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Pelestarian dan pemanfaatan
lingkungan harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memastikan kesejahteraan
antargenerasi, serta menanggulangi dampak perubahan iklim dan ancaman bencana.
Penanggulangan bencana dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim harus
menjadi bagian dari setiap kebijakan pembangunan, gu.na melindungi kehidupan
masyarakat dan
perlu dikembangkan untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa, serta meningkatkan
kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Atas dasar hal tersebut, pada pembangunan jangka menengah nasional
Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan selaras dengan
lingkungan alam dan budaya, serta memperkukuh toleransi antarumat beragama guna
mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
3.8.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 8
Dalam upaya memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam
dan budaya, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat
yang adil dan makmur, pada tahun 2025-2029 dirumuskan sasaran pembangunan sebagai
berikut.
Tabel 3.1 I
Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 8
No Sasaran dan Indikator Baselhe2o24 Target 2025
Beragama Maslahat dan
1 Indeks Pembangunan Masyarakat
(lPMas)
2 Indeks Pembangunan Kebudayaan
(lPK)
57,13 (20231 58,39 60,70
3 Indeks Kerukunan Umat Beragama
(IKUB)
76,47 76,77 78,25
Resiliensi terhadap
SK
o,L4O (20221 0,137 0,135 4 Proporsi Kerugian Ekonomi
terhadap PDB (o/o)
K INDONESIA
3.8.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan Prioritas Nasional 8, dilaksanakan arah
kebijakan sebagai berikut:
3.8.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 8, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut.
(1) Penguatan kerukunan umat beragama dan
mewujudkan kehidupan beragama
strategis
mewujudkan kemaslahatan. Sementara itu, layanan keagamaan diarahkan untuk dapat
memberikan dampa.k
masyarakat. Arah kebijakan ini dilaksanakan melalui (a) penguatan moderasi beragama
dan kualitas layanan bimbingan keagamaan;
beragama yang harmonis dan rukun; (c) peningkatan peran tokoh agama, lembaga
agama, dan lembaga sosial keagamaan; (d) peningkatan sarana dan prasarana
peribadatan; (e| transformasi layanan keagamaan yang berkualitas, merata, dan inklusif
di Kantor Urusan Agama (KUA); (0
transparan, akuntabel, aman, dan nyaman; (g) transformasi penyelenggaraan jaminan
produk halal;
(2) Pelestarian dan
untuk memperkuat karakter, memperteguh jati diri bangsa, meningkatkan
kesejahteraan rakyat, serta
memengaruhi arah perkembangan peradaban dunia. Kekayaan sumber daya alam dan
warisan budaya, baik warisan budaya benda (tangible cultural
budaya tak
yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya bangsa perlu
pembangunan nasional dengan menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan pelaku
kebudayaan. Penguatan peran masyarakat adat juga perlu dilakukan melalui
pengaturan hak akses pengelolaan sumber daya alam. Arah
melalui (a) penguatan karakter dan jati diri bangsa; (b) pelindungan dan pelestarian
warisan budaya; (c) pemanfaatan khazanah budaya dan pengembanga.n kawasan
pemajuan kebudayaan; (dl jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan
pemberdayaan
Indonesia; (f) transformasi kearsipan untuk mengembangkan memori kolektif bangsa
dan tata kelola pemerintahan; serta (d pengembangan diplomasi kebudayaan.
(31 Pembangunan berketahanan iklim diimplementasikan untuk menyeimbangkan aspek
ekonomi, sosial, dan lingkungan. Implementasi
pada empat sektor prioritas, yaitu sektor kelautan dan pesisir
pertanian,
ketahanan iklim pesisir dan laut, (b) pengelolaan sumber daya air adaptif iklim, (c)
pengembangan dan implementasi pertanian ramah iklim, (d| pencegahan dan
pengendalian penyakit sensitif iklim,
pembangunan berketahanan iklim,
(4) Pengelolaan risiko bencana yang
mewujudkan resiliensi terhadap bencana serta melindungi kehidupan dan penghidupan
masyarakat. Hal tersebut ditopang melalui penataan ruang, penurunan tingkat
kerentanan bencana, peningkatan kemampuan untuk merespons saat kejadian bencana
dan pemulihan pa.scabencana, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya
manusia bidang penanggulangan bencana, serta pembangunan infrastruktur
berketahanan bencana. Selain itu, pengelolaan risiko bencana juga difokuskan pada
penguatan kerangka regul,asi, penguatan kelembagaan dan pendanaan, peningkatan
kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana, s€rta penguatan investasi
pengelolaan risiko bencana untuk mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang
efisien dan
pencegahan dan mitigasi, (b) peningkatan layanan peringatan dini dan
kedaruratan bencana, (c) pemenuhan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi
pascabencana, (d) peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana, serta (e)
peningkatan infrastruktur berketahanan bencana.
Arah Pembangunan Wilayah
4.1 Sasaran, Tema, dan Arah Kebijakan Pembangunan Wilayah
Pencapaian pembangunan nasional merupakan agregasi dari pencapaian pembangunan
wilayah. Pembangunan wilayah merupakan wadah dan instrumen dalam pelaksanaan
pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan wilayah ditujukan juga
untuk mengurangi kesenjangan Kawasan Barat Indonesia–Kawasan Timur Indonesia. Hal
tersebut diwujudkan melalui pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan.
KBI: Kawasan Barat Indonesia | KTI: Kawasan Timur Indonesia
Tema Wilayah Tahun 2025–2029
Kontribusi
PDRB KBI (%)
Kontribusi
PDRB KTI (%)
2025 2029
78,6 77,6
21,4 22,4
Jawa
Kalimantan Sulawesi
Bali-Nusra
Papua
Maluku
Sumatera
Mata Rantai Utama Bioindustri
dan Kemaritiman Berdaya
Saing dan Berkelanjutan
Superhub Ekonomi
Nusantara
Penunjang Superhub
Ekonomi Nusantara dan
Industri Berbasis SDA
Megalopolis yang Unggul,
Inovatif, Inklusif, Terintegrasi,
dan Berkelanjutan
Superhub Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Nusantara
Bertaraf Internasional
Hub Kemaritiman Wilayah
Timur Indonesia
Percepatan Pembangunan
Wilayah Papua menuju Papua
Sehat, Cerdas dan Produktif
4.1.1 Peran Pembangunan Wilayah dalam Mendukung Pencapaian Visi-Misi,
Program Prioritas, dan PHTC
Pembangunan wilayah memiliki peran sebagai wadah pelaksanaan visi-misi dan berbagai
program prioritas yang ditekankan untuk mendukung target di tahun 2029 yaitu
peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan Indeks Modal Manusia mencapai 0,59,
penurunan kemiskinan mencapai 4,5 persen dan kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen,
serta pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
4.1.2 Highlight Intervensi Pembangunan Kewilayahan
Sebagai upaya kunci untuk mendorong peningkatan pembangunan di seluruh wilayah,
ditetapkan highlight intervensi umum. Sedangkan, untuk intervensi khusus pembangunan
wilayah tahun 2025–2029 perprovinsi tercantum dalam lampiran IV Peraturan Presiden
tentang RPJMN Tahun 2025–2029.
(1) Penguatan Ekosistem Percepatan Pembangunan Daerah
Arah kebijakan umum untuk setiap wilayah akan berfokus pada Penguatan Ekosistem
Percepatan Pembangunan Daerah sebagai fondasi dalam mempercepat pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Ekosistem Percepatan Pembangunan Daerah
Penuntasan Rencana Tata Ruang
Wilayah di semua hierarki
(Nasional, Kawasan Strategis
Nasional, Provinsi, dan
Kabupaten/ Kota) dan integrasi
Rencana Detail Tata Ruang
dengan sistem OSS, serta
pengendalian pemanfaatan ruang
Penataan otonomi daerah yang mewujudkan harmonisasi
antara regulasi pusat dan daerah, kebijakan
multiaktor; peningkatan kapasitas dan ts,ta kelola sumber
daya manusia pemerintah daerah, kelembagaan daerah, dan
keuangan daerah. Selain itu, diperlukan penerapan
desentralisasi asimetris dengan memperhatikan tipologi
wilayah (geografis, kapasitas, dan kinerja daerah)
Penyediaan data dan informasi
geospasial dasar dan tematik,
didukung dengan penguatan tata
kelola untuk meningkatkan akses
dan
pengembangan sumber
manusia bidang informasi
geospasial
Penguatan fondasi keuangan
daerah
Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah, peningkatan kualitas
perluasan sumber dan
pengembangan inovasi
pendanaan alternatif di daerah
Percepatan pelaksanaan
reforma agraria, sertipikasi
pendaftaran tanah
publikasi/ stelsel positif, dan
percepatan pelayanan
digital
Pelaksanaan wajib belajar 13
tahun termasuk pembangunan
dan penyelenggaraan sekolah
unggul
Peningkatan Kesehatan dan
Gizi Masyarakat
Pemenuhan akses air minum
dan sanitasi
Penyediaan rumah murah
bersanitasi baik bagi MBR,
termasuk
generasi Z
Pemenuhan kebutuhan listrik
dan transisi energi listrik yang
rendah
penguatan infrastruktur digital
sampah terintegrasi
Pengembangan konektivitas pendukung layanan dasar serta
pemenuhan keselamatan dan keamanan
peningkatan SDM Transportasi
Pemantapan fondasi
keberlanjutan dan
produktivitas sumber daya air
Penyaluran bantuan sosial adaptif dan subsidi tepat sasaran melalui kartu kesejahteraan,
peningkatan kemandirian melalui kartu usaha afirmatif, dan peningkatan daya saing melalui kartu
usaha produktif
(2) Pendekatan Pembangunan Kewilayahan
Pembangunan kewilayahan didorong untuk mendukung pertumbuhan berkualitas
berkelanjutan dan pemerataan pembangunan untuk mengurangi ketimpangan, Untuk itu,
didorong pusat-pusat pertumbuhan sesuai dengan potensi wilayah serta pembangunan di
daerah afirmasi. Selain itu terdapat wilayah otonomi khusus yang menggambarkan kebijakan
kewilayahan asimetris.
Prioritas intervensi
untuk mengurangi kesenjangan di wilayah yang memiliki keterbatasan kuantitas dan
kualitas aksesibilitas sumber daya pembangunan. Selain itu, Peningkatan Pengelolaan
Urbanisasi, Perkotaan, dan Pusat Pertumbuhan juga menjadi prioritas untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Selanjutnya, percepatan pembangunan Papua
juga menjadi perhatian khusus sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun
Khusus bagi Provinsi Papua.
Pembangunan Daerah Afirmasi dan Perdesaan
Peningkatan kemandirian perdesaan berkelanjutan melalui pemenuhan pelayanan dasar dan
infrastruktur,
pengembangan SDM, penguatan tata kelola, penguatan kualitas perencanaan desa dan koordinasi
supra-desa, pemberdayaan
Pengembangan kawasan transmigrasi melalui
peningkatan
pangan dengan fokus pada pengembangan
sektor pertanian, pengembangan tenaga
terampil, dan pengembangan sistem
permukiman yang memiliki kemampuan saling
belajar untuk berkembang dan hidup bersama
Pembangunan Kawasan Perbatasan dengan
fokus mendorong stabilitas pertahanan dan
keamanan, meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, penguatan tata kelola
pemerintahan,
lingkungan
Percepatan
melalui pemenuhan dan
perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui pengembangan sentra pertanian dan
perikanan terintegrasi, serta penataan
dasar sesuai standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah; serta pengelolaan dan
pengurangan risiko bencana yang
Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Wilayah Papua:
Papua Sehat, melalui
peningkatan pelayanan
kesehatan yang
dan merata serta
pembudayaan hidup sehat dan
bersih di masyarakat
Papua Cerdas, melalui
peningkatan peLayanan
pendidikan yang berkualitas
untuk membentuk pribadi
unggul, kreatif, inovatif,
berkarakter, dan mampu
bekerja sama
Papua Produktif, melalui
peningkatan kompetensi,
kreativitas, dan inovasi dalam
pengembangan potensi
ekonomi lokal yang berdaya
saing
Pengembangan Pusat Pertumbuhan
Pengelolaan urbanisasi melalui penataan wilayah
metropolitan, pembangunan kota otonom dan
kawasan perkotaan lainnya sebagai pusat
pertumbuhan yang layak huni, inklusif dan
berbudaya, hijau dan berketahanan, serta maju
menyejahterakan utamanya melalui percepatan
penyelesaian rencana pembangunan dan rencana
spasial, penyediaan konektivitas transportasi dan
komunikasi yang memadai, serta pembentukan
kelembagaan yang adaptif
.
Pengembangan pusat pertumbuhan baru
dilakukan dengan fokus pada pengembangan
pusat pertumbuhan baru serta penguatan
dan optimalisasi pusat pertumbuhan
eksisting melalui pengembangan potensi
keunggulan daerah, percepatan
pembangunan infrastruktur dasar dan
konektivitas, penyediaan SDM berkualitas,
serta penguatan kapasitas dan tata kelola
kelembagaan
Penuntasan dan pemanfaatan PSN melalui percepatan pelaksanaan PSN, evaluasi dan penyiapan
carry over PSN selanjutnya serta penguatan kerja sama pengelolaan PSN.
Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Pengelolaan kawasan konservasi untuk
meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan
sebagai upaya mitigasi Triple Planetary Crisis
dalam menjamin keberlanjutan pembangunan
Pengelolaan risiko bencana yang efisien dan
tepat guna melalui sarana dan prasarana
publik berketahanan bencana
4.2 Wilayah Sumatera
4.2.1 Isu dan Potensi Wilayah Sumatera
Isu Wilayah
• Dominasi ekonomi pada komoditas primer (pertanian, perkebunan, kehutanan,
dan pertambangan) mencapai hampir 50 persen dari PDRB (2023), dengan nilai
tambah yang masih relatif rendah dan memiliki karakteristik yang rentan
terhadap fluktuasi pasar global.
• Diversifikasi dan hilirisasi industri belum optimal, baru mencapai 20 persen dari
PDRB (2023), investasi masih lebih banyak terjadi pada sektor ekstraktif dan
industri hulu.
• Stok infrastruktur masih terbatas, masih cukup banyak wilayah di Sumatera
yang masih mengalami kesenjangan infrastruktur dan memiliki infrastruktur
yang belum memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
• Masih relatif tingginya kerentanan dan potensi bencana di Wilayah Sumatera
terutama di pesisir barat yang masuk dalam rangkaian pegunungan Bukit
Barisan.
• Degradasi lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, abrasi, dan
penurunan luas lahan pertanian pangan karena alih fungsi lahan, serta
pertambangan.
Isu Wilayah
• Disparitas kualitas sumber daya manusia dan brain/talent drain, angka
partisipasi sekolah jenjang menengah atas/kejuruan (70 persen) dan pendidikan
tinggi (25 persen) di Sumatera masih relatif senjang, ditambah terjadinya
brain/talent drain pada tenaga kerja ahli dan terampil (30 persen) (2023).
• Prevalensi stunting masih relatif tinggi, rata-rata untuk Wilayah Sumatera dapat
mencapai hampir 20 persen (2023).
• Tingkat kemiskinan rata-rata Sumatera masih 9 persen (2023), dengan yang
tertinggi Provinsi Aceh mencapai sekitar 14 persen.
• Pada daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi, akses terhadap
layanan pendidikan dan kesehatan masih relatif rendah, sektor ekonomi
unggulan belum bernilai tambah tinggi, serta infrastruktur layanan dasar,
konektivitas, dan digital masih terbatas.
Potensi Wilayah
• Kelapa sawit: Sumatera memiliki perkebunan sawit seluas 10,2 juta hektare dan
menghasilkan 67 persen produksi sawit nasional.
• Komoditas perkebunan potensial lainnya:
- karet (70 persen produksi nasional)
- kopi (62 persen produksi nasional)
- tebu (36 persen produksi nasional)
- kelapa (32 persen produksi nasional)
• Ketahanan pangan: Sumatera berkontribusi 27 persen dalam produksi beras
nasional, serta berkontribusi sekitar 16 persen dalam produksi perikanan
nasional.
• Potensi ketahanan energi:
- Cadangan terbukti batu bara mencapai 12,6 miliar ton
- Gas bumi 10.729,9 TSCF, dan minyak bumi 2.313,93 MMSTB
- Potensi clean energy berupa EBT air (6,8 GW), EBT panas bumi (9,48 GW)
EBT surya terapung (4,5 GWp), EBT bioenergi (29,5 GW), EBT arus laut (10
GW)
• Bahan Tambang: terdapat resource logam bauksit sebanyak 109 juta ton dan
resource bijih timah sebanyak 2,2 miliar ton, serta logam tanah jarang (REE).
• Geographical gift: dekat dengan main line dalam global maritime trade route, yaitu
Selat Malaka, yang memberikan comparative advantage, terutama dalam sektor
perdagangan dan logistik.
• Potensi dari perairan laut yang luas, yaitu perairan Selat Malaka, Laut Natuna,
dan Samudera Hindia, memberikan potensi besar untuk sektor perikanan
tangkap.
Wilayah Sumatera diarahkan menjadi "Mata Rantai Utama Bioindustri dan Kemaritiman
Berdaya Saing dan Berkelanjutan", untuk itu sasaran pembangunan wilayah Sumatera dan
provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Tabel 4.1
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Sumatera
Provinsi Aceh
Sumatera
Utara
Sumatera
Barat
Riau Kepulauan Riau
Rata-rata LPE (%)
2025–
2029
5,8 6,8 6,4 5,2 7,1
LPE (%) 2029 6,6 7,6 7,3 5,9 8,1
PDRB per kapita
(Rp. Juta)
2025 46,8 78,4 61,8 174,8 177,3
2029 65,2 115,3 90,2 249,7 266,0
Kontribusi PDRB
Provinsi (%)
2025 1,1 5,2 1,5 5,0 1,6
2029 1,1 5,3 1,6 4,9 1,7
Tingkat Kemiskinan
(%)
2025 12,00 –13,00 6,96–7,46 4,50–5,10 5,19–6,19 4,40–4,90
2029 6,39–7,39 2,82–3,82 2,40–3,40 3,25–4,25 2,26–3,26
Rasio Gini
2025 0,290–0,293 0,303–0,305 0,274–0,279 0,318–0,324 0,321–0,324
2029 0,254–0,258 0,287–0,291 0,243–0,247 0,279–0,283 0,314–0,317
Indeks Modal
Manusia
2025 0,57 0,54 0,59 0,57 0,62
2029 0,60 0,57 0,63 0,60 0,66
Penurunan
Intensitas Emisi
GRK (%)
2025 36,08 1,00 52,62 46,88 1,00
2029 53,63 18,52 65,89 83,68 3,13
IKLH Daerah
2025 82,89 77,20 77,95 71,85 73,28
2029 83,56 77,87 78,79 72,69 74,13
TPT (%)
2025 4,60–5,28 5,27–5,56 5,37–5,76 3,55–3,66 6,08–6,47
2029 4,07–4,94 4,74–5,20 4,51–5,37 2,94–3,42 5,57–6,06
6,3
(Rata-rata 2025–2029)
22,1
22,5
85,0
124,4
4,48–4,73
3,82–4,42
7,49–8,49
4,24–5,24
7,2
(2029)
Lanjutan Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Sumatera
Provinsi
Selataa
Kcp.
Belitung
2025.
2029
6,r ?,r 6,S 6,3 4,6
LPE tP/ol 2029 7,O 8,1 7,4 7,2 5,5
PDRB per kapita (Rp.
Juta) 2029
2025 90,8 83,4 53,2 55,1 73,7
132,7 127,l 79,3 80,6 101,9
Kontribusi PDRB
2025 1,4 3.1 o,5 2,2 0,5
,Ii'D) t,4 2,2 0,5 3,3 o,5
2025 6,30-6.80 9,37-tO,37
w 2029 3,66-4,66 6,05-7,05 7,99-8,99 5,79-6,79 1,79-2,79
Rasio Gini
2025 0,337-0.341 0.316-.0.320 0,3274,332 0,318-{,321 O,23+o,242
2029 0,31l-o,3ls
Indek Modal
2025 0,56 0,54 0,54 o,55 0,56
2029
2025
0,59
78,50
0,57
69,97
0,57
5?,74
0,58
62,79
0,59
54,55 Penurunan Intensitas
Emisi GRK P/o) 2029 86,55 4o,74 67,60
2025 73,7 | 68,19 ? t,27 70,99 76,66
IKLH
2029 74,51t 69,20 72,12 7 t,84 7?,32
TPT (06)
2025 4,274,38 3,82-3,93 3,3(13,4 r 3,EH,00 3,98-4,33
2029 2,?E4,O7 3,29-,3,67 2,56-3,13 3,25-3,73 2,84-3,94
4.2.3 Arah Pembangunan Wilayah Sumatera
Gambar 4.1
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sumatera dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sumatera dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Sumatera
K IND ESIA
4.3 Wilayah Jawa
4.3.1 Isu dan Potensi Wilayah Jawa
Isu Wilayah
• Kawasan perkotaan dan metropolitan menghadapi inefisiensi dalam melayani
kota itu sendiri dan daerah sekitarnya, dibuktikan dengan rata-rata nilai
Metropolitan Performance Index di Pulau Jawa masih berada di bawah 50 persen.
• Rendahnya penggunaan teknologi tinggi dalam industri yang membuat nilai
tambah industri masih rendah (industri di Jawa masih memiliki rasio robot
density 5:10.000, bandingkan dengan Malaysia 55:10.000 dan Korea Selatan
1.000:10.000).
• Infrastruktur logistik belum sepenuhnya terintegrasi, terutama antarkawasan,
serta terdapat kesenjangan ketersediaan infrastruktur fisik dan sosial untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di Jawa bagian selatan.
• Masih tingginya kerentanan dan potensi bencana seperti gempa bumi dan
tsunami di daerah pesisir selatan Jawa, tanah longsor dan letusan gunung api,
banjir rob dan penurunan muka tanah di daerah pesisir utara Jawa.
• Kesenjangan keterampilan dan mismatch pendidikan-industri terlihat dari
perbedaan antara keterampilan yang diajarkan di pendidikan dan kebutuhan
industri, dengan tingkat pengangguran lulusan SMK dan SMA pada 2023
masing-masing sebesar 9,31 persen dan 8,15 persen.
• Prevalensi stunting, wasting, dan underweight masih relatif tinggi, rata-rata
untuk Wilayah Jawa mencapai 20 persen (2023).
• Beban kasus TBC tertinggi ada pada wilayah padat penduduk.
• Tingkat kemiskinan rata-rata Jawa sebesar 8,11 persen (2023), dengan yang
tertinggi Provinsi DIY mencapai sekitar 11 persen. Program pengurangan
kemiskinan belum terpadu dengan potensi sektor ekonomi unggul dan inovasi
pemberdayaan ekonomi pada daerah kantong-kantong kemiskinan tinggi.
Potensi Wilayah
• Pertanian dan ketahanan pangan: Jawa berkontribusi 54,22 persen dalam
produksi beras nasional, berkontribusi sekitar 36 persen dalam produksi tebu
nasional, berkontribusi sekitar 51,86 persen dalam produksi jagung nasional,
serta berkontribusi sekitar 21 persen dalam produksi perikanan nasional.
• Potensi ketahanan energi:
- Cadangan gas bumi 5.846,8 TSCF, dan minyak bumi 1.582,32 MMSTB.
- Potensi clean energy berupa energi surya (640,3 GWp), hidro (2 GW), panas
bumi (7,9 GW), bioenergi (9,4 GW), bayu (39,05 GW), dan arus laut (0,4 GW).
• Industri pengolahan: lebih dari 52 persen industri pengolahan di Indonesia
terdapat di Pulau Jawa, yang telah membentuk rantai nilai dan pasokan industri
yang cukup lengkap.
• SDM terampil: terdapat ratusan perguruan tinggi dengan berbagai disiplin ilmu
yang menghasilkan ribuan lulusan tenaga kerja berkualitas.
• Perkotaan: sebanyak 56 persen penduduk Pulau Jawa tinggal di perkotaan, yang
dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi, baik melalui
penciptaan demand & supply, serta penyediaan labor/talent pool.
• Sebagian besar wilayah telah terhubung dengan jaringan jalan (nasional dan tol)
dan jalur kereta api, serta memiliki beberapa pelabuhan dan bandara utama.
• Jangkauan jaringan seluler 4G telah mencapai sekitar 99,95 persen dari area
wilayah permukiman di Pulau Jawa.
• Sistem Jamali sebagai sistem interkoneksi kelistrikan terbesar di Indonesia
berkontribusi terhadap 70 persen produksi energi listrik di Indonesia.
4.3.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Jawa
Wilayah Jawa diarahkan menjadi "Megalopolis yang Unggul, Inovatif, Inklusif, Terintegrasi,
dan Berkelanjutan", untuk itu sasaran pembangunan wilayah Jawa dan provinsi-provinsi di
dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
6,9
(Rata-rata 2025–2029)
56,5
55,1
85,4
122,4
5,09–5,62
4,51–5,27
6,68–7,68
3,79–4,79 7,9
(2029)
Tabel 4.3
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Jawa
DKI
Jakarta
Jawa
Barat
Jau,a
Tengah
Jawa
Timur
D.I
Provinsi Bantcn
Rata-rata LPE (o/o)
2025-
2029
6,4 6,9 7,O 6,7 6,9 6,8
r,PE (96) 2029 7,9 7,9 4,0 7,? E,O 7,9
PDRB per kapita
(Rp. Juta)
2025
2029
373,4
560,E
59,6
64,9
55,1
78,6
5l, r
71.8
80,7
ll4,a
74,6
106,4
2025
Provinsi P/o) 2029 16,5 12,3 13,7 3.8 0,8 7,9
TinEkat
2025
2029 2.0&3,08 2,&-3,6 6,1l-7,1l
Rasio
2025 0,425{.430 0,383-.0,390 0,4434,44? 0,362-0,367 0,3a1{,386 0,34/S-0,365
2029 0,4r74,42t
2025
2029 0,69 0,60 0,79 0,65 o,68 0,59
2025 14,65 6.61 62,14 0,32 1,00 43,56 Penurunan
Intensitas
GRK (96) 2029 22,Ot 8,95 74,36 2?,57 2,52 56,65
IKLH Daerah
2029
T?T P/")
2025 5,54-6,,+0 6,42-6,99 3,12-3,5t 4,424,81 3,90-4,49 6,a7-?,24
2029 4,93-5,99 s,9,+-6,s6 2,A34,27 3,73-4,49 3,24,2t 6,39-5,A2
Gambar 4.4
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Jawa dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Jawa dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Jawa
4.4 Wilayah Bali–Nusa Tenggara
4.4.1 Isu dan Potensi Wilayah Bali–Nusa Tenggara
Isu Wilayah
• Perekonomian Wilayah Bali–Nusa Tenggara mengalami perlambatan dari 5,08
persen (2022) menjadi 4,00 persen (2023), disebabkan salah satunya oleh
kecilnya pertumbuhan sektor pertanian yang berperan cukup besar pada
Provinsi NTB dari 2,2 persen (2022) menjadi 2,1 persen (2023) dan NTT dari 3,8
persen (2022) menjadi 2,5 persen (2023), sementara Provinsi Bali masih
mengalami kontraksi namun telah lebih kecil dari -0,9 persen (2022) menjadi -
0,6 persen (2023) (BPS, 2023). Selain itu, diversifikasi ekonomi masih belum
optimal, ditunjukkan melalui rendahnya kontribusi sektor industri pengolahan
di NTB (3,86 persen) dan NTT (1,31 persen), serta masih rendahnya capaian
indeks Quality Tourism pada destinasi wisata di Provinsi NTB dan NTT
dibandingkan di Provinsi Bali dan angka nasional (BI Institute, 2023).
• TPT seluruh provinsi telah lebih rendah dari capaian nasional, namun tingkat
pengangguran terbuka tertinggi cenderung terdapat pada lulusan di atas
pendidikan dasar (NTB: 4,73 (SMK); NTT: 5,66 (SMA); Bali: 3,4 (Diploma)) (BPS,
2024) dan masih rendahnya link and match dengan lapangan kerja yang
tersedia.
• Isu kesenjangan antarwilayah masih terjadi di Provinsi NTB dan NTT, seiring
dengan terkonsentrasinya aktivitas ekonomi pada kabupaten/kota tertentu, di
mana 54 persen share PDRB NTB 2023 berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat
dan Kota Mataram, sementara 20 persen share PDRB NTT 2023 berasal dari 1
dari 22 kabupaten/kota di Provinsi. NTT, yaitu Kota Kupang (BPS, 2023). Hal
tersebut disebabkan beberapa di antaranya, belum meratanya pengembangan
infrastruktur dasar, transportasi, dan telekomunikasi yang mendukung
konektivitas antarwilayah dan antarpulau.
• NTB dan NTT memiliki IPM lebih rendah dari Nasional (NTB: 73,10; NTT: 69,14;
Nasional: 75,02), hal ini terutama disebabkan oleh kondisi kesehatan yang
masih rendah (BPS, 2024). Capaian HLS (Harapan Lama Sekolah) telah lebih
tinggi dari nasional (NTB: 13,98; NTT: 13,23; Nasional: 13,21), namun capaian
UHH (Umur Harapan Hidup) masih lebih rendah dari nasional (NTB: 72,25; NTT:
71,83; Nasional: 74,15) (BPS, 2024). Hal ini disebabkan di antaranya oleh
tingginya unmeet need pelayanan kesehatan (NTB: 8,24 persen; NTT: 7,06
persen; Nasional: 5,18 persen (BPS, 2024)), rendahnya akses air minum layak
(NTT: 88,35 persen; Nasional: 91,72 persen), serta rendahnya akses sanitasi
layak (NTT: 75,67 persen; Nasional: 82,36 persen) (BPS, 2023).
• Kualitas SDM yang rendah juga disebabkan oleh tingginya prevalensi stunting
dibandingkan nasional (NTB: 19,9 persen; NTT: 31 persen; Nasional: 18,3
persen), rendahnya cakupan penemuan kasus TBC di Provinsi NTB (52,6
persen), Provinsi NTT (44,1 persen), termasuk di Provinsi Bali (50,2 persen) yang
masih lebih rendah dibandingkan angka nasional (77,5 persen), serta prevalensi
beberapa penyakit yang masih tinggi seperti Hepatitis (Bali: 0,08; NTB: 0,33;
NTT: 0,22; Nasional: 0,12), ISPA (Bali: 2,1; NTB: 1,9; NTT: 3,1; Nasional: 2,2),
Pneumonia (Bali: 0,44; NTB: 0,43; NTT: 0,68; Nasional: 0,48) (Kementerian
Kesehatan, 2023). Selain itu, Bali, NTB dan NTT merupakan wilayah endemis
rabies yang telah menjadi KLB selama 2 tahun terakhir.
• Kesejahteraan Bali lebih baik dibandingkan Wilayah Nusa Tenggara yang angka
kemiskinannya masih tinggi (Bali: 4 persen; NTB: 12,91 persen; NTT: 19,48
persen; Nasional: 9,03 persen (BPS, 2024)). Salah satu penyebab tingginya
angka kemiskinan di NTB dan NTT adalah tingginya lapangan pekerjaan di
sektor informal (Bali: 50,68 persen; NTB: 70,51 persen; NTT: 73,32 persen;
Nasional: 57,95 persen) (BPS, 2024). Selain itu, sektor pertanian yang menyerap
49,91 persen pekerja di NTT dan 36,16 persen pekerja di NTB (BPS, 2024),
memiliki nilai tambah yang paling rendah dibandingkan provinsi lain (NTB: Ke-
3 terendah; NTT: Ke-2 terendah) (BPS, 2023).
• Selain itu, kondisi kemiskinan yang masih tinggi di NTB dan NTT juga
disebabkan oleh tingginya status pekerja buruh tidak tetap (Bali: 13,19 persen;
NTB: 19,78 persen; NTT: 21,01 persen; Nasional: 13,83 persen), pekerja
keluarga/tidak dibayar (Bali; 12,93 persen; NTB: 17,59 persen; NTT: 26,03
persen; Nasional: 13,34 persen), serta masih rendahnya cakupan pekerja
dengan jam kerja penuh (Bali: 74,48 persen; NTB: 59,46 persen; NTT: 49,66
persen; Nasional: 68,06 persen). Ditinjau dari kualitas pekerja yang tersedia,
sebagian besar pekerja di Provinsi NTB dan NTT masih didominasi oleh capaian
pendidikan di bawah SD (Bali: 31,22 persen; NTB: 41,49 persen; NTT: 43,96
persen; Nasional: 35,80 persen) (BPS, 2024).
• Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki indeks risiko bencana kategori sedang,
namun terdapat potensi bencana karena dilewati beberapa patahan sesar
seperti Flores Back Arc Thrust, Lombok Strait Strike-slip Fault, Teluk Panas Fault,
Sape Strike-slip Fault, Bondowatu Fault, Sumba Ridge Thrust, Savu Thrust,
Semau Fault, Sape Strike-slip Fault, dan Sumba Strike-slip Fault. Beberapa
ancaman bencana yang perlu diperhatikan di antaranya gempa bumi, tsunami,
banjir, longsor, kekeringan, gelombang ekstrem, gunung berapi, serta
kebakaran hutan dan lahan.
• Banyaknya kawasan konservasi yang berlokasi di sekitar kawasan
pertumbuhan sehingga berpotensi terdampak oleh pengembangan kawasan
pertumbuhan.
Potensi Wilayah
• Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki keindahan alam, ekosistem bahari, serta
kekayaan adat dan budaya yang menjadi magnet wisatawan nusantara maupun
mancanegara. Pada tahun 2023, Pulau Bali (Bandara Ngurah Rai) masih menjadi
pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. NTB dan NTT juga
memiliki pesona pariwisata kelas dunia seperti Sirkuit Mandalika, Pulau Gili,
Satwa Komodo, hingga Taman Nasional Komodo. Selain pesona pariwisata, juga
terdapat potensi ekonomi kreatif berbasis komoditas unggulan dan budaya
tradisi lokal.
N,EPUELIK INDONESIA
SK No2522544
Potensi Wilayah
• Terdapat 2 lokasi pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di
Kabupaten Belu dan Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur
dengan komoditas padi dan jagung yang menjadi potensi mendukung ketahanan
pangan dengan produksi di Kabupaten Sumba Tengah pada 2021 sebesar 20.852
ton untuk padi dan 13.322 ton. Sementara itu untuk Kabupaten Belu pada 2021
sebesar 24.427 ton untuk padi dan 49.127 ton untuk jagung.
• Provinsi NTB juga memiliki potensi berupa tanaman pangan berupa padi dengan
produktivitas yang tinggi (Peringkat ke-8 Nasional dan ke-2 di Wilayah KTI).
• Wilayah Bali-Nusa Tenggara memiliki beragam komoditas unggulan. NTT
memiliki produksi rumput laut tertinggi ke-2 nasional (1,56 juta ton pada tahun
2023) yang telah mampu menembus pasar internasional.
• Selain komoditas tersebut, NTB dan NTT merupakan produsen garam tertinggi
ke-4 dan ke-5 nasional dengan produksi masing-masing mencapai 205.535 ton
dan 22.983 ton pada tahun 2023.
• NTB memiliki potensi sumber daya alam berupa pertambangan tembaga dan
emas. Hal ini didukung dengan keberadaan Kawasan Industri (KI) Sumbawa
Barat yang diharapkan mampu mendukung Indonesia sebagai economic
powerhouse.
• Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki potensi energi terbarukan (EBT) hingga
mencapai 457,42 GW. Potensi ini meliputi energi surya (414,5 GWp), hidro (0,13
GW), panas bumi (1,62 GW), bioenergi (1,4 GW), bayu (17,57 GW), dan arus laut
(22,2 GW).
4.4.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara
Wilayah Bali-Nusa Tenggara diarahkan menjadi "Superhub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Nusantara Bertaraf Internasional", untuk itu sasaran pembangunan wilayah Bali–Nusa
Tenggara dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
8,4
(2029)
2,8
2,9
42,3
62,6
2,20–2,72
1,86–2,53
10,35–11,35
7,02–8,02
7,4
(Rata-rata 2025–2029)
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wi.layah Bali-Nusa Tenggara
Provinsi r:-EIn Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara
Rata-rata LPE (o/ol
2029
7,5 8,4 5,7
LPE P/o) 2029 8,5 9,3 6,6
2025 72,7 35,2 25,7 PDRB per kapita (Rp.
Juta)
2029
2025 1,4 0,8 0,6 Kontribusi PDRB Provinsi
Pht 2029 1,4 0,9 0,6
2025 3,57-3,93 I 1,68-12,18 15,32-15,82
2029 1,79-2,79
2025 0,355-0,359 0,369{,373 0,31H,324
Rasio Gini
2029 0,331-.0,335 o,324432A 0,31/+-O,319
2025
2029 o,64 0,60 0,51
2025 5,36 2s,99 61,42
Emisi GRK (96)
2029 26,44
2025
IKLH
,n'E) 76,49
2025
rPr p6)
2029 1,63-2,17 I,81-2,59 2,to-2,79
K INDONES]A
4.4.3 Arah Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara
Gambar 4.7
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
K INDONES
Gambar 4.9
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Bali–Nusa Tenggara
4.5 Wilayah Kalimantan
4.5.1 Isu dan Potensi Wilayah Kalimantan
Isu Wilayah
• Masih besarnya ketergantungan perekonomian daerah pada sektor hulu disertai
lambatnya proses hilirisasi dan diversifikasi industri pengolahan berbasis
sumber daya alam karena minimnya penciptaan lingkungan usaha industri
yang kondusif, kurangnya dukungan insentif fiskal, dan rendahnya penguasaan
teknologi, serta keterbatasan pasokan energi, air, dan pangan.
• Masih kurangnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Pulau Kalimantan sebagai
penggerak utama perekonomian wilayah serta belum meratanya pembangunan
infrastruktur dan konektivitas pendukungnya.
• Masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana layanan dasar yang
memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).
• Masih tingginya tingkat kemiskinan dan kesenjangan di kawasan perdesaan,
transmigrasi, dan perbatasan negara.
• Masih minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan disertai kondisi
geografis hutan dan rawa menyebabkan masih tingginya kasus penyakit
menular tropis seperti malaria (tertinggi di Kalimantan Timur).
• Masih minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan serta sarana
pengembangan talenta tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri
sehingga menyebabkan rendahnya daya saing dan kualitas sumber daya
manusia.
• Tingginya konversi hutan menjadi lahan tidak produktif dapat mengancam
kerusakan ekosistem alami seperti hutan hujan tropis Kalimantan, flora dan
fauna endemik seperti orangutan dan bekantan serta warisan geologi dan
keanekaragaman geologi lainnya.
Potensi Wilayah
• Masih memiliki ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dengan potensi
pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah melalui
pengembangan industri dan smelter, serta menciptakan sektor-sektor ekonomi
baru yang berkelanjutan (transformasi ekonomi hijau).
• Termasuk salah satu produsen terbesar di Indonesia pada komoditas rumput
laut di Kalimantan Utara dan komoditas udang di Kalimantan Timur.
• Kondisi geografis terletak di garis khatulistiwa dan dekat wilayah cincin api (ring
of fire) dengan bentang alam yang didominasi sungai-sungai sehingga berpotensi
menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan seperti energi panas bumi
dan bayu, serta energi listrik tenaga surya dan air.
BL|K INDONESIA
Potensi Wilayah
• Terdapat potensi energi terbarukan mencapai 517,48 GW, meliputi energi surya
(430,1 GWp), hidro (48,5 GW), panas bumi (0,18 GW), bioenergi (12,7 GW), bayu
(25,99 GW), dan arus laut (0,01 GW).
• Terdapat potensi cadangan minyak bumi: 263,06 MMSTB dan potensi cadangan
gas bumi: 5.730,4 TSCF.
• Memiliki risiko bencana yang rendah sehingga relatif lebih aman untuk
membangun dan mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru, seperti Ibu
Kota Nusantara (IKN) dan kawasan perkotaan, serta kawasan ekonomi, industri,
pariwisata, maupun sektor strategis lainnya.
• Terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan ALKI II sebagai
potensi untuk pengembangan sistem jaringan sarana prasarana transportasi
berbasis laut dan kemudahan akses dalam sistem pelayaran dan perdagangan
yang dapat mendukung peran Kalimantan sebagai gerbang logistik (Kalimantan
Selatan).
• Melimpahnya sumber daya alam di sektor primer menunjukkan potensi adanya
sumber daya manusia yang sudah terbiasa beradaptasi dengan kondisi alam.
Potensi ini dapat dikembangkan dengan memunculkan talenta tenaga kerja baru
yang tidak hanya mendukung kebutuhan industri, tetapi juga tetap
mengedepankan teknik kearifan lokal yang ramah lingkungan.
• Adanya keanekaragaman hayati yang luar biasa dan ekosistem yang kaya di
Kalimantan juga dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata dan lokasi yang sangat
potensial untuk pengembangan pusat penelitian berbasis alam.
• Masih didominasi oleh rawa dan sungai sehingga terdapat potensi
pengembangan moda angkutan air/sungai sebagai sarana mobilitas masyarakat
yang ada di daerah terisolir sebagai upaya dalam mendorong meratanya akses
terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.
• Memiliki lahan gambut seluas 4,5 juta hektare dan hampir 57 persen wilayah
masih tertutupi hutan dalam kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo)
yang berfungsi sebagai salah satu dari tiga paru-paru dunia (selain Brazil dan
Kongo) sehingga perlu upaya pelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati,
warisan geologi dan keanekaragaman geologi, serta kekayaan ekologi menjadi
penting untuk menjaga keberadaan hutan Kalimantan.
4.5.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Kalimantan
Wilayah Kalimantan diarahkan menjadi “Superhub Ekonomi Nusantara”, untuk itu sasaran
pembangunan wilayah Kalimantan dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah
sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
8,6
9,0
114,7
167,5
4,23–4,58
3,45–4,25
4,24–5,24
2,52–3,52
7,3
(Rata-rata 2025–2029)
8,2
(2029)
Sasaran Pembangunan
Provinsi
Tengah
Barat
IGlimantarr
Rata-rata LPE P/d
2025-
2029
6,9 6,4 7,1 7,8 6,2
LPE ("/.) 2029 7,9 7,3 8,1 8,6 7,O
2025 55,5 85,3 72,7 237 ,t 227,l PDRB pcr kapita
(Rp.
2025 1,3 I,O 1,3 4,2 o,7 Kontribusi PDRB
Provinsi (o/o)
2029 t,4 1,0 1,3 4,6 o,7
2025 5,65-6,15
2025 0,315-0,321 0,311-0,315
Rasio Gini
2029 0,2714,275 0,2424,246 0,2744,27e 0,309-.0,313
2025 0,51 0,55 o,57 0,59 0,56 Indek Modal
2029 0,54 0,58 0,61 o,62 0,59
2025 67,73 76,OO 75,97 40,82 55,77 Penurunan
GRK (9/o) 2029 85,43 90,18 80,99 67,46
2025 77,51 76,34 72,32 80,20 77,77
IXI,II
2029 74,O7 77 ,Ot 73,10 80,87 74,57
2025 4,734,46 3,32-3,91 3,A6-{.,25 4,60-5,14 3,90-3,94
TPT P6)
2029 3,464,52 2,92-4,61 3,29-3,97 4,14-4.,77 2,70-3,45
K INDONESIA
4.5.3 Arah Pembangunan Wilayah Kalimantan
Gambar 4.10
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Kalimantan dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
K IND ESIA
Gambar 4.11
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Kalimantan dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Kalimantan
4.6.1 Isu dan Potensi Wilayah Sulawesi
Isu Wilayah
• Nilai tambah dari produktivitas sektor primer masih rendah seperti sektor
pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata yang menghadapi daya saing
rendah serta sektor pertambangan dan industri pengolahan tumbuh pesat
belum dapat memberikan dampak yang optimal terhadap kesejahteraan dan
penyerapan tenaga kerja.
• Pusat-pusat pertumbuhan seperti Wilayah Metropolitan (WM), Kawasan Industri
(KI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Kawasan Destinasi Pariwisata (DPP)
belum dapat memberikan dampak optimal dalam upaya penanggulangan
kemiskinan dan terjadi kesenjangan ekonomi antara wilayah kepulauan dengan
daratan.
• Masih kurang memadainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kawasan
perkotaan dan belum meratanya konektivitas serta sarana dan prasarana
antardaerah sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah sementara kawasan
perdesaan dan afirmasi belum dapat dioptimalkan sebagai penyangga ekonomi.
• Tingkat kemiskinan yang masih tinggi disebabkan oleh struktur tenaga kerja
yang didominasi oleh sektor pertanian.
• Masih rendahnya akses fasilitas dan mutu pendidikan menyebabkan belum
optimalnya produktivitas dan daya saing tenaga kerja karena ketidaksesuaian
antara keahlian dan kebutuhan lapangan kerja. Terdapat TPT yang masih
rendah dari rata-rata nasional (Sulawesi Barat).
• Masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Sulawesi
menjadi salah satu penyebab tingkat kesehatan masyarakat masih di bawah
rata-rata nasional yang ditandai dengan rendahnya usia harapan hidup (UHH).
Selain itu, kasus schistosomiasis masih ditemukan di Sulawesi Tengah
sedangkan prevalensi stunting tinggi (Sulawesi Barat) juga masih lebih tinggi
dari rata-rata nasional.
• Tingginya laju deforestasi yang berdampak pada meningkatnya ancaman
kepunahan dan kehilangan jasa ekosistem esensial terutama di wilayah pesisir
dan kepulauan.
• Masih adanya risiko bencana yang cukup tinggi terutama terkait bencana
hidrometeorologi dan geologi, antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung
api, kekeringan, banjir, longsor, dan likuefaksi (Sulawesi Tengah, Sulawesi
Utara dan Sulawesi Selatan).
• Adanya komoditas dan sektor potensial bernilai tambah untuk mendukung arah
pengembangan Wilayah Sulawesi di masa mendatang adalah komoditas
pertanian, perkebunan (kakao, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, dan pala),
perikanan tangkap (tuna, cakalang, kerapu, selar, teri), industri logam dasar
(nikel, tembaga, dan emas-perak), mineral aspal, serta pariwisata.
• Potensi nikel dan tembaga di Wilayah Sulawesi dapat mendukung
pengembangan dan implementasi EBT dan potensi ekspor. Hal ini didukung
dengan adanya kawasan industri dan tambang yang berada di Konawe,
Morowali, dan Luwu Timur serta IUP lain yang akan ekspansi dan berkembang
di wilayah Sulawesi ke depan, serta sumberdaya nikel yang masih belum
dieksplorasi.
• Potensi energi terbarukan mencapai 259,68 GW, meliputi energi surya (223,1
GWp), hidro (3,1 GW), panas bumi (2,99 GW), bioenergi (3,5 GW), bayu (14,85
GW), dan arus laut (12,1 GW).
• Memiliki Cadangan Minyak Bumi: 63,83 MMSTB dan Cadangan Gas Bumi:
5.250 TSCF.
• Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan membuka peluang besar
bagi Wilayah Sulawesi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi sebagai daerah
penyangga. Dengan posisinya yang strategis, Sulawesi dapat berperan penting
dalam menyuplai kebutuhan logistik, bahan pangan, dan tenaga kerja untuk
mendukung pembangunan IKN.
• Posisi geografis Wilayah Sulawesi yang strategis, terletak di antara Alur Laut
Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III, memberikan potensi besar untuk
mendukung perannya sebagai hub dan pintu gerbang internasional Kawasan
Timur Indonesia (KTI). Dengan akses yang menghubungkan rute perdagangan
global, wilayah ini memiliki peluang untuk meningkatkan konektivitas maritim,
mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan industri logistik
serta pariwisata. Selain itu, terdapat pula Sulawesi Utara juga berperan sebagai
Gerbang Perdagangan Asia Timur dan Pasifik.
• Pengembangan Sekolah Unggul di Sulawesi (Sulawesi Utara) yang didorong
dalam rangka meningkatkan pemerataan keunggulan siswa dan katalisator
untuk mendorong peningkatan prestasi siswa yang memberikan keberpihakan
pada wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
• Wilayah Sulawesi terdiri dari Kawasan Pesisir dan Kepulauan di mana
merupakan tempat tinggal bagi banyak masyarakat adat dan nelayan tradisional
yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis alam, seperti ekowisata dan produk
perikanan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
lokal secara langsung.
K IND
TTA
4.6.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Sulawesi
Wilayah Sulawesi diarahkan menjadi "Penunjang
Berbasis SDA', untuk itu sasaran pembangunan Wilayah Sulawesi dan provinsi-provinsi di
dalamnya adalah sebagai berikut.
Tabel 4.6
Sasaran Pembangunan
Ut ra
Sulewr.i
Tcntah
Tenggara
Suliewcai
Barat
2029
7,4
LPE (96) 2029 8,5 14,2 4,2 9,1 6,7 6,3
(Rp.
2029
2025 0,8 1,9 3,2 0,9 o,2 0,3 Kontribusi PDRB
2025 5,5$6,19 rr,06-11,56 7,30-7,89 10,04-10.54 14,21-14,50
2029 2,30-3,30 6,20-7,20 3,494,49 6,60-7,60 9,50-10,50 4,97-5,97
Rasio Gini
2025
2029 0,332-0,336
2025 o,52 0,51 0,53 o,53 0,50 0,51
2029 0,55 0,55 0,56
2025 54,90 77,96 37,(x) 24,93
2025 78,71 41,75 77,60 4239 EI,4E 84,82
IKLH
m9l9 7\r,39 42,60 74,44 83,06
TPT e6l
2025
2029 4,66-5,14
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
9,9
(2029)
7,3
7,8
83,1
128,5
3,32–3,75
2,86–3,47
8,34–9,34
4,63–5,63
8,6
(Rata-rata 2025–2029)
4.6.3 Arah Pembangunan Wilayah Sulawesi
Gambar 4.13
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sulawesi dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
K INDONESIA
Gambar 4.14
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sulawesi dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Sulawesi
4.7.1 Isu dan Potensi Wilayah Maluku
Isu Wilayah
• Pertumbuhan ekonomi wilayah melambat setelah tumbuh 14,2 persen (2022)
menjadi 13,5 persen (2023), terutama disebabkan oleh pertumbuhan lebih kecil
pada sektor dominan, Industri Pengolahan dari tumbuh sebesar 77 persen
(2022) menjadi 41 persen (2023) di Provinsi Maluku Utara dan Pertanian dari
5,7 persen (2022) menjadi 5,6 persen (2023) di Provinsi Maluku (BPS, 2023).
• TPT di Provinsi Maluku lebih tinggi dari capaian nasional (Maluku: 6,11; Malut:
4,03; Nasional: 4,91) dan tingkat pengangguran terbuka tertinggi cenderung
terdapat pada lulusan di atas pendidikan dasar (TPT pada lulusan SD: 2,69;
SMP: 4,35; SMA: 8,94; Sarjana:7,09) (BPS, 2024).
• Masih terkonsentrasinya kegiatan ekonomi pada kabupaten/kota tertentu
ditunjukkan oleh 49 persen share PDRB Provinsi Maluku 2023 berasal dari Kota
Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, sementara 70 persen share PDRB
Provinsi Maluku Utara 2023 berasal dari Kabupaten Halmahera Tengah,
Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kota Ternate (BPS, 2023). Hal ini
disebabkan oleh belum meratanya infrastruktur, konektivitas intra dan antar
pulau, dan belum optimalnya pengembangan komoditas lokal sebagai sumber
pertumbuhan ekonomi.
• IPM masih lebih rendah dari nasional (Maluku: 73,40; Malut: 71,84 ; Nasional:
75,02 (2024)), disebabkan oleh:
- Umur Harapan Hidup (UHH) yang masih rendah (Maluku: 70,68; Malut: 71,05;
Nasional: 74,15 (BPS, 2024). Hal ini terjadi seiring dengan masih rendahnya
akses air minum layak di Provinsi Maluku Utara (89,01 persen) dibandingkan
angka nasional (91,72 persen), serta masih rendahnya akses sanitasi layak
(Maluku: 78,17 persen; Malut: 80,64 persen; Nasional: 82,36 persen) (BPS, 2023).
Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh masih rendahnya prevalensi imunisasi
dasar lengkap pada anak (Maluku: 54,05 persen; Malut: 53,31 persen; Nasional:
57,78 persen).
- RLS di 1 dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan 5 dari 10 kabupaten/kota di
Maluku Utara masih lebih rendah dari capaian nasional. Selain itu, HLS di 6 dari
11 kabupaten/kota di Maluku dan 5 dari 10 kabupaten /kota di Maluku Utara
masih lebih rendah dari capaian nasional (BPS, 2024). Kondisi ini disebabkan
diantaranya adalah masih tingginya proporsi desa dengan akses yang
sulit/sangat sulit terhadap fasilitas pendidikan SMA/Sederajat pada
kabupaten/kota dengan capaian yang masih lebih rendah dibandingkan dengan
kabupaten/kota dengan capaian yang telah lebih tinggi dari angka nasional
(Maluku: 24,7 persen dibandingkan dengan 18,8 persen; Malut: 9,4 persen
dibandingkan dengan 9 persen) (Indeks Desa, diolah Bappenas, 2024).
• Masih tingginya prevalensi stunting di Provinsi Maluku (28,4 persen) dan
Provinsi Maluku Utara (23,7 persen), dengan prevalensi tertinggi pada beberapa
kabupaten masih jauh di atas angka nasional, seperti di Kabupaten Kepulauan
Aru (40,6 persen) dan Kabupaten Pulau Taliabu (30,6 persen).
• Masih belum tuntasnya penyakit Malaria pada 12 kabupaten/kota di Wilayah
Maluku, diiringi dengan masih rendahnya angka penemuan kasus TBC
(Maluku: 70,6 persen; Malut: 71,6; Nasional: 77,5 persen), serta masih
rendahnya prevalensi imunisasi dasar lengkap pada anak (Maluku: 54,05
persen; Malut: 53,31 persen; Nasional: 57,78 persen) (Kemenkes, 2023).
• Persentase penduduk miskin Provinsi Maluku lebih tinggi dibanding nasional,
dengan 9 dari 11 kabupaten/kota memiliki tingkat kemiskinan di atas angka
nasional. Sementara di Provinsi Maluku Utara, tingkat kemiskinan telah lebih
rendah dari nasional meskipun masih terdapat 2 dari 10 kabupaten/kota
dengan tingkat kemiskinan di atas angka nasional (BPS, 2024).
• Belum inklusifnya dampak pengembangan kawasan industri bagi masyarakat
di Provinsi Maluku Utara, ditunjukkan dengan masih tingginya angka
kemiskinan di Kabupaten Halmahera Tengah (10,71 persen) dan Halmahera
Timur (11,91 persen) sebagai lokasi pengembangan Kawasan Industri (BPS,
2024).
• Masih rendahnya nilai tambah pada sektor pertanian yang menjadi lapangan
kerja bagi sebagian besar pekerja (Maluku: 31,77 persen; Malut: 25,93 persen),
serta nilai tukar petani yang masih di bawah nasional (Maluku: 104,41; Malut:
103,37; Nasional: 112,46) (BPS, 2023).
• Pekerja di sektor Industri belum sepenuhnya lebih sejahtera dengan rata-rata
upah buruh yang lebih rendah dibandingkan angka nasional (Maluku: Rp2,3
juta; Nasional: Rp3,02 juta), yang disebabkan diantaranya oleh kualitas SDM
pekerja di Sektor Industri yang masih rendah (Proporsi Lulusan SD/Tidak Lulus
SD/Tidak Sekolah Maluku: 32,43 persen; Malut: 44,8 persen) (BPS, Sakernas
Februari 2024).
• Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara memiliki indeks risiko bencana
kategori tinggi, terutama untuk ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, tanah
longsor, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, gelombang ekstrem dan
abrasi.
• Banyaknya kawasan konservasi yang berlokasi di sekitar kawasan
pertumbuhan sehingga berpotensi terdampak oleh pengembangan kawasan
pertumbuhan.
Potensi Wilayah
• Wilayah Maluku terdiri dari >80 persen lautan sehingga memiliki potensi
perikanan yang tinggi yang berasal dari 5 WPP RI (714, 715, 716, 717, dan 718).
Produksi Tuna-Cakalang-Tongkol Provinsi Maluku tertinggi ke-2 di Indonesia
yaitu sebesar 155.911 ton (KKP, 2023).
• Provinsi Maluku Utara memiliki potensi perkebunan pala dan kelapa yang tinggi.
Produksi komoditas pala provinsi ini menempati posisi tertinggi ke-2 secara
nasional (8.336,6 ton) dengan luas area perkebunan sebesar 25,9 persen dari
nasional. Sementara produksi kelapanya memiliki tertinggi ke-4 secara nasional,
yaitu sebesar 212.845 ton (Kementan, 2023).
• Adanya potensi produksi padi di beberapa kabupaten/kota di Wilayah Maluku
untuk mendukung ketahanan pangan wilayah yaitu di Kabupaten Buru (40.184
ton), Kab Maluku Tengah (29.397 ton), Kabupaten Halmahera Timur (15.285,65
ton), dan Kabupaten Halmahera Utara (6.893,28 ton). sehingga potensial untuk
mendukung ketahanan pangan wilayah.
• Terdapat potensi diversifikasi pangan untuk komoditas sagu (952,07 ton), kedelai
(63,2 ton) di Provinsi Maluku serta jagung (5.267,39 ton) dan kedelai (103,6 ton)
di Provinsi Maluku Utara. Terdapat pula potensi komoditas ubi di Provinsi
Maluku sebesar (79.410 ton) (Kementan, 2022). Selain itu terdapat potensi
pangan akuatik terutama untuk perikanan budidaya (Maluku: 10.503 ton dan
Maluku Utara: 3.245 ton).
BLIK INDONESIA
Potensi Wilayah
• Wilayah Maluku memiliki ekosistem bahari serta kekayaan sejarah dan budaya
yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata, seperti pada DPP Morotai
dan KSPN Banda Neira dan sekitarnya.
• Terdapat potensi pertambangan nikel dengan 1,9 juta ton dari 5,03 juta ton
cadangan bijih nikel terletak di Wilayah Maluku (KESDM, 2022). Selain itu,
terdapat potensi pertambangan gas alam sebesar 15.783,7 TSCF (Trillion
Standard Cubic Feet) dari total cadangan gas alam nasional yang mencapai
54.762,7 TSCF terdapat di Wilayah Maluku (KESDM, 2023). Pengembangan
potensi ini didukung dengan keberadaan Kawasan Industri (KI) Weda Bay, KI
Pulau Obi, dan KI Buli, serta Blok Masela
• Terdapat cadangan minyak bumi sebesar 373,12 MMSTB (Million Metric Stock
Tank Barrels) dari total cadangan minyak bumi nasional sebesar 4.700,28
MMSTB (KESDM, 2023).
• Potensi energi terbarukan Wilayah Maluku mencapai 136,23 GW, dengan energi
surya (94,7 GWp), hidro (0,2) GW), panas bumi (1,15 GW), bioenergi (0,14 GW),
bayu (23,04 GW), dan arus laut (17 GW).
4.7.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Maluku
Pembangunan Wilayah Maluku diarahkan untuk menjadi “Hub Kemaritiman Wilayah Timur
Indonesia”, untuk itu sasaran pembangunan Wilayah Maluku dan provinsi-provinsi di
dalamnya adalah sebagai berikut:
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
11,1
(2029)
0,7
0,8
52,5
84,6
4,82–5,18
4,13–4,75
9,40–10,40
5,12–6,12
9,8
(Rata-rata 2025–2029)
BUK IN
Tabel 4.7
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Maluku
Provinsi Maluku Maluku Utara
Rata-rata LPE P6)
2025-
2029
7,3 Lt,4
LPE (%) 2029 8,4
2025 34,8 77,9
PDRB per kapita (Rp. Juta)
2029 50,5 133,4
2025 0,3 o,4
Kontribusi PDRB Provinsi
2029 0,3 0,5
Tingkat
2029 8,03-9,03 o,92-t,92
2025
2029
o,2394,243
o,2734,290
2025 o,49 0,48
Indeks Modal
2029 o,52 o,50
2025 42,48 86,35 Penurunan
P/.1
2029
2025 42,43 80,36
2029 83,10
2025 5,55-6,03 3,8H,00
2029
Gambar 4.16
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Maluku dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
ELIK INDONESIA
Gambar 4.17
Alur Kerja Pembangunan Wilayah Maluku dalam Mencapai Visi Presiden 2029
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Gambar 4.18
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Maluku
K INDONESIA
4.8 Wilayah Papua
4.8.1 Isu dan Potensi Wilayah Papua
Isu Wilayah
• Pertumbuhan ekonomi Wilayah Papua melambat, dari 7,03 persen di tahun
2022 menjadi 4,87 persen di tahun 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh
melambatnya sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang share
terbesar (37 persen) pada PDRB Wilayah Papua (BPS, 2023). Sektor ini
mengalami perlambatan pertumbuhan dari 14,21 persen di tahun 2022 menjadi
6,45 persen di tahun 2023. Di sisi lain, sektor industri pengolahan yang tumbuh
lebih besar (2022: 2,54 persen; 2023: 8,14 persen) belum mampu mendorong
pertumbuhan ekonomi Wilayah Papua secara signifikan. Disparitas
antarwilayah dan antargolongan juga masih tinggi, dengan sebaran kontribusi
PDRB Wilayah Papua pada tahun 2023 didominasi oleh Provinsi Papua Tengah
(41 persen), disusul oleh Provinsi Papua (20 persen), Provinsi Papua Barat (16
persen), Provinsi Papua Barat Daya (9 persen), Provinsi Papua Selatan (7
persen), dan Provinsi Papua Pegunungan (5 persen) (BPS, 2023). Hal ini
disebabkan belum meratanya pembangunan infrastruktur dan konektivitas di
Wilayah Papua, serta belum optimalnya pengembangan komoditas unggulan
sebagai sumber pertumbuhan ekonomi wilayah
• Sebagian besar IPM di Wilayah Papua tergolong dalam kategori sedang di
Indonesia (Provinsi Papua: 73,83; Provinsi Papua Barat Daya: 69,65; Provinsi
Papua Selatan: 68,86; Provinsi Papua Barat: 67,69; Provinsi Papua Tengah:
60,25; Provinsi Papua Pegunungan: 54,43; Nasional: 75,02) (BPS, 2024). Pada
komponen pendidikan, hanya Provinsi Papua yang memiliki capaian HLS dan
RLS lebih tinggi dari nasional. Sementara pada komponen kesehatan, seluruh
Provinsi di Wilayah Papua memiliki capaian UHH yang lebih rendah dari angka
nasional. Capaian pendidikan yang rendah disebabkan diantaranya oleh masih
tingginya proporsi desa dengan akses yang sulit hingga sangat sulit ke fasilitas
pendidikan tingkat SMP/sederajat (Wilayah Papua: 27,9 persen; nasional: 11,8
persen) dan SMA/sederajat (Wilayah Papua: 27,7 persen; nasional: 16,6 persen)
(Indeks Desa, diolah Bappenas, 2024). Di sisi lain, kondisi kesehatan yang
rendah disebabkan oleh masih rendahnya akses terhadap air minum layak
(Provinsi Papua*: 66,49 persen, Provinsi Papua Barat*: 81,57 persen, nasional:
91,72 persen), masih rendahnya akses terhadap sanitasi layak (Provinsi Papua*:
43,00 persen, Provinsi Papua Barat*: 76,30 persen, nasional: 82,36 persen),
serta masih tingginya prevalensi stunting (Provinsi Papua: 28,6 persen, Provinsi
Papua Barat: 24,8 persen, Provinsi Papua Selatan: 25,0 persen, Provinsi Papua
Tengah: 39,4 persen, Provinsi Papua Pegunungan: 37,3 persen, Provinsi Papua
Barat Daya: 31,0 persen, nasional: 21,5 persen), serta baru 1 kabupaten/kota
(Kabupaten Sorong Selatan) yang telah berhasil eliminasi malaria (Kementerian
Kesehatan, 2023)
• Wilayah Papua memiliki persentase penduduk miskin (PPM) dan ketertinggalan
daerah yang masih tinggi. Tingkat kemiskinan pada seluruh provinsi di Wilayah
Papua jauh lebih tinggi dibandingkan angka nasional (Provinsi. Papua Barat:
21,66 persen; Provinsi Papua Barat Daya: 18,13 persen; Provinsi Papua: 17,26
persen; Provinsi Papua Selatan: 17,44 persen; Provinsi Papua Tengah: 29,76
persen; Provinsi Papua Pegunungan: 32,97 persen; Nasional: 9,03 persen) (BPS,
2024). Selain itu, sebanyak 61 persen kabupaten/kota di Wilayah Papua
termasuk daerah tertinggal pada RPJMN Tahun 2025–2029. Hal ini disebabkan
diantaranya oleh rendahnya tingkat pendidikan para pekerja, yang didominasi
Isu Wilayah
pekerja lulusan SD ke bawah sebesar 52,19 persen (BPS, 2024) serta rendahnya
nilai tukar petani di Provinsi Papua* (99) dan Provinsi Papua Barat* (100,19)
dibandingkan dengan nasional (112,46) (BPS, 2023). Selain itu, masih terdapat
keterbatasan akses permodalan untuk membuka/mengembangkan UMKM,
dengan proporsi rumah tangga penerima kredit di Provinsi Papua* hanya
sebesar 6,16 persen dan di Provinsi Papua Barat* hanya sebesar 12,29 persen
(nasional: 23,24 persen) (BPS, 2023). Di sisi lain, infrastruktur dasar
pendukung aktivitas ekonomi yang belum berkembang juga menyebabkan
terbatasnya kapasitas daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi
masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui nilai Indeks Pembangunan Ekonomi
Inklusif (IPEI) pada sub pilar infrastruktur ekonomi pada Provinsi Papua* (2,46)
dan Provinsi Papua Barat* (5,64) yang masih lebih rendah dibanding nasional
(6,57) (Bappenas, 2023)
*Data capaian provinsi induk
• Wilayah Papua memiliki indeks risiko bencana kategori tinggi terutama dari
banjir, longsor, tsunami, dan gempa bumi yang bersumber dari sesar-sesar
normal antara lain Sesar Sorong, Koor, Taminabun, Wandamen, Ransiki, serta
Tarera-Aiduna
• Banyaknya kawasan konservasi yang berlokasi di sekitar kawasan
pertumbuhan sehingga berpotensi terdampak oleh pengembangan kawasan
pertumbuhan
Potensi Wilayah
• Wilayah Papua memiliki tingkat produksi komoditas tuna-cakalang-tongkol yang
tinggi, sebesar 133.039 ton pada tahun 2023, yang didukung SKPT Biak dan
rumah tangga usaha sub sektor perikanan tangkap laut berjumlah 22.948 unit.
• Keunggulan sektor perkebunan salah satunya terdapat di Provinsi Papua Barat
dengan komoditas unggulan kakao Ransiki yang dikelola secara organik dan
telah memiliki pangsa pasar internasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya
permintaan hasil produk dari negara Jepang, Inggris, dan Belanda. Kakao
Ransiki juga menjadi salah satu penerima penghargaan gold dalam Cacao of
Excellence Award tahun 2023 (Cacao of Excellence, 2023).
• Adanya potensi produksi padi di beberapa kabupaten/kota di Wilayah Papua
untuk mendukung ketahanan pangan wilayah, diantaranya di Kabupaten
Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong, Kabupaten
Sorong Selatan, Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura,
Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Jayawijaya, sehingga potensial untuk
mendukung ketahanan pangan wilayah.
• Terdapat potensi diversifikasi pangan untuk komoditas sagu dan ubi di Wilayah
Papua. Selain itu terdapat potensi hortikultura, pangan akuatik terutama
perikanan laut dalam, dan peternakan babi.
• Wilayah Papua memiliki ekosistem bahari serta tradisi lokal yang dapat
dikembangkan untuk destinasi pariwisata, seperti pada DPP Raja Ampat, TN
Teluk Cenderawasih, dan Teluk Triton, serta pariwisata budaya Asmat, Danau
Anggi Giji dan Anggi Gida, dan Lembah Baliem.
• Terdapat potensi pertambangan minyak dan gas bumi di Wilayah Papua
(cadangan minyak bumi: 104,04 MMSTB (million stock tank barrels); cadangan
gas bumi: 11.421,9 TSCF (trillion standard cubic feet), salah satunya di
Kabupaten Teluk Bintuni yang akan menopang kebutuhan produksi industri
pupuk di KI Fakfak. Selain itu, terdapat potensi pertambangan tembaga, emas,
dan perak di Kabupaten Mimika, dengan cadangan mineral lebih dari 2 miliar
ton biji.
• Potensi energi terbarukan mencapai 126,49 GW dengan potensi energi surya
(65,8 GWp), hidro (35,9 GW), panas bumi (0,08 GW), bioenergi (0,1 GW), bayu
(21,31 GW), dan arus laut (3,3 GW).
4.8.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Papua
Pembangunan Wilayah Papua diarahkan untuk “Percepatan Pembangunan Wilayah Papua
menuju Papua Sehat, Cerdas, dan Produktif” untuk itu sasaran pembangunan wilayah Papua
dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
7,7
(2029)
1,9
1,9
77,2
111,7
3,20–3,59
2,82–3,20
21,58–22,58
14,30–15,30
6,8
(Rata-rata 2025–2029)
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Papua
Provinsi
Papua
Barat
Papua
Papua
Pegunungan
Papua
Tengah
Papua
Selatan
Papua
Barat
Daya
Rata-rata LPE P/o)
2025-
2029
5,7 6,4 ?,7 5,E 5.8 7,O
r,PE (96) 2029 6,6 7,3 4.0 4,6 6,7 6,6
2025 120,6 65,5 @,9 88.0 19,1
PDRB per kapita
(Rp. Juta) 164,0 126,9 2029 24,6 179,4
2025 0,3 0,4 0,1 o,7 0,2 o,2
Kontribusi PDRB
Provinsi (9/o)
2029 0,3 0,1 o,2 0,4 0,1 o,8
Tingkat
2025 19,62- 20,12
2029
Rasio Gini
2025
2029 0.331-.0,335 0.355-.0,359 0.339-0.343
2025 o,47 o,44 0,43 o,42 o,44 0,49
Indeks Modal
Manusia 2029
2025
o,49 o,47
1,08 59,24
0,45
59,2E
0,45 o,4?
59,24 59,28
0,52
IKLH
2025
,tatr)
a2,g E2,19
E3,53 82,56 80,63 42,8
84,15 83,20 41,30 43,52
2025 3,754,M 6,fiI6,40 1,75-2,10 2,65-3,12 0,44-1,00 6,30-6,40
2029 3,68-4,00 s,48-6.q) t,6&2,00 2,oo-2,40 0,690,84 5,32-5,92
Gambar 4.19
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Papua dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
Alur Kerja Wilayah Pembangunan Papua dalam Mencapai Visi Presiden 2029
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Papua
Pendanaan Pembangunan
5. 1 Prioritas Pendanaan dan Investasi Pembangunan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode
awal penguatan fondasi transformasi menuju pencapaian sasaran Indonesia Emas 2045.
Pendanaan RPJMN Tahun 2025-2029 diutamakan untuk pelaksanaan 8 (del,apan) Prioritas
Nasional, dengan indikasi total kebutuhan pendanaan sebagai berikut.
Indikasi
Prioritas Nasional (PN)
Kebutuhan Pendanaan
(Rp. Miliar)
APBN Non APBN
Prioritas Nasional 1 - Memperkokoh
Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia
14.743,7
Prioritas Nasional 2 - Memantapkan Sistem Pertahanan
Keamanan Negara dan Mendorong
melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi
Syariah, Ekonomi Digital, Ekonomi
Biru
1.698.953,5 6.254.157,9
Prioritas Nasional 3 - Melanjutkan Pengembangan
Infrastruktur dan
Berkualitas, Mendorong Kewirausahaan,
Mengembangkan Industri
Mengembangkan Agromaritim Industri di Sentra
Produksi melalui Peran Aktif Koperasi
433.825,8 2.235.709,4
Prioritas
Sumber Daya Manusia (SDM), Sains, Teknologi,
Pendidikan,
Gender, serta Penguatan Peran Perempuan, Pemuda
(Generasi Milenial dan Generasi Z), dan Penyandang
3.147.395,5 5.972.182,3
Prioritas Nasional 5 - Melanjutkan Hilirisasi dan
Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam
untuk
224.047,3
1.395.926,2 890.634,4 Prioritas Nasional 6 - Membangun dari Desa dan dari
Bawah untuk Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan
Ekonomi, dan Pemberantasan Kemiskinan
(Rp. Miliar)
Prioritas Nasional (PN)
APBN Non APBN
Prioritas Nasional 7 - Memperkuat Reformasi Politik,
Hukum, dan Birokrasi, serta Memperkuat Pencegahan
dan Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi, dan
Penyelundupan
143.506,7
Prioritas
Kehidupan yang Harmonis dengan Lingkungan Al,am
dan Budaya, serta
Beragama untuk Mencapai Masyarakat yang Adil dan
Makmur
613.828,3
.
Kebutuhan Pendanaan Prioritas Nasional dapat bersumber dari Anggaran Pendapa.tan dan
Belanja Negara dan Non- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kebutuhan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara mencakup rincian kebutuhan belanja
dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, namun belum termasuk rincian kebutuhan
dukungan investasi dan pembiayaan dari Badan Usaha (Badan Usaha Milik Negara/Swasta)
yang masih bersifat indikasi.
Adapun ilustrasi indikasi kebutuhan pendanaan Prioritas Nasional Tahun 2025-2029 dapat
digambarkan sebagai berikut:
rr
pama Cc 3G
Ka) ka) Ez S AI s
£ Aa z&@ Is 5$ S5
a m Oo ag ar
c d Pi c kau
si 9 & Ss a55
ke S c 2 Z9 oa.
c S 2 8 5 cc
S : z: (8 28 $$$
ke, s 5 S 5 8858
Kn) . & mM »n 3 20
a c- s 5 8 S5 $
2 53 5 ga LO
Kav)
c ox ' 7
c 5 5 a00
8 E s5 8a Pa Uagr
G F Ts as TP
- 5 sc ag
5 e S a
Ke g m £ T$
Ko) ES
2 5 z 32 Ke
x 3 . :2
3 8 “TS Is 32 s
s s 2 Sa 3 S
s 4 aa) 2
Kej “ P3) s
m .- c » ak TA
5 E » Ec 2592
c ru v tel Ss 025
s 5 & G 0 S 0.
sg 8 mz DOT
5 5 » -$ “Ta3
—
£ c N w ba — ga5 PPS
ES a x S TTG Era
5 2 # a o . 558 3S Dg
SE £ 2 na Es
Ca . c 5 » anus 0 OS
SE g - Th — » 5 ET85 ar
S9 N S . S GD LOLOS
28 $ Sg |” Is get og
52 2 8 “Sg
c$
S0 s
C3 . 3 2
Ko N—) h—4 cs Pi E
DT - N Ka SS
2 6 za s.s
c $ x 2, (oj u2
sc
85 E —
tx 9 9 Ke)
eU ka) x £
NAN sz c Re) Cc kami
os Fa Ian Kel — ss S5
Mm LE x 2 5 55 s8
Z 2 g e les (5?
sa z 5 3 ? 0
Du e— - — 52 kun
— SE £ $ 89 28
Cc s2 pa 5 d@
r$ | '& 5
S SE s3 Iss (ss 3
ks)
5 n
N ac £ £ 7
Oo 2 8 $ TB &
2 nS 5 83 $$ z
cN 8 P3 2 » 5
» u C8 ?c E
G 9 F9T5 z0 a
u £E & oOLO $ 05 a
wa DO (vr) C3? 0? 3 &
- 2 S.orx SS bp
— Sc “ES Ka 3
5 02 '' FO
6 s2 LOc Ne (ep)
O si S002 S ri
Sam Oo — 0 S
Ai "
0 c
5 g .
2 tg. C8
- n cs LD
— Ba 2890. "5
TE g ocu Cg
- E 25539 £ x
» D 2522
—. 1 a53
C
sg Erm
5.2. 1 Belanja Kementerian/lembaga
Belanja kementerian/lembaga 2025-2029 difokuskan untuk mendukung pelaksanaan
Program Prioritas Presiden termasuk Program Hasil Terbaik Cepat seperti, antara lain,
membangun sekolah unggul dan revitalisasi sckolah; menyelenggarakan pemeriksaan
kesehatan grati$, menuntaskan kasus TBC, dan membangu.n rumah sakit lengkap dan
berkualitas; jaminan kesehatan dan perlindungan sosial; penyediaan rumah murah
bersanitasi baik; penegakan hukum, serta kemudahan berusaha.
SK No 252293 A
2
- 258 -
Ilustrasi Indikasi Kebutuhan Pendanaan Prioritas Nasional Tahun 2025–2029
Kebutuhan pendanaan pembangunan yang memiliki keterbatasan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara perlu didukung dengan sumber pendanaan non- Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara lainnya. Untuk itu, kebutuhan pendanaan dalam RPJMN Tahun 2025–2029
difokuskan pada bauran sumber pendanaan, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara maupun non- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Adapun ilustrasi
indikasi kebutuhan pendanaan Prioritas Nasional Tahun 2025–2029 dapat digambarkan sebagai
berikut:
Prioritas Nasional 2:
Memantapkan Sistem Pertahanan Keamanan Negara dan Mendorong Kemandirian Bangsa melalui
Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Syariah, Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi
Biru.
Program Prioritas (PP) 11: Swasembada Energi
Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan menjadi salah satu Kegiatan Prioritas (KP)
dalam PP ini yang diampu oleh Kementerian ESDM. Kegiatan Prioritas ini memiliki sasaran dan target
yang akan dicapai selama kurun waktu 2025–2029 berupa (i) meningkatnya pemanfaatan energi
baru dan terbarukan sekitar 13,5 juta KL dan 50.739 GWH pada tahun 2025 serta diharapkan
mengalami peningkatan pada tahun 2029 menjadi sekitar 17,11 juta KL dan 62.063 GWH; dan (ii)
meningkatnya efisiensi energi 0,97 SBM/miliar rupiah pada tahun 2025 menjadi 1,84 SBM/miliar
rupiah pada tahun 2029, untuk mencapai sasaran dan target tersebut telah dialokasikan anggaran
tahun 2025–2029 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar
Rp25,99 triliun. Pemerintah juga berharap agar pelaksanaan Kegiatan Prioritas ini dapat didukung
oleh sumber pendanaan non- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara lainnya dengan indikasi
berasal dari BUMN sebesar Rp104,31 Triliun dan swasta sebesar Rp85,03 Triliun. Indikasi anggaran
yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara difokuskan untuk pembentukan
ekosistem yang kondusif serta penyusunan regulasi serta kegiatan teknis lainnya. Sementara itu,
sumber pendanaan yang berasal dari BUMN dan Swasta akan difokuskan untuk pengembangan
Bioethanol, pengembangan Biofuel, pembangunan Bahan Bakar Hijau, gasifikasi batubara,
pengembangan PLTP, serta pembangunan PLT Surya dan PLT Bayu.
hilirisasi industri,
strategis yang masih perlu dilanjutkan keberlangsungannya, seperti pembangu.nan Ibu Kota
Nusantara. Pemanfaatan belanja pada
penguatan belanja kementerian/lembaga pada sektor riset dan inovasi sehingga terwujud
inten ensi pemerintah yang produktif dan tepat sasaran namun tetap efisien.
Selain itu, guna mendukung pemanfaatan belanja pemerintah yang berkualitas, optimalisasi
pemanfaatan belanja kementerian/lembaga perlu dilakukan melalui
penyiapan
prioritas dan penajaman proses penga.lokasian pendanaannya agar lebih tepat sasaran.
Optimalisasi
kebutuhan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, diupayakan intervensi yang solutif dan
implementatif untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, serta memperhatikan kesiapan
dan kapasitas kementerian/lembaga daLam melaksanakan upaya intervensi
Pemanfaatan bel,anja kementerian/lembaga senantiasa
berdasarkan prinsip
ketersediaan anggaran. Pemanfaatan sumber pendanaan Rupiah Murni pa.da belanja
kementerian/lembaga difokuskan untuk mendanai kegiatan operasional, wajib, dan regu.ler.
Integrasi pemanfaatan berbagai sumber pendanaan selain Rupiah Murni seperti Pinjaman
dan Hibah Luar Negeri, Pinjaman Dalam Negeri, Surat Berharga Syariah Negara dan
Sama Pemerintah dan Badan Usaha perlu diperkuat guna mengurangi dependensi
kementerian/lembaga hanya pada sumber pendanaan Rupiah Murni. Selain itu,
pemanfaatan belanja kementerian/lembaga juga perlu didukung dengan perluasan kapasitas
pendanaan secara inovatif, optimalisasi manajemen investasi publik serta
transparansi dan akuntabilitas dalam perencanaan, penganggaran, dan
kementerian / lembaga.
5.2.2 Belanja NonKementerian ll*rnbaga melalui Bagian Anggaran
Bendahara Umum Negara
Kebijakan belanja
mendukung arah
ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui akselerasi reformasi struktural. Kebijakan
belanja nonkementerian/lembaga diarahkan untuk mendukung
ekonomi, kesejahteraan masyarakat (uell-behqll, dan pemerataan pembangunan. Dalam
kerangka
koridor optimalisasi belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja
Dana Transfer ke Daerah (TKD) secara umum diarahkan untuk mendukung pencapaian Asta
Cita sebagai Misi Presiden yang dituangkan menjadi Prioritas Nasional.
Arah
(1) mengarahkan pemanfaatan Transfer ke Daerah yang didasarkan pada perencanaan
berbasis Tematik Holistik Integratif dan Spasial (THIS);
(2)
daerah, penurunan kemiskinan absolut, dan peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM).
(3) mendorong pemanfaatan
daerah yang difokuskan pada penyediaan
unggulan sebaga.i mesin pertumbuhan ekonomi daerah;
(4) mengarahkan
sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.
pengalokasian, pemanfaatan hingga pengendalian dan evaluasi dalam mendukung
sinkronisasi dan harmonisasi pusat dan daerah,
5.2.3.1 Dana Bagi Hasil
Arah
(l) melakukan pendampingan pemanfaatan Dana Bagi Hasil, khususnya bagi daerah yang
memiliki alokasi Dana Bagi Hasil tinggi;
(2) mengarahkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil yang ditentukan
menjaga kualitas lingkungan hidup; meningkatkan kualitas l,ayanan kesehatan;
pembangunan dan
alam berkelanjutan;
(3) mendorong tata kelola Dana Bagi Hasil yang lebih akuntabel dan transparan melalui
perluasan kertas kerja
penetapan alokasi Dana Bagi Hasil yang tepat
penyelesaian kurang bayar/lebih bayar Dana Bagi
(4) mendorong penga.lokasian Dana Bagi Hasil dengan mempertimbangkan dampak
eksternalitas negatif melalui penguatan
(5) meningkatkan sinkronisasi alokasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil dengan berbagai
sumber pendanaan lainnya dalam mendukung prioritas nasional.
5.2.3.2 Dana Alokasi Umum
Arah
( 1 )
dengan tahun 2027 sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022
tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
(2) menajamkan pengelompokan dan perhitungan alokasi Dana Alokasi Umum berdasarkan
karakteristik kewilayahan dalam rangka pencapaian pemerataan kemampuan keuangan
dan layanan publik antar daerah;
(3) memperkuat sinergi
pendanaan lainnya dalam mendukung pencapaian program prioritas nasional;
Arah kebijakan Dana Alokasi Umum yang ditentukan penggunaannya adalah sebagai
berikut:
(1) memfokuskan menu-menu dalam rangka mendorong pemerintah daerah menyelesaikan
gap capaian standar pelayanan minimal
ditentukan penggunaannya menurun;
(2) mendukung program kerja Asta Cita 2, 3, 4, 5, dan 6 antara lain penyediaan
infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta
masyarakat di kelurahan;
(3) menyediakan sumber data
selaras dengan indikator standar pelayanan minimal;
(4) melaksanakan monitoring dan evaluasi efektivitas Dana Alokasi Umum dalam
pencapaian indikator standar pelayanan minimal.
ELIK INDONESIA
5.2.3.3 Dana Alokasi Khusus
Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas
sejalan dengan amanat Undang Nomor 1 Tahun 2022
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2023,
maka
Jangka Menengah merupakan bagian Transfer ke Daerah yang akan menjadi acuan dalam
penyusunan arah
adalah arah kebijakan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah yang meliputi:
(l) mendorong pemanfaatan skema pendanaan yang tepat sesuai kategori kapa.sitas fiskal
daerah;
(2) menerapkan konsep keterpaduan melalui pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan
Spasial (THIS) sinkronisasi berbagai sumber pendanaan dalam mendukung prioritas
nasional;
(3) menerapkan konsep asimetris dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik
daerah melalui
(4) menerapkan konsep ketuntasan melalui pendekatan penyelesaian target spesifik dan
cakupan daerah prioritas;
(5) meningkatkan kualitas
evaluasi Dana Alokasi Khusus melalui optimalisasi pemanfaatan sistem informasi;
(6) mendorong komitmen Pemerintah Daerah dalam pengusulan, persiapan, pelaksanaan,
dan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus melalui penyelarasan dan kolaborasi kegiatan
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
(7) mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah
sehingga dapat mengu.rangi ketergantungan dari dana transfer khusus.
Desain
jenis Dana Alokasi Khusus sebagai berikut.
Adapun lima bidang Dana Alokasi Khusus Fisik dan empat jenis Dana Alokasi Khusus Non
Fisik, sebagai berikut
BLIK IN
Hibah ke Daerah
Hibah ke Daerah
mendukung pencapaian sasaran pembangunan/ Proyek Strategis Nasional/ Program
Prioritas/ Kegiatan Prioritas terpilih. Perencanaan Hibah ke Daerah yang bersumber dari
Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangan
yang berLaku. Sedangkan arah kebijakan Hibah ke Daerah yang bersumber dari Rupiah
murni ditujukan untuk (l)
Fisik, Nonfisik, atau sumber pendanaan
Usaha, (2) kebencanaan, (3) arahan Presiden lainnya.
Adapun
dalam RKP dengan
tersebut
bagian dari konsep perencanaan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah. Adapun
pendetailan desain Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah minimal meliputi sasaran
tematik/bidang/jenis, kriteria lokasi prioritas, indikasi pendanaan minimal 3 tahun
kedepan.
Desain Dana Alokasi Khusus ini menjadi acuan daLam penyusunan arah
Alokasi Khusus tahunan 2026-2029.
sudah dirumuskan dalam RKP Tahun 2025 tetap dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan
berlaku. Adapun penyusunan arah
mengacu pada arah
terdapat arah
5.2.3.4 Dana Otonomi Khusus
Dana Otonomi Khusus adalah bagian dari
kepada daerah tertentu untuk mendanai pelaksanaan otonomi khusus sebagaimana
ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai Otonomi Khusus. Arah kebijakan dana otonomi
khusus adalah sebagai berikut
(1) mendorong prioritas penggunaan dana otonomi khusus untuk
(a) melanjutkan upaya penurunan kemiskinan daldn rangka peningkatan
kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan,
pemberdayaan ekonomi, serta
(b) meningkatkan
iklim investasi daerah;
(c) mendukung capaian pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua
2029 untuk mewujudkan misi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
(2) meningkatkan efektivitas penggunaan dana otonomi khusus melalui sinergi
perencanaan dan penganggaran,
Pendapatan dan Belanja Negara dan Pendapatan dan Belanja Daerah guna
mendukung pencapaian target pembangunan;
(3) meningkatkan
khusus, terutama di daerah otonom baru melalui asistensi, pendampingan, pembinaan,
penajaman pemantauan dan evaluasi serta penggunaan sistem informasi yang
terintegrasi,
Dana otonomi khusus terdiri atas dana otonomi khusus Aceh dan dana otonomi khusus
Papua. Arah
(f) Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh
Tingkat belanja pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/ kota) yang relatif besar di Aceh yaitu
di level rata-rata 32 persen terhadap PDRB perlu dipertahankan kestabilannya terutama
untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh. Namun disisi train,
dengan adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun
kecenderunga.n penurunan Dana Otsus sebesar satu persen dari plafon Dana Alokasi Umum
nasional sejak tahun 2023
belanja pemerintah sebesar dua persen PDRB di tahun 2023 dan empat persen PDRB di
tahun 2028.
Penurunan Dana Otsus pada tahun 2023 diantisipasi sebelumnya dengan mengu.payakan
pengembangan berbagai pusat pertumbuhan
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) agar peranan investor semakin
meningkat di Aceh, namun hasilnya belum sesuai denga.n yang direncanakan. Hal ini akan
berdampa.k negatif pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan
ekonomi, investasi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, layanan dasar pendidikan,
kesehatan, infrastruktur, dan pelaksanaan keistimewaan Aceh. Selain itu, dengan
menurunnya transfer Dana Otonomi Khusus Aceh dapa.t menghambat pencapaian target-
target RPJP Provinsi Aceh 2025-2045. Berikut merupakan alternatif rekomendasi kebijakan
yang perlu dilakukan
(a) melakukan revisi amandemen terhadap Undang-Undang Nomor
Pemerintah Aceh dalam perpanjangan pengalokasian Dana Otsus
minimal periode RPJMN Tahun 2025-2029 berakhir dan/atau penyesuaian besaran
alokasi Dana Otsus Aceh. Hal ini dapat merujuk pada besaran otsus sebesar satu persen
dari plafon Dana Alokasi Nasional sampai dengan periode RPJMN
berakhir. Hal ini dilakukan agar
sasaran dalam upaya menurunkan kemiskinan, peningkatan iklim investasi berusaha,
peningkatan layanan dasar, serta efektivitas pelaksanaan keistimewaan Aceh;
(b) peningkatan/pertumbuhan peran dunia usaha/ swasta bergantung kepa.da iklim
investasi/berusaha di Aceh. Berbagai insentif untuk peningkatan peran dunia usaha
perlu disiapkan di Aceh dari berbagai level pemerintahan sesuai kewenangan. Selain itu,
mendorong ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dilakukan
melalui program pemberdayaan yang masif dan terpadu serta penyediaan skema
pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah. Pengembangan ekonomi kreatif dalam
mendukung ekonomi kerakyatan melalui penguatan kemandirian pangan dapat
dilakukan dengan hilirisasi produk sumber daya alam seperti pengolahan komoditas
pertanian, perkebunan, dan perikanan serta diperkuat dengan pembangunan industri
pengolahan;
(c) membangun fondasi yang kukuh dalam peningkatan Penerimaan Asli Aceh
penguatan sektor-sektor tertentu agar berbagai masalah yang berpotensi muncul dari
dampa.k penurunan dana otonomi khusus dapat terselesaikan. Penguatan Penerimaan
Asli Aceh dapat difokuskan pada pengembangan kawasan high
pengembangan agrikultur dan agroindustri, ekonomi hijau dan syariah, serta menjadi
rujukan pendidikan Islam global.
(2) Dana Otonomi Khusus Papua
Arah
(a) Dana Otonomi Khusus yang bersifat umum (satu persen dari plafon dana alokasi umum
nasional) diarahkan untuk mendukung pembangunan, pemeliharaan, dan pelaksanaan
pelayanan publik
peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua, penguatan lembaga keagamaan dan adat,
perlindungan masyarakat hukum adat dan penataan tanah adat/ulayat, penguatan
sosial budaya, dan hal lain berdasarkan kebutuhan dan prioritas daerah;
(b) Dana Otonomi Khusus yang telah ditentukan penggunaannya dengan berbasis kinerja
pelaksanaan (1,25 persen dari plafon Dana Alokasi Umum nasional) diarahkan untuk
(i) belanja pendidikan (minimal
akses dan mutu layanan pendidikan yang kontekstual Papua, seperti sekolah
terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama, melalui pemenuhan
dan peningkatan mutu tenaga pendidik yang memprioritaskan Orang Asli Papua;
pemberian intensif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan untuk tenaga
pendidik; pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik; peningkatan tata kelola pendidikan; penyediaan sarana dan prasarana
fasilitas pendidikan; peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan;
peningkatan literasi; penyusunan kurikulum yang
penguatan pendidikan dan
keunggulan wilayah sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri;
(ii) belanja kesehatan (minimal 20 persen),
akses dan mutu Layanan kesehatan, melalui pendayagunaan tenaga kesehatan dan
tenaga medis dengan memprioritaskan Orang Asli Papua; penguatan tata kelola
pelayanan kesehatan bergerak (mobile
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
prasarana, dan alat kesehatan;
kesejahteraan untuk tenaga
kematian ibu dan bayi; serta pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit
tropis terabaikan (lLberk osis, malaria, kusta, filariasis, frambusia, dan Human
(iii) pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama untuk mendukung penguatan sentra
produksi dan penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis
komoditas unggulan; pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta
peningkatan kualitas destinasi wisata prioritas dan rintisan; penguatan ketahanan
pangan berbasis pangan lokal; pemberdayaan masyarakat kampung termasuk
melalui pengembanga.n koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Industril Kecil
Menengah, dan Badan Usaha Milik Kampung; peningkatan wirausaha produktif
lokal;
infrastruktur perhubungan, energi, listrik, air minum, telekomunikasi, dan sanitasi
lingkungan, terutama yang mendukung peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra
dan
otonom baru, dan kawasan lainnya;
(d) Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi Otonomi Khusus diarahkan untuk
belanja pendidikan (35 persen), belanja kesehatan dan perbaikan gizi (25 persen), belanja
persen), terutama dalam rangka penguatan budaya lokal dan pembangu.nan sosial
ekonomi masyarakat adat.
Papua dengan memperhatikan kebutuhan dan prioritas pembangunan masing-masing
provinsi dan kabupa.ten/kota secara bertahap sesuai Rencana Induk Percepatan
Pembangunan Papua Tahun
Tahun 2025-2029, dengan dukungan Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua.
5.2.3.5 Dana Keistimewaan Daerah Istimewa
Dana Keistimewaan Daerah Istimewa
(TKD) yang dialokasikan untuk mendukung urusan keistimewaan sebagaimana ditetapkan
dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa
(1) memastikan usulan rencana kebutuhan Dana Keistimewaan pa.da kelima urusan
Keistimewaan (tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur
dan Wakil
ruang) yang berpedoman pada Rencana Induk Dana Keistimewaan serta dokumen
(2) mengarahkan penggunaan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa
difokuskan untuk penuntasan isu strategis, utamanya dalam (a) penurunan tingkat
kemiskinan; (b) pengurangan ketimpangan antarkelas sosial (pendapatan) dan
antarwilayah; (c) pemberdayaan masyarakat; (d) peningkatan konektivitas ruang
strategis keistimewaan dan kualitas layanan dasar publik;
pengembangan kebudayaan;
(3) meningkatkan sinergi kegiatan antara belanja Dana Keistimewaan Daerah Istimewa
prioritas nasional dengan mempertimbangkan prioritas daerah;
(4) meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan Dana Keistimewaan melalui
pengawasan;
(5) meningkatkan tata kelola pemanfaatan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa
yang inovatif, partisipatif, dan transparan melalui pengembangan sistem informasi yang
terintegrasi secara berkelanjutan.
5.2.3.6 Dana Desa
Dana Desa merupakan pendapatan desa yang dananya bersumber dari
Pendapatan dan Belanja Negara dan diperuntukkan bagi desa dengan tujuan mendukung
pendanaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan
masyarakat, dan kemasyarakatan. Arah
(l) mendukung kemandirian desa berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa
(a)
penyediaan air minum, sanitasi,
(b) penyediaan pelayanan dasar skala desa, antara lain sektor
dan elektrifikasi;
(c) penanganan kemiskinan perdesaan melalui pengu.atan pemberdayaan ekonomi
masyarakat;
(d) penguatan desa adaptif terhadap perubahan iklim melalui pelestarian lingkungan
serta mitigasi dan adaptasi bencana;
(e)
dalam pelayanan pemerintahan desa, pengembangan ekonomi lokal dan lainnya;
(f) mendorong transformasi ekonomi desa serta peningkatan peran Badan Usaha Milik
Desa Bersama;
(g) mendukung program ketahanan pangan.
(2) mengalokasikan Dana Desa dengan memperhatikan keadilan dan keberpihakan serta
pemberian insentif bagi kinerja desa;
(3) mengoptimalkan sinergitas dukungan pendanaan pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat desa dengan sumber pendanaan lainnya;
(4) meningkatkan strategi dan kualitas
penyaluran, pelaporan, pemantauan, dan evaluasi Dana Desa melalui penguatan
koordinasi, kerja sama dan kemitraan antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan
kementerian/lembaga;
(5) mendukung implementasi sistem informasi berbasis elektronik yang saling terkoneksi
sesuai dengan kewenangan untuk mendukung:
(a) peningkatan kualitas data keuangan desa yang mencerminkan akuntabilitas dan
tata kelola yang efektif, efisien, dan ekonomis; serta
(b) peningkatan kualitas data non-keuangan desa yang mencerminkan kinerja desa.
PRESIOEN
_269_
dan Sinergi Sumber-Sumber
Pembangunan
Pendanaan RPJMN Tahun 2025-2029 dipenuhi dari sumber-sumber pendanaan pemerintah
maupun non-pemerintah yang harus digunakan secara efektif, efisien, dan bersinergi melalui
integrasi pendanaan untuk memaksimalkan dampak pembangunan, mengurangi
ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/ Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah, dan mendorong partisipasi yang lebih luas dari sektor swasta dan non-
pendanaan; dan (2) penerapa.n insentif fiskal. Optimalisasi pendanaan dilakukan melalui (l)
sinergi dan integrasi antarsumber, penyedia, dan pemanfaat pendanaan;
skema, instrumen,
Pendanaan RPJMN Tahun 2025–2029 dipenuhi dari sumber-sumber pendanaan
pemerintah maupun non-pemerintah yang harus digunakan secara efektif, efisien, dan
bersinergi.
Sumber-sumber pendanaan pemerintah berasal dari penerimaan dari pajak, nonpajak,
penerimaan hibah, dan dari instrumen pembiayaan, baik luar negeri maupun dalam negeri
berupa pinjaman dan surat berharga. Sumber-sumber pendanaan non-pemerintah
mencakup pendanaan dari investasi swasta, masyarakat, dan BUMN
skema dan instrumennya.
Sumber-sumber pendanaan pemerintah tersebut digunakan sebagai instrumen untuk
membiayai kebutuhan belanja pemerintah sebagaimana poin 5.2 tersebut di atas.
Penyusunan kebutuhan belanja pemerintah kementerian/lembaga disusun berdasarkan
Rencana Strategis
pajak dan non-pajak yang termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Rupiah
Murni diprioritaskan pemanfaatannya untuk (l) pembiayaan operasional pemerintah, (2)
pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar untuk memenuhi standar
transfer ke daerah, serta (4) program-program prioritas yang
menggunakan produk nasional/lokal. Sumber-sumber pembiayaan dalam negeri yang
termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang berupa pinjaman dalam
negeri diprioritaskan untuk mendukung pengembangan industri nasional dalam negeri
proyek/ kegiatan penyediaan layanan umum dan layanan dasar pada berbagai prioritas.
Sumber pendanaan dalam bentuk penerimaan hibah dimanfaatkan untuk peningkatan
kapa.sitas sumber daya manusia dan kelembagaan
mendukung inovasi pembangunan,
Instrumen pembiayaan dari luar negeri berupa pinjaman proyek akan dimanfaatkan untuk
kegiatan yang memiliki nilai tambah tinggi, peluang alih teknologi dan praktik baik
sumber dan skema pendanaan lainnya. Instrumen pembiayaan dari luar negeri berupa
pinjaman program akan dimanfaatkan untuk mendukung pendanaan program-program
prioritas, menjaga arus kas pemerintah, serta cadangan devisa. Surat utang negara dalam
bentuk valas akan digunakan untuk mendukung program-program prioritas dan menjaga
keseimbangan cadangan devisa pemerintah. Pemanfaatan instrumen pembiayaan luar negeri
dilakukan dengan prud.ent serta memperhatikan keberlanjutan
besaran
pemerintah.
Dukungan pembiayaan dari investasi swasta dan penugasan Badan Usaha Milik Negara
dimanfaatkan untuk mendukung proyek-proyek
pemerintah lainnya melalui skema investasi, skema
(KPBU), skema akuisisi, skema spending to
Investasi Badan Usaha Milik Negara dalam bentuk
disinergikan dengan prioritas pembangunan nasional. Sementara itu, pendanaan dari
masyarakat diarahkan pemanfaatannya untuk mendukung pemenuhan pelayanan dasar dan
infrastruktur sosial serta dikembangkan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur
ekonomi yang dibaurkan dengan sumber pendanaan lainnya.
Dalam RPJMN Tahun
meningkatkan kapasitas pendanaan meliputi hal-hal
(l) Mobilisasi Pendanaan
(a) perluasan
(i) pemanfaatan pendanaan syariah dan mengoptimalkan nilai finansial dan
ekonomi aset-aset pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah, serta mengoptimalkan nilai manfaat kawasan melalui penerbitan
berbagai regulasi teknis dari sejumlah modalitas seperti skema Hak Pengelolaan
Terbatas (HPT) dan Pengelolaan Perolehan Peningkatan Nilai Kawasan (P3NK),
serta pengembangan modalitas terkait
(ii)
melalui konsolidasi lembagalembaga pembiayaan yang dimiliki pemerintah;
(iii) memperkuat sinergi pendanaan dari masyarakat, antara lain dalam bentuk
dana tanggung jawab sosial perusahaan dan dana
mengembangkan
peningkatan kontribusi tanggung jawab sosial lingkungan dari perusahaan
mendukung program-program prioritas pemerintah dan perlu memastikan
keberlanjutan pengelolaan proyek;
(iv) dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung prioritas
pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial
Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan
pengembangan ekonomi syariah.
(b) Penerapan insentif
Mobilisasi dana publik untuk menarik investasi pembiayaan nonpemerintah melalui
fasilitasi skema-skema pendanaan inovatif yang dilakukan oleh swasta, antara lain
berupa penyiapan struktur pendanaan, dukungan konstruksi untuk
mengoptimalkan nilai manfaat
(a) Strategi, sinergi, dan integrasi antar-sumber penyedia dan pemanfaat pendanaan
(0 memperkokoh kolaborasi lintas sektor pada skala global dalam kerangka Global
Blended Finance
yang berorientasi pada dampak sosial dan lingkungan;
(ii) memperkuat sinergi pendanaan sebagaimana amanat dari Undang-Undang
Nomor I Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah. Pemerintah al(an memberikan dukungan pendanaan
untuk proyek-proyek yang dibiayai dengan sinergi pendanaan APBD dengan
(b) inovasi skema,
pembangunan
(i) mengoptimalkan sumber pendanaan luar negeri dengan mengembangkan
skema-skema baru seiring dengan naiknya posisi Indonesia sebagai negara
untuk mengembangkan skema
memanfaatkan sumber pendanaan luar negeri sebagai katalis untuk
mengkonsolidasikan sumber-sumber pendanaan
pendanaan dari pemerintah, pemerintah daerah, swasta, BUMN, BUMD, dan
masyarakat. Selain itu, sumber
investasi dalam bentuk skema spend to
barang dengan pinjaman luar negeri dalam jumlah yang banyak dan berulang
perlu didorong dan
maksud tersebut, diperlukan harmonisasi dan sinergi
pinjaman luar negeri dan
(ii) mengembangkan strategi skema kerja sama pemerintah dan badan usaha
dengan mengembangkan model-model bisnis
badan usaha/swasta, mengembangkan skema
Badan Usaha skala kecil, serta mengembangkan instrumen de-risking;
(iii) mengoptimalkan pemanfaatan instrumen blended.
proyek-proyek pembangunan melalui strategi penguatan
domestik dan pasar lokal, mobilisasi sumber pendanaan luar negeri,
penguatan development
persiapan, strukturisasi, pengadaan, dan pengawasan proyek pembangunan
(iv) memperkuat kerangka
untuk mengembangkan strategi dan skema bauran pendanaan (blended
financingl bagi pembiayaan proyek-proyek
besar;
(v) pembentukan dan pemantapan kerangka kerja sama dan kelembagaan sebagai
wadah kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan mitra pembangunan serta
pengembangan instrumen-instrumen pemanfaatan dan pengembangan
pendanaan hijau, pendanaan biru, dan pendanaan sirkular seperti (i)
mekanisme ekonomi karbon, baik melalui skema perdagangan (perdagangan
langsung maupun bursa karbon) maupun skema non-perdagangan dalam
SK No2523lt A
pungutan karbon; (ii) instrumen transfer fiskal ekologis, asuransi, pertukaran
utang untuk dam
bersumber dari filantropi mitra pembangunan dan investasi berdampak, dana
perwalian, pa.sar modal, obliga.si
pembiayaan berbasis utang; serta
kerangka
Selanjutnya, langkah inovasi
investasi publik. Pengelolaan investasi publik masih menjadi isu dalam pengelolaan
pendanaan di Indonesia. Dari sisi regu.lasi, peraturan yang rumit dan sering kali tidak
konsisten.
mengakibatkan kesenjangan dalam implementasi, audit, dan alokasi sumber daya.
Sementara itu, masalah klasik tentang alokasi pendanaan publik yang langka dan tidak
menawarkan manfaat ekonomi dan sosial tertinggi.
Prinsip-prinsip yang perlu dilaksanakan dalam investasi publik meliputi
bentuk SDM (pendidikan/keterampilan), atau investasi barang/jasa;
(2) perlunya perencanaan yang saksama dan matang. Semua sektor harus memiliki rencana
induk yang menghubungkan
sektoral yang disusun melalui berbagai tahapan analisis dan didukung dengan
persiapan yang lengkap dan mendalam. Prioritas anggaran harus didasarkan pada
evaluasi yang transparan dan berbasis bukti, untuk memastikan sumber daya
dialokasikan untuk proyek-proyek dengan
tertinggi;
(3) regulasi khususnya undang-undang dan peraturan harus relevan, sesederhana
mungkin, konsisten di semua sektor dan tingkat pemerintahan, serta disajikan dengan
jelas;
(a) pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas di semua tingkat pemerintahan, dan
antar
pengadaan, implementasi, dan audit;
(5) proses pengadaan dan implementasi yang efektif;
(6) alokasi pendanaan menggunakan kriteria yang ditetapkan dengan baik untuk
memastikan bahwa sumber daya publik yang terbatas difokuskan pada proyek dan
sektor yang paling bermanfaat;
(7) penil,aian proyek berkualitas dimana semua proyek yang diterima untuk investasi publik
harus memiliki manfaat bersih
tentang pengembalian yang diperlukan;
(8) penyiapan proyek dilakukan sesuai dengan standar kepatuhan sosial untuk
meningkatkan kualitas implementasi dan pencapaian manfaat sosial yang optimal dan
berkelanjutan;
(9) kepatuhan terhadap standar lingkungan,
kelola;
(10) proses
(11) pemantauan dan evaluasi yang berkesinambunga.n untuk memastikan bahwa proyek
yang sedang berjalan selaras dengan
5.4 Kerangka Pendanaan Jangka Menengah
Kerangka pendanaan jangka menengah merupakan rencana atau strategi yang digunakan
untuk mengelola dan mengalokasikan sumber daya keuangan dalam periode waktu tertentu,
yang mencakup proyeksi pendapatan, pengeluaran, serta
diperlukan.
menyinergikan pemanfaatan sumber pendanaan pembangunan dalam kerangka waktu lima
tahun. Dengan demikian diharapkan target pembangunan nasional dapat selaras dengan
kemampuan pendanaan.
Tabel 5.2
Perkiraan Perhitungan Ruang
Rincian APBN 2025 2026-2029
(l) Belanja negara 3.621,3 18.852,7
(2)
lainnya
Anggaran Pendidikan 724,3 3.770,7 4.838,6
Anggaran Kesehatan
Program Pengelolaan Utang 552,8 2.a7E,2 3.693,3
Program Pengelolaan Subsidi 307,9 1.603,1 2.057,1
(3)
(4) Belanja Operasional K/L, Non K/L,
dan Prioritas (termasuk ruang gerak)
918,5 4.390,3 5.588,8
Pada tahun 2025, belanja negara sebesar Rp3.621,3 triliun,
diperkirakan sebesar Rp18.852,7-Rp24.l9l,a triliun. Jika mengikuti proporsi 2025, belanja
mengikat dan pembayaran kewajiban lainnya tahun 2026-2029 membutuhkan anggaran
sebesar Rp9.281,8-Rp11.90f ,4 triliun. Dengan demikian untuk belanja operasional K/L,
belanja Non K/L, pendanaan prioritas, termasuk untuk ruang gerak Presiden sebesar
Rpa.39O,3-Rp5.588,8 triliun. Pemanfaatan ruang gerak jangka menengah akan digunakan
untuk mendanai prioritas Presiden, menuntaskan proyek tahun
sesuai dengan prioritas RPJMN Tahun 2023-2029, serta untuk prioritas RPJMN Tahun
2025-2029.
Pengendalian, Evaluasi, dan Tata Kelola Data
an
6. 1 Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan
Dalam rangka mengawal implementasi RPJMN Tahun 2025-2029 dilaksanakan
pengendalian dan evaluasi perencanaan dan pelaksanaan. Pada tahap perencanaan,
pengendalian dan evaluasi ex-ante dilakukan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan
memastikan kecukupan desain kebijakan, Pengendalian dan evaluasi perencanaan
mencakup penelaahan konsistensi dokumen perencanaan, pemenuhan kaidah kerangka
kerja logis, kesiapan pelaksanaan kebijakan, dan identifikasi risiko, Pengendalian dan
evaluasi dalam tahap perencanaan memperhatikan kedudukan RPJMN sebagai ( I I instrumen
operasionalisasi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang; (2) pedoman bagi
Renstra
Jangka Menengah Daerah; serta (3) pedoman perumusan rencana pembangunan sektoral
(pusat/daerah)
Sementara pada tahap pelaksanaan, pengendalian dilakukan untuk memastikan
pelaksanaan intervensi dan ketercapaian target pembangunan yang telah ditetapkan.
Pengendalian dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi. Pemantauan dapat
dilakukan sepanjang periode pelaksanaan,
pelaksanaan rencana dan tahun terakhir periode pelaksanaan rencana pembangunan.
Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMN menjadi penekanan dalam mengawal
pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 secara intensif.
Gambar 6.1
Ruang Lingkup Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan
Transformasi pengendalian dan evaluasi pembangunan, didukung dengan sistem informasi
terpadu, Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, dan tata kelola data pembangunan.
Denga.n demikian, transformasi pengendalian dapat meningkatkan kualitas akuntabilitas
pembangunan,
terselenggaranya program dan kegiatan (sent), tetapi harus dapat dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat
6.1.1 Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJMN
Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 sangat krusial dalam
upaya pencapaian sasaran pembangunan. Sebagai bagian dari implementasi aktivitas
tersebut, dilakukan pengendalian Program Prioritas Presiden yang secara
fokus
mendorong partisipasi
6. l. I . I Pengendalian Pelaksanaan RPJMN
Pengendalian pada tahap pelaksanaan RPJMN
ketercapaian sasaran pembangunan nasional dengan memastikan pelaksanaan sesuai
dengan rencana, termasuk
tahap pelaksanaan dilakukan secara menyeluruh baik
mewujudkan akuntabilitas kinerja pembangunan nasional. Implementasi pengendalian
digital dalam periode pembangunan 2025-2029. Pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun
2025-2029 dikoordinasikan oleh
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui sinergi dengan Kementerian Koordinator
Pelaksana Prioritas Pembangunan
Kerangka pengendalian pelaksanaan pembangunan nasional menyebutkan bahwa sinergi
pengendalian pembangunan baik di pusat maupun di daerah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan. Pengendalian pelaksanaan pembangu.nan di daerah tidak hanya melihat dari
kesesuaian pelaksanaan dengan sasaran atau rencana yang telah ditetapkan, namun juga
menilai dukungan intervensi nasional di daerah maupun
dilaksanakan di daerah dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Pengendalian pelaksanaan RPJMN juga dilakukan dengan berbasis
Pembangunan Nasional pada proses pengendalian tahunan. Hal ini memperkuat pendekatan
problem-oriented yang selama ini dilakukan lbackuard.Iookrngr) melalui antisipasi risiko ke
delEn ffonaard lookingll. kvel risiko yang telah
terus dipantau agar kebijakan pembangunan
dilakukan agar antisipasi
Dengan demikian, pengendalian berbasis manajemen risiko akan meningkatkan efektivitas
dapat menghasilkan tindakan korektif
RPJMN dimaksud.
(1) Pertama, tindakan konstruktif untuk penyesuaian operasional tahunan dalam rangka
memastikan pelaksanaan intervensi pemerintah sesuai dengan
operasional ini meliputi dan tidak terbatas pada perbaikan strategi percepatan
pelaksanaan dan penyesuaian teknis lainnya.
(2) Kedua, tindakan korektif dilakukan
perencanaan antartahun dalam periode RPJMN untuk memastikan sasaran
pembangunan pa.da akhir periode RPJMN dapat tercapai. Penyesuaian
pengendalian RPJMN ini fokus pada perencanaan
meliputi dan tidak terbatas pada terminasi program/proyek, penajaman lokus,
penyesuaian strategi, desain dan sasaran, serta penyesuaian tata kelola pelaksanaan
(regulasi dan kelembagaan). Mekanisme terminasi program dan kegiatan akan
dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Koordinator, Kementerian Keuangan,
Kementerian/Lembaga pelaksana, dan lembaga terkait lainnya yang selanjutnya
dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan.
Tindak lanjut pengendalian
pelaksanaan RPJMN. Peta ekosistem pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun
sebagaimana terdapat pada Gambar 6.2 memberikan gambaran secara keseluruhan
keterkaitan antar-aktivitas pemantauan, evaluasi, dan pengendalian sepanjang periode
jangka menengah. Gambaran umum untuk masing-masing
(1) Pemantauan Pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029
Pemantauan pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 mencakup dua hal, yaitu (a)
pemantauan atas perkembangan pelaksanaan prioritas pembangu.nan yang
dilaksanakan oleh kementerian/lembaga/daerah dan pemangku kepentingan lainnya,
dan (b) pemantauan atas perkembangan pelaksanaan mitiga.si risiko pembangunan
nasional. Pemantauan pelaksanaan RPJMN dilakukan secara rutin dan berkala sesuai
kebutuhan selama periode pelaksanaan RPJMN yang dilaksanakan melalui pemantauan
pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah. Hasil pemantauan akan menjadi dasar
pengendalian operasional pelaksanaan prioritas pembangunan nasional.
Evaluasi saat pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 mencakup dua hal, yaitu (a)
evaluasi tahunan melalui evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah dan evaluasi
kinerja kementerian/lembaga/daerah, serta pelaksanaan program/kegiatan/proyek
(kementerian/lembaga/daerah) dalam kerangka pencapaian sasaran pembangunan
nasional; dan (b)
akan memberikan
Evaluasi RPJMN dilakukan dengan mengedepankan koordinasi terpadu yang dilakukan
seluruh stakeholders pela-ksana RPJMN dengan Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai
koordinator dan penanggung jawab. Kontekstual terpadu dalam hal ini adalah dalam
kerangka
6.1.1.2 Evaluasi Akhir Pelaksanaan RPJMN
Evaluasi akhir pelaksanaan RPJMN Tahun
periode pelaksanaan RPJMN, dan dapat dimutakhirkan satu tahun setelah periode
pelaksanaan RPJMN berakhir pa.da triwulan pertama. Evaluasi akhir RPJMN dilakukan
untuk menilai pencapa.ian sasaran pembangunan nasional, serta bertujuan untuk
mengidentifikasi kendala atau hambatan dalam pelaksanaan prioritas pembangunan
nasional selama periode 5 tahun.
Mekanisme evaluasi akhir pelaksanaan RPJMN disesuaikan dengan tujuan evaluasi yang
dapat mencakup evaluasi
Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan masukan untuk perumusan
penyusunan RPJMN periode berikutnya dalam kerangka RPJPN 2025-2045. Evaluasi akhir
dikoordinasikan oleh
Perencanaan Pembangunan Nasional.
Peta Ekosistem Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJMN Tahun 2025–2029
6. 1. 1.3 Pengendalian Program Prioritas Presiden
Sebagai bagian dari upaya memastikan pencapaian
pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 dirancang dengan pendekatan yang
lebih
secara efektif dan
terpisahkan dari alur pemantauan dan evaluasi RPJMN Tahun 2025-2029 yang
dilaksanakan secara tahunan. Delapan Program Hasil Terbaik Cepat akan menjadi bagian
dar"i Rencana Kerja Pemerintah sepanjang periode 2025-2029 yang dirancang menggunakan
Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial. Oleh karena itu, pengendalian diperlukan untuk
memastikan keterpaduan antara
dalam kaitannya dengan pencapaian Prioritas Nasional, agar selaras dengan RPJMN Tahun
2025-2029 dan mendukung pencapa.ian hasil pembangunan secara optimal.
Penekanan pengendalian pelaksanaan RPJMN
difokuskan pada pencapaian Program Prioritas Presiden yang mencakup Kegiatan Prioritas
terpilih, termasuk di dalamnya delapan Program Hasil Terbaik Cepat. Pengendalian Program
Prioritas Presiden dilaksanakan secara kontinyu, terpadu, dan terintegrasi melalui sistem
informasi monitoring dan evaluasi (e-Monev). Pengendalian ini akan mengikuti kerangka
pengendalian RPJMN Tahun 2025-2029 dengan penguatan pengendalian tahunan.
Mekanisme pengendalian Program
pemantauan program secara rutin untuk
dan (2) evaluasi/reviu tahunan program bertujuan untuk penyesuaian desain dan alokasi
program, serta pengalaman sukses. Hasil pengendalian tersebut juga menjadi dasar dalam
penerapan insentif dan disinsentif.
Gambar 6.3
Lingkup Pengendalian Program Prioritas Presiden
Hasil pengendalian berdasarkan pemantauan dan evaluasi menjadi dasar insentif bagi
pelaksana prioritas
berikut.
(1) Jenis Insentif
Untuk mendorong kinerja yang optimal dalam mendukung pencapaian sasaran
pembangunan nasional, berbagai bentuk insentif dapat diberikan sesuai dengan
kebutuhan dan kontribusi pihak terkait. Bentuk insentif diberikan dapat mencakup (a)
pengalokasian program/kegiatan prioritas kementerian/lembaga/daerah
dapat berupa
modifikasi/fleksibilitas sistem, dan lainnya. Adapun untuk pel,aku pembangunan
nonpemerintah, bentuk insentif dapat berupa penghargaan, dukungan regulasi, dan
fasilitas kemudahan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Ruang Lingkup Penilaian sebagai Dasar Insentif
pemberian insentif memerlukan mekanisme penilaian yang terukur dan sesuai dengan
jenis insentif yang akan diberikan. Sistem
keberhasilan implementasi, pencapaian manajemen kinerja, dan pengelolaan risiko
pembangunan nasional. Penilaian dilakukan atas dasar dan tidak terbatas pada (a)
konsistensi perencanaan dan pendanaan kementerian/lembaga/daerah dalam
menjabarkan RPJMN dan Rencana Kerja Pemerintah; serta (b) kontribusi
kementerian/lembaga/daerah dalam mendukung pencapaian prioritas nasional dan
(3) Pembagian Peran dalam Penilaian/Pemberian Insentif
Untuk memastikan pelaksanaan insentif dan disinsentif berjalan efektif dan tepat
sasaran, diperlukan koordinasi lintas kementerian/lembaga terkait. Pemberian insentif
dan
Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan melibatkan Kementerian
Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Kementerian Dalam Negeri, serta pihak lainnya.
6.1.2 Sistem Informasi Pengendalian Terpadu RPJMN
Pengendalian yang berkesinambungan dan partisipatif bertujuan untuk menjamin
ketercapaian sasaran pembangunan nasional melalui mekanisme korektif sepanjang masa
implementasi, yang dilaksanakan dengan penggunaan sumber daya
berkeadilan, dan berkelanjutan.
2029 didorong dengan sistem informasi yang terpadu.
Sejalan dengan pengembangan ekosistem layanan terpadu bidang
pembangunan nasional, pada tahun 2024 dilakukan pengintegrasian aplikasi KRISNA yang
merupakan sistem informasi perencanaan dengan aplikasi e-Monev yang merupakan sistem
informasi pengendalian pembangunan. Kedua aplikasi ini telah ditetapkan menjadi aplikasi
umum bidang perencanaan pembangunan nasional dalam kerangka Sistem pemerintahan
Berbasis Elektronik.
penganggaran agar dapat
pel,aporan. Aplikasi e-Monev memiliki peran strategis dalam memastikan efektivitas,
transparansi, dan akuntabilitas pembangunan yang dilaksanakan oleh para pelaksana
pembangunan. Dengan mengedepankan
antarlayanan pemerintah, fungsi pengendalian diharapkan dapat berjalan secara lebih efektif
dan efisien.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas pengendalian pembangunan,
aplikasi e-Monev telah dan akan diintegrasikan dengan beberapa sistem lainnya, yaitu
KRISNA, SAKTI, dan SIPD. Interkoneksi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang
mendukung transparansi, akuntabilitas, serta kolaborasi antarlembaga. Integrasi antara
aplikasi e-Monev dengan KRISNA berfungsi sebagai basis data perencanaan dan mengelola
inovasi pembangunan. Integrasi antara aplikasi e-Monev dengan SAKTI berperan dalam
pengelolaan anggaran dan kinerja instansi pemerintah. Integrasi dengan e-Monev
memungkinkan data kinerja dan anggaran dari SAKTI dapat diakses secara real-time untuk
mendukung evaluasi pencapaian program. Sementara itu integrasi antara e-Monev dengan
SIPD diharapkan dapat menciptakan tata kelola data pembangunan di tingkat daerah dengan
lebih baik. Selain itu, penting juga dilakukan integrasi antara SAKTI dengan SIpD, terutama
dalam rangka penyelarasan badan akun standar pusat dan badan akun standar daerah. Hal
ini memungkinkan pemantauan yang lebih menyeluruh dan memberikan gambaran
Gambar 6.4
Integrasi Antaraplikasi Perencanaan dan Pengendalian
SIPD, proses pemantauan, evaluasi, dan pengendalian diharapkan dapat berjalan dengan
lebih terintegrasi serta komprehensif.
Melalui kolaborasi dan interkoneksi antaraplikasi
dan pel,aksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 diharapkan dapat dilakukan berdasarkan tata
kelola data yang akurat, real-time, dan berbasis
sehingga mampu mendorong transformasi pembangunan menjadi lebih cepat, Penguatan
tata kelola data pembangunan dilaksanakan melalui Satu Data Indonesia, sementara
Penguatan mekanisme dan metode pengendalian dilakukan melalui
Risiko Pembangu.nan Nasional sebagai instrumen pengendalian.
Dalam pengendalian RPJMN, aplikasi e-Monev berfokus pada pengendalian langsung (yang
dilakukan secara mandiri oleh masing-masing unit
berjenjang
berjenjang, aplikasi e-Monev memungkinkan setiap unit
pelaksanaan program dan kegiatan secara langsung. Data yang terkumpul kemudian
dianalisis dan dievaluasi di tingkat yang lebih tinggi, sehingga memudahkan identifikasi
masalah dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, aplikasi e-Monev
dalam pengendalian RPJMN Tahun 2025-2029 berfokus pada pengendalian operasional atau
pengendalian dalam konteks manajemen pembangunan. Aplikasi e-Monev berperan penting
dalam pengendalian pelaksanaan RPJMN dengan membagi peran antara Kementerian
Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan
kementerian/lembaga/daerah. Pembagian peran ini dilakukan untuk menjamin setiap pihak
memiliki tanggung jawab yang jelas dalam mencapa.i target pembangunan.
6.1.3 Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Sasaran pembangunan dicapai melalui berbagai program/kegiatan prioritas yang dijalankan
oleh lintas instansi dan antarjenjang pemerintahan. Kompleksitas pelaksanaan
program/kegiatan prioritas diiringi dengan ketidakpastian dan konektivitas global yang
semakin tinggi akan berdampak pada meningkatnya intensitas risiko yang dihadapi.
Mengingat pelaksanaan program/kegiatan prioritas selalu bersifat lintas instansi dan
kewenangan, maka risiko program/kegiatan prioritas sudah seharusnya dikelola dan
dikendalikan secara kolaboratif, sistematis, dafl terintegrasi.
Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan
Nasional menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mengelola risiko pembangunan
nasional secara kolaboratif. Manajemen Risiko Pembangunan Nasional merupakan kegiatan
terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan kementerian/lembaga/daerah/badan
usaha/badan lainnya sehubunga.n dengan adanya risiko pembangu.nan nasional. Penerapan
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional diwujudkan melalui pembentukan Komite
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dan penyusunan
Pembangunan Nasional sebagaimana dijabarkan pada Gambar 6.5. Kebijakan tersebut
terdiri atas
ketercapaian sasaran RPJMN,
usaha/badan lainnya dalam mengelola risiko secara kolaboratif. Sinergi pengelolaan risiko
pihak dalam pencapaian sasaran RPJMN.
Untuk mengakselerasi implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas
Sektor, beberapa kunci penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional perlu
dilakukan
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor dengan proses perencanaan
dilakukan melalui integrasi
Sektor dalam siklus
Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor harus terkoneksi dengan sistem informasi
perencanaan dan pengendalian pembangunan agar pelaksanaan Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional Lintas Sektor berjalan efektif, Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangu.nan Nasional dalam hal ini
mengoordinasikan sistem informasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor
dan Organisasi, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga. harus dilakukan secara
SK
Gambar 6.5
Penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024
R,EPUBLIK INDONESIA
berkelanjutan melalui pelatihan dan
kepada sumber daya manusia yang mengelola risiko pembangunan nasional di
kementerian/lembaga/daerah/badan usaha/badan lainnya. Peningkatan kapasitas sumber
daya manusia Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dilakukan oleh para Pembina
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Organisasi dengan
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional.
Adapun dalam rangka untuk mendorong partisipasi aktif dari semua pihak dalam
pengelolaan risiko, diperlukan
tersebut sejalan dengan sistem insentif dalam penerapan manajemen
nasional. Penguatan kelembagaan juga penting untuk dilakukan terutama bagi
kementerian/lembaga/daerah pengelola risiko pembangunan nasional. Secara khusus,
penguatan kelembagaan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional lintas
denga.n penunjukan kementerian yang menjadi pengampu utama, serta
kementerian/lembaga/daerah/badan usaha/badan lainnya yang berkontribusi terhadap
pencapa.ian prioritas pembangunan.
Pada tahun 2024, implementasi awal Manajemen Risiko Pembangunan Nasional pada tahap
transisi RPJMN Tahun 2025-2029 akan berfokus pada
Kegiatan Prioritas Utama yang memiliki dampa.k signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,
pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indikasi dan
mitigasi risiko Kegiatan Prioritas Utama dalam RPJMN Tahun 2025-2029 akan menjadi
acuan awal dalam
menjadi acuan
bersifat tahunan dengan tahapan antara lain: (l) penetapan objek Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional lintas sektor dan unit pemilik risiko lintas sektor oleh Komite
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, (2) penetapan selera dan
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas
tahap awal implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dapat didukung dengan
penyusunan indikasi dan mitigasi risiko objek Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Lintas Sektor oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, (3) pemantauan secara berkala dan berkelanjutan, serta (4)
pelaporan penyelenggaraan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas
mulai dilaksanakan pada tahun 2025.
Gambar 6.6
Kunci Implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Pengendalian dan evaluasi perlu didukung dengan ketersediaan data akurat dan mutakhir.
Tanpa data yang berkualitas, rekomendasi hasil pengendalian dan evaluasi menjadi kurang
akurat. Hal
sasaran yang mengakibatkan sumber daya terbuang dan sasaran tidak tercapai, Data
menjadi dasar pengendalian dan eva.luasi berjalan dengan baik dan mendorong penyusunan
Data yang dikumpulkan digunakan untuk memantau pembangunan nasional secara
langsung sehingga dapat segera mengambil tindakan jika terjadi penyimpangan
(meminimalisasi risiko). Pengendalian membutuhkan data untuk
prosedur dan
mengu.kur sejauh mana indikator sasaran pembangunan yang tel,ah ditetapkan tercapai
sehingga dapat dinilai dampa.k dari suatu kebijakan, program, atau kegiatan terhadap
sasaran yang ingin dicapai.
Pemerintah telah menerbitkan peraturan
Presiden Nomor 39 tahun
meningkatkan akurasi, kualitas, kemutakhiran,
diproduksi oleh instansi pusat maupun daerah. Kebijakan Satu Data Indonesia berfokus
pada implementasi prinsip Satu Data Indonesia, yaitu penggunaan standar data, mengikuti
format baku metadata, menggunakan kode referensi/data induk yang telah disepakati, serta
memastikan kemampuan interoperabilitas pada data yang telah dikumpulkan.
Gambar 6.7
Jumlah Data dan Instansi Terhubung dengan Portal Satu Data Indonesia
dengan portal data instansi pusat dan pemerintah daerah, serta dapat diakses
efektif, dan efisien (single source of truth). Satu Data didukung oleh interoperabilitas portal
kementerian/lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota. Interoperabilitas antar portal Satu
Data Indonesia juga mendorong penggunaan sistem penghubung layanan pemerintah,
dan menghubungkan berbagai layanan pemerintah secara terpadu, sehingga tercipta
ekosistem layanan publik yang
masyarakat serta mendukung agenda transformasi digital di Indonesia,
6.2.1 Satu Data Indonesia Mendukung Perencanaan dan Pengendalian
Keberadaan Satu Data Indonesia memberikan kontribusi dalam tata kelola data pemerintah,
baik pusat maupun daerah. Tata kelola data dapat meningkatkan kualitas, integrasi,
koordinasi, transparansi, dan interoperabilitas data. Selain itu, dengan tata kelola data yang
baik, duplikasi data dan silo antar-instansi juga berkurang. Adanya Satu Data Indonesia
secara l,angsung dapat mendukung kebijakan pemerintah yang lebih efektif serta
menciptakan evaluasi dan pengendalian pembangunan yang lebih baik, sehingga
penggunaan anggaran akan lebih
Gambar 6.8
Peran Tata Kelola Satu Data Indonesia
K INDONESIA
6.2.2 Satu Data Indonesia Mendukung Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
dan Percepatan Transformasi Digital
Dalam rangka mendukung reformasi tata kelola pemerintahan dan percepatan transformasi
digital, Satu Data Indonesia memiliki peran sangat
tata kelola data. Dukungan Satu Data Indonesia akan semakin menguatkan reformasi tata
dipercaya publik. Sementara itu, tata kelola data yang baik akan mendukung akselerasi
transformasi digital nasional. Ke depan, melalui reformasi tata kelola pemerintahan dan
transformasi digital nasional,
daerah untuk menciptakan ekosistem data yang terstandardisasi, terbuka, dan terhubung.
Gambar 6.9
Peran Satu Data Indonesia dalam Tata Kelola Pemerintahan
dan Percepatan Transformasi Digital
Kegiatan
01.02.01
KP: Penguatan
Pers Dan Media
Massa yang
Jawab, Edu.katif,
Jujur, Objektif,
dan
Terwujudnya kebebasan
yang berintegritas,
dan
.
.
.
. Republik Indonesia
.
KP: Transformasi
Tata
Penerapan
Sr,f,nd To
Terwujudnya
transformasi tata kelola
industri pertahanan dan
penerapan
to
. Belanja K/L Antara Lain:
.
02. r0.01
KP:
Produksi
(KSPP)/Lumbung
Meningkatnya produksi
KSPP
o
r APBD
Antara lain:
. Kementerian
.
.
.
.
02.10.03
KP:
I(at asan Sentra
Produksi Pangan
(KSPE/I,lrEbung
Pangan Sumatera
Meningkatnya produksi
dan luas
KSPP
.
o
Antara Lain:
. Kementerian Pertanian
.
.
.
02.10.06
KP:
Produksi Pangan
Pangan Papua
Slelet n
dan luas panen padi di
KSPP Papua Selatan
.
.
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
.
.
.
. Pemerintah
.
02.10.07
KP:
Pangan
bahan pangan utama
.
. AI,BD
. Badan
(BUMN/ Stpasta)
AntaE Lain:
.
.
.
. Pemerintah
.
Kegiatan Prioritas
02.10.09
KP:
(Bhrc
Meningkatnya
pcnyediaan ikan untuk
konsumsi
Sumber Dane
. Belanja K/L
. DAK
.
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara l-in:
.
.
.
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
02.10.10
KP:
Pangan Hewani
Meningkatnya produksi
bahan
pakan dan Eutu pakan
.
. APBD
. Badan Usaha
(BUMN/S$lasta)
Antara l,ain:
.
. Badan Karantina Indonesia
. Baddr Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Badan Penyelenggara Jaminan
Produk Halal
.
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Pemerintah Daerah
.
02.10.11
KP:
Pengembangan
Pangan
Nabati
pangan lokal dan nabati
. B€Iatrja K/L
. AI'tsD
.
. Badan Gizi Nasional
. Badan
.
.
.
. IcmentqianPereocanaan
Pembangunan Nasional
.
02.10.14
KP: Fortifikasi dan
Biofortifikasi
Pangan
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
.
. Badan
. Badan Pengawas Obat dan Makanan
.
.
fP:
Penyediaan Energi
energr
. Belanja K/L
. Badan
(BUMN/ Swasta)
Antara lain:
.
Daya Mineral
. Badan Usaha (BtlMN/ Sq'asta)
Meningkatnya pasokan
gas bumi untuk
EcEcouhi kebutuhan
Meningkatnya pasokan
batubara untuk
KP:
terhadap gas bumi
. Belanja K/L
. Badan
Meningkatnya akses
terhadap BBM
Antara Lain:
.
Daya Mineral
.
Negara
. Badan
Meningkatnya
02.l l.o3
KP: Penguatan
Transisi Energi
Meningkatnya
dan
Meningkatnya
energi
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Iain:
.
Daya Mineral
. Icocnterian
Hilirisasi/ Bada[ Koordhasi
.
.
.
. Badan Pengawas
(Bapeten)
. Kementerian Ddam
. Badan
.
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
KP:
air
melalui peningkatan
tutupan hutan di Daerah
Meningkatnya kualitas
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
. Icoenteriarlingkungan
Hidup/Badan
Lingkungan Hidup
.
.
. Badan
Nasional /
.
. Kementerian
.
. Badan Usaha (BUMN / S$rasta)
KP:
Pengerabanaan
SPAM
Hulu IG I-Iilir
dan
Jrang dikembangkan
dikelola
.
. DAK
. AI,tsD
. Badan Usaha
(Bt MN/Swasta)
AntaE lain:
.
.
.
.
. Badan Usaha (BUMN
yang
kegiatan
kualitas air
secara
Kegiatan
IP:
dan
Sanitasi Atnan,
dan
cwts
SPALD
.
r DAK
o APBD
.
e ArtsD
. Badsn Usaha
kualitas
Antara Lain:
.
.
(PP.N)/Bappenas
.
.
.
Itidup / Badan
Lingkungan
.
o
Hidup/Badan
.
.
.
.
Daya Mineral
o
. Badan Usaha
Antara
.
.
. IGrf crtcrian
. Badan
.
KP
P€ngcobangan
Utara Jawa
XP
di pcakir utara Jawa
air
di
SDM
&ta
. Belanja K/L
o APBD
XP
Meningkatnya
dan industri
r
. Badan Usaha
Antara Lain:
.
.
Hidup/Badan
.
Sains, Dan
. Neocdt€riar
.
.
.
.
Republik Indonesia
.
.
.
. Badan
.
.
o Badan
02.15.02
KP:
Susut
pangan pada rantai
pasok pangan
dari pelaku usaha
l,aya* konsumsi yang
dapat
. Belanja K/L Antara lain:
.
.
. Badan
.
. Badan Gizi Nasional
. Badan
02. f 6.05
KP:FeninAkqtan
Bioprospeksi, daya genetik secara
Keamenglr iievaE.
Scrta Akss dJn Meningkatnya
pembarian Pengelolaan
Keurrtulncao hayati(birsaretydan
Sumber Saya biosect;litl|
Genetik
. Belanja K/L Antara Iain:
. Kementerian
.
Hidup/Badan Pengendalian
. Badan Pengawas Obat dan Mal(anan
. Badan
. Badan Pangan Nasional
. KeEenterianlcsehats!
.
. Ictrenterian
. KcraenterianKehutenan
KP: Peningkatan
Kualitas Air
Sungai dan
Danau
kualitas air sungai dan
danau
Meningkatnya
air
lingkungan
industri
.
.
Antara Lain:
.
Hidup/Badan
.
.
02.17.05
KP: Peningkatan
Kualitas
ketersediaan data dan
. Belanja K/L Antara
.
Hidup/ Badan
Lingkungan Hidup
SK
.
. APBD
02.18.01
KP: Perubahan
Penguatan Tata
Persdrpahan
Meningkatnya
yang dikelola
Meningkatnya
Ikbupaten/ kota
kepala keluarga yang
sampah
Antara Lain:
.
.
Hidup/Badan
. Badan
.
.
KP:
Pengolahan
TPA/LUR
TPA/LUR
.
. DAI(
.
Antara
. Kementerian Pekerjaan
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan
Lingkungan Hidup
.
.
(PPN)/Bappenas
.
o
KP:
Pengembangan
Industri Garam
dan Produk
dan daya saing industri
garam dan produk
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
.
.
Badan
KP:
dan Peningkatan
digital untuk
EaryaralGt digital
.
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara
.
KcErqrtcriqn Investasi dan
.
. Badan
. Badan
.
Negara
.
. Badan
.
Menengah
.
Republik
. Badan Usaha (BUMN/ Sura8ta)
03.02.04
KP:
Jaringan
Kctciugalistrikan
darr
Diaitalisasinya
tenaga listrik
.
. Badan Usaha
Antara
.
Daya
.
. Badan
.
Negara
o Badar
03.03.01
KP:
Koperasi Sektor
Produksi
Meningkatnya
terhadap total kontribusi
koperasi
.
. Badan Usaha
e
Antara
.
.
Daerah
.
.
. Pemerintah Daerah
.
03.05.01
KP:
Pariwisata
YoSIakarta-
Pra'Ibenen
tambah dan daya BaiDg
Pmdbs[alr
.
. DAK
. APtsD
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara
.
.
Menengah
.
Badan SAR Nasional
. Kementerian
.
Negara
.
. Badan
Nasional / Bappenas
.
Daya
.
o
. Badan
03.05.05
I(Pi Percepatan
Destinasi
Pariwisata
Prioritas
Gili
Meningkatnya nilai
tambah dan daya saing
kepariwisataan
Gili 'Ile.ae a
.
o DAK
.
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
. Badan SAR Nasional
.
.
. Kementerian
.
.
. Badan
Nasional /
.
.
.
03.05.08
KP:
Destinasi
Prioritas Danau
Toba
Meningkatnya nilai
Toba
.
o DAX
. APtsD
.
(BUMNi Swasta)
Antara Lain:
.
. Kementerian Pariwisata
. Badan Perencanaan
Nasional /
o
.
. Badan SAR
.
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
KP:
Pembangunan
Pariwisata
Prioritas
Bajo
kepariwisataan Labuan
Bajo
. Belanja K/L
. DAK
. APtsD
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
.
.
.
.
Negara
.
. Badan SAR Nasional
. Pemerintah Daerah
r Badan Usaha @UMN/ Swasta)
03.06.04
KP:
go
.
. APBD
. Badan Usaha
.
.
.
.
.
.
. Badan
04.01.01
KP: Perluasan
Usia Dini
Tercapainya
dalattr mendukung
tumbuh
.
. AI'tsD
Antara Lain:
.
.
Menengah
.
04.01.02
I(P:
Prasarana
Sekolah dan
Madrasah Yang
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
.
.
.
.
04.01.04
KP:
dan Penanganan
Anak Tidak
Sekolah
Tercapainya
. BE'lanjaKlL
.
. Kementerian Pendidikan Dasar den
Menengah
. Kementerian Sosial
.
KP: Pembangunan
d,en
Sekolah Unggul
layanan pendidikan di
meningkatkan daya saing
di
.
. APBD
.
Sains, dan Teknologi
.
KP:
KecrcEaflgan
Meliputi Formasi,
Mobilitas,
Pembinaan
Profesional (E.G.
Pelatihan,In-
Perlindungan
guru di
.
. APBD
.
Menengah
.
.
Aparatur
. Pemerintah Daerah
Kegiatan
04.06.01
KP:
Relevansi dan
Pendidikan Tinggi
Meningkatnya relevansi
dan partisipasi
.
.
Sains, dan
.
04.08.02
KP: Pcningkatan
Iptek d6r Inovasi
Lcrobaga Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat
dalam
dan inovasi
Meningkatnya
BRIDA
Optimalisasi
Inovasi
inovasi di
prioritas
(STB dal,n
layanan
iptek dan inovasi
.
r
Antara Lain:
. Kementerian Pendidikan
Sains, dan Teknologi
. Badan
. Pemerintah Daerah
04.09.ol
KP:
Manajemen
Talenta
(IvITI{) Seni
Budaya
Meningkatnya
talenta seni
dan non ajang
budaya
internasional di
. Belanja K/L Antara t in:
.
. Kcrlcnterianlcbudayaan
. I(eEenteria!
o
KP:
Talenta Nasional
(MTN) Riset
Inovasi
Terciptanya SDM Iptek
.
. Kementeria.n Pendidikan TingEi,
Sains, datr Teknologi
.
. Badan
.
.
SK
.
. APBD
04.09.03
KP:
Talenta Nasional
(MTN)
Terbinanya ol,ahragawan
muda yang mampu
.
. Kebudayaan,
.
. Kemcnt rian Dalam Negeri
. Pemerintah Daerah
04.11.01
KP:
K€rlatiafl lbu dan
&rak
sesuai standar
ANC, layanan persalinan,
KF, I(N,
eEcf,gcnsi,
darah, tata
8€kit, serta imunisasi
.
r
Antara l.fur:
.
.
Perempuan dsn
.
. Letlentcria!
Pembangunan Keluarga/Badan
Kep€ndudukan dan Keluarga
Berencana
.
.
04.11.02
KP: Pencegahan
dan
Stunting
Penurunan
. Belanja K/L
o APBD
.
.
.
Pembangunan
.
.
.
.
Menengah
.
. Pemerintah Daerah
KP:
usia bayi, balita,
dewasa, dar lansia yang
upaya deteksi dini,
Pcncegahan pcnyakit,
dan
.
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian
.
Pembangunan
.
.
.
Menengah
.
.
.
Daerah Tertinggal
.
. Tentara Nasional
. Polisi
.
04.12.01
KP:
Untuk
Santri, Ibu
lbu
dan Balita
Terlaksananya
ibu
dan balita
pemenuhan
.
. Badan Gizi
.
.
Menengah
.
.
. Badan
. Kementerian
.
KP:
Ekosistem
Terlaksananya
L:l-{JrFTffXIIIdIIIflr.l
.
Menengah
. Badan Pengawas Obat dan Makanan
.
.
. KqEcdtc!'ian DcBa dan
.
04.13.01
KP:
TBC
TBC
upaya pencegahan
intensifikasi
kasus secara masif daa
pengobatan TBC sampai
. Belanja K/L
. Subsidi dan
Antara Lain:
. K€E€dtcrianKcachatan
. IGrocntcrian Dalan Negeri
. Kementerian
.
.
.
.
.
Kebudayaan
.
.
.
.
.
.
.
Pembangunan Nasional/Badan
Pef, encanaan Pembangunan Nasional
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
.
Makanan
. BPJS
.
KP:
Penyakit Kusta &
Kusta &
.
. AIrtsD
Antara lain:
.
I(at 'asan
.
.
.
SK No 235733 A
.
.AI'tsD
04.15.01
KP: Investasi
pelayanan
dcaa dan
partisipasi
Antara Lain:
.
.
.
04.15.02
KP: Pembangunan
RS
dan
Pelayanan
Kesehatan
Bergerak dan
Daerah Sulit
Akses
dan kapasitas
RS di
dan
daerah yang
akses sulit
o Belanja K/L
o
. Badan
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
.
.
.
.
. Badan PcnSaqras€n
.
(Bapeten)
.
Barang Dan Jasa
.
r Badan Usaha (BUMN/ S$la8ta)
04.15.03
KP:
Pendayagunaan
SDM
Meningkatnya
pcndayagunaan SDM
produksi, kompetensi,
dari SDM
berkualitas,
dan responsif sesuai
kondisi wilayah
.
. APBD
Antara
.
Sains, Dan
. Kementerian
.
.
KP:
Peog€mbaflEalr
Hilirisasi Nikel
pe0ingkatan nilai taDbah
dan daya saing industri
nikel
.
. Badan Usaha
Antara lain:
.
Hilirisasi/Badan
.
.
Daya
.
(BRIN)
.
.
Badan Usaha (BUMN / Sulasta)
05.01.02
KP:
Hilirisasi
dan daya saing
.
. Badan Usaha
Antara Lain:
.
Daya
.
.
Hilirisasi/Badan Koordinasi
. Badan
(BRIN)
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
05.01.03
KP:
Hilirisasi Bauksit
Terwujudnya
peningkatan nilai tambah
dan daya saing
bauksit
.
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
.
Negara
.
. I(c@eoteriaD Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
. Badan
.
Daya
.
KP:
Pengembangan
daE daya saing industri
.
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
. Kementerian Perindustrian
.
Da5ra Mineral
. Badan
(BRIN)
r Badan Usaha (BUMN/ S$rastal
05.01.05
KP:
Hilirisasi
Sawit
Terwujudnya
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
.
.
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Badan
(BRIN)
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
.
. Badan Pengawas Obat dan
(BPOM)
. Kementerian Koperasi
o Badan Usaha @IJMN/ Swasta)
05.01.06
KP:
Hilirisasi
Tenyujudnya
produktivitas, produksi,
dan utilisasi industri
.
o Badan
(BUMN/Swasta)
Antara lain:
.
.
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRII9
.
. Badan
.
.
. Kementerian Investasi dan
.
. Badan Usaha (BUMN/ S$la8ta)
05.01.07
KP:
Laut
.
. DAK
.
(BUMN/Swasta)
.
. Lcracnterian Perindustrian
. Badan
.
Perekonomian
.
Ruang/ Badqn Manahan Nasional
.
Hilirisasi/Badan Koordinasi
.
.
. Badan Riset Dan
(BRIN)
.
. Badan Usaha IBUMN/ Swast4
KP:
PcngcrabangaE
Industri
Terwujudnya
industri kimia
.
.
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
.
.
Penanaman Modal (BKPM)
. Badan
.
Daya Mineral
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
05.01.10
KP:
Industri
pertumbuhan industri
.
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
.
.
Daya Mineral
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
KP:
Dirgantara
Dirgantara
.
. Badan Usaha
Antara lain:
.
.
(BRIN)
.
.
.
05.01.16
KP:
Industri Tekstil
dan Produk
tambah,
dan daya
tekstil dan produk
. Belanja K/L
. Badan Usaha
Antara Lain:
.
.
.
. Badan Fftct dan Inovasi Nasional
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Kementerian
Hilirisasi/Badan Koordinasi
.
Daya Mineral
.
.
Hidup/Badal
. Badan Usaha (BUMN/ Swaeta)
05.01.18
KP: Penguatan
Industri Logam
Dasar,
Bda
peningkatan
saing industri logam
dasar besi dan baja
.
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Iain:
.
.
.
Hilirisasi/Badan
.
.
Daya Mineral
. Badan
(BRI19
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
05.02.02
KP:
Kek Sci
industri di
Mangkei
.
o DAI(
.
(BUMN/Swasta)
.
Daya Mineral
. Kementerian
Hilirisasi/Badan Koordinasi
.
Perekonomian
.
.
.
r Badan Usaha (BUMN/ Sqrasta)
05.02.09
KP:
KIT Batang
industri di KIT Batang
.
. DAK
.
(BUMN/Swasta)
.
.
. Kementerian
Penanaman Modal @KPM)
.
.
o Badan Usaha @UMN/ Swasta)
KP:
Weda Bay
Terwujudnya
Bay
. Belanja K/L
. DAK
o Badan Usaha
Antara Lain:
.
.
Hilirisasi/Badan Koordinasi
.
.
.
.
Kawasan
.
.
Hidup/Badan
Lingkungan Hidup
.
Ruang/BPN
.
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
I(P: Penyaluran
Bantuan Sosial
Adaptif dan
Subsidi Tepat
Kartu
sosial yang adaptif
.
. DAK
. Badan Usaha
Antara Lain:
. Kementerian Sosial
. Badan Nasional Penanggul,angal
.
.
.
.
Daya Mineral
. Kementerian Pendidikan
Sains, dan
.
.
.
.
.
.
Daerah
.
.
. Pemerintah
. Badan
06.03.01
KP: Peningkatan
Daya
Usaha
Terwujudnya penguatan
saing baAi
dan
.
o DAK
Antara Lain:
.
.
Menengah
.
.
Daya
o Kementerian Koperasi
.
Ekonomi
.
.
.
o
.
. Kementerian
.
.
.
. Kementerian Desa,
Daerah Tertinggal dan
.
06.03.02
I(P:
Melalui Kartu
U.aha
kesejahteraan
Kartu Usaha
.
. Badan Usaha
. Kemcartcrian Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia/Badan Pelindungan
.
.
Menengah
.
.
.
.
. Kementerian Sosial
.
.
. Badan Usaha
06.05.01
KP: Perencanaan
dan
Kota Nusantara
Inti Pusat
Ibu
.
.
Antara Lain:
. Otorita Ibu Kota Nusantara
.
.
.
Negara
.
. Badan
.
Terselenggaranya
penyelenggaraan
Nusantara
. Belanja K/L
. Badan Usaha
Antara [ain:
. Badan Siber dan Sandi Negara
. Otorita lbu Kota Nusantara
.
.
.
. Badan U.sha
KP: Fasilitasi
Terintegrasi
atau
kualitas
.
. APBD
.
Antara
. Kementerian
.
.
.
Daerah Tertinggal
.
. Pemerintah
. Badan
KP: Pemenuhan
dan
Desa
.
. DAK
.
. Dana
Antara l,ain:
.
.
. Ictlenterian Perumahan dan Kawasan
.
Mineral
.
. IGracnterian
.
.
07.05.03
KP: Pencegahan
Tindak Pidana
Korupsi
sel(tor
. Bel,anja K/L Antara Lain:
.
Barang/Jasa
. ItuEisi
.
07.07.01
KP:
Kcacjahtcraan
ASN
Fcncrqsn
ASN
Terwujudnya
kesejahteraan ASN yang
adil, layak dan
.
. APBD
.
.
. Badan
.
07.10.04
KP:
Publik Prioritas
layanan digital
.
. APBD
Antara
.
Negara Dan
.
. Kementerian Agraria Dan Tata
Ruang/BPN
.
. Penanaman Modal
.
07.12.01KP:
Intensifikasi
bask pajak dan
KP: Intensifikasi
Negara Bukan
Pajak
Terciptanya dukungan
PNBP
. Belanja K/L Antara
.
. K/L Terkait
08.02.01
KP:
Did
Jrang
Pcngentas€rt
dan
SDM kebudayaan
.
.
Antara Lain:
.
. Ifumisi
. Mahkamah Agung
. I(oEisi Nasional Hak Asasi Manusia
.
.
dan Teknologi
.
.
.
Daerah
.
Hidup/Badan
Lingkungan Hidup
. Badan
.
.
.
o Badan Pengawas Obat dan
.
. Pusat Pelaporan
Transaksi Keuangan (PPATK)
.
Negara dan
.
.
. Badan
.
Menengah
. Pemerintah
08.02.03
KP:
Khazanah Budaya
dan
Kebudayaan
Terwujudnya
menumbuhkan kapasitas
SDM dan lembaga
berkarya
. Belanja K/L
o
Antara Lain:
.
.
.
il,'!irI
SlrEr;n
iE
E1tI Bctqrr X/L
ril{r.h
Htd.sLrt H
Lampiran II
berkas 3, hlm. 1 OCRMATRIKS PEMBANGUNAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESI,A
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
SK No
MATRIKS PEMBANGUNAN
SASARAN PEMBANGUNAN RPJMN TAHUN 2025-2029
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
Pengampu
Ol -
Per
Maju
0l -
02 - GNI Per
03 - Kontribusi PDB Maritim
04 - Kontribusi PDB
02 -
p€rsctr
02 - Rasio gini 0,379 0,378 - 0,382 0,372 - 0,375 035 -
SK No
03 -
IrtfrasEuldur dan
Koordinator/
Pengampu
03 -
di Dunia
Politik dan Keamanan
04 - DaJra Saing Sumber Daya
Manusia
0l -
Pembangunan Manusia dan
05 - Intensitas
Menurun
Ol -
GRK
persen
Pangan
72,54 {2023t- 76,49
Pemerintah
02 - Indeks Kualitas
Hidup
Pangan
SK No
REPUEUK INDONES'A
PRIORITAS NASIONAL I: MEMPERKOKOH
Prioritas
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Agenda
ot
PN:
Ideologi
Asasi
01 -
berbangsa, dan
berlandaskan
Pancasila,
dan hak asasi
manusia
Ol - Indeks Demokrasi
lndonesia
02 -
Manusia
79,sr l2o23l 81,69-85,23 83,42+6,96
129 -
Koordinator Bidang
Politik dsn
136 - Ke@€(rterian Hak
Asasi Manusia
PP:
Ol -
wawasan
bernegara
01 - Indeks
Indonesia
77 A6 (20231 44,12-87,76 85,90-89,54 129 -
Koordinator
Politik dan
122 - Badan
02 - Indeks Aktualisasi
Pancasila
77,73 QO23l 79,37 82,30
SK No 122005 C
Program Prioritas/
Proye.k Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselincN24 Taryat2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Pengampu
KP: Penguatan
Wawasan
Pancasila di Kalangan
Ol - Terwujudnya
institusionalisasi, dan
Pancasila bagi
Ol -
berserikat, dan
04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dan
Indonesia
129 -
122 - Badan
Ideologi Pancasila
44,a7 QO23l
02 -
impl€@€nta8i Peta Jalan
Pembinaan Ideologi
(indikator
baru)
ol.ol.ol.ol
PRO-P:
PRO-P: Aktualisasi Pancasila
01.01.01.03
PRO-P:
KR Pelaksanaan
Ol -
kehsruronisalt
kehidupan masyarakat
multikultural yang
kebangsaan dan nil,ai-
nilai Pancasila
01 - Indeks
Sila 1 Ketuhanan Yang
Maha Esa
04 -
Hukum,
Stabilitas, dar
Indonesia
122 - Badan
122 - Badan
Ideologi Pancasila
7432 (2023t- 80 84
02 - Indek
Pancasila -
Sila 2 Kemanusiaan yang
Adil d6n Beradet
arA6 (2023!. 83 87
03 - Indel$ Aktualisasi
Pancasila -
Sila 3 Persatuan
Indonesia
SK No
81,18 (2023) 83 a7 122 - Badan
Ideologi Pancasila
Proyek
SaBaran Indikator Satuan Basel @2024 TarEd-2O2s TarEd-2O29
Koordinator/
04 -
Pancasila -
Sila 4
79,35 (20231 8l 85 122 - Badan
Ideologi Pancasila
122 - Badan
Ideologi Pancasila
059 -
05 - Indeks
Pancasila -
Sila 5 Keadilan Sosial
Indonesia
68,33 (2023) 70 74
06 -
dapat
Pancasila
persen 70 loo
(indikator
baru)
PRO-P:
SK No 122007 C
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator /
01.01.02.02
PRO-P: Penguatan
PRO-P:
01.01.03
KP:
Kualitas
Daerah
Ol -
kualitas
tingkat pusat hingga
tingkat
Ol -
thgkqt pusat dan
ketahanan nasional
az,aa l2o23l 85,34-49,87 87,55-92,08 064 -
Ictahanan Nasional
PRO-P:
PRO-P:
PP:
dan Media
Ol -
kebebasan pers dan
media massa yang
berintegritas
Ol -
Pef,g
69,36 70,00 72,OO 059 - Kementerian
Komunikasi dar Digital
SK No 122008 C
02 -
75,65 76,OO 77,25 059 -
Komunikasi datr Digital
Kegiatan Prioritas/
Transformasi
03 - Indd<s
Informasi Publik
69,40 QO23l 7l 75 059 -
KP: Penguatan Pers
den
yang
Jawab,
Jujur,
(BEJO'S)
01 - Terwujudnya
bertanggung jawab,
edukatif, jujur,
objektif, dan
industri
Ol - Kualitas siaran
tcl6'isi yang
standar
Komunikasi den Digital
02 -
pers
Persen 65,80 66,00 68,00 059 -
Komunikasi dan Digital
03 -
independensi pers dari
kelompok kepentingan
yang kuat
Komunikasi dEr
04 -
perusahaan pers dan
persen 63,74 il,oo 66,00
Komunikasi dan Digital
05 - Persentase
Komunikasi
06 -
dan media bagi kelompok
rentan
SK No
Komunikasi dan
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Agenda
Koordinator/
Pengampu
07 -
kapasitas SDM bidang
orang
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
KP
Komunikasi dan
Informasi Publik
01 -
dan
masyarakat atas
Ol - Jumlah kebijakan
yang
02 -
pelatihan peningkatan
kapasitas SDM bidang
orang 141.300 40-100 200.300 059 -
03 -
publik kepada
persen 77,44 77,73 78,73 059 -
SK No
I
Prioritas
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Transformasi
Koordinator/
04 -
proses
OS -
publik dalam tata
informasi publik yang
baik
06 -
hukum atas
informasi publik
persen 79,92 80,17 81,17
Komunikasi dan Digital
07 - Persentase
Publik
Komunikasi dan Digital
PRO-P
PRO-E Pelaksanaan
01.02.02.03
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasional/
Kegiatan
Koordinator/
Pengampu
01.03
PR
Ol -
yang kokoh
pilar
substansial
Ol -
Indonesia A!pd<
76,4612023) 79,46-42,90
Politik dst Keamanan
KP: Penguatan Fungsi
Legislatif
01 -
legislatif yang
0l -
legislasi
53,92l2o23l 55,59-58,84 57,18-60,43 129 -
Politik
PRO-P:
PRO-P:
01.03.02
KP: Penguatan
Ol - Terwujudnya
kinerja penyelenggara
d€rlolcasi
substansial
01 -
penindakan
biaya,
akuntabel
Pemilihan Umum (indikator
baru)
SK No 122014 C
Program
Proyek Prioritas
Koordinator/
Pcngampu
01.03.02.01
PRO-P:
PRO-P:
PP: Penguatan
Masyarakat Sipil
01 - Terwujudnya
partisipasi
masyarakat sipil
melalui
kesetaraan
0l -
43,74l2o23l
Politik dan
KP Penyediaan Dara
Abadi dan
Kapasitas Organisasi
Kemasyarakatan
01 -
dalam menjalar <an
Peran advokasi,
pemberdayaan, dan
kontrol
Ol -
Organisasi
20 04 -
Hukum,
barul
PRO-P: Penyusunan Regulasi Dana Abadi Organisasi
PRO-P:
SK No
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan kselinen24
Koordinator/
01.04.02
KP:
Sektor
Ol -
masyarakat sipil pada
sektor politik untuk
pcrabef,dayaan dan
kontrol sosial
Ol - Jumlah
yang diberikan
pendidikan
04 -
Hukum,
Stabilitas, dan
Indonesia
076 - Komisi
Umum
orang 55.300 r 10.600
(indikator
baru)
02 -
p€frgau,ag
partisipatif
orang 900 16.590
Pemilihan
PRO-P:
PRO-P Penguatan Fungsi
PP:
Penegakan HAM
0 I - Terwujudnya
regulasi dan
kelembagaan
serta
HAM
tidak
kelompok
01 - Indeks HAM
Hak Sipil dan
2,60
Asasi Manusia
02 -
Hak Ekonomi, Sosial, dan
Budaya
2,8{Jl2o23) 2,85 2,95 136 -
SK No 1220160
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
XE
untuk
dan
G€nd€f,
Ol -
b.f,perspektif hak
asasi
dan
0r -
dan
mend.apatkan
04 -
Hukum,
Stabilitas, dan
Ifu!€rriEpin{r
Indonesia
136 -
Asasi Manusia
persen 50,05
02 -
ditindaklanjuti
kebijakan r0
Hak Asasi
PRO-P:
PRO-P:
KP: Perlindungan Hak
Asasi
Penghapusan
01 -
dan
terutama tetapi tidak
terbatas pada
Ol -
pelanggaran HAM
04 -
Stabilitas, dan
lndonesia
074 - Komisi Nasional
Hak
03 - Persentase capaian
aksi RANHAM
p€f,8cn 81,7 75 75
Perpres
RANHAM
Gen VI)
136 -
Asasi Manusia
PRO-P:
SK No 122017 C
Proyek
Pengampu
PRO-P: Penguatan
SK No 122018 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
02
PN:
Si9tcra Pertahanan
Keamanan Negara
dan Mendorong
Kemandirian
Pangan,
Ekonomi
Ekonomi Digital,
Ekonomi Hijau, dan
Ekonomi Bit'u
0f -
kedaulatan negara
dan
nasional
fondasi
perob€ngunaa
Ol - Asia fuuer
(Dipbnatic
65,6 65,7 66,1 Oll -
129 -
Koordinator Bidang
Politik den
02 - Asia tuwer
(Military &wbiuta)
15,7 16 20
03 - Proporsi penduduk
yang merasa aman
berjalan
Koordinator
Politik den
04 -
100 100 98 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan
05 - Indeks
59 60 64 129 -
Koordinator Bidang
SK No
-t7-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target 2025
02 -
dalam
kebutuhan
dcngsn pendekatan
dan air (FEW Nc'.uo)
0l - Indeks lGtalranan
Pangan (lKg
7 t,2 73,2 a2
Pangan
02 -
dan
6,@ 6,77 6,95 035 -
3,50 3,75 132 -
Koordinator Bidang
Pembangunan
Kewilayahan
03 - Meningkatkan
kemandirian
dalam memenuhi
kebutuhan
ncr<u3
dan air (FEW N€r(us)
Ol - Indeks Ketahanan
Energi
04 -
dalam
kebutuhan air secara
air (FEW
Ol - Indeks Ketahanan
Air Nasional
3,44 (2o22l.
SK No 122020 C
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025
Koordinator/
05 - Terwujudnya
dan berkelanjutan
Ol - Posisi
tingkat
GIEI)
02 - lndonesia Bfue
tuot@mV Index (lBEll
I(oDitc Nasional Ekonomi
dan
(KNEKS)
O55 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
035 - Kementerian
Koordinator Bidang
055 - I(G@enterian
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
peringkat 4s 12023) 43 40
06 -
hijau
01 - Indeks
Hijau
60,08 (2023) 68,34 77,20
02 - Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup
72,54
03 -
03 -
SK No
Proyek Prioritas
Sasaran
Agenda
Koordinator/
PP:
Ol -
pertahanan berdaya
gentar
Ol -
pokok TM
I(P: Melanjutkan
Postur
Optimum
Kedaulatan NKRI
Ol - Terwujudnya
penguatan
essen iallorDe dalam
rangka meningkatkan
efektivitas menjaga
kedaulatan NKRI
0l -
pemenuhan alutsista
30,3 30,3 persen loo 012 -
PRO-E
PRO-P:
PRO-P: Pengadaan Alutsista
PRO-P: Pengadaan Alutsista Matra Laut
SK No l22O22C
Proyek
Agenda
Pengampu
PRO-P: Pengadaan Alutsista Matra Udara
o2.o l.ol.06
PRO-P:
KP:
Daerah
dan Pulau Terluar
Ol - Terwujudnya
kekuatan TNI di
daerah
dan pulau t€rluar
Ol -
penurunan
terhadap
keutuhan dan
lrcfs€n 51,3 40
PRO-P: Pembangunan Sarpras Pertahanan Perbatasan
PRO-P Pembangunan Sarpras Pendukung Pertahanan di
KP:
Keamanan Teknologi
Ol - Terwujudnya
penguatan
ECiupCfkUAt
kapabilitas badan
Ol - Persentase
pemenuhan peralatan
siber
pcrs€f,r 67,5 67,5 80
SK No
Program Prioritas/
ProJrcL
Transformasi
Pengampu
PRO-P:
PRO-P:
KP:
Kesejahteraan Prajurit
01 -
profesionalisme dan
kesejahteraan
01 -
kehenen
PRO-P: Pembangunan Sarana dalr Prasarana Kesejahteraan
PRO-P: Pendidikan Tinggi Pertahanan
KP
Kesiapan
Perawatan
01 - Terwujudnya
0l - Pef,sef,rtase
perSen 49,7 49,7 60 012 - Kementerian
PRO-P:
SK No 122024C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
PRO-P: Harwat
02.01.05.03
PRO-P: Harwat
PP
dan
Industri Pertahanan
Ol -
industri pertahanan
yang sehat, maju,
saing
Ol -
lOO)
KP:
Strategis Nasional
Kebutuhan Alat
Utama
ba&i TM/Pold
01 -
pef,cc?atan
kebutuhan alat utama
Ol -
industri pertahanan
haha,lan
02.02.01.01
PRO-R Litbang Alpalhankam
PRO-P:
SK No
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@2024 Target 2025
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
KP
Produk-produk
Industri
Sebesar Mungkin
Kapasitas Industri
Ol -
produk-produk
industri
kapasitas industri
Ol -
pengadaan, pemeliharaan
dan perawatan
alpalhankam yang
Pertahanan
PRO-P:
PRO-P: Pengadaan
KP
fuend to
01 - Te(wujudnya
kelol,a industri
pertahanan dan
sl,4Jnd, to in,tr€'st
01 -
Ofset
pengadaan alpalhankam
luar
persen 100 loo loo
SK No
Proyek Prioritas
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P:
02.02.03.03
PRO-P:
02.03
PP: Komponen
Pendukung
Ol -
cadangan dan
Ol - Persentase sumber
daya nasional Jrang
dimanfaatkan
persen loo 100 loo O12 -
KPi Penguatan
Konsep dan
bagi
Indonesia
Ko@poD€[r
0l -
dan
Indonesia dan
komponen cadangan
Ol -
persen - (indikator
baru)
lo 1m O12 -
02 - Persentase kelulusan
dengan nilai baik
persen 100 100 100
kghensn
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasiona.l/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Basehne&24 Target 2025
Koordinator/
PRO-P:
KP
Pendukung untuk
Penguatan
Ol -
Ol - P€f,s€ntas€
dan
100 04 -
dan
Kep.-imni!.rr
Indonesia
Ol2 -
PRO-P:
PRO-P: Penataan KoEduk
PP
Negeri
Ol -
sist€o deteksi dini
yang mamPu
Ol -
Negara
02 - Global Ten@ism
Ia.d.ex
3,99 3,95 3,79 113 - Badan Nasional
Peoarygularusrt
SK No 122029C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Bdseline2o24 TaBet2O25
02.04.01
KP: Melakukan
Kearifan
Sosial
di
yang Rawan
Ol -
kearifan lokal, dan
sosial
di
yang rawan
Serta rentan ieu
Ol - Jumlah kegiatan
wawasan kebangsaan
pada
Negcd
PRO-P: Kegiatan
KP Penguatan
Kapabilitas
Keamanan Dalam
0l - Te(wujudnya
penguatan
penyelidikan,
01 - Cakupan
intelijen
Negara
PRO-P: Penguatan Operasi
SK No 122030 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Sasaran Indikator
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
02.04.03
KP: Koordinasi
Antar Instrumen
Pencegahan dan
Ol - Meningkatnya
pertahanan dan
keamanan
Ol - Persentase instansi
yang berpartisipasi
Penanggul,angan
PRO-P: Kolaborasi dan
PRO-P: Penguatan Kesiapsiagaan Nasional
oz.M.O4
KP: Penguatan Kontra
01 - Te(wujudnya
Ol - Indeks Risiko
51,87
Penanggulangan
02.04.()4.01
PRO-P
SK No
Program
Kegiatan
Transformasi
Pengampu
02.04.05
KR Penguatan
01 - Tcf,wujudnJra
penguatan
Ol -
Terorisme
02.04.05.01
PRO-P: Deradikalisasi
02.04.06
KP:
Analisis dan
01 -
penguatan pusat
analisis dan
Ol -
pusat analisis dan
Tcf,orisrne
02.04.06.01
PRO-P: Peningkatan
02.05
PP: Keamanan Siber,
Sandi, dan
0l - Terwujudnya
interaksi dan
transaksi siber,
sinyal
Ol - Indeks
dan Ketahanan Siber
- (indikator
barul
0,69 o,84
SK No
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Taryet2o2s
Agenda
Pengampu
02.05.01
KP:
01 - Terpenuhinya
kebutuhan sarana
dan prasarana
sandi, dan sinyal
01 -
pemanfaatan inovasi
hasil perekayasaan di
bidang keamanan siber
dan sandi
baru)
33 66,7 O51 - Badan Siber dan
PRO-P Pembangunan
02.05.01.02
PRO-R
02.05.02
KP:
SDM,
KBdahtcraan SDM
Keamanan Siber,
Sardi, dan Sinyal
01 -
SDM
dan sandi nasiona.l
0l - Rata-rata
Anwtency
sandi
baru)
l6 8 OSI - Badan
Sandi Negara
02.05.02.01
PRO-P Pelatihan dan
PRO-R Peningkatan Budaya
SK No
Program
Sasaran Indikator Satuan tuselinc2o24 TargDt2O2S
Agenda
Koordinator/
Pengampu
02.05.03
KP: Penguatan
Sandi, dan
01 -
sandi nasional
0f - Nilai
2,59 2,77 3,55 051 - Badan
Sandi
02 - Nilai kematangan
- (indikator
3 3,7 O5l - Badan Siber dan
Sandi Negara
02.05.03.01
PRO-P: Kebijakan
02.05.03.02
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Maturitas
02.05.04
KP:
Keamanan Siber,
Strategis
01 -
operasi
siber,
sinyal strategis yang
efektif
Ol - Indeks
Ketahanan Siber Nasional
- (indikator
baru)
o,70 o,84 O5l - Badan
Sandi Negara
02.05.04.ol
PRO-P: Operasi
PRO-P: Penanganan
SK No 122034C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 TarEet2O2S
Transformasi
02.06
PP:
dan Hidro-
0l -
keamanan,
penegakan hukum di
wilayah perairan dan
wilayah yurisdiksi
lndonesia
Ol - IKLN
Pengendalian
67 ?4,5 44,5 1 19 - Badan
laut
02 - IKLI'I
Pelanggaran Laut
48 58,5 64 I 19 - Badan
l,aut
03 - IKLN
67 67,5 69,5 I 19 -
I,aut
04 - IKLN
33 33,2 34 119 - Badan
05 - Indeks Survei dan
Pemetaan Hidro-
Oseanografi
54,22 54,22 loo Ol2 -
Pertahanan
SK No
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Agenda
02.06.01
KP:
Strategi Diplomasi
Maritim untuk
Kedaulatan
Keamanan di Seluruh
Wilayah Negara
Kesatuan Republik
0l - Terwujudnya
diplomasi maritim
untuk
kedaulatan dan
wilayah
Kesatuan Republik
01 -
terkait keamanan laut
Laut
02.06.ol.ol
PRO-P:
02.06.01.02
PRO-P:
KP
Ol - Terwujudnya
penguatan kapabilitas
lembaga
laut
Ol - IISN Dimensi
Kapasitas Patroli
68 64,2 69 I 19 -
Laut
02 -
pemenuhan postur
Bakamla RI
Laut
SK No 122036 C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baselinz2o24 TsEget2o2s Target2o29
Agcoda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Indeks Kesiapan
Sarana dan Prasarana
Pengawasan SDKP
02.06.02.ol
PRO-P:
PRO-P:
02.06.02.03
PRO-P: Penyusunan
02.06.03
KP: Kolaborasi
Keamanan,
Penegakan Hukum di
Wilayah Yurisdiksi
laut
ds,It Choke Pllin
Ol - Terwujudnya
kolaborasi
peningkatan
keselamatan, dan
wilayah
laut,
Point
0l - IKIN Dimensi
Kapasitas
68 68,1 68,5 I 19 - Badan Keamanan
Laut
I 19 - Badan Keamanan
l,aut
032 -
02 -
kesesuaian rencana
patroli nasional
03 -
Armada
Sumb€f, Daya Kelautan
dan Perikanan
02.06.03.01
PRO-P: Patroli, Operasi, dan Kol,aborasi Instansi Keamanan laut
SK No
Program Prioritas/
Sasaran Indikator
Transformasi
02.06.03.02
PRO-P:
02.06.04
KP:
Personel
Kcamsnen l,aut
Ol -
peningkatan
Personel
Ol -
kesejahteraan
I.aut
02.06.04.01
PRO-P: Pembangunan Fasilitas Kesejahteraan Personel
PRO-P: Fetnbargurdr Fasilitas Profesionalisme Fef,sond
02.06.05
KP:
Batimetri dan Nur
dan
HidtoQseanografi
01 - Terwujudnya
pemetaan batimetri
dan s.lur laut serta
modernisasi
dan sarana prasarana
penyelenggaraan
hidro-os€anqrofi
0l - Persentase realisasi
rencana luas wilayah
perairan Indonesia
landas kqrtinen)
hidrografi dan
oaeanograf
Pertahanan
SK No
(
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
02 -
dan
osednqtafi
02.06.05.01
PRO-P Survei dan Pemetaan
02.06.05.02
PRO-P:
PP KeaDatran dan
Masyarakat
01 -
kondisi
dar
kondusif
Ol - Indeks
dan
3,39 3,80 4,m 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
KP:
Karra,Ipuan
Penanganan
Sosial dan
Pengamanan Objek
Vital
0l -
aparat keamanan
sosial dan
vital sesuai dengan
Ol -
67,5 67,6 68,5 OA) - Kepolisian
Republik
SK No
Program
Kegiatan
Proyek
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
PRO-P: Pengamanan Obyek Vital
KP: Melakukan
Efektivitas
Penyelesaian Tindak
Pidana
Ol - Terwujudnya
pidana oleh Polri
dan tq)at sasaran
Ol -
penduduk
43 40 36 060 -
02 -
Tindak Pidana
Republik Indonesia
PRO-P:
PRO-P
02.08
PP
Pelayanan Kepolisian
Ol - Terwujudnya
pelayanan
Ol - Indeks
85,77 86,00 88,00 060 - Kepolisian Negara
SK No
Proyek
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
KP: Melakukan
Ol -
dan
Polri dalan
Ol - Tingkat pemenuhan
futipnei,IMEPEI
Irer8cn - (indikator
baru)
ao 84 060 -
Republik
PRO-P: Pengadaan
02.08.01.02
PRO-Pi Pemenuhan Sarana dan Prasarana
KP:
Peningkatan
dan Digitalisasi
Layanan
01 -
kepolisian yang
berkualitas dan
mudah
teknologi terbaru
0r -
02 - Tingkat
masyarakat terhadap
layanan pengaduan Polri
Republik Indonesia
PRO-P:
PRO-P Digitalisasi Layanan
SK No 122042C
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
02.08.03
KP Melakukan
dan Proporsi
01 - Tc(wujudnya
lingkungan
melalui penyesuaian
rasio jumlah SDM
don
uo* dnangenent
Ol -
pendidikan
02 - Jumlah
pusat pendidikan
Republik Indonesia
PRO-P:
02.08.03.02
PRO-P:
02.08.04
KE
Kualitas dan
Kuantitas Pendidikan
dan Pelatihan Anggota
Polri
Ol -
SDM Polri yang
memiliki
dalam pelaksanaan
01 - Indeks
- (indikator
baru)
70,5 72,3 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.08.04.01
PRO-P: Peningkatan
02.08.04.02
PRO-E
SK No
Program Prioritas/
Agenda
Ttansformasi
02.09
PP:
Cita dan
Ol -
hubungan
kondusif
tcEckf,rggaranya
dan diplomasi
Ol - Indeks Kemajuan
Penyelesaian
Perundingan Perbatasan
Negara
- (indikator
baru)
0,546 0,580 0ll -
Negeri
02 - IndelB Pengaruh dan
Internasional
4,97 ln23l 4,rO (Skala 5) 4,50 (Sl(ala 5)
03 - Indeks Cita
Indonesia di Duda
(N - Indeks
75 76 80 011 -
02.09.01
KP:
Maritim dan Darat
Indonesia dengan
Negara Tetangga dalt
tetap mcngcd€pankan
Prinsip Kedaulatan
dan Kesejahteraan
Good.
Ol - Terlaksananya
Indonesia dengan
negara tetangga dan
tetap
prinsip kedaulatan
rakyat
good
0l -
Perundingan Batas
Maritim
dengan Negara Tetangga
04 -
dan
Indonesia
011 -
Negeri
OIO - Kementerian Dalan
Negeri
52,43 69,75
02 - Indeks Kemajuan
Perundingan Penegasan
Batas Darat Negara
61,13 63,OO 78,00
SK No 122044C
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
Pengampu
PRO-P:
PRO-P
KP
Kepemimpinan di
melalui Peran Aktif
dalan Fora dan
Diplomasi, serta
Pelibatan Diaspora
Ol -
pcf,an aktif untuk
Indonesia dalam
forum dan organisasi
terbangunnya postur
pelibatan diaspora
Indonesia
0l -
pada fo!'u.a k€f,ja saraa
multilateral
04 -
dan
Indonesia
011 -
Negeri
persen 75 75 79
02 -
y{rg dit€f,iEa dalam
psternuan tingkat tinggi
dan tingkat E€[rtei'i
Negeri
03 -
Indonesia pada
strategis di
Negeri
SK No
.(
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 T'(Eet2o2S Torgqr2o2g
Koordinator/
04 - Angka
postur
-
baru)
5 25 Oll -
05 -
peningkatan alsca dan
fasilitas bagi diaspora
Indonesia
PRO-P:
PRO-P
PRO-P:
KP: Penguatan Keda
Sama
01 -
kerja sarla
pembangunan
01 -
di bidang kerja sama
prioritas nasional
baru)
20 r00 Oll - Kementerian Luar
02.09.03.01
PRO-P:
SK No
)
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Transformasi
Koordinator/
PRO-P: Penguatan Tata Kelola
NP:
01 -
Ol -
kesepakatan
02 -
pembentukan norma,
sektor
persen 7S gd a2 011 -
Negeri
03 - Jumlah
PTA/ FIA/ CEPA yang
terselesaikan
CEPA
19 23 2A O9O -
Perdagangan
PRO-P: Diplomasi Ekonomi yang Adaptif
PRO-P:
SK No 122047 C
Program
Ke.giatan Prioritas/
Proyek
Agenda
Koordinator/
02.09.04.03
PRO-P:
02.09.05
KP: Kerja
Keda
Ol - Terwujudnya
perluasan
sama
untuk
dengan keahlian
menengah dan
baru)
0l -
7 ll 1O4 -
PRo-P:
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan
Proyek Prioritas
Agenda
Koordinator/
KP: Pro3€3 Aksesi
lndonesia ke OECD
01 - Terwujudnya
aksesi
OECD
Ol -
initial
12024-2025)
baru)
loo o 035 -
30 o 035 -
Koordinator
Perekonomian
20 100 035 -
02 -
initial
p€f,s€n - (indikator
baru)
03 -
kebijakan, dan
yang mendukung
l2o2s- 2029t-
baru)
PRO-P: Penilaian Mandiri,
SK No
Program
Agenda
Koordinator/
02.09.06.02
PRO-P:
PRO-P:
02.lo
PP:
Pangan
03 -
nilai tambah,
Produktivitas dafl tata
Ol -
kehutrrtan dan
perikanan
3,5 3,3
perccn 3,4ln22l
02 -
(IKB
0,693 12023,
BPS)
o,7445 0,8599 018 -
hardan
02 -
kualitas konsumsi,
penanganan
kcrawanal pangan
Ol - Skor Pola Pangan
Harapan (PFH) Konsumsi
93,5 94 96 125 - Badan
02 - Prevalensi
ketidakcukupan
persen 8,53
Koordinator Bidang
Pangan
0l -
ol - Skor
Harapan (PFH)
Nasional
SK No
Kegiatan Prioritas/
hoyd< Prioritas
Sasaran
KP:
Produki
0f -
produksi dan luas
panen padi di KSPP
Ol - Peningkatan
produksi
Sosial Budaya dan
O18 -
Pertanian
ton 23.578 196.984
02 -
ha - (indikator
1.16.806 1.643.167 O18 -
PRO-P
02.10.01.02
PRO-P: On
02.10.01.03
PRO-P OfFarz! KSPP/Lumbung Pangan
KP:
Produki
Utara
01 -
produksi dan luas
panen
KSPP
0f - Peningkatan
produki
KSPP
56.240 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
Ol8 -
ton 481
02 -
ha
PRO-P:
SK No
Koordinator/
PRO-P: o7r
02.10.02.03
PRO-P:
02.lo.03
KP:
Kawasan
Pangan Sumatera
Selatan
Ol -
produksi dan luas
panen padi di KSPP
Sumatera
0l -
produksi
65.724
Pertanian
ton - (indikator
02 - Peningkatan luas
panen padi KSPP
ha -
baru)
28.568 2.599.240 018 -
02.10.03.01
PRo-P:
PRO-P On Farm
02.10.03.03
PRO-P: OfFdrm KSPP/Lumbung Pangan Sumatera
SK No
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Pengampu
KP:
Produksi Pangan
Pangan Nusa
0f -
Nusa
Ol - Peningkatan
produki beras
Nusa Tenggara Timur
ton - (indikator
33.624
02 - Peningkatan luas
ha - (indikator
baru)
10.930 183.1I I Ol8 - Kementerian
02 -
produksi
panen jagung di KSPP
Nusa Tenggara Timur
01 -
produksi
Nusa Tenggara Timur
ton - (indikator
baru)
02 - PedDgkqtan
panen jagung KSPP Nusa
ha - (indikator
baru)
9.048 29.640 018 -
02.10.04.01
PRO-P: Geospasial
02.lo.04.02
PRO-P: On Form KSPP/Lumbung Pangan Nusa Tenggara
PRO-P:
SK No 122054C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025
Koordinator/
02.10.05
KP: Pengembangan
Produksi
0f - Meningkatnya
produksi don luas
Papua
01 - Peningkatan
produksi jagung KSPP
Papua
ton -
baru)
02 -
panen
Papua
ha -
189 1.589 Ol8 -
Pertanian
PRO-P: Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Papua
02.lo.05.02
PRO-P:
PRO-P
KP
Kawasan
Produksi
Pangan Papua Selatan
Ol - Meningkatnya
produksi dan luas
Papua Selatan
01 -
produksi
Papua
- (indikator
baru)
0
ton
02 -
panen padi KSPP Papua
ha - (indikator
baru)
o
02.10.06.01
PRO-P:
SK No
Sasaran Indikator
Pengampu
PRO-P: On Form
PRO-P: OfFarm
KP
Produksi
Pangan Lainnya
01 -
produksi bahan
pangan
01 -
yang dicetak
ribu ha -
baru)
42 79,81 018 -
Pertanian
02 -
yang
krnemsn
ribu ha - (indikator
baru)
6,9 12,12 018 -
PRO-P:
PRO-P:
02.lo.07.03
PRO-P:
02.10.08
KPi Penguatan
Cadangan Pangan
0r - Tcdaaaflya
cadangan pangan
Ol -
cadangan pangan
juta ton 1,17 3-3,s 3-3,5 125 - Badan Pangan
Nasional
SK No
REPUELIK INOONESIA
Program Prioritas/
Proyek
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
PRO-P: Pengelolaan
PRO-P:
02.10.09
KP
0l -
penyediaan ikan
untuk konsumsi
Ol - Volume produksi
ikan budi daya
02 - Volume produksi
perikanan tangkap
juta ton 7,75 {20231 6,19 7,il 032 -
PRO-P:
02.10.09.02
PRO-R
PRO-P
PRO-R
PRO-P
SK No 122057 C
Proyek Prioritas
Sasaran
Transformasi
02.10.09.06
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Perlindungan
02.10.09.09
PRO-P: Peningkatan Sarana dan
02.lo.lo
KP:
Pangan
Ol - Meningkatnya
produksi bahan
pangan hewani
01 - Produksi
Pertanian
02 - Produki telur juta ton
hanian
03 - Produksi $.rsu ribu ton 437,22 (20231 855,57 900,4 O18 -
Pertanian
02 - Meningkatnya
mutu pakan
0l - Persentase
dan mutunya
barul
80 95 127 - Badan Karantina
02.10.lo.ol
PRO-P:
SK No 122058 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Transformasi
Koordinator/
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
02.10.11
KP:
Pangan Lokal dan
Nabati
Ol - Me ngkqtnya
produksi pangan lokal
dsn nabati
Ol - Produksi padi 05 -
Sosial Budaya dan
Ekologi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
Pertanian
juta ton 53,98 54,45 56,05
02 - Produksi jagung juta tqr 19,56 21,44 25,89
03 - Produksi aneka
kacang
ribu ton
04 - Produksi buah dalr
sayur
juta ton 24,42 30,66 35,47 Ol8 -
os - Produksi sorghum ribu ton 17,34
kadatr
SK No
06 - Produksi
Pertanian
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan kseLne2o24 T$get2025
Koordinator/
07 - Produksi
384.049 450.000 650.OOO 143 - Kementerian
Kehutanan
08 - Produksi hasil hutan
bukan kayu (buah-
buahan,
jagung, sagu, tebu,
singkong)
ton
PRO-P:
PRO-P: On Farm
02.10.11.03
PRO-P:
PRO-P: Ketahanan
KP:
Petrgaflckaragarlan
Ol - Meningkatnya
masyarakat Indonesia
01 - I(on$msi buah dan
sayur
Srar!/ kapita/
hari
244,6 245,33 255,29 125 - Badan Pangan
Nasional
02 - IGnsulrsi pangan
he.toani
hari
124,5
Nasional
SK No 122061C
03 - KqrsuEsi umbi-
had
4 t,t 53,40 64,91 125 - Badan Pangan
Nasional
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan
Agenda
04 -
tahun
Kelautan
PRO-P:
PRO-P: Promosi dan
KP: Pengendalian
Mutu dan
Patrgatr
Ol -
kualitas
pangan
Ol - Indeks l(eaDaran
Pangan Segar
60 61 65 f25 -
Nasional
032 - KcraeDterian
Kelautan dan
127 - Badan Karantina
Indonesia
Ol8 -
kaflian
02 -
kelautan dan
Yang
mutu dan keamanan
persen - (indikator
baru)
70 80
03 - Persentase
risiko
standar keamanan
pangan aral hewan, ikan,
dan tumbuhan
P€f,S€n -
baru)
40 20
04 -
yang
persyaratan llrunr
persen - (indikator
loo 100
SK No 122062C
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo,selinc2o24 Target2025
Koordinator/
02 -
Ol -
Penyakit
Karantina (HPHK)
pcrS€n -
baru)
85 95 127 - Badan Karantina
Indonesia
85 95 127 - Badal
Indonesia
85 95 127 - Badan
Indonesia
70 90 O18 -
kanian
02 -
terkendali dari
(HPIK)
03 -
terkendali dad
Tumbuhan
(oPTK)
04 -
baru)
02. r0.13.0r
PRO-P:
PRO-P: Pengujian
SK No 122063 C
FF,ESIDEN
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Pengampu
PRO-P: Peningkatan
PRO-P: Pengendalian
02.10.14
KP: Fortifikasi dan
Ol -
konsumsi bahan
pangan
terfortifi kasi/biofortili
kasi
Ol -
yang wajib terfortifikasi
02 -
bantuan
pera€f,i - (indikator
baru)
20 100 125 - Badan Pangan
PRO-P: Fasilitasi Produksi daE Distribusi Pangan T€!'fortifikasi
PRO-P
KP: Penanganan
0l - Menurunnya
daerah rentan rawan
Pangan
01 - P€f,s€ntasc daerah
Ekologi trs -
Nasional
02 -
dengan kerawanan
pangan
berat,
skala
Food,
persen 4,5 3,75 3,36
SK No 122064C
koEraD Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseliE2o24
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
02. r0.15.02
PRO-P:
KP:
Manusia, Riset,
Inovasi,
dan Digitalisasi
Perikanan yang
Adaptif dan
dan
dan
01 -
petani yang terfasilitasi
Ekonomi
Ol8 -
02 -
ikan, dan petaDbak
garam yang
Kelautan dan
O18 - Kementerian
02 -
0l -
muda
petani
PRO-P:
PRO-Pi
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
hoycL Prioritas
Sasaran
Koordinator /
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
KP:
Produksi Komoditas
Nilai Tambah
03 -
nilai tambah bahar
baku industri
prioritas
Ol - Produksi
obat
ton s26.Aa9lm23l 529.523,45 540.193,61 02 -
Ol8 -
Pertanian
1.505 (2022) 1.582 1.588 02 - Produksi
Pertanian
03 - Produksi lada ton
Pertanian
04 - Produksi pala ton 40.496
Pertanian
05 - Produksi florikultura ribu
(2023l.
597 .622,50 5 .969,14 018 -
hardan
SK No
06 - Produksi cengkeh ton 137.124 (20221 133.570 134.105 018 -
Pertanian
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Bqseline2o24 Taryet2o2s
Koordinator/
Pcarg6rapu
07 - Produksi kopi ton 774.
08 - Produksi tebu 2.405.907
ton 36.813.539 84.7 t4.460 018 -
09 - Produksi
12022)
2.496364
10 - Produksi kakao ton
ll - Produksi teh ton 124.661
12 -
persen r,73 l2o23l 1,94 3,03 O18 - K€ment€f,ian
kanian
13 -
tanaman hortikultura
PRo-E Input dan
PRO-P On
SK No 122067 C
Agenda
Transformasi
Koordinator/
02_ 10-17.O3
PRO-P: OfFarm
02. t0.18
KP: Pengembangan
Berkelanjutan
01 -
budi daya
berkelanjutan
0l - IndelB
terhadap Standar dan
Pertanian
- (indikator
baru)
3,0 3,4 018 -
Pertanian
02 -
dan
03 - Persentase lahan
baku
ditetapkan
katdan Pangan
Berkelanjutan (LP2B)
(Prognosis)
75 87 018 -
Pertanian
02 - Mci ngkahya
nil,ai
ketertelusuran
produk budi daya
pertanian
Ol -
pertanian
Pertanian
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseELe2Oz4 Taryct 2025 Target 2029
Agenda
03 -
pertanian
01 -
unggul
yang
varietas
dan/atau
galur
2A e02rl 30 30 018 -
02 - Sumber daya
gcf,retika
hewdr gumb€r pangan
yang
aksesi 4.675,0
Pertanian
PRO-P:
02-10.14.o2
PRO-P:
02.10.18.03
PRO-P:
02.11
PP:
Energi
0t -
ketersediaan
Ol - Pasokan
MTOE 273 312 356,8 O2O -
dan Sumber
O2O -
dan
Mineral
02 - Meningkatnya
aksesibilitas
Ol - Konsumsi energi
SK No 122069 C
TOE per kapita 0,640 0,750 0,830
Kegiatan Prioritas/
Koordinator/
03 -
pcoanfaatqlt energi
0f - Porsi EBT dalam
bauran
dan
020 -
datr
Mineral
02 -
primer
SEM/miliar
149,1 147,7
02.l l.ol
KP Peningkatan
Ol -
pasokan minyak bumi
untuk Ecoerruhi
kebutuhan energi
ol -
ribu BOPD 605,5 605 642 -792 O2O -
dan
O20 -
dan
Mineral
020 - Kementerian Enef,Ei
dan Sumber Daya
Mincf,al
02O - Kementerian
d€n
Ol -
bumi
ribu BOEPD 964
03 - Meningkatnya
pasokan batubara
untuk
kebuh.rhsn
Ol - Jumlah
batu bara
juta ton 775,20 717 743
02 -
pasokan gas bu.tti
untuk Eaf,ncaruhi
SK No 122070 C
02 - Realisasi kebutuhan
batu bara
Sasaran Indikator Satuan Bdselirc2o24
Transformasi
PRO-P: Peningkatan Cadangan dan Produktivitas
02. r 1.01.o2
PRO-P:
KP: Perluasan
dan Jangkauan
Pelayanan Energi
Ol -
akses terhadap gas
Ol - Jumlah sambungan
rumah
947.995
dan Sumber Daya
020 -
dan
020 -
dan
020 -
dan
dan Sulrbcr Daya
Mineral
02 - Jumlah panjang pipa
gas bumi yang difasilitasi
lsn 22.474 22.550 22.7fi
02 -
akses
Ol - Jumlah volume
penyaluran BBM
juta KL t7 19,41 20,48
02 - Jumlah volume
penyaluran BBM
juta KL - (indikator
bam)
35,16 38,64
03 - Mer ngkatttya
Ol -
ribu
SK No
Program
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator /
Oa -
keterjangkauan energi
Ol -
eceran BBM
o o O20 -
dan
Mineral
02.l l.o2.o1
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
02.l l.o3
KP:
Energi
Ol -
baru dan
01 -
dan Sumber Daya
020 -
dan
O2O - Keme-nterian Energi
dan Sumber Daya
Min.f,al
02 - Produksi listrik
energi terbarukan
GWH 47.657,46
12023)
50.739 62.063
02 - Meningkatnya
SK No
intensitas energi
SBM/miliar
rupiah
0,98 o,97 1,84
Program Prioritas/
Sasaran Indikator
PRO-Pi
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Perluasan
02.l l.o3.o5
PRO-P: Peningkatan Efisiensi dan Konservasi
PP
Ol - Terwujudnya
daya air
produktif
Ol -
tampungan air
mr/kapita 59,59 59,31 63,54 145 -
02 - Rasio kapasitas air
baku terpasang terhadap
kebutuhan
Pekerjaan
03 -
sawah fungsional
persen 61,55 61,61 62,37 145 -
Pekerjaan
04 - Rasio luas
irigasi
15,6 15,6 16,57 145 -
Pekerjaan
SK No
P€rs€f,r
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyd<
Sasaran Indikator Satuan
05 -
petranf aatan air irigasi
USD/ms 0,31 0,34 0,43 145 -
r2 loo 145 -
Pekerjaan
33 43 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
Pekerjaan
2,s o O24 -
06 -
kawasan prioritas yang
dilindungi dari daya
rusak air
baru)
02 -
rumah tangga yang
terlayani
minum dan sanitasi
aman
0l -
dengan
02 - Rumah tangga
dengan
atuall
03 - Rumah tangga yang
Air
(BABS) di
persen 4,2 (20231
KP:
dan Pengelolaan
Ol - Meningkat dan
dapat
01 -
tampungan air yang
dikelola
4-213 OS - Ket hansn
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 -
unit
(kumulatif)
1.563 1.563
02 - Jumlah
yang
47 (2015-
2024].
SK No 122074C
unit
16 145 -
I
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan tuselhe&24
Koordinator/
03 - Jumlah embung dan
tampungan air lainnya
unit
2024l.
04 -
air alami yang
unit
19 20 50 145 - Kementerian
05 -
yang direhabilitasi
unit
2 l0 25 145 -
PRO-P:
PRO-P:
02.12.01.03
PRO-P Peoyetlpumaan Tata Kelola
KP: PenyEdiaan
Ol - Meningkatnya
pasokan air
berkelanjutan dan
produktivitas
Ol - Rasio kapasitas air
baku
02 - Jumlah
sungai
pusat dengan
tidak
SK No
wilayah sungai 50 50 50 145 -
Program
Proyek Prioritas
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah kapasitas
prasarana afu baku yang
dikelola
04 - Kapasitas prasarana
air beku yang dibangun
mr/detik
46,7 l20t5-
2024)
o,37 19,12 145 - IfuraeDteriaa
05 -
air baku yang
direhabilitasi
m3/detik
Pekerjaan UEum
06 - Luas layanan irigasi
yang dikelola
ha
07 - Jun ah luas
irigasi yang dibangun
untuk
multikomoditas
ha
08 - Jumlah luas layanan ha
irigasi yang direhabilitasi
dan
75.4@
09 - volume l,ayanan air
untuk
produktivitas irigasi
SK No
miliar m5 58,32 55,40 45,13 145 -
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selhe2024 T€8Eet2O2s
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Penyediaan Air Baku
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Pengelolaan
SK No 122077 C
Program Prioritas/
Proyd(
Sasaran
Koordinator/
Pengampu
KP: Pengelolaan
Ol -
metropolitan dan
wilayah sungai
01 - Rasio potensi
reduksi banjir oleh
47 05 -
Sosial Budaya ddr
Ekologi
145 -
02 - Luas kawasan
terlindungi dari risiko
daya rusak air
ha 3.600 27.ON 145 -
03 - Jumlah
pengendali daya rusak air
yang dikelola
unit
549 549 697 145 -
Pekerjaan Umum
04 - Panjang
inftastruktur
diopef, ari dan
unit
Pekerjaan
05 -
sedimen
juta m3 1,57 0,35 4,3 145 -
Pekerjaan Umum
06 -
struktural dan non-
struktural
- (indikator
baru)
o 16 145 -
Pekerjaan
SK No 122078 C
Program Prioritas/
Pengampu
07 -
sungai deogar
informasi sumber daya
air
-
baru)
19 26 145 -
Pekerjaan UEum
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P
KP Konservasi
0l - Terwujudnya
kuantitas air
hutan di Daerah
Ol - Luasan lahan
dipulihkan
I 1,45 05 -
Sosial Budaya dan
Ekologi
143 -
Kehutanan
juta ha 12,7 12,45
SK No
Kegiatan
Sasaran
Agenda
02 - Meningkatnya
kualitas
perairan darat
Ol -
unit 175 60 300 143 - Kementerian
Kehutanan
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
02.12.04.05
PRO-R
PRO-P: Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Kualitas Air
KP:
SPAM
Hulu ke Hilir
Ol -
SPAM
dikembangkan serta
dikelola secara
terintegrasi
ke hilir
0l - Akses rumah tangga
siap
51,36 05 - Ketahanan
Ekologi
145 -
Pekerjaan UEUE
02 -
terbangun
Pekerjaan Umum
SK No
03 - Akses air
Pekerjaan UEUE
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04 -
PDAM
loo 300 024 -
50 250 024 -
02 -
jumlah lembaga
kegiatan pengawasan
kualitas air minum
berkala
Ol - Ikbupat@ /kota
dengan kualitas air
syarat
kab/kota 6s
02-
memenuhi syarat
Kabupaten/kota dcogan
kualitas air minum yang
kab/kota
PRO-P:
PRO-P:
02. t2.05.03
PRO-P:
SK No l2208lc
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Sasaran Indikator
Agenda
Pengampu
KP: Penyediaan dan
Allan,
dan Berketahanan
01 -
cakupan
Ol - Jumlah
memiliki IPLT dan
514 OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
kab/kota 196 218
02 -
terbangun
644.742 l2o23l 730.000 1.700.000 145 -
145 -
Pekerjaan
144 -
Hidup/Badan
Hidup
145 -
145 -
03 -
dan
berkata
02 -
kualitas
SPALD
0l -
kabupaten /kota yang
baku
pada IPLT dan IPAL
pef,scf,i o 0 20
02 - Id.le @.pacitA IPLT
Og - Id.le @.pacitg IPAL
SK No
(
Program
SaBaran
Koordinator /
04 - Jumlah
kabupaten/kota yang
kab/kota t9
02.12.0,6.001
PRO-P: Pembangunan
PRO-P:
02.12.06.003
PRO-P.
PRO-P:
PRO-P:
KP
Minum
yatrg
pada Keberlanjutan
Of -
kua.litas
air minum dan
sanitasi (air limbah
memiliki Jakstra SPAM
OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
provinsi dan
kab/kota
dan 103
kab/kota
18 Provinsi
dan 178
kab/kota
38 Provinsi
dan 508
kab/kota
02 - Jumlah provinsi dan
kabupaten/kota yang
memiliki RISPAM
provinsi dan
kab/kota
21 Provinsi
dan 505
kab/kota
23 Provinsi
d8l 508
kab/kota
38 Provinsi
dan 508
kab/kota
SK No 122083 C
145 -
Pekerjaan Umum
Proyek Prioritas
03 -
kabupaten/kota yang
(RSP/SSK) yars
provinsi dan
kab/kota
274
145 -
145 -
Pekerjaan
010 -
Negeri
145 -
Pekerjaan
04 -
lrinuo yang
dokumen RPAM
BUMD air
t2t 176 394
02 -
kualitas
penyelenggaraan air
minum dan sanitasi
(air limbah domestik)
yang
Ol - BUMD atu
02 - Jumlah
kabupaten/kota yang
memiliki kelembagaan air
kab/kota 127
03 -
minum ydry
layanan air limbah
domestik
BUMD air
minum
s (2023) 7 20
SK No l22O84C
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Pengampu
04 - BUMD air
dengan tarif
Re@uery (FCR)
Negeri
OIO -
Ne8cri
145 -
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
05 -
kabupateo /kota yang
tarif/retribu si
limbah
kab/kota t7
kab/kota 13s (2023) 150 514
02 -
tersusun /terrnutaldrirkan
daIt telah ditetapkan
NSPI( 9 2 o
03 -
limbah domestik yang
tcrsusun /temutakhirkan
dan telah
(kuoulsti0
NSPK 5 o
03 -
landasan regulasi dan
penyelenggaraan air
minum dan air
01 -
kabupaten/kota
tata kelola at limbah
SK No
I
Program
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2o24 Targat2o2'
Transformasi
Koordinator/
PengaDpu
02.12.07.001
PRO-P: Penyusunan dan
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
KP Penguatan kf,an
Masyarakat dan
dan Sanitasi
Inovasi dan
Kol,aborasi
01 -
masyarakat akan
pentingnya
0l - IGbupaten /kota
yang mendeklarasikan 5
Pilar STBM
20O 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
O24 -
Kesehatan
OIO - Kementerian Dalam
Negeri
Ol0 -
Negeri
kab/kota 4 (20231 30
02 -
dan
inovasi
Ol - Jumlah provinsi
yang
pelaporan
kab/kota
02 -
yang mel,akukan
pelaporan
(air limbah
tingkat kab/kota
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasaran
Koordinator/
03 -
dan
peralatan bidang air
EinuE
5 o 145 -
10 13 145 -
2 o 145 - KeEeartcriafl
PeLedaaD UDum
04 -
domestik
proyek o (2p231
05 -
infrastruktur air minum
yang siap
proyek 8
06 -
irfr astrukhrr air limbah
dqrcatik yang siap
Proyek o (2023)
SK No 122087 C
Program Prioritas/
SaBaran Indikator
Agenda
Koordinator/
02.12.08.001
PRO-P:
PRO-P:
PRo-P:
PRO-P Pcog€Dbangan Model Bisnis, Slcrua
KP:
Terpadu FesBir Utara
Ja$'a
Ol -
daya nrrak air di
Pesisir Utara Jawa
O I -
terlindungi dari risiko
daya rusak air di
Utara Jawa
ha
(kumulatif)
3.577
l2o2o-2o241
5.OOO 05 - Ketahanan
sosial Budaya dan
Ekologi
145 -
200
02 - Kapasitas
air baku yang dibangun
di
m3/detik
2,94
o,7
02 - Meningkatnya
layanan air
Utara Jana
Ol -
jaringan perpipaan di
Pesisir Utara Jatra
Pekerjaan
02 - JuEls}l
kabupaten /kota yang
Pengolahan Air
berfungsi
Pesisir Utara Jawa
kab/kota
32 32 43 145 -
Pekerjaan Umum
SK No 122088 C
Kegiatan
Proyek
Sasaran Indikator Satuan Bo.selitl€2024 Target2o2s
Transformasi
Koordinator/
02.12.09.01
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Pemantauan
PRO-P:
PRO-P:
02.13
PP
Ol - Menguatnya
syariah untuk
peningkatan
Ol - Kontribusi PDB
persen 46,72
dan
(KNEKS)
SK No 122089 C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Basdi,,@2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Pengampu
KP:
UMKM Halal
01 - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing industri dan
UMKM halal
01 -
halal
bar.u)
4,46 7,00 02 - Transformasi
02 -
dan
(KNEKS)
02.13.01.01
PRO-P Pengembangan Industri Makanan Minuman Halal
02. r3.0r.02
PRO-P Pengembangan Industri
02.13.01.03
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
02_ 13.O1_06
PRO-P: Penguatan Promosi Industri Halal
SK No
(
Sasaran
XP: Ekspor Halal dsn
01 -
ekspor produk halal
berdaya
dafl
syariah
Ol - Nilai
Komite
dan
(KNEKS)
02.13.02.01
PRO-P:
PRO-P Penguatan
02.13.03
KP: Ekosistem Halal
01 -
ekonomi
01 -
142 - Badan
Penyelenggara
Muk Halal
produk
02.13.03.01
PRO-P:
02.13.03.02
PRO-P: Penguatan
02.13.03.03
PRO-P:
SK No t2209l0
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan
Proyek
SaBaran
Agenda
Koordinator/
Pengampu
02.13.03.04
PRO-P:
PRO-P:
02.13.03.06
PRO-P:
KP: Keuangan Syariah
Ol -
pcf,an keuangan
perekonomian
nasional
01 - Aset keuangan
syariah/PDB
persen 42,67 l2o23l 51,42 02 -
Ekonomi
Komite Nasional Ekonomi
dalr
(KNEKS)
45,38
PRO-P Penguatan Perbankan Syariah
PRO-P:
02.13.04.03
PRO-P:
02.13.05
KP: Dana Sosial
SYariah
Ol -
syariah mendukung
perekonomian dalr
perlindungan
nasional
dan
(KNEKS)
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
0,169
SK No
02 - Aset
uang/PDB
persen o,0r r (2023) 0,016
,{
Kegiatan
Proyek
Sasaran Indikator Satuan kAelinz2o24 Target2o2s
Agenda
02.13.05.01
PRO-P: Akselerasi Bauran ZISWAF dan
02.14
PP: Ekonomi Digital
Ol -
ekonomi digital dalam
mendukung
OOI - Kontribusi
KP: Penguatan Faktor
01 -
0l -
5,21 02 -
Ekonomi
059 - IGraentcf,ial
Komunikasi dan Digital
02 - Proporsi remaja dan
dclvara usia 15-59 tahun
dengan
Teknologi
Komunikasi dan Digital
02.14.001.001
PRo-P: Pengembangan SDM Digital dan
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Koordinator/
Pengampu
PRO-P: Penguatan Infrastruktur dan
PRO-P:
02.14.001.004
PRO-P:
KP: Penguatan
Digital rcrta
Ol -
Ol - Indeks
Digital Nasional Pilar
39,12 l2o22l 40,38 41,70 02 - Transformasi
Ekonomi
059 -
Komunikasi dan Digital
02 -
sta/tup digital nasional
baru)
7 15 O59 -
03 -
Industry 4.O Readiness
,4der (INDI 4.0) > 3.0
04 - Kontribusi sektor
komunikasi
PDB
SK No 122094C
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Pengampu
PRO-P:
02.14 .OO2.OO2
PRO-P:
PRO-P: Pengembangan
PRO-P:
PRO-P:
02.t4 .oo2.06
PRO-P:
02.14 .OO2.OO7
PRO-P:
PRO-P: Pelayanan
PRO-P:
SK No
Proyek Prioritas
Transformasi
02.14.002.010
PRO-P:
PRO-P:
PP
Ekonomi Sirkular
Of -
dan daur
materiel
0l - Tingkat input
KP: Penerapan
Daya dan
Ulang
0l -
dan mengo,ptimali8asi
penggunaan
daya,
suatu produk agar
IrrEggunaaE material
sirkular
0l -
industri berdasarkan
lokasi
tersertifikasi industri
hijau
140 152 200
02 - Rasio
03 -
yang didaur ulang
p€f,s€lt
p€f,s€rl
lo 11
16
15
20 l3
019 - Kementerian
Perindustrian
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
SK No
Prioritas
Program
Proyek
SaBaran Indikator Satuan Bo.seli@2oz4 T6rgDt2O25
Transformasi
PRO-P:
PRO-P:
KP:
Susut dan Sisa
Pangan
Ol -
rantai pasok pangan
0l -
penurunan
p€rs€f,r 3 3-5 3-5 02 - Transformasi
Ol8 -
02 - Mengurangi sisa
pangan dari
usaha dan
serta
pangan layak
02 -
yang
Nasional
02. r5.02.0r
PRO-P:
PRO-P:
02.15.02.03
PRO-P:
SK No 122097 C
Sasaran
Pengampu
KP
MukRaEah
Lingkungan
Ol - Meningkatt an
jumlah produk yang
01 - Jumlah produk yang
produk ramah
lingkungan
5l 70 150 1/+4 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
PRO-P:
PRO-P: Penerapan Konstruksi Berkelanjutan dan Bangunan Gedung Hijau
02.15.03.03
PRO-P:
02.15.04
KP Penguatan
Ol -
kapasitas dsrr tingkat
daur ulang
Ol - Tingkat daur ulang
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
PRO-P
PRO-P: Pengembangan
SK No
Program
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan Baselh92o24 Target2o2s Targtet202g
Koordinator/
02.15.04.03
PRO-P: Peningkatan
PP:
Hayati ElosirteE,
Spesies, dan
Ol -
upaya
dan spesies
Ol -
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
02 -
upaya
keanekaragaman
hayati secara
Ot -
Keanekaragaman Hayati
Secara Berkelanjutan
03 -
upaya
keanekaragaman
hayati secara
berkelanjutan
01 -
genetik termasuk digital
squen@ infon wtion
pada sumber daya
model
02.16.01
KP Perlindungan dan
Ekosistem serta Areal
Keanekaragaman
Hayati Tinggi
Of - Meningkatnya
kawasan
kawasan
buru
Ol - Jumlah unit KSA,
KPA, dan TB
kategori pengelol,aan
efektif
4OO 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
143 -
Kehutanan
SK No 122099C
I I I
Agenda
Koordinator/
02 -
efektivitas
pesisir, dan pulau-
pulau kecil
01 - Nilai €fektivitqs
wilayah
pul,au-pulau kecil
49,s612023) 50,00
9,23 10 032 -
-
baru)
528.000 l.ooo.ooo 143 -
2 144 -
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
03 -
pera an, wilayah
pulau kecil
0l -
kawasan konservasi di
perairan, wilayah
dan pulau-pul,au
04 - Mcr ngkatnya
Ol - Luas arcal presgvasi
yang
ha
02 - Jumlah unit
pengelola
yang difasilitasi
pengelolaanya
unit 2 2
SK No
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Koordinator /
05 -
untuk
01 - Jumlah
yang telah
dan/atau ditet pkan
Ceqa*
unit
10 12 17 O2O -
dan
143 - Kementerian
Kehutanan
06 - Meningkatnya
pemulihan
Ol - Luas
dan TB
ha 29.734,22 20.000 70.ooo
PRO-P: Pengelolaan Kawasan Suaka
02.16.01.02
PRO-P: Pengelolaan Kawasan
PRO-P: Pengelol,aan Areal
02.16.01.04
PRO-P:
PRO-P:
SK No
Sasaran Indikator
Koordinator/
02.16.01.06
PRO-P:
PRO-P: Identifikasi Tipe, lxa.dr, dan Status
KP: Pengurangan
Status
Spesies 1\rEbuhan,
Satwa, dan Biota
Perairan
0l -
status
Ol -
Nasional status
0,75 0,75 o,76 143 - Kementerian
Kehutanan
02 -
Indonesia
0l -
keberhasilan pencegahan
dan
invasif di area karanti.na
8t 85 127 - Badar
Indonesia
PRO-P:
PRO-P: Pengembangbiakan dan
PRO-P: Pemberantasan
PRO-P:
SK No l22l020
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TarEet2O2S
Transformasi
Koordinator/
02.16.03
KP: Penguatan Tata
Kelola
Hayati
0f - Meningkatnya
tata kelola
keanekaragaman
hayati
01 -
dalam upaya konservasi
keanekaragaman hayati
- (indikator
baru)
2N 2500 143 -
Kehutanan
144 -
Hidup/Badan
Hidup
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
124 - Badan
02 -
dan
turunannya di Indonesia
dokum€(r I I
03 - Jumlah
yang dibina dsn
dievaluasi di
keanekarrt man
baru)
10 10
04 -
keanekaragaman hayati
02.16.03.01
PRO-P.
02.16.03.02
PRO-P: Integrasi Data dan Pengayaan IPTEK l&aflekaraSarlan Hayati
02.16.03.03
PRO-P:
SK No 122103 C
Program
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinem24
Koordinator/
Pengampu
02.16.03.04
PRO-P: Mobilisasi Pendanaan
02.16.04
NP:
den Jasa Ekosistem
Ol -
daya hayati
Ol - Nilai PNBP dari hasil
dan satwa liar
berkelanjutan
miliar
Sosial Budaya dan
Ekologi
143 -
032 - Kementerian
127 - Badan
Indonesia
143 -
Kehutanan
25,96 26
02 - Nilai
dilindungi,
apwnd& CITES
nilai 62,40 l2023l 64,30 70,94
03 - Persentase keluar
dan
tumbuhan, satwa, dan
biota
peraturan
persen - (indikator
60 80
02 -
pemanfaatan jasa
berkelanjutan
Ol - L,uas
konservasi yang
dipersiapkan untuk
juta ha
2,O 2,1 2,5
SK No l22lO4C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Agenda
02 - Nilai PNBP dari
lingkungan KSA, KPA dan
TB
miliar rupiah 204 2@ 239 143 -
02.16.04.01
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
02.16.05
KP:
Bioprospeksi,
Pembagian
Keuntungan Sumber
Daya Genetik
0l -
daJra
0l - Jun ah produk yang
produk
1o 15 25 143 - Kcrocnte!'ian
Kehutanan
02 - Jumlah penerapan
dimanfaatkan untuk
bioprospeksi
produk 25 50 150 124 - Badan Rkct dan
Inovasi Nasional
O2 - Meningkatnya
biose.il'iu
Ol -
hayati (hosare,y dan
bios€annty,
40 44 60 lz+4 - Kcoeartcf,ial
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
SK No
Kegiatan Prioritas/
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
02.16.05.02
PRO-P:
PP
Kualitas Lingkungan
Hidup dan Tata
01 -
Indeks Kualitas Air
Ol -
(IKA)
03 -
Laut
81,02 at,22
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
lzl4 -
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
Hidup/Badan
Hidup
02 -
Indeks
01 - Indeks
Udara (IKU)
44,67
74,44
04 -
Lahan
SK No 122106 C
Ol -
- loo -
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Agenda
Koordinator/
05 -
hidup dan
Ol -
terhadap hukum
kehutanan
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
06 -
kelangsungan daya
hidup
0l -
don Daya Tampung
Lingkungan Hidup
0,564
KP:
Pengelolaan Kualitas
Afu
Of -
kualitas air sungai
dan danau
01 -
mutu DAS dan danau
data 188 190 r98
Lingkungan
Hidup/ Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
l.+4 - Kementerian
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
02 -
kualitas air
Ol -
danau yang
peningkatan status mutu
lokasi 5 5 I
02 - Jun ah kab/kota
yang mengalami
kab/kota 5 5 0
SK No 122107 C
Prioritas Nasional/
SaBaran
Agenda
03 -
pengendalian
Ol - Jumlah industri
yang
air limbah sesuai baku
industri 2.853 2.940 3.310 lz+4 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
02.17.01.01
PRO-P:
o2.t7 .ot.o2
PRO-P: Peningkatan Kualitas Air melalui
02.17.01.03
PRO-P: Peningkatan Sarana
PRO-P:
KP:
Pengelolaan Kualitas
udara di Kab/Kota
Of -
udara
ol -
yang
udara
kab/kota 0 5 5 1z+4 - I<GEcnt€f,ial!
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
02 - Meningkatnya
pengelolaan emisi
udara di industri,
prasarana, dan jasa
0I - Jumlah industri
yang memenuhi baku
SK No l22l080
industri 2.455 2.940 3.310
Prioritas Nasional/
Kegiatan
Proyek
Sasaran Indikator
Agenda
Koordinator/
PRO-P: Pemantauan
PRO-P:
I(P:
dan
Laut
Ol -
pemulihan kualitas
laut yang
01 -
laut tef,kontaminasi dan
127.6@ 5.000 5.OOO 144 - K€ra€trrt€riaI!
Hidup/Badan
Hidup
l.+4 -
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
02 - Jumlah industri dan
atau pelabuhan yang
laut
baku mutu air
pelabuhan/
36 36 50
03 - Juml,ah provinsi
yang
sektor air laut
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
PRO-P:
SK No
nit
Program Prioritas/
Proyek
SaSaran Indikator
Transformasi
PRO-P: Rehabilitasi
KP: Peningkatan
Kualitas
01 -
luasan lahan rusak
yang dipulihkan
Ol - Indeks Kualitas
77,94 77,94 74,20 144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Lingkungan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
056 -
Agraria dan Tata Ruang
02 -
pengelolaan
Ol - Jumlah kab/kota
yang
lahan
kab/ kota o l5 l5
03 -
jumlah industri yang
Ol - Jumlah industri
yang
industri 113
04 -
Ir€rcocanaatr tata
mang dan
yang berkualitas
01-
yang siap
dengan OSS
02 -
SK No l22l l0 C
Pef,s€f,i 70,38 73,88 80,02 056 -
Kegiatan
Agenda
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
02.17.05
KP: Peningkatan
Gambut
0l -
informasi
ekosistem gambut
Ol - IndelG Kualitas
Ekosistem Gambut
64,11 64,15 64,3 144 -
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Hidup/Badan
Hidup
02 - Jumlah
02. r7.05.01
PRO-P
SK No
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
PRO-P: Pemulihan
02.17.06
KP:
Limbah Radioaktif
Ol -
Ol -
dikelola
ton 6.220.572 6.(x)2.00s 7.500.231 144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian
Hidup
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Fef,rgcndalian Lingkungan
Hidup
085 - Badan Pc(rEawa8
Tenaga Nuklir
02 -
nor
Ol - Jumlah limbah 83
dan non B3 yang dikelola
ton
fasilitas -
baru)
2 3 03 -
radioaktif yang
Ol -
limbah
dikelola
02.17.06.01
PRO-P: Peningkatan Pengelolaan 83
PRO-P: Peningkatan Pengelolaan
SK No l22ll20
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Ebseline2o24 TeEgct202s
Koordinator/
PRO-P:
KP: Penguatan
Kelembagaan,
Penertiban dan
Penegakan Hukum
LHK dan Penataan
Ruang
01 - Meningkatnya
usaha/kegiatan /izin
diawasi
Ol -
u Baha/kegiatan/izin
pengelolaan SDA dslr
lingkungan yang diawasi
usaha/
kegiatan/izin
80 80 600
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
143 -
144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
02 - Menurunnya
tinSlrat kerawanan
01 - Luas kawasan hutan
ha 4.589.460
l2o23l
800.ooo 1.200.000
03 -
penyelesaian tindak
pidana dan perdata,
dan
lingkungan hidup dan
kehutanan
Ol - Jumlah tindak
pidana dan
sengketa
hidup dan kehutanan
yang
perkara l4
04 -
Indeks
0l -
kepatuhan
ruang
SK No
Agraria dan Tata Ruang
Prioritas Nasional/
Koordinator/
05 - Meningkatnya
SArana dan prasarana
dalam rangka
perlindungan dan
pengelol,aan
pemanfaatan ruang di
pusat dan
Ol -
hidup yang terintegrasi
dalt
layanan - (indikator
40 40 144 -
Lingkungan
Hidup/Badar
Pengendalian
Hidup
PRO-P:
dan
PRO-P:
PRO-R Pengawasan
PRO-P: Penanganan
PRO-P:
SK No l22ll40
Program
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliezo24 Targd-2o2s
Agenda
Transformasi
Koordinator/
PRO-P
PRO-P:
o2.t?.o7.oa
PRO-P: Sarana dan
PRO-P:
o2.t?.oa
KP:
Pencegahan Dampak
Lingkungan Hidup
Ol -
kualitas
lingkungan hidup
sqfe$dd)
01 -
rekomendasi
pengelol,aan
hidup di wilayah dengan
provinsi/kab/
kota
55 05 -
Ekologi
l,+4 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
1/t4 -
Hidup/Badan
Hidup
24 48
02 - Meningkatnya
kualitas
program yang
mengintegrasikan
Ol -
(hijau)
persen loo loo 100
SK No
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Transformasi
Koordinator/
03 - Peningkatan
upaya
hidup
Ol -
persetujuan lingkungan
di bidang lingkungan
hidup dan SDA
persen 63 65 85 144 -
Hidup/Badan
Pengendafian Lingkungan
Hidup
02.17.08.01
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Kualitas XRP
PRO-P Peningkatan
PP:
Pengelolaan
ke Hilir
01 -
IKPS Nasional
l8 - Indel<3 Kinerja
(IKPS)
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
SK No
Agenda
Koordinator/
02.18.01
KP:
Perilaku dan
Penguatan Tata Kelola
Ol -
sampah
01 -
yang dikelola
IOO OS -
Sosial Budaya dar
Ekologi
l/+4 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
024 -
02 -
kabupaten/kota
dengan kepala
keluarga yang
secara
(pilar 4 STBM)
01 - Jumlah
kabupaten/kota
sampah
02- la-o1-o1
PRO-P:
02.l8.ol.o2
PRO-P
PRO-P
PRO-P:
SK No
Sasaran Indikator Satuan BaseEE2O24 Target 2025
Agenda
Koordinator/
02.18.01.05
PRO-P:
02. r8.01.06
PRO-P: Perubahan
KP: Peningkatan
Pengumpulan dan
Pengolahan Supah
serta Pemror€san
Residu di TPA/LUR
Ol - Menurunnya
sampah residu yang
masuk di TPA/LUR
Ol -
terolah di
15 (13 tcrdaur
24 (16 t€rdaur
38 (20 t€rdaur
05 -
Sosial
145 -
Pekerjaan
p€r8€f,i
02 - TPA/LUR yang
dioperasikan
pengontrolan
unit - (indikator
baru)
O I I
Pekerjaan UEUE
03 - volume
dari
di pesisir dan laut
totr 744,60 18
Kelautan dan
PRO-P: Penyediaan dan Optimalisasi Fasilitas
02.ta.o2_o2
PRO-P: Pembinaan dan
PRO-P: Pembinaan dan
SK No l22l l8 C
Prioritas
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P:
PP:
Rendah
01 - M€nurun rya
01 - Pers€otarc
persen
PPN/BAPPENAS
02 -
penurunan
(tahunan)
KP:
GRK Sektor Energi
Ol -
Emisi GRK Sektor
Energi
02 -
sektor €r168i
272 05 -
Sosial Budaya dan
Ekologi
O20 -
dan Surobcf, Daya
Mineral
juta ton
COz-Eq
142 164
02.19.Ol.Ol
PRO-P: Fef,lgerlbangan Energi Rendah Karbon
02.19.01.02
PRO-P:
02.19.01.03
PRO-P: Peningkatan Transportasi Hijau
SK No l22l20c
NEFUEUK INDONESIA
Program
Kegiatan Prioritas/
F.ir8ampu
KP:
GRK
Ol - Menurunnya
lahan
Ol -
sektor hutan
juta ton
COr-Eq
- (indikator
410,80 482,67 144 -
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
144 -
Hidup/Badan
Hidup
02 - Reduksi
juta ton
COz-Eq
-
baru)
6,27 8,94
03 - Nilai
yarry
o 55 76
Kelautan dan Perikanan
PRO-P
PRO-P
PRO-P: Pengendalian Kebakaran
PRO-R lEpl€rocotasi
SK No
Sasaran
Pengampu
02.19.03
KP: Peningkatan
Cadangan Karbon di
Biru
Ol - Menurunnya
emisi GRK
01 -
juta ton
COz-EQ
10,80 14,59 49,16 lr+4 -
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.19.03.01
PRO-P: Rehabilitasi
PRO-P: Rehabilitasi
KP: Peningkatan
Upaya
Industri
Ol - Menurunnya
emisi GRK dari
industri
Ol - Penurunan
GRK pada
yang Eenj adi
juta ton
COr-Eq
Perindustrian
02.19.04.01
PRO-P
PRO-P:
02.19.05
KP: Penguatan Aksi
Penurunan Emisi
GRK di Sektor
Pengelolaan Limbah
02 -
Ol - Reduksi emisi GRK
juta ton
COr-Eq
E,8 14,13 31,90 144 -
Hidup/Badan
Hidup
SK No
Prioritas Nasional/
Program
Sasaran Indikator Satuan BasehE2O24 Target 2025 T8trgrr'.2o,2g
Transformasi
02.19.05.01
PRO-P Pengurangan Emisi GRI(
PRO-P:
02.19.06
KP: Penguatan Tata
Kelola
Pendukung
Pencapaian Target
GRK serta Nilai
0f -
tata kelola dan
p€ouruDan
Ol -
informasi yang
5 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
144 - Kcraeartef,iafl
Lingkungan
Hidup/Badan
Hidup
1/+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Jumlah
yang
ekonomi karbon
kebijakan 5 5 2
02.19.06.01
PRO-P
PRO-R
02.19.06.03
PRO-P
SK No l22l24c
REFUEUK
Sasaran Indikator Satuan tuselirg2o24 Target2025
Koordinator/
02.20
PP:
Ol -
proporsi tenaga
hijau
Ol - Proporsi tenaga kerja
hijau
pcf,scn 2,62l2023l 2,70-2,73 2,96-3,14 026 -
02.20.ot
KP: Pengembangan
Ekosistem
Ol -
01 - Jumlah
yang
jobs
baru)
1 I 02 - Ttansformesi
Ekonomi
026 - Kementerian
02 - Menguatnya
DUDIKA
jobs
Ol -
yang melibatkan
dan DUDIKA
lJ,ijatrI green jobs
kerja
baru)
I 026 -
PRO-P: Penyadartahuan tentang Pekerjaan
PRO-P: Penyusunan
02.20.01.03
PRO-P: Pembangunan Data/Informasi
PRO-P:
SK No 1221260
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Sasaran
Agenda
PRO-P: FrraaSangan dan
PRO-P:
KP:
Kompetensi
Ol -
kerja hijau
Ol -
orang
02 -
Nasional
pekerjaan
jobs
dokumen - (indikator
baru)
I I 026 -
PRO-P:
PRO-P: Penyusun€l dan Penerapan
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122127 C
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
PRO-P:
02.21
PP: Pengelolaan
Hutan Lestari
01 - Meningkatnya
hijau di sektor
kehutanan
Ol - Nilai
sumber daya hutan
berkelanjutan
triliun rupiah 122,2 134,74
Kehutanan
XP:
Produktivitas Hutan
01 - Meningkatnya
kontribusi ekonomi
Ol - Nilai PNBP
fungsional
triliun
Ekonomi
143 -
02 - Nil,ai ekspor
kehutanan
PRO-P Peningkatan Produktivitas
PRO-P:
KP:
Produk Bioekonomi
Hutan
Agroforestri
01 - Meningkatkan
produk
hutan
Ol - Nilai
kehutanan
triliun rupiah -
baru)
o,24 1,2 02 -
Ekonomi
143 - Kementerian
SK No l22l280
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2025
Agenda
Transformasi
Koordinator /
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
KP: Penguatan
01 -
Ol -
pengelola
di tingkat tapak (KPH,
KUPS dan PtsPtt)
unit 1.467
PRO-P
PRO-P hninikat8n Kapasitas Pengelola - Pelaku
KP:
Prakondisi
Lestari
01 - Menguatnya
dan legitimasi
01 -
informasi batas kawasan
hutan sebagai
baru)
s28 2.640 143 -
Kehutanan
PRO-P:
SK No l22l29c
Program
Transformasi
Koordinator/
PRO-P FrdEuatan
KP:
Fungsi
Kawasan Hutan
Ol -
dalam
hutan
0f - Kelompok
masyarakat di
sekitar
yang
pengelolaan hutan
masyarakat
14.774 15.574 19.094 143 - I(G rcntcf,ian
Kehutanan
02 -
masyarakat di
maupun sekitar
Ol - Nilai
ekonomi
miliar rupiah 1.400 1.900 2.900 143 -
PRO-P:
PRO-R
02.21.06
KP:
0r - Me0hgkamya
Ol -
deforestasi
juta ha/tahun
143 -
PRO-P FednEkatan Pengamanan Hutan dan l(aEasan Hutan
SK No l22l300
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan
Transformasi
PRO-P:
02.22
PP:
Ekonomi
SuEb€f,
Baru
0f -
dlai tambah rcktor
01 - IBEI Pil,ar
PPN/BAPPENAS
02 -
kawasan
pesisir, dan pulau-
pulau kecil
Ol - IBEI Pilar
PPN/BAPPENAS
03 -
daya
ekonomi biru
01 - IBEI Pilar Sosial
PPN/BAPPENAS
KP:
Kelol,a Ekonomi Biru
Ol -
01 -
zonasi pesisir
Ekonomi
032 -
02 -
Pelaku Usaha Kelautan
dan Perikanan
SK No
81,00 82,00
Kelautan dan
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Basehnc2o24 Targct2025
Agenda
Transformasi
Koordinator/
03 -
Pul,au
0,45 0,49
032 -
Kelautan dan Perikanan
04 - Proporsi tangkapan
pada batas
02.22.Ot.Ot
PRO-P:
PRO-P: Penguatan Tata Kelola
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
02.22.Ot.06
PRO-P:
SK No 122132 C
- t23 -
Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2o24 Targat2025
Transformasi
PRO-P:
KP:
Konservasi Perairan
dan
0f -
pengelol,aan
konservasi di
perairan, wil,ayah
pulau kecil
Ol - Luas
pulau-pu.lau
21,5
Sosial Budaya dan
Ekologi
032 -
Kelautan dan Perikanan
juta ha 16,5 la,5
02 -
wilayah pesisir, dar
pulau-pulau kecil
juta ha 29,2 30 32,5 032 - Kementerian
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-Pi Peningkatan
SK No
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Koordinator/
Pengampu
I(P:
Produktivitas
Perikanan yang
dan
Ol -
nilai
produltivitas, dalr
daya saing industri
kelautan daIr
Ol -
s,49 (20231
Ekonomi
032 -
02 - Volume produksi
ikan
juta ton 13,95 (2023) 12,94
Iclqutan dan
032 - Kcraentcrian
03 -
olahsr
juta ton 3,62lm23l
04 - PDB
Kelautan dan Perikanan
065 -
Hilirisasi/Badan
Koordinasi
Modal
065 -
Koordinasi
Modal
065 -
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi
Modal
05 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
ikan
Tongkol (TCT)
juta rupiah
06 - Nilai realisasi
PI,A/PMDN
tilapia
juta rupiah 77.361 447.260 830.124
07 - Nilai
PMA/PMDN hilirisasi
udang
SK No l22l340
juta rupiah
- t25 -
Prioritas Nasional/
Program
Agenda
Koordina:tor/
PRO-R
PRO-P: Prf,rgcobangan Sarana dan Prasarana serta Kluster
PRO-P: Peningkatan Kualitas, Mutu dan Daya Saing Hasil
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Usaha
PRO-P: Perluasan
PRO-P
NP:
Industri Garam dan
Produk Ol,ahan Hasil
Ol -
nilai tambah,
daya
olahan hasil laut
Ol - Volume produksi
garam
3,OO 02 - Transformasi
Ekonomi
032 -
o32 - Kementerian
Kelautan dstr FefikaEan
juta ton 2,OO 2,25
02 -
garam rakyat
03 - Utilisasi industri
pengolahan
industri
SK No l22l350
Perindustrian
hoErgm Prioritas/
Agenda
Koordinator/
04 - Utilisasi industri
Perindu strian
05 - Nil,ai
PMA/PMDN hilirisasi
garam
juta rupiah 2.24O.464 7.379.000
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi
Modal
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
KP:
Industri
Laut
01 -
nilai tambah industri
galangan kapal
transportasi
0l - Volume reparasi
kapal
ribu DWT
9,5 (Jan-Nov) tt,2 12,2 O 19 - Kementerian
Perindustrian
02 -
ribu DWT
(kuEulati0
o,98 I,l 1,5 019 -
Perindu strian
03 - Nilai
perkapalan
ribu USD
SK No 122137 C
830,89 858,02 1.315,25 019 - Kementerian
Fsrindu strian
PRO-P
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
PRGP:
02.22.06
KP:
Pariwisata Berbasis
Bahari dan
destinasi
pariwisata
bahari
0l -
nil,ai
saing
bahari dan danau
serta pemanfaatan
jasa kelautan
berkelanjutan
Ol -
danau
7.797,76
13.686,S 16.945,12
02 -
Ekonomi
147 -
Pariwisata
147 -
Pariwisata
147 -
Pariwisata
o lo l0
02 -
bahari
prioritas
ribu
03 - Jumlah wisatawan
bahari dan danau
prioritas
ribu
kunjungan
4344,92
12.204,23 16.275,78
PRO-P: Peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Bahari
SK No
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Sasaran
Koordinator /
PRO-P: Penguatan
PRO-P:
PRO-P
PRO-P: Penguatan
KP: Pengembangan
SDM Ekonomi Biru
01 -
hasil dan
pemanfaatan riset,
di
01 - Pusat inovasi
berbasis maritim
unit
02 - TraDsfornasi
Ekonomi
124 -
Inovasi
032 -
Kelautan dan Perikanan
2 o 0
02 -
pendidikan dan
KP yang terserap di
Industri, dan/atau Dunia
Kerja
7S 79
PRO-P:
SK No 122139 C
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
PRO-P: Peningkatan
PRO-P: Penguatan
PRO-P:
Keterangan:
PeE rintah
SK No l22l400
KEWIRAUSAHAAN, MENGEMBANGKAN INDUSTRI
AKTIF KOPERASI
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
PN:
Infrastruktur dan
Lapangan Kerja yang
Mendorong
di
melalui Peran Aktif
Koperasi
01 - Terwujudnya
berkelanjutan
Ol - Stok infrastruktur
terhadap PDB
persen 43,00 (2019) ,+6,50 48,50 132 -
02 - Menin8katnya
total
PDB
Ol - Total
keuangan/PDB
03 -
bef,kualitag
01 - Proporsi penciptaan
Koordinator Bidang
04 - Meningkatnya
nilai tambah
01 - Rasio PDB
pariwisata
Perekonomian
SK No
02 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 -
Ol -
ekonomi
Koordinator Bidang
03.01
PP:
Multimoda
0f - Meningkatnya
konektivitas dan
layanan
melalui
transportasi darat,
laut dan udara
Ol -
jals[ nasional
jam per IOO
lsn
02 - Persentase
keberhasilan
korban pencarian dan
pertolongan
Nasional
m - JuDfah
kereta api
juta
04 - OtL tiln e pqfon@t@
penerbangan
Perhubungan
05 -
P€f,Sen
5,6 {2023!. r0 24 022 -
06 - Jumlah
angkutan kereta api
juta
501 519 601 022 -
Perhubungan
07 -
SK No 122142C
juta
11,s (2023) r 1,6 12,2 022 - Kementerian
Perhubungan
-t32-
Program Prioritas/
Sasaran
08 - Jumlah penumpang
kota
juta
penumpang
685 (2023) 850
Perhubungan
09 - Penurunan rasio
fatalitas kecelakaan
Perhubungan
lO -
transpo,rtasi yang
Perhubungan
KP: Pengembangan
pada Jalur
dan Aksesibilitas
Daerah
Perbatasan
0l -
pertumbuhan dan
pemerataan
Ol - Tingkat
jalan jalur utama daerah
tertinggal dan perbatasan
lqn per 1OO
km.
2,70 2,@ 2,U 145 -
Pekerjaan
02 - Panjang
yang beroperasi
(kumulatif angka dasar
tahun
lsn(kuEulati0
03 -
aten/kota
Pekerjaan
PRO-P: Penanganan Konektivitas
SK No
Program
Proyek Prioritas
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
03.01.01.03
PRO-P: Penanganan Konektivitas Jalan
PRO-P: Penanganan !tuneJ.tivitas Jalan
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Konektivitas Jalan
PRO-P: Penanganan Jalan Da€f,ah
PRO-P:
KP: Felrg€rabangan
KA PenumpanS Antar
Kota dan FEf,rEuatan
KA
Ol - Terwujudnya KA
penumpang antar
kota dan penguatan
KA angkutan barang
yang andal
Ol -
krtr (kumulati0 6.880 (2023) 6.928
Perhubungan
02 - Jalur XA yang
persinyalan elektrik
persen 63 12023) 65 70 O22 - KetiJ.e,Iftriai
03 - Kondisi jalur KA
sesuai
kategori I dan 2
SK No l22l440
persen
Perhubungan
Koordinator/
03.01.02.01
PRO-P FerabanguDan Jalur
PRO-P:
03.ol.02.03
PRO-P:
03.or.02.04
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Konektivitas Kereta Api
03.01.03
KP
Terpadu
01 -
yang terpadu
Ol - Pelabuhan yang
kapasitasnya (kumulatif
an8l.a dasar tahun 2O2O)
72 86 142 022 -
Fe(hubungan
02 -
nonkomersil
ribu
r.444l2023l 1.637
03 - Muatan barang
angkutan laut
nonkomersil
ton 66O.66a QO23l 720.124 439-O43 022 -
Perhubungan
04 -
kenavigasian
SK No 122145 C
Perhubungan
03.01.03.01
PRO-P: Pembangunan dan
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
PRO-P: PeEbalryunan dan Petrg€rnba.ugan
03.01.03.05
PRO-P:
03.01.03.06
PRO-P:
03.ol.03.08
PRO-P:
KP:
Jaringan Bandara
Terpadu
Ol -
ja*ryan
konektivitas wilayah
dibangun dan
dikembangkan (kumulatif
lokasi
r0o (2023) l16 t2t 022 -
Perhubungan
02 - Jumlah layanan
nonkomersil angkutan
udara
kargo
layanan 261
Perhubungan
03 - Persentase
SK No 122147 C
persen
Perhubungan
Program
Proyek Prioritas
Agenda
Koordinator/
03.01.04.01
PRO-P:
PRO-P:
03.ol.04.03
PRO-P: Pc@baDguaan dan
03.01.04.04
PRO-P:
PRO-P:
03.01.04.06
PRO-P:
03.ol.04.07
PRO-P:
KP:
dan
Jalan
01 -
dan
lintas dan angkutan
jalan yang
0l - Pelabuhan
lokasi
23O
Perhubungan
02 - Terminal
yang beroperasi
r 13 (2023)
Perhubungan
03 -
ditangani
SK No 122148 C
lokasi
Perhubungan
Program
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 T8rget2025
Agenda
PRO-P
PRO-P
03.ol.05.03
PRO-P: Penyelenggaraan layanan Angkutan Jalan,
03.ol.05.04
PRO-P: Peningkatan
PRO-P:
m.0r.05.06
PRO-P:
03.01.06
KP
Perkotaan
O I - Terwujudnya
sistem
efisien
Ol -
massal
tahun
kota
6
Perhubungan
02 - Ketersediaan
juta
penumpang
per hari
r,4l2o23l t,42 1,56 022 -
SK No l22l49C
Prioritas Nasional/
Program
Proyek
Sasaran Indikator Satuan
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 -
angkutan uEuE
perkotaan
juta
penumpang
per hari
2,949 l2023l 2,825 2,436
04 - Infrastru.ktur jalan
perkotaan yang
(kumulatif
tahun
kE
Pekerjaan UEUE
PRO-P: PqnaerabanEan
03.01.06.02
PRO-P: Pengembangan
03.ol.06.03
PRO-Pi
PRO-P: Jalan Perkotaan
KP:
SDM untuk
Ol -
kualitas dan
kapasitas SDM
transportasi yang
berdaya saing
01 -
bersertifikat
02 - Tingkat
lulusan
SDM transportasi
SK No l22l500
Perhubungan
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
03.ol.07.02
PRO-P:
PRO-P Fadrukatm Prrabef,dqlaan
PRO-P:
KP Peningkatan
dan
Kecelakaan
Transportasi
layanan pencarian
dan pertolongan pada
transportasi
Ol - P€f,s€ntase
pertolongan
Nasional
02 - Ketersediaan SDM
Pencarian
pertolongan
tahun 2020)
Nasional
03.01.08.01
PRO-P:
03.01.08.02
PRO-P: Peningkatan SDM Pencarian dan
SK No l22l5l0
Program
Kegiatan
Sasaran Indikator
Koordinator/
PcngarEpu
PRO-P:
03.02
PP:
Konektivitas Digital
dan Transisi En€f,gi
Listrik
Ol - Meningkatnya
tingkat nasional
01 - Indeks
nasional
5,90 (2023) 6,lo 6,30 059 - Kementerian
O59 -
Komunikasi
dan Sumber Daya
Mineral
02 -
01 -
Digital Nasional (ITDN)
49,20
03 -
infrastruktur
01 -
kapita
kwr r.337 l2o23l 1.464 1.720
03.02.01
KP
dan
Ol - Meningkatnya
cakupan dan kualitas
di bidang
dan
Ol - Jangkauan
059 -
059 -
117 -
Publik
Indonesia
78
02 -
50 l2o22l 60 78
03 -
digital tcrcatrial
penerimaan tetap
bfrbaysf (free to at)pet
p€f,s€lr 7344 (2023l. 74 7a
SK No
koyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.selitt€zo24 Targpt2025
04 - Jangkauan
per populasi
persen 70 (2023l- 73 85 I 16 -
059 -
Komunikasi dan Digital
059 -
059 -
Komunikasi dar Digital
I 16 -
Publik Radio
Indonesia
059 -
Komunikasi dan Digital
05 - Jangkauan jaringan
pita lebar bergerak
populasi
06 -
terhadap total rumah
pcf3qr 20,42 l2023l 30 50
07 - PenEgurE
08 -
siaran radio digital
persen 3r l2o23l 35 120
02 - Meningkatnya
kualitas
lebar
nasional
Ol - Kecepatan
jaringan pita lebar tetap
6red. broadband)
Mbps 32,10 37 100
02 - Kecepatan
jaringan pita lebar
SK No
Mbps 38,91 (2023) 50 100 059 -
,(
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Koordinator/
03 - Rasio harga
jaringan pita lebar tetap
kapita
PRO-R
PRO-P
PRO-P F!f,luasan Layanan
PRO-P:
PRO-P:
KP:
dan
Ekosistem Digital
01 -
pemerintah dan
0l - Indeks
Digital
Masyarakat
Ekonomi
059 -
Komunikasi dan Digital
02 - Indeks
Digital Nasional Pilar
Pemerintah
Komunikasi dan Digital
03 - Kapasitas pusat data watt per kapita
per kapita
SK No 122154C
o,74 I,47 6,47 059 -
Komunikasi dan Digital
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target 2025
Agenda
Transformasi
Koordinator/
04 - Indeks Ruang Digital
Kondusif
- (indikator
baru)
3 3,8 059 -
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Rtu€t dan Pengembangan
PRO-P:
PRO-P: Pengembangan dan Pemanfaatan Elnerytag
03.02.03
KP:
Pembangkit TcnaSa
Listrik Beban
dan variabel
Ol -
yang andal
0l - Kapasitas
(kumulatif angka dasar
tahun 2023)
GW
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
dan
93,9
SK No 122155 C
02 -
juta ton CO,
03 -
listrik
GWh 323.320
dan
Mineral
PRO-P: Pembangunan
03.02.03.02
PRO-P: Pengubahan Bahar Bakar
KP:
Infrastruktur
Jaringan
Ketenagalbtrikan dan
Di8italiBaBinya
0f -
kapasitas
infrastruktur
&naga listrik
0f -
lqns 2.406
O20 -
dan
O2O -
darr
Mineral
020 -
dan Sumber Daya
Mineral
O2O -
dan
O2O - Kementerian Energi
dalt Sumber Daya
02 - Kapasitas gardu
induk
MVA 5.360 (2023) 1.510 25.320
03 - Panjang
distribusi tenaga
l(rns 22.494 QO23l tt.7 t4 lo-761
04 - Kapasitas gardu
distribusi
MVA 1.277
SK No 1221560
05 - Rasio elektrifikasi
nasional
Proye.k
Sasaran Indikator Satuan tuselh92o24 TarEet2O2S
Pengampu
fatul
pelanggan/
tahun)/
tahun)
s,6 I 4,27
(2023)
ssa I
dan
O2O -
dan Sumber Daya
07 - Susut
PRO-P:
PRO-P: Fe lbangunafl
PRO-Pi Digitalisasi
KP
Jangkauan
Listrik
Ol - Meningkatnya
infrastruktur
listrik
01 - SPKLU dan
durging station
angka dasar tahun 2023)
7.557 02 -
020 -
dan
Mineral
O2O -
dan Sumber Daya
Mineral
unit 932 l2023l 2.060
02 -
(kumulatif angka dasar
tahun 2023)
SK No 122158 C
unit 1.772l2023l
Proyek
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Targd-202s
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 -
listrik
unit 131.600 (2023) 100.000
Mineral
PRO-P:
03.02.05.02
PRO-P:
03.03
PP
Produktivitas UMKM
0l -
pertumbuhan
ekonomi dan
penciptaan
kerja formal
01 - Rasio
Koperasi
150 -
Menengah
02 -
usaha kecil dan
03 - Rasio
NP:
Produksi
01 - Meningkatnya
kontribusi koperasi
01 - Proporsi volume
produksi terhadap total
volume usaha
IO,OO 02 -
149 -
Koperasi
persen ast
PRO-P:
SK No l22l590
Sasaran
Transformasi
Koordinator /
03.03.01.02
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
03.03.02
KP Peningkatan
Kapasitas Usaha dan
Produktif
Ol - Meningkatnya
produktif
Ol - Proporsi
150 -
150 - Kementerian
Menengah
ta,& 19,5
02 - Proporsi kredit
UMKM terhadap
perbankan
03.03.02.01
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Fasilitasi
03.03.02.04
PRO-P
SK No 122160 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
ProJrck Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli,t€2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Koordinator/
03.03.02.05
PRO-P
03.03.03
KP:
01 - Meningkatnya
jumlah orang
01 - Rasio pelaku
dibantu buruh tetap
dibantu buruh
23,0 02 -
15O -
Mikro,
03.03.03.01
PRO-P: Integrasi dan Pemanfaatan Basis Data Tunggal UMKM datr Koperasi
PRO-P: Integrasi
PRO-P:
03.03.03.04
PRo-P Inkubasi dan
03.04
PP: Pendalaman
0f -
keuangan
0l -
02 - Aset dana
pensiun/PDB
9,1 10,5 Otoritas Jasa keuangan 03 -
04 -
modal/PDB
SK No
Program
Sasaran
Agenda
Transformasi
Pengampu
05 - Total
KP: Penguatan Peran
P€rbenkEn
0f -
peran
Ol - Totd DPK/PDB
02 - Rasio
PRO-P:
PRO-P: l&edit
03.04.01.003
PRO-P: Kredit
PRO-P:
03.04.02
KP: Penguatan
Ol -
0l - Densitas dana
juta rupiah 0,98 (2023)
02 - Penetrasi asuransi persen 2,8
SK No l22l62C
03 - Nilai
saham/PDB
persen 16,0 (2023)
PRO-P: Penetrasi dan Densitas Dana Pensiun
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target 2025
PRO-P:
PRO-P:
03.04.03
KP:
Of -
inklusi dan literasi
keuangan
01 -
Keuangan
03.04.03.001
PRO-P Literasi dan Edukasi
PRO-P:
PRO-P: layanan Keuangan pada Sektor
PRO-P: Pemberdayaan
PRO-P: Fasilitasi
03.04.03.006
PRO-P:
SK No 1221630
Proyek
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TargEt2O2S
Transformasi
Pengampu
PRO-P:
03.05
PP:
Berkualitas dan
Ol -
nilai tambah dan
saing
Borobudur-
Prambanan
Ol - Pengeluaran
wisatawan
USD per
kunjungan
1.239120231
Pariwisata
02 -
Pariwisata
03 -
(Ivauel &
terbit biendal tahun
(ro( besar)
22 22* 20r 147 -
04 -
juta
kunjungan
I r,57 (2023) 14,6-16,0 20,o-23,5 147 -
Pariwisata
05 - Perjalanan
juta
KP Percepatan
Prambanan
Ol - Meningkatnya
saing
Borobudur-
Prambanan
0l - PDRB
dan makan minum
juta rupiah 19.976.019,1
26.769.776,11 02 -
147 -
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
SK No 1221640
(20 r8)
23.672,34
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan Prioritas/
Koordinator/
Pengampu
03 - Devisa
juta USD 334
04 - TetraAa kerja
(Jawa
orang 2.925.7 t5
3.280.514 3.421.392 147 -
Pariwisata
05 - Investasi
pariwisata Borobudur-
juta rupiah 955.099,60
(2023!.
t.tgt.22432 1.853.052,41 147 -
Pariwisata
07 - Tenaga k€da
pariwisata Borobudur-
(DIY)
orang 439.029 (2022l- 454.432
Pariwisata
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Pembangunan Prasarana
PRO-P:
SK No 1221660
Program
Sasaran Indikator Satuan Boselirg2o24 faryat2025
Transformasi
Koordinator/
FengaEpu
PRO-P
PRO-P Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dar Investasi Pariwisata
PRO-P
03.05.02
KP: Penguatan
Bali
Ol - Meningkatnya
daya dukung dan
daya
kualitas rantai pasok
pariwisata
0l - PDRB Bel(tor
dan makan minum Bali
juta rupiah 9.643.173,97
12023)
73.280.683,05 02 -
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
03 -
juta usD
12.665,99
04 - Tenaga
pariwisata Bali
Pariwisata
05 - Investasi
pariwisata Bali
juta rupiah 7.54? .9t9,45
(2023)
9.413.987,20
Pariwisata
PRO-P Penataan
PRO-R
PRO-R Pengembangan Atraksi, Amenitas, dan
SK No 122167 C
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
PRO-P
PRO-P
03.05.02.006
PRO-P: homosi dan
03.05.03
KP
Destinasi Regeneratif
Kepulauan Riau
Ol -
daya dukung dan
daya tampung
kualitas
pariwisata Kepulauan
Riau
Ol - PDRB
dan
Kepulauan Riau
juta rupiah 6.301.872,6
(2023t-
147 -
Pariwisata
02 -
wisatawan nusantara
Kepulauan Riau
miliar rupiah
(2019)
03 - Devisa pariwisata
Pariwisata
04 -
pariwisata
Riau
orang
Pariwisata
05 - Investasi seJ.tor
Riau
juta rupiah 2.355.1r r,35
(2023!.
03.05.03.001
PRO-P: Peningkatan
SK No 122168 C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Bdselirc2o24 TarEct2O2S
Agenda
03.05.03.002
PRO-P:
PRO-P:
03.05.03.004
PRO-P:
PRO-P:
03.05.03.006
PRO-P:
03.05.03.007
PRO-P:
KP: Penguatan
Destinasi Regeneratif
Ol -
kesesuaian kualitas
daya dukung dalr
daya tampung
pariwisata, serta
kualitas rantai pasok
pariwisata Jakartq
Ol - PDRB s€lftor
dan
juta rupiah 191.980.855,2 21 1.658.492,86
Ekonomi
147 -
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
gr@ter
miliar rupiah 367.760,29
421.99'3,70 555.633,24 147 -
Pariwisata
SK No
03 - Devisa pariwisata
Jakarta
juta usD 2.291,a
Pariwisata
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target 2025
Fcdgarlpu
04 -
Jakarta (DI(l)
orang t.479.227
1.537.529 1.618.855 147 -
Pariwisata
05 -
pariwisata
Jakarta (Jawa Barat)
5.591.063
06 -
pariwisata
Jakarta (Banten)
orang 1.230.545
r.523.452
07 - Investasi sektor
pariwisata gre4tet
Jakarta
juta rupiah
147 -
03.os.04.001
PRO-Pi
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Penguatan Destinasi Wisata Urban dan MICE
PRO-P
SK No
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Koordinator/
PRO-P: FEoA€@ban8an SDM
03.05.05
I(P: Pcf,ccpatan
Prioritas
0f -
nilai tambah dan daya
saing
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
juta rupiah
Ekonomi
147 -
Pariwisata
02 -
14.850,43 28.971,58 147 -
03 - Devisa
juta USD 29O (20ral
Pariwisata
04 - Tenaga
orang 4 .9s2 (2022!- 544.460 748.244 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi
pariwisata
juta
5.598.319,34 4.704.640,46 147 - Kementerian
Pariwisata
PRO-P
PRO-P
SK No
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
03.05.05.0(N
PRO-P:
03.05.05.005
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
03_05.05.(x)a
PRO-P: Fasilitasi
03.05.06
KP
Destinasi
Prioritas Manado-
0l - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Ol - PDRB
dan makan
Manado-Likupang
juta rupiah 2.573.717,65
2.437.523,71 3.449.027,& 02 -
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 -
Manado-Likupang
miliar rupiah 6.491,89
4.942,47 17.232,90 147 -
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Manado-Likupang
SK No
juta USD
Pariwisata
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
04 -
pariwisata Menado-
Likupang
orang 204.674 ln22l 219.919 235.860 147 -
05 -
juta rupiah 774.326,55
12023)
965.762,85
PRO-P:
PRO-R
03.05.06.003
PRO-P:
03.05.06.004
PRO-P:
03.05.06.005
PRO-P
03.05.06.006
PRO-P:
03.05.06.007
PRO-P:
SK No 122173 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Sletuen
Agenda
Koordinator/
Pengampu
PRO-P: Fasilitasi Kawasan
KP:
Prioritas
01 -
kuantitas terkait
aksesibilitas,
kelola di
Belitung
0t -
dan
Bangka Belitung
juta rupiah 3.281.893,64
{.2023)
3.614.153,73 4.398.051,36 02 -
Ekonomi
147 -
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Bangka Belitung
13.161,89 21.763,57 147 -
03 -
Bangka
juta usD 23,90
04 -
pariwisata
Belitung
Pariwisata
OS - Investasi sektor
pariwisata Bangka
Belitung
juta rupiah
12023)
657.861,84 1.023.357,60 147 -
Pariwisata
PRO-P: Aksesibilitas
PRO-P:
SK No l22l74c
Proyek
AScrda
03.05.07.003
PRO-R Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas
03.05.07.004
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
03.05.07.007
PRO-P: Keamanan,
PRO-P:
KP Percepatan
Prioritas Danau Toba
01 -
nil,ai tambah dan daya
saing
Danau Toba
Ol - PDRB
penyediaan akomodasi
dan makan
Danau Toba
juta rupiah
(20221
Ekonomi
147 -
147 -
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
Danau Toba
miliar rupiah
SK No 122175 C
03 - Devisa pariwisata
Danau Toba
juta USD 73,r (2ol8l 163,91 263,80 147 -
Pariwisata
Sasaran Indikator Satuan tuselinc2o24 Target2025
Agenda
Koordinator/
04 - Tenaga kerja
pariwisata Danau Toba
orang
(20221
1.199.556 r.316.197 147 -
05 - Investasi
pariwisata Danau Toba
juta
PRO-P: Aksesibilitas
03.05.08.002
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Danau Toba
03.05.08.006
PRO-P
PRO-P:
SK No 1221160
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan tuselinp2o24
KP:
01 -
kualitas
kuantitas terkait
aksesibilitas,
kelola di destinasi
Ol - PDRB
penyediaan
dan makan
juta rupiah 14.636,37
(2022t.
18.1!16,50 22.117,96 02 -
147 -
02 -
wisatawan nusantara
Raja
miliar rupiah 193,67
03 - Devisa pariwisata
dari Raja
juta usD s (2019) 42,44 70,30 147 -
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata Raja Ampat
05 - Investasi
pariwisata Raja
juta rupiah 12.575,05
15.683,97 24.397,69 147 - Kementerian
Pariwisata
PRO-P
PRO-P
03.05.09.003
PRO-P:
03.05.09.004
PRO-P:
SK No 122177 C
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan Bo.seh,4.ez0z4 TarB€r'-2o2s
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
03.05.10
I(P:
Prioritas
01 -
nilai
saing
01 - PDRB sektor
penyediaan
dan
Labuan Bsdo
147 -
miliar rupiah 974,49 1.175,23 2.448,59 147 -
Pariwisata
juta USD 161
02 - Pendapatan dari
Labuan Bajo
03 - Devisa pariwisata
Labuan Bajo
147 -
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata
orang 251.87
05 - Investasi
juta rupiah 532.233,85
663.417,72 1.032.62234 147 -
Pariwisata
PRO-P:
SK No
Kegiatan
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P: Pembangunan kasaratra UEUE, Fasilitas Umum, dan Amenitas Pariwisata Labuan Bajo
PRO-P:
03.05.10.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Labuan Bajo
PRO-P:
03.05.10.007
PRO-P:
03.05.11
KP:
Ol -
kualitas dan
aksesibilitas,
kelola di destinasi
pariwisata Bromo-
01 - PDRB
penyediaan akomodasi
dan makan minum
juta rupiah
(2023l,
23.453.543,72 02 - TransforEasi
147 -
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
miliar rupiah 838,7
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
SK No 122179 C
juta USD 4,0
Pariwisata
Kegiatan Prioritas/
SaSaran Indikator Satuan hseline2o24 Targct2o2s
Koordinator /
04 - Telaga
pariwisata
orang 3.493.968
3.954.841 4.665.259 147 -
Pariwisata
05 - Investasi
pariwisata Bromo-
juta rupiah 778.773,45
971.309,16 1.510.950,29 147 -
Pariwisata
03.05.11.001
PRO-P:
03.05.11.002
PRO-P:
03.05.11.003
PRO-P: Pembangunan
03.05.11.004
PRO-P:
03.05.11.005
PRO-P Pemasaran
o3.o5.l l.006
PRO-P:
03.05. r r.007
PRO-P: Keamanan,
SK No 122180 C
Program
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 Target 2025 T6trgct2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
03.o5.l l.oo8
PRO-P: Fasilitasi Kawasan
03.05.12
KP: PcIB€obaDgan
01 -
kualitas dan
kuantitas terkait
kelola di
01 - PDRB sektor
penyediaan
dan
wakatobi
juta rupiah 35.525,73
Ekonomi
147 -
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wakatobi
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Wakatobi
juta USD 7,44 9,38 23,76 147 - Keocnt€riafl
Pariwisata
04 -
orang 209.447
05 -
pariwisata wakatobi
juta rupiah 31.376,65
45.520,70 80.832,32 147 -
03.05.12.001
PRO-P:
03.05.12.002
PRO-P:
03.05.12.003
PRO-P:
SK No
Program Prioritas/
Transformasi
Koordinator/
03.05.12.004
PRO-P:
PRO-P:
PRO-R
03.05.12.007
PRO-P Keamanan,
03.05.13
I(P:
Prioritas Morotai
01 - Meningkatnya
kuantitas
kelola di
Ol - PDRB
penyediaan akomodasi
dan
Morotai
juta rupiah 2.544,92
(2023)
Ekonomi
147 -
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Morotai
Pariwisata
03 -
Morotai
juta USD 0,69 o,78 1,56 147 - KcE nterian
04 - TensSa kerja
orang 73.603
SK No
05 - Investasi
pariwisata Morotai
juta rupiah r. r 5 r,65
49.626,20 77.197,58 147 -
Pariwisata
SaSaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2o2s
Pengampu
PRO-P:
03.05.13.002
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
03.05.13.006
PRO-P:
03.05.13.007
PRO-E Keamanan, Keselamatan, dan
03.05.13.008
PRO-P
03.06
PP:
Ol -
kinerja sektor
ekonomi
Ol - Laju
PDB
Ekonomi
148 -
Ekonomi
SK No
02 -
ekonomi
Program
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah tenaga
elrcnolli
juta orang
Ekonomi
04 -
investasi
KP: Penguatan
Ekosistem
Ol - Meningkatnya
investasi ekonomi
0l - Nilai
PRO-P: Penguatan Data
PRO-P:
PRO-P: Fasilitasi Kekayaan
03.06.01.04
PRO-P:
PRO-P
03.06.or.06
PRO-P: Penguatan
SK No l22l84C
FR,ESIDEN
-t7t-
Prioritas
Sasaran Indikator
Transformasi
Koordinator/
KP:
Admasi, video, dan
Musik
01 -
dan
01 -
subse.ktor
video, dan musik
6,4-7,5 9,5-12,8
02 -
video, dan musik
Ircrscn
03 - Jumlah tenaga
video, dan musik
ribu orang 18alm22l 203 225 148 -
03.06.02.ol
PRO-P
PRO-R
03.06.02.03
PRO-P: Fasilitasi Pendanaan dan
03.06.02.04
PRO-P:
PRo-Pi
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Transformasi
Koordinator/
03.06.03
KP:
Ol -
01 -
kriya
Ekonomi
Ekonomi
02 -
kriya
Ekonomi
03 -
kriya
ribu orang 9.107
03.06.03.01
PRO-P:
03.06.03.02
PRO-P: Pengembangan Pendidikan Subsektor
03.0,6.03.03
PRO-P: Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan Subsektor Fesyen
03.06.03.04
PRO-P:
03.06.03.05
PRO-P:
03.06.03.06
PRO-P:
SK No 1221860
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan EaselinE2o24 Targct2o2s
Transformasi
03.06.04
NP:
Ekosistem Aplikasi
dan Gim
Ol -
01 -
suhektG aplikasi den
gra
persen 2,* l2o22l 6,7-7,O 8,3-10,7 148 -
Ekonomi
02 -
03 - Jumlah tenaga
subsektor aplikasi dan
ribu orang 132lN22l t87 245 148 - Kco€nt€rian
Ekonomi
PRO-P:
03.06.04.02
PRO-R
03.06.04.03
PRO-P
03.06.04.04
PRO-R
03.06.04.05
PRO-P
03.06.04.06
PRO-P
SK No 122187 C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boseliren24 Targct2o2s
Koordinator/
03.06.05
KP: Penguatan
Ol - Meningkatnya
kinerja
kuliner
Ol -
02 - kuEbuhan d<spor
subsektor
03 -
ribu omng 13.435 (2022t-
PRO-P:
03.06.05.02
PRO-P: Pengembangan
03.06.05.03
PRO-P: Fasilitasi
03.06.05.04
PRO-P
03.06.05.05
PRO-P: Pengembangan
03.06.05.06
PRO-P:
SK No 122188 C
PRIORITAS NASIONAL 4: MEMPERKUAT PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM), SAINS, TEKNOLOGI, PENDIDIKAN, KESEHATAN,
PRESTASI
DAN PENYANDANG DISABILITAS
Prioritas Nasional/
Kegiatan
Agenda
Transformasi
Pengampu
04
PN:
Saturs,
Pendidikan,
Gender, Serta
Generasi Z), dan
Disabilitas
01 - Terwujudnya
pendidikan
berkualitas yang
merata
Ol - Rata-rata nilai PISA:
(4
(b) matematika;
(c) sains
(a)
(b) 366;
(c) 383
(4
F) aoa;
(c) 416
(a) 409;
(b)416;
(cl 4
036 - K€drqrtcrian
Koordinator Bidang
dan Kebudayaan
02 - Ratq-rata
sekolah
atas 15 tahun
tahun 9,22 9,33 9,42 036 -
dan
03 - Harapan larna
sekolah
tahun 13,21 13,32 13,58 036 - Ifumc[rtcf,ian
Koordinator Bidang
dar
04 -
lulusan pendidikan
m€'leogah dan tinggi
yang bekerja di bidang
keahlian
Pembangunan
dan
SK No 122189 C
-l?6-
05 - hopGsi
berusia 15 tahun ke
dan
(a) 60,89;
(b) sr,36
(2023l-
(a) 62,89;
(b)
(a) 66,89;
(b) 59,86
036 -
Koordinator
dan Kebudayaan
74,43 75,4 036 -
datr Kebudayaan
dan
0,430 0,394 036 - Kemcntcriafl
dan Kebudayaan
06 - Rata-rata nil,ai
as€@€n
(a)
(b) nuEef,asi
02 - Terwujudnya
semua
Ol - Usia harapan hidup
(UHH)
02 -
rata-rata
't
'anita usia
subur
15-49 Tahun
2,14
03 -
keluarga berkualitas,
kesetaraan
dan
inklusif
01 - IndelB
Gender (!I(G)
0,447 l2023l
02 - Indckg
P.drbanEunan Kualitas
036 -
dan
SK No l22l900
Prioritas Nasional/
Program
Proyek
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 Target2o2' Target 2029
Agenda
Koordinator/
04 - Ind€&g
Pembangunan
dan
05 - Indeks
Pembangunan
d{r Kebudayaan
06 - Indeks
Anak
64,29 l2023l
Koordinator Bidang
dar
07 -
persen 92,94 12023) 94 96 036 -
Koordinator Bidang
Og - Mobilitas
Koordinator Bidang
dan Kebudayaan
SK No
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
SaBaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target202'
Agenda
Transformasi
Koordinator/
04 - Menguatnya
produktivitas
kerja
0f - Tingkat
02 - Peringkat indeks
inovasi global
dan
05 -
prestasi
dunia dsn budaya
masyarakat
Ol -
l2o28l
036 -
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
02 -
parolAnqic go.mes
l2o2al
036 -
Pembangunan Manusia
dan
03 - Peringkat pada Asian
Ga'?!.f,s
12026l
036 - Icm€oterian
Koordinator
dan
036 - Iftmenteriar
Koordinator Bidang
dan Kebudayaan
SK No
04 -
Para
12026l
I
-t79-
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
Agenda
Koordinator/
Pengampu
05 - Peringkat pada SEA
Games
dan
036 -
dan Kebudayaan
0,6 - Peringkat pada
ASEAN krd Games
p€dngl€t t ln23l 1-2
07 -
tahun ke atas yang
dan
PR
Tahun
Dasar dan Pendidikan
Ol -
berkualitas (1 tahun
tahun pendidikan
dasar dan
Ol - Tingkat penyelesaian
SMA/SIt K/MA/S€dcrdat
Koordinator Bidang
036 -
dan Kebudayaan
02 -
anak tidak
4.185.957
(20231
3.776.239 3.112.816
03 -
kelas I
SD/MI/SDLB/ Sederajat
yang
PAIJD
Pendidikan Dasar dan
Menengah
SK No 122193 C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
Pengampu
KP:
Layanan
Ol - Tercapainya
dan pelayanan
mendukung
01 -
kasar (AP$ PAUD
pcrlell 36,03 36,61
04.01.01.01
PRO-P
04.01.01.02
PRO-P:
04.01.02
I(P:
Madrasah yang
01 -
Ol -
pendidikan
nonformal yang
fasilitas untuk
SK No l22l940
Proyek
Sasaran Indikator Satuan kseEM2O24 Targct2025
Transformasi
Pengampu
02 - Pers€rttasc
dan
tetfi asuk penyediaan
fasilitas untuk
PRo-P:
PRO-P Revitalisasi Sarana
KP:
Bantuan
yang
01 -
untuk peserta didik
yang berasal dari
keluarga miskin atau
rentan
Ol - Rasio APK
20%
terkaya
0,765 0,788 0,809 138 -
Pendidikan Dasar
Menengah
O25 - Kement€rian Agama 02 - Thgkat
pendidikan
MA/uya/SMTK/SMAK/
SK No
Program
Proyd<
Sasaran Indikator Satuan Baselblc2o24 Target 2025
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.01.03.01
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Frdycdiaan Beasiswa Prestasi dan
KP: Pencegahan dan
Tidak
0l -
penurunan
anak putus
dan anak tidak
0f - Jumlah anak tidak
sekolah yana
nonformal
anak (indikator
baru)
496.810
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 -
sekolah yang
pada pesantren
en-gk
PRo-R Pembinaan Dalam
PRo-P: Penanganan Anak Tidak
SK No
Kegiatan
PP
Kualitas
dan
0l -
kualitas
dan
yang
01 -
mencapai
dalam as€uen
(a)
(b)
persen (a) 48,31;
(b) 37,04
12023)
(a) so,ss;
0)4r,36
(a) Ss,oo;
(b) so,oo
138 -
02 -
indeks
iklim
dan indeks inklusivitas
dan kebinekaan pada
kategori baik
Pendidikan Dasar dan
Menengah
03-Fa V
87,70 88,30
Koordinator Bidang
dan Kebudayaan
SK No 122197 C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TarEet2O2S
Pengampu
04 -
s€l@leh
transformasi yang
tinggi terbaik luar atau
dalam negeri
baru)
70 90 139 -
darr
KP:
Inovasi
T€kaoloEi Digital dar
Modem (PTCK)
01 - Terwujudnya
pembelajaran yang
inovatif, serta
dan motivasi belajar
peserta didik
Ol -
pendidikan formal Jrang
dan
tujuan pembel,ajaran
O25 -
pendidikan uEuE
dengan
dan satuan
keagamaan
dan
tujuan pembelajaran
PRO-P Pemanfaatan
SK No 122198 C
Program Prioritas/
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
XP Penciptaan
Pembelajaran
Berkualitas,
Peningkatan
Kelas Awal,
Penguatan
dan wellbeing
Didik dan
01 - Tcnvuju&rya
pcscda didik yaflg
mampu
masyarakat yang aktif
Ol -
pendidikan
nonformal
program terkait
025 -
madrasah, satuan
dsn
keagamaan
PRO-P
PRO-P:
Finansial dan Nonfinansial
PRO-P: Peningkatan Pelayanan
SK No
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
04.02.03
KP:
01 -
k@prterl dan
mampu
mengaplikasikan
matsri-Eateri
pembelajaran
01 -
didik satuan
yffrg
nasional:
(a)
(b)
persen (d 68,13;
(b)62,sr
@l
(b)
lal76,62',
(b)
138 -
025 -
madrasah, satuan
dan
dalan
nasional:
(a)
(b)
P€f,Sen (a)
(b)
12023)
(a) 59,30;
(b)
(4 60,rs;
(b)
PRO-P:
SK No l2220OC
Prioritas Nasional/
Sasaran
Koordinator/
PRO-B
KP:
Anak Usia Dini
(PAUD-HD
01 - Terwujudnya
anak usia diDi
mendukung kua.litas
belajar anak
01 -
persen
04.02.04.01
PRO-P
PRO-P Penguatan
04.02.05
KP
Pendidikan
Tuh.E yang Maha Esa
Ol -
dan
didik untuk
diterapkan
Ol -
agama yang
O25 -
pemenuhan kebutuhan
guru
pada
p€f,s€n 54,67 62,08 90,40
04.02.05.01
PRO-P
SK No 122201C
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Target2o25
Agenda
Koordinator/
PRO-P:
04.02.05.03
PRO-P:
KP:
Kontekstual
pada
Karakter
0l -
pcrabelajaEn yaflg
saat ini dan
depan
Ol -
pendidikan formal datr
nonformal yang
yang
berpusat pada
didik
esensial
pcrS€o 83,94 47,96 lOO,OO 138 -
Pendidikan Dasar dan
025 -
pendidikan
dearyan kekhasan
dan
Eenef,apLan kurilo ult1
yang
berpusat pada peserta
didik serta fokus pada
karakter dan
SK No
Prioritas
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Sasaran
Agenda
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P:
04.02.06.03
PRO-P:
KP:
dan
Sekol,ah Unggul
01 -
meningkatkan
saing di tingkat global
17 0l -
Sosial
139 -
dan Teknologi
139 - KeE€frt€r'iafl
dan Teknologi
unit - (indikator
baru)
o
02 -
terbina
unit -
baru)
t2 20
PRO-P: Pembangunan datr Penyelenggaraan
PRO-P: Pembinaan
KP Revitalisasi
0l - Tercapainya
pendidikan luar
sekolah dan
menjamin pendidikan
formal
yang meningkat
pembelajarannya
Pendidikan Dasar dan
SK No
Sasaran Indikator Satuan E
Koordinator/
Pengampu
04.02.08.ol
PRO-P:
04.02.08.02
PRO-P: Penguatan L€rabaSa
04.03
PP:
Layanan
Peaantrcrl dan
Pendidikan
Ol - Terwujudnya
layanan
keagamaan yang
0l -
didik yang
pada pendidikan
pendidikan keagamaan
yang
pendidikan setara formal
025 - Kementerian
pesantren
EeEpcrolch hasil
lo,oo 30,00
KP: Peningkatan
Pesantren dan
0l -
kualitas pendidikan
pesantren dan
01 -
pendidikan
dan
dan dievaluasi mutunya
baru)
30,00 70,00 025 -
SK No 122204 C
Prioritas Nasional/
I(€giater
Sasaran Indikator Satuan tuseliE2o24 Target 2025
Agenda
Transformasi
Koordinator/
PRO-P: Penyediaan Bantuan Operasional Pendidikan untuk Satuan
PRO-P:
04.03.01.03
PRO-P:
04.03.02
KP: Rekognisi
Lulusan Pendidikan
Ol -
rekognisi lulusan
dan pendidikan
Ol -
dan
75 0l - Transformasi
025 -
PRO-P:
PRO-P:
SK No
Program
Kegiatan
Sasaran
AC.rda
04.03.03
KP: Penguatan
dan
01 -
pendidikan pesantren
daa
Ol -
dan
mendapatkan
baru)
04.03.03.01
PRO-P:
PRO-P:
04.04
PP:
Pengelolaan
Berkualitas
O I - Terwujudnya
pendidik dan tenaga
yang berkualitas dan
inklusif
Ol - Indeks
Guru
Menengah
02 - P€f,s€ntarc satuan
pendidikan yang
kategori baik
Pendidikan Dasar dan
SK No
,(
Sasaran Indikator Satuan Bs.selinc2o24 Target2o2s
Agenda
KP:
melalui
LPTK dan
Pendidikan
01 -
dan profesi guru
01 - Proporsi perguruan
tinggi LPTK yang
terakreditasi
p€f,8€rl ,24
Pendidikan Tinggi,
dan Teknologi
139 - Kementerian
dan
138 -
Pendidikan Dasar dan
025 - Kementerian
02 -
studi PPG yang
02 -
proporsi
tenaga
profesional
Ol -
dan telaga
yang profesional pada
satuan pendidikan
dan
02 -
tenaga
yang
madrasah, satuan
dan satuan pendidikan
04.04.01.01
PRO-P:
SK No 122207 C
Program Prioritas/
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Targd2025
Agenda
04.04.01.02
PRO-P:
KP: Restrukturisasi
meliputi Formasi,
Pengangkatan dan
Mobilitas,
Karier Profesional (c. g.
Pelatihan,
Perlindungan Hukum,
dan Kesejahteraan
Ol -
kebutuhan guru di
tingkat da€f,ah,
dan mata pelajaran
0l -
memiliki
pemerataan gum dengan
kategori baik
p€rs€tr
Pendidikan Dasar dan
yang EeEitki
pemerataan guru
madrasah dengan
kategori baik
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122208 C
- r95 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Koordinator/
PRO-P: Peningkatan
PRO-P:
04.u.02.06
PRO-P:
PRO-P:
04.05
PP: Penguatan
Tata
Pendidikan
Ol -
kualitas
dan
reputasi
pendidikan
01 -
asesllcn tingkat nasional
untuk peningkatan
kualitas
02 -
Menengah
04.05.ol
KR
Irtnbaga Pendidikan
O I -
yang ideal,
dan
01 - Persentase satuan
partisipatif pada
baik
P€f,8€n
Pendidikan Dasar dan
SK No 122209C
Proyek Prioritas
Agenda
Koordinator/
02 - Pcf,s€ntas€
pendidikan umum
dan satuan
yang partisipatif pada
kategori baik
04.05.or.02
PRO-P:
KP:
Pusat
dalam
Anggaran
01 -
kol,aborasi yang
berkualitas dalam
pendidikan
Ol -
(provinsi dan kab/kota)
yang
pcf,sar 42,75 57,6t a2,6t 138 -
Pendidikan Dasar dan
PRO-P: Pembinaan
SK No l222l00
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
PRO-P:
KP:
Penjaminan Mutu
Ol - Terwujudnya
peningkatan mutu
01 -
025 -
madrasah, satuan
pendidikan umum
dan satuan pendidikan
04.05.03.01
PRO-P
04.05.03.02
PRO-P:
04.05.03.03
PRO-E
SK No l222ll0
Sasaran Indikator Satuan Baselinem24 Target 2025
Koordinator/
04.06
PP:
01 - Meningkatnya
berkualitas yang
merata dan
STEAM di
Ol - Angka
Kasar (APK)
fin8gi
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan
139 -
Pendidikan
dan
139 -
dan Teknologi
139 -
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 -
Pendidikan
dan Teknologi
02 -
setelah kelulusan
(a)
(b) karyawan atau
(2022)i
F)
12022)
(d
[b)
(a)6s,37;
(b) 86,31
03 -
STEM
unggul
p€f,scn 23,6 Qo2ol 28,8 33,r
04 - Proporsi
baru yang berkuliah di
05 -
yang
lektor/lekor
besar
SK No l222l2c
-r99-
Kegiatan Prioritas/
Proyek
SaBaran Indikator Satuan Bo.selbE2oz4 Targct2025 Targea202r)
Agenda
Pengampu
06 - Proporsi tenaga kerja
lulusan
bidang STEM
pqrSan
dan
KP: Peningkatan
Relevansi dan
Perluasan Akses
Ol -
partisipasi
tinggi
0r - Rasio APK PT
(2O%
0,58 01 -
Sosial
139 -
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan
139 -
Pendidikan Tinggi, Sains,
139 -
Pendidikan
dan
139 -
o,33 (2023) o,46
02 - Jumlah provinsi
3lYo
03 - Rata-rata Easa
tunggu
bulan t3 (2023!. 12,5 10,5
04 - Rasio
inbound mahasiswa
OS -
berkegiatan di luar
program studi
SK No l222l3c
Program
Kegiatan
Sasaran
Agenda
04.06.01.01
PRO-P
04.06.01.02
PRO-P
04.06.01.03
PRO-P: Inovasi
04.06.ol.04
PRO-P:
PRGP:
KP:
STEAM
Ol -
bidang STEAM di
perguruan tinggi
Ol - Proporsi Progam
Studi STEM
Sosial
139 -
dan Teknologi
139 - Icment6ian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
02 -
studi
(4 total;
(b) STEM;
(c)
persen la)
F)
(c)
(a) 16,93;
(b) 16,87;
(c) 16,98
(a) 19,ss;
(b)
(c)19,58
PRO-P: Restrukturisasi dan Penataan
SK No l222l4c
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
04.06.03
KP: Penguatan
Tinggi Sebagai
01 -
kualitas
perguruan tinggi
untuk
penguatan
perguruan
Ol -
tinggi terakreditasi
139 -
dan
f 39 -
dan
63,64 66,91
02 -
tinggi
berdasarkan
tt {20231 12
PRO-P.
PRO-P: Fasilitasi dan Rekomendasi
04.06.03.03
PRO-P:
PRO-P:
SK No
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Koordinator /
04.06.04
KP: Peningkatan
Kualitas dan
Pengelolaan Dosen
0l -
peningkatan
Ol -
(a)
(b) STEM;
(c) non-STEM
(a) total 18,18
l2o2t):
(b) STEM
(c) non STEM
19,93
(a)
o)
19,08;
(c) non
23,54
(4 total; 24,43;
(b) STEM:
21,71;
(c) non STEM:
0l -
Sosial
139 -
Pendidikan Tinggi,
datl
139 -
dan
139 -
02 - Proporsi
memiliki s€rtifil(at dosen
P€f,ACn tu,12 12023)
03 - Jumlah dosen yang
mengikuti
orang
PRO-P:
PRO-P Tata
PRO-P
SK No l222l6c
Program Prioritas/
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan Easelirc2o24 Target
Agenda
Koordinator/
Pql8flnpu
PP:
Pelatihan vokasi dan
Kcda
01 -
produktif dan berdaya
sainS yang relevan
industri
0l -
kelulusan
dan
026 - Kementerian
02 -
PDB per tenaga kerja
04.07.01
KP: Penguatan
Pendidikan Menengah
01 -
lulusan
yang
berdaya
relevan dengan
kebutuhan
Ol -
kerja lulu san
setahun
p€f,scn 12,46 13,42 15,91 138 -
Menengah
04.07.01.01
PRO-P
PRO-P: Peningkatan
04.07.01.03
PRO-Pi
04.07.01.04
PRO-P: Penyediaan
SK No 122217 C
- 20,4 -
Pengampu
KP: Penguatan
Ol -
lulusan pendidikan
tinggi
produktif dan
saing
industri
01 -
(a) bekerja;
(b) berwirausaha
lrcf,8€n la)74,25i
(b) 4,29 (2023l.
(a) 74,so;
(b)
(a)
(b) s,so
139 -
Pendidikan Tinggi, Sains,
dalr
PRO-P: Relevansi
PRO-P: Peningkatan
04.07.02.03
PRO-P:
PRO-P:
04_07-o2-05
PRO-P:
04.07.03
I(P:
Pelatihan
OI -
kegiatan
vokasi dan
produktif dan
kebutuhan
bagi lulusan vokasi
Ol - Persentase lulusan
pelatihan vokasi
tgaldrir yang
atau
persen
SK No l222l80
Sasaran Indikator
Agenda
Pengampu
PRO-P:
04.07.03.02
PRO-P:
(x.07.03.03
PRo-P: Sertifikasi
PRO-P: Fasilitasi dan Bantuan
04.07.03.05
PRO-P: Peningkatan
NE
Produktivitas
Berbasis Iklim
01 - Terciptanya iklim
produktivitas tenaga
kerja
Ol -
keahlian
Ekotro0i
026 - Kemcnt !'ian
02 -
menerapkan
orang 7.120.907
13.289.510
Ketenagakerjaan
03 - Jumlah
yang
SK No l222l9c
perusahaan 530.809(2023) 447.332 1.996.979 026 -
Prioritas
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Sasaran Indikator
Agcrrda
Pengampu
PRO-P: Peningkatan Peran datl Ke{a Sama Industri dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
PRO-P:
04.07.04.03
PRO-P: [diE
PRO-P:
04.08
PP
Nasional
Ol -
pembangunan
nasional
02 - Proporsi anggaran
litbang
s! rasta
Ol -
dan inovasi
Inovasi Nasional
124 - Badan Riset dan
139 -
dan Teknologi
03 -
tinggi yang
Irrpod
(a) Top 300
(b) Top 600
(c) Top
perguruan
(a) 8;
&) r1;
{cl22
(a) 8;
(b) 12;
lcl22
(a) 9;
o) rs;
(c) 25;
SK No l2222OC
Program Prioritas/
Proye.k
Sasaran Indikator
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.08.01
KP: Penguatan
Kapasitas Iptek dan
inovasi
01 - Meningkatnya
kualitas SDM
dan inovasi
Ol -
Perekayasa)
penduduk
SDM
juta penduduk
d{r Teknologi
02 -
bidangnya
baru)
25 50 124 -
Inovasi Nasional
03 -
SDM
Irdcr. > 10
p€f,s€f,i
Inovasi Nasional
04 -
Periset
I(J pcf IOO
1,62 4,56 8,48 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
02 -
kualitas
iptek dan inovasi
Ol - Jumlah infrastruktur
iptek strategis yang
dibangun
Inovasi Nasional
PRO-P: SDM Iptek yanA Mengikuti Pendidikan 53
04.08.or.02
PRO-P: SDM Iptek
SK No l2222lO
I
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Agenda
Transformasi
Pengampu
PRO-P:
04.08.ot.04
PRO-P:
04.08.01.05
PRO-P:
04.08.02
I(P:
Fungsi Intermediasi
Pemanfaatan Iptek
dan Inovasi
Ol -
Penelitian dan
Pengabdian
inovasi
0l - Jumlah lembaga
inovasi dan
kapasitasnya
lembaga - (indikator
baru)
5 10 139 - Kementerian
dan
02 - M€oturtkahya
peran BRIDA
Pemanfaatan
dqn Inovasi
Ol - Jumlah BRIDA/
beroperasi optimal
lembaga - (indikator
baru)
2 l5 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
SK No 122222C
Agenda
Pengampu
03 -
peran *ieft@
Part
dan inovasi
01 -
dar
139 -
Pendidikan
dan
139 -
139 -
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
124 - Badan Rhct
02 -
yang
luar Jawa
baru)
5 0
03 -
STP
inovasi
miliar rupiah - (indikator
baru)
50 200
04 -
binaan yang produktif
sta,rtup - (indikator
baru)
2
05 - Jumlah hrrb tematik
yang dikembangkan di
BRIN
baru)
4 o
06 - Jumlah
dari pemanfaatan
dan inovasi di BRIN
miliar rupiah -
baru)
SK No
-2to -
Kegiatan Prioritas/
hoyd<
Agenda
Transformasi
Koordinator/
04 -
peran
terkait
pemanfaatan iptek
dan
01 -
di K/L
bidang
baru)
o 4 124 - Badan
04.08.02.01
PRO-P:
04.08.02.02
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Pengembangan Hub Inovasi Sektoral dan
PRO-Pi
04.08.02.06
PRO-P: Start up
SK No 122224C
- 2tt -
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan Ba.seli,i€2024 Target2o2s T8EgDt2O2g
Koordinator/
Pengampu
04.08.03
KP:
dan Inovasi secara
Masif di
Bidang
Pengawasan
Ketenaganukliran
01 - Meningkatnya
dan inovasi
Ol -
dimanfaatkan oleh
pemerintah dan
produk -
baru)
25 115 124 - Badan
Inovasi Nasional
02 -
inovasi dengan
industri
01 - Jumlah
inovasi strategis
industri/badan usaha
pada bidang-bidang
prioritas
kerja sana - (indikator
baru)
25 50 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
04.08.03.or
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
04.08.03.04
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang
04.08.03.05
PRO-P:
04.oa-03.06
PRO-P:
SK No 122225C
Agenda
PRO-P:
04.08.03.08
PRO-P:
04.08.03.09
PRO-P:
04.08.03.10
PRO-P:
04.08.03.11
PRO-P:
04.08.04
KR Penguatan
Perguruan
Inovasi
0l - Terwujudnya
perguruan tinggi yang
kontribusi positif
dalam pqngcrlbanga[
t 'ilayah setempat
Ol -
A,mQO23l 19,35 29,44 Ol -
Pendidikan
daD
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan
139 -
dan Teknologi
02 - Sitasi internasional
Indonesia;
(a) rasio sitasi;
(b) h-index
(a) 0,42;
&)
(a) 1,88;
(b) 318
(a)4,79;
(b) 319
03 - Jumlah patdr
granted dari pq8uruafl
Paten
SK No
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
AScdda
04 -
inovasi
produk
dan Teknologi
04.08.04.ol
PRO-P:
04.08.04.02
PRO-P:
04.09
PP:
Nasional (MTN)
01 - Terwujudnya
ta.lenta riset
olahraga yang
memperoleh rekognisi
di
dan
01 -
yang
rekognisi
Inovasi Nasional
02 - Jumlah karya seni
budaya yang
rckognisi di ajang
karya seni
budaya
t5
03 -
Olahragawan
yang Berprestasi di
Tingkat
Pemuda dan Olahraga
04 - P€rirukat pada
SK No 122227 C
Program
Sasaran
Koordinator/
OS -
Youth Go.mes
3-5 24
06 - Peringkat pada Asian
Youth
KP:
Nasional (MTN) Seni
Budaya
Ol -
terhadap talenta seni
budaya serta
seni budaya berkelas
internasional di
Indonesia
0l -
budaya yang terlibat
dafam kegiatan
budaya
97
Kebudayaan
02 -
Pameran
dal@ negeri yang
pameran seni
budaya
6 7 11
Kebudryaan
03 - Persentase
sanggar, komunitas seni
budaya
untuk
edukasi dan regenerasi
talenta seni budaya
Kebudayaan
PRO-P:
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek
AScnda
PRO-P:
04.09.01.03
PRO-P:
XP:
Nasional (MTN) Riset
dan Inovasi
Ol - Terciptanya SDM
Iptek yang memiliki
Ol - Rasio SDM
satu juta penduduk
SDM iptek prr
I juta
Inovasi Nasional
02 - Jumlah SDM iptek
pernerhgkqten lYor{d's
Top 2% Scientists
Inovasi Nasional
03 - Raihan Olimpiade
Sains dan
dunia atau sejenis di
mahasiswa
dan Teknologi
04.09.02.ol
PRO-P
PRO-P Memperkuat
SK No 122229C
Program
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
04.09.02.03
PRO-P
04.09.02.04
PRO-P:
04.09.02.05
PRO-P:
04.09.03
KR
Nasional (MTN)
Ol - Terbinanya
olahragawan muda
yang mampu bc$aing
di kancah global
0f - Provinsi dengan
sekolah khusus olahraga
yaltg tcrstandardisasi
02 -
PPLP yang terbentuk
kab/kota 24
Pemuda dan
03 -
olahragawan elite pada
cabang
sentra
olahraga prestasi daerah
baru)
Pemuda dan Olahraga
SK No 122230C
Kegiatan Prioritas/
kolreL
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04 -
olahragawan
cabang
Olimpiade dan
Paralimpiade yang
olahraga
baru)
l5 30 092 -
OS - Jumlah
I €rnas (2026) 092 - Kementerian
06 - Jumlah perolehan
2 p.t*l
2
(2013)
t-2 2-3 092 - Xcroentcf,ian
P€druda dan
07 - Jumlah perolehan
medali pada Asian
Para Games
f f perak/
14 p€rr.rnggu
l2o2rl
12-15 14-16 092 -
Pemuda dan
PRO-P
04.09.03.02
PRO-P:
SK No l2223lc
Program
Proyek
Sasaran Indikator Satuan
Transformasi
04.09.04
KP: Penguatan Tata
Kelola
(Ivf,fl{)
Ol -
kelola
(MTN)
dan
0l -
Nasional (MTN)
t (2023!- I 1
PRO-P:
04.09.04.02
PRO-P: Penguatan Sinergi
04.lo
PP: Penguatan
Budaya
Inovasi
Ol - Tc(wujudnya
untuk
dan daya cipta
01 - Nilai
literasi IPK
60,49 (20231 63,24
04.10.01
KP:
Ol -
l,ayanan
yang berkualitas
untuk
budaya literasi,
inovasi
0l - Indeks
masyarakat
69,42
Nasional
Indonesia
04.10.ol.ol
PRO-P:
SK No 122232C
Program
Kegiatan Prioritas/
Proyek
SaSaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 TargDt2O2S
Transformasi
Pengampu
PRO-P
KP:
Budaya
Ol - Meuturgkahya
budaya kegemaran
Of - Tingkat
membaca
66,67 12023) 71,50 75,50 057 - Perpustakaan
Nasional
Indonesia
04. r0.02.01
PRO-P:
PRO-P: Penguatan
04.l I
PP
Kesehatan dsrr Gizi
Ol -
siklus hidup
l,aysltan kesehatan
dan intervensi
perbaikan gizi
dini dsn
harapan hidup sehat
0l -
hidup
189 (2O2Ol t22 77 024 -
02 - Angka
balita
pcr 1.000
kel,ahiran
hidup
19,83 (2020)
03 - Prevalensi stunting
(pendek dan sangat
pqrd€k)
perscn
04 -
putri
baru)
25 t5 024 -
05 -
yang mendapatkan
pelayanan
kerja
SK No
baru)
lo 50 024 - fieE€rtterian
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Koordinator/
Pcfrgarapu
06 - Pcf,sc,ltasc lanjut
pcf,scrr 74,30 (20231 75 83 O24 -
07 -
KB yang terpenuhi
modern method,sl
Kependudukan dan
Keluarga
Nasional
08 -
pemeriksaan
gratis
baru)
36 70 O24 - Kementerian
Kesehatan
04.l t.0l
KP:
Anak
0f -
pelayanan
ibu dan anak
standar dengan
fasyankes,
dini, ANC, layanan
persalinan, KF, KN,
layanan emergensi,
pelayanan darah, tata
laksana balita sakit,
02 -
dengan RS PONEK
standar
Ol -
P€f,S€n a7,2 (20231
Sosial
O24 -
Kes€hatan
peru€Il
Kesehatan
03 - Persentase kab/kota
dengan
PONED
baru)
20 80 O24 - Kementerian
04 -
d€ogan CFR
obsterric (cklampsi &
pendarahan
< 104
baru)
25 80 024 -
Kesehatan
SK No 122234C
SaSaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2o2s Targct202g
Koordinator/
05 -
persen - (indikator
baru)
ao 90 024 -
63 75 024 - Kementerian
26 20 024 -
Kesehatan
50 70 024 -
Kesehatan
19A 17,8 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Nasional
06 - Cakupan on enatol
core (ANC)
(12r)
baru)
07 -
pada ibu hamil
08 -
09 -
r9l
hidup per
19,7
SK No 122235 C
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bdselie2o24 Target2o2s
Koordinator/
lO - Cakupan KF lengkap
Kependudukan dan
Keluarga/Badan
Keluarga Berencana
Nasional
I I -
l2 - Angka ketnatian
per
kelahiran
hidup
13 - Angka
pcr 1.000
kelahiran
hidup
14 - Cakupan
neonatal (KN) lengkap
15 - Cakupan
bayi lengkap
SK No
Program
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Pengampu
04.r r.01.o1
PRO-P: Fentuatar
PRO-P: Penguatan Pelayanan Promotif &
04.r r.o1.o3
PRO-P
04.1 l.o2
KP:
Penurunan
Ol -
024 -
01 - Prevalensi
(gizi kurang dan gizi
buruk) pada balita
02 -
l5 r0 O24 - Kementerian
03 -
kurang energi
persen -
baru)
SK No 122237 C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
04 -
mendapat ASI
pcrc€il 64,6 (20231 73 85 024 -
Kesehatan
73 85 024 - Kementerian
50 70 024 -
74,2 75 95 068 -
Keluarga/Badan
Keluarga Berencana
Nasional
05 -
6 bulan
ASI Eksklusif
06 -
6-23 bulan
MPASI
07 - Persentase balita
dipantau
dan
paf,rcn 24 l2023l
08 -
SK No
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan
Proyek Prioritas
04.l l.o2.o1
PRO-R
PRO-P: Penguatan Intervensi Sensitif
()4.11.03
KP: Peningkatan
dan Gizi bagi Usia
Sekolah, Usia
Ol -
dan gizi bagi usia
Ol - Persentase remaja
putri yang me(tgqriulisi
TTD
persen 61,3 (2023) 65 80 01 - Transformasi
Sosial
024 -
02 -
dan gizi bagi usia
Ol -
kerja formal
25 70 024 - Kementerian
02 -
tempat kerja
pos
03 -
akibat kerja
-
baru)
SK No
p€rsaIr lo 50 024 -
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Agenda
03 -
dsn gizi bagi lansia
0l -
02 -
pustr<e$ras santun lansia
O3 -
geriatri terpadu
04 - Persentase lanjut
usia def,Uan
bcf,at, dan total
mendapatkan
jangka Panjang (PJq
baru)
10 50 024 -
04 -
pelayanan KB dan
keqrro
0f - Angka prevalensi
mod'efiilmodedt
@ntta@ptiue prcualet@
rate (mCPR)
Pembangunan
Keluarga/ Badan
Kependudukan dan
Keluarga
SK No 122240C
Program Prioritas/
Agenda
Transformasi
02 - Parsarrtmc
tidak terpenuhi
pqracn I l,l 10,5 8,5 068 -
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga
03 -
KB aktif metode
pcf,scn 25,5 25,7 26,7 068 -
Pembangunan
Keluarga/ Badan
Keluarga
Nasional
04 -
persen - (indikator
baru)
30 50 O24 -
04.l l.o3.ol
PRO-P Peningkatan Pelayaran
PRO-P Peningkatan Pel,ayanan Kesehate[ dan Gizi bagi Usia Produktif
04.11.03.03
PRO-PI
SK No
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baseliic2o24 Target2025
Agenda
Transformasi
Koordinator/
04.l l.o3.o4
PRO-P
04.11.04
KF
Pemeriksaan
01 -
usia bayi, balita,
lansia
pemeriksaan
dini,
penyakit, dan
pengurangan potensi
beba! anggaran
penyaldt
Ol -
p€racfiksaan kesehatan
gratis >8O%
40 90 Ol -
024 -
02 - Persentase
baru lahir
baru)
65 80 024 -
03 - Persentase
balita dan anak usia
50 70 024 - Kementerian
20 70 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Persentase
gratis
baru)
SK No 122243 C
Program Prioritas/
Kegiatan
Koordinator /
05 -
gratis
dewasa
pcf,8ctrr -
35 70 024 -
Kesehatan
50 70 O24 -
06 -
p€dr€f,ik8aan kesehatan
usia
barul
04.l l.o4.ol
PRO-P:
04.l l.o4.o2
PRO-R
M.12
PP:
Gratis untuk
Ol -
anak balita, ibu
hamil, ibu Eeowsui,
dsn anak
0l -
dengan status gizi normal
berdasarkan BB/PB atau
BB/TB
Nasional
02 - Fcf,scntase anak usia
gizi
IMT/U
pcfSen 75,03 l2023l 75,24 75,67 128 - Badan Gizi
Nasional
SK No 122244C
Program Prioritas/
Proyek
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target 2025
03 - Tingkat kehadiran
siswa dan santri yang
bergizi gratis
baru)
Nasional
r00 loo 128 - Badan Gizi
Nasional
04 -
baru)
KP:
Eef,gizi untuk Siswa,
Santri, Ibu Hamil, Ibu
Me[rJ rsui, dan Balita
bergizi bagi siswa,
santri, ibu
untuk
pemenuhan gizi
Ol -
yang mendapatkan
baru)
lo 10O 0l - Transformasi
Sosial
128 - Badan Gizi
Nasional
02 -
menyusui yang
persen - (indikator
baru)
1l 100 128 - Badan Gizi
11 100 128 - Badan
Nasional
03 -
balita yang
bantuan makanan b€f,gizi
p€f,aen - (indikator
baru)
04 -
(TK/ RA/ BA/ s€dcr4at)
yang
bantuan makanan bergizi
- (indikator
baru)
SK No 122245C
p€f,s€n 24 r00 128 - Badan Gizi
Nasional
FR,ESIDEN
-23t-
Prioritas Nasional/
Transformasi
Pengampu
05 -
SD/ MI /
malanan bcrgizi
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
-
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
- (indikator
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
-
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
-
baru)
2 100 128 - Badan Gizi
Nasional
-
baru)
50 90 128 - Badan Gizi
Nasional
06 -
SMP/ I\rTs/ scdcf,ajat yang
makanan b€f,aizi
perc€n
07 -
SMA/MA/SMK/sederajat
yang
bantuan makanan berEizi
08 -
SLB yang
persen
09 - Pcf,sqrtasc santri
yang
bantuan Dakaltan bergizi
lO -
hamil, ibu
pengasuh balita
skor
1 I -
santri
literasi gizi baik
- (indikator
SK No
Nasional
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
PRO-P: Pcrryediaar
PRO-P: Penyediaan
PRO-P:
KP:
Ol -
Ol - Sistem data dan
baru)
1 I 01 - Transformasi
Sosial
128 - Badan Gizi
Nasional
02 -
pel,ayanan
gizi yaItg sesuai standar
baru)
5.OOO 26.508 128 - Badan
Nasional
03 -
baru)
1m 100 128 - Badar Gizi
Nasional
PRO-P:
PRO-P:
u.12.O2.O3
PRO-P: Penguatan Intervensi Pendukung
SK No 122247 C
Prioritas Nasional/
Program
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2i24
Koordinator /
Feng6@pu
()4.13
PP:
PcrabudEyaaa Hidup
Sehat
Ol - Mcnin8katnya
pengendalian
penyakit melalui
upaya
penuntasan
pengobatan
01 -
Penduduk)
pcr 100.000
387 lm23l 329 190 024 - KeEcntcf,ian
02 - Kab/kota dengan
eliminasi kusta
kab/kota 6 11 42 024 - lGEcntcf,ian
IGs€hatan
03 - Desa
desa 16 l2023l
04 - Insidensi HIV per
penduduk
05 -
dengan
kab/kota 389 (2023) 425 s00 O24 -
Kesehatan
06 -
dalam
baru)
07 -
08 - Kab/kota yanA
kab/kota -
baru)
30 125 024 -
SK No
Kegiatan
Sasaran
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
09 -
50 250 024 -
234 23,4 024 -
12,4 8,4 024 -
10 - Kabupateo/ Kota
yang
kualitas
lingkungan
kab/kota - (indikator
baru)
02 -
kesadaran dan
partisipasi
hidup
0l -
> 18 tahun
02 - Pcf,s€ntarc m€f,okok
pada
tahun
persen
(N.13.01
I(P:
Ol - Tercapainya
upaya
TBC, intensifikasi
pengobatan TBC
01 -
kasus TBC (Notifikasi
Kasus TBC)
persen 74 QO22l 90 90 Ol - Transformasi
O24 -
Kesehatan
02 - Angka keberhasilan
pengobatan TBC IIB
persen 87
03 - Cakupan Pemberian
Terapi Pencegahan pada
Orang
SK No 122249C
Transformasi
04 -
TBC yang
Pengobatan (E^rpllr[ezt
TBC)
persen (2022!- 95 95 024 -
04- 13.O1-O1
PRO-P:
04.13.01.02
PRO-P:
PRO-P:
04.13.02
KP: Eliminasi
Penyakit Kusta &
Ol -
0l - Proporsi kasus kusta
baru
p€f,3€n 84,36 86 89 Ol - Transformasi
02 -
kusta
waktu
p€f,s€n 44,97
03 - Proporsi kasus kusta
anak di antara kasus
baru
Kesehatan
04 - Cakupan
obat pencegahan masal
(POPM) untuk
SK No 122250C
Kesehatan
Kegiatan Prioritas/
Proyd<
SaBaran Indikator
PRO-P:
PRO-P:
KP PcnA€rtdalian
0f -
lainnya
Ol -
ART
024 - Iftrncotcf,ian
Kesehatan
02 -
yang
/ate (PR)
kab/kota 333 (2023) 405 500 024 -
04.13.03.01
PRO-Pi Pengendalian Penyakit HIV/AIDS
04.13.03.02
PRO-P:
04.13.04
KP:
Peningkatan
Kesehatan Jiwa
Ol - Meningkatnya
penyakit tidak
menular
Ol -
ydrg
DM > 60%
Sosial
024 -
Kesehatan
02 -
hipertensi mendapatkan
sesuai
5
SK No 122251C
baru)
38 024 -
Kegiatan Prioritas/
Proyek hiditas
Sasa.ran Indikator Satuan Baseli4ezo24 Target2o2s Tstrgc12O29
03 -
perempuan dengan DNA
HPV positif yang
dilakukan tindak lanjut
dengan
WA/KolposLopi/PAPg
sesuai protokol
baru)
30 90 024 -
20 70 024 -
Kesehatan
90 90
l0 30 O24 -
04 - Pcf,sc6tare
pra
yang Erendapatlal
perSen - (indikator
baru)
05 - Cakupan imunisasi
HPV
02 -
pengendalian
0t - Cakupan
04.13.04.01
PRO-P:
04.13.04.03
PRO-P:
SK No
Program
SaSaran Indikator Satuan EaseltEn24 Tsrgpt2025
04.13.05
KP:
Hidup Sehat dan
Ol -
upaya
sehat dan
01 - Proporsi penduduk
dengan
cukup
persen 62,6
Sosial
024 -
02 - Persentase
penduduk dengan literasi
persen 36,3 (2023) 38,3 46,3 O24 -
03 -
penduduk
hidup sehat
04 -
yang
kab/kota 367 397 514 024 -
05 -
yang melakukan
pelayanan
kab/kota 224 (2023t. 276 472 024 -
Kesehatan
06 -
UBM
baru)
3 l5 024 -
07 -
produk tembakau
dan/atau rokok
- (indikator
baru)
SK No
Obat Dan Makanan
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baselnt€2024 Target 2025
PRO-P: Tata Kelola
04.13.05.02
PRO-P:
04.13.05.03
PRO-P Aktivitas Fhik
04.13.05.04
PRO-P: Pangan
04.13-06
KP:
Ol -
upaya
01 - Kab/Kota dengan
kualitas air minum yang
024 -
02 -
kualitas udara dalam
mang yang
syarat
03 -
Total
Masyarakat
kab/kota -
baru)
50
30
250
zin
024 -
4 lm23l 024 -
04 -
SK No 122254C
kab/kota 136 142 330 024 -
PRO-P:
Progra.m Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Agenda
PRO-P: Perubahan Perilaku
04.13.06.03
PRO-P: Penyediaan Akses Air
04.13.06.04
PRO-P:
04.14
PP:
Kesehatan
01 -
dari
kedaruratan
0I -
(KLB)/wabah
02 -
risiko
Kesehatan
03 - Jumlah KLB
keracunan pangan
kejadian 291 250 50 024 -
Kesehatan
04 - Jumlah kab/kota
kab/kota 418 430 514 024 - Kementerian
Kesehatan
OS - Persentase
(Imunisasi Rutin
p€f,scf,i 62 65 90 024 -
SK No 122255C
Program
Proyek
SaBaran Indikator Satuan &selj,a.e2024 Target 2025
06 -
baru)
72,5 74,4 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
lo 60
07 -
standar
baru)
04.14.01
KP: Penguatan
surveilans,
KlB/u,abah dan
01 -
wabah
dengan fokus pada
pintu masuk negara
01 - Kab/kota yang
<24 jam minimal 80%
02 -
standar berdasarkan
stratanya
laboratorium (indikator
baru)
30 100 024 - fGB€nt€riqn
03 -
masuk yang
penyakit dan
KL,B/Wabah
SK No 122256 C
Prioritas Nasional/
hoEraE
Proyek Prioritas
04 -
masuk yang
kapasitas
dan/ atau
persen 40 l2023l 47 75 024 -
110
loo 514 018 -
05 -
preuen if
baru)
06 - Jumlah kab/kota
ka$.rs positif rabies pada
kab/t ota (indikator
PRO-P:
0,4.t4.ot.o2
PRO-P: Penguatan
PRO-P: Penguatan Pos
PRO-P:
SK No 122257 C
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2l24 TarEet2O2S
Agenda
Transformasi
Koordinator/
KP:
Resistensi
01 -
ketahanan
melalui
Ol -
dan vaksin tc?at
dan tepat
pcf,scn 61,96 65 90 01 -
Sosial
024 -
02 -
vaksin di fasyankes
p€f,s€n - (indikator
lo 30 024 - Kementerian
03 -
yang
pelayanan kefarmasian
sesuai standar
9l 98 024 - Kementerian
04 -
Program
(PPRA)
persen - (indikator
30 80 024 -
Kesehatan
05 - Pcf,s€ntarc FKTP
yang
baru)
3o 80 024 -
SK No 122258 C
Pengampu
PRO-P: Tata Kelola dan
PRO-P:
PRO-P:
04.14.03
KP:
Pengawasan Pangan
dan
01 - Meningkatnya
farmasi
01 -
memenuhi syarat
- (indikator
baru)
kab/kota 50 360 024 -
024 -
02 - kab/kota
olahan siap saji
E dr€nuhi syarat (POSS)
kab/kota - (indikator
baru)
50 360
03 -
Obat
063 - Badan
Obat Dan Makanan
(N -
olahdr lrang
77,A l2023l 7A 85
SK No
p€facn
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan E aseune&24 T€EEet2o,2S
Transformasi
Koordinator/
05 -
industri
Obat Dan
90 94 063 - Badan Pengawas
Obat Dan
65 73 063 - Badan Pengawas
Obat Dan
68 76 063 - Badal Pengawas
Obat Dan
62 66 063 - Badan
Obat Dan Makanan
94 98 024 -
Kesehatan
06 -
baru)
07 -
bahar alam yang aman
dan
08 -
dan
persen (indikator
baru)
09 - Fef,s€rrtase
baru)
l0 -
Deo€rtuhi syarat
PRO-P:
SK No 122260C
Prioritas Nasional/
Proyek
Pengampu
04.14.03.02
PRO-P:
04.15
PP:
Pelayanan Kesehatan
dan Tata Kelol,a
Ol -
dan kualitas
pelayanan
yang il dusif di
hingga tingkat
pendekatan khusus
pelayanan bagi
daerah sulit
kualitas pendanaan
kesehatan
0f -
yang
Tingkat Desa/ Kelurahan
02 -
perSen 2a 28 70 024 - Kementerian
Kas€hetsn
024 -
03 -
04 -
persen t2 t7 50 024 - Kementerian
05 -
dokter
standar
Kesehata.n
SK No 122261 C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
Agenda
Koordinator/
06 - Cakupan
3,98 3,47 024 -
2,2 3 024 -
20 75
07 -
masyarakat
berpengeluaran 4096
terbawah
08 - Pengeluaran
kesehatan total per
kapita
juta 2,t
09 -
p€raetr - (indikator
baru)
10 -
terintegrasi dalam
informasi kesehatan
nasional
SK No 122262C
Kesehatan
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Agenda
KP: Investasi
Ol -
kualitas pelayanan
hingga tingkat desa
dan
Ol -
pelayanan
tingkat
tenaga
kader
Kesehatan
02 -
dengan minimal 75%
Posyandu siklus hidup
03 -
mencapai target INM
baru)
lo 50 024 -
Kesehatan
04 -
05 -
melaksanakan
tatalaksana
anak
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koyd<
Sasaran Indikator Satuan tuseliE2o24 Targd-202s
06 -
penyandang disabilitas
perSen 30 35 75 024 -
04.15.Ol.Ol
PRO-P:
04.15.01.02
PRO-P:
04.15.01.03
PRO-P:
04.15.02
KP:
Sulit Akses
0l -
kualitas dan
kapasitas
RS di seluruh
pelayanan
di daeroh yang
memiliki
termasuk
kesehatan bergerak
01 -
dengan RS yang
anak,
stroke,
02 - P€G€ntas€ Kab/Kota
dengan RS yang
pelayanan
Ibu-Anak, Kanker,
Jantung, Stroke,
sesuai standar
pef,s€n 7,4 20 80 O24 -
SK No 122264C
Kegiatan Prioritas/
Pengarapu
03 - Pef,s€ntaEc RS
persen (indikator
baru)
8 40 024 -
27 40 024 -
o5 75 150 O24 -
40 45 80 024 -
Kesehatan
04 -
wilayah berciri kepulauan
yang dilayani RS kapal
sesuai standar
kab/kota 26 l2023l
05 - Jumlah
Eaf,rqapkan
kab/kota
06 -
sarana, prasarana, dan
alat
07 - Kab/Kota
RSUD tipe D yang
c
- (indikator
baru)
SK No 122265 C
kab/kota 22 66 024 - K€o€ntc!'iafl
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan tuselj'te2o24 Target 2025
Agenda
Transformasi
Koordinator/
08 - Jur ah RS
pemerintah yang
maturitas lctrrandirian
RS 3 5 30 024 -
Kesehatan
PRO-P:
PRO-P: Plrrgamtq4pqliqyq4qulagulqn
PRO-P:
04.15-O3
KP: Mukri dan
Kesehatan
Ol -
pemenuhan dan
pendayagunaan SDM
peningkatan,
produksi,
dari SDM
lrang berkualitas,
responsif
kondisi wilayah
Ol -
pu3kcsllas rcauai
standar
kab/kota 6 19 175 024 - Kementerian
024 - Kementerian
Kesehatan
024 -
024 -
139 - Kementerian
Pendidikan
dan
02 -
d€ruqn
spesialis pada RS sesuai
kab/kota 250 270 345
03 - Rasio dokter
spesialis
per l.ooo
penduduk
0,18 o,19 o,24
04 -
yang
pelatihan bidang
persen
05 - Pqssltas€ lulusan
program
SK No
Proyek Prioritas
Agenda
PRO-P:
PRO-P:
PRO-R Petriaclatan Kapasitas SDM Kesehatan
04.15.04
KP
dan Pendanaan
0l - Memperkuat
kapasitas JKN dar
pembangunan
Ol - Cakupan
kepesertaan
Jaminan Sosial
O27 -
Badan
Kesehatan
Badan
Jaminan Sosial
02 -
s€El€n PtsI
juta jiwa 96,7 (2023) 96,8 96,8
03 - Tingkat
publik atas layanan
persen - (indikator
baru)
85
(N - Kesehatan
aset dana jaminan sosial
angka 2,92
(prognosis)
1,5-6 1,5-6
05 - Perccfltase
publik
5
SK No 122267 C
JKN
persen 11,9 (2023) 5 024 -
04.15-o4-o1
PRO-P:
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan kseline2o24 Tssgtc-2o25
Transformasi
Koordinator/
04.15.04.02
PRO-P:
PRO-P: Fetrind€tor Kualitas Fctrdaraan kesehatan
04.15.05
KP: Penguatan Tata
Iclola, Data,
Teknologi
Ol -
kelola, data,
dan
kesehatan
Ol - Pef,s€ntarc provinsi
dan kab/kota yang sudah
indikator prioritas
nasional
dalan
70 90 O24 - Kementerian
Kesehatan
10 50 024 -
20 r00 O24 - Kementerian
Kesehatan
Kesehatan
02 -
data rutin yang baik
untuk indikator
D€@bansunan kesehatan
baru)
03 -
yang telah terintegrasi
dalam
baru)
04 -
SK No 122268C
Prioritas
Program Prioritas/
Kegiatan
05 - Jumlah layanan
04.15.05.01
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
04.16
PP:
Ol -
da.lam
individu dalam
keluarga dan
sosial
Ol - Indeks
(iBangga)
62A 64,1 70,9 068 -
Pembangunan
Kependudukan dan
Nasional
02 - Median usia kalr'in
pertama
Kependudukan dan
Keluarga
Nasional
SK No
Sasaran lndikator Satuan Baseline 2024
Agenda
KP: Penguatan
Institusi Keluarga
Nilai-Nilai, Moral,
Psikososial Anak
01 -
kemampuan keluarga
dalam
nilai moral, etika,
integritas,
dan
psikososial anak
01 - IndcLB Pengasuhan
Anak Usia Did
lrcfscn ,3r
Sosial Budaya dan
Ekologi
068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
55,66
02 -
pengetahuan tentang
pendampingan
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga
Nasional
03 -
pengantin yang
mendapatkan edukasi
pra nikah
persen 39,7
Keluarga/ Badan
Kependudukan dan
SK No 122270C
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan tuseliie2o24 Target2o2s
04 -
keluarga yang
remaja
a4,7O
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badar
Kependudukan dan
Keluarga
Nasional
05 -
perempuan korban
tangga
bulan
Perempuan dan
06 -
13-17
bulan terakhir
persen
P€[rbcrdayaafl
PRO-P:
SK No 122271C
Program Prioritas/
Proyek
Sasaran Indikator Satuan &.selb92o24 Targd202'
Koordinator /
04.16.01.02
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan
KP:
Keluarga
Utama Keluarga
Ol - MeEingkatnya
dalam upaya
02 -
persen
05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
068 - Kementerian
Pembangunan
Nasional
70 90
03 -
yang
peru€n - (indikator
baru)
10 50 068 -
Kependudukan dan
Pembangunan
PRO-P: Penyediaan Fasilitas dan
SK No 122272C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli\e2o24 Target2025
PRO-P: Pusat Layanan Konsultasi
04.16.03
I(P:
Sipil dan
01 - TerjaEi lya
aspek
bagi
0l -
Ekonomi Keluarga
Sosial Budaya dan
Ekologi
068 -
Keluarga/Badan
IGluaBa
Nasional
02 - Indeks
Keluarga
8,83 (2023) 8,6 7,4 068 -
Nasional
PRO-P:
PRO-P: Penguatan
SK No 122273 C
Program
Sasaran
Koordinator /
PP: Peningkatan
Kualitas
Anak
Ol -
hak dar
anak
01 - Indeks
Hak
65,58 (2023) 6?,57 72,91 05 -
Ekologi
047 -
O47 - Kementerian
Perempuan dan
047 -
02 - Indeks
79,91 l2o23l a[A4 86,44
03 -
persen
04 -
bentuk kekerasan
emosional atau seksual
3l,l I
Perempuan:
36,31
25,37
Frf,qnpusr:
31,6
22,42
29,73
05 - Proporsi anak usia
13-17 tahun yang
dan
persen 2,37 2,41 2,70
SK No 122274C
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Agenda
KP:
Anak
Universal dan
Penguatan
Anak
0l -
kapasitas dan
kelola
hak anak
Ol - Cakupan
usia 0-17 tahun
76,0 05 - Ketahanan
Ekologi
024 - Kementerian
Kesehatan
persen 70 72,5
02 - Ju-u ah kab/kota
dengan peringkat
kab/kota
(l(I,A)
kab/kota KLA: O;
Utama: 19;
Nindya: 76;
Madya: 130;
KUU O;
Madya:132;
Pratama: 140
Nindya: 88;
Madya: 140;
O47 -
Pemberdayaan
Perlindungan Anak
03 - Fef,s€rrtas€ anak usia
13-17 tahun yong
mendapatkan dukungan
keluarga
04 -
13-17 tahun yang
hari
persen 7,24 7,06 6,16 047 -
05 - Jumlah kab/kota
yang sudah melibatkan
anak
pembangunan
kab/kota 2W QA23l 325 429 047 -
SK No
Prioritas
Proyek
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 TargEt2O2S
Koordinator/
Pengampu
04.17.01.01
PRO-P:
PRO-P: Penguatan Data, Koordinasi dan Kapasitas
KP: Perlindungan
Anak
Kekerasan,
Perkawinan Anak dan
Ol - Meningkatnya
penanganan serta
kelola tindak
kekerasan,
penelantaran,
lainnya terhadap
anak
Ol -
tahun
5,03 05 -
Ekologi
O47 -
Pemberdayaan
Perlindungan Anak
persen 6,92 l2023l 6,45
02 - Angka pekerja anak
usia 5-17
persen 1,72 l2023l 1,67 1,61 026 -
03 -
korban kekerasan yang
04 -
I 3- I 7 tahun yang
da.lam 12 bulan terakhir
2,17
Laki-laki: r,56;
1,88
047 -
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
SK No 122276C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Bo.seliv2o24 Targct2025
Transformasi
Koordinator/
05 -
13-17 tahun yang
pef8€O
2,67
I€ki-laki:1,42;
2,23
l,aki-laki: I , 13;
Perempuan:
1,46
o47 -
Perempuan dan
06 -
13-17 tahun yang
bulan terakhir
33,07
P€(rdrpuan:
24,52
laki-laki:
20,05;
P€r€rnpuan:
26,70
047 -
Perempuan darl
07 -
13-17 tahun yang
tidak Layak dari orang tua
dan
Pemberdayaan
Perempuan dan
PRO-P: Pencegahan Tindak
PRO-P:
SK No 122277 C
Program Prioritas/
Proyd< Prioritas
Agenda
Koordinator/
PRO-P: Penguatan Data, Koordinasi daD Kapasitas
04.18
PP:
f -
Kualitas
Partisipasi
0l -
yang
tinggi
74,28 OS - Ketahanan
Sosial
Ekologi
092 -
PCrc€N
02 - Angka
P€f,Sefi 6,24 lm23l 5,99 5,76 092 -
03 -
18 tahun yang
P€f,scn 12,63 l2023l 11,63 9,63 092 -
04 -
muda (16-30 Tahun) yang
sedang tidak
pelatihan
05 - Persentase pemuda
sosial
dalam tiga bulan
70,49
SK No
Program Prioritas/
04.18.01
KP
Kualitas Pcrruda
dalam P€ndidiLan,
Pencegahan
Ol -
kualitas
ditunjukkan
penguatan
don tercegahnya
p.rilaku b.risiko pada
Ol -
pcfg€n 15,42 QO23l 25,49 46,49 05 -
sosial Budaya dan
Ekologi
092 -
02 - Proporsi
dengan
03 -
yang
04 - Persentase
PRO-P:
M.ta.ol.2
PRO-P:
PRO-E
04.18.02
KP: Peningkatan
Parttuipasi At<tif
PEruuda dalam
KstcoaSakqrj6an
0l -
partisipasi
ekonomi khususrya
partisipasi
pef3€n 3246
Sosial Budaya dan
092 -
31 28,68
02 -
Keqrirausahaan Pcrruda
Pemuda dan Olahraga
03 -
yang
SK No 122279C
Pemuda dsn Olahraga
Program
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2o24 TarEct2O2S
Transformasi
PcttgaEpu
04 - Rasio TPAtr(
laki-laki
Pemuda dan
PRO-P: Peningkatan Partisipasi
PRO-P: Peningkatan
KP: Peningkatan
Partisipasi
Sosial dan Politik
Of -
kehidupan
politik
01 -
(16-30 tahun) yang
t
6,72 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dar
Ekologi
092 -
Pemuda dan
02 -
yang menduduki posisi
04.18.03.1
PRO-P Fet ngkatan
04.18.03.2
PRO-P: Fddngkatan Inklusivitas
SK No
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bdsehrc2o24 Target 2025
Transformasi
04.19
PP
Kesetaraan Gender,
Perempuan, dan
IGkcrasan
01 -
kesetaraan gender,
kualitas hidup, dan
berbagai bidang, serta
menurunnya
kekerasan
01 - Proporsi
49 tahun yang
melahirkan tidak di
fasilitas
pcnr€lt
Sosial
Ekologi
O24 -
0,103
02 -
persen Laki-laki:
78,10;
I-ki-Laki:
77,55i
Perempuan:
2235
77,23:
22,77
076 -
UDlrE
03 -
42,62;
37,60 (2023!-
43,41;
38,89
kki-I-oki:
44,49i
40,27
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
dan Kebudayaan
04 - Tingkat
angkatan kerja
F€f,empuan
persen
05 - Prevalensi kekerasan
terhadap
Perempuan dan
Perlindungan Anak
SK No
Program Prioritas/
Proyek
SaBaran Indikator Satuan E aselire20z4 TeEgEr2o2S
Transformasi
Pengampu
06 - Pengeluaran per
ribu rupiah
16.736;
9.920
Laki-Laki:
10.603
O35 -
07 -
KJ,:3;
Kab/Kota:3
KL: 4; Provinsi:
3; Kab/Kota: 5
KL: 16;
Provinsi: 15;
l<ab lKotsj 47
047 -
Perlindungan Anak
KP Peningkatan
Akses
K€sehet n d,en
Ol -
akses
pendidikan
Ol -
49 tahun yang saat
hidup
Ekologi
047 -
0,255
02 - Angka
Kasar
SMA/ SMK/
PRO-P:
SK No 122282 C
Prioritas Nasional/
Kegiatan
Proyek Prioritas
Agenda
04.19.or.02
PRO-P: Peningkatan
KP:
Perempuan dalam
01 -
kemandirian,
pengambilan
norma sosial
partisipasi
Ol - Persentase
tinggi pratama dan
05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
O47 - KeEenteriar
PeEberdayaan
Perlindungan Anak
Madya
Madya 16,5
Madya 18,5
02 -
047 - KeEenterian
F€rrberdayaan
Perempuar dan
Perlindungan Anak
03 -
5,76 6,26 perSen 4,26
047 - Kemqnterian
P€mbcrdayaan
Pc(cEpuan dan
Perlindungan Anak
04.19.02.01
PRO-P: Fri ngkatan
SK No
Program Prioritas/
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
KP:
Perempuan di
0r -
ekonomi dan
melalui peningkatan
kapasitas, akses
terhadap peluang
yang
perempuan dan
keluarga
Ol -
laki dan
05 - Ketahanan
SGial Budaya dan
Ekologi
047 - KeEeoterian
Pcmb€rdayaan
Frf,erapuan dan
Perlindungan Anak
02 - Rasio kewirausahaan
persen
Peroberdayaan
Pereopuan dan
03 - IndeL8 Literasi
3,56;
I,8ti-L^qki:
3,62;
3,60
3,74i
P€rcfirpuan:
3,76
059 -
Komunikasi d{r Digital
PRO-P: Perluasan
04.19.03.02
PRO-P:
SK No 122284C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 T8trgE12O25 T€trget2o2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.19.04
KP:
dari
Ol -
cakupan dan kualitas
pencegahan dan
p€f,cmpuan mela.lui
koordinasi lintas
kesadaran dan
Ol - Proporsi
tahun)
orang l,ain
3,19 05 -
047 - IGmclrtcriar
Perempuan dan
02 -
dewasa dan anak
tahun)
kekcf, asan
atau €droiiqral) oleh
pasangan atau mantan
pasangan dalam 12 bulan
Perlindungan Anak
03 - Prevalensi
(liTB di
persen l8 17,35 14,73 047 - Kementerian
Pemberdayaan
04 - Persentase
setuju atas sikap
Perempuan dan
Perlindungan Anak
05 -
Mengalami P2GP
047 -
SK No
Persclr 46,3 43,86 34,09
- 27t -
Prioritas
Proyek
Sasaran Indikator
Koordinator/
06 -
layanan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
07 -
Korban
SIMFONI PPA
30.085
42.133 -
44.048
O47 -
Perempuan dan
PRO-P:
04.19.04.02
PRO-P.
KPi
Kelola dan
dal{n Proica
Ol -
kualitas dan
dalam
01 -
Pror,/Kab / I&ta
:10
Prov/ I(ab / I{ota
I ll,2
K/L IO.OO;
Pror,/ I(ab / Kota
:16,00
OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
047 - Kementerian
02 -
kegiatan responsif gender
03 -
yang
aksi
- (indikator
baru)
047 -
Pcf,lindunEn Anak
SK No 122287 C
persen kw:7;
Prov:38;
,(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Pengampu
PRO-P:
04.19.05.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelola daD Pelembagaan PUG dalam
04.20
PP:
Usia
Ol -
inklusivitas
dan
kehidupan
01 - Indek
sosial
lanjut usia
- (indikator
baru)
59,67 70,64 O27 -
027 - Kementerian Sosial 02 -
sosial untuk
- (indikator
baru)
34,42 55,30
04.20.01
KP
Pelindungan, dan
Pemenuhan
Hak
Usia
01 - Pcra€nuhan
akre8
dan
penyandang
disabilitas dan lanjut
usia
Ol -
yang tidak
068 -
Keluarga/Badan
Keluarga
Nasional
02 -
ydrg
pendampingan
SK No
Sasaran
Pengampu
03 -
meningkat
Pendidikan Dasar dan
PRO-P: Penghormatan,
PRO-P:
KP Penguatan
dan
Inklusi
Disabilitas dan
dalam
PeDbangutran
01 -
iDklusivita8 lansia
dan penyandang
disabilitas dalam
kebijakan
pembangunan
Ol -
yang tlelibatlGn
delerrr
kebijakan
perc€tt 73
02 - Persentase
yang
dalam p€rrJ rsunan
PPN/BAPPENAS
SK No
'/-
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
fe.giatan
Proyek Prioritas
Sasaran
Transformasi
04.20.02.01
PRO-P:
PRO-P:
04.21
PP:
01 -
Indonesia di
Regional dan
Internasional
01 - Jumlah
87
80 perak/
1O9
(2023l.
87
80 perek/
109
87 emas/
80 perak/
lO9
medali 092 -
02 - Jumlah perolehan
medali pada ASEAN Para
Garrca
148
94 perunggu
159
94
092 -
03 - Jumlah perolehan
medali pada Asian
medali 7 @aal
11 perak/
18
(2023!-
7 emas/ 1 I perak/ 18 perunggu
12026l
092 -
SK No
Program
SaBaran Indikator
04 - Jumlah
medali pada Asian Para
Ganeg
30
36 perunggu
29 cmas/3o p€rak/36 perunggu
(2026!.
092 -
KP:
Unggul
Ol - Terbinanya
Olahragawan
Unggul yang
Berprestasi di
Regional dan
OI -
elite nasional level dunia
pada cabor unggulan
olimpiade
orang 150 (2023) 180 300 092 -
02 - Olahragawan elite
nasional level dunia pada
cabang olahraga
Pemuda dan
03 - Olahragawan elite
junior
cabang ol"ahraga
Pemuda
04 -
junior
cabang
unggul,an paralimpiade
SK No 122291C
orang 22 l2023l t20 200 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
PRO-P:
PRO-P
KP:
Tenaga dan
Ol -
Organisasi
Berstandar Nasional
dan Internasional
01 - JuE ah
olahraga
paralimpiade
orang 2*ln23l 250 500 O92 - Kement rien
02 -
cabang
olimpiade dan
paralimpiade
orang so (2023) 50 lo0 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 -
memenuhi standar
mifli8al
lembaga r8 (2023) l8 l8 O92 -
SK No
Sasaran
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P:
XF:
Olahraga
Internasional yang
Ramah
01 -
Sarana dan Prasarana
Olahraga
RsDah Disabilitas
Ol - Jumlah
yang difasilitasi
prasarana olahraga
berbasis cabang olahraga
Olimpiade dan
Paralimpiade ramah
02 -
yang difasilitasi
olahraga prestasi
berbasis cabang
Olimpiade dan
Paralimpiade
Pemuda dar olahraga
SK No 122294C
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Sasaran
04.21.03.01
PRO-P:
PRO-P
04.2t.M
KP: Peningkatan
Partisipasi dan
Penyelenggaraan
Eue n /Festival/KoErpe
tisi Olahraga
01 -
partisipasi dan
bi olahraga kelas
01 -
olimpiade dan
diikuti /teBelerggara
kegiatan 1A 12023) 20 20 092 -
02 -
cabang olahraga
unggulan
diikuti /
Pemuda dan
PRO-P:
PRO-P: Partisipasi dan Penyelenggaraan E
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan
Proyek
Sasaran
Agenda
Transformasi
04.22
PP: Fengembangan
Ol -
budaya berolahraga di
Masyarakat
Ol - P€f,8€ntarc
penduduk
tahun ke atas yang
04.22.01
KP:
dan Penyandang
Disabilitas
Ol -
partisipasi
olahraga
daE
01 -
penduduk usia
(7-18 tahun) yang
seminggu t€f,aldrir
persen 44,76 (2021) 69,06 85,36 Ol -
Sosial
092 - Kementerian
02 - Persentase
penduduk penyandang
disabilitas usia 5
ke atas yang melakukan
olahraga
persen 4,24 lm2tl 11,67 15,10 O92 -
Pemuda dan
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122296C
Proyek
XP:
Olahraga
Ol - Meningkatkan
partisipasi
industri olahraga
Ol -
yana
Sosial
02 -
atau
PRO-P:
PRO-P.
SK No 122297 C
PRIORITAS NASIONAL 5:
UNTUK MENINGKATKAN NII,.AI TAMBAH DI DALAM NEGERI
Proyek
Sasaran Indikator Satuan Eto.selirl@ 2024 Target 2025
Agenda
PcogaEpu
05
PN: Melanjutkan
Hilirisasi dan
Mengembangkan
Sumber Daya
untuk
Dalam
01 -
tambah,
dan daya saing
Ol - Rasio PDB
Koordinator Bidang
02 -
ekonomi domestik
dar global
0f - Biaya
02 -
tetap bruto
persen PDB 29,3 (2023!- 29,4 29,9 035 -
03 -
jasa
persen PDB
PcrdasansaE
SK No
Prioritas
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Transformasi
05.01
PP:
Unggulan, Industri
Padat
Padat
Inovasi, serta
01 -
tambah,
produktivitas, dan
daya Saing industri
Ol -
Industri
P€f,sctr
Perindustrian
KP:
Ol -
peningkatan nilai
saing industri nikel
01 - Kapasitas produksi
industri ol,ahan nikel
juta ton/tahun 27,44 33,64 33,74 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN
nikel
juta rupiah r 13.700.000
PRO-P:
PRO-P:
05.01.01.03
PRO-P: Pcogcrobdlgan Industri
SK No
Prioritas Nasional/
Proyek
S^erarl Indikator Satuan tuseline2o24 TarEet2OzS
Koordinator/
PRO-P: Tata Kelola
PRO-P:
PRO-P:
05.01.02
KP ftfrgc[rbangaD
Hilirisasi Tembaga
Ol -
saing industri
tembaga
Ol - Kapasitas produksi
industri olahan
ribu
ton/tahun
375 l' l95 1.195 02 -
Ekonomi
02 - Nilai
PMA/PMDN hilirisasi
tembaga
juta rupiah 45.720.000
Investasi dan
Koordinasi Penanaman
PRO-P Tata Kelola Industri
PRO-Pi
PRO-P:
SK No
Program Prioritas/
Agenda
Transformasi
05.01.03
KP:
Ol -
tambah dan dalra
Ol -
juta
02 - Nilai
PMA/PMDN
bauksit
juta rupiah 10.790.000 r r.782.000
Investasi dan
Hilirisasi/ Badar
PRO-P: Tata Kelol,a Industri dan Ketersediaan Bahan Baku
PRO-P:
05.01.03.03
PRO-P: Dekarbonasi
05.ol.03.04
PRO-R Harmonisasi
05.ol.04
KPr
Hilirisasi
01 - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah dan drya
saing industri
01 - I(sasitae produksi
industri ol,ahan timah
ribu
ton/tahun
136,9
Ekonomi
019 -
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN
juta rupiah 500-000 510.000 550.000 065 -
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi
Modal
SK No
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
PRO-P: Tata Kelola
05.01.04.02
PRO-P
PRO-P:
PRO-R
PRO-R Peningkatan
05.ol-05
I(P:
Hilirisasi
Ol - Terwujudnya
produktivitas dan
sawit
0l - Produksi kelapa
sawit
ton 235.421.494
018 -
Pertanian
02 - Ragam produk hilir
sawit
produk
Perindustrian
03 - Produki bahan
baku (CPO dar CPKO)
12022)
53.021.470 56.477.775 018 - Kementerian
04 -
hilir kelapa sawit
SK No 122301C
-2&-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan
Proyd< Prioritas
05 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
kelapa sawit
juta rupiah
Koordinasi
PRO-P:
05.01.05.02
PRO-P:
PRO-P
PRO-P:
PRO-P: Dekarbonisasi
05.01.05.06
PRO-P:
SK No 122302 C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator
KP:
Ol -
produksi, dan
utilisasi
kelapa
Ol - Produktivitas kelapa
Ol8 -
02 - Produksi kelapa ton 2.&7.O54 2.840.690
03 - Nilai
PMA/PMDN
kelapa
juta rupiah 4.492.915
Investasi
Hilirisasi/Badan
Koordinasi
04 - Utilisasi industri
Pcrindu stdan
PRO-B Perbaikan Data Perkclapaan (Budi Daya
PRO-P:
PRO-P:
05.01.06.04
PRO-P:
SK No 122303C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan
Sasaran
AScdda
Pengampu
05.01.06.05
PRO-P: Peningkatan Sentra IKM
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
05.01.07
KP:
Hilirisasi Rumput
laut
01 -
nilai tambah
saing industri rumput
laut
Ol -
juta ton
Ekonomi
O32 -
02 - Nil,ai
PMA/PMDN
rumput laut
juta rupiah 230.000
Investasi dan
Koordinasi Penanaman
Modal
03 - Utilisasi
Perindustrian
PRO-P Fqfngkatan Kualitas dan
SK No 122304C
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
05.01.07.03
PRO-P:
05.01.07.04
PRO-P Penguatan
PRO-P: Fasilitasi
05.01.08
KP:
Hilirisasi Sagu dan
OI -
Peningkatan
Produktivitas dan
ol -
02 -
pati sagu
ton/tahun 60.000 100.000 320.OOO O19 -
03 - Produksi ubi kayu
04 -
SK No
05 -
kayu
Pertanian
Kegiatan Prioritas/
koyd< Prioritas
Transformasi
PRO-P Jaminan Kepastian Bahan Baku Sagu dan Singkong
PRO-P: Pengembangan Industri Hilir Sagu dan Singkong
05.0r.08.03
PRO-P: Fasilitasi Akre8 Pasar Produk Olahan Sagu dan Singkong
05.01.09
XP
Industri
01 -
tambah industri kimia
Ol -
industri kimia dasar
berbasis
dan batubara
ribu ton
019 -
Perindustrian
-o,98 (2023) 6,08 7,34 019 -
Perindustrian
02 -
bahan kimia dan barang
dari bahan
03 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
minyak bumi
065 -
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi
Modal
04 - Nilai
PMA/PMDN
bumi
Investasi
Hilirisasi/Badan
SK No 122306 G
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2o2s
Pengampu
05.ol.09.ol
PRO-P Mega Proyek Industri Kimia Dasar
PRO-P: Revitalisasi Industri Pupuk untuk
05.ol.09.03
PRO-P:
PRO-P:
05.01.09.05
PRO-P: Tata l(cbh
PRO-P:
05.ot.09.07
PRO-P:
KP: Pembangunan
Industri
pertumbuhan
Ol -
industri barang
persen 13,67
Ekonomi
019 -
SK No 122307 C
PRESIOEN
Program Prioritas/
Proyd<
Sasaran Indikator
Pengampu
02 - Nilai
juta rupiah
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Modal
PRO-P: Penyiapan Rantai Pasok
05.01.10.02
PRO-P: Peningkatan SDM
05.01.10.03
PRO-P:
05.01.1 I
KP
Farmasi
Ol -
produktivitas, dan
daya saing
Ol -
obat kimia, dan obat
tradisional
Ekonomi
019 -
Perindu striaE
02 - Proporsi je(ris obat
produk biologi) yang
dapat diproduksi
negeri
SK No 122308 C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
PRO-P:
o5.ot.l l.o2
PRO-P.
05.0l.l l.o3
PRO-P
05.0r. r r.o4
PRO-P: Implementasi Perpres Jamu
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Penerapan Ekonomi
KP:
Industri Kendaraan
Bermotor Listrik
Berbasis Baterai
(KBI,BB)
0l -
Listrik
Ol -
produksi kendaraan roda
persen o,94 (2023t- 1,OO 1,4 02 -
Ekonomi
019 -
Perindustrian
SK No
Proyek Prioritas
Agenda
Pengampu
PRO-P: Penguatan Rantai
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Penerapan
05.01.13
KP:
Industri
Ol - Terwujudnya
dirgantara
Ol - Utilisasi industri
019 -
PRO-Pi
PRO-P:
05.01.13.03
PRO-P:
PRO-P:
SK No 1223l0C
(
Sasaran Indikator Satuan E aselie2o24 Tsrgtc-2o25
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.13.05
PRO-P:
KP:
01 -
daD
Ol -
industri mesin dan
Ekonomi
019 -
02 -
Jrattg dapat diproduksi
dalam negeri
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Adopsi
SK No
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@2oz4 Targct2025
Agenda
Koordinator/
05.o1. r5
KP:
Minuman
01 -
peningkatan nilai
dan
industri padat karya
terampil pada
0l -
industri
minuman
Ekonomi
Ol9 -
PRO-P:
PRO-P
PRO-P
PRO-P:
PRO-P: Fasilitasi
SK No l223l2c
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselhen24 Totgpt2025
Transformasi
KP: Pengembangan
Industri
Produk
Ol -
tambah,
dan daya saing
produk
Ol -
industri tekstil dan
Ekonomi
019 -
02 -
Perindustrian
03 -
PRO-P:
05.01.16.02
PRO-P: Penguatan SDM dan
PRO-P: Penyediaan En€f,6
PRO-P Adopsi
PRO-P
PRO-P:
SK No
-29A-
Prioritas Nasional/
Program hi6itas/
Sasaran Indikator Satuan BaseAM2O24
Agenda
Koordinator/
05.01.16.07
PRO-P
PRO-R
PRO-P:
05.01.16.10
PRO-P: Kebijakan Tata Niaga
05.01.17
KP:
Industri Alas Kaki
Ol - Terwujudnya
Produktivitas
Alas Kaki
Ol -
industri kulit, barang
dari kulit, dan alas kaki
019 - Kementerian
PRO-P: Penguatan Rantai Pasok dan Kualitas Bahan Baku
PRO-P: Adopsi
o5.ol- 17.o3
PRO-P: Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Alas IGki
PRO-P: Fasilitasi
SK No l223l40
Proyek Prioritas
Transformasi
KP: Penguatan
Industri
01 - Terwujudnya
daya saing industri
logam dasar
baja
Ol -
industri
Ekonomi
O19 -
02 - Utilisasi industri
03 - Nilai
industri logam dasar besi
dan baja
juta rupiah 9.600.000
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi
PRO-P
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Utilisasi
PRO-P:
PRO-P:
SK No l223l50
Program Prioritas/
Koordinator/
05.01.18.06
PRO-P:
KP: Penguatan datt
Industri
Ol -
kemampuan jasa
industri
untuk
industri pengol,ahan
O1 - IbEEibusi jasa
industri
nasional
persen 2,72 lmt6l
Ekonomi
019 -
PRO-P: Tata Kelola
PRO-P:
PRO-P: Fasilitasi
PP:
KI/KEK
sebagai Pusat
Ol -
KI/KEK
pertumbuhan baru
Ol - Rasio PDRB industri
Perindustrian
SK No 122316C
Prioritas Nasional/
Program
Sasaran Indikator
Koordinator/
KP
KEK Arun
01 -
KEI( Arun
Ol - Nilai PMA dan PMDN
di KEK Arun
LhokseumawE
triliun rupiah 2,65 02 - Transformasi
035 -
Koordinator Bidang
Perekonomian
0,55 o,80
PRO-P:
05.02.01.02
PRO-P:
PRO-P:
05.02.01.04
PRO-P
PRo-P:
KP: FEf,tgcmbaagaD
KEK Sei
ol - Terwujudnya
aglomerasi industri di
12,22 02 -
035 -
Koordinator Bidang
di KEK Sei Mangkei
triliun rupiah 5,50 6,03
SK No 122317 C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Koordinator/
PRO-P
05.02.02.03
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan
PRO-P:
PRO-P:
KP
KEK
01 -
13,20 02 -
O35 -
Koordinator
0l - Nilai PMA dan PMDN
di KEK
triliun rupiah
PRO-R
05.02.03.02
PRO-P: Penataan Ruang KI/KEK Galang
SK No 122318 C
Proyek Prioritas
AC.rda
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
05.02.03.07
PRO-P:
PRO-P:
05.02.05
KP
KEK Gresik
Ol -
KI/KEK JIIPE Gresik
25,22 02 -
035 -
01 - Nilai PMA &n PMDN
di KEK Gresik
triliun rupiah 21,70 22,4O
05.02.05.ol
PRO-P Penataan Ruang KEK Gresik
PRO-R
PRO-P:
SK No l223l90
Transformasi
05.02.05.05
PRO-P:
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
KP:
Bintan Inti Industrial
Estate
01 -
KI Bintan Inti
Industrial Estate
0l - Nilai
triliun rupiah 1,65 1,73 4,99 02 -
Ekonomi
05.02.06.02
PRO-P:
PRO-P
05.02.06.05
PRO-P:
05.02.06.06
PRO-P:
05.02.06.07
PRO-P:
SK No 122320 C
Program
Kegiatan Prioritas/
ProycL
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
05.02.07
KP:
Estate Cilegon
0l -
KI
Cilegon
01 - Nilai investasi
industri di KI
Industrial Estate Cilegon
triliun
019 -
PRO-P: Penataan Ruang XI
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Penyediaan
KP
KIT
Ol -
KIT
01 - Nilai investasi
perusahaan industri
perusahaan
industri di
triliun rupiah 13,55 02 - TraNforEasi
Ekonomi
O 19 -
SK No 122321C
Sasaran Indikator Satuan tusebe2o24 TarEd-2O2'
Koordinator/
PRO-P:
05.02.08.02
PRO-P:
05.02.08.03
PRO-P:
PRO-P:
05.02.09
KP:
KIT Batang
01 -
KIT
01 - Nilai
triliun rupiah 3,77 4,14 5,32 02 -
O19 - Kementerian
Perindustrian
PRO-P
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122322 C
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdsel E 2024 Target 2025
Agenda
Pengampu
05.02.09.05
PRO-P Penyediaan
KP:
Seafcr
Ol -
KI
Ol - Nilai investasi
triliun rupiah o,73 o,73 2,46 02 - TratrsforEasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
PRO-P:
PRO-P
PRO-P
PRO-P
PRO-P
os.02.10.06
PRO-P
SK No
Sasaran
Koordinator/
KP:
is€ntra @,geongan
0l - Ter ujudnya
KI
Ol - Nilai
Perusahaan
industri di KI
triliun rupiah 1,18 I,37 1,97 02 -
019 -
05.02.I l.ol
PRO-P: Perizinan KJ
o5.o2.l l.o2
PRO-P:
PRO-P
05.02. r r.o4
PRO-P:
05.02. r r.o5
PRO-R
PRO-P Penyediaan
SK No 122324C
Priorita.s Nasional/
Program Prioritas/
Proyd<
Sasaran Indikator Satuan E
Koordinator/
KP:
01 -
peningkatan
aglomerasi industri di
KI
01 - Nilai
industri di KI Ngawi
triliun rupiah - (tahap
- (tahap
Ekonomi
Pcrindu strian
PRO-P: Perizinan KI Ngawi
PRO-P: Penataan Ruang KI Ngawi
PRO-P:
05.02.12.05
PRO-P: R(rScrlbalrgan
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122325C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
KF Pengembangan KI
KBS (Ketapang
01 - Terwujudnya
aglomerasi industri di
KI KBS
Bangun Sarana)
Ol - Nilai investasi
industri di KI KBs
Sarana)
triliun rupiah 2,22
Ekonomi
019 -
05.02. t3.01
PRO-P:
05.02.13.02
PRO-P:
PRO-P: Frogrrnbangan Sarana Prasarana
PRO-P:
PRO-P:
05.02.13.09
PRO-P
SK No 122326C
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ebselinc2o24 Target2o2s TatrEc12O29
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05.02.14
KP:
Park Indonesia (KIPI)
0f -
aglomerasi indu.Ei di
NJ Kalimantan
Ol - Nilai investasi
industri di KI
Industrial Park
(I(]PI)
triliun rupiah 2,24 4,30 10,91 02 -
Ekonomi
Ol9 -
PRO-P:
05.02.14.03
PRO-P: PeDgerrbangafl Sarana
PRO-P: Peningkatan Investasi
PRO-P:
PRO-P:
05.02. rs
KP:
Indonesia
Ol -
I(I lndqrcsia Pomalaa
Industry Pa*
0l -
industri di KJ Indonesia
Pomalaa Industry Park
triliun
019 -
Perindustrian
SK No 122327 C
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Koordinator/
Pengampu
o5.02. t5.ol
PRO-P: Fcfizinan KI
05.02.15.02
PRO-P:
PRO-P: R
PRO-P:
05.02.15.oa
PRO-P: Peningkatan Investasi
PRO-P
PRO-P Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
KP:
Konawe
Ol -
peoingEatar!
NJ
Ol - Nilai investasi
triliun rupiah 305,94 305,96 306,87 02 -
Ekonomi
Perindustrian
PRO-R
SK No 122327 C
-3r3-
Program
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan &selirc2o24 Target 2025
Koordinator/
05.02.16.03
PRO-P:
05.02.16.04
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.16.08
PRO-P:
PRO-P. Penyediaan Pendidikan dan Pelatih.ur SDM
KP
Stardust
Ol -
aglomerasi industri di
KI Stardust
01 - Nilai
industri di KI Stardust
triliun rupiah o,33 O,r+8 O,98 02 - TransforDasi
Ekonomi
019 -
FerfutdushiaIl
05.02.17.01
PRO-P:
05.02.17.03
PRO-P:
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasional/
Kegiatan
ProJrcL Prioritas
Sasaran Indikator
Koordinator/
PRO-P:
05.02.17.10
PRO-P:
NP:
Indonesia Huabao
01 -
peningkatan
aglomerasi industri di
KI
Ol - Nilai investasi
perusahaan
industri di Kl Indonesia
Huabao Industrial Park
gHIB
triliun rupiah 6,99 9,16 16,15 02 -
Ekonomi
Ol9 - Kementerian
PRO-P
05.02.18.03
PRO-P:
PRO-P
05.02.18.07
PRO-P
PRO-P:
SK No
Prioritas
Program Prioritas/
Pro)'ek Prioritas
Agenda
Koordinator/
Pengampu
05.02.19
KP:
Morowali
Ol -
KI Morowali
01 - Nilai investasi
perusahaan
industri di KJ Morowali
triliun rupiah 466,71 467,46 469,89 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol9 -
Perindustrian
05.02.19.01
PRO-P.
PRO-P
05.02.19.07
PRO-P: Peningkatan
05.02.19.08
PRO-P:
o5-02-19.09
PRO-P:
05.02.20
triP
Sumbawa B6at
Ol -
aglomerasi industri di
KI
0t - Nilai investasi
perusahaan
Barat
triliun rupiah - (tahap
- (tahap
0,23 02 - Transformasi
SK No 122330 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan tuselir@2o24 Target 2025
Agenda
Transformasi
PRO-P: Perizinan KI
PRO-P:
05.02.20.os
PRO-P:
PRO-P
05.02.20.10
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.20.t I
PRO-P:
PRO-P:
KPi
Pulau Obi
Ol - Terwujudnya
agl@€f,aii industri di
KI Pulau Obi
0l - Nilai Investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Pulau Obi
triliun rupiah
Ekonomi
019 -
05.02.21.03
PRO-P:
SK No
Kegiatan Priorit s/
Koordinator/
05.02.21.04
PRO-P:
05.02.21.08
PRO-Pi
PRO-P: Pengembangan
05.02.21.10
PRO-P:
KP:
Weda Bay
Ol -
KI Weda
01 - Nil,ai
perusahaan
industri di Kl Weda Bay
triliun rupiah 346,33 349,49 359,67 02 - Tra[sformasi
Ekonomi
Ol9 -
PRO-E
PRO-P
PRO-P
PRO-P:
SK No
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselitezl24 T8gct2025
Transformasi
Pcngampu
PRO-P:
05.02.23
KP:
Buli
Ol -
I(I Buli
01 - Nilai
perusahaan industri daD
triliun rupiah 0,01
019 -
PRO-P:
PRO-P.
05.02.23.03
PRO-P: Pengembangan Sarana
PRO-Pi
05.02.23.08
PRO-P:
05.02.23.09
PRO-P:
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
KP:
01 -
XI
01 - Nilai
perusahaan industri dan
Perusahaan kawasan
industri di KI Faldak
triliun rupiah - (tahap
- (tahap
Ekonomi
PRO-P
PRO-P: Perataan Ruang KI Falda*
PRO-P: PE
PRO-P:
o5_o2.24.10
PRO-R
PRO-E Pengembangan
SK No 122334C
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
Koordinator/
PRO-P: Penyediaan
KP:
Ol - Terwujudnya
aglomerasi industri di
I{I Takalar
Ol - Nilai investasi
pcf,
industri di KI Takalar
02 -
019 -
Perindustrian
triliun rupiah - (tahap
- (tahap
PRO-P:
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana
05.02.25.03
PRO-P:
PRO-P:
05.02.25.05
PRO-P: Penyediaan
SK No 122335C
Prioritas
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek
SaSaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2o2s
Transformasi
Koordinator/
05.03
PP
Perkuatan
01 -
kinerja layanan
dan
nasional untuk
dan global
Ol -
logistik
persen 4,79 (20221 4,27 7,*
02 - Rata-rata
perputaran di
hari 1,8 t,7 1,2 035 -
FErekqroEiryr
KP: Penguatan
Infrastruktur
Ol - Menguatnya
infrastruktur
0l -
darat
02 -
laut terhadap PDB
Perhubungan
03 - Biaya transportasi
udara terhadap PDB
Perhubungan
04 - Biaya
rel terhadap PDB
SK No 122336 C
Perhubungan
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan
Koordinator/
OS - Biaya transportasi
logistik pada angkutan
sungai
PDB
06 -
utama yang
lokasi
7 6 t2 022 -
07 -
utama
Perhubungan
08 - Jumlah bandara
ditingkatkan
kapasitasnya
lokasi
3 (2023) 5 9 022 - Kementerian
09 -
barang transportasi
udara pada bandara
primer/utama
juta ton r.391 1.419 1.536 022 - Kem€ntcf,ian
Perhubungan
SK No 122337 C
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan EaBeUiE2O24 Target 2025
Transformasi
PRO-P: Standarisasi
PRO-P:
PRO-P: Penyediaan Layanan
PRO-P: Tata Kelola Peningkatan Kualitas
PRO-P:
KE
Integrasi dan
Digitalisasi
01 -
integrasi pada
dan
digitalisasi pada
layanan logistik
01 -
(Are[
had 2,45 2,90-2,45 2,6-2,60
05.03.02.01
PRO-P:
SK No
Program Prioritas/
I&giatan
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
KP.
Saing Sumber
Manusia dan
Penyedia Jasa
Ol -
daya saing suEb€r
daya
dalam negeri
Ol - Indeks
SDM
110,ro 45,5 87,5 022 -
Perhubungan
02 -
pos logistik
Komunikasi dan Digital
PRO-P:
PRO-P Peningkatan Produktivitas d r Daya Saing
05.04
PPi
Integrasi Ekq!@i
0l -
realisasi
modal asing dan
dan global
Ol - Nilai pMA dan PMDN triliun rupiah
SK No
Proycl<
Transformasi
Pcruampu
05.04.ol
KP:
Ol -
01 - Nilai PMA/PMDN
triliun rupiah 596,3 (2023) 855,9 1.718,3 065 -
Investasi dan
Modal
02 - P€f,scf,rtaoe
usaha
nil,ai
PMA/PMDN)
47,6 (20.231 44,3 49,7 065 -
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
03 - Nilai PMA/PMDN
Investasi dan
Koordinasi
Modal
04 - Nilai realisasi
penanaman modal di
bidang hilirisasi
Koordinasi Penanaman
Modal
05.04.01.01
PRO-P:
SK No 122340 C
Program Prioritas/
Agenda
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
05.04.01.05
PRO-P: Peningkatan Kemitraan Usaha Nasional
05.04.01.06
PRO-P: Penguatan Transformasi Digital mela.lui
05.04.01.07
PRO-P: Peningkatan
05.04.02
KP: Peningkatan
dan
Partisipasi
Rantai
01 -
dan
partisipasi dalam
rantai nilai global
Ol - Nilai PMA
triliun rupiah 115,4 l2o23l 171,6 367,4 065 -
Investasi dafl
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
065 -
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Modal
SK No 149501G
02 - Nilai PMDN
60,4 1,4
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 Target 2025
Koordinator /
PRO-P
PRO-P:
PRO-P
05.04.03
KP: Peningkatan
Infrastruktur
Ol -
investasi da.laE
0l -
investasi luar Jawa
Investasi dan
Hilirisasi /Badan
Modal
PRO-P
PRO-P: FcnhSkatar
SK No 122342C
Prioritas
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Koordinator/
05.05
PP:
Domestik,
Ekspor
Partisipasi dalam
Rantai Nilai Global
Ol - Meningkatnya
domestik,
ekspor barang dan
tinggi di
rantai nil,ai global
Ol -
barang Indonesia
barang dunia
persen
02 - Nilai
Perdagangan
03 - Pangsa
ekspor Indonesia
nilai global
04 - Nilai total pembelian
wilayah
I{P:
dan Rantai Nilai
Domestik,
dcngaE Globall
0l - Meningkatnya
nilai
wilayah per pulau
Ol - Nilai pembelian
antarwilayah di Pulau
Sumatera
triliun rupiah 2OS (X22) 217 267 090 -
Perdagangan
02 - Nilai
antarwilayah di Pulau
Jawa
SK No
triliun rupiah 1.059 (20221
Perdagangan
Program
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Koordinator/
03 - Nilai
Bali-Nustra
triliun rupiah 5t l2o22l 93
Perdagangan
04 - Nilai
antarwilayah di Pulau
triliun rupiah
OS - Nilai
06 - Nilai
antarwilayah di
triliun rupiah 3r
Perdagangan
02 -
kontribusi
dan
PDRB Provinsi pcr
pulau
Ol - Kontribusi
€c€ran terhadap I'DRB di
Pulau
persen
02 -
Pulau Jawa
SK No 122344C
persen 12,44 eO22) 13,31 14,39 O9O -
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Tarytcr2025
Koordinator/
Pengampu
03 - Kontribusi
Pulau
persen 9,23 ln22l lo,06 11,16 O9O -
Perdagangan
10,65
11,98 13,61
Perdagangan
r 1,95 13,75 090 -
1.352.500
Perdagangan
04 - Kontribusi
eceran
Pulau
05 -
perdagangan besar dan
eceran terhadap PDRB di
06 -
Pul,au Papua-Maluku
03 - Meningkatnya
nilai ekspor barang
per pulau
01 - Nilai ekspor barang
di Pul,au
miliar rupiah 1.159.400
SK No
02 - Nilai ekspor
di Pulau Jawa
1.953.800 3.014.500 O9O - Kerocnterisn
Perdagangan
Prioritas Nasional/
Program
Sasaran Indikator
Koordinator/
Pengampu
03 - Nilai
di
Perdagangan
04 - Nilai
di Rrleu Kelimsnt n
05 - Nilai
di Pul,au
Perdagangan
06 - Nilai ekspor barang
di Pulau
miliar rupiah
o,30 o,22
Perdagangan
o,27 o,17 O9O -
0,45 o,32 (XX) -
04 -
per pulau
Ol - Indeks diversifikasi
02 - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau Jawa
q@ (2022l-
03 - Indeks
ekspor di Pulau Bali-
o,37
04 -
ekspor di Pulau
Kalimantan
0,60 ln22l
SK No
05 - Indeks diversifikasi
o,$ln22l 0,39
Perdagangan
Proyek Prioritas
Agenda
Koordinator/
Pengampu
06 -
Maluku
o,74 lx22l 0,60 0,50 O9O -
unit
2.288.300
3.340.800 5.533.100 090 -
Perdagangan
Perdagangan
160. too 265.300 O9O - Kementerian
06 - Jumlah usaha e.
Papua-Maluku
05 -
"- @rroflef@ w Pula:rl
0l -
cgnrrr€rEe di
02 -
camrn€rce di Pulau Jawa
unit
03 -
Nus[a
unit
(N -
clrnm"ic" di Pulau
unit
132.0@ l2o22l
05 -
oornner@ di
Sulawesi
unit
[email protected]
SK No 122347 C
unit
Sasaran Indikator Satuan E aselinem24 T8trget2025
Agenda
Transformasi
06 -
komoditas pangan
pokok antarwaktu
dan
01 -
komoditas pangan pokok
antarwilayah
baru)
20-25 10-15 125 - Badan Pangan
Nasional
PRO-P: Integrasi
05.05.01.002
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
05.05.01.005
PRO-P: Stabilisasi
PRO-P: Pelatihan Ekspor dan Adaptasi
PRO-P: Pendampingan Pelaku Usaha di Daerah untuk
SK No
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
05.05.01.008
PRO-P:
05.05.01.009
PRO-P: Kebijakan Perdagangan untuk
KP: Peningkatan
Ekspor Muk
Ol -
bcrtclmologi
di
0f -
produk
Indonesia terhadap
ekspor produk Indonesia
p€fll€n 22,67 QO22) 24.94 27,16 O9O -
02 - Kontribusi
Pasar ekspor Produk
berteknologi
dan tinggi
pcf,s€f,i
03 - Nilai
barang berkategori hijau
miliar USD
04 -
berteknologi tinggi
persen 7,9 8,6 11,4 O19 - Kementerian
Perindustrian
PRO-P:
SK No 122349 C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusditv2o24 Target 2025
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.02.002
PRO-P:
PRO-P: Fasilitasi Sertifikasi Produk dan
PRO-P:
05.05.02.005
PRO-P: Optimalisasi Market
05.05.02.006
PRO-P:
KP
Industri
Tenaga Kerja Tinggi
Of -
penyerap tenaga
tinggi
Ol - Kontribusi pangsa
pasar ekspor produk
tinggi terhadap dutrira
PCrllcn
Perdagangan
02 - Jur ah pelaku
usaha
ekspor
pelaku usaha
20.533
Perdagangan
03 -
@mi@t@
melakukan ekspor
SK No 122350C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Ic.giatan Prioritas/
SaSaran Indikator Satuan
Pengampu
PRO-P.
05.05.03.002
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan
PRO-P: Integrasi
PRO-P: Business
05.05.03.006
PRO-P: Fasilitasi
05.05.04
KP:
Ekspor Produk
dan Industri
SDA
Ol -
pangsa
dan industri
SDA di
0l - Nilai ekspor hasil
miliar USD 5,63 (2023) 6,25 8,50 032 -
02 - Kontribusi pangsa
pasar
pertanian terhadap dunia
SK No 122351C
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehnc2o24 Target 2025
Transformasi
Koordinator/
03 -
pasar ekspor produk
industri berbasis
daya alam
dunia
04 -
industri berbasis SDA
yaltg diolah
0,294 (2023!- o,%6 o,269
05 -
industri berbasis SDA
yang diolah yang berdaya
saing
produk 179 ln22l 20s
032 -
Kelautan dan
032 -
Kelautan dan
06 - Nilai
laut
07 -
produk
laut
PRO-P: Kcbijakor dan Fasilitasi Ekspor Produk
PRO-P
SK No 122352C
Proyek
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Taryatm2'
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan
05.05.05
KP:
Produk
Ol -
produk
O I - Nilai
telekomunikasi,
miliar USD 2,37
Komunikasi dan Digital
02 - Nilai
bisnis lainnya
miliar USD 5,93 (20221 4,46 10,28 O9O -
Perdagangan
03 - Nilai ekspor ekonomi
miliar USD 23,96 (20231 26,44 32,94 148 -
04 - Nilai
PRO-P: Perluasan Aksca
PRO-P:
05.05.05.003
PRO-P:
SK No
Program
Proyek
Sasaran
Koordinator/
05.05.05.004
PRO-P:
PRO-P
05.05.06
KP:
Rantai Nilai Produk
Otomotif
0f -
elektronik
dalam
Asia
Tenggara dan
rantai nilai global
01 -
produk
bergabung dalam rantai
nilai
pcrllttl 42,OO
Perindustrian
02 -
produk
(Ev) Indonesia yang
bergabung dalam rantai
nilai global
P€f,8€N 23,OO
05.05.06.001
PRO-P:
05.05.06.002
PRO-P Kerja Sama untuk
PRO-P Frroartauafl NTM yang
SK No 122354C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
AS€(lda
Transformasi
PRO-P:
PRO-P: Fasilitasi
05.05.07
KP:
Utilisasi FTA/CEPA
untuk
Rantai Nilai Global
Ol - Meningkatnya
pemanfaatan atau
utilisasi FTA/CEPA
untuk
dalam rantai nilai
global
Ol - Nilai
ke negara-negara
miliar USD 172,4 |.2023) 184,9 269,1 O9O -
02 - Nil,ai
ke
tergabung dalam ASEAN
03 - Nilai
ke negara-negara EFTA
Indonesia-EFTA CEPA
miliar USD 2,4lm23l 3,0 4,3 O9O -
04 - Nilai
ke Australia
rangka utilisasi IA-CEPA
miliar USD 3,2 (?o23l. 33 4,9 O9O -
05 - Nilai
ke
utilisasi UEPA
SK No 122355C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
06 - Nilai ekspor barang
ke UAE
miliar USD 2,6 l2023l 2,4 4,1 O90 -
Perdagangan
I t,o
o,33 o,49
07 - Nil,ai
ke
utilisasi IK-CEPA
08 - Nilai
ke Chile
CEPA
miliar USD
05.05.07.001
PRO-P: Sosialisasi darr Penyediaan
PRO-P Peninjauan dan
05.05.07.003
PRO-R
Pemasaran,
05.05.07.004
PRO-P:
SK No 122356 C
Program
Kegiatan
Sasaran
Agenda
Transformasi
PRO-P:
05.05.08
KP
Kualitas Muk,
01 -
daya saing produk
Ol -
bcr-SM
Nasional
084 - Badan Standarisasi
Nasional
02 -
P€rs€f,r
02 -
yana
Ol - Indeks
Usaha
4,8717,OO
12022)
03 -
konsumen
01 -
53,23
PRO-P:
PRO-P:
05.05.08.003
PRO-P: Percepatan Penerapan dan
SK No 122357 C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
SaBaran Indikator Satuan ksdit@2o24 Tdr9et202s
Koordinator/
PRO-P:
05.05.08.005
PRO-P:
05.06
PP
01 -
investasi strategis
negara
01 - Jumlah nilai
investasi strategis negara
triliun rupiah - (indikator
baru)
100 400 Danantara
05.06.01
KP Pengelolaan
Portofolio dan
Investasi Strategis
Negara
0f -
portofolio
strategis negara
- (indikator
baru)
6,0 8,O Danantara Ol -
(ROD
pcf,s€n
PRO-P: Portofolio
PRO-P: Tujuan Investasi
KP: FerfnSkatar
Negara pada
Prioritas
0f -
negara pada sektor
prioritas
Ol -
prioritas yang mencapai
fiiu,tlci,,l close
proyek - (indikator
baru)
2 10
SK No
Progra.m
koyd<
Sasaran Indikator Satuan E
Agenda
Transformasi
Koordinator /
05.06.02.01
PRO-P: kaEbangan,
PRO-P: Infrastruktur dan
PRO-P:
SK No
DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN
Prioritas Nasional/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Agenda
06
PN:
Desa dalt dari
untuk Pertumbuhan
Ekonomi, dan
0l -
pengurangan
kelas
persen 17,13 17,50 20,00 134 -
02 -
Koordinator
03 - Tingkat
eL8tret!
Koordinator Bidang
Masyarakat
04 -
disabilitas yang
di
02 -
akses hunian layak,
terjangkau, dan
Ol - Rumah tangga
dengan akses hunian
layak, terjangkau, dan
132 -
Infrastruktur dan
Pembangunan
Kewilayahan
SK No 122362C
Prioritas Nasional/
Proyek
Sasaran Indikator Satuan Baseliv2o24 Targc12025
Koordinator/
03 -
berkelanjutan
Ol - Pcf,scntasc
pcf,s€n 22,4s 23,29 25,79
dan
Daerah
132 -
Kewil,ayahan
04 -
ekonotni
Ol -
Perkotaan
06.01
PP: Sistcr!
Sosial Ekonomi
Terintegrasi
Ol - TcGcdiaflya data
dalam satu
yang
dan
pco8Erggaran dan
PcobanguDaa
0l -
sosial ekonomi keluarga
PPN/BAPPENAS
SK No
Program Prioritas/
Koordinator/
Pengampu
I(P Tata
Sosial Ekonomi
Ol -
antar
L€tnbaga
Ol -
abtcrr datanya
t€f,hubung
Regso3e*
055 -
PRO-P:
06.01.01.002
PRO-P Monitoring dan
PRO-P.
PRO-P Integrasi Data Registrasi Sosial
KP:
Sosial
Ol -
yang optimal untuk
pembangunan
Ol -
Krrlentcdan/I€Ebaga
Reg8os€k melalui
l0O 01 - Trandormasi
Sosial
055 -
PPN/BAPPENAS
02 -
p€oerfurtah
Regs6€k
SK No 122364 C
pefaclr 30 60 loo 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
Program Prioritas/
PRO-P:
06.01.02.02
PRO-P:
PRO-P: Integrasi dan
PP: Perlindungan
Sosial Adaptif
Inklusif
Ol - Terwujudnya
sosial dan
sosial yang inklusif
dan adaptif dalam
menghadapi bencana
alam, bencana sosial,
serta dampak
Ol -
dan jaminan sosial
Koordinator Bidang
MaE|s akat
134 - Kem€nt€r'ial
Masyarakat
02 - Cakupan
sosial
persen 29,77
(S€rlestcr l)
32,15 43,92
03 -
perlindungan
tergraduasi dari
jiwa/tahun - (indikator
baru)
1,5 juta 1,5 juta
SK No
Program Prioritas/
Agenda
Pengampu
KP:
Bantuan Sosial
Adaptif dan Subsidi
Tepat
01 -
kualitas
adaptif tEhadap
berbagai kondisi
0l -
non-tunai
pcf,scfi 60 (2023) 65 80 027 - Kementerian Sosial
027 -
02 - Persentase korban
bencana yang
03 - Jumlah keluarga
PRO-Pi Bantuan Keluarga,
06.02.01.02
PRO-P: Bantuan
PRO-P:
SK No
Program Prioritas/
Sasaran
Agenda
Koordinator/
KP: Reformasi Sistcsr
Ol -
Sosial
Nasional
Ol -
Bukan
29,02 Ol -
026 -
02 -
persen 52,39
54,18 62,14 026 -
03 -
inklusif
3 (20.23l. 4 3 134 -
Pemberdayaan
06.02.02.01
PRO-P Perluasan Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial
PRO-P: Penguatan Program dan
SK No 122367 C
Proyek
Transformasi
06.02.03
KP:
(Care
Ol -
pcobcrian
01 -
kesejahteraan sosial yatrg
45 Ol - TransforEasi
027 -
02 -
SDM
06.02.03.01
PRO-P: Penyediaan layanan
PRO-P:
06.03
PP
dan Penumbuhan
Usaha
den
01 -
peningkatan
wirausaha yang
Ol -
penduduk
Masyarakat
02 - Perc€fltasc
EcrdnSkat
keejahteraannya
persen 4,96 14,98 53,89 Offi -
Agraria dan Tata
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Agenda
Transformasi
06.03.01
KP: Peningkatan
Usaha
Ol -
yang
menuju kelas
menengah dan kel,as
ECf,rCogah
usah.a dengan usaha
berbadan
memiliki catatan
4,5 6,3 02 -
Ekonomi
150 -
Mikro,
PRO-P:
06.03.01.02
PRO-P:
06.03.02
KP: Peningkatan
Kartu
01 -
kesejahteraan
Usaha
Ol -
atau bekerja
buruh/karyawan
baru)
r.ooo.ooo 3.OOO.OOO 027 -
PRO-P:
06.03.02.02
PRO-P:
SK No 122369 C
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan Prioritas/
Proyd<
SaBaran Indikator Satuan Baseli@2o24 Target 2025
Pengampu
06.03.03
KP: Reforma
Ol -
mengurangi
Tanah Obyek
Agraria
01 - Persentase
tangga miskin yang
Agraria dan Tata Ruang
02 -
petani/nelayan
Agraria dan Tata Ruang
03 - Penurunan indeks
gini
petani/nelayan
0,0057
Agraria
PRO-P:
PRO-R
06.04
PP: Pembangunan
Perkotaan
Of -
pusat
dsn
0l - Proporsi kontribusi
PDRB Wilayah
Metropolitan terhadap
Nasional
P€f,S€fi
Pekerjaan UDum
02 - Skc
Metropolitan
SK No 122370C
44,61 12023) 44,81 45,61 145 -
Prioritas
Kegiatan Prioritas/
koycL Prioritas
Pengampu
02 -
sebagai pusat
elonotni Jrang
dan bcrkdanjutafl
01 -
PDRB
Wilayah
02 - Sl(or
rerata perkotaan Non-
Wilayah
4436 QO23l 48,66 49,46 145 -
KP:
Wilayah Metropolitan
Of -
Metropolitan KBI
Ekonomi yang
0l - Proporsi kontribusi
PDRB Wilayah
terhadap I,DB Nasional
persen
145 -
40,93
02 - Skor IndcLe Kota
B€ri<clafljutan (IKB)
rcf,ata
4s,a6 QO23l 46,16 47,36 145 -
02 -
F.f,sn Wilayah
Metropolitan l(Tl
Berkelanjutan
Ol -
PDRB Wilayah
pers€lr 3,38 (2022) 3,42 3,52 145 -
02 - Skor Indeks Kota
SK No 122371C
42,74 12023) 43,04 44,24 145 -
(
Program Prioritas/
Proj'cL
Sasaran Indikator Satuan tuselie2o24 Target 2025
Transformasi
Koordinator/
PRO-P: Peningkatan Kualitas Wilayah Metropolitan
06.04.01.02
PRO-P:
06.04.01.03
PRO-P: Fesrantspan Wilayah
PRO-P.
PRO-P
PRO-P:
PRO-P:
06.04.01.08
PRO-P:
06.04.ol.09
PRO-P: Peningkatan Kualitas
SK No
Program Prioritas/
Koordinator/
Pengampu
06.04.01.10
PRO-R
06.04.02
KP:
01 -
pcfan
Wilayah Metropolitan
KBI sebagai pusat
ckon@i yara inklusif
dan
Ol - Proporsi
PDRB Perkotaan Non-
Wilayah
4,01 02 - TrandorEasi
145 -
02 -
rerata
Wilayah Metropolitan KBI
49,41 QO23l
Pekerjaan Umum
02 -
p.ran
Wilayah
KTI
pertumbuhan
ekon@d yang inklusif
dal!
0l - Proporsi kontribusi
PDRB
p€f,s€rr
02 - S[<or krdd.s Kota
Berkelanjutan
Wilayah Metropolitan KTI
47,20
PRO-P:
SK No 122313 C
Kegiatan
Proyek
Sasaran
Koordinator/
PRO-P:
06.04.02.03
PRO-P: Pembangunan
06.04.02.04
PRO-P:
06.05
PP
Kota
0l -
kota berlclanjutan di
dunia
01 - Indeks Kota
Berkelanjutan lbu Kota
Nusantara
47,79 48,29 50,29 126 - Otorita Ibu Kota
02 - Menggerakkan
elon@ri
mara
Ol -
PDRB Pulau Kalimantan
p€f,s€fi 5,4 5,8 4,2 126 -
Nusantara
03 -
simbol
nasional
Ol - Indeks
Masyarakat lbu Kota
Nusantara
61,35 62,45 68,85 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
SK No t22314C
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan Baselitezo24 Target2o2s
Agenda
Koordinator/
06.05.ol
KP:
Kawasan,
Kota
01 -
Kawasan Inti Pusat
Kota Nusantara dan
Ol - Luas
Inti
Ibu Kota Nusantara dan
ha
Ekonomi
126 - Otorita lbu Kota
02 -
Ibu Kota
p€rll€n - (indikator
baru)
20
Nusantara
03 -
pembangunan
yang layak,
dan
Kota
baru)
50 90 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
04 -
prasarana dasar kawasan
Ibu Kota Nusantara
persen 23 50 80 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
SK No 122375C
05 -
dan Konektivitas
Kawasan Ibu Kota
Nusantara
0,65 o,74
Nusantara
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
Agenda
Koordinator/
02 -
06 -
dan/atau
kc lbu Kota Nusantara
r.70(H.loo 4.500-9.500 126 - Otorita Ibu Kota
orang - (indikator
baru)
07 - Cakupan layanan
kota c€f,da! kawasan Ibu
Kota Nusantara
25 a2 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
PRO-P:
06.05.01.02
PRO-P:
PRO-P: Pembangunan Hunian/Rumah Tangga Layak,
06.05.01.04
PRO-Pi
PRO-P:
06.05.01.06
PRO-P
06.05.01.07
PRO-P
SK No 122376 C
Prioritas Nasional/
Proyd<
Sasaran Indikator
Koordinator/
Pengampu
06.05.02
KP:
Pengelolaan
Lingkungan lbu Kota
Ol -
p gc@bangan
Kota Nusantara dan
wil,ayah
Ol -
usaha
Nusantara
02 -
Ibu
triliun
Nusantara
03 -
superhub
Nusantara
02 -
manusia di Ibu Kota
Nusantara
0l -
masyarakat
P€r3€II 8,91 9,50
Nusantara
02 -
pelayanan
yang
di lbu Kota
Nusantara
03 -
memenuhi SNP (standar
Ibu Kota
Nusantara
SK No 122377 C
I
Sasaran
Transformasi
Pengampu
03 -
perlindungan dan
pengelolaan
lingkungan hidup di
Ibu lfuta
01 - Pcrsetrtas€
pengelolaan
lindung lbu Kota
Nusantara
Nusantara
Nusantara
03 - Indeks Risiko
50 550 126 -
02 - Indeks
Lingkungan Hidup lbu
Kota Nusantara
04 - Luas lahan
ha - (indikator
baru)
PRO-P
06.05.02.02
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122378C
Proyek
Transformasi
06.05.02.04
PRO-P: Peningkatan
06.05.02.05
PRO-P:
06.05.02.06
PRO-P:
06.05.02.07
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
06.06
PP Percepatan
Penyediaan
Permukiman
Ol -
aks€s rumah tangga
terhadap hunian yang
layak,
dan
Ol - Jumlah rumah
tangga dengan akses
hunian layak, terjangkau,
dan
difasilitasi
360.112
unit/tahun
SK No
Program Prioritas/
SaSaran Indikator Satuan Bo.selinc2o24 Targct2o2'
Koordinator/
KPi Fasilitasi
Penyediaan
PSU
0f -
baru atau
yang
02 -
yang
Ol -
baru yang terbangun
Perumahan dan
146 -
146 -
Perumahan dan Kawasan
unit/tahun 150.202 34.289 250.000
03 - Jumlah unit rumah
yang
prasarana,
unit/tahun 43.008 10.500
06.06.ol.ol
PRO-P Fasilitasi
PRO-P: Feng€ lbangan
06.06.01.03
PRO-P:
PRO-P: Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Minum, Air Limbah
SK No 122380 C
Program Prioritas/
Kegiatan
Sasaran Indikator Satuan Bdselirc2o24 Target2025
Koordinator/
06.06.02
KP:
Perumahan Publik
Vertikal yang
01 -
perumahan publik
terpadu
01 - Jumlah
unit hunian vertikal yang
terpadu (milik dan sewa)
02 -
yang
prasarana, sarana dan
unit/tahun - (indikator
baru)
146 -
146 -
unit/tahun 1.320 1.258 5.400
o 5.000
06.06.02.01
PRO-P:
PRO-P: Penyediaan Hunian Publik
PRO-P:
06.06.03
KP
Fasilitasi
Ol - Meningkatnya
pelaksanaan bantuan
kemudahan dan
fasilitasi
Ol - Jumlah rumah
tangga yang menerima
fasilitas
perumahan atau
rumah
tarryga/ tahun
570.237 324.200 419.300 146 -
PRO-Pi
SK No 122381C
Proyek Prioritas
SaBaran
Agenda
06.06.03.02
PRo-P: Fasilitasi dan
06.06.03.03
PRO-P:
06.06.03.04
PRO-P:
06.06.04
KP:
Ol -
yatrg mendukung
tcf3cdianya
yang l,ayok,
Ol -
kabupaten/kota yang
keandalan bangunan
02 -
hunian publik, privat dan
perlindungan konsumen
1 I I 146 -
Permukiman
06.06.04.ol
PRO-P:
06.06.04.02
PRO-P:
06.06.04.03
PRO-P: Perlindungan
SK No 122382C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan tusehe 2024
Agenda
Koordinator/
06.06.04.04
PRO-P:
06.06.04.05
PRO-P:
06.06.05
KP:
Penanganan
Permukiman
yang
0f - Meningkatnya
yang ditangani
01 -
permukiman kumuh
yang ditangani
Perumahan
PRO-P: PerraEganarr Permukiman Kumuh Terpadu Skala Kota
PRO-P: Penanganan Permukiman Kumuh
06.07
PR Fellingkatdl
Kemandirian
Perdesaan yang
Berkelanjutan
Ol - Mewujudkan
Perdesaan s€bqgoi
0l -
mandiri
Kn:7,42
KBI: 15,55
pcfacn KTI: 8,29
KBI: 17,50
dan
Daerah
SK No
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Koordinator/
Pengampu
06.07.01
KP
Ol - Meningkatkan
layanan dasar
Ol -
air
Pekerjaan Umum
145 -
151 -
dan
Daerah
02 -
pcr8cll 4,77 6 t2
03 -
04 -
memiliki lO() rumah
Permukiman
PRO-R
PRO-P:
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan
Agenda
Pengampu
KP Transformasi
Ketahanan
01 -
daya saing dan
produktivitas ekonomi
transformasi aktivitas
dan
ekoD6ri
01 -
BUMDes terhadap PADes
persen 3,97
dar
Daerah Tertinggal
151 - Ke eDterian Desa
dan
151 - Kcralrrtcfiatl
dan
Daerah
02 -
01 - Jumlah
Perdesaan Prioritas (KPP)
dengan status berdaya
saing
kawasan 3 4 8
03 - Menguatkan
masyarakat
terhadap kondisi
sosial
lingkungan desa
01 -
PRO-P: Transformasi
PRO-P:
SK No 122385C
Program Prioritas/
Agenda
Koordinator/
Pengampu
PRO-P:
PRO-P:
KP
Adaptif
Of -
kapasitas tata
0l -
berbasis
dan
Daerah
O1O - IGE€oterian
Negeri
02 -
desa
desa - (indikator
baru)
90 800
03 -
dan pengelolaan
keuangan desa berbasis
baru)
15{) r.660 OIO -
Negeri
PRO-P: Penguatan Pengelolaan
PRO-P: Penguatan Kelembagaan
SK No
Kegiatan Prioritas/
Sasaran
Agenda
Pengampu
06.07.03.03
PRO-P:
06.07.04
KP: Pembangunan
Daerah
Of -
masyarakat pada
daerah
Ol -
statusnya
maju
persen - (indikator
bEu)
16,67 56,67 151 - Kement rien Desa
dan
06.07.04.01
PRO-P:
06.07 .o4.o2
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
06.07.04.05
PRO-E
06.07.04.06
PRO-P:
SK No 122387 C
Sasaran Indikator Satuan tuselif,@ 2024
Koordinator/
06.07.M.O7
PRO-P:
06.07.05
KP:
0l -
dengan
integrasi dsn
kerjasama
wilayah
0l - Pcrc€ntasc desa
tertinggal di 2O4
kecamatan
perc€n 21,46 19,87 13,54 lll - Badan
Pengelola
02 -
maju dsn mandiri di 22
Pusat
Pengelola Perbatasan
03 - Rata-rata
o,52 0,56 o,72 ll1- Badan
04 - Rata-rata
Pengelolaan
Perbatasan di 204
prioritas
o,@ 0,68
Pengelola Perbatasan
SK No 122388 C
REPUEUK INDONES'A
Kegiatan Prioritas/
Proyek
Sasaran
Koordinator /
PRO-P:
PRO-P.
06.07.05.03
PRO-P: Penataan
PRO-P:
06.07.06
KP:
Ol -
pusat
Ol -
maju dan desa
45
02 - Nilai rata-rata
oA2s o,450 0,550 152 -
03 -
45
SK No 122389 C
Program
Kegiatan
Koordinator/
04 -
dukungan kegiatan
Pemerintah
Usaha yang dilaksanakan
di 45 Kawasan
Trans grasi
06.07.06.01
PRO-P:
06.07.06.02
PRO-P
06.07.06.03
06.07.06.04
PRO-P: Penataan
KP Tata Kelola
Pendampingan/Penyu
luhan
Ol - MerdnSkahya
Ol - Juu ah
yang
dalan
kapasitas pendamping
7 4 4 134 -
Koordinator Bidang
SK No 122390C
hoycL
Sasaran Indikator
Pengampu
06.07.07.ol
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
'irausahaan
PRO-P: Pendamping Pembangunan
SK No l2239l0
DAN PEMBERANTASAN KORUPSI, NARKOBA, JUDI, DAN PENYELUNDUPAN
Prioritas
hoEraln
Kegiatan
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
07
PN:
Hukum, dan
Birokrasi,
I6mpsi, Narkoba,
Judi, dan
PcnyeluDdupan
0l -
yang
dan tidak
yang fungsional
Ol -
Pembangunan
0,68 (2023) 0,69 0,73 130 -
O93 - Komisi
Peob€f, antas€rr
129 -
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
048 -
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan
02 - Indeks Pcf,s@si
Korupsi
34 (2023t- 38 43,7
03 - Indeks
Paltai Politik
62,83 63,00-64,99
02 - Terwujudnya
birokrasi
adaptif dan
Ol - Indeks
69,94
02 - Indeks
dan Pelindungan WNI di
Luar
SK No
93 93,5 95,5 Oll -
Negeri
SaBaran
Pengampu
03 -
bebas dari
Ol - Angka
penyal,ahguna narkotika
t,73 I,70 1,60
066 - Badan Narkotika
Nasional
O4l -
Usaha Milik Negara
015 - Kementerian
Keuangan
04 -
kelola BUMN yang
baik untuk
kontribusi BUMN
Bebagai
(ROA) BUMN
05 -
peningkatan
tetap
investasi, didukung
belanja negara
perluasan sumber
dan
inovasi
01 - Rasio pendapatan
negara
persen 12,42
SK No
Program Prioritas/
Sasaran
06 -
untuk
stabilitas serta
ekonomi yang iddusif
dan
01 - Tingkat
07.01
PP:
dan Tata Kelola
Pemilu
01 -
partai politik yang
modern,
01 -
Partai
il,94 65,00-66,99 73,00-74,99 129 -
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
Politik dan
61,85 62,00-63,99
Koordinator Bidang
Politik dan
61,11 61,50-63,99 70,00-71,99 129 -
Koordinator Bidang
Politik dan
02 -
Partai
03 -
Partai
(ode Etik
04 - Indeks
Partai
SK No 122394C
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Proycf<
Transformasi
05 - Indeks
67,47
Politik dar Keamanan
129 -
0lO -
Negeri
02 - Terwujudnya
penyelenggaraan
berkualitas dan
Ol - IndelB
Etik
Pemilu
6L,72 64,85 77,37
03 - Terwujudnya
hak
warga negara
publik yang didukung
data kependudukan
yang akurat
Ol -
dengan Indeks
Layanan Kependudukan
dan
daerah 150 514
(indikator
baru)
I(P:
dal!
01 - Terwujudnya
politik yang
nilai s€f,ta
yang transparan dan
Ol -
menyampaikan laporan
bantuan keuangan parpol
setelah diaudit
kc?ada
pers€o r0o (2023) roo IOO 03 -
Tata Kelola
O10 - Kementerian
Negeri
SK No 122395C
Koordinator/
02 - Pcf,scntalc parpol
keuangan parpol dari
APBN yang
metopriGitad<an
bantuan keuangan parpol
untuk
PCf,s€N loo 100 100
PRO-P:
PRO-P: Pelaksanaan
I(P: Pelayanan
Identitas
Wajib KTP
Ol - Terselenggaranya
pelayanan
(II(D) bagi penduduk
q,ajib KTP
Ol -
penduduk yang
(lKDl baSi
07.ol.02.ol
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan
SK No 122396 C
Program
Kegiatan
Koordinator/
KP:
Ol -
Ol -
masyarakat atas
KPU
04 -
Hukum, Stabilitas
076 - Komisi Pemilihan
persen 72 80
(indikator
barul
02 -
layanan
76,96 o
(tidak
dihitung)
83 I 15 - Badan
Pemilihan
PRO-P:
07.01.03.02
PRO-P
PRO-R
07.01.04
I(P:
dalem
0f -
inklusif dan
partisipatif
0l -
dan
04 -
Kepemimpinan
Indonesia
076 -
Umum
(indikator
baru)
02 -
SK No 122397 C
(indikator
baru)
80 95 I 15 - Badar
Pemilihan UDU!r
Prioritas
Kegiatan
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
PRo-P: Peningkatan
07.0 r.o4.o2
PRO-P:
PP:
01 -
regulasi yang adaptif
dan taat azas,
keadilan yang merata,
serta
yang patut
Ol -
Hukum
0,60 (2023)
02 - Indeks Budaya
Hukum
0,81 (2023) o,83 o,a7 135 -
KP:
Ol -
adaptif dan taat asas
Ol - IEdd<s Kualitas
undangan
3,70 3,26 3,30 03 -
Tata Kelola
135 -
07.02.ol.ol
PRO-P:
PRO-P: Peningkatan Kualitas Regulasi
SK No
Program
Sasaran Indikator Satuan
Transformasi
Pengampu
KP:
Akses Terhadap
0l -
layanan
yang substansial
terutama dan tidak
Ol -
Saksi dan Ibrbatr
04 -
Hukum, Stabilitas
dan
123 -
Perlindungan Saksi dan
81 89
(indikator
baru)
02 -
pemberian
nonlitigasi
Hul(rE
PRO-P:
PRO-P: Penguatan
KP:
Budaya
Ol - Terwujudnya
program literasi
hukum
hukum
Ol -
04 -
Hul(lrE, Stabilitas
dan
Indonesia
135 -
Hukum
135 -
Hukum
0,67 (2023l. o,72 o,76
02 -
PRO-P Penguatan
PRO-P:
SK No
Prioritas Nasional/
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasa.ran
Transformasi
XP: Pembangunan
HUIqrE
Strategis
01 -
Ol -
60 04 -
dan
Indonesia
056 -
Agraria dan Tata Ruang
persen
PRO-P: Penegakan dan
PRO-P:
07.03
PP Penguatan
Penegakan Hukum
0l - Terwujudnya
yang
transparan, dan
alorntab€l
0f - IndcLe
o,73
Koordinator Bidang
Politik
02 - hdcks
o,a
Koordinator
Politik den
KP:
01 -
hukum yang
berintegritas,
akuntabel
Ol -
publik
hukum
04 -
Hukum, Stabilitas
dan
Indonesia
129 -
Politik dan Keamanan
o,73 (20231 0,69 o,73
SK No 122400 C
Proyek Prioritas
07.03.01.01
PRO-P:
07.03.01.02
PRO-P: Penguatan
KP
Penegakan
Ol -
yang adil, tidak
transparan,
O I - Tingkat
restoratif
04 -
dan
129 -
Politik dan KeaEanatr
005 - Mal ramah Agung
02 -
penyelesaian
putusan
07.03.02.ol
PRO-P
PRO-P:
SK No 122401C
Sasaran
Agenda
Koordinator /
PF:
0l - Terwujudnya
integrasi
bidang penuntutan di
Jaka Agung
pcnSrcara
Ol -
p€f,s€n 61 69 006 -
Indonesia
006 -
Indonesia
baru)
02 -
kecukupan,
dan
baru)
07-04.o1
KP:
Kejaksaan
Ol -
yang integratif
Ol -
denda
69 (N -
Hukum, Stabilitas
dan
006 -
Indonesia
baru)
PRO-P:
PRO-P. Ad.uoqat Cenerual
KP: Peningkatan
Jumlah,
01 - Terwujudnya
kuantitas jaksa yang
01 -
personil jaksa
persen 94,O2 94,20 99,20 006 -
02 - Tingkat
SK No
Indonesia
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Agenda
Transformasi
Koordinator/
03 - Tingkat
p€rryelolaan SDM
pcf,8cn 77,6 80 90 006 -
Indonesia
PRO-P: Pemenuhan Sarana Prasarana dsn Teknologi
PRO-P: Peningkatan
07.05
PP: Pencegahan dan
Korupsi
Ol - Terwujudnya
dsn anti pencucian
uang yang efektif
serta
Ol - Indeks Integritas
Nasional
70,97
02 - Indeks Perilaku Anti
Korupsi
03 -
s,37
Politik dan Keamanan
07.05.01
KP:
Kelembagaan
C!.ral@n
Korupsi
0l - Terwujudnya
pemberantasan
korupsi lebih
sistematis
ol - Nilai dimensi
Nasional)
77,42
Tata Kelola
O93 -
SK No 122404C
Transformasi
PRO-P
07.05.01.02
PRO-P:
07.05.02
KP:
Korupsi yana
Edukasi
Budaya
01 - Terciptanya
peningkatan
antikorupsi
Ol - Nilai dim€rtsi
Anti Korupsi)
3,76 3,84 3,93 03 - Transformasi
Tata Kelola
093 - Komisi
PRO-P
PRO-P
KP:
Tindak Pidana
Korupsi
Ol -
strategi
korupsi di
Ol - Nilai
Integritas Nasional)
44,97
Tata Kelola
093 -
07.05.03.ol
PRO-P:
SK No
Program
Proyek Prioritas
Pengampu
07.05.03.02
PRO-P: Stutenr Pencegahan Korupsi di Sektor Peningkatan H4at Hidup Orang
07.05.04
KP:
01 -
strategi
dan pe@b€f,afltaran
dan
tindak pidana
Ol -
implementasi
TPPU
IOO 03 -
Tata
O78 -
dan
persen 75 80
PRO-P: Integrasi Pencegahan TPPU
PRO-P:
07.06
PP: Pencegahan,
Peredaran
Narkoba (F+GI{)
Ol -
upaya holistik dan
narkoba yang
dilakukan baik
ditingkat pusat,
provinsi,
kab/kota
Ol -
SK No
Sasaran Indikator Satuan tuseline2oz4 Target
Koordinator/
KP:
Masyarakat
Sehat, Terutama
Dimulai dari Keluarga
dan
Ol - Meningkatnya
ketahanan
masyarakat dalam
menghadapi
narkotika
0l -
Narkotika
58,56 59,00 61,OO 066 - Badan Narkotika
Nasional
07.06.ol.ol
PRO-P FetrinSkatar
07.06.01.02
PRO-P Felringkatar
07.06.02
KP: Optimalisasi
Narkotika
Ol -
kualitas l,ayanan
rehabilitasi dalam
kepulihan
penyalahguna
narkotika
01 -
Layanan Rehabilitasi
3,53 3,57 3,70 066 - Badan Narkotika
Nasional
SK No 122407 C
Program Prioritas/
Kegiatan
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselj,l€ 2024 Target 2025 Target 2029
Koordinator/
PRO-P: Peningkatan
PRO-P:
07.06.03
KP:
Kalangan Pelajar dan
generasi
bangsa yang bebas
dari ancaman
perilaku negatif yang
bisa menghambat
Of -
Diri Remaja
52,70 60 62,5 066 - Badan Narkotika
Nasional
PRO-P
07.06.03.02
PRO-P:
07.06.04
I(P:
Aparat
Hukum
Narkoba
Ol -
yang
UU y€fl8
Ol -
Nasional
SK No
Program Prioritas/
Koordinator/
PRO-P
PRO-P:
07.06.06
KF:
01 -
dini dan
penyalahgunaan
maupun peredaran
gelap narkotika
01 -
provinsi
,dinim-et
Nasional (indikator
baru)
07.06.06.ol
PRO-P: FetdrEkatan Kapasitas dan Kapabilitas Intelijen dalam
PRO-P:
07.06.07
KP: Optimalisasi
Tindak
Pencucian Uang Hasil
Tindak Pidana
Narkotika dan
Prekursor Narkotika
Ol -
tindak pidana
dari tindak pidana
narkotika dan
prekursor narkotika
Ol - Jumlah perkara
tindak pidana pencucian
uang hasil tindak pidana
narkotika dan
SK No
Program
Agenda
PRO-P:
PP:
Meritokrasi dar
Reformasi
ASN
OO1 -
sesuai
meritolcasi
01 - Indeks
ASN
0,54 (2023) 0,61 o,65 048 -
Negara
KP:
0l -
kesejahteraan ASN
yang adil, layak, daE
Ol - Aspek
Indeks Sistem Merit
03 - TransforEasi
Tata Kelola
048 -
Negara dan
048 -
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan
Birokrasi
(target
02 - Aspek
Merit
Merit yang
SK No l224l00
Kegiatan Prioritas/
Agenda
Pengampu
03 -
pemerintah yang
Pendayagunaan Aparatur
(indikator
(indikator
baru)
07.07.ot.01
PRO-P:
07.o?.o1.o2
PRO-P:
KP Penguatan Sirtcr!
ASN
01 - Terwujudnya
talenta ASN sesuai
Ol - Aspek perencanaan
k€butuhar Indd<i Sistcro
Merit
persen TAAi QO23l 03 -
048 - Ifurac[tcrian
048 -
Birokrasi
7a15
instrumen
Indeks
02 - Aspek pengadaan
Indcl€
(target
Indeks
Merit yang
SK No
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Pengampu
03 -
dalam Indeks Sistem
Merit ASN
'Ecocngah'
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Negara dan
04E -
Negara dan
Birokrasi
048 -
Negara dan Reformasi
baru)
(indikator
baru)
54
baru)
baru)
54
(indikator
bam)
baru)
54
(indikator
baru)
(indikator
baru)
04 -
pemerintah yang
Merit ASN
05 -
manajcrtr€f,r
Irdd<s Sistem
minimal
06 -
standar
Sistem
SK No l224l2O
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Easeli.e2o24 Target2o2s
Agenda
Transformasi
Pengampu
07 - Pcf,scntarc
standardisasi jabatan
dalam lDdcl6
Merit ASN minimal
(indikator
baru)
(indikator
baru)
O48 -
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan
persen 54
PRO-P: Penyusunan
PRO-P: Penilaian Potensi dan Kompetensi ASN
PRO-R
PRO-P:
KP: Penerapan
Mendorong
0l - Terwujudnya
0l - tupek
Tata Kelola
048 - KcEcdtcf,ian
Negara dan
33,57
lndclG Sht€m
Merit yang
SK No 122413 C
Program
koycL Prioritas
Sasaran
Koordinator /
Pengampu
02 -
pemerintah yang aspek
Negara dan Reformasi
(indikator
bEu)
(indikator
baru)
PRO-P: k(rlrusunan
PRO-F
07.07.03.03
PRO-P: Pemberian
KP
01 - Terwujudnya
berkualitas
Ol -
Merit
03 -
Tata
O48 -
048 -
Negara dan Reformasi
B okasi
(target
mengikuti
Indeks Sist€rn
02 -
pe erintah
ASN dalam Indeks Sistem
Merit ASN minimal
baru)
- (indikator
baru)
SK No l224l4O
Program
Sasaran Indikator
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P: Peng€mbangm dan
KP:
Mendorong
Peningkatan
Integritas ASN
0l -
perilaku ASN
01 -
Tata
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Negara dan Reformasi
(target
Merit yana
02 -
budaya kerja dan citra
Indeks
baru)
-
54
07.07.05.01
PRO-P: Penyusunan
PRO-Pr
SK No
Kegiatan Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2l24 Targct2025
Agenda
Koordinator/
Pengampu
KP:
Evaluasi
01 -
penerapan datr
evaluasi
ASN yang
Ol -
03 -
Tata Kelola
Pendayagunaan Aparatur
Negara dar Reformasi
048 -
Negara dan Reformasi
B okrasi
O48 -
Pendayagunaan Aparatur
Negara
98 98
(target
ingtnrEen
Indeks Sist€rr
02 -
pemerintah yang
Sistem Merit
P€rs€f,i - (indikator
baru)
- (indikator
54
03 -
rekomendasi kebijakan
hasil evaluasi Ean4€roc,l
ASN yang dimanfaatkan
persen -
baru)
-
baru)
loo
07.07.06.01
PRO-P: Pcn€f,apafl
PRO-P: Evaluasi
SK No 122416 C
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan &.seli,I€ 2024
Koordinator/
07.08
PP Transformasi Tata
Kelola
Publik dan
0l - Terwujudnya tata
kelola
publik
dan akuntabel
01 - Indeks Pelayanan
Publik
3,74 (2023t- 3,68 3,80
Pendayagunaan Aparatur
O48 -
02 - Nilai akuntabilitas
07.08.ol
KP: Tata
Pelayanan
0l - Terwujudnya
yang berkualitas dan
01 -
Tata Kelola
048 - Kementerian
Negara dan
O/+8 -
Negara dan
048 -
Negara dan
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
02 -
Publik
03 -
Publik
3,63 (2023)
SK No 122417 C
04 -
Publik Kota
4,Or
Kegiatan
Sasaran
Agenda
Koordinator/
02 -
pelayanan publik
Of -
publik kualitas
pcf,aen 34,92 (20231
Republik
PRO-P
07.08.01.02
PRO-P Penguatan Pelayanan Publik Inklusif dan
07.08.01.03
PRO-P: Penguatan
PRO-P: Penguatan
KP:
01 -
yang akuntabel dan
01 -
nil,ai akuntabilitas
Baik (kategori "8" ke atas)
10O 03 -
Tata Kelola
Negara dan
048 -
Negara dan
persen 97,62 97
02 -
(kategori "8" ke atas)
SK No
Program Prioritas/
Proyek
Transformasi
Koordinator/
Negara dan
Birokrasi
106 -
106 -
Pemerintah
055 -
PPN/BAPPENAS
0t+ - Badan Pusat
03 -
pemerhtsh
dengan nilai
akuntabilitas kinerja baik
58 50,77 60 04 - Nilai kinerja
57 54,62 74,4O 05 - Tingkat penerapan
tata
pers€It 66,30 70 7A
07 - Tingkat
data
baru)
76 86
06 - Persentase
prioritas
kinerja baik
SK No
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseli^e2o24 Target 2025 T€Egc.202g
Agenda
Koordinator/
08 -
0Ps)
2,35 2,60 3,17 054 - Badan Pusat
09 -
pcm€rhtah yang
kualitas
baik
PRO-P: Penguatan Ekosistem Akuntabilitas
PRO-P: Penguatan Tata
PRO-P: Penyediaan Data
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Kebijakan Instansi
SK No 122420C
Proyek
Pengampu
KP:
Nasional
Ol -
dan pengawasan
nasional
0f -
dengan maturitas SPIP
terintegrasi dengan
72,82 03 -
Tata
089 - Badan
baru)
47,57
02 -
tcf,d€6nisi
baru)
39,47 57,89 089 - Badan
Keuangan dan
089 -
Pembangunan
089 - Badan
Pembangunan
055 -
03 -
dengan
tcrd€6nki
baru)
9,84 50,20
Oa -
hasil
pembangunan nasional
predikat -
baru)
05 - Tingkat
hasil
baru)
SK No l2242lc
Program Prioritas/
PRO-P:
PRO-P:
07.09
PP:
Otonomi
Ol - Terwujudnya
harmonisasi
tingkat pemerintahan
tipologi
36ta
fondasi
daerah dalam rangka
kualitas tata kelola
0l -
Gubernur
Pemerintah Pusat
010 -
Negeri
02 -
Standar Pelayanan
Minimal (SPM)
83,75
capaian
penerapan
SPM di
[I, 92
03 - Rasio
pajak
PDRts (lo@l ta.r ratio)
07.09.01
KP:
Deef,eh
01 -
harmonisasi
dan daerah yong
Ol - Provinsi
Pusat
baik
Tata
OIO -
Negeri
SK No 122422C
Agenda
Pengampu
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
KP:
Sumber Daya
Manusia
01 -
kapasitas tata kelola
pemerintah
dengan
OOf - Provinsi
Indeks Penerapan
Standar Pelayanan
34 03 -
Tata Kelola
010 -
Negeri
Negeri
010 - IGracntcriar Dalam
Negeri
002 - kabupat€o /kota
dengan Indeks
berkategori tuntas
kab/kota 28
OO3 - Da€f,ah
Indcl$ Inovasi Da€f,ah
(IID)
inovatif (prov, kab, kota)
daerah
7s
SK No
Prioritas Nasional/
Proyek Prioritas
Koordinator/
PRO-P:
PRO-P:
07.09.02.03
PRO-P:
07.09.03
KP:
Fondasi
Ol - Tc(wujudnya
berkualitas, dan
pendanaan
yang meningkat
01 - Jumlah
dengan proporsi pajak
daerah
daerah
(prov/kab/
kota)
300 300 546 03 - TransforEasi
Tata Kelola
01O -
02 -
dengan
daerah
meningkat
lproa lkabI
kota)
300 300 546 OIO -
015 -
OIO -
Negeri
03 -
04 -
yang
publik
SK No 122424C
Prioritas Nasional/
Program
Kegiatan
Proyek
Sasaran
Agenda
Koordinator/
Pengampu
05 - Jumlah daerah Jrang
(prov/kab/
kota)
7 2 ll 01O -
Negeri
07.09.03.01
PRO-P:
07.09.03.02
PRO-Pi Peningkatan Kualitas
07.09.03.03
PRO-P:
07.10
PP:
Ol - Terwujudnya
berbasis digitalisasi
yang
01 -
PeE fintahan Berbasis
2,79 12023) 3,OO 2,OO O48 -
Negara dan
Birokrasi
07.10.01
I(P:
Kelola
01 - T€rwujudnya tata
kelola pemerintahan
digital yang
01 - Jumlah kebijakan
O 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 -
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan
O/+8 -
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan
Birokrasi
baru)
4
02 - Jumlah l€srbaga
yang
arsitektur
digital
- (indikator
baru)
SK No 122425C
-t
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator
07.10.01.01
PRO-Pi
07.10.01.02
PRO-P: Kedaulatan
PRO-Pi Evaluasi
PRO-P:
07.10.02
l(P:
0l - TcBcdianya
digital yang
berkualitas dan
Ol -
K/L/Prov yang
deogar JIP
baru)
90 IOO 03 -
Tata
O59 -
Komunikasi dar Digital
02 -
yang
SPLP
persen - (indikator
baru)
5 15 059 -
Komunikasi dan Digital
PRO-P:
PRO-P:
SK No
Program
Sasaran Indikator Satuan tuseli@20z4 T8EEd-2O25
Transformasi
Pengampu
PRO-P Penguatan Keamanan
o7.10-o3
KP:
Budaya
Ol -
ASN yang
berbudaya
dalam pelaksanaan
01 -
deagon
pcrcen - (indikator
baru)
50 90 03 - Trardorma3i
Tata
0,+8 -
PRO-P:
07.10.03.02
PRO-P
PRGP
07.10.04
KP:
Digital Layanan
Publik Prioritas
Ol - Tcf,sclcn8garanya
bcf,kualitaB dan
terpadu
0Ol -
publik
terintegrasi dalam portal
pdaJransr publik
50 03 -
Tata Kelola
048 - Kementerian
Negara dan
baru)
07.10.04.01
PRO-P:
SK No 122427 C
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselil!€ 2024
Koordinator/
07.10.04.02
PRO-P
07.lo.04.03
PRO-P
07.10.04.04
PRO-P Transformasi Pelayanan
KP: Penguatan
Ol -
dapat
untuk
lintas
Data Indonesia
-
baru)
51-70
Tata Kelola
055 -
02 -
peta dasar skala besar
untuk wilayah
p€f,s€f,i -
baru)
9,4 83,6 083 - Badan Informasi
Geospasial
03 -
jaringan
persen -
baru)
6,64 9,79 O&l - Badan Informasi
Geospasial
04 -
baru)
6,6 too 083 - Badan
PRO-E Tata
SK No
Prioritas Nasional/
Proyek
Sasaran Indik tor Satuan tusetue2o24 Target 2025
Age ta
07.10.05.02
PRO-P:
PRO-P:
07.10.05.04
PRO-P:
07.11
PP:
Ol - Meningkatnya
produktivitas BUMN
Ol - Profit
(PMR) BUMN
07.l 1.ol
KP:
Saing BUMN
Ol -
daya saing BUMN
Ol - Total
BUMN
0,242
Usaha Milik
PRO-P: Kinerja BUMN
07.l l'ol.o2
PRO-P: Ekqr@i
PRO-P: Ketahanan
07.l l.o1.o4
PRO-P:
SK No 122429C
Prioritas Nasional/
Sasaran
Transformasi
Koordinator/
07.11.01.05
PRO-P:
07.r 1.0r.06
PRO-P: Pariwisata dar Budaya
07.11.01.07
PRO-P
KP: Peningkatan
Ol -
01 - Peringkat
3
baru)
60,9 74,3
Usaha Milik Negara
PRO-P:
PRO-P: Penguatan Peran BUMN
Pft
Pendapatan
01 - Tercapainya
peflingkatan
optimal sesuai
tetap menjaga iklim
investasi
p€rse|Ir PDB 10,07 to,24
SK No
Prioritas
Proyek Prioritas
Transformasi
Pengampu
02 -
tidak
pada SDA
Ol - Rasio PNBP (pcrs€n
PDB)
persen PDB 2,61 2,tt 2,21-2,99 015 -
KP:
Peoef,imaalr
Ol - Tercapainya
pajak dan kepatuhan
wajib pajak
Ol - Persentase
kinerja
persen 90 90 90 015 -
Keuangan
02 -
tingkat kepatuhan
tahunan PFh WP badan
dan orang pribadi
ditetapkan
persen 100 r00 100 015 - Kcoentcdan
Keuangan
03 - Indel$
Negara
07.12.Ol.Ol
PRO-P: Implementasi
Driven
SK No 122431 C
Proyek Prioritas
Pcnaarnpu
PRO-P: Simplifikasi Proses
07.12.01.03
PRO-P: Tata
07 .t2.ot.o4
PRO-P:
07.12.02
I(P:
01 - Terciptanya
dukungan P'NBP
optimal
01 - Rasio
terhadap target yang
ditetapkan
PRO-P: Pembenahan Tata
PRO-P
PRO-P;
PRO-P:
PRO-P Inovasi
SK No 122432 C
Sasaran Indikator Satuan Ba.setinc2o24 Target 2025
Pengampu
07.13
PP: Optimalisasi
Ol -
negara yatrg
untuk
produktivitas dan
pembangunan
Ol -
Kebijakan Belanja Negara
86 86 88 015 -
Keuangan
KP: Peningkatan
Efektivitas Belanja
Pemerintah
01 - Meningkatnya
alokasi belanja negara
yang produktif
01 - Indeks Kualitas
Belanja Pusat dan
Daerah
84 85 a7
07.13.Ot.Ol
PRO-Pi
07.13.01.02
PRO-P: Tata Kelola Belanja Negara untuk Penyiapan
PRO-P Kebijakan Tata Kelola Pcf,€ncanaafl dan Penganggaran
PRO-P Sistem Informasi
SK No 122433 C
Program Prioritas/
Pengampu
07.13.02
KP:
Ol -
kualitas
untuk
transformasi
ol - Tingkat
pemerintah pusat daIr
TKD
persen 100 100 loo O15 -
02 -
03 - Persentase kinerja
hibah
Keuangan
PRO-P:
PRO-P:
07.14
PE Fcrluasan
daD
Ol -
dan
inovasi
ekspansif, terarah,
dan
0l - Rasio
batas aman
persen PDB 2,29 2,53
Keuangan
02 - Rasio utang
PDB
Keuangan
SK No 122434C
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselhe2o24 Target 2025
Agenda
Pengampu
07.14.01
KP
Yang
Kesi.nambungan
Fiskal
Ol -
dan
inovasi
yang
Of - Imbal hasil
SBN
02 -
p€f,E€n r00 100 100 015 -
Keuangan
PRO-P:
PRO-P: Peraturan Mengenai
KP:
Intensifikasi
Sumber
Non Utang yang
Inovatif
01 -
Ol -
XPtsU yang
peraturan
02 -
yang
infomasi
055 -
055 -
PRO-Pi
PRO-P: Shtcr! Informasi Terintegrasi Pendanaan KPtsU dan
SK No 122435C
1 I I
1 I I
Prioritas Nasional/
Sasaran Indikator Satuan
Pengampu
07.15
PP:
Ol -
tingkat inflasi
nasional
dengan
0f - Tingkat inflasi
Koordinator Bidang
KP:
Komponen
Harga
Ol -
komPonen
Ol -
Nasional
07.15.01.01
PRO-P:
07.15.01.02
PRO-P.
PRO-P
PRO-P: Sarana dan Prasarana
PRO-P: Peningkatan
SK No
Prioritas Nasional/
Program
Transformasi
Koordinator/
PRO-P:
07.15.01.07
PRO-P:
07.15.01.08
PRO-P:
07.15.01.09
PRO-P: Infr asfu.ldlrr dan Layanan
07.15.01.10
PRO-P:
PRO-B
07.15.01.12
PRO-P: Sinergi Perumusan
07.16
PP:
Indonesia di Luar
Negeri, termasuk
Pekerja
lndonesia
01 - Tef,wuju&rya
pelindungan WM,
migran
01 -
di luar negeri
Negeri
SK No 122437 C
Sasaran Indikator Satuan E}a.selif,@2024 Targct2025
Koordinator/
XP:
Pelindungan dan
Penempatan
Migran
01 - Meningkatnya
proporsi
migran
yang bekcf,ja pada
01 - Proporsi pekerja
kerja berbadan hukum
Hukum, Stabilitas
dan
Indonesia
Migran Indonesia/Badan
Pelindungan
Migran
60
PRO-P: Persiapan
PRO-P:
07.16.02
XP:
termasuk PMI di
NcScri
Ol -
dan
perlindungan Warga
(WM) ,
Fek rja Migran
Indonesia (PMI) di
luar
Ol - Indeks
dan
Pelayanan dan
Pelindungan Terpadu
bagi WNI di Luar
04 -
dan
Indonesia
011 -
Negeri
96 96,4
02 -
Pelayanan dan
Pelindungan WNI di Luar
97,5 98 94,4 Oll -
SK No 122438C
Proyek
Koordinator/
03 -
Pelindungan WM di Luar
NeC€ri
98,5 94,7 99,1 Oll -
Negeri
PRO-P: Tata
PRO-P: Penanganan Kasus WM di Luar Negeri
Pemerintah
SK No l2244OC
SERTA PENINGKATAN TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA UNTUK MENCAPAI MASYARAKAT YANG ADIL DAN MAKMUR
Program Prioritas/
K€aiatan Priorita8/
koyd<
Agenda
Koordinator/
08
PN:
Kehidupan yang
Lingkungan A.lam dan
Budaya, serta
untuk
Masyarakat yatlS Adil
dan
0l -
kehidupan beragama
yang maslahat dan
berk€budayaan maju
Ol -
Masyarakat (IPMas)
62,45
dan
02 -
berrcaaa dsE
Ol - Proporsi
bencana relatif terhadap
PDB
dan Kebudayaan
PPi
Transformatif untuk
Mewujudkan
Maslahat
Ol -
masyarakat yang
tengah dalam
kehidupan
keagamaan yang
transfomatif
0f - Indel6
Umat
7647 76,77 78,25 025 -
025 -
86,51
SK No
Program Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boseline2o24 Ts[get2O2S
Pengampu
KE Penguatan
Moderasi
01 - Meningkatnya
dan kualitas layanan
bimbingan
0f - Nilai
84,52 84,63 85,07 O25 -
025 -
025 -
025 -
02 - Nilai
dan
03 -
perkawinan
04 -
PRO-P
PRO-P
PRO-Pi
SK No 122444C
Sasaran
AScdda
Koordinator/
KP: Jaminan Hak
Rukun
0l -
kehidupan
yang
rukun
Ol -
ditindakl,anjuti
yatrg memperoleh nilai
kategori
08.ol.02.ol
PRO-P
PRO-P R
PRO-Pr
I(P:
Peran Tokoh Aaa&a,
KcaSaE rn
01 - Menguatnya
tokoh
keagamaan dalam
mewujudkan layanan
inklusif
01 - Persentase
Ircfs€n 40 43 55 025 -
SK No
hoEr6m
Sasaran
Agenda
Koordinator/
PRO-P:
08.01.03.02
PRO-P: Fc rykatan Partisipasi Tokoh Agama
KP:
Sarana dan
Ol -
sarpras
yang
01 -
prasarana peribadatan
P€f,S€n 66,69 67,35
08.01.fi.0r
PRO-P Peningkatan
PRo-P:
08.01.05
KP
Layanan
di
Agama (KUA)
Ol -
kualitas
trandormatif
Ol -
85,53 85,64 6,O7
08.01.05.01
PRO-R Peningkatan Kualitas Sarana d6n
SK No
SaSaran Indikator Satuan Bo.seli@2024 Tstrgct2025
Agenda
Koordinator/
PRO-P:
08.ol.06
KP
dan
Akuntabel, Aman, dan
Ol -
dd! umrah yang
nyaman
0l - Indel$
(IzuHI):
(al
negeri;
(b) Layanan haji luar
(4 90,as
(2022!-:
(b) 88,20
(a)
(b)
(a)
o) eo,2s
O25 -
Badan
025 -
02 - Persentase nilai
nilai
03 -
(a)
pcryel€n8gara haji
khusus;
(b) L€rnbaga
pcf,s€n (4 82;
tb)
(4
(b) 96,01
@)
(b) 96,03
08.ol.06.ol
PRO-P: Revitalisasi Sarpras Layanan Ibadah
SK No 122447 C
ProycL
Pengampu
PRO-P:
PRO-P: Pengawasan dan
KP:
Jaminan Produk
Halal
Ol -
kualitas
jaminan produk
Ol -
88,56 90,98 93,27 142 -
Produk Halal
02 - Tingkat
produk dan jasa halal
Penyelenggara Jaminan
Produk Halal
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P: Penguatan
SK No
Program
Kegiatan Prioritas/
hoyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ebselinc2o24 Targd-202s
Pengampu
KP:
IGagaEaan Produktif
01 - Meningkatnya
kesejahteraan
masyarakat
Ol -
sosial
025 - Kementerian
dana sosial
yang
profesional
PRO-P:
PRO-P Peningkatan
08.02
PP:
Penguatan
Bangsa
01 -
berkebudayaan
Ol - Indeks
Kebudayaan (IPK)
SK No
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
Agenda
Koordinator/
08.02.ol
XP:
01 -
nilai Pancasila
Ol -
dan kegiatan sosial
kemasyarakatan l,ainnya
persen 36,00
oa.02.ol.ol
PRO-P
PRO-P:
08.02.01.03
PRO-P:
PRO-P: Penguatan Etika
PRO-R
PRO-P:
SK No 122450C
REPUEUK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Koordinator/
08.02.02
KP:
01 -
warisan budaya yang
berkelanjutan
Ol -
budaya dan t,arkafl
budaya takbcnda
ditetapkan
Kebudayaan
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola
PRO-P: Pele3tadatr Cagar Budaya, Nilai Budaya,
PRO-P:
PRO-P
08.02.02.05
PRO-P: Revitalisasi Jalur Rcrapah
08.02.03
KP: Pemanfaatan
dan Pengembangan
01 -
kebudayaan
pertumbuhan
kcdrbldnafl, dan
SDM kebudayaan
Ol -
di
Kebudayaan
02 -
yang
(kumulatif)
SK No l2245lG
Program Prioritas/
Transformasi
PRO-P FroAelolaan
08.02.03.02
PRO-P:
08.02.04
XP:
Budaya, dan
Adat
Ol -
hak
dan
berekspresi,
pemberdayaan
adat
Ol -
terlibat
pertunjukkan
p€rllcn 1,58 1,67
02 - Jumlah wilayah adat
yang
dalam
wilayah adat 6 3 3 140 -
08.02.04.01
PRO-Pi
08.02.04.02
PRO-P:
PRO-P:
SK No 122452C
Agenda
08.02.05
KP
Bahasa dan Sastra
01 -
literasi kebahasaan
dan
Indonesia
Ol - Indd<s
45,42 (2022!. 51,31
PRO-P: Penguatan
08.02.05.03
PRO-P
08.02.06
KP:
Memori Kolektif
Ol -
transformatif untuk
EcEori
bangsa dal! tata
01 -
Tertib Arsip
70,24 72,40 78,24
02 -
Republik
08.02.06.01
PRO-P:
PRO-P
SK No
Prioritas
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.02.06.03
PRO-P:
KP
Diplomasi
01 -
rekognisi global atas
kebudayaan
Indonesia
01 - Jumlah q,arisan
budaya
diusulkan
unit 2 3 10
Kebudayaan
02 -
budaya
Kebudayaan
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
08.03
PE Frrrbanguflan
B€f,ketaharaE
Ol - Mcduru rya
air,
01 - Pcr3€otasc
perubahan iklim
terhadap PDB (%l pada
qnpat sektor prioritas
(kelautan dan pesisir, air,
Hidup
SK No 122454C
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Ol - FctrinSkatan nilai
ketahanan wilayah
pesisir dan pulau-
pulau kecil
Indikator
Agenda
(indikator
baru)
Koordinator/
Pengampu
032 -
KP: Peningkatan
Ketahanan
01 - Nilai ketahanan
wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil
76 55
PRO-P:
PRO-P:
08.03.01.03
PRO-P:
08.03.01.04
PRO-P:
08.03.02
KP:
Sumber
Ol -
keakurasian
01 -
keberhasilan modifil(asi
cuaca
baru)
PRO-P:
PRO-P: Revitalisasi
SK No 122456C
Program Prioritas/
Sasaran Indikator Satuan
08.03.02.03
PRO-P: Pembangunan
04.03.02.04
PRO-P:
PRO-P:
08.03.03
KP: Pengembangan
darr
Madan Ramah
01 -
potensi
perubahan ildiE pada
scLtor pertanian
Ol - Pcrcatas€
perubahan
terhadap PDB (%, pada
08.03.03.01
PRO-P:
PRO-P Irigasi Pertanian
PRO-P Optimasi
08.03.03.04
PRO-P: Area Penanganan Dampak Perubahan
SK No
Proyek
Sasaran Indikator Satuan tuseliiE2o24 faEgd-2025
Pengampu
08.03.03.05
PRO-P:
08.03.03.06
PRO-P:
PRO-P: Frdirgkatan
KP: Pencegahan dan
Ol - Menurunnya
0l - Persentase
baru)
PRO-P:
PRO-P: Pencegahan dar
PRO-P:
PRO-P: Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
08.03.()4.05
PRO-P
SK No
Pengampu
PRO-P: Peningkatan
I(P:
Kelola
untuk
Of - Meningkatnya
kegiatan
pencapaian target
Ol -
di
persen 10 30 144 -
Hidup/Badan
Hidup
(indikator
baru)
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
PRO-P:
08.04
PP:
Ol -
tingkat risiko
nasional
01 -
SK No 122459C
Program
Proyek
Pengampu
KP:
dan Mitigasi
Ol -
upaya pencegahan
dan
01 -
yang
minimal pada
sedang
90 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
103 - Badan Nasional
08.04.ol.ol
PRO-P:
PRO-P:
08.04.01.03
PRO-P: Koordinasi dan
PRO-P: Penyediaan
08.04.02
KP:
Layanan
Dini dan
Kedaruratan
Ol -
penyelenggaraan
layanan peringatan
dini dan keandalan
respons saat tcdadi
0l - Percctrtalc
layanan peringatan dini
di daerah berisiko
6,32 05 -
Ekologi
IO3 - Badan
Penanggulangan
perll€o 6,00 6,10
02 -
ke publik
3 075 - Badar Meteorologi,
SK No
Pengampu
03 -
yang
datr Ecn€l.iEa
PRO-P:
PRO-P:
08.04.03
KP: Pcra.trrull.n
Kebutuhan
01 -
dan
Ol -
pasca bencana masif
yang ditangani
IOO 05 -
Sosia.l Budaya dan
Ekologi
lO3 -
oa.04.03.ol
PRO-P:
08.04.03.02
PRO-P:
SK No 1224610
Program Prioritas/
Sasaran IndiLator Satuan Baseljae2o24 Target 2025
Agcdda
08.04.04
KP
Ol -
01 - PerBcntarc
multipihak
Sosial Budaya dan
Ekologi
103 - Badan
08.04.04.01
PRO-P:
08.04.04.02
PRO-P:
08.04.05
fP: Peningkatan
Infrastruktur
Bencana
Ol -
prioritas
01 - Rasio
kabupaten/kota yang
lokasi prioritas bencana
IOO 05 -
Sosial
Ekologi
145 -
(indikator
PRO-P:
PRO-P:
SK No
(
PriGltr!/
Frrn-r-t iilrx 'E!r,!l S.tn.n 8adirc2i0/24
TlllrdGmsd
Xocdblto./
PRO-E tairyhdt Innedultu Uidlid Bcnc.tr.
l(ctaranlm:
Tetla bGdf.t itdik df d.!r
Ur.h.. dan f&!F d.e.
IlcDFtittrbanglu: (al
ttd.
ssltrl]tr;I.rr;nfllac'Ifa{
SK No 14974ts0
Dj.-qn
Lampiran III
berkas 4, hlm. 1 OCRRENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
SK No
MATRIKS KEMENTERIAN/ LEMBAGA
DEWAN
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
10.628.070.786
002.cF.5806 Felak!€naarr
Partisipasi Masyarakat
oo2.cF.5806.QMB Komunikasi Publik 10.628.070.786
oo2.cF.5806.QMB.OO1 Kunjungan Kerja Diluar Maca Reses dan
Diluar
o 4640 kegiatan
oo2.cF.5806.QMB.OO2 Kunjungan
Dala&
o
SK No
sao
pada Masa Sidang (1 Kali Satu Tahun)
o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
002.cF.5806.QM8.004
o02.wA
002.wA.5795
I o
t33.672.540 01 03 0l ol
c) Keterlibatan
Catatan:
D€xval Perwakilan Rakyat hanya
SK No 132503 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINB2O24 TARGET2O2S
KP 07,03.02 -
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
6.133.375
005.BF. r046.UAC Peningkatan
berhadapan
240 240 Orang 6.r$.375 04 19 04
07 02 02 o1
02
005.BF. ro49
oos.BF.lo49.QBA Layanan Bantuan Hukum
0o5.BF.1O49.QB.rO32 Layanan Pos Bantuan
lingkungan Peradil,an UEum
44739 44739 Orang 68-02A.575 08 02
o7 02 02 o1
0o5.BF.ro49.QCA
oo5.BF.lo49.QCA.OOr Pcf,kara Peradilan
1000
SK No 132505 C
Peningkatan
6679 6679 Perkara
384.930.471
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
oo5.BF.1053.QBA Layanan Bantuan
oo5.BF.1O53.QBA.OOl Layanan Poa Bantuan
226077 226077 Orang 112.918.500 07 02 02 01
04 16 03 ol
oos.BF.l053.ocA
oo5.BF.l053.QCA.00r Perkara di Lingkungan
yang
biaya perkara
21037 24193
0o5.BF.1O53.QCA.OO2 Perkara di
32565 37449
oo5.BF.lo53.QCA0O3 Perkara di
yang
5137 6203
oo5.BF.lo53.QCA.OO4 hkara yang diselesaikan
Itsbat Nikah diluar Negeri
200 241
04 16 03 0l
oo5.BF. ro58.QCA Perkara
SK No 132506 C
393 393 Perkara
gedung di lirukunsart
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
Usaha Negara
005.BF.1059.Q84 Layanan Bantuan Hukum
0o5.BF.1Os9.QBA.OO1
linglornggn
3264 3264 Orang 7.444.640 07 02 02 ol
oo5.BF.1O59.QCA Fef,kara Hukum
oos.BF. ro59.QcA.oo2
gedung dilingkungan
30 30
991.387
005.BF.70r9.UAC.OO1 Bimbingan
Berhadapan dengan
80 92 Orang
005.wA
005.w4.1064 Peningkatan Pelayanan
Mahkamah Agung dan
Lingkungan Peradilan
36.OOO.OOO
SK No 132507 C
Layanan Dukungan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o I Layanan 6.000.000 07 03 0l Ot
Anggaran serta
o05.wA. t067.PFA.OO1
Penguatan
0 I
8.800.000 07 03 01 0l
tcf,kait RUU Jabatan Hakim
o o
2.OOO.OOO 07 03 01 0l
Court
0 o
Standar
2.000.000 07 03 0r
pola
dan rotasi
0 0 Rancangan
4.OOO-OOO 07 03 01 ol
SK No 149518 C
Rancangan
Standar
6.000.000 07 03 01
hakim dan penetapan
kinerja hakim, panitera pengg rti, dan
jurusita
I o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oos.wA. r067.PFA.o06 Penyusunan
n 0
Standar
t7 L664.572
oo5-wa r073.scc
kehenall den Kcamenen
169.168.572
oos.wA. lo73.scc.oo1
oos.wA. 1073.TBC
oo5.wA. lo73.TBC.O03
Pelatihan
I
TOTAL 760.652.444
Keterangan:
c)
SK No
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEL/,i{E2O24 TARGET2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian
PP
PF 07.04 -
KP
pcfs€o - (indikator baru)
KP 07.04.02 -
KP 07.04.02 - Tingkat
KP 07.04.02 - Tingkat kesesuaian
SK No l325l0C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2O25:2029
(Rp
PN PP KP PROP
006.BF Program Penegakan dart
006.BF.l l03
h.rsat dan Daerah
oo6.BF.1103.QMB
006.BF.1r03.QMB.O51
4138 4138 kegiatan 136.713.000 07 02 03 0l
Muda
2-750.000
Korupsi
o o orang
006.BF.1 1l5.UAE Pemantauan dan Evaluasi
SK No
O Laporan 500.000 0? 05 01 02 006.BF.1l l5.UAE.OOl
Bagi Jaksa
Pidana
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tindak Pidana Korupsi, Tindak Pidana
Berat di
Korupsi
o O
006.BF.6580.UAE.001
(CIA) dan
o I Laporan 6.000.000 07 05 0l 02
006.wA Program Dukungan
Kejaksaan RI
1.OOO.OOO
o06.wA.l08r.PtsQ
SK No
Rekomendasi
Kebijakan
l.000.ooo 07 04 02 02 oo6.wA. r08r.PtsQ.ool Pent rsunan rekomendasi
manajemen
:al o
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYET)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.wA.1083
Data,
Program
10.422.336
006.wA.1083.PBD
Penuntut UEum
Pcf,kara dan Penuntut Tunggal (DoErinus
utis)
o Rekomendasi
2.t22.336 07 04 01 01
006-wA.10a3.Ptso
0
Kebijakan
4.500.000 07 04 0l 01
006.wA.lo8il.PBQ Kebijakan Bidang Aparatur 4.200.000
006.wA. r083.PtsQ.O99 Petr] rsunan
Peningkatan SDM Kejaksaan
3 o Rekomendasi
4.200.000 07 04 02 02
006.w4.1088 Pengelolaan Data, Statistik l(rimitral serta
802.OOO.OOO
SK No 149520 C
Norma,
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
202?-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lriminal Indotresia
o O Pedoman
006.wA. ro88.PFA.OO2
o O
oo6.wA. 1088.UAB.OOl
c€dter hrsdalops
n I
600.000.000 o7 04 0l ol
006.wA.lo8a.uAB.oo2
o o.
200.ooo.000 07 04 01
Sarana dan
5.042.947.640
0o6.wA.109r.RAQ Sarana Bidang
0o6.wA. ro9r.RAQ.ool
pemberian advis blaad
kasasi
o I Unit 3.OOO.OOO 07 04 01 02
006.wA.1091.RAQ.OO2 Fcrobctltukan
di
hukum kepada
kontrak karya, postulat rejection,
ncgafa saat darurat
o I Unit
SK No l325l40
NAMA
PROGRAM/KEG[ATAN/ IGO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oo6.wA.l091.RAQ.O51
Peralatan Petrangafl an Perkara
RI
55 55 Unit 365.000.000 07 04 0l ol
oo6.wA.1$[.RPW
oo6.urA. I 09 I .RPW.00 I Pembangunan rupbasan o [1 Unit I.824.OOO.OOO 07 04 0r 01
006.wA.109l.RPW.OO2
wilayah
0 1 Unit 150.000.000 07 04 0l
006.wA. l091.RP\[r.003
oo6.wA.1(x) l.TBB layanan Sarana dafl Prasarana
006.wA.l 09 r.TBB.o53
Pendukung
Yustisial
1 I
Kejaksaan RI scauai dengan
Perundang-Undangan dan
dcogan Jaringan Kerja Sana
Aset Nasional maupun
65.132.600
SK No 149521C
Badan Pemulihan Aset
r.000.ooo 07 04 01 01
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.wA.5276.PFA.OO1 Penyusunan pedoman
kelola rupbasan
o O
006.wA.5276.QXB.O5l Penanganan dan
Aset yatlg Terkait Perkara
38 38
data Systcr! (ARSSYS)
o I Sistem
15.000.000 07 04 0l ot
0 O Laporan
006.wA.6577 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan r.281.118. r33
satu sistcrn informasi Manajemen
Pendidikan dan Pelatihan untuk
mendukung
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.ooo 07 04 02 01
SK No 149522 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.wA.6577.PBQ
006.wA.6577.PBQ.0O2
3 o Rekomendasi
2.OOO.OOO 07 04 02 02
006.wA.6577.PBQ.0O3
Jekse
o o
006.wA.6577.PBQ.051 Penlru$lar
daIr
Pendidikan
2 0
Kebijakan
l. r,ro.,rcO 07 04 02 02
oo6.wA.6577.RPt[t.00 I Peobangunan / pen8crobangan
o o
k
200.000.ooo o7 04 02 0l
006.wA.6577.UAB.002 Integrasi
I o Sistem
2.000.000 07 04 02
SK No 132517 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
o 5OO Orang
Feneluru-rsn
o l2O Orang 2.908.563 0? 05 0l 02
006.wA.6577.UAC.O5l
o7 04 02 02
006.wA.6578 Pengawasan Aparatur Kejaksaan oleh Jaksa
500.ooo
006.w4.6578.PtsD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 500.ooo
o o
Kebijakan
500.ooo 07 05 03
006.w4.6773 Strategi
SK No 132519C
Penyusunan
Paksa
006.wA.6773.PBD.001 D o
Kebijakan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT,I PF KP PROP
o06.wA.6773.PBD.002
evaluasi
Pcnd.keten
0 o
1.000.000 07 04 0l 01
1 o
Kebijakan
3.000.000 07 04 0l ol
006.urA.6773.PBD.004
0 0
1.000.000 07 04 01 0l
di MA untuk
o o
1.000.000 07 04 01 02
pembentukan
di
0 o
Kebija.kan
1.000.000 07 04 0l 02
TOTAL 7.358.523.709
c)
SK No
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oo7.cA Program
o07.cA. r 148
007.CA.1 1,+8.PEC
0O7.CA.1 1.+8.PEC.OOl
007.cA.1 l48.PEC.OO2
TOTAL
c)
SK No
KEMENTERIAN DAI,AM NEGERI
1. MATRIKS
PF 04.17 - F€f,aentase anak
PF
daerah 150 514
(indikator baru)
PP 07.09 - Indek
PP
capaian
penerapan sPM di
2023].
92
PP 07.09 - Ra.io
SK No 132523 C
daerah
(indikator baru)
t2 x KP
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 02.04.0f -
wilayah
KP
KP O2,12,O7 -
(UPTD/ BLUD/ BUMD)
kab/kota 127 l2023l 180 5t4
KP
KP
KP O2.12-O7 -
limbah
kab/kota
KP 02.12.08 -
KP 02.12.08 -
tingkat
KP 06.07,03 -
KP 06.07.03 -
I{P 07.01.0f - F.rscntas€
bantuan
perlcrr loo (2023) 100 100
SK No 132524C
KP
KP 07.09.01 -
sangat bait
KP 07.09.02 - Provinsi dengan
KP 07.09.02 - kabupaten/kota dengan Indeks
kabupat€n/ kota 2A
KP 07.09.02 - Daerah dengan
(prov/ kab/ kota)
KP 07.09.03 -
(prov/ kab/ kota)
300 300 546
KP 07.09,03 -
(prov/ kab/ kota)
300 3()O 546
KP 07.09.03 -
KP 07.09.03 -
(prov / kab/ kota)
2 7 1l
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KECI,ATAN/ IGO/RO
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pemerintahan Daerah dan Desa
t.922.797.336
Pusat dan
733.,140.980
o1o.cM. t237.PBL.OO1
I o
Daef,Eh
0ro.cM. r237.lrBA.oo1
b€f, kategori sangat baik
t7 30 Provinsi 646.423.750 07 09 01
0lo.cM. r237.1J84.002
peran kecaEratan dalam koordinasi
dan
gla Daerah
(Prov/ rab / Kota)
9.157.650 07 09 02
o
daerah
to 38 Provinsi 6.105.100 07 09 0l 02
SK No 149523 C
lo Daerah
06 04 0l 02
Metropolitan
1 7.326.120 07 09 0l 02
06 04 0t ol
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07
o8
04
04
06
06
0l
ol
06 04 01 09
06 04 0l 10
or0-cM. 1237.U84.O04.OO00
Metropolitan -
I 10
(Prov/ Kab/ Kota)
7.326.120 0,6 04 0l 03
06 04 01 04
06 04 01 o5
06 04 01 06
OSS-RB,{ (Online
Bas.d
118 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
9.768.160 07 09 02
olo.cM. r237.uBA.006
Kclc@bagaal DTMPTSP nJ.a untuk
126
{Pror, / Kab/ Kota)
6.105.100 07 09 02 03 50
?6 118
(Pror'/ Kab/ Kota)
6.105.100 07 09 02 03
negara, batas wilayah, darl topGftrd
61.045.862
SK No 132527 C
Kebijakan Bidang Tata Kelola
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
batas daerah
lo lo
6.105.100 07 09 02 03
alam di laut provinsi
o lo
Kebijakan
a62.025 0? 09 02 o3
budaya
2 2
02 09 04 03
04 09 04 02
010.cM. r241.PEC.002 Penyelesaian
wilayah negara,
peoeliharan
3 3
wilayah
pulau
Fasilitasi dan
Daerah
21.367.450
6.105.100 07 09 02 o3
06 04 0l ol
Da€f,ah yang
Maturasi
SK No
lo r0 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
06 04 0l 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp
PN PF KP PROP
06 04 01 07
06 04 01 08
06
06
Tl] 04
o4
ol
o1 10
o10.cM. 1241.uBA.001.0000 Daerah yang
Maturasi Perkotaan lintas K/L
10 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 06 (H 0l 03
06 04 0l 04
06 04 0l 05
06 04 0l 0,6
City-nya di wilayah
10 lo Daerah
(Pro!, / Kab/ Kota)
9.157.650 06 04 0l Ol
06 04 0l 02
ol
ol
ot
ol
o? (x) 02 03
06
06
04
04
Tl] ()4
lo ()4
07
tI:]
r'Ia
r{a
SK No 132529 C
to 10 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
06 04 0r 04
olo.cM. 124r.u8A002.0000 Daerah
City-nya di Wilayah Metropolitan - Pusat
9.157.650 06 04 0t 03
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 04 0l
06 04 0l 06
Wilayah
lo lo Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 06 04 01 0l
06 04 01 02
06 04 01 07
06 04 01 08
06 04 0l 09
06 04 01 10
o7mo203
OIO.CM. 124f .UBA.0O3.OO0O
dala.E
wilayah Metropolitan - Pusat
r0 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 06 04 01
06 04 01 04
06()401
06 04 01 06
03
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Prod$kel/ Epdcskel yang
I 0
Informasi
700.000 06 01 0l
06 07 03 03
o10.cM. r244.UBB Fasilitasi dan
Se.Ea
90 800
50 1500 Desa 102.850.000 06 07 03 02
pembelajaran digital dalam
100 o
06 07 03 02
olo.cM. r244.uBB.006
pengelolq€,r
o 200
SK No
lT.l
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.cM.1244 Fasilitasi
oro.cM.l248.uAc
Pengurus
3060 5850 Orang
06 0? 03 02
08 02 01 02
o10.cM.124a.UBB.O01
o 25000 Desa 21-000.ooo 0,6 07 03 02
39.000.027
o1o.cM. r254.PBL.00l
o 38
Kebijakan
o10-cM.1254.UAB sistem
SK No 132532 C
Sistem
06 01 01 002
o I 24.000.ooo 07 G) ol 03
02 t7 07 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
2023-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dacreh
a.ooo.027
n m Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
4.000.027 07 09 0l
khusus/istimewa
56.945.900
oro.cM.1259.PAC ttf,atu.ran
mengenai Kawasan
o o RPP
o10.cM.1259.PtsL
4 4
18.315.300 07 @ 02 03
olo.cM. r259.PBL.002
dalarn
2014
o o
r.000.ooo 07 09 0l 0r
Daerah
36.630.600
SK No
to 10
(hov/Kab/ Kot4
36.630.600 07 (x' 02
Kapasitas dan Kinerja Daerah
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
17.769.456
Dacf,ah
r7-769-As6
o1o.cM. r26l.uBA.001
hasil
lo t4 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
15.965.138 07 09 0l 03
olo.cM. t26l.uBA002 Kabupate! / kota yarU
b€f, dasarkan hasil evaluasi
lo5 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
1.804.718 07 09 01 o3
oro.cM. t276
dan
o10.cM.1276.U8A Fasilitasi darr
Decreh
20.227.150
o10.cM. r276.UBA.OOr Daerah Yang Difasilitasi
M€nerbit.Latr Obligasi
Daerah
546
(hov/ Kab/ Kota)
6.742.390 07 09 03 03 llo
SK No 132534C
110 546
(Prov/ Kab/ Kota)
o3
r3.4a4.760 07 09 03
o10-cM.1243
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah
19.475.269
Pilot Project Inovasi
2 2 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
9.157.650 07 09 0r 02
Inovasi hrarrintahan Dalarn Ncgcri
546 Daerah
(Prov/ I(ab/Kota)
10.317.619 07 09 02 03 546
Standardisasi dan Sertifikasi
17.300.ooo
0r0.cM.r285.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 9.500.ooo
olo.cM. r285.PBL.00r
a o
9.500.ooo 07 09 02 02
olo.cM.1285.PFA N6ma, Standar, Prosedur, dan
lo 20 NSPK 7.800.000 07 09 02 02
Desa
30.631.832
SK No 149524C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dar
2 2
6.105.100 07 09 01 o3
o1o.cM.399r.QMA Dete den Informasi Prrblil< 3.310.OOO
o1o.cM.399l.QMA.OOl
I o
Daerah
21.216.732
kualitas Rancangan
yang telah
38 3a Daerah
(Prov / Kab/ Kotq)
b€f,kateaori
30
(Prov / Kab/ Kota)
9.006.532 0? 09 02 03
Ketentraman,
Perlindungan Masyarakat
67.666.610
SK No
Sist€ro
KODE
NAMA
FROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P-N PF KP PROP
Mendukung Satu Data Indonesia - Bidang
lYantibun inmas
1 I
sto.slo o7 (x, 02 01
Dacr6h
67. r56.rOO
Bencana berdasarkan Tipologi Daerah
546
(hov / Kab/ Kota)
18.315.300 07 09 02 01
08 04
546
546 Daerah
(kov/ l(ab/Kota)
18.315.300 07 09 02
08 04 0l 03
546 ol
546
(Prov/ Kab/ Kota)
1a.315.300 07 09 02 0l 546
dan
bencana
FII
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 08 04 01 03 m
pcoef,intah saat tanggap darurat dan pasca
38 38
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 08 04 02 0r
SK No 132537 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o10.cM.613a.QDB.OOl Fasilitasi
penerapan 6 bidang SPM
04 16 0l 02
06 0? 03 02
242.096.245
oto.cM.6 r39.PtsL.OO r
RekoEendasi Ketepatan Pembagian Urusan
wdib Pelayanan Dasar
6
lo
o
o
Rekomendasi
Kebijakan
o E]
Kebijakan
12.200.000 w 09 0l 01
ol0.cM.6139.UBA Fa8ilita8i dan PeEbinaan PeEerintah
239.496.245
SK No 132538 C
38 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
07 09 02 0l
oto.cM.6139.UBA"OOl Daerah yang
mutu dan layanan SPM
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
olo.cM.6139.UBA.O02 Daerah yaiS Eenerapkan EanajeEcn
.isteo pengaduan
FE Da€f,ah
(hov/ Kab/ Kota)
7.631.375 07 09 02 01 m
grl Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
6.105.100 02 t7 07 02
02 18 01 02
m
dan
bcf,kctahanart
38 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
oto.cM.6r39.uBA. loo Daerah yartg
Tata Ruartgnya
38 48 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
6.105.100 o7 G) 0l 03
o1o.cM.6139.UBA. lOl
(EBrl
0 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.641.000 02 11 03 0l
SPM urusan
Tipologi Daerah
546 Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
15.262.750 02 t2 07 002
07 09 02 0l
546
SPM
546
{Prov / Kab/ Kota)
06 06 04 19
546
SK No
20 lo
(hov/ Kab/ Kota)
15.105.100 03 0l 05 04
J.len
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pemerintahan Da€f,ah di Bidang Jalan
33 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
9.157.650 03 0l 01 09 3ii
kelola air tlinuD,
kawasan pcrBukiErar!
.,I:1 3 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 02 t2 07 001
06 06 04 02
SPM urusan
(Prov/ I(ab/ Kotal
o1
546
02 09 07
oto.cM.6l39.uBA.30I
Daerah yang difasilitasi
Sm, urusan Sosial berdasarkan
Daerah yartg
SPM
546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
546 Daerah
(Prov/ l(ab/ Kot4
15.262.750 0a 04 0l G}
07 09 02 0r
546
546
02
4 4 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
7.073.570 07 09 02 ff!
02 22 06 0r
03 05 05 N2
03 05 06 @2
03 05 07 N2
SK No 1325,0 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 0s ol
03 05 09 002
03 05 lo oo2
03 05 t2 002
03 05 13 002
o10.cM.6 139.UBA.303.3513 Provinsi yang menyusun dalr menerapkan
r€ocafla aksi
Probolinggo
I I
(Pror, / Kab/ Kota)
1.7a6.7A5 03 05 11 002
Tim
gB aIl
(Prov / Kab/ Kota)
12.210.200 07 15 01 t2
07 09 02 03
o10.cM.6139.UB,{.305
p€frccgahan dan
5,46 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
9.157.650 04 11 02 02
SPM urusan Pendidikan
Tipologi
546
(Prov/ Kab/ Kot4
15.262.750 04 05 02 01
07 09 02 01
5+6
SK No
l1 1l
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105. t00 04 07 0l 01
kebijakan daerah
Pel,atihan Vokasi
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Prov/ Kabupaten/ Kota layak Anak
38 Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 0l 05 02 01
04 17 01 02
38
38 38
(Pror'/ I(ab/ Kota)
6.105.100 04 19 05 02
o ro-cM-6 139.UBA.404.OO00 Daerah yang oeaerapkart perencanaan dart
hrsat
38 38 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
6.105.100 0l 05 02 0l
perlindungan
38 Daerah
(Prov / I(ab/ Kota)
6.105.100 p4 19 04 38 02
O1O-CM.6 139.UBlq.. 4O5.OOO0 Daerah yang
perlindungan
perlindungan dari kel(€f,a8an dan
hreat
m Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
6.105.100 0l 05 02 rIl o1
RcncarE Induk Urusan
38 38 Daerah
6.105.100 04 09 03 02
04 18 0l 02
Provinsi
38 38 Daerah
{Prov / Kab/ Kota)
6.105.100 04 07 04 03
o3 09 07 01
SK No 132542C
m m
(hov / Kab/ Kota)
5.441.000 08 02 01 taE
Budaya
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/RO (PROYEKI
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Reproduksi untuk
AuEka
o 6l:l Deereh
(Pror,/ Kab/ Kota)
4.641.000 07 09 02 03
04 11 0l o3
Frmcrintshen Decreh
30.869.400
Revisi
2014 tcrrtang
0 I
Kebijakan
aoo.ooo 07 (x) ol o1
Undang-Undang
0 I
4.200.000 07 (x, 01 ol
daerah dalam rangka
o o
Kebijakan
1.500.000 07 09 0t ol
SK No 132543 C
Kebijakan
1.000.000 07 09
Tahun 2014
KODE
NAMA
PROGRAM/TEGIATAN/ KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
Deereh
23.369.400
O 1O-CM.6 r,rO. U BA. O0 1 Evaluasi Efektivitas
190 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
23.369.400 07 09 02 o3 38
010.cM.6141
oro.cM.6r41.PtsL Kebijakan
Daerah.sebagai Masukan Revisi UU 23
Tahun 2014 tentang
o n
1.OOO.OOO 07 09 01 o1
o1o.cM.6r41.QMA Data dart
o10.cM.6l4l.QMA.OOr Peta
o10.cM.6r4r.QMA.OO2 Basis Data Potensi
Retribusi Daerah
I Data 13.444.760 07 (x) 03 ol
02 t2 07 003
02 18 01 IM
De.reh
SK No 132544C
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
Retribusi
300 o Daerah
(Prov/ Kab/
5.OOO.OOO 07 (x) 03 ol
02 18 0l 02
(KPDBU)
2 lo Daerah
{hov/ Kab/ Kota)
10.170.OOO 02 12 08 004
ol
o? (x) 03 o3
02 iI3 02
546 Daerah
{Prov/ Kab/ Kotal
18.850.000 07 09 03 0l
02 t2 07 003
300
dan
Secara
546 Daerah
18.750.000 07 09 03 0l Hin
110 o Daerah
(Prov/ Ihb/ Kota)
1.500.000 o7 @ 03 0l
atas
546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
4.993.340 07 (x) 03
etes Flnarimaen Dacfalt
550 Daerah
4.993.340 07 (x' 03 0 o1
SK No
546
(Prov/ I(ab/ Kota)
22.250.OOO 07 09 03 0l
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
oro.cM.6 r4r.uBA.020 Daerah Dcngar
TErhadap PAD
546 Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
6.454.750 07 09 03
02 t2 07 003
o o1
Decreh
1 o
{Pror, / Kab/ Kota)
2-000.ooo o? 09 03 o3
4.OOO.OOO
Dacr6h
4.000.000
010.cM.6 r42.U84.00I Daerah
6 o Daerah
{hov/ I(ab/ Kota)
4.000.000 07 09 02 03
31.134.766
0rO.CM.6l.r4.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur
01 0l 03 o1
Penganggaran SPM
360 gFIi] Orang 2.776.576 06 0l 02 02
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/XRO/RO (PROYEKI
INDIKASII ALOKASI
2025.-2029
(Rp
PN W KP PROP
K@petcosi
FeEba,rgutran
180 3OO Orang 3.355.360 07 09 02 02
kot rpetertsi p€n8elolaafl keuangan daerah
450 570 Orang 7.130.140 07 09 02 02
Perkada
150 270 Orang 1.514.440 07 09 02 02
150 2?O Orang 6.004.250 07 0g 02 02
0
o O
Daerah
0
SK No 132547 C
(Prov/ Kab/ Kota)
o
02 o10.cM.64a4.UBA.OO I
Kab/ Kota
o o 0060?03
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
Sistem
0 o Dera 0060703 m
93. 130.147
o1o.cP.l26a.QAB Pelayanan Publik
oro.cP. r268.QAB.OO I
data
NIK
1300 1540
.06 01 02 03
wol020l
o 10. cP. 1 264. U B,{ Fasilitasi
01o.cP. r268.U8A.001
yang
,rc 60
(hov/ Kab/ Kota)
14.935.922 06 01 0l 004
06 01 02 03
SK No 132548 C
13.904.660
0l oro.cP.l269.PBM.OOr
tentang administrasi kependudukan
0 1 2.050.ooo o? ol 02
olo.cP.1269.QAA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0ro.cP.1269.QAA"OO I Akta Kelahiran yang
07 0l 02 02
o1
olo.cP.l269.QAA.OO2 Alda KeEatia.rr yaru dit€rhitLaa
07 0l 02 02
ol0.cP.l269.QAA.OO3
07 01 02 02
o1o.cP.1269.QAA.0O4 Akta
o7 01 02 02
Daerah
olo.cP. r269.uBA.o0 r Fasilitasi penerapan
Sadar
l5 30 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.017.909 06 01 0l OO4
06 01 02 o3
o10.cP.6997
dan Identitas Digital
159.863.005
or0.cP.6997.UAB
SK No
Aplikasi ID digital
07 lo 05 7n
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
{Rp Ribul
PN PP KP PROP
741.445.625
Sosial, dan Budaya
23.500-OOO
o1o.cR.l233.QDC Fasilitasi dan
ol0.cR.1233.QDC.0O1 Fasilitasi penguatan
Pancasila Dala.B
500 8OO Orang 3.800_000 0r 0l 02 o3
olo.cR.l233.uAc.o01 Fasilitasi Revitalisasi dan
nilai Pancasila Dalam Menjaga
dan
Dacrgh
14.400.000
ol0.cR. 1233.UBA.OO2 Fasilitasi
Intra Suku, Umat
Kepercayaan, Ra8 dan Golongan
5 EB
(Prov/ Kab/ Kota)
5.400.000 08 0l 02 02
SK No 132550C
38 3a Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
02 04 01 01
o10.cR. r233.UBA.OO3
wawasan Kebangsaan
4.600.000 0r 01 02 o1
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
oro.cR. 1233.UBA.OO4
di
o 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.400.000 0r 01 02 01
718.345.625
olo.cR.6r45.PBC.00r
4.800.000 07 0l 03 03
Urgensi terhadap Dana Abadi
o o
l.250.ooo 0l 04 01 0t
n o
t.250.ooo 0t 04 01 ol
olo.cR.6r4s.QDB Fasilitasi dan
olo.cR.6145.QDB.OO l Fasilitasi
Politik
8 8
o10.cR.6145.QDC
SK No 132551 C
400 l:ffd Orang
o7 01 0l o3
o1o.cR.6145.QDC.OOr
Pancasila bagi pergurus parpol
4.OOO.000 04 19 02 ol
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2t)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1o.cR.6145.QDC.0O2
Fcogurua
2000
04 19 02
02
ot
olo.cR.6145.QEr
oro.cR.6l45.QEL0O1 Bantuan Keuangan ke Partai Politik 8 8
Daarsh
(Prov/ Kab/ Kot4
5.500.000 0l 03 0l 02
o10-cR.6145.UBA.OO2 Fasilitasi Pcnguatan Kel@pok Kerja Indek!
DeEohaEi loddtclia Tingkat
19 l9 Daerah
(hov/I(ab/ Kota)
5.650.000 01 03 01 02
Penyelenggara
o1o.wA.425s.QAB Pelayanan Publik kepada
SK No
76 76
226.142.314
olo.wA.4255.QAB.OOl Layanan
9.730.107 07 0l 03 02
o1o.wA.425s.QAH
- 5l -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
olo.wA.4255.QAH.0O1 layanan
I 1 layanan
c)
SK No 132553 C
1- MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
Koordinator Pencapaian Indikator
PN 02 - Asia Power Index
PN 07 -
Koordinator
PP 02.09 - Indeks Kemajuan
PP 02.09 -
PP
PF 02.09 -
PP 07.16 -
KP O2.O9.O I -
SK No 132554C
INDIKATOR SATUAN BASEIINE2O24
KP 02.09.02 -
KP 02.09.02 -
organisasi internasional
KP 02.09.02 - Angka
25 5 o
KP 02.09.02 - Pers€trtas€
KP 02.09.03 -
t lah
15 40 20
20 0 100
KP 02.09.04 -
oleh
KP 02.09.04 -
persen 75 80 n
KP 07.16.02 - Indeks
Terpadu baSi WM di
KP 07.16.02 -
96
98
96
97,5
96,4
98,4
KP 07.16.02 - Indeks
SK No 130028 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
6.881. I l3
or r.AA.6026
011.AA.6026.PBC
ol l.AA.6026.PBC.OO4
I 1
r.766.755 08 02 07 03
011.AA.6026.PtsC.009
Dasar
n I RekoEendasi
1.811.200 02 09 03 02
ol l.AA.6026.PtsC.OrO Perumusan
0 1
r.136.203 02 G, 02 03
o11.AA6026.PBC.Ol I
bagi
I o
Kebijakan
2.166.955 02 09 02 03
SK No 132555 C
15.5t32.702
lnddrcsia di bidang Kerja satra
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ot l.AK.602r Peningkatan Peran dan
15.542.702
m€(rddong
2 2
r.986.093 02 09 04 01
or 1.AK.6021.PEA
or r.AK.602l.PEA.Os2
PBB
27 31
o1r.AI(.602r.PEB
or l.Ar.602l.PEB.o51 Partisipasi Aktif
1l o
o1l.AK.602l.PEB.Os2
9 o forum t.loo.ooo 02 09 04 ot
SK No 132557 C
1.349. 116.653 ol l.AL
PROGRAM/ KEGI.ATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol l.AL.4439 Pelayanan dan Pelindungan wNI
1.044.031.924
o1l.AL.4439.QAA
o1 1.AL.4439.QAA.OOr Pelayanan dan
Negeri
133000 133000 Orang
o7 16 02 02
ot 1.AL.6028 Pelayanan dan Pelindungan WNI Pusat 305.084.729
011.AL.6028.PEC
o1l.AL.602A.PEC.OO1 Koordinasi dan Keda Sama Pelayanan dan
Pelindungan
3 3
or r.AL.6028.QAA Pelayanan
ol l.AL.6028.QAA.0O I Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar
Negeri
21000 21000 Orang 160.790.641 04 19 M XD
07 16 02 02
ol l.AM kograE
6.485.619
or r.AM.6030 Optimalisasi Diplomasi
Perjanjian
SK No 132558 C
Kerja
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDII{AIII ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol l.AM.6030.PEC.OO4
Darat
7
011.wA.6015
ol l.wA.601s.uAD.oo1
I 0
o11.WA.601s.UAD.OO2 Koordinasi Penyusunan Regulasi
0 0 Dokumen 709.772 02 09 02 02
TOTAL
c)
SK No
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
PF 02.0f - Pef,a6ntase
W
PF 02.03 -
PP 02.06 - Indeks Survei dan
XP
KP 02.01.02 -
bangsa
KP
KP 02.01.04 -
SK No
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.02.01 -
KP 02.02.02 -
industri
KP 02.02.03 - F€f,scntas€
terlaksana dalam
pcrgen too ro0 r00
KP O2.O3.O I - Fcfaentaa6 kader
KP O2.O3.O I -
KP 02.03.02 -
KP 02.06.05 -
KP 02.06,05 -
SK No 1325610
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N25-N29
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
ol2-AB
or2.AB.6513.QHA
ol2.AB.6513.QHA.OOl Opcf,asi Militer
ol2.AB.65l3.QHA.OO2 Survei Hidro-Os.anagrali I 2 2 operasi 127.521.220 02 06 05 ol
012.A8.6513.QHA.003 Survei Hidro-Or€anografi II 0 1 operasi /rc.000.000 02 06
ol2.AB.65l3.QHA.OO4 Survei Hidro-Oscanografi llt 0 I operasi ,lo.000.ooo 02 06 05 01
012.AC.1538
Ke6Earatr
1.395.661.405
SK No
r33 o
4.249.999.99A
o1
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
4.249.995.994
1 I unit 4.249.999.994 02 01. 04 0l
40.ooo.ooo
755.747.996
012.Ac.6556
KeahEn6n
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp
P$I PP KP PROP
,169.887.940.943
012.AF. r464 PeEbalgunan/ Fengadaan
Partghensn Matra
948.009.878
948.009.878
Ol2.AF.l,164.RBM.O01
012.AF. r464.RBM.002 PeEbarrgunar! prioritas Bartgfas atau
Saq,|.as atau Gedung
T loo unit 46t.427.162 02 01 01 IlIa
Ol2.AF.l2165 Pengadaan
O 12.AF. 1,165. RAF Sarana Bidang
Ranpur
o loo Unit 5.779.fia.O77 02 01 0r 03
0r2.AF. r,165.RAF.0O2 Pengadaan atau pc[ggartia[
loo loo Unit 3.612.213.267 02 01 01 o3
SK No 132554C
100 Unit 1.765.828.483 02 01 0l o3
Senjata dan Aloptik
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI AJ'KASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PNI PP KP PROP
Munisi
o loo Unit 15.038.546.618 02
0 100 Unit 580.666.823 02 0l Ol m
o ro0 Unit r.487.705.869 02 01 01 03
5.125.000.000
o12-AF- 1532-RBM
SK No 132565 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Alutsista Met'a Dar'at
5.312.206.329
5.312.206.329
or2.AF.6s09.RCF.OOl F.@cliharaan
o12.AF.6509.RCF.OO9
SK No
Pengadaan Alutsista Matra Laut
o Unit
o12.AF.6509.RCF.O lO
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AF.6515
18.302.543.602
Keemenen
18.302.543.602
SK No 132567 C
4 Unit
012.AF.6516
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Keamanan
1.810.667.667
ol2.AF.65l6.RBM.OO4
ol2.AF.65l7.RBM.OO I
SK No 132568 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
OP Sarana BidarE
38.142.653.478
38. r42.653.478
o12-AF.6552
hrhenen
2.469.594.797
(Jalan)
r.200.ooo.ooo
SK No
Jalur
0
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or2.AF.6552.RBM.OO l Politeknik Unhan Kabupaten Belu N"IT o o unit 002 01 o,+ 02
NTT
o o unit 002 01 04 02
o12.4F.6552.RBM.010 Jalur Penghubung
o 1 unit 20.000.000 02 0r 02 02
o12.AF.6552.RBM.Ol I Jalur logistik Sektor Utara
Papua - PNC
o 1 unit 20.000.000 02 0l 02 02
Perbatasan di NTT
o 1
SK No 132570C
Alutsista Luar
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
melalui
o I Paket 16.000.000.000 02 02 03 0l
012.AF.6559.RAF.740
012.AF.6559.RAF.741 Alutsista Dalam
Pengadaan
o
t o
I Paket
Paket
4.000.000.000 02 02 03 0l
4.000.000.000 02 02 03 02
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o Pekct 4.OOO.OOO.000 02 02 03 02
012.AF.6559.RAF.747
o 1 Paket 4.OOO.OOO.000 02 02 03 03
o 1 Paket 4.000.000.000 02 02 03
o12.4J.1403
o12.AJ. r403.PEF Sosialisasi datt Discoi[aEi 45.488.000
o12.AJ.1403.PEF.130
o12.Ar. l403.PEF.l3l Sosialisasi Bel,a
o loo
Daya Pertahanan
SK No
Peraturan lainnya 8.OOO.OOO
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AJ.6554.PAH.002
o12.AJ.6ss4.QAH
012.4J.6554.QAH.0O1 Bantuan DPP LVRI 1 1 layanan 64.175.648 02 03 02
Pertahanan dan Keamanan
?53.424.352
or2.ar.6554.SCG.O54
or2.AJ.6554.SCG.O56
Tinggi
4.932.766.524
4.75.2.766.524
o12-KA- l406.RAF Sarana
SK No 132574C
Unit o05 01 13
I
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 0l 13 0l
or2.KA.l406.RAF.056 First Article Matre Dsret 0 1 Pal(et 60.000.000 02 02 01 02
o12.K4.1406.RAF.O57 First Article Metre l,aut 0 1 Paket 60.000.000 02 02 01 02
ol2.KA.1406.RAF.O58 First Article Metre
o12.K4.6555
o12.KA.6555.SD8 Penelitian dan
o12-I<4.6555.SD8.031 Litbang
o12-KA.6555.SD8.O32 Litbang
TOTAL 488.197.803.398
Keterangan:
c)
SK No
KEMENTERIAN KEUANGAN
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2024
Koordinator
PN 07 - Rasio pendapatan negara terhadap PDB p€f,86n 12,82 12,36
PF 07,12 - Rasio penerimaan
PP 07.12 - Rasio PNBP (persen PDB) p€f,86n I'DB 2,61 2,tt 2,21-2,W
PP 07.13 -
PF 07,14 - Rasio
PP 07. 14 - Rasio utang
KP 05.03.02 - waktu penahanan
KP 07.09.03 -
SK No
KP 07.12.01 -
orang pribadi
KP 07.l2.O I -
KP 07.12.02 - Ra.io capaian PNBP terhadap
KP 07. I 3,0 I -
KP 07.13.02 -
KP 07.13.02 - Alokasi TKD untuk
l(P 07.13.02 -
KP 07. r4.Ol -
KP 07. f4.Of -
SK No 132577 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN
KODE
NAMA
FROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pusat dan TKDD
015.C8.4776.UAE Pemantauan dart Evaluasi
30 30
darr Dacr6h
3 3
07 13 02 02
r 150 o Orang 6.062.220 07 09 03 01
SK No
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2t)25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 13 02 01
Pusat dan TKDD
4.O73.724
015.CC.4786
o15.CC.4786.U4E Pemantauan dan Evaluasi
or5.cc.4786.UAE.OOl Rek@lertdasi
015.cc.4787
or5.cc.4787.QAE
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol5.cc.4789.QHB
o15.CC.4789.QHB.20I Joint Task
o15.CC.4789.QHB.202
05 01 16 10
Kendaraan
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
3.520.@0 O? t2 01 o3
0 I
Kebijakan
1.600.000 07 12 0t 03
015.CD Proga.rl Pengelolaan
Kekayaan Negara dan Risiko
63.7o4.??A
SK No 132580 C
Kebijakan
PUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P]{ PP KP PROP
I 3
04 m L2 o7
o 5
7.505.976 02 2t 03 02
02 16 03 04
I u
Kebijakan
2.425.112 0 13 0l
02 16 03 02
03
ol5.cD.479a.UAE
or5:cD.4798.UAE.20r
Disertipikatkan (PN)
27090 O
o15.CD.4AO1 Pcf,ulru8an
2.185.914
o15.CD.4aO8
SK No
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 8.168.597
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fendanaan / PeEbiayaan lbu Kota
Nusantara (PN)
I 0
Kebijakan
1.724.050 06 05 02 02
Kebijakan Dukungan
I I Rekot iendasi
Kebijakan
6.444.547 07 14 02 0l
10.436.470
Peringkat
Indonesia (PN)
I O
Social Fuad Linlad Sukuk (PN)
I I
o I
Social Fund Linkcd Sukuk (PN) - Rrsat
I I
Dukungan
I I
SK No 132583 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PhI PF KP PROP
2 O
015.CD.4809.UAE.206
DuLullgqrl
Raltka
.
2
2
O Laporan
O
1.122.521 07 15 01 o3
1.702.556 02 11 03 o3
342.840
or5.cD_62 r2.UAL.208 lEplcroemtasi Digital
pada
(PN)
100000 O
015.CD.6214
015.CD.6214.UAE
SK No 132584C
5.7,+8.085 03 03 02 02
5 O Laporan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDII(AIII ALOKASI
2025-2.)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebijakan
5. r 50.ooo
IEplcE€(rtasi Pillar Dua (Paja.k
0
750.000 07 t2 01 02
05()401 03
Etil Alkohol (PN)
0
600.000 07 t2 01 03
Dalam Negeri (Pn)
o I
r.100.000 07 t2 02 02
SK No 132585 C
1.500.000 03 04 03 006 o I 5.CE.4763.P84. 2 12.OOOO Grand
(PN) - Pusat
o I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(Px)
1 n
r.200.ooo 02 Gt 06 02
015.cE.4764
10 10
10.427.511 07 t2 0l OD
04 13 05 02
Kebijakan
16.483.770 07 13 0l 01
ltD 13 07 o1
07 15 0l
Kebijakan
11.133.040 07 15 01 11
015.CE.4764.PBA.207
I T
Kebijakan
6.000.000 02 09 03 02
SK No
1.599.325
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Tata Cara
dan Penerimaan Hibah (PN)
I o RPP 1.599.325 07 t4
3.315.866 07 t2 02 05
19.583.009 07 13 01 04
untuk Kegiatan Usaha
pada
1 0 Unit 2.400.000 02 t7 (x or
SK No 132587 C
Sistem
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/ TRO/RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Piutang Negara (SIMPaN) (PN)
I 0 Modul
Negara (SIMAN) v2 (PN)
I O Modul Aplikasi 15.089.160 0? 13 01 o4
(SIHM) (PNI
I O Modul Aplikasi 3.226.518 07 12 02 01
01s.WA.47 ro.UAB.20r Core Tax
201.742.533 07 t2 01 o1
Fetrcf,imaan
o
1.200.000 0? t2 01 04
16.949.902.509
SK No 132589 C
02 ll 03 04
16.949.902.509 06 02 0l 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126.456.472
Terfasilitasi
1470000 O
06 03 02 In
2.500.000 05 03 02 0l
4.577.600
S€ktq
o I
8.577.600 02 t4 0o2 004
54.067.744
ol5.wA.4752.UAM Hasil Kelolaan Dana 54.067.744
SK No l3259OC
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
TOTAL
c)
SK No l3259l0
KEM ENTERI,AN PERTANI,AN
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
Koordinator
PP 02,lO -
PP 02. fO - Indeks
0,693 (2023,
o,?445 0,8599
KP
KP 02.lO.Ol -
KP 02.10.02 - Fer ngkatan
KP 02.10.02 -
KP 02.10.03 -
KP
SK No
ton 33.624 238.020 KP
KP 02.10.04 -
KP
KP 02. f0.04 -
XP 02.IO.OS - Peningkatan produksi jagung KSPP Papua ton 0 1.310
KP 02. 10.05 - Peningkatan luas panen
KP 02. f0.06 - Peningkatan produki
KP 02,10.06 -
KP 02.10.07 -
xP 02.10.07 - Luas lahan sawah yang ditingkatkan Indeks
KP 02. 10.10 -
KP 02.10.10 - Produksi telur juta
KP 02.10.10 -
XP 02.10.1 I -
KP 02. 10.I I -
KP 02. lO. f f - Produksi
SK No 132593 C
24,82 30,66 35,47 KP 02. fO. f f - Produksi buah dan sayur juta ton
PUEUK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN
KP 02. lO.1 I - Produksi
KP 02. lO. I r -
KP 02.lO.l I - Produksi kedelai t(m 349.099 370.359 416.842
KP 02.10.13 - Persentase komoditas produk peternakan siap edar yatrS
KP 02.10.13 -
KP 02.10.14 -
KP 02.lO.16 -
KP 02.10.16 -
BPS)
22,O3 22,43
KP 02. 10.17 -
KP 02.10. f7 - Produksi vanili ton l.sos (2022) r_582 1.584
KP 02.10.17 -
KP
KP
597.622,50 596.969,14
xP 02. lO. 17 - Produksi
SK No 132594C
ton
KP 02. 10- 17 -
KP 02. 10.17 -
KP 02. 10.17 - Produksi
KP 02. rO. r7 -
KP 02.10.17 -
KP
KP 02. 10.18 -
Bcrkclanj utan
o 3,0 3,4
XP 02.10,18 -
KP 02. lO,18 -
perSen 73,4 (prognosis) 75 a7
KP 02.lO. 18 -
KP 02. lo.l8 -
2A
KP 02.10.18 -
KP 02.15,02 -
SK No
kab/kota - (indikator baru) roo 514 KP
KP 05.0 I .05 -
l2o23l
239.646.470
KP
KP
KP 05.01.06 - Produksi
KP 05.01.08 - Produksi sagu t6r
XP O5.O 1 .Oa - Produksi ubi kayu ton
KP 05.01.08 -
KP O5.O 1.08 -
KP 08.03.03 -
PDB (%) pada
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
Pedardan
ora.DL.la1o.PDI Sertifikasi
ora.DL. la 10.PDI.UO1
ol8.DL. r81o.QDB
o18.DL. rSrO.QDB.OOr
o6wo702
o18.DL.18lO.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
46.410.000
Masyarakat
46.410.000 06 03 02
o3 IE o5 02
SK No
Pelatihan
7n 10 on
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1a.DL. la 10.SCC.OO1.3507
Kab. Malang
390 O Orang 1.671.129 05 0l 08 02
02 lo 16 02
ol8.DL. 18r0.SCC.002.3507 Pelatihan
Kab. Malang
930 O
0r8.DL. 18tO.SCC.OO3. 1505
o
or8.DL. l8lo.scc.003. 1803
o
or8-DL. r8 1o.SCC.OO3.3507 Pelatihan
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Malang
o IOOO Orang 1.146.,+01 02 10 06 03
o18.DL. 18lO.SCC.OO3.5303 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Kupang
n 1000 Orang 1.146.,rc1 02 lO 04 03
SK No 132598 C
1.146.401 02 lo 01 03 ol8.DL. 18lO.SCC.OO3.6305 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur
o
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PII PF KP PROP
Pertanian
849.586.679
ol8.DL.l812.QDC Fasilitasi dan
or8.DL. r812.QDC.0O 1 Insentif
02 07 07 06
Masyarakat
34.650.OOO
ol8.DL. r812.QDD.0Ol F€f,contohan pen€f, apan
Masyarakat
30.600.000 02 t4 002 005
06 07 04 02
02 10 16 02
ol8.DL. 18r2.QDD.OO2
o 5
Masyarakat
4.050.000 02 10 16 o3
06 07 04 02
vokasi
1.361.i160.619
018.DL.5892.PEA
SK No
0
Pertanian (YESS)
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Fjbul
PI{ PP KP PROP
018.DL.5892.QDC
ol8.DL.5892.QDC.OO 1
10500 0 Orang 46.779.298 02 r0 16 03
06 03 02 o1
Kelautan, dan Perikanan
i+886 4886
018.DL.5892.SAC.002
qall 9O8 Orang 155.743.421 02 lO 16 02
o la. Ec
59- r23-442-55{)
Sawit dan Aneka
4.320.660.319
ol8.Ec.1777.QDC Fasilitasi dan
SK No
o
05 0l 06 03
ol8.Ec.l777.QDC.O0 r Surat
50.694.450 02 lO t7 ol
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 07 04 02
ol8.Ec.1777.RAl Sarana PettgeE bangan
O18.F,c.1777.RAI.OO 1.8207
o18-EC. 1777.RAI.OO2 Kawasan Sagu
06 ut 04 02
0r8.Ec. r777.RAt.003
or8.Ec.1779.QDD
84.805.401
SK No 132601C
2t
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Desa
Kelompok
Masyarakat
02 19 02 04
02 o4 07 06
ol8.Ec. 1779.QDD.002 Regu
54 150
70.676.920 02 lO t7 02
ol8.Ec.l779.RAl Sarana Pengembangan Kawasan I 16.61 1.lOO
o l8.Ec. 1779.RAI.OO I Area
dan
Kebun
a) 400 H€lfter 52.810.000 02 10 17 02
02 19 02 03
'06 07 04 07
Ttrdbuhalr (OP'I) Tanam€,r
02 lo t7 02
or8. Ec.5a85
Hasil Tatta.Eatl
24.406.437.237
05 01
ol
SK No
02 lo tl 03
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
02 15 02 02
05 0l oa ol
06 07 04 02
02 15 02 02
os ol 08 01
os ol 08 02
06 07 04 02
o la. Ec. 5aa5.RAG.oo3. 1600 Sat'ana
- Provinsi Sumatera Selatan
o 4251 Unit 6.039.519.309 02 10 03 o3
018.EC. 5885.R4G.003. 5300 Sarana
- Provinsi Nusa
o 621 Unit
SK No 132603 C
fifdl Unit 4.358.834.066 02 10 0l 03 o
-
n
NAMA
PR,OGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1 8.
- Provinsi Papua
o r00 Unit 4.735.iti}r 02 10 05 03
o 1 a. Ec. 5885.R4G.OO3.9500
-
o 3128 Unit 4.443.399.727 02 10 06 03
ola.Ec.5887
500 5OO produk 5.000.000 02 10 18 o3
018.EC.5887.PDC
ol8.Dc.5887.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
4.800.000
or8.Fa.5887.QDD.02l Kelompok Tani terlatih GAP 30 3)
Masyarakat
3.600.000 02 lo
SK No 132604C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kelompok
02 lo r7 02
ola.Ec.saa7.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kchutanan dan
6.753. r2s
03 03 01 o1
04 13 05 04
o18.F4.548?.RAt Sarana
Project
02 lo 1l ol
018.EC.5887.RBK
dan LhAkuiaan Hidup
7.960.000
02 lo 17
ola.Ec.5887.RBK.Ol I Prasarana
o1 o1 03 03
SK No 132605 C
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.Ec.5888
25.222.7 14.288
ol8.Ec.5888.ODC Fasilitasi dan Pembinaan
ol8.Ec.5a88.QDC.00r Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB)
Tanemsrl
o
018.EC.5888.RAr.00 r KeuEsen
018.EC.5888.RAr.002
018.Ec.5888.R4t.004 Kawasan Tebu
07 15 01 03
SK No
Kawasan Kopi 1750 61110
06 07 o4 02
o 1a. Ec. saa8. RAI. 006 2.604.256.637 02 lO t7 02
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol8.Ec.5888.RAt.OO7
02 10 t7 02
or8.Ec.saaa.RAl.00a
o18. EC.5A 9
420.949.064
o 18. Ec. 5449. PDA. 00 I Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) 13000 O
ol8.Ec.5889.ODD
Masyarakat
37.160.000
SK No 132607 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Fap Ribu)
PN PP KP PROP
o18.EC.5889.QDD.OO2
Bahan Baku Bio
o 4l
Masyarakat
32.800.000 02 lr 03 04
Lingkungan Hidup
396.133.500
06 0? 04 02
02 10
05 0l 06 03
05 0r 08 0r
ol8.Ec.5889.RBK
dan Lingkungan Hidup
3a 1.973.450
Perkebunan
t5 223 unit 238.685.000 05 0r 06 03
02 10 l7 03
or8.Ec.5889.RBK.OOl. 1600 Prasarana
0
SK No 132608 C
134 unit
05 0l 06 03
ILIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEOIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 08 0l
124.450.527
27.607.173
ol8.Ec.5890.RAG.O0l Produksi benih
dan
Kebun
2t 7
17.885.706
17.885.706 02 10 t7 01
05 0l 0,6 02
dan
79.357.644
02 lo
018.EC.5890.RDK.002
Tanam
663 714
SK No 132609 C
NAMA
PROORAM/TEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
018.EC.5890.RDK.002.6 102 Pemeliharaan K.bun
Tana.E
3 o unit 40.340 06 07 05 02
Tana&
Kepulauan Tanimbar
4 o unit 37.a52 06 Ct 05 02
o la. Ec. 5a90.RDK.002.8207
Tanam
Morotai
o1 8.EC. 5A90.RDK.002.947 I
Jayapura
2 o unit
o 2 unit
Hasil Ternak
236.551.700
o I 8. EC. 589 l. PEH
SK No l326lOC
Fasilitasi dan
39
163.171.700
o18.EC.589r.QDB
0 15.200.000 02 lo 10 03
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.EC.589l.QDB.OO I
dan
9 0
02
or8.Ec.5a9r.QDB.OO2 Fasilitasi d€rt
o 39
o18.EC.589l.QDB.OO3 Fasilitasi.
o 25
or8.Ec.589l.QDB.004
o 30
o18.EC.589l.QDB.OO5 Fasilitasi dan
Daya
o 39
or8.Ec.5a9r.QDB.006 Fasilitasi /
o 39
o18.EC.589l.QDB.0O7
o 35
o18.EC.589r.QDB.OO8
o I
ol8.Ec.589l.QDC Fasilitasi dan
SK No
1.300.000 02 l0 13 o3 ol8.Ec.589r.QDC.OOl
T I Orang
-to7-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol8.Ec.589l.QIC Pengawasan dan
ol8.Ec.589r.QIC.OOr
unit usaha produk hewan
0 1
25.980.000
ol8.Ec.589l.RAG.OO1 Sarana pasca
a 72 Unit 25.980.000 02 lO 10 o3
o o Unit 02 lo l0 03
02 l5 02 02
dan Lingkungan Hidup
29.600.OOO
o I a. Ec. 549 1 . RBK.OO I Prasarana pasca
o
02 l0 lo 03
o o unit 02 l0 lo 03
ola. Ec.6916 Pengelolaan Standar Instrumen
SK No 1326120
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.EC.69l6.QDB. 10 l Integrated Coorporatid! Agriculture
lo O
o1a.HA. r761
286.188.649
o 18. HA. l76l . RAI Sarana
ol8.HA.l76l.RN.613 Kawasan Ubi
02 10 11 02
o18.HA. r76r.RAt.6l4 Kawasan
SK No 1326130
Kawasan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA. r762
Tanaman Patrgar
l r.514.026.570
o I a. HA. 1762. RAI Sarana
07 15 01 03
ol8.HA. r762.RAr.622
ol8.HA. r762.RAI.625 Ka\rlacan Padi Kaya Gizi
02 r0 L4 002
018.HA.1762.RN.626
OI8.HA. r762.RAI.627.OOOO
o18.HA. 1762.RAI.627. 1600 Katya8an Padi (QW) - Provinsi
Selatan
o
ora_HA. 1?62.RAJ.627.5300 Kawasan Padi (Qw) -
0 4969 Hektar 29.556.080 02 10 04 02
SK No 132614C
o 73638 Hektar ,+38.033.64r 02 l0 Ol 02 ota.HA. 1762.RAI.627.6200
Tengah
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1 8.HA. r762.R4I.627.9500
o 75066
ora-HA.1771
Trnemen Obat
521.650.000
07 15 0l 03
02 10 1l 02
ol8.HA t77l.RN.O 12
05 0l 1l 04
dan
SK No 132615 C
to
r 17.161.600
0r8.HA.177 r.RBK.O1l
or8.HA. t773
REPUELIK
SIOEN
INDONESIA
- lll -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA.1773.QDD
t3.84A.OOO
o18.HA.1773.QDD.Or0
Masyarakat
13.848.000 02 10 t7 02
06 07 04 02
06 03 02 0l
02 10 t7 02
oa 03 03 04
o l4O
02 lo 17 02
018.HA.
08 03 03 04
SK No 1326160
or8.HA 1783
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1783.QDC Fasilitasi dan
o18.HA. t783.QDC.OOr Fasilitasi dan
o 360 Orang 3.060.000 02 l0 tO 01
0l8.HA.l783.QDC.OO2 Fasilitasi dall
dan kcaoarta.n pakan
0 20 Orang 900.ooo 02 l0 lo ol
o18.HA.l78il.QEG
018.HA.1783.QF,G.0Or Bantuan
02 19 02 04
018.HA.178i).QEG.OO2
ol8.HA.1783.OJA
0r8.HA.l783.QJA.O0l Hasil Uji Mutu dan
o [rr[0 Produk 49.,I0O.OOO 02 lO lO ol
SK No 132617 C
6 14.5 15..167
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA.1783.RAG.OO3
pakan
:al 5 Unit 3.800.000 02 10 10
Penyakit
o
or8.HA.1784.PEC.OOl Kerja
or8.HA.l784.PEF Sosialisasi dan
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TAROET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
ol8.HA. 1784.QAH.OO1 Layanan
04 13 02 02
04 t4 0t 04
or8.HA.1784.QAH.OO3 Layanan untuk
l0
o18.HA. r784.QAH.OO4
l0 453 layanan 27.180.OOO 02 lO 10 04
02 10 13 04
018.HA.1784.Q4H.005 Layanan
o lO layanan 600.000 02 10 10 04
ol8.HA.l784.QDB Fasilitasi dan
ol8.HA.l784.QDB.OO1
0
ol8.HA.l784.QDC Fasilitasi dan
SK No 132619C
Fasilitasi dan
o r.736.000 02 lO 13
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA.1784.QIA
or8.HA. r784.QIA.OO1 Pengawasan terkait lnutu,
khasiat obat dan alat
o 1
o18.HA.1784.OJ4
o18.HA.l784.QrA.0O1 Hasil Uji Mutu dan
or8.HA. t784.qrA.0O2 Fcngrdian Mutu Obat Hewan dan
Obat He$latl
o
ol8.HA.l784.qJC
or8.HA. r784.qrc.OOr
04 13 02 02
ot8.HA. r784.qrc.OO3
Lingkungan Hidup
936.978.306
SK No
Sarana
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
kesehatan
pencegahan dan
3
diproduksi
7175105 3 Unit 154.634.525 04 14 0r 04
02 10 13 04
keamanan
Sarana Laboratorium
o
o
10
3
Unit
Unit
4.650.000 02 10 13 04
672.000.000 02 10 13 04
Timur
I o Unit 16.466.580 02 tO 13 ()4
02 16 05 02
ol8.HA.l784.RAG.008 SBSN Sarana
dan Pengujian Produk
Ba8ian
I n Unit 17.661.200 02 10 13 04
018.HA.1784.RBK Prasarana Bidaru
dan
SK No 1326210
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Wilayah
1 o unit 55.533.421 02 10 13 M
02 16 05 02
, Penyakit
1 o unit 35.838.800 02 10 13 04
0r8.HA 1784.UAC
ol8.HA.l784.UAC.OO 1 Bimtek untuk tenaga
ol8.HA.l7A4.UAC.OO2 Bimtek
dalam
o 60 Orang 2.520.000 02 10 r0 04
o 1 8. HA. 1 744. U B,{
Dacreh
r.400.000
o18.HA.1784.UBA.OOr Advokasi
(Prov/ Kab/ Kot
a)
r.800.000 02 10 13 04
3.052.130.714
SK No 132623 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribul
PN PF KP PROP
0ra.HA. r785.PDA.OOr
or8.HA. 1785.PDC
Practices/ Good
o 15
018.HA.1785.QAH
or8.HA.1785.QAH.OO1
ol8.HA 17A5.QAH.OO2 Layanan Penandaan dan Pendataan
0l8.HA" 1785.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
SK No 132624C
26.668.000
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol8.HA" 1785.QDD.OOl
zuriat sapi
o 25
Masyarakat
8.400.000 02 10 lo TN
o18.HA.l785.QDD.OO2 Fasilitasi dan
suEbcr
o t2
Masyarakat
1a.26A.000 02 lo 10 02
ol8.HA.l785.QEL Bantuan Heworr 434.426.522
ol8.HA. r785.QEL.0Ol Ternak
o18.HA. r785.QEL.OO2
06 03 02 02
ol
02 lo lo ol
o18.HA.l785.QEL.OO4
06 03 02 02
0r8.HA.l785.QrA
o18.HA.l785.QIAOOl Fetrgswasan dar penerapan
ternak dan
o 2
SK No 132625 C
Penyidikan
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA.l785.OJA.00r
o 3400 Produk 650.000 02 10 10 01
O18.HA. r785.Q'.rA.0o2 Pcogqjian mutu benih
o18.HA. r785.QJA.OO3 Pengujian perfdEa bibit ternak o 2140324
Lingkungan Hidup
06 07 04 02
ola.HA.1785.RAG.007 SBSN Sarana Pu.at
Buatan
1 o Unit 22.OOA.199 02 10 lO 01
dan
19 I .5 12.8,+6
SK No
o unit 85.334.000 02 10 lO ol o18.HA. r785.RBK.OO7 SBSN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA 17a5.REB Konservasi Jenis/ Spesies 5.200.ooo
0l8.HA 1786
Peningkatan
Veteriner
6 o
3.063.909.512
o 350
ol8.HA.r786.QAH
SK No
Pelayanan Publik
3533 layanan 4.660.700 02 10 13 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/I(RO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
or8.HA 1786.QDB
ol8.HA.1786.QDB.OOl
hasil
hasil
o 439
02 lo 13 03
Hstvart pada Unit
o 5
ol8.HA 1786.QDC
ol8.HA. r?86.QDC.OO I
hasil pctcmakan kepada
o 2060 Orang 11.700.ooo 02 lo 13 03
ol8.HA.l786.QDC.OO2
o 600 Orang 6.000.000 02 10 13 03
ol8.HA.l786.QDC.OO3
hewan dan
o 1250 Orang
o18.HA.l786.QDC.OO4 Pembinaan peningkatan
0 185 Orang 6.186.150 02 10 10 04
ol8.HA.l786.QIA Pengawasan dan
SK No
2850 Produk 13.680.000 02 10 rO 03 ol8.HA.l786.QIA.OOr Pengawasan
peternakan
KODE
NAMA
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol8.HA.1786.QIA.OO2
018.H4.1786.QrC
o18.HA.1786.QIC.OOr
o 3105 t EbaAa 32.890.000 02 lO lO 03
o18.HA.1786.QrC.OO2 PensaPaaan
o 5
24550 o Produk 15.52?.342 02 tO 13 02
o18.HA.l786.OJA.00l
11.200.ooo
SK No 132629C
o ll.200.ooo 02 r0 13 04 018.HA.1786.QK4.002
FnyitopanBa[ keamanan pangan
40 laporan
NAMA
PROGRAJ\{ / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
704.204.420
o o Unit 02 r0 13 03
0r8.HA.1786.R4G.003 Sarana
hewan
o o Unit 02 10 13 03
o18.HA l786.RBK Prasarana Bidang
d6n
02 to lo 04
o18.rrA. u86.UAC
o 185
SK No
Produk
7.400.000 02 10 13 03
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
ot8.HA. r786.UAC.003 Bimbingan
o 50 Orang 2.000.000 02 10 13 04
018.HA.1794
dar Lingkungan Hidup
14.641.916.217
08 03 03 02
o18.HA. l794.RBK.OOr.530?
Kab. Alor
2 2 unit 800.ooo 06 07 05 02
o18-HA. 1794.RBK.OO1.6108 Pcob€Dgunan
Kab. Kapuas Hulu
3 3 unit 1.200.000 06 07 05 02
02 l0 18 0l
08 03 03 0l
SK No
1000
ot8.HA.1794.RBK.OO3
dan Antisipasi
530.691.000 08 03 03 0l
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
M{ PP l(P PROP
06 07 04 07
02 10 18 0l
p€f,tadan
2500 2500 unit 1.200.000.000 08 03 03 02
06 03 02 02
02 10 11 01
o18.HA.1794.RBK.OO5
08 03 03 06
018.HA.1794.RBK.006
(Qw)
o 11643 unit
0r8.HA. r794.RBK.006.0000
(QW) - Pusat
0 1295 unit 1.073.004.655 02 rO 07 o1
ora.HA. r794.RBK.006. 1200 Fcrobangunan
(QW) -
o ffiri) unit 10.355.793 02 lO 02 ol
ola.HA.t794.RBK.OO6. 1600 Pembangunan
(QW) -
0 3988 unit 3.303.947.686 02 10 03 01
(QW) - Provinsi Nusa Tcn88ara
o 348 unit 2t6.rca.972 02 10 04 01
SK No 132633 G
167 | unit 1.384.519.924 02 10 0l 0l
(QW) -
o
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEKI
INDIKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA. 1794.R8K.006.9400
(QW) -
o 150 unit 6.213.476 02 10 05 01
o I 8.HA. 1794.RBK.006.9500
(QW) - Provinsi Papua
o 3941 unit 3.264.964.610 02 10 06 01
ol8.HA- 1794.RBK.OO7
02 t2 04 02
or8.HA. r794.RBK.007. 1600
hot insi Surflatef,a
o o unit 02 10 03 01
o18.HA.l794.RBK.OO8 Jadogan irigasi
direhab itasi (Qw)
0 0 unit 128.576.797 08 03 03 06
018.HA. 1794.RBK.008.0000 Jaringan irigasi
o o unit 02 10 w 02
o18.HA. l794.RBK.OO8. 1600
0 o unit 02 10 03
ot8.HA. r794.RBK.OOg
(Qw)
o o unit 08 03 03 02
o18.HA. r794.RBK.009.OOOO
(QW) - Pusat
0 o
SK No 132634C
o unit 02 10 03 0l ol8.HA.1794.RBK.OO9. 1600
(QW) -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
Pt{ PF KP PROP
ot8.HA" 1794.RBK.OlO
d.n antisipasi
o 0 unit 02 12 04 02
ora-HA- r794-RBK-O10_OOOO Pembangunan bangunan
dan
o o unit 02 r0 07 03
ola.HA. 1794.RBI(.O 10. 1600 Pembangunan bangunan kqrg€!'va8i air
dan antisipasi an@afi iklim (QW) -
o o unit 02 lo 03 o1
ora.HA.17S4.RBK.O1r
OI8.HA 1794.R8K.01r.OOO0
o18.HA.1794.RBK.Ol 1. 1600 Irigasi
n 350 unit 602.249.612 02 lO Os ol
T 4t unit 29.330.043 02 lO 04 ol
ol8.HA" l794.RBK.Ol 1.6200 Irigasi Perpompaan (Qw) - Provinsi
3 613 unit 434.683.680 02 lO 01 01
o18.HA. 1794.RBK.O I 1.9500 Irigasi
Selatan
0 625 unit 443.116.970 02 lO 06 ol
SK No 132635C
1283 unit 768.529.800 02 10 r7 01 ola.HA.1794.RBK.O l2 0
KODE
NAMA
PROGRAM/TEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan
8.750.996.183
ola.HA.1794.RDK.OO1
14930 18930 unit 7.965.928.200 08 03 03 06
or8.HA. U94.RDK.002.0000 Jaringan
(QW) - Pusat
0 637 unit 116.340.600 02 l0 07 02
(QW) -
0 o unit 02 10 03 0l
(QW) - Provinsi
0 1369
o18.HA. I 794.RDK.002.5300 Jaringan Irigasi
(QW) -
0 o
o1 8.HA. I 794.RDK.002.6200 Jaringan Irigasi
(QW) - Provinsi
o 2195 unit ,101.097.067 02 10 01 o1
o I 8.H4. 1 794.RDK.002.9400 Jaringan
(QW) -
0 150 unit 6.465.147 02 tO 05 o1
018.HA.1795
SK No
46 45
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fef,tardan
02 10 18 03
penyediaan lahan
0 I
Kebijakan
ol8.HA.1795.PBR.(x)4 Survei
perlindungan dEn penyediaan
pertanian
o 100
30.840.000 02 lo 18 03
or8.HA.r795.QMA Data dan
o18.HA.1795.QMA.OO I Data Lahan
06 0l 02 0r
06 07 04 tm
018.HA.1795.RBK Prasarana
dan Lingkungan Hidup
13.048.590.654
o18.HA" l795.RBK.00r
02 lo 18 03
O18.HA. r795.RBK.OO2.OOOO Jalan
SK No 132637 C
o 200
Utara
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
o 18.rrA. r 795.RBK.OO2. 1600 Jalan Usaha Tani {Qw) - Provinsi
Selatan
o
018.r{A. r795.RBK.002.5300
o 4969 unit 250.014.174 02 lO 04 0l
ol8.HA. 1795.RBr.002.6200 Jalan Usaha Tani (Qw) - Provinsi
I(aliaartart Tengah
o 73638 unit 3.705.316.130 02 10 0l 0l
OI8.HA.I795.RBK.OO2.9400 Jalan Usaha Tani (Qw) - Provinsi Papua o 95 unit
o1a.HA. 1795.RBK.OO2.9500 Jalan Usaha
Sdaten
o
05 03 01 02
06o,04 02
3 o unit 934.100 06 t? 06 o1
o18.HA.l795.RBK.OO3. 1304 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
3 o
o1a.HA. 1795.RBK.003. 1905 Jalar
Bangka
3 o unit 938.100 06 07 06 01
SK No 132638 C
o unit 647.tOO 0,6 07 06 01 ora.HA 1795.R8K.OO3.5305 Jalan Maniai yang Terbangun - Kab.
Timor
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA- 1795.R8K.003.5306 Jalan
Belu
2 o unit 633.600 06 07 0,6 o1
02 o5 07 06
Kotawaringin
3 o unit g3a.loo 06 07 06 0l
o 1a.HA. I 795.RBK.OO3. 6203
Kapuas
3 o unit 938.lOO 06 07 06 0l
o18.HA. 1795.RBK.003.640 I Jalan
2 3 unit 6ss.600 06 07 06
ol8.HA. l795.RBK.OO3.73l4 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
5 n unit
o 1a.HA. 1795.RBK.003.7403 Jalal Pertanian yang Terbangun - Kab,
Kctaw!
2 0 unit 633.600 06 07 06 01
ol8.HA. 1795.RBK.003.760 I Jalan Manian yang Terbangun - Kab.
Majene
4 n unit 1.242.600 06 07 0,6 01
o18.Hf I 795.RBK.003.7602 Jalan
Polewali Mandar
o unit
SK No
Jalan Pertanian yang
Mamasa
o unit r.547.100 06 07 06 o1
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o1a.HA. 1795.R8K.003.7606 Jalan Manian yang
5 0 unit 1.547.100 06 07 06 o1
o18.HA. 1795.RBK.OO3.8202 Jalan Pertanian yang
2 0 unit 633-600 06 07 06 o1
o 18.HA. I 795.RBK.003.9420 Jalan
Kcero@
7 o
or8.HA. 1795.R8K.003.980 I Jalan Pertanian yang
Sorong
2 o unit 631.800 06 07 06 01
018.HA.1795.RBO
o18.HA. r795.RBO.00l
03
02 t2 04 02
02 l0
02 04 07 [5
SK No
02 10 l8 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or8.HA. r795.R80.004
(Qw)
o 0 bl 2 08 03 03 03
or8.HA. r795.RBO.OO4.
(QW) - Provinsi
o 0 LE2 02 ro 03 ol
02 12 04 0l
Ol8.HA.l795.RBO.OO5.OOOO Cetak
ol8.HA. 1795.RBO.005. 1600
o 75963
o la_HA. l795.RBO-OO5.5300
o 4969
ola.HA. 1795.RBO.005.6200 Cetak Sawah (QW) -
Tengah
150000 31832 hektar 12.545.391.099 02 lO Ol ol
O18.HA.1795.RBO.OO5.95OO Cetak Sawah (QW) - Provinsi Papua Selatan 0 75066 hektar 10.155.000.222 02 10 06 0l
SK No 1326410
Dukungan
0 o lor2
1.423.630.933
o r8.HA. r 795.RBO.006.5300
Tenggara
672 02 lO 04 0l
ol8.HA" 1795.R8R
KODE
NAMA
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O18.HA.I795.RBR.O0r.O000 StD Cetak Sawah (QW) - Pusat ,Erml,rd 24670 185.619.534 02 lO 07
ol8.HA. 1795.RBR.00r. 1600 StD Cctsk Sawah (QW) -
3 75963 500.542.574 02 lO 03 o1
o18.HA. 1795.RBR.001.5300 StD Cetak Sawah (Qw) - Provinsi Nusa
o 4969 32.740.149 02 lO 04 0l
or8.HA. r795.RBR.OOl.6200 StD
T 31432
0r8.HA. 1795.RBR.001.9500 SID Cetak
Selatan
n 75066 494.636.?03 02 10 06 01
018.I{A. r796 Pengelol,aan
2a.67 L7'l8.652
Lingkungan Hidup
24.67 L744.652
ora.HA.1796.RAG.00l Alat dan
Sektor
79697 79492 Unit
06 03 02 02
02 lo
ol8.HA. r796.RAG.OO2 Nat dan Mesin
l0 2320 Unit 61.0,62.602 02 rO 17 02
SK No
20 Unit
SIDEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Alat dan Mesin Pertanian ha
Scldor
02 lo t? 02
018.HA.1796.RAG.004 Nat dan
Sclftd Peternakan
o 250 Unit 1g.,B2.OOO 02 lO 10 01
or8.HA. 1796.RAG.006.0000 Alat dan mesin
s€ktc
3 v,tn Unit 8.028.902.109 02 10 07 02
n 23937 Unit
01a.HA. 1796.RAG.006.5300 Alat dan mesin
BeLto(
Nusa
n
Ol8.HA. f796.RAG.0O6.620O Alat dan mesin pertanian pra panen aub
o 17276 Unit
o 18.HA. 1796.RAG.006.9400 Alat dan Ee8in
a€ktd
Papua
o 34 Unit 5.1a3.218 02 10 05 02
SK No 132643 C
0 176t 1 Unit
Papua Selatan
F,EFUSUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
scldor
o 525 Unit 13.432.074 02 10 02 02
o 18.H4. 1796.R4G.007.0000 Nat dan Eeain
sektor hortikultura (QW) - Pusat
o o Unit 02 l0 07 02
o l8.HA. 1796.R4G.008.0000 Nat dan
0 n Unit 02 10 07 02
sel(tor
o 100 Unit 4.794.207 02 lO 07 03
0r8.HA r796.RAG.009.0000 Alat dan
o 100 Unit a.?94.207 02 r0 07 02
ola.HA l796.RAG.O10.OOOO
(Qw) - Pusat
o 2 Unit 2.400.000 02 10 0? 03
o1a.HA. 1796.R4G.O10. 1200 Perbengkelan alat dan
(QW) -
o 2 Unit 2.400.000 02 10 02 02
o18.HA. 1796.RAG.010. 1600 Perbengkelan alat dan mesin
(QW) - Provinsi
o 2 Unit 2.400.000 02 10 03 02
ol8.HA. l796.RAG.OlO.5300
(QW) - Provinsi Nusa
o 2 Unit 2.400.q)o 02 lo 04 02
SK No 132645 C
2 Unit 2.400.000 02 lo ol 02 ol8.HA. 1796.R4G.O10.6200
(QW) -
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o r8.HA. 17S6.RAG.O rO.9400
(QW) - Provinsi Papua
0 2 Unit 2.400.000 02 10 05 02
ola.HA 1796. R4G. O 1O.9500
(QW) - Provinsi Papua
o 2 Unit 2.400.000 02 l0 06 02
0r8.HA.3993.QAA.OO1
02 02 03 06
ol8.HA.3993.QAA.OO l
Kab.
3522 3522
ol8.HA.3993.QAA.OO 1.2 l03 Lay€rran validasi dan
Keb. Natuna
576 576 Orang 435.150 06 0? 05 02
o18.HA.3993.QAA.OO 1.5305 Layanan validasi dan v€f,iliLa8i pupuk -
Kab. Titrc
3967 3967 Orang 905.900 06 07 05 02
o I 8.H4.3993.QA4.00 1.5306 layanan
Kab.
5361 5361 Orang 678.900 06 U? Os 02
SK No
Layanan validasi dan
Kab. Alor
157 260.900 06 t? 05 7t) o I 8.HA.3993.QAA.OO r.5307 L57
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PNI PF KP PROP
o18.HA.3993.QAAOO 1.6 10r Layanan validasi d.n
IGb.
3466 r 38661 Orang ?64.650 0,6 07 05 02
Ol8.HA.3993.QAA.oOf.61O2 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Bengkayang
24749 24749
Of8.HA.3993.QAA.OO1.6lO5
Kab. Sanggau
19302 19302
018.HA.3993.QA4.001.6108 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab.
932 932 Orang 973.650 06 07 05 02
o 18.H4.3993.Q4.4"00 1.650 1
Kab. Malinau
375 375 Orang 365.400 06 07 05 02
0 r8.HA.3993.QAA.0O 1.6504 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Nunukan
4080 ,fO8O Orang
018.HA.3993.QAA.00r.7 rO3
Kab. Kepulauan Sangihe
130 130 Orang 642.150 06 07 05 02
O18.HA.3993.QAA.OO1.7fO4 Layanan validasi dan
Kab.
lo 10 Orang 712.400 06 07 05 02
o18.HA.3993.QAA.OO 1.8 l0 I
Kab. Kepulauan
o I]
SK No 132647 C
24 325-650 06 0? 05 02 or8.HA.3993.QAA.OOl.8 108 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Maluku Barat Daya
24 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o r8.HA.3993.QAA.OO 1.8207 Layanan validasi datr
Kab. Pulau Morotai
o 3
O I 8.HA.3993.QAA00 1.9'rO9 Layanan validasi dan
Kab. Biak
O18.HA.3993.QAA.OOf.947l layanan validasi dan
Kota Jayapura
grf,d 960
ol8.HA.3993.QAA.OOl.95Ol Layanan
I(ab. M€f,auke
018.HA.3993.QAA.OO 1.9502
Kab.
216 216
018.HA.3993.QE/t Bantuan Masyarakat .+O.291.640
or8.HA.3993.QEA(x) l Bantuan
pupuk
Lingkungan Hidup
4.604.440.272
018.HA3993.RAC.001
02 19 02 04
0l
02 04 o7 06
SK No 132548 C
FE 03 03 o5
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
o18.HA.3993.RAG.OO2 SaFodi Mendukung
250000 zfrdmrd Unit 2.634.000.000 08 03 03 0s
02 lo ll 02
o I
I 24670
o 18.HA.3993.R4G.OO3. 1200 Saprodi
kaniar (QW) -
o Hin Unit 4.759.097 02 lO 02 02
o18.HA.3993.RAG.OO3. r600 Saprodi Mendukung Peningkatan
Pertanian (QW) - Provinsi
o 75963 Unit
o 1a.HA.3993.RAG.OO3. 5300
Pertanian (QW) -
Timur
o 4969 Unit 99.314.7a4 02 lO 04 02
o
Pertanian (QW) -
Tengah
o
o ra.HA.3993.RAG. 003-9400 Saprodi
Maniqn (QW) - Provinsi Papua
o 150 Unit 1.903.639 02 tO 05 02
o 75066
SK No
Fasilitasi
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
da[
414000
0l
08 03 05 03
06 03 02 02
T]a 15 07
hortikultura, dar
Pusat
02 10 16 03
o7 15 01 06
06 03 02 7t)
Pembiayaan
SK No 132650 C
02 lo 16 03
NAMA
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 18-HA.3994.RBK.OO4. 1200
o r8.HA.3994.RBK.OO4. 1600
Sumatera Selatan
n
o
o n
,I ar-''l
unit
unit
995.639 02 10 02 03
18.164.323 02 lO 03 03
803.105 02 lo (N 03 o r8.HA.3994.RBK.OO4. 5300
Tctugara
Kalimantan Tengah
o 41806 unit 29.136.297 02 lO Ol 03
Pangan
02 04 07 06
SK No 132651C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PNI PP KP PROP
06 07 04 02
06 07 04 02
02 l0
0r8.HA.4579.PDC.005
or8.HA.4579.QKB Pemantauan produk 53.024.571
o18.HA.4579.QKB.OOr
Diawasi
32 O laporan 53.024.571 02 rO 1r 01
05 01 08 01
06 0? 04 In
018.HA.4579.RAJ.001 Area penyaluran
SK No
Penelitian dan
H.EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
FROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.4580
ol8.HA.4580.PDC
dan
400 O produk 11.857.527 02 lO t7 0l
04 02 03 03
o 1 8. HA.4 540. RAJ Sarana
018.HA.4580.RAr.00 r Areal
06 07 04 02
08 03 03 04
02 r0 ll 02
ol
05 01 08 01
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(FROYEK)
TARGET2O2s TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0l8.HA.4581.QKB.Ol l
o 72
o18.HA.458l.QKB.Ol2
018.HA.4581.RAI Sarana
06 07 04 02
Florikultura
66.540.400
o 14. HA. sa86. RAI
SK No 132654C
Sarana
NAMA
FR,OGRAM / KEGIATAN/ I{RO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT'I PP KP PROP
TOTAL 219.399.253.793
Keterangan:
c)
SK No 132655 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
Koordinator
PF
PP 05,02 -
KP 02.13.01 -
l<P
3.O
perusahaan ?3 a7 156
KP 02.15.01 - Jumlah
hijau
(akumulati0
140 152 200
KP 02.19.04 -
KP
SK No
Ircrscn 41,93 45 65 KP 02.22.04 - Utilisasi industri
UELIK INOONESIA
KP 02.22.05 - volume reparasi kapal ribu DWT
9,5 (Jan-Nov) 11,2 12,2
XP 02.22.05 -
0,98 t,l 1,5
KP 02.22.05 - Nilai ek por industri
KP O5.O f .O 1 - Kapasitas
xP
KP O5,O I .03 -
KP O5.O 1.04 - Kapasitas
KP O5.Of .O5 -
KP 05.01.05 - Rasio
KP 05.01.06 -
KP 05.0 t.O? -
KP
KP
SK No
perSen -0,98 (2023) 6,08 7.34 KP O5,O I .09 -
ELIK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 05.01.10 - kuEbuhan PDB industri batang logarh: koDrputcr, bara[g elektrqflq optik, dan
p€f,datan listrik
pef,sclr 13,67 l2023l 7,50 11,42
KPO5.Ol.11-
KP
roda
KP O5.O 1 . 1 3 - Utilisasi industri
KP 05.01.14 -
KP
KP O5.O f. f6 -
KP 05.01.16 -
KP 05.01.16 -
KP
KP 05.01.18 -
KP
KP O5,O l.19 - Kontribusi jasa industri
SK No
KP 05.02,07 - Nilai investasi
triliun rupiah s,99 5,99 6,22
KP 05.02,08 - Nilai investasi
KP 05.02.09 - Nilai
fP
KP O5.O2.l f - Nilai
@,aEotrgan
triliun rupiah
KP 05.02,12 -
persiapan)
- (tahap
o,03
KP
triliun rupiah 2,22 2,31 2,59
KP 05,02.14 - Nilai
Kalimantan
triliun rupiah 2,24 4,30
KP 05.02.15 - Nilai
triliun rupiah 1,05
KP 05.02.16 - Nilai
KP 05.02.17 - Nilai investasi
SK No
triliun rupiah 6,99 9,16
Huabao Industrial Park {lHlB
-r52-
KP 05.02.19 - Nilai investasi perusahaan industri dan
KP 05.02.20 - Nilai
Barat
triliun rupiah - (tahap
- (tahap
o,23
KP 05.02.21 - Nilai
KP 05.02.22 - Nilai investasi
KP 05.02.23 - Nilai
KP 05.02.24 - Nilai
- (tahap
persiapan)
KP 05.02.25 - Nilai
persiapan)
- (tahap
KP 05.05.02 - Kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi
KP 05.05.04 - Diversifikasi produk industri berbasis SDA
KP 05.05.04 - Jumlah produk industri
KP 05.05.06 -
global
p€f,s€tr 42,OO
SK No t3266l0
persen 23,OO l2o22l 23,00 36,00 KP 05.05.06 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x)2s-2o29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
d.n UMKM
36.000.000
Kebijakan
20.500.000 05 0l 15 02
02 04 07 o4
o19.DL.4957.PBr.OO2 Standar Pelatihan Berbasis
15.500.000 04 07 04 02
019.DL.4957.PDI
019.DL.4957.PDI.00I
Tersertilikasi
mfi]
04 07 03 03
019.DL.4957.QDI
0r9.DL.4957.QDr.001
4.0
B 24 Industri 28.000.000 04 l8 02 0l
SK No 132662C
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.DL.4957.Qn .OOl
Wirausaha
019.DL.4957.QUI.O01. 1275
o 8 Start Up 2.900.000 05 02 02 07
019.DL.4957.Q4r.001.347 I Inkubator Bis[ria untuk
o 4 Start Up 1.795.000 05 02 t2 08
019.DL.4957.RBL Prasarana
Industri
o 7
o19.DL.49s7.RBL.Oo 1. r275
Industri - Kota Medan
o 1 wdt 2.000.000 0s 02 02 08
o19.DL.4957.RBL.OO 1.347 I
Industri - Kota
o unit 2.000.000 05 02 t2 09
o19-DL.4957.RBL.OO2. 1275
o unit
SK No 132564C
Pelatihan Eidan8 Industri
I unit
54.881.000
o 19.DL. 4957.RBL.OO2.347 I
0
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Diklat
dan
04 07 03 01
04 l8 02 0l
o5 07 02 o5
0rs.DL.4957.SCH.OO1. 1200 Tenaga Kerja
Diklat
dan Kompetensi) - Provinsi
o O Orang o05020l05
050206w
o1s.DL.4957.SCH.OOl. 1275
dan
o 0 Orang 1.541.970 05 02 02 0A
05 02 G! 08
Diklat
dan
0 O
019.DL.4957.SCH.001.3500 Tenaga Kerja Industri
Diklat
dan
06
n3
o5 02
02
o5
05
0 3 o
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or9.DL.4958.QD.t.OOl
Wirausaha Industri
13 4l Start Up 20.625.000 04 W 02 01
o19.DL.4958.OBr.OOl. 1275 Inkubator
Wireusehe
o 2
o r9.DL.4958.QI\r.001.3204 Inkubator Bis(ri8 untuk
wirausaha Industri - Kab.
o 10 Start Up 4.070.000 05 01 16 02
o l9.DL. 4958.QD.r.00 1.3402
0 2
ot9.DL.4958.QBI.OOr.7203 Iritkubatc Bi$ris
Wirausaha Industri - Kab.
o r
or9.DL.4958.RBJ.OO 1. 1275
Vokasi
o I unit 2.000.000 05 02 02 08
o I unit 2.000.000 05 01 16 02
o rs-DL-495a.RBJ.OO 1.3372
o 1 unit 2.000.000 05 0l 16 02
SK No
1 unit
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o l9.DL. 4958.RBJ.OO 1.3672 Bangunan/ Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Kota Cilegon
o unit 2.000.000 05 02 08 M
o l9.DL. 4958.RBJ.OO 1.7203 Bangunan/ Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Keb.
o unit 2.000.000 05 02 la oa
ol9.DL.4958.RBJ.OO2. 1275 Peralatan Pendidikan
- Kota Medan
o unit 2.OOO.OOO 05 02 02 08
o19.DL.4958.RB.r.OO2.3273
- Kota Bandung
0 1 unit 2.000.000 05 01 16 02
019.DL.4958.RBr.002.3372 Peralatan Pendidikan Tinggi Vol(asi
- Kota
o unit 2.OOO.OOO 05 0l 16 02
o
- Keb.
o 1 unit 2.OOO.OOO Os 02 t2 09
o 19. DL.4954.R8r.002.3672 Peralatan Pendidikan Tinggi
- Kota
0 unit
o
- Kab.
o unit 2.OOO.OOO 05 02 18 08
o19.DL.495a.SAG Pendidikan Vol(asi Bidang
SK No 132667 C
2537
ol9.DL.4958.SAO.00l
dan
10570
- tsa -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 02 21 lO
05 02 20 12
os 02 18 08
05 02 24 12
04 07 02 05
04 09 02 02
04 19 03 0l
019.DL.4958.S4G.001. 1275
dan DIv Reguler - Kota
o 1410
o r9.DL.4958.SAG.OO 1.3273
dan
o 1296 Orang 56.000.000 05 01 16 02
or9.DL.495a.SAG.OO1. 3324 Mahasiswa dan Lulusan Program
dan DIV
o 470
o r9.DL.495a.SAG.OO l.3il72
dan
o 200 Orang 8.390.000 05 0l 16 02
SK No
36.000.000 05 02 t2 09
dan
0 760 Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o
dar DMeguler - Kota Cilegon
o 38O Orang 20.400.000 05 02 0a 04
o l9.DL.495A.SAG.00 1.7203 Mahasiswa dafl
datl DIV Reguler - Ikb.
o 576 Orang 24.500.000 05 02 t7 10
o
Sama Industri
50 673 Orang 24.917.ON 05 02 2t 10
05 02 22 09
05 02 t4 09
05 02 23 09
05 02 16 09
05 02 20
o5 02 24
05 02 15 lO
04 07 02 05
o l9.DL.4958.SAG.OO2. I 275 Mahasiswa dan Lulusan
Seme Indust-r'i - Kote
o 30 Orang 1.200.000 05 02 02
SK No
Mahasiswa dan Lulusan Program DI Kerja
Saraa Industri - Kab.
l.800.ooo 05 02 lo 05 o
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2023-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
o
Sama Industri - I6ta Surakarta
0 25 Orang 800.000 05 01 16 02
o
o 30 Orang
019.DL.4959
158.741.998
Industri
2 r0 unit 136.741.998 05 02 19 09
04 07
o l9.DL.4959.RBI.OO 1.347 I Bangunan/Gedung
o 1 unit 2.OOO.OOO 05 02 12 09
0 lo unit 22.000.000 04 07 01 M
o 19.DL.4959.RBI.OO2.347 1 Peralatan
o I
SK No 149528 C
17 t2
Kejuruan Industri
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 (x) 02 02
o r9.DL.4959-SAG.OO1.347 1 SDM yang
Kejuruan Industri - Kota
rl O
05 02 07 05
and Match dengan Industri
150 600 Orang 22.500.000 05 02 07 05
04 07 0l ol
Industri
019.Ec.6044
d,en UMI(M
61.500.000
Hasil
5 5
Kebijakan
12.000.000 05 0l 07 02
05 0l 15 01
SK No
a.ooo.ooo 05 01 07 02 o19.EC. 6044.PtsK.003.0000
0
Kebijakan
-t62-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP
1 0
Kebijakan
1.500.000 02 lo t7 0l
02 2t ol 02
5 o
Kebijakan
I o
6.000.000 05 01 15 0l
os 01 06 M
turunannya
I 0
Kebijakan
8-OOO.000 05 01 06 02
o5 01 06 01
o r9. Ec.6044.PtsK.0 10.0000 Analfu kebutuhan
rumput laut - Pusat
I o
Kebijakan
8.000.000 05 0l 07 02
o 19.EC.6044.PBK.0 l3.OOOO
I o
6.000.000 05 01 07 02
Hilirisasi
10.642.500.000
SK No 132674C
Kebijakan Bidang Tenaga Keda, Industri
dan UMKM
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
hrsat
Minyak Atsiri Nasional
I 7.500.000 02 10 t7
ol9.Ec.6045.QDH
o19.EC.6045.QDH.0Or Hilirisasi Industri Pengolahan Kakao dan
20 30 Badan usaha 20.ooo.ooo 02 10 t7 03
05 0l 15 05
ol9.Ec.6045.QDH.0O5 Identifft asi Penumbuhan Calqr Wirausaha
Baru
o 25 Badan
or9.Ec.6045.QDH.006
Saing Industri
o 15
02 10 10 03
019.EC.6045.QDH.007
05 01 15 05
019.EC.6045.QDH.008
Industri
o lO Badan usaha 12.000.000 05 01 15
02 lo t7 03
ol9.Ec.6045.QDH.0O9
SK No 132675 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
0 r9. Ec.6045.QDr.OO T.OOOO Peningkatan
Laut Kering - Pusat
o I
or9.Ec.6045.QDr.O02
o19.EC.6045.QDI.OO3
05 01 06 05
02 2t ol 02
o I 9.EC.6045.QDI.OO5.OO00 Fasilitasi Investasi Industri Hilir
Laut
o
o19.EC.6045.QDr.OO8 Fasilitasi Investasi
Sawit
1 1
0r9.Frc.6045.QDr.009
Produk Hilir (MCT dan SAF)
0 I
ol9.Ec.6045.QDr.O10 Fasilitas Pusat
Industri
o I Industri
or9.Ec.6045.QDI.O 1r
lo 30 Industri 5.000.000.000 05 0r o7 02
SK No
Bantuan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6045.QEG.OO1 Pusat Flavor and
Minyak
2 2 Titik
05 0l 1l 01
dan
353.499.99S
or9.Ec.6046.QDH Fasilitasi dan
ot9.Ec.6046.QDH.0O1
yang
dan
03 06 03 06
or9.Ec.6046.QDH.O03
10 25
ol9.Ec.6046.QDH.0O4
Makanan, Hasil Laut dart
10 15 Badan
05 0l 08 02
02 22 04 03
or9.Ec.6046.QDH.OO5
kelapa
o 20 Badar usaha 80.000.ooo 05 0l 06 03
SK No 132677 C
10 Badan usaha 40.000.000 05 0l o? 02 o l9.Ec.6046.QDH.006.OOOO
o
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6046.QDI.OO3 Fasilitasi
Ingredient
1 1
05 0r 15 05
o r9.Fa.6046.QDI.OO3.O0OO
ln8redient - Pusat
1 1
019.Ec.6047 FrngcEbangart
019.EC.6047.PBK Kebijakan Bidang
dsn UMKM
o I
Kebijakan
1.750.000 05 0r 05 0l
Sektor Industri
I 0
12.910.000 05 0l 15 02
NZE di
2 0
Kebijakan
05 0l 15 04
02 19 04 0l
SK No
NZE di industri Sawit
4.000.000 05 0r 05 05
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
0r9.Ec.6047.QDB Fasilitasi dan
o19.EC.6047.QDB.0Ol Fasilitasi
Keberl,anjutan Produk Hilir Kelapa Sawit
Mela.lui
(LS) ISPO Hilir
1 I
019.Ec.6047.ODB.002
0 3
05 0l 15 03
05 0r 15 02
ol9.Ec.6047.QrH
or9.Ec.6047.QtH.OO1 Pengawasan Dan
20 30 Badqlr Usaha
o19.EC.6047.QrH.O02
Bidang
Makanan, Hasil laut, dart Perikanan
20 20 Badan Usaha s.ooo.ooo 0s 0l 15
05 0l l5 02
SK No 132679C
20 Badan Usaha 4.000.000 os 01 07 02 o 19. EC.6047.QrH.OO5.O0OO
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rumput
o19.EC.6048.QDH
o19.EC.6048.QDH.OOl Fasilitasi darl Pembinaan P3DN Industri
Penyegar
o 2 Badan
o 19.EC.6048.QDH.0O3.O0OO Fasilitasi dalt Pembinaan P3DN
o 2
Bidang Industri Agro
I I 1.600.000
den UMKM
12.600.000
Optimalisasi
Hasil
3 o
Kebijakan
8.600.000 05 01 15 05
SK No
Promosi
Kebijakan
84.OOO.OOO
Sektor Industri Agro
I o
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6049.PEH.001
Peningkatan
1 I
05 0l 08 03
o19.EC.6049.PEH.OO l. 0000
1 I promosi 14.000.000 05 0r 07 02
05 0l o7 05
o r9. 8c.6049.PEH.002.0000 Promosi dan Temu Bi$ris
Peningkatan
0 I
05 0t 07 05
luar negeri
0 I
Mi'lu0all, Hasil
I 3
ol9.Ec.6049.QDr Fasilitasi den
SK No 132581C
1 Industri
05 0l 05 03
ol9.Ec.6049.QDI.O04
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Hydrogenatcd vegetable Oil/
Aviation
4.0 Industri Agro
28.250.000
ol9.Ec.605t.QDr
ol9.Ec.6051.QDI.OO 1
SehG Industri
Perikanan
10 lO
02 22 03 06
02 22 04 03
o19.Fa.605l.QDl.OO2
S€Idor Industri Minuman, Hasil Tembakau,
dan Bahan Penyegar
9 lO
or9.Ec.6051.QDI.O03
Perkebunan
5 lO
02 2t 02
dan Inovasi Industri Kimia,
Tekstil
635.643.755
SK No 132682 C
Kebijakan Bidang Tcdaga Kerja,
&Ir UMKM
168.843.756
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PITOYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o 3
Kebijakan
12.000.ooo 02 19 04 02
05 01 09 04
Daur Ulang
I I
3.941.70A 05 0l 09 04
on 15 04 01
3 I
Kebijakan
019.EC.6053.PBK.005 Fasilitasi
Bakar dan Bahan Baku
2 o
5 o
Kebijakan
60.000.000 05 0l 09 06
019.EC.6053.PBK.007
Kimia,
1 I
,ro.750.ooo 05 0l 09 04
02 19()4 02
1 I
Kebijakan
12.500.000 05 0l (x' 04
SK No
7-7fi.719 05 01 11 01
Kebijakan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Obat
1
Kebijakan
6.550.719 05 0r ll 04
Pengelolaan
life Tyre (ELTI
1 1
7.191.215 05 0l 6t 04
Recovery Daur Ulang
o
Kebijakan
ol9.Dc.6053.QDI Fasilitasi dan
ol9.Ec.6053.QDr.001
2t lOO Industri 466.800.000 05 0s 03 003
02 15 0r 01
05 0r 16 04
98.900.612
dalt UMKM
25.959.395
I
Kebijakan
4.500.000 05 0l (x, 05
SK No 132684C
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
019.Ec.6054.PBK.002 ReLo|ocndasi Kebijakan
Regulasi Telois ( PNR'I) S€J(tc
Kimia Hulu
I
2.500.000 05 0l 09 05
5 0 Rekomendasi
8.000.000 05 01 09 06
Produk Cat Dibawah 90
I R€k@endaei
2.959.395 05 01 (x) 05
019.EC.6054.PBK.005
ScEear,
Galian NonlogaE
1 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 01 09 06
Galian Nonlogam
1 o
Kebjat an
ol9.Ec.6054.QDI Fasilitasi dan
SK No 132685 C
10 Industri
02 15 04 02
019.EC.6054.QDr.001
Ben
5 4.941.217 05 01 09 04
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
0l9.Ec.60s4.QDl.oo2 Fen€f, apan
o lOO Industri 60.000.000 05 0t 09 05
o19.EC.6054.QDr.OO3
dan Pengolahan Bahan Galian Nq ogar6
o 5 Industri
Negeri Industri
dan UMKM
019.Ec.6055.PBK.001
dan
1
4.400.000 05 01 lr 05
019.Ec.6055.PBK.004
Sclrtor IKFT
0 R€ko|[errdasi
20.000.000 05 0l rl 02
Peningkatan Nilai
Negeri Produk Industri Tekstil, Kulit dan
Alas
I o
Kebijakan
4.000.000 05 0l 16 09
SK No 132688 C
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP I(P PROP
Penyiapan
Kulit dan Alas Kaki
o I
4.OOO.OOO 05 0r 16 08
dan Nilai Tingkat Komponen Dalan Negeri
Produk Industri Scrrcn, Kcf,amik dan
I o
Kebijakan
8.OOO.OOO 05 0l 09 06
019.EC.6055.QDr Fasilitasi dan Pembinaan
o19.EC.6055.QDt.OO2 Pendampingan Muk
Mendukung Percepatan ke
Selicqa.l
1 5 Industri
05 0l 16 09
o19.EC.6055.QDI.OO3 Market Intelligence untuk
pasar
dan Alas IGki
o 10 Industri
ol9.Ec.6055.QDI.0O4
Alas Kaki dan Kulit
o 5 Industri 8.OOO.000 05 0l 16 08
019.EC.6055.QDI.0O5
Tinggi Untuk
o 10 Industri 12.000.000 05 0l 16 09
SK No 149530C
1.452.816
05 0l ll 02
Bidang
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan
1.452.816
2 o Rekomendasi
019.EC.6057 Penyediaan Fasilitas Fiskal dan Non Fiskal
Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil
507.717.416
o19.Ec.6057.PtsK Kebijakan Bidang
dan UMKM
I I Rekomendasi
5.000.000 05 01 11 01
or9.Ec.6057.PtsK.OO3
Fiskal Sektor
kaki
2 o Rekomendasi
Kebijakan
8.OOO.OOO 05 01 16 06
o
Harga Gas Bumi
I o
Kebijakan
20.000.000 05 01 16 03
05 01 l8 02
SK No
-t77-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penumbuhdl dan
hrpuk dan
T] I
I o
Penumbuhan dan
Kimia Anorganik
I o
Kebijakan
20.000.000 05 01 09 05
Kimia Organik
I o
20.000.000 05 01 09 05
Pakaian B€ka8
I I
60.000.000 05 0l 16 07
o19.EC.6057.PBK.O 1l
I 3
Kebijakan
20.000.000 05 0l 16 0l
05 0l 09 05
I 1 Rekomendasi
2.500.ooo 05 0l 09 04
SK No 1326910
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2.J29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6057.PBK.013 Penyusunan
Rangka Pengembangan Industri Kimia
dan
I I
Kebijakan
3.702.4t6 05 01 11 0l
t
I 1
3.750.000 05 0l (x' 04
Pric
1 I Rekomendasi
Kebijakan
3.750.000 05 0l (x) 02
Tekstil, Kulit dan Alas Kaki
1 I Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 05 01 16 01
05 01 t7 03
Fiskal
o I
Harga Gas
Seo€tt,
Galian Notrloga.a
o I
Kebijakan
8.OOO.OOO 05 01 09 05
SK No
N,EFUEUK
SlDEN
INDONESIA
-t79-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Harga Gas Bund Tertentu Untuk
o I
20.ooo.ooo 05 0l (x) 05
o 19. Ec.6057. PEA.OO I
019.EC.6057.PEA002
Fasilitasi Investor
Pcourobuhan dart
I
I
I kegiatan
f
4.500.000 05 0l 09 03
Kutai
Fasilitasi
I
o
I kegiatan
I
5.000.000 05 01 $) 03
33.000.000 05 01 G) Ol
o19.EC.6057.PEA.OO5 Fasilitasi Pcrccpatart
o I
SK No
untuk Bahan Bakar Nabati
Rangka
o I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.Ec.6057.QDr Fasilitasi dan Pembinaan
019.EC.6057.QDr.002
F4qtoEy pada Industri
4 I Industri 57.515.OOO 02 15 01 01
os 0l 16 07
or9.Ec.6057.QDr.OO4
Dyein&
o 2OO
05 01 t7 02
ol9.Ec.6057.QDr.OO5
Industri ke Industri
o lOO
o19.EC.6057.QDI.006
Dalam
Industri Aneka Pangan,
7 7
o5 0l 11 0l
019.EC.6058 Pelaksanaan
4.0 Industri Kimia,
ol9.Ec.6058.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 179.650.000
ol9.Ec.6058.QDI.O01
Industri Kimia Hilir dan
SK No 132694C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0r9.Ec.6058.QDr.0O2
!€Ltor
10 3{) Industri
ol9.Ec.6058.QDt.OO3
15 fOO
05 05 03 003
o19.EC.6058.QDr.OO4
5 t0
ol9.Ec.6058.QDr.005
Kimia, FarEasi, dan Tekstil
20 40 Industri
05 0l 16 04
o I
019.Ec.6059
108.700.000
019.EC.6059.PBK Kebijakan Bidang T.naga
dan UMKM
SK No 132695 C
Neraca
Hulu
50.000.000 05 01 09
-ta2-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Industri
o
Kebijakan
6.000.000 05 0l 09 05
Kulit drn Alas Kaki
0 I
32.OOO.OOO 05 0l 16
or9.Ec.6059.PBK.OO5
Kimia Hilir dan
I 1
6.700.000 05 01 rt 02
Tekstil, Kulit dan Na. Kaki
3 3
Kebija.kan
9.500.000 05 01 16 0l
05 01 t7 01
019.Ec.6059.PBK.008 Penguatan Rantai Pasok
Negeri
I I
4.500.000 05 0l 16 01
05 0l l1 01
05 0l 09 01
019.EC.6060.PBK Kebijakan Bidang
dan UMKM
96.750.OOO
SK No
NAMA
PROGRAM / KECTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o I
20.ooo.ooo 05 01 1l ol
Kebijakan
23.750.000 05 0t @ 05
05 01 04 05
Tekstil dan
strategis subtitusi iDpG 359/0
0 I Kajian
Dalam Rangka
Photovoltaic (PU Module dan
I 2
8.500.000 05 01 lo ot
Nasio(raI
2 I
8.500.000 05 01 t2 0l
3 o
24.OOO.OOO 05 0r 09 06
SK No 132697 C
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ I.(RO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6060.QDH.OOl Substitusi Impor Bahan Baku
S€,rcn Kcf,amik dan Pengolahan Bahan
Galian Nonlogatn
o 6
dan
2S-OOO.OOO
Nasional Industri (RSKKNI) Industri
o 3 NSPK 4.OOO.OOO 05 01 l8 06
o19.EC.606r.QDr.OOr Kebijakan Penguatan Industri
Berbasis Pengolahan Tembaga
5 5 Industri 25.OOO.OOO 05 01 02 02
Mesin, Alat
349.324.973
dan UMKM
Pengolahan Sumber
4 4
Kebijakan
24.OOO.OOO 05 0l 01 06
o5 0l 18 04
SK No 149532 C
05 0r 04 05
-las-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Baja
o I
4.000.000 05 0l 18 03
Karb6! Pada Industri Maritim
o I
Kebijakan
4.000.000 02 22 05 01
o19.EC.6062.PtsK.OrO
1 1
Kebijakan
11.000.000 02 22 05 0l
02 22 05 02
02 22 05 03
o19.EC.6062.PBK.Or r Evaluasi
I I
5.400.000 02 22 05 02
05 0l 18 03
Menuju
2 2
Kebijakan
13.800.000 05 01 14 04
2 0
20.000.000 05 0l 10 01
o Rekomendasi
Kebijakan
9.OOO.000 02 22 05
SK No
KODE
NAMA
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Baja, Baja Paduan, dan Produk
I I
Kebijakan
A.ta2.t73 02 22 05 02
05 0l 18 01
ol9.Ec.6062.PBK.O 18
Industri
1 I
a.500.000 05 01 lo 0l
I 1
Kebijakan
6.250.000 05 01 0l 02
1 I
Kebijakan
6.250.000 05 0l 03 02
05 01 03 04
nasional berbasis industri hijau
0 I
a.o00.000 05 01 18 05
(SLrap) untuk Mendukung
Sirkular
I I
02 15 04 01
2 2
13.800.000 0s ol t4 03
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6062.PBK.025
Peningkatan Daya Saing
I 2
Kebijakan
13.800.ooo 05 01 t4 02
EBT
2 2
13.800.000 05 0l t4 0l
o 1 Kajian 4.OOO.OOO 05 0l 04 05
05 0l ol 06
0r9.Ec.6062.QDt
ran8ka lren8uatan struktur
2 4 Industri 29.500.OOO 02 14 002 001
05 0l 10 01
o I
o I Industri 12.000.000 05 0l 13 04
SK No l3270l0
25 25 Industri
05 0r 02 02
ol9.Ec.6062.QDr.005 Industri S|[eltcr/ Pemurnian / Pengol,ahan
16.666.666 05 0r 0r 01
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
05 01 03 02
05 0l 04 01
or9.Ec.6062.QDr.0O7
o 2
02 t4 0o2 001
o19.EC.6062.QDI.OO8 Industri
o I Industri 4.000.000 02 22 05 03
ol9.Ec.6062.QDl.OO9 Industri
InfiastruLtur
4 4 Industri 44.OOO.OOO 02 14 002 001
05 0l 10 0r
o19.EC.6062.QDl.OlO
3 3
ol9.Ec.6o62.QDI.O I 1 Industri
saing
2 5
o19.Fa.6062.QDI.O12
saing
2 5 Industri 15_500-OOO 05 0l 14 04
SK No 132702 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6062.QDr.Or3
Terfasilitasi da.lam rangka
daya saing
o I Industri 4.OOO.OOO 05 0l t4 04
or9.Ec.6062.QDI.O14
terfasilitasi dalqr!
logam
5 5
o19.EC.6062.QDI.Ol5 Industri
Struktur Industri
I 2
ol9.Ec.6062.QDI.0l6
2 2 Industri 13.000.ooo 05 01 t4 04
05 0l 04 05
o19.EC.6062.QDLOl7 Industri Baterai
Dala.a Ne8€f,i
2 2
02 lt 03 03
05 0l ol 03
02 05 02 03
ol9.Ec.6062.QDI.O18
2 2
SK No 132704C
05 01 14 0l
SLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0r9.Ec.6062.QDr.O19
dalam rangka
2 2 Industri
iv) 15 0l ol
019.8C.6062.QDr.022 Industri yang
Sektor Industri
2029
20 l2O Industri 23.OOO.OOO Os Ol t4 05
o19.EC.6062.QDr.O24 Industri Nat
dalam rangka Pemenuhan dan
KctcrscdieEn Alat
4 10 Industri 15.700.848 05 01 14 02
or9.Ec.6062.QDI.025 Industri Alat Mesin kardan yang
2 2
02 10 16 01
ol9.Ec.6062.QDI.O26
rangka
SDA Unggulan
2 2
ol9.Ec.6062.QDI.O27 Industri Mesin Perkakas yang Terfa8ilitasi
Kerja hasil Pendidikan
5 5 Industri
SK No 132705 C
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2.125-2.)25
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan
231.OOO.000
o19.EC.6063.QDr
o19.EC.6063.QDl.OO I Industri Elektronika yang
melalui Perluasan A.Lles
u 2 Industri
ol9.Ec.6063.QDr.002 PengeEba,lgarr C€dtef, OfE
Industri Alat
2 2
ol9.Ec.6063.QDr.OO3 Industri
:al I I
or9.Ec.6063.QDl.OO4
2 2 Industri 38.000.000 05 0l 14 04
o19.EC.6063.QDr.OO5
3 3
ol9.Ec.6063.QDr.006
I I Industri
05 01 ro 03
SK No 132705 C
1
UJi EMC
o
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6063.QDr.OrO Fasilitasi Industri Pengolahan Sisa Hasil
Produksi Industri
3 3 Industri
05 0l 04 04
05 0l ol 05
05 0l 02 03
or9.Ec.6063.QDr.Ol r Industri yang
1 I Industri
05 0r r0
or9.Ec.6065.PFA Ncma, Standar,
(RSNI) Produk Industri Elektronika dan
o 3 NSPK 4.000.000 05 0l 10 03
(RSNI) Industri Logam
o 3 NSPK 4.000.000 05 01 18 06
SK No 149533 C
3 NSPK 4.000.000 05 01 18 06
Industri
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
Produk
Mesin Pertanian
o
019.8C.6065.Qr4
o19.Fa.6065.QtA.OOl
0 2 Produk 4.000.000 05 0l 18 06
ot9.Ec.6065.OrA.002
0 2
019.Ec.6067
Negeri Industri Logam, Mesin, Alat
9.OOO.000
019.EC.6067.PBK
dan UMKM
9.OOO.000
Da.lao
Alat
I I
5.OOO.000 05 0l la 03
05 0t 13 03
SK No 132708 C
I(DN
4.000.000 02 L4 002 001
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0t9.Ec.6068
Bidang
Transportasi, dan Elektronika
or9.Ec.6068.QDr Fasilitasi dan
ol9.Ec.6068.QDr.0Or Industri yang Terfasilitasi Melalui
Pendampingan dalam rangka Peningkatan
2 O Industri 12.000.000 05 01 01 02
o19.EC.6068.QDI.OO2 Industri yang terfasilitasi daldn
PcrEeshan datr Alat Mesin kaniatl
4 4 Industri 10.000.000 05 01 t4 04
o l9.Ec.6068.QDI.OO3
Sama
Alat Transportasi dan Elektronika
2 2
Peningkatan
5 10 Industri 43.056.027 0s 05 06 004
05 0l 01 03
SK No 149534C
20 Industri 18.900.000 05 0r t2 03 0r9.Ec.6068.QDr.OO5 Industri yang
peningkatan investasi dan ekspor sektor
Maritim, Alat Transportasi
kEhenen
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI AI,oI(ASI
2025-2029
(tap Ribu)
PN PP KP PROP
ol9.Ec.6068.QDI.OO7 Industri yang terfasilitasi dalam rangka
Elektronika dan
5 5 Industri 16.000.000 Os Ol lO Ol
o19.EC.6068.ODI.OO8
Kerja
Industri Maritim, Alat
Pertahanan
o 1 Industri 16.000.000 05 0l 12 03
ol9.Ec.6068.QDI.OO9
2 2 Industri 5.000.000 05 01 18 04
05 01 01 02
05 04 02 03
05 01 04 0s
4.0 Industri t garn, Mesin, Alat
019.EC.6070.QDr
o19.EC.6070.QDI.OOl Industri
4 10 Industri 16.000.000 05 01 10 02
SK No 149535 C
15 Industri 12.000.000 05 0l 12 03 o19.EC.6070.QDI.OO2 Industri
KODE
NAMA
PROGRAM/XEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI
20.25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6070.QDr.003
4.0 melalui Pendampingan
2 lO Industri 13.000.000 05 0l t4 05
Kecil, Menengah, dan Aneka
I .404.670.476
o19.EC.6071.PEC Kerja sama 8.500.000
Mc(lengah, dan Aneka
4 4 Kesepakatan 8.500.000 05 02 t7 09
0r9.Ec.6071.QDD Fasilitasi darr Frrrbinaan Kcl@rpok
54.440.985
ol9.Ec.6071.QDD.OOl Ssttra IKM dan UPT Pangan,
Bahan Bangunan Yang Meodapat Fasilitasi
4 15
Masyarakat
29.550.985 05 02 l8 0?
05 01 15 05
019.EC.607r.QDD.003 S€fltra IKM dan IrPT LogsE, Mesin,
Elektronika, dan Alat
Mendapat Fasilitasi
8 3 Kelompok
Masyarakat
16.890.000 05 01 t2 0l
o5 o5 02
ol9.Ec.607l.QDD.0r5
Masyarakat
SK No
Fasilitasi dan
547 1400 iTT'Ji
o19.Ec.6o71.QDI.OlO
PUBLIK INDONESIA
-t97-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Wirausaha
Bahan
Pelatihan Kewirausahaan Dan Teloris
03030304
02 03
05 0l 15 05
0r9.Ec.6071.QDI.O I I IKM Pangan,
Bangunan yatlg
Produk/ Fen8uata[ Mesin/ Peralatan
85
05 02 06 06
04 02 03
019.EC.6071.QD1.012
Pangan,
500 1003 iflTn 9.450.000 05 0r 15 03
ol9.Ec.6071.QDI.O 13 IKM Pangan, Furnitur dan Bahan
15 77 Industri 21.081.515 05 0l 15 05
05 02 07 04
05 02 t2 08
ol9.Ec.607 r.QDr.or4 IKM
Bangunan yang Mengikuti
t7 48
o1 lm
or9.Ec.607l.QDt.o l5 wirausaha Industri &rcka dan IKM
547
SK No
06 03 0l 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dan
Mesin/ Peralatan
ol9.Ec.607l.QDI.O l6
dan Kerajinan yang
Fendampbga[/ Penerapan
Produk/ Penguatan
l:H 131 Industri 39.625.000 03 oii 02 04
05 02 08 03
05 01 16 04
019.EC.6071.QDr.017 Penerapan
datr
350
o19.EC.6071.QDr.Or8 Industri
dan
52 133
05 02 09 04
0r9.Ec.607 r.QDI.O19 IKM Aneka,
yang Mengikuti
Mesin / Peralatan
9 42 Industri $.39I.OOO 03 03 02 01
05 01 16 04
o19.EC.607l.QDI.02 r Wirausaha
Tehris
Mcsia/ Peralatan
587
06 03 0l 02
SK No 132713 C
89 133 iran 60.330.000 03 03 02 04 ol9.Ec.607l.QDI.022
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
IKM logam, Mesin,
Angkut yang Mendapatkan
Produk/
05 0l 14 05
05 02 16 08
05 02 13 08
05 01 18 06
or9.Ec.6071.QDI.O23
67
05 01 14 05
o19.EC.607l.QDI.024 IKM
Angkut
3 52 iirut A.OA7.224 05 0l t4 05
05 01 18 03
05 02 t4 08
019.EC.6071.ODI.025 IKM
6 33 IKM 46.000.000 03 03 02 01
05 0l 12 0l
05 0l 14 05
or9.Ec.607r.QDr.026 Layanan Hak Kekayaan
ol9.Ec.6071.QDI.028
4.O
loo lol Industri 34.752.411 0g 03 02
SK No l327l4C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.60? r.QDI.O33
or9.Ec.607l.QDI.034 IKM yang
1800 2777
o19.EC.607r.QDl.036
BPIFK
170 231 iralt
04 19 03
05 0l 16 07
o19.EC.607r.QDI.037
-
1650 1650 IKM 30.660.065 05 01 t7 0l
o19.EC.6071.QDr.O38 Penguatan
4.0 dan
roo t67 ifian 16-100-000 o5 01 17 02
05 0l 17 03
o19.EC.6071.QDr.O39
Peningkatan
Pasar,
150 150 iI1TTi 22.000.000 05 01 17 04
05 01 t7 03
SK No 132716C
15 iralt 4-OOO-OOO 05 01 15 0l or9.Ec.6071.QDI.1r8 IKM Pangan
o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
N2S-2029
(Rp Ribu)
PI\I PF KP PROP
ol9.Ec.607l.QDr. r l9 IKM Tekstil dan Produk Tekstil Budaya
0 30 iiliM
or9.Ec.60? r.QDr.120 IKM Fesyci yang
o 35 IKM 4.400.000 05 01 16 06
ot9.Ec.607 r.QDr.127 IKM P€trgar yang
o 100 iT..M 4.000.000 05 01 08 02
or9.Ec.607r.QDI. r28 IKM LMEA yang o€ndapatlGn Fasilitasi
industri rBLBB
o 10 III'J] 16.q)O.OOO 05 01 t2 01
o19.Fa.607r.QDI.129 IKM Pangan yang
0 20 III'J] lo.aoo.ooo 05 01 15 05
019.EC.607r.QDr.130 tKM yang Mengikuti ProErar!
Bisnis Alas
o 5 IKM 2.400.000 05 01 t7 03
o19-Fa-6071.RBL Prasarana Bidang Industri dan Fcf,dagangan r 13. 141.690
o19.EC.6071.RBL.OO1 Prasarana Pembangunan Gedung Balai
1 I unit 49.604.053 05 01 t7 02
SK No 132717 C
0 unit
o1g-Fa-6071.RBL.002 Prasarana Pembangunan
Creative Industrial
1 63.537.637 05 01 16 07
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan UMKM
44.000.000
Industri
a 2
Kebijakan
44.OOO.OOO 05 0l 16 10
05 0r 09 05
05 01 01 06
o19.EC.6072.QDr Fasilitasi dan
o 19.Ec.6072.QDr.001 Fasilitasi dan Pendampingan Peningkatan
Daya Tahan Industri
10 30 Industri 20.300.000 05 0l 16 lo
05 0l 18 03
05 0l 09 05
019.Ec.6073
225.932.OOO
dan UMKM
Kerja
I 1
Kebijakan
05 0l 01 02
SK No 149537 C
05 0l l8 04
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TAROET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 10 0l
05 0l 1l 01
Internasional di Bidang Industri
6 t2
26.500.000 05 0l 18 03
to
05 01 ll 06
05 01 t2 03
05 0l .ol 06
02 ol 05
Sama Industri di Luar Negeri
3 3
Kebijakan
34.400.000 02 09 04 02
05 01 0r 06
05 01 18 04
05 0l 10 0l
05 0l 1l 03
05 01 t2 01
05 0l G) 05
05 01 t7 04
SK No
4.800.000 0s ol l8 06
PROGRAM / KEG1ATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Inter' asidrel
Kebijakan
05 01 10 01
05 01 11 03
ol9.Ec.6073.PtsK.OO7
Pemanfaatan
Analisa Kebutuhan SDI dan Potensi
Pemenuhan SDI dari Negara Mitra
I 1
Kebijakan
Kebijakan
18.032.000 05 01 18 04
05 01 10 01
05 01 12
05 01 09 03
4.500.0fl) 05 01 09 03
05 01 t8 01
05 01 10 01
I 1
or9.Ec.6073.PEC Kerja sama 18.725.000
dengan Negara Mitra
2 2
05 0r 10 01
05 01 12 01
SK No 149538 G
(ODE NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2 2
05 0l ll 06
02 04 09 02
dan Triangular di bidang Industri
I 2 Kegiatan 9.OOO.OOO 02 09 03 01
05 01 18 03
05 0l 11 06
05 05 06 004
019.EC.6073.PEH
o
Industri
1 I
05 01 06 06
05 0r l0 01
05 0l ll 06
o19.EC.6073.PEH.OO3 Promosi Industri
0 I promosi
SK No
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.Ec.6073.QDH.OO 1
Paruseha,en
2 2
o19.EC.6073.QDH.002
Chain
3 3
05 01 16 08
05 01 18 04
o19.EC.6073.QDH.OO3
Industr'i
5 5 BedEn usaha 5.000.000 05 0l 18 01
019.Ec.6074
2 3
[email protected] 05 02 03 02
019.F,c.6074.PtsP.002 Ka\rEsart
2 5
7.000.000 05 02 16 0l
3 6
SK No
5 Badan usaha
or9.Ec.6074.QDH 93.075.000
o19.EC.60?4.QDH.OO I 5
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Kawasan Industri (KI) di Luar Jawa Jraig
05 02 09 03
05 02 16 07
o19.DC.6074.QDH.0O2
29 29 BadEl
05 02 20 03
05 02 1A 06
05 02 16 07
05 02 06 05
05 02 d7 01
05 02 08 02
05 02 (x) 03
05 02 t2 02
05 02 t2 07
o19.EC.6074.QDH.0O3
3 3 Badan usaha 6.850.000 05 02 09 03
SK No 132724C
O Badan usaha
02 15 01 0l
ol9.Ec.6074.QDH.0O4
Bcrwawasan Lingkuatan)
I
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PI{ PF KP PROP
ol9.Ec.6074.QDH.OO5
,m 40
05 02 06 05
05 02 08 02
05 02 09 03
05 02 t2 07
06
l8 09
02
o5 l6
019.EC.6074.QDH.006. r r74
Kote
o O Badan usaha 300.ooo 05 02 01 02
o r9. Fa.60?4.QDH.006.3324
Kab. Kendal
1 0 Badan usaha 005 02 10 06
o r9. F4.6074.QDH.006.3521
Kab. Ngawi
o 0 Badan usaha 300.000 05 02 t2
o r9.F4.6074.QDH.006.3524
Ihb,
1 O Badan usaha 005 02 1l 01
SK No
Pembinaan
Kab.
O
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I(P PROP
0 19. Ec.6074.QDH.006.7404
Kab.
0 O Badan
o19.EC.6074.QDH.006.9 101
Kab. Fak Fsk
0 O Badan usaha 300.000 05 02 24 02
o19.EC.6074.QDH.0O7 Fasilitasi
24 24
o r9.Ec.6074.QDH.007.8202
I I
or9. Ec.6074.QDH.OO7.8204
Industri - Kab.
I I Badan usaha 650.000 05 02 2t 08
019.DC.6074.QDH.007.8206
Industri - I(ab. Halmahera
I 1 Badan usaha 650.000 05 02 23 07
or9.Ec.6074.QDH.0O7.9 lOl Fasilitasi
Industri - Kab.
I I
019.Ec.6074.QDH.0O8. 1 r74
1 1 Badan usaha 650.000 05 02 01 04
SK No
I Badan usaha 650.000 05 02 02 07 o 19. DC.6074.QDH.OO8. r2O9
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o I 9. EC.6074.QDH.OO8.2 r02
2 2 Badan usaha 1.300.000 05 02 03 07
05 02 06 06
OI9.EC.6O?4.QDH.0O8.3325 PerlteEbaigan
I I Badan usaha 650.000 05 02 09 04
019.8C.6074.QDH.008.352 r
I I Badan usaha 650.000 05 02 t2 08
019.EC.6074.QDH.008.3524
1 I
o r9.Ec.6074.QDH.(x)8.3525
1
OI9.EC.6074.QDH.OO8.36O4
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Sef,atlg
I I Badan usaha 650.000 05 02 08 03
019.EC.6074.QDH.008.3672
I I Badan
ol9.Ec.6074.QDH.0O8.52O7
Sumbawa Berat
I 1
SK No 132727 C
NAMA
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF TP PROP
o 19. Ec.6074.QDH.0O8.6 r06
Ketapang
I Badan usaha 650.000 05 02 13 08
o l 9.Ec.6074.QDH.0O8.6502 PcngeEbalgart Rantai
Bulungan
I Badan
o 19.F4.6074.QDH.0O8.7203
Morowali
2 2 Badan usaha l.300.ooo 05 02 l8 07
05 02 19 08
o r9.Ec.6074.QDH.OO8.72 l2
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
1 Badan usaha 650.000 05 02 t7 09
o r9. Ec.6074.QDH.OO8.74O3
1 Badan usaha 650.000 05 02 16 08
o 19. Ec.6074.QDH.008.7404 P€irgembangarl Rantai Pasok Industri
1 I Badan u.aha 650.000 05 02 15 09
or9.Ec.6074.QDH.OO8.82O2
Halmahera Tengah
I 1 Badan
SK No
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or9. Dc.6074.QDH.0O8.8204
Prioritas di Kat 'asan Industri - IGb.
I I Badal usaha 650.000 05 02 2t 09
019. Fa.6074.QDH.OO8.8206
Halmahera
I Badan usaha 650.000 05 02 23 0a
o19.EC.6074.QDH.0O8.91Or
Fak
I
0r9.Ec.6074.QDH.OO9 Fasilitasi
5 Badan
or9. Ec.6074.QDH. 009.3324 Fasilitasi Pemenuhan
o O Badan usaha 300.ooo 05 02 10 02
019.EC.6074.QDH.0O9.3325 Fasilitasi
Kawasan Industri - Kab. Batang
o O
o 19.8c.6074.QDH.0O9.352 I
0 I Bad.n usaha 500.ooo 05 02 t2 05
SK No
O
Kawa.ar
o
NAMA
FROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or9. Fa.6074.QDH.0O9. 5207 Fasilitasi
Kawasan
o O Badan
019.EC.6074.QDH.0O9.6 106 Fasilitasi
o O Badan usaha o05 02 13 03
o 19.EC. 6074.QDH.OO9.65O2 Fasilitasi
Kawasan Industri - Kab.
o I Badan usaha ooso2L403
o 19. Ec. 6074.QDH.009.7203
I(awaran Industri - Kab. Morowali
I I Badan usaha o05 02 18 03
o r9. Ec.6074.QDH.OO9.74O3
o I Badan usaha o05 02 16 04
019. EC.6074.QDH.009.7404 Fasilitasi
0 O Badan
019.EC.6074.QDH.0O9.8202 Fasilitasi
Kawasan
O Badan usaha 005022203
o r9.Ec.6074.QDH.OO9.82O4 Fasilitasi
o 0 Badan
ol9.Ec.6074.QDH.OO9.9 10r Fasilitasi Pemenuhan lnfr astrul(tur
Kawasan Industri - Kab. Fak Fak
0 I
SK No 132730 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol9.Ec.6074.QDH.OlO. I 174 Pengembangan
Industri
o O Badan
Of 9.F,C.6O74.QDH.OIO. 1209
Of 9.Fa.6O74.QDH.O1O.2 lO2
o O Badan usaha
O Badan usaha
500.ooo 05 02 02 02
r.ooo.ooo 05 02 03 04
05 02 06 02
Or9.EC.6O74:QDH.OlO,3325
Industri
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 09 0l
019.EC.6O74.QDH.010.3521
Simpul
o I Badan usaha 500.ooo 05 02 t2 04
[email protected] Pengembangan
o o Badan usaha
SK No l3273lc
O Badan usaha 500.000 05 02 05 03 O19.DC.6074,QDH,O1O.3525
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
ol9.Ec.6074.QDH.O1O.3604
Industri
o O Badan
o r9. 8c.6074.QDH.010.3672
I O Badan usaha 500.ooo 05 02 07 02
o r9. Ec.6074.QDH.0r0.5207
o I Badan
0 r9. Ff .6074.QDH.010.6 106
t
o O Badan
[email protected]
o I
019,DC.6074.QDH.01O.7203
Simpul
I O
SK No 132732 C
O Badan usaha
05 02 19 0l
o19.EC.6074.QDH.OlO.72 t2
o 500.000 05 02 t7 01
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6074.QDH.OrO.74O3
Simpul
o I Badan usaha 500.ooo 05 02 16 03
05 02 l5 03
o r9.F,c.6074.QDH. OlO.74O4
Industri
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 20 05
0 r9. Ec.6074.QDH.OlO.82O2
Simpul
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 21 03
or9.Fa.6074.QDH.O 10.8204
Sdatrn
o O
o19.EC.6074.QDH.OrO.8206
Industri
Simpul Transportasi - Kab.
0 O Badan usaha 500.ooo 05 02 23 02
05 02 23 01
SK No
Data dan
I Badal usaha
ot9.Ec.6074.QDH.O1O.91Or
o 500.ooo 05 02 24 05
or9.Dc.6074.QMA
- 2t7 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.Dc.6074.QMA.O01
5 5 Data 3.250.000 05 02 16 01
019.Dc.6076 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
212.769.OOO
o19.EC.60?6.PBK
dan UMKM
4.600.fi)o
lEpl€inentasi P3DN
3 5
Kebijakan
4.600.000 05 0r 18 03
05 0t tt 02
05 0l tt 02
fOOO
05 0l 1l 02
05 01 16 09
ol9.Ec.6076.QIA
SK No 132734C
-2ta-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
593.616.334
den UMKM
58.OOO.OOO
I o
4.000.000 05 01 19 0l
05 01 04 03
05 01 15 03
019.Ec.6077.PBK.002 Penyusunan
Mendukung
Making
I 2 Rekomendasi
.
3.000.000 05 01 l5 03
05 01 19 0l
05 01 04 03
Pengaturan Jasa Industri
I I
5.000.000 05 01 19 0l
Stratcsr on
Security Manufacturing
o f
SK No 132735 C
3.200.000 05 01 19 0l
o 1 Kajian
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Industri melalui pembinaan Industri
1 1
5.400.000 05 0l t9 0l
den UMKM
I 1 Rek@etldaei
Kcbijakan
05 01 15 05
05 0l 16 02
4.000.000 05 0l 19 0l
4.000.000 05 01 19
019.EC.6077.PBK.010 Analisi., Pcncrapdr, dan
Standardisasi
o I Rekomendasi
4.OOO.000 05 01 19 01
05 01 la 06
05 01 11 03
05 0r 04 02
019.DC.6077.PBK.011 Penyusunan
Industri hrlat OPTIKTI
1 0
4.OOO.OOO 05 0l 19 0l
SK No
3.200.000 05 0l 19 0l
Kebijakan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0 1
Kebijakan
4.000.000 05 0l 19 0l
Industri hreat OmIGTI
o I
6.000.000 05 01 19
or9.Ec.6077.PDA Standardisasi Produk 2.300.000
05 01 15 02
05 0r 18- 06
05 01 11 03
o 2 produk
0 1 forum 6-000.000 05 0l t9 0l
SK No 132737 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or9.Ec.6077.PEC.OO1 Kerja SaDa
3 3 Dokumen 320.000 05 0l 19 03
Plastik
95
Lqanalr
Mineral Nonlogam
3 4 Dokumen 246.WO 05 0l 19 03
Layanan Telois Industri Hasil Perkebunan,
0 3 Dokumen 360.000 05 01 19 03
layanan Teknis Industri
5 5 Dokumen 94.OOO 05 0l l9 03
layanan
2 2
SK No 149540C
0
dan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
Layanan Tclsris
I O
Teknis
Mineral Nonlogaro
110
mr 200
Industri Kulit,
70 70 6an8 830.000 05 01 t7 04
150 150
o 70 orang 1.000.000 05 01 19 02
SK No 132740 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Teldris industri
o 80 orang l.200.ooo 05 0l t4 05
loo r00 orang 4.000.000 05 0r t2 03
o 19.EC.6077.PEF.O11 Sosialisasi dan
Pelanggan/ Sosialisasi
o loo orang
05 0r 06 04
150 150
019.EC.6077.PFA NcEa, StatrdE,
o19.EC.6077.PFA.001 NSPK Jasa Industri Pusat OPIIIC,I 0 I NSPK 6.000.000 05 0r 19
o19.EC.6077.QAD
o19.EC.6077.QAD.OO1 Jasa
sertifikasi
o 1 Industri 400.000 05 0l l9 02
SK No
Jasa
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o 50
[email protected] Fasilitasi
o I Unit
ol9.Ec.6077.QDr
or9.Ec.6077.QDr.OO1
Teknologi Industri
32 50
o19.EC.6077.QDr.OO2
o I
05 0l 04 03
05 01 15 03
ol9.Ec.6077.QDr.O03
5 25
05 0l 19 02
05 0l 04 03
0r9.Fa.6077.QDr.OO4 Audit
05 0r 15 03
SK No 132742C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6077.QDr.OO5
o 35 Industri 26.000.000 05 0l 19 02
o19.F,c.6077.QDLOO6
dan Batik
2 2 Industri 12.500.000 05 01 15 04
05 01 t6 0l
05 01 16 05
ol9.Ec.6077.QDt.O07
o 2 Industri l.400.ooo 05 01 15 04
05 01 09 04
05 01 19 02
05 o1 05
or9.Ec.6077.QDr.008 Pendampingan di Bidang
o 2 Industri
05 01 09 04
05 01 18 05
ol9.F,c.6077.QDt.OO9
SK No
05 01 la 05
ol9.Ec.6077.QDl.OlO o 2.400.000 05 01 19 02
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 01 04 04
05 0l 09 04
o19.EC.6O77.QDI.Ol l Perusahaan Industri yang
0 20 Industri tT.ooo.ooo 05 0l t7 04
0r9.Ec.6077.QDI.O 12
o I Industri 12.000.000 05 0l 19 02
0r9.Ec.6077.QDr.O13
ago
0 2 Industri
05 01 l5 01
05 01 06 04
05 01 ll 05
0r9.Ec.6077.QDI.O14
Farmasi dan
o 2 Industri 1.400.000 05 01 09 0t
019.EC.6077.QDr.015
Industri
o I
05 01 l5 03
05 0l 19 02
SK No 13274.r'.C
Audit
ol9.Ec.6077.QDr.Or6 o 2.800.000 05 0l 19 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'{ PP KP PROP
05 0l 04 03
Peralatan Fasilitas
o 40 Unit
labGatorium/work8hop/ layanan industri
o 2l Unit ,+8.000.000 05 0r 06 04
o 19. Ec.6077.R4H.002.0000
agro - Pusat
o 2l Unit ,+8.000.000 05 0r 05 04
barang dan bahan
o 3 Unit 3.000.000 05 0l 12 03
05 0l 14 05
laboratGium/$,qk8hp/layanan industri
kimia,
3 16 Unit 29.656.280 05 0l 09
019.EC.6077.RAH.005 Peralatan
kulit, karet dan plastik
2 4 Unit 2.575.OOO 05 0l 09 0l
05 0l 17 02
SK No
05 0l 17 04
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Laboratcium/Work8ltop/ Layalarr Jasa
o o Unit 45.000.000 05 0l 19
05
hasil
maritim
5 6 Unit 26.000.000 05 0l 05
05 01 06 08
05 01 18 0,6
0 5 Unit 20.ooo.ooo 05 01 16 01
05 01 16 05
15.600.000
dan Komunikasi
o 2 Unit 6.000-000 05
dan
o I Unit 9.600.000 05 01 19 02
019.EC.6077.RBL Prasarana Bidang Industri dan
direnovasi
o 4 unit 4.OOO.OOO 05 01 19 02
SK No 132746C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASIT
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
yatlg
dan Barang Teknik
o 1 unit 800.000 05 0l 19 02
019.F,c.6078 PengeErbatrgai
dan UMKM
114.500.000
2 1
Kebijakan
4.500.000 02 t9 04 02
05 0l 03 03
Kota
2 I
4.500.000 05 01 05 05
ol9.Ec.6078.PtsK.OO3
3 1 Rekomendasi
9.Oq).OOO 05 0l M 04
05 01 l1 07
05 01 t2 04
05 0l 16 07
02 15 01 0t
SK No 132747C
Kebijakan PengeBbarBan
untuk Industri Kelapa Sawit
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 05 05
Nilai
Menuju Net
1 3
Kebijakan
13.000.000 05 0r 05 05
05 01 09 04
62 19 04 02
05 01 18 05
Fasilitasi Fiskal
Industri
I 0
Kebijakan
05 0l 05 05
(PRK) dan
(GRK) Sckc
2 I
Kebijakan
s2.000.000 05 0l 03 G)
05
05 0t 05 05
o5 01 09 04
02 19 04 02
05 0l 02 03
SK No 132748 C
NAMA
PROGRAM / TEGhTAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lingkungan Sektor
0 I
dalam rangka upaya
o I
4.000.000 05 0r 19 0l
05 0l l8 03
05 0l ll 03
o 19.Ec.6078.PtsK.012
energi,
EBT sEktor industri sawit
0
4.000.000 05 0l ll 07
05 01 04 04
05 01 05 05
05 01 09 04
05 0l t2 04
05 01 15 04
1 o Rekomendasi
4.OOO.OOO 05 01 t2 04
05 01 15 04
SK No 149543 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PF KP PROP
05 01 05 05
05 01 09 04
untuk Industri Sawit
o f Kajian
05 01 05 05
05 01 09 04
05 0l 11 07
05 0l t2 04
05 0l t5 02
I o
20-oo0.ooo 05 01 03 03
05 0l 04 04
05 01 05 05
05 0t 09 04
ID 19 04 02
05 0l ol 05
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGI.ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PtT PP KP PROP
02 19 04 0r
05 0l 05 05
o19.EC.6078.PF4 Nornu, Standar, Prosedur, dan Kriteria ro.ooo.ooo
o19.EC.6078.PFA.OOl
or9.Ec.6078.QDr
ol9.Ec.6078.QDI.00l
11
02 19 04 0l
05 0l ol 05
05 0l 02 03
05 0l t2 04
05 0l la 05
05 0l 11 07
05 0l 03 03
05 0l 04 04
SK No 1495i!4 C
12
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Hijau sektor
04
ID
05
05
ol
o1
04
M
05 0l 12 04
02 15 01 02
05 01 0l 05
05 01 02 03
05 0l l8 05
05 0l ll 07
ol9.Ec.6078.QDI.OO4
Industri
o 4
05 0t ll 07
05 0l t2 (x
05 0l 03 03
0r
01
04
rF
04
09
03
05
\t)
SK No 132753 C
05 0l ot 05
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ I(RO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
05 01 02 03
or9.Ec.6078.QDt.006
0 2
05 01 16 M
05 01 11 07
05 01 09 04
o19.EC.6078.QDr.OO7
3 35 Industri 32.100.OOO 02 15 01 0l
03 03 02 05
05 01 19 02
ot9.Ec.6078.QDr.008 Pendampingan Penyusunan
Industri
o 20 Industri 8.000.000 02 15 0t 0l
019.EC.6079.PBK Kebijakan Bidang
dan UMKM
33.000.ooo
15 35
Kebijakan
25.000.ooo 05 01 01 06
SK No 132754C
NAMA
PROGRAM / XDGI.ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 3
05 01 la 06
05 01 11 03
4.OOO.OOO 05 01 18 06
05 01 11 03
05 01 04 02
05 01 01 06
05 01 15 02
standardisasi
impor dan
o 2 Kajian 4.000.000 05 01 18 06
05 01 01 06
019.Ec.6079.PDC Kerja sama 2.400.ooo
ol9.Ec.6079.PEC.OOl Kerja Sama Regulasi
Standardisasi Industri
o 2
05 01 t5 02
05 0l 04 02
SK No
05 0l 11 03
KODE
NAMA
PROGRAM / XDGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDI(ASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6079.PFA Norma, Standar,
05 01 11 03
05 01 15 02
05 01 01 06
05 01 04 02
019.EC.6079.PFA.002 Evaluasi/ Review
05 01 15 02
05 01 11 03
05 0l ol 06
ol9.Ec.6079.QDI Fasilitasi dofl
or9.Ec.6079.QDI.mr Fasilitasi dan
Industri
o 8 Industri 2.300.000 05 0l ol 06
05 0l 15 02
05 0l 04 02
05 01 la 06
SK No
05 01 ll 03
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6079.QDI.OO2
05 0l 11 03
05 0l l5 02
05 0r 04 02
o19.F,c.6079.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 25.000.000
o19.EC.6079.QrA.oOr Hasil
05 0r 18 06
05 01 1l 03
o5 01 15 02
019.FC.6079.QIC
019.EC.6079.QIC.OOr Hasil
or9.Ec.6079.RAH Sarana
untuk menunjang SNI wajib
o
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2023-2029
(Rp
PN PF KP PROP
Rangka
w4ib
o lOO Orang
standardisasi Industri
0 50 Orang
0r9.Ec.6699
o19.DC.6699.PtsK
dan UMKM
9.350.000
019.EC.6699.PBK.001
1.300.000 05 0l ll 06
02 13 0l 05
Halal,
2 o
Kcbija.l<an
8.050.000 02 13 01 05
o5 01 ll 06
o19.EC.6699.PEC.OO1 Ke.ja
02 13 02 01
SK No 132758 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(FROYEK)
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
TA o1
019.EC.6699.PEH.002 lndonesia Halal Industry Award I
05 01 11 06
02 13 02 01
019.EC.6699.QDr
ol9.Ec.6699.QDr.OOl
05 0l tl 06
ol9.Ec.6699.QMA Data dan
o19.EC.6699.QMA.OOl
I I layanan 6.500.000 05 01 ll 06
05 01 15 05
SK No 132760C
PUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
66.500.000
den UMKM
8.000.000
o1g.Ec.6966.PtsK.OO1 Kebijakan Pengembangan Industri
Baterai (KBLBB)
o I
Kebijakan
a.ooo.ooo 05 0l 12 01
02 19 0l 03
019.EC.6966.QDI Fasilitasi dan
ol9.Ec.6966.QDLOO 1 Industri KBLBB y6trg terfasilitasi
p€ruelrbangan ekosistcE
2 O
02 19 01 03
o5 01 t2 02
TOTAL 19.015.368.207
c)
SK No 132762 C
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
Koordinator
PP 02. l1 - Pasokan en€f,8i
PP 02. 1l -
PP 02.l I : Porsi
PP 02. I I - Intensitas
149,1
PF 03.02 -
Pengampu
l(P 02.l l.Ol - Jumlah
KP 02. r r.01 -
KP
SK No 132763 C
PCTSall t20 100
xP 02. I l.O2 -
947.995 100.ooo 350.OOO
KP 02.11.02 -
xP 02.11.02 -
KP 02, I I .02 - Jutt ah
KP 02.1 1.02 -
KP 02. f l.O2 - Deviasi
KP 02. I I .O3 -
KP 02,11.03 - Produksi listrik
KP 02. 1 1.03 -
rupiah
o,98 o,97 1,84
KP 02. f6.01 -
Global Geopark
KP 02.19.01 - Reduksi
KP 03.02.03 - Kapasitas
KP 03.02.03 - Penurunan
SK No 13276/.C
GWh 323.320 12023) 363.044 451.364 KP 03.02.03 -
KP 03,02.04 -
KP 03.02.04 - Kapasitas gardu induk 5.360 (2023)
KP 03.02.04 -
KP 03.02.04 - Kapasitas gardu distribusi MVA 1.277 l2023l 1.949 1.873
KP
KP 03.02.04 -
tahun) / (kali /
tahun)
KP 03.02.04 - Susut jaringan
KP 03,02.05 - SPKLU d&
KP 03.02.05 - SPBKLU terpasang (kumulatif angka dasar tahun 2023) unit 1.772l2023l
KP 03.02.05 -
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.DL.6344 Pendidikan vokasi
020.DL.6344.SAG
Akamigas
200 2OO Orang 9.0?9.924 02 20 02 []a
04 07 02 03
1100 ffgo
MO702 o5
020.DL.6344.SAG.801
300 3OO Orang 2t.652.t46 04 07 02 05
o5 02 20 xn
020.DL.6344.SAG.803
Bandung
72 72 Orang 7.080.000 02 20 02 1l3
o3 02 o7 04
020.DL.6345 Pcletihen
SK No 132767 C
Diklat Masyarakat BidaDa KEBTKE 270
06 03 0l 02
020.DL.6345.SCB.401 280 Orang 19.085.731 04 07 03 o1
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEIq
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
02 1l 03 03
02 20 02 05
02 20 02 05
04 07 03 01
06 03 01 02
42fi 4450
06 03 0l 02
02 l1 03 o3
02 20 02 06
020.DL.6345.SCH
020.DL.6345.SCH.201 Diklat Masyarakat Bidang Minyak dan Gas
Bul1ri
700 7@ Orang 44.4%. 5 02 20 02 05
ol
06 03 01 02
o7 04 03
SK No 149503 C
020.DL.6345.SCH.202
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 20 02 05
020.DL.6345.SCH.203
16000 1700{)
04 07 0(i 03
06 03 01 m
dan Batubara
400 4OO Orang 19.619.185 04 07 03 0r
06 03 01 02
02 20 02 ,-rFl
020.DL.6345.SCH.302 Diklat
E:-Ffo 6000
03 07 04 o1
06 03 01 02
020.DL.6345.SCH.303
2070
06 03
02 20 02 06
020.DL.6345.SCH.701
Tanah
300 3OO
SK No 132769C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
020.DL.6345.SCH.702
Tanah
150 260
020.DL.6345.SCH.703
50 f75 Orang 965.642 04 07 03 03
020.FE.6346 Mitigasi dan
Geologi
020.FE.6346.PtsS Kebijakan
p€rubahan ildiE
untuk Flnatqalr Ruang dan
3 3
06 M 01 08
08 04 05 03
020.FE.63/16. PtsS. 4 13.320 r
untuk
Kab. Bogor
:al O
020.FE.63,16. PBS.413.3576
untuk
Kota
o 0
SK No 132771C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Berrcene
3 3
o20.FE.6346.QMA Data dan
o20.FE.6346.QMA.202 Peta Kawasan Rawan
020.FE.6346.QM4.203 Peta Kawasan Rawan Bencana
Bumi
4 4 Pete 6.006.535 08 04 01 03
020.F8.6346.QMA.204
020.FE.6346.QMA.205 Peta
020.FE.6346.QM4.206 Peta Geologi Gunung Api dan
Rawan Bencana Geologi
0 0
o2o.FE.6346.QMA.2O7 Ha Geologi Zona K€rqttaflan G€f,akan
Tanah
lo lo Peta 8.896.840 08 04 0l 03
020.FE.6346.QMA.208 Peta
020.FE.6346.QMA.401 Peta Zona
SK No 149516C
Peta
02 t2 09 04
020.FE.6346.QM4.403 0 16.7 .700 08 04
NAMA
PROGRAM / XEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
020.FE.6346.QMA.5r4 ka Perubahan Muka Tanah di
2 2
o3 04
oa (N ol 03
020.F8.6346.QM4.901
Komunikasi
44.960.OOO
Gunung Api
Unit 48.960.000 08 04 02 02
Gunung Api - Pusat
64 64 Unit 48.960.000 06 07 04 06
:al 270 Unit 309.758.6aO 08 04 02 02
10 10 unit 34.657.209 06 04 0l 04
SK No
oa 04 02 02
020.FE.6346.RCM OP Sarana Bidang Pencarian dan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bdrcatla Geologi
o 24 Unit to.724.672 08 04 05 03
Bencana
103.056.396
n 25 unit 103.056.396 08 04 05 03
624.693.882
o20.FE.6347.PtsI Kebijakan Bidang Energi dan Suab€r
AIEE
020.FE.6347.PBL40r
0 l5
Alam
o 7
020.FE.6347.PBI.403
7 7
SK No 132774C
2
ILIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
yang b€lun
o 2
020-FE.6347.Pts1.502
di wilayah Jawa Barat, Bant€d, dan Jakarta
1.000
020.FE.6347. PtsI.502.3 100
di wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta
- Provinsi
o O
di
a 8
020.FE.6347. PtsI.503.3 IOO Rck@€odasi Hasil
di
a 8
o20.FE.6347.PBI.503. 3200
di Kawasan Jabodetabek, S.rang dart
o o
020.FE.6347. Ptsr.503.3600 Reko@cridasi
di Kawasan
o O
SK No 132775 C
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tanah di Wilayah Ja$,a Barat, Banten, dan
Jakarta
1 I
I I
o20.FE.6347.PtsI.604
(CCS Sali!€ Water
1 1
020.FE.6347.PBI.606
Ditetapkan
4 4
o20.FE.6347.Pts1.606.0000
Ditetapkan -
+ 4
03 05 1r oo2
2 2
o20.FE.6347. PtsI.607.0000 R€korocndasi Penetapan Status
2 2
SK No
I
dan
Pendahuluan
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ W KP PROP
dan Cadartgart Palra!
Rinci
6 6
o20.FE.634?.PB.1.722 Rck@etrdasi
dEt! Cadangan Panas
o I
020.FE.6347.PtsI.723
Batubara
3 3
Gambut
3 3
020.FE.6347.PBr.725
BituEen
n 2
Logam
2 2
4 4
10 10
SK No 132777 C
R€koDr€ndasi Keprospekan
Lithium
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I I
3 3
dan
o 4
020.FE.6347.PtsI.901 Rck@eDdasi
I I
020.FE.6347.Ptst.902
Min€f,al
4 4
05 0l 04 ol
020.FE.6347.QMA Data dan
o2o.FE.6347.QMA.602 Pusat
o2o.FE.6347.QMA.603
o 1
020.FE.6347.QM4"604
SK No
4 ha 13.000.600 02 ll 03 01
020.FE.6347.QM4.80 r o I Lokasi 6.944.S40 02 16 01 o4
02o.FE.6347.QMA.90l 4
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Peta
Kel,autan
08 04 0t 03
020.JA.6348.PtsI.001
bagi
den
4 4
Kebijakan
14.650.000 06 02 01 02
07 13 0l ol
02 ll 02 04
o20.JA.6348.Ptst.0O2 Wilayah Kerja Migas yang Disiapkan,
Ditetapkan,
l0
27.286.790 02 ll Ol 10 ol
020.JA.6348.PtsI.003
Pcnyimpanan I(arbql
I I
IGbUakan
12.050.219 02 11 03 03
02 l9 01 ol
I I
SK No
Pengawasan dan
Usaha
5.578.520 o20.J4.6348.QrH
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEKI
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02o.JA.6348.QrH.OO1 Fasilitasi
2 2
o2o.JA.6348.QrH.OO2 Fasilitasi
Regasifikari
I I
03 02 03 02
ol
020.JA.6349
Pcngat,a.an
7.9il6. 2.477
020.JA.6349.QEG Bantuan Peralatan / Sarana
o2o.JA.6349.QEG.OO1
untuk Nelayan
Krldil o Pal(ct 50.000.000 02 rr 02 01
o2o.JA.S49.QEG.O02
Sasaran
o 0
02o.JA.6349.QEG.OO3
Rumah Tangga
o 150000 SR 6.000.000.000 02 11 02 0l
1 .857 .']62.4??
SK No 132780C
o o
05 0l 16 03
2s7 -a62-477 02 1l 02 01
KODE
NAMA
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
020.JA.6349.RBL.002 Plpa'Irat18mfui Gas
o 0 Ruas 1.600.000.000 05 02 02 03
02 11 02 0t
020.JA.6349.UAG
3 3
020.Jf 6350
020.JA.6350.PBI Kebijakan
Alam
59.59 r. 170
020.JA.6350.PBr.001 Kebija.kan
7.69A.300 02 11 02 04
02 11 03 o3
ol
06 02 0r 79
05 In m
020.JA.6350.PBr.005
6 6
7-963.aOO 02 ll 02 03
03 02 03 o1
SK No
o20.JA.6350.Ptst.006 6 6
7.963.a00 02 11 02 03
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF TP PROP
6
4.252.592 02 lt 02
ol
02
lm
04 02
07
03
06
Masyarakat
4 4
3.711.108 02 11 02 03
ol
04 02 01 lm
05 02 03
Kct
4 4
020.JA.6350.PBr.010
target NZE
2 2
Kebijakan
3.430.670 02 11 03
02 19 0t 02
05 0l t2 02
on $t
o20.JA.6350.PBr.Or r Pengendalian
4 o
Kebijakan
3.012.100 02 11 03 05
SK No 132783 C
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(np Ribu)
PN PP XP PROP
Antar Pulau (Sqp"r ft4
o 3
3.137.700 03 02 04 ol
Penyimpanan Energi (ESS)
0 3
3.137.700 02 11 03 03
ol o3 02 03
o 2
S'r,.an Grid
o 3
Kebijakan
3.137.700 03 02 ()4 03
Kebijakan
1.506.100 03 02 05 0l
I o Rekomendasi
2.154.7W 03 02 03 01
Listrik
1 0
Kebijakan
2.154.700 03 02 03 01
SK No
Rekomendasi
Kebijakan
02 19 0r 02
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Mitigasi Gas
Sub
03 02 03 02
Terbarukan (Reoetirable Enef, Sr
Certificate/ REC)
o 1
2.154.700 02 11 03 03
03 02 03 o1
4 4
o20.JA.63sO.QEG Bantuan Peral,atan / Sarana
020.JA.6350.QEG.OO1
Rumah Tangga
Mampu atau
130000
020.JA.63sO.QrE Pengawasan dan
Deereh
t.720.900
SK No 149547 C
1.720.900 03 02 04 02 o20.JA.6350.QIE.OOl Pengawasan dan Pengendalian Konsumsi
Listrik per
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA"6350.QIH Pengawasdr dan
18.082.300
o2o.JA.6350.QIH.OOr
a 8
03 02 04 01
020.JA.6350.QIH.OO2 Peningkatan Pasokan
jaE/hari
4 4 Laporan 2.69.700 03 02 04 02
02o.JA.63sO.QrH.O04 PenSat 'asan dan
6 6
02 1l 03 03
03 02 03 0l
o2o.JA.6350.QrH.OO5
pada
datr Kegiatan
88.488.712
Pipa
1
[email protected] 02 ll 02 01
SK No 132786 C
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
{Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
o2o.JA6351.QAC
o2o.JA.635r.QAC.0l9 Sup€f,f isi Progres
BBM I
trft
02 1l 02 02
02o.JA.6351.QrA
020.JA.635 r.QIA.Ol4
t2 12 Laporan
o20.JA.635r.Q[AO15 Pengawasan atas
12 12 laporan 29.434.500 02 11 02 04
020.JA.6351.QIC Pengawasan dai Pengendalian
02o.JA"6351.QrC.O20 P.rryawasan
020.JA.635 1.QIC.020.0020
Kab.
0 O Penyalur 006070501
020.JA.635 1.OrC.02O.OO2 I
Kab. Kapuas Hulu
n O
o2o.JA635 r.QrC.O2O.OO23
lkb.
o 0
SK No
Kab.
124.347 06 07 05 0l 020.JA.635 l.QIC.O20.OO33 0 0
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
020.JA.635 1.QrC.020.0034
Kab. Mahakam Ulu
o O
020.JA.635 r.QrC.02o.OO35
Kab. Kepulauan Talaud
o O
020.JA.635 t,QIC.020.0045
Kab, Maluku
o O
02o.JA.635 t.QtC.O20.0046
Kab.
o O Penyalur 006070501
020.JA.635 1.QrC.O20.OO48 . Pengawasan
Kab.
0 O Penyalur 006070s01
o2o.JA635 l.QIC.02O.0060 Pengawasan
Kab.
n O Penyalur 0060705 ol
020.JA.635 1.QIC.O20.006 I
Kab.
o O Penyalur 006070501
o20.JA.635 l.QIC.O20.0062 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Alor
o O
o2o.JA635 r.QIC.02O.0067 Pengawasan
IGb.
o O
SK No 132788 C
Kab. Rote Ndao
006070501 02o.JA. 635 l.QIC.020.0069 o O
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
02o.JA.635 l.QIC.020.OO72 Pengawasan
Kab. Sumba Barat Daya
o O
o20.JA.635 l,QrC.02O.OO74 F.ctgawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Sabu Raijua
o O Penyalur 0060?0501
02o.JA.635 l' QIC.O2O.OO75 Pengawasan
Kab.
0 O
02o.JA635 1.QrC.020.OO77 Pengawasan
Keb.
o O
o2o.JA,635r.QIC.O2o.0o8o
Keb. Asmat
020.JA.635 1.QlC.O20.OO8 I Pengawasan
Kab. Boven Digoel
o 0 Penyalur 0060?0501
020.JA.635 r.QrC.020.OO83
Kab.
o O Penyalur 0060705
020.JA.635 1.QIC.02O.OO84
Kab.
o O
020.JA.635 1.QrC.O20.0086
Kab. Supiori
o O
SK No
006070501 020.JA.635 r.QIC.020.OO95
0 O Penyalur
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA635 l.QIC.02O.OO99 Pengawalan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Halmahera
u O
o2o.JA. 635 1.QIC.02O.O rO 1
Kab. Pulau
u O
020.JA.635 l.QIC.O2O.O 103 Pengat 'asan Pelaksana.n BBM 1 Harga -
l(eb. GormrtElo Utere
o O
020.JA63s r.QrC.O20.O 104
Kab. Bintan
n O Penyalur 006oitoS
020.JA.635 l.QIC.020.0 r06
Kab. Kepulauan Anambas
0 0 Penyalur 103.062 06 07 05 . Ot
02o.JA.635 1.QrC.O2O.O l08
Kab.
o O
020.JA"635 r.QrC.020.0 1 rO
Kab. Tambrauw
0 0
02o.JA.635r.QrC.O20.Ol l4
Keb.
o O
020.JA.635 1.QrC.02O.O1 r5
Kab. Malinau
0 O
SK No 132790 C
170.717.441 020.JA.6352
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
AleE
50.003.933
5.103.235 05 01 05 03
02 11 03 04
02 19 01 o1
02 2t 02 0l
14.329.940 02 19 01 02
Kebijakan
5-170-758 02 l1 03 02
untuk Penyediaan
1 I
dan Amonia Rendah
2 1
SK No
2
KODE
NAMA
PROGRAM / KEG1ATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-20.25
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA.6352.PDA
dan
Pemanfaat Energi
O Peralatan 1.996.Offi 02 1 I 03 05
02 15 03 o1
02 19 01 02
Triangular (KSST) bidang
I kegiatan 4.230.360 02 09 03
02 l1 03 03
Aneka Energi Baru dan
020.JA.6352.PFA.002 Monitoring dan Evalausi
Irapl€roentasi SNI Wajib Bidang Aneka
Energi Baru dan Energi Terbarukan
5 5 Standar 5.OOO.OOO 02 l1 03 03
020.JA.6352.Qr4 Pengawasan dan Pengendalian Produk
SK No 149548 C
O Produk 1.934347 02 I I 03 03 020.JA.63s2.QrA.OOr Monitoring Tingkat
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o2o.JA.6352.QrA.OO2
2 O
02o.JA.6352.QrAOO3
3 O Produk a.6?4.251 02 11 03 o3
o2o.JA.6352.QIC
o2o.JA.6352.QrC.OOr
1 O
02 19 0l 02
02o.JA.6352.QIC.0O3 Fasilitasi
Baru dan
2 2
o20.JA.6352.QIC.OO5 Pelaksanaan
150 2lO Badan U.aha 5.000.000 02 11 00 05
020.JA.6352.QM4 Data dsn
020.JA6352.QMA.O0l
02 22 07 03
SK No
1 Data
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Frngawasdr
Terbarukan dan
02o.JA.6353.QEG Bantuan
02o.JA.6353.QEG.OO3 Fen€f,aagan Jalan UEUE Tenaga Surya
(PJU TS)
mnml immo Unit 700.000.000 02 l1 03 02
o2o.JA.6353.QEG.OO4
3 4 Unit
02 19 0l 01
0s 02 04 02
O2O.JA.6353.QEG.OO4.91 12
(Pt TMH) - Kab.
I I Unit 163.419.085 06 07 04 o4
020.JA.6353.QEG.004.9702
(PLTMH) - Kab.
o I Unit 62.912.000 06 W 04 04
06 07 05 0l
020.JA.6353.QEG.OO5 PLTS Atap ra 38 Unit 367.000.000 02 11 03 XD
o2o.JA.6353.QEG.006
SK No 132794C
fil 02 04 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02o.JA.6353.QEG.006.6405
Kab.
1 I Unit 31.736.795 06 07 05 01
o2o.JA.6353.QEG.006.6504
Kab. Nunukan
I Unit s4.39A.617 06 07 05 01
O20.JA6353.QEG.OO6.8IO5
Kab.
I I Unit 51.770.340 06 07 05 ol
020.JA.6353.Q8G.006.9428 FcEba[8kit
Kab. MaEbcf,aEo Raya
o I Unit 21.?74.?6a 06 07 04 04
06 07 05 0r
020.JA"6353.QEG.0O6.9606
Kab. Dogiyai
0 1 Unit 56.371.500 06 07 04 04
020.JA.63s3.QEG.006.9702
Kab.
o I Unit 52.613.448 06 07 04 04
06w050r
o2o.JA.6353.QEG.OO7
I I Unit 22039A.054 02 11 03 et)
02 19 01 0l
03 02 03 o1
SK No
Unit
(PLTM) - Kab. Supiori
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
020.JB
Batubara
52.398.548
Batubara
52.398.548
dan
Batubara Untuk
2 o
5.000.000 05 0l 0r 04
05 01 02 01
05 01 0(l ol
05 0l 04 0r
02 ll 01 02
03 02 03 02
2 o
5.400.ooo 02 l1 03 01
dan
2 o
a.ooo.ooo 02 ll 01 02
SK No
13.804.344 05 0l
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
dan Peningkatan
Kebijakan
05 01 02
05 01 03 0l
05 01 04 01
020.JB.6355.QDH Fasilitasi dan
02o.JB.6355.QDH.0Or Hasil Monitoring
Pengolahan
Negeri
o 14 Badan
05 01 02 01
05 0l 03 01
05 01 04 o1
020.JB.6355.QDH.OO2 Hasil
Dalam Neg€f,i
o 6 Badan usaha 6.000.000 02 ll ol 02
02 16 0t
o20.wA Program
SK No 132798 C
2.749.046 o20.wA. la96
Bidang Minyak dan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.wa r896.PAll Peraturan
020.wa l896.PAH.OO1 Draft
I Rancangan
Frretursrr
1.527.270 02 11 0l Ol
o20.wA. l896.PAH.O02 Draft
L22r.At6 02 11
c)
SK No
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
PP
PF 03.01 - On line
PP 03.01 -
PP 03.01 -
PP
PP 03.01 -
PP 03.01 -
PP
KP 03.01.02 -
KP 03.01.02 - Jalur KA
SK No
INDIKATOR SATUAN
KP
KP
KP 03.01.03 - Muatan barang angkutan laut nqrkotrersil ton 660.664 (2023) 720.124 839.043
KP O3.O 1.03 -
KP O3.O l.O4 - Bandara yang dibangun
XP
KP
KP 03,0 1 .05 -
fP
KP
tahun 2020)
kota, kumulatif 6 l2023l lo N
KP 03.0 I .06 -
r,4l2o23l 1,42 1,56
KP 03.01.06 -
SK No 132801C
p€f8€n 92 12023) 92 94 KP
KP O3.O I .07 -
KP 05.03.01 - Biaya transportasi logistik pada angkutan
KP O5.O3.Of - Biaya transportasi
KP
KP 05.03,01 -
KP 05.03.01 - Biaya
PDB
PCrS€lr 0,10 o,09 o,08
KP
KP O5,O3.O f -
KP 05.03.01 -
fP
KP 05.03.03 -
SK No 132802 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-X)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
4 12 Paket 1.193.191.370 05 03 03 o1
03 0t 07 02
04 07 03 04
022.DL.3996.RAA.OO2 Sarana
(hi6itas
0 4
05 03 03 01
7n
04
022.DL.3996.RAA.003 Sarana Fcnunjartg
2 10 PaLet
03 0r 07 02
04 07 03 04
022-DL-3996.RBJ
SK No 132803 C
l1 unit
04 o7 03 04
022.DL.3996.RBJ.OO1
Darat
I 3.952.000 03 0l 07 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
l,aut
o o unit o03 01 0? 02
04 07 03 04
Udara
0 o unit o03 01 0? 02
rJ4O?03
Tf
2477 2OOO
04 0? 03
o1
os 03 03 br
Nasional)
5414
03 01 07
022.DL.3996.SAB.004 Diklat PcDbcitukan Reguler (no|r Pola
1120 285
0l
05 03 03
SK No 132804C
11736
03 0r 07 ol
773.310.985 05 03 03 0l
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 07
022.DL.3996.SAB.006 Diklat
Nasional)
0 0
05 03 03 o1
Nasional)
o o Orang 0050303
Tlansportasi Udara (Pri6itas Nasional)
t46? 1795 Orang 227.97a.220 05 03 03 ol
03 0l 07 ol
04wo3 0r
Nasio(lal)
486 446 Orang 82.302.755 03 01 07 01
04 07 03
022.DL.3996.SC8 Pelatihan
o 780
SK No 132805 C
6180 2l Orang
116.151.960 03 0l w 03
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AJ'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 03 03 o1
022.DL.3996.SCB.005 Diklat
14420 31506 Orang 180.164.935 05 03 03 01
03 01 07 03
04 07 03 ol
rmlo 4300 Orang 110.778.030 03 0l 07 03
o1
0s 03 03 01
o3 o?
o22.GA.r960.QAH Pelayanan Publik Lainnya 3.084.446.838
o22.GA. r960.QAH.0Ol Angkutan Udara
07 15 01
03 01 04 04
022.GA. 1960.QAH.OO1.94O I Angkutan Udara
ll o layanan
SK No 149508 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA. r960.QAH.O0 1.9402
022.GA. l960.OAH.OO1.94l3
Angkutan Udara Perintis Pdruiipang - Kab.
Jayawijaya
Angkutan Udara
Bor,Gtr
18 O layanan
O l,ayanan
102.511.616 06 07 04 03
166.419.372 06 07 04 o3
rdi 07 05 on
o22.GA. 1960.QAH.OOl.9416
37 O layanan L14.465.284 06 07 04 03
022.GA. r960.QAH.OO 1.9432 Angkutan Udara
Yalimo
16 O
o22.GA. 1960.Q4H.00 1.9702
6 O layanan 42.446.560 06 07 04 03
022.CA.1960.QAH.OO2
Angkutan Udara
9933 L3122
03 01 u 04
07 t5 0l (x,
022.GA. l960.QAH.OO2.9,lO 1 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan
593 O layanan 6.081.952 06 07 05 02
SK No 132807 C
1934 29.563.424 06 07 04 03 022.GA" t960.Q4H.002.9402 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara
Jayawijaya
O layanan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.OA" 1960.Q4H.002.941 3 Angkutan BBM
Angkutan Udara
o6wo502
03
o22.GA" l960.QAH.OO2.9432 Angkutan BBM Fesau,at Udara Untuk
Angkutan Udara
Yalimo
o O layanan 3.104.808 06 Ul 04 03
022.GA. l960.QAH.OO2.97O2
I I
022.GA. 1960.QAH.OO2.97O3 Angkutan BBM
Angkutan Udara Perintis
1559 O layanan 4.643.097 06 07 04 03
o22.GA.1960.QAH.OO3 Angkutan Udara Perintis Kargo 7 7 layanan 91. 7.574 05 03
Gl ol 04 05
022.GA. r960.QAH.004 Angkutan BBM
Angkut n Udara Perintis
275 330 layanan 2.4t3.720 03 0r 04 05
0l
05 03 0r 03
ftD 15 o7
SK No 132808 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.OA. r960.QAH.OO5.97O3 Layanan
- Keb.
o o
022.OA 1960.QAH.006 Angkutan Udara Perintis Kargo (MD 40 34 layanan 572.74a.732 05 03 01 03
03 0l fi
o7 15 01 :4!]
o5
022.GA. r960.QAH.006.94 I 3 Angkut tl Udara Perintis Kargo (MB - Kab.
4 I layanan t9.t22.a69 0,6 07 04 03
022.GA. 1960.QAH.006.9702 Angkutan Udara Perintis Kargo (MB - Kab.
t4 17 layanan 2t7.707.6a7 06 07 04 [El
022.GA. r960.QAH.006.97O3 Angkutan Udara
l1 15
022.GA.1960.QAH.OO7
1086 1 l,ayanan 25.757.521 05 03
07 15 01 ND
03 01 04 05
022.GA. t960.QAH.007.94 r3
I I layanan 3.983.025 06 07 04 o3
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
o22.GA. l960.QAH.OO7.94 16
Angkutan
Yahukimo
444 O
022.GA. l960.QAH.OO7.94r7 Angkut n BBM
Angkutan Udara
@1 O layanan 18.148.336 06 W 04 03
022.G4.4637.QAH Pelayanan Publik Lainnya 10.679.393.733
022.GA.4637.QAH.OOl Layanan Angkutan Jalan Perintis
158 349 ,
w150l09
022.GA.4637.QAH.Oo2
Moda/
440.194.765 07 l5 0l 09 33 7l
03 0l TB o3
022.GA.4637.QAH.OO3 Layanan Angkutan
7 21 layanan
05 03 01 03
022.GA.4637.QAH.004 L"ayanan
(Prioritas
2 O layanan 32.003.496 03 0l 06 0l
SK No l328l20
ri3 288
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.GA.4637.QAH.r?7
B€f,ba8i8 Jalan di Kota Medan (hicita8
Nasional)
I 1 layanan 160.000.000 03 0l 06 01
02 19 01 o3
o22.GA.4637.QAH. 17 7. 127 5
1 I
022.GA.4637.QAH. r78 Layanan Angkutan
I I layanan
02 lg ol
o22.G A. 4637.QAH. 17 A. I 6? 1 Layanan Angkut D
n O layanan 006 04 01 02
o22.GA.4637.QAH.179
1 I
02 19 01 IFt
03 0l r]a ol
022.GA.4637.QAH.180 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Nasional)
o I layanan 160.000.000 03 01 06
0,6 04 02 01
SK No 132813 C
02 19 0r 03
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4637.QAH. I 80.3374 Layanan Angkutan
Naridral) - Kota
o I layanan 160.000.000 06 04 0l o5
022.GA4637.QAH. r81
Nasional)
o I
03 05 02 002
0n 19 01 03
o1
022.GA.4637.QAH. 18 1.5171 Layanan Angkutan
o I
022.GA.4637.QAH.182
0 I
03 01 06 0l
o22.GA.4637.QNr. 182.327 3 layanan Angkutan
Nasional) - Kota Bandung
o 1 layanan 160.000.000 06 04 0l 04
022.G4.4637.Q4H.183
Nasional)
I 1 layanan t46.264.295 03 01 TA o1
SK No l328l4C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4637.QAH. 183.3578 Layanan Angkutan UEum
Bcrbask Jalan di Kota Surabaya
Nasional) - Kota Surabaya
1 I
022.GA.4637.QAH. r84 layanan Angkutan
Berbasis Jalan di Kota
Nasional)
o 1 layanan 160.000.000 02 19 01 03
03 0l
022.GA.4637.QAH. 184.637 1
o I
022.GA.4637.QAH.185 Layanan Angkut n
Nasional)
3 I l,ayanan t? 1.770.4an 03 0l 06
02 19 01 o3
022.GA4637.QAH. 185.737 1 LsJranan Angkutan
3 I layanan l? t.?70.407 06 (x 01 o9
022.GA.4637.QAH. r86 layanan Angkutan Umum
I 0 layanan 38.819.897 03 01 TIa ol
SK No 132815 C
006040201 022.GA.4637.Q4H. 186. r471 Layanan Angkutan
o O layanan
NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/ KRO/
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AJ'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4637.QAH.187
KIPP IKN
4 I
022.GA.4637.QA}I.188 Layanan
B€f,ba8is Jalan di Kota Manado
Nasional)
0 I layanan 160.000.000 03 0l 06 0t
02 19 0r 03
022.GA.4637.QAH. 188.7 17 I Layanan Angkutan
Nasional) - tr(ota Manado
o 1 l,ayanan
0 1 layanan 160.000.000 03 0l 06 ol
02 19 0l 03
o22.GA.4637.QA}I.l90
Nasionall
o I
03 0l 06 0l
022.GA.zr6il7.QAH. l9 I
Berbasis Jalar di
o I layanan r$.583.&t6 03 0r 06
SK No
Layanan
Ber:basis
153.543.436 03 0l 06 ol
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.G4.4637.QAH. r93 layanan Angkutan UEum
o 1 layanan 153.58:1.836 03 0l 06 01
022.GA.4637.QAH. r94 Layanan fuUkutan
0 I layanan 153.583.836 03 01 06
022.G4.4637.Q4H.195
u I layanan 153.583.836 03 0l 06
022.GA.4637.QAH.196
Berbasis Jalan di Kota Malang
0 I layanan
022.G4.4637.Q4H.197 Layanan &l8kutan
Berbasis Jalal di Kota
o I layanan 153.543.836 03 01 :di ol
022.G4.4637.Q4H.268 Subsidi Angkutan
Denpasar (Prioritas Nasional)
o O layanan o 03 05 02 002
o22.G4.4637.QAI1.27 O.327 3 Subsidi Angkutan
Bandung (kiqitas Nasional) - Kota Bandung
o O layanan o060401 04
o22.GA.4637.Q,I1.274 Subsidi
o O layanan o060401
o22.GA.4637.QAII.27 6.7 17 I Subsidi Angkutan Umum Perkotaan di Kota
Manado
o 0 layanan 006040203
SK No 149510 C
-29t-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.OA.463?.QAr[.274 layanan Angkutan
Nasional)
o I
o22.CA. 4 637.Q 4H.27 a. 647 t Layanan
Nasional) - Kota Balikpapan
o 1 layanan 120.000.000 06 04 02 02
022.GA.4637.RAC
022.GA.4637.RAC.243
o 0
05 03 0l
022.G4.4637.RBP
u 3 Paket 39.000.000 03 01
022.GA.4637.R8P.019
I 0 Unit 20.000.000 03 0l o5 TFI
I o Unit 20.000.000 06 07 05 02
SK No 132818 C
0 Unit
05 03 0l 01
022.OA.4637.RBP.O22 Pelabuhan
Nasional)
2 u.000.000 03
NAMA
PROGRAM/XEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4637.RBP.024
03 01 05 0l
Kota Kupang NTT (hicitas
o o Unit 15.000.ooo 03 01 o5 o5
Kota Kupdrg NTT
Kupang
o o Unit 15.000.000 06 07 05 02
Motaain
o o Unit 0050301 ol
022.GA.4637.RBP.095.5300
0 o Unit 006070502
Mota.masin
0 o Unit 50.000.000 05 03
03 01 taE lill
022.GA.4637.RBP.096.5300
o o Unit 50.ooo.000 06 07 05 02
SK No
o Unit
03 0r 05
Wini (hicitas Nasional)
o 50.000.ooo 05 03
SIDEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
wini
:il o Unit 50.000.000 06 07 05 02
022.GA.4637.RBP.098 PeEbaflgurtal
Aruk
o o
03 01 05 o5
022.GA.4637.RBP.098.6 rOO
Aruk
3 o Unit 35.OOO.000 06 07 05 1t)
Daruba
o o Unit
03 01 05 01
o22-GA.4637.RBP. 1 I 0.8207 Fedban8utrarr
Daruba
o o Unit
022.GA.4637.R8P. 1 15.8207
Daruba (P.rp(cs Kspn Dan Kek Pulau
Morotai) - Kab. Pulau Morotai
0 0 Unit 006070502
o22.GA.4637.RBP. I 17.9400
Bade Kab. Mappi Tahap tl - Provinsi Papua
o o Unit 006070403
SK No 132820C
I Unit 30.ooo.ooo 06 04
NEFUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Mandai
03 0l 05 05
Bakit,
1 3 Unit 50.916.300 05 03 01
03 01 05 0l
01
Belitlru, Bangka
I o
05 03 0l
0r
022.GA.4637.RBP.253
hrlau Burung Tahap II (Prioritas Nasional)
I n Unit
03 01 o5
ol
0r
o o Unit
022.GA4637.RBP.303
Sci
o o Unit 30.ooo.ooo 03 0l 05 05
05 03 01 o1
022.GA.4637.RBP. 303.6 IOO F€robangunan
sei Kelik (Prioritas
3 o Unit 30.000.000 06 tI 05 02
SK No
o Unit
022.GA.4637.RBP.304
n 30.000.000 05 03 0l
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA4637.R8P.304.6 100 Faobangutan
Jagoibabang (kicita!
0 0 Unit 30.000.000 06 07 05 02
Napan
0 I Unit so.000.000 05 03 01 0l
03
022.GA"4637.R8P. 305.5300
Napan (Prioritas Nasional) -
o I Unit 50.ooo.ooo 06 07 05 02
022.GA.4637.RBP.306
Oepoli
o I Unit 30.ooo.ooo . 05 03 01
03 01 05 05
o1
022.GA4637.RBP.306.5300 PcEb€ngunarr
Oepoli
Tenggara
0 I Unit 30.ooo.ooo 06 07 05 XD
022.GA.4637.RBP.307
Sota
o I Unit 30.000.ooo 05 03
03 0r 05 II-E
ol
022.GA.4637.RBP.307.9400
Sota (Prioritas
o 1 Unit 30.ooo.ooo 06 07 05 02
SK No 132822 C
I Unit 30.ooo.ooo 05 03 0l o1 022.GA.4637.RBP.308 0
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Yetetkun
03 01 o5 05
022.GA.4637.RBP.308.9400
Yetetkun (Prioritas
o I Unit 30.000.ooo 06 07 05 02
022-GA-4637.RBP.309
Luhu (hicitas Nasional)
o o Unit 75.000.000 03 0l 05
05 03 01 01
4 o Unit 15.000.000 03 0l 05 05
022.GA.4638.RBP.176 Pembangunan
Ma.ral (Prioritas Nasional)
2 o Unit 4. r$.182.355 06 04 0l 04
03 0r 06 o1
02 19 01 03
o22.GA.463A.RBP.
2 o Unit 4. r53. 182.355 06 04 0l o1
SK No 132823 C
o Unit
03 01 05 0r
Kaledupa
o 4.147.676 05 03 01 0l
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 03 01 ol
o o Unit 1.237.800 05 03 01
Gl 01 ftF ol
ol
De.rat
6.27 I .456.288
o22.G4.4639.PEH Promosi
'022.GA4639.PEH.049
Pcl(an
34 34 Kegiatan 70.914-286 03 0l 05 04
022.GA.4639.PEH.213 Sadar
27
022.G4.4639.Q4H Pelayanan Publik
022.GA.4639.QAH.220
1 I layanan 1.699.965.000 03 01 05 04
022.GA4639.RAC
SK No 132824C
OP Sarana
83 @2 Unit
.o44.24t
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2rl29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
27 o Unit 81.548.241 03 01 05 04
7 o Unit 4.500.000 03 01 05 04
1 o Kajian 2.500.000 06 04 01
03 01 05 iitS
06
(Betan Subind (Prioritas
I O
Untuk Jalur Kereta Api
o I Rck@cndaei
Kebijakan
1.521.195 03 0l ua
SK No
03 0l 02 04
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202$-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
- IKN Barat - IKN
IKN Utara dan yang
Wilayah
2
06 05 01 IrE
022.GA.4641.PBF.OO9 Studi
Api
o 5
Kebijakan
20.000.000 03 01 02 04
022.GA.4641.QAH
022.GA,1641.QAH.OOr
lintas Muara Satu-Kutablang
I I layanan 127.089.520 03 01 02 m
022.GA.4641.Q4H.003
lintas
I I layanan 154.7 t7.675 03 01 02 03
022.GA.46,4r.QAH.004 Fetryclcrugaraan
lintas Lubuk Alung - Kayu TattaD
I I layanan 82.884.469 03 01 02 03
022.GA.464l.QAH.0O7
03 0l 06 02
06 04 01 TD
022.OA.464l.OAH.OO8
lintas Makassar - Parcpare
I 1 layanan 186.398.030 06 04 0l
SK No
03 01 02 o3
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
o22.GA.464l.QAH.OO9
I I
o22.GA.464l.QAH.OlO Penyelenggaraan Layanan Kereta Api Perintis
I I
Pcrk.f,etaapisn
4.341.242.4O3
022.GA.4641.RBA.006
o o h 350.000.000 03 0l 02
022.GA.4641.RBA.025
Balapan -
t o llm 23.136.967 03 0l 02 01
022.G4.464 1.R84.025.3300
I n i,:'!n 23.136.967 06 04 02 01
Pha8c I
I o Paket
03 0l 06 02
Cianju.r
n n
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.GA.4641.RB,{.0a8 Penggantian Bangunan Jembatan BH I lO9
Km.303+680 datl BH 1164 I(m.314+769
1 o
21+918 dan BH 59 KE 27+920
Brumbung - Gubug
2 0 Paket 201.806.666 03 01 OD m
o 16 h 300.000.000 03 01 ED
05 03 0l 02
o1
o o
022-GA.4641.RB4.107
06 04 0r 03
022. GA.464 1. RBA. 1 1 1 Peningkatan Stasiun Duri 0 0
03 01 na 7D
til 3 Unit 150.000.000 03 01 02 02
SK No
ro ld 400.000.000 03 01 02 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
Peebarryurrarl Jalur Ganda Lintas CicuruS -
05 03 01 02
o22.GA.464l.RBA. 116
Km. 110+532 antara Ciganea - SuLatani
lintas
o o Unit 41.000.ooo 03 01 02 i2
o22.GA.464l.RBA. 122
Telekomunikasi Jalur Ganda
-
Kalioso)
o 0 Paket
06 04 02 01
o22.GA.464r.RB,{. r25
JaYla
o 1 Unit
'022.G4.4641.R84.133 Pad[gkatan
o o Unit 75.000.000 03 01 in TN
133+723 Antara
Reiotangan
n o Unit 60.000.000 03 01 02 02
o22.GA.4641.RBA. 135
Mrawan (690 E) dar Garahan (113 a)
o o Unit 300.ooo.000 03 01 02 In
SK No
o Paket 160.000.000 03 01 In 7D o22.GA.464l.RBA.136
o
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.464l.RBA" 137
Garahan
o 0 Paket us.ooo.ooo 03 0l 02 02
antara Garahan - Ketapang
o 0
o22.0A.464t.RBA. 143
Pcoinglqtan
o
0 o
0 PaLet
too.ooo.ooo 03 0l 02 02
100.000.000 03 0r 02 02
022.G4.4641.RB,{.144 Peningkatan Persinyalan dan
Stasiun Mandai
0 0
o22.GA"464l.RBA. t45
Mekesser -
0 0 Paket 150.000.000 03 0l 02 02
o22.G4.4641.R84.151
Medan-Binjai
0 0
03 0l 06 02
SK No
o Unit 80.000.000 03 0l 02 02 o22.GA.464l.RBA. 152 Fc[inAkatan dart
BH 313 dan BH 322 Lintas Pef,lanaan -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15.762.801.378
7 7
Antara Prupuk - Linggapura Lintas Cirebon -
Kroya
I o Palet 72.73a.ta4 03
Jalan KA Kawungaten - Kroya
t&oJra
I o PaLet 128.5a7.765 03
022.GA.4642.RDA.010 Fcnaruanall Rawan
213+OOO
o 0
022.GA.4642.RDA.Ol l
022.GA.4642.RDA.016 Fctlanganan Rintang Jalan KA di wilayah
Provinsi Jawa Tengah dan
o I
SK No 132832 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
antara Surbcrpucung - Wlingi Kro. 8l+OO0
s.d. l(m. IO4+OOO
o 0 Palet 55.000.000 03 01 02 lt2
ro-(x)8.646.244
022.GA.4643.PtsF
022.GA.4643.P8F.001
o 1
49.950.000 03 01 06 03
06 (x ol 03
Il
1 :|1
900.000 06 04 o1
022.GA.4643.RB,{
022.GA.4643.RBA"Or8 Kewajiban
Layanan (Avail,ability
(Dukungan/
t I
rda 04 01 09
03 0l 02 02
SK No 132833 G
Surabaya
07 15 01 lr!]
022.GA.4643.RBA.019
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 06 02
Pandegl,ang
o
022.GA.4643.RBA"032
Gading
o o kE 85.OOO.OOO 03 0l w) ol
05 03
03 01 02 ol
02
o22.G4.4643.R84.033.7300
0
Araskabu-Tebing
o 1
Paf,lanaan-Kisaran
o 1
022.GA.4643.RBA.095
o 1
dan Parit Malintang
o 0 Unit ro.ooo.ooo 03 01 02 02
SK No 132834C
o kE 272.OOO.OOO 06 04
KODE
NAMA
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lintas
fft ol 06 02
East - West Lhe Project
o I
0,6 04
Jabodetabek
o 1
03 01 06 02
-
o
06 04 0r 04
02 19 01 03
Udara
2.5 .224.342
022.GA4645.RBE
Jayawijaya, Papua PeSrrnungan
1 o unit 220.000.001 03 01 (N 01
05 03 01 o1
SK No 132835 C
o
Jayawijaya, Papua
Jayawijaya
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
022.GA.4645.RBE.OO3.OOO I PcngeEbargsn Bandar
Papua
o o
022.GA.4645.RBE.OO4.OOO 1
Digoel
o o unit 006070403
06 07 05 02
022.GA.4645.RBE.OO5 Bandar
022.GA.4645.RBE.006 Bandar Udara
022.GA.4645.RBE.OO7
Mutiara SIS Al-Jufrie, PaIu, Sulaweli Tengali
I n
05 03 0l 01
Malokwaii, Papua Barat
1 I unit 204.013.705 05 03 0r o1
03 0l o4 o3
022.GA.4645.RBE.0 14.94 14
Papua
o u unit 0060704 fiF]
022.GA.4645.RBE.o 15.650 1
Tahap III, Malinau,
o 3l unit 0060705 02
SK No 132836 C
o unit
022.GA.4645.RBE.017
I 30.000.000 05 03 0l ol
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 03
022.G4.4645.RBE.O23. 9605 Pengembangan Bandar Udara Sinak - Kab.
o o unit 30.000.ooo 06 0? 04 o3
o22.O 4.4645.RBE.O24.97 06
Papua
o o
022.GA.4645.RBE.025
Kilangin, Mimika, Papua T.ogah
Kab.
03
o3
04
04 w
T5 o
o
o o
unit
unit
15.000.001 05 03 0l o1
ol
022.GA4645.R8E.027
I I unit 107.074.724 05 03 0l o1
03 01 04 03
022.GA.4645.RBE.027.9703
Yahukimo
1 I unit 107.074.724 06 W 04 03
SK No 132837 C
0 unit
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 04 02
022.GA.4645.RBE.O30. 2 lO I
1 o
022.GA.4645.R8E.031
o unit
03 01 o4
Maluku
o 1 unit 91.957.100 03 0l 04 01
03
022.GA46,45.RBE.O3:i.8 lO2
Maluku Tenggara, Maluku - Kab. Maluku
o I unit 91.957.100 06 W 05 o1
022.GA.4645.RBE.034 PErgeEbsngsn Bandar Udara
o 0 unit 30.ooo.ooo 05 03
03 01 04 02
ol
022.GA4645.RBE.036.91 r2
0 n unit 006040204
06 07 04 03
SK No 132838 C
o unit
03 0l 04 03
022.GA.4645.RBE.037
Papua
1 104.999.999 05 03 01 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Papua - IGb.
1 o
022-GA.4645.RBE.O3a
Eduard
o o
05 03 0l 01
Kab, Puncak
o o unit 0060704 03
022.GA4645.RBE.O4 1.94 16
o o unit 0060704 o3
o 0
022.G4.4645.RBE.0214
1 o unit rr2.ooo.fi)o 05 03 0t
030l0402
01
022.GA.4645.RBE.044.9104
Bintuni, Papua Barat - Kab, Teluk
1 o unit 112.OOO.000 06 07 04 03
022.GA.4645.RBE.045
Way
n 3
o1 ol 03 LE
SK No
:al
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Pesisir Barat,
03 0l 04 0l
T n unit 60.000.000 03 01 04 0l
05 03 0l 0l
022.GA4645.RBE.049
I o unit 75.796.7 tO 03 0 I
05 03 01 0r
Maluku Uta.ra - Kab. hrlau Morotai
I o
04 m 04 TA
3 n unit 45.000.000 03 01 04 0l
05 03 01 0l
Kab.
3 n unit 006070502
o o
05 03 01 0l
SK No 132840C
unit 65.807.100 05 03 01 ol 022.GA.4645.RBE.062 o 0
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pengembangan Bandar Udara
Padang,
03 01 04 ol
I(elimenten
o o unit 0060705 02
022-GA-4645.R8E.067.650 1 PengcDbarEan
Malinau, Kalimantan Utara - Kab. Malinau
o o unit 006070502
022.GA.4645.RBE.076
o n unit 84.000.000 05 03
05 02 19
03 01 04 lt2
022.GA"4645.RBE.076. 7203
o n
Palal(ka-Bonc, Sulawesi Selatan
0 o unit 73.779.OOO 03 01 04 ol
05 03 0r ol
o n unit 60.000.000 0s 03
03 01 04 01
ol
SK No
unit 90.ooo.ooo 05 03
022.GA.4645.RBE.078.6405
o
o
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sampit,
03 01 04 o1
o o unit 45.OOO.OOO 03 01 04 ltt)
05 03 0l ol
05 02 23 0l
I o
05 03 0r 04
05 02 06 ot)
oi) 01 04 w
04
022.G4.4645.R8E.O90.3 173
- Kota Administrasi Jakarta Pusat
I o unit l.500.ooo 06 04 02 04
o22. G 4.4 &S.RBE.O9 1. 64? 2
Samarinda
o o
SK No 132842 C
o unit
05 03
022.GA.4645.RBE.093
Manggarai Barat, NTT
o 60.000.000 03 01 04 02
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARCET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.G4.4645.RBE.093. 53 15
Manggarai Barat, NTA - Kab. Manggarai
Barat
0 o
022.GA.4645.RBE.096 PctlgeEbattga! Bandar Udara
Kota Baubau,
o o
03 0l 04 o1
Tangerang, Banten - Kab, Tangerang
n 0 unit 006040l03
Tarakan,
0 o
05 03 0l ol
022.GA.4645.RBE.101
Lubuklinggau,
o o unit 84.OOO.OOO 05 03 0l o1
03 0l 04 o1
022.GA.4645.R8E. 102. 5306 FctrgcEbangan Bandar Udara A.A Bcretalo,
o o unit 006070s 02
o22.GA.4645.R8E. 103.9409
Numfor, Papua - Kab. Biak
o o unit 006070s 02
0 0 unit 006070403
SK No 132843 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 04 02
022.GA.4645.R8E. 105.6409
I 0 unit 154.999.996 06 05 0r 05
022.GA.4645.RBE.107 PerueEbaigan Bandar Udara SanEia
Nibandef,a,
0 o unit 30.ooo.ooo 05 03
o1
02 15 02
o1
o22.GA.4645.RBE.104
022.GA.4645.RBE. 108.6 108
PengerrlbarrSan Bandar Udara
Kapuas Hulu, Kalioartart Barat
Kapuas Hulu,
Kapuas Hulu
Bener Meriah,
I
I I
o o
I unit
unit
67.833.518 06 07 05 02
39.OOO.OOO 05 03
03 01 04 01
o1 03 o3 04
Udara
239.634.674
022.G4.4646.QrF hrgawaaan dan
SK No 132844C
O
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
FN PP KP PROP
dat1
1 Unit 153.342.413 03 01 04 rla
Jabodetabek
1.357.617.131
0 2
022.GA.4648.RBP.017 FeEbartguttan
IYan8pdtasi
0 I Unit 250.717.570 03 01 05 05
03 01 o3 02
Fedbartgunan
o
o3 2 0
4 Unit
Unit
67.000.000 03 01 o3
SK No 132845 C
5 Unit 260.24?.345 03 01 03 02
dart
o
SIDEN
INDONESIA
-3la-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 2 Unit 8o.mo.ooo 03 0l 03 03
022.GA.4648.RBP.022
Produksi
o I Unit loo.ooo.000 03 0t 05 05
o22.GA..4649 Pelayanan
022.G4.4649.Q4H Pelayanan Publik
022.GA.4649.QAH.OO1 Subsidi Angkutan
Scr'eicc)
4 O layanan 14.771.712 0(t Ol fil3
06
m l9 01
o1
o1
022.GA.4649.QAH.002 Subsidi
0 6
2.400.000
dan
o 0
SK No
NAMA
TARGET2O2S TARGET 2029
Pembangunan Integrasi Layanan
ftaIspdta.i
Pembangunan Integrasi Sfutem
SATUAN
Unit
Unit
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
36.000.000 03 0l 05 05
30.ooo.ooo 03 01 05 05
I o
I o
o 4 Unit 30.000.000 03 0r 04 02
o 4 Unit 30.000.000 03 0r 04 02
022.GA.4649.RBP.007 Fc@bangutran Ltt€gra8i
o I Unit 9.OOO.OOO 03 01 03 I'El
dan l(awaran
o 5 Unit 65.000.000 03 0r 03 02
o 2 Unit 20.ooo.ooo 03 01 03 03
T 2 Unit 25.449.526 03 01 fiE o5
SK No 132848 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2S
INDIKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0 2 Unit 70.ooo.ooo 03 0l 06 01
Metropolitan
o 2 Unit 70.ooo.ooo 03 0l 06 0l
022.GA.4651.PtsF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana
Metropolitan
o n
24.500.000 03 0l 06 03
n o
o o
Kebijakan
19.500.000 03 0r 06 03
o o
16.500.000 03 0t o5 06
SK No
0 o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.465l.PBF.OO9
o o
o o
16.500.000 03
022.GA.4651.PtsF.011
o o
Kebijakan
18.000.000 03 01 04 07
Transportasi
o o
16.500.000 03 01 04 07
022.GA.4651.PBF.013
Ttan8port si ArtarEodq di
o 0
7.500.000 03 0l 03 08
0 o
6.000.000 03
Transportasi Multimoda di
d6r Kawasan
o :al Rekomendasi
Kebijakan
19.500.000 03 0l 03 rllt
SK No
24.sOO.000 03 01 03 08
li) o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o o
7.500.000 03 01 03 08
Multimoda di Kawasan 3TP
o 0
6.000.000 03 01 03 l.a
Produksi Pangan
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
7.500.000 03 0l 05 06
Multimoda di Kawasan Sentra
Pangan
o o
Kebijakan
7.500.000 03 0l 05 06
0 n
o22.GA.465t.PBF.O22 Pengembangan
Integrasi
0 o
Kebijakan
2.OOO.OOO 03 0l 07 04
Transportasi Antarmoda
3 0
SK No
O Pedoman 1.000.000 03 01 05 06
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
022.GA.465l.PFA.OO3 Penyusunan NSPI( Integrasi SilteE lrrfGEasi
o O
o O
022.GA.4651.PF4.005
o O PedoEart 2-OOO.000 03 01 o5
022.GA.4651.PFA.006 Fcrryusunan NSPK
o O
l,aut
022.GA.4658.RAE Sarana Bidang
Meter)
o I Unit 1.43).000.000 03 0l 03 06
:al 2 Unit
SK No 132853 C
72 0 Unit 636.570.102 03 0l 03 :a]a
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa 03 01 04
022.GA.4659
022.G4.4659.QAH
022.GA4659.QAH.001 layanan
03 0l m
05 03 01 03
022.GA.4659.QAH.00 r.2 102 layanan
1 I layanan 76.657.301 06 07 05 02
o22.GA.4659. QAH.OO 1.5302
Nasional - Kab.
2 2
022.GA"4659.Q4H.00 1.5307
I I layanan 62.102.359 06 W 05 02
022.G4.4659.Q4H.00 1.537 I Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
2 2
SK No 132854C
s2.343.142 06 07 05 m o22.GA.4659.QAH.OO1.6rO I I I layanan
-32s-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4659.Q4H.00 1.7 rO3
2 2
022.G4.4659.Q4H.00 1.7 r72
Nasional - Kota Bitung
I I
022.G4.4659.Q4H.00 1.8 lO I
3 3 layanan 2?9.959.0?4 06 07
022.GA4659. QAH.OO r.8 r05 Layanan Angkutan Laut
Na8idral - Kab. Kepulauan Anr
1 I
022.GA.4659.QAH.00 r.8 172
4 4 layanan 280.927.453 06 07 05 02
022.GA.4659.QAH.00 1.9409 layanan
1 I layanan 54.538.803 06 W 05 02
022.GA.4659.QAH.00 1.947 1 Layanan Angkutan Laut
Nasional - Kota
2 2
022.GA.4659.QAH.OO 1.950 I
6 6 layanan 234.743.364 06 07 05 02
022.GA4659.QAH.002 Layanan Angkutan Tol Laut
Nasional
w150l
SK No 132855 C
03 0l 03 o5
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
022.GA.4659.QAH.OO3 Layanan Angkutan Ternak
05 03 01 o3
07 15 01 IE
o22.GA.4659.QAH.OO4 LaJra[an Angkutan Red€
03 01 03 05
05 03 01 o3
022.GA.46s9.QAH.OO5 Layanan Angkutan
143.750.001 07 l5 01 lrEl 2 2 layanan
022.GA.4659.QAH.O05.0000
Tahun Baru Prioritas Nasional - Pusat
2 2 layanan 132.750.000 03 01 03 05
05 03 01 ol
SK No 132856C
Peningkatan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 0l 03 03
1 unit 192.992.945 03 01 03 03
o3 o5 ol ol
03 01
I unit 192.992.945 06 07 05 02
022.GA.4660.RBD.045 Pengembangan Fasilitas
Batu
n I
03
01
ot
2 I unit 6.231.900 05 03 01
03 01 03 08
04
022.GA.4660.RBD.057
on t2 tl] TA
03 0l 03 0l
SK No 132857 C
l,aut Kaimana
0 t7. 1.224 03 0l 03 ol
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(FROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA4660.RBD.070
I 0
05 03 01 0l
022.GA.4660.R8D.071 Pendampingan KPBU Lokasi Pelabuhan
I 1 unit 6.141.700 05 03 0r 04
03 01 03 fill
022.GA.4660.RBD.074
lNnc
1 o unit 98.OOO.OOO 03 01 03 0r
05 03 01 ol
022.GA.4660.R8D.080
03 01 03 0r
03 01 03 03
ol
1 o unit
05 03 01 ol
022.GA4660.RBD.083
03 01 03
03 01 o3
01
ol
ot)
SK No 132858 C
o unit
022.GA.4660.RBD.084
Carocok Painan (MYC 2025-2026!.
1 99.000.000 03 0l 03
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.RBD.085 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Bungin I o unit 66.2A7.002 05 03
03 01 03 01
01
Satakar (MYC 2025-2026)
o
05 0:t ol o1
022.GA.4660.RBD.Oa8
03 01 03 03
ol
ol 03 o1 fiF!
022.GA.4660.R8D.088.8 108
Maluku Barat
o 0 unit 6a.o44.4s2 06 07 05 02
022.GA4660.RBD.089 Rc?lace@eIrt
ltl',:rc 2025-20261
1 o unit 70.a70.347 03 0l 03 03
o3 ol 03 o1
05 fil ol 01
022.GA.4660.RBD.089.7 I 03
(MYC 2025-2026) - Kab.
I 0 unit 70.870.347 06 07 05 02
SK No 132859 C
Kotabunan
o
03 01 m 0l
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.RBD.092
ol
03 01 03 02
o1
o1 frE] fiF
022.GA.4660.RBD.095
Sapudi (MYC 2025-2026)
1 o unit
03 01 03 ol
o1
022.GA.4660.RBD.097
05 03 01 ol
03 0l 03 02
022.GA.4660.RBD.098
05 03 0l 01
o22.GA.4660.RBD.098.8 108
Kab. Maluku Barat
1 o unit 51.538.362 06 07 05 02
022-GA-4560.R8D. lO2
ltfirc 2025-20261
1 3 unit 99. 9.502 05 03
03 0r 03
o1
SK No 132860C
Lanjutan
Pelabuhan Matui
o unit
05 03 0l
022.GA.4660.RBD. rO3 o 91.024.650 03 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA4660.R8D. 105 Rehabilitasi Fasilitas
03 0l 03 03
022.G44660.R8D. 105.2 l03 Rehabilitasi
Natura
I o unit 30.000.001 06 tI 05 02
022.G44660.RBD. l06
03 0r 03 01
05 03 01 ol
022.G4.4660.R8D.107
022.GA4660.R8D. 107.8 l08
Maluku Barat Daya
1 o unit
022.GA.4660.R8D. 108 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Mangga dua 1 o unit 32.320.000 05 03 01 0r
03 01
022.GA.4660.R8D. 109 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Mamuju I n
o5 03 0l 01
03 01 fil 02
SK No
Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Panarukan n unit 25.315.584 05 03 0l ol 022.G4.4660.R8D.l tO I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP
03 01 03 0l
o22.GA4660.RBD.l l1
05 03 0r o1
o22.GA.4660.RBD.l l2
I o unit 15.140.000 05 03 0l o1
03 01 03 o1
022.GA.4660.RBD. rl3
Kalatoa
I 0 unit
05 03 0l
o1
ol
022.GA.4660.RBD.114
03 01 03 0l
ol
022.GA.4660.RBD. r 15
I n unit ll.500.ooo 03 05 an 001
05 03 0l ol
022.G4.4660.RBD. rt7
I o unit 12.251.896 05 03
03 0t 03
ol
SK No 132862 C
o unit
03 0l
0r
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET
INDIKASI
2025-2029
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
Bangka-Kahuku
03 05 06 003
03
022.GA.4660.RBD. r20 Pembangunan
Wae
I 0 unit to.ooo.ooo 03 0l 03
022.G4.4660.RBD. 120.53 l5
Wae Kel,ambu - Kab. Manggarai Barat
I o unit ro.000.ooo 06 04 02 (H
022.GA.4660.RBD.121
Iklianget
I o unit 25.000.000 03 01
o22.GA.4660.RBD. 123 Rehabilitasi Fasilitas
022.G4"4660.R8D. 124 Rehabilitasi
022.GA.4660.RBD.127
022.GA.4660.RBD. r28
SK No 132863 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.RBD.130
Tapang
o o unit 50.000.000 03 0l 03
022.GA.4660.RBD.132
o 0 unit 32.mO.OOO 03 01 fiF] o1
022.G4.4660.RBD. 133
022.G4.4660.RBD.134
022.GA.4660.R8D. 135
Belang
o o unit 98.000.000 03 01 03 0l
022.G4.4660.R8D.136 Fcngettrba[gan Fasilitas Pelabuhan Nunbau
Sabu
o o
022.GA.4660.RBD.137
Pasipalele
o o
022.GA.4660.RBD. r38
Kelambu
o o unit
022.GA4660.RBD.139
o o
SK No 132864C
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.GA.4660.R8D. 140.4202
Ikb.
o o unit 55.000.000 06 04 02 04
022.GA.4660.RBD. r42
Koldredale
o I unit 53.OOO.OOO 03 01 o3 02
022-GA.4660-RBD- 144 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Maroboro o o
022.GA.4660.RBD.145 Rehabilitasi Fasilitas
022.G4.4660.RBD.146 Rehabilitasi Fasilitas
022.GA.4660.RBD.147
022.GA.4660.RBD.l4a
022.G4.4660.R8D.150
022.GA"4660.RBD.15r
022.GA.4660.RBD.152
SK No 132865 C
Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Calang o unit 35.000.000 03 01 03 01 022.G4.4660.RBD.153 0
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKAS'I ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.G4.4660.RBD.154
022.GA.4660.R8D.155
022.GA4660.RBD.156 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Bunta o o unit 35.000.ooo 03 0l 03 ol
022.GA.4660.RBD.157 Rehabilitasi Fasilitas
022.GA.4660.RBD.158 Rehabilitasi Fasilitas
B€larg
o o unit 83.000.000 03 0l 03 02
022.GA.4660.RBD. r60
022.GA4660.RBD.161
o22.GA.4660.R8D. r6 1.4207
Kab.
0 I unit 329.OOO.OOO 06 04 02 04
022.GA.4660.RBD.162
022.GA.4660.RBD.163
Maradapan
T o unit 90.ooo.ooo 03 0l 03
022.G4.4660.RBD.164
SK No 132866 C
o unit so.ooo.ooo 03 01 03 ol
Patipr
n
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
022.GA.4660.R8D.166
022.G4.4660.RBD.164
022.GA4660.RBD.169
022.GA4660.RBD.170 PcngcEb€nga! Fasilitas
o22.GI..4660.RBD. t?2
022.GA.4660.R8D. r73 Rehabilitasi
022.GA.4660.RBD.174
o22.GA.4660.R8D.175
022.GA.4660.RBD.176
022.G4.4660.RBD.177 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Bintuni o 0
022.GA.4660.RBD.178
022.G4.4660.R8D.179 Rehabilitasi
022.GA.4660.RBD.180 Rchat ilitasi
o22.GA4660.RBD.181
SK No 132867C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.R8D.143
022.GA.4660.RBD.184
Misol
o I unit 90.ooo.ooo 03 01 03 02
022.GA.4660.RBD.la5 FeEbangutEn
022.GA.4660.RBD.186
022.GA4660.RBD. r87 Rehabilitasi Fasilitas
022.GA4660.RBD.la8
Rehabilitasi Fasilitas
o
I
o
o
unit
022.G44660.R8D.190 Petlb€rEutra[
06 07 04
022.GA.4660.R8D.193
022.GA.4660.RBD. r94
022.G4.4660.RBD.195
Pamantauang
I
I
o
o
unit
unit
unit
54.000.000 03 01 03 01
022.GA.4660.RBD. 196
SK No 132868 C
Paser
I unit
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA4660.RBD. 19a
022.G4.4660.RBD. 199
022.GA.4660-R8D.200 Rehabilitasi
022.GA4660.RBD.20r Rehabilitasi Fasilitas P.lat uhen Gita o I
022.GA"4660.RBD.202
022.GA.4660.RBD.203
022.GA.4660.RBD.206
Bcrhgin
0 1 unit 35.000.000 03 0l 03 01
022.GA.4660.RBD.207
03 01 03
022.GA.4660.RBD.209
022.GA.6891
SK No
06 05 0r 05
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1 1
Kebijakan
7.817.534 03 0l 05 06
DikerubEn8kan
o I
Kebija.kan
8.391.668 03 0l 05 06
05 03 01
022.G4.6891.PtsF.054 EEBi€osi dan
06 o5 ol 03
o t?
44.056.264 03 01 1]3 03
022.GA.689 1. PtsF.Os6.OOOO
6 Wilayah Metropolitan - Pusat
o o
Kebijakan
o06040r 04
TOTAL 105.639.392.545
c)
SK No
SIDEN
INDONESIA
KEMENTERI,AN KESEHATAN
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN
INDIKATOR SATUAN
PP 02. 12 -
PP 04. l1 -
kelahiran hidup
PF 04. l1 - AnEka
19,83 (2020) 15,00
PP 04.11 -
PP 04.11 -
PP 04. 11 -
PP 04. 11 -
PF 04. 11 -
SK No
pcr
penduduk
347 |.2023) 329 r90 PP 04. 13 -
PP 04.13 - Kab/kota
PF 04. 13 - Desa
PP 04.13 - In8id€nsi HIV
o,10 (2023)
PF 04.13 -
PF 04.13 -
PP 04.13 -
PP 04. f3 - Kab/kota yang mencapai target p(a-eliminasi lGnk€f, leher rahim kab/kota -
PP 04.13 -
PP 04.13 - Kabupaten/Kota
PP 04. 13 -
PP 04.13 - Fcf,scntarc
PF 04.14 -
PF 04.14 -
PF 04.14 -
SK No
kab/kota
W M,l4 -
PP 04. 14 -
€ripirik
PP 04,l5 -
Deoa/ Kelurahan
PP 04.15 -
PP 04.15 -
PP 04. f5 -
PP 04.15 -
PP 04.15 -
PP 04.15 -
PP 04.15 -
pcrsctl -
PP 04,15 -
SK No
per8€t1 o,txt
tidak di fasilitas
KP 02.12.05 -
(RIBK,
kab/kota 65 (2023) loo 300
KP 02.12.05 -
lrcfsdr 6s (2023) 50 250
KP 02.12.08 -
KP 02.18.01 -
kab/kota 4 l2023l 30 200
KP 04.11.01 -
KP 04.l l.Of -
xP04.f f.Ol -
I,cr$o -
KP 04.l l.Of -
KP04.f f.01 - Cakupan ante ato,l
KP 04.11.01 -
SK No 132876 C
p€f,8en 49,2
KP 04.11.01 - Cakupan KF lengkap
KP 04.11.01 -
9,30 (2020) 9,2 7,2
kelahiran hidup
xP 04.11.01 - Cakupan
KP 04.11.01 - Cakupan imunisasi bayi
KP 04. f f .O2 -
KP04.11.02 -
KP 04. 1 1 ,02 -
KP
KP 04.11.02 -
KP 04. I 1 ,02 -
KP 04.1 1.03 - P€f,sentasc
SK No 132877 C
INDIKATOR SATUAN
KP 04,I f .O3 -
po8
KP 04. l f .O3 - Per8€f,rtalc
akibat kerja
KP 04.1 l.O3 -
KP 04.11.03 -
KP 04.11.03 -
KP 04.l f.O3 -
KP 04. 1 I .03 -
KP 04.11.04 -
>a0pa
pefscI! -
KP 04.l l.O4 -
usia bayi baru lahir
KP 04. 1 l .O4 -
usia balita dan arak usia pra sekolah
SK No
usia
KP 04.11.04 - F.r'rcntas€ penduduk
usia dewaSa
Ircrscn -
KP 04.11.04 - Fcrs.ntasc
xP04.f3.01 - Cakupan
KP 04. 1 3,0 1 -
KP 04.13.01 - Cakupan
KP 04.13.01 -
KP 04.13.02 -
KP 04. 13.02 -
waktu
XP 04,13,02 -
KP 04.13.02 - Cakupan
p€f,8€n 8:1,6 (2023) 87,2 100
KP 04.13.03 -
KP 04.13.03 - Jumlah kab/kota
SK No t32881C
kab/kota 32 52 175 KP 04.13.04 -
INDIKATOR SATUAN
KP 04.13.04 -
lanjut d€maan
pcr$ll -
KP 04.13.04 -
Ecrrdapatl<an
KP 04,13.04 - Cakupan
KP 04.13.04 - Cakupan
KP 04.13,05 -
KP 04,13.05 -
KP 04.13.05 -
KP 04,13.05 - Jun lah kab/kota
KP 04. f3.05 -
l{P 04.13.05 -
UBM
p€f8€n -
KP 04.13.06 - Kab/kota
SK No
kab/kota -
fP 04.13.06 - Kab/kota
KP 04.13.06 - Kab/kota sehat kab/kota 136
I{P04.14.01 - Kab/kota
KP 04.14.01 - Pef,a€f,rta8e
standar berdasarkan stratanya
laboratorium -
KP 04.14.01 -
risiko
KP 04.14.01 -
penyakit dan/atau faktor
ksb/kota -
KP 04.14.02 -
dan
KP 04.14.02 -
KP
SK No 132883 C
KP
rasional
KP 04.14.03 - Kab/kota dengan
XP 04.14.03 - kab/kota
(POSS)
kab/kota -
XP 04.14.03 -
pcf,scn -
KP 04.15.01 - Fcfsetltasc
kct rscdiaan
pcf,8€n <30 30 80
I{P 04.15.0 t -
KP 04. 15.01 - Fcf,scntacc
Mutu)
pcr3dr -
KP 04.15.01 -
KP 04.15.01 -
KP 04. 15.01 - Fersetrtace
SK No 132884C
p€r!€tl 31,5 40 90 KP 04.15.02 -
xP 04.15.02 -
PCf,8Cn 7,4 20 80
KP 04.15.02 - Fers€ota8c RS yang mencapai target INM (Indikator Nasional Mutu) pcf,scn - (indikator baru) E] 40
KP 04. f 5.02 - Kab/ kota
kab/kota 26 l2023l 27 40
KP 04, I 5,02 - Jumlah kab/kota dengan
kab/ Kota 65 75 150
KP 04.15.02 -
XP 04.15.02 - Kab/Kota
KP 04. f 5.02 -
KP 04,15.03 -
fP 04.15.03 -
XP 04.15.04 -
SK No 132885 G
pcr$o -
KP 04.15.05 -
KP 04.15.05 -
KP 04. f 5.05 -
or i,te
XP 04. I 5.OS -
KP 05.0 I . I I - Proporsi
KP
KP 08.03.04 -
SK No 132886 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DD.5833 Promosi
Masyarakat
175-54O.844
17 17 Kesepakatan 7.045.630 04 13 05
o24.DD.5833.PEH Promosi 114.2?6.124
(r,P-3)
35 35 promosi 111.370.907 04 13 05 01
024.DD.5833.PEH.003
o24.DD.5833.PFA.001
o24.DD.5833.QDD
NSPK GcrEas, Pos'yandu,
Fasilitasi dan
Masyarakat
1 1 NSPK 790.550 04 13 05 0l
SK No 149550C
252 252 45.O72.W6 04 13 05 0t 024.DD.5833.QDD.OOl
Di
Kelompok
Masyarakat
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o24.DD.5833.QDD.OO3 Peningkatan Ketrampilan l(gder
Masyarakat
5.836.445 04 15 01 02
06 07 01
024.DD.5833.QDD.004 Pemantauan keaktifan
loo 100 Kelompok
Masyarakat
51.099 06 07 01 0r
04 l5 01 02
2.508.fiX)
evaluasi, dan implementasi program
kesmas di daerah (LP-3)
38 3a
dan Pelayanan
Baru
4 4 NSPK 3.235.525 04 11 02
SK No 149551C
I NFEII l.ooo.ooo 04 ll 03 01
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DD.6799.OD8 Fasilitasi dan
024.DD.6799.QDB.OOl
024.DD.6799.QEA
024.DD.6799.QE4.002
124000 124000
o24.DD.6799.QEA.Or6 SaEpcl
2974700 3661200
024.DD.6799.QE4017
lahir
95 160 Orang
024.DD.6799.QKA
27.410.165
04 tt 02 01
024.DD.6799.RAB Sarana Bidang Kesehatan
Giri dan Peningkatan
Bayi Baru Lahir ILP - 7]
2740840 2780840 PaLet 106.892.595 04 lt 01 0l
SK No
04 ll 01 02
024.DD.6799.SCM
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ditingkatkan
Perbaikan Status Gizi dan
Pelayanan
Lahir ILP - 7l
1592 1592
04 ll ol 02
04 11 02 0l
4l
239 239 Orang 17.820.143 04 11 01 01
04 11 02 0l
024.DD.6799.SCM.003
Usia Sekolah dan Rqraja [LP - 4]
2309 1356 Orang 10.566.675 04 11 03 0r
Dacreh
131.353.777
Pelayanan
134 134 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
31.a13.800 04 1l 01 01
04 ll ol 02
04 1l ol 03
SK No 132891C
04 Lt 02 01
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 19 01 01
Gizi dan Peningkatan Pelayanan
Bayi datl Balita [LP - 4l
7A 7a
(Pror, / Kab/ Kota)
04 tt 02 0l
Upaya Perbaikan Status Gizi dan
ILP - 4l
11 11
(Prov/ Kab/ Kota)
2.425.721 ()4 lr 03 0l
04 16 01 01
024.DD.6800
Lanjut Usia
116.790.620
024.DD.68(x).PEA Koordinasi 814.125
(LP- rO)
I
024-DD.6aOO.PEF
etin Stn
SK No
700 700 ofartS
1-623.O93
024.DD.6800.PEF.007 Sosiaii.asi
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ TRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Melalui Berbagai
I 4 promosi 1.623.093 04 19 01 01
o24-DD.6A00-PFA.OOI NSPK
(rP-3)
to a ITFT'T 4.694.710 04 ll 03 03
5 1 NSPK 1.027.000 04 1l 03 04
o24.DD.6800.QDB Fasilitasi dan Pembinaan I€rnbaga 9.1a9.388
o24.DD.6800.QDB.0O4
3600
024.DD.6800.QDB.006 Pembinaan Puskesmas
kekerasan terhadap
04190402
024.DD.6800.QDB.OO9
[r€f,kantcan,
rs{d 54800 Lembaga 3.656.666 04 11 03 02
SK No 149552 G
9.365.180 o24.DD.6800.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/KRO/ RO(FROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DD.6800.QDD.O01 Fasilitasi dai
Jarroani (LP- 10)
Masyarakat
9.365.180 04 t3 05 03
04220201
06 02 03 0l
042001 02
024.DD.6800.SCM Pelatihan Bidang
024-DD.6800.SCM.OO I
Kapasitas
(r,P-7)
350 310
08 01 01 03
10)
r 130
04 11 03 03
024.DD.6800.SCM.003
Kapasitas terkait
1150
Kapasitas terkait
ro)
2050 2050
SK No 132894C
120 120 Orang 12.524.330 04 11 03 04
Kapasitas
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
58.964.090
514 514 Kab/Kota 2.727.220 04 1l Ol 02
Kualitas
514 514 Kab/Kota 4.418.533 04 11 03 04
514 Ikb/Kota 514 6.528.105 04 lt 03 04
Pelaksanaan Upaya
DaIr
38 38
300 4ll Kab/Kota 2.552.174 04 lr 03 02
024-DD-6A00.UBA.O1 I
38 38
024.DD.6801
SK No 132895 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Promosi, I(arlpanye,
Penyebarluasan
Pelatihan Bidang Kesehatan
3 7 promosi
3.166.354
Tatakelola terkait
dan NAUA (LP-l)
Masyarakat
23.4t8.874 .M3
024.DD.6802.PEF Sosialisasi dan
3800 3800 orang 8.341.384 04 ll 04 02
o24.DD.6AO2.PFA.O1 I NSPK pemeriksaan
024.DD.6802.QDB
SK No 149553 C
O
standar
o
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2IJ29
(Fap Ribu)
PI{ PP KP PROP
024.DD.6802.QD8.003 Pembinaan Pelayanan berbasis gugus
pulau di wilayah kepulauan
I 6
O24.DD.68O2.QDB.OO3.O0OO
pulau di wilayah
024.DD.68O2.QEG
1 6 Lcrubaga
23.349.972.726
024.DD.6802.QEG.001 Sarana
(soPHr)
I 3
04 15 0l 01
024.DD.6802.SCM.005 SDMK yang
gratis
Ff;fjl F[fr] Orang 6.673.107 04 ll 04 02
25 25
o24.DD.6aO2.UAE.OO5
(LP- l)
10 50
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DD.6802.UAE.005.0000
(LP- 1) - Pusat
10 50
024.DD.6802.UAE.O lO
Puske3@aa
I I
Tclsris
38 o Daerah
(Prov / Kab/ Kotal
16.969.64? 04 15 01
Teknis Pelaksanaan
Tradisional (LP- 1)
(Pror, / Kab/ Kota)
6.711.270 04 15 01 0l
pe.ocrik.aan kerchatart
m gE Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
5.838.969 04 11 04 02
024.DO kograE
,
SK No 132898 C
1000 5000
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.205r.QDB Fasilitasi
024.DG.2051.QDB.OO3
5 40
o24.DG.205l.QDB.0O4
024.DG.2051.QDB.005 RS yang
alat
024.DC.205r.QDB.0r3
dengan Sarana Prasarana dan (SPA)
45 foo
o24.DG.205l.QEG Bantuan
024.DG.205r.QFC.0Ol RSI
PHTC
lo o
vertikal
1 o Unit 566.870.000 04 15 02
SK No
4077 :al Unit 27.029.434.383 M l5 02 02
pendukungnya untuk
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.2051.RBV Prasarana Bidang
GeaeBanl
o o Unit 663.879.004 02 16 05 0l
024.DG.2051.UAE
024.DG.2051.U4E.004
37 55
bantuan alat kesehatan dan
BMN SIHREN
l1 O
024.DG.2067.QDI Fasilitasi dan
024.DG.2067.QDr.OO1
vekain
o o Industri o 02 13 0l 02
024.DG.2067.QDI.5l9
der,m JKN
r15 175 Industri 4.605.275 04 t4 02 01
SK No 132900C
Fcoantau€[ dan Evaluasi serta
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2 2
23.563.165
024.DG.2087.UBA.004
vn ni)
23.563.165 04 15 0l Ol
024.DG.2090
024.DG.2O9O.QDB
o24.DG.2O9O.QDB.0O1
570 77O
04 lt 01 01
024.DG.2O9O.QDB.006
sakit
320 32O
024.DG.2090.QDB.OO7
SK No 132901C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DG.2O9O.QDB.O1O
177 17?
024.DG.2O9O.QDB.O r I layanan prioritas uronefrologi di rumah
sakit
318 318
o24.DG.2O9O.QDB.Or2 RS yang Ditingkatkan
Layanan
Kil 70 L€inbaSa 6.196.000 M 14 0l Ol
024.DG.2O9O.QDB.Or3 RS
15 75
024.Dc.2090.QDB.O 15 Layanan
di rumah sakit
3t8 318
024.DG.2090.QDB.028
0 O
024.DG.2O9O.QDB.O38 FrEcnuh€rt SPA untuk pelayanan lbu-
Atrak, Kard<6,
RS
20 100
024.DG.209O.QDB.O39
06 07 04 0t
SK No
36 36
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.209O.QEG Bantuan
024.DG.2O9O.QF{i.OOr
(Pcroeruhatl
9 9 Paket 502.585.000 04 15 02 03
024.DG.2090.UAE
024.DG.2090.UAE.004
terintegrasi di RS Rujukan
024.DG.2090.U4E.006
1 1
024.DG.2090.U8A
024.DG.2090.U8A.001
Fasilitasi dan Pembinaan
Daerah
dan dibina
3 30 Provinsi I.865.000 04 ll 03 03
024.DG.56l0.QEA
SK No 132903 C
JKN
06 02 0l 01
024.DG.56lO.QEA.OOl 96800000 orang 232.320.000.590 04 15 04 01
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
08 03 05 03
024.DG.5610.QEA.0O2 Fes€f,ta Pek€f,ja Bukan
(PBPU) dan Bukan
49603175 49603175 Orang 12.499.999.957 08 03 05 03
06 02 01 01
04 15 04 01
024.DG.5836 Pembinaan Mutu Pelayanan
o24.DG.5835.QDB
024.DO.5836.QDB.002 Fasilitasi Peningkatan Mutu
024.DG.5836.QDB.OO9
p€obhaart dan p€lrgawaaan
r3 13
o24.DG.5836.QDB.Or r
hrskcmes
20 lOO
024.DG.5836.QDB.012 RS
627 630
024.DG.5836.QDB.013 FKTP yang dibina
800 8OO
SK No 132904C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daef,oh
25.000.ooo
paE€rtdalian
100 114
(Pror'/ I(ab/ Kota)
25.000.ooo 04 t4 02 03
024.DG.5839
(Alkes) dan
Tangga
58.500.000
024.DG.5839.QIA Pengawasan dan
024.DG.5839.OtA.001
275 295
024.DG.5839.QIA"002
I I
024.DG.5839.QrA.OO4
68 80
o24.DG.5839.QlA.OO5 SDM
o€@enuhi
64 fOO Laporan
SK No 132905 C
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DG.6388 Dukungan Pelayanan
024.DG.6348.RAB.006 Feru€nuhan gedung dan
I o PaLet 5.000.360.000 04 15 02 02
024.DG.6806
o24.DG.6806.QEA
Bantuan Masyarakat
lO I .9 l8- grl{)
024.DG.6806.QE4.0Ot
20.300.000
024.DG.6807.QDB Fasilitasi dan
o24.DG.68O7.QDB.OO5 Fasyankes
350 350
SK No
50 7.500.000 04 15 02 01 024.DG.6807.QDB.OO8 BLU RS
k€rnandiriannya (LR- 12)
50
NAMA
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DC.6807.QDB.O l6
40 40
024.DG.6808 Peningkatan Pengelolaan dan Pelayanan
Kdermeaisn
46.290.273.520
024.DG.6808.QDB Fasilitasi dan
024.DG.6808.QDB.OO1 RS yang dibina
3€Sl.rei Fdrres
91 95
024.DG.68O8.QDB.OO2
kdsl'mesien
10445
024.DG.6808.QDC Fasilitasi dan
o24.DG.6808.QDC.OOr Tenaga
Pelaksanaan Pelayanan
Fasilitas
024.DG.6808.QF,c
024.DG.6808.QF,c.O39 Obat
o24.Dc.6808.QEC.530 Obat darr Perbekalan.Ke.ehatan pnogra.E
2 2
04 13 02 0l
SK No
vaksin
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
04 L4 02 01
024.DG.6808.QEC.532 Obat dan
Penccgahdl dan
I I
04 13 01 03
024.DG.6808.QEC.533 Obat dan
I I
04 t4 02 01
024.DG.6808.QFC.534 Obat dan
1 I
04 13 03 01
024.DG.6808.QEC.535 Vaksin
3 3 Paket 545.548.925 04 t4 02 01
024.DG.6808.QEC.536
024.DG.6808.QDC.537 Obat dan Pgbckala! Kc8€hatan untuk
4 4
024.DG.6808.QDC.538 Obat dan Pcrbeklei
024.DG.6808.QF,c.540 Obat
SK No 132908 C
I Paket
024.DG.6808.QEC.542 BMHP untuk
024.DG.6808.U84
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o24.DG.6aO8.t BA.OOl
Menerapkan
dan vaksin
514 514
(Prov/ Kab/Kota)
37.431.875 04 t4 02 01
perencanaan kebutuhan obat, vaksin, dan
p€f,bekkes
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/I(ota)
6.939.253 04 14 02 01
den
514
(Prov/ I(ab/ Kota)
ls.Ooo.fix) 04 t4 02 0l 514
024.DG.6808.1rB4.024
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
25.OOO.OOO 04 14 02 02
Alat
686.392.468
024.DG.6809.PEH Prorrbsi
024.DG.6809.PEH.507 Promosi pengembangan, produksi, dan
pemanfaatan alkes dalam negeri
l1 l5
o24.DG.6809.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
o24.DG.6809.ODB.523
hilirisasi
20 20
SK No 149554C
6
uji klinik p€ogembaraan obat bahan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DG.6809.QDB.602
a 8
024.DG.6809.QDB.603
25 25
024.DG.6809.QDB.604 l,eEbaaa
tcktolo8i atau
4 8
024.DG.6809.QDB.605
teknologi atau
baru untuk
5 9
024.DG.6809.QDB.606
pelaksanaan qii klinis obat,
Ind6rcsia
48 t erobaaa 9.027.541 05 01 11 05
024.DG.68(x).QDB.607 t obaga yang didampingi
1 2
024.DG.6809.QDr
SK No l329l0C
42 125 Industri
melakukan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I I
503.765 04 l5 03 02
024.DG.6812.QAA
024.DG.68r2.QAA.OO1 Penugasan Khusus Tenaga Medis dan
Tenaga Kesehatan pada Puskcloas
2224 2369
O24.DG.68f2.QAA.OO 1.OOOO Penugasan Khuaua Tcnagir Medi. dart
Tenaga
2224 2369 Orang
o24.DG.68t2.QAA.OO2 F.nugaaan
Tenaga Kesehatan pada
wilayah Papua
61 65 Orang 17.545-162 04 15 03 02
024.DG.68I2.QAA0O2.OOOO
wilayah Papua - Pusat
o24.DG.68r2.QAA.OO3
SK No
20 3.158.583 04 15 03 02 024.DG.6812.QAA.OO4
Papua
20 Orang
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2.J25-2rl2q
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.68l2.QAA.O05
55 55 Orang
O24,DL
024.DL.6822.SCM
024.DL.6822.SCM. r00
024.DL.6422.SCM.102
7496 7496
Melalui Proara.E Fe[owship
100
Rujukan
o o Orang 006070705
1.171.384.685
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
o24-DL.6A23.QE").OO2
wilayah Papua
8:l 90
024.DL.6823.Q8 .013 Bantuan
Dokter Gigi
024.DO
60.283.201.915
024.DO.2058
024.DO.2058.QAH
o24.DO.2O58.QAH.OOl Layanan
Penyakit
257 411
04 t4 01
024.DO.2058.QAH.0O2
4464 lof76
SK No
yt4 2304 layanan 749.760 04 t4 01 03 o24.DO.2O58.QAH.OO3
penyakit di PLBN
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RqPROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2058.QAH.O04
Froyakit
14 29
024.DO.2Osa.QAH.OO7 Layanan Surveilans
(HS-29)
26 26
o24.DO.2058.QAH.Or3 Layanan
Masuk dan Wilayah (HS-29)
024.DO.2O58.QAH.O14 Layanan
334 ,ti!6 Layanan
02 16 02 04
o5 04 o3 08
024.DO.2058.QAH.Ol7 layanan
422 1065 layanan 8.116.705 04 14 0r 03
0a 03 04 05
024.DO.2O58.QMA Data dan
o24.DO.2058.QMA.0O1 Data dan
Respon
3 3 layanan 19.343.295 04 t4 0r Ol
SK No l329l49
Sarana Bidang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Ke.€hat6n di Pintu Masuk
37295 2o4
024.DO.2058.RAB.002 Alat dan Bahan Kesehatan Pencegahan dan
KLB/Wabah
2 2 Pel<ct 2.500.000 04 t4 01 01
P..ket 151.555.938 04 t4 0l 03
o24.DO.205a.RAB.OO4 Alat dan Bahan
(HS-29)
2 2 Paket 1.047.243 04 L4 0t Ol
veLtc (Hs-29)
to to Paket 34.773.767 04 14 01 01
02 16 02 04
024.DO.2058.RAB.008 Alat dan
2 2
60 n0 Orang 17.454.231 04 t4 01 03
SK No
Tenaga
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2058.SCM.005 Tenaga TErlatih Bidang
(HS-29)
418 480
60
o24.DO.2058.SCM.O1r T.oaga
t2 t2
02 16 02 (}4
024.DO.2058.U84 Fesilit.]ri dan
20.srs.292
o24.DO.2058.UBAOOl
KLB/Wabah (HS-29)
3a gB
(Prov/ Kab/ Kota)
4.669.385 04 t4 01 0l
024.DO.2058.UBA.003
Penyelenggaraan
(HS-291
38 ql:l
3.746.126 04 t4 01 01
024.DO.2058.U84"004 Da.rah
m
(Pror,/ Kab/ Kot4
6.255.815 04 t4 01 0l
SK No 132916C
7n nn
(Prov/ Kab/ Kota)
1.739.273 04 t4 01 0l 024.DO.205a.UBA.OtO Da€f,ah Mendapat M6titortu dan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ IRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
o24.DO.2058.t 84.011 Daerah Mendapat Mqftorha dan
Pengendalian
Pembawa Penyakit (HS-29)
30 30 Daerah
(Prov/ Kab / Kota)
3.904.693 04 L4 01 0r
2.724.241 .545
024.DO.2061.PFA.U02 NSPK Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak
16 16 NSPK 9.353.700 04 13 05 02
024.DO.2061.QAA
o24.DO.206l.QAA.001 Orsflg yang mendapatkan Layanan
150000 150000
o24.DO.206l.QAA.0O2 Orang yang Mendapatkan
Diabetes Melitus
024.DO.2061.Q44.0O4 Orang yang Eqtrdapatlan Deteksi Dini
Kenkcr dsn
10000
o24.DO.2061.QAA.024 Tes
leher Rahim dengan HPv DNA
2040000 r allt-trl Orang 2.100.791.237 04 ll 04 0t
o24.DO.206r.QAH Pelayanan Publik
SK No 149555 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202r--N29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DO.2061.QAH.0O3 Layanan
4 4
024.DO.206r.OMA Data dan
024.DO.2061.QMA.001
Edukasi P€styelsrygaraan
1 3 layanan 4.414.300 04 13 05 02
024.DO.206r.QMA.006
Edukasi I(anlaaar
1 2 layanan 3.750.000 04 13 05 02
024.DO.2061.QMA"012
Garam
1
dan
150 200 Paket 29. 164.898 04 13 04 01
Lsi
tlrfrn frm
SK No 132918 C
Merokok
30 240 Orang 18.375.215 04 13 05 02 o24.DO.2061.SCM.OO I
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2(129
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2061.SCM.002 Pelatihan Edukator
Tingkat Dasar Bagi
420 420 Orang
Kanker dalr Kelainan Darah (LP-IO)
fim 500
024.DO.2061.SCM.006 Pelatihan
(LP- rO)
50 350 Orang 11.321.090 04 13 05 02
Terpadu
600 1350 Orang 7.954.166 04 13 04 01
o24.DO.2q61.SCM.Ol2 Temrga
,xm EIIIO
024.DO.206l.UBA Fasilitasi
24.745.470
o24.DO.206r.UBA.OO1
Berhenti
76 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
024.DO.20,61.UBA.OO2 Daerah yang
Metabolik
52 514 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
4.212.800 M 13 04 01
SK No
REPUELIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Kelainan Darah (LP- 10)
54 54 Daerah
(hov / Kab/ Kota)
6.195.750 04 t3 04 01
024.DO.206r.UBA.006 Pembinaan Penerapan
83
(Prov/ Kab/ Kota)
8.680.860 04 13 05 02
024.DO.206t.UBA.Ol I Daerah yang
(Prov / Kab/ Kota)
2.076.440 04 13 04 01
Fe@bilraarr
:
ro)
2 34
(Prov / Kab/ Kota)
759.620 04 t3 05 04
Pintu
024.DO.4249.QAH
024.DO.4249.QAH.U r r Layanan
(HS-29)
STvD 3822 layanan 12.364.116 08 oil 04
024.DO.6816
o24.DO.68r6.QAH Pelayanan Publik lainnya 275.924.28,6
SK No
275.924.246 08 01 06 02 024.DO.68r6.QAH.OOl Penyediaan Fasilitas
I I layanan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEN
INDIKASI AI'(ASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
o24.DO.68r7.QHC Operasi Bidang
024.DO.6817.QHC.001 Mobilisasi
36 36 operasi 2t.272. A 04 L4 0l 01
76 192 Orang
oa 03 05 02
o24.DO.6al7.SCM.OO2 Kesiapsiagaan dalam Upaya
206 206 Orang 4.219.2U OA 03 05 02
04 t4 01 0l
o24.DO.68l8.PFA Norma, Standar,
024.DO.6818.PFA.061 NSPK
6)
1 NSPK 257.741 04 13 01 01
SK No 149556 C
Pelayanan Publik
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TA.RGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o24.DO.68l8.QAA.05r OrarU yang
HIV AIDS datl tMS (LP-8)
n n Orang r.850 04 13 03
024.DO.68l8.QAA.O52 Orang dengan HMIDS (ODHIV) yang
Eerrdapatlan layanan dukungan HMIDS
70 s]o Orang 200 04 13 03 0l
024.DO.68l8.QAA.O53
67 95 Orang 100 04 13 03 0l
024.DO.68r8.QAA.061 Masyarakat
024.DO.6818.QAA062
384754 3a4754
024.DO.6818.Q44.063 Masyarakat ya.og
10900000 7063200 Orang 6.085.323.570 04 13 01 0l
024.DO.6818.QAA.064
85 95
o24.DO.6818.QAH
024.DO.6818.QAH.003 Layanan
500 514
SK No 132922C
390
024.DO.68r8.QAH.Ol I Layalrat! Intensifikasi
S14 layanan 5.322.254 04 13 03 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.6818.QAH.0r2
dala.E Percepatan Eliminasi Malaria di
Papua (LP-9)
42 42 layanan 1.164.000 0a 03 M 02
04 13 03 02
024.DO.6818.Q4H.013 Layanan Mitigasi Pcncrouan Kasus d.l,t
Upaya
2 lO layanan 974.754 04 13 Gl 02
06 05 02 05
o24.DO.6818.QAH.O 14
pada Populasi
024.DO.6818.QAH.0r9
2
I
38
I layanan
740.440 0a 03 M 02
04 13 03 02
25.440.472 04 13 02
024.DO.68r8.QAH.02l
lainnya (LP-26)
113 113 layanan 34.758.053 0A 03 04
024.DO.6818.QAH.032
Pencegahan
23 23 layanan 2.493.206 04 13 02 02
024.DO.6818.Q4H.041 Layanan Surveilans Pencegahan dan
qn 50 layanan 19.538.920 02 16 02 04
04 14 0l 04
024.DO.68r8.QAH.042
SK No 132923 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DO.6818.Q4H.072
Saluran
FIA 36
024.DO.68l8.QAH.08r
024.DO.6818.QAH.082
Layanan
Layanan Surveilans
Pengendalian ISPA (LP-26)
rj)
15
50 layanan
30 l,ayanan
24.938.436 08 03 04 03
7.609.900 08 03 04 03
024.DO.6818.qrc
024.DO.68l8.qJC.0Or Ri.et
024.DO.68l8.QMA Data den
024.DO.68r8.QMA.O11 Data dan
08 03 05
024.DO.6818.QMA013
dini , petrcouan dan
o24.DO.6818.QMA.02l Data darl lofcDasi Dengue datl Arbovirosis
I I
SK No 132924C
2
ILP-261
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.68l8.QMA.O4l Data dan
04 t4 0l 04
o24.DO.68l8.QMA.05r Data dan
(r,P-8)
10 6 dokumen 13.364.632 04 13 03 0l
024.DO.6818.QM4.061 Data dan
024.DO.6818.QMA.072 Data dan lDforEari Diare (LP-26) 3 3 dokumen 2.2?4.964 0a 03 05 01
024.DO.68r8.QMA.O8l Data dan
024.DO.6813.R48 Sarana Bidang Kcaeha(an'
o24.DO.68l8.RAB.Ol r Alat dan Bahan Kcrehatatr
Peogcadalian Malaria (LP-9)
6 6 Paket 21.666.340 08 03 04 02
04 13 03 02
024.DO.6a18.RAB.021 Alat dan Bahsfl
ILP-261
5 5 Paket 42.v2.700 08 Gl (x 01
o24.DO.6ala.RAB.O33 Nat da,r bahan kesehatan p€itc€gahan dan
tr
2 2
SK No 132925C
Bahan Pencegahan dan
I
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
13 23 Pel<ct
024.DO.6418.R48.061 Alat Pencegahan dan
(r,P-6)
2 2 PeLct 4.OOO 04 13 0l Or
024.DO.6818.RAB.062 Bahan
(LP-6)
Dini dan
2 2 Paket ro.148.OOO Oa 03 04 03
024.DO.6al8.RCB OP Sarana Bidang Kesehatan 520.030
024.DO.68r8.RCB.Or r
I I Paket 520.030 M 13 03 02
024.DO.6al8.SCM
024.DO.68r8.SCM.Or r
Pengendalian Malaria
40 50 Orang 5.5m 04 13 03 02
ltt) TFI
Lainnya (LP-26)
230 230
SK No
30 30
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
024.DO.6A1a.SCM.061
Pelatihan
HIV
Tenaga Kesehatan
1400
75 Orang
800 ()4 13 03 01
112.870.884 04 13 01 02
m 114
024.DO.68r8.UAE Frroantauan dart Evaluasi serta
024.DO.68l8.UAE.OOl
awegte
EIi) 98
024.DO.68r8.UAE.042
o24.DO.6a18.UBA
Evaluasi
Dacf,ah
3 3
33.969.831
024.DO.6818.UBA.Ol l Daerah
Pencegahan dslt
e)
514
(Prov/ Kab/ Kota)
2.108.580 08 03 05 04
04 13 03 02
390
024.DO.68r8.UBA.02r Daerah mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
10 10
(Prov/ Ihb/ Kota)
1.354.940 08 03 05 04
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.6818.U8A.032
Sctristos@ia8tu (LP-26)
2 2
(Prov/ Kab/ Kota)
332.492 04 13 02 02
024.DO.68l8.UBA.033 Daerah
20 38
(Prov/ Kab/ Kota)
l.540.loo 04 13 02 0l
o24-DO.6A1A.UBA.041
I 9
(Prov/ Kab/ Kota)
Sll.ooo 04 14 0l M
024.DO.6818.UBA.05l
AIDS dan PIMS di Da.rah (LP-81
80 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.294.000 04 13 03 01
o24.DO.6Al8.UBA.061
TBC di
(Pror,/ tkb/ Kota)
26.312.569 04 13 01 01
024.DO.68l8.UBA.08r
Saluran
5
(Prov / Kab/ Kota)
511.750 08 03 05 04
024.DO.6820
o24.DO.6820.QAH
024.DO.6820.QAH.00l Layanan
(LP-5)
59 59 layanan 6l.8il6.o9a (x 13 (x 01
SK No
Layanan
Baduta
22.012.046 04 11 01 02 024.DO.682O.QAH.OO2 B 8 layanan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
o24.DO.6821
024.DO.6821.Q4H
o24.DO.6821.QAH.OO5
38 38 layanan 9t.900.520 04 13 06
02 06 13 o4
024.DO.6821.QAH.OO8
024.DO.682l.QAH.OO9
30 200 layanan
04 13 06 02
o24.DO.6821.QEH Bantuan
024.DO.6821.QEH.OO1
IDpleueotali da.lam
196 400
Masyarakat
179.600.000 04 13 06 04
04 14 03 01
02 t2 0a 001
o24.DO.682r.QrA
12.434.700
SK No
38 12.8i)8.700 04 13 06 04 024.DO.6821.QK4.001 Ju.Dlah
Kualitas Kesehatan Lingkungan
38
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
024.DO.682l.QMA Data den
024.DO.682r.QMA.OO1
291
I I
08 03 05
024.DO.6821.QMA.OO8
Kebencanaan Lingkungan (HS-29)
5
o24.DO.682l.QMAO10
I 1
024.DO.6821.R48
024.DO.6821.RAB.002 Pakd
291
3 2
024.DO.6821.SCM Pelatihan
30 500 Orang 665.195 04 13 06 01
02 12 05 03
024.DO.6821.SCM.002
500 5OO Orang r?2.574 04 13 06 01
SK No
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
yang
FO gn
o24.DO.6a21.SCM.004
M€@€iruhi Syarat (HS-29)
Krn mril Orang
500 500 Orang
024.DO.6821.U84 Fasilitasi dan
Daerah
o24.DO.6b2l.UBA.OO1
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2t.257.413 02 t2 08 001
02 l8 0l 06
04 tt 02 02
04 13 06 0l
0a 03 05 04
024.DO.682r.UB4.002
514
(Prov/ Kab/ Kota)
9.579.545 02 t2 05 03
02 t2 04 03
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'l{ PF KP PROP
024.DO.6821.U84.(x)3 Daerah Mendapat Fasilitasi dan
29l-
514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
?.607.935 04 13 06 0l 514
024.DO.6821.UBA.OO4 Da€f,ah
Syarat
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
o24.DO.6821.UBA.OO5 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Fdnbhaan
t€f,kait Pengawasan TFF (HS-29)
38 3a Da€f,ah
(Prov/ I(ab/ Kota)
3.336.050 04 14 03 0l
024.DO.6821.U8A.006 Daerah Mendapat
(HS-29)
514 514
(Prov/ Kab/
4.5 .427 04 13 06
024.DO.6821.U8A007
dalam
Ruang
514 514 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
801.020 04 13 06 01
024.DO.682r.UBA.OO8
dalam Adaptasi
(HS-29)
3a 38 Daerah
(hov/ Kab/Kota)
12.372.491 08 03 05 04
SK No
20 N Kab/Kota 16.000 02 L2 06 004 o24.DO.6821.U8A.017
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 07 001
Masyarakat
024.DO.6993.QD8 Fasilitasi
024.DO.6993.QDB.OO1
(tnPULS)
024.DO.6993.QDB.O03 Fem€nuhar labkcsroas dcngar SPA
20 100
024.DO.699s.SCM.001
Manaj coqr
1070
024.DS
124.471.999
024.DS.6a33.PBG Kebijakan
SK No 132934C
Survei
KODE
NAMA
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan evaluasi
I
Kebijakan
6.673.10? 04 1r 04 02
024.DS.6835
Jaminan
42.918.890
024.DS.6835.PBG Kebijakan
2 1
8.000.000 04 15 04 03
024.DS.6835.PBG.002
I 1 Rekoidendasi
5.000.000 .. 04 15 04 03
024.DS.6835.PtsCi.012
Manfaat
I
Aca€{r€nt
9 6
24.918.890 04 15 04 02
024.WA
024.WA.2036
P.rEbarrgunar Kesehatan
SK No 132935 C
Fasilitasi
Daerah
588.807.466
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.WA.2036.UBA.OO3
24 100
(Pror,/ Kab/
245.544.764 04 15 05 01
O24.WA.2036.UBrlOO4
196.762.694 ()4 15 05 01 EO
o24.WA.2036.UBA.OO8
nil,ai
di profil
100 5OO Kab/Kota 146.500.000 04 l5 05 02
024.W4.2034
024.WA. 2038.QMA Data dan
024.WA2038.QMA.OO3
Sipil dan Statistik Hayati (PS2H)
20 32 Lokasi 24.724.700 04 l5 05 02
024.WA.2038.U48
024.W4.2038.U48.003
Aplikasi
6 6
Informasi
r.327.774.913 04 15 05 02
8.459.511 04 l5 05 02
SK No
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.WA.2038.UAB.OO5
gratis
Sistem
8.341.384 04 rt()402
024.WA.2038.UAB.007
Informasi
Penerapan Tata Kelola -
dalr
o24.WA2052.UAE.OO1 Reviu atas
bantuan iuran
024.W4.2052.UB4 Fasilitasi dan
Daerah
to.ooo.ooo
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
10.000.000 04 15 04 02
9.004.364
024.WA.48r2.QMA Data dan
SK No 132937 C
dokut ren 9.004.364 04 t5 05 02 o24.WA.48r2.QMA.0Ol
I I
I I
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
kerja yaru
Kcs€hatalr Masyarakat
o24.WA.4Al3
Program di
9.O()4.364
024.W4.4813.QM4 Data dan
024.wA.,+813.QMA.0O1
I I
o24.WA.4At4 Dukungan
9.004.364
024.W4.4814.QM4 Data dan
024.WA,48l4.QMA0O 1
dikumpulkan dan
lcrja yang tugas dan
I I
Program di
Pengendalian Penyakit
SK No 132938 C
Data dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.WA.4815.QMA.0O 1
k€f,ja yang tugas dan fungsinya di
I
024.W4.6798 Dukungan
9.OO4.X4
024.W4.6798.QM4 Date den Informasi Rrblik 9.004.364
1 I
TOTAL 434_255-295-559
c)
SK No 132939 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
PF 04.03 -
PF 04.03 -
pe(san - (indikator baru) 10,oo
PP 08.01 -
PP
KP 04.01.02 -
pendidikan
p€f,8dr
KP 04.01.03 -
persen 68,63 70,44 77,45
SK No
anak
R,EPUBLIK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.02.01 -
pendidikan
KP 04.02.02 -
perSen lo,08
KP 04.02.03 -
(a) literasi
(b)
(b) so,gl
(a) 59,30;
(b)
(d 60, rs;
(b)
KP 04.02.05 -
KP 04.02.05 -
KP 04.02.06 -
KP
dievaluasi
KP 04.03.02 -
SK No
KP
lrct'scn
KP 04.04,02 -
baik
KP
KP 04.05.03 -
pendidikan
perl€lr 3(),48 3ii,8 r 51,71
KP
KP 08.01.01 - Nilai
KP O8.O1.O I -
KP
KP 08.01.02 -
KP 08.01.02 - Fer.enta.sc provinsi yang
sangat tinggi
PCfA.lr 24 3() 50
KP
SK No
p€f,8en
85,53 85,64 ,o7
KP 08.01.04 -
KP
KPO8.Ol.06 -
(a) Layanan haji
(b) Layanan
(a)
(b) 88,20
(a) 91,00;
(b)
(a)92,00;
(b)
KP 08.01.06 -
(a)
(b) t Bbaga
pcrscr! (a) 82;
(b)
(a)
(b)
6l
(b) 96,03
KP 08.01.08 - Fef,centase penduduk Eir&in yang
KP 08.01.08 -
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.DC PrograE K€f,ukr.rnan Umat dan Layanan
Kehidupan
27.979.tO6.97 |
1o.749.245.319
025.DC.2r04.QAA
025.DC.2r04.QAA.OO2
025.DC.2r04.QDC Fa8ilitasi dan
025.DC.2r(r.QDC.001 Penghulu yang Ditingkatkan
o o
025.DC.2l04.QDE Fasilitasi dan
025.DC.2104.QDE.0Or Keluarga
1700000
04 16 01 01
04 l9 0l ol
oa ol
SK No 13294C
08 01 0l 02
025.DC.2l04.QDE.(x)2
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2104.UAI.OOl KUA yang direvitalisasi 1000
025.DC.2104.UAl.OO2 KUA yang
prasarana
1918 ,f86
02s.Dc.2r(r.uAr.oo3 KUA yarE Dibangun (SBSN) 160 l7O
025.DC.2l04.UAI.O04 KUA
025.DC.2l04.UAI.O05 KUA yang
o O
o25.Dc.2122 Pengelolaan dan Fcobinaan
o2s.Dc.2t22.QDB Fasilitasi dan
025.DC.2l22.QDB.OOl l,€robaga Amil Zal€t & Nadzir
dibina dan Diperkuat
9193 9193 Lembaga
025.DC.2r22.QDD
Masyarakat
SK No
,tn,.], ,tgt 124.496.964 08 0l 08 01 025.DC.2122.QDD.001
Kelompok
Masyarakat
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.DC.2l22.QEA Bantuan Masyarakat 130.621.408
o2s.Dc.2t22.QEA.OOt Mustahiq yang
06 0l 02 01
o25.DC.2t22.QEt
025.DC.2122.QEI.OO r
025.DC.2122.QEt.004 Bantuan
o25.DC.2t22.QIC
025.DC.2l22.QIC.OOl
da! Keuangannya
739
02 13 05 02
02
o25.DC.2t22.QtC.OO2
025.DC.2123
AgaEa
716.834.383
025.DC.2123.PEG Konfer€f,tai dan Event 357.762.304
025.DC.2 r23.PEG.O0 r Event
SK No
Fasilitasi dan
025.DC.2123.QDC
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
n2s-2029
(Rp
PN PP KP PROP
025.DC.2 r23.QDC.0O2
47691 47691
oa ol ol o1
025.DC.2rB.QDC.OO3 Penyuluh
025.DC.2123.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
76.443.774
025.DC.2123.QDD.OO l Dialog Kerukunan
dan Moderasi B€f,agaEa
4400 4400
Masyarakat
76.4a3.77a 08 0l 02 02
025.DC.2123.QEt Bantuan
o25.DC.2l23.QEI.00 r
Ee(rdapatlarl Bantuan
4.254.306.404
025.DC.2l24.QAB
025.DC.2l24.QAB.OOr
025.DC.2124.QAH Pelayanan Publik Lainnya 31.224.241
SK No 132947 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DC.2l24.QDD Fasilitasi dar
025.DC.2t24.QDD.OOl Relpor datr Cegah Dini
Iclem
a3_aoo 83.800
Masyarakat
70.717.500 08 0l 02 0l
025.DC.2l24.QEC Bantuan Peralatan / Sarana
025.DC.2r24.QEG.UOl Kitab Suci
110.899 r 10-899 Unit 42.639.680 08 0l 04 02
025.DC.2l24.QEI
025.DC.2r24.QEr.OOr
difasilitasi untuk
5.293 11.62
o25.DC.2t24.QMB
025.DC.2r24.QMB.0O I Layanan Syariah dar Hisab Rukyat 2.979 2.979 layanan 150.917.165 08 0l 04 0l
Famcrintehen
7.2a5.656
o2s.Dc.2t24.UAJ.OO2 Pu.at
1 I
025.DC.2126
SK No 132948 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2126.QDB.00r
yang
2679 2679
025.DC.2 r26.QDB.002 Lab'ga
437 437
025.DC.2l30.QDC Fasilitasi dan
025.DC.2l30.QDC.Or5
ditingkatkan
Digitalnya
42 42 Orang 13.305.?20 0a 01 01 o1
025.DC.2130.QEG Banhrart Peralatan / Sarana 1.488.320
025.DC.2130.QEG.0Or Kitab Suci Agama Konghucu dan Sarana
Peribadatan
Di8€.lirLart
025.DC.2137
Iftist€n
I .262.223.610
025.DC.2137.PEG Konferensi dan Event
SK No
77 77 Kegiatan
08 0l 02 03
227.?19.139 04 09 01 7t)
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2o29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2137.QDB
025.DC.2137.QDB.002 L€robaga
diperkuat literasi
31 31
025.DC.2l37.QDC Fasilitasi dan
025.DC.2137.QDC.OO2
9889 Orang 63.653.498 08 01 0l Ol
025.DC.2l37.QDC.OO3
Tlerlrformetif
025.DC.2l37.QDD Fasilitasi dan
40.229.145
025.DC.2r37.QDD.OOr Dialog
dan
10069 18069
40.229.L45 O Ol 02 7D
025.DC.2t37.QDE
025.DC.2l37.QDE.(x)l
0a ol 01 09
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P!{ PP KP PROP
Calon Pengantin
(x 16 0l ol
04 19 0l ol
08 0l ol 03
025.DC.2r37.QEG
025.DC.2137.QEG.0Ol Kitab Suci dan Sarana Peribadatan
43372 433?2 Unit 74.590.878 08 0l 04 02
02s.Dc.2l37.QEI Bantuan
025.DC.2l37.QELOOr
025.DC.2l37.QEr.0O2 Rumah lbadah agama lcistett yang
difasilitasi untuk
7a2 N27
025.DC.2l37.QEr.O03 Bantuan
Pengelola
3t 3l
025.DC.2140 Pengelolaan dan
Katolik
SK No
39
KeagaEaan I(atoliL (Pesparani)
39
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2l40.QDB Fasilitasi dart
025.DC.2l40.QDB.OO1
Katolik
m 38
025.DC.2l40.QDC Fasilitasi dan
025.DC.2r40.QDC.OO2
025.DC.2r40.QDC.O03
025.DC.2l40.QDD Fasilitasi dan
43.045.852
025.DC.2l40.QDD.OOr Kel@po&
848 848 Kelompok
Masyarakat
025.DC.2l40.QDD.OO2 Dialog
dan
4977 4tt??
Masyarakat
26.043.176 08 0t 02 02
025.DC.2r40.QDE Fasilitasi dan
SK No
9792
08 01 0l 02
025.DC.2l40.QDE.0Or Keluarga Katolik
9792 Keluarga 68.960.181 04 16 02 tt)
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DC.2lzrc.QDE.(x)2
Bimbingan Perkawinan
3580 3580 Keluarga 43.7A2.500 04 11 01 m
04 16 01 ol
04 19 01 ol
08 01 0l 03
025.DC.2l40.QEG
025.DC.2r40.QECi.0O2 Kitab suci dan sarana
Katolik yang disediakan
20538 20534 Unit 28.991.945 08 0l 04 02
025.DC.2r40.QEr
025.DC.2 r40.OEr.009
tt2 164
025.DC.2r40.OEr.0r0 Bantuan
Katolik (ICWD
51 5l
025.DC.2 r40.QEt.Ol I Bantuan
Hindu
821.365.067
SK No
22
025.DC.2143.PEG.001 22
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
(Utsawa
oa ol 02 03
025.DC.2r43.QDB Fasilitasi dan
025.DC.2l43.QDB.OOl
Dibina
622 622 Lembaga s4.490.o56 0a or 03 ot
025.DC.2 r43.QDB.OO2
39 60
02s.Dc.2r43.QDC Fasilitasi dan
025.DC.2l43.QDC.OO2
025.DC.21,13.QDC.003
Kdrtcn Digital
1259
433
1730 Orang
433 Orang
20.643.953 08 0l 0r Ol
6.977.215 08 0l Ol Ol
025.DC.2143.QDD Fasilitasi
Masyarakat
40.293.421
02s.Dc.2143.QDD.OO2 Dialog
dan Moderasi
2116 2116
Masyarakat
40.293.421 0A Ol 02 02
025.DC.2l43.QDE Fasilitasi dan
SK No 132954C
Bimbingan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
08 01 0l 02
025.DC.2l43.QDE.O02 Caldr Pengantin Hindu
405 405 Keluarga 6.a67.272 04 rl Ol 02
04 16
04 19
08 0l ol 03
025.DC.2r43.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 89.511.651
o25.DC.2l43.QEG.O0l Kitab suci dan sarana peribadatan aga.Ea
Hindu yang
22961 22961 UJrit
025.DC.2r43.QEr Bantuan
025.DC.2l43.QEt.O0l
025.DC.2 r43.QEr.003 Rumah ibadah
990 ?44
025.DC.2 r43.QEr.0O4 Bantuan Op€f,a8iqral
I I
Budha
610.462.772
SK No 132955 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO{PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02s.Dc.2 r45.PDG.00t Evcart
(Swayamvara
I I
08 01 02 03
02s.Dc.2r45.QDB Fasilitasi dan
025.DC.2l45.QDB.OO l
Dibina dan
9 9
025.DC.2145.QDB.OO2
Dibina
4 364
025.DC.2145.QDC Fasilitasi d8n
025.DC.2l45.QDC.OO2
Ditingkatkan
1208 o
025.DC.2145.QDC.003
Kqrten Digital KeagaDaaan Inklusif
TransfdEatif
305 305 Orang 9.528.945 08 0l 0l Ol
025.DC.2145.QDD
Masyarakat
41.079.985
SK No 132956 C
Fasilitasi dan
272 272
21.986.201
lm 025.DC.2t45.QDD.00r Dialog
Masyarakat
41.079.985 08 01 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2l45.QDE.(x)l
oa or ol 02
025.DC.2145.QDE.OO2
Bimbingan Perkawinan
765 765 Keluarga 10.088.434 (H 1l Ol at)
04 16 01 0l
04 19 01 0l
08 0l 01
025.DC.2145.QEG Bantuan
o25.DC.2l45.QEG.OOl Kitab Suci dan Sarana
Buddha yang
13952 13952 Unit
02s.Dc.214s.QEr Bantuan
o25.DC.2l45.QEI.OOl
025.DC.2l45.QEI.OO2
t3 12
025.DC.2 r45.QEr.0O3 Rumah lbadah
212 550
SK No 132957C
Pelayanan Publik kepada
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
025.DC.2147.QAA.001 Layanan
025.DC.2147.QAH Pelayanan Publik t
025.DC.2 t47.QAH.OOr
02s.Dc.2147.QAH.O02 Pusat Layanan Hdi darr
yang
o O
025.DC.2l47.QAH.OO3
o25.Dc.2t4A
025.DC.2l48.QAH Pelayanan Publik Lainnya 79.934
o25.DC.2l48.QAH.OOl Advokasi Haji I I layanan 79.934 08 0l 06 03
025.DC.2r48.QDC
025.DC.2l48.QDC.OOl
025.DC.2 t48.QDC.OO2 Jemaah Haji
149.412.642
025.DC.2149.QMA Data dan
SK No 132958 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.53rO.QAH Pelayanan Publik
025.DC.53lO.QAH.OO I Revitalisasi Sarpras
1 3 l,ayanan 670.732.1N 08 01 06 0t
025.DC.53rO.QDC Fasilitasi dan
025.DC.531O.QDC.OOr
025.DC.531O.QDC.0O2
Daging Qurban
o O Orang oo8 01 06 02
025.DC.5620
Beragama
661.760.883
025.DC.5620.QDB Fasilitasi dan P€obirraatr L€oba8a 329.O37-6rO
025.DC.5620.QDB.OO l FKUB Daerah yartg Melakukan
552 552
SK No
Fasilitasi dan P€rubfuraan Masyarakat 332.723.273 025.DC.5620.QDC
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o25.DC.5620.QDC.0O2 Tokoh
Sama
dan
025.DF.2128
Keagamaan Islam
o25.DF.2l28.QEI Bantuan
025.DF.2l28.QEI.OOl Pesantren Penerima Bantuan Operasional
Pendidikan (BOB
15174 4929
o25.DF.2l28.QEI.OO2 Pendidikan
Icagartaan
o 0
025.DF.2128.QEr.003 Pendidikan LifcsldU dan
Ekonomi
o O Lembaga o04030201
o25.DF.2l28.QE( Bantuan Pendidikan Dasar dan
o25.DF.2l28.QEK.OOl Santri PPS Ula/ Paket A/ Hanya Mengaji/
Muada.lah Penerima PIP
23447 23447 Orang 52.445.7il 06 02 0l Ol
04 0l 03 02
SK No 149557C
92533 361.159.086 04 0r 03 02 o25.DF.2l28.QEK.OO2 92533 Orang
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Santri PFfi Wustha/ PaLet B/ Hanya
06 02 01 ol
025.DF.2l28.QEK.OO3 Santri PFS Ulya/ Paket C/ Hanya
Muedelsh Pen.riEe PIP
45571 45571 Orang 426.a75.96 06 02 01 ol
04 01 03 \t)
025.DF.2l28.QEK.0O5
36621 61150 Orang 228.697.171 04 0l 03 0l
025.DF.2128.QEK.006
Fo.Eal/ Muadalah/ PPS F.tlcrioa BOS
025.DF.2 r28.QEK.0O7 Santri Tk. Ulya/ Diniyah
127545 212975 Orang
025.DF.2129
95.157.578.956
025.DF.2l29.QEI
025.DF.2l29.QEI.OO4
025.DF.2129.Q8K
Bantuan
UKS/M
Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah
o 0 l,€6ba8a 7.406.060 04 02 02 03
04 1l 03
43.930.72r.472
SK No 132961C
Si$rra Madrasah MI
04 0l 03 02
025.DF.2 t29.QEK.OO r 1O2A2O9 Orang 2.313.470.250 06 02 01 0r
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DF.2129.QEK.002 Sia\rra Madrasah MTs Penerima PIP 90796 r O Orang 3.404.853.750 04 01 03 02
06 02 0l 01
025.DF.2129.QEK.0O3 Siswa
04 0l 03 02
025.DF.2129.QEK.005
025.DF.2129.QEK.006
025.DF.2l29.QEK.0O7 Siswa MA F.Ircri a BOS 3 0 orang
025.DF.2l29.QEK.0O8 Si$ra RA Penerima BOP o O
025.DF.2129.RAA.001 Sarana
8.026.208.200
(sBsNl
177
SK No
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
04 19 01 ID
025.DF.2136 Pengelolaan
652.664.407
025.DF.2r36.QEG
02s.DF.2 r36.QEG.O01 Sarana
204
025.DF.2r36.QEr Bantuan
025.DF.2l36.QEr.OOl Prasarana
Swasta
36 36
025.DF.2r36.QEK Bantuan
025.DF.2l36.QEK.00l Siswa SMT(/SMAK Penerima PIP 11425 11825 Orang 106.425.400 06 02 01
04 01 03 02
ol
025.DF.2136.QEK.002 Sis\r'a SMPTK
06 02 0l
SK No
Sk$'a SDTK
04 0r 03 02
025.DF.2 r36.QEK.003 3053 orang 6.869.250 06 02 01 0l
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
02s.DF.2 r36.QEK.OO4 Siswa SMTK/SMAK Penerima BOS 13333 22263 Orang 123.705.752 04 01 03 01
025.DF.2l36.QEK.OO5
025.DF.2 r36.QEK.006 Siswa SDII(
025.DF.2l36.RBI
Menengah
025.DF.2l36.RBl.OOl Prasarana
Dasar dan Menengah Negeri
154 154 unit 142.930.2@ 04 0l 02
04 03 0l 03
025.DF.2139
Agama Katolik '
m5.DF.2l39.OEG Bantuan
025.DF.2l39.QEG.OO 1 Sarana
025.DF.2l39.QEt
025.DF.2l39.QEt.OO7
282 242
o25.DF.2r39.QEK Bantuan
025.DF.2r39.QEK.008
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 02 0l ot
231.778.800
025.DF.2l39.RBI.O0l
025.DF.2142.QEK Bantuan
025.DF.2142.QEK.001
025.DF.2l42.QEK.OO2 Stuq,a
025.DF.2l42.QEK.OO3 Siswa
025.DF.2l42.QEK.0O4
06 02 0l 01
025.DF.2l42.QEK.0O5 Siswa
04 0l 03 02
SK No
Siswa
06 02 0l 0l
025.DF.2 r42.QEK.006 423 Orang 3.807.000 04 0l 03 It1
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DF.2142.QEK.OO7 Siswa
025.DF.4012 Pengelolaan
025.DF.40l2.QEt
02s.DF.4012.QEr.OOl
4.17 Al7
(xt5.DF.40l2.QEK Bantuan
025.DF.40r2.QEK.001 Siswa Nava
025.DF.4Ot2.QEK.0O2
Buddha
506 506
025.Dt Program Kualitas Pengajaran dan
89.935.950.369
o25.Dr.2127
9.086.406.076
SK No 132967 C
5.204.040
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
o2s.Dr.212?.PBH.OOl Model
yaflg
2 2
Kebijakan
5.204.040 04 02 05 03
025.DI.2 r27.PDG.OOr Guru PN
ozs.Dt.2t27.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 6.15'4.412
025.Dl.2l27.QAA.0Or Pendidik dan
400 4OO
o2s.Dt.2t27.QEt
025.Dt.2l27.QEI.OO1 Sekolah yang
160 160
o25.Dt.2t2?.QEK
025.DI.2l27.QEK.0Or
025.DI.2 r27.QEK.0O2
025.Dt.2r27.SBA
o25.DI.2127.SBAOO2 '' Mahasiswa Pru yang
250 250 Orang 13.010.100 04 03 02 02
SK No 132958 C
400 5.204.040 04 03 02 m 025.Dr.2127.SBA.OO3
Peto€haEan Mod€f, asi
,lOO Orang
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DI.2l27.SCI
025.Dr.2 r27.SCr.OOl Guru PAI yang
35 35
04 04 02
025.Dr.2 r27.SCr.002
mftl 2OO Orang 22.550.625 04 02 0s ot
025.DI.2l27.SCt.OO4 Guru dan
Penguatan
200 mo
025.DI.2133 Peningkatan
76.794.342.916
025.DI.2l33.PDG.OOl Guru Madrasah yang T€f,sertif (asi 9101 9f01
025.Dr.2133.QAA
025.Dr.2 r33.QAA.001
Madrasah y8
1300
025.DI.2l33.QEI Bantuan
SK No 132969 C
s{d
bantuan
550
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DI.2t33.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah
02s.Dr.2 r33.QEK.0O4
025.DI.2l33.QEK.0O5 Gu.ru
025.Dr.2 r33.QEK.006 Guru Non-PNS dan
'nrnjaItgsrr
9043 9043 Orang 658.010.879 (H 04 02 It
025.DI.2t33.SCI Pelatihan Bidang P€itdidikatr 5.204.040
025.DI.2133.SCI.003 Guru dan Pengawas Madrasah yang
r[,] 5OO Orang 5.204.040 04 02 02 01
o25.D[.4422
o25.D[.4422.PBH Kebijakan Bidang IPTEK,
4 4
Kebijakan
34.113.993 04 02 06
04 02 06 02
ol
o25.Dt.4422.QDB Fasilitasi dan
SK No
5600 5600
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o2s.Dt.4422.QDC
025.Dt.4422.QDC.OO1 Siswa
04 19 01 02
02
o25.D[.4422.QiC
025.DI.4422.QrC.0Or
Pc6bclqiaran
r90 l9O
025.Dr.4422.SCr Pelatihan Bidang
025.DI.4422.SCI.OO1 Sfu$la Madrasah mendapat
08 02 01 ol
1.994.280.212
Kebudayaan
5.204.040
dqn
5 5
SK No 132971C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
025.Dr.4433.PDG.003 Ustadz
04 04 0l 02
025.Dr.4433.QDB Fasilitasi dan
025.Dr.4433.QDB.OOl
Keagamaan lalaa
08 02 01 ol
025.Dr.4433.QEI
025.DI.4433.QEr.0Ol
Peningkatan
35 35
04 03 02 ol
025.Dr.4433.QEr.002
Pesantren
I I
025.Dr.4433.QEK Bantuan
025.Dr.4433.QEK.@r Ustadz pada
Pendidikan
SK No
Pelatih&
500
45.101.250
025.DI.4433.QEK.OO2 Guru pada
Muadalah
500 Orang 1.113.000.000 04 04 02 06
025.Dt.443:i.SCI
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DI.4433.SCI.001 Ustadz yang ditingkatkan Kompetensinya 200 2OO Orang 45.101.250 04 02
04 03 0l 02
Pendidikan Agama
527.947.544
Kebudayaan
Agama dan
117
025.Dr.4434.PDG Standardisasi
600 600 Orang
025.DL4434.PEF.O0r
Mendapat Pendidikan
SK No
Fasilitasi dan
ff.rild NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.Dr.4434.QDB.OOl
Keagamaan
Mutunya
150 150
025.Dr.4434.QEr
025.Dr.4434.QEI.OOl
244 248
025.DI.4,l(}4.QEK Bantuan
025.Dt.4434.QEK.0Ol Guru Pendidikan
3825 3825 Orang
025.Dr.4434.QEK.0O2 Guru Pendidikan A&aroa dan Keagamaan
iEEN 1298 Orang 149.762.203 04 04 02 05
025.DI.4434.SCI
025.Dr.4434.SCt.OOl
Yang
04 (x) 02 02
04 03 0l 02
SK No
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.DI.4435.PDE
025.DI.4435.PDE.002
04 05 03 03
025.DI.4435.PEF SoaisliseBi dan
025.Dr.4435.PEF.002 Sbwa SMAKN
492 492 dan8 5.351.434 04 02 02 ol
08 02 0l ol
025.Dr.4435.QEr Bantuan L€rnbaaa
025.Dr.4435.QEr.005 POKTAWAS/ KxM / KKG/ MGMP
575 575
025.DI.4435.QEI.006 SMAK yang
37 37
08 02 0l 01
025.D1.4435.QE1.007
04 fil 03 02
025.DI.4435.QEK Bantuan
025.DI.4435.QEK.0O1 Guru
SK No
Guru SMAK Ndr ASN Penerima Insentif 652 2.220.OOO 04 04 02 06 025.Dr.4435.QEK.OO2 O Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.Dr.4435.QEK.OO3 Guru Agama Nqt ASN
025.DI.4435.QEK.OO4 Guru SMAK Nqr ASN
4 4 Orang 471.OOO 04 04 02 06
025.DI.4435.QEK.0O5 SisvE
uEuE
14644 14644 Orang
025.Dr.4435.QEK.006
Khusus (31)
884 884 Orang 74.526.018 04 ()4 02 0t)
025.Dt.4435.QEK.007 Guru SMAK No[t ASN Penerima Tunjangan
Khusus (31)
245 245 Orang 20.654.436 04 04 02 02
025.DI.4,(t5.SCl
16960
025.DI.4436 Peningkatan Mutu dan
Pendidikan Agama Hindu
263.967.497
Kebudayaan
SK No 132977 C
t2 t2 6.012.269 04 02 05 o3
yatu
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DI.4436.PEF Sosialisasi dar
025.DI.4436.PEF.00r
dar
rr|I{l 4094 orang 22.644.412 04 02 02
08 02
o1
o1
025.Dt.4436.QDB Fasilitasi dan
025.Dr.4436.QDB.OOr
dan Sekolah Mitrgau yang ditingkatkan
tt? 4
02s.Dr.4436.QEI Bantuan
025.DI.4436.QEI.OOl POKJAWAS/ KKM/ KKG/ MGMP
231 231 t cobaga 32.322.413 04 02 05 OD
025.Dr.4436.QEK
025.DI.4436.QEK.OOl Guru Non ASN
025.DI.4436.QEK.002 Guru Non AIIN
025.DI.4436.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 129.660.637
025.Dr.4436.SCr.001 Guru
3912 3912
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
167.188.235
025.Dt.4437.PBH Kebijakan Bidang IPTEK,
3.144.043
Agama dan Pendidikan
yang
7
02s.Dr-4437.PEF.OOl Stuc/a Aga.Ea Buddha yang
Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan
11012 11012 orang 56.712.246 04 02 02 01
08 02 01 o1
025.DI.4zlil7.QDB Fasilitasi dan
025.Dr.4437.QDB.001
Ditingkatkan Mutunya
2293 2293
025.D1.4437.QEI Bantuan t
025.Dr.4437.QEr.0Ol
Buddha
SK No
Bantuan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PNT PP KP PROP
025.Dr.4437.QEK.OO2 Guru Pendidikan
236 236 Orang 41.247.aa7 04 04 02 05
025.Dr.4437.QEK.OO3 Guru
Fencrioa Tunjangan Khusus (3'I)
45 45 Orang 4.215.272 04 04 02 02
025.DI.4437.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 42.056.915
025.Dr.4437.SCI.001 Guru
Ditingkatkan
02s.Dr.4437.SCr.002
ditingkatkan
025.DI.5621
025.DI.5621.QDC
025.Dr.562l.QDC.OOr
I I
025.Dr.5621.QEK
SK No 132980C
Program
1?A
13.252.614.567
f78
025.DK
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDI(ASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I{P PROP
dan Subsidi
Katolik
216.066.156
PTK
D 5
025.DK.2131.PDD.003 U! t
Katolik
o 2 t
Penanganan Kck6asart
o 2
Keagamaan Katolik
tl ff
03
025.DK.2131.PDG Standardisasi
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PI'I PF KP PROP
o25.DK.2l3 t.PtXi.002
Katolik
K@pct nsi
200 l2O Orang 22.358.876 04 0,6 04 o3
pcodidikan
mfrl 1200
0l o1 02 :irl
025.DK.2r3l.QEI
o25.DK.2r31.QEr.0O l
o25.DK.2r31.QE
'
Bantuan
025.DK.2r3t.QE r.O02 Dosen PTK
S3
65 77
ol
06
07
04
04
025.DK.2r3 r.QE J.0O4 Mahasiswa
Tinggi
2769 1870 Orang s4.699.226 04 06 0l o1
06 02 0l 01
SK No 132983 C
06 02 01 ol
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fcrgurua[
o 2SO
025.DK.2132
Daya Saing
I r.796.37 4.214
025.DK.2132.PBH Kebijakan Bidang IPTEK,
4.OOO.(x)O
0 0 Rekomendasi
4.OOO.OOO 04 06 03 04
PTK lsl,a.E
o 10
025.DK.2132.PDD.003
o 20
025.DK.2132.PDD.004 Mata Kuliah
o I
SK No 132984C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 4
o 4 If,mba$ 16.000.000 04 06 03 03
Tinggi
523 723
04 06 03 01
Kompetensi
50 50 Orang 5.600.000 04 06 04 03
025.DK.2132.PDI.001 Dosen F'TK
025.DK.2132.QEI Bantuan l€tnbaga 655.189.164
SK No 149558 C
BOPTN
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.2132.QEI.002 Revitalisasi LPTK di
o 5
025.DK.2r32.QE
'
Bantuan Pendidikan
025.DK.2r32.QEr.OO4
Iabm
,tnn ?TIN Orang
06 02
025.DK.2132.Q8 .007 Mahasiswa
Islam
112393
06 02 01 01
ol
(N 06
025.DK.2132.RBJ
025.DK. 2132.RBJ.002.3373 F.robangulan Gedung Pendidikan
o o unit 006 04 01 05
025.DK. 2 I 32.RBJ.O02.3374
Melalui SBSN - Kota
i'l o unit 006 04 0l 05
SK No 132985 C
o unit
02s.DK.2 r32.R8r.002.737 I
Mdslui SBITN - Kota Ma.La6.ar
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Frrguudr Tinggi
o
025.DK.2132.SBA.002 Program
o 50
Pemahaman
1000 1OOO
oa 02
025.DK.2132.UAB
Tingd
o I
InforEirsi
20.000.000 04 06 0r 04
04 (x) 02 01
025.DK.4438
Daya Saing Mahad Ali
9.992.000
025.DK.,1438.SBA
1000 foOO Orang 9.992.(x1O 08 02 0l 01
04 06 03 o3
dan
Kiistcrr
717.112.732
SK No 132987 C
Standardisasi
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
KODE
PTK
0 5
l(rist€it
o 25
Krbtcn
o 2 L.robaga a.000.ooo 04 06 oil 03
Penanganan
Tinggi
o 2
025.DK.5101.PDE
Terakreditasi
3 151
04 06 03 0l
Do3€u Perguruan Tinggi
300 300 Orang 4.500.000 04 06 04 02
o25.DK.510l.QEr Bantuan
SK No 132988 C
o1
m5.DK.5lOl.OEI.0O1 BOPTN Penelitian PTK Kristen o 7
o25.DK.510r.QE
'
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o25.DK.51Ol.QE.J.OO1
9819 471 1 Orang 440.840.400 06 02
0,6 02 0l ol
[Ia 04 ol o1
025.DK.5rOr.QAr.O03 Dosen PTK
36 59 Orang 112.079.5'37 04 0,6 04 o1
04 09 02 02
o7 07 03 03
Perguruan Tinggi
25o
1580
025.DK.5104
dan subsidi
Hindu
325.800.306
SK No
Standardisasi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
PTK Hindu
o 5
o 2
Fcdalgarart
o 2
KeagaDaan Negcri
29
04 06 03 0l
025.DK.51O4.QEr Bantuan
025.DK.5l04.QEL0Ol BOPTN
o25.DK.5lO4.QE
'
Bantuan
025.DK.5104.QEI.OOl Mahasiswa
4003
06 02 01 o1
SK No
04 0,6 01 0t
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.5l04.QEr.006
02
o3
02
03
09
07
04
025.DK.5l04.SBA
o 250
yarrg di
370 Orang 7.432.240 04 06 04 03
dan Subsidi
Budha
147.269.159
Pfl( Buddha
o 5
SK No 132991C
P.robinarn Standar Mutu Prodi Pfl(
16.000.000 04 06 03 7D
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASII
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Buddha
0 2 Lembaga 8.000.000 04 06 03 o3
025.DK.5106.PDD.004
Penanganan
Tinggi Buddha
o 2
025.DK.5106.PDE
Tinggi
12t3 50
04 06 03 0l
025.DI<.5l06.PEF.OO1 Mahasiswa
1140 515 6arlg 20.451.2A0 0l 01 02 03
ol
ot ol
ID
04
td:l
025.DK.5l06.QEI Bantuan
025.DK.5r06.QEr.0Or
o25.DK.5l06.QE I Bantuan Pendidikan Tinggi 76.005.680
SK No
Buddha PencriEa KIP
06 02 0l ol
o25.DK.5l06.QE LOOl
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KF PROP
04 06 01 o1
025.DK.5l06.QE r.OO2
19 57
04 (x) 02 02
o7 07 03 03
250 250
o25.DK.5r06_SCr Pel,atihan Bidang
o25.DK.5l06.SCI.OO 1
Buddha yang Mengikuti
381 811 Orang 7.276. 4 04 06 04 o3
025.WA hograE Du.kungan
025.WA.2153
Masyarakat ASarra dan Layanan
447.304_8aO
SK No
354.724.9* 08 0l 02 02
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.WA.2r53.QDC
025.WA"2153.QDC.001 Saras.han Tokoh Agama dan Tokoh
Budaya
025.W42153.QDC.0O2
025.WA.2r53.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
025.WA.2l53.QDD.0Or
, wawasan penguatan
t2 t2 Kelompok
Masyarakat
12.375.936
025.WA"2l54.QDD
12.3?5.936
025.WA.2r54.QDD.0Ol
FcEbfutaan Melalui Bahan Bacaan
lo 10
Masyarakat
12.375.936 08 0l ol ol
SK No 132994C
89.191.237 025.WA.2155
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
29 29
49.191.237 04 05 02 02
Pendidikan
40.434.914
Pendidikan
256 256 NSPK 15.380.925 04 02 05 0l
025.WA.5109.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 25.053.993
934577 938577 Orang 25.053.993 04 02 0l ol
04 02 05 0l
TOTAL
c) Keterlibatan
SK No
KEM ENTERI,AN
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Koordinator
PN 06 - Penyandang
PP 02.20 - Proporsi
PP 04.07 -
PP 04, f9 -
Pengampu Pencapaian
KP
KP
pekerjaan hijau/ !r"en Jobs
kerja
KP 02.20.02 - Jumlah tenaga kerja yang
KP 02.20.02 -
ditetapkan
dokumen - (indikator baru) I 1
SK No
KP 04,07.04 -
l(P 04.07.04 -
dan dialog sosial
dang
KP 04.07.04 - Jumlah
KP
I<P 06.02.02 -
l4,o I
XP 06.02.02 - P€Escrrtas€ cakupan
k€teragak rjaan Nasional
per6€ll 52,39
SK No 132997 C
tlrdird NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DL Program
026.DL.2234
026.DL.2238.S84 Pendidikan
420 72O
026.DL.4053
Sertifikasi
5'32.527.174
026.DL.4053.PDF Sertifikasi
04 07 03 04
026.DL.,l053.PDI.OOl SDM Bidang Sertifikasi 440 1O2L Orang 2n.69a.'3o2 02 N 02 r]a
04 07 03 0l
SK No 132998 C
026.DL.z+O53.PDI.OO2 162321 Orang 534.887.630 02 n 02 :a]a
KODE
NAMA
PROGRAM/I(EGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
1500 1823 Orang 5.336.382 02 20 02 o6
04 07 03 03
o1
hijau
0 r0 NSPK 2.931.000 02 20 02 01
026-DL-4055 Peningkatan
Tenaga Kepelatihan Binalavotas
338.129.576
026.DL.4055.SCr Pelatihan Bidang Pendidikan 334.129.576
205 249 Orang 142.376.214 02 20 0l Ol
o5
04 07 03 o5
SK No 149561C
Tenaga pelatihan berkompetensi tinggi 160
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DL.,+O5s.SCI.006
04 07 03 05
026.DL.4057
5.939.157.703
04 07 03 02
02 20 01 05
04w0302
026.DL.,lO57.SCO.OO3
31329 97252 Orang 2.295.320.674 02 20 02 05
03 03 03 03
05 01 16 02
ol 7t) lEl I]a
SK No
1440 99.319.043 06 03 0l 02 026.DL.,rO57.SCO.OO4 4285
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
03 03 03 0(}
026.DL.4057.SCO.OO5
dan
4032 If998 Orang 279.695.474 03 03 03
0,6 03 01 In
03
026.DL.4057.SCO.006
dan
1560 14448 Orang 9.24r.r45 06 03 0l 02
03 03 03 03
04 07 03 0l
026.DL.4{)57.SCO.OO7
2144 6380
04 07 03 01
06 03 0l 02
20,64
02 ll 03 03
02 20 02 05
04 07 03 0l
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / I{RO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
04 07 03 04
026.DL..+O57.SCO.O1O Pe8€r'ta Pelatihan Vokasi di
Barat
04 07 03 0l
04 19 03 0t
06 03 0l 02
026.DL.,tOs7.SCO.O rO.32O0 Peserta Pelatihan
Barat -
3152 9379 Orang 12.204.675 06 04 01 o3
06 (x 01
Tengah
5760 17140 Orang 364.252.673 04 19 03 0l
06 03 01 02
04
03 03
03
07 01
026.DL.4057.SCO.Or 1.3300
Tengah - Provinsi Jawa Tengah
5760 LTl4o Orang 364.252.673 06 04 0r o5
Yog.akarta
448 f333 Orang 30.847.484 04 19 03
06 03 0l 02
o1
SK No
NAMA
PROGRAM / TEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
04 07 03 o1
026.DL.4057.SCO.012.347 I
448 1333 Orang 30.447.444 03 05 01 004
026.DL.4057.SCO.013
3584 10665 Orang 234.360.426 03 03 03 03
04w030l
04 19 03
06 03 0l IM
026.DL. 405?.SCO.O 13.3500
3584 10665
03 05 11 004
026.DL.4057.SCO.Ol4
04 07 03 01
04 19 03
06 03 01 ltD
2333 Orang 784 47.a29.a59 M 19 03
ot
ot
SK No
03 03 03 frFl
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 07 03 ol
026.DL.,lO57.SCO.O 15. l2OO
744 2333 Orang 47.829.859 03 05 08 004
0,6 04 0l ol
026.DL.,rO57.SCO.O l6
4713 Orang 1584
06 03 0l 02
0l
03
03
w
04
026.DL.,rO57.SCO.0r7
01
04 19 03 0r
06 03 01 02
026.DL.,lO57.SCO.Ola
o1
03 03 03
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pes.rta
04 07 03 01
04 19 03
06 03 0t 02
026.DL.,rc57.SCO.O r9.
026.DL.,r057.SCO.020 Peserta Pelatihan Vokasi di
1AO9 Orang 3iE 32.878.568 06 03 0l 02
03 03 03
04 07 03 01
026.DL.4057.SCO.021 F$€r'ta
ol
04 19 03 0l
06 03 0r 02
03 07 04
026.DL.4057.SCO.022 Frs.rta
rrrm 238f Orang 53.172.810 04 19 03 0l
ot 02
SK No 144006G
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
04 07 03
026.DL.4057.SCO.023 Fe8€rta
Kalimantan SeLatan
2095
04 07 03 ol
04 19 03
06 03 01 02
026.DL.,rO57.SCO.O23.6300
Selatan
704 2095 Orang o06(x01 TE'I
026.DL.zto57.SCO.O24 ttc€rta
304 905
0,6 05 02 01
06 03 01 taD
ol
o3 03
IiE
03
07
04
026.DL.4057.SCO.025
1333 Orang 444
SK No 144007C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2s29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
026.DL.,1057.SCO.025. 7 I OO
448 1333
03 05 06 004
026.DL.,rc57.SCO.026 Peserta Pelatihan
624 f857 Orang ,10.685.520 03 03 03 03
04 19 03 0l
06 03 01 02
03 07 04
026.DL.4057.SCO.027
SulawEsi
1456 4333 Orang
06 03 0l OD
03 03 03 03
o4oit03 o1
026.DL.,1O57.SCO.027. 73OO Peserta
Sulawesi
4333 Orang 1456 006 04 01 $,
SK No 144008 C
IA
026.DL.4057.SCO.028 Peserta
Sula$rEsi
2424 Orang
o1
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/I(RO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
03 03 03 03
04 07 03 0l
026.DL.,rO57.SCO.O28.74OO
Sulawesi
416 2424
04 0? 03 ol
04 19 03 01
o1 m
06 03 0l m
03 03 03 03
04 07 03 o1
026.DL.4057.SCO.030. 5100
Provinsi Beli
1056 3142 Orang o 03 05 02 005
SK No
t7 t2 120.958.852 04 19 03 ot
KODE
NAMA
PROGRAM / KECIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Peserta Pelatihan Vokasi di
06 03 01 02
03 03 03 o3
04 0? 03 01
026.DL.zlo57.SCO.O3 r. 5200
Barat
t? t2 5094 Orang 22.445.921 03 05 05 004
Tcnggara
352
04 07 03
04 19 03 0t
06 03 0r 02
026. DL. 4057.SCO.Os2. ssOO PB€f,ta
352
026.DL.4057.SCO.033
(N 07 03 0l
SK No
0,6 03 0l 02
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
026.DL.4057.SCO.O34
608
06 03 01 02
03 03 03 03
04 07 03 01
026.DL.,t057.SCO.035
04 07 03 0l
04 19 03 01
on 03 06 o1
-
204 6f9 Orang 0060401 03
026.DL.iro57.SCO.036 Peserta
124 38f
06 03 01 02
03 03 03 03
04 07 03 01
SK No
3al
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
026.DL.4057.SCO.037 Peserta
Gorontalo
272 809 Orang t9.w7.951 03 03 03 03
04 07 03 ot
04 19 03
06 03 01 02
026.DL.zl057.SCO.O3a
224 67 Orang 15.853.488 04 19 03 o1
0,6 03 0l 02
o1
07
03
04
026.DL.4057.SCO.038. 2 100 P.serta
224 67 Orang 15.853.488 03 05 03 006
026.DL.4057.SCO.039 Pes.rta
Sulawesi
03 03
03
03
o :al O Orang
06 03 0r 02
Kalimantan Utara
192 57f Orang 14.350.525 04 19 03
06 03
SK No l440l2C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
04 07 03 0l
026.DL.,lO57.SCO.O4l Fer€rta
64 f9O Orang 5.115.450 03 0s 03 03
04 07 03 0l
04 19 03 0l
06 03 01 on
026.DL. 4057.SCO.04r. 8200
Utara - Provinsi Maluku Utara
o O Orang o 03 05 13 004
026.DL.4057.SCO.O42 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Papua
192 571 Orang 13.978.880 03 03 03 03
04 07 03 0t
04 19 03 0l
06 03 01 02
026.DL.,lO57.SCO.O42.91OO Fec€f,ta
Barat -
026.DL.ito57.SCO.O43 Pcscf,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi DKI
Jakarta
l:n 238 Orang 4.730.989 03 03 03 03
SK No 144013 C
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
026.DL-4057-SCO.()43.3 IOO
Jakarta - Provinsi DKI Jakarta
80 234 Orang 00604ol03
03 05 04 006
026.DL.4057.SCO.044
gta 26 Orang 4.810.165 03 03 03 03
04 07 03 o1
04 19 03 o1
06 03 0l 02
026.DL.4057.SCO.045 Peserta Pelatihan
Barat Daya
32 95 Orang r.988.626 M 19 03
ol
040703
ol
02
03 03
03
06
o1
026.DL.4057.SCO.046
(PFLK)
454 1351 Orang 23.144.270 02 20 02 05
03 03 03
026.DL.4057.SCO.047
SK No 149562 C
2l 35 Kegiatan 15.600.000 02 20
(ODE NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DL.4059 Pengembangan dan Peningkatan
Produktivitas
43.669.241
026.DL.4059.SCO Pelatihan Vokasi
1796 2l Orang 43.669.241 04 07 03 01
026.DL.4060 Pengembangan Standar Kompetensi dan
126.605.640
026.DL.4060.PFA.001
Ditetapkan
80 80 10.664.042 04 0? 04 02
026.DN
026.DN.2173 Pen rapatan
dan UMKM
r r.051.262
Kerja
2 2
SK No 149563 C
Norma, Standar,
T(ODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP
026.DN.2173.QDC Fasilitasi datl
026.DN.2173.QDC.OO2 Fasilitasi dan
EFTJI
06 02 03 01
026.DN.2U3.QDC.OO4 Fasilitasi dan
dan/atau
Wanita Rentan
100 300
026.DN.2173.QDC.005 Fasilitasi dan
dai/atau
Muda
100 300
026.DN.2173.QDC.006 Fasilitasi ttaa Pembinaan
dai/atau
L"anjut Usia
too 3OO Orang
06 02 03 o1
026.DN.2173.QDC.007
1000 SOOO
026.DN.2175
SK No 144016 C
Fasilitasi dan
5000 83.352.683 03 03 03 IFt
026.DN.2175.QDC 43.352.643
026.DN.2r75.QDC.00l
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2IJ29
(Rp
PT{ PP KP PROP
Fasilitasi dan
T€naaa Keda Mandiri (TKM)
0,6 03 01 02
026.DN.2l75.QEA Bantuan
026.DN.2 r75.QEA.001 Bantuan Tenaga
F.roula
37600 ,|O0OO
06 03 02 02
03 03 03 03
ol
026.DN.2l75.QEA"OO2 Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (fiM)
Petrula Tematik (KeEiskitran EkstriE)
2400 2917 Orang 73.623.645 03 03 03 03
06 03 02 02
026.DN.2175.QEA.0O3 Bantuan Tenaga
Lanjutan
5000
03 03 03 03
026.DN.2179
95.487.559
026.DN.2r79.QDC Fasilitasi dan
026.DN.2l79.QDC.OOr
Parusehe,en
1700 .+855 Orang ,10.693.950 04 07 04 03
SK No 144017 C
Usehe
54.793.609 026.DN.2179.QrH
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Ftp Ribu)
PI{ PP XP PROP
026.DN.2U9.QrH.OO1
75.853.523
026.DN.2l8l.QDC
026.DN.2 r8r.QDC.0O1
1200 Y27 Orang 75.853.523 02 N Ol 06
04 07 04 03
026.DN.5586
124.694.737
026.DN.5586.PEF
06@0201
026.DN.5586.QDB
026.DN.5586.QDB.OOr
rlin 1714
04 09 04 02
026.DN.5586.QDC
SK No
1770 66.818.897 06 02 02 01 026.DN.5586.QDC.OOr Fasilitasi Dialog Regulasi BidarB
Sosial Tdraga
5055 Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DN.6586 Peningkatan
Hubungan Industrial
026.DN.6586.UAC
2090
datt
97.439.945
026.DN.6s87.QDC Fasilitasi dan
026.DN.6587.QDC.OOl
Hubungan
310 885
0n 04 (M o?
026.DN.6587.QDH Fasilitasi dan
026.DN.6587.QDH.OOl
mela.lui
1200 3427 Badan
026.DN.6587.QDH.002 F.robinaan
Skala Upah bagi
1560 4456 Beden
04 19 03 02
026.DN.6588 Pcoinglqtan Pcro€riklaan Ncoa
169.511.508
SK No 144019 C
Fengawasut dan
169.5r r.508 026.DN.6588.QrH
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
026.DN.6584.QrH.00r
dan/atau pcn.oskan
lIl]IIr) 368000 Badan
04 07 04 04
026.DN.6588.QtH.002 Layanan
k rja anak di
500
026.DN.6590
dan Kesehatan
56.669.541
026.DN.6590.QDH Fasilitasi dan
026.DN.659O.QDH.OO2
04 l1 03 02
20.475.645
026.DN.659r.QIH
Usaha
20.875.645
026.DN.659l.QIH.OOl Layanan pelaporan
448090
026.DN.6592
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DN.6592.QAC.OOr
04 ll 03 02
026.DN.6592.QAC.OO2
1500 5760 Badan
026.DN.66r8.QMA Data dan
04W0403
026.DN.6769
026.DN.6769.PBK
dan UMKM
32.308.970
Tenaga
3 3
Kebijakan
32.3)8.970 02 20
o4O7O403
c)
SK No l402l0
1, MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
Koordinator
PP 04.20 - Indeks
PF 04.20 - Indeks
PP 06.02 -
KP 04.15.04 -
KP
KP
XP
KP
SK No
KP 06.02.03 -
KP 06.03.02 -
buruh / karyan'an
jiwa/tahun -
SK No
i(.]il' NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o27.DQ.6274
o27.DQ.6274.QDC
027.DQ.6274.QDC.lO1
Mclakanalan
10266 10277 Orang
o27.DQ.6274.UBA
Da€f,ah
o27.DQ.6274.U8,.. rot Ikbupatal/ Kotq yang
514 514 Kab/Kota 25.059.925 06 0t Ol N2
027.DQ.6274.U84. 10 l.OO0O Kabupaten/Kota yarrS
terpadu (SLR:IJ - Rrsat
514 514 Kab/Kota 25.059.925 0l 05 02 02
SK No 1,14024 C
Fasilitasi dan
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o27.DQ.6274.UBB.tO1 Fcllgelolaan
Sosial
o27.DQ.6276 Pcnycletussraan Femb€f,dalaan
Adat
362. r59.998
o27.DQ.6276.QEB
027.DQ.6276.QEB.101
08 02 04
02 02 o3 [Ia
o1
o27.DQ.6277
973.707.819
o27.DQ.6277.QAA
o27.DQ.6277.QAA.rot
6500
06 02 0r 03
027.DQ.6277.Q44. lOl.00OO
1000 ISOO
SK No 1,14025 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P?{ PF KP PROP
Korban
al 03 02 0l
o27.DQ.627?.QA,-[O4 Si.tco AsscsEcn dan
Kcl@pok Rentan
20000 100000 32.800.000 06 02 03 0l
o27.DQ.627?.QDB
027.DQ.6277.QD8.10l
dan
150 150
o27.DQ.6277.QDC
u? .DQ.6277.QDC.tOt
FngeEbansan kapasitas
150 400
o27.DQ.6277.QDC.lO2
2300
o27.DQ.6274
6-653.463-023
027.DQ.6278.PBN Kebijakan Bidang Sosial 54.932.800
SK No
54.932.800 0l 05 02
4 2
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
027.DQ.6278.Q44
027.DQ.6278.QAA. rOr
64100
06 02 0l
o27.DQ.627A.QAA.tO2
Penyandang
106659 175000
o1
027.DO.6278.Q44.104 Penyandang
Bantuan Pef,makanan
e'..{rd.l 73000
06 02 03 01
o1
027.DQ.6278.Q4A r 1O Layanan Care
1500 t 500 Orang 216.000.000 06 02 03 0l
o27.DQ.627a.QDB Fasilitasi dan
027.DQ.6278.QDB.101
Disabilitas)
150 224
0,6 02 03 02
027.DQ.6278.QD8. 10 I.OOOO
150 224
SK No
Fasilitasi dan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
027.DQ.6278.QDC. r0r
Disabilitas)
Fr[o fifil Orang 22.000.000 04 20 02 01
04 20 02 02
06 02 03 02
027.DQ.6278.QFC Bantuan
027.DQ.6278.QEG.lOr
4370400 6300000 Unit 25.370.400 04 X Ol Ol
027.DQ.6278.QEG.l02
'
49846356 62000000 Unit 482.200.000 04 2o 0l 01
06 02 03 02
o27.DQ.6279
027.DQ.6279.PtsN
027.DQ.6279.PtsN.lOt Rekomendasi Feoaruanatr Rehabilitasi
Sosial Anak yang
3 I
8.095.,106 Ol 05 02 Ol
04 t7 02 02
@7.DQ.6279.Q44 Fclayanatl Publik kepada ttra3yara.kat
SK No
4182rc
06 02 0l IFt
027.DQ.6279.QAA" lOr Anak
57927,2 Or.ng 972.344.267 04 t7 02 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o27.DQ.6279.QAA.1O2
Country)
5 9
02 03 02 rla
027.DQ.6279.QAA.103 Anak
€o Fjrn Orang 11.821.384 04 0l 04 02
ol
02
02
02 07
027.DQ.6279.QAA.104 Sistca Aoe&[clr dan
06 02 03 0r'
027.DQ.6279.QAA. fo4.oq)O
yang
101150
027.DQ.6279.QAA. r06 Anak
270000 150000
06 02 03 0l
027.DQ.6279.QDB Fasilitasi dan
027.DQ.6279.QD8.101 Lembaga
ffid 250
04 t7 02 03
SK No lq32O
06 02 03 nvl
NAMA
T'ROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o27.DQ.6279.QDC Fasilitasi dan
027.DQ.6279.QDC.101 Pendamping yang Dcodapattan
p€lrgeEbangan kapasitas (&rak)
350 s12
06 02 03 02
o27.DQ.62N Asistensi
027.DQ.6280.PBN
O27.DQ.628O.PBN. f 0 I.OOOO
Sosial Lanjut Usia - Pusat
3 5
14.036.200 01 05 02 ol
027.DQ.628O.QAA
o27.DQ.6280.QAA.1Or
Rehabilitasi Sosial
06 02 0l 03
027.DQ.6280.QAA.1O2 Sistem
Lanjut Usia yanA
100560 147230
027.DQ.6280.QAA. 1O2.O0OO
lanjut Usia yang
SK No
Lanjut Usia y€rtg
FerEakanan
027.DQ.6280.QAA.104 Orang 6.37t.627.54O 04 20 01 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P!{ PF KP PROP
027.DQ.6280.QAA. r rO Layanan Care
027.DQ.6280.QD8 Fasilitasi dan
027.DQ.6280.QDB.l0l
150 600
o4xo202
027.DQ.6280.QDC Fasilitasi
027.DQ.628O.QDC.l0l
300 700 Orang 17.500.000 04 ll 03 o3
06 02 03 02
o27.DQ.6281
027.DQ.628r.QDC Fasilitasi dan
027.DQ.628l.QDC.lOr Warga
yang difasilitasi kampung siaga
20655 40500 Orang /+8.878.523 06 02
08 04 04 02
o27.DQ.628l.QEA Bantuan Masyarakat
SK No
30600 30600 Orang
o27.DQ.628r.QEA 101
yang
119.136.274 0,6 02 01 IFl
NAMA
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
027.DQ.628l.QEE Bantuan
o27.DQ.6281.QEE.lOr
bantuan
ffif ilifil 530000 Paket 1.742.333.050 06 02 01 03
oa 04 02 01
027.DQ.628l.QEE.102
bantuan
3700 .+ooo
08 04 03 0r
027.DQ.628r.QEE. r03 Korban
16664 16664 Paket
08 04 03 02
027.DQ.628r.QEE. r04 Ko!'b€[
1500 2500
08 04 03 01
027.DQ.628l.UBB
yang difasilitasi
08 04 04 02
o27.DQ.6242
Keluarga
156.481.679.089
SK No
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ I{RO / RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
027.DQ.6282.QDC.101 Sumber Daya Manusia yang
027.DQ.6282.QEB
027.DQ.6282.QE8.201 Keluarga Yang
04 11 02 0n
04 16 03 02
06 02 0l ol
o27.DQ.62A2.QEB.2O2 Keluarga
Keluarga
027.DQ.6283
m7.DQ.6283.QEB Bantuan Keluarga 252.OOO.001
027.DQ.6283.QE8.30r KPl, Yang
1500 35OO
027.DQ.63r8
So6id
,+42.589.316
SK No 14,4037 C
027.DQ.6318.QA4.001 Data
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
151120000 0 Orang
INDIKASI ALOKASI
2025-2{)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 0l 02 0l
027.DQ.6318.REr Prasarana Bid.ng
322.2'36.493
027.DQ.6318.RBT.001
027.DQ.6318.U48
027.DQ.6318.U48.0O1 Sistc@ dan
.
I o Sigt€@
73.436.799 06 0l 02 0l
027.DQ.6881 Fcnyclcnggaraaa
Masyarakat
149.868.355
o27.DQ.688l.SCJ
m7.DQ.6881.SCJ. rO1
149.868.355
149.868.355 06 07 07 04
o27.DQ.6AA2
290.546.704
027.DQ.6882.Q44
SK No 1,14038 C
Korban
Asistensi
8000 290.546.704 06 02 01 03 027.DQ.6882.Q44 rOr 19630 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
027.DQ.6883
027.DQ.688:l.QEB Bantuan Keluarga 1.372.211.595
o27.DQ.688:!.QEB.1O I KPM kewirausahaan
mendapatlatr
02
04 19 03 0r
06 03 02 tm
027.DQ.6896
225.583.103.507
027.DQ.6896.QAH Pelayanan Publik
027.DQ.6896.QAH.10l Layanan
SaEbsko
1 I layanan r.238.103.390 06 02 0l 02
027.DQ.6896.QE8 Barltuarr Keluarga 224.345.000.116
027.DQ.6896.QEB.1Or KPM
18300000 18800000 Keluarga
SK No 144039 C
06 02 0l ID
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202t-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF XP PROP
o27.DQ.6497
44.115.652
027.DQ.6897.PDE
027.DQ.6897.PDE.lOl
1275 1275
027.DQ.6897.PDr
027.DQ.6897.PDr. rOl SDM Kesos yang
c) Keterlibatan
SK No
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.06.02 -
KP 02.06.03 - Indeks
KP 02.10.09 -
KP
KP 02. 10.12 -
KP 02.lO.13 -
KP 02. f0.16 -
KP 02,16.01 - Nilai
pulau-pulau kecil
49,56 (2023)
SK No
_498_
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
KP 02.16.04 - Nilai efektivitas
dan/atau qppeadir CITES
nilai 62,40 l2023l 68,30 70,
KP 02.18.02 -
ton 744,60 18 1244
KP 02.19.02 - Nilai kawasan
KP O2.22,O1 - Fcrscntas€
w
KP
Y,P O2-22.O1 - Proporsi tangkapan
KP 02.22.02 - Luas kawa.an
juta ha
KP 02.22.02 -
KP 02.22.03 -
KP 02.22.03 -
KP 02.22.03 -
KP 02.22.03 - PDB
SK No 144043 C
juta ton 2,OO 2,25 3,OO KP 02.22.04 -
iNiilllrrffli SATUAN BASEUNE2O24
KP 02.22.04 -
KP
Industri,
KP
KP 05.05.04 - Nilai
KP 05.05.04 -
KP 05.05.04 -
KP 08.03.01 - Nilai ketahanan wilayah pesisir dan
(indikator baru)
SK No 1440'14 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
032.DL Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
F.rikensn
dan
5 10 Unit 178.736.000 02 22 07 0l
032.DL.2375.RBQ Prasarana
dan Perikanan
136.972.121
032.DL.2375.RBQ.72r Gedung, Bangunan dan
Pelatihan
Ditingkatkan
2 10 Unit 136.972.121 02 22 07 01
032.DL.2375.SCC.831
25324 41000 Orang 301.145.702 02 22 07 lv)
ol
06 03 02 0l
03 07
SK No 144045C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.2376.PDE.541
d.n
l6 16 Unit
02 22 07 02
032-DL-2376.PDI
032.DL.2376.PDI.545
Kelautan dan
500 520 Orang 11.750.000 02 22 07 02
032.DL.2376.QcC Tata Kelola Kelembagaan Publik Bidang
87.855.600
032. DL. 2376.QC,c. 67 I Tata
04 07 02 05
dan
3 16
02 22 07 o1
032.DL.2376.RAN Sarana Bidang
SK No
Sarana Bidang
16 Unit 65.650.000 02 22 07 0l
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.2376.RBI
Pendidikan Menengah yang
I 5 unit
032.DL.2376.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 368.745.853
Pendidikan
Kapasitasnya
2
04 07 02 04
032.DL.2376.SAC
788.846.234
02 22 07 02
032.DL.2376.SDC.843
Pendidikan Tinggi yang
Masyarakat
t4 26
SK No 144047C
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp
PN PP KP PROP
032.DL.7020.QDB.646 Fasilitasi dan
lingkup Penyuluhan Kelautan dan
Feriken6n
I 14
02 07 06 o1
06 07 07 07
032.DL.7O2O.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
o32.DL.7020.QDD.@6
Kelautan
06 03 02 01
02 lo (x, 07
032.DL.7020.QK4
032.DL.7020.QKA.696
Prioritas KKP
I lO l,aporan 9.137.642 02 lO 09 07
Flfiksnen
86.250.OOO
SK No l4/;O48.C
dan Perikanan
5 Unit 86.250.000 02 10 09 07
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
202$-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.7O2O.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan
o32.DL.7O2O.RBQ.726 Gedung, Bangunan dan
Ditingkatkan
I ? Unit ro6.ooo.oq) 02 lo 09 07
032.DL.7020.SDC Penelitian dan
diterapkan
den
3
032.EC Program Nilai Tambah dan Daya Saing
Industri
Pasar Luar
2 Re-komendasi
9.5,16.000 02 22 03 08
SK No
Produk
NAMA
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 01 07 02
032.DC.2357.PEE Kemitraan
fi12.8C.2357.PEE.001
di
a 32
os 05 04 003
032.EC.2357.PEH Promosi
Makan Ikan (Ctcoarikan)
174
02 lo 12 002
Dalam
34 38
02
l.Il
04
03
c7
22
o6
02
I 7
os 05 04 002
032.EC.2357.PEH.004 Promosi Produk
Dalam NcSEri
4 38 promosi 24.OOO.fin 02 10 12 002
SK No 130013 C
02 22
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
I 2
032.EC.2357.QDr Fasilitasi dEn
032.EC.2357.QDt.OOr Ekspodfu
4 15
o32.EC.2357.ODr.OO2
l,aut
2 7
os os 04 001
02
032.EC.2357.QEG Bantuan
032.EC.2357.QEG.0Ot
02 22 03 08
032.EC.2357.QEG.OO2
032.EC.2357.QM4
032.EC.2357.QMA.(x) I
3 7
032.EC.2357.QMA.002 Profil Pasar
3 7
SK No
dan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.2357.RBQ.OOl Prasarana
Perikanan
2 Unit 164_000.000 02 22 03 LI3
07 l5 0l 08
032.EC.2358 Pengolahan dan Bina Mutu
Kelautan dan Fef,iken8n
634.244.622
o32.EC.23s8.QDC Fasilitasi dan Pembinaan
032.EC.23s8.QDC.001
pembinaan
I] 2OOO Orang a.ooo.ooo 02 22 03 :m
032.EC.2358.QDG Fasilitasi dan Pembinaan trMKM 12.054.000
o32.EC.2358.QDG.0Ol Pelaku usaha
div€f, sifikasi produk
03 03 03 03
06 03 01 02
032.EC.2358.QDI
032.EC.2358.QDr.00r Industri Pengolahan Produk KP yang dibina
o32.EC.2358.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 212.319.940
SK No 149565 C
Sarana Sistem Rantai Dingin Hasil KP 220 5lo Unit
02 l5 02 02
032.EC.2358.QEG.OOl 178.701.000 02 lO 09 09
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 22 03 09
05 03 0l 05
o? l5 0l tl-Fl
032.EC.2358.QEG.002 Sarana Pengolahan Hasil KP 165 275 Unit 33.618.940 05
02 lo @ 09
02 15 02 92
02 22 03 na
o1
032.EC.2358.RBO
den
389.000.000
032.EC.2358.RBO.OOl Unit
02
TA
02
15
22
02
02
o32.EC.2358.RBQ.OO2 Pabrik Es yang dibangun o 5 Unit 195.000.000 02 22 03 09
Kelautan drrt
r.072.830.851
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.3989.PDC.001
perikanan
3000 9000 produk 187.700.000 02 22 03 06
032.EC.3989.PDC.OO2 Produk kel,autan dart p6ikartdr
produksi pasca
3000
032.EC.3949.PDF Sertifikasi
032.EC.3989.PDF.001
500 30OO
o32.EC.39a9.PDF.OO2
produksi
500
032.EC.3989.QrA Pengawasan dan
032.EC.3989.Qr.A.OOr Hasil Perikanan di wilayah Rl yang diawasi
25 z.nn Produk 47.114.000 02 22 03 :4]a
032.EC.3989.QrC
032.EC.3989.QIC.OO2 UPI yang konsisten
Jaminan Mutu dan
500 2OOO
032.EC.3989.RAL
SK No 14.r';057 C
Sarana
REPIJELIK
KODE
NAMA
PROORAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 22 03 06
032.EC.3989.RBQ
dan Perikanan
317.392.220
o32.EC.3989.RBQ.OOl
02 22 03 06
44.734.026
032.EC.5279.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 12.520.000
032.EC.5279.QDG.OOr UMKM Kelautan
d'l'm Inkubasi Bisnis
18 1t2 UMKM 12.520.000 02 22 03 07
03 03 03 0+
06 03 01 7n
032.EC.5279.QDH Fasilitasi den Pcmt inean
032.EC.5279.QDH.O0l Badan Usaha
15 ,lO Badan
032.EC.5279.RAL Sarana Bidang
SK No 144058 C
Beku
,L,I) 3in Unit
NAMA
PROGRAM/TEqATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.5279.RBQ Prasarana
den Pcrikenen
o32.EC.5279.RBQ.0Ol
I 1 Unit 6.000.000 02 22 03 09
o32.EC.70rO.PtsR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan ,+4.700.351
penguji
B 5
Kebijakan
29.500.000 02 22 03 06
032. EC.7010.PtsR.002
uji yang dihasilkan
15 35
19.200.351 02 22 03 06
032.EC.7010.PDD.OO I Unit kccja
Eanajcaen
35 35
SK No 144059C
25 $.224.OOO 02 22 03 ila
perikanan
30
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.701O.QDC Fasilitasi datt
032.EC.701O.QDC.0Or Mas'yarakat
pemahamannya terhadap sister,l jaminan
6325 mn0 Orang
032.EC.7010.QtA Pengawasan dqn
032. EC.TOTO.QIA.OOI
quality
dan regulasi
35 35 Produk 35.500.000 02 22 03 trla
032.EC-7025.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan
032. EC.7025.PBR.001
Perikanan Berbasis
2 5
4.900.000 02 22 03 09
032.EC.7O25.QDB Fasilitasi dan
032.EC.7025.QDB.0Or
o 50
SK No I4H,O60C
Fasilitasi dsn
36 l9O Badan
032.EC.7O25.QDH
032.EC.7O25.QDH.0Ol
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pelaku Usaha yaru menerapkan
05 03 02 02
032.EC.7O25.QEG
o32.EC.7O25.OEG.OO1 Sarana
02 lo0909
02 15 02 02
:iD o3 22 02
032.EC.7O25.QEG.OO2 Sarana Distribusi
05 03 01 05
07 15 01 rllt
02 r0 09 09
02 15 02 02
032.EC.7025.RBQ Prasarana Bidang
dan Perik nan
320.000.000
SK No
5 Unit
o32.EC.7O25.RBQ.OOt
Kelengkapannya
o 283.500.000 02 10 09 09
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 22 03 09
032.EC.7025.RBQ.OO2 Pembangunan Gudang
o 3 Unit 36.500.000 02 22 03 09
140.954.000
032.EC.7026.PEH
032-EC-7026.PEH-OO1
05 0l 07 05
032.EC.7026.QD8 Fasilitasi dan
032.EC.7O26.QDB.0Or L€trbaga u.aha KP yang ditingkatkan
kapasitas
22 I
02 22 03 07
0l
032.EC.7026.QDC Fasilitasi dan
032.E,c.7026.QDC.0Or
menjadi
0 2OOO
032.EC.7026.QDG
SK No
327 900 UMKM
032.EC.7026.QDG.0Or UMKM KP yang
6.054.000 02 22 03 07
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
032.EC.7O26.QDG.0O2 Wirausaha KP yang
dibina
475 500 UMKM 13.500.000 03 03 02 02
TN o3 06 ol
02 22 03 o7
032.EC.7O26.QDG.0O3 UMKM yang
o 456 UMKM 19.000.000 02 22 03 07
032.EC.7026.RBO
I 2 bidang 73.600.000 02 22 03 07
05 01 0? 02
032.FD hogrs@ Kualitas Lingkungan Hidup 2.511.239.550
Biota
2.2&.379.6aO
032.FD.2362.PBW Kebijakan Bidang
Kelautan
18.805.000
Ekosistem
g 4 Rekomendasi
2.805.000 02 22 0l 06
SK No 144063 C
PROGRAM/ KEGI,ATAN/ I(RO/ RO(PROYTK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
02 16 04 0l
o32-FD-2362_PBW.OO3
Konservasi
o ll
9.600.000 02 22 01
Konservasi
o l0 Rekomendasi
4.OOO.OOO 02 22 01
032.FD.2362.PCA Perizinan Produk 62.4OO.420
02 16 0l 02
02 16 04 01
6 9
02 16 0l 02
o4
SK No 149565 C
Dokumen NSPK
Biota Perairan
t2 NSPK 2.751.4& 02 22 0l 06 032.FD.2362.PFA.001 4
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.FD.2362.QEH Bantuan
032.FD.2362.QEH.OOl
o 44
34.000.000 02 22 02 05
02 16 03 0l
032.FD.2362.QMA Data dan
032.FD.2362.QMA.OOr Data dan
02 16 03 02
032.FD.2362.QMA.002 Data dan lrrlomasi
6 lO
02 16 03 02
34-400.OOO
Konservasi
I 5 Unit 18.000.000 02 22 02 03
02 16 0l 02
o Unit 16.400.000 02 22 02 03
SK No
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Op€f, asional
02 16
ol 16 02
()4
02
032.FD.2362.REA.005
o 500000 Hektar 16.000.000 02 22 02 02
02 16 0l 02
032.FD.2362.REB
25 25 Jenis 22.072.690 02 16 04 01
dan/atau terancam punah
o 6
032.FD.2362.SCC
ditingkatkan
50 IOO Orang 9.500.000 02 22 02 o5
02 ol
SK No 1411067 C
300
032-FD.2362.SCC.OO2 Masyarakat
yarrg Ditingkatkan
3OO Orang
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah
penj rsunan usul,an Penetapan Kawasan
I(onscrvaii
o 10 Daerah
6.000.000 02 22 02 05
02 16 0l 02
Pcahir den hrleu-Pnlau
250.859.870
Kelautan
4-OOO-O00
032.FD.4346.PBW.001
Iklim
o 2
02 19 02 01
02 19 03 02
P€r'ubehsn
o 2
SK No 149567 C
3 [iFfrll 2.748.400 02 16 01 06 032.FD.4346.PFA.001
Pulau Kecil
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
u I NFT'X 1.OOO.OOO Oa 03 05 04
032.FD.4346.0DD Fasilitasi dan
Masyarakat
38.070.430
yarS Diberikan Penyadaran terhadap
1 53
Masyarakat
31.941.640 02 18 02
032.FD.4346.QDD.OO2 Masyarakat
yang ditingkatkan kapasitasnya
mitigasi Bencana
2 I
Masyarakat
4.gm.tso 08 04 04 0l
032.FD.4346.QDD.OO3 Masyarakat
yang
2 o Kelompok
Masyarakat
r.200.000 08 03 05 02
032.FD.4346.QEH Bantuan Kelompok Masyarakat 91).601.470
032.FD.4346.QEH.OO1
Biru
o l0
Masyarakat
20.000.000 02 19 02 0l
02 19 03 0n
SK No
14 22.500.000 08 03 01 01 032.FD.4346.QEH.OO2
o Kelompok
Masyarakat
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
PN PP KP PROP
032.FD.4346.QEH.003 Bantuan
Bersih
1 22
Masyarakat
4?.90t.470 06 07 02 03
o4 1v) il-'l 02
032.FD.4346.QEI{.004 Bantuan Pusat Rehabilitasi dsn
n 7 Kelompok
Masyarakat
[email protected] 02 16 0l 06
54.398.770
02 t2 04 04
02 t7 03 02
02 19 02 0l
02 19 03 o1
032.FD.4346.REA.002
mitigasi bencana
o 5
01 att) o4 o8
SK No 144071C
Kawasan padang lamun
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
02 19 02
02 lg 03 02
032.HB Program
Kelautan
491.663.000
032.HB.2337.PCA
032.H8.2337. PCA.00l
800 4500 Produk 18.761.000 02 22 01 02
032.HB.2337.PCA.002
Indonesia (P3MI) anEk kapal
aigrar yang
o 35 Produk 5.450.000 02 ro 09 oa
032-HB.2337.PDt
032.H8.2337.PDr.00r A$lak kapal
SK No
30 150
KODE
NAMA
PROGRAJT.I / KEGIATAN / rRO/ RO( PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Petugas
o4o,03 o3
032.H8.2337.QDC
032.HB.2337.QDC.oO l Awak kapal
penerapan Perjanjian
14000
032.H8.2337.QDH
032.HB.2337.QDH.OOl Pelaku usaha yang
prinsip HAM pada usaha
7OO Badan usaha 7.350.000 02 10 09 08 o
032.H8.2337.qEG Bantuan Peralatan / Sarana 406.976.OOO
032.H8.2337.QEG.0O2 Alat
bantu penangkapan ikan bantuan yang
11000 30000 Unit 145.276.000 02 10 09 05
06 07 04 02
06 03 02 02
032.HB.2337.OEG.OO3 Sarana
0a 03 0l 02
SK No lM74C
02 lo 09 05
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2338
032.HB.2338.PDr
032-HB-233a-PDI.OOt Syahbandar dan Petugas Kesyahb€rdaran
di Pelabuhan
l5
pelatihannya
s0 300 Orang 3.713.000 02 22 07 02
032.H8.233a.OGA Tata Kelola
Ekonomi
186.575.000
032.H8.2338.QG4.00I
dikelola dan
9 9
06 07 05 02
o32.HB.2338.QGA.OO2
pendataannya untuk
200 296
Perikenerl
SK No 1,14075 C
30 Unit 146.000.000 02 lo 09 05
Perikanan Tangkap yang
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2338.R80
dan
5.452.690.OOO
032.HB.2338.RBQ.00 r Pelabuhan
Perintis yanA ditingkatkan fasfitastya
untuk
o 31 Unit 690.000.000 02 lo 09 05
02 120906
02 22 03 02
032.H8.2338.RBQ.003
Maraf internasional yang dikembangkan -
IFP IFM I
2 6 Unit 2.716.000.000 02 22 03 02
o32.HB.2338.RBQ.OO4 Pelabuhan
bcrwawasgrr lingkungan yang
4 4 Unit 1.659.000.000 02 22 03 02
032.H8.2338.RBQ.0O5 Pelabuhan
prasarananya untuk
o 25 Unit
032.H8.2338.RBQ.006 P.labuhan
TFP TFM II
7 o Unit 157.690.000 02 22 03 02
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2338.SCC.001
ditingkatkan
o 1600 Orang 22.000.000 02 lo 09 07
6 6
27.000.000 02 22 0l 02
032.HB.233g.PCA
032.HB.2339.PCA.001 Izir! alokasi usaha perikanan tangkap
6000
032.HB.2339.QDC Fasilitasi dan
032.HB.2339.QDC.OOl Bidang tanah nelayan yang difasilitasi
5000 f|Iim Orang
032.HB.2339.QDC.OO2 Nelayan yang difasilitasi
usahanya
700 1100 Orang 20.ooo.ooo 02 lo 09 0,6
06 03 02 02
SK No 14071C
750 1200
032.HB.2339.QDC.OO3 Nclaysrr ya'tg difasilitasi
usahanya
14.550.000 06 03 02 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
032.H8.2339.QDD Fasilitasi dan Pembinaan
Masyarakat
24.700.000
032.HB.2339.QDD.OO I
kapasitas
2000 2400
Masyarakat
12.000.000 02 22 07 02
06 03 02 rt)
032.HB.2339.QDD.OO4
4 lo
Masyarakat
12.700.000 06 03 02 02
02 l0 16 03
02 22 07 02
032.H8.2339.QEA Bantuan
032.HB.2339.QEA.OO I Perlindungan Nelayan yang Tersalurkan o
032.H8.2339.QEH Bantuan KeloEt ok Masyarakat 454.800.000
032.HB.2339.QEH.0O t
1 lo Kelompok
400.800.000 02 lo G, 05
06 07 02 ol
06 03 02 02
032.H8.2339.QEH.0O2 Bantuan
o 10
Masyarakat
4ii.ooo.ooo 02 10 16 03
02 t0 09 06
SK No 144078 C
-s28-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
faailitasoya - Ocean for hospcrity
(Lautra)
Masyarakat
06w020r
06 03 02 02
032.HB.2339.QK4
34.600.OOO
032.H8.2339.QKA.001 Bidang tanah nelayan yang diidentifikasi
untuk difasilitasi s€rtifikatnya
5000
032.HB.2339.QK4.002
diidentifikasi untuk ditingkatkan
0
02 22 07 02
032.H8.2339.OK4.003 Nel,ayan yang diidentifikasi
dala.E rangka perlindungai nelayan
100000
02 lo 09 08
ol
032.HB.2339.UBA Fasilitasi dan
Daerah
22.100.OOO
032.HB.2339.UBA.001
terintegrasi
37 37
SK No
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Penangkapan
11 l1
Laut
Kepulauan
3 ll
15.200.ooo 02 22
ll 11
Kebijakan
21.600.000 02 22 01 02
3
Kebijakan
18.500.000 02 22
o32.HB.234r.OGA Tata Kelola
EkdroEi
588.400.0(x)
032.H8.2341.QGA.001
Pengelolaan
ll 1l
032.HB.234r.QGA.004
Pengelolaan
Indonesia (WPPNRI) yang terkelola
Project
3 O
SK No 1,14080 G
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.H8.2341.QKB Pemantauan produk 16.OOO.OOO
o32.HB.234r.QKB.0Ol Laporan data
5000
032.HB.234r.RBQ
dan Perikanan
31.000.ooo
o32.HB.234l.RBQ.0O2
0 2t Unit 31.000.000 02 22 01 02
032.HB.2350
hasersna dan
4.938.552.250
o32.HB.23sO.QHD Operasi
032.H8.2350.OHD.00I Operasi Kapal Pengawas 2A 140 Operasi 3.22+4.528.588 02 0,6 03 Ol
032.H8.2350.QHD.002 Op€f,asi
032.HB.2350.QHD.0O3 Operasi Speedboat Perr8atf,.as m 50 Op.rasi 120.828.000 02 0,6 03 0l
673.600.000
032.HB.2350.RAL.OOt Kapal
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2350.RBQ Prasarana Bidang
dan
164.746.215
032.HB.235O.RBQ.OO1 Prasarana
dibangun
4
dan Lingkungan Hidup
48,4.449.447
Kelautan dan Perikanan
Daya Kelautan dan Perikanan
032.HB.2352.QrC
032.HB.2352.QlC.OOl Unit usaha scLtG
kepatuhannya
754 950
o? 02 03 ol
m
on
02
01
02
o3
03
SK No 1,14083 C
02 22 0r 03
032.H8.2352.QIC.002 Unit usaha
kepatuhannya
02 t7 07 o3
-s32-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 16 02 03
dan Komunikasi
yang
1 I
Fenyadartahuan scLtor Kelautan dan
87.900.000
032.HB.2353.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
87.900.000
032.H8.2353.QDD.00l
1110
87.900.OOO 02 22 01 03
032.HB.2363.PBW Kebijakan Bidang KeEaritioar! datr
97.900.000
032.H8.2363. PBW.00l RckoEetrdaei Kebijakan
3 3
10.400-ooo 02 22
2 2
Kebijakan
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2363.PtsW.003
ll lt
20.ooo.ooo 02 22 0l 05
bahari dan
I 2
02 16 04 03
06 07 02 o1
08 02 02 04
I 2 Rekomendasi
5 5 Rekomendasi
17.500.000 02 22 01 05
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 02 22 04 03
032.HB.2363.PFA
032.HB-2363.PFA.001
032.HB.2363.QDD Fasilitasi dan Pembinaan
Masyarakat
SK No 149568 C
Korporasi Petambak Garam 6 Kelompok
Masyarakat
02 10 16 o3
o32.HB.2363.QDD.OOl o lo.ooo.ooo 02 22 04 01
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2363.QEG Bantuan
032.HB.2363.QEG.OOl
02 22 06
02 16 04 03
ol
032.H8.2363.Q8G.0O2 Sarana Benda Muatan Kapal
o 2 Unit 4-OOO-000 0a 02 02 04
032.HB.2363.QEG.0O3 Sarana niaga Garam
032.H8.2363.OEG.004 Sarana produksi
02 16 05
032.HB.2363.RAJ.O0r Lohan Gara.E yang
Kompetensinya
loo lOO
0,6 w 02
SK No
3i)
02 16 03 0r
Kompetensinya
0 Orang 2.OOO.000 02 22 04 o3
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
253.291.938
Kelautan
54.200.000
Pulau-Pul,au
t2 15
44.600.000 02 22 0l 07
3 5
Kebijakan
9.600.000 02 22 0l o7
tradisional dan lokal di pesisir dan Pulau-
pulau Kecil
I 2 NSPK l.200.ooo 08 02 04 03
IGcil
I 2 NSPK 1.981.938 02 22 0l 07
032.H8.2365.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
22.OOO.OOO
SK No
6 9.600.000 08 02 04 03 032.H8.236s.QDD.001 Masyarakat hukum adat di pesisir dan
Pulau-pulau Kecil yang dilindungi dan
dikuatkan kapasitasnya
2 Kelompok
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2365.QDD.OO3 Masyarakat lokal di pesisir dan Pu.lau-
pulau Kecil yang difasilitasi dan
2 6
Masyarakat
12.,100.000 08 02 04 03
032.H8.2365.QEG Bantuan
032.H8.2365.QEG.00r
hrlau -Pulau Kecil/ Terluar
55 65 Unit
02 22 0l 07
032.H8.236s.QM4 Data dan
032.HB.2365.QMAOOr
4 5
032.H8.2365.R8Q
dart Perikanan
032.HB.2365.RBQ.00r Prasarana/ InfrastruLtur di Pesisir dan
I 10 Unit 116-500.000 02 22 0l o7
08 03
032.HB.2366.P87
SK No 144088 C
500 650 47.200.OOO 02 22 01 o1
laut)
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rekomendasi
laut di daerah
laut yang bcf,csiko rendah
34
8
37
8
Kebijakan
27.900.OOO 02 22 0l Ol
32.000.000 02 22 0l Ol
60 loo
032.HB.2366.PtsW
Kelautan
169.950.000
Kawasan Antar Wilayah yang
4 3
Kebijakan
14.000.ooo 02 22 01
os ol
o1
04
032-I.r8.2366. PtsW.OO2
Perairan KSN yang akan diintegrasikan
3
27.250.OOO 02 22 01
Perairan KSNT
5 3
46.700.000 02 22 01
SK No
2.500.000 02 22 01
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
yang
PPKT
2 6
22.OOO.OOO 02 22
Rekomendasi
memiliki dokumen perencanaan
pengelolaan
Rekomendasi
yang memiliki
6 2
o
Rekomendasi
Kebijakan
15.500.000 02 22 0l 01
16.000.000 02 22 0l 01 lo Rekomendasi
Kebijakan
o32.HB.2366.PBW.Ol I Rekomendasi Dokumen
Hidup
0 15
Kebijakan
26.000_000 02 22
032.HB.2366.PF4.002
o32.H8.2366.PFA.003
Dokumen NSPK
Dokumen NSPK Pengendalian Pemanfaatan
Ruang laut
2
I
0
o
NSPK
8.000.000 02 22 0l o1
6.000.000 02 22 0l 01
SK No 149570C
Sarana Bidang
9.140.000
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2
032.HB.2366.RAN Sarana Bidaru
032.H8.2366.RAN.0O I
Ruang laut
0 1 Unit
Daerah
36.750.000
integrasi RzwP3K
8 lo
(Prov/ Kab/ Kota)
18.400.000 02 22 0r
032.H8.2366.UBA.004
4 to
(Prov/ Kab/ Kota)
13.350.OOO 02 22
pengelolaan
3 3 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.OOO.OOO 02 22
032.H8.702r.PtsR
SK No
10 8.OOO.OOO 05 0l 07 04
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.H8.7021.QAB
o32.HB.7021.QAB.O01 Unit Usaha yang dilakukan
032.HB.702l.OEA
o32.HB.7O21.OEA.O0l
terlindungi usahanya
o IOO Orang
o32.HB.702l.QED Bantuan Tanaman 26.025.OOO
032.HB.702r.QED.0Ol Bibit
disalurkan ke
37500 80000 Unit 26.025.000 05 0l 07
o1
02
02
04 07
03
06
fd:l
o32.HB.702l.QEG Bantuan Peralatan /
032.HB.7021.QEG.001 Sarana budi daya rumput laut yang
disalurkan ke
170 700 Unit 76.050.000 05 0l 07 01
Lt)
02
04
02
07
o3
06
:|Ia
SK No
o Unit 121.500.000 05 0l O? 0l 032.HB.7021.QEG.OO2 Infrastruktur Kawasan Budi Daya
Laut - 'Ocean fd hospoity -
for
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.H8.7021.QEG.003 Klaster
yang dibangun baAi
o 4 Unit 94.OOO.OOO 05 01 W o1
032.HB.702l.QEG.OO4
Laut yang
o 3 Unit 200.ooo.ooo 05 01 07 01
o32.HB.?O22
032.H8.?022.PtsR
Ikan Air Payau
6
Kebijakan
33.736.994 02 10 09 04
032.H8.7022.OA8
o32.HB.7022.OAB.OO1 Unit Usaha
payau
207 640
o32.HB.7O22.QDC Fasilitasi dan
032.HB.7022.QDC.OOl Rck@cndasi
air payau yaru akan disertipikasi
0
032.HB.7022.QDD Fasilitasi d6n
90.000.000
SK No 144093 C
5 90.ooo.ooo 02 10 16 03 032.HB.7O22.QDD.OO I Korporasi Pembudidaya
yang dikembangkan
o
Mas,yarakat
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O32,HB,?O22,QEA
032.HB.7O22.QEA.O0l
yang terlindungi usahanya
o 300 Orang 3.OOO.OOO 02 lO 09 trl
o32.HB.7O22.OEG Bantuan
032.H8.7022.OEG.(x) I Sarana Budi Daya
0 700 Unit 480.000.000 02 10 09 02
02 02
o32.HB.7O22.QEG.OO2
yang dikembangkan
o 3 Unit 200.000.000 02 ro 09 03
o32.H8.7022.QEL Bantuan Hewan 42.03a.O40
o32.HB.7O22.QEL.UO l Calon Induk Unggul
187 236 Ekor 109.396 02 r0 09 0l
o32.HB.7O22.QEL.UO2 Calon Induk Unggul Udang yang disalurkan
k€
17677 ,tlma Ekor s.619.232 02 10 09 0l
032.HB.7O22.QEL.UO3 Benih
2964669 7000000 Ekor 13.226.344 02 lO 09
07 15 0l 07
o1
SK No 144094C
,10058988 60000000 Ekor
032.HB.7022.OEL.UO4
23.083.068 07 15 0l 07
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
o32.HB.7O22.Q.JC
032.HB.7022.qiC.OO1
yaru diuji
2SO 8OO
o32.HB.7O22.QJC.OO2 Sa6pcl Monitoring
yang
2to 8OO Sampel 5.620.000 02 10 09 ol
032.H8.7022.qJC.U03 Safi pel Su.rveilan
(AMU/AMR) Ikan Atu Payau yang diuji
150 8OO Sampel 7.937.511 02 10 09 0l
Pcrikensn
582.993-O39
6224 10000 Unit 3.755.101 02 lO (x) o1
08 03 0l 02
Diproduksi
174067 400000 Unit 72.432.940 02 lO 09 01
operasional Unit
94670 500000 Unit 19.630.876 02 10 09 01
SK No 1,14095 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
232542 tFlrfiIIrn Unit 456.504.189 02 l0 09 01
032.H8.7022.R8Q
dan
4.321.763.000
032.HB.7O22.RBQ.OO I Klaster
Udang
n 15
032.HB.7O22.RBQ.OO2 Irigasi
partisipatif (PITAP)
25 125 Unit I 11.250.000 02 lo 09 03
032.HB.7022.RBQ.003 Infrastructure
Aquaculture Project (ltSAB
7 0 Unit 1.273.013.000 02 22 03 03
o32.HB.7O22.RBQ.0O4 kas€rara
UPT
o 20 Unit
032.HB.7O22.RBQ.OO8
o lo Unit
02 22 03 03
032.HB.7O22.RBQ.OO9
Payau
o 6 Unit 2.100.000.000 02 10 09 o3
SK No
Kebijakan Bidang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Ik n Air t aut
6 10 Rekomendasi
Kebijakan
7.200.000 02 lo 09 o4
o32.HB.7O23.OAB Pelayanan Publik
o32.HB.7O23.QAB.OO I Unit U.aha yang dil,akukan
sertifikasi
23 400
032.H8.7023.OE4 Bantuan Masyarakat l.ooo.ooo
032.HB.7O23.QEAOO l
terlindungi
o fOO Orang
032.H8.7023.0EG Bantuan
032.HB.7O23.OEG.0Or Sarana budi daya ikan air laut yang
7n 54 Unit 71.000.000 02 10 09 02
06 03 02 02
032.HB.7O23.QEG.0O2
Laut yang dikembangkan
0 3 Unit 200.000.000 02 10 09 03
032.H8.7023.QEL Bantuan Hewan 61.521.506
032.H8.7023.QEL.U03 Benih Kepiting yanA disalurkan ke
174574 350000 Ekor t.274.574 02 lO 09
SK No 144097C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7OB.qrc
032.HB.7OB.Q.rc.0Or Sampel Monitoring
yang diuji
70 lOO Sampel 820.OOO 02 10 09 01
032.H8.7023.OJC.U02 Sampel
yang diuji
75 IOO
diproduksi
89 5000 Unit 2.213.317 02 lO (x)
032.HB.7023.RAL.002 Calon
10037 85000 Unit 22.910.044 02 lO 09 0l
1392? Sit in Unit 3.781.900 02 10 09
SK No 144098 C
o 374O00 Unit 137.OOO.000 02 10 09 ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
032.H8.7023.R8Q Prasarana Bidang
dan
032.HB.7O23.RBO.0Or
berbasis
1 3 Unit 440.000.000 02 lO 09 03
02 22 03 03
032_H8.7024.PtsR Kebijakan Bidang
6 10
032.H8.7024.QAB
o32.HB.7O24.QAB.0O I Unit Usaha yang dilakukan
sertifikasi
375 540
032.HB.7O24.QDC Fasilitasi dan
032.HB.7024.QDC.001
air
o
032.H8.7024.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
90.000.000
SK No
6
n Kelompok
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
N25-N29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7024.0EA
032.HB.7O24.QEA.Oo 1
yang
o 500 Orang
032.HB.?O24.QEG Bantuan
032.HB.7024.QEG.OO I Ssrala Budi Daya Air
disalurkan ke
230 450 Unit
02 02 o3 o6
032.HB.7024.QEG.O02 Kampung Perikanan Budi Daya Air Tawar
o 6 Unit 300.000.000 02 lo 09 03
032.HB.7024.QEL
032.HB.7O24.QEL.UOl Calon Induk Unggul
disalurkan ke
54332 68600 Ekor to.961.372 02 lo 09 01
, 032.HB.7024.QEL.U06
2?
07 15
032.H8.7024.OJC Penyidikan dan Pengujian Penyakit
032.HB.7024.qJC.0Or Sampel Monitoring Residu
150 9OO
SK No
70 6.668.000 02 lo (x) 0l 032.HB.7O24.OJC.0O2 Sampel Monitoring
yang diuji
950 Sampel
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
032.HB.7O24.OJC.U03 Sampel Surveilan
[<an Air Tawar (AMU/AMR) yang diuji
105 350 Ss.Epel 1.416.075 02 10 09 o1
Perikanan
Diproduksi
220326 27aloo Unit 36.189.459 02 10 09 0l
o32.HB.?O24.RAL.OO2 Pakan
operasional Unit Pelaksana Tclcds (UP-IJ
dan lingkungan yang
0 22 Unit 16.700.000 02 10 09 02
Aquaculturc in
2 o Unit 26.155.000 02 lO 09 03
yang diproduksi
o
032.HB.7O24.RBQ
dan Perikanan
128.500.000
032.HB.7024.RBQ.OO I
ikan air
o 3 Unit ,ri!.500.000 02 lo 09 02
SK No
Klaster
7 Unit 032.HB.7024.RBQ.O02 0 85.000.000 02 lO 09 03
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o32.WA.2322
o32.Wl..2322.WC
o32.WA.2322.PEC.OOl
dan Perikanan
2 2 DokuDrcn 35.535.424 02 22 ol M
032.WA.2329.QMA Data dan
032.WA.2329.QMA.OOr Iayanan Data Kelautan dan P€f,ikanan 245 245 Deta 48.083.460 02 22 Ot 04
06 01 02 01
73.704.19
o32.WA.2329.RAN.OOl Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
Unit 70.000.000 02 22 07
02220lM
ol
o32.WA.2329.RAN.OO2 Sarana Data Citra Satclit Radar 6 6 Unit 3.704.1* 02 22 01 04
SK No l4957l0
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.WA.2329.RCL OP Sarana Bidang
47.227 314
032.WA2329.RCL.001 OM Sarana Data
TOTAL 32.321.154. rs6
c) Keterlibatan
SK No l4/.lO4C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran
GNI Per Kapita USD 4.470
Rasio Gini o,379 0,378 - 0,382 0,372 - 0,375
Koordinator Pencapaian
PN 02 - Indek Ketahanan
PN 02 -
PN 03 -
PI'[ 03 - Rasio PDB pariwisata
PIt 03 -
SK No 144105 C
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
PN 05 - Rasio PDB
PN 05 - Biaya
PN OS - Pembentukan
PN 07 - Tingkat
PP 02.14 - Kontribusi
PP 02.15 - Tingkat input material sirkular persen g 9,2 10
PP 04. f9 - Pengeluaran p.r
l2o23l
Laki-Laki:16.891;
10.603
PP 05.03 - Biaya
PP 05.03 - Rata-rata
PP 07. 15 -
KP 02.09.06 -
persen - (indikator baru) roo
SK No
persen -
-
KP 02.09.06 -
yang
KP 03.04.03 - Indeks literasi
KP
KP 05.02.02 - Nilai PMA dan PMDN di KEK
KP 05.02.03 - Nilai PMA dan PMDN di KEK Galang Batang triliun rupiah 2,40 13,80 13,20
KP
SK No 144107 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL Program Koordinasi
035.CL.2491 Koordinasi
27.624.156
035.CL.2491.PBA.001
2025-2030
I I Rekomendasi
27.628.156 02 14 001 004
04 19 03 02
03 02 04 03
Fiskal
035.CL.2492.P84
dan
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
5.027.557 M 15
Logistik Nasional
11.051.263
SK No l44l08C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan I 1.051.263 035.CL.2500.P84
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL.2500.PBA001
t
2 2
Kebijakan
oss.cL.2513 Koordinasi
Multilateral
6.199.443
o35.CL.25r3.PBA
o35. CL. 25 13. PBA" 00 I
Aksesi Keanggotaan OECD
o 2
Kebijakan
6.199.443 02 (x) 06 02
035.CL.2519
o
035.CL.2519.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
0
035.CL.2519.PBK.001
Industri
o o
0O50l0607
Industri Hilirisasi
0 o
OOSOlOS04
05 01 01 t{i
Perdagangan dan
5.525.631
SK No
5.525.631 05 05 02 001
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Ekspor yang
os or 06 07
035.CL.4539 Koordinasi Kebijakan
24.742.457
03s.cL-4539.PBA
03s.cL.4539.PBA.OO I
Inklusi Keuangan
2 2
24.782.457
24.782.457 04 19 03 02
Kebijakan
035.CL.4539. PBA.OO l.OOO0
Inklusi Keuangan -
2 2
Kebijakan
24.742.457 03 04 03 OO7
035.CL.4545 Koordinasi
Produktivitas dan Pengembangan
035.CL.4545.PBK Kebijakan Bidang Tenaga
dan UMKM
19.339.709
I 1
Kebijakan
4.244.447 04 19 03 1t)
04 07 04 03
Vokasi
2 2
Kebijakan
5.525.631 04 t9 03 02
04 07 04 o3
SK No
5.525.631 04 07 04 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kartu
Kebijakan
06 03 02 ol
04 19 03 02
035.CL.4550 Koordinasi Kebijakan Cipta
035.CL.4550.PBK Kebijakan Bidang
dan UMKM
33.153.788
035.CL.4550.PBK.001 Rekomendasi
Kerja
2 2
Kebijakan
33.153.788 04 0t 04 03
04 lg 03 02
035.CL.5266
Kawasan
59.40r.945
035.CL.5266.PBF
Proyek Infrastruktur Prioritas
ttoyck Strategis Nasional (PSN)
0 2
Kebijakan
59.801.945 05 04
035.CL.6920 Koordinasi Strategi dan
14.366.641
035.CL.6920.PBP Kebijakan Bidang
SK No l44ll1C
Rekomendasi
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL-6920-PtsP-OO I.OOOO
I I
14.366.641 03 OS 13 008
03 05 06 00a
03 05 07 008
03 os ll
035.CL.6921
dan
13.814.079
035.CL.6921.PtsP
dan Pengelolaan KEK
1 1
Kebijakan
13.814.079 05 02 02 06
o5
035.CL.692 1.PtsP.OO 1.0000
dan Pengelolaan KEK - Pusat
I I
13.814.079 03 05 I I OOa
03 05 07 008
03 05 06 00a
03 05 05
03 os t3
SK No
Sama,
KEK
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL.6922.PBP
KEK
I I
22.102.025 05 02 03 tla
035.CL.6922.PBP.00 I.OOOO
KEK - Pusat
I I
22.102.025 03 0s os 008
03 os 13
03 05 06
03 os 07
03 05 ll 008
035.CL.6923.Q4H
035.CL.6923.QAH.0O2
B
1 I
TOTAL 256.861.904
c) Keterlibatan Peran
SK No
I. MATRIKS
F-I-f,iTTSJ EAEDLTND2O24 TAROET2O2S
Koordinator Pencapaian
Indeks Model
Koordinator Pencapaian
PN 04 - Rata-rata nilai PISA:
(a)
(b)
(c) sains
PN 04 - Rata-rata
(a)
(b) 366;
(c) 383
12022)
9,22
{a) 396;
p) aoa;
(c) 416
9,33
(a) 409;
F) a16;
lcl 426
9,82
PN 04 - Harapan
PI'[ 04 -
trcn.ngah dar tinggi
PN 04 -
PN 04 - Rata-rata nilai
(a) literasi
(bl
(a) 60,89;
(b)
(a) 62,89;
(b)
(4 66,89;
(b)
SK No l4r'.ll40
rfi;lTrfr.Til r:-rrfi7l-il DASDIJI,GaO21
PN 04 - Usia harapan hidup (UHH) tahun
PN (X -
wanita usia subur
2,14
PN 04 -
PN 04 - Indeks
P-I'l 04 -
PN 04 -
PN 04 -
PN 04 - Mobilitas
PN 04 - Mobilitas penduduk penyandang disabilitas FGrSelr
PN 04 - Peringkat indeks inovasi global
PN 04 - Jumlah
PN 04 -
PN 04 -
SK No 1441160
i1',IrTrf,r.Tl FIYTTfi]I DAEALINE2r'?4
PN 04 - Peringkat pada SEA
PN 04 - Peringkat pada ASEAN Para
PN 04 - Pef,scntasc
PN 08 -
PN 08 - Proporsi
Koordinator Pencapaian Indikator
PP 04.01 - Tingkat
PP 04.01 -
4.145.957
PP 04.02 -
(a) literasi
(b)
persen (a) 48,31;
{b) 37,04
(a) 50,55;
{q
(a) ss,oo;
(b) so,oo
PP 04.02 - turlg
PP 04.04 -
kategori baik
pefsalr
SK No t44l17C
60,49
Erjlirr,rJ DASD,IIND2O,,4 TARGET1YE
PP 04. 19 -
Laki-Laki: 43,41;
laki-Laki: 44,49;
SK No lzl4ll8 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
036-CL
036.CL.6339
036.CL.6339.PEA Koordinasi 8.173.590
8.173.590
c) Keterlibatan Peran
TOTAL
SK No
KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2025
PN 07 -
w
KP 07.l l.Ol - Total
KP 07. f f.O2 -
SK No l4.r'l200
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2021-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04t.EI Program
BUMN
041.Et.4407 Pengembangan BUMN Sektor Industri
Energi, Minyak dart Gas
9.434.71I
04l.Et.4407.PBA Kebijakan Bidang
IKN
1
Kebijakan
2.144.787 06 05
07 \t 02
03 02 04 01
04
0l
04l.EI.4407.PBA.OOs
dalam rangka kecukupan
en68i dan
2 2
Kebijakan
3.550.113 02 11 02 o3
03 02 03 0l
dan hilir
2 2
Kebijakan
04l.EI.440A
Mineral den
16.354.461
SK No l,l4l2l C
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041.EI.4408.PtsA.O04 Rumusan
d€lae rangka Hili sasi
Tambang
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
13.v)1.452 05 0l 03 02
o7 ll ol 03
041.EI.4408.Pts4.O05 RulruEan Kebijakan
dala.E rangka
1 I
Kebijakan
05 01 t2 03
041.EI.4409
9.161.406
041.EI.4409.PtsA
04 I . EI.4409. PtsA. 006 Rurrusa[ Kebijakan
3 3
Kebijakan
4.882.565 07 11
041.EI.4409.PtsA.007
Sakit dar Center of E rcellcncc di Holding
RS BUMN
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
4.274.441 07 ll 0l 04
04 15 02 0l
041.EI.4410
04l.EI.44lO.PtsA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 3.299.723
SK No
Kebijakan
3.29tt.723 0? 11
Dalam Rangka M€itdukun8 Defend ID
sebagai Industri
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Keuarrg€rr
6.955.310
041.EI.4412.Pts4
041.EI.4412.Pts4.OO4
dalam rangka
Mikro
3 3
6.955.310 O? rl 01 o7
03 03 02 02
02 lo 16 03
04 1.EI.44 12.Pts4.OO4.3 173
dala.E rangka
Miko - Kota Administrasi
3 3
6.955.310 03 04 0l OO2
04 r.EI.4413
Infrastruktur
3.071.631
04 I . EI- 44 13. PtsA
04l.EI.44l3.PtsA.OO4
Wa.Lita Karya dan Wijaya Karya
I
[email protected] 0? l1 0r ol
()4l.EI.4413.PtsA.OOs
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
1.370.919 07 11 01 o5
SK No
PengeEbarual BUMN Sektor Jasa
Asuransi dan Dana
12.320.692 041.El.4414
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041.EI.4414.PB4
04l.EI.44l4.PBA.OO7
dalam
I
Kebijakan
1.773.383 03 03 02 02
041.EI.44l4.QDA
04 1.Er.4414.ODA0Or.3r73 Hasil
Adf, inistrasi
5 5 BUMN 10.547.309 03 04 02 001
041-EI.4415
9.934.997
04 I . EI.44 15. PtsA Kebijakan Bidang
04 1. EI.44 15. PtsA.OO4
I I
041.Et.4415.PtsA.005
1 I
2.421.042 07 lr 01
02r0l7ol
SK No l4/.l240
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan
2 2 Rekomendasi
2.34?.542 07 1l 01 05
Penyelenggaraan Event di Destinasi
4 4
Kebijakan
4.668.439 0? ll Ol rln
04 09 04 02
041.EI.4416.PBA.OO6 Rumusan Kebijakan
dala.E rangka
I I
1.547.157 07 1l Or 06
04l.El.44 l6.PtsA.OO6.3 173
Wellnesa
I Reko@€(ldasi
Kebijakan
03 0s 02 001
d'lrn rangka
Domestik dsn
o 1
546.140 07 1l Ol 05
04 I . EI- 44 l6_ PtsA-Oo8
dalarn rangka
Navigasi Penerbangan
Metroplex
0 2
4?4.220 0? 1l Or o5
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 1.EI.4416.PBA.OOa.3l73 Rurnu3an
dalam
M€troplex System Greater Jaka.rta - Kota
2 o
474.220 03 05 04 001
041.E[.4420
Undangan dan Pengelolaan Informasi dan
041.EI.4420.PBD Kebijakan Bidang
04l.EI.4420.PBD.OO3
BUMN
I
Kebijakan
13.244.926 02 (x) 04
04t.Et.442l
5.417.620
04 I . EI.442 1. PBA
04l. EI.442r.PBA.OO2
BUMN
3 3
Kebijakan
s.417.620 07 lr ol ol
041. EI.4a2A
Pangan dan
SK No 144126 C
irctiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04l.EI.4828.PBA.OO4
BUMN dalam rangka
3 3
041. EI.5810
(N1.EI.5810.PtsK Kebijakan
dan UMKM
34.364.695
()41.EI.5810.PBK.005
BUMN
I I
Kebijakan
12.219.390 07 ll or o1
041.Et.5810.PBK.006 Penyusunan
artd MoDaIrcc
I
Kebijakan
5.625.998 07 ll 0l Ol
04r.Er.5810.PBK.007
I I Rekomendasi
16.519.307 07 1l Or o1
041. El.5a 13 Penatakelolaan Tanggung Jawab Sosial darr
04 I . EI. 5a 13. PBA
4 4
Kebijakan
23.73?.5t2 02 lO 16 03
SK No t,l4l27 C
07 ll 02 02
041_EI-6601
NAMA
PROGRAM/TEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202*2029
(Rp
PN PP KP PROP
04l.El.660l.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan
I
3.413.335 tt 11
041.E,t.6602
04l.EI.6602.PBA.OO4
3 3
8.318.569 0? 11 0l 05
BUMN
I
Kebijakan
3.032.239 07 ll Ol 05
05 03 03 02
05 03 02 ol
03 02 01 N2
TOTAL 178.685.470
Katcrarrgan;
cl Keterlibatan Peran
SK No 144128 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
PP 04.17 -
PP 04. l7 -
PP 04.17 -
PP 04.17 - Proporsi
PP 04. 19 - Prevalensi kekerasan terhadap
PP 04.19 -
Provinsi: 2;
Kab/ Kota: 3
KL: 4; Provinsi: 3;
Kab/ Kota: 5
KL: 16; Provinsi:
15; Kab/Kota: 47
l(P 04.16.01 -
SK No
12
KP 04.17.01 - Jumlah kab/kota dengan
Nindya: 76;
Madya: 130;
l2o23l
Kl,A: O;
20;
Madya: 132;
KLA: 2;
23; Nindya: 88;
Madya:
KP
keluarga
KP
heri
KP 04.17.01 -
kab/kota 2AO
KP 04-17.O2 - Proporsi
KP O4.17-O2 -
KP 04. 17.02 - Prevalensi
Perempuan: 2,09
l,aki-laki: 1,28;
KP 04.17.02 -
12
Pcretrpuart: 2,67
Laki-lski:1,42;
Laki-laki: I , 13;
Fer€ropuan:1,46
SK No
KP 04.17.02 -
laki-laki: 2 I ,98;
KP
orang tua
KP 04.19.01 -
hidup pertama
KP 04.19.02 -
Madya 16
Madya 16,5
KP 04.19.02 -
KP 04. 19.02 -
KP 04.19.03 -
KP 04.19.03 - Rasio kewirausahaan
l(P 04.19.04 - Proporsi perempuan
persen 3,70 3,59 3,19
KP 04.19.04 - Proporsi
t€f,aldrir
persen 5,7 5,54 5,23
KP 04.19.04 - Prevalensi Kekerasan Terhadap
KP 04.19.04 -
SK No l.t4l3l C
pcf,s6n 46,3 43,86 34,09 KP 04.19.04 -
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP 04.19,04 -
KP 04.19.04 - Jumlah perempuan
SIMFONI PPA
KP 04, l9.OS - Pcf,scntqsc
Prov / Kab/ Kota:
l0
KIL 5,2Oi
Prov / Kab/ Kota:
11,2
K/L rO,OO;
Prov / Kab/ Kota:
16,00
KP 04.19.05 - Persentase Ro/sub
KP 04.19.05 -
Kab/ Kota: O
Kab/Kota:155
SK No 144132 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Perempuan dan Anak
s57.347.603
Anak (KPN)
64.624.37 t
047.DE.2787.PBN Kebijakan Bidang Sosial 6.661.190
4 6
Kebijakan
6.661.190 04 t7 0l 02
o47 .DE.27a7.QAA Pelayanan Publik kepada
04?.DE.2787.Q44.001
terkait Felanggardr Hak Anak
2000 2400 Orang
06 02 03 0l
o47 -DE.2?A7.QAA.N2
15 l5 Orang 5.652.605 04 r7 02 02
o47.DE.27A7.OlB Pengawasan d6n
047.DE.2787.QrB.OOl
adanya dugaan
terkait Pef,lirldungan Anak
loo IOO
SK No
Pengawasdr dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2787.QtC.001 Pengawasan Penyelenggaraan
anak di K/L
26 38
047.DE.2787.Q1E Pengawasan dan
Da€r6h
(x7.DE.2787.QIE.OO I
di
50 70
32.714.410 04 17
dan Evaluasi
2 3
dan
57.101.575
047.DE.2790.PDD Standardisasi
047.DE.2790.PDD.001 Standardisasi
den
5 5 4.202.550 04 19 02 02
047.DE.2790.QD8 Fasilitasi dan Pcrobirlaan
SK No l4r''l34C.
6.270.000 04 19 05 0l 047.DE.2790.QDB.00I K/L Bidang Politik dan Hukum yang
diberikan
6 5
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2790.QD8.002 K/L
4 3
04 19 02 o1
047.DE.2790.QDB.O03
difasilitasi
Bidang Politik dan
5 5
04 19 05 0l
047.DE.2790.QM8
047.DE.2790.QMB.OO 1 KIE PUG Bidang Politik dan
047.DE.2790.SC.,
047.DE.2790.SCJ.OOr SDM
dan
roo lO0 Orang 2.652.550 04 19 02 02
047.DE. 2790.SCJ.OO I.OOOO SDM
dan
Pusat
100 100 Orang
dilatih tentang
350 350 Orang 9.983.925 0l 03 0l 02
04 19 02 0l
SK No 144135 C
loo
ot 05 01 02
047.DE.2790.SCJ.003 Anggota
2.852.550 01 03 0l 02
PROGRAM/KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
04 19 02
047.DE.2790.UBA Fasilitasi dan
Daerah
18.460.OOO
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
PUG di Bid.ng Politik dan
2 3
(Pror, / Kab/ Kota)
8.130.000 0l 03 0l 02
ol 04 02 0l
04 19 05 02
Supervisi
l3 l3
(Prov / Kab/ Kota)
7.930.000 04 19 02 0l
Supervisi dal'h
DRPPA
4 4
(Prov / Kab/ Kota)
2.400.000 04 19 02 01
047.DE. 2790.U8AOO3.9500 Daerah yang
Supervisi dalam
DRPPA - Provinsi Papua Selatan
o 1 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
232.496 06 07 04 01
dan Budaya
62.606.141
SK No t4/l360
Standardisasi
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Budaya
5 5
o47.DE .27I4.PE A.OO1 Koordinasi dan
2 2 kegiatan r.681.530 04 16 01 o3
04 19 0l 02
Sosial d6n Budaya
3 3
o47.D8.2794.QDB
047.DE.2794.QDB.0O1 K/L Bidang
diberikan
Pelaksanaan Kebijakan PUG
5 3
o47.DE.2794.QDB.OO2 K/L
Budaya yang Responsif
4 4
SK No 14r'.137 C
lo 8.050.000 04 19 05 0l 047.DE.2794.QDB.OO3 Organisasi
difasilitasi
KG bidang
6
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o47.DE.2794.QDB.N4 KL
dafl Supervisi tentang
PUG
6 O
o47.D8.2794.QMB
047.DE.2794.QMB.0O1 KIE
Budaya
I 1
047.DE.2794.SCJ Pelatihan Bidang Sosial 2.432.065
047.DE.2794.SC.r.O01 SDM Pendamping
Budaya yang Dilatih tentang KGPA
162
Daerah
25.624.500
PI..IG
3 2 Daerah
(Prov/ Kab/ Kotal
3.904.100 04 19 05 02
Supervisi daLm
6 6 Daerah
(Prov / fab/ Kota)
8.257.650 04 19 0l 0t
SK No
7.957.650 04 16 0r
(f.IiL NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah yarlg diberikan Biatck dan
Supervisi dalam Pelaksanaan hogr6tr!
Pendidikan dan
Gender
Daerah
{Prorr/ Kab/ Kota)
04 19 01 02
Supervisi dql.-
DRPPA
4 4 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.505.100 04 19 0l 02
047.DE.2795.PDD.001 Standardisasi
1 I
047.DE.2795.PEA
6
047.DE.2795.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
047.DE.2795.QDB.0O1 K/L bidang
Bimtek d€n
5 4
SK No
3
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
K/ L yang diberikan Bimtek dan
dalam
Ekonomi yarrg
04 19 05 0l
047.DE.2795.QD8.0O3
Fasilitasi dalam Pelaksanaan Kebijakan KG
lo lO
047.DE.2795.QM8 Komunikasi Publik 3.850.OOO
04?.DE.2795.QM8.0O1 KIE PUG Bidara
100 loo Orang 2.076.275 04 19 03 01
047.DE.2795.SCt.002 SDM yang diberikan Bimtek
04 16 03 02
04 19 03 0t
06 03 02 02
SK No l4r'.l4o0
Fasilitasi dan
Daerah
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
3 2 Daerah
(hor,/ Kab/ Kota)
4.830.050 04 19 05 02
047.DE.2795.UBA.002 Daerah yang diberikan Bimtek darr
Supervisi tentang
lo lo Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
Supervisi
DRPPA
3 3 Daerah
(kov / Kab/ Kota)
+.l2a.a2s 04 19 03 0l
047. DE. 2795.UBA.003.9600 Daerah yang
Supervisi d,lan
DRPPA Mandiri - Provinsi Papua Tengah
I 1 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.336.515 0,6 07 04 0l
51.700.OOO
19 19
ot 05 02 02
SK No
2.750.000 04 19 (x 02
KDRT, kckcf,a.an di ruang publik,
3 ll kegiatan
-s88-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
perempuan dalam
o47.DE.2797.QDB Fasilitasi dan
047. DE. 2797.QD8. 00 I K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
Tentang Pelaksanaan
KdRT, Ruang Publik,
24 47
04 19 04 02
o8 04 01 ol
0l 05 02 02
o47.D8.2797 .QDB.@2 K/L Yang Diberikan
Ruang Publik, Pcr€ropuan
Lebencalasr, KK yang
13 13 L€@baEa 5.550.000 Ol 05 02 02
04 19 04 02
08 04 01 0l
047.DE.2797.QMB
o47.DE.2797.QMB.0Ol
kekerasan di ruang publik,
p€rdaiaoan dan
d.l,n
Gender
3 3 l,ayanan
07 02 03 ol
04 16 0l o3
SK No
3.950.000 04 19 04 0l o47.DE.2?97.QMB.OO2 3 3
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kekerasan
o7 02 03
047.DE.2797.QMB.0O3 KIE
Daerah
16.lOO.OOO
o47.D8.279?.UBA.OOI Daerah yang diberikan
supervisi
PHP dari KdRT, RB
dan keamanan dan
l9
(Prov / Ikb/ Kota)
9.500.000 04 19 04 02
08 04 0l ol
04 16 0l 03
o47.D8.2?9? .UBA.OO2 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi
Mandiri
4 4
(Prov/ Kab/ Kota)
2.600.000 04 19 04 o1
o47.D8.27 97.UBA.OO2. 1200 Daerah yaIrg Diberikan
Supervisi dalam
Martdi.i - Provinsi
1 I Daerah
(Prov/ Ikb/ Kota)
Supervisi tentang Pelaksanaan
dlo
6 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.000.000 04 19 04
SK No l4l430
04 16 03 T'
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2800
TPPO
59.050.000
047.DE.2800.PDD Standardisasi
047.DE.2800.PDD.001
t0 lO
04 19 04 02
047.DE.2800.PDD.002
o 19
047.DE.2800-PEA
047.DE.2800.PEA.OOr Koordinasi dan
2 2 kegiatan 2.450.000 04 19 04 02
2 2 kegiatan 2.250.OOO 04 19 03 In
ol 05 02 02
047.DE.2800.QD8 Fasilitasi dan
o47.DE.2aOO.QDB.0Ol K/L yaru Diberikan
Tentang
TPPO
5 5
SK No l44l4/.0
1
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
Fekeda
04 t9 03 02
047.DE.2800.QDB.OO3 K/L yang Diberikan
yang Responsif Gendcf,
I I L€robaga 3.650.000 04 19 04 02
047.DE.28OO.QDB.0O4 K/L
Pekerja yang Responsif
I I
01 05 02 02
047.DE.2800.QMB [email protected] Publik
047.DE.2800.QMB.OO1 KIE PtlP
o7 02 03 o1
047.DE.280O.QMB.0O2 KIE PHP
Dacrsh
13.700.000
047.DE.2800.UBA.001 Daerah yang diberikan Pendampingan
tentang
5 5 Da€f,ah
(Prov / Kab/ Kota)
6.400.000 04 19 04 02
0l 05 02 02
SK No 14145 C
4.800.000 0l 05 02 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah yang diberikan
tentang
(kor,/ Kab/ Kota)
04 19 03 02
Mandiri
I Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
2.soo.ooo 04 19 04 01
047.DE. 2aOO.UBA.OO3.9 rOO
Supervisi
I o Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
600.000 06 07 04 0t
047.DE.2805 Perlindungan Khusus Anak
Khusus
30.936.0 10
047.DE.2805.PDD Standardisasi
047.DE.2805.PDD.OO I
Khusus REd6h Anak
lo 15
04 l7 02 03
drlrn
2 6
SK No 14,/'147 C
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.28O5.QDB.O0 r K/L yg
tentang pelaksanaan kebijakan PAIff
(Perlindungan Anak Penyandang
Mental Psikososial)
lo lO
047.DE.2805.QDB.@2 K/ L yg
lo t0
047.DE.2805.QMB
047.DE.28O5.QMB.OO I KIE Perlindungan Anak
o7 02 03 0l
047.DE.28O5.QMB.0O3 KIE Promosi Perlindungan Khusus Anak
dalam
8 8 layanan 12.210.200 04 17 02 0l
Dacrsh
Supervisi
4 4 Daerah
(Prov/ Ikb/ Kota)
2.442.MO 04 L7 02 03
dan Lingkungan
65.760.000
SK No
Standardisasi
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
20 20 lembaga 7.000.000 04 16 02 02
06 02 03 o1
Bermain
15 15 L€t rbagq 5.250.000 04 16 02 01
04 17 0l ol
Remeh Anak
l5 15
04 t7 01 0l
06 02 03 01
0l
Kebijakan PHAPL
a 8
047.DE.2809.QD8 Fasilitasi dan
047.DE.2809.QD8.0O1 K/L yang
3 2 l*fr,baglE 1.260.000 04 t7 0l 02
047.DE.2809.QDB.0O2 K/L yang Diberikan
dalam
3 3
SK No 144149 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
202*-N29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
047.DE.2809.QDB.0O3 LM yang difasilitasi dalam pelaksanaan
kebijakan PHA atas
lingkungan
4 4
047.DE.2AO9.QDB.0O4 K/ L yang diberikan bitrtck dan supervisi
kualitas keluarga dalam PHA
I 1
047.DE.2809.QMB
047.DE.2809.QMB.OO1 KIE
I I kegiatan 1.250.000 04 r? 01
047.DE.2809.SqI Pelatihan BidarA Sosial 3.500.000
penguatan DKMP
200 2OO Orang 3.500.000 04 16 0l 03
06 02 03 02
Da€r6h
34.440.OOO
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
PI{API-
l0 20
SK No l,t4l50 C
10 lo
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 17 0l 02
partisipasi keluarga
3 3 Provinsi l.800.ooo 04 16
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
3 3 Provinsi 3.000.000 04 t?
047. DE. 2809.U84"004. 9700
I 1
Kekerasan
34.870.500
25 25
04 L7 02 03
SK No l4l5l C
300 420
047.DE.28 r0.PDr.O01
NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sertifikasi SDM
L"ayanan UPTD PPA)
anak korban
04 t7 02 03
penanggulangan anal< yang
I I kegiatan
Korban
dan
1 kegiatan 750.000 04 t7 02 o3
047.DE.28r0.QDB Fasilitasi dan
047.DE.28l0.QDB.@1 K/L yg diberikan bimtek dan
tentang
10 lO t
047.DE.28rO.QDB.0O2 K/ L yg diberikan
Ramah Anak (LPKRA)
4 4 t 6baga 2.000.000 04 t7 02
SK No
03 047.DE.28r0.QD8.003 l,Itt yang difasilitasi
7 l5
047.DE.2810.QMB
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.28r0.QMB.O01 KIE
Kekerasan (Sosialisasi dan Advokasi PKAI()
4 4 layanan 2.820.000 04 16 01 02
04 t7 02
o1 03 02 07
047.DE.28lO.UBA Fasilitasi
Daerah
12.200.OOO
Supervisi
PKAK
Penelantaran Anak berbasis
t7 29 Daerah
lPro\,/ Kab/ Kota)
9.700.000 04 16
04 17 02 o3
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri
4 7
(Prov/ Kab/ Kota)
2.500.000 04 t7 02 03
047.DE. 2A lO.UBAOO2.5300 Daerah yang
Mandiri -
I I
(Prov/ Kab/ Kota)
600.000 06 0? 04 0l
047.DE. 28 r0.UBA002.9400 Da€f,ah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam
Mandiri - Provinsi Papua
I I Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
640.000 06 0? 04 01
SK No 144153 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
Partisipasi Anak
39.502.500
ifl 18
047.DE.281 I.QDB Fasilitasi dan PeEbinadt
o47.DE.281l.QDB.OO2 K/L yang
dalam
t2 12 t
047.DE.281l.QDB.0O3 K/L yang
Ha.k Sipil,
l2 12
047.DE.281I.QMB
o47.DE.2811.QMB.OO I KIE Kebijakan PHSIPA I layanan r.961.000 04 t7 0l
07 02 03 0l
0l
o47.DE.281 l.UBA
Daerah
21.194.OOO
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Supervisi
PHSIPA
13 ts Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
14.750.OOO 04 17
Supervisi dalam
DRPPA
4 4 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2.444.OOO 04 17 01 02
o47.DE.2AI2
Pendidikan
58.179.424
o47.DE.28l2.QDB Fasilitasi da,r
o47.DE.28l2.QDB.0Or K/L yang Diberikan
tentang
047.DE.2812.QM8
047.DE.28l2.QMB.0O1 KIE Kebijakan PHA atas
2 2
047.DE.2812.SC.'
()47.DE.2812.SC.J.001 furak penyintas
penguatan
749 7as
SK No 14,4155 C
Fasilitasi dan
Dacreh
22.255.tOO
Berkas 5
berkas 5, hlm. 1 OCRKODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
PHA atas
13 ..,
16.750.000 04 l7 0l 02
047.DE.2812.UBA.006 Daerah yang Diberikan
DRPPA Mandiri
4 4 Da€f,ah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.505.100 04 17 0r 02
047.DE.6372.PAD Peraturan Presiden
047.DE.6372.PAD.001 Rancangan Peraturan Presiden tentang
R€ncarta AlGi Nasional Gender dan
I 2
047.DE.6372.PAG
Pusat dsn Daerah
1 0 PerMen 600.000 04 19 05 01
047.DE.6372.PBN
atas Kebijakan
I 1
Kebijakan
750.OOO 04 19 05
SK No 144156C
ol o5 ol ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kualitas Hidup lbu dan Anak
o
Kebijakan
04 19 0l 01
047.DE.6372.PBN.003
Penerapan Strategi PUG
I O Kajian 150.000 01 0s ot 0l
04 19 05 o1
.l,lrn STEM
1 o
047.DE.6372.PBN.006
Fcni gkatan Kualitas
Manusia
Daerah
I o
Kebijakan
150.000 ()4 19 05 01
tentang
P.rawatan (Care
I o Kajian
04 19 03 02
047.DE.6372.PBN.008 Pedoman
SK No 144157C
0
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
047.DE.6372.PBN.01 I
Design
0 o
o o
T€ropat
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
150.OOO 04 19 03 02
0 o
047.DE.6372.PBN.016
TPAK
o o
Kebijakan
150.OOO 04 19 03 02
o47.DE.6372.PBN.O17
o 0
150.000 04 19
Penyelenggaraan KIA
o o
Kebijakan
04 19 0l 0l
o1
SK No 144158 G
Pef,c@puan
o o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6372.0M8
(x7.DE.6i72.QMB.O0l
047.DE.6372.QM8.002 KIE masif UU KIA pada
o47.DE.6372.U4E, FeEartauart dan Evaluasi serta Pelaporan 9.270.OOO
PUG di K/L dan
39 39 Laporan
Anak
Nasional
O
04 11
04 t7 0l 02
ol
Kabupat€n/ Kota l,ayak Anak
I 0
04 l7 01 02
SK No 14159 C
Peraturan
Anak
o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6373.PAG
I o
047.DE.6373.PAG.002 Rqrisi Peraturan
2022 tentang
o o PerMen 400.000 04 t7
Hak Anak
o 0
047.DE.6373.PAG.004
Dunia Usaha dalam FeEenuhen Hak Artak
o o
047.DE.6373.PAG.005
o 2
047.DE.6373.PBN Kebijakan
047.DE.6373.PBN.001 Kebijakan Penguatan
I
750.000 07 02 02 02
047.DE.6373.QMA Data dan Informasi hrblik 750.OOO
SK No l,14160 C
Data
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6373.QM8
047.DE.6373.QM8.001 KIE Kebijakan
04 t? ol 02
047.DE.6375
kekerasan termasuk TPPO
3().265.378
047.DE.6375.PE4 Koordinasi 3.220.OOO
akhir
2 2 kegiatan 3.220.OOO 04 19 04 02
047.DE.6375.QAA
047.DE.6375.QAA.OO l Fer€rrpuan korban
yang
07 02 02 0l
047.DE.6375.QEA Bantuan Masyarakat 2.150.000
SK No
210 250
o7 02 02 01
047.DE.6375.QEA.O0r
yang
Orang 2.150.000 04 19 04 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 0 R.P.f,prei 440.OOO 04 19 04 02
04 t6 0l 03
047.DE.6376.PAD.00 l.OOOO
Nasional
Perempuan - Pusat
I O R.Perpres 440.OOO Ol 05 01
bidang PHP
o O R.Perpres ,+40.ooo 04 19 04 0l
047-DE-6376.PAG.001 F.rubahai
1 o
047.DE.6376.PAG.002
Layanan
tenaga layanan
1 O
04 l9 04 02
SK No 1441629
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ XRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
FerEen
F.reEpuan Disabilitas bagi Tenaga
Layanan
o7 02 02 02
o47.DE.6376.PAG.OO5 FerEcn Bidang
Fer€rrpuan
o 4
047.DE.6376.PBN
KS, KBGO, FGMC)
6 0
l.800.ooo 04 19 04 02
0 I
Kebijakan
FrreEpuan lanjut Usia yang
gender
o
Kebijakan
047.DE.6376.QM4 Data dan
047.DE.6376.QMAOO1
SK No 144163 C
Komunikasi
I Date
2.600.000
047.DE.6376.QMA0O2
047.DE.6376.QM8
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o47.DE.6376.OMB.OO 1
UU TPKS
7 O k giatan l.aoo.ooo 04 19 04
07 02 03 01
04 16 0l o3
ol
047.DE.6376.QM8.002 KIE
Khuaua Anak
80.125.OOO
047-DE.6377-PAn
o 0 R.Perpres 300.ooo 04 16 0l 03
04 t7 02 03
tentang
I o
SK No 144164C
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
tentang
Radikalisme dan Tindak Pidana
I 0 PerMen 200.ooo 07 02 02 02
047.DE.6377.PAG.003 Peraturan
o 1 RFermen 800.ooo 07 02 02 02
Anak Korban
o I
0
o
Kebijakan
150.OOO 07 02 02 02
04 17 02 o3
Undang-Undang
Undang-Undang Nomor ll Tahun 2012
tentang Sistem
I o Re-komendasi
Kebijakan
750.000 04 t7 02 03
o7 02 02 02
047.DE.6377.PBN.004 Rckooerdqsi
3 o Rekomendasi
Kebijakan
r.800.000 07 02 02 02
SK No l44l65C.
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6377.PBN.006 Rekomendasi
Pelak8artaa[ Standar
yang menjadi Korban atau
o 0
Kebijakan
225.000 04 17 02 0s
047-DE.6377.PBN.007 Rekomendasi Kebijakan
Perlakuan Sa.tah/ Penelantaran
o 0
250.OOO 04 t7 02 03
047.DE.6377.PBN.009
o o
Kebijakan
225.OOO 04 t7 02 '03
047.DE.6377.PBN.01I Rekomendasi
Falekssnsrn Tata
Tt
o o
275.000 04 t7 02 03
047.DE.6377.QMA Data dan
047.DE.6377.QMAOO3
a6.7la-o40
SK No
Koordinasi 5.705.230
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
layanan
Kekerasan
32 43 kegiatan 5.705.230 04 t7 02 o3
047. DE.637a.PEA.O0 l.OOOO
32 43 kegiatan 5.705.230 04 17 02 02
047.DE.6378.QAA Pelayanan Publik kepada
047.DE.6378.0AA.0O1 AMPK
Mendapatkdr
425 525 Orang 22.#6.120 04 L7 02 02
07 02 02 01
047.DE.6378.QAH Pelayanan Publik Lainnya 53.350.440
047.DE.6378.QAH.OOr
129
I I layanan 53.350.440 01 05 02 02
04 t6 02 0l
04 t? 02 02
047.D8.6378.QEA Bantuan Masyarakat 5.096.250
047.DE.6378.QEA"OOl AMPK Korban Kekerasan yang Mendapat
layanan Bantuan
425 525 Orang 5.096.250 04 t7 02 02
SK No 144167C
07 02 02 0l
047-WA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047-WA.6380 Pengelolaan Data dan
047.WA6380.QMA Data dan
047.WA6380.QMA.OO4
959.347.603
Keterangan:
cl
TOTAL
SK No l,14168 C
r. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indik tor
PN 07 -
Koordinator
PP
PP 07.08 - Indeks Pelayanan Publik 3,74
PP 07.08 - Nilai
PP 07. lO - Indeks
KP 07.07.01 -
(target
instrumen Indeks
SK No
KP 07.07.01 -
INDIKAToR SATUAN BASEUNE2O24
KP 0?.07.01 -
(indikator baru)
KP 07 ,O7.O2 -
(target
KP 07 ,O7.O2 -
(target
Sistem Merit yang
KP O? .O7.O2 -
Sistem
persen 54
(indikator baru)
KP 07 ,O7.O2 -
Merit ASN minimal 'Dreneruah'
(indikator baru)
SK No
pefs€lr
54 KP
KP
persen 54
KP
persen 54
(indikator baru) (indikator baru)
KP 07.07.03 - Aspek
(target mengikuti
KP 07.07.03 -
(indikator baru)
KP 07.07.04 -
(target
instrumen
KP 07.07.04 -
persen - (indikator
KP 07.07.05 -
SK No 144172G
(target
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP 07.07.05 -
perSen - (indikator baru) - (indikator
KP 07.07.06 -
98
(target
KP 07.07.06 -
KP 07.07.06 - Fcrs.ntasc
KPO7.O8.0l -
KP 07.08.01 -
KP
KP O7.O8.O I -
KP 07.08.02 -
"B" ke atas)
SK No
(Lateg6i "B' ke atas)
KP 07.08.02 -
pcf,8€n 75,79 76 m
KP 07. rO.O I -
KP 07.lO.O I -
KP
KP 07.10.04 -
SK No l4l74C
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
048.CO
Tata Kelol,a ASN
044.co.6189 PeruEu san
048.CO.6189.PAC
048.CO.6189.PAC.001 Peraturan
Gaji ASN, TNI, dan Polri
3 o PP 520.OOO 07 07
048.CO.6189.PAC.002 Peraturan
ASN
o o PP 520.OOO 07 07
048.CO.6189.PAD Peraturan Presiden 1.760.000
048.CO.6189.PAD.001 Peraturan Presiden terkait Pendidikan
0 0
Pemerintah terkait
dan Pengakuan baai
o O
SK No 14175 C
O PerPres
1.000.000
048.CO.61a9.PAD.006 Peraturan
Pelayanan Publik
0 ,+4O.OOO 07 08 01 Ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
048.CO.6r89.PAG.OO1
o48.CO.6189.PAG.OO2 Peraturan
Jabatan ASN
o 0
048.CO.6189.PAG.OO3 Peraturan Menteri PANRB
MatlqieEcn Kin€f,ja ASN
o O
o48.CO.6l89.PAG.OO4 Peraturan Menteri PANRB terkait
o O PerMen 200.000 07 07 02
048.CO.6189.PAG.OO9 Peratu.ran Menteri PANRB
0 0
048.CO.6189.PtsL
048.CO.61a9.PBL.O14 RckoEcardasi
dan
lnstansi
I o
2.770.OOO 07 08 02 01
048.CO.6r89.PtsL.Or6
0 I
1.000.000 07 lo ol o1
o4a.co.6la9.PtsL.0l7
0 I
1.000.000 07 lo 0l ol
SK No 144176C
r.000.000 07 10 01
n o
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2o25-2025
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o48.CO.6la9.PBM.O0 r
MaI
o o
0
944.994 07 08 0l o1
048.CO.6l89.PBM.OO5
Cakupan
o I Rekomendasi
1.000.000 07 08 0l o1
o48.CO.6lA9.PtsM.006 Standardisasi Pelayanan Publik
o 1
1.500.000 07 10 04 0l
048.CO.6l89.PBQ
o48.CO.6189.PtsQ.OOl
Kebutuhan dan Pengadaan Pegawai ASN
Nasional
o Rekomendasi
Kebijakan
3.600.000 04 04 02 03
02 09 06 03
048.CO.6 189.PBQ.0Ol.OOO0
Kebutuhan dan Pengadaan Pegawai ASN
Nasional - Pusat
o I
Kebijakan
3.600.000 07 07 02 03
o48.CO.6r89.PtsQ.OO2
o I
Kebijakan
2.29t.AaO 02 09 06 03
07 07 01 ol
048.CO.6l89.PBQ.OO3 o
SK No
2.500.000 02 09 06 o3
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kerja
Institusi ASN
07 07 0s ol
048.CO.6189.PtsQ.004
o I
2.600.000 07 07 03 0l
02 09 06 03
048.CO.6 l89.PBQ.0O5.O0OO
o I
488.120 07 0? ol 02
O48.CO.6f 89.PtsQ.OO6.OOOO
Talenta dan Karier lbga\yai ASN - pusat
0 I
Kcbij6Lan
2.000.000 07 07 02 01
048.CO.6189.PE|Q.007
o o
Kebijakan
200.000 07 07 03 01
o48.CO.6r89.PtsO.OO9
Manajemen ASN
o o
200.ooo o7 07 06 02
048.CO.6191 Koordinasi
Evaluasi
Aparatur, dan Pcn8au,asaI
22.343.360
o48.CO.619r.PEA Koordinasi 583.120
048.CO.6191.PEA.002
pada
I O kegiatan
SK No l4r'.l78C
583.120 07 07 05 0l
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
{Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
21.760.240
048.CO.6 r9r.UAr.OO2 Koordinasi dan
di Instansi ttrsat dan
116 116
o48.CO.6l91.UAI.O28 Asistensi
Kepentingan
50 50
o48.CO.6t9l.UAl.O29 Evaluasi
0 624
048.CO.6192
Berbasis
50.005.966
048.CO.6192.PBL Kebijakan
Nasional
I
Kebijakan
15.455.966 07 lO 01
02 09 06 03
o1
digital
o 0
048.CO.6192.PBL.003
kedaulatan
o u
SK No 14r'.179 C
Kebijakan Evaluasi PetncrLttah Digital 750.OOO 07 10 01 o3 048.CO.6l92.PBL.OO4 n I
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o o
Kebijakan
3.600.000 07 lo ol 04
048.CO.6192.PBL.006
Korop€t€nsi dan Budaya Digital ASN
o
1.000.000 07 10 03 0l
048.CO.6 l92.PEA"OO T.OOOO Koordinasi Keterpaduan layanan publik
8€3uai
1 I kegiatan 8.000.000 07 to 04 0l
administrasi
I I
048.CO.6192.UAI Peningkatan
15.200.000
048.CO.6l92.UAI.OO2 Evaluasi Kinerja Pcmc.intrh
Nasional
637 637
o48.CO.6r92.UAr.O03
o 614 t
SK No lzl4l80 C
Koordinasi
Kebijakan SDM Aparatur
PROGRAM/ XEGIATAN/KRO/ RO{PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o O
048.CO.6194.PEA002
ASN
0 I
o I kegiatan 2.000.000 07 07 06
o48.CO.6l94.PEA@5 Evaluasi
048.CO.6194.PE4.006 Koordinasi pemanfaatan
o I
048.CO.6194.UAB
o48.CO.6r94.UAB.O0l
ASN
o Sist€@
213.523.831 07 07 04 001
o4a.co.6194.UAr
69.300.000
048.CO.6l94.UAI.OOl Koordinasi
0 350
SK No lzl4l8l C
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
048.CO.6 r94.UN.002 Koordinasi pel,aksanaan kebijakan terkait
o 350
o48.CO.6194.UAI.OO3 Koordinasi
Jabatan
o 350
048.CO.6l94.UAt.OO4
Merit ASN Aspek Digitalisasi
ASN
o 350
o48.CO.6r94.UAr.OO5
o 350
048.CO.6194.UAr.006 Koordinasi pelaksanaan kebijakan Si8terr
Merit ASN
0 350
048.CO.6l94.UAl.OO7 Koordinasi
Merit ASN Aspek tbnseEbargsn
o 350
048.CO.6l94.UAr.OO8 Koordinasi
Merit ASN
0 350
048.CO.6l94.UAI.OO9 Koordinasi pelaksanaan
Merit ASN
o 350
SK No
7.700.000 07 07 05 01
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
048.CO.6195
Evaluasi Pel,ayanan Publik
048.CO.6195.UAI Peningkatan ManqicDcn t
62.898.118
o48.CO.6l95.UAr.OO5 Monitoring dan Penguatan
Publik
25 12O
048.CO.6 r95.UAI.OlO Su-rvei
048.CO.6l95.UAI.Ol I Penguatan Jaringan
Rrblik Nariqral (JIPPNAS)
10 0
048.CO.6195.UAI.013
o4a.co.6l95.uAt.o 14
Penyelenggaraan
633 633
TOTAL 457.770.269
c) Keterlibatan
SK No 14,4183 C
I. MATRIKS
Koordinator
PP 02.04 - FYaSile
KP
SK No l,l4l84 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KECIATAN/ I(RO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o50.BK Program Penyelidikan, Pengamanan, dan
Penggalangan Keamanan Negara
o50.BK.2856.QHB
050.8K.2856.QHB.0O7
o5o.BK.2856.QHB.0O8 Operasi Intelijen
o5o.BK.3074.QHB Operasi
05o.8K.3074.QHB.006 Penguatan
05o.8K.3074.QHB.0O7 Penirykatan lGrja Saraa Intelijen Siber
Ant{
7 7 operasi to.ooo.ooo 02 0s 03 02
dan
l -oo3.139-420
SK No
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05o.wA.285l.QDB.OO l
1 I Tim
400 4OO Orang 815.639.820 02 04 02 In
Siber
25 25
TOTAL
c)
SK No 144186 C
I. MATRIKS
Koordinator
PP 02.05 - Indeks
I(P
sandi
persen -
KP 02.05.02 - Rata-rata Corrpere\cA
KP 02.05.03 - Nilai ketrat ngan
KP 02.05.03 - Nilai
KP 02.05.04 -
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan Sandi Negara
051.BO.3121
25.704.326
05l.Bo.3r2r.PDI
05l.Bo.3l2l.PDt.oor Sertifikasi SDM Berdasarkan Standar
(RPJMN)
360 360
051.BO.3121.SCG Pelatihan Bidang Politik, Hukum,
Pertahanan dan
22.743.630
05l.Bo.3l2l.scc.o01
(RPJMN)
300 300 Orang 6.461.717 07 rO 03
05l.Bo.3r2l.scc.oo2
Keamanan Siber dan Sandi (RPJMN)
325 325
SK No
Orang 9.223.500 02 0s 02 o1 05r.Bo.3r2 t.scc.003
dar Sandi (RPJMN)
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sandi
05t.Bo.3r23.RBJ Prasarana Bidang
05l.Bo.3l23.RBr.00l
Manusia
o 6 unit 330.000.000 02 05 0l 01
051.Bo.3124
05l.Bo.3r24.QAA
05l.Bo.3l24.QAA0O l
o 5000000 Orang 18.826.000 07 lO 02 03
051.8o.3124.RBM.001
Pelayanan Publik (RPJMN)
o 1 unit 353.000.000 02 05 0l 02
051.80.6653 huEusan Kebijakan
Sandi
9.197.929
SK No
5.615.028 051.8o.6653.PtsE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o5l.Bo.6653.PBE.00l
Keamanan dan
I I
5.615.028 02 05 03 01
03 02 02 003
o5t.Bo.6653.PEC
o51.BO.6653.PEC.OOl Kerja Sa,ra
Bidang Keamanan
I 3
051.BO.6654
dan Sandi
5.985.368.488
051.Bo.6654.PBE Kebijakan
197.OOO
05r.8o.6654.PtsE.001 Roadmap
I o Rekomendasi
Kebijakan
197.000 02 05 02 02
o5l.Bo.6654.QHB Opcf,asi Bidang
05t.Bo.6654.QHB.OOl Op€f,asi Audit IGaraanan SPtsE
05l.Bo.6654.QHB.OO2 Operasi Penanganan
Crime
1 operasi 2.900.203 02 05 04 02
o5l.Bo.6654.QHB.0O3
SK No 149574C
59.400.000 02 05 04 0l o5l.Bo.6654.QHB.0O4 Operasi
o 59
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05l.Bo.6654.OHB.OO5 Operasi Dukungan
o 3 operasi 7.059.750 02 05 04 01
051.BO.66s4.QHB.006 Op€f,asi Profiliag
Pasmk
0 3 operasi 5.647.800 02 05 04 0l
051.BO-66s4-RAr' Sarana Bidang
I 0 Paket roo 02 05 01 ol
Deteksi
I o Paket loo 02 05 01 ol
analysis National Security
(NSOC) (RPJMN)
I I Paket 1.534.258.054 02 05 0l ol
3 3 Paket 150.000.000 02 05 0l 0l
(Cryptography as a
I Unit
(RPJMN)
0 I Paket
SK No
0 Unit
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(RPJMN)
:al 2 Unit 100.000.000 02 05 0l o1
o o Unit 5.000.937 02 05 0l ol
(RPJMN)
o 3 Unit 120.000.000 07 lo 02 03
051.BO.6654.RAF.0r r
o I Unit
051.Bo.6654.RAF.012 Sarana
ol ol o5 02
Serangan Siber
o 1
051.80.6654.RAF.017
05r.Bo.6654.RBM Prasarana
Keamanan
SK No 144193 C
I
(RPJMN)
o
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan Sandi Sektor
05l.80.6655.PAG.O0 r Peraturan BSSN
Pelindungan
o I PerMen 350.OOO 02 05 03 0l
05r.Bo.6655.PtsE
Kcamsllen
257.173
051.BO.6655.PBE.OO l
I 0
Kebijakan
05l.Bo.6655.QDB Fasilitasi dan
05l.Bo.66s5.QDB.OOl
24 32
05t.Bo.6655.QDB.OO2
105 f6O
SK No l4/.l94C.
Sarana Bidang Pertahanan dan
0,6 0l ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
n 2 I'laket 45.000.000 02 0s 0l 0l
051.8O.6655.U8A
Daerah
26.601.422
051.8O.6655.U8A001
7 34 Daerah
(Pror, / Kab/ Kota)
06 01 0l
051.80.6655.UBA.002
Sandi pada
4 4
lProv/ Kab/ Kota)
6.136.006 02 05 03 03
051.Bo.6656 Fengembaruai Kapasitas
dan
051.BO.6656.PtsE Kebijakan
3.680.000
05t.Bo.6656.PtsE.OO r
I I
Kebijakan
| .444.725 02 05 03 0 I
051.8o.6656.PBE.002 Peta Jalan
dan Pangan
o 1
Kebijakan
r.304.625 03 02 04 03
02 05 03 01
SK No l44l95C
926.650 02 05 03 o1 051.8o.6656.P8E.003
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05r.Bo.6656.QDB Fasilitasi dan
o5l.Bo.6656.QDB.OOr
60 60
05l.Bo.6656.ODB.0O2
45 45
osr.Bo.6656.QDB.003
S€ktq TIK dan
50 90
osr.Bo.6656.QDB.OO4
Sektor
o fOO
05l.Bo.6656.QDB.OO5 TIE Tanggap
Sektor Keuangan yang Teregistrasi
0 O
05r.Bo.6656.QD8.006 TiE Tanggap Insiden
o 0
05r.Bo.6656.ODB.OO7 TiE
o f
86.903.948
SK No 14/.1960
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
05l.80.6994.PDC.Oo1 Sertifikasi
siber dan sardi
diakui oleh BSSN
(rrv)
2 4 produk
02 05 01 02
05 r.Bo.6994.RAF.OO1
dan
(RPJMN)
o I Paket 64.972.014 02 05 01 In
TOTAL 7.OO0.749.463
Keterangan:
c) K€terubatar! Peran
SK No 14,r'.197 C
'64t-
BADAN PUSAT STATISTIK
I. MATRIKS
KP 07.08.02 - Tingkat pemanfaatan data statistik
KP 07.08.02 - Indeks
SK No l4l980
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Informasi
710.269.645
054.GG.2896.QMA Data dan
054.GG.2896.QM4.006
07 10 05 01
054.GG.2896.QM4.200 Data 5 Sasaran Visi lndonesia
Indikator
o
81.155.572
054.GG.2897.QDB Fasilitasi dan
o54.GG.2897.QDB.OO3
054.GG.2903
Harga
181.454.860
SK No
Data dan
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
os4.GG.2903.OMA006 PUBLIKASI/LAPORAN PENYUSUNAN
193 193 layanan
Ketahanan Sosial
49.785.557
054.GG.2907.UBB.006
054.WA Progam
Program dan
277.279.477
o54.WA.288r.PEC Ke.ja sama 277.279.477
054.WA.2881.PEC. r24 laporan
TOTAL
cl
SK No l4r'.2W9
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN
PN 02 - Indonesia Blue Eco'r.ony Index
PN 02 -
Koordinator Pencapaian
PF 02. f9 -
PP 02.19 -
W 02.22 - IBEI
W 02.22 -
PP 02.22 - IBEI
SK No t,l420l C
berkala
REPUELIK INDONEsIA
INDIKATOR SATUAN
KP 04.09.04 -
1 l2o23l I 1
KP O4,2O.O2 -
kebijakan
KP
KP
KP 06.01.02 -
SEPAKAT
KP 06.01.02 - Persentase
KP 07.08.02 - Persentase kegiatan prioritas
KP 07.08.03 - Tingkat
persen - (indikator baru) 30 50
KP 07. IO.OS - Nilai Indeks Satu Data
KP 07. 14.02 -
KP O? .14.02 -
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK Program
95s.67 r.58r
055.CK.6262 Perencanaan
EkotloEi
to.772.442
055.CK.6262.PBA
055.CK.6262.PBA.560 Kebijakan Program
I I
Kebijakan
4.787.771 02 22 07 03
02 16 03 04
055.CK.6262.PEA
055.CK.6262.PEA260 Pelaksanaan Pengendalian
I I
055.CK.6263
055.CK.6263-PAD Peraturan Presiden 1.260.124
055.CK.6263.PAD.360
I R.Perpres
055.CK.6263.PBP
SK No 144203 C
I
5.984.711 06 0s 01 ol 055.CK.6263.PBP.470 Kebijakan Percepat n Pemindahan lbu Kota
Negara
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
122.592.167
23.938.843
055.CK.6264.PBI.460 Koordinasi Strategis
I I
23.938.843 02 16 01 o4
03 05 08 OO2
03 0s 05 002
03 05 03 OO3
03 05 02
02 16 03 04
03 OS 09
055.CK.6264. PBI.460.OOOO Koordinasi
I I
23.938.843 03 05 ll oo2
03 05 07 @2
03 05 Ol N2
pada
2 2
Kebijakan
7.485.OOO 02 19 06 02
SK No l42MC
4.488.534 02 16 03 03 055.CK.6264.PBr.sao Feawsrman Kebijakan
Hayati Nasional
I I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK.6264.PBR
055.CK.6264.PBR.160 Koordinasi
Pangan
I 1
27.131.914 02 10 16 04
055.CK.6264.PBS
20.946.489
Rendah Karbon dan
(PRKBI)
2 2
20.946.449 0A 03
02 19 06 02
ol
055.CK.6264.PBV Kebijakan
055.CK.6264.PBV.260 Kebijakan
Konservasi
4 4
02 12 04 03
055.CK.6264.PBW
7.181.654
055.CK.6264.PBW.300
1 I
055.CK.6265
9.944.280
055.CK.6265.PBN. 160 Koordinasi Strategis Registrasi Sosial
Eko(roEi
1
5.984.711 06 0l Ol
SK No 144205 C
Koordinasi Strategis
055.CK.6265.PBN.360 o 3.999.569 06 Ol 02 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
N25-m29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK.6266
2.819.565
055.CK.6266.PBH Kebijakan Bidang IPTEK,
Kebudayaan
2.81S.56s
055.CK.6266.PBH.330
2029
I I
Kebijakan
2.819.565 04 09 04 02
055.CK.6268
19. 7.357
055.CK.6268.PBC
055.CK.6268.PBC.560
o55.CK.626a.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 2.992.3s7
o55.CK.6264.PBD.360
I I
Kebijakan
2.992.357 07 02
055.CK.6268.PEA
I 1 kegiatan 13.975.000 02 09 03 Ol
055.CK.6269
Pendanaan
152.066.985
SK No
N
ONESIA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK.6269.PAG.560 Penyempurnaan
Infrastruktur
I I PerMen 1.196.943 W 14 02 Ol
055.CK.6269.PEA.360
AEanat
I kegiatan
055.CK.6269.RDS OP Prasarana Bidang
dsn
50.470-042
055.CK.6269.RDS.260
5O.A7O.O42 07 14 02 02
055.CK.6270
Pembangunan
368.113.223
055.CK.6270.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 144.694.223
055.CK.6270.P8L. r70
1 1
055.CK.6270.PBL.560 lEplcroentasi Kebijakan Satu Data
I I
Kebijakan
97.985.264 03 02 02
07 ro 05 ol
055.CK.6270.PBL.570
I 1
21.704.959 07 lO 02 01
03 02 02 ool
SK No 144207C
Kebijakan
12.500.000 07 08 02 ol 055.CK.6270.PBL.660
Perencanaan, Pengendalian
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
055.CK.6270.PEA Koordinasi los.4l9.o00
055.CK.6270.PEA.260 Konsolidasi Kebijakan
I
055.CK.6270.U48
055.CK.6270.UAB.160 Sistem
,10.000.000 07 08 02 01
Hasil
Prioritas
1 I Laporan 78.000.000 07 08 03 Ol
o55.c.K.6272 Fasilitasi Peningkatan Institusi Perencana
yang Berkelanjutan
055.CK.6272.UAC
055.CK.6272.UAC. 191.0000 Program
Pendidikan PNS Perencana
Nasional -
166 4OO
TOTAL 955.671.581
Keterangan:
c) l(ctcf,libatan Peran
SK No 1,14208 C
KEMENTERI.AN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Koordinator
PF 06.03 -
KP
RP
RP
KP 06.03.03 -
KP 06.03.03 -
KP 06.03.03 -
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
056.CS Program Pengelolaan dan
056-CS_4402
61.259.531
056.CS.44O2.QAB P.layanan Publik kepada
056.CS.44O2.QAB.O0l Data
07 02 04
056.CS.,+402.0AB.002 Penyelenggaraan
0a 02 04 02
056.CS.4402.QAB.0O3 Fendaft aran Tanah Ulayat
07 02 04 0t
056.CS.4403
056.CS.4403.QMA
SK No l442l0C
Data
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.4404
Pertenehell
056.CS.4404.QCE
056.CS.4404.QCE.OO3 Penyelesaian Konflik
056.CS.5557
056.CS.5557.PEA
056.CS.5557.PEA.OO5 Data GTRA/
056.CS.5563.RBO
056.CS.5570 P.ncrtibar! Penguasaan, Pemilikan,
Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
72.500.000
056.CS.5570.QIA
SK No l4.r''2ll C
15000 0 Produk 2.500.000 06 03 03 01 056.CS.5570.QIA.OOl
Tanah
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.5570.QI4.002
10000 o Produk 2.000.000 06 03 03 0l
056.CS.5570.QIA.OO3
Pemilikan,
Tanah
o g|rrn Produk 68.000.000 06 03 03 0l
056.CS.5573 Penatrg€nar
056.CS.5573.QCE
056.CS.5573.QCE.OO3
056.CS.5576
056.CS.5576.QCE
056.CS.5576.QCE.002
Pusat
40 44
056.CS.6411
22.457.484
056.CS.64r r.RBO
SK No
Pengukuran dar
741 o km
056.CS.641l.RBO.OO2
056.CS.6413
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TA,RGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.6413.QAA
o56.CS.64l3.QAA.U2l PBT Redistribusi Tanah
056.CS.64l3.OAA.U22 PtsT Redistribusi Tanah
056.CS.64r3.OAAU23 PBT Redistribusi Tanah
056.CS.64 r3.QAAU24 PtsT Rcdist busi Tanah Kategori 4 31400 O Bidang
056.CS.64 r3.QAA,U25 PtsT
056.CS.64l3.QAA"U26 PtsT Redistribusi Tanah
056.CS.6413.OAA.U27 PBT Konsolidasi Tanah Kategori I
056.CS.64l3.QAA.U28 PBT Konsolidasi Tanah
056.CS.6413.Q44.U29 PtsT Konsolidasi
056.CS.6413.Q44.U30 PtsT Konsolidasi Tanah Kategori 4 370 0 Bidang 95.974 06 06
056.CS.64l3.QAA.U3l PtsT
SK No
PtsT Non
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 10 04 04
056.CS.64 r3.QAA.U66 PtsT
07 10 04 04
056.CS.64l3.QAA"U67 PEIT Non
07 lo 04 04
056.CS.64l3.QAA.U68 PBT Non
04 04 10 07
056.CS.6413.Q44.U69 PtsT Non
07 10 04 ()4
056.CS.64r3.OAA.U71 PtsT Non
Beli
0 17254 Bidang 24.645.615 02 22 03 07
07 lo 04 04
056.CS.64r3.QAA.U72 PBT Non
SK No l442l4C
o? 10 04 04
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.6413.Q48 Pelayanan Publik kepada lembaga
056.CS.6413.QAB.U16 PBT Luasan (l..,layat/HKB RediB/HPL) Jawa
Bali
056.CS.6413.QAB.U 17 PBT Luasan (Ulayat/HKB Redis/HPL) Luar
Jawa Bali
40 2000
056.CS.6413.QAB.U26 PBT PTSL Desa/Kelurahan
Bdi
056.CS.64l3.OAB.U27 PtsT PTSL
Jawa Bali
07 10 04 04
056.CS.64r3.QAB.U30
n 162888
056.CS.64r3.QAB.U3r
Ketiga
o O
056.CS.64r3.QAB.U32 PBT
056.CS.64r3.QAB.U33 PBT
056.CS.64l3.QAB.U34 PtsT Konsolidasi Tanah Luar Jawa o 26790 Hektar
SK No
PBT Kd!.olidaei Tanah
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
KODE
os6.cs.6413.QAH Pelayanan Publik
056.CS.64 r3.QAH.OO7 Berita Acara
056.CS.6413.QAH.0lO
056.CS.6416
056.CS.64r6.QAA Pelayanan Publik kepada
056.CS.64l6.QAA.UOl SHAT PTSL ASN Kategori I 147 5 L47965
O56.CS.64I6.QAA.UOI.53OO SHAT PTSL ASN Kategori 1 - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
r roooo
os6.cs.64 16.QAA"UO1.82OO SHAT PTSL ASN Kategori I - Provinsi
13890
O56.CS.64r6.QAA.UOr.91OO SHAT PTSL ASN Kategori I -
Barat
2540 2540 Bidang 3-276-&0 06 07 06
O56.CS.6416.OAAUOI.94O0 SHAT PTSL ASN
056.CS.64r6.QAA.U02 SHAT PTSL ASN Kategori 2 151289 151289 Bidang
SK No 144216 C
15870 17.853.750 06 07 06 o3 056.CS.6416.QAA.U02. l9O0 SHAT PTSL ASN Kategori 2 - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
15870
KODE
NAMA
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O56.CS.6416.QAA.UO2.52OO SHAT PTSL ASN
47990 47990 Bidang 53.988.750 06 07 06 03
O56.CS.64I6.QAA.UO2.72OO SHAT
Sulan esi
25475 25A75
O56.CS.64I6.QAAUO2.74O0 SHAT PTSL ASN
Sulawesi Tenggara
33450 3i!45O
056.CS.64l6.OAA.U03 SHAT PTSL ASN Kategori 3 ,+0641 I ,1064l I
O56.CS.64r6.QAA"UO3. r IOO SHAT PTSL ASN Kategori 3 -
056.CS.64 16.QAA"U03. 1300 SIIAT
22650 226il Bidang 21.970.500 0,6 07 06 03
056.CS.64 I 6.QAA. U03.6rOO SHAT PTSL ASN
Kalimantan Barat
8O9,16 A0946
o56.CS.64l6.QAAU03.62oo SHAT
12860 12860
056.CS.6416.QAA.U03.6300 SIIAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
36550 36550 Bidang 35.453.500 06 07 06 03
056.CS.64 l6.OAAU03.6400 SIIAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
16540 165,10
SK No 14217 C
SulawEsi Selatan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O56.CS.6416.QAA"UO3.75OO SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Gorontalo
6585 6585 Bidang 6.387.450 06 07 06 03
O56.CS.64I6.QAA.U03.76OO SHAT PTSL ASN
Sulawesi Barat
75AO 7580 Bidang 7.352.600 06 0? 06 03
056.CS.64l6.QAA.U04 SHAT PTSL ASN
O56.CS.64r6.QAA.UO4.l4OO SHAT PTSL ASN Kategori 4 - Provinsi Riau 35250 35250
O56.CS.6416.QAAUO4. r5O0 SHAT PTSL ASN
056.CS.6416.QAA,UO4.1600 SHAT PTSL ASN
Sumatera Selatan
53150 53150 Bidang 42.254.250 06 07 06 03
056.CS.64I6.QAA.U04.l7OO SHAT PTSL ASN
14550 14550
056.CS.6416.Q44.U04.1800 SHAT PTSL ASN
056.CS.64l6.QAA.U05 SHAT
056.CS.64r6.QAA.U l3 SHAT Ndt Sistematis Kategori I 935 935 Bidang t.366.A27 02 22 03 07
SK No l42l80
SHAT Non
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 10 04 04
056.CS.64l6.QAA"U1s SHAT Non
02 22 03 07
056.CS.64r6.QAA.U r6 SHAT Non
o7 lo 04 o4
056.CS.64l6.QAA.U l7 SIIAT Non
02 22 03 07
056.CS.64r6.QAA.U 19 SHAT
056.CS.6416.QAA.U20 SHAT Konsolidasi
056.CS.64l6.QAB
056.CS.64l6.QAB.U02 SHAT BMN (s.d 25.000 62)
056.CS.6416.QAB.U03 SHAT BMN (ed 25.000 E2) Kategori 3
SK No 14r'.219 C
SHAT BMN (s.d 25.000 Ir12)
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N25-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.64l6.QAB.U05 SHAT BMN (s.d 25.000 !l2) Kategori 5 1352 1000 Bidang r.534.118 07 lO 04 04
0s6.cs.64l6.QAB.U07 SHAT BMN (25.OOO s.d TOO.OOO E2)
3 2 Biddrg 22.8a 07 10 04 04
056.CS.6416.QAB.U 10 SIIAT BMN (25.000 s.d
loo IOO Bidang
056.CS.64r6.QAB.U l5 SHAT BMN diatas
056.CS.6417
056.CS.6417.RBO
056.CS.641A Pengatu.ran
Penggunaan dan
554.499.793
056.CS.64 r8-PEA Koordinasi 156.960.611
056.CS.64r8.PEA.OOl Data GTRA Provinsi 3i} 34
056.CS.64l8.PEA.O02 Data GTRA Kabupatcn/ Kota 38 317
SK No
Pelayanan Publik kepada
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
056.CS.64r8.OAA0O7 SK Redistribusi Tanah Hak
t O Bidang 267 06 03 03 ot
056.CS.64r8.QAA.0O8 SK Redistribusi Tanah Hak
B€r8aoa Xatcgui II
I O Bidang 239 0,6 03 03 o1
056.CS.64l8.QAA.OO9 SK Redistribusi Tanah Hak Kepetrdlikdr
Ber.a.Ea Kategori lll
I O Bidang 2tt 06 03 03 0l
056.CS.64l8.QAA.O10 SK
Bersama Kategori IV
I 0
056.CS.64l8.QAA.Ol r SK
Bersama
O Bidang 775 06 03 03 ol
056.CS.6418.QA4.013 SK Redistribusi Tanah Hak Kepemilikan
o I Bidang 650 06 03 03
056.CS.6418.QAA.014 SK
0 4 Bidang 3.98A 06 03 03 0l
056.CS.64r8.QAA.UOl SK
056.CS.64r8.QAA.U02 SK
056.CS.64l8.QAA.U03 SK Redistribusi
SK Nol4222C
SK Redistribusi
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.64l8.QAA.UOs SK Redistribusi Tanah Kategori V wg1 O
[email protected] SK
056.CS.64r8.QAA.U07 SK Redistribusi Tanah Kategori Jawa-Bali o 45600 Bidang
056.CS.64l8.QAA.U08 SK
Bali
o 3)4395
056.CS.6419
1.023.940.235
os6.cs.64r9.QDE
056.CS.64r9.QDE.OOl
06 03 03 02
056.CS.6419.QDE.002
06 03 03 02
o7
056.CS.6419.QDE.OO3 Ak.es
0,6 03 03 02
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 03 02
056.CS.64l9.QDE.OO5 Akses
06 03 03 02
056.CS.64r9.QDE.O07 Akses
06 03 03 02
os6.cs.64l9.QDE.OO8 Fasilitasi
124200 273900 KK 497.034.r$ 02 22 03 07
06 03 03 02
056.CS.64l9.QDE.OO9 Fasilitasi
2600 800 KK 3.28:t.800 06 03 03 02
056.CS.6419.QDE.OlO Akses Reforma Ag:aria Kategori Jawa-Bali o 20400 [Tll 38.051.800 02 22 03 07
06 03 03 02
056.CS.64l9.QDE.0l I
Bdi
o 252900 KI( 466.486.500 02 22 03 07
SK No 144224C
056.CS.6420
UBUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
os6.cs.6420.QMA Data dan
056.CS.6420.QMA.001 Data Pengadaan Tanah 511 511 Data 85.587.031 06 0l 02
o7 04 04 lo
056.CS.6422 Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah dan
8.s 17.6r6
056.CS.6422.Q44 Pelayanan Publik kepada
056.CS.6422.QAA.UOl Surat
350 350 Bidang 1.196.311 06 06 0s 02
056.CS.6422.Q4A.U02 Surat
Kategori II
610 610
056.CS.6422.QAA,U03 Surat Keputusan
Kategori III
056.CS.6422.QAA"U04 Surat Keputusan Konsolidasi
Kategori IV
370 37O
056.CS.6422.QAA.U05 Surat Keputusan Konsolidasi
Kategori V
1337 1337 Bidang 3.168.905 06 06
SK No 14225 C
Pencegahan dan Penarrgarrdr
Pertanahan
44.481.355 056.CS.6425
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.6425.QC8 Penanganan Perkara 44.481.355
056.CS.6425.QCE.OO7 Feoyclcsaian
056.CS.6425.QCE.OO8
Da€f,ah
65 65
056.CS.6426
056.CS.6426.QCE Fetrangattan
056.CS.6426.OCE.OO3 Penyelesaian Sengketa Manahan -
1044 1712
056.CS.6427
056.CS.6427.QCE
056.CS.6427.QCE.OO2 Laporan Hasil Sidang
Daerah
as4 0
056.lc
056.tc.5538 Faf,cncanaan Tata Ruang Nasional 139.768.245
SK No 14,,4.226C
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
056.IC.553a.PtsT.Or4 Materi
6 6 Materi
02 22 0l
06 04 0l 04
056.rc.5538.PBT.O 14.0000 Materi Teknis dan
6 6 Materi
056.tc.5538.PBT.O14. 1200 Materi
o O Materi T.loris 2.000.000 06 04 0l o1
056.IC.5538.PBT.O l5 Materi Teknis dan RPerpres RDTR KPI'[ o 6 Materi
056.rc.5538.PBT.Ol7
Nasional
3 3
056.lc.5538.PBT.Ol8
06 07 05 03
056.IC.5539
SK No 1,14227 C
38 gE ,10.567.950 02 17 04
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pemanfaatan Ruang
Rekomendasi
05 02 13
056.1c.5567
056.rc.5567.QCE
056.tc.5567.QCE.OO1 Pengenaan Sanksi Administratif
Pelanggaran Pemanfaatan
m 40
056.rc.s567.QCE.OO2 Pengat
'asan,
PeEeriksaan IWASMATInRI K)
16 30
056.tc.5567.QCE.OO3 Audit Tata Ruang
056.tc.5567.QCE.OO4
Ruang
2 5
056.tc.5567.UAC
056.IC.5567.UAC.OO1
056.rc.5568
SK No 144228 C
2000 6000
056.1c.5568.Qr.A 227.OOO.OOO
056.lc.5568.Or,A"OO r
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 02 03 0l
056.rc.5568.Q[A.002 Penilaian
056.tc.5568.Q1A"0O3
10 30 Produk 21.100.000 02 t7 07 06
056.tc.5568.QrA@4
1 5
056.tc.6668
Kab/Kota Hasil
rio 60
Kab/Kota
m a3
58.087.330 02 t7 04 03
056.IC.666a.PBT.OAO Materi Teldrie dan Ranperda (PK/Revisi)
RTRW Prov/Kab/ Kotq Hasil
TelcriB
32 32 Materi
05 02 07 o1
SK No 1,14229 C
32 a9
23.075.000 02 17 04 03 056.lc.6668.PBT.08r
Pror,/ Kab/ Kota
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.WA Program Dukungan
056.WA5527
dan
Daerah
056.WA-5527.T8A
056.WA.5527.T8A963
TOTAL 9.985.134.209
cl
SK No 14,r''2300
PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESI,A
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 04,lO.Ol - Indeks
KP 04.10.02 -
SK No
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
057-DM Program
057.DM.3004 Ja.a In orEasi Perpustakaan dan
Pengelol,aan
78.041.069
o57.DM.3OO4.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
057.DM.3004.QDB.OOr
Ingatan
2 50
057.DM.3004.RAA Sarana Bidang Pendidikan
2000 2000
180 420 Paket 25.201.813 08 02 02 03
057.DM.3005
057.DM.3005.SCI
057.DM.3005.ScI.O01
SK No
60 lao
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.3008 Pembinaan Pustakawan
057.DM.3008.PDI
057.DM.300a.PDI.O01 Uji
450 450 Orang 79t.479 04 l0 01 o1
057.DM.3009 Preservasi dan Alih Media Bahan
Perpustakaan
057.DM.3OO9.QDB Fasilitasi dan
057.DM.3OO9.QDB.OOl Pengarusutamaan Naskah Kuno melalui
Pelestarian dan
Daerah
42 33
o57.DM.3009.RA4.O02 Bahan
057.DM.3010
Bung l(amo
15.322.646
o57.DM.30l0.QAA
SK No 14r'.2340
1500
Sosial di UPT
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.4380 Deposit dar
Perpustakaan
445.255.132
057.DM.4380.RAA Sarana Bidang Pendidikan
057.DM.4380.RAA00r Koleksi KCKR yang
057.DM.4380.R44.002 B€hart
057.DM.4380.RAA003
057.DM.4382 Pengelolaan Data dan
057.DM.4382.QDB Fasilitasi dan
057.DM.4382.0DB.00r
057.DM.4383 Standardisasi dan
057.DM.4383.PDE
Provinsi/ Kabupatetr / Kota, Khusus, dan
500 500
057.DM.4384
Khusus
1.423.145.814
057.DM.4384.0Er Bantuan
SK No 14.r'.2350
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.4384.QEt.002 Bantuan
057.DM.4384.QEr.OO4
Layanan Perpustakaan
1450 f603
057.DM.4385
057.DM.4385.QD8 Fasilitasi dan
057.DM.4385.QDB.OO r
Perpustakaan
04 lo 02
057.DM.4385.QDB.OO2 Pengembangan dan Pembinaan
Perpustakaan
900
08 02 0l o5
057.DM.4346 Analisis
Budaya Baca dan Literasi
057.DM.43A6.PEF
057.DM.4386.PEF.001
08 02 0l 05
SK No
Bung
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TNIGET2O2g SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.5272.Q44
o57.DM.5272.QAA.OO1 Layanan Perpustakaan
Bung Hatta
450 1250
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Dacr€h, Badan
SK No 14237 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET
PP
PP 01.02 -
PP 01.02 -
PP 03.02 - Indek
PP 03.02 - Indek Transformasi Digital Nasional (ITDN) 49,20
KP
(indikator
KP
KP 0f .02.0f -
KP
SK No
persen 63,74 64,00 66,00 KP 01.02.01 -
KP
KP 01.02.01 - Pef,s€rttas€ peningkatan akses p€r's dan media bagi
KP
KP
KP 01.02.02 -
orang 141.300 40.loo 200.300
KP 01.02.02 -
I(P 01.02.02 - Persentase partisipasi publik
I(P 01.02.02 -
KP 01.02.02 -
KP 01.02.02 - Persentase kepatuhan
p€f,acn 76,33 76,58 77,54
KP
KP
Informasi Dan
KP
SK No
perSen - (indikator
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 02.14.002 -
KP
KP 03.02.01 -
KP 03.02.01 - Jangkauan jaringan pita lebar bcrg€f,ak
KP O3.O2.Of - Pelanggan t f,layani jaringan pita lebar terap (faed
KP
KP 03.02.01 -
KP 03.02.01 - Kecepatan
KP
KP
KP 03.02.02 - Indeks
KP 03.02.02 -
KP 03.02.02 - Indeks Ruang Digital Ko dusu - (indikator baru) 3 3,8
KP 04. 19.03 -
Perempuan:3,52
|.2023)
Laki-Laki: 3,62;
l,aki-Laki: 3,74;
SK No 14/'242C
KP 05.03.03 -
KP 05.05.05 - Nilai ekspor jasa
KP 07.10.02 -
KP 07.10.02 -
SK No 1,14245 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl{ PP KP PROP
059.GH Program Komunikasi Publik
059.GH.4494.0MB
059.GH.4494.QM8.001
ol ol 01 ol
059.GH.4494.QMB.002
04 19 04 01
o59.GH.4494.QMB.OO3
o59.GH.4494.QMB.OO4
dan
40 O
059.GH.4494.QM8.005
Fed.rintsh
260 O kegiatan 38.767.535 0l Ol 02 02
059.GH.4494.QM8.006
26 O kegiatan 9.889.500 0l 02 02 ol
059.GH.4494.QMB.008
Program
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
Negara
06 05 01 06
R.rblik
2000 o Orang 3.000.000 0l 02 02 03
Keterbukaan
059.GH.451I.PBM
I I
Kebijakan
29.23a.196 0l 02 02 02
Keterbukaan
n o
Kebijakan
1.500.000 0l 02 02 02
059.GH.4511.QCB Perkara
os9.GH.45r 1.QCB.001
dia€leseiken
100 120
059.GH.45r1.QIC
059.GH.451l.QIC.OOr Badan Publik
SK No 144247G
3.000.000 0t 02 02 02 059.GH.45r r.OrC.002
Keterbukaan
o 3
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.4523 Penguatan
059.GH.4523.PBD Kebijakan Bidang
o59.GH.4523.PBD.OO I
39
Kebijakan
29.244.992 01 02 01 39 ol
o59.GH.4523.PBD.OO2
Perusahaan
Mendukung
1 I
20.306.658 0l 02 0l o1
059.GH.4523.PDD.OO I
50 65
059.GH.4523.PDI
o59.GH.4523.PDI.OOl Wartawan FBerta
Wartawan
690
059.GH.4523.Q4H
059.GH.4523.QAH.OOr Layanan Ahli Frrs I I layanan t2.o24.974 Ol 02
SK No
4.893.175 01 02 0l 02 059.GH.4523.Q4H.002 1 I layanan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.4523.SCA Pelatihan
Informatika
3.432.290
o59.GH.4523.SCAOO1
059.GH.4524
059.GH.4524.P8M Kebija.kan Bidang Pelayanan Publik 34.975.747
d€n
I I
15.117.514 01 02 01 03
059.GH.4524.PBM.051
Penyiaran Indonesia
I I
Kebijakan
23.454.273 01 02 0l 03
059.GH.4524.Q4H
059.GH.4524.OAH.70I l,ayarlai
I 1
059.GH.4524.QrC Pengawasan dan
059.GH.4524.QIC.501
diawasi
SK No
Tata kelola
500
500.000
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.4525.PtsL
Kebijakan
500.ooo 01 02 02 01
059.GH.7431
Publik
141.457 .7 t?
n RUU
Publik Nasional
1 O
o59.GH.7431.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan
I I
16.578.000 Ol 02 02 ol
059.GH.7431.PEF.001
Standardisasi Pengelolaan
Konten Informasi hrt lik
0
SK No
NSPK Bidang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.7431.PFA.002 NSPK
0 o NFT'II 210.OOO 01 02 02 0l
Prioritas
0 o NFriti 210.OOO 01 02 02 0l
osg.GH.743t.QMA Data dan Informasi Publik 11.314.079
o59.GH.743r.QMA.OOr Rencana Komunikasi Strategis
Tahurart
o 10
059.GH.743r.QMB
o59.GH.743r.QMB.OO l
o 38
059.GH.743l.QMB.OO2 Konten
o 500 kegiatan 13.574.OOO 01 01 02 02
o59.GH.7431.QMB.OO4
059.GH.7431.0M8.005 Mor torfulg lsu
I 20
059.GH.7431.OM8.006
o59.GH.7431.QMB.OO9 Fetrgclolaan
Bergizi Gratis
SK No
121.400.000
Kehumasan, dan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o I Rekomendasi
Kebijakan
aoo.ooo 01 02 01
059.CH.7432.QDB
o59.CH.7432.QDB.OO I
o 135 L.urbaga 24.OOO.OOO Ol 02 02 ol
o59.CH.7432.QDB.OO2
059.GH.7432.QMB
Stratctig
Komunikasi Publik
o IOOO Lembaga
56.600.OOO
059.GH.7432.QMB.OO2 Pengelolaan Relasi Media 0 f50 kegiatan 21.400.000 01 02 02 03
059.GH.7432.QMB.OO3
059.GH.7432.QMB.OO4
0 50 kegiatan 3.200.000 01 02 02 0l
059.GK Program
059.GK.7440
18.741.011.884
SK No
Pusat Data Nasional Batam I Titik/Lokasi 2.360.000.000 03 02 02 001
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7440.RBT.002
Kota
o 1 Titik/Lokasi
Komunikasi
110.648.688
07 10 02 lm
I I Unit 21.368.000 07 10 02 02
03 02 02 005
07 l0 02 02
dan Komunikasi
059.GK.7440.RDS.001 OM Pusat Data
059.GK.7440.RDS.002 OM hrsat Data Nasional Batam o I Titik/Lokasi 11.888.000 03 02 02 001
07 lo 02 o1
SK No 144253 C
Portal Pelayanan Publik I 40.846.669 07 lO 04 o1
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 02 02 005
20.ooo.ooo 07 lo 04 o3
Tclsrologi
I I
6-124-030 03 02 02 005
o1 02
20.754.586 03 02 02 001
to.274.423 03 02 02 005
059.GK.7441.PAG
0s9.GK.744l.PAG.00l PM
059.GK.7441.PAG.002 PM Standar Teknis
dan
o 0 PerMen l.ooo.ooo o7 lo 02 o1
Layanan SPBE
o o PerMen I.OOO.OOO O? 10 02 o1
SK No
o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
03 02 02 006
059.GK.7442
059.GK.7442.UBA Fasilitasi dar
Daerah
208.000.000
059.GK.7442.UBA001 Feoda.Epingart
o 8 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
8.OOO.000 02 t4 0o2 0l
059.GK.7442.U8400 1.OOOO
Provinsi Cerdas - Pu.at
o 8 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
a.oq).000 06 04 0l (x)
06 04 01 IllJ
0,6 04 01 07
06 04 0l 05
Cerdas
0
(Prov/ Kab/ Kota)
200.000.000 02 t4 002 0l
059.GK.7443
059.GK.7443.QD.J Fasilitasi dan
SK No 144255 C
Startup Digital
059.GK.7443.QDr.001 o l5O Start Up
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
os9.GK.7443.Qn .OO2 Fasilitasi
os9.GK.7443.QDr.OO3 Fasilitasi
059.GK.7443.UBA Fasilitasi dan
Daerah
20 O Start Up 3.OOO.OOO 02 t4 002 001
03 06 04
05 05 05 005
(Prov/ Kab/ Kota)
ao.v)o.ooo 02 14 002 001
03 06 04 02
059.GK.7443.UBA.002
(hov / Kab/ Kota)
oo3060,4 02
059.GK.7444.QDC Fasilitasi dalr
059.GK.7444.QDC.OO1
02 14 @2 005
059.GK.7444.QDC.002
Perikanan
60 250 Orang 42.500.000 02 14 002 005
SK No 144256C
200 o Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
05 03 02 02
059.GK.7444.QII, Fasilitasi dan
059.GK.7444.ODJ.001 Fasilitasi Grccn Tech o lO Start Up 20.ooo.ooo 02 t4 002 01
059.GK.7445
26.000.000
059.GK.7445.PAG Peraturan
059.GK.7445.PAG.001 Rancangan Fcraturar
o O Fef,Men r.ooo.000 03 02 0l 004
Rencana
o o
059.GK.7445.PBO.001
Kebijakan
SK No 1,14257 G
Kebijakan
r.000.ooo 03 02 0l 004 059.GK.7445.PBO.002
Broadcast Broadband
o 0
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7445.PBO.003
Industri Penyiaran
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
r.ooo.000 03 02 0l oo4
059.GK.7445.PBO.004
Simulcast
n o
059.GK.7445.QDH Fasilitasi dai
059.GK.7445.QDH.001 Fasilitasi Digitalisasi Pos o 20
Penyiaran,
136.439.866
059.CK.7446.QAH P.layanan Publik Lainnya
059.Gr.7446.QAH.0O1 Layanan Publik
059.Gr.7446.Q4H.(x)2 layanan Publik
059.GK.7446.QAH.0O3
05 03 03 09
2.OOO.000
SK No
o Unit
2.999.600
059.GK.7446.RCL.002
059.GK.7446.UAB
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2 2
2.999.600 03 02 01 002
333.027.250
84.741.160
059.GK.7447.RAN.001
E loo Unit 44.741.160 03 02
059.GK.7447.RCL OP Sarana Bidang
Komunikasi
246.143.265
dan Penyiaran
1 I Unit 246.143.265 03 02 0l OO1
059.GK.7447.UAB
o O Modul Aplikasi 2.142.425 03 02 01 001
059.GK.7448
dan
505.7 r5.300
059.GK.7448.QDC Fasilitasi dan
SK No 144260C
Fasilitasi literasi Digital 300
02 t4 0{)1 001
059.GK.7448.QDC.004 O Orang 14.688.100 Ol 0l 02 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7448.QDC.004. r2OO Fasilitasi Literasi
o o Orang 0060,401 o1
059.GK.7448.QDC.0O4. f6OO Fasilitasi l,iterasi
o o Orang 006040t 02
49t.O2? .200
o59.GK.7448.SCA.OOl Pelatihan
02 t4 001
0s9.GK.7449.0E., Bantuan Pendidikan
o59.GK.7449.QE r.OOr Beasiswa S2lS3
Disitaf
703 703 Orang
02 14 001 001
07 07 03 03
059.GK.7449.SCA Pelatihan Bidang
233.157.400
SK No 14261C
02 t4 001 001
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(tap Ribu)
PN PP KP PROP
02 14 001 ool
dan
141.679.216
141.679.216
02 t4 001 001
wlo0302
0l 02 02 03
02 t4 001 001
059.GK.7450.SCA021 Pelatihan
02 14 001 001
oTromol
059.GK.7452
Masyarakat
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o59.GK.7452.QAH.OOr Operasionalisasi Kelembagaan PDP I O
03 02 02 003
059.GK.7453.QIC
059.GK.7453.QrC.OO1 Peningkatan Kapasitas
Pengendalian Tata Kelola PSE dan
I I
03 02 02 002
059.GK.7453.RCL OP Sarana
875.782.883
059.GK.7453.RCL.001 OM Sistem
dan
0 Unit
059.GK.7453.RCL.002
Konten
I Unit 1s1.a69.882 0l Ol 02 0t
02 14 001 002
03 02 02 002
03 02 02 005
059.GK.7455
64.262.544
SK No 1,14263 C
OP Sarana Bidang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 02 02 002
I o Unit 4.262.544 03 02 02 @2
07 10 02 02
059.GK.7456 Tata kelola
059-GK.7456.PAC
059.GK.7456.P4C.001 RPP
Peraturan
PM terkait
1.500.000 03 02 02 006
059.GK.7456.PBO Kebijakan Bidang
Kebijakan
4.OOO.OOO 03 02 02 003
059.GK.7456.QDt Fasilitasi dan
o59.GK.7456.QDI.OOt Sandbox
Ko@digi
7.266.420
SK No 1,14264 C
Scrtif <asi
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEX)
INDIKASI ALOKASI
2025-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7657.PDt.00I Pelatihan Bidar,S Ko@digi 500 400 Orang 7.266.420 0l 02 02 03
059.GK.7658 SDM Vokasi Bidang KoEdigi 357.513-924
059.GK.7658.PDI S€ftifilesi Profesi dart SDM 335.316.784
o59.GK.7658.PDr.O0l Pelatihan
059.GK.7658.SCA Pel,atihan
22.197.140
6000 O Orang 22.197.140 0l 02 02 03
36.453.936.180
059.GL.7433 Akselerasi
059.GL.7433.PAD
Peta Jalan Infrastuktur
dan
1 0 R.Perpres 880.OOO 03 02 0l 004
059.GL.7433.PAD.002 Rancangan
Sistem
I n
SK No 144255 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Layanan
1 o Rekomendasi
5.365.@0 03 02 01 004
SkkoEnas PMPB
I o
059.GL.7433.QD8 Fasilitasi dan
059.GL.7433.QDB.0Or Fasilitasi integrasi K/L/D dengan L"ayanan
o 50 L€trbaga 12.OOO.OOO 03 02 02
o59.GL.7433.QDB.OO2
2 2
03 02 02 001
02
059.GL.7433.QDH Fasilitasi dan
059.GL.7433.QDH.001 Fasilitasi Penyelenggara
o 4 Badan usaha 40.000.000 03 02 0l
059.GL.7433.QDH.OO2 Fasilitasi
Peningkatan
oleh
o 4 Badan usaha 20.000.000 03 02 0l 001
444.426.455
SK No 14267 C
433.220.000 03 02 0l oo3
(DBS)
6 O
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/ ROIPROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Masyarakat dan Penanggulangan Bencana
n 264 Kab/Kota 387.500 03 02 02 00r
Nasio(lal
Penanggulangan
o 125 Kab/Kota 10.818.955 03 02 02 001
059.GL.7433.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi
den
(oM)
0 10 Unit 3.450.000 03 02 01 003
059.GL.7433.RDS.002
Fasilitasi dan PeEbiiaa[
Daerah
20 20 Kab/Kota
55.597.929
42.59?.900 03 02 0l
06 07
Menerapkan
o59.GL. 7433.U84.002.OOO0 Kabupaten Kota yang
Menerapkan
hrsat
20 20 Kab/Kota 42.59?.900 06 ()4 01 til,
SK No
Fasilitasi Pengembangan G8abit City
26 26
Da.rah
(Prov/ Kab/ Kota)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
03 02 02 005
059.GL.7434
56.890.693
059.GL.7434.PBO.401 Rekomendasi
Broadband
I 3
Kebijakan
37.700.693 03 02 0l 004
059.GL.7434.PBO.402
Pengguna
1 0
4.000.000 03 02 02 003
Limbah
1 o Rekomendasi
Kebijakan
digital, data center, cloud, CDN,
o o
Kebijakan
l.ooo.000 03 02 0l 004
Peacdntah
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 03 02 0l 004
SK No 14/,269 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GL.7434.QDr.421
Negeri
1 1 Industri 6.190.000 02 14 002 001
059.GL.7435
Industri
059.GL.7435.PBO Kebijakan Bidang TelmoloEi
059.GL.7435.PBO.523
I o
059.GL.7435.PBO.524
Data Center dan Cloud
1 o
Kebijakan
4.000.000 03 02 02 003
05 05 05 002
05 05 05 001
059.GL.7435.QDI
059.GL.7435.QDt.5r4
Fasilitasi dan
Fasilitasi
Cloud
I o Industri
4.OOO.000
4.OOO.000 05 05 05 004
165.154.150
059.GL.7436.PBO Kebijakan Bidang
SK No 14r'.2700
32.375.498
059.GL.7436.PBO.501
Telekoour kasi Dalam
0 2 r.828.050 02 14 001 004
059.GL.7436.QAH
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
059.GL.7436.QAH.201 Layanan
radio, SOR,
o I
059.GL.7436.QA}t.205
059.GL.7436.Q4H.502
4 I
05 05 0s
059.GL.7436.Q4H.603 Layanan
059.GL.7436.QDr
059.GL.7436.QDI.601 Fasilitasi Pengujian untuk Inovasi dan
o I Industri 4.000.000 05 05 05 004
Komunikasi
126.954.602
TIK di BBPPT
3 1 Unit 126.954.602 02 t4 002 001
Frekuensi Radio, Perangkat Digital dan
Kualitas layanan
364.111.075
059.GL.7437.QAH Pelayanan Publik lainnya
SK No l,l427l C
layanan
SFR
20.000.000 03 02 0l 005 059.GL.7437.Q4H.307 I I layanan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GL.7437.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
344.111.075
059.GL.7437.R4N.001 Sistem Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) I o Unit 323.000.000 03 02 0l OO5
(SIMS)
I o Unit 21.111.075 03 02 01 005
059.GL.7438
Digital di
059.GL.7438.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 66.OOO.OOO
059.GL.7438.QDH.OOl Kcda Sarla Badan Usaha 4 O Badan usaha 66.000.000 03 02 01 001
I l_325.234-935
059.GL.7438.RDS OP
dsn Komunikasi
23.851.816.943
059.GL.7438.RDS.002 OM BTS 4G
06 07 0t 03
SK No
OM BTS 4G
Barat
3539 3539
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
059.GL.7438.RDS.004 OM
06 07 0l 03
o59.GL.7438.RDS.OO5 OM Akce!
06 07 01 03
03 02 0r ool
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
SK No
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESI,A
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
PF 02.07 -
PP
KP 02.07.01 - Indeks
KP
penduduk
43 40 36
KP
XP
KP
KP 02.08.02 -
SK No 144274C
unit KP 02.08.03 - Jumlah pusat
KP 02.08.03 -
KP 02.08.04 - Inde.ks
SK No
-7Lt-
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_20,29
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060.BD Program Profesionalisme SDM Polri
Polri
127.052.046
060.BD.3lOO.PDl
060.8D.3100.PDr-OO1
060.8D.3100.PDr.002
060.BD.3lOO.PDI.003
060.BD.3100.PDI.O20 Sertifikasi
Secara
75 75 Orang 4.72t.O14 02 0? Ol 01
?5 75 Orang 2.613.346 02 07 01 o1
Secara
75 75
060.BD.3lOO.SBE.OO4 Pendidikan
SK No 14,r'.2760
Fertahdran dan Keamanan
4.573.592
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ROIPROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060-Br Program
060.Br.3r37 Dukungan ManajeEcn dan Tel(tis
875.OOO
060.BI.3137.PDI.OO1 Peningk tar Kapasitas SDM Siber
to lO Orang 875.OOO 02 08 04 Ol
060.Bt.3l42.QCE
060.8I.3142.QCE.001
o [rj] Parkere
060.Br.3 r42.QCE.002
0 30 Perkara IO.OOO.OOO 02 W 02 Ol
060.Br_3143
060.Br.3r43.QCE Penanganan Perkara 22.169.?55
060.8r.3143.oCE.002 Penanganan Tlndak Pidana Terori$he (PN) I I Perkara
060.8r.3144 Penindakan'I'Indak
060.8r.3144.QCE
SK No 14277 C
Penanganan Tindak Pidana Narkoba {PN) I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 0? 02 ol
060_BI_3151 Penindakan
0,60.Br.31sr.ocE
060.BI.315l.QCE.OO2 Penanganan
02 05 04 02
060.B1.4342.QCE
060.Br.4342.QCE.OO2
060.BP
Prasarana PoL'i
124.394.546.470
060.8P.3044 FcngeEbdtgan
060.BP.3084.RAF.003
PDN) (PN)
24 24 Unit
02 08 01
02
0r
SK No 144278 C
PeEcnuhan Kendaraan Lietrik R-4
"Yartras" (PN)
2 Unit
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Advanced TDD Active
I 1 Paket 469.2?4.907 02 08 01 01
Listrik (SPKL) (PN)
I I Unit 19.530.945 02 08 01 o1
060.BP.5062
Polri
6.O15. t? 3.677
060.8P.5062.RBM
6.015.173.677
060.8P.5062.RBM.001
SPM yang Terintegrasi sEcara
o 10 unit
060.8P.5062.RBM.002
2 I unit 24.030.899 04 19 04 02
02 Oa 02 Ol
dara SBSN) (PN)
1235 1235
060-BP-5062.R8M.004 P€rhbanguna[ Fo8 Pol
Wilayah
I o unit 57.177.230 02 08 Ol 02
060.8P.5062.R8M.0r3
060.BQ Program
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060.Bo.3r30.oHB Operasi Bidang
060.8Q.3 T30.QHB.OO l
sabhara
o
060.8Q.3133
Kcsel,aData! Masyarakat di Bidang
2.400.000.000
060.BQ.3l33.QAA
060.BQ.3133.QAA.OOr layanan Online Bidang Registrasi dan
o 15000 Orang
060.BQ.5080
060.BQ.5080.QAH
060.8Q.5080.OAH.001
06 05 01 :i]a
060.wA
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
060.wa3()72.QHB Operasi Bidang
060.wa3072.oHB.0o5
TOTAL
c)
SK No l4/'28l9
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN
PP 04. 14 -
KP 04.13.05 -
KP 04.14.03 -
KP 04.14.03 -
KP 04.14.03 -
KP 04.14.03 -
KP 04.14.03 -
KP 04.14.03 -
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
{Rp
PN PP KP PROP
063.DR
063.DR.3165
Indoiesia
57.241362
063.DR.3165.QDG Fasilitasi dan
063.DR.3165.QDG.00t UMKM yang
841 1231 UMKM 34.394.955 0a 02 01 o3
ol
03 03 02 04
02 o3 06
063.DR.3r65.QrA
063.DR.3165.QIA.O20
sesuai
58 80 Produk
063.DR.3l65.QlC Pengawasan dan
SK No 144283 C
437
063.DR.3r6s.QrC.O03 Layanan
parlgar
640
063.DR.4l l9 Pengawasan Obat lYadisi@rol, darr
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.DR.4l l9.QDG Fasilitasi
063.DR.4119.QDC.OO2
FitofsrEeke
4 12 UMKM 1.240.000 05 01 0s 04
063.DR.4119.QDG.005
diawasi
90 UMKM lo.ooo.ooo 04 14 03 02
063.DR.4119.QDG.006 Fasilitas distribusi obat bahan ala.a yang
diawasi
70 74 UMKM
063.DR.41l9.QDr.OO5
04 t4 03 02
04
063.DR.4r r9.QDI.O1O Fasilitas distirbusi
SK No 14284C
Fasilitasi dan
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
KODE
dalam meningkatkan lcvcl
58 139 Industri v.ao9.924 04 t4 03 01
063.DR.4120.QDl.OOr
063.DR.4l2O.QDt.OO2 Sarana Produksi Pangan
Kecil yaru
25 40 Industri 8-4U6.526 02 t0 14 001
04 14 03 0l
Sarana produksi pangan olahan yaru
diawasi
73 78 Industri ro.000.ooo 04 14 03 0l 063.DR.4120.QDI.003
Sarana IRTP
Pangan) yang diawasi
54 70 II3'JI 7.500.000 04 t4 03 0l
063.DR.4121
063.DR.4l2r.QDl
Industri
rangka
35 55 Industri 8.185.760 04 14 03 02
063.DR.412 r.QDI.OOr
SK No 1,14285 C
Fasilitas
063.DR.412r.QDI.OO4
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Obat, Narkotika, Psikotropika, dan
u.500.ooo
063.DR.4r22.0rC
063.DR.4r22.QrC.OO2 Fasilitas distribusi obat yang diawasi 167 265 Keputusan 17.500.000 ()4 14 03 02
lBp6 Obat, Narkot.ika, Psikotropika,
Prekursor, dan Zat Adiktif
44.795.323
063.DR.4l23.QrA
063.DR.4123.QIA.OO1 label produk
elektronik yang
mfin 6800 Produk 7.242.655 04 13 05 02
063.DR.4l23.QlA.OO2
keamanan obat beredar yang
t2 20 laporan 29.&2.664 02 16 05 02
063.DR.4l23.QtA.OO3 Laporan farEakovigilans yang
a? 89 Laporan 4.500.000 04 l4 03 02
SK No
Fasilitas
diberikan KIE farEakovigilans
26 30 Produk
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.DR.4125
Psikotropika, dan
22.sOO.OOO
063.DR.4125.QrC
063.DR.4r25.0rC.002 Sarana produksi obat yang
063.DR.4r25.QtC.003 Industri
peningkatan tingkat
52 60
063.DR.4126
063.DR.4126.PCA Perizinan Produk 23.500_OOO
diawasi
79 84 Produk 23.500.OOO ()4 14 03 ol
063.DR.4127
063.DR.4127.PCA
SK No 14/'287 C
Registrasi Obat
NAMA
PROGRAM / KEG1ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP l(P PROP
dan
diawasi
75 77 Keputusan
65 69 Keputusan 7.500.000 04 t4 03 02
063.DR-4129 Standardisasi Obat Tradisional,
3.OOO.OOO
I
063.DR.4130 Standardisasi Pangan Olahan 985.366
SK No 149577 C
Norma, Standar, Prosedur, dan
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
berkelanjutan
I 1 NSPK 985.366 02 15 02 0l
063.DR-4132
Usaha Pangdr Olahan
23.004.556
063.DR.4r32.QDC Fasilitasi dan
063.DR.4l32.QDC.@1 Fasilitator yang dibina untuk
Olehen
250 350 Orang 23.004.556 03 03 02 o4
063.DR.4133.PDD.003
dan sediaan
66 8l
04 14 03 02
063.DR.4133.PEE
SK No 144289 C
20
04 14 03 02
4 5.OOO.OOO 04 14 03 o1
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
x)25-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
063.DR.4134
dan Makanan
20.ooo.ooo
063.DR.4l34.QCD Perkara
063.DR.4l34.QCD.O02 Kejahatan
5
063.DR.6385 Perob€f,dayaart Masyarakat dan Pelaku
063.DR.6385.QDC Fasilitasi dan PcEbinsrn
063.DR.6385.QDC.00r
OBA, SK dan Kos yang sesuai standar
063.DR.6386 PeEantquarr Pelanggaran HukLr-E di Bidang
17.4a4.353
063.DR.6386.QK8.002 Pelanggaran
Sediaan
a2 83 laporan 17.484.353 04 t4 03 02
SK No
NAMA
PROCRAT/|/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.WA.4113
644 947 Or€tlg 90.552.860 04 14 03 01
TOTAL 565.032.139
c) Keterlibatan
SK No 144291C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP 01.01,03 -
SK No
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
064.AJ
064.AJ.3190
Pendidikan
064.Ar.3r90.S8E Pendidikan Nor Gelar
064.AI.3lgO.SBE-OO1
08 02 0l rt)
064.At.3195 Penyusunan
Pelaksanaan
064.Ar.3r95.QDC Fasilitasi dan
064.AI.3195.QDC.OO2 PEMANTAPAN
08 02
064.Ar.3r97
Kebangsaan
33.657.829
064.AJ.3l97.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 33.657.429
SK No 144293 C
TRAINING OF
KEBANGSAAN
064.AJ.3197.QDC.OO4 5OO
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
064.AI.3198 Pen!ruaunaa
6.370.963
064.Ar.3198.QDC Fasilitasi dan
064.4r.3198.QDC.00s
02 04 01 o1
ol
08 02 0l 02
TOTAL 192.705.660
Keterangan:
c)
SK No 144294C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
PP 05.04 - Nilai PMA dan PMDN
KP
KP
KP
KP 02.22.04 - Nilai realisasi PMA/PMDN
KP
KP
KP 05.01.03 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi bauksit juta rupiah lo.790.ooo 11.782.OOO 16.752.000
KP 05.0 I .04 - Nil,ai realisasi PMA/ PMDN hilirisasi timah juta rupiah 500.ooo Slo.ooo 550.OOO
KP 05.01.05 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi kelapa sawit juta rupiah
SK No
4.492.915
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP O5.O I .07 - Nilai realisasi PMA/ PMDN
KP 05.01.09 -
KP
KP
KP 05.01. 18 - Nilai
KP 05.04.01 - Nilai PMA/PMDN
KP
kecil, dan
PMA/ PMDN)
47,6
KP 05.04.01 - Nilai PMA/PMDN
KP
KP 05.04.02 - Nilai PMA berorientasi ekspor triliun rupiah I r5,4 (2023) 171,6 7,4
KP 05.04.02 - Nilai PMDN
KP 05.04.03 - Kontribusi
SK No
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
065.ED
065.ED.3213 Frnin8katdr
Perdagangan
87.305.218
Kebijakan
15.277.919 05 04
Berusaha di Tingkat Pusat darl
I 2
Kebijakan
15.076.893 05 04 01 M
o7 lo 04 02
065. ED.3213.PtsB.O23
Kebijakan
38.753.008 07 10 04 02
05 04 0l 04
I I
Kebijakan
18.197.398 05 04
065.ED.3214
Daerah
22.550.625
SK No 14297 C
Fasilitasi dan
22.550.625 065.ED.32l4.UBA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3214.UBA.022
Da€f,ah yang Layak
to Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
22.550.625 05 04
065.ED.3215
o6s.ED.32r5.QDG Fasilitasi dan
065.ED.32 r5.QDG.02l Kemitraan Usaha
05 04
o3
05
065.ED.32l5.QDC.022 Penguatan dan
Usaha UMKM dalam rantai pasok
500 500 UMKM
05 04 0l 05
06 03
Bidang
514.201.382
20.605.087
065.ED.3216.PtsB.02 r Analisis Negara
065.ED.32l6.PEH
SK No
Fasilitasi
llo
065.ED.32 t6.PEH.03r IIPC (Indonesian Investment
Center)
600
065.ED.32l6.QDH
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3216.QDH.021 Fasilitasi Relokasi Perusahaan Asing ke
lndonesia dEn
Modal
5 16
065.ED.3226 Pengendalian
Modal Wilayah I
118.1 16.6,14
065.ED.3226.0DH Fasilitasi d6n PeEbineEn
06s.ED.3226.QDH.02l Fasilitasi
05 04 03
065.ED.3226.QDH.022 L"ayanan
lo 42 Badan usaha
os 04 01 ol
065.ED.3226.QDH.023 Fasilitasi
Modal
n 32 Badan usaha 88.814.691 05 04
065.ED.3226.QDH.024 Fasilitasi dan Evaluasi
2 4 Badan u.aha
Modal wilayah It
065.ED.3227.QDH Fasilitasi dan
SK No
26 30 Badan usaha 7.575.654 05 04 03 0l 065.ED.3227.QDH.02 r Fasilitasi Penyelesaian Masalah
Modal wilayah II
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06s.ED.3227.QDH.023
Wilayah- wilayah Tertentu
2 13 Badan
065.ED.3228 Fcngcodalian
Modal Wilayah III
142.532.642
0,65.ED.3228.0DH Fasilitasi darr
065.ED.3228.QDH.021 Fasilitasi Penyelesaian
Modal Wilayah III
065.ED.3228.QDH.022
1 I
065.ED.3228.QDH.023
5 3()
05 04 01 03
065.ED.3229 Fcngetrdaliart Felalsartaan Penanaman
Modal Wilayah IV
12.6?9.644
065.ED.3229.QDH Fasilitasi dan
065.ED.3229.QDH.021 Fasilitasi
Modal Wilayah lV
SK No
I
I
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3230
Pintu
065.ED.3230.QDB
065.8D.3230.QDB.02 r
Terpadu Satu
Serta
m #4 Lembaga .4a1.277 05 04 01 o7
07 lo 04 02
Modal Sumber Daya Alato
45.875.196
065.ED.3231.PBB_022 Investment Project
Bidang Sumber Daya Alam
I 1
5.525.631 05 04 0l 02
0,65. ED.323 1 . PBB. O23
SuEbGr Daya Alam
3
15.312.407 05 04 01 02
065.ED.323 r.PBB.024 Akselerasi
Alam
1 I
Kebijakan
22.550.625 02 1l 03 03
SK No 144301 C
05 04 0l 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2o23-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.323l.QDH Fasilitasi dan
065.ED.3231.QDH.02l
ScLtor SuEb€r Daya
3 3 Bed6n
05 0l 02 OD
05 01 03 02
05 04
Modal S.hor Industri
bidang Industri Manufaktur
I I
Kebijakan
os 04 01 02
065.ED.3232.PBB.023 Peta Peluang
I 3
Kebijakan
t5.246.724 Os 01 l8 04
05 04 0l 02
065.ED.3232.QDH
065.ED.3232.ODH.021 Percepatan Rencana Proyek di Bidang
Industri
3 3
05 0l 16
o4
o1
SK No
05 04 0r 03
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3233 Perencanaan FengeEbarEan P€ngna.Ean
Modal di Bidang Jasa dan Kawasan
065.ED.3233.PBB Kebijakan Bidang
065. ED.3233.PBB.021
bidang Jasa dan Kawasan
I 1
6.030.757 02 22 06 03
05 04 01 02
05 02 t4 07
05 02 t7 08
05 02 22 07
065. ED.3233.PtsB.02 1.0000
bidang
1 I
6.030.757 03 05 0l 006
Bidang Jasa dan
2
Kebijakan
15.2a6.72A 05 04 0l 02
05 02 07 fii
05 02
05 02 t4 07
SK No
10 40 86.702.500 05 02 24 lo 065.ED.3233.PBB.023
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Kebijakan
05 02 23 0?
05 04 0l 02
05 02 05 04
06
o7
02
02
o5
02
o3
o8
@
TN
02
o5
03
05 02 10 03
05 02 t2 07
05 02 13 07
05 02 l5 08
05 02 16 07
05 02 l8 06
SK No 14r'.3040
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 4
44.101.250 05 04 01 03
05 02 11 o4
05 02
05 02 1? 08
05 02 22 07
065.ED.3233.QDH Fasilitasi dan
065.ED.3233.QDH.02 r Percepatan
Bidang Jasa dan
2 2 Badan usaha 1.657.6aa 05 02 24
o7
10
02 22 06 03
05 04 0l
23 02 05
03
05 02 06 05
05 02 08 02
05 02 0g 03
05 02 lo 03
SK No 144305 C
05 02 t2 07
NAMA
PROGRAM /
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02
02
02
05
o5
05
13 07
[,
o7
05 02 t7
r6
07 02
20 TD
05 02 18 06
05
l0
05 02 21 08
065.ED.5089
065.ED.5089.QDH
Fasilitasi Pc!'c€patan Investasi Kerja
Fasilitasi
4.420.505
4.820.505
065.ED.5089.ODH.021
065.ED.5265
P6cncsnaan
Modal di Bidang Infrastruktur
3 5
40.667.218
SK No
38.256.966
NAMA
PR,OGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065-ED_5265-PBB-021
I I
Kebijakan
3.591.680 05 04 01 02
065. ED.5265.PBB.022 Analisis Strategik
1
1.493.194 05 04 0l 03
065.ED.5265.PBB.024
5
Kebijakan
33.172.092 05 04 0r 02
065.ED.5265.QDH Fasilitasi dan
065.ED.5265.QDH.021 Paf,ccpatan rencana proyek
3 5 Badan
065.ED.6481
065.ED.6481.QKC
065. ED.648l.QKC.O24
Satu
I I
07 lo 04 02
065.ED.6482
34. 176.504
065.ED.6482.PtsB Kebijakan Bidang Investasi dan
4.467.249
SK No 14307 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
kffja satna bilateral dan
05 04 02 02
065.8D.6482.P88.O22 Penguatan
Kerja
Modal
I I
4.573.067 02 09 04 0l
05 04 02 02
065.ED.6482.PEC
tg 19
05 04 02 02
dunia
6 6 Kesepakatan 2.205.051 02 09 04 0l
05 04 02 02
Bidang
065.ED.6483.PtsB Kebijakan Bidang Investasi dan
kerja sarra
I 25
4.573.67 02 09 04 01
05 04 02 02
SK No 144308 C
Kebijakan
05 04 02 02
065.ED.6483.PBB.022
Kerja
Bidang
I I 5.478.193 02 09 04 01
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
065.ED.6483.PEB Forum s.930.758
065.ED.64a3.PEB.02l
Investment
1 10 forum 5.930.758 02 09 04 01
05 04 02 02
2t 25
02 02 04 05
065.ED.6778
065.ED.6778.PEG Konferensi d6n Ev€art 59.903.659
065.ED.6778.PEG.021 hoEoai
Eropa
I 2
05 04 02 03
065.ED.6778.PEH
I I
05 01 06 06
05 04 02 03
di Wilayah Amerika dan Eropa
I 1
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ ROIPROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6779 kotrosi Wilayah Asia
48.540.905
065.ED.6779.PEG Konferensi dan Event 12.qt6.229
2
03 02 04 o5
065.ED.6779.PEH
065.ED.6779.PEH.021
Asia
dan Afrika
I I promosi 31.696.735 02 09 04 ol
03 02
065.ED.6779.PEH.023 Promosi Kegiatan di
Kota Negara (IKN) di Wilayah Asia
Asia
I I promosi 3.467.9+t 05 04 03 02
0,6 05 02 02
065.ED.6780
35.rrr.594
065.ED.6780.PEG
I 2 Kegiatan 7 .O4a.4t6 02 09 fi O I
SK No
065.ED.6780.PEH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6780.PEH.021
Asia Tenggara, Australia,
dan
I I
05 04 02 03
Kota Negara
I I
06 05 02 02
0,65.ED.6781
Modal wilayah V
0,65.ED.6781.QAH
065.ED.6781.Q4H.021
065.ED.67al.QDH Fasilitasi dan
065.ED.678l.QDH.02l Fasilitasi
Modal Wilayah V
6 lO Badan u.aha 844.004 05 04 03 01
065.ED.6782 Peningkatan Kualitas Pel,ayanan Perizinan
Berusaha Sektor Industri
44.252.980
065.ED.6782.QDH Fasilitasi dan
SK No
900 f85O Badan usaha
05 04 0l 01
065.ED.6782.QDH.02 r 44.252.9A0 05 0l 02 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 lo 04 02
15.585.438
065.ED.6783.PBB.021 Kebijakan Optimalisasi
I 3
o1 03 04 05
065.ED.6784
Hilirisasi Perkebunan, Kelautan, Perikanan,
122.690.46
065.ED-6784.PBB
106.334.204
Strategis di bidang Perkebunan, Kelautan,
7 1
49.026.629 02 22 03 07
05 04 0l o3
I 2
15.076.894 0s 04 0l 03
SK No 14r'.313 C
Rekomcndasi
03
6 42.230.641 0s 04 0l
065.ED.6784.QDH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6784.QDH.021
dan Kehutanan
5 5 Badan usaha 5.305.OOO 02 2r 02 03
05 0l 06 06
05 04 01 03
065.ED.6784.QDH.022 Fasilitasi Hilirisasi Investasi Strategis di
5 5 Badan usaha 5.525.631 05 0l 09 0l
0s 04
065.ED.6784.QDH.023
Bidang
5 5
o3 04 o5 o1
065.ED-6745 Peningkatan Kualitas SiEteE
582.004.975
055.ED.6745.U4B
I I
582.004.975 03 03 03
03 02 02 005
05 04 0l 06
07 lo 04 02
065.ED.6786
SK No l4/.3l40
Data dan
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
065.ED.6786.QMA.022
05 04 01 06
065.ED.67a6.UAB
065.ED.6786.U48.022 Pemeliharaan Data Center dan DRC yang
I 1
16r.204.88,4 03 02 02 q)l
05 04
07 lo 04 02
2.776.796.066
c)
TOTAL
SK No 143160
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
Koordinator Pencapaian
PN 07 - Angka
Koordinator
PF 07.06 - Indeks
KP
KP 07.06.02 -
NP 07.06.03 - Indeks
KP 07.06.04 -
KP 07.06.06 -
(indikator barul
SK No 14.r'.317 C
prekursor
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL
Narkoba (P4GN)
Narkoba di
T] I
8.052.000 07 06 03 02
04 la
066.8L.3247.QDC Fasilitasi dan
066.BL.3247.QDC.OO2
Program PIGN Bidang Pencegahan pada
Masyarakat
o 6480 Orang 49.680.000 07 06 0r ol
066.BL.3247.QDC.0O3 Fasilitasi Advokasi
o 20 Orang 62.950.400 07 06 0l ol
066.BL.3247.QDE Fasilitasi dan
066.BL.3247.QDE.O0r Fasilitasi Pendidikan Anti
Keluarga
42AO 42aO
SK No 144318 C
Fasilitasi dan Pembinaan
o7 06 0l ot
PROCRAM/KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
214 414
0,66.8L.3248.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
67.716.964
066.8L.3248.QDD.0Or Fasilitasi
Terlarang
g 9
Masyarakat
27.447.5t7 07 06 01 ID
066.BL.3248.QDD.OO2
Masyarakat di
Gelap Narkoba
Masya.rakat
39.429.45t 07 06 01 02
I o
2.250.000 07 06
0,66. BL. 325 I
Pecandu Narkoba
SK No 14.r'.3200
Pelayanan Publik
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
066.BL.3256.QAA.0Ol layanan Pascarehabilitasi/ Bha Lanjut di
BNN
s0 50 Orang 10.884.620 07 06 02 ol
Narkoba T6iatcgrasi
1 I Unit 4.948.155 07 06 02 0l
066.8L.3256.UAB
Rehabilitasi Narkoba (SIRENAI
o I Sietcro
3.000.000 07 06 02 ol
066.B.L.3257
066.BL.3257.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan
066.8L.3257.QDB.0O2 Fasilitasi
066.8L.3257.QD8.0O3
lnstansi/
066-8L.3254
066.8L.3258.QAA
Pidana Narkotika
40 50 Orang 13.216.955 07 06 04 02
SK No
m 66.803.718 07 06 04 02 066.8L.3258.QAA0O2 layanan
Pidana Narkotika (Unit Vertikal)
68 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
21. 2.130
066.BL.3259.SCM.001 Pelatihan Tehlis Mitra Pelaksana P,+CN
Bidang
Masyarakat
61.4139.920
B 40
07 06 02 02
066.BL.3260.QDD
39.840.396
066.BL.3260.QDD.OO I Fasilitasi
207 4t4
Masyarakat
39.840.396 07 06 02 o1
066.BL.3260.RBV Prasarana Bidang
066.BL.5355
Hasil
43.200.OOO
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-X29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL.5355.QC4"(x)l
Hasil
o 20
066.8L.5936.PBO
wilayah
o o
Kebijakan
066.BL.s936.QDB Fasilitasi dan
066.BL.5936.QDB.0Or
Satuan Pendidikan
392 656
04 18 0l 03
066.BL.5936.QM8
066.BL.5936.QM8.002
Penyalahgunaan Narkotika
Kalangan Pelajar
o 217 layanan &0.??7.600 07 06 03 01
066.BL.5936.SCJ Pelatihan
066.BL.5936.Sc.r.001 Pelatihan Teldris Mitra Pel,aksana P4GN
o1
SK No 14324C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Narkotika
n 0
aoo.ooo o? 06 0l 01
Perangkat Desa dan Kelurahan
o 5400
066.BL.6239
14.059-852
Na.rkotika
o
Kebijakan
14.059.852 0? 06 06 02
0,66.WA Program Dukun&an
066.WA.3239 Penyelenggaraan Ketatausahaan,
Tangga dan Pengelolaan Sar6,ra dar
80.ooo.ooo
066.WA.3239.R4F Sarana
SK No 14327 C
I Paket
dart
Puskarda SPPT-TI
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PDI PP KP PROP
066.W4.3239.R4F.003
066.WA..3242
Informasi F+GN
066.W4.3242.PBN Kebijakan
066.WA3242.PBN.001
Prevalensi
I o
106.885.3,+8 07 06 06 02
066.WA.3242.PBN.002
Biaya
n o
Kebija.kan
30.737.47a 07 06 06 02
TOTAL 1.
c)
SK No 1,14330 C
KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA/
BADAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
PP 04. l1 - Proporsi kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB
PP 04.16 - Indek
PP 04.16 - Median usia kawin
per
t9,?
KP 04. I l.O I -
SK No l433l9
persen 74,2 75 95 KP 04.l l.O2 - Persentase
KP 04.11.03 - Angka
KP 04.11.03 - Ferc€nta8c kebutuhan
KP 04.l t.03 - Frrscntasc pcoctta KB aktif
KP 04.16.01 -
KP 04. 16.01 - Fcrscntasc
pcrscn 39,7 l2023l 45 70
KP 04.16.01 -
KP
KP 04.16.02 -
KP 04. f6.02 -
KP 04.16.03 -
KP 04.16.03 -
KP 04.20.01 -
SK No 144332C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ hogralr
B€r€nce,rle
068.Lr.3312.SCJ Pelatihan Bidaru Sosial
7+.O1O.672
60 t:fil Orang 02 09 03
dan
Dacreh 142.925.160
Cegah
34 34
04 tt 02 02
ra2.92s.r@
SK No
657.590.007
068. D.J.33 16
NAMA
PROGRAM / KEGI.ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
88.628.000
48.624.O00
068.DJ.33r6.QEr Bantuan
068.D.r.33l6.QEI.OOl Fasyankes yang mendapat pemenuhan
24031 O
068.D.r.33 r6.rJBA.00 r Provinsi yang
teknis di bidang akses pelayanan KB
34 o
04 tl 03 04
068.Dr.3317 Pembinaan Keluar&a Balita dan Anak
408.838.626
068.IIr.33l7.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
SK No
Fasilitasi
93800 93800
42_394.306
068.Dr.3317.QDE
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PP KP PROP
pengasuhan fOOO HPK (Pro PN Provinsi DKI
04 16 0r 02
42.398.306
Daerelr 6.440.320
32 32
04 16 0l 02
penitipan anak {TPA)
34 34
182.925.160
068. tlr.33 1a
Suob€r Daya Manusia (SDM) Lini
lapangan
484.169.235
Daerah 484.169.235
34 34 Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
04 11 03
SK No
g 34 Provinsi
167.096.621
04 1l 02 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kualitas dan
34 34 Provinsi 04 l1 03 o4
157.794.000
068- rlJ- 3i:l 1g Pembinaan Ketahanan
068.DJ.3tlt9.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat 42.236.270
068.r}J.33r9.oDD.0or PIK
fasilitasi dan
dan Gizi bagi
Jakarta)
384 384
Masyarakat 42.236.270
04 rl 03 04
Daerah
34 34 Provinsi 04 16 01 02
Teknis Di Bidang
R€roaja
34 34
1s8. r72.9s0
SK No 144336C
34 34
04 16 01 TN
04 l8 0l 03
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
edukasi pra nikah
34 34 Provinsi 04 16 0l ol
157.?94.OOO
34 34
157.794.O@
darr
514 514 Kab/Kota 04 16 0r 02
157.794.000
068.DJ.3320
te-kris dan
p€r ngkatan pelayanan KB Pascapersalinan
34 34 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
04 ll ol 02
143.130.314
068.I}J.3:i20. UBA 002 Provinsi yang
Masyarakat terhadap Kesehatan
Reproduksi
34 34 Provinsi 04 1l 03 04
142.243.3[a
34 34
(Pror,/ Kab/ l(ota)
04 ll 0l 02
142.243314
SK No 1,14337 C
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI
202r-20D
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3322.UBA Fasilitasi dan
068.DJ.3322.UBA.004 Provinsi yarlg mendapatkan
telsris di bidang pelayanan KB wilayah
khusus
34 34 Provinsi 04 ll 03 o4
064.Dr.3323
Daerah
teknis di bidang pemberdayaan ekonomi
34 34 Provinsi 04 16 03 02
142.243.318
068.Dr.3324
Rentan 949.514.135
068.DJ.3324.PFA NcEa, Standar,
21.108.135
hidup lansia melalui pendampingan
keluarga
I I NSP( 04 11 03 03
21.108. r35
SK No
Fasilitasi dan F.srbhaan Keluarga
185.640.OOO
068.Dr.3324.QDE
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.Dr.3324.QDE.OOl Keluarga yang mendapatkan
konsultasi dan konseling keluarga
208175 495312
bimbingan teknis di bidang
ketahanan keluarga lansia
34 34 Provinsi 04 20 0l 02
04 16 03 02
bimbingan teknis di bidang pembinaan
34 34 Provinsi rJ4160302
145.850-ooo
Pelayanan Keluarga
34 34
1a5.62+{).0OO
pembinaan
34 34 Provinsi 04 20 0l 02
185.62+0.0OO
068.DJ.3327
290.O9,r).163
068.DJ.3327.PFA
41.9 .270
SK No 149581C
I NSPK
41.9 .270
04 ll 03 04
Keluarga
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Daerah 244.112.493
teknis dalam peningkatan kualitas
pelayanan KB
34 34
(Prov/ Kab/ Kot4
04 ll 03 04
143.522.214
Dukungan Fasilitasi IGda Sama lintas
untuk meningkatkan
Kespro
34 34
(Prov/ Kab/ Kota)
04 ll 03 04
104.590.675
068.Dr.3328
068.Dr.3328.QDD Fasilitasi dan Pembinaan
Masyarakat 42.036.270
068.DJ.3328.QDD.OO1 Kampung Keluarga Berkualitas (IGrlpung
KB) (Pro PN Provinsi DKI Jakarta)
169 200 Kelompok
04 16 02
42.036.270
068.DJ.3331 Pengelolaan hog:atn
Keluarga,
2.182.? .622
SK No 149583 C
Fasilitasi dan
133.876.064
068.IIr.3331.QDB
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3331.QDB.0O2 Fasilitasi
kesehatan yang siap
KB
o 23f 55
133.876.064
068.DJ.3i}3r.QDC Fasilitasi
78.897.000
068.DJ.333r.QDC.0Or Fasilitasi dan
0 0 Orang 04 tl 01 02
78.897.000
0,68.D.r.333 t.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
068.DJ.333 r.QDD.O0l
Masyarakat
04 16 02 ot
142.734.199
06 07 0? 01
068.rr.333r.oDD.@3 PIK
fasilitasi dan
dan Gizi
34289 34249
Masyarakat
04 1t 03 04
06 07 07 01
068.DJ.333r.QDE Fasilitasi dan
162.791.204
068.D.r.333l.QDE.00l Keluarga
7976954 7976954 Keluarga 04 16 0l 02
04 tt 02 02
SK No
Bantuan
068.ru.3331.QEr
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
068.DJ.333l.QEI.0Ol
kctcrscdiarn elokon
23155 23f 55
Daerah
Pascapcrsalinan, pendampingan ibu
dan ibu pascapersalinan
514 514 Kab/Kota 04 11 0l 02
134.316.064
fasilitasi dan p€obioaa,r
jangka
f:l 508
(Prov/ Kab/ Kota)
04 ll 03 ()4
TOTAL
c)
SK No
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSI,A
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP Ol.O5.Of -
KP 01.05.02 -
SK No 144343 G
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
074.BG
074.BG.5679
dan Aparatur
24.609.949
074.BG.s679.QrC
074.BG.5679.QrC.OO 1.0OOO
7 13 t€@baEa 16.242.695 0l 05 01 0l
074.8G.5679.QIE Pengawasan dan
Daerah
074.8G.5679.QIE.001
o o
4.367.254 0l 05 0l ol
074.BG.s6ao Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM 36.900.000
074.BG.5680.PBD
I 1
15.200.000 ol os 02 o1
08 02
Situasi HAM yang Kondusif di Papua -
Pusat
1 I
Kebijakan
15.200.OOO Ol 05 02 0r
SK No 1,143,14 C
NAMA
PROGRAII'/ KECIATAN/KRo/ Ro(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o o
1.500.000 01 05 02 02
074.8G.5680.PEA Koordinasi 2.000.ooo
074-BG-5680-PEA-00 r-OOOO Penguatan Tata Kelola Penanganan
Terintegrasi - Pusat
o O
2.000.000
074.BG.5680.QKA.O0 l.OOO0 Pcroantausn Situasi
0 I laporan
074.BG.56aO.UAE.OO1 Monitoring dan Evaluasi
Kelola Penanganan Pengaduan
o O Laporan
dan
19.384.573
074.8G.5681.P8D
SK No
Kebijakan
Penguatan
o 2.333.703 04 19 04 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fnyikapan
I o
1.950.870 0l 05 01 o1
04 19 04 02
o 1
o O
TOTAL 80.894.522
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
SK No 1,14346 C
1. MATRIKS
INDIKATOR
SATUAN BASELNE2O24
KP 08.03.02 -
baru)
a2 90
KP
SK No 14341C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
075.GJ
7.359.199.018
075.GJ.3344 Pengelolaan Data dan
Lingkungan Hidup
33.943.493
IDRIP
I 0 Unit 33.943.493 0A 04 02 02
075.G.J.3345 Pengelol,aan Gempa
BMKG
539.t7 t.779
075.GJ.3345.PEF.UOr layanan
960 960
075.GJ.3345.PEF.U02
tsutlaoi
1240 1240 dang 7.046.250 08 04 04 ol
SK No 1,14348 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
075.GJ.3345.PEF.U03 Layanan
GcBpabuDi (SLO) Wilayah
2400 2400
t$lnaEi
Resfieitce Initiatives
144 o Unit 90.651.389 08 04 02 02
wilayah
90 90 Unit 425.000.000 08 04 02 02
07 5. GJ.3:t46
075.Gr.3:146.ODC Fasilitasi dan
075.cir.3346.QDC.OOl
075.Gr.3346.QDC.OO2
T€n8ah
360 360
SK No 1,14350 C
120 r.346.815 08 03 03 M 075.Gr.3346.QDC.0O3 l2O Orang
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
075.GJ.3346.ODC.OO4 Sekolah
Barat
75 75 Orang 1.836.310 08 03 03 07
075.GJ.3346.QDC.0O5
Tengah
25 25 Orang 654.12A 08 03 03 07
362.351.580
Udara
Unit 47.351.580 02 t7 02 02
08 04 02 02
I 3 Unit
075.GJ.3347
BMKG
2.625.424.241
942.402.255
and
13
SK No
1.683.02 r.986
dat! Lingkungan Hidup
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PF KP PROP
didaerah
1914 1914 Unit 53s.842.9?9 08 04 02 02
075.GJ.3349
529.430.654
075.GJ.3349.RAD Sarana
Wilayah
32 m Unit 381.386.500 03 0t 04 06
Block Upgrade (ASBU)
2 2 Unit 147.650.000 03 0l 04 06
31 43 Unit 394.154 03 0l 04 06
075.G,.3350
075.GJ.3350.RAG Sarana Bidang
SK No 144352 C
Peningkatan dan Revitalisasi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PP KP PROP
F6;ast Re;luci Tinggi 1St<ata oesaj
o
Potensial darr
075.GJ.3353.PBJ.O0r Layanan
kota
I 1
4.509.675 08 04 02 02
075.GJ.3353.RAG Sarana Bidang
Lingkungan Hidup
114.457.454
intensityEeter dan accclcrograph Eelului
IDRIP
4 4 Unit 111.726.2M 08 04 02 02
deteksi
1440 1440 Unit 2.731 .250 08 04 02 02
075.GJ.52Ol.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 20.154.215
SK No 14353 C
1575 10.522.730 08 03 05 02 075.GJ.520l.QDC.UO1
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
layanan
(SI,CN) Wilayah Barat
08 04 04 0l
075.Gr.52Or.QDC.U02
(SLCN) Wilayah Ttnsah
uin 900
02 o5 o3 o8
075.cJ.52O1.QDC.U03
melalui
(SI,CN) Wilayah Timur
500 5OO Orang 3.550.050 08 04 04 01
08 03 0s 02
075.GJ.5201.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
075.GJ.5201.RAG.001 Pengadaan Sarana Peralatan Bidang
Gangguan di Laut
5 5 Unit 20.251.625 03 0l 03
Safety Score Kapal Untuk Mendukung
Kes€l,aroatan'ft
32 N unit
SK No 14354C
156.801.950 075.Gr.7030
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o?5.Gr.7O3O.QAH Pelayanan Publik lainnya 156.801.950
075.GJ.7O3O.QAH.0Or Op€f,asi
I I layanan 96.801.950 08 04 02 0l
02 19 02 o3
075.GJ.7030.QAH.0O3 Operasi Modifikasi Cuaca untuk
o 80 layanan 60.000.000 08 03 02
02 19 02 03
02 t2 01 o3
TOTAL 7.359.199.018
c) Keterlibatan Peran
SK No l,+4355 C
KOMISI PEMILIHAN UMUM
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator
PP 04.19 - Proporsi
P€f;eBprJa 22,77
KP O t.O4.O2 - Jumlah pemilih
orang 55.3)O
(indikator baru)
KP
(indikator baru)
KP
(indikator
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
076.CQ
1.762.419.838
076.C0.6639 Te1dris
076.C0.6639.QGE Tata Kelola
076.CQ.6639.qGE.0Or Fasilitasi
o 553
076.CQ.6639.QGE.002
o 553
076.CQ.6639.QGE.003
076.CQ.6639.QGE.004 Dukungan Operasional Badal Adhoc 0 553
076.CQ.7016 Pendidikan
244.199.q)s
076.CQ.7O16.QDB Fasilitasi dan
076.CQ.7O l6.QDB.OOr
Kelompok Rentan, dart
553 O
04 19 02 0t
SK No lzt4357 C
553 276.072.525 0l 04 02 0l 076.CQ.7Ol6.QDB.OO2 Fasilitasi Pendidikan
O
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041902 ol
07 0l 03 02
076.WA
076.WA.7017.QDB Fasilitasi dan
076.WA"70 rT.QDB.OOr
076.WA7017.QDB.OO2
O
076.WA.70l8.ODB
076.WA"70l8.QDB.0O1 Rencana Pendataan DPT
076.WA70 18.QDB.OO2 Fasilitasi Pendataan DPT Berkelanjutan 553 O
TOTAL 1.933.450.607
c) Keterlibatan
SK No
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
077.BJ.3372.PBD
o77.B.t.3372.PBD.OO2
o o
1.000.000 07 03 01 ol
satu atap
0 o
Kebijakan
2.OOO.OOO 07 03 0l 0l
o77 .Bt .3372.UA8
3 3 laporan
o77 .B,t .4246
SK No
Fasilitasi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
077.BJ.4246.QDC.0Or Feaitgkatart Pefllaha,ran
MshkEeh
o 6000 Orang 2.OOO.000 01 0r ol
077 .gt .4246.UA8
077.BJ.4246.UAB.OOl
2.O00.fi)0 07 03 01 o1
o I t.ooo.ooo 07 03 0l o1
3.000.000
077.8r.7069.R4O Sarana Bidang
o77.BJ.7069.RAQ.OOr
sebagai Penerapan Grand Design
Fcredihn
0 1 3.OOO.OOO 07 03 01 0r
SK No 1,14361C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
077.WA.5238 Penyelenggaraan Surtrb€f, Daya Manusia,
Penataan
Birokrasi
3.OOO-000
077.WA"5238.PBD Kebijakan Bidang
0 o
2.OOO.OOO 07 03 01 ol
077.W45238.PBD.002
MK berdasarkan Anjab-ABK
o o
TOTAL 27.000.000
cl
Catatan:
SK No
PUSAT
I. MATRIKS
KP 07.05.04 -
SK No 14.r'.3630
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tindak Pidana
Pendanaan
675.420.204
Uang PPATK
21.403.935
08 02 0l 02
4-650-OOO
078.BE.3379.PtsD
PPT, TPPT, dan PPSPM dalam mencapai
lndonesia
0 O Rekomendasi
APt PPT bagi Jasa
o O
3.OOO.OOO 07 05 04 0l
078.BE.3380
98.404.44O
SK No 149584C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kepatuhan
Konvensi
9
26 46 [email protected] 07 0s 04 ol
5 17 Dokumen 18.197.250 07 05 04 ol
o 5 Kegiatan 15.200.000 o7 05 M 01
Komunikasi
o 221 Unit 455.561.793 07 03 0l 02
078.8E.3382.QD8 Fasilitasi dan
SK No 1,14365 C
Pembinaan Pihak Pel,apor
900
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
078.BE.3382.QD8.002 Pembinaan
TPPU pada
:al 1250
078.8E.3382.QIC
078.BE.3382.OrC.OO I
Risiko TPPTJ
0 3OS
54.000.000
078.BE.3384.QCE Penanganan Perka.ra 54.000_ooo
078.BE.3384.QCE.OO3 Hasil Analisis dan
Perjudian
2 42
078.8E.3384.QCE.004
s 45 12.041.005 07 0s 04 02
078.8E.3384.QCE.005 Hasil Analisis dan FeEedksaan s.Ltor
94 274 18.500.000 07 0s 04
on
02
ol
078.BE.3384.QCE.006 Hasil
5 45 12.599.030 07 05 04 02
SK No 14.r''3660
o7 06 07 01
078.WA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
Klimatologi dan
0
o78.WA.3ii37.EBD Layanan Manaj.m€o Kinerja
c)
SK No 14367 C
BADAN INFORMASI GEOSPASI,AL
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2s TARGET 2029
Pengampu
KP 07.10.05 -
KP 07.10.05 -
KP 07. 10.05 -
SK No 1,14368 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PF KP PROP
4.932.134.405
083.GI.6445
Geospasial
043.GI.6445.R4I
083.Gr.6445.RAI.001 Pef, apatan Stasiun
043_Gr-644s.RAJ.OO2 Perapatan Stasiun Pasang Surut Pemanen 5 5 Unit 19.351.496 08 04 02 02
083.Gt.6445.RBO Prasarana
083.Gt.6445.RBO.OOl
(ADblesan
132592 lor2
083.GI.6,+45.RCI OP Sarana
083.GI.6,+45.RCI.OOl Titik Pantau
083.Gt.6,+46
SK No
Prasarana
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N25-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Wilayah Darat (IUTSPD
1377 ,100 l@2
Darat 0L,ASPB
o 400 kE2 845.981.856 07 10 05 04
083.Gr.6446.RBO.003 Peta Dasar Skala
Skala
083.GI.6446.RBO.OO4 Peta Dasar Wilayah l,aut dai
l;5000
083.GI.6447
125.075.305
27.900.000 07 lO 05 03
oa3.GI.6447.PBT.OO2
Kcbjakan
25.100.000 07 lo 05 03
083.Gt.6,t47.PBT.0o3 IGT yang
ll.800.ooo 07 lo 05 03
083.Gt.62+47.PBT.004
Kapasitas
9 a
Kebijakan
o07 10 05 o3
SK No 144370 C
Kebijakan
5.973.600 07 l0 05 03 083.Gr.6447.PBT.005 Pengembangan Kcrurgka
Kapasitas
n 0
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
083.Gr.6447.PBT.006
o 3
37.764.105 07 lO 05 03
083.GI.6,147.PBT.OO7
Business Hub untuk
Geospasial
o I
16.537.600 07 lO 0s 03
untuk Aksi
0
083.Gr.6448 Fasilitasi
744.302.471
083.Gr.6448.0DB
o83.GI.6448.QDB.OOr
Jaringan
07 lo 05 o3
083.GI.6448.QDC Fasilitasi dan
083.GI.6448.QDC.001 Pembtuuatr SDM Bidang IG 50
07 09 02 02
SK No 14r'.371C
50 2.454.410 W lO 03 03 083.Gr.6448.QDC.002 Fasilitasi
55 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
083.Gr.6448.RAN Sarana Bidang
677.935.396
O83.GI.6,148.RAN.OOl
1 3 Unit 413.858.863 07 lO 05 03
oa3.GI.644A.RAN.OO2
3 50 Unit 205.240.263 t? lO 05 o3
Infctra8i
o 3 Unit 17.000.000 0? lo 05 03
t.lorologi
o 1 unit 41.436.270 07 lO 05 03
OA3.GI-6,+44-RDS OP
den
96.921.840
OA3.GI.6,+4A.RDS.OOl
2 I Titik/Lokasi 96.921.440 07 lO 05 o3
083.Gr.7064
untuk
44.370.477
083.Gr.7064.PEC
Kerja sama
Dukungan
20.174.7 tl
SK No 14373 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
083.GI.7064.RAI.OO3
083.GI.7064.RAJ.005
083.GI.7064.U8B Fasilitasi
083.Gr.7064.UBB.OO9 Dukungan
Batas Desa/ Kclurahan Pada Tingkat
Ketelitian
5500
06 07 03 02
TOTAL 4.932. r38.805
c) Keterlibatan Peran
SK No 14374C
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Pengampu
KP 05.05.08 -
KP 05.05.08 -
SK No 14375C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa4. E,
oa4.EJ.355a Peningkatan PcrrAuatan Penerapan Standar
da,r Penilaian
084.EJ.3558.QDG
084.EJ.3558.QDG.003 Fasilitasi dan
70.447.632
24.7 t1.904
24.711.904 06 03 01 02
o4 02
084.EJ.3558.QDr Fasilitasi
084.EJ.3558.QDr.0O1 Fasilitasi
05 05 0a
084.EJ.3558.QDr.0O2 Fasilitasi
dala.E
20 3() Industri 1.932.440 05
os 05 08 00r
084.EJ.3558.QDr.0O3 Penguatan Standardisasi untuk hilirisasi
Nikel,
4 5
084.EJ.3558.QDr.0O4
Sawit, Kelapa,
lo lO
05 0l 07 02
SK No 1,14376 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o84.EJ.3558.QDr.OOs
Alat Angkut, Elel*rfilik & Digital, Kimia &
Farmasi
5 5
05 0l t2 0l
084.E .3558.QDI.006
30 30
05 01 16 08
o84.E .3s58.QDt.OO7 Penguatan standardisasi untuk
Industri Dasar
5 5
084.E.r.3559 Peningkatan
Manusia Standardisasi dan Penilaian
Kesesuaian
rs.008.049
084.EJ.3559.Q4A
084.Ar.3559.QAAOOr layanan
084.Er.356I Peningkatan
dan
084. E J.356 1. PAA.00 l
Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
o I UU 750.OOO 05 05 0A 001
SK No 144377 C
den UMKM
-ao2-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa4.E 1.356I.PBK.OO1 Sistem Penerapan Standar dan Penilaraan
67 69
19.955.072 02 22 05 03
001
084.E J.6r75 Peningkatan
5 Rekomendasi 5.368.000 05 05 08 001
o84.E J.6175.PDA.OO3 Standar bidang Agro,
195 215 Standar 10.273.647 02 15 03 0l
05 05 08 001
05 0l 05 In
oa4. EJ.6 175.PDA003.0000 Standar bidang Agro,
Penilaian
195 215 Standar 10.273.687 05 0l 07 02
oa4.E.6l?5.PDAOO4 SNI
084.E
190 19O Standar 7.716.604 05 05 08 001
02 t4 002 001
02 15 03 o1
SK No 144378 C
Harmonisasi SNI sektor
10 lO Standar 607.557 0s 05 06
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o84.E r.6l7s.PFA.OOl Sistem dan
standar
5 5 NSPK 12-393.157 02 15 03 o1
05 05 0a
o84.E I.6t76
oa4.E I.6l76.PDE
oa4-E .6176.PDE.OOl Penilaian
Penyelenggaran Uji Profi siensi (AL)
1270
oa4_E. -6l76.PDE.OO2 Penilaian Akreditasi LEmbaga Inspeksi dan
800 865
o84.EJ.6r76.PDE.003 Evaluasi Asseatncn
dan
rarf,l
o84.E I.6l76.PFA Nctna, Standar, Prosedur, dan
Ukuran
86.516.138
SK No 149586 C
3.421.433 05 05 08 002 oa4.E I_6177.PDB.00I
Mekanika, Radiasi, dan Biologi
3 2 produk
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
T€f,mo€lekrik dan Kimia
I 3 produk 4.437.034 05 05 08 002
084.EJ.6r77.Q.J8 Penyidikan dan Pengujian
084.E r.6l77.qrB.0Ol Penyidikan dan Pengujian SNSU Mekanika,
Radiasi, dai Biologi
084.EJ.6 r77.Q.JB.002
750
084.EJ.6l77.RAH Sarana Bidang
o84.E r.6l77.RAH.OOl halatarl
Medik
7 7 Unit 53.939.049 05
TOTAL 453.727.314
cl Keterlibatan P€f,an
SK No 1,14380 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
KP 02. 17.06 -
SK No
(ODE NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pengetahuan dan Teknologi
Keamanan, Garda Aman Ketenaganuklirsn
74.302.000
oa5-KB-3564-PBU Kebijakan Bidang T€oaga Nuklir l.600.ooo
Behsn Nuklir
22 T Rekomendasi
l.600.000 04 0a 03 ll
085.KB.3568.PFA N6m4 Standar,
2 1 NSPK s.300.ooo 02 t7 06 03
I o NSPK 800.ooo 04 08 03 tl
085.KB.3568.QIA
085.I{8.3568.QrA.001
o85.K8.3568.QIC
SK No 149587 C
600 20.350.000 04 0a 03 tt o85.KB.3568.QIC.OO1 Pengawasan ketenaganukliran
(Kesehatan,
9OO
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o85.KB.356a.QIC.OO2 Pengawasan
Fasilitas
150 750
o85.KB.3568.QIC.OO5
Nuklir dan Evaluasi
lo O Lembaga 450.000 04 08 03 11
o8s.KB.3568.QrC.006 laporan Hasil Pengawasan Bahan Nuklir
dan
23 30 LerabaSa 7.325.000 04 08 03 ll
085.KB.3568.QIC.OO7 Pengawasan Keselamatan Lingkungan dan
30 43
o85.K8.3568.QIC.0O8
yang Tidak
lo 4
Pengawasan Partisipatif Ketsraganuldiran
7.223.OOO
085.KB.3569.PF4 Norma, Standar,
I o NSPK 475.000 04 08 03 ll
SK No
3 NSPK
62.945.000
085.KB.3569.PFA.003
Fasilitas Radiasi dan Zat
1 6.750.000 04 08 03 ll
Kesiapsiagaan Nuklir Nasional
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
S}stc,r (I-RDMS)
I O Ho|lan 100.fin 04 0a 03 ll
o85.KB.3570.QHC Operasi Bidang
085.KB.3s7O.QHC.001
Nuklir
I I operasi 1.900.000 04 08 03 ll
o85.KB.357O.QIC Pengawasan dan Pengendalian
o85.KB.357O.QIC.OOl
Bencana
Nasional
6 5 unit 45.950.000 04 08 03
22 33 unit 7.350.OOO 04 08 03 ll
Pelatihan Tanggap Darurat Nuklir
90 250 Orang 2.570.000 04 08 03 11
SK No
Perundangan Ketcnaganukliran
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
oas.KB.357l.PAC.00l
terkait Keselamatan
1 o RPP ,loo.ooo 02 17 06
Ketenagsnukliran untuk
transisi energi
o I RPP 2.s00.000 02 11 03 ol
085.KB.3571.P4D
oas.KB.3571.PAD.O01 Rancangan Peraturan
1 0
04 0a 03 ll
o85-KB.3571.PAD.002 Rancangan
Pengawasan Limbah Radioa.ktif
Ikutan
I O R.Perpres
o85.KB.357r.PAG
4 5 Perka 3.350.000 04 08 03
02 17 06 03
o85.KB.357l.PBU
Bidang
2 3
Kebijakan
3.725.OOO 04 08 03
SK No 144385 C
Kebijakan
2.400.ooo 04 08 03 lt 085.KB.3571.PBU.OO2
Bidang Fasilitas
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
085.KB.3571.PtsU.0O3
dsrl Zat
25 O Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 0a 03 11
limbah
I I
5.350.O0O 02 17 06 03
Kebijakan
8.245.000 02 ll 03
Tenaga Nuklir
Ikutan
1 I Rekomendasi
Kebijakan
oas.KB.3571.PtsU.OO7 Laporan Reviu Desain PLTN dan
TSO
I 0
5.200.000 02 ll 03 01
o I
Kebijakan
5.700.000 02 11 03 ol
o85.KB.357t.PEA Koordinasi 800.000
Undang-Undang Ketenaganukliran b€rsarra
3 O kegiatan 800.ooo 02 ll 03
oas.KB.357l.QDH Fasilitasi dan
SK No
2
25.475.335
o85.KB.3571.QDH.0Ol Fasilitasi dan ttltrbinaan Badan Usaha
PLTN
n 3.320.000 02 ll 03
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
UN TK PLTN
2 3 NSPK 18.350.000 02 11 03 0l
Calon Tapak PI,TN
20 10O Hektar 2.475.335 02 I I 03 0l
TOTAL 214.537.335
Keterangan:
c)
SK No 149592 C
EEFUEUK INDONESIA
'812-
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
1. MATRIKS
KP 07.08.02 -
baik
SK No 144388 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pf{ PP KP PROP
oa6.co hogratu
Tata Kelola ASN
175.157.440
oa6.co.4a25
Inovasi
ro.000.ooo
086.CO.4825.QD8 Fasilitasi dan
086.CO.4825.QDB.O0l
B 8
086.CO.4825.QKC Pemantauan
086.CO.482s.QKC.OO l Evaluasi Tata Kelola
185 523 Laporan
Inorra.i MdrajeEcn
27.472.950
086.CO.4826.PEA Koordinasi 9.157.650
086.CO.4826.PEA.OOr
Instansi
Sist€ro
1 I
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fcobelajarar
I Modul Aplikasi 6.105. rOO 07 07 04 02
I Layanan 12.210.200 07 07 04 02
oa6.co.4a27
137.684.890
086.CO.4827.P8Q Kebijakan Bidang Aparatur 5.500.000
086.CO.4827.PBQ.OO I
ASN
I I
086.CO.4827.PBQ.OO2 Rencana
(Human Capital
I I
Kebijakan
2.500.000 o7 07 03 01
086.CO.4827.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 130.944.490
O86.CO.4827.UAC.OO 1.OOOO ASN
086.CO.4E27.UAC.OO2
086.CO.4827.U4C.003
ASN
SK No
Pelatihan Struktural
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa6.co.4827.UAC.OO5 Pelatihan
Kultural
1251 1251 Orang 10.924.775 07 07 0s 02
086.CO.4827.UAC.OO6 Program Magang
Kewilayahan Papua
20 20
I I
TOTAL 175.157.440
Keterangan:
c)
SK No 1,14391 C
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 08.02.06 -
KP 08.02.06 - Indeks
SK No 144392 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
087.CN
Nasional
304.475.725
087.CN.3625
didigitalisasi
593.OOO 642.tOO Arsip 35.289.430 08 02 06 02
087.CN.7037
087.CN.7037.UAI
21.040.989
oa7.cN.7037.UAI.OO1 Pencipta Arsip dan
yang Diawasi
087.CN.7039 Pelayanan Arsip Nasional 229.421.522
087.CN.7039.O44 Pelayanan Publik kepada
SK No 1,14394 C
Kearsipan
497.413 1.554.517 Orang
087.CN.7039.QAA.OO I
Kolektif dan Jati
223.264.512 08 02 06 03
087.CN.?O39.UAA
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
9 Arsip 6.157.010 08 02 06
18.723.784
087.CN.7041.UAA
o87.WA7044.RBN Prasarana Bidang Parit 'i.ata dan
9.219.A32
087.WA7044.RBN.OO1
Pusat Khazanah Arsip Nusantara
5 unit 369.2t9.432 08 02 06 03
TOTAL
c) Keterlibatan
SK No 1,14395 C
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tata Kelol,a ASN
088.CO.3663
204.500.ooo
088.CO.3663.PF4 Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 8.500.000
o88.CO.3663.PFA.OOl
0 0 NSPK 8.500.000 07 07 02 02
07 lo 03 02
oaa.co.3663.uAc Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 200.000.000
o88.CO.3663.UAC.OOl Pemetaan Kompetensi dan
07 10 03 02
088.CO.4845
088.CO.4845.PtsQ
SK No 149593 C
Kebijakan
1.500.000 07 07 01 ol o88.CO.4845.PBQ.OO3 Rekomendasi Kebijakan Roadmap
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
088.CO.484s.QD8 Fasilitasi dan
088.CO.4845.QD8.001
l(cbutuh€tr ASN
n 350
088.CO.4845.QDB.OO2
n 350
088.CO.4845.QDB.OO3 Pembinaan Telmis
Kc?cgawaidl Melalui Back€nd Services
o 350
Data dsn Sfutero
20.250.000
088.CO.4847.QM4 Data dan Infon rasi Publik 16.250.000
088.CO.4847.QMA.001
I I
088.CO.4847.QMA.OO2
088.CO.4847.U48
088-CO.484?.UAB.001
Kepegawaian
o I
4.000.000 07 07 04 19
oaa.co.484a
Manderrlen ASN
26.OOO.OOO
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o88.CO.4848.QlC.OOl Pengukuran Penerapan Kebijakan
Merit ASN
o 639 l,€mbaAa
o88.CO.4848.QtC.OO2
atas
loo O
TOTAL 279.350.OOO
c)
Catatan:
SK No 144398 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEIJNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2g
KP 07.08.03 -
terdefinisi
persen - (indikator baru) 47,57 72,82
KP 07.08.03 -
KP 07.08,03 -
persen - (indikator baru) 9,44 50,20
KP 07.08.03 -
nasional
predikat -
SK No 144399 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
734.551.543
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
144 144
089.CH.3701.UAG.007
Hasil
72 72 Laporan 246.551.968 C? 08 03 02
7.501.884
089.CH.4207.U4O
4 4
Daya Alam
6.196.810
SK No 144400 C
Pengawasan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
4 4 Laporan 6.196.810 07 08 03 02
089.CH.4209
Perhubungan
5.314.118
089.CH.4209.UAG Pengawasan
4 4 Laporan 5.314.118 07 08 03 02
089.CH.4210 Pengawasan Kementerian/
7.501.844
4 4 Laporan 7.501.884 07 0a 03 02
Kerja Sama Investasi dan
48.855.882
$( trl6 l{.{.Qt Q
4.432.022 07 08 03 02
4 4 Laporan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa9.cH.42l l.uAG.oo7
Hasil Pengawasan
2 2
089.CH.4212 Pengawasan
51.612.334
4 4
Hasil
2 2 Laporan 44.423.460 07 08 03 02
4.2 .216
4 4 laporan 4.2fi.216 07 08 03 02
089.CH.4214 Pengawasan Kcrocntcrian/
Sosial dan Penanganan Bencana
6.232.703
SK No
6.232.703 07 08 03 02
4 4
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
s.305.919
089.CH.4215.UAG.004
4 4 laporan 5.305.919 07 08 03 02
Teknologi, dan
6.805.232
4 4 Laporan 6.805.232 07 08 03 02
1.839.087
I 1
SK No l4440.3C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
089.CH.4218.UAG Pengawasan Pembangunan
1 I Laporan 1.618.563 07 0a 03 02
o49.cH.4219 Pengawasan Tata
Desa
1.710.243
I I
089.CH.4220.UAG.004
4 4 laporan 20.783.927 0? 08 03 02
089.CH.4220.UAG.007
2 2
Infrastruktur, dan Perdagangan
oag.cH.4221.UAG Pengawasan
SK No 144404C
4 Laporan rr.330.818 07 08 03 02 089.CH.4221.UAG.004
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pariwisata,
Ferumshen
r0.352. r34
o49.cH.4222.V AG
4 4
Jasa
57.708.393
4 4
o89.CH.4223.UAG.OO7
Hasil
2 2 laporan 44.423.460 07 08 03 02
Pertambangan
oag.cH.4224.UAG
SK No
4
17.216.482
o89.CH.4224.UAG.OO4 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
4 ro.q)8.705 07 08 03 02
oas.cH.4225
Layanan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Air, Badan
089.CH.4225.UAG.004
4 4
089.CH.4226.UAG
2 2 Laporan 7.671.267 07 08 03 In
o49.cH.4227
Fcrncrintahan yang Baik dan
2 2 Laporan 7.671.267 07 08 03 02
SK No
Pengawasan
2 laporan
61.567.460
Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
2
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
4 4 laporan 17.143.600 07 08 03 02
089.CH.4229.UAG.007
Hasil
2 2
TOTAL | . ts2. t? 4.o3?
KctcrartSar:
c) Keterlibatan
SK No 144407C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
Koordinator
PN 05 -
Koordinator
PP
PP
PF 05.05 - Pangsa
PP 05.05 - Nilai total
KP 02.09.04 - Jumlah
KP O5.O5.O I - Nilai
KP O5.O5.O 1 - Nilai pembelian
KP 05.05.01 - Nilai
KP
SK No 144408 C
triliun rupiah
KP
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dsn eccf,an
KP 05.05.01 -
KP
KP 05.05.01 - Kontribusi
KP
KP
KP
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di Pulau Jawa miliar rupiah
KP 05.05,01 - Nilai ekspor
KP 05.05.01 - Nilai
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di
KP
KP
KP 05.05.01 -
KP 05.05.01 -
SK No
0,60
KP O5.O5,O f -
KP 05,05.0 f -
KP
KP
KP 05.05.01 -
KP
KP
KP 05.05.01 -
KP 05.05,02 - Kontribusi
KP 05.05.02 - Kontribusi pangsa pasar
dunia
KP 05.05.02 - Nilai ekspor barang-barang
xP 05.05.03 -
KP 05.05.03 -
20.533
KP 05.05.03 -
SK No l444l0C
KP 05.05.04 - Kontribusi pangsa
dunia
KP 05.05,05 - Nilai
KP 05.05.05 - Nilai
KP 05.05.07 - Nilai
KP 05.05.07 -
xP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke
CEPA
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke Australia dalan rangka utilisasi IA-CEPA miliar USD 3,2 l2o23l 3,4 4,9
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke Jepang dalam rangka utilisasi UEPA
KP
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke
KP 05.05.07 - Nilai ekspor
KP 05.05,08 - Indeks
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Perdagangan
5.753.000 0s 05 06 005
o90.EE.371l.PBB. rs3
4.91t6.?ao 05 01 16 10
090.EE.3712
5.753.000
5.753.000
Perdagangan (Safeguards)
o 5
Kebijakan
5.753.000 05 0s 02 006
(x)O.EE.3714 Penyelenggaraan Ataa€ Perdagangan 211.223.492
SK No 144412 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebijakan
44.6At.O72 05 0s 02 005
090.EE.3714.PEH.301
090.EE.3730
Kehutanan
12. t94.657
Patokan Ekspor Produk Pertanian dan
Kchutengn
11 o
090.EE.3730.QDG Fasilitasi dan
o9o.EE.373O.QDG.OOl Fasilitasi Penerbitan Dokumen Ekspor
Produk
100 o UMKM 4.797.424 05 05 04
SK No 144413 C
t7. 1.922 090.EE.3731 Pengelolaan Ekspor Produk Industri dan
Pertambangan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2o2*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
7.614.909
Industri
1 o
Kebijakan
7.618.909 05 05 04 001
05 0l t7 04
4 o
dan
6 o
2.594.902
SkeEa
2 o
2.594.902 05 05 02
o90.EE.3736.PEA.OOl Koordinasi Fasilitasi Ekspor dan IEp6 di
Wilayah
I O kegiatan 719.614 05 05 04 004
SK No 144414 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3736.PEA002 Koordinasi Fasilitasi Ekspor dan
(SKPT
2 O kegiatan 2.421.945 05 05 04
090.EE.3736.PEA.003
Facilitation Asrceoent (wTO -TFA)
4 O kegiatan 4.724.287 05 05 07 002
o9o.EE.3736.QAC
o9o.EE.3736.QAC.0Or Fasilitasi Pelayanan Ekspor dan
Secara Digital dan Terintegrasi
10373 o
02 14 002 003
o9o.EE.3736.QAC.OO2 Fasilitasi Penerbitan
Barang Ekspor
903464 O
02 t4 002 003
05 0s 06 005
o90.EE.3736.QAC.OO3 Layanan Fasilitasi
05 05 03 006
090.EE.3737.PBB
11.212.713
SK No l444l5C
4.1?4. 7 05 0l 18 0l
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dalam Rangka Mendukung Ketersediaan
Behen Beku
05 01 16
Dalam Rangka
Investasi dan Perdagangan
0 1
1.485.914 05 05 06 005
Dalam Rangka Mendukung
0 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.439.692 0s 0s 02 0o.+
Stabilisasi Harga
o 2 Rekomendasi
1.485.914 05 05 01 005
07 l5 01 11
I o Rekomendasi
t.226.426 05 05 06 005
o90.EE.3737.PEA Koordinasi
I O kegiatan 3.050.447 05 05 01 004
SK No 149513 C
O
Penyederhanaan Perizinan Berusaha di
Bidang Impor dalam Kerangka Neraca
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3737.PEA003 Pelaksanaan Penguatan Posisi
O kegiatan r.75r.$l 05 05 0,6 005
o9o.EE.3737.QKB
o9o.EE.3737.QKB.OO2 Pelaksanaan Kebijakan
Perdagangan
238.746.632
Hambatan
32 o
Kebijakan
74.077.104 Os Os 02 006
n I
2.9 .738 05 05 07 002
02 09 04 ol
Pef, daSangan Internasional
o 2
7.191.801 05 05 07 005
Kebijakan
SK No l444l7C
FTA Support Center Jakarta 40.047.417 05 05 07 003
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp
PN PP KP PROP
090.EE.3738.PBB.009 FTA Support
Kebijakan
20.807.503 05 05 07 003
Standar
o o
[email protected] 02 09 06 02
090.EE.3738.PEF Sosialisasi dan
Perdagangan
230 o
090.EE.3738.UAB Sistem Informasi Frmerint hen 599.674
090. EE.3738.UAB.OO7
s99.674 05 05 03 004
090.EE.3738.UAC
o90.EE.3738.UAC.OOr
Perundingan
52 n Orang 2.711.714 05 05 07 004
Perdagangan
4.s23- r40
SK No
Kebijakan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
202s-x29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1 o
5.996.780 05 05 05 002
0 kegiatan
02 09 04 02
090.EE.3740.PEC Kerja
on
I O
05 05 05 003
Coordinating CoEEit€c o(l
1 O
02 09 04 03
1 0 Kesepakatan
05 05 0s oo3
090.EE.3740.PEC.O l5 Keda
090.EE.3740.PEC.O21
Jepang CEP
o O
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEI<)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O
(x)0.EE.3740.PED.OO7
Canada
I O
05 05 05 003
Eurasia[
I O perjanjian 2.320.094 05 05 05 003
o90.EE-3740-PED.O 10
I 0
02 t4 001 004
o90.EE.3740.PED.O 1l (INISIATIF BARU)
dala.E
I O perjanjian 1.433.980 02 09 04 03
05 05 0s
090.EE.3740.PED.014
dala.6 Review IK-CEPA
I O
02 09 04 01
090.EE.3741 Perundingan di Fcu.a
090.EE.3741.PBB Kebijakan
15.951.432
SK No
2.274.776 05 0r 05 06
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Organisasi
Ketahanan Pangan
05 05 04 001
S€Iftor Non Pcrtenien
o 2
Kebijakan
2.274.776 05 0s 02 006
0 2
2.278.776 05 05 02 006
Dukungan
o 2
Kebijakan
2.274.776 05 05 02 006
Organisasi
Subsidi
Iltlpor
0 2
2.274.776 05 05 04
(xr0.EE.374 t.PBB.006
Organisasi
Investasi, Lingkungan dan Pet rbangunan
n 2
2.27a.776 05 05 02 003
SK No
NAMA
PROCRAM/ KEOIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090. EE.374l.PBB.OO7 Kebijakan
2 o
Kebijakan
2.274.776 05 05 02 006
di Organisasi
O
02 09 04 02
090.EE.3741.PEC.001 Hasil Perundingan pada Konferensi
Menteri, keauan
Reguler
Dunia
3 O
05 05 07 002
Mitra ASEAN
29.943.902
469.548
Kebijakan
212.646 05 05 07 005
SK No 144423 C
256.902 05 05 U OO5 o90.
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Perundingan ASEAN dan Mitra ASEAN
Kebijakan
02 09 04 03
o90.EE.3742.PEA.OO1
ASEAN dan Mitra ASEAN
1 O
05 05 07 0,02
Tarif di Negara ASEAN dan Mitra ASEAN
3 0
02 (x) 04 o3
090.EE.3742.PEC.002
1 O Kesepakatan 2.347.212 02 09 04 03
05 05 06 0,02
(MEA)
5 O
02 09 04 03
SK No 144424C
Kerja Sama ASEAN di
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
FTA
1 O
02 09 04 03
o90.EE.3742.PEC.O09 Kerja Salua ASEAN di F6uE ASEAN-Japan
CEP
I O
05 05 06 0,02
o90.EE.3742.PEC.O 10
FTA
O
02 (x) 04 o3
Australia- Nexv
1 O
05 05 06 0,02
I O
02 09 04 03
090.EE.3742.PEC.Ol8 Kerja
05 05 06 @2
090.EE.3742.PEC.021
2 O
05 05 06 0,02
SK No
0 Kesepakatan
02 (x, 04 o3
olro.EE.3742.PEC.O23 Kerja Sa.Ea
ASEAN lainnya
2 r.388.662 05 05 06 002
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090.EE.3742.PEC.031
05 05 06 002
(x)O.8E.3742.PEC.O32 (INISIATIF BARU) Kerja
I O
02 09 04 03
090.EE.3742.PED Perjanjian 4.140.776
05 05 06 002
G)O.EE.3743 Perundingan Pef,daEanaan
Perdagangan
326.357
o
Kebijakan
1 326.357 05 05 07 005
090.EE.3743.PEA
Bilateral
3 O
090.EE.3743.PEC
SK No
Kerja
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0s 05 06 N2
090.EE.3743.PEC.051
02 (x' 04 1D
o90.EE.3743.PEC.O57
2 O
05 05 04 004
Bilateral
6 0
090.EE.3743.PED
o90.EE.3743.PED.OO I Indoncsia- EU CEPA I O
02 (x) 04 02
05 05 07 005
02 09 04
SK No 144427 C
Indonesia-Canada CEPA O
05 05 t?
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
o90.EE.3743.PED.Ol6
02 09 04 ol
05 05 0? 005
02 09 04 0l
(EAEU) FTA
O
05 05 07 005
o90. EE.3743.PED.022
020904 ol
090. EE.3743.PED.024 lndoresia- GCC CEPA I O
05 05 07 005
090.EE.3743.PED.025
02 09 04 0l
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
Kawasan dalr
4.375.165
Kebijakan
4.375.165 02 09 06 m
2 O
05 05 06 002
o90.EE.3744.PEC.OO2 Kerja Sama Fasilitasi
3 O
I 0 Kesepakatan
Organisasi Karet Internasional
2 0
SK No
0
Organisasi lada
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I O
o90.EE.3744.PEC.OO9 Keda Saraa PerdaSaigal dengan Negara
Anggota Organisasi Kerja sama
dan
2 O
02 13 02 02
05 0l 1l 06
Int€f, nasiona.l
o 0
Anggota G2O dan Organisasi PtsB
2 O
Komoditas Internasional
I O Kesepakatan 2.350.989 05 05 06 002
Organisasi PtsB dan Organisasi
Internasional
2 O
25.414.235
o90.EE.3745.QCB Perkara
SK No 149594C
36 O
o90.EE.3745.QCB.OO1 Penanganan Kasus
25.414.235 05 01 l8 03
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
15.941.553
PN PP KP PROP
(xto.EE.375r.PEC Kerja sama 3.201.532
o9o.EE.375t.QDB Fasilitasi dan
o9o.EE.375r.QDB.OO1
46 0
o90.EE.37sr.QDB.OO2 Kajian
090.EE.3753
(x)O.EE.3753.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
22.Oaa.0A6
090. EE.3753.PBB.OOr Analisa dan
22.088.086 05 05 02 005
$,0. EE.3753.PEF.OO1
o9o.EE.3753.QAC
SK No
.
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EE.3753.QAC.O02
o9o.EE.3753.QAC.O04
(x)O.EE.3753.QAC.005 E
090. EE.3753.QAC.006
090. EE.3753.OAC.OO7 Er.p6t
o9o.EE.3753.QAC.OO9 RO BARU - Pembentukan
Baru
o 4
090.EE.3753.QDH Fasilitasi dan
o9o.EE.3753.QDH.O01
o9o.EE.3753.QDH.O02
t7 O
090.EE.3756
65.047.172
090.EE.3756.PDr
o90.EE.37s6.PDI.OOl t
Jasa
180 O Orang 2.11a.169 05 05 01 004
SK No 144432C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EE.3756.QDG Fasilitasi dan
o9o.EE.3756.QDG.OOr Export C,oaching
06 03 0l 02
090.EE.3756.SCF Pelatihan
05 05 01 004
o90.EE.3756.SCF.OO2 Pelatihan SDM Jasa
090.EE.3756.SCF.004 Pelatihan SDM Metrologi 615 O Orang a.a6+.247 05 05 0l oo4
o90.EE.3756.SCF.OO5 Pelatihan SDM Mutu 65 o Orang 2.048.345 05 05 0l 004
20 O Kegiatan r.663.987 04 0? 04 02
05 05 03
04 07 04 0l
o90.EE.3756.SCF.OO8
SK No 144433 C
la 3.337.239 05 05 0l 004 090. EE.37s6.SCF.OO8.32 r7
Bandung
O Kegiatan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
994.441.154
694.576.172
694.576.172 05 05 02 005
090.EE.3777.PEH
o90-EE.3777.PEH.OO7
SK No 144434C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o90.EE.3777.PEH.O 12 Promosi ITPC Lor Angeles 3 0
o90.EE.3777.PEH.O 13 hoEosi ITPC Mexico City 3 O
o90.EE.3777.PEH.O 14
090.EE.3777.PEH.0 r5 Promosi ITPC
090. EE.3777.PEH.017
05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.021 RO BARU -
(x)O.EE.3975
1.355.640
Daerah
SK No 144435 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
terkait
0 o
(Prov/I(ab/Kota)
r.355.640 05 05 0l 004
090.EE.6904
66.240.360
090.EE.6904.PEC Kerja saraa 3.298.229
dan Produk
2 O Kesepakatan 1.499.195 05 0s Os OO2
Ekspor Jasa dan Produk
I I
090.EE.6904.PEF
090.EE.6904.PEF.001 Sosialisasi dan
Ekspor Jasa dan Produk
2N 300 orang 1.199.356 05 05 05 002
090.EE.6904.PEH Promosi
o90-EE.6904.PEH-OOr
03 06 03 05
o90.EE.6904.PEH.OO2 Partisipasi
SK No 149595 C
Partisipasi Pam€f,atl Luar Negeri Jasa dan
Produk Kreatif
4.405.640 05 05 05 005
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Produk
2 O
Produk Kreatif
I O
06 03
2 O
090.EE.6904.QDH Fasilitasi dan
o9o.EE.6904.QDH.OOl
o9o.EE.6904.QDH.OO2 Adaptasi Produk Ekspor Jasa dan
Kreatif
lo O Badan usaha 899.517 05 05 05 004
o9o.EE.6904.ODH.OO3
Design
50 O
o9o.EE.6904.QDH.OO4
o9o.EE.6904.QDH.006 Pendaftaran Hak
SK No 144438 C
Designer Dispatch
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o90.EE.6904.QDH.OO8 Fasilitasi Pemenuhan Sertifikasi Standar
Internasional
30 O Badan usaha 499.674 05 05 02 003
090.EE.6905.PEC Kerja sama 2.854.335
2 O
Ekspor Produk Primer
500 0
090.EE.6905.PEH Promosi 45.145.249
6 0 promosi 13.324.238 05 05 04 002
I O promosi 4 .269 05 05 01 00,2
SK No
Misi Dagang
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ISI.'TW)
4 0
o90.EE.6905.PEH.OO8 Thematic
090.EE.69Os.QDH Fasilitasi dan
09o.EE.6905.QDH.0O1 Fasilitasi
05 0r 06 04
o90.EE.6905.ODH.002 Adaptasi Produk Ekspor
090.EE.6905.QM4 Data
o9o.EE.6905.QMA.OOr Referensi ekspor produk primcf, 1 O layanan 492. O 05 05 04 001
1 O
SK No 149597 C
300 0
s7.492.362
o90.EE.6906.PEF.OO1 sosialisasi dan
Ekpc
6.049.517 05 05 02 002
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Manufaktur
5 O
05 01 18 o3
05 0l 16 08
090.EE.6906.PEH.OO3 Partisipasi
I O
05 05 02 N2
1 O
05 01 16 08
5 O
05 05 02 004
FTA/ CEPA/ PTA
5 O
o9o.EE.6906.QDH
SK No
Fasilitasi sertifikasi Produk Manufaktur lo 0
os 05 02 003
09o.EE.6906.QDH.OOr 1.199.356 05 0l 16 lrl:]
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EE.6906.QDH.OO2 Adaptasi produk ekspor
o90- EF Program Perdagangan
090.8F.3716
090.EF.3716. PEH Promosi
090.EF.3716.PEH.OO I
05 05 01 002
(x)0-EF.37 r6.PEH-OO2 Kampanye Bangga
05 05 01 002
090.EF.37 r6.PEH.003
o90.EF.3716.PEH.005 Sosialisasi dan Aktivasi Kecintaan Produk
Dala.E
3 O
o9o.EF.3716.QDG Fasilitasi
SK No 144443 C
Bimtek
Ketllaaa.tt
500 0 UMKM
06 03 0r 02
o9o.EF.37 r6.QDG.OOr 13.812.684 04 19 03 0l
05 0l 06 04
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PF KP PROP
05 05 03
o90.EF.3716.QDG.OO3 Fasilitasi
Usaha
.+oo o I'IIIT'JI 8.995.170 05 0s 03 006
04 19 03 o1
06 03 0l 02
08 02 01 o3
o9o.EF.3716.QDG.007 Fasilitasi
05 05 03
02 13 03
05 01 06 04
o9o.EF.37 r6.QDG.OO8
UMKM di l(awe.en Wisete
n o UMKM 4.929.600 04 19 03 0t
06 03 0l 02
05 05 03 001
SK No 144444C
INISIATIF BARU Fasilitasi
500 0 UMKM
06 03 0l 02
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASII
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o90.EF.37l6.QEG Bantuan Peralatan /
o9o.EF.37 16.OEG.OO 1
o9o.EF.37l6.QKA
2.9?8.84O
09o.EF.3716.QKA.OOl Profil Pola
Nasional
2 O
090.EF.3720
55.070.346
Fcrdagaruian
0 I
r.035.859 05 05 0r OO5
Peating/ Barang Dalam
I il
Kebijakan
1.199.356 05 0s 01 005
SK No 144445 C
Koordinasi
Kot roditas
55 O lc8iatart 4.612.332 0? 15
07 15 0l lr
olro.EF.3720.PE4.002
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Koordinasi
o3 lo 02 10
05 05 0l
o90.EF.3720.PE4.003 Koordinasi Pengembangan
07 15
29 O kegiatan 474.666 05 05 0l OOI
25 0
07 15 01 1l
090.EF.3720.QMA Data dan
090.EF.3720.QMA.001 Penyediaan Data Harga Barang Kebutuhan
2 O
05 05 0l
wo.E,F.3722
(x)O.EF.3722.PAC
1 0 RPP 2.394.7t2 05 05 0l
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.3722.PAG.006 INISIATIF BARU
Tidak Langsung
I 0 RPermen r.208.951 05 05 06 001
755.594
1 o
755.594 05 05 0l OO9
090.EF.3722.PEA
Barang
30 O
o90.EF-3722-PEAm3 INISIATIF BARU
Penerapan
l5 0 kegiatan 1.510.661 05 05 01 007
090.EF.3722.PEA.004 INISIATIF BARU Koordinasi Terkait
Penerapan Kebijakan di Bidang Toko
Minutratr Beralkohol
20 O
SK No 144447C
642.960 05 05 0l 007 o90.EF.3722.PEA.OOs
Pemangku Kebijakan
Penjualan
8 O
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TAROET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.3722.PEB Forum 599.674
090. EF.3722.PEB.OO4
Eceran
I o
090.EF.3722.PEF.OO4 Sosialisasi
Resiko
100 o
o90.EF.3722.PEF.OO8
Bidang Distribusi L,angsung
150 o orang 1.199.356 05 05 01 008
o90.EF.3722.PEF.OO9 INISIATIF BARU Sosialisasi Kebijakan
Bidang waralaba
,+oo o orang
ogo.EF.3722.PEF.OlO INISIATIF BARU
200 0 orang 1.799.034 05 0s Ol 008
090.EF.3722.PEF.o11 INISIATIF BARU
Bidang ToLo Swalayan, Pusat
dEn
loo o
o9o.EF.3722.QDB
SK No
Fasilitasi dan
12
3.909.901
090.EF.3722.QD8.001
O
o9o.EF.3722.ODC
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o90.EF.3722.QDC.OO3 Fasilitasi Klinik
o9o.EF.3722.QDC.OO4
50 0 Orang 1.511.189 05 05 0l OO?
o9o.EF.3722.QDG Fasilitasi dan
o9o.EF.3722.QDG.OO2 Pelaku Usaha UMKM yang
360 0 UMKM 4.06.8.215 05 05 01 007
06 03 01 02
O9O.EF.3722.QDC.OO2.O0OO Pelaku
360 0 UMKM 4.068.215 05 05 0l OO7
o9o.EF.3722.QDG.OO3 Calon pelaku usaha waralaba yang
50 0 I'IIIT'JI 1.317.901 05 05 0l OO7
$)0.EF.3722.QKC
o9o.EF.3722.QKC.0Or
di Bidang
2 0
Distributor,
I 0 laporan 1.199.356 05 05 0t OOa
SK No
1.199.356 05 05 0l 007 o9o.EF.3722.QKC.0O5 INISIATIF BARU
Toko Swal,ayan dan Pusat
I 0 laporan
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP KODE
090.EF.3724
19.507.525
o9o.EF.3?24.QDB Fasilitasi dan
o9o.EF.3724.QDB.025 SDM BPSK yang Dibina l5 O
o9o.EF.3724.QDC Fasilitasi dan
090.EF.3724.QDC.026
0a 02 0l 03
090.EF.3724.0DC.027 Pelaku Usaha
090.EF.3724.U48
Layanan
1 O layanan 2.99a.390 05 05 08 005
090.EF.3724.UA8.028
o9o.EF.3726.QDB Fasilitasi dan
o9o.EF.3726.QDB.O21 Unit
090.8F.3726.QDC Fasilitasi dan
SK No
Masyarakat yang diedukasi 7500
o9o.EF.3726.QDC.O2l O Orang
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
TARGET2025
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EF.3726.QlA Pengawasan dan
o9o.EF.3726.QrA.O2l
090.EF.3726.QrA.O22 BDKT yang
o9o.EF.3727.QrA
090.EF.3727.Ot4.021
05 0t 16 lo
ogo.EF .3?27 .QiA.O22
Bis(ris
40 o Produk 3.324.015 05 05 0a
Barang
51.449.432
090.8F.3732.qrA
o90.EF.3732.qJA.02l layanan
090.EF.3732.RAH Sarana
SK No 144453 C
o Unit 29.429.360 05 05 08 002 o90.EF.3732.R4I{-02r (INISIATIF BARU)
uji
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090.EF.3733.PAG Peratu.ran
Standardisasi
I O RPeraen 899.517 0s 05 08 q)4
o9o.EF.3733.QDB Fasilitasi dan
o9o.EF.3733.QDB.O21
Penerapan Standar / Pcfsyaratan
3 0
o9o.EF.373g.QrA Pengawasan dan
o9o.EF.3733.QIA.02l Produk
I o Produk 3.474.82 05 05 08 004
090.EF.3734.PDC
090.EF.3734.PDC.021 layanan Kalibrasi 4800 O
090.EF.3735
090.EF.3735.RCH OP Sarana Bidang
Pef,daaanSan
4.109.989
SK No 144454C
o Unit 4.109.989 05 05 08 N2 090.EF.3735.RCH.021
Lingkup
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P$I PF KP PROP
090.EF.3760
23.306.477
090.EF.3760.PBB
FerdaaanEai
10.176.659
090.EF.3760.PBB.OOt Analisa
o 3
Kebijakan
3.162.120 05 0s ol
di Bidang SRG/PLK
o 0
7.014.539 05 05 0l 008
090.EF.3760.PEA Koordinasi 3.353.794
090.EF.3760.PEA001 MeEuan
Feroan8ku Kef,€ntingal
7 O kegiatan 2.19.434 05 05 0l
090.EF.3760.PEA.002
2 O kegiatan 1.199.356 05 05 01 003
090.EF.3760.QD8 Fasilitasi dan
090.EF.3760.QDB.OO I Pengelola Gudang yang
Bimbingan TeLrris Peningkatan Kapasitas
SRG
7 O
07 15 01 04
SK No 1214455 C
290.244 05 05 0t
O
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EF.3760.QDC Fasilitasi dan
o9o.EF.3760.QDC.OO I
loo o Orang 1.456.258 05 05 0t Oo8
o9o.EF.3760.QDC.OO2
Mendapatkan
120 o Orang r.535.295 05 05 0l 008
090.EF.3760.QDC.OO3 Pelaku Usaha dan Petani
440 O Orang 1.444.223 05 05 0l OO8
o90.EF.3760.R4H
10 o Unit 1.769.375 05 05 01
07 l5 0l 04
1.019.453 05 05 0l 008
090.EF.3760.UAB.002
1.079.420 05 05 01 008
SK No
3.9,+4.559
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ I(RO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
474.937
produk di bidang PBK
0 o 474.937 05 05 0t 008
o9o.EF.3762.QDH Fasilitasi da,l
o90.EF.3762.QDH.OO I
Berjangka
0 O Badan
090.EF.3992
090.EF.3992.Q14 Pengawasan dan
090.EF.3992.Q[A.024
o9o.EF.3992.QrC Pengawasan dart
090.EF.3992.QIC.025 Pengat 'a.an Kegiatan Perdagangan 1425 O
08 02 0l
090.EF.5090
Kapasitas Logistik
r41.621.55{)
090. EF. 5090. PEA Koordinasi 28.625.610
SK No 144457C
0 k giatan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Perdagangan
3 O kegiatan 755.900 05 05 04 004
Pendapatan Ret busi Pasar
40 O kegiatan
Sarana
32 0 kegiatan 23.504.054 05 05 0l OO8
090.EF.5090.PF4 Norma,
o90.EF.5090.PFA.OO3 Rancangan
sarana
I O
o90.EF.5090.ODB Fasilitasi dan
o9o.EF.5090.QDB.0O4 Fasilitasi dan Pembinaan Pasar Ralgat 40 O Lembaga 1.538.966 05 05 0l OO8
o9o.EF.5090.QDB.0O5
090.EF.5090.QDB.0O8 INISIATIF BARU
Geospasial Tematik
Rakyat
150 O Lembaga 7.011.577 05 05 0l OO8
o9o.EF.so90.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 3.726.592
SK No 149598 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Us$a
Lo o Orang
3.194.224
o9o.EF.5090.QDC.OOl
o9o.EF.5O9O.QDH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EF.5090.QDH.O04 Fasilitasi
160 O Badan usaha 3.198.228 05 05 0l OO8
02 14 N2 003
04 19 03 02
o9o.EF.5O9O.QEC
o9o.EF.5090.QEC.0O4
Unggulan
1 o Unit 74.544.246 05 05 01 0,02
o9o.EF.5O9O.QrC
o9o.EF.5O9O.QrC.OO2 Fenga[ragan Pcoatrfaatan Sarana
Distribusi
120 O
090.EF.5090.QKB
o9o.EF.5090.QKB.OO I
2 O l,aporan 5.994.489 05 05 0l OOr
090.EF.6907
Elektronik dan
29.863.964
5.397.102
090.EF.6907.PtsB.O04
o I
Kebijakan
1.799.034 02 t4 001 (x)4
SK No
05 05 0l 006
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.6907.PBB.005
o Kajian r.799.034 0s 05 05 003
(x)0.EF.6907.PBB.006 Rancangan Kebijakan terkait
I 0
899.517 02 t4 001 004
05 05 0l 006
(x)O.EF.6907.PtsB.OO7 Rancangan Kebijakan
I o
Kebijakan
899.517 05 05 0s OO2
(x)O.EF.69O7.PEA Koordinasi 2.474.454
di Bidang
2 0
05 05 01 006
090.EF.6907.PEA003
di Bidang Perdagangan Jasa
2 O kegiatan 1.439.227 05 05 05 002
090.EF.6907.PEF Sosialisasi dan
Bidang Jasa
300 o
SK No
(x 19 03 ol
target Sosialisasi
7.795.At4 02 t4 001 00t
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bidang Ferdagangan Melalui Si8tea 05 05 01 006
o9o.EF.6907.QDC
o9o.EF.6907.QDC.OOl
Melalui Sist€ro
100' O Orang 3.598.068 02 t4 001 001
0306M02
03 06 04 o5
05 05 01 006
o9o.EF.6907.QDC.OO2
Hari
Tr.l0 O Orang 1.799.034 05 05 0l 009
o90.EF.6907.QDH
090.EF.69O7.QDH.OO r Fclaku Usaha di Bidang
yang dibina
loo O Beden
09o.EF.6907.QDH.OO2 INISIATIF BARU
PPMSE dan PSP di
75 O Badan usaha 1.199.356 02 t4 001 001
05 05 01 006
o9o.EF.6907.OD,l Fasilitasi dan
o9o.EF.6907.QDr.0O I Start Up yang
SK No
05 05 0l 006
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.6907.QtH
Usaha
899.s r7
090.EF.6907.QrH.00r Pelaku Usaha
El€Irtrqrik
roo O Badan
05 05 01 006
o9o.EF.69O7.QKA.0O I
yang dil,akukan pemantauan
20 O laporan 899.517 05 05 05 004
o9o.EF.69O7.QKA.OO3 Larnbaga bidang
2 O laporan 899.517 0s 05 05 004
o90.wA
090.wA.3702
090.w4.3702.PE4 Koordinasi 5.996.74O
1 O kegiatan
05 05 07 005
o90.wa3713
3.595.745
SK No
NAMA
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PF KP PROP
2 2
ogo-wA.3723.SBA.OO1
260 260 Orang 16.218.806 04 W 02 05
090.wA.3723.U4B
o90.wA.3723.UAB.OOl Pengelolaan
1.331.285 05 05 01 001
8.395.492
090.w4.5048.PEF Sosialisasi dan
(x)O.WA.5048.UAB Sist€ro
SK No
5.996.780 05 05 01 001
- aa2
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
TOTAL
Keterangan:
c)
SK No 144464C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
PP (X.09 -
PP 04.09 - Peringkat pada Youth Olympic Games
PP 04.09 - Peringkat pada Asian Youth caEes Peringkat rs (2013) 13-15
PP 04.09 - Peringkat pada Asian Youth
PP 04.18 -
PF 04. 18 - Angka kesakitan pemuda Irercclr 6,24
PP 04.18 -
PP 04.18 -
pelatihan
PP 04, l8 -
$( fls l{{zffJ Q
PP 04.21 -
perak/ l09
87
pcrak/ ro9
perunggu
87
p6ak/ 109
PP 04.21 -
w*194
perunggu (2023)
159 €mas/ 148
lx29l
PP 04.21 -
pcrak/ l8
perunggu (2023)
PP 04. 2 I -
w 04.22 -
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
xP 04.09.03 - horrinsi dengan
KP 04.09.03 - Kab/kota
KP 04.09.03 - Pcrscnta!. olahragawan
persen - (indikator baru) 15 l5
$( ltls l{{,{f6 Q
-88s-
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 04.09,03 -
KP 04.09.03 -
t-2 2-3
KP 04.09.03 -
w*l14
perunggu (202 1)
12-15 14- t6
KP 04. l8.O 1 -
KP 04. 18.01 - Proporsi
KP 04. f8.01 -
KP 04. 18.01 -
KP 04.18.02 -
KP 04.18.02 - Rasio
KP 04.18.02 -
KP 04.18.02 - Rasio TPAK
KP 04.18.03 -
terakhir
KP 04.18.03 -
SK No 144467C
orang
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP
KP
KP 04.21.01 - Olahragawan clit€ junior nasional pada cabang olahraga
KP 04.21.02 -
KP 04.21.02 -
KP 04.21.02 -
standar
KP 04.21.03 -
Olimpiade dan
KP 04.21.03 -
lembaga
KP 04.21.04 - Event kualifikasi
KP 04.21.04 -
diikuti/ tcrsclcoggara
kegiatan 18 (20231 20 20
KP
SK No
olahraga
KP
KP
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
74.247.706
092.D4.3820.QDC Fasilitasi dan
092.D4.3820.QDC.001
Kebugaran
8500
04 13 05 03
092.DA.3820.QDC.OO4 Tcaraga Keolahragaan Olahraga
yang terfasilitasi
0 o 3.7 .240 04 22 0 1 02
092.DA3821.QDB
092.DA.3821.QD8.001
SK No
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 48.315.188 092.DA.3821.QDC
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO (PROYEK)
2025--X29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
092.DA.382l.QDC.OO1
Terfasilitasi
Partisipasi Berolahraga
56667
092.DA.382l.QDC.OO2
04 13 05 03
092.DA.382l.QDC.OO3
Terfasilitasi rr'l'm
talenta Olahraga
04 22 0l 01
o92.DA.382l.QDC.OO4 Tenaga
yang
o o 859.000 04 2t 02 0l
092.DA.382l.QEt
o92.DA3821.QEr.OO l L€rnbaga yang
2 2
092.DA382 l.QEr.OO2.OO0O l.rnbaga yang difasilitasi Sarana Olahraga
200 2OO
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
Tersusun dan T€rE6r aet
I I
rs.772.417 04 22 02 01
o92.DA.3a22.QDB Fasilitasi dan
o92.DA.3822.QDB.OOl Lcrobaga yang terfasilitasi dalam
o O
092.DA3822.QDC Fasilitasi dan
092.DA.3822.QDC.OOr Fec€rta Kampanye Olahraga Masyarakat
yatE
Partisipasi
10500
04 13 05 03
o92.DA"3822.QDC.OO3
Terfasilitasi dalam
500 5OO Orang 22.440.602 04 22 02 02
092.DA"3822.QDC.OO4 Tenaga Keolahragaan
terstandar
3 0 1.205.000 04 21 02 ol
o92.DA3822.QEr Bantuan
SK No
oo42t0301 092.DA3822.QEr.OO1
5 5
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DA3822.QEr.OO2
Olahraga Masyarakat, Petualangan,
Tantangan, Wisata, dalr Tradisional yang
245 245
092.D4.3823
2.141.255.733
yang Tcrstandardisasi
3 3
t€f,b€ntuk
I I
o92.DA3a23.PEA.OO3
Bidang
I I
092.DA"3823.QDC
o92.DA,3823.QDC.OO2 Talenta
1000
092.D4"3823.QEt
SK No 144473 C
o rc? .644.737 04 2t 04 0 I 092.DA.3823.QEI.OOl LernbaSa yang Terfasilitasi dalam
o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bertaraf Nasional dan
@2.D4.3424
Sertifikasi, Prasarana, dan
2.106,247.254
(x)2.DA.3A24.PBH
Kebudayaan
1.492.737
yang
1 1
Kebijakan
t.492.737 04 2t 03 01
092.DA.3824.QEt Bantuan
092.DA.3824.QEt.0Ol
Olah.raga
Olahraga
4 4
o92.DA.3824.QEI.OO2
Prestasi Berbasis Cabang Olahraga
Unggulan
180 f80
Keolahragaan
269.006.6r l
SK No 144474C
22.257.622 o92.DA.3829.PBH
Kebudayaan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Organisasi Keolahragaan yang tcrauaun
4 4
22.297.622 04 2t Ol
o92.DA.3a29.PDI
bersertifikat Nasional dan
400 40O Orang 34.117.914 04 2t 02
092.DA.3829.PE4
os2.DA.3a29.PEA.OOl Induk Organisasi Cabang Olahraga Pusat
dafl
3 3 kegiatan 7.075.750 04 2t 02 02
092.DA.3829.PFA Norma, Standar,
o92.DA.3829.PFA.OO1 NSPK Induk
Pusat d6n Provinsi yang Tersusun
I 1 NSPK 6.309.127 04 21 02 02
o92.D4.3829.QDB
o92.DA.3829.QDB.0Or
dalam Standardisasi
o92.DA.3829.QDB.OO2 Induk Organisasi Cabang Olahraga DBON
dan IADo
l5 15 Lembaga 3.600.000 04 2t 02 02
SK No 149600 C
Bantuan Masyarakat 28.045.638 092.D4.3829.QE4
NAMA
PROGRAM/KEGI,ATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o92.DA.3829.OEA.OOl
Unggulan Olimpiade dan
Terfasilitasi dalam Peningkatan Kapasitas
5 5 Orang 28.045.638 04 2t 02
o92.D4.3833
Desain Besar Olahraga Nasional darl.
T o 4.216.,196 04 2l O I o1
092.DA.3833.PFA.001 NSPK
o92.DA.3833.QDC Fasilitasi dan Pcrlbinaatr
o92.DA.3833.QDC.001
dalam
Nasional
674 674 Orang 2.313.504.320 04 2t Ol 02
092.D4.3833.QDC.0O2
500 5OO
SK No 149601C
Pemberian Penghargaan
100 35.999.997 04 2t 01 02 o92.DA.3833.QDC.OO3 100 Orang
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DA.3833.QEr Bantuan
092.DA.3833.QEr.OO3
pada
Prestasi Tingkat
Cabang Olahraga Unggulan
t7 l?
o92.DA3833.QEr.OO4
FerryelarBgaraart
Olahraga Prestasi
l9 19
o92_DB.3A0A
092.DB.3808.QDC Fasilitasi dan
o92.DB.38O8.QDC.OOl FeEuda yang Terfasilitasi s.bagai Kader
Kewireussheen
13500 13500 Orang 469.922.t34 06 03 02 02
02
04
02
o3
18
03
04
03
SK No 144477 C
lo0 24.341.263 04 18 02 02 o92.DB.38O8.QDC.OO2
dan
IOO Orang
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/KRO/RO (PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o92.DB.38O8.QDC.OO3
sebagai
loo f00 Orang l.200.ooo 04 18 02 02
092.DB.3808.QDC.OO4 Fetruda
r00 100 Orang 1.000.000 04 18 02 02
092.D8.3808.QEI
092.DB.3808.QEt.OO I Sdrtra
50 50
(x)2.DB.3409 Peningkatan
092.D8.3809.QDC Fasilitasi dan
092.D8.3809.QDC.001
1000
092.DB.3813
dan Pcrtgawasafl
77.597.535
092.DB.3813.QDC Fasilitasi dan
o92.DB.38l3.QDC.OO I
Terfasilitasi d.l'n Pelatihan
Organisasi
13500 f3500 Orang 23.394.471 04 18 03 0l
SK No
Bantuan
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o92.DB.38rs.QEr.OO1
(Kwarnas/ Saka/ Sako)
dalam Rangka
PeogeglbarSqrr
50 50
092.D8.3813.QEr.002 Organisasi
100 fOO
092.DB.3817
o o r.999.999 04 18 0r 02
092.DB.59lO.QDC
092.DB.59l0.QDC.00r
Peningkatan Kesadaran Bahaya Perilaku
2000 2000
04 18 01 7n
SK No
Fasilitasi dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DB.6968.QDB.OO r
yang Terfasilitasi dalam
50 50
(x)2.D8.6968.QDC Fasilitasi dsn
092.DB.6968.QDC.OOl Pemuda Kader yang Terfasilitasi dalam
092.D8.6969.QDB Fasilitasi dan
092.DB.6969.QDB.OOr
yang
50 50
092.D8.6969.QDC Fasilitasi dan
092.DB.6969.QDC.OOr
1526 1526 Orang 14.496.642 04 la 03 ol
092.DB.6970.PEA Koordinasi 67.880.469
SK No
38 38
BckedasaEa
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
092.WA.6973 Penyelenggaraan
092.WA.6973.P4C Peraturan Pemerintah t.399.99
o92.WA.6973.PAC.OOl Peraturan
o92-WA.6973.PAG
o92.WA.6973.PAG.001
Keterangan:
c)
SK No
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
r. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TAROET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator
PN 07 - Indeks
Koordinator
PP 07.05 -
PF 07.05 - Indeks
Fetrgs8pu Pencapaian
KP
KP 07.05.02 - Nilai
KP 07.05.03 - Nilai
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Perkara
Layanan Publik
093.BC.38,16.QKC
093.BC.3846.QKC.OOl
Publik
o l,aporan 2.576.547 07 05 03 02
TeldroloEi
31.068.640
093.8C.3850.QKC
093.BC.3850.OKC.OOr
0 laporan 2.O(x).000 07 05 0l 02
SK No 144483 C
3.568.640 07 05 0l 02
o I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
d6n
o o Sistem
1.500.000 07 03 02
pada Layanan Strategis
2 o
13.400.000 07 05 0l 02
093.BC.3850.UAB.004
L€amtutg LHKPN
I 0
to.600.ooo 07 05 03 0l
Kerja Sama Antara LEbaga/ Instan8i
16.576.494
I I
16.576.894 07 05 03 0l
093.8C.6564.QDC Fasilitasi dan
SK No
|E,E9EFTd 17042513 Orang 46.300.132 07 0s 02 02 o93.BC.6564.QDC.OO I
Antikor"upsi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o93.8C.6566.PDI
Masyarakat
500 600 Orang 15.000.000 07 05 02 02
dan Penyelenggaraan
8.909.950
Pencegahan
o o Rekomendasi
Kebijakan
659.950 07 05 03 0l
Pengawasan
0 0
Kebijakan
500.ooo 07 05 03 01
SK No
Swasta
1.200.000 07 0s 03 0l
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
tipikor dan
o o
Kebijakan
5.OOO.OOO 07 05 03 0l
093.8C.6567.QKC
093.BC.6567.QKC.OO l
ACLC KPK Tahun 2026 - 2029
0 o l,aporan 550.OOO 07 03 0l 02
093.8C.6567.QKC.@2 Perancangan,
Layanan
0 o
pada Setiap
15.214.492
093.8C.6569.QD8
o93.BC.6569.QDB.OOl
Dasar,
Bukti
7A 98 t
SK No 144486 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o I
093.BC.699l.QCE
093.BC.699l.QCE.OO1
dan Dokumen
0 a
(x'3.WA
(xr3.WA.3A34
Hukum
2.450.000
Rancangan
Perubahan Kedua atas Undang-Undang
PeEb€f,antaEan Tindak
o I
Kebijakan
500.ooo o7 0s ol 0l
SK No 144488 C
750.OOO O? 05 0l Ol
Undang-Undang
o o
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Undang
Korupsi
093.W4"3834.PtsD.003
n 0
1.200.000 07 05 03 01
TOTAL 174.643.473
Keterangan:
c)
SK No
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Legislatif dan Alat
30.513.967
095.CF.3962 Pengkajian Aspirasi Masyarakat dan
Kebijakan Anggaran Dacf,ah
30-513.967
(x)5.CF.3962.PBC Kebijakan Bidang Politik
Data As@asda
o
Data
Pendapat atas RUU Usul
DPR
2 o
Kebijakan
3.374.300 0l 03 01
Data
RUU APBN
I o
Kebijakan
3.998.900 0l 03 01 ol
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
Data ArEasda
RUU Lainnya
3 I
Kebijakan
2.665.900 0l 03 0l 0l
Data
4 o
Kebijakan
6.664.895 0l 03 0l Ol
095.CF.3962.PBC.006
Data AsEaoda untuk
o
3.998.939 0l 03 01 0l
Daerah
n 5
Kebijakan
1.775.550 01 03 0t Ol
095.WA
095.WA.3856
SDM, dan Advokasi Hukum
t.266.921
095.WA3856.SCA
SK No
Risalah dan
456
14.368-as1
(xr5.WA3856.SCAOOl
456 Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o95.WA.3859.UAB.OOl
den
4 4
Informasi
TOTAL 46.149.739
c)
Catatan:
Dewan Perwakilan
SK No
KOMISI YUDISI,AL REPUBLIK INDONESIA
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE NAMA PROGRAM/KEGI,ATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET
2025
TARGET
2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
loo.BH
100.8H.3466
roo.BH.3866.QIB
1OO.BH.3866.QrB.0Or Penguatan dan
100.8H.3471
10.350.000
loo.BH.387r.QrB Pengawasan dart
t0o.BH.387l.QlB.OO5
untuk
Akuntabel
o 2
Agung, Advokasi dan
45.146.002
SK No 144493 C
Standardisasi
600 600 Orang
100.BH.3872.PDG.001
TARGET
TARGET
2029
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pelatihan Kode Etik dan Pedoman
(KEPPH) s.rta
08 02 01 04
too.wA Program Dukungan
loo.wA.3867
Kegiatan Kerja
Tangga, Tata Usaha dan
Lingkungan
22.700.OOO
Yudisial
0 3 Unit 17.000.000 07 03 0l ot
100_wa3a67-TBD.O01 Pembentukan
100.wa3467-TBD.O05
o O
roo-wA-3a6a.TBD
SK No 144494C
3 Rekomendasi 14.395.350 07 03 01
KODE NAMA PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET
TARGET
2029
INDIKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
FN PP KP PROP
30.525.500
loo.wA.5267.TBD
TOTAL 130.839.804
c)
SK No
I. MATRIKS
Koordinator Pencapaian
PP 08.04 -
KP
pada kategori
perSen 62
KP 08.04.02 -
KP 08.04.02 -
persen 75 loo 100
KP 08.04.03 -
KP 08.04.04 -
SK No 144496C
-9t4-
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
103.FA kograE
Teknis pada Lingkup Pencegahan Melalui
144.483.600
103.FA3882.UBB
103.FA3a82.UBB.OOl
Bencana
to 170
08 04 04 02
07 G) 02 02
Bencana - Kab. Nu.nukan
o o Desa 4.000.000 06 07 05 o3
Prasarana Fisik di Wilayah Pasca
7.667.553
Decrsh
?.66?.553
SK No 144497C
Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
07 09 02 m
Wilayah
3 3 7.667.553 08 04 03
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
66.551.420
lo3.FA3a85.QAH Pelayanan Publik Lainnya 66.551.420
103.F4.3885.QAH.00r
Peningkatan Bidang Sosial di Daerah
5 6 layanan 61.641.739 08 04 03 0l
r03.FA.3885.QAH.OO l.OO00 Layanan Fasilitasi
Peningkatan Bidang Sosial di Daerah
o 6 layanan 59.636.679 06 04 02 0l
r03.F43885.QAH.001.32 t7 Layanan Fasilitasi
I O
103.FA"3885.QAH.002 Layanan Fasilitasi
Peningkatan
Pescebcncena
6 O layanan 2.672.W6 08 04 03 02
103.F43885.O4H.002.0000 Layanan
o O layanan 240.440 06 04 02 01
SK No
464.126 06 04
Pascabencana - I(ab. Bandung Barat
0 layanan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ro3. FA.3885.QAH.OO2. 332 r Layanan
I O
l03.FA388s.QAH.OO3
dan Lingkungan di
5 0 layanan 2-237.275 08 04 03 02
lo3. FA.3885.QAH.003.OOOO layanan Fasilitasi
Peningkatan Bidang
d6n
Pusat
o 0 layanan
l03.FA.3885.QAH.OO3. 3525
dan
Kab.
I O
103-FA.38aA.UAC
103.FA3888.UAC.UOl
120 40 Orang
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKAS;I ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Teknis Bidang Dukungan
Darurat
1.249.999.996
l03.FA.389r.QEE
103.FA.389l.QEE.O01
103.FA.4280 Fernetaaan dan Evaluasi
Kapasitas
2 2 Rekomendasi
lt.000.ooo 06 04
06 04 0l 08
08 03 05 04
06 04 0l 07
06 04 0l o1
0l
06 04 0l
lo
i]a
o9
SK No 144500 C
06 04 0l 05
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(R? Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l 04
02
04
06
06
0l
ol
Daerah terhadap
2 I
Kebijakan
14.050.881 08 03
08 04 01 03
04
103.FA.4281.PBS
30.911.937
lo3.FA.428l.PtsS.OO l ttrr8uatan Strategi bidang
Bencana
2 2
16.042.694 08 04
06 02 01 03
2 2
7.693.803 08 04 01 03
den SFDRR
2 2
Kebijakan
7.175.440 08 04 0l 03
SK No 145002 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 01 02 0l
103.FA.4283
Mitigasi
16.724.331
103.FA.4283.PBS Kebijakan Bidang
103.FA4284
l03.FA.4284.QDC Fasilitasi dan
103.FA4284.ODC.OOl
Masyarakat
F1IIO 4250
103.FA4284.OEG
ro3.FA.4284.QEG.OO l Penguatan
23
06 04 0l 06
06 04 0l lo
SK No 145003 C
06 04 0l 07
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l 04
08 04 02 02
08 03 05 ol
06 04 0l 08
06 04 01 02
06 04 01 09
06 04 0l ol
103.FA.4284.QEG.OO t.00OO
Bencana - Pusat
23 170
06 07 05 03
o1
o3
o3 tt)
04
04
06
06
7.302.018
l03.FA.4284.UBA.OO I
7 56 Kab/Kota 7.302.018 08 04 0l 01
SK No 145004C
[(a]iII NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
103.FA"4286
Korban dan
103.FA.4286.UAC
lo3.FA.42a6.UAC.UO I Bimbingan TelEriE
d.len
200 200
l03. FA.42a6.UAC.UO 1.3372
lo O Orang 006040202
06 04 02 0l
103. FA.42A6.UAC.UO 1.3373
Salatiga
10 0
da.laE Penanganan Pengungsi -
Balikpapan
lo O
103.FA"4287 layanan Pusat
103.FA4287.UAC
SK No 145005 C
08 04 0t ol
Penanganan Da.ru.rat
5.067.920 07 09 02 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ro3.FA.4288.QEG Bantuan
r03.FA.4288.QEG.OOl Bantuan
06 04 01 0l
06 04 01
0a 04 01 04
06 04 0l
06 04 0l 7n
06 04 0r 06
0,6 04 0l 07
06 04 01 08
06 04 0l 09
06 04 01 lo
1O3.FA.4288.QEG.OOf.OOOO Bantuan Peralatan /
SK No 145006 C
o Unit 006040203 lo3.FA.4288.QEG.OO r.5 108 Bantuan Peralatan /
Buleleng
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r03.FA4288.QEG.O0 1.6104 Bantuan
Mempawah
o o Unit 0060402 04
ro3.FA.4288.QEG.OO 1.8 tO3 Bantuan
Tengah
o o Unit 0 0,6 (x 02 04
Pts
103.FA.4289.QEE Bantuan
l03.FA.4289.QEE.O01 Distribusi
103.WA.3878 Pendidikan dan Pelatihan Penanggu.langan
Bencana
5?.432.36?
r03.wA.3878.SCK.001
hiditas
200 239 Orang 15.325.405 08 04
Fasilitator
qm f66O Orang 20.691.900 08 04 0l or
SK No 14507 C
Simulasi Penanggulangan Bencana
Prioritas Nasional
200 540 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
TOTAL 3.442.957.665
c) Keterlibatan
SK No 145008 C
BADAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP 02.09,05 -
kerja
kesepakatan o 7 11
KP 07. f6.O I - Proporsi
SK No 145009 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Migran
,+44.362.410
104.DP.3894.QAA Pelayanan Publik kepada
lo4.DP.3894.QAAOO l F.rubef,dayaan Sosial dan Ekonomi
Migran
500 55f Orang 16.319.785 03 03 03 04
04 16 03 02
06 03 02 02
07 16 0l 02
104.DP.3894.QAA.OO2 Fasilitasi
500 569 orang 7.819.484 07 16 01 02
r04.DP.3894.QAA.OO3 Pel,ayanan Pelindungan terhadap PMI 12000 13508
04 19 04 02
07 16 0l 02
to4.DP.3894.QAA.OO4 Pelayanan
,109000 598817 Orang t2?.099.861 07 16 0l o1
SK No l450l0C
4.489.274
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
104.DP.4561.QA4 Pelayanan Publik kepada
104.DP.4561.QAA.OO I P.layaIai
t? 20 Orang 4.449.274 02 09 05 o1
07 16 02 02
104.DP.4562
Frlayararr
1.39?.379
l04.DP.4562.PEA Koordinasi r.397.379
di
I 2 kegiatan 1.39?.379 02 09 05 ol
lo4.DP.4575.QAA
l04.DP.4575.QAA.OOr Orientasi Pra F.rnbcrangkatan (OPE PMI
aLeEa
16000 23426 Orang 173.258.339 02 09 05 0l
04 19 04 01
07 16 0l ol
TOTAL
Keterangan:
c)
SK No
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
Pengampu Pencapaian Indikator
KP 07.08.02 - Nil,ai kinerja
KP
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
1()6-C.'
Barang/Jasa
108.215.813
l06.cJ.63l9.PAH Peraturan l,ainnya 7.106.604
Ramah
2 10 Rancangan
1.793.608 02 l5 03 03
I o Rancangan
106.cr.6319.PtsL
Bisnis Berintegritas
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.326.300 07 05 03 02
mitra/organisasi
internasional
2 8 Kegiatan 8.715.513 02 09 06 03
SK No 149603 C
1000
Pengadaan Minimal L,evel 2
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I f
106.cJ.6321
33.869.146
106. CJ. 632 I . PDE.3 I I
35 38
l06.qr.632r.scF Pelatihan Bidang
106.qr.632r.scF.5r 1 Peserta
to6.cJ.6322
106.CJ.6322.U4r
10.474.4O9
SK No l450l4C
10.478.809 07 05 03 02 106.cI.6322.UAI.431
2 50
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pt{ PP KP PROP
106.cJ.6323
PB,
39. r56.839
106.C.r_6323.PDA
106.C.!.6323.PDA. 131 Produk ramah
yang masuk dalam
2 4
106.CJ.6323.QD8 Fasilitasi dan
106.c.J.6323.QD8. l3r Penerapan
2 5 t
106.Cr.6323.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 31.251.153
l06.qJ.6s23.QDG.l r r
Sistem Pengadaan
Xr-n 500 UMKM 21.418.13E 03 03 02
o1
o3
02 03 06
106.CJ.6323.QDG.13r
Kegiatan
500
06 03 0r 02
Keterangan:
c)
SK No
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN
INDIKATOR SATUAN BASEL,JiIE2O24
Koordinator
PP 03.01 -
KPO3.0l.O8 -
KP O3.O I .08 - Ketersediaan SDM pencarian dan pertolongan yang
tahun 2020)
dang
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l07.BM.39z16
107-BM.39,16.RAP Sarana Bidang
l07.BM.39,16.RAP.0O2
Nasional)
0 I Unit 420.000.000 03 01
5 3 Unit 156.000.002 03 0l 08
Nasional)
,m 30 Unit 44.277.400 03 01 08 01
20 20 Unit 3.52?.200 03 0l oa ol
Nasional)
o Unit
Nasional)
o 5 Unit 95.297.100 03 0l OA ol
o 10 Unit 44.244.600 03 0l 08 ol
SK No 145017 C
lo Unit 69.986.400 03 0l 08 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Nasional)
4 2? Unit 43.200.000 03 01 08 0l
107.BM.39,16.RAP.Ol I Peralatan SAR
r07.BM.3946.RBH Prasarana Bidang
lo7.BM.3946.RBH.O0l
ro7-BM.3946.RCM OP Sarana
r.916.697.043
Nasional)
5118 2?02 Unit 1.916.697.043 03 0t 08 ol
107.BM.39,16.RDH OP Prasarana Bidang
26.600.988
lO7.BM-39,16-RDH.OOI
Nasional)
107.BM.39,+8 Pengelolaan
107.8M.39/+8.QHC
l07.BM.39,18.QHC.OOl Pelaksanaan Operasi SAR
Nasional)
43 43
IO7,BM.3948.OHC.OO l. 1275
Nasional) -
I I operasi 7.200.ta2 03 05 08 007
SK No
6.288.151 03 05 07
Nasionall - Kota
I 1 operasi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
IO7.BM.3948.QHC.OO1.2 lO3 Pelaksanaan Op€f,asi SAR (Prioritas
I 1 operasi
IO7.BM.3948.QHC.OOl.2 172
I I
107.8M.3948.QHC.o0f .3471
Nasional) - Kota
I 1
IO7.BM.3948.QHC.OOl.3578
Nasional) - Kota Surabaya
I
1O7.BM.3948.QHC.OOf .5 171
Nasional) - Kota Dent asar
I operasi 6.202.902 03 05 02 001
lO7.BM.39,f8.QHC.Oo 1.527 I
Nasional) - Kota Mataram
1 operasi 6.277.122 03 05 05 007
IO7.BM.3948.QHC.Oo 1.537 f
Nasional) - Kota Kupang
I I
107.8M.39,+8. QHC.00 1.7 17 r
Nasional) - Kota Manado
I I operasi 6.313.852 03 05 06 007
lO7.BM.39,f8.QHC.00 1.747 f
I I operasi 6.608.862 03 05 12 @?
IO7.BM.39,I8.QHC.OO 1.827 f
1 I
SK No
6.031.467 03 05 09 007 IO7.BM.3948.QHC.OO 1.9806 Pelaksanaan Opcf,asi SAR
I I operasi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
107.8M.39,+8.QHC.OO2 Dukungan
107.BM.3949 Pengelolaan
107.8M.3949.R4N Sarana Bidang Teknologi
70.000.ooo
ro7-BM.3949.RAN.OO 1
Nasio(lal)
4 lo Unit 70.000.000 03 0l 08 0l
107.BM.3949.RCL OP Sarana Bidaru
SAR
78 81 Unit 253.296.805 03 0l 08 0l
lo7.BM.3971.QDD Fasilitasi d6,! Peabiraarr
Masyarakat
99.400_OOO
r07.BM.397l.QDD.OO1
Bidang Pencarian dan
4 44
Masyarakat
99.400.000 08 04 04 7t
107.BM.6931 Pengelolaan Diklat SAR 470.429.8fi
1O7.BM.693l.QDC Fasilitasi dan PeEbi'raarl Masyarakat 181.262.850
SK No 145020 C
150 v)4 Orang 12.717.266 03 01 08 02 ro7.BM.693l.QDC.UOr Pelatihan Tcloris
Air untuk wil,ayah Barat (72
NAMA
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
107.BM.693r.QDC.U02 Pelatihan
Atu untuk Wilayah Tengah (72 JE (Prioritas
Nasional)
100 495
107.BM.693l.ODC.U03
Air untuk Wilayah
100 494
1O7.BM.693r.QDC.UO4
untuk Wilayah Barat (72 JD
o 494 Orang 15.634.012 03 01 08 02
lo7.BM.6931.QDC.UO5
untuk wilayah
Nasional)
o 5{)4
r07.BM.693l.QDC.UO6
untuk Wilayah
n 497
107.BM.693l.QDC.UO7 Pelatihan
(Prioritas Nasional)
o 495
107.BM.693r.QDC.U08 Pelatihan
dan Hutan
50 495 Orang 13.074.896 03 0l 08 02
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ro7.BM.6931.QDC.UO9 Pel,atihan Telmis Potensi SAR di Gunung
dan
(Prioritas
loo 5OO Orang 15-421.400 03 0l oa 02
ro7.BM.6931.QDC.U rO Pelatihan Teloris
Rcspondcf,
(Prioritas
o 495 Orang 15.63?.980 03 0l 08 02
lo7.BM.693l.QDC.Ur r Pelatihan
R6ponder untuk Wilayah
o 495 Orang 15.637.996 03 01 08 02
ro7.BM.693l.QDC.U12 Pelatihan
Reqro(ldet untuk Wilayah
o 497 Orang 15-634.000 03 01 08 02
Prasarana Pelatihan SDM
Pertolongan (Prioritas
3 o unit
289.167.000
289.167.000 03 0l 08 ol
107.BM.7065
57.389.320
Nasionall
o 3 Unit
SK No
OP Sarana Bidang
40.226.461
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
SAR (Prioritas Nasional)
o 69 Unit 40.226.461 03 0l Oa Ol
107.W4 Program
107.W4.3945
107.W4.3945.RCL OP
107.WA.3945.RCL.OOl
(Prioritas Nasio(ral)
47 n Unit 12.118.502 03 0l 08 01
Keterangan:
c) Keterlibatan
SK No 145023 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 05,05.08 -
SK No 145024C
- 94t -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribul
PN PP KP PROP
10a.EG Program
1o.477.604
2 5 Kajian 2.316.000 05 05 08 004
108.EG.3952.PBB.002 Kajian Pelaku
2 5
10a.EG.3952.PBB.OO3 Indeks
108.EG.3952.QIH
1Oa.EG.3952.QIH.OOl
SK No 145025 C
13.399.323 108.EG.3953.P88 Kebijakan Bidang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l08.EG.3953.PBB.OO3 Penelitian
2 5
l08.EG.3953.PEAOO1
5 8
5 t3
67000 irnmn ofallS 42.629.160 05 05 08 004
lo8.EG.3953.QAH
ro8.EG.3953.OAH.00r layanan
Pengawasan
DN 50
SK No 145026 C
Penanganan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2023-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
r08.EG.39s3.QCE.OOl
3 23 Berkas
l08.EG.3953.QCE.OO2
I lO Berkas
to8.EG.3953.QCE.OO3
3 lO Berkas
ro8.EG.39s3.QCE.O()4 Monitoring Pelaksanaan Perbaikan
Pelanggaran
8 Berkas Perkara 1.020.201 05 05 0a 004
ro8.EG.3953.QCE.OO5
3 6
108.EG.3955
Kerja Kqntof Wilayah KPHJ
108.EG.3955.PtsB
Mcden
3 2 Kajian
1.252.423 05 05 08 004
108.EG.3955.PBB.002 Kajian Pelaku
1 2 Kajian 815.151 Os Os 08 004
SK No 145027 C
2
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
10a.EG-3955.PBB.OO4 Kajian Pelaku Usaha di
Surabaya
I 3
I 3 Kajian 586.616 05 05 08 004
2 5 Kajian 1.039.835 05 05 08 004
I 2 Kajian
ro8.EG.39s5.QCE Penanganan Perkara 4.344.434
ro8.EG.3955.QCE.OOl
usaha di
I 3 Berkas
lo8.EG.3955.QCE.OO2
usaha di Kantor Wilayah II LampurtE
I 4
ro8.EG.3955.QCE.OO3 Klarifikasi
I 2 Berkas
lo8.EG.3955.QCE.OO4
3 Berkas
SK No 145028 C
Klarifikasi Dugaan
3 B.rkes
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r08.EG.3955.QCE.006
Usaha di
I 5
l08.EG.3955.QCE.OO7 Klarifikasi dugaan
usaha di Kantor Wilayah
I 2 Berkas Perk re 530.101 05 05 0a
l08.EG.3955.UBA Fasilitasi dart
5.868.094
l08.EG.3955.UBA.00l Advokasi
Medan
1 3 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
224.444 05 05 08 004
loa.EG.3955.UBA.OO2 Advokasi
l,artrpunS
3 I
(Prov/ Kab/ Kota)
4 2 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
7g4.t4t 05 0s 08 004
108.EG.3955.UBA.004 Advokasi
Surabaya
3 2 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
1.211.615 05 05 0a 004
SK No
Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.841.817 05 05 0A 004 108.EG.3955.UBA.005
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
10a.EG.3955.UBA.006 Advokasi Pef, saingan
Makassar
2 7 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
1.02r.$3 05 05 08 004
4
(Prov/ Kab/ Kota)
509.494 05 0s 08 004
Usaha
16.413.116
l08.EG.3956.QCE Fetrsnganan
108.EG.3956.QCE.OOl
100 Berkas Perkara
l08.EG.3956.QCE.OO2
5 A) Berkas Perk re
108.Ec.3956.QCE.OO3
Persaingan Usaha yang
7 3a
l08.EG.3956.QCE.OO4
2 25 Perk r:e 663.131 05 05 08 004
SK No
Penindakan
Sehat
10.702.010 108.EG.3957
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ro8.EG.3957.QCE
t08.EG.3957.QCE.0Or Pemb€f, kasan Dugaan
Persaingan Usaha Tdak Sehat
7 45
108.EG.3957.QCE.OO2 Penuntutan terhadap Perkara
Pelanggaran pada
Majelis
7 45 Perk ra 4.076.764 0s 05 08 004
l08.EG.39s7.QCE.OO3
terhadap Putusan KPPU
4 25
108.EG.3958
l08.EG.3958.QrH Fcngawasdr dan
Usaha
108.EG.3958.QrH.003
26 15
108.EG.3958.QIH.004
1 3il Badan Usaha
108.EG.3958.QrH.005
Notifikasi Mcrgcr dan Akuisisi
2 6 laporan 14.921.974 05 05 08 004
SK No
Sistcro
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2.O3/l.20r 05 05 08 004
104.EG.5162 Analisis Kebijakan
Perdagangan
4.667.64
? Kajian 3.137.118 05 05 08 004
Ussha
7 lo
3.060.603 02 09 06 0l
0s 05 08 004
ro8-EG.5l62.PtsB.OO3
4 4
2.469.947 05 05 0a 004
5
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Usaha dan
U.aha
6335 9020 orang 2.295.452 05 05 08 004
l08.EG.sl94.QDB Fasilitasi dar
l08.EG.5194.QDB.OO I Advokasi
l08.EG.5l94.QDH Fasilitasi dan
108.EG.5r94.QDH.OOl Advokasi
108.EG.5l94.QIH Pengawasan dai
Usaha
lo8.EG.5194.QrH.OO 1
Usaha melalui koEraro Kepatuhan
Persaingan Usaha
2 12
108.EG.5275
38.606.286
l08.EG.5275.QCE Fetrangsnan Perkara 38.606-246
108.EG.s275.QCE.OOr
lt 35 Parkere 13.014.887 05 05 08 004
SK No 145033 C
Usaha
32
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
108.EG.s275.QCE.OO3
31
TOTAL
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
SK No 145034C
OMBUDSMAN REPUBLIK
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
Pengampu
KP O7.O8.O I -
tertinggi
SK No 145035 C
2.
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I lo.cc
225.081. r52
Masyarakat
138.a22.436
r r0.cG.56r8.QAA Frlayansn Publik kepada
r 10.cG.5618.QAA.OOt
700 80o Orang 30.890.OOO O? Oa 0l o3
1r0.cG.s6r8.QAAOO2 laporan/ Pcngaduan Masyarakat yang
Diselesaikan O6bud.@6n RI
7000
r r0.cG.56r8.QAAOO3 laporan Investigasi Atas
(IAPS)
7 43 Orang 12.661.000 02 (x) 06 03
07 08 01 03
1r0.cG.s6r8.QAAOO4 laporan
(IAPS)
Publik
u 209
ot 03
1ro-cG.5619 Pencegahan Maladministrasi 86.258.716
SK No
Pengawasan dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1ro.cG.56l9.QrC.OOr
Pelayanan
85 98
07 0a ol o3
1lo.cG.5619.QIE
6.226.555
r r0.cG.56r9.QrE.oo I Opini Pengawasan
552 rll,
66.226.555 02 09 06 03
07 08 0t 03
TOTAL
c)
SK No 145037 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 06.07,05 -
KP 06.07.05 - Fcricntarc
KP 06.07.05 - Rata-rata
Kawasan
o,52 0,56 o,72
KP 06.07.05 - Rata-rata
prioritas
0,64 0,68 o,a2
SK No 145038 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGI,ATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l1 l.AG
dan l(awas6n
11.250.000
111.AG.4592
Batas Negara
6.250.000
1r r.AG.4592.QDC
1l l.AG.4592.QDC.O52 Fasilitasi
Peduli
roo 100 Orang
r
5.000.000
r 11-AG.4594.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 5.OOO.000
1r 1.AG.4594.U4C.041
Aparatur
Perbatasan Negara
550 75
TOTAL r r.250.ooo
c)
SK No 145039 C
r. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
PP
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan
KP 02.04.03 -
KP 02.04.04 - Indeks Risiko
KP 02.04.05 - Indeks Risiko Tcroris![c (Pelaku) 3(),Or 29,91 29,51
KP 02.04.06 -
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
173.866.330
1r3.BA5096.QDC Fasilitasi dan
I l3.BA.5096.QDC.OOl Fasilitasi dar
Terpapar Paham Radikal
30 30 Orang 56.676.525 02 04 05 0l
I l3.BA.5096.QDC.OO2
1r3.BA5096.QHB Operasi Bidang Keamanan
l13.BA.5096.QHB.OOl
1l3.BA5096.OHB.0O2 Kegiatan Kqrtra
Tengah
lo lO
1l3.BA.5096.QHB.OO3 Kegiatan Kontra Radikalisasi wilayah
Timur'
8 8
I l3.BA.5096.QHB.OO4 Analisis Risiko dan Kejadian
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r 13.84.5097
Barat
4 4
ft,gah
4 4 kegiatan 22.451.410 02 04 03 TN
Timur
4 4
113.BA.5094
Nasional
3 3
SK No 145044C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I
t
22 22 kegiatan 62.764.170 02 04 03 o1
TOTAL 314.688.145
Keterangan:
c)
SK No 145045 C
BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
Pcrrga.Epu
KP 0f.03.02 -
(indikator
KP
partisipatif
orang grn 16.590 27.650
KP
(tidak dihitung)
KP 07.0 I .04 -
(indikator baru)
SK No 145046 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r l5.cQ hograo
ProEee
670.638.619
r 1s.CQ.4358 Fasilitasi Pengawasan
I l5.CQ.4358.QrC
I l5.CQ.4358.QrC.OOl
Program dan
o 1 laporan 303.922.0?2 01 03 02 02
l15.CQ.4358.QrC.OO2
dan
o 1
Partisipatif
1r5.CQ.70l3.QDB Fasilitasi dan
I r5.CQ.70r3.QDB.OO l Rrsat
Partisipatif
4 0
r r5.cQ.70t3.QDB.OO2 Pusat Pendidikan dan Pelatihan
38 O
SK No 145047 C
Pengat
'a.an Pendataan DPT
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
1r5.CQ.7014.QlC
1r5.CQ.70 14.QIC.OOr Hasil Pengawasan Pendataan DPT
1 0
1r5.CQ.70 l4.QrC.OO2 Hasil
Bawaslu
552 O
r r5.cQ.7015
I l5.CQ.7O15.UAB SiateE
r r5.cQ.7or5.uAB.ool
I O Modul Aplikasi 1.522.500 07 01 03 01
r r5.cQ.70r5.uAB.o02
Informasi
9.249.214 07 0l 03
TOTAL
c) Keterlibatan
SK No 145048 C
LEMBAGA
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP O3.O2.O I -
KP
SK No 145049 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r 16.GC Program
r
116.GC.5141.RAN Sarana
a61.924.370
I 16. GC. 5 141 . RAN. O0 1 Infrastruktur, Sarana do,l
Tclcrik LPF RRI
50 165 Unit 46t.924.370 03 02 01 003
r
157.173.6/+3
I
116.GC.5142 PengcEbarEart hograa da,r
Siersn
3.5,16.392
l r6.Gc.5142.QMA Data dan
I l6.GC.5 r42.QMA.OOr layanan Siaran
I l6.GC.5l42.QMA.Oo2 layanan Siaran Sektor Prioritas O layanan 134.900 02 t4 002 0{)6
l16.GC.5 r42.QMA.0O3
SK No 145050 C
1.030.016 02 14 002 006 I l6.GC.5l42.QMA.OO4 Layanan Siaran Tcrestrial dan Digital
Penguatan Ideologi Pancasila
t0 4 l,ayanan
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1r6.GC.sr42.QMA0O5
dan Gizi
pada Usia Sekolah
o 3 layanan 941.315 02 14 002 006
r r6.cc.5142.OMA006
04 2t 04 02
Stasiun Siaran lnternasional
r16.GC.5l44.QMA Data dart
r r6.Gc.5 r44.QMA.OOl layanan Siaran MultiplatforE sasaran luar
I O layanan 740.164 02 t4 002 006
r 16.GC.51,+4.QMA.OO2 layanan Konten Digital I O layanan 145.600 02 t4 002 006
ol 02 01 fi)
f 16.GC.51,+4.QMA.OO2.O0OO
116.GC.5r,+4.QMA.OO3.O0OO INDONESIA IS ME - Pusat o I layanan 2.100.000 02 14 002 006
116.GC.5r44.QMA.004 Podcast (
116.GC.5r44.QM4.005 Mitigasi
SK No
r.060.164 02 l4 @2 006 I I6.GC.5I44.QMA,OO5.OOOO Mitigasi Bencana - Pusat o 52 layanan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
r r6.Gc.5145.QMA Data dan Infomasi Publik 13.6?4.907
r 16.GC.5145.QMA.002 Layanan
r 16.Gc.5145.QM4.003 Program Produksi Siaran Tanggap
67 O layanan 3.919.707 03 02 02 002
02 14 002 006
08 04 02 01
116.GC.5146
I l6.OC.51,16.QMA Data dan
r 16.GC.5l46.QMA.OOl Lqyanarr
I O layanan 3.916.3a3 02 t4 002 006
f f 6.GC.5 146.QMA.Oo I.OOOO
Prioritas
I O layanan 3.916.383 02 14 002 006
r r6.GC.51,|6.QMA.003.OO0O Podcast
1.051.3()2.754
c)
TOTAL
SK No 145052 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEIJNE2O24
KP O3.O2.O I - Jangkauan
lft@ to at) per populasi
SK No 145053 C
2.
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
117.GC.5152
Publik
760.147.677
r
Komunikasi
646-659-808
Pad. Wilayah
72 72 Unit t?7.714.252 03 02 01 003
layanan
23 23 Unit 71.750.000 03 02 0l OO3
r
30 30 Unit 17 t.628.746 03 02 0r 003
I
19
r
Multipl,atfcD OTT
o I Unit 35.200.000 03 02 01 003
SK No 145054C
Penyediaan Infrastruktur
Distribusi lV
I Unit 20.000.000 03 02 0l 003 l l7.Gc.s ls2.RBt.006 o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0 22 Unit 69.866.812 03 02 0t 003
dsn
r
dan Penyiaran
I I Unit 27.OOO.OOO 03 02 0l OO3
117.GC.5 r52.RDS.002
r
1 1 Unit 13.210.200 03 02 0l 003
t
MultiplatforE OTT
I I Unit
Sieren IV Publik
596.690.374
1r7.GC.5153.Q4H
I l7.GC.51s3.QAH.OOr Siaran
I I layanan 128.716.439 0l 02 0l 03
02 t4 002 006
SK No 145055 C
112.027.677 0l 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Siaran
Sya ah,
dan
02 14 002 006
I r7.GC.5r53.OAH.OO3 Siaran
sains,
hestrasi Olahraga,
P.ouda dan Pcnyardaru Disabilitas
I 1 layanan
01 02 01 o3
I t7.GC.5153.QAH.OO3.OOO0
Sains, Teknologi,
hestrasi Olahraga,
Serta
Rrsat
I I l,ayanan 180.849.841 04 2t ()4 ol
1r7.GC.5153.QAH.004 Siaran
Serta
Penyelundupan
I I
SK No
0l 02 o1 o3
- 97t -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r r7.Gc.sr53.QAH.OOs Siaran
Penyelarasan Kehidupan yang
1 I layanan 47.796.417 02 t4 @2 006
0l 02 01 03
r l7.Gc.sr53.QAH.OO6 Sialan
Ekonomi
Ekdlorri
o I layanan 20.ooo.ooo 02 t4 N2 006
01 02 0r 03
TOTAL
c)
SK No 145057 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEL,IuE2O24
Koordinator Pencapaian t
PP 02.06 - IKLN
PP 02,0,6 - IKLN
PP 02.06 - IKLN
PF 02.06 - IKLN
KP
KP 02.06,02 - IKLN Dimensi Kapasitas
KP 02.06.02 -
KP 02.06,03 - IKLN Dimensi
KP 02.06.03 -
SK No 145058 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Wilayah Perairan InddreEia dan Wilayah
Yurisdiksi
r l9.BN.5735.QHB
r l9.BN.573s.OHB.OO l
r l9.BN.5735.QHB.OO2 Patroli Mandiri ,+o l2O Hari Operasi r.625.405.643 02 06 03 o1
I
I l9.BN.5735.RA.F.OOt
ll9.BN.5735.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
3.680.969.168
SK No 145059 C
I
Peringatan
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I
r
0 I l(qwesen 400.ooo.ooo 02 06 04 02
I 19.BN.5735.RBM.O15
o I Kawasan 400.000.000 02 06 04 02
I
Keamanan
421.605.903
1
119.BN.5736 Penyiapan
l(cadEmaten Laut
3.605.069
I I
l ls.BN.5737
Dan Kerja Soma
214.325.000
SK No 149604C
2.500.000 I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
119.BN.5737.PBE.OO 1
1
Kebijakan
2.500.000 02 06 02 03
1r9.BN.5737.PEA.OO2 Patroli
I
119.8N.5737.PEB.001
119.8N.5737.PEC Kerja
r r9.BN.5737.PEC-001
Multilateral
3 1 Kegiatan 2.025.000 02 06 01 o1
r
r 19.BN.5737.QDD
4.000.000
I l9.BN.5737.QDD.OOr Relawan
Masyarakat
4.000.ooo 02 06 03 02
TOTAL
c)
SK No
BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEL,iIE2O24
PP Ol.Ol - Indeks
KP 0 I .O I .O 1 -
KP 01.01.02 -
KP
KP
KP
KP 01.01.02 - Indeks Aktualisasi Pancasil,a -
68,33 (2023) 70 74
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sosialisasi dan
305.S40.O00
Pancasila
4 I
23.500.000 Ol Ol Ol 02
122.AH.6926.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
72.320.OOO
122.AH.6926.QDD.00 r Fasilitasi
Kebajikan Pancasila
150 350
Masyarakat
72.320.OOO 0l Ol 0l 02
r22.AH.6926.OMB
r22.AH.6926.QMB.OOl
t22.AH.6926.QMB.OO2
SK No 145063 C
42.354.700 122.,It.6927 Analisis dan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penyelarasan Rancangan Produk Hukum
Yang
5
Kebijakan
31.0a7.500 0l ol or 01
dan Regulasi Yang
Nilai
2 2
11.267.200 0t 0l 01 03
122.AH.6924 Pengkajian Arah Kebijakan
Ideologi Pancasila
r22.AH.6928.PtsC
2 2
Kebijakan
27.915.OOO 01
122.AH.6928.PBH Kebijakan Bidang
9.190.700
o 2 9.190.700 0l ol ol ol
Pcrobnaan
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Ideologi
t22.AH.6929.FDt
122.AH.6929.PDI.OOl Sertifik si
250 450 Orang rr.ooo.ooo 01 01 03 02
122.AH.6929.QDC Fasilitasi dan
l22.AH.6929.QDC.OOr Fasilitasi
rrr[0
122.4H.6929.SCt
I 1568 11568 Orang aa.724.Ool 01 01
08 02 0t ol
ol
122.AH.6930
44.722.OOO
SK No 145055 C
31.626.000
Pelembagaan Pancasila
I 13.096.000 0r 01 0l 03
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I I
Kebijakan
31.626.000 Ol 0l Ol 02
TOTAL 734.346.375
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
SK No 145066 G
LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP 07.02,02 -
SK No 145067 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
123.BF Program
dan Korban
68.146.441
Korban Tindak
o o
Fcr'aturan
500.ooo o7 03 0l 02
Financing
Saksi darl Korban Tindak Pidana
o o Rancangan
500.ooo 07 03 01 02
Data
o o Rancangan
500.ooo 07 03 0l 02
dan Korban
o o REncangan
500.000 07 03 0l 02
SK No
Kebijakan
2.l8a.8lo o7 02 02 02
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tahun 2006
dan Korban
Perlindungan dan Pemulihan Saksi dan
o o
Kebijakan
500.000 07 0s 01 02
o o
soo.ooo 07 03 0l 02
dan
TeldroloEi
0
1.750.000 07 02 02 02
Melalui
Victiu Trust Fund (Dana Bantuan Korban)
o
r.507.500 07 02 02 ID
04 19 04 02
r23.BF.6220.QAA
r23.BF.6220.QAA.OO1 N<scl.raai
200 O
04 19 04 XD
r23.BF.622O.QAH
SK No 145069 C
5.OOO.OOO 07 02 02
Perlindungan dan
Korban
o I
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r23.BF.622O.QMA
l23.BF.622O.QMA.0O2 Cetak Biru
dan
I O dokumen o 04 19 04 02
0 7
3 3 Unit 18.188.600 07 03 0l 02
123.8F.6220.RP\ .00r
o 3 Unit 15.688.601 04 19 04 02
68. r46.841
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
TOTAL
SK No 145070 C
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
PP 04.08 -
PP 04,08 - Proporsi
PF (X.09 - Jumlah SDM iptek
KP 02.16.03 -
KP 02.16.05 -
KP 02.22.07 - Pusat inovasi berbasis
KP
KP
KP
KP
SK No
KP 04.08.02 -
KP 04.08.02 -
KP 04.08.02 -
KP 04.08.03 -
dan
produk - (indikator baru) 25 ll5
KP 04.08.03 -
usaha pada
KP 04.09.02 - Rasio SDM iptek per satu juta
juta penduduk
KP 04.09.02 -
SK No 145072 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI.ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
124.KB Program Riset dan Inovasi
Pengetahuan dan Teknologi
l24.KB.66aO Mandcrlcn
8.OOO.OOO
r24.KB.6680.PtsH.001 Nasl@h Kebijakan Aldral
o 2
Kebijakan
a_ooo-ooo 04 0a ol 04
2000 4147
Fungsional Bidang
disusun
9 9 Standar 3.522.100 04 08 0l 02
r24.KB.6680.QFJ Bantuan Pendidikan Tinggi
SK No 149605 C
Peserta
124.rB.6680.QE.J.0Ot 1171 Orang 302.994-451 04 0A Ol ol
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r24.KB.6680.QE r.OO2 Peserta hograltr Mobilitas Talenta Riset
dan Inovasi
10700
04 (x' 02 7n
124.KB.6681
r24.KB.668l.QMA Data den
r24.KB.668r.QMAOO1
I 0 Data 14.749.350 04 0a Ol 02
124.KB.668l.RAO.O 1r hocur€rocnt of Multi
2 o Unit 1.093.026.637 04 08 01 o3
l24.KB.668l.RAO.O l2 Peralatan
124.KB.66al.RAO.O 13
I Unit 673.390.700 04 08 0l 03
dengan Tingkat
Containment
I o Unit 300.000.000 02 16 05 02
SK No 145074C
Fasilitasi
04 08 01 o3
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
124.K8.6682.QDB Fasilitasi dan
124.K8.6682.QD8.0O I Mitra Fasilitasi Riset dan
Indonesia
7930 16444 Lembaga 200.300.001 04 09 02 lt)
124.K8.6682.QDB.0O2
124.K8.6643
124.KB.6683.QDB Fasilitasi dan
r24.KB.6683.QDB.OO 1 Mitra
100 2O7
04 08 02 04
04 08 03 lo
04 09 02 02
05 01 06 08
05 0l 19 03
124.K8.6683.QD8.002 Mitra
615
SK No 145075 C
l:].l
04 0a 03 r0
124.K8.6683.QDB.003 Mitra
176
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
124.K8.6684.QD8
124.K8.6684.QDB.0O I Beden
124.K8.6684.ODB.0O2 Hub
124.K8.6645
o 4
156.332.166
Kebudayaan
71.227.500
l24.KB.66a5.PBH.OO 1 Naskah Kebijakan Aktual Strategis
101 209
71.227.500 (x 08 03 08
r24.KB.6685.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan
l24.KB.6685.QDB.0Or Hub Inovasi Sektoral yaru
124.K8.6686.QM4
l24.KB.6686.QM,c.OO1 Data Indikator Riset,
124.KB.6687
SK No 145076 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lingkungan
I 1 Unit
t2 20 Purwarupa 62.000.000 02 lr 03 01
02 15 01 0l
02 2t 02 02
04 08 03 07
04 08 03 07
08 02 01 06
22 45
02 16 05 0l
04 08 03 0l
124.KB.6687.SDD Penelitian dan
Dipatenkan
0
SK No 145077 C
Kekayaan Intelektual Biota yang
40
o 02 16 0s ol 124.KB.668?.SDD.OO2 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202$-m29
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
Nusantara
o 40 kekayaan
o 02 16 05 01
124.K8.6648
r24.KB.6688.SDB.OO1 hl.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi Big Data 5 l5 Rrrwarupa 59.082.000 02 t4 001 003
3 30 h[trrarupa 42.500.000 04 0A 03 (x'
04 08 03 03
r24.KB.6688.SDB.OO4 hr.rwarupa Hasil
GcoinforEatika Multi
o 64 Purwarupa 44.000.000 02 t4 001 oo3
04 08 03 U?
124.KB.6689.RAO Sarana Bidang IPTEK 4A?.5?2.OOO
l24.KB.66A9.RAO.OOl
I 1 Unit 37.572.OOO 04 08 02 04
124.K8.6689.R4O.004
SK No 145078 C
Penelitian dan
54.647.000 04 0a 03 07
124-K8.6649-SDB-OO1 5 13 Rrrqrarupa
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Purwarupa Hasil
08 04
Kelautan untuk
o II Rr arupa 48.OOO.OOO 02 22 07 o3
04 0a 03 :.D
l24.KB. 66A9.SDB.OO2. 3 175 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Kelautan
o ll Purwarupa 48.OOO.OOO 05 0l 07 03
Hilirisasi SuEbcr Daya Akuatik
2 ll Purwarupa 59.192.000 02 lO 16
02 22 07 03
04 08 03 09
124.KB.66a9.SDB.003. 3 175 Pu.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi Untuk
Hilirisasi
2 1l Purwarupa 59.192.000 05 0l 07 03
124.K8.6689.SD8.004 Rrfl[arupa Hasil Riset dan Inovasi untuk
o I I
124.K8.6549.SD8.005 Purwarupa Hasil
pengelol,aan Danau
o 10 hrrnErupa 36.000.000 (N 08 03 04
SK No 145079 C
74.455.000 124. K8.6590
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
124.KB.5690.SDC Penelitian dan
r24.KB.6690.SDC.OO1 Model Hasil
Indonesiaan
18 10 model 40-455-OOO 04 08 03 :in
r24-KB.6690.SDC.OO2 Model Hasil
Dinamika Kont€rrporcf,
18 8
124.KB.6691
124-KB.6691-SDB Penelitian dar! Pengembangan hrrwarupa
6 ll Purwarupa 60.702.000 02 1l 03
04 08 03 02
01
9 40 Purwarupa 42.260.000 04 0A 03 r|li
124.KB.6692 Riset Bidang
T.lslologi Pesawat Udara
3 2l
05 0l 13 02
SK No 145080 C
14 Purwarupa 42.500.000 04 08 03 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Puiwarupa Hasil
TeldroloEi Satelit
05 01 13 05
t2 14 Purwarupa
04 0a 03 o3
05 0l 13 05
M6nuf6l(tur
I Unit 32.744.OOO 04 08 02 04
o Unit 450.OOO.OOO 04 08 02 04
lo lO
02 19 0,6 02
02 19 0l ol
o5 la 02
SK No
04 0a 03 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 01 05
05 0l 09 0r
E 16
02 15 03 0l
04 08 03
o5 01 15 o3
05 01 16 05
05 0t t7 02
ol
0
Inovasi
o 50
intelektual
005 01 05
Inovasi Teknologi Manufaktur Industri
o 50
o050l16 o5
05 0l t7 02
124.KB.6455 Riset
SK No 145082C
Penelitian dan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
20 3)
5 o mod.l 26.250.000 04 08 03 08
dan Sastra
3 5 model 21.932.000 04 08 03 :irl
124.KB.6456
Material
I Unit 42.750.OOO 04 08 02 04
124.K8.6456-RAO.OO2 Pengembangan Hub Material dan
r24.KB.6856.SD8 Penelitian dan
8 3l h.uvarupa 65.000.000 04 08 03 05
05 01 0l 03
05 0l 01 04
SK No 145083 C
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 0l 04 03
05 0t 18
Maju untuk
1l lO
6 lO
124.K8.6856.SDB.004 Purwarupa
Komposit Untuk Aplikasi
Satelit
6 72 Rrrwarupa
05 0l lo 03
05
t24.KB.6€57 Riset Bidang Tata Kelola
Ek6ro@i, dan Kesejahteraan Masyarakat
141.433.250
r24.KB.6857.SDC.OO1
Model
1l 40
r24.KB.6857.SDC.OO2
hde8aan untuk Kesejahteraan
7 30 model 29.600.000 04 08 03 08
SK No 145084C
34
yang
7 34.600.000 03 02 02 004
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
7 ,11 model 33.600.000 04 08 03 oa
124.K8.6858.QMA Data dan
124.K8.68s8.QMA.0O1
Unggul
o I Data 005 01 05 01
05 0l 05 02
05 01 06 08
05 01 ls o3
Pangan
1 Unit 34.600.000 04 0a 02 04
Budidaya Tanaman
l2 18
04 08 03 0l
SK No 145085 C
05 0l 05 o1
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
05 0l 05 02
05 01 06 :|ll
124.KB.6858.SDB.002 Purwarupa Hasil
Budidaya
8 24
Produk Pertanian
14 18
o5
o5
TA
02
TF]
ol
o1
03 02 02 004
o3 08 04 0r
05 01 05 02
05 0l 06 08
05 01 ut 03
SK No 145087 C
19 60 Purwarupa
04 13 0l o3
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
05 0l l1 05
12 30
05 0l 14 02
15 22
Nuklir
196.554.099
450 450
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145088 C
BADAN PANGAN NASIONAL
I. MATRIKS
Koordinator
PP 02.10 - Skor Pola Pangan
PP 02.lO - Skor Pola Pangan
KP 02. fO.O8 -
KP 02.10. 12 -
KP 02.10. 12 -
KP 02.10.12 -
KP O2.lO. 13 -
KP 02.lO.14 -
KP 02, 10.15 -
SK No
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
KP 02. 15.02 - Persentase
KP O5.O5.O f - Koclisicn variasi (coeffcient of va'idtionl ,J,arga pangan kumulatif
pokok
KP 07. I 5.0 I - Inflasi harga
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
t.062.259.726
360.323.644
Pangan
40 40 Rekomendasi
Kebijakan
02 09 06 03
ol l1
06
07
02 04 o?
15
dan Harga Pangan
t2 16
02 09 06 03
11
6 t4
02 l0 08 02
o3
SK No
06 02 0l 02
r25.HA.687s.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2o23-2029
(Rp Ribu)
P1\I PF KP PROP
125.H4.6875.QDD.001 Pangan yang
Masyarakat
11.298.370 06 02 01 02
07 15 0l 08
r25.HA.6875.QDD.OO2 Gerakan
60.237.447 07 15
06 02 01 02
ol
r25.HA.6875.QDD.OO3 Kios Pangan
Masyarakat
23.633.204 06 02 0l 02
07 15 01 o1
125.HA.687s.QDD.004
diperkuat
o 200
Masyarakat
6.275.441 02 lO Oa ol
r25.HA.6875.QEC Bantuan Produk o
l2s.HA.6875.QEC.0Or Penyaluran
o1
02 10 08 01
02 02 06
r25.H4.6875.QMA Date den Informasi
r25.HA.6875.QMA.001 Data dan
SK No
06 01 02 0r
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r25.HA.6875.QMA.OO2 Data dar
Harga Pangan
5 5 Data 81.603.037 07 15 0l 10
125.HA.6875.QMA.003 Data dan
Cadangan Pangan
34 39 Data 20.505.952 02 lO 08 7n
06 07 04 02
05 03 0l 05
Litrgkullgart Hidup
o7 15 0l xE
05 03 0l 05
02 10
l25.HA.6875.RAG.OO2 Sarana
Pangan
3 9 Unit 15.927.407 06 02 01 02
125.HA.6876
r25_HA.6A76.PAD
SK No 145093 C
0 R.Perpres ,l4o.ooo 02 09 06 03
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kerawanan Pangan
39 553
18.581.945 02 09 06 03
06 07 04 02
02 lo 15 01
Pangan dan Gizi
5 I
Kebijakan
20.297.146 02 09 06 03
02 ro 15
125.H4.6876.QEC Bantuan Produk 233.253.450
125.HA.6876.OEC.0O 1
Pengendalian Kerawanan
64400 94474
06 02 0l 02
125.HA.6876.QEC. r03 Bantuan Pangan tcrfortifikasi dan
Biofortifikasi
1944 2447 tt9.769.O2A 02 r0 14
06 02 0l 02
r25.HA.6876.QM4 Dete den
r25.HA.6876.QMA.OOr Data dan
I Data 5.309.136 02 l0 15
SK No
Data dan
dan Gizi
I Data 3.427.t29 02 l0 15 01 125.H4.6876.QM4.002 I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
t25.HA.6876.QMA.OO3 Data dan
125.HA.6876.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
40.039.368
125.HA.6876.RAG.001 Sarana
pangan
10 22 Unit 40.039.368 02 l5 02 o3
125.H4.6877.rcA
Pemantapan Pengarekaragaman
dan
Perizinan Produk
2400 Produk 43.234.916 02 10 13 02
l25.HA.6a77.PEH Promosi
125.HA.6877.PEH.001
02 lo t2
04 13 05 04
SK No 145096 C
20 363
Segar Aman
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
r25.HA.6877.QDB.OO2 Otoritas
dibina
236 297 LeEbaga 22.235.042 02 10 13 0l
r25.H4.6877.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
59.575.057
r25.HA.6877.QDD.OO r Kelompok
penganekaraSaman
101 2062 Kelompok
Masyarakat
5S.575-057 06 07 04 02
04 lt 02 02
02 l0 12 001
r25.H4.6877.Qr4 Pengawasan dan Pengendalian Produk
r25.HA6877.QrA.OOr Pangan
39 397 Laporan 36.091.521 02 lO 13
02 16 05 02
04 o5
r25.HA.6877.QMA
r2s.HA.6877.QMA.0O l Data Situasi
Lingkungan Hidup
22.324.917
SK No
Program Dukungan
10 Unit
2.654.*,4
125.HA.6477.R4G.001 Sarana KeaEanan dan Mutu Pangan 4 22.324.917 02 lO 13 02
125_WA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
125.WA.6874.UAB Si8teltl
2.654.568 02 lO 16 04
TOTAL 1.064.914.294
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, da'r Masyarakat
SK No 145099 C
1. MATRIKS
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 06.05 - Indeks Kota
PP 06.05 -
PP 06,05 -
KP
ha 715,32 800-450
KP 06.05.0 I -
KP 06.05.0 I -
berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara
KP 06.05.01 - Cakupan
KP
SK No
orang - (indikator baru) 1.700-4.loo 4.500-9.500 KP
KP
XP 06.05.02 - Proporsi
KP 06.05.02 -
KP 06.05.02 - Rencana klaster superhub
KP 06.05.02 -
KP 06,05,02 -
KP 06.05.02 -
Ibu Kota
p€rseIr 65 70 82
KP 06.05.02 -
KP 06.05.02 - Indeks Kualitas
KP 06.05.02 -
KP 06.05.02 - Luas lahan pertanian yang
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126. EH
126. EH.6934
126.EH.6934.PBT Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan 264.394.963
15.927.40? 06 05 02 o3
Kebijakan
13.272.440 06 05 0l Ol
126.EH.6934.PEA Koordinasi lo.200.ooo
126.EH.6934.PEA.001 Koordinasi
Lingkup
I I kegiatan 10.200.000 06 05 0l 06
126.EH.6934.RBO
126.EH.6934.RBO.OOl Pengadaan
126.EH.6935
SK No
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
27.292.91 06 05 02 03
r26.EH.6935.QAH
l26.EH.6935.QAH.OOl
Pemerintahan dan
2 2 layanan 52.106.036 06 05 01 07
I I Unit 3t.237.454 06 05 02 08
57.135.497
Masyarakat
3 3 4.862.111 06 05 02 04
126.EH.6936.PEH Promosi 26.753.792
SK No
Promosi Kebudayaan, Pariwisata dan
26.753.792 06 05 02 03 126-EH.6936-PEH-OO I I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
126.EH.6936.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
23.640.521
r26.EH.6936.QDD.OO I
Wilayah lbu Kota
I 1 10.942.899 06 05 02 05
r26.EH.6936.QDD.0O2
Masyarakat
o 0 12.697.622 06 0s 02 o4
126.EH.6936.QDG Fasilitasi darr
r26.EH.6936.QDG.@ 1
Nusantara
t26.EH.6S37
Digital
100.550.945
126.EH.6937.PBO Kebijakan
Ekosistem Digital
7
Kebijakan
29.200.247 06 05 0l 07
126.EH.6937.PBO.002 Kebijakan Bidang
SK No l45l04C
Sistem
o? 126.EH.6937.PBO.003 Kebijakan Bidang Data dat:l
Buatan
4 4 26.120.94A 06 05
126.EH.6937.UAB
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2t)29
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
126.EH.6937.UAB.OOr
0 o
Informasi
26.918.135 06 05 01 07
126.EH.6938 Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Suobcr Daya Alam
126.8H.6938.PBI
19.590.712
l26.EH.6938.PBt.OOl Kebijakan Bidang
Air
3 3
10.565.181 06 05 02 07
l26.EH.6938.PBI.OO2
Kebijakan
9.025.531 06 05 02 09
126.EH.6938.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 9.340.181
Kebijakan
9.340.141 06 05 02 tall
126.EH.6938.QAr{
r26.EH.6938.QAH.O0l
Lingkungan Hidup dan
lo lo 2.123.655 06 05 02 08
SK No 145105 C
Masyarakat
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r26.EH.6938.QDD.OO l
Bencana Naa
2 2 t.592.741 06 05 02 08
126.EH.6938.QDD.002
dan
2 2 2.804.584 06 05 02 0?
r26.EH.6938.QDD.OO3 Fasilitasi dan
Masyarakat Bidang Ketahanan Pangan
32 32 t4.647.744 06 05 02 09
126.EH.6938.Qn
r26.EH.6938.QILOOl Pengawasan dan
Hidup
4 4 6.740.796 06 05 02 08
126.EH.6938.Q .002
126.EH.6938.RAc Sarana Bidang
2 2 14.414.071 06 05 02 08
SK No
7.014.961 06 0s 02 f0tl
Hidup
I I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKAS;I ALOKASI
(Rp Ribu)
P'N PF KP PROP
126.EH.6934.REA
18.113.412
126.EH.6939 Pengelolaan Pendanaan dan
Kebijakan
2 2
r
5.627.472 06 0s 02 02
126.EH.6939.PEH
Promosi
3 3 6.290.137 06 05 02 02
126.EH.6939.PEH.OOr
Berusaha
2 2 34.996.065 06 05 02 02
126.EH.6939.PEH.002
126.EH.6940
darr Prasarana
SK No
0060502 o4
Kebijakan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan Perkotaan
4 I
Kebijakan
5.100.000 06 05 01 02
r26.EH.694O.QAH
l26.EH.6940.QAH.OO2
Massal
2 2 layanan 109.623.000 06 05 0l o5
r26-EH-6940.RAC Sarana Bidang Konektivitas Darat r.086.668.077
l26.EH.6940.RAJ.OOl
4.764.850.000
dan Yudikatif
o o unit 4.OOO.000.OOO 06 05 0l 03
126.EH.6940.RBC Prasarana Bidang
(Jdar!)
SK No
MUT
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
MUT
o o l.m 16.576.000.000 06 05
126.EH.6940.RBO
o o LE 1.400.000.000 06 05 01
o o hektar 3.860.309.534 06 05 01 02
126-EH.6940.RBR Dukungan
Prasarana
3 2
126.EH.6940.RBR.O02 Dukungan Telslis Bidang
Gedung, Kawasan dan Perkotaan
2 2
r26.EH.6940.RBR.003 Dukungan
9 9 79.440.OOO 06 05 02 05
126.EH.6940.RCC OP Sarana Bidang
33.434.637.725
SK No
OM Hunian - Pembayaran AP unit 26.226.0,00.000 06 05 0r
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126.EH.6940.RDC OP Prasarana Bidang
(Jalan)
r.100.288.857
126.EH.6940.RDG.001 OM
126.EH.6940.RDO OP Prasarana
t26.EH.6940.RDO.OOl OM
r26.EH.6940.RDO.002 OM
r26.EH.6940.RDO.OO3 OM -
TOTAL
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Us$a, dan
SK No l45ll0C
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.lO.lO -
KP 02.10.13 -
derr
KP 02. 10.13 -
KP 02. lO.13 -
I(P 02,lO,13 -
(omq
p€f,8en 0 85 95
KP 02. f6.02 -
di area karantina
KP 02.16.04 -
SK No
.
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
4.239.577.547
127.HA.7000.PtsR. rOr Kebijakan Manajemen Risiko
Hewan
,+8 40
Kebijakan
02 10 13 04
02 16 04 ol
17.988.050 02 09 06 03
02 10 13 04
48 40
17.988.050 02 16 0+ 0r
02 lo 13 0l
r27.HA.7000.PBR. l04 Kebijakan Analisis Risiko
6.934.701 02 lO 13 04
SK No
Kebijakan
Hewan
6.934.701 02 lO 13 04 127.H4.7000.PtsR. 105 6 o
Kebijakan
PROCRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
127.HA.7000-PBR. r06 Kebijakan
0 6
127.H4.7000.PBR- 107 Kebijakan
Mctodc
o 6
6.934.701 02 lO 13 In
127.HA.7000.PtsR. rO8
Karantina Hewan
o 6
6.934.701 02 lO 13 02
Inspeksi, Audit, dan
hewan
6 o Rekomendasi
6.934.?Ot 02 lO 13 ol
127.HA.7000.PBR. l rO Kebijakan
AntarArea
6 o
127.HA.7000.PBR.11 I
Pengawasan /
6 0
6.934.701 02 lo 13 0l
6 o
6.934.701 02 lo 13 0l
127.HA-7001
SK No l45l 14 C
Kebijakan
48 40 14.270.490 02 16 04 o1
127.HA.700r.PtsR 117.223.789
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebijakan
Ikan
04
03
13
06
lo
09
02
02
Kebijakan
18.270.+90 02 09 06 03
02 lo 13 04
48 40 Rekomendasi
18.270.500 02 lo 13 0l
02 16 04 0l
Kebijakan
6.934-70r 02 lo 13 04
Il(an
6 o
Kebijakan
6.934.?Ot 02 l0 13
6 0
6.934.701 02 l0 13 04
Metode Karantina
6 0
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 02
lGrentina
6 0
Kebijakan
6.9y.701 02 10 13 02
Audit, dan Verifikasi karantina Ikan
6 0
6.934.701 02 rO 13 ol
SK No 145115 C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
AntarArea
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 01
6
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 o 0l
127 .IlA.7001 .PBR.2[2 Kebijakan
6 o
6.934.701 02 10 13 01
121.349.174
t27.H4.7002.P8R
48 40
Kcbjakan
19.645.621 02 10 13 04
02 09 06 03
02 t6 04 0l
127.HA,.7002.PB.R.302 Kebijakan Standar Karantina
Kebijakan
19.645.620 02 09 06 03
02 10 13 04
SK No l45l16C
Karantina
48 42
In lo 13 o1
Kebijakan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 6
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 o4
127.HA.7002.PBR.305 Kebijakan
tumbuh.n
o 6
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 o1
127.HA.7002.PBR.306 Kebijakan Si.tem Ketertelusuran Karantina
6 o
6 o
127.HA.7002.PBR.304 Kebijakan Standar
6 o
Audit, dan
6 o
Kebijakan
127.HA.7002.PBR.310 Kebijakan Tindakan karantina tumbuhan,
pengawasan/
AntaiArea
6 0
6-934-70r 02 10 13
pengawasan/ pengendalian
o 6
Kebijakan
6 o
SK No l45l17C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
127.HA.7003.PBR Kebijakan Bidang
6 6
3r.,+06.083 02 09 06 03
02 10 13 02
Metode F.rksrsntineen
32 32
Kebijakan
127.HA.7003.PDC Sertifikasi
127.HA.7003.PDC.501 Hasil
02 10 13 0t
02 09 06 03
l27.HA70O3.QrA
127.HA.7OO3.QrA.60l
TN lo 13 0r
02 09 06 03
SK No
2.O76.2s4 02 lO 13 04 r27.HA.7003.QI4.602
Lintas Batas Negara
Perbatasan Negara
0 12 Laporan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l27.HA.7OO3.QlA.603
0 6
127.H4.7003.QIA.604 Inspeksi, Audit, dar
127.HA.7OO3.QrA.6Os Hasil
127.HA.7OO3.QIA.606
Karantina
o 6 Laporan 744.36?.?95 02 lO 13 04
127.HA.7003.RAG Sarana Bidang
405.42 r. r33
127.HA.7003.RAG.950 Sarana
dan Lingkungan Hidup
TOTAL 4.239.577.547
Keterangan:
c) Keterlibatan
SK No l45l19C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian
W 04.12 -
PP 04. f2 -
PP 04.12 - Tingkat kehadiran siswa dan santri
PF 04. f2 -
Pengampu
KP 04. f 2.01 -
KP 04.12.01 -
KP 04.l2.O I - Ferscntaac anak balita
KP 04.12.01 -
persen - (indikator baru) 24 roo
KP 04.12.01 -
SK No l45l20C
fP
KP
KP
KP
KP 04. 12.01 -
KP 04.12.02 -
KP 04.12.02 -
KP 04.12.02 -
SK No l45l2l0
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
128.DT.707 |
dilatih di Wilayah I
63350 63350
dilatih di Wilayah II
124250 l2A25O
dilatih di Wilayah III
58400 58400 Orang 204.400.001 04 t2 02 03
128.DT.7072 Penyediaan dan
untuk Anak
1.067.699.360.257
l2a.DT.7072.QE,A
128.DT.7072.QEAOOr Bantuan
1961588 8151367 Orang 116.308.019.910 04 t2 0l 02
SK No l45l22C
6743995 401.45t.5?7.3t4 04 t2 01 02 128.DT.7072.QEA002 Bantuan
SD/ M I/
24132623 Orang
UEUK INDONEsIA
KODE
NAMA
FROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
128.DT.7072.QEA.OO3 Bantuan
SMP/ MTs/ sedcrqiat
3213408 13258210 Orang t49.241.167.7to 04 t2 0l 02
128.DT.7072.QEA.OO4 Bantuan
SMA/ MA/ SMK/ sederajat
2923294
l28.DT.7072.QEA.OO5 Bantuan makar bergizi kepada arEk SLB 34923 161857 Orang 2.309.343.423 04 t2
l28.DT.7072.QEA.006
128.DT.7072.RAB Sarana Bidang Kesehatan
128.DT.7072.RAB.002 Nat ukur
badan siswa terintegrasi
5000 5000 Unit 249.999.999 04 t2 02 02
128.DT.7072.RAB.003 Satuan
128.DT.7072.RBV Prasarana
(PNI
untuk lbu Hamil, Ibu Menyusui, dan
di
SK No 145123 C
Bantuan Masyarakat
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
128.DT.7073.QEA.OOl Bantuan makan bergizi kepada lbu
88646 966970 Orang 6.853.188.262 04 L2 0l 0l
128.m.7O73.QEA.002 Bantuan
s€ltat
128.m.7073.QE4.005
r28.m.7O73.QEA.OO6 Bantuan makan bergizi kc?ada ibu
257024 240364.9 Orang 21.502.633.372 04 t2 0l ol
r28.m.7073.QE4.007 Bantuan makan bergizi kepada Balita
?3!;65? 6497672
124.DT.7074
Gizi Nasional
30.000.000
128.DT.7074.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan
nasional
4 4 NFI'(
SK No
Gizi Nasional
3 NSPK
2.999.999.455
o1
128.DT.7075
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PbI PF KP PROP
2.999.999.455 04 t2 02 o1
124.DT.7076
128.DT.7076.PEH
hoEosi dan Edukasi
Nasional
251.250.000
251.250.000
gizi omine
25020
gizi
Gizi Nasional
414.427.734
r28.DT.7O78.QDD
249.999.99
r28.DT.7O78.QDD.OOr
komunitas Eaalaarakat
5000 E lalr]
Masyarakat
249.999.99 04 t2 02 03
SK No 145125 C
KODE
NAMA
PROGRAJT.I/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
128.DT.7078.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM
128.DT.7078.QDG.OO I
daerah/ uEh /
2000 2000 UMKM 164.427.735 02 15 02 03
04 t2 02 03
TOTAL 1.42t.17 I .27 0.7 64
Keterangan:
c) Keterlibatan
SK No
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN
Koordinator
Koordinator Pencapaian
PN Ol -
PN 02 - Asia
PN 02 -
PN 02 -
PN 02 -
PN 07 -
PP Ol.Ol -
SK No 145127 C
INDIKATOR SATUAN
PP 01.04 - Indeks
PP
PP
PP
PP 07.01 - Indeks
PF 07.01 - Indeks Integritas Partai Politik
PP 07.01 -
PF 07.03 -
PF 07.03 - Indeks
PF 07.05 -
Pengampu
KP
oleh aparat negara
44,47
KP
KP 07.03.01 -
SK No 145128 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
129.CL
129.CL.7296 Koordinasi Bidang Politik
2 2
Kebijakan
8.250.000 01 04 0l 02
2 2
Kebijakan
15.500.000 07 0l ot o1
2 2
Kebijakan
13.445.000 07 01 03 03
129.CL.7379 Koordinasi Bidang
Ketertiban Masyarakat
21.445.OOO
129.CL.7379.PBE Kebijakan Bidang
Keamanan
Berbasis Tcloiotogi
2 I Rekomendasi
10.645.000 07 03 02 ol
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
129.CL.7379.PBE.003 Rekomendasi Kebijakan
Keadilan
Penegakan Hul<tutr
0 1
7.200.000 07 03 02 01
dan Pelatihan
o o
Kebijakan
4.000.000 07 02 03 02
Keterangan:
c)
SK No 145130 C
KEMENTERI,AN KOORDINATOR BIDANG HUKUM, HAK ASASI MANUSI,A, IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
1. MATRIKS
Pl\I 07 -
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025---2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202s-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
130-cL.7151
130.CL.7151.PBD
t30.cL_ 7l5 t.PtsD_OO I
Substansi
Mengedepankan
o I
Kebijakan
500.000 07 03 02 0l
500.ooo
Keterangan:
c)
TOTAL
SK No l45l340
KEMENTERI,AN KOORDINATOR BIDANG PANGAN
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian
Koordinator Pencapaian
PN 02 -
PN 02 -
PF 02.10 -
Catatan:
SK No 145135 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Koordinator
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 02 -
PN 03 - Stok infrastruktur terhadap PDB
PN 06 -
PN 06 - Proporsi PDRB
Catatan:
SK No 145136 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2s
Koordinator
Tingkat
Koordinator Pencapaian Indikator
PN 03 - Proporsi PDB
PN 06 - Proporsi penduduk kelas
PN 06 -
PN 06 - Tingkat
Koordinator Pencapaian
PP 06.02 -
PP 06.02 - Cakupan
D
32, r5 43,92
SK No 145137 C
KP 06.02.02 - Jumlah
inklusif
SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S
3 (2023)
kebijakan
3 4
KP 06.07.07 - Jumlah
SK No 145138 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
134.CL.7199 Koordinasi Peningkatan
Sosial
37.694.465
r34.CL.7r99.PBN.OO I Kajian dan Telahaan
6 6
06 02 02 02
2 2
Kebijakan
2.654.56A 06 02 02 02
134.CL.7199.PEA Koordinasi 3. r8s.482
Jaminan Sosia.l
Daerah
I f kegiatan t.592.741 06 02 02 02
t34.CL.7199.PEA.OO2 Koordinasi
Jardnan Sosial Kesehatan tirsat dan
Daerah
1 f
06 02 02 02
TOTAL
KetarartSan:
c) Keterlibatan P.ran
SK No
I. MATRIKS
PP
PP 07.02 - Indeks Budaya Hukum
KP 07.02,01 - Indeks Kualitas
KP 07.02.02 -
KP 07.02.03 - Tingkat kepatutan
KP 07.02.03 -
SK No t45l40C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
m25-m29
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
135.BB.7125 Perancangan
Undangan
22.O44.4o0
07 03 02 02
o? 03 02 02
l35.BB.7 t25.PAA.OO4 RUU Jaminan Benda
07 03 02 02
Undang
Narkotika
I I RUU s.000.715 07 06 04 ol
135.B8.7 r25.PAA.006 RUU
o 1 RUU 1.503.000 07 03 02 02
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tahun 2Ol I
o 0 RUU I.OOO.OOO 07 02 02 02
o o RUU l.500.ooo o7 02 0l 01
Korupsi
o I RUU 1.512.000 07 05 0l o1
135.88.7125.PAC
0 I kegiatan r.200.000 07 02
SK No 149609 C
Date den
O H@an
14.334.396
l35.BB.7l31.QMA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r35.8B.7 r31.QMA.OO1
(rRH)
o I
135.BF
Internasional
I1.20 l 604
135-BF-7106.PBD
o
5.600.802 07 03 02 02
r35-BF-7 r06_PBD-OO2 Naskah Urgensi
o 0
Kebijakan
t35.BF-7112 AdE ini8trasi Badan Usaha 500-ooo
Kebijakan
500.ooo 07 05 01 02
Hukum
7-639-(x)0
SK No 145143 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r3s-8F.7 r35.PBD.OO1
o 0
Kebijakan
500.000 07 02 03 o1
r3s.BF.7l35.QDB
135.8F.7135.QD8.002 Peningkatan Kapasitas Organisasi
o O
r35.BF.7l35.QDB.O03 Pos Layanan Hukum Desa/Kelurahan o 729
r35.BF.7r35.QMA Data dan
135.8F.7 r35.QMA.OOl Fenlrugunan Peta
Wilayah
l35.BF.? 136.PDE.001 Kegiatan V6if <asi dan
Wilayah
0 O
135.8F.7136.Q8A Layanan Bantuan
r35.BF.7136.QBA.UOr
SK No l45l44C
Masyarakat
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l35.BF.7l36.QBC.UOl Kegiatan Bantuan Hukum Non Litigasi 839 839 Kelompok
Masyarakat
47.524.N9 07 02 02 ol
135-WA
Kementerian Hukum
2.000.960 02 09 06 o3
o7 02 01 01
Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang
Hukum
0 o
Telstis Lainnya Ditjen
I1.o27 .616
l35.WA.7l22.PFA Norma, Standar, Prosedur, daIt
Peraturan Presiden
I o NFIJ( 11.027.616 07 03 02 02
(N 09 04 02
03 06 0l 04
SK No 149610C
08 02 04 0l
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan P€hbinasn Hukum
3.584.599
l35.WA.7r39.QMA Data dan
135.W4.7139.QMA.0O l
(IRH)
1 0
135.WA.7140.PBD
Badan
o 1
Kebijakan
370.144 07 03 02 02
l35.WA.7l4s.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 9.183.800
dan Daerah
9.165.475
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
KUHP
342 342
TOTAL
c) Keterlibatan Pefatr
SK No 145147 C
KEMENTERI,AN HAK ASASI MANUSI,A
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
P'N Ol - Indeks Hak Asasi
Koordinator
PP
PP 01.05 -
Pengampu
KP
KP
Perpres RANHAM
SK No 145148 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
I 1 Rekomendasi
5.733.466
136.8G.6 148. PtsD.OO2.OOOO
Undangan dari
lo
1.439.496 01 05 01
3 o
500.ooo 0l 05 0l 02
o o
Kebijakan
500.ooo 0l 05 01 02
pendidikan HAM di K/L/D/Swasta
o o
500.ooo ol 05 0l 02
diratifikasi
o o
Kebijakan
500.ooo ol 05 0r ol
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0 o
Kebijakan
500.ooo ol 05 02 02
I36.BG.6 T,+8.QDB Fasilitasi dan
136.8G.612+8.QDB.Ool Pendidikan t{AM bagi K/L/D 259 585
l36.BG.6I48.QDB.OOr.00O0
l36.BG.6r48.QDB.OO2
l36.BG.6l48.QDB.OO3 Pendidikan tlAM
l36.BG.6r48.QMA Data dan
l36.BG.6l48.QMA.OO I Indeks HAM Indonesia 1 I dokumen
f36.BG.6f 48.QMA.OO1.O@O Indeks HAM
dan
3.200.000
o 250
SK No 145150 C
Koordinasi 4.400.000
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
in.truacn HAM
o 4 kegiatan 4.800.ooo 0l 05 02 ot
136.BG.6l50.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
136.BG.6 r50.QDB.O0l
136.8G.6 l50.QDB.00 1.0000 Pelaksanaan Aksi HAM dalsn RANHAM -
350 350
l36.BG.6150.QDB.0O2 Strategi Nasional Bisnis dan HAM 54 54
ol 05 02 01
l36.BG.6l50.QDB.OO3 Fasilitasi
Berbasis HAM di K/L/D
o 3
t36.BG.6150-UAB
6.179.226 0l 05 0l Ol
TOTAL 79.441.967
c) Keterlibatan Peran
SK No
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r37.8F.6159.QHB Operasi Bidang
r37.BF.61s9.QHB.UOr
l37.BF.6l6t.QHB Operasi
l37.BF.6t6l.QHB.UO2 Operasi Mandiri di Wil,ayah o 26Al operasi
r37.BF.6r6r.QIB
r37.BF.6r6r.QrB.OO2
SK No 145152 C
16.433.250 137.BF.6165
Peabimbingatr
Keadilan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
137.BF.6166
Unit Usaha
Masyarakat
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
5 0
o1
6.761.930
02 o3 o7
137.BF.6166.QMA Data dan
137.BF.6l66.QMA.OO1 Layanan
PerEasyarakatar
I I Data 6.389.930 07 03 02
l37.BF.6166.QMA.OO2
Bidang
o I Data 3?2.OOO O? 03 02 01
Barang Rampasan Negara
744.OOO
l37.BF.6l6A.QMA Data dan InfGEaii Publik 744.OOO
SK No 145153 C
12 dokumen
0l r37.BF.6r68.QMA.OO1 Penguatan Sinergi APH
Overstaying bagi Tahanan
o 744.OOO 07 03 02
Wilayah
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o O peraturan
137-BF-6l70.PEA
137_BF-6170.PEA.OOt Kegiatan
S€t<tor dalam
o 242 kegiatan 9.390.000 07 03 02 0l
l37.BF.6r70.QDB
137.BF.6l70.QDB.OOr Fasilitasi
pada Tahanan oleh LBH
o 165
TOTAL 430.842.680
Keterangan:
c)
Catatan:
SK No l45l54G
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Koordinator Pencapaian Indikator Program
PP 04.01 -
PP 04.02 -
PF
PF 04.05 -
peningkatan
PP
KP O4.O I .O I - Angka partisipasi kasar (APK) PAUD
KP O4.O 1.02 -
SK No 145155 C
0,765 0,788 0,809 KP 04.01.03 - Rasio APK
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 04.01.04 -
pendidikan
anak - (indikator baru)
KP
untuk tujuan
KP 04.02.02 - Per3etrtasc satuan pendidikan
KP 04.02.03 -
standar
(a) literasi
(b)
(b) 62,sr (2023)
(a) 68,62;
(b)
(al
(b)
KP 04.02.04 -
KP 04.02.06 - P6s€ntas.
yang kontekstual berpusat pada
persen 83,94 47,
KP 04.02.08 -
KP
KP 04.04.02 -
guru dengan kategori baik
SK No
N
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
KP 04.05.02 -
KP 04.05.03 -
KP
KP
KP 04.20.01 -
KP 08.02.05 -
SK No 145157 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
138.DF
138.DF.7575 Layanan Pembiayaan
r38.DF.7575.QEK
r38.DF.7575.QEK.0Or Siswa SD/ Paket A Yang
10360614 10360614 Orang 21.140.894.495 06 02
04 0l 03 02
ol
138.DF.7575.QEK.002 Siswa SMP/Paket B Yang
4369968 4369968 Orang
06 02 01 o1
138.DF.7575.QEK.003
1368243 1935774 Orang
04 0t 03 02
o1
138.DF.7575.QEK.OO3.OOOO Siswa SMA/Paket C
Program Indonesia
1368243 1935774 Orang 14.121.944.400 04 l9 01 02
138.DF.7575.QEK.004
1829167 19282?1
04 0l 03 02
ol
SK No 145158 C
3479
04 0l 04 o1
l38.DF.7575.QEK.OO5 Siswa Penerima
Menengah (ADEM)
3479 Orang 559.443.981 04 01 03 02
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl{ PF KP PROP
06 02 01 o1
r38.DF.7575.QEK.006 ATS yang mendapatkan Beasiswa
o IOOOO0 Orang 2.OOO.000.OOO 04 0l 04 02
r38.DF.757s.QEK.0O7
lndonesia
o 610710
162.722.957
r38.DF.7595.QD8 Fasilitasi dan PcDbinaar!
r38.DF.7595.QDB.3 t3 SMP yang
514 514 l,crnbaga
138.DF.7596
r38.DF.7596.QD8 Fasilitasi dort
138.DF.7596.QD8.203
134.DF.7597
SD yang
514 514
6.462.44?.237
138.DF.7597.QD8 Fasilitasi dqrr
r38.DF.7597.QDB. r03 Satuan PAUD yang
Dukungan
Tahun
514 5f4 L€trlbaga 375.047.237 04 0l Ol 02
SK No 145159 C
04 05 02 0l
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
6.087.360.000
l38.DF.7597.RBr.l0s PAUD baru
138.DF.7599
138.DF.7599.QDB
138.DF.7599.QDB.4Os SMA yang
74 ?4
l3a.DF.7599.RBI.OO1
o 4926 unit 122.624.327.384 04 0l 02
r38.Dr.7562.QEK Bantuan
SK No l45160C
74042 16.452.112.494 04 04 02 o6 r38.Dr.7562.QEK.0O1 Guru
Tuttjalgar
I7OA2O
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
138.Dt.7562.QEK.002 Guru Dikdas Non-ASN yang
138.Dr.7562.QEK.0O3 Guru
r I 1513 ,Frr!:ro Orang 24.136.347.7 15 04 04 02 06
138.Dt.7562.QEK.0O4 Kepala Sekolah Non-ASN yang Menerima
Tunjangan Profesi
55567 55567
l38.Dr.7562.QEK.OOs Guru TK/ TKI,B yang McoeriEa
Khuaug
421 6547
r38.Dr.7562.QEr.006 Guru Dikdas yaru Menerima Tunjangan
25631 25631 Orang
r38.Dl.7562.QEK.OO7 Guru Diloren yang Menerima Tunjangan
3418 3418 Orang 369.394.4a5 04 04 02 02
138.DI.7562.QEK.008 Kepala Sekolah yang
Khusus
476 476 Orang 37.212.305 04 04 02 m
138.DI.7562.QEK.0O9 Guru TK/TKLB/ DiLEas Non-ASN yarlg
27494
138.Dt.7562.QEK.010 Guru Dikdas Non-ASN Yang
lnrcotif
36006 36006 Orang 163.874.880 04 04 02 :a]a
SK No
Guru Dikmen
3500 177 t9 Orang 18.989.100 04 04 02 0,6 138.DI.7562.QEK.01 1
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
138.DI.7563
Jarak Jauh (PTJJ) di Asia Tenggara
24.451.574
138.Dr-7563_PEE Kemitraan 7.157.a40
138.Dr.7563.PEE-0()7
138.DI.7563.SCr
138.DI.7563.SCr-OO7
3900 3900 8.846.869 04 02 04 02
Kawasan Asia
1 1 8.8,16.869 04 02 04 02
138.DI.7569
138.DI.7569.PEG
Kebahasaan dan KeaaEtr'aen
23 23 Kegiatan 134.790.553 04 09 0l 02
08 02 05 0t
138.Dr.7569.ODC Fasilitasi dan PeEbinaan Masyarakat 214.654.957
SK No 145162 C
Penutur bahasa terbina
04 l0 02 02
138.DI.7569.QDC.OOl 10492
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ROIPROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l38.Dr.7569.QDC.OO2
08 02 05 0l
13a.DI.7569.QDC.OO3 Generasi
04 lo 02 02
138.Dr.7s69.QMA Data darr
l38.Dr.7s69.QMA.OOr Alih Wahana Karya Sastra 34 34
r38.Dr.7569.QMA.002 Produk
r38.Dr.7569.QMA.003 Produk Penerjemahan
04 09 0l ol
138.Dt.7570
Dini dan
797.752.054
r38.Dr.757O.QDC Fasilitasi dan
r38.Dr.7570.QDC.0Or Guru PAUD dan
dalen Pengembangan Karir
1560 1560 Orang 56.507.164 04 02 02 02
138.Dr.7570.QDC.002 Pendidik PAUD yang difasilitasi
sr/Drv
o ,16OO Orang
SK No 145163 C
Penghargaan
262 Orang
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l38.Dl.757O.QDC.Ol I Instruktur Guru PAUD dart
t F{0 850
138.DI.7570.U84 Fasilitasi dan Pembinaan
133.478.385
138.DI.7572
datt Pendidikan Layanan
676.s47.693
r38.Dr.7572.QD8
r38.Dr.7572.QD8.503 Satuan Pendidikan yang Mendapatkan
642 642
r38.Dr.7572.QD8.53r Satuan Pendidikan Khusus
EI:l 38
138.DI.7572.QD8.533 Satuan Peitdidilqn Khusus
Melaksanakan
m 3a
04 ll 03 0l
r38.Dr.7572.QD8.538 Satuan
Menerapkan
PeE belaj6ran Yang Berlaku
gltl 38
SK No l45l54C
Sekolah
m 82.144.243 04 0l 04
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
138.Dt.7572.QD8.580 Satuan Pendidikan Khusus yang
r!1UtU
3A 38
Masyarakat
440.136.426
138.Dr.7573.QDB Fasilitasi
138.DI.7573.QD8.508 Satuan Pendidikan Yang
Pembinaan
514 514
r38.Dr.7573.QDB.538
514 514
r38.Dr.7573.QDB.580
mendapatkan pendampingan peningkatan
rnutu
514 5I4
r38.Dr.7s73.QDC
l38.Dl.7573.QDC.5 tO Orang Dewasa Yang
3:}000 33000 Orang 123.991.461 04 02 08
04 20 0l 02
138.DI.7576
SK No 145165C
79.323.936 0a 02 0l Ol
138.Dr.7576.QM8 281.678.168
138.Dr.7576.QMB.004 6 6 layanan
NAMA
FROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
layanan Penguatan
Pelajar Pancasila
04 02 02 ol
138.Dr.7576.QMB.005
3 3 layanan
03 02 07 ol
08 02 0l o1
l38.Dt.7576.QMB.006
inklusivitas dan kebinekaan satuan
petrdidikan
2 2 layanan 45.279.501 08 02 0l
04 19 04
o1
02
o1 7U 02 04
tsa.Dt.?57? Pendayagunaan Teloroloai
668.460.376
5 5
02 03 o5 04
138.DI.7578
dan
753.114.124
r38.Dr.7578.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 7 t.463.261
SK No
623 840
r38.Dr.7s78.QEK.0O l Peserta didik yang difasilitasi karir
untuk
7 | .463.261 04 0 I 03 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l38.Dl.7578.QEK.OO I.OOOO
623 440
l38.DI.757a.SCI
l38.DI.757a.SCI.OOl
untuk Menjaring Minat,
r38.DI.?57a.SCr.OO3
5786 5746 Orang 216.44.t69 04 09 0l 0l
l38.DI.757a.SCI.006
Prestasinya Tahap
229 229
Ketalentaan
138.DI.7578.SCt.008
800 8OO Orang
138.DI.7600
860.004.039
138.D1.7600.QD8 Fasilitasi dan
l38.DI.7600.QDB. r38 Satuan PAUD yang
da,r Model
514 514
SK No l45167C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Satuan PAUD
04 tt 02 02
138.Dr.7600.QDB. r4s Satuan PAUD yang
UKS
514 514
04 t2 0r 03
138.Dr.7600.QD8. r80 Satuan PAUD yang Mendapatkan
Pendampingan
514 5I4
04 05 02 0l
Sekolah Dasar
t38.DI.760l.QDB Fasilitasi dan
l38.DI.760l.QDB.23l
l38.Dr.760l.QDB.23:!
SD yang Mendapatkan
SD yang Melaksanakan
514
514
ol
514
04 11 03 ol
04 12 01 03
138.Dr.760l.QDB.23a SD Yang
514 514
SK No 145168 C
514 514
peningkatan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEKI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
13a.DI.7602 Peningkatan Kualitas PeEbclajaran
1.o21.64?.t53
l38.Dr.7602.QDB Fasilitasi dan
l38.Dt.7602.QDB.33t SMP yartg
Pendidik n
514 514 lannbaga 135.113.453 04 02 02 ol
r38.Dr.7602.QDB.333 SMP y€flg
04 11 03 01
04 t2 0l o3
138.Dr.7602.QD8.338 SMP Yang Menerapkan
berlaku
514 514
l38.Dr.7602.QDB.38O SMP yang
peningkatan
514 514
134.DI.7603 Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Sekolah
834.685.145
r38.Dr.7603.QDB Fasilitasi dan
r38.Dr.7603.QDB.43r SMA yang
74 74
SK No
SMA yang
04 t2 01 03
r38.Dr.7603.QD8.43:| 74
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 1l 03
138.DI.7603.QD8.438 SMA yang Menerapkan
74 74
l3a.Dr.7603.QDB.48O SMA yang
Peningkatan Mutu
74 74
134.Dr.7605 Layanan Penjaminan Mutu Pendidikan
jcnjarlg PAUD, Dikdas, DiLrr€n dan Dikmas
138.DI.7605.QD8 Fasilitasi dan
138.DI.7605.QD8.750 Satuan PAUD, Dikdas, Dikmen dan
8079 ffi79 l,crobaga 2.370.542.945 04 05 03 01
134.DI.7607
Kebudayaan
1? 1.252.274
6 6
32.004.597 04 02 03 03
13A.DI.7607.PBH.OO2
too.o42.2@ 04 02 03 03
SK No
Pelayanan Publik kepada
5
964.719.674
138.Dr.7607.QAA
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
r38.Dr.7607.QAA.OOr Pelayanan
138.Dr.7607.QDB Fasilitasi dan PcEbinaan Lembaga 568.910.692
l3a.DI.7607.QDB.00l Satuan Pendidikan yang Mclakssnakan
As€atrcn
494665 494665 Lembaga
r38.DI.7607.QMA Dete den
138.Dr.7607.QMA.OOl
l38.Dr.7607.QMA.OO2 Si3teE Informasi
134.DI.7608
138.Dr.7608.PDE.001
349.673.680
138.DI.7609.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
322.574.949
r3a.Dr.7609-PBH_OOr Model
275 279
206.016.454 04 02 06 02
SK No
530 530
15.566.533
138.DI.7609.PBH.002 Perangkat p€Ebelajaran yang adaptif dan
116.562.095 04 02 06 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
140 l4O Orang 15.566.533 04 02 06 02
138.Dt.7609.QMA Data dan lofort rasi Publik I 1.528.198
t38.Dt.7609.QMA.OOl SiateE
134.DI.7610.P8H Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
138.Dr.7610.PBH.00r Buku Pendidikan yang Disusun,
2000 2000
Kebijakan
295.571.054 04 02 06 0l
138.DI.7610.PDI.OOl SDM
138.D1.7610.QD8
138.Dr.76rO.QDB.OOr
Frndidiksrr
roo IOO
l38.Dr.76rO.QMA Data dan
l38.DI.76lO.QMA.OOl
SK No 145172 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
138.DI.7611.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
147.946.423
138.DI.761 l.PBH.00l Bahan
88.691.676 04 05 02 02
134.DI.761 1.PBH.002 Rapor Pendidikan yang
33.411.999 04 05 02 02
138.DI.761l.PBH.OO3
10 l0
Kebijakan
65.843.144 04 05 02 02
138.Dr.761I.QMA Data dan
138.Dr.761 l.QMA.OOr
I Dets 8.38:t.276 04 05 02 02
138.DI.7614
6.9 16.500. r57
l38.DI.76l4.QDC Fasilitasi dan
138.Dr.76l4.QDC.O I r Guru dan tenaga
r3a-Dr.76r4-SCr
SK No
4?
499 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r38.DI.7614.SCI.011 Guru dan Tenaga
peningkatan
,+496 4896 Orang 3.756.194.328 04 04 02 04
138.Dt.7615
l38.Dt.76l5.QDC Fasilitasi dan
l38.Dt.7615.QDC.OO2
Pengeabar!8aa Karir
3220 3220 Orang 109.340.350 04 02 02 02
138.Dr.76r5.QDC.005 Guru Dikdas yang
Penghar8aan
296 296 Orang 65.844.847 04 02 02 02
r38.Dr.76r5.QDC.Ot I
4294 3280 Orang 421.323.233 04 04 02 07
Daerah
142.063.307
drn Pendidik n
@4.252.496
r38.DI.76l6.QDC Fasilitasi dan
SK No t45l74C
4100 to5.279.4a6 04 02 02 T9 r38.Dr.76r6.QDC.O03 Guru
dala.E
5OO Orang
I(ODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r38.Dr.76r6.QDC.O06 Guru Dikmen dan
Penghargaan
376 80 Orang
138.Dt.76l6.QDC.O 1l
mendapat
900 200 Orang 304.999.545 04 04 02 07
l38.DI-7616-UBA
De€teh
135.357.923
r3a.DI.76r6.UBA.OO3 P.neteen Guru Dikrncn dsn Diksus FI3 38
Kebudayaan
305-700.920
inovasi PPG
o o
305.700.920 04 04 01 0l
Sekolah dan Tenaga
657.164.179
r38.DI.76r8.QDC
SK No 145175 C
5424 181.310.617 04 05 01 02 r38.Dr.76r8.QDC.0Or Calon Kepala Sekolah yang mendapat
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l38.Dr.76l8.QDC.O02 Kepala Sekolah yang Difasilitasi d,l'h
l38.Dr.76r8.QDC.OO4 Kepala
Tenaga
180 l8O Orang 128.62A.126 04 05 0l 02
138.DI.7618.SCI
mendapatkan peningkatan
Daerah
49.079.309
l38.DI.76t8.UBA.O06
sekolah dan
m 3a Provinsi 49.079.30S 04 04 02 o1
04 05 01 02
134.DL.7620
138.DL.7620.PDI
Kebutuhan Dunia Kerja
&090202
SK No 145176C
750 10.256.180 04 0? Ol 03 138.DL.7620.PDI.041 Siswa SMK yang
750 Orang
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
138.DL.7620.QD8
138.DL.7620.QD8.0O7 SMK yang
Keunggulan
I l7a I 1 78
03 02
138.DL.7620.QD8.042 SMK
dan Kewirausahaan
2so 25O
r38.DL.7620.QD8.049 SMK yang
4.O
62 62
04 09 02 04
r38.DL.7620.QDB.05l SMK yang
450 450
040902()4
138.DL.7621
Dunia Usaha d6n Dunia Industri
210.486.684
Vokasi
166 166
o5 02 og 04
r38.DL.762l.QDB Fasilitasi dan
SK No 145177 C
25 ,lo.3il1.3l t 04 07 Ol ol l38.DL.762l.QDB.0O I Satuan Pendidikan Vokasi
Dengan Kebutuhan Dunia Usaha dan
Dunia
25
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r38.DL.762r.QMA Data dan
r38.DL.762 r.QMA.006
I
o1 02 :|8) 04
138.DL.7622.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan
138.DL.7622.QD8.00r L,Iobaga
Industri
mf.Io
r38.DL.7622.QDC
l38.DL.7622.QDC.UOl Anak Usia Sekolah tidak Sekolah
o1
o1
tall
03
19
o?
04
04
t3a.DL.7622.QDC.U02
7909 ?9O9 Orang 257.533.247 04 0r 04 02
01
04 07 03 01
o8 02 04
138.DL.7623 Pendidikan dan
I .053.797 .379
SK No 145178 C
s.204.080 138.DL.7623.PBH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
14 14
9.208.080 04 07 0l 02
04 09 02 05
138.DL.7623.PEC
105 fOS
t38.DL.7623.QDB Fasilitasi dan
138.DL.7623.QD8.0O l Fefrja.Einarr Mutu Satuan
Vokasi
2754 2754
l38.DL.7623.RAA.OO1
(BB/BPPMPV)
7 Paket 69.063.201 04 07 01 04
61.037.803
138.DL.7623.RBt.001 Prasarana Pendukung
(BB/ BPFMPV)
7
138.DL.7623.SCr Pelatihan Bidang
SK No l45l790
3()36 79.014.242 04 07 01 02
pel,atihan kurikulum yang
dengan
3)36 Orang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
yang
3033 3)33 Orang 699.146.111 04 07 01 02
138.DL.7623.ScI.OO4
pelatihan
keahlian
265 265 Orang 23.677.467 04 07
138.DU Program
KesastreEn
656.682.859
Bahasa dan Sastra
08 02 05 03
138.DU.7566.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
r38.DU.7566.QDC.OO I Penutur Bahasa Daerah
hograo
251 305 Orang 203.396.480 08 02 05 03
r38.DU.7566.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
16.652.929
SK No 145180 C
30 100 16.652.929 08 02 05 0l r38.DU.7566.QDD.O0l Felestari Bahasa dan
Difasilitasi dan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l38.DU.7s66.QMA Data dan Informasi Publik 54.129.776
l38.DU.7s66.QMA.OO2 Peta Kebinekaan Bahasa dan
t34.DU.7567 Pemartabatqn Bahasa dan Sastra lndoncsia 63.749.492
138.DU.7567.QDD Fasilitasi dan Pernbinaan Kelompok
Masyarakat
63.749.492
l38.DU.7567.QDD.OO I
roo 50
Masyarakat
29.854.350 08 02 05 0l
04 09 01 01
138.DU.7567.QDD.002
roo 25
Masyarakat
33.895.142 04 09 0l Ol
08 02 05 0l
134.DU.7564
lndonesia
138.DU.7568.PEG
Kebahasaan
1 I Kegiatan 4t .213.250 08 02 05 02
04 09 0l 02
138.DU.7568.QDB Fasilitasi
SK No
ProEraro
387 265
18.910.937
l38.DU.7568.QDB.OO I
NAMA
FROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PtI PP KP PROP
134.WA.7585 Penyediaan Data dan Statistik
TelmoloEi
18.910.937
138.W4.7585.QM4 Date den Informasi Publik 1a.91o.937
l38.WA.7585.QMA.OOl Data dan
Kebudayaarr
I 1 dokumen 18.910.937 04 05 03 02
ol 04 09 04
TOTAL
c)
SK No 145183 C
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
Koordinator
PP 04.02 -
perguruan tinggi terbaik luar atau dalam negeri
PF 04.06 - Angka
PP 04.06 -
s.telah kelulusan
(a) total;
(b) karyawan atau wirausaha;
bt at ,47 l2o22l
(a) 62,16;
(b)
(a) 65,37;
(b)
PP 04.06 - Proporsi Mahasiswa Baru
PP 04.06 -
PF 04.06 -
PP 04,06 - Proporsi tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi
SK No l45l84C
PF 04.08 -
(a) Top 3OO
(b) Top 600
(c) Top
(b) 11;
lcl 22
(a) 8;
b) 12;
lc) 22
{a) 9;
(b) rs;
(c) 25;
KP O4,O2,O7 -
KP 04.02.07 -
KP O4.O4.O I -
KP 04,04.01 -
KP 04.06.0 f - Rasio APK PI berdasarkan
0,33 (2023) o,46 0,58
KP
KP
KP
KP
KP 04.06.02 - Proporsi
SK No 145185 C
(a) total;
lal 14,97i
(b) 14,90;
(d 16,93;
F) 16,87;
(cl 16,98
(al 19,55;
(b) lg,so;
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2S
(b) STEM;
(c) non STEM
(c) 15,02
KP 04.06.03 - Proporsi
KP 04.06.03 -
KP 04.06.04 -
(a) total;
(b) STEM;
(c) non STEM
(b) STEM 16,01
(c) non STEM
(a) total: 21,56;
(b) STEM: 19,08;
(c) ndr STEM:
23,54
(a)
(b) STEM: 21,71;
(c) non STEM:
26,58
KP 04.06.04 - Proporsi dosen yang memiliki
KP 04,06.04 -
KP 04.07.02 - Presentase lulusan
(a) bekerja;
(b)
lbl 4,29
(a) 74,50;
(b)
(a) 75,50;
(b) s,so
KP 04.08.01 - Jumlah SDM
juta
1242 1267 t37 t
KP 04.08.02 -
ditingkatkan kapasitasnya
SK No
KP 04.08.02 -
KP 04.08.02 -
KP 04.08.02 - Jumlah star&rp binaan yang
KP 04.08.04 - I
KP 04.08.04 - Sitasi int rnasional
(a) rasio sitasi;
{b) h-index
(a) 0,42;
F) 318
(2023)
(a) 1,88;
F) 3r8
lal 4,79i
(b) 319
KP 04.08.04 - Jrtjol ah g ten
KP 04.08.04 -
KP 04.09.02 - Raihan
Eahaaia$ra
peraih
KP 04.15.03 -
SK No 145187 C
_ 1095 _
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl{ W KP PROP
139.DK
l39.DK.77l9.QE
'
Bantuan
139.DK.77l9.QE r.OOr
06 02 01 ol
l39.DK.77l9.QE r.OO2 Mahasiswa Yang
9.174 13.174 Orang
06 02 0l ol
ol
139.DK.7726 Peningkatan Kualitas Pemb€laj aran dan
Konvensi Global
I O R.Perpres 440.OOO 04 06 0l 04
SK No 145188 C
800
04 06 01 o3
O
NAMA
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
04 06 0r o4
o4@o204
139.DK.7726.PDD.003 Program Studi yang
o5 In 09 04
430 523
04 09 02 o4
139.DK.7726.PDD.005 Prodi
o 243 Lembaga 59.468.087 04 06 0l 03
139.DK.7726.PDD.006 Ak8€l,arasi Prodi dengan
0 f 16
139.DK.7726.PDD.007 Model
Proyek Lintas
o 50
139.DK.7726.PDD.004
o 12
139.DK.7726.PDD.009 Prodi yang
o 50 L,crobaga 20.000.000 04 06 02 02
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEKI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
n 55
l39.DK_7726-PDD.Ot l Unit Layanan
139.DK.7726.PDD.013 Mata Kuliah Kolaborasi
04 0,6 02 01
tinggi
0 50 L,embaga ,+0.000.000 04 0,6 01 o4
04 09 02 0l
Mengikuti Uji
l r2.008
o
r39.DK.7726.QDB Fasilitasi dan
SK No l45l90C
FA 43
:a!l 02 05
r39.DK.7726.QDB.001
Kcrja
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P]{ PP KP PROP
r39.DK.7726.QEJ
r39.DK.7726.QEr.OO2 Mahasiswa Mengembangkan Inovasi
Wirausaha
s.500 6.685 Orang
04 06 0l 05
04 08 02 t5
l39.DK.7726.QE r.OO4
l39.DK.7726.QE r.OO5
Mahasiswa
Mahasiswa
Kampus
7.000
1.400
8,509 Orang 185.219.160 04 06 0l o5
04 08 02 02
5.112.393 04 06 0l 05
02 08
o Orang
r39.DK.7726.QE r.006
(POMN) di PT
o 85f Orang rr.558.403 04 06 01
139.DK.7726.QE r.007
139.DK.7726.QE r.056
untuk MqrdulunS
425 517 Orang 7.024.764 04 06 0l 05
SK No
735.318.549
08 02 0l o5
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
130 f58 Orang 66.W.575 04 06 01 o5
04 09 02 02
I 1.000 13.371 Orang
04 09 02 02
04 2t 04 02
01 o5 02 r|I:]
Luar
04 09 02 02
139.DK.7726.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 98.510.308
139.DK.7726.SCt.002
8.682 9.772
139.DK.7727.PBH Kebijakan Bidang IPTEK,
Kebudayaan
4.OOO.OOO
SK No
4.OOO.000 04 06 03 04
o o
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7727.WD
Kelas Dunia
2t 2l
04 02 09 04
yang
2A 2A
01 03 lr5 04
o 6
139.DK.7727.PDE.003
o 50
139.DK.7727.QDB Fasilitasi dart
139.DK.7727.QDB.001
Pendanaan Coapeutive F\urd
44 48
SK No 145193 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl,I PF KP PROP
t39.DK.7727.QDB.OO2
kolaboratif
n 5
139.DK.7727.QEI
r39.DK.772?.QEt.@2
o O t
l39.DK.7727.QEr.OO3
5 5
t39.DK.7727.QEi.OO4 Ak8€lera8i'Itansformali
40 40
r39.DK.7727.QEr.0O5
o 3
t39 .DK.7727 .QEi.OO6
o lO
139.DK.7727.QE.I
l39.DK.7727.QE r.OOl Bcaaiawa
{KNB)
653 680 Orang 435.363.438 02 09 03 0l
SK No l45l949
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEKI
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebijakan
160.000.000 04 06 04 02
139.DK.7728.QEr Bantuan
139.Dr.7728.QEI.003
PTV
o 49
r39.DK.7728.QE
'
Bantuan
r39.DK.7728.QE I.OO1 SDM Dikti yang
Gelar
933 1.366 Orang
04 0a ol ol
04 09 02 02
07 07 03 03
139.DK.7728.SBE
Mutu dan
t.660 2,430 Orang 233.814.189 04 06 04 03
SK No
lo.ooo 194.415.?50 04 06 04 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
SDM Dikti
Karir
04 09 02 02
45.000 65.885 Orang
04 08 0l 02
04 09 02 02
139.DK.7728.SBE.004 Peningkatan
Kel,as Kolaborasi dengan
?20 72O
04080r 02
04 09 02 02
139.DK.7730
Pergu.ruan Tinggi
l39.DK.7730.QEI Bantuan
r39.DK.7730.QEl.OO2
139.DK.7730.RAA Sarana
(sBsN)
9 9 Pel(et 1.763.926.603 04 06 0l 02
SK No 145196C
o
(SBSN) - Kota
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(PHLN)
9 3
r39.DK.7730.R44.O05. 3273 Sarana Perguruan
I o Paket 74.75.) 06 04 0l 04
139.DK.7730.RA4.O05. 3574 Sarana Perguruan Tinggi
(PHLN) - Kota Surabaya
1 o
(sBsN)
lo 10 unit 3.693.750.142 04 06 0l 02
139.DK.7730.RB.r.OO3. 1671 Prasarana Perguruan
(SBSN) - Kota
I 0 unit 74.147.659 06 04 01 02
7 4 unit 418.546.865 04 0A ()4
(PHLN) - Pusat
2 4 unit 245.223.546 06 04
06(xol04
(PHLN) - Kota Surabaya
I o unit 76.580.000 06 04 0l cla
SK No
173.514.465
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
139.DK.7730.SBA.O 10 SDM Dikti yang ditingkatkan
dan kompetensinya (PHLN)
04 09 02 02
ot
r39.DK. 7730.S8A.0 10.0000 SDM
dan kompetensinya (PHLN) - Pu8at
o 126
06 04 0l 04
l39.DK.7730.SBA.O 10.3574 SDM
dsn
53 O Orang 35.246.000 06 04 01 o6
139.DK.7732.QEr Bantuan
l39.DK.7732.QEr.OOr
Strategis Vokasi
o l5
139.DK.7732.QEr.002
Direvitatisasi (SBSN)
SK No 145198 C
o Paket 16.016.835 06 05 02 ftl: I 39.DK. 7 7 32.RAA. OO3. 647 2 Sarana
Direvitalisasi (SBSN) - Kota
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7732.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan
Direvitalisasi (SBSN)
9 9 unit 2.421.634.739 04 07 02 04
04 09 02 03
139. DK. 7732.RB.r.003.6472 Gedu4a Perguruan
I o lElit 73.819.800 06 05 02 06
r39.DK.7732.R8J.003.7 l7 I Grdutg Perguruan Tinggi Vokasi
I o unit 39.356.480 06 04
237.279.026
139.DK.7736.PDB
139.DK.7736.PDB.0O I Artikel
r.300 r.300 produk 122.102.OOO 04 0a Ot 02
04 08 04 0l
04 09 02 05
139.DK.7736.PDB.002
Perguruan
untuk Publikasi dan didaftarkan (BOPTN
Penelitian Vokasi)
150 150
04 08 04 ol
SK No
04 (x) 02 o5
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Diberikan
75 75 Purwarupa 41.859.000 04 08 04 02
04 (x) 02 o5
139.DK.7736.SDD Penelitian dan
28.650.160
intelektual
28.650.160 02 16 05
04 08 04 02
04 09 02 05
Pengabdian Kepada Masyarakat
11.552.678.852
139.DK.7737.QEI Bantuan lrobaSa
l39.DK.7737.QEI.OO2 PT
Penelitian
1.240 l.Oq)
04 0a 04 02
04 (x' 02 04
SK No 145200 C
175
04 08 04 02
l39.DK.7737.QEr.OO3 PT
Competitive
f75
r39.DK.7737.QEt.0O4
l39.DK.?737.SDC
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
PT
Penelitian Kerja
PUTPT (BOPTN
Penelitian dan
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
25 25
04 02
500 flrn model 527.165.162 04 08 02 02
139.DK.7738.QEr
r39.DK.7738.QEr.OO1 penerima Bantuan Pendanaan Matching
Fund (BOPTN
,too zrcO
04 (x' 02
lo
02 04
r39.Dr.7738.QEt.OO2 Perguruan Tinggi Vokasi
Pendanaan Matching Fund Hilirisasi
Produk
Penelitian Vokasi)
80 80
04 08 04 02
SK No 145201C
43.666_735-6r3
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Unggul
4 N
139.KB.7740.PDD.003
l6 40
139.KB.7740.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar darr
Menengah
t l.237.3lO.OOO
04 09 04 02
Prestasinya Tahap lanjut
229 335 Orang 317.364.350 04 (x) 04 02
SK No 145202 C
11.051.263
NAMA
PROGRAM/KEGI.ATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
usaha dan dunia industri
t 1
28.485.690.000
139.K8.7742.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
3A4.OOO-OOO
139.KB.7742.Pts.H.OO2
urtul SDM
Rekomendasi
karir untuk SDM Iptek
n
o
a Rekomendasi
8
Kebijakan
?7.OOO.dD 04 08 01
77.000.000 04 08 0l 04
untuk Lembaga
o 8
77.OOO.OOO 04 08 01 05
t39.KB.7742.PBH.OO4
untuk Industri
0 8
Kebijakan
77.000.000 04 08 01 05
Sandbox untuk
o 6
76.000.000 04 0a Ol
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.KB.7742.PFA.OOr Standar kompetensi kerja
fungsional di LPPM
o 5 NSPK 20.ooo.ooo 04 08 02 0l
o 5 NSPK 20.ooo.ooo 04 0a 02 05
139.K8.7742.QDB Fasilitasi dart
139.K8.7742.QDB.00r Fasilitasi
o 40
t39.KB.7742.QDB.OO2 Fasilitasi
o 40
139.K8.7742.QD8.003
berbasiskan iptek dan inovasi dari
Perguruan Tinggi
o 40 t
r39.KB.7742.QDB.OO4 Fasilitasi perguruan tinggi
o 25O
r39.K8.7742.QMA Data dan
l39.KB.7742.QMA.OOr
o I l,ayanan
SK No 145204C
Sarana Bidang
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT,I PF KP PROP
4 o
04 09 02 03
o 5 Unit 1.200.000.000 04 08 02 o1
dibangun
o 5 Unit 780.000.000 04 08 02 05
(PHLN)
o unit 455.691.262 04 0A 02 o5
04 09 02 03
Dibangun
o 5 unit 1.400.q)o.ooo 04 08 02 0l
dibangun
o 5 unit
da.It
115 O Orang 323.376.73a 04 08 02 05
SK No 145205 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l39.KB.7742.SBA.Ol I SDM
o ?5O Orang 3.500.ooo.ooo 04 08 02
dan kompetensinya
STP
o loo Orang 390.OOO.OOO 04 08 02 05
100.000-ooo
139.K8.7743.QEr Bantuan
untuk Menyelenggarakan PFG (Revitalisasi
LP.I]9
x) 20
04 09 02 o4
TOTAL
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
SK No 145207 C
KEM ENTERI,AN KEBUDAYAAN
I. MATRIKS
Koordinator Pencapaian Indikator
PF 04.09 -
PP 08.02 -
KP O4.O9.O I - Jumlah talenta
talenta seni
budaya
97 l2023l lll 139
KP O4.O9.O 1 - Jumlah festival dan
dan
budaya
7 6 1l
KP O4.O9.O I -
pcrstll 31,49 32,76 38,32
KP O8.O2.O I -
KP 08.02.02 -
SK No 145208 C
KP 08.02.03 -
KP 08.02.04 -
KP 08.02.04 -
KP 08.02.07 -
KP
SK No 145209 C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/LEMBAGA TAHUN 2025_2029
|rI.TTI3
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
140.DV
9.446.391.797
140.Dv.7407
YME Dan Masyarakat Adat
242.759.439
140.DV.7,lO7.PDI.006
Sertifikasi Profesi dan SDM
Tenaga Kebudayaan Bidang
terhadap Tuhorr YME dan Masyarakat Adat
Kebudayaan
500 540 Orang
15_623.944
15.623.988 08 02 02 0l
140.Dv.7407
YME Dan Masyarakat Adat
242.759.439
140.DV.7407.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 15.623.944
140.DV.7407.PDI.O06
terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat
soo 540 Orang 15.623.988 08 02 02
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEKI
TARGET2O2S TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r40.Dv.74O7.QAH.OO4 Advokasi
YME dan Masyarakat Adat
3 3 layanan
r40.Dv.74O7.QDB
14O.DV.74O7.QDB.OOs Penguatan
40 60
Ruang
10
06 0? 02 xn
r40.Dv.7408.QD8 Fasilitasi dan
r40.Dv.74O8.QDB.OOl
02 02 []:] ol
140.Dv.7,lO8.QMA Data dan
r40.Dv.7408.QMAO0r Penulisan
140.Dv.7409
SK No
Data dan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l40.Dv.7409.QMA.OO1
Kebudayaan
r 14.304.370
r40.Dv.7.rO9.RDN.O0l Cagar Budaya
140.DV.7410
HAKI
lo l8 produk 27.000.ooo 08 02 02 02
04 frll 04 0l
r40.Dv.74l0.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
l40.Dv.741O.QDB.OO1 Satuan
500
04 09 01 01
0r
140.DV.7410.UBB
SK No 145212 C
Dunia
101.143.809
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l40.Dv.74l I.QMA Data dan
140.DV.741r.QMA.OO1 warisan Budaya
dan Ditetaplqn
02 02 02 fill
140.DV.7412 Fengelolaaan dan
Budaya
140.DV.7412.PEG
08 02 02 05
02
140.DV.74l2.QDD Fasilitasi dan
147.795.59
l40.Dv.?4l2.QDD.OOl Fasilitasi dan
Masyarakat
147.795.5N 08 02 02 02
04 09 0l ol
l40.DV.74l2.QMA Data dan
r40.Dv.7412.QMA.001 Data dan
SK No 145213 C
r.936.486.480
r40-Dv-74r2-RDN OP
Kebudayaan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
140.DV.7412.RDN.001 Cagar Budaya, ODCB dan OPK Yang
Dilestarikan
458 67t unit 1.936.486.480 08 02 03 02
140.DV.7413
Budaya
| .24? .435.602
140.DV.74l3.QAA Pelaysrral Publik kepada masyarakat 1.106.948.352
l40.Dv.74l3.QAA.00r
Galeri dan Cagar Budaya
3.002.000 3.3q).000 Orang r.106.948.352 08 02 02 02
140.447.250
Budaya
250.OOO 250.OOO
140.Dv.7415 Penguatan
Kebudayaan
315.443.690
140.Dv.7415.PEG
ol ol 02 0r
SK No l452l4C
NAMA
PROGRAM/KEGI.ATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDI(ASI ALOKASI
2025-20m
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1z+O.Dv.7416 Penguatan Warisan budaya dunia dafl
Peningkatan Advokasi
140.DV.74l6.QAH Pelayanan Publik
1.+O.Dv.74l6.QAH.0Ol Advokasi Warisan Budaya dunia UNESCO 10 16 layanan 26.300.000 08 02 07 0l
r40.Dv.74r6.QMA Data dan
1.lO.Dv.74l6.QMA.OOl
140.Dv.7417
Ifu@urdkasi Internasional
08 02 07 03
Pendidikan
365.000.000
l40.Dv.74l8.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
SK No 1496120
Penguatan Rumah Budaya Indonesia di LN 10
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/KRO/RO
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l40.Dv.74l8.QDC Fasilitasi dar
r40.Dv.74r8.QDC.OOr Re8id€nsi Budaya (Pertukaran Budaya dan
loo l8O Orang 130.000.000 08 02 07 02
140.Dv.7420
140.Dv.7420.PEG
10
04 09 01 02
o1
t40.DV.7420.QDC
r40.Dv.742O.QDC.OOr
sct Visual dan
r50 150 Orang 173.036.743 04 09 0l 03
r40.Dv.7420.QMA Data dan lnf6Ea8i Publik 57.743.809
l40.Dv.7420.QMA.OOl Pembuatan Filrtl Kepahlawanan 2 5
140.Dv.7421
170.930.180
SK No 145216 C
23.730.180
Kebudayaan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebudayaan
147.200.000
Pamer Mug€uE
lo lo unit 147.200.ooo 08 02 02 o1
140.Dv.7422
dan Budaya Digital
r40.Dv.7422.QMA Data dan
140.DV.7422.QMA.OOl
produksi
20 2A Data 120.000.000 08 02 03 01
03 06 04 02
140.Dv.7423
L,embaga Kebudayaan
1.162.119.500
140.Dv.7423.QDC
l40.Dv.7423.QDC.OOl
Budaya Yang
5.640
140.DV.7423.QDC.OO2
SK No
Tenaga Bidang Kebudayaan yang
150 152.905.000 04 09 0l 03 r40.Dv.7423.QDC.OO3 225 Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
{Rp
PN PF KP PROP
Kebudayaan
Ditingkatkan Konpet€rBiaya
639 h,m7 Orang 440.625.000 08 02 02
04 09 0l
o1
o1
570 600 Orang 14.650.000 08 02 02 0l
140.Dv.7424 PerfrEkatart
r40.Dv.7424.QAA
t40.Dv.7424.QAA.OO1
l40.Dv.7424.QMA Data dan
l40.DV.7424.QMA.OO4
140.DV.7425
140.Dv.7425.QMA Data dar
SK No 145218 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGTATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P,IT PP KP PROP
l40.Dv.7425.QMA.OOl Konten Media Kebudayaan yang
03 06 02
01 0l 02 o1
140.DV.7425.QMA.OO2 Platform Distribusi dan
Kebudayaan
3 3 layanan 329.669.990 08 02 03 01
03 06 02
TOTAL 9 .446.39t .797
Keterangan:
c)
SK No 149613 C
BADAN PENYELENGGARA HAJI
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kehidupan
3.227.603.700
Reguler
50.120.688
14r.DC.7r55.QAA
14l.DC.7l55.QAA.OO l Layanan
BPH
226.979 226.979
141-DC.7156 Dukungan Akomodasi dan
141.DC.7156.QAA
14l.DC.7l56.QAA.OO I
83.955 83.955
141.DC.7157 Dukungan Bina Haji 2.f372. I4A.a42
l4l.Dc.7t57.QDC
SK No 145221C
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP I{P PROP
14l.DC.7l57.QDC.OO2
141.DC.7158 Dukungan
d6n
263.343.621
r4r.Dc.7l58.QDC Fasilitasi dan
r41.DC.7158.QDC.OO I layanan
BPH
213.320 22\.OOO Orang 250.461.188 08 0l 06 m
r4l.Dc.7r58.QDC.OO2
Daging Qurban - BPH
r.000 5,324 Orang 12.922.433 0a 0r 06 02
t 4l. Dc.7159
l4l.Dc.7l59.QDB
r4l.Dc.7r59.QDB.OOr
Khusus yang Terbina - BPH
50 50
TOTAL 3.227.603.700
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Badan
SK No 145222C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.13.03 -
KP O8.O I .07 -
KP O8.o I .07 -
SK No 145223 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2.605.759.276
142.DC.? t60 Pelayanan Registrasi dan Sertifikasi Halal 2.098.376.185
t42.DC.7160.fr)C
dan/ atau
10.000
Kehidupan
142.DC.7160
r42.DC.7r60.PDC
r42.DC.7 r60.PDC.00l
dan/atau
10.000 10.000 produk
08 01 07 02
02 10 10 o3
r42.DC.7 r60.PDC.OO2
Pelaku
r.200.000 l.?7l.f3o produk 2.037 .907.636 02 13 03
08 0l o7 02
ol
SK No 145224C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O2g SATUAN
2023-2029
(Rp
PN PP I(P PROP
t42.DC.7 r6t
Produk Halal
l42.DC.716l.QDB Fasilitasi dar!
142.DC.716l.QDB.OOl
Literasi Jaoinsr Produk Halal
t20 249
02 13 03 02
142.DC.7161.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
l42.DC.716l.QDC.OOl SDM
J6fiinan Produk Halal
55 114
In 13 03 02
l42.DC.716r.QrC
142.DC.7 r6r.QrC.OOl
120 249
08 0l 07 03
r42.DC.7r6r.QrC.OO2 SDM Halal Yang Mendapatkan Pengawasan
JPH
r.000
142.DC.7162 Kemitraan dan Standardisasi Halal 321.252.255
142.Dc.7 t62.WE
SK No 145225 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa ol
t42.DC.7 t62.PEE.OOt MoU
oa ol
142.DC.7 t62.PFA
TOTAL 2.605.759.276
Keterangan:
c) Keterlibatan
SK No 1496140
KEMENTERIAN KEHUTANAN
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
W 02.21 - Nilai pemanfaatan sumber daya hutan
KP 02.lO,I I - Produksi hasil hutan bukan kayu (buah-buahan,
ton 3aa-o49 450.OOO 650.OOO
KP
KP 02.12.04 - Jumlah
KP 02. 16.0 I - Jumlah unit KSA, KPA, dan TB dengan kategori pengelolaan efektif unit 294
KP
KP
KP 02.16.02 -
SK No 145227 C
-
KP 02.16.04 - Nilai PNBP dari hasil
KP 02.16.04 - Luas kawasan hutan
2,O 2,1 2,5
KP 02. 16.04 - Nilai PNBP dari
KP 02.16.05 -
KP
800.ooo
KP 02.21.01 - Nil,ai PNBP fungsional
KP
KP 02,21.02 - Nilai
KP 02.21.03 -
KP 02.21.04 -
KP 02.21.05 -
14.774 l5-574
l(P 02.2 f.Os - Nilai
SK No
juta ha/tahun 0,120 o,l ll 0,094 KP 02,21.06 - Penurunan
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-.2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
143.DL.7297
Lingkungan Hidup
66.1gO.OOO
r43.DL.7297.SCE
LinglfluEan Hidup
Fengemban8an
8 ra3 14183 Orang a24.O9?.991 02 20 02 05
04 07 03 0l
143.DL.7294
Kejuruan
dan Lingkungan Hidup
SK No 145229 C
Program Pengelolaan
458
2a- 104.264.420
04 07 01 0t
47O Orang 604.924.040 02 20 02 05
143.FF
r.rdlt
KODE
NAMA
PROGRAM/XEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143_FF-7259 Standardisasi Instrumen Kehutanan 48.937.500
143.FF.7259.PDA Standardisasi Produk 33.OOO-(xX)
biosprospecting hutan, pembangunan
22 22 produk 33.000.000 02 2t 02 02
143.FF.7259.PFA.001 Standar Perizinan Berusaha Bidang
I(ehutanan
45 45 NSPK 15.937.500 02 2t
143.FF.7260
12.250.000
143.FF.7260.RDK OP
dan Lingkungan Hidup
12.250.OOO
SK No
Inventa sasi dan
Tanah dalan Kawasan Hutan
4774 6640
Kebijakan
348.74a.247 02 10 07 ol
143. FF.7266. PtsV.OO I 20 20 832.783.585 06 03 03
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(FROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penataan Batas
Kebijakan
02 2t 04 0r
143.FF.7266.PBV.003
Kebijakan
92.300.OOO 02 2l 04
05 02 03 0l
ol
38 gE
83.500.000 06 03 03 0l
t2 22 Rekomendasi
218.065.886 02 21 04 0l
143.FF.7267 Perencanaan Kawasan Hutan
143.FF.7267.PBV
143.FF.7267.PBV.001
kawasan hutan
25 25
Kebijakan
67.622.450 02 2t 04 0l
143.FF..7268 Pengendalian
r43.FF.7268.QAC Pelayanan Publik
143.FF.7268.QAC.@ r Hasil Verifik si PNBP Penggunaan
Hutan di Wilayah Kerja BPKH
700 I IOS
SK No
273 47O Badan usaha 149.022.605 02 2t 04 02 r43.FF.7268.Q4C.0O2
di wilayah BPKH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
Pf{ PF KP PROP
143.FF.7269
r43.FF.7269.QAH Pelayanan Publik
r43.FF.7269.QAH.0O l Layanan
berkelanj utan
265 350
02 16 04 0t
143.FF.7269.QD8
143.FF.7269.QDB.00l
143.FF.7269.QMA Data dan
r43.FF.7269.QMA.0Ol Penguatan Data dart Info(Dasi
20 ,D
143.8F.7269.QM4.003
143.FF.7269.REB
Liar
200 425 Lokasi 174.590.613 02 16 02 0l
SK No 145232 C
to
02 16 0s ol
143.FF.7269.REB.003
Genctik Sp€sies Liar
35 Spesies
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
143.FF.7270
Suaka Alafi, Kawasan Pelestarian NaE,
dart
643.795.769
143.FF.7270.PEF
143.FF.7270.PEF.001 Sosialisasi,
dan Its
80000
r43.FF.727O.QAH Pelayaran
l43.FF.727O.QAH.0O r
wisata alarf di
Kawasan
Taman Buru (TB)
204 244 Dokumen
143.FF.?270.QAH.OO2 Peningkatan
air dan
(KPA), dan
32 40
r43.FF.7270.QDD Fasilitasi dan
SK No
15 ?5 19.781.251 02 16 04 03 143.FF.7270.QDD.0O r Fasilitasi Usaha
Pemanfaatan Jasling Wisata Alat!
Masyarakat
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp
PN PP T(P PROP
dan
Sarprasnya
l3 fd:l unit 555.648.993 02 t6 04 03
l43.FF.7270.RBK.OO2 Model
6. r05- roo
untuk
02 16 04 02
143.FT..7271 Konservasi ELosiated dan
hed€rvaai
194.213.011
Terdegradasi di KSA, KPA, dan TB
20000 29242 Hektar 149.574.950 02 16 01
r43.FF.7271.RE4.002
Terdegradasi di KSA, KPA, datl TB
I I
SK No
Preservasi
528000 7?3045
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Hayati
t43.FF .72?2.PEc.OOl
penguatan fungsi dan
strategis di Kawasan Suaka
Kawasan
Taoart Buru (TB)
80 80
143.FF.7272.QMA Data dan
r43.FF.7272.QMA.0Or
Nao (KSA), Kawasan
(KPA), dan
43 43
143.FF.7273
Kawasan
Buru
143.FF.7273.QDB
r43.FF.7273.QDB.OO l Penilaian
Suaka
284 244
SK No 145235 C
143.FF.7273.QDC.00I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
Masyarakat yang dilibatkan dalam
Hayati
500 700
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ot 45.788.250 02 16 03
143.FF.7273.QDD Fasilitasi drn
Masyarakat
l43.FF.7273.QDD.OOr
200
Masyarakat
73.6t2.400 02 lO 11
02 21 05 01
02 16 03 01
06 07 07 o3
143.FF.7273.REA Konservasi Kawasan / Rehabilitasi
766.738.777
dan/atau Kegiatan Terbangun di Kawasan
Alam (KPA), dan
15000 21962
dan Taman Buru (TB)
s.Imrn itl.Irrn
SK No 145236 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143.FF.7273.REA.003 Pengendalian
Nao (KSA),
(KPA), dan Taman Buru (TB)
28000 3{)OOO Hcl(tar 27.152.8?7 02 16 01 0l
143.FF.7274 Penerapan
3.043.864.192
Lingkungan Hidup
3.036.364. r92
teldris di DAS
550 g.r{|fin Unit 3.036.364.192 02 t2 04 02
08 03 02 05
143.FF.7274.REA
7.500.000
rehabilitasi penggunaan kawasan hutan
15000 fSOOO Hektar 7.500.000 02 t2 04
143.FF.7275 Penghijauan dan
Perbenihan Tanaman Hutan
2.424.043.67 L
143.FF.7275.RBK Prasarana Bidang
dan Lingkungan Hidup
SK No
25000000 mnirrrn unit 1.025.619.000 02 12 04 0l
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
Ekosistem
1.402.424.67 |
b€aih
lo 20 Hektar 36.200.000 02 t2 04 0l
vegetatif oleh
75000
vegetatif
loo loo
143.FF.7276 Pcrcrrcattaarr dart Evaluasi
Dacf,ah Aliran Sungai
143.FF.7276.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
l43.FF.7276.QDB.O0l
34 34
02 o5 03 08
143.FF.7276.UAB
617.000.000 02 12 04 03
SK No 145238 C
08 03 05 ot
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
{Rp
PN PP XP PROP
6.087.095.350
143.FF.7277.REA.001
vegetatif di DAS yang dipulihkan
02 19 02
08 03 02 o5
143.FF.7274 Rehabilitasi
143.FF.7278.QD8
143.FF.7278.QDB.OOr
34 34
1.068.903.852
02 16 0r 06
Hutan
40.746.996
143.FF.7279.QD8
SK No 145239 C
KPH yang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
143.FF.7280
Produksi dar Hutan
193.136.250
r43.FF.7280.QDH Fasilitasi dan
l43.FF.728O.QDH.OO l
40 231 Badan usaha 80.548.161 02 2t 02 03
143.FF.7280.QrH Pengawasan dan
l
143.FF.7280.QtH.OOl Fctrgawasan dan Pengendalian Badan
40 442 Beden
143.FF.7281
Produksi dan Hutan
540.672.096
143.FF.7281.QDH Fasilitasi dan Pembinaan
l43.FF.728l.QDH.OOr Penguatan peran
l43.FF.728l.QDH.OO2 Modeling pcogcEbarlgan produk
2 10
SK No
Fasilitasi
Ferizioarr
20 354 Badan
r43.FF.728 r.QDH.OO3 2A l4O
l43.FF.728l.QDH.0O4
NAMA
PROGRAM/ TEGhTAN/KRO/ RO(PROYEKI
2025.-2029
(Rp Ribu)
Pl{ PF KP PROP
Fasilitasi dan
02 2r 02 ol
l43.FF.728r.QlH
Usshe
244.083.380
l43.FF.728l.QIH.OOl Produksi kayu bulat
143.FF.728 r.QrH.OO2 Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) 24 124
02 2t 01 02
o4
143.FF.728 r.QIH.OO3
272 3lO Badan Usaha 45.815.488 02 2r 01 01
r43_FF.7283 Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Hutan
231.754.853
r43.FF.7283.QDH Fasilitasi dan
l43.FF.7283.QDH.OOr Hilirisasi industri
(PBPHH)
350 39o Badan
SK No
Fasilitasi dan
40-000-ooo 143.FF.7284.QDD
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l43.FF.7284.QDD.O0l
oleh Masyarakat
252 252 Kelompok
40.000.000 02 2t 05 02
143.FF.7285
143.FF.7245.PEE
143.FF-7285.PEE.OOt
143.FF.7285.QDC
143.FF.7285.QDC.0Or
Sosial
1600 5052 Orang 573.403.889 02 l0 lr
02 2t 05
06 07 07 03
o1
143.FF.7285.QDD Fasilitasi dan Pembinaan
Masyarakat
16.434.675
143.FF.7285.QDD.0O I Penilaian
Masyarakat
16.434.675 02 2t 05
Adat
145.370.000
143.FF.7286.QAH Pel,ayanan Publik Lainnya
SK No
hutan
lo 111.820.000 02 2l 05 02 l43.FF.7286.QAH.OO r 55 layanan
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r43.FF.7286.Q4H.002
0a 02 04 02
143.FF.7287.QDD Fasilitasi dan PeEbinsrn
Masyarakat
4.80 r.309.564
t43.FF.7287.QDD.OO l
Masyarakat
165 6416
Masyarakat
1.607.675.000 02 lO 11 04
02 2r 05 0r
06 03 02 01
l43.FF.7287.QDD.OO2
Masyarakat
13.900.OOO 02 2t 05 0l
02 04 02 08
143.FF.7287.QDD.003 Peningkatan
3.179.?34.564 02 10 11 04
02 2t 05
0l 02 03 06
l43.FF. 7287.QDD.O03.OOOO Peningkatan
hrset
390 2120
Masyarakat
3.t79.?34.564 06 07 04 02
SK No l452rA C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r43.FF.7288.QDD
63.346.OOO
r43.FF.7288.QDD.0O1 Evaluasi
3{) 840 Kelompok
Masyarakat
63.346.000 02 2t 05 02
143.FF.7289
Hutan Teritorial
22.130.600
150 23O
02 21 06 0r
143.FF.7290
28.388.7 rs
l43.FF.729O.QCE
lo 12 Perkara 24.420.400 02 t7 07 04
02 2t 06 0t
SK No 145245 C
Pengawasan dan Pengendalian Badan
U.aha
4
r43.FF.729O.QIH
l43.FF.729O.QIH.OOr 4
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Usaha dan/atau kegiatan yang diawasi
ketaatannya terhadap perizinan bidang
kehutanan
02 2t 06 01
r43.FF.729l.QDD Fasilitasi dan
s54.237_35r
143.FF.7291.QDD.0O I
Pencegahan
Masyarakat
55a.237.351 02 21 06 02
143.FF.729 l.QDD.OO1.9f OO
Pencegahan
Papua Barat
o o
Masyarakat
0060704 rl3
143.FF.7291.QHC Operasi
l43.FF.7291.QHC.OO r Operasi
Melalui PcBada.Ean
925 929 operasi 65.324.570 02 2t 06 02
r43.FF.729l.QHC.OO2 Operasi
Melalui
so 54 operasi 79.852.431 02 2t 06 02
Lingkungan Hidup
271.713.54?
SK No
26 45 Unit 271.? 13.547 02 2t 06 02
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
m25-X29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143.FF.7292 Penindakan Pidana Kehutanan 132.652.959
143.FF.7292.QCE Penanganan Perkara
l43.FF.7292.QCE.OOt Pengamanan Kawasan Hutan 25 35 Perkara 132-652-gsg 02 21 06 01
143.FF.7293
Kehutanan
26.404.558
143.FF.7293.QM4 Data dan
l43.FF.7293.QMA.O0l
r43.FF.7293.QMA.OO3
kegiatan bdatrg kehutanan
,rm 8a
02 2t 06 0l
143.FF.7294 Peningkatan Penyuluhan Kehutanan
143.FF.7294.QDD Fasilitasi dan Pembinaan
1.781.591.111
SK No 145247 C
20 1193
06 03 02
tani hutan (KTtl)
Masyarakat
1.781.591.111 02 lO 11
02 2t 05
o1
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l43.FF.7294.QDD.OO I.OOOO
tani hutan (KTH) - Pusat
20 1193
Masyarakat
1.781.591-111 06 07 04 02
TOTAL 29.603.484.851
Keterangan:
c) Keterlibatan
SK No 145248 C
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP/
BADAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator
PN 02 -
PN 02 - Indeks
PP 02.16 - Indeks
PP 02.16 -
PP 02.16 -
pada
model I 1 I
PP 02. 17 - Indeks Kualitas Air (IKA) 54,59 (2023)
PP 02.17 - Indek Kualitas Udara (IKU) 44,67
PP 02. 17 - Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) 78,84 l.2023)
SK No
61,79 77,97 74,9 PP 02. 17 - Indeks Kualitas Lahar
PP 02.17 -
W 02,17 -
PP 02. 18 -
PP 08.03 -
(ol,) pada
persen
KP 02.12.06 - Ferscnt sc
pada IPLT dan IPAL
KP 02.
KP 02. 15.03 -
51 70 150
KP 02.15.04 -
KP 02. 16.0 I -
KP 02.16.03 -
hayati dan
SK No 145250C
- (indikator baru) l0 lo KP 02.16.03 -
KP 02.16.05 - Jurr ah
rekomendasi
40 44 @
KP 02.l ?.Ol -
KP 02.17.01 -
KP 02.17.01 - Jumlah k b/kota yang mengalami peningkatan skor IRLH
KP 02. l7.O I -
KP 02.17.02 -
KP 02.17.02 -
KP 02.17.03 - Luasan p.sisir dan laut
KP 02.17.03 -
pclabuhan / industri 36 36 50
KP 02. l7.O3 -
KP 02.17.04 - Indeks Kualitas Tutupan Lahar 77,94 77,98 74,20
KP 02.17.04 -
SK No
industri
64,11 64,15 64,3
KP 02.17.04 -
KP 02.17.05 - Indeks Kualitas
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2s
KP 02.17.05 - Jumlah industri yang
KP 02.17.06 -
KP 02.17.06 - Jumlah
KP 02.17.07 - Jumlah
ketaatannya
usaha/ kegiatai/ izin 80 80 600
KP
perkara 14
KP 02.17.07 - layanan KLHS dan
rencana dan
layanan - (indikator baru) 40 40
KP 02.17.08 -
pengelolaan lingkungan hidup di wil,ayah dengan
Fovinsi/ kab/ kota 24 z+8 55
KP 02,17.08 -
KP 02.17.08 -
lingkungan hidup dan SDA berkelanjutan
persen 63 65 85
KP 02. l8.O I -
KP 02.19.02 - Reduksi emisi GRK
KP
SK No 145253 C
juta ton CO2
KP 02.19.05 - Reduksi
KP 02.19.06 -
KP 02.19.06 -
KP 08.03.05 -
SK No 145254C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025--2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
141.919.505
144.FB.7502
l44.FB.?502.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
24.796.830
144.FB.75O2.QDD.OO1 Kelompok Masyarakat yang
pencegahan kebakaran l6har
136
Masyarakat
28.796.830 02 19 02 03
l44.FB.75O2.QrH
Usaha
13.907.573
r44.FB.7502.QtH.OO1 Usaha dan/atau kegiatan yang diawali
kebakaran lahan
40 ?2
02 19 02 03
r44.FB.75O2.Q Pengawasan dal Pengendalian Lingkungan
Lingkungan Hidup
SK No 145255 C
Sarana datt p!'alaiaia
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
144-FB.7503 Adaptasi
144.FB.7sO3.QDD Fasilitasi darr Pembinaan
Masyarakat
20.242.900
144.FB.7503.QDD.00r
Masyarakat
20.242.900 08 03 02 05
144,FB.7503.QDD.OOf.OOOO
20-242.900 06 04 02 03
06 04 02 02
06 04 02 o1
l44.FB.75O3.QMA Data den
l44.FB.75O3.QMA.OOr Data dan Informasi
d6n
I I
Aksi Adaptasi Perubahan lldim
1 I
r44.FB.75O4.QDB
SK No
7.513.303 02 19 04 02 r44.FB.75O4.QDB.OOl Penurunan Kdr3uEsi Bahan Perusak Ozon
(BPO) dsrr Hidroflurokarbon (HFC)
5 6
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l44.FB.75O4.QMA Data dan
144.FB.7sO4.QMA.OOl
iklim
3 3
Registri Aksi
SuEber Daya Perubahan
18.852.494
r44.F8.7505.QM4 Data dsn Infon rasi Publik
l44.FB.75O5.QMA.OOr Data inventarisasi GRK dan
registri
2 2 dokumen 1a.852.494 02 19 06 01
12.77 4.231
6.324.231
perubahan iklim
2 2
Kebijakan
6.324.231 02 19 06 02
144.F8.7506.QD8 Fasilitasi dan
l44.FB.7506.QDB.OO1
SK No 145257C
Fasilitasi Penerapan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
perubahan iklim
2 2 Rekomendasi
3.927.506 02 19 06 03
l44.FB.75O7.QAH Pelayanan
l44.FB.75O7.OAH.OOt
Emisi GRK Indonesia
I I layanan 3.927.506 02 19 06
Hidup
72.424.516
144.FD.7510.PFA
144. FD.75 10. PFA-0()1 Standar
sektor dan
pengelolaan limbah (EXl, Non B3), standar
pengelolaan
25 45 NSPK 17.872.858 02 t7 08 0r
dan mitigasi
2l 7a i\E,T( 7.296.942 02 19 06 03
SK No
Pelayanan Publik kepada
160 31.563-545 02 17 07 02
l44.FD.75lO.QAB
144.m.7510.Q4B.001 291
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
m25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Entitas
standar
s€l(tor dan
pengelolaan limbah (83, Ndr-83),
02 t7 08 04
l44.FD.75l0.QAB.OO2 Entitas usaha/ kegiatan yang
standar, pengurangan eltlisi GRK, adaptasi
dan mitigasi
70 2Al
02 19 04 rt)
l44.FD.751O.QDB Fasilitasi dan
l44.FD.75lO.QDB.OOl Fasilitasi entitas usaha/kegiatan dalam
upaya penerapan standar persetujuan
lingkungan di 12 Sektor dan multi scldor,
pengelolaan sampah, dan
120 2lA
10.313.207
144.FD.751 I' QAH
SK No 145259 C
Fasilitasi dan
2 layanan
9.564.452
02 t7 0? o5
l44.FD.7511.QAH.OOl Layarta[ pengujian, layanan
2 744.755 02 t7 0t 03
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDI(ASI
2023-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
16 46
02 t7 07 05
r 1.505.152
p.f,
kerangka circular
5 O produk 3.945.440 02 18 0l 05
02 14 002 011
144.m.7512.PDA.003 Pilot
02 18 0l 05
r 44. FD.75 12. PFA
144.FD.7512.QDB Fasilitasi dan Pembinaan
l44.FD.75l2.QDB.OO1 Fasilitasi dan
penyediaan jasa
3 0 lembaga 240.OOO 02 15 03 01
SK No 149617 C
98 3.866.532 05 0l 16 07 144.FD.7512.QDB.002 Fasilitasi Entitas Usaha/ Kegiatan
Upaya Penerapan
l7A
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lingkungan di 12 Sektor dalr
standar
pengelolaan
144.FD.7513
l44.FD-7513-PEE
r44.FD.7sr3.QDB Fasilitasi dan
144.FD.75l3.QDB.OOr Satuan
1400 2534
04 18
144.FD.7514 FenteEbalgan Kompetensi
Manusia
97.132.299
144.FD.7514.SCE
97.132.299
90 3142 Orang
144.FD.7515
SK No
Kebijakan Bidang
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebijakan
18.383.790 02 t7 08 03
101.495.083 02 t7 08 04
r44.FD.75l5.QAH
l44.FD.7515.QAH.OO1 layanan p€!'Eohqran penilaian dan
pcm€!'iksaaE
1200
144.FD.75r5.QAH.OO2 Layanan
Strategis (KLHS) yang
dan
Rcncs[a, dan/ atau
,rc 40 layanan 169.133.381 02 17 08 o3
r44.FD.7515.QMA Data dan
144.FD.7515.QMA.003 Dokuocar
Indikatif Sebaran Wilayah Prakiraan
Dampak
Kegiatan
1 dokumen 18.383.790 02 l7 08 04
SK No 145262C
I
indikatif
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKAS;I
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l44.FD.75r5.QMA.OO5 Data dan
Tampung
38 3a Data 80.889.478 02 17 08 0t
hidup yarE
I SiBteE
84.568.974 02 t7 08 04
02 t4 @2
144.FD.7516 Penyelenggaraan
144.FD.7516.PEB
,B forum 85.068.977 02 t7 08 0l
144.FD.7s16.QMA Data dan Irr.forEaBi Publik
144.FD.75l6.QMA"OOl
27 27
02 16 0l 07
o1
SK No 145253 C
m 38
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I(P PROP
Hidup
02 t6 0l 07
144.FD.7517 Perlindungan dan Pengelolaan
74.544.207
r44.FD.75l7.QDI
l44.FD.7517.QDI.OO4 layanan Penilaian
untuk
245 443
02 t7 05 02
02 19 02 79
r44.FD.75l7.QMA Data dan
144.FD.75l7.QMA006 Data
20 36 Peta 19.633.770 02 17 05 0l
02 19 02 02
144.FD.7517.REA
15.708.837
SK No 145264C
02 16 0l 05
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
to.2t2.t t7
144.FD.75l7.UBA.OO2
(hov / Kab/ Kota)
L0.2t2.tt7 02 t7 0s 02
02 19 02 02
148
02 19 02 02
144.FD.7518
50.460.314
Ekoii8te,tr (RPPE)
15 15 Rekomendasi
14.257.644 02 t2 04 03
02 16 0l 06
l44.FD.75lA.PBr.OO2 Rencana
Ekosistem (RPPE)
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
11.781.464 02 19 02
02 19 03
ol
SK No 145265 C
Data dan
02 16 01 il'Ia
r44.FD.75l8.QMA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.75l8.QMA.OOl Data dsn
dan Pengelolaan
15 27
l44.FD.75l8.QMA.OO2 Data dan
dan Pengelolaan
4 4
02 19 03 0l
02 16
144.FD.7519 Rehabilitasi
89.163.028
144.FD.7519.REA.001 Rehabilitasi Ekosistem Mangrove 749 904
02 19 03 0r
02 16 0l 06
144.FD.7520
443.914.860
144.FD.7520.QMA Date dsn
SK No
l44.FD.752O.QMA.OOr Data dan
Gambut pada 7 hovinsi
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I(P PROP
144.FD.7520-REA
144.FD.7520.REA.0()1
02 19 02 02
02 16 01 o5
l44.FD.7520.UBB.OOt Desa
02 19 02 02
144.FD.752r.QCE
144.FD.7521.QCE.001
Ditangani
4 7
144.FD.7522
t+4.FD.7522.QtH
Usaha
24.206.046
SK No 145267 C
30 54 Badan U.aha 13.703.281 02 t7 07 02 144.FD.7522.QrH.00 r
yang ditangani
NAMA
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
t44.FD.7522.QtH.OO2 Usaha dan/atau
ketaatannya terhadap
terkait persEtujuan
peraturan
25 4a
144.FD.7522.SCE
3.026.733
r44.FD.7522.SCE.OO I PPLH yang Ditingkatkan
144.FD.7523 S6n.k8i
144.FD.7523.QrH
Usaha
11.441.783
144.FD.7523.QIH.001 Usaha dan/atau
ketaatannya
25 45
Hidup
144.FD.7524.QCE
SK No 145268 C
Tindak Pidana LH yang ditangani
nl
10
l44.FD.7524.QCE.OOr 59.378.913 02 t7 tt o4
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
35.342.604
Daerah
10 Provinsi
Tanggap Darurat
dan Beracun dan Ndt
dan Beracun
65.943.537
r44.FD.7526.Q4H Pelayanan Publik Lainnya
t44.FD.7526.QAH.001 Lahan
institusi
3500 6156 layanan
54.980.943
SK No 145269 C
Fasilitasi dan Pembinaan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r44.FD.7527.QDt.0O1 Industri
pcrgelolaan limbah 83 daIr non El3
rn 1045
02 t7 06 02
05
144.FD.7527.RBR Dukungan
144.FD.7527.RBR.001
pengolahan limbah 83 cleltuonik (E-WaBte)
2 2
02 t7 06 02
02 t4 002 0l I
Da?r.h
23.563.256
144.FD.7527.UBA001
4 7 Provinsi 23.563.256 02 L7 06 02
144.FD.7528
144.FD.7528.PBJ
144.FD.7528.PB.J.001 Kebijakan dan regulasi
I I
o02180l o1
SK No 145270C
Kebijakan dan regulasi
Kebijakan
o02t80lot
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
144.FD.7528.QDD
Masyarakat
54.190.471
144.FD.752E.QDD.OOl Fasilitasi dan
Lel@pok Easyarakat p€ngelola sarnpah
r90 343
Masyarakat
54.190.471 02 15 04 02
ol 04 1A 02
144.FD.7528.QDH Fasilitasi dan
l44.FD.7s28.ODH.OOr Badan usaha
loo
Lingkungan Hidup
234.753.286
r44. FD.7528.R4G.002.3273 Fasilitas
Kota
I I Unit
2 3 Unit 15.708.837 02 l8 02 04
SK No
Fasilitas
pesisir -
3 Unit
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 02 04
06 04 02 01
prinsip
3 5 Unit 152.359.248 02 15 04 02
02 18 02 01
02 19 05 0l
l44.FD.752a.RAG.OO4.0000
prinsip
recovery -
3 5 Unit 152.339.244 06 04 02 ol
06 04 01 09
06()4Ot08
06 04 01 o4
06()4Ol03
2 2
5.894.247 02 t4 @2 0t I
02 ta 01 o3
SK No
Fasilitasi dan
3.945.440
NAMA
PROCRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
10 18 Kab/Kota 3.945.440 02 18 0l 04
144.FD.7529
144.FD.7529.QM4 Data dan
l44.FD.7529.QMA.OOl
04 13 06
l44.FD.7529.QMA.OO l.O0O0 Data dan Infomasi Kualitas Udara
-
514 930 Data
l44.FD.7529.QMA.OO2 Data dan
den
816 1267
02 t7 0l ol
o5 o9
144.FD.7529.QMA.002.0000 Data dan
dan Danau - Pusat
144.FD.7529.QMA.003
02 l? 03 o1
SK No 145273 C
l,aut
23
02 la ol o3
144.FD.7529.QM4.004 2.000.000 02 t7 03 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7529.QMA,005 Data dan Informasi Kualitas
Lahan
514 514 Data 4.575.010 02 17 04 02
144.FD.7s29.QMA006
sungai daD danau
o Data 6.000.000 02 t2 04
02 t7 0l ol
fi-I3
r44.FD.7529.QMA.OO7 Fasilitasi dan
IPAL
o roo
02 t? ol 02
r44.FD.7529.QMA.OO8 Alat
144.FD.7529.RCG OP Sarana Bidang
dan
yang
aEbieo (SPKUA) yang dirawat dan
dipelihara
68 123 Unit 80.106.839 02 t7 02 o1
04130604
144.FD.7530.QDH Fasilitasi dan
SK No 145274C
layanan Penilaian Kinerja di
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
t44.FD.753O.QDl Fasilitasi dan
l44.FD.753O.QDr.0O1
2940
02 17 02 02
l44.FD.7s3O.QDr.0O2
2940 5321 Industri 47.961.256 02 17 01
02 t7 tt 02
144.FD.7530.QDr.0O3 layanan
Hidup pada
1r3 N4 Industri 9.169.508 02 t7 07 02
02 17 04 7t)
144.FD.7530.QDl.0O5 Layanan
Air
02 t7 07 m
Lingkungan Hidup
42 76 Unit 158.762.033 02 t2 04 06
02 t7 0l 02
02 19 05 02
SK No 145275 C
Infrastruktur
dan Kerusakan Pesisir dan Laut
3 Unit 28.981.545 02 t7 03 02 144.FD.7530.RAG.003 2
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7530.UBA Fasilitasi dan
DeerEh
29.730.304
Peningkatan Kualitas Air (Prokasih)
552
(Prov/ Kab/ Kota)
14.021.444 02 t2 06 004
02 t2 09
02 t7
o5
rda
02
02
In
IE 01
l44.FD.7530.UBA.OO T.OOOO Fasilitas
552 552
(Prov / Kab/ Kota)
14.021.444 06 04 02 01
06 07 04 07
06 04 02 (x
06 04 02 03
06 04 02 02
Peningkatan Kualitas
552 552 Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
7.854.430 08 02 01 06
02 t7 02 02
SK No
552 552
(Prov/ Kab/ I(ota)
7.854.430 06 04 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Fasilitasi
Pusat
060402 04
o6MO202
144.FD.7530.UBA.003
dalarn Feningakatal Mutu Laut
Pantai
37 37 Provinsi 7.454.430 0a 02
02 t2 09 05
02 17 03 ol
06
144. FD.7530.UBA.OO3.OOOO
Pantai
37 3? Provinsi 7.a54.,+3O 0,6 04 02
06 04 02 04
ot
06
06
04 03
02
02
02
144.FD.7531
144.FD.7531.RAG
7.854.430
dipulihkan Fungsinya
3 5 Unit 7.854.430 02 t7 03 02
SK No 145277C
Konservasi
02 16 0l 06
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 l9 02 0l
02 16 01 o5
o1
Peningkatan Kualitas lahan (lndonesia
Hijau)
552 5s2 Daer'ah
(Prov / Kab/ Kota)
27.444.147 02 L7 04 m
08 02 0r 06
552 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
27.444.147 06 04 02 ol
06 04 02 02
552
04
o3
02
02
o4
o4
iE
06
144.FD.7532
144.FD.7532.PBJ Kebijakan Bidang
144-FD-7532-PtsJ_OO 1
Hayati
2 2
19.551.365 02 16 03 03
SK No
Kebijakan
7.266.674 02 16 05 01
Keuntungan
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASiI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
(PRG, lAS, Zoonosis, AMR)
5 5
8.719.998 02 16 02 04
02 16 05 02
144.FD.7532.QD8 Fasilitasi dan
l44.FD.7532.QDB.OOl
2 2
144.FD.7532.QDB.OOl,OOOO
2 2
06 04 02 02
06 (H 02 01
06 04 02 03
144.FD.7532.QMA Data dan
l44.FD.7532.QMA.0Ol Layanan Balai
Hayati Indonesia
I
SK No 145279 C
I Data
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Da.reh
14.762.972
lo 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
14.762.972 02 16 03 o3
TOTAL 3.550.150.373
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran
SK No
KEMENTERI.AN PEKERJAAN UMUM
1, MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
W 02.12 - Kapasitas
PP 02.12 - Rasio kapasitas air baku terpasang terhadap kebutuhan penduduk p€f,aqr 53,34
W 02.12 -
W 02.12 - Rasio luas layanan irigasi yang
W 02.12 -
W 02.12 - Persentase luas kawasan
W 02.12 -
W 02,12 - Rumah tangga
PP
PP 06.04 - Proporsi kontribusi PDRB Wilayah
PF 06.04 -
SK No 145281C
INDIKATOR SATUAN BASEL,j|{E2O24
PP 06.04 -
KP
KP 02.12.01 -
w
KP 02. I 2,0 I -
KP
KP
KP
kritis/
wilayah
KP 02.12.02 -
75,03 78,78 93,79
KP
46,7
KP O2,12.O2 -
1,44 0,84 5,53
SK No 145282 C
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
KP
2024l,
10.ooo
KP
2O24t,
75.64 1.200.(x)o
W
KP 02.12.03 -
KP
2024)
3.600 27.OOO
KP 02.12.03 -
KP 02.12.03 -
dipelihara
unit
KP 02. f2.03 - Kapasitas
KP 02.12.03 -
- (indikator baru) n
KP 02.12.03 -
-
KP 02.12.05 -
KP
SK No 145283 C
KP 02.12.05 -
KP 02.12.06 -
KP 02,12,06 - Kapasitas IPAL yang terbangun
KP 02.12.06 - Rumah tangga yang
KP 02.12.06 -
KP 02.12.06 - Idle @pdcw IPAL perlctl 6s (2023) 64 60
KP 02.12.06 -
KP
kab/kota
15
lO3 kab/kota
f8
178 kab/kota
38
508 kab/ kot
KP
kab/kota
505 kab/kota
23
508 kab/ Kota
38
508
Kabupaten/ Kota
KP
(RSP/SSK) yang
provinsi dan
kab/kota
KP 02,12.07 - Jumlah BUMD air
KP 02.12,07 - BUMD air
SK No 145284C
BUMD Air Minum s l2o23l ,n KP
KP 02.12.07 -
ilFriti 0 2 9
l(P 02.12.07 -
ditetapkan
iIFI.I o 5
KP 02.12.08 - JuEfaIr proyek yang mendapatkan
peralatan bidang air
proyek o l2o23l 4 0
KP 02. 1 2.08 -
proyek o l2o23l 5 n
KP 02, I 2,08 -
proyek 8 lo 13
KP 02.12.08 -
proyek o l2o23l 2 o
KP 02.12.09 - Luas kawa.an yang
KP 02.12.09 - Kapasitas prasarana air baku
2,9A |2O2O-2O241 o,7 8,82
KP 02.12.09 - Akses air ndnuo jaringan
KP 02.12.09 -
kab/kota
32 32 43
SK No
ula,rd
24 (16 terdaur
ulang)
38 (20
ulang)
KP 02.18.02 - TPA/LUR yang
KP O3.O l.O I -
KP O3.O I .O I - Panjang jalan tol yang
KP O3.O l.Ol -
KP O3.O 1 .06 - Infrastruktur jalan perkotaan yang dibangun
KP
KP
KP
KP
KP 06.04.02 -
Nasional
KP 06.04.02 - Skor Indeks Kota
KP 06,04.02 -
tr crs€rr
KP 06.04.02 - Skor Indeks Kota Berk larjutan
SK No 145287 C
kab/kota 514
bangunan
INDIKATOR SATUAN BASEI.INE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2g
KP
KP 06.07.01 -
I(P
prioritas bencana
p€f,s€xt 19 100
(indikator baru)
SK No 145288 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp
PN PP KP PROP
14s.FC.7690.QMA Data dan
l45.FC.7690.OMAO01
r45.FC.7690.QMA.O02 Flood
(NUFReP)
I O dokumen 18.593.487 02 12 03 o5
145.FC.7691
Rawa, dan
N.719.524.593
145.FC.7691.RBR.501
07 15 0l 02
SK No 145289 C
02 10 0? o3
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/XRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 02 06
145.FC.7691.RBS.002
n Km
02 t2 02 04
t.Ia
02
fila
07
08
06
urttuk mendukung
14 o
08 03 03 06
02 10
02 t2 02 05
waduk
0 150 Km 4.5t1.il4.972 02 10 07 03
02 12 02 06
07 15
08 03 03 06
SK No
36 0 Kf
02 lo 09 03
Untuk
L.okd
747.667 .57 | 07 15 01 TD
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 r0 rl ol
02 t2 02
06 07 06 02
(RIMB
x9 122 K 3.742.624.418 02 lO 07 03
02 t2 02 frl6
02
06 o3
03
a?
08
o1
145.FC.7691.RBS.502
02 lo 03 0l
02 t2 02 na
06 04 0l 02
02 t2 02 05
07 15 01 02
SK No
o t(m
145.FC.7691.RBS.504 Infrastructure
(IRSL) in Central SulawEsi
I 6.083.678 07 15
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 10 07 o3
02 12 02 05
145.FC.7691.RBS.505 Strategic
Urgent
I o Km 46.933.746 02 10 07 03
02 t2 02 o5
07 l5 0l 02
08 03 03 06
02 t2 02 04
06
07
03
lo
02
145.FC.7691.RBS.507
Projcct
o 1 KE 2.372.139.609 02 10 tt
02 L2 02 04
07 15
08 03 03 06
SK No
02 10 18 ol
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI AJ'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 02 o4
02 t2 02 o5
07 15 0r 02
06 03
145.FC.7691.RBS.704 Rehabilitasi Daerah irigasi Baro Raya 15 17 I(!n 221.747.641 07 15
08 03 03 06
02 10 07 03
02 12 02 na
r45.FC.769r.RBS.706
3 20 l(o 259.999.999 02 10 07 03
02 12 02 o5
0,6 03
(Tahap tl)
o I Kr6 6al.69A.OO2 0a 03 03 n3
02 lo o7 03
02 t2 02 o5
SK No 145293 C
a Km 154.300.000 02 lo
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah irigasi Ak
02 t2 02 05
o7 15 01 02
08 03 03 06
145.FC.769 r.RBS.710 Rehabilitasi
08 03 03 06
02 r0 0? 03
02 t2 02 06
rr)
lo 7 Itn 104.994.002 02 lO O?
02 t2 02 06
o? l5 01 02
08 03 03 06
ll) - Pucat
lo 7 KE 104.998.002 06 04
SK No 145294C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 12 02 it3
145.FC.7691.RBS.716
02 t2 02 06
o? 15
08 03 03 06
29.87 r.133.811
14s.FC.7692.R8H Prasarana
o
02 t2 03 ol
IKN
o o
08 03 02 o3
145.FC.7692.RBH.501 Volcanic Disaster Risk
Loan
o B unit 1.912.1?2.t356 02 12 03 o4
SK No 145295 C
o unit 712.462.313 02 t2 03 o1 r45.FC.7692.RBH.502 National Urban Flood
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.FC.7692. RBH.502.0000
(NUFRGD -
3 o unit ?12.462.3t3 08 03 02 o3
Cipamin8ki8 tTahap III)
I o unit 449.999.9 08 03 02
02 12 03 o4
08 04 05 02
r45.FC.7692.RBH.?O 1.0000
CipaDingkis (Tahap tlD - Pusat
I o unit 449.999.996 06 04 0l o3
Srandakan
I 0
02 t2 03
04 02
2 unit 247.500.000 02 t2 03
08 03 02 03
0a 03 02 04
145.FC.7692.RBR
Da4a, Rivers alrd Coastal
I O
SK No
I Doku.men 36.741.000 02 t2 09 0l 145.FC.7692.RBR.502 Flood
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(NUFReB
7 O
145.FC.7692.RBII.OO r.OO00
o 3,23 Xm 515.164.999 02 t2 03 0l
145.FC.76S2.RBn.OO1.3 100
Jakarta
u o ttur 300.ooo.ooo 02 t2 09 o1
u o I(m
145.FC.7692.RBS.001.3317 Prasarana
o o,5 KE
145.FC.7692.RBS.001.3319 Prasarana
o 0,5 KE 50.ooo.ooo 02 t2 09 0l
145.FC.7692.RBS.00 1.3320
o o Km ,to.ooo.ooo 02 12 09 ol
l45.FC.7692.RBS.OO 1.332 I
metropolitan strategis - Kab.
o o,7 KD
SK No 145297 C
metropolitan strategis - Kab. Batang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145. FC.7692.RBS.00 1.3326
Ectrot olita[ strategis - Kab.
o ll Krn 119.999.999 02 12 09 ol
145.FC.7692.RBS.00 1.3328 Prasarana
o o Kro 75.OOO.OOO 02 t2 09 ol
145.FC.7692.RBS.00 1.3329
metropolitan
o 0,5 I(!r 75.OOO.OOO 02 L2 09 0l
r45-FC.7692.RBS.OO 1.3524
metropolitan strategis - Kab.
o o I(E 129.999.994 02 t2 09 o1
08 03 0r o3
145.FC.7692.RBS.036 Pengendalian
o o I(m 405.674.527 08 03 02 03
02 t2 09 ol
r4s.Fc.7692. RBS.036.OOOO
dibangun - Pusat
o o l(m 405.674.527 06 04 01 03
145.FC.7692.RBS.501 Bali
08 04 05 tm
SK No 145298 C
o KE
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(IRSL) in
02 12 03 02
08 03 02 04
ir
12 0 Km 222.229.025 08 03 02 03
02 t2 03 IM
02
{NUFReP}
6 o I(m 3.865.083.982 08 03 02 03
08 04 05 02
(NUFRCPI - Pusat
4,8 o Ka 3.227.532.372 02 12 03 o1
06 04 01 08
0604OlOl
0604ol o5
to 04 la]a
14s_FC.7692-RBS- 504_3374 National Urban Flood
(NUFRCD - Kota
1,2 o Km 637.551.610 02 t2 09
SK No
145.FC.7692.RBS.505 Flood
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PRC'ITEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
08 03 02 03
145. FC.7692.RBS. 505.OOOO Flood
Pusat
13 o Km 2.477 .402.5tA 0,6 (N 0 I 0s
Terluar di Provinsi Kepulauan Riau
M
o o I(Ir1 296.500.996 08 03 01 03
02 t2 03 03
08 04 0s 02
145.FC.7692. RBS.70 l.OO00
Terluar di
fq - Pusat
o o Km 296.500.996 0,6 07 05 03
145.FC.7692.RBS.702 Pembangunan
I Km 756.058.001 0a 04 05 02
08 03 02 03
02 12 03 02
145.FC.7692.RBS.704
o 0 I{m 200.000.003 02 t2 03 04
08 04 05 02
08 03 01 03
SK No 145300 C
o t(m
02 t2 03 04
145.FC.7692.RBS.705
Gili
I 179.999.997 08 03 01 o3
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
08 04 05 02
145.FC.7692.RBS.708
I 1 Km 228.000.000 08 04
08 03 02 03
02 12 03 04
145.FC.7692.RBS.709
AAa.E di Kota Payakumbuh (Tahap ll)
1 o Km
08 04 05 02
08 03 02 03
I o I(,n 180.000.001 08 03 02
02 t2 03 02
08 04 05 02
I o Km
08 03 02 03
02 t2 03 04
SK No 145301C
o l(E
08 03 0l 03
145.FC.7692.RBS.714
Kabupaten Kaur (Tahap ll)
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Boj@Ssalawe (Tahap M
0 0 l(.o 182.500.000 08 03 01 o3
02 t2 03 04
Ba.likpapan
0 Km
08 03 0r o3
08 04 05 02
Kabupaten Minaha8a (Tahap ll)
o Km 47.999.994 08 04 0s 02
02 t2 03 ()4
03
145. FC.7692. RBS.730.OO(x)
IGbupatcn Minahasa (Tahap Il) - Pusat
1 o Km 87.999.998 06 04 0l 10
145.FC.7692.RBS.731
Bolaang
1 o KE 153.000.fin oa 03
02 t2 03 (x
02 05
SK No 145302 C
o Km
oa 04 05 7D
Bolango (Tahap ll)
150.000.000 02 12 03 04
NAMA
PROGRAM / I{EGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lu6u di Kabupaten Mamuju Tengah
2 o i"ii! 152.000.000 08 04 05 02
02 12 03 04
08 03 02 03
145.FC.7692.RBS.736
Kalukku Kabupaten
3 n Km
02
04
TIi
o3
04
t2
r|I]
02
145.FC.7693
Bangunan
145.FC.7693.RBG Prasarana Bidang SDA dan
08 03 02 01
02 t2 0l ol
SK No 145303 C
Bendungan
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 0l ol
oa 03 02 o1
02 L2 01 01
145.FC.7693.RBG.009 B€odrmgart
02 12 01 01
08 03 02 0l
yang
1 o unit 216.455.422 08 03 02 0l
02 t2
145.FC.?693.RBG.O l5 Bendungan Tiga Dihaji yang dibangun o unit 3.666.923.603 02 lO 07 03
02 t2
08 03 02 0l
SK No 145304C
Bendungan Jragung yang dibangun o unit
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.028 399.246.757 08 03 02
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
08 0i! 02 01
o1
145.FC.7693.RBG.035
02 lo o? o3
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.045 Bendungan Manikin yang dibangun I o unit 915.330.101 02 t2 01 0l
08 03 02 ol
02 t2 0l ol
r45.FC.7693.RBG.O5l
08 Gl 02 0l
SK No 145305 C
02 t2 0l ol
02 lo 07 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7693.RBG.068
02 12
ol 02 o3 IaI:]
02 10 07 03
02 t2 0l ol
02 t2 09 02
02 t2 0l ol
08 03 02 01
Park Polda
I o unit 30.000.000 08 03 02 02
02 t2 m ol
145.FC.7694 FrngeEbangsn J.ringan Air Tanah dan Air
Baku
SK No 145306 C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I o unit 54.999.998 02 t2 01
145.FC.7694.RBS Prasarana
145.FC.7694.RBS.001
baku
o 74 Xm 8.494.284.938 02 t2 02 03
o o i3,n 768.200.000 02 t2 02 03
145.FC.7694.RBS.003
145.FC.7694.RBS.004 Afu baku di
0 3 KE 126.500.000 02 t2 02 ol
pantai utara Jat 'a
o o l(m 112.500.000 02 t2 09 02
0 o Km 366.286.512 02 t2 G' 02
145.FC.7694.RBS.701
o o Km 54.250.000 02 t2 09 02
SK No 145307 C
o Km 56.000.000 02 t2 09 02 145.FC.7694.RBS.703
Baku Lobcn.r
a
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7694.RBS.705
Kotawaringin Barat
t7 o Km 45.500.002 02 t2 02 02
Kapasitas Jalan Nasional
r45.GA.7696.RBC.00 l. 1300
Provinsi
o
Provinsi
o o km 557.461.1t4 05 03 01 02
03 0l ol ol
r45.CA7696.RBC.O0 1. 1600
o 0 lm 557.461.118 05 03 01 v)
02 04 06 o1
03 0l 01 ol
145.G4-7696.RBC.OO 1.3200
Provinsi Jana Barat
o 3,63 kn 557.461.118 05 03 01 02
03 01 0l o1
SK No 145308 C
o l@
05 03 0l 02
145.GA7696.RBC.OO r.3300
Provinsi Jawa Tcngah
o 557.461.118 03 01 0r 01
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.OA.7696.RBC. 00 1.3400
4 24,75 kE 557.461.118 05 03 0l 19
03 01 0l ol
03 05 0l 001
145.G4.7696.RBC.00 1.3500
Provinsi Jau,a
o 66,66
03 01 01 0l
145.GA.7696.RBC.00 r.390 1
AKSES TOL PATIMBAN
I o ht 557.461.118 02 L2 09 trli
03 01 0r 02
02
145.G4.7696. RBC.00 1.3905
SERANG PANIMBANG
3 o h 557.461.11a 05 03 01 02
03 01 01 02
145.G4.7696. RBC.00 1. 5 IOO
Provinsi Bali
o o h 557.461.114 03 01 01
06 04 0l 07
05 03 01 02
o1
SK No
Provinsi
o lgl 0060?04 03
03 0t 01 ol
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sorong - JALAN WAGETE - TIMIKA
os 03
r45.GA7696. RBC.OO2.3420
Sorong - JALAN
3 o Lm oos030l 7n
03 0r ol 0l
06 07 04 03
Sorong - MAMEH - WINDESI (WERABUR)
5 o lm 0060704 03
05 03 0l 02
Sordl8 - TOWE HITAM - OKSIBIL
2 3
06 07 04 03
Sorong - PERBATASAN
HITAM
3 o kE 006070403
05 03 01 02
14s.GA.?696. RBC.002.9 100
Sorong - Provinsi Papua Barat
7 29,6 km 7.409.805.000 05 03 01 02
06 07 04 03
03 0l ol 01
SK No 145310 C
o5 03 o1 02
145.GA7696.RBC.002.9400
o 7.409.805.000 03 0r ol o1
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
x)25-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 07 04 03
o x,2 kE 439.447.754 03 0l Ol 0l
ol IM 03
145.GA.7696.RBC.003. 1700
o 0,8 km 439.847.754 05 03 0l 02
03 0l 0l ol
145.GA.7696.RBC.003.2953
(Backbone) - ANJIR PASAR
(BTS.PROV.KALTENG ) . SERAPAT - BTS.
KOTA BANJARMASIN
3 o Lm 439.44?.754 06 04
r45.GA-7696. RBC.O03.3200
(Backbone) - Provinsi Jawa Barat
n 0 ld 439.447.754 fil 01 0l Ol
05 03 0l 02
r45-GA769{i. RBC.OO3.3257
(Backbone) - JALAN KRETEK -
2 0 ld 439.447.754 05 03 0l 02
03 01 0l ol
RINGROAD ItI
3 km 439.847.754 06 04 0l tO
SK No
05 03 0l 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(Backbone) -
HILIR - BATAS KALTENG
4 o ktrl 439.447.?54 05 03 0l 02
145.GA7696.RBC.003.3300
0 4,3 km 439.447.754 05 03 01 02
145.GA.?696. RBC. 003.33 l2 Pembangunan Jalan Koridor
(Backbone) -
WONAMA
6 0 kE 439.847.754 03 0l 0r
0s 03 0t 02
ot
(Backb6!c) - Provi[si DI Yo$/akarta
o o kE 439.847.?54 05 03 01 02
03 01 0l ol
o 12,6 Lm 4.39a.477.539 03 01 01
05 03 0l 02
o1
B o llm o050301 taD
(Backbone) - Jalan Lintas Tengah (Jantho-
6 o kB 005 03 01 02
SK No 145313 C
o LE oo5030t02 14s.GA-7696-RBC.OO3.5 I 0 I 1
N
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Feroban$man Jalan Koridor Logistik
MENGWITANI TITIK 9.IO
06()4OlOT
145.GA.7696.RBC.003.5300
(Backbone) - Provinsi Nusa Tenggara
0 0 km o05 03 01 02
03 01 01 02
r45.GA.7696. RBC.003.6200
0 20,5 l@ 005 03 01 02
(Backbdre) - Provinsi Kalimantan TiEur
o o b o050301 02
0,6 07 05 0r
145.GA.7696.RBC.003.6500
(Backbone) - Provinsi l(aliriantan Utara
o o h 0060705 02
05 03 01 7t)
145.GA.7696. RBC.003.7500
(Backbone) - Provinsi
o o ltm o05030l 02
03 0l ol 02
145.GA,7696.RBC.003.9 IOO
5 0 km oo5030l02
06 07 04 03
SK No 145314C
o lo 005 03 01 02 r45.GA.7696.RBC.005. I 100 Pembangunan Jalan Aksca Simpul
(Kawasan) -
o
- L2t6 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o o km 005 03 01 02
145.G4.7696.RBC.O05. I 300
(Kawasan) - Provinsi
o n llm oo5030l02
03 01 01 04
145.G4.7696.RBC.OO5. 1600 Fctlbangunan Ja]art
(Kawasan) - Provinsi Su.Datcf,a
o n km oo5 03 01 02
145.G4.7696.RBC.OO5. 1900 Pcobangunar! Jalan
Transportasi
Belitung
o n h oo5030l02
145.G4,7696. RBC. 005.2 100
Transportasi
(Kawasan) - Provinsi
o o tm o050301 02
145.G4.7696. RBC.005.3200
o 0 h oo5030l02
03 01 01
SK No 145315 C
o ko 0050301 02
(Kawasan) -
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(Kawasan) - Provinsi Jawa
0 o ko 02
03 0l 0l 04
145.GA.7696. RBC.005.5300
0 o Lm o05030t 02
145.G4.7696. RBC.005.6 100
(Kawasan) -
Transportasi Uta.Ea dan
(Kawasan) -
(Kawasan) -
0 o
0t
0l
atq
19
05
05
0
xl
km
I(m
o
o
0
0
(I(awasart) - Provinsi
0 o l@ 00s030l 7t
SK No
o
(Kawasan) -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
(Kawasan) -
02 o3 o5 0 kD o o
INDIKASII
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
01
o o kE 0050301 02
(Kawasan) - Provinsi Gorontalo
0 o kE o050301 7D
0 o kE o050301 1t)
l45.GA.7696.RBC.OO5.a 100
(Kawasan) -
o 1,4 km 84.OOO.OOO 05 03 01 ID
03 0l ol 04
o 0
SK No 145317 C
o kE o050301 02 145.GA7696.RBC.005.9 100 Pembangunan Jalan Akses
(Kawasan) -
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
x25-2029
(FS Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA,7696.RBC.005.9400
(Kaqra8arr) -
o o l(ln o050301 tr)
r45.GA.7696.R8C.006
Fcrbatasan
38,6 204,3 l@
r45.GA7696.RBC.006. r300
o 7,72 lor t.299.694.746 07 15
03 01 0l
145.G4.7696.RBC.006. 1 700
o 9,85 Lm
071501 tll
14s.GA.7696.RBC.006.2 100
o 5,61 r-tn 1.299.694.746 07 15 0r 09
03 0l ol 05
02 05
r45.GA7696. RBC.006.5300
Perbatasan -
o o h 1.299.694.746 0,6 07 05 02
03 01 01 o5
SK No 145318 C
o 42,1 l@ 1.299.654.746 06 07
06 07 05 o1
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Ferbetessn -
03 0l ol 05
145.GA7696.RBC.006.7500
Perbatasan -
o o Lm 4.999.694.746 03 01 0l 05
06 07 0s ol
145.GA.7696.RBC.006.8 IOO Pembangunan Jalan
38,6 18 l@
07 l5 0l 09
03 01 01 05
o 5,7 h 6.t3qt.694.746 03 01 0l
06 07 05 02
07 ls ol 09
Sentra Pangan/Food
o 0 lm 007 l5 0l 09
145.OA.7 696.RBC.OO7. 1222
o o kE 003 01 0l 03
SK No
Sentra Food
o Lm 003 01 0l 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Tengah -
PROV.
Sentra
o o ld ow150l09
Sentra Pangan/Food Estate
Selatan
o o I@ o07 l5 0l 09
o o lrE o07 15 01 (x'
l45.GA.7696.RBC.Ol I
o n km 007 15 0t 09
145.G4.7696.RBC. 0 I 1.5300
o 0 I@ o 07 15 0r 09
l45.CA7696.RBC.O1 1.61(x)
o o Lrn o0? l5 01 09
SK No
n ld o 07 15 01 09 145.GA.7696.RBC.O I 1.6400 Pembangunan Jalan Mendukung
Sentra Pangan/Food Estate Papua -
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
S€f,rtra Pangan/Food
o o h o o7 l5 01 09
o 17,9 ld 692.940.000 03 01 01 03
03 05 lo 001
o 0,98 35.190.000 03 05 02 003
03 0l 0l o3
145.GA.7696.RBC.024- 1600
o 5,3 kE u4.496.000 03 01 06 04
06 04 0l 02
Jewe Beret
n 1,91 ko 174.496.000 03 01 06 o4
145.G4.7696.RBC.024.32 lO
SEGMEN I
n
r45.GA7696. RBC.024.3262
o t2 Lm
145.G47696. RBC-O24.3265
Lingkar Sorong
o I,O? Lm 174.496.000 03 01 06 04
SK No 145321C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
G@lting Bulu Sioangaronsang (Dolok
Sanggul By Pass)
o l0
r45.GA7696.R8C.024.4 r69 Pembangunan Jalan
o 6 h 174.496.000 03 0l 06
r45.GA7696.RBC.024.7 r00
Sulawesi Utara
o 1,3 kE t74.496.ON 03 01 0,6 04
06 04 0t lo
145.G47696. R8C.024.7300 Pembangunan Jalan Fcfkotaan -
Sulawesi Selatan
0 4,45 h 174.496.ON 06 04 0l ID
03 01 06 04
145.GA.7696.RBC. 024.7400
Sulan esi Tenggara
o 6,04 174.496.000 03 0l 06 04
MAMUJU ARTERIAL RING ROAD (MARR)
o 0,63 km
Usaha (KPBU - AD
Sepea MabcraEo-Elelia di
Pegunungan
I I 2. 197.160.000 03 0l ol 10
05 03 0l 04
SK No 145322 C
I Lo 14.828.250.000 05 03 0l 04 145.GA7696.RBC.026 I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Proyek Jalan Tol
PBBL
03 0l ol lo
145.(}4.7696.RBC.027.41 l2
KKT KARIANGAU . SP. TEMPADUNG
0,98 o b o 0,6 05 0l
145.GA.7696. RBC.027.6400
o,24 o b 6.082.507.043 06 0s 01
03 0l ol 03
05
o 148,1 b o 07 l5 01 till
Kawasan PI,BN -
o 0 lm o 07 15
06 07 05 02
SK No 145323 C
D,? h o 07 15 01 (x)
145.GA.7696.R8C.028.6 r00 o 76,3 I@ 006070502
07 l5 0l (x)
145.GA.7696. RBC.028.6400 0
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pembangunan jalan
Kawasan PI,BN -
06 07 05 0l
r45-GA.7696. RBC.O2A.6500
o 42,1 h 006070502
o? 15 01 09
0 39,85 b 597.750.000 03 0l
Industri
0 39,85 b 597.750.000 0s 02 14 02
Industri Rrlau Obi
o 16,25 kE l.300.ooo.ooo 03 01 01 03
Industri Pulau Obi -
o 16,25 km r.300.ooo.ooo 05 02
Industri
o 2,5 kE o050224 ill
SK No 145324C
o 2,5 km
03 01 01
I 45. GlL7 696. RBC. O44.27 7 6
FAK)
37.500.000 05 02 24 05
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696. RBC.055. 1600
o 2,88 km 90.850.000 03 01
MADIDI
o o l@ 90.850.000 03 01 01 04
145.G47696. R8C.O55.3003
TERMINAL LIWAS)
o
06 04
145.GA.7696.RBC.055.9 100 FcEbarguran Jalan Akses Simpul
o o,64 lc 90.850.000 03 0l Ol o4
06 07 04 03
145.GA.7696.RBF Prasarana Bidaru
(Jembatan)
16.479.0r 1.6s7
145.GA.7696.RBF.001.9 IOO
o o rit 887.371.667 05 03
03 01 0l ol
03
SK No 145325 C
47 243,7 nit
05 03 0l 02
145.G4.7696.RBF.oo 1.9/+oo
Merauke-Sorong -
447.37t.667 03 01 01
06w0403
NAMA
TARGET'2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696. RBF.OO 1.9700
Merauke-Sorong - Provinsi Papua
o o f,il 8,47.3?1.667 05 03 01 02
03 01 0l o1
o3
533,9 4442,7 rll 5.902.044.103 07 l5 01 :a!l
l45.GA7696.RBF.OO2. I IOO
(Backbo,ne) - Provinsi
o o f''i'l 245.918.504 03 0l 01 o1
ol 02 03 05
145.GA.7696.RBF.OO2. 1200 Ferobaflgunan
180 o r-,il 245.918.504 05 03 0l 02
03 01 0r ol
r45.GA7696.RBF.OO2. 1,+OO
(Backbone) -
45 o tlt 245.918.504 03 0l 01 ot
0l ID 03
145.G47696.R8F.OO2. I 500
(Backbone) -
o 120 iiit 245.918.504 05 03 0l 02
03 0l 0l ol
14s.GA.7696.RBF.002. 1600
0 0 rTn 245.918.504 03 0l 0l ol
05 03 0l 02
SK No 145326 C
o nil 245.918.504 0s 03 01 02 145.G4.7696.RBF.002. I 700 o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
(Backbone) - Provinsi Bengkulu
03 01 01 02
r45.GA.7696.RBF.002. r900
0 o iin 245.914.504 03 0l Or 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RBF.002.3300
0 o n-r 245.918.504 05 03
03 0l ot ol
145.GA.7696.RBF.002.3400
o
145.GA.7696. RBF.OO2.3500
o 0 r'n 245.918.504 03 0l 01 01
05 02
05 03 01 02
145.G4"7696.R8F.002.3600
n 0 m 245.918.50.1 OS 03 01 02
03 0t or ol
145.G4,7696.RBF.002.5 100
25 0 f,il 245.918.504 03 0l 01
o1
SK No 145327 C
o fii'l 245.918.504 03 0l Ol 02 145.GA.7696.RBF.002.5300 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(Backbone) -
os 03 0l 02
145.GA,7696. RBF.OO2.6 IOO
(Backbone) - Provinsi
llo o iin 245.914.504 05 03
03 0l ot 02
145.G47696. RBF.OO2.6200 PeEbangutrall
0 o alt 245.918.5M 03 01 01 02
05 03 0r 02
o 1943 fil
03 01 01 02
40 0 EN 245.918.504 03 01 01 02
05 03 01 02
20 o r.n 245.918.504 05 03 01 02
03 0r ol 02
145.G4,7696.RBF.0O2.7 IOO
(Backbone) -
34 o I.N 245.918.504 03 0l Ol 02
05 03 01 02
SK No 145329 C
o tin
03 0l ol 02
r4s.GA76S6. RBF.OO2_7300
(Backbone) - Provinsi
o 245.918.504 05 03 0l !t1
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
39,9 191,3 nn 245.918.504 03 01 0l 02
05 03 0l on
145.GA76 .RBF.002.7500
o o i7n 245.914.504 05 03
03 0l 0l 02
145.GA.7696.RBF.002.8 IOO
40 o n-t 245.918.504 03 01 0l 02
05 03 01 02
n zrrn ni] 245.918.504 05 03 0l 02
03 01 0l 02
145.G4?696.RBF.OO4. 1200
(Kawasan) - Provinsi
o o 7n a1-53S-706 05 03 01 02
03 01 01 o4
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) -
Bandara (Alih
44 o niI 81.539.706 03 01 0r 04
05 03 0l 02
SK No 145330 C
Fet
den
40 o ni'I 1.374.450.000 07 ls Ol 09
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
dan
o o r-'il 647.225.000 03 01 01
145.GA7696.RBF.005.8 IOO
dan
,rc 0 r-'il 647.225.000 03 01 01 o5
07 15 0l 09
l45.GA.7696.RBF.O r4
Kawasan
Labuan Bajo
o o nn 17.000.000 03 01 01 o3
03 05 lo
145.GA.7696.RBF.020
Morotai
o o ni'I 25.075.000 03 05 13 001
03 01
145.GA.7696.RBF.023
Usaha (KPBU - AE
o 1 niI r.949.236.800 03 0l Or lla
145.G4.7696. RBF.024. 1200
Flyover/
KA) - Provinsi
497 350 iiil 531.814.810 03 0r 06
05 02 02 ta
SK No
i'it r45-GA7696. RBF.024. 1300
Flyover/ Underpase/Terowongan
KA) -
497 246,8 531.814.810 03 0l Ol 06
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.ca7696.RBF.024. 1600
Flyover/ Undcrpass/Tcf,owongan
497 o nn 531.814.810 03 0l 0,6 04
Flyovcr/ Unddpass/T6owongan (Simpang
KA) -
497 750 i,il $r.814.810 03 0l 0,6 04
06 04 0l 04
Flyovcr/ Undgpass/Terowodgart (Simpang
KA) - Provinsi Jawa
497 o i'il
145.GA"7696.RBF.024.3500
Flyoi,er/ Undcrpass/ Tero\r'otrgan
KA) -
497 952 rn $r.8r4.810 03 01 06 (x
06 04 0l r.]a
145.GA.7696.RBF.024.3600 Pembangunan
Flyovcr/ Und6pa$/TcrowqBan
KA) - Provinsi
497 550 iin
r4s.GA7696. RBF.025.4 146 Dukungan
366,48 o nit 663.30?.669 03 0l Ol 03
0l
SK No 145332 C
O
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO( PROYEI{)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
layanan Penyiapan dan
Pelaksanaan
03 01 01 lo
o I Dokumen ?40.571.062 03 01
05 03 0l 04
145.GA.7696.RBR.004
Jalan dan
o I
03 0l
Jdan
o I
05 03 0l 04
o I
03 0l 0r 10
0 I
ol
10
145.GA.7696.RBR.009
145.G47696.RBR.O 1l
Pengaturan datr F.obinaan Sistcr[ dan
o
o
I Dokumen 373.077.742 05 03 01
03 0l ol lo
SK No 145333 C
Pengaturan dan
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROY EK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Pelaksanaan {IKN)
o O
05 03 01 04
Teknik 0KN)
o O
(Jalan)
145.G4.7696. RDC.00 1.3300
o 0 t7 06 04 02 02
r45.GA.7696. RDC.002.2680
Sorong-ARSO-WARIS
o 1,45 58.795.088 06 07 04 03
05 03 01 02
03 01 0l ol
145.GA.7696. RDC.002.268r
Sorong-WARIS-YEITI
o o,4
05 03 0l 02
0,6 07 04 03
SK No 145334C
3,25 I(m
03 0l ol ol
145.G4.7696. RDC.002.2642
Sorong - YETTI - SENGGI - MAMBERAMO
0 158.208.915 06 07 04 03
o1 7n 03 05
Ki.rifd NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA.7696.RDC. 002.268:t
Sordrg - ELELIM - PASVALEY - BTS. KOTA
WAMENA
0 5,2 kE 355.786.324 03 0l Or
ol
ol
02
03 04
07
06
o o km 0060704 03
05 03 01 02
l45.GA.?696. RDC.002.2685
Sdqtg - JLN. HOM-HOM (WAMENA)
3 o Lm 0050301 02
06 07 04 03
03 0l ol 0l
145.GA.7696. RDC.002.2686
o o ld 0060704
05 03 0l 02
145-GA7696. RDC-002-26S1
0 o,2 kD 6.859.634 05 03 01 tt)
06w0403
03 0r 01 ol
SK No 145335 C
1,4 lirl
o5 03 ol 02
o 56.591.976 03 01 0r Ol
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA7696.RDC. 002.2693
Sorong - MOANEMANI -
o 0,75 h 72.469.169 05 03 01 02
03 01 0l 01
o3
Sorong - BEDUDIPA - BTS. KOTA NABIRE
o o, r5 h 12.187.727 03 01 01 o1
05 03
S66ts - BTS. KOTA NABIRE - WANGGAR
o o kE oo5 03 01 02
Sc6l9. YETTI . UBRUB - YAMBRA - TOWE
o 2,5 llm 129.666.A47 05 03 0r 02
03 01 01 0r
06 07 04 03
145.GA.7696. RDC.002.2702
SGGlg - WAROPKO - MINDIPTANA
o 12,45 km ,105.407.004 06 07 04 03
03 0l 01 ol
05 03
SK No 145336 C
o,08 h
06 07 04 03
145.G4.7696. RDC.002.2703
o 575.811 Os 03 01 02
03 0l ol ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sorors - TANAH MERAH - GENTENTIRI
T 1,15 kE 27.494.742 03 01 0l Or
06 0? 04
05 03 01 02
/MERAUKE - MUTING
0 t,3 km 22.470.707 05 03 0l 02
06 07 04 03
03 0l ol 0l
145.GA7696.RDC.002.2706
Sorong-MUTING-BUPUL
o 0,85 km 13.826.585 03 01 0l Ol
o5 03
o o lm oo5030r02
| 4 5. G4.7 696.PDc. OO2.27 27
Sorong - USILIMO - KARUBAGA
o 2,55 h 196.116.922 05 03 0r 02
03 0l ol or
06 0? 04 o3
SK No 145337 C
2,35 Lm
05 03 0l 02
Sorong - KARUBAGA - ILU -
o 484.530.191 06 tt 04 03
03 0l 01 ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
Sorong - ABEPURA - BTS. KOTA JAYAPURA
/ KAB. JAYAPURA
o o,26 1@ 4.734.042 05 03
03 0l ol ol
145.G4.7696.RDC.OO2.3062 Preservasi Jalan
Sorong - ABEPURA - BTS. KOTA JAYAPURA
/ KAB. KEROM
o krr 12.966.400 03 01 01
05 03 01 02
ol
Sorong - JAI,AN WANGGAR-KWATISORE-
KAMP. MURI
o 0,25 Lm rr.996.940 05 03
03 01 0l ol
145.G4.7696.RDC.O02.34 l5 Preservasi
Sorong - JALAN MERAUKE - KUPRIK -
TANAH
I n Lm 104-440.636 03 0l 01
05 03 01 02
145.G4.7696.RDC.OO2.34 l6
145.GA7696.RDC. 002.3420
Sorong - JALAN
o
02 03 05 o Lm o 0
o,29 Lm 22.242.723 05 03 01 02
06 07 04 03
03 01 0l 01
o1
06 07 04 03
SK No 145338 C
o,l kE
03 01 01 o1
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 03 01 02
145.G4"7696.RDC.002.39 10
SqonA - IWUR - WAROPKO II
0 0,95 kE 37.263.724 05 03 0l 02
03 0l 01 01
03 04 07 06
145.GA.7696. RDC.OO2.9 100
Sorong -
27 110,9 h 4.550.821.350 03 0l 01 0l
os 03 01 02
060?()4 03
145.G4.7696. RDC. 002.9400
Sorong -
434 52?,5 kE 4.474.549.224 06 0? 04 03
03 01
05 03 0l 02
r4s.cA-7696-RDC-003.06 rO Preservasi Jalan Koridor
- NAMANG - KOBA
o 6,3 km 931-784.s44 05 03 01 02
03 0l ol 02
SK No 145339 C
-
6 49,33
05 03 0l 02
145.G4.7696.RDC.OO3. I 100 2.061.644.704 03 0r Ol o1
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PI\I PP KP PROP
145.G4.7696. RDC.003. I 144
- TOYAN - BTS. KOTA WATES
o
03 0l 0l 01
- Provinsi
23 92 l@ 2.189.804.680 03 01 0l Ol
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.003- r300
-
6 292,2
03 0l ol o1
14s.GA.7696.RDC.003. 1400
-
55
ol 02
-
13 93 57 l@ r.222.728.274 05 03
03 0l ol ol
. SEI PINYUH . BTS. KOTA
o u oo5030l02
145.G4.7696.RDC.003. 1600
- Provinsi
24 65,23 I@ 1.583.935.332 03 0l Ol 01
05 03 0l 02
SK No
t2 22,29 h 795.515.526 05 03 01 02
-
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G4.7696. RDC.003. r800
-
12 112,16 LE 1.932.796.321 05 03 0l 02
03 01 01 ol
. KAIRAGI - BTS. KOTA MANADO
o 48,71 kE 1.097.994.381 03 01 01 02
ol
02
04
05
iI3
145.GA7696.RDC.0O3.2 r75
- JLN. M. SALEH (TOLI-TOLI)
o 40,71 kE 630.426.092 05 03 01 02
03 01 01 02
- BTS. PROV.
LELEWAWO
o 25,56 ld
05 03 0l 02
7D
145.G4.7696. RDC.003.26 1 I Preservasi Jalan
.
0 0 km 005 03 01 02
145.GA7696.RDC.003.26 l2
. LNTUTUN - TUTUKEI
o o kB 005030r 02
03 01 01 02
145.GA.7696.RDC.003.26 l3
- TUTUKEI - NUWEWANG
o o kE oos030l 02
SK No
Preservasi Jalan Koridor
-
o km o050301 02 145.G4.7696.RDC.OO3.26 l4 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA7696.RDC.OO3.26 15
- MANOHA -
o o kE 005 03 01 02
14s.cA.7696. RDC.003.2729
. SIMPANG PELRA - MAYON
o
03 01 0l 02
145.GA.7696. RDC.003.2993
- JLN.
o 13,41 kE 282.731.555 03 0l
05 03 0l 02
06 04 02 03
145.GA"7696.RDC.003.3200
-
4 130,79 lsn 1.443.4?2.663 03
05 03 0l 02
r45.GA.7696. RDC.003.3300 Preservasi Jalan
-
12 69,75 kE 1.63).650.290 05 03 0l 02
03 0l ol ol
145.GA.7696.RDC.003.3500
- Provinsi Jawa
145.GA7696.RDC.003.3600 Preservasi Jalan
- Provinsi Banten
t7 98,66 lrm
24,O2 LE
1.6a6.121.458 03 0l ol o1
833.087.093 05 03 0l 02
SK No 145343 C
03 0l 01 o1
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
- Provinsi Nusa
4 25,38 Lm 725.481.512 03 0r 0l 02
145.GA.7696.RDC.003.6 r00
-
t2 39,06 km 1.12s.656.952 03 01 01 02
05 03 0l 02
- Provinsi
9 41,97 I(m 1.359.890.588 05 03 01 02
03 01 01 02
- Provinsi
2 67,94 kE 1.611.800.279 03 0l 0l 02
05 03 0l 02
- Provinsi
24 93, 13 Lm 1.580.723.182 05 03 0r ot)
03 0l ol 02
r4s.GA7696.RDC. 003.6500
-
14 67,2 llm r.837.284.565 03 0r 0r 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.003.7 100
- Provinsi
37 o km r58-515-l8r 05 03
03 0l ol 02
SK No 145344C
24 o lo
o5 03
145.GA.7696. RDC.OO3.7200
- Provinsi Sulawesi
5?.635.074 03 01 01 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696. RDC.OO3.7300
-
lo 74,94 lo 1.529.739.113 05 03
03 01 0l 02
-
32 o l@ 140.929.427 03 01 01 02
05 03 0l 02
-
03 01
- Provinsi
iI3 423,3 km 1.887.082.308 03 0r 0l 02
os 03 0r 02
r45.OA.7696. RDC.OO3.8 100
-
2 135,5 lc 2.276.447.146 05 03 0l 02
03 01 01 02
r45.GA.76 .RDC.OO3.8200
- Provinsi Maluku Utara
o 71,6 km 942.6?4.919 03 01
05 03 0l 02
145.G4.7696.RDC.003.9 IOO
-
na 42 lsn 2.612.?69.439 05 03 01 02
03 01 0l 02
0,6 07 04
SK No 145345 C
lol,9 l@ 2.686.150.902 06 07 04 03 145.G4.7696. RDC.O03.9400 a
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
- Provinsi Papua
03 01
05 03 0l 02
himitgs - TAPAN - BTS. PROV. BENGKULU
o 0,75 I@ 27.936.451 03 01 0t 03
145.GA.7696.RDC.004.0362
PROV.SUMBAR
o 1,8 h 34.270.442 03 0t Ol 03
Prioritas - BATAS PROV. SUMBAR -
MUKOMUKO
o 4,83 ko t19.774.324 03 Ol Ol 03
145.GA.7696.RDC.004.0488
Prioritas - SEBLAT - KETAHUN
0 2,5 kE 74.977.325 03 01 0l 03
Prioritas - BINTUNAN - l.1US
0 0,05 Lm 4.792.477 03 01 0l 03
Priditae-llUS-KERKAP
o
SK No 1453,16 C
r3, r8 ltm
06 04 0l 02
145.GA,7696.RDC.004.0538 Prea€n asi Jalan Dukungan Kat[aaan
SIMPANG
:il
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.004. r 100 Preservasi
Prioritas - Provinsi Aceh
2 o l@ 5.098.766 03 0l 01 03
145.G4.7696.RDC.0O4. I l4il
o o, l3 kE 605 03 0r 01 03
l45.GA7696.RDC.OO4. 1 53s
TANJUNG
o 0,05 l@ 715.057 03 0l ol 03
o
145.G4.7696.RDC.OO4. 1 597
0 o,l 1.082.230 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.004. 16 l8
o 8,65 Lm 244.434.M1 03 01 0l 03
l45.GA.7696.RDC.OO4- 16 19
o 1,1 km 68.373.532 03 01
SK No 145347 C
Prioritas - JLN. PAKUNEGARA
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA7696.RDC.0o4. 16,14
(PANGKAI,,/TNBUN)
o
145.G4.7696. RDC.OO4. 1645
Prioritas - JLN. ISKANDAR
(PANGKAT,ANBUN)
o
145.GA.7696.RDC.OO4. 1752
Prioritas - MANGGALAU - KERANG (BTS.
PROV.
o 0,25 kB 2.348.639 03 01
145.G4.7696.RDC.OO4. 17aO Preservasi Jalar Dukungan Kawasan
Prioritas - MARABAHAN - MARGASARI
0 0,04 kB 1. 164.182 03 01
145.G4.7696.RDC.004. 1864
o o,l km r.552.828 03 01 01 03
03 05 05 001
Prioritas - JLN. LINGKAR LUAR KOTA
KUPANG
o 2,35 km 73.185.903 03 0l Ol 03
145.G47696. RDC.004.2 I 40 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - TOLANGO - BULONTIO
o 2,45 kE 31.527.450 03 0l 01 o3
SK No 145348 C
Prioritas - TOLANGO - PAGUYAMAN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA.7696.RDC.004.2 16 r
Prioritas - DESA
TOLINGGUI./I
o 0,35 lod 2.981.147 03 0l 01 03
145.G4,7696. RDC.OO4.2 168
- PALELEH
0 1,75 km 39.197.515 03 0l 01 03
145.G47696. RDC.004.2264
o 20,24 Lm 140.373.072 03 0l ol 03
145.G47696. RDC.OO4.2444
(MARTADINATA BENTENG)
o
KAB. BOMBANA
o
o 0,45 h 7.26.6ta 03 01 0l 03
Prioritas - TIMIKA - SP. PELRA - POMAKO
o o,2 km 1.886.176 03 01
SK No
BTS. KOTA TANAH
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0 o,24 Lm 8.393.753 03 0l 01 03
145.GA.7696.RDC. 004.297 I
SERAPATI . MARABAHAN / DS.B. ANYAR
o 1,39 kE [email protected] 03 0l 01 03
I 4 5. GA.7 696. RDC.OO 4.297 2
(MARABAHAN} / JBT. RUMPANG -
MARABAHAN KOTA
0 0,15 kE 1.58i1.289 03 01 01 03
l45.GA.?696.RDC.OO4.30 1 I
Prioritas - BULONTIO -
PROV. SULTENG)
o o,2 I@ 4.354.845 03 0l Ol o3
Prioritas -
o o,l h 4.123.804 03 0l ol
145.GA.7696.RDC.004.3298
NEGARA
o o kE 7.711.244 03 0l Ol 03
SK No
0 km 23.221.736 03 01 0l 03 145.GA.7696.RDC.004.39 19 o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
SIDING/SELUAS - BTS.KEC.
SEKAYAN/ ENTIKONG -
145.GA.7696.RDC.004.8200
35 5,67 lm 2.5t1.244 03 Or Ol 03
03 05 13 001
Utama dan
KOTA CILEGON - BTS. KOTA SERANG
o 4,06 lc 194.304.506 06 04 02 03
05 03 01 02
145.GA.7696. RDC.005. r rOO
Aceh
3 0 llm 40.43?.392 05 03 0l 02
Utama dan
VETERAN (GRESIK)
o 2,t kE 141.562.924 05 03 0l 02
04 ta 04 :4Ii
r4s-GA7696.RDC.005. 1200
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
3 10,82 kE 621.547.494 05 03 0l m
DURI - BTS. KOTA MEMPAWAH
o
SK No 145352 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDC.005. r800
5 o LE 96.675.677 05 03 0l 02
145.G47696.RDC.005. 1964
Utama dan Hinterl,and
TENAU
o o,09 l@ 708.758 05 03 0l 02
r4s.GA7696.RDC. 005.2332
Utama dan Hinterland
ANDI MALONBASANG (SUNGGUMINASA)
o 3,52 I@
r45.G4"7696.RDC.005.2782
(KM 23) - PEL. ARAR (SORONG)
o o,7 h 49.980.864 05 03 01 02
Jawa Barat
6,58
Jawa
3 o km 3t.70?.t46 0s 03
06 04 02 o3
SK No 145353 C
1,35 LE 72.457.976 05 03 0l 02 [email protected] r2
Utama dan Hinterland
TOL IKN
TEMPADUNG
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2()25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G47696. RDC.005.7 100
Utama dan
5 1,78 110.71o.37a 05 03 01 02
06 04 02 03
r45.GA7696.RDC.005.8 100
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Maluku
o 0,08 ld 3.402.123 06 04 02 o3
05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.005.8200
Maluku Utara
o o ld 3.92a.376 05 03 01 02
42 481,1 1 km 10.981.138.280 07 15
145.GA7696.RDC.006.0065
Perbatasan - PUSAT KOTA SABANG - COf
DAMAR
0 o,05 l@ 107.922 06 07 05 02
03 01
Perbatasan - BTS. KOTA GUNUNG
TETEHOSI
0 6,22 km 143.672.427 03 01 01 05
r45-GA7696.RDC.006.0642
PUGUNG TAMPAK
o
SK No
o km
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 15 0l ID
145.GA7696.RDC.006. r3@
4 o lm o07 15 0l 09
145.GA.7696.RDC.006. I 535 he8€n'asi Jalan Daerah Tertinggal dan
TANJUNG
3l
02
145.G4.7696-Rfrc.006- 1732
0 1,97 km 32.901.011 06 tt 05 02
03 0l ol 05
145.G4.7696.RDC.006. l9 lO Preservasi Jalan Daerah
o 0,45 km 2.245.043 03 0l 01 o5
145.GA.76S6_RDC.006.2 127
o
06 07 05 02
r45.GA.7696.RDC.006.27 r2
sKow / BTs. PNG
o 99,36 kE 820.028.984 06 07
03 0r 01 05
03 02 04 06
SK No 145355 C
o 0,25 l@ 6.176.024 03 01 01 05 r45.GA7696.RDC.006.2783
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.006.5300
I 55,6 Lm 2.903.13?.692 03 0l 01 05
07 15 0l 09
16 89,6 lo 2.503.623.496 0? 15 0r 09
03 0l 01 o5
145.GA.7696. RDC.006.8 100
20 215,5 km
ol
04
G'
03 02
0 9,t? kE 3tt.o8?.4 02 10 0r ol
o 2,2 l@ 79.253.654 02 lO 02 0r
l45.GA.7696.RDC.OOa-O r 56 Preservasi Jalan
Sentra Pangan/Food Estate
. BTS. KAB. DAIRI . DOLOK SANGGUL
o 2,2 h 79.253.654 03 0l Ol 03
SK No 145356 C
6,85 km 453.103.015 02 l0 03 0l
Sentra Pangan/Food Estate
o
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202*-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA,7696.RDC. 009.0525
Sentra Pang&/Food
PALEMBANG
o 2,3 ld 92.177.1a1 03 01 01 o3
145.04"7696. RDC.OO9.0552
o 1,85 lir
145.GA.7696.RDC.009.0572
Selatan - BTS.
o 0,25 kE 3.476.470 03 01 0l 03
u 0,4 I@
145.GA.7696.RDC.009.0590 Preservasi Jalan
SCtrAtAT - JLN. LINGKAR KEMELAK
o 2,05 Lm 105.325.729 03 0l 01 03
SK No 145357 C
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tit rur
o I,74 km
145.GA.7696. RDC.Or0. r996
Timur - IIALILUUK - BTS. KOTA ATAMBUA
o 0,35 I@
145.G4.7696.RDC.0 10.200r Preservasi Jalan Mendukung
Sentra
o o km 383.392 03 0l Ol 03
r45.GA.7696.RDC.O 10.2003
0
Sentra
KAB. SUMBA
o o,2 I@ 9.111.480 03 0l ol 03
r45.G4.7696. RDC.0 rO.4062
Sentra Pangan/Food
Timur - HALILULtrK - ATAMBUA - MOTAAIN
o 1,08 kE 37.987.310 03 0l Ol 03
SK No 145358 C
o,25 km
07 15 0l G)
Sentta Pangan/Food Eatate Papua
o 12.459.168 02 lO 0s ol
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.GA.7696. RDC.O I 1.2679
KOTA JAYAPURA / KAB. KEROM . ARSO
0 0,25 l@ 12.459.168 06 04 02 03
03 0l ol 03
r45.GA.?696.RDC.Or2 Preservasi
o 0,37 km 2.960.342 02 10 06 ol
Sentra Pangan/Food Estate Papua
so/tA - KM 40
o 0,3 knl
S€nha Pangan/Food
JLN. RAYA
o
145.G4.7696.RDC.01 3. r906
Strategis
o 0,93 LE 36.041.259 03 0l 01 03
03 05 05
145.GA.7696.RDC.013. 1909
o 1,34 h 22.4A7.401 03 05 05 001
03 01 01 03
SK No
03 05 10 001
145.GA.7696.RDC.O15. 19 l7
Strategis Pariwisata
JLN. WAETAMA
n
03 05 0s o01
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 02 04
PARAPAT - BTS. KAB. TOBASA
o A,4A Lm 426.434.742 03 05 08 001
03 0l ol o3
145.G4"7696. RDC. 0 r8.2802
PANDAN) . TANJUNG
n o kE 006040203
r45.GA.7696.RDC.O r 8.2803
Strategis Pariwisata Nasional Bangka
TINGGI (SIJUK)
o o km 006040203
145.GA"7696.RDC.O19. I 143
dan
BOROBUDUR
o
03 05 0l
145.GA7696.RDC.020. l5 lO
T€r,g8cr ScEcru - I,AWEAN -
o o, t3 Lm 2.147.643 03 0s 11 001
03 01 0l 03
SK No 145361C
I,l lo
06 04 02 04
145.G47696.RDC.02 1.2645
Strategis Pariwisata Nasional Morotai -
WAYABUL/q. - DARUBA
o 58.458.611 03 0l
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA"7696.RDC.023. 1792 Preservasi Jalan
NEGARA
o 1,5 l@ 30.684.974 03 0l Ol 03
03 05 02 003
r4s.GA"7696.RDC.023. I 793
Regeneratif Bali - JLN. A YANI - JLN.
UDAYANA (NEGARA)
o o,15 km 7.92t.t64 03 05 02 003
03 0l ol 03
r45.GA"76!)6. RDC.O23. I 795
0 0,18 8.060.207 03 0l 0r 03
03 05 02 003
145.Giq"7696. RDC.O23. 1796
o
03 0l ol o3
145.cA.7696.RDC.023. r798
Regeneratif Bali - SIMP. KEDIRI - PESLAPAN
(TABANAN)
o 0,3 kE 32.7A9.257 03 0l 01 03
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023. 1799
Regeneratif Bali - BTS. KOTA TABANAN -
MENGWITANI
o n llm o 03 05 02 003
145.G47696.RDC. 023. 1 800 Preservasi Jalan Mendukung
o o,03 kE r.108.523 03 05 02 003
SK No 145363 C
o,2 km 11.q24.393 03 01 0l 03 r4s.ca7696.RDC.O23. 180r o
KODE NAMA
PROGRAM / TEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
KO/TA DENPASAR
06 04 0l o7
03 05 02 003
145.G47696.RDC.023. r aO2
Regeneratif Bali - JLN.
(DPs)
o 0,05 lon 774.255 03 05 02 003
03 01 0l 03
o1 o?
A(SES KARGO
3 0,33 km 11.308.678 03 05 02 003
03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.023. 1a 12 Pres€f,-r,a8i Jalan
Regcar€ratif Bali - SIMP. KUTA - TUGU
o 0,06 l@ 3.006.275 0s Ol Ol 03
03 05 02 003
NUSA DUA
o
03 01 01 o3
r45.GA,76!)6.RDC.023. r8 17
SIMPANG TOHPATI
o
SK No 145364C
0,99 h 9.197.202 03 05 02 003 145.G4"7696. RDC.O23. lA l8 0
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
SIUT
03 0l
145.GA.7696.RDC.023. 18 l9
KOSAMBA
0 0,96 km
03 05 02 003
145.GA7696.RDC.023. 1820
o o,2a r.313.545 03 0s 02 003
03 0l ol 03
145.GA.7696.RDC.023. r82 l
ReSeneratif Bali - SAKAH - BLAHBATU
li)
03 05 02 003
145.G4.7696. RDC.023. rA22
SEMEEAUNG
o o km 191.781 03 05 02 003
03 0l 01 03
145.GA.7696.RDC.023. 1823
o o,03 h r 11. r20 03 01
03 05 02 003
SK No 145355 C
o km o 03 05 02 003 145.GA.7696.RDC.023. lA24
(GIANYAR)
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDC.023. 1825
o 0 ld 0 03 05 02 003
r45.GA"7696.RDC.023. 1826
Regeneratif Bali - BTS. KOTA GIANYAR -
SIDAN
n 0,05 lotr 522.724 03 05 02 003
03 01 01 03
r45.GA.7696-RDC.023- 1427 Preservasi Jalan
Regeneratif Bali - JLN. NGURAH RAI
(GIANYAR)
n
03 05 02 003
145.G4.7696.RDC.023. 1828
(GIANYAR)
n 0 h o 03 05 02 003
145.G4.7696.RDC.023. 1829
KLUNGKUNG
n 0,25 kE 5.662.447 03 05 02 003
03 01 0r 03
145.GA.7696.RDC.023. la30
Regeneratif Bali - JLN.
(SEMARAPURA)
o o km o 03 05 02 003
SK No 145366 C
4,8 h
3 86.654.291 03 05 02 003
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r4s.GA7696.RDC.023. r83:]
o 0,85 ld 66.946.247 03 01
03 05 02 003
145.GA7696.RDC.023. lA34
KUBUTAMBAHAN
n
03 0r ol 03
145.GA7696.RDC.023. 1835
(AMUIPURA)
:il o kE o 03 05 02 003
r4s.GA.7696.RDC.023. r836 Pre3€f,vasi Jalan Mendukung
0 0,95 ld 20.694.614 03 05 02 003
03 01 0l 03
r45.GA.7696.RDC.023. r837
(AMI,APURA)
o
03 05 02 003
145.GA.7696. RDC. 023. 1439
Regeneratif Bali - SP. 3 MENGWI -
BERINGKIT
o o,04 kE
03 01
SK No 145367 C
o,05 km
145.C4.7696. RDC.023. I 8.10
o 879.483 03 0l Ol o3
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDC.023. 1842
Regeneratif
0
03 0l ol 03
r45.GA.7696. RDC.023.2980
ROAD (SP. GUNUNG AGUNG . SP. G.
SOPUTAN)
o 0,13 kE
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023.2982
Regeneratif Bali - SP.COKROAMINOTO -
SP.TOHPATI (JLN. G. SUBROTO TIMUR)
o 0,3 h 12.113.918 03 0s 02 003
03 01 0l o3
145.GA.7696.RDC.023.2983
o o h 0 03 05 02 003
145.GA.76 .RDC.023.2984 Prer€f,l aei Jalan
. KOSAMBA
o o,l kE 3.931.490 03 05 02 003
03 0l ol .-rFl
o 0,45 ld 9.75A.725 03 0l 01 03
03 05 02 003
SK No 145368 C
o kE o 03 05 02 003
A YANI . JLN. S. PARMAN (SERIRIT,)
li)
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
DR.SUTOMO . A"YANI
o 0,35 Lm 6.918.852 03 0s 02 003
03 0l 01 03
Regeneratif Bali - JLN. NG. RN SELATAN -
JLN. PRAMUKA . JLN. DIPONEGORO -
3l
03 05 02 003
r24 DPfr (BON DALEM/DS. TEMBOK)
o 3,6 I@ 39.684.949 03 05 02 003
03 0l ol o3
DALEM/DS.
AMIITzuRA
o 1,55 l@
03 05 02 003
VETERAN
o
03 01 0l 03
145.GA7696.RDC.023.2992
TAMPAK SIRING - ISTANA PRESIDEN
0 o,4L 5.490.098 03 01 0l 03
SK No 145369C
2,Ol l@ 36.471.A7 t 03 01 0l o5
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
SAUM (TANJUNG PINANG)
03 0l 01 o3
06 04 02 03
145.G47696.RDC.026. 1666 Dukungan Infrastruktur IKN
KADEMAN - PENA'AM
o 6,49 l@ 140.366.978 06 0s 01 o5
03 01 0l 05
145.G47696. RDC.026. 1667 Dukungan
JLN. SUDIRMAN (BALIKPAPAN)
i'l 0,35 kE 249.107.4@ 03 0l 01
0,6 05 0l
r45.G4"7696.RDC.026. 1668 Dukungan
JLN. ISWAHYUDI (BALIKPAPAN)
o 0,57 km 64.504.35a 0,6 05 0l
03 0l ol o5
r45.GA7696.RDC.026. 1669 Dukungan
JLN.
o 1,47 lo 33.427.202 03 0l Ol o5
06 05 01 o5
BTS. KOTA BALIKPAPAN - SP.
M 38 BPN (GERE.JA)
o
03 0l 0l o5
0 0,6 Lm 53.209.067 03 01 0t 05
06 05 0l o5
SK No 145370 C
0,13 h 2.716.147 06 05 0l 05
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
N2r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
JIT{. MT. HARYONO / RING ROAD
(BALIKPAPAN)
03 01
o 1,3 kE 20.861.583 03 01 01 05
06 05
Jalan SP.3. Riko - Petrng
3 3,8 kE 108.679.903 06 05 0l 05
03 01 0l o5
r45.GA.7696.RDC.026.4 r2 r Dukungan Infrastruktur
KM. 38 SP. SAMBOJA - SEMOI DUA -
SEPAJ<U.SP.3ITCI
0 5,05 km 197.159.018 03 0l 01 o5
06 05 0l 05
Usaha (KPBU - Ag Jalintim
1 I 902.523.520 0s 03 01
03 0t ol
04
10
145.G4.7696.RDC.027. 1600
Usaha (KPBU - AE
Protrirrsi
I I h 902.523.5n 0,6 04 0l 02
SK No 145371C
I Lm
145.GA.7696.RDC.028
I t.259.644.284 03 0l 0l 10
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G47696. RDC.O2a. 1400 Pembiayaan
Usaha (KPBU - AP)
Riau
I I kE 593.438.291 06 04 02 0l
r45.GA7696.RDC.030.0395
Industri BLrta[ Inti Industrial Estate - SP.
BUSUNG - SP.
o o h 006040204
r45.GA7696.RDC.03 1.0689
- BTS. KOTA CILEGON
o 0,55 h
03 0l ol 03
02 07 02 o5
r45.GA7696.RDC.03 1.0690
IGakatu
RAYA MERAK
0 o,l kE 2.100.878 03 0l ol 03
05 02 07 02
m 02 04 06
Industri
BG'ONEGARA - MERAK
o 3,25 km 70.299.236 05 02 08 01
03 0l ol 03
BTS. KAB.
o 3,07 l@ 120.409.659 03 0l 0r 03
SK No
2,14 1@ 66.386.304 03 01 01 03 145.G47696.RDC.035.29 14 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Industri
93.175) - SADANG (BTS. KAB.
05 02 ll on
Industri lPlP PoEalaa - POMAL,AA -
WOLULU
o o,l ktr 412.647 05 02 15 o3
KONAWE UTARA / KAB. KONAWE .
POHARA
0 1 kE 17.239.19rJ 05 02 16
03 0l 01 03
02 04 06 04
| 4 5. G A.? 6t,6. RDc. O42.2252
BUNGKU
0 5,25 kE 102.939.133 05 02 1A
03 0l 0r 03
01
145.G47696. RDC.043.2254
Industri IMIP
PROV. SULTRA
0 I kE 14.925.795 03 01 01
06 04 02 04
05 02 19
03
SK No
Industri IWIP
3,6 Lm
06 04 02 0+
03 01 0r 03
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA,7696.RDC.047.2669
o 0,95 km .15.927.745 05 02 23 02
03 01 01 o3
145.GA7696.RDC.048.2776
FAE
o o,05 l@ 302.093 03 0r 01 o3
05 02 24 05
145.GA7696. RDC.O49.OO lO
AHMAD YAM
o 1,43 l@ 203.7?3.9t6 05 02
03 0l 01 03
OI
145.GA7696. RDC.050.OO83 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
NASUTION (MEDAN)
o o I@ 107.294 03 01 0l 03
145.GA7696.RDC.053. r399
MADURAN
o o,2 h 8.644.274 03 01 01
06 04 02 04
05 02 05 03
145.G47696.RDC.053.29 r5
( S. TAB. LAMONGAN) - BTS. KOTA
GRESIK
o 1,45 kE 180.055.553 05 02 05 03
03 0l 01 03
SK No 145374C
- t27 t -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
-
ACEH
o o,ol h 17.092 03 01 0l
- SP. CUNDA - BUKET RATA
o o,2 lra 41.351.021 03 0l Ol 04
- JLN. YOS SUDARSO (TAKENGON)
n
r45.GA.7696_RDC-055-OO52 Prc.€!'va8i Jalan
- UIMBARO - BU\NG BINTANG
o 0,43 kE 31.782.166 03 0l Ol 04
- JLN. SISINGAMANGARA'A (MEDAN)
0 2,93 k@ 104.804.353 03 01 0l 04
06 04 01 0l
- KIURANJAO . BTS. KAB. DHAMAS RAYA
o 2,44 kE 117.546.522 03 01 01 04
145.GA-7696.RDC.055.0294
- JLN. MR. MOH. HASAN (BANDA ACEH)
o
145.GA"7696.RDC.055.0369 Preservasi Jalan Aks€3 Simpul
- SP. SIAK SRI INDRAPURA -
MENGKAPAN/BUTON
0 s,963333333 b 251.440.247 03 0l 01 o4
SK No
o o,773 kE 7.346.964 03 01 0l 04 145.GA7696.RDC.055.0378
. JL. HANG TUAH (TANJUNG PINANG)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.G4.7696.RDC.055.044 I
. JLN. LINTAS SUMATERA N (MUARA
BUNGO)
o
.
o 0,78 l@
- BTS. KOTA JAMBI .
o o, r5 kE 9.628.104 03 0l Ol 04
145.GA.7696.Rtrc.055.0477 Preservasi Jalan
. JLN.
o o lc 809.035 03 01 0l 04
t45.G4.76 .RDC.055.0479
- SP. ZONA LIMA . MUARA SABAK
0 0,6 kE 5.254.015 03 0l 01 04
145.GA.76 .RDC.O55.0503 Prec€rl,asi
. PAGAR DEIIIA - SP. BANDARA -
BETUNGAN
o 0,33 h 53.878.871 03 0l 01 M
-
o 3,18 h 162.187.145 03 01 0l 04
t45.G4.7696.RDC.055.05 l6
- SP. NANGKA
SUMSEL
o 0,55 t@
SK No
3,98 kE 158.645.478 03 0l 01 04
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
-
(PALEMBANG)
06 04
. TANJUNG KELIAN - IBUL
3 5,32 I@ 69.757.625 03 01 0l 04
- TANJUNG GUDANG - LUMUT
0 o h 25.340 03 0l 01 04
145.GA"7696.RDC.055.06 13
. TOBOALI -
o o kE 124.940 03 0l 01 04
145.G4.7696. RDC.055.06 19
- PERAWAS - SP. 3
o 0,03 Lm 253.400 03 0l 01 04
06 (x 02 03
145.G4.7696. RDC.055.0625 Preservasi
. JLN.
o 0,r 3.24A.fi)O 03 01
145.GA.7696.RDC.055.0640
. SP.
0 3,965
145.G4.7696. RDC.055.07 r0
- SIMP.
o 1,3 l@
SK No
o 0,39 IrE 32.713.862 03 0l 01
. JLN. JEND. A YANI (CIREBON)
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
. JLN.
o o,25 I@ 13.298.106 03 01 0l 04
- JLN. ABDUL RAHMAN SALEH
o
06 04 0l
145.GA.7696.RDC.055.0824
. JLN. SUKARNO . HATTA (BANDUNG)
o 2,47 l@ 44.779.242 06 04 01 04
03 01
145.GA.76 .RDC.Oss.08sO
. JLN. RAYA SINDANGLAYA (BANDUNG)
o 0,64 lo! 21.522.917 03 0l 01 04
06 04 0l 04
145.G4.7696. RDC.O55.0879
-
BOGOR
o 1,6 llm 115.602.321 0,6 04 0l 03
03 01 01 fi
06 04 02 02
145.GA7696. RDC.055.OAAO
-
o
06 04 0l 03
-
0
SK No 145378 C
. JLN. MT. HARYONO (PEMALANG)
o
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA7696.RDC.055.0974
-
3
145.GA7696. RDC.Oss.O97A
. JLN. TUGU MUDA (SEMARANG)
o 0,08 kE 526.373 06 04 0l 05
03 0l 01 04
145.GA7696.RDC.055.09A6
- JLN. UNGKAR
o 0,59 km
r45.GA7696. RDC.055.099r
. JLN. UNGKAR KUDUS
o o,08 kE 297.497 03 0l Ol 04
145.O4.7696.RDC.055. 1014
. JLN. MAYOR BAMBANG SUGENG
(woNosoBo)
o o,2 I@ 20.580.099 03 01
145.G4.7696.RDC.O55. 103 1
- JLN. LINGKAR AMBARAWA
o 0,07 l@ 13.165.010 03 0l 0r 04
145.G4.7696.RDC. 05s. 1032 Preservasi Jalan
- JLN. LINGKAR
0 0,35 kE 42.970.119 03 01 0l 04
o3
145.G4.7696.RDC.O55. 1044
- JLN. ADI SUMARMO
t0
SK No 145379C
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
. JLN. SUMPAH PEMUDA
06 04 02 0l
145.GA.7696.RDC.055. 1073
- JLN. UNGKAR SEI.ATAN KEBUMEN
o 0,55
145.GA.7696.RDC. 055. 1076 Preservasi Jalan Aksca
. KUTOAR,JO - BTS. KOTA
o o,24 kD 33.272.746 03 0l 01 04
r45.04,7696.RDC.05s. r r20
. JLN. SOEKARNO-HATTA
0 0,1 km
145.G4"7696. RDC.Os5. r r26 Preservasi Jalan Akses
- JLN. DIPONEGORO
n o,29 LE 62.435.A25 03 01 0l o4
145.GA.7696.RDC.055. I 164
-
o o,23 kE 13.593.383 0i! 01 0l 04
145.G4.7696.RDC.05s. l2 15
-
o o,77601 km 23.?91.A62 03 0r Ol 04
145.GA"7696.RDC.055. I 558
- JLN. AHMAD YANI (PONTIANAK)
n 1,605 Lm ?6.152.t7t 03 01 01 04
145.G4,7696.RDC.055. r 731
- JLN. MUL.AWARMAN (TARAKAN)
o t,2 kE 112.396.548 03 01 0l 04
SK No
o,75 km 13.888.732 03 01 0l 04 l45.GA"7696.RDC.Oss. r735 o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
. JLN. PANGERAN SAMUDRA
(BANJARMASIN)
0,6 04 Ol 08
r4s.GA.7696.RDC.055. l79t
-
0 n 2.549.249 03 01 01 ()4
r45.GA.7696.RDC.055. r8 r5
- SIMP.PESANGGARAN - GERBANG BENOA
o o kE 977.064 03 01 0l 04
06 04 0l 07
14s.ca7696.RDC.055. 1838
- BTS. KOTA
0 n km 110.902 03 01
145.G4.7696. RDC.O55. t860
. JLN. SINDUBAYA (MATARAM)
o 3,72225 9A.36A.051 03 01 0l 04
06 04 02 o3
- SEBA - MESARA
o 10,15 kE 336.087.345 03 0l Ol 04
06 07 04
. TUMPAAN . WOROTICAN
o
SK No
.
3,57 h
r45.cA.7696.RDC.055.2 r5r 0 110.484.383 03 01 0l 04
INDONESIA
- L27A -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G47696. RDC.05s-2 r 92
- PANTOLOAN (BTS. KAB.
o 7,9A h 130.941.171 03 01 0l 04
. JLN. IAI}INRANG (PARE.PARE)
o 3,68692708i1 kE
- I.APAI . LASUSUA
o
- BANGGOI - BUI.A
o 37,167 LE 86.078.760 03 0l 01 04
.PAYAHE-WEDA
o 3,35 h
06 04 02 04
- JLN. KOTI (JAYAPURA)
0 3,03225 Lm 130.765.798 06 (N 02 o3
03 0l ol o4
- WAISAI - BANDARA
o o,2 lm 5.726.422 03 01 01 04
145.GA7696. RDC.055.282 1
- JLN. BY PASS RANGKASBITUNG (JLN.
SOEKARNO HATTA
0
SK No
0,45 ld 53.779.123 03 0l 01 04 145.G47696. RDC.O55.2823 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEI9
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASiI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
- BIS. DKI/ BANTEN -
GANDARI.A/ BTS.DEPOK/ TANGERANG
(CIPUTAT .
06 04
145.CA7696.RDC. 055.2853 Prer€n asi Jalan Akses
- JIJ{. PRABU GAJAH AGUNG/P. SUGIH
(SUMEDANG)
o 0,48 km
06 (x 02 04
- JLN. DR. CIPTOMANGUNKUSUMO/DR.
o 0,25 l(lrl 5.139.502 03 01 0l 04
145.GA7696.RDC.055.2864
. JLN. ARTERI UTARA (MARTADINATA,FLY
OVER,YOS SUDARSO (SEMARANG)
0 1,43 kE 105.456.534 03 0l Ol
06 04 01 fiE
04
145.GA7696.RDC.055.2886
. GLEDAG - WONOSARI
woNosARI)
n 1,25 kE 13.182.135 03 0l 01 04
145.G4.7696.RDC. 055_2aaq
. JANTI
(BTS. PROV. JATENG)
o o,49 ld 42.473.9?6 03 0l 0r 04
06 04 02 0l
SK No 145383 C
0,8 kE
03 0l 01
- JLN. YOS SUDARSO (JL. KE PELABUHAN
SAMARINDA) (SAMARINDA)
3l 71.082.355 06 04 02 02
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G4.7696. RDC. 055.2981
. SP. TAP. TERBANG (DPS) - TUGU
o o Lm 165.459 03 01 01 04
06 04 0l 07
145.CA.7696.RDC.055.30 l2
- TALUDAA (B]Xt. PROV.
o 1,2 KE 26.747.470 03 0l Ot 04
145.GA.7696.RDC.055.30 13
- SP.
o
- BTS. ACEH JAYA/ACEH BARAT . KOTA
o 0,15 km 1.888.357 03 01 0l 04
- JLN. SINGGAH MATA
o o,23 h 6.375.102 03 01 0l 04
145.GA7696. RDC.055.3096
. JLN. RESIDEN IBNU SYADAN
o
SK No 145384C
0,65 kE 15.051.474 03 01 0r
. BTS. KOTA BANGKO - BTS. KAB.
SAROLANGUN/ KAB. MERANGIN
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
- BTS. KOTA JAMBI / SP. RIMBO - SP. PAL
SEPULUH
o
145.GA"7696. RDC.055.37 10
- Jalan Kota
0 o,t kE 3.991.140 03 01 0r
06 (x 02 03
o4
145.GA.7696.RDC.05s.34O3 Preservasi
- Fly Ov€f,
:al
145.GA.7696.RDC.062. I IOO
Provinsi Acdl
o 27,61 km 569.227.3196 03 0l 0l 09
145.G4,7696.RDC.062. 1200 Dukungan Penanganan Jalan
Provinsi
o 132,96 h 1.220. 0.526 03 01 01 ND
r45.GA7696.RDC.062. 130() Dukungan
o ta,7 Lm 345.441.418 03 01
r4s.GA7696.RDC.062. 1400 Dukungan Penanganan Jalar
o 18,05 ld 372.077.442 03 0l 01 till
l4s.GA7696.RDC.062. 1s0{) Dukungan
Provinsi Jambi
o
SK No 145385 C
Dukungan
o 58,8 912.119.836 03 0l Ol 09 145.G4.7696.RDC.062. 1600
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4"7696.RDC.062. 1800 Dukungan
Provinsi laDputrg
o 17,76 kE 366.096.858 03 0l Ol
r45.G47696.RDC.062. 1900 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
o 21,24 I@ 437.912.391 03 0l Ol 09
145.G47696.RDC.0,62.2 100
o 13,46 lc! 277.571.409 03 01 01 09
145.GA7696.RDC.062.3200
0 54,16 km
o
o 145,77 lm 1.200.623.763 03 0l Ol 09
o 20,14 396.539.434 03 0l Ol :iE]
145.G4.7696.RDC.062. 5 100 Dukungan Penaluana,r
Provinsi Bali
o 59,53 km 962.310.354 03 01 0l 09
145.GA.7696.RDC.062.5200 Dukungan
Provinsi
o
SK No
0 54,87 l@ 979.26A.9A2 03 0l Ol
- t2a3 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r45.G4.7696. RDC.0,62.6 100 Dukungan P€iran8allarr Jalan
o 63,3 iEn r.060.776.889 03 0l Ol o9
Provinsi
o 78,29 l@ r.094.343.222 03 0l Ol
o 21,82 lo! 630.975.104 03 01 01 (x'
145.G4.7696.RDC. 062.6400 Dukungan Psrartganan Jalan Daerah -
o 8,05 kE 2.493.225 Os 01 01 IiD
Provinsi
o 27,27 km 744.429.2@ 03 0l 01 09
145.G4.7696.RDC.062.7 IOO
Provinsi Sulawesi
0 36 lm
Provinsi
o 45 Lm 694.516.455 03 0l 01 09
o 39 kE 601.271.640 03 01 01 09
Provinsi
o 43 km
SK No
9 l@ B2.A?3.763 03 0l Ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G4.7696. RDC. 062.7600
Provinsi
o ll km
145.G4.7696.RDC.062.8 100
Provinsi
o m
Provinsi Maluku Utara
o l09 h 1.247.697.a67 03 0l Ol o9
Provinsi Papua Barat
o 25 ld
145.GA.7696.RDC.062.9400 Dukungan
Provinsi Papua
o r6 kE 4? t.411X2 03 0l Ol 09
145.GA.7696.RDC.062.9500 Dukungan Perratuanan Jalan Da€f,ah -
Provinsi Papua
3 60 kI
145.GA.7696.RDC.062.9600
o 34 h 1.003.350.342 03 01 01 09
o
SK No 145388 C
57 kE
ID
Provinsi Papua Barat Daya
o 1.254.714.975 03 0l Ol
145.G4.7696.RDF OP Prasarana
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.76 .RDF.002.9100
3138 1105,4 r-,n 841.399.849 06 07 04 03
ol 02 o3 o5
3743
06 07 04 o3
(Backbone) - SIMPANG PANGKAL,AN SUSU -
o 374,6 m 402.581.578 05 03 0l 02
o 155,4 ni'I 639.446.306 05 03 01 02
03 0l 01 01
0 o nil
145.GA.7696.RDF.003.0693 Preservasi
o o ;iI o05030l 7n
06 04 02 03
(Backbone) - BTS. KOTA KENDAL - BTS.
KOTA SEMARANG
o o i,il 0050301 02
SK No
1571 329 r-'ll r.084.858.649 05 03 01 02 r45.GA.7696.RDF.003. r r00
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 01 0l
145.GA.7696.RDF.003. I 144 Preservasi
o o nit EO.684.670 03 01 0l Ol
05 03 01 02
(SURABAYA)
0 o En o05030l 02
06 04 0l o6
145.GA.7696.RDF.003. l/+OO kcscrvasi Jembatan Koridor
(Backbone) - Provinsi Riau
746 o rn 1.054.720.425 05 03
03 01 0r 01
145.GA,7696.RDF.003.
(Backbone) - Provinsi Jembi
[n 26 r-'il 850.979.844 03 0t Ot ol
05 03
145.G4,7696.RDF.003.
(Backbone) -
1325 18,1 iiit 707.222.@8 05 03 0l tm
03 01 0l ol
145.G4"7696.RDF.003. 1700
(Backbone) -
329,5 tr-n 412.942.3N 03 0l Or or
SK No 145391C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l45.GA7696.RDF.OO3. l7 l5
o 110 f''i'l
145.GA.7696. RDF.OO3. 1800
03 01 01 0l
145.GA.7696.RDF.O03. I 875
(Backbone) - JLN. DIPONEGORO/ BTS.
n 0 n-t 221.050.204 03 0l 01 02
05 03 01 02
145.G4.7696.RDF.003.2 169 Preservasi
(Backbone) - PALELEH - LOI{ODOKA
o
03 01 0t on
(MAMUJU)
0 161,4 f.il 136.037.529 05 03 0l 02
o 651,1 tin 570.064.1,16 05 03 Ol on
03 0l 01 02
145.G4,7696. RDF.003.2672 hescrasi Jembatan Koridor
(Backbone) - WEDA - SAGEA
o 188,1 r,n
05 03 0l 02
SK No 145392 C
0 1773,5 rn r.065.396.080 05 03 0t 7t) 145.G47696.RDF.OO3.27 I I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Preservasi
03 0l 01 on
145.GA.7696. RDF.OO3.2767
o 79,4 llit 297.498.805 05 03 0l
(BTS.PROV.KALTENG ) - SERAPAT - BTS.
KOTA BANJARMASIN
0 148,5 t'n 653.74t.723 05 03 0l 02
03 01
06 (N Ol Lll
145.G4.7696.RDF.O03.3200 Pre.€i'va8i
1 1090,75 iit 1.046.004.247 03 0l 01 0l
ian 03 o5 01
(Backbone) -
768 o nil 792.770.677 0s 03 0l 02
03 0l ol o1
t:rjl 31,3 i,il
05 03 0l 02
(Backbone) -
469 6,5 i,il 167.720.6& 05 03 0l 02
03 01 01 0l
SK No
96 401,5 rn] 653.698.700 03 01 01 02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Prcsefl asi
(Backbone) -
05 03 01 7t)
145.G47696.RDF.003.6 100
44 746,7 lal 1.360.731.333 05 03 0l m
03 01
05 02 13 02
(BackboElc) - Provinsi KaliEantan Tengah
4 915,2 nn 1.250.402.926 03 01 0l 02
05 03 01 02
(Backbone) -
154 14l nn
03 0l ol tm
145.G4.7696.RDF.O03.7 100
184 109,3 nit @1.744.276 03 01 01 02
05 03 0l tm
r45.GA.7696. RDF.003.7300
32 62,5 i7n 476.622.944 05 03 0r 02
03 0l or [n
r45.GA7696.RDF.003.7400
(Backbone) -
x2 29,4 iiit 399.957.136 03 0r 01 02
o1 02
SK No 145394C
85 24 iin 429.032.929 05 03 01 02
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(Backbone) -
03 0l 01 02
145.047696.RDF.004.0538
o 0 t'n
KOTA SERANG
o r20 riil 60.814.601 06 04 02
05 03 0l 02
03 01 0r 04
492 o ,!-l o050301 02
(Kawasan) - JLN. VETERAN (GRESIK)
n o fiI 23.341.660 05 03 01 02
03 01 0l 04
04 02 04 tra
145.G47696. RDF.OO5. 1200
60 o I'iI 78.538.789 03 0l Ol 04
05 03 0l 02
SK No 145395 G
o nl 28.434.960 05 03
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEIO
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi
(Kawa8arD - SEI DURI - BTS. KOTA
MEMPAWAH
03 0l ol 04
145.C4.7696.RDF.O05. lA00
1141 o tiil 1.427.NO 03 0l Ol 04
05 03 0l 02
145.G4.7696. RDF.OO5. 1964
o o rn
03 01 01 04
145.GA7696. RDF.OO5.2782
(Kawasan) - AIMAS (KM 23) - PEL. ARAR
(soRoNG)
o o rn 27.576.044 03 01
0s 03 01 02
145.GA.7696.RDF.005.3025
Transportasi
(Kawasan) - BTS. KOTA
BTS. KAB.
n 0 f,il 15.583.205 05 03 0t 02
03 01 01
SK No
r50 0 f,il
05 03 01 02
(Kawasan) - Provinsi Jawa Barat
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA"76 .RDF.005.33)O
(Kawasan) - Provinsi Jawa Tengah
145.GA.7696.RDF.005.7 IOO
(Kawasan) - Provinsi
3:lo o I!
03 0l 01 04
(Kawasan) - Provinsi Maluku Utara
lo o EI 4.158.080 03 0l Ol 04
05 03 0r 02
Perbatasan - BTS. KOTA GUNUNG SITOLI -
TETEHOSI
o o r,a 82.846.386 03 0l Ol 05
Perbatasan - BTS. PROV. BENGKULU -
PUGUNG TAMPAK
o o f,it 110.315.892 03 0l Ol 05
49 o r-'n 2.505.347 03 01 0l 05
07 15 01 09
SK No 145397 C
o rn
03 0r 01 05
145-GA.76S6.RDF.006. 1535
TANJUNG
0 13.205.283 06 07 05 ltt)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA7696. RDF.006. 1732
Perbatasan -
145.GA7696.RDF.006. 1910
o 16 nit 95.19S.667 03 01 0r o5
3.742.513 03 0l 01 o5
02 o5 w tr5
lii'l o o
145.GA7696. RDF.006. r925
o 686,8 n-t 261.135.510 03 01 0l 05
145.GA7696. RDF_006-2 r27
Ferbataean - MELONGUANE - BEO
0 13,1 a 23.233.553 03 0l 01 05
atn
145.G47696. RDF.006.26a7
PIRAMID
n 76 A;I 114.695.194 06 0? 04 o3
03 0l 01 05
Perbatasan - SORONG - MAKBON
o o iiil 15.440.426 03 0r 01 05
Perbatasan - Provinsi
494 o n-t 3.199.710 03 01 01 05
u7 15 0l ill
SK No
03 0l 01 IF
145.G4.7696.RDF.006.8 IOO ra4.476.235 07 15 0l 09
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sentra Pangan/Food Estate Kalimantan
0 o f,il 68.?63.818 02 10 01 ol
145.GA.7696.RDF.008
o o f,il 69.256.426 02 lO 02 o1
145.GA.7696.RDF.008.O 156
. BTS. KAB. DAIRI - DOLOK SANGGUL
o o r'n 69.256.a26 03 0t 01 03
o 0 r-'a 20.461.878 02 lO 03 0l
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
PALEMBANG
o o FN n.461.878 03 0l Ol 03
Timur
3 0 rit 32.A90.79a 02 lO 04 ol
SK No
o nil 32.490.794 03 01 0l 03 145.G47696.RDF.O 10.4062
Timur -
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
3 o i,il o07150r o9
145.G4"7696. RDF.O 13. 1906 hesarvaai
3 0 fil 19.183.178 03 0l Ol
r45.GA7696.RDF.0 r3. r909
o o f,il 32.509.972 03 0l Ol 03
03 05 05 001
l45.GA7696.RDF.O15. 1917
JLN. WAETAMA
0 o r,n 457.49? 03 05 05 001
03 05 lo 001
03 01 01 03
r45.GA7696. RDF.0 r6.O r57
DOLOK
o o fi'l 54.274.797 03 0l Ol 03
03 05 08 001
145.G4.7696. RDF.O 14.2802 Preservasi
PANDAN) -
o
03 01 01 m
SK No
KADEMAN - PENA.'AM
o r,n
06 05 0l 05
145.G4,7696. RDF.O 19. I 666 o 60.264.474 03 0l Ol o3
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET}
2025-2029
(Fap Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.76 .RDF.O2o
Usaha (KPBU - AD
Duplikasi
I 1 nn 2.140.A7t.O40 05 03 01 04
03 0l or lo
Sentra Pangan/Food
o o fil 12.835.406 02 lo 06 0l
Scartra Pangan/Food Estate Papua Selatan -
SOTA - KM ,{)
o o tin 745.386 03 0l Ol 03
Sentra
KM 40 . BTS. KOTA MERAUKE
o o t'-l
145.GA7696.RDF.O24. I 143
dan Sekitarnya - KEPREKAN -
BOROBUDUR
o o iiit 12.600.407 03 01
03 05 0l
145.G4.7696.RDF.025. 1510
Strategis Pariwisata Nasional
Tengger
o o iil 3.213.714 03 05 I I
03 01 01 o3
SK No 145401C
6 iin 27.343.66? 03 01
Strategis
JEMBATAN SOPI - WAYABULA 3
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA.7696.RDF.028. I 797
TABANAN
o o r-!n 385.347.1A0 03 01
(TANJUNG PINANG)
o 777,9 tin 230.2443f31 03 01 01
03 05 03
r45.GA.7696. RDF.03 1.0689
- BTS. KOTA CILEGON
o o rn 6.952.176 03 0r 01 o3
145.GA7696.RDF.032.0728
0 o t'il 3.115.041 03 01 0r 03
BTS. KAB. KENDAL
n 0 ilil 29.510.288 05 02 09 0r
03 0l 01 03
Industri
(KM. 93. r75) -
o o rm 5.059.310 03 01 0l 03
05 02 rl 02
SK No 145403 C
o iin
03 0l 01 03
WOLULU
o
- D9A -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALC}I(ASI
{Rrr Ribu)
PN PP TP PROP
KONAWE
POHARA
:il o tin 2.326.770 03 01 0r 03
05 02 16 03
Industri IHIP Huabao - BAHONSUAI -
BUNGKU
o o f,'i'l 67.696.965 05 02 18
03 01 01
145.GA.7696.RDF.043.2254
Industri IMIP Morowali -
PROV. SULTRA
o o liit 27.785.A92 03 0l Ol 03
05 02 ls o1
Industri I\JVIP Teluk Weda - WEDA - SAGEA
o 155 nit 43.237.744 05 02 22 02
03 0l ol 03
145.GA.7696. RDF.047.2669
Industri Buli - BULI - MABA
0 o iin 16.985.420 03 0l Ol 03
05 02 23 In
Industri Fak-Fak -
o o iiil 0050224 o5
SK No 145404C
0 iin
o5 02 o1 01
145.GA.7696.RDF.049.2788
BTS. BIREUEN/ACEH UTARA . BTS. KOTA
LHOKSEUMAWE/BTS. ACEH UTARA
o 22.249.746 03 0l Ol 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDF.O53. I 399
EkdtoEi
MADURAN (GRESIK)
o o rn rr.512.686 03 0l 01 00
05 02 05 03
145.CA"7696.RDF.O53.29 15
Eko(ro|oi Khusus JIIPE Ctre8ik - SADANG
(BTTI. KAB.
GRESIK
o 0 r-,n 13.729.7 t4 05 02 0s 03
03 0l ol 03
BANDA ACEH
o m fi'l 92.549.242 03 01 01 o4
NAMU
0 3 ni] 24.532.152 03 01
DHAMAS RAYA
0 o iiil 50.512.040 03 0l or 04
145.G4.7696. RDF.055.o,rcO
o o i'il
SK No
155 i,il 41.734.626 03 0l 01 04 145.GA7696. RDF.055.O445
SUMSEL
o
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEN
INDIKASI
(Flp Ribu)
PN PP KP PROP
KEPAHIANG
0 a7 fil 124.159.983 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDF.055.0563
ENIM
o o iiil 55.760.206 03 01 01 04
145.GA"7696.RDF.055.0597
Transportasi - TANJUNG
0 0 ii'l 40.5ao.1a3 03 01 0l 04
Transportasi - SP. KALIANDA -
o o iiil 57.809.105 03 01
145.G4.7696.RDF.055.07 10
0 o ,ill 23.446.501 03 01 0l 04
Transportasi - JLN. JEND. A" YANI
o 0 nit a.161.415 03 0l 01 04
o 0 rn 20.955.061 03 0l Ol
SK No
o tr-l
- KUMAI
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA7696. RDF.O55. 1670
SAMARINDA
o o iiil 2.4 .352 03 01 0r 04
xt) 02 04 06
145.G4.7696.RDF.055. 173r Preservasi
EARAI(AN)
o o rm 7.308.074 03 01 0l 04
145.G4.7696.RDF.055. 1 78 r Preservasi
o o ;ii'I 26.8:i3.695 03 0l Ol 04
145.G47696.RDF.O55. I 866 Preservasi
NEGARA
o o ia! 51. rro.7r7 03 0l ol 04
145.GA7696.RDF.O55. 1919 Preservasi
o 100 .i!! 135.490.150 03 01 01
06 04 02 04
04
0 72 iin 47.217.115 03
145.GA.7696.RDF.055.2 r91
KOTA PALU)
0 1059 nil 247.476.373 03 01 01 (X
SK No 145408 G
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
N2r-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA,7696. RDF.055.2277
(MAMUJU)
o o tin
145.GA"7696.RDF.055.23 r2
PANGKEP
o 7 rn 47.yt4.742 03 01
Transportasi - LAPN -
o o r'il 15.995.532 03 01 01 04
145.GA.7696.RDF.055.2556
Transportasi - TULEHU - UANG
o 17? r,il 162.3? L2At 03 0l 01 04
o 191 ;,iI 162.612.934 03 01 0l 04
145.04.76 .RDF.055.2675
n o iin 71.203.396 03 0l 01 o4
r45.GA7696. RDF.055.2785
o o f.il 911.954 03 0l Ol 04
SK No 145409 C
o f,i'l 78.058.579 03 0l Ol 04 145.G47696. RDF.O55.2a62
CIPTOMANGUNKUSUMO/ DR. WAHIDIN
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
PROV. JATENG) . TOYAN
o o f,il 20.160.472 03 01 01 o4
JUANDA BARU
o n f,il 122.002.615 03 01 01
06 04 0l 06
04
145.G47696.RDF.O55.30 l2
SULU! - PEL. GORONTALO
0 6 f,il 65.831.693 03 01 0l 04
145.GA7696.RDF.055.3 137
MENABUNG (PEKANBARU)
o 18 ;in 6.351.212 03 0l 01 04
06 04 02 01
Sentra Pangan/Food
o o ni] 20.474.702 02 lO 05 0r
145.GA7696.RDF.056.2679
KOTA JAYAPURA / KAB. KEROM - ARSO
o o "-il 20.474.702 03 0l
SK No l454l0C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan Menengah
49,2 o unit 17.255.504.413 04 01 02 0l
29,92 o unit 2.522.84.360 04 0l 02 ol
145.GM.7714 Penyelenggaraan Sarana
Sarana Prasarana Olahraga
2 unit
Sarana Prasarana
5 lo unit 200.499.994 05 05 0l OO8
5 o unit 308.900.008 06 05 01 m
SK No
o
25.474.999
o 006050r02
Kebudayaan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGE'T2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I o unit 25.474.999 08 02 02 02
145.GM.7718.RBN.002 Rehabilitasi dan
Budaya
o unit 00802o.2 02
Ferthukimsn
233.958.594.604
t45.1fl"7714
145.tq,7714.Q^H
r45.tA,77l4.QAH.OOt Fasilitasi
n I layanan ro.000.ooo 02 12 08 003
145.1A"7714.QMA Data dan
r45.rA.77l4.QMA.OOl Manqie@cn Data
o
FeEukitosn
65.7 12.932.2&
SK No
FeEbarlgunan SPAM Kabupatcn/ Kota 62
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.t4.77 I4.RBB.OOI.OOOO
hr3at
62 O Liter/detik o 0,6 04 0l 02
06 04
145.IA.77 14.RB8.001.3273
I(ota
o O Liter/detik
l45.IA.7714.RBB.OO2
oa 03 04 rla
02 t2 05 01
l45.IA.7714.RBB.OO2.OOOO PeEbanguranSPAMRegionsl-Pusat 750 0
06 04 01 02
06 04 0l 05
06 04
06 04 0l 09
06 04 0l 10
145.t4.77 I 4.RBB.002.3372 Pembangunan SPAM Regional - Kota
Surakarta
0 O
tm 02
SK No
Perluasan SPAM Kabupaten / Kota
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PF KP PROP
08 03 04 06
145.t4.77 14.RBB.005.7205
Donggala
o o sn 29.499.999 06 04 01
145.t47714-RBB-O06
02 t2 05 ol
145.IA.7714.RBB.006.3174
o o unit 14.000.000 06 04 0r 03
Masyarakat
,+8000 0 FIll 360.000.013 02 t2 05 0l
04 1l 02 02
08 03 04 06
06 07 01 02
r45.rA.77 14.RBB.007.3200
n o SR 661.800 06 04 01 04
06040202
06 04 02 04
SK No l454l4C
o sa
Masyarakat -
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l45.IA.77l4.RBB.OO7.? IOO
Masyarakat -
o n SR 209.700 06 04 02 03
145.IA.77 14.RBB.OO7.7300
Masyarakat - Provinsi
o n SR 210.OOO 06 04 02 04
145.IA77 14.R88.007.7400 Infrastru.ktu.r Air
Masyarakat -
o o 9T 167.400 06 04 02 04
l45.IA77l4.RBB.OO7.a100
Masyarakat - Provinsi Maluku
o o SR 166.200 06 04 02 04
06 04 02 03
ol
04 13 06 03
ID
03 06
05
04
r45.tA"77l4.RBB.OO9
02 t2 05 0l
SK No
576 Liter/detik
I45.|A77\4.RBB.OO9.O0OO
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 02 04
06 o4 03 08
l45.lA"7714.RBB.Of O.O0o0
06 04 02 02
06 04 02 03
06 04 02 04
145.14.7714.RBB.01I
02 t2 05 o1
04 1l 02 02
l45.IA.77l4.RBB.O I I.OOOO P.f,luasan SPAM -
o1
06 04 02 03
ID
02
7D
04
04
rla
l45.lA.77I4.RBB.O 11.3f00 Perluasan SPAM -
SK No 145416C
o 55000 FI'I 3.960.000.000 02 t2 (x) 09 l45.lA.7714.RBB.O I l.32OO
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA7714.RBB.OI f.33OO Perluasan SPAM -
l45.lA.77l4.RBB.Ol1.35OO P.f,luasan SPAM - Provinsi Jawa Timur o 46250 SR 3.330.000.000 02 12 G) 02
04 o5
02 12 05 0l
145.tA"7714.SCB Fel,auhan
145.lA77l4.UBA Fasilitasi dan
Deereh
1.581.534.202
l45.ra7714.UBA.OO1
SPAM
509
(hovl&bKota)
t.377.934.202 02 12 07 002
SK No l454l7C
509
(Pror,KabKota)
203.600.000 02 t2 07 001
o
REPUELIK INOONESIA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PII PP KP PROP
r45.tA.77 L5 Penyelenggaraan
145.IA.7715.PEE
2 2
145.IA.7715.PFA Norma, Standar,
o I NSPK
145.rA.7715.QAH Pelayanan Publik
l45.tA.77l5.QAH.OOl Fasilitasi Pengembangan Tcloologi dan
66 113
l45.tA.77l5.QAH.OO2 Fasilitasi
Tcknotroti Sistcr! Pengclolatrr Air
Domestik
I 113
r45.r.A.7715.QMA Data dan
SK No 149618C
Sanitasi
4.000.000 02 12 08 002 r45.rA.7715.QM4.001 I I layanan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
153.245.945.489
Terpusat Skala Kota
o o KK 1.459.968.364 02 t7
02 19 0s 02
04 13 06 03
02 t2 06 001
08 03 04 06
145.IA.7715.RBB.O02. 1200
o 0 KK
03 05 0a 003
145.IA77 15.RBB.002.3300
Terpusat Skala Kota - Provinsi Jawa
o 0 KK 118.597.363 03 05 0l OO3
0l
06 04 02
06 04 02
02
06 04 02 03
SK No
o m lo.000.ooo 06 04 02
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l45.IA.77l5.RBB.OO3 Sistem
Terpusat Skala
o 0 a,{R 006040203
02 17
02 19 05 02
145.t4.77 l5.RBB.OO3.0000
Terpusat Skala
0 u iTti 006040201
06 04 02 02
06 04 02 04
08 03 (x 06
145.rA77r5.R88.004 Pembangunan
(IPLT)
9a 130 6442733 iTti 26.685.200.000 02 t7 0l 02
02 l9 05 02
02 t2 06 002
r45-IA77 I s.RBB-OO4.0000 Pembangunan
Limbah Domestik Setempat
9813{) 6€.42733 KK 21.744.200.001 06 04
06 04
06 04 01
ol
ol
08
06
tdn
02
frB
SK No 145421C
K']iT' NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l 05
0,6 04 0l 06
06 04 01 0?
145.14.77 I 5.RBB.O04.3209
o 0 ,(x 266.400.000 02 t2 09 03
145.IA.7715.RB8.OO4.3212
Limbah Domestik
(lPl,T) - Kab.
o o KK 208.800.000 02 t2 09 03
145.IA.77 l5.RBB.OO4.32 13
LiDbah
(tPl,Il - Kab. Subang
o o r-m
0Pl,Tl - Kab. IGrawang
o o r-rR 928.000.000 02 12 09 03
l45.tA.77l5.RBB.OO4.32l6
o o KK 43.200.000 02 t2 09 03
SK No 145422C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.1477 I 5.RBB.OO4.3274
o o m 43.200.000 02 t2 09 03
145.1A77 15.RBB.004.3275
Limbah
o o KK 36.000.000 02 12 09 03
145.rA"77 r5.RBB.004.33 r7 Pembangunan
Limbah
(IPl,Tl - Kab.
o o xx 64.800.000 02 t2 (x)
145.147715.RBB.OO4.3314
UDbah Domestik
:al 0 KK 136.800.000 02 t2 09 o3
145.tA.77 15.RBB.OO4-3319 Ferobangunai
(IPLT) - Kab. Kudus
u o I(K 93.600.000 02 t2 09 03
r45.rA.77 1 5.R88.004.3320
(IPLT - Kab. Jepara
o 0 KK 122.400.000 02 t2 09 03
SK No 145423 C
o KK 64.800.000 02 12 09 03
Limbah
o
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp
PN PF KP PROP
145. 14.77 15.R88.004.3324
LiEbah
(PL'II - Kab.
o o [Tll 115.200.000 02 12 09 03
145.IA7715.RBB.OO4.3325
o o irR
145.IA.771 5.RBB.O04.3327
o o KK 158.400.000 02 t2 09
Limbah
(IPLT) -
0 0
145.IA.77 I 5.R88.OO4.3329
Limbah
o 0 KK 216.000.000 02 t2 09 03
145.IA.77 15.RBB.OO4.3375
Limbah
o o ini 21.600.000 02 12 09 03
SK No 145424C
o KK 7.200.000 02 12 09 03 r45.rA.77 r5.R88.004.3376
(IPLT) - Kota
o
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
lRp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA77 1 5.R88.004.3512
0Pl,T') - Kab.
o o KK 72.000.000 02 t2 09 03
Limbah
0PLTl - Kab.
o o KK
r45.14.7715.R88.004.3514
Limbah
(IPLT) - Kqb,
o o KK 158.400.000 02 t2 09 03
r45.ra77r5.RBB.OO4.35l5 Fembaruuran
Limbah
(IPLTI - Kab. Sidoarjo
o 0 KK 201.600.000 02 t2 09 03
o 0 KK 122.400.000 02 12 09 03
145.t4.77 15.R88.004.3s24
o o [T( 129.600.000 02 t2 09
SK No 145425 C
o KK
06 04 02 04
Limbah
([PI-IJ - Ikb. Gresik
o 136.000.000 02 12 09 03
- 13la -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.14.77 I 5.R88.004.3574
(IPL'I) - Kota
o o KK 28.800.000 02 t2 09 03
145.IA.77 I 5.R88.OO4.3575
Limbah
o o m 21.600.000 02 t2 09 o3
145.t4,77 I 5.RBB.004.3603
(IPI,IJ - Kab. Tangerang
o o i(li 187.200.000 02 t2 09 o3
r45.r477 I 5.RB8.004.3604 Perobangura[
(PL'I) -
0 0 llti
r45.rA.7715.R88.004.367 r
o u KK 57.600.000 02 t2 09 03
145.14.77 15.R88.004.3672
o o ]tli 28.800.000 02 12 09 o3
SK No
o KX 172.800.000 02 t2 09 03 145.1A.77 15.RBB.004.3673 PeEban$man
(IPLT - Kota
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA77 l5.RBB.OO4-3674
Limbah Domestik
o o KK 273.600.000 02 12 09 03
l45.IA.?7 I 5.R88.OO4.7300 Pcrubangulan Sistem
o o i(.li
06 04 02 04
Regional
o 0 KK 13.700.000 08 03 04 06
ol
02 19 05 01
02
145.rA.77 I 5.RBB.006.0000
o o ir|i 13.700.000 06 04 0l Ol
145.IA,77l5.RBB.OO7
Kota
ztd o XK 33.122.500 02 18 02
02 19 05 o1
145.14.77 l 5.RBB.OO7.0000
Kota - Pusat
20 o [Tl 33.122.500 06 04
08 03 04 06
r45.tA,77 I 5.R88.007.5300
Kota - Provinsi Nusa TcoS8ara
o o irlt 006040204
03 05 lo 003
SK No 145427 C
314714 o KK 409.942.139 02 18 02 o1
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rf, Ribu)
PN PF KP PROP
Sirt€ro
02 19 05 ol
145.1A"77 I5.RBB.OO8.OOOO
Kawasan -
314714 o KK 150.171.993 06 04
06 04 0l 05
145.rA"771 5.RBB.OO8. 1300 Sistem
Kawasan - Provinsi
0 0 KK 45.598.169 06 04 02 03
145.IA.77 I 5.RBB.OO8-3200
Kawasan - korrinsi Ja{,a Barat
o o ITR
r45.14.77 I 5.R88.008.3500
l(aqEsan - Provinsi Jawa Tlmur
o o KK 46.459.966 06 04 02
06 04 02 02
03 05 1l
04 na 04 02
r45.rA.77 1 5.RElE}.008.3600
o o KK 45.545.807 06 04 02 03
Limbah Domestik
o 10500 KK 299.890.000 02 17 01 02
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 07 01 02
04 13 06 03
145.IA7715.RBB.011 Sistem Pengelolaan Air
o n KK 685.562.198 04 13 06 03
oa 03 04 06
02 t2 06 002
02 r? ol 02
l45.IA.77l5.RBB.O1 1. 1200
o 0 KJ( 4.470.000 03 05 08 003
06 04 02 04
145.IA.77l5.RBB.Ol 1.2100
o o iTti 50.ooo 06 04 02 04
l45.rA.77r5.RBB.0r r.3200
Barat
o 0 [Tr 43.799.999 06 04 02 04
145.tA"7715.R8B.01 1.33)O Sist ru Pengelolaan Air Limbah
o o m 47.439.994 03 05 01 003
06(H02 02
SK No 145429 C
o iTti 52.540.002 06 04 02 02 l45.IA77ls.RBB.O1 1.3500 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 05 11 003
06 04 02 04
r45.14.7715.R8B.O1 1.5300
o o KK 50.000 06 04 02
03 05 lo 003
04
145.14.77 15.RBB.O1 1.6100
o o KK 34.990.OOO 06 ()4 02 04
145.tA.7715.RBB.O1 1.7 IOO
Ut ra
0 o KK 50.ooo 03 05 06 003
l45.IA77l5.RBB.Ol t.7200
0 o KK 13.160.001 06 04 02 ()4
145_IA77t5_RBB.Ot 1_73()O
Selatan
o o [Tll 56.900.002 06 04 02 04
SK No
0 KK
03 05 t2 003
l45.IA.77l5.RBB.Ol 1.7400 Sistem
T
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.rA.77l5.RBB.Ol 1.8 IOO Sist€ru
S€t€dpat Sk la Individu - Provinsi Maluku
o o KK 50.000 06 04 02 04
Beret
o o KK 50.ooo 03 05 09 003
145.IA7715.RBB.013
20000 3633920 m 7.338.040.123 0a 03 04 06
0l
06 07 01 tm
02
145.1A"7715.R88.013. r200
o o Kti
145.1A"77 I 5.RBB.O r3.3300
o o tr|i 5.232.000 03 05 0l 003
o o KK
SK No 145431C
0 KK 50.ooo 03 05 10 003
Provinsi Nusa
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
t45.t47715.RBB.O13.7 100
Provinsi Sulawesi Utara
0 0 [Tr 50.000 03 05 06 003
Fcr8aEpahan Bcrbasb Masyarakat -
Provinsi
0 o ir( 50.ooo 03 05 t2 003
145.rA.77r5.R88.0r3.9 r00
o o r-m 50.000 03 05 09 003
8250 o KK 257.985.004 08 03 04 06
02 17 0l 02
l45.IA7715.RBB.Ol4. 1200
o o KK 1.790.000 03 05 08 003
145.IA7715.R88.014. 1900
Kepulauan Bangka
o o m 50.000 03 05 07 003
SK No
0 KK 24.240.OOO 03 05 0l oo3
Tctrgah
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA.77 l5.RBB.O 14.3500
o 0 KK
Tenggara Ba.rat
n o KK 50.000 03 05 05 003
145.t4.7715.R88.0t4.5300 SfuteE Pengelolaan Air
Setempat Skala
Tenggara Timur
:il o I(K 50.000 03 05 lo (x)3
l45.IA.77l5.RBB.Ol4.7 lO0
Sulawesi Utara
o o KK 50.000 03 05 06 003
145.14.7715.RBB.014.7400
Sulawesi
o 0 KK 4.560.000 03 05 t2 003
o o KK 50.ooo 03 05 09 003
SK No 145433 C
46loit EI?FI:fiI3 KK
02 17 0l 02
14s-rA.77r5-RBB_Or5 41.494.101.162 04 13 06 03
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/ PerEukitran / Kawa.an Tertentu
02 19 05 02
02 t2 06
08 03 04 :i.Ia
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/Permukiman/ Kawasan T€f, tentu -
Pusat
04
06
06
ol
ol
09
lo
06 04 02 01
06 04 02 02
06 04 02 03
06 04 02 04
06 04 0l ol
06 04 0l 02
0,6 04 0r
0,6 04 Ol 04
06 04 0l
SK No 145435 C
06 04 0l 06
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 01 o7
l45.IA"7715.RBB.Ol5.3lO0
Provinsi DKI
0 o xx 3.9 .077.426 02 t2 G) 03
145.147715.RBB.0 15.3200
hovinai
0 170000 |rn s.200.000.000 02 t2 09 03
145.1477 r 5.RBB-O 1 5-3300 FeEbangunarr
Kota/ Pcrmukiman/
Provinsi Jas'a T€dEah
o 4000 KK 620.000.000 02 12 (x) 03
03 0s 01 003
06 04 02 02
145.1477 r 5.RBB.0 I 5.3500
Limbah
Kota/
Provinsi
o 135000 KK 4.000.000.000 06 04 02 02
02 t2 (x) 03
03 05 ll oo3
SK No
o ,FITIIIO m r.600.000.000 02 t2 09 03 145.1477t 5.R88.O15.3600
Limbah
Kota/ PcrBukiEan/ IGwaran Tertentu -
Provinsi Banten
REPUBLTK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Umbah
(Tangki
02 19 05 02
08 03 04 06
04 13 06 03
02 12 06 0,02
145.rA"7715.RBB.0 16.0000
64423 32200 Ki
06 04 0l 09
06 04 0l 10
06 04
06 04 0l lm
ol
ol
06 04 01 05
06 04 01 06
06 04 01 07
04
rla
SK No 145437C
o 27 t2204
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
08 03 04 06
145.rA.77l5.RBB.O 17.OOO0
Regional/ Kota/ Kawaoan - hr.at
o 2712204 KK 16.940.236.024 06 04 02 03
r45.rA.7715.RBB.018
o
Pengelolaan Air Limbah
5 5 unit
02 t2 06 003
145.147715.R88.019.0000
- Pusat
5 5 unit 400.ooo.ooo 06 (H 01 0r
06 04 0l 02
03
04
04
04
TA
TA 04
ol
ol
06 04 0r 05
o6 ol
SK No
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO( PROYEK)
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l td:]
06 04 0r 09
0,6 04
145.14.7715.RBB-O20
1l 31 unit 684.000.000 02 12 06 003
02 19 05 02
145.1A"77 15.RBB.O20.0000
- Pusat
ll
06 04 0l Ip]
06 04 0l lo
06 04 01 01
06 04 0l 02
06 04 0l 03
06 04 0l 04
06 04 0l 05
06 04 01 :i.Ia
SK No
06 04
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 330 f.Tti 6.000.000.000 02 18 02 01
l45.IA.77t5.RBB.O22 P€robanSunal
o mfdtl in m
o 200 unit t2.266.726.2fi 02 18 02 02
145.147715.R.BB.801
06 05 01 04
02 ta 02 o1
20000 0 KK o06050t04
02 12 06 001
400 749 Orang 109.000.000 02 t2 08 004
SK No 145441C
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dacreh
8.400.507.261
Sanitasi
514 514 Daerah
(ProvKabKota)
3.340.97.26r 02 t8 02 03
02 t2 06 005
02 t2 07 001
145.tA7715.UBA.OOr. 1200
o o Daerah
1.400.000 06 04 02 04
l45.tA.7715.UBA.OOr. 1300
Sanitasi -
o 0 Daerah
(ProvKabKota)
r.900.000 06 04 02 03
145.t4"7715.UB4.001. 1400
Sanitasi - Provinsi Riau
o o
(ProvKabKota)
1.900.000 0,6 04 02 ol
l45.IA7715.UBA.OO1. 1700 Pembinaan dan
Sanitasi - hoeinsi
o o
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
145.rA77r5.UBA00r. 1800
o o
1.400.ooo 06 04 02 02
145.t4.7715.U84.OO1. lSOO
o 0 Daerah
1.400.000 06 04 02 03
SK No 14542C
r.400.000 06 04 01 03
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sanitasi -
(ProvKabKota)
02
02
o4
04
o3
04
Sanitasi - Provinsi Jawa
o o
(ProvKabKota)
l.400.ooo 06 04 02 02
06 04 02 04
06 04 01 04
145.IA"77 l5.UBA.OO 1.3300
Sanitasi - hoviosi Jaq,a Tengah
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02
06 04 02 02
06(x02 IFl
ol
145.lA.7715.UBAOO 1.3400
o 0 Daerah
(kovKabKota)
1.400.000 06 04 02 ol
145.1A.7715.UBAOO1.3500
Sanitasi - Provinsi
o 0 Daerah
(ProvKabKota)
1.900.000 06 04 02 01
06 04 02 02
06 04 02 04
r45.tA"77 I 5.UBA.O0 r.3600
Sanitasi -
3 o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
SK No 145443 C
1.400.000 06 04 0l 07 145.rA7715.U8A.00 1.5r00 o o
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Sanitasi -
Daerah
(ProvKabKota)
06 04 02 03
145.IA7715.U8AOO1.5200
Sanitasi - hovLtsi Nusa
o o
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
145.147715.U84.001.5300
o o Daerah
r.400.000 06 04 02 04
145.t4.77 15.UBA.OO1.6100
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02 04
145.14.77 1 5.UBA.O0 l.6,100
Sanitasi -
o o Daerah
(ProvKabKota)
750.OOO 06 04 02 02
r45.rA.77l5.UBA,O0 1.7 IOO
o o Daerah
145.14.7715.U84OO1.7200
Sanitasi -
o 0 Daerah
{korrlkbKota)
r.400.ooo 06 04 02 04
145.14.77 r5.UBA.OO 1.73()O
Sanitasi - Provinsi Sulawesi Selatan
o o Daerah
(hovKabKota)
2.400.000 06 04 02 04
145.14.77 l5.UBA"OO r.7,lO0
o n Daerah
1.400.000 06 04 02 04
SK No 145444C
F.rubinaan dan Pengawasan
Ss[ita.i - Provinsi Gorontalo
(ProvKabKota)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEI9
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA77l5.UBA.OOl.8 100 Pembinaan dan
Sanitasi - Provinsi Meluku
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02 03
04 02 o4 na
145.IA.7715.U8A.O0 1.8200
Sanitasi - Provinsi Maluku Utara
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.900.000 06 04 02 04
145.14.77 15.UBA.O0 1.9ilOO
o :al
(ProvKabKota)
Daerah Bidang Sanitasi
150 150 Daerah
(kovKabKota)
800.000.000 02 t2 07 001
145.1477 1 5.UBAOO2.0000
Daerah
150 150 Daerah
(ProvKabKota)
800.ooo.ooo 06 04 01
06 04 01 02
06 04 0l 03
06 04
06 0+ ol o5
06 04 01 o6
o1
07 04 06 o1
SK No 145445 C
06 o4 ol lilt
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
06 04 0l 09
06 04
l45.IA.7715.UBA.OO3
Air
30 3()
(ProvKabKota)
400.000.000 02 12 07 002
l45.IA77t 5.UBA.OO3.OOOO
Air
ild 30
(ProvKabKotq)
,r00.ooo.ooo 06 04 01 08
06 04 01 TD
06 04 01 lo
06 04 0l 01
0l on o+ 06
06 04 0l 03
06 04 01 04
o5
t{a
fr.l3
06
ol
ol
06()40r07
SK No
20 800.000.000 02 t2 06 005 l45.la77t5.UBAOO4
5
(ProvKabKota)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pengelolaan Layanan
145.1A. 77 15.UBAOO4.0000
5 20 Daerah
(ProvKabKota)
800.000.000 06 o,+ 0l ol
02 04 l]A 0l
06 04 0l 03
06 04 0l
06 04 0l
06 04 01 06
06 04 01 07
06 04 01 08
06 04 01 TD
06()401 10
l45.tA.7715.UBA.006
Pelaku
o ti)
(ProvKabKota)
006040r08
06()401
06 04 0l 10
SK No 1454/.7 C
06 04
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04
o3
04
06
06
or
ol
06 04 01 o5
06 04 01 06
06 04 01 07
145-IA-7715_UBA-O11
Pengangkutan Sampah
0 2OO Kab/Kota 2.550.000.000 02 18 02 7D
Dokumen
0 2OO Kab/Kota Slo.ooo.ooo 02 18 02 ol
145.t4.77 t6
Cipta Karya
0 0 Rekomendasi
o 02 12 08 0(N
145.IA.7716.PF.A N6!1a, Standar, Prosedur, dan
SK No
Penyusunan NSPK Bidfltg
o NSPK 15.681.000 02 t2 07 0{)4
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pt{ PF KP PROP
Cipta Karya
o B NFT'II 42.938.000 02 t2 07 004
l45.tA,77l6.SCB Pelatihan Bidang
145.IA77l6.SCB.OO I
Sampah
0
145.14.7772 Penyelenggaraan Ba,rgunarr Gedung dan
FcdukiEen
I 4 5.t A.7 7 7 2.RB.B.O22. 1900
Bangka Belitung - Provinsi Kepulauan
3 o H.kter 25.224.246 03 0s 07 003
Penataan
t2 O
l45.IA.7772.RBB.AO3
Bangunan
IKN
o 0 Kawasan 23.000.ooo 06 0s 01 02
SK No 1452149 C
15
PetryanBga
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(np Ribu)
PN PP KP PROP
o o
145.t4.7772.R8H.003
o O
Dacf,ah
49.636. r63
Fenyelenggaraan
509 o Daerah
(hovKabKota)
89.636. 163 08 04 0s 0l
02 t5 03 02
06 06 04 o1
TOTAL
Kctcf,angan:
2. Terdapat indikasi perpindahan
SK No 145451C
KEMENTERI.AN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24
Koordinator Pencapaian Indikator
PP 06.06 -
unit/tahun
KP
KP
KP
KP 06.06.02 -
KP 06.06.02 -
unit/tahun - (indikator baru) o 5.Om
SK No 145452 C
570.237
subsidi/
rumah
tangga/ tahun
KP 06.06.04 -
kebija.kan
I I I
KP 06.06.05 - Luasan
KP
SK No 145453 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
146.IA Program
146.rA.7659
1.612.595.249
FeoukiDarr
1.612.595.249
146.IA7659.RBB.OOl
146.14"7659.RBB.002.3 rOO
-
o o Hektar o 0,6 04
146.tA7659.RB8.OO2.3200
- Provinsi Jewe Berat
n O
146.t4.7659.R88.002.s600
- Provinsi
o 0 Hektar 006040l03
l46.tA.7659.RBB.OO4
06 06 05 02
SK No 145454C
O
146.IA.7659.R88.OO4. I 200 3 o 0,6 04 0l 0l
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.rA7659.RBB.004. l3()O
o o
146.tA.7659.RBB.004. r400
Riau
o o Hektar 006040201
146.IA.7659.RBB.OO4. I 600
o o H€l er 006 04 01 02
r46.rA.7659.R88.004. I 700 Pemugaran
o o
l46.IA.765S.RBB.OO4. 1400
o o
146.1A7659.RBB.OO4. 1900 F.ruugaran
0 o
146.rA7659.R88.004.2 IOO
o O
06 04 02 04
146.ta7659.R88.OO4.3 100
DKI
n o Hektar 0060401
SK No 145455 C
Jawa Barat
O
146.rA"7659.RBB.004.3200 3 o06040l 04
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0,6 04 02 04
146.tA,7659.R88.004.3300
Jawa Teng.h
o o
06 04
06 04 02 0l
06 04 02 02
146.tA.7659.R88.004.3,100
DI
o 0
146.rA7659.R88.004.3500
Jawa Timur
0 O
06 (x 02 0l
06 04 02 02
06 04 02
146.t4.7659.RBB.004.3600
o O Hektar 006040203
146.14.7659.RBB.OO4.5 100 Pemugaran
Bali
o 0
06 04 0l ct
SK No 145456C
0 Hektar o 0,6 04 02 03 146.14.7659.RBB.OO4.5200
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
r46. I4.7659.R88.004.s300
Nusa
ti) O
r46.t4,7659.RBB.004.6 rOO
Kalimantan Barat
o 0
o l0
o o
146.rA7659.R88.004.7 IOO
Sulawesi Utara
o 0 HeI ar o060401 lo
06 04 02 03
146.t4.7659.RBB.004.7200
o o
146.14.7659.R88.004.7300
o o Hektar 006040.204
06 04 0t frL
r46.t4.7659.RBB.004.7,rco
Sulawesi
o o Hektar 006040204
SK No 145457 C
o
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146. 14.7659.RB8.004.8 rOO
Maluku
o O Hektar 006040203
06 04 02 04
146.t4.7659.RBB.004.A200 Fefiwaratt
Maluku Utara
o 0
Papua
o o
146.IA7659.RBB.OO4.9800
Papua Barat Daya
rn O Hektar 006040203
06 04 02 04
146.147659.RBB.005
I46.IA7659.RBB.O05,OOOO Pef,eEqiaanFerBukiEanKuEuh - Rrsat n l2O
r46.tA.?659.R88.O05. 1200
Sumatera Utara
o T
06 04 02 04
r46.t4.7659.R88.005. 1300
o o Hektar 00604020s
146.t4.7659.RBB.005. r,rcO
Riau
0 o Hckt r 006040201
SK No 145458 C
o Hclftgr 0060401 02 146.14.7659.RBB.OO5. 1600 o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEN
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l46.IA.765S.RBB.OO5. r700
o o
146.14.7659.R88.OO5. rAOO
kEpunE
o o Hektar 006040202
l46.IA.7659.RBB.OO5_ rSOO
o O
146.IA,7659.RB8.OO5.2 100
Kepul,auan Riau
o 0
06 04 02 04
146.IA7659.RBB.OO5.3 IOO
DKI
0 O
146.tA.7659.RBB.005.3200
Jawa B6rat
o o
0,6 04 02 02
06 04 02 04
JaE'a
o o
06 04 01 o5
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASII
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
DI
0 O Hektar 00604o.2 o1
146.IA.7659.R88.OO5.3500
o O
0,6 04 02 0l
06 04 02 02
06 04 02
146.I4.7659.RBB.OO5.3600
o 0 Hektar 006040203
146.1A.7659.R8B.005.5 100
Bali
3 0
06 04 01 u
146.14.?659.R-BB.OO5.5200
Nusa
3 0 Hektar 0060402 frB
146. 14.7659.R88.005.5300
u n
r46.rA.7659.R88.005.6 IOO
II o
SK No 145460 C
o
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.1A.7659.RBB.005.7 rO0
Sulawesi Utara
o O
o3 02
06
:4]a
o
146.14.7659.R88.005.7200
Sulawesi Tengah
o n Hektar o 0,6 (x 02 04
146.t4.7659.RBB.005.7300
o o
06 04 01 09
146.1A,7659.R88.005.7,100
Sulawesi
o O Hektar 006040204
r46.ra7659.RB8.005.7500
Gorontalo
0 o Hektar o 0,6 04 02 03
r46.tA.7659.R88.005.8 100
o 0
06 04 02 04
Maluku Utara
o o
146.tA.7659.RBB.005.9400
Papua
o o
SK No
O
146.IA.7659.RBB.OO5.gaOO Fer€rodaal
Papua Barat Daya
0 0060,40,2 03
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
2025-2029
(Rrr Ribu)
PN PF KP PROP
146.t47659.R88.006
l46.IA7659.RBB.006. I 200
Provinsi
o o
06 04 02 04
r46.ra7659.R8B.006. r300
o O
146.14.7659.R88.006. 1400
Provinsi Riau
0 n Hektar o 0,6 04 02 ol
146.t4.7659.R88.006. 1600
Provinsi Sumatera Selatan
o o
146.rA"7659.R8B.006.
Provinsi Bengkulu
n 0
146.IA.7659.RBB.006. laOO
Provinsi
o o Hektar 006040202
l46.IA.7659.RBB.OO6_ 1mO Pemukiman
Provinsi
o O
SK No l454dlC
o
146.14.7659.R88.006.2 IOO
o 006040203
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
146.IA.7659.R8B.006.3 IOO
Provinsi DKI Ja.karta
0 o
146.IA.7659.R8B.006.3200
Provinsi Jawa Barat
o o
02 02
04
06
06
06 04 02 04
hovinai Jawa
06 o
06
O
05
02
04 ol
06 04 02
06 04 02 02
146.147659.RBB.006.3400
Provinsi DI
0 o H.kt r o 0,6 04 02 o1
146.147659.RBB.006.3500
0 o Hektar O 0,6 04 01 06
02
02
rt)
04
06
06
o1
06 04 02 04
SK No 145465 C
o H€l(tsr 0060402 03 146.tA7659.R88.006.3600 o
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.rA7659.R88.006.5 IOO
o o
06()4Ol 07
Provinsi Nusa
o o
146.I47659.RBB.006.5300 FeEukirnarr
o O
r46.14.7659.RBB.006.6 IOO
Provinsi
0 o Hektar 006040204
Provinsi
o 0
146.IA7659.RB8.006.6/+00
n O
146.t4,7659.R88.006.7 r00
Provinsi
n O Hektar 006040r lo
06 04 02 03
146.IA7659. RBB.006.7200
n O
SK No 145z166 C
0
06 04 01 :.D
146.ta7659.RBB.006.7300 :il 006040204
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.IA7659.RB8.006.7400
o O
146.IA"7659.R88.006.7500
Provinsi
o n Hektar 006040203
146.rA7659.RBB.006.8 IOO
Provinsi
o o
06 04 02 04
146.1A.7659.R88.006.a200
Provinsi
o O
146.tA.7659. RBB.006.9400
0 o Hektar 006040203
146.IA.7659.R8B.006.9800 FcEukiEan
Prorrinsi Papua Barat Daya
o o
06 04 02 04
146.rA.7660
r46.ra7660.PBF.OOl
Kebijakan
33.700.000 06 06 04 rt)
SK No 145467C
Prasarana Bidang
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rt, Ribu)
PN PP TP PROP
l46.tA.7660.RBB.OO2
146.1A.7660.R88-OOA Bantuan
06 06 01 03
06 07 01 02
o1
146.14.7660.RBB.OO4.3300 Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah
Swadaya Miskin dan Rentan -
Jawa
o o unit o06()4ol 05
146.14.7660.RBB.O19 Bantuan Peningkatan Kualitas
o 125000 unit 12.500.000.000 06 06 01 03
o 25000 unit
146.rA"7660.RBB.021 Bantuan
MBR
t0
146.IA765l.RBB Pras.rana Bidang PeruEolral dan
17.741.737.403
146.147661.RB8.OO1 Bantuan PSU Bidang Fef,uaahan 10500 20000 unit 9t9.443.249 06 06 0l 04
SK No 145468 C
10500 t]mfr]0 unit 919.443.249 06 04 0l t|x] 146.IA7661.R88.001.0000
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N2S-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l46.rA.7661.RBB.OOl. 1200
o o
06 04 02 04
l46.ta766r.RBB.OOl. 1300 Bantuan PSU Bidang
o o unit 006040,2 o3
146.IA.766 1.RBB.0O1. 1.+OO
Riau
o o unit 006040201
146.rA.766t.RBB.OOr. 1600 Bantuan PSU Bidang
n o
146.rA"766l.RBB.OOr. 1700
o 0 unit 006()402 03
146.IA.7661.R8B.OO1. lAOO Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
o o unit 006040202
146.IA7651.RBB.OOl. 1900
Kepulauan Bangka
o n unit 006040203
146.IA7661.RBB.OO1.2100
Kepulauan Riau
o o unit 006040,203
06 04 02 04
SK No 145,169 C
Bantuan
DKI
o unit 006 04 01 03
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
146.I4.766 1.R88.00 1 -3200
o o unit o06040r 04
06 04 02 02
06 04 02 04
l46.lA.766r.RBB.OOr.3300 Bantuan PSU Bidang
Jaqra T€rrgah
0 0 unit 006040203
06 04 01 05
06 04 02
06 04 02 02
146.t4.766 l.RBB.O0 1.3400 Bantuan PSU Bidang PeruBahan -
Dt
o o unit 006040201
146.rA.766 l.RBB.00 1.3500 Bantuan PSU Bidang
Jawa
n o unit 006 04 01 06
06 04 02 ot
06
06
M
04
02
tt)
l46.rA.766r.RBB.OOl.3600 Bantuan PSU Bidang
0 0
SK No
0 unit 006040203 146.t4,7661.R88.00r.5 rO0 3
i.(aDId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bantuan PSU Bidang
Bali
06 04 0l 07
146.t4,766 I.RBB.OO r.5200 Bantuan PSU Bidang
Nusa
3 o unit 006040203
r46.rA,766l.RBB.O0 1.s300
Nusa Tenggara
0 o unit 0060402 04
146.14.766 1.RBB.OOl.6lOO Bantuan P{lU Bidang
o o unit 006040204
146.14.766 1.RBB.OO 1.6400
o o unit 006040202
146.rA,766l.RBB.OOr.7rO0 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sulawr3i Ut ra
o o unit 0060401 lo
06 04 02 03
146.t4.766 l.RBB.OO 1.7200
Sulawesi
o o unit 006040,2 o4
r46.tA.766 I.RBB.OO 1.7300
o o unit 0060402 04
06 04 01 09
SK No l4547l0
o unit 006040204 146.14.766 l.RBB.OO 1.7400
n
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.Ia766 1.RBB.OO 1.7500 Bantuan PSU Bidang
Gorontalo
o o unit 006040203
146.tA.7661.RBB.0O1.8 IOO Bantuan PSU Bidang
o o unit 006040203
06 04 02 04
r46.rA.766 T.RBB.OO 1.8200 Bantuan PSU Bidang
Maluku
o o unit 0060402 04
146.14.766 I.RBB.OO 1.9400 Bantuan PSU Bidang
Papua
o o unit 006040203
r46.tA,766 I.RBB.OO 1.9800 Bantuan PitU Bidang
Papua Barat Daya
0 0 unit 006040203
06 04 02 04
l46.IA7661.RBB.OO3
Hunian ASN/TNI/POLRI
1066 0 unit 754.865.951 06 06 02 xn
r46.ra766 1.RBB.OO3. 1200 Bantuan Pembangunan
Hunian ASN/TNI/POLRI -
o o unit 006040,2 ()4
SK No 145472 C
o unit 006040203 146.14"766 l.RBB.OO3. 1300 Bantuan
Hunian ASN/TNI/POLRI -
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.I4.766 1.RBB.OO3. 1,rOO Barttuar Pembangunan
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Riau
o o unit 0060402 ol
146.IA.766 1.RB8.003. r700 Baitualr Pembangunan
Hunian ASN/TNI/POLRI -
3 o unit 006040203
146.IA766 l.RBB.OO3. 1800 Bantuan
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
0 o unit 006040202
146.14.766 l.RBB.OO3. 1900 Bantuan
Hunian ASN/TNI/ POLRI -
o o unit 006040203
146.IA.7661.RBB.O03.2 IOO Bantuan
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Kepulauan Riau
o o unit 006040203
06 04 02 04
146.IA766 l.RBB.OO3.3200
Hunian ASN/TNI/POLRI -
Barat
0 o unit 0060402 04
06 04 02 02
SK No 145473 C
o unit
0,6 04 02 o3
r46.ra766 l.RBB.OO3.3300
Hunian
Tengah
o o 0,6 04 02 0l
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r46.rA.766 r.RBB.003.3400 Bantuan
Hunian ASN/TNI/POL,RI -
o o unit 00604o2 o1
t46.t4.766 l.RBB.OO3.3500 B€tltuatt
Timur
o o unit 00604o2 0l
06 04 02 02
06 04 02 04
146.rA.766 r.RBB.003.3600 Bantuan
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
o o unit 0060402
146.14.766 1.RBB.OO3. 5 100
Hunian
0 o unit 0060402
146.tA.766 l.RBB.OO3.5200 Bantuan
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Nusa
o :al unit 006(x0203
146.rA766 1.R8B.003.s300 Bantuan
o o unit 0060402 04
SK No 145474C
o unit 006040204 146.14.766 l.RBB.OO3.6 IOO
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
.(dird NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.IA766 l.RBB.OO3.6,lOO
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
0 o unit 006040202
l46.IA766l.RBB.OO3.7 IOO Bantuan
Hunian
o o unit 006040203
146.14766 l.RBB.OO3.7200
Hunian ASN/TNI/POLRI -
o o unit 006040204
146. I4.766 l.RBB.OO3.73{)O
Hunian ASN/TNI/POLRI -
o 0 unit 0060402()4
06 04 01 Tr]
146.IA.766 l.RBB.OO3.7rl0o
o 0 unit 006040204
146-rA.766 r.RBB.OO3.?500 Bantuan
Hunian ASN/TNI/ POLRI -
Gorontalo
o o unit 006040203
SK No 145475C
o unit o
06 o4 02 o4
146.IA766 1.RBB.OO3.8 100
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Maluku
o3 02
KODE
NAI'A
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.14.766 1.R88.003.8200
Utara
o o unit 006040204
146.IA.766 r.RBB.OO3.9rl0o Bantuan
0 o unit 006040203
146.I4.766 l.RBB.OO3.9800 Bantuan
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Papua
Barat Daya
o o unit 0060402
06 04 02 04
l46.IA.766l.RBB.OO4 Bantuan
Hunian
146.14.766 1.RBB.OO4. 1200
Hunian
o o unit 0060,401
06 04 02 04
146.1A.766 1.RBB.OO4. r3)O Bantuan
n o unit 0060402 o3
146.ra766 l.RBB.OO4. 1400 Bantuan
o o unit 006040201
SK No
o
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
202n-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.I4766 1.RBB.OO4. 1700 Bantuan
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi
o 3 unit 006040203
146.14.766 l.RBB.O04. I 800 Bantuan
Hunian
o 0 unit 0060402 02
146.14.766 1.RBB.OO4. 1900 Bantuan
Hunian
o o unit 006040203
146.IA.766 1.RBB.OO4.2 100
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Kepulauan
Riau
0 o unit 006040203
06 (N 02 04
146.r.A.766 r.RBB.OO4.3 t00 Bantuan Pembangunan
Jakarta
o o unit 006040r IE
146.rA.766 r.RBB.OO4.3200 Bantuan
Hunian
o o unit 0060401 04
02
OD
06
06
02
()4
SK No
o unit o
06 (x 02
146.14.766 l.RBB.OO4.3300 Bantuan
Hunian MBR/Pekerja -
03
05
02 04
:i.Ia
o
ol
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
N25-n29
(Rp
PN PP KP PROP
06040202
146.14.766 1.RB8.O04.3400
Hunian
o 3 unit 0060402 ol
146.rA.766 1.R8B.004.3500
Hunian
o 0 unit o060401 06
06 04 02 01
06 04 02 02
06()40,2 o4
146.14.766 l.RBB.OO4.3600
Hunian MBR/Pekerja -
o 0 unit 006040203
146.tA.766r.R88.004.5 100 Bantuan
Hunian
0 o unit 006040203
06 04 0l o?
146.IA.766 1.RBB.OO4.5200
Hunian
0 n unit 006040203
SK No
o unit 006(x0204 146.t4.766 1.R88.004.5300 Bantuan
Hunian
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.14.766 l.RBB.OO4.6 100 Bantuan
Hu an MBR/Pekerja - Provinsi
Berat
o o unit 006(N02 04
146.IA766 1.RBB.004.6300 Bantuan
Hunian
o o unit 0060401 08
146.14766 l.RBB.OO4.6,100
Hunian
Timur
o 0 unit 006040.2 02
146.14766 l.RBB.OO4.7 100 Bantuan
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sulawesi
Utara
o 0 unit 0060401 lo
06 04 02 03
146.14.766 l.RBB.OO4.7200 Bantuan
Hunian
Tengah
o o unit 006040204
146.t4766 1.R88.004.7300 Bantuan
Hunian
0 o unit 006040204
0604 01 09
SK No
0 unit 006040204 146.14766 1.RBB.OO4.7400 Bantuan
Hunian
Tenggara
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
146.rA.766 r.R88.004.7500 Bantuan
Hutriar
o o unit 006040203
146.IA.7661.R88.004.8100 Bantuan Fcabaigunan
Hunian
o o unit 006040203
0,6 04 02 04
146.tA.766 r.RBB.OO4.8200
Hunian MBR/Pekerja -
i'l o unit o 0,6 04 02 04
146.14.766 l.RBB.0O4.9,rOO Bantuan
Hunian
o t0 unit 006040203
146.IA.766 l.RBB.OO4.gaOO
Hunian
Barat Daya
o o unit 0060402 03
06 04 02 04
146.IA.7661.R88.012
06 06 0r o1
146.IA.7661.R88.020
Pengendalian Risiko
470.000.000
SK No 145480 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 06 03 03
t46.W7 662.PE 4-OO2 Fasilitasi Pembiayaan
Terjangkau dan
I O
06 06 03 03
l46.IA.7662.PEAOO2.OOOO Fasilitasi
I O
146.IA.7662.PEE Kamitresn o
146.1A.7662.PEE.004
I O
r46.rA.7662.QAH
146.t4.7662.QAH.00r Fasilitasi Subsidi
Bantuan Uang Muka
1 O layanan
on 03 06 06
l46.tA.7662.QAH.OO2
I O layanan 2.500.000 03 04 0l
06 06 03 02
SK No
Fasilitasi
O layanan
06 04 0l o5
r46.rA.7662.QAH.OO2.OOOO I 2.500.000 06 04 0l 03
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 04 0t 06
06 04 0l 09
06 04 0r lo
t46.t4"7662.QFC Subsidi
146.14,7662.QFC.0O1
06 06 03 02
146.tA,7662.QFC.0O 1.OOOO
15 O Keluarga 200.ooo 06 04 0l ol
06 04 0l ID
06()401
06 04 0l
06
07
04
04
tr]a
06
ol
ol
06 04 0l 08
06 04 0l IID
06 04 0r lo
SK No
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGE"T2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 0,6 03 02
146.r.A.7662.R88 Prasarana Bidang Perumahan dan
Fr,[ul<imen
454.000.000
r46-rA-7662.RBB.OOr
TOTAL 60.2ro. r33.aa5
Keterangan:
c)
SK No 145483 C
1. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
PP
PP
PP
tahun genap)
besar)
22 22. 20*
PP 03.05 - Kunjungan
PP 03.05 - Perjalanan wisatawan
KP 02.22,06 -
o 10 10
KP 02.22.06 - Jumlah wisatawan
KP 02.22.06 - Jumlah wisatawan
SK No 145484C
juta rupiah 22.023.561,06
l2o23l
KP
KP
KP O3.O5.Of -
KP O3.O5.O I -
KP O3.O5.Of -
KP 03.05.02 - PDRB
60.288.199,30 73.280.683,05
KP 03.05.02 - Pendapatan dari
KP 03.05.02 -
KP 03.05.02 - Tenaga k rja
KP 03.05.02 - Investasi
l2o23l
9.413.987,20
KP 03.05.03 - PDRB sektor
6.947.414,54
KP 03.05.03 -
KP 03.05.03 -
SK No 145485 C
KP 03.05.03 -
l2o23l
KP 03.05.04 - PDRB
KP 03.05.04 -
KP 03.05.04 -
KP 03.05.04 -
XP 03.05.04 -
KP 03.05.04 -
KP 03.05.04 -
(2023)
14.130.860,16 21.997.903,42
KP 03.05.05 - PDRB
(20231
KP 03.05.05 -
xP 03.05.05 -
KP 03.05.05 -
SK No
juta rupiah
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24
KP 03.05.06 - PDRB sckon penyedi,aan
l2o23l
2.43?.523,7L 3.449.O27,4O
KP 03.05.06 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Manado-Likupang miliar rupiah 6.491,89 (2019) 8.982,47 l?.232,90
KP 03,05.06 - Devisa pariwisata
KP 03.05.06 -
KP 03.05.06 - Investasi s€Ltor pariwisata Manado-Likupang
KP 03.05.07 - PDRB srkc
3.614.153,73 4.398.051,36
KP 03.05.07 -
KP 03.05.07 -
KP 03.05.07 -
KP 03.05,07 -
KP 03.05.08 - PDRB
KP 03.05.08 - Pendapatan dari
xP 03.05.08 -
SK No
INDIKATOR SATUAN
KP 03.05.08 -
KP 03.05.09 - PDRB
KP 03.05.09 -
KP 03.05.09 - Devisa pariwisata dari
KP 03.05.09 -
KP 03.05.09 -
KP 03.05.10 - PDRB
KP 03.05. f0 - Pendapatan dari
KP 03.05. fO - Devisa
KP 03.05.10 -
KP 03.05.10 - Investasi sclcc pariwisata labuan Bajo
KP 03.05.1 I - PDRB
19.273.275,88
KP 03.05.1 I - Pendapatan dari wisatawan
KP 03.05.1 I - Devisa
KP 03.05.1 f - Tenaga
SK No 145488 C
KP 03,05. 1 2 - PDRB
KP 03.05. f2 - Pendapatan dari
KP 03.05.12 -
KP 03.05.12 - TeEaaa
KP 03.05,12 - Invcataii schor
KP 03.05.13 - PDRB
KP 03.05.13 -
KP 03.05.13 - Dcaisa pariwisata Morotai juta USD 0,69 0,78 1,56
KP 03.05.13 -
KP 03.05.13 -
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_20.29
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7232 Pengelnbangal P€odidikan Tinggi Bidang
419.656.630
147.DL.7232.W.OO3.1275
03 05 08 N4
147.DL.7232.RAA Sarana Bidang
5 15 P.ket 167.435.000 04 0? 02 04
SK No
Prasarana Bidang
r47.DL.7232. RAA.OO3.000 I Sarana Bidang Pendidikan Politeknik
Pariwisata Medan - Kab. Deli Serdang
5 167.435.000 03 05 08 004
t+7.DL.7232.RB,t
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7232.RB.r.003
Tinggi
1 I unit 43.592.100 04 0? 02 04
t47.DL.7232.RB,t.OO3. t27 5
Tinggi
I unit 43.592.100 03 05 08 004
Kebudayaan
Folitclorik Pariwisata Medan
1700 1850
147.DL.7 232.SAD.OO3. 127 5
FoliteLrrik Pariwisata Mcdan - Kota Mcdan
1700 1850 Orang 109.656.464 03 05 08 004
02 o6 22 02
147.DL.7232.SAD.O1 l. 1275
dan
Medan - Kota Medan
1700
03 05 08 004
147.DL.7232.SAD.019
Masyarakat Folitelarit Pariwisata
I loo 1100
SK No l4549lg
02 22 06 m
147.DL.7 232.SAD.O t9. t27 5
Masyarakat Folitcloik
Kota
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7233.PD1
147-DL_7233.PDI.OO5 Sertfikasi Profesi dan SDM Poltekpar
229 O Orang 4.8.24.424 04 07 02
147.DL.7233.WC
147.DL.7233.PF,C.005
Sama
Palcrlrbafla
20 20 Kesepakatan 2.907 .519 04 07 02 0 l
147.DL.7233.RA4 Sarana
147.DL.7233.RAA.005
Tinggi Poltekear Palembang
I I Paket 74.615.000 04 07 02 04
147.DL.7233.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan
147.DL.7233.R8r.005 Pengadaan Prasarana
Tinggi Foltckpar
1 I unit 43.592.100 04 07 02 ()4
147.DL.7233.SAD
Kebudayaan
170.494.t20
SK No 149620 C
I 160 131.091.271 04 07 02 05
1160 Orang
- l3ao -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7233.SAD.021 Penelitian dan
Masyarakat Politeknik Pariwisata
t7N
147.DL.724
Pariwisata NHI Bandung
147 .DL.7234 .Wl
147.DL.7234.PD[.@2 Pelaksanaan
Politeknik Pariwisata NHI Bandung
670 670 Orang 4.234.909 04 07 02 03
147 .DL.7234 .PEC Kerja
14? .DL.7234 .PEC.OO2
Sama Nasional dan
Pariwisata NHI Bandung
50 50
147.DL.7234.RAA Sarana Bidang
Politeknik Pariwisata NHI Bandung
I 1 PaLet 97.820.000 04 07 02
SK No 149622C
I unit 43.592.100 04 07 02 04 147.DL.7234.RBJ.m2 Pengadaan
Tinggi
I
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147 .DL.7234 .SltD
Kebudayaan
q9m 2A2O Orang 219.205.953 04 07 02 05
Masyarakat
435 435 Orang 71.487.413 04 08 04 02
147.DL.7235
Pariwisata Bali
720.939.46
147.DL.7235.PDt
147.DL.7235.PDI.001 Pelaksanaan
650 600 Orang 6.137.043 04 07 02 03
147.DL.7235.PDI.00 1.5 103 Pelaksanaan
650 600 orang 6.137.043 02 22 06 02
03 05 02 005
SK No 149623 C
3.94.6.328 04 07 02 ol
Sama Nasional dan
Pariwisata Bali
a 8
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sama
Pariwisata Bali - Kab. Badung
E 8 Kesepakatan 3.94632A 03 05 02 005
147.DL.7235.RAA Sarana Bidang Pendidikan 12r4.230.000
Tinggi Foutetodk Pariwisata Bali
I I
147_DL.7235.RAA-OO l -5 l03
Tinggi
Badung
I I Paket
o 1 Paket 11.602.500 04 07 02 M
147.DL.7235.R44.OO7.33 14
Tinggi PSDKU Solo
0 I Paket r 1.602.500 03 05 0l d)4
Tinggi PSDKU Manado
n 1 Paket 11.602.500 04 07 02 04
147.DL.7235.R4A.008.7 l02 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Manado - Kab. Minahasa
0 1
SK No 149624C
I unit 74 .493.727 04 07 02 04
Tinggi
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tinggi
Badung
I I unit 74.493.727 03 05 02 00s
Tinggi PSDKU Solo Raya
I 1 unit 43.592.100 04 07 02 o4
Tinggi PSDKU Manado
I 1 unit 43.592.100 04 0? 02 04
Kebudayaan
Pariwisata Bali
,I|Irfd
2000
03 05 02 005
147. DL.7235.SAD.OO9.5l03
dan
- Kab.
200 2OO Orang 75.527.7 t4 02 22 06 02
03 05 02 005
300 3OO Orang
SK No 145496 C
300 61.205.559 02 22 06 02
- r 344 -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penelitian dan Pengabdian Kepada
Kab. Badung
03 05 02 005
147.DL.7236 Pengembangan Pendidikan
349.117.258
Poltd.par
500 650 orang 3.269.408 04 07 02 03
Poltelpar
500 650 Orang 3.269.408 02 22 06 02
147.DL.7236.PEC Kerja sama 3.269.404
Pariwisata Lombok
147.DL.7 23b.PEC,OO6.52O2
Sarra Nasional dan
Pariwisata Lombok - Kab. Lombok Tengah
147.DL.7236.RAA Sarana Bidang Pendidikan 49.427.676
SK No 149625 C
Sarana Bidang Pendidikan
[]
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
2 a Pel<ct 49.427.676 04 07 02 o4
147.DL.7236.R44.006. 5202 Sarana Eidarg Pendidikan
2 a
147.DL.7236.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 79.918.450
147.DL.7236.RBJ.006
TinEEi Poltckpar l.t[bok
I 3
147.DL.7236.RBJ.006.5202
Tinggi Poltekpar
Tengah
I 3
Pariwisata
1400
147.DL.7236.S4D.006. 5202
Pariwisata
1400
02 lr]a 22 02
SK No 145498 C
1400
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1 47 .DL.? 2%.s,FrD.O22.5202
Masyarakat Politeknik Pariwisata
Kab.
400 45O Orang 22.5,22.*5 03 05 05 004
02 22 06 02
147.DL.7237 Pengembangan Pendidikan Ttuagi
Pariwisata
359.478.396
147 .DL.7237.PDl
t47.DL.7237.PD[.O@ Pelaksanaan
Poltekpar Makassar
4202 4202 Orang 9.173.723 04 07 02 03
147.DL.7 2?7.PD[.OO4.7 37 1 Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Poltekpar Makassar - Kota Makassar
4202 4202 Orang 9.173.725 06 04 0l 09
147 .DL.7237.PFn Kerja sanra
147 .DL.7237.PEC.N4
Sama
Pariwisata
30 30 Kesepakatan 12.488.164 04 07 02 01
147.DL.7237.PEC.004.000 r
Sama Nasional dan
Pariwisata Makassar - Kota Makassar
30 30
t47 .DL.7237.R 4 Sarana
SK No
Sarana Bidang Pendidikan FoltcLpar
I Paket 51.410.000 04 07 02 04 147.DL.7237.RAA.OO4 I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7237 .RAA Sarana Bidang
147.DL.7237.R44.OO4 Sarana Bidang
Mskesser
I I Pa.Let 51.410.000 04 07 02 04
147.DL.? 237.R AA-OO4.? 37 | Sarana Bidang
I I P.ket
147.DL.7237.R8'
147 .DL.7237 .RB.t .OO4
TtnSEi
I I unit 4il.592.loo 04 07 02 04
t47.DL.7237.RB,J.OO4.7 37 1 Pengadaan
Tinggi
Kote Makassar
I I unit
Pariwisata Ma.kassar
2137 2137 Orang 141.306.790 04 07 02 05
147.DL.7 237.sAD.OO4.7 37 1
SK No 145500 C
dan
Makassar - Kot M€l<a$a,
2137 Orang
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Masyarakat PolitcknikPariwisat
327 32?
14?.DL.? 237.5A,D.O20.7 3? I Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat
- Kota Makassar
327 327 Orang 29.305.873 06 04 0l 09
Profesi
4o.223.779
r47. EK.7206.PDr.00 r.00@
- Pusat
o 0 Orang 726.535 02 22 06 02
l47.EK.7206.PDI.OOl. 1206 Fasilitasi
- Kab. Toba
l47.EK.7206.PDl.OOl. 1902
- Kab.
147.EK.7 206.PDt.OO t.2 t7 | Fasilitasi
- Kota
2to 2LO Orang o 03 05 03 006
SK No
Fasilitasi
- Kota
550 550 Orang
147.EK.7206.PDI.001.3 173 34.054.526 03 05 04 005
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.E'K.7 206.PDt.@ 1.347 I
- Kota
450 450 Orang r.545.689 03 05 0l OO4
147.EK.7206.PDI.001.5171 Fasilitasi
- Kota
147. EK.7 206.PDt.OO t.527 I Fasilitasi
- Kota Mataram
210 210 Orang o 03 05 05 004
147. EK.7206.PDr.OO 1.s3 l3 Fasilitasi
- Kab. Manggarai
147.8K.7 206.PD[.OO 1.7 t7 1 Fasilitasi Sertifikasi SDM
- Kota
t47.EK.7 206.PDt.N t.7 407
- Kab. Wakatobi
147.EK.7 206.PDt.OO 1.a207 Fasilitasi
- Kab. Pulau Morotai
147. EK.7206.PDI.00 1.980 r Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab.
t4?.EK.72O6.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
SK No 122464C
90 90 Orang
02 22 06 02
147.EK.7206.QDC.001 Masyarakat yang trempcrolch Fasilitasi dan
FcEbioaan
9.081.688 02 20 02 o5
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
x)25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
f 47.EK.72O6.QDC.OOf . f 206
Toba
l5
03 05 08 004
l47.EK.72O6.QDC.OO1.3gO8
15 15
147.EK.7206.QDC.0O1.347 I Masyarakat yang
Berbasis
I47.EK.72O6.QDC.OOI .3573 Masyarakat yang
Malang
15
r47.EK.7206.QDC.OO1.527r
SK No
KODE
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Berbasis Pariwisata
Manggarai
147.EK.7206.SCD
Kebudayaan
34.815.341
147. EK.7206.SCD.OO r.0000 SDM Pariwisata yang
untuk
untuk Pembekal,an Kerja
Sumatera Utara
31
03 05 08 004
147.EK.7206.SCD.001. 1SO0 SDM
Berbasis
29 29 Orang 2.157.491 03 05 07 004
02 22 06 02
147.EK.7206.SCD.001.2 lO0 SDM Pariwisata yang
u.ntuk FcEbelelan Kerja
Berbasis
Kepulauan Riau
,D 29 Orang
03 05 03 006
SK No 122466 C
29
untuk FeEbelelan Kerja melalui
29
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dl(J Jakarta
147. Er.7206.SCD.0O 1.3,100 SDM Pariwisata yang memperoleh
untuk
Df
29 D Orang 3.574.538 03 05 01 004
147. EK.7206.SCD.OO 1.3500 SDM
Jawa
x 29 Orang
r47.EK.7206.SCD.002.5 100 SDM Pariwisata
untuk
Berbasis
Beli
34 34 Orang 4.200.316 02 22 06 02
03 05 02 005
r47. EK.7206.SCD.002.5200 SDM
untuk FeEbel(alan
Nusa
34 34 Orang 3.373.275 02 22 06 02
03 05 05 004
SK No 122467 C
34 34 Orang
02 22 06 02
147. EK.7206.SCD.002.5300 SDM Pariwisata yang
untuk
Nusa
3.?42.222 03 05 10 004
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7206.SCD.OO2.7zlOO SDM Pariwisata yang
34 &
03 05 t2 004
r47. EK.7206.SCD.002.8200 SDM Pariwisata yang
untuk
Maluku Utara
34 34 Orang
02 22 06 02
dan UMKM
147.8K.7209.PBK.001. 1200 Penyesuaian Muatan
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi
Utara
o 0
Kebijakan
o 03 05 08 002
147.EK.7209.PBK.00r. r900 Penyesuaian Muatan Rencana
o o
Kebijakan
o oit 05 07 002
SK No
Kebijakan
o 03 05 03 003 147. EK.7209.PBK.00 r.2 100
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASiI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7209.PBK.00 1.3100
(Rippa'ttas) 2026-2045 -
Jakarta
I
13.004.977 03 0s 04 005
147.EK.72O9.PBK.OO 1.3,rc0
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi DI
o o
o 03 05 0r
147. EK.7209.PBK.OO 1.3500 Penyesuaian Muatan Rencana
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Jailla
Timur
o o
Kebijakan
oo305 rl 002
(Rippamas) 2026-2045 -
0 o
o 03 05 02 003
r47. EK.7209.PBK.00 r.5200
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Nusa
o o
SK No
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209.PtsK.OO 1.53{)O
(Ripparnas) 2026-2045 -
o o
Kebijakan
o 03 05 10 002
147.EK.7209.P8K.001.7 IOO Penyesuaian
Utara
o o
o 03 05 06 002
147. EK.7209.PBK.O0 1.7400
(Rippafnas) 2026-2045 - Provinsi
o o
o 03 05 t2 002
147. EK.7209.PBK.00 1.8200
(Rippafnas) 2026-2045 -
Utara
o o
Kebijakan
o 03 05 13 002
1 47. EK.7 209.PBK.OO2. I 200 Naskah
Supply
o o
o 03 05 08 002
SK No 122470C
o 03 05 07 002 147.8K.7 209.PBK.OO2. t900
Supply Pariwisata
o o
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.E,K.7 209.PBK.OO2.2 tOO
Supply Pariwisata
Kepulauan Riau
o o
o 03 05 03 005
147. EK.720S.PBK.002-3 100
Supply Pariwisata
DKI Jakarta
I 1
12.351.095 03 0s 04 00s
t47.8K.7 209.P8K.OO2.3400
Supply
DI
o o
o 03 05 0l
147. EK.7209.PBK.002.3500 Naskah Rck@cndasi
Supply Pariwisata
o o
Kebijakan
o 03 05 11 006
147. EK.7209.PBK.OO2.5 100 Naskah
Supply
o o
Kebijakan
0 03 05 02 004
147. EK.7209.PBK.O02.5200 Naskah
Supply Pariwisata
Nusa Tenggara Barat
:al o
Kebijakan
0 03 05 05 002
SK No 122471C
o 03 05 lo
Supply Pariwisata
Nusa Tenggara Timur
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209. PBK.OO2.7 100 Nas&ah
Supply
Sulawesi Utara
o o
Kebijakan
o 03 05 06
| 47. EK.? 209.PBK. OO2.7 4o0 Naskah
Supply Pariwisata
o 0
00305 t2 002
147. EK.7209.PBK.002.a200
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
o n
o 03 05 13 002
147.EK.7209.PBK.003. 1200
Provinsi SuEetcre
0 o
o 03 05 08 002
147. EK.7209.PBK.OO3. 1900 Naskah
Demand
Provinsi
0 0
Kebijakan
oo305ut0o2
147. EK.7209.PBK.OO3.2 100 Naskah
Provinsi Kepulauan Riau
o 0
o 03 05 03 005
SK No 122472 C
12.351.095 03 0s 04
Provinsi DKI
I I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2{)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209.PBK.003.3400 Naskah
Provinsi DI
0 o
oo3050l0o2
r47. EK.7209.PBK.003.3500 Naskah
DeEartd Pariwisata
Provinsi Jawa
o o
o 03 05 11 006
147.EK.7209.PBK.003.5 100
Demand
o 0
Kebijakan
o 03 05 02 004
147. Er.7209.PBK.003.5200
Demand Pariwisata
o o
Kebijakan
0 03 05 05 002
147. EK.7209.PBK.003.53{)O Naskah
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
o o
Kebijakan
0 03 05 lo
r47. EK.7209.PBK.OO3.7 IOO Naskah
Provinsi Sulawesi
0 o
00305060o2
SK No 122473 C
Kebijakan
o 03 05 t2 002 147. EK.7209.PBK.OO3_7400
Demand Pariwisata Berkelanj utan -
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209.PBK.O03.4200
o o
o 03 05 13 002
147.EK.7209.QMA Data dan
t47.EK.72O9.QMA.OOl. l2O0
koeinsi
n O
I47.EK.72O9.QMA.0Of. f90O
o 0
147.EK.7209.QMAOOI .21OO
o O
!47.EK.72O9.QMA.OOI.31OO
I 1
147.EK.7209.0MA001.3400
Provinsi DI
o O
147. EK.72O9.QMA.OOl.35OO
horrinsi Jewe
0 O
r47.EK.7209.OMAOOr.5rOO Fcnyuswtdt Buku Outlook Pariwisata -
T O dokumen o 03 05 02 003
SK No 122474C
O
:il
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l47.EK.72O9.QMA.OOI.5300
Provinsi Nusa
o O
r47.EK.7209.QMA.O0r.7rOO
o O
Provinsi Sulawesi Tenggara
o O
147. EK.72O9.QMA.0O 1.8200
Provinsi Maluku Utara
o O
147.E,K.7 2O9.QMA-OO2. t2OO Petryusu.ndr Jurnal
o O dokumen o 03 05 08 002
147.EK.7209.QMA,002. l9OO
horrinsi Kepulauan Bangka
o O
147.ER.72O9.QMA-OO2.21OO Fenyueurran
o O dokumen o 03 05 03 003
147. EK.72O9.QMA,OO2.3 IOO
Provinsi DKJ
I I
147.EK.7209.QMA002.3400
o O
SK No
O
I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47. EK.72O9.QMAOO2. 5 lOO
o O
l47.EK.72O9.QMA"OO2.52OO
Provinsi Nusa
o O
f47.EK.72O9.QMAOO2.53OO
Provinsi
o O
l47,EK,72O9,QMA,OO2.74OO
Provinsi Sulawesi
o O dokumen oo305t20o2
147. Er.72O9.QMA"OO2.82OO
Provinsi
o O
Pariwisata
78.756.399
Destinasi Pariwisata
Prambanan (BYP) - Provinsi DI
I I
15.693.156 03 05 01 002
SK No
19.834.406 03 05 lO W2 147. EK.72 lO.PBP.OO2. 5300 Fcnlrusufl an
I I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Provinsi Nusa
2 2 kegiatan 15.547.849 02 20 02 05
l47.EK.72lO.PEA.O0 1. 1200 Fen€f,apan
Utara
o O kegiatan o 03 05 08 002
r47.EK.72 lO.PEA.OOl. 1900
Destinasi Pariwisata -
BanSLa Belitung
o O
Destinasi Pariwisata -
Riau
o O kegiatan 13.36,4.244 03 05 03 005
l47.EK.72lO.PEAO0r.3 100
I I kegiatan o 03 05 04 005
147- EK-72 lO-PEAOO r.3300 Penerapan Pariwisata
o 0 kegiatan 0 03 05 01 006
SK No 122477 C
Penerapan
o 03 05 11 006
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0 O
o O
Destinasi
o O
147.8K.7 2IO.PELOO 1.7 4o0 Fcncrapar Pariwisata Bcf,kclanj utan di
Destinasi
Tenggara
o O
Utere
o 0
147. EI(72 rO_PEA-OO2. 1200
o 0 kegiatan 5.555.330 03 05 08 002
SK No
0 03 05 07 002 147. EK.72 IO.PEAOO2. 1900
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
0 O kegiatan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.8K.7 2IO.PELOO2.2 tOO
Kepulauan Riau
o O kegiatan o 03 05 03 003
147. EK.72 lO.PEAOO2.3 100 Koordinasi
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - korrfursi
DKI
o O kegiatan 329.60? 03 05 ()4 OO1
147. EK.72 lO.PEAOO2.33)O Koordinasi Indeks
Jawa
0 O kegiatan o 03 05 0l 002
147. EK.72 lO.PEAOO2.3€O
DI
o O kegiatan o 03 05 01 002
147. EK.72tO.PEAOO2.3500 Koordinasi Indeks
o O
147-EK-7210.PEA002.5 rOO
o O
SK No
00305050rJ2 147.EK.72 10.PEA.002.5200
Nusa
n O kegiatan
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147. EK.72 rO.PEAOO2.5300
o O
147.8K.7 2tO.?EA-OO2.7 tOO
Kepariwisataan Nasional
Sulawesi Utara
o O kegiatan o 03 05 06 002
147.EK.7 2 tO.PEA-OO2.7 400 Koordinasi
Sulawesi Tenggara
o O
t47.8K.7 2 tO.PEA.OO2.A200
Maluku Utara
o O
147. EK.72 10.PE4.002.9800
Papua Barat Daya
o O
r47.EK.72 r0.PEA.005. r200
Utara
f kegiatan o 03 05 08 002
SK No
O
Pariwisata
Bangka Belitung
o
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147. EK.72 lO.PEA.OOs.2 100 Koordinasi
Pariwisata
Riau
o O kegiatan o 03 05 03 003
147. EK.7210.PEA.OO5.3 100
Parit ,isata
0 O kegiatan
147. EK.72 10.PE4.005.3300 Koordinasi
Pariwisata
1 f
147. EK.72 lO.PEi{.005.3500 Koordinasi Pengembangan
1 I
Pariwisata
o O kegiatan 19.834.406 03 05 02 003
147. EK.72 lO.PEA.005. 5200
Pariwisata
TEnggara Barat
I I
147. EK.72 10.PEA,005.53()O
Tenggara TiDur
I f kegiatan 00305 lo oo2
SK No l2248l0
O kegiatan 00305 t2 N2 147. EK.72 rO.PEA005.7,lO0
o
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ TRO / RO(PROYEK)
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
r47.EK.72 r0.PE4.005.8200
Pariwisata Prioritas -
0 O kegiatan o 03 05 13 002
Pariwisata Wilayah I
29.424.664
147-EK_721 1.PEA.OOl. 1200
Sumatera Utara
3 3 kegiatan 3.632.675 03 05 08 003
o1
147.EK.721 l.PEA.OOl.2100 Fasilitasi
Kepulauan Riau
3 3 kegiatan 3.632.675 02 22 06 0l
03 05 03 003
147.8K.721 1-PEA-001-3lOO Fasilitasi Pengembangan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I -
DKI
3 3 kegiatan 3.632.675 03 05 04 002
147.EK.721 1.P8A.00r.3500 Fasilitasi
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I - Provinsi
3 3 kegiatan 3.632.675 03 05 1l 003
SK No
NGma, Standar, Prosedur, dalt Kriteria -
Provinsi Sumatera Utara
I
PROGRAM / IGGI.ATAN/ I.(RO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
147.EK.72 1 r.PFA.OO1.3400 Nctlra, Standar, Prosedur, dan
Provinsi DI
I I NSPK 5.812.280 03 05 01 002
147.EK.721I.ODC Fasilitasi dan Ferrbioaan Masyarakat
l47.EK.721I.QDC.OOI.12OO
dan
25 50 Orang o 03 05 08 003
147.EK.72 1 I.QDC.OOI. l9OO Bimbingan
dan
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
40 50 Orang o 03 05 07 003
147.EK.721 I.QDC.0OI.33O0
dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I -
25 50 Orang 3.269.404 03 05 0l OO4
147.EK.721 l.QDC.OOI.34OO
dan Aksesibilitas
25 30 orang 0 03 05 0l
147.EI(721I.QDC.oOI .3500
dan Aksesibilitas
Provinsi Jawa Timur
25 50
SK No
37.852.474
Pa wisata Wilayah II
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ TRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah ll
8 16 kegiatan 17.436.a40 02 22 06 ol
I 47. EK.7 2 | 2.WA.OO 1.5200
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II -
Provinsi Nusa
I 2 kegiatan 5.536.197 02 22 06 ol
03 05 05 002
Provinsi Nusa Tenggara
I 2
147.EK.7212.PE4.001.7100 Fasilitasi Fcngcmbargan
2
03 05 06 003
147. EK.721 2.PEA.OO 1.7,100 Fasilitasi
Provinsi Sulawesi
2 kegiatan 00305 12 003
147. EK.72 1 2.PEAOO 1.8200 Fasilitasi
Provinsi Maluku Utara
2
02 22 06 ol
SK No 122484C
2 kegiatan o 03 05 09 003 147. EK.72 1 2. PEA,OO 1.9800 Fasilitasi
Provinsi Papua Barat Daya
I
I
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.72 I 2.PFA.OO 1.7 IOO NSPK Pengembangan
Provinsi
I NSPK 6.945.675 03 05 06 003
t47.EK.72t2.QDC Fasilitasi dan Feobhaan Masyarakat 13.469.959
l47.EK.72I2.QDC.OOl.52OO
dan Aksesibilitas
30 40 Orang 5.536.197 03 05 05 002
147.EK.72 I 2.QDC.OO 1.7 100 Bimbingan
dan
koeinsi
30 40 Orang 0 03 05 06 003
|47.EK.72|2,QDC,0(J[,74OO Bimbingan Teknis
dan Aksesibilitas Pariwisata Wil,ayah II -
Provinsi
30 40 Orang
147.EK.7212.QDC.0Of .8200 Bimbingan Teknis
dan
Provinsi
30 40 Orang o 03 05 13 003
SK No 149630C
30 3.966.881 03 05 09 003 f 47.EK.72 l2.QDC.oOf .9800
dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II -
Provinsi Papua Barat Daya
40 Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.E,K.7213
Destinasi Pariwisata
r9 IOO
147.EK.72 r3.PEA.OO r.0000 Fasilitasi FeogeEbangsn
Destinasi
2 2 kegiatan 6.974.736 02 22 06 05
147.EK.72l3.PEA.OOl. 1200 Fasilitasi
Utara
2 7 kegiatan 6.to2.494 02 22 06 o5
03 05 08 002
r47.EK.72l3.PEA.OOl. 1900 Fasilitasi
I 7
02 22 06 o5
r47.EK.72l3.PEA.OOl.2 100 Fasilitasi Pengembangan
Riau
2 7
147.EK.7213.PE,.001.3100 Fasilitasi
I 7
SK No
7
Destinasi
Tengah
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.72 l3.PEA"OO 1.3400 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
2 7
I 7
147. EK.72 13. PEA.OO I . 5 IOO Fasilitasi
I 7
I 7
03 05 05 002
Destinasi
I 7 kegiatan o 03 05 lo
Tenggara
7
02 22 06 05
147. EK.72 r3.PEA00 r.8200 Fasilitasi
Utara
7 kegiatan 6.102.494 02 22 06 o5
SK No 122487 C
I
I
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.72 r3.PEA,OO 1.9800 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Daya
1 7 kegiatan o 03 05 09 002
I 47. EK.z 2 I 3.PE6.OO2. 1200
Pelaksanaan
o 1
l47.EK.72l3.PEA.OO2. 1900 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
o I
1 47. EK.? 2 1 3.PEA. OO2.2 tOO
Muslim - Provinsi Kepulauan Riau
u I kegiatan 4.641.000 02 13
03 05 03 @2
04
0 I kegiatan 4.641.000 02 13 01
147.EK.72 13.PEA"002.33)0
Pelaksanaan
Muslim - Provinsi Jawa
o I
SK No
4.641.000 02 13 0l 04 147. EK.72 l3.PEAOO2.3400 Sosialisasi dan
o I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.72 r3_PEAOO2-3sOO Sosialisasi dan
Pelaksanaan
Muslim - Provinsi Java
o 1
147.EK.7213.PE4.002.5 lO0
o I
147. EK.72 13.PE4.002.5200 Sosialisasi dan Monitoring
0 I
03 05 05 N2
04
r47. EK.7213.PEAOO2.53)O
o 1 kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
147.EK.7213.PEA002.7 IOO
o I
t4?.8K.7 2|3.PEA-OO2.7 400 Sosialisasi dan
Muslim - Provinsi
o I
SK No 122489 C
4.641.000 02 13 01 04 t47.EK.1 213.PEA-OO2.8200
Muslim - Provinsi
o I kegiatan
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2()25 TARGET 2029 SATUAN
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47. EK.72 13.PEA002.9800 Sosialisasi dan
Pelaksanaan
0 I
r47.EK.72l3.QDC Fasilitasi dan
147.EK.72f 3.QDC.00f .5300 Fasilitasi dan
50 2OO Orang 3.269.404 03 05 lo 004
l47.EK.7213.QDC.OO1.71OO
Sulawesi Utara
50 2OO Orang o 03 05 06 004
Pariwisata
83.551.525
147,E,K,?214,PE,[ Koordinasi 70.473.895
147. EK.72 I 4.PEA.OO I.OOOO Fasilitasi
hr.at
o O
l47.EK.72l4.PEA.OOl. 1200 Fasilitasi
Provinsi Sumat€f, a Utara
I I kegiatan o 0,6 07 04 05
03 05 08 002
SK No 122491C
I
Provinsi Kepulauan Bangka
I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
147.EK.7 2t 4.PEA.OO L.2rOO
I I kegiatan 47.224.775 03 05 03 003
1 kegiatan o 03 05 04 00s
147. EK.72 I 4.PEAO0 r.3,rOO Fasilitasi
Provinsi Dl
f
147. EK.72 14.PEAOO 1.3500 Fasilitasi
Provinsi Jawa
1
147.EK.72r4.PEA.00 1.5100 Fasilitasi
Provinsi Bali
I kegiatan o 03 05 02 003
147.EK.7214.PEA001.5200 Fasilitasi
I kegiatan o 03 05 05 002
147.EK.72 r4.PEA"OO 1.53)O
I
03 05 10 002
147.EK.?214.PEAOOr.7 rOO Fasilitasi
Provinsi Sulawesi Utara
1 I kegiatan o 03 05 0,6 002
SK No 122492C
I
Provinsi Sul,awesi
I
I
I
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROY EK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.8K.7 2l 4.PuA.OOl.8207
Kab. Pulau Morotai
1
Kab. Raja
I
| 47. EK.7 2 t 4.PEA. OO2. I nO Penerapan Pariwisata
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sumatera
Utara
1 I kegiatan 17.000.919 03 o5 08 004
147. EK.72 r4.PEA.002. 1900 F.ncrapan
Bangka Belitung
1 I
| 47. EK.7 2 1 4.PE,-OO2.3 400
I I kegiatan o 03 05 01 006
147. EK.72 14.PE4.002.3500
I I
SK No
I
I
I
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 47.8K.7 [email protected]
Destinasi
I f kegiatan o 03 05 05 002
147 .EK.7214 [email protected] tOO
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sulawesi
Utere
I I
03 05 06 006
147.8K.72 t4.PEA.OO2.7 4N
Tenggara
I 1 kegiatan o 03 05 12 004
1
Destinasi Pariwisata - Provinsi Maluku
Utara
1 I kegiatan o 03 05 13 006
147.EK.72 14.PE4.002.9803
Destinasi Pariwisata - Kab.
I I kegiatan o 03 05 09 006
1 47.8K.72 t4.PF A.OO 1.34o() NSPK
Pariwisata - Provinsi DI
2 2 NSPK 13.077.630 03 05 01 004
SK No
2 NSPK o 03 05 05 002 147.EK.72 l4.PFA.OO 1.5200 NSPK
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Toba
32.992.593
147.EK.721s.PEC.OO1. 1200
Otorita Danau Toba -
Utere
I I
02 22 06 03
147.EK.7215.PEH
r47.EK.72l5.PEH.OOr. 1200
Pelaksana Otorita Danau Toba - Provinsi
4 4
147.EK.7215.QDC Fasilitasi dan
147.EK.7215.QDC.001. 12OO SDM d.n Usaha
Kompetensi dari Badan Otorita Danau Toba
-
350 350
Kebudayaan
SK No 122495C
Pelaksana
3 unit
02 22 06 o1
l47.EK.7215.RBN.OOl. 1206 3 14.245.609 03 05 08 003
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. 8K.72 l6.PEC.OO 1.3300 Kerja sa.Ea
O
l4?. EK.72 l6.PEC.OO 1.3,loo Kerja
Otot'ita Borobudur -
o O
Borobudu.r -
I O
l47.EK.7216.PEH.OO 1.3400 ho|uosi Pariwisata di
o O
r47.EK.72t6.QDG Fasilitasi dan
l47.EK.72f 6.QDG.OOf .3:lOO
Jawa
3 o ial[itM
SK No 122496 C
Dukungan Tcknig
O UMKM
5.409.526
147.EK,72I6.QDG.OOl.3400
DI
o o 03 05 01 006
147.EK.7216-RBR
il(rird NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.72 l6.RBR.OO 1.3300 Doku.roqr Rencana
dar P.rubangunsn di Kawasan
Borobudur - Provinsi Jawa
I O Dokumen 5.409.526 03 05 01 N2
147.EK.7216.RBR.OO 1.3400
dalr
Borobudur - Provinsi DI
n O Dokumen o 03 05 0l oo2
Bajo
49.553.784
147. EK.72 17.PEC.003.5300 Kerja
Otorita
I I
14?.8K.721?.WH
147. EK.72 l7.PEH.OO3.53)O
2 2
147.8K.721?.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 3.995.943
SK No 122497 C
20 20 UMKM
02 22 06 03
147. EK.72 r7.QDG.OO5. 53OO UMKM Bidang Pariwisata yang
Fasilitas
Otorita Labuan Bajo Flores - Provinsi Nu.a
Tenggara
3.995.943 03 05 10 006
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47. EK.72 r 7.RBN.OO3.5300
I I unit 40.472.096 02 22 06 01
50 50 t
Pariwi.ata - Provin8i Bdi
50 50
03 05 02 001
147.8K.7219.QD[ Fasilitasi dan
l47.EK.7219.QDI.0O1.0OOO Rantai Pasok Industri Pariwisata - Pusat 10 10
SK No
Rantai Pasok Industri
lo 10
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RqPROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
l47.EK.7219.QDI.0O2.5rOO
Industri o 03 05 02 003
147.EK.72 19.UAE.OO 1.3300 laporan
o O laporan o03050l 006
147. EK.72 l9.UAE.OO 1.3400 Laporan
o O laporan 0030501 006
r47. EK.7219.UAE.00 r.3500 Laporan Pemantauan dan Evaluasi Industri
Pariwisata - Provinsi Jawa
o O
r47.EK.?220.PEH.00r
'bata 3 3
03 05 08 006
147.EK.7220.PEH.001. 1900
o O
SK No 122490C
O
03 05 03 003
147.EK.7220.PEH.00 1.2100
Kepulauan Riau
o 1.t64.997 02 22 06
I
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASII
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7220.PEH.O0 1.3300
Jall'a Tengah
o O
147. EK.7220.PEH.(x) 1.3500
Jawa
o O
r47.EK.7220.PEH.001.517 I
I I
147.8K.7 220.PEH.OO 1.5200
Nuca Tenggara Barat
o O
t4? . EK.7 220.PEH.OO t.7 tOO
o O promosi o 03 05 06 006
t47.EK.7 220.PEH.OO 1.7 407
0 O
147.EK.7 22o.PEH.OO 1.4207
o O
147.EK.7220.PEH.001.9100
Papua Barat
n O
t47.EK.722O.QDt Fasilitasi dan
SK No 14309 C
Advok si dan
90 90 Industri
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
r47.EK.7220.QDI.001. 1200
o O Industri 1.176.987 02 22 0,6 03
03 05 08 006
l47.EK.722O.QDr.OO1. 19OO
Kepulauan Bangka
5 5
02 22 06 03
t47.8K.7 22O.QDt.OO L.21OO Advokasi darr
Realisasi
o 0 Industri r.002.618 02 22 06 o3
03 05 0(l 003
147. EK.722O.QDl.OO l.33OO Advokasi dan
Realisasi Investasi
Jawa Tengah
lo lO
147. EK.722O.QDI.OO l.35OO Advokasi dan
Jawa
lo lO
r47.EK.7220.QDr.OO1.5lOO
15 15 Industri 1.739.819 02 22 06 03
03 05 02 003
SK No 144315 C
5 Industri o 03 05 05 006 147. EK.722O.QDI.0O 1. s20O
Nusa
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
147. EK.722O.QDr.@ 1.530O Advokasi dan
Realisasi
Nusa
5 5
03 0s lo 006
147.EK.722O.QDI.O0l.71OO
Realisasi Investasi Pariwisata -
lo lO Industri o 03 05 06 006
147.8K.7 22O.QDI.OO 1.7 4OO Advokasi dan
Realisasi
10 10 Industri 1.325.328 03 05 12 006
02 22 06 03
147. EK.7220.QDr.0O r.8200 Advokasi dan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Maluku Utara
10 lO Industri 2.030.811 02 22 06
03 05 13 006
03
l47.EK.722O.ODr.OOt.9lOO Advokasi dar
Realisasi
Papua Barat
5 5 Industri o 03 05 09 006
147.EK.7221
Berkelanj utan
23.491.585
SK No 14319 C
5 5
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
t47.EK.? 22 t.PEA.OO t. 1200 Koordinasi
I
147 .8K.7221 .PEA.OOI .3400
I I
147.8K.7 22 t.PEA.OO 1.5200 Koordinasi
Barat
1 1
147.EK.722 l.PEA.OO 1.5300
I I
t4?.8K.7 22 l.PEA.OO 1.7 tOO Koordinasi
I I
t47 .ER.7221 .QDH Fasilitasi dan
t47 .EK.7221 .QDH.OOI
Industri
30 30
147.EK.722 I.QDH.0Ol. l2O0 Pendampingan,
Industri Pariwisata
6 6 Badan usaha 72.654 03 05 0a 0{)6
SK No 144321C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7221.QDH.00f .3400 Pendampingan, Kemitraan
DI
6 6 Badan u.aha
f 47.EK.722f .QDH.OOI,52OO
Industri Pariwisata
6 6 Badan
I47.EK.722 1.QDH.OOI.53OO FcndaEpin8an,
Nusa Tenggara
6 6 Badan usaha o 03 05 10 006
147. EK.722 1.QDH.Oo l. 7 I OO
Industri Pariwisata
6 6 Badan
17.,1ii3.935
t47.8K.7222.QDH Fasilitasi dan
f 47.EK.7222.QDH.OO1.0OOO
25 25 Badan
SK No 1,14325 C
25 25 Badan u.ehe r.880.331 03 05 0l 006 147.EK.7222.QDH.001.3400 Fasilitasi Akses
Pariwisata - Provinsi DI
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147,EK.7222.QDH.OO2.@OO
Pariwisata - pusat
45 45 Badan
l47.EK,?222.QDH,OO2.51OO
Pariwisata - Provinsi
03 05 02 003
232.491.200
02 14 002 007
|47.EK.7223.PEH.OOf. f2OO Publikasi - Provinsi
147.EK.7223.PEH.OO1. 1900
I I
147 .E,K.7223.PEH,OOI,2|OO
147 .EK.7223.PEH.OOI.347l
147.EK.7223.PEH.00 r.5100
SK No
0 03 05 05 005 |47.EK,7223.PEH.OOI.520O Publikasi - Provinsi Nusa Tenggara Barat I I
SIOEN
INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
f 47.EK.7223.PEH.OOI.71OO Publikasi -
l47,EK.7223.PEH.OOI.74OO
40.654.265
f47.EK.7224.PEH.OOI .35OO
SK No 144328 C
Barat
735.835 03 05 05 005 147. EK.7224.PEH.OO t.5200 3 3
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7224.PEH.001.5300 Promosi
Timur
2 2
f
02 22 06 04
Mancanegara I
34.395.631
147.8K.7225.WH Promosi 34.395.631
| 47.EK.7225.PEH.OO 1.217 I
Sama dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Kote
I I
l47.EK.7225.PEH.OO 1.3 IOO Promosi
Perjalanan Wisata
Saraa
Provinsi DKI Jakarta
I I promosi 4.939.2@ 03 05 04 004
03 05 01 005
147 .EK.7225.PEH.OO1 .7 t7 1 Promosi Terpadu
Perjalanan Wisata Pengenalan dan
Saraa dengan Maskapai dan
Kota Manado
I 1
SK No 149632 C
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47.EK.7225.PEH.OO2. 1902 Promosi Pasar Asia
dan
I I
1 47.8K.7225.WH.OO2.7 rO2 Promosi Pasar Asia
dan Tengah - Kab. Minahasa
I I
147.EK.7226
147.EK7226.PEH.OO I.OOOO Promosi
Sama dengan
Pusat
I I promosi o 03 05 05 005
I 47.EK.7226.PEH.0()1. 1206
Sama
Keb.
I I
r47_EK-7226.PEH.OO1.5 100 Promosi
Sama dengan Maskapai dan
Provinsi
I I promosi 3.995.943 03 05 02 006
SK No 149633 C
Promosi Terpadu
5.085.526 03 0s 09
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sama dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Kab. Raja
| 47.8K.7226.PEId.orl2.7 407
Ikb. Wakatobi
1 1
I
I I promosi 7.265.350 03 05 13 005
57.420.595
147 .EK.7227.WH Promosi 57.420.595
I 47 .8K.7 227.PEH.OO 1. 3300 Promosi Terpadu (Pam€f, an, Perja.lanan
Wisata
Maskapai dan wholesalerr) - Provinsi Jawa
Tengah
I I
147.EK.7227.PEH.001.5100 Promosi
Wisata Pengenalan, dan Kerja Sama dengan
Maskapai dan Wholesalerr) -
I I
147.E,K.1 227.PEH.OO2.1200 Par!€f,an, Misi Penjualan, dan Kerja Sama
1 promosi o 03 05 08 005
SK No 149634C
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 47 .8K.7 227 .PEH.OO2.330(J Pameran, Misi
Terpadu di Wilayah Eropa,
I I promosi o 03 05 0r 005
t 47 .EK.1 227 .PEH.OO2.5 I @
I I promosi 39.257.220 03 05 02 006
t47.E,K.7 227.PEH.OO2.5200 Patlcran, Misi
Terpadu di Wilayah Eropa,
I I
147.8K.7 227.PEH.OO2.530,0
Terpadu di
Tenggara
I I promosi o 03 05 lo
Perjalanan
9a.590.aoa
5 6 Kegiatan 181.635 02 22 06 05
SK No 149635 C
3.632.675 03 05 04 004 l47.EK.7228.PEG.OOl.3 IOO Bidding dan Delegate Boosting MICE yang
0 O
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. El(.7228.PEG.OO2.fix)O
Pusat
0 O
5
03 05 02 003
147. EK.7228.PEG.003.0000 Event MICE D€laro
hrsat
3 O Kegiatan 1.925.319 02 22 06 o5
147.8K.7 22a.PEG.OO3. 127 5 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Kota Medan
5 5 Kegiatan o 03 05 08
147.EK.7228.PEG.003.2 rOO
Provinsi Kepulauan Riau
o O Kegiatan 23.975.655 02 22 06 05
03 05 03 002
147. EK.7228.PEG.OO3.3 100
o O Kegiatan o 03 05 04 004
147. EK.7228.PEC.OO3.330a
Kab.
o O
SK No 145098 C
13.077.630 03 05 0l
2 2
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7224.PEG.OO3.3500
o O
147.E,K.7 22a.PEG.OO3. 5 t7 |
Kota
o O Kegiatan 2.1?9.605 02 22 06 05
03 05 02 003
r47. EK.7228.PEG.003.520 l
IGb. t mbok Berat
3 3 Kegiatan o 03 05 0s 00s
147. EK.7228.PEG.OO3.531 5 Event MICE
Kab.
5 5
147.8K.7 228,P8G.OO3.7 t7 1
l(ote
3 3
2 2
147.EK.7 22A.PEG.OO4.3 rOO
I
l47.EK.722A.PEH.OO1. 1200 Wisata MICE
1 I
SK No
Wisata MICE yang
9.081.6a8 02 13
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7228.PEH.OO 1.3400 Wisata MICE Jrang
I 1
lntemasional - Kab.
I I
02 22 06 05
03 05 05 00s
147.8K.?22A.PEH.OO2 MICE yang
4 4
147. EK.? 22A.PEH.OO2.OOOO MICE yang
o 0
r47.8K.7 22A.P8H.OO2.3400 MICE Jrang diFoEosika,l
1 I
147. EK.7 22A.PEH.OO2. 5 tOO MICE yang
Penjualan - Provinsi Bdi
1 I
03 05 02 006
147.E,K.7 22A.PBH.OO2.520 t MICE
I I
SK No 145285 C
O
147.EK.7228.PEH.002.5300 MICE yang dipromosikan
Fcnjualan - Provinsi Nusa T€ttggara Tlmur
o 4.270.494 02 22 06 05
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
2 2
147. EK.7228.PEH.003.0000 MICE yang
0 O
Media - Pu.at
o O
147.8K.7 22A.PEH.OO4. 3100
I I
147.EK.? 22A.PEH.OO4.5 t7 |
Media - Kota
I 1 promosi 2.t79.@5 02 22 06 05
147.E,K.7229
184.645.197
147.EK.7229.PEG.00 I.OOOO
03 05 03 002
06 07 04 05
SK No
Pendukungan Event Daerah - Provinsi DKI
O Kegiatan O 03 05 0.1
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/XRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
(Events) Nasional
147. EK.7230.PEG.OO2.OOOO
68. 194.113
147 .E,K.7231 .PEG
Internasional -
o 0
147.8K.723 1.PEG.OOr. 127s
2 2
03 05 0a
t47.EK.7 23 t.PEG.OO 1.217 t Fclal€anaan
I I Kegiatan 7.265.350 02 13 01 o4
03 0s 03 002
03 05 03 003
SK No 144244C
1l 17.932.250 03 05 04 004 l47.EK.7231.PEG.OO 1.3r73 Pelaksanaan Kegiatan
Pusat
1l
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 47.EK.723 t.PEG.oot.3372 Pelaksanaan
I I Kegiatan 1.816.338 03 05 01 002
2 2 Kegiatan 4.976.766 03 05 01 0,0.2
Internasional - Kota
!3 8 Kegiatan 13.381.409 02 22 06 0s
Internasional - Kqb. L.mbok Tengah
5 5
02 22 06
03 0s 05 002
Sama
o
147.WA.7250.PAA Undang-Undang 0
r47.WA.7250.PAA.00 r.5200 Revisi Undang-undang
2009 tentang Kepariwisataan - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
o 0 UU o 03 05 05 002
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGI.ATAN/ KRO/ RO( PROYEN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147.WA.7250-PAD
l47.WA. 7250.PAD.OO 1.5200
o O
TOTAL 4.255.589.004
c)
SK No 144487C
KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF/BADAN EKONOMI KREATIF
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
PP 03.06 - Laju
PP 03,06 -
PF 03,06 -
PP 03.06 -
KP 03.06.01 - Nilai
KP 03.06.02 -
KP 03.06.02 -
KP 03.06.02 - Jumlah tenaga kerja
KP 03.06.03 -
KP 03.06.03 -
SK No
ribu orang 9.107 lm22l 9.836
KP 03.06.04 -
KP 03.06.04 - Pertumbuhan ekspor
KP 03.06.04 -
KP 03.06.05 -
KP 03,06.05 -
KP 03.06.05 -
KP 05.05,05 - Nilai
SK No 144437 C
.
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEIg
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL
148.EL.7348
Strategi
Kebudayaan
I n
Kebijakan
r.666.665 03 06 0l 02
dan UMKM
1.350.(x)3
Strategis
I 1
1.350.093 03 06 01 02
0 f kegiatan 30.000.000 03 06 0l 02
148.EL.7348.PEC Kerja
SK No l444l8C
50
animaSi, video, dan musik
o
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o 50
Risct dan inovasi
Iciya
o 50
l48.EL.7348.PEC.OO4
Riset dan inovasi kolaboratif penguatan
branding ga8trodiplomaci
o I
148.EL.7348.QM4 Data dan
video, dan
0 I
l48.EL.7348.QMA.OO2 Market
l48.EL.7348.QMA,OO3
r48.EL.7348.0MA004 Market
148.EL.7348.QM4005
148.EL.7348.QMA.006 Market
148.EL.7348.QM4007 ha okupasi bidang
SK No 132782 C
Outlook
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Investasi
42.656.790
148.EL.7349.PBK
r.000.000
:al I
Kebijakan
148.EL.7349.PEC Kerja
o I
03 06 01
l(reatif bcrbasb Ha.k Kekayaan t[telektual
148.EL.7349.QDH
350 350 Badan
l48.EL.7349.QDH.O0l Fasilitasi
o3 04 06 o3
350 350 Badar usaha 1.200.000 03 06 03 o3
148.EL.7349.QDH.003 Fasilitasi
SK No 132588 C
oa 02
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO( PROYEK)
2023-2029
{Rp
PN PF KP PROP
Fasilitasi
o I Badan usaha
r48.EL.7349.QDH.OO4
Fasilitasi
global
o 5
t48.EL.7349.QDH.OO5
tit 4 Badan
03 06 05 .IFI
r48.EL.7349.QDH.006
Fasilitasi Business matching usaha kuliner
o I
148.EL.7349.QMA Data den
o I
144.EL.7350
67.X)O.120
148.EL.7350.PDC
SK No
5000
06 03 01 02
Produk
5000 produk 1.800.124 03 06
148.EL.7350.PDC.001
KODE
NAMA
PROGRAM /
(EGIATAN/ TRO / RO(PROYTK)
INDIKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi
produk
o 667 produk to.666.667 03 06 0l o3
148.EL.7350.PDC.003
148.EL.7350.PEC
produk kreatif
o 1
r48.EL.7350.PFA.OOl
Pedoman persaingan usaha dan
Industri
o I
l48.EL.7350.QDC
rz+8.EL.7350.QDC.002
Edukasi kekayaan
ekonomi
0 334 Orang 16.666.665 03 06 01 03
Fasilitasi konsultasi kekayaan intelektual
bagi
o 167 Orang 6.666.665 03 06 0l 03
r48.EL.7350.QDC.0O3
148.EL.7350.QM4
o I layanan 6.400.001 02 t4 002 002
148.8L.7350.OMA.001 Sistem
SK No 149637 C
03 06 0r 05
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEE
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASII
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
148.EL.7351
l48.EL.735l.PEB
3 1
o I
03 06 0l 7t)
148.EL.7351.PEH
Sarana Bidang Pariwisata,
dan Kebudayaan
Fasilitasi sarana produksi virtual film,
o Unit ,l0.OO0.OOl 03 06 02 04
SK No
Fasilitasi sarana pusat
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI
n2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi
imersif k iner
prioritas
o 1 Unit 33.333.334 03 06 05 04
Kebudayaan
145.133.333
Ccntcr of Excellence kolaboratif
o I
148.EL.7352.RBN.003 Revitalfu a3i Ruang
l48.EL.7352.RBN.OO5
r48.EL.7352.RBN.006
Ruang
di
o I
SK No 1328l0C
dan UMKM
3.333.330
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2/029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sk€rna Insentif Fiskal
Outlet/Gerai
0 I
3.333.330 03 06 05 06
148.EL.7353.PDD
krdotrclia di Luar Negeri
o 4
148.EL.7353.PDF
di Luar Negeri
0 4
148.EL.7353.PDI
Subsektor
o U Orang 33.333.335 03 06 05 02 148.EL.7353.PDI.001
148.EL.7353.PEC Kerja
148.EL.7353.PEC.002
o I Kegiatan 8.333.335 03 06 05 02
SK No
I Kegiatan
23.066.666
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Partisipasi Usaha Kuliner
o 2
Fasilitasi Akses Pasar
0 10 Kegiatan 10.500.001 03 06 05 05
Fedas€ran Kuliner Lokal melalui Media
o 5
148.EL.7353.QDC Fasilitasi dan
l48.EL.7353.QDC.OO1
Pelatihan
Kreatif
0 42
148.EL.7353.QDr Fasilitasi dan P€robinaar Industri
18 18
Inkubasi
Subseh6
o 10
144.EL.7354 FenSeDbarlgan
SK No 145043 C
1.666.665 03 0,6 03 0s
0 I
NAMA
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 84 Orang 33.3i13.335 03 06 03 02
148.EL.7354.PEC
148.EL.7354.PEH
148.EL.7354.PEH.001 Fasilitasi
I
04 09 01 02
Partisipasi
o 2
148.EL.7354.QDC Fasilitasi dar
l48.EL.7354.ODC.0Ol
Pelatihan
lft catif
o 21
148.EL.7354.QDD
Fasilitasi dan
Masyarakat
15.000.000
SK No
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha
5
Fctrg abangan
0 Kelompok
Masyarakat
15.000.000 03 06 01
148.EL.7354.QDH
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r48.EL.7354.QDH.OOl Inkubasi Produk Kreatif
148.EL.7354.QDH.002 Fasilitasi Ekspor Kriya n 15
148.EL.7354.QDI
Akscl€f,asi Ekspor
148.EL.7355 FettgeEbalgan Fcsycn 242.799.998
o I
Sertifikasi Pelaku
o 84 Orang i1i,.333.335 03 06 03 It1 148.EL.7355.PDI.001
148.EL.7355.PEA
r48. EL.7355.PEA.00 r
148.EL.7355.PEC
SK No
Promosi 21.499.994
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Partisipasi Produk Fesyen
Show
o 2
Provinsi
o I
Digital
o 5
148.EL.7355.QDC
Pelatihan
0 2l Orang 516.665 03 06 03 02 148.EL.7355.QDC.001
148.EL.7355.QDH Fasilitasi dan
148.EL.73ss.QDH.OOr
148.EL.7355.QDH.002 Fasilitasi Ekspor Fes!rcn o 15 Badan usaha 97.500.000 03 06 03 06
148.EL.7355.ODI Fasilitasi dan
r48.EL.7355.QDI.OO 1
Akselerasi Ekspor
10 O Industri l.450.ooo 02 13 0l 03
02 03 0,6 03
SK No 145220C
2.900.000 148.EL.7356
Pertunjukan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp
PN PP KP PROP
Kebijakan Bidang
datt UMKM
500.ooo
I I Rek@€rldasi
500.ooo 03 06 02 06
20 20
04 09 01 lD
05
l48.EL.7356.PEH.OOl
148.EL.7356.QDH Fasilitasi
l4a.EL.7356.SCL Pelatihan Bidang
148.EL.7357
den UMKM
500.ooo
Fetryu8usitan
dan Desain
1
Kebijakan
500.000 03 06 03
SK No
:|Ia
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7357.PEH.OO2
14A.EL.7357.PEH.OO3
l48.EL.7357.PEH.OO4
148.EL.7357.QDH
l48.EL.7357.QDH.OOr
Studio Arsitektur
5 5 Badan
r48.EL.7357.QDH.OO2
Fasilitasi Fer[asafan dq,t P€robiayaai
Studio D€sein
5 5
148.EL.7357.QDH.003
Faailit ai
Studio
5 5 Badan
148.EL.7357.QDH.004
Fasilitasi
Studio DKV
5 5 Badan
l48.EL.7357.QDr.OOt Inkubasi Arsitektur lo lO
t48.EL.7357.QDr.002 Inkubasi
SK No
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PF KP PROP
148.EL.7357.QDr.004
148.EL.7358
l48.EL.735A.PBI(
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
3.333.330
Skcrna EisteE
pladorE distribusi gittl
I o
l(cbiaksn
r.666.665 03 06 04
o I
r.666.665 03 06 04 06
l48.EL.735a.PDI
o 84 Orang 35.000.001 03 06 04 TN l48.EL.7358.PDr.OO1
148. EL.7358.PEC.001 Keda
giE
o I
SK No 145402C
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r48.EL.7358.PEH
Partisipasi giE lokal d.l.n
o I Kegiatan 6.0fl).000 03 06 04
r48.EL.7358.PEH.OO3 Ekshibisi giE lokal o 3
148.EL.7358.QDC
o 2l Orang 516.665 03 0,6 04 02 l48.EL.73s8.ODC.O0r
148.EL.7358.QDH Fasilitasi dan
r48.EL.7358.QDH.OO2 Pendanaan
148.EL.7358.QD.r
03 0,6 04 0n
l48.EL.7358.QDJ.OOl
148.EL.7359.PDI
SK No 145,105 C
33.333.334 03 0,6 04 02
o A4 Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7359.PEC Kerja .arna 5.000.000
14a.EL.7359.PEC.OO1 Keda
148.EL.7359.QDC Fasilitasi dan
148.EL.?359.QDC.OO1
o 2l Orang
l48.EL.7359.Qrlj Fasilitasi dan
04 19 03 0l
148. EL.7359.QD.J.OO1
148.EL.7359.QD.r.002 Pendanaan
148.8L.7360 Pquettrbal8an
148.EL.7360.PBK
Kebija.kan Bidang
den UMKM
l.ooo.ooo
2 2
Kebijakan
500.ooo 03 0,6 M 06
SK No 145434C
Promosi
1.200.000
industri konten digital
0 500.000 03 06 04
148.EL.7360.PEH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi dan
r6 16
r48.EL.7360.ODB Fasilitasi dan
Kqttcn Digital
lo 10
r48.EL.7360.ODB.O0r
02
r48.EL.7360.QDH Fasilitasi dan
Fasilitasi
120 12O Badan u.aha 1.200.000 03 04 03 005
148.EL.7360.QDH.00r
03 04 0,6 03
148.EL.7360.SCL
13632 f3632 Orang r.200.000 03 06 04 02
148.EL.7361
Kebijakan Bidang
dan UMKM
SK No
Data dan
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
industri telmolo8i
0 I
500.ooo 03 06 04 ol
industri jasa TIK
o I
l.oq).000 03 06 04
148.EL.7361-PEH koooosi 1.200.ooo
Ju.Elah
Digital Baru
148.EL.7361.QDH Fasilitasi
Fasilitasi
220 22O
r48.EL.736r.Qrlj Fasilitasi dan
5 O Start Up 1.350.096 02 t4 @2 N2
148.EL.736r.0D.J.001
02 04 06
Inkubasi
3 l5 Start Up 27.OOO.OOO 03 06 ()4 02 r48.EL.736r.QDJ.OO3
SK No
1r roo 1.200.000 03 06 04 02
Penciptaan dan
Industri Tenologi Digital Baru
I I l0O Orang
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.E,L.7 2
14A.EL.? 2.PBK
dan UMKM
3.333.330
0
r.666.665 03 06 02 06
Rekomendasi kebijakan
frto
o I
1.666.665 03 0,6 02 :m 148.EL.7362_PBK.002
148.EL.7362.PDI Sertifikasi Prof.si dEn SDM 33.333.335
Sertifikasi
:al 84 Orang 33.333.335 03 06 02 It1 148.EL.7362.PDI.001
148.EL.7362.PEC Kerja
IGda caDa pendidikan
3l 2
lilo dan
i'l I
148.EL.7362.PEG Iftnfefensi dan Ev6rt 8.OOO.OOO
SK No
Promosi
4 Kegiatan
8.400.000
I4A.EL.? 2.WH
PUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO( PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Partisipasi produk
lokal dalam
3 2
148.EL.7362.QDC Fasilitasi dan
FilE,
0 167 Orang 4.166.665 03 06 02 02
148. EL.7362.QDC.OOl
r48.EL.7362.0DH Fasilitasi dEn
futi[ra8i, Video, dan Musik
o 15 Badan usaha
l48.EL.7362.QDH.OOl
Fasilitasi
o 10 Badan usaha 7.000.000 03 06 02
l4a.EL.7362.QDH.OO2
148.EL.7362.QDr
27 27 Industri 2.500.000 03 03 03 o4
04 09 0r 01
148.EL.7362.QDr.@r
SubsEktor FilE, AniDasi dan Video
148.EL.7362.SCL Pelatihan Bidang
SK No 132644C
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7363.PEH
6 6
148.EL.7364 FenAeEbanaan Televisi dan Radio
r48.EL.7364.QDC Fasilitasi dan Pembinaan
148.EL.7364.QDC.001
f E
o t?
r48.EL.7364.QDH
Fasilitasi business
subsektor televisi dan radio tingkat
0 I
148.EL.7364.QDH.002
148.EL.7365.P8H
148.EL.7365.PEH.001
Musik
04 09 0t 02
148.EL.7365.QDC Fasilitasi dan
SK No
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r48.EL.7365.QDt
148.EL.7365.QDr.OO2 Inl&ef Musik 5 5
148.EL.7365.QMA Data dan
148.EL.7 6
148.EL.7366.PEH Pro|noci a.400.ooo
Partisipasi
licensing strow
o 2
l48.EL.7366.PEH.OOl
148.WA7367
148.WA7367.PEA Koordinasi 5.OOO.OOO
SK No
Nasional dan Daerah
5.OOO.OOO 03 06 0l 02 o I
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.WA.7372
148.W4.7372.QMA Date dan
Data
prioritas tahunan
o 4 layanan
Data kinerja
prioritas tahunan
0 3 layanan 14.543.335 03 06
l48.WA.7372.QMA.OO4 Rrsat data terpadu
TOTAL
Ket€f,angsn:
c)
SK No
KEMENTERI,AN KOPERASI
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
PP 03.03 - Rasio
Fe,lSampu Pencapaian
XP
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
149-EM Program
149.E,M.7625
7.500.ooo
149.EM.7625.PA4OO1
RUU
2.500.ooo
2.500.000 03 03 0l 02
149.EM.7625.PAC
149.EM.7625.PAC.051
2 2
r49.EM.7626.QDF Fasilitasi dan
149.EM.7626.ODF.00r Pendampingan
149.EM.7626.ODF.002 Pendampingan
149.E,M.7627
149.EM.7627.PEG Kdrlcrcnsi dan
SK No 132878 C
Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi
I
62.700.OOO
o3 149.EM.7627.PEG.001
149.EM.7627.QDF
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
202s-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
149.EM.7627.QDF.OOl Fasilitasi dan
too 5OO Koperasi 41.000.000 03 03 0l 02
149.EM.7627.QDF.002 Fasilitasi dan
Kop.rasi
loo 500 Koperasi 21.700.000 03 trt 01 02
149.E,M.7629 ManajeEcn dalr Mitigasi Risiko
149.EM.7629.ODF Fasilitasi dan PeEbinaan Koperasi 42.000.000
149.EM.7629.QDF.001 Fasilitasi ManajeNren Resiko Kopcrasi
Sektor Riil
100 3OO Koperasi 21.000.000 03 03 0l l2
149.EM.7629.QDF.0O2
100 3)O
149.EM.7631
65.522.000
r49.EM.763l.QDF Fasilit si dan
t49.EM.763l.QDF.0O 1
35 l5O
03 03 01 01
02 22 03 07
05 0l 05 0l
02 lo 16 03
SK No
35 IOO Koperasi 25.197.684 03 03 0l 01 l49.EM.763r.QDF.O02
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Fasilitasi tbten8i Usaha [email protected]
Aneka Usaha
02 11 03 03
t49.E,M.7632 Fasilitasi l(€oitraan
berbagai mitra
76. r91.189
149.EM.7632.0DF
149.EM.7632.QDF.001 Pendampingan
149.EM.7632.QDF.002 Fasilitasi Tatakelola K€6itr6an
149.EM.7632.QDF.003 Fasilitasi
lo 80
04 t2 02 03
149.EM.7633
produksi oleh
81.089.028
149.EM.7633.QDF Fasilitasi dan
149.EM.7633.QDF.001
Agromaritim
37 150
02 r0 16 03
03 03 0l 0l
SK No
37 IOO Koperasi
149. EM.7633.QDF.002 Pendampingan Produksi Koperasi Sektor
29.716.354 03 03 0l 01
NAMA
PROGRAM/ KFETATAN / KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I<P PROP
149.EM.7634.Q4F
l49.EM.7634.QAF.0Or Fasilitasi
l5 73 Koperasi 45.150.000 03 03 0r 01
149-EM.7636 Fasilitasi peningkatan kualitas SDM dart
47.400.000
I 3 NSPK 9.OOO.OOO 03 03 0l
149.EM.7636.SCF
Bagi Pengurus dan Pengelola
120 50O Orang 30.400.000 06 03 01 02
ol o3
o
149.EM.7637 Fasilitasi penyuluhan dan literasi
141.854.892
149.EM.7637.QAF Pelayanan Publik
149.EM.7637.QAF.0O1
SK No 149638 C
149.EM.7637.QAF.0O2
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2()25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
,025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
149.EM.7637.QDD Fasilitasi
Masyarakat
l49.EM.7637.QDD.OO I
dari Kelompok Strategis
420 EIIN
Masyarakat
60.614.880 06 03 01 02
03 03 01 03
02 lo 16 03
149.EM.7638.QDF Fasilitasi dan
l49.EM.7638.QDF.OOr Fasilitasi dan
r9 l5O
149.EM.7639
149.EM.7639.QDF
l49.EM.7639.QDF.OOr Fasilitasi Permodalan dariFrnjaEinan
300 500 Koperasi 21.950.000 03 03 02 02
l49.EM.7639.QDF.OO2 Fasilitasi
Syariah
149.EM.7640 Fasilitasi
149.EM.7640.QDF Fasilitasi
SK No
Rantai Nilai
lOO Koperasi
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l49.EM.7640.QDF.OO2 Fasilitasi dan
dalam Distribusi
30 lOO
02 10 08
0l
ol
149.EM.7643.QDF Fasilitasi dart
149.EM.7643.QDF.OOl
Koperasi
2OO
l49.EM.7643.QDF.OO2
50 2OO Koperasi
t49.E'M.7644 Fasilitasi
simpan
a 1.900_ooo
149.EM.7644.QDF
r49.EM.7644.QDF.OOl Fasilitasi dan
rd 5OO
r49.EM.7644.QDF.OO2
50 5OO Koperasi
149.EM.7645
149.EM.7645.QDF Fasilitasi dan
SK No
50 lS.ooo.ooo 03 03 0l 04 l49.EM.7645.QDF.OOt Fasilitasi dan Pelaksanaan
KSP/ USP
IOO
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r49.EM.7645.QDF.OO2 Fasilitasi dan
KSPPS/USPPS Koperasi
s0 lO0 Koperasi 17.100.000 03 03 01 04
MartajcDen LPDB -
r49.EM.7653.O4F
r49.EM.7653.QAF.OOl layanan Dana
Kop€f,asi
I I t5{) f5OO0
02 13 04 03
78.000.ooo
r49.EM.7655.QDC
r49.EM.7655.QDC.0Or Pemeliharaan Data
3.000.000
149.WA,7647.P84
SK No
Koperasi
o I 3.000.000 03 03 0l 01
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r49.WA.7650.QMA Data dan
r49.WA.7650.QMA.O0r LayarE t Data darl
17.250.OOO
17.250.000 03 03 01 02
TOTAL r.059.873.370
c)
SK No 132770C
KEMENTERI,AN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24
Koordinator
PP 03.03 -
PP 03.03 - Rasio
PcnSarnpu
l(P 03.03.02 -
KP 03.03.02 -
XP 03.03.03 - Rasio pelaku usaha dibantu buruh
KP 06.03.01 -
SK No 132622C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
150.EN
dan
150.EN.7463 Fasilitasi FcEalisasi dan
Usaha
88.096.583
150.EN.7463.PDC
Produk baai Usaha
lo r50 4 r983 Produk 57.571.414 03 03 02 04
150.EN.7463.QBA Layanan Bantuan
150.EN.7463.QBA.@r
Hukuo bagi Usaha
250 ffn
03 03 02 04
150.EN.7463.QDc Fasilitasi dan
l50.EN.7463.QDG.OOl Fasilitasi
Bcrusaha (NIB) ba8i Usaha Mikro
5000 11295 UMKM
05 04 01 05
150.EN.7464
SDM Usaha
19.121.936
SK No 145438 C
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r50.EN.7464.QDO.OO I Fasilitasi
Usaha
84 161 i.Iirlrfi 9.442.176 06 03 02 02
lso.EN.7464.QDG.OO2 Fasilitasi
324 732 ialrrn 9.639.760 03 03 02
06 07 06 02
o3
150.EN.7465 Perkuatan Fasilitasi
72.i30a.199
150.EN.7465.QDG
r50.EN.7465.QDG.OOl Pendampingan
7750
05 01 06
fi) 03 02 02
l50.EN.7465.QDG.0O2 Fasilitasi Akses
3()OO 6779 II[II'J] 19.284.520 04 t2 02 03
150.EN.7467
Usaha
19.279.520
150.EN.7467.QDB
SK No 145463 G
Fasilitasi dan
melalui PI-UT-UMKM
t2 27
l50.EN.7467.QDB.OOl 03 03 03 02
KODE
NAMA
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 19 03 0l
150.EN.7469
l50.EN.7469.QDG Fasilitasi dan
rso.EN.7469.QDG.OOl
180 355 t l[Iiul 24.419.922 03 M Ol OOr
06 03 01 02
ID m 03 03
lso.EN.7469.QDG.0O2 Fasilitasi dan
dan Pajak bagi Usaha
175 347 UMKM 27.522.029
o3
ila 02
7n 02
03
o3
ol
150.EN.7470
l50.EN.7470.QDG Fasilitasi dan
l50.EN.747O.QDG.O01 Fasilitasi dan
130 257 UMKM 25.696.239 03 03 02 04
06 03 0r 02
SK No
270 534 Orang 12.444.640
02 15 04 02
04 1t)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r50.EN.7470.SC.C
150.EN.7471
dalam
Produksi dan Rantai Pasok Usaha
trn
03 03 02 04
06 0? 06 02
02 lo 16 02
57.497.746
r50.EN.7471.QDG Fasilitasi dan
Kecil
100 198 UMKM 27.549.586 03 03 02 03
150.EN.747l.QEO Bantuan Produk dan
Produksi bagi Usaha Kecil
lo
37.950.415
SK No 122286 C
Fasilitasi dan
150 296 UMKM
150.EN.7472.QDG 37.950.415
r50.EN.7472.QDG.OO I
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi
Digitalisasi bagi Usaha Kecil
02 t4 002 002
03 02 02 M2
150.EN.7472.QDG.0O2
bidang Modest Fashion
25 49 mnrn
03 06 03 02
03
r50.EN.7472.QDG.OO3 Fasilitasi dan
135 264 |.IIIIM ro.700.700 03 03 02 03
150.EN.7473 Literasi dan Advokasi Hukum Usaha Kecil 20.960-411
l50.EN.7473.QBA Layanan
r50.EN.7473.QBA.OOl Layanan
03
02
ED
02
o1
M
150.EN.7475 Pembiayaan dan
l50.EN.7475.ODG Fasilitasi dan
l50.EN.7475.QDG.OOl Fasilitasi
250 z+80 UMKM
SK No 122021 C
74.127.899 150.EN.7476 Fentetlbangsn
Pasok Usaha
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
150.EN.7476.QDG Fasilitasi dan
l50.EN.7476.QDG.OOl Fasilitasi Perluasan
Menengah
282 543 tal[Irifl
05 05 03 005
150.EN.7476.QDG.002 Fasilitasi
Usaha
150 48 UMKM 29.ffi.1@ 03 03 02 03
150.EN.7477.PEC.001 Kerja Sama pada Forum Internasional I o
03 03 02 03
150.EN.7478
54.214.319
150.EN.7478.PFA Norma, Standar,
150.EN.7478.PFA.OOl Norma, Standar,
1 I NFT'T 15.869.520 03 03 02 05
SK No
Fasilitasi dan Pembinaan UMIgrl
145 279 UMKM
150.EN.7478.QDG 42344.799
r50.EN.7478.QDG.001
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi
02 20 0l 04
03 03 02 05
150.EN.7480.QM4 Data dan
r50.EN.7480.QMA0Or
06 01 0l
02 t4 0o2 N2
03 03 I
06 03 0l ol
06 0l 02 ol
76.560.000
SK No 122037 C
59 514
03 03 03 01
(Pror, / Kab/ Kot
a)
150.EN.7481
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
150. EN.748 1. PAII
150. EN.74a 1. PAH. OO 1 Peraturan tentang Kc'tn
Fef,aturs,rr
2.659.479 03 03 03 04
l50.EN.748l.PEA
2 2 kegiatan 5.319.759 03 03 03 02
150.EN.7481.PEA002
l5o.EN.748r.QDC
150.EN.7481.QIrc.0O1 Fasilitasi dan
520 trE
03 03 03 o3
02
rso.EN.748l.QDC.OO2
mn
04 19 0:' ol
o4
r50.EN.748r.QDC.OO3
150.EN.7482
150.EN.7482.QDB
SK No 122,142 C
5
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
150.EN.7482.QDC Fasilitasi dan
rso.EN.7482.QDC.0O1 Fasilitasi dan
dan
625 706 Orang 18.217.515 03 03 03 03
r50.EN.7482.OrU
150.EN.7482.QUr.OOl layanan
Global Startup Hub
22 22 Start Up 9.3(x).578 03 03 03 04
150.EN.7483 Perluasan
150.EN.7483.QDC Fasilitasi dan
r50.EN.7483.QDC.0O1
Wfuausaha
400 ,loo
03 04 03 001
r50.EN.7483.QDC.0O2 layanan Pendampingan PcrEodalarr
dengan
150
Wirausaha dan
Fungsional Kewirausahaan
150.EN.7444.U4C Peningkatan Kapasitas Aparatur
SK No
260 n4 Orang 14.363.350 03 03 03 03
REPUEUK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAIU/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Fap Ribu)
PN PP KP PROP
150.EN.7501
Daerah
292.500.000
150. EN.7501.UBA Fasilitasi dan
(Prov/ Kab/ Kot
a)
150.WA.7497.UAB.001
06 03 0r o1
TOTAL 2.247.470.095
c) Keterlibatan Peran
SK No 122361 C
I. MATRIKS
INDIKATOR SATUAN
PN 06 -
PP 06.07 -
15,42
15,55
KTI: 8,29 KBI:
17,50
KP
KP 06.07.02 -
t(P 06.07.02 -
KP 06.07.02 -
KP 06.07.03 -
SK No l22ll9C
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tertinggal
19.947.&3.139
15t.c:t.7322
Desa d6n
2 I kegiatan
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 0l ol
Layak Desa
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 01 02
Listrik
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 0l 02
Internet Desa
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 0l 03
SK No 149640C
Penyusunan NSPK Efektivitas
Darta Desa
NSPK 6.100.000 06 07 03 0l
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r5r.cT.7322.QDC Fasilitasi dan
l5l.cT.7322.QDC.OOr Masyarakat yang ditingkatkan
50 563 Orang 9.820.000 08 04 04 01
ol
03
TA
02 07
02
06
fill
r51.CT.7322.QDC.OO2 Masyarakat Pelaku Wisata yang
200 3825 Orang 62.875.000 06 07 02 01
r5 r.cT.7322.QDC.0O3 Masyarakat yang
,x\1 7Aa Orang 13.230.000 06 07 02 03
oa 02 0l 06
151.CT.7322.QDD Fasilitasi dan
Masyarakat
32.600.000
l5l.cT.7322.QDD.O02 Peningkatan
Istiadat dan Budaya Nilai
10 113
Masyarakat
32.600.000 08 02 0l Ot
06 07 02 m
15 l. CT.7322. RAI Sarana
SK No 122125 C
,+o Ut 107.600.000 06 07 02 ol
dan
dibangun/
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KF PROP
151.CT.7322.RAJ.002 Sarana Pelayanan Dasar Desa datr
Perdesaan yang
4 205 Unit 453.000.000 06 07 0l lm
151.CT.7322.RBC
dibangun/
35 h
185.500.000
dan
0 1050 l!t 185.500.000 06 0? 01
15t.CT.7322.RBN Prasarana Bidang
Kebudayaan
1.357.150.000
6
SK No l22l36C
I
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO( PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Perdesaan
1 I
r51.CT.7322.UBB.OO I Koordinasi dai Sosialisasi Peearrfaatai
Dana Desa
75265 75265
04 09 04 02
o1
kdrv.rgcnsi
10004 o
r5 r.cT.7322.UBB.OO3 Monitoring dan Evaluasi
75265 75265
to
04 19 05 02
kqrver8en.i
0 5{)
o
SK No 122157 C
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
151.CT.7323
Sosial Budaya dan Lingkungan
Perdesaan
2.944.500.000
tentang
o o
5.000.000 06 07 02
berketahanan iklim
o o
5.000.000 06 07 02 03
belanja aksi iHim
o o
6.000.000 06 07 02 03
peningkatan akuntabilitas
0 o
SK No 1221650
2 5625 Desa 1.687.500.000 06 07 02 o3
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7323.UBB.003
o ,Ffif0
15r.cT.7325 Fcngeebargan
15r.CT.7325.P8P
l5l.cT.7325.PBP.O0l
0 o
Kebijakan
22.230.640 06 07 02 01
15 1. CT.7325. PEA
151.CT.7325.PEH
drl'n
4 lo
SK No
Masyarakat
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15r.CT.7325.QDD.00 r Fasilitasi
2.205.400 06 07 02 ol
151.cT.7325.QDD.002
o o
Masyarakat
367.945.084 06 07 02 o1
rsr.cT.7325.QDD.0O4
TEKAD
o o
Masyarakat
67.A:14.000 06 07 02 o1
l5r.cT.7325.QDD.0O5
difasilitasi
n o
Masyarakat
72.490.406 06 07 02 0r
15l.CT.7325.QDD.006
Produk Unggulan
25 ,E
Masyarakat
13.677.500 06 07 02 01
151.CT.7325.QDH Fasilitasi dan
15l.CT.7325.QDH.OO1 Fasilitasi
ol
o1
o1
02
03
ID
o3
t|xl
SK No 132974C
Bantuan
n Badan usaha
4.574.425
151.CT.7325.QDH.004
TEKAD
o 30.863.110 06 07 02 01
15r.CT.7325.QEH
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
202s-x29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7325.QEH.0O2 Bantuan
2 2
Masyarakat
4.5?4.425, 06 tt 02 o1
151.CT.7326 Fenyeraaian Pembangunan Daerah
275.272.712
151.CT.7326.PtsP
151.CT.7326.PEA
Rckdrcndasi
Sangat
6
16.913.332 0,6 0? 04 ol
167.227.472
15 1. CT.7326. PEA O03
Pef, cepatan
3 2 kegiatan 9.900.000 06 07 04 01
r5 r.cT.7326. PEA.OO4
Budaya
5 4
dan Prasarana di
4 3 kegiatan 23.394.OOO 06 07 04 (H
SK No 132981C
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daya Alam dan Lingkungan di
Tedhggal dal! Sangat
3 4
l5 1 . CT.7326. PEA. OO7 Koordinasi Bidang
3 2 l(€giatar!
di
9 o
15 1. CT.7326. PEA.009
Mitigasi Bencana, Adaptasi
Ildiro, dan
4 o
Pertanian dan
Tepat Guna di
Sangat
3 o
l5 I .CT.7326. PEA.0 l2 Koordinasi
Daerah
9 o kegiatan 17.000.000 06 07 04 03
SK No l3272OC
kegiatan 13.400.000 06 07 04 0l
bidang Sosial,
di Daerah
4 u
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15 r-CT.7326- PEAO r5 Perrralrtaua,t dan Evaluasi Program
Tertinggal dan Sangat
o 9
151.CT.7326.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 36.564.079
l51.CT.7326.QDC.OO3 Masyarakat yang
o 600 Orang 15.060.000 06 07 04 02
15 r.CT.7326.QDC.006 Masyarakat di
So[gat Tertinggal yang Ditingkatkan
Kapasitasnya
Bcttcar!a
80 5{) Orang 4.343.617 06 07 04 06
08 (x 04 ol
rs1.cT.7326.ODC.0O8 Masyarakat di
Baru Terbarukan (EBI) Bcrba3b
t:rjl n Orang 473.644 06 07 04 o4
r51.CT.7326.ODC.014 Masyarakat di
sangan
o ino Orang 3.699.998 06 W 04
SK No l220l20
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
1sr.cT.7326.QDC.O r5 Masyarakat Yang Ditingkatkan
&
SanA.t T€f,tinagal
220 o Orang 2.986.A20 06 0? 04
r51.CT.7326.QDC.Or6 Kapasitas Masyarakat yang ditingkatkan
dan
Sangat Tertinggal
o 80
r51.CT.7326.QDC.Ol8
o o Orang 200.ooo 06 07 04 07
15r.CT.7326.QDD
Masyarakat
47.040.000
l5l.cT.7326.QDD.00r
Kearifan
o 2l
SK No l2224lc
22 11.920.000 06 07 04 ol l5l.cT.7326.QDD.OO2
0
Masyarakat
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEN
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
dan Tradisi
Sangat
t5t.cT.7326.QDD.OO3
dalam Man4€6ctl Keuangan di Daerah
o 14
Masyarakat
rr.600.000 06 0? 04 02
l5l.cT.7326.ODD.006 Masyarakat
kapasitasnya
o 11
Masyarakat
12.200.000 06 07 04 01
151.CT.7326.QEG Bantuan
151.CT.73 .QEG.OO2 Utilitas
dibangun di
Tertinggal dan Sangat
o I Paket
r5l.cT.7326.QEG.0O3 Bantuan Sarana Aksca Intcmct
di Daerah Tertinggal dan Sangat
o 1 Paket 891.750 06 07 04 04
151.CT.7326.RAC.001 Sarana
di
Sangat Tertinggal
o 2 Unit r.200.000 06 07 04 frB
SK No
r.166.580
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rf, Ribu)
PN PP KP PROP
Tertinggal
2 o Unit r.166.580 06 0 04 04
02 ll 03 02
02 19 0r ol
151.CT.7326.RBG.002 Sarana Air
n I
15r.CT.73 .RBG.004
Daerah Tertinggal dan Sangat
:al I unit r.201.750 06 07 04 04
767.749
20 0 Hclfter 767.749 02 t2 04 ot
06 07 04 06
oa 04 0l 02
02 19 02 0r
SK No
02 16 01 o5
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK}
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.Ct.7327
F.robcrdayaar Masyarakat Desa dan
Daerah Tertinggal
39.867.831
l5l.cr.7327.QDC Fasilitasi datr
r5 r.cT.7327.QDC.OO2 Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa
melalui Akqdcoi
s0 6()0
151.cT.7328 Pengembangan
De.a dan
151.CT.7328.QDC Fasilitasi dan
151.CT.7328.QDC.001
r51.CT.7328.QDC.OO2 Tqraga
,rrn 3000
l5l.cT.7328.QDC.OO3
o n
dan l(c!'ja
SK No 132890 C
Koordinasi
NA.[{A
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RqPROYEK}
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15 l. CT.7329. PEA OO 1
kograE IBPD
I I
151.cT.7330 Pengelolaan Data dan
Informasi
5.675.000 06 07 03 03
151.cT.7332
Daerah Tertinggal
8.043.358
151.CT.7699 Penguatan
Pembangunan Desa (P3PD) Pelatihan
l5l.cT.7699.QDC
SK No
25974 Orang 1.315.OOO.OOO 06 07 02 m 151.CT.7699.QDC.001
o
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l5l.cT.7699.ODC.OO2
Daerah
l5l.cT.7699.QDC.OO3 Peningkatan Kapasitas
dan Da.rah
o 21244 Orang 645.000.000 06 0? 02 03
r5 r.cT.7699.QDC.OO4
dan Daerah Tertinggal
Konten Video
loo 100 Orang a-ooo-000 06 M 02 03
15t.cT.7700 Penguatan Pemerintahan dan
321.690.906
SK No 12241 C
1 11.690.906 06 W 03 02
o
Kebijakan
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7700.UAB
evaluasi
o I Sistem
c)
SK No 122001 C
KEM ENTERI,AN TRANSMIGRASI
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 06.07.06 -
KP 06.07.06 - Nilai rata-rata Indeks
KP 06.07.06 -
Persen 0,90 l,lo 2,OO
KP 06.07.06 -
Daerah/Masyarakat/Badan Usaha yarry
persen 37,5 ,rc 55
SK No
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
152.DW.7164
3 9
ls2.Dw.7r64.QCC
l52.DW.7l64.QCC.0Or
8 ?5 Perkara
152.DW.7164.QDC Fasilitasi dan
152.DW.7164.QDC.@1
atas Tanah
3 r562
152.DW.7164.UBA Fasilitasi dan
39.088.250
SK No
Fasilitasi
(kov/ Kab/
Kota)
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
152.DW.7165
152.DW.7165.QDC
t52.DW.7l65.QDC.0Or
Fasilitasi dan
Fasilitasi layanan Sosial Budaya
Masyarakat di Satuan FerEukiEarr/ Pu8at
SKP di
7008 7008 Orang
r52.DW.7l65.QDE Fasilitasi dan
r52.DW.7165.QDE.OO3
06 07 06 04
r52.DW.7165.QDE.OO4 Fasilitasi
Provinsi
a 90 Keluarga 59.654.750 02 lo 16
06 07 06
iD
l52.DW.7l65.QDE.OOs Fasilitasi
Kabupaten Tujuan
I 90 Keluarga
06 07 06 04
152.DW.7r65.0E8 Bantuan
t52.DW.7l65.QEB.OO3
SK No
56.410.980
06 07 06 04 152.DW.7r65.QEB.OO4 Pelayanan Catu Pangan di
l52.DW.7l65.OEG Bantuan
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
INDIKASII ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r52.DW.7l65.QEG.OO5 Bantuan Sarana
t2 45 unit 35.735.325 02 lo 01 02
06 07 06 02
r52.DW.7r65.QEG.OO9 Bantuan
o 90 Unit 20.675.655 06 05 02
06 0? 06 02
tl,
l52.DW.7t65.RAI.029 Sarana
85 950 Unit
06 07 06 01
ol
152.DW.7165.RAI.031
di
4 5{) Unit 50.926.527 02
06
10
07
ol
ol
r52.DW.7165.RAr.031.
di
0 o Unit o 06 04 01 02
152.DW.7165.RBC Prasarana
(Jdan)
370.785.196
SK No l220l00
r,6 65 h
06 07 06 0l
Kawasan
02 lo 01 ol
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
152.DW.7165.RBC.001.6304 Jalan Non-Status yang
Kaqra8ai
o 0 h o 06()4Ol 08
152.DW.7165.RBC.002 Jalar
9,2 46 Lm 47.563.?60 06 07 06 o1
02 10 03 ol
69.383.104
16 70 ltl 39.456.662 02 lo 04 ot
06 07 06 ol
6 70 m
06 0? 06 0l
2,4 lo I&n 26.087.915 06 07 06 01
02 to 06 ol
SK No
lTr.TP:I
2A23-?{r2,,
Fp Ribul
TD-,T, TANGEf,2O25 TAR}Ef,2OP 3AT1'AI{ IN PP I@ PROP PROORAX/r(EGnir^rr/rRO/RO
ittlillml?Ffil{'fdi!l $rc0 Drrin r yof DiLcoDGgl(.n d
lhluollulrfi!-r
o,8 5 EI
w060l
TOTAL
XGt nEalo:
hd&!d
cl
PRESIDEN REPUBUK
ttd.
sdriq'tMtriiGrrJt
iTlr{-Iifd:IA
SK t{o 130015 C
Lampiran IV
berkas 6, hlm. 1 OCRPERATURAN PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
ARAH PEMBANGUNAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
1.1 Provinsi Aceh
A7
EN — Banda Aceh ACEH
A1 @.
2 ca nan, LEGENDA
a N Pertumbuhan
LV S |
B3 | Kawasan Komoditas Unggulan
b A32. AN
. c3 - B1 £ Kawasan Swasembada
& / 3 " y. Pangan, Air, dan Energi
NG £ A5
S8, c3 C2 kan A8. Kawasan Afirmasi
: , B2 y
A4 FN HA $ Kawasan Konservasi dan
4 ON . 2 nu AN Rawan Bencana
| B3 . if (@! ibu Kota Provinsi
& E1 3g ko) Bandar Udara
Na 9 Pelabuhan
N
1 me Jalan Nasional
AN Na an "»: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
“ . Batas Administrasi
bu naat, .
£ m A6 £
ig SH 3 C. Kawasan Swasembada
3 21 NA Pangan, Air, dan Energi
SD 3 si
o d J Swasembada Pangan
. 1 Pesisir Utara Aceh (Kab. Aceh Besar,
Kab. Pidie, Kab. Pidie Jaya, Kab.
A. Kawasan Pertumbuhan Bireuen, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh
Timur, Kab. Aceh Tamiang)
1 Kawasan Perkotaan Banda Aceh-Jantho
2 Kawasan Perkotaan Lhokseumawe dan Kawasan Swasembada Air dan Energi
Pengembangan Industri Arun-Lhokseumawe 2 DT Gayo (Kab. Aceh Tengah dan Kab.
3 Kawasan Perkotaan Takengon dan Kawasan Pariwisata & Bener Meriah)
Ekonomi Kreatif Unggulan DT Gayo-Danau Laut Tawar
4 Kawasan Perkotaan Meulaboh Swasembada Pangan dan Energi
5 — Kawasan Perkotaan Langsa 3 Pesisir Barat Aceh (Kab. Aceh Jaya,
6 Kawasan Perkotaan Subulussalam Kab. Aceh Barat, Kab. Nagan Raya,
7 KPBPB Sabang dan Kab. Aceh Barat Daya)
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Kopi 1 Simeulue (Daerah Terdepan dan
1 DT Gayo (Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah) Percepatan Pemerataan
Pembangunan)
Sawit dan Karet
2 Pesisir Timur Laut Aceh (Kab. Aceh Timur dan Kab. Aceh 3
Tamiang) E. Kawasan Konservasi/Rawan
3 Pesisir Barat-Selatan Aceh (Kab. Aceh Jaya, Kab. Aceh Bencana
Barat, Kab. Nagan Raya, Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Aceh ATK
Selatan, Kab. Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam) 9
Sasaran Pembangunan Provinsi Aceh
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A7
Kawasan Perkotaan
Banda Aceh-Jantho (A1)
dan KPBPB Sabang (A7)
• Kota Banda Aceh
• Kab. Aceh Besar
• Kota Sabang
• Pengembangan KPBPB Sabang kawasan perdagangan bebas dan
pelabuhan bebas yang berdaya saing, berwawasan maritim, dan globally
connected, melalui:
o Pengembangan Pelabuhan CT-3 dan CT-1 Sabang
o Penguatan industri transportasi laut di Sabang
o Pengembangan Sabang Integrated Special Tourism Zone
o Urban renewal Kota Tua Sabang
o Pengembangan Sabang International Maritime Research Center dan
University
o Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker,
jantung, stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD
Provinsi dan Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Sabang (PHTC)
o Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Sabang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Banda Aceh-Jantho,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Banda Aceh dan Sabang (PHTC)
• Pembangunan jalan missing link Jantho–Keumala
• Penguatan Sabang sebagai kawasan pertahanan dan keamanan lintas
matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah perbatasan
dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan World Class Islamic University pada UIN Ar-Raniry
• Pengembangan SPAM Regional Banda Aceh-Aceh Besar
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Banda Aceh
A2 Kawasan Perkotaan
Lhokseumawe dan
Kawasan Pengembangan
Industri Arun-
Lhokseumawe
• Kota Lhokseumawe
• Kab. Aceh Utara
• Kab. Bireuen
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Lhokseumawe,
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
1,1
1,1
65,2
46,8
0,254 – 0,258
0,290 – 0,293
6,39 – 7,39
12,00 – 13,00
…………….
53,63
36,08
0,60
0,57
4,07 – 4,94
4,60 – 5,28
83,56
82,89
5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe (sektor industri prioritas:
hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri makanan dan
minuman, industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, dan industri
energi dan green hydrogen)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi lanjutan gas bumi, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti olefin, aromatik, DME
• Pengembangan Pelabuhan Krueng Geukeuh
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Lhokseumawe (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Lhokseumawe-Aceh Utara
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Pusong Lhokseumawe
• Pengembangan kota agropolitan Lhokseumawe
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. Fauziah Bireuen (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Lhokseumawe–Bireuen
• Pengembangan Bandar Udara Malikussaleh (peningkatan terminal)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Perkotaan
Takengon dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Dataran Tinggi
Gayo-Danau Laut Tawar
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Gayo Lues
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Takengon, melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan kota agropolitan Takengon
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Banda Aceh dan Sabang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Takengon-Redelong
• Pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif unggulan DT
Gayo-Danau Laut Tawar melalui peningkatan 6A kepariwisataan secara
holistik
• Penataan kawasan waterfront Danau Laut Tawar di Takengon
• Preservasi jalan ruas Lhokseumawe–Redelong–Takengon dan Takengon–
Blangkejeren
• Penuntasan pembangunan jalan ruas Geumpang–Pameu
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Datu Beru (PHTC)
• Pembangunan Jembatan Enang-Enang (Kab. Bener Meriah)
A4 Kawasan Perkotaan
Meulaboh
• Kab. Aceh Barat
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Meulaboh, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Meulaboh (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Meulaboh
• Pengembangan terminal multipurpose Pelabuhan Meulaboh
• Preservasi jalan ruas Takengon–Meulaboh, Meulaboh–Calang,
Meulaboh–Sukamakmue–Blangpidie
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD provinsi dan
kab/kota, khususnya pada RSUD Cut Nyak Dhien (PHTC)
A5 Kawasan Perkotaan
Langsa
• Kota Langsa
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Langsa, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Langsa (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Langsa
• Pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Langsa (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Langsa
A6 Kawasan Perkotaan
Subulussalam
• Kota Subulussalam
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Subulussalam, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Subulussalam (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Subulussalam
• Pengembangan kota agropolitan Subulussalam
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Subulussalam (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Subulussalam–Tapaktuan, Subulussalam-Singkil,
dan Subulussalam-Salak
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Pesisir Utara
Aceh
• Kab. Aceh Besar
• Kab. Pidie
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Alue Ubay, D. I. Krueng Pase, D. I. Jambo
Aye, D. I. Krueng Tiro, D. I. Krueng Aceh, D. I. Krueng Jreu
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
SK No25t006A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Pidie Jaya
• Kab. Bireuen
• Kab. Aceh Utara
• Kab. Aceh Timur
• Kab. Aceh Tamiang
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pengembangan kawasan sentra produksi garam di Pidie, Aceh Utara, dan
Pidie Jaya
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada Andaman-North
Sumatera Basin
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Arun-Sigli
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Arun-Pangkalan Susu
• Pengembangan broodstock center udang
• Pengembangan kawasan sentra produksi garam di Pidie, Aceh Utara, dan
Pidie Jaya
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Aceh Besar: Mesjid Raya
o Kab. Pidie: Batee, Kota Sigli, Simpang Tiga
o Kab. Pidie Jaya: Panteraja, Meurah Dua, Ulim
o Kab. Bireuen: Kuala
o Kab. Aceh Utara: Dewantara, Samudera, Lapang, Baktiya Barat
o Kota Lhokseumawe: Muara Satu, Muara Dua, Banda Sakti, Blang
Mangat
o Kab. Aceh Timur: Madat, Nurussalam, Darul Aman, Idi Rayeuk, Idi
Timur, Peudawa, Peureulak Barat, Peureulak, Peureulak Timur,
Rantau Selamat, Birem Bayeun
o Kota Langsa: Langsa Barat
ITEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C2 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Dataran
Tinggi Gayo
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Aceh Tengah
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Pasee–Peusangan dan WS Jambo Aye
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Laut Tawar dan DAS Peusangan
• Revitalisasi Danau Laut Tawar
• Pembangunan infrastruktur PLTS Apung Danau Laut Tawar
• Pembangunan infrastruktur PLTA Peusangan II
C3 Kawasan Swasembada
Pangan dan Energi
Pesisir Barat Aceh
• Kab. Aceh Jaya
• Kab. Aceh Barat
• Kab. Nagan Raya
• Kab. Aceh Barat
Daya
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi Tutut
(Kab. Aceh Barat dan Kab. Nagan Raya)
• Pengembangan gasifikasi batu bara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Lhok Guci, D. I. Susoh, dan D. I. Jeuram
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Jembatan Spiral Geureute
pada Lintas Jalan Nasional Banda Aceh–Calang
• Kawasan Perdesaan Budidaya Perikanan Air Tawar Terpadu Kab. Nagan
Raya
D1 Kawasan Afirmasi
Simeulue (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Simeulue
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Preservasi jalan Lingkar Simeulue
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
perkebunan (kelapa dan pala)
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sinabang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Sinabang
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaut
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kab. Simeulue (PHTC)
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi Dataran
Tinggi Gayo
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Bener Meriah
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (kopi)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi)
• Peningkatan mutu produk pertanian (kopi)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Karet Pesisir Timur Aceh
(B2) dan Pesisir Barat-
Selatan Aceh (B3)
• B2: Pesisir Timur:
Kab. Aceh Timur,
Kab. Aceh Tamiang
• B3: Pesisir Barat-
Selatan: Kab. Aceh
Jaya, Kab. Aceh
Barat, Kab. Nagan
Raya, Kab. Aceh
Barat Daya, Kab.
Aceh Selatan, Kab.
Aceh Singkil
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
karet)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan karet)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan karet)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
karet)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung Leuser
• Kab. Gayo Lues
• Kab. Aceh Barat
Daya
• Kab. Aceh Tenggara
• Kab. Aceh Selatan
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan dan satwa
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Aceh Singkil
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Gayo Lues
• Kab. Pidie
• Kab. Nagan Raya
• Kab. Aceh Utara
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Aceh • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir, antara lain
melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
SK No25l0l0A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Penguatan pendidikan Islam bertaraf global, melalui:
o Peningkatan kualitas pendidikan dayah dan pendidikan keagamaan
o Rekognisi lulusan pendidikan keagamaan dan pendidikan
dayah/pesantren
o Penguatan penjaminan mutu pendidikan keagamaan dan pendidikan
dayah/pesantren
1.2 Provinsi Sumatera Utara
N $
RN NG
N SUMATERA UTARA
N ( 2: edan .
1 AT
KINI LEGENDA
E2 .
1 # ni Kawasan
Ku 3 1 : C1 : Ko Pertumbuhan
1 1 € Pa awasan Komoditas Un ulan
L . he / Das “ B9 K: Komoditas Unggul
NN raman Oterreaa, is: Kawasan Swasembada
TA S Ng 3 Fa Pangan, Air, dan Energi
X AS Tg 1 Kawasan Afirmasi
p . B1 Kawasan Konservasi dan
Da N L Rawan Bencana
un $) Kg — (@! ibu Kota Provinsi
? 51 Bandar Udara
(s
" B1 ko) Pelabuhan
. TO, Kp RA
“$ H | “y Pa N me Jalan Nasional
B3 ND) A4 G SA : - "sa. Rencana Yatan To & Non Tol)
« A7 1 L N : Batas Administrasi
Na LS SL 0 C. Kawasan Swasembada
1 " NG Pangan, Air, dan Energi
SJ E1 5
, Swasembada Pangan
Ian 1 Sumatera Timur (Kab. Langkat, Kab.
. CD. 3 X Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai,
& NN NN . Sa ( Kab. Simalungun, Kab. Batubara, Kab.
S3 ! N Pa Asahan, Kab. Labuhanbatu)
: Ong Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Di Ta f N 2 Bukit Barisan Utara (Kab. Toba, Kab.
" | Samosir, Kab. Humbang Hasundutan,
A. Kawasan Pertumbuhan Kab. Tapanuli Utara, Kab. Dairi, Kab.
Pakpak Bharat, Kab. Tapanuli Tengah,
1 Wilayah Metropolitan Medan dan Kawasan Pengembangan Kab. Karo)
Industri Medan-Binjai-Deli Serdang
2 Kawasan Pengembangan Industri Kualatanjung-Seimangkei Swasembada Pangan dan Air
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Danau 3 Batang Angkola-Batang Gadis (Kab.
Toba (termasuk Kawasan Perkotaan Balige) Tapanuli Selatan, Kab. Mandailing
4 Kawasan Perkotaan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan Natal)
5 Kawasan Perkotaan Rantauprapat
6 Kawasan Perkotaan Kabanjahe .
7 Kawasan Perkotaan Gunungsitoli D. Kawasan Afirmasi
. 1 Kep. Nias (Kab. Nias Utara, Kab. Nias,
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kab. Nias Barat, Kab. Nias Selatan,
, Kota Gunungsitoli) (Daerah Terdepan
Sawit, Karet, Kelapa dan Percepatan Pengentasan
1 Asahan-Labuhanbatu-Padanglawas (Kab. Asahan, Kab. Kemiskinan)
Labuhanbatu Utara, Kab. Labuhanbatu, Kab. Labuhanbatu
Selatan, Kab. Padanglawas, Kab. Padanglawas Utara -
: 9 / E. Kawasan Konservasi/Rawan
Ekonomi Biru Bencana
2 Asahan-Tanjungbalai (Kota Tanjungbalai, Kab. Asahan) 1 TN Batang Gadis
3 Nias Utara (Kab. Nias Utara) 2 TN Gunung Leuser
SK No25l0l2A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Wilayah Metropolitan
Medan dan Kawasan
Pengembangan Industri
Medan-Binjai-Deli
Serdang
• Kota Medan
• Kota Binjai
• Kab. Deli Serdang
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Medan, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Medan
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di WM Medan
melalui pembangunan BRT dan peningkatan kereta komuter
• Pengembangan TPST skala regional Medan–Deli Serdang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Medan, termasuk penerapan NBS, SIH3, dan FEWS
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Medan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Medan (PHTC)
• Pengembangan RSU Haji Medan menuju rumah sakit berstandar
internasional
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAL dr.
Komang Makes (Kota Medan)
• Penataan Kota Lama Kesawan
• Pembangunan SPAM Regional Medan–Binjai–Deli Serdang
• Pengembangan Aeropolis Kualanamu
• Medan Urban Traffic Improvement Project
• Pengembangan koridor industri Medan-Binjai-Deli Serdang (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri
makanan dan minuman, industri perikanan, industri kimia, industri
kosmetik dan farmasi, dan industri mesin dan perlengkapan)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta
5,3
5,2
115,3
78,4
0,287 – 0,291
0,303 – 0,305
2,82 – 3,82
6,96 – 7,46
18,52
1,00
0,57
0,54
4,74 – 5,20
5,27 – 5,56
77,87
6,8 77,20
(Rata-rata
2025–2029)
7,6
(2029)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
produk hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan
karbon aktif
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Pangkalan Susu-Medan Barat
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Galang-Medan Timur
• Pengembangan pusat inkubasi kewirausahaan dan UMKM di kawasan
Deli Sport City
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Belawan
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A2 Kawasan Pengembangan
Industri Kualatanjung-
Sei Mangkei
• Kab. Batubara
• Kab. Simalungun
• Pengembangan koridor industri Kualatanjung-Sei Mangkei (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri
makanan dan minuman, industri kimia, industri kosmetik dan farmasi,
hilirisasi bauksit, industri mesin dan perlengkapan, dan industri logam,
besi, dan baja)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk
hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium
• Pengembangan KEK Sei Mangkei
• Pengembangan KI Kualatanjung
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kota penyangga Inderapura dan Perdagangan (PHTC)
• Pengembangan SPAM Kualatanjung-Inderapura dan SPAM Sei Mangkei-
Perdagangan
• Pengembangan Kota Penyangga Inderapura (Kab. Batubara) (rumah
sakit, pasar modern, terminal bus)
• Pengembangan Kota Penyangga Perdagangan (Kab. Simalungun) (BLK,
pasar modern, terminal bus)
• Pengembangan kelas jauh Politeknik Negeri Medan
• Pengembangan SUTET 500 kV Galang-Rantauprapat-Perawang
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Utara-Riau
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada kota penyangga Indrapura
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Danau Toba
dan Kawasan Perkotaan
Balige (Destinasi
• Peningkatan 6A Pariwisata dan Urban Renewal di Parapat-Ajibata,
Balige, Baktiraja, Pangururan, Silalahi-Paropo, Merek, dan Ambarita-
Tomok
• Pengembangan Kawasan Terpadu Sibandan Special Tourism Zone
SK No25l0l4A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pariwisata Prioritas
Danau Toba)
• Kab. Toba
• Kab. Samosir
• Kab. Humbang
Hasundutan
• Kab. Tapanuli Utara
• Kab. Dairi
• Kab. Karo
• Kab. Simalungun
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah, serta
Pusat Riset Kebudayaan Bertaraf Internasional
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Balige, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Balige (PHTC)
• Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Ajibata
• Pengembangan SPAM Perkotaan Balige dan SPAM Pulau Samosir
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Pematangsiantar-
Parapat-Balige-Siborongborong
• Pengembangan kota agropolitan Balige
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada di kawasan perkotaan Balige (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Balige–Siborongborong–Doloksanggul–Tele–
Sidikalang, Tele–Panguruan, Lingkar Samosir, Siborongborong-
Tarutung–Sipirok, dan Tarutung–Sibolga
A4 Kawasan Perkotaan
Sibolga-Pandan-
Padangsidimpuan
• Kota Sibolga
• Kab. Tapanuli
Tengah
• Kota
Padangsidimpuan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sibolga-Pandan-
Padangsidimpuan, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan
(PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Sibolga-Pandan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Padangsidimpuan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Sibolga
• Pengembangan Pelabuhan Sibolga
• Pengembangan kota agropolitan Padangsidimpuan
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kab. Tapanuli Selatan (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Sibolga–Pandan–Padangsidimpuan,
Padangsidimpuan–Sipirok–Tarutung, Sibolga–Tarutung,
Padangsidimpuan–Aekgodang–Gunungtua, Padangsidimpuan–
Aekgodang–Sibuhuan, dan Padangsidimpuan–Panyabungan
A5 Kawasan Perkotaan
Rantauprapat
• Kab. Labuhanbatu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rantauprapat, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
- l5 -
SK No25l0l5A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Rantauprapat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Rantauprapat
• Pengembangan kota agropolitan Rantauprapat
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Rantauprapat (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Rantauprapat–Gunungtua-Sibuhuan
• Pembangunan Jalan Tol Rantauprapat-Kisaran
A6 Kawasan Perkotaan
Kabanjahe
• Kab. Karo
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Kabanjahe, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kabanjahe (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Kabanjahe-Berastagi
• Pengembangan kota agropolitan Kabanjahe-Berastagi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kabupaten Karo (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Kabanjahe–Berastagi–Medan, Kabanjahe–
Sidikalang–Subulussalam, Kabanjahe–Kutacane
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Sumatera Timur
• Kab. Langkat
• Kab. Deli Serdang
• Kab. Serdang
Bedagai
• Kab. Simalungun
• Kab. Asahan
• Kab. Labuhanbatu
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Bandar Sidoras dan D. I. Namu Sirasira
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
SK No25l0l7A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Langkat: Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Berandan Barat,
Gebang, Tanjung Pura
o Kab. Serdang Bedagai: Tanjung Beringin, Bandar Khalipah
o Kab. Batu Bara: Sei Suka
o Kab. Asahan: Silau Laut, Sei Kepayang Timur
C2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bukit Barisan Utara
• Kab. Toba
• Kab. Samosir
• Kab. Humbang
Hasundutan
• Kab. Tapanuli Utara
• Kab. Dairi
• Kab. Karo
• Kab. Pakpak Bharat
• Kab. Tapanuli
Tengah
• Pengembangan KSPP Sumatera Utara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (Intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, serta
peningkatan produktivitas petani
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Toba-Asahan, terutama pada Sub-DAS Asahan dan
Sub-DAS Asahan Hulu (Danau Toba)
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Toba dan Sub-DAS Asahan
• Revitalisasi Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur PLTA Simonggo
• Pembangunan infrastruktur PLTA Asahan III dan IV
• Pembangunan infrastruktur PLTA PS Danau Toba
• Pembangunan PLTS Apung Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur PLTA Batangtoru
• Pengembangan PLTP Sarulla
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Galang-PLTA PS Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Sarulla-PLTA Batangtoru
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Sarulla-Rantauprapat
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C3 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Batang
Angkola-Batang Gadis
• Kab. Tapanuli
Selatan
• Kab. Mandailing
Natal
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Batahan dan D. I. Batang Angkola
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batang Angkola-Batang Gadis, terutama pada DAS
Batang Gadis
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Batang Gadis dan Danau Siais
D1
A7
Kawasan Afirmasi
Kepulauan Nias (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
(D1) dan Kawasan
Perkotaan Gunungsitoli
(A7)
• Kab. Nias
• Kab. Nias Utara*
• Kab. Nias Barat
• Kab. Nias Selatan
• Kota Gunungsitoli
Keterangan:
*) Daerah Tertinggal
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar dan Trans Nias
• Pengembangan Pelabuhan Gunungsitoli
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
perkebunan (kelapa dan pisang)
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Gunungsitoli, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
-la-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Gunungsitoli
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Gunungsitoli (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. M. Thomsen Nias (PHTC)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Nias Utara,
Kab. Nias Barat dan Kab. Nias Selatan
• Peningkatan 6A Pariwisata di Telukdalam, Kep. Hinako, Lahewa-
Tureloto, Kep. Batu
• Pengembangan jaringan/daerah irigasi baru di WS Nias
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran
digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kelapa Asahan-
Labuhanbatu-
Padanglawas
• Kab. Asahan
• Kab. Labuhanbatu
• Kab. Labuhanbatu
Utara
• Kab. Labuhanbatu
Selatan
• Kab. Padanglawas
• Kab. Padanglawas
Utara
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Asahan-Tanjungbalai
• Kota Tanjungbalai
• Kab. Asahan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Tanjungbalai
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B3 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Nias Utara
• Kab. Nias Utara
• Pengembangan pelabuhan perikanan di Lahewa
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN
Batang Gadis (E1) dan TN
Gunung Leuser (E2)
• TN Batang Gadis:
Kab. Mandailing
Natal
• TN Gunung Leuser:
Kab. Langkat
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Sumatera Utara
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Padangsidimpuan
• Kab. Labuhanbatu
Selatan
• Kab. Mandailing
Natal
• Kab. Padanglawas
• Kab. Padanglawas
Utara
• Kab. Labuhanbatu
Utara
• Kab. Nias Selatan
• Kab. Pakpak Bharat
• Kab. Nias Utara
• Kab. Nias Barat
• Kab. Langkat
• Kab. Nias
• Kota Gunungsitoli
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera Utara • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara, antara lain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Sumatera Utara, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
yg 2 NS
an au “PX SUMATERA
Ri LN 1 5 MP
- YUL ag BARAT
- " Bia” 2 1
C2) ma h
A2 |
ra TN LEGENDA
2 O2 1 Naa Sau 4 Kawasan Komoditas Unggulan
N Padang Taj...) C1 TS
1 x ia - Kawasan Swasembada
4 Tn 3 1 Pangan, Air, dan Energi
Di: - E1 " Pe. Kawasan Afirmasi
x NA Ki K id
Ta. € (@! Ibu Kota Provinsi
8 D0 . 4
d 9 Bandar Udara
x Pa NN Pi
Ki D1 A " (o) Pelabuhan
IN £
€ me Jalan Nasional
Ta ss: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
e Da Es Batas Administrasi
' 1
" TN
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Padang-Pariaman . .
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Dataran Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Tinggi Minangkabau (termasuk Kawasan Perkotaan Bukittinggi- 1 Dataran Tinggi Minangkabau (Kab.
Padangpanjang dan Solok-Sawahlunto) Solok, Kab. Tanah Datar, Kab.
Solok Selatan, Kab. Pasaman,
Kab. Limapuluh Kota, Kab.
: Sijunjun
B. Kawasan Komoditas Unggulan Junjung)
. .»: Swasembada Pangan
aa ar an Biru 2 Minangkabau Pesisir (Kab. Pesisir
Tea TAG Selatan, Kab. Padang Pariaman,
Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat)
D. Kawasan Afirmasi
E. Kawasan
1 Kep. Mentawai (Daerah Terdepan dan Percepatan Konservasi/Rawan Bencana
Pengentasan Kemiskinan)
1 TN Kerinci-Seblat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Padang-Pariaman
• Kota Padang
• Kota Pariaman
• Kab. Padang
Pariaman
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Padang-Pariaman,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri rintisan Padang-Pariaman (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa, hilirisasi kelapa sawit, industri
makanan dan minuman, dan industri transportasi laut dan galangan
kapal)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Bungus
• Pembangunan SPAM Regional Padang-Padang Pariaman-Pariaman
• Pembangunan TPST Regional Padang-Padang Pariaman-Pariaman
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Padang (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Padang–Mandeh–Painan–Tapan
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Padang-Pariaman
A2 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Dataran Tinggi
Minangkabau (termasuk
Kawasan Perkotaan
Bukittinggi-
Padangpanjang dan
Kawasan Perkotaan
Solok-Sawahlunto)
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
• Kab. Solok
• Kab. Limapuluh Kota
• Kab. Sijunjung
• Kota Bukittinggi
• Kota Padangpanjang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bukittinggi-
Padangpanjang dan Solok-Sawahlunto, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Peningkatan 6A Pariwisata, Urban Renewal, dan pembangunan Pasar
Wisata Terintegrasi Pusat Seni dan Kebudayaan di Bukittinggi,
Sawahlunto, Solok, Batusangkar, Payakumbuh, dan Padangpanjang
• Pengembangan kawasan pariwisata sejarah PDRI di Kototinggi
• Pengembangan kawasan pariwisata budaya Kampung Adat Sijunjung
• Revitalisasi situs purbakala Gua Lida Ajer
1,6
1,5
90,2
61,8
0,243 – 0,247
0,274 – 0,279
2,40 – 3,40
4,50 – 5,10
65,89
52,62
0,63
0,59
4,51 – 5,37
5,37 – 5,76
78,79
6,4 77,95
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kota Solok
• Kota Sawahlunto
• Kota Payakumbuh
• Pengembangan Kawasan Terpadu Kandi di Sawahlunto
• Penataan waterfront Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan Dibawah
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Bukittinggi-Padangpanjang dan Solok-
Sawahlunto (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru
• Peningkatan jalur KA Kayutanam-Padangpanjang
• Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik
• Preservasi jalan ruas Padang–Arosuka–Solok, Solok–Padang Aro, Solok–
Sawahlunto–Muarosijunjung–Pulaupunjung–Muarobungo,
Muarosijunjung–Teluk Kuantan, Padangpanjang–Batusangkar,
Bukittinggi–Danau Maninjau–Lubukbasung–Padangsawah–Simpang
Ampek, Bukittinggi–Lubuksikaping
• Pengembangan kota agropolitan Bukittinggi dan Solok
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Achmad Mochtar di Bukittinggi
dan RSUD Sawahlunto (PHTC)
• Pembangunan TPST Regional Bukittinggi-Agam-Padangpanjang
• Pengembangan SPAM Regional Bukittinggi-Agam-Padangpanjang
• Pengembangan SPAM Perkotaan Solok dan SPAM Perkotaan Sawahlunto
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Bukittinggi
• Pembangunan sabo dam sebagai upaya mitigasi bencana alam gunung
api, terutama pada Kab. Agam, Kab. Padang Pariaman, dan Kab. Tanah
Datar
• Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Agam
C1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Dataran Tinggi
Minangkabau
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
• Kab. Solok
• Kab. Solok Selatan
• Kab. Limapuluh Kota
• Kab. Sijunjung
• Kab. Pasaman
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Sinamar, D. I. Batang Antokan, D.
I. Panti Rao
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Indragiri, WS Akuaman, WS Selaut-Tarusan, WS
Masang-Pasaman
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan
Dibawah
• Revitalisasi Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan Dibawah
• Pembangunan infrastruktur PLTP Muaralaboh
• Pembangunan infrastruktur PLTA Masang II
• Pembangunan PLTS Apung Danau Singkarak
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Payakumbuh-Perawang
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Muara Takung-Kamang Baru
(Kab. Sijunjung)
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Minangkabau
Pesisir
• Kab. Pesisir Selatan
• Kab. Padang
Pariaman
• Kab. Pasaman Barat
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Anai, D. I. Batang Bayang, D. I.
Batang Tongar
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lunang Silaut (Kab. Pesisir
Selatan)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D1 Kawasan Afirmasi
Kepulauan Mentawai
(Daerah Terdepan dan
Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
• Kab. Kep. Mentawai
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan jalan Trans Mentawai
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kelapa dan sagu), hasil hutan dan agroforestri, dan perikanan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D ke tipe C, dan pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan Kab/Kota,
khususnya pada RSUD Kep. Mentawai (PHTC)
• Peningkatan 6A Pariwisata di Sipora dan Siberut
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Tuapeijat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Tuapeijat
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Ekonomi Biru Pasaman
Barat
• Kab. Pasaman Barat
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Airbangis
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pasaman Barat
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1 Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN
Kerinci-Seblat
• Kab. Pesisir Selatan
• Kab. Solok Selatan
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
dan Kawasan Rawan
Bencana Tsunami di
Sumatera Barat
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman megathrust dan tsunami di Kota Padang, Kota Pariaman, dan
Kep. Mentawai (Megathrust Mentawai-Siberut)
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota
Padangpanjang
• Kab. Kep. Mentawai
• Kab. Solok
• Kab. Sijunjung
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera Barat • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Minangkabau (ABS-SBK), antara
lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
Lan B2 : “Da
H AL |
AL NG RIAU
NAYG Dg LEGENDA
C1 | Kawasan
Pertumbuhan
B1 Z5J— Kawasan Komoditas Unggulan
TN nj - | Kawasan Swasembada
HN - 2
N Hana 1 awasan Afirmasi
an / ND Kawasan Konservasi dan
IN Fi Padi 1 Rawan Bencana
, 5 | 1 B1 c2 ' aa
di £ S..B1 H1 (@! Ibu Kota Provinsi
/ Pi | N .
LAN 1 22 N B3 9 Bandar Udara
Haa IN A3 Tan “ “
' Aa c2 , hadi 9 Pelabuhan
ha IA Uma C2 NN
Td KN N p mes Jalan Nasional
bd Ta E3 NX H » Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1 ON 3 | 3 1 £ Batas Administrasi
S N L Ta (4
, L Na So
, LN pon uanernn Nnng ri
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
n Energi
1 Kawasan Perkotaan Pekanbaru da erg
2 Kawasan Perkotaan Dumai & Kawasan Swasembada Energi
Pengembangan Industri Dumai 4 Riau g
3 Kawasan Perkotaan Rengat
Swasembada Pangan dan Air
- 2 Indragiri (Kab. Indragiri Hilir, Kab. Indragiri
B. Kawasan Komoditas Unggulan Hulu, Kab. Kuantan Singingi)
Sawit, Karet, Kelapa
1 Rokan-Siak-Kampar-Indragiri D. Kawasan Afirmasi
Ekonomi Biru 1 Kepulauan Meranti-Bengkalis (Daerah
2 Rokan Hilir Terdepan dan Percepatan Pengentasan
3 Indragiri Hilir Kemiskinan)
E. Kawasan Konservasi/Rawan
Bencana
1 TN Zamrud
2 TN Tesso Nilo
3 TN Bukit Tigapuluh
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Pekanbaru
• Kota Pekanbaru
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pekanbaru, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di Kawasan
Perkotaan Pekanbaru melalui pembangunan BRT
• Pengembangan koridor industri Pekanbaru-Dumai
• Pengembangan SPAM Regional Pekanbaru-Kampar
• Pembangunan TPST Regional Pekanbaru-Kampar-Pelalawan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Pekanbaru (PHTC)
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Pekanbaru
• Pembangunan Jembatan Siak V dan Pekanbaru East Outer Ring Road
Trase IV
• Pembangunan Jalan Tol Lingkar Barat Pekanbaru (Menghubungkan Tol
Pekanbaru-Dumai, Tol Pekanbaru-Padang, dan Tol Pekanbaru-Rengat)
• Peningkatan 6A pada koridor pariwisata Muaratakus-Pekanbaru-Siak
(Revitalisasi dan Penataan Waterfront Sungai Siak di Pekanbaru dan Siak
Sri Inderapura, Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Percandian
Muaratakus, serta Urban Renewal Kota Tua Pekanbaru dan Kawasan
Istana Siak)
• Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang dan Jalan Tol Pekanbaru–
Rengat–Jambi
• Preservasi jalan ruas Pekanbaru–Teluk Kuantan
A2 Kawasan Perkotaan
Dumai dan Kawasan
Pengembangan Industri
Dumai
• Kota Dumai
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Dumai, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
4,9
5,0
249,7
174,8
0,279 – 0,283
0,318 – 0,324
3,25 – 4,25
5,19 – 6,19
83,68
46,88
0,60
0,57
2,94 – 3,42
3,55 – 3,66
72,69
71,85 5,2
(Rata-rata
2025–2029)
5,9
(2029)
SK No25103l A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan koridor industri Pekanbaru-Dumai (sektor industri
prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri makanan dan
minuman, industri kimia, industri energi, dan industri kosmetik dan
farmasi)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Pengembangan dan pembangunan Kilang Minyak Bumi Dumai
• Pengembangan Pelabuhan Dumai
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Dumai (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Dumai
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Dumai (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Dumai-Kotapinang-Rantauprapat-Kisaran
• Pembangunan Jalan Lingkar Barat Dumai (Bukit Timah-Parit Kitang-
Lubukgaung)
• Preservasi jalan ruas Dumai–Bagansiapiapi dan Dumai–Sungai Pakning
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Utara-Riau
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Dumai
• Pengembangan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Perkotaan
Rengat
• Kab. Indragiri Hulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rengat, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Rengat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Rengat
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Indrasari Rengat (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Rengat-Jambi
• Preservasi jalan ruas Rengat–Teluk Kuantan dan Rengat-Tembilahan
• Pengembangan kota agropolitan Rengat
C1 Kawasan Swasembada
Energi Riau
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Bengkalis
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada Central Sumatera
Basin
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Sumatera-Kep. Meranti-Karimun-Batam-Bintan
trTTTf.I{Il
- 3r -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kep. Meranti
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Dumai-Malaysia (Interkoneksi 500 kV Sumatera-Malaysia)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Rantauprapat
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Peranap-Aurduri
C2 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Indragiri
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kuantan
Singingi
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Kelayang, D. I. R. Kuala Keritang, D. I. R.
Kuala Sebatu, D. I. R. Pengalihan Keritang, dan D. I. Simandolak-
Pangean
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan, rehabilitasi lahan
gambut dan mangrove, dan lahan pada catchment area WS Indragiri,
terutama pada DAS Indragiri dan DAS Gaung
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Indragiri dan DAS Gaung
D1 Kawasan Afirmasi
Kepulauan Meranti-
Bengkalis (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
• Kab. Kep. Meranti
• Kab. Bengkalis
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Selatpanjang
• Peningkatan ketahanan bencana
• Preservasi jalan Trans Meranti
• Pembangunan Jembatan Tebingtinggi-Merbau
• Penguatan Pulau Rangsang sebagai kawasan pertahanan dan keamanan
lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah
perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan bandara perintis Kep. Meranti
• Pembangunan Pelabuhan Dorak
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan (sagu
dan kelapa) dan perikanan
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Selatpanjang (PHTC)
• Preservasi Jalan Trans Bengkalis
• Penguatan Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis sebagai kawasan
pertahanan dan keamanan lintas matra dalam rangka peningkatan
kekuatan TNI di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Bengkalis
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Kep. Meranti: Rangsang Barat, Rangsang Pesisir, Rangsang
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kelapa Rokan-Siak-
Kampar-Indragiri
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Bengkalis
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kuantan
Singingi
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Rokan Hilir: Pasir Limau Kapas, Bangko, Sinaboi
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Rokan Hilir (B2) dan
Indragiri Hilir (B3)
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Indragiri Hilir
• Pengembangan pelabuhan perikanan Pelabuhan Perikanan
Bagansiapiapi dan Pelabuhan Perikanan Tembilahan
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Rokan Hilir dan Indragiri Hilir
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1
E2
E3
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana Zamrud
(E1), Tesso Nilo (E2), dan
Bukit Tigapuluh (E3)
• Zamrud: Kab. Siak
• Tesso Nilo: Kab.
Pelalawan
• Bukit Tigapuluh:
Kab. Indragiri Hulu
dan Kab. Indragiri
Hilir
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Kab. Kep. Meranti
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Kampar
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Bengkalis
• Kab. Indragiri Hilir
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Riau • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Riau, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Riau, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
' d K1 J A M B |
SN 3g Fa LEGENDA
5 L f
Ng p NX $ di Kawasan
N E2 “1 5 S 9 Pertumbuhan
, J B1 £
41 LN Km L - aa Kawasan Komoditas Unggulan
K NO Ce P2 II, :
N AS Dayak Neta SA Kawasan Swasembada
N A Ko B2 Uh Ig: . Pangan, Air, dan Energi
T 3 Ii B2 Ta xI “1g ambi Kawasan Afirmasi
id N - NX £ f Pa — C2 1 Kawasan Konservasi dan
3 , £ : R B
HN NY . pa pa Fi u Kota Provinsi
se ps Ta sd Nut & PN N 9 Bandar Udara
, E4 id ' (o) Pelabuhan
£ : N
Xx p 7 mm Jalan Nasional
ng L -—— 5 £ «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
KS L TN AN Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Jambi
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Swasembada Pangan
Unggulan Candi Muarojambi 1 Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab. Tanjung
3 Kawasan Perkotaan Bangko Jabung Timur
4 Kawasan Perkotaan Sungaipenuh
5 Kawasan Perkotaan Muarobungo Swasembada Air dan Energi
2 Cekungan Batanghari (Kab. Sarolangun, Kab.
Batanghari, Kab. Muarojambi, Kab. Tebo, Kab.
B. Kawasan Komoditas Unggulan Tanjung Jabung Barat)
Sawit dan Kelapa Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Tanjungjabung (Kab. Tanjung Jabung Barat dan 3 Bukit Barisan Tengah Jambi (Kab. Kerinci, Kab.
Kab. Tanjung Jabung Timur) Merangin, Kota Sungaipenuh)
Sawit dan Karet
2 Cekungan Batanghari (Kab. Tanjung Jabung E. Kawasan Konservasi/Rawan
Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. B
Muarojambi, Kab. Batanghari, Kab. Tebo, Kab. encana
Bungo, dan Kab. Merangin) 4” TN Bukit Duabelas
2 TN Bukit Tigapuluh
3 TN Berbak
4 TN Kerinci-Seblat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Jambi (A1) dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggulan Candi
Muarojambi (A2)
• Kota Jambi
• Kab. Muaro Jambi
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Jambi, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Jambi (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Jambi
• Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi
• Peningkatan 6A pada kawasan pariwisata Candi Muarojambi
(Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Percandian Muarojambi dan
peningkatan Jalan Nasional akses Situs Percandian Muarojambi)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Raden Mattaher Jambi (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Jambi–Sengeti–Kualatungkal, Jambi–
Muarabulian, dan Jambi–Muarasabak
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Jambi
• Pengembangan koridor industri rintisan Jambi-Muarojambi
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk
hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi lanjutan batubara, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti briket, kokas, karbon aktif, syngas,
metanol, DME
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
1,4
1,4
132,7
90,8
0,311 - 0,315
0,337 – 0,341
3,66 – 4,66
6,30 – 6,80
86,55
78,50
0,59
0,56
2,78 – 4,07
4,27 – 4,38
74,56
6,1 73,71
(Rata-rata
2025–2029)
7,0
(2029)
A3 Kawasan Perkotaan
Bangko
• Kab. Merangin
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bangko, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bangko (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Bangko
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kolonel Abundjani (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Bangko–Muarabungo–Muaratebo, Bangko–
Sarolangun–Rupit, Bangko–Sungaipenuh
A4 Kawasan Perkotaan
Sungaipenuh
• Kota Sungaipenuh
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sungaipenuh, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Sungaipenuh (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Sungaipenuh-Kerinci
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Mayjen H. A. Thalib (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Sungaipenuh
• Preservasi jalan ruas Sungaipenuh–Padang Aro, Sungaipenuh–Bangko,
Sungaipenuh–Tapan–Mukomuko
A5 Kawasan Perkotaan
Muarabungo
• Kab. Bungo
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Muarabungo, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Muarabungo (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Muarabungo
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD H. Hanafie (PHTC)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Preservasi jalan ruas Muarabungo–Bangko, Muarabungo–Tebo,
Muarabungo–Pulaupunjung
• Peningkatan Bandar Udara Muarabungo
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Tanjungjabung
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Kab. Tanjung Jabung
Timur
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. R. Parit Pudin, D. I. R. Pematang Lumut
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pembangunan Jembatan Sungai Rambut
C2 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Cekungan
Batanghari
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Kab. Muaro Jambi
• Kab. Batanghari
• Kab. Bungo
• Kab. Tebo
• Kab. Sarolangun
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batanghari, terutama pada Sub-DAS Batanghari
Hulu dan Sub-DAS Batang Tebo
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Batanghari Hulu dan Sub-DAS Batang
Tebo
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi
Muaraenim, Formasi Air Benakat, dan Formasi Sinamar
• Pengembangan gasifikasi batubara
• Pembangunan PLTU Mulut Tambang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Aurduri-Muaraenim-Bukit Asam
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Aurduri-PLTU MT Jambi 1 dan 2
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Bangko-PLTU MT Jambi 1 dan 2
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalur Kereta Api Logistik
Sarolangun-Muaratembesi-Muarabulian-Jambi-Muarasabak
• Pengembangan Pelabuhan Muarasabak
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bukit Barisan Tengah
Jambi
• Kab. Kerinci
• Kab. Merangin
• Kota Sungaipenuh
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batanghari, terutama pada Sub-DAS Batang
Merangin-Tembesi
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Kerinci dan Sub-DAS Batang Merangin-
Tembesi
• Revitalisasi Danau Kerinci
• Pembangunan Bendungan Merangin dan PLTA Bendungan Merangin
• Pembangunan infrastruktur PLTA Merangin
• Pembangunan infrastruktur PLTP Sungaipenuh
• Pembangunan PLTS Apung Danau Kerinci
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Sei Batang Sangkir dan D. I. Sei Siulak
Deras
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Kelapa Tanjungjabung
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan kelapa)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Tanjung Jabung
Timur
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan kelapa
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Karet Cekungan
Batanghari
• Kab. Muaro Jambi
• Kab. Bungo
• Kab. Tebo
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
karet)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan karet)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan karet)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
karet)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
E3
E4
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Duabelas (E1), TN Bukit
Tigapuluh (E2), TN
Berbak (E3), dan TN
Kerinci-Seblat (E4)
• TN Bukit Duabelas:
Kab. Batanghari,
Kab. Tebo
• TN Bukit Tigapuluh:
Kab. Tebo, Kab.
Tanjung Jabung
Barat
• TN Berbak: Kab.
Tanjung Jabung
Timur, Kab. Muaro
Jambi
• TN Kerinci-Seblat:
Kab. Kerinci, Kab.
Bungo, Kab.
Merangin, Kota
Sungaipenuh
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
• Pengembangan Kawasan Perdesaan Mina-Agro-Wisata VII Koto Ilir (Kab.
Tebo)
• Kab. Muarojambi
• Kab. Bungo
• Kab. Sarolangun
• Kab. Tebo
• Kab. Batanghari
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jambi • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
- 4l -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Jambi, antara lain
melalui:
SK No25IOMA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Jambi, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
| “d
A
js AN. d ab
, sm ON
E2 Ta - J SUMATERA
At rp L "9 5. SELATAN
LA B. B1 11
C / hb»
P, B2 L -- 9, Palemba ' LEGENDA
E3 /) c3 B2 Kawasan
IX |) Oo) L / Komoditas Unggulan
NG | A3 1 Pa F 4 ten " Kawasan Swasembada
$$ Kat, $ B2 NA g Pangan, Air, dan Energi
? (anom) C2 SY , Kawasan Afirmasi
: Pa c3 P (@5 Ibu Kota Provinsi
i£ - @ 9 na Va isa @ Bandar Udara
2 9 Pelabuhan
J 3 B2 Kk mem Multinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
xL N 1 fe 2 Muttinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
an Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
NX E1 | Batas Administrasi
a. '
Teu pt
“na Pm
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Wilayah Metropolitan Palembang & Kawasan Swasembada Pangan
Pengembangan Industri Palembang-Banyuasin 1 Ogan-Komering-Banyuasin (Kab. Banyuasin,
2 Kawasan Perkotaan Muaraenim & Kawasan Pengembangan Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir,
Industri Tanjungenim Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab.
3 Kawasan Perkotaan Lubuklinggau Ogan Komering Ulu Timur)
4 Kawasan Perkotaan Baturaja 2 Musi Hulu (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi Rawas
Utara, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Kab.
Muara Enim, Kota Pagar Alam)
B. Kawasan Komoditas Unggulan Air dan Energi
3 Cekungan Musi (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi
Ekonomi Biru Rawas Utara, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat,
1 Banyuasin Kab. Muara Enim,Kab. Banyuasin, Kab. Musi
Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Ogan
Sawit, Karet, Kelapa, Kopi Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan
2 Cekungan Musi (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi Rawas Utara, Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Komering Ulu
Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Kab. Muara Enim, Kab. Selatan, Kab. Penukal Abab Lematang Ilir)
Banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir,
Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan F
Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Kab. Penukal Abab Lematang Ilir) . .
1 TN Bukit Barisan Selatan
2 TN Sembilang
3 TN Kerinci-Seblat
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Wilayah Metropolitan
Palembang dan Kawasan
Pengembangan Industri
Palembang-Banyuasin
• Kota Palembang
• Kab. Banyuasin
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Pengembangan dan penataan WM Palembang, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Palembang
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
o Penataan Kawasan Strategis dan Penyediaan Perumahan Publik
Vertikal Perkotaan Terpadu di Wilayah Metropolitan Palembang
• Pengembangan TOD dan Urban Renewal Kawasan Stasiun Ampera
• Pembangunan Jalan Lingkar Timur Palembang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Palembang
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Palembang
• Pengembangan SPAM Regional Palembang-Banyuasin
• Pembangunan TPST Regional Palembang-Banyuasin
• Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi dan Jalan Tol
Palembang-Prabumulih-Muaraenim-Lahat
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Palembang (PHTC)
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan (Kab. Ogan Ilir),
dan Telang (Kab. Banyuasin)
• Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru/New Palembang
• Pengembangan koridor industri Palembang-Banyuasin (sektor industri
prioritas: industri kimia, industri energi, hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi
kelapa, industri perikanan, dan industri makanan dan minuman)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Optimalisasi dan efisiensi pabrik Pusri III-B
3,3
3,1
127,1
83,4
0,294 - 0,298
0,316 – 0,320
6,05 - 7,05
9,37 – 10,37
80,74
69,97
0,57
0,54
3,29 – 3,67
3,82 – 3,93
69,20
7,1 68,19
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
• Pengembangan dan pembangunan Kilang Minyak Bumi Plaju
• Pembangunan Fly Over Sudirman dan Underpass Charitas
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A2 Kawasan Perkotaan
Muaraenim dan Kawasan
Pengembangan Industri
Tanjungenim
• Kab. Muara Enim
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Muaraenim, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan kawasan industri di Tanjungenim (sektor industri
prioritas: industri kimia dan industri energi)
• Pengembangan industri gasifikasi/hilirisasi batubara di Tanjungenim
• Hilirisasi lanjutan batubara, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti briket, kokas, karbon aktif, syngas,
metanol, DME
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Muaraenim (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Muaraenim-Tanjungenim
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. H. M. Rabain Muara Enim (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Prabumulih-Muaraenim
• Preservasi jalan ruas Muaraenim–Lahat–Pagaralam dan Muaraenim–
Baturaja
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kikim (Kab. Lahat)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Baturaja
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Baturaja, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Baturaja (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Baturaja
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja (PHTC)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk.
III dr. Noesmir Baturaja
• Preservasi jalan ruas Baturaja–Martapura, Baturaja–Prabumulih, dan
Baturaja–Muaradua
• Pengembangan kota agropolitan Baturaja
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Lubuklinggau
• Kota Lubuklinggau
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Lubuklinggau, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Lubuklinggau (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Lubuklinggau
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Lubuklinggau–Tebingtinggi–Lahat, Lubuklinggau–
Rupit, Lubuklinggau–Curup
• Pengembangan kota agropolitan Lubuklinggau
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Ogan-Komering-
Banyuasin
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. R. Air Saleh, D. I. R. Delta Air Sugihan, D.
I. R. Delta Upang, D. I. R. Karangagung Tengah, D. I. R. Pulaurimau, D.
I. R. Telang I dan II, D. I. R. Ogan Keramasan, D. I. R. Sugihan Kanan,
D. I. R. Sungai Lumpur, D. I. Way Komering
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Pengembangan KSPP Sumatera Selatan
• Peningkatan luas lahan pertanian (ekstensifikasi)
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Musi Hulu
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kota Pagar Alam
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Kelingi Tugumulyo, D. I. Air Lakitan, D. I.
Air Keruh, D. I. Lintang Kanan, D. I. Lintang Kiri, D. I. Muara Riben
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C3 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Cekungan
Musi
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area DAS Musi, serta pada Sub-DAS Ogan dan Sub-DAS
Komering
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Musi, serta pada Sub-DAS Ogan dan Sub-
DAS Komering
• Revitalisasi Danau Ranau
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi
Muaraenim dan Formasi Air Benakat
• Pengembangan gasifikasi batubara
• Pembangunan infrastruktur PLTA Tanjungsakti
• Pembangunan infrastruktur PLTP Danau Ranau
• Pembangunan infrastruktur PLTP Rantaudedap
• Pembangunan PLTS Apung Danau Ranau
• Pembangunan PLTU Mulut Tambang
• Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Muaraenim-Tarahan-Kalianda
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Ogan Komering
Ulu Selatan
• Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Lumutbalai-Muaraenim-Gumawang-GITET 275 kV Lampung 1
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Betung-Kenten
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Betung-PLTU MT Sumsel 1
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Kenten-Sungsang-Muntok (Interkoneksi 275 kV Sumatera-Bangka)
• Peningkatan Jalur KA Prabumulih-Baturaja-Tarahan
• Peningkatan Jalur KA Prabumulih-Muaraenim-Lahat
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Petata (Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Ogan Komering Ulu
Selatan
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
Kopi, dan Kelapa
Cekungan Musi
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Kab. Ogan Komering
Ulu Selatan
• Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, kopi, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, kopi, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, kopi, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, kopi, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, kopi, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Banyuasin
Ekonomi Biru
• Kab. Banyuasin
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Sungsang
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1
E2
E3
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan (E1) , TN
Sembilang (E2), dan TN
Kerinci-Seblat (E3)
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• TN Bukit Barisan
Selatan: Kab. Ogan
Komering Ulu
Selatan
• TN Sembilang: Kab.
Banyuasin
• TN Kerinci-Seblat:
Kab. Musi Rawas
Utara, Kab. Musi
Rawas, Kota
Lubuklinggau
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Muara Enim
• Kab. Empat Lawang
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera
Selatan
• Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Sumatera Selatan, antara
lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
• Pendalaman sektor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
• Peningkatan produktivitas UMKM dan koperasi, antara lain melalui:
o Pengembangan koperasi sektor produksi
o Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif
o Pengembangan kewirausahaan
5 E2 GI il
@ !
« 1
TI e2 R 1
ta E2 ? LEGENDA
Y Bi 1 A Kawasan Pertumbuhan
ka E2 L A | Kawasan Komoditas Unggulan
SN 22” 1 ci , Kawasan Swasembada
| An LL Pangan, Air, dan Energi
19 3 Ne Kawasan Afirmasi
Bengkulogya, Kawasan Konservasi dan
. Sg ra Rawan Bencana
23 2. (@! Ibu Kota Provinsi
/ f Aa
& 2 - @ Bandar Udara
2 9 Pelabuhan
YAN Kawasan Prioritas Rawan
S Bencana Megathrust
Muttiinfrastructure Corridor
"(Terdapat Jalan Tol)
Ng «. Multinfrastructure Corridor
Di (Tidak terdapat Jalan Tol)
Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Bengkulu dan Kawasan 1 Pulau Enggano (Daerah Terdepan dan Percepatan
Pengembangan Industri Pulaubaai Pengentasan Kemiskinan)
2 Kawasan Perkotaan Manna
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Sawit, Karet, Kopi
1 Utara Bengkulu (Kab. Mukomuko, Kab. Bengkulu Utara,
Kab. Rejang Lebong, Kab. Kepahiang)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
1 TN Bukit Barisan Selatan
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 2 TN Kerinci-Seblat
Swasembada Air dan Energi
1 Bukit Barisan Tengah Bengkulu (Kab. Lebong, Kab.
Rejang Lebong, Kab. Kepahiang)
Swasembada Pangan
2 Mukomuko-Bengkulu Utara-Seluma-Bengkulu Selatan
Sasaran Pembangunan Provinsi Bengkulu
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Bengkulu dan Kawasan
Pengembangan Industri
Pulaubaai
• Kota Bengkulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bengkulu, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan Pelabuhan Pulaubaai, yang terintegrasi dengan
pengembangan kawasan industri Pulaubaai
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Pembangunan SPAM Regional Benteng Kobema
• Pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau
• Pembangunan TPST Regional Bengkulu-Seluma-Bengkulu Tengah
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Pulau Baai Bengkulu
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bengkulu (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Bengkulu–Tais, Bengkulu–Mukomuko, dan
Bengkulu–Argamakmur-Tubei
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu (PHTC)
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Bengkulu (PHTC)
A2 Kawasan Perkotaan
Manna
• Kab. Bengkulu
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Manna, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
0,5
0,5
79,3
53,2
0,305 - 0,309
0,327 – 0,332
7,99 - 8,99
13,10– 13,60
67,60
57,74
0,57
0,54
2,56 – 3,13
3,30 – 3,41
72,12
71,27 6,5
(Rata-rata
2025–2029)
7,4
(2029)
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Manna (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Manna
• Preservasi jalan ruas Manna–Tais, Manna–Pagaralam, Manna–
Bintuhan–Krui
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Hasanuddin Damrah Manna (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Manna
C1 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Bukit
Barisan Tengah Bengkulu
• Kab. Lebong
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area DAS Ketahun, DAS Lais, DAS Lemau, DAS Bengkulu,
dan DAS Nelas
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Ketahun, DAS Lais, DAS Lemau, DAS
Bengkulu, DAS Nelas, dan Danau Tes
• Revitalisasi Danau Tes
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batu bara pada Formasi Lemau
• Pembangunan infrastruktur PLTP Hululais
• Pembangunan infrastruktur PLTP Kepahiang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Lubuklinggau-Pulaubaai
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Mukomuko-
Bengkulu Utara-Seluma-
Bengkulu Selatan
• Kab. Mukomuko
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Seluma
• Kab. Bengkulu
Selatan
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Air Lais Kuro Tidur, D.I. Air Manjuto, D. I.
Air Seluma, D. I. Air Nipis Seginim
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita (Kab. Bengkulu Utara)
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Bengkulu Selatan
D1 Kawasan Afirmasi Pulau
Enggano (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
• Kab. Bengkulu Utara
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar/Trans Enggano
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kelapa) dan perikanan
• Pembangunan rumah sakit berkualitas di Pulau Enggano (PHTC)
• Peningkatan 6A ecotourism di Kawasan Hutan Enggano
• Peningkatan 6A cultural tourism Enggano
• Pengembangan pusat penelitian biodiversitas tropis Enggano
• Penguatan Pulau Enggano sebagai kawasan pertahanan dan keamanan
lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah
perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kopi, Utara
Bengkulu
• Kab. Mukomuko
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, kopi)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, kopi)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit,
karet, kopi)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, kopi)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, kopi, dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan dan TN
Kerinci-Seblat
• E1: TN Bukit Barisan
Selatan: Kab. Kaur
• E2: TN Kerinci-
Seblat: Kab.
Mukomuko, Kab.
Bengkulu Utara,
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Kab. Rejang Lebong,
Kab. Lebong
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Tsunami di
Bengkulu
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Bengkulu
Tengah
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Bengkulu • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Bengkulu, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
PESAN 4
| £ 7
£ LAMPUNG
kt 1
NN LEGENDA
K Kawasan
MS) Pertumbuhan
x Ki c1 7 Aan A4 Kawasan
1 3. Komoditas Unggulan
3 ky Kawasan Swasembada
| an: Pangan, Air, dan Energi
ta - ia Le c2 Kawasan Afirmasi
5 Tag 4 4 Kawasan Konservasi dan
AS” “B2 Pa E2 . Rawan Bencana
2 4 Ne ae
an c2 t ) | (@! ibu Kota Provinsi
ba C2
E1 B2 AA 3 1 ad T B1 @ Bandar Udara
ra an ran - P » 9 Pelabuhan
YA K Prioritas R
& Bu Lo emunutatan
P3 mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
Ny : Ig
Lh - : AL Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
“ & YA » 2 "““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
. 0 1 Batas Administrasi
208 hana
sad T
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Bandar Lampung Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pengembangan Industri Bandar Lampung- 1 Mesuji-Tulangbawang (Kab. Mesuji, Kab. Tulang
Lampung Selatan Bawang, Kab. Tulang Bawang Barat, Kab. Way
3 Kawasan Perkotaan Kotabumi Kanan, Kab. Lampung Utara)
4 Kawasan Perkotaan Menggala 2 Seputih-Sekampung (Kab. Lampung Timur, Kab.
5 Kawasan Perkotaan Liwa Lampung Tengah, Kab. Lampung Selatan, Kab.
Pesawaran, Kab. Pringsewu, Kab. Tanggamus)
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Ekonomi Biru Na
1 Pesisir Barat Lam Pemerataan Pembangunan
1 Pesisir Timur Lampung (Kab. Tulang Bawang, Kab. Pa pung ( i gunan)
Lampung Timur, Kab. Lampung Selatan)
Kopi dan Kelapa E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
2 Lampung Barat-Selatan (Kab. Lampung Barat, Kab.
Tanggamus, Kab. Pesawaran, Kab. Lampung Selatan, 1 TN Bukit Barisan Selatan
Kab. Lampung Timur) 2 TN Waykambas
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Bandar Lampung (A1)
dan Kawasan
Pengembangan Industri
Bandar Lampung-
Lampung Selatan (A2)
• Kota Bandar
Lampung
• Kab. Lampung
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bandarlampung,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Bandarlampung-Lampung Selatan
(sektor industri prioritas: hilirisasi kelapa, hilirisasi tebu, dan industri
makanan dan minuman)
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu raw sugar, GKP, molase, bagasse, serta produk hilirisasi lanjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
• Pengembangan Pelabuhan Panjang
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bandarlampung (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Pesawaran-Bandarlampung-Lampung
Selatan
• Pembangunan Jalan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang
• Preservasi jalan ruas Bandarlampung–Gedongtataan–Pringsewu–
Kotaagung dan Bandarlampung–Metro–Sukadana
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Interkoneksi Sumatera-
Jawa
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Kalianda-Merak (Interkoneksi 500 kV Sumatera-Jawa)
• Pembangunan TPST Regional Bandarlampung-Metro-Lampung Selatan
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bandarlampung
• Pengembangan Kawasan Kota Baru Lampung
• Pembangunan infrastruktur PLTP Rajabasa
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
2,2
2,2
80,6
55,1
0,271 - 0,275
0,318 – 0,321
5,79 - 6,79
9,50– 10,00
72,13
62,79
0,58
0,55
3,25 – 3,73
3,86 – 4,00
71,84
70,99
6,3
(Rata-rata
2025–2029)
7,2
(2029)
A4 Kawasan Perkotaan
Menggala
• Kab. Tulang Bawang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Menggala, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Menggala (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Menggala
• Preservasi jalan ruas Menggala–Wiralaga Mulya dan Menggala–
Panaragan
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Menggala Tulangbawang (PHTC)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Tulang Bawang
Barat (hinterland Kawasan Perkotaan Menggala)
• Pengembangan kota agropolitan Menggala
A3 Kawasan Perkotaan
Kotabumi
• Kab. Lampung Utara
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Kotabumi, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kotabumi (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Kotabumi
• Preservasi jalan ruas Kotabumi–Terbanggi Besar dan Kotabumi–
Bukitkemuning–Blambangan Umpu
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Mayor Jenderal HM Ryacudu
Kotabumi (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Kotabumi
A5 Kawasan Perkotaan Liwa
• Kab. Lampung Barat
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Liwa, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Liwa
• Preservasi jalan ruas Liwa–Bukitkemuning dan Liwa–Krui
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Alimuddin Umar Liwa (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Liwa
C1 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Mesuji-
Tulangbawang
• Kab. Mesuji
• Kab. Way Kanan
• Kab. Tulang Bawang
• Kab. Tulang Bawang
Barat
• Kab. Lampung Utara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Rawa Rawajitu, D. I. Way Rarem, D. I. Way
Umpu, D. I. R. Rawapitu, dan D. I. R. Rawa Mesuji Atas
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada Sub-DAS Way Kanan, Sub-DAS Way Kiri,
Sub-DAS Way Rarem, Sub-DAS Way Besai, dan Sub-DAS Way Umpu
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Way Kanan, Sub-DAS Way Kiri, Sub-
DAS Way Rarem, Sub-DAS Way Besai, dan Sub-DAS Way Umpu
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Seputih-
Sekampung
• Kab. Lampung
Tengah
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Lampung
Selatan
• Kab. Pringsewu
• Kab. Pesawaran
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Way Sekampung, D. I. Way Seputih, D. I.
Jabung, D. I. Way Curup, D. I. Way Jepara, D. I. Bumiagung, D. I. Way
Tulungmas, D. I. Way Tebu Sistem
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
REPIJELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Tanggamus • Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS
Garuntang, DAS Way Jepara, dan DAS Way Kambas
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS Garuntang,
dan DAS Way Jepara
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan Afirmasi Pesisir
Barat Lampung
(Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Pesisir Barat
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kopi) dan pariwisata bahari
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan 6A pariwisata di Pesisir Barat
• Peningkatan Bandar Udara Taufik Kiemas Krui
• Pengembangan SPAM Perkotaan Krui
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Krui (PHTC)
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Pesisir Barat
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pesisir Timur Lampung
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Tulang Bawang
• Kab. Lampung
Selatan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Labuhanmaringgai
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Lampung Timur, Tulangbawang, dan Lampung Selatan
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi dan
Kelapa Lampung Barat-
Selatan
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Lampung
Selatan
• Kab. Pesawaran
• Kab. Tanggamus
• Kab. Lampung Barat
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (kopi,
kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi, kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (kopi,
kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi,
kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan (E1) dan
TN Waykambas (E2)
• TN Bukit Barisan
Selatan: Kab.
Lampung Barat, Kab.
Pesisir Barat
• TN Waykambas: Kab.
Lampung Timur,
Kab. Lampung
Tengah
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Lampung
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan
Bandarlampung dan Pesisir Selatan Lampung (Megathrust Selat Sunda)
• Kab. Tanggamus
• Kab. Pesisir Barat
• Kab. Lampung Barat
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Lampung • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Lampung, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
PI
C1 Pa 3. C1
« 9 KEPULAUAN RIAU
&: ae v
uh
2 p2 £
“2. & LEGENDA
Pang C1 - Kawasan
: . Pertumbuhan
. " Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Im» to) Op 10) " - Kawasan Afirmasi
1 3 Tg Pa A2 . “1
S-A3 NA ari , Kawasan Konservasi dan
Api “Tanjungpinang Pa Rawan Bencana
: 2
pat (@! Ibu Kota Provinsi
TN N « |
4) A 9 Bandar Udara
. MAA Laba
Pad : “9 9 Pelabuhan
Fa | ni " . mes Jalan Nasional
Ps H 4 s ». Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
ai £ | Batas Administrasi
PSN
2 t Pa L
Tx 1
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Batam & KPBPB Batam 1 Kepulauan Lingga (Percepatan Pengentasan
2 Kawasan Perkotaan Tanjungpinang & KPBPB Bintan Kemiskinan)
3 Kawasan Perkotaan Tanjungbalai Karimun & KPBPB 2 Kepulauan Natuna-Anambas (Daerah Terdepan
Karimun dan Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru 1 Geopark Natuna
1 Natuna-Anambas
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Swasembada Energi
1 Natuna
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Perkotaan
Batam dan KPBPB Batam
(A1), Kawasan Perkotaan
Tanjungpinang dan
KPBPB Bintan (A2), dan
Kawasan Perkotaan
Tanjungbalai Karimun
dan KPBPB Karimun (A3)
• Kota Batam
• Kota Tanjungpinang
• Kab. Bintan
• Kab. Karimun
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Batam dan kawasan
perkotaan Tanjungpinang, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan Jembatan Batam-Bintan terintegrasi Jalan Tol Batam-
Bintan
• Pengembangan koridor industri Batam-Bintan-Karimun (sektor industri
prioritas: industri semikonduktor, industri mesin dan perlengkapan,
industri dirgantara, industri transportasi laut dan galangan kapal,
hilirisasi bauksit, industri logam, besi, dan baja, industri berteknologi
tinggi, industri hijau, dan industri halal)
• Pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Pelabuhan Kabil
• Pembangunan Jalan Lingkar Luar Tanjungpinggir-Jodoh
• Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Ecocity
• Pengembangan Kawasan Terpadu Galang Maritime City
• Pengembangan KEK Batam Aero Technic, KEK Nongsa, KEK Sekupang,
KEK Tanjungsauh, KEK Galang Batang, KI Bintan Aerospace, KI Bintan
Inti Industrial Estate, dan KI-KI lainnya di BBK
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Batam-Bintan (PHTC)
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Batam (PHTC)
• Pembangunan Closing Dam Piayu
• Pembangunan Bendungan Estuari Galang-Galang Baru
• Pengembangan CBD-TOD Teluk Tering-Batam Center
• Pengembangan SPAM Regional Batam, SPAM Regional Bintan, dan
SPAM Perkotaan Karimun
• Pengembangan Batam Urban dan Industrial Sewerage System
Development Project
• Perencanaan, persiapan, dan pembangunan LRT Batam Trase Bandara
Hang Nadim-Batam Center-Batu Ampar dan BRT Trans Batam Trase
Batam Center-Tanjung Uncang, yang terintegrasi dengan TOD
• Pembangunan TPST Regional Batam dan TPST Regional Bintan
1,7
1,6
266,0
177,3
0,314 – 0,317
0,321 – 0,324
2,26 – 3,26
4,40 – 4,90
3,13
1,00
0,66
0,62
5,57 – 6,06
6,08 – 6,47
74,13
73,28 7,1
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
BUK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan kawasan pariwisata Batam-Bintan (Pengembangan
Kawasan MICE dan Urban Tourism Batam Center, Pengembangan
Kawasan Integrated Tourism Zone Lagoi, Revitalisasi Kawasan Budaya
Pulau Penyengat dan Pengembangan Grey Tourism)
• Pengembangan Politeknik Negeri Batam menjadi universitas/institut
teknologi bertaraf World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah
• Pembangunan PLTS Apung Waduk Duriangkang
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Pulau Pemping-WNTS
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Embung Fatimah Kota Batam (PHTC)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Sumatera-Kep. Meranti-Karimun-Batam-Bintan
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Karimun: Meral Barat, Tebing, Karimun
o Kota Batam: Belakang Padang
o Kab. Bintan: Bintan Utara, Telok Sebong, Gunung Kijang, Bintan
Pesisir
• Pengembangan Destinasi Regeneratif Kepulauan Riau, terutama di
Batam (KEK Kesehatan Internasional Batam/KEK Sekupang dan KEK
Nongsa) dan Bintan (kawasan Lagoi)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAL dr.
Midiyato Suratani (Kota Tanjungpinang)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
C1 Kawasan Swasembada
Energi Natuna
• Kab. Natuna
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada West Natuna Basin
(producing basin)
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada East Natuna Basin
(discovery basin)
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada South Natuna
Basin (unexplored basin)
D1 Kawasan Afirmasi Lingga
(Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
• Kab. Lingga
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar dan Trans Lingga dan Singkep
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertambangan
(bauksit), perikanan, dan perkebunan (kelapa)
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium
• Pengembangan SPAM Perkotaan Dabo
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Dabo (PHTC)
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
D2 Kawasan Afirmasi
Natuna-Anambas
(Daerah Terdepan dan
Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Natuna
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Ranai dan SPAM Perkotaan Tarempa
• Kab. Kepulauan
Anambas
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Trans Natuna dan Anambas
• Penguatan Natuna dan Anambas sebagai kawasan pertahanan dan
keamanan lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di
daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
pariwisata bahari
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Ranai dan Tarempa (PHTC)
• Pengembangan Pelabuhan Selat Lampa
• Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan
• Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Natuna
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Tarempa Kepulauan
Anambas
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Kep. Anambas: Jemaja Barat, Jemaja, Siantan Selatan,
Siantan Utara, Kute Siantan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Natuna-Anambas
• Kab. Natuna
• Kab. Kep. Anambas
• Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pering, Pelabuhan Perikanan
Selatlampa, dan Pelabuhan Perikanan Tarempa
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Kab. Natuna dan Kab. Kep. Anambas
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1 Kawasan Konservasi
Geopark Natuna
• Kab. Natuna
• Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Kab. Kepulauan
Anambas
• Kab. Bintan
• Kab. Karimun
• Kab. Natuna
• Kab. Lingga
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Kepulauan Riau • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Kepulauan Riau, antara lain
melalui:
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
• Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru,
antara lain melalui:
o Penguatan Tata Kelola Ekonomi Biru
o Peningkatan Pengelolaan Konservasi Perairan dan Ekosistem Pesisir
o Peningkatan Produktivitas Perikanan yang Terintegrasi, Modern, dan
Berkelanjutan
o Pengembangan Industri Berbasis Sumber Daya Laut dan Perairan
o Penguatan Industri Transportasi Laut
o Pengembangan Pariwisata Berbasis Bahari
o Pengembangan Iptek, Inovasi, dan SDM Ekonomi Biru
• Penguatan Keamanan Laut di wilayah Kepulauan Riau, antara lain
melalui:
o Memperkuat Strategi Diplomasi Maritim untuk Meneguhkan
Kedaulatan dan Meningkatkan Keamanan
o Kolaborasi Pengawasan dan Pemeliharaan Keamanan, Keselamatan,
dan Penegakan Hukum di Wilayah Yurisdiksi Laut Indonesia, ALKI,
dan Choke Point
o Meningkatkan Kekuatan TNI di Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar
• Peningkatan produktivitas perikanan, antara lain melalui:
o Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
o Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
o Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
o Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
o Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Riau, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
f ta" LEGENDA
Pen "4 A2 Kawasan
Pi t 3, H b Pertumbuhan
- u Pangkalpinang nara Unggulan
81 1 " Kawasan Swasembada
N | " Pangan, Air, dan Energi
“ 5 Kawasan Afirmasi
P3 $ f 9, | @ 5 f se (@5 ibu Kota Provinsi
- Opa & T "A3 7 @ Bandar Udara
8 0... Ns Pelabuhan
2 ya. 3 5 @ Gp.
Y ! 3 mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
"AO aa 1 La R Muttiinrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
j Gn “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
"0 3 Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Pangkalpinang Swasembada Pangan
2 Kawasan Pengembangan Industri Pangkalpinang- 1 Bangka Selatan
Sungailiat
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan
Belitung
4 Kawasan Perkotaan Tanjungpandan
5 KEK Tanjung Kelayang
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
B. Kawasan Komoditas Unggulan
1 TN Gunung Maras
Timah, Bauksit, dan Lada 2 Geopark Belitung
1 Bangka (Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka, Kab. Bangka
Tengah, Kab. Bangka Selatan)
- 7L -
Sasaran Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Pangkalpinang (A1) dan
Kawasan Pengembangan
Industri Pangkalpinang-
Sungailiat (A2)
• Kota Pangkalpinang
• Kab. Bangka
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pangkalpinang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Pangkalpinang-Sungailiat (sektor
industri prioritas: hilirisasi timah dan bauksit, hilirisasi kelapa sawit,
dan industri makanan dan minuman)
• Hilirisasi timah, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar timah,
yaitu solder, timah lembaran, dan alloy dasar, serta produk hilirisasi
lanjutan timah solder premium, timah paduan, material konstruksi,
microchips, baterai
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium,
material pesawat
• Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pangkalpinang (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Pangkalpinang–Sungailiat–Muntok dan
Pangkalpinang–Koba–Toboali
• Pembangunan SPAM Regional Pangkalpinang
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Pangkalpinang
(PHTC)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Muntok-Pangkalpinang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 150 kV
Pangkalpinang-Koba-Belitung (Interkoneksi 150 kV Bangka-Belitung)
• Pembangunan TPST Regional Pangkalpinang-Bangka-Sungailiat
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Sungailiat
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Pangkalpinang (PHTC)
0,5
0,5
101,9
73,7
0,204 – 0,208
0,239 – 0,242
1,79 – 2,79
2,92 – 3,92
62,21
54,55
0,59
0,56
2,84 – 3,94
3,98 – 4,33
77,32
76,66 4,6
(Rata-rata
2025–2029)
5,5
(2029)
Penguatan
kerja, melalui
A3
A4
A5
Kawasan
Ekonomi
Kawasan
KEK Tanjung Kelayang
(45))
Pariwisata
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung
Tanjung l(clayarg, Gantung, dan
Terpadu [KAMP!T) Ka.EIit
Manggar
antara lain
o Penl rsunan
tata ruang yang
o
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan
kerja yang terintegrasi dengan
Penataan
Pembangunan rumah murah
stoke, dan sistem rujukan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD d!. H. Marsidi JudorD
a
a
a
a
c1 Kawasan
Pangan
. Kab. Bangka
5
:.]
5
Rehabilitasi dan
pusat, antara lain pada D. I.
Rehabilitasi
Peningkatan daya guna lahan pertanian
pengembangan kawasan
berkelanjutan untuk
hortikultura
lain melalui kebijakan tata ruang untuk
reforma agraria,
optimalisasi dan rc{'itafi8asi lahan
peningkatan kualitas
pascaPanen
Peningkatan
pembiayaan usaha tani,
lcuangar petani dan penguatan Eanajc@cn
penguatan
darra
tani; peningkatan
aisteE resi
rangka
B1
Unggulan Timah,
Bauksit, dan Lada
. Kab. Bangka
. Kab. Bangka Barat
o Kab. Bangka Tengah
. Kab.
:] Peningkatan tata kelola industri dan ketersediaan bahan
timah dan bauksit
bauksit
bauksit
prioritas industri
Peningkatan mutu produk pertanian (lada)
:')
a
a
a
a
a
:')
E1 Kawasan
Gunung Maras
r Kab. Bangka
. Kab. Bangka Barat
:'l
:')
a
a
Perlindungan,
perairan
mendukung
dan
Penguatan
E2 Kawasan
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
a
a
Pengelolaan geologi
Perlindungan,
Perairan
Peningkatan
dan
5
a
. Kab.
. Kab.
r Kab. Bangka
:') Indikasi
Bantuan Pangan, dan Penanganan
Provinsi
Bangka
a
Pemberian
serta
balita
Percepatan
12 tahun
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak
o
:]
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o
o
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan
o
o
o Peningkatan
produktif, dan lansia
o
Pengendalian
o Penuntasan TBC
o Pengendalian
o
Penguatan
perlindungan dari
o
o Pemenuhan dan perlindungan hak
Iain
o Perubahan perilaku dan
o
Percepatan transisi energi
antara
o
o Penerapan
o Adopsi
pasokan
o
o Perluasan
Percepatan
o Perluasan
o
o Pembangunan jaringan
o Penguatan tata
o Pengembangan
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o
antara
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta
Pencucian Uang
o
o
narkoba
:'l
5
antara lain
o Penguatan Tata Kelola
o Peningkatan Pengelolaan
o Peningkatan
o PengeEbsnBan Industri Berbasis Sumber Daya Laut dan Perairan
o
o
o
o
o
o
budidaya dan
o
o
o Penguatan logistik dan
SK No25l08l A
2. Wilayah Jawa
2.1 Provinsi DKI Jakarta dan Kawasan Aglomerasi Jakarta
Sasaran Pembangunan Provinsi DKI Jakarta
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan Aglomerasi
Jakarta/WM Jakarta
• Provinsi DKI Jakarta
• Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi, Kota
Bekasi, Kota Depok,
Kab. Bogor, Kota
Bogor, Kab. Cianjur
• Provinsi Banten:
Kab. Tangerang, Kota
Tangerang, Kota
Tangerang Selatan
• Pemantapan dan penataan Kawasan Aglomerasi Jakarta, antara lain
melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan Kawasan Aglomerasi
Jakarta (Dewan Kawasan Aglomerasi)
o Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi,
yang merupakan masterplan penataan Kawasan Aglomerasi
Jakarta, serta rencana tata ruang yang mengintegrasikan potensi
dan masalah perkotaan secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Depok (tematik kota pendidikan)
sebagai kota satelit dari WM Jakarta/KA Jakarta, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Greater Jakarta Integrated Transit Based Living Area,
antara lain melalui:
o Pembangunan MRT Fase 3 Timur-Barat Trase Medan Satria-
Tomang
o Pembangunan Elevated Busway Koridor Batas DKI Jakarta-CBD
Ciledug dan Penyiapan Pembangunan Elevated Busway CBD
Ciledug-Poris Plawad
o Pembangunan LRT Jabodebek Trase Harjamukti-Baranangsiang
dan Pembangunan LRT Jabodebek Trase Harjamukti-Pondokcina
o Pembangunan Jalan Tol Sawangan-Selabenda
o Pembangunan Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung)
o Pembangunan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di Kawasan Aglomerasi Jakarta (termasuk Tangerang Raya,
Bekasi Raya, Depok, dan Bogor Raya), termasuk penerapan SIH3 dan
FEWS
16,5
16,7
560,8
373,4
0,417 – 0,421
0,425 – 0,430
2,08 – 3,08
3,55 – 3,85
22,01
14,65
0,69
0,65
4,93 – 5,99
5,54 – 6,40
51,98
6,8 51,34
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
REPUBUK INOONESIA
No
Indonesia
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Depok
Pembangunan
rangka
Ridwan Meuraksa (Kota Adm.
(Kota Adm. Jakarta Pusat), laDbagq
Jakarta
Penguatan
kerja,
Latihan Kcda
:')
!
:l
1
AI
Global
. Provinsi
Kota Adm.
Jakarta
. Provinsi Banten:
Kota
Tangerang
.
.
. Pembangunan LRT Jakarta
.
o
Rajawali'Jayakarta
.
.
Manggarai-Tanah
. Pengembangan TOD
.
.
Banten
. Pembangunan Jalan Tol
.
.
.
.
.
RSAB Harapan Kita, RSrPD Harapan Kita, dan RS Kanker Dharoais
ta
. Provinsi DKI Jsl€rta:
Kota AdE.
Utara
. Provinsi
Kab.
1 Pembangunan
dan Swasta)
Tahap 3 (NPCT3)
Coftidotl
Terintegrasi PPS NizE Zactunan dsn PP'N Muara Angke
.,]
:'l
3 Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi
. Pembangunan J als'l,Tol
.
.
. Rekayasa
Muarag€r!bong
.
pesisir utara Kawasan
.
.
EI Kawasan Konservasi TN
Kepulauan Sci'ibu
. Kab.
pulau
Pemanfaatan
mendukung
Provinsi DI(I
serta
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan
12 tahun
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat
o
o
o
tenaga
Peningkatan
o Penurunan
o Pencegahan dsn
o Peningkatan
o
Pengendalian penyakit dan
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian
o
Penguatan
o Penguatan kapasitas dan
o Pemenuhan dan
lanjut usia, ant ra lain
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan
Reformasi
l,ain
No
o Perubahan perilaku dan
o Peningkatan
Percepatan transisi
antara lain
o
o Penerapan
efisiensi dan
o Adopsi
pasokan listrik
o
keterhubungan dan analitik data secara
o
Percepatan
o Perluasan
o
o
mela.lui:
o Penguatan tata kelola dan
o
o
Memperkuat reformasi
melalui:
o Pencegahan dan
o
o Fencegghalr, pemberantasan
narkoba
» | JAWA BARAT
aa
! F3 N c1
| 5 TEA 39 s LEGENDA
ni SN K) R Ph c1 , Kawasan
ad 1 : aa NN 9 AI / ci : Ss
- Ng Pe AS “ema Ha ! 13 pa Komoditas Unggulan
AYI Kawasan Swasembada
A6 an c1 c1 c1 Pangan, Air, dan Energi
- ( — A3 9 , Kawasan Afirmasi
-1 NA Band j : Kawasan Konservasi dan
j 2 A6 xi Ya 3 c1 5: ag Rawan Baneana its
ka” ( ci | Yg 1 (- Ibu Kota Provinsi
c3 t Pa A2 | Am N @ Bandar Udara
Fe C : Ta: N 9 Pelabuhan
C3 / ( $ l “3 Kawasan Prioritas Rawan
k-.E4 N 1 1 “ame 1 "3 C2 0 2 @ Bencana Gempa Darat
D1 N , C2 NG Ng mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
4 $ NG Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
D1 "4 | c2 4 BN “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
| # Nae” em Batas Administrasi
(3 — Ak
D1 ,
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 WM Bandung, Kawasan Pengembangan Industri Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Cekungan Bandung 1 Citarum-Cimanuk-Cisanggarung (Kab. Bandung, Kab.
2 Kawasan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Unggulan Bandung Barat, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab.
Bandung dan Sekitarnya Bekasi, Kab. Subang, Kab. Indramayu, Kab.
3 Kawasan Perkotaan Cirebon & Kawasan Sumedang, Kab. Majalengka, Kab. Cirebon, Kab.
Pengembangan Industri Cirebon-Kertajati Kuningan)
4 Kawasan Perkotaan Tasikmalaya 2 Citanduy-Ciwulan-Cilaki (Kab. Garut, Kab.
5 Kawasan Pengembangan Industri Bogor-Bekasi- Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran)
Karawang-Purwakarta-Subang-Patimban (termasuk 3 Priangan Barat (Kab. Bogor, Kab. Cianjur, Kab.
Kawasan Perkotaan Karawang) Sukabumi)
6 Kawasan Perkotaan Bogor-Sukabumi & Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bogor- D. Kawasan Afirmasi
Sukabumi-Cianjur
1 Jawa Barat Bagian Selatan (bagian pesisir selatan Kab.
Cianjur, Kab. Garut, dan Kab. Tasikmalaya)
(Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
1 Cirebon-Majalengka (Tebu) 1 TN Halimun-Salak
2 Indramayu-Cirebon (Ekonomi Biru) 2 TN Gede-Pangrango
3 TN Ceremai
4 Geopark Ciletuh
ETTTI.T{II
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A5 Kawasan Pengembangan
Industri Bogor-Bekasi-
Karawang-Purwakarta-
Subang-Patimban
• Kota Bekasi
• Kab. Bekasi
• Kab. Bogor
• Kab. Karawang
• Kab. Purwakarta
• Kab. Subang
• Pengembangan koridor industri Bogor–Bekasi–Karawang–Purwakarta–
Subang–Patimban (sektor industri prioritas: industri makanan dan
minuman, semikonduktor, industri kendaraan bermotor listrik berbasis
baterai, dan industri mesin dan perlengkapan)
• Pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan
• Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban
• Pembangunan jalur KA akses Pelabuhan Patimban
• Pembangunan Pelabuhan Patimban dan Patimban Industrial Estate
• Pembangunan SPAM Regional Djuanda/Jatiluhur II
• Pembangunan TPST Regional Bekasi Raya
• Pembangunan TPST Regional Karawang-Purwakarta
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bekasi dan Cikarang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di Kawasan Perkotaan Bekasi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Karawang (PHTC)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAU dr.
Hoedijono (Kab. Subang)
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Karawang dan Cikarang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Cikarang-Karawang-Purwakarta
• Optimalisasi dan Efisiensi Pabrik NPK Phonska 3 dan 4 di Cikampek
• Pengembangan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A6 Kawasan Perkotaan
Bogor-Sukabumi dan
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Bogor-
Sukabumi-Cianjur
• Kota Bogor
• Kab. Bogor
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bogor-Sukabumi,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
12,3
12,7
84,9
59,6
0,381 – 0,383
0,383 – 0,390
2,86 – 3,86
5,85 – 6,46
8,95
6,61
0,60
0,57
5,94 – 6,56
6,42 – 6,99
65,07
64,06 6,9
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kota Sukabumi
• Kab. Sukabumi
• Kab. Cianjur
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bogor-Sukabumi (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Bogor (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi
• Pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Cianjur–Ciranjang-Padalarang
• Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road
• Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (via Parung)
• Pembangunan Jalan Puncak II
• Pembangunan TPST Regional Bogor–Sukabumi
• Pengembangan SPAM Bogor Raya
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Pertanian Bogor
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bogor
• Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata, antara lain:
Palabuhanratu, Puncak, Taman Bumi Ciletuh, Gunungpadang
• Urban Renewal pada kota-kota wisata, antara lain: Bogor dan Sukabumi
• Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Gunungpadang
• Pengembangan KEK Lido
• Pengembangan kota agropolitan Sukabumi
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk.
III Salak dr. H. Sadjiman (Kota Bogor)
A1
A2
WM Bandung dan
Kawasan Pengembangan
Industri Cekungan
Bandung (A1), Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggulan
Bandung dan Sekitarnya
(A2)
• Kota Bandung
• Kab. Bandung
• Kab. Bandung Barat
• Kota Cimahi
• Pemantapan dan penataan WM Bandung, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Bandung
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
o Penataan kawasan strategis dan penyediaan perumahan publik
vertikal perkotaan terpadu di Wilayah Metropolitan Bandung
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Jatinangor (tematik kota
pendidikan) sebagai kota satelit dari WM Bandung, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
No Lokasi
:)
',]
:'l
:)
1
5
1
1
o
kerj-a yang terintegrasi dengan
o Penataan
Perencanaan dan persiapan
Bandung
tahunan di WM Bandung, termasuk
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Bandung
dan
Padalarang
Perencanaan dan
Perencanaan dalr persiapan pembangunan Jalur Galrdq KA
Ciorlengka-TaeiLm alaya-Krolra
Pembangunan Jalan Tol
Pengembangan World,
Wilayah pada Institut
prioritas: industri kimia, industri
dan perlengkapan, industri
Peningkatan 6A Pariwisata pada
Tangkubanparahu dan
Pr6en asi jalan
rangka
(Kota
Biologi Vaksin Puskesad (Kota
1
:l
i
a
a
:')
:.1
a
SK No251090A
A3 Kawasan
cirebon dan Kawasan
Pengembangan Industri
. Kota Cirebon
. Kab.
melalui:
o
tata mang yang mengintegrasikan potensi dan
secara terpadu
No Lokasi
:l Kab. Majalengka o
o Penyediaan dan
. Penataan
.
dan milenial di kawasan perkotaan
.
Kab/Kota,
. Pembangunan TPST Regional
.
.
prioritas:
r
tebu
.
. Pengeo,h€,J.ga'i Ke at i Aetwilg
. Perencanaan dan
.
.
kerja, melalui
Kerja sesuai
A4 Kawasan
.
lain
o
tata
o
penyediaan ruang
o Penyediaan dan peningkatan
kerja
o Penataan
dan
Kab/Kota,
Pembangunan
Pembangunan TPST
a
:'1
c3 Kawasan
Pangan, Air, dan Energi
Priangan Barat
. Kab. Bogor
. Ikb. Sukabumi
i
pusat, antara lain pada D. I. Cipamingkis dan D. I.
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan
Peningkatan daya guna lahan pertanian
Kab. Cianjur .
hewani (tcrEa8uk pengembangan kawasan
.
.
hortikultura
.
@tclwwnt
Bekasi, DAS
.
dan danau,
.
.
.
.
.
.
lain
reforma agraria,
.
berkualitas; mitigasi OP't dan kesehatan hewan;
infrastruktur
peningkatan kualitas pascapanen
pascapanen
.
pembiayaan usaha tani, perluasan
IrcDsuatan
dana
tani;
panen komoditas pangan
.
rangka
c1
Pangan, Air, dan
. Kab. Bekasi
. Kab.
. Kab.
. Kab.
. Kab. Bandung
. Kab.
.
Rehabilitasi dan
Cikeusik, D. I. Seuseupan, D. I. Cipanas II, D. I. Cipancuh, D. I.
Cileuleuy, D. I.
Rehabilitasi dan
daerah
Peningkatan
tl
if;l-jFlTitrN
No Lokasi
:l
!
Ikb.
Kab. Cirebon
Ikb. Kuningan
Kab.
.
. Konservasi
@tdopnl cr"c,
Cipsger, DAS Kali Kesunean
.
dan danau, terut ma pada DAS
Cimanuk, DAS (ali C{ct, DAS Kali
Cipager, DAS Kali Kesunean, serta Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata,
waduk Saguling, waduk Jatigede, Waduk
Waduk
CipanunjanS-Cileunca
. Pembangunan
.
.
.
.
. Pembangunan infrastru.ktur
.
. Pengelolaan dan pengembangan lahan
lain
reforma agraria,
penggunaan pup </pestbida/pakan
. Peningkatan
berkualitas;
.
pembiayaan usaha tani,
dana
tani; peningkatan
.
rangka
C2
. Kab. Garut
. Kab.
. Kab.
. Kab. Pangandaran
. Rehabilitasi dan
pusat, antara lain pada D. I.
D. I. Bantarheulang, D. I.
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi
daerah
.
. Peningkatan daya guna lahan
.
hewani
-aa-
No Lokasi
. PengeEbangandanpcnin8katanproduktivitashortikultura
. Pembsngutrqn dan
. Konservasi su.mber
qtdvnal, cr?@, tef,utarra pada DAS Ciwulan, DAS Citanduy, DAS
Cijulang, DAS
.
dan danau,
Situ Bagendit, Situ H€
.
.
(Ikb.
r Pengelol,aan dan
lain
. Peningkatan
akses alsintan
berkualitas;
. Peningkatan
keuangan petani dan
dana bergulir dan
panen
.
produktivitas petani,
D1 Kawasan Afirmasi
Barat
Kab. Garut
Kab.
Kab. Cianjur
. Penyediaan
listrik
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
.
dengan
. Pembangunan
dan
o
. Peningkatan 6A pariwisata di Santolo,
.
Tasilonalaya-Cikatma$Cikalon& dan Jalan Lintas
Penguatan Balai Uji Teknologi dan
di Pameung)euk, serta penguatan kawasan Pameungr€uk
Percepatan transformasi digital pada kawasan
jaringan
TIK dan digitalisasi
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif
stroke, dan
Kab/Kota,
B1 Kawasan Komoditas
Majalengka
. Kab.
. Kab.
. Peningkatan
.
prioritas
. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
.
.
l=t)
. Kab.
.
Halimun-Salak (E1), TN
. TN
Kab. Bogor, Kab.
. TN Gede-Pangrango:
Kab, Bogor, Kab.
Cianjur, Kab.
Sukabumi
. TN
Majalengka
.
Kab. Sukabumi
. Pensemt anSan
.
Indramayu-Cirebon
.
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan
.
budidaya air payau
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil
o
. Penguatan
. Pengembangan
Perlindungan,
Pemanfaatan
Peningkatan
dan
Penguatan pengelol,aan hutan lestari
Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan
bencana
EI
E2
M :'l
:l
!
:'l
a
a
No
di Jawa Barat
5 Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan
Kota Sukabumi, Kota Cimahi, dan Kota Bandung
. Kab. Bogor
. IGb. Bandung
. Ikb. Garut
. I(ab.
. Kab. Cianjur
5 Indikasi Daerah
Bantuan Pangan, dan
Provinsi Jawa Barat Indikasi I
. Pemberian makan
balita
. Percepatan wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan
o Perluasan layanan
o
berkualitas
o
o Pencegahan dan
o
o Penguatan
tenaga kependidikan
.
o
o
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi
o
. Pengendalian
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan
o
.
o
kcpcmirrpirEn perempuan dalam
o Pemenuhan dan
. Peningkatan
lanjut usia, antara lain melalui:
o
o
disabilitas da.rr lanjut usia
. Reformasi
lain melalui:
o Perubahan
o Peningkatan pcnguEpulsr dan pengolahan
Percepatan
antara lain
o
o Penerapan
efisiensi dan
o Adopsi
pasokan lhtrit
o Pe,ieraPgtrt hdenet o/?ftir€s (lo'IJ di s€hor energi guna
keterhubungan dan analitik data
o Perluasan
o
o
o Pembangunan
Pengembangan dan
o
o
o Digitalisasi layanan
o
melalui:
o Pencegahan dan
Pencucian Uang (IPPU)
o
o Pencegahan,
narkoba (P+GN)
Pendalaman Bcktor
o
o
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
“
2.3 Provinsi D.I Yogyakarta
N Nu P7 D.I. YOGYAKARTA
Dog N yna P4 /
Pa. Jd AY LEGENDA
Yana AL A Kawasan
H AN Pati N Pertumbuhan
: pet 1 Kawasan
-— , P4 NA Komoditas Unggulan
£ A2d Aa £ 3
N || ar Na L Kawasan Swasembada
, : SA Una Pangan, Air, dan Energi
K1 kai nd Hz Yogya 2 Kawasan Afirmasi
Owen nnnnnnnnn 33 ke) Haa Kawasan Konservasi dan
22 P c1 N Rawan Bencana
” ' c1
Ia / A2g N (@5 ibu Kota Provinsi
A2c | A2e Poco
K3 ella D1 Deng @ Bandar Udara
NX Aa 9 Pelabuhan
£ . ( | me Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
— SA Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
"““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Yogyakarta Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 1 Progo-Opak (Kab. Sleman, Kab. Kulonprogo, Kab. Bantul,
Unggulan Yogyakarta: Kab. Gunungkidul)
a. Prambanan-Ratuboko
b. Kaliurang-Merapi
C. Pantai Selatan Bantul-Kulonprogo D. Kawasan Afirmasi
d. Perbukitan Menoreh
e. Geopark Gunung Sewu, termasuk pantai- 1 Pegunungan Sewu (Kab. Gunungkidul) (Pemerataan
pantai dan sistem geomorfologi karst Pembangunan)
Gunungkidul
f. Kasongan-Selarong
g. Imogiri E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
3 Kawasan Aerotropolis YIA
1 TN Gunung Merbabu-Merapi
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Perkotaan
Yogyakarta (A1),
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Yogyakarta
(A2), dan Kawasan
Aerotropolis YIA (A3)
(bagian dari Destinasi
Pariwisata Prioritas
Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan)
• Kota Yogyakarta
• Kab. Sleman
• Kab. Kulonprogo
• Kab. Gunungkidul
• Kab. Bantul
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Yogyakarta, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Yogyakarta (PHTC)
• Pembangunan TPST Regional Yogyakarta
• Pengembangan SPAM Regional Kawasan Perkotaan Yogyakarta
• Pengembangan SPAL Regional Kawasan Perkotaan Yogyakarta
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Yogyakarta (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Klaten–Kartasura
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Magelang–Bawen
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Kulonprogo (YIA)
• Urban Renewal Kota Tua Yogyakarta, Kotagede, dan Revitalisasi Keraton
Yogyakarta, Pura Pakualaman, dan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Universitas Gadjah Mada dan Institut Seni Indonesia
Yogyakarta
• Peningkatan/preservasi jalan ruas Yogyakarta–Bantul–Parangtritis,
Yogyakarta–Kaliurang, Yogyakarta–Wonosari–Semanu–Pracimantoro
• Pengembangan Kawasan Aerotropolis YIA (Yogyakarta International
Airport)
• Peningkatan 6A Pariwisata, terutama pada hotspot pariwisata, antara
lain:
o Percandian Prambanan–Sewu
o Keraton Ratu Boko
o Kaliurang–Merapi
o Pantai selatan Bantul–Kulonprogo
o Perbukitan Menoreh
o Geopark Gunung Sewu, termasuk pantai-pantai dan sistem
geomorfologi karst Gunungkidul
0,8
0,9
78,6
55,1
0,436 – 0,440
0,443 – 0,447
6,11 – 7,11
10,00 – 10,50
74,36
62,14
0,79
0,75
2,83 – 3,27
3,12 – 3,51
71,33
7,0 70,49
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
o Kasongan-Selarong
o
cl Kawasan
Pangan dan Air Progo-
Opak
. IGb,
. Kab.
. I(ab. Gunungkidul
. Kab.
. Rehabilitasi dan peningkatan
pusat, antara lain pada D. I. Karangtah.rn, D. I. Iklibawang, dan D. I.
Progo Manggis-Kaf ibcning
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi
daerah
. Peningkatan daya guna lahan
.
. Pengembangan dan
. Pembangunan dan
. Konservasi sumber daya air melalui
DAS Opak, dan DAS Bribin
.
danau,
Bribin
.
.
.
lain
reforma
.
berkua.litas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan;
peningkatan kualitas
pascapanen
.
pengendalian
keuangan petani dan
dana bergulir dan
tani; pcnitgkdan
sist€@
tr atren
.
rangka
DI Kawasan
Pegunungan
. Kab. Gunungkidul
Penyediaan
sanitasi,
air, energi, dan pangan
dan milenia.l di kawasan
Pengembangan SPAM
:'l
E1 Kawasan
Gunung It
. Kab.
.
pantai dan
.
.
PraciEaDtoro
. Perlindungan,
. Pengurangan status keterancaman
.
mendukung
. Peningkatan bioprospck8i,
dan
.
. Penguatan
. Perlindungan dsn
.
. Peningkatan layanan
.
Katrrasgl Rawan
di D. I.
Kota Yoslakada dan Ikb. Bantul
. Kab.
. Kab. Gunungkidul
Indikasi
Bantuan Pangan, darr Penanganan
balita
12 tahun
meLaluii
o
o
o
o
o
o Penguatan pengelolaan dar akselerasi
Peningkatan
o Penurunan
o Pencegahan dan
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi
o
Pengendalian penyakit dan
o
o Pengendalian penyakit tidak
o
Penguatan
a
a
:')
No
:l
o
o
Peningkatan
lanjut usia, antara lain melalui:
o
o Penguatan prinsip dan
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan
o Peningkatan
Percepatan
antara lain
o
o
o Adopsi teknologi
pasokan
o
keterhubungan dan analitik data
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan
o Perluasan
o
o
Pengembangan dan
o
o
o Digitalisasi
o
melalui:
o Pencegahan dan
Pencucian Uang (TPPU)
o
o Pencegahan,
narkoba
Pendal,aman sektor keuangan, antara train melalui:
o Penguatan peran
o Penguatan
o
o Pelindungan dan
o
pemajuan
o Jaminan hak kebudayaan,
Masyarakat
E2
LEGENDA
N c3 B2 Kawasan
| / AN , TB A8 BAN Pertumbuhan
TN 3 DM $ A5 S awasan Swasembada
1 / Aa TER Ora paae Ng B1 Jantan ya dan sa
N ka) c1 c1 | an s
1 BI ( AS P: ir | Kawasan Konservasi dan
"NP C2 P P y Rawan Bencana
“ F, P 4 Ec , 4
3 “9 ML k Ko a DN C4 1 (@5 Ibu Kota Provinsi
NN | : Ne $N E1 & DA @ Bandar Udara
Sa SN sa & C2 Kari Ne v TN /
»$ &, .. "3 mg TA y N 23 | 9 Pelabuhan
E3 1 Sa a No? / mx Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
YA r Da C4 ( Multinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
Pj N / “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
Kn ama Pi Batas Administrasi
un — ni "nh TAGS
Das “Ah TA
En : MAAN « -
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 — Kawasan Perkotaan Purwokerto Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan 1 Pemali-Comal (Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kab.
Borobudur-Dataran Tinggi Dieng Pemalang, Kab. Pekalongan, Kab. Batang)
3 Kawasan Perkotaan Cilacap dan Kawasan
Pengembangan Industri Cilacap Swasembada Pangan, Air, dan Energi
4 Kawasan Perkotaan Pekalongan-Batang dan 2 Dieng-Serayu-Bogowonto (Kab. Cilacap, Kab.
Kawasan Pengembangan Industri Batang Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Banjarnegara, Kab.
5 WM Semarang dan Kawasan Pengembangan Wonosobo, Kab. Kebumen, Kab. Purworejo)
Industri Kendal-Semarang-Demak-Kudus 3 Jragung-Tuntang-Serang-Lusi-Juwana (Kab.
6 Kawasan Perkotaan Surakarta, Kawasan Semarang, Kab. Demak, Kab. Jepara, Kab. Pati, Kab.
Pengembangan Industri Surakarta-Boyolali- Kudus, Kab. Rembang, Kab. Grobogan)
Karanganyar-Sukoharjo 4 Bengawan Solo (Kab. Blora, Kab. Sragen, Kab.
7 Kawasan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Unggulan Boyolali, Kab. Klaten, Kab. Sukoharjo, Kab.
Solo-Sragen-Karanganyar Karanganyar, Kab. Wonogiri)
8 Kawasan Perkotaan Rembang
D. Kawasan Afirmasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan
1 Brebes (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
Tebu
1 Pegunungan Kendeng (Kab. Rembang, Kab. Pati,
Kab. Blora, Kab. Sragen) E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru 1 TN Merbabu-Merapi
2 Pati-Rembang 2 TN Karimunjawa
3 Cilacap 3 Geopark Kebumen
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A5 WM Semarang dan
Kawasan Pengembangan
Industri Kendal-
Semarang-Demak-Kudus
• Kota Semarang
• Kota Salatiga
• Kab. Semarang
• Kab. Kendal
• Kab. Demak
• Kab. Kudus
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Semarang, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Semarang
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan RTH
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Salatiga (tematik kota pendidikan)
sebagai kota satelit dari WM Semarang, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di WM
Semarang melalui pembangunan BRT dan peningkatan kereta komuter
• Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak
• Pembangunan Jalan Tol Demak–Kudus–Pati–Rembang–Tuban
• Pembangunan TPST Regional Semarang-Demak
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Semarang, termasuk penerapan NBS, SIH3, dan FEWS
• Pengembangan SPAL Regional WM Semarang
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Semarang (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Semarang
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
• Pembangunan pipa gas bumi Cirebon–Semarang
7,9
8,2
71,8
51,1
0,355 – 0,360
0,362 – 0,367
5,21 – 6,21
9,00 – 9,66
27,57
0,32
0,65
0,62
3,73 – 4,49
4,42 – 4,81
75,87
6,7 75,68
(Rata-rata
2025–2029)
7,7
(2029)
. FembarAqnan pipa gas
. Pengembangan
industri prioritas: industri
.
yaitu rzu, sugar, GKP, molase, baga$c,
tebu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
kerja,
A4
Ikq,asan
. Kota Pekalongan
. Kab.
. Kab.
.
antara lain
o
tata
o Pemenuhan layanan
penyediaan ruang terbuka hijau
o
kerja yang
. Penataan
. Pembangunan rumah murah
dan
.
stroke, dan
Kab/Kota,
. Pembangunan TPST
.
. Peningkatan
.
industri
.
.
. Perencanaan dan
.
Penguatan pendidikan dan pelatihan
kerja, melalui
Kerja
A6
A7
Kawasan
(46)
. Kota
r Kab. Boyolali
. Kab. Karanganyar
. Kab.
Unggulan Solo-Sragen-
Kota
Kab.
Kab.
.
o Penyusunan masterplan
tata ruang yang mengintegrasikan
o
o
o
. Pembangunan
. Pembangunan TPST Regional
. PenSpobangEn SPAM Regional
. Peningkatan ketahanan banjir
.
industri makanan dan minuman,
.
.
.
.
dan Puri
.
Sangiran
.
. Penyediaan
.
Jakarta-Surabaya
.
Kerja
AI
. Kab.
lain melalui:
o
tata ruang yang mengintegrasikan
o
penyediaan ruang
o
kerja yanA terint grasi dengan
o Penataan permukiman
dan milenial di kawasan perkotaan
No Lokasi
stroke, dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD PrcL Dr. Maryono
A3
Cilacap dan
Cilacap
. Ikb. Cilacap
.
o Fen].uqrnan
tata
o
penyediaan
o
Ha yang terintegrasi dengan
o
.
dan
.
.
Ikb/Kota, khususnya pada RSI.JD Cilacap
. Preservasi jalan
Tengah)
.
.
.
.
industri kimia, industri
konstruksi, industri makanan dan
. Penguatan pendidikan dan
kerja, melalui
Kerja
A8 Kawasan
R€@bsng
. Kab.
o
tata ruang yang
o
penyediaan
o
kerja yarrg terintegrasi
o Penataan
dan milenial di
stroke, dan siatcE
Kab/Kota,
:')
:)
.,]
No
lA
Borobudur-Dataran
Destinasi Pariwisata
Prioritas Borobudur-
Kota Magelang
Ikb. Magelang
Kab.
Kab.
Kab.
a
a
Bttddhist Pilqinvge
Peningkatan 6A
Kompleks Percandian
Urban
.
. Preservasi jalan
. Preservasi jalan ruas
o
. Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas
sa.kit dalam
II dr.
:'l
',]
C3 Kawasan
Pangan, Air, dan Energi
LusiJuwana
. Kab.
. Kab.
.Ikb.Jepara
. Kab. Kudus
. Kab. Pati
. Ikb.
. Kab. Blora
. Kab.
Rehabilitasi dan peningkatan
pusat, antara lain pada D. I. Glapan, D. I. Sedadi, D. I.
Gunungrowo
Peningkatan
Pengembangan dan
DAS Juana, DAS Capluk, DAS
danau,
Juana, DAS
Pengelolaan dan
lain
reforma agraria,
penggunaan pupuk/pestisida/pakan
prasarana
berkualitas; mitigasi OPT dan
a
5
a
a
:l
in6:astn ktur EansDctasi dan disitd basi
REPUBUK INOONESIA
- ro3 -
No
peningkatan kualitas pascapanen melalui
pascapanen
pembiayaan usaha tani,
pengendalian kepastian pac€r, antara lain
keuangan petani dan penguatan Earajemeo
dana
panen komoditas pangan utama
rangka
c2 Kawasan
Pangan, Air, dan Energi
. I(ab, Wonosobo
. Kab. Banjarnegara
. Kab. Purbalingga
. Kab. Banyumas
. Kab. Cilacap
. Kab.
. Kab.
. Rehabilitasi dan
.
. Peningkatan daya guna lahan
.
hewani
.
o
.
.utcrunen
.
darEu
.
.
. Pembangunan
. Pembangunan Bendungan
.
Tinggi
. Pengelolaan dan
lain melalui
optimalisasi dan revitalisasi l,ahan
penggunaan
. Peningkatan
akses
berkualitas;
infrastruktur
kualitas pascapanen
. Peningkatan
keuangan petani dan penguatan marEjcraen
penguatan
dana bergulir dan
tani;
No
sistem resi
panen komoditas psrEan
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal,
cl Kawasan
. Kab. Brebes
. Kab. Tegal
. Kab.
. Kab. Pekalongan
r Kab. Batang
Kawasan
Pangan, Air, dan Energi
Bengawan Solo Jawa
Tengah
. Kab. Wonogiri
. Kab.
.
pusat, antara lain pada D. I. Waduk Malahalnr, D. I.
Bawah, D. I. Cacaban, D. I.
Comal, D. I. Kupang Kromp€m& D.I. Sragi, dan D. L
.
daerah
.
.
pengembangan
.
. Pembangunan dan
berkel,anjutan untuk
hortili tura
o
caldvr@tt cr"c, terutama pada DAS
Wawar/ Medono, DAS
. Pembangunan
danau, terutama pada DAS
DAS
.
. Pengelolaan dan
lain melalui
penggunaan pupuk/pestisida/pakan
.
prasarana produksi, ant ra
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
.
pengendalian kepastian pasar, antara lain
penguatan
dana
tani; peningkatan
Biste@ resi
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan
ranSka
.
daerah
. Peningkatan daya guna
. Peningkatan produktivitas
SK No25llllA
No L.kali Prioritas
a
:')
Kab. Klaten
Kab.
Kab.
Kab. Karanganyar
Kab. Blora
.
o
hortilo tura
. Konsen asi su.mber daya air melalui
@lchtnen qrcq ten)t@a pada Sub-DAS
. Pembangunan infrastruktur
danau, terutama pada Sub-DAS
GajahEungkur, Waduk
. Pengelolaan dan
lah melalui
. Peningkatan
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
. Peningkatan
keuangan petani dan penguatan
penguatan
dana
tani;
panen
.
rangka pengembangan varietas
BI
Pegulungan
. Kab.
. Kab. Pati
. Kab. Blora
. Kab. Sragen
:]
a
a
:.]
Peningkatan produktivitas
prioritas
Penyediaan sarana
Pengendalian OPT dan DPI pada
Pembangunan dan
82
B3
Kawasan
Unggulan
. Ikb. Pati
o Kab.
Cilacap (B3)
. Kab. Cilacap
.
Agung
. Pengembangan
.
Pati-Rembang
.
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan
. PenAcmbsnSan
. Peningkatan kualitas,
. Peningkatan
.
.
Pati,
DI Kawasan
. I(ab.
. Penyediaan
listrik
air, energi, dan pangan
.
.
.
peternakan
. Percepatan
jaringan
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
. Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
E1 Kawasan
. Kab.
. Kab. Boyolali
. Kab.
.
.
mendukung
.
dan
.
.
.
. Peningkatan upaya
.
.
E2 Kawasan
Karimunjawa
. Kab. Jepara
|.]
a
Pengelol,aan kawasan
pulau lacil
Perlindungan,
perairan
Pemanfaatan nrober dal'a hayati dan jasa
dan
E3
. Kab. Kebumen
5 Pengelolaan geologi
Pemanfaatan
dan pembagian
:')
',]
. Kab. Wonosobo
. I(ab. Pemalang
. Kab.
. Kab. Temanggung
. Kab.
. Kab.
. I(ab.
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi
B€nhran Pangan, dan
Provinsi Jawa Tengah Pemberian makan bergizi di
serta
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun
12 tahun
o Perluasan layanan Pendidikan Anak
o
berkualitas
o Penyaluran
o Pencegahan dan
o Revitalisasip€ndidikannonformal
o
tenaga kependidikan
Peningkatan
o Penurunan
o
o Peningkatan
o Penyelengaraanpemeriksasrkesehatangratis
o
o Pengendalian penyakit tidak menular dan
o Pembudayaan hidup
Penguatan
o
o
lanjut usia, antara lain
o
o Penguatan
disabilitas dan lanjut
lain
o
:l
'l
SK No25tl14A
-loa-
No
o
.
antara lain melalui:
o
o Penerapan jaringan ccrdag lst tatl
o Adopsi
pasokan listrik
o Pa,r..fapan In enet orltdqs (loT) di Bcktor ercrgi guna
o Perluasan
.
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan
o
.
o Penguatan tata
o
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o
.
melalui:
o Rnc€gahart dqn pemberantasan
Pencucian
o Penanggulangan judi dan
o Pencegahan,
narkoba (FIGN)
. Pendalaman sektor
o
o
o
.
o Pelindungan dan
o
pemajuan kebudayaan
o Jaminan haL
Masyarakat
SK No25ll15A
2.5 Provinsi Jawa Timur
gi JAWA
LEGENDA
Kawasan
Pertumbuhan
Kawasan
Komoditas Unggulan
1 Kawasan Swasembada
NN LN EA Pangan, Air, dan Energi
Na N NN B5 D1
Ha , Ng » P5 B6 C it Kawasan Afirmasi
NG - N Pa Ka at
Sa “ A9 Ponsag sa Pe Png 4 “4 d Kawasan Konservasi dan
5 $ A1 Surabaya — Rawan Bencana
"5 / B3 Na Si &g -4 Ibu Kota Provinsi
N A4 - “ Bandar Udara
N 2 » ti 2 LA Lag Pelabuh:
en Pa # labuhan
BJ Si) | 4 A2 - k B2 7 c3 N 9 Kawasan Prioritas Rawan
LA “Snap 1762 KS B1 “3 - c3 # & ah e AN 9 Bencana Gempa Darat
B4 men ' £ Hana ai Ken NG Ak mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
1 Pada : 2 “— B7 9— , , Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
. , NE ng “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
E3 Y » — Gal yasebat :
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 — WM Surabaya dan Kawasan Pengembangan Industri Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Gresik-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Pasuruan 1 Bengawan Solo (Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab.
2 Kawasan Perkotaan Malang-Batu, Kawasan Magetan, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab.
Pengembangan Industri Malang-Singasari-Lawang & Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Gresik, Kab.
Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Lamongan)
Bromo-Tengger-Semeru dan Lingkar Kawi 2 Brantas (Kab. Malang, Kab. Blitar, Kab. Tulungagung,
3 Kawasan Perkotaan Kediri Kab. Trenggalek, Kab. Kediri, Kab. Nganjuk, Kab.
4 Kawasan Perkotaan Madiun Jombang, Kab. Mojokerto, Kab. Sidoarjo)
5 Kawasan Perkotaan Sumenep 3 Tapal Kuda (Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.
6 Kawasan Perkotaan Jember Lumajang, Kab. Jember, Kab. Situbondo, Kab.
Bondowoso, Kab. Banyuwangi)
B. Kawasan Komoditas Unggulan
D. Kawasan Afirmasi
Tebu
1 Lingkar Kelud-Kawi-Arjuna-Welirang (Kab. Malang, 1 Madura dan Kepulauan (Kab. Bangkalan, Kab.
Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Jombang, Kab. Mojokerto, Sampang, Kab. Pamekasan, dan Kab. Sumenep)
Kab. Sidoarjo) (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
2 Tapal Kuda (Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. 2 Pegunungan Sewu (Kab. Pacitan dan Kab.
Bondowoso, Kab. Situbondo) Trenggalek) (Pemerataan Pembangunan)
3 Pegunungan Kendeng-Lingkar Lawu (Kab. Ngawi, Kab.
Magetan)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru
4 Pacitan-Trenggalek-Tulungagung 1 TN Bromo-Tengger-Semeru
5 Lamongan-Tuban 2 TN Meru Betiri
6 Sumenep | 3 TN Alas Purwo
7 Banyuwangi 4 TN Baluran
BUK INDONESIA
- 1r0 -
SK No25ll19A
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 WM Surabaya dan
Kawasan Pengembangan
Industri Gresik-
Surabaya-Sidoarjo-
Mojokerto-Pasuruan
• Kota Surabaya
• Kab. Gresik
• Kab. Lamongan
• Kab. Mojokerto
• Kab. Sidoarjo
• Kab. Bangkalan
• Kab. Pasuruan
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Surabaya, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Surabaya
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan RTH
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Gresik (tematik kota industri)
sebagai kota satelit dari WM Surabaya, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan WM
Surabaya, antara lain Pengembangan Surabaya Regional Railway Line
Fase 1 dan BRT Surabaya
• Pembangunan Jalan Tol Surabaya East Ring Road (Bandara Juanda-
Kenjeran)
• Pembangunan Jalan Tol Gresik–Lamongan–Tuban
• Pembangunan Jalur Ganda KA Segmen Sepanjang–Wonokromo
• Pengembangan TPST Regional Surabaya Raya
• Pengembangan SPAL Regional WM Surabaya
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Surabaya (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Surabaya dan peningkatan SPAM
Mojolagres
13,7
14,2
114,8
80,7
0,369 – 0,373
0,381 – 0,386
4,31 – 5,31
7,58 – 8,08
2,52
1,00
0,68
0,64
3,26 – 4,21
3,90 – 4,49
74,50
74,17 6,9
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
. Peningkatan
tahunan di WM Surabaya, tcrmaqrk pengendalian banjir Kali Buntung
dan Kali
. FenCeEbanEan koridor industri
Pasuruan (sektor industri prioritas: industri
dan
. Hilirisasi
r Hilirisasi
yaitu
tebu bioetanol, sirup
.
.
. Pembangunan
. Perencanaan dan penyiapan
Pelabuhan JIPE Manyar, serta
. Urban
.
. Revitalisasi Kawasan
.
Kerja
. Perencanaan dan
M
Malang-Batu, Kawasan
Pengembangan
Malarg-Singasari-
Pariwisata dan
Pariwisata Prioritas
Kota
Kota Batu
Kab. Malang
Kab.
Kab. Probolinggo
Kab. Lumajang
Keb. Blitar
lain
o Penl lsunan
tata ruang yang
o
o Penyediaan dan peningkatan layanan
kerja
o Penataan
dan Eilqrial di
Pembangunan TPST
Pengembangan SPAM Regional Malang
Pengembangan koridor industri
dan
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi,
kerja,
Kerja
Pengembangan KEK Singasari
Peningkatan 6A Pariwisata
Preservasi jalan ruas
ScEc!'u
5
a
:.]
!
:.]
a
:'l
SK No25ll2lA
No
A3
. Kota
. Kab. Kediri
.
. Pembinaan melalui pelatihan kapasitas SDM Pariwisata berbasis
pariwisata
. Pengurangan risiko bencana gunung api di Gunung
.
o
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang
o Penyediaan den peningkatan
o
. Pembangunan
dan milenial di
.
.
.
. Pembangunan Jalan Tol Kertosono-Kediri
. Pengembangan
Kab/Kota, khususnya pada RSt D
.
.
Tulungagung-Blitar
. Pengurangan risiko
A4 Kawasan
Madiun
. Kota Madiun
. Kab. Madiun
. Kab.
. Pengembangan dan
melalui:
o
tata mang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
o
o Penyediaan dan peningkatan
o Penataan
.
dan milenial di kawasan
.
.
. Peningkatan
.
.
stroke, dan
Kab/Kota, khususnya pada
.
.
Kawasan
.
SK No25ll22A
No L,okasi Prioritas
Perencanaan dan
Peningkatan
sakit dalarn
Efram Harcana (Kab. Magetan)
A6
. Kab.
o Penyusunan masterplan penat an kawasan
tata ruang
o
o
kerja yang terintegrasi
o
dan milenial di kawasan
Pembangunan
Pengembangan kota agropolitan
stroke, dan
Situbondo, dan
Situbondo
1
1
1
1
c1
. Kab. Pacitan
. Kab.
. Kab. Magetan
. Kab. Madiun
o Kab. Ngawi
. Kab.
. Kab. Tuban
. Kab.
. Kab. Gresik
.
pusat, antara lain pada D. I. Colo, D. I. Asin
D. L
D. I. SunSlsrr, D. I.
. Rehabilitasi dan
daerah
. Peningkatan daya guna l,ahan pertanian
.
.
. Pembangunan dan
hortikultura
. Konservasi erlmbcr daya air
@tctvvnt
Bengawan Solo Hilir, DAS
dan DAS Kali Corong
.
danau,
Hilir, DAS Grindulu, DAS
dan
.
.
.
. Pembangunan
.
No
.
.
Babad
.
Lawu (Kab.
. Pengelolaan dan
lain
reforma agraria,
. Peningkatan produktivitas
infrastruktur
peningkatan kualitas
.
pengendalian kepastian pasar, antara lain
tani;
.
rangka
c2 Kawasan
Pangan, Air, dan Energi
Brantas
. Kab. Malang
. Kab. Blitar
. Kab. Kediri
. Kab. Nganjuk
o Kab. Jombang
. Kab.
. Kab. Sidoarjo
r Kab.
. Kab.
Rehabilitasi dan
pusat,
I. Menturus, D. I. Mrican, D. I. Padi
Waduk
Rehabilitasi dan
daerah
Iionsn asi sumber daya air
@lcluten, qrw"te *a,,l,a pada Sub-DAS Brantas Hulu, Sub-DAS L.kso,
Sub-DAS Konto, Sub-DAS BranSkal
danau,
DAS Konto, Sub-DAS Brangl€I, waduk Ksrangkates, Waduk Widas,
Waduk
Peningkatan
DAS Brantas
Kecamatan
lain melalui
a
a
a
tl
SK No25ll24A
- r15 -
No
reforEa
optimalisasi dan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan
berkualitas;
pascapanen
Peningkatan
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui:
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan
sistem resi
panen
rangka
Penyelesaian
a
a
C3 Kawasan
Pangan, Air, dan Energi
Tapal Kuda
. Kab. Pasuruan
. Kab.
. Kab.
. Kab. Jember
. Kab. Situbondo
. Kab.
. Kab.
a
pusat, antara lain pada D. I. Bondoyu.do, D. I.
D. I. Setail, D. I. Porolinggo, D. I.
dan D. I.
Rehabilitasi dan
daerah
Pengembangan
hortikultura
Pembangunan infrastruktur
danau,
DAS
Pengembangan SPAM Regional Probolinggo-Lumajang dan
kapasitas SPAM
lain melalui
reforma agraria,
penggunaan pupu.k/pestisida/pakan organik
Peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui:
!
a
!
1
:'l
',]
a
No Lokasi t
a
peningkatan kualitas pascapanen
pascapanen
pembiayaan usaha tani,
keuangan petani dan penguatan
penguatan
dana
tani;
rangka
A5
DI
Kawasan
Madura (Dl) dan
Kepulauan
dan Kawasan
Kab. Bangkalan
Kab.
Ikb.
I(ab. Sumenep
. Penyediaan
sanitasi,
listrik
air, energi, dan
.
. Preservasi Jalan Lintas
. PcnacEbanaanjari,gan/daqah irigaBi baru di wS Madura
.
. Replo@n enl fasilitas
. Peningkatan fasilitas
.
o
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan
o Fenlrcdiaan dan
kerja
o
.
.
dan
.
Kab/Kota di RSUD dr. H. Moh. Anwar
. Penaerabsnsen
. Percepatan
jaringan
TIK dan
. Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif
percepatan
D2
r Kab. Pacitan
Penyediaan
listrik perdesaan, sfta nrEah layak huni),
air, energi,
Peningkatan
REPUBLTK INDONESIA
- tl7 -
No
Kab.
It?rrftbr, I
1 Penyelesaian
Trenggalek
Pengembangan
stroke, dan
Kab/Kota di RSUD dr. Darsono Pacitan
Percepatan transformasi
jaringan
TIK dan digitalisasi
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif
BI Kawasan Komoditas
Kelud-Kawi-Arjuna-
welirang
o
. Kab. Blitar
. Kab. Kediri
. Kab. Jombang
. Kab. Mojokerto
. Kab.
a Peningkatan
Pembangunan dan
a
a
ln Kawasan
Kuda
. Kab.
. Kab.
. Ikb.
. I(ab, Bondowoso
't
1
:'1
Pengembangan dan perlindungan kawasan
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana
Pengendalian OPT dan
B3
Lingkar
r Kab. Ngawi
. Ikb.
:l
prioritas industri
Penyediaan sarana dan
Pengendalian OPT dan
84 Kawasan
Tulungagung
. Kab. Pacitan
. Kab.
. Kab. TuhrDAaCunC
.,]
.,]
Pacitan,
perikanan
Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
Pengembangan kawasan
budidaya dan revitalisasi tambak
Peningkatan
Penguatan logistik dan sistem rantai
.,]
:l
:'l
a
SK No25ll27A
E}5
Unggulan Ekonomi Biru
. Kab.
. Kab. Tuban
Higr igftt Indikasi
.
.
perikanan tangkap
.
perikanan budidaya
.
budidaya dan
.
.
.
.
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi
Sumenep
. Kab.
. Pengembangan pel,abuhan perikanan
Pasongsongan
. Pengelolaan dan
perikanan
.
perikanan budidaya
.
.
. Penguatan
I
B7 Kawasan
.
.
. Pembangunan infrastruktur
Banyuwangi
. Pengelolaan dan
perikanan tangkap
.
.
.
.
. Penguatan
EI
E2
H}
FA
Kawasan
Bromo-Tengger-Semeru
(EU
. I(ab.
r Kab.
r l(ab. Malang
. Kab.
Kawasan
Meru Betiri (E2)
. Kab.
. Kab.
.
.
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi,
dan
.
. Penguatan pengelolaan hutan
kawasan
.
. Penguatan
.
.
bencana
. Peningkatan resiliensi
Kawasan
Alas
. Kab.
Kawasan Konservasi
Baluran (Br)
. Keb.
Kawasan Rawan
di Jawa Timur
a
Kota Blitar
.
. Kab.
. Kab. Sampang
. Kab.
. I(ab. Bondowoso
Bantuan Pangan, dan
Provinsi Jawa Timur a
balita
12 tahun
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi
berkualitas
o Penyaluran bantuan
o
o
o Penguatan pengelolaan dan
tenaga
Peningkatan
o
o Pencegahan dan Penurunan srun irq
o Peningkatan pelayanan
produktif, dan lansia
o
Pengendalian
melalui:
o
o
kesehatan jiwa
o
Penguatan
perlindungan dari
o
o
Reformasi
lain
o
o Peningkatan
a
No
.
o
o
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan
o
o
. Percepatan transformasi digital, antara lain
o Perluasan
o Peningkatan
o
. Pengembangan dan
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi
o
.
melalui:
o Pencegahan dan
Pencucian Uang (IPPU)
o
o
narkoba
.
o Pelindungan dar
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
o
Masyarakat
2.6 Provinsi Banten
3 Ha
sa NX A2 L
Ka N 9 x LEGENDA
"si , "STT N c1 Ae to -@ Kawasan
L FAN A1 f “IN Pertumbuhan
& at / Kawasan
Serang - : Komoditas Unggulan
1 ga
$ | A4 | Kawasan Swasembada
! 1 Ns. Pangan, Air, dan Energi
“ 1 tan F3 Kawasan Afirmasi
# Ng 3
2 P4 | N
A H PT 3 N | Kawasan Konservasi dan
1 2 Le N , Rawan Bencana
' / . ON (@) Ibu Kota Provinsi
1
P, c1 ci 1 @ Bandar Udara
P 9 Pelabuhan
ae If
, , Kawasan Prioritas Rawan
2 2 E2 @ Bencana Tsunami/Megathrust
| , mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
2 | Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
? LA "““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
: maa. Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Cilegon-Serang .
2 Kawasan Pengembangan Industri Cilegon-Serang- 1 Banten Selatan (pesisr selatan Kab. Lebak dan Kab.
Tangerang Pandeglang) (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan
Labuan-Tanjung Lesung
4 Kawasan Perkotaan Tangerang Raya (bagian dari
Kawasan Aglomerasi Jakarta)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi 1 TN Ujung Kulon
2 TN Halimun-Salak
Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Banten (Kab. Serang, Kab. Tangerang, Kab. Lebak,
Kab. Pandeglang)
SK No25ll32A
Sasaran Pembangunan Provinsi Banten
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A4
Kawasan Perkotaan
Cilegon-Serang (A1),
Kawasan Pengembangan
Industri Cilegon-Serang-
Tangerang (A2), dan
Jakarta-Tangerang
International Business
Corridor
• Kota Cilegon
• Kota Serang
• Kab. Serang
• Kab. Tangerang
• Kota Tangerang
• Kota Tangerang
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cilegon–Serang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Cilegon–Serang–Tangerang (sektor
industri prioritas: industri kimia, industri makanan dan minuman, dan
industri logam, besi, dan baja)
• Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (kelapa sawit), dan
pengembangan Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon
(industri kimia dan logam dasar)
• Hilirisasi lanjutan sawit bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pengembangan Pelabuhan Ciwandan-Cigading
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Interkoneksi Sumatera–
Jawa
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cilegon-Serang (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Banten (PHTC)
• Peningkatan jalur KA Rangkasbitung–Merak
• Pembangunan TPST Regional Serang–Cilegon
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
• Pelebaran Jalan Merak-Batas Kota Cilegon
• Pengembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional
Banten (KEK BSD)
• Pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja
• Pembangunan Jalan Tol Kamal–Teluk Naga–Rajeg–Balaraja
3,8
3,9
106,4
74,6
0,326 – 0,330
0,344 – 0,365
2,42 – 3,42
4,50 – 5,50
56,65
43,56
0,59
0,56
6,39 – 6,82
6,87 – 7,24
67,93
6,8 66,92
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
a
!
Penguatan
kerja,
Kerja
A3 Kawasan
Unggulan Labuan-
Tanjung
. Peningkatan 6A Pariwisata di KEK Tanjung
Labuan
.
dan Panimbang:Sumur-Ujungkulon (via pesisir)
.
.
c1
Banten
. Kab. Serang
. Kab. Tangerang
. Kab.
r Kab.
.
pu8at, antara lain pada D. I. Cisadane, D. I. Ciqiun& D. I. Cidurian
. Rehabilitasi dan
daerah
.
.
.
.
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan,
hortikultura
.
@achrr@^l
CiduriarFcimanceuri, DAS Cibungur-CiliBan, DAS Cibaliung, DAS
.
danau,
.
.
.
.
.
.
.
. Pengelolaan dan Fng.obangan lahan p€rtanisr
lain mchfui
reforma ag:ar:ia, redistribusi, dan
pengunaan
. FcninsEatan
akses alsintan
infrastruktur
pascapanen
No
! Peningkatan
pengendalian kepastian pasar,
keuangan petani dan
dana bergulir dan
tani;
panen
rangka
D1 Kawasan AfrEaei Banten
Selatan
. Kab.
. Kab.
. Penyediaan
sanitasi, infrastruktur
listrik
air, energi, dan pangan
. Peningkatan
.
. Pembangunan rumah
dan milenial di
.
pertanian
. Peningkatan 6A
Baduy (Baduy
Cikulur-Ciboleger
stroke, dan Bistcrn rujukan
Kab/Kota,
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
EI
E2
Kawasan
Ujung Kulon (El)
. Kab.
Kawasan Konservasi TN
r Kab- t
a Perlindungan,
dan pembagian
Pengembangan produk bioekonomi hutan
Penguatan pengelolaan hutan lestari
Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
:'l
:l
SK
Kawasan Rawan
Penerapan JVat re-Bosd
arrcallraIr
. Kab. Pandeglang
. Kab.
. Kab.
. Kab.
Indikasi Daerah
Bantuan Pangan, dan
Provinsi Banten :') Pemberian makan bergizi di
balita
Percepatan Wajib
12 tahun pendidikan
melalui:
o Perluasan
o Revitalisasi sarana dan prasarana
berkualitas
o Penyaluran
o
o
o Penguatan pengelolaan dan
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan
o
o
Penguatan
o Penguatan kapasitas dafl kemandirian, s€rta
o Pemenuhan dar perlindungan hak
lain
o
o
Percepatan transisi energi
antara lain melalui:
o
o Penerapan jaringan cerdas
o Adopsi
pasokan listrik
o
keterhubungan dan analitik data
o Perluasan
Percepatan transformasi digital, antara lain
o Perluasan infrastruktur
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o
t'l
a
No L.kasi kbrita8
:l Pengembangan dan
o Penguatan tata kelola dan
o
o
o Pengembangan
o Pencegahan dan
Pencucian Uang (TPPU)
o
o Pencegahan,
narkoba (PIGN)
Pelestarian dan
o Pelindungan dan pelestarian
o
o Jaminan hak
3.1 Provinsi Bali
i (DN ng A2d mana Ma
A E1 / Tang awasan
Pong Lv. Nana Na “B2 Pertumbuhan
1 “Ng Kawasan
3 B3 C1 ) A2b Komoditas Unggulan
AN - Ade yg Kawasan Swasembada
2 As (XX 4 A2c Pangan, Air, dan Energi
N 31 ng ! - Kawasan Afirmasi
NG ci :
“Ty / Kawasan Konservasi dan
Ornoanananng, F, , Rawan Bencana
Dang A2a ci (Kah
Tn pa R3 (@! Ibu Kota Provinsi
A £ # @ Bandar Udara
Azt M In hai PN 9 Pelabuhan
D1 PAN Kawasan Prioritas Rawan
Bencana Tsunami/Megathrust
A2f mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
“““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
Batas Administrasi
Ak Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
| dan Energi
1 WM Denpasar Swasembada Pangan, Air, dan Energi
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bali 1 Bali-Nusapenida (Kab. Badung, Kab.
a. Ubud-Tegallalang-Payangan (Ulapan) Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Tabanan,
b. Kintamani-Danau Batur Kab. Gianyar, Kab. Tabanan, Kab.
C. Besakih-Gunung Agung Karangasem, Kab. Klungkung)
d. Singaraja-Lovina (termasuk urban renewal kawasan
perkotaan Singaraja menuju kota pariwisata pusaka)
e. Bedugul
f. Kuta-Canggu-Sanur-Nusadua
g. TNBB-Menjangan-Pemuteran .
h. Amuk-Candidasa D. Kawasan Afirmasi
i. Nusapenida .
3 Rintisan Kawasan Pengembangan Industri Candikusuma- 1 Nusapenida (Daerah Terdepan dan
Pengambengan Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Ekonomi Biru .
1 Jembrana E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Kopi 1 TN Bali Barat
2 Bangli-Buleleng 2 TWA Gunung Batur-Bukit Payang
3 TWA Danau Buyan-Danau Tambingan
Anggur
3 Buleleng
- t2a -
SK No25l138A
Sasaran Pembangunan Provinsi Bali
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 WM Denpasar
• Kota Denpasar
• Kab. Badung
• Kab. Tabanan
• Kab. Gianyar
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Denpasar, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Denpasar
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan WM
Denpasar, antara lain pengembangan BRT dean sistem transit
• Pembangunan TPST Regional Sarbagita
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Denpasar
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25–50
tahunan di WM Denpasar
• Bali Beach Conservation Project II
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Denpasar (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Sarbagita
• Pengembangan World Class Research University berbasis potensi wilayah
pada Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, dan
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
• Pengembangan Pelabuhan Benoa (BMTH Development Area 2)
• Pengembangan KEK Sanur
• Pengembangan KEK Kura-Kura Bali
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Mengwi–
Singapadu–Sanur–Benoa
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Mengwi–Canggu
A2 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Bali (Destinasi
Pariwisata Regeneratif
Bali)
• Kota Denpasar
• Kab. Jembrana
• Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata Bali, antara lain:
o Ubud–Tegallalang–Payangan (Ulapan)
o Kintamani–Danau Batur
o Besakih–Gunung Agung
o Singaraja–Lovina (termasuk urban renewal kawasan perkotaan
Singaraja menuju kota pariwisata pusaka)
o Bedugul–Kuta–Canggu–Sanur–Nusadua
1,4
1,4
110,9
72,7
0,331 – 0,335
0,355 - 0,359
1,79 – 2,79
3,57 – 3,93
26,88
5,36
0,64
0,61
1,63 – 2,17
1,87 – 2,35
76,89
76,19 7,5
(Rata-rata
2025–2029)
8,5
(2029)
No L.kasi
. I(ab. Tabanan
. Kab. Badung
. Kab. Bu.leleng
. Kab.
. Kab.
. Kab. Klungkung
. Kab.
o TNBFMetdangarFPetlutgan
o Amuk-Candidasa
o Nusapenida
.
.
.
.
.
.
.
.
A3 Rintisan Kawasan
. Kab.
.
berbasis
. Pengembangan SPAM pada kawasan Negara-PenEambengan-
Candikusuma
.
. Penyiapan
(PHTC)
.
industri pada SMKN 2
cl Kawasan
Pangan, Air, dan
Bali-Nusapenida
. Kab.
. Kab.
. Kab. Jembrana
. Kab. Tabanan
. Kab. Gianyar
. Kab. Tabanan
. Kab.
. Kab.
.
Tukad Unda, D. I.
D. I . Tukad Petanu, D. I . Tukad Yeh Hoo
. Rehabilitasi dan
daerah
. Pelestarian kearifan budaya Subak dalam mendukung
. Peningkatan daya guna lahan pertanian
.
.
.
berkelanjutan untuk
r
cstclane arsa,
Penct-Yeh EEpas, DAS Oos-PetanrFPal<erisan, DAS Loban, DAS Undq,
DAS Daya, DAS Saba
. Peningkatan
pada DAS
Fetanu-Palcrisan, DAS Irloan, DAS Unda, DAS Daya, DAS Saba, Danau
Buyan, Danau Beratan, Danau TaEblingan, Danau Batur
.
.
.
.
Java-Bali hter@
^dioi
:l
br1,odstorft @n et udqtgdi Kab.
prasarana produksi, antara lain
akses alsintan
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan
peningkatan kualitas pascapanen
Peningkatan
pembiayaan
pengendalian
keuangan petani dan penguatan
penguatan
dana
panen
rangka
produktivitas
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan
. Kab. Jembrana
.
. Pembangunan
Jembrana
.
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
.
. Peningkatan kapasitas usaha dan
. Penguatan logistik dan
B2
B3
Unggulan Kopi
Buleleng (B2)
. Kab. Bangli
. Kab.
Kawasan
Unggulan
. Kab.
Peningkatan
prioritas industri (kopi,
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
anggur)
silvopastura
DI Kawasan
. Kab. Klungkung
. PenyEdiaan
sanitasi,
air, energi, dan pangan
.
.
.
.
No Lokasi
a
Penguatan Pulau
sekitar ALKI-2
Percepatan
TIK dan digitalisasi
berkelanjutan
percepatan
Kawasan Perdesaan Pariwisata
El Kawasan
E2 Bali Barat (EU
E3 ' Kab.
o (ab. Buleleng
Gunung Batur-Bukit
o Ikb.
Kawasan
Danau Buyan-Danau
. Kab. Tabanan
. Ikb.
. Perlindungan,
. Pemanfaatan
.
daa
.
.
. Peningkatan
.
aJi'czE,stt
r Kab.
. Kab.
. Kab. Buleleng
Indikasi Daerah
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan
serta
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun
12 tahun pendidikan dasar dan
melalui:
o Perluasan
o Revitalisasi sarana dan pnBararur
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan
o
o Penguatan
tenaga kependidikan
o Penurunan
o Pencegahan dan
o Peningkatan pel,ayanan
produktif, dan lansia
o
Pengendalian penyakit dan
:]
o
o
o
Penguatan
o
o Pemenuhan dan perlindungan hak
Iain
o Perubahan
o Peningkatan pengumpulan dan
Percepatan transisi energi
o Pengembangan
o Penerapan
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga
pasokan listrik
o
o Perluasan penggunaan
o Perluasan infrastruktur digital
o
o
o Penguatan tata kelola dan
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o
o
o Pencegahan dan
o
o
narkoba (P+GN)
o
o Penguatan
Pelestarian dan
o Pelindungan dan
o
pemajuan
o Jaminan hak
SK No25ll42A
B23j 5 AN
A2 TA 3
3 Aa S3 Ox Ng 3 £ , th
E3 an 26 “h si Ra B26 pg $ :
KE, Px. B20 $ ..
NP Mp? Bi E2 CD GD ea LL 2 T 3 B9 103533
A4 AS “7 t - mag B10 X
- By e : B12 814 2:3 , P3 Ta
AP “N x B15 “ 1 &
B185 A3 13 ) AA B19 825 Ma
Nenen an. ,iJ-t B24Pp
: AN AS si £ LEGENDA
i £ A7 822 - Kawasan
4 Pertumbuhan
Panaaan agenngiaad
A. Kawasan Pertumbuhan Kusasan Asasi
DPP Lombok Gili Tramena Kawan Bencana
4 Kota Mataram Kawasan Perkotaan Sedang (@ ibu Kota Provinsi
2. Kab. Lombok Utara Kota Mera , @ sandar Udar
3. Kab. Lombok Barat 2 Naa Venna D paman
4. Kab. Lombok Tengah 2 ul neng Seal tebu — ia
5. Kab. Lombok Timur 7. Kab. Sumbawa Barat c.x Rencana aan (TO & Non TE)
Batas Administrasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Perkebunan Kawasan Perikanan dan Sentra Rumput Laut
1. Kabupaten Lombok Timur 14. Kabupaten Sumbawa
2. Kabupaten Dompu 15. Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Lombok Utara 16. Kabupaten Bima
4. Kabupaten Sumbawa 17. Kabupaten Lombok Tengah
Kawasan Peternakan 18. Kabupaten Lombok Barat
5. Kabupaten Lombok Tengah Sentra Akuakultur — Komoditas Udang
6. Kabupaten Lombok Timur 19. Kabupaten Sumbawa
7. Kabupaten Sumbawa 20. Kabupaten Bima
8. Kabupaten Dompu 21. Kabupaten Lombok Timur
9. Kabupaten Bima 22. Kabupaten Sumbawa Barat
Kawasan Sentra Garam 23. Kabupaten Lombok Utara
10. Kabupaten Bima Kawasan Pengembangan Sentra Berbasis Perikanan Tangkap
11. Kabupaten Lombok Timur 24. Kabupaten Lombok Timur
12. Kabupaten Sumbawa 25. Kabupaten Sumbawa
13. Kabupaten Lombok Barat 26. Kabupaten Dompu
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Pangan Lokal Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
1. Kabupaten Sumbawa 1. Kawasan Perdesaan Berbasis Pariwisata Sembalun,
2. Kabupaten Lombok Timur Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Dompu Kawasan Transmigrasi (KT)
4. Kabupaten Bima 2. KT Selaparang, Kabupaten Lombok Timur
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. Kawasan Konservasi Nasional Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara
2. Kawasan Konservasi Daerah Gili Balu, Kabupaten Sumbawa Barat
Kawasan Rawan Bencana Gempa Darat
3. Kota Mataram
SK No25ll44A
Sasaran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan DPP Lombok
Gili–Tramena
• Kota Mataram
• Kab. Lombok Utara
• Kab. Lombok Barat
• Kab. Lombok Tengah
• Kab. Lombok Timur
Percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas destinasi pariwisata
khususnya wisata petualangan pada kawasan prioritas (DPP Lombok - Gili
Tramena), melalui:
• peningkatan jalan nasional, dengan output: pembangunan jalan akses
simpul transportasi
• pengembangan atraksi (alam, budaya, buatan) termasuk berbasis geologi
Lombok–Gili Tramena, dengan output: event MICE dalam negeri,
pendukungan event daerah, pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional, jejaring Destinasi Pariwisata di wilayah Destinasi II yang
dikembangkan, dokumen perencanaan daerah pariwisata di wilayah
destinasi II yang terpadu, desa wisata yang dikembangkan, koordinasi
strategis perencanaan dan pengembangan Geopark Rinjani
• Pengembangan kawasan geopark yang diwujudkan melalui penguatan
tata kelola kelembagaan, optimalisasi pendanaan dan implementasi
rencana induk pengembangan geopark
• pembangunan sarana prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata Lombok–Gili Tramena, dengan output: sistem pengelolaan air
limbah domestik setempat skala kota
• pengembangan keterampilan SDM dan layanan pariwisata Lombok-GIli
Tramena, dengan output: fasilitasi dan pembinaan dalam rangka
peningkatan kapasitas SDM pariwisata, SDM pariwisata yang
memperoleh pelatihan untuk pembekalan kerja, sertifikasi SDM bidang
pariwisata
• pemasaran pariwisata Lombok–Gili Tramena, dengan output: publikasi,
promosi terpadu, konten promosi wisata minat khusus, jejaring promosi
wisata minat khusus, promosi terpadi (pameran, perjalanan wisata
pengenan, dan kerja sama dengan maskapai dan wholesaler)
• Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata
Lombok-Gili Tramena, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pasar
modal, penerapan pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata,
koordinasi implementasi Blue, Green, Circular Economy pada usaha
pariwisata, penerapan pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata
• Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus dengan, dengan output:
pengendalian pembangunan dan pengelolaan KEK, peningkatan
investasi kerja sama komunikasi dan sistem informasi di KEK, pelayanan
investasi administrator KEK tipe A
• Pengurangan emisi GRK sektor pengelolaan sampah oleh pemerintah
pusat, dengan output: bank sampah induk yang terbangun, fasilitas
pengelolaan sampah spesifik, sistem pengelolaan persampahan skala
kota, instalasi pengolahan air limbah, sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat skala kota
0,9
0,8
53,9
35,2
0,324 - 0,328
0,369 - 0,373
8,12 - 9,12
11,68 - 12,18
51,70
25,99
0,60
0,56
1,81 - 2,59
2,19 - 2,79
77,03
8,4 76,19
(Rata-rata
2025–2029)
9,3
(2029)
- r35 -
No
wilayah pesisir dan
hayati dan laut dan
fasilitas penanganan sampah di wilayah
difasilitasi
A6 Kawasan
. A6: Kota
Pembangunan
.
mengintegrasikan potensi dan
kota scdan& penguatan
suqrn hunian
kuEuh, bantuan PSU bidang
pengembangan
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang
tcrut@a
A7
Sumbawa Barat
A7: Kab.
Barat
. Perencanaan dan
.
. Pembangunan dan pengembangan
prasarana
.
pasok
. Penyediaan
. Peningkatan
BI
B2
B3
B4
Kawasan
dan
. Bl: Kab.
. 82: Kab.
. 83: Kab.
Utara
. 84; Kab.
. Peningkatan
kopi, sarana dan prasarana pascapanen, sarana dan
.
industri pengolahan hasil
industri pengolahan
bahan baku industri
investasi, dan
.
kawasan
dan pascapanen,
lEpleEentad
organik
Peningkatan kapasitas usaha dan akses
output: fasilitasi hilirisasi
dan pupuk
B5
B6
B?
88
89
. 85: Kab. Lombok
Tengah
. 86: Kab,
. 87: Kab.
. 88: Kab. DoEt u
. 89: Kab.
.
hewani, dengan output
prasarana perbibitan ternak,
pakan
haeil Ftemakan, prasarana
.
dan
bibit dan
ruminansia potong dan perah, alat dan mesin orb
pembinaan dan
dan layanan optimalisasi
B10
811
B12
B13
Rakyat
.
. Bl l: Kab. Lombok
.
. B13: Kab,
Barat
Pengembangan Kawasan
.
p€taEbek
industri, fasilitasi
edar,
industri, bantuan sarana
(korporasi) , dan
dalam
. Penguatan sarana dan prasarana industri
ke
.
petambak
B14
815
816
B18
Kawasan
.
. Bl5: Kab.
Timur
. 816: Ikb.
.
. 818: Kab.
Berat
Pengembangan
.
.
manusia, dcnSan adpur: fasilitasi investasi hilirisasi industri,
penguatan kapasitas
dan biostimulan berbaris
rekomendasi tata kelol,a bidarE budi daya nrEptrt laut, dan
kewirausahaan
pengembangan jadnsan
produksi
.
kultur jaringan yana
Budi Daya Rumput L€0fi- 'Mn
.
. Fasilitasi
unfrk
biostimulsn, nutra$utikal, pakan
819
B20
82I
822
823
. B19: Kabupaten
.
Bima
.
. 822:
. 823:
Lombok Utara
Pengembangan s€rttra
.
budidaya dan
sarana
sarana distribusi
. Pengembangan akualorlhrr komoditas udang, de,rgl,r
tambak udang
ekspor
B24
B25
B.26
. B24: IGb.
Timur
. B25: Kab. Sumbawa
. 826: I(ab.
Penyiapan kawasan
sentra berbasis perikanan tangkap, melalui:
.
tangkap
potensi sosial budaya dar
pada
program K/L terkait (a.l:
.
Unit
cl
c2
c3
c4
. Cl: Kab. Sumbawa
. C2: Kab.
Timur
. C3: Kab.
. C4: Kab.
Penguatan
Sumbawa
. Penguatan pascapanen pangan lokal, dengan output: sarana
hasil
produk
.
padi dan jagung, area penyaluran benih padi dan jagung
.
pertanian, pengembangan/rehabilitasi
usaha kelompok tani hutan (KTHI
.
budidaya dan
sarana
.
ternak,
layanan kesehatan
.
:')
pengolahan dsn pemasaran hasil
Pembangunan
dengan qltput
mendapatkan fasilitasi dan pembinaan,
Pengembangan koperasi sektor produki, dengan
peran dan kapasitas lcl€@bagaan t<opcraai, dan pengembangan usalE
:')
DI
Sembalun
. Dl:
Pengembangan Kawasan Perdesaan
. Peningkatan produktivitas
unggulan,
penguatan tata
.
prasarana
dan perdesaan
. Penyediaan layanan dasar skala
pendidikan, air
. Peningkatan aksesibilitas desa
.
.
.
dan digitalisasi desa
D2
. D2:
Pengembangan
melalui:
.
de,rg8Jr qqruti
.
.
pengurusan
. Penataan persebaran
dengan ou,pur:
. Perluasan
.
. Perluasan Layanan
EI
E2
. El: Kawasan
Gili Matra,
Utara
. E2:
Gili Balu,
Sumbawa
Pulau
. Pengelolaan KKPWP3(, dengan qrrput: peningkatan sarana penAcblaan
kawasan dan monitoring
kawasan, dan
E3 Kawasan Rawan
. E3: Kota
Mataram,
.
terhadap
WrdAtorr inlensitgneler dag,l qwleagmph
Resilliene
dan
melalui
. Retrofit atau
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
.
logistik, pembangunan jembatan koridor logistik
perlengkapan jalan, raohr sungai dan danau
.
sambungan
.
lBose
. Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
Fosi6tato4 Enabler Digital PMSE yang dibina,
pemantauan/monitoring,
bidang PMSE dan masyarakat yang
. Perluasan layanan penyiaran digital, dcn8an
terbangun,
h€ru dfi, d.owdhe siaran (tidak
Berat
Pesisir,
. Peningkatan ketahanan
t
Dompu, Kab.
. Pemanfaatan
bantuan
.
(K6cauaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut),
dan
.
dan kcoiEaan
penyelengaraan
Barat
berisiko tingi
.
trcEbanrunan
No
Iwrouenvnt in g.qtd.
(NIfRcE, operasi modifikasi cuaca untuk aksi dini
banjir/ longsor
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
pendidikan
bidang pariwisata,
.
STEAM,
gedung
.
yang
sama nasional dan internasional, sertifikasi profesi dan SDM,
pelqtihan/ sertifikasi/ k@pctcnsi vokasi bidang
Upski iw dan
dengan dunia usaha dan dunia industri, inovasi model
dengan kebutuhan dunia usaha dsn dunia industri,
kerja sa[a
.
jcjan8
Barat
Peningkatan
.
balita yang
Pelatihan
balita bermasalah #
mendapat bantuan
. Peningkatan
masyarakat yang
.
yanA
. Peningkatan gizi,
Anak
Provinsi Nusa Tenggara
Penguatan kapasitas
kesehatan melalui:
.
pelayanan
penduduk
(Jrc{}
. Pengembangan
menekan att r(a kematian
No Lokasi
layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung,
:')
Kesehatan ltu dan Ana*),
penguatan pelayanan KIA,
dan
penyusunan kebijakan
pendidikan
Barat
da't logistik
. Pembangunan dan penguatan
konektivitas
pelabuhan laut Kilo (MYC 2025-2026), Pelabuhan Calabai dan Sape
pelabuhan
.
layanan angkutan
prioritas nasional,
prioritas nasional
Provinsi Nusa
Penyediaan air minum, perumahan
mewujudkan kota tanpa pemukiman lorauh, melalui:
.
.
pembiayaan
fasilitasi
. PcDaembansan dsn pengelolaan SPAM, dengan output
SPAM
SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM
Kabupaten/ Kota
.
bcrbash masyarakat, tenaga terlatih pengawasan kualitas air
daerah yang
perumahan dan kawasan
. Percepatan pemenuhan
limbah
dan
s€t rrpat skala kota
.
tr]grobd tqActing plastik daur ulang,
bank sampah induk dan masyarakat
Provinsi Nusa
Barat
Peningkatan
listrik dalt transisi energi listrik,
SK No25t15l A
percepatan pelaksanaan
tingkat
FembanSunan jaringan
output:
induk, pengawasan dan
penyediaan tenaga
(PLTMH),
Tenaga Mini Hidro
(PLTMG)
Perluasan
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
Perluasan layanan
a
a
Provinsi Nusa
Pengentasan
Ekonomi
masyarakat,
.
bantuan
dan pelaku usaha yang
. Penguatan
terpadu
aparatur yang
. Penguatan
dengan
kerja mandiri (IKIU)
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan
bantuan iuran
bersyarat,
kuliah, KPM yang
korban
. A Na. 219 aa “D
ii . / Tg D2 Z a Der)
" tata YA Bni "3 PF TIJS LO 4
5 Hita 4 E4,5 &
IN GT 3 pu, hd) —
AN 1 “C2
ag (— / N
(GG ? N D1 Aa Padi D4,15
Ku D7“ ci # £ ai
SA 824,15 7 ca $ LX
Dae Kota Kupang | D10 ar
NX D8 ) 0 (— mu) S
L 10,13 -
X5 - Pose LEGENDA
13 Kawasan
Yaa ertumbuhan
N USA TE N GGA RA ab an Pd res paka Ka oditas Unggulan
. GT oy 4 awasan Swasembada
TI M U R kad Pa pa dan Bai
Kawasan Afirmasi
A. Kawasan Pertumbuhan Kawasan Konservasi dan
Kawasan Pariwisata (@ ibu Kota Provinsi
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Labuan Bajo - Kab. Manggarai Barat, @
dengan rencana perluasan menjadi DPP Labuan Bajo - Flores Bandar Udara
— Kab. Manggarai 9 Pelabuhan
— Kab. Ngada mem Jalan Nasional
— Kab. Ende «« Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
2. Kawasan Perkotaan Pariwisata Labuan Bajo - Kab. Manggarai Barat
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Sentra Industri Berbasis Komoditas Rumput Laut Sentra Industri Berbasis Komoditas Garam
1. Kab. Kupang dan Kota Kupang 9. Kab. Sabu Raijua
2. Kab. Sumba Timur 10.Kab. Kupang
11.Kab. Nagekeo
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
3. Kab. Kupang Sentra Produksi Berbasis Komoditas Garam
4. Kab. Sumba Timur 12.Kab. Sabu Raijua
5. Kab. Rote Ndao 13. Kab. Kupang
6. Kab. Sabu Raijua 14. Kab. Nagekeo
7. Kab. Alor 15.Kab. Sumba Timur
8. Kab. Flores Timur 16.Kab. Ende
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
1. Kab. Sumba Tengah: KSPP 6. Kab. Sikka: potensial pangan
2. Kab. Belu: KSPP, potensial air 7. Kab. Lembata: potensial pangan
3. Kab. Manggarai Barat: potensial pangan 8. Kab. Kupang: potensial air, potensial energi
4. Kab. Manggarai: potensial pangan, potensial energ 9. Kab. Nagekeo: potensial air
5. Kab. Manggarai Timur: potensial pangan 10. Kab. Timor Tengah Selatan: potensial pangan
BL'K INDONESIA
SK No25ll55A
Sasaran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Destinasi
Pariwisata Prioritas
(DPP) Labuan Bajo
(Kab. Manggarai
Barat) dengan
rencana perluasan
menjadi DPP Labuan
Bajo–Flores (Kab.
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP Labuan Bajo) dan
perluasannya di Pulau Flores melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
akses simpul transportasi, jalan strategis termasuk Jalan Lintas Utara
(Labuan Bajo–Terang–Kedindi) dan jalan daerah, serta pelabuhan kapal
pesiar (cruise)
• Pengembangan atraksi, dengan output: dukungan pelaksanaan event
daerah, nasional, dan internasional
0,6
0,6
35,1
25,7
0,314 – 0,319
0,319 – 0,324
10,21 – 11,21
15,32 – 15,82
77,71
61,82
0,51
0,48
2,10 – 2,79
2,49 – 2,99
80,69
80,02 5,7
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
No
Manggarai*, Kab.
Ngada', Kab.
Pembangunan
3R,
dan.gan
pariwisata,
Penguatan dan perluasan
investasi dan
IKM/UMKM,
Peningkatan pelestarian adat dan
adaptasi
preservasi dan
bencana,
pelayaran,
')
ara A(TA) pcrhnsut
5
A2
. A2:
Perkotaan Pariwisata
Labuan Bajo (Kab.
Pengembangan
.
.
output:
dan TIK, PSU
perluasan jaringan
layanan penyiaran digital,
rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan
BI
92
B3
B4
B5
86
B7
B8
Kawasan
Unggulan
Sentra Industri
. 81: Kab.
Kota
.
Penyiapan
der8an dukungan kGrtrihrsi
. Penguatan
.
industri
a8ar,
pera.latan/mesin
koperasi, dan BUMDes,
.
pengembangan unit produksi bibit berkualitas dan
.
penerapan kurilorluE
.
terhadap
dan desa perikanan cerdas (sman JEshenes
. Peningkatan sarana
pembangunan jalan
.
. EX': Kab.
. 84; Ikb. Sumba
TiDur
. 85: Kab. Rote Ndao
. B6i Kab. Sabu
. B7: Kab. Alor
. 88: Kab.
penelitian) terkait
produk
B9
Bll
Bt2
814
B16
Kawasan
Unggulan
(Komoditas car@)
. 89: Kab. Sabu Raijua
. BIO: tr(ab. Kupang
. Bl l: Kab. Nagekeo
Sentra Produksi
. B12: Kab. Sabu
Raijua
. B13: I(ab. Kupang
.
. B15: Kab.
Timur
. 816: Ihb.
. Peningkatan
.
pengolahan, sertifikasi mutu produk,
ra.lg.at, penya.luran distribusi
spesifikasi
.
terhadap
. Peningkatan
teknologi,
garam,
Timur
ekonomi dan sosia.l
.
3TP,
transportasi
.
output
jaringan pelayaran dan sarana kapal RoRo
.
olpaf Bandara El
.
.
dengan
transmisi dan
.
3 Kota Kupang
Kab.
(perikanan)
Kab.
Barat (pariwisata dan
Penguatan pendidikan tingi STEAM, $rta pendidikan dan pelatihan
(SMK, Politeknik, dan BLI() yang
wilafh (perikanan,
. Penguatan dan
pelatihan
fasilitas pendidikan dan Balai
. Pengembangan
SMK yang Ec(lBaqr pada kebutuhan industri
.
SK No25ll57A
:l
pendidikan tinggi dan vokasi yartg
kualitas
dengan dunia
cr
c2
. Cl: KSPP Sumba
Tengah)
. C2: KSPP Belu (Kab.
Sumba
. Penyiapan
menjadi produktif,
jalan
. Peningkatan produksi, dengan
.
mesin pertanian
.
sararur pascapanen dan
koperasi, dan
.
c3
c4
c5
. ql: Kab.
Barat* (padi,
. C4: Kab.
(padi, sapil
. C5: Kab.
Timur* (padi, pangan
akuatik)
. C6: Kab. Sild<a*
. C7: Kab. l,€rtbata'
(babi)
. CIO: Kab. Timor
Tengah
liagung dan sapil
Kawasan
r Kab.
jagung, pangan
. Kab. Sabu Raijua*
(padi,
sorgum,
Penguatan
pangan (padi, jagung,
tangkap laut, dan pangan hewani (sapi dan babi)
.
laha.n rusak menjadi
tartaEan pangan dan bibit ternak
ternak, layanan
olahan hasil komoditas
.
pendukung, dengan output
embung pertanian, penyediaan dan
sentra
penyediaan sarana pd.a, pasca
ikan
. Penguatan kapasitas SDM
tani yang
perikarun dan
mendorong
.
yang
dan
No L.kasi
. ') Indikasi lokasi
yang
tingi
. *) Indikasi lokasi
rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan
dan
bantuan pangan dalao rangka
peningkatan sarana dan prasarana
usaha tani,
penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
C4
C8
. C4: Kab.
. C8: Kab.
Kawasan Rentan Energi:
. Kab.
Timur**
. Kab.
Daya*
. Kab.
. 'l Indikasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EEf[
r '*)Indikasi
yang
atau
tinggi dengan
penerangan
bukan listrik
energi
.
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan
daerah dan
(PLTS),
tenaga
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,
dan
Penguatan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan
Ea.Epu atau berada di daerah 3T
c2
c9
Kawasan Potensial
. C2: Kab. Belu*
. C8: Kab. Kupangl
. C9:
Kawasan Rawan Air:
. Kab.
. Ikb.
Daya*
. Peningkatan kapasitas
pembangunan Bendungan Mbay, Bendungan Manikin,
V/elikis
baku
suEbcr air di
No Lokasi Prioritas Higrdri?h, Indikasi IntervEnsi
. ,) Indikasi
air tinggi
. *i)
yang
kekeringan tinggi dan
Ecmpql(an lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
Dl
D2 Daerah Tertinggal:
D3 . Dl: Ihb. Sumba
Tengah
padi,
. D2: Kab.
Barat Daya
(pariwisata dan
jambu mete)
. D3: Kab. Sabu Raijua
Percepatan
berkembang, melalui:
.
. Penguatan
pengembangan
rusak
unggul, layanan
kemandirian dan daya saing
pembentukan
.
standar,
output: fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi
perluasan jaringan listrik, jaringan
cepat,
transportasi,
dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang
guna,
kapasitasnya dalam
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Kawasan
.
huni,
kawasan
berbasis 3R,
. Pengembangan pusat
optimasi lahan
penataan bangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Oepoli di
Kab.
terbangun, serta
Dlo
Dll
PKSN dan Wilayah
Pendulorng:
. D4: PKSN
Kef@enarru, sci'ta
Kec. Biboki Monleu,
Naibenu, Mutis, dan
Musi (Kab. Timor
Tengah Utara)
. D5:
s€rtq IGc.
Lsraalmen
Tasifeto Barat, dan
SK No25l16lA
No
Nanaet Duabesi 0(ab.
D6: PKSN Kalabahi,
Bcrta IGc. Pantai
Rancangan
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di
Timur, fasilitasi kamlxrng
bidang
kawasan perbatasan negara
Prioritas:
. D7: Kec.
dan
(I(ab. Sumba
. D8: Kec. Ngadu
Ngala, Karera, Pinu
Pahar,
Katala H@u Lingu
(Kab. sumba Timur)
. D9: Kec. Amfoang
Barat,
Anarasi Barat,
Amarasi Selatan,
Kupang)
. D10:
Kot Olin,
(Kab.
S.cl,atan)
. Dl1: Kec.
Pantai Baru, Rote
Rote Barat Daya,
Rote Barat, Ndao
Nuse (I(ab. Rote
Ndao)
. D12: Kec. Kodi
Balaghar (Kab.
Sumba Barat
. D13: I(ec. Sabu
Hawu Mehara, Raijua
(Ikb. Sabu
.
Dr6
Dl7
Kawasan
Kawasan
. Dls: KT.
.
. Dl?: KT
o
denga,r
SPAM, SPAL, pengelolaan
.
dar Pusat SKP (Satuan Kawasan
lalpn rusak
No
penyediaan bibit
pengurusan
Penataan
ou,put
DlA Kawasan Afirmasi
. D18. Kat 'asan
Perdesaan
Agrowisata Kopi
Ngada)
Flores Bajawa melalui:
.
penyEdiaan rumah
drainase, dan
. Peningkatan
dan listrik, serta penyediaan
.
de'l'gm, dt put
serta
koperasi, dan BUMDes drhf,
. Peningkatan kapasitas tata
penguatan tata kelola f,s3a.rsleq
Kab. Sumba Barat
Perbatasan
Kab. Sumba Timur
Iferbatasan
Kab. Rote Ndao
Perbatasan
Kab. Sabu Raijua
(Daerah Tertinggal
dan
Kab. Timor Tengah
Selatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. SuDba TenAah
(Daerah Tertinggal)
Kab. Sumba Barat
Drya (Daerah
Tertinggal dan
Perbatasan kiodtas)
Kab. Belu (PI(SN
Perbatasan
Kab. Malaka
Perbatasan Prioritas)
layanan
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas
jalan
dasar dan
kontekstual
.
dengan
pembinaan afirmasi serta
SMP, dan SMA
.
denga,r qttpuri peningkatan
. Pcmb€dan bsnhran pendidikan
siswa
p€mb€dan
pendidikan tinggi (adik), serta fasilitasi daerah terkait
.
3 Kab. Manggarai
Timur
Provinsi Nusa Tenggara
.
.
cagar budaya, dan benda budaya,
.
prioritas
.
penutur bahasa
a
a
Ikb.
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab.
(Kecamatan
Perbatasan
Kab. Rote Ndao
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sabu Raijua
(Daerah
dan
l(ab. Timor Tengah
Selatan
Kab. Sumba Tengah
(Daerah
Kab. Sumba Barat
Tertinggal dan
Kab. Kupang
Perbatasan Prioritas)
Kab.
Kab. Alor (PKSN
Perbatasan Prioritas)
.
or,put
r
peningkatan
poskesdes; pengadaan peralatan
. Penguatan tata kelola pelayanan kcach*alr, dengan
terkait
layanan
. Penguatan
yang didukung dengan
TBC:
. Kab.
. Kab. Sumba Berat
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan ou,put: penyediaan
tenaga
SK No25l164A
. Kab. Sumba
. Kab. Sabu Raijua
Penanganan
Ma.laria:
. 12 kabupaten di
hoeinsi Nusa
Tenggara Timur
Penanganan pcnyakit
ISPA:
. Kab. Belu
. Kab.
. Kab.
. Kab.
. Ikb.
. Kab. Sil&a
o Kab. Ende
Penanganan penyakit
Kusta: Provinsi Nusa
Tenggara Timur
TBC,
hunian tidak layak
malaria, tenaga
malaria,
tenaga kesehatan
optimalisasi data dan
swadaya, serta peningkatan
kc8chatan
Fli inasi
Provinsi Nusa
Penguatan pencegahan dan
gizi lainnya
.
dan Anak-An k
.
.
dmBan
gizi dan
.
anak,
implementasi program KB
Pemberantasan ,Irtl
. WPP 573 (perbatasan
perairan
Timor
Penguatan
terutama dala.m
kerja
Itrusbandary
.
operasi
.
.
pengelola perikanan t,'dayah
liar,
irnt f.Uqot"
. Peningkatan
E1
E2
E3
E4
E5
E6
Kawasan
. El: TN
(Kab. Manggarai
Barat)
. E2: CA Wae Wuul
(Kab. Manggarai
. E3: KKD Selat Partar
dan
(Kab.
o Br: TI/AL Tujuh
Betas Pulau (Kab.
Ngada)
. E5: CA Riung (Ikb.
Ngada)
. E6: TNP Laut Sawu
dan Sckitsmya (10
Kab. di Prov. NTT)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi
.
^dt
kawasan konsen asi, pengendalian
Pemanfaatan
nl
. Optimalisasi tata
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan
.
. Pengelolaan
penyediaan
hutan
.
konservasi,
masyarakat,
(Pokmaswas)
.
Provinsi Nusa
Timur
Peningkatan
.
bencana dan perubahan ikliE, dengan
desa/kelurahan
tematik wilayah
.
bencana dan adaptasi
penerapan
. Pelestarian hut6n dan
pendampingan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan
lahan rusak dan
4. Wilayah Kalimantan
4.1 Provinsi Kalimantan Barat
Jri;ITL ITTXNT-T-Til #T'!l
SK No25l168A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pariwisata
Sambas–Singkawang:
• A1: Kabupaten
Sambas
• A2: Kabupaten
Singkawang
• A3: Kabupaten
Bengkayang
Pengembangan Kawasan Pariwisata Sambas-Singkawang, melalui:
• Pembangunan prasarana pengaman pantai
• Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik dan
persampahan pada perumahan tapak
A4 Kawasan Perkotaan Kecil:
• A4: Kabupaten
Mempawah
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Kecil, melalui:
• Penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kawasan perkotaan dan kota kecil
• Penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas transportasi yang
disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan yang akan
dibangun
• Penataan kawasan perkotaan dengan fokus pada penyediaan hunian
layak dan terjangkau serta pemenuhan layanan dasar air minum
• Peningkatan kualitas lingkungan melalui pemenuhan layanan
persampahan, penanganan limbah dan penyediaan ruang terbuka hijau
• Penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional untuk
pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan layanan
pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
• Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi Z
A5 Kawasan Industri
Ketapang:
• A5: Kabupaten
Ketapang
Hilirisasi dan penguatan produktivitas pusat-pusat industri berbasis
mineral, sumber daya hayati, dan industri padat karya, melalui:
• Tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku industri nikel,
tembaga dan bauksit.
• Pengembangan industri hilir nikel, tembaga dan bauksit, dengan output:
industri smelter/pemurnian/pengolahan logam dasar beserta
turunannya yang termonitor dan terevaluasi perkembangannya,
kebijakan penguatan industri logam berbasis pengolahan bauksit,
standar dalam rangka mendukung ekspor.
• Peningkatan penerapan standarisasi di industri nikel, tembaga dan
bauksit, dengan output: standar dalam rangka mendukung ekspor dan
1,4
1,3
81,2
55,5
0,271 – 0,275
0,315 – 0,321
3,45 – 4,45
5,65 – 6,15
85,43
67,73
0,54
0,51
3,46 – 4,52
4,73 – 4,86
78,07
6,9 77,51
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
-t57-
fasilitasi industri
a
a
bukan
DII,
padat karya terampil
output: rancangan SKKM s€ldor industri.
Jaminan
berkualitas,
de,rgut
baku
Pengembangan industri
investasi industri
4,0 di
Penguatan
Bandar Udara
Singkawang
Perluasan
A6
A7
A8
A9
Kawasan
Pelabuhan Kijing:
. A6: Kabupaten
. A7: Kabupaten
A8: Kota
A9: Kota
. PenSpEbaqEn bandar:a, dengan adput:
Bandara Singkawang dan
Kapuas Hulu
.
.
Kawasan Prioritas
.
bidang
. Fasilitasi
khusus
. Fasilitasi
pembangunan rumah srrad.qra
BI
82
S:awit
. BI: Kabupaten
. 82: Kabupaten
Sanggau
. Peningkatan
dengan
baku industri
c fugqinabiutC da,i TraM.UIitg,
ketertelusuran
standarisasi untuk hilirisasi sawit.
. P€ngc@bansan
bahan b6t<ar terbanrl€n generasi Hua lHgitage\4d Vegdable
CtU
.
sawit disertai r€brcrd,ng dan
Rebrunding produk
dan
negeri
DI
Prioritas (KPD
. Dl: KPP
Rasau
Raya
Pengembangan
. Penyediaan
pendidikan, air minum dar
.
. Pengembangan dan diversifikasi
.
.
dan
D2
D3
D4
D5
D6
Pusat kuEhrhan
Pusat Kegiatan
Nasional (PKSN) dar
. D2: PKSN Paloh
Aruk,
Sambas
. D3: PKSN Jagoi
Perbatasan
Bengkayang
. D4: PKSN Entikong,
Kabupaten Sanggau
. D5: PKSN
Nangabadau dan
(Kcc. Puring
. D6:
(Kec.
Hulu),
Sintang
Prioritas,
.
antaranya:
Konektivitas, dan
.
Nanga Er&Bts
Aruk, pc@barEunan terEinal barang
bangunan kawasan
Sei Kelik
pupuk,
perkebunan, dan
.
dcrrys.Jr
D7
D8
D9
D10
Kawasan
(KTI:
. D7: KT Rasau Jaya,
Kabupaten Kubu
Raya
. D8: KT Gerbang Ma3
Raya,
Kawasan
.
dcngaJrl dilrut
.
sarana produksi
Sar,Sgau
DIO: KT
Hulu,
Sintang
Redistribusi aset (t nah) tran@igrasi, dengan qt put fasilitasi
output: perpindahan dan
EI
M,
Eit
Katr'assn Strategis
Nasional Jantung
KdiE,a an AIqrt of
Bortt@)
. El: Kabupaten
Kapuas Hulu
. E2:
Sintang
. EXI:
melalui:
.
dan udara,
kebakaran
. Peningkatan kualitas
yang
. Rehabilitasi
dipulihkan,
. Pengembangan
Provinsi
Barat
. Lokasi Prioritas
(Kabupaten
Pengentasan
.
pemasangan
.
dan pelaksanaan program
.
deri,gaJi antputi
Zak t, Infak,
. Peningkatank€@andirianEasyarakat
.
. Fasilitasi p€n),€diaan
.
. Penyediaan dan
da!
. Penyaluran
Provinsi
Barat
Penguatan
yang
. Relevansi
.
strategis, sertifikasi kompetensi tenaga kerja dan fasilitasi dan bantuan
. Revitalisasi sarana dan
Provinsi Kalimantan
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan
.
peningkatan
(sPA)
sesuai
standar; pengadaan peralatan
peningkatan
standar, peningkatan
keaktifan posyandu
posyandu
Khusus
Barat
Pencegahan dan penurunan
pengendalian dan
.
.
mendapatkan layanan
.
kematian ibu dan anak, pencegahan dafl
mal(alr
l,ansia
.
.
standar
. Penguatan
kegawatdaruratan itu dan anak
Barat
Hilirisasi
. Peningkatan
produksi
. Peningkatan produktivitas kelapa
regeneratif
. Pcrbail€n data Frkelapaan
neraca
. Peningkatan
dan
. Peningkatan
. Peningkatan
. Integrasi rantai pasok delah
dan
tembakau dan bahan
. Peningkatan riset dan
SK No25ll73A
-16l-
Provinsi Kalimantan
Penguatan in&astru!.hrr
wilayah dan
. Pembangunan
pengembangan
.
serta
.
Provinsi
Barat
. Pengembangan korporasi petani, nelayan,
.
. Penguatan pascapanen pangan nabati,
pascapanen tanaman perkebunan
SK No25ll74A
PAN RP an ra « Pa
Na Pa PN Sa ra N 5:
e 2 x- « Kalimantan
L “Timur
i 1 KALIMANTAN
, 51 ,
2 L TENGAH
Kalimantan
Barat ,
S E4 E6
N E3 Ry A8 LEGENDA
3 B3
Kawasan
! Pertumbuhan
B2 Kawasan Komoditas Unggulan
E2 PA Aa dn SERA
N ota Palangkaraya Kawasan Afirmasi
an D1 ( (@! ibu Kota Provinsi
- £ N |
Te SE Ki & i 1 @ Bandar Udara
| Z |
Teri s S Pelabuhan
PA 1G: NX ! ' / R 9 Jalan Nasional
E1 e3 C C1 Z t S iman «.: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3 N Batas Administrasi
d
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Agro Industri Kalimantan Tengah Kawasan Transmigrasi (KT)
1. Kabupaten Kotawaringin Barat 1. KT Lamunti-Dadahup, Kabupaten Kapuas
2. Kabupaten Kotawaringin Timur 2. KT Jelai (Pulau Nibung), Kabupaten
Sukamara
: 3. KT Arut Selatan dan Kotawaringin Lama,
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kabupaten Kotawaringin Barat
Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan Tengah
1. Kota Palangkaraya E. Kawasan Konservasi
2. Kabupaten Kapuas
3. Kabupaten Barito Utara Kawasan Konservasi Kalimantan Tengah
1. Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten
Kotawaringin Barat
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi 2. Taman Nasional Sebangau, Kota
Palangkaraya
Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kalimantan Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan
Tengah (Heart of Borneo) |
1. Kabupaten Pulang Pisau 3. Kabupaten Katingan
2. Kabupaten Kapuas 4. Kabupaten Gunung Mas
5. Kabupaten Murung Raya
6. Kabupaten Barito Utara
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca;
IKLH: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Agro Industri
Kalimantan Tengah
• A1: Kabupaten
Kotawaringin Barat
• A2: Kabupaten
Kotawaringin Timur
Pengembangan pusat-pusat industri dan hilirisasi industri sumber daya
hayati (sawit dan kelapa) berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan,
melalui:
• Peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas bahan baku
komoditas sawit dan kelapa, dengan output: penetapan kriteria standar
Crude Palm Oil (CPO) untuk peningkatan kualitas bahan baku industri
kelapa sawit dan peralatan fasilitas laboratorium/workshop/layanan
industri hasil perkebunan; penyebaran benih unggul; peningkatan riset
dan inovasi kelapa; peningkatan kualitas dan kuantitas produksi benih
tanaman perkebunan; penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan
pertanian regeneratif
• Pengembangan industri oleokimia dan biofuel berbasis minyak sawit
disertai rebranding dan promosi produk sawit berkelanjutan
• Peningkatan diversifikasi dan daya saing produk, dengan output:
pengembangan produk hilir dan restrukturisasi mesin/peralatan
perkebunan industri pengolahan kelapa, fasilitasi sertifikasi produk,
disertai bimbingan teknis pengembangan produk dan kemasan
• Peningkatan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan kelapa
dan investasi industri pengolahan kelapa, dengan output: pendampingan
pembiayaan bagi usaha mikro dan keberlanjutan investasi disertai
restrukturisasi mesin/peralatan industri
B1
B2
B3
Kawasan Sentra
Perikanan Kalimantan
Tengah
• B1: Kota
Palangkaraya
• B2: Kabupaten
Kapuas
B3: Kabupaten Barito
Utara
Pengembangan Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan Tengah khususnya
untuk komoditas Gabus, Nila, dan Patin di Kota Palangkaraya, Kabupaten
Kapuas, dan Kabupaten Barito Utara, melalui:
• Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya dan perikanan
tangkap (PUD)
• Penyediaan input produksi perikanan
• Peningkatan kualitas, mutu dan daya saing hasil perikanan
• Penguatan kapasitas dan perlindungan terhadap masyarakat,
kelembagaan dan kewirausahaan perikanan
C1
C2
Kawasan Sentra Produksi
Pangan (KSPP)
Kalimantan Tengah:
• C1: Kabupaten
Pulang Pisau
• C2: Kabupaten
Kapuas
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kalimantan
Tengah khususnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau yang
didukung Kawasan Transmigrasi Lamunti–Dadahup di Kabupaten Kapuas,
melalui:
• Pengembangan kawasan secara geospasial, dengan output:
pembangunan dan pengembangan infrastruktur
• Pengembangan kawasan secara on farm, dengan output: penguatan
inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian
1,0
1,0
124,0
85,3
0,242 – 0,246
0,311 – 0,315
2,43 – 3,43
4,11 – 4,61
90,18
76,00
0,58
0,55
2,92 – 3,61
3,32 – 3,91
77,01
76,34 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
integrasi hulu-hilir/rantai
pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani
DI
D2
D3
(KT):
. Dl:
Kabupaten Kapuas
. D2:
(Pulau Nibung) di
Kabupaten
. D3: Kawasan
di
Kotawaringin Barat
IGpuas,
Sukamara,
. Pembangunan
jembatan, shtetrl drainase, dan sarana
. Pengembangan
pengadaan bantuan sarana produksi
. Redistribusi
pengurusan
.
El
E2
. El:
Tanjung Puting,
Kotawaringin Barat
. E2:
Sebangau,Ifuta
Palangka Raya
Tanjung Puting,
Sebangau, Kota
. Pengelolaan wisata alam
peningkatan
(TB), dan
. Pelibatan
peningkatan pelibatan
dan
E3
E4
E5
E6
Kawasan
Nasional Jantung
. E3: Kabupaten
Katingan
. E4: Kabupaten
Gunung Mas
. E5: Kabupaten
Murung Raya
. E6: Kabupaten Barito
Utara
Pengelolaan wilayah berbasis
. Pengendalian kebakaran
output:
kebakaran
dini
.
restorasi lahan gambut,
untuk pengelol,aan
.
dan rehabilitasi ekosistem
publik
. Pelaksanaan penataan
dan
.
No Lokasi
Provinsi
bauksit dan
. Tata
outputj rekomendasi
. Pengembangan industri hilir/antara olahan suEbcr daya
terbarukan, kebdak{ penguatan industri logam, monitoring dan
evaluasi perkembangan industri $neltcf,
dasar bcacrta turunannya
o
industri pengolahan
pemanfaatan EBT (ReGewabte hlergy) dala,m
TcdEah
Penguatan infrastruktur konektivitas (konektivitas jalan, konektivitas darat,
. Penguatan
Kuala Ku'un
.
koridor
penuntasan
Provinsi
Tengah
Penguatan kualitas
potensi
.
. Pelatihan vokasi di sektor strategis,
industri
fasilitasi
o Peningkatan peran
pel,atihan vokasi, dengan output peningkatan
pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri
.
Sekolah
Tengah
Penyediaan pasokan air berkelanjutan untuk mendukung
.
kawasan terpencil, derylai
Prasarana air baku
. Pengembangan dan pengelolaan irigasi untuk mendukung ketahanan
pangan lokal,
ketahanan pangan
Berkas 7
berkas 7, hlm. 1 OCRNo
Provinsi
Peningkatan
terbarukan dan peningkatan digitalisasi, melalui:
.
yang tidak
.
cncr8i terbarukan, deryfa,r
(PLTS) dan
.
serta
. Perluasan jaringan
Teknologi
Provinsi
Penguatan
pelayanan
.
Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (IGJSU) dan
dan Anak (KIA); pemenuhan sararE, prasar:ana dan alat
untuk pelayanan lbu-Anak,
RS
.
peningkatan
keaktifan
posyandu sesuai standar, dan revitalisasi
. Peningkatan pendayagunaan SDM
Khusus Tenaga Medis dan Tenaga
Provinsi l(alittlantan
Tengah
aman, serta pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir secara
. Penyediaan rumah murah
.
ke hilir, dengan
. Peningkatan utilitas
eLala individu
.
output
berbasis
. Fasilitasi pembangunan rumah baru,
Provinsi
Tengah
Penguatan
gizi lainnya dan pengendalian penyakit
.
bahan kesehatan pencegahan dan
tenaga kesehatan terl,atih
-t67-
No Lokasi
fasilitasi dan p€-mbhaan terkait upaya
(STBM), dan p€nganekaraganan pangan
Tengah
Pengentasan
dengan perwujudan satu sistem
. Tata kelola dan pemanfaatan data
output. sistcra dan teknologi
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan
pengendalian PSE (Pengawasan
PSrE (Penyelenggara
layanan pusat kesejahteraan sosial
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dan
penduduk Penerima Bantuan Iuran Jaminan lGschatan Nasional (PBI
JKN), koordinasi
pusat dan daerah, keluarga yang
Keluarga
sembako, korban bencana sosial dan non
penyaluran cadangan
tepat
. Penguatan
usaha keluarga peocriEa
keda
aa , Kalimantan
: D2 Timur
| KALIMANTAN
E4 SELATAN
Pa
: C7
mera
d Kei Kaimentan ,
Selatan YA
“
C6 BR yY—,.
C4 h E2 — | LEGENDA
talimantan E3 , C5 i Kawasan
/ Pertumbuhan
Tengah « E8 /
, y C1 Kawasan Komoditas Unggulan
/
ri - 1 Sem gram
1 / A4 PNS A8 $ K Ati
/ 1 Oo | D awasan irmasi
£ H & E6 D3 Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana
- A4 &/ . ag
D4 N a 9 C2 D1 g 1 ra Ibu Kota Provinsi
Koe 2 Bandar Udara
Banjarban) - A7 ai " ko) Pelabuhan
/ mem Jalan Nasional
AS A6 0 ? “ss: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
25 na
A. Kawasan Pertumbuhan EN Hanna ma ENI
Kawasan Wilayah Metropolitan Banjarmasin
1. Kota Banjarmasin Kawasan Prioritas Perdesaan (KPP)
2. Kota Banjarbaru 1. KPP Agropolitan, Kabupaten Tanah Bumbu
3. Kabupaten Banjar 2. KPP Agrowisata Hortikultura Kabupaten
4. Kabupaten Barito Kuala Tabalong
5. Kabupaten Tanah Laut 3. KPP Agrominapolitan Kabupaten Banjar
Kawasan Pertumbuhan Industri Baru Kawasan Transmigrasi (KT)
6. Kabupaten Tanah Laut 4. KT Cahaya Baru, Kabupaten Barito Kuala
7. Kabupaten Tanah Bumbu
8. Kabupaten Kotabaru
E. Kawasan Konservasi
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi Kawasan Pegunungan Meratus (Geopark Meratus
dan Kawasan Loksado)
Kawasan Lumbung Pangan Rawa Batang Banyu 1. Kabupaten Hulu Sungai Utara
1. Kabupaten Barito Kuala 2. Kabupaten Hulu Sungai Tengah
2. Kabupaten Banjar 3. Kabupaten Hulu Sungai Selatan
3. Kabupaten Tapin 4. Kabupaten Tabalong
4. Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 5. Kabupaten Tanah Laut
5. Kabupaten Hulu Sungai Tengah 6. Kabupaten Banjar
6. Kabupaten Hulu Sungai Utara, 7. Kabupaten Kotabaru
7. Kabupaten Tabalong 8. Kabupaten Tapin
SK No25ll82A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan Wilayah
Metropolitan
Banjarmasin:
• A1: Kota
Banjarmasin
• A2: Kota Banjarbaru
• A3: Kabupaten
Banjar
• A4: Kabupaten Barito
Kuala
• A5: Kabupaten
Tanah Laut
Pengembangan Wilayah Metropolitan Banjarmasin, melalui:
• Perencanaan kawasan untuk mewujudkan sistem perkotaan nasional,
dengan output: bantuan peralatan/sarana, penyelidikan geologi tata
lingkungan untuk penataan ruang dan infrastruktur
• Peningkatan layanan perkotaan untuk mewujudkan perkotaan yang
layak huni, inklusif, dan berbudaya, dengan output: bantuan Prasarana
Sarana Umum (PSU) bidang perumahan, bantuan pembangunan rumah
susun hunian MBR/pekerja, bantuan pembangunan rumah swadaya,
pemukiman kembali, peremajaan, dan pemugaran permukiman kumuh,
penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z, fasilitasi literasi digital, jalan non-status yang
dikembangkan di kawasan transmigrasi di Kabupaten Barito Kuala,
subsidi angkutan umum perkotaan di Kota Banjarmasin
• Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan untuk
mendorong perkotaan yang maju dan menyejahterakan, dengan output:
PBK Provinsi Kalimantan Selatan, pilot project kerja sama daerah dalam
mendukung pusat pertumbuhan di Wilayah Metropolitan Banjarmasin
• Peningkatan kualitas lingkungan dan ketangguhan bencana untuk
mewujudkan perkotaan yang hijau dan tangguh, dengan output:
pemetaan komponen kerentanan dan kapasitas, penguatan instrumen
peringatan dini bencana
• Penguatan konektivitas jalan dan pengembangan transportasi perkotaan
yang terintegrasi dengan Transit Oriented Development (TOD)
• Peningkatan kapasitas tata kelola perkotaan untuk mencapai
transparansi, akuntabilitas, cerdas, dan terpadu melalui pembentukan
kelembagaan (atau forum) pengelola WM Banjarmasin dan penguatan
kerja sama multipihak dalam pembiayaan dan pembangunan perkotaan,
dengan output: daerah yang diterapkan sebagai pilot kerja sama antar
daerah untuk mendukung pusat pertumbuhan di wilayah metropolitan,
daerah yang melakukan penilaian indeks maturasi perkotaan lintas K/L
secara terpadu di wilayah metropolitan, daerah yang dikuatkan tata
kelola smart city-nya di wilayah metropolitan, dan daerah yang dimediasi
dan diadvokasi dalam penerapan PP perkotaan pada wilayah
metropolitan
• Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Metropolitan Statistical
Area
1,3
1,3
106,3
72,7
0,274 – 0,278
0,307 – 0,311
1,64 – 2,64
3,44 – 3,94
80,99
75,97
0,61
0,57
3,29 – 3,97
3,86 – 4,25
73,10
72,32 7,1
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
A6
A7
AA
Industri Baru:
. A6:
Tanah Laut
. A7: Kabupaten
Tanah
. A8:
Kotabaru
Pengembangan hilirisasi industri
unggulan, industri padat karya terampil, padat
. Penguatan industri dasar
.
termonitor dan terevaluasi
industri
pengembangan jejaring kerja
dalam rangka
industri
peningkatan investasi dan/atau ekspor, industri yang
mesin, alat transportasi dar
terfasilitasi
.
produk,
pasar, promosi dan
.
CPO untuk
peralatan fasilitas
perkebunan, mineral
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir
bakar terbarukan
penyediaan pasokan bioetanol
rangka mendukung
(GRK)
. Peningkatan investasi
cl
c2
c3
c4
Pangan Rawa Batang
Bafll .r:
. Cl:
Kuala
. C2:
Banjar
. C3: Kabupaten Tapin
. C4:
Sungai Selatan
. C5: Kabupaten Hulu
Sungai Tengah
. C6:
Sungai Utara
. C7:
Tabalong
.
petaEbak
disalurkan
Sungai Utara
.
karet
. Penguatan pascapanen pangan nabati,
pascapanen
. Peningkatan kualitas dan kuantitas input
.
dan/atau
. Peningkatan
sawah di
No L.kasi Prioritas
DI
D2
D3
Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPg:
. Dl:KPP Agropolitan,
Bumbu
. D2: KPP
Hortikultura,
r D3: KPP
Pemenuhan l,ayanan dasar dan infrastruktur perdesaan,
. Penyediaan layanan dasar skala dcaa dan perdesaan
lembaga posyandu dal,ar!
pustu dan posyandu (SOPHD, fasilitasi program P4GN bidang
pencegahan
mendapatkan fasilitasi
posyandu, dan
dar
berbasis
skala individu, dan sistem pengelolaan
masyarakat, pengembangan unit pelayanan
desa/kelurahan
. Peningkatan
penguatan interkoneksi ketenagalistri.kan Barito -
yang tidak mampu,
kabupaten/kota yang difasilitasi
4G I Lastmile,
distribusi, sarana dan prasarana konektivitas transportasi desa dan
perdesaan yang
.
.
pertanian, dan lain rya)
o Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk
dan
D4
Cahaya Baru di
Kabupaten Barito Kuala:
. D4: I(r Cahaya Baru,
Kuala
Kuala,
.
.
sarana produksi p€rtqnign.
. Redistribusi asct (tanah)
.
oxtrut perpindahan dan
E1
E2
E3
E4
E5
E7
E8
Meratus (Geopark
Meratua dan Kawasan
lrkrado):
. El:
Sungai Utara
. E2: Kabupaten Hulu
Sungai Tengah
. E3: Kabupaten Hulu
Sungai Selatan
. F,4: Kabupaten
Tabalong
. E5: Kabupaten
. Pearycmbangatr
E.e,f,isdj
Lrksado dengan
pariwisata dan
.
budaya pada situs-situs cagar budaya di
Kawasan Irksado dalam
SK No25ll84A
E6:
Banjar
E7:
E8: Kabupaten Tapin
Provinsi
Peningkatan
mendukung pertumbuhan
.
.
strategis
Batas Kota
. Peningkatan dan petreliharaanjalan nasional, dengan
Pemeliharaan Rutin Jalan ruas Wa.langsi-Ikparkias daa Pagatan-
Batulicin
.
dan
Prioritas Nasional di Ikb.
.
.
Gusti Syamsir Nam, Kotabaru,
Provinsi
Sel,atan
Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan untuk
wilayah dan
.
.
serta
.
Provinsi
Penguatan
. Penguatan intervensi
dan
.
pencegahan , dengan
program pencegahan dan
pengendalian TBC
. Eliminasi
kapasitas SDM,
program pencegahan dan pengendalian
. Pencegahan dan
layanan pengendalian faktor risiko penyakit malaria
.
pencegahan dan
Provinsi
Penguatan kapasitas
prasarana dan alat, tenaga medis dan tenaga kesehatan di fasilitas
kesehatan),
. Dukungan
.
No Lokasi Prioritas .Flighti?r?,
. PeEbinaan Eutu RS untuk mcncapai akreditasi paripuma
. Pembiayaan JKN/KIS melalui Bantuan
cakupan penduduk
JKN/KIS
.
stroke dan sistem rujukan
Kabupaten/Kota di
Provinsi
Selatan
Penyediaan Pcf,uEahan Terintegrasi dengan Prasarana Sarana Umum (PSU)
melalui
prasarana at minum, air limbah
perumahan tapak,
bantuan Prasarana Sarana Umum (PSU) bidang perumahan;
peningkatan, dan
dan kabupaten/kota; infrastruktur air DinuE
subsidi
Provinsi
Peningkatan
potensi
.
. Peningkatan kapasitas dan
. Sertifikasi kompetensi siswa SMK/MAK.
. Ret italisasi sarana dan prasarana
jenjang pendidikan
Provinsi
Pengentasan
pengentasan
dengan perwujudan satu
melalui:
. Tata
output sistem dar
pengendalian PSE
PSrE (Penyelenggara
layanan pusat
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dsn subsidi tepat sasaran
PtsI JKN, koordinasi pelaksanaan
pusat dan
KPM J.aDg
dan non alalr yang
Provinsi Kalimantan
Selatan
.
unggulan olimpiade dan
. Peningkatan kualitas
dan pencegahan perilaku berisiko;
.
.,]
sosial dan politik;
Penghormatan, pelindungan, dan
asistensi rehabilitasi sosial;
dengF'r anlput: lanjut usia yang
Provinsi
penelantaran, perkawinan ana*, dan perlakuan salah lainnya, melalui:
. Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan;
. Pencegahan dan
penelantaran,
.
perlindungan
penelantaran,
Selatan
melalui:
. Pel,ayanan
penguatan
. Penyediaan sarana dan prasarana
SK No25ll88A
4.4 Provinsi Kalimantan Timur
F/
PP: OX . D3
Pa OA A1
Png Let E1 4
Pn E2 : KALIMANTAN
Pa Kalimantan y
LN Utara | TIMUR
“Dg E3 f “
D2 3 n
A
Kalimantan Tp: .
Barat , Pal E4 RN
1 Pa
0 PNS ON
TA
“1
, LEGENDA
' A4 awasan
S E6 D1 | Seauhan
G B1 Kawasan Komoditas Unggulan
(Or 13 marinda Kawasan Swasembada
wa Nyai Pangan, Air, dan Energi
1 v Kawasan Afirmasi
7. 1 Kawasan Konservasi dan
NS 7, - A9 Rawan Bencana
" Pond 5 (@! Ibu Kota Provinsi
Kalimantan AS
Tengah ko) Bandar Udara
ko) Pelabuhan
me Jalan Nasional
“sa: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
a iman n D4 Batas Administrasi
latan
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
0 Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
Kawasan Pariwisata Petualangan Derawan- 1. KPP Agroekowisata, Kabupaten Kutai Kartanegara
Berau Kawasan Perbatasan Prioritas
1. Kabupaten Berau 2. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten Mahakam
Kawasan Superhub Ekonomi Ibu Kota Ulu
Nusantara . 3. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten Berau
2. Kota Samarinda Kawasan Transmigrasi (KT)
3. Kota Balikpapan 4. Kawasan Transmigrasi Kerang, Kabupaten Paser
4. Kota Bontang
5. Kabupaten Penajam Paser Utara
6. Kabupaten Kutai Kartanegara
7. Kabupaten Kutai Timur E. Kawasan Konservasi
Kawasan Perkotaan Besar
5. Kota Samarinda Kawasan Konservasi Derawan
9. Kota Balikpapan 1. Kabupaten Berau
Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan
n Heart of Borneo
B. Kawasan Komoditas Unggulan | 2. #gabesa
n n 3. Kabupaten Kutai Timur
Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan AN Kebupa Br Ktia Kartanegara
'mur 5. Kabupaten Mahakam Ulu
1. Kutai :
Kabupaten Kutai Kartanegara 6. Kabupaten Kutai Barat
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pariwisata
Petualangan Derawan-
Berau
• A1: Kabupaten Berau
Pengembangan kawasan pariwisata petualangan Derawan–Berau, melalui:
• Pengembangan klaster pariwisata di sekitar Ibu Kota Nusantara, dengan
output: penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan
khususnya di Pulau Derawan dan Pulau Maratua, penyusunan) rencana
induk/masterplan penataan dan pengembangan di kawasan Pariwisata
Berau untuk mendukung pengembangan pariwisata di sekitar IKN dan
pengembangan Tourist Information Center sebagai pusat informasi
terintegrasi terkait aktivitas pariwisata
• Pengembangan infrastruktur dan konektivitas serta layanan
transportasi, dengan output: pengembangan Bandara Maratua, jalan
koridor logistik, jembatan koridor logistik, pembangunan jembatan
koridor logistik (backbone) dan perlengkapan jalan, rambu sungai dan
danau
• Pembangunan infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi
tenaga listrik dan listrik pedesaan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
• Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
output: lokasi yang memperoleh sinyal telekomunikasi bergerak seluler
(Base Transceiver Station / Lastmile 4G) di wilayah pelayanan universal
telekomunikasi dan informatika
• Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan output:
Fasilitator/Enabler Digital PMSE yang dibina, pelaksanaan
pemantauan/monitoring, bimtek pelaku usaha PPMSE dan PSP di
bidang PMSE dan masyarakat yang mendapatkan literasi di bidang
digital
• Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output: transmisi yang
terbangun, pengadaan infrastruktur teknologi informatika dan media
baru dan downtime siaran (tidak lebih dari 7 jam per bulan) yang terjadi
A2
A3
A4
A5
A6
A7
Kawasan Superhub
Ekonomi Ibu Kota
Nusantara
• A2: Kota Samarinda
• A3: Kota Balikpapan
• A4: Kota Bontang
• A5: Kabupaten
Penajam Paser Utara
• A6: Kabupaten Kutai
Kartanegara
• A7: Kabupaten Kutai
Timur
Pengembangan kawasan superhub ekonomi di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara, melalui:
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan SPAM Regional Kalimantan Timur
• Pengembangan klaster pariwisata di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara,
dengan output: pengembangan objek wisata desa dan perdesaan,
penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata, desa wisata
di wilayah destinasi II yang terpadu, serta fasilitasi peningkatan
kapasitas SDM pengelola destinasi di wilayah destinasi II, serta event
Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dalam negeri yang
didukung
• Pengembangan klaster ekonomi kreatif di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara, dengan output: kabupaten/kota kreatif yang dikembangkan,
4,6
4,2
326,9
237,1
0,309 - 0,313
0,310-0,321
2,37 – 3,37
4,24 – 5,05
67,46
40,82
0,62
0,59
4,14 – 4,77
4,60 – 5,14
80,87
80,20 7,8
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
No lokasi Prioritas
a
:'l
.,]
fiku, animasi, video, dan musik,
penguatan
produk
Nusantara
untuk
standar Crud.e
industri kelapa sawit,
ketertelusuran
terbarukan generasi Kedua (HVO/SAF -
produk dan perkebunan sawit Indonesia yang berkelanjutan terutama di
luar
penjualan petani ke pabrik
pertanian
Penguatan
di industri dasar
rekomendasi dan regulasi, fasilitasi
industri petrokimia
rekomendasi kebijakan
Balikpapan),
kegiatan penyimpanan karbon dan
turunan
tekstil dan produksi tekstil (TPI) dan alas kaki),
pcnl rsunan d,ata
industri kecil pada
sektor
making
aneka dan IKM
Fasilitasi
tekstil, kulit, dan alas kaki
Peningkatan
pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan dan hortikultura
infrastruktur
seju! ah
Optimalisasi dan
T
SK No25ll9lA
No Lokasi
Pranoto (Kota
Nusantara (Kabupaten
logistik Tering-Long Bagun 5
Pengembangan transportasi berkelanjutan, dcagan ol4t?ut
Balikpapan
A8
A9
Perkotaan Besar
. A8: Kota Samarinda
. A9: Kota
bantuan PSU bidang
ASN/TNI/POLRI,
kumuh, permukiman
rumah
pengungsi,
kota besar
Kota
murah
BI Kawasan
Perikanan Kalimantan
. 81:
Pengembangan kawasan berbasis
(PITA.P), kampung perikanan budi daya air payau yang
unggulan air payau berbasis
air payau
DI
Prioritas (KPP!
. Dl: KPP
Agroekowisata
Kabupaten Kutai
Kartanegara
. Penyediaan
pendidikan, air
desa dan
.
dengan
prasarana konektivitas transportasi desa dan
dibarSun /dikembangkan
.
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi
berbasis produk
BUMDesa
.
benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di
kelola desa
terhadap
o Peningkatan kapasitas tata kelola desa
dan dcaa- dcnlslr
No
pengelolaan kcuangdr desa berbasis digita.l,
indeks desa dan integrasi
Prodcakcl/ Epdeskel dengan SIPD
kebun sumber benih bahan
D2
D3 Prioritas
. D2: IGc. t ng Apari
Pahangai, Kabupaten
. D3: IGc. Maratua,
Pembangunan
melalui:
. Pemenuhan
antaranya: pembangunan sarana
listrik tenaga surya (PLTS),
Bandara
D4
(KTI
. D4: I(T Kerang,
.
.
sarana produksi pertanian
. Redistribusi
.
or@uf
E1
. Eli
Peningkatan pengelolaan
pulau-pul,au kecil,
.
wilayah
informasi ekosistem dan data dan
. Peningkatan sarana
pendukung
.
wilayah
jejaring dan
.
E2
E3
F,4
E5
fi
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan
. E2:
. E3: Kabupaten Kutai
. E4:
. E5: Kabupaten
. E6:
Barat
Pengelolaan wilayah
of
dalam
.
penanggulangan kebakaran hutan dan lahan
dan udara,
. Peningkatan kualitas
Hidrologis Gambut (KHG)
.
dipulihkan, pemulihan dan rehabilitasi ekosistem mangrove
No Lokasi
.
inventarisasi dan
. Pengendalian banjir di
. Pengembangan energi
Provinsi
Timur
pertumbuhan ekonomi
.
dengan output l,ayanan angkutan penyeberangan perintis
Provinsi
Timur
Penerapan
. Peningkatan pengelolaan fasilitas
Reuse
guna pengurangan
3ar!pah, dengan
masyarakat
. Pemanfaatan
Kartanegara dan
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air
Prasarana, Sarana dan Utilitas
Provinsi
Timur
Penguatan konektivitas
melalui:
. Peningkatan dan
dengan
. Pembangunan infrastruktur
serta infrastruktur gardu induk
.
Provinsi
Penguatan dan pengembangan
prasarana
3T
. Pembangunan
Bandara Ujoh Bilang
. Pembangunan
Provinsi
. Peningkatan produksi
hortikultura
.
(LIrlB) dan pengendalian alih fungsi l,ahan
.
komoditas
.
sarana
.
SK No25ll94A
FiIIiT:I
a
irigasi yang direhabilitasi datr alat dan
sektor hortikultura
Mencetak dan
indeks pertalanral (intenrifi k,.i)
Timur
Penguatan
gizi lainnya,
.
balita yang
.
dar pengendalian, layanan survei
.
pencegahan dan
Sehat (GERMAS)
.
kesehatan
faktor risiko
. Pengendalian
Provinsi
Timur
Penguatan kapasitas pelayanan kesehatan dan tata
.
pengadaan
pengelolaan proyek
stroke, dan uro-nefrologi
Ibu-Anak,
komputer di
.
dan
Pengentasan
dengan
. Tata kelola dan
kesejahteraan sosial, data dan
PSiE (Penyelenggara
layanan pusat
. Penyaluran bantuan sosial adaptif
Nasional, dengan output penduduk
koordinasi
daerah, keluarga yang
ala,r yatlg mendapat
pemerintah, elpiji 3 kg yang tepat sasaran dan
perlindungan kerja
kehilangan
No
Timur
Penguatan
(SMK) yang
.
. Sarana dan prasarana Perguruan
gedung, bangunan dan prasarana pendidikan tinggi yang ditingkatkan
. Penerapan
SMK yang
dan
.
guru kejuruan yang
tenaga
berstandar industri untuk kebutuhan dunia kerja
.
yang
dan
dunia
.
pel,atihan vokasi, dengan
dan satuan
Provinsi Kalimantan
Pengelolaan risiko dan
. Mitigasi bencana di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara, dengan
koordinasi,
lingkungan hidup penanggulangan
.
pengembangan strategi
.
.
denga,i @t?ut pendidikan dan pelatihan
bimbingan telsds peningkatan kapasitas
. Penyusunan
pengembangan
. Peningkatan keandalan bangunan berketahanan
output pembinaan dan
dan penataan lingkungan,
gedung pasca bencana, penataan
dan daerah yang difasilitasi
Pelaksanaan Bangunan Gedung (PBG)
Pengembangan kawasan dan
warisan budaya yang diregistrasi nasional dan ditetapkan dan
budaya yang dilindungi
4.5 Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Superhub Ibu
Kota Nusantara (IKN)
• A1: Kawasan Inti
Pusat Pemerintahan
(KIPP)
• A2: Kawasan Ibu
Kota Nusantara
(KIKN)
• A3: Kawasan
Pengembangan Ibu
Kota Nusantara
(KPIKN)
Perencanaan dan Pembangunan Kawasan, serta pemindahan, melalui:
• Perencanaan dan penataan ruang kawasan inti dan sekitarnya, dengan
output: Rencana Pengembangan Kawasan (RPK)/Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Rencana Detail Tata Ruang Wilayah
Perencanaan Perdesaan, pengadaan tanah, serta rekomendasi kebijakan
percepatan pemindahan ibu kota negara
• Pembangunan gedung/perkantoran, dengan output: bangunan gedung
dan penataan kawasan, serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan gedung/hunian/rumah tangga layak, terjangkau, dan
berkelanjutan, dengan output: bangunan gedung dan penataan kawasan,
serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan hunian/rumah tangga layak, terjangkau, dan
berkelanjutan, dengan output: Rumah Susun ASN dan Hankam,
hunian/perumahan umum, serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan sarana prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan dan perluasan sistem pengolahan air minum (SPAM),
sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan
persampahan, operasional dan pemeliharaan, rumusan kebijakan
pembinaan BUMN dalam pembangunan infrastruktur energi IKN,
infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik, serta
pembangkit listrik tenaga surya
• Pembangunan aksesibilitas dan konektivitas, dengan output: jaringan
jalan akses menuju IKN (jalan tol/jalan bebas hambatan menuju KIPP),
-ta4-
No
a
infrastruktur jalan da,i ',utlti
angkutan uEutr massal perkotaan di KIPP,
informasi
serta koordinasi
Penyelenggaraan
layanan
pemerintahan
:'l
Pembangunan
Kota Nusantara, melalui:
.
. Peningkatan investasi, dengan
nasional IKN, dukungan penjaminan BUMN, serta rekomendasi
. Pengembangan s$E lub
kapasitas SDM
kreatif, fasilitasi
pariwisata dan ekonomi kreatif
. Peningkatan kesejahteraan
. Pembangunan kesehatan,
l,ayanan mitigasi
balita untuk pencegahan dan
.
(Program Indonesia Pintar), revitalisasi satuan pendidikan di
kabupaten/kota, sekol,ah
(HOTS) untuk jenjang pendidikan menengah, serta sarana dan gedung
perguruan tinggi vokasi yang direvitalisasi di wilayah sekitar
. Penyelenggaraan kawasan lindung dan kehutanan, dengan output
rehabilitasi hutan dan lahan di IKN dan DAS
.
output ta.ta kelola
AMDAL kawasan, kajian risiko
. Pengembangan kawasan
bantuan
pada kawasan transmigrasi di wilayah s€kit r, basis data pangan, bibit
kultur
regeneratif, dan
hi SG KALIMANTAN
SNN KAT “X1 UTARA
Ran 3 5
PDA | D3
S S A1 Ka
£ D4 7. .
Png ai “1 £ Kawasan Komoditas Unggulan
" don Warurima Selor ii
"a (-) Kawasan Swasembada
PJ - A3 » Pangan, Air, dan Energi
E2 : “—i Kawasan Afirmasi
K awasan Konservasi dan
bi bekas “den 8
. “ AN -S (@! ibu Kota Provinsi
».s » PA | Y,
aa Te . KS @ Bandar Udara
on 3 .
Tan ey Ko) Pelabuhan
“sh see Jalan Nasional
aa « »«. Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
$ Kalimantan s Batas Administrasi
aa Timur ES
aa
Had “ Ia
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
: Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan di Pusat
Kota Baru kang Sen can IKota Tania Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan Kecamatan
Mn Perbatasan Prioritas
2. Kabupaten Bulungan ,
Kawasan Perindustrian Hijau Tanah Kuning 1. Hen Besi lah Ia kia na 2 Bra
3. Kabupaten Bulungan ecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten
Nunukan
2. PKSN Long Nawang dan Kecamatan Perbatasan
. Prioritas, Kabupaten Malinau
B. Kawasan Komoditas Unggulan 3. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kab. Tana Tidung
Kawasan Transmigrasi (KT)
Kawasan Sentra Rumput Laut 4. KT Salim Batu, Kabupaten Bulungan
1. Kabupaten Nunukan
E. Kawasan Konservasi
Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan (Heart of Borneo)
1. Kabupaten Nunukan
2. Kabupaten Malinau
No
Al
A2 dan Kota Tarakan
. A1:
e A2: Kabupaten
Bulungan
.
dan
. Penyediaan hunian publik
.
Terpadu (TPST),
berbasis Masyarakat
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air
utilitas umum bidang
.
Tanjung
air skala kecil lainnya
.
c On Farm di Kota
. Pembangunan
output pengembangan Bandar Udara Juwata
. Penguatan
. Pengembangan infrastruktur dan layanan
dengan
layanan angkutan laut perintis prioritas nasional, angkutan BBM
. Pengembangan
A3
. A3: Kabupaten
Bulungan
.
Industrial Puk lK
prioritas strategis yang
SK No25l20l A
- 186 -
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
0,7
0,7
323,3
227,1
0,257 – 0,261
0,263
2,33 – 3,33
4,33 – 5,07
81,05
55,77
0,59
0,56
2,70 – 3,45
3,90 – 3,94
78,57
6,2 77,77
(Rata-rata
2025–2029)
7,0
(2029)
. Pengembangan
pengembangan IKM
. Pengembangan
kebijakan
IKN, perluasan
. Pengembangan pembangunan PLTA
.
.
.
.
B1
. Bl
. Pengembangan
produk rumput laut
.
pengembangan
. Fasilitasi
.
inovasi
agar-agar, biostimulan, nutraseutikal, pakan ternak)
D1
D2
D3
Pusat
Pusat
Nasional (PKSNI dan
hioritag
. Dl: PKSN Nunukan,
PKSN Tou
datr
Perbatasan
(Kec.
Kec. Krayan, Kec.
Tulin Onsoi, Kec. Sci
Menggaris, Kcc.
Sebatik Tengah, Kec.
Kec.
Kabupaten Nunukan
. D2: PKSN l.ng
K€casratarr
Perbatasan Prioritas
(Kec. Kayan Hilir dan
Kec. Bahau Hulu),
. D3: Kecadatan
(Kec. Tana Lia), Kab.
Tana Tidung
PKSN Lng Nawang dan
. Pemenuhan layanan dasar di Kawasan Perbatasan,
konektivitas,
Listrik Tenaga Surya (PLTS)
.
denga,r auqrut pembangunan jal"an
PLBN, penataan bangunan
pembangunan PLBN
pendukungnya,
udara Lng Apung tahap UI, I(ab. Malinau, pengembangan
Kab. Nunukan, pengembangan bandar udara Nunukan, Kab.
pelabuhan perikanan di lokasi SKPT yang dikelola dan
sesuai standar, dan layanan validasi dan verifikasi pupuk
.
Rencana
. Penguatan tqta kelola pemerintahan di
kawasan perbatasan negara
D4 Kawasan
(Kr')
. D4: I(T
Kabupaten
.
dcn lNr
.
. Redistribusi arct (tanah)
fasilitasi
. Penataan
output perpindahan dan
E1
E2
Nasional Jantung
Bomeol
. El:
Nunukan
. E2: Kabupaten
Malinau
Borneo di Wilayah
.
.
di
. Pelaksanaan
Utara
Penguatan
strategis/unggul,an
dan
. Penguatan
o
padi
.
o
. Mencetak dan
indeks
Provinsi
Penguatan konektivitas (konektivitas jalan dan udara) dan pengembangan
konektivitas jalan pada jalur
. Penguatan infrasEulflrr konektivitas
pengembangan Jalal Koridor lrgistik-Sekatak Buji-Malinau, Jalan
Bandar Udara Lng Apung Tahap III
.
output
jembatan koridor
Provinsi
.
Kabupaten Nunukan, dan
(PLTMG)
No Lokasi Prioritas
Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan,
berlistrik yang tidak
serta infrastruktur gardu induk
Provinsi
Utara
Penguatan
gizi lainnya,
. Peningkatan pelayanan
.
.
.
. Pengendalian penyakit
Provinsi
Utara
Penguat& kualitas
partisipasi dan tingkat
. Pelatihan vokasi di sektor strategis, dengan
kompetensi di Provinsi
. Peningkatan kualitas
gedung perguruan tinggi vokasi
Nunukan
.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan out!tuf, penyediaan Bantuan
Operasional
.
jenjang
Provinsi
Pengentasan
. Sistem pendataan sosial
ekonomi
.
SMTK/SMAK
.
Provinsi
tenaga
.
output penyediaan bantuan pengembangan
. Peningkatan
.
5.1 Provinsi Sulawesi Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks
Kualitas Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Destinasi Pariwisata
Prioritas Manado–
Likupang:
• A1: Kota Bitung
• A2: Kota Manado
• A3: Kota Tomohon
• A4: Kabupaten
Minahasa
• Kabupaten Minahasa
A5: Utara
Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Manado-Likupang
dengan implementasi blue, green, circular economy, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata dan konektivitas layanan
transportasi, dengan output: pembangunan jalan mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Manado–Likupang, dan preservasi jalan
ruas Airmadidi–Bts. Kota Tondano
• Pengembangan atraksi (alam, bahari, budaya, buatan), dengan output:
pengadaan event skala daerah, nasional, dan internasional, penerapan
rencana aksi destinasi wisata, pengembangan desa wisata, dan
pengadaan event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE)
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
penunjang, dengan output: Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
(SPAL-D) Terpusat Skala Kota dan Regional, serta pembangunan fasilitas
Pelabuhan P. Bangka-Kahuku
• Pengembangan Keterampilan SDM dan layanan pariwisata, dengan
output: pelatihan keterampilan SDM pariwisata, peningkatan kapasitas
SDM pengelola destinasi wisata, sertifikasi SDM, dan pengembangan
Politeknik Negeri Manado
• Pemasaran Pariwisata, dengan output: publikasi, promosi terpadu,
pameran, kerja sama dengan maskapai, dan promosi wisata minat
khusus
• Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi, dengan
output: fasilitas akses pembiayaan digital dan pasar modal berkualitas,
rantai pasok industri, promosi investasi pariwisata, advokasi dan
pendampingan peningkatan realisasi investasi, literasi bisnis untuk
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akses pembiayaan startup,
transformasi digital industri, standarisasi usaha, koordinasi
implementasi blue, green, circular economy pada usaha pariwisata, dan
fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
• Peningkatan keamanan, keselamatan, dan kemitigasian bencana,
dengan output: pengendali banjir di sungai inlet Danau Tondano,
penataan Kawasan Tondano, koordinasi dan penguatan tata kelola
destinasi, serta pelaksanaan operasi SAR
A6
A7
A8
A9
Wilayah Metropolitan
Manado
• A6:Kota Bitung
• A7: Kota Manado
• A8: Kota Tomohon
Pembangunan Wilayah Metropolitan Manado yang berkelanjutan dalam
Sistem Perkotaan Nasional, melalui:
• Penguatan konektivitas jalan dan pengembangan transportasi perkotaan
hijau yang berkelanjutan, dengan output: sistem angkutan umum massal
perkotaan yang terintegrasi Transit Oriented Development (TOD),
0,8
0,8
109,2
74,4
0,332 - 0,336
0,339 – 0,352
2,30 – 3,30
5,59 – 6,19
68,65
54,90
0,55
0,52
4,66 – 5,14
5,01 – 5,56
79,39
78,71 7,4
(Rata-rata
2025–2029)
8,5
(2029)
No
A10 A9:
Minahasa
Rod.d.
banjir di perkotaan, de'J;gpdr otlp.tt penanganan banjir periode kala-
ulang 25-50 tahunan
Peningkatan layanan perkotaan dan kualitas lingkungan, dcflgan
Sistem
membutuhkan,
termasuk generasi
dan
Bendungan
dan multipihak
Indeks Maturasi Perkotaan lintas K/L
city,
perencanaan untuk perkotaan,
Minahasa Utara
a
A1r
A12
.
. 412: Kota Bitung
membutuhkan,
penguatan
kawasan
melalui pcarycdiaan dan peningkatan layanan
dcngaa
B1
Tangkap Bitung
. Bl: Kota
.
.
tangkap, dan
sarana penyimpanan, gudang
.
pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya ikan air laut,
peningkatan eksportir kelautan perikanan baru,
kesyahbandaran, dan
l,aut, dan perikanan
. Kerja sama
No
bisnis pada
Tongkol) terpadu, pelatihan intensif bootcarnp datrl, BagEng bagi
koperasi, serta kerja saraa
82
B3
84
B5
B6
Mongondow dan
sekitarnya:
. 82:
Bolaang Mongondow
Utara
. 83:
Bolaang
. B4:
Minahasa Selatan
. 85: Kota
. B6:
Eodcrn, terintegrasi, dan
. Penguatan
dan produk tanaman
. Pcarycrrbargan praktik
pertanian,
dan
. Inovasi dan adopsi
pertanian
.
pertanian
.
prasarana perbibitan
ruminansia potong, pakan olahan dan bahan pakan, sarana pengol,ahan
dan
hasil
. Peningkatan
e.kspor produk pertanian dan
dan business
ekspor produk
produk primer, dan kerja sat[a perdagangan
kelapa
DI
Prioritas (KPP)
. Dl: KPP MAPALUS,
Kabupaten Minahasa
Pengembangan
Minahasa, melalui:
. Penyediaan layanan dasar, de'J.gian
kesehatan, pembangunan sarana lrcl,ayaran dasar,
distribusi,
terpusat skala
berbasis
. Peningkatan
prasarana konektivitas
OM BTS
. Pengembangan dan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa,
berbasis produk unggulan
-L94-
No
pengembangan interaksi
tanggap
Peningkatan kapasitas tqta kelola dan
dc(rEan
cerdas,
desa berbasis digital,
Sistem
a
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Pusat
Pusat
Nasional (PKSN) dan
Kecemetsn
Prioritas
. D2: PKSN Talaud dar
(Kec. IGndahe),
Kabupaten
r D3: PKSN
Perbatasan
(Kec. Damau, IGc.
Pulutan, dan Kec.
Nanusa), Kabupaten
. D4:
(Kec. Siau
Siau Barat Utara)
. D5:
Perbatasan
(Kec. Likupang Barat,
IGc. Wori)
Minahasa Utara
. D6:
(Kec.
Tenga, IGc.
Sinonsayang)
. D7:
Perbatasan Prioritas
(Kec. Bolaang
Kabupaten
Mongondow
. D8:
(kc. Bolangitary
Barat, dan Kcc.
Pinogaluman)
Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara
Pembangunan kan asan perbatasan di PKSN Tahuna dan PKSN Melonguane
dan
. Pcracnuhan l,ayanan dasar di kawasan perbatasan, dengan
konektivitas, dan
. Pcogcrabangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
Kepulauan Sangihe, l,ayanan angkutan laut
E1
Utara
. El: Kota
.
gempa bumi dengan
lndonesia
Indonesia continuously
Geologi Gunung Api dan Kawasan Rawan
. Peningkatan
denga,i output:
bangunan kawasan
. Rehabilitasi dan rekonstruksi
pemulihan sosial,
Provinsi Sulawesi Utara Penguatan laJranal transportasi dan
.
pulau kecil
. Peningkatan layanan
.
Pembangunan Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan
Matutuang llll\lc 2025-20261, Replacement Fasilitas Laut Pel,abuhan
Ibtabunen
Provinsi
dasar,
.
terpadu, serta
baik bagi yang
rumah khusus reguler, Rumah Inti
bantuan pembangunan rumah swadaya, KPM yatrg E€,rperolch bantuan
rehabilitasi
bunga dan bantuan uang
.
o
Pengelolaan
wilayah
Sampah Nasional
.
bidang
.
SK No25l2l0A
induk,
berlistrik yang tidak
pasokan tenaga listrik 24
ke
denga
publik bidang
administrasi,
Provinsi
. Percepatan penurunan dan
kegiatan
balita,
berbagai
yang
.
bantuan
.
sosialisasi dan advokasi
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi lansia,
penguatan program dalam mendukung indikator usia produktif dan
lansia, koordinasi pelayanan kelompok
lansia,
fasilitasi dan pembinaan daerah
produktif
.
reproduksi
Alat/Obat
fasilitasi dan pembinaan edukasi kespro dan gizi bagi remaja, fasilitasi,
dan lingkungan yang responsif gender ( stunting I AKl,
kespro)
Provinsi SulawEsi Utara
melalui:
.
penyakit,
.
dan pengendalian HMIDS dan PIMS dan layanan deteksi
respons kejadian
SK No25l2ll A
Pengendalian penyakit malaria, denga output: obat
kesehatan
edukasi malaria
Pengendalian penyakit kusta, den;gta,i output: layanan surveilans dan
deteksi
Pengendalian
Provinsi
profesional
akses pelayanan kesehatan dan
terutama di daerah
daerah sulit
pemenuhan
sesuai standar, dan
inovatif
Peningkatan kapasitas dan peran puskesmas, dengan
tenaga
peningkatan peran kader
Posyandu (SOPHI),
upaya
dengan
jantung, stoke dan
Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur
Peningkatan dan pendayagunaan
pcougas€n khusus tenaga medis dan tenaga
:l
:'l
a
Provinsi
dunia industri,
.
daya
revitalisasi sarana dan prasarana pada seluruh jenjang
Utara, bangunan pendidikan vokasi dan
dengan dunia
SK No25l2t2A
Penguatan sumber daya
yang
bagi aparatur dan non aparatur,
untuk peningkatan kapasitas petani,
vokasi pertanian, mahasiswa dan lulusan
industri, pendidikan vokasi kelautan dan
satuan pendidikan vokasi dengan dunia
pengembangan kerja sama
mengacu pada dunia kerja,
pelatihan,
industri
link d.nd.
(Regsosekl , melaluii
. Penguatan JKN dan
optimalisasi
mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang
sosial sembako, dan korban
bantuan
. Peningkatan ketahanan keluarga dan
kearifan lokal, de'rgj,,l. output:
ditingkatkan kapasitasnya dalep bidang sosial budaya dan kelembagaan
di daerah
terpusat berbasis masyarakat
Provinsi
pul,au kecil terluar,
pesisir dan pulau terluar,
peralatan
fitptcr dan a@lercgrqph melalui IDRIP,
dan
RDTR KPN
SK No25l2l3A
bae” — .
ha ? N ulawesi
"» "3 AD It Utara
B7 3
. » SULAWESI
an o TENGAH
Be EN Pa
Aa .
PA “8! KotePalu 2 YO
B1 be Ha 1 LEGENDA
“ | ( " B12 9 A awasan
$ E1 B3 ba xA TA #1 Pertumbuhan
Pd F1 " n (4 Kawasan Komoditas Unggulan
" 7 “ & . L, 810 . Kawasan Swasembada
Barat X 5 4 . , : . 3 Kawasan Afirmasi
- P3 NT K K d
. , 5 Rawan DENGAR
Sara Tn Ta DS (@! ibu Kota Provinsi
(7 A1 u ko) Bandar Udara
" Ne TN A2 "5 9 Pelabuhan
SN P, aa Ng » sa Jalan Nasional
Wawes A Sulawesi $ Ka vs, s “.«: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Selatan 5 N : Tenggara Pe & " Pa Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Perkotaan Kecil Kabupaten Morowali Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
(Bahodopi) 1. KPP Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali
1. Kabupaten Morowali Kecamatan Perbatasan Prioritas
Kawasan Industri Morowali dan Morowali Utara 2. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten
2. Kabupaten Morowali Buol
3. Kabupaten Morowali Utara 3. Kecamatan Perbatasan, Kabupaten Toli-Toli
Kawasan Hilirisasi Gas Bumi Kawasan Transmigrasi (KT)
4. Kabupaten Banggai 4. KT Tampolore, Kabupaten Poso
5. KT Bungku, Kabupaten Morowali
B. Kawasan Komoditas Unggulan 6. KT Palolo, Kabupaten Sigi
Kawasan Pertanian Pangan dan Perkebunan
1. Kabupaten Sigi E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
2. Kabupaten Donggala
3. Kabupaten Poso Kawasan Konservasi:
4. Kabupaten Parigi Moutong Kawasan Konservasi Sulawesi Tengah
5. Kabupaten Buol 1. Taman Nasional Lore Lindu, Kab. Sigi dan Kab.
6. Kabupaten Tolitoli Poso
Kawasan Perikanan dan Hilirisasi Tongkol, 2. Taman Nasional Kepulauan Togean, Kab. Tojo
Cakalang, Tuna (TCT) Una-Una
7. Kabupaten Parigi Moutong 3. Kabupaten Banggai
8. Kabupaten Donggala 4. Kabupaten Banggai Kepulauan
9. Kabupaten Morowali 5. Kabupaten Banggai Laut
10.Kabupaten Banggai Laut 6. Kabupaten Tolitoli
11.Kabupaten Banggai Kepulauan Kawasan Rawan Bencana:
Kawasan Sentra Hilirisasi Rumput Laut Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami
12.Kabupaten Banggai Kepulauan 7. Kota Palu
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan Kecil
Kabupaten Morowali
• A1: Kabupaten
Morowali
Pengembangan Kawasan Perkotaan Kecil berbasis industri di Kabupaten
Morowali (Bahodopi), dengan output: bantuan pembangunan rumah susun
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pekerja serta bantuan
pembangunan rumah swadaya, pemugaran permukiman kumuh, bantuan
prasarana dan sarana umum bidang perumahan, Ruang Terbuka Publik
(RTP) Bahomakmur dan Keurea, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Kabupaten, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat,
Sistem Pengelolaan Persampahan termasuk Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST) Bahodopi, penyediaan dan peningkatan layanan
konektivitas transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan
perkotaan yang akan dibangun, serta penguatan peran kawasan perkotaan
dalam skala regional untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan
peningkatan layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor
ketenagakerjaan
A2
A3
Kawasan Industri
Morowali dan Morowali
Utara
• A2: Kabupaten
Morowali
• A3: Kabupaten
Morowali Utara
Penguatan hilirisasi industri berbasis mineral di Kabupaten Morowali dan
Kabupaten Morowali Utara, melalui:
• Pengembangan Kawasan Industri (KI) Indonesia Huabao Industrial Park,
Kawasan Industri Morowali, dan Kawasan Industri Stardust
• Pengembangan konektivitas simpul transportasi, dengan output:
pengembangan Bandar Udara Morowali dan pelebaran jalan akses
Bandar Udara Morowali
• Peningkatan investasi kawasan, dengan output: penguatan strategi dan
inovasi perencanaan penanaman modal, percepatan rencana proyek
strategis di bidang jasa dan kawasan, pengembangan dan penataan
kawasan industri, serta pendampingan pemenuhan dan kepatuhan
kawasan industri terhadap regulasi yang berlaku
• Pengembangan kemitraan usah Pelebaran Jalan Akses Bandar Udara
Morowali a dan rantai pasok, dengan output: kerja sama sektor industri
kecil, menengah, dan aneka, fasilitasi sentra Industri Kecil Menengah
(IKM) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pangan,
pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar di KI Prioritas, dan inkubasi bisnis untuk pembentukan
wirausaha industri
• Penyediaan pendidikan dan pelatihan, dengan output: pembangunan
gedung dan penyediaan peralatan pendidikan tinggi vokasi industri
• Pengembangan industri nikel sulfat, dengan output: penguatan industri
logam berbasis pengolahan nikel
• Pembangunan industri baterai, dengan output: fasilitasi industri dalam
rangka peningkatan investasi dan ekspor serta perencanaan dan
pengembangan jejaring kerja promosi investasi
2,4
1,9
258,7
141,8
0,280 - 0,284
0,298 – 0,302
6,20 – 7,20
11,06 – 11,56
85,77
77,96
0,55
0,51
2,09 – 2,72
2,25 – 2,94
82,60
12,9 81,75
(Rata-rata
2025–2029)
14,2
(2029)
No
industri dalam negeri icrta peningkatan investasi dan ekspor, serta
fasilitasi darl
loga.m, mesin, clckEonika, dan alat angkut
ekspor,
industri
Dekarbonisasi industri dan ekonomi
Nasional untuk
nasional,
kebutuhan standar industri hijau, penerapan transisi
Ekonomi Karbon (NEK), pemanfaatan teknologi dar
standarisasi untuk hilirisasi
A4 Kawasan Hilirisasi Gas
Bumi
. A4:
Banggai
.
Cas (L"NG)
.
fasilitasi hilirisasi investasi
serta
bidang
BI
82
B3
94
B5
86
. Bl:
. 82:
Donggala
. B3:
. 84: Kabupaten Parigi
Moutong
. B5:
. 86:
Tolitoli
Sigi,
Kabupat n Buol, dan
.
Sausu di
Poso
.
output
dan mesin
. Pengendalian
Perubahan
r
.
bagi aparatur,
bidang
. Pelaksanaan
bantuan
dan verifikasi pupuk
.
pertanian,
dan antisipasi anomali
. Aksca
No Lokasi Prioritas
pendampingan efi siensi rantai nilai
dan
produk turunannya,
tempurung dan sabut
B7
B8
89
Blo
811
Hilirisasi Tongkol,
Cakalang, Tuna (TCT)
. 87:
Moutong
. B8: Kabupaten
Donggala
. 89: Kabupaten
Morowali
.
. 811: Kabupaten
Banggai
melalui:
. Penguatan konektivitas laut, de'i,ga,r
Bungin di Kabupaten Banggai
. Penguatan konektivitas udara, dengan output
Banggai
.
benih
.
sarana
. Peningkatan
masyarakat
ikan, dan pendanaan usaha
.
. PengUatan konektivitas laut, derlg,ur atwt
Salakan di
.
Dl
Prioritas
. Dl: Kabupaten
Morowali
o
infrastruktur air
distribusi,
terpusat Bkalq dan
.
prasarana
OM BTS
.
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa,
.
dengan output
cerdas, penerapan
SK No25l2t7A
Sistem Informasi Desa berbasis Prodeskcl/ Epdeskel dengan SIPD
No
D2
D3
. D2: IGc.
Barat,
Kec. Bokat, IGc.
Biau, dan IGc.
IGraEat,
Buol
. D3: IGc. Toli-Toli
Utara, Kec. Dako
Kabupaten Toli-Toli
melalui:
D4
Ds (l(Tl
D6 . D4: KT
. D5: ICT Bungku,
. D6: I(T Palolo,
.
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan
.
. Redistribusi arct (tanah)
. Penataan
E1
E2
EXI
E4
E5
E6
Kawasan
. Eli
. E2: Taman Nasional
Una
. E3:
Banggai
. F/:
Banggai KepulauaD
. E5:
. E6.
Tolitoli
Tolitoli,
. Perlindungan,
penguatan pengelolaan areal
luar
untuk peningkatan
daratan yang terdegradasi
. Perencanaan ruang laut dan zonasi
laut
.
inforEasi potensi p€sisir dan pulau-pulau kccil serta
.
dan
kelautan
. Pemulihan
p€roulihal
pulau-pul,au kecil
. Penguatan dan pengelol,aan
lokal di wilayah
dan
masyarakat hul<uE adat di
E7
. E7: Kota Palu
di Kota Palu,
. Pel,ayanan
sistem
. Peningkatan
bencana, dengan output
masyarakat bidang
.
. Retrofit atau penguatan
.
Provinsi
. Pengembangan
pctambak
garam industri ke industri,
. Penguatan sarana dan prasarana
niaga gara.E rakyat dan tahan garam yang difasilitasi.
.
Provinsi
. Penguatan
fasilitas Pelabuhan Bungin dan Pelabuhan Salak8n
. Penguatan
Itufrdslrltchtre Re@ftstructtbn
Provinsi Sul,aurcsi Tengah Pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman
pcnNiaan air
. Penyediaan
temtaoa
. Peningkatan layanan penyediaan air
(SPAM) Regional dan
minuE
. Perluasan jaringan
Komunikasi (SDM fiK) dan
.
kecukupan
SK No25l2l9A
No Lokasi Prioritas H,bhlrbfu
sektor
I(aca sektor
rrencana produksi dan pemanfaatan
kebutuhan dalam negeri,
Tenaga Mikro
dan
Listrik Tenaga Mesin cas (PLTMG).
Pembangunan
Terpusat, dengan
Domestik (SPALD)
output penyediaan
Pengelolaan
deogPtt
pulau-pul,au kecil, dan fasilitasi
den lNr qttput penerapan tata kelola
penyediaan basis data potensi pajak
daerah
(KPDBU)
Perubahan perilaku untuk pemilahan sampah, dengan output
5
. Tata Kelola
Elektronik Induk),
.
data
pangan, data
. Perlindungan sosial adaptif dan
bantuan iuran PBI JKN, bantuan sosial bersyarat bagi
Kuliah,
Provinsi Sulawesi Tengah
Kabupaten
. Pengendalian
layanan
SK No25l22lA
Pencegahan dan
untuk balita,
non-kesehatan terkait upaya perbaikan status gizi dan
pelayanan kesehatan bayi dan balita, fasilitasi dan
daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan
penurunan
dan
peningkatan
Penurunan kematian ibu dan anak, dengan
penguatan deteksi dini faktor risiko dan kapasitas
kegawatdaruratan ibu dan anak
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan kapasitas
prasarana dan al,at, tenaga
.
.
tingkat desa/kelurahan serta pelayanan
denga,i output pengukuran dan pelaporan mutu
penyediaan sarana,
pelayanan berbasis gugus pulau di wilayah kepu.lauan,
RS lkpaf di
. Peningkatan produksi,
dengan
pengawasan SDM kesehatan, dan
RS Pemerintah
.
pemberian bantuan iuran PtsI JKN, dan
kepada
(BP)
Provinsi
STEAM,
melalui:
.
SMK menjadi pusat keunggulan, dukungan terhadap SMK
peningkatan mutu SMK,
kcjunra[ industri dan
d d Match
dengan kebutuhan dunia kerja
Reskilling berstandar industri bagi pendidik dan tenaga
vokasi, dan inovasi
kerja
. Revitalisasi sarana dan prasarana
jenjang Pendidikan
.
riset bidang
dan
. Pemberdayaan masyarakat dan
pemberdayaan warga
kebudayaan
. Perlindungan hutan adat dan tanah ulayat,
penyelenggaraan
pendidikan
pendaftaran tanah ulayat
. Penguatan dan
lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,
dan perlindungan
masyarakat
“ MP
wesi
Inset Peta: Sulawesi Pet 3 Te
Provinsi Barat Pa D6 1
Sulawesi r “T B3
Selatan Pad D8 A7 pati
"aa Ban | 3 10 SULAWESI
k 02
t £ LA 2. SELATAN
4 - N -.
at “d1 s2 XI
A8 B2 , P,
c2 AI
| 07 Sulawesi LEGENDA
v n (PF 2: | Tenggara
Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Selatan | hat yan N : aa an
) 03 |
r"- A Ka Komoditas Unggul
- H 29 Kawasan Swasembada
. lagi .. 3 » , Ya Pangan, Air, dan Energi
» ps - 3 1 " n Kawasan Afirmasi
| Kawasan Konservasi dan
. oi aj Rawan Bencana
Kn na B9 cs (? (@! Ibu Kota Provinsi
. . - 0. . Eh 1 B6 nd . @ Bandar Udara
« . 8 1 "Ag 2 Pelabuhan
? , Kota INK Kasar C6 nd £ 9 |
N . Dakes, af . : ——— Jalan Nasional
" , "9 2 7 “012 1 «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
P3 B3 ' Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
Ke an avilayah Ba an an Kawasan Lumbung Pangan Teluk Bone dan
1. Kota Makassar sekitarnya .
2. Kabupaten M 1. Kabupaten Luwu Timur
5 SESI Tenan Danar 2. Kabupaten Luwu
3. Kabupaten Gowa 3. Kabupaten Luwu Utara
4. Kabupaten Takalar 4. Kabupaten Wajo
5. Kota Pare-Pare 5. Kabupaten Bone
6. Kabupaten Barru 6. Kabupaten Sinjai
Kawasan Perkotaan Kecil 7. Kabupaten Bulukumba
7. Kabupaten Luwu Timur 8. Kabupaten Sidenreng Rappang
8. Kabupaten Tana Toraja 9. Kabupaten Pinrang
Kawasan Industri Takalar
9. Kabupaten Takalar . D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Smelter Terintegrasi Tambang Sorowako
10.Kabupaten Luwu Timur Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
1. KPP Agrowisata Gurilla, Kabupaten Barru
: Kawasan Transmigrasi (KT)
B. Kawasan Komoditas Unggulan 2. KT Mahalona, Kabupaten Luwu Timur
Kawasan Perkebunan Kakao dan Kopi 3. KT Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang
1. Kabupaten Toraja Utara Kawasan Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Selatan
2. Kabupaten. Luwu 4. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
3. Kabupaten Luwu Utara 5. Kabupaten Kepulauan Selayar
4. Kabupaten Pinrang Kawasan Teluk Bone dan sekitarnya
Kawasan Perikanan Budidaya dan Sentra Rumput 5 eta RD
Laut 7. Kabupaten Luwu
8. Kabupaten Luwu Utara
5. Kabupaten Takalar 9. Kabupaten Wajo
6. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 10. Kabupaten Bone
Kawasan Sentra Garam 11. Kabupaten Sinjai
7. Kabupaten Takalar 12. Kabupaten Bulukumba
8. Kabupaten Jeneponto 13. Kabupaten Enrekang
9. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 14. Kota Palopo
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
A6
Kawasan Wilayah
Metropolitan Makassar
dan sekitarnya
• A1: Kota Makassar
• A2: Kabupaten Maros
• A3: Kabupaten Gowa
• A4: Kabupaten
Takalar
• A5: Kota Pare-Pare
• A6: Kabupaten Barru
Peningkatan kualitas Wilayah Metropolitan Makassar (Mamminasata) dan
sekitarnya yang berkelanjutan, melalui:
• Peningkatan layanan perkotaan untuk mewujudkan perkotaan yang
layak huni, inklusif dan berbudaya, termasuk di pesisir dan pulau-pulau
kecil Kota Makassar, dengan output: bantuan PSU bidang perumahan,
bantuan pembangunan rumah susun, pemugaran dan peremajaan
permukiman kumuh, pengembangan SPAM Regional Mamminasata dan
Ajatappareng, penataan kawasan strategis dan penyediaan perumahan
publik vertikal perkotaan terpadu di Wilayah Metropolitan Makassar,
pemenuhan sarana dan prasarana bidang pendidikan dan kesehatan,
pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, infrastruktur jaringan
transmisi, dan infrastruktur distribusi tenaga listrik, PLTSa Kota
Makassar, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, pembangunan
infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik serta
infrastruktur gardu induk, dan perluasan cakupan layanan
ketenagalistrikan
• Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan untuk
mendorong perkotaan yang maju dan menyejahterakan, dengan output:
penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual,
Digital Talent Scholarship, pengembangan UIN Alauddin Makassar,
sertifikasi kompetensi tenaga kerja, Pembangunan Gedung PTK Islam
Negeri Melalui SBSN dan PBK Provinsi Sulawesi Selatan, sarana dan
prasarana bidang Pendidikan Poltekpar Makassar
• Penguatan konektivitas dan pengembangan transportasi perkotaan yang
berkelanjutan yang terintegrasi dengan TOD, dengan output:
penyelenggaraan layanan kereta api perintis lintas Makassar-Parepare
(KA Makassar–Pare Pare), Jalan Tol Makassar–Maros–Sungguminasa–
Takalar, pembangunan jalan perkotaan, pengembangan angkutan
umum massal perkotaan di Kota Makassar, pembangunan terminal
penumpang Tipe A Mandai, penanganan kinerja lalu lintas perkotaan
(Mamminasata Bypass), kewajiban pembayaran atas ketersediaan
layanan (dukungan/pendampingan KPBU), pembangunan jalan
perkotaan, peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan
• Peningkatan kapasitas dan tata kelola perkotaan untuk mencapai
transparansi, akuntabilitas, cerdas dan terpadu, serta pembentukan
kelembagaan (atau forum) pengelola WM Makassar, dengan output:
daerah yang dimediasi dan diadvokasi dalam penerapan PP Perkotaan
pada Wilayah Metropolitan, daerah yang dikuatkan tata Kelola Smart
City-nya
• Pengembangan infrastruktur dan prasarana olahraga, khususnya
Stadion Sudiang, dengan output: Peningkatan prestasi, sarana, dan
prasarana olahraga melalui pembangunan, rehabilitasi dan renovasi
sarana prasarana olahraga
3,2
3,2
117,1
80,1
0,320 – 0,324
0,371 – 0,376
3,49 – 4,49
7,30 – 7,89
52,05
37,00
0,56
0,53
3,18 – 3,83
3,80 – 4,10
78,44
7,2 77,60
(Rata-rata
2025–2029)
8,2
(2029)
No Lokasi Prioritas
a Kerja
l1'u.,,"sbounlary mandgenetuq dan lintas
dan
produk
perdagangan lingkup regional, nasional dan
Hub Development Project
dengan output
perkapalan, dan
perkapalan
Pengelolaan
pulau
ditingkatkan kompet nsilnya,
Arcd
.,]
N Kawasan Perkotaan
A8 . A7:
Timur
. A8:
Toraja
Kawasan Perkotaan Kecil, dengan
dibangun, penguatan peran kawasan perkotaan
pendidikan yang
peralatan/sarana,
Terintegrasi Tambang Sorowako di Luwu Timur
A9
. A9:
Takalar
.
bahan baku dan simpul transportasi
.
air bersih dan
fasilitasi
.
proyek
.
pengembangan
Takalar
. Penyediaan pendidikan dan
dan lulusan
mahasiswa dan lulusan program DI Keda
No Lokasi
Alo
Sorowako
. AIO: Kabupaten
Sorowako, Lut u Timur, melalui:
. Tata
dengan ou$ut rekomendasi keprospekan
batubara untuk kebutuhan dalam negeri, dan tingkat
P3DN dan Peningkatan TKDN pada
serta hasil
mineral
. Dekarbonisasi industri dan
sejalan dengan
Nasional untuk
nasional,
kebutuhan
pencegahan
fasilitasi industri pengolahan sisa hasil produksi dan kebijakan
r Hilirisasi industri
ou,put hasil monitoring
mineral dalam negeri,
hidrometalurgi termonitor dan
sisa hasil produksi
81 Kawasan Perkebunan
B2 Kopi dan
83 . Bl:
84
. 82:
Luwu
. 83:
Utara
. 84: Kabupaten
Pinrang
Pengembangan
di Luwu,
. Hilirisasi
coklat, kebun
.
.
dan pupuk
BS I(a\rasan Peril(aDan dan
B6 Sdrtra Rumput Laut
. B5: Kabupaten
. 86:
Kepulauan
Takalar <lan
. PcnSqlbangan budidaya komoditas unggulan udang, nila dalr rumput
laut
. Jaminan
peningkatan kualitas bahan baku,
kawasan yang
hospedtg -
.
dukungan pembiayaan,
laut,
.
. Pengembangan sarana dan prasarana produksi
No Irk si Prioritas
97 Kawasan
88 . 87: Kabupaten
89 Takalar
. 88: Kabupaten
. 89:
Pangkajene
Kepulauan
Pengembangan Kawasan
.
sarana
.
pets.mbak
. Penguatan sarana dan prasarana industri
c1
c2
c3
c4
c5
c6
c7
Pangan
sekitarnya
. Cl:
Timur
. C2: Kabupaten Luwu
. C3: Kabupaten Luwu
Utara
. C4:
. C5:
. C6:
. C7:
. C8:
. C9: Kabupaten
Pinrang
Penguatan
Kawasan
.
daya
Rongkong, dengan output pengembangan lahan pertanian produktif, alat
direhabilitasi,
perpipaan, embung
dan
kemudahan
produksi,
.
dan
bibit dar benih
dan
sarana prasarana kBchatsr hewan, dan
.
rekomendasi perlindungan
(LP2B) dan
.
unggulan, penguatan dan tata kelola perikanan budidaya,
produksi pakan ikan untuk operasional UPT, produksi Sampel
monitoring
laut den udang,
air laut,
Resistensi Antimikroba (AMU/AMR) ikan air payau,
udang
. Peningkatan produktivitas
berkelanjutan,dengaD,autputpelabuhatr
dan
t€f,luar dan/atau
fasilitasnya untuk
.
laut,
.
d.n lan ouv t: diklat
Icrja
ekspor produk perikanan, dengut output:
nil,a
usaha, teEu
DI
Prioritas (KPP)
. Dl: KPP
Gurilla,
Barru
. Penyediaan
pembangunan
.
prasarana konektivitas
. Pengembangan dan diversifikasi
pengembangan sarana dan prasarana
obyek
BUMDesa
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis
pertanian, dan lainnya),
benih bahan
destinasi II yang
kelola
.
pemerintahan dan
. Peningkatan ketahanan sosial datr lingkungan perdesaan, d€ogan
istiadat,
D2
D3 0ff')
. D2: I(l Mahalona,
Kawasan Luwu
. D3: KT Pitu Rirarc,
Rappang
Pengembangan Kawasan
. Pembangunan
. Pengembangan ekonomi kawasan
sarana produksi
. Redistribusi as€t (tanah)
pengurusan sertifikat hak
. Penataan
output perpindahan dan
D4
DS Kecil
. D4: Kabupaten
Kepulauan
.
hulu ke hilir'- sistem n€no.lolern rir
:l D5:
Kepulauan
terpusat
limbah do@catik terpusat
listrik hingga
danga,i
gardu induk,
tangga b€luD
layanan
Penyediaan sarana dan prasarana
dari hulu hingga hilir, de!:gef)
peningkatan
dan
Penguatan
prasarana pelabuhan,
Pelabuhan
pulau kecil, dengan
O@d,ns for
Penguatan kapasitas dan
kapasitas
vaksin, dan alat kesehatan serta implementasi
D6
D7
D8
D9
D10
Dll
Dr3
. D6:
Timur
. D7: Kabupaten
. D8:
Utara
. D9: Kabupaten Wajo
. DIO:
Bone
. Dll: Kabupaten
Sinjai
.
. D13: Kabupaten
. D14: Kota Palopo
. Pemenuhan infrastruktur dsrr pelayanan dasar, dengan
.
dan
Bandar
.
Bone),
\to\)ae
Provinsi Sulawesi S€leten
. Pengembangan jaringan bandara terpadu,
bandar udara perairan, angkutan udara
di Seko dan Sorowako, serta Tanatoraja
. Pembangunan dan
angkutan penyeberangan
Sulawesi
.
lintas
Lsmuru-Xopp€; dan ruas Bts. Kota Jeneponto-Bts. Kota Bantaeng,
peningkatan dan
flyover / underpassI
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas
Provinsi Sulawesi
di wilayah
melalui:
. Fasilitasi dan Penyaluran Subsidi/ Bantuan Pembiayaan perumahan,
o{rpuf, penyediaan ruBah murah
membutuhkan,
reguler dan
hunian
perumahan,
berwawasan lingkungan
. Penyediaan sarana dan prasarana
. Penanganan
.
.
air
optimalisasi SPAM Curiio), sistem
terpusat skala kota dan
. Penanganan sampah yang optimal dari hulu hingga hilir dengan
kapasitas
dan
teknologi pengolahan sampah,
Nasional (SIPSN) dan
. Peningkatan
dan
gardu induk, rekomendasi
sambungan
listrik 24
.
energi baru
jaringan transisi dan gardu induk
.
peningkatan literasi digital dan
perluasan jaringan telekomunikasi dan
Provinsi SulawEsi Sel,atan Penguatan pelayanan,
.
kesehatan
Unggulan
rujukan berbasis
I(ab. Toraja Utara, penyediaan dan optimalisasi sarana posyandu,
puskesmas, dan
alkes yang didampingi
digital, dengan
genom
Provinsi
HN/AIDS,
Pencegahan dan
.
program
penyakit,
pengendalian
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan
dini dan respons kejadian
.
kesehatan program
edukasi
. Pengendali.n
deteksi dini kusta dan frambusia dar
. Pengendalian penyakit
pengendalian zoonosis
.
yang ditingkatkan kapasitasnya,
masyarakat, keluarga yang
bermasalah gizi, layanan imunisasi
kegiatan surveilans
perbaikan status gizi dan
balita, kampanye dan
.
Fasyar (es yalrg terpenuhi
PIK
Pelaksanaan
(srunt /rg/AKI, pcrubalun iklim, kespro)
Provinsi
.
lumbung pangan desa, daerah, dan nasional, termasuk
indek
Gowa dan Takalar,
Gowa dan
benih padi, alat dan
dan pemanfaatan
.
keaEa,larr dan mutu pangan, serta sarana
Fasilitasi stabilisasi pasokan dan harga pangan,
yang terdistribusi, sarana stabilisasi pasokan dan harga pangan,
stabilisasi pasokan
budidaya, dcogF,i output alat
:') Penguatan logistik,
produk
SErena
distribusi
ikan nila salin, patin, dan
revitalisasi tambak udang
penyedia jasa
dengan output diklat
ikan atu l,aut, peningkatan
petugas kesyahbandaran,
makanan, laut, dan
Kerja sama
ekspor produk
salin
pelatihan
koperasi,
pengendalian dan
potong dar
pendidikan sektor strategis, penguatan
.
sekolah dan
prasarana
maupun dibangun
. Penerapan sistem
vokasi di scldor strategis,
kreatif dan kewirausahaan dan PBK
. Penguatan
yang berbasis
mengikuti pendidikan menengah
bagi aparatur dan Don aparatur,
Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat
untuk
vokasi
industri,
satuan pendidikan
No
mengacu pada
pelatihan, penjaminan
industri kompeten lulusan dikl,at
tifth
Pculagaryan industri di
yang Daaang di
dan
dan integrasi
.
strategis registrasi sosial ekonomi dan jaringan komunikasi data dan
data. @'].teti
hingga tingkat desa
Sist€@
daya
. Penguatan JKN dan penyaluran bantuan
output penduduk
pelaksanaan optimalisasi
keluarga yang
subsidi listrik, bantuan logistik korban bencana
bencana sosial dan non a.lam yang
.
pangan murah yang dilaksanakan, stabilisasi
revitalisasi budaya Bahar:i serta
Pinisi
.
.
. Peningkatan Tata kelola
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi,
berbasis
dan
kawasan
budaya
Provinsi Sulawesi Selatan
. PengEndalian risiko bencana di
Pembangunan
Eitigasi bencana, koordinasi dan
penanggulangan
.
penguatan desa/ kelurahan tangguh bencana
.
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan
destinasi wisata alam yang
usaha
Rehabilitasi
lahan secara vegetatif di
dan rehabilitasi Daerah Tanpungdt Atu (DTA) danau secara vegetatif
Pengendalian daya rusak air, dengan output
pengendalian banjir dan pengaman
prasarana
bangunan kawasan rawan bencana
Provinsi Sulawesi
industri
. Penguatan
industri galangan kapal sebagai industri
rantai pasok bahan baku industri perkapalan, dan
dan daya saing industri perkapalan
.
dan prasarana
dan bioprospeksi sumber daya kelautan
. Peningkatan produktivitas budidaya
kualitas dan
y€rtg disalurkan ke
lAut -
.
penguatan rantai pasok
penerapan ekonomi
. Tata
industri nikel,
daya
. Pengembangan industri
di
pembibitan tanaman unggul, fasilitasi investasi
penguatan kapasitas petani
.
padat karya
teda@logg,
baku, fasilitasi
Provinsi
. Penguatan
. Penguatan
.
. Penguatan
. Penguatan
“Y sulawesi $
Ah & Tengah
" hn Pet 5
$ Bh TN NG SULAWESI
f 5 NI
B2 “ D1 Ng, 95
$ 2 "G
N c2 C4 LEGENDA
' A2 sa
- A3 0. Pertumbuhan
AL A4 yKota Kendari
, - AA o: 39 . Kawasan Komoditas Unggulan
ba Kawasan Swasembada
B8 Pangan, Air, dan Energi
— 3 Kawasan Afirmasi
D2 Kawasan Konservasi dan
. ... g Rawan Bencana
c1 Es Pr (@! Ibu Kota Provinsi
. Ka B9
: daa, e. @ Bandar Udara
: . F 2 ko) Pelabuhan
1 B6
$ h "5 "— Jalan Nasional
' ' 4
: B5 .
4 RN » Batas Administrasi
- g Yg
2D 1
« p
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi ,
1. Kabupaten Wakatobi Kawasan Lumbung Pangan Sulawesi Tenggara
Kawasan Perkotaan Kecil Kabupaten Konawe h bawal
2. Kabupaten Konawe - Kabupaten Kolaka limur
Kawasan Industri Pengolahan Hasil Tambang 3. Kabupaten Konawe Selatan
3. Kabupaten Konawe 4. Kabupaten Konawe
4. Kabupaten Kolaka
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Perkebunan Kakao Kawasan Transmigrasi (KT)
Ha bina en Ub ara 1. KT Asinua Kabupaten Konawe
— aa Pa Be Lili 2. KT Anawua Kabupaten Kolaka
Kawasan Perikanan Tangkap 3. KT Mutiara 'Kabu aten Muna
3. Kota Kendari : " p
4. Kota Bau-Bau
5. Kabupaten Buton
6. Kabupaten Muna
7. Kabupaten Bombana
8. Kabupaten Kolaka
9. Kabupaten Muna Barat
SK No25t239A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Destinasi Pariwisata
Prioritas:
• A1: Kabupaten
Wakatobi
Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi dengan
implementasi blue, green, circular economy, melalui:
• Pengembangan Aksesibilitas Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi,
dengan output: aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan Atraksi termasuk event berkualitas dan warisan Geologi
Wakatobi, dengan output: pendukungan event daerah, pelaksanaan
kegiatan nasional dan internasional, provinsi yang menyusun dan
menerapkan rencana aksi destinasi wisata, dan jejaring destinasi
pariwisata di Sulawesi Tenggara yang dikembangkan
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
Pariwisata Wakatobi, dengan output: Sistem Pengelolaan Air Limbah
Domestik Setempat Skala Kota
• Pengembangan keterampilan SDM dan layanan pariwisata Wakatobi,
dengan output: SDM pariwisata yang memperoleh pelatihan untuk
pembekalan kerja dan masyarakat yang memperoleh fasilitasi dan
pembinaan peningkatan kapasitas SDM
• Pemasaran Pariwisata Wakatobi, dengan output: publikasi, promosi
terpadu, konten promosi wisata minat khusus, jejaring promosi wisata
minat khusus
• Pengembangan industri, usaha masyarakat dan investasi pariwisata
Wakatobi, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan digital,
pembiayaan startup, pembiayaan pasar modal, dan pembiayaan
pariwisata berkualitas, rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi
kreatif, advokasi dan pendampingan peningkatan realisasi investasi,
promosi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif, promosi investasi
pariwisata dan ekonomi kreatif, transformasi digital industri pariwisata
dan ekonomi kreatif, dan penerapan pariwisata berkelanjutan
• Keamanan, keselamatan, dan kemitigasian bencana Wakatobi, dengan
output: pelaksanaan operasi SAR Kota Kendari
A2 Kawasan Perkotaan Kecil
Kabupaten Konawe:
• A2: Kabupaten
Konawe (Morosi)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Kecil berbasis industri di Kabupaten
Konawe, dengan output: penyusunan masterplan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu di kota
kecil Kabupaten Konawe, penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas
transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan
yang akan dibangun, penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala
regional untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan,
bantuan pembangunan rumah susun untuk Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR) dan pekerja serta bantuan pembangunan rumah swadaya,
pemugaran permukiman kumuh, penataan kawasan perkotaan dengan
fokus pada penyediaan hunian layak dan terjangku serta pemenuhan
layanan dasar air minum, peningkatan kualitas lingkungan melalui
pemenuhan layanan persampahan, penanganan limbah dan penyediaan
ruang terbuka hijau
0,9
0,9
106,4
73,1
0,343 – 0,347
0,365 – 0,371
6,60 – 7,60
10,04 – 10,54
55,12
28,93
0,56
0,53
2,32 – 2,80
2,54 – 3,04
83,06
7,9 82,39
(Rata-rata
2025–2029)
9,1
(2029)
A3
A4
Kawasan Industri
Pengolahan Hasil
Tambang
Tenggara
. A3:
Kottav,E
. A4:
Peningkatan nilai
Konawe dan Kabupaten l(olala, melalui:
.
ouqat: Jel8,i Shor&zt
Tabanggcle - Pebunooha
.
. Pengembangan Industri Nikel
.
terfasilitasi
.
katoda nikel yang terfasilitasi dalam rangka peningkatan
.
industri
. Tata
.
sejalan
untuk mewujudkan
.
penguatan industri
.
standar dalam rangka
.
Manusia (SDM),
.
kompetitif,
. Kepastian pasokan dan harga
. Peningkatan utilisasi kapasitas terpasang industri
kebutuhan
. Pengembangan
Steel yang terfasilitasi dalam rangka
.
ou,put Fasilitasi Investasi untuk Industri
. Optimalisasi
. Pembangunan,
KI Konawe
.
Kawasan Industri Virtue
.
BI
Kawasan Perkebunan
I(akqo Sulawesi Tenggara
. Bl: Kabupaten
Kolaka Utara
. 82:
Kolaka
Pengembangan l(anlasan
. Oa Fa.m penguatan produksi
prioritas, dengan oxPuti kawasan kakao, arca penanganan
Pengganggu
pertanian pra pancar sub s€lcor perkebunan
.
B3
B4
B5
86
B7
88
B9
Tenggara
. B.3: Kota Kendari
. 84:
. Bsi
Buton
. 86:
. 87: Kabupaten
. 88:
Kolaka
. 89:
' Barat
Buton,
.
bantuan yang
.
Perikanan, denSf]\ dtt?ut sarana
.
de,i'g8(t
perikanan yang difasilitasi akses
wirausaha kel,autan
UMKM kelautan perikanan yanA difasilitasi
pelaku
tambah,
perikanan yang ditingkatkan kapasitas
.
berkelanjutan, daligjsoi
dan bertaraf
terluar dan/atau berwawasan lingkungan yang diketlbaruk D,
pel,abuhan perikanan UP'I pusat dan PP perintis
fasilitasnya untuk
.
tawar hasil budidaya
.
budi daya ikan air payau yallg disalurkan ke masyarakat
cl
c2
c3
c4
Kawasan Lumbung
Pangan
Tenggara
. Cl:
. C2:
Kolaka
. C3i Kabupaten
Konasrc Sel,atan
. C4: Kabupaten
komoditas pertanian unggulan yang
.
pengolahan
. Penguatan SDM pertanian dan
fungsi
anomali
No
alat dan
jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi
Penguatan pangan
tarlaEalr pangan dan sarana
pembinaan
dan daya saing
hokd.,
Dl
D2 . Dl: KT Asinua,
D3
. D2: I(T Anawua,
Kabupaten Kolaka
.
Kabupaten Muna
IGwasan
.
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem
. Pengembangan
sarana produksi
. Redistribusi aset (tanah)
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah
.
output
Provinsi Sulawesi
.
hulu, dengan
sarana budi daya rumput laut yang disalurkan ke
kawasan yang dibangun bagi masyarakat
.
Agar, Kosmetik,
berbasis rumput l,aut
. Peningkatan rantai nilai n
laut dan
sentra produksi nulput laut
.
Laut, dengan otQ&t pelatihan dan
laut terkait praktik produksi dan pelatihan
laut
. Peningkatan dukungan fmaflsial bagi
sLcma kredit mikro dengan bunga
rumput laut
Provinsi
Tenggara
Pengembangan industri
.
outputi hilirisasi grait untuk
bagi IKM tier 2 dan tier 3 untuk transisi kc
No Lokasi Prioritas
:,]
untuk investasi SPKLU; Insentif untuk
listrik
investasi, dengan output penyesuaian
untuk kemudahan bahan baku litium, mangan, dan
Penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri
fasilitasi
1
Provinsi
Tenggara
Peningkatan
.
Pelabuhan Sikeli,
. Pembangunan dan
. Penanganan
Terluar, dan
.
.
dengan output pembangunan
.
keselamatan angkutan darat, de'igjm,
Boepinang, Wolo-BTS. Ibta Kolaka, BoepinanfBambaea,
barang dan pcnwtrpang,
.
Provinsi Sulawesi
Penguatan
wilayah dan pemerataan
.
tenaga listrik,
tenaga lbtrik s€rta infrastruktur gar:du induk, pengendalian
pembangunan
. Peningkatan konektivitas
Listrik,
energi global,
. Dekarbonisasi dan
PLTMH dan PLTS,
pembangunan
. Penguatan infrastruktur telekomunikasi, dengan
Prild-
No L.kasi Prioritas
percepat€n
dan dukungan
Perluasan
output
prioritas, OM pusat
l,ayanan publik
Perluasan layanan
Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
a
:l
1
Provinsi Sulawesi
Tenggara
sanitasi
.
regional,
regional,
minum, dan fasilitasi
peralatan bidang air
.
difasilitasi dalam penerapan SPM urusan
tipologi
. Percepatan
berketahanan
limbah domestik terpusat skala regional,
dan bcf,barig
setempat skala kota
. Pengelolaan sumber daya air
.
dengan prinsip sirkular, dengan out ut persiapan
fasilitas
zecycting plastik daur ulang, fasilitas
. Penyediaan dan
oxQat
Terpadu (TPST),
skala regional, sistem
pengelolaan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan kapasitas
TBC,
. Penyediaan dan penguatan
fasyankes
. Pengembangan
menekan angka
layanan ICISU-KIA
Kesehatan Ibu dan Anak),
kesehatan
pcnEqatan pelayanan KIA,
pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi dan pembinaan
lembaga, dan
Peningkatan produki SDM
produksi dokter dan dokter
penyusunan
kcschatatr penunjang PPDS dan subspcsialis, dan bantuan biaya
Penguatan
hamil dan balita yang mendapat
tenaga kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan
bermasalah gizi, dan
HIV/AIDS,
dalt perbekalan
bahan dan tenaga terlatih
pengobatan, paket
serta alat, bahan, dan paket
obat
Provinsi Sulawesi
Tenggara
. Fasilitasi dan penyaluran subsidi/ bantuan
output penycdi€8\
Tahan
MBR/pekerja, fasilitasi subsidi dan bantuan uang muka,
nrEah
.
output Bantuan PSU Bidang
. Penanganan
. Pembangunan
terutama
milenial dan
Tenggara
pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja yang
.
.
yang maSang di
dan
. Pelatihan vokasi di
-22A-
No
perikanan,
peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi industri upskilling dan
Nasional lndonesia (SKKNI) sektor industri,
dan metode pcmbclajann, dan standar pelatihan
SMK
kreatif
pendidikan
Peningkatan kapasitas dan
vokasi
Revitalisasi sarana dan prasarana
jenjang Pendidikan
:'l
Provinsi Sulawesi
Tenggara
sosial,
. Peningkatan
(TKM)
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif dan revitalisasi
keagamaan, dengan
pengentasan
.
strategis registrasi sosial ekonomi
data
hingga tingkat desa yang
sistcro l,ayanan dan rujukan
.
penduduk
optimalisasi
sosial
bantuan.
. Pel,aksanaan bantuan energi dan pangan, dengan
pangan
Pangan,
. Perluasan Cakupan
Nasional
Bukan Penerima upah dalam
Tenaga
Kerja, Sosialisasi
rangka perlindungan nelayan
. Penyediaan
l,ansia, dan
Masyarakat
No Ll(asi Prioritas Hr?rui?h,
mendapatkan
Provinsi Sulawesi
Penguatan kapasitas
.
Rekomendasi
PAD meningkat, dan basis data potensi PDRD
.
kontribusi BUMD
dengan Badan Usaha (KPDBU)
.
memanfaatkan
o
- 2 ,
v
Y k GORONTALO
. AP 2 BA P
L AA £
Sulawesi TN " Fa " 24 B2 “ ,
Tengah Pns Pad 9 L
9 s " B1 D1 1 Sulawesi
B4 LN ' 2 @G Utara
/ . 0 ta Gorontalo
B8 3@ ES B3 " B6 Ate Bs
A. Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Perkotaan Sedang Kota Gorontalo LEGENDA
1. Kota Gorontalo Kawasan
Pertumbuhan
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Swasembada
Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pangan, An en Energi
1. Kabupaten Gorontalo Kawasan Afirmasi
2. Kabupaten Gorontalo Utara Kawasan Konservasi dan
3. Kabupaten Boalemo (@ ibu Kota Provinsi
4. Kabupaten Pohuwato " Kota Provinsi
5. Kabupaten Bone Bolango ko) Bandar Udara
Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Kelapa @ pelabuhan
6. Kabupaten Gorontalo
7. Kabupaten Gorontalo Utara "— Jalan Nasional
Kawasan Sentra Garam «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
8. Kabupaten Pohuwato Batas Administrasi
D. Kawasan Afirmasi E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Pesisir dan Konservasi Teluk Gorontalo,
1. Kabupaten Gorontalo Utara dsk
Kawasan Transmigrasi (KT) 1. Kota Gorontalo
2. KT Sumulata, Kabupaten Gorontalo Utara 2. Kabupaten Gorontalo
3. Kabupaten Bone Bolango
4. Kabupaten Boalemo
5. Kabupaten Pohuwato
Sasaran Pembangunan Provinsi Gorontalo
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Sedang Kota Gorontalo
• A1: Kota Gorontalo
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan Kota Gorontalo, melalui:
• Pembangunan Kawasan Perkotaan Sedang Kota Gorontalo, dengan
output: penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan
yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu,
bantuan PSU perumahan, bantuan pembangunan rumah swadaya,
pembangunan rumah susun hunian untuk ASN/TNI/POLRI, MBR dan
pekerja, penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan, pemugaran, dan
pemukiman kembali permukiman kumuh, pengembangan sanitasi,
pembangunan dan peningkatan SPAM, pengembangan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat skala kota dan permukiman,
sistem pengelolaan persampahan skala kota, penguatan instrumen
peringatan dini bencana, preservasi jalan akses simpul transportasi
Jalan Kota Gorontalo - Limboto – Isimu, penyediaan dan peningkatan
layanan konektivitas transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik
kawasan perkotaan yang akan dibangun, penyediaan ruang terbuka
hijau, serta penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional
untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
• Penanganan Banjir Kota Gorontalo
B1
B2
B3
B4
B5
Kawasan Tanaman
Pangan dan Hortikultura
• B1: Kabupaten
Gorontalo
• B2: Kabupaten
Gorontalo Utara
• B3: Kabupaten
Boalemo
• B4: Kabupaten
Pohuwato
• B5: Kabupaten Bone
Bolango
Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi
Gorontalo, melalui:
• Pengembangan pangan nabati dan penguatan produksi komoditas
pertanian berorientasi nilai tambah, dengan output: area penyaluran
benih jagung dan padi, sertifikat benih jagung dan padi, kawasan padi,
kawasan aneka cabai, serta alat dan mesin pertanian
• Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, dengan output:
penuntasan pembangunan Bendungan Bulango Ulu, pembangunan
jaringan irigasi, dan rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi
• Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan output:
peningkatan jalan dan jembatan koridor logistik Paguyaman–Tabulo,
Isimu–Paguyaman, dan Taludaa–Pelabuhan Gorontalo, pembangunan
jalan koridor logistik, pembangunan jalan akses simpul transportasi,
serta pendampingan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha
(KPBU) terkait Pelabuhan Anggrek
• Penguatan SDM pertanian dan pengembangan praktik pertanian
berkelanjutan, dengan output: fasilitasi pemberdayaan masyarakat
perdesaan, pendidikan tinggi vokasi pertanian, pendidikan menengah
vokasi pertanian, rumah pengolah pupuk organik, dan pengembangan
lahan pertanian produktif
0,2
0,2
65,2
47,6
0,384 – 0,393
0,394 – 0,400
9,50 – 10,50
14,21 – 14,50
81,44
59,98
0,54
0,50
2,00 – 2,74
2,87 – 3,08
82,15
81,48 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
86
97 dan
. 86: Kabupat n
Gorontalo
. 87: Kabupaten
Gorontalo
. Peningkatan produksi dan produktivitas
kelapa, sarana dan
.
industri pengolahan kelapa,
industri
usaha mikro,
B.8
. 88: Kabupaten
Pohuwato
.
farmasi, dan
.
niaga
DI
Prioritas
. Dl: Kec.
Raya,
Kec. Ponelo
Monano, Ikc.
Sumalata
Kec. Birau, dan IGc.
Tolinggula,
Kabupaten Gorontalo
Utara
Pembangunan kawasan
pembangunan sarana
pendidikan, pelayaran kesehatan, maupun
tertinggal daIr
D2
. D2:
IGbupatcn Gorontalo
Utara
Pengembangan
Utara,
.
dengan
.
.
pengurusan
. Penataan persebaran penduduk dan
E1
E2
E3
E4
E5
Gorontalo, dsk
. El: Ituta Gorontalo
. E2: Kabupaten
Gorcntalo
. E3:
Bolango
. B+: Kabupaten
BoaleEo
. E5: Kabupaten
Gorontalo dan sekitarnya melalui:
. Peningkatan pengelolaan dan
perairan, dcogan output kawasan
dan ,asilitasi usaha ekonomi produktif
. Pengelolaan geologi untuk mendukung
hutan dan
dipulihkan,
vegetatif
1 Rehabilitasi hutan dan
l,aharr
dan rehabilitasi Daerah
No L,okasi Prioritas Ht?ru{?ht Indikasi Int rveu8i
Pengendalian daya rusak air, dengan outpf
pengendalian banjir dan pcnmmatr
penguatan
bangunan kawasan rawan bencana
minum dan sanitasi
.
ke hilir, dengan
SPAM Regional,
.
setempat, dengan
terpusat skala
masyarakat,
.
Terpadu
dengan output
kota, skala
Terpadu
pengelola sampah
. Penerapan ekonomi sirkular
teknologi ,?cycli4g
.
energi
(PLTM) dar
.
yang tidak
.
outt ut
penerapan infrastruktur pasif bersama, OM ak8cs internet, OM SATRIA
l.
.
Sosialisasi
inisiatif baru bimbingan
PMSE, dan fasilitasi
. Perluasan layanan
teknik, peralatan
digital, revitalisasi
.
milenial dan generasi z
. Penguatan
jembatan koridor logistik PaguyanraFTabulo,
Taludaa-Pel.
pembangunan jalan ak3ca EiEpul transportasi, datr
.
pendampingan KPtsU Pelabuhan Anggrek dan
. Penguatan infrastruktur
pengembangan bandar udara
Provinsi Gorontalo
kesehatan
. Penyediaan dan penguatan pel,ayanan kesehatan
pelayanan kesehatan bergerak, penetapan
RSUD tipe D menjadi C, dan
.
Kesehatan Ibu drn Anak),
kesehatan (SPA) dan
dan pembinaan
. Penurunan
di
deteksi dini faktor risiko dan
dan anal
.
program
kesehatan,
kesehatan penunjang PPDS dan subspesialis, dan
IrcneEpatan
Provinsi Gorontalo Penguatan upaya pencegahan dan
HIV/AIDS,
pencegahan dan
. Pengendalian
terlatih
. Pengendalian
terlatih
. Peningkatan upaya
terlatih untuk
dan fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian, serta alat, bahan,
dan paket
.
terlatih
Drug
No
Penguatan
Hamil dan balita
Tenaga
bantuan sosial
pencapaian stzntir4,
Provinsi
lolG.l melalui:
. Pel,atihan vokasi di
pendidikan, dflq!$ autpuX revitalisasi sarana dan prasarana sekolah
dan
pertanian dan
pelatihan
dan ,€sloflirg,
Standar Kompetensi lcrja Nasional Indonesia (SKKM) sektor industri,
. Penerapan
SMK
kreatif dan
mutu, dan
pendidikan
fasilitasi pendampingan Enk
.
kejuruan, upskilling dN reskilling pendidik dan
inovasi model
sarana
Provinsi Gorontalo
Ekonomi (Regsos€k), penyaluran bantuan sosial adaptif,
. Penguatan
terpadu kesejahteraan sosial, mrrstah& yang diselaraskan
aparatur yang mengikuti pcngcrabanaan
.
usaha keluarga p€ncriEa manfaat (KPM)
.
bantuan iuran PBI JKN, keluarga yang
bersyarat,
kuliah, KPM yang
Elpiji 3 kg yang tepat sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik
korban
Provinsi Gorontalo
peternakan,
. Pengembangan sarana
tangkap, dan
gudang beku, sarana distribusi logistik, alat dan
ikan,
.
peningkatan eksportir kelautan perikanan baru, peaatrtquan
ekonomi kelautan
kesyahbandaran,
Kerja
ekspor produk
strategis KP
koperasi,
dan penanggul,angan penyakit
bibit dan bcdih
dan l,ayanan
/ " Sulawesi HN
/1 | Tengah )
F8 D4 bs:
| , 1.
B4 a | SULAWESI
7 pe
D3 B5
ui
Hn LEGENDA
E4 O PT SA P P r Kawasan Komoditas Unggulan
N- PP ag db | Aa Jab
AL ” B7 Oa aj emng " Kawasan Swasembada
9... F. 3 3 LAIN Pangan, Air, dan Energi
Kawasan Afirmasi
4 D5 “ un Kawasan Konservasi dan
LI : KK N “ (@! ibu Kota Provinsi
&5 : B6 B3 ad 1 , ko) Bandar Udara
4 B1 AJ ko) Pelabuhan
D1 D2 | L me Jalan Nasional
Aa (“ O, Sulawesi ss“: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
9 3 3 Selatan N Batas Administrasi
|)
B. Kawasan Komoditas Unggulan .
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Perkebunan Kakao dan Kopi
1. Kabupaten Polewali Mandar ,
2. Kabupaten Majene Kawasan Konservasi
3. Kabupaten Mamasa Kawasan Konservasi dan Pengembangan Pulau
4. Kabupaten Pasangkayu Kecil .
5. Kabupaten Mamuju Tengah 1. Kabupaten Mamuju
Kawasan Perikanan Budidaya Kawasan Rawan Bencana ,
6. Kabupaten Polewali Mandar Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Makassar
7. Kabupaten Mamuju Strait Sulawesi Barat
2. Kabupaten Majene
3. Kabupaten Polewali Mandar
D. Kawasan Afirmasi 4. Kabupaten Mamuju
5. Kabupaten Pasangkayu
Kawasan Transmigrasi (KT)
1. KT Ulumanda, Kabupaten Majene
2. KT Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar
3. KT Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah
4. KT Sarudu Baras, Kabupaten Pasangkayu
5. KT Mambi Mahelaan, Kabupaten Mamasa
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
B1
B2
B3
B4
B5
Kawasan Perkebunan
Kakao dan Kopi
• B1: Kabupaten
Polewali Mandar
• B2: Kabupaten
Majene
• B3: Kabupaten
Mamasa
• B4: Kabupaten
Pasangkayu
• B5: Kabupaten
Mamuju Tengah
Pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan, serta hilirisasi
komoditas pertanian unggulan yang berkelanjutan serta implementasi
pertanian berketahanan iklim melalui :
• Penguatan akses pasar dan pembiayaan pengembangan komoditas
pertanian dan keturunannya, dengan output: pendampingan dalam
sertifikasi produk mutu pestisida, pupuk dan produk tanaman pangan,
hortikultura dan perkebunan
• Peningkatan produksi pangan nabati, dengan output: penyediaan alat
dan mesin pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan, jaringan
irigasi tersier yang direhabilitasi, optimasi lahan, alat dan mesin
pertanian pra panen sub sektor perkebunan
• Penguatan pasca panen pangan nabati, dengan output: dukungan
penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan dan sarana pengolahan
hasil tanaman pangan
• Pengembangan kawasan dan benih padi biofortifikasi, dengan output:
pengembangan kawasan padi kaya gizi (biofortifikasi)
• Pengembangan korporasi petani, nelayan, pembudi daya ikan, dan
petambak garam, dengan output: pendampingan lembaga yang
teredukasi akses pembiayaan, investasi, jaringan pemasaran dan ekspor
dan kelembagaan ekonomi petani yang dikembangkan
• Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia pertanian muda,
dengan output: pembentukan lembaga pendidikan menengah vokasi
pertanian, pendidikan tinggi vokasi pertanian diploma tiga (D-III), dan
pendidikan tinggi vokasi pertanian sarjana terapan (D-IV)
• Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output:
penyusunan rekomendasi perlindungan LP2B dan pengendalian alih
fungsi lahan pertanian dan bangunan konservasi air dan antisipasi
anomali iklim
• Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan
B6
B7
Kawasan Perikanan
Budidaya
• B6: Kabupaten
Polewali Mandar
• B7: Kabupaten
Mamuju
Pengembangan komoditas perikanan budidaya, melalui :
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat, dengan output: pengembangan
kampung perikanan budidaya, pengembangan jumlah klaster kawasan
revitalisasi tambak udang, dan jumlah kluster komoditas unggulan air
laut berbasis kawasan
• Pengembangan input produksi perikanan budi daya, dengan output:
produksi calon induk ikan air payau, ikan air laut, dan udang, produksi
pakan ikan untuk operasional UPT, produksi sampel monitoring
penyakit ikan yang diuji, jumlah benih ikan payau, ikan air laut dan
udang, penyaluran calon induk ikan payau, ikan air laut, dan udang
yang disalurkan ke masyarakat, jumlah benih ikan payau, ikan air laut,
0,3
0,3
58,7
43,8
0,332 – 0,336
0,345 – 0,349
4,97 – 5,97
9,00 – 9,73
76,22
61,65
0,54
0,51
1,07 – 1,76
1,41 – 2,00
85,32
84,82 5,5
(Rata-rata
2025–2029)
6,3
(2029)
No
dan udang ke masyarakat, dan pengujian
Peningkatan sarala dan
dan logistik perikanan, de'J:glN, o,tq,ux
dingin hasil KP,
DI
D2
D3
D4
D5
(Kr)
. Dli I(T t luEsnda,
. D2: KT Tubbi
Tararnalru,
Kabupaten Polewali
Mandar
. D3: KT Tobadak,
Kabupaten Mamuju
Tengah
. D4: KT Sarudu
Baras,
. D5: KT
Mehalaan,
Sarudu Baras di Kab. Pasangkayu, dan
Mehalaan di l(ab. Mamasa,
.
.
sarana produksi
.
pengurusan
. Penataan persebaran
output perpindahan dan
E1
Kecil
. El:
Mamuju
. Peningkatan
pengelola
. Peningkatan
prasarana search
. Peningkatan efektivitas pengelolaan
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil
. Pengelola wisata
. Peningkatan sarana dan
o
E2
E3
E4
E5
Kawasan Rauratr Bencana
G€Epa
Strait
. E2: Kabupaten
Majene
. E3:
Polewali Mandar
. F.4i
Marauju
. E5: Kabupaten
Makassar Strait,
.
terhadap bencana, daryf,,r ouwt peDl rsunan Peta kawasan rawan
bencana
IDRIP, penyediaan peralatan
d8r
.
bantuan
darurat, dan
hutan dan lahan melalui
a Pel,ayanan
ouq)ut.
kecepatan
pembinaan
Retrofit atau penguatan
Penerapan Ivatu/a.Ilased.
3
Provinsi
. Pemulihan lahan
untu.k pengelolaan
.
penyediaan data dan
Provinsi
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri rumput laut yang
oLtprtj penJ rsunan
laut, bibit
sarana budi daya rumput l,aut yang disalurkan kc masyarakat,
.
Agar, Ibstnetik, Bilrruel, dan Bioplastik) dan pengembangan Biostirlulaa
. Peningkatan rantai nilai
ruEput laut untuk
produksi rumput l,aut
. Peningkatan kapasitas tenaga
outputj pelatihan dan pendampingan pengol,ah
praktik produksi dan
. Peningkatan
bibit berkualitas dan menerapkan teknik
Provinsi Sulawesi Barat
.
industri alat
. Peningkatan adopsi teknologi, riset, dan inovasi
perkebunan, d.,iE!N,
pertanian modem, purwanrpa Budidaya
purrrarupa budidaya
melalui
antisipasi anomali
. Fasilitasi
pengawasan dafl pengendalian terhadap pemenuhan dan
dan perikanan
Provinsi Sulawesi
jalan, konektivitas darat, konektivitas laut,
sarana
. PenarEsnanjalan daerah, dengan output: pembangunan
daerah dan
.
js.lan
daerah yang
angkutan jalan
. Pembangunan dan
.
Padang (I(ab. Mamaju) dan Bandara
.
deng.n
Provinsi Sulawesi Barat
sanitasi a.man, dan
penguatan dan perluasan
. Pemenuhan
output
regional,
regional,
.
difasilitasi dalam penerapan SPM urusan Pekerjaan umum berdasarkan
tipologi daerah
.
berketahanan iklim
skala
air
. Pengelolaan sumber daya aif
.
kumuh
.
milenia.l dan generasi z
. Peningkatan
pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi,
ketenagalistrikan
. Perluasan jaringan
telekomunikasi dan
45 pers€n, palapa ring timur 45 p€rs€o, dengan seruice level agreencnt
(SLA)
dan PSP di
digital
Perluasan layanan penyiaran digital,
EansErisi, pengadaan
o€r bulanl
:,]
Provinsi SulawEsi Barat
Registrasi Sosial
. Revitalisasi dana sosial
wakaf,
. Penguatan
terpadu
aparatur yang
pelayanan
.
derrgi8trr
usaha keluarga
kerja
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dc,nga'n
bantuan iuran PBI JKN,
penyediaan Kartu
Provinsi SulawEsi
untuk
melalui:
.
anggaran
pada
. Satuan pendidikan dasar dan
.
kekerasan
kabupaten/kota
.
prasarana SMAKN
.
. Penerapan sistem
p€iryrmbangan SMK
a
SMK
pelatihan
bagi guru kejuruan,
prasarana dan alat,
. Peningkatan
tingkat
denga,i
penyediaan sarana, pemenuhan alat
revitalisasi posyandu dan
RS Kapal di
.
denga,i output
RS
. Penguatan tqta kelola dan
kepada Peserta
(BP)
. Penurunan kematian ibu dan anak
di fasilitas pel,ayanan
dan enek
Provinsi Sul"awesi Barat Peningkatan
. Penguatan intervensi spesifik
ouq t ibru hamil dan balita yang
Butet s,ack, Tenaga
yang mendapat bantuan sosial bersyarat, penyediaan
tambahan
imunisasi
.
dan fasyankes,
dan paket
.
dan logistik MDT, pendampingan dan pemantauan pengobatan,
6.1 Provinsi Maluku
(NX » DS
N ' N AN Kota Ambin MPN Es “..
BA Rata . MALUKU
Va AY
Et A13 .
1 LEGENDA
f — 5 D5 03 6 Ar,
- “.3 “PAN Kawasan Pertumbuhan
"ea he |
, Goa ) . Kawasan Komoditas Unggulan
3 4 / Kenesan Swasembada Pangan, Air
e 4 | Y
. 0, , $ ) Pa Kawasan Afirmasi
: 7 Pa Kawasan Konservasi dan Rawan
. “G0 - tar/ C6
3 p2.— yA Bo (@) wu Kota Provinsi
rb & 2 9
. . "2 @ Bandar Udara
9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan
Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata @
1. Kawasan Pariwisata Banda Neira — Kab. Maluku Tengah mma Jalan Nasional
Kawasan Industri Pemanfaatan Gas Bumi mmm Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Kawasan Pemanfaatan Gas Bumi (Blok Masela) - Kab. Kepulauan Tanimbar Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
3. Kota Kecil Berkarakter Khusus Banda Neira — Kab. Maluku Tengah
4. Kawasan Perkotaan Sedang Ambon - Kota Ambon
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
. 1 , Kawasan Perbatasan
Gentra Industri Berbasis Han NN PKSN dan Wilayah Pendukung
1 -ahia Antena 1. PKSN Saumlaki, Kec. Tanimbar Selatan dan Kec. Tanimbar Utara — Kab.
2. Kota Tual Kepulauan Tanimbar
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT, 2 ad na ga Da sana
Kecamatan Perbatasan Prioritas
Udang, dan Lobster 1 5 . , ,
. 3. Kec. Kei Besar Selatan, Kei Besar, Kei Besar Utara Timur, Kei Besar
3. Kab. Seram Bagian Barat
Selatan Barat -— Kab. Maluku Tenggara
4. Kab. Maluku Tengah : , AN #
4. Kec. Aru Tengah Timur, Aru Tengah Selatan, Aru Selatan Timur, Sir-Sir —
5 Kab. Maluku Tenggara
6. Kab. Kepulauan Aru Kab. Kepulauan Aru
| | 5. Kec. Pulau Dullah Selatan — Kota Tual
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan, 6. Kawasan Perdesaan Waeapo Agropolitan Berbasis Komoditas Unggulan
Air, dan Energi Padi — Kab. Buru
1. Kab. Buru: potensial pangan, potensial air E. Kawasan Konservasi
2. Kota Ambon: potensial energi . . .
3. Kab. Maluku Tengah: potensial pangan, 1. KKN Laut Banda, TWA Gunung Api Banda, KK Perairan di Pulau Ay dan
potensial air Pulau Rhun — Kab. Maluku Tengah
4. Kab. Seram Bagian Barat: potensial 2. KKD Pulau Kei Kecil - Kab. Maluku Tenggara
energi 3. KK Perairan Buano — Kab. Seram Bagian Barat
5. Kab. Maluku Tenggara: potensial pangan 4. KK Kepulauan Aru bagian Tenggara — Kab. Kepulauan Aru
6. Kab. Kepulauan Tanimbar: potensial air 5. KK Perairan Kepulauan Lease -
- Kota Ambon dan
- Kab. Maluku Tengah
Sasaran Pembangunan Provinsi Maluku
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Banda
Neira (Kab. Maluku
Tengah)
Pengembangan kawasan pariwisata Banda Neira di Kab. Maluku Tengah
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: penanganan jalan
daerah, peningkatan fasilitas pelabuhan dan dermaga
• Peningkatan daya tarik pariwisata alam, sejarah, dan budaya banda,
dengan output: pengembangan desa wisata, pengembangan atraksi
wisata budaya, penyediaan prasarana bidang pariwisata dan
kebudayaan, pendukungan event daerah, pembangunan pusat informasi
kepariwisataan, termasuk konten peta wisata (tourism map) yang
berkualitas, serta pemanfaatan cagar budaya dan aset sejarah
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: penyediaan akomodasi dan restoran yang
berkualitas, kios cinderamata, pengembangan pasar tematik wisata,
serta penyediaan layanan kesehatan wisatawan
• Pengembangan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi dan pembinaan masyarakat lokal yang
tersertifikasi di bidang pariwisata, penguatan tata kelola desa wisata dan
kampung adat
• Penguatan dan perluasan promosi dan pemasaran, dengan output:
promosi terpadu secara nasional dan internasional, serta pembangunan
jaringan pengetahuan dan media rekonstruksi diplomasi budaya jalur
rempah
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: peningkatan akses pembiayaan, literasi bisnis
dan mutu produk IKM/UMKM, pembentukan dan pembinaan BUMDes
dan koperasi berbasis pariwisata, perikanan, dan perkebunan
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Blok Masela
(Kab. Kepulauan
Tanimbar)
Percepatan pemanfaatan gas bumi untuk industri di Kab. Kepulauan
Tanimbar (Blok Masela) melalui:
• Penyiapan wilayah kerja pengembangan, dengan output: penetapan
wilayah kerja pengembangan gas bumi dan wilayah keprospekan migas
• Pengembangan infrastruktur dan teknologi pengolahan dan
pemanfaatan gas bumi, dengan output: pembangunan jaringan gas bumi,
sarana prasarana produksi pemanfaatan gas bumi, serta penyiapan
pembangunan infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan
transmisi/distribusi gas
• Penyiapan kapasitas SDM, dengan output: pembangunan sarana
prasarana dan program studi pendidikan tinggi vokasi berbasis industri
migas
• Penyiapan pembangunan sarana dan prasarana luar kawasan, dengan
output: pembangunan SPAM, SPAL, sistem pengelolaan sampah, akses
internet, jaringan listrik, serta pembangunan RTH dan ruang terbuka
publik
0,3
0,3
50,5
34,8
0,239 – 0,243
0,282 – 0,287
8,03 – 9,03
13,01 – 13,51
100
42,88
0,52
0,49
5,07 – 5,57
5,55 – 6,03
83,10
7,3 82,43
(Rata-rata
2025–2029)
8,4
(2029)
A3
. A3: Kota
Berkarakter
Banda Neira (Kab.
Maluku
. Penataan ruang kota, dengan output penetapan RDTR dan RTBL,
penataan lanskap dan
diantaranya penyediaan udgli^dir\g, pembangunan prcma\ad.e
.
lodaptiw
.
l,ayanan penyiaran
EBT,
. Penguatan peran kawasan, dengan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan
. Peningkatan
output
bandar udara dan
.
A4
. A4: Kawasan
.
. Penataan
.
massal
bidang
digital,
. Penguatan
BI
B2
B3
84
B5
86
(Komoditas tuna-
dan
Penyiapan pengembangan s€dtra industri berbasis
.
sarana
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran,
industri pengol,ahan, diversifikasi produk
distribusi logistik, penjaminan mutu produk
ckapor dan
dan pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan
. Peningkatan kualitas SDM dan perdaraphgan
dengan
.
terhadap
. Bl: Kota Ambon
. B2: Kota
Sentra Produki
. 83: Kab. Maluku
. 84: I(ab.
Bagian Barat
85: Kab. Maluku
Tenggara
86: Kab. Kepulauan
Aru
dar desa
kelembagaan
perluasan jaringan
telqtolod
ekonomi dafl sosial
.
dengll,t output,
Kci
pelabuhan laut (Pel,abuhan Ambon dan Pelabuhan Amahai)
. Pengembangan
orrpr.t
Pelabuhan Eray, Pelabuhan
Banda Eli, dar Pelabuhan Sofyanin,
.
output
.
.
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan aksca
layanan
Kota
Kota Tual (p€rikanan)
Kab. Maluku Teogah
(padwisata dan
ekonoei lceati0
I(ab.
TaEiEbar (industri
migas)
(SMK,
wil,ayah
. Penguatan dan penyediaan sarana
pelatihan berkualitas,
fasilitas Pendidikan dall Balai Latihan Kerja (BHq
. Pengembangan prog:am
yatrg
.
dengan
tinggi dan tenaga
mengikuti Lpslolliag d8r reskilling berstandar
.
pendidikan tinggi dsn vokasi yang mendapatkan
kualitas
1
cl
c3
Kawasan
Penguatan kawasan
ubi, dan kedelai) dan pangan akuatik/ bfuerood berbasis perikanan budidaya
dan
c5 Cl: Kab. Bum (padi,
pangan
C3: Kab. Maluku
Tengah (padi,
kedelai,
akuatik)
C5: Kab. Maluku
. Kab. Kepulauan Aru
(sagu)
. I(ab. Kepulauan
Keterangan:
1
Pangan
s) Indikasi lokasi yang
pangan rendah dal/atau
Indd<s lGtehanen
sangat
.
kedel,ai, dan ubi,
tambak,
unit
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan
pendukung, dcogan ou,p&t
embung
jalan
pascapanen, dan sarana
gudang lumbung pangan, serta peningkatan sarana dan prasarana
penangkapan
. Penguatan kapasitas SDM (petani,
de,i,ga,i
Agriculture hadi@q, GHP
untuk kelompok
. Penguatan tata kelola
yang
Penguatan
pangan,
usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
C2 Kawasan
C4
. C2: Kota
. C4: IGb.
Kawasan
. Kab. Scf,ara Bagian
TiEurs
. Kab. Kepulauan
.
potensi sumber energi baru
daerah dan dedicsclhasi, df,]jga,J. output
listrik tenaga EBT
lainnya,
. Penyediaan sarana
dan peningkatan jalan
Penguatan kawasan
') Indikasi lokasi yang
banEkitan EBT tinggi
*') Indikasi lokasi yang
P€ricDtarc rumah
tangga yang
dengan sumber
non
c1
c3
c6
I(aE asan Potensial
. Cl: Kab.
. C3:
Tengah*
. C6: IGb. Kepulauan
I(an'aran
. Kab, Maluku Barat
Daya*
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
**) Indikasi lokasi
prioritas atau
prioritas ketahanan
berkelanjutan pada
Eclalui:
. Peningkatan kapasitas
pembangunan
Penguatan kawasan rawan air dilakukan
baku a.lternatif, dengan
D1
D2
D3
D4
D5
Kawasan Afirmasi
PKSN dan Wilayah
Pendukung:
. Dl: PKSN
. D2: PKSN
(I(ab. Maluku Barat
Daya)
KccaEatafl
Prioritas:
. D3:
IGi Besar Utara
Timur, Kei
Maluku
. D4: Kec. Aru Tengah
. D5: Kec. hrl,au
DuUah
Tual)
Penguatan kac,asa[
Saumlaki dan ns,aki,
.
huni, pembangunan sarana dan prasarana
berbasis 3R,
pelaksanaan BBM I harga
.
sentra
SKPT Moal yang dikelola dan
sarana budidaya ikan ke masyarakat,
penyaluran bibit rumput laut,
sosialisasi
. Penataan
Rancangan Peraturan
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara
.
D6
I(a$,asart Perdesaan
Prioritas
. D6: Kawasan
Komoditas Unggulan
Padi (Kab. Buru)
Unggulan Padi
.
huni, peningkatan SPAM, SPAL,
.
dan listrik, serta penyediaan
. Peningkatan
dan lan qiput
IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam
dan produk unggulan desa
.
. I&b. Buru
. I(ab,
. IGb, Maluku Barat
Daya
Tertinggal dan PKSN
. Ihb. Kepulauan
Penguatan
. Kab. Maluku
.
Peningkatan
.
&ngF(r
.
untuk
bagi guru dikdas d,En dikmen
.
(adik),
. Peningkatan tata kelola pendidikan,
serta
.
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan
gedung a$ama beserta
internet untuk
o
pendidikan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual
ortput pcngeEbaruan kurikulum dan sist€ra
pendidikan,
Provinsi Maluku
Kawasan
.
peningkatan
No
. Penguatan ekosistem
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya,
dengan output fasilitasi
evaluasi pelestarian cagar budaya, aset sqarah dan budaya,
kebudayaan (OPK), dan
dan OPK
. Pengelolaan terpadu festival
prioritas bidang kebudayaan,
. Pelestarian bahasa, sastra, dan
penutur bahasa daerah pada
serta elred prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
I(ab. Buru
I(ab. Buru
kualitas RS dan
daerah sulit
. Peningkatan kualitas
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak,
rujukan berbasis
dan alat
da,r
. Pendayagunaan
penugasan kfruEus tenaga
. Penguatan tata kelola
denga'r
pel,aksanaan
. Penyediaan
bergerak, dengan
.
untuk tenaga
I(ab.
Timur
Kab.
(Daerah Tertinggal
Perbatasan Prioritas)
tr(ab. Maluku Barat
Daya
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
Kab. Kepulaua!
(Kecamatan
dan PKSN SauE aki)
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Seluruh
TBC:
. Kab. Maluku
Tenggara
. IGb.
. Kab. Kepulauan Aru
.
Penanganan Penyakit
Malaria: 8 kabupaten di
Provinsi Maluku
.
tcoaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan
Lay€rlan
TBC,
hunian tidak layak
.
malaria, tenaga kesehatan
. Pencegahan dan
tcnara
Penanganan
ISPA:
. Kab. Maluku TEngah
. Kab. Maluku Barat
Daya
. I(ota
. Kota Tual
pneumonia:
. I(ab. Buru
. IAb. Kepulauan Aru
. I(ab.
Timur
. I(ab. Maluku Barat
Daya
Penanganan Penyakit
rabies:
. Kab. Kepulauan
. Kab.
. Ihb.
Barat
. Kab. Maluku Barat
Daya
. Kota
Penanganan
kusta: Provinsi Maluku
swadaya, serta
Pencegahan dan
peningkatan layanan
pneumonia dan
dini dan pencegahan
Eliminasi
Elirlinasi penyakit rabies, dcn8an output
Provinsi Maluku
perbaikan gizi lainnya
.
sebelum
dan Anak-An k Minum Susu,
.
ouPut peningkatan
.
dengan
gizi dan
. Peningkatan fasilitas dan layanan
anak, peningkatan kapasitas tenaga
:') WPP 714
Timor
WPP 715
pera an
Penguatan
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
SK No25l27l A
Penyiapan kolaborasi dan
tetangga
output
pengawasan
EI
E2
E3
FA
E5
Kawasan
. Et:
TWA Gunung Api
Banda,
di Pulau Ay
Pulau Rhun (Kab.
Maluku Tengah)
. E2: KKD Pul,au IGi
Kecil (I(ab. Maluku
Tenggara)
. E3: KK Perairan
Buano (Kab.
Bagian Barat)
o Bl: KK Kepul,auan
Aru bagian Tenggara
(Kab. Kepulauan Aru)
. E5: KK Perairan
Kepulauan
(Kota Ambon dan
Kab. Maluku
Perlindungan,
.
output
Pemanfaatan
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output
.
.
hutan
.
. Pengembangan potensi geopark di TwA
output
Provinsi
. Peningkatan kapasitas dan
desa/kelurahan tangguh
adaptasi
. Pengembangan
respons
serta pemulihan
. Pelestarian hutan dan
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
.
lahan rusak dan kritis, serta
317 ta MALUKU
PA Co SNN UTARA
“ dal S d M
: Kota Si aa y |
5 N ad
Krn" LEGENDA
SN TI Pf s Kawasan
SN A n Pertumbuhan
Ae LX Ng 23, Kawasan Komoditas Unggulan
Liu y 8 K Ss badi
AN Pa awasan Swasembada
CX ho X3 ” Pangan, Air, dan Energi
— 1. » Kawasan Afirmasi
aa Kawasan Konservasi dan
£ N » Ng Ta Rawan Bencana
f | | Se. aan Bar » Nan (@ Ibu Kota Provinsi
" 1 @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan Ko) Pelabuhan
Kawasan Industri mm Jalan Nasional
1. KI Buli - Kab. Halmahera Timur «1 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. KI Weda Bay -— Kab. Halmahera Tengah Batas Administrasi
3. KI Pulau Obi — Kab. Halmahera Selatan
Kawasan Pariwisata
4. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perkotaan
5. Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba — Kab. Pulau Morotai
6. Kawasan Perkotaan Weda — Kab. Halmahera Tengah
7. Kota Baru Sofifi — Kota Tidore Kepulauan
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Kelapa Kawasan Perbatasan
1. Kab. Halmahera Barat PKSN dan Wilayah Pendukung
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kelapa 1. PKSN Daruba dan Kec. Morotai Utara — Kab. Pulau Morotai
2. Kab. Halmahera Utara Kecamatan Perbatasan Prioritas
3. Kab. Halmahera Selatan 2. Kec. Patani Utara - Kab. Halmahera Tengah
4. Kab. Kepulauan Sula 3. Kec. Maba Utara — Kab. Halmahera Timur
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Pala Kawasan Transmigrasi
5. Kab. Halmahera Barat 4. KT Sagea Waleh — Kab. Halmahera Tengah
6. Kab. Halmahera Tengah 5. KT Pulau Bacan - Kab. Halmahera Selatan
7. Kab. Halmahera Utara 6. KT Patlean — Kab. Halmahera Timur
7. KT Pulau Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan 8. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat — Kab.
: . gan, Halmahera Barat
Air, dan Energi
1. Kab. Halmahera Utara: potensial pangan, E. Kawasan Konservasi
, Bt aa | ai 1. TN Aketajawe Lolobata —
2 Kab. Halmahera Timur Linn aan - Kab. Halmahera Tengah,
| ab. Maimanera Sela an: potensia! energi - Kab. Halmahera Timur, dan
4. Kab. Halmahera Tengah: potensial air .
- Kab. Tidore Kepulauan
2. SM Goa Bukimoruru — Kab. Halmahera Tengah
3. CA Pulau Obi — Kab Halmahera Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Buli, Kab.
Halmahera Timur
• A2: KI Weda Bay,
Kab. Halmahera
Tengah
• A3: KI Pulau Obi,
Kab. Halmahera
Selatan
Optimalisasi pusat pertumbuhan eksisting dan percepatan hilirisasi industri
nikel di KI Weda Bay, KI Pulau Obi, dan KI Buli melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang KI Pulau Obi, dengan output:
percepatan penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan di sekitar KI
Buli dan KI Pulau Obi, dengan output: pembangunan jalan strategis
menuju kawasan industri, peningkatan Jalan Ruas 035 Weda–Sagea,
pembangunan alternatif akses jalan Maba–Kawasan Industri,
pembangunan Jalan Sofifi–Buli, pembangunan jalan lingkar Pulau Obi,
pengembangan pelabuhan, peningkatan kapasitas air baku, SPAM, air
limbah, sistem pengelolaan sampah, akses internet, jaringan listrik
tegangan menengah, sarana pemadam kebakaran, pembangunan
hunian pekerja, serta pengembangan fasilitas kesehatan primer
• Penguatan hilirisasi pertambangan dan turunannya, dengan output:
pengembangan smelter pengolahan nikel dan hasil pengolahan sisa
industri
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, pengembangan UMKM, serta peningkatan kerja sama sektor
industri kecil, menengah, dan aneka sebagai bahan baku industri dan
bahan penunjang
• Penyediaan SDM berkualitas, dengan output: pendidikan vokasi industri
dan pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitas
pendampingan SMK yang link and match dengan industri
• Penerapan dekarbonisasi dan ekonomi sirkuler di industri pengolahan
nikel dan turunannya, dengan output: percepatan dekarbonisasi dan
penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sektor industri untuk
pemenuhan enhanced NDC dan menuju net zero economy, serta
pembangunan infrastruktur untuk mendukung dekarbonisasi industri
A4 Kawasan Pertumbuhan:
• A4: DPP Morotai,
Kab. Pulau Morotai
(termasuk PKSN
Daruba)
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting di DPP Morotai melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandara Pitu, pengembangan seaplane untuk mendukung pariwisata,
penyediaan layanan angkutan penyeberangan perintis, serta
pembangunan jembatan untuk mendukung logistik DPP Morotai
• Pengembangan atraksi, dengan output: penataan kawasan koridor
Daname dan Nunuhu, serta pelaksanaan kegiatan (event) festival Pulau
Morotai
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: optimalisasi SPAM, TPA Daruba dan Sakita,
0,5
0,4
133,4
77,9
0,273 – 0,290
0,280 – 0,297
0,92 – 1,92
4,95 – 5,15
94,12
86,35
0,50
0,48
2,82 – 3,60
3,80 – 4,00
81,03
11,4 80,36
(Rata-rata
2025–2029)
12,7
(2029)
:l
:'l
dc,Iga,r
pariwisata, serta
serta
dengan
IKM/I MKM, koperasi, dan
dan
Peningkatan
adaptasi bencana dan
penyediaan jalur evakuasi
Pasifk
A5
. A5: Kota Kecil
Daruba (I(ab. Pulau
. Penataan
penguatan
.
peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan
jaringan
penyiaran
. Penguatan
layanan
.
output pembangunan jalan akses simpul
jalar
A6
. A6: Kawasan
. Peningkatan sarana prasarana
infraskuktur di
penanganan
layak huni,
mEah tidak layak huni,
dan sekunder, p€rabaagunan SPAM,
sampah,
RIH dan ruang terbuka publik
. Penguatan p€ratr kawasan,
. Peningkatan
output
dan penanganan jalan
. Pengelolaan masyarakat hukum adat di luar kawasan,
A7
. A7: Kota
Tidore
. Pembangunan pusat
bangunan gedung kantor
LANAL
ASN/ TNI/ Polri
pengembangan Bandara Kuabang Kao dan t leo Oba, serta penataan
dan
SPAM skda kota, SPAL,
SonE dan
BI
82
B3
B4
Unggulan:
Penyiapan pengembangan sentra industri
. Penguatan
termasuk revitalisasi
.
produk, dengan output
sama
.
dengan
serta penerapan kurikulum link a4d matdT dengan dunia
.
sarana pasca panen dan sarana
serta penyediaan alat dan mesin
.
dan
. Pengelolaan
.
model
pertanian, r€rta
Sentra Industri
. Bl: IGb,
. E}2: Kab.
Utara
. EXI: Kab.
Selatan
. 84: Kab.
Sula
BS Kawasan
86 Unggulan:
B7 Komoditas pala)
Penguatan sentra produksi berbasis
. Peningkatan produksi
rehabilitasi,
. Pembangunan
pendukung,
gudang SRG dengan
serta penyediaan alat dan
.
pertanian dan industri,
^nd.
.
o 85: Kab.
Barat
. 86r Kab.
Tengah
o B7: Kab.
Utara
output !.reken ekonomi
revitalisasi
model
peog€@baagafl
Provinsi Maluku
ekonomi dan sosial
.
dengan output pembangunan
Pulau Mangoli,
.
ouq ut
.
konektivitas
. Pemenuhan
. Peningkatan infrastruktur
dengan
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
layanan penyiaran digital
Ihb.
Barat (perkebunan)
Kab. Halmahera
Tengah (industri dan
Kab.
dan
Kab.
Timur (industri dan
Kab. Pulau Morotai
(pariwisata da!
ekonomi
Penguatan pendidikan tinggi STEAM,
(SMK,
wilayah
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan DUDI melalui:
. Penguatan dat1
fasilitas pendidikan dan Balai
.
yang
o Peningkatan kapasitas dan
tinggt dan
o
kualitas
dengan dunia kerja
cl
c2
. Cl: IGb.
Utara* (padi)
. C2: Kab. Halmahera
dan pangan akuatik)
dan
perikanan
. Penguatan produki pangan, dcn&at1
padi,
produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
No
. Kab. Kepu.lauan
Sula* (ubi)
. Kab. Pulau Taliabu*
(ubi dan
Keterangan:
I Indikasi lokasi yang
pangan tin88i
*1 Indikasi lokasi yang
Indeks
Pangan rentan atau
.
pendukung,
peningkatan jalan
sarana pra, pasca panen, dan sarana pengolahan hasil
serta
. Penguatan kapasitas SDM
de,i;gta,l output penguatan dan
untuk kelompok pelaku
nelayan, dan
dibentuk
. Penguatan tata kelol,a dan
jagung,
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganeLaragaman pangan,
c1
c3
Kawasan
. Cl: Kab.
Utarar
o C3: Kab. Halmahera
Selatan*
swasembada energi
.
potensi
daerah dan
listrik tenaga EBT
pembangunan
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,
dan peningkatan jalar akses
cakupan layanan
sambungan baru listrik bagi
mampu atau
. IGb. hrleu
. r) Indikasi lokasi
potensi
EBT
. *r)
yang
atau persentase
tinggi dengan
listrik non PLN dan
bulan listrik
No
. C4: Kab.
Tengah*
. Ikb. Kepulauan
SulaH
. Ihb. Pulau Taliabu*
. .)
yang
kapasitas
air tinggi
. *1 Indikasi
prioritas atau super
prioritas
iklim bidang air
. Peningkatan
Penguatan
baku
DI
D2
D3
Kawa.an
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat
Daruba, serta kecamatan
. Pemenuhan layanan dasar, dengan
huni,
kawasan
berbasis 3R,
.
pengendalian orSani$ae
perkebunan, layanan validasi dan verifikasi pupuk,
suEbcr benih bahan tandr komoditi
sosialisasi
.
perbatasan, delrglat ouUrut penyusunan dokuEear
Rancangan
(RDTR)
. Penguatan tata kelol,a
pengembangan
perbatasan dan
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D1: PKSN Daruba,
serta Kec. Morotai
Utqra (Ikb. Pulau
Morotai)
Prioritas
. D2: Kec. Patani Utara
(Kab.
. D3: Kec. Maba Utara
(Kab.
Timur)
D4
D5
D6
D?
Kawasan
. D4: KT Sagea
(Ikb. Halmahera
Tengah)
. D5: KT Pulau Bacan
(lGb. Haloahera
. D6: KT Patlean (Kab.
. D7: KT
(I(ab. Pulau Morotai)
dan Pulau Morotai
.
denga,f, anlput
SPAM, SPAL,
intemet dan lbtrik
.
d€r Pusat SKP (Satuan
(OPI)
Redistribusi as€t (tanah)
Penataan p€f,scbaran penduduk dan
output perpindahan dan
afl I(awa8an Afirmasi
Prioritas
. D8:
Perdesaan Prioritas
Kabupaten
.
sosial
peningkatan SPAM,
. Peningkatan
dan
. Penin8katan produktivitas
berbasis
koperasi, dan
. Peningkatan kapasitas tata kelola
berpola
. I(ab. Pulau Taliabu
.
Perbatasan
Penguatan
terbuka:
. Kab.
Selatan
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
. Kab. HeL[ahcra
Tcngah
Perbatasan
Peningkatan akses dan
dan sistem
. Pemenuhan da,l
dengan output
.
untuk
bagi guru dikdas dan
. Pemberian bantuan pendidikan
siswa
(adik), serta
pembinaan aral usia
.
.
rehabilitasi dan renovasi
gedung as(ama beserta kelengkapannya, serta
.
. Peningkatan
.
output
pendidikan,
No Lokasi Prioritas
. Peningkatan tata kelola
lcrrb.g. kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
cagar budaya, dan
.
prioritas
.
. Kab. Kepulauan Sula
. Kab. Pul,au Taliabu
. I(ab.
. Kab.
Tengah
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Perbatasan Prioritas)
. Kab.
Perbatasan kioritas)
RS:
kab/kota
kualitas RS dan
. Peningkatan kualitas
poskesdes, peningkatan RS tipe D
unggulan
rujukan berbasis
pendukungnya untuk
dan alat
da,r
. Pendayagunaan
primer dan
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanan
. Penyediaan moda transportasi mendukung
bergerak,
perairan yang
.
peningkatan sarana
poskcgdes, pengadaan peralatan
rumah sakit,
.
untuk tenaga
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab.
Utara
. I(ab.
Pengendalian penyakit
melalui:
r
layanan pencegahan dan
TBC, bantuan
hunian tidak layak
. Pencegahan datr
Malaria:
. Kab.
. Kab.
Utara
. Kab.
Timur
. Ihb. hrleu
Penanganan Penyakit
ISPA:
. IGb. Halmahera
Barat
. I(ab,
. Ihb. Halmahera
Utara
Penanganan Penyakit
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab.
Utara
. Kota
. Kota
Kepulauan
Penanganan Penyakit
Rabies:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab.
. I(ab. Halmahera
Sel,atan
. I(ab,
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
. I(ab.
. Kota Ternate
Kusta:
Utara
a
Ealaria, tenaga keschatan tcrl,atih p€ncegahan dan pcogendalian
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan
tenaga kesehatan
pneumonia dan p€ninskatatl alat dan bahan
did dan pencegahan
Eliminasi
tenaga kesehatan terl,atih
:)
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?h,
:'l
IGb.
Tengah
Kab,
Kab. Kepulauan Sula
Kab. Pulau
Penguatan
gizi lainnya melalui:
.
sebelum sturttirlg terjadi
dan Anak-Anak Minum Susu,
. Peningkatan
.
gizi,
.
anak,
5
a
a
WPP 716 (perbatasan
Filipina)
WPP 717 (perbatasan
Palau)
Penguatan pertahanan
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan
.
tetangga
.
republik Indonesia (WPPNRI),
pembalakan liar,
.
El
E2 . El: Taman Nasional
E3
(Kab.
dan Kab. Tidore
Kepul,auan)
. E2: Suaka
Margasatwa Coa
Bukimoruru (I(ab.
o E3: Cagar Alam
Pulau Obi
Perlindungan,
. Pengawasan kegiatan
konservasi,
.
pengelolaan
konservasi,
pemanfaatan data
. Pengurangan
. Pengelolaan
penyediaan fasilitas
hutan konservasi
.
masyarakat, serta
No Lokasi Prioritas
Provinsi
pengelolaan risiko bcf,rcana, serta adaptasi
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d.l,n
bencana dan perubahan iklira, dengan output
. Pc(lgcr3bangall sistem dan sarana prasarana
penyediaan
penerapan
.
lahan, serta perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dery$t
7.1 Provinsi Papua Barat
AA po mamoreanDy “1.
IA 3 a Barat Yaya PUN $
g UIN
ba! &, "Ind 1 AN z0
" ( B1 Benang
, ! Ez £ . TN
x 1 ra c3 D2 4 9 "
« . J —- 8 D, TE LEGENDA
| KN AI Ta R 3 Kawasan
. £ (9 ) bas X ( Pertumbuhan
— aa TE 1. X Li ma , 8 - Kawasan Komoditas Unggulan
Sup KA IA “Tj A L yi ' Ri 2 J Kawasan Swasembada
IN Ia Ya Y Ih eh 1 14 a £ Pangan, Air, dan Energi
A Ki ud - N ma A3 ' j Kawasan Afirmasi
D1 — “Te naa ha 2 Kawasan Konservasi dan
. ot “Yg Rawan Bencana
IN bata Ka — S Papua Tengah 1 (@: Ibu Kota Provinsi
x ." AAN SN , an €
AN . k L @ Bandar Udara
, N
Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9
me Jalan Nasional
Kawasan Industri nu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1. KI Fakfak — Kab. Fakfak Batas Administrasi
Kawasan Pariwisata
2. Kawasan Pariwisata Teluk Triton — Kab. Kaimana
Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
3. Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Migas — Kab. Teluk Bintuni
Kawasan Perkotaan
4. Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi - Kab. Pegunungan Arfak
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kakao Daerah Tertinggal"
1. Kab. Manokwari Selatan 1. Kab. Manokwari Selatan
2. Kab. Teluk Bintuni
3. Kab. Teluk Wondama
4. Kab. Pegunungan Arfak
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
, . . , E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
1. Kab. Manokwari: potensial pangan, potensial energi
£) Kab. MAGoKwari Sekat potensi pangan" 1. TN Teluk Cenderawasih — Kab. Teluk
3. Kab. Teluk Bintuni: potensial air, potensial energi Wond
4. Kab. Kaimana: potensial air Ontetela! .
2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni — Kab. Teluk Bintuni,
Kab. Fakfak
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Fakfak (Kab.
Fakfak)
Pengembangan kawasan pusat pertumbuhan baru di KI Fakfak dan
percepatan hilirisasi industri petrokimia dalam memperkuat industri pupuk
dalam negeri, melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang kawasan industri, dengan
output: penyusunan masterplan dan studi kelayakan, serta percepatan
penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan
industri, dengan output: pembangunan jalan strategis, pembangunan
spam, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik, bantuan
pembangunan rumah susun hunian MBR/pekerja, pengembangan
fasilitas kesehatan primer, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta perluasan layanan penyiaran digital
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
petrokimia, serta operasionalisasi dan peningkatan investasi kawasan
industri di luar Jawa
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Penyediaan SDM berkualitas mendukung kawasan industri, dengan
output: fasilitasi pendampingan SMK yang link and match dengan
industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling serta
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Pariwisata Teluk
Triton (Kab.
Kaimana)
Penyiapan kawasan pariwisata Teluk Triton di Kab. Kaimana, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah serta
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,3
0,3
164,0
120,6
0,331 – 0,335
0,370 – 0,380
13,76 – 14,76
19,62 – 20,12
23,09
1,08
0,49
0,47
3,68 – 4,00
3,75 – 4,06
83,53
5,7 82,89
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
A3
. A3:
dan gas bumi (Kab.
induEtri
.
snd
lapangan gas Asap, Kido, dan Merah (AKM)
. Peningkatan investasi dan ekspor
. Fasilitasi
pengembangan inkubator
industri,
datr aneka
.
SMK yang liah ond
upskilling dan t6ki iag
o Penguatan
akibat pertambangan migas
A4 Kawasan
. A4: Kota Kecil
Anggi (Kab.
Pegunungan Arfak)
. Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output
. Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, denga,r
domestik setempat,
berbasis masyarakat, perluasan jaringan telekomunikasi dan
bantuan
. Penataan kawasan dsn
tarik kota
B1 Kawasan
Unggulan
kakao)
. BI: IGb. Manokwari
.
kawasan kalao, optimasi lahan
(OPT)
. PengeEbalBar tata
koperasi, dan
.
.
sarana dan prasarana pascapanen
alat dan
tclekomu kasi dan aks€B
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kclcrobaaaan,
terhadap
ekonomi
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi,
pengembangan model
mekanisasi pertanian,
t$mall.jJd
Provinsi Papua Barat
.
Windesi-AEbuni dafl ruas Jalan Mameh-Windesi
petubatrguran jalan
daerah, dan peningkatan layanan
.
di Kab. Teluk Bintuni,
Kaimana di IGb.
perintis dan layanan
.
Bandar Udara Anggi di Kab. Pegunungan Arfak, Bandar Udara Wasior
Bandar Udara Babo di
Kab.Fakfak, serta pengembangan
dan
.
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan
dengan
.
publik, dengan
SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Kab. Manokt ari
I(ab.
Kab, Pegunungan
Arhk (pariwisata)
Kab. Fakfak (industri
I(.b. Teluk Bintuni
(industri pengolahan)
Penguatan pendidikan
(SMK,
wilayah
kebutuhan DUDI,
. Pctuuatan dan penyediaan sarana
berkualitas, dcngla\ output jalan menuju
fasilitas p€ndidikdr dan balai pel,atihan kerja (BLK)
.
yang
.
danga,r
tinggi dan talaga kependidikan vokasi, serta peningkatan
industri
.
kerja
ct
c2
. Cl: Kab. Manokwari*
akuatik)
. Penguatan produksi, dengan
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
C2: Kab. Manokwari
p€ngcndalian
.
pendukung
peningkatan jalan usaha tori,
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
menuju
(gudang
. Penguatan kapasitas SDM
Agria ture hodi@q, GHP
(Pengendalian
dan
kapasitas
untuk kelompok
nelayan pada
.
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan
diversifikasi pangan dengan output
hortikultura, sagu, dan pangan akuatik,
bahan pangan, penguatan
penganekaragaman pangan,
pengendalian
sarana pra, pasca, dan
Kawasan Rentan
. I(ab.
ArfakH (ubi dan
hortikultura)
. Kab.
t) Indikasi lokasi yang
*') Indikasi lokasi yang
Indeks
Pangan
cl
c3
o Cl: Kab. Manokwari*
. C3: I(ab. Teluk
Bintuni*
. I(ab. Pegunungan
. Ikb. Teluk
Keterangan:
'l
mett liki potensi
bangkitan EBT tinggi
n)
elekEif kasi rendah atau
dengan
non PIN dan bukan
Peningkatan ketahanan energi,
energi
. Percepatan
daerah dan
(PLTMH),
listrik tenaga Einihidro (PLTM), p€lllctaan potensi EBT l,ainnya, s€na
.
dan
Penguatan kawasan
cakupan
mampu atau
c3
c4
Swasembada Air
. C3: Kab. Teluk
Bintuni'
. C4: Kab.
. Ikb. Manokwari*
. Keb.
Peningkatan
.
baku
sarana dan prasarana air baku, serta
Keterangan:
') Indikasi lokasi
kapasitas
sungai
H) Indikasi lokasi yanA
kekeringan tinggi
dan/atau
lokasi prioritas atau
super
air
D1
D2
D3
D4
Daerah
Dl: Kab. Manokwari
D2: I(ab.
Bintuni (udang dan
D3: (ab.
dan
D4: IGb.
(hortikultura da!
pariwisata Danau
Anggi Giji dan Anggi
Gida)
Keterangan: *l Daerah
tertinggal juga sudah
.
serta perlindungan sosial
pelaksanaan
. Penguatan
penataan
budi daya perikanan yang disalurkan ke
dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok
.
standar,
ou,put fasilitasi penyediaan
perluasan
cepat;
serta
.
guna,
No
terbuka dan sekolah
sepanjang hari:
. Kab.
Arfak (Daerah
berpola
. Kab. Teluk Wondama
. Kab.
Peningkatan akrca dar
mutu
. Seluruh kabupaten
di
Peningkatan akses dan
.
dikdas dan
kependidikan yang
. Pemberian
untuk
bagi
o
peserta didik,
siswa
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata
serta
. Penyediaan
rehabilitasi
.
output
pendidikan
.
. Penyusunan kurikulum
penyusunan model kurikulum dan
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Barat Peningkatan
. Peningkatan tata
peningkatan
lembaga
.
dengan
cagar budaya, dan
.
prioritas bidang
. Pelestarian bahasa,
serta
. Kab.
(Daerah Tertinggal)
. Kab.
. I(ab.
Arfak (Daerah
. Pendayagunaan tenaga
. Penguatan tata
.
peningkatan sarana
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat
SK No25l29l A
Percepatan
.
Arfak
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D
. Kab.
Arfak
Tertinggal)
. Kab. Kaimana
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
kes€hatan di daerah
. Pemberian
untuk tcnaSa medis dan tenaga
. Penyediaan
.
.
dini
Pengendalian
. Kab. Manokwari
. Ikb. Manokwari
S€latan
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Teluk wondama
. Ikb.
. Kab. Kaimana
TBC:
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Manokwari
. I(ab. Pegunungan
Arfak
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
Provinsi Papua Barat
melalui
.
layanan
TBC, bantuan stimulan
hunian tidak layak
.
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta,
kesehatan
.
kesehatan p€ucegahafl dan
pengadaan tenaga
frambusia, serta peningkatan
. EliEinasi
kesehatan pencegahan dan pengendalian
. Pencegahan dan
malaria, peningkatan layanan
malaria,
. Pencegahan dan
terl,atih serta
Provinsi Papua Barat
gizi lainnya
.
.
scbcluE
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari
rlan Anak-Anak Minum Susu serta
No
Penirykatan akscs air minum da[ sanitasi layak dan aman, dengan
output panl,lf .ata,i
Peningkatan sosialisasi dan informasi
dengan
gizi dan
ox@ut penguatan
anak,
turut
. WPP 7l?
perairan
Palau)
PcniEgkatan pertahanan
dall keamanatr wilayah:
. Provinsi Papua Barat
IUU Fishing pada \{rPP 717, melalui:
. Penegakan
Eandid
. Penguatan tata kelola dan
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan p€Dbcraatasan
liar,
. Peningkatan
sumber daya
. Pelibatan tokoh adat,
asasi
yang kondusif di Papua
.
ketertiban wilayah,
Provinsi Papua Barat
tanah u.layat,
r Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan
tanah ulayat,
. Peningkatan p€mb€rdaJraaa
adat, dengan drtpuf,
. Percepatan penyusunan
perlindungan
EI
E2
. El: TN Teluk
Cenderawasih (Ihb.
Teluk
. E2:
Hayati
(I(ab.
dan Kab.
Perlindungan, pengelolaan, dan
. Pengawasan
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
PeEanfaatan Ruang
P21.
o Optiaaficaai tata kelol,a kawasan
output
konservasi,
masyarakat, serta
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana
Provinsi Papua Barat Peningkatan
pengelolaan
.
bencana da[
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana
serta
. Pelestarian hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur
r Pcaulilran
lahan rusak dan kritis, pemulihan
pascatambang
Provinsi Papua Barat Peningkatan
Optimalisasi sistem
terintegrasi pemerintahan di daerah
dengan
a
Peningkatan kapasitas SDM
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk
Peningkatan
Xgga AN
, Y 163
Lan PAPUA
DS-A1 0.
» - er | LEGENDA
Ma. | Be C6 e— “3 : Kawasan Pertumbuhan
- | 3 $ 3 Kawasan Komoditas Unggulan
" Vit Ha Pan sn " ba ST D7 Kawasan Swasembada Pangan,
Baik naas gi 3 Pi RL 7 Kota Jayapura Air, dan Energi '
/ P3 KL y db "11 par $ 5 5“ 1 . Kawasan Afirmasi
A “ Pi 1 cs TI 5 LL 85 C2 4 D4 Kawasan Konservasi dan
—- 5! , B7 A £ 2 K3 $ Rawan Bencana
“ “an 1 : OA -s Ki : S 8,10 | (@! ibu Kota Provinsi
La “ Papua Tengah k - Par 1 Bandar Udara
| : 1 maka : " NN IA
5 aan PA ski “ah Ng “” gp ? f 9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9 Sa angga
Kawasan Pariwisata mm Jalan Nasional
1. Kawasan Pariwisata Biak - Teluk Cenderawasih — Kab. Biak Numfor uu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
2. Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura — Kota Jayapura
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas TCT Daerah Tertinggal"
1. Kota Jayapura 1. Kab. Mamberamo Raya
2. Kab. Biak Numfor 2. Kab. Waropen
3. Kab. Supiori
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT “) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
3. Kota Jayapura
4, Kab. Biak Numfor Kawasan Perbatasan
5. Kab. Jayapura PKSN dan Wilayah Pendukung
6. Kab. Kepulauan Yapen 4. PKSN Jayapura — Kota Jayapura
7. Kab. Waropen 5. PKSN Biak — Kec. Aimando Padaido, Kec. Padaido,
Kec. Oridek, Kec. Biak Utara, Kec. Yawosi, Kec.
Warsa, dan Kec. Bondifuar — Kab. Biak Numfor
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi Kecamatan Perbatasan Prioritas
6. Kec. Sawai — Kab. Mamberamo Raya
1. Kab. Keerom: KSPP Tn 7. Kec. Pantai Timur, Kec. Sarmi Timur, Kec. Sarmi
2. Kab. Jayapura: potensial pangan, potensial air Selatan, Kec. Sarmi, Kec. Pantai Barat - Kab. Sarmi
3. Kab. Biak Numfor: potensial pangan 8. Kec. Towe, Kec. Waris — Kab. Keerom
4. Kota Jayapura: potensial pangan, potensial energi 9. Kec. Supiori Utara, Kec. Supiori Barat, Kec.
5. Kab. Mamberamo Raya: potensial energi, potensial air Kepulauan Aruri - Kab. Supiori
6. Kab. Kepulauan Yapen: potensial pangan Kawasan Transmigrasi
7. Kab. Sarmi: potensial pangan 10. KT Senggi - Kab. Keerom
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. TN Teluk Cenderawasih -Kab. Biak Numfor, Kab. Supiori, Kab. Waropen, dan Kab. Kepulauan Yapen
2. TN Mamberamo Foja -Kab. Mamberamo Raya, Kab. Jayapura, Kab. Keerom, Kab. Sarmi
3. KKN Padaido — Kab. Biak Numfor
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
4. Kota Jayapura
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Biak–
Teluk Cenderawasih
(Kab. Biak Numfor)
Penyiapan kawasan pariwisata Biak–Teluk Cenderawasih di Kab. Biak
Numfor, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan SPAM dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan bumkam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Perkotaan Sedang
Jayapura (Kota
Jayapura)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura, melalui:
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
• Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
• Peningkatan sarana prasarana pelayanan dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Sentra Industri
• B1: Kota Jayapura
• B2: Kab. Biak
Numfor
Sentra Produksi
• B3: Kota Jayapura
Penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis komoditas
tuna-cakalang-tongkol, melalui:
• Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output: penyaluran
bantuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
serta penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
• Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, dengan output: peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pengembangan rantai dingin
termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana
penyimpanan dan distribusi logistik produk, pengembangan gerakan
ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDes, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan dan penguatan
0,4
0,4
126,9
88,0
0,355 – 0,359
0,380 – 0,383
12,65 – 13,65
16,00 – 16,50
78,99
59,28
0,47
0,44
5,48 – 6,00
6,00 – 6,40
82,83
82,19 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
. 84: Kab. Biak
. 85: Kab. Jayapura
. 86: Kab. Kepulauan
Yapen
. B7: Kab. War.open
a
!
koperasi,
pasar rakyat
Peningkatan kualitas SDM dan
penerapan
Peningkatan kapasitas dan tata kelola
terhadap
dan
perluasan
pemberian bantuan pa'l.da,J,aa,i
digital
Provinsi Papua
.
3TP,
jalan
.
output
fasilitas
Numfor, rehabilitasi
pembangunan fasilitas Pelabuhan
penyebrangan
.
Bandar Udara
.
.
dengan
. Peningkatan
I(ab. Jayapura
(perikanan)
Kab. Biak
(perikanan, dan
Ifuta Jayapura
Kab.
Yapen (perikanan)
I(ab. Waropen
(perikananl
Penguatan
(SMK dan BIl() yang difokuskan pada
dan pariwisata) sesuai
. Penguatan dan
pelatihan
fasilitas
.
yang
. Peningkatan kapasitas dan
tinggi dan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti
industri
No
Peningkatan kualitas tata kelol,a scrta pcngeEbar4an keEitraan
penyelenggara
serta
c1
. Cl: lGb.
Pengembangan Kawasan
didukung
.
penyiapan
.
berkualitas,
.
pertanian
. Penguatan
sarana pascapanen dalt pengolahan haril tanaEan pangan,
koperasi, dan
.
.
.
KSPP Keerom
c2
c3
c4
Kawasan
. C2: Kab. Jayapura*
(padi dan pangan
akuatik)
. C3: Kab. Biak
Numfor4 (pangan
akuatik)
. c4: Kota Jayapura'
(padi don pangan
akuatik)
. C6: Kab.
Yapen'
akuatik)
. C7: Kab.
Kawasan Rentan
. I(ab. Mamberamo
Raya* (padi)
. Ikb. Supiori* (padi)
berbasis perikanan t
. Penguatan produksi, dengan output optimasi lahan termasuk
lahan rusak menjadi
pupuk bersubsidi, alat dan mesin
.
pengolahan hasil tanaman
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasi
irigasi
serta
dan prasarana penangkapan ikan
. Penguatan kapasitas SDM
pemberdayaan dan
untuk
untuk GAP
dan PHT
kelautan untuk
petani dan nelayan pada aset dan
. Penguatan tata kelol,a dan
yang mendukung
kelompok tani,
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan
diversifikasi
-2AO-
No
1 Indikasi lokasi yang
r*) Indikasi lokasi yang
Indeks
Pangan rentan atau
barrtuatr
tanaman pangan
c2
c5
. C2: Kota Jayapura*
. C5: Kab.
Kawasan
. Ihb. Supiorin
. I(ab.
Yapen*
Keterangan:
')
bangkitan EBT tinggi
*l Indikasi lokasi yang
atau trrcrse[tase rumah
tangga yang tinggi
penerangan utama
bukan listrik
Peningkatan ketahanan energi,
encrEi
. Percepatalp€ngembangandanoptiaalisasipeebangunaninliastruktur
potensi sumber energi baru terbarukan
daerah dan
(PLTSI,
Tcnaaa AiI (PLTA),
dan
induk
.
dan
Penguatan kanras€n rendah
cakupan layanan
mampu atau
c5
c2
. C2: Kab. Jayapura*
. C5: Kab.
Peningkatan
pulau kecil, trelalui:
.
Penguatan kawasan rawan air dilakukan
baku
sarana datl
pulau-pulau kecil, serta
air
I nvasa! Rawan Air:
. Keb. Keerom*
. Kab. Biak Numfort
'l Indikasi lokasi
tinggi
*) Indikasi lokasi yang
prioritas
DI
D2
D3
Daerah
. Dl: Kab.
(sagu dan kakao)
. D2: Kab. Waropen
(kakao daa
. D3: Keb. Supiori
(kcl,apa)
') Daerah
sudah
Percepatan perubangurEn
.
. Penguatan
lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi produktif, dan
UMKM lokal, peningkatan daya saing
sosialisasi
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasa,
standar, serta
cepat,
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan
pengawasan
berketahanan iklim bcf,barie CWIS
.
guna, dengan
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Jayapura dan Biak,
.
huni,
kaqrasa! perbatasan,
berbasis 3R, scta
.
perikanan di lokasi SKPT (SKPT Jayapura dan SKPT Bisl() yerlg dikelola
datr
dan perikanan di kawasan perbatasan
. Penataan ruang
(RDTR)
.
bimbingan tckai3 peningkatan kapasitas aparatur
kawasan
kapasitas aparatur
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Jayapura
(Ituta Jayapura)
. D5: PKSN Biak,IGc.
Aimando Padaido,
IGc. Padaido, IGc.
Oridek, IGc. Biak
Utara, Kcc. Yauosi,
IGc. warsa, Kec.
Bondifuar (Kab.
Biak
Prioritas
. D6: Kec. Sawai (I(ab.
MaDbcrsDo Raya)
. D7: Kec. Pantai
Kec. Pantai Barat
(Kab.
D8:
Waris (Kab.
D9: Kec. Supiori
Utara, Kec. Supiori
Barat, Kec.
(Kab. Supiori)
D10
Kawasan
.
(I(ab.
.
dengan
dan
.
dan Pusat SKP (Satuan
pertanian padi, optimasi lahan
menjadi produktif,
. Redistribusi aset
pengurusan
. Penataan persebaran penduduk dan
output perpindahan dan
.
dengan
Pengembangan
. Kab.
(Daerah
berpola asrama:
. Kab.
Raya (Daerah
Kccarnatart
. Ikb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Ihb. Jayapura
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
. Kab.
Raya (Daerah
Perbatasan
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Peningkatan
seperti sekolah terbuka,
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
dikdas
.
bagi guru dikdas dan
.
peserta didik, dengan
siswa
.
.
rehabilitasi dan renovasi
.
pendidikan
.
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua,
yang adaptif dan kontekstual
SK No25l30l A
Peningkatan akr€r dan
pendidikan:
.
kabupatcn /kota di
Provinsi Papua
Provinsi Papua Peningkatan perlindungan dan pclest lian budaya lokal, melalui:
.
peningkatan
.
dengan o{rPuf fasilitasi
cagar budaya, dan benda budaya,
. Pengelolaan
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan,
.
penutur bahasa daerah pada program
serta
Pelayanan
bergerak:
. Kab.
Raya (Daerah
Tertinggal dan
kabupaten:
. IGb. Supiori
dan Kecamatan
Peningkatan RS dari
D
. I(ab.
Perbatasan Prioritas)
. IGb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan
. I(ab. Mamberamo
Raya
Peningkatan akses datr mutu
.
de,J.ga'r
pelaksanaan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan
bergerak sesuai kondisi geografis wiLayah
. Pendayagunaan tctraga
pendayagunaan dokter
.
untuk tenaga medis dan
.
termasuk sarana,
pGkcadcs,
RSUD di Kab. Supiori
.
. Penurunan kematian ibu dan anak
No
Perbatasan Prioritas)
Kab.
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan
kesehatan:
. Seluruh
Provinsi Papua
TBC:
. Kab. Jayapura
. Kab,
. Ikb. Biak
. Kab. Sarmi
. IGb.
.
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab, IGeroE
. Kab. Jayapura
. Kab. Sand
. Kab. Mernbcremo
Raya
. Kqb.
. Kab.
Yapct!
. I(ab. Biak
r Kab. Supiori
. IGta
.
Pengendalian
melalui:
. Pencegahan
tenaga
layanan pencegahan dan pengendalian TBC,
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi
peningkatan
. Eliminasi penyakit
pengadaan tenaga
.
pengadaan tenaga
.
.
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Penguatan percepatan
perbaikan gizi lainnya
. Pendampingan
r
dan Anak-Anak
No Lokasi Prioritas
Peningkatafl akces air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
Peningkatan
dengan output
gizi dan kampanye pencegahan
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku
Peningkatan
output
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
turut mendukung
. wPP 717
dengan Palau)
Peningkatan p€rtqhanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah,
IUU
.
peningkatan operasi kapal dgd,t speedboat pengawas,
. Penguatan tata kelola
Indonesia (WPPNRI) yang
liar, pembalakan liar,
lW
. Peningkatan
. Pelibatan tokoh adat,
konllik sosial,
hak asasi
HAM yang kondusif di Papua
.
ketertiban wilayah, dengan output
pesisir peduli keamanan,
Provinsi Papua
tanah adat/ulayat,
.
masyarakat hukum adat, dengan
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
.
adat, dengan
serta
. Percepatan
tanah ulayat, dengan ou,pur:
EI
E2
E3
o El: TN Teluk
Cendrawasih (Ikb.
Biak
Supiori, Kab.
Perlindungan,
. Pengawasan
output penegakan pcnanganan usaha dan/atau
konservasi,
nt.
-2A6-
No Lokasi
E2: TN
Foja (Kab.
Kab. Jayapura, dan
Kqb. Keerom)
E3: KKN Padaido
(Kab. Biak Numfor)
a
:l
pengelolaan
output inventarisaBi keterancaman
Pengelolaan
hutan konservasi untuk
efektivitas pengelolaan
konservasi, dengan
a
M Lingkungan Hidup:
.
Kawasan Rawan
. E4: Kota Jayapura
Peningkatan perlindungan dan
pengelolaan risiko
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat terhadap mitigasi
bencana dan
iklim
. Pengembang&
ancaman
. Pelestarian hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
.
rusak dan kritis, Bcrta
Provinsi Papua Peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga
.
terintegrasi
. Peningkatan kapasitas SDM dan EanqieEeo kinerja AsN,
.
.
N. RR - , Pp. Pa 5
» “3. pa (BAY " i eU Papua 13 PAPUA
apua ! ' Fe an ,
( ! | v3 5
Tengah | 12 MA ka. » PEGUNUNGAN
apa na Pad) $ 3g LEGENDA
KS LM ai L Pu Pj Ta &
y B2. D5 SL 1 B1 RN Pi Fi A NA Kawasan Pertumbuhan
X Tg ye an J EN c1 Ye Ld — | SN Kawasan Komoditas Unggulan
ba SA 2 yana sa — | Kawasan Swasembada Pangan,
| D4 J /8 - AN Air, dan Energi
A-A aa 2 2 P Kawasan Afirmasi
L I ( hap D8,9 c2 Kawasan Konservasi dan
C3 Xl 1 0... 31 P3 Rawan Bencana
55 PN 1 Ki AP P D2 $ . (@) ibu Kota Provinsi
A TT Ta naa - N 9 Pelabuhan
2 S Papua Selatan NS | . AN Na Psi Kawasan Rawan Bencana
3 anne 25.5. 9 Gempa Bumi
A. Kawasan Pertumbuhan Pe Tan Denpa
smu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
1. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Jayawijaya
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi Daerah Tertinggal"
1. Kab. Jayawijaya 1. Kab. Jayawijaya
2. Kab. Lanny Jaya 2. Kab. Yahukimo
3. Kab. Tolikara 3. Kab. Tolikara
4. Kab. Nduga
. : 5. Kab. Lanny Jaya
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 6. Kab, Yalimo
1. Kab. Jayawijaya: potensial pangan dan potensial energi 7. Kab. Mamberamo Tengah
2. Kab. Pegunungan Bintang: potensial air 8. Kab. Pegunungan Bintang
3. Kab. Yahukimo: potensial air : :
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana si
KawasaniKonservasi Kawasan Perbatasan
1. TN Lorentz -Kab. Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Kab. Kecamatan Perbatasan Prioritas Ha
Nduga, dan Kab. Lanny Jaya 9. Kec. Iwur, Kec. Tarup, Kec. Oksibil, Kec. Oksamol,
2. TN Mamberamo Foja — Kab. Mamberamo Tengah, Kab. Kec. Kiwirok Timur, Kec. Batom, Kec. Mofinop, dan
Pegunungan Bintang, dan Kab. Tolikara Kec. Murkim - Kab. Pegunungan Bintang
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kab. Lanny Jaya
REPUBLIK INOONESIA
-2AA-
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Ibu Kota Daerah
Otonom Baru (Kab.
Jayawijaya)
Pengembangan Kab. Jayawijaya sebagai ibu kota daerah otonom baru
Provinsi Papua Pegunungan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Pegunungan, dengan
output: pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat
pemerintahan, serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara
Wamena
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM , pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
B1
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kopi)
Sentra Produksi
• B1: Kab. Jayawijaya
• B2: Kab. Lanny Jaya
• B3: Kab. Tolikara
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
• Peningkatan produksi perkebunan, dengan output: percepatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan lahan, pemberian bibit unggul
tanaman, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan
• Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output: pengembangan produk, pendampingan IKM, peningkatan
kreativitas, informasi pasar, promosi dan pemasaran, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, pengembangan
gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM,
koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar
rakyat
• Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan studi vokasi
yang menerapkan kurikulum link and match dengan dunia kerja,
pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat pedesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani
• Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
0,1
0,1
28,6
19,1
0,339 – 0,343
0,377 – 0,383
17,50 – 18,50
30,00 – 31,00
78,99
59,28
0,45
0,43
1,68 – 2,00
1,75 – 2,10
84,15
7,0 83,53
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
No
terhadap
Intelektual
Fcngqmbanga! ris€t dan inovasi teknologi, de'igjm, output
mekanisasi pertanian,
termasuk
Provinsi Papua
Pegunungan
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dcogan
.
Udara Sobaham di Kab.
Jayawijaya,
Bandar Udara
Bintang,
pesawat udara untuk angkutan udara perintis
.
perkotaan
.
dengan
.
penyiaran digital, serta
masyarakat
o
Kab. Jayawijaya
Kab. Lamy Jaya
IGb. Tolikara
Penguatan pendidikan tinggi STEAM
(SMK dan
perkebunan sesuai
. Penguatan dan
berkualitas, dengan output jalan menuju
pendidikan dan balai latihan
. Pengembangan
yang
.
kependidikan vokasi yang
industri
.
peningkatan kualitas
serta
cl Kawasan
. Cl: Kab. Jayawijaya*
Ioedi. ubi.
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan
. Penguatan produksi, dengan
babi)
. Kab. Marlb€ramo
Tengah* (padi)
. rab. NdUSF*
Keterangan:
r) Indikasi lokasi yang
k) Indikasi lokasi
Indeks
Pangan rentan atau
unggul tanaman, pengcndalian orgsnistue pelrgganggu tumbuhan (OPI
tanaman pangan dan hortikultura, serta
.
pendukung, dengan
pengolahan hasil
penyediaan alat dan Eeain pertanian pra panen,
irigasi tersier,
penyediaan dan peningkatan
.
n,trlr4k GAP
dan
.
yang
serta
diversifikasi
bantuan
jaringan irigasi,
tanaman pangan
cl Kawasan
. Cl: Ikb. Jayawijaya*
. Kab.
. Kab. Yalimo*
*l
bangkitan EBT tinggi
-)
elelrtrifi kasi rendah atau
tangga yanA tinggi
dengan
non PLN dan bulan
listrik
Peningkatan
energi
energi
.
potensi
daerah dan
Listrik
EBT
listrik,
. Penyediaan
dan
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan
cakupan layanan
sambungan baru listrik bagi
Earapu atau berada di daerah 3T
SK No2513ll A
c2
c3
Kawasan
. C2:
Pegunungan
Bintangr
. C3: I(ab.
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Tolikara*
. Kab.
1 Indikasi lokasi yang
tinggi
ql
Peningkatan ketahanan air untuk
berkelanjutan pada kawasan potensial
. Peningkatan
sarana dan prasarana air baku,
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab. Jayawijayar
(kopi dan
budaya
. D2: Kab.
(Kop,
. D3: lhb.
(Kopi
. Dt: I(ab. Ndugar
(Kopil
. D5: Kab.
Jaya* (Kopil
. D6: IGb. Yalimo+
(Kopil
. D7: Kab.
ManbcraEo Tengah'
(Kopi)
. D8: Kab.
Pegunungan
Keterangani
r) Daerah
sudah
sangat tdtinsgaf
Percepatan
.
program studi tenaga
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
.
dengan ou,puf, optimasi
produktif, dan
tanaman
.
standar,
pctdrykatan SPAM, SPAL, dan
perluasan
.
guna,
bcrrcana
SK
tiI]
:'l
huni,
Penataan ruang
perbatasan, daryga,r output penyusunan
Rancangan Peraturan
(RDTR) kawasan
output Piloting
kawasan perbatasan dan
ASN, serta
pemerintahan kawasan perbatasan negara
Prioritas:
. D9: Kcc. Iwur, lGc.
Tarup, IGc. Oksibil,
Kec.
Kiwirok
dan Kec.
(Kab. Pegunungan
Bintang)
1
:'l
berpola
. Ihb.
. trkb.
Bintang (Daerah
Surgat
dan
. I(ab. Yahukimo
terbuka:
. Kab. Tolikara
(Daerah Sangat
. Kab.
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yalimo
. I(ab. Yahukimo
Tertinggal)
. Kab.
(Daerah Sangat
. Kab. Nduga
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat
sepanjang hari:
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
.
dikdas dan dikmen serta
.
untuk tenaga pendidik ,
bagi guru dikdas dan
.
siswa SD/paket a, SMP/paket b,
.
serta
.
rehabilitasi dan renovasi
.
output
pendidikan
. Peningkatan lit€f,asi, dengan
peningkatan
.
yang adaptif dan kontekstual
Peningkatan akses dan
. Seluruh
di
Pegunungan
Provinsi Papua
Pegunungan
. Kab. Jayawijaya
(Tradisi
Peningkatan perlindungan dan
dan budaya di
. Peningkatan tata kelola
.
dengan dr@ut fasilitasi
cagar budaya, dan
.
prioritas
.
penutur bahasa daerah pada
"r€nt
prioritas perlindungan
. I(ab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab.
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
Tertinggal)
. Kab. Nduga
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
dan
provinsi
. Kab.
(Daerah
D
. IGb. Yahukimo
(Daerah Sangat
. IGb, Pegunungan
Bintang
Peningkatan akses dan
. Penguatan tata kelola pelayanan
dengan output pembinaan,
pelaksanaan
telemedicine
.
.
poskesdes, pcnxl.diaan sarana, prasarana, alat kcrchatan, dan obat,
kcachatan di daerah
serta peEbangurlarr RSUD Provinsi Papua Pegunungan
. Pemberian hs€ntif,
untuk tenaga
. PenyEdiaan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
.
No L.kasi Prioritas
I(ab.
Sangat
Kab.
(Daerah Sangat
.
di Provinsi Papua
Pegunungan
. Ikb. Jayawijaya
. I(ab. Pegunungan
Bintang
. Kab. Tolikara
. Kab. Nduga
. Ihb. lan.rry Jaya
. Kab. Mambera.Bo
Tengah
. Kab. Yalimo
. Kab.
Pengendalian
TBC:
. Kab.
Bintang
r Kab. Yalimo
Pengendalian penyakit
fl,ariasis, kusta,
Aambusia, dan
HIV/AIDS:
.
Pegunungan
. Pencegahan dan
tenaga
layanan
TBC,
.
. Eliminasi
pengadaan tenaga kesehatan
. Eliminasi penyakit
pengadaan
. Pencegahan dan
. Pencegahan dan
terlatih
Provinsi Papua
Pegunungan
Penguatan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara ldrusus bagi pemerintah di wilayah Papua
.
makanan
dan Anak-Anak
.
.
gizi dan
komunikasi
Peningkatan fasilitas dan layanan
output
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, s€rta penguatan
turut
a
Provinsi Papua
Peningkatan
.
kontra
. Pembentukan
dan Polri dengan
.
masyarakat untuk
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan
pencegahan, advokasi, dan
hak asasi manusia dan
HAM
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan
tanah/ul,ayat, melalui:
. Inventarisasi,
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
. Peningkatan
adat, dengan
. Percepatan
tanah ul,ayat, dengan output:
pengakuan
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN
Jayawijaya, Ikb.
Nduga, dan
. E2: TN
Foja (Kab.
Kab.
Tolikara)
.
output
kawasan konservasi,
konservasi,
PcEan aatan Ruang Laut), daa penanganan kasus tindak pidana LHK
.
. Pengurangan status
. Pengelolaan
penyediaan fasilitas
hutan konservasi untuk
.
konservasi- out uf
(Pokmaswas)
Peningkatan
E3 Lingkungan Hidup:
. Provinsi
Pegunungan
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: lanny Jaya
Peningkatan
. Peningkatan kapasitas dan
adaptasi perubahan iklim
.
bencana dan adaptasi
respons aisteE peringatan dini
. Pelestarian hutan dafl
lahan, dafl
. Pemulihan
lahan rusak dan
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan sm,'rt gouenvrDnt, penguatan
.
output
terintegrasi
. Pemetaan dan
o Peningkatan kapasitas SDM dan
aparatur daerah,
daerah
.
gouetnment, dengan output
.
ih Dt 4 un ya PAPUA
t Ka “aa 19 :4 1 TENGAH
Baki “ D6 Ke Ay 83
Papua Barat / ba 5 £ | D5 LEGENDA
» La) : E3 ,
N nge A - , N xD 3 | Pn Kawasan Pertumbuhan
& Li AN E- 9 - Pegunungan Kawasan Komoditas Unggulan
RN awasan Swasembada Pangan,
. 5 3 ai 07 Pb an bada Peng
A2
: Bs 7 & S “ , Kawasan Afirmasi
” Sg 1 Kawasan Konservasi dan
Bus €- $ Rawan Bencana
s Papua (@! ibu Kota Provinsi
« Selatan
" @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan 9
Pelabuhan
Kawasan Pariwisata
1. Kawasan Pariwisata TN Teluk Cenderawasih — Kab. Nabire 9 Pase tersusun
Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak
2. Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak - Kab. Mimika Se sa Nasa
Kawasan Perkotaan su Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3. Ibu Kota Daerah Otonom Baru - Kab. Nabire Batas Admin latasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi 1. Kab. Nabire: potensial pangan, potensial energi,
: an La potensial air
: Aa BOaNal 2. Kab. Mimika: potensial pangan, potensial energi,
3. Kab. Puncak Jaya potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Nabire
5. Kab. Mimika
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
D. Kawasan Afirmasi
n Kawasan Konservasi
Daerah Tertinggal 1. TN Teluk Cenderawasih - Kab. Nabire
1. Kab. Paniai 2. TN Lorentz - Kab. Mimika, Kab. Paniai, Kab. Puncak,
2. Kab. Dogiyai Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya
3. Kab. Deiyai 3. TN Mamberamo Foja - Kab. Puncak, Kab. Puncak
4. Kab. Puncak Jaya
5. Kab. Puncak Jaya
6. Kab. Intan Jaya Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
. , 4. Kab. Deiyai
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas
7. Kec. Mimika Barat, Kec. Mimika Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan Kec. Jita - Kab. Mimika
SK No25l3l9A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
• A3: Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru (Kab.
Nabire)
Pengembangan Kab. Nabire sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Tengah, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Tengah, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Douw
Aturure Nabire
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata TN Teluk
Cenderawasih (Kab.
Nabire
Penyiapan kawasan pariwisata TN Teluk Cendrawasih di Kab. Nabire,
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
pertambangan emas-
tembaga-perak (Kab.
Mimika)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
industri berbasis SDA (emas, tembaga, dan perak) berorientasi ekspor di Kab.
Mimika, melalui:
• Peningkatan investasi dan ekspor
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Peningkatan SDM berkualitas, dengan output: fasilitasi pendampingan
SMK yang link and match dengan industri, serta pelatihan vokasi industri
upskilling dan reskilling
0,8
0,7
179,4
119,5
0,374 – 0,380
0,380 – 0,383
15,50 – 16,50
26,50 – 27,00
78,99
59,28
0,45
0,42
2,00 – 2,40
2,65 – 3,12
83,20
82,56 7,7
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
akibat
Bl
82 Unggul,an:
B3
Sentra
. Bl:Kab. Pariai
. 82: Kab. Dogiyai
. 83: Kab. Puncak
Jaya
Penguatan
.
produktif, dan pengendalian
tanaman
.
UMKM,
Pasar rakyat
.
kapasitas
.
sarana dan prasarana
alat dan mesin
.
terhadap
.
mekanisasi
tetrna$tk digital
M
Bs Unggulan:
cakalang-tongkol)
Pcruuatan
. Penguatan sentra produksi, de'iga,i autwt penyaluran bantuan alat
.
rantai dingin
kerakyatan melalui
.
kelautan dan perikanan kelompok
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan
perikanan di
. PcadnSkatafl
terhadap
kelembagaan pada kelompok usaha bcrsasra,
pembiayaan dan kemitraan usaha pada IJMKM kelautan dan
dan
nelayan dan desa perikanan cerdas (smart fisl@,r&,s uiuagq, *na
Sentra Produksi
. 84: Kab. Nabirc
. 85: Keb. Mimika
ir{IrFJrrXIrrffr+TA
No
a
hilirisasi
penerapan
Provinsi Papua
.
output
serta
.
peningkatan l,ayanan
o
Kab. Puncak, Bandar Udara Mozes
Udara Douw
Tengah,
BBM
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan
perkotaan
. Peningkatan
dengan
.
:')
a
:l
Kab. Mimika
Kab. Paniai
Kab.
Dogiyai(perkebunan)
Kab. Puncak Jaya
Kab.
Penguatan
(SMK dan BI,I() yang
DUDI,
.
pendidikan dan ba.lai
. Pengembangan
SMK yang
.
tinggi
industri
o
peningkatan kualitas
kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl:Kab.
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: Kab.
(padi, sagu, dan
pangan akuatik)
Penguatan
perikanan tangkap,
.
sagu,
pengganggu
.
pendukung
sarana
SK No25l32l A
Kawasan
. I(ab. Puncak Jaya(
(ubi dan babi)
. Kab.
(ubi)
. Kab.
dan hortikultura)
menuju sentra pangan
Keteranga.n:
r)
s) Indikasi lokasi yanA
Pangan
Pangan
Gudang
.
untuk
CAP (C,ood
(Pengendalian Hama
untuk
nelayan pada aset dan
. Penguatan tata kelola dan kapasitas
yarlg
logistik
diversifikasi
hortikultura,
bantuan ternak babi, peningkatan jalan usaha tani,
c1
c2
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab, Mimika*
. Kab.
. Kab,
Keterangan:
'l
bangkitsn EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
elektrif kasi rendah atau
persentase
dengan sumber
non PLN dan bu.kan
listrik yang tinggi
swasembada energi,
.
potensi
daerah dan
listrik tenaga surya (PLTS),
(PLTMH), dan
potensi EBT lainnya,
tenaga listrik, serta
.
dan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output
baru
berada di
cl
c2
Kawasan
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab.
.
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan
baku
sarana dan prasarana air baku,
. Kab. Puncak*
. Kab. Puncak Jaya*
') Indikasi lokasi yang
luas wilayah sungai
besar
i) Indikasi lokasi yang
kekeringan tinggi
dan/atau
lokasi prioritas atau
air
DI
D2
D3
D4
D5
D6
. Dl: I(ab. Paniai
(kopi)
o D2: Kab. Dogiyai
tkopi)
. D3: Kab.
. D4: Kab. Puncak
(kop,
. D5: Kab. Puncak
Jaya (kopi)
. D6: Kab. Intan Jaya
(kopi)
'l Daerah tertinggal juga
sudah
sangat
.
program
penempatan pada DTPK, SD lralrg
pel,aksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan cloEoEi lokal
output optimasi lahan
produktif, dan pengendalian
masyarakat,
.
serta peningkatan konektivitas intra dan antarwil,ayah, dengan output
fasilitasi
SPAM, SPAL, dan
SDM TItr. datr digitalisasi
digital; pembangunan jalan
sarana angkutan pcfiatis l,aut, darat, dan udara
.
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
bencana
D7 Kawasan
. Pcraenuh.n l,ayanan
huni,
prasarana konektivitas transportasi di
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R,
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
.
ASN
Kecamatan perbatasan
prioritas:
o D7: Kec. Mimika
Barat, Kec. Mimika
Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan
Kec. Jita (Kab.
MiEika)
REPUBUK INOONESIA
No
Pengembangan
terbuka dan
berpola
. I(ab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
. IGb. Puncak (Daerah
Sangat
terbuka:
. IGb. Dogiyai (Daerah
. IGb. Deiyai (Daerah
. Kab, Intan Jaya
. Kab. Puncak (Daerah
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
. Kab. Paniai
. Kab. Nabire
. I(ab. Intan JaJra
(Daerah
. IAb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Seluruh kabupaten
di
Tengah
Peningkatan
.
dikdas dan dilsnelr,
.
untuk tenaga
baai guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan
siswa
beasiswa
.
.
rehabilitasi dan
. Peningkatan penyelenggaraan program
a.kreditasi pada Batuan
.
generasi muda,
. Penyusunan
pcn]4rsururn model
yanA adaptif dan
Provinsi Papua Tengah
.
le@baga kebudayaan
.
output fasilitasi
budaya, dan benda budaya, ocrta perlindungan warisan budaya
.
prioritas bidang
No
a
penutur bahasa
Pel,ayanan
bergerak:
. Kab. Dogiyai (Daerah
. lGb.
(Daerah Sangat
. I(ab. Puncak (Daerah
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah
Provinsi:
. I(ab.
D
. Ikb. Puncak Jaya
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Ibb.
. Kab. Dogiyai (Daerah
. Kab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
. Penguatan tata kelola
dengan
.
tenaga
. Peningkatan kualitas
serta
.
untuk tenaga medis dan
. Penyediaan
bergerak sesuai kondisi
.
. Kab. Paniai
. Kab.
. Kab. Intan Jaya
o Kab.
. Kab. Puncak
. Kab. Puncak Jaya
. Kab. Nabire
. Kab.
melalui:
. Pencegahan dan
layanan pencegahan,
TBC, bantuan
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta,
kesehatan
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta,
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi
TBC:
. Kab. Paniai
. Kab.
kusta,
HIV/AIDS:
Provinsi Papua
Eliminasi penyakit filariasis, dengan
tenaga
peningkatan
malaria,
malaria, serta
Pencegahan dan pengendalian
terlatih
Provinsi Papua Tengah Penguatan
lainnya
.
.
dan Anak-Anak Minum Susu
. Peningkatan akses air
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan
.
anak, peningkatan
implementasi
.
. WPP 717 (perbatasan
Palau)
. WPP 718
Australia)
dar
. Provinsi Papua
Peningkatan
IUU
.
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan
pengelol,a perikanan q'il,ayah pengelolaan perikanan
Indonesia (WPPNRI)
liar,
IVU (i egdl,
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana
.
asasi manusia dan
yang kondusif di Papua
.
wil,ayah,
peduli
No
Provinsi Papua Tengah Peningkatan pengakuan dan
tanah
. Inventarisasi,
masyarakat hukum adat,
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
. Peningkatan
adat, dengan
.
tanah ul,ayat
El
E2 . El: TN Teluk
E3
Nabire)
. E2: TN Lrreffz (Kab.
Jaya, Kab. Puncak,
Kab. Intan Jaya, dan
Kab. Paniai)
. E3: TN
Foja (Kab.
dan Kab. Puncak
Jaya)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan
.
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
P21
. Optimalisasi tata
konservasi, dan
. Pengurangan status
output inventarisasi
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan
penyediaan fasilitas
hutan
.
masyarakat, serta
.
E4 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Tengah
. B+: Kab. Deiyai
.
bencana datl
iklim
.
bencana
rcq)ona
penyediaan
penerapan 7.o,twe-bosed.
.
pendampingan
lahan, dan
.
rusak dan kritis,
pascataEbang
Provinsi Papua
.
output optimalisasi lrcncrapan SIPD, SII{D, da! SIPPP g€b,E i
. ItEetaalt datl
. Peningkatan kapasitas SDM darl manajemen
. Percepatan
. P€ningkatqtr dan
Tn p”
an PP PAPUA
TL B3 D26 MD NI SELATAN
| 9 A1 LEGENDA
Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Komoditas Unggulan
c2 D1,5 Kawasan Swasembada Pangan, Air
5 dan Energi
Lu B2 D3,7 Ki Kawasan Afirmasi
AA y Kawasan Konservasi dan Rawan
» Bencana
9 (@) wu Kota Provinsi
a22 B14 C1 @ Bandar Udara
, E2 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan AM 9
ru @ Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata AA x
1. Kawasan Asmat - Kab. Asmat & Pen nesona
Kawasan Perkotaan Merauke mam Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Belas Administrasi
Merauke
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Sagu Daerah Tertinggal"
1. Kab. Merauke 1. Kab. Boven Digoel
2. Kab. Mappi 2. Kab. Asmat
3. Kab. Asmat 3. Kab. Mappi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Merauke ”) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah Pendukung
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 4. PKSN Merauke, Kec. Ilwayab, Kec. Tabonji, Kec.
Waan, Kec. Tubang, Kec. Okaba, Kec. Malind, dan
1. Kab. Merauke: KSPP, potensial pangan, potensial energi Kec. Naukenjerai -— Kab. Merauke
2. Kab. Boven Digoel: potensial air 5. PKSN Tanah Merah, Kec. Kombut, Kec. Waropko,
dan Kec. Ambatkwi — Kab. Boven Digoel
: Kecamatan Perbatasan Prioritas
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana 6. Kec. Agats dan Kec. Fayit - Kab. Asmat
1. TN Lorentz — Kab. Asmat 7. Kec. Minyamur — Kab. Mappi
2. TN Wasur — Kab. Merauke Kawasan Transmigrasi
8. KT Salor — Kab. Merauke
9. KT Muting — Kab. Merauke
Kawasan Perdesaan Prioritas
10. Kawasan Perdesaan Semangga,Tanah Miring, Kurik,
dan Malind — Kab. Merauke
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kab. Merauke
Pengembangan Kab. Merauke sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru
Provinsi Papua Selatan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Ewer
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, peningkatan akses internet tetap pitalebar untuk
UMKM dan fasilitas umum, perluasan jaringan telekomunikasi dan
akses internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah
swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan Asmat
(Kab. Asmat)
Penyiapan kawasan Asmat, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan
jalan daerah dan pengembangan bandara Ewer (Kab. Asmat)
• Pengembangan produk kepariwisataan, dengan output: pendukungan
event daerah, fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual pada produk
ekonomi lokal, dan pengembangan produk ekonomi lokal
• Pengembangan sentra pariwisata, dengan output: pengembangan desa
wisata
• Peningkatan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata, dengan
output: pelatihan dan pembekalan sdm pariwisata serta sertifikasi sdm
bidang pariwisata
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
terpadu secara nasional dan internasional
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,1
0,2
91,9
65,5
0,367 – 0,372
0,372
12,50 – 13,50
16,50 – 17,00
78,99
59,00
0,47
0,44
0,69 – 0,84
0,84 – 1,00
81,30
80,63 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
No
B4 I(aEas€rt Komoditas
cakalang-tongkol)
Penyiapan
cakalang-tongkol,
r Penguatan
ba.ntuan alat
kampung
. Pengembangan tata
Pelelangan
beku dan
. Peningkatan kualitas SDM
dangan
kepada
.
terhadap
dan desa perikanan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pengembangan
.
produk
bantuan pendanaan nat&ing fund
hilirisasi kelautan perikanan, serta
. 84: Kab. Merauke
Bl
92 Unggul,an
83
Penguatan
.
unggul t6Daoan, optimasi
(OPf)
.
output
BUMDesa, dan koperasi,
.
vokasi,
.
alat dan mesin
telekomunikasi dan aksca
.
terhadap
ekonomi petani dan peningkatan
. Pengembangan riset dsn inovasi teknologi, dengan
Sentra Produksi
. 81: I(ab.
. 82: Kab. Mappi
(sagu)
. 83: Ihb.
Provinsi Papua
.
3TP,
Trans Papua Merauke-Sorong
.
transportasi l,aut dan
Pelabuhan Agats di IGb, Asmat,
di Kab. Mappi,
pembangunan
dan
.
output pengembangan Bandar Udara
Tanah Merah di Kab.
angkutan udara perintis
.
.
.
BTS
perluasan layanan digital
Kab.
(pcrikaffn dan
I(ab. Mappi
Ihb. tu@at
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada
wilayah (perikanan,
. Penguatan dan
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan
. Peningkatan kapasitas dan
industri
.
serta peningkatan
kerja
c1
. Cl: I(ab. Merauke
didukung dengan kawasan
. Pencetakan Eaxrah
.
pengolah pupuk organik (UPPO)
. Penyiapan pengembangan
pra panen,
penyaluran benih padi, serta
menuju KSPP
penyedia& sarana pengolahan hasil
c1
Swasembada
. Cl: IGb. Merauker
(padi dan pangan
akuatik)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Boven Digoel*
(padi)
. Kab. Mappi*
t) Indikasi lokasi yang
pangan
") Indikasi lokasi yang
pangan rendah dan/atau
Indeks
Pangan
sangat rentan
Penguatan kawasan potensial
akuatik/
. Penguatan produksi, dengan
lahan rusak
pupuk bersubsidi, alat daa
.
pendukung, dengan
penyediaan alat dan mesin pertanian pra
irigasi
serta
ikan
. Penguatan
dan PHT, dengan
sena pelatihan
mendorong
telah
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas
yang
p€mbcntukan/p€dgembanEan koperasi
Penguatan kawasan rentan
pembentukan
masyarakat lrang terfasilitasi pen8anekaragaman
bantuan pangan
cl Kawasan
. Cl: Kab. Merauke*
Kawasan Rendah
. Kab. Mappi*
. Kab.
Peningkatan ketahanan
. Percepatan
potensi
daerah dan dedierclisasi, dengan output Pembangkit Listrik Tcna8a
Surya (PLTS), energi
ethanol,
dan
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,
dan peningkatan jalan akses
No
. 1
EBT tinggi
. *)
yang
atau
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
listrik noD PLN dan
bukan
Penguatan
cakupan layanan
c2 I(awasafl Potensial
Swasembada Air:
. C2: Ihb. Boven
berkelanjutan pada
.
Penguatan kauras€n rawan air
baku
sarana datt prasarana air baku,
terpencil
. Kab. Merauke*
. Kab
. r) Indikasi lokasi
yang
kapasitas tampungan
air
. 11
yang
prioritas atau
prioritas
iklim bidang air
D1
D2
D3 ' Dl: IGb' Boven
Digoel
. D2: IGb. Asmat (sagu
dan
r D3: Ikb. Mappi*
(sagu)
Keterangan:
1 Daerah
sudah
sangat tertinggal
berkembang,
o
program
pelaksanaan bantuan sosia.l adaptif
.
dcargan
tanaEan
UMKM lokal,
saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pcrrb€ntuksr
kelompok
.
peningkatan SPAM, SPAL, dan
cepat, pengembangan SDM TIK dan
layanan
guna, dcargan
kapasitasnya dala.m
D4
D5
D6
D?
Kawasan
PKSN dan Wilayah
. D4: PKSN
Tabonji, Waan,
Malind,
(Kab. Merauke)
. D5: PKSN Tanah
Merah, serta IGc,
Boven
. D6: Kec. Agats dan
Kcc. Fayit (I(ab.
A8|!at)
. D7: IGc.
(IGb. Mappi)
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan
Tanah Merah dan Merauke,
. Pemenuhan
huni,
.
berbasis komoditas unggulan
l,ahan termasuk revitalisasi lahan rusak
bibit
pengolahan
dan layanan validasi dan
.
perbatasan, danga,r
(RDTR) Kawasan
. Penguatan tata kelola
D8
D9
. D8: KT. Salor (tr(ab.
Merauke)
. D9: KT. Muting (I(ab.
. Pembangunan
denga,I
masyarakat,
.
dan Pusat SKP (Satuan
(OPI tanaD€Il
o Redistribusi aEct
pengurusan
. PcDataafl
output
. Penyediaan dan
dp,rg,,,i outputi tenaga
penyediaan instruktur Jrang
D10
Prioritas:
. D10: IGn'asan
Semrnose Tefleh
Kurik, dan Malind,
. Penyediaan layanan
Miring,
Peningkatan aksesibilitas desa, dengan
dan listrik,
Peningkatan produktivitas perdesaan dan
dcogaIr output
I(M/UMKM, koperasi, dan BUMDca
Peningkatan kapasitas tata
penguatan tata kelola desa
berpola asf,ama:
. Kab.
. Kab. Mappi
Tertinggal dan
Perbatasan Prioritas)
. Kab.
Merauke)
sepanjang hari:
. I(ab. Boven Digoel
dan PKSN Tanah
Merah)
tuunr pelayanan
pendidikan;
Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Peningkatan akses
seperti sekol,ah terbuka, sekolah
.
memprioritaskan
dikdas dan
. Pemberian
untuk tenaga pendidik , dc,,.gm, output pemberian
bagi guru dikdas dan
.
siswa
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola
. Penyediaan sarana dan
rehabilitasi
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output
pendidikan
. Peningkatan literasi,
generasi muda, fasilitasi
.
yang adaptif
Provinsi Papua Selatan
dan budaya di Kab.
.
peningkatan
lcrabaSa kebudayaan
. Pelestarian
dengan qrt?ut
. Pengelolaan
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media
. Pelestarian
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Lab. Mappi (Daerah
Peningkatan akses dan
. Pendayagunaan tenaga
dan
No
Perbatasan Prioritas)
Ihb. Asmat (Daerah
Kecamatan
dengan
telemedicine
poskesdes,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua
untuk
bergerak sesuai kondisi
Pcngerabangafl inovasi obat tradisional dan suplemen
provinsi:
. Kab.
Peningkatan RS dad tipe
D
. I(ab.
(Daerah
dan PKSN Tanah
Merah)
. Ikb. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
. Kab.
Tertinggal da.n
Perbatasan Prioritas)
mutu Pelayanan
kesehatan:
.
di Provinsi Papua
. I(ab. Merauke
. IGb.
. Kqb. Boven Digoel
. lGb. Mappi
TBC:
. Kab. Mappi
. Kab. Boven
Pengendalian
filariasis,
frambusia, dan
. Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit
. Pencegahan dan
l,ayanan
TBC,
kualitas hunian tidak layak
.
kesehatan terlatih
. Eliminasi
kesehatan
tenaga
.
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
. Pencegahan dan
malaria, tenaga kesehatan tertatih
malaria,
No
terlatih serta
Provinsi Papua
gizi
.
.
makanan
dan Anak-Anak
.
output
. Peningkatan
dengan
gizi dan
. Peningkatan
arEk,
. Penguatan
turut
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 718
dengan Australia)
Peningkatan pertahanan
dan
. Provinsi Papua
.
.
liar, pembalakan liar,
lwl (illegal
.
sumber daya
.
hak asasi
HAM yang kondusif di Papua
.
ketertiban wilayah,
wilayah laut
tanah adat/ulayat, melalui:
.
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
.
adat, dengan
serta
.
perlindungan masyarakat
tanah ulayat, dengan
pengakuan dan
peta delineasi tanah ulayat
El
E2 . El:TN
. E2: TN Wasur (I(ab.
.
output
kawasan konservasi, pengendalian
nt
.
. Pengurangan
output inventarisasi
. Pengelolaan
penyediaan fasilitas penelitian dan
hutan konservasi untuk
.
konservasi, darLgat
.
Provinsi Papua
.
bencana dan
iklim tematik wil,ayah
adaptasi
.
bencana dan adaptasi
respons
penerapan
serta pemulihan
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan
lshan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
.
lahan rusak dan kritis, serta
.
output
terintegrasi
. Peractaatr dan pemenuhan kebutuhan ASN pada
o Peningkatan kapasitas sDM dan
aparatur daerah,
daerah
.
goDemmetut,
penerapan PffiP berbasis OSS di daerah
r
Ne PAPUA BARAT
SE D3, A1 C
, So YA El aa LEGENDA
“ " aa FG , D14 TX | Kawasan Pertumbuhan
. 2 # Opa car Serena 2 AJA ra ka — Kawasan Komoditas Unggulan
no Pa - na £. 2 4 C1 if , Kawasan Swasembada Pangan,
la . "5 fojaa 3. : | Air, dan Energi 8
, 2 - SM ja — PENA 0 3 Kawasan Afirmasi
| Nam JP 8 2 aa de Kawasan Konservasi dan
PaNNP NN | PP & Pa d NX D2 P, “ Rawan Bencana
1 . , -— Lt 9 5. B3 N . d Papua Barat (@! ibu Kota Provinsi
ha L / @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan $ PAI Oo
2 Pelabuhan
Kawasan Pariwisata 2 2 4 SS
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Raja - Ao 9 Kawasan Revan Bencana
Ampat - Kab. Raja Ampat f an —
Kawasan Perkotaan 3 sm Jalan Nasional
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru dan Kota "N$ Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Industri, Perdagangan, dan Jasa - Kota Batas Administrasi
Sorong
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Udang 1. Kab. Sorong: potensial pangan, potensial
1. Kota Sorong . . energi, potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Udang 2. Kab. Sorong Selatan: potensial pangan
2. Kota Sorong 3. Kab. Tambrauw: potensial air
3. Kab. Sorong Selatan
4. Kab. Sorong
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
5. Kab. Sorong E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
6. Kota Sorong
Kawasan Konservasi
D. Kawasan Afirmasi 1. Geopark Raja Ampat, KKN dan KKD Kep. Raja
Ampat, serta KKN Kep. Waigeo Sebelah Barat
Daerah Tertinggal" — Kab. Raja Ampat
1 Kan. Dana 2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
4) Daerah Denah juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal Hayati Teluk Bintuni - Kab. Sorong Selatan
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kec. Ayau dan Kec. Kepulauan Ayau -— Kab. Raja Ampat 3. Kota Sorong
4. Kec. Kwoor dan Kec. Abun — Kab. Tambrauw 4. Kab. Maybrat
Kawasan Transmigrasi
5. KT Klamono -— Segun - Kab. Sorong
Kawasan Perdesaan Prioritas
6. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Raja Ampat —
Kab. Raja Ampat
SK No25l34l A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: DPP Raja Ampat
(Kab. Raja Ampat)
Pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta peningkatan
kualitas destinasi wisata pada kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP
Raja Ampat), melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandar Udara DEO Sorong dan bandar udara perairan di Misool, Kab.
Raja Ampat
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah,
pengembangan desa wisata, pengembangan jejaring di destinasi
pariwisata, dan pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat skala komunal, pembangunan sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, penataan kawasan destinasi wisata,
serta pengembangan amenitas dan aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi sertifikasi SDM bidang pariwisata dan
penyelenggaraan pelatihan vokasi
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
peningkatan publikasi dan promosi terpadu secara nasional dan
internasional
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pariwisata
berkualitas, penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata,
pengembangan UMKM, serta pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
• Peningkatan kelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
pelaksanaan operasi SAR, serta penyediaan jalur evakuasi bencana KTA
Selat Dampier, KTA Misool, dan KTA Wayag
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru dan
Kota Industri,
Perdagangan, dan
Jasa (Kota Sorong)
Pengembangan Kota Sorong sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Barat Daya serta kota industri, perdagangan, dan jasa, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Barat Daya, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara DEO
Sorong
0,2
0,2
89,4
64,9
0,295 – 0,300
0,300
11,76 – 12,76
17,60 – 18,00
23,09
1,08
0,52
0,49
5,32 – 5,92
6,30 – 6,80
83,52
82,89 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
bantuan
kawasan,
tarik kota
81
92
83 (Komoditas udang)
Sentra Industri
. Bl:
. Bl: Kota Sorong
. 82: I(ab. Sorong
. B3: Kab. Sorong
udang, melalui:
.
.
tempat pelelangan ikan (TPI),
gudang
produk kel,autan dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor,
fasilitasi dan
pengembangan IKM/UMKM,
serta revitalisasi pasar rakyat
.
pemberdayaan
serta
pelaku
.
. Peningkatan sarana prasarana
industri udang,
.
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi
BS
86 Unggul,an:
(Komoditas
. 85: IGb. Sorong
. 86: Kota Sorong
Penguatan
. Penguatan
.
kelengkapannya,
dan
IKM/I MKM,
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM,
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
.
perluasan jaringan
terhadap
pada
fasilitasi
standarisasi dalr
serta penguatan
hilirisasi produk akuakultur, produk
:'l
Daya
.
output
.
. Pengembangan bandara dan optimalisasi
Sorong, dan
.
perkotaan
.
.
Ikb. Sorong
Ikb, Sorong Selatan
Kota
Ihb. Raja
Penguatan pendidikan tinggi STEAM
(SMK,
wilayah
. Penguatan dan penyediaan sarana
berkualitas, dengan
revitalisasi sarana dan prasarana
fasilitas
.
pembel,ajaran perguruan tinggi, pendidikan dan
SMK yang
. Peningkatan kapasitas dan
dengan
tin88i dan tcnaSa kependidikan vokasi, serta Fnirykatatr
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta
kerja
cl
c2
Kawasan
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab.
(padi dan
. C2: IGb. Sorong
Selatan* (padi dan
sagu)
Paflgaa:
. Kab.
(ubi dan pangan
akuatik)
. Ikb. Maybrat* (ubi)
r 'l
produksi pangan
. *') Indikasi lokasi
produksi pangan
rendah
rentan atau Sangat
rentan
Penguatan kawasan potensial
perikanan tangkap
. Pedrr8katall
padi,
lahan rusa*
tumbuhan (OPT)
datl
.
sarana pasca
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan dan
Gudang lumbung pangan)
. Penguatan kapasitas
pemberdayaan dan
untuk
untuk GAP (good
dan PHT
kelautan untuk
petani dan nelayan pada
. Penguatan tata kelola dan kapasitas
dengan output
dan
Penguatan
akuatik,
kelompok
serta peningkatan jalan usaha tani,
jaringan irigasi,
c1 Kawasan
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Sorong'
Kawasan Rendah
Elektritrkasi:
. IAb.
. I(ab. Raja
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
bangkitan EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
dengan
non PIN dan
listrik yana
energi
. Percepatan
potensi
daerah dan
listrik tenaga surya (PLTS), pcroban8kit listrik
(PLTMG), pembangkit
EBT lainnya,
. Penyediaan sarana prasarana
dan
Penguatan kawasan rendah elektri.fikasi dilakukan
cakupan layanan
cl
c3
. Cl: Kab.
. C3: I(ab. Tambrauwt
. Kab. Sorong
. Kab.
')
luas wilayah sungai
besar
*1
tinggi dan/atau
prioritas atau super
prioritas ketahanan iklim
bidang air
Peningkatan ketahanan air
. Peningkatan kapasitas
Penguatan
baku alternatif dE,rgfi
sarana dan prasarana air baku,
pulau-pul,au kecil,
air
D1
D2
. Dl: I(ab.
(ubi dan tuna-
. D2: Kab. Maybrat
(ub,
1
sudah
sangat tertinggal
. PcEcouhan dan
serta
. Penguatan
produktif, dan
tanaman
masyarakat,
.
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan
peningkatan SPAM, SPAL, dan
cepat, pengembangan SDM TIK darr
serta
. Pengelolaan dan pengurangan risiko
gutur, dengan
tertinggal yang ditingkatkan
bencana
D3 Kawasan
D4
.
huni,
kawasan perbatasan,
.
warga
kelompok
.
ASN
Prioritas:
. D3: ficc. Ayau dan
Kcc.
(Kab. Raja Ampat)
. D4: Kec. Kwoor dan
Kec. Abun (Kab.
D5
. D5: NT KlaEono-
Segun - (IGb. Sorong)
.
jembatan,
dan
.
sarana produksi pertanian di Satuan
(Satuan
. Redistribusi aset (tanah)
pengurusan
. Penataan
sarana
catu pangan untuk
.
dangla\
D6
Prioritas
. D6: Kab. Raja Ampat
Raja
instruktur yang
. Penyediaan layanan
penyediaan nrEah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL,
.
dan
.
berbasis koEoditas kelapa dan pala, dengan q,.ttrut
koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, den;gan
berpola
. Kab,
(Daerah Sangat
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
berpola asrama:
. Ikb. Raja
AEpatr(IGcamatqn
Perbatasan
. Kota
a
diLdaB dan dil@en,
untuk tenaga pendidik,
siswa
serta pendampingan dan
rehabilitasi dan renovasi
pendidikan
Peningkatan
Penyusunan
yang adaptif dan
scpanjang hari:
. I(ab. Maybrat
(Daerah
. Ikb.
Peningkatan
pendidikan:
.
kabupaten /kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
.,]
:l
Provinsi Papua Barat
Daya
. Peningkatan tata
peningkatan kompetensi
.
cagar budaya, dan benda budaya,
.
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan,
pengembangan
.
penutur bahasa daerah pada
serta
bergerak:
. I(ab. Raja
Perbatasan
. I(ab.
(Daerah Sangat
. Ikb. Maybrat
(Daerah
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kota
D
. IGb. Raja
Peningkatan
.
pelaksanaan pel,ayanan
.
tenaga medis dan
pendayagunaan dokter spesialis di wil,ayah Papua
.
peningkatan saratur
poskesdes,
serta
.
untuk tenaga
.
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
No
a Kab.
Kab. Maybrat
(Daerah
mutu
. Seluruh
kabupaten/ kota di
Daya
Pengembangan inovasi obat tradisional dan
malaria:
. I(ab. Tambrauw
.
. Kab. Raja
. lfuta Sorong
. Kab. Maybrat
Pet Aendalian
TBC:
. Kab. Sorong
. I(ab. Sorong
. I(ab.
. I(ab. Maybrat
Pengendalian penyakit
HIv/AIDS:
. Provinsi Papua
Daya
Pengendalian
melalui:
. Pencegahan
tenaga
layanan pencegahan dan
TBC, serta
.
.
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
. Eliminasi penyakit
tenaga
peningkatan infrastruktur SPAM dan
. Pencegahan dan
penyediaan alat dan bahan kesehatan
malaria, tenaga kesehatan terlatih
Ealaria, peningkatan
o Pencegahan
penyediaan
terlatih
Provinsi Papua Barat
Daya
Penguatan percepatan pencegahan dsn
gizi lainnya melalui:
.
o Peningkatan
dan Anak-Anak
. Peningkatan
.
dengan output
gizi dan kampanye
komunikasi
.
ou,put
anak,
implementasi
turut mendukung perbaikan gizi
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
Palau)
dan
. ProvirNi Papua
Daya
Ilru FIshing pada wPP 717,
. Penegakan regulasi dan upaya
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan,
Indonesia (WPPNRI) yang
liar, pembalakan liar,
IUU
.
output pembangunan
sumber daya
.
asasi manusia dan pelibatan multipihak al.l,m
yang kondusif di Papua
.
wilayah laut
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan pengakuan dan
tanah ulayat, melalui:
.
tanah ulayat, penetapan hutan adat,
.
adat, dengan
serta pemberdayaan warga komunitas adat
. Percepatan penyusunan
perlindungan masyarakat
tanah ulayat
E1
E2
Kawasan
. El:
KKD Kcp. Raja
Kep. Waigeo Sebelah
Barat (Kab. Raja
. E2: Kawasan
Keanekaragaman
Hayati
(Kab. Sorong
Perlindungan,
.
output
kawasan
konservasi,
Pcma aatan Ruang Laut),
nL
. Optimalisasi tata kelola
. Pengurangan status
.
hutan
pengelolaan kawasan, optimalisasi pendanaan,
rencana induk pcngeEb a,lga,i
.
konservasi, derrg,'i
masyarakat, serta
:')
usaha
E3 Lingkungan Hidup:
Ei+ . Provinsi Papua Barat
Daya
Kawasan Rawan Bencana
. E3: Kota Sorong
. P+: IGb. Maybrat
Peningkatan
. Peningkatan kapasitas dan
bencana dan
. Pengembangan sistq! dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi
atau penguatan
. Pelestarian hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur
. Pemulihan
lahan rusak dan
pasca
o
-,fr
Froa.D dE Dcornute bboorbo Altll pd. dr.rrb oboE b.ru
hi[tl.tu LrE dtr. gDX dm DeCi@ LbaJ.A8I{, dcnlr cdFt
FITTiT
ed@lrn pubE rntrrk
dn
mfrl
gdra ,lrrl,ll,,, c4l,,lt
adoiniaErC Etr pcolrq,rtr
I'rh
n
PRESIDEN
trd.