Daftar isi (7 pasal, 6 lampiran)
berkas 1, hlm. 1 OCR

iIr{ITT:ITTXTIT'T'TII{{A

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 12 TAHUN 2025

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL

TAHUN 202*2029

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBUK INDONESIA, bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 19 ayat (lf Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangfu Panjang Nasional Tahun 2O2*2O45, Presiden Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2023-2029 Pasal 4 ayat (l) Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945;

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Jangka Nasional Tahun 2O2* 2045 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 194, Negara Republik Indonesia Nomor 6987);

PERATURAN PRESIDEN TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN perlu I 2 il

JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2O2*2O29 berkas 1, hlm. 2 OCR itTT{f.FI

Pasal 1 #

Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:

1. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

2. Pembangunan Nasional adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa dalam rangka tujuan bernegara.

3. Pembangunan Daerah adalah upaya yang sistematik sumber daya yang dimiliki daerah dan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya,

4. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045 yang selanjutnya disebut RPJP Nasional adalah dasar hukum Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun sejak Tahun 2025 sampai dengan Tahun 2045.

5. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029 yang selanjutnya disebut RPJM Nasional adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak Tahun 2025 sampai dengan Tahun 2029.

6. Rencana Jangka Kementerian/Lembaga Tahun 2025-2029 yang selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/ Lembaga atau disebut Renstra-Kl adalah dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejakTahun2O2S sampai dengan Tahun 2029.

7. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2O2*2O29 yang selanjutnya disebut RPJM Daerah adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah dengan pada Rencana Jangka Panjang Daerah dan RPJM Nasional terhitung sejak Tahun 2025 sampai dengan Tahun 2029. untuk untuk

berkas 1, hlm. 3 OCR

8. Rencana Tahunan Nasional yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah atau disingkat RKP adalah dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional untuk periode 1 (satu) tahun.

Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia yang dibantu oleh Wakil Presiden dan menteri sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945. lO. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip NKRI sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945.

11. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.

12. Menteri adalah menteri yang urusan pemerintahan di bidang perencanaan nasional.

Pasal 2 #

(1) RPJM Nasional merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program pasangan Presiden dan Wakil Presiden hasil Pemilihan Umum Tahun 2024 yang disusun berdasarkan RPJP Nasional.

(21 RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat strategi Pembangunan Nasional, kebijakan umum, program kementerian/ lembaga dan lintas kementerian/lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan, serta kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran secara menyeluruh dalam rencana kerja yang berupa kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

berkas 1, hlm. 4 OCR

(3) Dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan, Menteri melakukan perencana.

Dalam mendukung sumber daya manusia sasaran pembangunan, (4) kementerian/lembaga koordinator dan kementerian/lembaga pengampu pada masing-masing prioritas nasional.

(5) Kementerian/lembaga sebagaimana dirnaksud pada ayat kebijakan/program/kegiatan pada Renstra-Kl dan rencana kerja kementerian/ lembaga yang berkontribusi terhadap prioritas nasional sesuai dengan lingkup prioritas yang menjadi

(6) RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

a. dasar hukum bagi kementerian/ lembaga dalam menyusun Renstra-Kl;

b. dasar hukum penyusunan RPJM Daerah dengan memperhatikan tugas dan fungsi Pemerintah Daerah dalam mencapai sasaran Pembangunan Nasional yang termuat di dalam RPJM Nasional;

c. dasar hukum bagi Pemerintah dalam menyusun RKP;

d. pedoman dasar dalam dan evaluasi pelaksanaan RPJM Nasional; dan pedoman bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Pembangunan Nasional. (71 (8) RPJM Nasional memuat proyek strategis nasional.

Nasional wajib ditaati oleh seluruh pelaku pem pemerintah dengan melibatkan pelaku pembangunan nonpemerintah.

Pasal 3 #

(1) Kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah program dalam RPJM Nasional yang dijabarkan dalam Renstra-Kl dan RPJM Daerah.

(21 Dalam menyusun Renstra-Kl sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kementerian/lembaga wajib berkonsultasi dan dengan kementerian/lembaga.

(4) dapat e. koordinator pada masing-masing prioritas nasional yang

berkas 1, hlm. 5 OCR

(3) Dalam menyusun Renstra-KL se dimaksud pada ayat (1), kementerian/lembaga wajib berkonsultasi, berkoordinasi dengan, dan mendapat persetujuan Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan undangan.

(4) Dalam menyusun dan/atau menyesuaikan RPJM Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah Daerah dapat melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Menteri.

Pasal 4 #

(1) Menteri melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJM Nasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(21 Menteri dalam melakukan pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada data yang sesuai dengan kebijakan satu data Indonesia, dan dengan menerapkan manajemen risiko Pembangunan Nasional.

(3) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan secara berkala.

(4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (l) dilaksanakan pada paruh waktu dan tahun terakhir pelaksanaan RPJM Nasional.

(5) Hasil evaluasi paruh waktu dan tahun terakhir pelaksanaan RPJM Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaporkan Menteri kepada Presiden.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri.

Pasal 5 #

(1) RPJM Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat

(1) terdiri atas: narasi Nasional Tahun 2025-2029 yang memuat evaluasi dan tantangan pembangunan, kebijakan pembangunan, prioritas nasional, arah pembangunan wilayah, pendanaan pembangunan, pengendalian, evaluasi, dan tata kelola data a berkas 1, hlm. 6 OCR INDONESIA

b. matriks pembangunan RPJM Nasional Tahun 2025-2029;

c. matriks kementerian/lembaga RPJM Nasional Tahun 2O2*2O29;dan

d. arah pembangunan Tahun 2025-2029;

(21 Narasi RPJM Nasional Tahun 2025-2029 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

(3) Matriks pembangunan RPJM Nasional Tahun 2025-2029 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b tercantum dalam Lampiran II yang bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

(4) Matriks kementerian/ lembo g4 RPJM Nasional Tahun 2025-2029 sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf c tercantum pada lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

(5) Arah pembangunan kewilayahan RPJM Nasional Tahun 2O2*2O29 sebagaimana dimaksud pada ayat (l) huruf d tercantum dalam lampiran IV yang bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

Pasal 6 #

(1) Target dan kebutuhan pendanaan yang terdapat dalam RPJM Nasional bersifat indikatif.

(21 Perubahan target dan kebutuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (l) yang terjadi pada setiap tahun pelaksanaan RPJM Nasional disampaikan oleh Menteri kepada Presiden dalam sidang kabinet untuk mendapatkan keputusan.

(3) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (21 dituangkan dalam RKP.

Pasal 7 #

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal RPJM Nasional Agar berkas 1, hlm. 7 OCR ;ITTXTITEITT+TTI Agar orang Indonesia.

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 1O Februari 2025 MENTERI SEKRETARIS NEGARA

ttd.

PRASETYO HADI

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERI.AN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESI,A Perundang-undangan dan Hukum, Presiden ini dengan dalam lembaran Negara

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 10 Februari 2025

ttd

REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025 NOMOR 19 D Djaman

Lampiran I

berkas 2, hlm. 1 OCR
LAMPIRAN I
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025-2029
NARASI
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
berkas 2, hlm. 2 OCR
I
Evaluasi dan Tantangan Pembangunan
1.1 Kilas Balik Pembangunan Tahun 2020-2024 dan
Perkembangan Global
Kondisi perekonomian Indonesia terus menunjukkan kinerja ke arah yang lebih baik dan
mampu beradaptasi dengan dinamika global.
Sejarah menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia mampu mencapai
pertumbuhan tinggi lebih dari 8,0 persen pada lima tahun yang berbeda,
yaitu tahun 1968, 1973, 1977, 1980, dan 1995
berkas 2, hlm. 3 OCR
Gambar 1.1
Trajektori Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (persen)
Sumber: BPS, 2024 (diolah)
Dalam RPJMN Tahun 2020-2024, sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 5,7-
6,0 persen per tahun. Namun demikian, pada awal tahun 2020, dunia dilanda unprecedented
shock pandemi COVID-19 sehingga berdampak terhadap penurunan kinerja perekonomian
global, termasuk Indonesia.
Melalui berbagai kebijakan yang telah dilakukan, seperti Program Pemulihan Ekonomi
Nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia pulih lebih cepat dibandingkan dengan banyak
negara lain. Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen dan tahun 2023
sebesar 5,05 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki modal yang
cukup untuk mampu mencapa.i pertumbuhan ekonomi lebih dari 8,0 persen.
berkas 2, hlm. 4
Gambar 1.2
Indeks Produk Domestik Bruto Riil Tahun 2019–2023 (2019=100)
Sumber: BPS, Oxford Economics Database (diolah)
Perkembangan Global
Secara umum dalam periode tahun 2025–2029, perekonomian global masih dilanda
ketidakpastian.
berkas 2, hlm. 5 OCR
1.2 Evaluasi Pembangunan Tahun 2020-2024
Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai bidang pembangunan di
tengah dinamika global dan domestik, Berbagai kebijakan strategis dilaksanakan untuk
mewujudkan tujuan pembangunan nasional, termasuk saat pandemi Corona Virus Disease
2019 yang terjadi pada tahun 2020. Langkah cepat tanggap diwujudkan sebagai respons
kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif untuk meredam dampak gejolak ekonomi
global dengan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat.
-5-
1.2. I Ketahanan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi terus mengalami perbaikan meskipun sempat terkontraksi cukup
dalam pada tahun 2020 akibat pandemi Corona Virus Disease 2019. Sebelum pandemi
Corona Virus Disease 2019, pencapaian Gross National Income per kapita tahun 2019
menjadikan Indonesia masuk ke dalam negara Upper-Middle Income Countries. Namun
demikian, adanya pandemi mengakibatkan penurunan Gross National Income per kapita
sehingga Indonesia turun menjadi negara Lower Middle Income Countries. Berbagai upaya
pemulihan yang dilakukan menyebabkan perekonomian Indonesia kembali mencatatkan
kinerja positif, ditandai oleh peningkatan Gross National Income Wr kapita dan menjadikan
Indonesia kembali ke dalam negara Upper-Middle Income Countries. Pencapaian
pembangunan ekonomi selama beberapa tahun terakhir turut didukung dengan berbagai
capaian positif, di antaranya (l) peningkatan pola konsumsi pangan rumah tangga, (2)
peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, (3) penyediaan l,apangan kerja per tahun, (4)
peningkatan kontribusi koperasi terhadap perekonomian, (5) pengembangan kawasan
industri dan kawasan ekonomi khusus, (6) nilai ekspor produk industri pengolahan dan
realisasi investasi luar Jawa, serta (7) peningkatan penerimaan pajak.
berkas 2, hlm. 6
SK No 252@7 A
Gambar 1.3
Tren Capaian Pertumbuhan Ekonomi
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Berdasarkan peningkatan capaian selama 5 tahun (2019–2023) di daerah, pertumbuhan
ekonomi di Wilayah Maluku lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. Pada tahun 2019,
pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua mengalami kontraksi yang dipicu oleh turunnya
produksi pada sektor pertambangan dan penggalian. Pada tahun 2023, Provinsi Maluku
Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi
tertinggi. Hal tersebut didorong oleh kinerja sektor industri pengolahan dan pertambangan.
Gambar 1.4
Capaian Pertumbuhan Ekonomi per Wilayah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
berkas 2, hlm. 7
Ilfd{tT{Il
K INDONESIA
Gambar 1.5
Tren Capaian Pertumbuhan Industri
Pengolahan Nonmigas
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target
RPJMN 2020–2024
Gambar 1.6
Tren Capaian Share Industri
Pengolahan
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target
RPJMN 2020–2024
Gambar 1.7
Distribusi Capaian Share Industri Pengolahan di
Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
• Dalam lima tahun terakhir, kinerja pertumbuhan
industri pengolahan cenderung mengalami
peningkatan meskipun sempat mengalami tekanan
pada tahun 2020.
• Salah satu kontribusi paling signifikan terhadap
pembangunan ekonomi nasional datang dari
sektor industri baja. Sektor industri baja sangat
berpotensi memberikan kontribusi terhadap
pembangunan ekonomi nasional melalui nilai
tambah serta menjadi multiplier effect bagi
peningkatan daya saing ekonomi. Pertumbuhan
industri baja di berbagai daerah, khususnya di
Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku
Utara terus didorong untuk memenuhi permintaan
produk besi baja dari luar negeri, terutama China,
dan peningkatan produksi domestik untuk produk
ferronikel.
• Program strategis yang mendukung pertumbuhan
Produk Domestik Bruto industri pengolahan
antara lain (1) pemberlakuan izin operasional dan
mobilitas kegiatan industri, (2) insentif pajak
penjualan atas barang mewah ditanggung
pemerintah sektor otomotif, (3) peningkatan
penggunaan produk dalam negeri, (4) peningkatan
jumlah standar nasional Indonesia industri, (5)
program making Indonesia 4.0, (6) pengembangan
sekolah menegah kejuruan link and match
industri, (7) sertifikasi tenaga kerja industri, serta
(8) program harga gas bumi tertentu.
berkas 2, hlm. 8
FRESlDEN
Gambar 1.8
Tren Capaian Skor Pola Pangan Harapan (SPPH) Nasional
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.9
Distribusi Capaian Skor PPH (Tertinggi dan Terendah)
di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
• Skor Pola Pangan Harapan Nasional
meningkat mendekati angka 100,
mengindikasikan bahwa konsumsi pangan
di wilayah Indonesia semakin beragam dan
bergizi seimbang.
• Program dan kegiatan yang mendukung
peningkatan akses pangan yang merata
dan terjangkau antara lain (a) intervensi
bantuan pangan; serta (b) edukasi terkait
penerapan pola konsumsi pangan beragam,
bergizi seimbang, dan aman.
• Provinsi dengan skor pola pangan harapan
tertinggi pada tahun 2023 yaitu Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa
Tenggara Barat, Sumatera Selatan, dan
Jawa Tengah. Sementara itu, daerah yang
perlu didorong akselerasi pencapaian skor
pola pangan harapan yaitu Provinsi Nusa
Tenggara Timur, Sulawesi Barat dan
Maluku.
berkas 2, hlm. 9
SK No2520llA
• Nilai Tukar Petani nasional terjaga
stabilitasnya di atas angka 100.
• Program dan kegiatan yang mendukung
pencapaian antara lain (a) bantuan subsidi
input pertanian (benih, pupuk, dan
pestisida); (b) pengembangan infrastruktur
pertanian (sistem irigasi, jalan usaha tani,
dan sistem logistik); serta (c) diversifikasi
produk dengan adaptasi teknologi
pertanian modern.
• Provinsi dengan Nilai Tukar Petani di atas
100 yang tertinggi pada tahun 2023 yaitu
Provinsi Riau, Bengkulu, dan Kalimantan
Barat. Sementara itu, provinsi dengan Nilai
Tukar Petani kurang dari 100 yaitu Provinsi
Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Papua
Barat.
Gambar 1.10
Tren Capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah) Keterangan: Target 2024
merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.11
Distribusi Capaian Nilai Tukar Petani (NTP)
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
berkas 2, hlm. 10 OCR
- r0-
Dengan demikian, dalam mewujudkan perekonomian yang tangguh, kebijakan yang perlu
menjadi fokus perhatian ke depan antara lain (1) hilirisasi industri pengolahan yang
mendorong investasi dan ekspor; (2) kinerja logistik; (3) penguatan pariwisata; (4)
kewirausahaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah; serta 5) swasembada pangan dan
energi.
1.2.2 Penanggulangan Kemiskinan
Kemiskinan di Indonesia telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun
terakhir, berkat upaya pemerintah yang terus memperkuat berbagai program perlindungan
sosial, jaminan sosial, dan bantuan sosial hingga graduasi bantuan sosial. Program-program
ini dirancang untuk memberikan dukungan langsung kepada kelompok masyarakat rentan
dan berpenghasilan rendah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan, mengu.rangi
ketimpangan, serta meminimalisasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh berbagai krisis.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, upaya ini menjadi salah satu
kunci utama dalam mendorong penurunan angka kemiskinan di Indonesia secara bertahap.
Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat miskin
dan rentan melalui program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, serta akses
terhadap modal usaha yang lebih mudah dan terjangkau, sebagai kunci dalam meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan secara berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup berbagai
inisiatif seperti pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui peLatihan
keterampilan, akses permodalan, dan pendampingan, serta kredit usaha rakyat yang
menyediakan pinjaman dengan bunga rendah. Selain itu, program desa wisata dan produk
unggulan desa mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal. Pembangunan
infrastruktur dasar yang merata juga menjadi prasyarat penting untuk mendukung
pengurangan kemiskinan, dengan fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan,
penyediaan akses air bersih dan sanitasi, serta peningkatan akses listrik di daerah terpencil,
SK No 252012 A
Sumber Data: Sakernas (BPS), berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Penyediaan lapangan kerja per tahun berhasil
ditingkatkan kembali setelah penurunan yang
signifikan pada tahun 2020 akibat adanya
pandemi Corona Virus Disease 2019.
Pencapaian ini didorong melalui program
bantuan berupa subsidi gaji/upah bagi
pekerja/buruh dalam penanganan dampak
Corona Virus Disease 2019, stimulus ekonomi,
kartu pra-kerja, pembukaan kembali sektor-
sektor ekonomi secara bertahap dalam sektor-
sektor padat karya, dan penyelenggaraan
pelatihan kerja dan uji kompetensi.
Gambar 1.12
Tren Capaian Penyediaan Lapangan Kerja Per Tahun
berkas 2, hlm. 11
IaIrFTTfCTII.EIfdrr:\
1.2.3 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pembangunan kualitas sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam kemajuan
suatu bangsa, terutama melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Capaian pembangunan kualitas sumber daya manusia ditandai dengan peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia dari tahun 2Ol9 hingga tahun 2023 mencapa.i 73,55 (berdasarkan
proyeksi sensus 2OlO) atau 74,39 (berdasarkan proyeksi scnsus 2020), B€rbegei pencapaian
positif lainnya yang telah diraih antara lain perbaikan layanan kesehatan dan peningkatan
akses pendidikan yang telah memberikan dampa.k nyata bagi kualitas hidup masyarakat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia didukung dengan pencapa.ian pada bidang
kesehatan dan pendidikan. Pencapaian pada bidang kesehatan di antaranya (l) cakupan
kepesertaan jaminan kesehatan nasional, (2) penurunan stunting dan uastirq pada balita,
(3) pemenuhan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan, (4) peningkatan
• Tingkat kemiskinan meningkat pada tahun
2020 akibat kondisi pandemi Corona Virus
Disease 2019. Namun demikian, dengan
adanya kebijakan pemerintah dalam
perlindungan sosial maka tingkat
kemiskinan dapat kembali menurun hingga
tahun 2023.
• Program perlindungan sosial yang
terintegrasi menjadi landasan utama dalam
upaya pengurangan kemiskinan,
mencakup program keluarga harapan,
bantuan pangan non tunai, serta bantuan
sosial tunai. Selain itu, inovasi
perlindungan sosial adaptif dirancang
untuk menghadapi berbagai risiko dan
krisis, seperti Program Jaminan Kehilangan
Pekerjaan yang melindungi pekerja yang
terkena pemutusan hubungan kerja dan
perluasan cakupan jaminan kesehatan
nasional serta jaminan sosial
ketenagakerjaan.
• Registrasi sosial ekonomi menjadi dasar
penting untuk pemutakhiran dan
pengelolaan data kemiskinan yang akurat
dan terintegrasi memanfaatkan data
kemiskinan dan kesejahteraan sosial dari
berbagai sumber untuk mempermudah
identifikasi dan penyaluran bantuan
kepada yang berhak.
• Tingkat kemiskinan di 34 provinsi selama
lima tahun terakhir terus menurun.
Provinsi Bali, Kalimantan Selatan, dan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
merupakan daerah dengan tingkat
kemiskinan terendah. Sementara itu,
Provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa
Tenggara Timur merupakan daerah dengan
tingkat kemiskinan tertinggi namun tren
kinerjanya terus membaik.
Gambar 1.13
Tren Capaian Tingkat Kemiskinan
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.14
Distribusi Tingkat Kemiskinan di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
berkas 2, hlm. 12
,:f*rf.I{I
kualitas rumah sakit dan kuantitas tenaga kesehatan, serta (5) peningkatan kapasitas obat
dan makanan memenuhi syarat.
Selain itu, pencapa.ian pada bidang pendidikan, antara lain (f) peningkatan rata-rata lama
sekolah dari penduduk usia 15 tahun ke atas, (2) peningkatan penduduk yang menempuh
pendidikan tinggi, (3) penurunan kesenjangan akses pendidikan antara kelompok
masyarakat miskin dan kaya, serta (4) peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja.
Secara umum, perbaikan kebiiakan yang perlu diakselerasi ke depan antara lain (l)
pemerataan akses pendidikan, (2) peningkatan kualitas pendidikan, (3) pemerataan
pelayanen kesehatan, dan (4) peningkatan kualitas layanan kesehatan. Hal tersebut untuk
memastikan pembangunan sumber daya manusia berjatan optimal dan merata ke seluruh
lapisan masyarakat.
SK No252014A
Gambar 1.15
Tren Capaian Cakupan Kepesertaan Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
Sumber Data: sismonev.djsn.go.id.
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
• Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan
Nasional meningkat pada tahun 2023,
meski sempat turun pada 2020–2021
akibat pandemi Corona Virus Disease 2019.
• Pencapaian cakupan kepesertaan jaminan
kesehatan nasional didorong dengan
adanya intervensi dari pemerintah dalam
bentuk Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun
2022 tentang Optimalisasi Program
Jaminan Kesehatan Nasional.
• Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
menjadi daerah yang memiliki cakupan
kepesertaan jaminan kesehatan nasional
tertinggi. Selama tahun 2019 hingga 2023,
cakupan kepesertaan jaminan kesehatan
nasional di seluruh daerah meningkat
dengan peningkatan tertinggi adalah
Provinsi Maluku Utara, Riau, dan Papua
Barat.
Gambar 1.16
Distribusi Capaian Cakupan Kepesertaan JKN (Tertinggi dan
Terendah) di Daerah
Sumber Data: sismonev.djsn.go.id
berkas 2, hlm. 13
N,EPUBLIK INDONESIA
Gambar 1.17
Tren Capaian Prevalensi Stunting (Pendek dan
Sangat Pendek) pada Balita
Sumber Data: SSGBI (Baseline), SSGI (Tahun 2021 dan 2022),
Data SKI 2023, Kemenkes, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
• Prevalensi stunting (pendek dan sangat
pendek) berhasil diturunkan dari tahun ke
tahun.
• Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021
tentang Percepatan Penurunan Stunting
sebagai salah satu regulasi pemerintah dalam
mendorong percepatan penurunan stunting
melalui intervensi spesifik dan sensitif.
• Program utama dalam mendorong percepatan
penurunan stunting antara lain perluasan
cakupan program jaring pengaman sosial
seperti program keluarga harapan, bantuan
pangan non tunai, dan penerima bantuan
iuran jaminan kesehatan nasional.
• Provinsi Bali menjadi satu-satunya provinsi
dengan kategori stunting rendah (kurang dari
10 persen). Keberhasilan Provinsi Bali
didorong melalui penguatan konvergensi
lintas sektor, intervensi spesifik dan sensitif
yang tepat sasaran, peningkatan kolaborasi
lini lapangan, penyediaan data sasaran yang
valid, penguatan monitoring dan evaluasi di
berbagai jenjang, peningkatan sosialisasi,
serta komunikasi, informasi, dan edukasi.
Gambar 1.18
Distribusi Capaian Prevalensi Stunting
(Pendek dan Sangat Pendek) pada Balita (Tertinggi dan
Terendah) di Daerah
Sumber Data: SSGBI (Baseline), SSGI (Tahun 2021 dan 2022),
Data SKI 2023, Kemenkes, berbagai tahun (diolah).
berkas 2, hlm. 14
K INDONESIA
-t4-
SK No 252M7 A
• Rata-rata lama sekolah penduduk usia 15
tahun ke atas meningkat hingga tahun 2023,
namun rata-rata lama sekolah perempuan
sebesar 8,92 masih lebih rendah dibandingkan
laki-laki yang telah mencapai 9,33.
• Program kegiatan strategis dalam mendukung
pemerataan akses pendidikan antara lain
(a) bantuan operasional satuan pendidikan, (b)
Program Indonesia Pintar,
(c) penyediaan sarana dan prasarana
pendidikan berupa infrastruktur teknologi
informasi dan komunikasi, serta pasokan energi
(listrik), (d) peningkatan dan pemerataan
pendidik dan tenaga kependidikan, serta (e)
program afirmasi pendidikan.
• Provinsi Bali dan Papua merupakan provinsi
dengan capaian rata-rata lama sekolah
meningkat cukup signifikan selama tahun 2019
hingga 2023. Provinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta memiliki capaian tertinggi, sedangkan
daerah yang perlu didorong dalam upaya
percepatan pemerataan akses dan peningkatan
kualitas pendidikan antara lain Provinsi Papua,
Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan
Nusa Tenggara Barat.
Gambar 1.19
Tren Capaian Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Usia
15 Tahun ke Atas
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.20
Distribusi Capaian Rata-rata Lama Sekolah Penduduk
Usia 15 Tahun ke Atas (Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
berkas 2, hlm. 15
REPUBLTK INDONESIA
Pembangunan sosial budaya dan keagamaan merupakan pilar penting dalam memperkuat
identitas dan kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat. Berbagai pencapaian positif
telah diraih, seperti meningkatnya toleransi antarumat beragama, penguatan peran agama
dalam kehidupan bermasyarakat, pelestarian nilai-nilai budaya lokal, serta peningkdtan
budaya literasi. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam mewujudkan harmoni
sosial, partisipasi masyarakat dalam pclestarian warisan budaya, serta penanganan konflik
berbasis agama dan budaya. Oleh karena itu, upaya kolaboratif 6ffi fusftqg.i pihak
diperlukan untuk memastikan pembangunan di bidang sosial budaya, dan keagamaan terus
berlanjut dan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
SK No252048A
Gambar 1.21
Tren Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama
Sumber Data: Kemenag, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.22
Distribusi Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemenag, berbagai tahun (diolah).
• Indeks Kerukunan Umat Beragama yang
dinilai dari aspek toleransi, kerja sama, dan
kesetaraan mengalami peningkatan dan
berhasil melampaui target 2024.
• Program kegiatan strategis dalam
mendukung pencapaian, antara lain (a)
penguatan forum kerukunan umat
beragama di seluruh provinsi dan
kabupaten/kota, (b) peningkatan literasi
keagamaan yang moderat dan inklusif,
serta (c) dialog kerukunan umat beragama.
• Provinsi dengan capaian Indeks Kerukunan
Umat Beragama tertinggi adalah Provinsi
Nusa Tenggara Timur, sedangkan provinsi
dengan capaian terendah adalah Provinsi
Jambi. Aspek kerja sama di Provinsi Jambi
belum optimal dibandingkan aspek
toleransi dan kesetaraan. Artinya,
keterlibatan aktif, empati, dan simpati
kepada kelompok lain dalam aspek sosial,
ekonomi, budaya, dan keagamaan masih
perlu diperkuat dalam kehidupan
bermasyarakat. Hampir semua daerah
mengalami perbaikan capaian Indeks
Kerukunan Umat Beragama pada tahun
2023.
berkas 2, hlm. 16
1.2.4 Pengembangan Wilayah
Pencapaian pembangunan kewilayahan di Indonesia telah menunjukkan sejumlah kemajuan
signifikan, terutama dalam (1) pengembangan kawasan pusat pertumbuhan (kawasan
ekonomi khusus, kawasan industri, dan destinasi pariwisata prioritas); (2) investasi pada
kawasan pusat pertumbuhan, (3) peningkatan perkembangan status pembangunan desa; (4)
p€ningkatan jumlah wilayah metropolitan Jawa; (5) penurunan tingkat kemiskinan desa dan
daerah tertinggal; serta (6) revitalisasi badan usaha milik desa dan badan usaha milik desa
bersama.
Hal yang perlu menjadi fokus perhatian ke depan antara lain (l) pengentasan daerah
tertinggal; (2) produksi komoditas unggulan (kelapa sawit, kopi, tebu, lada, pala, dan
cengkeh) untuk mendukung hilirisasi; serta (3) penurunan ketimpangan wilayah denga.n
pemerataan kualitas sumber daya manusia, kualitas dan kuantitas lapangan pekerjaan,
serta infrastruktur layanan dasar dan konektivitas wilayah.
SK No252049A
Gambar 1.23
Tren Capaian Kinerja Nilai Budaya Literasi
Sumber Data: Kemendikbudristek, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.24
Distribusi Capaian Nilai Budaya Literasi
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemendikbudristek, berbagai tahun (diolah)
• Nilai budaya literasi meningkat pada tahun
2023, meskipun sempat mengalami
penurunan pada tahun 2021 karena
terbatasnya layanan perpustakaan/taman
bacaan yang dapat melayani masyarakat
secara langsung.
• Intervensi strategis dalam mendukung
pencapaian, antara lain (a) penguatan
perpustakaan tingkat desa/kelurahan serta
implementasi transformasi perpustakaan
berbasis inklusi sosial, (b) program
standardisasi dan akreditasi perpustakaan,
(c) penyediaan pojok baca digital, serta (d)
pengembangan aplikasi perpustakaan
digital yang terhubung dengan jejaring
nasional perpustakaan yang melibatkan
781 lembaga dan tercatat dalam Indonesia
OneSearch.
• Provinsi dengan capaian nilai budaya
literasi tertinggi pada tahun 2023 adalah
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.
Sementara, daerah yang perlu didorong
peningkatan pencapaian nilai budaya
literasi adalah Provinsi Papua.
berkas 2, hlm. 17
-FFIIitil K IND TIA
SK No2520l9A
• Perkembangan pembangunan desa
mengalami peningkatan dilihat dari
peningkatan jumlah desa mandiri dan desa
berkembang.
• Faktor yang mendorong peningkatan
pembangunan desa hingga tahun 2023, di
antaranya (a) penurunan tingkat
kemiskinan perdesaan menjadi 12,22
persen; serta (b) peningkatan kemajuan dan
kemandirian desa melalui revitalisasi 9.114
badan usaha milik desa berkembang, 1.677
badan usaha milik desa maju, 564 badan
usaha milik desa bersama berkembang, dan
532 badan usaha milik desa bersama maju.
• Program kegiatan strategis dalam
mendukung percepatan pembangunan
desa, antara lain pembangunan
infrastruktur pedesaan (jalan, jembatan,
drainase, pasar desa, posyandu, dan
pendidikan anak usia dini), penetapan
prioritas penggunaan dana desa, dan
pengembangan badan usaha milik desa.
• Provinsi dengan jumlah desa mandiri
terbanyak terdapat di Pulau Jawa, yaitu
Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Jawa Barat. Sedangkan daerah yang perlu
didorong untuk peningkatan desa mandiri
sebagian besar berada di wilayah Indonesia
Timur.
Gambar 1.25
Tren Capaian Perkembangan Status Pembangunan Desa
(Desa Mandiri dan Berkembang)
Sumber Data: Kemen PPN/Bappenas, berbagai tahun (diolah)
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.26
Distribusi Jumlah Desa Mandiri
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemen PPN/Bappenas, berbagai tahun (diolah)
berkas 2, hlm. 18
BLIK INDONESIA
1.2.5 Penguatan I nfrastruktur
Pembangunan infrastruktur pelayanan dasar dan konektivitas wilayah berperan penting
dalam memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sejumlah pencapaian penting telah diraih, seperti peningkatan akses terhadap air bersih,
listrik, dan layanan sanitasi, serta pembangunan jalan, jembatan, dan jaringan transportasi
yang memperlancar arus barang dan orang antarwilayah.
Namun demikian, tantangan masih ada, terutama terkait dengan pemerataan akses
infrastruktur di wilayah terpencil dan perbatasan, serta pemanfaatan, pemeliharaan, dan
keberlanjutan infrastruktur yang sudah dibangu.n. Oleh karena itu, perlu adanya fokus yang
berkelanjutan pada peningkatan kualitas infrastruktur dan perluasan aksesibilitas agar
manfaatnya dapat dirasakan secara merata di seluruh pelosok negeri.
SK No252050A
Gambar 1.27
Tren Capaian Rumah Tangga yang Menempati Hunian Layak
dan Terjangkau
Sumber Data: Susenas (Badan Pusat Statistik),
berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.28
Distribusi Capaian Rumah Tangga yang Menempati Hunian
Layak dan Terjangkau (Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Susenas (Badan Pusat Statistik),
berbagai tahun (diolah).
• Rumah tangga yang menempati hunian
layak dan terjangkau terus meningkat
hingga tahun 2023. Namun demikian, perlu
terus didorong intervensi dalam
mengakselerasi pemenuhan hunian layak.
• Intervensi strategis yang mendorong
pencapaian antara lain (a) penyediaan
rusunawa dan rumah khusus, (b)
penanganan permukiman kumuh, (c)
penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan
perumahan, (d) subsidi bantuan uang
muka, serta (e) bantuan pembiayaan
perumahan berbasis tabungan.
• Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami
peningkatan yang signifikan pada akses
hunian layak dan terjangkau dari tahun
2019 hingga 2023. Sementara itu, Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan
daerah dengan pencapaian tertinggi
sedangkan Provinsi Papua merupakan
daerah yang perlu diakselerasi
pencapaiannya.
berkas 2, hlm. 19
EEtrFIITFNI
K INDONESIA
1.2.6 Pembangunan Lingkungan Hidup
Pembangunan lingkungan hidup merupakan salah satu pilar penting dalam menjqg.
keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia. Berbagai pencapaian telah
dicapai, seperti (1) peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam dan
pengurangan emisi karbon; (2) upaya rehabilitasi hutan; (3) konservasi kawasan perairan; (4)
akurasi informasi meteorologi dan klimatologi; (5) pemulihan kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil, termasuk ekosistem rangroue dan pantai; serta (6) mitigasi kerentanan dampak
bencana.
SK No252021A
• Rasio elektrifikasi meningkat dari tahun ke
tahun.
• Intervensi strategis yang mendukung
keberhasilan pencapaian antara lain (a)
program bantuan pasang baru listrik; (b)
perluasan jaringan (grid extension) untuk
desa yang dekat jaringan distribusi
eksisting; (c) pembangunan pembangkit
komunal (menggunakan energi setempat)
menggunakan pembangkit listrik tenaga
surya+baterai ataupun pembangkit listrik
tenaga mikro hidro; serta (d) pemasangan
alat penyalur daya listrik dan stasiun
pengisian energi listrik untuk daerah
terdepan, terpencil, dan tertinggal.
• Sebagian besar provinsi memiliki capaian
rasio elektrifikasi telah mendekati 100
persen pada tahun 2023, kecuali Provinsi
Papua Pegunungan, Papua Tengah, Nusa
Tenggara Timur, Maluku, Kalimantan
Tengah, dan Papua Selatan.
Gambar 1.29
Tren Capaian Rasio Elektrifikasi
Sumber Data: Laporan Kinerja KESDM Tahun 2023 dan Berita Acara
Penetapan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
Gambar 1.30
Distribusi Capaian Rasio Elektrifikasi
(Tertinggi dan Terendah) di Daerah
Sumber Data: Laporan Kinerja KESDM Tahun 2023 dan Berita Acara
Penetapan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik
berkas 2, hlm. 20
PUBLIK INDONESIA
Namun demikian, implementasi kebilakan pengelotraan sampah, penanganan deforestasi, dan
kerusalen ekosistem laut belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, penting untuk terus
memperkuat komitmen dan langkah strategis guna mewujudkan pembangunan lingkungan
hidup yang lebih berkelanjutan di masa depan.
-20-
SK No252051A
Gambar 1.31
Tren Capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
Sumber Data: Kemen LHK, berbagai tahun.
Keterangan: Capaian 2019–2020 merupakan metode lama, capaian 2021–
2023 merupakan metode baru, target 2024 merupakan target RPJMN 2020–
2024.
Gambar 1.32
Distribusi Capaian Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup (Tertinggi dan
Terendah) di Daerah
Sumber Data: Kemen LHK, berbagai tahun.
Keterangan: Capaian 2019 merupakan metode
lama, capaian 2021–2023 merupakan metode
baru.
• Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meningkat dari tahun ke tahun. Pandemi Corona Virus Disease 2019
justru memberikan dampak yang positif bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup.
• Program kegiatan strategis yang mendorong pengelolaan lingkungan hidup di tingkat daerah, antara lain
program langit biru, program kali bersih, program Indonesia hijau, program gambut lestari, dan program
pantai lestari.
• Berdasarkan peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup provinsi dari tahun ke tahun, provinsi dengan
peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup terbesar adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa
Barat, dan Lampung. Provinsi yang mengalami penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup adalah
Provinsi Kalimantan Timur, Maluku, Papua Barat, Papua, dan Sulawesi Tengah.
• Berdasarkan capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup provinsi tahun 2023, capaian Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup tertinggi berada pada Provinsi Papua Barat, Papua, Kalimantan Utara, dan Maluku Utara,
sedangkan capaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang perlu dioptimalkan berada pada Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kualitas lingkungan hidup salah satunya
dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi suatu daerah yang sangat bergantung pada
sektor industri pengolahan, pertambangan, dan jasa.
berkas 2, hlm. 21 OCR
L.2.7 Pembangunan Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan
Pembangunan di bidang politik, hukum, pertahanan, dan keamanan merupakan fondasi
penting baAi stabilitas dan kemajuan suatu negara. Sejumlah pencapaian menunjukkan
peningkatan, seperti (l) penguatan partisipasi dalam kerja sama internasional, (2) reformasi
birokrasi, (3) peningkatan profesionalisme dalam pertahanan, serta (4) langkah-langkah
strategis dalam menjaga keamanan nasional.
Adapun kebijakan yang perlu menjadi fokus perhatian ke depan, antara lain (1) penurunan
tingkat kriminalitas, (2) keadilan dalam penegakan hukum dan penguatan demokrasi, (3)
mitigasi risiko ancaman keamanan siber, serta (4) transparansi dan akuntabilitas serta
pencegahan korupsi. Oleh karena itu, penting untuk terus memfokuskan perhatian pada
peningkatan kualitas tata kelola, sistem hukum yang adil, serta kesiapsiagaan dalam
menghadapi ancaman keamanan global dan domestik di masa depan.
Gambar 1.33
Capaian IKLH di 34 Provinsi Tahun 2019 dan 2023
Sumber Data: Kemen LHK, berbagai tahun (diolah).
berkas 2, hlm. 22
PUBLIK INDONESIA
Capaian pembangunan politik demokrasi ditandai dengan peningkatan Indeks Demokrasi Indonesia.
Gambar 1.34
Tren Capaian Indeks Demokrasi Indonesia
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Capaian baseline hingga 2020 merupakan metode lama,
capaian 2021–2023 merupakan metode baru, target 2024 merupakan target
RPJMN 2020–2024
Gambar 1.35
Distribusi Capaian Indeks Demokrasi
Indonesia (Tertinggi dan Terendah) di
Daerah
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah)
• Pencapaian Indeks Demokrasi Indonesia hingga tahun 2020 dinilai dari pencapaian tiga aspek yaitu
kebebasan, kesetaraan, dan kapasitas lembaga demokrasi. Adapun pencapaian Indeks Demokrasi Indonesia
sejak tahun 2021 mengalami penyempurnaan penilaian dengan mengintegrasikan aspek politik, ekonomi,
dan sosial, serta memberikan indeks untuk tingkat nasional, pusat, dan provinsi.
• Berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia tingkat provinsi, peningkatan terbesar terjadi pada
Provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tenggara, sementara tiga daerah yang mengalami
penurunan terbesar yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, dan Maluku Utara.
• Berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia tingkat provinsi pada tahun 2023, capaian tertinggi
berada pada Provinsi Bali, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan
daerah yang perlu didorong penguatan demokrasi terutama pada aspek kapasitas lembaga demokrasi berada
pada Provinsi Papua Barat, Maluku Utara, Papua, dan Maluku.
Gambar 1.36
Capaian Indeks Demokrasi Indonesia di 34 Provinsi Tahun 2019 dan 2023
Sumber Data: BPS, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Capaian 2019 merupakan metode lama, capaian 2023 merupakan metode baru.
berkas 2, hlm. 23
Capaian kinerja pembangunan bidang hukum ditandai dengan tren positif nilai Indeks Pembangunan Hukum
dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Capaian penting pembangunan bidang hukum juga ditandai dengan
diundangkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang
mengedepankan pendekatan keadilan korektif, keadilan rehabilitatif, dan keadilan restoratif bagi masyarakat.
Gambar 1.37
Tren Capaian Indeks Pembangunan Hukum
Sumber Data: Kemen PPN/Bappenas, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Baseline 2019 merupakan metode lama, capaian 2020–2022 merupakan metode baru.
• Secara perhitungan, Indeks Pembangunan Hukum mengalami penyesuaian metodologi pada tahun 2020,
menjadi lima pilar (budaya hukum, materi hukum, kelembagaan hukum, penegakan hukum, serta informasi
dan komunikasi hukum) dan tiga sumber data (survei masyarakat, data administratif kementerian/lembaga,
dan wawancara pakar).
• Capaian Indeks Pembangunan Hukum pada periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
tahun 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dan konsisten. Indeks Pembangunan
Hukum tahun 2020 masuk dalam kategori cukup, kemudian meningkat pada tahun 2022 dan masuk dalam
kategori baik. Peningkatan ini menunjukkan kualitas pembangunan hukum yang dilakukan oleh
kementerian/lembaga terkait semakin menuju ke arah positif dan dirasakan oleh masyarakat. Salah satu
strategi yang dilakukan untuk meningkatkan tren capaian Indeks Pembangunan Hukum tersebut yakni
sinkronisasi implementasi kebijakan prioritas nasional oleh multiaktor dan secara lintas sektor, serta
melibatkan pemangku kepentingan terkait lainnya.
• Intervensi strategis yang mendorong pencapaian Indeks Pembangunan Hukum antara lain (a) penataan tata
kelola regulasi, (b) penegakan hukum pidana dilakukan melalui penerapan sistem peradilan pidana terpadu
berbasis teknologi informasi dan implementasi keadilan restoratif, serta (c) peningkatan akses keadilan bagi
masyarakat dilaksanakan melalui layanan bantuan hukum.
berkas 2, hlm. 24
PRESIOEN
Capaian keamanan dan ketertiban menunjukkan komitmen kuat dan semangat antusias dengan ditandainya
tren positif pada hasil nilai-nilai indikator pengukuran seperti meningkatnya Global Terrorism Index dari 5,07
pada tahun 2019 menjadi 3,99 pada tahun 2023. Adapun capaian perilaku antikorupsi masyarakat
direpresentasikan melalui indeks perilaku anti korupsi.
Gambar 1.38
Tren Capaian Indeks Perilaku Anti Korupsi
Sumber Data: BPS dan KPK, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
• Indeks Perilaku Anti Korupsi menunjukkan perbaikan dari tahun 2019 ke tahun 2022, namun sedikit
menurun sebesar 0,01 poin pada tahun 2023 disebabkan adanya penurunan dimensi pengalaman sebagai
salah satu dimensi pembentuk capaian Indeks Perilaku Anti Korupsi.
• Program strategis yang mendorong pencapaian Indeks Perilaku Anti Korupsi antara lain (a) Roadshow Bus
untuk sosialisasi antikorupsi kepada masyarakat, (b) Desa Anti Korupsi, (c) Politik Cerdas Berintegritas
untuk pembekalan antikorupsi kepada peserta pemilu, (d) Hajar Serangan Fajar sebagai kampanye
antikorupsi kepada masyarakat terkait pencegahan politik uang dan korupsi menjelang pemilu, (e) program
penguatan anti korupsi bagi penyelenggara negara ber-integritas sebagai program penguatan komitmen
antikorupsi yang menyasar para pemimpin dan pejabat negara di kementerian/lembaga, serta (f) Bunda
Pendidikan Anak Usia Dini sebagai program yang mendukung para bunda atau guru pendidikan anak usia
dini untuk berperan sebagai penggerak antikorupsi sekaligus membentuk karakter anak dalam upaya
pencegahan korupsi.
berkas 2, hlm. 25 OCR
F,EPUBLIK INDONESIA
1. 3 Batasan Pembangun xt (Development Con straintl
Terdapat dua aspek yang menjadi batas dalam pelaksanaan pembangunan, yaitu daya
dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta kapasitas ruang fiskal. Daya dukung
lingkungan hidup merupakan batas kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung
perikehidupan manusia, makhluk hidup, dan keseimbangan antara keduanya melalui
ketersediaan sumber daya alam. Sementara itu, daya tampung lingkungan hidup adalah
batasan kemampuan untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau
dimasukkan ke dalamnya, seperti limbah.
Di sisi lain, kapasitas ruang fiskal merupakan kemampuan untuk membiayai kebutuhan
pembangunan yang semakin besar dan beragam. Kedua aspek batasan pembangunan
tersebut perlu dijabarkan lebih lanjut untuk pa.da akhirnya dipertimbangkan dalam proses
perencanaan pembangunan dalam rangka memastikan kesinambungan antara
pembangunan ekonomi dan lingkungan. Penjabaran kedua aspek tersebut, antara lain
1.3.I Kawasan Lindung di Darat dan Perairan
Sampai tahun 2023, perlindungan kawasan yang telah dilaksanakan di daratan mencapai
51,14 juta hektare atau 26,85 persen dari luas daratan di Indonesia, yang terdiri dari
kawasan hutan lindung sebesar 15,38 persen serta kawasan suaka alam, kawasan
pelestarian alam, dan taman buru sebesar I 1,47 persen (IBSAP 2025-2045). Sedangkan luas
kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil pada tahun 2024
mencapa.i 29,9 juta hektare atau sebesar 9,2 persen dari luas Laut Indonesia, dengan
peningkatan sebesar 665,049,5 hektare. Kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir,
- 25 -
• Salah satu ukuran perbaikan tata kelola
pemerintah yaitu melalui Indeks Reformasi
Birokrasi. Persentase Instansi Pemerintah
dengan Indeks Reformasi Birokrasi ≥ Baik
cenderung meningkat pada tingkat
kabupaten/kota dan provinsi. Pengukuran
Indeks Reformasi Birokrasi periode 2020–
2024 mencakup tiga aspek yaitu reformasi,
hasil antara, dan pemenuhan.
• Intervensi strategis yang mendorong
pencapaian, antara lain (a) optimalisasi
pendampingan dan bimbingan teknis secara
online dengan memanfaatkan media
Youtube secara reguler melalui program
”Bisa Tanya Kemen PANRB” untuk
informasi kebijakan baru; (b) penggunaan
sistem Aplikasi penilaian mandiri
pelaksanaan reformasi birokrasi maupun E-
SAKIP, (c) kebijakan Reformasi Birokrasi
tematik termasuk modul pelaksanaan
Reformasi Birokrasi Tematik, serta (d)
kegiatan RBXperience yang bertujuan
memfasilitasi kementerian/lembaga Meso
untuk ikut menjelaskan terkait perannya
dalam reformasi birokrasi dan kebijakan
yang harus dilaksanakan oleh instansi
pemerintah lainnya.
Gambar 1.39
Tren Capaian Persentase Instansi Pemerintah dengan
Indeks RB ≥ Baik
Sumber Data: Kemen PANRB, berbagai tahun (diolah).
Keterangan: Target 2024 merupakan target RPJMN 2020–2024
berkas 2, hlm. 26 OCR
REPUBUK INOONESIA
dan pulau-pulau kecil ditargetkan mencapai 30 persen pada tahun 2045 (30 bg 4fl yang
setara dengan 97,5 juta hektare.
Dari total 70 juta hektare areal yang bernilai keanekaragaman hayati tinggi di daratan,
sebanyak 43 juta hektare yang berada di luar kawasan suaka alam, kawasan pelestarian
alam, dan taman buru (Bappenas, 2018). Untuk itu, pembangunan harus memperhatikan
dan mengintegrasikan areal di luar kawasan suaka alam; kawasan pelestarian alam; dan
kawasan konservasi di perairan, wiLayah pesisir, dan pulau-pulau kecil berupa areal
preservasi yang bertujuan untuk mendukung fungsi penyangga kehidupan ataupun
kelangsungan hidup sumber daya hayati dan ekosistemnya.
Kawasan konservasi dikelola berdasarkan tiga prinsip, yaitu (a) perlindungan sistem
penyangga kehidupan; (b) pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta
ekosistemnya; dan (c) pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan
ekosistemnya. Kawasan konservasi menjadi benteng terakhir untuk melindungi habitat
spesies kunci dan keanekaragaman hayati hingga level genetik. Pembangunan yang tidak
berkelanjutan akan berdampak tidak hanya pada berkurangnya area kawasan konservasi
tersebut, tetapi juga mempercepat kerusakan ekosistem dan hilangnya keanekaragaman
hayati.
SK No 252028 A
Gambar 1.40
Peta Sebaran Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil Indonesia Tahun 2024
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2024.
berkas 2, hlm. 27 OCR
Eil
.tLIK INDONESIA
1.3.2 Tutupan Hutan Primer dan Hutan di Atas Lahan Gambut
Kawasan hutan harus dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga daya dukung dan daya
dan tampung lingkungan yang memungkinkan segala aktivitas ekonomi berjalan secara
berkesinambungan. Pada tahun 2022,Indonesia memiliki tutupan hutan seluas 96,16 juta
hektare yang tersebar di dalam dan luar kawasan hutan, Untuk mencapai net-zero emission
pada tahun 2060 atau lebih cepat, l,aju deforestasi harus dipertahankan tidak melebihi
luasan 130.000 hektare per tahun.
Indonesia juga memiliki lahan gambut seluas 13,42 juta hektare yang sangat penting dalam
penyimpanan karbon. Seluas 2,35 juta hektare dari luas lahan ga.mbut tersebut merupakan
hutan primer, sementara sekitar 11,07 juta hektare terdiri dari hutan sekunder, hutan
tanaman, perkebunan, dan penggunaan lainnya. Selanjutnya, terdapat kawasan hutan di
luar kawasan hutan atau areal penggunaan lain yang memiliki nilai jasa lingkungan dan
keanekaragaman hayati seluas 7, 15 juta hektare yang harus dipertahankan keberadaannya.
Kawasan tersebut berada di luar kawasan hutan yang sangat rentan untuk dialihfungsikan
ke penggunaan lainnya dan pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan daya dukung
dan daya tampung lingkungan untuk aktivitas ekonomi.
1.3.3 Habitat Spesies Kunci
Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati sangat tinggi yang
tersebar dalam 22 tipe ekosistem, baik di darat maupun di laut (IBSAP 2025-2045). Apabila
dikelola dengan baik, kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa ini, muLai dari
SK No 252029 A
- 27 -
Gambar 1.41
Peta Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru
di Daratan dan Hutan Lindung di Indonesia
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
berkas 2, hlm. 28 OCR
ekosistem, spesies, dan genetik dapat menjadi modalitas dalam mendukung pencapaian
Indonesia Emas 2045. Keberadaan ekosistem di Indonesia telah menjadi rumah bagi puluhan
ribu spesies flora dan fauna yang berperan menjaga keseimbangan alam termasuk beberapa
spesies endemik Indonesia antara lain Komodo (Varanus komodoensis), Orangutan (Pongo
spp,), Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus),
Maleo (Macrocephalon maleo), dan Anoa (Bubalus spp.). Keanekaragaman spesies yang
dimiliki Indonesia tidak terlepas dari adanya peran daya dukung lingkungan yang
memberikan dukungan terhadap keberlangsungan hidup setiap individu spesies, utamanya
berupa ketersediaan habitat sebagai tempat untuk berlindung, mencari makan, dan
berkembang biak.
Salah satu faktor pembatas yang harus menjadi perhatian utama dalam merencanakan
pembangunan di Indonesia adalah habitat dari spesies kunci. Spesies kunci merupakan flora
dan fauna yang diprioritaskan untuk dilindungi serta dapat mewakili keanekaragaman hayati
secara keseluruhan dalam sebuah ekosistem. Kehilangan spesies kunci akan mengakibatkan
gangguan terhadap keberlanjutan struktur, fungsi, dan produktivitas dari habitat atau
ekosistem tersebut.
Terdapat sembilan spesies kunci yang menjadi faktor pembatas di dalam analisis daya
dukung dan daya tampung lingkungan hidup, yaitu Babi Rusa, Anoa, Badak Jawa, Owa
Jawa, Gajah Kalimantan, Orangutan Kalimantan, Orangutan Sumatra, Gajah Sumatra, dan
Harimau Sumatra, Habitat spesies kunci ini diprakirakan akan berkurang secara signifikan
akibat pengurangan luas tutupan hutan. Sebagai dampaknya, spesies-spesies tersebut
semakin terancam punah. Prakiraan penurunan luas habitat kesembilan spesies kunci
tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.42.
Gambar 1.42
Ancaman Penyusutan Tutupan Hutan pada Habitat Beberapa Spesies Kunci sampai dengan 2045
berkas 2, hlm. 29 OCR
Analisis menunjukkan bahwa tutupan hutan pada habitat spesies kunci di sebelah barat
garis Wallacea akan menyusut dari 80,3 persen pada tahun 2000 menjadi 49,7 persen pada
tahun 2045, terutama pada wilayah Sumatera dan Kalimantan, Sementara itu, luas key
biodiversity areas di sisi timur Garis Wallacea, khususnya wilayah Papua diperkirakan juga
berkurang signifikan akibat masifnya pembangunan. Sebagai wilayah yang mengalami
penurunan luas habitat spesies kunci terbesar, pembangunan di wilayah Sumatera dan
Kalimantan harus lebih mempertimbangkan keberadaan habitat dari spesies yang terancam
punah tersebut. Sesuai hasil analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup
untuk luasan habitat spesies kunci, secara nasional yang harus dipertahankan di luar
Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru minimal seluas 43,2 juta
hektare. Apabila luasan habitat satwa kunci ini tidak dapat dipertahankan, fungsi ekosistem
dapat terganggu dan menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pembangunan Indonesia
yang berkelanj utan.
1.3.4 Luas Permukiman di Area Pesisir Terdampak Perubahan Iklim
Perubahan iklim menyebabkan berbagai perubahan pada lingkungan, seperti pola curah
hujan yang tidak menentu, kenaikan temperatur air laut, kenaikan muka air laut, serta
peningkatan kejadian iklim ekstrem. Di wilayah pesisir, dampak perubahan ini sangat nyata
dengan meningkatnya risiko bahaya, salah satunya penggenangan pesisir (coastal
inundation). Indonesia dengan garis pantai yang panjang dan banyaknya pulau-pulau kecil,
menjadi salah satu wilayah yang paling terancam oleh perubahan iklim ini. Rendahnya
resiliensi masyarakat pesisir terhadap ancaman tersebut menyebabkan peningkatan
frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, abrasi, hingga rusaknya ekosistem pantai.
Kombinasi antara penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut semakin
memperparah risiko di wilayah pesisir. Di beberapa. wilayah perkotaan seperti Jakarta dan
Semarang yang berada di pantai utara Pulau Jawa, penurunan tanah berlangsung dengan
kecepatan l-15 cm per tahun. Di luar Jawa, laju penurunan tanah bervariasi antara l-8 cm
per tahun. Dengan kenaikan muka air laut setinggi 50 cm yang diproyeksikan di masa depan,
wilayah-wilayah padat penduduk di pesisir dapat tergenang secara permanen. Selain itu,
pulau-pulau kecil juga terancam oleh abrasi dan penggenangan akibat kenaikan muka air
laut, yang bisa menyebabkan hilangnya pulau-pulau tersebut dalam jangka panjang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 311 kabupaten/kota, 1.643 kecamatan, dan
6.367 desa/kelurahan di wilayah pesisir Indonesia yang rentan terhadap dampak perubahan
iklim. Wilayah ini berpotensi besar mengalami perpindahan penduduk, khususnya akibat
abrasi dan bencana hidrometeorologi seperti banjir pesisir atau rob. Dalam kurun waktu 5-
10 tahun terakhir, sekitar 234 kabupaten/kota, 796 kecamatan, dan 1.888 desa/ kelurahan
atau sekitar 30 persen dari total desa pesisir di Indonesia telah menunjukkan potensi
perpindahan penduduk. Daerah ini mencakup 150 desa di kawasan metropolitan serta 92
desa di pulau-pulau kecil terluar, yang semakin memperparah risiko sosial-ekonomi (Gambar
1.43).
berkas 2, hlm. 30 OCR
Perubahan iklim diprediksi akan membawa dampak jangka panjang yang signifikan bagi
masyarakat pesisir. Data dari Climate Central menyebutkan bahwa sekitar 23 juta penduduk
pesisir di Indonesia diproyeksikan akan menghadapi banjir laut tahunan pa.da tahun 2050
akibat kenaikan muka air laut. Oleh karena itu, penting untuk memahami profil wilayah
pesisir yang rentan agar bisa merancang strategi mitigasi dan adaptasi yang tepat. Profil ini
harus mencakup kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan yang berperan besar dalam
menentukan ketahanan masyarakat pesisir.
1.3.5 Kawasan Rawan Bencana
Kondisi geografis yang terletak di Cincin Api Pasifik menjadikan Indonesia rentan terhadap
gempa bumi, letusan gu.nung berapi, dan tsunami. Selain itu, perubahan iklim global turut
meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan
kekeringan. Penelitian lain juga mengidentifikasi setidaknya terdapat tiga belas zona
megathrust di sepanjang pesisir barat dan selatan Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa
Tenggara, hingga Laut Banda yang berpotensi mengakibatkan bencana gempa dan tsunami.
Data ini menjadi bukti penting yang menunjukkan bahwa Indonesia dikelilingi kawasan yang
rawan terhadap bencana.
Hasil perhitungan Indeks Risiko Bencana tahun 2023 menunjukkan bahwa 13 provinsi di
Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi, sementara 25 provinsi lainnya berada pada
tingkat risiko bencana yang sedang. Tidak ada provinsi yang tergolong ke dalam kelas risiko
bencana rendah. Provinsi dengan risiko bencana tertinggi adalah Sulawesi Barat, Maluku,
dan Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, provinsi dengan risiko bencana terendah
adalah Kepulauan Riau, Papua Pegunungan, dan DKI Jakarta.
Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 168 kabupaten/ kota berada dalam
klasifikasi risiko bencana tinggi dan 346 kabupaten/kota lainnya memiliki risiko bencana
sedang (Gambar 1.44). Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Halmahera Selatan, dan
SK No 252032 A
Gambar 1.43
Sebaran Kawasan Pesisir Rentan Perpindahan Penduduk sebagai Dampak Perubahan Iklim
Sumber: Kajian People Displacement Kementerian PPN/Bappenas, 2023.
berkas 2, hlm. 31 OCR
TIfl+ITif:N
K IND
- 3l -
ESIA
Kabupaten Nias Utara mencatatkan skor risiko bencana tertinggi. Hal ini menunjukkan
tingkat kerentanan akan bencana yang tinggi dan perlunya perhatian lebih. Sementara itu,
Kabupaten Sigi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Mamberamo Tengah memiliki
skor risiko bencana terendah, tetapi tetap perlu melakukan upaya pengurangan risiko
bencana mengingat kabupaten/kota tersebut tergolong dalam klasifikasi risiko bencana
sedang.
Data-data di atas menegaskan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia memiliki potensi
bencana yang signifikan. Oleh karena itu, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana harus
menjadi prioritas di seluruh daerah, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat risiko
bencana tinggi untuk melindungi masyarakat dan mengu.rangi dampak dari bencana.
1.3.6 Ketersediaan Air
Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya air untuk mendukung berbagai sektor
kehidupan, terutama di tengah pertumbuhan populasi dan peningkatan aktivitas ekonomi.
Ketersediaan air yang memadai sangat penting untuk menjamin pasokan air bersih,
mendukung sektor pertanian, serta menopang berbagai industri yang menjadi pilar
pembangunan. Potensi sumber daya air Indonesia tersebar di beberapa wilayah, dengan total
air permukaan sebesar 2.783,3 miliar m3 pcr tahun dan potensi air tanah dari cekungan air
tanah sebesar 20.903,3 miliar m3 per ta.hun. Namun demikian, potensi sumber daya air ini
tidak diimbangi dengan penyebarannya.
Penyebaran potensi air di Indonesia belum merata baik secara musim maupun geografis.
wilayah pa.dat penduduk seperti Pulau Jawa, yang menampung 56,1 persen populasi
nasional, hanya memiliki 6,3 persen dari total ketersediaan air permukaan. Sebaliknya,
wilayah-wilayah dengan sumber daya air melimpah seperti Papua (27,6 persen), Kalimantan
Gambar 1.44
Sebaran Tingkat Risiko Bencana Kabupaten/Kota Tahun 2023
Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2023.
berkas 2, hlm. 32 OCR
(28,5 persen), dan Sumatera (26,1 persen) menampung populasi yang jauh lebih kecil.
Ketidakseimbangan distribusi air ini menimbulkan tekanan ok (water stress) yang lebih
besar di daerah-daerah dengan permintaan air tinggi.
Di sisi lain, keberadaan hutan yang berfungsi sebagai pengatur tata air alami tertekan akibat
tingginya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tidak berkelanjutan. Saat ini,
12,7 juta hektare lahan kritis sudah tidak berfungsi sebagai media pengatur tata air, Di sisi
lain, jumlah hari hujan cenderung menurun, sementara intensitas hujan lebih lebat dan
ekstrem. Perubahan ini meningkatkan risiko banjir di daerah hilir saat kejadian hujan
ekstrem serta memperpanjang periode kekeringan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan
sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan untuk mendukung ketersediaan air dalam
memenuhi permintaan air di masa mendatang.
Gambar 1.45
Distribusi Ketersediaan Air dan Populasi per Pulau di Indonesia Berdasarkan Proporsi Nasional
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
1.3.7 Ketersediaan Energi
Indonesia memiliki kekayaan cadangan energi dan sumber daya mineral yang sangat besar.
Cadangan minyak yang telah terbukti mencapai 2,27 miliar barel, sementara cadangan
potensialnya sebesar 1,9 miliar barel. Untuk gas alam, Indonesia memiliki cadangan total
sebesar 54,83 triliun kaki kubik standar, terdiri dari 36,34 triliun kaki kubik standar
cadangan terbukti dan 18,49 triliun kaki kubik standar cadangan potensial. Namun,
berdasarkan rasio cadangan terhadap produksi, cadangan minyak diprakirakan akan habis
dalam 6,7 tahun dan cadangan gas dapat bertahan selama 21,2 tahun. Cadangan batu bara
Indonesia mencapa.i 36,30 miliar ton, dengan rasio cadangan terhadap produksi sekitar 65
tahun. Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai mineral penting, termasuk nikel dengan
cadangan bijih sebesar 5,24 miliar ton, tembaga 3,Ol miliar ton, dan bauksit 3,22 miliar ton.
Permintaan untuk mineral ini diproyeksikan akan meningkat dengan adanya transisi energi
yang sedang berlangsung.
Pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia juga menawarkan potensi yang besar jika
didukung oleh perkembangan teknologi, serta diharapkan akan meningkatkan daya saing
terhadap energi fosil dan mengurangi biaya produksi listrik dari sumber-sumber seperti
tenaga surya dan angin. Potensi total energi terbarukan di Indonesia diprakirakan mencapai
berkas 2, hlm. 33 OCR
3.716 gigawatt, di mana energi surya mendominasi dengan total energi sebesar 3'294
gigawatt. Sisanya berasal dari biomassa, air, panas bumi, angin, laut, dan energi terbarukan
lainnya. Meskipun begitu, pada tahun 2023, pemanfaatan energi terbarukan di sektor listrik
baru mencapa.i sekitar 13,3 gigawatt atau hanya 0,35 persen dari total potensi yang ada.
-33-
1.3.8 Kapasitas dan Keterbatasan Ruang Fiskal
Ruang fiskal Indonesia saat ini relatif terbatas di tengah upaya Indonesia untuk keluar dari
middle income trap da,r menjadi negara maju. Hal tersebut tecermin dari indikator
penerimaan perpajakan Indonesia yang terus menurun secara historis. Rasio perpajakan
Indonesia pernah mencapai 20 persen produk domestik bruto pada tahun 1980-an. Namun
hingga tahun 2024, rasio perpajakan Indonesia terus menurun menjadi sebesar lO,1 persen
produk domestik bruto. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kapasitas fiskal Indonesia
justru menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun.
Selanjutnya, apabila dibandingkan dengan negara lain, rasio perpajakan Indonesia
merupakan salah satu yang terendah. Dibandingkan kelompok negara maju, rasio
perpajakan Indonesia di tahun 2023 mencapai 10,3 persen produk domestik bruto, sangat
tertinggal apabila dibandingkan dengan Inggris (27,3 persen produk domestik bruto),
Meksiko (14,3 persen produk domestik bruto), Brazil (14,2 persen produk domestik bruto),
dan Kanada (14,0 persen produk domestik bruto). Selanjutnya, apabila dibandingkan
dengan kelompok negara Association of Southeast Asian Nations, Indonesia juga relatif
tertinggal dengan Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Singapura, laos, Malaysia, dan
Timor Leste. HaI tersebut menunjukkan rasio perpajakan Indonesia yang relatif masih rendah
dibandingkan dengan berbagai kelompok negara.
Studi komparatif dengan beberapa. negara memperlihatkan bahwa untuk menjadi negara
maju, dukungan fiskal melalui peningkatan pendapatan negara sangat diperlukan. Sebagai
contoh, Korea Selatan pada tahun 1995 berhasil lepas dari middle hmme trap dengan rasio
Gambar 1.46
Sebaran Potensi Sumber Daya Energi
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
berkas 2, hlm. 34 OCR
penerimaan negara pada saat itu mencapai 17,6 persen produk domestik bruto. Chile pada
tahun 2013 juga berhasil lepas dari middle income trap dengan rasio penerimaan negara
sebesar 20,6 persen produk domestik bruto.
Kebutuhan pendanaan RPJMN Tahun 2020-2024 dihadapkan pada tantangan keterbatasan
kapasitas fiskal pemerintah. Dalam periode RPJMN Tahun 2020-2024, untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,7-6,0 persen per tahun dibutuhkan investasi sebesar
Rp35.212,4-Rp35.455,6 triliun. Dari total kebutuhan tersebut, pemerintah dan badan usaha
milik negara menyumbang masing-masing sebesar 8,2+-10,1 persen dan 8,5-8,8 persen,
sedangkan sisanya akan dipenuhi oleh masyarakat atau swasta. Sementara itu, dari sisi
kemampuan pemerintah, pendapatan negara melalui penerimaan pajak (tax ratio) masih
berada pada kisaran kurang dari 11 persen. Tantangan tersebut juga tampak pada kondisi
defisit yang mencapai Rp3.192 triliun selama periode tahun 2020-2024 ar,.u rata-rata Rp638
triliun per tahun.
Sebagai gambaran konkret lainnya, kebutuhan pendanaan infrastruktur untuk
meningkatkan stok infrastruktur menjadi 50 persen gross domestic product pada tahun 2024
membutuhkan anggaran Rp6.445 triliun dengan rencana porsi pemerintah sebesar 37
persen, penugasan badan usaha milik negara/daerah sebesar 21 persen, dan peran swasta
sebesar 42 persen. Kondisi ini perlu disikapi dengan memperkuat dukungan pendanaan non-
anggaran pendapatan dan belanja negara, melalui swasta atau pendanaan inovatif lainnya.
Dengan keterbatasan ruang fiskal tersebut, agenda pemerintah untuk mengatasi isu
lingkungan, perubahan iklim, dan upaya mewujudkan net-zero emission pada tahun 2060
atau lebih cepat memerlukan dukungan pembiayaan inovatif yang melibatkan partisipasi
serta kolaborasi lembaga internasional, sektor swasta, dan masyarakat.
1.4 Peluang dan Tantangan Pembangunan
1.4. I Peluang Pembangunan
(1) Resiliensi dan Prospek Perekonomian yang Positif
berkas 2, hlm. 35 OCR
BLIK INDONESIA
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki luas perairan laut 6,4 juta km2 dengan potensi
sumber daya perikanan 12,01 juta ton pada fl wilayah pengelolaan perikanan. Selain itu,
Indonesia juga. memiliki keanekaragaman hayati laut dan ekosistem pesisir yang terdiri dari
3,36 juta hektare mangrove, 293 ribu hektare lamun, dan 2,5 juta hektare terumbu karang.
Untuk menjamin keberlanjutan dari keanekaragaman hayati laut tersebut, pada tahun 2023
Indonesia telah menetapkan 29,1 juta hektare kawasan konservasi di perairan, wilayah
pesisir, dan pulau-pulau kecil. Sumber daya perikanan dan ekosistem tersebut saling
berkaitan satu sama l,ain untuk menghasilkan ketahanan pangan akuatik dan meningkatkan
kesehatan laut Indonesia.
(2) Keanekaragaman Hayati dan Potensi Lingkungan
berkas 2, hlm. 36
PRESIDSN
BLIK INDONESIA
(3) Potensi Sumber Daya Manusia dan Modal Sosial
(4) Pengembangan Teknologi
berkas 2, hlm. 37 OCR
K INDONESIA
1.4.2 T Tantangan Pembangunan
(1) Rendahnya Produktivitas
Tingkat produktivitas masih rendah di tengah persaingan global yang semakin meningkat.
Mengacu pada rilis laporan Asian Productivity Organization (20241, rata-rata produktivitas
Indonesia yang tecermin dari Total Factor Productivity selama tahun 2015-2022 hanya
tumbuh positif sebesar 60 basis poin dari periode sebelumnya tahun 2010-2015 (-0,9 persen
ke -0,3 persen). Capa.ian tersebut relatif tertinggal dibandingkan Korea Selatan yang mampu
mencapai 1,78 ketika masih berada pada posisi menuju negara maju periode 1971-1995 dan
Tiongkok sebesar 2,12 selama kurun waktu 2005-2022. Kondisi produktivitas yang rendah
di antaranya disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia yang masih tertinggal, terlebih
pa.da perempuan, produktivitas sektor ekonomi yang rendah, kapasitas ilmu pengetahuan,
teknologi, dan inovasi yang tertinggal, serta kelembagaan seperti sistem insentif, regulasi,
dan kepastian hukum yang masih lemah. Rendahnya produktivitas tenaga kerja perempuan
dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang belum mendukung mereka untuk masuk dan
bertahan di pasar kerja, antara lain norma sosial budaya yang membebankan peran
pengasuhan dan tugas domestik pada perempuan, jam kerja yang kurang fleksibel, serta
minimnya akses layanan daycare berkualitas yang terjangkau.
Produktivitas yang rendah juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung
melambat. Selama tahun 2005-2010, ekonomi Indonesia mampu tumbuh rata-rata 5,7
persen. Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi melambat menjadi rata-rata 4,7 persen selama
tahun 2010-2015. Pertumbuhan ekonomi meningkat kembali mencapa.i rata-rata 5,0 persen
selama tahun 2015-2019 dan 5,05 persen pa.da tahun 2023.
(5) Sumber-Sumber Pertumbuhan Inovatif
berkas 2, hlm. 38 OCR
Selain itu, produktivitas yang rendah menyebabkan menurunnya pertumbuhan ekonomi
potensial. Kondisi iniLah yang menyebabkan ekonomi Indonesia sulit tumbuh lebih cepat dan
stagnan dalam rentang 5,0 persen.
(2) Rendahnya Kualitas Sumber Daya Manusia
Berdasarkan Asian Productivity Organization (2024), produktivitas tenaga kerja Indonesia
yang diukur dari Produk Domestik Bruto per tenaga kerja tahun 2022 relatif rendah, yaitu
sebesar US$28.600 per pekerja, Angka tersebut masih tertinggal jauh di bawah Amerika
Serikat US$149.100 per pekerja dan di bawah rata-rata kawasan Association of Southeast
Asian Nations sebesar US$30.200 per pekerja. Tantanga.n peningkatan produktivitas tenaga
kerja di antaranya disumbang oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang
dicerminkan dari capaian rata-rata nilai Programme for International Student Assessment
siswa Indonesia untuk semua aspek (membaca, matematika, dan sains) sebesar 369,3 pada
tahun 2022. Angka tersebut menurun dibanding tahun 2018 dengan nilai rata-rata 382 serta
masih tertinggal dibandingkan siswa dari negara-negara The Organization for Economic Co-
operation and Development sebesar 488,33.
Pembangunan manusia unggul juga dihadapkan pada tantangan rendahnya daya saing
tenaga kerja yang ditunjukkan dengan rendahnya kualifikasi pendidikan tenaga kerja.
Berdasarkan pada kualifikasi pendidikan, data Survei Angkatan Kerja Nasional Agu.stus 2024
menunjukkan sebesar 52,32 persen penduduk yang termasuk angkatan kerja merupakan
lulusan pendidikan rendah (sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah sederajat ke
bawah), sedangkan penduduk yang termasuk angkatan kerja berpendidikan menengah
(sekolah menengah atas/ sekolah menengah kejuruan sederajat) sebesar 34,82 persen, dan
penduduk yang termasuk angkatan kerja berpendidikan tinggi sebesar 12,86 persen.
Kualifikasi pendidikan tenaga kerja yang rendah berdampak pada keterserapan tenaga kerja
di pasar kerja, hanya 41,23 persen pekerja yang bekerja di bidang keahlian menengah dan
tinggi. Oleh karena itu, untuk mencapai pembangunan yang optimal, Indonesia harus
mampu mengatasi berbagai dampak risiko ini dan melakukan investasi untuk peningkatan
kualitas sumber daya manusia.
SK No 252041 A
- 38 -
Gambar 1.47
Rata-rata Pertumbuhan TFP
Index Antarnegara
Gambar 1.48
Total Factor Productivity Index
2010–2022 (2010=1,0)
Sumber: Asian Productivity Organization (2024), diolah
berkas 2, hlm. 39 OCR
PRESIOEN
(3) Pergeseran Struktur Kelas Masyarakat
Calon kelas menengah merupa.kan kelompok sosial ekonomi terbesar di Indonesia. Pada
periode 2019-2024, jumlahnya meningkat sebesar 8,65 juta orang sehingga mencapai 137,5
juta orang atau sekitar 49,2 persen dari total populasi. Di sisi lain, jumlah warga yang rentan
miskin juga meningkat sebanyak 12,72 juta orang dalam lima tahun terakhir. Pada tahun
2024, angka ini mencapai 67,69 juta atau 24,33 persen dari total populasi (Badan Pusat
Statistik, 2024). Meskipun jumlah masyarakat calon kelas menenga.h dan yang rentan miskin
terus bertambah, popul,asi kelas menengah justru mengalami penurunan. Risiko pergeseran
status ini, dari kelas menengah menjadi calon kelas menengah dan rentan miskin,
disebabkan oleh tingginya angka pemutusan hubungan kerja. Pada Agustus 2024, tercatat
46.420 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (Kementerian Ketenagakerjaan, 2024)
dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat.
Salah satu faktor yang memicu terjadinya pemutusan hubungan kerja adalah rendahnya
daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari deflasi yang terjadi pa.da komponen harga yang
diatur pemerintah dan harga bergejolak. Menurut Laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi
dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (2024), komponen harga
yang diatur pemerintah mengalami deflasi dari 1,68 persen pada Agustus 2024 menjadi 1,40
persen pada September 2024. Sementara itu, komponen harga bergejolak mengal,ami deflasi
yang signifikan, dari 3,04 persen pada Agustus 2024 menjadi 1,43 persen pada September
2024. Daya beli masyarakat yang rendah berimplikasi pada menurunnya permintaan
terhadap barang-barang yang diproduksi oleh industri. Dengan permintaan yang lemah,
industri tidak dapat memenuhi biaya operasional, yang pada akhirnya memaksa untuk
mengurangi jumlah karyawan atau bahkan menutup usaha.
(4) Kebutuhan Hidup Tinggi pada Usia Produktif
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2023), jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke
atas) diproyeksikan mencapai 147,71 juta jiwa. HaI ini menjadi tantangan pembangunan,
yaitu tingginya kebutuhan hidup masyarakat dengan terbatasnya ketersediaan sumber daya
alam (pangan, energi, dan air) serta lahan. Selain itu, terdapat kewajiban terhadap
pemenuhan perlindungan sosial, jaminan kesehatan, pendidikan, dan pembukaan lapangan
pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam upaya pemenuhan kebutuhan
penduduk yang besar.
(5) Krisis Lingkungan
Perkembangan dunia saat ini dihadapkan dengan tiga krisis lingkungan (triple planetary
cn:sis/ yang mengancam masa depan bumi dan manusia, yaitu perubahan iklim, hilangnya
keanekaragaman hayati, serta polusi dan kerusakan lingkungan, Sekitar 50-75 persen dari
populasi global berpotensi terdampak kondisi iklim yang mengancam jiwa pada tahun 2100
(Intergovernmental Panel on Climate Change, 2022). Kerugian ekonomi akibat risiko bencana
diprakirakan sebesar Rp22,8 triliun per tahun (Kementerian Keuangan, 2023), sementara
jumlah kematian selama l0 tahun terakhir mencapai 9.176 orang (Badan Nasional
Penanggulangan Bencana, 2024).
Sekitar satu juta spesies tumbuhan dan hewan menghadapi ancaman kepunahan
(Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services, 2019).
Sementara itu, risiko polusi udara merupakan penyebab penyakit dan kematian dini terbesar
di dunia, serta menyebabkan hingga 4,2 juta kematian setiap tahun (United Nations
Framework Convention on Climate Change, 2022). Indonesia merupakan negara dengan
tingkat polusi tertinggi di Asia Tenggara dengan konsentrasi particulate matter 2,5 (World
Health Organization, 2021). Sekitar 70 persen dari 20 ribu sumber air minum rumah tangga
berkas 2, hlm. 40 OCR
yang diuji tercemar (Badan Pusat Statistik, 20221. Pada tahun 2020, sebanyak 40,3 persen
timbulan sampah merupakan sampah makanan dan diproyeksikan akan menghasilkan 344
kg/kapita/tahun pa.da tahun 2045 (Proyeksi Business-As-Usual, Report Food and [rss Waste
in Indonesia, 2021). Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi udara
juga. secara langsung akan menyebabkan krisis sumber daya alam.
Ekstraksi sumber daya alam di dunia meningkat tiga kali lipat dalam lima dekade terakhir
dengan pertumbuhan lebih dari 2,3 persen Ircr tahun, Indonesia sebagai negara dengan
tingkat ekstraksi pertambangan terbesar ke-8 di dunia (United Nations Environment
Programme, 2023), turut berkontribusi dalam krisis tersebut. Data dari Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral tahun 2022 menunjukkan masih terdapat 2.741 lokasi tambang
ilegal yang berpotensi merusak lingkungan. Pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi
yang tinggi serta kelangkaan dan persaingan untuk mengakses sumber daya alam (energi,
air, dan pangan) di tingkat global berpotensi mendorong terjadinya kompetisi dan persaingan
geopolitik di berbagai wilayah.
Risiko Triple Planetary Crisis berimplikasi pada pencapaian target pembangunan, baik jangka
menengah maupun jangka panjang dan tuntutan untuk beralih ke aktivitas ekonomi yang
rendah emisi gas rumah kaca di berbagai sektor, seperti sektor energi, industri, lahan,
kelautan dan pesisir, pangan dan pertanian, serta limbah dan penerapan ekonomi sirkuler.
Untuk itu, penyelarasan aspek pertumbuhan ekonomi dan lingkungan menjadi hal yang
perlu diprioritaskan.
(6) Geopolitik dan Geoekonomi
Dinamika geopolitik global ke depan akan menjadi tantangan bagi setiap negara, tak
terkecuali Indonesia. Perkembangan risiko geopolitik dapat berdampak luas terhadap
berbagai sektor kehidupan dan tatanan global. Salah satu tantangan geopolitik yang perlu
diantisipasi Indonesia adalah eskalasi persaingan antarnegara adidaya yang meluas dan
memunculkan kekuatan baru. Kemunculan berbagai kekuatan baru telah memengaruhi
perkembangan kondisi di kawasan maupun tatanan global, serta sikap Indonesia dalam
dunia internasional.
Perang antara Rusia dan Ukraina telah meningkatkan kewaspadaan global terhadap potensi
konflik geopolitik ke depan di kawasan lainnya, seperti konflik di Selat Taiwan, Semenanjung
Korea, Teluk Persia, dan laut China Selatan. Perang menyebabkan kerugian, baik secara
langsung maupun tidak langsung bagi negara-negara lainnya, seperti tekanan inflasi global
yang tinggi serta adanya krisis energi dan pangan, Selain itu, perang juga mendorong negara-
negara untuk mencari instrumen militer demi melindungi kedaulatan mereka. Hal tersebut
berpotensi meningkatkan ketegangan antarnegara sehingga memungkinkan terjadinya
kembali konflik atau perang di masa depan. Persaingan geopolitik terutama di kawasan Indo-
Pasifik yang dekat dengan Indonesia semakin meningkat dan meluas, Kawasan Indo-Pasifik
muncul karena adanya dinamika geopolitik yang berkembang dan melibatkan Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik sebagai zona maritim. Nilai strategis Kawasan Indo-Pasifik yang
diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia telah menarik
perhatian banyak pihak. Tentu saja hal tersebut berdampak pada penciptaan persaingan
pengaruh antarnegara, baik yang berada di dalam maupun luar kawasan.
Selanjutnya, ketidakstabilan geopolitik dapat menimbulkan krisis energi dan pangan, yang
selanjutnya memicu ketidakpastian geoekonomi di tingkat global. Ekonomi dunia
diproyeksikan tumbuh pada 3,2 persen selama 2024 dan 2025 (International Monetary Fund,
2024). Sementara itu, inflasi global diprakirakan menurun secara bertahap dari 6,8 persen
pada 2023 menjadi 5,9 persen p:da 2024 dan 4,5 persen pada 2025 (International Monetary
berkas 2, hlm. 41 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
Fund, 2024). Di sisi lain, prospek perekonomian Indonesia dipengaruhi oleh dinamika
ekonomi global melalui jalur keuangan dan jalur perdagangan, tecermin dari tingginya
tingkat suku bunga global serta ketidakpastian akibat gejolak geopolitik.
Dalam jangka menengah, situasi suku bunga global yang relatif tinggi diperkirakan akan
tetap berlanjut terlepas dari pemangkasan yang dilakukan oleh The Federal Reserve.
Peningkatan laju inflasi mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk menaikkan suku
bunga acuan secara bersamaan sejak semester kedua tahun 2023, seperti Bank of England
dan The Federal Reserve. Kenaikan suku bunga acuan tersebut juga dilakukan di negara-
negara anggota G20, seperti Brasil, India, dan Indonesia. Kenaikan suku bunga acuan yang
dilakukan secara bersamaan oleh bank-bank sentral di seluruh dunia akan berdampak
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan berpotensi memicu resesi ekonomi global.
Faktor gejolak geopolitik, tekanan inflasi, suku bunga yang tinggi, penguatan dolar Amerika
Serikat, pergeseran belanja konsumen dari barang ke jasa, penurunan harga. komoditas,
serta tekanan harga. pangan akibat kenaikan biaya input pertanian dan pertumbuhan
populasi global, serta perubahan iklim juga menyebabkan perlambatan aktivitas
perdagangan global pada tahun 2023 dan menjadi tantangan berikutnya. Hal ini tecermin
dari penurunan Baltic Dry Index level menjadi rata-rata indeks sebesar 1.393,56
dibandingkan rata-rata indeks 1.930,86 di tahun 2022. Adapun perlambatan aktivitas
perdagangan pada tahun 2023 utamanya disebabkan oleh beberapa. faktor, antara lain
perlambatan volume perdagangan pada tahun setelah mengalami pertumbuhan pada tahun
2021 dan 2022.
Dengan gambaran tersebut, tantangan-tantangan yang bersifat tanpa batas membutuhkan
kolaborasi yang erat dari berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, baik di dalam negeri
maupun internasional serta membutuhkan arah kebijakan yang solid untuk menga.kselerasi
pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah.
(7) Tata Kelola dan Akuntabilitas Pemerintah
Pemberantasan korupsi merupakan isu strategis yang membutuhkan sinergi dari semua
pemangku kepentingan. Hal ini menjadi prasyarat upaya percepatan pencapaian sasaran
pembangunan nasional, mengurangi ketimpanga.n pendapatan dan kemiskinan, serta
meningkatkan investasi. Hal ini merupakan pijakan untuk memastikan pertumbuhan
ekonomi yang berlandaskan prinsip demokrasi ekonomi.
Dalam lima tahun terakhir, Indeks Persepsi Korupsi/Corruption Perception Index Indonesia
menunjukkan tren penurunan dari 40 pada tahun 2019 menjadi 34 pada tahun 2022 dan
stagnan di angka yang sama pada 2023 (peringkat 115 dari 180 negara). Adapun pada
indikator Indeks Perilaku Anti Korupsi Indonesia, meski mengalami tren perbaikan pada
periode 2019-2022, namun capaian tersebut sedikit mengalami tantangan pada tahun
berikutnya. Hal ini mencerminkan risiko dalam pencapaian pemberantasan korupsi.
Selanjutnya, tata kelola data memainkan peran kunci dalam mendukung pembangunan
nasional, terutama dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat, efektif, dan
berkelanjutan. Tingkat keamanan data privasi dan siber untuk data pemerintah dan nasional
belum sepenuhnya dapat mengantisipasi terjadinya risiko peretasan dan pembajakan serta
pengelolaan data dalam skala besar yang dapat menciptakan potensi pelanggaran privasi dan
ancaman keamanan.
berkas 2, hlm. 42 OCR
*IIFIITFN
K INDONESIA
BAB II
Kebijakan Peran
2. 1 Prioritas Pembangunan Nasional
2. 1. I RPJMN Tahun 2025-2029 sebagai Tahap Pertama Implementasi RPJPN
Tahun 2025-2045
Indonesia memiliki cita-cita besar menjadikan Indonesia Emas 2045 sebagai Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. Indonesia
a.kan menjadi negara dengan pendapatan per kapita setara negara-negara maju yang disertai
kemiskinan menurun dan ketimpangan berkurang, negara yang berdaulat dan berperan
penting di dunia Internasional, negara yang memiliki Sumber Daya Manusia yang unggul,
serta negara yang berkomitmen menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan.
-
Dalam RPJPN Tahun 2025-2045 telah dirumuskan strategi besar untuk mencapai Visi
Indonesia Emas 2045 melalui 8 misi agenda pembangunan. Misi pembangunan tersebut
selanjutnya diturunkan menjadi 17 arah (tujuan) pembangunan (Gambar 2.2) dan diukur
keberhasilannya dengan 45 indikator utama.
Gambar 2.1
Sasaran Utama Visi Indonesia Emas 2045
berkas 2, hlm. 43 OCR
RPJMN Tahun 2025-2029 merupakan implementasi tahap pertama RPJPN Tahun 2025-
2045. Untuk itu di dqhm RPJMN Tahun 2025-2029 dirumuskan upaya-upaya transformatif
sesuai dengan fokus arah kebijakan dalam Tahap I RPJPN Tahun 2025-2045 (Gambar 2.3).
Gambar 2.2
Strategi Besar Mencapai Indonesia Emas 2045
berkas 2, hlm. 44
PRESTDEN
BLIK INDONESIA
Gambar 2.3
Fokus Arah Kebijakan RPJPN Tahun 2025–2045 Tahap I
berkas 2, hlm. 45 OCR
PRESiDEN
Selanjutnya sesuai dengan aturan perundangan, RPJMN Tahun 2025-2029 disusun dengan
mengintegrasikan kebijakan RPJPN Tahun 2025-2045 dengan Visi, Misi, dan Program
Presiden.
2.1.2 Visi Misi Presiden 2025-2029
Visi Presiden periode 2025-2029 yaitu "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas
2045". Visi tersebut mengandung arti pembangunan memerlukan kerja sama seluruh putra-
putri terbaik bangsa dengan kesamaan tekad berdasarkan fondasi yang telah dibangun oleh
pemerintah sebelumnya untuk mewujudkan Indonesia setara negara maju di tahun 2045.
Visi ini dicapai melalui Delapa.n Misi Presiden yang dituangkan dalam Delapan Asta Cita.
Asta Cita tersebut memuat 17 program prioritas Presiden yang mencakup rencana
pembangunan diberbagai sektor serta langkah-langkah berupa Program Hasil Terbaik
Cepat/Quick Wins. Keseluruhan upaya tersebut di formulasikan untuk menjawab
permasalahan serta tantangan utama secara cepat, tepat, dan terukur guna menciptakan
struktur yang kokoh dalam menunjang pelaksanaan berbagai program pembangunan
nasional.
Gambar 2.4
Visi Misi Presiden
berkas 2, hlm. 46 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
2. 1.3 Asta Cita sebagai Prioritas Pembangunan Nasional
RPJMN Tahun 2025-2029 memuat delapan Prioritas Nasional pembangunan jangka
menengah. Prioritas Nasional ini merupakan wujud implementasi langsung dari Asta Cita
yang merupakan misi dari Presiden. Setiap Prioritas Nasional mencakup langkah-langkah
strategis untuk mencapai keberhasilan pembangunan dalam periode jangka menengah
2025-2029.
Gambar 2.5
17 Program Prioritas Presiden dan 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)
berkas 2, hlm. 47 OCR
7:EF{FI{ti
K INDONESIA
Prioritas Nasional adalah struktur pokok seluruh rencana pembangunan RPJMN Tahun
2025-2029, Untuk pencapaian sasarannya, setiap Prioritas Nasional diterjemahkan dalam
Program Prioritas, Kegiatan Prioritas, dan Proyek Prioritas yang memiliki sasaran yang
terukur untuk memudahkan pelaksanaannya di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah,
dan Badan Usaha (BUMN, Swasta).
Prioritas Nasional menjadi pedoman dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran
nasional tahunan, intervensi kerangka regulasi dan kelembagaan, rencana kerja di tiap
instansi pemerintah hingga penyusunan intervensi teknis strategis seperti halnya proyek
strategis nasional. Asta Cita sebagai Prioritas Nasional tersebut selaras dengan agenda
transformasi RPJPN Tahun 2025-2045. Keterkaitan erat Prioritas Nasional dan strategi
transformasi RPJPN Tahun 2025-2045 menjadi integrasi kebijakan yang tangguh untuk
mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Gambar 2.6
Asta Cita sebagai Prioritas Pembangunan
berkas 2, hlm. 48
PRESlOEN
BL]K INDONESIA
Gambar 2.7
Keterkaitan RPJMN Tahun 2025–2029 dengan RPJPN Tahun 2025–2045
berkas 2, hlm. 49 OCR
ElfiSlDEN
INDONESIA
2.2 Kerangka Pikir dan Kebijakan RPJMN Tahun 2025-2029
RPJMN Tahun 2025-2029 mengelaborasi substansi dari pendekatan perencanaan
teknokratik dan politis. Prioritas pembangunan RPJMN Tahun 2025-2029 disusun dengan
memadupadankan Visi Misi Presiden dan kebijakan RPJPN Tahun 2025-2045. Delapan
Prioritas pembangu.nan nasional diarahkan secara konkret untuk mencapai sasaran
pembangunan.
Kesatuan arah pembangunan menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan
nasional. Untuk itu RPJMN Tahun 2025-2029 juga menjadi dasar hukum penyusunan
rencana kerja di Kementerian/Lembaga. Di samping itu rencana pembangunan daerah juga
harus diselaraskan dengan RPJMN Tahun 2025-2029. Selain sinkronisasi di bidang
perencanaan, sinergi antara perencanaan dan penganggaran juga merupakan bagian yang
penting di dalam menjamin pelaksanaan prioritas pembangu.nan.
Prioritas pembangunan dituangkan dalam strategi pembangunan kewilayahan dengan
konsep tematik, holistik, integratif dan spasial. Strategi kewilayahan tidak hanya mencakup
strategi pembangunan kawasan timur-barat Indonesia, perdesaan-perkotaan namun
mencakup pula rencana intervensi pembangunan di tiap provinsi di seluruh Indonesia.
Highlight intervensi kebijakan wilayah dan provinsi ini disusun untuk menjadi acuan yang
jelas bagi pelaku pembangunan di pusat dan daerah.
berkas 2, hlm. 50 OCR
K INOONESIA
Gambar 2.8
Kerangka Pikir RPJMN Tahun 2025-2029
Untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan rencana pembangunan, langkah penguatan
juga dilakukan pada tata kelola pembangunan terutama pada aspek pengendalian
pembangunan secara terpadu. Pengendalian memastikan pelaksanaan pembangunan
berjalan sesuai rencana dan memformulasikan penyesuaian kebijakan yang diperlukan.
Pengendalian pembangunan dipertajam dengan pendekatan manajemen risiko
pembangunan nasional.
2.2. I Sasaran Pembangunan Nasional
RPJMN Tahun 2025-2029 dilengkapi dengan sasaran pembangunan yang terukur. Sasaran
pembangunan menggambarkan kondisi yang diharapkan dalam mencapai penurunan
kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi tinggi
berkelanjutan. Kondisi yang diharapkan juga diperkuat dengan sasaran pada aspek politik
luar negeri dan lingkungan, Pencapaian sasaran pembangunan nasional tahun 2025-2029
merupa.kan manifestasi dari penguatan transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
berkas 2, hlm. 51
E:IdlfrTIl
BLIK IN NESIA
Gambar 2.9
Sasaran Pembangunan Nasional RPJMN Tahun 2025–2029
berkas 2, hlm. 52 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
Prioritas pembangunan yang terukur dan tersinergi dengan baik, strategi pembangunan
wilayah yang konkret, serta tata kelola dan pengendalian pelaksanaan pembangunan yang
kuat menjadi daya ungkit RPJMN Tahun 2025-2029 dalam mencapai sasaran pembangu.nan.
2.2.2 Strategi Prioritas Pembangunan
RPJMN Tahun 2025-2029 menekankan secara khusus pada strategi menurunkan tingkat
kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencapai pertumbuhan
tinggi yang berkelanjutan. Penekanan pada ketiga strategi merupakan kunci keberhasilan
pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah dan fondasi bagi pembangunan jangka
panjang nasional,
Strategi menurunkan tingkat kemiskinan. Pemerintah berkomitmen untuk memberantas
kemiskinan yang mencakup berbagai dimensi, tidak hanya terkait keterbatasan ekonomi
tetapi juga kesenjangan sosial, marginalisasi kelompok rentan, maupun keterbatasan akses
terhadap layanan dasar. Pada periode 2025-2029, pemerintah menetapkan dua target utama
dalam upaya penurunan kemiskinan. Pertama, menurunkan tingkat kemiskinan nasional ke
angka 4,5-5,0 persen, sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa lebih banyak
penduduk dapat memenuhi kebutuhan hidup layak. Kedua, menurunkan tingkat
kemiskinan ekstrem menjadi kurang dari 0,5 persen pada tahun 2026, lebih rendah dari
target yang ditetapkan dalam Tujuan Pembangu.nan Berkelanjutan. Target kemiskinan
ekstrem ini juga mengikuti standar internasional pada USD 2,15 Purchasing Power Parity per
kapita per hari. Fokus diarahkan pada penduduk paling miskin, kelompok rentan yang
menghadapi hambatan tertentu termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak-
anak, serta penduduk miskin dan rentan, perempuan dan penyandang disabilitas yang
terpinggirkan dan tinggal di wilayah-wilayah kantong kemiskinan, tertinggal, terdepan, dan
terluar sampai dapat tergraduasi dari kemiskinan. Untuk mendukung efektivitas strategi
penurunan kemiskinan, akan dilakukan penyempurnaan metodologi penghitungan angka
kemiskinan, agar lebih akurat, sesuai dengan perkembangan standar hidup layak, serta
terbandingkan antar waktu dan wilayah.
berkas 2, hlm. 53 OCR
Gambar 2.10
Kerangka Pikir Penurunan Kemiskinan dalam RPJPN pada periode RPJMN Tahun 2025-2029
Pemerintah menempatkan perlindungan sosial adaptif sebagai motor penggerak untuk
mempercepat pemberantasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.
Pendekatan ini mencakup pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin,
pengembangan keterampilan tenaga kerja, dan peningkatan akses terhadap pekerjaan yang
layak, termasuk melalui pengembangan dan standardisasi kegiatan yang selama ini belum
dianggap berkontribusi pada perekonomian, seperti pendampingan pembangunan dan
perawatan kelompok rentan (mregiuindl.
berkas 2, hlm. 54 OCR
lIrf5ltl{Il
K INDONESIA
Untuk mencapai penurunan kemiskinan yang signifikan, pemerintah menetapkan empat
strategi. Strategi pertama adalah memastikan stabilitas ekonomi makro melalui
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif
bertujuan memastikan manfaat pembangunan tersebar secara merata ke seluruh lapisan
masyarakat, termasuk kelompok miskin dan rentan. Langkah penciptaan lapangan kerja,
pemberdayaan ekonomi lokal hingga penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
menjadi prioritas disertai langkah menjaga stabilitas inflasi guna melindungi daya beli
masyarakat.
Strategi kedua dilakukan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan
rentan melalui pelaksanaan Kartu Kesejahteraan sebagai alat integrasi berbagai program
bantuan sosial dan subsidi. Untuk mendukung akurasi dan efektivitas pelaksanaan,
pemerintah menggunakan data tunggal sosial ekonomi dalam penargetan yang secara terus
menerus dimutakhirkan dan berbagi pakai melalui Sistem Registrasi Sosial Ekonomi serta
diperkuat melalui teknologi digital dalam penyaluran.
Strategi ketiga adalah meningkatkan pendapatan masyarakat denga.n penguatan wirausaha
dan penciptaan kesempatan kerja melalui Kartu Usaha untuk mendukung graduasi dari
kemiskinan. Langkah yang dilakukan termasuk melalui peningkatan kapasitas yang relevan
serta berbasis potensi dan kebutuhan, perluasan akses terhadap sumber daya produktif, dan
penerapan prinsip afirmatif. Strategi Kartu Usaha menekankan pentingnya kemitraan dan
kolaborasi dengan sektor swasta.
Gambar 2.11
Strategi Empat Pilar Utama Penurunan Kemiskinan
berkas 2, hlm. 55 OCR
Strategi keempat memperkuat layanan infrastruktur dasar dan pengembangan wilayah.
Strategi ini difokuskan pada lO provinsi prioritas yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua Selatan, Papua
Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya serta wilayah-wilayah 3T dan kantong
kemiskinan. Intervensi akan dilakukan melalui penyediaan akses air minum aman, sanitasi
layak, layanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, konektivitas, dan infrastruktur
dasar lainnya.
Strategi penurunan kemiskinan tersebut dilakukan dengan pendekatan lintas sektor lintas
Prioritas Nasional. HaI ini membutuhkan prasyarat yaitu pertama, integrasi dan peningkatan
akurasi data sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kedua,
penerapan pendekatan yang terstandar, inklusif, dan berkesinambungan dalam perluasan
program pemberdayaan ekonomi dan sosial. Ketiga" optimalisasi pendampingan
pembangunan dan peningkatan kolaborasi strategis multi sektor dengan pa.rtisipasi kuat
masyarakat dan sektor swasta untuk mempercepat peningkatan keberdayaan masyarakat,
penciptaan l,apangan kerja lokal, mendorong kewirausahaan berbasis komunitas, dan
meningkatkan akses terhadap pasar serta teknologi. Keempat, komitmen keberpihakan
seluruh tingkatan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam memfokuskan sumber
daya yang tersedia untuk pemberantasan kemiskinan.
Melalui sinergi dari keempat strategi ini, pemerintah optimis penurunan kemiskinan dapa.t
tercapai. Pendekatan berbasis data, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi
l,andasan untuk memastikan program-program yang dijalankan memiliki dampak yang nyata
dan berkesinambungan.
Gambar 2.12
Prasyarat Penurunan Kemiskinan
berkas 2, hlm. 56 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Strategi meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Pembangunan manusia
menempatkan manusia dan masyarakat pada bagian sentral sebagai obyek dan subyek
pembangunan. Dengan memprioritaskan pembangunan manusia, sebuah nega.ra dapat
membangun fondasi yang kuat untuk kemajuan ekonomi, sosial, dan politik yang
berkelanjutan.
Pembangunan manusia seutuhnya bertumpu pada pemenuhan layanan dasar,
pembangunan modal manusia, dan pembangunan modal sosial budaya. Ketiga pilar tersebut
ditopang oleh pendekatan siklus hidup, pengarusutamaan gender dan inklusi sosial, serta
penduduk tumbuh seimbang. kbih lanjut, ilustrasi kerangka pikir pembangunan manusia
digambarkan berikut ini.
berkas 2, hlm. 57 OCR
K INDONESIA
Sebagai tolok ukur capaian peningkatan kualitas sumber daya manusia pada RPJPN Tahun
2025-2045 dan RPJMN Tahun 202$-2029, digunakan Indeks Modal Manusia yang
merefleksikan potensi kontribusi sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi,
berdasarkan keterjangkauan akses dan kualitas pembangu.nan yang tersedia selama periode
tumbuh kembang manusia. Dalam lima tahun ke depan, Indeks Modal Manusia ditargetkan
meningkat dari 0,54 di tahun 2020 menjadi 0,59 di tahun 2029.
Gambar 2.13
Kerangka Pikir Pembangunan Manusia RPJPN 2025–2045
berkas 2, hlm. 58 OCR
PRESIOEN
EL]K INDONESIA
Pilar utama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang produktif adatah
intervensi secara konkret dalam pendidikan dan kesehatan. Intervensi kunci di bidang
pendidikan antara lain peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan, penguatan
pengelolaan pendidik, serta penciptaan tenaga kependidikan berkualitas. Strategi
peningkatan kualitas pendidikan dilakukan melalui wajib belajar 13 tahun; pembangunan
dan penyelenggaraan sekolah unggul; revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan
madrasah yang berkualitas; restrukturisasi kewenangan pengeloLaan guru, perlindungan
hukum dan kesejahteraan berbasis kinerja; perluasan layanan pendidikan anak usia dini;
pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah; peningkatan relevansi dan perluasan akses
pendidikan tinggi; serta peningkatan kualitas dan relevansi lulusan pendidikan vokasi
berdaya saing unggul.
berkas 2, hlm. 59
PRESIOEN
REPUBL]K INDONESIA
Gambar 2.14
Kegiatan Prioritas dalam Mendukung Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 60 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
Sedangkan di bidang kesehatan, intervensi kunci terdiri dari pencegahan stunting serta
peningkatan angka kelangsungan hidup anak dan dewasa. Strategi pencegahan stunting
difokuskan pada 1000 hari pertama kehidupan, Strategi peningkatan angka kelangsungan
hidup anak dan dewasa diwujudkan melalui peningkatan akses dan manajemen terpadu
pelayanan kesehatan; penguatan deteksi dini penyakit, pencegahan penyakit menular dan
tidak menular, peningkatan kesehatan jiwa disertai investasi pelayanan primer untuk
perluasan upaya promotif dan preventif kesehatan serta pemenuhan kebutuhan sumber daya
kesehatan.
Strategi mencapai pertumbuhan tinggi berkelanjutan. Pertumbuhan tinggi berkelanjutan
merupakan kesatuan wujud yang saling terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya
manusia dan penurunan kemiskinan, untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan. Ketiga ujung tombak ini bekerja secara sinergis. Pertumbuhan ekonomi
menciptakan sumber daya untuk mengatasi kemiskinan, sementara peningkatan modal
manusia berkualitas mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Dalam
kondisi ini, pembangunan tidak hanya bertumpu pada angka statistik, tetapi juga pada
peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat,
Pertumbuhan ekonomi berfungsi sebagai ujung tombak mendorong terciptanya lapangan
kerja, investasi produktif, dan inovasi. Melalui industrialisasi, digitalisasi, pengembangan
infrastruktur serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru di berbagai daerah sesuai
keunggulannya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkatkan pendapatan nasional
tetapi juga memperkuat basis fiskal untuk mendanai program-program kesejahteraan sosial
dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Dalam lima tahun ke depan pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh tinggi, dari 5,3
persen pada tahun 2025 menjadi 8,0 persen pada tahun 2029. Secara konkret terdapat
delapan strategi untuk pertumbuhan tinggi berkelanjutan, dilengkapi dengan pengungkit
utama yakni deregulasi perizinan serta kebijakan fiskal dan moneter pro-growth. Lebih lanjut
disampaikan pada infografis di bawah ini.
berkas 2, hlm. 61
BLIK INDONES]A
Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan merupakan kontribusi dari pertumbuhan wilayah,
dengan demikian pemerataan pembangunan wilayah menjadi kunci. Dalam hal ini terdapat
faktor pendorong yang dapat mengakselerasi pemerataan antarwilayah sebagai berikut.
berkas 2, hlm. 62 OCR
*f{{I-rI{Il
K INDONESIA
Pendekatan lintas sektor digunakan dalam mengoperasionalkan strategi pertumbuhan
ekonomi berkelanjutan. Di dalam Prioritas Nasional 2 dititikberatkan pada langkah mencapai
swasembada pmgm, swasembada energi, swasembada air, ekonomi hijau, ekonomi digital,
pertahanan dan keamanan, serta ekonomi biru.
berkas 2, hlm. 63 OCR
mr+{Ff{It
BL]K IN
INDONESIA
Prioritas Nasional 3 menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur, pariwisata, dan
ekonomi kreatif. Selanjutnya Prioritas Nasional 4 menitikberatkan pada pengembangan
Sumber Daya Manusia berkualitas.
berkas 2, hlm. 64 OCR
K INDONESIA
Prioritas Nasional 5 menitikberatkan pada hilirisasi Sumber Daya Alam unggulan, industri
padat karya terampil, industri padat teknologi inovasi, industri dasar, dan pengembangan
kawasan-
Adapun Prioritas Nasional 6 menitikberatkan pada pemerataan ekonomi, Prioritas Nasional
7 menitikberatkan pada reformasi birokrasi, serta Prioritas Nasional 8 menitikberatkan pada
mitigasi dampak lingkungan.
berkas 2, hlm. 65 OCR
Transformasi sektor publik sebagai pengungkit mewujudkan strategi penurunan kemiskinan,
peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta
berkelanjutan. Untuk dapat menjadi pengungkit kuat pencapaian sasaran pembangunan
diperlukan reformasi birokrasi yang menyeluruh. Transformasi digital merupakan elemen
kunci mendorong birokrasi yang transparan, inklusif, efisien, dan akuntabel termasuk
mengurangi kebocoran anggaran melalui pendekatan yang berbasis data dan bukti.
Penguatan tata kelola pemerintah digital menjadi langkah utama meliputi penyusunan
kebijakan digital yang terintegrasi, pengembangan arsitektur sistem digital pemerintahan,
dan evaluasi berkelanjutan atas kinerja sistem yang ada. Selain itu, pembangunan sumber
daya manusia yang kompeten dan berbudaya digital menjadi aspek fundamental, dengan
fokus pada pelatihan berbasis teknologi, dan pengelolaan layanan digital secara profesional.
Transformasi digital layanan publik dalam pemerintah digital diarahkan untuk
meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat, terutama pada sektor
strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan perizinan berusaha. Layanan ini dirancang agar
cepat, tepat, dan terjangkau. Upaya ini didukung oleh penguatan ketersediaan dan
pemanfaatan data pemerintah. Data yang terintegrasi dan saling terhubung antarinstansi
menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti, perencanaan pembangunan yang lebih
efektif, dan pengawasan anggaran yang lebih ketat.
berkas 2, hlm. 66 OCR
PUBLIK INDONESIA
Melalui program pemerintah digital diharapkan tercipta fondasi yang kuat untuk mendukung
reformasi birokrasi dan tata kelola yang lebih baik. Dengan teknologi yang andal, data yang
terintegrasi, kompetensi sumber daya manusia yang tinggi, serta layanan publik yang
modem, pemerintah digital memberikan kontribusi nyata pada pencapa.ian tujuan utama
pembangunan nasional.
Dalam era perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, tuntutan untuk
mengatur/meregu.lasi semakin bertambah, sehingga regulasi memegang peranan yang
krusial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini merupakan
konsekuensi logis Indonesia sebagai negara hukum. Sementara itu, terlalu banyak regulasi
dapat menimbulkan fenomena hiperregu.lasi dan disharmoni regulasi yang berujung pada
terhambatnya pembangunan, inefisiensi administrasi, hingga ketidakpastian hukum.
Sejalan dengan upaya tersebut, dukungan tata kelola regulasi yang baik juga diperlukan,
sehingga terbentuk regu.lasi yang tepat sasaran, agile, memfasilitasi kepatuhan, dan taat
asas. Salah satu pilihan kebijakan untuk mengondisikan regulasi yang baik adalah dengan
mendorong penyederhanaan regulasi. Penyederhanaan regulasi dilakukan dengan beberapa
berkas 2, hlm. 67 OCR
metode, meliputi (l) deregulasi, yaitu dengan mengurangi ketentuan-ketentuan yang menjadi
hambatan bagi kegiatan atau sektor tertentu; (2) kodifikasi, yaitu dengan menggabungkan
ketentuan-ketentuan dalam sektor terkait ke dalam satu peraturan perundang-undangan
yang sistematis dan mudah dipahami; (3) konsolidasi, yaitu dengan menyajikan dokumen
peraturan perundang-undangan yang telah diubah di beberapa peraturan ke dalam satu
dokumen; dan/atau (4) omnibus legislation, yaitu pembentukan peraturan yang
menggabungkan pembentukan norma baru dengan perubahan dan/atau pencabutan
berbagai norma dalam berbagai peraturan yang luas.
2.2.2.1 Kegiatan Prioritas Utama
Sebagai langkah konkret mencapa.i sasaran jangka menengah terutama untuk pencapaian
sasaran penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang berkelanjutan, di dalam RPJMN Tahun 2025-2029
diidentifikasi beberapa Kegiatan Prioritas Utama.
Kegiatan Prioritas Utama merupakan kebijakan terintegrasi yang memiliki daya ungkit tinggi
terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional. Kegiatan Prioritas Utama ini menjadi
fokus penekanan pel,aksanaan RPJMN Tahun 2025-2029. Kegiatan Prioritas Utama juga
disusun dengan memerhatikan kontribusi dari berbagai pihak baik Kementerian/Lembaga,
Pemerintah Daerah, BUMN, Swasta dan stakeholders lainnya.
Tabel 2.1
Kegiatan Prioritas Utama RPJMN Tahun 2025-2029
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
1 Penguatan Pers dan Media Massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif,
Jujur, Objektif, dan Sehat Industri (BEJO'S)
Prioritas
Nasional 1
2 Transformasi Tata Kelola Industri Pertahanan dan Penerapan Skema
fuend le Invest
Prioritas
Nasional 2
3 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung
Pangan Kalimantan Tengah
4 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung
Pangan Sumatera Selatan
5 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung
Pangan Papua Selatan
6 Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP)/Lumbung
Pangan Lainnya
7 Pengembangan Pangan Akuatik (Blue Food)
8 Pengembangan Pangan Hewani
9 Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati
10 Fortifikasi dan Biofortifikasi Pangan
1l Peningkatan Penyediaan Energi
12 Perluasan Akses dan Jangkauan Pelayanan Energi
13 Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan
14 Konservasi Sumber Daya Air
berkas 2, hlm. 68 OCR
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
15 Pengembangan SPAM Terintegrasi Hulu ke Hilir
16 Penyediaan dan Pengawasan Sanitasi Aman, Berkelanjutan, dan
Berketahanan Iklim Berbasis CWIS
17 Pengembangan Terpadu Pesisir Utara Jawa
18 Penguatan Faktor Pendukung Ekonomi Digital
19 Penguatan Ekonomi dan Industri Digital serta Sektor Strategis Lainnya
20 Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan
2l Peningkatan Bioprospeksi, Bioteknologi, Keamanan Hayati, serta Akses
dan Pembagian Keuntungan Sumber Daya Genetik
22 Peningkatan pengelolaan kualitas air sungai dan danau
23 Peningkatan Kualitas Ekosistem Gambut
24 Perubahan Perilaku dan Penguatan Tata Kelola Persampahan
25 Peningkatan Pengumpulan dan Pengolahan Sampah serta Pemrosesan
Residu di TPA/LUR
26 Pengembangan Industri Garam dan Produk Olahan Hasil Laut
27 Pembangunan Infrastruktur Jaringan Ketenagalistrikan dan
Digitalisasinya
Prioritas
Nasional 3
28 Pengembangan dan Peningkatan Ekosistem Digital
29 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Borobudur-
Yogyakarta-Prambanan
30 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Lombok-Gili
Tramena
31 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba
32 Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Labuan Bajo
33 Penguatan Ekosistem Aplikasi dan Gim
34 Pengembangan Koperasi Sektor Produksi
35 Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini Prioritas
Nasional 4
36 Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan Madrasah yang
Berkualitas
37 Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah
38 Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul
39 Restrukturisasi kewenangan pengelolaan guru meliputi formasi,
rekrutmen, pengangkatan dan penempatan, mobilitas, pembinaan karier
profesional (e.9. pelatihan, in-service training), perlindungan hukum, dan
kesejahteraan berbasis kinerja
40 Peningkatan Relevansi dan Perluasan Akses Pendidikan Tinggi
4l Peningkatan Fungsi Intermediasi dan Layanan Pemanfaatan Iptek dan
Inovasi
berkas 2, hlm. 69 OCR
PRESIOEN
BLIK INDONESIA
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
42 Penurunan Kematian Ibu dan Anak
43 Pencegahan dan Penurunan Stunting
44 Penyelenggaraan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
45 Penuntasan TBC
46 Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui,
dan Balita
47 Penguatan Ekosistem Pendukung Pemberian Makan Bergizi
48 Eliminasi Penyakit Kusta & Schistosomiasis
49 Investasi pelayanan kesehatan primer
50 Pembangunan RS Lengkap Berkualitas di Kabupaten/Kota dan
Pengembangan Pelayanan Kesehatan Bergerak dan Daerah Sulit Akses
51 Produksi dan pendayagunaan SDM kesehatan
52 Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya
53 Pengembangan Manajemen Ta.lenta Nasional (MTN) Riset dan Inovasi
54 Pengembangan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Olahraga
55 Pengembangan Hilirisasi Nikel Prioritas
Nasional 5
56 Pengembangan Hilirisasi Tembaga
57 Pengembangan Hilirisasi Bauksit
58 Pengembangan Hilirisasi Timah
59 Pengembangan Hilirisasi Kelapa Sawit
60 Pengembangan Hilirisasi Kelapa
6l Pengembangan Hilirisasi Rumput Laut
62 Pengembangan Industri Kimia
63 Pembangunan Industri Semikonduktor
64 Pengembangan Industri Tekstil dan Produk Tekstil
65 Penguatan Industri Logam Dasar, Besi dan Baja
66 Pengembangan Industri Dirgantara
67 Pengembangan KEK Sei Mangkei
68 Pengembangan KIT Batang
69 Pengembangan KI Weda Bay
SK No 252086 A
Prioritas
Nasional 6
70 Penyaluran Bantuan Sosial Adaptif dan Subsidi Tepat Sasaran melalui
Kartu Kesejahteraan
7l Peningkatan Daya Saing melalui Kartu Usaha produktif
72 Peningkatan Kemandirian melalui Kartu Usaha Afirmatif
berkas 2, hlm. 70 OCR
Erf*[fil;[\rl
K INDONESIA
No Kegiatan Prioritas Utama
Prioritas
Nasional
73 Perencanaan dan Pembangunan Kawasan, serta Pemindahan ke lbu Kota
Nusantara
74 Fasilitasi Penyediaan Perumahan Terintegrasi dengan PSU
75 Pemenuhan Layanan Dasar dan Infrastruktur Desa
76 Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
77 Peningkatan Kesejahteraan ASN melalui Penerapan Konsep Total Reward
Berbasis Kinerja ASN
7a Transformasi Digital Layanan Publik Prioritas
Prioritas
Nasional 7
79 Ekstensifikasi dan Intensifikasi Penerimaan Perpajakan
80 Intensifikasi Penerimaan Negara Bukan Pajak
81 Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Prioritas
Nasional 8
A2 Pemanfaatan Khazanah Budaya dan Pengembangan Kawasan Pemajuan
Kebudayaan
83 Peningkatan Ketahanan Iklim Pesisir dan l,aut
Secara lebih rinci masing-masing Kegiatan Prioritas Utama disampaikan pada Apendiks
Daftar Kegiatan Prioritas Utama RPJMN Tahun 2025-2029.
2.2.2.2 Proyek Strategis Nasional
Proyek Strategis Nasional disusun dan ditetapkan sebagai sebuah langkah konkret teknis
yang utamanya mendukung dan memastikan pelaksanaan Kegiatan Prioritas Utama, RPJMN
Tahun 2025-2029 memuat kebijakan Proyek Strategis Nasional. Perencanaan dan
penyusunan Proyek Strategis Nasional dilakukan dengan menggunakan prosedur dan
kriteria yang jelas, akuntabel serta mendukung pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dan amanat
Undang-Undang Dasar 1945 untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Proyek Strategis Nasional dirancang sebagai proyek atau program (kumpulan proyek) yang
memiliki sifat strategis, terukur dan berdampak signifikan pada pencapa.ian sasaran RPJMN
Tahun 2025-2029 khususnya Program Prioritas Presiden termasuk Program Hasil Terbaik
Cepat terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi
kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan, serta
yang mendorong pemerataan pembangunan. Proyek Strategis Nasional antara lain Program
Makan Bergizi Gratis, proyek-proyek yang berkontribusi langsung dan signifikan pada
terwujudnya swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air, dan hilirisasi serta
proyek-proyek yang mendukung pencapaian sasaran Program Prioritas Presiden di bidang
pembangunan manusia.
berkas 2, hlm. 71 OCR
- 7t -
Proyek Strategis Nasional dapat diprakarsai/diusulkan dan dilaksanakan baik oleh
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara maupun badan usaha
swasta. Proyek-proyek yang diusulkan dan dilaksanakan selain oleh Pemerintah Pusat
merupakan bentuk kontribusi Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan badan
usaha swasta pada pencapaian sasaran-sasaran RPJMN yang memerlukan dukungan dari
Pemerintah.
Gambar 2.15
Kerangka Pikir Proyek Strategis Nasional
berkas 2, hlm. 72 OCR
INDONESIA
Perencanaan dan pelaksanaan serta pengendalian Proyek-Proyek Strategis Nasional
merupakan bagian integral dari proses perencanaan pembangunan nasional. Proyek
Strategis Nasional ditetapkan setiap tahunnya sesuai dengan kerangka waktu pelaksanaan
prioritas pembangunan dan kesiapan proyek termasuk ketersediaan pendanaan serta
berdasarkan persetujuan Presiden. Penetapan Proyek Strategis Nasional dilaksanakan
melalui mekanisme Rencana Kerja Pemerintah. Untuk memastikan Proyek Strategis Nasional
berjalan sesuai dengan rencana, dilakukan langkah-langkah pengendalian dan evaluasi
kesiapan serta kinerja pelaksanaannya serta diterapkan manajemen risiko pembangunan
nasional. Berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tersebut, dapat dilakukan
pemutakhiran Proyek Strategis Nasional yang dilakukan secara terintegrasi dengan
mekanisme RKP.
DaLam rangka percepatan proses perencanaan, penyiapan, pelaksanaan dan kelancaran
pengendalian operasi, termasuk di dalamnya mekanisme pembiayaan untuk Proyek Strategis
Nasional, pemerintah dapat memberikan kemudahan baik dalam bentuk perizinan maupun
non perizinan. Untuk maksud tersebut, akan dilakukan harmonisasi regulasi dan penataan
kelembagaan pengelolaan Proyek Strategis Nasional.
Tabel2.2
Daftar Indikasi Proyek Strategis Nasion 2025-2029
No Proyek Lokasi Pelaksana
Makan Bergizi Gratis
Baru
1 Program Makan Bergizi
Gratis
Nasional Badan Gizi Nasional (sebagai
koordinator)
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Baru
2 Revitalisasi Sarana dan
Prasarana Sekolah dan
Madrasah yang Berkualitas
Nasional Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
(koordinator)
3 Pembangunan dan
Penyelenggaraan Sekolah
Unggul
Nasional Kementerian Pendidikan
Tinggi, Sains, dan Teknologi
(koordinator)
4 Pembangunan Rumah Sakit
Lengkap Berkualitas di
Kabupaten /Kota
Nasional Kementerian Kesehatan
5 Program Penuntasan TBC Nasional Kementerian Kesehatan
Carry over
SK No 252091 A
Jawa Barat 6 Pembangunan Kampus
Universitas Islam
Internasional Indonesia (UIII)
Kementerian Agama dan
Kementerian Pekerjaan
Umum
berkas 2, hlm. 73 OCR
BLIK INDONESIA
No Proyek lokasi Pelaksana
Swasembada Pangan
Baru
7 Pengembangan Lumbung
Pangan : Pengembangan
Food Estate
Kalimantan Tengah,
Sumatera Selatan, Papua
Selatan
Kementerian Pertanian,
Swasta
8 Ketahanan Pangan Melalui
Perhutanan Berbasis
Masyarakat
Nasional Kementerian Kehutanan
(sebagai koordinator)
9 Layanan Irigasi Pendukung
Lumbung Pangan Nasional
Nasional Kementerian Pekerjaan
Umum
10 Peningkatan Produksi Daging Nasional
Sapi dan Susu Sapi
Kementerian Pertanian,
Swasta
11 Pembangunan Pelabuhan
Perikanan Nusantara
Pengambengan
Bali Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Swasta
12 Revitalisasi Akuakultur
Berkelanjutan di Pantura
Jawa Barat Kementerian KeLautan dan
Perikanan
Swasembada Air
Baru
13 Giant *a Wal, Pantai Utara
Jawa
DKI Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Timur, Banten dan
Jawa Tengah
Kementerian Pekerjaan
Umum Pemprov DKI Jakarta
Carry over
14 Bendungan Way Apu Maluku Kementerian Pekerjaan
Umum
15 Bendungan Jragung Jawa Tengah Kementerian Pekerjaan
Umum
16 Bendungan Mbay Nusa Tenggara Timur Kementerian Pekerjaan
Umum
17 Bendungan Bulango Ulu Gorontalo Kementerian Pekerjaan
Umum
18 SPAM Regional Wosusokas Jawa Tengah Kementerian Pekerjaan
Umum
19 SPAM Regional Benteng -
Kobema
Bengkulu Kementerian Pekerjaan
Umum
Swasembada Energi
Baru
Kalimantan Utara Swasta 20 PLTA Kayan 9 GW
Terintegrasi
berkas 2, hlm. 74 OCR
BLIK INDONESIA
No Proyek Lokasi Pelaksana
2l Bioetanol (Berbasis Tebu) Sumatera Utara, Lampung,
Jawa Barat, Jawa Tengah,
Daerah Istimewa Yogyakarta,
Jawa Timur, Sulawesi
Selatan, Papua Selatan
Dikoordinasikan
Kementerian Energi Sumber
Daya Mineral
22 BiorcfmzrySumatr,ra Riau, Sumatera Selatan PT Pertamina
23 RDMP RU VI Balongan
(Rescoping)
Jawa Timur PT Pertamina
Carry over
24 Pengembangan Lapangan
Abadi Wilayah Kerja Masela
Maluku Swasta
25 Kilang Minyak Tuban
(Ekspansi)
Jawa Timur PT Pertamina
26 Pengembangan Biofuel dari
Metanol dan etanol di
Kabupaten Bojonegoro
Jawa Timur PT Pertamina
27 North Hub Development
Project Selat Makassar
Kalimantan Swasta
28 RDMP RU IV Cilacap
(Rescoping)
Jawa Tengah PT Pertamina
29 Bbrefvlery Cilacap Jawa Tengah PT Pertamina
30 Pembangunan Jaringan Gas
Perkotaan
Batam, Palembang,
Pekanbaru, Makassar,
Jakarta, Bekasi, Palu
PT Pertamina/ F1GN
Hilirisasi, Industrialisasi dan Transformasi Digital
Baru
31 Program Hilirisasi Sagu,
Singkong, Ubi Jalar
Proyek: (i) Penguatan
Penyediaan Bahan Baku
Hilirisasi Tepung Sagu dan
Singkong; (ii) Pengembangan
Industri Sagu
Papua, Sumatera, Jawa,
Nusa Tenggara, Papua
Kementerian Pertanian,
Swasta
32 Program Hilirisasi Garam:
Proyek: Pembangu.nan Soda
Ash
Jawa Timur BUMN, Swasta
berkas 2, hlm. 75 OCR
K INDONESIA
No Proyek Lokasi Pelaksana
33 Program Hilirisasi Kelapa
Sawit, Kelapa, Rumput Laut
Sumatera Utara, Riau,
Sumatera Barat, Jambi,
Sumatera Selatan,
Kepulauan Riau, Banten,
Jawa Barat, Bali, NTB, NTT,
Kalimantan Utara,
Kalimantan Barat,
Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Utara,
Maluku Utara, Papua, Papua
Barat
Swasta
34 Program Hilirisasi Nikel,
Timah Bauksit, Tembaga
Banten, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur,
Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara, SuLawesi Tengah,
Maluku Utara, Kalimantan
Selatan, Kalimantan Timur,
Nusa Tenggara Barat, Papua
Tengah, Kepulauan Riau,
Sumatera Utara, Bangka
Belitung, Kalimantan Barat,
PT MIND ID, Swasta
35 Program Pengembangan
Industri Dirgantara;
Pengembangan N2 19 Amfibi
Nasional Kementerian Pertahanan dan
PT Dirgantara lndonesia
36 Program Pengembangan
Industri Kimia
Proyek l: Pembangunan
Pabrik Chlor Alkali dan
Ethylene Dicl oride
Proyek 2: Pembangunan
Lotte Chemical Indonesia
New Ethglene Project
Banten Swasta
37 Pengembangan Layanan
Digital Pemerintah Terpadu
Nasional Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi
(koordinator)
38 Penyediaan Peta Dasar Skala Nasional
Besar (l:5.000) seluruh
Wilayah Indonesia
Badan Informasi Geospasia.l
Canrg over
39 Pengembangan KEK Arun
Lhokseumawe
Nanggroe Aceh Darussalam BUPP KEK Arun
Lhokseumawe
Sumatera Utara BUPP KEK Sei Mangkei 40 Pengembangan KEK Sei
Mangkei
berkas 2, hlm. 76 OCR
REPUBLTK INDONESIA
No Proyek Lokasi Pelaksana
4L Pengembangan KEK Galang Kepulauan Riau
Batang
BUPP KEK Galang Batang
42 Pengembangan Kawasan
Industri Terpadu Batang
Jawa Tengah Swasta
43 Pengembangan Kawasan
Industri Ketapang Bangun
Sarana
Kalimantan Barat Swasta
44 Pengembangan Kawasan
Industri Kalimantan
Industrial Park Indonesia
(KIPI)
Kalimantan Utara Swasta
45 Pengembangan Kawasan
Industri Weda Bay
Maluku Utara Swasta
46 Kawasan Industri Bantaeng Sulawesi Selatan Swasta
47 Kawasan Industri Teluk
Bintuni dan Pengembangan
Industri Metanol, Amonia,
dan Pemanfaatan Karbon
dari hasil CCUS/CCS
Papua Barat Swasta
48 Kawasan Industri Tanah
Kuning
Kalimantan Utara Swasta
49 Kawasan Industri Pulau ladi Kepulauan Riau Swasta
50 Kawasan Industri Fakfak Papua Barat BUMN
51 Kawasan Industri Indonesia
Dahuaxing Industry Park
Sulawesi Tengah Swasta
52 Kawasan Industri Indonesia
Huali Industry Park
Sulawesi Selatan Swasta
53 Kawasan Industri Wiraraja
Green Renewable Energy &
Smart-Eco Industrial Park
KepuLauan Riau Swasta
54 Kawasan Industri Indonesia
Giga Industry Park
SuLawesi Tenggara Swasta
55 Kawasan Industri Kolaka
Resources Industrial Park
Sulawesi Tenggara Swasta
56 Kawasan Industri ASPIRE
Stargate
Sulawesi Tenggara Swasta
57 Pengembangan Kawasan
Industri Toapaya, Pulau
Poto, dan Kampung Masiran
Kepulauan Riau Swasta
Sulawesi Tenggara Swasta 58 Kawasan Industri Tekno
Hijau Konasara
berkas 2, hlm. 77 OCR
irll+ilir{r
K INDONESIA
No Proyek Lokasi Pelaksana
59 Kawasan Industri Futong Riau Swasta
60 Kawasan Industri Pulau
Penebang
Kalimantan Barat Swasta
61 Kawasan Industri Kumai
Multi Energi
Kalimantan Tengah Swasta
62 Kawasan Industri Alumina
Toba
Kalimantan Barat Swasta
63 Kawasan Industri Indo
Mineral Mining
Sulawesi Tengah Swasta
64 Kawasan Industri Tabuk Kalimantan Tengah Swasta
65 Kawasan Industri Rimau Kalimantan Tengah Swasta
Konektivitas dan Kawasan
Baru
66 Pengembangan Pelabuhan
Ambon Terpadu
Maluku Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Kementerian
Perhubungan
67 Pembangunan Jalan Tol
Terintegrasi dengan Utilitas
Sumatera BUMN (Penugasan)
68 Penataan Kawasan Pusat
Pemerintahan Daerah
Otonomi Baru (DOB) Papua
Papua Tengah, Papua
Selatan, Papua Pegunungan,
dan Papua Barat
Pemprov Papua Tengah,
Pemprov Papua Selatan,
Pemprov Papua Pegunungan,
Pemprov Papua Barat
Carry over
69 Pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN)
Ibu Kota Nusantara Otorita IKN, Kementerian
Pekerjaan Umum, BUMN,
Swasta
70 Pembangunan Pelabuhan
Patimban
Jawa Barat Kementerian Perhubungan
71 Pembangunan Jakarta
Metropolitan Mass Rapid
Transit Koridor Timur - Barat
DKI Jakarta, Jawa Barat,
Banten
Kementerian Perhubungan,
Pemprov DKI Jakarta,
Pemprov Jawa Barat,
Pemprov Banten, PT MRT
Jakarta
72 Jalan Tol Serang -
Panimbang
Banten Kementerian Pekerjaan
Umum
73 Jalan Tol Probolinggo -
Banyuwangi
Jawa Timur Kementerian Pekerjaan
Umum
SK No 252096 A
Jawa Barat Kementerian Pekerjaan
Umum
74 Jalan Tol Akses Pelabuhan
Patimban
berkas 2, hlm. 78 OCR
BL]K INDONESIA
No Proyek Lokasi Pelaksana
Perumahan dal Permukiman
Baru
75 Pembangunan 3 Juta Rumah Nasional Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman
(koordinator)
76 Program Pembangunan
Instalasi Pengolah Sampah
Menjadi Energi Listrik
Berbasis Teknologi Ramah
Lingkungan
DKI Jakarta, Tangerang,
Tangerang Selatan, Bekasi,
Bandung, Semarang,
Makassar, Denpasar,
Palembang dan Manado
Pemerintah Kota lokasi
proyek dan Swasta
Carry over
77 Jakarta Sewerage System DKI Jakarta Kementerian Pekerjaan
Umum, Pemprov DKI Jakarta
i) Keterangan:
(4 Daftar Proyek Strategis Nasional tersebut merupakan daftar indikatif yang dapat diubah/ ditambah
berdasarkan evaluasi atas Proyek-Proyek Strategis Nasional yang telah ditetapkan sebelumnya dan di-carry
over, dan berdasarkan penilaian atas proyek-proyek baru yang memenuhi kriteria sesuai peraturan yang
berlaku.
(b) Penyusunan dan penetapan Proyek Strategis Nasional, termasuk proyek-proyek baru dan carry over yang
tersebut dalam daftar di atas, dil,aksanakan melalui Eckards@e Rencana Kerja Pemerintah.
(c) Proyek Strategis Nasional, baik proyek-proyek baru maupun carry owr, ditetapkan setiap tahunnya sesuai
dengan kerangka nakhr pelaksanaan prioritas pembangunan dan kesiapan proyek termasuk ketersediaan
pendanaan serta berdasarkan persetujuan Presiden.
2.2.3 Strategi Kewilayahan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 merupakan
penjabaran dari Visi, Misi, Program Prioritas (Asta Cita) Presiden-Wakil Presiden terpilih
untuk mencapai penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia
menuju unggul, dan pertumbuhan ekonomi 8 persen. Seluruh program prioritas tersebut
perlu dijabarkan ke dalam arah kebijakan pembangunan kewilayahan sesuai dengan potensi
dan karakteristik wil,ayah terkait dengan tetap memerhatikan kesinambungan dan tahapan
pembangunan sesuai RPJPN 2025-2045 yang menekankan pada tiga transformasi dan dua
landasan transformasi.
Tujuan pembangunan kewiLayahan adalah terciptanya pemerataan pembangunan
khususnya keseimbangan pembangunan Kawasan Barat Indonesia-Kawasan Timur
Indonesia. Pendekatan/ strategi untuk mencapai tujuan tersebut melalui pembangunan
perdesaan dan wilayah afirmasi, pengembangan pusat pertumbuhan, serta menjaga kawasan
konservasi, dan memerhatikan aspek rawan bencana untuk mendukung upaya
keberlanjutan. Pendekatan kewilayahan perlu juga didukung dengan penguatan ekosistem
percepatan pembangunan daerah. Strategi pengembangan wilayah secara khusus dituliskan
pada Bab Mrah Pembangunan Wilayah serta menjadi Lampiran IV Arah Kebijakan
Kewilayahan per Provinsi yang tidak terpisahkan dari RPJMN Tahun 2025-2029.
berkas 2, hlm. 79 OCR
PRESIOEN
K INDONESIA
Mempertimbangkan setiap wilayah memiliki potensi dan karakteristik khusus untuk tumbuh
dan berkembang, maka dirumuskan tema pembangunan wilayah untuk setiap pulau besar
yang ada. Strategi pembangunan kewilayahan serta tema pembangunan pulau dalam RPJMN
Tahun 2025-2029 di atas memerlukan dukungan dari pemerintah daerah. Untuk itu, perlu
sinergi kebijakan pusat dan daerah untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin
kompleks serta mencapai target yang telah ditetapkan,
2,2.4 Penguatan Tata Kelola Pembangunan: Manajemen Risiko Pembangunan
Nasional
Perubahan kondisi internal dan eksternal sangat dinamis yang membutuhkan respons
kebijakan yang adaptif. Penyusunan kebijakan didesain mempertimbangkan peluang dan
tantangan atau potensi risiko yang dihadapi.
Di dalam penyusunan RPJMN Tahun 2025-2029, terutama dalam penyusunan intervensi
kegiatan prioritas utama, telah diinisiasi penerapan perencanaan berbasis risiko. Desain
kebijakan mempertimbangkan indikasi risiko dan perlakuan risiko pembangu.nan. Indikasi
risiko yang perlu diantisipa.si dalam pelaksanaan kegiatan prioritas utama tersebut antara
lain dapat berupa risiko sosial seperti penolakan masyarakat dan sengketa antarkelompok
adat akibat kondisi lahan berupa ulayat, serta ketidakstabilan sosial di daerah konflik yang
dapat menghambat pelaksanaan proyek, risiko ekonomi seperti fluktuasi harga dan minat
investasi, risiko lingkungan seperti cuaca ekstrem, deforestasi dan hilangnya ekosistem, serta
risiko tata kelola seperti inkonsistensi kebijakan dan potensi penyalahgu.naan wewenang.
Penyusunan indikasi dan perlakuan risiko kegiatan prioritas utama tersebut merupakan
bentuk implementasi awal Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor, yang
mendukung amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional. Indikasi tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan profil
risiko oleh para instansi pelaksana atau Unit Pemilik Risiko. Adanya Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional Lintas Sektor mendorong seluruh entitas baik
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Badan Usaha untuk mengelola risiko secara
kolaboratif dalam mewujudkan pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor sekaligus
memperkuat pengendalian prioritas pembangunan nasional, yang dimulai dari tahap
Gambar 2.16
Tema Wilayah Tahun 2025–2029
berkas 2, hlm. 80 OCR
perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Pendekatan Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional Lintas Sektor memperkuat pengendalian pelaksanaan yang selama
ini lebih bersifat reaktif atas masalah yang sudah terjadi problem-based. Dengan adanya
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, pengendalian pelaksanaan akan menjadi bersifat
proaktif-kolaboratif dalam mengantisipa.si potensi risiko dan meminimalisasi dampak atas
masalah yang terjadi. Hal tersebut berdampak pada efisiensi dan efektivitas pelaksanaan
pembangunan.
Pengendalian pelaksanaan berbasis MRPN diintegrasikan dengan manajemen kinerja
pembangunan yang memanfaatkan sistem informasi terpadu. Sistem tersebut digunakan
oleh para pelaku kebijakan yang terlibat, baik Kementerian/Lembaga/Daerah maupun
Badan Usaha. Pengelolaan risiko secara kolaboratif diharapkan dapa.t mendorong kinerja
pembangunan nasional, dengan terus mengantisipasi dinamika perubahan yang berdampak
pada sasaran secara berkelanjutan.
2.2. 5 Pengarusutamaan Pembangunan
RPJMN Tahun 2025-2029 menggunakan lima pengarusutamaan pembangunan. Esensi dari
pengarusutamaan pembangunan adalah memperluas kemanfaatan dari hasil pembangunan
dan mengurangi dampak yang tidak diinginkan, sehingga tercipta pemerataan dan keadilan
untuk seluruh masyarakat dengan tetap menjaga kualitas lingkungan. Pengarusutamaan
dil,akukan mel,alui pengintegrasian secara konsisten pendekatan (i) Gender dan Inklusi
Sosial, (ii) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, (iii) Transformasi Digital, (iv) Pembangunan
Rendah Karbon, dan (v) Pembangunan Berketahanan Iklim ke dalam seluruh kebijakan,
program, dan kegiatan pemerintah (pusat-daerah), serta inisiatif pembangunan lainnya yang
dilakukan oleh non state actors.
Gambar 2.17
Penerapan MRPN Lintas Sektor
berkas 2, hlm. 81 OCR
va

EA
ba
REPUBLIK INDONESIA
- 81 -
01 Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial
Upaya peningkatan kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas
dilaksanakan melalui strategi pengarusutamaan gender dan inklusi sosial (PUG dan Inklusi Sosial) dengan memberikan
kesempatan yang sama kepada perempuan dan laki-laki, pemuda, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat adat,
dan kelompok rentan lainnya. Kesempatan ini ditujukan untuk meningkatkan akses seluruh kelompok terhadap sumber
daya, mendorong mereka berpartisipasi aktif dan bermakna dalam menyuarakan aspirasi dan kebutuhan, serta terlibat
dalam proses pengambilan keputusan, sehingga dapat memperoleh manfaat dari hasil pembangunan.
SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA
» 9 Kesetaraan Gender dan Masyarakat Inklusif
Anak, Pemuda, banjat Usia, ea (Manusa Seutuhnya, Sejahtera, Adaptif,
Penyandang Disabilitas, TT Berakhlak Mulia, Berbudaya Maju,
Masyarakat Adat, dan Unggul, dan Berdaya Saing)
Kelompok Rentan
Perempuan Lainnya Laki-laki
Y $ »
” Perencanaan
Pengarusuta-
Pengalaman, Hambatan, a
Permasalahan, Kebutuhan, dan maan Gender 7 pelaporan Kebijakan NX Penganggaran
Aspirasi yang Berbeda dan Inklusi ( Program/Kegiatan
v Sosial ” ang Responsif
KA Men gawasan Gender dar Inklusif
Akses, Partisipasi, Kontrol, dan “ AN di Seluruh Bidang Pelaksanaan
Manfaat Pembangunan yang r Pembangunan
Berbeda Evaluasi Pemantauan
v Analisis
» Gender dan pr
Ketimpangan Capaian Inklusivitas V Integrasi Perspektif Gender dan Inklusi Sosial dalam
Pembangunan seluruh Proses Pembangunan secara komprehensif
Prinsip Pelaksanaan: Pancasila dan UUD 1945
Strategi PUG dan Inklusi Sosial harus dilaksanakan secara menyeluruh di semua Prioritas Nasional (PN) maupun non-PN untuk mewujudkan
pembangunan yang responsif gender dan inklusif, yang didahului dengan proses (a) analisis situasi ketimpangan gender dan identifikasi isu gender
strategis di berbagai bidang dari aspek Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM) dan aspek ketidakadilan gender (kekerasan, beban ganda,
subordinasi, marginalisasi, dan stereotipe) menggunakan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan data lainnya yang relevan baik kuantitatif
maupun kualitatif: (b) analisis faktor penyebab terjadinya ketimpangan gender di ranah keluarga, masyarakat, dan pemerintah, dan (c) penyusunan
rencana aksi/intervensi beserta identifikasi institusi yang relevan untuk melaksanakan rencana aksi/intervensi tersebut. Selanjutnya, dalam rangka
memastikan konvergensi upaya pencapaian target kesetaraan gender, disusun strategi nasional/rencana aksi/dokumen kebijakan strategis lainnya di
tingkat pusat dan daerah
02 Pengarusutamaan SDGs
Pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs) mengintegrasikan agenda pembangunan berkelanjutan ke
seluruh aspek pembangunan nasional dan daerah melalui: (a) Setiap kebijakan pemerintah harus mendukung percepatan
pencapaian SDGs 2030: (b) Mengintegrasikan target-target SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD): (c) Penyusunan Rencana Aksi Nasional
dan Daerah, dan Penguatan Kolaborasi Multi-Pihak: (d) Pemantauan dan Evaluasi pencapaian target SDGs : dan (e) Inklusi
Sosial dan Keberlanjutan, semua program pembangunan harus mengintegrasikan prinsip inklusi sosial, dengan fokus pada
kelompok rentan dan marginal, serta prinsip keberlanjutan lingkungan:
Integrasi SDGs dalam SDGs Centers, rekognisi Ketersediaan data
ONAL (META dokumen perencanaan: dan penghargaan SDGs: nasional dan daerah:
RS Dara pendanaan inovatif, kontribusi aktor non penguatan data dan
? “, taksonomi SDGs, adopsi '— pemerintah: penguatan pemanfaatan sistem
S » pelaporan hijau media: kerjasama Satu Data dan SIPD:
perusahaan: internasional pemantauan kinerja K/L
A7 169 Saga « 7
“oa arya LX.
3
Ag KAN Kegiatan K/L mendukung SDGs, Program pembangunan memper- 7 AN
bond PN Se g D proyek piloting provinsi/kota/kabu- timbangan kelompok rentan dan
BN da RP & fe paten bersama mitra pembangunan: marginal, serta prinsip keberlanju-
0s sc oi berbagi praktik terbaik: knowledge tan lingkungan:
sharing
berkas 2, hlm. 82 OCR
&
&
2,
03 Transformasi Digital
Pengarusutamaan transformasi digital dilakukan melalui (1) meningkatkan akses dan kualitas pelayanan telekomunikasi
dan digital: (2) mendorong pembangunan dan penguatan pusat data beserta ekosistemnya: (3) meningkatkan kualitas
sumber daya manusia digital serta kegiatan dan pemanfaatan riset, pengembangan, serta inovasi: (4) mendorong
pendataan terpadu, pemanfaatan data, dan adopsi digital (termasuk aplikasi dan superapps), serta literasi digital secara
luas: (5) membangun kedaulatan digital dengan meningkatkan keamanan dan perlindungan data pribadi serta
mewujudkan ruang digital yang kondusif, (6) mendorong penguatan industri teknologi informasi dan komunikasi dalam
negeri: dan (7) membangun dan mengembangkan tata kelola yang dapat menciptakan dan mengembangkan
ekosistem digital yang kondusif bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.
Arah Kebijakan Sasaran Kebijakan
Pen,
6,
Aspek Transformasi 29
Digital Ln
»
&
Penguatan Penguasaan Penguatan | 4
Supply Teknologi Demand &
2.
&
»
2
Pilar Pembangunan
Transformasi Digital Tahap Transformasi
Digital
Pemerintahan Data dan Informasi
Digital (Pengetahuan) Kepemimpinan Digital
—):- Ekosistem Digital
Kemajuan Teknologi
Ekonomi Masyarakat ia ital) g Pengembangan
Digital Digital g
Adaptasi dan Adopsi
Infrastruktur .
& Teknologi Digital Pemangku Kepentingan
2 Badan
Ke
2
& Ir
Pe |
4, Peguruan
“9, Tinggi
9,
(3
Yng,
guy,
d
berkas 2, hlm. 83 OCR

ED
TA
(CS
REPUBLIK INDONESIA
-83-
04 Pembangunan Rendah Karbon
Pembangunan rendah karbon memastikan keselarasan pertumbuhan ekonomi dengan daya dukung dan daya
tampung lingkungan untuk generasi mendatang. Pada RPJMN 2025-2029, strategi pembangunan rendah karbon
diarahkan pada (1) penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor energi dan sumber daya mineral, (2) peningkatan
transportasi hijau berkelanjutan, (3) pencegahan pengurangan dan peningkatan cadangan karbon di kawasan hutan
dan lahan, (4) implementasi praktik pertanian rendah karbon, (5) peningkatan cadangan karbon di ekosistem karbon biru,
(6) peningkatan upaya dekarbonisasi industri, (7) penguatan aksi penurunan emisi gas rumah kaca di sektor pengelolaan
limbah, dan (8) penguatan tata kelola dan kegiatan pendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca.
05 Pembangunan Berketahanan Iklim
Pembangunan Berketahanan Iklim merupakan kombinasi upaya adaptasi, penanggulangan risiko bencana, dan
peningkatan ketahanan, untuk memperkuat sistem pembangunan agar tahan terhadap guncangan atau dampak negatif
akibat bahaya iklim dalam aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. Hal ini difokuskan pada 4 (empat) sektor prioritas yaitu sektor
kelautan dan pesisir, air, pertanian, dan sektor kesehatan. Strategi pembangunan berketahanan iklim diarahkan untuk
mencapai persentase penurunan potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim terhadap PDB dengan peningkatan
ketahanan iklim pada empat sektor prioritas melalui (1) peningkatan ketahanan iklim pesisir dan laut, (2) pengelolaan
sumber daya air adaptif iklim, (3) pengembangan dan implementasi pertanian ramah iklim, (4) pencegahan dan
pengendalian penyakit sensitif iklim, dan (5) tata kelola dan kegiatan pendukung pencapaian target pembangunan.
Triple Planetary Crisis (TPC) » Intervensi Kebijakan untuk Mengatasi TPC
S
PS Polusi dan Ra, “55 Integrasi Pengelolaan Perubahan Iklim
SC FS Kerusakan 4, s-— dalam Perencanaan Pembangunan
CE Lingkungan ta, Nasional sesui Mandat Article 3.4
SS L9 UNFCCC
& —
2 "policies and measures to protect the climate system against
Ki "5 2 human-induced.... should be integrated with national development
"Sg 1 « C. programmes, taking into account that economic development is essential
rr Ss 8 PRA for adopting measures to address climate change"
S$ 282
SES Bumi 252 Tujuan —— ——
SL , 29
SES Tak Layak Huni 2
Tx
i ana.» HN MAN Mendorong :
J5 Pembangunan Berkelanjutan
Kesejahteraan
i @ea, Mengurangi potensi kerugian ekonomi
Hilangnya G akibat dampak perubahan iklim
Perubahan Keanekar
i -agaman
Iklim aan ea Hayati ES Mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK)
an PN y as menuju Net-Zero Emission (NZE) tahun
MS — 2060 atau lebih cepat
NN —A Meningkatkan ketahanan terhadap
SD dampak perubahan iklim
A
hilangnya varietas spesies. meningkatnya risiko kepunahan, pengasaman laut, ketidakcocokan fenologis v
Intervensi Kebijakan untuk Mengatasi TPC v
Penanganan Perubahan Iklim
Pembangunan Pembangunan
Rendah Karbon Berketahanan Iklim
Kebijakan untuk mempertahankan PA Kebijakan untuk mengurangi
pertumbuhan ekonomi dan sosial OA, mnoustri FA kerugian akibat perubahan Iklim
melalui kegiatan beremisi rendah las hijau (termasuk Co) sebagai upaya untuk meningkatkan
sebagai upaya pencegahan pertanian) Air 60 ketahanan sektor-sektor yang rentan
perubahan iklim Ha Limbah (padat LX : terhadap dampak perubahan iklim
& cair) dan Kelautan
Indikator: Ekonomi sirkular & Pesisir MEN (SK Indikator:
“ Penurunan emisi GRK & Energi Eta me) Penurunan potensi kerugian ekonomi
“ Penurunan intensitas emisi GRK in (termasuk rana akibat dampak perubahan iklim
transportasi)
Aktivitas Manusia
berkas 2, hlm. 84 OCR
2.3 Kerangka Ekonomi Makro
2.3.1 Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2025-2029
Indonesia diharapkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8,0 persen yang dilandasi
dengan stabilitas ekonomi makro yang kuat. Dengan target pertumbuhan ekonomi tinggi
tersebut, Gross National Income per kapita (Atlas Method) diharapkan meningkat menjadi
USD8.000 pada tahun 2029 (Gambar 2. r8).
Berdasarkan target/ sasaran besar pembangunan selama lima tahun ke depan, maka
kebijakan ekonomi makro akan didukung kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural
yang adaptif.
Di samping itu, perbaikan kualitas pembangunan akan menjadi modal bagi Indonesia dalam
mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan ditunjukkan oleh
Gambar 2.19. Pertumbuhan inklusif dicerminkan melalui penurunan tingkat kemiskinan,
dan rasio gini sebagai indikator ketimpangan, seiring dengan peningkatan Indeks Modal
Manusia yang dicapai melalui pemenuhan gizi dan peningkatan akses terhadap pelayanan
pendidikan dan kesehatan. Pertumbuhan ekonomi tinggi juga memerhatikan aspek
keberlanjutan lingkungan antara lain melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru
sebagai sumber-sumber pertumbuhan baru untuk mencapai target penurunan intensitas
emisi Gas Rumah Kaca dan peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.
Gambar 2.18
Skenario Pertumbuhan Ekonomi pada tahun 2025–2029
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
berkas 2, hlm. 85 OCR
2.3. 1. I Sumber-sumber Pertumbuhan Baru dan Inovatif
Dalam konteks pertumbuhan ekonomi jangka menengah, peningkatan kapasitas produksi
melalui sektor-sektor produktif harus dilakukan secara simultan melalui strategi
transformasi ekonomi. Sektor-sektor produktif diharapkan dapat menciptakan kesempatan
kerja baru yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong penciptaan kelas menengah,
Untuk itu, pengembangan sektor-sektor produktif harus disinergikan dengan peningkatan
kualitas sumber daya manusia, serta investasi infrastruktur sesuai dengan karakteristik
sektornya.
Pertumbuhan sektor pertanian dalam jangka menengah juga diharapkan meningkat sejalan
dengan peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui ekstensifikasi dan intensifikasi
lahan seperti program lumbung pangan desa, daerah, dan nasional. Pada subsektor
perikanan dan akuakultur, penerapan nilai-nilai seperti pengembangan pangan akuatik
(bluefood) akan menjadi sumber pertumbuhan baru melalui peningkatan nilai tambah
potensi sumber daya pesisir serta peningkatan produktivitas hasil perikanan melalui
penyediaan infrastruktur pendukung dan sarana prasarana kemaritiman kelautan
perikanan.
Sumber pertumbuhan baru pada sektor industri akan diarahkan melalui kebijakan
industrialisasi yang fokus pada penguatan ekosistem industrialisasi dan peningkatan
kompleksitas industri. Peran industri kecil menengah diperkuat menjadi mitra rantai pasok
industri besar-sedang. Penerapan ekonomi hijau seperti transisi energi menuju pemanfaatan
energi baru dan terbarukan secara berkelanjutan juga berpotensi menjadi sumber
pertumbuhan baru, khususnya pada sektor pengadaan listrik.
Pada sektor jasa-jasa, sumber pertumbuhan baru sektor penyediaan akomodasi dan makan
minum akan berasal dari peningkatan aktivitas pariwisata baik dari wisatawan mancanegara
maupun nusantara. Seiring dengan fokus pembangunan dalam peningkatan kualitas sumber
daya manusia, program pembangunan sekolah unggulan dan pembangunan rumah sakit
berkualitas juga dapat mendorong pertumbuhan sektor jasa pendidikan dan kesehatan.
Gambar 2.19
Sasaran Makro Pembangunan Tahun 2025–2029
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
berkas 2, hlm. 86 OCR
R.EPUBLIK INDONESIA
Ekonomi digital seperti pengembangan dan peningkatan ekosistem digital juga dapat menjadi
sumber pertumbuhan baru bagi sektor informasi dan komunikasi, seiring dengan tingginya
tren digitalisasi ke depan seperti e-commerce, telework, serta penggunaan artificial
i intelligence.
Salah satu Program Hasil Terbaik Cepa.t memberi makan siang dan susu gratis di sekolah
dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil juga dapat menjadi
sumber pertumbuhan baru pada beberapa sektor, seperti sektor industri makanan
minuman, perdagangan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Program ini
berpotensi memenuhi kebutuhan gizi harian anak serta membantu ekonomi keluarga.
Sebagai prasyarat dalam membangun berbagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di atas,
dibutuhkan dukungan konektivitas seperti jalan, bandara, pelabuhan, dan infrastruktur
pendukung seperti jaringan listrik, energi, dan digital. Selain itu, pembangunan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi baru seperti kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan
destinasi pariwisata prioritas juga dapat menjadi sumber pertumbuhan baru serta
mendorong pertumbuhan sektor konstruksi dan pengadaan listrik. Pembangunan dan
penyediaan perumahan di perkotaan serta pembangunan wilayah metropolitan juga dapat
menjadi sumber pertumbuhan sektor real estate dan juga konstruksi.
Sejalan dengan pembangunan sektor-sektor produktif di atas, pertumbuhan pembentukan
modal tetap bruto/investasi pada jangka menengah diprakirakan akan tumbuh tinggi. Hal
ini menunjukkan bahwa investasi dalam jangka menengah akan diarahkan pada sektor dan
aktivitas produktif yang memiliki multiplier besar terhadap perekonomian. Selain itu, iklim
investasi juga diarahkan agar semakin kondusif disertai dengan reformasi birokrasi dan
deregulasi sehingga memberikan kepastian usaha dan investasi yang pada akhirnya
meningkatkan nilai Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri,
Berdasarkan penjelasan di atas, rincian sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2025-2029
dapat dilihat pada Tabel 2.3 sebagai berikut.
Tabel 2.3
Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025-2029 (Persen)
Indikator Outlook2o24 Tahun 2025 Tahun 2029
Pertumbuhan PDB 5,05 5,30 8,00
Sisi Pengeluaran
Konsumsi Masyarakat 5,14 5,14 7,27
Konsumsi Pemerintah 6,51 6,66 8,40
Investasi (PMTB) 4,47 5,61 9,65
Ekspor Barang dan Jasa 6,92 6,95 9,50
Impor Barang dan Jasa 7,09 7,16 10,61
Sisi Produksi
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 0,81 2,20 3,46
Pertambangan dan Penggalian 4,51 5,52 7,51
Industri Pengolahan 4,49 5,50 8,14
4,49 5,09 7,85 Pengadaan Listrik, Gas, dan Produksi Es
berkas 2, hlm. 87 OCR
Indikator Outlook2o24 Tahun 2025 Tahun 2029
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah, dan Daur Ulang
2,03 2,05 2,94
Konstruksi 7,52 7,65 9,64
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor
4,69 4,96 7,00
Transportasi dan Pergudangan 9,59 9,73 11,44
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 9,20 9,53 I 1,57
Informasi dan Komunikasi 7,34 7,69 10,80
Jasa Keuangan dan Asuransi 5,78 6,52 8,30
Real Estate 2,34 2,45 4,00
Jasa Perusahaan 8,35 8,45 I 1,68
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan,
dan Jaminan Sosial Wajib
6,52 3,05 6,70
Jasa Pendidikan 3,57 3,85 5,44
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4,76 8,91 10,30
Jasa Lainnya 9,24 6,55 9,92
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024
2.3.1.2 Memperkuat Peran Kelas Menengah
Penguatan peran kelas menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
tinggi dan mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Proporsi kelas
menengah (aspiring middle class dan middle class) yang mencakup 72,20 persen dari total
populasi telah berkontribusi sebesar 82,30 persen terhadap konsumsi rumah tangga
nasional pada tahun 2023. Peningkatan proporsi keLas menengah akan mendorong
penduduk miskin dan rentan miskin terentaskan untuk mengisi kelas menengah. Mengingat
pentingnya peran kelas menengah dalam perekonomian nasional, maka diperlukan upaya
penguatan peran kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan
berkualitas, terutama pada sektor-sektor produktif seperti manufaktur dan teknologi tinggi
yang berorientasi pa.da pekerjaan formal,
Sementara pada sektor informal, penyerapan tenaga kerja didorong melalui program
regenerasi petani serta penciptaan iklim investasi dan kemudahan berusaha yang
selanjutnya akan menjadi stimulus bagi peningkatan wirausaha dan pengembangan usaha
mikro, kecil, dan menengah. Peningkatan proporsi kelompok kelas menengah menciptakan
kebutuhan konsumsi yang lebih beragam, termasuk kebutuhan gaya hidup baru (new
lifestyle) sehingga berpotensi meningkatkan daya beli.
Upaya memperkuat permintaan domestik juga didukung oleh upaya-upaya dalam
penurunan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, seperti penguatan kebijakan
redistribusi melalui bantuan sosial adaptif dan subsidi tepat sasaran untuk menjaga daya
beli masyarakat berpenghasilan rendah, serta penguatan ekonomi daerah dan program
pembangunan infrastruktur. Berdasarkan penjelasan di atas, penguatan peran kelas
menengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi ditunjukkan oleh Gambar 2.20.
SK.No 252106 A
berkas 2, hlm. 88 OCR
2.3.1.3 Perkuatan Peran Sektor Eksternal
Perkuatan peran sektor eksternal dilakukan melalui peningkatan perdagangan domestik,
antarwilayah, dan ekspor untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai
global. Perdagangan dalam negeri diarahkan untuk dapat meningkatkan perdagangan
antarwilayah dan pengembangan rantai pasok domestik, stabilisasi harga, serta peningkatan
konektivitas perdagangan dalam negeri ke pa.sar global. Selanjutnya, perdagangan luar negeri
diarahkan untuk meningkatkan daya saing ekspor, yang dikompetisikan secara global guna
memperluas pangsa pasar barang dan jasa bernilai tambah tinggi, serta memperkuat
partisipasi dan daya tawar ekonomi Indonesia dalam rantai nilai global.
Peningkatan ekspor barang pa.da tahun 2025-2029 akan didukung oleh ekspor produk
berteknologi menengah tinggi, ekspor produk penyerap tenaga kerja tinggi, serta ekspor
produk pertanian, perikanan, dan industri berbasis sumber daya alam seiring dengan
berlanjutnya program hilirisasi dan industrialisasi yang mendorong kompleksitas produk
ekspor. Nilai devisa pariwisata ditargetkan meningkat seiring dengan penguatan belanja
- 88 -
Gambar 2.20
Sasaran PDB Sisi Pengeluaran: Memperkuat Peran Kelas Menengah
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Keterangan: a) Total nilai 2025 sampai dengan 2029, b) Range End of Period tahun 2029.
berkas 2, hlm. 89 OCR
wisatawan mancanegara yang berkualitas dan kenaikan jumlah wisatawan mancanegara.
Sementara itu, impor barang dan jasa juga akan tumbuh tinggi, utamanya untuk memenuhi
kebutuhan permintaan domestik seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dalam
mencapai pertumbuhan yang tinggi.
Berdasarkan penjeLasan di atas, integrasi ekonomi domestik dan global dapat dilihat pada
Gambar 2.21.
Kinerja perdagangan internasional yang membaik akan mendorong penguatan stabilitas
eksternal yang tecermin melalui defisit transaksi berjalan yang dijaga rendah dan
peningkatan cadangan devisa selama tahun 2025-2029 ditunjukkan oleh Tabel 2.4.
SK No 252108 A
Gambar 2.21
Sasaran PDB Pengeluaran: Perkuatan Peran Sektor Eksternal
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Keterangan: a) Range End of Period tahun 2029, dan b) End of Period tahun 2029 berdasarkan target
dalam Prioritas Nasional 5 Program Prioritas 5.
berkas 2, hlm. 90 OCR
7{*If.T{Il
K INDONESIA
Tabel 2.4
Neraca Pembayaran Indonesia Tahun 2025-2029 (Miliar USD)
Indikator Ailook2o24 Tahun 2025 Tahun 2029
Transaksi Berjalan (10,61) (1 1,87) (25,80)
Barang 36,45 34,99 31,10
Ekspor 256,62 276,89 402,93
Impor (22O,171 (241,90) (371,85)
Jasa (18,81) (18,52) (15,23)
Ekspor 36,99 43,73 68,59
Impor (55,81) i62,26l. (83,82)
Pendapatan Primer (34,78) (35,71) (53,00)
Pendapatan Sekunder 6,54 7 ,37 1 1,37
Transaksi Modal dan Finansial 20,21 21,08 33,19
Transaksi Modal 0,04 0,04 0,04
Transaksi Finansial 20,16 2 21,03 33,15
Investasi langsung 15,58 17,50 31,53
Investasi Portofolio 16,97 11,85 13,79
Investasi Lainnya (12,43) (8,34) (12,20)
Total (Transaksi Berjalan+
Modal dan Finansial)
9,60 9,20 7,42
Memorandum:
Posisi Cadangan Devisa 154,10 162,40 149,47
Dalam Bulan Impor 6,7 6,4 5,0
Transaksi Berjalan (% PDB) (0,75) (0,78) (1,0e)
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Keterangan: Angka dalam kurung bernilai negatif.
2.3.1.4 Penerapan Kebijakan Fiskal yang Adaptif
Kebijakan fiskal jangka menengah 2025-2029 diarahkan pada upaya untuk mengakselerasi
reformasi struktural sebagai l6u1si bagi percepatan transformasi ekonomi menuju Indonesia
Emas 2045. Pemerintah mengambil pendekatan kebijakan fiskal yang adaptif dalam rangka
mendukung pencapaian target-target pembangunan melalui percepatan peningkatan
pendapatan dan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi l\tr pro-growth t), *rta
menjaga keseimbangan primer, defisit anggaran, dan tingkat utang yang lebih sehat untuk
menjamin stabilitas Qro-stabilitgil dan keberlanjutan fiskal (fscal sustainability.
Peningkatan pendapatan negara dicapai melalui optimalisasi pendapatan negara lallecting
more), baik dari sisi penerimaan perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak. Dari
sisi perpajakan, arah kebijakan berfokus pada implementasi Pembaruan Sistem Inti
berkas 2, hlm. 91 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System) secara menyeluruh; reformasi
pajak yang lebih progresif; penegakan hukum untuk peningkatan kepatuhan wajib pajak;
simplifikasi proses bisnis dan pembenahan tata keloLa kelembagaan; intensifikasi kebijakan
dan ekstensifikasi objek cukai, peningkatan tarif cukai hasil tembakau secara bertahap,
simplifikasi struktur tarif cukai hasil tembakau, serta perbaikan tata kelola cukai hasil
tembakau untuk peningkatan kesehatan masyarakat dan penerimaan negara; serta
penajaman tax incentive tepat sasaran berbasis sektor dan wilayah prioritas, termasuk
orientasi pada riset dan inovasi, serta teknologi tinggi seperti semikonduktor dan energi
bersih, serta insentif untuk peningkatan investasi dan revitalisasi industri manufaktur yang
bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Upaya peningkatan penerimaan perpajakan
juga dilakukan di daerah melalui (a) percepatan dan perluasan digitalisasi pemerintah daerah
terutama elektronifikasi transaksi pemerintah daerah juga digitalisasi sektor-sektor produktif
pendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik, serta (b)
penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan.
Dari sisi Penerimaan Nega.ra Bukan Pajak, arah kebijakan berfokus pada (a) reformasi
pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak sumber daya alam, (b) optimalisasi dividen
Badan Usaha Milik Negara, (c) pemanfaatan aset barang milik negara, dan (d) peningkatan
sinergi antarinstansi pemerintah, serta inovasi layanan berbasis pemanfaatan teknologi dan
informasi,
Optimalisasi belanja negara dilakukan melalui peningkatan kualitas belanja negara
(spending better) melalui penguatan jenis belanja produktif dan bersifat countercyclical untuk
percepatan investasi publik. Dalam rangka mewujudkan kebijakan fiskal produktif, belanja
negara diarahkan pada infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, serta riset dan inovasi
untuk menyiapkan Indonesia dalam menghadapi tantangan industri masa depan (antara lain
teknologi informasi, manufaktur berbasis riset dan inovasi, ekonomi hijau dan ekonomi biru,
termasuk ekonomi sirkuler dan energi terbarukan). Kebijakan belanja negara juga diarahkan
untuk bersifat afirmatif dengan cara memberikan perhatian khusus dalam rangka
mengu.rangi kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi, baik antarkelompok masyarakat
maupun antardaerah. Pemerintah memprioritaskan kebijakan perlindungan sosial yang
adaptif terhadap gejolak ekonomi, bencana alam, dan situasi krisis yang dapat memengaruhi
stabilitas sosial dan ekonomi negara serta melakukan reformasi subsidi agar lebih tepat
sasaran. Langkah afirmatif ini penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan
manfaat dari pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan ketahanan terhadap risiko-
risiko eksternal. Kebijakan ini diselaraskan dengan program pembangunan infrastruktur
yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.
Di sisi lain, dibutuhkan perluasan sumber dan pengembangan pembiayaan inovatif
(innovative financing) yang dikelola secara prudent dan kredibel untuk menutup financing gap
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dalam mendukung agenda pembangunan
nasional. Arah kebijakan pembiayaan berfokus pada (a) pengelolaan pembiayaan utang dan
pinjaman dengan memerhatikan tingkat defisit yang aman, serta komposisi optimal untuk
meminimalkan risiko terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; (b) pemanfaatan
surat berharga negara untuk investasi yang mendorong produktivitas, penurunan
kemiskinan, serta pembiayaan below tlp line yang mendukung proyek-proyek infrastruktur
strategis antara lain infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi, energi, konektivitas,
kawasan industri, dan kawasan ekonomi, mencakup agenda pembangunan berkelanjutan
(susta nble development goals), serta energi baru terbarukan; (c| optimalisasi skema kerja
sama pemerintah dan badan usaha yang sustainable dan lebih masif; (d) pendalaman pasar
keuangan (financial deepening); serta (e) penguatan peran Badan Usaha Milik Negara, Badan
berkas 2, hlm. 92 OCR
BLIK IN
INDONESIA
Layanan Umum, Special Mission Vehicle, dan fuuercign Wealth Funds; serta (f) optimalisasi
pembiayaan investasi, utamanya kepada Badan Usaha Milik Negara sebagai agent of
development. Upa.ya pengembangan inovasi pembiayaan juga dilakukan di daerah melalui
optimalisasi pemanfaatan pembiayaan utang daerah, baik pinjaman daerah maupun obligasi
dan/atau sukuk daerah, pembentukan dan pengelolaan Dana Abadi Daera.h, serta
optimalisasi Kerjasama Pemerintah Daerah dan Badan Usaha.
Penggunaan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara yang tepat sasaran untuk investasi
yang meningkatkan produktivitas jangka panjang akan menjadi kunci dal,am mendorong
pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.
Berdasarkan pendapatan, belanja, dan pembiayaan anggaran tersebut di atas, rincian
sasaran fiskal tahun 2025-2029 dapat dilihat dalam Tabel 2.5 berikut.
sasaran Fiskal rahllb;fr:lrorn (persen pDB)
Uraian
Realisasi
Sementara 202441
APBN 2025 bI 2029
Pendapatan Negara 12,82 12,36 13,75-18,00
Penerimaan
Perpajakan
10,07 10,24 11,52-15,00
trfl:-I 2,61 2,tt 2,21-2,99
Belanja Negara 15,1 I 14,89 16,20-20,50
Belanja Pemerintah
Pusat
11,13 11,11 11,79-15,01
Transfer ke Daerah 3,89 3,74 4,41-5,49
Keseimbangan Primer (0,0e) (0,261 (o,1sF(0,20)
Surplus/Defisit 12,291 (2,53) 12,4s|-(2,s0t
Stok Utang Pemerintah 39,5 39,15 39,01-39,10
Pembiayaan Investasi (0,37) (0,64) (0,50)-(1,0)
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Keterangan: &Uka dalam kurung bernilai negatif, a) Realisasi Sementara 2024 berdasarkan
Konferensi Pers A.PBN 2024 oleh Menteri Keuangan pada 6 Januari 2025 dan b) Sasaran 2025
menggunakan kesepakatan APBN 2025 antara Pemerintah dan DPR RI.
2.3.1.5 Stabilitas Moneter sebagai Enabler Transformasi
Arah kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter jangka menengah 2025-2029 dilakukan
dengan mengoptimalkan bauran kebijakan sebagai pemampu (enabletl untuk
menga.kselerasi transformasi ekonomi. Bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan
sistem pembayaran tidak hanya mendukung stabilitas (pro-stability), namun juga mendorong
pertumbuhan ekonomi (pro-growth) yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan didukung oleh
pendalaman pasar keuangan.
Kebijakan moneter jangka menengah diarahkan untuk menjaga stabilitas inflasi dan nilai
tukar rupiah. Sasaran inflasi tahun 2025-2029 dijaga dalam rentang 2,5t1,0 persen melalui
upaya pengendalian inflasi, meliputi (a) implementasi kebijakan Suku Bunga. Bank Indonesia
SK No252lll A
berkas 2, hlm. 93 OCR
srIjFlIEIl
K INDONESIA
yang responsif terhadap dinamika perekonomian global dan domestik, (b) stabilisasi nilai
tukar rupiah untuk mengendalikan imported inflation, (c) penguatan komunikasi kebijakan
untuk menjangkar ekspektasi, (d) perbaikan dan integrasi data neraca pangan, serta (e)
penguatan sinergi/koordinasi tim pengendalian inflasi nasional untuk menyelesaikan
permasalahan struktural penyebab inflasi serta pengelolaan subsidi harga energi tepat waktu
dan tepat sasaran.
Kebijakan nilai tukar diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai dengan nilai
fundamentalnya, berdaya tahan terhadap gejolak global, serta tetap kondusif untuk
mendorong daya saing ekspor dan menarik investasi portofolio asing, Kebijakan pengendalian
nilai tukar rupiah dilakukan melalui (a) pengendalian inflasi harga impor, (b) intervensi
secara spot maupun forward sesuai kebutuhan, serta (c) pengelolaan kecukupan cadangan
devisa, di antaranya melalui pengelolaan lalu lintas devisa sesuai dengan kaidah
internasional untuk mendukung stabilitas eksternal yang didukung oleh sinergi kebijakan
sektor riil dan keuangan.
Kebijakan makroprudensial diselaraskan dengan kebijakan sektor keuangan untuk
menyediakan likuiditas yang memadai dalam rangka mendorong intermediasi keuangan,
pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, melalui (a) perluasan jenis instrumen
berbasis ekonomi hijau untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan; (b)
kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial untuk mendorong kredit/pembiayaan ke
sektor-sektor prioritas; (c) pengaturan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial untuk
menjaga fleksibilitas likuiditas, kredit, dan stabilitas sistem keuangan; serta (d) penguatan
surveillance sistemik untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dengan berkoordinasi
erat bersama pemangku kepentingan terkait.
Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk menciptakan sistem yang modern, efisien,
inklusif, dan terintegrasi dengan tatanan global untuk akselerasi ekonomi-keuangan digital
guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam jangka menengah,
kebijakan sistem pembayaran diupayakan untuk menciptakan struktur industri sehat dan
efisien (termasuk menurunkan biaya transaksi pembayaran agar dapat dimanfaatkan oleh
semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah), serta menyediakan infrastruktur aman
dan andal dalam mendukung kebijakan industri sehingga dapat meningkatkan skala
ekonomi, melalui (a) pengembangan platform pembayaran digital sejalan dengan kebijakan
sistem pembayaran inklusif yang ditetapkan Bank Indonesia yang terinterkoneksi,
terinteroperabilitas, dan terintegrasi; (b) perluasan dan pemerataan sistem pembayaran
berbasis digital, multicarrencg, dan berstandar internasional di seluruh wilayah di Indonesia,
termasuk wilayah tertinggal, terluar, terdepan; (c) modernisasi infrastruktur sistem
pembayaran dengan mengembangkan pusat data transaksi pembayaran serta inovasi
pembayaran menggunakan big data analytics; dan (d) percepatan eksperimentasi rupiah
digital (CBDC) sebagai satu-satunya alat pembayaran digital yang sah di Indonesia.
2.3. 1.6 Pemerataan Ekonomi di Setiap Wilayah
Dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta
mempersiapkan Indonesia menuju transformasi ekonomi lebih maju, sumber-sumber
pertumbuhan ekonomi baru akan didorong hingga tingkat daerah melalui pembangunan
koridor kewilayahan yang memerhatikan karakteristik di setiap wilayah.
Pemerataan wilayah pada periode jangka menengah 2025-2029 ditujukan untuk mendorong
penguatan transformasi Indonesia dengan mendorong keunggulan dan potensi
perekonomian masing-masing wilayah. Pemerataan ekonomi wilayah diarahkan untuk
SK No252l12A
berkas 2, hlm. 94 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
meningkatkan kontribusi ekonomi Wilayah Kawasan Timur Indonesia dengan tetap menjaga
momentum pertumbuhan di Wilayah Kawasan Barat Indonesia. Pada tahun 2023, kontribusi
ekonomi Kawasan Barat Indonesia mencapai 79,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan
kontribusi ekonomi Kawasan Timur Indonesia yang hanya sebesar 20,9 persen. Kontribusi
Kawasan Timur Indonesia pa.da tahun 2029 ditargetkan akan meningkat hingga 22,4 persen,
dengan pertumbuhan mencapai 8,8 persen. Sementara, Kawasan Barat Indonesia akan
dijaga momentum pertumbuhannya hingga sebesar 7,7 persen di tahun 2029.
Aktivitas perekonomian Wilayah Papua pa.da periode jangka menengah 2025-2029 akan
didorong melalui peningkatan aktivitas pertanian dan perikanan berbasis komoditas
unggulan, seperti pengembangan Kawasan Swasembada Pangan di Provinsi Papua Selatan
dan riset-inovasi berbasis komoditas kopi, kakao, sagu, udang, dan tuna-cakalang-tongkol.
Selain itu, aktivitas sektor jasa akan ditingkatkan melalui aktivitas pariwisata, seperti
pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Raja Ampat serta pariwisata rintisan berbasis
bahari, minat khusus, dan budaya. Di sisi lain, pengembangan dan penataan kota kecil
berkarakter khusus Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat, juga
dilakukan sebagai upaya pemerataan ekonomi di Wilayah Papua. Perekonomian Wilayah
Papua juga ditargetkan akan meningkat seiring aktivitas hilirisasi industri berbasis Sumber
Daya Alam, utamanya minyak dan gas bumi. Peningkatan infrastruktur dasar dan
konektivitas jt'ga akan didorong seiring dengan terbentuknya empat daerah otonom baru.
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Papua pada tahun 2029 ditargetkan mampu tumbuh
mencapai 7,7 persen.
Pertumbuhan ekonomi WiLayah Maluku ditargetkan tumbuh sebesar I 1, 1 persen pada tahun
2029. Pertumbuhan tersebut didorong oleh berlanjutnya pengembangan hilirisasi
pertambangan di kawasan pusat pertumbuhan industri, seperti Kawasan Industri Teluk
Weda, Kawasan Industri Pulau Obi, dan Kawasan Industri Buli dan pengembangan industri
gas bumi di Blok Masela. Selain itu, Wilayah Maluku juga akan didorong oleh Pengembangan
Destinasi Pariwisata Prioritas Morotai dan pengembangan kawasan pariwisata rintisan
berbasis bahari dan sejarah. Dalam upaya pemerataan ekonomi, Wilayah Maluku juga
mendorong pengembangan sektor primer, utamanya sektor pertanian komoditas unggulan
tuna-cakalang-tongkol, udang, dan lobster serta pala dan kelapa juga terus dikembangkan
di Wilayah Maluku. Selain itu, Wilayah Maluku juga akan fokus pada pengembangan dan
penataan kota di sekitar kawasan industri, pengembangan Kota Sofifi, serta pengembangan
kota kecil berkarakteristik khusus Banda Neira dan kawasan perkotaan Saumlaki, melalui
peningkatan pelayanan dasar, peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul
transportasi, serta penataan kawasan dan peningkatan citra kota.
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Sulawesi pada tahun 2029 ditargetkan tumbuh sebesar 9,9
persen. Target tersebut didorong oleh peningkatan produktivitas sektor unggulan, melalui
inovasi teknologi pertanian dan perikanan, peningkatan ekspor, serta pengembangan
industri hilir berbasis sumber daya hayati dan mineral khususnya hilirisasi nikel yang
difokuskan pada Kawasan Industri di Provinsi Sulawesi Tengah (Kawasan Industri Morowali)
dan Sulawesi Tenggara (Kawasan Industri Konawe). Peningkatan kinerja ekonomi juga
didorong oleh aktivitas sektor pariwisata pada Destinasi Pariwisata Prioritas Manado-
Likupang dan Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi, pembangunan perkotaan melalui
pengembangan Wilayah Metropolitan Manado, Wilayah Metropolitan Makassar, dan kawasan
perkotaan sedang, serta pengembangan kawasan swasembada pangan, air, energi, dan
kawasan komoditas unggulan.
SK No252l13A
berkas 2, hlm. 95 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Kalimantan pada tahun 2029 ditargetkan tumbuh sebesar
8,2 persen. Pembangunan Wilayah Kalimantan difokuskan pa.da pengembangan,
peningkatan produktivitas ekonomi, serta pemerataan ekonomi Kawasan Timur Indonesia
melalui pengembangan Superhub Ekonomi Nusantara dan pembangunan Ibu Kota
Nusantara. Upaya tersebut juga didorong melalui pengembangan hilirisasi industri berbasis
mineral dan sumber daya alam, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,
pembangunan perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan aglomerasi IKN, dan
pengembangan kawasan swasembada pa.ngan, air, energi, dan kawasan komoditas unggulan.
Perekonomian Wilayah Bali-Nusa Tenggara pada tahun 2029 ditargetkan mampu tumbuh
8,4 persen, terutama didorong oleh aktivitas sektor jasa pariwisata melalui penguatan
kawasan pariwisata prioritas eksisting dan kawasan pariwisata rintisan, seperti Destinasi
Pariwisata Prioritas Labuan Bajo, Destinasi Pariwisata Prioritas Lombok-Gili Tramena,
kawasan pariwisata rintisan di Pulau Sumba, dan Kawasan Pariwisata Ulapan Bali, Selain
itu, perekonomian Bali-Nusa Tenggara didorong peningkatan nilai tambah sektor primer
melalui percepatan hilirisasi industri tembaga serta penyiapan pengembangan ekosistem
sentra industri berbasis komoditas unggulan agrikultur. Pengembangan Kawasan Ekonomi
Khusus dan Kawasan Perkotaan akan memberikan dampak nilai tambah terhadap
perekonomian dalam mendukung operasionalisasi pengembangan potensi daerah.
Pertumbuhan ekonomi Wilayah Sumatera pada tahun 2029 ditargetkan tumbuh sebesar 7,2
persen. Pengembangan Wilayah Sumatera difokuskan pada peran strategis untuk
mewujudkan swasembada pangan, air, dan energi. Perekonomian Wilayah Sumatera akan
didorong oleh kinerja industri seiring dengan pengembangan hilirisasi industri berbasis
komoditas unggulan (karet, kelapa sawit, dan perikanan, serta penguatan industri kimia
dasar). Hilirisasi industri ini juga didorong melalui pengembangan Kawasan Pengembangan
Industri, Kawasan Perdagangan Bebas, Pelabuhan Bebas, dan ekonomi kreatif yang tersebar
di 5 kawasan, yaitu Dataran Tinggi Gayo-Danau [aut Tawar, Danau Toba, Dataran Tinggi
Minangkabau, Candi Muarojambi, dan Belitung. Pengembangan sektor jasa akan didorong
oleh pengembangan kawasan perkotaan, baik di wilayah metropolitan maupun non-wilayah
metropolitan, serta Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba dan Destinasi Pariwisata
Prioritas Bangka Belitung.
Wilayah Jawa pada periode 2025-2029 akan dikembangkan sebagai megalopolis yang
unggul, inovatif, inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Perekonomian Wilayah Jawa
didorong oleh kinerja aktivitas jasa melalui penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif
dan peningkatan aktivitas pariwisata di 8 kawasan wilayah Jawa. Sementara itu,
industrialisasi Wilayah Jawa juga akan terus didorong dengan optimalisasi kinerja industri
hilir dan berteknologi tinggi di lO Kawasan Wilayah Jawa. Peningkatan konektivitas juga.
terus diperkuat untuk mengatasi tingginya biaya logistik serta untuk meningkatkan daya
saing investasi wilayah. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan mel,alui pengembangan
kawasan perkotaan serta pengembangan wilayah metropolitan juga dapat menjadi sumber
pertumbuhan sektor real estate dan juga konstruksi. Selain itu, peningkatan produktivitas
di sektor pertanian juga akan terus didorong melalui pengembangan kawasan swasembada
pangan, air, dan energi yang tersebar di I 1 kawasan dan pengembangan kawasan komoditas
unggulan yang tersebar di 10 kawasan di Wilayah Jawa. Sejalan dengan upaya tersebut,
pertumbuhan ekonomi Wilayah Jawa pada tahun 2029 ditargetkan mampu tumbuh sebesar
7,9 persen.
Berdasarkan arah kebijakan pemerataan ekonomi di setiap wilayah, rincian sasaran
pertumbuhan ekonomi provinsi tahun 2029 dapat dilihat pada Gambar 2.22 berikut.
SK No252lt4A
berkas 2, hlm. 96 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
2.3.2 Kebutuhan Investasi dan Pembiayaan
2.3.2. 1 Kebutuhan Investasi
selama tahun 2025-2029, dibutuhkan total investasi sebesar Rp47.573,45 triliun atau rata-
rata sebesar Rp9.514,69 triliun per tahun yang berasal dari investasi pemerintah, investasi
Badan Usaha Milik Negara, dan investasi swasta/masyarakat. Investasi yang efisien dan
transformatif menjadi salah satu kunci dalam mendorong perekonomian tahun 2025-2029.
Rincian kebutuhan investasi tahun 2025-2029 dapat dilihat dalam Tabel 2.6 berikut.
Tabel 2.6
Kebutuhan Investasi Tahun 2025-2029
No Uraian Nilai (Triliun Rp) Share (Persen)
I Investasi Pemerintah 3.435,04 7,22
2 Investasi BUMN 2.915,14 6,13
3 Investasi Swasta/ Masyarakat 41.223,26 86,65
Total Kebutuhan Investasi 47.573,45
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024
2.3.2.2 Sumber Pembiayaan
Kebutuhan investasi tahun 2025-2029 pada Tabel 2.7 akan dibiayai oleh tiga sumber, yaitu
(a) pemerintah, (b) Badan Usaha Milik Negara, dan (c) swasta/masyarakat. Pembiayaan
investasi dari pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara sangat terbatas sehingga sumber
pembiayaan investasi swasta/masyarakat yang salah satunya berasal dari sektor keuangan,
seperti kredit perbankan, penerbitan saham, dan obligasi sangat diperlukan.
Gambar 2.22
Sasaran Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Tahun 2025–2029
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
berkas 2, hlm. 97 OCR
Tabel 2.7
Sumber Pembiayaan Investasi Tahun 2025-2029
Uraian Shu re (Persen)
Pembiayaan Investasi Pemerintah 7,22
Pembiayaan Investasi BUMN
(2.1) Dana Internal BUMN 4,04
Pembiayaan Investasi Swasta/ Masyaral(at 88,74
(3. I ) Kredit Perbankan lJloutl 16,91
(3.2) Penerbitan Saham 1,35
(3.3) Penerbitan Obligasi Korporasi
(3.4) Dana Internal Masyarakat 68,01
Sumber: Perhitungan Kementerian PPN/Bappenas, Desember 2024.
Dalam kurun waktu 2025-2029, kontribusi sektor keuangan meliputi perbankan, saham,
dan obligasi korporasi ditargetkan rata-rata sebesar 20,73 persen per tahun. Oleh karena itu,
diperlukan percepatan pendalaman sektor keuangan, baik konvensional maupun syariah.
Percepatan pendalaman sektor keuangan ke depan tidak hanya difokuskan pada perbankan,
melainkan juga pada sektor keuangan nonbank (termasuk pasar modal). Selain itu, peran
dana sosial syariah seperti zakat dan wakaf sebagai alternatif sumber pembiayaan investasi
perlu ditingkatkan, mengingat potensinya yang besar.
Selanjutnya, percepatan pendalaman sektor keuangan akan dilakukan di berbagai wilayah
di Indonesia, guna mendukung pemerataan pembangunan yang lebih inklusif dan
berkelanjutan. Keseluruhan arah kebijakan tersebut tentunya didukung oleh penguatan
sinergi dan koordinasi antarseluruh pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk
penguatan peran tim percepatan akses keuangan di daerah.
2.3.2.3 Rencana Investasi Badan Usaha Milik Negara yang Mendukung Prioritas
Pembangunan Nasional (RIB-PPN)
Sebagai salah satu agen pembangunan (agent of development), posisi Badan Usaha Milik
Negara berperan penting sebagai garda terdepan dalam mendukung inisiatif strategis
pemerintah guna mencapai sasaran pembangunan nasional.
Dalam kurun waktu 2025-2029, terdapat beberapa inisiatif strategis pemerintah yang
membutuhkan dukungan investasi Badan Usaha Milik Negara, di antaranya pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Air Kayan dan Mamberamo, pembangunan interkoneksi antar
pulau (super grid), pembangunan Moda Raya Terpadu Jakarta Barat-Jakarta Timur, serta
dukungan terhadap stabilisasi harga pangan. Selanjutnya, rencana investasi Badan Usaha
Milik Negara yang selaras dengan Prioritas Nasional tersebut dituangkan dalam Rencana
Investasi Badan Usaha Milik Negara yang mendukung Prioritas Pembangunan Nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan Rencana Investasi Badan Usaha Milik Negara yang
mendukung Prioritas Pembangunan Nasional, pemerintah dapat memberikan berbagai
bentuk dukungan, termasuk memastikan kesiapan regulasi, mempercepat proses perizinan,
mengatasi hambatan dalam pelaksanaan, serta menyediakan dukungan fiskal sesuai
peraturan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Rencana Investasi
Badan Usaha Milik Negara yang mendukung Prioritas Pembangunan Nasional dapat
diselesaikan sesuai jadwal yang telah direncanakan.
2,46
berkas 2, hlm. 98 OCR
Etf+Tf.T{l
K INDONESIA
2.3.2.4 Rencana Investasi Swasta yang Mendukung Prioritas Pembangunan Nasional (RIS-
PPN)
Investasi yang merupakan salah satu faktor utama pendorong perekonomian membutuhkan
peran besar investasi swasta dan masyarakat di tengah keterbatasan kapasitas pemerintah
dan Badan Usaha Milik Negara. Oleh karena itu, dukungan investasi swasta dan masyarakat
terhadap perekonomian serta keselarasan rencana investasi swasta terhadap agenda
prioritas pembangunan nasional perlu menjadi perhatian.
Upaya pemerintah dalam pemetaan dukungan investasi swasta terhadap pemenuhan
kebutuhan investasi dalam perekonomian dan keselarasan rencana investasi swasta tersebut
denga.n prioritas pembangunan nasional dituangkan dalam Rencana Investasi Swasta yang
mendukung Prioritas Pembangunan Nasional. Rencana Investasi Swasta yang mendukung
Prioritas Pembangunan Nasional merupakan beberapa daftar keputusan investasi dari
$ asta dan masyarakat yang akan dikurasi berdasarkan kriteria tertentu dengan berbagai
sumber informasi, baik dari kementerian/lembaga, badan usaha, asosiasi pelaku usaha,
maupun pemerintah daerah. Dengan demikian, Rencana Investasi Swasta yang mendukung
Prioritas Pembangunan Nasional menjadi gambaran bagaimana swasta dan masyarakat
memiliki peran dalam mendorong perekonomian dan memiliki keselarasan dengan agenda
prioritas pembangunan dalam mencapai target investasi.
berkas 2, hlm. 99 OCR
K INDONESIA
BAB III
Prioritas Nasional
3. 1 Prioritas Nasional 1: Memperkokoh Ideologi Pancasila,
Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia
Konstelasi di tengah era global yang sarat dengan berbagai tantangan, pengukuhan Pancasila
sebagai fondasi bangsa Indonesia menjadi hal yang krusial. Pancasila tidak sekadar
mencerminkan jati diri bangsa, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman etika dalam
menentukan setiap kebijakan dan langkah negara. Prinsip demokrasi memastikan semua
warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dan memengaruhi arah
perkembangan negara.
Sejalan dengan itu, konstitusi juga mengamanatkan pengarusutamaan dan pemajuan hak
asasi manusia pada setiap kebijakan pembangunan yang menegaskan perlindunga.n,
penghormatan, pemenuhan, dan penegakan hak setiap individu, terutama tetapi tidak
terbatas pada kelompok rentan, demi pembangunan yang mewujudkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia secara bersama-
sama membentuk sinergi yang harmonis, menjamin Indonesia tetap di jalur yang tepat
menuju masa depan yang lebih baik dan inklusif. Pada pembangunan jangka menengah
nasional tahun 2025-2029, Pemerintah berkomitmen untuk memperkokoh Pancasila sebagai
ideologi negara dengan penguatan demokrasi dan penegakan hak asasi manusia.
3.1.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 1
Dalam rangka menga.wal keberhasilan proses Memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi,
dan Hak Asasi Manusia, telah dirumuskan sasaran dan indikator pembangunan pada tahun
2025-2029 sebagai berikut.
sr".mn uo-" pada Prioritas Nasional t
No Sasaran dan Indikator Baselinc2o24 Target 2025 Target 2029
Terwujudnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berlandaskan Pancasila,
demokrasi, dan hak asasi manusia
I Indeks Demokrasi Indonesia 79,51 l2023l 81,69-85,23 83,4246,96
2 Indeks Hak Asasi Manusia 2,70 (2023) 2,75 2,85
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
3. 1.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan pada Prioritas Nasional l, dilaksanakan
arah kebijakan sebagai berikut,
berkas 2, hlm. 100 OCR
Fa
Terwujudnya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berlandaskan Pancasila,
demokrasi, dan hak asasi manusia
“Arus globalisasi dan perkembangan teknologi “ Pada rentang 2021-2023, ICW mencatat terdapat
informasi yang masif, 61 kepala daerah yang ditetapkan sebagai
“ Memudarnya etika sosial, moral, dan budaya: tersangka kasus korupsi:
. . . Lg. . “ Terdapat 125 permohonan judicial review terhadap
Menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme, UU yang disahkan DPR selama periode 2019-2024:
“ Keragaman budaya, suku, agama, dan etnis, £ :
Pelanggaran etik penyelenggara pemilu,
“ Penerapan Pancasila di kalangan pejabat masih berdasarkan Laporan Dewan Kehormatan
kurang (sebanyak 45,896): Penyelenggara Pemilu (terdapat 118 putusan
“ Penerapan Pancasila di masyarakat masih kurang selama 2023):
(sebanyak 30,396): “ 729k LSM terkena dampak negatif pada sektor
“ Pancasila belum sepenuhnya diimplementasikan ke keuangan (tahun 2020) akibat COVID-19,
dalam norma dan praktik kehidupan, karakter, dan “ Masih ditemukan kebijakan yang dinilai diskriminatif
jati diri bangsa: berdasarkan pemantauan Komnas Perempuan, baik
. , . di level pusat maupun daerah (305 peraturan
Media massa hanya mendapatkan 2046 dari total diskriminatif per 2021):
anggaran belanja iklan: . .
, . , , , “ Sejak 2020-2023, Komnas HAM telah menerima
“ Penetrasi media konvensional di masyarakat jauh pengaduan dugaan pelanggaran HAM (11.722
berkurang. Tingkat penetrasi televisi selalu di atas pengaduan):
9096, kini tinggal 8696, radio 1396, koran dan majalah 2 nimi an .
hanya 896. Berbanding terbalik dengan media online Minimnya Pendidikan HAM secara berkelanjutan
yang sudah mencapai 70-an4b, serta media sosial bagi penyelenggara negara dan non-penyelenggara
6296: negara,
“ Disrupsi media mengubah pola masyarakat dalam " Indonesia nb bebas perjanjian
mengonsumsi informasi (sebanyak 8996 masyarakat ama internasional tentang na Asasi manusia,
lebih percaya informasi dari televisi): “Pada umumnya, pendekatan pemajuan dan
. . . . penegakan HAM adalah secara nasional dan belum
an KPK sejak bahan 2002 hingga bal 2022 dilaksanakan berdasarkan kekhususan geografis
Alb Lini . Jeena dan . Mi dan demografis setiap provinsi dan/atau
upati/walikota yang terjerat kasus korupsi, kabupaten/kota.
“ Pancasila merupakan ideologi yang dapat menjadi “ Organisasi kemasyarakatan menjadi saluran aspirasi
sumber spiritualitas, pemersatu bangsa, dan keadilan alternatif masyarakat untuk berpartisipasi dalam
sosial, perumusan kebijakan,
“ Pancasila dan wawasan kebangsaan memuat “ Semakin kuatnya hubungan anggota legislatif dan
gagasan, nilai-nilai, dan keyakinan yang menyeluruh konstituen yang didukung platform artikulasi dan
dan sistematis dalam mengatur tingkah laku seluruh partisipasi digital:
masyarakat Indonesia: “ Masyarakat sipil menjadi counterbalance dari
“ Adanya keragaman budaya, suku, agama, dan etnis: institusi demokrasi yang menjaga keseimbangan
1. Pan , ekosistem demokrasi,
“ Koalisi antara Dewan Pers dan civil society yang
semakin menguat untuk mewujudkan praktik “ Adanya berbagai instrumen hukum, seperti Perpres
demokrasi substansial: No.53 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional
PAN IN 0. 0 HAM dan Strategi Nasional HAM yang dapat
“ Optimalisasi dan agresivitas organisasi pers, digunakan untuk mengoptimalisasi
“ Sinergitas akademisi dan praktisi dalam pelaksanaan pengarusutamaan dan pemajuan HAM secara
program pelatihan dan inovasi bagi nasional,
Jurnalis/perusahaan pers: “ Terdapat pedoman penyusunan kebijakan dan
“Nilai kepemimpinan yang berdasarkan Pancasila, regulasi yang dapat membantu mengurangi
demokrasi, dan hak asasi manusia bersumber dan kebijakan diskriminatif serta memastikan kebijakan
berakar pada budaya bangsa: yang disusun memenuhi standar HAM.
berkas 2, hlm. 101 OCR
-tor-
3. 1.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 1, akan dilaksanakan berbagai
intervensi pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut.
(1) Penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional diarahkan
untuk memperkuat Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Arah kebijakan tersebut ditopang dengan
internalisasi, institusionalisasi, dan aktualisasi Pancasila, serta pengembangan
wawasan kebangsaan bagi penyelenggara negara dan masyarakat. Selain itu, ditopang
pula dengan penguatan kohesivitas sosial melalui pengembangan ekosistem teknologi
informasi berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan peningkatan semangat persatuan,
kesatuan, dan kebangsaan pada generasi muda. Penguatan ideologi Pancasila, wawasan
kebangsaan, dan ketahanan nasional juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas
pemimpin di tingkat pusat hingga daerah yang didukung dengan penyelenggaraan
pendidikan pengkaderan tingkat pusat dan daerah, serta pelatihan untuk pelatih
pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Penguatan ideologi Pancasila,
wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional dicapai melalui (a) penguatan wawasan
ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara negara; (b) pelaksanaan gerakan nasional
KITA BERSAUDARA; dan (c) peningkatan kualitas pemimpin di tingkat pusat hingga
daerah.
(2) Penguatan komunikasi publik dan media diarahkan untuk menciptakan ekosistem
komunikasi, kebebasan pers, dan media massa yang berintegritas, Arah kebijakan
tersebut ditopang dengan peningkatan kapasitas lembaga, kompetensi, dan etika insan
pers, termasuk penyehatan media arus utama, serta penguatan kelembagaan dan sistem
komunikasi publik nasional, pelaksanaan keterbukaan informasi publik, dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi dan informatika yang
bertalenta digital. Penguatan komunikasi publik dicapai melalui (a) penguatan pers dan
media massa yang Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri
(BE.IOS); dan (b) penguatan sistem komunikasi dan kesetaraan masyarakat atas
informasi publik.
(3) Penguatan lembaga demokrasi diarahkan untuk mewujudkan lembaga demokrasi yang
kokoh sebagai pilar demokrasi untuk mewujudkan demokrasi substansial. Arah
kebijakan tersebut ditopang dengan peningkatan kapasitas organisasi lembaga legislatif,
sumber daya manusia lembaga pelaksana dan pengawas pemilu, serta penguatan
lembaga dan proses demokrasi di daerah. Penguatan lembaga demokrasi dicapai melalui
(a) penguatan fungsi legislasi lembaga legislatif; dan (b) penguatan kelembagaan
penyelenggara pemilu,
berkas 2, hlm. 102 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
-LO2-
(4) Penguatan kesetaraan masyarakat sipil diarahkan untuk mewujudkan partisipasi
bermakna masyarakat sipil melalui jaminan kesetaraan masyarakat, Arah kebijakan
tersebut ditopang dengan pengu.atan organisasi kemasyarakatan dalam segi regulasi,
kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, dan lingkungan pendukung, serta
penguatan kesetaraan akses kelompok rentan pada sektor politik dan penguatan fungsi
kontrol sosial masyarakat dalam pemilihan umum. Penguatan kesetaraan masyarakat
sipil dicapa.i melalui (a) penyediaan dana abadi dan penguatan kapasitas organisasi
kemasyarakatan; serta (b) penguatan kesetaraan masyarakat sipil pada sektor politik.
(5) Pengarusutamaan, pemajuan, dan penegakan hak asasi manusia diarahkan untuk
mewujudkan regulasi dan kelembagaan berperspektif hak asasi manusia, serta
perlindungan hak asasi manusia terutama tetapi tidak terbatas pada kelompok rentan.
Arah kebijakan tersebut ditopang dengan penyusunan kebijakan dan peraturan
perundang-undangan yang berperspektif hak asasi manusia, humanis, inklusif, dan
gender; pendidikan hak asasi manusia bagi aktor negara dan nonnegara; pelaksanaan
perlindungan hak asasi manusia; penghapusan praktik diskriminasi; dan penguatan
mekanisme penanganan pengaduan hak asasi manusia pada
kementerian/lembaga/daerah. Pengarusutamaan, pemajuan, dan penegakan hak asasi
manusia dicapai melalui (a) internalisasi hak asasi manusia untuk kebijakan humanis,
inklusif, dan berperspektif gender; serta (b) perlindungan hak asasi manusia dan
penghapusan praktik diskriminasi.
3.1.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Kebutuhan regulasi pada Prioritas Nasional t "Memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi,
dan Hak Asasi Manusia' sebagai berikut.
(l) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun
2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
Penyusunan Revisi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik didorong oleh
berbagai permasalahan dalam implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi
Publik, seperti isu kelembagaan, klasifikasi informasi, hak dan kewajiban pemohon
informasi, serta sanksi hukum. Selain itu, terdapat ambiguitas fungsi Komisi Informasi
Pusat antara peran kuasi yudikatif (penyelesaian sengketa informasi publik) dengan
kuasi eksekutif, yang mengakibatkan banyaknya hambatan dalam penyelesaian
sengketa informasi publik.
(2) Rancangan Undang-Undang tentang Internalisasi Ideologi Pancasila
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Internalisasi Ideologi Pancasila
dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan, seperti masih lemahnya pemahaman dan
implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernega.ra, serta meningkatnya perilaku diskriminatif dan intoleransi di tengah
masyarakat. Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia, wajib
diutamakan melalui pengarusutamaan ideologi Pancasila sejak dini, berkesinambungan,
dan dengan pendekatan berbasiskan ramah pengguna. Selain itu, perlu memperkuat
wawasan ideologi Pancasila di kalangan penyelenggara negara, anggota legislatif, dan
masyarakat umum.
Kelembagaan eksisting untuk memfasilitasi pelaksanaan Prioritas Nasional I dinilai telah
memadai sehingga tidak ada kerangka kelembagaan yang diusulkan.
berkas 2, hlm. 103 OCR
PRESIOEN
3.2 Prioritas Nasional 2: Memantapkan Sistem
Negara dan Mendorong Kemandirian Bangsa
melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Syariah,
Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi Biru
Negara yang kuat adalah negara yang memiliki sistem pertahanan keamanan negara yang
dapat melindungi dan menjamin kedamaian di dalam wilayah negara kesatuan. Sementara
itu, kemandirian bangsa mencerminkan kapabilitas sebuah bangsa untuk berdiri tanpa
bergantung pada negara lain.
[alam kemandirian bangsa, Indonesia perlu fokus pada pencapaian swasembada dalam
berbagai sektor krusial yang mencakup sektor pangan sebagai pilar kehidupan bangsa;
sektor energi sebagai pendorong inovasi dan kemajuan; dan sektor air sebagai fondasi
kehidupan yang berketranj utan.
Prinsip pertama dari Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang religius dan mampu
mewujudkan perekonomian yang berdaulat dan berdaya saing di tingkat global. Prinsip ini
diimplementasikan dengan mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia.
Sementara itu, era digitalisasi mengharuskan ekonomi digital menjadi akselerasi
peningkatan daya saing. Denga.n sumber daya alam yang melimpah, ekonomi hijau akan
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan
daya dukung dan daya tampung lingkungan; ekonomi biru akan menekankan nilai penting
dari kekayaan kelautan kita.
Dengan mengoptimalkan kesempatan di setiap sektor tersebut secara berkelanjutan,
Indonesia mempertegas posisinya sebagai negara yang berdauLat. Atas dasar hal tersebut,
pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029 merumuskan pemantapan
sistem pertahanan keamanan negara dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,
energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
3.2.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 2
Dalam mendukung proses pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong
kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi
digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, telah dirumuskan 6 (enam) sasaran pembangunan
jangka menengah untuk membantu menga.wal keberhasilan pada tahun 2025-2029 sebagai
berikut.
s"""r.n ut -" IIH Prioritas n."iorr"r z
No Sasaran dan Indikator Baselire2o24 Target 2025 Target 2029
Terjaganya kedaulatan negara dan penguatan stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi
pelaksanaan pembangunan
1 Asia Power Index (Mr'l cry
Capability)
15,7 16 20
65,6 65,7 66,t 2 Asia Power Index (Diplomatic
Influence
berkas 2, hlm. 104 OCR
No Sasaran dan Indikator Baseline2O24 Target 2025 Target 2029
3 Proporsi Penduduk yang
Merasa Aman Berjalan
Sendirian di Area Tempat
Tinggalnya f/o)
62,8 (2O2Ol 67,5 68,5
4 Global Cybersecurity Index 100 100 98
5 Indeks Keamanan Laut
Nasional
59 60 64
Meningkatnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas secara
berkelanjutan dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
6 Indeks Ketahanan Pangan 71,2 4 73,2 a2,o
7 Pertumbuhan PDB Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan (%)
1,30 (2023) 2,2 3,46
Meningkatnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan
dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
8 Indeks Ketahanan Energi 6,64 6,77 6,95
9 Porsi EBT dalam Bauran
Energi Primer (%)bl
13,2 (2023], 20
Meningkatnya kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan dengan
pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
l0 Indeks Ketahanan Air Nasional 3,48 (20221 3,50 3,75
23
11 Kapasitas tampungan air
(m'/kapita) b)
59,59 59,31 63,54
12 Akses rumah tangga perkotaan
terhadap air siap minum
perpipaan (%)b)
24 (2020) 39,20 51,36
13 Rumah Tangga dengan Akses
Sanitasi Aman (Yo)b)
10,21 (20231 12,5 30
Terwujudnya perekonomian nasional yang progresif, inklusif, dan berkelanjutan
14 Posisi ekonomi syariah
Indonesia di tingkat global
(peringkat)
3 (2023) 1 3
15 Indonesia Blue Economy Index
(IBEI)
34,25 (2023) 34,76 50,73
16 Indeks Daya Saing Digital di
Tingkat Global (peringkat)
4s l2o23l 43 40
Terwujudnya Transformasi Ekonomi Hijau
17 Indeks Ekonomi Hijau 60,08 (2023) 68,34 77,20
18 Timbulan Sampah Terolah di
Fasilitas Pengolahan Sampah
(%)b)
15 (13 terdaur
ulang) (20221
24 (16 terdaur
ulang)
38 (20 terdaur
ulang)
berkas 2, hlm. 105 OCR
UBL]K INDONESIA
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Tareet2025 Target 2029
19 Persentase Penurunan Emisi
Gas Rumah Kaca (GRK)
Kumulatif (%)b)
17,02 (2023) 18,37 21,12
20 Persentase Penurunan Emisi
Gas Rumah Kaca (GRK)
Tahunan (%)b)
23,48 (2023) 26,67 30,11
2L Indeks Pengelolaan
Keanekaragaman Hayati
0,35 (2020) o,44 0,55
22 Indeks Kualitas Lingkungan
Hidup
72,54 (2023}4 76,49 77,20
23 Indeks Kualitas Udarabl 88,67 (2023)9 78,53 79,49
24 Indeks Kualitas Airbl 54,59 (2023) 72,02 72,77
23 Indeks Kualitas lahanbl 61,79 77,97 78,19
26 Indeks Kualitas Air Lautbl 78,84 81,02 81,22
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diol,ah)
Keterangan: 4 sangat sementara, b) indikator tingkat Program Prioritas, c) perhitungan menggunakan metode lama
3.2.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasar:ran pembangunan pada Prioritas Nasional 2,
dilaksanakan arah kebijakan sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 106 OCR
Sasaran 2 588
Meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas secara
berkelanjutan dengan pendekatan Nexus Pangan, Energi dan Air (FEW Nexus)
# Meningkatnya jumlah dan keragaman permintaan e Sekitar 12,1Yo kabupaten/kota mengalami
akan bahan pangan (baik untuk pangan, pakan, rentan rawan pangan (Badan Pangan
bioenergi, kesehatan, dan lain-lain): Nasional): Aging farmer (sekitar 7096 petani dan
e Menurunnya Lahan Baku Sawah (LBS), dari 7,46 nelayan berusia »43 tahun)
juta ha tahun 2019 menjadi 7,38 juta ha tahun 2024 e Perlunya penguatan cadangan pangan
(Kementerian ATR/BPN): nasional untuk menghadapi berbagai kondisi,
e Sekitar 89,54Yo lahan pertanian, berstatus kurang e Berfluktuasinya harga pangan antar musim
berkelanjutan (BPS, 2021): dan antar wilayah (Badan Pangan Nasional):
e Terjadinya stagnasi/penurunan produksi dan e Rendahnya kesejahteraan petani/nelayan dan
produktivitas komoditas pangan, diantaranya nilai tambah tenaga kerja sektor pertanian
penurunan produksi padi dari 54,60 juta ton GKG (BPS):
tahun 2019 menjadi 53,98 juta ton GKG tahun 2023 « Menurunnya proporsi petani/nelayan muda
(BPS), produktivitas budidaya ikan «0,6 ton/ha/tahun dan rendahnya adopsi teknologi pertanian
e Relatif tingginya ketergantungan terhadap impor
pangan, diantaranya beras, jagung, kedelai, bawang
putih, daging sapi, susu, gula, dan garam (BPS):
Swasembada pangan
Sasaran 3 Rc:
Meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan dengan
pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
Reserve to Production Energi Fosil semakin menurun “ Pemanfaatan energi terbarukan masih
(minyak bumi 10,92 tahun, gas bumi 14,57 tahun, dan sangat rendah dibandingkan potensi yang ada
batubara 41,32 tahun). (12,6 GW dari 3.687 GW).
“ Impor migas semakin meningkat selama 5 tahun “ Potensi Bahan Baku Bioethanol yang
terakhir (8 persen/tahun). melimpah (tebu 75 ton/ha/tahun, singkong 30
“ Cadangan Penyangga Energi (CPE) belum tersedia ton/ha/tahun, Jagung 8 ton/ha/tahun).
(BBM 9,64 Juta Barrel, LPG 525,78 Ribu MTon, Minyak “ Kapasitas Pabrik Bioethanol masih minim
Bumi 10,17 Juta Barrel (Perpres 96/2024)). dibandingkan permintaan pasar (63.000
“ Akses Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga kU/tahun dari 119.748 kl/tahun).
masih minim («596 dari Total RT). “ Sektor energi masih menjadi penyumbang
emisi terbesar (4396).
Swasembada energi
berkas 2, hlm. 107 OCR
CA
Bs
Meningkatkan kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan dengan
pendekatan Nexus Pangan, Energi, dan Air (FEW Nexus)
“ Kebutuhan Air tahun 2045 diproyeksikan “ Menurunnya kualitas dan kuantitas mata air.
meningkat 319Y6 dari kebutuhan air tahun 2020. “ Rendahnya kinerja BUMD air minum (34,6096
# Kapasitas Tampung per Kapita Indonesia BUMD berkinerja tidak sehat).
berada di bawah negara-negara dengan “ Hanya 254 kabupaten/kota yang memiliki
varibilitas musim yang serupa. operator layanan air limbah domestik.
s Kapasitas idle SPAM dan NRW masih tinggi. “ Hanya 10,2146 (2023)rumah tangga di
“ 8096 dari air yang digunakan masyarakat akan Indonesia yang memiliki akses sanitasi aman.
menjadi air limbah domestik. “ Masih ada 203 kabupaten/kota yang belum
“ Terdapat hutan dan lahan kritis seluas 12,7 juta memiliki instalasi pengolahan air limbah
ha. domestik (IPLT atau IPAL).
Swasembada air
Terwujudnya perekonomian nasional yang progresif, inklusif, dan berkelanjutan
Ekonomi Syariah Ekonomi Digital
“ Belum optimalnya pemanfaatan potensi e Tingkat adopsi digital di sektor strategis belum
pasar ekonomi syariah global yang besar optimal, dan tingkat maturitas digital yang masih
(Indonesia baru mencapai peringkat terbatas
ketiga pada Global Islamic Economy . .. . .
Indicator (GIEI) 2023/2024) e Masih rendahnya akselerasi inovasi teknologi baru
| 1 untuk meningkatkan daya saing nasional
— 5 T AT e Belum terbangunnya ekosistem dan fasilitas bisnis
halal Indonesia ke negara OKI (baru digital
mencapai sekitar 3,896 dari total impor g
produk halal negara-negara OKI) e Tingkat literasi digital di Indonesia paling rendah se-
- Masih terbatasnya UMKM yang Panen (Indonesia 6296 di bawah rata-rata ASEAN
produknya tersertifikasi halal (baru | K . . .
sekitar 0,296 dari total UMKM pada tahun e Link and match kesenjangan kualitas dan kuantitas
2022) SDM lokal belum sesuai dengan kebutuhan industri
“ Terbatasnya kapasitas keuangan syariah
Indonesia (size aset keuangan syariah Ekonomi Biru
Indonesia masih berada di posisi kes - Kontribusi PDB maritim hanya mencapai 7,9396 (2022)
global, Tan ma "ket share er adap s Rata-rata nilai efektivitas pengelolaan kawasan
keuangan nasional baru sekitar 1296 pada konservasi perairan sebesar 49,56
tahun 2023). ?
. Masih bel timal lol “ Produksi garam masih rendah dan pemenuhan
asi um optima'nya penge o aan konsumsi garam nasional masih dipenuhi melalui impor
dan pemanfaatan dana sosial syariah l | . ni
(zakat, infag, sedekah, wakaf) dengan “ Belum terintegrasinya riset maritim dengan
database yang belum terintegrasi. kebutuhan dunia industri
“ Ekonomi syariah “ Pengembangan ekonomi biru sebagai sumber
“ Ekonomi digital pertumbuhan baru
berkas 2, hlm. 108 OCR
3.2.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 2, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut.
(1) Pembangunan postur pertahanan dalam rangka meningkatkan kemampuan multi
domain untuk melindungi kedaulatan negara, keselamatan bangsa, dan kepentingan
nasional, serta menjaga stabilitas kawasan dari segala bentuk ancaman dan gangguan
dilaksanakan melalui (a) melanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan
konsep optimum essential force dalam rangka meningkatkan efektivitas menjaga
kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, (b) meningkatkan kekuatan Tentara
Nasional Indonesia di daerah perbatasan dan pulau terluar, (c) memperkuat keamanan
teknologi informasi telekomunikasi dan memperkuat kapabilitas badan pertahanan
siber, (d) peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, dan (e) meningkatkan
kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan melalui pemeliharaan dan
perawatan.
berkas 2, hlm. 109 OCR
(2) Pembangunan dan pengembangan industri pertahanan dalam rangka mewujudkan
industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing dilaksanakan melalui
(a) mempercepa.t peningkatan kemampuan industri strategis nasional dalam memenuhi
kebutuhan alat utama sistem senjata bagi Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara
Republik Indonesia, (b) meningkatkan komitmen untuk menggunakan produk-produk
industri strategis nasional dan mendayagunakan sebesar mungkin kapasitas industri
strategis dalam negeri, dan (c) transformasi tata kelola industri pertahanan dan
penerapan skema srynd. to invest.
(3) Komponen cadangan dan komponen pendukung dalam rangka mendukung ketahanan
dan kemandirian bangsa dilaksanakan melalui (a) penguatan konsep dan praktik
wawasan nusantara bagi seluruh rakyat Indonesia dan memperkuat komponen
cadangan, serta (b) pembinaan komponen pendukung untuk penguatan pertahanan
negara,
(4) Penguatan intelijen dan keamanan dalam negeri dalam menghadapi ancaman,
tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan keselamatan
bangsa baik dari dalam maupun luar negeri serta pencegahan ekstremisme berbasis
ideologi dan kekerasan yang mengarah pada terorisme diLaksanakan melalui (a)
melakukan sinergi pendekatan sejarah, budaya, kearifan lokal, dan sosial ekonomi, serta
paham kebhinekaan di daerah-daerah yang rawan konflik serta rentan isu separatisme;
(b) penguatan kapabilitas penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan keamanan
dalam negeri; (c) koordinasi sinergi antar-instrumen pertahanan dan keamanan dalam
pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme; (d) penguatan kontra radikalisasi; (e)
penguatan deradikalisasi terorisme; serta (0 penguatan pusat analisis dan pengendalian
krisis,
(5) Keamanan siber, sandi, dan sinyal dalam rangka penguatan tata kelola, identifikasi,
proteksi, deteksi, respons, dan recovery dilaksanakan melalui (a) memperkuat keamanan
teknologi informasi telekomunikasi; (b) pengembangan sumber daya manusia,
peningkatan profesionalisme, dan kesejahteraan sumber daya manusia keamanan siber,
sandi, dan sinyal; (c) penguatan kelembagaan keamanan siber, sandi, dan sinyal; serta
(dl operasi keamanan siber, sandi, dan sinyal strategis.
(6) Penguatan keamanan laut dan hidro-oseanografi dalam rangka penguatan surveillance
dan penegakan hukum di laut serta penyediaan update dat,. survei untuk keselamatan
pelayaran dilaksanakan melalui (a) memperkuat strategi diplomasi maritim untuk
meneguhkan kedaulatan dan meningkatkan keamanan di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia; (b) penguatan kapabilitas lembaga keamanan laut; (c)
kolaborasi pengawasan dan pemeliharaan keamanan, keselamatan, dan penegakan
hukum di wilayah yurisdiksi laut Indonesia, Alur Laut Kepul,auan Indonesia, dan choke
point, (d) peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan personel lembaga keamanan
laut; serta (e) pemetaan batimetri dan alur laut serta modernisasi peralatan dan sarana
prasarana penyelenggaraan hidro-oseanografi.
(7) Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka menciptakan kondisi
bebas dari bahaya, ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat
dilaksanakan melalui (a) melakukan peningkatan kemampuan penanganan konflik
sosial dan pengamanan objek vital, dan (b) melakukan peningkatan efektivitas
penyelesaian tindak pidana.
berkas 2, hlm. 110 OCR
(8) Peningkatan profesionalisme pelayanan kepolisian dalam rangka menjaga stabilitas
keamanan dan ketertiban masyarakat dilaksanakan melalui (a) melakukan peningkatan
kesiapan peralatan material khusus dan sarana prasarana Kepolisian Negara Republik
Indonesia, (b) melakukan peningkatan kualitas dan digitalisasi layanan kepolisian, (c)
melakukan peningkatan jumlah dan proporsi polisi wanita, serta (d) peningkatan
kualitas dan kuantitas pendidikan dan pelatihan anggota Kepolisian Negara Republik
Indonesia.
(9) Diplomasi asta cita dan diplomasi ekonomi menjadi landasan dalam pemeliharaan
hubungan internasional kondusif dan penjagaan kepentingan nasional yang diwujudkan
melalui serangkaian intervensi kebijakan sebagai berikut (a) percepatan penyelesaian
perjanjian batas maritim dan darat Indonesia dengan negara tetangga dan tetap
mengedepankan prinsip kedaulatan dan kesejahteraan rakyat dalam skema good
neQhbor policy; (b) penguatan kepemimpinan di tingkat global melalui peran aktif dalam
fora dan organisasi internasional, pembangunan postur diplomasi, serta pelibatan
diaspora Indonesia. Peran aktif Indonesia di tingkat global di antaranya dilakukan
dengan mendorong penjagaan perdamaian dunia, menjunjung hak untuk menentukan
nasib sendiri (self determ r.o,tion), dan penguatan diplomasi terhadap upaya kemerdekaan
Palestina; (c) penguatan kerja sama pembangunan internasional; (d) penguatan
diplomasi ekonomi; (e) kerja sama internasional tentang ketenagakerjaan dan
pergerakan tenaga kerja terampil; serta (0 proses aksesi Indonesia ke Organisation for
Economic Co-operation and Development.
(10) Swasembada pangan menopang ketahanan nasional dan kemandirian bangsa, melalui
pengembangan eco-region sistem pangan berbasis sumber daya dan kearifan lokal, yang
sehat dan bergizi, inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, dan tangguh, dengan pendekatan
nexus pangan, energi, dan air. Swasembada pangan diarahkan untuk (a) memperkuat
ketersediaan bahan pangan terutama dari produksi dalam negeri melalui Pengembangan
dan penguatan sentra-sentra produksi pangan, wanatani (agroforestry), revitalisasi
tambak, dan penguatan input dan sarana prasarana pendukung produksi; (bl
peningkatan pengelolaan distribusi pangan dan penguatan Badan Urusan Logistik; (c)
menjamin aksesibilitas pangan bagi seluruh rakyat agar dapat hidup secara sehat, aktif,
dan produktif; (d) mendorong pemanfaatan dan konsumsi pangan secara beragam,
bergizi seimbang, sehat dan aman; (e) meningkatkan kesejahteraan petani/nelayan/
pembudidaya ikan/petani hutan; serta (0 pembangunan sistem budi daya pertanian dan
perikanan berkelanjutan melalui pendekatan nature-based. solutions, pengelolaan
bentang lahan terpadu, piloting bantuan langsung petani, kesehatan lahan lsoil health),
dan yurisdiksi berkelanjutan, termasuk pertanian organik dan pertanian regeneratif.
Beberapa intervensi kebijakan swasembada pangan, terutama (a) pengembangan
kawasan sentra produksi pangan/lumbung pangan secara berkeLanjutan, termasuk di
Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua,
Papua Selatan, dan daerah/kawasan lain yang berpotensi; (b) penguatan cadangan
pangan; (c) pengembangan pangan akuatik (blue food), pangan hewani, pangan lokal,
serta pangan nabati; (d) penganekaragaman konsumsi pangan; (e) pengendalian penyakit
asal hewan, ikan, tumbuhan, serta penjaminan mutu dan keamanan pangan; (0
fortifikasi dan biofortifikasi pangan; (g) penanganan kerawanan pangan; (h)
pengembangan kelembagaan ekonomi, regenerasi sumber daya manusia pertanian dan
perikanan, riset, inovasi, modernisasi, digitalisasi dan bantuan langsung yang adaptif
dan inklusif; (i) penguatan produksi komoditas pertanian berorientasi nilai tambah; serta
(i) pengembangan sistem budi daya pertanian berkelanjutan.
berkas 2, hlm. 111 OCR
(11) Swasembada Energi diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi,
yaitu dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional. Upaya mewujudkan
swasembada energi dilaksanakan melalui reformasi subsidi, intensifikasi produksi
minyak bumi dan gas, akselerasi pemanfaatan energi baru dan energi terbarukan
termasuk nuklir, dekarbonisasi industri melalui penggunaan energi terbarukan, dan
intensifikasi biofuel. Dalam rangka untuk mencapai swasembada energi tersebut, arah
kebijakan dan strategi pelaksanaan akan dilakukan melalui (a) peningkatan penyediaan
energi, (b) perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi, serta (c) penguatan
implementasi transisi energi berkeadilan.
(12) Swasembada air menjadi salah satu penerapan pendekatan Food, Energi, Water Nexus
dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa terkait pemenuhan kebutuhan air
berkelanjutan, Upa.ya mewujudkan swasembada air dilaksanakan secara terintegrasi
dari hulu ke hilir dengan konsep source to sea melalui penyelamatan mata air kritis;
konservasi dan pengelolaan air tanah; konservasi daerah tangkapan air melalui
rehabilitasi hutan dan lahan; pembangunan dan pengelolaan tampungan air untuk
pemanfaatan pertanian, peternakan, air minum, dan energi terbarukan; penyediaan
pasokan air berkelanjutan sebagai tumpuan pengembangan lumbung pangan dan
pertumbuhan sektor produktif mel,alui penerapan sr,d,ri water management dan prinsip
water accounting untuk menjaga neraca air pada tingkat wilayah sungai tidak dalam
kondisi defisit/kritis/tertekan; tindak lanjut pemanfaatan air baku dan irigasi dari
bendungan terbangun; pengelolaan risiko daya rusak air yang berorientasi pada
kesiapan dan ketahanan bencana melalui integrasi pendekatan struktural dan non-
struktural (seperti solusi berbasis alam), revitalisasi sungai, serta percepatan persiapan
giant sea wall sebagai bentuk pengamanan terpadu wilayah perkotaan yang terintegrasi
dengan rencana pengembangan kawasan; serta penyediaan layanan air minum dan
sanitasi (air limbah domestik) aman bagi masyarakat. Upaya tersebut perlu didukung
dengan transformasi tata kelola yang mencakup perencanaan yang terpadu, penguatan
fungsi dan kelembagaan regulator, pengelolaan aset yang terintegrasi, penetapan dan
penerapan tarif/retribusi yang adil dan transparan, operasionalisasi yang efisien, serta
penyusunan peraturan perundang-undangan dan enabling environment lainnya,
Langkah-langkah ini diwujudkan melalui penerapan pendekatan pengelolaan
peningkatan nilai kawasan (Land Value Capture), Program Percepatan Penyediaan Air
Minum, dan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman, dengan
memperhatikan aspek teknis, kelemb^g an, regulasi dan kebijakan, pendanaan dan
pembiayaan, serta masyarakat. Dalam rangka mencapa.i swasembada air tersebut
beberapa arah kebijakan dan strategi pelaksanaan yaitu (a) pembangunan dan
pengelolaan tampungan air, (b) penyediaan pasokan air berkelanjutan, (c) pengelolaan
risiko daya rusak air, (d) konservasi sumber daya air, (e) pengembangan sistem
penyediaan air minum terintegrasi hulu ke hilir, (f) penyediaan dan pengawasan sanitasi
aman, berkelanjutan, dan berketahanan iklim berbasis Citi-WAe bl,;lttsiue Sanitation, l$
penguatan tata kelola penyelenggaraan air minum dan sanitasi yang berorientasi pada
keberlanjutan, (h) penguatan peran masyarakat dan ekosistem air minum dan sanitasi
berbasis inovasi dan kolaborasi, serta (i) pengembangan terpadu pesisir utara Jawa,
(13) Penguatan ekonomi syariah dilakukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah
global dan domestik dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi
syariah dunia. Penguatan industri halal dan usaha mikro, kecil, dan menengah halal
untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing produk halal dilakukan melalui
penguatan halal value chain dan promosi industri halal dalam negeri untuk semua sektor
berkas 2, hlm. 112 OCR
meliputi makanan dan minuman halal, fesyen muslim, farmasi dan kosmetik halal, serta
pengembangan pa.riwisata untuk mengoptimalkan potensi jumlah kunjungan wisatawan
muslim domestik dan mancanegara. Untuk penguatan industri halal, arah kebijakannya
diselaraskan dengan strategi pengembangan industri halal nasional yang termuat dalam
Master Plan Industri Halal Indonesia 2023-2029, Selanjutnya, penguatan ekspor halal
dan kerja sama ekonomi syariah internasional bertujuan untuk meningkatkan ekspor
halal berdaya saing global dan dilakukan melalui penguatan kerja sama jaminan produk
halal global serta kerja sama dengan berbagai stakeholders internasional termasuk
denga.n negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam dan berbagai standing
committee serta organ di bawahnya. Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekosistem
halal gu.na mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, penguatan ekosistem halal
dilakukan melalui akselerasi fasilitasi sertifikasi halal, penguatan lembaga dan sumber
daya manusia pendukung ekosistem halal, pengembangan kebijakan ekosistem halal,
penguatan kemitraan ekosistem halal, pengembangan riset pendukung ekosistem halal
dan penghitungan Pendapa.tan Domestik Bruto Syariah. Untuk meningkatkan peran dan
kapasitas keuangan syariah dalam pembiayaan pembangunan, penguatan keuangan
syariah dilakukan melalui penguatan perbankan syariah seperti dengan pengembangan
ekosistem kegiatan usaha bullion dan diversifikasi produk berfokus pada pengembangan
instrumen baru yang menonjolkan keunikan prinsip syariah; penguatan pasar modal
syariah dengan inovasi pengembangan instrumen untuk pembiayaan pembangunan
berkelanjutan (hijau dan biru); dan penguatan industri keuangan non-bank syariah,
dengan pengembanga.n asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, modal ventura,
finansial teknologi, lembaga keuangan mikro dan lembaga. keuangan khusus syariah
(seperti pegadaian syariah dan skema syariah lainnya). Untuk mendukung perlindungan
sosial dan perekonomian nasional, penguatan dana sosial syariah (zakat, infaq, sedekah
dan wakaf) dilakukan melalui akselerasi bauran zakat, infaq, sedekah, dan wakaf, serta
keuanga.n syariah, salah satunya dengan penyempurnaan bentuk kelembagaan dan
skema bisnis bank wakaf serta penguatan tata kelola dan literasi zakat, infaq, sedekah,
dan wakaf. Keseluruhan upaya penguatan ekonomi syariah di atas didukung oleh
penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan literasi, peningkatan digitalisasi dan
pengelolaan data, penyediaan insentif serta penguatan dukungan bagi pelaku ekonomi
syariah baik dari badan usaha milik negara dan swasta nasional, Dengan demikian,
penguatan ekonomi syariah dilaksanakan melalui penguatan (a) industri halal dan
usaha mikro, kecil, dan menengah halal; (b) ekspor halal dan kerja sama ekonomi syariah
internasional; (c) ekosistem halal; (d) keuangan syariah; dan (e) dana sosial syariah.
(14) Ekonomi digital yang merupakan salah satu pilar transformasi digital diharapkan akan
memberikan kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini untuk
mendorong transformasi di berbagai sektor-sektor strategis guna meningkatkan kualitas
dan layanan digital serta meningkatkan pengembangan ekosistem ekonomi digital.
Adapun pertumbuhan kontribusi ekonomi digital ini tetap akan didukung oleh
peningkatan dan distribusi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang
semakin luas serta adopsi digital di berbagai sektor secara optimal yang dilaksanakan
melalui kebijakan, yaitu (a) penguatan faktor pendukung ekonomi digital, dan (b)
penguatan ekonomi dan industri digital serta sektor strategis lainnya.
(15) Ekosistem ekonomi sirkular mendorong transisi penerapan ekonomi linear ke sirkular,
yang meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperpanjang daya guna
sumber daya maupun usia pakai produk, serta memaksimalkan potensi daur ulang dan
pemulihan sumber daya yang diselaraskan dengan Peta Jalan dan Rencana Aksi
berkas 2, hlm. 113 OCR
Nasional Ekonomi Sirkular 2045. Terdapat 5 (lima) sektor prioritas penerapan ekonomi
sirkular, yaitu pangan, tekstil, konstruksi, elektronik, dan retail (fokus pada kemasan
plastik). Pada ekonomi sirkular sektor pangan, pengelolaan susut dan sisa pangan (food
loss and waste) merupakan sebagai salah satu fokus pembangunan, termasuk
pemanfaatan limbah pertanian menjadi biochar. Perubahan juga harus dilakukan
dengan menargetkan adanya recycle content bagi produk dan industri tertentu. Arah
kebijakan pengembangan ekosistem ekonomi sirkular terdiri dari empat kegiatan
prioritas, yakni (a) penerapan efisiensi sumber daya dan peningkatan daur ulang, (b)
pengelolaan susut dan sisa pangan, (c) pengembangan produk ramah lingkungan, dan
(d) penguatan ekosistem daur ulang.
(16) Pengelolaan keanekaragaman hayati ekosistem, spesies, dan genetik merupakan upaya
yang dilakukan untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati,
mengoptimalkan pemanfaatan berkelanjutan, dan memperkuat tata kelola
keanekaragaman hayati yang diselaraskan dengan Indonesian Biodiversity Strategy and
Action Plan 2025-2045. Kegiatan konservasi keanekaragaman hayati tidak hanya
dilakukan pada kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, dan kawasan
konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, namun juga area
preservasi. Potensi pengembangan area preservasi di Indonesia sangat besar, termasuk
pada kawasan bentang alam karst, cagar alam geologi, dan geopark yang sejalan denga.n
upaya pelestarian keanekaragaman ekosistem. Pengembangan area preservasi dapat
diwujudkan melalui penguatan tata kelola kelembagaan, optimalisasi pendanaan, serta
penyusunan rencana aksi yang terintegrasi. Selain itu, potensi pemanfaatan
keanekaragaman hayati juga masih perlu didorong dengan menerapkan prinsip-prinsip
berkelanjutan melalui pengembangan bioekonomi dan bioprospeksi. Rencana dan
strategi yang dapat mendukung arah kebijakan pengelolaan keanekaragaman hayati
tersebut dalam lima tahun ke depan diwujudkan melalui (a) perlindungan dan
pengelolaan ekosistem serta areal bernilai keanekaragaman hayati tinggi; (b)
pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota perairan; (c)
penguatan tata kelola keanekaragaman hayati; (d) pemanfaatan sumber daya hayati dan
jasa ekosistem berkelanjutan mendukung bioekonomi; serta (e) peningkatan
bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses dan pembagian keuntungan
sumber daya genetik.
(17) Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan tata ruang dilakukan untuk memastikan
ketersediaan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang sejalan dengan
pertumbuhan ekonomi. Selain itu, arah kebijakan ini juga akan memastikan penataan
ruang yang berkeadilan untuk mencapai seluruh target pembangunan nasional. Arah
kebijakan ini dilaksanakan melalui (a) peningkatan pengelol,aan kualitas air di sungai
dan danau; (b) peningkatan pengelolaan kualitas udara di kabupaten/kota; (c)
peningkatan pengelolaan kualitas dan kesehatan air laut; (d) peningkatan kualitas lahan;
(e) peningkatan kualitas ekosistem gambut; (f) pengelolaan bahan berbahaya dan
beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, dan limbah radioaktif; (g) penguatan
kelembagaan, pengendalian, penertiban dan penegakan hukum lingkungan hidup serta
kehutanan dan penataan ruang; serta (h) penguatan instrumen pencegahan dampak
lingkungan hidup.
(18) Reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir, yang mencakup seluruh
rantai layanan (pemilahan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan
pemrosesan akhir) yang disertai dengan penguatan serta penegakan hukum dan
peraturan, dilakukan dengan menjadikan sampah sebagai arus utama di berbagai
berkas 2, hlm. 114 OCR
tingkat dan fungsi pemerintahan dengan pembagian wewenang yang clean and clear,
serta dengan memastikan tersedianya seluruh norma, standar, prosedur, dan kriteria
yang dibutuhkan dan dijalankan dengan koherensi dan konsisten dari mulai tahap
perencanaan sampa.i dengan operasional dan pemeliharaan serta penguatan pengelolaan
aset. Pengelolaan sampah harus menjadi standar pelayanan minimal yang didukung
dengan penguatan kebijakan, perbaikan dalam tata kelola, kinerja kelembagaan dan
keuangan daerah, serta komitmen kepala daerah, diawali dengan penyusunan Rencana
Induk Pengelolaan Sampah yang komprehensif dan layak secara firrensiallfinanciallg
viable, pemisahan operator dan regulator, penyesuaian tarif retribusi sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan penetapan standar tipping fee.
Reformasi dilakukan sejak hulu yaitu melalui perubahan perilaku seluruh penghasil
sampa.h menuju budaya literasi sampah yang diawali dari pemicuan, pemilahan, dan
pengurangan sampah yang harus konsisten dan terintegrasi dengan sistem
pengumpulan dan pengangkutan yang terpilah, dan serta pengolahan sampah dengan
teknologi tepat guna sesuai kondisi masing-masing daerah. Penerapan reformasi tata
kelola persampahan harus menjadi indikator kunci kinerja kepala daerah sehingga
penataan fungsi dan peningkatan kapasitas penyusunan kebijakan, kapasitas regulator
dan operator, pelaksanaan, pengawasan, maupun penegakan hukum berjalan seimbang
dan optimal. Reformasi juga dilakukan melalui penyediaan insentif dan disinsentif
berbasis kinerja serta pendanaan inovatif, baik bagi pemerintah daerah maupun pelaku
l,ainnya. Penguatan kinerja kepala daerah dan perangkatnya juga perlu diatur, dibina,
dan diawasi oleh pemerintah provinsi. Polluter pay principle perlu ditegakkan melalui
penerapan retribusi persampahan yang berkeadilan. Selain itu, biaya pengelolaan
sampah juga bisa dimasukkan sebagai tambahan komponen pada Pajak Bumi dan
Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sebagai salah satu alternatif penerapan prinsip ini.
Pemastian kelengkapan regulasi dan norma, standar, prosedur, dan kriteria untuk batas
aman kesehatan dan lingkungan diperlukan untuk seluruh upaya pengelol,aan sampah.
Pengelolaan aset juga akan dilakukan, baik pada proses pengadaan barang, transfer,
serta penataan aset di pusat dan daerah. Agar reformasi tersebut berjalan dengan baik,
diperlukan koherensi kebijakan dan integrasi vertikal serta horizontal yang
pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Tim Koordinasi Nasional dan Kelompok Kerja di
pusat dan daerah. Selain itu, di hilir dilakukan optimalisasi pengolahan sampah berupa
penyediaan dan revitalisasi sarana prasarana (Tempat Pengolahan Sampah Reduce,
Reuse, Recycle-Pusat Daur Ulang-Rumah Kompos, dan lain-lain), penggunaan teknologi
tepat guna (komposting, maggot/ black soldier Jlg, refuse dcnued. fuel" waste ta energy,
pirolisis, dan lain-lain), dan pengintegrasian sektor informal; optimalisasi Tempat
Pengolahan Sampah Terpadu dan memastikan off-taker hasil olahan sampah, penataan
sistem pengelolaan lindi dan gas metana, konservasi tempat pemrosesan akhir dengan
landfill mining serta pembatasan tempat pemrosesan akhir/lahan urug residu sehingga
hanya residu masuk ke tempat pemrosesan akhir/lahan urug residu yang menerapkan
sistem sanitary landfill. Sebagai upaya penurunan sampah yang mencemari laut dan
perairan, sarana dan prasarana penanganan sampah perairan yang terintegrasi dengan
sistem pengelol,aan persampahan land-based. di daerah akan ditingkatkan. Reformasi
pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir tersebut akan dilakukan melalui arah
kebijakan berikut (a) perubahan periLaku dan penguatan tata kelola persampahan, (b)
peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta pemrosesan residu di tempat
pemrosesan akhir/lahan urug residu.
berkas 2, hlm. 115 OCR
larf+fFI{Il
(19) Pembangunan rendah karbon diupa.yakan dalam kerangka kontribusi Indonesia
terhadap penurunan emisi gas rumah kaca guna menekan laju kenaikan suhu secara
global beserta perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya. Aksi-aksi
pembangunan rendah karbon terus diperkuat untuk dapat menurunkan emisi dan
intensitas emisi gas rumah kaca melalui beberapa kebijakan, yakni (a) penurunan emisi
gas rumah kaca dari sektor energi; (b) penurunan emisi ga.s rumah kaca sektor berbasis
lahan; (c) peningkatan cadangan karbon di ekosistem karbon biru; (d) peningkatan upaya
dekarbonisasi industri; (e) pengu.atan aksi penurunan emisi ga.s rumah kaca di sektor
pengelolaan limbah; dan (0 penguatan tata kelola dan faktor pendukung pencapaian
target penurunan emisi ga.s rumah kaca serta nilai ekonomi karbon.
(20) Pekerjaan hijat/ green jobs didorong untuk penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan
ekonomi yang sekaligus berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan, efisiensi
energi dan sumber daya alam, serta pembangunan rendah karbon melalui bisnis proses
dan praktik industri yang ramah lingkungan. Pekerjaan hijau/ green jobs juga didorong
untuk memenuhi kriteria kerja layak, seperti kecukupan gaji, kondisi kerja yang aman,
serta pelindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja. Keseimbangan permintaan tenaga
kerja hijau untuk pekerjaan hija'u/ green jobs dan penyediaan tenaga kerja hijau yang
berkualitas sangat penting diwujudkan untuk mendukung keberhasilan implementasi
ekonomi hijau, termasuk visi net zero emission pada tahun 2060 melalui transisi energi
yang berkeadilan. Penciptaan pekerjaan hijau/green jobs akan diwujudkan melalui (a)
pengembangan ekosistem pekerjaan hijau/green .ybbs, dan (b) pengembangan
kompetensi tenaga kerja hijau.
(21) Pengelolaan hutan lestari perlu didorong karena Indonesia memiliki potensi sumber daya
hutan yang sangat besar sebagai sumber pertumbuhan baru, pengentasan kemiskinan,
serta ketahanan pangan dan energi. Namun demikian, hingga saat ini potensi tersebut
belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, perlu transformasi kebijakan
meLalui pengelolaan hutan lestari yang meliputi (a) peningkatan produktivitas hutan, (b)
pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri, (c) penguatan pengelolaan
hutan lestari, (d) penguatan prakondisi pengelolaan hutan lestari, (e) peningkatan fungsi
sosial kawasan hutan, dan (fl perlindungan dan pengamanan hutan.
(22) Pengembangan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru diarahkan untuk
meningkatkan peran strategis kluster kemaritiman dan kelautan dalam transformasi
ekonomi secara berkelanjutan melalui (a) peningkatan produktivitas dan nilai tambah di
sektor perikanan tangkap dan akuakultur, pengelolaan pelabuhan perikanan
berwawasan lingkungan (ecofishing port), pengembangan kluster komoditas unggulan
akuakultur, termasuk ikan hias, tuna cakalang tongkol, dan budidaya lobster, tilapia,
dan udang; (b) penguatan industri manufaktur berbasis sumber daya laut dan perairan
yang berfokus pada pengembangan produk pangan, energi, dan farmasi yang bernilai
tambah dan berteknologi tinggi; (c) penguatan industri transportasi dan logistik maritim
utamanya industri peLayaran, pelabuhan, dan perkapalan; serta (d) pengembangan
pariwisata bahari berkelanjutan yang didukung penerapan standar, sumber daya
manusia, investasi, dan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat; sekaligus (e)
mempromosikan sektor-sektor baru yang mencakup inovasi energi laut terbarukan,
pengembangan bioteknologi, bioprospecting dan bioekonomi kelautan, serta (0
pengelolaan konservasi dan jasa ekosistem. Upa.ya peningkatan produktivitas dan nilai
tambah ekonomi biru tersebut membutuhkan tata kelola yang lebih baik meliputi:
kebijakan yang terintegrasi, regulasi yang kondusif, kelembagaan yang kompeten,
infrastruktur yang berkualitas, dan pembiayaan yang berkelanjutan. Selain itu, akan
berkas 2, hlm. 116 OCR
terus dilakukan pengelolaan kesehatan ekosistem pesisir dan laut (ocean health), neraca
sumber daya laut (ocean accounting), penerapan marine nature based solution,
inventarisasi potensi sumber daya kelautan, pengaturan tata ruang laut dan zonasi
pesisir yang harmonis, penangkapa.n ikan terukur, dan peningkatan efektivitas
pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan. Pengembangan ekonomi biru yang
berkelanjutan, secara garis besar mencakup (a) penguatan tata kelola ekonomi biru; (b)
peningkatan pengelolaan konservasi perairan dan ekosistem pesisir; (c) peningkatan
produktivitas perikanan yang terintegrasi, modern dan berkelanjutan; (d) pengembangan
industri garam dan produk olahan hasil laut; (e) penguatan industri transportasi laut; (0
pengembangan pariwisata bahari dan danau; dan (g) pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia ekonomi biru.
Selain intervensi yang telah dijabarkan, terdapat juga dukungan program yang menjadi
penekanan dan memiliki daya ungkit tinggi. Dalam merespons hal tersebut, pencapaian
Prioritas Nasional 2 didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat: Mencetak dan
meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan
nasional. Implementasi Program Hasil Terbaik Cepat dilakukan melalui beberapa Kegiatan
Prioritas yaitu: Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/ Lumbung Pangan
Kalimantan Tengah, Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/Lumbung Pangan
Sumatera Selatan, Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/Lumbung Pangan
Papua Selatan, dan Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan/Lumbung Pangan
Lainnya.
(l) Mencetak dan Meningkatkan Produktivitas Lahan Pertanian dan Lumbung Pangan Desa,
Daerah, dan Nasional
Permasalahan dan tantangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang
Pangan, negara diamanatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi setiap individu agar
dapat hidup secara sehat, aktif, dan produktif. Pemenuhan kebutuhan pangan diutamakan
berasal dari produksi dalam negeri. Kebutuhan bahan pangan semakin meningkat, baik
jumlah, kualitas, ragam, dan jenis peruntukannya. Di lain pihak, kapa.sitas produksi pangan
dalam negeri menghadapi beberapa tantangan, antara lain: (a) menurunnya kuantitas,
kualitas, dan kapasitas faktor produksi pangan, terutama lahan dan air; (b) semakin tinggi
dampak negatif dan tidak menentunya perubahan iklim; (c) rendahnya skala usaha tani; (d)
relatif terbatasnya dukungan dan ketersediaan infrastruktur wilayah di pedesaan dan
pertanian; serta (e) masih terdapatnya potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk
pangan secara berkelanj utan.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam membangun kemandirian bangsa melalui
swasembada pangan, intervensi ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi
pangan dalam negeri, denga.n membangun kawasan sentra produksi/lumbung pangan,
terutama di daerah-daerah yang mempunyai potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk
memproduksi pangan secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan, baik melalui
intensifikasi maupun ekstensifikasi lahan produksi pangan. Intensifikasi terutama
diarahkan untuk meningkatkan intensitas pertanaman dan produktivitas komoditas pangan.
Sedangkan, strategi ekstensifikasi diarahkan untuk menambah lahan pangan baru, dengan
memperhatikan kesesuaian sumber daya alam, ketersediaan sumber daya manusia, sosial,
ekonomi, dan lingkungan hidup setempat secara berkelanjutan.
berkas 2, hlm. 117 OCR
Sampai dengan tahun 2029, intervensi ini ditargetkan untuk menambah produksi pangan
setara padi 20 juta ton gabah kering giling atau setara 10 juta ton beras, yang diperkirakan
memerlukan penambahan luas panen sekitar 4 juta ha setara luas sawah. Adapun highlight
intervensi dari mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan lumbung
pangan desa, daerah, dan nasional termuat dalam infografis di bawah ini.
3.2.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Prioritas Nasional 2 Memantapkan Sistem Pertahanan Keamanan Negara dan Mendorong
Kemandirian Bangsa melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Syariah, Ekonomi
Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi Biru, mencakup sasaran yang luas dari berbagai
sektor. Kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk mendukung ketercapaian Prioritas
Nasional 2 dijabarkan sebagai berikut:
(1) Rancangan Undang-Undang tentang KeamarEn dan Ketahanan Siber
Penyusunan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber didasari oleh
salah satu cerminan dinamika ancaman keamanan nasional yaitu peningkatan jumlah
serangan siber berbentuk malware ke Indonesia. Penggunaan dan pemanfaatan ruang
siber di segala aktivitas saat ini dapat berpotensi buruk jika disalahgunakan oleh aktor
berkas 2, hlm. 118 OCR
yang tidak bertanggung jawab. Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan
Siber ini akan mengisi kekosongan hukum terhadap kebutuhan pengaturan terkait
pembangunan dan penjaminan sistem keamanan dan ketahanan siber di Indonesia yang
saat ini masih bersifat sektoral.
(2) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun
2000 tentang Perjanjian Internasional
Revisi Undang-undang akan mendukung penyelenggaraan Diplomasi Total dengan
semakin memperkuat mekanisme pembuatan perjanjian internasional ('IYeatg Making
Power dan hubungan luar negeri. Hal ini akan memudahkan pemahaman
kementerian/lembaga teknis terkait dalam proses pembuatan suatu perjanjian
internasional, misalnya dengan adanya kejelasan kriteria perjanjian internasional yang
perlu disahkan mel,alui undang-undang, diharapkan suatu perjanjian internasional
dapat memberikan manfaat yang riil dan jangka panjang di tengah masyarakat,
termasuk dalam mendukung investasi.
(3) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan
Perubahan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan
Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan diperlukan untuk pencapaian swasembada
pangan. Hal ini gu.na menguatkan dan mengembangkan sektor pertanian dengan sistem
penyuluhan yang terkoordinasi dari pusat sampai daerah. Lebih lanjut, hd ini juga
mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian dengan
penguatan kelembagaan penyuluhan.
Selain itu, kerangka kelembagaan yang didesain untuk mendukung ketercapaian sasaran-
sasaran dalam Prioritas Nasional 2 dijabarkan sebagai berikut:
(1) Pembentukan Badan Regulator Air Minum dan Sanitasi
Pembentukan Badan Regulator Air Minum dan Sanitasi memperkuat fungsi pengaturan,
pengawasan, dan advisori yang selama ini terfragmentasi dan belum berjalan optimal,
sekaligus menjadi langkah debottlenecking untuk menciptakan tata kelola lebih efektif
dan efisien. Sejalan dengan visi swasembada air, badan ini dirancang memiliki
independensi operasional serta finansial untuk memastikan ketersediaan air yang
berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia, mencakup pengelolaan
terpadu dari hulu ke hilir mulai dari penyediaan air baku, penyediaan dan distribusi air
minum, hingga pengolahan air limbah domestik. Badan ini memiliki peran utama yaitu:
(1) penilaian kinerja layanan melalui sistem benchmarking (2) pemberian rekomendasi
tarif dan retribusi berbasis prinsip keadilan, efisiensi ekonomi, model pemulihan biaya,
dan keterjangkauan; (3) pemantauan terhadap standar kuantitas dan kualitas layanan;
serta (4) peningkatan transparansi melalui pelaporan publik dan pengelolaan data.
Untuk mendukung peningkatan layanan, badan ini juga menjalankan mekanisme
insentif dan disinsentif yang diharapkan dapat memacu kinerja operator, efisiensi biaya,
dan optimalisasi sumber daya. Dengan langkah ini, mutu penyelenggaraan layanan air
minum dan sanitasi bagi masyarakat diharapkan terus meningkat dan memberikan
manfaat nyata bagi kesejahteraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
berkas 2, hlm. 119 OCR
(2) Penataan Fungsi dan Kewenangan Penyelenggaraan Urusan Air Limbah Domestik
Penataan ini bertujuan untuk menciptakan pembagian peran dan tanggung jawab yang
lebih jelas antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam
penyelenggaraan layanan air limbah domestik. Pertama, kerangka kelembagaan ini
bertujuan untuk memperkuat peran pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan
pemerintah pusat dalam penyelenggaraan layanan air limbah domestik. Provinsi akan
menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan kinerja layanan di tingkat
kabupaten/ kota sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Provinsi juga diberikan
kewenangan lebih untuk ikut serta dalam menyediakan layanan air limbah domestik
pada kabupaten/kotanya yang kesulitan dalam penyediaan Layanan air limbah
domestik. Kedua, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, fungsi operasional akan
didelegasikan kepada institusi di tingkat kabupaten/kota seperti Unit Pelaksana Teknis
Daerah, Badan Layanan Umum Daerah, Badan Usaha Milik Daerah, atau Perusahaan
Daerah Air Minum. Institusi-institusi ini diharapkan dapat fokus menyediakan layanan
secara lebih efisien dan profesional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Selain itu,
penataan ini juga mencakup upaya untuk menutup gap fungsi serta penegakan reguLasi
yang belum diamanatkan secara jelas pada tingkat pusat seperti rekomendasi
tarif/retribusi, pengawasan terhadap kualitas layanan, serta pengawasan terhadap baku
mutu air limbah domestik.
(3) Penataan Kelembagaan Pengelolaan Sampah di Tingkat Pusat dan Daerah sesuai dengan
Platform Transformasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah
Rumah Tangga
Tata kelola persampa.han telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008
tentang Pengelolaan Sampah. Pemerintah bertugas menjamin terselenggaranya
pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Lebih lanjut, pengaturan
kelembagaan pengelolaan sampah juga diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
Sampah Rumah Tangga. Dalam rangka mendukung tata kelola persampahan yang
partisipatif, terintegrasi, serta tidak tumpang tindih, maka diperlukan penataan
kelembagaan di tingkat pusat dan daerah, Penataan kelembagaan ini lebih lanjut akan
diatur pada Peraturan Presiden tentang Transformasi Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
(4) Pembentukan Kelembagaan Operator Layanan Persampahan yang Terpisah dari
Regulator
Saat ini, baru terdapat 3 dari 38 pemerintah provinsi dan 3 dari 514 pemerintah
kabupaten/kota yang mempunyai Badan Layanan Umum Daerah Persampahan. lebih
lanjut, operator layanan swasta dan berbasis masyarakat yang berupa kelompok
swadaya masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa masih terbatas secara kuantitas dan
kualitas. Pembinaan dan pengawasan terhadap berbagai jenis operator tersebut juga
masih belum optimal, termasuk pendataan, registrasi, dan sistem perizinan operasi.
Selain itu, potensi kerja sama antarpemerintah daerah, antara pemerintah daerah
dengan swasta, ataupun antara Badan Layanan Umum Daerah dengan swasta juga
belum digali sehingga ke depan diperlukan penguatan kebijakan dan ekosistem bagi
operator dan kerja sama dalam layanan persampa.han. Keberadaan unit khusus
(operator) layanan persampahan dan kerja sama ini juga telah diamanatkan di dalam
Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 dan akan lebih lanjut diatur pada Peraturan
Presiden tentang Transformasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis
berkas 2, hlm. 120 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
-t20-
Sampah Rumah Tangga. Standar Kompetensi Kinerja Nasional Indonesia, Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia, berikut Peta Okupasi perlu untuk dilegalkan sehingga
pembinaan dan pengembangan standar kompetensi untuk sumber daya manusia
persampahan dapat diimplementasikan.
(5) Penataan dan Pengelolaan Aset Sa-rana dan Prasarana Persampahan
Penataan dan pengelolaan aset diperlukan untuk melindungi jaminan kepemilikan dan
pengelolaan aset sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
mengatur mengenai sektor persampahan dan tata kelola aset. Lebih lanjut, penataan
dan pengelolaan aset ini juga diatur pada Peraturan Presiden tentang Transformasi
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
(6) Pembentukan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf
Dalam rangka implementasi amanat asta cita terkait penyempurnaan 'bank wakaf,
diperlukan pembentukan lembaga pembiayaan pembangunan berbasis wakaf sebagai
special mission vehicle yang ditujukan untuk mengoptimalisasi pemanfaatan wakaf
dalam negeri dan memaksimalkan potensi penarikan dana wakaf global ke dalam negeri.
(7) Penguatan Kelembagaan Pangan, termasuk Tata Kelola Kebijakan Subsidi Pupuk,
Perbenihan, Pemuliaan Tanaman, dan Penyuluhan
Pangan merupa.kan salah satu kebutuhan dasar rakyat dan salah satu unsur penting
ketahanan nasional. Untuk melaksanakan dan mencapai swasembada pangan,
diperlukan penguatan dan perbaikan kelembagaan pangan secara terpadu, dari hulu
sampa.i hilir. Penguatan kelembagaan dan tata kelola tersebut mencakup, antara lain
namun tidak terbatas pada aspek produksi pangan, aspek sarana dan prasarana
produksi pangan (benih, pupuk, dan sebagainya), aspek manajemen logistik pangan,
aspek perbenihan dan pemuliaan tanaman, aspek penyuluhan, aspek konsumsi pangan
dan gizi, serta aspek pendukung penting lainnya. Penguatan tata kelola institusi-institusi
terkait benih diperlukan untuk mendorong aktivitas inovasi dan penelitian dalam
mendukung pengadaan benih unggul dan teknik budidaya, serta pengendalian hama
terpadu melalui pemanfaatan pestisida nabati dan bio.
berkas 2, hlm. 121 OCR
3.3 Prioritas Nasional 3: Melanjutkan
dan Lapangan Kerja yang
Berkualitas, Mendorong Kewirausahaan, Mengembangkan
Industri Kreatif serta Mengembangkan Agromaritim Industri
di Sentra Produksi melalui Peran Aktif
Pembangunan infrastruktur berkualitas, berkeadilan, berketahanan, dan berkelanjutan
dengan memanfaatkan teknologi digital diarahkan untuk mendukung terwujudnya prioritas
nasional, program prioritas, dan program hasil terbaik cepat, terutama makan bergizi gratis,
swasembada pangan, swasembada air, swasembada energi, hilirisasi komoditas, dan
transformasi digital. Pembangunan infrastruktur, pengembangan industri kreatif, dan
industri agromaritim bertujuan mendukung pemenuhan pelayanan dasar untuk
meningkatkan mutu sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan
pengurangan kemiskinan. Selain itu, pembangunan juga diarahkan untuk mendukung
penciptaan kesempatan kerja dan mendorong kewirausahaan dengan melibatkan
sepenuhnya usaha kecil, menenga.h, dan koperasi.
Pembangunan infrastruktur akan mengoptimalkan ketersediaan aset (stok infrastruktur)
yang terbangun untuk meningkatkan akses; menurunkan biaya produksi, biaya transportasi
dan biaya logistik; menguatkan konektivitas dan rantai nilai komoditas; serta
mengembangkan ekonomi kreatif dan pariwisata. Dalam lima tahun ke depan, pembangu.nan
infrastruktur akan mencakup penyediaan air, pembangunan rumah dan kawasan
permukiman, pengelolaan sanitasi dan persampahan, pembangunan jaringan transportasi,
serta penyediaan listrik dan penguatan transformasi digital.
Selain itu, pembangunan infrastruktur yang terpadu, baik layanan transportasi, digital,
maupun ketenagalistrikan dengan pengembangan industri kreatif diarahkan untuk memberi
ruang yang luas bagi pengembangan kewirausahaan generasi muda, peningkatan inovasi dan
perluasan kesempatan pekerjaan bagi banyak orang, serta pengembangan dan peningkatan
ekosistem digital. Dengan keunikan budaya dan kekayaan sumber daya lokal,
pengembangan industri kreatif melalui pembangunan pariwisata yang berkualitas dan
berkelanjutan serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif berpotensi menjadi pendorong
utama ekonomi dan sekaligus memperkuat citra bangsa di mata dunia.
Sejalan dengan hal tersebut, pembangunan infrastruktur terpadu dilakukan dengan
memperhatikan pendekatan solusi berbasis alam untuk mengurangi risiko bencana dan
perubahan iklim, sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, dalam lima tahun ke depan (2025-20291, pemerintah berkomitmen untuk
melanjutkan pengembanga.n infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang
berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta
mengembangkan agro-maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi.
Keseluruhan upaya tersebut dapa.t didukung oleh peningkatan peran sektor jasa keuangan
sebagai sumber pembiayaan bagi pembangunan.
3.3.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 3
Untuk mengawal keberhasilan proses pengembangan infrastruktur dan meningkatkan
lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri
kreatif, serta mengembangkan agromaritim industri di sentra produksi melalui peran aktif
koperasi, telah dirumuskan sasaran pembangunan pada tahun 2025 dan tahun 2029 sebagai
berikut.
berkas 2, hlm. 122 OCR
-L22-
Tabel 3.3
Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 3
No Sasaran dan Indikator Baselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Terwujudnya Pengembangan Infrastruktur yang Berkelanjutan
I Stok Infrastruktur terhadap
PDB (yo)
43,0 (2019) 46,5 48,5
Meningkatnya Total Aset Sektor Keuangan terhadap PDB
2 Total Aset Sektor
Keuangan/PDB (%)
170,5 (2023) 188,5 213,6
3 Aset Perbankan/PDB lP/ol 57,2 (20231 66,9 77,2
4 Aset Dana Pensiun/PDB (%) 7,3 (20231 8,0 tt,2
5 Aset Asuransi/PDB (%)14 9,O (2023) 9,1 10,5
6 Kapitalisasi Pasar Modal/PDB
P/.1
ss,9 (2023) 57,8 68,0
7 Total Kredit/PDB (%) 33,9 (2023) 37,a 46,8
8 Inklusi Keuangan (o/o) 88,7 (20231 91,0 93,0
Meningkatnya Lapangan Kerja yang Berkualitas
9 Proporsi Penciptaan Lapangan
Kerja Formal (%)
23,96 35,00 46,00
10 Rasio Volume Usaha Koperasi
terhadap PDB (%)
1,07 (2o2Ll 1,10 t,20
11 Proporsi Jumlah Usaha Kecil
dan Menengah (%)
3,06 3,10 3,30
L2 Rasio Kewirausahaan (0/6) 3,08 3,lo 3,60
Meningkatnya Nilai Tambah Pariwisata
13 Rasio PDB Pariwisata (%) 3,6 (20221 4,50-4,60 4,90-5,00
14 Devisa Pariwisata (Miliar USD) 14,0 (2023], 19-22,1 32,0-39,4
Meningkatnya Proporsi PDB Ekonomi Kreatif
15 Proporsi PDB Ekonomi Kreatif
P/.1
6,77 (20231 7,3-7,9 8,H,4
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah).
Keterangan: 4 Komponen perhitungan aset asuransi sudah mencakup asuransi sosial dan asuransi wajib.
3.3.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan pada Prioritas Nasional 3,
disusun arah kebijakan sebagai berikut.
berkas 2, hlm. 123 OCR
&
SI
Ta

REPUBLIK INDONESIA
- 123 -
Terwujudnya Pengembangan Infrastruktur yang Berkelanjutan
“ Waktu tempuh koridor utama jalan nasional di - Coverage and usage gap fixed broadband
Indonesia (2,14 Jam/100 Km) relatif lebih tinggi yang tinggi. Hingga TW IV 2023, 53,019
dibandingkan negara Asean lainnya seperti di wilayah Indonesia dan 97,4496 permukiman
Malaysia 1,09 Jam/1 00 km,Thailand 1,30 jam/100 km telah terjangkau sinyal 4G, sementara cakupan
Senelnlamnlorak sa dada . 5G mencapai 0,1596 wilayah dan 3,7396
“ Rendahnya muatan balik dari Kawasan Timur (3076 permukiman, serta 68,494 kecamatan telah
dari kapasitas) disebabkan terbatasnya kawasan memiliki Optical Distribution Point (ODP)
ekonomi dan belum adanya hub domestik di wilayah . . . .
Timur “ Kecepatan internet di Indonesia masih
- 90fo lalulintas penerbangan masih terpusat di 5 rendah di angka 24,96 Mbps dibandingkan
Bandara Primer (Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia
Juanda, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin) berada di posisi nomor 9 di Kawasan Asia
“ Terdapat lebih dari 100 Airstrip di Papua yang Tenggara (Speedtest Global Index, 2023)
kondisi prasarananya belum memenuhi standar “ Kapasitas pusat data di Indonesia saat ini baru
keselamatan dan keamanan penerbangan mencapai sekitar 200 MW, masih jauh di bawah
“ Skema layanan dan keterpaduan perencanaan kebutuhan ideal untuk melayani populasi
transportasi darat, kereta api, laut, dan udara sebesar 270 juta jiwa yang diprakirakan
bersubsidi belum optimal memerlukan kapasitas hingga 2.200 MW
Pangsa angkutan keretaapi regional masih . Kerangka regulasi dalam menghadapi risiko
rendah, di sisi lain memiliki keunggulan ekonomis global terkait teknologi, termasuk kekurangan
pada jarak menengah (750-1.500 km) dengan kerangka hukum yang memadai untuk mengatur
demand besar dan menerus inovasi digital dan dampaknya (Global Risk
“ Tingginya kerugian ekonomi karena kemacetan Report, 2023)
lalu lintas (Rp65 triliun per tahun) yang diakibatkan Pa .
terbatasnya sistem angkutan massal perkotaan " Tata kelola dayak ben
(pangsa angkutan umum kota-kota di Indonesia , on usi an belum jair playing Mela bagi
masih dibawah 2096) Industri
- Belum optimalnya tata kelola jalan daerah yang “ Kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan
menyebabkan kesenjangan kualitas antara jalan masih terbatas sehingga kualitas layanan
nasional dan daerah, dari 504.672 km jalan (nasional, ketenagalistrikan masih rendah, serta lock-in
provinsi, kab/kota) sebesar 2896 mengalami dan ketergantungan terhadap penggunaan
kerusakan (7796 di antaranya merupakan jalan energi fosil masih tinggi (Konsumsi listrik per
daerah) kapita 1.337 kWh di tahun 2023)
“ Terdapat backlog antara kebutuhan dan pemenuhan - Supply-Demand dan Spatial Mismatch
sarana, prasarana, dan SDM pencarian dan terutama sumber daya energi terbarukan dan
pertolongan (pemenuhan infrastruktur pencarian dan pusat beban/permintaan energi listrik
pertolongan masih sebesar 4296) (Kapasitas pembangkit listrik 91 GW dan
- Tingginya pelanggaran kendaraan muatan Panjang jaringan transmisi sebesar 87.691 kms
berlebih akibat kendaraan Over Dimension & Over kumulatif di tahun 2023)
Load (ODOL) menyebabkan kerusakan infrastruktur “ Kebutuhan investasi yang besar dan
jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. Sebesar ketergantungan terhadap pembiayaan dan
4096-5096 kendaraan di Lintas Utama Pulau Jawa dan teknologi dari luar negeri
3096-40Yo kendaraan di Sumatera tergolong ODOL . Masih tingginya alokasi subsidi dan
Belum terpenuhinya target jumlah lulusan diklat kompensasi listrik serta penyaluran subsidi
teknis pendidikan dan diklat pemberdayaan yang belum tepat sasaran (subsidi listrik tahun
masyarakat keselamatan safety and security 2023 sebesar Rp68,64 triliun)
(persentase jumlah lulusan masih di bawah 5096 pada
tahun 2023)
“ Pengembangan Konektivitas dan Layanan Transportasi Multimoda
“ Peningkatan Konektivitas Digital dan Transisi Energi Listrik
berkas 2, hlm. 124 OCR
Hi
2:
Sasaran 2 S
Meningkatnya Total Aset Sektor Keuangan terhadap PDB
“ Dangkalnya kedalaman sektor keuangan, “ Rendahnya penetrasi dan densitas industri
terutama pada sektor keuangan nonbank (sektor dana pensiun dan asuransi, serta
keuangan masih didominasi perbankan) terbatasnya diversifikasi produk
“ Belum efisiennyastruktur perbankan yang “ Rendahnya basis investor dan instrumen
mendorong tingginya cost of fund investasi pada pasar modal
“ Belum optimalnya fungsi intermediasi “ Rendahnya literasi dan tingginya gap antara
(penyaluran kredit masih terpusat di Pulau Jawa inklusi dan literasi keuangan
dan belum optimal disalurkan kepada sektor
prioritas)
“ Pendalaman Sektor Keuangan
Sasaran 3
Meningkatnya Lapangan Kerja yang Berkualitas
e Sebagian besar pelaku usaha masih berskala e Rendahnya kemitraan UMKM dalam rantai
mikro sehingga belum mampu menyediakan nilai industri
lapangan kerja yang baik e Belum optimalnya ekosistem usaha, termasuk
e Rendahnya kontribusi koperasi sektor produksi pemanfaatan Basis Data Tunggal (BDT) UMKM
pada perekonomian dalam mendukung pengembangan koperasi,
e Kurangnya penerapan standar, sertifikasi, wirausaha, dan UMKM
teknologi dan inovasi pada koperasi, wirausaha,
dan UMKM
“ Peningkatan Produktivitas UMKM dan Koperasi
berkas 2, hlm. 125 OCR
7:rTfl-.I{Ii
K INDONESIA
3.3.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapa.ian sasaran Prioritas Nasional 3, dilakukan serangkaian intervensi
pa.da masing-masing arah kebijakan sebagai berikut:
(1) Pengembangan Konektivitas dan layanan Transportasi Multimoda diarahkan pada
peningkatan aksesibilitas terhadap layanan dasar, pusat perekonomian, serta integrasi
antarmoda transportasi darat, laut, dan udara untuk meningkatkan efisiensi dan
kualitas layanan pergerakan penumpang dan barang melalui intervensi kebijakan (a)
pengembangan konektivitas jalan pa.da jalur utama dan aksesibilitas daerah tertinggal
dan perbatasan, (b) pengembangan kereta api penumpang antarkota dan penguatan
kereta api angkutan barang, (c) pengembangan jaringan pelabuhan terpadu, (d)
pengembangan jaringan bandara terpa.du, (e) penguatan konektivitas darat dan
keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan, (f) pengembangan sistem angkutan umum
massal perkotaan, (g) pengembangan sumber daya manusia untuk peningkatan kinerja
layanan transportasi, serta (h) peningkatan layanan pencarian dan pertolongan
kecelakaan transportasi.
berkas 2, hlm. 126 OCR
(2) Peningkatan konektivitas digital dan transisi energi listrik diarahkan untuk
meningkatkan keterpaduan pembangunan infrastruktur, antara lain infrastruktur
digital dan ketenagalistrikan. Upaya mewujudkan konektivitas digital dan transisi energi
listrik dilaksanakan melalui pembangunan TIK di tingkat nasional, peningkatan
transformasi digital, dan peningkatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan
berkualitas untuk memenuhi kebutuhan listrik secara merata dan berkualitas yang
rendah karbon, efisien, dan berkelanjutan. Dalam rangka mencapai konektivitas digital
dan transisi energi listrik tersebut, arah kebijakan dan strategi pelaksanaan akan
dilakukan melalui (a) penguatan infrastruktur telekomunikasi, pos, dan penyiaran; (b)
pengembangan dan peningkatan ekosistem digital; (c) pembangunan pembangkit tenaga
listrik beban dasar dan variabel, termasuk sistem penyimpanan energi dan pengubahan
bahan bakar pembangkit listrik yang rendah karbon; (d) pembangunan infrastruktur
jaringan ketenagalistrikan dan digitalisasinya, seperti jaringan transmisi dan
interkoneksi dalam dan antarpulau (super grid), jaringan distribusi dan terisolasi, serta
listrik pedesaan; dan (e) perluasan jangkauan infrastruktur tenaga listrik.
(3) Peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi dilaksanakan
melalui (a) pengembangan koperasi sektor produksi; (b) peningkatan kapa.sitas usaha
dan akses sumber daya produktif; s€rta (c) pengembangan kewirausahaan.
Pengembangan koperasi sektor produksi utamanya dilakukan melalui pengembangan
usaha koperasi yang difokuskan pada koperasi yang bergerak di sektor agromaritim,
peningkatan peran dan kapasitas kelembagaan koperasi, penguatan kapasitas sumber
daya manusia dan reputasi koperasi, serta penguatan sistem pengawasan koperasi.
Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif utamanya dilakukan
melalui perluasan akses ke perizinan usaha, penyediaan skema dan fasilitasi akses
pembiayaan usaha, pelatihan sumber daya manusia berbasis kompetensi, perluasan
akses pasar, pelibatan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam ekosistem rantai nilai
komoditas unggulan, akselerasi digitalisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna,
peningkatan mutu produk melalui standardisasi dan sertifikasi, serta pengembangan
usaha mikro, kecil, dan menengah berkelanjutan. Sementara itu, pengembangan
kewirausahaan utamanya dilakukan melalui inkubasi usaha, penyediaan platform
terintegrasi yang menghubungkan wirausaha dengan ekosistem usaha, peningkatan
kapasitas tenaga kerja dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pelatihan
dan pendampingan, pemutakhiran regulasi terkait pengembangan kewirausahaan
nasional, serta didukung dengan pengelolaan dan pemanfaatan Basis Data Tunggal
usaha mikro, kecil, dan menengah.
(4) Pendalaman sektor keuangan akan dilakukan melalui (a) penguatan peran perbankan,
(b) penguatan peran sektor keuangan nonbank, dan (c) peningkatan inklusi dan literasi
keuangan.
(a) Pada sektor perbankan, arah pengembangan akan difokuskan pada berbagai aspek,
mulai dari struktur, efisiensi (cost of fund), keberaga.man produk, jangkauan
penyaluran kredit atau pembiayaan, cakupan aktivitas usaha, hingga pemanfaatan
teknologi. Saat ini, struktur perbankan di Indonesia bersifat oligopoli, yang secara
tidak langsung mendorong inefisiensi dan tingginya cost di Indonesia. Untuk itu, ke
depan, didorong percepatan konsolidasi agar jumlah bank besar meningkat dan
efisiensi perbankan pun lebih optimal, diiringi peningkatan transparansi suku
bunga dan implementasi good. governance. Dari aspek keberagaman produk,
didorong diversifikasi produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan perkembangan zaman, seperti kebutuhan pembiayaan perumahan,
pembiayaan berkelanjutan (hijau dan biru), kebutuhan generasi milenial yang
cenderung internet-based (misalnya pada bidang inovasi dan teknologi), produk
responsif gender, serta produk yang lebih inklusif untuk masyarakat rentan,
disabilitas, dan termarginalkan. Penyaluran kredit produktif ke sektor prioritas
berkas 2, hlm. 127 OCR
(termasuk ke usaha mikro, kecil, dan menengah) ke depan akan didorong, dengan
jangkauan wilayah penyaluran kredit akan diperhatikan untuk pemerataan
pembangunan. Selanjutnya, dari sisi cakupan aktivitas usaha, perbankan perlu
terus didorong untuk berinovasi melalui perluasan aktivitas usaha (multiactivities),
seperti bullion, wealth management, dan digital banking. Ke depan, akselerasi
digitalisasi produk dan layanan juga akan ditingkatkan dengan mengedepankan
prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen.
(b) Pada sektor keuangan nonbank, optimalisasi peran industri asuransi, dana pensiun,
dan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang diperkuat
melalui peningkatan literasi, perluasan kepesertaan, diversifikasi produk dan
instrumen keuangan, optimalisasi portofolio investasi, perbaikan tata kelola,
pemanfaatan digitalisasi, dan perlindungan konsumen. Pada industri asuransi,
fokus utama pengembangan pada tahun 2025-2029 adalah peningkatan penetrasi
dan densitas asuransi, Dari sisi permintaan, peningkatan literasi dan awareness
masyarakat akan didorong dengan menjaga kepercayaan masyarakat atas industri
asuransi melalui perbaikan tata kelola dan perlindungan konsumen. Dari sisi
penawaran, diversifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan
masyarakat juga ditingkatkan, termasuk perluasan cakupan asuransi untuk
segmen masyarakat productive poor seperti petani, peternak, dan nelayan.
Diversifikasi produk juga menyesuaikan perkembangan zaman, seperti dukungan
terhadap pembiayaan berkelanjutan (green or blue business), misalnya asuransi
untuk panel tenaga surya dan asuransi terumbu karang, serta penempatan investasi
pada instrumen berkelanjutan se rti green bond dan blue bond. Perbaikan struktur
pasar juga terus didorong melalui peningkatan efisiensi, kapasitas, dan permodalan
melalui percepatan konsolidasi, serta didukung oleh penguatan peran reasuransi
sebagai mitigasi risiko asuransi. Seiring dengan hal tersebut, perbaikan portofolio
investasi (penempatan dana industri asuransi) ke depan juga akan didorong pada
instrumen-instrumen jangka panjang. Pada industri dana pensiun, fokus penguatan
dilakukan baik pada program pensiun wajib maupun sukarela, yaitu peningkatan
penetrasi dan densitas melalui literasi dan edukasi masyarakat atas pentingnya
dana pensiun (termasuk pa.da pekerja informal), pengembangan produk yang juga
diperuntukkan bagi kalangan pekerja mandiri, seperti usaha mikro, kecil, dan
menengah (pekerja informal), serta perbaikan tata kelola dan sistem pensiun. Salah
satu penyebab rendahnya dana kelolaan adalah desain kebijakan (sistem pensiun)
yang memungkinkan peserta menarik dananya jauh sebelum usia pensiun normal.
Oleh karena itu, ke depan, perbaikan sistem pensiun dilakukan salah satunya
melalui implementasi dua jenis akun program pensiun, yaitu akun yang tidak dapat
dicairkan hingga usia pensiun dan akun simpanan darurat. Selanjutnya, perbaikan
sistem pensiun juga diikuti dengan pengembangan portofolio investasi, melalui
perbaikan regulasi yang membatasi industri dana pensiun untuk berinvestasi di
instrumen jangka panjang. Pada pasar modal, arah pengembangan pada tahun
2025-2029 akan berfokus pada pendalaman pasar modal dengan perluasan
instrumen investasi dan peningkatan basis investor (baik korporasi maupun ritel).
Perluasan basis investor dilakukan melalui peningkatan literasi dan edukasi
masyarakat, serta peningkatan awareness masyarakat atas pentingnya berinvestasi
(mendorong saving society menjadi investment society). Diversifikasi produk ke
depan juga akan didorong, seperti coral bond dan penambahan produk keuangan
derivatif. Selain itu, pengembangan produk seperti obligasi/sukuk hijau,
obligasi/ sukuk biru, dan perdagangan karbon melalui infrastruktur pasar modal
juga akan dioptimalkan. Keseluruhan upaya tersebut akan dilakukan dengan
menjaga aspek perlindungan konsumen dan investor. Sementara itu, pada sektor
keuangan nonbank lainnya seperti lembaga penjaminan akan didorong melalui
peningkatan jumlah dan kapasitas lembaga penjamin, pembentukan lembaga
berkas 2, hlm. 128 OCR
FEPUBUK INDONESIA
-t2a-
penjamin ulang, perluasan produk yang dijamin, dan perluasan jangkauan
penjaminan dengan membentuk lembaga penjaminan di berbagai wilayah di
Indonesia.
(c) Peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Dari sisi permintaan, pemberdayaan
ekonomi masyarakat akan dioptimalkan, didukung oleh edukasi dan sosialisasi
produk keuangan secara lebih masif dan disesuaikan dengan segmen pasar,
misalnya memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi segmen milenial. Selain itu,
edukasi dan sosialisasi produk keuangan pada masyarakat juga akan
memanfaatkan peran pendamping Program Keluarga Harapan, bidan, dan tokoh
masyarakat lain yang dekat dengan masyarakat. Bentuk edukasi lain seperti
kampanye menabung dan penguatan substansi keuangan dalam kurikulum
pendidikan (mulai dari pendidikan dasar) juga akan ditingkatkan. Dari sisi
penawaran, peningkatan inklusi dan literasi akan diarahkan pada (1) perluasan
akses dan penyediaan layanan keuangan, termasuk penambahan agen laku pandai
dan agen layanan keuangan digital sebagai perpanjang tanganan lembaga keuangan
formal khususnya di wilayah terpencil (remote areal; (2) perluasan jangkauan
fasilitas sistem pembayaran melalui pemerataan cakupan dan keterjangkauan
layanan internet di seluruh Indonesia, serta peningkatan efisiensi operasional sistem
pembayaran dengan menurunkan biaya transaksi agar lebih inklusif menjangkau
masyarakat berpenghasilan rendah; (3) penyediaan produk dan kemudahan layanan
keuangan yang ramah bagi disabilitas, perempuan, usaha mikro, kecil, dan
menengah, masyarakat di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, serta segmen
prioritas inklusi keuangan lainnya; dan (4) pengoptimalan program eksisting, seperti
Kredit Usaha Rakyat, Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, Kredit Ultra Mikro, dan
program lainnya, dengan perluasan jangkauan penerima program dan didukung
oleh perbaikan database agar penerima program lebih tepat sasaran. Keseluruhan
upaya peningkatan inklusi dan literasi diiringi dengan penguatan perlindungan
konsumen,
(5) Pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dilaksanakan dengan
serangkaian strategi (a) meningkatkan kelembagaan dan tata kelola destinasi; (b)
meningkatkan industri dan rantai pasok inklusif; (c) menerapkan prinsip Blue-Green-
Circular funomg; (d) membangun infrastruktur hijau untuk infrastruktur dasar dan
pendukung pariwisata; (e) meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pariwisata;
(fl menguatkan pemasaran yang bertanggung jawab; (g).meningkatkan kesiapsiagaan
menghadapi risiko kebencanaan, keamanan, dan keselamatan; (h) mengembangkan
mekanisme pembiayaan dan implementasi Indonesia Quality Tourism Fund; lil
diversifikasi atraksi pariwisata yang difokuskan pada pengembangan geopark (terutama
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization Global Geopark), diving
dan snorkeling, surfing, island lappinS, wellness, medical, adventure, culture, event,
meeting, incentives, @nuentians and exhibitions, gaclt and cruise, gastronomi, pariwisata
ramah muslim, den digital rcmad; (j) mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus
Pariwisata di destinasi pariwisata prioritas, serta (kl mengembangkan destinasi
pariwisata bahari yang mendukung ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan baru
dalam Prioritas Nasional 2. Pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan
dilaksanakan melalui sejumlah intervensi kebijakan, yaitu (a) percepatan pembangunan
destinasi pariwisata prioritas Borobudur-Yogyakarta-Prambanan; (b) penguatan
destinasi regeneratif Bali; (c) penguatan destinasi regeneratif Kepulauan Riau, (d)
penguatan destinasi regeneratif greater Jakarta; (e) percepatan pembangunan destinasi
pariwisata prioritas Lombok-Gili Tramena; (f) pengembangan destinasi pariwisata
prioritas Manado-Likupang; (g) pengembangan destinasi pariwisata prioritas Bangka
Belitung; (h) percepatan pembangunan destinasi pariwisata prioritas Danau Toba; (i)
pengembangan destinasi pariwisata prioritas Raja Ampat; 0) percepatan pembangunan
destinasi pariwisata prioritas Labuan Bajo; (k) pengembangan destinasi pariwisata
berkas 2, hlm. 129 OCR
Efdrfrl{Il
INDONESIA
-t29-
prioritas Bromo-Tengger-Semeru; (l) pengembangan destinasi pariwisata prioritas
Wakatobi; dan (m) pengembangan destinasi pariwisata prioritas Morotai.
(6) Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual diarahkan menjadi
penggerak pertumbuhan ekonomi yang dilakukan melalui strategi (a) penguatan
ekosistem kekayaan intelektual melalui aktivasi pendaftaran, edukasi, perlindungan,
dan komersialisasi yang didukung dengan forum kolaboratif pemangku kepentingan
ekonomi kreatif, termasuk World Conference on Creative Economy; (b) penguatan data
ekonomi kreatif serta integrasinya; (c) perluasan dan peningkatan pangsa pasar di
tingkat domestik dan global dengan aktivitas pemasaran melalui media digital dan fisik,
termasuk membangun lebih banyak ruang pameran, layar bioskop, dan ruang
pertunjukan Beni; (d) penguatan aksi afirmasi produk kreatif lokal yang didukung forum
sinergi dan insentif; (e) peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku kreatif melalui
pelatihan, sertifikasi, inkubasi produk, serta riset kolaboratif dengan institusi
pendidikan tinggi (0 pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif, termasuk
pembangunan hub/sentra kreatif yang didukung kelembagaan pengelola dan klaster
kreatif sebagai ruang kreasi terutama di kota yang tergabung dalam provinsi prioritas
pengembangan ekonomi kreatif dan United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization Creative City Network (g) penguatan struktur dan skema pendanaan,
pembiayaan, dan insentif, termasuk melalui dana pengembangan konten
kreatif/Indonesia Creative Content Fund dan matching fund co-production; serta (h)
penguatan regulasi, kebijakan, dan kelembagaan ekonomi kreatif di tingkat nasional dan
daerah. Pelaksanaan strategi tersebut difokuskan pada provinsi prioritas yang meliputi
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali,
Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Aceh, Maluku, dan Papua. Penguatan ekosistem
ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual dilaksanakan melalui intervensi kebijakan
(a) penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif; (b) penguatan ekosistem film,
animasi, video, dan musik; (cl penguatan ekosistem fesyen dan kriya; (d) penguatan
ekosistem aplikasi dan gim; serta (e) penguatan ekosistem kuliner.
3.3.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Regu.lasi eksisting untuk memfasilitasi pelaksanaan Prioritas Nasional 3 dinilai telah
memadai sehingga tidak ada kerangka regulasi yang diusulkan,
Kerangka kelembagaan sebagai pendukung pencapaian sasaran Prioritas Nasional 3
"Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang
berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta
mengembangkan agromaritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi",
antara lain
(1) Penguatan Badan Pengelola (Badan Otorita Pariwisata) di Destinasi Pariwisata
Prioritas;
(2) Penguatan tata kelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dalam rangka
mengelola Dana Pariwisata Berkualitas/Indonesia Quality Tourism Fund; dan
(3) lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi.
berkas 2, hlm. 130 OCR
3.4 Prioritas Nasional 4: Memperkuat Pembangunan Sumber
Daya Manusia (SDM), Sains,
Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan Gender, serta
Penguatan Peran Perempuan, Pemuda (Generasi Milenial dan
Generasi Z), dan Penyandang Disabilitas
Sumber daya manusia yang sejahtera, adaptif, berakhlak mulia, berbudaya maju, unggul,
dan berdaya saing merupakan modal dasar pembangunan menuju tercapainya Visi Indonesia
Emas 2045, Oleh karena itu, pembangunan harus diawali dengan pemenuhan pelayanan
dasar dan pembentukan modal manusia sebagai aspek utama pembangunan untuk
menciptakan fondasi yang kokoh bagi transformasi pembangunan.
Pembangunan manusia seutuhnya membuka peluang dan memperluas kesempatan setiap
individu mendapatkan layanan publik pada seluruh siklus hidup, secara inklusif, dan
menerapkan prinsip kesetaraan gender untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Hal ini
dimaksudkan untuk memastikan agar setiap manusia dalam berbagai situasi dan kondisi
mampu mengoptimalkan segenap potensi, berkembang maju, serta hidup sejahtera secara
lahir dan batin. Pembangunan sumber daya manusia dilaksanakan denga.n memberikan
setiap individu kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan agar dapat
berpartisipasi dalam pembangunan. Atas dasar hal tersebut, pada pembangunan jangka
menengah nasional tahun 2025-2029, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat
pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi
olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang
disabilitas.
3.4.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 4
Untuk mengawal keberhasilan proses pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi,
pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran
perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, telah dirumuskan sasaran pembangunan
pada tahun 2025-2029 sebagai berikut.
s"""'.', ut"-. IIH*i1;t"* t."io,,"r q
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Target2o2' Target 2029
Tert 'ujudnya Pendidikan Berkualitas yang Merata
1 Rata-rata lama sekolah penduduk
usia di atas 15 tahun (tahun)
9,22\ 9,33 9,42
2 Harapa.n lama sekolah (tahun) 13,21rt 13,32 13,58
3 Rata-rata nilai PISA
(a) Membaca
(b) Matematika
(c) Sains
359 (2O2213t
366 (2O2213t
383 (2O22],3t
SK No25215l A
berkas 2, hlm. 131 OCR
TalTffrT{Il
K IND
TIr:l
No
Sasaran dan Indikator
Rata-rata Nilai Asesmen Tingkat
Nasional:
(a) Literasi Membaca
(b) Numerasi
Basel e2024 Target2O25 Target 2029
60,89 (2023)
51,36 (2023)
62,89
54,36
66,89
59,86
5 Angka Partisipasi Kasar Pendidikan
Tinggi (o/6)cl
31,45 l2023l2t 33,94 38,04
6 Proporsi penduduk berusia 15
tahun ke atas lrang berkualifikasi
pendidikan tinggi (%)
10,15 (2023) 11,11 12,64
7 Persentase pekerja lulusan
pendidikan menengah dan tinggi
yang bekerja di bidang keahlian
menengah tinggi (016)
66,30 l2023l2t 66,74 67 ,66
Terwujudnya Kesehatan untuk Semua
8 Usia Harapan Hidup (UHH) (tahun) 72,13 (2O2312t 74,43 75,4
9 Angka Kelahiran Total (Total
Fertility Rate) (Rata-rata kelahiran
per wanita usia subur 15-49
tahun)
2,14 l2023l4t 2,12 2,LO
l0 Angka kematian Ibu (per 100.000
kelahiran hidup)c)
189 (2020)2) 122 77
I I Prevalensi Stunting (pendek dan
sangat pendek) pada balita (%)c)
21,50 (2023)s) 18,8 14,2
L2 Insidensi Tuberkulosis (per
100.000 penduduk)c)
347 po23l6t 329 190
13 Cakupan kepesertaan jaminan
kesehatan nasional (yo)cl
94,42 l2o24l7t 98,6 s9
Keluarga Berkualitas, Kesetaraan Gender, dan Masyarakat Inklusif
14 Indeks Pembangunan Kualitas
Keluarga
69,51 (2023) 72,A9 75,55
15 Indeks Perlindungan Anakat 68,29 (20231 70,19 75,29
16 Indeks Pembangunan Pemudabl 60,59 (2023) 65,16 73,27
17 Indeks Ketimpangan Gender 0,447 l2023l2t 0,430 o,394
18 Indeks Pembangunan Gender 91,85 (2023)rr 92,02-92,11 92,34-92,54
19 Mobilitas Penduduk Lanjut Usia (o/o) 92,94 (20231 94 96
68,42 (20231 69 7l 20 Mobilitas Penduduk Penyandang
Disabilitas (Yo)
berkas 2, hlm. 132 OCR
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Target 2025 Target 2029
Menguatnya Iptek, Inovasi, dan Produktivitas Tenaga Kerja
2l Peringkat Indeks Inovasi Global 54 53 49
22 Tingkat Pengangguran Terbuka (%) 4,91 4,50-5,00 4,00-4,71
23 Pengeluaran Iptek dan Inovasi (%
PDB)cr
o,28 l2O2Ol 0,30 0,45
24 Tingkat partisipasi angkatan kerja
perempuan (9o)cl
56,42 56,30-58,80 56,70-60,89
Meningkatnya Prestasi Olahraga Indonesia di Tingkat Dunia dan Budaya Berolahraga di
Masyarakat
25 Jumlah Perolehan Medali Emas
pada Olgnpb Games
2 4-6 (2028],
26 Jumlah Perolehan Medali Emas
pada Paralympic Games
I 4-6 (2028)
27 Peringkat pada Asian Games L3 (2023l, 9-rr (2026l,
2E Peringkat pada Asian Para Games 6 (20231 5-7 12026l
29 Peringkat pada SE/t Games 3 (20231 3 24
30 Peringkat pada ASEAN Pora Games t (20231 t-2 (.20291
31 Persentase penduduk berumur 1O
tahun ke atas yang aktif
berolahraga
9,04rr 10,36-t l,45rr 12,13-13,40rr
Keterangan: a) merupakan indeks dcogan pembaruan indikator penyusun; b) merupakan indeks dengan
pembaharuan konsep dar indikator penyusun dat! c) merupakan 45 indikator utama pembangunan dalam RPJPN
yang bukan di level Prioritas Nasional l) Susenas, BPS; 2) BPS; 3) OECD; 4) BKKBN; 5) I(etlenkes; 6) WHO; 7)
D'SN
3.4.2 Arah Kebijakan
Pembangunan dan pembentukan modal manusia bertujuan untuk memastikan setiap
individu, terlepas dari karakteristik dan latar belakangnya, dapat tumbuh dan berkembang
dalam lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi di setiap
tahapan siklus kehidupan, dengan dukungan dari keluarga yang berkualitas dan masyarakat
yang kondusif. Tujuan ini dapat terwujud apabiLa setiap orang, baik laki-laki maupun
perempuan, memiliki akses dan kesempatan yang setara untuk menikmati manfaat
pembangunan, mengembangkan potensi diri secara optimal, serta berpartisipasi secara
bermakna dalam pembangunan. Pembentukan modal manusia tersebut dapat terwujud
apabila setiap individu sehat, terdidik, dan terlindungi. Dalam rangka mewujudkan sasaran-
sasaran pembangunan, dilaksanakan arah kebijakan sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 133 OCR

Terwujudnya pendidikan berkualitas yang merata
# Layanan pendidikan belum merata terutama jenjang PAUD “ Partisipasi pendidikan tinggi masih rendah, terutamapada
(APK: 36,3696) dan SMA/SMK/MA/Sederajat (APK: 86, 3496): kelompok penduduk 2096 termiskin, yaitu 17,5196
sementara tingkat penyelesaian SMA/SMK/MA/Sederajat masih « Kualitas lulusan pendidikan tinggi masih rendah sehingga
rendah (66,7996) produktivitas & daya saingnya masih rendah
“ Akses terhadap listrik dan internet masih terbatas sebanyak Oo TingkatPV Terbuka (TPT) lul
2.458 satuan pendidikan belum memiliki akses listrik dan internet Lb sabah yo “orak aa hausan
“ Masih tingginya jumlah ruang kelas rusak yang menyebabkan ul PT ih keria dibi
kurang optimalnya fungsi satuan pendidikan dalam menampung 2 potd Ra masih ada yang bekerja dibidang
peserta didik (23,3396 ruang kelas rusak ringan dan 21,8496 ruang « Penduduk berusia 15tahunk berkualifikasi
kelas rusak sedang-berat-total) adik y Dana ca pu bi hban beta F, un Lean
“ Kualitas pendidikan masih rendah (Rata-rata skor PISA Penduduk elammaa Meet bah ( pada ra 2023)
Indonesia tahun 2022 368,99, tertinggal dari rata-rata negara . Nan Da
OECD 477,53) “ Daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global
Kuantitas. kualitas. dan distribusi ihterbatas (5096 masih belum optimal yang tecermin dari peringkat 90 dari
sd uantitas, kualitas, dan distribusi guru masin te Ss 133 nega tuk pilar h italand h pada GII
guru memiliki sertifikat pendidik: kekurangan 679 ribu guru) 2024 Fa Untuk piar Human Capha ang research paca
: Aa Ae Pee antem “ Masih rendahnya budaya literasi, kreativitas dan inovasi,
aa yangtecermin dengan nilai budaya literasi 60,49 di 2023
“ Percepatan wajib belajar 13 tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah)
“ Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran
“ Pemenuhan layanan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang berkualitas
“ Penguatan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas
“ Penguatan sistem tata kelola pendidikan
“ Penguatan pendidikan tinggi berkualitas yang merata dan pengembangan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematic
(STEAM)
“ Penguatan budaya literasi untuk kreativitas dan inovasi
Sasaran 2 a
Terwujudnya kesehatan untuk semua
# Angka Kematian Ibu masih tinggi (189/100.000) # Masih terdapat 39,96 persen puskesmas tidak tersedia 9
e Stunting masih tinggi (21,50 persen) jenis nakes sesuai standar
f . H # Masih terdapat 27,9 persen Rumah Sakit Umum Daerah
: Prevalensi obesitas terus meningkat (23,4 persen) kelas C belum memiliki 7 dokter spesialis dasar dan
# Wasting masih tinggi (3,5 persen) penunjang
# Kasus baru tuberkulosis peringkat ke-2 dunia (387 per e Rumah sakit terakreditasi paripurna masih belum optimal
100.000 penduduk) (37,0 persen)
“ Kasus baru kusta peringkat ke-3 dunia (10.976 kasus baru) # Puskesmas terakreditasi paripurna masih belum optimal
(28,0 persen).
« Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat
« Pemberian makan gratis untuk pemenuhan gizi
« Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat
“ Penguatan kapasitas ketahanan kesehatan
« Penguatan pelayanan kesehatan dan tata kelola
berkas 2, hlm. 134 OCR

Pj
Tg
Sasaran 3 Sg?
Terwujudnya keluarga berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif
e# Tingginya angka perceraian di Indonesia, mencapai 408.347 # Indeks Ketimpangan Gender (IKG) masih tinggi (0,447)
kasus (per6 Februari 2024) “ 6,6Yo perempuan 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan
# Indeks Perlindungan Anak (IPA) masih rendah (63,83) fisik dan/atau seksual oleh pasangan dan/atau selain
# 18 dari 100 anak laki-laki/ perempuan 13-17 tahun pernah pasangan dalam 12 bulan terakhir (SPHPN, 2024)
mengalami kekerasan fisik (SNPHAR, 2024) » 46,3Yo anak perempuan 15-49 tahun mengalami P2GP
e Proporsi perempuan usia 20-24 tahun yang menikah sebelum (sunat perempuan) (SPHPN, 2024)
usia 18 tahun sebesar 6,9296 # Indeks Pembangunan Pemuda belum optimal (60,59: 2023)
# Indeks Pembangunan Gender (IPG) cenderung stagnan (91,85) aa pemuda NEET masih tinggi (25,306: Sakernas
“ Peningkatan ketangguhan keluarga
“ Peningkatan kualitas perlindungan anak
“ Peningkatan kualitas pemuda
“ Peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan dari kekerasan
“ Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan lanjut usia
Sasaran 4
Menguatnya iptek, inovasi, dan produktivitas tenaga kerja
» Persentase lulusan SMK/MAK dan Perguruan Tinggi (PT) " Potensi supply iptek dan inovasi besar (terdiri dari 320 ribu Dosen, 8
seni budaya yang bekerja di bidang seni budaya masih ribu peneliti/perekayasa, dan 9 juta mahasiswa yang melakukan
rendah, ditandai dengan capaian 2023 hanya sebesar 3,5796 penelitian setiap tahun namun belum diorkestrasi secara nasional dan
Oa . . dipertemukan secara optimal)
@# Kontribusi iptek dan inovasi terhadap pertumbuhan Man Ma . .
ekonomi masih rendah (TFP hanya berkontribusi sebesar # Masih tingginya lulusan menengah-tinggi yang bekerja pada bidang
0,396 dari total PDB) keahlian rendah (33, 7096 penduduk berkualifikasi pendidikan
. . . . . menengah-tinggi yang bekerja di bidang keahlian rendah)
# Kapasitas Adopsi Iptek dan Penciptaan Inovasi masih 0. . . . . .
rendah (peringkat 54 dari 133 negara dalam Gllpadatahun — “ Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih rendah, yaitu 1996 dari
2024 dengan pilar knowledge and technology outputs yang tingkat produktivitas tenaga kerja Amerika Serikat (APO, 2024). Angka
masih rendah peringkat 73 dari 133 negara) tersebut juga berada di bawah rerata Kawasan ASEAN (2096).
. . Rendahnya produktivitas tenaga kerja disebabkan oleh tingginya
Anggaran riset yang masih rendah serta pemanfaatannya angkatan kerja berpendidikan SMP/MTs ke bawah sebesar 52,3296
belum dikelola dengan baik ditandai pengeluaran Iptek dan (BPS, 2024), ketidaksesuaian keahlian (skil-mismatch) di pasar kerja,
Inovasi Indonesia masih 0,286 dari PDB belum terbangunnya sistem informasi pasar kerja yang kredibel,
tingginya kasus perselisihan Hubungan Industrial (HI), rendahnya
kepatuhan norma ketenagakerjaan, serta terbatasnya akses pendidikan
dan pelatihan vokasi.
“ Peningkatan kontribusi iptek dan inovasi dalam pembangunan nasional
“ Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi dan produktivitas tenaga kerja
“ Pengembangan Manajemen Talenta Nasional
berkas 2, hlm. 135 OCR
3.4.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 4, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut:
(1) Percepatan wajib belajar 13 tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan 12 tahun
pendidikan dasar dan pendidikan menengah) diarahkan untuk mendukung pemerataan
akses terhadap pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak usia sekolah, Kebijakan
ini untuk memastikan seluruh anak usia sekolah dari berbagai latar bel,akang status
sosial ekonomi dapat memperoleh layanan pendidikan berkualitas dengan afirmasi pada
wilayah tertinggal dan kelompok keluarga termiskin. Percepatan wajib belajar 13 tahun
dilakukan melalui (a) perluasan layanan pendidikan anak usia dini, (b) revitalisasi
sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang berkualitas, (c) penyaluran bantuan
pendidikan yang tepat sasaran, serta (d) pencegahan dan penanganan anak tidak
sekolah.
(2) Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran diarahkan untuk mewujudkan
proses pembelajaran yang berfokus pada peserta didik sehingga mampu
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Selain
itu, kebijakan ini mendorong penciptaan iklim pembelajaran yang baik sehingga proses
belajar diharapkan menjadi wahana membangun sumber daya manusia yang unggul dan
berdaya saing. Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran dilakukan melalui (a)
pengembangan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan
penerapan pedagogi modern (pedagogical technology content knowledge/PTCK; (b)
penciptaan ekosistem satuan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran
berkualitas, termasuk peningkatan kecakapan literasi kelas awal, serta penguatan
karakter dan uellbeing peserta didik dan pendidik; (c) pemantapan sistem asesmen
komprehensif; (d) pengembangan anak usia dini holistik-integratif; (e) peningkatan
kualitas pendidikan agama dan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha
Esa; (f) penerapan kurikulum yang kontekstual berpusat pada peserta didik serta fokus
pada karakter dan kompetensi esensial; (g) pembangunan dan penyelenggaraan sekolah
unggul; serta (h) revitalisasi pendidikan nonformal.
(3) Pemenuhan layanan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang berkualitas
diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan agama yang kuat
serta akhlak mulia dan karakter positif yang berkontribusi dalam pembangunan.
berkas 2, hlm. 136 OCR
Intervensi kebijakan ini akan dilakukan melalui (a) peningkatan kualitas pendidikan
pesantren dan pendidikan keagamaan, (b) rekognisi lulusan pendidikan pesantren dan
pendidikan keagamaan, serta (c) penguatan penjaminan mutu pendidikan pesantren dan
pendidikan keagamaan.
(4) Penguatan pengelol,aan pendidik dan tenaga kependidikan berkualitas diarahkan untuk
memenuhi dan meningkatkan pemerataan pendidik di seluruh wilayah serta
peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
Kebijakan ini memastikan bahwa pendidik berkualitas terdistribusi secara merata,
termasuk di daerah afirmasi. Intervensi kebijakan ini akan dilakukan melalui (a)
reformasi pendidikan keguruan melalui penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan (LPTK) dan revitalisasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan (b)
restrukturisasi kewenangan pengelol,aan guru meliputi formasi, rekrutmen,
pengangkatan dan penempatan, mobilitas, pembinaan karier profesional (e.g. pelatihan,
in-service training), perlindungan hukum, dan kesejahteraan berbasis kinerja.
(5) Penguatan sistem tata kelola pendidikan diarahkan untuk menyelenggarakan tata kelola
yang efektif dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran.
Kebijakan ini menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
semua pemangku kepentingan, termasuk pendidik dan tenaga kependidikan, peserta
didik, orang tua, masyarakat, serta pemerintah. Intervensi kebijakan ini akan dilakukan
melalui (a) penguatan manajemen kepemimpinan lembaga pendidikan, (b) peningkatan
kapasitas pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan pendidikan khususnya
terkait pemanfaatan anggaran pendidikan, serta (c) penguatan sistem penjaminan mutu.
(6) Penguatan pendidikan tinggi berkualitas yang merata dan pengembangan Science,
Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) untuk menjamin kualitas
penyelenggaraan layanan pendidikan tinggi secara utuh dari mulai mahasiswa (input),
inovasi pembelajaran dan relevansi kurikulum (proses), dan lulusan yang produktif dan
berdaya saing (output), serta didukung pengarusutamaan Science, Technology,
Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) pa.da program studi, pembelajaran, maupun
kompetensi lulusan, Intervensi kebijakan ini akan dilakukan melalui (a) peningkatan
relevansi dan perluasan akses pendidikan tinggi; (b) pengembangan Science, Technology,
Engineering, A/t, and Mathematics (STEAM); (c) penguatan otonomi perguruan tinggi
sebagai rumah masyarakat ilmiah; serta (d) peningkatan kualitas dan pengelolaan dosen.
(7) Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi dan produktivitas tenaga kerja merupakan
upaya melanjutkan kebijakan revitalisasi vokasi yang dilakukan secara holistik meliputi
aspek supply (pendidikan dan pelatihan) dan upa.ya menghubungkan vokasi dengan
dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Fokus penguatan pendidikan
dan pelatihan vokasi yaitu (a) penguatan infrastruktur esensial dan pembelajaran yang
menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang selaras dengan perkembangan dunia
usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA); (b) penguatan pengembangan
kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia bidang pendidikan dan pelatihan
vokasi (guru sekoLah menengah kejuruan, dosen vokasi, dan instruktur). Selain itu,
penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, ekosistem ketenagakerjaan juga akan
diperkuat untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif yang mendorong
kualitas dan produktivitas tenaga kerja, termasuk tenaga kerja perempuan. Intervensi
kebijakan ini akan dilakukan melalui (a) penguatan pendidikan menengah vokasi, (b)
penguatan pendidikan tinggi vokasi, (c) penguatan pelatihan vokasi, serta (d) penguatan
produktivitas berbasis iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
berkas 2, hlm. 137 OCR
-L37-
(8) Peningkatan kontribusi iptek dan inovasi (iptekin) dalam pembangunan nasional
dilakukan dengan pengembangan ekosistem terintegrasi hingga hilirisasi dan
pemanfaatannya terutama di industri. Fokus utama adalah meningkatkan kuantitas dan
kualitas iptekin, termasuk penguatan sumber daya manusia dan budaya ilmiah,
perbaikan tata kelola dan proses bisnis iptekin, pembangunan dan pengembangan
infrastruktur iptekin strategis, serta perluasan jejaring dan peningkatan kerja sama
dengan industri. Optimalisasi hasil iptekin dilakukan dengan memperkuat intermediasi
antara penghasil dan pemanfaat, khususnya di bidang pangan, energi, pertahanan,
kesehatan, dan lingkungan, serta dukungan terhadap transformasi digital, ekonomi biru,
ekonomi hijau, dan ekonomi sirkular. Peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (LPPM), science techno park (STP), serta latb iptek dan inovasi di tingkat
daerah dan sektoral akan diperkuat untuk mendukung kebijakan publik berbasis bukti
dan ekonomi pengetahuan yang berkelanjutan, mempercepat inovasi dan kol,aborasi,
serta pemanfaatan teknologi antarpemangku kepentingan. Intervensi kebijakan ini akan
dilakukan melalui (a) penguatan kapasitas iptek dan inovasi; (b) peningkatan fungsi
intermediasi dan layanan pemanfaatan iptek dan inovasi; (c| optimalisasi pemanfaatan
iptek dan inovasi secara masif di berbagai bidang termasuk penga.wasan
ketenaganukliran; serta (d) penguatan perguruan tinggi sebagai pusat keunggulan iptek
dan inovasi berbasis kewilayahan dan berdaya saing.
(9) Pengembangan Manajemen Talenta Nasional diarahkan untuk memperluas kumpulan
bakat (talent pool) dan memperbaiki mekanisme akuisisi Talenta, memperkuat intervensi
pembinaan serta fasilitasi Talenta, menyediakan sarana dan prasarana esensial
manajemen Talenta, meningkatkan sinergi pendanaan, tata kelola kelembagaan, dan
koordinasi pelaksanaan manajemen Talenta, serta memperkuat tata kelola untuk
keberlanjutan siklus manajemen Talenta, melalui (a) pengembangan Manajemen Talenta
Nasional Seni Budaya; (b) pengembangan Manajemen Talenta Nasional Riset dan Inovasi,
(c) pengembangan Manajemen Talenta Nasional Olahraga, dan (d) penguatan tata kelola
Manajemen Talenta Nasional.
(10) Penguatan budaya literasi untuk kreativitas dan inovasi diarahkan untuk mewujudkan
masyarakat berpengetahuan guna mendorong kreativitas dan inovasi yang mendukung
daya cipta dan produktivitas. Kebijakan ini menekankan pentingnya pendidikan
sepanjang hayat secara inklusif dengan mengintegrasikan kegiatan literasi untuk
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berperangai ilmiah, kreatif dan inovatif.
Intervensi kebijakan ini akan dilakukan melalui (a) peningkatan kualitas layanan
perpustakaan berbasis inklusi sosial, dan (b) peningkatan budaya kegemaran membaca.
(1 l) Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat diarahkan untuk meningkatkan derajat
kesehatan dan gizi penduduk berbasis siklus hidup mulai dari I.OOO hari pertama
kehidupan, anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia dengan penekanan pada penguatan
edukasi, peningkatan cakupan, kualitas, dan tata laksana layanan kesehatan dan
intervensi perbaikan gizi sesuai standar, serta mencegah kematian dini dan
meningkatkan harapa.n hidup sehat, melalui (a) penurunan kematian ibu dan anak,
dengan seluruh persalinan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar,
serta memperkuat deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan kegawatdaruratan
ibu dan anak; (b) pencegahan dan penurunan stunting, dengan meningkatkan cakupan
dan kualitas serta integrasi intervensi kunci yang berfokus pada penguatan faktor
determinan di masing-masing kelompok sasaran; (c) peningkatan pelayanan kesehatan
dan gizi bagi usia sekolah, usia produktif, dan lansia serta keluarga berencana dan
kesehatan reproduksi; serta (d) penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis.
berkas 2, hlm. 138 OCR
(12) Pemberian makan gratis untuk pemenuhan gizi diarahkan untuk membangun generasi
sehat, cerdas, dan produktif yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,
pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas,
dengan akses pada asupan gizi yang cukup dan keberagaman bahan pangan serta
meningkatkan pemahaman masyarakat dalam perbaikan gizi, melalui (a) pemberian
makan bergizi untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; serta (b)
penguatan ekosistem pendukung pemberian makan bergizi.
(13) Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat diarahkan untuk menurunkan
angka kesakitan dan kematian akibat penyakit dengan memperkuat pencegahan dan
deteksi dini faktor risiko, tata laksana kasus, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, serta
menerapkan pembangunan berwawasan kesehatan, melalui (al penuntasan
tuberkulosis; (b) eliminasi penyakit kusta dan schistosomiasis; (c) pengendalian penyakit
menular lainnya terutama Human Immunodeficiency Virus/ Aquired Imfi ne Deficiency
Syndrome dan eliminasi penyakit tropis terabaikan lainnya seperti malaria; (d)
pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya kesehatan jiwa; (e|
pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular
terutama pengendalian konsumsi produk berdampak negatif bagi kesehatan seperti
produk hasil tembakau dan pangan tinggi garam, gula, dan lemak antara lain dengan
penerapan dan peningkatan tarif cukai secara bertahap, inovasi pajak, pengetatan iklan,
pencantuman peringatan bergambar bahaya merokok, dan penerapan label gizi, serta
pemenuhan dan prasarana yang mendukung pola hidup sehat aktivitas fisik; serta (f)
penyehatan lingkungan.
(14) Penguatan kapasitas ketahanan kesehatan diarahkan untuk melindungi penduduk dari
ancaman kedaruratan kesehatan, termasuk penyakit emerging dan re-emerging, dengan
meningkatkan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons secara efektif
dan cepat, melalui (a) penguatan surveilans, pengendalian kejadian luar biasa atau
wabah dan penanganan bencana, dengan meningkatkan kapasitas laboratorium dan pos
pintu masuk negara; (b) pemenuhan sediaan farmasi dan pengendalian resistensi
antimikroba; serta (c) penguatan sistem pengawasan pangan dan sediaan farmasi
termasuk memperkuat pengawasan siber dan farmakovigilans, serta penegakan hukum
terhadap kejahatan obat dan makanan.
(15) Penguatan pelayanan kesehatan dan tata kelola diarahkan untuk meningkatkan
pemerataan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif di seluruh wilayah
hingga tingkat desa, afirmasi bagi daerah sulit akses, pemberdayaan masyarakat dan
swasta dalam penyediaan layanan kesehatan, termasuk peran kader kesehatan,
mendorong inovasi pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kualitas pendanaan
kesehatan yang berkelanjutan, melalui (a) investasi pelayanan kesehatan primer; (b)
pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di kabupaten/ kota dan pengembangan
pelayanan kesehatan bergerak dan daerah sulit akses termasuk pengembangan layanan
berbasis kompetensi terutama kanker, jantung, strok, uronefrologi, dan kesehatan ibu
dan anak; (c) produksi dan pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan untuk
pemenuhan dan pemerataan sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan, antara lain
melalui restrukturisasi kewenangan pengelolaan tenaga medis dan tenaga kesehatan; (d)
penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan pendanaan kesehatan termasuk
reaktivasi peserta non-aktif, penguatan kendali mutu dan biaya pelayanan kesehatan
Jaminan Kesehatan Nasional, serta pengembangan skema pendanaan inovatif untuk
kesehatan; serta (e) penguatan tata kelola, data, informasi, dan inovasi teknologi
berkas 2, hlm. 139 OCR
kesehatan, termasuk peningkatan kapasitas daerah dalam perencanaan, pembinaan,
pengawasan, dan pengendalian pembangunan kesehatan.
(16) Peningkatan ketangguhan keluarga diarahkan untuk memastikan keluarga dapat
menjalankan fungsinya secara optimal, menjadi wadah sosialisasi antar generasi dan
kontrol sosial bagi seluruh anggotanya, serta memiliki resiliensi dalam menghadapi
perubahan dan konflik, melalui (a) penguatan institusi keluarga untuk penanaman nil,ai-
nilai, moral, integritas karakter, dan pengembangan psikososial anak; (b) penyediaan
fasilitas pendukung keluarga dalam melaksanakan fungsi utama keluarga; serta (c)
pemenuhan hak sipil dan hukum, serta afirmasi bagi keluarga rentan.
(17) Peningkatan kualitas perlindungan anak diarahkan untuk mewujudkan Indonesia Layak
Anak melalui penguatan sistem perlindungan anak dan pengasuhan yang layak untuk
menjamin bahwa setiap anak, sejak dalam kandungan, termasuk anak dalam kondisi
khusus, dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, menikmati hak-haknya, serta
berpartisipa.si dalam proses pembangunan, melalui (a) pemenuhan hak anak secara
universal dan penguatan resiliensi anak; serta (b) perlindungan anak dari tindak
kekerasan, eksploitasi, penelantaran, perkawinan anak, dan perlakuan salah lainnya.
(18) Peningkatan kualitas pemuda diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas
pendidikan formal dan nonformal, penguasaan karakter dan kompetensi individu
sebagai modal dasar ketahanan dari perilaku berisiko, kesehatan jiwa maupun raga,
ketenagakerjaan yang layak, partisipasi aktif dan kepemimpinan dalam pembangunan,
serta inklusivitas dan kesetaraan gender, melalui (a) peningkatan kualitas pemuda
dalam pendidikan, kesehatan, karakter, pramuka, dan pencegahan perilaku berisiko; (b)
peningkatan partisipasi aktif pemuda dalam ketenagakerjaan; serta (c) peningkatan
partisipasi aktif dan kepemimpinan pemuda di bidang sosial dan politik.
(19) Peningkatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan dari
kekerasan diarahkan untuk menurunkan ketimpangan capa.ian pembangunan antara
laki-laki dan perempuan, menghapuskan segala bentuk diskriminasi dan kekerasan
terhadap perempuan, memperkuat agency dan mendorong peran aktif perempuan dalam
kehidupan keluarga dan masyarakat, serta membangun tata kelola pelaksanaan strategi
pengarusutamaan gender yang efektif dan berkelanjutan, melalui (a) peningkatan akses
layanan kesehatan dan pendidikan; (b) penguatan kapasitas dan kemandirian, serta
peningkatan kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan; (c) peningkatan
partisipasi aktif perempuan di ekonomi dan ketenagakerjaan; (d) pemenuhan dan
perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan; serta (e) penguatan tata kelola dan
pelembagaan pengarusutamaan gender dalam proses pembangunan,
(20) Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan lanjut usia
diarahkan untuk menurunkan kesenjangan antara penduduk rentan lanjut usia dan
penyandang disabilitas dengan penduduk lainnya, memberikan kesetaraan hak dan
jaminan kehidupan yang layak, mengurangi ketimpangan kondisi sosio-ekonomi untuk
penyandang disabilitas dan lanjut usia, serta mendorong peran aktif penduduk
penyandang disabilitas dan penduduk lanj.ut usia untuk berkontribusi dan
berpartisipasi dalam berbagai sektor pembangunan. Intervensi ini didukung dengan
penguatan mekanisme pengu.kuran inklusivitas dan pemenuhan hak penyandang
disabilitas dan lanjut usia melalui penyusunan indeks inklusivitas. Selain itu, penguatan
kerangka kebijakan juga sangat diperlukan untuk memastikan adanya pedoman yang
komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan
yang inklusif. Salah satu penyusunan kebijakan yang masih diperlukan dalam
berkas 2, hlm. 140 OCR
implementasi pembangunan inklusif adalah Rancangan Undang-undang tentang
Kelanjutusiaan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan pedoman bagi
Kementerian, L€mbeEF, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam
melaksanakan program dan kegiatan yang mendukung pelaksanaan kebijakan
kelanjutusiaan serta memberikan mekanisme koordinasi dan kelembagaan pelaksanaan
program dan kegiatan kelanjutusiaan untuk memastikan kolaborasi lintas sektor.
Selanjutnya, peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia dilaksanakan melalui (a) penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan
terhadap hak penyandang disabilitas dan lanjut usia; serta (b) penguatan prinsip dan
pendekatan kesetaraan, partisipasi, dan inklusi sosid bagi penyandang disabilitas dan
lanjut usia dalam proses pembangunan.
(21) Peningkatan pembinaan prestasi olahraga. diarahkan untuk meningkatkan prestasi
olahraga Indonesia di tingkat regional dan internasional yang didukung oleh pembinaan
berjenjang dan berkelanjutan, serta tenaga olahraga, organisasi, sarana dan prasarana
yang berstandar internasional sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional dan
Desain Besar Manajemen Talenta Nasional Bidang Olahraga, melalui (a) pengembangan
sistem pembinaan olahragawan talenta unggul, (b) pengembangan tenaga dan organisasi
olahraga berstandar internasional, (c) pengembangan sarana dan prasarana olahraga.
berstandar internasional yang ramah disabilitas, serta (d) peningkatan partisipa.si dan
penyelenggaraan euent/ festival I kompetisi olahraga.
(22) Pengembangan pembudayaan olahraga yang inklusif diarahkan untuk mendorong
peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga, termasuk penyandang
disabilitas, didukung oleh partisipasi berolahraga dan kebugaran siswa di satuan
pendidikan formal, nonformal dan pendidikan khusus, serta industri olahraga sesuai
dengan Desain Besar Olahraga Nasional, melalui (a) pengembangan olahraga pendidikan
dan penyandang disabilitas, dan (b) pengembangan olahraga masyarakat dan industri.
Berdasarkan perspektif siklus hidup manusia, dimensi kesehatan dan pendidikan
merupakan kunci tumbuh kembang dan produktivitas manusia. Dalam merespons isu
tersebut, pencapa.ian Prioritas Nasional 4 juga .didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat:
(1) Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk
anak balita dan ibu hamil; (2) Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis,
menuntaskan kasus TBC, dan membangun Rumah Sakit lengkap berkualitas di kabupaten;
dan (3) Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, dan
memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi. Implementasi Program Hasil Terbaik
Cepat dilakukan melalui Kegiatan Prioritas.
(1) Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita serta
Penguatan Ekosistem Pendukung Pemberian Makan Bergizi
Gambaran Umum. Asupan Ei yang cukup merupakan aspek fundamental bagi
pembentukan modal manusia. Namun demikian, keterbatasan akses kepada asupan gizi
yang cukup dan keberagaman bahan pangan serta pemahaman masyarakat menyebabkan
berbagai permasalahan gizi. Program hasil terbaik cepat memberikan makan bergizi gratis
untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita memiliki daya ungkit tinggi
terhadap pembangunan modal manusia.
Program ini memiliki tujuan utama untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif
menuju Indonesia Emas tahun 2045 dengan tujuan khusus dan prinsip penyelenggaraan
seperti pada Gambar 3. 1.
berkas 2, hlm. 141 OCR
Permasalahan dan Tantangan. Kualitas asupan gizi dan pola makan menjadi faktor utama
masalah gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, balita, maupun anak sekolah, termasuk
kurangnya konsumsi buah dan sayur. Pemberian makanan bergizi kepada sasaran harus
sesuai dengan kecukupan gizi harian sesuai dengan anjuran yang telah ditetapkan oleh
Kementerian Kesehatan agar permasalahan gizi kurang dapat teratasi dan tidak mendorong
peningkatan prevalensi gizi lebih dan obesitas pada target sasaran. Selain itu, permasalahan
gizi pada balita dan anak sekolah yang tidak diatasi dapat mempengaruhi perkembangan
kognitif anak dan prestasi belajar siswa,
Lonjakan permintaan bahan pangan yang tinggi di setiap daerah dengan adanya
penyelenggaraan program makan bergizi gratis dapat terjadi. Namun, kualitas pangan
terutama susu dan sumber protein hewani dalam negeri yang tidak mencukupi
membutuhkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, disparitas
pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana, seperti fasilitas air bersih dan sanitasi
di sekolah, transportasi, serta pembangunan jalan di daerah juga akan mempengaruhi proses
distribusi bahan pangan maupun makanan ke sasaran,
Keragaman karakteristik demografi dan variasi geografis Indonesia juga memberikan
tantangan dalam penyelenggaraan program makan bergizi gratis. Perubahan jumlah sasaran
ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terjadi secara dinamis. Angka ini dapat berubah setiap
hari dan mempengaruhi jumlah makanan yang akan disediakan oleh satuan pelaksana.
SK No 252163 A
Gambar 3.1
Tujuan Utama Program Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil,
Ibu Menyusui, dan Balita
berkas 2, hlm. 142 OCR
Kemudian, variasi geografis juga memengaruhi rantai pasok di daerah dan distribusi
makanan kepada penerima manfaat untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.
Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian program terpadu untuk menjamin penyediaan
makanan yang berkualitas, serta manajemen pengendalian risiko di seluruh wilayah menjadi
tantangan agar risiko kejadian luar biasa (KLB) dapat terhindari, tepat sasaran, dan tujuan
program dapat tercapai. Sistem monitoring dan evaluasi yang terdigitalisasi dapat
diperbaharui secara real-time, terpadu, dan tepat sasaran. Selain itu, untuk dapat mencapai
tujuan, penyelenggaraan program pemberian makan bergizi gratis membutuhkan dukungan
program lain yang diselenggarakan oleh kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Penyediaan makanan bergizi gratis diberikan
kepada empat kategori target sasaran yaitu (1) anak sekolah di seluruh jenjang pendidikan
dari pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal
/sederajat) sampai sekolah menengah atas/ sekolah menengah kejuruan/madrasah
aliyah/sederajat; (21 santri di pesantren dan sekolah keagamaan lain; serta (3) ibu hamil, ibu
menyusui, dan anak balita berstatus gizi normal; serta (4) ibu hamil dan anak balita
bermasalah gizi. Oleh karena itu, standar gizi berdasarkan empat kategori tersebut harus
ditetapkan sesuai angka kecukupan gizi harian yang dianjurkan. Makan bergizi gratis yang
disediakan melalui program ini mengandung 20-25 persen (dalam bentuk sarapan) dan 30-
35 persen (dalam bentuk makan siang) dari angka kecukupan gizi harian yang telah
ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019. Waktu pemberian
makan bergizi menyesuaikan jadwal kegiatan belajar mengajar, terutama untuk anak
pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal / sederajat)
dan sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah/ sederajat.
Program makan bergizi diberikan sesuai dengan prinsip gizi seimbang, beragam, aman, dan
sesuai dengan preferensi lokal. Komposisi makanan lengkap yang diberikan kepada
kelompok sasaran mencakup kebutuhan energi dan zat gizi per hari sesuai dengan kelompok
umur dan jenis kelamin, yang terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, buah-
buahan, serta susu sebagai pelengkap. Pengembanga.n menu pangan lokal didorong dengan
tetap menjamin kecukupan kandungan gizi, keberagaman, kualitas, keamanan, dan
keterjangkauan makanan. Penggunaan sumber pangan lokal diutamakan dengan
memperhatikan alternatif bahan penukar dan preferensi masyarakat lokal. Oleh karena itu,
pengembangan pedoman bahan penukar makanan dan variasi menu tidak boleh luput dalam
persiapan implementasi program.
Implementasi program dapa.t berjalan dengan baik jika diikuti dengan pemantauan terhadap
konsumsi sasaran dari makanan bergizi yang diberikan serta integrasi pelaksanaan program
pendukung lainnya seperti edukasi gizi dan promosi perubahan perilaku hidup sehat,
pengukuran antropometri, fortifikasi pangan, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi,
penjaminan ketersediaan stok dan keragaman bahan pangan, penjaminan keamanan pangan
dan higienitas makanan, pengelolaan limbah dan sampah, penyediaan infrastruktur listrik,
transportasi, dan telekomunikasi, serta pemberdayaan masyarakat, petani, dan peternak
lokal, Selain itu, revitalisasi sekolah juga perlu dilakukan untuk mendukung program
pemberian makan bergizi gratis melalui penyediaan fasilitas transit penyaluran makanan,
penyediaan sarana dan infrastruktur air bersih dan sanitasi, serta penyediaan alat
antropometri. Program pendukung pemberian makan bergizi gratis secara rinci terdapat
pada Gambar 3.2.
berkas 2, hlm. 143
Gambar 3.2
Program Pendukung yang Perlu Diintegrasikan dengan Pemberian Makan Bergizi Gratis untuk Siswa,
Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak Balita
berkas 2, hlm. 144 OCR
Penetapan regulasi yang mendukung penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis harus
disusun segera sebagai dasar satuan pelaksanaan di daerah. Regulasi yang dimaksud perlu
setingkat undang-undang atau peraturan presiden.
Untuk menjamin pemenuhan kebutuhan bahan pangan di setiap wilayah, pelibatan petani,
peternak, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi sangat diperlukan
agar proses rantai pasok dapat lebih efisien dan kebutuhan bahan pangan dapat tersedia
dengan cepat. Kondisi ini perlu didukung dengan sistem pengadaan yang sederhana, efektif,
dan terstandar sehingga keterlibatan pelaku ekonomi lokal dapat terjadi dengan tetap
menjamin kualitas bahan pangan yang diperoleh. Kontrak pengadaan lintas tahun dapat
menjadi alternatif agar pemenuhan bahan pangan tidak terhambat oleh mekanisme
pengadaan barang/jasa.
Untuk menjamin pemberian makanan bergizi yang tepat sasaran, pembaruan data sasaran
harus dilakukan secara real time dengan dukungan sistem informasi. Selain itu,
pengembangan modalitas dan mekanisme penyelenggaraan program untuk sasaran di
wilayah perdesaan, terpencil, dan kepulauan juga perlu untuk dilakukan,
Mekanisme pembinaan, pengawasan, dan pengendalian harus disusun secara terencana
untuk menjamin tujuan program tercapai. Pengembangan assessment status gizi pa.da awal
penyelenggaraan program juga perlu dilakukan sebagai salah satu upaya penilaian
keberhasilan program, Dukungan sistem informasi terpa.du dengan d.atabase peserta didik
serta status kesehatan dapat mendukung efektivitas proses monitoring dan evaluasi program.
Selain itu, inspeksi, pembinaan, dan supervisi secara berkala harus terus berjalan sebagai
upaya evaluasi normative program.
-t44-
Gambar 3.3
Mekanisme Pelaksanaan Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri, Ibu Hamil, Ibu Menyusui,
dan Balita
berkas 2, hlm. 145 OCR
Dukungan lintas sektor, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat juga perlu diselaraskan
dengan penyelenggaraan program makan bergizi gratis. Hal ini perlu didukung dengan
pengembangan rencana pengembangan yang komprehensif serta mekanisme kerja sama dan
kemitraan yang transparan dan akuntabel. Penjabaran strategi tahunan program
memberikan makan bergizi gratis untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak
balita, terdapat pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5
Strategi Tahunan Pemberian Makan Bergizi untuk Siswa, Santri,
Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Aspek 2025 2026 2027 2024 2029
Target Sasaran l9o/o 50% 700/" 8Oo/" tou/"
Tota.l Sasaran 17,89 juta
jiwa
46,39 juta
jiwa
64,94 juta
jiwa
73,86 juta
jiwa
92,78jruta
jiwa
Lokasi
Kabupaten/Kota 514 kab/kota secara bertahap dan dikembangkan secara menyeluruh sampai
tahun 2029
Jumlah Satuan
Pelayanan (SP)
5.000 sP 13.254 SP 18.555 SP 21.104 SP 26.508 SP
Modalitas
Penyelenggaraan
Satuan
Pelayanan
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren,
Daerah
Terpencil
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren,
Daerah
Terpencil
Satuan
Pelayanan,
Sekolah,
Pesantren,
Daerah
Terpencil
Kerangka
Regulasi
Peraturan
Presiden
Penyelenggaraan
Program Makan
Bergizi Gratis
Penyusunan
Undang-
Undang
Pemenuhan
Gizi Nasional
Adapun highlight intervensi dari memberikan makan bergizi gratis untuk siswa, santri, ibu
hamil, ibu menyusui, dan anak balita termuat dalam infografis di bawah ini.
berkas 2, hlm. 146 OCR
(2) Menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Menuntaskan Kasus TBC, dan
Membangun Rumah Sakit lengkap Berkualitas di Kabupaten/Kota
(a) Penuntasan Kasus Tuberkulosis
Gambaran Umum. Tuberkulosis menjadi salah satu dari lima penyebab utama beban
penyakit di Indonesia, Kondisi ini menunjukkan masih belum optimalnya upaya yang
dilakukan dalam pengendalian penyakit, termasuk lemahnya dukungan sistem kesehatan
yang memadai. Jumlah kasus baru atau insidensi tuberkulosis masih cukup tinggi. Pada
tahun 2022, Indonesia menduduki peringkat ke-2 terbesar di dunia, setelah India. Insidensi
berkas 2, hlm. 147 OCR
tuberkulosis meningkat dari 370 kasus per 100.000 penduduk di tahun 2000 menjadi 387
kasus per 100.000 penduduk di tahun 2023 (Global TB Report WHO, 2024). Tren capaian
kinerja insidensi tuberkulosis tahun 2000-2023 dapat dilihat pada Gambar 3.4.
-TarBet
Permasalahan dan Tantangan. Penuntasan Tuberkulosis di Indonesia menghadapi tantangan
serius, antara lain rendahnya cakupan penemuan kasus, keterbatasan sistem peLaporan
kasus, rendahnya cakupan pemberian terapi pencegahan, lamanya jangka waktu
pengobatan, serta kepatuhan pengobatan yang masih rendah. Meningkatnya kasus
tuberkulosis resistan obat (Multidrug Resistant Tuberculosis/ MDR-TB) memperburuk situasi,
memerlukan pengobatan yang lebih mahal dan kompleks. Di sisi lain, keterbatasan
infrastruktur dan tenaga medis, khususnya di daerah terpencil, memperlambat deteksi dini
dan penanganan tepat waktu. Kondisi lingkungan yang mendukung penularan, serta
rendahnya kesadaran dan edukasi publik, semakin memperkuat tantangan ini, Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan intervensi terpadu yang berfokus pada
peningkatan penemuan kasus, peningkatan kepatuhan pengobatan, penguatan sistem
kesehatan, peningkatan upaya pencegahan dan edukasi salah satunya melalui perbaikan
kondisi lingkungan.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan
menurunkan insidensi tuberkulosis di Indonesia, diperlukan (i) peningkatan penemuan
kasus tuberkulosis melalui perluasan skrining aktif di komunitas berisiko tinggi, investigasi
kontak, pemanfaatan teknologi diagnostik secara lebih luas, peningkatan kapasitas deteksi
dini, peningkatan infrastruktur kesehatan dengan menyediakan alat diagnostik dan
memperkuat kapasitas tenaga. medis terutama di daerah terpencil, optimalisasi sistem
pelaporan berbasis digital untuk memastikan pelacakan kasus secara real-time, integrasi
data antara sektor publik dan swasta, dan integrasi layanan kesehatan tuberkulosis dengan
penyakit lain; (ii) peningkatan kepatuhan pengobatan tuberkulosis dengan memperkuat
pendampingan pasien, penggunaan regimen pengobatan yang lebih efektif, edukasi
berkelanjutan untuk mengurangi angka putus obat, dan penguatan upaya penanganan
Multidrug Resistant Tuberculosis melalui pengembangan obat baru dan pendekatan
komunitas untuk mendukung pengobatan jangka panjang, serta (iii) peningkatan upa.ya
pencegahan dan edukasi melalui pengembangan dan perluasan vaksinasi tuberkulosis pada
Gambar 3.4
Beban Kasus Tuberkulosis Tahun 2000–2023
berkas 2, hlm. 148 OCR
usia dewasa, peningkatan cakupan terapi pencegahan tuberkulosis, optimalisasi peta jalan
riset tuberkulosis, dan upaya lintas sektor, seperti pemberian nutrisi tambahan dan
perbaikan lingkungan melalui intervensi sanitasi, peningkatan akses air bersih, dan edukasi
mengenai pola hidup sehat guna mengurangi penyebaran tuberkulosis di komunitas berisiko.
Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis telah
mengatur tentang tugas dan tanggung jawab kementerian/lembaga dan pemerintah daerah
dalam melaksanakan penanggulangan tuberkulosis, di mana salah satunya mengamanatkan
pembentukan tim percepatan penanggulangan tuberkulosis di tingkat pusat dan daerah.
Diperlukan upaya penguatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Peraturan Presiden untuk
memastikan program berjalan sesuai dengan target. Selain itu, monitoring dan evaluasi harus
diperkuat dengan pendekatan berbasis data real-time yang memungkinkan pemantauan
capaian program secara akurat, Penggunaan dashboard digital yang terintegrasi antara pusat
dan daerah akan mempermudah pengawasan, pelaporan, dan penilaian kinerja. Evaluasi
berkala yang terstruktur dengan indikator keberhasilan yang jelas juga diperlukan untuk
memastikan efektivitas intervensi dan mempercepat penyesuaian yang dibutuhkan.
Selain itu, keterlibatan aktif komunitas, seperti kader kesehatan dan organisasi masyarakat,
dapa.t meningkatkan deteksi dini dan kepatuhan pengobatan melalui pendekatan berbasis
lokal. Pemberdayaan masyarakat juga dapat mendukung edukasi yang lebih efektif,
mengurangi stigma, serta memperkuat pelacakan kontak dalam komunitas berisiko tinggi.
Program ini perlu diintegrasikan dengan inisiatif kesehatan desa dan didukung oleh insentif
untuk memperluas partisipasi.
-t4a-
Gambar 3.5 merupakan peta yang menunjukkan daerah dengan beban tuberkulosis tinggi
sebagai prioritas utama program. Meskipun program penuntasan tuberkulosis dilakukan di
seluruh kabupaten/ kota di 38 provinsi. Terdapat 359 kabupaten/kota prioritas (70 persen
dari total 514 kabupaten/kota) yang akan menerima intervensi komprehensif, sedangkan
155 kabupaten/kota lainnya akan menerima intervensi esensial. Kabupaten/kota yang
menerima intervensi komprehensif termasuk 193 kabupaten/kota di delapan provinsi
Gambar 3.5
Estimasi Insiden Kasus Tuberkulosis per Provinsi, 2023
Sumber: Kementerian Kesehatan, 2024
berkas 2, hlm. 149
NEPUELIK INDONESIA
prioritas, yaitu daerah dengan beban kasus tuberkulosis, latman immurodeficiencg virus,
diabetes melitus tinggi, serta merupakan daerah prioritas program tuberkulosis resisten obat
dan drlstrz'cf-based pubtic-priuate mir. Sedangkan kabupaten/kota yang menerima inGrvensi
esensial merupa.kan l(abupaten/kota dengan estimasi beban kasus tuberkulosis <1.000 dan
prevalensi diabetes melitus rendah. Adapun highl@ht intervensi dari penuntasan
tuberkulosis termuat dalam infografis di bawah ini.
-t49-
SK No235730A
(b) Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Gambaran Umum. Program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu upaya
strategis pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit,
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hidup sehat, dan mengurangi beban anggaran
pengendalian penyakit kronis dan katastropik. Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan
dengan pelaksanaan paket skrining sesuai siklus hidup di seluruh wilayah, yakni bagi
kelompok usia bayi, anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Penyelenggaraan pemeriksaan
berkas 2, hlm. 150 OCR
Ell{dfaldfl
K IND
kesehatan gratis yang dapat diakses bagi semua kelompok masyarakat, diharapkan dapat
berkontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Permasalahan dan Tantangan. Gangguan kesehatan dapa.t menyebabkan berkurangnya
kualitas hidup dan potensi produktivitas. Secara global telah terjadi transisi epidemiologi,
yaitu perubahan kelompok penyakit penyebab mortalitas dan morbiditas yang mendominasi
dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Transisi tersebut didorong
peningkatan kondisi sosial ekonomi, pengetahuan, dan teknologi baru kesehatan.
Perkembangan ini disertai peningkatan populasi penduduk lanjut usia dan permintaan
terhadap pelayanan kesehatan. Peningkatan beban penyakit, baik menular maupun tidak
menular menyebabkan kebutuhan pembiayaan kesehatan juga meningkat.
Penyakit kronis dan katastropik seperti strok, jantung, diabetes, dan kanker memerlukan
biaya perawatan yang mahal. Tingkat pertumbuhan total pengeluaran kesehatan atau total
health expenditure dalam 20 tahun terakhir sudah melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi
berdasarkan produk domestik bruto (NHA Indonesia 2021). Selain itu, total health expenditure
Indonesia meningkat f 6 kali lipat dari Rp28 Triliun (2000) menjadi Rp459 Triliun (2019). Jika
pola tersebut tidak dikendalikan, maka diperkirakan proporsi pembiayaan kesehatan oleh
pemerintah pada tahun 2045 akan mencapai 19 persen dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (NHA Indonesia 2021, diolah Bappenas). Tanpa modifikasi pada postur
pembiayaan atau intervensi dalam upaya kesehatan, maka pembiayaan kesehatan ke depan
akan tidak berkelanjutan.
A
Gambar 3.6
Pergeseran Beban Penyakit di Indonesia Tahun 1990–2021
berkas 2, hlm. 151 OCR
Tingginya beban penyakit dan pembiayaan kesehatan dapa.t dicegah melalui upaya promotif
dan preventif kesehatan. Salah satu bagian dari upaya preventif adalah dengan deteksi dini
penyakit. Semakin awal suatu kondisi penyakit diketahui, maka semakin minim biaya yang
diperlukan, serta semakin baik prognosis untuk sembuh total. Oleh karena itu, pemeriksaan
kesehatan yang berkualitas dan aksesibel bagi semua kelompok usia masyarakat, perlu
dijamin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Pemeriksaan kesehatan merupakan upaya deteksi
dini penyakit untuk mencegah dan mengendalikan penyakit yang dapat menurunkan
kualitas hidup serta menyebabkan kecacatan dan kematian.
Program pemeriksaan kesehatan gratis juga memiliki peran strategis untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat tentang hidup sehat, deteksi dini, dan pencegahan penyakit, serta
mengurangi potensi beban anggaran pengendalian penyakit, terutama dari risiko penyakit
l€tastropik seperti diabetes melitus, jantung koroner, kanker, dan strok. Oleh karena itu,
penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat diakses bagi semua kelompok
masyarakat berperan penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Gambar 3.7
Paket Skrining Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tahun 2025
berkas 2, hlm. 152 OCR
Pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan dengan pemberian layanan paket skrining sesuai
siklus hidup (kelompok usia) dan faktor risiko penyakit. Penyediaan paket skrining
mencakup penga.daan bahan medis habis pakai (BMHP) dan biaya pemeriksaan, pengiriman
sampel, dan tes konfirmasi. Untuk memastikan program ini berjalan optimal, diperlukan pula
upaya penguatan sistem dan tata kelola pemeriksaan kesehatan gratis, antara lain melalui
pembinaan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), peningkatan kapasitas sumber daya
manusia bidang kesehatan, pengembangan sistem data rutin terintegrasi, dan tata laksana
untuk tindak Lanjut kasus kesehatan dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis. Adapun
highlight intervensi dari Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis termuat dalam
infografis di bawah ini.
berkas 2, hlm. 153 OCR
(c) Pembangunan Rumah Sakit Lengkap Berkualitas di Kabupaten/Kota
Gambaran Umum. Program pembangunan rumah sakit berkualitas di kabupaten
diterjemahkan sebagai peningkatan kapasitas rumah sakit daerah di kabupaten/kota untuk
pemenuhan standar nasional serta dapat memberikan layanan berkualitas yang
digambarkan berdasarkan kriteria berkualitas, antara Lain (i) tersedianya sarana, prasarana
dan alat kesehatan yang memenuhi standar minimal 80 persen; (ii) mampu menyediakan
layanan unggulan kanker, jantung, strok, uronefrologi dan kesehatan ibu-anak; (iii)
tersedianya tenaga kesehatan spesialis dasar dan spesialis penunjang untuk layanan
unggulan; (iv) telah mencapai standar akreditasi paripurna; serta (v) meningkatnya tata
kelola kemandirian keuangan khususnya bagi rumah sakit pemerintah. Berdasarkan kondisi
tersebut, hasil akhir yang akan dituju (outcome) yaitu pemenuhan rumah sakit berkualitas
di kabupaten/kota dengan capaian yang diharapkan sebanyak 85 persen rumah sakit
pemerintah terakreditasi paripurna dalam periode lima tahun.
Permasalahan dan tantangan. Ketersediaan Layanan kesehatan di rumah sakit digambarkan
melalui rasio tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk. Rasio tempat tidur rumah sakit
Indonesia saat ini sudah mencapai 1,4 tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk
sehingga sudah melebihi rasio minimal rekomendasi World Health Organization yaitu satu
tempat tidur rumah sakit per 1000 penduduk.
Kondisi rasio ini masih menunjukkan adanya kesenjanga.n apabila ditelaah hingga ke tingkat
daerah. Ketersediaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan rumah sakit disebut memenuhi
standar minimal apabil,a terpenuhi data minimal 80 persen kondisi baik yang diukur dalam
laporan Kementerian Kesehatan.
Tabel 3.6
Kelengkapan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan yang Belum Memenuhi Standar di RS Kab/Kota
Aspek Standar Jumlah RS Kab/Kota Persentase (o/o)
Belum memenuhi standar sarana (gedung dan
bangunan) minimal 80o/o
279 37
Belum memenuhi standar prasarana (air bersih,
limbah, listrik, ambulans, dll) minimal 80%
466 61
Belum memenuhi standar alat kesehatan
minimal 80%
733 96
Sumber : ASPAK Kementerian Kesehatan, Jg,It 2024
Dari aspek tenaga kesehatan, ketimpangan ketersediaan tenaga kesehatan terutama dokter
spesialis masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut disebabkan salah satunya waktu
produksi dokter spesialis yang tergolong lama dengan range estimasi pemenuhan hingga
mencapa.i 13 dan 27 tahun.
Kualitas tata kelola rumah sakit dapat dilihat dari capa.ian akreditasi yang dapat digunakan
sebagai alat untuk mengukur kualitas rumah sakit. Berdasarkan data awal Kementerian
Kesehatan, 78 persen rumah sakit sudah mencapai status akreditasi tertinggi, yaitu
paripurna. Namun, pasca dilakukan reviu dan peninjauan kembali terhadap hasil akreditasi
dan serta rekalibrasi capaian berdasarkan rancangan standar baru yang dikembangkan
Kementerian Kesehatan, hanya terdapat 37 persen rumah sakit yang terakreditasi paripurna
(Kemkes, 2024). Selain akreditasi, tipe rumah sakit juga dapat menggambarkan kapasitas
dan kemampuan layanan rumah sakit dengan tipe terendah rumah sakit, yaitu tipe D.
berkas 2, hlm. 154 OCR
7lf{Jr.r{rl
K INO
TIItr
Saat ini, pemerintah sedang mengembangkan sistem layanan unggulan rumah sakit untuk
isu kanker, jantung, strok, uronefrologi, dan kesehatan ibu-anak dengan sasaran 514
kabupaten/kota. Rencana tersebut didasarkan pada fakta adanya ketimpangan layanan
yang dijelaskan dalam Tabel 3.7 berikut.
Tabel 3.7
Kapasitas Sistem Kesehatan berdasarkan Layanan
Layanan Kapasitas Sistem Kesehatan
Jantung o Baru 153 RS (134 kab/kota) yang mampu mel,ayani kateterisasi
jantung (mampu cathlab)
e Baru 21 Provinsi yang mampu layanan bedah pintas arteri
. Rata-rata waktu tunggu layanan bedah jantung anak > 6 bulan di setiap
RS
Kanker . Baru 196 RS (169 kab/kota) yang mampu layani Mammografi (Rontgen
Payudara)
. 18 provinsi yang mampu layanan radioterapi (Linac)
. Baru 2 provinsi yang mampu layanan PEC CT
Ginjal . Terdapat 93 RS (29 provinsi) yang mampu layanan nefropati obstruksi
(batu)
o Baru 7 RS di 7 provinsi di Pulau Sumatera, Jawa, Bali yang mampu
transplantasi ginjal
o Baru 229 RS (201 kab/kota) dengan RS mampu pelayanan hemodialisis
Dalam pola pengelolaan keuangan rumah sakit masih banyak rumah sakit pemerintah yang
belum memenuhi status sebagai f,adan Layanan Umum dan masih adanya ketergantungan
terhadap anggaran pemerintah baik dalam operasional layanan maupun investasi
pengembangan kapasitas rumah sakitnya. Ketergantungan ini berpotensi meningkatnya
kebutuhan dukungan anggaran Pemerintah serta melambatnya upaya percepatan
peningkatan kapasitas rumah sakit pemerintah di Indonesia karena tidak mampu memenuhi
secara mandiri dari penerimaan layanannya.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Berdasarkan kondisi di atas, rencana program
pembangunan rumah sakit berkualitas di kabupaten diterjemahkan sebagai peningkatan
kapasitas rumah sakit daerah digambarkan berdasarkan kriteria berikut:
(i) Tersedianya sarana, prasarana dan aLat kesehatan yang memenuhi standar minimal 80
persen;
(ii) Mampu menyediakan layanan unggulan kanker, jantung, strok, uronefrologi dan
kesehatan ibu-anak;
(iii) Tersedianya tenaga kesehatan spesialis dasar dan spesialis penunjang untuk layanan
unggulan;
(iv) Telah mencapai standar akreditasi paripurna;
(vl Meningkatnya tata kelola kemandirian keuangan rumah sakit.
Berdasarkan kriteria tersebut, dapat diturunkan ke dalam kerangka pikir dalam periode lima
tahun ke depan seperti pada bagan kerangka pikir berikut.
berkas 2, hlm. 155 OCR
EI+TFI{TI
K INDONESIA
Pentahapan pelaksanaan langkah-langkah di atas dipetakan berdasarkan kebutuhan dan
kesiapan daerah terutama dari sisi sumber daya manusia serta kondisi epidemiologi yang
dapat mencerminkan demand pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, dengan ga.mbaran
pentahapan sebagai berikut:
(i) Pemenuhan standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan 80 persen di rumah sakit.
Saat ini, terdapat rumah sakit yang belum memenuhi standar sarana, prasarana, dan
alat kesehatan. Intervensi awal diprioritaskan untuk daerah dengan kriteria sulit akses
dan rasio tempat tidur kurang dari 1 per 1000 penduduk.
(ii) Pemerataan layanan rujukan (optimalisasi kapasitas) rumah sakit kanker, jantung,
strok, uronefrologi, dan kesehatan ibu-anak.
Stakeholders utama dalam program ini adalah Kementerian Kesehatan dan pemerintah
daerah yang didukung kementerian/lembaga lain seperti Kementerian Perencanaan
Gambar 3.8
Kerangka Pikir Pemenuhan Rumah Sakit Berkualitas di Kabupaten/Kota
berkas 2, hlm. 156 OCR
Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian
Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, dan Badan
Pengawasan Keuanga.n dan Pembangunan. Peran pemerintah daerah juga butuh dilibatkan
terutama dalam menyiapkan ketersediaan infrastruktur maupun sumber daya manusia.
Selain pelibatan stakeholders lintas sektor, program ini juga membutuhkan pemutakhiran
regulasi teknis tentang rumah sakit yang akan mengatur terkait standar tipe rumah sakit
berbasis kompetensi layanan (termasuk standar sumber daya manusia yang perlu tersedia),
serta sistem rujukan yang saat ini sedang dikembangkan (layanan kanker, jantung, strok,
uronefrologi dan kesehatan ibu-anak). Adapun highlight intervensi dari Pembangunan RS
Lengkap Berkualitas di Kabupaten/Kota dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Bergerak
dan Daerah Sulit Akses termuat dal,am infografis di bawah ini.
Catatan: Target, indikator, lokasi, dan operasionalisasi program bersifat indikasi yang akan
dimutakhirkan setiap tahun pada RKP.
berkas 2, hlm. 157 OCR
(3) Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul dan Revitalisasi Sarana dan
Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas
(a) Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul
Gambaran umum. Ekosistem sekolah unggul bertujuan untuk memberikan wadah bagi
peserta didik yang memiliki kualitas unggul dan daya saing tinggi, sehingga mampu
berkontribusi secara signifikan dalam mencetak pemimpin masa depan menuju Indonesia
Emas 2045. Pengembangan ekosistem sekolah unggul memiliki tiga pilar utama yaitu
penyeimbang, inkubator pemimpin, serta akademik dan pengabdian masyarakat. Pilar
penyeimbang bertujuan untuk pemerataan kesempatan untuk berprestasi. Pilar inkubator
pemimpin bertujuan untuk pembentukan karakter kepemimpinan Indonesia Emas 2045.
Pilar akademik dan pengabdian masyarakat bertujuan untuk pendidikan yang berkualitas
tinggi dan pembinaan jiwa kesukarelawanan bagi peserta didik. Dalam mengembangkan
ekosistem sekolah unggul, pemerintah akan melaksanakannya melalui dua intervensi yaitu
pembangunan sekolah unggul baru dan penyelenggaraan sekolah unggul en'sting (sekolah
unggul transformasi).
Pembangunan sekolah unggul baru ditujukan untuk membuka akses yang lebih luas bagi
talenta-talenta unggul untuk dapat meningkatkan prestasi peserta didik di tingkat nasional
dan internasional, serta meningkatkan daya saing peserta didik untuk dapat diterima di
perguruan tinggi terbaik dunia pada bidang-bidang unggulan yang sesuai dengan kebutuhan
pembangunan nasional. Sedangkan, sekolah unggul transformasi bertujuan untuk
memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah existing yang memiliki peserta didik
bertalenta unggul untuk dapat diterima perguruan tinggi terbaik dunia di bidang-bidang
unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional. Di samping itu, kedua
intervensi tersebut juga menekankan terhadap pengembangan kepemimpinan dan
kesukarelawanan peserta didik.
Permasalahan dan tantangan. Penyiapan sumber daya manusia unggul dalam mewujudkan
Indonesia Emas masih menghadapi tantangan kurangnya wadah bagi peserta didik
berprestasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan daya saing pada level lanjut, masih
sedikitnya peserta didik yang berpartisipasi pada ajang prestasi di tingkat global, belum
tersedianya sistem yang memadai untuk mempersiapkan peserta didik bersaing di tingkat
global, serta masih terbatasnya implementasi pendidikan menengah berbasis Science,
Technology, Engineering, and Mathematics.
Pada tahun 2023, hanya 0,004 persen atau 2.122 peserta didik Indonesia dari seluruh
jenjang yang pernah mengikuti kompetisi di tingkat internasional, 82 persen di antaranya
menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Berdasarkan data pada Sistem Informasi Manajemen
Talenta, terdapat beberapa. provinsi yang peserta didiknya belum pernah mengikuti kompetisi
tingkat internasional, yang sebagian besar berada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
berkas 2, hlm. 158 OCR
Irf+rrrl{Il
K INDONESIA
Berdasarkan data penyaluran Beasiswa Indonesia Maju tahun 2021-2024, Sekolah
Menengah Atas dan Madrasah Aliyah yang mengirimkan peserta didiknya ke perguruan tinggi
luar negeri melalui program Beasiswa Indonesia Maju masih terkonsentrasi di wilayah barat
Indonesia, yaitu sebesar 65 persen peserta didik berasal dari Pulau Jawa. Sementara itu,
peserta didik penerima Beasiswa Indonesia Maju yang berasal dari pulau Sulawesi, Maluku,
dan Papua hanya sebanyak 3 persen dari total penerima.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam rangka meningkatkan pemerataan
keunggulan peserta didik, serta meningkatkan peluang penerimaan peserta didik asal
wilayah afirmasi di perguruan tinggi terbaik dalam dan luar negeri pada bidang-bidang
unggulan yang sesuai denga.n kebutuhan pembangunan nasional, perlu dikembangkan
katalisator untuk mendorong peningkatan prestasi peserta didik melalui pengembangan
ekosistem sekolah unggul yang afirmatif secara sosial-ekonomi dan geografis.
Dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal negara, pembangunan sekolah unggul tahun
2025-2029 diprioritaskan pada daerah dengan perolehan prestasi sains dan teknologi di
tingkat nasional dan internasional yang rendah, serta jumlah lulusan pendidikan menengah
di perguruan tinggi terbaik dunia yang rendah. Sedangkan, intervensi sekolah unggul
transformasi diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang memiliki talenta potensial, namun
masih memerlukan pembinaan untuk berdaya saing di tingkat global.
Sekolah unggul baru dibangun pada jenjang pendidikan menengah yang akan menampung
lebih kurang lima rombongan belajar sekolah menengah atas per tahun. Pembangunan
ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun beserta dengan penyediaan sarana penunjang,
sehingga dapat segera beroperasi pada tahun berikutnya. Pembangunan tersebut mencakup
asrama peserta didik untuk menjaga kemudahan akses peserta didik ke sekolah serta
menjaga ciri unggul peserta didik melalui desain boarding school Untuk menunjang
pembelajaran yang optimal, satuan pendidikan dilengkapi dengan ruang kelas, laboratorium
ilmu pengetahuan alam dan multimedia terpadu, perpustakaan terpadu denga.n koleksi buku
lengkap, lapangan olahraga, ruang penunjang lain (unit kesehatan sekolah, perkantoran, dan
lainnya), serta bus transportasi untuk operasional peserta didik di lingkungan sekolah.
Di samping aspek fisik, penyelenggaraan sekolah unggul baru juga mempertimbangkan
aspek nonfisik sal,ah satunya adalah penyediaan sumber daya manusia pendidik dan tenaga
kependidikan berkualitas. Penyediaan guru berkualitas dilakukan melalui seleksi ketat yang
SK No 252180 A
Gambar 3.9
Peta Persebaran Peserta Didik Indonesia yang Mengikuti Kompetisi di Tingkat Internasional
Sumber: Sistem Informasi Manajemen Talenta, Kemendikbudristek, 2024
berkas 2, hlm. 159 OCR
menjamin kualifikasi, kompetensi dan profesionalisme. Untuk mendukung keberlangsungan
pembelajaran dan tata laksana satuan pendidikan yang efektif, sekolah unggul akan
dilengkapi dengan tenaga kependidikan yang berkompeten, seperti tata usaha, operator,
pustakawan, kepala laboratorium, pembina asrama, pembina ekstrakurikuler, petugas
keamanan, dan lain sebagainya. Hanya dengan memastikan ketersediaan sumber daya
manusia yang berkualitas, sekolah unggul akan mampu menciptakan lingkungan akademik
yang kondusif untuk pengajaran dan pembelajaran berkualitas dan dengan tetap
memperhatikan keamanan dan kesentosaan (wellbeing) civitas sekolah. Insentif perlu
diberikan sebagai apresiasi kepa.da para gu.ru dan tenaga pendidik yang bertugas.
Operasional. Pembangunan prasarana dan penyediaan sarana sekolah unggul baru
diharapkan dapa.t selesai dalam waktu satu tahun anggaran, sehingga proses pembelajaran
dapat langsung dilaksanakan secara optimal pada tahun berikutnya. Sedangkan, sekolah
unggul transformasi akan mendapatkan intervensi berupa pembinaan peserta didik,
pelatihan guru, dan pelatihan manajemen sekolah. Ketiga intervensi diharapkan akan
Gambar 3.10
Logical Framework Pembangunan dan Penyelenggaraan Sekolah Unggul
berkas 2, hlm. 160 OCR
meningkatkan peluang lulusan diterima di perguruan tinggi terbaik dunia pada bidang-
bidang unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional, melalui penguatan
lima aspek utama yaitu penjalinan kerja sama langsung dengan perguruan tinggi, persiapan
akademik, pengemasan citra diri dan pemilihan perguruan tinggi, pemenuhan komponen
persyaratan pendaftaran, serta persiapan keberangkatan,
Sekolah unggul tidak dimaksudkan untuk menciptakan favoritisme dan eksklusivisme dalam
pendidikan. Oleh karena itu, penerimaan peserta didik di sekolah unggul memberikan
pemihakan pada peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga kelompok ekonomi
menengah ke bawah.
Gambaran umum. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah merupakan
langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana
pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Program ini bertujuan untuk
menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta memastikan satuan pendidikan
dari jenjang Pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah memiliki fasilitas yang
memadai guna mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan efektif, tidak
hanya dari segi fisik, tetapi juga dari kualitas pengajaran. Peningkatan kualitas sarana dan
prasarana pembelajaran di sekolah dan madrasah menjadi pendorong untuk meningkatkan
mutu pembelajaran serta memastikan setiap peserta didik di seluruh wilayah mendapatkan
fasilitas pendidikan yang setara.
Fokus utama revitalisasi adalah memperbaiki ruang kelas dan ruang nonkelas yang rusak
serta memenuhi sarana dan prasarana sesuai Standar Nasional Pendidikan, ruang kelas,
toilet, ruang administrasi, ruang usaha kesehatan sekolah, laboratorium, asrama peserta
didik, rumah dinas guru, perpustakaan, tempat ibadah, ruang praktik siswa, lapangan
(b) Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas
berkas 2, hlm. 161 OCR
olahraga, ruang Bimbingan dan Konseling, dan ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah.
Pelaksanaan revitalisasi mengikuti prinsip ketuntasan untuk memastikan seluruh kegiatan
pembelajaran memiliki sarana dan prasarana yang memadai di satuan pendidikan, serta
mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Permasalahan dan tantangan. Aspek geografis Indonesia menjadi salah satu tantangan
penyediaan sarana dan prasarana pendidikan berkualitas, di antaranya penyediaan satuan
pendidikan, akses jalan, jembatan, ketersediaan listrik, dan internet. Masih terdapat 29.830
desa/kelurahan yang tidak memiliki taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal,
302 kecamatan tidak memiliki sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah, dan 727
kecamatan tidak memiliki sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah
aliyah (Potensi Desa, 2021). Dari 415.189 sekolah, sebanyak 3.153 sekolah tidak memiliki
listrik, 22.373 sekolah tidak memiliki internet, dan 2.458 tidak memiliki listrik dan internet
(Data Pokok Pendidikan, 2023).
Di samping itu, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan perlu dilakukan secara
berkesinambungan untuk memastikan dapat dimanfaatkan dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan tahun 2023, 25,67 persen atau 501.641 ruang kelas
sekolah dan 44.038 ruang kelas madrasah dari total 1.831.172 ruang kelas berada pada
kondisi rusak sedang dan berat. Masih terdapat satuan pendidikan yang memiliki jumlah
peserta didik melebihi daya tampung. Kondisi prasarana pendidikan yang kurang memadai
berpengaruh terhadap partisipa.si pendidikan, kualitas pengajaran dan pembelajaran, serta
keamanan dan kenyamanan peserta didik.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Revitalisasi sekolah ditujukan untuk menciptakan
ekosistem lingkungan belajar yang kondusif serta menjamin keamanan dan kenyamanan
peserta didik selama belajar di sekolah. Dengan lingkungan belajar yang kondusif,
diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran.
Gambar 3.11
Persentase Kondisi Ruang Kelas
Sekolah Madrasah
berkas 2, hlm. 162 OCR
EJIFIIiITN
K INDONESIA
Penentuan lokasi revitalisasi sekolah/madrasah mempertimbangkan satuan pendidikan
dengan kondisi terdapat minimal satu massa bangunan dengan tingkat kerusakan minimal
sedang untuk memenuhi prinsip ketuntasan sesuai dengan SNP Sarana dan Prasarana,
dengan memberi keberpihakan kepada daerah afirmasi yang terdiri dari daerah tertinggal,
kawasan perbatasan, kawasan transmigrasi, dan wilayah Papua. Penentuan sasaran
prioritas bersumber dari Data Pokok Pendidikan dan Education Management Information
System yang telah diverifikasi dan divalidasi.
Pascarevitalisasi, diharapkan ruang kelas, ruang pembelajaran, dan ruang penunjang
lainnya yang direnovasi dapat langsung dimanfaatkan secara efektif. Selanjutnya, diperlukan
komitmen sekolah dan pemerintah daerah mengenai penyediaan biaya operasional dan
pemeliharaan sehingga sarana dan prasarana dapat digunakan selama jangka waktu yang
lebih panjang untuk penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar yang berkelanjutan,
Gambar 3.12
Logical Framework Revitalisasi Sarana dan Prasarana Sekolah dan Madrasah yang Berkualitas
berkas 2, hlm. 163
frfnSIDEN
INDONESIA
Catatan: Target, indikator, lokasi, dan operasionalisasi program bersifat indikasi yang akan dimutakhirkan
pada RKP setiap tahunnya.
berkas 2, hlm. 164 OCR
3.5 Prioritas Nasional 5: Melanjutkan Hilirisasi dan
Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk
Meningkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri
Sebuah negara yang maju harus mampu memaksimalkan potensi sumber daya alamnya
untuk kemajuan perekonomian nasional dan rakyat. Melalui hilirisasi dan industrialisasi,
Indonesia dapat mengonversi komoditas dasar menjadi produk berdaya saing tinggi, yang
juga dapat menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas dan mendorong pertumbuhan
ekonomi domestik.
Dengan demikian, tidak hanya menjadi negara penghasil bahan mentah, Indonesia dapat
menjadi produsen dan manufaktur atas produk yang berkualitas dan dapat bersaing di
kancah internasional. Prioritas Nasional ini dijalankan dengan memanfaatkan sumber daya
secara efektif, dan juga menegaskan kedaulatan ekonomi Indonesia, mengurangi
ketergantungan terhadap impor, dan menjamin pembangunan berkelanjutan untuk generasi
mendatang. Karena itu pada pembangunan jangka menengah nasional ta}rlu;r 2025-2029,
pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan dan mengembangkan program industrialisasi
dan hilirisasi.
3.5.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 5
Untuk mengawal keberhasilan proses pembangunan hilirisasi dan industri berbasis sumber
daya alam dalam meningkatkan nilai tambah dalam negeri, telah dirumuskan sasaran
pembangunan jangka menengah pada tahun 2025-2029 sebagai berikut.
s"".o' ut"-r llH*i8ort"" u."iorrrr s
No Sasaran dan Indikator Baseline2o24 Target 2025 Target 2029
Terwujudnya Peningkatan Nilai Tambah, Produktivitas dan Daya Saing Industri pengolahan
1 Rasio PDB Industri Pengolahan (7o) L8,67 (20231 20,80 21,90
Terwujudnya Peningkatan Integrasi Ekonomi Domestik dan Global
2 Biaya Logistik (Yo PDB) 14,29 (2022) 13,52 12,50
3 Pembentukan Modal Tetap Bruto
e/o PDB)
29,3 (2023) 29,4 29,9
4 Ekspor Barang dan Jasa (% PDB) 21,7 (2023]. 21,7 22,6
berkas 2, hlm. 165 OCR
3.5.2 Arah Kebijakan
Prioritas Nasional 5 ditujukan untuk membangu.n fondasi industrialisasi yang bernilai
tambah tinggi di dalam negeri, terintegrasi antarwilayah, dan berdaya saing global sehingga
mampu menjadi pengungkit perekonomian regional dan nasional. Arah Kebijakan untuk
mewujudkan sasaran pembangunan pada Prioritas Nasional 5 adalah sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 166 OCR
BLIK INDONESIA
3.5.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 5, dilakukan serangkaian intervensi
pa.da masing-masing arah kebijakan sebagai berikut:
(l) Percepatan hilirisasi berbasis sumber daya alam unggulan akan difokuskan pada
komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto serta
memiliki nilai tambah tinggi, dengan memperhatikan potensi penyerapan tenaga kerja
lokal, kesiapan industri, peluang investasi, ketersediaan bahan baku, serta dampak
lingkungan. Oleh karena itu, fokus prioritas hilirisasi tahun 2025-2029 adalah (a)
hilirisasi nikel, (b) hilirisasi tembaga, (c) hilirisasi bauksit, (d) hilirisasi timah, (e) hilirisasi
kelapa sawit, (0 hilirisasi kelapa, (g) hilirisasi rumput laut, serta (h) hilirisasi sagu dan
singkong. Sementara, pengembanga.n industri nasional yang berorientasi ekspor
mencakup (a) pengembangan industri medium-high bcfvabgA (industri semikonduktor
yang merupakan salah satu produk prioritas hasil hilirisasi silika, industri kosmetik dan
farmasi, industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, industri dirgantara, serta
industri mesin dan perlengkapan); (b) penguatan produktivitas industri padat karya
berkas 2, hlm. 167 OCR
- t67 -
terampil (industri makanan dan minuman, industri tekstil dan produk tekstil, serta
industri alas kaki); (cl penguatan industri dasar (industri kimia mencakup hilirisasi
komoditas minyak bumi, gas bumi, dan batu bara serta industri logam dasar besi dan
baja mencakup hilirisasi komoditas besi dan baja); serta (d) pengembangan sektor jasa
industri sebagai enabler bagi pengembangan industri nasional.
Upa.ya yang dilakukan untuk percepatan hilirisasi sumber daya alam unggulan dan
pengembangan industri prioritas nasional yang telah disebutkan di atas adalah melalui
(i) fasilitasi investasi dan iklim usaha yang kondusif untuk pendalaman struktur
industri; (ii) tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku yang diiringi oleh
peningkatan produktivitas sektor hulu; (iii) penyiapan tenaga kerja terampil; (iv) jaminan
ketersediaan energi yang andal dan bersaing; (v) peningkatan adopsi teknologi serta
pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam proses produksi serta diversifikasi produk
industri; (vi) optimalisasi penerapan standar dan sertifikasi yang diakui pasar global; (vii)
perluasan pasar dalam dan luar negeri untuk peningkatan skala ekonomi melalui
penguatan branding, optimalisasi pemanfaatan perjanjian perdagangan, serta
pengadaan barang dan jasa pemerintah; serta (viii) didukung dengan koordinasi
pelaksanaan kebijakan secara terarah, sistematis dan efektif, termasuk melalui
pembentukan komite kebijakan industri kedirgantaraan dan lembaga pengelola kelapa
sawit. Selain itu, pengembangan industri akan dilaksanakan dengan tetap
memperhatikan upaya dekarbonisasi dan penerapan sirkular ekonomi di industri.
(2) Aglomerasi industri di kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas sebagai
pusat pertumbuhan baru dilakukan dalam rangka mendorong pemerataan
pembangunan industri dan pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Jawa. Dengan telah
ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan
Industri maka pelaksanaan kegiatan industri ke depannya wajib berlokasi di kawasan
industri. Oleh karena itu diperlukan akselerasi investasi di dalam kawasan
industri/kawasan ekonomi khusus untuk meningkatkan peran industri sebagai
penggerak sekaligus sumber pertumbuhan baru dan memperkuat fondasi bagi
percepatan program hilirisasi.
Pada tahun 2025-2029, aglomerasi industri di kawasan industri/kawasan ekonomi
khusus akan difokuskan pada 23 kawasan industri/kawasan ekonomi khusus yaitu (a)
Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe; (b) Kawasan Ekonomi Khusus Sei
Mangkei; (c) Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang; (d) Kawasan Ekonomi Khusus
Gresik; (e) Kawasan Industri Bintan Inti Industrial Estate; (f) Kawasan Industri Krakatau
Industrial Estate Cilegon; (g) Kawasan Industri Terpadu Wilmar; (h) Kawasan Industri
Seafer; (i) Kawasan Industri Terpadu Batang; (j) Kawasan Industri Ngawi; (k) Kawasan
Industri iSentra @Lamongan; (1) Kawasan Industri Ketapang Bangun Sarana; (m)
Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia; (n) Kawasan Industri Sumbawa
Barat; (o) Kawasan Industri Indonesia Huabao Industrial Park; (p) Kawasan Industri
Takalar; (Q Kawasan Industri Stardust; (r) Kawasan Industri Morowali; (s) Kawasan
Industri Konawe; (t) Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park; (u) Kawasan
Industri Buli; (v) Kawasan Industri Weda Bay; (w) Kawasan Industri Pulau Obi; dan (x)
Kawasan Industri Fakfak. Upaya akselerasi investasi industri di kawasan
industri/kawasan ekonomi khusus akan difokuskan pada (i) fasilitasi perizinan dan tata
ruang kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas; (ii) pembangunan sarana
dan prasarana dalam dan luar kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas
sesuai dengan perencanaan (masterplan) serta kebutuhan pengembangan kawasan
prioritas (kawasan industri/kawasan ekonomi khusus) yang di antaranya mencakup (l)
berkas 2, hlm. 168 OCR
pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan/jembatan untuk
pemenuhan aksesibilitas serta rantai pasok penunjang aktivitas di luar kawasan melalui
pembangunan jalan tol, jalan nasional serta dukungan peningkatan jalan daerah melalui
sinkronisasi program hibah berbasis kinerja maupun dukungan pemerintah pusat
kepada daerah berdasarkan kriteria berbasis kawasan; dan (2) pengembangan
konektivitas simpul transportasi multimoda untuk efisiensi logistik yang terpadu
meliputi pembangunan dan pengembangan pelabuhan utama, dryport, bandara utama,
serta sarana dan prasarana kereta api melalui sinkronisasi program pemerintah dan
badan usaha; (3) penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung ketersediaan
tenaga kerja bagi kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas; serta (4)
pengembangan kemitraan usaha dan rantai pasok untuk kawasan industri/kawasan
ekonomi khusus prioritas. Fasilitasi kelengkapan ekosistem pendukung kawasan
industri/kawasan ekonomi khusus tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap
kawasan industri/kawasan ekonomi khusus prioritas sesuai dengan penahapannya
masing-masing.
(3) Optimalisasi backbone integrasi ekonomi dan perkuatan sistem logistik nasional
diarahkan untuk mendorong Layanan logistik yang lebih efisien dan merata, serta
meningkatkan kinerja sektor logistik yang lebih optimal, melalui (a) penguatan
infrastruktur konektivitas, layanan backbone, dan sarana penunjang logistik, (b)
penguatan integrasi dan digitalisasi layanan logistik, serta (c) peningkatan daya saing
sumber daya manusia dan penyedia jasa logistik.
(41 Peningkatan investasi untuk integrasi ekonomi domestik dan global, memerlukan
prasyarat Grerqtisit{ meliputi sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan serta regulasi
investasi yang kondusif, iklim investasi dan kepastian berusaha, pemberian insentif dan
kemudahan investasi yang efektif, dan fasilitasi investasi Indonesia di luar negeri agar
Indonesia tetap menjadi destinasi yang menarik sehingga mampu mempertahankan
pertumbuhan ekonominya. Pada tahap pembangunan jangka menengah tahun 2025-
2029, prereqisite ini harus terinternalisasi pada sektor dan aktivitas yang produktif,
serta memiliki multiplier effect paling besar terhadap perekonomian. Intervensi yang
dilakukan untuk menindaklanjuti arah kebijakan tersebut antara lain (a) peningkatan
investasi swasta prioritas sebagai pendorong transformasi ekonomi, (b) peningkatan
investasi yang berorientasi ekspor dan mendukung partisipasi dalam rantai nilai global,
serta (c) peningkatan investasi dalam infrastruktur konektivitas dan logistik.
(5) Peningkatan perdagangan domestik, antarwilayah, dan ekspor serta peningkatan
partisipasi dalam rantai nilai global dapat dilakukan dengan (a) peningkatan keterkaitan
ekonomi dan rantai nilai domestik, antardaerah, dan dengan global; (b) peningkatan
ekspor produk berteknologi menengah tinggi; (c) peningkatan ekspor produk penyerap
tenaga kerja tinggi; (d) peningkatan ekspor produk pertanian, perikanan, dan industri
berbasis sumber daya alam melalui penguatan kebijakan, promosi, dan kerja sama
internasional dalam rangka membuka dan memperluas pasar ekspor dengan
memanfaatkan perjanjian perdagangan dengan negara lain; (e) peningkatan ekspor jasa
dan produk kreatif (f) peningkatan rantai nilai produk elektronik dan otomotif termasuk
electric vehicle, (g) peningkatan utilisasi Free Trade Agreement/ Comprehensive Economic
Partnership Agreement untuk mendorong partisipasi dalam rantai nilai global; serta (h)
peningkatan kualitas produk, persaingan usaha, dan perlindungan konsumen.
berkas 2, hlm. 169 OCR
Sektor perdagangan difokuskan untuk mendorong ekspor tumbuh lebih tinggi dan
meningkatkan penguasaan pangsa ekspor Indonesia terhadap dunia melalui optimalisasi
kinerja perdagangan dalam negeri dan perdagangan luar negeri, Perdaganga.n dalam
negeri diarahkan untuk dapa.t meningkatkan perdagangan antarwilayah dan
pengembangan rantai pa.sok domestik, stabilisasi harga, serta peningkatan konektivitas
perdagangan dalam negeri ke pasar global. Perdagangan luar negeri diarahkan untuk
meningkatkan daya saing ekspor, yang dikompetisikan secara global guna memperluas
pangsa pasar barang dan jasa bernilai tambah tinggi, serta memperkuat partisipasi
dalam rantai nilai global.
(6) Optimalisasi investasi strategis negara dilakukan dalam rangka mengakselerasi
pertumbuhan ekonomi dan mencapai target pembangunan nasional, dengan
mengoptimalkan daya tarik investasi domestik. Upa.ya ini diwujudkan melalui dua fokus
utama, yaitu (a) pengelolaan portofolio dan tujuan investasi strategis negara, serta (b)
peningkatan investasi strategis negara pada sektor prioritas.
Pengelol,aan portofolio dan tujuan investasi strategis negara perlu dioptimalkan dengan
mencakup strategi transformasi, diversifikasi portofolio dan upaya pengendalian risiko,
Hal ini dilakukan untuk memperoleh expected return yang optimal dengan akumulasi
risiko yang lebih terukur, mengingat saat ini kondisi portofolio investasi di Indonesia
masih terbatas dan tidak cukup terdiversifikasi. Optimalisasi portofolio t within investment
ke depan perlu diiringi dengan prinsip kehati-hatian Urrudeil principle) dan
memperhatikan seluruh aspek secara komprehensif, mulai dari perumusan kebijakan
yang prudent, pelaksanaan kebijakan yang efektif dan efisien, pengendalian
berkelanjutan, evaluasi yang objektif, dan pelaporan yang transparan dan akuntabel di
bidang (a) portofolio dan (b) tujuan investasi.
Pembangunan pada sektor prioritas saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Hal
tersebut bisa terlihat dari ketahanan energi, pangan, dan air yang belum memadai,
hilirisasi pertambangan yang belum optimal, infrastruktur untuk mendukung
konektivitas yang masih perlu ditingkatkan, penyediaan perumahan yang masih
terbatas, kesenjangan digital di berbagai daerah, serta berbagai permasalahan industri
strategis dan kesehatan yang masih menjadi isu utama pembangunan. Oleh sebab itu,
investasi strategis negara difokuskan pa.da s€ktor prioritas diantaranya (a)
pertambangan, energi, pangan, dan air; (b) infrastruktur dan perumahan; serta (c)
teknologi, industri strategis, dan kesehatan. Selanjutnya investasi strategis negara juga
diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor-sektor lain yang selaras dengan
prioritas pembangunan nasional,
3.5.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Kebutuhan Regulasi pada Prioritas Nasional 5 "Melanjutkan Hilirisasi dan Mengembangkan
Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Nilai Tambah di Dalam Negeri"
sebagai berikut:
(1) Rancangan Undang-undang tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 3 Tahun
20 14 tentang Perindustrian
Perubahan Undang-undang Perindustrian merupa.kan upaya untuk mewujudkan tata
kelola pengembangan industri yang lebih kondusif dan relevan dengan kondisi terkini.
Beberapa. ketentuan yang dilakukan penyesuaian dengan perkembangan terkini di
sektor industri pengoLahan, antara lain ketentuan mengenai (al jasa industri, (b) pabrik
cerdas, (c) industri cerdas, (d) standar digital industri, (e) percepatan pertumbuhan
berkas 2, hlm. 170 OCR
PRESIOEN
industri pengolahan bahan baku sumber daya alam, (f) sistem manajemen untuk standar
industri hijau, serta (g) bentuk-bentuk kerja sama internasional yang dapat dilakukan
pemerintah sebagai bentuk fasilitasi industri.
(2) Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Danantara sebagai Lembaga Sui
Generis yang Bertugas Mengelola Investasi, Mengelol,a Badan Usaha Milik Negara, dan
Mengelola Badan Usaha dan/atau Badan Hukum Lainnya
Rancangan Undang-undang tentang pembentukan Danantara sebagai lembaga. sui
generis yang bertugas mengelola investasi, mengelola Badan Usaha Milik Negara, dan
mengelola badan usaha dan/atau badan hukum Lainnya merupakan langkah krusial
dalam mewujudkan tata kelola investasi yang optimal dan terpadu, Undang-undang ini
akan mendorong sinergi dan kolaborasi antar Badan Usaha Milik Negara, badan usaha,
dan lembaga pemerintah dalam pengelolaan aset negara. Lembaga sui generis ini akan
mengoptimalkan potensi dan sumber daya nasional, sehingga mempercepat pencapaian
Indonesia Emas 2045.
Kebutuhan Kelembagaan pada Prioritas Nasional 5 'Melanjutkan Hilirisasi dan
Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam untuk Meningkatkan Nilai Tambah
di Dalam Negeri" sebagai berikut:
(1) Pembentukan/Penataan Kelembagaan qn yang Bertugas Mengelola Investasi, Mengelola
Badan Usaha Milik Negara, dan Mengelola Badan Usaha dan/atau Badan Hukum
lainnya
Pembentukan/penataan kelembagaan yang bertugas mengelola investasi, mengelola
Badan Usaha Milik Negara, mengelola badan usaha dan/ atau badan hukum lainnya
merupakan langkah krusial daLam mewujudkan tata kelola investasi yang optimal dan
terpa.du. lembaga ini akan berperan sebagai central luh yang mengonsolidasikan,
melaksanakan transformasi Badan Usaha Milik Negara, dan me-leverage *lurtln
kegiatan investasi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara, badan usaha,
lembaga pemerintah, dan badan hukum lainnya yang mengelola aset negara. Dengan
demikian, overlapping kewenangan den potential conflict of interest dapa.t diminimalisir,
efisiensi dan sinergi dapat ditingkatkan, scrta tata kelola investasi menjadi lebih
transparan dan akuntabel. Penguatan kelembagaan ini juga akan mendorong
optimalisasi potensi dan sumber daya nasional melalui unlock value aset-aset negara
yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Lembaga ini akan mengakselerasi
pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.
berkas 2, hlm. 171 OCR
-L7t-
3.6 Prioritas Nasional 6: Membangun dari Desa dan dari Bawah
untuk Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan Ekonomi, dan
Pemberantasan
Kemajuan suatu bangsa dipengaruhi oleh distribusi hasil pembangunan dan keseimbangan
alokasi sumber daya pada setiap wilayah. Membangun dari desa dan dari bawah adalah
strategi yang berorientasi pada penguatan akar perekonomian melalui pemberdayaan
masyarakat lokal serta memperhatikan pemenuhan hak dasar warga negara untuk
bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat, dan inklusif. Desa,
sebagai unit terkecil dari sistem pemerintahan dan ekonomi, memegang potensi besar untuk
menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi nasional. Dengan mengedepankan
pembangunan dari desa dan dari bawah, negara mengakui peran penting komunitas desa
sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kelestarian lingkungan, dan
ketahanan sosial-budaya. Membangun dari desa tidak hanya dalam bentuk infrastruktur
fisik, ekonomi, sosial-budaya, lingkungan dan tata kelola yang menggambarkan kemandirian
desa, namun juga meliputi pemberdayaan komunitas lokal melalui pendidikan,
pengembangan keterampilan, dan aksesibilitas ke berbagai sumber daya. Melalui strategi
yang berfokus pada pendekatan dari desa dan dari bawah, negara berupaya agar seluruh
masyarakat mendapatkan dampak positif dari pembangunan menyeluruh, penurunan
disparitas ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.
Pembangunan dari desa dan dari bawah menjadi pendekatan utama dalam upaya
pemberantasan kemiskinan. Penduduk miskin dan rentan menjadi fokus dalam pelaksanaan
perlindungan sosial, untuk membantu mengurangi beban kelompok tersebut dalam
memenuhi kebutuhan dasar, termasuk kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, energi,
penga.suhan, layanan sosial, perumahan dan sanitasi yang layak, serta kebutuhan individu
maupun keluarga. lainnya sesuai dengan hambatan yang dihadapi. Pendekatan untuk
meningkatkan kemandirian penduduk miskin dan rentan dilakukan dengan mengedepankan
potensi, kapasitas, motivasi, dan akses bagi mereka untuk dapat berdaya mendapatkan
ruang untuk berpartisipasi pada sektor-sektor ekonomi utama. Kesempatan yang setara
menjadi kebijakan kunci untuk memastikan infrastruktur dan layanan dasar, serta kondisi
pemampu lainnya, tersedia bagi penduduk untuk keluar dari kemiskinan dan menjadi
sejahtera.
Upa.ya holistik yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kapasitas
penduduk miskin dan rentan diarahkan untuk mengakselerasi penurunan kemiskinan
secara berkesinambungan. Kebijakan pemberantasan kemiskinan dikembangkan sebagai
bagian dari agenda pembangunan utama untuk memperkuat sumber-sumber pertumbuhan
ekonomi. Penduduk miskin, rentan, dan menuju kelas menengah didorong untuk menjadi
aktor dan rantai pasok utama yang berperan dalam kegiatan ekonomi utama yang dapat
mengeluarkan mereka dari kondisi miskin dan rentan. Penguatan dan perbaikan tata kelola
program-program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi menjadi agenda utama
untuk mendukung kebijakan ini, termasuk integrasi program lintas lembaga dan sektor,
peningkatan adaptabilitas dan inklusivitas, pemanfaatan dan peningkatan akses terhadap
teknologi, penggunaan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi sebagai sumber rujukan dan data
tunggal sosial dan ekonomi nasional untuk penargetan program, serta pemantauan yang
intensif dan berkala dalam mengidentifikasi kebutuhan kelompok yang paling rentan dan
mengakselerasi graduasi penduduk menuju sejahtera secara berkesinambungan.
berkas 2, hlm. 172 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
-t72-
Perlindungan dan pemberdayaan penduduk didukung dengan kebijakan kewilayahan yang
bersifat afirmatif. Untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, perencanaan regional yang
terintegrasi menjadi langkah penting dalam peningkatan kesejahteraan yang merata.
Hubungan desa-kota yang saling mendukung sebagai satu kesatuan fungsi wilayah berperan
sebagai kunci pemerataan ekonomi. Desa dapat menjadi bagian dari rantai pasok untuk
mendukung ekosistem ekonomi kota, sementara kota menyediakan akses pa.sar, teknologi,
dan inovasi. Kota-kota dirancang sebagai simpul pertumbuhan yang mendukung
pembangunan wilayah sekitar. Selain itu, pembangunan di desa dan kota harus memastikan
akses yang setara bagi kelompok rentan di daerah miskin perkotaan dan perdesaan terhadap
pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Pembangunan perkotaan yang inklusif tidak hanya memperkuat perekonomian lokal tetapi
juga mendorong pemerataan peluang ekonomi di wilayah tertinggal. Investasi pada kawasan
strategis, termasuk pembangunan lbu Kota Nusantara, diarahkan untuk memanfaatkan
potensi wilayah tertinggal dan mempercepat pengurangan kesenjangan. Sebagai model
pembangunan berkelanjutan dan inklusif, Ibu Kota Nusantara dirancang untuk memperkuat
konektivitas antardaerah, memperbaiki distribusi penduduk, dan menciptakan peluang baru
di luar Jawa, sehingga mendukung penurunan kemiskinan secara lebih merata.
Pelaksanaan pembangunan dirancang dengan pendekatan afirmatif, yang berfokus pada
keberpihakan terhadap pemenuhan kebutuhan penduduk paling rentan, dimulai dari tingkat
komunitas. Pendekatan ini memastikan bahwa kelompok rentan, seperti masyarakat miskin,
perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan komunitas terpencil serta
kelompok rentan lainnya, mendapatkan akses yang setara terhadap layanan dasar, peluang
ekonomi, dan perlindungan sosial.
Pendekatan "membangun dari desa dan dari bawah" bertujuan memberdayakan desa sebagai
penggerak utama daLam rantai pasok ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan potensi lokal,
pemerintah juga berupaya meningkatkan kontribusi desa dalam mendukung ekosistem
ekonomi kota. Strategi ini tidak hanya menciptakan sinergi antara desa dan kota, tetapi juga
memperkuat konektivitas ekonomi antarwilayah untuk memastikan pemerataan
pembangunan.
3.6.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 6
Untuk mengawal keberhasilan pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan
pemberantasan kemiskinan maka proses membangun dimulai dari desa sebagai fondasi
utama pembangunan masyarakat dan struktur kelembagaan tingkat terbawah yang paling
dekat dengan masyarakat, Pembangu.nan yang dilakukan juga memperhatikan pemenuhan
akses masyarakat terhadap hunian layak, bukan hanya sebagai tempat tinggal melainkan
juga tempat bekerja bagi beberapa segmentasi masyarakat. Maka dari itu, kebijakan ke
depan dilakukan dengan memastikan perlindungan sosial adaptif yang mengintegrasikan
program-program bantuan, jaminan, layanan, dan kesejahteraan sosial, serta pemberdayaan
ekonomi dari tingkat desa.
Pembangunan dari desa mencakup pemenuhan infrastruktur dan layanan dasar desa,
penguatan ekonomi, sosial-budaya dan lingkungan desa, serta penguatan tata kelola dan
pemberdayaan pemerintahan desa. Pembangunan tersebut menekankan keterkaitan desa-
kota (rural-urban linkages). Tujuannya untuk memastikan pembangunan dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat perdesaan didukung dengan penguatan pusat aktivitas dan
ekonomi melalui sinergi aliran sumber daya, tenaga kerja, serta akses pasar inklusif.
berkas 2, hlm. 173 OCR
Bersamaan dengan pembangunan di wilayah perdesaan, pembangunan kawasan perkotaan
dilakukan untuk mewujudkan kawasan perkotaan yang layak huni, inklusif, berbudaya,
hijau, berketahanan, maju, dan menyejahterakan. Pembangunan perkotaan berkelanjutan
perlu didukung dengan pendekatan kota cerdas, kelembagaan yang adaptif-dinamis serta
komitmen pemerintah daerah dan regulasi yang memadai gu.na menjamin efektivitas dan
efisiensi perencanaan dan pembangunan perkotaan.
Sasaran pembangunan Prioritas Nasional 6 tahun 2025 dan 2029 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.9
Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 6
No Sasaran dan Indikator Baselinc2o24 Target 2025 Target 2029
Mempercepat pengurangan kemiskinan dan peningkatan pemerataan
I Tingkat kemiskinan (26) 9,03 7,0-8,0 4,5-5,O
2 Tingkat kemiskinan ekstrem
lP/"14
I,47 0,5 -1 0
3 Proporsi penduduk kelas
menengah f/o)
17,13 17,50 20,00
4 Cakupan kepesertaan jaminan
sosial ketenagakerjaan P/o)b)
29,77
(Semester I)
32,15 43,92
5 Penyandang disabilitas yang
bekerja di sektor formal (9o)
9,07 (20231 10 12
Meningkatkan akses hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan
6 Rumah tangga dengan akses
hunian layak, terjangkau dan
berkelanjutan f/o)
65,25 67,OO
Mewujudkan pembangunan kemandirian perdesaan dari bawah sebagai sumber pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan
7 Persentase desa mandiri (%)cl 22,45 23,29
74,OO
25,79
Perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi
a Proporsi PDRB perkotaan
terhadap PDB nasional (%)
56,56 (2022) 57,29 59,25
9 Proporsi kontribusi PDRB
Wilayah Metropolitan terhadap
nasional e/o)bl
44,13 (2022], 44,35 45,60
Keterangan: 4 menggunakan US$ 2,15 PPP tahun 2017; b) indikator merupakan 45 indikator RPJPN Tahun 2025-
2045, namun tidak menjadi indikator pada level Prioritas Nasional RPJMN Tahu'r 2025-2029; dan c) sesuai
perhitungan dan proyeksi Indcl<3 Dcaa 2024.
berkas 2, hlm. 174
3.6.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan Prioritas Nasional 6,
dilaksanakan kebijakan sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 175 OCR
va
H1
3:

REPUBLIK INDONESIA
- 175 -
Sasaran 3
Mewujudkan pembangunan kemandirian perdesaan dari bawah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan
# Angka kemiskinan perdesaan masih tinggi 12,22 # Produktivitas dan pendapatan asli desa PADes
persen (BPS, 2023) terhadap ABPDesa masih sangat rendah (Proporsi
« Pemenuhan layanan dasar desa masih bervariasi. PADes 2,1 persen dari total APBDes, 2023)
Terdapat desa yang layanan dasar sudah terpenuhi # Tata Kelola pemerintahan desa masih belum baik dan
namun masih terdapat desa yang layanan dasarnya kualitas belanja desa (quality of spending) perlu
belum baik. Secara agregat kualitas layanan dasar ditingkatkan
sekar masih timpang dibandingkan layanan # Belum optimalnya konsolidasi berbagai pendanaan
Dera K/L/D dalam pembangunan desa
e Aktivitas ekonomi desa dalam posisi rentan karena 96 « Desa berketahanan iklim masih rendah (33,73 persen
persen ekonomi masyarakat desa didominasi oleh sektor dari 75.259 desa) sementara bencana dan dampak
pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing perubahan iklim di desa semakin sering terjadi.
lemah sehingga membutuhkan penguatan dan
diversifikasi
Peningkatan kemandirian perdesaan yang berkelanjutan
Sasaran 4 AA
Perkotaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi
e Setiap 1 persen pertumbuhan penduduk perkotaan di # Rendahnya kesempatan kerja, penanganan sektor ekonomi
Indonesia hanya meningkatkan 1,4 persen PDB informal yang belum optimal, serta tingginya kemiskinan,
perkapita, kontribusi ekonomi yang tergolong ketimpangan sosial, dan kriminalitas masih menjadi
rendah jika dibandingkan dengan Cina dan rata-rata tantangan utama perkotaan pada bidang sosial-ekonomi
negara Asia Timur dan Pasifik (Bank Dunia, 2019) # Tingkat pencemaran dan degradasi lingkungan yang
# Pemanfaatan lahan perkotaan yang belum efisien semakin tinggi di perkotaan, ditambah dengan rendahnya
dan pengendalian ruang yang kurang efektif telah ketangguhan perkotaan terhadap risiko bencana dan
mendorong laju urbanisasi lebih tinggi di pinggiran kota — perubahan iklim, menciptakan tantangan besar bagi
yang menyebabkan permukiman tumbuh menyerak keberlanjutan hidup di perkotaan
dan keluar dari kontrol « Belum ada regulasi yang mengatur perkotaan secara
“ Ketersediaan dan akses layanan perkotaan berupa terpadu, kurang dinamisnya kelembagaan, serta belum
rumah layak huni, layanan air minum, sanitasi, dan inovatifnya pembiayaan pengelolaan perkotaan untuk
infrastruktur perkotaan masih terbatas, sementara mengatasi kompleksitas perkotaan di 2045
pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, serta sarana « Tingginya konsentrasi penduduk Indonesia di Pulau Jawa
pendidikan dan kesehatan belum inklusif dan (sebesar 56,10 persen) utamanya di Wilayah Metropolitan
memadai Jakarta menyebabkan beban Jakarta dan daerah
« Pembangunan dan penyediaan infrastruktur khusus sekitarnya meningkat, sehingga terjadi penurunan daya
di wilayah metropolitan belum merata, memiliki dukung lingkungan dan peningkatan dampak kerugian
kualitas yang terbatas, serta tidak terintegrasi ekonomi.
secara kewilayahan.
“ Pembangunan perkotaan berkelanjutan
“ Pembangunan Ibu Kota Nusantara
berkas 2, hlm. 176 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
3.6.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapa.ian sasaran Prioritas Nasional 6, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut.
(l) Sistem pendataan sosial ekonomi terintegrasi untuk peningkatan kualitas perencanaan
program pemerintah berbasis data kondisi sosial dan ekonomi seluruh penduduk
Indonesia yang terintegrasi, yang dilaksanakan melalui (a) tata kelola Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi (Regsosek) untuk menghasilkan data tunggal sosial ekonomi dan (b)
pemanfaatan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi;
(2) Perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif menjadi bagian penting dari upa.ya
pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, pendekatan ini dilakukan melalui
(a) penyaluran bantuan sosial adaptif dan subsidi yang tepat sasaran dan inklusif
melalui kartu kesejahteraan, dengan (i) peningkatan cakupan dan kualitas bantuan
sosial yang sesuai dengan kondisi kerentanan; (ii) perbaikan mekanisme penyaluran
bantuan sosial yang terintegrasi dan terdigitalisasi; (iii) penguatan adaptabilitas
program dalam kondisi bencana alam dan non-alam, serta perubahan iklim; (iv)
penguatan perencanaan, layanan, dan rujukan terpadu dari tingkat desa
mempergunakan Sistem Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Regsosek
Terpadu (SEPAKAT) untuk memastikan integrasi bantuan sosial dengan jaminan
sosial, pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur layanan dasar; serta (v)
pengembangan mekanisme graduasi masyarakat miskin dan rentan menuju
sejahtera;
(b) reformasi sistem Jaminan Sosial Nasional, melalui peningkatan literasi Jaminan
Sosial, penjangkauan aktif kepesertaan, penguatan program dan kelembagaan
jaminan sosial, pengembangan jaminan sosial adaptif, penyediaan skema jaminan
sosial bagi pekerja miskin dan tidak mampu, perumusan keseimbangan iuran dan
manfaat program, penguatan tata kelola dan data jaminan sosial berbasis Nomor
Induk Kependudukan; dan
(c) pengembangan ekonomi perawatan (care euramgll melalui pengembangan layanan
penga.suhan, penguatan kapasitas keluarga., komunitas, dan institusi, peningkatan
akses terhadap fasilitas pelayanan pengasuhan bagi kelompok rentan termasuk
anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya, yang
terjangkau, terstandar, dan berkualitas, serta pengembangan mekanisme
pendanaannya secara berkesinambungan, guna mendukung kesejahteraan
masyarakat dan kesetaraan kesempatan ekonomi secara holistik.
Untuk mencapa.i perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif, pemerintah memastikan
program yang terintegrasi dan saling melengkapi. Salah satu upaya agar perlindungan
sosial yang adaptif, inklusif, dan terintegrasi dapat terbangun dan terlaksana, dilakukan
penyusunan payung hukum pel,aksanaan kebijakan perlindungan sosial, untuk
memastikan kebijakan yang harmonis, komprehensif, dan berkesinambungan, program
yang tersinkronisasi, pembagian peran dan kewenangan lintas sektor yang konsisten,
serta penguatan kondisi perlu yang dibutuhkan untuk memastikan program yang tepat
manfaat dan tepat sasaran. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Sosial ditujukan
untuk memberikan panduan yang lebih komprehensif dan menyeluruh terkait dengan
konsep dan mekanisme pelaksanaan perlindungan sosial bagi seluruh pemangku
kepentingan, baik pemerintah maupun nonpemerintah.
berkas 2, hlm. 177 OCR
(3) Peningkatan akses lapangan kerja dan penumbuhan usaha berkelanjutan dan inovatif
bertujuan untuk menyinergikan program-program pengembangan kewirausahaan dan
kesempatan bekerja kepada para penerima manfaat yang dilaksanakan melalui (a)
peningkatan daya saing melalui kartu usaha produktif untuk penguatan kelompok
masyarakat menuju kelas menengah dan kelas menengah; (b) peningkatan kemandirian
melalui kartu usaha afirmatif untuk pemberdayaan bagi masyarakat miskin dan rentan
dalam rangka meningkatkan kemandirian dan menga.kselerasi graduasi menuju
kesejahteraan; dan (c) reforma agraria untuk mengurangi ketimpangan pemilikan dan
penguasaan tanah, serta meningkatkan kemandirian masyarakat penerima Tanah
Obyek Reforma Agraria. Hal tersebut dilakukan melalui penataan aset yaitu pemberian
tanah sekaligus sertipikat tanah dan pelaksanaan penataan akses yaitu pemberian
bantuan fasilitasi pendampingan usaha bagi penerima Tanah Obyek Reforma Agraria
(TORA) untuk dapat mengolah tanah yang sudah diberikan. Dengan adanya pemberian
aset disertai akses untuk subyek Tanah Obyek Reforma Agraria yang sama maka
diharapkan penerima reforma agraria dapat meningkat kesejahteraannya.
(4) Pembangunan perkotaan berkelanjutan bertujuan untuk mewujudkan peran perkotaan
sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang layak huni, inklusif, berbudaya, hijau,
berketahanan, maju dan menyejahterakan. Pembangunan perkotaan berkelanjutan
dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan sistem perkotaan nasional dengan
didukung oleh tata kelola dan kelembagaan yang transparan dan akuntabel, serta
pengarusutamaan pendekatan perkotaan cerdas dengan 50 indikasi lokasi prioritas,
difokuskan kepada
(a) pembangunan Wilayah Metropolitan di 1O lokasi prioritas dengan strategi
pembangunan berupa (i) peningkatan konektivitas antara train berupa pembangunan
transportasi perkotaan dan pengembangan kawasan berorientasi transit; (ii)
penataan kawasan perkotaan antara lain berupa revitalisasi kawasan permukiman
kumuh dan pembangunan hunian vertikal publik; (iii) peningkatan ketangguhan
bencana dan adaptasi perubahan iklim antara lain berupa penanganan banjir
perkotaan dan penerapan solusi berbasis alam; (iv) pengelolaan urbanisasi antara
lain berupa penguatan keterkaitan perdesaan-perkotaan dalam bentuk kerja sama
desa-kota; dan (v) peningkatan kapasitas tata kelola perkotaan antara lain berupa
penguatan kerja sama multipihak dan lintas wilayah serta pengembangan
pendanaan inovatif.
(b) pembangunan perkotaan Non-WiLayah Metropolitan di 40 indikasi lokasi prioritas,
khususnya perkotaan yang berkembang dengan cepat, dengan strategi
pembangunan berupa (i) pengembangan rencana spasial dan data fungsional
perkotaan antara lain berupa materi teknis Rencana Tata Ruang, Metropolitan
Statistical Area, masterplan pengembangan dan penataan perkotaan, serta rencana
mobilitas perkotaan; (ii) penyediaan serta peningkatan layanan dasar dan
infrastruktur dasar antara lain berupa penyediaan layanan transportasi umum,
pengelolaan persampahan dan sanitasi, serta perluasan sambungan air minum
perpipaan; (iii) peningkatan kualitas lingkungan antara lain melalui penyediaan
ruang terbuka hijau dan biru publik serta penanganan limbah dan sampah; (iv)
penguatan ekonomi perkotaan antara lain melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan terintegrasi dengan ketenagakerjaan.
SK No25220lA
berkas 2, hlm. 178 OCR
Untuk menjamin efektivitas dan efisiensi perencanaan dan pembangunan perkotaan
berkelanjutan, perlu didukung dengan penyempurnaan regulasi tentang perkotaan
melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perkotaan Berkelanjutan.
Rancangan Undang-Undang ini bertujuan untuk mentransformasi pendekatan
pembangunan perkotaan agar tidak sektoral, dapat memenuhi hak masyarakat untuk
mendapatkan layanan perkotaan yang layak, adaptif terhadap pengelolaan perkotaan
lintas batas wilayah, didukung peran serta warga. kota yang memadai dan tanggap
terhadap tantangan masa depan.
(5) Pembangunan Ibu Kota Nusantara dilaksanakan dengan fokus utama pada pemenuhan
ekosistem perkotaan, termasuk kelengkapan ekosistem suprastruktur politik atau
lembaga trias politica (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) untuk memantapkan posisi
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan dan sekitarnya sebagai area inti yang tangguh dalam
menyelenggarakan pemerintahan melalui (a) perencanaan dan pembangunan kawasan,
serta pemindahan ke Ibu Kota Nusantara dan (b) pembangunan sosial, superhub
ekonomi, dan pengelolaan lingkungan Ibu Kota Nusantara;
(6) Percepatan penyediaan perumahan dan permukiman dengan segmentasi yang perlu
dilayani, serta target khusus antara lain untuk generasi milenial dan generasi Z dan
masyarakat miskin dan rentan. Penyediaan perumahan juga perlu dilengkapi dengan
infrastruktur dasar permukiman (air minum aman, air limbah, persampahan, jalan,
drainase lingkungan, dan lainnya), akses konektivitas, serta sesuai dengan tata ruang
dan keamanan bermukim yang sensitif terhadap isu ketahanan bencana dan iklim. Hal
ini dapat dilaksanakan melalui (a) fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan
prasarana, sarana, dan utilitas, (b) pengembangan perumahan publik vertikal yang
terpadu, (c) pengembangan fasilitasi pembiayaan perumahan, (d) penguatan ekosistem
perumahan, serta (e) peremajaan dan penanganan permukiman kumuh yang terpadu;
(71 Peningkatan kemandirian perdesaan yang berkelanjutan dilaksanakan melalui
intervensi lintas sektor dengan fokus pa.da beberapa aspek (al pemenuhan layanan dasar
dan infrastruktur, termasuk perumahan dan permukiman, air minum, sanitasi,
persampahan, layanan kesehatan, dan konektivitas; (b) transformasi ekonomi lokal,
ketahanan sosial-budaya, dan pelestarian lingkungan perdesaan dalam rangka
pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi skala lokal, pengembangan indikasi 30
Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP), penguatan lembaga ekonomi desa, pengelolaan
dampak perubahan iklim, serta pengelolaan urbanisasi untuk memastikan terciptanya
sinergi desa dan kota dalam pertukaran sumber daya, tenaga kerja, dan akses pasar
sehingga terwujud pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan; (c) penguatan tata
keloLa pemerintahan serta pemberdayaan pembangunan desa secara adaptif (d)
pembangunan 30 daerah tertinggal untuk meningkatkan kesejahteraan melalui
peningkatan akses layanan dasar, penguatan ekonomi lokal, pemerataan infrastruktur
dasar dan konektivitas, serta pengurang,ul risiko bencana; (e) pembangunan kawasan
perbatasan melalui pemenuhan layanan dasar, pengembangan pusat pertumbuhan
ekonomi, penataan ruang dan penanggulangan bencana, serta penguatan tata kelola
pemerintahan; (f) pengembangan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan
lokal, melalui pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
pengembangan ekonomi, redistribusi aset (tanah) transmigrasi, serta penataan
persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil; dan (g| tata kelola
pendampingan/penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui integrasi
pelaksanaan dan pengendalian berbagai program di tingkat masyarakat, penguatan
kualitas pendamping/penyuluh dengan lebih terstandar, penguatan motivasi dan
berkas 2, hlm. 179 OCR
-t79-
kapasitas masyarakat untuk berdaya, peningkatan pengetahuan dan akses masyarakat
terhadap layanan sosial dan dasar, perluasan akses masyarakat terhadap
pengembangan ekonomi sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama penduduk
miskin dan rentan;
Dalam memastikan keberhasilan pembangunan dari desa dan dari bawah dan mendorong
pertumbuhan ekonomi inklusif, pemerataan pembangunan, serta pengentasan kemiskinan,
maka dirumuskan Program Hasil Terbaik Cepat yang memiliki daya ungkit terhadap
keberhasilan pencapaian sasaran Prioritas Nasional 6 yaitu (l) Melanjutkan dan
Menambahkan Program Kartu-Kartu Kesejahteraan Sosial serta Kartu Usaha untuk
Menghilangkan Kemiskinan Absolut dan (2) Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur Desa
dan Kelurahan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Menjamin Penyediaan Rumah Murah
Bersanitasi Baik untuk yang Membutuhkan, terutama Generasi Milenial, Generasi Z, dan
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Implementasi Program Hasil Terbaik Cepat
dilakukan melalui Kegiatan Prioritas.
(1) Melanjutkan dan Menambahkan Program Kartu-Kartu Kesejahteraan Sosial serta Kartu
Usaha untuk Menghilangkan Kemiskinan Absolut
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 5 berperan penting dalam mendukung Prioritas Nasional
6 untuk menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 4,5-5,0 persen dan meningkatkan Indeks
Modal Manusia menjadi 0,59. Program ini bertujuan untuk menghilangkan dan mencegah
kemiskinan absolut melalui perluasan dan penguatan program kesejahteraan sosial serta
pemberian dukungan pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas dan pembukaan akses
kepada aset produktif dan pasar. Program ini mengintegrasikan berbagai program bantuan
sosial maupun pemberdayaan di sektor sosial, pendidikan, kesehatan, kebekerjaan,
infrastruktur dasar, layanan dasar dan sektor-sektor perekonomian seperti pertanian,
perkebunan, jasa pariwisata, perikanan dan perdagangan yang kemudian dikelompokkan
menjadi Kartu Kesejahteraan, Kartu Usaha Afirmatif, dan Kartu Usaha Produktif.
Kartu Kesejahteraan adalah upaya integrasi program perlindungan sosial yang adaptif dan
inklusif, mencakup berbagai program subsidi dan bantuan sosial yang komprehensif dari
berbagai sektor dan berbasis individu dan keluarga, baik dalam bentuk uang, barang,
maupun jasa. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat
sesuai kondisi dan sasaran program denga.n pendekatan ketepatan sasaran melalui satu
basis data terpadu, tata kelola dan pengendalian program lintas sektor yang terintegrasi,
pemanfaatan teknologi layanan keuangan, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan
penerima manfaat,
Adapun Kartu Usaha merupakan wujud dari strategi peningkatan pendapatan melalui
peningkatan kemampuan bekerja dan berwirausaha. Program ini dirancang untuk
memberikan solusi nyata dalam meningkatkan pendapa.tan masyarakat, serta menciptakan
peluang kerja baru yang berkelanjutan. Secara spesifik, program ini bertujuan untuk
meningkatkan jumlah wirausaha, menciptakan tenaga kerja mandiri, memperkuat daya
saing usaha, serta mendorong pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya
pengentasan kemiskinan. Pelaksanaan program Kartu Usaha ini terbagi menjadi Kartu
Usaha Afirmatif yang ditujukan bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan, serta Kartu
Usaha Produktif yang ditujukan bagi masyarakat kelas menengah.
berkas 2, hlm. 180 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
(a) Kartu Kesejahteraan
Permasalahan dan tantangan. Program perlindungan sosial yang saat ini berjalan masih
menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut mencakup (i) akurasi penyaluran
bantuan sosial masih rendah; (ii) program belum komprehensif dalam memenuhi kebutuhan
penerima manfaat; (iii) terbatasnya responsivitas bantuan sosial pada kondisi darurat,
kebencanaan, dan perubahan iklim; (iv) program masih terfragmentasi dan belum optimal
dalam menjangkau penduduk yang paling rentan; (v) proses penyaluran bantuan sosial yang
belum terdigitalisasi dan berorientasi pada kebutuhan penduduk miskin dan rentan; (vi)
belum ada mekanisme graduasi atau terminasi untuk setiap program; (vii) akses terhadap
infrastruktur dan layanan dasar berkualitas yang belum merata; (viii) belum inklusifnya
lingkungan dan pertumbuhan ekonomi bagi kelompok miskin dan rentan; serta (ix)
pengendalian, pendampingan, dan pemantauan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan
sosial yang belum optimal.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Untuk memperluas dan meningkatkan manfaat
program perlindungan sosial, dilakukan pendekatan terintegrasi melalui kartu kesejahteraan
dengan tujuan memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang setara untuk
berkembang. Pendekatan ini mencakup (i) perencanaan, penargetan, dan pelaksanaan
bantuan sosial yang terpadu menggunakan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi yang terbangun
dari berbagai basis data dan berperan sebagai data tunggal sosial dan ekonomi nasional
untuk akurasi sasaran penduduk miskin; (ii) penyesuaian manfaat dan mekanisme program
yang lebih komprehensif untuk memenuhi kebutuhan dan kerentanan spesifik berbagai i
kelompok sasaran, termasuk bantuan pengurangan beban yang dibutuhkan penduduk
miskin dan rentan, serta layanan dan rehabilitasi sosial yang diperlukan anak, lanjut usia,
penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya; (iii) perluasan sistem layanan dan
rujukan terpadu untuk penguatan kapasitas dan ketahanan komunitas dari tingkat desa
dalam menghadapi berbagai kerentanan, yang berbasis pemanfaatan data melalui SEPAKAT
dan Sistem Registrasi Sosial Ekonomi, serta peningkatan adaptabilitas bantuan sosial untuk
memastikan responsivitas layanan dan bantuan sosial terhadap transisi besar dan risiko
katastropik, seperti bencana dan perubahan iklim; (iv) pelaksanaan Kartu Kesejahteraan
dengan mekanisme yang terintegrasi, di antaranya dengan penggunaan satu data dalam
pensasaran, tata kelola kepesertaan melalui dashboard bersama Kartu Kesejahteraan,
penyaluran yang terintegrasi menggunakan central mapper, serta mekanisme graduasi
terpadu lintas program bantuan sosial untuk mendorong kemandirian penerima manfaat
Kartu Kesejahteraan; (v) transformasi penyaluran bantuan sosial yang terdigitalisasi dan
berorientasi pada kebutuhan penduduk miskin dan rentan, dengan perluasan metode, kanal,
dan instrumen penyaluran; (vi) pengembangan dan pelaksanaan graduasi dengan proses dan
kriteria kelayakan yang jelas, konsisten, dan terstandar berbasis satu data terpadu; (vii)
pengembangan sarana dan prasarana, infrastruktur jaringan telekomunikasi, serta teknologi
guna memperluas aksesibilitas terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar; (viii)
penguatan inklusivitas dan afirmasi bagi kelompok rentan, khususnya penyandang
disabilitas dan lanjut usia, terutama dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan
pengurangan beban; serta (ix) pengembangan mekanisme pemantauan distribusi serta
pemanfaatan bantuan sosial agar dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan menghindari konsumsi yang tidak produktif seperti rokok, minuman keras,
dan perjudian, serta memastikan keterkaitan antara program kartu kesejahteraan, kartu
usaha, dan layanan dasar yang diselenggarakan oleh berbagai kementerian/lembaga untuk
menciptakan intervensi yang holistik dan optimal.
berkas 2, hlm. 181 OCR
Permasalahan dan tantangan. Kartu Usaha Afirmatif (KUA) bertujuan untuk meningkatkan
efektivitas program pemberdayaan. Program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh
pemerintah saat ini, masih terdapat sejumlah tantangan yaitu (i) inten ensi pemberdayaan
belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat; (ii) pelaksanaan program pemberdayaan belum
terstandar antar Kementerian/ Lembaga; (iii) penargetan program belum tepat sasaran dalam
menjangkau kelompok masyarakat miskin dan rentan; (iv) penduduk miskin dan rentan
belum termotivasi dan teroptimalkan kompetensi berwirausahanya; M kapasitas program
dalam meningkatkan kemampuan kerja masih belum optimal; serta (vi) rendahnya
partisipasi masyarakat dan swasta dalam pemberdayaan.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan dampa.k
program pemberdayaan ekonomi, implementasi Kartu Usaha Afirmatif difokuskan pa.da
strategi antara lain (i) memperkuat proses asesmen terhadap kebutuhan pemberdayaan
penduduk miskin dan rentan, serta mengembangkan mekanisme pemberdayaan ekonomi
afirmatif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat miskin dan rentan; (ii)
men)rusun dan mengimplementasikan standar dan tahapan pelaksanaan pemberdayaan
ekonomi yang afirmatif sebagai pedoman dan acuan program pemberdayaan dalam Kartu
Usaha Afirmatif, termasuk mekanisme graduasi yang terstandar untuk mendorong dan
menjaga kesinambungan kesejahteraan penerima manfaat; (iii) menentukan target penerima
program dan menilai potensi penerima Kartu Usaha Afirmatif dari penduduk miskin dan
rentan berdasarkan satu data yang akurat dan termutakhirkan melalui Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi, termasuk memperkuat kapasitas Kementerian/Lembaga dan pemerintah
daerah dalam penargetan tepat sasaran menggunakan SEPAKAT; (iv) mengembangkan
(b) Kartu Usaha Afirmatif
berkas 2, hlm. 182 OCR
mekanisme untuk peningkatan motivasi dan kapasitas pelaku usaha miskin dan rentan,
melalui pelatihan inklusif dan berbasis kompetensi, penguatan kemampuan manajemen dan
wirausaha, serta pendampingan intensif dalam mengakses pasar dan pembiayaan; (v)
mengembangkan kualitas program vokasi dan pelatihan kerja agar sesuai dengan kebutuhan
pemberi kerja, inklusif terhadap pencari kerja miskin dan rentan, serta terhubung ke layanan
pencari kerja yang inklusif dan afirmatif, khususnya bagi penduduk miskin, penduduk di
yang tinggal di kawasan 3T, penyandang disabilitas, lanjut usia, perempuan, serta kelompok
marginal dan rentan lainnya; serta (vi) meningkatkan integrasi dan keterkaitan program-
program dalam Kartu Usaha Afirmatif untuk dapat berkolaborasi dengan masyarakat dan
swasta dalam peningkatan kesinambungan pemberdayaan masyarakat miskin dan rentan.
Kartu Usaha Produktif (KUP) diharapkan menjadi solusi strategis untuk memastikan
keberlanjutan peningkatan ekonomi masyarakat miskin dan rentan yang telah berhasil naik
kelas menjadi kelompok menuju kelas menengah (aspiring middle class) dan kelas menengah
lmiddle class. Melalui dukungan yang lebih terfokus pada usaha produktif, program ini
bertujuan mendorong usaha mereka agar dapat bertahan, berkembang, dan memiliki daya
saing, sehingga mengurangi risiko kembali jatuh ke dalam kelompok masyarakat miskin.
(c) Kartu Usaha Produktif
berkas 2, hlm. 183 OCR
Kartu Usaha Produktif juga dirancang untuk memperkuat usaha bagi kelompok menuju
kelas menengah dan kelas menengah agar menciptakan wirausaha produktif yang inovatif,
memiliki daya saing tinggi, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian,
program ini tidak hanya berkontribusi dalam menekan angka pengangguran tetapi juga
memperkuat struktur ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,
Permasalahan dan tantangan. Kartu Usaha Produktif dirancang untuk mengatasi tantangan
dalam pengembangan kewirausahaan dan peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan
menengah. Tantangan tersebut dari sisi tata kelola mencakup (i) tidak adanya pedoman yang
menjadi standar dalam pelaksanaan program kewirausahaan; (ii) belum optimalnya
pemanfaatan Basis Data Tunggal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai rujukan
penyaluran program berbasis data, khususnya yang ditargetkan untuk meningkatkan
proporsi penduduk kelas menengah; serta (iii) kurangnya koordinasi antara program
pemerintah dan non-pemerintah. Selain itu, terdapat juga tantangan dari sisi kapasitas dan
daya saing usaha antara lain (i) kurangnya program pendampingan yang terarah membuat
usaha mikro, kecil, dan menengah sulit mendapat sertifikasi, akses pasar, pembiayaan, dan
teknologi; dan (ii) minimnya pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja usaha mikro, kecil, dan
menengah, sehingga menghambat peningkatan produktivitas dan daya saing usaha.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam rangka penguatan usaha bagi kelompok
masyarakat kel,as menengah dan menuju kelas menengah, dua langkah penyelesaian yang
dilakukan adalah (i) penatakelolaan kartu usaha; dan (ii) peningkatan kapasitas dan daya
saing usaha. Pelaksanaan penatakelolaan kartu usaha dilakukan melalui strategi (i)
penyusunan standardisasi program pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk pelaku
usaha dari kalangan menuju kelas menengah dan kelas menengah; (ii) pemanfaatan Basis
Data Tunggal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang terintegrasi dalam Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi sebagai basis data rujukan pelaku usaha penerima manfaat program untuk
meningkatkan ketepatan sasaran; (iii) pengembangan sistem informasi Kartu Usaha sebagai
alat untuk mengkurasi penerima Kartu Usaha Produktif dan memantau perkembangan
usaha penerima manfaat; dan (iv) koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan optimalisasi
program Kartu Usaha Produktif lintas pemangku kepentingan. Adapun pelaksanaan
peningkatan kapa.sitas dan daya saing usaha dilakukan melalui strategi (i) pelaksanaan
pendampingan usaha, seperti sertifikasi dan standardisasi, akses pasar dan pembiayaan,
serta penerapan inovasi dan teknologi, yang terstruktur dan berjenjang; serta (ii) pelatihan
untuk penguatan kapasitas bagi tenaga kerja usaha mikro, kecil, dan menengah.
berkas 2, hlm. 184 OCR
(2) Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kelurahan, Bantuan langsung
Tunai (BLT), dan Menjamin Penyediaan Rumah Murah Bersanitasi Baik untuk yang
Membutuhkan, terutama Generasi Milenial, Generasi Z, dan Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR)
(a) Pembangunan infrastruktur desa
Permasalahan dan tantangan. Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan terkait
penyediaan infrastruktur hingga skala desa dibandingkan dengan negara lainnya. Tantangan
penyediaan infrastruktur di desa adalah bervariasinya pemenuhan layanan dasar tingkat
desa seperti dalam sektor air minum aman, sanitasi aman, hunian layak, dan kesehatan.
Secara agregat kualitas layanan dasar perdesaan masih timpang dibandingkan layanan
dasar perkotaan, dengan data persentase desa dengan (i| akses air minum aman 18,9 persen;
(ii) sanitasi aman 4,77 persen; (iii) layanan kesehatan 25,99 persen; (iv) rumah layak huni
24,62 persen. Oleh karena itu, terdapat urgensi mempercepat pemenuhan kuantitas dan
kualitas pembangunan infrastruktur desa di seluruh desa, termasuk desa pada 30 indikasi
kawasan perdesaan prioritas, sesuai kebutuhan, prioritas dan status masing-masing desa
(pengukuran berdasarkan Indeks Desa).
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam mengatasi permasalahan dan tantangan
pada pembangunan infrastruktur di desa, disusun skema penyelesaian permasalahan
sebagai berikut (i) pembinaan pemerintah desa tentang prioritas pemanfaatan Dana Desa
yang digunakan untuk pemenuhan infrastruktur perdesaan; (ii) memfasilitasi peningkatan
kualitas perencanaan desa melalui perencanaan desa berbasis data dan karakteristik
berkas 2, hlm. 185 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
kewilayahan serta peningkatan kualitas partisipasi musyawarah perencanaan desa; (iii)
penyediaan infrastruktur desa yang terintegrasi dengan infrastruktur supra desa dalam
pemenuhan layanan dasar maupun aktivitas ekonomi di desa; (iv) peningkatan komitmen
supra desa (pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota) serta pemangku kepentingan
terkait lainnya mengenai urgensi pembangunan/pengelolaan infrastruktur desa secara
terintegrasi dan komprehensif; (v) penguatan fungsi pemerintah daerah melalui pembinaan
dan pengawasan pembangunan desa, penetapan peraturan daerah/ keputusan kepala
daerah terkait pembangunan desa, serta konsolidasi kebutuhan dan intervensi
pembangunan desa. Seluruh langkah pemenuhan infrastruktur desa dilaksanakan di
seluruh desa di Indonesia, dengan berbagai sumber pendanaan.
(b) Penyediaan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan,
terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) termasuk generasi milenial dan
generasi Z
Permasalahan dan tantangan. Permasalahan dan tantangan dalam penyediaan rumah
bersanitasi baik dihadapkan pada pemenuhan lO0 persen akses rumah tangga terhadap
rumah yang dilengkapi dengan infrastruktur dasar permukiman (air minum aman, air
limbah, dan persampahan) pada tahun 2045. Akses rumah layak huni secara nasional hanya
sebanyak 65,25 persen, dengan sebaran 63,83 persen berada di perdesaan dan 66,26 persen
berada di perkotaan (BPS, 2024). Dengan demikian, masih terdapat 34,75 persen rumah
berkas 2, hlm. 186 OCR
tangga yang tinggal di hunian tidak layak. Dengan kondisi sebanyak 82,47 persen rumah
dibangun secara mandiri yang mana sebanyak 37,10 persen diantaranya tidak layak huni
(BPS, 2022). Lebih lanjut, aspek ketahanan bangunan dan kondisi sanitasi yang buruk
menjadi faktor utama penyebab ketidaklayakan hunian tersebut. Apabila kondisi ini tidak
ditangani secara komprehensif maka akan menyebabkan tumbuhnya kawasan permukiman
kumuh yang mana berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
tahun 2024 diperkirakan mencapa.i 77 ribu hektar. Sementara itu, masih terdapat
kebutuhan rumah milik untuk sekitar 13,5 persen rumah tangga, termasuk diantaranya
masyarakat miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah, Kenaikan harga rumah yang
tidak sebanding dengan peningkatan kemampuan finansial masyarakat juga. menyebabkan
masyarakat kesulitan untuk mendapatkan akses rumah layak huni.
Tantangan ke depan dalam penyediaan rumah adalah memastikan ketercapaian target
pemenuhan akses rumah layak huni, baik di perdesaan maupun di perkotaan dengan
inten ensi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Pada tahun 2029, penyediaan
hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan akan diupayakan untuk mencapai target
74 persen. Namun, dalam pelaksanaan program perumahan terdapat tantangan diantaranya
(i) masih rendahnya penyediaan akses rumah layak huni yang terjangkau dan terintegrasi
dengan infrastruktur dasar permukiman dan konektivitas sehingga berpotensi menimbulkan
kawasan permukiman kumuh; (ii) terbatasnya kewenangan pemerintah daerah (provinsi dan
kabupaten/kota) dalam penyelenggaraan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah;
dan (iii) terbatasnya fasilitas pembiayaan perumahan yang disertai penjaminan, terutama
bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap untuk pembelian rumah pertama serta
pembiayaan bagi masyarakat yang membangun maupun meningkatkan kualitas rumahnya
secara mandiri.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Upaya meningkatkan akses rumah tangga terhadap
hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan dilaksanakan melalui penyediaan hunian baru
atau peningkatan kualitas hunian yang terintegrasi dengan infrastruktur dasar (air minum,
air limbah, persampahan, jalan, drainase dan transportasi publik). Setiap intervensi akan
didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang didukung oleh basis data perumahan.
Pendekatan berbasis kinerja akan menjadi landasan pelaksanaan program bersama dengan
Pemerintah Daerah dan mitra pembangunan lainnya. Untuk itu, perluasan kewenangan
Pemerintah Daerah menjadi aspek krusial dalam pengembangan skema kolaborasi program
nasional dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Pemerintah
Desa,
Skenario pelaksanaan penyediaan rumah akan dipenuhi dengan skema sebagai berikut
(0 Perkotaan, meliputi (1) penyediaan hunian tapa.k dan vertikal untuk kepemilikan rumah
pertama yang didukung dengan fasilitasi kemudahan pembiayaan perumahan; (2)
penyediaan hunian sewa terutama vertikal melalui skema pembiayaan alternatif
(Kerjasama Pemerintah Denga.n Badan Usaha, Land Value Capture, dan sebagainya)
yang disertai dengan subsidi sewa; (3) penyediaan maupun optimalisasi lahan melalui
konsolidasi tanah vertikal dan pengembangan kawasan permukiman berbasis transit
oriented development dan (4) penanganan permukiman kumuh secara terpadu,
diutamakan peremajaan permukiman kumuh;
(ii) Perdesaan, meliputi (1) pembangunan hunian baru, termasuk pengembangan
perumahan berkelompok; (2) peningkatan kualitas hunian; (3) stimulan pembiayaan dan
bantuan konsultasi teknis melalui klinik rumah untuk pembangunan atau peningkatan
kualitas hunian yang dilakukan secara mandiri; (4) penyediaan skema kemudahan
berkas 2, hlm. 187 OCR
-ta7-
pembiayaan secara bertahap diantaranya melalui mikro kredit dan Kredit Pemilikan
Rumah Swadaya; serta (5) penanganan permukiman kumuh mencakup pemugaran,
peremajaan, dan permukiman kembali. Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa akan
diposisikan sebagai pemangku kepentingan utama;
(iii) Penguatan ekosistem perumahan dan perbaikan tata kelola perumahan untuk
memastikan intervensi perumahan berujung menjadi akses, meliputi (1) penegakan
aspek tata ruang dan keandalan bangunan yang berketahanan bencana dan iklim; (2)
kemudahan perizinan; (3) perlindungan konsumen; (4) peningkatan kepastian
bermukim; (5) pengembangan pendanaan alternatif; (6) penegakan kebijakan hunian
berimbang; dan (7) insentif fiskal dengan kondisi tertentu;
(iv) Optimalisasi peran setiap pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan
perumahan seperti pelaksana dan pengelola program pemerintah terkait perumahan,
pengelola dana Tapera dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta berperan
dalam membangun dan mengembangkan pa.sar pembiayaan sekunder perumahan.
SK No2522llA
berkas 2, hlm. 188 OCR
ilt-f+ff.T{rl
K INDONESIA
3.7 Prioritas Nasional 7: Memperkuat Reformasi Politik, Hukum,
dan dan
Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi, dan Penyelundupan
Reformasi dalam bidang politik, hukum, dan birokrasi merupakan aspek krusial untuk
menciptakan pemerintahan yang transparan, efektif, dan bertanggung jawab. Reformasi ini
bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi tindakan-tindakan yang merugikan
masyarakat, seperti korupsi, pemakaian narkoba, judi, dan penyelundupan.
Upaya pencegahan dan penanggulangan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan harus
dilaksanakan dengan kebijakan yang kuat dan konsisten. Kebijakan tersebut mencerminkan
keseriusan pemerintah dalam menjunjung nilai integritas dan keadilan, serta melindungi
potensi yang dimiliki oleh generasi penerus dari berbagai hambatan dan ancaman.
Langkah-langkah reformasi ini diharapkan dapat menjamin terciptanya situasi yang
kondusif bagi jalannya pembangunan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, pada
pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029, Pemerintah berkomitmen
untuk memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan
dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.
3.7.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 7
Untuk mengawal keberhasilan proses memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi
serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan
penyelundupan, telah dirumuskan sasaran dan indikator pembangunan pada tahun 2025-
2029 sebagai berikut.
."".'.,, r*-"T.Tl i,lSrou n."io.,.t z
No Sasaran dan Indikator Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Terwujudnya supremasi hukum yang transparan, adil, dan tidak memihak serta sistem politik yang
fungsional
I Indeks Pembangunan Hukum 0,68 (2023) 0,69 o,73
, serta
2 Indeks Persepsi Korupsi 34 (2023l. 38 43,7
3 Indeks Materi Hukum 0,60 (20231 0,51 0,55
4 Indeks Integritas Nasional 70,97 (2023], 74,52 77,57
5 Indeks Integritas Partai Politik 62,43 63,0H4,99 71,00—72,99
Terwujudnya birokrasi pemerintahan yang adaptif dan meLayani
6 Indeks Reformasi Birokrasi
Nasional
69,98 7 L3a 77,26
7 Indeks Pelayanan Publik 3,78 (2023) 3,68a) 3,80
8 Indeks Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik
2,79 (2023], 3,00 2,00 bt
SK No252212A
dan
Luar
93 93,5 95,5 9 Indeks Pelayanan
Pelindungan WNI di
Negeri
berkas 2, hlm. 189 OCR
REPUBLTK INDONESIA
No Sasaran dan Indikator Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Terwujudnya masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba
10 Angka Prevalensi
Penyalahguna Narkotika
1,73 (2023) 1,70
Terwujudnya tata kelol,a BUMN yang baik untuk meningkatkan kontribusi Badan Usaha Milik Negara
sebagai agen pembangunan
1l Refi/,m on Asset (ROA) BUMN
P/.1
3,14 (20231 3,21 3,42
Tercapainya peningkatan pendapatan negara yang optimal sesuai potensi perekonomian dengan
tetap menjaga iklim investasi, didukung upaya untuk mewujudkan reformasi fiskal secara
komprehensif melalui optimalisasi belanja negara, serta perluasan sumber dan pengembangan
inovasi pembiayaan
1,60
12 Rasio Pendapatan Negara
terhadap PDB (%)
12,82 12,36 13,7F18,00
13 Rasio Penerimaan Perpajakan
terhadap PDB (o/d
10,07 10,24 11,52-15,00
Tercapainya tingkat inflasi yang rendah dan stabil untuk mendukung stabilitas serta pertumbuhan
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
L4 Tingkat Inflasi (Yo) 1,57 2,511,0 2,5r1,0
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah)
Keterangan: a) Instrumen evaluasi akan mengalami perubahan sehingga target nasional disesuaikan, b) instrumen
eva.luasi akan mengalami perubahan menjadi Indeks Pemerintah Digital sehingga target nasional disesuaikan,
3.7.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan Prioritas Nasional 7,
dilaksanakan arah kebijakan sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 190 OCR

TS
an
Sasaran 1 “
Terwujudnya supremasi hukum yang transparan, adil, dan tidak memihak serta sistem politik yang
fungsional
“ Meningkatnya tren kasus korupsi yang “ Biaya politik tinggi, pendanaan parpol belum
didominasi pada sektor PBJ (kenaikan mencapai memadai, dan tata kelola parpol belum optimal
904 dari tahun 2022 ketahun 2023) “ Penyatuan pengaturan terkait pemilu dan
e Kondisi hiper-regulasi, sepanjang tahun 2019- pemilihan dalam satu buku yang diakibatkan oleh
2023 terdapat 5.267 Peraturan Menteri yang ketidakpastian hukum dalam kontestasi elektoral
diterbitkan. serta amanat MK yang final dan mengikat
“ Belum optimalnya proses penanganan perkara “Skor Indeks Akses terhadap Keadilan
“ Rendahnya kepatutan hukum masyarakat dan mengalami penurunan pada tahun 2021 (53,6)
penyelenggara negara
“ Reformasi Politik dan Tata Kelola Pemilu “ Penguatan Kelembagaan, Pelayanan, dan
“ Reformasi Hukum Penegakan Hukum
“ Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi serta “ Transformasi Sistem Penuntutan dan Advocaat
Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Generaal
Terwujudnya birokrasi pemerintahan yang adaptif dan melayani
“ Disparitas kesejahteraan ASN, “ Belum optimalnya hubungan pemerintah pusat
Keterpaduan antara layanan publik belum dan daerah
optimal “ Kesenjangan kapasitas pemerintah daerah dari
“ Akses pelayanan publik belum memadai: segi kelembagaan, sumber daya manusia, dan
. . . keuangan daerah
“ Penerapan sistem merit belum optimal, 0
. 0 . . “ Tingginya ketergantungan daerah terhadap
Proses bisnis tebartemta ibn masih TKD dengan rata-rata proporsi TKD terhadap total
Ae ea aa f pendapatan daerah mencapai 8396 (2018-2024)
: Tata kelola Ian dan Ban na WNI di “ Rendahnya belanja modal pemerintah daerah,
teri an an bea Je, dengan rata-rata proporsi belanja modal hanya
Jala Jel mencapai 17,0496 dari total belanja daerah (2018-
2024)
“ Penerapan Prinsip Meritokrasi dan Reformasi e Penataan Desentralisasi dan Otonomi Daerah
Manajemen ASN “ Pelindungan Warga Negara Indonesia di Luar
“ Pemerintah Digital Negeri, termasuk Pekerja Migran Indonesia
“ Transformasi Tata Kelola Pelayanan Publik dan
Pembangunan
berkas 2, hlm. 191 OCR

Sasaran 3 &
Terwujudnya masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkoba
Angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2023 sebesar 1,73Y6 atau sekitar 3,33 juta jiwa, angka
relapse mencapai lebih dari 7096, ditambah dengan munculnya banyak NPS serta motif baru peredaran gelap
narkoba di Indonesia.
Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)
Sasaran 4 EF
Terwujudnyatata kelola Badan Usaha Milik Negara yang baik untuk meningkatkan kontribusi Badan
Usaha Milik Negara sebagai agen pembangunan
“ Rendahnya daya saing BUMN (Jumlah BUMN yang masuk peringkat dunia masih di bawah 10)
s Rasio BUMN dengan kategori sehat masih perlu ditingkatkan (rasio BUMN dengan kategori sehat
77,10Yo pada tahun 2023)
“ Belum meratanya kemampuan BUMN dalam menghasilkan dividen
“ Masih banyaknya BUMN yang merugi dalam menjalankan penugasan
Peningkatan Produktivitas Badan Usaha Milik Negara
Tercapainya peningkatan pendapatan negara yang optimal sesuai potensi perekonomian dengan
tetap menjaga iklim investasi, didukung upaya untuk mewujudkan reformasi fiskal secara
komprehensif melalui optimalisasi belanja negara, serta perluasan sumber dan pengembangan
inovasi pembiayaan
Kompleksnya tantangan kebijakan fiskal di Indonesia dari sisi pendapatan, belanja, dan pembiayaan
“ Rendahnya pendapatan negara disebabkan masih terdapatnya kesenjangan, mencakup administrasi gap
maupun policy gap
e Kualitas dan size balanja negara belum optimal
“ Belum optimalnya dukungan pembiayaan utang dan non-utang untuk mendorong sasaran pembangunan
“ Optimalisasi Pendapatan Negara
“ Optimalisasi Belanja Negara
“ Perluasan Sumber dan Pengembangan Inovasi Pembiayaan
berkas 2, hlm. 192 OCR
BLIK INDONESIA
3.7.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 7, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut.
(1) Reformasi politik dan tata kelola pemilu diarahkan untuk (a) mewujudkan partai politik
yang modern, mandiri, dan fungsional, yang dilakukan melalui penguatan tata kelola
partai politik dan pendidikan politik; (b) mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang
berkualitas dan berintegritas, yang dilakukan melalui perbaikan manajemen
penyelenggaraan pemilu; serta (c) mewujudkan penguatan jaminan hak konstitusional
warga negara dalam penyelenggaraan pemilu dan pelayanan publik yang didukung data
kependudukan yang akurat, yang dilakukan melalui (i) penjaminan hak memilih dan
dipilih dalam pemilu dan (ii) pelayanan Identitas Kependudukan Digital bagi penduduk
wajib Kartu Tanda Penduduk.
(2) Reformasi hukum diarahkan untuk mewujudkan regu.lasi yang adaptif dan taat asas,
akses keadilan yang merata, serta masyarakat yang patut hukum yang dilakukan
melalui (a) mendirikan Pusat Legislasi Nasional, (b) transformasi akses terhadap
keadilan, (c) penguatan budaya hukum, serta (d) pembangunan hukum sektor strategis.
(3) Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta tindak pidana pencucian uang diarahkan
untuk mewujudkan sistem anti korupsi dan anti pencucian uang yang efektif serta
sistematis yang dilakukan melalui (a) penguatan kelembagaan gerakan pemberantasan
korupsi secara lebih sistematis, (b) pemberantasan korupsi yang bersifat preventif
melalui edukasi dan gerakan budaya anti korupsi, (c) pencegahan tindak pidana korupsi,
serta (d) pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
(4) Penguatan kelembagaan, pelayanan, dan penegakan hukum diarahkan untuk
mewujudkan lembaga dan penegakan hukum yang berintegritas, profesional,
transparan, dan akuntabel dilakukan melalui (a) penguatan kelembagaan hukum serta
(b) penerapan dan penegakan hukum.
(5) Transformasi sistem penuntutan danr advocaat generaal diarahkan untuk mewujudkan
efektivitas dan integrasi kebijakan bidang penuntutan di Kejaksaan Republik Indonesia
dan Jaksa Agung sebagai pengacara negara melalui (a) penguatan kelembagaan
Kejaksaan serta (b| peningkatan jumlah, profesionalisme, dan kesejahteraan jaksa.
berkas 2, hlm. 193 OCR
(6) Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba agar
terciptanya upaya holistik dan terintegratif dalam pencegahan dan pemberantasan
peredaran narkoba yang dilakukan baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota
dilaksanakan melalui (a) meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat
tentang bahaya narkoba dan pengembangan keterampilan hidup sehat, terutama
dimulai dari keluarga dan sekolah; (b) optimalisasi layanan rehabilitasi penyalahguna
narkotika; (c) meningkatkan program deteksi dini penyalahgunaan di kalangan pelajar
dan mahasiswa; (d) meningkatkan profesionalisme aparat penegak hukum dalam upaya
pemberantasan narkoba; (e) meningkatkan kemampuan penyelidikan intelijen
pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba; serta (0
optimalisasi kegiatan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pencucian uang hasil
tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika.
(7) Penerapan prinsip meritokrasi dan reformasi manajemen aparatur sipil negara
diarahkan untuk mewujudkan penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara sesuai
prinsip meritokrasi melalui (a) peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara melalui
penerapan konsep ,oral reward berbasis kinerja aparatur sipil negara, (b) penguatan
sistem manajemen talenta aparatur sipil negara, (c) penerapan pengembangan
kompetensi aparatur sipil negara yang mendorong kemudahan akses belajar, (d)
digitalisasi manajemen aparatur sipil negara, (e) penerapan budaya kerja yang
mendorong peningkatan integritas aparatur sipil negara, serta (0 penerapan dan evaluasi
kebijakan manajemen aparatur sipil negara.
(8) Pemerintah digital diarahkan untuk mewujudkan pemerintahan berbasis digitalisasi
yang transparan, inklusif, dan efisien melalui (a) penguatan tata kelola pemerintah
digital, (b) penguatan teknologi pemerintah digital, (c) pengembangan kompetensi dan
budaya digital aparatur sipil negara, (d) transformasi digital layanan publik prioritas,
serta (e) penguatan ketersediaan dan pemanfaatan data pemerintah.
(9) Transformasi tata kelola pelayanan publik dan pembangunan diarahkan untuk
mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang efektif dan akuntabel melalui (a) tata
keloLa pelayanan publik, (bl penguatan manajemen kinerja pembangunan, serta (c)
sinergi pengendalian dan pengawasan program pembangunan nasional.
(10) Penataan desentralisasi dan otonomi daerah menjadi instrumen kebijakan dalam rangka
meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah daerah yang dilakukan melalui (a)
harmonisasi hubungan pusat dan daerah, (b) penguatan kapasitas kelembagaan dan
sumber daya manusia pemerintah daerah, serta (c) penguatan fondasi keuangan daerah.
(11) Peningkatan produktivitas Badan Usaha Milik Negara dilakukan melalui (a) peningkatan
daya saing Badan Usaha Milik Negara dan (b) peningkatan efisiensi peran Badan Usaha
Milik Negara dalam Penuga.san Pemerintah. Untuk mendukung kebijakan tersebut,
Badan Usaha Milik Negara perlu memperkuat kolaborasi baik antar Badan Usaha Milik
Negara maupun dengan pihak swasta.
Peningkatan daya saing Badan Usaha Milik Negara akan difokuskan pada peningkatan
kinerja Badan Usaha Milik Negara dan penguatan peran Badan Usaha Milik Negara pada
program strategis pembangunan. Peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara
diLakukan melalui penggabungan Badan Usaha Milik Negara dalam sebuah
superholding, restrukturisasi, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas sumber
daya manusia dan optimalisasi penggunaan infrastruktur digital. Penguatan peran
Badan Usaha Milik Negara pada program strategis pembangunan difokuskan pa.da
berkas 2, hlm. 194 OCR
REPUBLTK INDONESIA
ekonomi berkelanjutan, ketersediaan pangan, swasembada energi, transformasi digital
termasuk dukungan pengembangan super platform digital, infrastruktur pendukung
konektivitas, pariwisata dan budaya, serta pembiayaan sektor strategis. Badan Usaha
Milik Negara juga diarahkan untuk mendukung penciptaan sektor keuangan yang
kondusif, serta meningkatkan profesionalisme.
Peningkatan efisiensi peran Badan Usaha Milik Negara dal,am penugasan pemerintah
dilakukan melalui efisiensi peran Badan Usaha Milik Negara pada program perintis dan
penguatan peran Badan Usaha Milik Negara dalam tanggung jawab sosial lingkungan
termasuk penelitian di bidang pemuliaan tanaman dan teknologi benih, dukungan
penyediaan layanan dasar, serta membangun kemitraan dengan swasta untuk membuka
program beasiswa dan magang bagi lulusan di perguruan tinggi dan sekolah kejuruan.
Selanjutnya, Badan Usaha Milik Negara juga didorong untuk memberikan kuota
lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas untuk mendukung pembangunan yang
inklusif.
(12) Optimalisasi pendapatan negara diarahkan untuk mewujudkan (a) tercapainya
peningkatan penerimaan perpajakan yang optimal sesuai potensi perekonomian denga.n
tetap menjaga iklim investasi dan (b) terwujudnya peningkatan penerimaan negara
bukan pajak yang optimal dan tidak bergantung pada sumber daya alam. Kegiatan
prioritas untuk mendukung sasaran tersebut meliputi (i) ekstensifikasi dan intensifikasi
penerimaan perpajakan dan (ii) intensifikasi penerimaan negara bukan pajak.
(13) Optimalisasi belanja negara diarahkan untuk mewujudkan dukungan belanja negara
yang optimal untuk mendorong produktivitas dan mencapai tujuan pembangunan.
Kegiatan prioritas untuk mendukung sasaran tersebut meliputi (a) peningkatan
efektivitas belanja pemerintah pusat dan (b) optimalisasi kualitas belanja transfer ke
daerah.
(14) Perluasan sumber dan pengembangan inovasi pembiayaan diarahkan untuk
mewujudkan perluasan sumber dan pengembangan inovasi pembiayaan untuk
mendukung kebijakan fiskal yang ekspansif, terarah, dan terukur dalam rangka
percepatan transformasi ekonomi. Kegiatan prioritas untuk mendukung sasaran
tersebut meliputi (a) optimalisasi sumber-sumber pembiayaan utang yang menjaga
kesinambungan fiskal serta (b) ekstensifikasi dan intensifikasi sumber-sumber
pembiayaan non-utang yang inovatif.
(15) Pengendalian inflasi difokuskan pada upaya pengendalian komponen inflasi harga.
bergejol,ak melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran
distribusi, dan komunikasi efektif).
(16) Pelindungan Warga Negara Indonesia di luar negeri, termasuk pekerja migran Indonesia,
diwujudkan melalui (a) penguatan pelindungan dan penempatan pekerja migran
Indonesia dan (b) pelindungan dan pelayanan Warga Negara Indonesia, termasuk pekerja
migran Indonesia di luar negeri yang integratif.
Pencapaian Prioritas Nasional 7 juga didukung oleh Program Hasil Terbaik Cepat: (l)
menaikkan gaji aparatur sipil nega.ra (terutama guru, dosen, tenaga kesehatan, dan
penyuluh), Tentara Nasional Indonesia/ Kepolisian Republik Indonesia, dan pejabat negara;
dan (2) mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara
terhadap produk domestik bruto ke 23 persen. Implementasi Program Hasil Terbaik Cepat
dilakukan melalui kegiatan prioritas:
SK No25222lA
berkas 2, hlm. 195 OCR
(f) Peningkatan Kesejahteraan ASN Melalui Penerapan Konsep Total Reward Berbasis
Kinerja ASN
Aparatur sipil negara merupakan pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Aparatur sipil negara bertugas sebagai pelaksana kebijakan publik, penyelenggara pelayanan
publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Dalam menjalankan tugasnya, aparatur sipil
negara berhak untuk memperoleh gaji, tunjangan, fasilitas, cuti, jaminan pensiun dan
jaminan hari tua, perlindungan, serta pengembangan kompetensi. Pelayanan publik yang
baik akan terlaksana apabila seluruh aparatur sipil negara, termasuk yang membidangi
pelayanan dasar seperti guru, dosen, tenaga kesehatan dan penyuluh, anggota Tentara
Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia dalam kondisi sejahtera.
Permasalahan dan tantangan. Beberapa persoalan terkait kesejahteraan aparatur sipil
negara, anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, antara lain
(a) besaran gaji pokok belum didasarkan pada pemenuhan unsur-unsur kebutuhan hidup
layak, serta bobot jabatan dan kompetensi. Besaran gaji pokok hanya didasarkan atas level
kepangkatan dan masa kerja. Hal ini menyebabkan rendahnya manfaat pensiun yang
diterima pegawai; (b) disparitas tunjangan kinerja antar aparatur sipil negara di berbagai
instansi/lembaga, yang disebabkan karena ketiadaan standar dalam pemberian tunjangan
kinerja atau penghasilan tambahan yang berakibat prinsip keadilan internal tidak dapat
dijalankan dengan baik, sehingga menghambat mobilitas talenta; dan (c) sistem remunerasi
aparatur sipil negara belum memenuhi prinsip competitiveness dengan sektor swasta.
Langkah-langkah penyelesaian masalah. Dalam jangka pendek, perbaikan kesejahteraan
dapat dilakukan dengan menaikkan gaji aparatur sipil negara, terutama untuk guru-dosen,
tenaga kesehatan, dan penyuluh. Dalam jangka menengah, kesejahteraan aparatur sipil
negara akan diarahkan pada konsep total reward yang mengedepankan prinsip keadilan,
kelayakan, dan kompetitif.
Upaya peningkatan kesejahteraan yang layak bagi pegawai aparatur sipil negara, Tentara
Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia perlu dilakukan secara bertahap.
Pertama, penyelesaian proses penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang
Penghargaan dan Pengakuan Aparatur Sipil Negara serta evaluasi atas Peraturan Pemerintah
Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Kedua, penataan dan
konsolidasi data aparatur sipil negara serta pengayaan data yang meliputi data kelas jabatan,
data gaji, dan tunjangan untuk dapat digunakan dalam perumusan kebijakan kesejahteraan
aparatur sipil negara. Ketiga., efisiensi belanja barang dan belanja modal untuk memastikan
alokasi anggaran yang berkualitas (spending better) dan meningkatkan kualitas belanja yang
lebih efisien. Keempat, asesmen kepegawaian melalui survei penggajian, evaluasi jabatan,
penataan sistem kepangkatan, dan evaluasi sistem penilaian kinerja pegawai sebagai
prasyarat agar perbaikan kesejahteraan aparatur sipil negara didasarkan atas pertimbangan-
pertimbangan rasional, berlandaskan sistem merit, serta memastikan adanya keadilan
internal (internal eqitgll.
Adapun highlight intervensi dari menaikkan gaji aparatur sipil negara (terutama guru, dosen,
tenaga kesehatan, dan penyuluh), Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik
Indonesia, dan pejabat negara termuat dalam infografis di bawah ini.
berkas 2, hlm. 196 OCR
(2) Ekstensifikasi dan Intensifikasi Penerimaan Perpajakan serta Intensifikasi Penerimaan
Negara Bukan Pajak
Dalam rangka mencapai sasaran Visi Indonesia Emas 2045, diperlukan kebijakan fiskal yang
adaptif dan ruang fiskal memadai yang dapat memberikan stimulus terhadap perekonomian
Indonesia sehingga dapat berkontribusi terhadap sasaran pembangunan yang ditetapkan.
Salah satu kunci untuk meningkatkan ruang fiskal memadai adalah peningkatan
pendapatan negara. Studi komparatif dengan beberapa negara memperlihatkan bahwa untuk
menjadi negara maju, dukungan fiskal melalui peningkatan pendapatan negara sangat
diperlukan, baik dari sisi penerimaan perpajakan maupun penerimaan negara bukan pajak.
Rendahnya pendapatan negara di Indonesia saat ini disebabkan masih terdapatnya
kesenjangan mencakup aspek administrasi ladmini.stration gap) maupun kebijakan (policy
gap) yang memerlukan transformasi tata kelola kelembagaan sebgai enabler untuk
optimalisasi pendapatan negara.
Dalam konteks perpajakan, pembenahan tata kelola kelembagaan diperlukan untuk dapat
mengimplementasikan core tax secara terintegrasi, meningkatkan pelayanan dan kepatuhan
perpajakan, serta mewujudkan inisiatif berbagai kebijakan penerimaan perpajakan yang adil,
berdaya saing, efisien, dan optimal. Terkait penerimaan negara bukan pajak, pembenahan
tata kelola diperlukan untuk mendorong optimalisasi penerimaan negara bukan pajak
dengan tetap menjaga kualitas layanan publik, mendorong transparansi dan akuntabilitas,
mendorong pendapatan dari dividen Badan Usaha Milik Negara, optimalisasi aset, serta
optimalisasi sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
berkas 2, hlm. 197 OCR
-t97-
Dalam lima tahun ke depan, tahapan penataan kelembagaan pendapatan negara akan
dilaksanakan melalui (al perencanaan dan persiapan, yang mencakup reformasi administrasi
dan penyempurnaan proses bisnis; (b) internalisasi tata kelola/sistem baru untuk efektivitas
administrasi dan kelembagaan; serta (c) implementasi secara menyeluruh disertai reviu atas
efektivitas tata kelola/ sistem pengumpulan pendapatan negara terhadap pencapaian target
rasio pendapatan negara terhadap produk domestik bruto, serta dampaknya terhadap
masya-rakat dan pembangunan nasional.
Adapun WWht intervensi dari Mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan
rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) ke 23 persen termuat dalam
infografis di bawah ini.
berkas 2, hlm. 198 OCR
3.7.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan
Kebutuhan regulasi pada Prioritas Nasional 7 "Memperkuat Reformasi Politik, Hukum, dan
Birokrasi, serta Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi, dan
Penyelundupan" sebagai berikut:
(l) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 37 Tahun
2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Perubahan Rancangan Undang-Undang tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban
Pembayaran Utang akan mengatur terkait pembaharuan substansi terhadap proses
bisnis pailit khususnya penataan terhadap aspek-aspek hubungan perikatan dalam hal
kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. Rancangan Undang-Undang
ini mendukung sasaran pembangunan guna meningkatkan kepercayaan investor.
(2) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2011 I tentang Bantuan Hukum
Penyusunan Revisi Undang-Undang Bantuan Hukum bertujuan untuk mengatur
kembali terkait ruang lingkup penerima bantuan hukum, pendanaan, serta pengaturan
pemberian bantuan hukum dalam bentuk penyuluhan hukum. Rancangan Undang-
Undang ini juga akan mengatur terkait persyaratan yang belum memadai untuk
mendorong keberadaan pemberi bantuan hukum yang efektif, serta fleksibel untuk
mengakomodasi kebutuhan orang atau kelompok rentan yang menghadapi masalah
hukum.
berkas 2, hlm. 199 OCR
(3) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 31
Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 diharapkan dapat memperbaiki
beberapa kekurangan yang terkandung pada Undang-Undang eksisting. Beberapa
urgensi perubahan diantaranya: (a) masih terdapat ketentuan United Nations
Convention Against Corruption yang belum di adopsi, (b) mendefinisikan kembali
kerugian negara, (c) memperluas jenis hukuman, dan (d) prosedur ganti kerugian dan
kompensasi atas kerugian yang disebabkan oleh tindak pidana korupsi.
(4) Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Badan Usaha bertujuan untuk
menyatukan pengaturan pembentukan badan usaha yang saat ini tersebar di beberapa
undang-undang, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang
Hukum Dagang, Undang-Undang Perseroan Terbatas, dan lainnya. Selain itu,
Rancangan Undang-Undang ini juga bertujuan untuk memodernisasi pembentukan
badan usaha guna mengakomodasi perkembangan bisnis digital dan aktivitas ekonomi
lintas batas.
(5) Rancangan Undang-Undang tentang Jaminan Benda Bergerak
Penyusunan Rancanga.n Undang-Undang Jaminan Benda Bergerak sangat penting
mengingat adanya kebutuhan masyarakat akan jaminan atas benda bergerak yang
efisien, serta belum adanya produk hukum terintegrasi yang menyebabkan
ketidakpastian hukum terkait penjaminan benda bergerak. Rancangan Undang-Undang
tentang Jaminan Benda Bergerak bertujuan mengintegrasikan berbagai jenis jaminan
kebendaan yang saat ini tersebar pengaturannya seperti jaminan fidusia, gadai, dan resi
gudang.
(6) Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
Perubahan regulasi ini diperlukan untuk mendukung upaya transformasi tata kelola
regulasi. Beberapa hal yang perlu diatur yaitu (a) penguatan sinergisitas tata kelola
regulasi di tingkat pusat dan daerah; (b) penguatan pemantauan dan evaluasi regulasi
melalui self assessment oleh kementerian/lembaga; (c) penguatan tata kelola peraturan
menteri, peraturan lembaga, dan sejenisnya; serta (d) pengaturan komprehensif
mengenai metode omnibus.
(71 Rancangan Undang-Undang tentang Pembinaan Hukum Nasional
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Pembinaan Hukum Nasional sangat
diperlukan untuk menetapkan arah pembinaan hukum nasional yang mampu
mengantisipasi tantangan global di masyarakat secara efektif. Rancangan Undang-
Undang ini akan mencakup program pembinaan hukum nasional yang komprehensif,
baik pada tahap pembentukan maupun pelaksanaan hukum, serta bertujuan untuk
meningkatkan kepatuhan setiap individu, badan hukum, atau badan publik yang
melakukan usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan atau
hukum yang berlaku.
berkas 2, hlm. 200 OCR
(8) Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun
1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
Penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
diperlukan untuk perbaikan regulasi dan tata kelola penyelesaian sengketa nonlitigasi
yang dapat mengakomodasi perkembangan bisnis lintas batas untuk menciptakan iklim
berusaha yang kondusif dengan penegakan hukum yang cepat dan berkepastian hukum.
Kebutuhan kelembagaan pada Prioritas Nasional 7 'Memperkuat Reformasi Politik, Hukum,
dan Birokrasi, serta Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi,
dan Penyelundupan" sebagai berikut:
(1) Lembaga Tunggal Pengelola Regulasi
Kerangka kelembagaan Lembaga Tunggal Pengelola Regulasi mendukung sasaran
pembangunan nasional melalui (a) menghilangkan tumpang tindih kewenangan antar
lembaga serta memastikan koordinasi yang efektif dalam penyusunan peraturan
perundang-undangan; (b) menyederhanakan birokrasi dan penyempurnaan proses
bisnis pembentukan regulasi mulai dari perencanaan hingga publikasi, monitoring, den
evaluasi; serta (c) mencegah terjadinya over regulasi akibat pembentukan regulasi di tiap
sektor tanpa. penajaman yang memadai.
berkas 2, hlm. 201 OCR
EL]K INDONES
3.8 Prioritas Nasional 8: Memperkuat Penyelarasan Kehidupan
yang Harmonis dengan Lingkungan Alam dan Budaya, serta
Peningkatan Toleransi Antarumat Beragama untuk Mencapai
Masyarakat yang Adil dan Makmur
Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menghormati dan menjaga toleransi
antarumat beragama, keberlanjutan alam, sekaligus melestarikan nilai dan warisan budaya
sebagai landasan transformasi pembangunan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Toleransi antarumat beragama diwujudkan dalam tindakan nyata dengan menghargai
perbedaan serta menjamin kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan
keyakinannya. Kekayaan alam dan budaya yang melimpah merupakan modal dasar
pembangunan yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Pelestarian dan pemanfaatan
lingkungan harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memastikan kesejahteraan
antargenerasi, serta menanggulangi dampak perubahan iklim dan ancaman bencana.
Penanggulangan bencana dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim harus
menjadi bagian dari setiap kebijakan pembangunan, gu.na melindungi kehidupan
masyarakat dan menjaga keberlanjutan ekosistem, Sementara itu, nilai dan warisan budaya
perlu dikembangkan untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa, serta meningkatkan
kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Atas dasar hal tersebut, pada pembangunan jangka menengah nasional tahun 2025-2029
Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan selaras dengan
lingkungan alam dan budaya, serta memperkukuh toleransi antarumat beragama guna
mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
3.8.1 Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 8
Dalam upaya memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam
dan budaya, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat
yang adil dan makmur, pada tahun 2025-2029 dirumuskan sasaran pembangunan sebagai
berikut.
Tabel 3.1 I
Sasaran Utama pada Prioritas Nasional 8
No Sasaran dan Indikator Baselhe2o24 Target 2025 Target 2029
Beragama Maslahat dan Berkebudayaan Maju
1 Indeks Pembangunan Masyarakat
(lPMas)
62,85 (2021) 65,49 68,13
2 Indeks Pembangunan Kebudayaan
(lPK)
57,13 (20231 58,39 60,70
3 Indeks Kerukunan Umat Beragama
(IKUB)
76,47 76,77 78,25
Resiliensi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim
SK No 252228 A
o,L4O (20221 0,137 0,135 4 Proporsi Kerugian Ekonomi
Langsung Akibat Bencana Relatif
terhadap PDB (o/o)
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024 (diolah)
berkas 2, hlm. 202
7:T*IftTiIl
K INDONESIA
3.8.2 Arah Kebijakan
Dalam rangka mewujudkan sasaran pembangunan Prioritas Nasional 8, dilaksanakan arah
kebijakan sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 203 OCR
UBLIi( INDONESIA
3.8.3 Intervensi Kebijakan
Sebagai upaya pencapaian sasaran Prioritas Nasional 8, dilakukan serangkaian intervensi
pada masing-masing arah kebijakan sebagai berikut.
(1) Penguatan kerukunan umat beragama dan layanan keagamaan transformatif untuk
mewujudkan kehidupan beragama maslahat. Agama memiliki peran penting dan
strategis sebagai landasan spiritual, etika, moral, dan modal dasar pembangunan untuk
mewujudkan kemaslahatan. Sementara itu, layanan keagamaan diarahkan untuk dapat
memberikan dampa.k signifikan bagi perubahan sosial dan peningkatan kualitas hidup
masyarakat. Arah kebijakan ini dilaksanakan melalui (a) penguatan moderasi beragama
dan kualitas layanan bimbingan keagamaan; (b) jaminan hak beragama serta kehidupan
beragama yang harmonis dan rukun; (c) peningkatan peran tokoh agama, lembaga
agama, dan lembaga sosial keagamaan; (d) peningkatan sarana dan prasarana
peribadatan; (e| transformasi layanan keagamaan yang berkualitas, merata, dan inklusif
di Kantor Urusan Agama (KUA); (0 transformasi penyelenggaraan haji dan umrah yang
transparan, akuntabel, aman, dan nyaman; (g) transformasi penyelenggaraan jaminan
produk halal; serta (h) pengembangan dana sosial keagamaan produktif.
(2) Pelestarian dan pemajuan kebudayaan serta penguatan karakter bangsa diarahkan
untuk memperkuat karakter, memperteguh jati diri bangsa, meningkatkan
kesejahteraan rakyat, serta memantapkan peran dan posisi Indonesia dalam
memengaruhi arah perkembangan peradaban dunia. Kekayaan sumber daya alam dan
warisan budaya, baik warisan budaya benda (tangible cultural heritage) maupun warisan
budaya tak benda (intangible cultural heritage) yang melimpah menjadi modal penting
berkas 2, hlm. 204 OCR
untuk meningkatkan produktivitas dan kemajuan bangsa. Penguatan karakter bangsa
yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya bangsa perlu dijadikan haluan dalam
pembangunan nasional dengan menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan pelaku
kebudayaan. Penguatan peran masyarakat adat juga perlu dilakukan melalui
pengaturan hak akses pengelolaan sumber daya alam. Arah kebijakan ini dilaksanakan
melalui (a) penguatan karakter dan jati diri bangsa; (b) pelindungan dan pelestarian
warisan budaya; (c) pemanfaatan khazanah budaya dan pengembanga.n kawasan
pemajuan kebudayaan; (dl jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan
pemberdayaan masyarakat hukum adat; (e) pengembangan bahasa dan sastra
Indonesia; (f) transformasi kearsipan untuk mengembangkan memori kolektif bangsa
dan tata kelola pemerintahan; serta (d pengembangan diplomasi kebudayaan.
(31 Pembangunan berketahanan iklim diimplementasikan untuk menyeimbangkan aspek
ekonomi, sosial, dan lingkungan. Implementasi aksi pembangunan berketahanan iklim
diterjemahkan sebagai tindakan yang mengurangi nilai potensi kerugian ekonomi akibat
ancaman bahaya, kerentanan, dampak, dan risiko perubahan iklim yang difokuskan
pada empat sektor prioritas, yaitu sektor kelautan dan pesisir (ocean climate), aiu.,
pertanian, serta kesehatan. Arah kebijakan ini dilaksanakan melalui (a) peningkatan
ketahanan iklim pesisir dan laut, (b) pengelolaan sumber daya air adaptif iklim, (c)
pengembangan dan implementasi pertanian ramah iklim, (d| pencegahan dan
pengendalian penyakit sensitif iklim, serta (e) penguatan tata kelola dan kapasitas untuk
pembangunan berketahanan iklim,
(4) Pengelolaan risiko bencana yang efisien dan tepat guna berperan penting dalam
mewujudkan resiliensi terhadap bencana serta melindungi kehidupan dan penghidupan
masyarakat. Hal tersebut ditopang melalui penataan ruang, penurunan tingkat
kerentanan bencana, peningkatan kemampuan untuk merespons saat kejadian bencana
dan pemulihan pa.scabencana, peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya
manusia bidang penanggulangan bencana, serta pembangunan infrastruktur
berketahanan bencana. Selain itu, pengelolaan risiko bencana juga difokuskan pada
penguatan kerangka regul,asi, penguatan kelembagaan dan pendanaan, peningkatan
kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana, s€rta penguatan investasi
pengelolaan risiko bencana untuk mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang
efisien dan efektif. Arah kebijakan ini dilaksanakan melalui (a) peningkatan upaya
pencegahan dan mitigasi, (b) peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan
kedaruratan bencana, (c) pemenuhan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi
pascabencana, (d) peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana, serta (e)
peningkatan infrastruktur berketahanan bencana.
berkas 2, hlm. 205
BAB IV
Arah Pembangunan Wilayah
4.1 Sasaran, Tema, dan Arah Kebijakan Pembangunan Wilayah
Pencapaian pembangunan nasional merupakan agregasi dari pencapaian pembangunan
wilayah. Pembangunan wilayah merupakan wadah dan instrumen dalam pelaksanaan
pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan wilayah ditujukan juga
untuk mengurangi kesenjangan Kawasan Barat Indonesia–Kawasan Timur Indonesia. Hal
tersebut diwujudkan melalui pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan.
KBI: Kawasan Barat Indonesia | KTI: Kawasan Timur Indonesia
Tema Wilayah Tahun 2025–2029
Kontribusi
PDRB KBI (%)
Kontribusi
PDRB KTI (%)
2025 2029
78,6 77,6
21,4 22,4
Jawa
Kalimantan Sulawesi
Bali-Nusra
Papua
Maluku
Sumatera
Mata Rantai Utama Bioindustri
dan Kemaritiman Berdaya
Saing dan Berkelanjutan
Superhub Ekonomi
Nusantara
Penunjang Superhub
Ekonomi Nusantara dan
Industri Berbasis SDA
Megalopolis yang Unggul,
Inovatif, Inklusif, Terintegrasi,
dan Berkelanjutan
Superhub Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Nusantara
Bertaraf Internasional
Hub Kemaritiman Wilayah
Timur Indonesia
Percepatan Pembangunan
Wilayah Papua menuju Papua
Sehat, Cerdas dan Produktif
berkas 2, hlm. 206
BLIK INDONESIA
4.1.1 Peran Pembangunan Wilayah dalam Mendukung Pencapaian Visi-Misi,
Program Prioritas, dan PHTC
Pembangunan wilayah memiliki peran sebagai wadah pelaksanaan visi-misi dan berbagai
program prioritas yang ditekankan untuk mendukung target di tahun 2029 yaitu
peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan Indeks Modal Manusia mencapai 0,59,
penurunan kemiskinan mencapai 4,5 persen dan kemiskinan ekstrem mencapai 0 persen,
serta pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
4.1.2 Highlight Intervensi Pembangunan Kewilayahan
Sebagai upaya kunci untuk mendorong peningkatan pembangunan di seluruh wilayah,
ditetapkan highlight intervensi umum. Sedangkan, untuk intervensi khusus pembangunan
wilayah tahun 2025–2029 perprovinsi tercantum dalam lampiran IV Peraturan Presiden
tentang RPJMN Tahun 2025–2029.
berkas 2, hlm. 207 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
(1) Penguatan Ekosistem Percepatan Pembangunan Daerah
Arah kebijakan umum untuk setiap wilayah akan berfokus pada Penguatan Ekosistem
Percepatan Pembangunan Daerah sebagai fondasi dalam mempercepat pertumbuhan
ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Ekosistem Percepatan Pembangunan Daerah
Penuntasan Rencana Tata Ruang
Wilayah di semua hierarki
(Nasional, Kawasan Strategis
Nasional, Provinsi, dan
Kabupaten/ Kota) dan integrasi
Rencana Detail Tata Ruang
dengan sistem OSS, serta
pengendalian pemanfaatan ruang
Penataan otonomi daerah yang mewujudkan harmonisasi
antara regulasi pusat dan daerah, kebijakan kerja sama antar
multiaktor; peningkatan kapasitas dan ts,ta kelola sumber
daya manusia pemerintah daerah, kelembagaan daerah, dan
keuangan daerah. Selain itu, diperlukan penerapan
desentralisasi asimetris dengan memperhatikan tipologi
wilayah (geografis, kapasitas, dan kinerja daerah)
Penyediaan data dan informasi
geospasial dasar dan tematik,
didukung dengan penguatan tata
kelola untuk meningkatkan akses
dan pemanfaatannya serta
pengembangan sumber daya
manusia bidang informasi
geospasial
Penguatan fondasi keuangan
daerah melalui optimalisasi
Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah, peningkatan kualitas
belanja daerah, serta
perluasan sumber dan
pengembangan inovasi
pendanaan alternatif di daerah
Percepatan pelaksanaan
reforma agraria, sertipikasi
tanah menuju sistem
pendaftaran tanah
publikasi/ stelsel positif, dan
percepatan pelayanan
pertanahan modem berbasis
digital
Pelaksanaan wajib belajar 13
tahun termasuk pembangunan
dan penyelenggaraan sekolah
unggul
Peningkatan Kesehatan dan
Gizi Masyarakat
Pemenuhan akses air minum
dan sanitasi
Penyediaan rumah murah
bersanitasi baik bagi MBR,
termasuk generasi milenial dan
generasi Z
Pemenuhan kebutuhan listrik
dan transisi energi listrik yang
rendah karbon, serta
penguatan infrastruktur digital
Reformasi pengelolaan
sampah terintegrasi
Pengembangan konektivitas pendukung layanan dasar serta
pemenuhan keselamatan dan keamanan transportasi termasuk
peningkatan SDM Transportasi
Pemantapan fondasi
keberlanjutan dan
produktivitas sumber daya air
Penyaluran bantuan sosial adaptif dan subsidi tepat sasaran melalui kartu kesejahteraan,
peningkatan kemandirian melalui kartu usaha afirmatif, dan peningkatan daya saing melalui kartu
usaha produktif
berkas 2, hlm. 208 OCR
-2o4-
(2) Pendekatan Pembangunan Kewilayahan
Pembangunan kewilayahan didorong untuk mendukung pertumbuhan berkualitas
berkelanjutan dan pemerataan pembangunan untuk mengurangi ketimpangan, Untuk itu,
didorong pusat-pusat pertumbuhan sesuai dengan potensi wilayah serta pembangunan di
daerah afirmasi. Selain itu terdapat wilayah otonomi khusus yang menggambarkan kebijakan
kewilayahan asimetris.
Prioritas intervensi Kebijakan pembangunan Perdesaan dan Daerah Afirmasi diarahkan
untuk mengurangi kesenjangan di wilayah yang memiliki keterbatasan kuantitas dan
kualitas aksesibilitas sumber daya pembangunan. Selain itu, Peningkatan Pengelolaan
Urbanisasi, Perkotaan, dan Pusat Pertumbuhan juga menjadi prioritas untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Selanjutnya, percepatan pembangunan Papua
juga menjadi perhatian khusus sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi
Khusus bagi Provinsi Papua.
Pembangunan Daerah Afirmasi dan Perdesaan
Peningkatan kemandirian perdesaan berkelanjutan melalui pemenuhan pelayanan dasar dan
infrastruktur, diversifikasi ekonomi, peningkatan ketahanan sosial, pelestarian lingkungan,
pengembangan SDM, penguatan tata kelola, penguatan kualitas perencanaan desa dan koordinasi
supra-desa, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kawasan perdesaan prioritas
Pengembangan kawasan transmigrasi melalui
peningkatan produksi dan nilai tambah hasil
pangan dengan fokus pada pengembangan
sektor pertanian, pengembangan tenaga
terampil, dan pengembangan sistem
permukiman yang memiliki kemampuan saling
belajar untuk berkembang dan hidup bersama
Pembangunan Kawasan Perbatasan dengan
fokus mendorong stabilitas pertahanan dan
keamanan, meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, penguatan tata kelola
pemerintahan, dan menjaga keberlanjutan
lingkungan
Percepatan pembangunan daerah tertinggal dan sangat tertinggal menjadi daerah berkembang
melalui pemenuhan dan peningkatan akses layanan dasar pendidikan, kesehatan, serta
perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi geografis wilayah; penguatan
ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui pengembangan sentra pertanian dan
perikanan terintegrasi, serta penataan pariwisata rintisan; pemerataan penyediaan infrastruktur
dasar sesuai standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah; serta pengelolaan dan
pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat guna
Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Wilayah Papua:
Papua Sehat, melalui
peningkatan pelayanan
kesehatan yang berkualitas
dan merata serta
pembudayaan hidup sehat dan
bersih di masyarakat
Papua Cerdas, melalui
peningkatan peLayanan
pendidikan yang berkualitas
untuk membentuk pribadi
unggul, kreatif, inovatif,
berkarakter, dan mampu
bekerja sama
Papua Produktif, melalui
peningkatan kompetensi,
kreativitas, dan inovasi dalam
pengembangan potensi
ekonomi lokal yang berdaya
saing
berkas 2, hlm. 209
K INDCNESIA
Pengembangan Pusat Pertumbuhan
Pengelolaan urbanisasi melalui penataan wilayah
metropolitan, pembangunan kota otonom dan
kawasan perkotaan lainnya sebagai pusat
pertumbuhan yang layak huni, inklusif dan
berbudaya, hijau dan berketahanan, serta maju
menyejahterakan utamanya melalui percepatan
penyelesaian rencana pembangunan dan rencana
spasial, penyediaan konektivitas transportasi dan
komunikasi yang memadai, serta pembentukan
kelembagaan yang adaptif
.
Pengembangan pusat pertumbuhan baru
dilakukan dengan fokus pada pengembangan
pusat pertumbuhan baru serta penguatan
dan optimalisasi pusat pertumbuhan
eksisting melalui pengembangan potensi
keunggulan daerah, percepatan
pembangunan infrastruktur dasar dan
konektivitas, penyediaan SDM berkualitas,
serta penguatan kapasitas dan tata kelola
kelembagaan
Penuntasan dan pemanfaatan PSN melalui percepatan pelaksanaan PSN, evaluasi dan penyiapan
carry over PSN selanjutnya serta penguatan kerja sama pengelolaan PSN.
Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Pengelolaan kawasan konservasi untuk
meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan
sebagai upaya mitigasi Triple Planetary Crisis
dalam menjamin keberlanjutan pembangunan
Pengelolaan risiko bencana yang efisien dan
tepat guna melalui sarana dan prasarana
publik berketahanan bencana
4.2 Wilayah Sumatera
4.2.1 Isu dan Potensi Wilayah Sumatera
Isu Wilayah
• Dominasi ekonomi pada komoditas primer (pertanian, perkebunan, kehutanan,
dan pertambangan) mencapai hampir 50 persen dari PDRB (2023), dengan nilai
tambah yang masih relatif rendah dan memiliki karakteristik yang rentan
terhadap fluktuasi pasar global.
• Diversifikasi dan hilirisasi industri belum optimal, baru mencapai 20 persen dari
PDRB (2023), investasi masih lebih banyak terjadi pada sektor ekstraktif dan
industri hulu.
• Stok infrastruktur masih terbatas, masih cukup banyak wilayah di Sumatera
yang masih mengalami kesenjangan infrastruktur dan memiliki infrastruktur
yang belum memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
• Masih relatif tingginya kerentanan dan potensi bencana di Wilayah Sumatera
terutama di pesisir barat yang masuk dalam rangkaian pegunungan Bukit
Barisan.
• Degradasi lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, abrasi, dan
penurunan luas lahan pertanian pangan karena alih fungsi lahan, serta
pertambangan.
berkas 2, hlm. 210
PRESIOEN
Isu Wilayah
• Disparitas kualitas sumber daya manusia dan brain/talent drain, angka
partisipasi sekolah jenjang menengah atas/kejuruan (70 persen) dan pendidikan
tinggi (25 persen) di Sumatera masih relatif senjang, ditambah terjadinya
brain/talent drain pada tenaga kerja ahli dan terampil (30 persen) (2023).
• Prevalensi stunting masih relatif tinggi, rata-rata untuk Wilayah Sumatera dapat
mencapai hampir 20 persen (2023).
• Tingkat kemiskinan rata-rata Sumatera masih 9 persen (2023), dengan yang
tertinggi Provinsi Aceh mencapai sekitar 14 persen.
• Pada daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi, akses terhadap
layanan pendidikan dan kesehatan masih relatif rendah, sektor ekonomi
unggulan belum bernilai tambah tinggi, serta infrastruktur layanan dasar,
konektivitas, dan digital masih terbatas.
Potensi Wilayah
• Kelapa sawit: Sumatera memiliki perkebunan sawit seluas 10,2 juta hektare dan
menghasilkan 67 persen produksi sawit nasional.
• Komoditas perkebunan potensial lainnya:
- karet (70 persen produksi nasional)
- kopi (62 persen produksi nasional)
- tebu (36 persen produksi nasional)
- kelapa (32 persen produksi nasional)
• Ketahanan pangan: Sumatera berkontribusi 27 persen dalam produksi beras
nasional, serta berkontribusi sekitar 16 persen dalam produksi perikanan
nasional.
• Potensi ketahanan energi:
- Cadangan terbukti batu bara mencapai 12,6 miliar ton
- Gas bumi 10.729,9 TSCF, dan minyak bumi 2.313,93 MMSTB
- Potensi clean energy berupa EBT air (6,8 GW), EBT panas bumi (9,48 GW)
EBT surya terapung (4,5 GWp), EBT bioenergi (29,5 GW), EBT arus laut (10
GW)
• Bahan Tambang: terdapat resource logam bauksit sebanyak 109 juta ton dan
resource bijih timah sebanyak 2,2 miliar ton, serta logam tanah jarang (REE).
• Geographical gift: dekat dengan main line dalam global maritime trade route, yaitu
Selat Malaka, yang memberikan comparative advantage, terutama dalam sektor
perdagangan dan logistik.
• Potensi dari perairan laut yang luas, yaitu perairan Selat Malaka, Laut Natuna,
dan Samudera Hindia, memberikan potensi besar untuk sektor perikanan
tangkap.
berkas 2, hlm. 211
4.2.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Sumatera
Wilayah Sumatera diarahkan menjadi "Mata Rantai Utama Bioindustri dan Kemaritiman
Berdaya Saing dan Berkelanjutan", untuk itu sasaran pembangunan wilayah Sumatera dan
provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Tabel 4.1
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Sumatera
Provinsi Aceh
Sumatera
Utara
Sumatera
Barat
Riau Kepulauan Riau
Rata-rata LPE (%)
2025–
2029
5,8 6,8 6,4 5,2 7,1
LPE (%) 2029 6,6 7,6 7,3 5,9 8,1
PDRB per kapita
(Rp. Juta)
2025 46,8 78,4 61,8 174,8 177,3
2029 65,2 115,3 90,2 249,7 266,0
Kontribusi PDRB
Provinsi (%)
2025 1,1 5,2 1,5 5,0 1,6
2029 1,1 5,3 1,6 4,9 1,7
Tingkat Kemiskinan
(%)
2025 12,00 –13,00 6,96–7,46 4,50–5,10 5,19–6,19 4,40–4,90
2029 6,39–7,39 2,82–3,82 2,40–3,40 3,25–4,25 2,26–3,26
Rasio Gini
2025 0,290–0,293 0,303–0,305 0,274–0,279 0,318–0,324 0,321–0,324
2029 0,254–0,258 0,287–0,291 0,243–0,247 0,279–0,283 0,314–0,317
Indeks Modal
Manusia
2025 0,57 0,54 0,59 0,57 0,62
2029 0,60 0,57 0,63 0,60 0,66
Penurunan
Intensitas Emisi
GRK (%)
2025 36,08 1,00 52,62 46,88 1,00
2029 53,63 18,52 65,89 83,68 3,13
IKLH Daerah
2025 82,89 77,20 77,95 71,85 73,28
2029 83,56 77,87 78,79 72,69 74,13
TPT (%)
2025 4,60–5,28 5,27–5,56 5,37–5,76 3,55–3,66 6,08–6,47
2029 4,07–4,94 4,74–5,20 4,51–5,37 2,94–3,42 5,57–6,06
6,3
(Rata-rata 2025–2029)
22,1
22,5
85,0
124,4
4,48–4,73
3,82–4,42
7,49–8,49
4,24–5,24
7,2
(2029)
berkas 2, hlm. 212 OCR
Tabel 4.2
Lanjutan Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Sumatera
Provinsi Jambi Sumatera
Selataa
Kcp. Bangka
Belitung
Bengkulu Lampung
Rata-Rata L,PE (%)
2025.
2029
6,r ?,r 6,S 6,3 4,6
LPE tP/ol 2029 7,O 8,1 7,4 7,2 5,5
PDRB per kapita (Rp.
Juta) 2029
2025 90,8 83,4 53,2 55,1 73,7
132,7 127,l 79,3 80,6 101,9
Kontribusi PDRB
Provinsi (%)
2025 1,4 3.1 o,5 2,2 0,5
,Ii'D) t,4 2,2 0,5 3,3 o,5
2025 6,30-6.80 9,37-tO,37 13,10-13,60 9,50-10,00 2,92-3,92 Tingkat Kemiskinan
w 2029 3,66-4,66 6,05-7,05 7,99-8,99 5,79-6,79 1,79-2,79
Rasio Gini
2025 0,337-0.341 0.316-.0.320 0,3274,332 0,318-{,321 O,23+o,242
2029 0,31l-o,3ls 0,294-0,298 0,305-0,309 0,271-0,275 O,20n4,204
Indek Modal
Manusia
2025 0,56 0,54 0,54 o,55 0,56
2029
2025
0,59
78,50
0,57
69,97
0,57
5?,74
0,58
62,79
0,59
54,55 Penurunan Intensitas
Emisi GRK P/o) 2029 86,55 4o,74 67,60 72,13 62,21
2025 73,7 | 68,19 ? t,27 70,99 76,66
IKLH Daerah
2029 74,51t 69,20 72,12 7 t,84 7?,32
TPT (06)
2025 4,274,38 3,82-3,93 3,3(13,4 r 3,EH,00 3,98-4,33
2029 2,?E4,O7 3,29-,3,67 2,56-3,13 3,25-3,73 2,84-3,94
berkas 2, hlm. 213
REPUBLIK INDONES]A
4.2.3 Arah Pembangunan Wilayah Sumatera
Gambar 4.1
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sumatera dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 214
Gambar 4.2
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sumatera dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 215
Gambar 4.3
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Sumatera
berkas 2, hlm. 216
?rf{{td-{Il
K IND ESIA
4.3 Wilayah Jawa
4.3.1 Isu dan Potensi Wilayah Jawa
Isu Wilayah
• Kawasan perkotaan dan metropolitan menghadapi inefisiensi dalam melayani
kota itu sendiri dan daerah sekitarnya, dibuktikan dengan rata-rata nilai
Metropolitan Performance Index di Pulau Jawa masih berada di bawah 50 persen.
• Rendahnya penggunaan teknologi tinggi dalam industri yang membuat nilai
tambah industri masih rendah (industri di Jawa masih memiliki rasio robot
density 5:10.000, bandingkan dengan Malaysia 55:10.000 dan Korea Selatan
1.000:10.000).
• Infrastruktur logistik belum sepenuhnya terintegrasi, terutama antarkawasan,
serta terdapat kesenjangan ketersediaan infrastruktur fisik dan sosial untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di Jawa bagian selatan.
• Masih tingginya kerentanan dan potensi bencana seperti gempa bumi dan
tsunami di daerah pesisir selatan Jawa, tanah longsor dan letusan gunung api,
banjir rob dan penurunan muka tanah di daerah pesisir utara Jawa.
• Kesenjangan keterampilan dan mismatch pendidikan-industri terlihat dari
perbedaan antara keterampilan yang diajarkan di pendidikan dan kebutuhan
industri, dengan tingkat pengangguran lulusan SMK dan SMA pada 2023
masing-masing sebesar 9,31 persen dan 8,15 persen.
• Prevalensi stunting, wasting, dan underweight masih relatif tinggi, rata-rata
untuk Wilayah Jawa mencapai 20 persen (2023).
• Beban kasus TBC tertinggi ada pada wilayah padat penduduk.
• Tingkat kemiskinan rata-rata Jawa sebesar 8,11 persen (2023), dengan yang
tertinggi Provinsi DIY mencapai sekitar 11 persen. Program pengurangan
kemiskinan belum terpadu dengan potensi sektor ekonomi unggul dan inovasi
pemberdayaan ekonomi pada daerah kantong-kantong kemiskinan tinggi.
berkas 2, hlm. 217
R,EPUBLIK INDONESIA
Potensi Wilayah
• Pertanian dan ketahanan pangan: Jawa berkontribusi 54,22 persen dalam
produksi beras nasional, berkontribusi sekitar 36 persen dalam produksi tebu
nasional, berkontribusi sekitar 51,86 persen dalam produksi jagung nasional,
serta berkontribusi sekitar 21 persen dalam produksi perikanan nasional.
• Potensi ketahanan energi:
- Cadangan gas bumi 5.846,8 TSCF, dan minyak bumi 1.582,32 MMSTB.
- Potensi clean energy berupa energi surya (640,3 GWp), hidro (2 GW), panas
bumi (7,9 GW), bioenergi (9,4 GW), bayu (39,05 GW), dan arus laut (0,4 GW).
• Industri pengolahan: lebih dari 52 persen industri pengolahan di Indonesia
terdapat di Pulau Jawa, yang telah membentuk rantai nilai dan pasokan industri
yang cukup lengkap.
• SDM terampil: terdapat ratusan perguruan tinggi dengan berbagai disiplin ilmu
yang menghasilkan ribuan lulusan tenaga kerja berkualitas.
• Perkotaan: sebanyak 56 persen penduduk Pulau Jawa tinggal di perkotaan, yang
dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi, baik melalui
penciptaan demand & supply, serta penyediaan labor/talent pool.
• Sebagian besar wilayah telah terhubung dengan jaringan jalan (nasional dan tol)
dan jalur kereta api, serta memiliki beberapa pelabuhan dan bandara utama.
• Jangkauan jaringan seluler 4G telah mencapai sekitar 99,95 persen dari area
wilayah permukiman di Pulau Jawa.
• Sistem Jamali sebagai sistem interkoneksi kelistrikan terbesar di Indonesia
berkontribusi terhadap 70 persen produksi energi listrik di Indonesia.
4.3.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Jawa
Wilayah Jawa diarahkan menjadi "Megalopolis yang Unggul, Inovatif, Inklusif, Terintegrasi,
dan Berkelanjutan", untuk itu sasaran pembangunan wilayah Jawa dan provinsi-provinsi di
dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
6,9
(Rata-rata 2025–2029)
56,5
55,1
85,4
122,4
5,09–5,62
4,51–5,27
6,68–7,68
3,79–4,79 7,9
(2029)
berkas 2, hlm. 218 OCR
-2ta-
Tabel 4.3
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Jawa
DKI
Jakarta
Jawa
Barat Yogyakarta
Jau,a
Tengah
Jawa
Timur
D.I
Provinsi Bantcn
Rata-rata LPE (o/o)
2025-
2029
6,4 6,9 7,O 6,7 6,9 6,8
r,PE (96) 2029 7,9 7,9 4,0 7,? E,O 7,9
PDRB per kapita
(Rp. Juta)
2025
2029
373,4
560,E
59,6
64,9
55,1
78,6
5l, r
71.8
80,7
ll4,a
74,6
106,4
2025 16,7 12,7 o,9 8,2 14,2 3,9 Kontribusi PDRB
Provinsi P/o) 2029 16,5 12,3 13,7 3.8 0,8 7,9
TinEkat
Kemiskinan P/o)
2025 3,55-3,85 s,85-6,,r6 10,flF10,s0 9,fi)-9,66 7,5E-a.08 4,s{}-5,50
2029 2.0&3,08 2,&-3,6 6,1l-7,1l 5,21-6,21 4,31-s,31 2,42-3,42
Rasio Gini
2025 0,425{.430 0,383-.0,390 0,4434,44? 0,362-0,367 0,3a1{,386 0,34/S-0,365
2029 0,4r74,42t 0,381-0,383 0,436-0,440 0.35H,360 0,36q.373 0.32H,330
2025 0,65 0,57 0,75 0,62 0,64 0,56 Indeks Modal
Manusia
2029 0,69 0,60 0,79 0,65 o,68 0,59
2025 14,65 6.61 62,14 0,32 1,00 43,56 Penurunan
Intensitas Emisi
GRK (96) 2029 22,Ot 8,95 74,36 2?,57 2,52 56,65
2025 51,34 64,06 70,49 ?5,68 74,17 66,92
IKLH Daerah
2029 51,98 65,07 71,33 75,87 74,50 67,93
T?T P/")
2025 5,54-6,,+0 6,42-6,99 3,12-3,5t 4,424,81 3,90-4,49 6,a7-?,24
2029 4,93-5,99 s,9,+-6,s6 2,A34,27 3,73-4,49 3,24,2t 6,39-5,A2
berkas 2, hlm. 219
4.3.3 Arah Pembangunan Wilayah Jawa
Gambar 4.4
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Jawa dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 220
Gambar 4.5
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Jawa dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 221
Gambar 4.6
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Jawa
berkas 2, hlm. 222
FEPUBUK INDONESIA
4.4 Wilayah Bali–Nusa Tenggara
4.4.1 Isu dan Potensi Wilayah Bali–Nusa Tenggara
Isu Wilayah
• Perekonomian Wilayah Bali–Nusa Tenggara mengalami perlambatan dari 5,08
persen (2022) menjadi 4,00 persen (2023), disebabkan salah satunya oleh
kecilnya pertumbuhan sektor pertanian yang berperan cukup besar pada
Provinsi NTB dari 2,2 persen (2022) menjadi 2,1 persen (2023) dan NTT dari 3,8
persen (2022) menjadi 2,5 persen (2023), sementara Provinsi Bali masih
mengalami kontraksi namun telah lebih kecil dari -0,9 persen (2022) menjadi -
0,6 persen (2023) (BPS, 2023). Selain itu, diversifikasi ekonomi masih belum
optimal, ditunjukkan melalui rendahnya kontribusi sektor industri pengolahan
di NTB (3,86 persen) dan NTT (1,31 persen), serta masih rendahnya capaian
indeks Quality Tourism pada destinasi wisata di Provinsi NTB dan NTT
dibandingkan di Provinsi Bali dan angka nasional (BI Institute, 2023).
• TPT seluruh provinsi telah lebih rendah dari capaian nasional, namun tingkat
pengangguran terbuka tertinggi cenderung terdapat pada lulusan di atas
pendidikan dasar (NTB: 4,73 (SMK); NTT: 5,66 (SMA); Bali: 3,4 (Diploma)) (BPS,
2024) dan masih rendahnya link and match dengan lapangan kerja yang
tersedia.
• Isu kesenjangan antarwilayah masih terjadi di Provinsi NTB dan NTT, seiring
dengan terkonsentrasinya aktivitas ekonomi pada kabupaten/kota tertentu, di
mana 54 persen share PDRB NTB 2023 berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat
dan Kota Mataram, sementara 20 persen share PDRB NTT 2023 berasal dari 1
dari 22 kabupaten/kota di Provinsi. NTT, yaitu Kota Kupang (BPS, 2023). Hal
tersebut disebabkan beberapa di antaranya, belum meratanya pengembangan
infrastruktur dasar, transportasi, dan telekomunikasi yang mendukung
konektivitas antarwilayah dan antarpulau.
• NTB dan NTT memiliki IPM lebih rendah dari Nasional (NTB: 73,10; NTT: 69,14;
Nasional: 75,02), hal ini terutama disebabkan oleh kondisi kesehatan yang
masih rendah (BPS, 2024). Capaian HLS (Harapan Lama Sekolah) telah lebih
tinggi dari nasional (NTB: 13,98; NTT: 13,23; Nasional: 13,21), namun capaian
UHH (Umur Harapan Hidup) masih lebih rendah dari nasional (NTB: 72,25; NTT:
71,83; Nasional: 74,15) (BPS, 2024). Hal ini disebabkan di antaranya oleh
tingginya unmeet need pelayanan kesehatan (NTB: 8,24 persen; NTT: 7,06
persen; Nasional: 5,18 persen (BPS, 2024)), rendahnya akses air minum layak
(NTT: 88,35 persen; Nasional: 91,72 persen), serta rendahnya akses sanitasi
layak (NTT: 75,67 persen; Nasional: 82,36 persen) (BPS, 2023).
• Kualitas SDM yang rendah juga disebabkan oleh tingginya prevalensi stunting
dibandingkan nasional (NTB: 19,9 persen; NTT: 31 persen; Nasional: 18,3
persen), rendahnya cakupan penemuan kasus TBC di Provinsi NTB (52,6
persen), Provinsi NTT (44,1 persen), termasuk di Provinsi Bali (50,2 persen) yang
masih lebih rendah dibandingkan angka nasional (77,5 persen), serta prevalensi
beberapa penyakit yang masih tinggi seperti Hepatitis (Bali: 0,08; NTB: 0,33;
NTT: 0,22; Nasional: 0,12), ISPA (Bali: 2,1; NTB: 1,9; NTT: 3,1; Nasional: 2,2),
Pneumonia (Bali: 0,44; NTB: 0,43; NTT: 0,68; Nasional: 0,48) (Kementerian
Kesehatan, 2023). Selain itu, Bali, NTB dan NTT merupakan wilayah endemis
rabies yang telah menjadi KLB selama 2 tahun terakhir.
berkas 2, hlm. 223
Isu Wilayah
• Kesejahteraan Bali lebih baik dibandingkan Wilayah Nusa Tenggara yang angka
kemiskinannya masih tinggi (Bali: 4 persen; NTB: 12,91 persen; NTT: 19,48
persen; Nasional: 9,03 persen (BPS, 2024)). Salah satu penyebab tingginya
angka kemiskinan di NTB dan NTT adalah tingginya lapangan pekerjaan di
sektor informal (Bali: 50,68 persen; NTB: 70,51 persen; NTT: 73,32 persen;
Nasional: 57,95 persen) (BPS, 2024). Selain itu, sektor pertanian yang menyerap
49,91 persen pekerja di NTT dan 36,16 persen pekerja di NTB (BPS, 2024),
memiliki nilai tambah yang paling rendah dibandingkan provinsi lain (NTB: Ke-
3 terendah; NTT: Ke-2 terendah) (BPS, 2023).
• Selain itu, kondisi kemiskinan yang masih tinggi di NTB dan NTT juga
disebabkan oleh tingginya status pekerja buruh tidak tetap (Bali: 13,19 persen;
NTB: 19,78 persen; NTT: 21,01 persen; Nasional: 13,83 persen), pekerja
keluarga/tidak dibayar (Bali; 12,93 persen; NTB: 17,59 persen; NTT: 26,03
persen; Nasional: 13,34 persen), serta masih rendahnya cakupan pekerja
dengan jam kerja penuh (Bali: 74,48 persen; NTB: 59,46 persen; NTT: 49,66
persen; Nasional: 68,06 persen). Ditinjau dari kualitas pekerja yang tersedia,
sebagian besar pekerja di Provinsi NTB dan NTT masih didominasi oleh capaian
pendidikan di bawah SD (Bali: 31,22 persen; NTB: 41,49 persen; NTT: 43,96
persen; Nasional: 35,80 persen) (BPS, 2024).
• Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki indeks risiko bencana kategori sedang,
namun terdapat potensi bencana karena dilewati beberapa patahan sesar
seperti Flores Back Arc Thrust, Lombok Strait Strike-slip Fault, Teluk Panas Fault,
Sape Strike-slip Fault, Bondowatu Fault, Sumba Ridge Thrust, Savu Thrust,
Semau Fault, Sape Strike-slip Fault, dan Sumba Strike-slip Fault. Beberapa
ancaman bencana yang perlu diperhatikan di antaranya gempa bumi, tsunami,
banjir, longsor, kekeringan, gelombang ekstrem, gunung berapi, serta
kebakaran hutan dan lahan.
• Banyaknya kawasan konservasi yang berlokasi di sekitar kawasan
pertumbuhan sehingga berpotensi terdampak oleh pengembangan kawasan
pertumbuhan.
Potensi Wilayah
• Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki keindahan alam, ekosistem bahari, serta
kekayaan adat dan budaya yang menjadi magnet wisatawan nusantara maupun
mancanegara. Pada tahun 2023, Pulau Bali (Bandara Ngurah Rai) masih menjadi
pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. NTB dan NTT juga
memiliki pesona pariwisata kelas dunia seperti Sirkuit Mandalika, Pulau Gili,
Satwa Komodo, hingga Taman Nasional Komodo. Selain pesona pariwisata, juga
terdapat potensi ekonomi kreatif berbasis komoditas unggulan dan budaya
tradisi lokal.
berkas 2, hlm. 224
PNES!DEN
N,EPUELIK INDONESIA
SK No2522544
Potensi Wilayah
• Terdapat 2 lokasi pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di
Kabupaten Belu dan Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur
dengan komoditas padi dan jagung yang menjadi potensi mendukung ketahanan
pangan dengan produksi di Kabupaten Sumba Tengah pada 2021 sebesar 20.852
ton untuk padi dan 13.322 ton. Sementara itu untuk Kabupaten Belu pada 2021
sebesar 24.427 ton untuk padi dan 49.127 ton untuk jagung.
• Provinsi NTB juga memiliki potensi berupa tanaman pangan berupa padi dengan
produktivitas yang tinggi (Peringkat ke-8 Nasional dan ke-2 di Wilayah KTI).
• Wilayah Bali-Nusa Tenggara memiliki beragam komoditas unggulan. NTT
memiliki produksi rumput laut tertinggi ke-2 nasional (1,56 juta ton pada tahun
2023) yang telah mampu menembus pasar internasional.
• Selain komoditas tersebut, NTB dan NTT merupakan produsen garam tertinggi
ke-4 dan ke-5 nasional dengan produksi masing-masing mencapai 205.535 ton
dan 22.983 ton pada tahun 2023.
• NTB memiliki potensi sumber daya alam berupa pertambangan tembaga dan
emas. Hal ini didukung dengan keberadaan Kawasan Industri (KI) Sumbawa
Barat yang diharapkan mampu mendukung Indonesia sebagai economic
powerhouse.
• Wilayah Bali–Nusa Tenggara memiliki potensi energi terbarukan (EBT) hingga
mencapai 457,42 GW. Potensi ini meliputi energi surya (414,5 GWp), hidro (0,13
GW), panas bumi (1,62 GW), bioenergi (1,4 GW), bayu (17,57 GW), dan arus laut
(22,2 GW).
4.4.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara
Wilayah Bali-Nusa Tenggara diarahkan menjadi "Superhub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Nusantara Bertaraf Internasional", untuk itu sasaran pembangunan wilayah Bali–Nusa
Tenggara dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
8,4
(2029)
2,8
2,9
42,3
62,6
2,20–2,72
1,86–2,53
10,35–11,35
7,02–8,02
7,4
(Rata-rata 2025–2029)
berkas 2, hlm. 225 OCR
_225_
Tabel 4.4
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wi.layah Bali-Nusa Tenggara
Provinsi r:-EIn Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur
Rata-rata LPE (o/ol
2025-
2029
7,5 8,4 5,7
LPE P/o) 2029 8,5 9,3 6,6
2025 72,7 35,2 25,7 PDRB per kapita (Rp.
Juta)
2029 110,9 53,9 35,1
2025 1,4 0,8 0,6 Kontribusi PDRB Provinsi
Pht 2029 1,4 0,9 0,6
2025 3,57-3,93 I 1,68-12,18 15,32-15,82
Tingkat Kemiskinan (96)
2029 1,79-2,79 8,12-9,12 to,21-tt,21
2025 0,355-0,359 0,369{,373 0,31H,324
Rasio Gini
2029 0,331-.0,335 o,324432A 0,31/+-O,319
2025 0,61 0,56 0,48
Indeks Modal Manusia
2029 o,64 0,60 0,51
2025 5,36 2s,99 61,42 Penurunan Intensitas
Emisi GRK (96)
2029 26,44 51,70 77,71
2025 76,19 76,19 80,02
IKLH Daerah
,n'E) 76,49 77,03 80,69
2025 1,87-2,35 2,19-2,79 2,49-2,99
rPr p6)
2029 1,63-2,17 I,81-2,59 2,to-2,79
berkas 2, hlm. 226
,!-r+llr{l
K INDONES]A
4.4.3 Arah Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara
Gambar 4.7
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 227
Gambar 4.8
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Bali–Nusa Tenggara dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 228
*f{iluilr
K INDONES
Gambar 4.9
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Bali–Nusa Tenggara
berkas 2, hlm. 229
REPUBL|K INOONESIA
4.5 Wilayah Kalimantan
4.5.1 Isu dan Potensi Wilayah Kalimantan
Isu Wilayah
• Masih besarnya ketergantungan perekonomian daerah pada sektor hulu disertai
lambatnya proses hilirisasi dan diversifikasi industri pengolahan berbasis
sumber daya alam karena minimnya penciptaan lingkungan usaha industri
yang kondusif, kurangnya dukungan insentif fiskal, dan rendahnya penguasaan
teknologi, serta keterbatasan pasokan energi, air, dan pangan.
• Masih kurangnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Pulau Kalimantan sebagai
penggerak utama perekonomian wilayah serta belum meratanya pembangunan
infrastruktur dan konektivitas pendukungnya.
• Masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana layanan dasar yang
memenuhi standar pelayanan minimum (SPM).
• Masih tingginya tingkat kemiskinan dan kesenjangan di kawasan perdesaan,
transmigrasi, dan perbatasan negara.
• Masih minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan disertai kondisi
geografis hutan dan rawa menyebabkan masih tingginya kasus penyakit
menular tropis seperti malaria (tertinggi di Kalimantan Timur).
• Masih minimnya akses masyarakat terhadap fasilitas pendidikan serta sarana
pengembangan talenta tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri
sehingga menyebabkan rendahnya daya saing dan kualitas sumber daya
manusia.
• Tingginya konversi hutan menjadi lahan tidak produktif dapat mengancam
kerusakan ekosistem alami seperti hutan hujan tropis Kalimantan, flora dan
fauna endemik seperti orangutan dan bekantan serta warisan geologi dan
keanekaragaman geologi lainnya.
Potensi Wilayah
• Masih memiliki ketersediaan sumber daya alam yang melimpah dengan potensi
pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah melalui
pengembangan industri dan smelter, serta menciptakan sektor-sektor ekonomi
baru yang berkelanjutan (transformasi ekonomi hijau).
• Termasuk salah satu produsen terbesar di Indonesia pada komoditas rumput
laut di Kalimantan Utara dan komoditas udang di Kalimantan Timur.
• Kondisi geografis terletak di garis khatulistiwa dan dekat wilayah cincin api (ring
of fire) dengan bentang alam yang didominasi sungai-sungai sehingga berpotensi
menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan seperti energi panas bumi
dan bayu, serta energi listrik tenaga surya dan air.
berkas 2, hlm. 230
B
BL|K INDONESIA
Potensi Wilayah
• Terdapat potensi energi terbarukan mencapai 517,48 GW, meliputi energi surya
(430,1 GWp), hidro (48,5 GW), panas bumi (0,18 GW), bioenergi (12,7 GW), bayu
(25,99 GW), dan arus laut (0,01 GW).
• Terdapat potensi cadangan minyak bumi: 263,06 MMSTB dan potensi cadangan
gas bumi: 5.730,4 TSCF.
• Memiliki risiko bencana yang rendah sehingga relatif lebih aman untuk
membangun dan mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru, seperti Ibu
Kota Nusantara (IKN) dan kawasan perkotaan, serta kawasan ekonomi, industri,
pariwisata, maupun sektor strategis lainnya.
• Terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan ALKI II sebagai
potensi untuk pengembangan sistem jaringan sarana prasarana transportasi
berbasis laut dan kemudahan akses dalam sistem pelayaran dan perdagangan
yang dapat mendukung peran Kalimantan sebagai gerbang logistik (Kalimantan
Selatan).
• Melimpahnya sumber daya alam di sektor primer menunjukkan potensi adanya
sumber daya manusia yang sudah terbiasa beradaptasi dengan kondisi alam.
Potensi ini dapat dikembangkan dengan memunculkan talenta tenaga kerja baru
yang tidak hanya mendukung kebutuhan industri, tetapi juga tetap
mengedepankan teknik kearifan lokal yang ramah lingkungan.
• Adanya keanekaragaman hayati yang luar biasa dan ekosistem yang kaya di
Kalimantan juga dapat dimanfaatkan sebagai ekowisata dan lokasi yang sangat
potensial untuk pengembangan pusat penelitian berbasis alam.
• Masih didominasi oleh rawa dan sungai sehingga terdapat potensi
pengembangan moda angkutan air/sungai sebagai sarana mobilitas masyarakat
yang ada di daerah terisolir sebagai upaya dalam mendorong meratanya akses
terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.
• Memiliki lahan gambut seluas 4,5 juta hektare dan hampir 57 persen wilayah
masih tertutupi hutan dalam kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo)
yang berfungsi sebagai salah satu dari tiga paru-paru dunia (selain Brazil dan
Kongo) sehingga perlu upaya pelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati,
warisan geologi dan keanekaragaman geologi, serta kekayaan ekologi menjadi
penting untuk menjaga keberadaan hutan Kalimantan.
4.5.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Kalimantan
Wilayah Kalimantan diarahkan menjadi “Superhub Ekonomi Nusantara”, untuk itu sasaran
pembangunan wilayah Kalimantan dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah
sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
8,6
9,0
114,7
167,5
4,23–4,58
3,45–4,25
4,24–5,24
2,52–3,52
7,3
(Rata-rata 2025–2029)
8,2
(2029)
berkas 2, hlm. 231 OCR
Tabel 4.5
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Kalimantan
Provinsi
Kalimantan
Tengah
Kalimantan
Barat
IGlimantarr
Selatan
Kalimantan
Timur
Kalimantan
Utara
Rata-rata LPE P/d
2025-
2029
6,9 6,4 7,1 7,8 6,2
LPE ("/.) 2029 7,9 7,3 8,1 8,6 7,O
2025 55,5 85,3 72,7 237 ,t 227,l PDRB pcr kapita
(Rp. Juta) 2029 al,2 124,O 106,3 326,9 323,3
2025 1,3 I,O 1,3 4,2 o,7 Kontribusi PDRB
Provinsi (o/o)
2029 t,4 1,0 1,3 4,6 o,7
2025 5,65-6,15 4,11-4,61 3,44-3,94 4,24-5,05 4,33-.5,07 Tingkat
Kemiskinan P/6) 2029 3,45-4,45 2,43-3,43 1,64-2,64 2,37-3,37 2,33-3,33
2025 0,315-0,321 0,311-0,315 0,307-0,311 0,310-0,321 o,263
Rasio Gini
2029 0,2714,275 0,2424,246 0,2744,27e 0,309-.0,313 0,257-0,261
2025 0,51 0,55 o,57 0,59 0,56 Indek Modal
Manusia
2029 0,54 0,58 0,61 o,62 0,59
2025 67,73 76,OO 75,97 40,82 55,77 Penurunan
Intensitas Emisi
GRK (9/o) 2029 85,43 90,18 80,99 67,46 81,05
2025 77,51 76,34 72,32 80,20 77,77
IXI,II Daerah
2029 74,O7 77 ,Ot 73,10 80,87 74,57
2025 4,734,46 3,32-3,91 3,A6-{.,25 4,60-5,14 3,90-3,94
TPT P6)
2029 3,464,52 2,92-4,61 3,29-3,97 4,14-4.,77 2,70-3,45
berkas 2, hlm. 232
Ef+rr;],ts
K INDONESIA
4.5.3 Arah Pembangunan Wilayah Kalimantan
Gambar 4.10
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Kalimantan dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 233
?:I+ffiI-{S
K IND ESIA
Gambar 4.11
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Kalimantan dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 234
Gambar 4.12
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Kalimantan
berkas 2, hlm. 235
4.6 Wilayah Sulawesi
4.6.1 Isu dan Potensi Wilayah Sulawesi
Isu Wilayah
• Nilai tambah dari produktivitas sektor primer masih rendah seperti sektor
pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata yang menghadapi daya saing
rendah serta sektor pertambangan dan industri pengolahan tumbuh pesat
belum dapat memberikan dampak yang optimal terhadap kesejahteraan dan
penyerapan tenaga kerja.
• Pusat-pusat pertumbuhan seperti Wilayah Metropolitan (WM), Kawasan Industri
(KI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Kawasan Destinasi Pariwisata (DPP)
belum dapat memberikan dampak optimal dalam upaya penanggulangan
kemiskinan dan terjadi kesenjangan ekonomi antara wilayah kepulauan dengan
daratan.
• Masih kurang memadainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kawasan
perkotaan dan belum meratanya konektivitas serta sarana dan prasarana
antardaerah sehingga menyebabkan ketimpangan wilayah sementara kawasan
perdesaan dan afirmasi belum dapat dioptimalkan sebagai penyangga ekonomi.
• Tingkat kemiskinan yang masih tinggi disebabkan oleh struktur tenaga kerja
yang didominasi oleh sektor pertanian.
• Masih rendahnya akses fasilitas dan mutu pendidikan menyebabkan belum
optimalnya produktivitas dan daya saing tenaga kerja karena ketidaksesuaian
antara keahlian dan kebutuhan lapangan kerja. Terdapat TPT yang masih
rendah dari rata-rata nasional (Sulawesi Barat).
• Masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Sulawesi
menjadi salah satu penyebab tingkat kesehatan masyarakat masih di bawah
rata-rata nasional yang ditandai dengan rendahnya usia harapan hidup (UHH).
Selain itu, kasus schistosomiasis masih ditemukan di Sulawesi Tengah
sedangkan prevalensi stunting tinggi (Sulawesi Barat) juga masih lebih tinggi
dari rata-rata nasional.
• Tingginya laju deforestasi yang berdampak pada meningkatnya ancaman
kepunahan dan kehilangan jasa ekosistem esensial terutama di wilayah pesisir
dan kepulauan.
• Masih adanya risiko bencana yang cukup tinggi terutama terkait bencana
hidrometeorologi dan geologi, antara lain gempa bumi, tsunami, letusan gunung
api, kekeringan, banjir, longsor, dan likuefaksi (Sulawesi Tengah, Sulawesi
Utara dan Sulawesi Selatan).
berkas 2, hlm. 236
Potensi Wilayah
• Adanya komoditas dan sektor potensial bernilai tambah untuk mendukung arah
pengembangan Wilayah Sulawesi di masa mendatang adalah komoditas
pertanian, perkebunan (kakao, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, dan pala),
perikanan tangkap (tuna, cakalang, kerapu, selar, teri), industri logam dasar
(nikel, tembaga, dan emas-perak), mineral aspal, serta pariwisata.
• Potensi nikel dan tembaga di Wilayah Sulawesi dapat mendukung
pengembangan dan implementasi EBT dan potensi ekspor. Hal ini didukung
dengan adanya kawasan industri dan tambang yang berada di Konawe,
Morowali, dan Luwu Timur serta IUP lain yang akan ekspansi dan berkembang
di wilayah Sulawesi ke depan, serta sumberdaya nikel yang masih belum
dieksplorasi.
• Potensi energi terbarukan mencapai 259,68 GW, meliputi energi surya (223,1
GWp), hidro (3,1 GW), panas bumi (2,99 GW), bioenergi (3,5 GW), bayu (14,85
GW), dan arus laut (12,1 GW).
• Memiliki Cadangan Minyak Bumi: 63,83 MMSTB dan Cadangan Gas Bumi:
5.250 TSCF.
• Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan membuka peluang besar
bagi Wilayah Sulawesi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi sebagai daerah
penyangga. Dengan posisinya yang strategis, Sulawesi dapat berperan penting
dalam menyuplai kebutuhan logistik, bahan pangan, dan tenaga kerja untuk
mendukung pembangunan IKN.
• Posisi geografis Wilayah Sulawesi yang strategis, terletak di antara Alur Laut
Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III, memberikan potensi besar untuk
mendukung perannya sebagai hub dan pintu gerbang internasional Kawasan
Timur Indonesia (KTI). Dengan akses yang menghubungkan rute perdagangan
global, wilayah ini memiliki peluang untuk meningkatkan konektivitas maritim,
mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan industri logistik
serta pariwisata. Selain itu, terdapat pula Sulawesi Utara juga berperan sebagai
Gerbang Perdagangan Asia Timur dan Pasifik.
• Pengembangan Sekolah Unggul di Sulawesi (Sulawesi Utara) yang didorong
dalam rangka meningkatkan pemerataan keunggulan siswa dan katalisator
untuk mendorong peningkatan prestasi siswa yang memberikan keberpihakan
pada wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
• Wilayah Sulawesi terdiri dari Kawasan Pesisir dan Kepulauan di mana
merupakan tempat tinggal bagi banyak masyarakat adat dan nelayan tradisional
yang memiliki aktivitas ekonomi berbasis alam, seperti ekowisata dan produk
perikanan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
lokal secara langsung.
berkas 2, hlm. 237 OCR
?:l-+Tf.I{Il
K IND
TTA
4.6.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Sulawesi
Wilayah Sulawesi diarahkan menjadi "Penunjang Superhub Ekonomi Nusantara dan Industri
Berbasis SDA', untuk itu sasaran pembangunan Wilayah Sulawesi dan provinsi-provinsi di
dalamnya adalah sebagai berikut.
Tabel 4.6
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Sulawesi
Sulawesi
Ut ra
Sulewr.i
Tcntah
Sulawesi
Selatan
Sulawesi
Tenggara
Gorontalo
Suliewcai
Barat
Rata-rata LPE (Yol
2025-
2029
7,4 12,9 7,2 7,9 5,6 5,5
LPE (96) 2029 8,5 14,2 4,2 9,1 6,7 6,3
2025 74,4 l4l,a 80, r 73,1 47,6 43,8 PDRB Fr kapita
(Rp. Juta)
2029 109,2 254,7 I l7,l 106,4 65,2 54,7
2025 0,8 1,9 3,2 0,9 o,2 0,3 Kontribusi PDRB
Provinsi &l 2.)29 0,4 2,4 3,2 o,2 0,3 0,9
Tingkat
Kemiskinan (96)
2025 5,5$6,19 rr,06-11,56 7,30-7,89 10,04-10.54 14,21-14,50 9,00-9,73
2029 2,30-3,30 6,20-7,20 3,494,49 6,60-7,60 9,50-10,50 4,97-5,97
Rasio Gini
2025 0,339-0,352 0,298-0,302 0,371{,376 0,365-0,371 0,394-0,400 0,345-0,349
2029 0,332-0,336 0,280-0,284 0,32(H,324 0,3434,347 0,38,+-0,393 0,332-.0,336
2025 o,52 0,51 0,53 o,53 0,50 0,51 Indeks Modal
Manusia
2029 0,55 0,55 0,56 0,56 0,54 0,54
2025 54,90 77,96 37,(x) 24,93 59,98 6 t,65 Penurunan
Intensitas Emi.i
GRK (96) 2029 68,65 85,77 52,05 55,12 81,44 76,22
2025 78,71 41,75 77,60 4239 EI,4E 84,82
IKLH Daerah
m9l9 7\r,39 42,60 74,44 83,06 82,15 85,32
TPT e6l
2025 5,01-5,56 2,25-2,94 3,aO-4,10 2,54-3,04 2,8?J,08 1,41-2,00
2029 4,66-5,14 2,09-2,72 3,18-3,83 2,32-2,80 2,OO-2,74 1,07-1,76
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
9,9
(2029)
7,3
7,8
83,1
128,5
3,32–3,75
2,86–3,47
8,34–9,34
4,63–5,63
8,6
(Rata-rata 2025–2029)
berkas 2, hlm. 238
REFUBUK INDONESIA
4.6.3 Arah Pembangunan Wilayah Sulawesi
Gambar 4.13
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sulawesi dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 239
TI{{T.I{I
K INDONESIA
Gambar 4.14
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Sulawesi dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 240
Gambar 4.15
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Sulawesi
berkas 2, hlm. 241
4.7 Wilayah Maluku
4.7.1 Isu dan Potensi Wilayah Maluku
Isu Wilayah
• Pertumbuhan ekonomi wilayah melambat setelah tumbuh 14,2 persen (2022)
menjadi 13,5 persen (2023), terutama disebabkan oleh pertumbuhan lebih kecil
pada sektor dominan, Industri Pengolahan dari tumbuh sebesar 77 persen
(2022) menjadi 41 persen (2023) di Provinsi Maluku Utara dan Pertanian dari
5,7 persen (2022) menjadi 5,6 persen (2023) di Provinsi Maluku (BPS, 2023).
• TPT di Provinsi Maluku lebih tinggi dari capaian nasional (Maluku: 6,11; Malut:
4,03; Nasional: 4,91) dan tingkat pengangguran terbuka tertinggi cenderung
terdapat pada lulusan di atas pendidikan dasar (TPT pada lulusan SD: 2,69;
SMP: 4,35; SMA: 8,94; Sarjana:7,09) (BPS, 2024).
• Masih terkonsentrasinya kegiatan ekonomi pada kabupaten/kota tertentu
ditunjukkan oleh 49 persen share PDRB Provinsi Maluku 2023 berasal dari Kota
Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, sementara 70 persen share PDRB
Provinsi Maluku Utara 2023 berasal dari Kabupaten Halmahera Tengah,
Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kota Ternate (BPS, 2023). Hal ini
disebabkan oleh belum meratanya infrastruktur, konektivitas intra dan antar
pulau, dan belum optimalnya pengembangan komoditas lokal sebagai sumber
pertumbuhan ekonomi.
• IPM masih lebih rendah dari nasional (Maluku: 73,40; Malut: 71,84 ; Nasional:
75,02 (2024)), disebabkan oleh:
- Umur Harapan Hidup (UHH) yang masih rendah (Maluku: 70,68; Malut: 71,05;
Nasional: 74,15 (BPS, 2024). Hal ini terjadi seiring dengan masih rendahnya
akses air minum layak di Provinsi Maluku Utara (89,01 persen) dibandingkan
angka nasional (91,72 persen), serta masih rendahnya akses sanitasi layak
(Maluku: 78,17 persen; Malut: 80,64 persen; Nasional: 82,36 persen) (BPS, 2023).
Selain itu, hal ini juga disebabkan oleh masih rendahnya prevalensi imunisasi
dasar lengkap pada anak (Maluku: 54,05 persen; Malut: 53,31 persen; Nasional:
57,78 persen).
- RLS di 1 dari 11 kabupaten/kota di Maluku dan 5 dari 10 kabupaten/kota di
Maluku Utara masih lebih rendah dari capaian nasional. Selain itu, HLS di 6 dari
11 kabupaten/kota di Maluku dan 5 dari 10 kabupaten /kota di Maluku Utara
masih lebih rendah dari capaian nasional (BPS, 2024). Kondisi ini disebabkan
diantaranya adalah masih tingginya proporsi desa dengan akses yang
sulit/sangat sulit terhadap fasilitas pendidikan SMA/Sederajat pada
kabupaten/kota dengan capaian yang masih lebih rendah dibandingkan dengan
kabupaten/kota dengan capaian yang telah lebih tinggi dari angka nasional
(Maluku: 24,7 persen dibandingkan dengan 18,8 persen; Malut: 9,4 persen
dibandingkan dengan 9 persen) (Indeks Desa, diolah Bappenas, 2024).
• Masih tingginya prevalensi stunting di Provinsi Maluku (28,4 persen) dan
Provinsi Maluku Utara (23,7 persen), dengan prevalensi tertinggi pada beberapa
kabupaten masih jauh di atas angka nasional, seperti di Kabupaten Kepulauan
Aru (40,6 persen) dan Kabupaten Pulau Taliabu (30,6 persen).
• Masih belum tuntasnya penyakit Malaria pada 12 kabupaten/kota di Wilayah
Maluku, diiringi dengan masih rendahnya angka penemuan kasus TBC
(Maluku: 70,6 persen; Malut: 71,6; Nasional: 77,5 persen), serta masih
rendahnya prevalensi imunisasi dasar lengkap pada anak (Maluku: 54,05
persen; Malut: 53,31 persen; Nasional: 57,78 persen) (Kemenkes, 2023).
berkas 2, hlm. 242
Isu Wilayah
• Persentase penduduk miskin Provinsi Maluku lebih tinggi dibanding nasional,
dengan 9 dari 11 kabupaten/kota memiliki tingkat kemiskinan di atas angka
nasional. Sementara di Provinsi Maluku Utara, tingkat kemiskinan telah lebih
rendah dari nasional meskipun masih terdapat 2 dari 10 kabupaten/kota
dengan tingkat kemiskinan di atas angka nasional (BPS, 2024).
• Belum inklusifnya dampak pengembangan kawasan industri bagi masyarakat
di Provinsi Maluku Utara, ditunjukkan dengan masih tingginya angka
kemiskinan di Kabupaten Halmahera Tengah (10,71 persen) dan Halmahera
Timur (11,91 persen) sebagai lokasi pengembangan Kawasan Industri (BPS,
2024).
• Masih rendahnya nilai tambah pada sektor pertanian yang menjadi lapangan
kerja bagi sebagian besar pekerja (Maluku: 31,77 persen; Malut: 25,93 persen),
serta nilai tukar petani yang masih di bawah nasional (Maluku: 104,41; Malut:
103,37; Nasional: 112,46) (BPS, 2023).
• Pekerja di sektor Industri belum sepenuhnya lebih sejahtera dengan rata-rata
upah buruh yang lebih rendah dibandingkan angka nasional (Maluku: Rp2,3
juta; Nasional: Rp3,02 juta), yang disebabkan diantaranya oleh kualitas SDM
pekerja di Sektor Industri yang masih rendah (Proporsi Lulusan SD/Tidak Lulus
SD/Tidak Sekolah Maluku: 32,43 persen; Malut: 44,8 persen) (BPS, Sakernas
Februari 2024).
• Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara memiliki indeks risiko bencana
kategori tinggi, terutama untuk ancaman gempa bumi, tsunami, banjir, tanah
longsor, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, gelombang ekstrem dan
abrasi.
• Banyaknya kawasan konservasi yang berlokasi di sekitar kawasan
pertumbuhan sehingga berpotensi terdampak oleh pengembangan kawasan
pertumbuhan.
Potensi Wilayah
• Wilayah Maluku terdiri dari >80 persen lautan sehingga memiliki potensi
perikanan yang tinggi yang berasal dari 5 WPP RI (714, 715, 716, 717, dan 718).
Produksi Tuna-Cakalang-Tongkol Provinsi Maluku tertinggi ke-2 di Indonesia
yaitu sebesar 155.911 ton (KKP, 2023).
• Provinsi Maluku Utara memiliki potensi perkebunan pala dan kelapa yang tinggi.
Produksi komoditas pala provinsi ini menempati posisi tertinggi ke-2 secara
nasional (8.336,6 ton) dengan luas area perkebunan sebesar 25,9 persen dari
nasional. Sementara produksi kelapanya memiliki tertinggi ke-4 secara nasional,
yaitu sebesar 212.845 ton (Kementan, 2023).
• Adanya potensi produksi padi di beberapa kabupaten/kota di Wilayah Maluku
untuk mendukung ketahanan pangan wilayah yaitu di Kabupaten Buru (40.184
ton), Kab Maluku Tengah (29.397 ton), Kabupaten Halmahera Timur (15.285,65
ton), dan Kabupaten Halmahera Utara (6.893,28 ton). sehingga potensial untuk
mendukung ketahanan pangan wilayah.
• Terdapat potensi diversifikasi pangan untuk komoditas sagu (952,07 ton), kedelai
(63,2 ton) di Provinsi Maluku serta jagung (5.267,39 ton) dan kedelai (103,6 ton)
di Provinsi Maluku Utara. Terdapat pula potensi komoditas ubi di Provinsi
Maluku sebesar (79.410 ton) (Kementan, 2022). Selain itu terdapat potensi
pangan akuatik terutama untuk perikanan budidaya (Maluku: 10.503 ton dan
Maluku Utara: 3.245 ton).
berkas 2, hlm. 243
B
BLIK INDONESIA
Potensi Wilayah
• Wilayah Maluku memiliki ekosistem bahari serta kekayaan sejarah dan budaya
yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pariwisata, seperti pada DPP Morotai
dan KSPN Banda Neira dan sekitarnya.
• Terdapat potensi pertambangan nikel dengan 1,9 juta ton dari 5,03 juta ton
cadangan bijih nikel terletak di Wilayah Maluku (KESDM, 2022). Selain itu,
terdapat potensi pertambangan gas alam sebesar 15.783,7 TSCF (Trillion
Standard Cubic Feet) dari total cadangan gas alam nasional yang mencapai
54.762,7 TSCF terdapat di Wilayah Maluku (KESDM, 2023). Pengembangan
potensi ini didukung dengan keberadaan Kawasan Industri (KI) Weda Bay, KI
Pulau Obi, dan KI Buli, serta Blok Masela
• Terdapat cadangan minyak bumi sebesar 373,12 MMSTB (Million Metric Stock
Tank Barrels) dari total cadangan minyak bumi nasional sebesar 4.700,28
MMSTB (KESDM, 2023).
• Potensi energi terbarukan Wilayah Maluku mencapai 136,23 GW, dengan energi
surya (94,7 GWp), hidro (0,2) GW), panas bumi (1,15 GW), bioenergi (0,14 GW),
bayu (23,04 GW), dan arus laut (17 GW).
4.7.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Maluku
Pembangunan Wilayah Maluku diarahkan untuk menjadi “Hub Kemaritiman Wilayah Timur
Indonesia”, untuk itu sasaran pembangunan Wilayah Maluku dan provinsi-provinsi di
dalamnya adalah sebagai berikut:
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
11,1
(2029)
0,7
0,8
52,5
84,6
4,82–5,18
4,13–4,75
9,40–10,40
5,12–6,12
9,8
(Rata-rata 2025–2029)
berkas 2, hlm. 244 OCR
ElrFFITil:N
BUK IN
Tabel 4.7
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Maluku
Provinsi Maluku Maluku Utara
Rata-rata LPE P6)
2025-
2029
7,3 Lt,4
LPE (%) 2029 8,4 12,7
2025 34,8 77,9
PDRB per kapita (Rp. Juta)
2029 50,5 133,4
2025 0,3 o,4
Kontribusi PDRB Provinsi (6)
2029 0,3 0,5
2025 13,01-13,51 4,95-5,15
Tingkat Kemiskinan P6)
2029 8,03-9,03 o,92-t,92
Rasio Gini
2025
2029
0,282-0,287
o,2394,243
0,280-0,297
o,2734,290
2025 o,49 0,48
Indeks Modal Manusia
2029 o,52 o,50
2025 42,48 86,35 Penurunan Intensitas Emisi GRK
P/.1
2029 100 94,12
2025 42,43 80,36
IKLH Daerah
2029 83,10 81,03
TPT P/")
2025 5,55-6,03 3,8H,00
2029 5,07-5,57 2,42-3,60
berkas 2, hlm. 245
4.7.3 Arah Pembangunan Wilayah Maluku
Gambar 4.16
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Maluku dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 246
ITENI
ELIK INDONESIA
Gambar 4.17
Alur Kerja Pembangunan Wilayah Maluku dalam Mencapai Visi Presiden 2029
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 247
IIEPUELIK INDONESIA
Gambar 4.18
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Maluku
berkas 2, hlm. 248
EEFFIIItrNI
K INDONESIA
4.8 Wilayah Papua
4.8.1 Isu dan Potensi Wilayah Papua
Isu Wilayah
• Pertumbuhan ekonomi Wilayah Papua melambat, dari 7,03 persen di tahun
2022 menjadi 4,87 persen di tahun 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh
melambatnya sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang share
terbesar (37 persen) pada PDRB Wilayah Papua (BPS, 2023). Sektor ini
mengalami perlambatan pertumbuhan dari 14,21 persen di tahun 2022 menjadi
6,45 persen di tahun 2023. Di sisi lain, sektor industri pengolahan yang tumbuh
lebih besar (2022: 2,54 persen; 2023: 8,14 persen) belum mampu mendorong
pertumbuhan ekonomi Wilayah Papua secara signifikan. Disparitas
antarwilayah dan antargolongan juga masih tinggi, dengan sebaran kontribusi
PDRB Wilayah Papua pada tahun 2023 didominasi oleh Provinsi Papua Tengah
(41 persen), disusul oleh Provinsi Papua (20 persen), Provinsi Papua Barat (16
persen), Provinsi Papua Barat Daya (9 persen), Provinsi Papua Selatan (7
persen), dan Provinsi Papua Pegunungan (5 persen) (BPS, 2023). Hal ini
disebabkan belum meratanya pembangunan infrastruktur dan konektivitas di
Wilayah Papua, serta belum optimalnya pengembangan komoditas unggulan
sebagai sumber pertumbuhan ekonomi wilayah
• Sebagian besar IPM di Wilayah Papua tergolong dalam kategori sedang di
Indonesia (Provinsi Papua: 73,83; Provinsi Papua Barat Daya: 69,65; Provinsi
Papua Selatan: 68,86; Provinsi Papua Barat: 67,69; Provinsi Papua Tengah:
60,25; Provinsi Papua Pegunungan: 54,43; Nasional: 75,02) (BPS, 2024). Pada
komponen pendidikan, hanya Provinsi Papua yang memiliki capaian HLS dan
RLS lebih tinggi dari nasional. Sementara pada komponen kesehatan, seluruh
Provinsi di Wilayah Papua memiliki capaian UHH yang lebih rendah dari angka
nasional. Capaian pendidikan yang rendah disebabkan diantaranya oleh masih
tingginya proporsi desa dengan akses yang sulit hingga sangat sulit ke fasilitas
pendidikan tingkat SMP/sederajat (Wilayah Papua: 27,9 persen; nasional: 11,8
persen) dan SMA/sederajat (Wilayah Papua: 27,7 persen; nasional: 16,6 persen)
(Indeks Desa, diolah Bappenas, 2024). Di sisi lain, kondisi kesehatan yang
rendah disebabkan oleh masih rendahnya akses terhadap air minum layak
(Provinsi Papua*: 66,49 persen, Provinsi Papua Barat*: 81,57 persen, nasional:
91,72 persen), masih rendahnya akses terhadap sanitasi layak (Provinsi Papua*:
43,00 persen, Provinsi Papua Barat*: 76,30 persen, nasional: 82,36 persen),
serta masih tingginya prevalensi stunting (Provinsi Papua: 28,6 persen, Provinsi
Papua Barat: 24,8 persen, Provinsi Papua Selatan: 25,0 persen, Provinsi Papua
Tengah: 39,4 persen, Provinsi Papua Pegunungan: 37,3 persen, Provinsi Papua
Barat Daya: 31,0 persen, nasional: 21,5 persen), serta baru 1 kabupaten/kota
(Kabupaten Sorong Selatan) yang telah berhasil eliminasi malaria (Kementerian
Kesehatan, 2023)
• Wilayah Papua memiliki persentase penduduk miskin (PPM) dan ketertinggalan
daerah yang masih tinggi. Tingkat kemiskinan pada seluruh provinsi di Wilayah
Papua jauh lebih tinggi dibandingkan angka nasional (Provinsi. Papua Barat:
21,66 persen; Provinsi Papua Barat Daya: 18,13 persen; Provinsi Papua: 17,26
persen; Provinsi Papua Selatan: 17,44 persen; Provinsi Papua Tengah: 29,76
persen; Provinsi Papua Pegunungan: 32,97 persen; Nasional: 9,03 persen) (BPS,
2024). Selain itu, sebanyak 61 persen kabupaten/kota di Wilayah Papua
termasuk daerah tertinggal pada RPJMN Tahun 2025–2029. Hal ini disebabkan
diantaranya oleh rendahnya tingkat pendidikan para pekerja, yang didominasi
berkas 2, hlm. 249
FEPUBUK INDONESIA
Isu Wilayah
pekerja lulusan SD ke bawah sebesar 52,19 persen (BPS, 2024) serta rendahnya
nilai tukar petani di Provinsi Papua* (99) dan Provinsi Papua Barat* (100,19)
dibandingkan dengan nasional (112,46) (BPS, 2023). Selain itu, masih terdapat
keterbatasan akses permodalan untuk membuka/mengembangkan UMKM,
dengan proporsi rumah tangga penerima kredit di Provinsi Papua* hanya
sebesar 6,16 persen dan di Provinsi Papua Barat* hanya sebesar 12,29 persen
(nasional: 23,24 persen) (BPS, 2023). Di sisi lain, infrastruktur dasar
pendukung aktivitas ekonomi yang belum berkembang juga menyebabkan
terbatasnya kapasitas daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi
masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui nilai Indeks Pembangunan Ekonomi
Inklusif (IPEI) pada sub pilar infrastruktur ekonomi pada Provinsi Papua* (2,46)
dan Provinsi Papua Barat* (5,64) yang masih lebih rendah dibanding nasional
(6,57) (Bappenas, 2023)
*Data capaian provinsi induk
• Wilayah Papua memiliki indeks risiko bencana kategori tinggi terutama dari
banjir, longsor, tsunami, dan gempa bumi yang bersumber dari sesar-sesar
normal antara lain Sesar Sorong, Koor, Taminabun, Wandamen, Ransiki, serta
Tarera-Aiduna
• Banyaknya kawasan konservasi yang berlokasi di sekitar kawasan
pertumbuhan sehingga berpotensi terdampak oleh pengembangan kawasan
pertumbuhan
Potensi Wilayah
• Wilayah Papua memiliki tingkat produksi komoditas tuna-cakalang-tongkol yang
tinggi, sebesar 133.039 ton pada tahun 2023, yang didukung SKPT Biak dan
rumah tangga usaha sub sektor perikanan tangkap laut berjumlah 22.948 unit.
• Keunggulan sektor perkebunan salah satunya terdapat di Provinsi Papua Barat
dengan komoditas unggulan kakao Ransiki yang dikelola secara organik dan
telah memiliki pangsa pasar internasional. Hal ini dibuktikan dengan adanya
permintaan hasil produk dari negara Jepang, Inggris, dan Belanda. Kakao
Ransiki juga menjadi salah satu penerima penghargaan gold dalam Cacao of
Excellence Award tahun 2023 (Cacao of Excellence, 2023).
• Adanya potensi produksi padi di beberapa kabupaten/kota di Wilayah Papua
untuk mendukung ketahanan pangan wilayah, diantaranya di Kabupaten
Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sorong, Kabupaten
Sorong Selatan, Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura,
Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Jayawijaya, sehingga potensial untuk
mendukung ketahanan pangan wilayah.
• Terdapat potensi diversifikasi pangan untuk komoditas sagu dan ubi di Wilayah
Papua. Selain itu terdapat potensi hortikultura, pangan akuatik terutama
perikanan laut dalam, dan peternakan babi.
berkas 2, hlm. 250
Potensi Wilayah
• Wilayah Papua memiliki ekosistem bahari serta tradisi lokal yang dapat
dikembangkan untuk destinasi pariwisata, seperti pada DPP Raja Ampat, TN
Teluk Cenderawasih, dan Teluk Triton, serta pariwisata budaya Asmat, Danau
Anggi Giji dan Anggi Gida, dan Lembah Baliem.
• Terdapat potensi pertambangan minyak dan gas bumi di Wilayah Papua
(cadangan minyak bumi: 104,04 MMSTB (million stock tank barrels); cadangan
gas bumi: 11.421,9 TSCF (trillion standard cubic feet), salah satunya di
Kabupaten Teluk Bintuni yang akan menopang kebutuhan produksi industri
pupuk di KI Fakfak. Selain itu, terdapat potensi pertambangan tembaga, emas,
dan perak di Kabupaten Mimika, dengan cadangan mineral lebih dari 2 miliar
ton biji.
• Potensi energi terbarukan mencapai 126,49 GW dengan potensi energi surya
(65,8 GWp), hidro (35,9 GW), panas bumi (0,08 GW), bioenergi (0,1 GW), bayu
(21,31 GW), dan arus laut (3,3 GW).
4.8.2 Sasaran Pembangunan Wilayah Papua
Pembangunan Wilayah Papua diarahkan untuk “Percepatan Pembangunan Wilayah Papua
menuju Papua Sehat, Cerdas, dan Produktif” untuk itu sasaran pembangunan wilayah Papua
dan provinsi-provinsi di dalamnya adalah sebagai berikut.
Keterangan : Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE); Produk Domestik Regional Bruto (PDRB); Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
7,7
(2029)
1,9
1,9
77,2
111,7
3,20–3,59
2,82–3,20
21,58–22,58
14,30–15,30
6,8
(Rata-rata 2025–2029)
berkas 2, hlm. 251 OCR
Tabel 4.8
Sasaran Pembangunan Provinsi di Wilayah Papua
Provinsi
Papua
Barat
Papua
Papua
Pegunungan
Papua
Tengah
Papua
Selatan
Papua
Barat
Daya
Rata-rata LPE P/o)
2025-
2029
5,7 6,4 ?,7 5,E 5.8 7,O
r,PE (96) 2029 6,6 7,3 4.0 4,6 6,7 6,6
2025 120,6 65,5 @,9 88.0 19,1 119,5
PDRB per kapita
(Rp. Juta) 164,0 126,9 2029 24,6 179,4 91,9 89,4
2025 0,3 0,4 0,1 o,7 0,2 o,2
Kontribusi PDRB
Provinsi (9/o)
2029 0,3 0,1 o,2 0,4 0,1 o,8
Tingkat
Kemiskinan (06)
2025 19,62- 20,12 16,00-16,50 30,00-31,00 26,50-27,OO 16,50-17,00 17,60-la,OO
2029 13,76-14,76 12,65-13,65 17.50-18.50 15,50-16,50 12,50-13,50 11,76-12,76
Rasio Gini
2025 0,370-0,380 0,38G0,383 0,377-0,383 0,380-0,383 o,3?2 0,300
2029 0.331-.0,335 0.355-.0,359 0.339-0.343 0,374-0,380 0,3674,372 0,295-0.300
2025 o,47 o,44 0,43 o,42 o,44 0,49
Indeks Modal
Manusia 2029
2025
o,49 o,47
1,08 59,24
0,45
59,2E
0,45 o,4?
59,24 59,28
0,52
1,08 Penurunan
Intensitas Emisi
GRK (9/o) 23,@ 7A,gt 2029 7E,99 78,99 78,99 23,09
IKLH Daerah
2025
,tatr)
a2,g E2,19
83,53 42,83
E3,53 82,56 80,63 42,8
84,15 83,20 41,30 43,52
2025 3,754,M 6,fiI6,40 1,75-2,10 2,65-3,12 0,44-1,00 6,30-6,40
TPT (96)
2029 3,68-4,00 s,48-6.q) t,6&2,00 2,oo-2,40 0,690,84 5,32-5,92
berkas 2, hlm. 252
4.8.3 Arah Pembangunan Wilayah Papua
Gambar 4.19
Alur Pikir Pembangunan Wilayah Papua dalam Mencapai Visi Presiden 2029:
Pertumbuhan Ekonomi Nasional menuju 8 persen
berkas 2, hlm. 253
Gambar 4.20
Alur Kerja Wilayah Pembangunan Papua dalam Mencapai Visi Presiden 2029
Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas SDM
berkas 2, hlm. 254
Gambar 4.21
Highlight Lokasi Prioritas Pembangunan 2025–2029 Wilayah Papua
berkas 2, hlm. 255 OCR
BAB V
Pendanaan Pembangunan
5. 1 Prioritas Pendanaan dan Investasi Pembangunan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional periode 2025-2029 merupakan tahap
awal penguatan fondasi transformasi menuju pencapaian sasaran Indonesia Emas 2045.
Pendanaan RPJMN Tahun 2025-2029 diutamakan untuk pelaksanaan 8 (del,apan) Prioritas
Nasional, dengan indikasi total kebutuhan pendanaan sebagai berikut.
Indikasi Total Kebrt h"n P",rd";X*1.i." x""iorr"r Tahun 2025-2029
Prioritas Nasional (PN)
Kebutuhan Pendanaan
(Rp. Miliar)
APBN Non APBN
Prioritas Nasional 1 - Memperkokoh Ideologi Pancasila,
Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia
14.743,7
Prioritas Nasional 2 - Memantapkan Sistem Pertahanan
Keamanan Negara dan Mendorong Kemandirian Bangsa
melalui Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi
Syariah, Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi
Biru
1.698.953,5 6.254.157,9
Prioritas Nasional 3 - Melanjutkan Pengembangan
Infrastruktur dan Meningkatkan Lapangan Kerja yang
Berkualitas, Mendorong Kewirausahaan,
Mengembangkan Industri Kreatif serta
Mengembangkan Agromaritim Industri di Sentra
Produksi melalui Peran Aktif Koperasi
433.825,8 2.235.709,4
Prioritas Nasional 4 - Memperkuat Pembangunan
Sumber Daya Manusia (SDM), Sains, Teknologi,
Pendidikan, Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan
Gender, serta Penguatan Peran Perempuan, Pemuda
(Generasi Milenial dan Generasi Z), dan Penyandang
Disabilitas
3.147.395,5 5.972.182,3
Prioritas Nasional 5 - Melanjutkan Hilirisasi dan
Mengembangkan Industri Berbasis Sumber Daya Alam
untuk Meningkatkan Nil,ai Tambah di Dalam Negeri
224.047,3 1.412.112,4
1.395.926,2 890.634,4 Prioritas Nasional 6 - Membangun dari Desa dan dari
Bawah untuk Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan
Ekonomi, dan Pemberantasan Kemiskinan
berkas 2, hlm. 256 OCR
Kebutuhan Pendanaan
(Rp. Miliar)
Prioritas Nasional (PN)
APBN Non APBN
Prioritas Nasional 7 - Memperkuat Reformasi Politik,
Hukum, dan Birokrasi, serta Memperkuat Pencegahan
dan Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi, dan
Penyelundupan
143.506,7
Prioritas Nasional E - Memperkuat Penyelarasan
Kehidupan yang Harmonis dengan Lingkungan Al,am
dan Budaya, serta Peningkatan Toleransi Antarumat
Beragama untuk Mencapai Masyarakat yang Adil dan
Makmur
613.828,3
Catatan:
. Pendanaan Nou APBN merupakan indikasi kebutuhan investasi yang antara lain bersumber dad BUMN dan
Swasta
Kebutuhan Pendanaan Prioritas Nasional dapat bersumber dari Anggaran Pendapa.tan dan
Belanja Negara dan Non- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kebutuhan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara mencakup rincian kebutuhan belanja kementerian/lembaga
dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, namun belum termasuk rincian kebutuhan
Transfer ke Daerah. Kebutuhan Non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencakup
dukungan investasi dan pembiayaan dari Badan Usaha (Badan Usaha Milik Negara/Swasta)
yang masih bersifat indikasi.
Adapun ilustrasi indikasi kebutuhan pendanaan Prioritas Nasional Tahun 2025-2029 dapat
digambarkan sebagai berikut:
berkas 2, hlm. 257 OCR
3 2 Ka
rr
pama Cc 3G
Ka) ka) Ez S AI s
£ Aa z&@ Is 5$ S5
a m Oo ag ar
c d Pi c kau
si 9 & Ss a55
ke S c 2 Z9 oa.
c S 2 8 5 cc
S : z: (8 28 $$$
ke, s 5 S 5 8858
Kn) . & mM »n 3 20
a c- s 5 8 S5 $
2 53 5 ga LO
Kav)
c ox ' 7
c 5 5 a00
8 E s5 8a Pa Uagr
G F Ts as TP
- 5 sc ag
5 e S a
Ke g m £ T$
Ko) ES
2 5 z 32 Ke
x 3 . :2
3 8 “TS Is 32 s
s s 2 Sa 3 S
s 4 aa) 2
Kej “ P3) s
m .- c » ak TA
5 E » Ec 2592
c ru v tel Ss 025
s 5 & G 0 S 0.
sg 8 mz DOT
5 5 » -$ “Ta3

£ c N w ba — ga5 PPS
ES a x S TTG Era
5 2 # a o . 558 3S Dg
SE £ 2 na Es
Ca . c 5 » anus 0 OS
SE g - Th — » 5 ET85 ar
S9 N S . S GD LOLOS
28 $ Sg |” Is get og
52 2 8 “Sg
c$
S0 s
C3 . 3 2
Ko N—) h—4 cs Pi E
DT - N Ka SS
2 6 za s.s
c $ x 2, (oj u2
sc
85 E —
tx 9 9 Ke)
eU ka) x £
NAN sz c Re) Cc kami
os Fa Ian Kel — ss S5
Mm LE x 2 5 55 s8
Z 2 g e les (5?
sa z 5 3 ? 0
Du e— - — 52 kun
— SE £ $ 89 28
Cc s2 pa 5 d@
r$ | '& 5
S SE s3 Iss (ss 3
ks)
5 n
N ac £ £ 7
Oo 2 8 $ TB &
2 nS 5 83 $$ z
cN 8 P3 2 » 5
» u C8 ?c E
G 9 F9T5 z0 a
u £E & oOLO $ 05 a
wa DO (vr) C3? 0? 3 &
- 2 S.orx SS bp
— Sc “ES Ka 3
5 02 '' FO
6 s2 LOc Ne (ep)
O si S002 S ri
Sam Oo — 0 S
Ai "
0 c
5 g .
2 tg. C8
- n cs LD
— Ba 2890. "5
TE g ocu Cg
- E 25539 £ x
» D 2522
—. 1 a53
C
sg Erm
berkas 2, hlm. 258
5.2 Pengelolaan Belanja Pemerintah
5.2. 1 Belanja Kementerian/lembaga
Belanja kementerian/lembaga 2025-2029 difokuskan untuk mendukung pelaksanaan
Program Prioritas Presiden termasuk Program Hasil Terbaik Cepat seperti, antara lain,
membangun sekolah unggul dan revitalisasi sckolah; menyelenggarakan pemeriksaan
kesehatan grati$, menuntaskan kasus TBC, dan membangu.n rumah sakit lengkap dan
berkualitas; jaminan kesehatan dan perlindungan sosial; penyediaan rumah murah
bersanitasi baik; penegakan hukum, serta kemudahan berusaha.
SK No 252293 A
2
- 258 -
Ilustrasi Indikasi Kebutuhan Pendanaan Prioritas Nasional Tahun 2025–2029
Kebutuhan pendanaan pembangunan yang memiliki keterbatasan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara perlu didukung dengan sumber pendanaan non- Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara lainnya. Untuk itu, kebutuhan pendanaan dalam RPJMN Tahun 2025–2029
difokuskan pada bauran sumber pendanaan, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara maupun non- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Adapun ilustrasi
indikasi kebutuhan pendanaan Prioritas Nasional Tahun 2025–2029 dapat digambarkan sebagai
berikut:
Prioritas Nasional 2:
Memantapkan Sistem Pertahanan Keamanan Negara dan Mendorong Kemandirian Bangsa melalui
Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi Syariah, Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau, dan Ekonomi
Biru.
Program Prioritas (PP) 11: Swasembada Energi
Penguatan Implementasi Transisi Energi Berkeadilan menjadi salah satu Kegiatan Prioritas (KP)
dalam PP ini yang diampu oleh Kementerian ESDM. Kegiatan Prioritas ini memiliki sasaran dan target
yang akan dicapai selama kurun waktu 2025–2029 berupa (i) meningkatnya pemanfaatan energi
baru dan terbarukan sekitar 13,5 juta KL dan 50.739 GWH pada tahun 2025 serta diharapkan
mengalami peningkatan pada tahun 2029 menjadi sekitar 17,11 juta KL dan 62.063 GWH; dan (ii)
meningkatnya efisiensi energi 0,97 SBM/miliar rupiah pada tahun 2025 menjadi 1,84 SBM/miliar
rupiah pada tahun 2029, untuk mencapai sasaran dan target tersebut telah dialokasikan anggaran
tahun 2025–2029 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar
Rp25,99 triliun. Pemerintah juga berharap agar pelaksanaan Kegiatan Prioritas ini dapat didukung
oleh sumber pendanaan non- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara lainnya dengan indikasi
berasal dari BUMN sebesar Rp104,31 Triliun dan swasta sebesar Rp85,03 Triliun. Indikasi anggaran
yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara difokuskan untuk pembentukan
ekosistem yang kondusif serta penyusunan regulasi serta kegiatan teknis lainnya. Sementara itu,
sumber pendanaan yang berasal dari BUMN dan Swasta akan difokuskan untuk pengembangan
Bioethanol, pengembangan Biofuel, pembangunan Bahan Bakar Hijau, gasifikasi batubara,
pengembangan PLTP, serta pembangunan PLT Surya dan PLT Bayu.
berkas 2, hlm. 259 OCR
Pemanfaatan belanja kementerian/lembaga juga difokuskan untuk pembangu.nan
infrastruktur konektivitas, energi dan digital, khususnya yang mendukung pelaksanaan
hilirisasi industri, swasembada pangan, swasembada air serta pelaksanaan proyek bersifat
strategis yang masih perlu dilanjutkan keberlangsungannya, seperti pembangu.nan Ibu Kota
Nusantara. Pemanfaatan belanja pada sektor-sektor tersebut juga dilengkapi dengan
penguatan belanja kementerian/lembaga pada sektor riset dan inovasi sehingga terwujud
inten ensi pemerintah yang produktif dan tepat sasaran namun tetap efisien.
Selain itu, guna mendukung pemanfaatan belanja pemerintah yang berkualitas, optimalisasi
pemanfaatan belanja kementerian/lembaga perlu dilakukan melalui penyempurnaan proses
penyiapan usulan bentuk, cakupan, dan lokasi intervensi pemerintah melalui ou&ut
prioritas dan penajaman proses penga.lokasian pendanaannya agar lebih tepat sasaran.
Optimalisasi sebagaimana dimaksud dilakukan dengan tetap mempertahankan dan
melanjutkan pemerataan kualitas pelayanan yang ada dengan mempertimbangkan
kebutuhan nyata di masyarakat. Oleh karena itu, diupayakan intervensi yang solutif dan
implementatif untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, serta memperhatikan kesiapan
dan kapasitas kementerian/lembaga daLam melaksanakan upaya intervensi tersebut.
Pemanfaatan bel,anja kementerian/lembaga senantiasa dilakukan secara efektif dan efisien
berdasarkan prinsip money follow programs dengan mempertimbangkan keterbatasan dan
ketersediaan anggaran. Pemanfaatan sumber pendanaan Rupiah Murni pa.da belanja
kementerian/lembaga difokuskan untuk mendanai kegiatan operasional, wajib, dan regu.ler.
Integrasi pemanfaatan berbagai sumber pendanaan selain Rupiah Murni seperti Pinjaman
dan Hibah Luar Negeri, Pinjaman Dalam Negeri, Surat Berharga Syariah Negara dan Kerja
Sama Pemerintah dan Badan Usaha perlu diperkuat guna mengurangi dependensi
kementerian/lembaga hanya pada sumber pendanaan Rupiah Murni. Selain itu,
pemanfaatan belanja kementerian/lembaga juga perlu didukung dengan perluasan kapasitas
pendanaan secara inovatif, optimalisasi manajemen investasi publik serta peningkatan
transparansi dan akuntabilitas dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan belanja
kementerian / lembaga.
5.2.2 Belanja NonKementerian ll*rnbaga melalui Bagian Anggaran
Bendahara Umum Negara
Kebijakan belanja nonkementerian/lembaga jangka menengah 2025-2029 diarahkan untuk
mendukung arah kebijakan fiskal s€cara umum yaitu untuk penguatan transformasi
ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui akselerasi reformasi struktural. Kebijakan
belanja nonkementerian/lembaga diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas
ekonomi, kesejahteraan masyarakat (uell-behqll, dan pemerataan pembangunan. Dalam
kerangka tersebut, kebijakan belanja nonkementerian/lembaga akan tetap berada pada
koridor optimalisasi belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja (spending better).
berkas 2, hlm. 260 OCR
5.2.3 Transfer ke Daerah
Dana Transfer ke Daerah (TKD) secara umum diarahkan untuk mendukung pencapaian Asta
Cita sebagai Misi Presiden yang dituangkan menjadi Prioritas Nasional.
Arah kebijakan Dana Transfer ke Daerah adalah sebagai berikut:
(1) mengarahkan pemanfaatan Transfer ke Daerah yang didasarkan pada perencanaan
berbasis Tematik Holistik Integratif dan Spasial (THIS);
(2) mengarahkan kebijakan Transfer ke Daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
daerah, penurunan kemiskinan absolut, dan peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM).
(3) mendorong pemanfaatan Transfer ke Daerah untuk meningkatkan kualitas belanja
daerah yang difokuskan pada penyediaan pelayanan dasar dan optimalisasi sektor
unggulan sebaga.i mesin pertumbuhan ekonomi daerah;
(4) mengarahkan kebijakan serta pengalokasian Transfer ke Daerah yang bersifat asimetris
sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.
berkas 2, hlm. 261 OCR
(5) meningkatkan kualitas tata kelola Transfer ke Daerah mulai dari perencanaan,
pengalokasian, pemanfaatan hingga pengendalian dan evaluasi dalam mendukung
sinkronisasi dan harmonisasi pusat dan daerah,
5.2.3.1 Dana Bagi Hasil
Arah kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) adalah sebagai berikut:
(l) melakukan pendampingan pemanfaatan Dana Bagi Hasil, khususnya bagi daerah yang
memiliki alokasi Dana Bagi Hasil tinggi;
(2) mengarahkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil yang ditentukan penggunaannya
(earmarked) dalam rangka pencapaian program kerja Asta Cita 2, 3, 4, dan 5 antara lain:
menjaga kualitas lingkungan hidup; meningkatkan kualitas l,ayanan kesehatan;
pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan; serta pengelolaan sumber daya
alam berkelanjutan;
(3) mendorong tata kelola Dana Bagi Hasil yang lebih akuntabel dan transparan melalui
perluasan kertas kerja perhitungan alokasi Dana Bagi Hasil bersama pemerintah daerah,
penetapan alokasi Dana Bagi Hasil yang tepat waktu dan tepat jumlah serta percepatan
penyelesaian kurang bayar/lebih bayar Dana Bagi Hasil;
(4) mendorong penga.lokasian Dana Bagi Hasil dengan mempertimbangkan dampak
eksternalitas negatif melalui penguatan kolaborasi kementerian/lembaga terkait;
(5) meningkatkan sinkronisasi alokasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil dengan berbagai
sumber pendanaan lainnya dalam mendukung prioritas nasional.
5.2.3.2 Dana Alokasi Umum
Arah kebijakan Dana Alokasi Umum adalah sebagai berikut:
( 1 ) melanjutkan kebijakan hold harmless dalam pengalokasian Dana Alokasi Umum sampai
dengan tahun 2027 sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022
tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
(2) menajamkan pengelompokan dan perhitungan alokasi Dana Alokasi Umum berdasarkan
karakteristik kewilayahan dalam rangka pencapaian pemerataan kemampuan keuangan
dan layanan publik antar daerah;
(3) memperkuat sinergi kebijakan penggunaan Dana Alokasi Umum dengan sumber
pendanaan lainnya dalam mendukung pencapaian program prioritas nasional;
Arah kebijakan Dana Alokasi Umum yang ditentukan penggunaannya adalah sebagai
berikut:
(1) memfokuskan menu-menu dalam rangka mendorong pemerintah daerah menyelesaikan
gap capaian standar pelayanan minimal sehingga proporsi Dana Alokasi Umum yang
ditentukan penggunaannya menurun;
(2) mendukung program kerja Asta Cita 2, 3, 4, 5, dan 6 antara lain penyediaan
infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan
masyarakat di kelurahan;
(3) menyediakan sumber data berkualitas untuk perhitungan Dana Alokasi Umum yang
selaras dengan indikator standar pelayanan minimal;
(4) melaksanakan monitoring dan evaluasi efektivitas Dana Alokasi Umum dalam
pencapaian indikator standar pelayanan minimal.
berkas 2, hlm. 262 OCR
iIitrN
ELIK INDONESIA
5.2.3.3 Dana Alokasi Khusus
Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas perencanaan Dana Alokasi Khusus dan
sejalan dengan amanat Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2023,
maka disusun kebijakan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah. Dana Alokasi Khusus
Jangka Menengah merupakan bagian Transfer ke Daerah yang akan menjadi acuan dalam
penyusunan arah kebijakan dan penganggaran Dana Alokasi Khusus Tahunan. Berikut
adalah arah kebijakan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah yang meliputi:
(l) mendorong pemanfaatan skema pendanaan yang tepat sesuai kategori kapa.sitas fiskal
daerah;
(2) menerapkan konsep keterpaduan melalui pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan
Spasial (THIS) sinkronisasi berbagai sumber pendanaan dalam mendukung prioritas
nasional;
(3) menerapkan konsep asimetris dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik
daerah melalui mekanisme usulan peminatan;
(4) menerapkan konsep ketuntasan melalui pendekatan penyelesaian target spesifik dan
cakupan daerah prioritas;
(5) meningkatkan kualitas perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan
evaluasi Dana Alokasi Khusus melalui optimalisasi pemanfaatan sistem informasi;
(6) mendorong komitmen Pemerintah Daerah dalam pengusulan, persiapan, pelaksanaan,
dan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus melalui penyelarasan dan kolaborasi kegiatan
dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
(7) mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah
sehingga dapat mengu.rangi ketergantungan dari dana transfer khusus.
Desain kebijakan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah terdiri atas Tematik, Bidang, dan
jenis Dana Alokasi Khusus sebagai berikut.
berkas 2, hlm. 263
BLIK INDONESIA
Adapun lima bidang Dana Alokasi Khusus Fisik dan empat jenis Dana Alokasi Khusus Non
Fisik, sebagai berikut
berkas 2, hlm. 264 OCR
Ek-FFIIItrN
BLIK IN
Hibah ke Daerah
Hibah ke Daerah diberikan kepa.da daerah dalam meningkatkan kinerjanya untuk
mendukung pencapaian sasaran pembangunan/ Proyek Strategis Nasional/ Program
Prioritas/ Kegiatan Prioritas terpilih. Perencanaan Hibah ke Daerah yang bersumber dari
Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundangan
yang berLaku. Sedangkan arah kebijakan Hibah ke Daerah yang bersumber dari Rupiah
murni ditujukan untuk (l) sebagai matching grant dengan kebijakan Dana Alokasi Khusus
Fisik, Nonfisik, atau sumber pendanaan alternatif lain seperti pinjaman daerah dan
Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha/Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Badan
Usaha, (2) kebencanaan, (3) arahan Presiden lainnya.
Adapun kebijakan bidang/jenis Dana Alokasi Khusus akan dimutakhirkan setiap tahunnya
dalam RKP dengan memperhatikan dinamika prioritas pembangunan tahunan. Desain
tersebut akan di detailkan dalam forum Multilateral Meeting tingkat pemerintah pusat sebagai
bagian dari konsep perencanaan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah. Adapun
pendetailan desain Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah minimal meliputi sasaran
tematik/bidang/jenis, kriteria lokasi prioritas, indikasi pendanaan minimal 3 tahun
kedepan.
Desain Dana Alokasi Khusus ini menjadi acuan daLam penyusunan arah kebijakan Dana
Alokasi Khusus tahunan 2026-2029. Kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2025 yang
sudah dirumuskan dalam RKP Tahun 2025 tetap dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan
berlaku. Adapun penyusunan arah kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2030 dapat
mengacu pada arah kebijakan Dana Alokasi Khusus Jangka Menengah ini apa.bila belum
terdapat arah kebijakan yang baru atau arahan lain.
5.2.3.4 Dana Otonomi Khusus
Dana Otonomi Khusus adalah bagian dari Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan
kepada daerah tertentu untuk mendanai pelaksanaan otonomi khusus sebagaimana
ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai Otonomi Khusus. Arah kebijakan dana otonomi
khusus adalah sebagai berikut
(1) mendorong prioritas penggunaan dana otonomi khusus untuk
(a) melanjutkan upaya penurunan kemiskinan daldn rangka peningkatan
kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan,
pemberdayaan ekonomi, serta penyediaan infrastruktur dasar;
(b) meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah melalui penyediaan
infrastruktur perhubungan, telekomunikasi, dan ketenagalistrikan guna mendorong
iklim investasi daerah;
(c) mendukung capaian pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua
Tahun 2022-2041 dan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua Tahun 2025-
2029 untuk mewujudkan misi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
(2) meningkatkan efektivitas penggunaan dana otonomi khusus melalui sinergi
perencanaan dan penganggaran, serta penguatan sinergi pendanaan antara Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara dan Pendapatan dan Belanja Daerah guna
mendukung pencapaian target pembangunan;
(3) meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur daerah pengelola dana otonomi
khusus, terutama di daerah otonom baru melalui asistensi, pendampingan, pembinaan,
serta pengawasan yang intensif dan berkesinambungan;
berkas 2, hlm. 265 OCR
(4) meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana otonomi khusus denga.n
penajaman pemantauan dan evaluasi serta penggunaan sistem informasi yang
terintegrasi,
Dana otonomi khusus terdiri atas dana otonomi khusus Aceh dan dana otonomi khusus
Papua. Arah kebijakan untuk masing-masing dana otonomi khusus sebagai berikut
(f) Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh
Tingkat belanja pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/ kota) yang relatif besar di Aceh yaitu
di level rata-rata 32 persen terhadap PDRB perlu dipertahankan kestabilannya terutama
untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh. Namun disisi train,
dengan adanya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, terdapat
kecenderunga.n penurunan Dana Otsus sebesar satu persen dari plafon Dana Alokasi Umum
nasional sejak tahun 2023 dan berakhir di tahun 2028, diprakirakan akan menurunkan
belanja pemerintah sebesar dua persen PDRB di tahun 2023 dan empat persen PDRB di
tahun 2028.
Penurunan Dana Otsus pada tahun 2023 diantisipasi sebelumnya dengan mengu.payakan
pengembangan berbagai pusat pertumbuhan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) agar peranan investor semakin
meningkat di Aceh, namun hasilnya belum sesuai denga.n yang direncanakan. Hal ini akan
berdampa.k negatif pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan
ekonomi, investasi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, layanan dasar pendidikan,
kesehatan, infrastruktur, dan pelaksanaan keistimewaan Aceh. Selain itu, dengan
menurunnya transfer Dana Otonomi Khusus Aceh dapa.t menghambat pencapaian target-
target RPJP Provinsi Aceh 2025-2045. Berikut merupakan alternatif rekomendasi kebijakan
yang perlu dilakukan
(a) melakukan revisi amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang
Pemerintah Aceh dalam perpanjangan pengalokasian Dana Otsus (injury tinr,r| hingga
minimal periode RPJMN Tahun 2025-2029 berakhir dan/atau penyesuaian besaran
alokasi Dana Otsus Aceh. Hal ini dapat merujuk pada besaran otsus sebesar satu persen
dari plafon Dana Alokasi Nasional sampai dengan periode RPJMN Tahun 2025-2029
berakhir. Hal ini dilakukan agar proses perencanaan pada prioritas kegiatan lebih tepat
sasaran dalam upaya menurunkan kemiskinan, peningkatan iklim investasi berusaha,
peningkatan layanan dasar, serta efektivitas pelaksanaan keistimewaan Aceh;
(b) peningkatan/pertumbuhan peran dunia usaha/ swasta bergantung kepa.da iklim
investasi/berusaha di Aceh. Berbagai insentif untuk peningkatan peran dunia usaha
perlu disiapkan di Aceh dari berbagai level pemerintahan sesuai kewenangan. Selain itu,
mendorong ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dilakukan
melalui program pemberdayaan yang masif dan terpadu serta penyediaan skema
pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah. Pengembangan ekonomi kreatif dalam
mendukung ekonomi kerakyatan melalui penguatan kemandirian pangan dapat
dilakukan dengan hilirisasi produk sumber daya alam seperti pengolahan komoditas
pertanian, perkebunan, dan perikanan serta diperkuat dengan pembangunan industri
pengolahan;
(c) membangun fondasi yang kukuh dalam peningkatan Penerimaan Asli Aceh (PAA) melalui
penguatan sektor-sektor tertentu agar berbagai masalah yang berpotensi muncul dari
dampa.k penurunan dana otonomi khusus dapat terselesaikan. Penguatan Penerimaan
Asli Aceh dapat difokuskan pada pengembangan kawasan high value economy sesuai
berkas 2, hlm. 266 OCR
dengan tema pembangunan Aceh sebagai Serambi Barat Indonesia yang mengedepankan
pengembangan agrikultur dan agroindustri, ekonomi hijau dan syariah, serta menjadi
rujukan pendidikan Islam global.
(2) Dana Otonomi Khusus Papua
Arah kebijakan umum dana otonomi khusus Papua diarahkan pada hal-hal sebagai berikut
(a) Dana Otonomi Khusus yang bersifat umum (satu persen dari plafon dana alokasi umum
nasional) diarahkan untuk mendukung pembangunan, pemeliharaan, dan pelaksanaan
pelayanan publik terutama pada Orang Asli Papua hingga ke tingkat kampung,
peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua, penguatan lembaga keagamaan dan adat,
perlindungan masyarakat hukum adat dan penataan tanah adat/ulayat, penguatan
sosial budaya, dan hal lain berdasarkan kebutuhan dan prioritas daerah;
(b) Dana Otonomi Khusus yang telah ditentukan penggunaannya dengan berbasis kinerja
pelaksanaan (1,25 persen dari plafon Dana Alokasi Umum nasional) diarahkan untuk
(i) belanja pendidikan (minimal 30 persen), terutama untuk mendukung akselerasi
akses dan mutu layanan pendidikan yang kontekstual Papua, seperti sekolah
terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama, melalui pemenuhan
dan peningkatan mutu tenaga pendidik yang memprioritaskan Orang Asli Papua;
pemberian intensif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan untuk tenaga
pendidik; pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik; peningkatan tata kelola pendidikan; penyediaan sarana dan prasarana
fasilitas pendidikan; peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan;
peningkatan literasi; penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua; serta
penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang difokuskan pada potensi
keunggulan wilayah sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri;
(ii) belanja kesehatan (minimal 20 persen), terutama untuk mendukung peningkatan
akses dan mutu Layanan kesehatan, melalui pendayagunaan tenaga kesehatan dan
tenaga medis dengan memprioritaskan Orang Asli Papua; penguatan tata kelola
pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services) dan telemedicine,
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan, termasuk sarana,
prasarana, dan alat kesehatan; pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan
kesejahteraan untuk tenaga kesehatan; penguatan pencegahan dan percepatan
penurunan stunting serta pemenuhan makanan bergizi seimbang; penurunan
kematian ibu dan bayi; serta pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit
tropis terabaikan (lLberk osis, malaria, kusta, filariasis, frambusia, dan Human
Immunodeficiency Virus/ Aqtired. Immune Deficiency Syndrome; dan
(iii) pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama untuk mendukung penguatan sentra
produksi dan penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis
komoditas unggulan; pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta
peningkatan kualitas destinasi wisata prioritas dan rintisan; penguatan ketahanan
pangan berbasis pangan lokal; pemberdayaan masyarakat kampung termasuk
melalui pengembanga.n koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Industril Kecil
Menengah, dan Badan Usaha Milik Kampung; peningkatan wirausaha produktif
yang memprioritaskan Orang Asli Papua; dan peningkatan kapasitas tenaga kerja
lokal;
berkas 2, hlm. 267 OCR
(c) Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), diarahkan untuk pendanaan pembangunan
infrastruktur perhubungan, energi, listrik, air minum, telekomunikasi, dan sanitasi
lingkungan, terutama yang mendukung peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra
dan antarwilayah, serta pengembangan kawasan perkotaan prioritas, ibu kota daerah
otonom baru, dan kawasan lainnya;
(d) Tambahan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi Otonomi Khusus diarahkan untuk
belanja pendidikan (35 persen), belanja kesehatan dan perbaikan gizi (25 persen), belanja
infrastruktur (30 persen), serta belanja bantuan pemberdayaan masyarakat adat (10
persen), terutama dalam rangka penguatan budaya lokal dan pembangu.nan sosial
ekonomi masyarakat adat.
Mengingat arahan penggunaan dana otonomi khusus akan mempertimbangkan aspek
kinerja, pemanfaatannya perlu sejalan dengan koridor percepatan pembangunan Wilayah
Papua dengan memperhatikan kebutuhan dan prioritas pembangunan masing-masing
provinsi dan kabupa.ten/kota secara bertahap sesuai Rencana Induk Percepatan
Pembangunan Papua Tahun 2022-2041 dan Rencana Aksi Percepa.tan Pembangunan Papua
Tahun 2025-2029, dengan dukungan Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua.
5.2.3.5 Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta
Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan bagian dari Transfer ke Daerah
(TKD) yang dialokasikan untuk mendukung urusan keistimewaan sebagaimana ditetapkan
dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa
Yogyakarta. Berikut arah kebijakan Dana Keistimewaan D.I. Yogyakarta Tahun 2025-2029:
(1) memastikan usulan rencana kebutuhan Dana Keistimewaan pa.da kelima urusan
Keistimewaan (tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur
dan Wakil Gubernur; kelembagaan pemerintah; kebudayaan; pertanahan; serta tata
ruang) yang berpedoman pada Rencana Induk Dana Keistimewaan serta dokumen
perencanaan pusat dan daerah;
(2) mengarahkan penggunaan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang
difokuskan untuk penuntasan isu strategis, utamanya dalam (a) penurunan tingkat
kemiskinan; (b) pengurangan ketimpangan antarkelas sosial (pendapatan) dan
antarwilayah; (c) pemberdayaan masyarakat; (d) peningkatan konektivitas ruang
strategis keistimewaan dan kualitas layanan dasar publik; serta (e) pelestarian dan
pengembangan kebudayaan;
(3) meningkatkan sinergi kegiatan antara belanja Dana Keistimewaan Daerah Istimewa
Yogyakarta dengan belanja kementerian/lembaga untuk memastikan pencapaian
prioritas nasional dengan mempertimbangkan prioritas daerah;
(4) meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pemanfaatan Dana Keistimewaan melalui
pengurangan penggunaan untuk belanja birokrasi penunjang, administrasi, dan
pengawasan;
(5) meningkatkan tata kelola pemanfaatan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta
yang inovatif, partisipatif, dan transparan melalui pengembangan sistem informasi yang
terintegrasi secara berkelanjutan.
berkas 2, hlm. 268 OCR
BLIK INDONESIA
5.2.3.6 Dana Desa
Dana Desa merupakan pendapatan desa yang dananya bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara dan diperuntukkan bagi desa dengan tujuan mendukung
pendanaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan
masyarakat, dan kemasyarakatan. Arah kebijakan Dana Desa selama periode 2025-2029
sebagai berikut
(l) mendukung kemandirian desa berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa
sesuai kewenangan, potensi, dan karakteristik desa melalui
(a) perencanaan, pembangunan atau pemeliharaan infrastruktur dasar desa dalam
penyediaan air minum, sanitasi, persampahan, perumahan, dan konektivitas;
(b) penyediaan pelayanan dasar skala desa, antara lain sektor kesehatan, pendidikan,
dan elektrifikasi;
(c) penanganan kemiskinan perdesaan melalui pengu.atan pemberdayaan ekonomi
masyarakat;
(d) penguatan desa adaptif terhadap perubahan iklim melalui pelestarian lingkungan
serta mitigasi dan adaptasi bencana;
(e) percepatan implementasi desa digital melalui pemanfaatan teknologi informasi
dalam pelayanan pemerintahan desa, pengembangan ekonomi lokal dan lainnya;
(f) mendorong transformasi ekonomi desa serta peningkatan peran Badan Usaha Milik
Desa Bersama;
(g) mendukung program ketahanan pangan.
(2) mengalokasikan Dana Desa dengan memperhatikan keadilan dan keberpihakan serta
pemberian insentif bagi kinerja desa;
(3) mengoptimalkan sinergitas dukungan pendanaan pembangunan dan pemberdayaan
masyarakat desa dengan sumber pendanaan lainnya;
(4) meningkatkan strategi dan kualitas perencanaan, pengalokasian, penganggaran,
penyaluran, pelaporan, pemantauan, dan evaluasi Dana Desa melalui penguatan
koordinasi, kerja sama dan kemitraan antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan
kementerian/lembaga;
(5) mendukung implementasi sistem informasi berbasis elektronik yang saling terkoneksi
sesuai dengan kewenangan untuk mendukung:
(a) peningkatan kualitas data keuangan desa yang mencerminkan akuntabilitas dan
tata kelola yang efektif, efisien, dan ekonomis; serta
(b) peningkatan kualitas data non-keuangan desa yang mencerminkan kinerja desa.
berkas 2, hlm. 269 OCR
5.3
PRESIOEN
_269_
dan Sinergi Sumber-Sumber
Pembangunan
Pendanaan RPJMN Tahun 2025-2029 dipenuhi dari sumber-sumber pendanaan pemerintah
maupun non-pemerintah yang harus digunakan secara efektif, efisien, dan bersinergi melalui
integrasi pendanaan untuk memaksimalkan dampak pembangunan, mengurangi
ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/ Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah, dan mendorong partisipasi yang lebih luas dari sektor swasta dan non-
pemerintah lainnya.
Mobilisasi pendanaan dilakukan melalui (l) pendalaman serta perluasan sumber-sumber
pendanaan; dan (2) penerapa.n insentif fiskal. Optimalisasi pendanaan dilakukan melalui (l)
sinergi dan integrasi antarsumber, penyedia, dan pemanfaat pendanaan; serta (2) inovasi
skema, instrumen, delivery mechanism dan kelembagaan pendanaan pembangunan.
Pendanaan RPJMN Tahun 2025–2029 dipenuhi dari sumber-sumber pendanaan
pemerintah maupun non-pemerintah yang harus digunakan secara efektif, efisien, dan
bersinergi.
berkas 2, hlm. 270 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Sumber-sumber pendanaan pemerintah berasal dari penerimaan dari pajak, nonpajak,
penerimaan hibah, dan dari instrumen pembiayaan, baik luar negeri maupun dalam negeri
berupa pinjaman dan surat berharga. Sumber-sumber pendanaan non-pemerintah
mencakup pendanaan dari investasi swasta, masyarakat, dan BUMN dalam berbagai bentuk
skema dan instrumennya.
Sumber-sumber pendanaan pemerintah tersebut digunakan sebagai instrumen untuk
membiayai kebutuhan belanja pemerintah sebagaimana poin 5.2 tersebut di atas.
Penyusunan kebutuhan belanja pemerintah kementerian/lembaga disusun berdasarkan
Rencana Strategis Kementerian/Lembaga. Sumber-sumber pendanaan pemerintah berupa
pajak dan non-pajak yang termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Rupiah
Murni diprioritaskan pemanfaatannya untuk (l) pembiayaan operasional pemerintah, (2)
pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar untuk memenuhi standar pelayanan minimal, (3)
transfer ke daerah, serta (4) program-program prioritas yang sebagian besar atau seluruhnya
menggunakan produk nasional/lokal. Sumber-sumber pembiayaan dalam negeri yang
termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang berupa pinjaman dalam
negeri diprioritaskan untuk mendukung pengembangan industri nasional dalam negeri
sementara surat berharga negara digunakan sebagai salah satu sumber pembiayaan
proyek/ kegiatan penyediaan layanan umum dan layanan dasar pada berbagai prioritas.
Sumber pendanaan dalam bentuk penerimaan hibah dimanfaatkan untuk peningkatan
kapa.sitas sumber daya manusia dan kelembagaan serta pengembangan kebijakan dan untuk
mendukung inovasi pembangunan,
Instrumen pembiayaan dari luar negeri berupa pinjaman proyek akan dimanfaatkan untuk
kegiatan yang memiliki nilai tambah tinggi, peluang alih teknologi dan praktik baik
internasional, penyiapan konsep baru (piloting), serta sebagai pengungkit pemanfaatan
sumber dan skema pendanaan lainnya. Instrumen pembiayaan dari luar negeri berupa
pinjaman program akan dimanfaatkan untuk mendukung pendanaan program-program
berkas 2, hlm. 271 OCR
I-TkFFITEI,N
prioritas, menjaga arus kas pemerintah, serta cadangan devisa. Surat utang negara dalam
bentuk valas akan digunakan untuk mendukung program-program prioritas dan menjaga
keseimbangan cadangan devisa pemerintah. Pemanfaatan instrumen pembiayaan luar negeri
dilakukan dengan prud.ent serta memperhatikan keberlanjutan fiskal yang terkait dengan
besaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan stok utang luar negeri
pemerintah.
Dukungan pembiayaan dari investasi swasta dan penugasan Badan Usaha Milik Negara
dimanfaatkan untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur ataupun proyek prioritas
pemerintah lainnya melalui skema investasi, skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha
(KPBU), skema akuisisi, skema spending to invest dan/atau skema penugasan pemerintah.
Investasi Badan Usaha Milik Negara dalam bentuk infrastruktur sosial ekonomi juga perlu
disinergikan dengan prioritas pembangunan nasional. Sementara itu, pendanaan dari
masyarakat diarahkan pemanfaatannya untuk mendukung pemenuhan pelayanan dasar dan
infrastruktur sosial serta dikembangkan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur
ekonomi yang dibaurkan dengan sumber pendanaan lainnya.
Dalam RPJMN Tahun 2025-2029, langkah-langkah inovasi yang akan dilakukan dalam
meningkatkan kapasitas pendanaan meliputi hal-hal sebagai berikut.
(l) Mobilisasi Pendanaan
(a) perluasan sumber-sumber pendanaan
(i) pemanfaatan pendanaan syariah dan mengoptimalkan nilai finansial dan
ekonomi aset-aset pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah, serta mengoptimalkan nilai manfaat kawasan melalui penerbitan
berbagai regulasi teknis dari sejumlah modalitas seperti skema Hak Pengelolaan
Terbatas (HPT) dan Pengelolaan Perolehan Peningkatan Nilai Kawasan (P3NK),
serta pengembangan modalitas terkait utilisasi aset lainnya;
(ii) meningkatkan optimalisasi pemanfaatan instrumen pendanaan jangka panjang
melalui konsolidasi lembagalembaga pembiayaan yang dimiliki pemerintah;
(iii) memperkuat sinergi pendanaan dari masyarakat, antara lain dalam bentuk
dana tanggung jawab sosial perusahaan dan dana filantropi. Pemerintah perlu
mengembangkan kebijakan-kebijakan operasional yang kondusif untuk
peningkatan kontribusi tanggung jawab sosial lingkungan dari perusahaan
(TJSL) dan dana filantropi, serta mengarahkan agar proyek-proyek tersebut
mendukung program-program prioritas pemerintah dan perlu memastikan
keberlanjutan pengelolaan proyek;
(iv) dana keagamaan seperti zakat, diarahkan untuk mendukung prioritas
pemerintah dan mendukung penanganan masalah sosial serta bencana.
Pemanfaatan dana keagamaan Islam dilaksanakan sejalan dengan kebijakan
pengembangan ekonomi syariah.
(b) Penerapan insentif
Mobilisasi dana publik untuk menarik investasi pembiayaan nonpemerintah melalui
fasilitasi skema-skema pendanaan inovatif yang dilakukan oleh swasta, antara lain
berupa penyiapan struktur pendanaan, dukungan konstruksi untuk
mengoptimalkan nilai manfaat output pendanaan inovatif, dan pengaturan tarif.
berkas 2, hlm. 272 OCR
(2) Optimalisasi Pendanaan
(a) Strategi, sinergi, dan integrasi antar-sumber penyedia dan pemanfaat pendanaan
(0 memperkokoh kolaborasi lintas sektor pada skala global dalam kerangka Global
Blended Finance Alliance (GBFA) untuk menarik lebih banyak investasi swasta
yang berorientasi pada dampak sosial dan lingkungan;
(ii) memperkuat sinergi pendanaan sebagaimana amanat dari Undang-Undang
Nomor I Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah. Pemerintah al(an memberikan dukungan pendanaan
untuk proyek-proyek yang dibiayai dengan sinergi pendanaan APBD dengan
sumber pendanaan lain.
(b) inovasi skema, instrumen, delivery mechanism, dan kelembagaan pendanaan
pembangunan
(i) mengoptimalkan sumber pendanaan luar negeri dengan mengembangkan
skema-skema baru seiring dengan naiknya posisi Indonesia sebagai negara
berpendapatan menengah atas. Sumber pendanaan luar negeri diarahkan
untuk mengembangkan skema consolidated/collaborative financing yaitu
memanfaatkan sumber pendanaan luar negeri sebagai katalis untuk
mengkonsolidasikan sumber-sumber pendanaan lainnya termasuk sumber
pendanaan dari pemerintah, pemerintah daerah, swasta, BUMN, BUMD, dan
masyarakat. Selain itu, sumber pembiayaan luar negeri akan diarahkan untuk
investasi dalam bentuk skema spend to invest. Dalam kerangka skema spend to
invest, penyedia barang dari luar negeri yang berpartisipasi dalam pengadaan
barang dengan pinjaman luar negeri dalam jumlah yang banyak dan berulang
perlu didorong dan difasilitasi untuk melakukan investasi di Indonesia. Untuk
maksud tersebut, diperlukan harmonisasi dan sinergi kebijakan penga.daan
pinjaman luar negeri dan kebijakan investasi;
(ii) mengembangkan strategi skema kerja sama pemerintah dan badan usaha
dengan mengembangkan model-model bisnis kerjasama pemerintah dengan
badan usaha/swasta, mengembangkan skema Kerjasama Pemerintah dengan
Badan Usaha skala kecil, serta mengembangkan instrumen de-risking;
(iii) mengoptimalkan pemanfaatan instrumen blended. finance belgS pembiayaan
proyek-proyek pembangunan melalui strategi penguatan sistem keuangan
domestik dan pasar lokal, mobilisasi sumber pendanaan luar negeri, serta
penguatan development facility yang membantu meningkatkan proses
persiapan, strukturisasi, pengadaan, dan pengawasan proyek pembangunan
(iv) memperkuat kerangka perencanaan dan kerangka kerja sama kelembagaan
untuk mengembangkan strategi dan skema bauran pendanaan (blended
financingl bagi pembiayaan proyek-proyek infrastruktur skala menengah dan
besar;
(v) pembentukan dan pemantapan kerangka kerja sama dan kelembagaan sebagai
wadah kolaborasi lintas kementerian/lembaga dan mitra pembangunan serta
pengembangan instrumen-instrumen pemanfaatan dan pengembangan
pendanaan hijau, pendanaan biru, dan pendanaan sirkular seperti (i)
mekanisme ekonomi karbon, baik melalui skema perdagangan (perdagangan
langsung maupun bursa karbon) maupun skema non-perdagangan dalam
SK No2523lt A
berkas 2, hlm. 273 OCR
bentuk pembayaran berbasis kinerja (result based payment) dan pajak atau
pungutan karbon; (ii) instrumen transfer fiskal ekologis, asuransi, pertukaran
utang untuk dam (debt for nature suap), pembiayaan campuran yang
bersumber dari filantropi mitra pembangunan dan investasi berdampak, dana
perwalian, pa.sar modal, obliga.si termasuk blue bond atau coral bond, dan
pembiayaan berbasis utang; serta (iii) extended producers responsibility dan
ecomodulation fee yang didukung dengan kerangka regu.lasi yang kondusif serta
kerangka kerja pemantauan dan pelaporan.
Selanjutnya, langkah inovasi tersebut perlu didukung dengan perbaikan pengelolaan
investasi publik. Pengelolaan investasi publik masih menjadi isu dalam pengelolaan
pendanaan di Indonesia. Dari sisi regu.lasi, peraturan yang rumit dan sering kali tidak
konsisten. Selan itu, kurangnya kejelasan peran dan tanggungjawab di sektor pemerintahan
mengakibatkan kesenjangan dalam implementasi, audit, dan alokasi sumber daya.
Sementara itu, masalah klasik tentang alokasi pendanaan publik yang langka dan tidak
efisien mengakibatkan dana publik tidak selalu diarahkan pada proyek-proyek yang
menawarkan manfaat ekonomi dan sosial tertinggi.
Prinsip-prinsip yang perlu dilaksanakan dalam investasi publik meliputi
berkas 2, hlm. 274 OCR
(l) cakupan investasi publik yang meliputi investasi fisik (infrastruktur), investasi dalam
bentuk SDM (pendidikan/keterampilan), atau investasi barang/jasa;
(2) perlunya perencanaan yang saksama dan matang. Semua sektor harus memiliki rencana
induk yang menghubungkan tujuan pembangunan nasional dengan strategi regional dan
sektoral yang disusun melalui berbagai tahapan analisis dan didukung dengan
persiapan yang lengkap dan mendalam. Prioritas anggaran harus didasarkan pada
evaluasi yang transparan dan berbasis bukti, untuk memastikan sumber daya
dialokasikan untuk proyek-proyek dengan tingkat pengembalian sosial ekonomi
tertinggi;
(3) regulasi khususnya undang-undang dan peraturan harus relevan, sesederhana
mungkin, konsisten di semua sektor dan tingkat pemerintahan, serta disajikan dengan
jelas;
(a) pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas di semua tingkat pemerintahan, dan
antar sektor dan lembaga, serta harus mencakup perencanaan, penganggaran,
pengadaan, implementasi, dan audit;
(5) proses pengadaan dan implementasi yang efektif;
(6) alokasi pendanaan menggunakan kriteria yang ditetapkan dengan baik untuk
memastikan bahwa sumber daya publik yang terbatas difokuskan pada proyek dan
sektor yang paling bermanfaat;
(7) penil,aian proyek berkualitas dimana semua proyek yang diterima untuk investasi publik
harus memiliki manfaat bersih (net benefit) bagi Indonesia, dengan spesifikasi yang jelas
tentang pengembalian yang diperlukan;
(8) penyiapan proyek dilakukan sesuai dengan standar kepatuhan sosial untuk
meningkatkan kualitas implementasi dan pencapaian manfaat sosial yang optimal dan
berkelanjutan;
(9) kepatuhan terhadap standar lingkungan, Gender and Social Inclusion (GSI), dan tata
kelola;
(10) proses manajemen aset dan evaluasi yang kuat; serta
(11) pemantauan dan evaluasi yang berkesinambunga.n untuk memastikan bahwa proyek
yang sedang berjalan selaras dengan tujuan sektoral dan regional.
berkas 2, hlm. 275 OCR
iIiIlN
5.4 Kerangka Pendanaan Jangka Menengah
Kerangka pendanaan jangka menengah merupakan rencana atau strategi yang digunakan
untuk mengelola dan mengalokasikan sumber daya keuangan dalam periode waktu tertentu,
yang mencakup proyeksi pendapatan, pengeluaran, serta sumber-sumber pendanaan yang
diperlukan. Kerangka pendanaan jangka menengah disusun untuk mengoptimalkan dan
menyinergikan pemanfaatan sumber pendanaan pembangunan dalam kerangka waktu lima
tahun. Dengan demikian diharapkan target pembangunan nasional dapat selaras dengan
kemampuan pendanaan.
Tabel 5.2
Perkiraan Perhitungan Ruang Gerak RPJMN Tahun 2025-2029 (Triliun Rupiah)
Rincian APBN 2025 2026-2029 (Range)
(l) Belanja negara 3.621,3 18.852,7 24.191,8
(2) Belanja mengikat dan kewajiban
lainnya
1.782,8 9.281,8 11.910,4
Anggaran Pendidikan 724,3 3.770,7 4.838,6
Anggaran Kesehatan 197,8 l.029,8 1.321,4
Program Pengelolaan Utang 552,8 2.a7E,2 3.693,3
Program Pengelolaan Subsidi 307,9 1.603,1 2.057,1
(3) Transfer ke Daerah 919,9 5.180,6 6.692,6
(4) Belanja Operasional K/L, Non K/L,
dan Prioritas (termasuk ruang gerak)
918,5 4.390,3 5.588,8
Pada tahun 2025, belanja negara sebesar Rp3.621,3 triliun, sedangkan 2026-2029
diperkirakan sebesar Rp18.852,7-Rp24.l9l,a triliun. Jika mengikuti proporsi 2025, belanja
mengikat dan pembayaran kewajiban lainnya tahun 2026-2029 membutuhkan anggaran
sebesar Rp9.281,8-Rp11.90f ,4 triliun. Dengan demikian untuk belanja operasional K/L,
belanja Non K/L, pendanaan prioritas, termasuk untuk ruang gerak Presiden sebesar
Rpa.39O,3-Rp5.588,8 triliun. Pemanfaatan ruang gerak jangka menengah akan digunakan
untuk mendanai prioritas Presiden, menuntaskan proyek tahun 2020-2024 yang masih
sesuai dengan prioritas RPJMN Tahun 2023-2029, serta untuk prioritas RPJMN Tahun
2025-2029.
berkas 2, hlm. 276 OCR
BAB VI
Pengendalian, Evaluasi, dan Tata Kelola Data
an
6. 1 Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan
Dalam rangka mengawal implementasi RPJMN Tahun 2025-2029 dilaksanakan
pengendalian dan evaluasi perencanaan dan pelaksanaan. Pada tahap perencanaan,
pengendalian dan evaluasi ex-ante dilakukan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan
memastikan kecukupan desain kebijakan, Pengendalian dan evaluasi perencanaan
mencakup penelaahan konsistensi dokumen perencanaan, pemenuhan kaidah kerangka
kerja logis, kesiapan pelaksanaan kebijakan, dan identifikasi risiko, Pengendalian dan
evaluasi dalam tahap perencanaan memperhatikan kedudukan RPJMN sebagai ( I I instrumen
operasionalisasi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang; (2) pedoman bagi penyusunan
Renstra Kementerian/Lembaga, Rencana Kerja Pemerintah, dan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah; serta (3) pedoman perumusan rencana pembangunan sektoral
(pusat/daerah) seperti rencana induk/ masterplan/ grand design atau sebutan lainnya.
Sementara pada tahap pelaksanaan, pengendalian dilakukan untuk memastikan
pelaksanaan intervensi dan ketercapaian target pembangunan yang telah ditetapkan.
Pengendalian dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi. Pemantauan dapat
dilakukan sepanjang periode pelaksanaan, sedangkan evaluasi dilakukan pada saat periode
pelaksanaan rencana dan tahun terakhir periode pelaksanaan rencana pembangunan.
Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMN menjadi penekanan dalam mengawal
pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 secara intensif.
Gambar 6.1
Ruang Lingkup Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan
berkas 2, hlm. 277 OCR
BLIK INDONESIA
Transformasi pengendalian dan evaluasi pembangunan, didukung dengan sistem informasi
terpadu, Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, dan tata kelola data pembangunan.
Denga.n demikian, transformasi pengendalian dapat meningkatkan kualitas akuntabilitas
pembangunan, sehingga pembangunan yang dijalankan tidak hanya sebatas
terselenggaranya program dan kegiatan (sent), tetapi harus dapat dirasakan manfaatnya oleh
masyarakat (delivered).
6.1.1 Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJMN
Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 sangat krusial dalam
upaya pencapaian sasaran pembangunan. Sebagai bagian dari implementasi aktivitas
tersebut, dilakukan pengendalian Program Prioritas Presiden yang secara spesifik mengawal
fokus kebijakan Presiden. Pengendalian dan evaluasi akan menjadi salah satu sistem yang
mendorong partisipasi aktif seluruh pelaku pembangunan dalam mendukung RPJMN.
6. l. I . I Pengendalian Pelaksanaan RPJMN
Pengendalian pada tahap pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 dilakukan untuk mengawal
ketercapaian sasaran pembangunan nasional dengan memastikan pelaksanaan sesuai
dengan rencana, termasuk menyusun rekomendasi penyesuaian kebijakan. Pengendalian
tahap pelaksanaan dilakukan secara menyeluruh baik sektoral dan daerah dalam rangka
mewujudkan akuntabilitas kinerja pembangunan nasional. Implementasi pengendalian
tersebut melalui aktivitas pemantauan dan evaluasi dengan memanfaatkan sistem berbasis
digital dalam periode pembangunan 2025-2029. Pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun
2025-2029 dikoordinasikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui sinergi dengan Kementerian Koordinator
Pelaksana Prioritas Pembangunan beserta kementerian/lembaga/daerah pelaksana.
Kerangka pengendalian pelaksanaan pembangunan nasional menyebutkan bahwa sinergi
pengendalian pembangunan baik di pusat maupun di daerah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan. Pengendalian pelaksanaan pembangu.nan di daerah tidak hanya melihat dari
kesesuaian pelaksanaan dengan sasaran atau rencana yang telah ditetapkan, namun juga
menilai dukungan intervensi nasional di daerah maupun intervensi-intervensi lain yang
dilaksanakan di daerah dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional.
Pengendalian pelaksanaan RPJMN juga dilakukan dengan berbasis Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional pada proses pengendalian tahunan. Hal ini memperkuat pendekatan
problem-oriented yang selama ini dilakukan lbackuard.Iookrngr) melalui antisipasi risiko ke
delEn ffonaard lookingll. kvel risiko yang telah diidentifikasi dan upaya mitigasinya perlu
terus dipantau agar kebijakan pembangunan berjalan dengan baik. Identifikasi risiko perlu
dilakukan agar antisipasi kebijakan dapat dirumuskan dan diimplementasikan seca.ra tepat.
Dengan demikian, pengendalian berbasis manajemen risiko akan meningkatkan efektivitas
kebijakan dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional.
berkas 2, hlm. 278 OCR
Secara umum, untuk pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 diharapkan
dapat menghasilkan tindakan korektif berkelanjutan (continuous improvement) dalam periode
RPJMN dimaksud.
(1) Pertama, tindakan konstruktif untuk penyesuaian operasional tahunan dalam rangka
memastikan pelaksanaan intervensi pemerintah sesuai dengan rencana. Penyesuaian
operasional ini meliputi dan tidak terbatas pada perbaikan strategi percepatan
pelaksanaan dan penyesuaian teknis lainnya.
(2) Kedua, tindakan korektif dilakukan dalam konteks kebijakan yakni dalam kerangka
perencanaan antartahun dalam periode RPJMN untuk memastikan sasaran
pembangunan pa.da akhir periode RPJMN dapat tercapai. Penyesuaian kebijakan dalam
pengendalian RPJMN ini fokus pada perencanaan kebijakan antartahun yang
meliputi dan tidak terbatas pada terminasi program/proyek, penajaman lokus,
penyesuaian strategi, desain dan sasaran, serta penyesuaian tata kelola pelaksanaan
(regulasi dan kelembagaan). Mekanisme terminasi program dan kegiatan akan
dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Koordinator, Kementerian Keuangan,
Kementerian/Lembaga pelaksana, dan lembaga terkait lainnya yang selanjutnya
dilaporkan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan.
Tindak lanjut pengendalian tersebut ditentukan atas dasar hasil pemantauan dan evaluasi
pelaksanaan RPJMN. Peta ekosistem pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029
sebagaimana terdapat pada Gambar 6.2 memberikan gambaran secara keseluruhan
keterkaitan antar-aktivitas pemantauan, evaluasi, dan pengendalian sepanjang periode
jangka menengah. Gambaran umum untuk masing-masing aktivitas tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut.
(1) Pemantauan Pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029
Pemantauan pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 mencakup dua hal, yaitu (a)
pemantauan atas perkembangan pelaksanaan prioritas pembangu.nan yang
dilaksanakan oleh kementerian/lembaga/daerah dan pemangku kepentingan lainnya,
dan (b) pemantauan atas perkembangan pelaksanaan mitiga.si risiko pembangunan
nasional. Pemantauan pelaksanaan RPJMN dilakukan secara rutin dan berkala sesuai
kebutuhan selama periode pelaksanaan RPJMN yang dilaksanakan melalui pemantauan
pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah. Hasil pemantauan akan menjadi dasar
pengendalian operasional pelaksanaan prioritas pembangunan nasional.
berkas 2, hlm. 279 OCR
(2) Evaluasi Saat Pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029
Evaluasi saat pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 mencakup dua hal, yaitu (a)
evaluasi tahunan melalui evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah dan evaluasi
kinerja kementerian/lembaga/daerah, serta pelaksanaan program/kegiatan/proyek
(kementerian/lembaga/daerah) dalam kerangka pencapaian sasaran pembangunan
nasional; dan (b) evaluasi paruh waktu pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 yang
akan memberikan feedback bagi penyesuaian kebijakan dalam periode RPJMN.
Evaluasi RPJMN dilakukan dengan mengedepankan koordinasi terpadu yang dilakukan
seluruh stakeholders pela-ksana RPJMN dengan Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai
koordinator dan penanggung jawab. Kontekstual terpadu dalam hal ini adalah dalam
kerangka berjenjang serta terkoneksi antara pemerintah pusat dan daerah.
6.1.1.2 Evaluasi Akhir Pelaksanaan RPJMN
Evaluasi akhir pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 dilakukan pada tahun terakhir
periode pelaksanaan RPJMN, dan dapat dimutakhirkan satu tahun setelah periode
pelaksanaan RPJMN berakhir pa.da triwulan pertama. Evaluasi akhir RPJMN dilakukan
untuk menilai pencapa.ian sasaran pembangunan nasional, serta bertujuan untuk
mengidentifikasi kendala atau hambatan dalam pelaksanaan prioritas pembangunan
nasional selama periode 5 tahun.
Mekanisme evaluasi akhir pelaksanaan RPJMN disesuaikan dengan tujuan evaluasi yang
dapat mencakup evaluasi kinerja pembangunan serta evaluasi kebijakan/program strategis.
Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan masukan untuk perumusan kebijakan dalam
penyusunan RPJMN periode berikutnya dalam kerangka RPJPN 2025-2045. Evaluasi akhir
dikoordinasikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional.
berkas 2, hlm. 280
Gambar 6.2
Peta Ekosistem Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan RPJMN Tahun 2025–2029
berkas 2, hlm. 281 OCR
-2AL-
6. 1. 1.3 Pengendalian Program Prioritas Presiden
Sebagai bagian dari upaya memastikan pencapaian tujuan pembangunan nasional,
pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 dirancang dengan pendekatan yang
lebih terarah dan terstruktur dalam mendukung keberhasilan Program Prioritas Presiden
secara efektif dan efisien. Pengendalian Program Prioritas Presiden menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari alur pemantauan dan evaluasi RPJMN Tahun 2025-2029 yang
dilaksanakan secara tahunan. Delapan Program Hasil Terbaik Cepat akan menjadi bagian
dar"i Rencana Kerja Pemerintah sepanjang periode 2025-2029 yang dirancang menggunakan
pendekatan penganggaran berbasis program (na neg follows program) serta pendekatan
Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial. Oleh karena itu, pengendalian diperlukan untuk
memastikan keterpaduan antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, terutama
dalam kaitannya dengan pencapaian Prioritas Nasional, agar selaras dengan RPJMN Tahun
2025-2029 dan mendukung pencapa.ian hasil pembangunan secara optimal.
Penekanan pengendalian pelaksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 yang bersifat spesifik akan
difokuskan pada pencapaian Program Prioritas Presiden yang mencakup Kegiatan Prioritas
terpilih, termasuk di dalamnya delapan Program Hasil Terbaik Cepat. Pengendalian Program
Prioritas Presiden dilaksanakan secara kontinyu, terpadu, dan terintegrasi melalui sistem
informasi monitoring dan evaluasi (e-Monev). Pengendalian ini akan mengikuti kerangka
pengendalian RPJMN Tahun 2025-2029 dengan penguatan pengendalian tahunan.
Mekanisme pengendalian Program Prioritas Presiden dilaksanakan melalui kegiatan (l)
pemantauan program secara rutin untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana,
dan (2) evaluasi/reviu tahunan program bertujuan untuk penyesuaian desain dan alokasi
program, serta pengalaman sukses. Hasil pengendalian tersebut juga menjadi dasar dalam
penerapan insentif dan disinsentif.
Gambar 6.3
Lingkup Pengendalian Program Prioritas Presiden
berkas 2, hlm. 282 OCR
6. 1. 1,4 Sistem Insentif
Hasil pengendalian berdasarkan pemantauan dan evaluasi menjadi dasar insentif bagi
pelaksana prioritas pembangunan nasional. Secara umum, sistem insentif diuraikan sebagai
berikut.
(1) Jenis Insentif
Untuk mendorong kinerja yang optimal dalam mendukung pencapaian sasaran
pembangunan nasional, berbagai bentuk insentif dapat diberikan sesuai dengan
kebutuhan dan kontribusi pihak terkait. Bentuk insentif diberikan dapat mencakup (a)
pengalokasian program/kegiatan prioritas kementerian/lembaga/daerah serta insentif
kinerja sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku; (b) insentif nonfinansial yang
dapat berupa penghargaan, manajemen talenta nasional, pengembangan kompetensi,
modifikasi/fleksibilitas sistem, dan lainnya. Adapun untuk pel,aku pembangunan
nonpemerintah, bentuk insentif dapat berupa penghargaan, dukungan regulasi, dan
fasilitas kemudahan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Ruang Lingkup Penilaian sebagai Dasar Insentif
Sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional,
pemberian insentif memerlukan mekanisme penilaian yang terukur dan sesuai dengan
jenis insentif yang akan diberikan. Sistem insentif antara lain didasarkan pada penilaian
keberhasilan implementasi, pencapaian manajemen kinerja, dan pengelolaan risiko
pembangunan nasional. Penilaian dilakukan atas dasar dan tidak terbatas pada (a)
konsistensi perencanaan dan pendanaan kementerian/lembaga/daerah dalam
menjabarkan RPJMN dan Rencana Kerja Pemerintah; serta (b) kontribusi
kementerian/lembaga/daerah dalam mendukung pencapaian prioritas nasional dan
pengelolaan risiko pembangunan nasional.
(3) Pembagian Peran dalam Penilaian/Pemberian Insentif
Untuk memastikan pelaksanaan insentif dan disinsentif berjalan efektif dan tepat
sasaran, diperlukan koordinasi lintas kementerian/lembaga terkait. Pemberian insentif
dan disinsentif dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan
Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan melibatkan Kementerian
Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
Kementerian Dalam Negeri, serta pihak lainnya.
6.1.2 Sistem Informasi Pengendalian Terpadu RPJMN
Pengendalian yang berkesinambungan dan partisipatif bertujuan untuk menjamin
ketercapaian sasaran pembangunan nasional melalui mekanisme korektif sepanjang masa
implementasi, yang dilaksanakan dengan penggunaan sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan, dan berkelanjutan. Transformasi pengendalian dalam RPJMN Tahun 2025-
2029 didorong dengan sistem informasi yang terpadu.
Sejalan dengan pengembangan ekosistem layanan terpadu bidang perencanaan
pembangunan nasional, pada tahun 2024 dilakukan pengintegrasian aplikasi KRISNA yang
merupakan sistem informasi perencanaan dengan aplikasi e-Monev yang merupakan sistem
informasi pengendalian pembangunan. Kedua aplikasi ini telah ditetapkan menjadi aplikasi
umum bidang perencanaan pembangunan nasional dalam kerangka Sistem pemerintahan
Berbasis Elektronik.
berkas 2, hlm. 283 OCR
Penetapan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi sinkronisasi perencanaan dan
penganggaran agar dapat berjalan dengan baik, serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan
pel,aporan. Aplikasi e-Monev memiliki peran strategis dalam memastikan efektivitas,
transparansi, dan akuntabilitas pembangunan yang dilaksanakan oleh para pelaksana
pembangunan. Dengan mengedepankan semangat interkoneksi dan interoperabilitas
antarlayanan pemerintah, fungsi pengendalian diharapkan dapat berjalan secara lebih efektif
dan efisien.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas pengendalian pembangunan,
aplikasi e-Monev telah dan akan diintegrasikan dengan beberapa sistem lainnya, yaitu
KRISNA, SAKTI, dan SIPD. Interkoneksi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang
mendukung transparansi, akuntabilitas, serta kolaborasi antarlembaga. Integrasi antara
aplikasi e-Monev dengan KRISNA berfungsi sebagai basis data perencanaan dan mengelola
inovasi pembangunan. Integrasi antara aplikasi e-Monev dengan SAKTI berperan dalam
pengelolaan anggaran dan kinerja instansi pemerintah. Integrasi dengan e-Monev
memungkinkan data kinerja dan anggaran dari SAKTI dapat diakses secara real-time untuk
mendukung evaluasi pencapaian program. Sementara itu integrasi antara e-Monev dengan
SIPD diharapkan dapat menciptakan tata kelola data pembangunan di tingkat daerah dengan
lebih baik. Selain itu, penting juga dilakukan integrasi antara SAKTI dengan SIpD, terutama
dalam rangka penyelarasan badan akun standar pusat dan badan akun standar daerah. Hal
ini memungkinkan pemantauan yang lebih menyeluruh dan memberikan gambaran
Gambar 6.4
Integrasi Antaraplikasi Perencanaan dan Pengendalian
berkas 2, hlm. 284 OCR
antara pusat dan daerah. Dengan adanya interkoneksi antara e-Monev, KRISNA, SAKTI, dan
SIPD, proses pemantauan, evaluasi, dan pengendalian diharapkan dapat berjalan dengan
lebih terintegrasi serta komprehensif.
Melalui kolaborasi dan interkoneksi antaraplikasi sebagaimana disebut di atas, perencanaan
dan pel,aksanaan RPJMN Tahun 2025-2029 diharapkan dapat dilakukan berdasarkan tata
kelola data yang akurat, real-time, dan berbasis bukti terukur (evidence-based policy)
sehingga mampu mendorong transformasi pembangunan menjadi lebih cepat, Penguatan
tata kelola data pembangunan dilaksanakan melalui Satu Data Indonesia, sementara
Penguatan mekanisme dan metode pengendalian dilakukan melalui internalisasi Manajemen
Risiko Pembangu.nan Nasional sebagai instrumen pengendalian.
Dalam pengendalian RPJMN, aplikasi e-Monev berfokus pada pengendalian langsung (yang
dilakukan secara mandiri oleh masing-masing unit kerja pelaksana) dan pengendalian
berjenjang (yang dilakukan oleh unit kerja pelaksana di atasnya). Dengan pendekatan
berjenjang, aplikasi e-Monev memungkinkan setiap unit kerja untuk melaporkan progres
pelaksanaan program dan kegiatan secara langsung. Data yang terkumpul kemudian
dianalisis dan dievaluasi di tingkat yang lebih tinggi, sehingga memudahkan identifikasi
masalah dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Selain itu, aplikasi e-Monev
dalam pengendalian RPJMN Tahun 2025-2029 berfokus pada pengendalian operasional atau
pengendalian dalam konteks manajemen pembangunan. Aplikasi e-Monev berperan penting
dalam pengendalian pelaksanaan RPJMN dengan membagi peran antara Kementerian
Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan
kementerian/lembaga/daerah. Pembagian peran ini dilakukan untuk menjamin setiap pihak
memiliki tanggung jawab yang jelas dalam mencapa.i target pembangunan.
6.1.3 Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Sasaran pembangunan dicapai melalui berbagai program/kegiatan prioritas yang dijalankan
oleh lintas instansi dan antarjenjang pemerintahan. Kompleksitas pelaksanaan
program/kegiatan prioritas diiringi dengan ketidakpastian dan konektivitas global yang
semakin tinggi akan berdampak pada meningkatnya intensitas risiko yang dihadapi.
Mengingat pelaksanaan program/kegiatan prioritas selalu bersifat lintas instansi dan
kewenangan, maka risiko program/kegiatan prioritas sudah seharusnya dikelola dan
dikendalikan secara kolaboratif, sistematis, dafl terintegrasi.
Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan
Nasional menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mengelola risiko pembangunan
nasional secara kolaboratif. Manajemen Risiko Pembangunan Nasional merupakan kegiatan
terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan kementerian/lembaga/daerah/badan
usaha/badan lainnya sehubunga.n dengan adanya risiko pembangu.nan nasional. Penerapan
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional diwujudkan melalui pembentukan Komite
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dan penyusunan kebijakan Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional sebagaimana dijabarkan pada Gambar 6.5. Kebijakan tersebut
terdiri atas Kebijakan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor dan Kebijakan
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Organisasi. Sebagai upaya untuk mengawal
ketercapaian sasaran RPJMN, kebijakan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas
Sektor diterapkan dan menjadi acuan bag kementerian/lembaga/daerah/badan
usaha/badan lainnya dalam mengelola risiko secara kolaboratif. Sinergi pengelolaan risiko
tersebut menjadi unsur penting dalam meningkatkan keyakinan yang memadai oleh semua
pihak dalam pencapaian sasaran RPJMN.
berkas 2, hlm. 285 OCR
BLIK INDONESIA
Untuk mengakselerasi implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas
Sektor, beberapa kunci penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional perlu
dilakukan sebagaimana yang dijabarkan pada Gambar 6.6. Integrasi proses bisnis
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor dengan proses perencanaan perlu
dilakukan melalui integrasi pelaksanaan Manajemen Risiko Pembangu.nan Nasional Lintas
Sektor dalam siklus perencanaan pembangunan. Selain itu, sistem informasi Manajemen
Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor harus terkoneksi dengan sistem informasi
perencanaan dan pengendalian pembangunan agar pelaksanaan Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional Lintas Sektor berjalan efektif, Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangu.nan Nasional dalam hal ini
mengoordinasikan sistem informasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor
dan Organisasi, Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga. harus dilakukan secara
SK No 252324 A
Gambar 6.5
Penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2024
berkas 2, hlm. 286 OCR
PRESIOEN
R,EPUBLIK INDONESIA
berkelanjutan melalui pelatihan dan sertifikasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
kepada sumber daya manusia yang mengelola risiko pembangunan nasional di
kementerian/lembaga/daerah/badan usaha/badan lainnya. Peningkatan kapasitas sumber
daya manusia Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dilakukan oleh para Pembina
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Organisasi dengan berkoordinasi denga.n Komite
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional.
Adapun dalam rangka untuk mendorong partisipasi aktif dari semua pihak dalam
pengelolaan risiko, diperlukan penyusunan regulasi terkait sistem insentif. Sistem insentif
tersebut sejalan dengan sistem insentif dalam penerapan manajemen kinerja pembangunan
nasional. Penguatan kelembagaan juga penting untuk dilakukan terutama bagi
kementerian/lembaga/daerah pengelola risiko pembangunan nasional. Secara khusus,
penguatan kelembagaan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional lintas sektor diwujudkan
denga.n penunjukan kementerian yang menjadi pengampu utama, serta
kementerian/lembaga/daerah/badan usaha/badan lainnya yang berkontribusi terhadap
pencapa.ian prioritas pembangunan.
Pada tahun 2024, implementasi awal Manajemen Risiko Pembangunan Nasional pada tahap
transisi RPJMN Tahun 2025-2029 akan berfokus pada Program Strategis Presiden di level
Kegiatan Prioritas Utama yang memiliki dampa.k signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi,
pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indikasi dan
mitigasi risiko Kegiatan Prioritas Utama dalam RPJMN Tahun 2025-2029 akan menjadi
acuan awal dalam penyusunan profil risiko objek oleh unit pemilik risiko. Hal tersebut akan
menjadi acuan penerapan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor yang
bersifat tahunan dengan tahapan antara lain: (l) penetapan objek Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional lintas sektor dan unit pemilik risiko lintas sektor oleh Komite
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, (2) penetapan selera dan profil risiko objek
Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor oleh unit pemilik risiko yang pada
tahap awal implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional dapat didukung dengan
penyusunan indikasi dan mitigasi risiko objek Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
Lintas Sektor oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, (3) pemantauan secara berkala dan berkelanjutan, serta (4)
pelaporan penyelenggaraan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional Lintas Sektor akan
mulai dilaksanakan pada tahun 2025.
Gambar 6.6
Kunci Implementasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional
berkas 2, hlm. 287 OCR
6.2 Tata Kelola Data Pembangunan
Pengendalian dan evaluasi perlu didukung dengan ketersediaan data akurat dan mutakhir.
Tanpa data yang berkualitas, rekomendasi hasil pengendalian dan evaluasi menjadi kurang
akurat. Hal tersebut menyebabkan perbaikan program dan kegiatan berpotensi tidak tepat
sasaran yang mengakibatkan sumber daya terbuang dan sasaran tidak tercapai, Data
menjadi dasar pengendalian dan eva.luasi berjalan dengan baik dan mendorong penyusunan
kebijakan berbasis bukti.
Data yang dikumpulkan digunakan untuk memantau pembangunan nasional secara
langsung sehingga dapat segera mengambil tindakan jika terjadi penyimpangan
(meminimalisasi risiko). Pengendalian membutuhkan data untuk memastikan bahwa
prosedur dan kebijakan diikuti sesuai standar yang telah ditetapkan. Data membantu
mengu.kur sejauh mana indikator sasaran pembangunan yang tel,ah ditetapkan tercapai
sehingga dapat dinilai dampa.k dari suatu kebijakan, program, atau kegiatan terhadap
sasaran yang ingin dicapai.
Pemerintah telah menerbitkan peraturan kebijakan tata kelola data melalui Peraturan
Presiden Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia sebagai langkah pasti untuk
meningkatkan akurasi, kualitas, kemutakhiran, serta menjamin berbagi pakai data yang
diproduksi oleh instansi pusat maupun daerah. Kebijakan Satu Data Indonesia berfokus
pada implementasi prinsip Satu Data Indonesia, yaitu penggunaan standar data, mengikuti
format baku metadata, menggunakan kode referensi/data induk yang telah disepakati, serta
memastikan kemampuan interoperabilitas pada data yang telah dikumpulkan.
Gambar 6.7
Jumlah Data dan Instansi Terhubung dengan Portal Satu Data Indonesia
berkas 2, hlm. 288 OCR
Portal Satu Data Indonesia (data.go.id) merupakan sumber data tunggal yang terintegrasi
dengan portal data instansi pusat dan pemerintah daerah, serta dapat diakses secara cepat,
efektif, dan efisien (single source of truth). Satu Data didukung oleh interoperabilitas portal
kementerian/lembaga, provinsi, dan kabupaten/kota. Interoperabilitas antar portal Satu
Data Indonesia juga mendorong penggunaan sistem penghubung layanan pemerintah,
sebagai infrastruktur digital untuk pertukaran data yang dirancang untuk mengintegrasikan
dan menghubungkan berbagai layanan pemerintah secara terpadu, sehingga tercipta
ekosistem layanan publik yang efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan
masyarakat serta mendukung agenda transformasi digital di Indonesia,
6.2.1 Satu Data Indonesia Mendukung Perencanaan dan Pengendalian
Keberadaan Satu Data Indonesia memberikan kontribusi dalam tata kelola data pemerintah,
baik pusat maupun daerah. Tata kelola data dapat meningkatkan kualitas, integrasi,
koordinasi, transparansi, dan interoperabilitas data. Selain itu, dengan tata kelola data yang
baik, duplikasi data dan silo antar-instansi juga berkurang. Adanya Satu Data Indonesia
secara l,angsung dapat mendukung kebijakan pemerintah yang lebih efektif serta
menciptakan evaluasi dan pengendalian pembangunan yang lebih baik, sehingga
penggunaan anggaran akan lebih efisien dan hasil pembangunan menjadi lebih optimal.
Gambar 6.8
Peran Tata Kelola Satu Data Indonesia
berkas 2, hlm. 289 OCR
7rl-FIIil=N
K INDONESIA
6.2.2 Satu Data Indonesia Mendukung Reformasi Tata Kelola Pemerintahan
dan Percepatan Transformasi Digital
Dalam rangka mendukung reformasi tata kelola pemerintahan dan percepatan transformasi
digital, Satu Data Indonesia memiliki peran sangat signifikan dan penting dalam melakukan
tata kelola data. Dukungan Satu Data Indonesia akan semakin menguatkan reformasi tata
kelola pemerintahan, guna mewujudkan pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan
dipercaya publik. Sementara itu, tata kelola data yang baik akan mendukung akselerasi
transformasi digital nasional. Ke depan, melalui reformasi tata kelola pemerintahan dan
transformasi digital nasional, kebijakan pembangunan harus bertransformasi dari
government centnb menuju citizen centric. Kebijakan Satu Data Indonesia menjadi pusat
koordinasi dan integrasi data dari berbagai instansi, kementerian/lembaga, serta pemerintah
daerah untuk menciptakan ekosistem data yang terstandardisasi, terbuka, dan terhubung.
Gambar 6.9
Peran Satu Data Indonesia dalam Tata Kelola Pemerintahan
dan Percepatan Transformasi Digital
berkas 2, hlm. 290 OCR
DAFTAR KEGIATAN PRIORITAS UTAMA
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumt cr Dane Pelaksana
01.02.01
KP: Penguatan
Pers Dan Media
Massa yang
Bertanggung
Jawab, Edu.katif,
Jujur, Objektif,
dan Sehat
Industri (BE O'S)
Terwujudnya kebebasan
pers dan media massa
yang berintegritas,
bertanggung jawab,
edukatif, jujur, objektif,
dan sehat industri
. Belanja K/L Antara Iain:
. Kementerian Komunikasi dan Digital
. Lembaga Penyiaran Publik Televisi
. Republik Indonesia
. Lembaga Penyiaran Publik Radio
Republik Indonesia
02.02.03
KP: Transformasi
Tata Kelola
Industri
Pertahanan dan
Penerapan Skema
Sr,f,nd To Invest
Terwujudnya
transformasi tata kelola
industri pertahanan dan
penerapan skema spend
to invest
. Belanja K/L Antara Lain:
. Kementerian Pertahanan
02. r0.01
KP:
Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan
Kalimantan
Tengah
Meningkatnya produksi
dan luas panen padi di
KSPP Kalimantan Tengah
o Belanja K/L
r APBD
Antara lain:
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Transmigrasi
. Kementerian Komunikasi dan Digital
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Pemerintah Daerah
02.10.03
KP:
Pengembangan
I(at asan Sentra
Produksi Pangan
(KSPE/I,lrEbung
Pangan Sumatera
Selatan
Meningkatnya produksi
dan luas panen padi di
KSPP Sumatera Selatan
. Belanja K/L
o APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Transmigrasi
. Pemerintah Daerah
02.10.06
KP:
Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Papua
Slelet n
Meningkatnya produksi
dan luas panen padi di
KSPP Papua Selatan
. Belanja K/L
. APBD
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Transmigrasi
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
02.10.07
KP:
Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi PaDAan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Lainnya
Peningkatan produksi
bahan pangan utama
. Belanja K/L
. AI,BD
. Badan Usaha
(BUMN/ Stpasta)
AntaE Lain:
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Kehutanan
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN/ Sx'asta)
berkas 2, hlm. 291 OCR
-29t-
Kegiatan Prioritas
02.10.09
KP:
Pengembangan
Pangan Akuatik
(Bhrc Food)
Sasaran
Meningkatnya
pcnyediaan ikan untuk
konsumsi masyarakat
Sumber Dane
. Belanja K/L
. DAK
. APBD
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Pelaksana
Antara l-in:
. Kementerian Kelautan dan [Perikanan
. (Kementerian Pekerjaan Umum
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
02.10.10
KP:
Pengembangan
Pangan Hewani
Meningkatnya produksi
bahan pangan hewani
Meningkatnya keamanan
pakan dan Eutu pakan
. Belanja K/L
. APBD
. Badan Usaha
(BUMN/S$lasta)
Antara l,ain:
. (Kementerian Pertanian
. Badan Karantina Indonesia
. Baddr Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Badan Penyelenggara Jaminan
Produk Halal
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
02.10.11
KP:
Pengembangan
Pangan Lokal dan
Nabati
Meningkatnya produksi
pangan lokal dan nabati
. B€Iatrja K/L
. AI'tsD
Antara Lain:
. Kementerian haniafl
. Badan Gizi Nasional
. Badan Pangan Nasional
. Kementerian Kehutanan
. Kementerian Koordinator Bidang
Pangan
. Kementerian Pekerjaan Umum
. IcmentqianPereocanaan
Pembangunan Nasional
(PPN)/Bappenas
. Pemerintah Daerah
02.10.14
KP: Fortifikasi dan
Biofortifikasi
Pangan
Meningkatnya konsumsi
bahan pangan
terfortifikasi/biofortifikasi
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Pertanian
. Badan Pangan Nasional
. Badan Pengawas Obat dan Makanan
. Kementerian Perindustrian
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
02.11.01
fP: Peningkatan
Penyediaan Energi
Meningkatnya pasokan
minyak bumi untuk
memenuhi kebutuhan
energr
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara lain:
. Kementerian Energi daD Sumber
Daya Mineral
. Badan Usaha (BtlMN/ Sq'asta)
Meningkatnya pasokan
gas bumi untuk
EcEcouhi kebutuhan
energi
Meningkatnya pasokan
batubara untuk
memenuhi kebutuhan
energi dalam negeri
berkas 2, hlm. 292 OCR
PUBLIK INDONESIA
Kegiatan Prioritas Sasaran SuEbcr Dana Pelaksana
02.11.02
KP: Perluasan
Akses Dan
Jangkauan
Pelayanan Energi
Meningkatnya akses
terhadap gas bumi
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Meningkatnya akses
terhadap BBM
Antara Lain:
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
. Badan Usaha (BUMN/ Swastq)
Meningkatnya akses
terhadap listrik
Meningkatnya
keterjangkauan cncrgi
02.l l.o3
KP: Penguatan
Implementasi
Transisi Energi
Berkeadilan
Meningkatnya
pemanfaatan energi baru
dan terbarukan
Meningkatnya efisiensi
energi
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Iain:
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Icocnterian Investasi dan
Hilirisasi/ Bada[ Koordhasi
Penanaman Modal
. Kementerian Perindu striatr
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Keuangan
. Badan Pengawas Tenaga Nullir
(Bapeten)
. Kementerian Ddam Negeri
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Kementerian Pertanian
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
02.12.04
KP: Konservasi
Sumber Daya Air
Terwujudnya kuantitas
air secara berkelanjutan
melalui peningkatan
tutupan hutan di Daerah
Aliran Sungai (DASI
Meningkatnya kualitas
ekosistem perairan darat
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara lain:
. Icoenteriarlingkungan
Hidup/Badan Pengendali
Lingkungan Hidup
. Kementerian Kehutanan
. Kementerian Kesehatan
. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional / Bappenas
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Desa Dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Kelautan Dan Perikanan
. Badan Usaha (BUMN / S$rasta)
02.12.05
KP:
Pengerabanaan
SPAM Terintegrasi
Hulu IG I-Iilir
Meningkatnya Jumlah
dan Kapasitas SPAM
Jrang dikembangkan serta
dikelola secara
terintegrasi dari hulu ke
hilir
. Belanja K/L
. DAK
. AI,tsD
. Badan Usaha
(Bt MN/Swasta)
AntaE lain:
. Kementerian Pekerjaan Ulrum
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Kesehatan
. pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN /Swasta)
Meningkatnya jumlah
lembaga pengelola SPAM
yang melaksanakan
kegiatan pengawasan
kualitas air minum
secara rutin dan berkala
berkas 2, hlm. 293 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dara Pelaksana
02.12.06
IP: Penyediaan
dan Pengawasan
Sanitasi Atnan,
Berkelanjutan,
dan Berketahanan
Iklim Berbasis
cwts
Meningkatnya cakupan
layanan infr altrultr.rr
SPALD
. BELANJA K/L
r DAK
o APBD
. Belanja K/L
e ArtsD
. Badsn Usaha
(BUMN/Swasta)
Meningkatnya
Keberfungsian dan
kualitas infrastruktur
SPALD
Antara Lain:
. Kementerian Pekerjaan UEum
. Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional
(PP.N)/Bappenas
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Lingkungan
Itidup / Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Pemerintah Daerah
Antara Lain:
o Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Perhubungan
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
. Kementerian Energi daE Sumber
Daya Mineral
o Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN /Swasta
Antara Lain:
. Kementerian Komunikasi dalr Digital
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. IGrf crtcrian Perdagangan
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Pemerintah Daerah
02.12.09
KP
P€ngcobangan
Terpadu Pesisir
Utara Jawa
02.14.01
XP Penguatan
Faktor Pendukung
Ekonomi Digital
Meningkatkan ketahanan
terhadap daya rusak air
di pcakir utara Jawa
Meningkatnya layanan
air minum dan sanitasi
di pesisir utara Jawa
Meningkatnya jumlah
SDM digital dan
terjaganya keamanan
&ta
. Belanja K/L
o APBD
02.14.02
XP Penguatan
Ekonomi dan
Industri Digital
Serta Sektor
Strategis Lainnya
Meningkatnya
pengembangan ekonomi
dan industri digital
r Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Komunikasi Dan Digital
. kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, Dan Teknologi
. Neocdt€riar Pariwisata
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
. Lembaga Penyiaran Publik Radio
Republik Indonesia
. Lembaga Penyiaran Publik Televisi
Republik Indonesia
. Kementerian Keuangan
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Perindustrian
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Usaha Mikro, IGqif, dan
Menengah
o Badan Usaha (BUMN/ Scra8ta)
berkas 2, hlm. 294 OCR
Kegiatan Prioritas Siesaralr Sumber Dana Pclakaaaa
02.15.02
KP: Pengelolaan
Susut dan Sisa
Pangan
Mengurangi susut
pangan pada rantai
pasok pangan
Mengurangi sisa pangan
dari pelaku usaha dan
konsumen, serta
meningkatkan pangan
l,aya* konsumsi yang
dapat diselamatkan dan
dimanfaatkan kembali
. Belanja K/L Antara lain:
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
. Kementerian Pertanian
. Badan Pangan Nasional
. Kementerian Pariwisata
. Badan Gizi Nasional
. Badan Pengawas Obat Dan Makanan
02. f 6.05 Meningkatnya
KP:FeninAkqtan pemanfaatan sumber
Bioprospeksi, daya genetik secara
Bioteknologi, berkelanjutan
Keamenglr iievaE.
Scrta Akss dJn Meningkatnya
pembarian Pengelolaan keamanan
Keurrtulncao hayati(birsaretydan
Sumber Saya biosect;litl|
Genetik
. Belanja K/L Antara Iain:
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Badan Pengawas Obat dan Mal(anan
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Badan Pangan Nasional
. KeEenterianlcsehats!
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi
. Ictrenterian Kelautan dan Perikanan
. KcraenterianKehutenan
02.17.01
KP: Peningkatan
Pengelolaan
Kualitas Air
Sungai dan
Danau
Meningkatnya
ketersediaan data
kualitas air sungai dan
danau
Meningkatnya kualitas
air permukaan
Meningkatnya kualitas
pengujian parameter
lingkungan
Meningkatnya
pengendalian
pencemaran air di sektor
industri
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Kementerian Pekerjaan UEum
. Pemerintah h Daerah
02.17.05
KP: Peningkatan
Kualitas
Ekosistem
Gambut
Meningkatnya
ketersediaan data dan
informasi karakteristik
ekosistem gambut
Meningkatnya pemulihan
ekosistem gambut
. Belanja K/L Antara Lain:
. Kementerian Lingkungan
Hidup/ Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
SK No 252334 A
. Belanja K/L
. APBD
02.18.01
KP: Perubahan
Perilaku dan
Penguatan Tata
Kelola
Persdrpahan
Meningkatnya sampah
yang dikelola
Meningkatnya Jumlah
Ikbupaten/ kota dengan
kepala keluarga yang
melakukan pengelolaan
sampah
Antara Lain:
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Kementerian Dalam Negeri
. Pemerintah Daerah
berkas 2, hlm. 295 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber DEna Pelaksana
02.18.02
KP: Peningkatan
Pengumpulan dan
Pengolahan
Sampah Serta
Pemrosesan
Residu di
TPA/LUR
Menurunnya sampah
residu yang masuk di
TPA/LUR
. Belanja K/L
. DAI(
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Kementerian Kel,autan dan Perikanan
. Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional
(PPN)/Bappenas
. Kementerian Kesehatan
o Pemerintah Daerah
02.22.04
KP:
Pengembangan
Industri Garam
dan Produk
Olahan Hasil laut
Meningkatnya nilai
tambah, produktivitas
dan daya saing industri
garam dan produk
olahan hasil laut
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. kementerian Kelautan daa Perikanan
Badan Usaha (BUMN / /Swasta
03.02.02
KP:
Pengembangan
dan Peningkatan
Ekosistem Digital
Meningkatnya ekosistem
digital untuk mendukung
pemerintah dan
EaryaralGt digital
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Komunikasi dan Digital
KcErqrtcriqn Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
. Penanaman Modal
. Badan Pusat Statistik
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional / Bappenas
. Badan Siber dan Sandi Negara
. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah
. Lembaga Penyiaran Publik Radio
Republik Indonesia
. Badan Usaha (BUMN/ Sura8ta)
03.02.04
KP: Pembangunan
Infrastruktur
Jaringan
Kctciugalistrikan
darr
Diaitalisasinya
Meningkatnya kapasitas
infrastruktur jaringan
tenaga listrik
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Koordinator Biddrg
Perekonomian
. Badan Siber dan Sandi Negara
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
o Badar Usaha (BUMN/ Swasta)
03.03.01
KP:
Pengembangan
Koperasi Sektor
Produksi
Meningkatnya kontribusi
koperasi selftor produksi
terhadap total kontribusi
koperasi
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
e APBD
Antara Lain:
. Kementerian Koperasi
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Kel"autan dan Perikanan
. Kementerian Pertanian
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BtlMN/ Sq'asta)
berkas 2, hlm. 296 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dena Pelaksana
03.05.01
KP: Percepatan
Pembangunan
Destinasi
Pariwisata
Prioritas
Borobudur-
YoSIakarta-
Pra'Ibenen
Meningkatnya nilai
tambah dan daya BaiDg
kepariwisataan
Borobudur-Yogyakarta-
Pmdbs[alr
. Belanja K/L
. DAK
. APtsD
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Pariwisata
. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah
. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/
Badan Koordinasi Penanaman Modal
Badan SAR Nasional
. Kementerian Pekerjaan UEum
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
. Kementerian Dalam Negeri
. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional / Bappenas
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Ketenagakerjaan
o Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN/ Swa3ta)
03.05.05
I(Pi Percepatan
Pembangunan
Destinasi
Pariwisata
Prioritas Lombok-
Gili Tramena
Meningkatnya nilai
tambah dan daya saing
kepariwisataan Lombok-
Gili 'Ile.ae a
. Belanja X/L
o DAK
. APBD
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
. Badan SAR Nasional
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Pariwisata
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Perhubungan
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional / Bappenas
. Kementerian Dalam Negeri
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (Bt MN/Swasta)
03.05.08
KP: Percepatan
Pembangunan
Destinasi
Pariwisata
Prioritas Danau
Toba
Meningkatnya nilai
tambah dan daya saing
kepariwisataan Danau
Toba
. Belanja K/L
o DAX
. APtsD
. Badan Usaha
(BUMNi Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Pariwisata
. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional / Bappenas
o Kementerian Dalan Negeri
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Badan SAR Nasional
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
03.05.10
KP: Percepatan
Pembangunan
Destinasi
Pariwisata
Prioritas Labuan
Bajo
Meningkatnya nilai
tambah d,aa daya saing
kepariwisataan Labuan
Bajo
. Belanja K/L
. DAK
. APtsD
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Pariwisata
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Badan SAR Nasional
. Pemerintah Daerah
r Badan Usaha @UMN/ Swasta)
berkas 2, hlm. 297 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
03.06.04
KP: Penguatan
Ekosistem
Aplikasi dan Gim
Meningkatnya kinerja
subsektor aplikasi dan
go
. Belanja K/L
. APBD Murni
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Iain:
. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
. Kementerian Kebudayaan
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Komunikasi dar Digital
. Kementerian Perindu strial
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BITMN/ Swaita)
04.01.01
KP: Perluasan
Layanan
Pendidikan Anak
Usia Dini
Tercapainya pemerataan
akses dan pelayanan
pendidikan pra sekolah
dalattr mendukung
tumbuh kembang anak
. Belanja K/L
. AI'tsD
Antara Lain:
. Kementerian Agama
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Pemerintah Daerah
04.01.02
I(P: Revitalisasi
Sarana dan
Prasarana
Sekolah dan
Madrasah Yang
Berkualitas
(PHTC)
Tercapainya pcrocrataan
akses pendidikan
berkualitas
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kementerian Agama
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Pemerintah Daerah
04.01.04
KP: Pencegahan
dan Penanganan
Anak Tidak
Sekolah
Tercapainya penurunan
kasus anak putus
sekolah dan anak tidak
sekolah
. BE'lanjaKlL
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pendidikan Dasar den
Menengah
. Kementerian Sosial
. Pemerintah Daerah
04.02.07
KP: Pembangunan
d,en
Penyelenggaraan
Sekolah Unggul
Terselenggaranya
layanan pendidikan di
sekolah unggul yang
mewadahi SDM dalam
meningkatkan daya saing
di tingkat global
. Belanja K/L
. APBD
Antara Iain:
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi
. Pemerintah Daerah
04.04.02
KP:
Restrukturisasi
KecrcEaflgan
Pengelolaan Guru
Meliputi Formasi,
Rekrutmen,
Pengangkatan dan
Penempatan,
Mobilitas,
Pembinaan Karier
Profesional (E.G.
Pelatihan,In-
Service Training),
Perlindungan
Hukum, dan
Kesejahteraan
Berbasis Kinerja
Terpenuhinya kebutuhan
guru di tingkat daerah,
satuan pendidikan, dan
mata pelajaran
. Belanja K/L
. APBD
Antara lain:
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kementerian Agama
. Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi
. Pemerintah Daerah
berkas 2, hlm. 298 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
04.06.01
KP: Peningkatan
Relevansi dan
Perluasan Akses
Pendidikan Tinggi
Meningkatnya relevansi
dan partisipasi
pendidikan tinggi
. Belanja K/L Antara lain:
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi
. Kementerian Agama
04.08.02
KP: Pcningkatan
Fungsi
Intermediasi darr
Layanan
Pemanfaatan
Iptek d6r Inovasi
Meningkatnya peran
Lcrobaga Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat
dalam mengelola iptek
dan inovasi
Meningkatnya peran
BRIDA dalam
Optimalisasi
Pemanfaatan Iptek dan
Inovasi
Meningkatnya peran
sektor (K/L) terkait
dalam optimalisasi
pemanfaatan iptek dran
inovasi di sektor-sektor
prioritas
Meningkatnya peran
Science Techno Par:k
(STB dal,n melakukan
layanan pemanfaatan
iptek dan inovasi
. Belanja K/L
r APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Pemerintah Daerah
04.09.ol
KP:
Pengembangan
Manajemen
Talenta Nasional
(IvITI{) Seni
Budaya
Meningkatnya rekognisi
internasional trf,hadap
talenta seni budaya serta
penyelenggaraan dafl8
dan non ajang seni
budaya berkelas
internasional di
Indonesia
. Belanja K/L Antara t in:
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kcrlcnterianlcbudayaan
. I(eEenteria! Ekonomi l&eatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
o Kementerian Agama
04.09.02
KP:
Pengembangan
Manajemen
Talenta Nasional
(MTN) Riset dan
Inovasi
Terciptanya SDM Iptek
yang memiliki
kompetensi tingkat
internasional
. Belanja K/L Antara Lain:
. Kementeria.n Pendidikan TingEi,
Sains, datr Teknologi
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Badan Riset darr Inovasi Nasional
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Agama
SK No 252338 A
. Belanja K/L
. APBD
04.09.03
KP:
Pengembangan
Manajemen
Talenta Nasional
(MTN) Olahraga
Terbinanya ol,ahragawan
muda yang mampu
bersaing di kancah global
Antara lain:
. Kementerian Pendidikan,
. Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
. Kementerian Pemuda dan Olahraga
. Kemcnt rian Dalam Negeri
. Pemerintah Daerah
berkas 2, hlm. 299 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
04.11.01
KP: Penurunan
K€rlatiafl lbu dan
&rak
Meningkatnya pelayanan
kesehatan ibu dan anak
sesuai standar dengan
persalinan di fasyankes,
memperkuat det kri dini,
ANC, layanan persalinan,
KF, I(N, layanan
eEcf,gcnsi, pelayanan
darah, tata laksana balita
8€kit, serta imunisasi
. Belanja K/L
r APBD
Antara l.fur:
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dsn Perlindungan Anak
. Kementerian Dalam Negeri
. Letlentcria! Kependudukan datl
Pembangunan Keluarga/Badan
Kep€ndudukan dan Keluarga
Berencana Nasional
. Kementerian A&ama
. Pemerintah Daerah
04.11.02
KP: Pencegahan
dan Penurunan
Stunting
Pencegahan dan
Penurunan Stunting
melalui pendekatan
spesifik dan sensitif
. Belanja K/L
o APBD
Antara Lin:
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Badan Pangan Nasional
. Kementerian Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga/Badan
Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
. Kementerian Sosial
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kementerian Dalam Negeri
. Pemerintah Daerah
04.11.04
KP:
Penyelenggaraan
Pemeriksaan
Kesehatan Gratis
Meningkatnya
masyarakat kelompok
usia bayi, balita, remaja,
dewasa, dar lansia yang
menerima pemeriksaan
kesehatan gratis sebagai
upaya deteksi dini,
Pcncegahan pcnyakit,
dan pengurangan potensi
beban anggaran
pengendalian penyakit
. Belanja K/ L
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/ Badan
Perencanaan
. Kementerian Keuangan
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kementerian Agama
. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Kesehatan
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Komunikasi dan Digital
. Tentara Nasional Indonesia
. Polisi Republik Indonesia
. Pemerintah Daerah
04.12.01
KP: Pemberian
Makan Bergizi
Untuk Siswa,
Santri, Ibu Hamil,
lbu Menyusui,
dan Balita
Terlaksananya
pemberian makanan
bergizi bagi siswa, santri,
ibu hamil, ibu menyusui,
dan balita untuk
mendukung percepatan
pemenuhan gizi
. Belanja K/L Antara lain:
. Badan Gizi Nasional
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kementerian Agama
. Kementerian Pertanian
. Badan Pangan Nasional
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
. Kementerian Koperasi
04.12.02
KP: Penguatan
Ekosistem
Terlaksananya
penguatan ekosistem
pendukung D€@berian
berkas 2, hlm. 300 OCR
EITFFIEtrN
L:l-{JrFTffXIIIdIIIflr.l
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
Pendukung
Pemberian Makan
Bergizi
makan bergizi untuk
mendukung percepatan
pemenuhan gizi
. Kementerian Usaha Kecil dan
Menengah
. Badan Pengawas Obat dan Makanan
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Lingkungan Hidup
. KqEcdtc!'ian DcBa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Pemerintah Daerah
04.13.01
KP: Penuntasan
TBC
Tercapainya penuntasan
TBC melalui peningkatan
upaya pencegahan TBC,
intensifikasi penemuan
kasus secara masif daa
pengobatan TBC sampai
tuntas
. Belanja K/L
. Subsidi dan
APBD
Antara Lain:
. K€E€dtcrianKcachatan
. IGrocntcrian Dalan Negeri
. Kementerian Sosial
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Perumahan dan
Kawasan Pemukiman
. Kementerian Koordinator Bidang
Pemberdayaan Masyarakat
. Kementerian Komunikasi dan Digital
. Kementerian Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan
. Kementerian Agama
. Kementerian Pendidikan Dasa, dan
Menengah
. Kementerian BUMN
. Kementerian Komunikasi dan Digital
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Imigrasi dan
Pemasyarakatan
. Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan
Pef, encanaan Pembangunan Nasional
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
. Badan Pengawasan Obat dan
Makanan
. BPJS Kesehatan
. Pemerintah h Daerah
04.13.02
KP: Eliminasi
Penyakit Kusta &
Schistosomiasis
Meningkatnya
pengendalian penyakit
Kusta & Schistosomiasis
. Belanja K/L
. AIrtsD
Antara lain:
. Kementerian Perumahan dan
I(at 'asan Permukiman
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Pertanian
. Pemerintah Daerah
SK No 235733 A
. Belanja K/L
.AI'tsD
04.15.01
KP: Investasi
Pelayanan
Kesehatan Primer
Meningkatnya kualitas
pelayanan kesehatan
primer hingga tingkat
dcaa dan menguatnya
pemberdayaan dan
partisipasi masyarakat
Antara Lain:
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Dalam Ncg€ri
. Pemerintah Daerah
berkas 2, hlm. 301 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber D6ne Pelaksana
04.15.02
KP: Pembangunan
RS Lengkap
Berkualitas di
Kabupaten/Kota
dan
Pengembangan
Pelayanan
Kesehatan
Bergerak dan
Daerah Sulit
Akses
Meningkatnya kualitas
dan kapasitas pelayanan
RS di seluruh Indonesia
dan berkembangnya
pendekatan khusus
pelayanan kesehatan di
daerah yang memiliki
akses sulit termasuk
layanan kesehatan
bergerak
o Belanja K/L
o APBD
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional
. Kementerian Keuangan
. Kementerian Dalam Negeri
. Badan PcnSaqras€n Keuangan dan
Pembangunan
. Badan PcmCacrar Tenaga Nuklir
(Bapeten)
. Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang Dan Jasa Pemerintah
. Pemerintah Daerah
r Badan Usaha (BUMN/ S$la8ta)
04.15.03
KP: Produksi dan
Pendayagunaan
SDM Kesehatan
Meningkatnya
pemenuhan dan
pcndayagunaan SDM
kesehatan dengan
mendorong pc(ritlgkatan,
pemenuhan, dan
pemerataan dari sisi
produksi, kompetensi,
jumlah, maupun jenis
dari SDM kesehatan yang
berkualitas, kompeten,
dan responsif sesuai
kondisi wilayah
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, Dan Teknologi
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Keuangan
. Pemerintah Daerah
05.01.01
KP:
Peog€mbaflEalr
Hilirisasi Nikel
Terwujudnya
pe0ingkatan nilai taDbah
dan daya saing industri
nikel
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara lain:
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Moda] (BKPM)
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Kementerian Koordinator Bidang
Badan Usaha (BUMN / Sulasta)
Perekonomian
05.01.02
KP:
Pengembangan
Hilirisasi Tembaga
Terwujudnya
peningkatan nilai tambah
dan daya saing industri
tembaga
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Perindu gtrian
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM)
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
berkas 2, hlm. 302 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Da.na Pelaksana
05.01.03
KP:
Pengembangan
Hilirisasi Bauksit
Terwujudnya
peningkatan nilai tambah
dan daya saing industri
bauksit
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
. Kementerian Perindustrian
. I(c@eoteriaD Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM)
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Badan Usaha (BUMN / Ss'astal
05.01.04
KP:
Pengembangan
Hilirisasi Timah
Terwujudnya
peningkatan nilai tambah
daE daya saing industri
timah
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Energi dan Sumber
Da5ra Mineral
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
r Badan Usaha (BUMN/ S$rastal
05.01.05
KP:
Pengembangan
Hilirisasi Kelapa
Sawit
Terwujudnya
peningkatan
produktivitas dan
diversifikasi kelapa sawit
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Perdagangan
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM)
. Kementerian Koperasi
o Badan Usaha @IJMN/ Swasta)
05.01.06
KP:
Pengembangan
Hilirisasi Kelapa
Tenyujudnya
peningkatan
produktivitas, produksi,
dan utilisasi industri
kelapa
. Belanja K/L
o Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara lain:
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Perindustrian
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRII9
. Kementerian Perdagangan
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Kementerian Koperasi
. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPMI
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. Badan Usaha (BUMN/ S$la8ta)
berkas 2, hlm. 303 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dena Pel,aksana
05.01.07
KP:
Pengembangan
Hilirisasi Rumput
Laut
Meningkatnya nilai
tambah dan daya saing
industri rumput laut
. Belanja K/L
. DAK
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
. Lcracnterian Perindustrian
. Badan Standarisasi Nasional (BSNI
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/ Badqn Manahan Nasional
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (B(PMI
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Keuangan
. Badan Riset Dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha IBUMN/ Swast4
05.01.09
KP:
PcngcrabangaE
Industri Kimia
Terwujudnya
peningkatan nilai tambah
industri kimia
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Investasi dert
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM)
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
05.01.10
KP: Pembangunan
Industri
Semikonduktor
Terwujudnya
pertumbuhan industri
semikonduktor
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/ Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Energi Dan Sumber
Daya Mineral
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
05.01.13
KP:
Pengembangan
Industri
Dirgantara
Terwujudnya
Pertumbuhan Industri
Dirgantara
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara lain:
. Kementerian Perindustrian
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Kementerian Perhubungan
. Kementerian Pertahanan
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
05.01.16
KP:
Pengembangan
Industri Tekstil
dan Produk
Tekstil
Terwujudnya
peningkatan dlai
tambah, produktivitas
dan daya saing industri
tekstil dan produk tekstil
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Keuangan
. Kementerian Perindustrian
. Badan Fftct dan Inovasi Nasional
(BRIN)
. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM)
berkas 2, hlm. 304 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badal Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Badan Usaha (BUMN/ Swaeta)
05.01.18
KP: Penguatan
Industri Logam
Dasar, Besi dan
Bda
Terwujudnya
peningkatan
produktivitas dan daya
saing industri logam
dasar besi dan baja
. Belanja K/L
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Iain:
. Kementerian Perindustrian
. kementerian Perdagangan
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPMI
. Badan Standarisasi Nasiona.l (BSN)
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRI19
. Badan Usaha (BUMN / Swasta)
05.02.02
KP:
Pengembangan
Kek Sci Mangkei
Terwujudnya
peningkatan aglomerasi
industri di KI/KEK Sei
Mangkei
. Belanja K/ L
o DAI(
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM)
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Pekerjaan UEuE
. Pemerintah Daerah
r Badan Usaha (BUMN/ Sqrasta)
05.02.09
KP:
Pengembangan
KIT Batang
Terwujudnya
peningkatan aglomerasi
industri di KIT Batang
. Belanja K/L
. DAK
. Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal @KPM)
. Kementerian Keuangan
. Pemerintah Daerah
o Badan Usaha @UMN/ Swasta)
05.02.22
KP:
Pengembangan KI
Weda Bay
Terwujudnya
Peningkatan Aglomerasi
Industri di KEK/KI Weda
Bay
. Belanja K/L
. DAK
o Badan Usaha
(BUMN/Swasta)
Antara Lain:
. Kementerian Perindustrian
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM)
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Perumahan dan
Kawasan Permukiman
. Kementerian Pekerjaan Umum
berkas 2, hlm. 305 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Kementerian Agraria da,l Tata
Ruang/BPN
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha (BUMN/ Swasta)
06.02.01
I(P: Penyaluran
Bantuan Sosial
Adaptif dan
Subsidi Tepat
Sasaran melalui
Kartu
Kesejahteraan
Meningkatnya kualitas
penyaluran bantuan
sosial yang adaptif
terhadap berbagai
kondisi
. Belanja K/L
. DAK
. Badan Usaha
Antara Lain:
. Kementerian Sosial
. Badan Nasional Penanggul,angal
Bencana (BNPBI
. Kementerian Lingkungan Hidup
. Kementerian Kehutanan
. Badan Pangan Nasional
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
. Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Kementerian Agama
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Dalam Negeri
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Transmigrasi
. Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha
06.03.01
KP: Peningkatan
Daya Saing
melalui Kartu
Usaha Produktif
Terwujudnya penguatan
ekonomi yang berdaya
saing baAi masyarakat
menuju kdas menengah
dan kelas menengah
. Belanja K/L
o DAK
Antara Lain:
. Kementerian Koordinator
Pemberdayaan Masyarakat
. Kementerian Usaha Mikro,, Kecil, dan
Menengah
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral
o Kementerian Koperasi
. Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
. Kementerian Komunikasi dan Digital
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
o Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah (LI(P9
. Badan Pengawas Obat dan Makanan
. Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
Penanaman Modal
. Kementerian Perindu strian
. Kementerian Keuangan
. Badan Standarisasi Nasional ESfg
berkas 2, hlm. 306 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumbcf, Dana Pelak.ena
. Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
. Pemerintah Daerah
06.03.02
I(P: Peningkatan
Kemandirian
Melalui Kartu
U.aha Afirmatif
Meningkatnya
kesejahteraan penerima
Kartu Usaha Afirmatif
. Belanja
. Badan Usaha
Antara Iain:
. Kemcartcrian Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia/Badan Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)
. Kementerian Keuangan
. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah
. Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak
. Kementerian Pertanian
. Kementerian Kelautan dan Perikanan
. Kementerian Pemuda dan Olahraga
. Kementerian Sosial
. Kementerian Ketenagakerjaan
. Kementerian Kehutanan
. Badan Usaha
06.05.01
KP: Perencanaan
dan
Pembangunan
Kawasan, serta
Pemindahan Ibu
Kota Nusantara
Terbangunnya Kawasan
Inti Pusat Pemerintahan
Ibu Kota Nusantara dan
sekitarnya
. Belanja K/L
. Badan Usaha
Antara Lain:
. Otorita Ibu Kota Nusantara
. Kementerian Perumahan dar!
Kawasan Permukiman
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Badan Usaha Milik
Negara
. Kementerian Perhubungan
. Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional / Bappenas
. Badan Usaha
Terselenggaranya
pemindahan dan
penyelenggaraan
pemerintahan di lbu Kota
Nusantara
. Belanja K/L
. Badan Usaha
Antara [ain:
. Badan Siber dan Sandi Negara
. Otorita lbu Kota Nusantara
. Kementerian Keuangan
. Kementerian Komunikasi daD Digital
. Kepolisian Negara Republik Indonesia
. Badan U.sha
06.06.01
KP: Fasilitasi
Penyediaan
Perumahan
Terintegrasi
dengan PSU
Meningkatnya
penyediaan hunian baru
atau peningkatan
kualitas yang terintegrasi
dengan PSU
. BELANJA K/L
. APBD
. Badan U.ahe
Antara Lain:
. Kementerian Perumahan dan Kawasan
Permukiman
. Kementerian Sosial
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Transmigrasi
. Pemerintah Daerah
. Badan Usaha
berkas 2, hlm. 307 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumber Dana Pelaksana
06.07.01
KP: Pemenuhan
Layanan Dasar
dan Infrastruktur
Desa
Meningkatkan
pemenuhan kebutuhan
terhadap layanan dasar
serta infrastruktur desa
. Belanja K/L
. DAK
. APBD
. Dana Desa
Antara l,ain:
. Kementerian Kesehatan
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Ictlenterian Perumahan dan Kawasan
Permukiman
. Kementerian Energi daa Sumber Daya
Mineral
. Kementerian Pekerjaan Umum
. IGracnterian Komunikasi dan Digital
. Pemerintah Daerah
. Pemerintah Desa
07.05.03
KP: Pencegahan
Tindak Pidana
Korupsi
Terwujudnya strategi
pencegahan korupsi di
sel(tor pemerintah dan
masyarakat
. Bel,anja K/L Antara Lain:
. Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
. ItuEisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
. Kejaksaan Republik Indonesia
07.07.01
KP: Peningkatan
Kcacjahtcraan
ASN Melalui
Fcncrqsn Konsep
Total Reward
Berbasis Kinerja
ASN
Terwujudnya
kesejahteraan ASN yang
adil, layak dan kompetitif
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara Dan Reformasi Birokrasi
. Kementerian Keuangan
. Badan Kepegawaian Negara
. Pemerintah Daerah
07.10.04
KP: Transformasi
Digital Layanan
Publik Prioritas
Terselenggaranya
layanan digital
pemerintah yang
berkualitas dan terpadu
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
. Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara Dan Reformasi Birokrasi
. Kementerian Komunikasi Dan Digit l
. Kementerian Agraria Dan Tata
Ruang/BPN
. Kementerian Investasi Dan
Hilirisasi/Badan Koordinasi
. Penanaman Modal
. Pemerintah Daerah
07.12.01KP:
Ekstensifikasi dan
Intensifikasi
Penerimaan
Perpajakan
Tercapainya peningkatan . Belanja K/L
bask pajak dan
kepatuhan wajib pajak
Kementerian Keuangan
07.12.02
KP: Intensifikasi
Penerimaan
Negara Bukan
Pajak
Terciptanya dukungan
PNBP yang optimal
. Belanja K/L Antara Lain:
. Kementerian Keuangan
. K/L Terkait Lainnya
berkas 2, hlm. 308 OCR
Kegiatan Prioritas Sasaran Sumbcf, Dena Pelaksana
08.02.01
KP: Penguatan
Karakter dan Jati
Did Bangsa
Terwujudnya kawasan
pemajuan kebudayaan
Jrang mendorong
pertumbuhan ekonomi,
Pcngentas€rt kemiskinan,
dan peningkatan kualitas
SDM kebudayaan
. Belanja K/L
. APBD
Antara Lain:
. Kejaksaan Republik Indonesia
. Ifumisi Yudisial Republik Indonesia
. Mahkamah Agung
. I(oEisi Nasional Hak Asasi Manusia
. Kementerian Hak Asasi Manusia
. Kementerian Pendidik n Tinggi, Sains,
dan Teknologi
. Kementerian Dalam Negeri
. Perpustakaan Nasional Republik
Indonesia
. Kementerian Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
. Kementerian Lingkungan
Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup
. Badan Riset den Inovasi Nasional
. Kementerian Perdagangan
. Kementerian Ekonomi Iftcatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
. Kementerian Koperasi
o Badan Pengawas Obat dan Makanan
. Lembaga Ketahanan Nasional
. Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK)
. Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi
. Kementerian Agama
. Kementerian Kebudayaan
. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
. Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah
. Pemerintah Daerah
08.02.03
KP: Pemanfaatan
Khazanah Budaya
dan
Pengembangan
Kawasan
Pemajuan
Kebudayaan
Terwujudnya ekosistem
kebudayaan yang
menumbuhkan kapasitas
SDM dan lembaga
kebudayaan dalam
berkarya
. Belanja K/L
o APBD
Antara Lain:
. Kementerian Kebudayaan
. Kementerian Pekerjaan Umum
. Pemerintah Daerah
berkas 2, hlm. 309 OCR
- 3(xt .
il,'!irI
SlrEr;n
iE
E1tI Bctqrr X/L Antara
ril{r.h
Htd.sLrt H
Salinan sesuai dengan aslinya
Hukum,

Lampiran II

berkas 3, hlm. 1 OCR
PR,ESIDEN
MATRIKS PEMBANGUNAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
LAMPIRAN II
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESI,A
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
SK No 149746 C
berkas 3, hlm. 2 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
MATRIKS PEMBANGUNAN
SASARAN PEMBANGUNAN RPJMN TAHUN 2025-2029
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Koordinator/
Pengampu
Ol - Meningkatkan Pendapatan
Per Kapita Menuju Setara Negara
Maju
0l - Pertumbuhan ekonomi persen 5,05 5,3 8,0 035 - Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - GNI Per Kapita USD 4.870 QO23l 5.410 8.OOO 035 - Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
03 - Kontribusi PDB Maritim persen 7,9 (2022) 8,1 9,1 035 - Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
04 - Kontribusi PDB manufaktur per3crr 18,67 (2023) 20,4 21,9 O35 - Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - (Kemiskinan menuju Oolo dan Ol - Tingkat kemiskinan
Ketimpangan Berkurang
p€rsctr 9,03 7,0 - 8,0 4,5 - 5,0 134 - Kementerian Koordinator Bidang
Pemberdayaan Masyarakat
02 - Rasio gini 0,379 0,378 - 0,382 0,372 - 0,375 035 - Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian
SK No 122003 C
03 - Kontribusi PDRB KTI pcrs€(l 2O9 12023) 21,4 22,4 132 - Kementerian Koordinator Bidang
IrtfrasEuldur dan Pembangunan
Kewilayahan
berkas 3, hlm. 3 OCR
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target2O2S Target 2029
Koordinator/
Pengampu
03 - Kepemimpinan dan Pengaruh Ol - Global tuuer Index
di Dunia Internasional Meningkat
peringkat 34 (20231 33 29 129 - Kcfircnterian Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
04 - DaJra Saing Sumber Daya
Manusia Meningkat
0l - Indeks Modal Manusia o,* (2020) o,56 0,59 036 - Kementerian Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
05 - Intensitas Emisi GRI(
Menurun Menuju IVea Zero
Emission
Ol - Penurunan intensitas emki
GRK
persen 34,09 (2022) 35,53 45,17 131 - Kementerian Koordinator Bidang
Pangan
72,54 {2023t- 76,49
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
02 - Indeks Kualitas Lingkungan
Hidup
77,20 l3l - Kementerian Koordinator Bidang
Pangan
SK No 122004 C
berkas 3, hlm. 4 OCR
(
REPUEUK INDONES'A
PRIORITAS NASIONAL I: MEMPERKOKOH IDEOLOGI PANCASILA, DEMOKRASI, DAN HAK ASASI MANUSIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TargDr2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
ot
PN: Memperkokoh
Ideologi Pancasila,
Demokrasi, daII Hak
Asasi Manusia
01 - Terwujudnya
kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa, dan
bernegara yang
berlandaskan
Pancasila, demokrasi,
dan hak asasi
manusia
Ol - Indeks Demokrasi
lndonesia
02 - Indeks Hak Asasi
Manusia
79,sr l2o23l 81,69-85,23 83,42+6,96
2,70 (2023) 2,75 2,45
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dsn Keamanan
136 - Ke@€(rterian Hak
Asasi Manusia
01.01
PP: Penguatan
Ideologi Pancasila,
Wawasan
Kebangsaan, dan
Ketahanan Nasional
Ol - Menguatnya
Pancasila dan
wawasan kebangsaan
dalam kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa, dan
bernegara
01 - Indeks Demokrasi
Indonesia Aspek
Kebebasan
77 A6 (20231 44,12-87,76 85,90-89,54 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasil,a
02 - Indeks Aktualisasi
Pancasila
77,73 QO23l 79,37 82,30
SK No 122005 C
berkas 3, hlm. 5 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proye.k Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselincN24 Taryat2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
01.01.01
KP: Penguatan
Wawasan Ideologi
Pancasila di Kalangan
Penyelenggara Negara
Ol - Terwujudnya
internalisasi,
institusionalisasi, dan
aktualisasi ideologi
Pancasila bagi
penyelenggara negara
Ol - Jaminan kebebasan
berkumpul, berekspresi,
berserikat, dan
berpendapat oleh aparat
negara
04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dan
Kepemimpinan
Indonesia
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila
44,a7 QO23l 82,33-87,01 84,61-89,29
02 - Persentase
impl€@€nta8i Peta Jalan
Pembinaan Ideologi
Pancasila
persen 40 80
(indikator
baru)
ol.ol.ol.ol
PRO-P: Internalisasi dan Institusionalisasi Pancasila
01.01.01.02
PRO-P: Aktualisasi Pancasila
01.01.01.03
PRO-P: Pemantapan Kebijakan Pelaksanaan Pancasila Dada Penyelenggaraan Negara
01.01.02
KR Pelaksanaan
Gerakan Nasional
KITA BERSAUDARA
Ol - Meningkatnya
kohesivitas sosial dan
kehsruronisalt
kehidupan masyarakat
multikultural yang
berwawasan
kebangsaan dan nil,ai-
nilai Pancasila
01 - Indeks Aktualisasi
Pancasila - Pengamalan
Sila 1 Ketuhanan Yang
Maha Esa
04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dar
Kepemimpinan
Indonesia
122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila
122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila
7432 (2023t- 80 84
02 - Indek Aktualisasi
Pancasila - Pengamalan
Sila 2 Kemanusiaan yang
Adil d6n Beradet
arA6 (2023!. 83 87
03 - Indel$ Aktualisasi
Pancasila - Pengamalan
Sila 3 Persatuan
Indonesia
SK No 122006 C
81,18 (2023) 83 a7 122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila
berkas 3, hlm. 6 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Basel @2024 TarEd-2O2s TarEd-2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Indeks Aktualisasi
Pancasila - Pengamalan
Sila 4 Kerakyatan yang
Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan
Perwakilan
79,35 (20231 8l 85 122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila
122 - Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
05 - Indeks Aktualisasi
Pancasila - Pengamalan
Sila 5 Keadilan Sosial
bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
68,33 (2023) 70 74
06 - Persentase konten
komunikasi publik yang
dapat memperkuat
kohesivitas sosial
berlandaskan nilai-nilai
Pancasila
persen 70 loo
(indikator
baru)
01.01.02.01
PRO-P: Pengembangan Wawasan Kebangsaan bagi Penyelenggara Negara dan Masyarakat
SK No 122007 C
berkas 3, hlm. 7 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
01.01.02.02
PRO-P: Penguatan Kohesivitas Sosial melalui Pengembangan Ekosistem Teknologi Informasi Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila
01.01.02.03
PRO-P: Peningkatan S€@argat Persatuan, Kesatuan, dan Kebangsaan pada Generasi Muda
01.01.03
KP: Peningkatan
Kualitas Pemimpin di
Tingkat Pusat hingga
Daerah
Ol - Meningkatnya
kualitas pemimpin di
tingkat pusat hingga
tingkat daerah
Ol - Performa piEpinan
thgkqt pusat dan daerah
dalam membina
ketahanan nasional
az,aa l2o23l 85,34-49,87 87,55-92,08 064 - Lembaga
Ictahanan Nasional
01.01.03.01
PRO-P: Penyelenggaraan Pendidikan Pengkaderan Pemimpin di Tingkat Pusat hingga Tingkat Daerah
01.01.03.02
PRO-P: Penyelenggaraan Training ofTrainrErs Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
01.02
PP: Penguatan
Komunikasi Publik
dan Media
Ol - Terciptanya
ekosistem
komunikasi,
kebebasan pers dan
media massa yang
berintegritas
Ol - Indeks Kemerdekaan
Pef,g
69,36 70,00 72,OO 059 - Kementerian
Komunikasi dar Digital
SK No 122008 C
02 - Indeks Keterbukaan
Informasi Publik
75,65 76,OO 77,25 059 - Kementerian
Komunikasi datr Digital
berkas 3, hlm. 8 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Indd<s Komunikasi
Pembangunan dan
Informasi Publik
69,40 QO23l 7l 75 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
01.02.01
KP: Penguatan Pers
den Media Massa
yang Bertanggung
Jawab, Edukatif,
Jujur, Objektif, dan
Sehat Industri
(BEJO'S)
01 - Terwujudnya
kebebasan pers dan
media massa yang
berintegritas,
bertanggung jawab,
edukatif, jujur,
objektif, dan sehat
industri
Ol - Kualitas siaran
tcl6'isi yang memenuhi
standar berlaku
3,15 3,18 3,35 059 - Kementerian
Komunikasi den Digital
02 - Persentase
penurunan kqiadiatr
intervensi dan kekerasan
pers
Persen 65,80 66,00 68,00 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
03 - Persentase
independensi pers dari
kelompok kepentingan
yang kuat
persen 65,69 66,00 68,00 059 - Kementerian
Komunikasi dEr Digital
04 - Persentase jumlah
perusahaan pers dan
media massa yang
memiliki tata kelola baik
persen 63,74 il,oo 66,00 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
05 - Persentase
peningkatan kepatuhan
terhadap etika pers
persen 70,12 70,50 72,50 O59 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
06 - Persentase
peningkatan akses pers
dan media bagi kelompok
rentan
SK No 122009 C
persen 69,08 69,50 71,50 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
berkas 3, hlm. 9 OCR
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselj,l'€ 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07 - Jumlah peserta
pelatihan peningkatan
kapasitas SDM bidang
jurnalistik dan Ders
orang 2.015 690 2344 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
01.02.01.01
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Lembaga Pers
01.02.01.02
PRO-P: Peningkatan Kompetensi dan Etika Insan Pers
01.02.01.03
PRO-P: Penyehatan Media Arus Utama
01.02.02
KP Penguatan Sistem
Komunikasi dan
Kesetaraan
Masyarakat atas
Informasi Publik
01 - Terbangunnya
sistem komunikasi
dan jaminan
kesetaraan hak
masyarakat atas
informasi publik
Ol - Jumlah kebijakan
yang mendukung
implementasi SKPN
dokumen 11 3 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
02 - Jumlah peserta
pelatihan peningkatan
kapasitas SDM bidang
kominfo yang bertalenta
digital
orang 141.300 40-100 200.300 059 - Kementerian
Komunikasi dar Digital
03 - Persentase ak3ca &
diseminasi informasi
publik kepada
masyarakat
persen 77,44 77,73 78,73 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
SK No 122011 C
I
berkas 3, hlm. 10 OCR
,(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Persentase
partisipasi publik dalam
proses pengambilan
kebijakan publik
persen 75,68 77,73 7A,73 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
OS - Persentase badan
publik dalam tata kelola
informasi publik yang
baik
persen 76,25 76,50 77,50 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
06 - Persentase jaminan
hukum atas akses
informasi publik
persen 79,92 80,17 81,17 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
07 - Persentase
kepatuhan badan publik
dalam menjalankan Lru
Keterbukaan Informasi
Publik
persen 76,33 76,58 77,sA 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
01.02.02.01
PRO-P Penguatan Kelembagaan daD Sistem Komunikasi R.rblik dan Pembangunan Nasional
01.02.02.02
PRO-E Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik
01.02.02.03
PRO-P: Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Komunikasi dan Informatika yang Bertalenta Digital
SK No 122013 C
berkas 3, hlm. 11 OCR
- ll -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehrc2l24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
01.03
PR Penguatan
Lembaga Demokrasi
Ol - Terwujudnya
lembaga demokrasi
yang kokoh sebagai
pilar demokrasi untuk
mewujudkan
demokrasi
substansial
Ol - Indeks Demokrasi
Indonesia A!pd<
Kapasitas Lembaga
Demokrasi
76,4612023) 79,46-42,90 81,14-84,59 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dst Keamanan
01.03.01
KP: Penguatan Fungsi
Legislasi Lembaga
Legislatif
01 - Terwujudnya
kinerja lembaga
legislatif yang
semakin meningkat
sebagai pilar
demokrasi
0l - Kinerja lembaga
legislatif dalan
pelaksanaan fungsi
legislasi
53,92l2o23l 55,59-58,84 57,18-60,43 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
01.03.01.01
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Organisasi Lembaga Legislatif
01.03.01.02
PRO-P: Penguatan L,embaga dgtr Proses Demokrasi di Daerah
01.03.02
KP: Penguatan
Kelembagaan
Penyelenggara Pemilu
Ol - Terwujudnya
kinerja penyelenggara
pemilu yang semakin
meningkat dalam
mendukung
d€rlolcasi prosedural
menuju demokrasi
substansial
01 - Persentase hasil
penindakan pelanggaran
pemilu yang cepat, tanpa
biaya, aksesibel, mudah
dimengerti, datr
akuntabel
persen o 100 1 15 - Badar Pengawas
Pemilihan Umum (indikator
baru)
SK No 122014 C
berkas 3, hlm. 12 OCR
FEFUEUK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselite2o24 TarEet2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pcngampu
01.03.02.01
PRO-P: Penguatan Kapasitas SDM Lembaga Pelaksana Pemilu
01.03.02.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas SDM Lembaga Pengawas Feroilu
01.04
PP: Penguatan
Kesetaraan
Masyarakat Sipil
01 - Terwujudnya
partisipasi bermakna
masyarakat sipil
melalui jaminan
kesetaraan
masyarakat
0l - Indeks Demokrasi
Indonesia Aspek
Kesetaraan
43,74l2o23l 81,55-85,08 83,28-86,81 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
01.04.01
KP Penyediaan Dara
Abadi dan Penguatan
Kapasitas Organisasi
Kemasyarakatan
01 - Terwujudnya
penguatan kapasitas
organisasi
kemasyarakatan
dalam menjalar <an
Peran advokasi,
pemberdayaan, dan
kontrol sosial
Ol - Jumlah daerah
dengan Indeks Kinerja
Organisasi
Kemasyarakatan
berkategori baik
20 04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dan
Kepemimpinan
Indonesia
010 - Kementerian Dalam
Negeri
daerah 12
(indikator
barul
01.04.01.01
PRO-P: Penyusunan Regulasi Dana Abadi Organisasi Kemasyarakatan
01.04.01.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas SDM, Kelembagaan, dan Lingkungan Pendukung Masyarakat Sipil
SK No 122015 C
berkas 3, hlm. 13 OCR
Prioritas Nasional/
Program hi6itas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselinen24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
01.04.02
KP: Penguatan
Kesetaraan
Masyarakat Sipil pada
Sektor Politik
Ol - Terwujudnya
Penguatan jaminan
kesetaraan
masyarakat sipil pada
sektor politik untuk
menjalankan peran
pcrabef,dayaan dan
kontrol sosial
Ol - Jumlah pemilih
pemula, kelompok
rentan, dar marginal
yang diberikan
pendidikan pemilih
04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dan
Kepemimpinan
Indonesia
076 - Komisi Pemilihan
Umum
orang 55.300 r 10.600
(indikator
baru)
02 - Jumlah kader
p€frgau,ag yang diberikan
pendidikan dan pelatihan
pengawasan pemilu
partisipatif
orang 900 16.590 27.650 I 15 - Badal Pengawas
Pemilihan Umum
01.04.02.01
PRO-P: Penguatan Kesetaraan Akses Kelompok Rentan pada Sektor Politik
01.04.02.02
PRO-P Penguatan Fungsi Kontrol Sosial Masyarakat dalam Pemilu
01.05
PP:
Pengarusutamaan,
Pemajuan, dan
Penegakan HAM
0 I - Terwujudnya
regulasi dan
kelembagaan
berperspektif HAM
serta perlindungan
HAM terutama tetapi
tidak terbatas pada
kelompok rentan
01 - Indeks HAM Dimensi
Hak Sipil dan Politik
2,60 (2023) 2,65 2,75 136 - Kementerian Hak
Asasi Manusia
02 - Indeks HAM Dimensi
Hak Ekonomi, Sosial, dan
Budaya
2,8{Jl2o23) 2,85 2,95 136 - Kementerian Hak
Asasi Manusia
SK No 1220160
berkas 3, hlm. 14 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
01.05.01
XE Internalisasi HAM
untuk Kebijakan
Humanis, Inklusif,
dan Berperspektif
G€nd€f,
Ol - Terwujudnya
kebijakan dan
kelembagaan yang
b.f,perspektif hak
asasi manusia,
humanis, inklusif.,
dan gender
0r - Persentase K/L/D
dan masyarakat yang
mend.apatkan penguatan
HAM
04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dan
Ifu!€rriEpin{r
Indonesia
136 - Kementerian Hak
Asasi Manusia
persen 50,05 62,21
(indikator
baru)
02 - Jumlah kebijakan
diskriminatif yang
ditindaklanjuti
kebijakan r0 10 10 074 - Itu@isi Nasional
Hak Asasi Manusia
01.05.01.01
PRO-P: Penyusunan Kebijakan dan Peraturan Perundang-undangan yang Berperspektif Hak Asasi Manusia, Humanis, Inklusif, dan Gender
01.05.01.02
PRO-P: Pendidikan HAM bagi Aktor Negara dan Nqmcgara
01.05.02
KP: Perlindungan Hak
Asasi Manusia dan
Penghapusan Praktik
Diskriminasi
01 - Terwujudnya
perlindungan HAM
dan penghapusan
raktik diskriminasi
terutama tetapi tidak
terbatas pada
kelompok rentan
Ol - Tingkat efektivitas
penanganan kasus
pelanggaran HAM
04 - Supremasi
Hukum,
Stabilitas, dan
Kepemimpinan
lndonesia
074 - Komisi Nasional
Hak Asasi Manusia
persen 37,6 (2023) 39,6 43,6
03 - Persentase capaian
aksi RANHAM
p€f,8cn 81,7 75 75
(penyesuaian
Perpres
RANHAM
Gen VI)
136 - Kementerian Hak
Asasi Manusia
01.05.02.01
PRO-P: Pelaksanaan Perlindungan HAM dan Penghapusan Praktik Diskriminasi
SK No 122017 C
berkas 3, hlm. 15 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselhe2o24 Taryd-202' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
01.05.02.02
PRO-P: Penguatan Mekanisme Penanganan Pengaduan HAM pada K/L/D
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No 122018 C
berkas 3, hlm. 16 OCR
PRIORITAS NASIONAL 2: MEMANTAPKAN SISTEM PERTAHANAN KEAMANAN NEGARA DAN MENDORONG KEMANDIRIAN BANGSA
MELALUI SWASEMBADA PANGAN, ENERGI, AIR, EKONOMI SYARIAH, EKONOMI DIGITAL, EKONOMI HIJAU, DAN EKONOMI BIRU
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BdseAtE2O24 Target2025 TarE€,-2O2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02
PN: Memantapkan
Si9tcra Pertahanan
Keamanan Negara
dan Mendorong
Kemandirian Bangsa
melalui Swasembada
Pangan, Energi, Air,
Ekonomi Syariah,
Ekonomi Digital,
Ekonomi Hijau, dan
Ekonomi Bit'u
0f - Terjaganya
kedaulatan negara
dan penguatan
stabilitas keamanan
nasional sebagai
fondasi pelaksanaan
perob€ngunaa
Ol - Asia fuuer Index
(Dipbnatic Influence)
65,6 65,7 66,1 Oll - Kementerian Luar
Negeri
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik den Keamanan
02 - Asia tuwer Index
(Military &wbiuta)
15,7 16 20
03 - Proporsi penduduk
yang merasa aman
berjalan sendirian di area
tempat tinggalnya
persen 62,4 (2020) 67,5 68,5 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik den Keamanan
04 - Global Cybersecurity
Index
100 100 98 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
05 - Indeks Keamanan
Laut Nasional
59 60 64 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan lG8lnanan
SK No 122019C
berkas 3, hlm. 17 OCR
REPUBLIK INDONES'A
-t7-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Meningkatkan
kemandirian bangsa
dalam memenuhi
kebutuhan pangan
yang berkualitas
secara berkelanjutan
dcngsn pendekatan
nexus pangan, ctrergi,
dan air (FEW Nc'.uo)
0l - Indeks lGtalranan
Pangan (lKg
7 t,2 73,2 a2 131 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pangan
02 - Pertumbuhan PDB
pertanian, kehutanan,
dan perikanan
persen 1,30 (2023) 2,20 3,46 131 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pangan
6,@ 6,77 6,95 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
3,50 3,75 132 - Kementerian
Koordinator Bidang
Infrastruktur dslt
Pembangunan
Kewilayahan
03 - Meningkatkan
kemandirian bangsa
dalam memenuhi
kebutuhan energi
secara berkelanjutan
dengan pendekatan
ncr<u3 pangan, energi,
dan air (FEW N€r(us)
Ol - Indeks Ketahanan
Energi
04 - Meningkatkan
kemandirian bangsa
dalam memenuhi
kebutuhan air secara
berkelanjutan dcdgan
pendekatan nexus
pangan, en€f,8i, dan
air (FEW Nexus)
Ol - Indeks Ketahanan
Air Nasional
3,44 (2o22l.
SK No 122020 C
berkas 3, hlm. 18 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Terwujudnya
perekonomian
nasional yang inklusif
dan berkelanjutan
Ol - Posisi ekonomi
syariah Indonesia di
tingkat global (Peringkat
GIEI)
peringkat 3 3
02 - lndonesia Bfue
tuot@mV Index (lBEll
34,25 (2023) 34,76 50,73
I(oDitc Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
O55 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
055 - I(G@enterian
PPN/BAPPENAS
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
peringkat 4s 12023) 43 40
06 - Terwujudnya
transformasi ekonomi
hijau
01 - Indeks Ekonomi
Hijau
60,08 (2023) 68,34 77,20
02 - Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup
72,54 (2023) 76,49 77,20
03 - Indeks Pengelolaan
Keanekaragaman Hayati
0,35 (2020) o,44 o,55
03 - Indeks Daya Saing
Digital di Tingkat Global
SK No 122021 C
berkas 3, hlm. 19 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.01
PP: Pembangunan
Postur Pertahanan
Ol - Terwujudnya
pondasi kemampuan
pertahanan berdaya
gentar kawasan
Ol - Persentase
pemenuhan
pembangunan kekuatan
pokok TM
persen 30,3 30,3 100 012 - Kementerian
Pertahanan
02.01.01
I(P: Melanjutkan
Program Penguatan
Postur Pertahanan
dengan Konsep
Optimum Essential
Force dalam Rangka
Meningkatkan
Efektivitas Menjaga
Kedaulatan NKRI
Ol - Terwujudnya
kelanjutan program
penguatan postur
pertahanan dengan
konsep optimum
essen iallorDe dalam
rangka meningkatkan
efektivitas menjaga
kedaulatan NKRI
0l - Persentase
pemenuhan alutsista
30,3 30,3 persen loo 012 - Kementerian
Pertahanan
02.01.01.01
PRO-E Pengadaan Alutsista Strategis Luar Negeri
02.01.01.02
PRO-P: Pengadaan Alutsista Integratif
02.01.01.03
PRO-P: Pengadaan Alutsista Matra Darat
02.01.01.04
PRO-P: Pengadaan Alutsista Matra Laut
SK No l22O22C
berkas 3, hlm. 20 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basdite2o24 TarE€,-2O2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.01.01.05
PRO-P: Pengadaan Alutsista Matra Udara
o2.o l.ol.06
PRO-P: Pembangunan Sarpras Pertahanan
02.01.02
KP: Meningkatkan
Kekuatan TNI di
Daerah Perbatasan
dan Pulau Terluar
Ol - Terwujudnya
peningkatan
kekuatan TNI di
daerah perbatasan
dan pulau t€rluar
Ol - Persentase
penurunan pelanggaran
terhadap kedaulatan,
keutuhan dan
keselamatan bangsa
lrcfs€n 51,3 40 15 012 - IGoentcf,ian
Pertahanan
02.01.02.01
PRO-P: Pembangunan Sarpras Pertahanan Perbatasan
02.01.02.02
PRO-P Pembangunan Sarpras Pendukung Pertahanan di Perbatasan
02.01.03
KP: Memperkuat
Keamanan Teknologi
Informasi
Telekomunikasi dan
Memperkuat
Kapabilitas Badan
Pertahanan Sibcf,
Ol - Terwujudnya
penguatan keamanan
teknologi informasi
telekomunikasi datr
ECiupCfkUAt
kapabilitas badan
pertahanan sib€f,
Ol - Persentase
pemenuhan peralatan
siber
pcrs€f,r 67,5 67,5 80 012 - Kementerian
Pertahanan
SK No 122023 C
berkas 3, hlm. 21 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
ProJrcL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.01.03.01
PRO-P: Pengadaan Alutsista Siber
02.01.03.02
PRO-P: Pendidikan dan Latihan
02.01.04
KP: Peningkatan
Profesionalisme dan
Kesejahteraan Prajurit
01 - Terwujudnya
peningkatan
profesionalisme dan
kesejahteraan prajurit
01 - Persentase
pemenuhan Sarpras
rumah dinas
persen 6942 6942 76,33 012 - Kementerian
kehenen
02.01.04.01
PRO-P: Pembangunan Sarana dalr Prasarana Kesejahteraan Prajurit
02.01.04.02
PRO-P: Pendidikan Tinggi Pertahanan
02.01.05
KP Meningkatkan
Kesiapan
Alpalhankam melalui
Pemeliharaan dan
Perawatan
01 - Terwujudnya
peningkatan kesiapan
alpalhankam melalui
pemeliharaan datt
perawatan
0l - Pef,sef,rtase
pemenuhan harwat
alutsista
perSen 49,7 49,7 60 012 - Kementerian
Pertahanan
02.01.05.01
PRO-P: Harwat Alutsista Matra Darat
SK No 122024C
berkas 3, hlm. 22 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli@zo24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.01.05.02
PRO-P: Harwat Alutsista Matra Laut
02.01.05.03
PRO-P: Harwat Alutsista Matra Udara
02.02
PP Pembangunan
dan Pengembangan
Industri Pertahanan
Ol - Terwujudnya
industri pertahanan
yang sehat, maju,
mandiri, dsn berdaya
saing
Ol - Ranking industri
pertahanan (SIPRI top
lOO)
peringkat > r00 < 100 < 100 O 12 - Kementerian
Pertahanan
02.02.01
KP: Mempercepat
Peningkatan
Kemampuan Industri
Strategis Nasional
dalam Memenuhi
Kebutuhan Alat
Utama Sistem Senjata
ba&i TM/Pold
01 - Terwujudnya
pef,cc?atan
peningkatan
kemampuan industri
strategis nasional
dalam memenuhi
kebutuhan alat utama
sistem senjata bagi
TNI/Polri
Ol - Persentase
peningkatan kemampuan
industri pertahanan
persen 60 68 100 O12 - Kementerian
haha,lan
02.02.01.01
PRO-R Litbang Alpalhankam
02.02.01.02
PRO-P: First Article
SK No 122025 C
berkas 3, hlm. 23 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.02.02
KP Meningkatkan
Komitmen untuk
Menggunakan
Produk-produk
Industri Strategis
Nasional dan
Mendayagunakan
Sebesar Mungkin
Kapasitas Industri
Strategis Dalam
Negeri
Ol - Terwujudnya
peningkatan
komitmen untuk
menggunakan
produk-produk
industri strategis
nasional den
mendayagunakan
sebesar mungkin
kapasitas industri
strategis ds.lam negeri
Ol - Persentase
pengadaan, pemeliharaan
dan perawatan
alpalhankam yang
melibatkan industri
pertahanan
persen 100 100 100 012 - Kementerian
Pertahanan
02.02.02.01
PRO-P: Pengadaan Alpalhankam Industri Pertahanan bidang Pertahanan Negara
02.02.02.02
PRO-P: Pengadaan Alpalhankam Industri Pertahanan bidang Kea.manan Negara
02.02.03
KP Transformasi Tata
Kelola Industri
Pertahanan dan
Penerapan ,Skem,
fuend to Invest
01 - Te(wujudnya
transformasi tata
kelol,a industri
pertahanan dan
penerapan skema
sl,4Jnd, to in,tr€'st
01 - Persentase
perjanjian Imbal Dagang
Kandungan Lokal dan
Ofset (IDKLO) yang
terlaksana dalam
pengadaan alpalhankam
luar negeri
persen 100 loo loo 012 - Kementerian
Pertahanan
SK No 122026 C
berkas 3, hlm. 24 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.02.03.01
PRO-P: Pengembangan Alpalhankam Spend to Invest Matra Darat
02.02.03.02
PRO-P: Pengembangan Alpalhankam qpend to Inr€st Matra Laut
02.02.03.03
PRO-P: Pengembangan Alpalhankam qpead ,o Inr€st Matra Udara
02.03
PP: Komponen
Cadangan dan
Komponen
Pendukung
Ol - Terwujudnya
penguatan komponen
cadangan dan
komponen
pendukung
Ol - Persentase sumber
daya nasional Jrang
dimanfaatkan menjadi
kekuatan pertahanan
persen loo 100 loo O12 - Kementerian
Pertahanan
02.03.01
KPi Penguatan
Konsep dan Praktik
Wawasan Nusantara
bagi Seluruh Rakyat
Indonesia dan
Memperkuat
Ko@poD€[r Cadangan
0l - Terwujudnya
penguatan kofls€p
dan praktik wawasan
nusantara bagi
seluruh rakyat
Indonesia dan
memperkuat
komponen cadangan
Ol - Persentase kader
bela negara yang telah
terbentuk
persen - (indikator
baru)
lo 1m O12 - Kementerian
Pertahanan
02 - Persentase kelulusan
komponen cad.angan
dengan nilai baik
persen 100 100 100 012 - Kementerian
kghensn
02.03.01.01
PRO-P: Bela Negara
SK No 122028 C
berkas 3, hlm. 25 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasiona.l/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehne&24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.03.01.02
PRO-P: Pembangunan Komcad
02.03.02
KP Pembinaan
Komponen
Pendukung untuk
Penguatan
Pertahanan Negara
Ol - Terwujudnya
pembinaan komponen
pendukung untuk
penguatan
pertahanan negara
Ol - P€f,s€ntas€ penataan
dan pembinaan
komponen pendukung
100 04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kep.-imni!.rr
Indonesia
Ol2 - Kementerian
Pertahanan
persen - (indikator
baru)
100
02.03.02.01
PRO-P: Pembinaan KoEduk
02.03.02.02
PRO-P: Penataan KoEduk
02.04
PP Intelijen dan
Keamanan Dalam
Negeri
Ol - Terwujudnya
sist€o deteksi dini
yang mamPu
mendukung
keamanan negara
Ol - Fragile Sate Ind.et 63,7 62,4 59,2 O5O - Badan Intelijen
Negara
02 - Global Ten@ism
Ia.d.ex
3,99 3,95 3,79 113 - Badan Nasional
Peoarygularusrt
Terorisme
SK No 122029C
berkas 3, hlm. 26 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdseline2o24 TaBet2O25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.04.01
KP: Melakukan
Sinergi Pendekatan
Sejarah, Budaya,
Kearifan Lokal, dan
Sosial Ekonomi, serta
Paham Kebhinekaan
di Daerah-daerah
yang Rawan Konflik
serta Rentan Isu
Separatisme
Ol - Terwujudnya
sinergi pendekatan
sejarah, budaya,
kearifan lokal, dan
sosial ekonomi, serta
paham kebhinekaan
di daerah-daerah
yang rawan konflik
Serta rentan ieu
separatisme
Ol - Jumlah kegiatan
pemberdayaan
masyarakat dalam aspek
wawasan kebangsaan
pada wilayah konflik dan
rentan
kegiatan 5 5 5 010 - Kementerian Dalam
Negcd
02.04.01.01
PRO-P: Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dalam Aspek Wawasan Kebangsaan pada Wilayah Konflik dan Rentan
02.04.02
KP Penguatan
Kapabilitas
Penyelidikan,
Pengamanan dan
Penggalangan
Keamanan Dalam
Negeri
0l - Te(wujudnya
penguatan kapabilitas
penyelidikan,
pengamanan dan
penggalangan
keamanan dalam
negeri
01 - Cakupan deteksi dini
intelijen
persen loo loo 100 O5O - Badan Intelijen
Negara
02.04.02.01
PRO-P: Penguatan Operasi Intelijen dan Kontra Intelijen
SK No 122030 C
berkas 3, hlm. 27 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.04.02.02
PRO-P: Penguatan SDM Intelijen
02.04.03
KP: Koordinasi Sinergi
Antar Instrumen
Pertahanan dan
Keamanan dalam
Pencegahan dan
Penanggulangan Aksi
Terorisme
Ol - Meningkatnya
sinergi antar
instrumen
pertahanan dan
keamanan dalam
pencegahan dan
penanggulangan aksi
terorisme
Ol - Persentase instansi
yang berpartisipasi dalam
sinergisitas
penanggulangan
terorisme
persen 97,A 100 100 I 13 - Badan Nasional
Penanggul,angan
Terorisme
02.04.03.01
PRO-P: Kolaborasi dan Penguatan Instrumen Penanggulangan Terorisme
02.04.03.02
PRO-P: Penguatan Kesiapsiagaan Nasional
oz.M.O4
KP: Penguatan Kontra
Radikalisasi
01 - Te(wujudnya
penguatan kontra
radikalisasi
Ol - Indeks Risiko
Terorisme (Target)
51,87 51,77 51,37 I 13 - Badan Nasional
Penanggulangan
Terorisme
02.04.()4.01
PRO-P Penguatan Intelijen dsn Kontra Tef,ori$ne
SK No 122031 C
berkas 3, hlm. 28 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Etaselitez024 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.04.05
KR Penguatan
Deradikalisasi
Terorisme
01 - Tcf,wujudnJra
penguatan
deradikalisasi
terorisme
Ol - Indeks Risiko
Terorisme (Pelaku)
30,01 29,91 29,51 113 - Badan Nasional
Penanggulangan
Terorisme
02.04.05.01
PRO-P: Deradikalisasi Terorisme
02.04.06
KP: Penguatan Pusat
Analisis dan
Pengendalian Krisis
01 - Terwujudnya
penguatan pusat
analisis dan
pengendalian krisis
Ol - Persentase
peningkatan kemampuan
pusat analisis dan
pengendalian krisis
persen 30 40 ao I 13 - Badan Nasional
Penanggulangan
Tcf,orisrne
02.04.06.01
PRO-P: Peningkatan Kemampuan Pusat Analisis dan Pengendalian Krisis (Terorisme)
02.05
PP: Keamanan Siber,
Sandi, dan Sinyal
0l - Terwujudnya
interaksi dan
transaksi siber,
persandian, dan
sinyal yang aman
Ol - Indeks Keamanan
dan Ketahanan Siber
- (indikator
barul
0,69 o,84 051 - Badan Siber dan
Sandi Negara
SK No 122032 C
berkas 3, hlm. 29 OCR
PRESIOEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Taryet2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.05.01
KP: Memperkuat
Keamanan Teknologi
Informasi
Telekomunikasi
01 - Terpenuhinya
kebutuhan sarana
dan prasarana
keamanan siber,
sandi, dan sinyal
nasional
01 - Persentase
pemanfaatan inovasi
hasil perekayasaan di
bidang keamanan siber
dan sandi
persen - (indikator
baru)
33 66,7 O51 - Badan Siber dan
Sandi Negara
02.05.01.01
PRO-P Pembangunan Sarana dan Prasarana Keamanan Siber, Sandi, dan Sinyal
02.05.01.02
PRO-R Sertifikasi Produk Keamanan, Siber, Sandi, dan Sinyal
02.05.02
KP: Pengembangan
SDM, Peningkatan
Profesionalisme, dan
KBdahtcraan SDM
Keamanan Siber,
Sardi, dan Sinyal
01 - Terpenuhinya
SDM keamanan siber
dan sandi nasiona.l
0l - Rata-rata
Anwtency Gap Index
(CGI) SDM siber dan
sandi
persen - (indikator
baru)
l6 8 OSI - Badan Siber dan
Sandi Negara
02.05.02.01
PRO-P Pelatihan dan Peningkatan Profesionalisme SDM Keamanan Siber, Sandi, dan Sinyal
02.05.02.02
PRO-R Peningkatan Budaya Keamanan, Siber, Sandi, dan Sinyal
SK No 122033 C
berkas 3, hlm. 30 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselinc2o24 TargDt2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.05.03
KP: Penguatan
Kelembagaan
Keamanan Siber,,
Sandi, dan Sinyal
01 - Terwujudnya
kelembagaan
keamanan cib€f, dan
sandi nasional
0f - Nilai kematangan
keamanan siber PSE
2,59 2,77 3,55 051 - Badan Siber dan
Sandi Negara
02 - Nilai kematangan
penyelenggara
persandian
- (indikator
baru)
3 3,7 O5l - Badan Siber dan
Sandi Negara
02.05.03.01
PRO-P: Kebijakan Keamanan Siber, Sandi, dan Sinyal
02.05.03.02
PRO-P: Kerjasama Antar Lembaga Keamanan Siber, Sandi, dan Sinyal
02.05.03.03
PRO-P: Peningkatan Maturitas Lembaga Keamanan Siber
02.05.04
KP: Operasi
Keamanan Siber,
Sandi, dan Sinyal
Strategis
01 - Terwujudnya
operasi keamanan
siber, sandi, dan
sinyal strategis yang
efektif
Ol - Indeks
Kesiapsiagaan dan
Ketahanan Siber Nasional
- (indikator
baru)
o,70 o,84 O5l - Badan Siber dan
Sandi Negara
02.05.04.ol
PRO-P: Operasi Keamanan Siber, Sandi, dfli Sinyal
02.05.04.02
PRO-P: Penanganan Kejahatan Siber, Sandi, dan Sinyal
SK No 122034C
berkas 3, hlm. 31 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 TarEet2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.06
PP: Keamanan Laut
dan Hidro-
Oseanografi
0l - Terwujudnya
keamanan,
keselamatan, dgn
penegakan hukum di
wilayah perairan dan
wilayah yurisdiksi
lndonesia
Ol - IKLN Dimensi
Pengendalian Kejahatan
Laut
67 ?4,5 44,5 1 19 - Badan Keamanan
laut
02 - IKLI'I Dimensi
Pengendalian
Pelanggaran Laut
48 58,5 64 I 19 - Badan Keamanan
l,aut
03 - IKLN Dimensi
Pengendalian
Pencemaran Laut
67 67,5 69,5 I 19 - Badan Keamanan
I,aut
04 - IKLN Dimensi
Pengendalian Kecelakaan
Laut
33 33,2 34 119 - Badan Keamanan
Laut
05 - Indeks Survei dan
Pemetaan Hidro-
Oseanografi
54,22 54,22 loo Ol2 - Kementerian
Pertahanan
SK No 122035 C
berkas 3, hlm. 32 OCR
(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.06.01
KP: Memperkuat
Strategi Diplomasi
Maritim untuk
Meneguhkan
Kedaulatan dan
Meningkatkan
Keamanan di Seluruh
Wilayah Negara
Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI)
0l - Terwujudnya
penguatan strategi
diplomasi maritim
untuk meneguhkan
kedaulatan dan
meningkatkan
keamanan di seluruh
wilayah Negara
Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI)
01 - Persentase
Kehadiran da.laE forum-
forum internasiona.l
terkait keamanan laut
persen 25 50 87,5 I 19 - Badan Keamanan
Laut
02.06.ol.ol
PRO-P: Kerja Sama Keamanan Laut
02.06.01.02
PRO-P: Kerja Sama Patroli Internasional
02.06.02
KP Penguatan
Kapabilitas Lembaga
Keamanan Laut
Ol - Terwujudnya
penguatan kapabilitas
lembaga keamanan
laut
Ol - IISN Dimensi
Kapasitas Patroli
68 64,2 69 I 19 - Badan Keamanan
Laut
02 - Persentase
pemenuhan postur
Bakamla RI
persen 5,19 7 15 I 19 - Badan KcatDanarr
Laut
SK No 122036 C
berkas 3, hlm. 33 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinz2o24 TsEget2o2s Target2o29
Agcoda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Indeks Kesiapan
Sarana dan Prasarana
Pengawasan SDKP
80,00 80,00 84,00 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02.06.02.ol
PRO-P: Pengadaan dan Ha$'at Alpalhankam Keamanan Laut
02.06.02.02
PRO-P: Pembangunan Sarana dan Prasarana Keamanan Laut
02.06.02.03
PRO-P: Penyusunan Kebijakan Keamanan Laut
02.06.03
KP: Kolaborasi
Pengawasan dan
Pemeliharaan
Keamanan,
Keselamatan, dsn
Penegakan Hukum di
Wilayah Yurisdiksi
laut Indonesia, Al,(l,
ds,It Choke Pllin
Ol - Terwujudnya
kolaborasi
pengawasan dan
pemeliharaan
keamanan,
peningkatan
keselamatan, dan
penegakan hukum di
wilayah yurisdiksi
laut, ALKI, dan Choke
Point
0l - IKIN Dimensi
Kapasitas Pemantauan
68 68,1 68,5 I 19 - Badan Keamanan
Laut
I 19 - Badan Keamanan
l,aut
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02 - Persentase
kesesuaian rencana
patroli nasional
persen 100 100 100
03 - Indeks Operasi
Armada Pengawasan
Sumb€f, Daya Kelautan
dan Perikanan
91,00 92,OO 96,00
02.06.03.01
PRO-P: Patroli, Operasi, dan Kol,aborasi Instansi Keamanan laut
SK No 122038 C
berkas 3, hlm. 34 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seEE2O24 Targd-202s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.06.03.02
PRO-P: Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat
02.06.04
KP: Peningkatan
Profesionalisme dan
Kesejahteraan
Personel Lembaga
Kcamsnen l,aut
Ol - Terwujudnya
peningkatan
profesionalisme dan
kesejahteraan
Personel lembaga
keamanan laut
Ol - Persentase
pemenuhan sarpras
profesionalisme dan
kesejahteraan
persen 4,2 4,2 l5 119 - Badan Keamanan
I.aut
02.06.04.01
PRO-P: Pembangunan Fasilitas Kesejahteraan Personel
02.06.04.02
PRO-P: Fetnbargurdr Fasilitas Profesionalisme Fef,sond
02.06.05
KP: Pemetaan
Batimetri dan Nur
Laut serta
Modernisasi Peralatan
dan Sarana Prasarana
Penyelenggaraan
HidtoQseanografi
01 - Terwujudnya
pemetaan batimetri
dan s.lur laut serta
modernisasi peralatan
dan sarana prasarana
penyelenggaraan
hidro-os€anqrofi
0l - Persentase realisasi
rencana luas wilayah
perairan Indonesia
(pedalaman, kepulauan,
teritorial, ZEE, dsn
landas kqrtinen) yang
diperbarui melalui surta
hidrografi dan
oaeanograf
persen 54,22 54,22 100 Ol2 - Kementerian
Pertahanan
SK No 122039 C
berkas 3, hlm. 35 OCR
,
(
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliE2o24 Taryct2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Persentase
pemenuhan peralatan
dan sarpras
penyelenggaraan hidro
osednqtafi
persen 42,1 42,t loo 012 - Kementerian
Pertahanan
02.06.05.01
PRO-P Survei dan Pemetaan
02.06.05.02
PRO-P: Pengadaan Alat dan Sarpras Hidros
02.07
PP KeaDatran dan
Ketertiban
Masyarakat
01 - Terwujudnya
kondisi keamanan
dar ketertiban yang
terkendali dan
kondusif
Ol - Indeks Keamanan
dan Ketertiban
Masyarakat
3,39 3,80 4,m 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.07.01
KP: Melakukan
Peningkatan
Karra,Ipuan
Penanganan Konflik
Sosial dan
Pengamanan Objek
Vital
0l - Terwujudnya
aparat keamanan
yang memiliki
kemampuan
penanganan konflik
sosial dan
pengamanan objek
vital sesuai dengan
standar dan humanis
Ol - Indeks
Harkamtibmas
67,5 67,6 68,5 OA) - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
SK No 122040 C
berkas 3, hlm. 36 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.07.01.01
PRO-P: Pengamanan Konflik Sosial yang Profesional dalr Humanis
02.07.01.02
PRO-P: Pengamanan Obyek Vital
02.07.02
KP: Melakukan
Peningkatan
Efektivitas
Penyelesaian Tindak
Pidana
Ol - Terwujudnya
penyelesaian tindak
pidana oleh Polri
secara efektif, efisien
dan tq)at sasaran
Ol - Crime Rate per 100.000
penduduk
43 40 36 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02 - Clearance Rate
Tindak Pidana
persen 74 75 79 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.07.02.01
PRO-P: Penyelesaian Tindak Pidana Transnasional
02.07.02.02
PRO-P Penyelesaian Tindak Pidana Konvensional
02.08
PP Profesionalisme
Pelayanan Kepolisian
Ol - Terwujudnya
profesionalisme
pelayanan kepolisian
Ol - Indeks Kepuasan
Layanan Kepolisian
85,77 86,00 88,00 060 - Kepolisian Negara
Republik lndonesia
SK No 122041 C
berkas 3, hlm. 37 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2025 Target2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
02.08.01
KP: Melakukan
Peningkatan Kesiapan
Almatsus dan Sarana
Prasarana Polri
Ol - Terpenuhinya
kebutuhan almatsus
dan sarana prasarana
Polri dalan rangka
meningkatkan kinerja
lembaga kepolisian
Ol - Tingkat pemenuhan
Minimum Essential Police
futipnei,IMEPEI
Irer8cn - (indikator
baru)
ao 84 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.08.01.01
PRO-P: Pengadaan Almatsus datr Npalkqm Dukungan Layanan Kepolisian
02.08.01.02
PRO-Pi Pemenuhan Sarana dan Prasarana Layanan Kepolisian
02.08.02
KP: Melakukan
Peningkatan Kualitas
dan Digitalisasi
Layanan Kepolisian
01 - Terwujudnya
peningkatan layanan
kepolisian yang
berkualitas dan
mudah diakses yang
didukung oleh
teknologi terbaru
0r - Indeks SPBE 3,OO 3,40 4,00 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02 - Tingkat kepuasan
masyarakat terhadap
layanan pengaduan Polri
persen 85,1 86 90 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.08.02.01
PRO-P: Peningkatan Kualitas Layanan Kepolisian
02.08.02.02
PRO-P Digitalisasi Layanan Kepolisian
SK No 122042C
berkas 3, hlm. 38 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.08.03
KP Melakukan
Peningkatan Jumlah
dan Proporsi Polwan
01 - Tc(wujudnya
kesetaraan gender di
lingkungan Polri
melalui penyesuaian
rasio jumlah SDM
don pembaharuan
uo* dnangenent
Ol - Jumlah pusat
pendidikan Polwan
unit 1 I 1 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02 - Jumlah kapasitas
pusat pendidikan Polwan
orang 805 tnal 120() 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.08.03.01
PRO-P: Rekrutmen Personil Polri Berbasis Gender
02.08.03.02
PRO-P: Peningkatan Kompetensi Penunjang Karier bagi Polwan
02.08.04
KE Peningkatan
Kualitas dan
Kuantitas Pendidikan
dan Pelatihan Anggota
Polri
Ol - Terwujudnya
SDM Polri yang
memiliki standar
kompetensi tertentu
dalam pelaksanaan
tugas dar fungsi Polri
01 - Indeks
Profesionalitas SDM Polri
- (indikator
baru)
70,5 72,3 060 - Kepolisian Negara
Republik Indonesia
02.08.04.01
PRO-P: Peningkatan Kompetensi Tematik Personil Polri
02.08.04.02
PRO-E Peningkatan Kompetensi Personil Polri
SK No 122043 C
berkas 3, hlm. 39 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo,selhe2024 Torgetm2' TarEd-2O2g
Agenda
Ttansformasi
Koordinator/
Pengampu
02.09
PP: Diplomasi Asta
Cita dan Diplomasi
Ekonomi
Ol - Terpeliharanya
hubungan
Internasional yang
kondusif dengan
tcEckf,rggaranya
diplomasi asta cita
dan diplomasi
ekonomi
Ol - Indeks Kemajuan
Penyelesaian
Perundingan Perbatasan
Negara
- (indikator
baru)
0,546 0,580 0ll - Kementerian Luar
Negeri
02 - IndelB Pengaruh dan
Peran di Dunia
Internasional
4,97 ln23l 4,rO (Skala 5) 4,50 (Sl(ala 5) 011 - Kementerian Luar
Negeri
03 - Indeks Cita
Indonesia di Duda
Internasional
4,07 4,10 (Skala 5) 4,18 (Skala 5) Oll - Kementerian Luar
Negeri
(N - Indeks Efektivitas
Diplomasi Ekonomi
75 76 80 011 - Kementerian Luar
Negeri
02.09.01
KP: Percepatan
Penyelesaian
Perjanjian Batas
Maritim dan Darat
Indonesia dengan
Negara Tetangga dalt
tetap mcngcd€pankan
Prinsip Kedaulatan
dan Kesejahteraan
Rakyat dalam Skema
Good. Neighbour Pdiq
Ol - Terlaksananya
percepatan
penyelesaian
perjanjian batas
maritim dan darat
Indonesia dengan
negara tetangga dan
tetap mengedepankan
prinsip kedaulatan
dan kesejahteraan
rakyat dalam skema
good neighbour policy
0l - Indeks Kemajuan
Perundingan Batas
Maritim Indonesia
dengan Negara Tetangga
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
011 - Kementerian Luar
Negeri
OIO - Kementerian Dalan
Negeri
52,43 69,75 76,21
02 - Indeks Kemajuan
Penyelesaian
Perundingan Penegasan
Batas Darat Negara
61,13 63,OO 78,00
SK No 122044C
berkas 3, hlm. 40 OCR
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselile2o24 Target2o25 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.09.01.01
PRO-P: Intensifikasi Penyelesaian Perundingan Perjanjian Batas Maritim Negara
02.09.01.02
PRO-P Intensifikasi Penyelesaian Perundingan Perjanjian Batas Darat Negara
02.09.02
KP Penguatan
Kepemimpinan di
Tingkat Global
melalui Peran Aktif
dalan Fora dan
Organisasi
Internasional,
Pembangunan Postur
Diplomasi, serta
Pelibatan Diaspora
Indonesia
Ol - Meningkatnya
pcf,an aktif untuk
memperkuat
supremasi dan
kepemimpinan
Indonesia dalam
forum dan organisasi
internasional,
terbangunnya postur
diplomasi, serta
meningkatnya
pelibatan diaspora
Indonesia
0l - Persentase
kepemimpinan Indonesia
pada fo!'u.a k€f,ja saraa
multilateral
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
011 - Kementerian Luar
Negeri
persen 75 75 79
02 - Persentase sagas€rr,
prakarsa, atau
rekomendasi Indonesia
y{rg dit€f,iEa dalam
psternuan tingkat tinggi
dan tingkat E€[rtei'i
regional dan/atau
multilateral
persen 75 75 79 011 - Kementerian Luar
Negeri
03 - Persentase
keberhasilan pencalonan
Indonesia/wakil
Indonesia pada posisi
strategis di organisasi
internasional
persen 75 75 79 01l - Kementerian Luar
Negeri
SK No 122045 C
.(
berkas 3, hlm. 41 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 T'(Eet2o2S Torgqr2o2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Angka pembangunan
postur diplomasi
- (indikator
baru)
5 25 Oll - Kementerian Luar
Negeri
15 20 40 011 - Kementerian Luar
Negeri
05 - Persentase
peningkatan alsca dan
fasilitas bagi diaspora
Indonesia
persen
02.09.02.01
PRO-P: Penguatan kepemimpinan Indonesia dalam Organisasi/Fora Kerja Sama Internasional, serta Peran Aktif dalam Perdamaian Dunia
02.09.02.02
PRO-P Strategi Pembangunan Postur Diplomasi
02.09.02.03
PRO-P: Pengembangan Ekosistem Partisipasi Diaspora dalam Agenda Pembangunan Nasional melalui Pemberian Insentif
02.09.03
KP: Penguatan Keda
Sama Pembangunan
Internasional
01 - Menguatnya
kerja sarla
pembangunan
internasional
01 - Persentase kebijakan
di bidang kerja sama
pembangunan
internasional Indonesia
yang telah Bcauai dengan
prioritas nasional
persen - (indikator
baru)
20 r00 Oll - Kementerian Luar
Negeri
02.09.03.01
PRO-P: Penguatan Pelaksanaan Kerja Sama Pembangunan Internasional
SK No 122046 C
berkas 3, hlm. 42 OCR
I
)
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 TarBd 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.09.03.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Kerja Sama Pembangunan Internasional
02.09.04
NP: Penguatan
Diplomasi Ekonomi
01 - Terwujudnya
penguatan diplomasi
ekonomi
Ol - Persentase
kesepakatan kerjasama
terkait diplomasi ekonomi
yang ditindaklanjuti oleh
pemangku kepentingan
dalam negeri
persen 75 80 84 Oll - IcDenterirn Luar
Negeri
02 - Persentase
keberhasilan promosi,
pembentukan norma, dan
kesepakatan diplomasi
ekonomi terutama pada
sektor prioritas
persen 7S gd a2 011 - Kementerian Luar
Negeri
03 - Jumlah
PTA/ FIA/ CEPA yang
terselesaikan
PTA/FTA/
CEPA
19 23 2A O9O - Kementerian
Perdagangan
02.09.04.01
PRO-P: Diplomasi Ekonomi yang Adaptif
02.09.04.02
PRO-P: Diplomasi Ekqr@i yang Strategis Dengan Mitra Utama
SK No 122047 C
berkas 3, hlm. 43 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Ke.giatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bq.seline2024 Target2o2s TErget2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.09.04.03
PRO-P: Diplomasi Ekonomi Dengan Negara Tetangga, Perbatasan, Regional, dan Sub Regional
02.09.05
KP: Kerja Sama
Internasional tentang
Ketenagakerjaan dan
Pergerakan Tenaga
Keda Terampil
Ol - Terwujudnya
perluasan
kesepakatan kerja
sama internasional
tentang
ketenagakerjaan dan
pergerakan orang
untuk perluasan
kesempatan kerja
dengan keahlian
menengah dan tinggi
kesepakatan - (indikator
baru)
0l - Jumlah kerja sama
internasional tentang
ketenagakerjaan dan
pergerakan tenaga kerja
terampil
7 ll 1O4 - Kementerian
Pelindungan Pekerja
Migran IndonBia/ Badan
Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (BP2MI)
02.09.05.01
PRo-P: Mengembangkan dan Memperkuat Proses Migrasi Tenaga Kcda Berbasis Kawasan
02.09.05.02
PRO-P: Peningkatan Itutrpet€osi Tenaga Kerja ds Mutual Recognition Agreement (MRA) untuk Peningkatan Daya Saing Tenaga Keda
SK No 122048 C
berkas 3, hlm. 44 OCR
FF,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.09.06
KP: Pro3€3 Aksesi
lndonesia ke OECD
01 - Terwujudnya
aksesi Indonesia ke
OECD
Ol - Persentase
pemenuhan pelaksanaan
penilaian mandiri,
penyusunan dan
penyampaian dokumen
initial memorandum
kepada sekretariat OECD
12024-2025)
persen - (indikator
baru)
loo o 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
30 o 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
20 100 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - Persentase dokumen
initial memorandum yang
selesai proses reviu dari
komite oEcD (2025-
2028)
p€f,s€n - (indikator
baru)
03 - Persentase
penyempurnaan standar,
kebijakan, dan peraturan
perundang-undangan
yang mendukung
percepatan keanggotaan
Indonesia ke OECD
l2o2s- 2029t-
persen - (indikator
baru)
02.09.06.01
PRO-P: Penilaian Mandiri, Penyusunan dan Penyampaian Dokumen Initial Memorandum Kepada Sekretariat OECD
SK No 122049 C
berkas 3, hlm. 45 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.09.06.02
PRO-P: Penyelesaian Proses R6'iu Initial Mcruorandusr dari l(oioite OECD
02.09.06.03
PRO-P: Penyempurnaan Standar, Kebijakan, dan Peraturan Perundang-Undangan Dalam Rdlgka Percepatan Keanggotaan OECD
02.lo
PP: Swasembada
Pangan
03 - Meningkatnya
nilai tambah,
Produktivitas dafl tata
kelola shtern pangan
Ol - Pertumbuhan nilai
tambah per tenaga kerja
sektor pertanian,
kehutrrtan dan
perikanan
3,5 3,3 018 - Kementerian
Pertanian
perccn 3,4ln22l
02 - Indeks
Kesejahteraan Petani
(IKB
0,693 12023,
angka kajian
sementara
BPS)
o,7445 0,8599 018 - Kementerian
hardan
02 - Meningkatnya
kualitas konsumsi,
keamanan, dan
penanganan
kcrawanal pangan
Ol - Skor Pola Pangan
Harapan (PFH) Konsumsi
93,5 94 96 125 - Badan Pangan
Nasional
02 - Prevalensi
ketidakcukupan
konsumsi pangan
persen 8,53 7,21 4,41 131 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pangan
0l - Meningkatnya
ketersediaan pangan
secara berkelanjutan
berbasis lumbung
pangan
ol - Skor Pola Pangan
Harapan (PFH)
Ketersediaan
91,4 97,3 98,30 125 - Badan Pangan
Nasional
SK No 122050 C
berkas 3, hlm. 46 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
hoyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirczo24 Targct202s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.01
KP: Pengembangan
Kawasan Sentra
Produki Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Kalimantan
Tengah
0f - Meningkatnya
produksi dan luas
panen padi di KSPP
Kalimantan Tengah
Ol - Peningkatan
produksi beras KSPP
Kalimantan Tengah
2.309.701 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
O18 - Kementerian
Pertanian
ton 23.578 196.984
02 - Peningkatan luas
panen padi KSPP
Kalimantan Tengah
ha - (indikator
baru)
1.16.806 1.643.167 O18 - Kementerian
Pertanian
02.10.01.01
PRO-P Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Kalimantan Tengah
02.10.01.02
PRO-P: On Farm KSPP/Lumbung Pangan Kalimantan Tengah
02.10.01.03
PRO-P OfFarz! KSPP/Lumbung Pangan Kalimantan Tengah
02.10.02
KP: Pengembangan
Kawasan Sentra
Produki Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Sumatera
Utara
01 - Meningkatnya
produksi dan luas
panen hortikultura di
KSPP Sumatera f,a Utara
0f - Peningkatan
produki hortikultura
KSPP Sumatera Utara
56.240 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
ton 481 25.840
02 - Peningkatan luas
panen hortikultura KSPP
Sumatera Utara
ha 16,02 1.700 3.700 Ol8 - Kementerian
Pertanian
02.10.02.01
PRO-P: Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Sumatera Utara
SK No 122051 C
berkas 3, hlm. 47 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basetne2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.02.02
PRO-P: o7r Farm KSPP/Lumbung Pangan Sumatera Utara
02.10.02.03
PRO-P: Off Farm KSPP/Lumbung Pangan Sumatera Utara
02.lo.03
KP: Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Sumatera
Selatan
Ol - Meningkatnya
produksi dan luas
panen padi di KSPP
Sumatera Selatan
0l - Peningkatan
produksi beras KSPP
Sumatera Selatan
65.724 3.240.081 018 - Kementerian
Pertanian
ton - (indikator
baru)
02 - Peningkatan luas
panen padi KSPP
Sumatera Selatan
ha - (indikator
baru)
28.568 2.599.240 018 - Kementerian
Pertanian
02.10.03.01
PRo-P: Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Sumatera Selatan
02.10.03.02
PRO-P On Farm KSPP/Lumbung Pangan Sumatera Selatan
02.10.03.03
PRO-P: OfFdrm KSPP/Lumbung Pangan Sumatera Selatan
SK No 122053 C
berkas 3, hlm. 48 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.04
KP: Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Nusa
Tenggara Timur
0f - Meningkatnya
produksi dan luas
panen padi di KSPP
Nusa Tenggara Timur
Ol - Peningkatan
produki beras KSPP
Nusa Tenggara Timur
ton - (indikator
baru)
33.624 238.020 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Peningkatan luas
panen padi KSPP Nusa
Tenggara Timur
ha - (indikator
baru)
10.930 183.1I I Ol8 - Kementerian
Pertanian
02 - Meningkatnya
produksi dan luas
panen jagung di KSPP
Nusa Tenggara Timur
01 - Peningkatan
produksi jagung KSPP
Nusa Tenggara Timur
ton - (indikator
baru)
49.100 181.038 018 - Kementerian
Pertanian
02 - PedDgkqtan luas
panen jagung KSPP Nusa
Tenggara Timur
ha - (indikator
baru)
9.048 29.640 018 - Kementerian
Pertanian
02.10.04.01
PRO-P: Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Nusa Tenggara Timur
02.lo.04.02
PRO-P: On Form KSPP/Lumbung Pangan Nusa Tenggara Timur
02.10.04.03
PRO-P: Off Farm KSPP/Lumbung Pangan Nusa Tenggara Timur
SK No 122054C
berkas 3, hlm. 49 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.05
KP: Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Papua
0f - Meningkatnya
produksi don luas
panen jagung di KSPP
Papua
01 - Peningkatan
produksi jagung KSPP
Papua
ton - (indikator
baru)
1.310 12.393 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Peningkatan luas
panen jagung KSPP
Papua
ha - (indikator
baru)
189 1.589 Ol8 - Kementerian
Pertanian
02.10.05.01
PRO-P: Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Papua
02.lo.05.02
PRO-P: On Farm KSPP/Lumbung Pangan Papua
02.10.05.03
PRO-P Off Farm KSPP/Lumbung Pangan Papua
02.10.06
KP Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Papua Selatan
Ol - Meningkatnya
produksi dan luas
panen padi di KSPP
Papua Selatan
01 - Peningkatan
produksi beras KSPP
Papua Selatan
- (indikator
baru)
0 3.719.000 018 - Kementerian
Pertanian
ton
02 - Peningkatan luas
panen padi KSPP Papua
Selatan
ha - (indikator
baru)
o 1.900.000 018 - Kementerian
Pertanian
02.10.06.01
PRO-P: Geospasial KSPP/Lumbung Pangan Papua Selatan
SK No 122055 C
berkas 3, hlm. 50 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliae2o24 Targetm2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.06.02
PRO-P: On Form KSPP/Lumbung Pangan Papua Selatan
02.10.06.03
PRO-P: OfFarm KSPP/Lumbung Pangan Papua Selatan
02.10.07
KP Pengembangan
Kawasan Sentra
Produksi Pangan
(KSPP)/Lumbung
Pangan Lainnya
01 - Peningkatan
produksi bahan
pangan utama
01 - Lahan baku sawah
yang dicetak
ribu ha - (indikator
baru)
42 79,81 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Luas l,ahan sawah
yang ditingkatkan Indeks
krnemsn
ribu ha - (indikator
baru)
6,9 12,12 018 - Kementerian
Pertanian
02.10.07.01
PRO-P: Peningkatan Luas Lahan Pertanian (Ekstensifikasi)
02.10.07.02
PRO-P: Peningkatan Daya Guna Lahan Pertanian (Intensifikasi)
02.lo.07.03
PRO-P: Infrastruktur Pendukung KSPP/Lumbung Pangsrt Lainnya
02.10.08
KPi Penguatan
Cadangan Pangan
0r - Tcdaaaflya
cadangan pangan
nasional
Ol - Jumlah pengelolaan
cadangan pangan beras
juta ton 1,17 3-3,s 3-3,5 125 - Badan Pangan
Nasional
SK No 122056 C
berkas 3, hlm. 51 OCR
I
REPUELIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselitw2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.08.01
PRO-P: Pengelolaan Cadangan Pangan
02.10.08.02
PRO-P: Kebijakan Pengelolaan Cadangan Pangan
02.10.09
KP Pengembangan
Pangan Akuatik (Blue
Food)
0l - Meningkatnya
penyediaan ikan
untuk konsumsi
masyarakat
Ol - Volume produksi
ikan budi daya
juta ton 6,20 (20231 6,75 452 032 - Kementerian
Kelautan den Perikanan
02 - Volume produksi
perikanan tangkap
juta ton 7,75 {20231 6,19 7,il 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02.10.09.01
PRO-P: Pengembangan Input Produksi Perikanan Budi Daya
02.10.09.02
PRO-R Pengembangan Sarana daE Prasarana Produksi Perikanan Budi Daya
02.10.09.03
PRO-P Pengembangan Kawasan Berbasis Komoditas Unggulan Perikanan Budi Daya dan Revitalisasi Tambak Rakyat
02.10.09.04
PRO-R Penguatan Tata KeloLa Mendukung Transformasi Perikanan Budi daya
02.10.09.05
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Produksi Perikanan Tangkap serta Kampung/Sentra Nelayan
SK No 122057 C
berkas 3, hlm. 52 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bd.seliE2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.09.06
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Usaha KP
02.10.09.07
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Pendampingan/Penyuluhan Masyarakat KP
02.10.09.08
PRO-P: Peningkatan Perlindungan terhadap Pelaku Usaha KP
02.10.09.09
PRO-P: Peningkatan Sarana dan Prasarana Pengolahan, Sistcur Rantai Dingin, dan Lo8htik Perikanan
02.lo.lo
KP: Pengembangan
Pangan Hewani
Ol - Meningkatnya
produksi bahan
pangan hewani
01 - Produksi daging juta ton s,29 (2023) 4,Xt 5,56 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Produki telur juta ton 6,89 (20231 7,43 4,79 O l8 - Kementerian
hanian
03 - Produksi $.rsu ribu ton 437,22 (20231 855,57 900,4 O18 - Kementerian
Pertanian
02 - Meningkatnya
keamanan pakan dan
mutu pakan
0l - Persentase
pemasukan pakan yang
tersertifikasi keamanan
dan mutunya
persen - (indikator
barul
80 95 127 - Badan Karantina
Indonesia
02.10.lo.ol
PRO-P: Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Input Peternakan
SK No 122058 C
berkas 3, hlm. 53 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.10.02
PRO-P Implementasi Praktik Peternakan Modern
02.10.10.03
PRO-P: Penguatan Pasca-Panen dan Hilirisasi Produk Hasil Ternak
02.10.10.04
PRO-P: Pengendalian dan Penanggul,angan Penyakit T€m,ak dengan Pcardd<atan Satu Kesehatan
02.10.11
KP: Pengembangan
Pangan Lokal dan
Nabati
Ol - Me ngkqtnya
produksi pangan lokal
dsn nabati
Ol - Produksi padi 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
018 - Kementerian
Pertanian
juta ton 53,98 54,45 56,05
02 - Produksi jagung juta tqr 19,56 21,44 25,89
03 - Produksi aneka
kacang
ribu ton 516,11 540,28 592,32 018 - Kementerian
Pertanian
04 - Produksi buah dalr
sayur
juta ton 24,42 30,66 35,47 Ol8 - Kementerian
Pertanian
os - Produksi sorghum ribu ton 17,34 18,21 18,95 O18 - I(etleoterian
kadatr
SK No 122060 C
06 - Produksi ubi jalar ton 1.430.341 t.517.449 1.707.902 018 - Kementerian
Pertanian
berkas 3, hlm. 54 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseLne2o24 T$get2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07 - Produksi kedelai 349.099 370.359 416.442 tGr 018 - Kementerian
Pertanian
384.049 450.000 650.OOO 143 - Kementerian
Kehutanan
08 - Produksi hasil hutan
bukan kayu (buah-
buahan, umbi-umbian,
jagung, sagu, tebu,
singkong)
ton
02.10.11.01
PRO-P: Input dan Pendukung Pengembangan Pangan Loka] dan Nabati
02.10.11.02
PRO-P: On Farm Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati
02.10.11.03
PRO-P: Off Farm Pengembangan Pangan Lokal dan Nabati
02.10.11.04
PRO-P: Ketahanan Pangan Melalui Perhutanan Berbasis Masyarakat
02.10.12
KP:
Petrgaflckaragarlan
Konsumsi Pangan
Ol - Meningkatnya
keanekaragaman
konsumsi pangan
masyarakat Indonesia
01 - I(on$msi buah dan
sayur
Srar!/ kapita/
hari
244,6 245,33 255,29 125 - Badan Pangan
Nasional
02 - IGnsulrsi pangan
he.toani
gram / kapita/
hari
124,5 129,11 139,76 125 - Badan Pangan
Nasional
SK No 122061C
03 - KqrsuEsi umbi-
umbian
gram/kapita/
had
4 t,t 53,40 64,91 125 - Badan Pangan
Nasional
berkas 3, hlm. 55 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2l24 Ttrget2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Konsumsi ikan
masyarakat
kg/kapita/
tahun
25,07 (2023) 26,26 28,63 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02.10.12.001
PRO-P: Analisis dan Fasilitasi Penganekaragaman Pangan
02.10.12.002
PRO-P: Promosi dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat
02.10.13
KP: Pengendalian
Penyakit Asal Hewan,
Ikan, dan Tumbuhan,
serta Penjaminan
Mutu dan Keamanan
Patrgatr
Ol - Meningkatnya
kualitas keamanan
pangan
Ol - Indeks l(eaDaran
Pangan Segar
60 61 65 f25 - Badan Pangan
Nasional
032 - KcraeDterian
Kelautan dan Perikanan
127 - Badan Karantina
Indonesia
Ol8 - Kementerian
kaflian
02 - Persentase hasil
kelautan dan perikanan
Yang memenuhi standard
mutu dan keamanan
pangan
persen - (indikator
baru)
70 80
03 - Persentase faktor
risiko ketidaksesuaian
standar keamanan
pangan aral hewan, ikan,
dan tumbuhan
P€f,S€n - (indikator
baru)
40 20
04 - Persentase
komoditas produk
peternakan siap edar
yang memenuhi
persyaratan llrunr
persen - (indikator
baru)
loo 100
SK No 122062C
berkas 3, hlm. 56 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo,selinc2o24 Target2025 Target 2029 Agcflda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Terkendalinya
penyakit asal h€.r,a[,
ikan, dan tumbuhan
Ol - Persentase wilayah
terkendali dari Hama
Penyakit Hewan
Karantina (HPHK)
pcrS€n - (indikator
baru)
85 95 127 - Badan Karantina
Indonesia
85 95 127 - Badal Karantina
Indonesia
85 95 127 - Badan Karantina
Indonesia
70 90 O18 - Kementerian
kanian
02 - Persentase wilayah
terkendali dari Hama
Penyakit lkqlr Karantina
(HPIK)
persen - (indikator
baru)
03 - Persentase wilayah
terkendali dad
Organisme Pengganggu
Tumbuhan Karantina
(oPTK)
persen - (indikator
baru)
04 - Persentase
wilayah/kawasan
terkendali dari penyakit
hewan
persen - (indikator
baru)
02. r0.13.0r
PRO-P: Pengawasan Kualitas Mutu dan Keamanan Pangan
02.10.13.02
PRO-P: Pengujian Kualitas Mutu dan Keamanan Pangan
SK No 122063 C
berkas 3, hlm. 57 OCR
-1i
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan fu.seline2o24 TarEd-2O2s Target2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.13.03
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Penjaminan Mutu dan Keamanan Pangan
02.10.13.04
PRO-P: Pengendalian Penyakit Asal Hewan, Ikan, dan Tumbuhan
02.10.14
KP: Fortifikasi dan
Biofortifikasi Pangan
Ol - Meningkatnya
konsumsi bahan
pangan
terfortifi kasi/biofortili
kasi
Ol - Jumlah Komoditas
yang wajib terfortifikasi
komoditas 4 3 3 Ol8 - Kementerian
Pertanian
02 - Persentase bcrag
fortifikasi dalam program
bantuan pangan
pera€f,i - (indikator
baru)
20 100 125 - Badan Pangan
Nasional
02.10.14.001
PRO-P: Fasilitasi Produksi daE Distribusi Pangan T€!'fortifikasi
02.10.14.002
PRO-P Pengembangan Kawasan Padi Biofortifikasi
02.10.15
KP: Penanganan
Kerawanan Pangan
0l - Menurunnya
daerah rentan rawan
Pangan
01 - P€f,s€ntasc daerah
rentan rawan pangan
persen t2 11,5 9,5 05 - Ketahanan 125 - Badan Pangan
Sosial Budaya dan Nasional
Ekologi trs - Badan p""g""
Nasional
02 - Prevalensi penduduk
dengan kerawanan
pangan sedang atau
berat, berdasarkan pada
skala pengalaman
kerawanan pangan /
Food, Insecurity
Experience Scale (FIES)
persen 4,5 3,75 3,36
SK No 122064C
berkas 3, hlm. 58 OCR
Prioritas Nasional/
koEraD Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseliE2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.10.15.01
PRO-P: Penguatan Sistem Pengendalian Kerawanan Pangan
02. r0.15.02
PRO-P: Intervensi Kerawanan Pangan
02.10.16
KP: Pengembangan
Kelembagaan
Ekonomi, Regenerasi
Sumber Daya
Manusia, Riset,
Inovasi, Modernisasi
dan Digitalisasi
Pertanian dan
Perikanan yang
Adaptif dan Inklusif
01 - Ditumbuhkan
dan
dikembangkannya
kelembagaan eLonoEi
petani, nelayan,
pembudidaya ikan,
dan petambak garam
01 - Jumlah
kelembagaan ekonomi
petani yang terfasilitasi
lembaga t20 125 145 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
02 - Jumlah
kelembagaan ekonomi
nelayan, pembudidaya
ikan, dan petaDbak
garam yang terfasilitasi
lembaga 15 4 27 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
O18 - Kementerian
Pertanian
02 - Meningkatnya
persentase petani
muda
0l - Persentase petani
muda terhadap jumlah
petani
persen 21,93 (ST 2023
BPS)
22,03 22,43
02.10.16.01
PRO-P: Riset dar Inovasi yang Adaptif dan Inklusif
02.10.16.02
PRO-Pi Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia
SK No 122065 C
berkas 3, hlm. 59 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
hoycL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2025 Target 2029 Agc0da
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
02.10.16.03
PRO-P: Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Kewirausahaan
02.10.16.04
PRO-P: Pengembangan Satu Data Pangan
02.10.16.05
PRO-P: Implementasi Bantuan Langsung Petani
02.10.17
KP: Penguatan
Produksi Komoditas
Pertanian Berorientasi
Nilai Tambah
03 - Meningkatnya
nilai tambah bahar
baku industri
prioritas
Ol - Produksi tanaman
obat
ton s26.Aa9lm23l 529.523,45 540.193,61 02 - -Transformasi
Ekonomi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
1.505 (2022) 1.582 1.588 02 - Produksi vanili ton Ol8 - Kementerian
Pertanian
03 - Produksi lada ton 75.205 ln22l 64.408 64.666 O18 - Kementerian
Pertanian
04 - Produksi pala ton 40.496 (2022) 41.527 41.693 O18 - Kementerian
Pertanian
05 - Produksi florikultura ribu tangkai 679.328,585
(2023l.
597 .622,50 5 .969,14 018 - Kementerian
hardan
SK No 122066 C
06 - Produksi cengkeh ton 137.124 (20221 133.570 134.105 018 - Kementerian
Pertanian
berkas 3, hlm. 60 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bqseline2o24 Taryet2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pcarg6rapu
07 - Produksi kopi ton 774. (2022) 780.957 80.221 Ol8 - Kementerian
Pertanian
08 - Produksi tebu 2.405.907
(2022)
ton 36.813.539 84.7 t4.460 018 - Kementerian
Pertanian
09 - Produksi karet ton 2.717.081
12022)
2.496364 3.080.114 Ol8 - Kementerian
Pertanian
10 - Produksi kakao ton 650.612 (20221 632.787 634.7 Ol8 - K€srenteriar
Pertanian
ll - Produksi teh ton 124.661 (2022) 116.555 116.648 018 - Kementerian
Pertanian
12 - Pertumbuhan PDB
tanaman perkebunan
persen r,73 l2o23l 1,94 3,03 O18 - K€ment€f,ian
kanian
13 - Pertumbuhan PDB
tanaman hortikultura
persen - 0,31 (2023) r,36 3,04 018 - Kementerian
Pertanian
02.10.17.01
PRo-E Input dan Pendukung Produksi Komoditas Pertanian Berorientasi Nilai Tambah
02.10.17.02
PRO-P On Farm Penguatan Produksi Komoditas Pertanian Berorientasi Nilai Tambah
SK No 122067 C
berkas 3, hlm. 61 OCR
- 6l -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehnc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02_ 10-17.O3
PRO-P: OfFarm Penguatan Produksi Komoditas Pertanian Berorientasi Nilai Tambah
02. t0.18
KP: Pengembangan
Sistem Budi Daya
Pertanian
Berkelanjutan
01 - Meningkatnya
implementasi praktik
budi daya pertanian
berkelanjutan
0l - IndelB Kepatuhan
terhadap Standar dan
Regulasi Budi Daya
Pertanian Berkelanjutan
- (indikator
baru)
3,0 3,4 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Proporsi lahan
pertanian di bawah
kriteria lahan produktif
dan berkelanjutan
persen to,46 (2021) I 1,0 13 Ol8 - Kementerian
Pertanian
03 - Persentase lahan
baku sawah yang
ditetapkan sebagai lahan
katdan Pangan
Berkelanjutan (LP2B)
persen 73,4
(Prognosis)
75 87 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Mci ngkahya
nil,ai tambah dan
ketertelusuran
produk budi daya
pertanian
berkelanjutan
Ol - Persentase produksi
komoditas pertanian
organik terhadap
produksi total komoditas
pertanian
persen 1,45 lx22l I,47 1,55 018 - Kementerian
Pertanian
SK No 122068 C
berkas 3, hlm. 62 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseELe2Oz4 Taryct 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
(Koordinator/
Pengampu
03 - Terjaganya
sumber daya genetik
komoditas produksi
pertanian
01 - Jumlah varietas
unggul tanaman dan
hewan untuk pangan
yang dilepas
varietas
dan/atau
galur
2A e02rl 30 30 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Sumber daya
gcf,retika tanaman dan
hewdr gumb€r pangan
yang terlindungi/tersedia
aksesi 4.675,0 (2021) 4.700 4.800 018 - Kementerian
Pertanian
02.10.18.01
PRO-P: Peningkatan Implementasi Praktik Budi Daya Pertanian Berkelanjutan
02-10.14.o2
PRO-P: Pengembangan Nilai Tambah dan ktertelusuran Produk kanian Berkelanjutan
02.10.18.03
PRO-P: Konservasi Komoditas Pertanian dan Praktik Budi Daya Pertanian Berkelanjutan
02.11
PP: Swasembada
Energi
0t - Meningkatnya
ketersediaan energi
Ol - Pasokan energi
primer
MTOE 273 312 356,8 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
02 - Meningkatnya
aksesibilitas dan
keterjangkauan energi
Ol - Konsumsi energi
final per kapita
SK No 122069 C
TOE per kapita 0,640 0,750 0,830
berkas 3, hlm. 63 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selinc2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Meningkatnya
pcoanfaatqlt energi
bersih
0f - Porsi EBT dalam
bauran energi primer
persen 13,2 (2023) 20,0 23 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
datr Sumber Daya
Mineral
02 - Intensitas energi
primer
SEM/miliar
rupiah
149,1 147,7 137,6
02.l l.ol
KP Peningkatan
Penyediaan Energi
Ol - Meningkatnya
pasokan minyak bumi
untuk Ecoerruhi
kebutuhan energi
ol - Jumlah lifting,
minyak bumi
ribu BOPD 605,5 605 642 -792 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O20 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Enef,Ei
dan Sumber Daya
Mincf,al
02O - Kementerian Energi
d€n Sumber Daya
Mineral
Ol - Jumlah tning gas
bumi
ribu BOEPD 964 1.005 1.371 - 1.617
03 - Meningkatnya
pasokan batubara
untuk memenuhi
kebuh.rhsn energi
dalam negeri
Ol - Jumlah produksi
batu bara
juta ton 775,20 717 743
100 100
02 - Meningkatnya
pasokan gas bu.tti
untuk Eaf,ncaruhi
kebutuhan energi
SK No 122070 C
02 - Realisasi kebutuhan
batu bara dalam negeri
persen 120
berkas 3, hlm. 64 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.11.01.01
PRO-P: Peningkatan Cadangan dan Produktivitas Energi
02. r 1.01.o2
PRO-P: Pemenuhan Kebutuhan Dalan Negeri
02.11.02
KP: Perluasan Akses
dan Jangkauan
Pelayanan Energi
Ol - Meningkatnya
akses terhadap gas
bumi
Ol - Jumlah sambungan
rumah jaringan gas kota
sambungan
rumah
(kumulatif
947.995 100.000 350.OOO 020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sulrbcr Daya
Mineral
02 - Jumlah panjang pipa
transmisi dan distribusi
gas bumi yang difasilitasi
lsn 22.474 22.550 22.7fi
02 - Meningkatnya
akses terhadap BBM
Ol - Jumlah volume
penyaluran BBM
bersubsidi
juta KL t7 19,41 20,48
02 - Jumlah volume
penyaluran BBM
nonsubsidi
juta KL - (indikator
bam)
35,16 38,64
03 - Mer ngkatttya
akses terhadap listrik
Ol - Jumlah pelanggan
listrik (kumulatif)
ribu pelanggan 91.800 95.256 I 10.934
SK No 122071 C
berkas 3, hlm. 65 OCR
REPUEUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 20,29
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
Oa - Meningkatnya
keterjangkauan energi
Ol - Deviasi harga jual
eceran BBM
persen - (indikator
baru)
o o O20 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
02.l l.o2.o1
PRO-P: Peningkatan Penyaluran dan Layanan Gas Bumi
02.11.02.02
PRO-P: Peningkatan Penyaluran dan Layanan BBM
02.11.02.03
PRO-P: Peningkatan Penyaluran dan Layanan Listrik
02.11.02.04
PRO-P: Pengawasan d6n Penyaluran En€r8i yang Disubsidi
02.l l.o3
KP: Penguatan
Implementasi Transisi
Energi Berkeadilan
Ol - Meningkatnya
pemanfaatan energi
baru dan terbarukan
01 - Konsumsi biofuel juta xL 11,30 13,50 17,11 020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Keme-nterian Energi
dan Sumber Daya
Min.f,al
02 - Produksi listrik
energi terbarukan
GWH 47.657,46
12023)
50.739 62.063
02 - Meningkatnya
efisiensi energi
SK No 122072 C
01 - Penurunan
intensitas energi final
SBM/miliar
rupiah
0,98 o,97 1,84
berkas 3, hlm. 66 OCR
FRESiDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eo.seE4e2O24 Torgtc-2o25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.11.03.01
PRO-Pi Diversifikasi Menuju Energi Bersih
02.11.03.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Pembangkit Listrik Energi Terbarukan
02.11.03.03
PRO-P: Pengembangan Ekosistem Pendukung Energi Bersih
02.11.03.04
PRO-P: Perluasan Pemanfaatan Biofuel
02.l l.o3.o5
PRO-P: Peningkatan Efisiensi dan Konservasi Energi
02.12
PP Swasembada Air
Ol - Terwujudnya
pengelolaan sumber
daya air
berkelanjutan dsn
produktif
Ol - Kapasitas
tampungan air
mr/kapita 59,59 59,31 63,54 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Rasio kapasitas air
baku terpasang terhadap
kebutuhan penduduk
persen 53,34 53,01 56,18 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
03 - Persentase luas baku
sawah fungsional
beririgasi
persen 61,55 61,61 62,37 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
04 - Rasio luas layanan
irigasi yang ketersediaan
airnya dijamin oleh
waduk
15,6 15,6 16,57 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
SK No 122073 C
P€rs€f,r
berkas 3, hlm. 67 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Efisiensi
petranf aatan air irigasi
USD/ms 0,31 0,34 0,43 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
r2 loo 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
33 43 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
12,5 30 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
2,s o O24 - Kementerian
Kesehatan
06 - Persentase luas
kawasan prioritas yang
dilindungi dari daya
rusak air
persen - (indikator
baru)
02 - Meningkatnya
rumah tangga yang
terlayani akses air
minum dan sanitasi
aman
0l - Rumah tangga
dengan akses air minum
aman
persen l r,8o (2020)
02 - Rumah tangga
dengan akses sanitasi
atuall
persen 10,21 12023)
03 - Rumah tangga yang
mempraktikkan Buang
Air Besar Sembarangan
(BABS) di tempat terbuka
persen 4,2 (20231
02.12.01
KP: Pembangunan
dan Pengelolaan
Tampungan Air
Ol - Meningkat dan
terjaganya kapasitas
tampungan air yang
dapat dimanfaatkan
01 - Jumlah kumul,atif
tampungan air yang
dikelola
4-213 OS - Ket hansn
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan UEUE
unit
(kumulatif)
1.563 1.563
02 - Jumlah bendungan
yang selesai dibangun
47 (2015-
2024].
SK No 122074C
unit
(kumulatif
16 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
I
berkas 3, hlm. 68 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselhe&24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah embung dan
tampungan air lainnya
yang dibangun
unit
(kumulatif)
1.391 (2015-
2024l.
13 226 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
04 - Jumlah tampungan
air alami yang
direvitalisasi
unit
(kumulatif
19 20 50 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
05 - Jumlah bendungan
yang direhabilitasi
unit
(kumulatif)
2 l0 25 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02.12.01.01
PRO-P: Pembangunan Tampungan Air
02.12.01.02
PRO-P: Rehabilitasi dan Revitalisasi Tampungan Air
02.12.01.03
PRO-P Peoyetlpumaan Tata Kelola Infrastruktur Tampungan Air
02.12.02
KP: PenyEdiaan
Pasokan Air
Berkelanjutan
Ol - Meningkatnya
pasokan air
berkelanjutan dan
produktivitas
penggunaan air
Ol - Rasio kapasitas air
baku bersumber dari
bendungan terhadap
potensinya
persen 35 35 45 145 - Kementerian
Pekerjaan UEum
02 - Jumlah wilayah
sungai kewenangan
pusat dengan neraca air
tidak dalam kondisi
kritis/defisit
SK No 122075 C
wilayah sungai 50 50 50 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
berkas 3, hlm. 69 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseliB2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah kapasitas
prasarana afu baku yang
dikelola
m/detik
(kumulatif)
75,03 74,?A 93,79 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
04 - Kapasitas prasarana
air beku yang dibangun
mr/detik
(kumulatif
46,7 l20t5-
2024)
o,37 19,12 145 - IfuraeDteriaa
Pekerjaan Umum
05 - Kapasitas prasarana
air baku yang
direhabilitasi
m3/detik
(kumulatif
1,44 0,84 5,53 145 - Kementerian
Pekerjaan UEum
06 - Luas layanan irigasi
yang dikelola
ha (kumulatif 3.142.532 3.142.532 3.229.532 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
07 - Jun ah luas layanan
irigasi yang dibangun
untuk pertanian
multikomoditas
ha (kumulatif) 134.I t8
(2020-2024)
10.000 180.000 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
08 - Jumlah luas layanan ha (kumulatif)
irigasi yang direhabilitasi
dan ditingkatkan
1.078.057
(2020-2024)
75.4@ 1.200.000 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
09 - volume l,ayanan air
untuk meningkatkan
produktivitas irigasi
SK No 122076 C
miliar m5 58,32 55,40 45,13 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
berkas 3, hlm. 70 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selhe2024 T€8Eet2O2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.12.02.01
PRO-P: Penyediaan Air Baku Kawasan Metropolitan, Kawasan Perkotaan, dan Kawasan Strategis
02.12.02.02
PRO-P: Penyediaan Air Baku Kawasan Sulit Air, Bencana Kekeringan, dan Kawasan Terpencil
02.12.02.03
PRO-P: Penyediaan Air Baku Bersumber dari Bendungan
02.12.02.04
PRO-P: Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi di Kawasan Sentra Produksi Pangan
02.12.02.05
PRO-P: Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Lokal
02.12.02.06
PRO-P: Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi yang Bersumber dari Bendungan
02.12.02.07
PRO-P: Penyempurnaan Tata Kelola Infrastruktur Penyediaan Pasokan Air
02.12.02.08
PRO-P: Pengelolaan Pemanfaatan Air Tanah
SK No 122077 C
berkas 3, hlm. 71 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd( Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselhc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.12.03
KP: Pengelolaan
Risiko Daya Rusak Air
Ol - Meningkatnya
ketahanan
metropolitan dan
wilayah sungai
terhadap potensi
risiko daya rusak air
01 - Rasio potensi
reduksi banjir oleh
bendungan
47 05 - Ketahanan
Sosial Budaya ddr
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
persen 36 38
02 - Luas kawasan yang
terlindungi dari risiko
daya rusak air
(kumulatif
37.754
(2020-2024)
ha 3.600 27.ON 145 - Kementerian
Pekerjaan UEum
03 - Jumlah infrastruktur
pengendali daya rusak air
yang dikelola
unit
(kumulatif
549 549 697 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
04 - Panjang jaringan
inftastruktur pengendali
daya rusak air yang
diopef, ari dan dipelihara
unit
(kumulatif
1.784 t.7u 2.222 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
05 - Kapasitas prasarana
pengendali lahar dan
sedimen
juta m3 1,57 0,35 4,3 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
06 - Jumlah kawasan
yang menerapkan
pendekatan terpadu
struktural dan non-
struktural
kawasan
(kumulatif)
- (indikator
baru)
o 16 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
SK No 122078 C
berkas 3, hlm. 72 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Targal2o2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07 - Jumlah wilayah
sungai deogar
pengembangan sistem
informasi sumber daya
air
wilayah sungai
(kumulatif)
- (indikator
baru)
19 26 145 - Kementerian
Pekerjaan UEum
02.12.03.01
PRO-P: Pengendalian Banjir di Kawasan Metropolitan St ategi8
02.12.03.02
PRO-P: Pengendalian Banjir di Kawasan Perkotaan
02.12.03.03
PRO-P: Pengendalian Daya Rusak Air di Pulau Kecil
02.12.03.04
PRO-P: Pengendalian Daya Rusak Air di Kawasan Strategis Ekonomi dan Daerah Berisiko Daya Rusak Air Tinggi
02.12.03.05
PRO-P Penyempurnaan Tata Kelola Infrastruktur Pengelolaan Risiko Banjir
02.12.04
KP Konservasi
Sumber Daya Air
0l - Terwujudnya
kuantitas air secara
berkelanjutan melalui
peningkatan tutupan
hutan di Daerah
Aliran Sungai (DAS)
Ol - Luasan lahan kritis
dalam DAS yang
dipulihkan
I 1,45 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
143 - Kementerian
Kehutanan
juta ha 12,7 12,45
SK No 122079 C
berkas 3, hlm. 73 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Meningkatnya
kualitas ekosistem
perairan darat
Ol - Jumlah mata air
yang dipertahankan dan
diselamatkan
unit 175 60 300 143 - Kementerian
Kehutanan
02.12.04.01
PRO-P: Perlindungan dan Pelestarian Sumber Air
02.12.04.02
PRO-P: Pengawetan Air
02.12.04.03
PRO-P: Peningkatan Kapasitas, Kelembagaan, Data, dan Informasi
02.12.04.04
PRO-P: Rehabilitasi datr Pemulihan Ekosistem Mangrove
02.12.04.05
PRO-R Penyelamatan Mata Atu Kritis
02.12.04.06
PRO-P: Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Kualitas Air
02.12.05
KP: Pengembangan
SPAM Terintegrasi
Hulu ke Hilir
Ol - Meningkatnya
jumlah dan kapasitas
SPAM yang
dikembangkan serta
dikelola secara
terintegrasi dari hulu
ke hilir
0l - Akses rumah tangga
perkotaan terhadap air
siap minum perpipaan
51,36 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan UEUE
persen 24 l2O2Ol 39,20
02 - Kapasitas SPAM
terbangun
liter/detik 281.045 281.797 287.500 145 - I(c Kementerian
Pekerjaan Umum
SK No 122080 C
03 - Akses air minum
jaringan perpipaan
persen 19,7612023) 24,2 40,2 145 - Kementerian
Pekerjaan UEUE
berkas 3, hlm. 74 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Taqpt 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04 - Persentase Non
Revenue e Water (NRW)
PDAM
persen 33 (2023) 32 25 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
loo 300 024 - Kementerian
Kesehatan
50 250 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Meningkatnya
jumlah lembaga
pengelola SPAM yang
melaksanakan
kegiatan pengawasan
kualitas air minum
secara rutin dan
berkala
Ol - Ikbupat@ /kota
dengan kualitas air
minum yang memenuhi
syarat
kab/kota 6s (2023)
02- Kabupaten/kota
kualitas air minum pada
sarana air minum
memenuhi syarat
Kabupaten/kota dcogan
kualitas air minum yang
memenuhi syarat
kab/kota 65 (2023)
02.12.05.01
PRO-P: Pengembangan SPAM
02.12.05.02
PRO-P: Pengelolaan SPAM
02. t2.05.03
PRO-P: Pengawasan Kualitas AiI Minum
SK No l2208lc
berkas 3, hlm. 75 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Tgtrgpt 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.12.06
KP: Penyediaan dan
Pengawasan Sanitasi
Allan, Berkelanjutan,
dan Berketahanan
Iklim B€rbasb CWIS
01 - Meningkatnya
cakupan layanan
infrastruktur SPALD
Ol - Jumlah
kabupaten/kota yang
memiliki IPLT dan
berfungsi dengar baik
514 OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
kab/kota 196 218
02 - Kapasitas IPAL yang
terbangun
sambungan
rumah
644.742 l2o23l 730.000 1.700.000 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
03 - Rumah tangga yang
memiliki tangki septik
dan disedot secara
berkata
persen 9,35 (2023) 10 25
02 - Meningkatnya
keberfungsiaan dan
kualitas infrastruktur
SPALD
0l - Persentase
kabupaten /kota yang
melakukan pemantauan
baku mutu lingkungan
pada IPLT dan IPAL
pef,scf,i o 0 20
02 - Id.le @.pacitA IPLT persen 75,27 (2023) 70 30
Og - Id.le @.pacitg IPAL persen 6s (2023) 64 60
SK No 122082 C
(
berkas 3, hlm. 76 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan BaselinE 2024 Target 2025 Tsrgc. 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04 - Jumlah
kabupaten/kota yang
melaksanakan LLTT
kab/kota t9 (2023) 30 70 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02.12.0,6.001
PRO-P: Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat
02.12.06.002
PRO-P: Pembangunan Sistem Pengelolaan AL Limbah Domestik Setempat
02.12.06.003
PRO-P. Peningkatan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
02.12.06.004
PRO-P: Pemantauan dan Inspeksi Kualitas Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
02.12.06.005
PRO-P: Pengembangan Manajemen Layanan Sanitasi (Air Limbah Domestik)
02.12.07
KP Penguatan Tata
Kelola
Penyelenggaraan Air
Minum dan Sanitasi
yatrg Berorientasi
pada Keberlanjutan
Of - Meningkatnya
kua.litas perencanaan rn
air minum dan
sanitasi (air limbah
domestik)
01 - Jumlah provinsi dan
kabupaten/kota yarE
memiliki Jakstra SPAM
OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
provinsi dan
kab/kota
15 Provinsi
dan 103
kab/kota
18 Provinsi
dan 178
kab/kota
38 Provinsi
dan 508
kab/kota
02 - Jumlah provinsi dan
kabupaten/kota yang
memiliki RISPAM
termutakhirkan
provinsi dan
kab/kota
21 Provinsi
dan 505
kab/kota
23 Provinsi
d8l 508
kab/kota
38 Provinsi
dan 508
kab/kota
SK No 122083 C
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
berkas 3, hlm. 77 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.s9lj'l'e2024 Target 2025 T{get2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah provinsi dan
kabupaten/kota yang
memiliki dokumen
perencanaan sanitasi
(RSP/SSK) yars
termutakhirkan
provinsi dan
kab/kota
274 (2023) 300 514 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
010 - Kementerian Dalam
Negeri
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
04 - Jumlah BUMD air
lrinuo yang memiliki
dokumen RPAM
BUMD air
minum
t2t 176 394
02 - Meningkatnya
kualitas
penyelenggaraan air
minum dan sanitasi
(air limbah domestik)
yang aman dan
berkelanjutan
Ol - BUMD atu minum
berkinerja sehat
persen 65,39 12023) 74 100
02 - Jumlah
kabupaten/kota yang
memiliki kelembagaan air
limbah domestik
(UPTD/BLUD/BUMD)
kab/kota 127 (2023) r80 514
03 - Jumlah BUMD air
minum ydry mengelola
layanan air limbah
domestik
BUMD air
minum
s (2023) 7 20
SK No l22O84C
berkas 3, hlm. 78 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - BUMD air minum
dengan tarif Full Cost
Re@uery (FCR)
persen 42,49 (2023) 60 100 010 - Kementerian Dalam
Negeri
010 - Kementerian Dalam
Negeri
OIO - Kementerian Dalam
Ne8cri
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
05 - Jumlah
kabupateo /kota yang
menerapkan
tarif/retribu si layanan air
limbah domestik
kab/kota t7 (2023) 40 ro0
kab/kota 13s (2023) 150 514
02 - Jumlah NSPK air
minum yang
tersusun /terrnutaldrirkan
daIt telah ditetapkan
(kumulatif)
NSPI( 9 2 o
03 - Jumlah NSPK air
limbah domestik yang
tcrsusun /temutakhirkan
dan telah ditetapkan
(kuoulsti0
NSPK 5 o
03 - Tersedianya
landasan regulasi dan
pedoman
penyelenggaraan air
minum dan air
limbah domestik
01 - Jumlah provinsi dan
kabupaten/kota yang
memiliki Ha terkait
tata kelola at limbah
domestik
SK No 122085 C
I
berkas 3, hlm. 79 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2o24 Targat2o2' Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
PengaDpu
02.12.07.001
PRO-P: Penyusunan dan Sinkronisasi Perencanaan Air Minum dan Sanitasi (Air Limbah Domestik) melalui HIAM dan PPSiP
02.12.07.002
PRO-P: Penguatan Kelembagaan dan Pengaturan Air Baku, Air Minum, dan Sanitasi (Air Limbah Domestik)
02.12.07.003
PRO-P: Reformasi Kebijakan Tarif Air Baku, Air Minum, den Air Limbah Domestik
02.12.07.004
PRO-P: Penyusunan datl Pendampingan Pengaturan dan NSPK Air Minum dan Sanitasi (Air Limbah Domestik)
02.12.08
KP Penguatan kf,an
Masyarakat dan
Ekosistem Air Minum
dan Sanitasi Berbasis
Inovasi dan
Kol,aborasi
01 - Meningkatnya
kesadaran
masyarakat akan
pentingnya
pengelolaan air
minum dan A.LD
0l - IGbupaten /kota
yang mendeklarasikan 5
Pilar STBM
20O 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
O24 - Kementerian
Kesehatan
OIO - Kementerian Dalam
Negeri
Ol0 - Kementerian Dalam
Negeri
kab/kota 4 (20231 30
02 - Berkembangnya
ekosistem air minum
dan sanitasi berbasis
inovasi
Ol - Jumlah provinsi
yang melakukan
pelaporan kinerja air
minum di tingkat
kab/kota
provinsi 38 (2023) 38 38
02 - Jumlah provinsi
yang mel,akukan
pelaporan kinerja sanitasi
(air limbah domestik) di
tingkat kab/kota
provinsi t (2023) 15 38
SK No 122086 C
berkas 3, hlm. 80 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan hselig2o24 TarEd.2O2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah proyek yang
mendapatkan fasilitasi
pengembangan teknologi
dan pengelolaan
peralatan bidang air
EinuE (kumulatif
proyek 0 (2023) o 4 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
5 o 145 - Kementerian
Pekerjaan Uaum
10 13 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
2 o 145 - KeEeartcriafl
PeLedaaD UDum
04 - Jumlah proyek
pengembangan dan
piloting teknologi sistem
pengelolaan air limbah
domestik (kumulatif
proyek o (2p231
05 - Jumlah proyek
pembiayaan kreatif
infrastruktur air minum
yang siap
dikerjasamakan
(kumulatif
proyek 8
06 - Jumlah proyek
pembiayaan kreatif
irfr astrukhrr air limbah
dqrcatik yang siap
dikerjasamakan
(kumulatif
Proyek o (2023)
SK No 122087 C
berkas 3, hlm. 81 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.12.08.001
PRO-P: Kampanye dan Edukasi Masyarakat untuk Mendorong Penyelenggaraan Air Minum dan Sanitasi Aman
02.12.08.002
PRO-P: Pengembangan Manajemen Data Air Minum d8n Sanitasi (Air Limbah D@e3tik) yang Terintegrasi
02.12.08.003
PRo-P: Pengembangan Inovasi dan Teknologi Air Minum dan sanitasi (Air Limbah Domestik)
02.12.08.004
PRO-P Pcog€Dbangan Model Bisnis, Slcrua Kerjasama, SDM, dan Pasar Air Minum dan Sanitasi (Air Limbah Domestik)
02.12.09
KP: Pengembangan
Terpadu FesBir Utara
Ja$'a
Ol - Meningkatkan
ketahanan terhadap
daya nrrak air di
Pesisir Utara Jawa
O I - Luas kawasan yang
terlindungi dari risiko
daya rusak air di Pesisir
Utara Jawa
ha
(kumulatif)
3.577
l2o2o-2o241
5.OOO 05 - Ketahanan
sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan UEum
200
02 - Kapasitas prasarana
air baku yang dibangun
di Pesisir Utara Jawa
m3/detik
(kumulatif)
2,94
(2020-2024)
o,7 8,82 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Meningkatnya
layanan air minum
dan sanitasi di Pesisir
Utara Jana
Ol - Akses air minum
jaringan perpipaan di
Pesisir Utara Jatra
persen 30 31,5 41 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - JuEls}l
kabupaten /kota yang
memiliki Instalasi
Pengolahan Air Limbah
Domestik (IPAL/IPLT) dan
berfungsi dengan baik di
Pesisir Utara Jawa
kab/kota
(kumulatif)
32 32 43 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
SK No 122088 C
berkas 3, hlm. 82 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selitl€2024 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.12.09.01
PRO-P: Pengendalian Daya Rusak Air
02.12.09.02
PRO-P: Penyediaan Air Baku dsn Air Minum
02.12.09.03
PRO-P: Pembangunan Sietera Pengelolaan Air Limbah Domestik
02.12.09.04
PRO-P: Pemantauan Penurunan Mu.l(a Tanah
02.12.09.05
PRO-P: Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
02.12.09.06
PRO-P: Pengembangan Kawasan
02.13
PP Ekonomi SYariah
Ol - Menguatnya
peran ekonomi
syariah untuk
peningkatan
produktivitas ekonomi
Ol - Kontribusi PDB
syariah
persen 46,72 (2023) 49,04 56,11 Komite Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
SK No 122089 C
berkas 3, hlm. 83 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Basdi,,@2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.13.01
KP: Industri Halal dan
UMKM Halal
01 - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing industri dan
UMKM halal
01 - Persentase
peningkatan daya saing
industri yang
memproduksi produk
halal
persen - (indikator
bar.u)
4,46 7,00 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Pertumbuhan
pariwisata ramah muslim
persen 20,41 l2023l 10,28 13,08 Komite Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
02.13.01.01
PRO-P Pengembangan Industri Makanan Minuman Halal
02. r3.0r.02
PRO-P Pengembangan Industri Farmasi dan Kosmetik Halal
02.13.01.03
PRO-P Pengembangan Industri Fesyen Muslim
02.13.01.04
PRO-P: Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim
02.13.01.05
PRO-P: Penguatan Halal Value Chain
02_ 13.O1_06
PRO-P: Penguatan Promosi Industri Halal
SK No 122090 C
(
berkas 3, hlm. 84 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan n Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehic 2024 Taqpt 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.13.02
XP: Ekspor Halal dsn
Kerjasama Ekonomi
Syariah Internasional
01 - Meningkatnya
ekspor produk halal
berdaya saing global
dafl menguatnya
kerjasama ekonomi
syariah internasional
Ol - Nilai ekspor
halal/PDB
persen 3,69 (2023) 3,73 3,92 02 - Transformasi
Ekonomi
Komite Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
02.13.02.01
PRO-P: Penguatan Ekspor Halal
02.13.02.02
PRO-P Penguatan Kerjasama Ekonomi Syariah Internasional
02.13.03
KP: Ekosistem Halal
01 - Menguatnya
ekosistem halal
pendukung
pertumbuhan
ekonomi syariah
01 - Jumlah produk
tersertifikasi halal
2.172.106 7.OOO.OOO 7.OOO.OOO 02 - Transformasi
Ekonomi
142 - Badan
Penyelenggara Jaminan
Muk Halal
produk
02.13.03.01
PRO-P: Akselerasi Fasilitasi Sertifikasi Halal
02.13.03.02
PRO-P: Penguatan Lembaga dan SDM Pendukung Ekosistem Halal
02.13.03.03
PRO-P: Pengembangan Kebijakan Ekosistem Halal
SK No t2209l0
berkas 3, hlm. 85 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bo.selie2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.13.03.04
PRO-P: Penguatan Kemitraan Ekosistem Halal
02.13.03.05
PRO-P: Pengembangan Riset Pendukung Ekosistem Halal
02.13.03.06
PRO-P: Pengembangan Penghitungan PDB Syariah
02.13.04
KP: Keuangan Syariah
Ol - Meningkatnya
pcf,an keuangan
syariah mendukung
perekonomian
nasional
01 - Aset keuangan
syariah/PDB
persen 42,67 l2o23l 51,42 02 - Transformasi
Ekonomi
Komite Nasional Ekonomi
dalr Keuangan Syariah
(KNEKS)
45,38
02.13.04.01
PRO-P Penguatan Perbankan Syariah
02.13.04.02
PRO-P: Penguatan Pasar Modal Syariah
02.13.04.03
PRO-P: Penguatan IKNB Syariah
02.13.05
KP: Dana Sosial
SYariah
Ol - Meningkatnya
peran dana sosial
syariah mendukung
perekonomian dalr
perlindungan sosial
nasional
01 - ZIS-DSKL/PDB pqEcn 0,155 (2023) 0,208 02 - Transformasi
Ekonomi
Komite Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
Komite Nasional Ekonomi
dan Keuangan Syariah
(KNEKS)
0,169
SK No 122092 C
02 - Aset wakaf
uang/PDB
persen o,0r r (2023) 0,016 0,027
,{
berkas 3, hlm. 86 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kAelinz2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.13.05.01
PRO-P: Akselerasi Bauran ZISWAF dan keuangan syariah
02.13.05.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelol,a dan Literasi ZISWAF
02.14
PP: Ekonomi Digital
Ol - Meningkatnya
pengembangan
ekonomi digital dalam
mendukung
kontribusi ekonomi
digital terhadap PDB
OOI - Kontribusi ekonomi
digital terhadap PDB
persen 8 8-9 12-13 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02.14.001
KP: Penguatan Faktor
Pendukung Ekonomi
Digital
01 - Meningkatnya
Jumlah SDM Digital
0l - Peningkatan tenaga
kerja sektor TIK
(kumulatif)
5,21 02 - Transformasi
Ekonomi
059 - IGraentcf,ial
Komunikasi dan Digital
persen 3 3,21
02 - Proporsi remaja dan
dclvara usia 15-59 tahun
dengan keterampilan
Teknologi Informasi Dan
Komputer (nK)
persen 79 (2023) 83 90 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
02.14.001.001
PRo-P: Pengembangan SDM Digital dan Digitalisasi Masyarakat
SK No 122093 C
berkas 3, hlm. 87 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusebe2o24 Target 2025 Tetrget2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.14.001.002
PRO-P: Penguatan Infrastruktur dan Pelindungan Keamanan Data
02.14.001.003
PRO-P: Riset dan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital
02.14.001.004
PRO-P: Pengembangan Regulasi, Pendanaan dan Iklim Bisnis
02.14.002
KP: Penguatan
Ekonomi dan Industri
Digital rcrta Sektor
Strategis Lainnya
Ol - Meningkatnya
pengembangan
ekonomi dan Industri
digital
Ol - Indeks Transformasi
Digital Nasional Pilar
Bisnis
39,12 l2o22l 40,38 41,70 02 - Transformasi
Ekonomi
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
02 - Tingkat kesuksesan
sta/tup digital nasional
success rate startup
digital
persen - (indikator
baru)
7 15 O59 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
03 - Jumlah perusahaan
dengan nil,ai Indonesia
Industry 4.O Readiness
,4der (INDI 4.0) > 3.0
perusahaan 74 (2023) a7 156 019 - Kementerian
Perindustrian
04 - Kontribusi sektor
informasi dan
komunikasi terhadap
PDB
SK No 122094C
persen 4,3 4,3 4,4 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
berkas 3, hlm. 88 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinezo24 Targd-202s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.14.002.001
PRO-P: Pengembangan Industri dan Perangkat Digital
02.14 .OO2.OO2
PRO-P: Penguatan Pengembangan Ekonomi Digital UMKM
02.14.002.003
PRO-P: Pengembangan Digitalisasi Perdagangan
02.14.002.004
PRO-P: Pengembangan Keuangan dan Perbankan Digital
02.14.002.005
PRO-P: Pengembangan Digitalisasi Pertanian dan Perikanan
02.t4 .oo2.06
PRO-P: Pengembangan Media Digital
02.14 .OO2.OO7
PRO-P: Pengembangan Digitalisasi Transportasi d,an Pariwisata
02.14.002.008
PRO-P: Pelayanan Kesehatan Digital
02.14.002.009
PRO-P: Pengembangan Digitalisasi Pendidikan
SK No 122095 C
berkas 3, hlm. 89 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.14.002.010
PRO-P: Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah
02.14.002.011
PRO-P: Pengembangan Digitalisasi Sektor Energi dan Lingkungan
02.15
PP Ekosistem
Ekonomi Sirkular
Of - Meningkatkan
efisiensi, daya guna,
dan daur ulang
sumber daya dan
materiel
0l - Tingkat input
material sirkular
persen 9 9.2 lo 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02.15.01
KP: Penerapan
Efisiensi Sumber
Daya dan
Peningkatan Daur
Ulang
0l - Meminimalkan
dan mengo,ptimali8asi
penggunaan sumber
daya, mendesain
suatu produk agar
memiliki dal.a guna
selama mungkin, dan
meningkatkan
IrrEggunaaE material
sirkular
0l - Jumlah perusahaan
industri berdasarkan
lokasi yang sudah
tersertifikasi industri
hijau
perusahaan
(akumulatif)
140 152 200 019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Rasio penggunaan
material sirkular di
sektor industri
03 - Persentase sampah
yang didaur ulang
p€f,s€lt
p€f,s€rl
lo 11
16
15
20 l3
019 - Kementerian
Perindustrian
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
SK No 122096 C
berkas 3, hlm. 90 OCR
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bo.seli@2oz4 T6rgDt2O25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.15.01.01
PRO-P: Pengembangan Kapasitas Industri Manufaktur dalam Penerapan Ekonomi Sirkular
02.15.01.02
PRO-P: Penerapan Industri Hijau
02.15.02
KP: Pengelolaan
Susut dan Sisa
Pangan
Ol - Mengurangi
susut pangan Pada
rantai pasok pangan
0l - Persentase
penurunan susut pangan
p€rs€f,r 3 3-5 3-5 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
02 - Mengurangi sisa
pangan dari pelaku
usaha dan konsumen,
serta meningkatkan
pangan layak
konsumsi yang dapat
diselamatkan dan
dimanfaatkan kembali
02 - Persentase pangan
yang terselamatkan
persen rA4 3-5 3-5 f25 - Badan Pangan
Nasional
02. r5.02.0r
PRO-P: Pengembangan Kebijakan dan Standar Susut dan Sisa Pangan
02.15.02.02
PRO-P: Peningkatan Infrastruktur dan Sarana Pangan Pertanian, Perikanan, dan Peternakan
02.15.02.03
PRO-P: Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Kerjasama Penyelamatan Pangan
SK No 122097 C
berkas 3, hlm. 91 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselieN24 TarEetzo25 TarBct2o2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.15.03
KP Pengembangan
MukRaEah
Lingkungan
Ol - Meningkatt an
jumlah produk yang
menerapkan prinsip
berkelanjutan
01 - Jumlah produk yang
bersertifikasi ramah
lingkungan
produk ramah
lingkungan
(kumulatif
5l 70 150 1/+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.15.03.01
PRO-P: Pengembangan Labelisasi, Standarisasi, dan Riset Produk Ramah Lingkungan
02.15.03.02
PRO-P: Penerapan Konstruksi Berkelanjutan dan Bangunan Gedung Hijau
02.15.03.03
PRO-P: Pengembangan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dengan Prinsip Berkelanjutan
02.15.04
KP Penguatan
Ekosistem Daur
Ulang
Ol - Peningkatan
kapasitas dsrr tingkat
daur ulang
Ol - Tingkat daur ulang persen 6 5 5,2 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.15.04.01
PRO-P Pengembangan Kebijakan, Teknologi dan Fasilitas Pengelolaan Sampah dengan Prinsip Sirkular
02.15.04.02
PRO-P: Pengembangan Kapasitas Pelaku Usaha, Bank Sampah, dan Kelompok Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Sirkular
SK No 122098 C
berkas 3, hlm. 92 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselh92o24 Target2o2s Targtet202g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.15.04.03
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Bank Sampah & Mita 3R
02.16
PP: Pengelolaan
Keanekaragaman
Hayati ElosirteE,
Spesies, dan Genetik
Ol - Meningkatnya
upaya pencegahan
kerusakan serta
konservasi ekosistem
dan spesies
Ol - Indeks Pengurangan
Ancaman Kehilangan
Keanekaragaman Hayati
0,40 (2020) 0,51 o,a 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Meningkatnya
upaya pemanfaatan
keanekaragaman
hayati secara
berkelanjutan
Ot - Indeks Pemanfaatan
Keanekaragaman Hayati
Secara Berkelanjutan
0,31 (2020) o,37 o,44
03 - Meningkatnya
upaya pengelolaan
sumber daya genetik
keanekaragaman
hayati secara
berkelanjutan
01 - Jumlah model
pengelolaan sumber daya
genetik termasuk digital
squen@ infon wtion
pada sumber daya
genetik
model
02.16.01
KP Perlindungan dan
Pengelolaan
Ekosistem serta Areal
Bernilai
Keanekaragaman
Hayati Tinggi
Of - Meningkatnya
efektivitas
pengelolaan di
kawasan suaka alar!,
kawasan pelestarian
alam, dan taman
buru
Ol - Jumlah unit KSA,
KPA, dan TB dengan
kategori pengelol,aan
efektif
4OO 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
143 - Kementerian
Kehutanan
unit 294 l2023l 304
SK No 122099C
I I I
berkas 3, hlm. 93 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Meningkatnya
efektivitas
pengelolaan kawasan
konservasi di
perairan, wilayah
pesisir, dan pulau-
pulau kecil
01 - Nilai €fektivitqs
pengelolaan kawasan
konservasi di pcf,airan,
wilayah pesisir, dan
pul,au-pulau kecil
49,s612023) 50,00 58,00 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
9,23 10 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
- (indikator
baru)
528.000 l.ooo.ooo 143 - Kementerian
Kehutanan
2 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
03 - Meningkatnya
luas kawasan
konservasi di
pera an, wilayah
pesisir, dan pulau-
pulau kecil
0l - Persentase luas
kawasan konservasi di
perairan, wilayah pesisir,
dan pulau-pul,au kecil
persen 8,98 (2023)
04 - Mcr ngkatnya
pengelolaan areal
preservasi
Ol - Luas arcal presgvasi
yang dikembangkan
ha
02 - Jumlah unit
pengelola taman kehati
yang difasilitasi
perencanaan dan
pengelolaanya
unit 2 2
SK No 122100 C
berkas 3, hlm. 94 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05 - Meningkatnya
pengelolaan geologi
untuk mendukung
keanekaragaman
ekosistem melalui
pengembangan
geopark
01 - Jumlah geopark
yang telah
direkomendasikan
dan/atau ditet pkan
menjadi UNESCO Global
Ceqa*
unit
(kumulatif
10 12 17 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
143 - Kementerian
Kehutanan
06 - Meningkatnya
pemulihan ekosistem
terdegradasi
Ol - Luas pemulihan
ekosistem di KSA, KPA
dan TB
ha 29.734,22 20.000 70.ooo
02.16.01.01
PRO-P: Pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Buru (TB)
02.16.01.02
PRO-P: Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil
02.16.01.03
PRO-P: Pengelol,aan Areal Preservasi
02.16.01.04
PRO-P: Pengelolaan Geologi untuk Mendukung Keanekaragaman Ekosistem
02.16.01.05
PRO-P: Pemulihan Ekosistem Darat yang Terdegradasi
SK No 122101 C
berkas 3, hlm. 95 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.16.01.06
PRO-P: Pemulihan Ekosistem Perairan Darat, Pesisir, dan l,aut yang Terdegradasi
02.16.01.07
PRO-P: Identifikasi Tipe, lxa.dr, dan Status Keterancaman Ekosistem
02.16.02
KP: Pengurangan
Status Keterancaman
Spesies 1\rEbuhan,
Satwa, dan Biota
Perairan
0l - Berkurangnya
status keterancaman
spesies
Ol - Indeks Daftar Merah
Nasional status
keterancaman spesies
0,75 0,75 o,76 143 - Kementerian
Kehutanan
02 - Menurunnya
penyebaran jenis
asing invasif di
Indonesia
0l - Persentase
keberhasilan pencegahan
dan pengendalian
penyebaran j€rrie asing
invasif di area karanti.na
Indonesia
persen - (indikator
baru)
8t 85 127 - Badar Karantina
Indonesia
02.16.02.01
PRO-P: Pemantauan, Penyelamatan, dan Penanganan Konflik Spesies Tumbuhan, Satwa Liar, dan Biota Perairan
02.16.02.02
PRO-P: Pengembangbiakan dan Konservasi Keragaman Genetik Spesies Tumbuhan, Satwa Liar, dan Biota Perairan
02.16.02.03
PRO-P: Pemberantasan Perburuan dan Perdagangan Ilegal Tumbuhan dan Satwa Liar, serta IUU Illegal Unreported, Unregulated) Fishing
02.16.02.04
PRO-P: Pengendalian Jenis Asing Invasif, Vektor
SK No l22l020
Penyakit, dan Zoonosis
berkas 3, hlm. 96 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TarEet2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.16.03
KP: Penguatan Tata
Kelola
Keanekaragaman
Hayati
0f - Meningkatnya
tata kelola
keanekaragaman
hayati
01 - Jumlah kelompok
masyarakat yang dibina
dalam upaya konservasi
kawasan dan
keanekaragaman hayati
kelompok
masyarakat
(kumulatif)
- (indikator
baru)
2N 2500 143 - Kementerian
Kehutanan
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
02 - Jumlah dokumen
pemantauan dan evaluasi
implementasi konvensi
keanekaragaman hayati
dan protokol/kebijakan
turunannya di Indonesia
dokum€(r I I
03 - Jumlah lembaga
yang dibina dsn
dievaluasi di bidang
keanekarrt man hayati
lembaga - (indikator
baru)
10 10
04 - Jumlah inovasi dsn
teknologi tcrkait
keanekaragaman hayati
inovasi so (2023) 100 180
02.16.03.01
PRO-P. Pelibatan Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
02.16.03.02
PRO-P: Integrasi Data dan Pengayaan IPTEK l&aflekaraSarlan Hayati
02.16.03.03
PRO-P: Penguatan Perencanaan dan Pengarusutamaan
SK No 122103 C
Keanekaragaman Hayati
berkas 3, hlm. 97 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinem24 Target 2025 TgEEet2O2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.16.03.04
PRO-P: Mobilisasi Pendanaan Inovatif, Dukungan Swasta, dan Insentif Positif untuk Kcanc*araSaEan Hayati
02.16.04
NP: Pemanfaatan
Sumber Daya Hayati
den Jasa Ekosistem
Berkelanjutan
mendukung
Bioekonomi
Ol - Meningkatnya
pemanfaatan sumber
daya hayati secara
berkelanjutan
Ol - Nilai PNBP dari hasil
pemanfaatan tumbuhan
dan satwa liar
berkelanjutan
miliar rupiah 28 OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
143 - Kementerian
Kehutanan
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
127 - Badan Karantina
Indonesia
143 - Kementerian
Kehutanan
25,96 26
02 - Nilai efektivitas
pengelolaan biota
perairan langka,
terancam punah,
dilindungi, dan/atau
apwnd& CITES
nilai 62,40 l2023l 64,30 70,94
03 - Persentase keluar
dan masuknya
tumbuhan, satwa, dan
biota perairan yang
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundangan
persen - (indikator
baru)
60 80
02 - Meningkatnya
pemanfaatan jasa
ekosistem secara
berkelanjutan
Ol - L,uas kawasan hutan
konservasi yang
dipersiapkan untuk
implementasi nilai
ekonomi karbon
juta ha
(kumulatif)
2,O 2,1 2,5
SK No l22lO4C
berkas 3, hlm. 98 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselbe2o24 TarEat2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Nilai PNBP dari
pemanfaatan jasa
lingkungan KSA, KPA dan
TB
miliar rupiah 204 2@ 239 143 - Kementerian
Kehutanan
02.16.04.01
PRO-P: Pemanfaatan Tumbuhan, Satwa, dan Biota Perairan Secara Berkelanjutan
02.16.04.02
PRO-P: Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon, Air, dan Panas Bumi Secara Berkelanjutan
02.16.04.03
PRO-P: Pengelolaan Wisata Alam dan Wisata Bahari Secara Berkelanjutan
02.16.05
KP: Peningkatan
Bioprospeksi,
Bioteknologi,
Keamanan Hayati,
serta Akses dan
Pembagian
Keuntungan Sumber
Daya Genetik
0l - Meningkatnya
pemanfaatan sumber
daJra genetik secara
berkelanjutan
0l - Jun ah produk yang
dikembangkan melalui
bioprospeksi
produk
(kumulatif
1o 15 25 143 - Kcrocnte!'ian
Kehutanan
02 - Jumlah penerapan
bioteknologi yang
dimanfaatkan untuk
pengembangan
bioprospeksi
produk 25 50 150 124 - Badan Rkct dan
Inovasi Nasional
O2 - Meningkatnya
pengelolaan
keamanan hayati
(biosafety dan
biose.il'iu
Ol - Jumlah rekomendasi
kebijakan terkait
pengelolaan keamanan
hayati (hosare,y dan
bios€annty,
rekomendasi
kebijakan
(kumulatif
40 44 60 lz+4 - Kcoeartcf,ial
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
SK No 122105 C
berkas 3, hlm. 99 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirE2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.16.05.01
PRO-P: Pengembangan Bioprospeksi, Bioteknologi, serta Akses dan Pembagian Keuntungan Sumber Daya Genetik
02.16.05.02
PRO-P: Pengelolaan Keamanan Hayati (IlIbsqfetg q d Bioseadtyl
02.17
PP Peningkatan
Kualitas Lingkungan
Hidup dan Tata
Ruang
01 - Meningkatnya
Indeks Kualitas Air
Ol - Indeks Kualitas Air
(IKA)
03 - Meningkatnya
Indeks Kualitas Air
Laut
01 - Indeks Kualitas Air
Laut (IKAL)
81,02 at,22
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
lzl4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
54,59 (2023) 72,02 72,77
02 - Meningkatnya
Indeks Kualitas Udara
01 - Indeks Kualitas
Udara (IKU)
44,67 (2023) 78,53 79,49
74,44 (2023)
04 - Meningkatnya
Indeks Kualitas
Lahan
SK No 122106 C
Ol - Indeks Kualitas
Lahan (IKL)
61,79 77,97 74,19
berkas 3, hlm. 100 OCR
F,EPUBLIK INOONESIA
- loo -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Taryet2o2s Targ€r'-2o2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Meningkatnya
ketaatan terhadap
hukum lingkungan
hidup dan kehutanan
Ol - Persentase ketaatan
terhadap hukum
lingkungan hidup daE
kehutanan
persen 30 30 55 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
06 - Terpeliharanya
kelangsungan daya
dukung dan daya
tampung lingkungan
hidup
0l - Indeks Daya Dukung
don Daya Tampung
Lingkungan Hidup
0,564 0,567 0,576
02.17.01
KP: Peningkatan
Pengelolaan Kualitas
Afu Sungai dan Danau
Of - Meningkatnya
ketersediaan data
kualitas air sungai
dan danau
01 - Ketersediaan status
mutu DAS dan danau
data 188 190 r98 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/ Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
l.+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Meningkatnya
kualitas air
permukaan
Ol - Jumlah sungai dan
danau yang mengalami
peningkatan status mutu
lokasi 5 5 I
02 - Jun ah kab/kota
yang mengalami
peningkatan skor IRLH
sektor air
kab/kota 5 5 0
SK No 122107 C
berkas 3, hlm. 101 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan &selhe2o24 T8trgc-2o25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Meningkatnya
pengendalian
pencemaran air di
sektor industri
Ol - Jumlah industri
yang memenuhi kualitas
air limbah sesuai baku
mutu
industri 2.853 2.940 3.310 lz+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.17.01.01
PRO-P: Pembangunan Infrastruktur Pemantauan Kualitas Air Sungai dslt Danau
o2.t7 .ot.o2
PRO-P: Peningkatan Kualitas Air melalui Pengelolaan Air Limbah
02.17.01.03
PRO-P: Peningkatan Sarana Prasarana Pengujian Kualitas Air
02.17.01.04
PRO-P: Pengendalian Pencemaran Air di Sektor Industri
02.17.02
KP: Peningkatan
Pengelolaan Kualitas
udara di Kab/Kota
Of - Meningkatnya
pengelolaan kualitas
udara
ol - Jumlah kab/kota
yang mengalami
peningkatan IRLH sektor
udara
kab/kota 0 5 5 1z+4 - I<GEcnt€f,ial!
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Meningkatnya
pengelolaan emisi
udara di industri,
prasarana, dan jasa
0I - Jumlah industri
yang memenuhi baku
mutu emisi udara
SK No l22l080
industri 2.455 2.940 3.310
berkas 3, hlm. 102 OCR
-to2-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselj,l€2024 TarEct2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.17.02.01
PRO-P: Pemantauan Kualitas Udara di Kab/Kota
02.17.02.02
PRO-P: Pengendalian Pencemaran Udara di Kab/Kota serta Sektor Industri, hasaralra, dsn Jasa
02.17.03
I(P: Peningkatan
Pengelolaan Kualitas
dan Kesehatan Air
Laut
Ol - Meningkatnya
pemulihan kualitas
ekosistem pesisir dan
laut yang
terkontaminasi
01 - Luasan pesisir dan
laut tef,kontaminasi dan
rusak yang terpulihkan
127.6@ 5.000 5.OOO 144 - K€ra€trrt€riaI!
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
l.+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Jumlah industri dan
atau pelabuhan yang
membuang air limbah ke
laut yang memenuhi
baku mutu air limbah
pelabuhan/
industri
36 36 50
03 - Juml,ah provinsi
yang mengalami
peningkatan skor IRLH
sektor air laut
provinsi 0 37 37 l/+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.17.03.01
PRO-P: Pengelolaan Kualitas Air laut
SK No 122109 C
nit
berkas 3, hlm. 103 OCR
- lo3 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Baseline 2024 Taqct m25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.17.03.02
PRO-P: Rehabilitasi Ekosistem Laut dan Pesisir
02.17.04
KP: Peningkatan
Kualitas Lahan
01 - Meningkatnya
luasan lahan rusak
yang dipulihkan
Ol - Indeks Kualitas
Tutupan Lahan
77,94 77,94 74,20 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
02 - Meningkatnya
pengelolaan
kerusakan lahan
Ol - Jumlah kab/kota
yang mengalami
peningkatan IRLII sektor
lahan
kab/ kota o l5 l5
03 - Meningkatnya
jumlah industri yang
memenuhi kriteria
pengendalian
kerusakan lahan
Ol - Jumlah industri
yang memenuhi kriteria
pengendalian Kerusakan
Lahan (KLH)
industri 113 113 133
04 - Terwujudnya
Ir€rcocanaatr tata
mang dan
pemanfaatan ruang
yang berkualitas
01- Persentase s€ RDTR
yang siap terintegrasi
dengan OSS
persen 5,85 9,86 100
02 - Persentase
penerbitan konfirmasi
Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang
(KKPR)
SK No l22l l0 C
Pef,s€f,i 70,38 73,88 80,02 056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
berkas 3, hlm. 104 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.17.04.01
PRO-P: Pemulihan Ekosistem Mangrove dan Lahan Rusak
02.17.04.02
PRO-P: Implementasi Program Indonesia Hijau dan PROPER Sektor Lahan
02.17.04.03
PRO-P: Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang
02.17.05
KP: Peningkatan
Kualitas Ekosistem
Gambut
0l - Meningkatnya
ketersediaan data dar
informasi
karakteristik
ekosistem gambut
Ol - IndelG Kualitas
Ekosistem Gambut
(IKEG)
64,11 64,15 64,3 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Jumlah industri
yang memenuhi kriteria
pengendalian kerusakan
ekosistem gambut
industri 330 245 400
02. r7.05.01
PRO-P Pengelolaan Data dan Informasi Ekosistem Gambut
SK No 122111 C
berkas 3, hlm. 105 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselhe2o24 T8trgpt2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.17.05.02
PRO-P: Pemulihan Lahan Gambut
02.17.06
KP: Pengelolaan B3,
Limbah 83, dan
Limbah Radioaktif
Ol - Meningkatnya
jumlah 83 yang
dikelola
Ol - Jumlah 83 yang
dikelola
ton 6.220.572 6.(x)2.00s 7.500.231 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Fef,rgcndalian Lingkungan
Hidup
085 - Badan Pc(rEawa8
Tenaga Nuklir
02 - Meningkatnya
jumlah limbah 83 dan
nor B3 yang dikelola
Ol - Jumlah limbah 83
dan non B3 yang dikelola
ton 62.508.066 65.153.500 85.356.500
fasilitas - (indikator
baru)
2 3 03 - Meningkatnya
jumlah limbah
radioaktif yang
dikelola
Ol - Jumlah fasilitas
limbah radioaktif yang
dikelola
02.17.06.01
PRO-P: Peningkatan Pengelolaan 83
02.17.06.02
PRO-P: Peningkatan Pengelolaan Limbah B3 datr non Bil
SK No l22ll20
berkas 3, hlm. 106 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ebseline2o24 TeEgct202s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.17.06.03
PRO-P: Peningkatan Pengelolaan Limbah Radioaktif
02.17.07
KP: Penguatan
Kelembagaan,
Pengendalian,
Penertiban dan
Penegakan Hukum
LHK dan Penataan
Ruang
01 - Meningkatnya
jumlah
usaha/kegiatan /izin
pengelolaan SDA dan
lingkungan yang
diawasi
Ol - Jumlah
u Baha/kegiatan/izin
pengelolaan SDA dslr
lingkungan yang diawasi
ketaatannya
usaha/
kegiatan/izin
80 80 600 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
143 - Kementerian
Kehutanan
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Menurunnya
tinSlrat kerawanan
kawasan hutan
01 - Luas kawasan hutan
yang diamankan
ha 4.589.460
l2o23l
800.ooo 1.200.000
03 - Meningkatnya
penyelesaian tindak
pidana dan perdata,
dan sengketa terkait
lingkungan hidup dan
kehutanan
Ol - Jumlah tindak
pidana dan perdata, dan
sengketa lingkungan
hidup dan kehutanan
yang ditangani
perkara l4 14 58
04 - Meningkatnya
Indeks Kepatuhan
Ruang yanA optimal
0l - Persentase
kepatuhan pemanfaatan
ruang
SK No 122113 C
persen 50 52 60 056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
berkas 3, hlm. 107 OCR
-to7-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Meningkatnya
SArana dan prasarana
dalam rangka
perlindungan dan
pengelol,aan
lingkungan serta
pengendalian dan
penertiban
pemanfaatan ruang di
pusat dan daerah
Ol - Layanan KLHS dan
instrumen lingkungan
hidup yang terintegrasi
dalam kebijakan, rencana
dalt program
layanan - (indikator
baru)
40 40 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badar
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.17.07.01
PRO-P: Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara, Aparat Pengawas, Penyidik dan Penegak Hukum Lingkungan Hidup, Kehutanan
dan Tata Ruang
02.17.07.02
PRO-P: Pengawasan Usaha/Kegiatan terhadap Izin Lingkungan dan Peraturan Perundang-Undangan Bidang LHK
02.17.07.03
PRO-R Pengawasan Usaha Kelautan d,an Perikanan
02.17.07.04
PRO-P: Penanganan Perkara Bidang LHK yang Diselesaikan
02.17.07.05
PRO-P: Layanan Pengujian Laboratorium dan Standard Pengelolaan SDA dan Lingkungan
SK No l22ll40
berkas 3, hlm. 108 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliezo24 Targd-2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.17.07.06
PRO-P Pengendalian Pemanfaatan Ruang
02.17.07.07
PRO-P: Penertiban Pemanfaatan Ruang
o2.t?.o7.oa
PRO-P: Sarana dan Prasarana Perizinan, Instrumen dan Penerapan Sistem Perizinan di Pusat dan Daerah
02.17.07.09
PRO-P: Peningkatan Perencanaan, Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
o2.t?.oa
KP: Penguatan
Instrumen
Pencegahan Dampak
Lingkungan Hidup
Ol - Meningkatnya
kualitas perencanaan
perlindungan dan
pengelolaan
lingkungan hidup
dalam upaya
pengamanan
lingkungan hidup
(environmental
sqfe$dd)
01 - Persentase
rekomendasi kebijakan
terkait dengan rencana
perlindungan dan
pengelol,aan lingkungan
hidup di wilayah dengan
ekosistem rentan
provinsi/kab/
kota
55 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
l,+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
1/t4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
24 48
02 - Meningkatnya
kualitas kebijakan
rencana dan/atau
program yang
mengintegrasikan
pembangunan
berkelanjutan
Ol - Persentase KRP yang
menerapkan
perlindungan LH untuk
mendukung
pertumbuhan ekonomi
(hijau)
persen loo loo 100
SK No 122115 C
berkas 3, hlm. 109 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bqseline2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Peningkatan
upaya pencegahan
dampak lingkungan
hidup
Ol - Persentase
penerbitan perizinan
berusaha terkait
persetujuan lingkungan
di bidang lingkungan
hidup dan SDA
berkelanjutan
persen 63 65 85 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendafian Lingkungan
Hidup
02.17.08.01
PRO-P: Penerapan dan Penguatan RPPLH
02.17.08.03
PRO-P: Peningkatan Kualitas XRP Dalam Rangka Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
02.17.08.04
PRO-P Peningkatan Upaya Pencegahan Dampak Lingkungan Hidup Usaha dan Kegiatan
02.18
PP: Reformasi
Pengelolaan Sampah
Terintegrasi dari Hulu
ke Hilir
01 - Meningkatnya
IKPS Nasional
l8 - Indel<3 Kinerja
Pengelolaan Sampah
(IKPS)
52,64 (2023) 58 65 1,14 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
SK No 122116 C
berkas 3, hlm. 110 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eo,seltle2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.18.01
KP: Perubahan
Perilaku dan
Penguatan Tata Kelola
Persampahan
Ol - Meningkatnya
sampah yang dikelola
01 - Persentase sampah
yang dikelola
IOO OS - Ketahanan
Sosial Budaya dar
Ekologi
l/+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
024 - Kementerian
Kesehatan
persen 39,01 51,21
02 - Meningkatnya
jumlah
kabupaten/kota
dengan kepala
keluarga yang
melakukan
pengelolaan sampah
secara terstandar
(pilar 4 STBM)
01 - Jumlah
kabupaten/kota dengan
kepala keluarga yang
melakukan pengelolaan
sampah secara
terstandar (pilar 4 STBM)
kab/kota 4 (2023) 30 200
02- la-o1-o1
PRO-P: Penguatan Regulasi dan Kebijakan Pengelolaan Sampah
02.l8.ol.o2
PRO-P Penguatan Kebijakan Pendanaan dan Kelembagaan Pengelolaan Sampah
02.18.01.03
PRO-P Pengembangan Data dan Sistem Informasi Fersampah.ur
02.18.01.04
PRO-P: Pembinaan dan Pengawasan Sistem Pengelolaan Sampah
SK No 122117 C
berkas 3, hlm. 111 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseEE2O24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.18.01.05
PRO-P: Pengembangan Inovasi dan Standarisasi Tclorologi Tepat Guna pengelolaan sampah
02. r8.01.06
PRO-P: Perubahan Perilaku untuk Pemilahan Sampah
02.18.02
KP: Peningkatan
Pengumpulan dan
Pengolahan Supah
serta Pemror€san
Residu di TPA/LUR
Ol - Menurunnya
sampah residu yang
masuk di TPA/LUR
Ol - Timbulan sampah
terolah di fasilitas
pengolahan sampah
15 (13 tcrdaur
ulang) (2022)
24 (16 t€rdaur
ulang)
38 (20 t€rdaur
ulang)
05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
p€r8€f,i
02 - TPA/LUR yang
dioperasikan secara
Sanitary la dfrUlfigj{.at
pengontrolan penuh
unit - (indikator
baru)
O I I (kumulatif 145 - Ifura€ntcrian
Pekerjaan UEUE
03 - volume
penanggulangan sampah
dari aktivitas masyarakat
di pesisir dan laut
(kumulatif
totr 744,60 18 1244 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02.18.02.01
PRO-P: Penyediaan dan Optimalisasi Fasilitas Pengolahan Sampah
02.ta.o2_o2
PRO-P: Pembinaan dan Pengawasan Telsris Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah
02.18.02.03
PRO-P: Pembinaan dan Pengawasan TPA So.nito.ry Landfill
SK No l22l l8 C
berkas 3, hlm. 112 OCR
-tt2-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseltD2o24 Taryet2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.18.02.04
PRO-P: Pengelolaan Sampah laut di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
02.18.02.05
PRO-P: Penanganan Sampah dari Badan Air
02.19
PP: Pembangunan
Rendah Karbon
01 - M€nurun rya
emisi GRK
01 - Pers€otarc
penurunan emisi GRK
(kumulatif)
persen 17,02 (2023l. 18,37 21,12 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
02 - Persentase
penurunan emisi GRK
(tahunan)
persen 23,44 (2023) 26,67 30,11 O55 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
02.19.01
KP: Penurunan Emisi
GRK Sektor Energi
Ol - Menurunnya
Emisi GRK Sektor
Energi
02 - Reduksi emisi GRK
sektor €r168i
272 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
O20 - Kementerian Energi
dan Surobcf, Daya
Mineral
juta ton
COz-Eq
142 164
02.19.Ol.Ol
PRO-P: Fef,lgerlbangan Energi Rendah Karbon
02.19.01.02
PRO-P: Peningkatan Konservasi Energi
02.19.01.03
PRO-P: Peningkatan Transportasi Hijau Berkelanjutan
SK No l22l20c
berkas 3, hlm. 113 OCR
FR,ESIDEN
NEFUEUK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Taryct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
F.ir8ampu
02.19.02
KP: Penurunan Emisi
GRK Sektor Berbasis
Lahan
Ol - Menurunnya
emisi GRI( dari sektor
lahan
Ol - Reduksi emisi GR(
sektor hutan
juta ton
COr-Eq
- (indikator
baru)
410,80 482,67 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02 - Reduksi emisi GRK
sektor pertanian
juta ton
COz-Eq
- (indikator
baru)
6,27 8,94
03 - Nilai kawasan pesisir
dan pulau-pulau kecil
yarry direhabilitasi
o 55 76 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02.19.02.01
PRO-P Peningkatan Cadangan Karbon dengan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
02.19.02.02
PRO-P Restorasi daE Pencegahan Degradasi Lahan Gambut
02.19.02.03
PRO-P: Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
02.19.02.04
PRO-R lEpl€rocotasi Pertanian Berkelanjutan
SK No 122121 C
berkas 3, hlm. 114 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.19.03
KP: Peningkatan
Cadangan Karbon di
Ekosistem Karbon
Biru
Ol - Menurunnya
emisi GRK sektor
kelautan pesisir
01 - Reduksi emisi GRI(
sektor kel,autan pesisir
juta ton
COz-EQ
10,80 14,59 49,16 lr+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
02.19.03.01
PRO-P: Rehabilitasi Mangrove
02.19.03.02
PRO-P: Rehabilitasi Lamun
02.19.04
KP: Peningkatan
Upaya Dekarbonisasi
Industri
Ol - Menurunnya
emisi GRK dari sektor
industri
Ol - Penurunan emisi
GRK pada sektor industri
yang Eenj adi prioritas
dekarbonisasi
juta ton
COr-Eq
6,75 (20221 6,75 6,93 019 - Kementerian
Perindustrian
02.19.04.01
PRO-P Peningkatan Implementasi Standar Industri Hijau
02.19.04.02
PRO-P: Kebijakan dan Capaian Aksi Mitigasi Perubahan Iklim di Sektor IPPU
02.19.05
KP: Penguatan Aksi
Penurunan Emisi
GRK di Sektor
Pengelolaan Limbah
02 - Menurunnya
emisi GRK sektor
pengelolaan limbah
Ol - Reduksi emisi GRK
sektor limbah
juta ton
COr-Eq
E,8 14,13 31,90 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
SK No 122123 C
berkas 3, hlm. 115 OCR
I
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BasehE2O24 Target 2025 T8trgrr'.2o,2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.19.05.01
PRO-P Pengurangan Emisi GRI( Sektor Pengelolaan Sampah oleh Pemerintah Pusat
02.19.05.02
PRO-P: Pengurangan Emisi GRK Sektor Pengelolaan Limbah Cair Domestik oleh Pemerintah Pusat
02.19.06
KP: Penguatan Tata
Kelola dan Faktor
Pendukung
Pencapaian Target
Penurunan El[isi
GRK serta Nilai
Ekonomi Karbon
0f - Meningkatkan
tata kelola dan
kegiatan pendukung
pencapaian target
p€ouruDan emisi GRK
Ol - Jumlah data
informasi yang ter-
register dan terverifikasi
5 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
144 - Kcraeartef,iafl
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
1/+4 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
sektor 5 5
02 - Jumlah kebijakan
yang dikeluarkan untuk
mendukung nilai
ekonomi karbon
kebijakan 5 5 2
02.19.06.01
PRO-P Pemutakhiran Inventarisasi, Verifikasi, serta Registrasi Emisi GRK
02.19.06.02
PRO-R Peningkatan Kapasitas Sumberdaya
02.19.06.03
PRO-P Pengembangan Regulasi dan Mekanisme Perdagangan Karbon (termasuk Bursa Karbon) di Tingkat Internasional, Nasional, dan Daerah
SK No l22l24c
berkas 3, hlm. 116 OCR
{
REFUEUK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirg2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.20
PP: Pekerjaan
Hijau I Green Jobs
Ol - Meningkatnya
proporsi tenaga kerja
hijau
Ol - Proporsi tenaga kerja
hijau
pcf,scn 2,62l2023l 2,70-2,73 2,96-3,14 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02.20.ot
KP: Pengembangan
Ekosistem Pekerjaan
Hijau/Green Jobs
Ol - Berkembangnya
ekosistem pekerjaan
hijau I geea jobs
01 - Jumlah kebijakan
yang spesifik mendukung
pekerjaan hijau/green
jobs
kebijakan - (indikator
baru)
1 I 02 - Ttansformesi
Ekonomi
026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02 - Menguatnya
peran asosiasi dan
DUDIKA dalam
pengembangan
pekerjaan hijau/green
jobs
Ol - Jumlah keda sama
yang melibatkan asosiasi
dan DUDIKA dalam
pengembangan pekerjaan
lJ,ijatrI green jobs
kerja sama - (indikator
baru)
I 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02.20.01.01
PRO-P: Penyadartahuan tentang Pekerjaan Hijau/ Green Jobs
02.20.01.02
PRO-P: Penyusunan Kebijakan dan Regulasi tentang Pekerjaan Hljgl, I Green Jobs
02.20.01.03
PRO-P: Pembangunan Data/Informasi tentang Pekerjaan Hijau Green Jobs dan Keterampilan Hijau
02.20.01.04
PRO-P: Pengembangan Kerja Sama/Kemitraan dalan Ekosistem Pekerjaan Hijau/Green Jobs
SK No 1221260
berkas 3, hlm. 117 OCR
-tL7-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target 2025 Target 20,29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.20.01.05
PRO-P: FrraaSangan dan Penyediaan Tenaga Pengajar/Guru/Instruktur Pelatihan oleh DUDIKA Hijau
02.20.01.06
PRO-P: Fasilitasi Hubungan Industrial dalt Pelindungan Pekerja Hijau
02.20.02
KP: Pengembangan
Kompetensi Tenaga
Kerja Hijau
Ol - Meningkatnya
kompetensi tenaga
kerja hijau
Ol - Jumlah tenaga kerja
yang dikembangkan
kompetensi hijaunya
orang 120.000 (2023) 300.000 1. r00.000 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02 - Jumlah Standar
Kompetensi Kerja
Nasional (SKKNI)
pekerjaan hijau/green
jobs yang Ditetapkan
dokumen - (indikator
baru)
I I 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02.20.02.01
PRO-P: Pengembangan Standar Kompetensi Hijau
02.20.02.02
PRO-P: Penyusun€l dan Penerapan Kurikulum Hijau dan Metode Pendidikan/Pelatihan Hijau
02.20.02.03
PRO-P: Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan/Pelatihan Hijau
02.20.02.04
PRO-P: Peningkatan Kompetensi Hijau bagi Tenaga Pengajar/Guru/Instruktur
SK No 122127 C
berkas 3, hlm. 118 OCR
,(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 T8sEet 2025 Tstrgcl 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.20.02.05
PRO-P: Pelaksanaan Pendidikan/Pelatihan Hijau
02.20.02.06
PRO-P: Pelaksanaan Asesmen dan Sertifikasi Kompetensi Hijau
02.21
PP: Pengelolaan
Hutan Lestari
01 - Meningkatnya
aktivitas ekonomi
hijau di sektor
kehutanan
Ol - Nilai pemanfaatan
sumber daya hutan
berkelanjutan
triliun rupiah 122,2 134,74 146,54 143 - Kementerian
Kehutanan
02.21.01
XP: Peningkatan
Produktivitas Hutan
01 - Meningkatnya
kontribusi ekonomi
sektor kehutanan
secara berkelanjutan
Ol - Nilai PNBP
fungsional kehutanan
triliun rupiah 7,16 7,72 9,99 02 - Transformasi
Ekonomi
143 - Kementerian
Kehutanan
02 - Nil,ai ekspor produk
kehutanan
miliar USD 15,0 r 15,42 17,05 143 - Kementerian
Kehutanan
02.21.01.01
PRO-P Peningkatan Produktivitas Produk Kehutanan Kayu
02.21.01.02
PRO-P: Diversifikasi Produk Kehutanan (Non Kayu)
02.21.02
KP: Pengembangan
Produk Bioekonomi
Hutan Melalui
Agroforestri
01 - Meningkatkan
potensi
pengembangan
produk bioekonomi
hutan
Ol - Nilai investasi sektor
kehutanan
triliun rupiah - (indikator
baru)
o,24 1,2 02 - Transformasi
Ekonomi
143 - Kementerian
Kehutanan
SK No l22l280
berkas 3, hlm. 119 OCR
t
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
02.21.02.01
PRO-P: Pengembangan Percontohan Bioekonomi Berbasis Agroforestri
02.21.02.02
PRO-P: Riset dan Teknologi untuk Mendukung Peningkatan Nilai Tambah
02.21.02.03
PRO-P: Pengembangan Akses Pasar, Investasi dan Infrastru.ktur Pendukung
02.21.03
KP: Penguatan
Pengelolaan Hutan
Lestari
01 - Meningkatkan
pengelolaan hutan
secara lestari
Ol - Penguatan kapasitas
pengelola kawasan hutan
di tingkat tapak (KPH,
KUPS dan PtsPtt)
unit 1.467 1.022 3.242 143 - Kementerian
Kehutanan
02.21.03.01
PRO-P Peningkatan Kapasitas Pengelola - Pemerintah
02.21.03.02
PRO-P hninikat8n Kapasitas Pengelola - Pelaku Bisnis
02.21.04
KP: Penguatan
Prakondisi
Pengelolaan Hutan
Lestari
01 - Menguatnya
kepastian legalitas
dan legitimasi
kawasan hut n
01 - Desa yang
menggunakan data dan
informasi batas kawasan
hutan sebagai rujukan
dalam peta wilayah desa
desa - (indikator
baru)
s28 2.640 143 - Kementerian
Kehutanan
02.21.04.01
PRO-P: Penguatan Perencanaan dan Kepastian Hukum Kawasan Hutan
SK No l22l29c
berkas 3, hlm. 120 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.21.04.02
PRO-P FrdEuatan Pengendalian Kawasan Hutan
02.21.05
KP: Peningkatan
Fungsi Sosial
Kawasan Hutan
Ol - Menguatnya
peran masyarakat
dalam pengelolaan
hutan berkelanjutan
0f - Kelompok
masyarakat di dalam dan
sekitar kawasan hutur
yang dilibatkan dalam
pengelolaan hutan
kelompok
masyarakat
14.774 15.574 19.094 143 - I(G rcntcf,ian
Kehutanan
02 - Meningkatnya
kesejahteraan
masyarakat di dalam
maupun sekitar
kawasan hutan
Ol - Nilai transaksi
ekonomi kelompok
masyarakat kehutanan
miliar rupiah 1.400 1.900 2.900 143 - Kementerian
Kehutanan
02.21.05.01
PRO-P: Pengembangan Hasil Hutan Berbasis Masyarakat untuk Ketahanan Pangan, Energi, dan Air
02.21.05.02
PRO-R Peningkatan Pelibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan
02.21.06
KP: Perlindungan dan
Pengamanan Hutan
0r - Me0hgkamya
perlindungan dan
pengamanan kawasan
hutan
Ol - Penurunan laju
deforestasi
juta ha/tahun 0,120 o,111 O,Oll 02 - Transformasi
Ekonomi
143 - Kementerian
Kehutanan
02.21.06.01
PRO-P FednEkatan Pengamanan Hutan dan l(aEasan Hutan
SK No l22l300
berkas 3, hlm. 121 OCR
-t2L-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.21.06.02
PRO-P: Peningkatan FEoaqrdalian Kebakaran Hutan
02.22
PP: Pengembangan
Ekonomi Biru sebagai
SuEb€f, Pertumbuhan
Baru
0f - Meningkatnya
dlai tambah rcktor
ekonomi bim
01 - IBEI Pil,ar Ekonomi 22,19 l2023l 24,43 35,92 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
02 - Meningkatnya
perlindungan
kawasan perairan,
pesisir, dan pulau-
pulau kecil
Ol - IBEI Pilar
Lingkungan
31,27 (20231 33,79 46,91 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
03 - Meningkatnya
kapasitas sumber
daya manusia sektor
ekonomi biru
01 - IBEI Pilar Sosial 55,19 (2023) 57,23 64,31 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
02.22.01
KP: Penguatan Teta
Kelol,a Ekonomi Biru
Ol - Memperkuat tata
kelola ekonomi biru
01 - Persentase
penyelenggaraan
penataan ruang laut dan
zonasi pesisir
persen 91,17 13,6 10O 02 - Transformasi
Ekonomi
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02 - Indeks Kepatuhan
Pelaku Usaha Kelautan
dan Perikanan
SK No 122131 C
81,00 82,00 86,00 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
berkas 3, hlm. 122 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehnc2o24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Indeks
Pembangunan Pulau-
Pul,au Kecil
0,45 0,49 0,61 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
04 - Proporsi tangkapan
jenis ikan yang berada
pada batas biologis yang
aman
persen s80 s80 r80
02.22.Ot.Ot
PRO-P: Penataan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir serta Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut
02.22.01.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Penangkapan Ikan Terukur dan Perizinan Usaha Perikanan
02.22.01.03
PRO-P: Peningkatan Pengawasan dan Kepatuhan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan
02.22.01.04
PRO-P: Penguatan Sistem Teknologi Informasi, Icrja Ssna, dan Tata Kelol,a Pendidikan Kelautan dan Perikanan
02.22.01.05
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Industri, Wisata Bahari, dan Jasa Kelautan Berkelanjutan
02.22.Ot.06
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Pengelolaan Kawasan Konservasi
SK No 122132 C
berkas 3, hlm. 123 OCR
FR,ESIDEN
- t23 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2o24 Targat2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.22.01.07
PRO-P: Pemanfaatan Sumbcf, Daya Pulau-Pulau Kecil/Terluar
02.22.02
KP: Peningkatan
Pengelolaan
Konservasi Perairan
dan Ekosistem Pesisir
0f - Meningkatnya
pengelol,aan kawasan
konservasi di
perairan, wil,ayah
pesisir, dan puLau-
pulau kecil
Ol - Luas kawasan
konservasi di perairan,
wilayah pesisir, dan
pulau-pu.lau kecil yang
efektif dikelola (kumulatif
21,5 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
juta ha 16,5 la,5
02 - Luas kawasan
konservasi di perairan,
wilayah pesisir, dar
pulau-pulau kecil
juta ha 29,2 30 32,5 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02.22.02.02
PRO-P: Pemanfaatan Data dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pe3bir, dan Pulau-Pulau Kecil
02.22.02.03
PRO-P: Peningkatan n Sarana Pengelolaan I(qwas€n Kqrs€rva8i di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil
02.22.02.04
PRO-P: Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil
02.22.02.05
PRO-Pi Peningkatan Kapasitas Pemangku Kepentingan Pengelola Kawasan Konservasi di Perairan, wilayah Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil
SK No 122133 C
berkas 3, hlm. 124 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Taqct 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.22.03
I(P: Peningkatan
Produktivitas
Perikanan yang
Terintegrasi, Modem,
dan Berkelanjutan
Ol - Meningkatnya
nilai tambah,
produltivitas, dalr
daya saing industri
kelautan daIr
perikanan
Ol - Pertumbuhan PDB
perikanan (ADHK)
s,49 (20231 4,00-6,00 persen 6,00-7,00 02 - Transformasi
Ekonomi
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02 - Volume produksi
ikan
juta ton 13,95 (2023) 12,94 16,02 032 - Kementerian
Iclqutan dan Perikanan
032 - Kcraentcrian
Kelautan dan Perikanan
03 - Volume produksi
olahsr perikanan
juta ton 3,62lm23l 3,71 4,37
04 - PDB perikanan triliun rupiah 59,04 (2023) 595,06 718,98 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
ikan Tuna Cakalang
Tongkol (TCT)
juta rupiah 220.600 604.200 631.227
06 - Nilai realisasi
PI,A/PMDN hilirisasi
tilapia
juta rupiah 77.361 447.260 830.124
07 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
udang
SK No l22l340
juta rupiah 659.210 397.550 697.soo
berkas 3, hlm. 125 OCR
REPUBLIK INDONES'A
- t25 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdseunc2o24 TaryDt2O2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordina:tor/
Pengampu
02.22.03.02
PRO-R Pengelolaan Prasarana Produksi Perikanan Tangkap
02.22.03.03
PRO-P: Prf,rgcobangan Sarana dan Prasarana serta Kluster Komoditas Ikan Budi Daya Berbasis I(qwasdr
02.22.03.06
PRO-P: Peningkatan Kualitas, Mutu dan Daya Saing Hasil Perikanan
02.22.03.07
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Usaha dan Investasi Kelautan dan Perikanan
02.22.03.08
PRO-P: Perluasan Pasar Produk Perikanan
02.22.03.09
PRO-P Penguatan Logistik dan Sistem Rantai Dingin Produk Perikanan
02.22.04
NP: Pengembangan
Industri Garam dan
Produk Ol,ahan Hasil
Laut
Ol - Meningkatnya
nilai tambah,
produktivitas dan
daya saing industri
garam dan produk
olahan hasil laut
Ol - Volume produksi
garam
3,OO 02 - Transformasi
Ekonomi
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
o32 - Kementerian
Kelautan dstr FefikaEan
juta ton 2,OO 2,25
02 - Produktivitas lahan
garam rakyat
ton/ha 83 83 93
03 - Utilisasi industri
pengolahan garam
industri
SK No l22l350
persen 50 52,50 63,79 019 - Kementerian
Perindustrian
berkas 3, hlm. 126 OCR
Prioritas Nasional/
hoErgm Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Utilisasi industri
pengolahan hasil laut
persen 41,93 45 65 019 - Ico€nterisn
Perindu strian
05 - Nil,ai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
garam
juta rupiah 2.24O.464 7.379.000 13.771.897 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
02.22.04.01
PRO-P: Pengembangan Garam Industri Terintegrasi
02.22.04.02
PRO-P: Penguatan Sarana dan Prasarana Industri Garam
02.22.04.03
PRO-P: Pengembangan Produk Olahan Laut dan Bioprospeksi Sumber Daya Kelautan
02.22.05
KP: Penguatan
Industri Transportasi
Laut
01 - Meningkatnya
nilai tambah industri
galangan kapal
pendukung
transportasi
penyebrangan
0l - Volume reparasi
kapal
ribu DWT
(kumulatif)
9,5 (Jan-Nov) tt,2 12,2 O 19 - Kementerian
Perindustrian
02 - Volume produksi
pembuatan kapal
ribu DWT
(kuEulati0
o,98 I,l 1,5 019 - Kementerian
Perindu strian
03 - Nilai ekspor industri
perkapalan
ribu USD
SK No 122137 C
830,89 858,02 1.315,25 019 - Kementerian
Fsrindu strian
02.22.05.01
PRO-P Pengembangan Industri Galangan Kapal sebagai Industri Berteknologi Tinggi
berkas 3, hlm. 127 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.22.05.02
PRO-P: Penguatan Rantai Pasok Bahan Baku Industri Perkapalan
02.22.05.03
PRGP: Pengembangan Mutu dan Daya Saing Industri Perkapalan
02.22.06
KP: Pengembangan
Pariwisata Berbasis
Bahari dan Danau
lokasi
destinasi
pariwisata
bahari
0l - Meningkatnya
nil,ai tambah dan daya
saing kepariwisataan
bahari dan danau
serta pemanfaatan
jasa kelautan
berkelanjutan
Ol - Prioritisasi destinasi
pariwisata prioritas
berbasis bahari dan
danau
7.797,76
(2023)
13.686,S 16.945,12
02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
147 - kementerian
Pariwisata
147 - Kementerian
Pariwisata
o lo l0
02 - Jumlah wisatawan
nusantara di destinasi
bahari dan danau
prioritas
ribu
perjalanan
03 - Jumlah wisatawan
mancanegara di destinasi
bahari dan danau
prioritas
ribu
kunjungan
4344,92
(2023)
12.204,23 16.275,78
02.22.06.01
PRO-P: Peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Bahari
SK No 122138 C
berkas 3, hlm. 128 OCR
-t2a-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.seliftezo24 TarEet2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
02.22.06.02
PRO-P: Penguatan Kapasitas Su-urbcf, Daya Manusia di Sektor Pariwisata Bahari
02.22.06.03
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Usaha dan Investasi Sektor Pariwisata Bahari
02.22.06.04
PRO-P Peningkatan Branding Coral Triangle Indonesia
02.22.06.05
PRO-P: Penguatan Sektor Pendukung Pariwisata Bahari
02.22.07
KP: Pengembangan
Iptek, Inovasi, dan
SDM Ekonomi Biru
01 - Meningkatnya
hasil dan
pemanfaatan riset,
sumber daya manusia
di sektor biru
01 - Pusat inovasi
berbasis maritim
unit
(kumulatif
persen 74,17 12023)
02 - TraDsfornasi
Ekonomi
124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
2 o 0
02 - Persentase lulusan
pendidikan dan pelatihan
KP yang terserap di
Dunia Usaha, Dunia
Industri, dan/atau Dunia
Kerja
7S 79
02.22.07.01
PRO-P: Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Kelautan, dan Perikanan
SK No 122139 C
berkas 3, hlm. 129 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02.22.07.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas SDM Maritim, Kelautan dar Perikanan
02.22.07.03
PRO-P: Penguatan Riset di Bidang Maritim, Kelautan, dan Perikanan
02.22.07.04
PRO-P: Penguatan Cadangan Energi Berbasis Laut daa Perairan
Keterangan:
PeE rintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No l22l400
berkas 3, hlm. 130 OCR
PRIORITAS NASIONAL 3: MELANJUTKAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN MENINGKATKAN LAPANGAN KERJA YANG BERKUALITAS, MENDORONG
KEWIRAUSAHAAN, MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF SERTA MENGEMBANGKAN AGROMARITIM INDUSTRI DI SENTRA PRODUKSI MELALUI PERAN
AKTIF KOPERASI
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Etasel G2O24 Target 2025 TgtrEpr202g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03
PN: Melanjutkan
Pengembangan
Infrastruktur dan
Meningkatkan
Lapangan Kerja yang
Berkualitas,
Mendorong
Kewirausahaan,
Mengembangkan
Industri Kreatif serta
Mengembangkan
Agromaritim Industri
di Sentra Produksi
melalui Peran Aktif
Koperasi
01 - Terwujudnya
pengembangan
infrastruktur yang
berkelanjutan
Ol - Stok infrastruktur
terhadap PDB
persen 43,00 (2019) ,+6,50 48,50 132 - Kementerian
Koordinator Bidang
Infrastruktur dar
Pembangunan
Kewilayahan
02 - Menin8katnya
total aset sektor
keuangan terhadap
PDB
Ol - Total aset sektor
keuangan/PDB
persen 170,5 l2o23l 188,5 213,6 Otoritas Jasa Keuangan
03 - Meningkatnya
lapangan kerja yang
bef,kualitag
01 - Proporsi penciptaan
lapangan kerja formal
persen 23,96 35,00 46,00 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
04 - Meningkatnya
nilai tambah
pariwisata
01 - Rasio PDB
pariwisata
persen 3,60 (20221 4,5H,@ 4,90-5,00 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
035 - K€o€dtcf,ian
Koordinator Bidang
Perekonomian
SK No 122141 C
02 - Devisa pariwisata miliar USD 14,00 (2023) 19,00-22,10 32,00-39,40
berkas 3, hlm. 131 OCR
REPUEUK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bqselirc2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Meningkatnya
proporsi PDB elconoBi
kreatif
Ol - Proporsi PDB
ekonomi kreatif
persen 6,77 l2o23l 7,3-7,9 8,O-83 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
03.01
PP: Pengembangan
Konektivitas dan
Layanan Transportasi
Multimoda
0f - Meningkatnya
konektivitas dan
layanan multimoda
melalui integrasi
transportasi darat,
laut dan udara
Ol - Waktu tempuh pada
lintas utama jaringan
jals[ nasional
jam per IOO
lsn
1,90 (2023) 1,90 t,70 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Persentase
keberhasilan evakuasi
korban pencarian dan
pertolongan
persen 94,20 l2o23l 98 98 107 - Badar SAR
Nasional
m - JuDfah perjalanan
kereta api
juta perjalanan 0,86 o,92 1,03 022 - Kementerian
Perhubungan
04 - OtL tiln e pqfon@t@
penerbangan
persen 72,46 (2023) 80 85 022 - Kementerian
Perhubungan
05 - Peningkatan volume
angkutan laut (kumulatif
angka dasar tahun 2022)
P€f,Sen
(kumulatif
5,6 {2023!. r0 24 022 - Kementerian
Perhubungan
06 - Jumlah penumpang
angkutan kereta api
juta
penumpang
501 519 601 022 - Kementerian
Perhubungan
07 - Volume angkutan
penyeberangan
SK No 122142C
juta
kendaraan
11,s (2023) r 1,6 12,2 022 - Kementerian
Perhubungan
berkas 3, hlm. 132 OCR
FF,ESIDEN
-t32-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seliD2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08 - Jumlah penumpang
angkutan perkotaan di 10
kota metropolitan
juta
penumpang
685 (2023) 850 950 O22 - Kementerian
Perhubungan
09 - Penurunan rasio
fatalitas kecelakaan jalan
persen 53,68 (2023) 65 73 022 - Kementerian
Perhubungan
lO - Peningkatan
pemenuhan SDM
transpo,rtasi yang
kompeten
persen 85,5 (2023) 85,s 47,5 022 - Kementerian
Perhubungan
03.01.01
KP: Pengembangan
Konektivitas Jalan
pada Jalur Utama
dan Aksesibilitas
Daerah Tertinggal dan
Perbatasan
0l - Meningkatnya
konektivitas jalan
pada jalur utama dan
aksesibilitas daerah
tertinggal dan
perbatasan
mendukung
pertumbuhan dan
pemerataan
Ol - Tingkat aksesibilitas
jalan jalur utama daerah
tertinggal dan perbatasan
lqn per 1OO
km.
2,70 2,@ 2,U 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Panjang jalan tol
yang beroperasi
(kumulatif angka dasar
tahun 2020)
lsn(kuEulati0 751 (2023) 994 5,134 145 - Kcment rien
Pekerjaan Umum
03 - Kondisi mantap jalan
nasional/provinsi/kabup
aten/kota
persen 92/70/53/81 9417tlffilg2 98/76/66/85 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
03.01.01.01
PRO-P: Penanganan Konektivitas Jalan/Jembatan Lintas Utama Pulau
SK No 122143 C
berkas 3, hlm. 133 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 TstrCpt 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.01.01.02
PRO-P: Penanganan Konektivitas Jalan/Jembatan Non Lintas Utama
03.01.01.03
PRO-P: Penanganan Konektivitas Jalan mendukung Kawasan Strategis Nasional
03.01.01.04
PRO-P: Penanganan !tuneJ.tivitas Jalan mendukung Simpul Transportasi dan/atau Terintegrasi dengan Hin erland
03.01.01.05
PRO-P: Penanganan Kone.ktivitas Jalan mendukung Wilayah Tertinggal dan Perbatasan
03.01.01.06
PRO-P: Peningkatan Konektivitas Jalan Berkeselamatan
03.01.01.09
PRO-P: Penanganan Jalan Da€f,ah
03.01.01.10
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Konektivitas Jalan
03.01.02
KP: Felrg€rabangan
KA PenumpanS Antar
Kota dan FEf,rEuatan
KA Angkutan Barang
Ol - Terwujudnya KA
penumpang antar
kota dan penguatan
KA angkutan barang
yang andal
Ol - Panjang jalur KA
yang beroperasi
krtr (kumulati0 6.880 (2023) 6.928 6.985 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Jalur XA yang
menggunakan
persinyalan elektrik
persen 63 12023) 65 70 O22 - KetiJ.e,Iftriai
Perhubungan
03 - Kondisi jalur KA
sesuai standar Track
Quality Ind.ex lTQll
kategori I dan 2
SK No l22l440
persen 93,85 (2023) 94 9a O22 - Kementerian
Perhubungan
berkas 3, hlm. 134 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seline2o24 Target2o2s T8trEet2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.01.02.01
PRO-P FerabanguDan Jalur Kereta Api Antarkota
03.01.02.02
PRO-P: Peningkatan, Perawatan, dan Pengoperasian Prasarana Kereta Api mendukung Keandalan dan Keselamatan
03.ol.02.03
PRO-P: Penyediaan Loyaaarr Nonk@€f,sil Kereta Api
03.or.02.04
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Konektivitas Kereta Api
03.01.03
KP Pengembangan
Jaringan Pelabuhan
Terpadu
01 - Terwujudnya
jaringan pelabuhan
yang terpadu
Ol - Pelabuhan yang
ditingkatkan
kapasitasnya (kumulatif
an8l.a dasar tahun 2O2O)
lokasi
(kumulatif I)
72 86 142 022 - Kementerian
Fe(hubungan
02 - Penumpang
angkutan laut
nonkomersil
ribu
penumpang
r.444l2023l 1.637 2.022 022 - Kementerian
Perhubungan
03 - Muatan barang
angkutan laut
nonkomersil
ton 66O.66a QO23l 720.124 439-O43 022 - Kementerian
Perhubungan
04 - Tingkat keandalan
kenavigasian
SK No 122145 C
persen 92,33 12023) 94,U 95,57 022 - Kementerian
Perhubungan
03.01.03.01
PRO-P: Pembangunan dan Pengembangan Pelabuhan Laut
berkas 3, hlm. 135 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.01.03.02
PRO-P: Pembangunan dan Pengembangan Pelabuhan Laut mendukung Kawasan Prioritas
03.01.03.03
PRO-P: PeEbalryunan dan Petrg€rnba.ugan Pelabuhan Laut mendukung Kawasan Tertinggal dan Perbatasan
03.01.03.05
PRO-P: Penyediaan Layanan Angkutan Laut Penumpang dan Barang Nonkotnersit
03.01.03.06
PRO-P: Peningkatan Keselamatan dsrt Keamanan Pelayaran laut
03.ol.03.08
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Konektivitas Laut
03.01.04
KP: Pengembangan
Jaringan Bandara
Terpadu
Ol - Terwujudnya
ja*ryan bandara
yang t€f,padu untuk
mendukung
konektivitas wilayah
01 - Bandara yang
dibangun dan
dikembangkan (kumulatif
angka dasar tahun 2020)
lokasi
(kumulatif )
r0o (2023) l16 t2t 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Jumlah layanan
nonkomersil angkutan
udara penumpang datr
kargo
layanan 261 (2023) 313 408 022 - Kementerian
Perhubungan
03 - Persentase
kepatuhan keamanan
penerbangan
SK No 122147 C
persen 80,58 (2023) 77 81 022 - Kementerian
Perhubungan
berkas 3, hlm. 136 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.01.04.01
PRO-P: Pembangunan daE Pengembangan Bandara
03.01.04.02
PRO-P: Pembangunan daa Pengembangan Bandara mendukung Kawasan Prioritas
03.ol.04.03
PRO-P: Pc@baDguaan dan Pengembangan Bandara mendukung Kawasan Tertinggal dan Perbatasan
03.01.04.04
PRO-P: Penyelenggaraan Layanan Nonkomersil Angkutan Udara Penumpang
03.01.04.05
PRO-P: Penyelenggaraan Layanan Nonkomersil Kargo Udara
03.01.04.06
PRO-P: Keselamatan dan Keamanan Penerbangan
03.ol.04.07
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Konektivitas Udara
03.01.05
KP: Penguatan
Konektivitas Darat
dan Keselamatan Lalu
Lintas dan Angkutan
Jalan
01 - Terwujudnya
konektivitas darat
dan keselamatan lalu
lintas dan angkutan
jalan yang berkualitas
0l - Pelabuhan
penyeberangan yang
beroperasi
lokasi
(kumulatif) l)
23O (2023) 235 242 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Terminal penumpang
yang beroperasi
lokasi
(kumulatif
r 13 (2023) 115 119 022 - Kementerian
Perhubungan
03 - Lokasi rawan
kecelakaan yang
ditangani
SK No 122148 C
lokasi 179 (2023) 534 574 022 - Kementerian
Perhubungan
berkas 3, hlm. 137 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 T8rget2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.01.05.01
PRO-P Pengembangan/Pembangunan/Rehabilitasi Pelabuhan Sungai, Danau, dan Penyeberangan
03.01.05.02
PRO-P Pembangunan Sarana Angkutan Penyeberangan
03.ol.05.03
PRO-P: Penyelenggaraan layanan Angkutan Jalan, Multimoda, datr Angkutan Penyeberangan Nonkomersil ke Daerah 3TP
03.ol.05.04
PRO-P: Peningkatan Keselamatan Angkutan Darat
03.01.05.05
PRO-P: Pengembangan/Pembangunan Simpul Konektivitas Darat
m.0r.05.06
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Konektivitas Darat
03.01.06
KP Pengembangan
Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan
O I - Terwujudnya
sistem angkutan
umum massa.l
perkotaan yang
efisien
Ol - Pengembangan
sistem angkutan uEum
massal perkotaan
kumulatif angka dasar
tahun 2020)
kota
(kumulatif)
6 (2023) l0 20 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Ketersediaan
angkutan umum massal
perkotaan berbasis jalan
juta
penumpang
per hari
r,4l2o23l t,42 1,56 022 - Kementerian
Perhubungan
SK No l22l49C
berkas 3, hlm. 138 OCR
PRESIOEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 20.25 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Ketersediaan
angkutan uEuE massal
perkotaan berbasis rel
juta
penumpang
per hari
2,949 l2023l 2,825 2,436 022 - Kementerian
Perhubungan
04 - Infrastru.ktur jalan
perkotaan yang dibangun
(kumulatif angka dasa,
tahun 2020)
kE (kumulatif 34,50 (2023) 54,5 155 145 - Kementerian
Pekerjaan UEUE
03.01.06.01
PRO-P: PqnaerabanEan Angkutan Umum Massal Perkotaan Berbasis Jalan
03.01.06.02
PRO-P: Pengembangan Angkutan UEUE Massal Perkotaan Berbasis Rel
03.ol.06.03
PRO-Pi Pengembangan Tata Kelola Angkutan Umum Massal Perkotaan
03.01.06.04
PRO-P: Jalan Perkotaan
03.01.07
KP: Pengembangan
SDM untuk
Peningkatan Kinerja
Layanan Transportasi
Ol - Meningkatnya
kualitas dan
kapasitas SDM
transportasi yang
berdaya saing
01 - Tingkat lulusan SDM
transportasi yang
bersertifikat kompetensi
persen 92 (2023!. 92 94 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Tingkat penyerapan
lulusan pembentukan
SDM transportasi
SK No l22l500
persen 85,r (2023) 70 70 022 - Kementerian
Perhubungan
berkas 3, hlm. 139 OCR
,(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.01.07.01
PRO-P: Pengembangan Pendidikan Vokasi SDM Transportasi
03.ol.07.02
PRO-P: Pemenuhan Infrastruktur Penunjang SDM Transportasi
03.01.07.03
PRO-P Fadrukatm Prrabef,dqlaan Masyarakat Bidang Transportasi
03.01.07.04
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Pengembangan SDM Transportasi
03.01.08
KP Peningkatan
Layanan Pencarian
dan Pertolongan
Kecelakaan
Transportasi
01 - Meningkatnya
layanan pencarian
dan pertolongan pada
kecelakaan
transportasi
Ol - P€f,s€ntase
pemenuhan infrastruktur
pencarian dan
pertolongan
persen 42,10 (2023) 44,59 60,94 rO7 - Badan SAR
Nasional
02 - Ketersediaan SDM
Pencarian dan
pertolongan yang terlatih
(kumulatif angka dasar
tahun 2020)
orang s.155 (2023) 12.558 24.808 107 - Badan SAR
Nasional
03.01.08.01
PRO-P: Penyediaan Infrastruktur Pencarian dan Pertolongan (SAR)
03.01.08.02
PRO-P: Peningkatan SDM Pencarian dan Pertolongan (SAR)
SK No l22l5l0
berkas 3, hlm. 140 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseliv2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
PcngarEpu
03.01.08.03
PRO-P: Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR)
03.02
PP: Peningkatan
Konektivitas Digital
dan Transisi En€f,gi
Listrik
Ol - Meningkatnya
pembangunan TIK di
tingkat nasional
01 - Indeks
Pembangunan TIK (IPTIK)
nasional
5,90 (2023) 6,lo 6,30 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
O59 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
02 - Meningkatnya
transformasi digital
01 - Indeks Transformasi
Digital Nasional (ITDN)
49,20 (2022) 50,80 52,53
03 - Meningkatnya
pembangunan
infrastruktur
ketenagalistrikan
berkualitas
01 - Konsumsi listrik per
kapita
kwr r.337 l2o23l 1.464 1.720
03.02.01
KP Penguatan
Infrastruktur
Telekomunikasi, Fos
dan Penyiaran
Ol - Meningkatnya
cakupan dan kualitas
di bidang
telekomunikasi, pos
dan penyiaran
Ol - Jangkauan jaringan
fiber optik per kecamatan
persen 70,53 (2023!. 90 02 - Tran$ormasi
Ekonomi
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
059 - Kementerian
Komunikasi dsn Digital
117 - Lembaga Penyiaran
Publik Televisi Republik
Indonesia
78
02 - Integrated. Ind.ex for
Postal Dewlow@nt (2lPDl
50 l2o22l 60 78
03 - Jangkauan
penyiaran televisi siaran
digital tcrcatrial
penerimaan tetap tidak
bfrbaysf (free to at)pet
populasi
p€f,s€lr 7344 (2023l. 74 7a
SK No 122152 C
berkas 3, hlm. 141 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.selitt€zo24 Targpt2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
(Koordinator/
Pengampu
04 - Jangkauan
penyiaran radio terestrial
per populasi
persen 70 (2023l- 73 85 I 16 - Lembaga Penyiaran
Publik Radio Republik
Indonesia
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
059 - Kementerian
Komunikasi dar Digital
I 16 - Lembaga Penyiaran
Publik Radio Republik
Indonesia
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
05 - Jangkauan jaringan
pita lebar bergerak
(mobile broadband) pet
populasi
persen 97,16 l2023l 97,30 98
06 - Pelanggan terlayani
jaringan pita lebar tetap
(fixed broodbo d)
terhadap total rumah
tangga
pcf3qr 20,42 l2023l 30 50
07 - PenEgurE internet persen 79,50 81,rO 47,50
08 - Pertumbuhan
pengakses streaming
siaran radio digital
persen 3r l2o23l 35 120
02 - Meningkatnya
kualitas internet pita
lebar (broadband)
nasional
Ol - Kecepatan internet
jaringan pita lebar tetap
6red. broadband)
Mbps 32,10 37 100
02 - Kecepatan internet
jaringan pita lebar
bergerak (mobile
broadband)
SK No 122153 C
Mbps 38,91 (2023) 50 100 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
,(
berkas 3, hlm. 142 OCR
I
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Tgtrgpt 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Rasio harga layanan
jaringan pita lebar tetap
terhadap pendapatan pcr
kapita
persen 8,41 (2021) 4,50 2,50 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
03.02.01.001
PRO-R Pemerataan Jaringan Telekomunikasi dan Akses Internet Cepat
03.02.01.002
PRO-P Pemerataan dan Pemenuhan Layanan Pos dan Logistik Digital
03.02.01.003
PRO-P F!f,luasan Layanan Penyiaran Digital dan Multiplatform
03.02.01.004
PRO-P: Pengembangan Regulasi dan Pendanaan Dukungan Infrastruktur Digital
03.02.01.005
PRO-P: Pengelolaan dan Pemanfaatan Spektrum Frekuensi dan Satelit
03.02.02
KP: Pengembangan
dan Peningkatan
Ekosistem Digital
01 - Meningkatnya
ekosistem digital
untuk mendukung
pemerintah dan
masyarakat digital
0l - Indeks Transformasi
Digital Nasional Pilar
Masyarakat
51,75 (2022!. 52,08 52,24 02 - Transformasi
Ekonomi
059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
02 - Indeks Transformasi
Digital Nasional Pilar
Pemerintah
51,13 (2022) 54,05 57,65 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
03 - Kapasitas pusat data watt per kapita
per kapita
SK No 122154C
o,74 I,47 6,47 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
berkas 3, hlm. 143 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Indeks Ruang Digital
Kondusif
- (indikator
baru)
3 3,8 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
03.02.02.001
PRO-P: Peningkatan Infrastruktur Pendukung Layanan Publik Digital
03.02.02.002
PRO-P: Peningkatan Layanan Masyarakat daE Pemanfaatan Ruang Digital
03.02.02.003
PRO-P: Pengembangan Regulasi, Kelembagaan, Tata Kelola, dan Pendanaan
03.02.02.004
PRO-P: Rtu€t dan Pengembangan Ekosistem Digital
03.02.02.005
PRO-P: Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Srpe?latFrm
03.02.02.006
PRO-P: Pengembangan dan Pemanfaatan Elnerytag Technology
03.02.03
KP: Pembangunan
Pembangkit TcnaSa
Listrik Beban Dasar
dan variabel
Ol - Terbangunnya
infrastruktur
pembangkit list k
yang andal
0l - Kapasitas
pembangkit listrik
(kumulatif angka dasar
tahun 2023)
GW (kumulatif) 9 r (2023) 10O 02 - Transformasi
Ekonomi
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
93,9
SK No 122155 C
02 - Penurunan emisi
pembangkitan htrik
juta ton CO, 15,32 (2023) 16,41 2L,11
berkas 3, hlm. 144 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek kiGitas
Sasaran Indikator Satuan Ea.seline2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Produksi tenaga
listrik
GWh 323.320 (2023) 363.044 451.364 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
03.02.03.01
PRO-P: Pembangunan Pembangkit Listrik Beban Dasar dan Variabel serta Sistem Penyimpanan Energi
03.02.03.02
PRO-P: Pengubahan Bahar Bakar Pembangkit Listrik yaDA Rcodah Karbon
03.02.04
KP: Pembangunan
Infrastruktur
Jaringan
Ketenagalbtrikan dan
Di8italiBaBinya
0f - Meningkatnya
kapasitas
infrastruktur jaringan
&naga listrik
0f - Panjang jaringan
transmisi t€ru8a listrik
lqns 2.406 (2023) 2.152 15.206 02 - Transformasi
Ekonomi
O20 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Kementerian Energi
darr Sumber Daya
Mineral
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Kementerian Energi
dalt Sumber Daya
Mineral
02 - Kapasitas gardu
induk
MVA 5.360 (2023) 1.510 25.320
03 - Panjang jaringan
distribusi tenaga listrik
l(rns 22.494 QO23l tt.7 t4 lo-761
04 - Kapasitas gardu
distribusi
MVA 1.277 (2023) 1.9 1.873
SK No 1221560
05 - Rasio elektrifikasi
nasional
persen 99,79 (2023) -100 -100
berkas 3, hlm. 145 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proye.k Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselh92o24 TarEet2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
06 - SAIDI/SAIFI
nasional
fatul
pelanggan/
tahun)/ (kali
/pelanggan/
tahun)
s,6 I 4,27
(2023)
ssa I 4,07 4,% l 3,76 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
07 - Susut jaringan persen 8,73 4,72 8,43
03.02.04.01
PRO-P: Pembangunan Jaringan Transmisi dan Interkoneksi Dalam dan Antar Pulau (Super Grid)
03.02.04.02
PRO-P: Fe lbangunafl Jaringan Distribusi dan Terisolasi serta Listrik Pedesaan
03.02.04.03
PRO-Pi Digitalisasi Infrastruktur Ketenagalistrikan
03.02.05
KP Perluasan
Jangkauan
Infrastruktur Tenaga
Listrik
Ol - Meningkatnya
jangkauan
infrastruktur tenaga
listrik
01 - SPKLU dan private
durging station
terpasang (kumulatif
angka dasar tahun 2023)
7.557 02 - Transformasi
Ekonomi
020 - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
unit 932 l2023l 2.060
02 - SPBKLU terpasang
(kumulatif angka dasar
tahun 2023)
SK No 122158 C
unit 1.772l2023l 2.070 3.031
berkas 3, hlm. 146 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Targd-202s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Koneksi tenaga
listrik tambahan yang
berkualitas
unit 131.600 (2023) 100.000 100.000 O2O - Kementerian Energi
dan Sumber Daya
Mineral
03.02.05.01
PRO-P: Pengembangan Koneksi Tenaga Listrik
03.02.05.02
PRO-P: Pengembangan Infrastruktur SPKLU dan SPtsKLU
03.03
PP Peningkatan
Produktivitas UMKM
dan Koperasi
0l - Meningkatnya
kontribusi UMKM dan
koperasi terhadap
pertumbuhan
ekonomi dan
penciptaan lapangan
kerja formal
01 - Rasio volume usaha
koperasi terhadap PDB
persen 1,07 (2021) l,lo 1,20 149 - Kementerian
Koperasi
150 - Kementerian Usaha
Mikro, Kecil, dan
Menengah
150 - Kementerian Usaha
Mikro, Kecil, dan
Menengah
02 - Proporsi jumlah
usaha kecil dan
menengah
persen 3,06 3,10 3,30
03 - Rasio kewirausahaan persen 3,08 3,10 3,60
03.03.01
NP: Pengembangan
Koperasi Sektor
Produksi
01 - Meningkatnya
kontribusi koperasi
sektor produksi
terhadap total
kontribusi koperasi
01 - Proporsi volume
usaha koperasi sektor
produksi terhadap total
volume usaha koperasi
IO,OO 02 - Transformasi
Ekonomi
149 - Kementerian
Koperasi
persen ast (2022) 8,54
03.03.01.01
PRO-P: Pengembangan Usaha Koperasi
SK No l22l590
berkas 3, hlm. 147 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseliE2o24 Tdrget2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
03.03.01.02
PRO-P: Peningkatan P€f,an dan Kapasitas Kelembagaan Koperasi
03.03.01.03
PRO-P: Penguatan Kapasitas SDM dan Reputasi Koperasi
03.03.01.04
PRO-P: Penguatan Sistem Pengawasan lfup€rasi
03.03.02
KP Peningkatan
Kapasitas Usaha dan
Akses Sumber Daya
Produktif
Ol - Meningkatnya
kapasitas usaha dan
akses UMKM pada
sumber daya
produktif
Ol - Proporsi UMKM yang
memiliki izin usaha
persen 24,0 02 - Transformasi
Ekonomi
150 - Kementerian Usaha
Mikro, Kecil, dan
Menengah
150 - Kementerian Usaha
Mikro, Kecil, dan
Menengah
ta,& 19,5
02 - Proporsi kredit
UMKM terhadap kredit
perbankan
persen 20,32 (2023) 21,6 25,0
03.03.02.01
PRO-P: Pemanfaatan Teknologi, Riset, dan Inovasi
03.03.02.02
PRO-P: Perluasan Akses dan Inovasi Pembiayaan
03.03.02.03
PRO-P: Fasilitasi Kemitraan dan Akses Pasar
03.03.02.04
PRO-P Formalisasi Usaha serta Standardisasi dan Sertifikasi Produk
SK No 122160 C
berkas 3, hlm. 148 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
ProJrck Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli,t€2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.03.02.05
PRO-P Penyusunan Konsep dan Kebijakan UMKM Berkelanjutan
03.03.03
KP: Pengembangan
Kewirausahaan
01 - Meningkatnya
jumlah orang
berusaha dibantu
buruh tetap
01 - Rasio pelaku usaha
dibantu buruh tetap
terhadap pelaku usaha
dibantu buruh
23,0 02 - Transformasi
Ekonomi
15O - Kementerian Usaha
Mikro, Kecil, dan
Menengah
persen 18,99 19,4
03.03.03.01
PRO-P: Integrasi dan Pemanfaatan Basis Data Tunggal UMKM datr Koperasi
03.03.03.02
PRO-P: Integrasi Layanan Usaha
03.03.03.03
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Tenaga Kerja UMKM
03.03.03.04
PRo-P Inkubasi dan Pendampingan wirausaha Inklusif dan Berkelanjutan
03.04
PP: Pendalaman
Sektor Keuangan
0f - Peningkatan
pendalaman sektor
keuangan
0l - Aset perbankan/PDB persen 57,2 (20231 66,9 77,2 Otoritas Jasa Keuangan
02 - Aset dana
pensiun/PDB
persen 7,3 (2023) 8,0 Lt,2 Otoritas Jasa keuangan
9,1 10,5 Otoritas Jasa keuangan 03 - Aset asuransi/PDB persen 9,O (2023l.
04 - Kapitalisasi pasar
modal/PDB
SK No 122161 C
persen ss,9 (2023) 57,8 68,0 Otoritas Jasa keuangan
berkas 3, hlm. 149 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seli@2024 Targct2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05 - Total kredit/PDB persen 33,9 (2023) 37,8 46,4 Otoritas Jasa keuangan
91,0 93,0 Otoritas Jasa keuangan 06 - Inklusi keuangan persen aa,7 (2023)
03.04.01
KP: Penguatan Peran
P€rbenkEn
0f - Meningkatnya
peran perbankan
Ol - Totd DPK/PDB persen 40,5 (2023) 43,0 50,9 Otoritas Jasa Keuangan
02 - Rasio kredit UMKM
terhadap total Mit
persen 20,55 (2023) 21,58 25,OO Otoritas Jasa Keuangan
03.04.01.001
PRO-P: Keberagaman Produk Perbankan
03.04.01.002
PRO-P: l&edit Sektor Produktif
03.04.01.003
PRO-P: Kredit Penyediaan PeruBahan
03.04.01.004
PRO-P: Kredit Sektor Berkelanjutan
03.04.02
KP: Penguatan Peran
Sektor Keuangan
Nonbank
Ol - Memperkuat
peran sektor
keuangan nonbank
0l - Densitas dana
pensiun
juta rupiah 0,98 (2023) 1,05 1,51 Otoritas Jasa Keuangan
02 - Penetrasi asuransi persen 2,8 (2023) 2,9 3,4 Otoritas Jasa Keuangan
SK No l22l62C
03 - Nilai transaksi
saham/PDB
persen 16,0 (2023) 19,8 23,9 Otoritas Jasa Keuangan
03.04.02.001
PRO-P: Penetrasi dan Densitas Dana Pensiun
berkas 3, hlm. 150 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.04.02.002
PRO-P: Penetrasi dan Densitas Asuransi
03.04.02.003
PRO-P: Pendalaman Pasar Modal
03.04.03
KP: Peningkatan
Inklusi dan Literasi
Keuangan
Of - Meningkatnya
inklusi dan literasi
keuangan
01 - Indeks Literasi
Keuangan
persen 51,20 (2023) 57,25 69,35 035 - IGrocntcf,ian
Koordinator Bidang
Perekonomian
03.04.03.001
PRO-P Literasi dan Edukasi Keuangan
03.04.03.002
PRO-P: Perlindungan Konsumen
03.04.03.003
PRO-P: layanan Keuangan pada Sektor Pemerintah
03.04.03.004
PRO-P: Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
03.04.03.005
PRO-P: Fasilitasi Intermediasi dan Saluran Distribusi
03.04.03.006
PRO-P: Infrastruktur dan Teknologi Informasi Keuangan
SK No 1221630
berkas 3, hlm. 151 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TargEt2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.04.03.007
PRO-P: Ekosistem Pendukung Sektor Keuangan
03.05
PP: Pembangunan
Pariwisata
Berkualitas dan
Berkelanjutan
Ol - meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Borobudur-
Yogyakarta-
Prambanan
Ol - Pengeluaran
wisatawan mancanegara
USD per
kunjungan
1.239120231 1.300-1.381,3 1.600-1.672 147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Tenaga Leda
pariwisata
juta orang 22,89 (2022) 25,75 29,OO 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Indeks
Pembangunan Pariwisata
(Ivauel & Tourism
Development Index,
terbit biendal tahun
genap)
peringkat
(ro( besar)
22 22* 20r 147 - Kementerian
Pariwisata
04 - Kunjungan
'wisatawan mancanegara
juta
kunjungan
I r,57 (2023) 14,6-16,0 20,o-23,5 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Perjalanan
wisatawan nusantara
juta perjalanan 852,80 (2023) 1.084 1.500 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.01
KP Percepatan
Pembangunan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Borobudur-
Yogyakarta-
Prambanan
Ol - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Borobudur-
Yogyakarta-
Prambanan
0l - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan
juta rupiah 19.976.019,1 22.023.561,06
(2023)
26.769.776,11 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan
SK No 1221640
miliar rupiah 10.878,30
(20 r8)
23.672,34 30.776,00 147 - Kementerian
Pariwisata
berkas 3, hlm. 152 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirczo24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Devisa pariwisata
Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan
juta USD 334 (2018) 718,37 931,00 147 - Kementerian
Pariwisata
04 - TetraAa kerja
pariwisata Borobudur-
Yogyakarta-Prambanan
(Jawa Tengah)
orang 2.925.7 t5
(2022)
3.280.514 3.421.392 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Borobudur-
Yogyakarta-Prambanan
juta rupiah 955.099,60
(2023!.
t.tgt.22432 1.853.052,41 147 - Kementerian
Pariwisata
07 - Tenaga k€da
pariwisata Borobudur-
Yogyakarta-Prambanan
(DIY)
orang 439.029 (2022l- 454.432 475.814 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.01.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan
03.05.01.002
PRO-P: Pengembangan Atraksi Berbasis Pelestarian Kearifan Budaya Jawa dan ziarah, termasuk Event Berkualitas dan Warisan Geologi, di
Borobudur-Yogyakarta-Prambanan
03.05.01.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dart Amenitas Penunjang Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan
03.05.01.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan
SK No 1221660
berkas 3, hlm. 153 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek* Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boselirg2o24 faryat2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
FengaEpu
03.05.01.005
PRO-P Pemasaran Pariwisata Borcbudur-YoB.ak rta-Prambanan
03.05.01.006
PRO-P Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dar Investasi Pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan
03.05.01.007
PRO-P Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana Borobudur-Yogyakarta-Prambanan
03.05.02
KP: Penguatan
Destinasi Regeneratif
Bali
Ol - Meningkatnya
kesesuaian kualitas
daya dukung dan
daya tampung
pariwisata, serta
kualitas rantai pasok
pariwisata Bali
0l - PDRB Bel(tor
penyediaan akomodasi
dan makan minum Bali
juta rupiah 9.643.173,97 60.288.199,30
12023)
73.280.683,05 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara Bali
miliar rupiah 101.325,81
2023)
123.500,99 183.472,56 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Bali
juta usD 9.364,00
(2019)
12.665,99 15.540,00 147 - IGm€otef,ian
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata Bali
orang 622.432 l2o22l 644.270 674.584 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Bali
juta rupiah 7.54? .9t9,45
(2023)
9.413.987,20 14.644.221,75 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.02.001
PRO-P Penataan Infrastruktur dan Amenitas Pariwisata Sarbagita
03.05.02.002
PRO-R Pengembangan Transportasi Umum Ramah Lingkungan Bali
03.05.02.003
PRO-R Pengembangan Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas Bali Utara
SK No 122167 C
berkas 3, hlm. 154 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Terytc- 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.02.004
PRO-P Pengelolaan Risiko Lingkungan dan Sosial Bali
03.05.02.005
PRO-P Pengembangan SDM dan Kebudayaan Bali
03.05.02.006
PRO-P: homosi dan Branding Bali sebagai Destinasi Terbaik di Dunia
03.05.03
KP Penguatan
Destinasi Regeneratif
Kepulauan Riau
Ol - Meningkatnya
kesesuaian kualitas
daya dukung dan
daya tampung
pariwisata, s€rta
kualitas rantai pasok
pariwisata Kepulauan
Riau
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Kepulauan Riau
juta rupiah 6.301.872,6
(2023t-
6.947.814,54 8.445.112,00 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Kepulauan Riau
miliar rupiah 5.413,10
(2019)
5.819,81 11.642,70 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Kepulauan Riau
juta USD 2.001,1 (2019) 2.470,43 4.770,20 147 - Kementerian
Pariwisata
04 - Tenaga k€da
pariwisata Kepulauan
Riau
orang 236.159 (2022!, 294.642 395.744 147 - K€mcntcf,ialr
Pariwisata
05 - Investasi seJ.tor
pariwisata Kepulauan
Riau
juta rupiah 2.355.1r r,35
(2023!.
2.937.364,16 4.569.308,55 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.03.001
PRO-P: Peningkatan Konektivitas Batam-Bintan
SK No 122168 C
berkas 3, hlm. 155 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselirc2o24 TarEct2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.03.002
PRO-P: Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim dan Wisata Kesehatan
03.05.03.003
PRO-P: Penguatan Identitas KTA Batam, Bintan, dan Natuna
03.05.03.004
PRO-P: Akselerasi U<otroEi Biru di Natuna
03.05.03.005
PRO-P: Pengelolaan Risiko Lingkungan dan Sosial Kepulauan Riau
03.05.03.006
PRO-P: Pengembangan SDM Pariwisata dan Kebudayaan Melayu Kepulauan Riau
03.05.03.007
PRO-P: Pengembangan Sistem Transportasi Ramah Lingkungan
03.05.04
KP: Penguatan
Destinasi Regeneratif
Greater Jakarta
Ol - Meningkatnya
kesesuaian kualitas
daya dukung dalr
daya tampung
pariwisata, serta
kualitas rantai pasok
pariwisata Jakartq
Ol - PDRB s€lftor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
greater Jakarta
juta rupiah 191.980.855,2 21 1.658.492,86
(2023)
257.272.707,14 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
gr@ter Jakarta
miliar rupiah 367.760,29
(2023)
421.99'3,70 555.633,24 147 - Kementerian
Pariwisata
SK No 122169 C
03 - Devisa pariwisata
Jakarta
juta usD 2.291,a (2019) 3.439,37 4.708,60 147 - Kementerian
Pariwisata
berkas 3, hlm. 156 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Fcdgarlpu
04 - Tenaga kerja
pariwisata grgoter
Jakarta (DI(l)
orang t.479.227
(2022)
1.537.529 1.618.855 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Tenaga kerja
pariwisata greater
Jakarta (Jawa Barat)
orang 4.978.804
(2022)
5.591.063 6.526.097 147 - Kementerian
Pariwisata
06 - Tenaga kerja
pariwisata greater
Jakarta (Banten)
orang 1.230.545
(2022)
r.523.452 2.025.213 147 - Kementerian
Pariwisata
07 - Investasi sektor
pariwisata gre4tet
Jakarta
juta rupiah 12.650.725,3 14.130.860,16 21.997.903,42
(2023)
147 - Kementerian
Pariwisata
03.os.04.001
PRO-Pi Transformasi Jakarta sebagai Kota Global
03.05.04.002
PRO-P: Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan
03.05.04.003
PRO-P: Pengurangan Emisi dflr Pengelolaan Lingkungan
03.05.04.004
PRO-P: Penguatan Destinasi Wisata Urban dan MICE
03.05.04.005
PRO-P Pengarusutamaan Pariwisata Berkelanjutan
SK No 122170 C
berkas 3, hlm. 157 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselire2o24 TarEel2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.04.006
PRO-P: FEoA€@ban8an SDM Pariwisata Berstandar Internasional
03.05.05
I(P: Pcf,ccpatan
Pembangunan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Lombok-Gili
Tramena
0f - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Lombok-Gili Tramena
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Lombok-Gili Tramena
juta rupiah 2.206.361,02
(2023)
2.432.513,02 2.956.734,78 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Lombok-Gili Tramena
miliar rupiah 5.666,50
(2018)
14.850,43 28.971,58 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Lombok-Gili Tramena
juta USD 29O (20ral 800,60 1.659,00 147 - Kementerian
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata Lombok-Gili
Tramena
orang 4 .9s2 (2022!- 544.460 748.244 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Lombok-Gili
Tramena
juta rupiah 4.488.604,30
(2023)
5.598.319,34 4.704.640,46 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.05.001
PRO-P Aksesibilitas Pariwisata Lombok-Gili Tramena
03.05.05.002
PRO-P Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan Warisan Geologi Lombok-Gili Tramena
SK No 122171 C
berkas 3, hlm. 158 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselhe2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.05.003
PRO-P: Pembangunan Sarana Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dan Amenitas Pariwisata Lombok-Gili Tramena
03.05.05.0(N
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Lombok-Gili Tramena
03.05.05.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Lombok-Gili Tramena
03.05.05.006
PRO-P: Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata Lombok-Gili Tramena
03.05.05.007
PRO-P: Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana Lombok-Gili Tram€(ra
03_05.05.(x)a
PRO-P: Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus
03.05.06
KP Pengembangan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Manado-
Likupang
0l - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Manado-Likupang
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Manado-Likupang
juta rupiah 2.573.717,65
(2023)
2.437.523,71 3.449.027,& 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Manado-Likupang
miliar rupiah 6.491,89
(2019)
4.942,47 17.232,90 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Manado-Likupang
SK No 122172 C
juta USD 139(2019) 267,09 427,OO 147 - Kementerian
Pariwisata
berkas 3, hlm. 159 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Tgtrgtc- 2025 Tgfgei 20,29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Tenaga kerja
pariwisata Menado-
Likupang
orang 204.674 ln22l 219.919 235.860 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Manado-
Likupang
juta rupiah 774.326,55
12023)
965.762,85 1.502.322,56 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.06.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Manado-Likupang
03.05.06.002
PRO-R Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan Warhalr Geologi Manado-Likupang
03.05.06.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dar Amenitas Penunjang Pariwisata Manado-Likupang
03.05.06.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Manado-Likupang
03.05.06.005
PRO-P Pemasaran Pariwisata Manado-Likupang
03.05.06.006
PRO-P: Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata Manado-Likupang
03.05.06.007
PRO-P: Keamanan, KeselanatEr, dan Kemitigasian Bencana Manado-Likupang
SK No 122173 C
berkas 3, hlm. 160 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Sletuen Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.06.008
PRO-P: Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus
03.05.07
KP: Pengembangan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Bangka
Belitung
01 - Meningkatnya
kualitas dan
kuantitas terkait
aksesibilitas,
amenitas, dan tata
kelola di destinasi
pariwisata Bangka-
Belitung
0t - PDRB BeLtor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Bangka Belitung
juta rupiah 3.281.893,64
{.2023)
3.614.153,73 4.398.051,36 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Bangka Belitung
miliar rupiah 2.455,23
(2019)
13.161,89 21.763,57 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Bangka Belitung
juta usD 23,90 (2019) 41,54 78,30 147 - Kementerian
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata Bangka
Belitung
orang 98.106 (2022) 109.216 l26.0l I 147 - K.E ntcrian
Pariwisata
OS - Investasi sektor
pariwisata Bangka
Belitung
juta rupiah 527.458,60
12023)
657.861,84 1.023.357,60 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.07.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Bangka-Belitung
03.05.07.002
PRO-P: Pengembangan Atraksi termasuk E rent Berkualitas dan Warisan Geologi Bangka-Belitung
SK No l22l74c
berkas 3, hlm. 161 OCR
Prioritas Nasiona.l/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boseline2o24 Target 2025 Target 2029
AScrda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.07.003
PRO-R Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dar Amenitas Penunjang Pariwisata Bangka-Belitung
03.05.07.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Bangka-Belitung
03.05.07.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Bangka-Belitung
03.05.07.006
PRO-P: Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata Bangka-Belitung
03.05.07.007
PRO-P: Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana Bangka-Belitung
03.05.07.008
PRO-P: Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus
03.05.08
KP Percepatan
Pembangunan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Danau Toba
01 - Meningkatnya
nil,ai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Danau Toba
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Danau Toba
juta rupiah 2.193.003,64
(20221
2.417.786,51 2.938.834,62 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Danau Toba
miliar rupiah 1.021 (2018) 2.048,41 2.619,69
SK No 122175 C
03 - Devisa pariwisata
Danau Toba
juta USD 73,r (2ol8l 163,91 263,80 147 - Kementerian
Pariwisata
berkas 3, hlm. 162 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Tenaga kerja
pariwisata Danau Toba
orang 1.118.911
(20221
1.199.556 r.316.197 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Danau Toba
juta rupiah 411.336,50
(2023)
513.030,98 798.061,37 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.08.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Danau Toba
03.05.08.002
PRO-P: Pengembangan Atraksi termasuk Er/eaa Berkualitas dan Warisan Geologi Danau Toba
03.05.08.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dart Amenitas Penunjang Pariwisata Danau Toba
03.05.08.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dalr Layanan Pariwisata Danau Toba
03.05.08.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Danau Toba
03.05.08.006
PRO-P Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata Danau Toba
03.05.08.007
PRO-P: Keamanan, Kes€Iamat4, dan Kemitigasian Bencana Danau Toba
SK No 1221160
berkas 3, hlm. 163 OCR
REPUELIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan n Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselinp2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.09
KP: Pengembangan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Raja Ampat
01 - Meningkatnya
kualitas dan
kuantitas terkait
aksesibilitas,
amenitas, dan tata
kelola di destinasi
pariwisata Raja
Ampat
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum Raja
Ampat
juta rupiah 14.636,37
(2022t.
18.1!16,50 22.117,96 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Raja Ampat
miliar rupiah 193,67 (2022) 290,40 501,08 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
dari Raja Ampat
juta usD s (2019) 42,44 70,30 147 - Kementerian
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata Raja Ampat
orang 7.542 (2022) 9.054 11.552 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Raja Ampat
juta rupiah 12.575,05
(2023)
15.683,97 24.397,69 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.09.001
PRO-P Aksesibilitas Pariwisata Raja Ampat
03.05.09.002
PRO-P Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan Warisan Geologi Raja Ampat
03.05.09.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dan Amenitas Penunjang Pariwisata Raja Ampat
03.05.09.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Raja Ampat
SK No 122177 C
berkas 3, hlm. 164 OCR
REPUEUK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seh,4.ez0z4 TarB€r'-2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.09.005
PRO-P Pemasaran Pariwisata Raja Ampat
03.05.09.006
PRO-P: Pengembangan Industri, U.aha Masyarakat, dtrr Investasi Pariwisata Raja Ampat
03.05.09.007
PRO-P: Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana Raja Ampat
03.05.10
I(P: Percepatan
Pembangunan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Labuan Bajo
01 - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing kepariwisataan
Labuan Bajo
01 - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Labuan Bsdo
juta rupiah 38.850(2023) 42.8A9,25 52.062,72 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
miliar rupiah 974,49 1.175,23 2.448,59 147 - Kementerian
Pariwisata
juta USD 161 (2019) 243,52 637,U
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Labuan Bajo
03 - Devisa pariwisata
Labuan Bajo
147 - Kementerian
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata Labuan Bajo
orang 251.87 (2023) 304.910 393.362 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Labuan Bajo
juta rupiah 532.233,85
(2023)
663.417,72 1.032.62234 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.10.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Labuan Bajo
SK No 122178 C
berkas 3, hlm. 165 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bd.seli'?32024 Targct2o25 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.10.002
PRO-P: Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan War:isan Geologi Labuan Bajo
03.05.10.003
PRO-P: Pembangunan kasaratra UEUE, Fasilitas Umum, dan Amenitas Pariwisata Labuan Bajo
03.05.10.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Labuan Bajo
03.05.10.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Labuan Bajo
03.05.10.006
PRO-P: Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata Labuan Bajo
03.05.10.007
PRO-P: Keamanan, Keselqmatsrr, dan Kemitigasian Bencana Labuan Bajo
03.05.11
KP: Pengembangan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Bromo-
Tengger-Semeru
Ol - Meningkatnya
kualitas dan
kuantitas terkait
aksesibilitas,
amenitas, dan tata
kelola di destinasi
pariwisata Bromo-
Tengger-Semeru
01 - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Bromo-Tengger-Semeru
juta rupiah 17.501.425,28 19.273.275,8
(2023l,
23.453.543,72 02 - TransforEasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara di
Bromo-Tengger-Semeru
miliar rupiah 838,7 1.112,12 3.437,90 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Bromo-Tengger-Semeru
SK No 122179 C
juta USD 4,0 (2019) 7,21 22,21 147 - Kementerian
Pariwisata
berkas 3, hlm. 166 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan hseline2o24 Targct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04 - Telaga kerja
pariwisata Bromo-
Tengger-Semeru
orang 3.493.968
(2022)
3.954.841 4.665.259 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata Bromo-
Tengger-Semeru
juta rupiah 778.773,45
(2023)
971.309,16 1.510.950,29 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.11.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata BroEo-Tcngg.f, -Sc,r.i'u
03.05.11.002
PRO-P: Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan Warisan Geologi Bromo-Tengger-Semeru
03.05.11.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dan Amenitas Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru
03.05.11.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan Layanan Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru
03.05.11.005
PRO-P Pemasaran Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru
o3.o5.l l.006
PRO-P: Pengembangan Industri, Usaha Ma.syarakat, dan Investasi Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru
03.05. r r.007
PRO-P: Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana Bromo-Tengger-Semeru
SK No 122180 C
berkas 3, hlm. 167 OCR
-t67-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 Target 2025 T6trgct2O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.o5.l l.oo8
PRO-P: Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus
03.05.12
KP: PcIB€obaDgan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Wakatobi
01 - Meningkatnya
kualitas dan
kuantitas terkait
aksesibilitas,
amenitas, dar tata
kelola di destinasi
pariwisata Wakatobi
01 - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
wakatobi
juta rupiah 35.525,73
(2023)
39.122,37 47.607,AA 02 - -Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
wakatobi
miliar rupiah 108 132,95 305,40 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Wakatobi
juta USD 7,44 9,38 23,76 147 - Keocnt€riafl
Pariwisata
04 - Tenaga kerja
pariwisata wakatobi
orang 209.447 (2022) 243.87 298.200 147 - Kementerian
Pariwisata
05 - Investasi sektor
pariwisata wakatobi
juta rupiah 31.376,65
(2023)
45.520,70 80.832,32 147 - Kementerian
Pariwisata
03.05.12.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Wakatobi
03.05.12.002
PRO-P: Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan Warisan Geologi Wakatobi
03.05.12.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas Umum, dan Amenitas Pariwisata Wakatobi
SK No 122181 C
berkas 3, hlm. 168 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.12.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dar Layanan Pariwisata Wakatobi
03.05.12.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Wakatobi
03.05.12.006
PRO-R Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata wakatobi
03.05.12.007
PRO-P Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana wakatobi
03.05.13
I(P: Pengembangan
Destinasi Pariwisata
Prioritas Morotai
01 - Meningkatnya
kualitas dan
kuantitas terkait
aksesibilitas,
amenitas, dan tata
kelola di destinasi
pariwisata Morotai
Ol - PDRB sektor
penyediaan akomodasi
dan makan minum
Morotai
juta rupiah 2.544,92
(2023)
2.849,87 3.464,04 02 - Transformasi
Ekonomi
147 - Kementerian
Pariwisata
02 - Pendapatan dari
wisatawan nusantara
Morotai
miliar rupiah 103,92 (2022) 159,98 242,5 147 - Kementerian
Pariwisata
03 - Devisa pariwisata
Morotai
juta USD 0,69 o,78 1,56 147 - KcE nterian
Pariwisata
04 - TensSa kerja
pariwisata Morotai
orang 73.603 (2022) 82.835 96.971 147 - Kementerian
Pariwisata
SK No 122182 C
05 - Investasi sektor
pariwisata Morotai
juta rupiah r. r 5 r,65
(2023)
49.626,20 77.197,58 147 - Kementerian
Pariwisata
berkas 3, hlm. 169 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.05.13.001
PRO-P: Aksesibilitas Pariwisata Morotai
03.05.13.002
PRO-P Pengembangan Atraksi termasuk Event Berkualitas dan Warisan Geologi Morotai
03.05.13.003
PRO-P: Pembangunan Prasarana Umum, Fasilitas UlauE, dan Amenitas Pariwisata Morotai
03.05.13.004
PRO-P: Pengembangan Keterampilan SDM dan layanan Pariwisata Morotai
03.05.13.005
PRO-P: Pemasaran Pariwisata Morotai
03.05.13.006
PRO-P: Pengembangan Industri, Usaha Masyarakat, dan Investasi Pariwisata Morotai
03.05.13.007
PRO-E Keamanan, Keselamatan, dan Kemitigasian Bencana Morotai
03.05.13.008
PRO-P Fasilitasi Kawasan Ekonomi Kreatif
03.06
PP: Penguatan
Ekosistem Ekonomi
Kreatif Berbasis
Kekayaan Intelektual
Ol - Meningkatnya
kinerja sektor
ekonomi kreatif
Ol - Laju pertumbuhan
PDB ekonomi kreatif
persen 5,30 (2022) 5,3-5,5 6,1 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
SK No 122183 C
02 - Pertumbuhan ekspor
ekonomi kreatif
persen -11,07 (2023) 4,9-5,2 6,0
berkas 3, hlm. 170 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo,selirc2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Jumlah tenaga kerja
elrcnolli kreatif
juta orang 24,92 (2023) 25,55 27,66 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
04 - Pertumbuhan
investasi ekonomi kreatif
persen 31,94 (2023) 5,5-7,3 7,0-8,0 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
03.06.01
KP: Penguatan
Ekosistem Pemampu
Ekonomi Kreatif
Ol - Meningkatnya
investasi ekonomi
kreatif
0l - Nilai investasi
ekonomi kreatif
triliun rupiah 89,33 (2023) 123,85-136,28 152,3-1811,71 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
03.06.01.01
PRO-P: Penguatan Data Ekonomi Kreatif
03.06.01.02
PRO-P: Penguatan Kolaborasi Pemangku Kepentingan Ekonomi Kreatif
03.06.01.03
PRO-P: Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ekonomi Kreatif
03.06.01.04
PRO-P: Penguatan Komersialisasi Kekayaan Intelektual
03.06.01.05
PRO-P Pelindungan Hasil Kreativitas
03.06.or.06
PRO-P: Penguatan Jejaring dan Integrasi Rantai Pasok Ekonomi Kreatif
SK No l22l84C
berkas 3, hlm. 171 OCR
(
FR,ESIDEN
-t7t-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BoseliD2o24 TarEet2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.06.02
KP: Penguatan
Ekosistem Film,
Admasi, video, dan
Musik
01 - Meningkatnya
kinerja subsektor
film, animasi, video,
dan musik
01 - Pertumbuhan PDB
subse.ktor film, animasi,
video, dan musik
6,4-7,5 9,5-12,8 persen 2,72 ln22l 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
02 - Pertumbuhan ekspor
subsektor 6113, animasi,
video, dan musik
Ircrscn -8,00 (2020) 6,7-t1,9 9,5-13,0 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
03 - Jumlah tenaga kerja
subsektor film, animasi,
video, dan musik
ribu orang 18alm22l 203 225 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
03.06.02.ol
PRO-P Pengembangan Riset dan Inovasi Subsektor Fila, Animasi, Video, dan Musik
03.06.02.02
PRO-R Pengembangan Pendidikan Subsektor FilE, Animasi, Video, dan Musik
03.06.02.03
PRO-P: Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan Subsektor Film, Animasi, video, d,an Musik
03.06.02.04
PRO-P: Penyediaan Infrastruktur Subsektor Film, Animasi, Video, dan Musik
03.06.02.05
PRo-Pi Pengembangan Sistem Pemasaran Subsektor FilE, Animasi, Video, dan Musik
03.06.02.06
PRO-P: Pengembangan Insentif Subsektor Film, Animasi, Video, dan Musik
SK No 122185 C
berkas 3, hlm. 172 OCR
-t72-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Targct2o2s Target 2029 Agedda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.06.03
KP: Penguatan
Ekosistem Fesyen daD
Kriya
Ol - Meningkatnya
kinerja subsektor
fesyen dan kriya
01 - Pertumbuhan PDB
subsektor fesyen dan
kriya
persen 7,76 (2O22l- 5,3-8,0 7,N,3 148 - KcucDt€riart
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
02 - Pertumbuhan ekspor
subsektor fesyen daIr
kriya
persen -12,01 {2023]. 3,5 6,4 148 - Ictre[tqierr
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
03 - Jumlah tenaga kerja
subsektor fesyen dan
kriya
ribu orang 9.107 (2022) 9.836 10.900 148 - IGoenteriart
Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
03.06.03.01
PRO-P: Pengembangan Riset dan Inovasi Subsektor Fesyen den Kriya
03.06.03.02
PRO-P: Pengembangan Pendidikan Subsektor Fesyen dan Kriya
03.0,6.03.03
PRO-P: Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan Subsektor Fesyen dan kriya
03.06.03.04
PRO-P: Penyediaan Infrastruktur Subsektor Fesyen dan Kriya
03.06.03.05
PRO-P: Pengembangan Sistem Pemasaran Subsektor Fesyen dan Kriya
03.06.03.06
PRO-P: Pengembangan Insentif Subsektor Fesyen dan Kriya
SK No 1221860
berkas 3, hlm. 173 OCR
,(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan EaselinE2o24 Targct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.06.04
NP: Penguatan
Ekosistem Aplikasi
dan Gim
Ol - Meningkatnya
kinerja subsektor
aplikasi dan giE
01 - Pertumbuhan PDB
suhektG aplikasi den
gra
persen 2,* l2o22l 6,7-7,O 8,3-10,7 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
02 - Pertumbuhan ekspor
subsektor aplikasi dan
gim
persen 152,41 (2021) 6,O-10,O 8,O-14,9 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
03 - Jumlah tenaga kerja
subsektor aplikasi dan
gim
ribu orang 132lN22l t87 245 148 - Kco€nt€rian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
03.06.04.01
PRO-P: Pengembangan Riset dan Inovasi Subsektor Aplikasi dan Gim
03.06.04.02
PRO-R Pengembangan Pendidikan Subsektor Aplikasi dan OiE
03.06.04.03
PRO-P Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan Subsektor Aplikasi daD GiE
03.06.04.04
PRO-R Penyediaan Infrastruktur Subsektor Aplikasi dan Gim
03.06.04.05
PRO-P Pengembangan Sistem Pemasaran Subsektor Aplikasi dan Gim
03.06.04.06
PRO-P Pengembangan Insentif Subsektor Aplikasi dan Gim
SK No 122187 C
berkas 3, hlm. 174 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boseliren24 Targct2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03.06.05
KP: Penguatan
Ekosistem Kuliner
Ol - Meningkatnya
kinerja subsektor
kuliner
Ol - Pertumbuhan PDB
subsektor kuliner
persen 8,61 (20221 5,3-8,8 7,H,1 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
02 - kuEbuhan d<spor
subsektor kuliner,
persen -2A7 (20231 3,2-5,4 4,0 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
03 - Jumlah tenaga kerja
subsektor kuliner
ribu omng 13.435 (2022t- 14.048 14.910 li18 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/ Badan
Ekonomi Kreatif
03.06.05.01
PRO-P: Pengembangan Riset dar Inovasi Subsektor Kuliner
03.06.05.02
PRO-P: Pengembangan Pendidikan Subsektor Kuliner
03.06.05.03
PRO-P: Fasilitasi Pendanaan dan Pembiayaan Subsektor Kuliner
03.06.05.04
PRO-P Penyediaan Infrastruktur Subsektor Kuliner
03.06.05.05
PRO-P: Pengembangan Sistem Pemasaran Subsektor Kuliner
03.06.05.06
PRO-P: Pengembangan Insentif Subsektor Kuliner
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No 122188 C
berkas 3, hlm. 175 OCR
REPUBLIK INDONES'A
PRIORITAS NASIONAL 4: MEMPERKUAT PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM), SAINS, TEKNOLOGI, PENDIDIKAN, KESEHATAN,
PRESTASI OLAHRAGA, KESETARAAN GENDER, SERTA PENGUATAN PERAN PEREMPUAN, PEMUDA (GENERASI MILENI,AL DAN GENERASI Z},
DAN PENYANDANG DISABILITAS
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04
PN: Memperkuat
Pembangunan
Sumber Daya
Manusia (SDM),
Saturs, Teknologi,
Pendidikan,
Kesehatan, Prestasi
Olahraga, Kesetaraan
Gender, Serta
Penguatan ft(an
Perempuan, Pemuda
(Generasi Milenial dan
Generasi Z), dan
Penyandang
Disabilitas
01 - Terwujudnya
pendidikan
berkualitas yang
merata
Ol - Rata-rata nilai PISA:
(4 membaca;
(b) matematika;
(c) sains
(a) 359;
(b) 366;
(c) 383
(2022)
(4 396;
F) aoa;
(c) 416
(a) 409;
(b)416;
(cl 4
036 - K€drqrtcrian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
02 - Ratq-rata lama
sekolah penduduk usia di
atas 15 tahun
tahun 9,22 9,33 9,42 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
03 - Harapan larna
sekolah
tahun 13,21 13,32 13,58 036 - Ifumc[rtcf,ian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dar Kebudayaan
04 - Persentase pekerja
lulusan pendidikan
m€'leogah dan tinggi
yang bekerja di bidang
keahlian menengah dan
tinggi
persen 66,30 (2023) 66,74 67,66 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
SK No 122189 C
berkas 3, hlm. 176 OCR
REPUBUK TNDONESIA
-l?6-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eo.seli,a2024 T'dEpt2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - hopGsi penduduk
berusia 15 tahun ke atas
yang berkualifikasi
pendidikan tinggi
persen lO,rs (2023) 11,1 I 12,68 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
(a) 60,89;
(b) sr,36
(2023l-
(a) 62,89;
(b) 54,36
(a) 66,89;
(b) 59,86
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
74,43 75,4 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
datr Kebudayaan
2,12 2,10 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
0,430 0,394 036 - Kemcntcriafl
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
06 - Rata-rata nil,ai
as€@€n tingkat
nasional:
(a) literasi membaca;
(b) nuEef,asi
02 - Terwujudnya
kesehatan untuk
semua
Ol - Usia harapan hidup
(UHH)
tahun 72,13 (2023)
02 - Angka kelahiran
total (Total fertility rate)
rata-rata
kelahiran per
't
'anita usia
subur (WUS)
15-49 Tahun
2,14 (2023)
03 - Terwujudnya
keluarga berkualitas,
kesetaraan gender,
dan masyarakat
inklusif
01 - IndelB Ketimpangan
Gender (!I(G)
0,447 l2023l
02 - Indckg
P.drbanEunan Kualitas
Keluarga
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
SK No l22l900
69,51 (2023) 72,49 75,55
berkas 3, hlm. 177 OCR
-t77-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 Target2o2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Ind€&g
Pembangunan Pemuda
60,59 (2023) 65,16 73,27 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
05 - Indeks
Pembangunan Gender
91,85 (2023) 92,O2r92,t1 92,3442,54 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
d{r Kebudayaan
06 - Indeks Perlindungan
Anak
64,29 l2023l 70,19 75,29 036 - X€oent€rian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dar Kebudayaan
07 - Mobilitas penduduk
lanjut usia
persen 92,94 12023) 94 96 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
Og - Mobilitas penduduk
penyandang disabilitas
persen 64,42 (2023) 69 7L 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
SK No 122191 C
berkas 3, hlm. 178 OCR
-t7a-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target202' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Menguatnya
iptek, inovasi, dan
produktivitas tenaga
kerja
0f - Tingkat
pengangguran terbuka
persen 4,91 4,50-5,00 4,M,71 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - Peringkat indeks
inovasi global
peringkat 54 53 49 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
05 - Meningkatnya
prestasi olahraga
Indonesia di tingkat
dunia dsn budaya
berolahraga di
masyarakat
Ol - Jumlah perolehan
medali emas pada
olympic gdfiEs
medali 2 4-6
l2o28l
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
02 - Jumlah perolehan
medali emas pada
parolAnqic go.mes
medali 4-6
l2o2al
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
03 - Peringkat pada Asian
Ga'?!.f,s
peringkat 13 (2023) 9-l I
12026l
036 - Icm€oterian
Koordinator Bidang
Pembangunan Mtrrusia
dan Kebudayaan
036 - Iftmenteriar
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
SK No 122192 C
04 - Peringkat pada Asian
Para Games
peringkat 6 l2o23l 5-7
12026l
I
berkas 3, hlm. 179 OCR
FR,ESIDEN
-t79-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli^e2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Peringkat pada SEA
Games
peringkat 3 l2023l 3 24 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
0,6 - Peringkat pada
ASEAN krd Games
p€dngl€t t ln23l 1-2
(2029)
07 - Persentase
penduduk berumur lO
tahun ke atas yang aktif
berolahraga
persen 9,04 10,36-11-45 12,13-13,40 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
04.01
PR Percepatan Wajib
Belajar 13 Tahun (l
Tahun Pendidikan
Prasekolah d.n 12
Tahun Pendidikan
Dasar dan Pendidikan
Menengah)
Ol - Tercapainya
pemerataan akses
pendidikan dengan
percepatan ti'ajib
belajar 13 tahun yang
berkualitas (1 tahun
pendidikan
prasekolah dan 12
tahun pendidikan
dasar dan pendidikan
menengah)
Ol - Tingkat penyelesaian
jenjang
SMA/SIt K/MA/S€dcrdat
persen 67,07 67,44 69,71 036 - Icment€f,ian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
02 - Jumlah anak tidak
sekolah usia 6-18 tahun
anak tidak
sekolah
4.185.957
(20231
3.776.239 3.112.816
03 - Persentase anak
kelas I
SD/MI/SDLB/ Sederajat
yang pernah mengikuti
PAIJD
persen 63,81 64,39 65,13 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
SK No 122193 C
berkas 3, hlm. 180 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.01.01
KP: Perluasan
Layanan Pendidikan
Anak Usia Dini
Ol - Tercapainya
pemerataan akses
dan pelayanan
pendidikan
prasekolah dalam
mendukung tumbuh
kembang anak
01 - Angka partisipasi
kasar (AP$ PAUD
pcrlell 36,03 36,61 37,11 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
04.01.01.01
PRO-P Penyediaan bantuan operasional Batuan PAUD
04.01.01.02
PRO-P: Penyediaan bantuan afirmatif untuk PAl.rD
04.01.02
I(P: Revitalisasi
Sarana dan Prasarana
Sekolah dan
Madrasah yang
Berkualitas (PHTC)
01 - Tercapainya
pemerataan akses
pendidikan
berkualitas
Ol - Persentase satuan
pendidikan formal dan
nonformal yang
memenuhi SNP sarpras,
termasuk penyediaan
fasilitas untuk
mendukung satuan
pendidikan inklusif
persen 26,6? 31,14 49,00 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
SK No l22l940
berkas 3, hlm. 181 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseEM2O24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Pers€rttasc
madrasah, satuan
pendidikan umum
dengan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan yang
memenuhi SNP sarpras,
tetfi asuk penyediaan
fasilitas untuk
mendukung satuan
pendidikan inklusif
persen 42,@ 46,O4 62,04 025 - Kementerian Agama
04.01.02.01
PRo-P: Revitalisasi Prasarana Pendidikan dan ftobargunan satuan Pendidikan Baru (PITTC)
04.01.02.02
PRO-P Revitalisasi Sarana Pendidikan (PHTC
04.01.03
KP: Penyaluran
Bantuan Pendidikan
yang Tepat Sasaran
01 - Terwujudnya
perluasan
kesempatan belajar
untuk peserta didik
yang berasal dari
keluarga miskin atau
rentan miskin
Ol - Rasio APK
SMA/SMK/MA/Sederajat
20% termiskin dan 20%
terkaya
0,765 0,788 0,809 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
O25 - Kement€rian Agama 02 - Thgkat penyelesaian
pendidikan
MA/uya/SMTK/SMAK/
Utama
Widyalaya/Uttama
Dhammasekha
persen 68,63 70,44 77,45
SK No 122195 C
berkas 3, hlm. 182 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselblc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.01.03.01
PRO-P: Penyediaan Bantuan Operasional Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
04.01.03.02
PRO-P: Penyediaan Bantuan Pendidikan Dar€r dan Pendidikan Menengah bagi Peserta Didik Kurang Ma.qrpu
04.01.03.03
PRO-P: Frdycdiaan Beasiswa Prestasi dan Beasiswa Afirmasi
04.01.04
KP: Pencegahan dan
Penanganan Anak
Tidak Sekolah
0l - Tercapainya
penurunan kasus
anak putus sekolah
dan anak tidak
sekolah
0f - Jumlah anak tidak
sekolah yana
mendapatkan layanan
pendidikan di satuan
pendidikan formal dan
nonformal
anak (indikator
baru)
496.810 2.714.050 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian Agama 02 - Jumlah anak tidak
sekolah yang mengikuti
pendidikan kesetaraan
pada pesantren
en-gk 261.197 261.297 261.697
04.01.04.01
PRo-R Pembinaan Dalam Pencegahan Anak Tidak Sekolah
04.01.04.02
PRo-P: Penanganan Anak Tidak Sekolah
SK No 122196 C
berkas 3, hlm. 183 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2i24 TarEd-2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02
PP Peningkatan
Kualitas Pengajaran
dan Pembelajaran
0l - Terwujudnya
kualitas pengajaran
dan pembelajaran
yang efektif
01 - Persentase satuan
pendidikan yang
mencapai standar
kompetensi minimum
dalam as€uen
kompetensi tingkat
nasional l:
(a) literasi membaca; dan
(b) numerasi
persen (a) 48,31;
(b) 37,04
12023)
(a) so,ss;
0)4r,36
(a) Ss,oo;
(b) so,oo
138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
02 - Persentase satuan
pendidikan yang memiliki
indeks karakter, indeks
iklim keamanan sekolah,
dan indeks inklusivitas
dan kebinekaan pada
kategori baik
persen 33,03 (2023) 33,24 34,08 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
03-Fa V Childhood
Development Index (Ec.Dll
87,70 88,30 91,27 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
SK No 122197 C
berkas 3, hlm. 184 OCR
REPUEUK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 TarEet2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Persentase lulusan
s€l@leh unggul baru dan
sekolah unggul
transformasi yang
diterima di perguruan
tinggi terbaik luar atau
dalam negeri
persen - (indikator
baru)
70 90 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
darr Teknologi
04.02.01
KP: Pengembangan
Inovasi Pembelajaran
dengan
Memanfaatkan
T€kaoloEi Digital dar
Penerapan HaAoBi
Modem (PTCK)
01 - Terwujudnya
pembelajaran yang
inovatif, serta
meningkatkan minat
dan motivasi belajar
peserta didik
Ol - Persentase satuan
pendidikan formal Jrang
memanfaatkan komputer
dan internet untuk
tujuan pembel,ajaran
persen 15,69 16,56 18,27 138 - Kementerian
Pendidikan De$r den
Menengah
O25 - Kementerian Agama 02 - Persentase
madrasah, satuan
pendidikan uEuE
dengan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan formal yang
memanfaatkan komputer
dan internet untuk
tujuan pembelajaran
persen 30,50 32,24 39,18
04.02.01.01
PRO-P Pemanfaatan Platform Digital Pembelajaran dalam Peningkatan Kompetensi
SK No 122198 C
berkas 3, hlm. 185 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas s
Sasaran Indikator Satuan Basehrczo24 Targ!r'-2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02.01.02
PRO-P: Penyediaan Akgca Listrik dan Internet untuk Satuan Pendidikan
04.02.02
XP Penciptaan
Ekosistem Satuan
Pendidikan yang
Mendukung Proses
Pembelajaran
Berkualitas, termasuk
Peningkatan
Kecakapan Literasi
Kelas Awal, serta
Penguatan Karakter
dan wellbeing Peserta
Didik dan Pendidik
01 - Tcnvuju&rya
pcscda didik yaflg
berkarakter dan
mampu
mengembangkan
kompetensi Ecb'g,i
masyarakat yang aktif
Ol - Persentase satuan
pendidikan formal dan
nonformal yang memiliki
program terkait
peningkatan kualitas
lingkungan bel,ajar
persen 18,15 36,30 100,00 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian ABfltra 02 - Persentase
madrasah, satuan
pendidikan umum
dengan kekhasan agama,
dsn satuan pendidikan
keagamaan formal yang
ramah anak
persen 10,08 20,05 59,93
04.02.02.01
PRO-P Penguatan Pendidikan Karakter yang Dilaksanakan pada Satuan Pendidikan bagi Peserta Didik d6n Pendidik
04.02.02.02
PRO-P: Peningkatan Perlindungan dalr Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan T€oags Kependidikan ASN maupun non ASN dalam Bentuk
Finansial dan Nonfinansial
04.02.02.03
PRO-P: Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Gizi bagi Peserta Didik
SK No 122199 C
berkas 3, hlm. 186 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseli^e2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02.03
KP: Pemantapan
Sistem Asesmen
Komprehensif
01 - Terwujudnya
peserta didik yang
k@prterl dan
mampu
mengaplikasikan
matsri-Eateri
pembelajaran
01 - Persentase peserta
didik satuan pendidikan
formal dan nonformal
yffrg mencapai standar
kompetensi minimum
dalam asesmen
kompetensi tingkat
nasional:
(a) literasi membaca; dan
(b) numerasi
persen (d 68,13;
(b)62,sr
(2023)
@l 68,62
(b) 67,35
lal76,62',
(b) 75,35
138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian Agama Perc€otas€ peserta didik
madrasah, satuan
pendidikan umum
dengan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan yang
mencapai standar
kompetensi minimum
dalan asesmen
kompetensi tingkat
nasional:
(a) literasi membaca; dan
(b) numerasi
P€f,Sen (a) 58,07;
(b) 50,91
12023)
(a) 59,30;
(b) 52,55
(4 60,rs;
(b) 54,21
04.02.03.02
PRO-P: Pelaksanaan Asesmen dan Pengujian Pendidikan
SK No l2220OC
berkas 3, hlm. 187 OCR
-ta7-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selinc2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02.03.03
PRO-B Pengembangan Kebijakan dan Model As€s@€n Pendidikan
04.02.04
KP: Pengembangan
Anak Usia Dini
Holistik-Integratif
(PAUD-HD
01 - Terwujudnya
tumbuh l(etlbang
anak usia diDi secara
optimal dalam
mendukung kua.litas
belajar anak
01 - Persentase
kabupaten/kota yang
menerapkan PAUD-HI
persen 50,19 64,79 100,00 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
04.02.04.01
PRO-P Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dalam Penyelenggaraan PAUD-HI
04.02.04.02
PRO-P Penguatan Pendidikan, F!f,lgasuhan, Peningkatan Gizi dan Pelayanan Kesehatan Arak Usia Did
04.02.05
KP Peningkatan
Kualitas Pendidikan
Agama dan
Pendidikan
Kepercayaan terhadap
Tuh.E yang Maha Esa
Ol - Tercapainya
peningkatan kualitas
dan pemahaman ilmu
agama pada peserta
didik untuk
diterapkan dalam
kehidupan
Ol - Persentase guru
agama yang memiliki
sertifikat pendidik
persen 41,96 54,93 98,84 O25 - Kementerian Agama
O25 - Kementerian Agama 02 - Persentase
pemenuhan kebutuhan
guru pendidikan agnna
pada satuan pendidikan
p€f,s€n 54,67 62,08 90,40
04.02.05.01
PRO-P Peningkatan Kompetensi pada Pendidik dan Tenaga Kependidikan Agama
SK No 122201C
berkas 3, hlm. 188 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Target2o25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02.05.02
PRO-P: Penyediaan Bantuan Pemberdayaan Kualitas baai Lembaga Pendidikan Keagamaan
04.02.05.03
PRO-P: Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pembelajaran Agsna
04.02.06
KP: Penerapan
Kurikulum yang
Kontekstual Berpusat
pada Peserta Didik
serta Fokus pada
Karakter dan
Kompetensi Esensial
0l - Terwujudnya
pcrabelajaEn yaflg
memuat aq)ck
mendasar dan relevan
dengan kebutuhan
saat ini dan masa
depan
Ol - Persentase satuan
pendidikan formal datr
nonformal yang
menerapkan kurikulum
yang kontekstual
berpusat pada peserta
didik serta fokus pada
karakter, dan kompetensi
esensial
pcrS€o 83,94 47,96 lOO,OO 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian Agama 02 - Persentase
madrasah, satuan
pendidikan umum
dearyan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan yang
Eenef,apLan kurilo ult1
yang kontekstual
berpusat pada peserta
didik serta fokus pada
karakter dan kompetensi
esensial
persen 50,21 53,52 60,33
SK No 122202 C
berkas 3, hlm. 189 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eb.sedt e 2024 Target 2025 T8sgtc- 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02.06.01
PRO-P: Penyediaan Buku dan Bahan Ajar yang Berkualitas
04.02.06.02
PRO-P: Pengembangan Kurikulum dan model pembelajaran yang adaptif
04.02.06.03
PRO-P: Penerapan Kurikulum dan Model Pembelajaran Adaptif
04.02.07
KP: Pembangunan
dan Penyelenggaraan
Sekol,ah Unggul
01 - Terselenggaranya
layanan n pendidikan di
Sekolah unggul yang
mewadahi SDM dalara
meningkatkan daya
saing di tingkat global
01 - Jumlah unit sekolah
unggul baru yang
beroperasi
17 0l - Transformasi
Sosial
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - KeE€frt€r'iafl
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
unit - (indikator
baru)
o
02 - Jumlah sekolah
unggul transformasi yang
terbina
unit - (indikator
baru)
t2 20
04.02.07.01
PRO-P: Pembangunan datr Penyelenggaraan Sekolah Unggul
04.02.07.02
PRO-P: Pembinaan Sekolah Unggul Transformasi
04.02.08
KP Revitalisasi
Pendidikan Nonformal
0l - Tercapainya
peningkatan mutu
pendidikan luar
sekolah dan
menjamin pendidikan
kesetaraan sebanding
dengan pendidikan
formal
01 - Persentase satuan
pendidikan nonformal
yang meningkat mutu
pembelajarannya
persen 22,01 24,43 34,12 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
SK No 122203 C
berkas 3, hlm. 190 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.02.08.ol
PRO-P: Penyediaan Layanan Pendidikan Nonformal
04.02.08.02
PRO-P: Penguatan L€rabaSa Pendidikan Nonformal
04.03
PP: Pemenuhan
Layanan Pendidikan
Peaantrcrl dan
Pendidikan
Keagamaan yang
Berkualitas
Ol - Terwujudnya
layanan pendidikan
pesantren dan
pendidikan
keagamaan yang
berkualitas
0l - Persentase peserta
didik yang mengikuti
pendidikan kesetaraan
pada pendidikan
pesantren dsn
pendidikan keagamaan
yang menyelesaikan
pendidikan setara formal
persen 56,00 65,00 loo,00 025 - Kementerian Agama
025 - Kementerian Agama 02 - Persentase satuan
pendidikan formal
pesantren yang
EeEpcrolch hasil
asesmen minimal jayyid
persen - (indikator
baru)
lo,oo 30,00
04.03.01
KP: Peningkatan
Kualitas Pendidikan
Pesantren dan
Pendidikan
Keagamaan
0l - Meningkatnya
kualitas pendidikan
pesantren dan
pendidikan
keagamaan
01 - Persentase satuan
pendidikan pesantren
dan pendidikan
keagamaan yang dinilai
dan dievaluasi mutunya
persen - (indikator
baru)
30,00 70,00 025 - Kementerian Agama
SK No 122204 C
berkas 3, hlm. 191 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
I(€giater Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliE2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.03.01.01
PRO-P: Penyediaan Bantuan Operasional Pendidikan untuk Satuan [Pendidikan Keagamaan
04.03.01.02
PRO-P: Penyediaan Bantuan Peningkatan Kompetensi dan Iftsejaht raan Berbasis Kompetensi baai Pendidik dan Tenaga Kependidikan Keagamaan
04.03.01.03
PRO-P: Penyediaan Bantuan Sarana Prasarana untuk Satuan Pendidikan Keagamaan
04.03.02
KP: Rekognisi
Lulusan Pendidikan
Pesantren dan
Pendidikan
Keagamaan
Ol - Terpenuhinya
rekognisi lulusan
pendidikan pesantren
dan pendidikan
keagamaan
Ol - Persentase lulusan
pendidikan pesantren
dan pendidikan
keagamaan yang
mendapatkan rekognisi
75 0l - Transformasi
Sosial
025 - Kementerian Agama persen 32 55
04.03.02.01
PRO-P: Pembinaan Satuan Pendidikan Keagamaan
04.03.02.02
PRO-P: Pembinaan l(cqgonaan untuk Peserta Didik
SK No 122205 C
berkas 3, hlm. 192 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselbe2o24 Target 2025 Target 2029
AC.rda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.03.03
KP: Penguatan
Penjaminan Mutu
Pendidikan Pesantren
dan Pendidikan
Keagamaan
01 - Terwujudnya
penguatan
penjaminan mutu
pendidikan pesantren
daa pendidikan
keagamaan
Ol - Persentase satuan
pendidikan pesantren
dan pendidikan
keagamaan yang
mendapatkan
pendampingan
persen - (indikator
baru)
10,00 30,00 025 - Kementerian Agama
04.03.03.01
PRO-P: Pelaksanaan Akreditasi Satuan Pendidikan Keagamaan
04.03.03.02
PRO-P: Pendampingan dalam Peningkatan Mutu pada Satuan Pendidikan
04.04
PP: Penguatan
Pengelolaan Pendidik
dan Tenaga
Kependidikan
Berkualitas
O I - Terwujudnya
peningkatan
kompetensi,
profesionalisme, datr
pemerataan distribusi
pendidik dan tenaga
kependidikan untuk
mewujudkan
pelayanan pendidikan
yang berkualitas dan
inklusif
Ol - Indeks Pemerataan
Guru
36,91 35,91 31,91 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
02 - P€f,s€ntarc satuan
pendidikan yang memiliki
indikator kualitas
pembelajaran dengan
kategori baik
persen 35,21 12023) 41,63 54,47 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
SK No 122206 C
,(
berkas 3, hlm. 193 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bs.selinc2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04.04.01
KP: Reformasi
Pendidikan Keguruan
melalui Penguatan
LPTK dan Revitalisasi
Pendidikan Profesi
Guru (PPG)
01 - Menguatnya
mutu lembaga
pelaksana pendidikan
tenaga kependidikan
dan profesi guru
01 - Proporsi perguruan
tinggi LPTK yang
terakreditasi
p€f,8€rl ,24 (2022) 96,4 r00 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian Agama
02 - Proporsi program
studi PPG yang
terakreditasi unggul
persen o Qa22) 1,25 6,25
02 - Meningkatnya
proporsi pendidik dan
tenaga kependidikan
profesional
Ol - Persentase pendidik
dan telaga kependidikan
yang profesional pada
satuan pendidikan formal
dan nonformal
persen 57,94 71,50 47,77
02 - Persentase guru dan
tenaga kependidikan
yang profesional pada
madrasah, satuan
pendidikan umum
dengan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan
persen 3E91 (2023) 51,17 98,00
04.04.01.01
PRO-P: Revitalisasi LPTK dan Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan PPG
SK No 122207 C
berkas 3, hlm. 194 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Targd2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.04.01.02
PRO-P: Peningkatan Kualitas Pendidik melalui Sertifikasi Profesi
04.04.02
KP: Restrukturisasi
Kewenangan
Pengelolaan Guru
meliputi Formasi,
Rekrutmen,
Pengangkatan dan
Penempatan,
Mobilitas, Pembinaan
Karier Profesional (c. g.
Pelatihan, In-service
Training,
Perlindungan Hukum,
dan Kesejahteraan
Berbasis Kinerja
Ol - Terpenuhinya
kebutuhan guru di
tingkat da€f,ah,
satuan pendidikan,
dan mata pelajaran
0l - Persentase daerah
(provinsi dan
kabupaten/kota) yanA
memiliki indeks
pemerataan gum dengan
kategori baik
p€rs€tr 32,61 40,22 70,11 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian Agama 02 - Persentase provinsi
yang EeEitki indeks
pemerataan guru
madrasah dengan
kategori baik
persen 80,00 80,85 44,22
04.04.02.01
PRO-P: Pemenuhan dan Pendistribusian Pendidik dan Tenaga Kependidikan
04.04.02.02
PRO-P: Pemenuhan Kesejahteraan Afirmatif Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam memenuhi Kekurangan Guru
04.04.02.03
PRO-P: Perencanaan dan Kebijakan Penyediaan Guru ASN
SK No 122208 C
berkas 3, hlm. 195 OCR
REPUBLIK INOONESIA
- r95 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseli@2l24 TarEat2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.04.02.04
PRO-P: Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
04.04.02.05
PRO-P: Peningkatan Kesejahteraan Guru AAaEa Berbasis Kincda
04.u.02.06
PRO-P: Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Kinerja
04.04.02.07
PRO-P: Pendampingan Pembelajaran untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan
04.05
PP: Penguatan Sistem
Tata Kelola
Pendidikan
Ol - Terselenggaranya
sistem tata kelola
pendidikan yang
efektif untuk
meningkatkan
kualitas pembelajaran
dan pengajaran, serta
reputasi kelembagaan
pendidikan
01 - Persentase satuan
pendidikan yang
memanfaatkan hasil
asesllcn tingkat nasional
untuk peningkatan
kualitas pembelajaran
persen 62,80 64,06 69,34 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
02 - Persentase satuan
pendidikan dengan
akreditasi minimal B
persen 64,94 (2023) 67,16 76,04 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
04.05.ol
KR Penguatan
Manajemen
Kepemimpinan
Irtnbaga Pendidikan
O I - Terwujudnya
lembaga pendidikan
yang ideal, mandiri,
dan berintegritas
01 - Persentase satuan
pendidikan formal dan
nonformal dengan nilai
pengelolaan yang
partisipatif pada kategori
baik
P€f,8€n
54,06 (2023) 59,47 72,24 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
SK No 122209C
berkas 3, hlm. 196 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Pcf,s€ntas€
madrasah, satuan
pendidikan umum
dengan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan formal
dengan nilai pengelolaan
yang partisipatif pada
kategori baik
persen 41,79 42,50 55,90 025 - Kementerian Agama
04.05.or.02
PRO-P: Pendampingan dalam Peningkatan Kualitas untuk Kepala Satuan Pendidikan
04.05.02
KP: Peningkatan
Kapasitas Pemerintah
Pusat dan Daerah
dalam Pengelolaan
Pendidikan
Khususnya Terkait
Pemanfaatan
Anggaran Pendidikan
01 - Terwujudnya
kol,aborasi yang
bersinergi dan
berkualitas dalam
peningkatan mutu
pendidikan
Ol - Persentase daerah
(provinsi dan kab/kota)
yang memenuhi sPM
pendidikan
pcf,sar 42,75 57,6t a2,6t 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
04.05.02.01
PRO-P: Pembinaan Pemerintah Daerah untuk Optimalisasi Pemanfaatan Anggaran Pendidikan
SK No l222l00
berkas 3, hlm. 197 OCR
REPUBUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.05.02.02
PRO-P: Pengembangan Kebijakan Pendidikan
04.05.03
KP: Penguatan Sistem
Penjaminan Mutu
Ol - Terwujudnya
pemeliharaan dan
peningkatan mutu
pendidikan secara
berkelanjutan
01 - Persentase satuan
pendidikan formal dan
nonformal yang
diakreditasi sesuai SNP
persen 49,67 (2023) 98,65 99,29 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
025 - Kementerian Agama 02 - Persentase
madrasah, satuan
pendidikan umum
dengan kekhasan agama,
dan satuan pendidikan
keagamaan l.an8
diakreditasi sesuai SNP
persen 30,48 33,81 51,71
04.05.03.01
PRO-P Pendampingan Satuan Pendidikan dalam Peningkatan Penjaminan Mutu
04.05.03.02
PRO-P: Penyediaan da,l Pemanfaatan sistem Informasi Data Pendidikan
04.05.03.03
PRO-E Percepatan Akreditasi Lembaga Pendidikan
SK No l222ll0
berkas 3, hlm. 198 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinem24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.06
PP: Penguatan
Pendidikan Tinggi
Berkualitas yang
Merata den
Pengembangan
Science, ?edaologV,
Engineering, Afi, and
Mathematics (STEAM)
01 - Meningkatnya
penyelenggaraan
pendidikan tinggi
berkualitas yang
merata dan
berkembangnya
STEAM di pendidikan
tinggi
Ol - Angka Partisipasi
Kasar (APK) pendidikan
fin8gi
persen 31,45 (2023) 33,94 38,04 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
02 - Persentase lulusan
pendidikan tinggi yang
langsung bekerja dalam
jangka waktu I tahun
setelah kelulusan
(a) total;
(b) karyawan atau
wirausaha;
persen (a) 59,86
(2022)i
F) 81,87
12022)
(d 62,16;
[b) 83,59
(a)6s,37;
(b) 86,31
03 - Proporsi mahasiswa
baru berkuliah di Prodi
STEM terakreditasi
unggul
p€f,scn 23,6 Qo2ol 28,8 33,r
04 - Proporsi mahasiswa
baru yang berkuliah di
perguruan tinggi
berkualitas
persen 92,6 (2020) 93,7 94,0
05 - Persentase dosen
yang menduduki jabatan
lektor/lekor kepala/guru
besar
SK No l222l2c
persen 40,67 (2022) 43,70 48,10
berkas 3, hlm. 199 OCR
REPUBLTK INDONESIA
-r99-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bo.selbE2oz4 Targct2025 Targea202r)
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Proporsi tenaga kerja
lulusan pendidikan tinggi
bidang STEM
pqrSan 28,13 l2023l 29,04 30,96 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
04.06.01
KP: Peningkatan
Relevansi dan
Perluasan Akses
Pendidikan Tinggi
Ol - Meningkatnya
relevansi dan
partisipasi pendidikan
tinggi
0r - Rasio APK PT
berdasarkan kelompok
pengeluaran keluarga
(2O% termiskin dan 20%
terkaya)
0,58 01 - Transformasi
Sosial
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
o,33 (2023) o,46
02 - Jumlah provinsi
dengan APK PT di atas
3lYo
provinsi 22 (2023) 23 26
03 - Rata-rata Easa
tunggu lulusan
pendidikan tinggi
mendapatkan pekerjaan
bulan t3 (2023!. 12,5 10,5
04 - Rasio outbound per
inbound mahasiswa
persen 6,50 (2018) 7,20 7,73
OS - Persentase
mahasiswa yang
berkegiatan di luar
program studi
SK No l222l3c
persen 31,99 (2023) 32,99 35,00
berkas 3, hlm. 200 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2oz4 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.06.01.01
PRO-P Penyaluran Bantuan Pembiayaan Pendidikan Tinggi yang Tepat Sasaran
04.06.01.02
PRO-P Pengembangan Sarana dan Prasarana Perguruan Tinggi Berbasis Teknologi
04.06.01.03
PRO-P: Inovasi dan Perluasan Layanan Pendidikan Tinggi
04.06.ol.04
PRO-P: Penguatan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Tinggi
04.06.01.05
PRGP: Pendidikan Karakter, Peningkatan Kemampuan Interpersonal dan Mobilitas Akademik Mahasiswa
04.06.02
KP: Pengembangan
STEAM
Ol - Menguatnya
bidang STEAM di
perguruan tinggi
Ol - Proporsi Progam
Studi STEM
persen 43,5 ln22l 47,7 53,O 01 - Ol-Transformasi
Sosial
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Icment6ian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
02 - Proporsi program
studi terakreditasi unggul
(4 total;
(b) STEM;
(c) non-STEM
persen la) 14,97;
F) 14,90;
(c) 15,02
(2022)
(a) 16,93;
(b) 16,87;
(c) 16,98
(a) 19,ss;
(b) 19,50;
(c)19,58
04.06.02.01
PRO-P: Restrukturisasi dan Penataan Program Studi
SK No l222l4c
berkas 3, hlm. 201 OCR
-20t-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselhe2024 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.06.02.02
PRO-P: Pengembangan Kurikulum daD Pembelajaran Berbasis STEAM
04.06.03
KP: Penguatan
Otonomi Perguruan
Tinggi Sebagai Rumah
Masyarakat Ilmiah
01 - Meningkatnya
kualitas kelembagaan
perguruan tinggi
untuk mendukung
penguatan otonomi
perguruan tinggi
sebagai rumah
masyarakat ilmiah
Ol - Proporsi perguruan
tinggi terakreditasi
persen 59,55 (2022) Ol - Transformasi
Sosial
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
f 39 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
63,64 66,91
02 - Jumlah perguruan
tinggi yang terpetakan
berdasarkan
keunggulannya
perguruan
tinggi
tt {20231 12 16
04.06.03.01
PRO-P. Akreditasi Perguruan Tinggi
04.06.03.02
PRO-P: Fasilitasi dan Rekomendasi Peningkatan Kualitas Kelembagaan Perguruan Tinggi
04.06.03.03
PRO-P: Penguatan Kampus Sehat, Aman, Nyaman, dan Inklusif
04.06.03.04
PRO-P: Akselerasi Implementasi Diferensiasi Misi Perguruan Tinggi
SK No 122215 C
berkas 3, hlm. 202 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@N24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04.06.04
KP: Peningkatan
Kualitas dan
Pengelolaan Dosen
0l - Terwujudnya
peningkatan
kompetensi,
profesionalisme, dalr
pemerataan distribusi
dosen
Ol - Persentase dosen
berkualifikasi sxl:
(a) total;
(b) STEM;
(c) non-STEM
(a) total 18,18
l2o2t):
(b) STEM
16,01 (2021);
(c) non STEM
19,93 (2021)
(a) total 21,56;
o) STEM:
19,08;
(c) non STEM:
23,54
(4 total; 24,43;
(b) STEM:
21,71;
(c) non STEM:
26,58
0l - Transformasi
Sosial
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
datl Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
persen
02 - Proporsi dosen yang
memiliki s€rtifil(at dosen
P€f,ACn tu,12 12023) 51,29 53,41
03 - Jumlah dosen yang
mengikuti program
peningkatan kapasitas
orang 16.551 (2023) 17.000 19.000
04.06.04.01
PRO-P: Peningkatan Kualifikasi Akademik Dosen melalui Beasiswa Gelar
04.06.04.02
PRO-P Tata Kelola don Peningkatan Jenjang Karier Dosen
04.06.04.03
PRO-P Peningkatan dan Reorientasi Keterampilan Dosen
SK No l222l6c
berkas 3, hlm. 203 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Easelirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pql8flnpu
04.07
PP: Penguatan
Pendidikan dan
Pelatihan vokasi dan
Produktivitas Tenaga
Kcda
01 - Terwujudnya
tenaga kerja yang
produktif dan berdaya
sainS yang relevan
dengan kebutuhan
industri
0l - Persentase lulusan
pendidikan vokasi yang
bekerja 1 tahun setelah
kelulusan
persen 42,14 44,88 so,90 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02 - Laju pertumbuhan
PDB per tenaga kerja
persen r,ff (2023) 3,30 3,90
04.07.01
KP: Penguatan
Pendidikan Menengah
Vokasi
01 - Terwujudnya
lulusan pendidikan
menengah vokasi
yang produktif dan
berdaya saing serta
relevan dengan
kebutuhan industri
Ol - Persentase angkatan
kerja lulu san pendidikan
menengah vokasi
setahun terakhir yang
bekerja/berwirausaha
p€f,scn 12,46 13,42 15,91 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
04.07.01.01
PRO-P Penerapan Kurikulum dan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Menengah Vokasi Berbasis Industri
04.07.01.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas dan Pemerataan Pendidik pada Satuan Pendidikan Menengah Vokasi
04.07.01.03
PRO-Pi Sertifikasi Kompetensi Siswa pada Satuan Pendidikan Menengah Vokasi
04.07.01.04
PRO-P: Penyediaan Sarana dan Prasarana pada Satuan Pendidikan Menengah Vokasi (DAIq
SK No 122217 C
berkas 3, hlm. 204 OCR
FF,ESIDEN
- 20,4 -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliic2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.07.02
KP: Penguatan
Pendidikan Tinggi
Vokasi
Ol - Meningkatnya
lulusan pendidikan
tinggi vokasi yarA
produktif dan berdaya
saing serta relevan
dengan kebutuhan
industri
01 - Persentase lulusan
pendidikan tinggi vokasi
setahun terakhir yang:
(a) bekerja;
(b) berwirausaha
lrcf,8€n la)74,25i
(b) 4,29 (2023l.
(a) 74,so;
(b) 4,50
(a) 75,50;
(b) s,so
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dalr Teknologi
04.07.02.01
PRO-P: Relevansi Kurikulum dan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Tinggi Vol(asi
04.07.02.02
PRO-P: Peningkatan Kompetensi dan Mobilitas Dosen dalt Instruktur PT vokasi
04.07.02.03
PRO-P: Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa PT vokasi
04.07.02.04
PRO-P: Sarana dan Prasarana PT vokasi
04_07-o2-05
PRO-P: Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi vokasi Sektor Strategis
04.07.03
I(P: Penguatan
Pelatihan Vokasi
OI - Terwujudnya
kegiatan pelatihan
vokasi dan
ketenagakerjaan yang
produktif dan sesuai
kebutuhan industri
bagi lulusan vokasi
Ol - Persentase lulusan
pelatihan vokasi setahun
tgaldrir yang bekerja
atau berwirausaha
persen 41,86 (2023) 44 4A 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
SK No l222l80
berkas 3, hlm. 205 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselivzo24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.07.03.01
PRO-P: Pelatihan Vokasi di Sektor Strategis
04.07.03.02
PRO-P: Pemagangan Industri di Dalam dan Luar Negeri
(x.07.03.03
PRo-P: Sertifikasi Kompetensi Tedaaa Kerja
04.07.03.04
PRO-P: Fasilitasi dan Bantuan Lembaga Pelatihan Vokasi
04.07.03.05
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Instruktur dan Pelatih
04.07.04
NE Penguatan
Produktivitas
Berbasis Iklim
Ketenagakerjaan yang
Kondusif
01 - Terciptanya iklim
ketenagakerjaan yang
kondusif untuk
meningkatkan
produktivitas tenaga
kerja
Ol - Proporsi pekerja
yang bekerja pada bidang
keahlian menengah tinggi
persen 62,13 (2023) 62,97 65,53 02 - Tralsformasi
Ekotro0i
026 - Kemcnt !'ian
Ketenagakerjaan
02 - Jumlah pckcda pada
perusahaan yang
menerapkan
perlindungan hak-hak
pekerja dan dialog sosial
orang 7.120.907
(2023)
13.289.510 22.289.510 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
03 - Jumlah perusahaan
yang menerapkan dan
mematuhi norma
ketenagakerjaan
SK No l222l9c
perusahaan 530.809(2023) 447.332 1.996.979 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
berkas 3, hlm. 206 OCR
FR,ESIDEN
REPUBLIK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Tsrget2025 Target 2029
Agcrrda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.07.04.01
PRO-P: Peningkatan Peran datl Ke{a Sama Industri dalam Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
04.07.04.02
PRO-P: Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
04.07.04.03
PRO-P: [diE Ketenagakerjaan yang Mendukung Pasar: Kerja Fleksibel, Responsif G€f,rdcr dan Inklusif
04.07.04.04
PRO-P: Penerapan Norma Ketenagakerjaan di Tempat Kerja
04.08
PP Peningkatan
Kontribusi Iptek dan
Inovasi dalam
Pembangunan
Nasional
Ol - Meningkatnya
proporsi anggaran
iptek dan inovasi
terhadap PDB untuk
mendukung
pembangunan
nasional
02 - Proporsi anggaran
litbang nonpemerintah/
s! rasta
Ol - Pengeluaran iptek
dan inovasi
persen PDB 0,28 lm2ol 0,30 0,45 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
persen 12,5 (2020) 23 35
03 - Jumlah perguruan
tinggi yang masuk ke
dalam peringkat THE
Irrpod Ranking SDGS:
(a) Top 300
(b) Top 600
(c) Top 1000
perguruan
tinggi
(a) 8;
&) r1;
{cl22
(2023)
(a) 8;
(b) 12;
lcl22
(a) 9;
o) rs;
(c) 25;
SK No l2222OC
berkas 3, hlm. 207 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proye.k Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 TarEd2O25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.08.01
KP: Penguatan
Kapasitas Iptek dan
inovasi
01 - Meningkatnya
kualitas SDM iptek
dan inovasi
Ol - Jumlah SDM Iptek
(Dosen, Peneliti dan
Perekayasa) per juta
penduduk
SDM iptek p€r
juta penduduk
1242 t7 1371 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
d{r Teknologi
02 - Proporsi SDM Iptek
kualifikasi Sii dengan
reputasi top 100 dunia di
bidangnya
persen - (indikator
baru)
25 50 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
03 - Proporsi jumlah
SDM Iptek dengan H
Irdcr. > 10
p€f,s€f,i 0,12 0,15 0,35 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
04 - Jumlah Kekayaan
Intelektual (KI) per lOO
Periset
I(J pcf IOO
periset
1,62 4,56 8,48 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
02 - Meningkatnya
kualitas infrastruktur
iptek dan inovasi
Ol - Jumlah infrastruktur
iptek strategis yang
dibangun
infrastruktur 8 10 124 - Badan Riset ddr
Inovasi Nasional
04.08.01.01
PRO-P: SDM Iptek yanA Mengikuti Pendidikan 53
04.08.or.02
PRO-P: SDM Iptek dan Inovasi yang Mengikuti Program Peningkatan Kapasitas yang Mendukung Kegiatan Iptek dan Inovasi
SK No l2222lO
I
berkas 3, hlm. 208 OCR
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bd.selinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.08.01.03
PRO-P: Pengembangan Infrastruktur Iptek dan Inovasi Strategis
04.08.ot.04
PRO-P: Pengembangan Skema Rekrutmen dar Jenjang Karier SDM Iptek
04.08.01.05
PRO-P: Pengembangan Skema Insentif SDM Iptek, Lembaga Riset dan Industri
04.08.02
I(P: Peningkatan
Fungsi Intermediasi
dan Layanan
Pemanfaatan Iptek
dan Inovasi
Ol - Meningkatnya
peran Lembaga
Penelitian dan
Pengabdian
Masyarakat dalam
mengelola iptek dan
inovasi
0l - Jumlah lembaga
pengelola penelitian,
inovasi dan pengabdian
masyarakat yang
ditingkatkan
kapasitasnya
lembaga - (indikator
baru)
5 10 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
02 - M€oturtkahya
peran BRIDA dalam
Optimalisasi
Pemanfaatan Iptek
dqn Inovasi
Ol - Jumlah BRIDA/
ekosistem daerah yang
beroperasi optimal
lembaga - (indikator
baru)
2 l5 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
SK No 122222C
berkas 3, hlm. 209 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Meningkatnya
peran *ieft@ Techno
Part (STP) dabD
melakukan layanan
pemanfaatan iptek
dan inovasi
01 - Jumlah Science
Techno .Fbrh (STB yang
ditingkatkan
kapasitasnya
lembaga 5 5 8 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dar Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
124 - Badan Rhct dan
Inovasi Nasional
02 - Jumlah Science
Techno Park (STB baru
yang dikembangkan di
luar Jawa
lembaga - (indikator
baru)
5 0
03 - Jumlah penerimaan
STP berbasis iptek dar
inovasi
miliar rupiah - (indikator
baru)
50 200
04 - Jumlah startup
binaan yang produktif
sta,rtup - (indikator
baru)
2 15
05 - Jumlah hrrb tematik
yang dikembangkan di
BRIN
lembaga - (indikator
baru)
4 o
06 - Jumlah penerimaan
dari pemanfaatan Iptek
dan inovasi di BRIN
miliar rupiah - (indikator
baru)
SK No 122223 C
berkas 3, hlm. 210 OCR
REPUBLIK INOONESIA
-2to -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
hoyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Meningkatnya
peran sektor (K/L)
terkait dalam
optimalisasi
pemanfaatan iptek
dan inovasi di sektor-
sektor prioritas
01 - Jumlah hub iptckin
di K/L yang mengampu
bidang prioritas yang
dibentuk
lembaga - (indikator
baru)
o 4 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
04.08.02.01
PRO-P: Pengembangan Kapasitas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
04.08.02.02
PRO-P: Pengabdian Masyarakat Berbasis Pemanfaatan Iptek dan Inovasi
04.08.02.03
PRO-P: Pengembangan layanan dan Fasilitasi BRIDA/Ekosistem Daerah
04.08.02.04
PRO-P: Pengembangan Hub Inovasi Sektoral dan Tematik
04.08.02.05
PRO-Pi Pengembangan Kapasitas Science Techno frrh (STg
04.08.02.06
PRO-P: Start up yang Mendapatkan Fasilitasi Inkubasi
SK No 122224C
berkas 3, hlm. 211 OCR
FR,ESIDEN
- 2tt -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.seli,i€2024 Target2o2s T8EgDt2O2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.08.03
KP: Optimalisasi
Pemanfaatan Iptek
dan Inovasi secara
Masif di Berbagai
Bidang termasuk
Pengawasan
Ketenaganukliran
01 - Meningkatnya
pemanfaatan iptek
dan inovasi
Ol - Jumlah produk hasil
iptek dan inovasi
strategis yang
dimanfaatkan oleh
pemerintah dan
masyarakat pada bidang-
bidang prioritas
produk - (indikator
baru)
25 115 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
02 - Meningkatnya
kerjasama iptek dan
inovasi dengan mitra/
industri
01 - Jumlah kerja sua
pemanfaatan iptek dan
inovasi strategis dengan
industri/badan usaha
pada bidang-bidang
prioritas
kerja sana - (indikator
baru)
25 50 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
04.08.03.or
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang Pangan
04.08.03.02
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang Energi
04.08.03.03
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang Pertahanan dan Keamanan
04.08.03.04
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang Sumber Daya Air
04.08.03.05
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang Industri Manufaktur yang Mendukung Hilirisasi SDA
04.oa-03.06
PRO-P: Pemanfaatan Hasil Riset Bidang Kesehatan
SK No 122225C
berkas 3, hlm. 212 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan hselie2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.08.03.07
PRO-P: Pemanfaatan Riset bidang lGbcoc€naEr dan Lingkungan Hidup
04.08.03.08
PRO-P: Pemanfaatan Riset Bidang Kebijakan, Sosial Humaniora, dan Kebudayaan
04.08.03.09
PRO-P: Pemanfaatan Riset bid^erg Kelautan
04.08.03.10
PRO-P: Kerjasama Iptek dan Inovasi dengan Mitra/Industri
04.08.03.11
PRO-P: Pengawasan Tenaga Nuklir
04.08.04
KR Penguatan
Perguruan Tinggi
sebagai Pusat
Keunggulan Iptek den
Inovasi Berbasis
Kewilayahan dan
Berdaya Saing
0l - Terwujudnya
perguruan tinggi yang
memiliki penelitian
berdampak, serta
memberikan
kontribusi positif
dalam pqngcrlbanga[
t 'ilayah setempat
Ol - Indeks QS
International Research
Network Collaboration
A,mQO23l 19,35 29,44 Ol - Ol-Transformasi
Sosial
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
daD Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
02 - Sitasi internasional
perguruan tinggi
Indonesia;
(a) rasio sitasi;
(b) h-index
(a) 0,42;
&) 318
(2023)
(a) 1,88;
(b) 318
(a)4,79;
(b) 319
03 - Jumlah patdr
granted dari pq8uruafl
tinggi
Paten 15.465 (2023) 17.500 27.500
SK No 122226 C
berkas 3, hlm. 213 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
AScdda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Jumlah riset dan
inovasi yang
dimanfaatkan
DUDI/masyarakat
produk 75.669 (2023) 82.OOO 110.OOO 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
04.08.04.ol
PRO-P: Pengembangan Pusat Keunggulan dan Peningkatan Produktivitas Rkct dan Inovasi Perguruan Tinggi
04.08.04.02
PRO-P: Peningkatan Hilirisasi dar Komersialisasi Produk Rhet dan Inovasi Perguruan Tinggi
04.09
PP: Pengembangan
Manajemen Talenta
Nasional (MTN)
01 - Terwujudnya
ta.lenta riset inovasi,
seni budaya, dan
olahraga yang
memperoleh rekognisi
di tingkat nasional
dan internasional
01 - Jumlah SDM iptek
yang mendapatkan
rekognisi internasional
orang 95 99 116 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
02 - Jumlah karya seni
budaya yang memperoleh
rckognisi di ajang
penghargaan
internasional
karya seni
budaya
t5 (2023) 15 27 140 - Kementerian
Kebudayaan
03 - Persentase
Olahragawan Pelatnas
yang Berprestasi di
Tingkat
Regional/Internasional
persen 73,38 (2023) 76-fi 76-W O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04 - P€rirukat pada Youth
Olympic Gdflres
SK No 122227 C
peringkat 83 (2018) 81-83 (2026) O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
berkas 3, hlm. 214 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basetite2o24 Targct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
OS - Peringkat pada isiaa
Youth Go.mes
peringkat rs po13) 13-15 12-14 O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
3-5 24 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
06 - Peringkat pada Asian
Youth Para Gaz1.cs
peringkat s l2o21l
04.09.01
KP: Pengembangan
Manajemen Talenta
Nasional (MTN) Seni
Budaya
Ol - Meningkatnya
rekognisi
internasional
terhadap talenta seni
budaya serta
penyelenggaraan
jang dan nqr ajang
seni budaya berkelas
internasional di
Indonesia
0l - Jumlah talenta seni
budaya yang terlibat
dafam kegiatan
bereputasi baik di tingkat
internasional
talenta seni
budaya
97 (2023) 111 139 lzl0 - Kementerian
Kebudayaan
02 - Jumlah festival dan
Pameran seni budaya di
dal@ negeri yang
memiliki jangkauan dan
reputasi internasional
festival dan
pameran seni
budaya
6 7 11 140 - Kementerian
Kebudryaan
03 - Persentase lembaga,
sanggar, komunitas seni
budaya yang terfasilitasi
untuk melakukan proses
edukasi dan regenerasi
talenta seni budaya
secara berkelanjutan
persen 31,49 32,76 38,32 140 - Kementerian
Kebudayaan
04.09.01.01
PRO-P: Pembinaan Talenta Seni Budaya
SK No 122228 C
berkas 3, hlm. 215 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
AScnda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.09.01.02
PRO-P: Penyelenggaraan Ajang Scrli dan Festival Seni Budaya
04.09.01.03
PRO-P: Pemberian Penghargaan untuk Talenta Seni Budaya
04.09.02
XP: Pengembangan
Manajemen Talenta
Nasional (MTN) Riset
dan Inovasi
Ol - Terciptanya SDM
Iptek yang memiliki
kompetensi tingkat
internasional
Ol - Rasio SDM iptek per
satu juta penduduk
SDM iptek prr
I juta
penduduk
1.151 (2023) L.265 t.721 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
02 - Jumlah SDM iptek
masuk ke dalam
pernerhgkqten lYor{d's
Top 2% Scientists
orang 9s l2o23l 99 116 124 - Badan Riset dan
Inovasi Nasional
03 - Raihan Olimpiade
Sains dan Teknologi
dunia atau sejenis di
tingkat pelajar dan
mahasiswa
peraih 10o (2023) 144 320 139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
04.09.02.ol
PRO-P Memperluas Kumpulan Bakat (Talent Pool) dan akuisisi Talenta Riset dan Inovasi
04.09.02.02
PRO-P Memperkuat Pembinaan serta Fasilitasi Talenta Riset dan Inovasi
SK No 122229C
berkas 3, hlm. 216 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.09.02.03
PRO-P Meningkatkan Sarana Prasarana Esensial Manajemen Talenta
04.09.02.04
PRO-P: Meningkatkan Sinergi Pendanaan dan Tata Kelola Kelembagaan Riset dan Inovasi
04.09.02.05
PRO-P: Meningkatkan Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi
04.09.03
KR Pengembangan
Manajemen Talenta
Nasional (MTN)
Olahraga
Ol - Terbinanya
olahragawan muda
yang mampu bc$aing
di kancah global
0f - Provinsi dengan
sekolah khusus olahraga
yaltg tcrstandardisasi
provinsi t6 (2023t. r8 22 092 - K€o€ntcf,ian
Pemuda dan Olahraga
02 - Kab/kota dengan
PPLP yang terbentuk
kab/kota 24 (2023) 29 49 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 - Persentase
olahragawan elite pada
cabang olahraga
Olimpiade dar
Paralimpiade yang
merupakan alumni
sentra pembinaan
olahraga prestasi daerah
persen - (indikator
baru)
15 l5 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
SK No 122230C
berkas 3, hlm. 217 OCR
F,EPUBLIK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
kolreL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselj,r€2024 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04 - Persentase
olahragawan elite pada
cabang olahraga
Olimpiade dan
Paralimpiade yang
merupakan alumni
sentra pembinaan
olahraga prestasi pusat
persen - (indikator
baru)
l5 30 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
OS - Jumlah perolehan
medali pada Youth
Olympic Games
medali I perunggu
(2018)
I €rnas (2026) 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
06 - Jumlah perolehan
medali pada Asian Youth
Games
medali 1 emao/
2 p.t*l
2 perunggu
(2013)
t-2 2-3 092 - Xcroentcf,ian
P€druda dan Olahraga
07 - Jumlah perolehan
medali pada Asian Youth
Para Games
medali 12 emas/
f f perak/
14 p€rr.rnggu
l2o2rl
12-15 14-16 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.09.03.01
PRO-P Pengembangan Sistem Pembinaan l,ra-Bibit, Bibit dan Talenta Potensial Bidang Olahraga
04.09.03.02
PRO-P: Pengembangan Tata Kelola Manajemen Talenta Nasional (MTN) Ol,ahraga
SK No l2223lc
berkas 3, hlm. 218 OCR
-2ta -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.09.04
KP: Penguatan Tata
Kelola Manajemen
Talenta Nasional
(Ivf,fl{)
Ol - Terwujudnya tata
kelola Manajemen
Talenta Nasional
(MTN) yang akuntabel
dan berkelanjutan
0l - Jumlah rekomendasi
kebijakan rencana aksi
Manajemen Talenta
Nasional (MTN)
rekomendasi
kebijakan
t (2023!- I 1 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
04.09.04.01
PRO-P: Penguatan Basb Data Terpadu MTN
04.09.04.02
PRO-P: Penguatan Sinergi Pelaksanaan MTN
04.lo
PP: Penguatan
Budaya Literasi untuk
Kreativitas dan
Inovasi
Ol - Tc(wujudnya
masyarakat literat
untuk meningkatkan
kreativitas, inovasi,
dan daya cipta
01 - Nilai dimensi budaya
literasi IPK
60,49 (20231 63,24 67,05 140 - IGoeartcf,ian
Kebudayaan
04.10.01
KP: Peningkatan
Kualitas Layanan
Perpustakaan
Ol - Terwujudnya
l,ayanan perpustakaan
yang berkualitas
untuk menguatkan
budaya literasi,
kreativitas dan
inovasi
0l - Indeks
pembangunan literasi
masyarakat
69,42 (2023) 70,50 72,30 057 - Perpustakaan
Nasional Republik
Indonesia
04.10.ol.ol
PRO-P: Peningkatan Layanan Literasi yang Berkualitas dan Merata
SK No 122232C
berkas 3, hlm. 219 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 TargDt2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.10.01.02
PRO-P Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial
04.10.02
KP: Peningkatan
Budaya Kegemaran
Membaca
Ol - Meuturgkahya
budaya kegemaran
membaca
Of - Tingkat kegemaran
membaca
66,67 12023) 71,50 75,50 057 - Perpustakaan
Nasional Republik
Indonesia
04. r0.02.01
PRO-P: Pembiasaan Kegemaran Membaca
04.10.02.02
PRO-P: Penguatan Komunitas dan PeEgSef,ak Literasi
04.l I
PP Peningkatan
Kesehatan dsrr Gizi
Masyarakat
Ol - Meningkatnya
kesehatan daa gizi
masyarakat berbasis
siklus hidup melalui
penguatan edukasi,
peningkatan kualitas
l,aysltan kesehatan
dan intervensi
perbaikan gizi sesuai
standar, serta
mencegah kematian
dini dsn
meningkatkan
harapan hidup sehat
0l - Angka kematian ibu pcr 100.000
kelahiran
hidup
189 (2O2Ol t22 77 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Angka kematian
balita
pcr 1.000
kel,ahiran
hidup
19,83 (2020) 15,00 11,90 024 - Kementerian
Kesehatan
03 - Prevalensi stunting
(pendek dan sangat
pqrd€k)
perscn 21,50 l2o23l 18,8 14,2 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Prevalensi remaja
putri anemia
persen - (indikator
baru)
25 t5 024 - Kementerian
Kesehatan
05 - Persentase pekerja
yang mendapatkan
pelayanan Kesehatan
kerja
SK No 122233 C
persen - (indikator
baru)
lo 50 024 - fieE€rtterian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 220 OCR
PR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehne2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pcfrgarapu
06 - Pcf,sc,ltasc lanjut
usia yang mandiri
pcf,scrr 74,30 (20231 75 83 O24 - Kementerian
Kesehatan
07 - Proporsi kebutuhan
KB yang terpenuhi
menurut alat/cara KB
Modern lPrcpottion of
demand sd.tisfred, by
modern method,sl
persen 83,9 u,7 47,1 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
08 - Cakupan penerima
pemeriksaan kesehatan
gratis
persen - (indikator
baru)
36 70 O24 - Kementerian
Kesehatan
04.l t.0l
KP: Penurunan
Kematian Ibu dan
Anak
0f - Meningkatnya
pelayanan kesehatan
ibu dan anak sesuai
standar dengan
persalinan di
fasyankes,
memperkuat deteksi
dini, ANC, layanan
persalinan, KF, KN,
layanan emergensi,
pelayanan darah, tata
laksana balita sakit,
serta imunisasi
02 - Persentase kab/kota
dengan RS PONEK sesuai
standar
Ol - Persentase
Persalinan di fasyaDkes
P€f,S€n a7,2 (20231 88 95 01 - Transformasi
Sosial
O24 - Kementerian
Kes€hatan
peru€Il 19,45 (20231 25 85 O24 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase kab/kota
dengan Puskesmas
PONED sesuai standar
persen - (indikator
baru)
20 80 O24 - Kementerian
Kesehatan
04 - Persentase kab/kota
d€ogan CFR direct
obsterric (cklampsi &
pendarahan postpartum
< 104
persen - (indikator
baru)
25 80 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122234C
berkas 3, hlm. 221 OCR
- 22t -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2o2s Targct202g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Persentase antenatal
care (ANC) 6 kali (K6)
persen - (indikator
baru)
ao 90 024 - Kementerian
Kesehatan
63 75 024 - Kementerian
Kesehatan
26 20 024 - Kementerian
Kesehatan
50 70 024 - Kementerian
Kesehatan
19A 17,8 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
06 - Cakupan on enatol
core (ANC) sesuai standar
(12r)
persen - (indikator
baru)
07 - Persentase anemia
pada ibu hamil
persen 27,7 (20231
08 - Persentase calon
pengantin yang mendapat
skrining kesehatan
persen 49,2 (2023)
09 - Angka kelahiran
remaja umur I 5- 19
tahun/Age Specific
Fertility Rate (ASFR l5-
r9l
(kelahiran
hidup per
perempuan)
19,7 (2023)
SK No 122235 C
berkas 3, hlm. 222 OCR
FR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bdselie2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
lO - Cakupan KF lengkap
sesuai standar
persen 26,8 (2023) 35 85 024 - Kementerian
Kesehatan
persen 49,1 (2023) 57 75 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
I I - Persentase NB Pasca
Persalinan
l2 - Angka ketnatian
neonatal
per 1.000
kelahiran
hidup
9,30 (2020) 9,2 7,2 024 - Kementerian
Kesehatan
13 - Angka Kematian
Bayi
pcr 1.000
kelahiran
hidup
16,85 (2020) 12,62 9,96 024 - Kem€ntcf,ian
Kesehatan
14 - Cakupan kunjungan
neonatal (KN) lengkap
sesuai standar
persen ,77 (2023) 91 95 O24 - Kementerian
Kesehatan
15 - Cakupan imunisasi
bayi lengkap
SK No 122236 C
persen 7s 12023) 80 95 O24 - Kementerian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 223 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseurc2o24 "ttget2o2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.r r.01.o1
PRO-P: Fentuatar Kapasitas Pelayanan Kegawatdaruratan Ibu & Anak
04.11.01.02
PRO-P: Penguatan Pelayanan Promotif & Preventif lbu & Anak
04.r r.o1.o3
PRO-P Penguatan Tata Kelola Penurunan l(€tnatian Ibu dan Anak
04.1 l.o2
KP: Pencegahan dan
Penurunan Stunting
Ol - Pencegahan dan
penurunan stunting
melalui pendekatan
spesifik dan sensitif
persen 8,s (2023) 8 5 Ol - TransforEasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
01 - Prevalensi wasting
(gizi kurang dan gizi
buruk) pada balita
persen r 1,r (2023) ll 9 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase bayi lahir
premature (<37 minggu)
l5 r0 O24 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase ibu hamil
kurang energi kronis
(KEK)
persen - (indikator
baru)
SK No 122237 C
berkas 3, hlm. 224 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehnc2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Persentase bayi usia
kurang dari 6 bulan
mendapat ASI eksklusif
pcrc€il 64,6 (20231 73 85 024 - Kementerian
Kesehatan
61 73 O24 - Kementerian
Kesehatan
73 85 024 - Kementerian
Kesehatan
50 70 024 - Kementerian
Kesehatan
74,2 75 95 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
05 - Persentase bayi usia
6 bulan mendapatkan
ASI Eksklusif
persen ss,s (2023)
06 - Persentase anak usia
6-23 bulan mendapatkan
MPASI
persen 6O,e lm23l
07 - Persentase balita
dipantau pertumbuhan
dan perkembangan
paf,rcn 24 l2023l
08 - Persentase keluarga
sasaran yang mendapat
pendampingan 1000 hari
pertama kehidupan (HPK)
persen
SK No 122238 C
berkas 3, hlm. 225 OCR
FF,ESIDEN
REPUBLIK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseljf4e2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.l l.o2.o1
PRO-R Penguatan Intervensi Spesifik Stunting
04.11.02.02
PRO-P: Penguatan Intervensi Sensitif Stunting
()4.11.03
KP: Peningkatan
Pelayanan Kesehatan
dan Gizi bagi Usia
Sekolah, Usia
Produktif, dan Lansia
serta KB dan Kespro
Ol - Meningkatnya
pelayanan kesehatan
dan gizi bagi usia
sekolah
Ol - Persentase remaja
putri yang me(tgqriulisi
TTD
persen 61,3 (2023) 65 80 01 - Transformasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Meningkatnya
pelayanan kesehatan
dan gizi bagi usia
produktif
Ol - Persentase tempat
kerja formal
melaksanakan kesehatan
kerja
persen - (indikator
baru)
25 70 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Jumlah Pos upaya
kesehatan kerja (Pos
UKK) yang terbentuk di
tempat kerja informal
pos 10.200 (2023) 15.OOO 60.ooo 024 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase fasyankes
melaksanakan pelayanan
kesehatan penyakit
akibat kerja
- (indikator
baru)
SK No 122239 C
p€rsaIr lo 50 024 - Kementerian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 226 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025 Target202g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Meningkatnya
pelayanan kesehatan
dsn gizi bagi lansia
0l - Persentase lansia
yang mendapatkan
skrining kesehatan
sesuai standar
persen 47,22 l2i22l 50 70 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase
pustr<e$ras santun lansia
persen 69 70 90 024 - Kementerian
Kesehatan
O3 - Persentase RS yang
memberikan layanan
geriatri terpadu
persen 11,01 (2023) 20 50 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Persentase lanjut
usia def,Uan
ketergantungan sedang,
bcf,at, dan total
mendapatkan perawatan
jangka Panjang (PJq
persen - (indikator
baru)
10 50 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Meningkatnya
pelayanan KB dan
keqrro
0f - Angka prevalensi
kontrasepsi
mod'efiilmodedt
@ntta@ptiue prcualet@
rate (mCPR)
persen 61,7 61,8 62,2 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/ Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
SK No 122240C
berkas 3, hlm. 227 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Parsarrtmc
kebutuhan ber-KB yang
tidak terpenuhi (unmet
need KB
pqracn I l,l 10,5 8,5 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
03 - Persentase peserta
KB aktif metode
Kontrasepsi Jangka
Panjang (MKJP)
pcf,scn 25,5 25,7 26,7 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/ Badan
Kependudukan daE
Keluarga Berencana
Nasional
04 - Persentase
puskesmas mampu
pelayanan XB MKJP
persen - (indikator
baru)
30 50 O24 - Kementerian
Kesehatan
04.l l.o3.ol
PRO-P Peningkatan Pelayaran Kesehatan dan Gizi bagi Usia Sekolah
04.11.03.02
PRO-P Peningkatan Pel,ayanan Kesehate[ dan Gizi bagi Usia Produktif
04.11.03.03
PRO-PI Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Gizi bad Lansia
SK No 122242 C
berkas 3, hlm. 228 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseliic2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.l l.o3.o4
PRO-P Peningkatan Pelayanan KB & kespro
04.11.04
KF Penyelenggaraan
Pemeriksaan
Kesehatan Gratis
01 - Meningkatnya
masyarakat kelompok
usia bayi, balita,
remaja, dewasa, dan
lansia yang menerima
pemeriksaan
kesehatan gratis
sebagai upaya deteksi
dini, pencegahan
penyakit, dan
pengurangan potensi
beba! anggaran
pengendalian
penyaldt
Ol - Persentase kab/kota
dengan cakupan
p€racfiksaan kesehatan
gratis >8O%
persen - (indikator
baru)
40 90 Ol - -Transformasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase
penduduk penerima
pemeriksaan kesehatan
gratis kelompok usia bayi
baru lahir
persen - (indikator
baru)
65 80 024 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase
penduduk penerima
pemeriksaan kesehatan
gratis kelompok usia
balita dan anak usia
prasekolah
persen - (indikator
baru)
50 70 024 - Kementerian
Kesehatan
20 70 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Persentase
penduduk penerima
pemeriksaan kesehatan
gratis kelompok usia
sekolah dan remaja
persen - (indikator
baru)
SK No 122243 C
berkas 3, hlm. 229 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eh.seli,te2024 Taryct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05 - Persentase
penduduk penerima
pemeriksaan kesehatan
gratis kelompok usia
dewasa
pcf,8ctrr - (indikator
baru)
35 70 024 - Kementerian
Kesehatan
50 70 O24 - Kementerian
Kesehatan
06 - Persentase
penduduk penerima
p€dr€f,ik8aan kesehatan
gratis kel@pol lanjut
usia
persen - (indikator
barul
04.l l.o4.ol
PRO-P: Skrining kelompok usia bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia
04.l l.o4.o2
PRO-R Penguatan sistem dan tata kelola pemeriksaan kesehatan gratis
M.12
PP: Pemberian Makan
Gratis untuk
Pemenuhan Gizi
Ol - Terlaksananya
pemberian makan
bergizi gratis bagi
anak balita, ibu
hamil, ibu Eeowsui,
dsn anak sekola
untuk mencapai
pemenuhan gizi
0l - Persentase balita
dengan status gizi normal
berdasarkan BB/PB atau
BB/TB
persen a7 3 QO23l 47,99 90,1 128 - Badan Gizi
Nasional
02 - Fcf,scntase anak usia
sekolah dengan status
gizi normal berdasarkan
IMT/U
pcfSen 75,03 l2023l 75,24 75,67 128 - Badan Gizi
Nasional
SK No 122244C
berkas 3, hlm. 230 OCR
REPUEUK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Tingkat kehadiran
siswa dan santri yang
mendapatkan makan
bergizi gratis
persen - (indikator
baru)
91 95 124 - Badan Gizi
Nasional
r00 loo 128 - Badan Gizi
Nasional
04 - Persentase satudr
pelayanan pemenuhan
gizi yang sesuai standar
persen - (indikator
baru)
04.12.01
KP: Pemberian Makan
Eef,gizi untuk Siswa,
Santri, Ibu Hamil, Ibu
Me[rJ rsui, dan Balita
Terlaksananya
pemberian makan
bergizi bagi siswa,
santri, ibu hamil, ibu
menyusui, dan balita
untuk mendukung
percepatan
pemenuhan gizi
Ol - Persentase ibu hamil
yang mendapatkan
bantuan makanan bergizi
persen - (indikator
baru)
lo 10O 0l - Transformasi
Sosial
128 - Badan Gizi
Nasional
02 - persentase ibu
menyusui yang
mendapatkan bantuan
makanan bergizi
persen - (indikator
baru)
1l 100 128 - Badan Gizi
Nasional
11 100 128 - Badan Gizi
Nasional
03 - Persentase anak
balita yang mendapatkan
bantuan makanan b€f,gizi
p€f,aen - (indikator
baru)
04 - Persentase siswa
PAUD
(TK/ RA/ BA/ s€dcr4at)
yang mendapatkan
bantuan makanan bergizi
- (indikator
baru)
SK No 122245C
p€f,s€n 24 r00 128 - Badan Gizi
Nasional
berkas 3, hlm. 231 OCR
,(
FR,ESIDEN
-23t-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 faryret 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Persentase siswa
SD/ MI / /sederajat yang
mendapatkan bantuan
malanan bcrgizi
persen - (indikator
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
- (indikator
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
- (indikator
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
- (indikator
baru)
24 100 128 - Badan Gizi
Nasional
- (indikator
baru)
2 100 128 - Badan Gizi
Nasional
- (indikator
baru)
50 90 128 - Badan Gizi
Nasional
06 - Persentase siswa
SMP/ I\rTs/ scdcf,ajat yang
mendapatkan bantuan
makanan b€f,aizi
perc€n
07 - Persentase sis! ,a
SMA/MA/SMK/sederajat
yang mendapatkan
bantuan makanan berEizi
persen
08 - Persentase siswa
SLB yang mendapatkan
bantuan makanan bef,giri
persen
09 - Pcf,sqrtasc santri
yang mendapatkan
bantuan Dakaltan bergizi
persen
lO - Persentase ibu
hamil, ibu menyusui,, dan
pengasuh balita dengan
skor literasi gizi baik
persen
1 I - Persentase siswa dan
santri dengan skor
literasi gizi baik
- (indikator
baru)
SK No 122246 C
persen 50 90 128 - Badan Gizi
Nasional
berkas 3, hlm. 232 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Tstrg,t 2025 Tetrgct 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.12.01.01
PRO-P: Pcrryediaar Makanan Bergizi bagi lbu hamil, Ibu menyusui, dan Balita
04.12.01.02
PRO-P: Penyediaan Makanan Bergizi Gratis bagi Siswa datr Santri
04.12.01.03
PRO-P: Promosi dan Edukasi Gizi dan Pangan
04.12.02
KP: Penguatan
Ekosistem Pendukung
Pemberian Makan
Bergizi
Ol - Terlaksananya
penguatan ekosistem
pendukung
pemberian makan
bergizi untuk
mendukung
percepatan
pemenuhan gizi
Ol - Sistem data dan
informasi terpadu untuk
pemenuhan gizi nasional
sistem - (indikator
baru)
1 I 01 - Transformasi
Sosial
128 - Badan Gizi
Nasional
02 - Jumlah satuan
pel,ayanan pemenuhan
gizi yaItg sesuai standar
unit - (indikator
baru)
5.OOO 26.508 128 - Badan Gizi
Nasional
03 - Persentase petugas
penjamah Eakanafl yaflg
mendapatkan pelatihan
persen - (indikator
baru)
1m 100 128 - Badar Gizi
Nasional
04.12.02.01
PRO-P: Pengembangan Sistem dan Tata Kelola Pelayanan Makanan Bergizi
04.12.02.02
PRO-P: Pengembangan Sarana dan Prasarana Pelayanan Makanan Bcf,gizi
u.12.O2.O3
PRO-P: Penguatan Intervensi Pendukung Pemberian Makan Bergizi
SK No 122247 C
berkas 3, hlm. 233 OCR
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2i24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Feng6@pu
()4.13
PP: Pengendalian
Penyakit dan
PcrabudEyaaa Hidup
Sehat
Ol - Mcnin8katnya
pengendalian
penyakit melalui
upaya pencegahan,
penemuan kasus, dan
penuntasan
pengobatan
01 - Insidensi
tuberkulosis (per 100.000
Penduduk)
pcr 100.000
penduduk
387 lm23l 329 190 024 - KeEcntcf,ian
Kesehatan
02 - Kab/kota dengan
eliminasi kusta
kab/kota 6 11 42 024 - lGEcntcf,ian
IGs€hatan
03 - Desa endemis
schistosomiasis yang
mencapai eliminasi
desa 16 l2023l 18 2A 024 - trGmcntcrian
Kesehatan
04 - Insidensi HIV per 100.000
penduduk
0,10 (2023) 0,09 o,06 024 - Kemant€f,ian
Kesehatan
05 - Kabupaten/kota
dengan eliminasi malaria
kab/kota 389 (2023) 425 s00 O24 - Kementerian
Kesehatan
06 - Persentase Diabetes
dalam Pengendalian
persen - (indikator
baru)
15 25 O24 - Kementerian
Kesehatan
07 - Persentase
Hipertensi dalam
Pengendalian
persen 18,9 20 40 024 - Kementerian
Kesehatan
08 - Kab/kota yanA
mencapai target pra-
eliminasi LaDk€f, leher
rahim
kab/kota - (indikator
baru)
30 125 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122248 C
berkas 3, hlm. 234 OCR
REPUBUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseliv2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
09 - Prevalensi depresi di
umur :15 tahun
persen 1,4 lm23l t,4 1,4 024 - Kementerian
Kesehatan
50 250 024 - Kementerian
Kesehatan
234 23,4 024 - Kementerian
Kesehatan
12,4 8,4 024 - Kementerian
Kesehatan
10 - Kabupateo/ Kota
yang memenuhi syarat
kualitas kesehatan
lingkungan
kab/kota - (indikator
baru)
02 - Meningkatnya
kesadaran dan
partisipasi
masyarakat dalam
menerapkan budaya
hidup sehat, serta
pembangunan
berwawasan
kesehatan
0l - Prevalensi obBitag
> 18 tahun
persen 233 eo*l
02 - Pcf,s€ntarc m€f,okok
pada penduduk lO-2 I
tahun
persen 12,4 (2023)
(N.13.01
I(P: Penuntasan TBC
Ol - Tercapainya
penuntasan TBC
melalui peningkatan
upaya pencegahan
TBC, intensifikasi
penemuan kasus
secara masif dan
pengobatan TBC
sampai tuntas
01 - Cakupan penemuan
kasus TBC (Notifikasi
Kasus TBC)
persen 74 QO22l 90 90 Ol - Transformasi
Sosial
O24 - Kementerian
Kesehatan
02 - Angka keberhasilan
pengobatan TBC IIB
Succes Rate)
persen 87 (2023) 90 90 O24 - Kementerian
Kesehatan
03 - Cakupan Pemberian
Terapi Pencegahan pada
Orang Kontak Serumah
SK No 122249C
persen 2,6 (2023) 72 80 O24 - Kementerian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 235 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bqselhen24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Persentase Pasien
TBC yang memulai
Pengobatan (E^rpllr[ezt
TBC)
persen (2022!- 95 95 024 - Kementerian
Kesehatan
04- 13.O1-O1
PRO-P: Peningkatan Upaya Pencegahan TBC
04.13.01.02
PRO-P: Intensifikasi Penemuan Kasus
04.13.01.03
PRO-P: Pengobatan TBC
04.13.02
KP: Eliminasi
Penyakit Kusta &
Schistosomiasis
Ol - Meningkatnya
pengendalian
penyakit Kusta &
Schistosomiasis
0l - Proporsi kasus kusta
baru tanpa disabilitas
p€f,3€n 84,36 86 89 Ol - Transformasi
Sosial
024 - Itu Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase penderita
kusta menyelesaikan
pengobatan kusta tepat
waktu
p€f,s€n 44,97 (2023) 90 90 O24 - Kementerian
Kesehatan
03 - Proporsi kasus kusta
anak di antara kasus
baru
persen 9,60 <5 <5 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Cakupan pemberian
obat pencegahan masal
(POPM) untuk
schistosomiasis
SK No 122250C
persen 83,6 (2023) a7,2 100 024 - Kementerian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 236 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Baselinen24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.13.02.01
PRO-P: Pengendalian Penyakit Kusta
04.13.02.02
PRO-P: Pengendalian Penyakit Schistosomiasis
04.13.03
KP PcnA€rtdalian
Penyakit Menular
Lainnya
0f - Meningkatnya
pengendalian
penyakit menular
lainnya
Ol - ODHIV baru yanA
ditemukan yatrg
mendapat pengobatan
ART
persen 70 (20231 90 90 01 - Transformasi
Sosial
024 - Iftrncotcf,ian
Kesehatan
02 - Jumlah keb/kota
yang mencapai positivity
/ate (PR) malaria <5%
kab/kota 333 (2023) 405 500 024 - Kementerian
Kesehatan
04.13.03.01
PRO-Pi Pengendalian Penyakit HIV/AIDS
04.13.03.02
PRO-P: Pengendalian Penyakit Malaria
04.13.04
KP: Pengendalian
Penyakit Tidak
Menular dan
Peningkatan Upaya
Kesehatan Jiwa
Ol - Meningkatnya
pengendalian
penyakit tidak
menular
Ol - Jumlah kab/kota
ydrg melakukan skrining
DM > 60%
kab/kota 32 52 175 Ol - TransforEasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase penderita
hipertensi mendapatkan
pelayanan kesehatan
sesuai standar
5
SK No 122251C
persen (indikator
baru)
38 024 - Kementerian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 237 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek hiditas
Sasa.ran Indikator Satuan Baseli4ezo24 Target2o2s Tstrgc12O29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Persentase
perempuan dengan DNA
HPV positif yang
dilakukan tindak lanjut
dengan
WA/KolposLopi/PAPg
sesuai protokol
persen - (indikator
baru)
30 90 024 - Kementerian
Kesehatan
20 70 024 - Kementerian
Kesehatan
90 90 024 - Kementerian
Kesehatan
l0 30 O24 - Kementerian
Kesehatan
04 - Pcf,sc6tare
perempuan dengan lesi
pra kanker leher rahim
yang Erendapatlal
pengobatan sesuai
dengan protokol
perSen - (indikator
baru)
05 - Cakupan imunisasi
HPV
persen 6
02 - Meningkatnya
pengendalian
gangguan jiwa
0t - Cakupan Skrining
Kesehatan Jiwa
persen 6 l2023l
04.13.04.01
PRO-P: Pencegahan dan Tata Laksana Kasus PTM
04.13.04.03
PRO-P: Peningkatan Upaya Kesehatan Jiwa
SK No 122252 C
berkas 3, hlm. 238 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan EaseltEn24 Tsrgpt2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator
Pengampu
04.13.05
KP: Pembudayaan
Hidup Sehat dan
Pengendalian Faktor
Risiko PTM
Ol - Meningkatnya
upaya pemberdayaan
masyarakat dalam
pembudayaan hidup
sehat dan
pengendalian faktor
risiko PTM
01 - Proporsi penduduk
dengan aktivitas fisik
cukup
persen 62,6 (2023) 65 80 Ol - Transformasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase
penduduk dengan literasi
kesehatan
persen 36,3 (2023) 38,3 46,3 O24 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase
penduduk yang
menerapkan perilaku
hidup sehat
persen ls l2o23l 15 25 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Jumlah kab/kota
yang menerapkan KTR
kab/kota 367 397 514 024 - Kementerian
Kesehatan
05 - Jumlah Kab/Kota
yang melakukan
pelayanan UBM
kab/kota 224 (2023t. 276 472 024 - Kementerian
Kesehatan
06 - Persentase
puskesmas yang
memberikan layanan
farmakoterapi untuk
UBM
persen (indikator
baru)
3 l5 024 - Kementerian
Kesehatan
07 - Persentase label
produk tembakau
dan/atau rokok
elektronik yang
memenuhi ketentuan
- (indikator
baru)
SK No 122253 C
persen 75 83 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
berkas 3, hlm. 239 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselnt€2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.13.05.01
PRO-P: Tata Kelola Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
04.13.05.02
PRO-P: Pengendalian Konsumsi Rokok
04.13.05.03
PRO-P Aktivitas Fhik
04.13.05.04
PRO-P: Pangan Sehat
04.13-06
KP: Penyehatan
Lingkungan
Ol - Meningkatnya
upaya penyehatan
lingkungan
01 - Kab/Kota dengan
kualitas air minum yang
memenuhi syarat
kab/kota 6s (2023) 100 300 Ol - Transformasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Kab/Kota dengan
kualitas udara dalam
mang yang memenuhi
syarat (Kab/Kota)
03 - Kab/Kota Sanitasi
Total Berbasis
Masyarakat
kab/kota - (indikator
baru)
kab/kota
50
30
250
zin
024 - Kementerian
Kesehatan
4 lm23l 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Kab/Kota sehat
SK No 122254C
kab/kota 136 142 330 024 - Kementerian
Kesehatan
04.13.06.01
PRO-P: Penguatan Kapasitas Sistem dElsE Penyehatan
berkas 3, hlm. 240 OCR
Prioritas Nasional/
Progra.m Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.13.06.02
PRO-P: Perubahan Perilaku Hygiene dan Sanitasi
04.13.06.03
PRO-P: Penyediaan Akses Air Bersih & Sanitasi
04.13.06.04
PRO-P: Peningkatan Kualitas Lingkungan
04.14
PP: Penguatan
Kapasitas Ketahanan
Kesehatan
01 - Meningkatnya
kapasitas ketahanan
kesehatan untuk
melindungi penduduk
dari ancaman
kedaruratan
kesehatan, termasuk
penyakit emerging
dan re-emerging,
dengan meningkatkan
kemampuan dal,ara
mencegah,
mendeteksi, dan
merespons secara
efektif dan cepat
0I - Persentase kab/kota
dengan pengendalian
kejadian luar biasa
(KLB)/wabah
persen 37,16 l2023l 40 70 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase faktor
risiko penyakit di pintu
masuk negara yang
dikendalikan
persen 90 l2023l 94 loo 024 - Kco€f,rtef,iar
Kesehatan
03 - Jumlah KLB
keracunan pangan
kejadian 291 250 50 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Jumlah kab/kota
eliminasi rabies
kab/kota 418 430 514 024 - Kementerian
Kesehatan
OS - Persentase
Puskesmas dengan
ketersediaan obat
esensial datr vaksin IRL
(Imunisasi Rutin
Lengkap)
p€f,scf,i 62 65 90 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122255C
berkas 3, hlm. 241 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan &selj,a.e2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Persentase Sediaan
farmasi aman dsrr
bermutu
persen - (indikator
baru)
72,5 74,4 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
lo 60 024 - Kementerian
Kesehatan
07 - Persentase RS
Pemerintah yang patuh
memberikan antibiotik
sistemik empirik sesuai
standar
persen (indikator
baru)
04.14.01
KP: Penguatan
surveilans,
Pengendalian
KlB/u,abah dan
Penanganan Bencana
01 - Meningkatnya
pengendalian KLB/
wabah dan
penanganan b€ncana
dengan fokus pada
penguatan sistem
surveilans,
laboratorium, & pos
pintu masuk negara
01 - Kab/kota yang
merespons sinyal SKDR
<24 jam minimal 80%
kab/kota 452 (2023) 462 514 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase
laboratorium kesmas
tingkat 2-5 yang
dikembangkan sesuai
standar berdasarkan
stratanya
laboratorium (indikator
baru)
30 100 024 - fGB€nt€riqn
Kesehatan
03 - Persentase pintu
masuk yang
melaksanakan deteksi
penyakit dan faktor risiko
kesehatan berpotensi
KL,B/Wabah
persen 70 l2o23l 73 85 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122256 C
berkas 3, hlm. 242 OCR
R,EPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
hoEraE Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seline2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Persentase pintu
masuk yang memiliki
kapasitas dalam
penanggulangan penyakit
dan/ atau faktor risiko
kesehatan berpotensi
KLB/Wabah
persen 40 l2023l 47 75 024 - Kementerian
Kesehatan
110 321 024 - Kementerian
Kesehatan
loo 514 018 - Kementerian
Pertanian
05 - Jumlah kab/kota
endemis yang
melaksanakan upaya
preuen if promotif rabies
kab/kota (indikator
baru)
06 - Jumlah kab/kota
yang mampu E€nd<afl
ka$.rs positif rabies pada
hewan
kab/t ota (indikator
baru)
04.14.01.01
PRO-P: Penguatan Surveilans & Pengendalian KLB/Wabah/ Penanganan Bencana
0,4.t4.ot.o2
PRO-P: Penguatan Laboratorium
04.14.01.03
PRO-P: Penguatan Pos Pintu Masuk Negara
04.14.01.04
PRO-P: Pengendalian Penyakit Rabies
SK No 122257 C
berkas 3, hlm. 243 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2l24 TarEet2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.14.02
KP: Pemenuhan
Sediaan Farmasi dar
Pengendalian
Resistensi
Antimikroba
01 - Meningkatnya
kapasitas sistem
ketahanan kesehatan
melalui pemenuhan
sediaan fareasi dan
pengendalian
resistensi antimikroba
Ol - Persentase Lab/kota
dengan pemenuhan obat
dan vaksin tc?at waktu
dan tepat jumlah
pcf,scn 61,96 65 90 01 - Transformasi
Sosial
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase
penurunan kekosongan
(stock out) obat dan
vaksin di fasyankes
p€f,s€n - (indikator
baru)
lo 30 024 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase fasyankes
yang melaksanakan
pelayanan kefarmasian
sesuai standar
persen - (indikator
baru)
9l 98 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Persentase RS yang
mengimplementasikan
Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba
(PPRA)
persen - (indikator
baru)
30 80 024 - Kementerian
Kesehatan
05 - Pcf,s€ntarc FKTP
yang
mengimplementasikan
penggunaan antibiotik
rasional
persen - (indikator
baru)
3o 80 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122258 C
berkas 3, hlm. 244 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.14.02.01
PRO-P: Tata Kelola dan Penyediaan Sediaan Farmasi
04.14.02.02
PRO-P: Penggunaan Obat Rasional
04.14.02.03
PRO-P: Pengendalian Resistensi Antimikroba
04.14.03
KP: Penguatan Sistem
Pengawasan Pangan
dan Sediaan Farmasi
01 - Meningkatnya
kapasitas sistem
ketahanan kesehatan
melalui penguatan
sistem pengawasan
pangan dan sediaan
farmasi
01 - Kab/kota dengan
tempat pengelolaan
pangan siap saji
memenuhi syarat
- (indikator
baru)
kab/kota 50 360 024 - Kementerian
Kesehatan
024 - Kementerian
Kesehatan
02 - kab/kota dengan
persentase pangan
olahan siap saji
E dr€nuhi syarat (POSS)
kab/kota - (indikator
baru)
50 360
03 - Persentase kab/kota
Pangan Aman
persen 13 (2023) 14 7A 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
(N - Persentase pa[8an
olahdr lrang aman dan
bermutu
77,A l2023l 7A 85
SK No 122259 C
p€facn
berkas 3, hlm. 245 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E aseune&24 T€EEet2o,2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Persentase pangan
industri rumah tangga
aman dan bermutu
persen 73,3 (2023) 75 79 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
90 94 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
65 73 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
68 76 063 - Badal Pengawas
Obat Dan Makanan
62 66 063 - Badan Pengawas
Obat Dan Makanan
94 98 024 - Kementerian
Kesehatan
06 - Persentase obat yang
aman daa bermutu
persen (indikator
baru)
07 - Persentase obat
bahar alam yang aman
dan bermutu
persen (indikator
baru)
08 - Persentase suplemen
kesehatan yang aman
dan bermutu
persen (indikator
baru)
09 - Fef,s€rrtase kosmetik
yang aman dan bermutu
persen - (indikator
baru)
l0 - Persentase a.lat
kesehatan yang
Deo€rtuhi syarat
pengujian dan
penandaan
persen - (indikator
baru)
04.14.03.01
PRO-P: Penguatan Sistem Pengawasan Pangan
SK No 122260C
berkas 3, hlm. 246 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.selinc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.14.03.02
PRO-P: Penguatan Sistem Pengawasan Sediaan Farmasi & Alat Kesehatan
04.15
PP: Penguatan
Pelayanan Kesehatan
dan Tata Kelol,a
Ol - Meningkatnya
pemerataan akses
dan kualitas
pelayanan kesehatan
yang il dusif di
hingga tingkat desa,
pendekatan khusus
pelayanan bagi
daerah sulit akses,
pemberdayaan
masyarakat daE
swasta, serta
meningkatkan
kualitas pendanaan
kesehatan
0f - Persentase kab/kota
yang memiliki Unit
Pelayanan Kesehatan
Tingkat Desa/ Kelurahan
sesuai st ndsr
persen L,t7 (2o231 vn 75 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase
puskesmas terakreditasi
paripurna
perSen 2a 28 70 024 - Kementerian
Kas€hetsn
024 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase rumah
sakit pemerintah
terakreditasi paripurna
persen 37 3A a5
04 - Persentase
puskesmas dengan SDM
Kesehatan sesuai standar
persen t2 t7 50 024 - Kementerian
Kesehatan
05 - Persentase RS
pemerintah dengan
dokter spesialis sesuai
standar
persen 63 67 Lrd 024 - Kementerian
Kesehata.n
SK No 122261 C
berkas 3, hlm. 247 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Cakupan
kepesertaan jaminan
kesehatan nasional
persen 94,42 98,6 99 O24 - Kementerian
Kesehatan
3,98 3,47 024 - Kementerian
Kesehatan
2,2 3 024 - Kementerian
Kesehatan
20 75 024 - Kementerian
Kesehatan
07 - Persentase belanja
kesehatan qi ofl$ckd
masyarakat
berpengeluaran 4096
terbawah
persen 4,O (2023)
08 - Pengeluaran
kesehatan total per
kapita
juta 2,t (2023)
09 - Persentase provinsi
dan kab/kota yang
menyelaraskan
perencanaan
pembangunan dan
mencapai target tahunan
pembangunan
p€raetr - (indikator
baru)
10 - Persentase fasilitas
kesehatan yang
terintegrasi dalam sistem
informasi kesehatan
nasional
SK No 122262C
persen 46,72 50 70 024 - Kementerian
Kesehatan
berkas 3, hlm. 248 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.15.01
KP: Investasi
Pelayanan Kesehatan
Primer
Ol - Meningkatnya
kualitas pelayanan
kesehatan primer
hingga tingkat desa
dan menguatnya
pemberdayaan dan
partisipasi
masyarakat
Ol - Persentase unit
pelayanan kesehatan
tingkat desa/kelurahan
dengan ketersediaan
tenaga kesehatan dan
kader kesehatan sesuai
standar
persen <30 30 80 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase kab/kota
dengan minimal 75%
Posyandu siklus hidup
yang aktif
persen 18 23 ao 024 - Kementerian
Kesehatan
03 - Persentase
puskesmas yang
mencapai target INM
(Indikator Nasional Mutu)
persen - (indikator
baru)
lo 50 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Persentase
puskesmas memiliki SPA
sesuai standar
persen 18,5 40 90 024 - Kementerian
Kesehatan
05 - Persentase
puskesmas yang mampu
melaksanakan
tatalaksana kekerasan
terhadap perempuan dan
anak
persen 30 50 90 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122263 C
berkas 3, hlm. 249 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliE2o24 Targd-202s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Persentase
puskesmas yang ramah
penyandang disabilitas
perSen 30 35 75 024 - Kementerian
Kesehatan
04.15.Ol.Ol
PRO-P: Peningkatan Kapasitas den Peran Puskesmas
04.15.01.02
PRO-P: Pengembangan Unit Pelayanan Kesehatan di Tingkat Desa/Kelurahan dan Peningkatan Peran Kader Kesehatan
04.15.01.03
PRO-P: Pengembangan layanan Kesehatan Primer yang Inklusif
04.15.02
KP: Pembangunan RS
lengkap berkualitas di
Kab/Kota dan
Pengembangan
Pelayanan Kesehatan
Bergerak dan Daerah
Sulit Akses
0l - Meningkatnya
kualitas dan
kapasitas pelayanan
RS di seluruh
Indonesia dan
berkembangnya
pendekatan khusus
pelayanan kesehatan
di daeroh yang
memiliki akses sulit
termasuk layanan
kesehatan bergerak
01 - Persentase provinsi
dengan RS yang
memenuhi kapasitas
pelayanan kesehatan ibu-
anak, kanker, jantung,
stroke, ginjal sesuai
standar
persen 31,5 40 90 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - P€G€ntas€ Kab/Kota
dengan RS yang
memenuhi kapasitas
pelayanan Kesehatan
Ibu-Anak, Kanker,
Jantung, Stroke, Ginjal
sesuai standar
pef,s€n 7,4 20 80 O24 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122264C
berkas 3, hlm. 250 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 T9trgpt2025 Tellget2o2g Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengarapu
03 - Pef,s€ntaEc RS yang
mencapai target INM
(Indikator Nasional Mutu)
persen (indikator
baru)
8 40 024 - Kementerian
Kesehatan
27 40 024 - Kementerian
Kesehatan
o5 75 150 O24 - Kementerian
Kesehatan
40 45 80 024 - Kementerian
Kesehatan
04 - Kab/kota dengan
wilayah berciri kepulauan
yang dilayani RS kapal
sesuai standar
kab/kota 26 l2023l
05 - Jumlah kab/kota
dengan akses sulit yang
Eaf,rqapkan
skema/pendekatan
khusus dalam
pemenuhan pelayanan
kesehatan berkualitas
kab/kota
06 - Persentase RS
pemerintah daerah yang
memenuhi ketersediaan
sarana, prasarana, dan
alat kesehatan (SPA)
sesuai standar
persen
07 - Kab/Kota dengan
RSUD tipe D yang
ditingkatkan menjadi tipe
c
- (indikator
baru)
SK No 122265 C
kab/kota 22 66 024 - K€o€ntc!'iafl
Kesehatan
berkas 3, hlm. 251 OCR
REPUBLIK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselj'te2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08 - Jur ah RS
pemerintah yang
memenuhi tingkat
maturitas lctrrandirian
RS 3 5 30 024 - Kementerian
Kesehatan
04.15.02.01
PRO-P: Peningkatan Kualitas Pelayaran Rujukan
04.15.02.02
PRO-P: Plrrgamtq4pqliqyq4qulagulqn Berbasis K. mElteqqi
04.15.02.03
PRO-P: Penguatan Pelayanan lGschatan Bergerak dat1 di Daerah Sulit Akses
04.15-O3
KP: Mukri dan
Pendayagunaan SDM
Kesehatan
Ol - Meningkatnya
pemenuhan dan
pendayagunaan SDM
kesehatan dengan
mendorong
peningkatan,
pemenuhan, dan
pemerataan dari sisi
produksi, kompetensi,
jumlah, maupun jenis
dari SDM kesehatan
lrang berkualitas,
kompeten, dan
responsif sesuai
kondisi wilayah
Ol - Jumlah kab/kota
dengan SDM kesehatan
pu3kcsllas rcauai
standar
kab/kota 6 19 175 024 - Kementerian
Kesehatan
024 - Kementerian
Kesehatan
024 - Kementerian
Kesehatan
024 - Kementerian
Kesehatan
139 - Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains,
dan Teknologi
02 - Jumlah kab/kota
d€ruqn jenis dokter
spesialis pada RS sesuai
standar,
kab/kota 250 270 345
03 - Rasio dokter
spesialis
per l.ooo
penduduk
0,18 o,19 o,24
04 - Persentase SDMK
yang mendapatkan
pelatihan bidang
kesehatan
persen 11,38 15 35
05 - Pqssltas€ lulusan
program studi kesehatan
terakreditasi unggul
SK No 122266 C
persen 12,27 A,A2 25
berkas 3, hlm. 252 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boselinc2o24 Ta.gct2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.15.03.01
PRO-P: Peningkatan Produki SDM Kesehatan
04.15.03.02
PRO-P: Peningkatan Pendayagunaan SDM Kesehatan
04.15.03.03
PRO-R Petriaclatan Kapasitas SDM Kesehatan
04.15.04
KP Penguatan JKN
dan Pendanaan
Kesehatan
0l - Memperkuat
kapasitas JKN dar
pendanaan kesehatan
dalam mendukung
pembangunan
kesehatan
Ol - Cakupan
kepesertaan aktif JKN
persen 76,s (2023) |.rrl 83,5 Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial
Kesehatan
O27 - Kementerian Sosial
Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial
Kesehatan
Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial
Kesehatan
02 - Jumlah kepesertaan
s€El€n PtsI
juta jiwa 96,7 (2023) 96,8 96,8
03 - Tingkat kepuasan
publik atas layanan
jaminan kesehatan
nasional
persen - (indikator
baru)
85
(N - Kesehatan keuangan
aset dana jaminan sosial
kesehatan
angka 2,92
(prognosis)
1,5-6 1,5-6
05 - Perccfltase
pertumbuhan belanja
kesehatan dari sektor
publik
5
SK No 122267 C
JKN
persen 11,9 (2023) 5 024 - Kementerian
Kesehatan
04.15-o4-o1
PRO-P: Penguatan Kepesertaan
berkas 3, hlm. 253 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseline2o24 Tssgtc-2o25 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.15.04.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelola JKN
04.15.04.03
PRO-P: Fetrind€tor Kualitas Fctrdaraan kesehatan
04.15.05
KP: Penguatan Tata
Iclola, Data,
Informasi dan Inovasi
Teknologi Kesehatan
Ol - Menguatnya tata
kelola, data, informasi
dan teknologi
kesehatan dalam
mendukung
pembangunan
kesehatan
Ol - Pef,s€ntarc provinsi
dan kab/kota yang sudah
mengintegrasikan
indikator prioritas
nasional kesehatan
dalan dokumen
perencanaan daerah
persen - (indikator
baru)
70 90 O24 - Kementerian
Kesehatan
10 50 024 - Kementerian
Kesehatan
20 r00 O24 - Kementerian
Kesehatan
15 20 80 024 - Kementerian
Kesehatan
02 - Persentase provinsi
yang memiliki kualitas
data rutin yang baik
untuk indikator
D€@bansunan kesehatan
persen - (indikator
baru)
03 - Persentase sistem
informasi data kesehatan
yang telah terintegrasi
dalam sistem informasi
kesehatan nasional
persen - (indikator
baru)
04 - Persentase fasilitas
kesehatan yang
terintegrasi dalam sistem
rujukan online nasional
persen
SK No 122268C
berkas 3, hlm. 254 OCR
FN,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator
Pengampu
05 - Jumlah layanan
berbasis kedokteran
presisi
persen 2 4 15 024 - Kementerian
Kesehatan
04.15.05.01
PRO-P Penguatan Tata Kelola K€€hatar
04.15.05.02
PRO-P: Penguatan Data dan Informasi
04.15.05.03
PRO-P: Peningkatan Pemanfaatan dan Inovasi Teknologi Kesehatan
04.16
PP: Peningkatan
Ketangguhan
Keluarga
Ol - Menguatnya
ketangguhan keluarga
da.lam menjamin
terpenuhinya hak-hak
individu dalam
keluarga dan
mendorong
terbentuknya modal
sosial
Ol - Indeks
Pembangunan Keluarga
(iBangga)
62A 64,1 70,9 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
02 - Median usia kalr'in
pertama (MUKP)
tahun 22,3 22,4 22,4 068 - Iftment f,iafl
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
SK No 122269 C
berkas 3, hlm. 255 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran lndikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.16.01
KP: Penguatan
Institusi Keluarga
untuk ktanglnalt
Nilai-Nilai, Moral,
Integritas Karakter,
dan Pengembangan
Psikososial Anak
01 - Menguatnya
kemampuan keluarga
dalam penanaman
nilai moral, etika,
integritas, karakter
dan pengembangan
psikososial anak
01 - IndcLB Pengasuhan
Anak Usia Did
lrcfscn ,3r (2023) 57,43 OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
55,66
02 - Persentase ayah
yang memiliki
pengetahuan tentang
pengasuhan anak dan
pendampingan remaja
persen 39,7 (2023) 45 70 068 - Ket!€,ltedafl
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
03 - Persentase calon
pengantin yang
mendapatkan edukasi
pra nikah
persen 39,7 (2022) 45 70 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/ Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
SK No 122270C
berkas 3, hlm. 256 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliie2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Indeks pengasuhan
keluarga yang memiliki
remaja
a4,7O (2023) 85,20 a7,20 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badar
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
05 - Prevalensi
perempuan korban
kekerasan dalam rumah
tangga (KDRT) dalam 12
bulan terakhir
persen 20,50 19,76 16,79 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
06 - Prevalensi anak usia
13-17 tahun korban
kekerasan dalam rumah
tangga (KDRT) pada 12
bulan terakhir
persen 9,02 a,a2 a,a O47 - Kementerian
P€[rbcrdayaafl
Perempuan dan
Perlindungan Anak
04.16.01.01
PRO-P: Penyiapan Kehidupan Berkeluarga
SK No 122271C
berkas 3, hlm. 257 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan &.selb92o24 Targd202' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04.16.01.02
PRO-P: Penguatan Kualitas Pengasuhan dalam Keluarga
04.16.01.03
PRO-P: Peningkatan Pemahaman dan Kapasitas Keluarga dalem Menjalankan Fungsinya
04.16.02
KP: Penyediaan
Fasilitas Pendukung
Keluarga dalam
Melaksanakan Fungsi
Utama Keluarga
Ol - MeEingkatnya
fasilitas pendukung
dalam upaya
mengoptimalkan
pelaksanaan fungsi
keluarga
02 - Persentase pusat
pelayanan keluarga
sejahtera yang terjangkau
persen 65,97 (2023)
05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
068 - Kementerian
Kependudukan dEr
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
70 90
03 - Persentase tempat
penitipan anak (TPA)
yang menerima
pendampingan
pengasuhan
peru€n - (indikator
baru)
10 50 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
04.16.02.01
PRO-P: Penyediaan Fasilitas dan Lingkungan Pendukung Keluarga
SK No 122272C
berkas 3, hlm. 258 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli\e2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.16.02.02
PRO-P: Pusat Layanan Konsultasi dan Konseling Keluarga
04.16.03
I(P: Pemenuhan Hak
Sipil dan Hukum,
serta Afirmasi bagi
Keluarga Rentan
01 - TerjaEi lya
aspek legalitas,
hukum dan ekonomi
bagi keluarga rentan
0l - Indeks Kemandirian
Ekonomi Keluarga
54,41 (2023) 55,41 59,41 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
IGluaBa Berencana
Nasional
02 - Indeks Kerentanan
Keluarga
8,83 (2023) 8,6 7,4 068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
04.16.03.01
PRO-P: Pemenuhan Hak Sipil dan hukum bagi keluarga
04.16.03.02
PRO-P: Penguatan Keluarga Rentan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
SK No 122273 C
berkas 3, hlm. 259 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Tdrgpt2o25 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
04.17
PP: Peningkatan
Kualitas Perlindungan
Anak
Ol - Terpenuhinya
hak dar perlindungan
anak
01 - Indeks Pemenuhan
Hak Anak
65,58 (2023) 6?,57 72,91 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dar
Ekologi
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan AEak
010 - Kementerian Dalan
Negeri
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
02 - Indeks Perlindungan
Khusus Anak
79,91 l2o23l a[A4 86,44
03 - Persentase anak
berusia 0-4 tahun yang
memiliki akta kelahiran
persen 94,03 96 99,8
04 - Persentase anak
berusia 13-17 tahun yang
mengalami salah satu
bentuk kekerasan fisik,
emosional atau seksual
dalam 12 bulan terakhir
persen Laki-laki :
3l,l I
Perempuan:
36,31
Laki-laki :
25,37
Frf,qnpusr:
31,6
Laki-laki :
22,42
Perempuan:
29,73
05 - Proporsi anak usia
13-17 tahun yang
mengalami kekerasan
dan memperoleh layanan
persen 2,37 2,41 2,70
SK No 122274C
berkas 3, hlm. 260 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.17.01
KP: Pemenuhan Hak
Anak Secara
Universal dan
Penguatan Resiliensi
Anak
0l - Terjaminnya
pemenuhan hak
semua anak secara
komprehensif,
meningkatnya
kapasitas dan
resiliensi anal serta
menguatnya
kelembagaan dan tata
kelola pemenuhan
hak anak
Ol - Cakupan
kepesertaan aktif JI,(N
usia 0-17 tahun
76,0 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
024 - Kementerian
Kesehatan
persen 70 72,5
02 - Ju-u ah kab/kota
dengan peringkat dalam
kab/kota Layak Anak
(l(I,A)
kab/kota KLA: O;
Utama: 19;
Nindya: 76;
Madya: 130;
Pratama: 135
(2023)
KUU O;
Utama: 20;
Nindya : 77;
Madya:132;
Pratama: 140
KLA: 2l
Utama: 23;
Nindya: 88;
Madya: 140;
Pratama: 160
O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan daIr
Perlindungan Anak
03 - Fef,s€rrtas€ anak usia
13-17 tahun yong
beranggapan
mendapatkan dukungan
keluarga
persen 77,89 78,03 78,57 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dar!
Perlindungan Anak
04 - Proporsi anak usia
13-17 tahun yang
mengalami masalah
kesehatan jiwa selama 30
hari terakhir
persen 7,24 7,06 6,16 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
05 - Jumlah kab/kota
yang sudah melibatkan
anak dalam proses
perencanaan
pembangunan
kab/kota 2W QA23l 325 429 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
SK No 122275 C
berkas 3, hlm. 261 OCR
- 26t -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliv2o24 TargEt2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.17.01.01
PRO-P: Peningkatan Lingkungan Ramah turak dan Penguatan Resiliensi untuk Pemenuhan Hak Anak Secara Universal
04.17.01.02
PRO-P: Penguatan Data, Koordinasi dan Kapasitas Kelembagaan terkait P€mc[uhan Hak Anak Secara Universal
04.17.02
KP: Perlindungan
Anak dari Tindak
Kekerasan,
Eksploitasi,
Penelantaran,
Perkawinan Anak dan
Perlakuan Salah
Lainnya
Ol - Meningkatnya
pencegahan dan
penanganan serta
menguatnya
kelembagaan dan tata
kelola tindak
kekerasan,
eksploitasi,
penelantaran,
perkawinan dan
perlakuan salah
lainnya terhadap
anak
Ol - Proporsi perempuan
umur 20-24 tahun yang
menikah sebelum 18
tahun
5,03 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
persen 6,92 l2023l 6,45
02 - Angka pekerja anak
usia 5-17 tahun
persen 1,72 l2023l 1,67 1,61 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
03 - Persentase anak
korban kekerasan yang
mendapatkan layanan
komprehensif
persen 56,4 QO23l 85 85 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan datl
Perlindungan Anak
04 - Prevalensi anak usia
I 3- I 7 tahun yang
mengalami kekerasan
seksual non-kontak
da.lam 12 bulan terakhir
persen Laki-laki: 2,18;
Perempuan:
2,17
Laki-laki: r,56;
Perempuan:
2,09
Laki-laki: 1,28;
Perempuan:
1,88
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
SK No 122276C
berkas 3, hlm. 262 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seliv2o24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Prevalensi anak usia
13-17 tahun yang
mengalami kekerasan
seksual kontak dalam 12
bulan terakhir
pef8€O Laki-laki: 1,83;
Perempuan:
2,67
I€ki-laki:1,42;
Perempuan:
2,23
l,aki-laki: I , 13;
Perempuan:
1,46
o47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
06 - Prevalensi anak usia
13-17 tahun yang
mengalami kekerasan
emosional dalam 12
bulan terakhir
persen Laki-laki:
27,03
Perempuan:
33,07
Laki-laki:
21,98.,
P€(rdrpuan:
24,52
laki-laki:
20,05;
P€r€rnpuan:
26,70
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan darl
Perlindungan Anak
07 - Persentase anak usia
13-17 tahun yang
mendapatkan perlakuan
tidak Layak dari orang tua
dan kerabat lainnya
dalam 12 bulan terakhir
persen 12,64 1232 11,70 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
04.17.02.01
PRO-P: Pencegahan Tindak Kekerasan, Eksploitasi, Penelantaran, Perkawinan, dan Perlakuan Salah Iai rya terhadap Anak
04.17.02.02
PRO-P: Penanganan Anak Korban Tindak I(eLcf,asafl, Eksploitasi, Penelantaran, Perkawinan Anak, dan Perlakuan Salah Lainnya
SK No 122277 C
berkas 3, hlm. 263 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseEE2O24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.17.02.03
PRO-P: Penguatan Data, Koordinasi daD Kapasitas Kelembagaan terkait Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan, Eksploitasi, Penelantaran,
Perkawinan Anak, dan Perlakuan Salah Lainnya
04.18
PP: Peningkatan
Kualitas Pemuda
f - Meningkatnya
Kualitas Pemuda den
Partisipasi Aktifnya di
Bidang Ekonomi,
Sosial, dan Politik
0l - Persentase pemuda
yang memiliki ijazah
SMA/sederajat atau lebih
tinggi
74,28 OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
PCrc€N 62,2 (2023) 66,74
02 - Angka kesakitan
pemuda
P€f,Sefi 6,24 lm23l 5,99 5,76 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 - Persentase remaja
perempuan berusia 16-
18 tahun yang hamil
P€f,scn 12,63 l2023l 11,63 9,63 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04 - Persentase usia
muda (16-30 Tahun) yang
sedang tidak sekolah,
bekerja atau mengikuti
pelatihan
persen 2S,A (2023) 24,13 23,00 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
05 - Persentase pemuda
yang mengikuti kegiatan
sosial kemasyarakatan
dalam tiga bulan terakhir
70,49 (2023) 75,79 82,85 O92 - I(eEef,tterian
Pemuda dan Olahraga
SK No 122278 C
persen
berkas 3, hlm. 264 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselirezo24 Target2o2s Target2o2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.18.01
KP Peningkatan
Kualitas Pcrruda
dalam P€ndidiLan,
Kesehatan, Karakter,
Pramuka, dan
Pencegahan Perilaku
Berisiko
Ol - Meningkatnya
kualitas individu
pemuda yang
ditunjukkan oleh
peningkatan kualitas
pendidikan daD
derajat kesehatan;
penguatan karakter,
don tercegahnya
p.rilaku b.risiko pada
pemuda
Ol - Persentase pemuda
mendapatkan pelatihan
bersertifikat
pcfg€n 15,42 QO23l 25,49 46,49 05 - Ketahanan
sosial Budaya dan
Ekologi
092 - Kementerian
Pemuda dan olahraga
02 - Proporsi pemuda
dengan keterampilan fiK
persen ,74 l2023l 96,96 98,45 092 - Ifuoentcf,ian
Pemuda dan Olahraga
03 - Persentase pemuda
yang merokok
persen 24,7512023) 23,88 23,Os 092 - Kementerian
Pemuda dqI! olahraga
04 - Persentase pemuda
berolahraga
persen 30,32 (2023) 34,92 47,50 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.18.01.1
PRO-P: Peningkatan Kualitas Pendidikan scf,ta Penguatan lktalrt€f, Pemuda dan Pramuka
M.ta.ol.2
PRO-P: Peningkatan Kualitas Kesehatan Pemuda
04.18.01.3
PRO-E Pencegahan Perilaku Berisiko pada Pemuda
04.18.02
KP: Peningkatan
Parttuipasi At<tif
PEruuda dalam
KstcoaSakqrj6an
0l - Meningkatnya
partisipasi pemuda
dalam bidang
ekonomi khususrya
partisipasi aktif dalam
ketenagakerjaan
01 - Persentase pemuda
pekerja tidak penuh
pef3€n 3246 (2023) OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
31 28,68
02 - Rasio
Keqrirausahaan Pcrruda
persen r,16 (2023) 1,33 1,61 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 - Persentase pemuda
penyandang disabilitas
yang bekerja
SK No 122279C
persen 16,66 (2023) 17,82 19,81 092 - Kementerian
Pemuda dsn Olahraga
berkas 3, hlm. 265 OCR
-los-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehne2o24 TarEct2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
PcttgaEpu
04 - Rasio TPAtr( pemuda
perempuan terhadap
laki-laki
persen 66,08 (2023) 66,3 67,44 O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.18.02.1
PRO-P: Peningkatan Partisipasi Ketenagakerjaan Layak Pemuda
04.18.02.2
PRO-P: Peningkatan Kewirausahaan Pemuda
04.18.03
KP: Peningkatan
Partisipasi Aktif dan
Kepemimpinan
Pemuda di Bidang
Sosial dan Politik
Of - Meningkatnya
partisipasi dalr
kepemimpinan
pemuda dalam
berbagai bidang
kehidupan khusunya
partisipasi aktif di
bidang sosial dan
politik
01 - Persentase pemuda
(16-30 tahun) yang
mengikuti kegiatan
organisasi dalam 3 bulan
t terakhir
6,72 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dar
Ekologi
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
persen 5,44 (2023) 5,65
02 - Persentase pemuda
yang menduduki posisi
manajerial
persen 1,44 (2023) r,48 1,8 092 - Kementerian
Pemuda dar Olahraga
04.18.03.1
PRO-P Fet ngkatan Partisipasi dan Kepemimpinan Pemuda
04.18.03.2
PRO-P: Fddngkatan Inklusivitas dan Kesetaraan Gender Pemuda
SK No 122280 C
berkas 3, hlm. 266 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bdsehrc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.19
PP Peningkatan
Kesetaraan Gender,
Pemberdayaan
Perempuan, dan
Perlindungan dari
IGkcrasan
01 - Meningkatnya
kesetaraan gender,
kualitas hidup, dan
peran perempuan di
berbagai bidang, serta
menurunnya
kekerasan terhadap
perempuan
01 - Proporsi perempuan
kawin/pernah kawin 15-
49 tahun yang
melahirkan tidak di
fasilitas kesehatan
pcnr€lt 0,126 (2023) 0,067 05 - I(etah8tran
Sosial Budaya dan
Ekologi
O24 - Kementerian
Kesehatan
0,103
02 - Proporsi anggota
legislatif
persen Laki-laki:
78,10;
Perempuan:
21,90
I-ki-Laki:
77,55i
Perempuan:
2235
Laki-Laki:
77,23:
Perempuan:
22,77
076 - Komisi Pemilihan
UDlrE
03 - Persentase
penduduk deruan
pendidikan minimal SMA
persen Laki-Laki:
42,62;
Perempuan:
37,60 (2023!-
Laki-Laki:
43,41;
Perempuan:
38,89
kki-I-oki:
44,49i
Perempuan:
40,27
036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
04 - Tingkat partisipasi
angkatan kerja
F€f,empuan
persen 56,42 56,30-58,80 56,70-60,89 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
05 - Prevalensi kekerasan
terhadap Perempuan
persen 6,6 6,3 4,9 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
SK No 122281 C
berkas 3, hlm. 267 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan E aselire20z4 TeEgEr2o2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Pengeluaran per
kapita laki-laki dan
perempuan
ribu rupiah Laki-laki:
16.736;
Perempuan:
9.579 (2023)
Laki-Laki:
16.891;
Perempuan:
9.920
Laki-Laki:
17.899;
Perempuan:
10.603
O35 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
07 - Jumlah K/L/D yang
memperoleh PFE
KJ,:3;
Provinsi: 2;
Kab/Kota:3
KL: 4; Provinsi:
3; Kab/Kota: 5
KL: 16;
Provinsi: 15;
l<ab lKotsj 47
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
04.19.01
KP Peningkatan
Akses Layanan
K€sehet n d,en
Pendidikan
Ol - Meningkatnya
akses dan kualitas
layanan kesehatan
reproduksi dan
pendidikan
Ol - Proporsi perempuan
pernah kawin umur 15-
49 tahun yang saat
melahirkan anak lahir
hidup pertama berumur
kurang dari 20 tahun
persen 0,258 (2023) 0,248 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
0,255
02 - Angka Partisipasi
Kasar
SMA/ SMK/ /sederajat
persen 87,29 47,40 88,63 O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
04.19.01.01
PRO-P: Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan Reproduksi
SK No 122282 C
berkas 3, hlm. 268 OCR
*-t-T{r.r{s
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basetinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.19.or.02
PRO-P: Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Pendidikan
04.19.02
KP: Penguatan
Kapasitas dan
Kemandirian, serta
Peningkatan
Kepemimpinan
Perempuan dalam
Pengambilan
Keputusan
01 - Meningkatnya
kapasitas,
kemandirian,
kepemimpinan, dar
representasi
perempuan ddan
pengambilan
keputusan, didukung
oleh penguatan
kebijakan, akses
sumber daya, dan
norma sosial budaya
yang mendorong
partisipasi bermakna
perempuan dalam
pembangunan
Ol - Persentase
perempuan di jabatan
tinggi pratama dan
madya
05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
O47 - KeEenteriar
PeEberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
persen Pratama 14;
Madya 16
Pratama 14,5;
Madya 16,5
Pratama 16,5;
Madya 18,5
02 - Persentase
perempuan di posisi
managerial
persen 35,02 38,68 44,88
047 - KeEenterian
F€rrberdayaan
Perempuar dan
Perlindungan Anak
03 - Persentase
perempuan kepala desa
5,76 6,26 perSen 4,26
047 - Kemqnterian
P€mbcrdayaan
Pc(cEpuan dan
Perlindungan Anak
04.19.02.01
PRO-P: Fri ngkatan Agency dan Representasi Perempuan dal,aE Lembaga masyarakat dan partai pouuk
SK No 122283 C
berkas 3, hlm. 269 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basetue2o24 Tefge12025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.19.02.02
PRO-P: Peningkatan Ag€nc? daE Representasi Perempuan dalam Birokrasi dan Jabatan Rrblik
04.19.03
KP: Peningkatan
Partisipasi Aktif
Perempuan di
Ekonomi dan
Ketenagakerjaan
0r - Meningkatnya
partisipasi aktif
perempuan dalam
ekonomi dan
ketenagakerjaan
melalui peningkatan
kapasitas, akses
terhadap peluang
kerja, dan ekosistem
kewirausahaan serta
penguatan kebijakan
yang ramah
perempuan dan
keluarga
Ol - Persentase
kesenjangan upah laki-
laki dan perempuan
05 - Ketahanan
SGial Budaya dan
Ekologi
047 - KeEeoterian
Pcmb€rdayaan
Frf,erapuan dan
Perlindungan Anak
persen 22,09 21 t7
02 - Rasio kewirausahaan
perempuan
persen 1,70 (2023t- 1,79 2,21 047 - K€oenterian
Peroberdayaan
Pereopuan dan
Perlindungan Anak
03 - IndeL8 Literasi
Digital
Laki-Laki:
3,56;
Perempuan:
3,52 (2023)
I,8ti-L^qki:
3,62;
Perempuan:
3,60
Laki-Laki:
3,74i
P€rcfirpuan:
3,76
059 - Kementerian
Komunikasi d{r Digital
04.19.03.01
PRO-P: Perluasan Kesempatan Kerja dan Pemajuan Kewirausahaan Perempuan
04.19.03.02
PRO-P: Penguatan Lingkungan Kerja yang Ramah Pere puan
SK No 122284C
berkas 3, hlm. 270 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 T8trgE12O25 T€trget2o2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.19.04
KP: Pemenuhan dan
Perlindungan Hak
Perempuan Bebas
dari Kekerasan
Ol - Meningkatnya
cakupan dan kualitas
pencegahan dan
penanganan
kekerasan terhadap
p€f,cmpuan mela.lui
penguatan tata kelola,
kelembagaan, data,
koordinasi lintas
sektor, serta
kesadaran dan
perubahan norma
sosial budaya
Ol - Proporsi perempuan
dewasa dan anak
perempuan (umur 15-64
tahun) mengalami
kekerasan seksual oleh
orang l,ain
3,19 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
047 - IGmclrtcriar
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
persen 3,70 3,59
02 - Proporsi pcrr@puan
dewasa dan anak
perempuan (umur 15-64
tahun) mengalami
kekcf, asan (fisik, seksual,
atau €droiiqral) oleh
pasangan atau mantan
pasangan dalam 12 bulan
terakhir
persen 5,7 5,54 5,23 O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
03 - Prevalensi Kekerasan
Terhadap Perempuan
(liTB di ruang publik
dalam 12 bulan terakhir
persen l8 17,35 14,73 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Alrak
04 - Persentase
perempuan yang tidak
setuju atas sikap
pemukulan
persen 75,41 77,51 85,90 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
05 - Prevalensi
Perempuan yang
Mengalami P2GP
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
SK No 122285 C
Persclr 46,3 43,86 34,09
berkas 3, hlm. 271 OCR
REPUBUK TNDONESIA
- 27t -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan hselbe2o24 TarEat2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Persentase
perempuan korban
kekerasan (termasuk
TPPO) yang mendapat
layanan komprehensif
persen 49,25 (2023) 85 85 O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
07 - Jumlah Perempuan
Korban Kekerasan
(termasuk TPPO) yang
dilaporkan melalui
SIMFONI PPA
orang 26.161 l2023l 24.777 -
30.085
42.133 -
44.048
O47 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
04.19.04.01
PRO-P: Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan
04.19.04.02
PRO-P. Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan
04.19.05
KPi Penguatan Tata
Kelola dan
Pelembagaan PUG
dal{n Proica
Pembangunan
Ol - Meningkatnya
kualitas dan
efektivitas
penyelenggaraan PUG
dalam pembangunan
01 - Persentase anggaran
responsif gender
K/L: 4,04;
Pror,/Kab / I&ta
:10
K/L 5,20;
Prov/ I(ab / I{ota
I ll,2
K/L IO.OO;
Pror,/ I(ab / Kota
:16,00
OS - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
persen
02 - Persentase RO/Sub
kegiatan responsif gender
persen K/L:3.80 K/L:4,00 K/L: 10,00 047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Perlindungan Anak
03 - Persentase daerah
yang memiliki dan
melaksanakan rencana
aksi kesetaraan render
- (indikator
baru)
047 - Kementerian
Pemberdayaan
Perempuan dan
Pcf,lindunEn Anak
SK No 122287 C
persen kw:7;
Kab/Kota
Prov:38;
Kab/Kota: 155
,(
berkas 3, hlm. 272 OCR
I
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan t Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seliGe2o24 Taryet2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.19.05.01
PRO-P: Penguatan Tata Kelola dan Pelembagaan PUG dal.m Proses P€sibenaunan di Pusat
04.19.05.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelola daD Pelembagaan PUG dalam Proses FErn-.bangunan di Daerah
04.20
PP: Peningkatan
Kesetaraan dan
Pemenuhan Hak
Penyandang
Disabilitas dan Lanjut
Usia
Ol - Terwujudnya
inklusivitas lansia
dan penyandang
disabilitas dalam
kehidupan
bermasyarakat
01 - Indek kesejahteraan
sosial untuk penduduk
lanjut usia
- (indikator
baru)
59,67 70,64 O27 - Kementerian Sosial
027 - Kementerian Sosial 02 - Indeks kesejahteraan
sosial untuk penyandang
disabilitas
- (indikator
baru)
34,42 55,30
04.20.01
KP Penghormatan,
Pelindungan, dan
Pemenuhan terhadap
Hak Penyandang
Disabilitas dan Lanjut
Usia
01 - Pcra€nuhan
akre8 layanan dasar
dan perlindungan dari
kekerasan bagi
penyandang
disabilitas dan lanjut
usia
Ol - Persentase
Penyandang disabilitas
yang tidak mengalami
tindak kekerasan
persen 99,55 (2023) 99,60 99,80 027 - Kementerian Sosial
068 - Kementerian
Kependudukan dan
Pembangunan
Keluarga/Badan
Kependudukan dan
Keluarga Berencana
Nasional
02 - Persentase lansia
ydrg mendapatkan
pendampingan
persen 8,19 10 18
SK No 122288 C
berkas 3, hlm. 273 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seliac2024 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Persentase satuan
pendidikan menerapkan
pendidikan inklusif yang
meningkat mutu
pembelajarannya
persen 12,33 13,08 16,05 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
04.20.01.01
PRO-P: Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan terhadap Hak Penyandang Disabilitas
04.20.01.02
PRO-P: Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan terhadap Hak Lanjut Usia
04.20.02
KP Penguatan Prinsip
dan Pendekatan
Inklusi Sosial bagi
Penyandang
Disabilitas dan Lansia
dalam Proses
PeDbangutran
01 - Terwujudnya
iDklusivita8 lansia
dan penyandang
disabilitas dalam
kebijakan
pembangunan
Ol - Persentase pemprov
yang tlelibatlGn
penyandang disabilitas
delerrr penyusunan
kebijakan
perc€tt 73 (2023) 75 95 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
02 - Persentase pemprov
yang melibatkan lansia
dalam p€rrJ rsunan
kebijakan
persen ta (2023) 30 50 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
SK No 122289 C
berkas 3, hlm. 274 OCR
t
'/-
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
fe.giatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Target2o25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.20.02.01
PRO-P: Penguatan Prinsip dan Pendekatan Inklusi Sosial bagi Penyandang Disabilitas dalam Proses Pembangunan
04.20.02.02
PRO-P: Penguatan Prinsip dar Pendekatan Inklusi Sosial bagi Lansia dalam Proses Pembangunan
04.21
PP: Peningkatan
Pembinaan Prestasi
Olahraga
01 - Meningkatnya
Prestasi Olahraga
Indonesia di Tingkat
Regional dan
Internasional
01 - Jumlah perolehan
medali pada SEA Games
87 emas/
80 perak/
1O9 perunggu
(2023l.
87 emas/
80 perek/
109 perunggu
87 emas/
80 perak/
lO9 perunggu
medali 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
02 - Jumlah perolehan
medali pada ASEAN Para
Garrca
medali 159 craas/
148 perak/
94 perunggu
(2023)
159 emas/148 perak/
94 perunggu (2029)
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 - Jumlah perolehan
medali pada Asian Games
medali 7 @aal
11 perak/
18 perunggu
(2023!-
7 emas/ 1 I perak/ 18 perunggu
12026l
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
SK No 122290 C
berkas 3, hlm. 275 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Bo.seliv2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Jumlah perolehan
medali pada Asian Para
Ganeg
medali 29 enasl
30 perak/
36 perunggu
(2023)
29 cmas/3o p€rak/36 perunggu
(2026!.
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.21.01
KP: Pengembangan
Sistem Pembinaan
Olahragawan Talenta
Unggul
Ol - Terbinanya
Olahragawan Talenta
Unggul yang
Berprestasi di Tingkat
Regional dan
Internasional
OI - Jumlah olahragawan
elite nasional level dunia
pada cabor unggulan
olimpiade
orang 150 (2023) 180 300 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
02 - Olahragawan elite
nasional level dunia pada
cabang olahraga
unggulan paralimpiade
orang r0o (2023) loo 100 O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 - Olahragawan elite
junior nasional pada
cabang ol"ahraga
unggulan olimpiade
orang 182 (2023) 500 1500 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04 - Olahragawan elite
junior nasional pada
cabang olahraga
unggul,an paralimpiade
SK No 122291C
orang 22 l2023l t20 200 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
berkas 3, hlm. 276 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline, 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.21.01.01
PRO-P: Pengembangan Tata Kelola Pembinaan Olahraga Prestasi
04.21.01.02
PRO-P Pengembangan Sistem Pembinaan Olahragawan Elite Cabang Olahraga Unggulan Olimpiade dan Paralimpiade
04.21.02
KP: Pengembangan
Tenaga dan
Organisasi Olahraga
Berstandar
Internasional
Ol - Terbinanya
Tenaga dan
Organisasi
Keolahragaan
Berstandar Nasional
dan Internasional
01 - JuE ah tenaga
keolahragaan cabang
olahraga olimpiade dan
paralimpiade
bersertifikasi
internasional
orang 2*ln23l 250 500 O92 - Kement rien
Pemuda dan Olahraga
02 - Jumlah pelatih
cabang olahraga
olimpiade dan
paralimpiade bersertifikat
internasional
orang so (2023) 50 lo0 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
03 - Jumlah organisasi
keolahragaan berbasis
Olimpiade dal!
Paralimpiade yang
memenuhi standar
mifli8al keolahragaan
lembaga r8 (2023) l8 l8 O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
SK No 122293 C
berkas 3, hlm. 277 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.21.02.01
PRO-P: Pengembangan Tenaga Keolahragaan Berstandar Nasional dan Internasional
04.21.02.02
PRO-P: Pengembangan Organisasi Olahraga Berstandar Nasional dan Internasional
04.21.03
XF: Pengembangan
Sarana dan Prasarana
Olahraga Berstandar
Internasional yang
Ramah Disabilitas
01 - Terwujudnya
Sarana dan Prasarana
Olahraga Berstandar
Internasional yang
RsDah Disabilitas
Ol - Jumlah lembaga
yang difasilitasi
prasarana olahraga
berbasis cabang olahraga
Olimpiade dan
Paralimpiade ramah
difabel yang dibangun,
direhabilitasi dan/atau
direnovasi
lembaga tt (2023) ll It O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
02 - Jumlah lembaga
yang difasilitasi sarana
olahraga prestasi
berbasis cabang olahraga
Olimpiade dan
Paralimpiade
lembaga s48 (2023) 548 548 092 - Kemcdtcf,ian
Pemuda dar olahraga
SK No 122294C
berkas 3, hlm. 278 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdsel e 2024 Target 2025 Target nX) Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.21.03.01
PRO-P: Pengembangan Infrastruktur dan Prasarana Olahraga
04.21.03.02
PRO-P Peningkatan Fasilitasi Sarana Olahraga
04.2t.M
KP: Peningkatan
Partisipasi dan
Penyelenggaraan
Eue n /Festival/KoErpe
tisi Olahraga
01 - Meningkatnya
partisipasi dan
penyelenggaraan
event/festival/kompet
bi olahraga kelas
dunia
01 - Event kualifikasi
olimpiade dan
paralimpiade yatrg
diikuti /teBelerggara
kegiatan 1A 12023) 20 20 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
02 - Kejuaraan dunia
cabang olahraga
unggulan olimpiade dan
paralimpiade yang
diikuti / /terselenggara
kegiatan 18 (2023) 20 20 092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.21.04.01
PRO-P: Partisipasi dan Penyelenggaraan Event/Festival/Kompetisi Ol,ahraga Nasional
04.21.04.02
PRO-P: Partisipasi dan Penyelenggaraan E Event/Festival/Kompetisi Olahraga Regional dan Internasional
SK No 122295 C
berkas 3, hlm. 279 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseAM2O24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.22
PP: Fengembangan
Pembudayaan
Olahraga yang
Inklusif
Ol - Meningkatnya
budaya berolahraga di
Masyarakat
Ol - P€f,8€ntarc
penduduk berumur 10
tahun ke atas yang
melakukan olahraga
selama seminggu terakhir
persen 25,92 (2021) 36,71 47,50 092 - Kementerian
Pemuda den Olahraga
04.22.01
KP: Pengembangan
Olahraga Pendidikan
dan Penyandang
Disabilitas
Ol - Meningkatnya
partisipasi
masyarakat
berolahraga melalui
pengembangan
olahraga pendidikan
daE penyandang
disabilitas
01 - Persentase
penduduk usia sekolah
(7-18 tahun) yang
melakukan olahraga
seminggu t€f,aldrir
persen 44,76 (2021) 69,06 85,36 Ol - Transformasi
Sosial
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
02 - Persentase
penduduk penyandang
disabilitas usia 5 tahun
ke atas yang melakukan
olahraga seminggu
terakhir
persen 4,24 lm2tl 11,67 15,10 O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.22.01.01
PRO-P: Pengembangan Olahraga Pendidikan
04.22.01.02
PRO-P: Pengembangan Olahraga Penyandang Disabilitas
SK No 122296C
berkas 3, hlm. 280 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselie2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04.22.02
XP: Pengembangan
Olahraga Masyarakat
dan Industri
Ol - Meningkatkan
partisipasi
masyarakat
berolahraga dan
industri olahraga
Ol - Persentase provinsi
yana menyelenggarakan
kampanye ol,ahraga
persen loo 100 1OO 01 - Transformasi
Sosial
092 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
02 - Persentase rumah
tangga yallg membeli alat
atau perlengkapan
olahraga dalam setahun
persen 3,29 3,59 4,75 O92 - Kementerian
Pemuda dan Olahraga
04.22.02.01
PRO-P: Pengembangan Ol,ahraga Masyarakat
04.22.02.02
PRO-P. Pengembangan Industri Olahraga
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No 122297 C
berkas 3, hlm. 281 OCR
-2At-
PRIORITAS NASIONAL 5: MELANJUTKAN HILIRISASI DAN MENGEMBANGKAN INDUSTRI BERBASIS SUMBER DAYA ALAM
UNTUK MENINGKATKAN NII,.AI TAMBAH DI DALAM NEGERI
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eto.selirl@ 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
PcogaEpu
05
PN: Melanjutkan
Hilirisasi dan
Mengembangkan
Industri Berbasis
Sumber Daya Alam
untuk Meningkatkan
Nilai Tambah di
Dalam Negeri
01 - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah, produktivitas
dan daya saing
industri pengolahan
Ol - Rasio PDB Industri
Pengolahan
persen tasT (2023) 20,80 21,90 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - Terwujudnya
peningkatan integrasi
ekonomi domestik
dar global
0f - Biaya logistik persen PDB 14,29 (2O22'l 13,52 12,50 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - Pembentukan modal
tetap bruto
persen PDB 29,3 (2023!- 29,4 29,9 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
03 - Ekspor barang daE
jasa
persen PDB 21,7 (2023t. 21,7 22,6 O9O - Kcmearterial
PcrdasansaE
SK No 122256 C
berkas 3, hlm. 282 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselhe2024 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01
PP: Pengembangan
Hilirisasi Industri
berbasis SDA
Unggulan, Industri
Padat Karya Terampil,
Padat Teknologi
Inovasi, serta
Berorientasi Ekspor
01 - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah,
produktivitas, dan
daya Saing industri
pengolahan prioritas
Ol - Pertumbuhan PDB
Industri Pengolahan
P€f,sctr 4,64 (2023) 5,50 8,14 019 - Kementerian
Perindustrian
05.01.01
KP: Pengembangan
Hilirisasi Nikel
Ol - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah dan daya
saing industri nikel
01 - Kapasitas produksi
industri ol,ahan nikel
juta ton/tahun 27,44 33,64 33,74 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
nikel
juta rupiah r 13.700.000 44.100.000 108.210.000 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05.01.01.01
PRO-P: Pengembangan Industri Stainless Steel
05.01.01.02
PRO-P: Pengembangan Industri Nickel Srlrate, Katoda, da,r Battery Precursor Berbasis Nikel
05.01.01.03
PRO-P: Pcogcrobdlgan Industri Battery F4ct Berbasis NMC (Nikel-Mangan-Kobalt)
SK No 122298 C
berkas 3, hlm. 283 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program hi6itas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
S^erarl Indikator Satuan tuseline2o24 TarEet2OzS Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.01.04
PRO-P: Tata Kelola Industri Nikel serta Ketersediaan Bahan Baku dan Energi
05.01.01.05
PRO-P: Dekarbonisasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Nikel
05.01.01.06
PRO-P: Harmonisasi Kebijakan Industri Nikel
05.01.02
KP ftfrgc[rbangaD
Hilirisasi Tembaga
Ol - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah dan daya
saing industri
tembaga
Ol - Kapasitas produksi
industri olahan tembaga
ribu
ton/tahun
375 l' l95 1.195 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
tembaga
juta rupiah 45.720.000 45.933.000 55.132.fi)O 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05.01.02.01
PRO-P Tata Kelola Industri Tembaga dan Ketersediaan Bahan Baku
05.01.02.02
PRO-Pi Pengembangan Industri Hilir/Antara Olahan Tembaga
05.01.02.03
PRO-P: Dekarbonisasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Tembaga
SK No 122299 C
berkas 3, hlm. 284 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.03
KP: Pengembangan
Hilirisasi Bauksit
Ol - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah dan dalra
saing industri bauksit
Ol - Kapasitas produksi
industri olahan Bauksit
juta ton/tahun 5,02 6,27 17,47 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
bauksit
juta rupiah 10.790.000 r r.782.000 16.752.000 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badar
Koordinasi Penanaman
Modal
05.01.03.01
PRO-P: Tata Kelol,a Industri dan Ketersediaan Bahan Baku Industri Bauksit
05.01.03.02
PRO-P: Pengembangan Industri Hilir/Antara Ol,ahan Bauksit
05.01.03.03
PRO-P: Dekarbonasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Bauksit
05.ol.03.04
PRO-R Harmonisasi Kebijakan Industri Bauksit
05.ol.04
KPr Pengembangan
Hilirisasi Timah
01 - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah dan drya
saing industri timah
01 - I(sasitae produksi
industri ol,ahan timah
ribu
ton/tahun
136,9 142,1 257,3 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
timah
juta rupiah 500-000 510.000 550.000 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
SK No 122300 C
berkas 3, hlm. 285 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseH're2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.04.01
PRO-P: Tata Kelola Industri de Ketersediaan Bahan Boku Industri Timah
05.01.04.02
PRO-P Peningkatan Penerapan Standardisasi di Industri Timah
05.01.04.03
PRO-P: Peningkatan Adopsi Teknologi Tinggi untuk Pengolahan Timah
05.01.04.04
PRO-R Dekarbonasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Timah
05.01.04.05
PRO-R Peningkatan Diversifikasi Produk dar Daya Saing Produk Timah di Pasar Domestik dar Global
05.ol-05
I(P: Pengembangan
Hilirisasi Kelapa Sawit
Ol - Terwujudnya
peningkatan
produktivitas dan
diversifikasi kelapa
sawit
0l - Produksi kelapa
sawit
ton 235.421.494
(2023)
239.646.870 257.074.690 02 - Transformasi
Ekonomi
018 - Kementerian
Pertanian
02 - Ragam produk hilir
sawit
produk 193 208 250 019 - Kementerian
Perindustrian
03 - Produki bahan
baku (CPO dar CPKO)
ton/hektar 51.794.263
12022)
53.021.470 56.477.775 018 - Kementerian
Pertanian
04 - Rasio ekspor produk
hilir kelapa sawit
terhadap bahan baku
SK No 122301C
persen 92,O 92,3 93,7 019 - Kementerian
Perindustrian
berkas 3, hlm. 286 OCR
REPUBLTK TNDONESIA
-2&-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.seAM2O24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
kelapa sawit
juta rupiah 44.090.000 1.489.335 2.297.112 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05.01.05.01
PRO-P: Peningkatan Produktivitas Kebun Kelapa Sawit dan Kualitas Bahan Baku
05.01.05.02
PRO-P: Sustainability ds(t Tra@abi$tA
05.01.05.03
PRO-P Pengembangan Industri Biofuel
05.01.05.04
PRO-P: Pengembangan Industri Oleokimia
05.01.05.05
PRO-P: Dekarbonisasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
05.01.05.06
PRO-P: Rebranding Produk Sawit Indonesia yang Berkelanjutan
SK No 122302 C
berkas 3, hlm. 287 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.06
KP: Pengembangan
Hilirisasi Kelapa
Ol - Terwujudnya
peningkatan
produktivitas,
produksi, dan
utilisasi industri
kelapa
Ol - Produktivitas kelapa ton/hektar 1,12 (2022) 1,21 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol8 - Kementerian
Pertanian
1,13
02 - Produksi kelapa ton 2.&7.O54 2.840.690 2.936.021 Ol8 - Kementerian
Pertanian
03 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
kelapa
juta rupiah 4.492.915 392.210 708.343 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
04 - Utilisasi industri
pengolahan kelapa
persen 40 55 75 019 - Kementerian
Pcrindu stdan
05.01.06.01
PRO-B Perbaikan Data Perkclapaan (Budi Daya dan Pctrgol,ahar)
05.01.06.02
PRO-P: Peningkatan Muksi dan Penyebaran Benih Unggul
05.01.06.03
PRO-P: Peningkatan Produktivitas Kelapa
05.01.06.04
PRO-P: Peningkatan Diversifikasi Produk dan Daya Saing Produk
SK No 122303C
berkas 3, hlm. 288 OCR
-2aa-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan h.se/i,?4 2024 Target 2025 Target 2029
AScdda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.06.05
PRO-P: Peningkatan Sentra IKM Pengolahan Kelapa
05.01.06.06
PRO-P Peningkatan Investasi Industri Pengolahan Kelapa
05.01.06.07
PRO-P: Integrasi Rantai Pasok di Dalan Negeri dan Ekspor
05.01.06.08
PRO-P: Peningkatan Rh€t dan Inovasi Kelapa
05.01.07
KP: Pengembangan
Hilirisasi Rumput
laut
01 - Meningkatnya
nilai tambah dan daya
saing industri rumput
laut
Ol - Volume produksi
rumput laut
juta ton 10,76 (2023) 11,64 14,14 02 - Trarsformasi
Ekonomi
O32 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02 - Nil,ai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
rumput laut
juta rupiah 230.000 510.000 607.501 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
03 - Utilisasi industri
pengolahan rumput l,aut
persen 49,51 53,76 70,76 Ol9 - Kesrc0teriar
Perindustrian
05.01.07.01
PRO-P Fqfngkatan Kualitas dan Ketersediaan Bahan Baku melalui Peningkatan Produktivitas Budi Daya Rumput Laut
SK No 122304C
berkas 3, hlm. 289 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Taryr/- 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.07.02
PRO-P: Pengembangan Industri dan Hilirisasi Rumput laut
05.01.07.03
PRO-P: Penelitian daE Pengembangan Budi Daya Rumput Spesies Baru dan Inovasi Teknologi untuk Diversifikasi Produk Rumput laut (Karagenan,
Agar-Agar, Biostimulan, Nutrar€utikal, Pakan Ternak)
05.01.07.04
PRO-P Penguatan Regulasi dan Kelembagaan
05.01.07.05
PRO-P: Fasilitasi Pembiayaan dan Investasi
05.01.08
KP: Pengembangan
Hilirisasi Sagu dan
Singkong
OI - Terwujudnya
Peningkatan
Produktivitas dan
Diversifikasi Sagu dan
Singkong
ol - Produksi sagu ton 385.905 (2022) 393.623 474.451 018 - Kementerian
Pertanian
02 - Kapasitas produksi
pati sagu
ton/tahun 60.000 100.000 320.OOO O19 - Kementerian
Perindustrian
03 - Produksi ubi kayu ton 16.74.227 17.270.926 14.330.731 018 - Kementerian
Pertanian
04 - Produktivitas sagu ton/hektar 3,OA (2022) 3,12 3,19 018 - Kementerian
Pertanian
SK No 122305 C
05 - Produktivitas ubi
kayu
ton/hektar 27,ll l2023l 27,41 29,56 O18 - Kcan.ntcrien
Pertanian
berkas 3, hlm. 290 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Eb.seltfl.e2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.08.01
PRO-P Jaminan Kepastian Bahan Baku Sagu dan Singkong
05.01.08.02
PRO-P: Pengembangan Industri Hilir Sagu dan Singkong
05.0r.08.03
PRO-P: Fasilitasi Akre8 Pasar Produk Olahan Sagu dan Singkong
05.01.09
XP Pengembangan
Industri Kimia
01 - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah industri kimia
Ol - Kapasitas produksi
industri kimia dasar
berbasis minyak, gas,
dan batubara
ribu ton 59.783,45 60.234,97 79.668,38 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
-o,98 (2023) 6,08 7,34 019 - Kementerian
Perindustrian
juta rupiah 17.460.000,00 34.453.998,13 56.010.103,68
02 - Pertumbuhan PDB
bahan kimia dan barang
dari bahan kimia
persen
03 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
minyak bumi
065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
04 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi gas
bumi
juta rupiah 16.114.108,34 20.234.887,79 32.494.422,& 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
SK No 122306 G
berkas 3, hlm. 291 OCR
- 29t -
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.ol.09.ol
PRO-P Mega Proyek Industri Kimia Dasar
05.01.09.02
PRO-P: Revitalisasi Industri Pupuk untuk Mendukung Swasembada Pangan
05.ol.09.03
PRO-P: Gasifikasi Batubara
05.01.09.04
PRO-P: Dekarbonisasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Kimia
05.01.09.05
PRO-P: Tata l(cbh Kebijakan Pqrye@balr8an Industri Kimia dan Bahan Galian Nonlogam
05.01.09.06
PRO-P: Peningkatan Daya Saint Sektor Industri Kimia dan Bahan Galian Nonlogam
05.ot.09.07
PRO-P: Pengembangan Produk Sektor Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahar Galian Nonlogam
05.01.10
KP: Pembangunan
Industri
Semikonduktor
01 - Terwujudnya
pertumbuhan industri
semikonduktor
Ol - Pertumbuhan PDB
industri barang logam:
komputer, barang
elektronik, optik; dan
peralatan listrik
persen 13,67 (2023) 7,50 11,42 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
SK No 122307 C
berkas 3, hlm. 292 OCR
',(
PRESIOEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan t! Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
pasir silika
juta rupiah 1.290.000 1.419.000 2.076.000 065 - Kcocntcdan
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi P€f,ranaEarl
Modal
05.01.10.01
PRO-P: Penyiapan Rantai Pasok Industri Semikonduktor
05.01.10.02
PRO-P: Peningkatan SDM Industri Semikonduktor
05.01.10.03
PRO-P: Riset dan Pengembangan Semikonduktor
05.01.1 I
KP Pengembangan
Industri Ifurmctik dan
Farmasi
Ol - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah,
produktivitas, dan
daya saing industri
kosmetik dan farmasi
Ol - Pertumbuhan PDB
industri farmasi, produk
obat kimia, dan obat
tradisional
persen r,85 (2023) 11,48 11,86 02 - TrandorEasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindu striaE
02 - Proporsi je(ris obat
(termasuk vaksin dan
produk biologi) yang
dapat diproduksi dalam
negeri
persen 43 50 80 024 - Kementerian
Kesehatan
SK No 122308 C
berkas 3, hlm. 293 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.11.01
PRO-P: Penguatan Industri Bahan Baku Kosmetik dEr Farmasi
o5.ot.l l.o2
PRO-P. Pemanfaatan PBJ Pemerintah untuk Utilisasi Kapasitas Industri Farmasi
05.0l.l l.o3
PRO-P Harmonisasi dan Pemenuhan Standar Internasional
05.0r. r r.o4
PRO-P: Implementasi Perpres Jamu
05.01.11.05
PRO-P: Pengembangan Riset dan Inovasi serta Adopsi Teknologi
05.01.11.06
PRO-P: Branding Kosmetik Halal untuk Perluasan Pasar Ekspor
05.01.11.07
PRO-P: Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Ifusooetik dan Farmasi
05.01.12
KP: Pengembangan
Industri Kendaraan
Bermotor Listrik
Berbasis Baterai
(KBI,BB)
0l - Terwujudnya
pertumbuhan industri
Kendaraan Bermotor
Listrik Berbasis
Baterai (KBLBB)
Ol - Persentase produksi
kendaraan listrik roda
empat terhadap total
produksi kendaraan roda
empat
persen o,94 (2023t- 1,OO 1,4 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
SK No 122309 C
berkas 3, hlm. 294 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.12.01
PRO-P: Penguatan Rantai Pasok Industri di dalam Negeri (termasuk IKM)
05.01.12.02
PRO-P: Pengembangan Infrastruktur Pengisian Daya
05.01.12.03
PRO-P: Pengembangan Ekosistem Industri EV
05.01.12.04
PRO-P: Penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri Baterai
05.01.13
KP: Pengembangan
Industri Dirgantara
Ol - Terwujudnya
pertumbuhan industri
dirgantara
Ol - Utilisasi industri
pesawat terbang dar
perlengkapannya
persen 50 60 70 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.01.13.01
PRO-Pi Penguatan llrduitri Perawat Terbang, Komponen, dan Rantai Pasok Kedirgantaraan
05.01.13.02
PRO-P: Peningkatan n SDM, Riset dan Inovasi Kedirgantaraan
05.01.13.03
PRO-P: Penguatan Regulasi ddl Tata Kelola Kedirgantaraan
05.01.13.04
PRO-P: Peningkatan Jasa Kedirgantaraan
SK No 1223l0C
(
berkas 3, hlm. 295 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E aselie2o24 Tsrgtc-2o25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.13.05
PRO-P: Pengembangan dan Pemanfaatan Satelit
05.01.14
KP: Pengembangan
Industri Mesin dan
Perlengkapan
01 - Terwujudnya
peningkatan daya
saing industri mesin
daD perlengkapan
Ol - Pertumbuhan PDB
industri mesin dan
perlengkapan
persen -0,03 (2023) 4,OO 8,70 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Proporsi jenis alkes
Jrattg dapat diproduksi
dalam negeri
persen 56 60 75 O24 - Kementerian
Kesehatan
05.01.14.01
PRO-P: Pengembangan Industri EBT
05.01.14.02
PRO-P: Pengembangan Industri Alat Kesehatan
05.01.14.03
PRO-P: Pengembangan Industri Alat Pertanian
05.01.14.04
PRO-P: Pengembangan Industri Alat Berat dan Mesin Perkakas
05.01.14.05
PRO-P: Adopsi Teknologi, S',{,.rl Manufacturing, dan Pemanfaatan Riset/Inovasi di Industri Mesin dan Perlengkapan
SK No 122311 C
berkas 3, hlm. 296 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@2oz4 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.o1. r5
KP: Peningkatan
Industri Makanan dan
Minuman
01 - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah, produktivitas
dan daya saing
industri padat karya
terampil pada industri
makanan minuman
0l - Pertumbuhan PDB
industri makanan dan
minuman
persen 4,47 (2023) 5,43 8,00 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol9 - Kementerian
Perindustrian
05.01.15.01
PRO-P: Penguatan Rantai Pasok IKM dan Jaminan Ketersediaan Bahan Baku/Penolong di Industri Makanan dan Minuman
05.01.15.02
PRO-P Peningkatan Penerapan Standardisasi di Industri Makanan dan Minuman
05.01.15.03
PRO-P Peningkatan Adopsi Teknologi dan Pemanfaatan Riset/Inovasi Industri Makanan dan Minuman
05.01.15.04
PRO-P: Penerapan Ekonomi Sirkular dan Industri Hijau di Industri Makanan dan Minuman
05.01.15.05
PRO-P: Fasilitasi Pengembangan Industri dan Peningkatan Daya Saing Produk Makanan dan Minuman
SK No l223l2c
berkas 3, hlm. 297 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselhen24 Totgpt2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.16
KP: Pengembangan
Industri Tekstil dan
Produk Tekstil
Ol - Terwujudnya
peningkatan nilai
tambah, produktivitas
dan daya saing
industri tekstil dan
produk tekstil
Ol - Pertumbuhan PDB
industri tekstil dan
pakaian jadi
persen - l,98 (2023) 3,50 6,32 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Produktivitas tenaga
kerja industri TPT
persen 55,29 60,34 79,76 019 - Kementerian
Perindustrian
03 - Penyerapan tenaga
kerja industri TPT
orang 3.975.905 3.918.787 4.072.465 019 - Kementerian
Perindustrian
05.01.16.01
PRO-P: Penguatan Rantai Pa!o&
05.01.16.02
PRO-P: Penguatan SDM dan Kebijakan Ketenagakerjaan yang Kondusif
05.01.16.03
PRO-P: Penyediaan En€f,6 Bersih dan Terbarukan yang tutdal dan Bersaing
05.01.16.04
PRO-P Adopsi Teknologi 4.O dan Teknologi Rendah Emisi
05.01.16.05
PRO-P Optimalisasi Riset dan Inovasi
05.01.16.06
PRO-P: Peningkatan Akses terhadap Lembaga Pembiayaan
SK No 122313 C
berkas 3, hlm. 298 OCR
REPUBUK INDONES'A
-29A-
Prioritas Nasional/
Program hi6itas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseAM2O24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.16.07
PRO-P Pengembangan Sustainable Ter.tile dalr Tekstil Budaya Lokal
05.01.16.08
PRO-R Penguatan Branding, Produk Tekstil datr Peningkatan Ekspor
05.01.16.09
PRO-P: Peningkatan Pangsa Pasar di e-Commerce dan P€rran aatan PBJ
05.01.16.10
PRO-P: Kebijakan Tata Niaga Impor dar Pemberantasan lapor Ilegal
05.01.17
KP: Pengembangan
Industri Alas Kaki
Ol - Terwujudnya
Peningkatan
Produktivitas Industri
Alas Kaki
Ol - Pertumbuhan PDB
industri kulit, barang
dari kulit, dan alas kaki
persen -0,34 (2023) 3,80 6,20 02 - Tfendormasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.01.17.01
PRO-P: Penguatan Rantai Pasok dan Kualitas Bahan Baku
05.01.17.02
PRO-P: Adopsi Teknologi di Industri Alas Kaki untuk Peningkatan Efisiensi
o5.ol- 17.o3
PRO-P: Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Alas IGki
05.01.17.04
PRO-P: Fasilitasi Peningkatan Daya Saing dan Ekspor Industri Alas Kaki
SK No l223l40
berkas 3, hlm. 299 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.18
KP: Penguatan
Industri Logam Dasar,
Besi dan Baja
01 - Terwujudnya
peningkatan
produktivitas dan
daya saing industri
logam dasar besi dan
baja
Ol - Pertumbuhan PDB
industri logam dasar
persen 14,17 (2023) 11,49 14,90 02 - Transformasi
Ekonomi
O19 - Kementerian
Perindustrian
02 - Utilisasi industri
logam dasar
persen 83,14 (2023) 77 85 019 - K€dreot€!'ian
Perindustrian
03 - Nilai realisasi
PMA/PMDN hilirisasi
industri logam dasar besi
dan baja
juta rupiah 9.600.000 10.166.000 12.784.000 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05.01.18.01
PRO-P Ketersediaan Bahan Baku Industri Logam Dasar yang Berkualitas dan Kompetitif
05.01.18.02
PRO-P: Kepastian Pasokan da,l Harga Energi untuk Industri t gam Dasar
05.01.18.03
PRO-P: Peningkatan Utilisasi Kapasitas Terpasa.ng Industri Besi-Baja
05.01.18.04
PRO-P: Pengembangan Industri Special Steel
05.01.18.05
PRO-P: Penerapan Dekarbonisasi Industri di Industri Logam Dasar
SK No l223l50
berkas 3, hlm. 300 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehne2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.01.18.06
PRO-P: Optimalisasi Penerapan Standardisasi di Industri Logam Dasar
05.01.19
KP: Penguatan datt
Pengembangan Jasa
Industri
Ol - Terwujudnya
peningkatan
kemampuan jasa
industri dalam nc8cf,i
untuk mendukung
pertumbuhan sektor
industri pengol,ahan
O1 - IbEEibusi jasa
industri terhadap PDB
nasional
persen 2,72 lmt6l 3,12 3,35 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.01.19.01
PRO-P: Tata Kelola Kebijakan Jasa Industri
05.01.19.02
PRO-P: Pendampingan Pelaku Jasa Industri
05.01.19.03
PRO-P: Fasilitasi Kemitraan Jasa Industri
05.02
PP: Pengembangan
Aglomerasi Industri di
KI/KEK Prioritas
sebagai Pusat
Pertumbuhan Baru
Ol - Terwujudnya
aglomerasi industri di
KI/KEK prioritas
sebagai pusat
pertumbuhan baru
Ol - Rasio PDRB industri
pengolahan di provinsi
KI/KEK prioritas
terhadap PDB industri
pengolahan
persen 47,92 l2023',l 48,06 48,57 019 - Kementerian
Perindustrian
SK No 122316C
berkas 3, hlm. 301 OCR
I
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselireN24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.01
KP Pembangunan
KEK Arun
Lhokseumawe
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KEI( Arun
Lhokseumawe
Ol - Nilai PMA dan PMDN
di KEK Arun
LhokseumawE
triliun rupiah 2,65 02 - Transformasi
Ekonomi
035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
0,55 o,80
05.02.01.01
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.01.02
PRO-P: Perizinan I(EI( Arun Lhokseumawe
05.02.01.03
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.01.04
PRO-P Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.01.05
PRo-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.02
KP: FEf,tgcmbaagaD
KEK Sei Mangkei
ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI/KEK Sci Mangkei
12,22 02 - Transformasi
Ekonomi
035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
01 - Nilai PMA dan PMDN
di KEK Sei Mangkei
triliun rupiah 5,50 6,03
SK No 122317 C
berkas 3, hlm. 302 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 20.29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.02.02
PRO-P Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.02.03
PRO-P: Pengembangan S€rarra Prasarana Pendukung (Energi, PgumalEn, Pengolahan Persampahan/Limbah, Air Bersih)
05.02.02.06
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.02.07
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.02.08
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.03
KP Pengembangan
KEK Galang Batang
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI/KEK Galang
Batang
13,20 02 - Transformasi
Ekonomi
O35 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
0l - Nilai PMA dan PMDN
di KEK Galang Batang
triliun rupiah 2,40 13,80
05.02.03.01
PRO-R Perizinan KI/KEK Galang Batang
05.02.03.02
PRO-P: Penataan Ruang KI/KEK Galang Batang
SK No 122318 C
berkas 3, hlm. 303 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
AC.rda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.03.04
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.03.05
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Energi
05.02.03.06
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.03.07
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.03.08
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.05
KP Pengembangan
KEK Gresik
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI/KEK JIIPE Gresik
25,22 02 - Transformasi
Ekonomi
035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
01 - Nilai PMA &n PMDN
di KEK Gresik
triliun rupiah 21,70 22,4O
05.02.05.ol
PRO-P Penataan Ruang KEK Gresik
05.02.05.03
PRO-R Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.05.04
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
SK No l223l90
berkas 3, hlm. 304 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselinc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.05.05
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.05.06
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.06
KP: Pengembangan KI
Bintan Inti Industrial
Estate
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Bintan Inti
Industrial Estate
0l - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Bintan Inti
Industrial Estate
triliun rupiah 1,65 1,73 4,99 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.06.02
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.06.04
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Energi)
05.02.06.05
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.06.06
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.06.07
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122320 C
berkas 3, hlm. 305 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
ProycL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.07
KP: Pengembangan KI
Krakatau Industrial
Estate Cilegon
0l - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Krakatau
Industrial Estate
Cilegon
01 - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Krakatau
Industrial Estate Cilegon
triliun rupiah 5,99 5,99 6,22 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.07.01
PRO-P: Penataan Ruang XI Krakatau Industrial Estate Cilegon
05.02.07.02
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.07.03
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.07.04
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.07.05
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.08
KP Pengembangan
KIT Wilmar
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KIT Wilmar
01 - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KIT Wilmar
triliun rupiah 13,55 02 - TraNforEasi
Ekonomi
O 19 - Kementerian
Perindustrian
13,02 13,14
SK No 122321C
berkas 3, hlm. 306 OCR
(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusebe2o24 TarEd-2O2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.08.01
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.08.02
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.08.03
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.08.04
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.09
KP: Pengembangan
KIT Batang
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KIT Batang
01 - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KIT Batang
triliun rupiah 3,77 4,14 5,32 02 - Transformasi
Ekonomi
O19 - Kementerian
Perindustrian
05.02.09.01
PRO-P Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.09.02
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.09.03
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.09.04
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
SK No 122322 C
berkas 3, hlm. 307 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdsel E 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.09.05
PRO-P Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.10
KP: Pembangunan KI
Seafcr
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Seafer
Ol - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Seafef,
triliun rupiah o,73 o,73 2,46 02 - TratrsforEasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.10.01
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.10.02
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Energi
05.02.10.03
PRO-P Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.10.04
PRO-P Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.10.05
PRO-P Penyediaan Pendidikan dan ttldihdl SDM
os.02.10.06
PRO-P Perizinan K Scafcf,
SK No 122323 C
berkas 3, hlm. 308 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.11
KP: Pembangunan KI
is€ntra @,geongan
0l - Ter ujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI iSentra
@Lamongan
Ol - Nilai investasi
perusahaan industri dan
Perusahaan kawasan
industri di KI iSentra
@Lamongan
triliun rupiah 1,18 I,37 1,97 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.I l.ol
PRO-P: Perizinan KJ iSentra @Lamongan
o5.o2.l l.o2
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.11.03
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana pendukung (Encf,gi, Atu Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbahl
05.02. r r.o4
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02. r r.o5
PRO-R Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.11.06
PRO-P Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122324C
berkas 3, hlm. 309 OCR
FR,ESIDEN
Priorita.s Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 Tarytc- 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.12
KP: Pembangunan KI
Ngawi
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Ngawi
01 - Nilai investasi
perusahaan industri dan
Perusahaan kawasan
industri di KI Ngawi
triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
0,03 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Pcrindu strian
05.02.12.01
PRO-P: Perizinan KI Ngawi
05.02.12.02
PRO-P: Penataan Ruang KI Ngawi
05.02.12.04
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Ir Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.12.05
PRO-P: R(rScrlbalrgan Sarana Prasarana Pendukung (Energi dan Air Bersih)
05.02.12.07
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.12.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.12.09
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122325C
berkas 3, hlm. 310 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdsehienz4 TargEt2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.13
KF Pengembangan KI
KBS (Ketapang
Bangun Sarana)
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI KBS (Ketapang
Bangun Sarana)
Ol - Nilai investasi
perusahaan indu stri den
perusahaan kawasan
industri di KI KBs
(Ketapang Bangun
Sarana)
triliun rupiah 2,22 2,31 2,59 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02. t3.01
PRO-P: Penataan Ruang dan Fasilitasi Perizinan untuk Perluasan Kawasan
05.02.13.02
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.13.03
PRO-P: Frogrrnbangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.13.07
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.13.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.13.09
PRO-P Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122326C
berkas 3, hlm. 311 OCR
(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ebselinc2o24 Target2o2s TatrEc12O29
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05.02.14
KP: Pengembangan KJ
Kalimantan Industrial
Park Indonesia (KIPI)
0f - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi indu.Ei di
NJ Kalimantan
Industrial Park
Indonesia (KIPI)
Ol - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan ka$ra3a[
industri di KI Kalimantan
Industrial Park Indonesia
(I(]PI)
triliun rupiah 2,24 4,30 10,91 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol9 - Kementerian
Perindustrian
05.02.14.02
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.14.03
PRO-P: PeDgerrbangafl Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.14.07
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.14.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.14.09
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02. rs
KP: Pembangunan KI
Indonesia Pomalaa
Industry Park
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
I(I lndqrcsia Pomalaa
Industry Pa*
0l - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KJ Indonesia
Pomalaa Industry Park
triliun rupiah 1,05 1,05 7,29 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
SK No 122327 C
berkas 3, hlm. 312 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline m24 Target 2025 TeEgpt 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
o5.02. t5.ol
PRO-P: Fcfizinan KI Indonesia Pomalaa Industry Pa*
05.02.15.02
PRO-P: Pengembangan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.15.03
PRO-P: R Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan
05.02.15.04
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.15.oa
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.15.09
PRO-P Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.15.10
PRO-P Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.16
KP: Pengembangan KI
Konawe
Ol - Terwujudnya
peoingEatar!
aglomerasi industri di
NJ Konawe
Ol - Nilai investasi
perusahaan indu stri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Konawe
triliun rupiah 305,94 305,96 306,87 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.16.01
PRO-R Penataan Ruang KI Konawe
SK No 122327 C
berkas 3, hlm. 313 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
-3r3-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan &selirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.16.03
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.16.04
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Kesehatan, Perumahan, Air Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.16.07
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.16.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan U.aha dan Rantai Pasok
05.02.16.09
PRO-P. Penyediaan Pendidikan dan Pelatih.ur SDM
05.02.17
KP Pengembangan XI
Stardust
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Stardust
01 - Nilai investasi
perusahaan iDdu stri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Stardust
triliun rupiah o,33 O,r+8 O,98 02 - TransforDasi
Ekonomi
019 - Kementerian
FerfutdushiaIl
05.02.17.01
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.17.03
PRO-P: Pengembangan Sarana hac€r8na Pendukung (Energi, Perumahan, Kesehatan, Air Bersih dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.17.08
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
SK No 122328 C
berkas 3, hlm. 314 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
ProJrcL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselifte2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.17.09
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.17.10
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.18
NP: Pembangunan KI
Indonesia Huabao
Industrial Pa* (IHIP)
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Indonesia Huabao
Industrial Park (IHIP)
Ol - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di Kl Indonesia
Huabao Industrial Park
gHIB
triliun rupiah 6,99 9,16 16,15 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol9 - Kementerian
Perindustrian
05.02.18.01
PRO-P Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.18.03
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Penunjang (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.18.06
PRO-P Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.18.07
PRO-P Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.18.08
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122329 C
berkas 3, hlm. 315 OCR
I \
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Pro)'ek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bq,seline2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.19
KP: Pengembangan KI
Morowali
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Morowali
01 - Nilai investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KJ Morowali
triliun rupiah 466,71 467,46 469,89 02 - Transformasi
Ekonomi
Ol9 - Kementerian
Perindustrian
05.02.19.01
PRO-P. Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.19.03
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.19.07
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.19.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
o5-02-19.09
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.20
triP Pembangunan Kl
Sumbawa B6at
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Sumbawa Barat
0t - Nilai investasi
perusahaan industri dsn
perusahaan kawasan
industri di KI Sumbawa
Barat
triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
0,23 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
SK No 122330 C
berkas 3, hlm. 316 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselir@2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.20.02
PRO-P: Perizinan KI Sumbawa Barat
05.02.20.03
PRO-P: Penataan Ruang KI Sumbawa Barat
05.02.20.os
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.20.06
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.20.10
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.20.t I
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.20.12
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.21
KPi Pengembangan KI
Pulau Obi
Ol - Terwujudnya
peningkatan
agl@€f,aii industri di
KI Pulau Obi
0l - Nilai Investasi
perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Pulau Obi
triliun rupiah 0,01 2,53 10,62 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.21.03
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
SK No 122331 C
berkas 3, hlm. 317 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Priorit s/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.21.04
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Pe-ndukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, den Pengolahan Persampahan/limbah)
05.02.21.08
PRO-Pi Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.21.09
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.21.10
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.22
KP: Pengembangan KI
Weda Bay
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
KI Weda Bay
01 - Nil,ai investasi
perusahaan industri dsn
perusahaan kawasan
industri di Kl Weda Bay
triliun rupiah 346,33 349,49 359,67 02 - Tra[sformasi
Ekonomi
Ol9 - Kementerian
Perindustrian
05.02.22.02
PRO-E Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.22.03
PRO-P Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.22.07
PRO-P Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.22.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
SK No 122332 C
berkas 3, hlm. 318 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselitezl24 T8gct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pcngampu
05.02.22.09
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
05.02.23
KP: Pembangunan KI
Buli
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
I(I Buli
01 - Nilai investasi
perusahaan industri daD
perusahaan kawasan
industri di KI Buli
triliun rupiah 0,01 0,21 0,83 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.23.01
PRO-P: Pengembangan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.23.02
PRO-P. Pembangunan/Pengembangan Infr astruktrr Jalan/Jembatan
05.02.23.03
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Penunjang (Perumahan, Ikichatan, Air Bersih, dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.23.07
PRO-Pi Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.23.08
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.23.09
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122333 C
berkas 3, hlm. 319 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Tstrgpl 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.24
KP: Pembangunan KI
Fakfak
01 - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
XI Fakfak
01 - Nilai investasi
perusahaan industri dan
Perusahaan kawasan
industri di KI Faldak
triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
0,01 02 - Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
05.02.24.02
PRO-P Perizinan KI Fakfak
05.02.24.03
PRO-P: Perataan Ruang KI Falda*
05.02.24.05
PRO-P: PE Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan dan Konektivitas Simpul Transportasi
05.02.24.06
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
o5_o2.24.10
PRO-R Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.24.11
PRO-E Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
SK No 122334C
berkas 3, hlm. 320 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirr€2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.02.24.12
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatih.ur SDM
05.02.25
KP: Pembangunan KI
Takalar
Ol - Terwujudnya
peningkatan
aglomerasi industri di
I{I Takalar
Ol - Nilai investasi
pcf, perusahaan industri dan
perusahaan kawasan
industri di KI Takalar
02 - -Transformasi
Ekonomi
019 - Kementerian
Perindustrian
triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
0,41
05.02.25.01
PRO-P: Pembangunan/Pengembangan Infrastruktur Jalan/Jembatan
05.02.25.02
PRO-P: Pengembangan Sarana Prasarana Pendukung (Perumahan, Kesehatan, Air Bersih dan Pengolahan Persampahan/Limbah)
05.02.25.03
PRO-P: Peningkatan Investasi Kawasan
05.02.25.04
PRO-P: Pengembangan Kemitraan Usaha dan Rantai Pasok
05.02.25.05
PRO-P: Penyediaan Pendidikan dan Pelatihan SDM
SK No 122335C
berkas 3, hlm. 321 OCR
-32t-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2o2s Target 2029 AScdda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.03
PP Optimalisasi
Backbone Integrasi
Ekonomi dan
Perkuatan Sistem
Logistik Nasional
01 - Menguatnya
kinerja layanan
konektivitas back one
dan sistem logistik
nasional untuk
mendukung integrasi
ekonomi domestik
dan global
Ol - Biaya transportasi
logistik terhadap PDB
persen 4,79 (20221 4,27 7,* 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
02 - Rata-rata waktu
perputaran di pelabuhan
hari 1,8 t,7 1,2 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
FErekqroEiryr
05.03.01
KP: Penguatan
Infrastruktur
Konektivitas, Layanan
Backbone, dan Sarana
Penunjang Logistik
Ol - Menguatnya
infrastruktur
konektivitas, layanan
backbone, dan sarana
penunjang logistik
0l - Biaya transportasi
logistik pada angkutan
darat selain angkutan rel
terhadap PDB
persen 2,6 2,50 2,29 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Biaya transportasi
logistik pada angkutan
laut terhadap PDB
persen 1,02 0,96 0,87 022 - Kementerian
Perhubungan
03 - Biaya transportasi
logistik pada angkutan
udara terhadap PDB
persen o,89 0,84 o,77 O22 - Kementerian
Perhubungan
04 - Biaya transportasi
logistik pada angkutan
rel terhadap PDB
SK No 122336 C
persen 0,04 0,03 o,03 022 - Kementerian
Perhubungan
berkas 3, hlm. 322 OCR
EIIITFIIII,N
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
OS - Biaya transportasi
logistik pada angkutan
sungai danau dan
penyeberangan terhadap
PDB
persen 0,10 0,09 0,08 022 - Icsrentedan
Perhubungan
06 - Jumlah pelabuhan
utama yang memenuhi
standar
lokasi
(kumulatif)
7 6 t2 022 - Kementerian
Perhubungan
07 - Kinerja bongkar
muat pada pelabuhan
utama petikemas
box/ship/jam 2L |.2023) 31 50 022 - Kementerian
Perhubungan
08 - Jumlah bandara
primer/utama yang
ditingkatkan
kapasitasnya
lokasi
(kumulatif)
3 (2023) 5 9 022 - Kementerian
Perhubungan
09 - Volume angkutan
barang transportasi
udara pada bandara
primer/utama
juta ton r.391 1.419 1.536 022 - Kem€ntcf,ian
Perhubungan
SK No 122337 C
berkas 3, hlm. 323 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan EaBeUiE2O24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.03.01.01
PRO-P: Standarisasi Fasilitas Pelabuhan, Bandara, B€rta Terminal
05.03.01.02
PRO-P: Pengembangan Kone.ktivitas Jalan dan Ke(eta Api Terintegrasi dengan Simpul Utama da,r Hinterland
05.03.01.03
PRO-P: Penyediaan Layanan Angkutan Logistik
05.03.01.04
PRO-P: Tata Kelola Peningkatan Kualitas Layanan Transportasi Logistik
05.03.01.05
PRO-P: Pengembangan Sarana Penunjang Logistik, termasuk Rantai Berpendingin
05.03.02
KE Penguatan
Integrasi dan
Digitalisasi Layanan
Logistik
01 - Menguatnya
integrasi pada sistem
dan proses bisnis
logistik serta d,on
digitalisasi pada
layanan logistik
01 - Waktu penahanan
(Are[ time) di pelabuhan
selama fase impor
had 2,45 2,90-2,45 2,6-2,60 015 - Kementerian
Keuangan
05.03.02.01
PRO-P: Penguatan Integrasi pada Sistem dan Proses Bisnis Logistik
SK No 122338 C
berkas 3, hlm. 324 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
I&giatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2g24 Tatgelm2' Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.03.02.02
PRO-P: Percepatan Adopsi Teknologi Digital pada Layanan Penyedia Jasa Logistik
05.03.03
KP. Peningkatan Daya
Saing Sumber Daya
Manusia dan
Penyedia Jasa
Logistik
Ol - Meningkatnya
daya saing suEb€r
daya manusia dar
penyedia jasa logistik
dalam negeri
Ol - Indeks peningkatan
SDM transportasi
110,ro 45,5 87,5 022 - Kementerian
Perhubungan
02 - Pertumbuhan sektor
pos logistik
persen 9,16 9,5 r 1,5 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
05.03.03.01
PRO-P: Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Sumber Daya Manusia di Bidang Logistik
05.03.03.02
PRO-P Peningkatan Produktivitas d r Daya Saing Penyedia Jasa Logistik
05.04
PPi Peningkatan
Investasi untuk
Integrasi Ekq!@i
Domestik dan Global
0l - Meningkatnya
realisasi penanaman
modal asing dan
dalam negeri yang
mendukung integrasi
ekonomi domestik
dan global
Ol - Nilai pMA dan PMDN triliun rupiah 1.418,9 l2023l 1.905,6 3.414,8 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
SK No 122339 C
berkas 3, hlm. 325 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proycl< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselile2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pcruampu
05.04.ol
KP: Peningkatan
Investasi Swasta
Prioritas sebagai
Pendorong
Transformasi
Ekonomi
Ol - Meningkatnya
investasi swasta
prioritas sebagai
pendorong
transformasi ekonomi
01 - Nilai PMA/PMDN
sektor sekunder
triliun rupiah 596,3 (2023) 855,9 1.718,3 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
02 - P€f,scf,rtaoe realisasi
penanaman modal da.lan
negeri (PMDN) termasuk
usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM)
(persen total
nil,ai
PMA/PMDN)
47,6 (20.231 44,3 49,7 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/ Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
03 - Nilai PMA/PMDN
kawasan pusat
pertumbuhan
triliun rupiah 253,4 (2023) 307,1 507,2 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
04 - Nilai realisasi
penanaman modal di
bidang hilirisasi
triliun rupiah 375,4 (2023) 521,4 901,6 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05.04.01.01
PRO-P: Percepatan Transformasi Digital pada Layanan Pendampingan Perizinan Berusaha di Sektor Industri dan Non Industri
SK No 122340 C
berkas 3, hlm. 326 OCR
PR,ESIDEN
Prioritas Nasiona.l/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targel2o2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.04.01.02
PRO-P: Penyusunan Informasi Investasi Proyek Prioritas Strategis pada ScLtc-Scktor Pendorong Transformasi Ekonomi
05.04.01.03
PRO-P: Transformasi Kebijakan Ekosistem Investasi dan Hilirisasi yang Terintegrasi
05.04.01.04
PRO-P: Sinkronisasi dan Harmonisasi Kebijakan Investasi dalam Rangka Penciptaan Pusat-Pusat Pertumbuhan
05.04.01.05
PRO-P: Peningkatan Kemitraan Usaha Nasional untuk Melanjutkan Pemerataan Ekonomi dan Penguatan UMKM
05.04.01.06
PRO-P: Penguatan Transformasi Digital mela.lui Pengembangan Sistcfll Perizinan Berusaha Terintegrasi
05.04.01.07
PRO-P: Peningkatan Pelayanan dan Pelaksanaan Perizinan Berusaha di Daerah Pusat-Pusat
05.04.02
KP: Peningkatan
Investasi yang
Berorientasi Ekspor
dan mendukung
Partisipasi dalam
Rantai Nilai Global
01 - Meningkatnya
Investasi yang
berorientasi ekspor
dan mendukung
partisipasi dalam
rantai nilai global
Ol - Nilai PMA
berorientasi ekspor
triliun rupiah 115,4 l2o23l 171,6 367,4 065 - Kementerian
Investasi dafl
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/Badan
Koordinasi Fcnene'rrsn
Modal
triliun rupiah 41,212023!.
SK No 149501G
02 - Nilai PMDN
berorientasi ekspor
60,4 1,4
berkas 3, hlm. 327 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05.04.02.01
PRO-P Percepatan LayatraD Pendampingan Perizinan Berusaha untuk Investasi Luar Negeri (FDI/PMA) Strategis
05.04.02.02
PRO-P: Peningkatan Fasilitasi Outward ,arrestm€n, dan Penguatan Kerjasama Penanaman Modal untuk Pengembangan Rantai Nilai Global
05.04.02.03
PRO-P Penguatan Promosi Penanaman Modal untuk Mendorong Hilirisasi dan Industrialisasi di Pusat-Pusat Pertumbuhan
05.04.03
KP: Peningkatan
Investasi dalam
Infrastruktur
Konektivitas dan
Logistik
Ol - Meningkatnya
investasi da.laE
infrastruktur
konektivitas dan
logistik
0l - Kontribusi realisasi
investasi luar Jawa
persen 51,s (2023) 52,1 53,2 065 - Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi /Badan
Koordinasi Penanaman
Modal
05.04.03.01
PRO-P Percepatan Strategi dan Rcrrcana Proyek Penanaman Modal dalam Rangka Penciptaan Pusat-Pusat Pertumbuhan
05.04.03.02
PRO-P: FcnhSkatar Promosi Kegiatan di Kawasan Nasional IKN pada Forum Bisnis dan Investasi Internasional
SK No 122342C
berkas 3, hlm. 328 OCR
REPUEUK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Tsfget202s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05
PP: Peningkatan
Perdagangan
Domestik,
Antarwilayah, dan
Ekspor serta
Peningkatan
Partisipasi dalam
Rantai Nilai Global
Ol - Meningkatnya
perdagangan
domestik,
antarwilayah, dan
ekspor barang dan
jasa bernilai tambah
tinggi di pasar global
melalui ekspansi
ekspor serta
penguatan partisipasi
Indonesia dalam
rantai nil,ai global
Ol - Kontribusi ekspor
barang Indonesia
terhadap total ekspor
barang dunia
persen 1,11 (2023) 1,12 1,43 090 - Kementerian
Perdagangan
02 - Nilai ekspor jasa
Indonesia
miliar USD 23,10 (20221 29,93 42,24 09O - Kementerian
Perdagangan
03 - Pangsa pasar nilai
ekspor Indonesia yang
bergabung dalam rantai
nilai global
persen o,ar (2022) 0,99 I,N 090 - Kement rian
Perdagangan
04 - Nilai total pembelian
perdagangan antar
wilayah
triliun rupiah 1.62212022) 1.803 3.013 O90 - Kementerian
Perdagangan
05.05.01
I{P: Peningkatan
Keterkaitan Ekonomi
dan Rantai Nilai
Domestik,
Antardaerah, dan
dcngaE Globall
0l - Meningkatnya
nilai pembelian
perdagangan antar
wilayah per pulau
Ol - Nilai pembelian
perdagangan
antarwilayah di Pulau
Sumatera
triliun rupiah 2OS (X22) 217 267 090 - Kementerian
Perdagangan
02 - Nilai pembelian
perdagangan
antarwilayah di Pulau
Jawa
SK No 122343 C
triliun rupiah 1.059 (20221 1.158 2.W4 090 - Kementerian
Perdagangan
berkas 3, hlm. 329 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Nilai pembelian
perdagangan
antarwilayah di Pulau
Bali-Nustra
triliun rupiah 5t l2o22l 93 136 O9O - Kementerian
Perdagangan
04 - Nilai pembelian
perdagangan
antarwilayah di Pulau
Kalimantan
triliun rupiah 121 (20221 144 222 O9O - Kementerian
Perdagangan
OS - Nilai pembelian
perdagangan
antarwilayah di Pulau
Sulawesi
triliun rupiah 135 (2022) 138 237 09O - Kementerian
Perdagangan
06 - Nilai pembelian
perdagangan
antarwilayah di Pulau
Papua-Maluku
triliun rupiah 3r (2022) 55 77 090 - Kem.ot fian
Perdagangan
12,10 12,75 O9O - Kementerian
Perdagangan
02 - Meningkatnya
kontribusi
perdagangan besar
dan eceran terhadap
PDRB Provinsi pcr
pulau
Ol - Kontribusi
perdagangan besar dan
€c€ran terhadap I'DRB di
Pulau Sumatera
persen 11,63 (2022)
02 - Kontribusi
perdagangan besar dan
eceran terhadap PDRB di
Pulau Jawa
SK No 122344C
persen 12,44 eO22) 13,31 14,39 O9O - Kementerian
Perdagangan
berkas 3, hlm. 330 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Tarytcr2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Kontribusi
perdagangan besar den
eceran terhadap PDRB di
Pulau Bali-Nusra
persen 9,23 ln22l lo,06 11,16 O9O - Kementerian
Perdagangan
10,65 11,35 090 - K€oetrtcf,iafl
Perdagangan
11,98 13,61 090 - Kementerian
Perdagangan
r 1,95 13,75 090 - Kementerian
Perdagangan
1.352.500 2.158.700 090 - Kemant rian
Perdagangan
04 - Kontribusi
perdagangan besar dan
eceran terhadap PDRB di
Pulau Kalimantan
persen 10,12 l2o22l
05 - Kontribusi
perdagangan besar dan
eceran terhadap PDRB di
Pulau Sulawesi
persen to,7a po22)
06 - Kontribusi
perdagangan besar dan
eceran terhadap PDRB di
Pul,au Papua-Maluku
persen 10,63 |.2022)
03 - Meningkatnya
nilai ekspor barang
per pulau
01 - Nilai ekspor barang
di Pul,au Sumatera
miliar rupiah 1.159.400
(2022)
SK No 122345 C
02 - Nilai ekspor barang
di Pulau Jawa
miliar rupiah 1.542.700
(2022)
1.953.800 3.014.500 O9O - Kerocnterisn
Perdagangan
berkas 3, hlm. 331 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bc.seli,t'en24 Targpt2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Nilai ekspor barang
di Pulau Bali-Nusra
miliar rupiah 51.700 (2022t- ?6.200 124.700 O9O - Kementerian
Perdagangan
04 - Nilai ekspor barang
di Rrleu Kelimsnt n
miliar rupiah 961.ffi (2022) 1.127.400 1.974.300 O90 - Kementerian
Perdagangan
05 - Nilai ekspor barang
di Pul,au Sulawesi
miliar rupiah 429.700 12022) 551.400 870.900 090 - Kementerian
Perdagangan
06 - Nilai ekspor barang
di Pulau Papua-Maluku
miliar rupiah 257.700 (2022) 321.200 542.000 O9O - Ituoentef,ian
Perdagangan
o,30 o,22 090 - Kementerian
Perdagangan
0,05 0,04 09O - Kementerian
Perdagangan
o,27 o,17 O9O - Kementerian
Perdagangan
0,45 o,32 (XX) - Kementerian
Perdagangan
04 - Meningkatnya
diversifikasi ekspor
per pulau
Ol - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau Sumatera
0,42 (20221
02 - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau Jawa
q@ (2022l-
03 - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau Bali-
Nusra
o,37 (2022)
04 - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau
Kalimantan
0,60 ln22l
SK No 122346 C
05 - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau Sul,awesi
o,$ln22l 0,39 0,28 O9O - K.racnt€f,isn
Perdagangan
berkas 3, hlm. 332 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Indeks diversifikasi
ekspor di Pulau Papua-
Maluku
o,74 lx22l 0,60 0,50 O9O - Kementerian
Perdagangan
unit
(kumulatif
330.700 (2022) 482.800 799.700 09O - Kementerian
Perdagangan
2.288.300
(2022)
3.340.800 5.533.100 090 - Kementerian
Perdagangan
183.000 303.loo 090 - Kementerian
Perdagangan
192.700 319.3fi) O9O - Kementerian
Perdagangan
160. too 265.300 O9O - Kementerian
Perdagangan
06 - Jumlah usaha e.
commerce di Pulau
Papua-Maluku
05 - Meningkatnya
jumlah usaha
"- @rroflef@ w Pula:rl
0l - Jumlah usaha e-
cgnrrr€rEe di Pulau
Sumatera
02 - Jumlah usaha e-
camrn€rce di Pulau Jawa
unit
(kumulatif
03 - Jumlah usaha e-
commerce di Pulau Bali-
Nus[a
unit
(kumulatif
125.300 (20221
(N - Jumlah usaha e-
clrnm"ic" di Pulau
Kalimantan
unit
(kumulatif
132.0@ l2o22l
05 - Jumlah usaha e-
oornner@ di Pulau
Sulawesi
unit
(kumulatif
[email protected] (2022)
SK No 122347 C
unit
(kumulatif
10.100 (2022) 14.700 24.4@ O9O - Kementerian
Perdagangan
berkas 3, hlm. 333 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek. Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E aselinem24 T8trget2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Terciptanya
stabilisasi harga
komoditas pangan
pokok antarwaktu
dan antarwilayah
01 - Koefisien variasi
(coefficient of r,.ri,,tionl
harga pangan kumulatif
komoditas pangan pokok
antarwaktu dan
antarwilayah
persen - (indikator
baru)
20-25 10-15 125 - Badan Pangan
Nasional
05.05.01.001
PRO-P: Integrasi Informasi Keunggul,an Daerah serta Data Permintaan dan Penawaran setiap Daerah
05.05.01.002
PRO-P: Promosi Antardaerah untuk Mendorong Perdagangan Domestik dan Antardaerah
05.05.01.003
PRO-P: Kerjasama Antardaerah untuk Mendorong Perdagangan Domestik dan Antardaerah
05.05.01.004
PRO-P: Peningkatan Kualitas SDM Daerah untuk Mendorong Ekspor
05.05.01.005
PRO-P: Stabilisasi Harga Bahan Pangan dengan Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi Antardaerah
05.05.01.006
PRO-P: Pelatihan Ekspor dan Adaptasi Bisnis E-Commerce bagi Pelaku UMKM di Daerah
05.05.01.007
PRO-P: Pendampingan Pelaku Usaha di Daerah untuk mendorong P.f,dagangan Domestik, Antar Daerah dan Ekspor
SK No 122348 C
berkas 3, hlm. 334 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.01.008
PRO-P: Optimalisasi Pemanfaatan Sarana Perdagangan untuk Peningkatan Perdagangan Antardaerah
05.05.01.009
PRO-P: Kebijakan Perdagangan untuk Mendorong Digitalisasi Perdagangan
05.05.02
KP: Peningkatan
Ekspor Muk
Industri Berteknologi
Menengah Tinggi
Ol - Meningkatnya
pangsa el(3po( produk
bcrtclmologi
menengah dan tinSEi
di pasar global
0f - Kontribusi ekspor
produk berteknologi
menengah dan tinggi
Indonesia terhadap total
ekspor produk Indonesia
p€fll€n 22,67 QO22) 24.94 27,16 O9O - Kementerian
Perdagangan
02 - Kontribusi pangsa
Pasar ekspor Produk
berteknologi menengah
dan tinggi terhadap dunia
pcf,s€f,i 0,65 lN22l o,72 o,97 09O - Kementerian
Perdagangan
03 - Nilai ekspor barang-
barang berkategori hijau
(Environmental G.oodsl
miliar USD 8,59 ln22l t7,@ 42,76 O90 - Kementerian
Perdagangan
04 - Kontribusi ekspor
produk industri
berteknologi tinggi
persen 7,9 8,6 11,4 O19 - Kementerian
Perindustrian
05.05.02.001
PRO-P: Pengembangan Pasar Ekspor Indonesia
SK No 122349 C
berkas 3, hlm. 335 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusditv2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.02.002
PRO-P: Promosi Ekspor Produk Teknologi Menengah Tinggi
05.05.02.003
PRO-P: Fasilitasi Sertifikasi Produk dan Perlindungan HKI untuk Mendorong Ekspor Barang dan Jasa
05.05.02.004
PRO-P: Pendampingan Dalam Rangka Mendorong Perdagangan Hijau yang Berkelanjutan
05.05.02.005
PRO-P: Optimalisasi Market Intelligence untuk Produk Ekspor Barang dan Jasa
05.05.02.006
PRO-P: Pengamanan Pasar Ekspor
05.05.03
KP Peningkatan
Ekspor Produk
Industri Penyerap
Tenaga Kerja Tinggi
Of - Meningkatnya
pangsa el$por produk
penyerap tenaga kerja
tinggi
Ol - Kontribusi pangsa
pasar ekspor produk
penyerap tenaga kcf,ja
tinggi terhadap dutrira
PCrllcn 1,35 (2022) rA3 1,63 090 - Kementerian
Perdagangan
02 - Jur ah pelaku
usaha yang melakukan
ekspor
pelaku usaha
(kumulatif
20.533 (2022) 22.39 25.000 090 - Kementerian
Perdagangan
03 - Persentase usaha e-
@mi@t@ yang
melakukan ekspor
SK No 122350C
persen o,as ln22l l,06 1,41 O9O - Kementerian
Perdagangan
berkas 3, hlm. 336 OCR
REPUEUK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Ic.giatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target nX) Agenda
Transformasi
(Koordinator/
Pengampu
05.05.03.001
PRO-P. Peningkatan Kapasitas Eksportir
05.05.03.002
PRO-P: Promosi Ekspor Produk UMKM dan Produk Penyerap Tenaga Kerja Tinggi
05.05.03.003
PRO-P: Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja dan Sistem Pengupahan Produk TPT (Tekstil dan Produk Tekstil)
05.05.03.004
PRO-P: Integrasi Informasi dan Mekanisme Ekspor
05.05.03.005
PRO-P: Business Matching Untuk Mendorong Kemitraan Dalam Rantai Nilai Global
05.05.03.006
PRO-P: Fasilitasi Pembiayaan dan Asuransi Perdagangan Internasional
05.05.04
KP: Peningkatan
Ekspor Produk
Pertanian, Perikanan,
dan Industri Berbasis
SDA
Ol - Meningkatnya
pangsa ekspor produk
pertanian, pqikanan
dan industri berbasis
SDA di pasar global
0l - Nilai ekspor hasil
perikanan
miliar USD 5,63 (2023) 6,25 8,50 032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
02 - Kontribusi pangsa
pasar ekspor produk
pertanian terhadap dunia
SK No 122351C
persen 2,96 (2022) 3,24 3,95 09O - Kementerian
Perdagangan
berkas 3, hlm. 337 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehnc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Kontribusi pangsa
pasar ekspor produk
industri berbasis sumber
daya alam terhadap
dunia
persen 2,38 (2022) 2,59 3,06 O9O - Kementerian
Perdagangan
04 - Diversifikasi produk
industri berbasis SDA
yaltg diolah
0,294 (2023!- o,%6 o,269 019 - Kementerian
Perindustrian
05 - Jumlah produk
industri berbasis SDA
yang diolah yang berdaya
saing
produk 179 ln22l 20s 212 019 - Kementerian
Perindustrian
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
06 - Nilai ekspor rumput
laut
juta USD 433,72 (20231 574,00 898,00
07 - Proporsi ekspor
produk olahan rumput
laut
persen 34,31 46,5 61,3
05.05.04.001
PRO-P: Kcbijakor dan Fasilitasi Ekspor Produk Pertanian, Perikanan, dar Industri Berbasis SDA
05.05.04.002
PRO-P Promosi Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri i Berbasis SDA
SK No 122352C
berkas 3, hlm. 338 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Taryatm2' Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.04.003
PRO-P: Kerja SaDa untuk Peningkatan Ekspor Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Berbasis SDA
05.05.04.004
PRO-P: Peningkatan Fasilitas Perdagangan di Kawasan Perbatasan
05.05.05
KP: Peningkatan
Ekspor Jasa dan
Produk Kreatif
Ol - Meningkatnya
ekspor jasa dan
produk kreatif
O I - Nilai ekspor jasa
telekomunikasi,
komputer, dan informasi
miliar USD 2,37 (2022) 2,42 4,01 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
02 - Nilai ekspor jasa
bisnis lainnya
miliar USD 5,93 (20221 4,46 10,28 O9O - Kementerian
Perdagangan
03 - Nilai ekspor ekonomi
kreatif
miliar USD 23,96 (20231 26,44 32,94 148 - Kementerian
Ekonomi Kreatif/Badan
Ekonomi Kreatif
04 - Nilai perdagangan
komoditas digital
miliar USD 9,27 (2022) 10,86 14,25 09O - Kementerian
Perdagangan
05.05.05.001
PRO-P: Perluasan Aksca Informasi Pasar Potensial dan Buyer untuk Ekspor Jasa dan Produk Kreatif
05.05.05.002
PRO-P: Koordinasi Kebijakan dan Penyediaan Data Perdagangan Sektor Jasa dan Produk Kreatif yang Terintegrasi
05.05.05.003
PRO-P: Perundingan Perdagangan dan Kerjasama Perdagangan Jasa
SK No 122353 C
berkas 3, hlm. 339 OCR
Prioritas Nasiona.l/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselie2o24 Tssgetzo2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.05.004
PRO-P: Penguatan SDM dan Pendampingan Pengembangan Perdagangan Jasa
05.05.05.005
PRO-P Promosi Ekspor Jasa dan Produk Kreatif
05.05.06
KP: Peningkatan
Rantai Nilai Produk
Elektronik dar
Otomotif termasuk
Electric Vehicle (EY
0f - Meningkatnya
partisipasi sektor
elektronik Indonesia
dalam rantai nilai
regional di kawasan
Asia Timur dan Asia
Tenggara dan sektor
otomotif Indonesia
termasuk Electric
Vehicle (Ev) dalam
rantai nilai global
01 - Tingkat partisipasi
produk elektronik
Indonesia yang
bergabung dalam rantai
nilai global
pcrllttl 42,OO (2022) 49,00 57,00 019 - Kementerian
Perindustrian
02 - Tingkat partisipasi
produk otomotif
termasuk electric vehicle
(Ev) Indonesia yang
bergabung dalam rantai
nilai global
P€f,8€N 23,OO (2022) 23,00 36,00 Ol9 - Kementerian
Perindustrian
05.05.06.001
PRO-P: Sinkronisasi SM Produk Otomotif dan Elektronik Indonesia dengan Standar Internasional
05.05.06.002
PRO-P Kerja Sama untuk Penurunan Hambatan Tarif dsn Non-Tarif Produk Ekspor Indonesia
05.05.06.003
PRO-P Frroartauafl NTM yang Diterapkan Indonesia untuk Produk Otomotif dan Elektronik Indonesia
SK No 122354C
berkas 3, hlm. 340 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
AS€(lda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.06.004
PRO-P: Penyelenggaraan Forum Bisnis dan Business Matddng bagi Pelaku Ekspor Indonesia untuk Masuk dalam Rantai Pasok Global
05.05.06.005
PRO-P: Fasilitasi Pelayanan Ekspor dan Impor yang Terintegrasi
05.05.07
KP: Peningkatan
Utilisasi FTA/CEPA
untuk Mendorong
Partisipasi dalam
Rantai Nilai Global
Ol - Meningkatnya
pemanfaatan atau
utilisasi FTA/CEPA
untuk mendorong
partisipasi Indonesia
dalam rantai nilai
global
Ol - Nilai Ekspor barang
ke negara-negara yang
tergabung dalam RCEP
miliar USD 172,4 |.2023) 184,9 269,1 O9O - Kementerian
Perdagangan
02 - Nil,ai ekspor barang
ke negara-negara yang
tergabung dalam ASEAN
miliar USD 53,r (2023) 56,8 42,6 090 - Kementerian
Perdagangan
03 - Nilai ekspor barang
ke negara-negara EFTA
dalam rangka utilisasi
Indonesia-EFTA CEPA
miliar USD 2,4lm23l 3,0 4,3 O9O - Kementerian
Perdagangan
04 - Nilai ekspor barang
ke Australia dalam
rangka utilisasi IA-CEPA
miliar USD 3,2 (?o23l. 33 4,9 O9O - Kementerian
Perdagangan
05 - Nilai ekspor barang
ke Jepang dalam rangka
utilisasi UEPA
SK No 122355C
miliar USD 2O,A l2o23l 22,2 32,4 O9O - Iftfir.ntcrien
Perdagangan
berkas 3, hlm. 341 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli@m24 Targd-2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Nilai ekspor barang
ke UAE dalam rangka
utilisasi IUAE-CEPA
miliar USD 2,6 l2023l 2,4 4,1 O90 - Kementerian
Perdagangan
I t,o 16,0 O9O - Kementerian
Perdagangan
o,33 o,49 090 - Kementerian
Perdagangan
07 - Nil,ai ekspor barang
ke Korea dalam rangka
utilisasi IK-CEPA
miliar USD ro,3 (2023)
08 - Nilai ekspor barang
ke Chile dalam Rangka
utilisasi Indonesia-Chile
CEPA
miliar USD 0,31 (2023)
05.05.07.001
PRO-P: Sosialisasi darr Penyediaan Informasi Digital Terkait Aturan Perdagangan, Peluang Bisnis, dan Lainnya
05.05.07.002
PRO-P Peninjauan dan Sinkronisasi Regulasi Perdagangan dalam Negeri untuk Mengoptimalisasi Utilisasi FTA/CEPA
05.05.07.003
PRO-R Pengembangan Exporter Tools untuk Meningkatkan Kapasitas Eksportir di antaranya Informasi Pasar, Persiapan Ekspor, Strategi
Pemasaran, Logistik, Ahs$ - Manajemen Keuangan, dan Manajemen Risiko
05.05.07.004
PRO-P: Peningkatan Jumlah dan Kapasitas dari Perwakilan Perdagangan
SK No 122356 C
berkas 3, hlm. 342 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan ksehne2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.07.005
PRO-P: Peningkatan Kesepakatan dsn Proses Ratifikasi Perundingan Perdagangan
05.05.08
KP Peningkatan
Kualitas Muk,
Persaingan Usaha dan
Perlindungan
Konsumen
01 - Meningkatnya
daya saing produk
Indonesia
terstandardisasi
Ol - Persentase produk
ekspor Indonesia yang
bcr-SM
persen 3,109 (2023) 3,3 4,6 084 - Badan Standarisasi
Nasional
084 - Badan Standarisasi
Nasional
02 - Persentase produk
ber-SNI
P€rs€f,r 10 10 20
02 - Terciptanya iklim
persaingan usaha
yana sehat
Ol - Indeks Persaingan
Usaha
4,8717,OO
12022)
5,35/7,00 6,00/7,00 lO8 - Komisi Pengawas
Persaingan Us$a
03 - Meningkatnya
keberdayaan
konsumen
01 - Indeks Keberdayaan
Konsumen
53,23 (2022) 63 75 O9O - Kementerian
Perdagangan
05.05.08.001
PRO-P: Pengembangan Standar Nasional Produk dalam Rangka Pengamanan Pasar Domestik dan Pemenuhan Standar Pasar Ekspor
05.05.08.002
PRO-P: Penguatan Akreditasi, Kalibrasi, Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi
05.05.08.003
PRO-P: Percepatan Penerapan dan Pemberlakuan Secara Wajib Standar Produk dan Tata Kelola Ekosistem Standarisasi
SK No 122357 C
berkas 3, hlm. 343 OCR
F,EPUEUK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan ksdit@2o24 Tdr9et202s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05.05.08.004
PRO-P: Penciptaan ndim Persaingan Usaha yanA Sehat
05.05.08.005
PRO-P: Pemberdayaan Konsumen
05.06
PP Optimalisasi
Investasi Strategis
Negara
01 - Meningkatnya
investasi strategis
negara
01 - Jumlah nilai
investasi strategis negara
triliun rupiah - (indikator
baru)
100 400 Danantara
05.06.01
KP Pengelolaan
Portofolio dan Tujuan
Investasi Strategis
Negara
0f - Optimalisasi
portofolio investasi
strategis negara
- (indikator
baru)
6,0 8,O Danantara Ol - Return o4 Investment
(ROD
pcf,s€n
05.06.01.01
PRO-P: Portofolio
05.06.01.02
PRO-P: Tujuan Investasi
05.06.02
KP: FerfnSkatar
Investasi Strategis
Negara pada Sektor
Prioritas
0f - Meningkatnya
investasi strategis
negara pada sektor
prioritas
Ol - Jumlah int Btasi
strategis negara sektor
prioritas yang mencapai
fiiu,tlci,,l close
proyek - (indikator
baru)
2 10 Danantara
SK No 122358 C
berkas 3, hlm. 344 OCR
Prioritas Nasional/
Progra.m Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
05.06.02.01
PRO-P: kaEbangan, Energi, Pangan dan Air
05.06.02.02
PRO-P: Infrastruktur dan Perumahan
05.06.02.03
PRO-P: Teknologi, Industri Strategis, dan Kesehatan
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No 122359 C
berkas 3, hlm. 345 OCR
PRIORITAS NASIONAL 6: MEMBANGUN DARI DESA DAN DARI BAWAH UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI, PEMERATAAN EKONOMI,
DAN PEMBERANTASAN KEMISKINAN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan &.seunc2024 Ts(get2025 Tetrget202g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06
PN: Membangun dari
Desa dalt dari Bawah
untuk Pertumbuhan
Ekonomi, Pemerataan
Ekonomi, dan
Pemberantasan
Kemiskinan
0l - Mempercepat
pengurangan
kemiskinan dan
peningkatan
pemerataan
01 - Proporsi penduduk
kelas menengah
persen 17,13 17,50 20,00 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
02 - Tingkat kemiskinan persen 9,03 7,0-8,O 4,S-5,0 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
03 - Tingkat kemiskinan
eL8tret!
persen 1,47 o,5-1,0 0 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
04 - Penyandang
disabilitas yang bekerja
di sektor formal
persen 9,07 (2023) lo t2 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
02 - Meningkatnya
akses hunian layak,
terjangkau, dan
berkelanjutan
Ol - Rumah tangga
dengan akses hunian
layak, terjangkau, dan
berkelanjutan
132 - Kementerian
Koordinator Bidang
Infrastruktur dan
Pembangunan
Kewilayahan
SK No 122362C
persen 65,25 67,00 74,OO
berkas 3, hlm. 346 OCR
PR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseliv2o24 Targc12025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Mewujudkan
pembangunan
kemandirian
perdesaan dari bawah
sebagai sumber
pertumbuhan
ekonomi yang
berkelanjutan
Ol - Pcf,scntasc desa
mandiri
pcf,s€n 22,4s 23,29 25,79 151 - Kementerian Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
132 - Kementerian
Koordinator Bidang
Infrastruktur dan
Pembangunan
Kewil,ayahan
04 - Perkotaan
sebagai pusat
pertumbuhan
ekonotni
Ol - Proporsi PDRB
Perkotaan terhadap PDB
Nasional
persen 56,56 l2o22l 57,29 59,25
06.01
PP: Sistcr! Pendataan
Sosial Ekonomi
Terintegrasi
Ol - TcGcdiaflya data
dalam satu sistem
yang efisien, tepat,
dan efektif untuk
mendukung
perencanaan,
pco8Erggaran dan
pelaksanaan program
PcobanguDaa
0l - Persentase data
sosial ekonomi keluarga
Indonesia yang
termutakhir dan terpilah
secara berkala
persen 30 40 80 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
SK No 122363 C
berkas 3, hlm. 347 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.01.01
I(P Tata Kelola
Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi
Ol - Terbangunnya
sistem
interoperabilitas data
antar Kementerian/
L€tnbaga
Ol - Persentase K/L yanA
abtcrr datanya
t€f,hubung dengan sistem
Regso3e*
persen 7 40 lOO 01 - Transformasi
Sosial
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
06.01.01.001
PRO-P: Pengelolaan Sistem Data
06.01.01.002
PRO-P Monitoring dan Pemutakhiran Data
06.01.01.003
PRO-P. Pengelolaan Data darl Regulasi
06.01.01.004
PRO-P Integrasi Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsos€k) dengan Data Administrasi Kependudukan dan Statistik Hayati
06.01.02
KP: Pemanfaatan
Sistem Registrasi
Sosial Ekonomi
Ol - Terselenggaranya
pemanfaatan data
yang optimal untuk
mendukung
perencanaan
pembangunan
nasional
Ol - Persentase
Krrlentcdan/I€Ebaga
yang memanfaatkan data
Reg8os€k melalui
SEPAKAT
l0O 01 - Trandormasi
Sosial
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
persen 30 60
02 - Persentase
p€oerfurtah daerah yang
memanfaatkan data
Regs6€k melalui
SEPAKAT
SK No 122364 C
pefaclr 30 60 loo 055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
berkas 3, hlm. 348 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.01.02.01
PRO-P: Pemanfaatan Data Sektoral
06.01.02.02
PRO-P: Penataan Sumber Daya Manusia
06.01.02.03
PRO-P: Integrasi dan Pemutakhiran Data Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati
06.02
PP: Perlindungan
Sosial Adaptif dan
Inklusif
Ol - Terwujudnya
integrasi bantuan
sosial dan jaminan
sosial yang inklusif
dan adaptif dalam
menghadapi bencana
alam, bencana sosial,
serta dampak
perubahan iklim
Ol - Persentase keluarga
miskin dan rentan yang
menerima bantuan sosial
dan jaminan sosial
persen 64,75 (2023) 6A a5 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
MaE|s akat
134 - Kem€nt€r'ial
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
027 - Kementerian Sosial
02 - Cakupan
kepesertaan jaminan
sosial ketenagakerjaan
persen 29,77
(S€rlestcr l)
32,15 43,92
03 - Jumlah keluarga
miskin penerima
perlindungan sosial yang
tergraduasi dari
kemiskinan
jiwa/tahun - (indikator
baru)
1,5 juta 1,5 juta
SK No 122365 C
berkas 3, hlm. 349 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselituc2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.02.01
KP: Penyaluran
Bantuan Sosial
Adaptif dan Subsidi
Tepat Sasaran melalui
Kartu Kesejahteraan
01 - Meningkatnya
kualitas penyaluran
bantuan sosial yang
adaptif tEhadap
berbagai kondisi
0l - Persentase keluarga
miskin dan rentan yang
menerima bantuan sosial
non-tunai
pcf,scfi 60 (2023) 65 80 027 - Kementerian Sosial
027 - Kementerian Sosial
027 - Kementerian Sosial
02 - Persentase korban
bencana yang mendapat
bantuan sosial
kebencanaan
persen Tln8l 8 25
03 - Jumlah keluarga
penerima kartu
kesejahteraan yang
tergraduasi sejahtera
jiwa/tahun tO ribu 4OO ribu 1,5 juta
06.02.01.01
PRO-Pi Bantuan Keluarga, Pendidikan dan Kesehatan
06.02.01.02
PRO-P: Bantuan Energi dar Pangan
06.02.01.03
PRO-P: Layanan Sosial dan Bantuan Kebencanaan
SK No 122366 C
berkas 3, hlm. 350 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 20,29
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.02.02
KP: Reformasi Sistcsr
Jaminan Sosial
Nasional
Ol - Terlaksananya
reformasi Jaminan
Sosial
Ketenagakerjaan
dalam Sistem
Jaminan Sosial
Nasional
Ol - Persentase cakupan
kepesertaan Pekerja
Bukan Penerima Upah
(PBPU) Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan Nasional
29,02 Ol - Transformasi
Sosial
026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
persen 10,63
(Semester I)
14,01
02 - Persentase cakupan
kepesertaan Pekerja
Penerima Upah (PPU)
Jaminan Sosial
Ketenagakerjaan Nasional
persen 52,39
(Semester I)
54,18 62,14 026 - Kementerian
Ketenagakerjaan
03 - Jumlah kebijakan
peningkatan kualitas
program da,t manfaat
Jaminan Sosial secara
inklusif
rekomendasi
kebijakan
3 (20.23l. 4 3 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
06.02.02.01
PRO-P Perluasan Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Nasional secara inklusif
06.02.02.02
PRO-P: Penguatan Program dan Kelembagaan Jaminan Sosial Nasional
SK No 122367 C
berkas 3, hlm. 351 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basehnc2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.02.03
KP: Pengembangan
Ekonomi Perawatan
(Care Economy)
Ol - Meluasnya
pcobcrian layanan
keperawatan
01 - Persentase lembaga
kesejahteraan sosial yatrg
terakreditasi
45 Ol - TransforEasi
Sosial
027 - Kementerian Sosial
027 - Kementerian Sosial
persen 25 2A
02 - Persentase tenaga
SDM kesejahteraan
sosial/pendamping
perawatan yang
tersertifikasi
persen 37 40 55
06.02.03.01
PRO-P: Penyediaan layanan pengasuhan bagi anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lain
06.02.03.02
PRO-P: Penguatan kapasitas perawatan masyarakat
06.03
PP Peningkatan
Akses Lapangan Kerja
dan Penumbuhan
Usaha Berkelanjutan
den Inovatif
01 - Terciptanya
lapangan kerja dari
peningkatan
wirausaha yang
inovatif dan
berkelanjutan
Ol - Persentase
penduduk berusaha atau
bekerja sebagai
buruh/karyawan
persen 73,4 74,l 76 134 - Kement rirn
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
02 - Perc€fltasc penerima
reforma agraria yang
EcrdnSkat
keejahteraannya
persen 4,96 14,98 53,89 Offi - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
SK No 122368 C
berkas 3, hlm. 352 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirezo24 T6f,gct 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.03.01
KP: Peningkatan Daya
Saing melalui Kartu
Usaha Produktif
Ol - Terwujudnya
penguatan ekonomi
yang berdaya saing
bagi masyarakat
menuju kelas
menengah dan kel,as
ECf,rCogah
01 - Proporsi pelaku
usah.a dengan usaha
berbadan hukum atau
memiliki catatan
pembukuan lengkap
4,5 6,3 02 - Transformasi
Ekonomi
150 - Kementerian Usaha
Mikro, Kecil, dan
Menengah
persen 3,9 (20231
06.03.01.01
PRO-P: Penatakelolaan Kartu Usaha
06.03.01.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas dan Daya Saing
06.03.02
KP: Peningkatan
Kemandirian melalui
Kartu Usaha Afirmatif
01 - Meningkatnya
kesejahteraan
penerima Kartu
Usaha Afirmatif
Ol - Jumlah penerima
manfaat lGrtu Usaha
Afirmatif yang berusaha
atau bekerja sebagai
buruh/karyawan
jiwa/tahun - (i[dik tor
baru)
r.ooo.ooo 3.OOO.OOO 027 - Kementerian Sosial
06.03.02.01
PRO-P: Penguatan Kapasitas Kerja
06.03.02.02
PRO-P: Penguatan Kewirausahaan Afirmatif
SK No 122369 C
berkas 3, hlm. 353 OCR
-3s3-
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Baseli@2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.03.03
KP: Reforma Agraria
Ol - Terlaksananya
reforma agraria untuk
mengurangi
ketimpangan
pemilikan dan
penguasaan tanah,
serta meningkatkan
kemandirian
masyarakat peneriEa
Tanah Obyek Reforma
Agraria
01 - Persentase rumah
tangga miskin yang
memiliki aset [.ha[
persen 46,16 47,16 50,66 056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
02 - Persentase
petani/nelayan penerima
Reforma Agraria
persen 46,64 47,64 51,14 056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
03 - Penurunan indeks
gini ketimpangan
pemilikan tanah untuk
petani/nelayan
0,0057 0,002 o,0227 056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
06.03.03.01
PRO-P: Pelaksanaan Penataan Aset RcfGEa Agraria
06.03.03.02
PRO-R Pelaksanaan Penataan Akses (Pemberdayaan Masyarakat) Reforma Agraria
06.04
PP: Pembangunan
Perkotaan
Berkelanjutan
Of - Meningkatnya
peran Wilayah
Metropolitan sebagai
pusat pertumbuhan
ekonomi yang inklusif
dsn berkelanjutan
0l - Proporsi kontribusi
PDRB Wilayah
Metropolitan terhadap
Nasional
P€f,S€fi 44,13 (2022!, 44,35 45,60 145 - Kementerian
Pekerjaan UDum
02 - Skc Indeks Kota
Berkelanjutan (IKB)
rerata Wil,ayah
Metropolitan
SK No 122370C
44,61 12023) 44,81 45,61 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
berkas 3, hlm. 354 OCR
PR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koycL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BaseHne2024 TarEct2O2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Meningkatnya
peran perkotaan Nur-
Wilayah Metropolitan
sebagai pusat
pertumbuhan
elonotni Jrang inklusif
dan bcrkdanjutafl
01 - Proporsi kontribusi
PDRB Perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan
terhadap PDB Nasional
persen 6,97 lN22l 7,47 8,13 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Sl(or Indeks Kota
Berkelanjutan (IKB)
rerata perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan
4436 QO23l 48,66 49,46 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
06.04.01
KP: Pembangunan
Wilayah Metropolitan
Of - Meningkatnya
Peran Wilayah
Metropolitan KBI
sebagai Pusat
Pertumbuhan
Ekonomi yang
Inklusif dan
Berkelanjutan
0l - Proporsi kontribusi
PDRB Wilayah
Metropolitan KBI
terhadap I,DB Nasional
persen 40,75 l2o22l 42,09 02 - Transformasi
Ekonomi
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
40,93
02 - Skor IndcLe Kota
B€ri<clafljutan (IKB)
rcf,ata Wilayah
Metropolitan KBI
4s,a6 QO23l 46,16 47,36 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Meningkatnya
F.f,sn Wilayah
Metropolitan l(Tl
sebagai Pusat
Pertumbuhan
Ekonomi yang
Inklusif dan
Berkelanjutan
Ol - Proporsi kontribusi
PDRB Wilayah
Metropolitan mI
terhadap PDB Nasional
pers€lr 3,38 (2022) 3,42 3,52 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Skor Indeks Kota
Berkelanjutan (IKB)
rerata wilayah
Metropolitan KTI
SK No 122371C
42,74 12023) 43,04 44,24 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
(
berkas 3, hlm. 355 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proj'cL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselie2o24 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.04.01.01
PRO-P: Peningkatan Kualitas Wilayah Metropolitan Medan
06.04.01.02
PRO-P: Pengembangan Wilayah Metropolitan Palembang
06.04.01.03
PRO-P: Fesrantspan Wilayah Metropolitan Jakarta
06.04.01.04
PRO-P. Pemantapan Wilayah Metropolitan Bandung
06.04.01.05
PRO-P Peningkatan Kualitas Wilayah Metropolitan Semarang
06.04.01.06
PRO-P: Peningkatan Kualitas Wilayah Metropolitan Surabaya
06.04.01.07
PRO-P: Peningkatan Kualitas Wilayah Metropolitan Denpasar
06.04.01.08
PRO-P: Pengembangan Wilayah Metropolitan Banjarmasin
06.04.ol.09
PRO-P: Peningkatan Kualitas Wilayah Metropolitan Makassar
SK No 122372 C
berkas 3, hlm. 356 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.04.01.10
PRO-R Pengembangan Wilayah Metropolitan Manado
06.04.02
KP: Pembangunan
Perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan
01 - Meningkatnya
pcfan perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan
KBI sebagai pusat
pertumbuhan
ckon@i yara inklusif
dan berkelanjutan
Ol - Proporsi kontribusi
PDRB Perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan KBI
terhadap PDB Nasional
4,01 02 - TrandorEasi
Ekonomi
145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
persen 3,43 (2022) 3,89
02 - Skor Indeks Kota
Berkelanjutan (IKB)
rerata perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan KBI
49,41 QO23l 50,11 51,31 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - Meningkatnya
p.ran perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan
KTI sebagai pusat
pertumbuhan
ekon@d yang inklusif
dal! berkelanjutan
0l - Proporsi kontribusi
PDRB Perkotaan Noo-
Wilayah Metropolitan I(TI
terhadap PDB Nasional
p€f,s€rr 3,15 (2022) 3,57 4,12 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
02 - S[<or krdd.s Kota
Berkelanjutan (IKB)
rerata perkotaan Non-
Wilayah Metropolitan KTI
47,20 (2023) 47,5 48,7 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
06.04.02.01
PRO-P: Penyiapan Perkotaan yang Berpotensi Menjadi Wilayah Metropolitan
SK No 122313 C
berkas 3, hlm. 357 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli.e2oz4 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.04.02.02
PRO-P: Pembangunan Kawasan Perkotaan Besar
06.04.02.03
PRO-P: Pembangunan Kawasan Perkotaan Sedang
06.04.02.04
PRO-P: Pembangunan Kawasan Perkotaan Kecil
06.05
PP Pembangunan lbu
Kota Nusantara
0l - Mengembangkan
kota berlclanjutan di
dunia
01 - Indeks Kota
Berkelanjutan lbu Kota
Nusantara
47,79 48,29 50,29 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
02 - Menggerakkan
elon@ri Indonesia di
mara depan
Ol - Laju pertumbuhan
PDRB Pulau Kalimantan
p€f,s€fi 5,4 5,8 4,2 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
03 - Mewujudkan
simbol identitas
nasional
Ol - Indeks
Pembangunan
Masyarakat lbu Kota
Nusantara
61,35 62,45 68,85 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
SK No t22314C
berkas 3, hlm. 358 OCR
I
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselitezo24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.05.ol
KP: Perencanaan daD
Pembangunan
Kawasan, serta
Pemindahan ke lbu
Kota Nusantara
01 - Terbangunnya
Kawasan Inti Pusat
Pemerintahan lbu
Kota Nusantara dan
sekitarnya
Ol - Luas area Kawasan
Inti Pusat Pemerintahan
Ibu Kota Nusantara dan
sekitarnya yang
terbangun
ha 715,32 800-850 1.750-2.200 02 - Transformasi
Ekonomi
126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
02 - Persentase
pembangunan
gedung/perkantoran di
Ibu Kota Nusantara
p€rll€n - (indikator
baru)
20 100 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
03 - Persentase
pembangunan
hunian/rumah tangga
yang layak, terjangkau,
dan berkelanjutan di Ibu
Kota Nusantara
persen - (indikator
baru)
50 90 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
04 - Cakupan
ketersediaan sarana
prasarana dasar kawasan
Ibu Kota Nusantara
persen 23 50 80 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
SK No 122375C
05 - Indeks Aksesibilitas
dan Konektivitas
Kawasan Ibu Kota
Nusantara
0,65 o,74 0,87 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
berkas 3, hlm. 359 OCR
REPUBLTK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 T8trgtct 2025 T8Eglet 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Terselenggaranya
pemindahan dan
penyelenggaraan
pemerintahan di lbu
Kota Nusantara
06 - Jumlah pemindahan
dan/atau penugasan ASN
kc lbu Kota Nusantara
r.70(H.loo 4.500-9.500 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
orang - (indikator
baru)
07 - Cakupan layanan
kota c€f,da! kawasan Ibu
Kota Nusantara
persen - (indikator
baru)
25 a2 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
06.05.01.01
PRO-P: Perencanaan dan Penataan Ruang Kawasan Inti Ibu Kota Nusantara dan Sekitarnya
06.05.01.02
PRO-P: Pembangunan Gedung/Perkantoran di lbu Kota Nusantara
06.05.01.03
PRO-P: Pembangunan Hunian/Rumah Tangga Layak, Terjangkau, dan Berkelanjutan di lbu Ituta Nusantara
06.05.01.04
PRO-Pi Pembangunan Sarana Prasarana Pendukung lbu Kota Nusantara
06.05.01.05
PRO-P: Pembangunan Aksesibilitas dan Konektivitas Ibu Kota Nusantara
06.05.01.06
PRO-P Pemindahan ASN/Hankam ke lbu ltuta Nusantara
06.05.01.07
PRO-P Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Cerdas lbu Kota Nusantara
SK No 122376 C
berkas 3, hlm. 360 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseirc2o24 TsEEdzo2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.05.02
KP: Pembangunan
Sosial, Superhub
Ekonomi, dan
Pengelolaan
Lingkungan lbu Kota
Nusantara
Ol - Terwujudnya
p gc@bangan
superhub ekonomi lbu
Kota Nusantara dan
wil,ayah sekitar
Ol - Proporsi jumlah
usaha kecil dan
menengah di Ibu Kota
Nusantara
persen 1,58 1,88 3,OO 126 - Otorita Ibu Ituta
Nusantara
02 - Realisasi nilai
investasi sektor swasta di
Ibu Kota Nusantara
triliun
rupiah
58,41 60 100 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
03 - Rencana klaster
superhub ekonomi IKN
yang disiapkan
klaster 3 I 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
02 - Terwujudnya
pembangunan sosial
dan sumberdaya
manusia di Ibu Kota
Nusantara
0l - Persentase
masyarakat sejahtera
P€r3€II 8,91 9,50 11,50 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
02 - Persentase
pelayanan kesehatan
yang memenuhi standar
di lbu Kota Nusantara
persen 55 63 87 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
03 - Persentase satuan
pendidikan yang
memenuhi SNP (standar
nasional pendidikan) di
Ibu Kota Nusantara
persen 65 70 a2 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
SK No 122377 C
I
berkas 3, hlm. 361 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Basel,}[e2024 Target 2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Terwujudnya
perlindungan dan
pengelolaan
lingkungan hidup di
Ibu lfuta Nusantara
01 - Pcrsetrtas€
pengelolaan kawasan
lindung lbu Kota
Nusantara
persen t7 l8 22 126 - Otorita Ibu Kota
Nusantara
70,72 71,22 74,44 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
03 - Indeks Risiko
Bencana lbu Kota
Nusantara
104,00 loo,80 83,10 126 - Otorita lbu Kota
Nusantara
50 550 126 - Otorita It u Kota
Nusantara
02 - Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup lbu
Kota Nusantara
04 - Luas lahan
pertanian yang
ditetapkan sebagai
kawasan pertanian
berkelanjutan
ha - (indikator
baru)
06.05.02.01
PRO-P Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di lbu Kota Nusantara
06.05.02.02
PRO-P: Peningkatan Investasi di lbu Kota Nusantara
06.05.02.03
PRO-P: Pengembangan Superhub Ekonomi lbu Kota Nusantara dan Wilayah Sekitar
SK No 122378C
berkas 3, hlm. 362 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseline2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.05.02.04
PRO-P: Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Ibu Kota Nusantara
06.05.02.05
PRO-P: Pembangunan Kesehatan di Ibu Kota Nusantara
06.05.02.06
PRO-P: Pembangunan Pendidikan di Ibu Kota Nusantara
06.05.02.07
PRO-P: Penyelenggaraan Kawasan Lindung dan Kehutanan Ibu lfuta Nusantara
06.05.02.08
PRO-P: Pengelolaan lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Ibu Kota Nusantara
06.05.02.09
PRO-P: Pengembangan Kawasan Pertanian Berkelanjutan lbu Kota Nusantara
06.06
PP Percepatan
Penyediaan
Perumahan dan
Permukiman
Ol - Meningkatkan
aks€s rumah tangga
terhadap hunian yang
layak, terjangkau,
dan berkelanjutan
Ol - Jumlah rumah
tangga dengan akses
hunian layak, terjangkau,
dan berkelanjutan yatrg
difasilitasi
360.112 3.000.000 146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
unit/tahun 769.078
SK No 122379 C
berkas 3, hlm. 363 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Bo.selinc2o24 Targct2o2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.06.01
KPi Fasilitasi
Penyediaan
Perumahan
Terintegrasi dengan
PSU
0f - Meningkatnya
penyediaan hunian
baru atau
peningkatan kuafitag
yang terintegrasi
dengan PSU
02 - Jumlah unit rumah
yang ditingkatkan
kualitasnya
Ol - Jumlah unit rumah
baru yang terbangun
unit/tahun 4.311 365 30.700 1,+6 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
unit/tahun 150.202 34.289 250.000
03 - Jumlah unit rumah
yang dilengkapi dengan
prasarana, sarana dafl
utilitas
unit/tahun 43.008 10.500 15.000
06.06.ol.ol
PRO-P Fasilitasi Pembangunan Rumah Baru
06.06.01.02
PRO-P: Feng€ lbangan Perumahan dan Permukiman
06.06.01.03
PRO-P: Fasilitasi Peningkatan Kualitas Rumah
06.06.01.04
PRO-P: Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Minum, Air Limbah Domestik, dan Persampahan pada Perumahan Tapak
SK No 122380 C
berkas 3, hlm. 364 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselirc2o24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.06.02
KP: Pengembangan
Perumahan Publik
Vertikal yang Terpadu
01 - Meningkatnya
perumahan publik
vertikal yang
disediakan secara
terpadu
01 - Jumlah penyediaan
unit hunian vertikal yang
terpadu (milik dan sewa)
02 - Jumlah unit rumah
yang dilengkapi dengan
prasarana, sarana dan
utilitas hunian vertikal
unit/tahun - (indikator
baru)
146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
unit/tahun 1.320 1.258 5.400
o 5.000
06.06.02.01
PRO-P: Penyediaan Hunian Publik Vertikal Milik
06.06.02.02
PRO-P: Penyediaan Hunian Publik Vertikal Se|lea
06.06.02.03
PRO-P: Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Minum, Air Limbah Domestik, dan Persampahan di Hunian Publik Vertikal
06.06.03
KP Pengembangan
Fasilitasi Pembiayaan
Perumahan
Ol - Meningkatnya
pelaksanaan bantuan
kemudahan dan
fasilitasi pembiayaan
perumahan
Ol - Jumlah rumah
tangga yang menerima
fasilitas pembiayaan
perumahan atau bantuan
subsidi/kemudahan
perumahan
rumah
tarryga/ tahun
570.237 324.200 419.300 146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
06.06.03.01
PRO-Pi Pengembangan Kebijakan Pembiayaan Perumahan
SK No 122381C
berkas 3, hlm. 365 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan kseh@ 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.06.03.02
PRo-P: Fasilitasi dan Penyaluran Subsidi/ Bantuan Pembiayaan Perumahan
06.06.03.03
PRO-P: Fasilitasi Kerjasama Pembiayaan Perumahan dengan Berbagai Instansi
06.06.03.04
PRO-P: Penyiapan Proyek Kerjasama dan Investasi FcruEahan
06.06.04
KP: Penguatan
Ekosistem
Perumahan
Ol - Terciptanya
ekosistem perumahan
yatrg mendukung
tcf3cdianya hunian
yang l,ayok,
terjangkau, dan
berkelanjutan
Ol - Jumlah
kabupaten/kota yang
mengimplementasikan
pemenuhan standar
keandalan bangunan
kab/kota 514 514 514 145 - Kementerian
Pekerjaan UEUE
02 - Terciptanya
peningkatan tqta l@lola
hunian publik, privat dan
perlindungan konsumen
rekomendasi
kebijakan
1 I I 146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
06.06.04.ol
PRO-P: Implementasi Standar Keandalan Bangunan
06.06.04.02
PRO-P: Peningkatan Peran dan Kapasitas Pelaku Pembangunan Perumahan
06.06.04.03
PRO-P: Perlindungan Konsumen Perumahan
SK No 122382C
berkas 3, hlm. 366 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusehe 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.06.04.04
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Hunian Publik
06.06.04.05
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Hunian Privat
06.06.05
KP: Peremajaan dan
Penanganan
Permukiman Kumuh
yang Terpadu
0f - Meningkatnya
permukiman kumuh
yang ditangani secara
terpadu
01 - Luasan hektar
permukiman kumuh
yang ditangani secara
terpadu
ha/tahun 198,98 196 2@ 146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
06.06.05.01
PRO-P: PerraEganarr Permukiman Kumuh Terpadu Skala Kota
06.06.05.02
PRO-P: Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu $<ala l(au,asan
06.07
PR Fellingkatdl
Kemandirian
Perdesaan yang
Berkelanjutan
Ol - Mewujudkan
pembangunan
kemandirian
Perdesaan s€bqgoi
sumber pertumbuhan
ekonomi yang
berkelanjutan
0l - Persentase desa
mandiri KTI dan KBI
Kn:7,42
KBI: 15,42
KTI: 7 ,74
KBI: 15,55
pcfacn KTI: 8,29
KBI: 17,50
151 - Kementerian Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
SK No 122383 C
berkas 3, hlm. 367 OCR
.,(
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tusetute2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.07.01
KP Pemenuhan
Layanan Dasar dan
Infrastruktur Desa
Ol - Meningkatkan
pemenuhan
kebutuhan terhadap
layanan dasar sera
infrastruktur desa
Ol - Rumah tangga
perdesaan d€dgan aksca
air minum arDan
persen 18,9 (2023) 22 30 145 - Kementerian
Pekerjaan Umum
145 - Kementerian
Pekerjaan Utnum
151 - Kementerian Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
02 - Rumah tangga
perdesaan dengan akses
sanitasi aman
pcr8cll 4,77 6 t2
03 - Persentase desa yang
mendapatkan layanan
kesehatan
persen 25,99 26,12 26,65
04 - Persentase desa yang
memiliki lO() rumah
layak huni
persen 24,62 24,41 25,61 146 - Kementerian
Perumahan dan Kawasan
Permukiman
06.07.01.01
PRO-R Penguatan Pembangunan Layanan Dasar Kesehatan Desa
06.07.01.02
PRO-P: Peningkatan Utilitas Dasar Desa
06.07.01.03
PRO-P: Peningkatan Konektivitas Desa
SK No 122384 C
berkas 3, hlm. 368 OCR
PRESIOEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselinc2o24 T8EEa12O25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.07.02
KP Transformasi
Ekonomi t kal,
Ketahanan Sosial dar
Pelestarian
Lingkungan Desa
01 - Meningkatkan
daya saing dan
produktivitas ekonomi
perdesaan melalui
transformasi aktivitas
dan pemberdayaan
ekoD6ri desa
01 - Persentase bagi hasil
BUMDes terhadap PADes
persen 3,97 4,02 4,22 151 - Kementerian Desa
dar Pembangunan
Daerah Tertinggal
151 - Ke eDterian Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
151 - Kcralrrtcfiatl Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
02 - Mengembangkan
kawasan perdesaan
sebagai embrio pusat
pertumbuhan lokal
01 - Jumlah Kawasan
Perdesaan Prioritas (KPP)
dengan status berdaya
saing
kawasan 3 4 8
03 - Menguatkan
ketahanan
masyarakat desa
terhadap kondisi
sosial masyarakat dan
pelestarian
lingkungan desa
01 - Persentase desa
berketahanan iklim
persen 33,73 34,73 38,73
06.07.02.01
PRO-P: Transformasi Ekonomi Lokal Desa
06.07.02.02
PRO-P: Transformasi Ketahanan Sosial Desa
SK No 122385C
berkas 3, hlm. 369 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli.e2g24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.07.02.03
PRO-P: Transformasi Pelestarian Lingkungan Desa
06.07.02.04
PRO-P: Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan
06.07.03
KP Penguatan Tata
Kelola dan
Pemberdayaan Desa
Adaptif
Of - Meningkatkan
kapasitas tata kelola
pemerintah dan
pemberdayaan
pembangunan desa
secara adaptif
0l - Persentase desa yang
menerapkan layanan
berbasis digital
persen 74 (2022) 76 a4 151 - Kementerian Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
O1O - IGE€oterian Dalam
Negeri
02 - Jumlah desa yang
menginisiasi kerja sama
desa
desa - (indikator
baru)
90 800
03 - Jumlah desa yang
menerapkan administrasi
dan pengelolaan
keuangan desa berbasis
digital
desa - (indikator
baru)
15{) r.660 OIO - Kementerian Dalan
Negeri
06.07.03.01
PRO-P: Penguatan Pengelolaan Keuangan Desa
06.07.03.02
PRO-P: Penguatan Kelembagaan Desa
SK No 122386 C
berkas 3, hlm. 370 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran [Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.07.03.03
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Data Desa
06.07.04
KP: Pembangunan
Daerah Tertinggal
Of - Meningkatnya
kesejahteraan
masyarakat pada
daerah tertinggal
Ol - Persentase daerah
tertinggal dan sangat
tertinggal yang meningkat
statusnya menjadi daerah
berkembang dan/atau
maju
persen - (indikator
bEu)
16,67 56,67 151 - Kement rien Desa
dan Pembangunan
Daerah Tertinggal
06.07.04.01
PRO-P: Peningkatan Layanan Dasar Pendidikan dan Kesehatan di Daerah Tertinggal
06.07 .o4.o2
PRO-P: Pengembangan Komoditas Unggulan di Daerah Tertinggal
06.07.04.03
PRO-P: Peningkatan Konektivitas di Daerah Tertinggal
06.07.04.04
PRO-P: Pembangunan Infrastruktur Dasa di Daerah Tertinggal
06.07.04.05
PRO-E Pengembangan Pariwisata Rintisan di Daerah Tertinggal
06.07.04.06
PRO-P: Pengelolaan Risiko Bencana yang Efisien dan Tepat Guna di Daerah Tertinggal
SK No 122387 C
berkas 3, hlm. 371 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselif,@ 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.07.M.O7
PRO-P: Pembangunan Berketahanan ldin di Daerah TqtiDgSal
06.07.05
KP: Transformasi
Pembangunan
Kawasan Perbatasan
0l - Menjadi bcf,anda
terdepan negara
dengan meningkatkan
integrasi dsn
kerjasama antar
negara maupun antar
wilayah
0l - Pcrc€ntasc desa
tertinggal dan sangat
tertinggal di 2O4
kecamatan perbatasan
prioritas
perc€n 21,46 19,87 13,54 lll - Badan Nasional
Pengelola Perbatasan
02 - Persentase desa
maju dsn mandiri di 22
Pusat Pertumbuhan
Kawasan Perbatasan
persen 44,38 45,56 44,47 111- Badan Nasional
Pengelola Perbatasan
03 - Rata-rata Indeks
Pengelolaan Kawasan
Perbatasan di 22 Pusat
Pertumbuhan Kawasan
Perbatasan
o,52 0,56 o,72 ll1- Badan Nasional
Pengelola Perbatasan
04 - Rata-rata Indeks
Pengelolaan Kawasan
Perbatasan di 204
kecamatan perbatasan
prioritas
o,@ 0,68 0,82 lll - Badan Nasional
Pengelola Perbatasan
SK No 122388 C
berkas 3, hlm. 372 OCR
FR,ESIDEN
REPUEUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseh@ 2024 Target 2025 Target 20,29
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
06.07.05.01
PRO-P: Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan
06.07.05.02
PRO-P. Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Perbatasan
06.07.05.03
PRO-P: Penataan Ruang dan Penanggulangan Bencana di Kawasan Perbatasan
06.07.05.04
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Pemerintahan di Kawasan Perbatasan
06.07.06
KP: Transformasi
Pengembangan
Kawasan
Transmigrasi
Ol - Mewujudkan
transformasi kawasan
transmigrasi menjadi
pusat pertumbuhan
lokal
Ol - Persentase desa
maju dan desa mandiri di
45 Kawasan Transmigrasi
persen 52,88 55,49 65,93 152 - Kementerian
Transmigrasi
02 - Nilai rata-rata Indeks
Transformasi 45 Kawasan
Transmigrasi
oA2s o,450 0,550 152 - Kementerian
Transmigrasi
03 - Persentase
peningkatan pendapatan
perkapita masyarakat di
45 Kawasan Transmigrasi
SK No 122389 C
persen 0,90 1,10 2,OO 152 - Kementerian
Transmigrasi
berkas 3, hlm. 373 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo,seline2o24 T9rget202s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
04 - Persentase
dukungan kegiatan
Kementerian /Lembaga/
Pemerintah Daerah/
Masyarakat/Badan
Usaha yang dilaksanakan
di 45 Kawasan
Trans grasi
persen 37,5 40 55 152 - Kementerian
Transmigrasi
06.07.06.01
PRO-P: Pembangunan Infrastruktur Permukiman dan Aksesibilitas Logistik
06.07.06.02
PRO-P Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi
06.07.06.03
PRO-P: Redistribusi Aset (Tanah) Transmigrasi
06.07.06.04
PRO-P: Penataan Persebaran Penduduk dan Penyediaan Tenaga Terampil
06.07.07
KP Tata Kelola
Pendampingan/Penyu
luhan
Ol - MerdnSkahya
kapasitas
pendamping
pembangunan
Ol - Juu ah
Kementerian/Lembaga
yang menerapkan SKKNI
dalan peningkatan
kapasitas pendamping
pembangunan
kementerian /
lembaga
7 4 4 134 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pemberdayaan
Masyarakat
SK No 122390C
berkas 3, hlm. 374 OCR
REPUBLIK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
hoycL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target mm Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06.07.07.ol
PRO-P: Pendamping P€rrbangunsn Lingkup Keluarga Berencana
06.07.07.02
PRO-P: Pendamping Pembangunan Lingkup Pertanian
06.07.07.03
PRO-P: Pendamping Pembangunan Lingkup lGhutafl an
06.07.07.04
PRO-P: Pendamping Pembangunan Lingkup Sosial
06.07.07.05
PRO-P: Pendamping Pembangunan Lingkup Kesehatan
06.07.07.06
PRO-P: Pendamping Pembangunan Lingkup K€x
'irausahaan
06.07.07.07
PRO-P: Pendamping Pembangunan Lingkup Perikanan
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No l2239l0
berkas 3, hlm. 375 OCR
PRIORITAS NASIONAL 7: MEMPERKUAT REFORMASI POLITIK, HUKUM, DAN BIROKRASI, SERTA MEMPERKUAT PENCEGAHAN
DAN PEMBERANTASAN KORUPSI, NARKOBA, JUDI, DAN PENYELUNDUPAN
Prioritas Nasional/
hoEraln Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ehseline2gz4 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07
PN: Memperkuat
Reformasi Politik,
Hukum, dan
Birokrasi, serta
Memperkuat
Pencegahan dan
Pemberantasan
I6mpsi, Narkoba,
Judi, dan
PcnyeluDdupan
0l - Terwujudnya
supremasi hukum
yang transparan, adil,
dan tidak memihak
serta sistem politik
yang fungsional
Ol - Indeks
Pembangunan Hukum
0,68 (2023) 0,69 0,73 130 - Kementerian
Koordinator Bidang
Hukum, Hak Asasi
Manusia, Imigrasi dan
Pemasyarakatan
O93 - Komisi
Peob€f, antas€rr Korupsi
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
02 - Indeks Pcf,s@si
Korupsi
34 (2023t- 38 43,7
03 - Indeks Integritas
Paltai Politik
62,83 63,00-64,99 71,00-72,99
02 - Terwujudnya
birokrasi
pemerintahan yang
adaptif dan melayani
Ol - Indeks Reformasi
Birokrasi Nasional
69,94 71,38 77,26
02 - Indeks Pelayanan
dan Pelindungan WNI di
Luar Negeri
SK No 122392 C
93 93,5 95,5 Oll - Kementerian Luar
Negeri
berkas 3, hlm. 376 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
SaBaran Indikator Satuan Etoseli@2024 TarEC,-2o,2S Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Terwujudnya
masyarakat yang
bebas dari
penyalahgunaan
narkoba
Ol - Angka prevalensi
penyal,ahguna narkotika
t,73 I,70 1,60
12,36 13,75-la,OO
066 - Badan Narkotika
Nasional
O4l - Kementerian Badan
Usaha Milik Negara
015 - Kementerian
Keuangan
04 - Terwujudnya tata
kelola BUMN yang
baik untuk
meningkatkan
kontribusi BUMN
Bebagai agen
pembangunan
01 - Return on Asset
(ROA) BUMN
persen 3,14 (2023t. 3,2L 3,42
05 - Tercapainya
peningkatan
pendapatan negara
yang optimal dengan
tetap menjaga iklim
investasi, didukung
upaya mewujudkan
reformasi fiskal
secara komprehensif
melalui optimalisasi
belanja negara serta
perluasan sumber
dan pengembangan
inovasi pembiayaan
01 - Rasio pendapatan
negara terhadap PDB
persen 12,42
SK No 122393 C
berkas 3, hlm. 377 OCR
REPUEUK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Targd- 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
06 - Tercapainya
tingkat inflasi yang
rendah dan stabil
untuk mendukung
stabilitas serta
pertumbuhan
ekonomi yang iddusif
dan berkelanjutan
01 - Tingkat inflasi persen t,57 2,5r1,O 2,5rl,O 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
07.01
PP: Reformasi Politik
dan Tata Kelola
Pemilu
01 - Terwujudnya
partai politik yang
modern, mandiri, d€n
fungsional
01 - Indeks Integritas
Partai Politik Dimensi
Kaderisasi
il,94 65,00-66,99 73,00-74,99 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
61,42 61,50-63,99 70,00-71,99 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
61,85 62,00-63,99 70,00-71,99 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
61,11 61,50-63,99 70,00-71,99 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
02 - Indeks Integritas
Partai Politik Dimensi
Keuangan
03 - Indeks Integritas
Partai Politik Dimensi
(ode Etik
04 - Indeks Integritas
Partai Politik Dimensi
Demokrasi Internal
SK No 122394C
berkas 3, hlm. 378 OCR
I
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proycf< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selinczo24 Target2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Indeks Integritas
Partai Politik Dimensi
Rekrutmen
67,47 68,00-69,99 76,00-77,9 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dar Keamanan
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
0lO - Kementerian Dalam
Negeri
02 - Terwujudnya
penyelenggaraan
pemilu yang
berkualitas dan
berintegritas
Ol - IndelB Kepatuhan
Etik Penyelenggara
Pemilu
6L,72 64,85 77,37
03 - Terwujudnya
penguatan jaminan
hak konstitusional el
warga negara dalam
penyelenggaraan
pemilu dan pelayanan
publik yang didukung
data kependudukan
yang akurat
Ol - Jumlah daerah
dengan Indeks Kualitas
Layanan Kependudukan
dan Pencatatan Sipil
Berkategori "Sangat Baik"
daerah 150 514
(indikator
baru)
07.01.01
I(P: Penguatan Tata
Kelola Partai Politik
dal! Pendidikan
Politik
01 - Terwujudnya
kelembagaan partai
politik yang berbasis
nilai s€f,ta pengelolaan
keuangan partai politik
yang transparan dan
akuntabel
Ol - Persentase parpol
yang tepat waktu
menyampaikan laporan
pertanggungjawaban
bantuan keuangan parpol
setelah diaudit oleh BPK
kc?ada mendagri
pers€o r0o (2023) roo IOO 03 - Transformasi
Tata Kelola
O10 - Kementerian Dalam
Negeri
SK No 122395C
berkas 3, hlm. 379 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Pcf,scntalc parpol
penerima bantuan
keuangan parpol dari
APBN yang
metopriGitad<an
bantuan keuangan parpol
untuk pendidikan politik
PCf,s€N loo 100 100 010 - Kementerian Dalam
Negeri
07.01.01.01
PRO-P: Penguatan Regulasi dan Tata Kelola Keuangan Partai Politik
07.01.01.03
PRO-P: Pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Politik untuk Kader Partai Politik dan Masyarakat
07.01.02
I(P: Pelayanan
Identitas
Kependudukan Digital
(IKD) baSi Penduduk
Wajib KTP
Ol - Terselenggaranya
pelayanan Identitas
Kependudukan Digital
(II(D) bagi penduduk
q,ajib KTP
Ol - Persentase
penduduk yang
menggunakan Identitas
Kependudukan Digital
(lKDl baSi penduduk
wajib KTP
persen 3,55 lo 50 010 - Kementerian Dalam
Negeri
07.ol.02.ol
PRO-P: Pemanfaatan Data Kependudukan Nasional
07.01.02.02
PRO-P: Peningkatan Kuantitas Layanan Administrasi Kependudukan
SK No 122396 C
berkas 3, hlm. 380 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselie2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.01.03
KP: Perbaikan
Manajemen
Penyelenggaraan
Pemilu
Ol - Terwujudnya
sistem pemilu yang
transformatif
Ol - Persentase kepuasan
masyarakat atas kinerja
KPU
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
076 - Komisi Pemilihan
Umum
persen 72 80
(indikator
barul
02 - Tingkat kepuasan
masyarakat terhadap
layanan penyelesaian
sengketa proses pemilu
76,96 o
(tidak
dihitung)
83 I 15 - Badan Pengawas
Pemilihan Umum
07.01.03.01
PRO-P: Peningkatan Kualitas Sistem Informasi Pemilu
07.01.03.02
PRO-P Peningkatan Integritas dan Independensi Penyelenggara Pemilu
07.01.03.03
PRO-R Perbaikan Regulasi Kepemiluan
07.01.04
I(P: Penjaminan Hak
Memilih dar Dipilih
dalem Pemilu
0f - Terwujudnya
sistem pemilu yang
inklusif dan
partisipatif
0l - Persentase daftar
pemilih berkelanjutan
yang alnrrat, mutakhir,
dan komprehensif
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
076 - Komisi Pemilihan
Umum
persen 95 99
(indikator
baru)
02 - Persentase kualitas
pengawasan data pemilih
berkelanjutan
SK No 122397 C
persen
(indikator
baru)
80 95 I 15 - Badar Pengawas
Pemilihan UDU!r
berkas 3, hlm. 381 OCR
PF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.01.04.01
PRo-P: Peningkatan Penyelenggaraan Jaminan Hah Memilih dan Dipilih
07.0 r.o4.o2
PRO-P: Peningkatan Pengawasan Jaminan Hak M€@iUh dan Dipilih
07.02
PP: Reformasi Hukum
01 - Terwujudnya
regulasi yang adaptif
dan taat azas, akses
keadilan yang merata,
serta masyarakat
yang patut hukum
Ol - Indeks Materi
Hukum
0,60 (2023) 0,51 0,55 135 - Kementerian
Hukum
02 - Indeks Budaya
Hukum
0,81 (2023) o,83 o,a7 135 - Kementerian
Hukum
07.02.01
KP: Mendirikan Pusat
Legislasi Nasional
Ol - Terwujudnya
sistem regulasi yang
adaptif dan taat asas
Ol - IEdd<s Kualitas
Peraturan Perundang-
undangan
3,70 3,26 3,30 03 - Transformasi
Tata Kelola
135 - Kementerian
Hukum
07.02.ol.ol
PRO-P: Penguatan Kelembagaan Regulasi
07.02.01.02
PRO-P: Peningkatan Kualitas Regulasi
SK No 122398 C
berkas 3, hlm. 382 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 TargDl2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
07.02.02
KP: Transformasi
Akses Terhadap
Keadilan
0l - Terwujudnya
layanan akses
terhadap keadilan
yang substansial
terutama dan tidak
terbatas bagi
kelompok rentan
Ol - Indeks Perlindungan
Saksi dan Ibrbatr
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
123 - Lembaga
Perlindungan Saksi dan
Korban
81 89
(indikator
baru)
02 - Persentase
pemberian bantuan
hukum secara litigasi dall
nonlitigasi
persen u,4l?rl23l 88,2 92,2 135 - Kementerian
Hul(rE
07.02.02.01
PRO-P: Pemenuhan Layanan Akses terhadap Keadilan
07.02.02.02
PRO-P: Penguatan Kebijakan Transformasi Akses terhadap Keadilan
07.02.03
KP: Penguatan
Budaya Hukum
Ol - Terwujudnya
program literasi
hukum dan
pemberdayaan
hukum masyarakat
yang inklusif
Ol - Tingkat kepatutan
hukum masyarakat
04 - Supremasi
Hul(lrE, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
135 - Kementerian
Hukum
135 - Kementerian
Hukum
0,67 (2023l. o,72 o,76
02 - Tingkat kepatutan
hukum lembaga hukum
0,95 (20231 o,94 o,98
07.02.03.01
PRO-P Penguatan Pemberdayaan Hukum Masyarakat
07.02.03.02
PRO-P: Penguatan Budaya Hukum Penyelenggara Negara
SK No 122399 C
berkas 3, hlm. 383 OCR
REPUEUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasa.ran Indikator Satuan BaseliE2o24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.02.04
XP: Pembangunan
HUIqrE Sektor
Strategis
01 - Memperkuat
pembangunan sektor
strategis yang
berlandaskan hukum
Ol - Persentase
penyelesaian kasus
pertanahan
60 04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
056 - Kementerian
Agraria dan Tata Ruang
persen 58,03 50
07.02.04.01
PRO-P: Penegakan dan Pelayanan Hukum
07.02.04.02
PRO-P: Penyusunan Kebijakan
07.03
PP Penguatan
Kelembagaan,
Pelayanan datr
Penegakan Hukum
0l - Terwujudnya
lembaga dan
penegakan hukum
yang berintegritas,
profesional,
transparan, dan
alorntab€l
0f - IndcLe Kelembagaan
Hukum
o,73 (2023) o,76 o,80 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
02 - hdcks Penegakan
Hukum
o,a (2023) o,73 o,77 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik den Keamanan
07.03.01
KP: Penguatan
Kelembagaan Hukum
01 - Terwujudnya
lembaga penegak
hukum yang
berintegritas,
profesional,
transparan, dan
akuntabel
Ol - Tingkat kepercayaan
publik terhadap lembaga
hukum
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
o,73 (20231 0,69 o,73
SK No 122400 C
berkas 3, hlm. 384 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2oz4 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.03.01.01
PRO-P: Penguatan Lembaga Kekuasaan Kehakiman
07.03.01.02
PRO-P: Penguatan Lembaga Hul(rrE di Bidang Pelayanan, Penerapan dan Pembangunan Hukum
07.03.02
KP Penerapan dan
Penegakan Hukum
Ol - Terwujudnya
penegakan hukum
yang adil, tidak
tebang-pilih,
transparan,
berintegritas, dan
profesional
O I - Tingkat
implementasi keadilan
restoratif dalam
penegakan hukum
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan KeaEanatr
005 - Mal ramah Agung
persen 56,7 (20231 58,7 62,7
02 - Persentase
penyelesaian eksekusi
putusan perdata
persen 54 35 55
07.03.02.ol
PRO-P Penerapan dan Penegakan Hukum Pidana Terpadu dengan Dukungan TI dan Berperspektif Restoratif
07.03.02.02
PRO-P: Penerapan dan Penegakan Hukum Perdata yang Berkepastian
SK No 122401C
berkas 3, hlm. 385 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselirc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
07.04
PF: Transformasi
Sistem Penuntutan
dan Advo@at
Generaal
0l - Terwujudnya
efektivitas dan
integrasi kebijakan
bidang penuntutan di
Kejaksaan RI daD
Jaka Agung sebagai
pcnSrcara negara
Ol - Persentase
peningkatan
pengendalian p.f,kara
p€f,s€n 61 69 006 - Kejaksaan Republik
Indonesia
006 - Kejaksaan Republik
Indonesia
(indikator
baru)
02 - Persentase
kecukupan, kesesuaian,
dan pengembangan SDM
Kejaksaan
persen 60 80
(indikator
baru)
07-04.o1
KP: Penguatan
Kelembagaan
Kejaksaan
Ol - Terwujudnya
sistem penuntutan
yang integratif
Ol - Persentase
penanganan perkara
melalui mediasi penal,
diskresi penuntutan, dan
denda damai
69 (N - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
006 - Kejaksaan Republik
Indonesia
persen 6l
(indikator
baru)
07.04.01.01
PRO-P: Pengendali Perkara
07.04.01.02
PRO-P. Ad.uoqat Cenerual
07.04.02
KP: Peningkatan
Jumlah,
Profesionalisme, dan
Kesejahteraan Jaksa
01 - Terwujudnya
kualitas dan
kuantitas jaksa yang
proporsional
01 - Tingkat kecukupan
personil jaksa
persen 94,O2 94,20 99,20 006 - Kejaksaan Republik
Indonesia
02 - Tingkat
pengembangan kapasitas
personil jaksa
SK No 122403 C
persen 10,65 50 85 006 - Kejaksaan Republik
Indonesia
berkas 3, hlm. 386 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 T8trgct 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Tingkat kesesuaian
p€rryelolaan SDM jaksa
pcf,8cn 77,6 80 90 006 - Kejaksaan Republik
Indonesia
07.04.02.01
PRO-P: Pemenuhan Sarana Prasarana dsn Teknologi Informasi
07.04.02.02
PRO-P: Peningkatan Kompetensi
07.05
PP: Pencegahan dan
Pemberantasan
Korupsi serta Tindak
Pidana Pencucian
Uang (IPPU)
Ol - Terwujudnya
sistem antikorupsi
dsn anti pencucian
uang yang efektif
serta sistematis
Ol - Indeks Integritas
Nasional
70,97 (2023) 74,52 77,37 093 - Komisi
Pemberantasan Korupsi
02 - Indeks Perilaku Anti
Korupsi IPAK)
3,85 3,97 4,06 093 - Komisi
Pemberantasan Korupsi
03 - Indeks Efektivitas
Kinerja Rezim Anti
Pencucian Uang
s,37 (2022) 5,52 5,83 129 - Kementerian
Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan
07.05.01
KP: Penguatan
Kelembagaan
C!.ral@n
Pemberantasan
Korupsi Secara Lebih
Sistematis
0l - Terwujudnya
pelembagaan gerakan
pemberantasan
korupsi lebih
sistematis
ol - Nilai dimensi
internal (Indeks Integritas
Nasional)
77,42 (2023) 81,30 84,63 03 - Transformasi
Tata Kelola
O93 - Komisi
Pemberantasan Korupsi
SK No 122404C
berkas 3, hlm. 387 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselire2o24 T*Eet2O25 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.05.01.01
PRO-P Penguatan Lembaga Penegak Hukum Pcoberantas Korupsi
07.05.01.02
PRO-P: Gerakan Pemberantasan Korupsi Lebih Sistematis
07.05.02
KP: Pemberantasan
Korupsi yana Bersifat
Preventif melalui
Edukasi dan Gerakan
Budaya Antikorupsi
01 - Terciptanya
peningkatan
kesadaran
antikorupsi
Ol - Nilai dim€rtsi
persepsi (Indek Persepsi
Anti Korupsi)
3,76 3,84 3,93 03 - Transformasi
Tata Kelola
093 - Komisi
Pemberantasan Korupsi
07.05.02.01
PRO-P Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi
07.05.02.02
PRO-P Gerakan Budaya Antikorupsi
07.05.03
KP: Pencegahan
Tindak Pidana
Korupsi
Ol - Terwujudnya
strategi pencegahan
korupsi di sektor
pemerintah dan
masyarakat
Ol - Nilai dimensi
eksternal (Indeks
Integritas Nasional)
44,97 (2023) 89,17 91,35 03 - Transformasi
Tata Kelola
093 - Komisi
Pemberantasan Korupsi
07.05.03.ol
PRO-P: Revitalisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
SK No 122405 C
berkas 3, hlm. 388 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.05.03.02
PRO-P: Stutenr Pencegahan Korupsi di Sektor Peningkatan H4at Hidup Orang Banyak dan Perlindungan Sumber Daya Publik
07.05.04
KP: Pencegahan dan
Pemberantasan TPPU
01 - Terwujudnya
strategi pencegahan
dan pe@b€f,afltaran
TPPU yang
terintegrasi, modem,
dan berorientasi pada
pengejaran aset
tindak pidana
Ol - Persentase capaian
implementasi stranas
TPPU
IOO 03 - Transformasi
Tata Kelola
O78 - Pusat Pelapordr
dan Analisis Transaksi
Keuangan
persen 75 80
07.05.04.01
PRO-P: Integrasi Pencegahan TPPU
07.05.04.02
PRO-P: Optimalisasi Pemberantasan IPPU
07.06
PP: Pencegahan,
Pemberantasan
Penyalahgunaan daa
Peredaran Gelap
Narkoba (F+GI{)
Ol - Terciptanya
upaya holistik dan
terintegratif dalam
pencegahan dan
pemberantasan
peredaran gelap
narkoba yang
dilakukan baik
ditingkat pusat,
provinsi, dan
kab/kota
Ol - Indeks P+GN 63,6 63,6 67 066 - Badan Narkotika
Nasional
SK No 122406 C
berkas 3, hlm. 389 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseline2oz4 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.06.01
KP: Meningkatkan
Pengetahuan dart
Kesadaran
Masyarakat tentang
Bahaya Narkoba, dar
Pengembangan
Keterampilan Hidup
Sehat, Terutama
Dimulai dari Keluarga
dan Sekolah
Ol - Meningkatnya
ketahanan
masyarakat dalam
menghadapi ancaman
penyalahgunaan dan
peredaran gelap
narkotika
0l - Indeks Ketahanan
Masyarakat terhadap
Penyalahgunaan
Narkotika
58,56 59,00 61,OO 066 - Badan Narkotika
Nasional
07.06.ol.ol
PRO-P FetrinSkatar Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
07.06.01.02
PRO-P Felringkatar Keterampilan Masyarakat dan Budaya Hidup Sehat di Kawasan Rawan Narkotika
07.06.02
KP: Optimalisasi
Layanan Rehabilitasi
Penyalahguna
Narkotika
Ol - Meningkatnya
kualitas l,ayanan
rehabilitasi dalam
rangka meningkatkan
kepulihan
penyalahguna
narkotika
01 - Indeks Kepuasan
Layanan Rehabilitasi
3,53 3,57 3,70 066 - Badan Narkotika
Nasional
SK No 122407 C
berkas 3, hlm. 390 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselj,l€ 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.06.02.01
PRO-P: Peningkatan Efektivitas Layanan Rehabilitasi Penyalahguna Narkotika
07.06.02.02
PRO-P: Memperkuat Lembaga Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba
07.06.03
KP: Meningkatkan
Program Deteksi Dini
Penyalahgunaan di
Kalangan Pelajar dan
Mahasiswa
01 - Terciptanya
generasi penerus
bangsa yang bebas
dari ancaman
perilaku negatif yang
bisa menghambat
potensinya
Of - Indeks Ketahanan
Diri Remaja
52,70 60 62,5 066 - Badan Narkotika
Nasional
07.06.03.01
PRO-P Peningkatan Pengetahuan Bahaya Narkotika di Kalangan &rak Usia sekolah
07.06.03.02
PRO-P: Penguatan Instrumen Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba pada Satuan Pendidikan
07.06.04
I(P: Meningkatkan
Profesionalisme
Aparat Penegak
Hukum dalam Upaya
Pemberantasan
Narkoba
Ol - Terlaksananya
penanganan tind,ak
pidana narkotika
yang sesuai dengan
UU y€fl8 berlaku
Ol - Clearance ,ate ti,rd8dd
pidana narkotika
persen 89 90 94 066 - Badal Narkotika
Nasional
SK No 122408 C
berkas 3, hlm. 391 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselire2o24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.06.04.01
PRO-P Peningkatan Efektivitas Penanganan Tindak Pidana Narkoba
07.06.04.02
PRO-P: Peningkatan Akurasi Penanganan Tindak Pidana Narkotika
07.06.06
KF: Meningkatkan
Kemampuan
Penyelidikan Intelijen
P4GN
01 - Meningkatnya
kemampuan deteksi
dini dan pemetaan
terhadap potensi
penyalahgunaan
maupun peredaran
gelap narkotika
01 - Persentase jumlah
provinsi yang memiliki
kemampuan intelijen
,dinim-et
persen 7 ll 066 - Badan Narkotika
Nasional (indikator
baru)
07.06.06.ol
PRO-P: FetdrEkatan Kapasitas dan Kapabilitas Intelijen dalam Rangka P4GN
07.06.06.02
PRO-P: Peningkatan Data dan Informasi Intelijen P+GN
07.06.07
KP: Optimalisasi
Kegiatan Penyelidikan
dan Penyidikan
Tindak Pidana
Pencucian Uang Hasil
Tindak Pidana
Narkotika dan
Prekursor Narkotika
Ol - Meningkatnya
pengungkapan kasus
tindak pidana
pencucian uang hasil
dari tindak pidana
narkotika dan
prekursor narkotika
Ol - Jumlah perkara
tindak pidana pencucian
uang hasil tindak pidana
narkotika dan prekursor
narkotika
perkara 20 25 45 066 - Badan Narkotika
Nasional
SK No 122409 C
berkas 3, hlm. 392 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.selirc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.06.07.01
PRO-P: Pengungkapan l(asus TPPU Narkotika dad TPA Narkotika yang Berpotensi TPPU
07.07
PP: Penerapan Prinsip
Meritokrasi dar
Reformasi Manajemen
ASN
OO1 - Terwujudnya
penyelenggaraan
manajemen ASN
sesuai dengan prinsip
meritolcasi
01 - Indeks Sistem Merit
ASN
0,54 (2023) 0,61 o,65 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
07.07.01
KP: Peningkatan
Kesejahteraan ASN
melalui Penerapan
Konsep Total Reward
Berbasis Xincda ASN
0l - Terwujudnya
kesejahteraan ASN
yang adil, layak, daE
kompetitif
Ol - Aspek penggajian,
penghargaan dan disiplin
Indeks Sistem Merit
03 - TransforEasi
Tata Kelola
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
persen 67 67
(target
mengikuti
instrumen
Indeks Sistem
Merit yang
dimutakhirkan)
02 - Aspek manajemen
kinerja Indeks Sistem
Merit
persen 61 61
(target
mengikuti
instrumen
Indeks Sistem
Merit yang
dimutakhirkan)
SK No l224l00
berkas 3, hlm. 393 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bo.seliv2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
penghargaan dan
pengakuan berbasis
kinerja dalam Indeks
Sistem Merit ASN
minimal "menengah'
persen 54 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
(indikator
baru)
(indikator
baru)
07.07.ot.01
PRO-P: Penerapan Manajemen Penghargaan dan Pengakuan bari ASN
07.o?.o1.o2
PRO-P: Penerapan Sistem Manajemen Kinerja ASN
07.07.02
KP Penguatan Sirtcr!
Manajemen Talenta
ASN
01 - Terwujudnya
sistem manajemen
talenta ASN sesuai
dengan prinsip
meritokrasi
Ol - Aspek perencanaan
k€butuhar Indd<i Sistcro
Merit
persen TAAi QO23l 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - Ifurac[tcrian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
7a15
(target
mengikuti
instrumen
Indeks Sistem
Merit yang
dimutakhirkan)
02 - Aspek pengadaan
Indcl€ Sistem Merit
persen 78,91 (20231 74,91
(target
mengikuti
instrumen
Indeks Sistem
Merit yang
dimutakhirkan)
SK No 122411 C
berkas 3, hlm. 394 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
perencanaan kebutuhan
dalam Indeks Sistem
Merit ASN minimal
'Ecocngah'
persen 54 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
04E - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
(indikator
baru)
(indikator
baru)
54
(indikator
baru)
(indikator
baru)
54
(indikator
bam)
(indikator
baru)
54
(indikator
baru)
(indikator
baru)
04 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
pengadaan pegawai
dalam Indeks Sistem
Merit ASN minimal
'menengah'
persen
05 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
manajcrtr€f,r talenta d,lan
Irdd<s Sistem Merit ASN
minimal 'menengah"
persen
06 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
standar kompetensi
jabatan dalam Indeks
Sistem Merit ASN
minimal 'menengah'
persen
SK No l224l2O
berkas 3, hlm. 395 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Easeli.e2o24 Target2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07 - Pcf,scntarc instansi
pemerintah yang aspek
standardisasi jabatan
dalam lDdcl6 Sistem
Merit ASN minimal
'menengah'
(indikator
baru)
(indikator
baru)
O48 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
persen 54
07.07.02.01
PRO-P: Penyusunan Kebijakan daE Koordinasi Penerapan Manajemen Talenta ASN
07.07.02.02
PRO-P: Penilaian Potensi dan Kompetensi ASN
07.07.02.03
PRO-R Penerapan Perencanaan Kebutuhan dan Pengadaan ASN
07.07.02.04
PRO-P: Penerapan Standardisasi Jabatan dan Standar Kompetensi ASN
07.07.03
KP: Penerapan
Pengembangan
Kompetensi ASN yang
Mendorong
Kemudahan Akses
Belajar
0l - Terwujudnya
penerapan
pengembangan
kompetensi ASN yang
berkualitas
0l - tupek
pengembangan karier
Indeks Sistem Merit
persen 33,57 (2023) 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - KcEcdtcf,ian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
33,57
(target
mengikuti
instrumen
lndclG Sht€m
Merit yang
dimutakhirkan)
SK No 122413 C
berkas 3, hlm. 396 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
koycL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Targct2o2' Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
02 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
pengembangan
kompetensi dalam Indeks
Sistem Merit ASN
minimal 'menengah'
persen 54 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
(indikator
bEu)
(indikator
baru)
07.07.03.01
PRO-P: k(rlrusunan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan Pengembangan KoEpet€f,rsi
07.07.03.02
PRO-F Penerapan Pengembangan Kompetensi ASN
07.07.03.03
PRO-P: Pemberian Beasiswa Pendidikan
07.07.04
KP Digitalisasi
Manajemen ASI{
01 - Terwujudnya
digitalisasi
manajemen ASN yang
berkualitas
Ol - Aspek sistem
informasi Indeks Sistem
Merit
03 - Transformasi
Tata Kelola
O48 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
B okasi
persen 57,2 lm23l 57,2
(target
mengikuti
instrumen
Indeks Sist€rn
Merit yana
dimutakhirkan)
02 - Persentase instansi
pe erintah yang aspek
digitalisasi manajemen
ASN dalam Indeks Sistem
Merit ASN minimal
'menengah'
persen - (indikator
baru)
- (indikator
baru)
SK No l224l4O
berkas 3, hlm. 397 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdselinc2o24 Targct2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.07.04.001
PRO-P: Penguatan Platform Digital Manajemen ASN
07.07.04.02
PRO-P: Peng€mbangm dan Pemeliharaan Backend Services Platform Digital Manajemen ASN
07.07.05
KP: Penerapan
Budaya Neda yang
Mendorong
Peningkatan
Integritas ASN
0l - Terbangunnya
perilaku ASN yang
beretika
01 - Indeks BerAkhlak 61,1 (2023) 03 - Transformasi
Tata Kelola
61,1 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
(target
mengikuti
instrumen
Indeks Sistem
Merit yana
dimutakhirkan)
02 - Persentase instansi
pemerintah yang aspek
budaya kerja dan citra
institusi ASN dalam
Indeks Sistem Mcf,it ASN
minimal 'menengah'
persen - (indikator
baru)
- (indikator
baru)
54
07.07.05.01
PRO-P: Penyusunan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan Budaya Kerja
07.07.05.02
PRO-Pr Peningkatan Integritas dan Budaya Keda ASN
SK No 122415 C
berkas 3, hlm. 398 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2l24 Targct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.07.06
KP: Penerapan dan
Evaluasi Kebijakan
Manajemen ASN
01 - Terwujudnya
penerapan datr
evaluasi manajemen
ASN yang berkualitas
Ol - Jumlah instansi
pemerintah yang Indeks
Sistem Merit minimal
"baik"
03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dar Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
B okrasi
O48 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
instansi
pemerintah
98 98
(target
mengikuti
ingtnrEen
Indeks Sist€rr
Merit yang
dimutakhirkan)
02 - Persentase instansi
pemerintah yang Indeks
Sistem Merit minimal
'menengah"
P€rs€f,i - (indikator
baru)
- (indikator
baru)
54
03 - Persentase
rekomendasi kebijakan
hasil evaluasi Ean4€roc,l
ASN yang dimanfaatkan
persen - (indikator
baru)
- (indikator
baru)
loo
07.07.06.01
PRO-P: Pcn€f,apafl Kebijakan Sistem Merit
07.07.06.02
PRO-P: Evaluasi Manajemen ASN
SK No 122416 C
berkas 3, hlm. 399 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan &.seli,I€ 2024 Target 2025 Tdrgtc- 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.08
PP Transformasi Tata
Kelola Pelayanan
Publik dan
Pembangunan
0l - Terwujudnya tata
kelola pelayanan
publik yang efektif
dan akuntabel
01 - Indeks Pelayanan
Publik
3,74 (2023t- 3,68 3,80 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
O48 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dar Reformasi
Birokrasi
02 - Nilai akuntabilitas
kinerja rata-rata nasional
64,91 (20231 70 75
07.08.ol
KP: Tata Kelola
Pelayanan Publik
0l - Terwujudnya
pelayanan publik
yang berkualitas dan
inklusif
01 - Indeks Pelayanan
Publik K/L
4,16 (2023) 3,9 4,07 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
O/+8 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
02 - Indeks Pelayanan
Publik Provinsi
3,91 (z)23) 3,64 3,8
03 - Indeks Pelayanan
Publik Kabupaten
3,63 (2023) 3,51 3,62
SK No 122417 C
04 - Indeks Pelayanan
Publik Kota
4,Or (2023) 3,96 4,W
berkas 3, hlm. 400 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseti,4em24 Ts[g€t2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
02 - Terwujudnya
pengawasan eksternal
pelayanan publik
Of - Persentase K/L/D
yang mendapatkan opini
pengawasan pelayanan
publik kualitas tertinggi
pcf,aen 34,92 (20231 38,15 50,55 I lO - Ombudsman
Republik Indonesia
07.08.01.01
PRO-P Penguatan Kerangka Regulasi Tata Kelola Pelayanan Publik
07.08.01.02
PRO-P Penguatan Pelayanan Publik Inklusif dan Terpadu
07.08.01.03
PRO-P: Penguatan Pengawasan Eksternal Pelayanan Publik
07.08.01.04
PRO-P: Penguatan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik
07.08.02
KP: Penguatan
Manajemen Kinerja
Pembangunan
01 - Terwujudnya
kinerja pembangunan
yang akuntabel dan
berintegritas
01 - Persentase instansi
pemerintah (K/L) dengan
nil,ai akuntabilitas kinerja
Baik (kategori "8" ke atas)
10O 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
persen 97,62 97
02 - Persentase instansi
pemerintah (provinsi)
dengan nilai
akuntabilitas kin€f,ja baik
(kategori "8" ke atas)
SK No 122418 C
persen loo 100 r00
berkas 3, hlm. 401 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan n Prioritas/
Proyek Prioritas s
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
persen 75,79 76 83 048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
106 - Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
106 - Lembaga Kebijakan
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
0t+ - Badan Pusat
Statistik
03 - Persentase instansi
pemerhtsh (kab/kota)
dengan nilai
akuntabilitas kinerja baik
(kategori "8" ke atas)
58 50,77 60 04 - Nilai kinerja
pengadaan
57 54,62 74,4O 05 - Tingkat penerapan
tata kelola pengadaan
pers€It 66,30 70 7A
07 - Tingkat pemanfaatan
data statistik
persen - (indikator
baru)
76 86
06 - Persentase kegiatan
prioritas utama dengan
kinerja baik
SK No 122419 C
berkas 3, hlm. 402 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kseli^e2o24 Target 2025 T€Egc.202g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08 - Indeks
Pembangunan Statistik
0Ps)
2,35 2,60 3,17 054 - Badan Pusat
Statistik
09 - Persentase instansi
pcm€rhtah yang
menerapkan tata kelola
kualitas kebijakan yang
baik
persen 18,37 (2023) 30 85 086 - Lembaga
Administrasi Negara
07.08.02.01
PRO-P: Penguatan Ekosistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah
07.08.02.02
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa hoerilltatr
07.08.02.03
PRO-P: Penyediaan Data Pembangunan
07.08.02.04
PRO-P: Penguatan Tata Kelola Kebijakan Instansi Pemerintah
SK No 122420C
berkas 3, hlm. 403 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bd.sditE2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.08.03
KP: Sinergi
Pengendalian dan
Pengawasan Program
Pembangunan
Nasional
Ol - Terwujudnya
sinergi pengendalian
dan pengawasan
program
pembangunan
nasional
0f - Persentase K/L
dengan maturitas SPIP
terintegrasi dengan
karakteristik berbasis
terdefinisi
72,82 03 - Transformasi
Tata Kelola
089 - Badan Pengawasan
Keuangan dan
Pembangunan
persen - (indikator
baru)
47,57
02 - Persentase provinsi
dengan maturitas SPIP
terintegrasi dengan
karakteristik berbasis
tcf,d€6nisi
persen - (indikator
baru)
39,47 57,89 089 - Badan Pengawasan
Keuangan dan
Pembangunan
089 - Badan Pengawasan
Keuangan dan
Pembangunan
089 - Badan Pengawasan
Keuangan dan
Pembangunan
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
03 - Persentase kab/kota
dengan maturitas SPIP
terintegrasi dengan
karakteristik berbasis
tcrd€6nki
persen - (indikator
baru)
9,84 50,20
Oa - Tingkat pemanfaatan n
hasil pengawasan furt€rn
dalam penyelenggaraan
pembangunan nasional
predikat - (indikator
baru)
Optimal Optimal
05 - Tingkat pemanfaatan
hasil pengendalian
program prioritas
Presiden dal,m
penyelenggaraan
pembangunan nasional
persen - (indikator
baru)
SK No l2242lc
berkas 3, hlm. 404 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.08.03.01
PRO-P: Pengendalian Program Prioritas Presiden
07.08.03.02
PRO-P: Pengendalian Intern dan Pengawasan Pembangunan
07.09
PP: Penataan
Desentralisasi dan
Otonomi Daerah
Ol - Terwujudnya
harmonisasi
pembagian
kewenangan antar
tingkat pemerintahan
dengan
memperhatikan
tipologi kewilayahan
36ta penguatan
fondasi keuangan
daerah dalam rangka
meningkatkan
kualitas tata kelola
pemerintah daerah
0l - Indeks Kinerja
Gubernur sebagai wakil
Pemerintah Pusat
72,01 (2023) 73 85 010 - Kementerian Dalam
Negeri
010 - Kementerian Dalam
Negeri
010 - Kementerian Dalam
Negeri
02 - Indeks Penerapan
Standar Pelayanan
Minimal (SPM)
83,75
(Persentase
capaian
penerapan
SPM di daerah
tahun 2023)
[I, 92
03 - Rasio penerimaan
pajak daerah terhadap
PDRts (lo@l ta.r ratio)
persen PDB I,20 t,25 r,45
07.09.01
KP: Harmonisasi
Hubungan Pusat dan
Deef,eh
01 - Terwujudnya
harmonisasi
kewenangan pusat
dan daerah yong
optimal
Ol - Provinsi dengan
Indeks Kinerja Gubernur
sebagai Wakil Pemerintah
Pusat berkategori sangat
baik
provinsi 13 (2023) 17 30 03 - Transformasi
Tata Kelola
OIO - Kementerian Dalam
Negeri
SK No 122422C
berkas 3, hlm. 405 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan kselire2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
(Koordinator/
Pengampu
07.09.01.01
PRO-P: Penyiapan Revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah
07.09.01.02
PRO-P: Penguatan Kolaborasi Multi Aktor di Daerah
07.09.01.03
PRO-P: Optimalisasi Sincf,gi FlrderiDtahan Rrsat dan Daerah
07.09.02
KP: Penguatan
Kapasitas
Kelembagaan daD
Sumber Daya
Manusia Pemerintah
Daerah
01 - Meningkatnya
kapasitas tata kelola
pemerintah daerah
dengan
memperhatikan
tipologi kewilayahan
OOf - Provinsi dengan
Indeks Penerapan
Standar Pelayanan
Minimal (SPM)
berkategori tuntas
paripurna
34 03 - -Transformasi
Tata Kelola
010 - Kementerian Dalam
Negeri
010 - Kementerian Dalam
Negeri
010 - IGracntcriar Dalam
Negeri
provinsi 2 (2023) 5
002 - kabupat€o /kota
dengan Indeks Penerapan
Standar Pelayanan
Minimal (SPir) setidaknya
berkategori tuntas madya
kab/kota 28 (2023) 152 354
OO3 - Da€f,ah dengan
Indcl$ Inovasi Da€f,ah
(IID) berkategori sangat
inovatif (prov, kab, kota)
daerah
(prov/kab/
kota)
7s (2023) n 147
SK No 122423 C
berkas 3, hlm. 406 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E Baseline 2024 T8EgEt2O25 Te[glct 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.09.02.01
PRO-P: Penerapan Standar Pelayanan Minimal sebagai Urusan Wajib Pemerintah Daerah
07.09.02.02
PRO-P: Pengembangan Kompetensi Sumb€f, Daya Manusia Pemerintah Daerah
07.09.02.03
PRO-P: Optimalisasi Tata Kelola Kelembagaan Pemerintah Daerah
07.09.03
KP: Penguatan
Fondasi Keuangan
Daerah
Ol - Tc(wujudnya
keuangan da€f,ah
dengan pendapatan
daerah yang optimal,
belanja daerah yang
berkualitas, dan
pemanfaatan
pendanaan alternatif
yang meningkat
01 - Jumlah daerah
dengan proporsi pajak
daerah terhadap PAD
meningkat
daerah
(prov/kab/
kota)
300 300 546 03 - TransforEasi
Tata Kelola
01O - Kementerian Dalam
Negeri
02 - Jumlah daerah
dengan proporsi retribusi
daerah terhadap PAD
meningkat
daerah
lproa lkabI
kota)
300 300 546 OIO - Kementerian Dalam
Negeri
015 - Kementerian
Keuangan
OIO - Kementerian Dalam
Negeri
03 - Pertumbuhan
penerimaan pajak dacf,ah
persen 6,81 6,lo 6,50
04 - Jumlah provinsi
yang memenuhi belanja
infrastruktur pelayanan
publik
provinsi 4 l9 38
SK No 122424C
berkas 3, hlm. 407 OCR
REPUEUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
05 - Jumlah daerah Jrang
memanfaatkan instrumen
pendanaan alternatif
daerah
(prov/kab/
kota)
7 2 ll 01O - Kementerian Dala.D
Negeri
07.09.03.01
PRO-P: Optimalisasi Potensi Pendapatan Da€f,ah
07.09.03.02
PRO-Pi Peningkatan Kualitas Belanja Daerah
07.09.03.03
PRO-P: Perluasan Sumber dan Pengembangan Inovasi Pendanaan Alternatif Daerah
07.10
PP: Pemerintah Digital
Ol - Terwujudnya
pemerintahan
berbasis digitalisasi
yang transparan,
inklusif dar efisien
01 - Indeks Sistem
PeE fintahan Berbasis
Elektronik
2,79 12023) 3,OO 2,OO O48 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
07.10.01
I(P: Penguatan Tata
Kelola Pemerintah
Digital
01 - T€rwujudnya tata
kelola pemerintahan
digital yang
transformatif
01 - Jumlah kebijakan
pemerintah digital yang
ditetapkan
O 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
O/+8 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
kebijakan - (indikator
baru)
4
02 - Jumlah l€srbaga
yang menerapkan
arsitektur pemerintah
digital
- (indikator
baru)
SK No 122425C
lembaga 6t4
-t
berkas 3, hlm. 408 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba,selj,ncm24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.10.01.01
PRO-Pi Kebijakan Pemerintah Digital
07.10.01.02
PRO-P: Kedaulatan Sistem Pemerintah Digita.l
07.10.01.03
PRO-Pi Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital
07.10.01.04
PRO-P: Pengembangan Proses Bisnis Tematik dalam Arsitektur Pemerintah Digital
07.10.02
l(P: Penguatan
Teknologi Pemerintah
Digital
0l - TcBcdianya
teknologi pemerintah
digital yang
berkualitas dan
tangguh
Ol - Persentase instansi
K/L/Prov yang terhubung
deogar JIP
persen - (indikator
baru)
90 IOO 03 - Transformasi
Tata Kelola
O59 - Kementerian
Komunikasi dar Digital
02 - Persentase K/L/D
yang
mengimplementasikan
SPLP
persen - (indikator
baru)
5 15 059 - Kementerian
Komunikasi dan Digital
07.10.02.01
PRO-P: Penguatan Infrastruktur Pemerintah Digital
07.10.02.02
PRO-P: Penguatan Aplikasi Pemerintah Digital
SK No 122426 C
berkas 3, hlm. 409 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseli@20z4 T8EEd-2O25 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.10.02.03
PRO-P Penguatan Keamanan Siber Pemerintah
o7.10-o3
KP: Pengembangan
Kompetensi dan
Budaya Digital ASN
Ol - Terwujudnya
ASN yang
berkompetensi dan
berbudaya digital
dalam pelaksanaan
pemerintah digital
01 - Persentase ASN
deagon kompetensi
digital optimal
pcrcen - (indikator
baru)
50 90 03 - Trardorma3i
Tata Kelola
0,+8 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
07.10.03.01
PRO-P: Pengembangan Budaya Digital ASN
07.10.03.02
PRO-P Peningkatan Kompetensi dan Kapasitas Digital ASN
07.10.03.03
PRGP Peningkatan Kompetensi ASN Pengelola Layanan Digital
07.10.04
KP: Transformasi
Digital Layanan
Publik Prioritas
Ol - Tcf,sclcn8garanya
layanan digital
pemerintah yang
bcf,kualitaB dan
terpadu
0Ol - Jumlah layanan
publik prioritas yang
terintegrasi dalam portal
pdaJransr publik
50 03 - Transformasi
Tata Kelola
048 - Kementerian
Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi
layanan - (indikator
baru)
07.10.04.01
PRO-P: Pengembangan Layanan Publik Prioritas Berbasis Digital
SK No 122427 C
berkas 3, hlm. 410 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselil!€ 2024 Target 2025 Tgsgtc- 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.10.04.02
PRO-P Penguatan Tata Kelola Layanan Perizinan Berusaha
07.lo.04.03
PRO-P Penguatan Layanan Administrasi Pemerintahan
07.10.04.04
PRO-P Transformasi Pelayanan Pertanahan
07.10.05
KP: Penguatan
Ketersediaan dan
Pemanfaatan Data
Pemerintah
Ol - Tersedianya data
pemerintah yang
dapat dimanfaatkan
untuk
interoperabilitas dan
lintas instansi yang
mendukung layanan
digital nasional
01 - Nilai Indeks Satu
Data Indonesia
- (indikator
baru)
51-70 91-100 03 - Transformasi
Tata Kelola
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
02 - Persentase cakupan
peta dasar skala besar
untuk wilayah Indonesia
p€f,s€f,i - (indikator
baru)
9,4 83,6 083 - Badan Informasi
Geospasial
03 - Persentase simpul
jaringan informasi
geospasial dengan kinerja
unggul
persen - (indikator
baru)
6,64 9,79 O&l - Badan Informasi
Geospasial
04 - Persentase IGT yang
termanfaatkan
persen - (indikator
baru)
6,6 too 083 - Badan Informasi
Geospasial
07.10.05.01
PRO-E Tata Kelola Data
SK No 122428 C
berkas 3, hlm. 411 OCR
FF,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas s
Sasaran Indik tor Satuan tusetue2o24 Target 2025 Target 2029
Age ta
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.10.05.02
PRO-P: Penguatan dan Pemanfaatan Data Kependudukan
07.10.05.03
PRO-P: Peningkatan Akses dan Pemanfaatan Informasi Geospasial Tematik
07.10.05.04
PRO-P: Penyediaan Peta Dasar Skala Besar
07.11
PP: Peningkatan
Produktivitas BUMN
Ol - Meningkatnya
produktivitas BUMN
Ol - Profit margin ratio
(PMR) BUMN
persen 11,15 (2023) 10,50 10,98 041 - Kementerian Badan
Usaha Milik Negara
07.l 1.ol
KP: Peningkatan Daya
Saing BUMN
Ol - Meningkatnya
daya saing BUMN
Ol - Total asset tumotEr
BUMN
0,242 (2023) kali 0,305 0,3r r 041 - Kementerian Badan
Usaha Milik Negara
07.11.01.01
PRO-P: Kinerja BUMN
07.l l'ol.o2
PRO-P: Ekqr@i Berkelanjutan
07.11.01.03
PRO-P: Ketahanan Energi dan Pangan
07.l l.o1.o4
PRO-P: Transformasi Digital
SK No 122429C
berkas 3, hlm. 412 OCR
-4t2-
Prioritas Nasional/
Program ki6itas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdseli,r."2024 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.11.01.05
PRO-P: Infrastruktur Konektivitas
07.r 1.0r.06
PRO-P: Pariwisata dar Budaya
07.11.01.07
PRO-P Pembiayaan Sektor SEateEig
07.11.02
KP: Peningkatan
Efisiensi Peran BUMN
dalam Penugasan
Pemerintah
Ol - Meningkatnya
efisiensi peran BUMN
dalam penugasan
pemerintah
01 - Peringkat risiko
komposit BUMN minimal
3
persen - (indikator
baru)
60,9 74,3 041 - Kementerian Badan
Usaha Milik Negara
07.11.02.01
PRO-P: Efisiensi Peran BUMN pada Program Perintis
07.11.02.02
PRO-P: Penguatan Peran BUMN dalam Tanggung Jawab Sosial Lingkungan
07.12
Pft Optimalisasi
Pendapatan Negara
01 - Tercapainya
peflingkatan
penerimaan
perpajakan yang
optimal sesuai potensi
perekonomian dengan
tetap menjaga iklim
investasi
01 - Rasio penerimaan
perpajakan terhadap PDB
p€rse|Ir PDB 10,07 to,24 11,52-15,00 015 - Kementerian
Keuangan
SK No 122430 C
berkas 3, hlm. 413 OCR
FR,ESIDEN
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselj,l@2024 Target2025 Target2o2g
Agenda
Transformasi
(Koordinator/
Pengampu
02 - Terwujudnya
peningkatan PNBP
yang optimal dan
tidak bergantung
pada SDA
Ol - Rasio PNBP (pcrs€n
PDB)
persen PDB 2,61 2,tt 2,21-2,99 015 - Kementerian
Keuangan
07.12.01
KP: Ekstensifikasi dan
Intensifikasi
Peoef,imaalr
Perpajakan
Ol - Tercapainya
peningkatan basis
pajak dan kepatuhan
wajib pajak
Ol - Persentase
penambahan WP hasil
ekstensifikasi
berdasarkan target
kinerja organisasi
persen 90 90 90 015 - Kementerian
Keuangan
02 - Persentase capaian
tingkat kepatuhan
penyampaian sPT
tahunan PFh WP badan
dan orang pribadi
berdasarkan target yang
ditetapkan
persen 100 r00 100 015 - Kcoentcdan
Keuangan
03 - Indel$ Kinerja
Kebijakan Penerimaan
Negara
persen 100 100 loo O15 - Kementerian
Keuangan
07.12.Ol.Ol
PRO-P: Implementasi Sistem Informasi Inti Perpajakan (core ta.d dan Interoperabilitas dengan Sbtern Informasi Starcehold€rT€rkait, Menuju Data-
Driven
SK No 122431 C
berkas 3, hlm. 414 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselhc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pcnaarnpu
07.12.01.02
PRO-P: Simplifikasi Proses Bisnis dar Kelembagaan s.rta Penguatan Kebijakan
07.12.01.03
PRO-P: Tata Kelola Ekstensifikasi dan Intensifikasi Perpajakan (termasuk Sin Ta.d
07 .t2.ot.o4
PRO-P: Peningkatan Kepatuhan Perpajakan
07.12.02
I(P: Intensifikasi
Penerimaan Negara
Bukan Pajak
01 - Terciptanya
dukungan P'NBP yang
optimal
01 - Rasio capaian PNBP
terhadap target yang
ditetapkan
persen 90-100 90-100 90-100 015 - Kementerian
Keuangan
07.12.02.01
PRO-P: Pembenahan Tata Kelola Penerimaan SDA Migas
07.12.02.02
PRO-P Pembenahan Tata Kelola Penerimaan SDA Nonmigas yang Bernilai Tambah Tinggi
07.12.02.03
PRO-P; Pembenahan Tata Kelola Penerimaan Non-SDA
07.12.02.04
PRO-P: Pembenahan Tata Kelola Pengelolaan Aset
07.12.02.05
PRO-P Inovasi Layanan Berbasis IT untuk Meningkatkan Kepatuhan
SK No 122432 C
berkas 3, hlm. 415 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.setinc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.13
PP: Optimalisasi
Belanja Negara
Ol - Terwujudnya
dukungan belanja
negara yatrg optimal
untuk mendorong
produktivitas dan
mencapai tujuan
pembangunan
Ol - Indeks Efektivitas
Kebijakan Belanja Negara
86 86 88 015 - Kementerian
Keuangan
07.13.01
KP: Peningkatan
Efektivitas Belanja
Pemerintah Pusat
01 - Meningkatnya
alokasi belanja negara
yang produktif
01 - Indeks Kualitas
Belanja Pusat dan
Daerah
84 85 a7 015 - Kementerian
Keuangan
07.13.Ot.Ol
PRO-Pi Percepatan Reformasi Subsidi Tepat Sasaran
07.13.01.02
PRO-P: Tata Kelola Belanja Negara untuk Penyiapan Landasan Transformasi
07.13.01.03
PRO-P Kebijakan Tata Kelola Pcf,€ncanaafl dan Penganggaran Pembangunan
07.13.01.04
PRO-P Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran dan Pengendalian Pembangunan Terintegrasi
SK No 122433 C
berkas 3, hlm. 416 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselinc2o24 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.13.02
KP: Optimalisasi
Kualitas Belanja TKD
Ol - Meningkatnya
kualitas belanja TXD
untuk mendukung
transformasi ekonomi
ol - Tingkat sinkronisasi
perencanaan
penganggaran belanja
pemerintah pusat daIr
TKD
persen 100 100 loo O15 - Kementerian
Keuangan
02 - Alokasi TKD untuk
infrastruktur
triliun rupiah 70,4 55,6 55,6 Ol5 - Kementerian
Keuangan
03 - Persentase kinerja
hibah daerah
persen 75 75 75 O15 - Kementerian
Keuangan
07.13.02.01
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah
07.13.02.02
PRO-P: Kebijakan dan Mekanisme Sinkronisasi Belanja TKD dan Belanja K/L
07.14
PE Fcrluasan Sumber
daD Pengembangan
Inovasi Pembiayaan
Ol - Terwujudnya
perluasan sumber
dan pengembangan
inovasi pembiayaan
untuk mendukung
kebijakan fiskal yang
ekspansif, terarah,
dan terukur dalam
rangka percepatan
transformasi ekonomi
0l - Rasio defisit APBN
terhadap PDB dalam
batas aman
persen PDB 2,29 2,53 2,45-2,50 015 - Kementerian
Keuangan
02 - Rasio utang
Pemerintah terhadap
PDB yang menjamin
keberlanjutan fiskal
persen PDB 39,5 39,15 39,01-39,rO O15 - Kementerian
Keuangan
SK No 122434C
berkas 3, hlm. 417 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuselhe2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.14.01
KP Optimalisasi
Sumber-Sumber
Pembiayaan Utang
Yang Menjaga
Kesi.nambungan
Fiskal
Ol - Terciptanya
perluasan suEbcf,
dan pengembangan
inovasi pembiayaan
yang berkelanjutan
Of - Imbal hasil (yield
SBN
persen 7,O 6,4-7,2 6,O-7,0 015 - Kementerian
Keuangan
02 - Persentase realisasi
penerimaan negara dari
pengelolaan kekayaan
negara
p€f,E€n r00 100 100 015 - Kementerian
Keuangan
07.14.01.01
PRO-P: Optimalisasi Portofolio Pembiayaan
07.14.01.02
PRO-P: Peraturan Mengenai Pengelolaan Pembiayaan Luar Negeri dan Do.lam Negeri
07.14.02
KP: Ekstensifikasi d,en
Intensifikasi sumber-
Sumber Pembiayaan
Non Utang yang
Inovatif
01 - Meningkatnya
pemanfaatan skema
pendanaan inovatif
Ol - Jumlah peraturan
XPtsU yang ditetapkan
peraturan
02 - Jumlah sistem
informasi terintegrasi
yang dikembangkan
sistem
infomasi
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
055 - Kementerian
PPN/BAPPENAS
07.14.02.01
PRO-Pi Penyempurnaan Peraturan Mengenai Skema KPBU
07.14.02.02
PRO-P: Shtcr! Informasi Terintegrasi Pendanaan KPtsU dan Pendanaan Inovasi Lainnya
SK No 122435C
1 I I
1 I I
berkas 3, hlm. 418 OCR
REPUBLIK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
(Koordinator/
Pengampu
07.15
PP: Pengendalian
Inflasi
Ol - Terkendalinya
tingkat inflasi
nasional sesuai
dengan fundamental
ekonomi
0f - Tingkat inflasi persen r,57 2,511,0 2,5rr,O 035 - Kementerian
Koordinator Bidang
Perekonomian
07.15.01
KP: Pengendalian
Komponen Inflasi
Harga Bergejolak
Ol - Terjaganya
komPonen inflasi
harga bergejolak
Ol - Inflasi harga
bergejolak
persen o,12 3,OO-5,OO 3,00-5,00 125 - Badan Pan8an
Nasional
07.15.01.01
PRO-P: Stabilisasi dan Pengawasan Harga Pangan
07.15.01.02
PRO-P. Pengembangan Jaringan Irigasi
07.15.01.03
PRO-P Peningkatan Ketersediaan Pangan Dalam Negeri
07.15.01.04
PRO-P: Sarana dan Prasarana Penyimpanan Produk
07.15.01.05
PRO-P: Peningkatan Teknologi Pertanian
SK No 122436 C
berkas 3, hlm. 419 OCR
FEPUBUK INDONES'A
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Taryct2o2i Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.15.01.06
PRO-P: Pemenuhan Pembiayaan dan Perlindungan Usaha Pertanian
07.15.01.07
PRO-P: Peningkatan Sarana d{r Prasarana Bidang Perikanan
07.15.01.08
PRO-P: Sarana Logistik dan Distribusi Pangan
07.15.01.09
PRO-P: Infr asfu.ldlrr dan Layanan Transportasi
07.15.01.10
PRO-P: Ketersediaan Data In lari dan Harga Pangan
07.15.01.11
PRO-B Rekomendasi Kebijakan Pengendalian Inflasi
07.15.01.12
PRO-P: Sinergi Perumusan Kebijakan Frog€f,rdalian Inflasi
07.16
PP: Pelindungan
Warga Negara
Indonesia di Luar
Negeri, termasuk
Pekerja Migran
lndonesia
01 - Tef,wuju&rya
pelindungan WM,
termasuk pekerja
migran Indonesia
01 - Persentase
penyelesaian kasus WNI
di luar negeri
persen 85 87 89 011 - Kementerian Luar
Negeri
SK No 122437 C
berkas 3, hlm. 420 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E}a.selif,@2024 Targct2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
07.16.01
XP: Penguatan
Pelindungan dan
Penempatan Pekerja
Migran Indonesia
01 - Meningkatnya
proporsi pekerja
migran Indonesia
yang bekcf,ja pada
pemberi kerja
berbadan hukum
01 - Proporsi pekerja
migran lndonesia yang
bekerja pada p€rnberi
kerja berbadan hukum
persen 55,56 (2023) 80 04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
104 - Kementerian
Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia/Badan
Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (BP2MI)
60
07.16.01.01
PRO-P: Persiapan Keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia
07.16.01.02
PRO-P: Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
07.16.02
XP: Pelindungan dEr
Pelayanan WNI,
termasuk PMI di Luar
NcScri yang Integratif
Ol - Terintegrasinya
dan terwujudnya
peningkatan kualitas
pelayanan dan
perlindungan Warga
Negara Indonesia
(WM) , termasuk
Fek rja Migran
Indonesia (PMI) di
luar negeri
Ol - Indeks Pemanfaatan
dan Pengembangan
Sistem Informasi
Pelayanan dan
Pelindungan Terpadu
bagi WNI di Luar Negeri
04 - Supremasi
Hukum, Stabilitas
dan
Kepemimpinan
Indonesia
011 - Kementerian Luar
Negeri
96 96,4
02 - Indeks Penguatan
Sistem Kelembagaan
Pelayanan dan
Pelindungan WNI di Luar
Negeri
97,5 98 94,4 Oll - Kementerian Luar
Negeri
SK No 122438C
berkas 3, hlm. 421 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan BasehE2O24 Targe,-20zs Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Indeks Diplomasi
Pelindungan WM di Luar
NeC€ri
98,5 94,7 99,1 Oll - Kementerian Luar
Negeri
07.16.02.01
PRO-P: Tata Kelola dan Diplomasi Pelayanan dan Pelindungan
07.16.02.02
PRO-P: Penanganan Kasus WM di Luar Negeri
Keterangan:
Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat.
SK No l2244OC
berkas 3, hlm. 422 OCR
PRIORITAS NASIONAL 8: MEMPERKUAT PENYELARASAN KEHIDUPAN YANG HARMONIS DENGAN LINGKUNGAN ALAM DAN BUDAYA,
SERTA PENINGKATAN TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA UNTUK MENCAPAI MASYARAKAT YANG ADIL DAN MAKMUR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
K€aiatan Priorita8/
koyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Etasel @2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08
PN: Memperkuat
Penyelarasan
Kehidupan yang
Harmonis dengan
Lingkungan A.lam dan
Budaya, serta
Peningkatan Toleransi
Antarumat Beragama
untuk Mencapai
Masyarakat yatlS Adil
dan Makmur
0l - Terwujudnya
kehidupan beragama
yang maslahat dan
berk€budayaan maju
Ol - Indeks
Pembangunan
Masyarakat (IPMas)
62,45 (2021) 65,49 68,13 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
02 - Terwujudnya
resiliensi terhadap
berrcaaa dsE
Perubahan iklim
Ol - Proporsi kerugian
ekonomi langsung akibat
bencana relatif terhadap
PDB
persen 0,140 l2o22l o,137 0,135 036 - Kementerian
Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia
dan Kebudayaan
08.01
PPi Penguatan
Kerukunan Umat
Beragama dan
Layanan Keagamaan
Transformatif untuk
Mewujudkan
Kehidupan Beragama
Maslahat
Ol - Terwujudnya
masyarakat yang
memiliki cara
pandang dan praktik
beragama jalan
tengah dalam
kehidupan beragama,
serta layanan
keagamaan yang
transfomatif
0f - Indel6 Kerukunan
Umat Beragama (IKtrB)
7647 76,77 78,25 025 - Kementerian Agama
025 - Kementerian Agama 02 - Indeks Layanan
Keagamaan
86,51 87,11 44,62
SK No 122443 C
berkas 3, hlm. 423 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Boseline2o24 Ts[get2O2S Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.01.01
KE Penguatan
Moderasi Beragama
dan Kualitas Layanan
Bimbingan
Keagamaan
01 - Meningkatnya
moderasi beragama
dan kualitas layanan
bimbingan
keagamaan
0f - Nilai Layanan
Penyuluhan Agama
84,52 84,63 85,07 O25 - Kementerian Agama
025 - Kementerian A8@a
025 - Kementerian Agama
025 - Kementerian Agama
02 - Nilai Aspek
Penerimaan terhadap
Perbedaan Sosial (Agama
dan Etnis)
61,78 QO2tl 4,39 74,8L
03 - Persentase calon
pengantin yang
mendapatkan bimbingan
perkawinan
persen 27 35 85
04 - Persentase rumah
tangga ydry
mendapatkan bimbingan
keagamaan keluarga
persen o,s l2o22l o,7 1,1
08.01.01.01
PRO-P Peningkatan Literasi Keagamaan
08.01.01.02
PRO-P Peningkatan Bimbingan Keagamaan Keluarga
08.01.01.03
PRO-Pi Peningkatan Layanan Bimbingan Perkawinan (Calon Pengantin)
SK No 122444C
berkas 3, hlm. 424 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bdsdhe2@4 Target2025 Targct202g
AScdda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.01.02
KP: Jaminan Hak
Beragama serta
Kehidupan Bcf,ataEa
yang Harmonis datr
Rukun
0l - Meningkatnya
jaminan kebebasan
beragama dan
kehidupan beragama
yang harmonis serta
rukun
Ol - Persentase
rekomendasi early
warning system
(keagamaan) yang
ditindakl,anjuti
persen to 25 85 025 - Kementerian Agama
025 - Kementerian Agama 02 - Persentase provinsi
yatrg memperoleh nilai
kerukunan umat
beragama dengan
kategori sangat tinggi
persen 24 30 50
08.ol.02.ol
PRO-P Pencegahan, Advokasi, dan Mitigasi Konflik
08.01.02.02
PRO-P R Pembinaan Kerukunan Umat Beragama
08.01.02.03
PRO-Pr Penyelenggaraan Event Keagamaan
08.01.03
I(P: Peningkatan
Peran Tokoh Aaa&a,
Lembaga Agama, dan
Lembaga Sosial
KcaSaE rn
01 - Menguatnya
peran dan kerjasama
tokoh agama dan
lembaga aSaEa/$sial
keagamaan dalam
mewujudkan layanan
keagamaan yang
inklusif
01 - Persentase lembaga
agama dan lembaga
sosial keagamaan yang
memenuhi standar
pengelolaan
Ircfs€n 40 43 55 025 - Kementerian Agama
SK No 122445 C
berkas 3, hlm. 425 OCR
Prioritas Nasional/
hoEr6m Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseff,,ne 2024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.01.03.01
PRO-P: Peningkatan P€f,atl Lembaga Agama dan Keagamaan dalam Pembangunan
08.01.03.02
PRO-P: Fc rykatan Partisipasi Tokoh Agama dalam Pembangunan
08.01.04
KP: Peningkatan
Sarana dan Prasarana
Peribadatan
Ol - Tersedianya
sarpras peribadatan
yang memenuhi
standar
01 - Persentase sarana
prasarana peribadatan
yang memenuhi standar
P€f,S€n 66,69 67,35 70,00 025 - Kementerian Agama
08.01.fi.0r
PRO-P Peningkatan Kualitas Layanan Rumah lbadah & SarPras Peribadatan lainnya
08.01.04.02
PRo-P: Penyediaan Kitab Suci yang Sahih dal! Merata
08.01.05
KP Transformasi
Layanan Keagamaan
yang Berkualitas,
Merata, dan Inklusif
di Kantor Urusan
Agama (KUA)
Ol - Meningkatnya
kualitas layanan KUA
secara merata,
inklusif, dan
trandormatif
Ol - Indeks Kepuasan
Layanan XIrA
85,53 85,64 6,O7 025 - Kementerian Agama
08.01.05.01
PRO-R Peningkatan Kualitas Sarana d6n Prasarana KUA
SK No 122446 C
berkas 3, hlm. 426 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan n Prioritas/
Proyek Prioritas
SaSaran Indikator Satuan Bo.seli@2024 Tstrgct2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.01.05.02
PRO-P: Pengembangan Inovasi Layanan KUA (Sosial, Ekqr@i, dan Keagamaan)
08.ol.06
KP Transformasi
Penyelenggaraan Haji
dan Umrah yang
Transparan,
Akuntabel, Aman, dan
Nyaman
Ol - Meningkatnya
kualitas layanan haji
dd! umrah yang
transparan,
akuntabel, aman, dan
nyaman
0l - Indel$ Kepuasan
Jemaah Haji Indonesia
(IzuHI):
(al Layanan haji dalam
negeri;
(b) Layanan haji luar
negeri
(4 90,as
(2022!-:
(b) 88,20
(a) 91,00;
(b) 88,25
(a) 92,00;
o) eo,2s
O25 - Kementerian Agama
Badan Pengelola
Keuangan Haji (BPKH)
025 - Kementerian Agama
02 - Persentase nilai
pertumbuhan perolehan
nilai manfaat dana haji
persen 10,4 12,2 13,2
03 - Persentase lembaga
penyelenggaraan haji
khusus dan umrah yang
terakreditasi (A):
(a) Lembaga
pcryel€n8gara haji
khusus;
(b) L€rnbaga
penyelenggara umrah
pcf,s€n (4 82;
tb) 96
(4 82,05;
(b) 96,01
@) 82,25.,
(b) 96,03
08.ol.06.ol
PRO-P: Revitalisasi Sarpras Layanan Ibadah Haji dan Umrah
SK No 122447 C
berkas 3, hlm. 427 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
ProycL Prioritas
Sasaran Indikator Satuan hsehrc2o24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.01.06.02
PRO-P: Peningkatan Kualitas Layanan lbadah Haji
08.01.06.03
PRO-P: Pengawasan dan Pengendalian Lembaga Haji Khusus dan Umrah
08.01.07
KP: Transformasi
Penyelenggaraan
Jaminan Produk
Halal
Ol - Meningkatnya
kualitas
penyelenggaraan
jaminan produk halal
yang profesional
Ol - Indeks Kepuasan
Layanan Sertifikasi Halal
88,56 90,98 93,27 142 - Badan
Penyelenggara Jaminan
Produk Halal
02 - Tingkat literasi
produk dan jasa halal
persen 34,08 42,09 54,11 142 - Badan
Penyelenggara Jaminan
Produk Halal
08.01.07.01
PRO-P: Penguatan Literasi Produk Halal
08.01.07.02
PRO-P: Peningkatan Kualitas L€yarEn Penjaminan Produk Halal
08.01.07.03
PRO-P: Penguatan Kolaborasi Penjaminan Produk Halal
SK No 122448 C
berkas 3, hlm. 428 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
hoyd< Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ebselinc2o24 Targd-202s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.01.08
KP: Pengembangan
Dana Sosial
IGagaEaan Produktif
01 - Meningkatnya
pengembangan dana
sosial keagamaan
produktif untuk
mendukung
pengentasan
kemiskinan dan
kesejahteraan
masyarakat
Ol - Persentase
penduduk miskin yang
menerima manfaat dana
sosial keagamaan untuk
peningkatan
kesejahteraan
persen I 2 6 025 - Kementerian Agama
025 - Kementerian Agama 02 - Persentase lembaga
dana sosial keagamaan
yang akuntabel dan
profesional
persen 7A 81 95
08.01.08.01
PRO-P: Revitalisasi Dana Sosial Keagamaan untuk Pengentasan Kemiskinan
08.01.08.02
PRO-P Peningkatan Kualitas IE rbaSa Filantropi Keagamaan
08.02
PP: Pelestarian dan
Pemajuan
Kebudayaan serta
Penguatan Karakter
Bangsa
01 - Terwujudnya
masyarakat yang
berkarakter dan
berkebudayaan maju
Ol - Indeks
Pembangunan
Kebudayaan (IPK)
57,13 (2023l- 58,39 60,70 140 - Kementerian
Kebudayaan
SK No 122449 C
berkas 3, hlm. 429 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.02.ol
XP: Penguatan
Karakter dan Jati Diri
Bangsa
01 - Terwujudnya
karakter dan jati diri
bangsa yang kokoh
berlandaskan nilai-
nilai Pancasila
Ol - Persentase
penduduk yang
mengikuti gotong royong
dan kegiatan sosial
kemasyarakatan l,ainnya
persen 36,00 (2023) 36,71 38,13 140 - Kementerian
Kebudayaan
oa.02.ol.ol
PRO-P Penguatan Etika Sosial Budaya untuk Membentuk Masyarakat yatrg Harmonis, Rukun, dan Berkeadaban
08.02.01.02
PRO-P: Penguatan Etika Politik dan Pemerintahan untuk Melembagakan Sistem Demokrasi yang Substantif dan Partisipatif, serta Mewujudkan
Birokrasi yang Efektif, Efisien, Terintegrasi, dan Berorientasi Pelayanan
08.02.01.03
PRO-P: Penguatan Etika Ekonomi dan Bisnis Sebagai Landasan Transformasi Ekonomi unh,* Mendorong Produktivitas dalr Daya Saing Bangsa
08.02.01.04
PRO-P: Penguatan Etika Hukum Yang Berkeadilan Untuk Menjamin Kepastian Hukum yang Mengedepankan Nilai-Nilai Kemanusiaan
08.02.01.05
PRO-R Penguatan Etika Keilmuan untuk Mewujudkan Masyarakat Berpengetahuan, Kreatif, dan Inovatif
08.02.01.06
PRO-P: Penguatan Etika Lingkungan Sebagai Fondasi Pembangunan yang Berkelanjutan
SK No 122450C
berkas 3, hlm. 430 OCR
PR,ESIDEN
REPUEUK TNDONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Ba.seli,l€2024 TargEt2O2S TarEd-2O2g
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.02.02
KP: Pelindungan dan
Pelestarian Warisan
Budaya
01 - Terwujudnya
pengelolaan terpadu
warisan budaya yang
efektif dan
berkelanjutan
Ol - Persentase cagar
budaya dan t,arkafl
budaya takbcnda yang
ditetapkan
persen 58 60 7L 140 - Kementerian
Kebudayaan
08.02.02.01
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Pembangunan Kebudayaan
08.02.02.02
PRO-P: Pele3tadatr Cagar Budaya, Nilai Budaya, Tradisi, dan Kearifan Lokal
08.02.02.03
PRO-P: Revitalisasi Manuskrip
08.02.02.04
PRO-P Pengembangan Budaya Bahari
08.02.02.05
PRO-P: Revitalisasi Jalur Rcrapah
08.02.03
KP: Pemanfaatan
(Khazanah Budaya
dan Pengembangan
(Kawasan Pemajuan
Kebudayaan
01 - Terwujudnya
kawasan pemajuan
kebudayaan yang
mendorong
pertumbuhan
ekonomi,
pengentasan
kcdrbldnafl, dan
peningkatan kualitas
SDM kebudayaan
Ol - Persentase
penduduk yang bekerja
di bidang seni budaya
persen o,43 (20231 o,49 0,56 140 - Kementerian
Kebudayaan
02 - Jumlah kawasan
pemajuan kebudayaan
yang dikembangkan
(kumulatif)
kawasan 3 I 15 140 - Kementerian
Kebudayaan
SK No l2245lG
berkas 3, hlm. 431 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Bd.sehne2o24 Target2o2s Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.02.03.01
PRO-P FroAelolaan Terpadu Festival Seni Budaya Daerah Berkelas Internasional
08.02.03.02
PRO-P: Pengelolaan Terpadu Cagar Budaya di lGri'a3an Pemajuan Kebudayaan
08.02.04
XP: Jaminan Hak
Kebudayaan, Ekspresi
Budaya, dan
Pemberdayaan
Masyarakat Hukum
Adat
Ol - Terpenuhinya
hak berkebudayaan
dan kebebasan
berekspresi, serta
pemberdayaan
masyarakat hukum
adat
Ol - Persentase
penduduk yang pernah
terlibat sebagai
pelaku/pendukung
pertunjukkan seni
p€rllcn 1,58 1,67 2,04 140 - Kcmerttqiart
Kebudayaan
02 - Jumlah wilayah adat
yang dikembangkan
dalam pemajuan
kebudayaan
wilayah adat 6 3 3 140 - Kementerian
Kebudayaan
08.02.04.01
PRO-Pi Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Adat
08.02.04.02
PRO-P: Pelindungan Hutan Adat dan Tanah Ulayat
08.02.04.03
PRO-P: Penguatan dan Pengelolaan Masyarakat Hukum Adat, Tradisional, dan Lokal di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
SK No 122452C
berkas 3, hlm. 432 OCR
{
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baselirc2o24 Target2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator /
Pengampu
08.02.05
KP Pengembangan
Bahasa dan Sastra
Indonesia
01 - Meningkatnya
literasi kebahasaan
dan kesastraan
Indonesia
Ol - Indd<s
Pembangunan
Kebahasaan
45,42 (2022!. 51,31 55,01 138 - Kementerian
Pendidikan Dasar dan
Menengah
08.02.05.01
PRO-P: Penguatan Literasi Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia
08.02.05.02
PRO-P: Pengembangan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional
08.02.05.03
PRO-P Pelestarian Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah
08.02.06
KP: Transformasi
Kearsipan untuk
Mengembangkan
Memori Kolektif
Bangsa dan Tata
Kelola Pemerintahan
Ol - Terwujudnya
kearsipan yang
transformatif untuk
mengembangkan
EcEori kolektif
bangsa dal! tata
kelola pemerintahan
01 - Indeks Budaya
Tertib Arsip
70,24 72,40 78,24 087 - Arsip Nasional
Republik Indonesia
02 - Indeks Memori
Kolektif Bangsa
69,10 71,65 76,02 087 - Arsip Nasional
Republik Indonesia
08.02.06.01
PRO-P: Pengembangan Budaya Tertib Arsip
08.02.06.02
PRO-P Perluasan Layanan Kearsipan untuk Publik
SK No 122453 C
berkas 3, hlm. 433 OCR
REPUEUK INOONESIA
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan E qseWE2O24 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.02.06.03
PRO-P: Pengembangan Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara
08.02.07
KP Pengembangan
Diplomasi
Kebudayaan
01 - Meningkatnya
rekognisi global atas
kebudayaan
Indonesia
01 - Jumlah q,arisan
budaya Indonesia yang
diusulkan sebagai
warisan budaya dunia
unit 2 3 10 140 - Kementerian
Kebudayaan
02 - Jumlah rumah
budaya Indonesia yang
dikembangkan dan
dimanfaatkan (kumulatif)
rumah budaya 10 (20171 11 18 14O - Kementerian
Kebudayaan
08.02.07.01
PRO-P: Pengelolaan Warisan Budaya Dunia Indonesia
08.02.07.02
PRO-P: Promosi dan Mukara,l Budaya
08.02.07.03
PRO-P: Penguatan fcrja Sama Kebudayaan
08.03
PE Frrrbanguflan
B€f,ketaharaE Iklim
Ol - Mcduru rya
potensi k f,ugian
ekonomi akibat
perubahan iklim pada
empat sektor prioritas
(kelautan dan pesisir,
air, pertanian dan
kesehatan)
01 - Pcr3€otasc
penurunan potensi
kerugian ekonomi akibat
perubahan iklim
terhadap PDB (%l pada
qnpat sektor prioritas
(kelautan dan pesisir, air,
pertanian datr kesehatan)
persen o,95 (2023) 0,135 o,646 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
SK No 122454C
berkas 3, hlm. 434 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran
Ol - FctrinSkatan nilai
ketahanan wilayah
pesisir dan pulau-
pulau kecil
Indikator Satuan Bdselirc2l24 Target 2025 TarEet2O29
Agenda
Transformasi
(indikator
baru)
Koordinator/
Pengampu
032 - Kementerian
Kelautan dan Perikanan
08.03.01
KP: Peningkatan
Ketahanan Iklim
Pesisir dan Laut
01 - Nilai ketahanan
wilayah pesisir dan
pulau-pulau kecil
76 55
08.03.01.01
PRO-P: Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh
08.03.01.02
PRO-P: Peningkatan Ketahanan Perikanan terhadap Perubahan Iklim
08.03.01.03
PRO-P: Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai
08.03.01.04
PRO-P: Penyediaan Sarana Bdrtu Navigasi Pelayaran (SBNP)/R.Ebu Suar
08.03.02
KP: Pengelolaan
Sumber Daya Air
Adaptif ndim
Ol - Meningkatnya
keakurasian
modifikasi cuaca
01 - Persentase akurasi
keberhasilan modifil(asi
cuaca
Persen t9 90 075 - Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofi sika (indikator
baru)
08.03.02.01
PRO-P: Pembangunan Tampungan Air
08.03.02.02
PRO-P: Revitalisasi Tampungan Air
SK No 122456C
berkas 3, hlm. 435 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek kiodtag
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2024 Target 2025 T8fget 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.03.02.03
PRO-P: Pembangunan Pengendalian Banjir
04.03.02.04
PRO-P: Pengendalian Lahar/ Sedimen
08.03.02.05
PRO-P: Peningkatan Konservasi Sumber Daya Air
08.03.03
KP: Pengembangan
darr Implementasi
Madan Ramah
Iklim
01 - Menurunnya
potensi kerugian
ekonomi akibat
perubahan ildiE pada
scLtor pertanian
Ol - Pcrcatas€
penurunan potensi
kerugian ekonomi akibat
perubahan iklim
terhadap PDB (%, pada
sektor pertanian
persen 0,244 (2023) 0,091 0,439 018 - Kementerian
Pertanian
08.03.03.01
PRO-P: Pembangunan Embung atau Tampungan Air Skala Kecil Lainnya
08.03.03.02
PRO-P Irigasi Pertanian
08.03.03.03
PRO-P Optimasi Lahan Pertanian
08.03.03.04
PRO-P: Area Penanganan Dampak Perubahan Iklim
SK No 122455 C
berkas 3, hlm. 436 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan tuseliiE2o24 faEgd-2025 Target 2029 Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.03.03.05
PRO-P: Penyediaan Pupuk dan Saprodi Pertanian
08.03.03.06
PRO-P: Pengembangan, Pengelolaan, don Modernisasi Jaringan Irigasi
08.03.03.07
PRO-P: Frdirgkatan (Kapasitas Petani terkait Informasi Iklim
08.03.04
KP: Pencegahan dan
Pengendalian
Penyakit Sensitif Iklim
Ol - Menurunnya
persentase kejadian
penyakit sensitif iklim
0l - Persentase
penurunan kejadian
penyakit sensitif iklim
persen lo 14 024 - Kementerian
Kesehatan (indikator
baru)
08.03.04.01
PRO-P: Pencegahan daa Pengendalian Kejadian Penyakit DBD
08.03.04.02
PRO-P: Pencegahan dar Pengendalian Kejadian Penyakit Malaria
08.03.04.03
PRO-P: Pencegahan dan Pengendalian Kejadian Penyakit Pneumonia
08.03.04.04
PRO-P: Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diare
08.03.()4.05
PRO-P Pengendalian Vektor dan Penyebaran Penyakit Sensitif [dim
SK No 122458 C
berkas 3, hlm. 437 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseli,l€2024 Taryct2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.03.04.06
PRO-P: Peningkatan Kesehatan Lingkungan
08.03.05
I(P: Penguatan Tata
Kelola dan Kapasitas
untuk Pembangunan
Berketahanan Iklim
Of - Meningkatnya
tata kdole den
kegiatan pendukung
pencapaian target
pembangunan
berketahanan iklim
Ol - Persentase ak8i
pendukung ketahanan
iklim yang dilaksanakan
di lokasi prioritas
persen 10 30 144 - Kementerian
Lingkungan
Hidup/Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup
(indikator
baru)
08.03.05.01
PRO-P: Penyediaan Informasi Pendukung Peningkatan Ketahanan Iklim
08.03.05.02
PRO-P: Peningkatan Kapasitas SDM untuk Ketahanan Iklim
08.03.05.03
PRO-P: Perlindungan Sosial untuk Ketahanan Iklim
08.03.05.04
PRO-P: Peningkatan Tata Kelola Pemerintah
08.04
PP: Pengelolaan
Risiko Bencana yang
Efisien dan Tepat
Guna
Ol - Menurunnya
tingkat risiko bencana
nasional
01 - Persentase
penurunan nilai Indeks
Risiko Bencana Nasional
persen r,* (2023t- 1,2 t,2 103 - Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
SK No 122459C
berkas 3, hlm. 438 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Baseline 2,024 Target 2025 Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.04.01
KP: Peningkatan
Upaya Pencegahan
dan Mitigasi
Ol - Meningkatnya
upaya pencegahan
dan mitigasi bencana
01 - Persentase daerah
yang memiliki tingkat
kapasitas
penanggulangan bencana
minimal pada kategori
sedang
90 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
103 - Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
persen 62 {2023!.
08.04.ol.ol
PRO-P: Peningkatan Kapasitas Aparat Pemerintah Penanggulangan Bencana
08.04.01.02
PRO-P: Pengembangan Mitigasi Bencana melalui Rhct darr Inovasi
08.04.01.03
PRO-P: Koordinasi dan Penyusunan Dokumen Penanggulangan Bencana
08.04.01.04
PRO-P: Penyediaan Logistik dan Peralatan sesuai Standar Penanggulangan Bencana
08.04.02
KP: Peningkatan
Layanan Peringatan
Dini dan Penanganan
Kedaruratan Bencana
Ol - Meningkatnya
penyelenggaraan
layanan peringatan
dini dan keandalan
respons saat tcdadi
bencana
0l - Percctrtalc cakupan
layanan peringatan dini
di daerah berisiko
bencana
6,32 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
IO3 - Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
perll€o 6,00 6,10
02 - Kecepatan
penyampaian informasi
peringatan dini bencana
ke publik
3 075 - Badar Meteorologi,
Klimatologi dan Geofi sika
SK No 122460 C
menit <3 <3
berkas 3, hlm. 439 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran Indikator Satuan Etaselhe2o24 Taryet2o2s Target 2029
Agenda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
03 - Persentase daerah
yang menetapkan status
keadaan darurat bencana
datr Ecn€l.iEa intervensi
sesuai standar
persen 75 loo 100 100 - Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
08.04.02.01
PRO-P: Pendampingan Penanganan Kedaruratan Bencana
08.04.02.02
PRO-P: Pelayanan Peringatan Dini Multiancaman Bencana
08.04.03
KP: Pcra.trrull.n
Kebutuhan
Rehabilitasi dan
Rekonstruksi
Pascabencana
01 - Meningkatnya
kualitas rehabilitasi
dan rekonstruksi
pasca bencana
Ol - Persentase daerah
pasca bencana masif
yang ditangani
IOO 05 - Ketahanan
Sosia.l Budaya dan
Ekologi
lO3 - Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
persen loo loo
oa.04.03.ol
PRO-P: Pemulihan Kehidupan Masyarakat Pascabencana
08.04.03.02
PRO-P: Pemulihan Ekonomi Terintegrasi Pascabencana
SK No 1224610
berkas 3, hlm. 440 OCR
Prioritas Nasional/
Program Prioritas/
Kegiatan Prioritas/
Proyek Prioritas
Sasaran IndiLator Satuan Baseljae2o24 Target 2025 Target 2029
Agcdda
Transformasi
Koordinator/
Pengampu
08.04.04
KP Peningkatan
Resiliensi Masyarakat
Terhadap Bencana
Ol - Meningkatnya
resiliensi masyarakat
terhadap bencana
01 - PerBcntarc desa
berketahanan bencana
multipihak
11,74 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
103 - Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
persen 10,31 10,49
08.04.04.01
PRO-P: Peningkatan l(eEaEpuan Adaptif Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana
08.04.04.02
PRO-P: Pemberdayaan Komunitas Masyarakat untuk Pengurangan Risiko Bencana
08.04.05
fP: Peningkatan
Infrastruktur
Berketahanan
Bencana
Ol - Meningkatnya
infrastruktur
berketahanan
bencana di lokasi
prioritas bencana
01 - Rasio
kabupaten/kota yang
menerapkan
infrastruktur
berketahanan bencana di
lokasi prioritas bencana
IOO 05 - Ketahanan
Sosial Budaya dan
Ekologi
145 - Kementerian
Pekerjaan UEum
persen 19
(indikator
baru)
08.04.05.01
PRO-P: Peningkatan Keandalan Bangunan Berketahanan Bencana
08.04.05.02
PRO-P: Peningkatan Infrastruktur Pengendali Daya Rusak Air
SK No 122462 C
(
berkas 3, hlm. 441 OCR
-14t-
Prioritas . rdm.l/
Prioritas./
PriGltr!/
Proyek ki.rita.
Frrn-r-t iilrx 'E!r,!l S.tn.n 8adirc2i0/24 Target 2orl5 Target 2029
Agenda
TlllrdGmsd
Xocdblto./
08.04.05.05
PRO-E tairyhdt Innedultu Uidlid Bcnc.tr. Geologi
l(ctaranlm:
Tetla bGdf.t itdik df d.!r
Pemerintah DE h,
dapat dimutakhirkan melalui RKP daum
Ur.h.. dan f&!F d.e.
IlcDFtittrbanglu: (al kesiapan d.n t(rpdra. FLLlen .n; Ol ketersediaan do ruobcn pendanaan; serta (ct keterlibatan tr Fo
ttd.
Salinan sesuai dengan aslinya
ssltrl]tr;I.rr;nfllac'Ifa{
SK No 14974ts0
Dj.-qn

Lampiran III

berkas 4, hlm. 1 OCR
MATRIKS KEMENTERIAN/ LEMBAGA
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
LAMPIRAN III
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
SK No 149745 C
berkas 4, hlm. 2 OCR
PRESIOEN
MATRIKS KEMENTERIAN/ LEMBAGA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
002.CF Program Penyelenggaraan Lembaga
Legislatif dan Alat Kelengkapan
10.628.070.786
002.cF.5806 Felak!€naarr Representasi Rakyat dqn
Partisipasi Masyarakat
10.628.070.786
oo2.cF.5806.QMB Komunikasi Publik 10.628.070.786
oo2.cF.5806.QMB.OO1 Kunjungan Kerja Diluar Maca Reses dan
Diluar Sidang DPR (8 Kali Setahun)
o 4640 kegiatan 3.742.431.557 0l 03 01 01
oo2.cF.5806.QMB.OO2 Kunjungan Kerja pada Masa Rcscs (5 Kali
Dala& Setahun)
o 2900 kegiatan 5.905.064.474 01 03 0l ol
SK No 132502 C
sao kegiatan 6O5.679.9,t6 Ol 03 01 o1 oo2.cF.5806.QMB.0O3 Kunjungan Kerja pada MaBa Reses atau
pada Masa Sidang (1 Kali Satu Tahun)
o
berkas 4, hlm. 3 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
002.cF.5806.QM8.004 Rumah Aspirasi Anggota DPR n 580 kegiatan 374-494.809 0r 04 02 ol
o02.wA Program Dukungan Manajemen 43.672.540
002.wA.5795 Pengelolaan Teknologi Informasi 83.672.540
002.WA.5795.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 83.672.540
002.WA.5795.UAB.001 Sistem Informasi Anggota Legislatif dan
Konstituen
I o Sistem
Informasi
t33.672.540 01 03 0l ol
TOTAL to.7 | 1.7 43.326
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
D€xval Perwakilan Rakyat hanya memiliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025-2029
SK No 132503 C
berkas 4, hlm. 4 OCR
MAHKAMAH AGUNG
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINB2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07,03.02 - Persentase penyelesaian eksekusi putusan perdata p€f,68n 54 35 55
SK No 132504 C
berkas 4, hlm. 5 OCR
PR,ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
005.BF Program Penegakan dar! Pelayanan Hukum 528.183.912
005.BF.1046 Pengembangan Tenaga Tektia P€f, Peradilan
Umum
6.133.375
005.BF. r046.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 6.133.375
005.BF.1046.UAC.001 Bimbingan Teldtis t€ritang Perempuan yang
berhadapan dengan Hukum
240 240 Orang 6.r$.375 04 19 04
07 02 02 o1
02
005.BF. ro49 Peningkatan Manajemen Peradilan UErrB 110.634.396
oos.BF.lo49.QBA Layanan Bantuan Hukum Perseorangan 68.028.575
0o5.BF.1O49.QB.rO32 Layanan Pos Bantuan Hukum di
lingkungan Peradil,an UEum
44739 44739 Orang 68-02A.575 08 02 01 M
o7 02 02 o1
0o5.BF.ro49.QCA Perkara Hukum Perseorangan 42.605.821
oo5.BF.lo49.QCA.OOr Pcf,kara Peradilan Umum yang diselesaikan
melalui Pembebasan Biaya Perkara
1000 1000 Perkara 2.101.700 07 02 02 o1
SK No 132505 C
Peningkatan Manajemen Peradilan Agama
6679 6679 Perkara
384.930.471
01 0o5.BF.lo49.QCA.0O2 Sidang di luar Gedung Pengadilan i+o.504.121 07 02 02
005.BF.1053
berkas 4, hlm. 6 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
oo5.BF.1053.QBA Layanan Bantuan Hukum Perseorangan 112.918.500
oo5.BF.1O53.QBA.OOl Layanan Poa Bantuan Hukum di
Lingkungan Peradilan Agama
226077 226077 Orang 112.918.500 07 02 02 01
04 16 03 ol
oos.BF.l053.ocA Perkara Hukum Perseorangan 272.Ott.97 t
oo5.BF.l053.QCA.00r Perkara di Lingkungan Peradilan Agama
yang diselesaikan melalui pembebasan
biaya perkara
21037 24193 Perkara 100.309.961 07 02 02 01
0o5.BF.1O53.QCA.OO2 Perkara di Lingkungan Peradilan Agama
yang diselesaikan melalui sidang di luar
gedung
32565 37449 Perkara 64.a44.432 07 02 02 01
oo5.BF.lo53.QCA0O3 Perkara di Lingkungan Peradilan Agama
yang diselesaikan melalui sidang t terpadu
5137 6203 Perkara 94.403.475 07 02 02 0l
oo5.BF.lo53.QCA.OO4 hkara yang diselesaikan melalui Sidang
Itsbat Nikah diluar Negeri
200 241 Perkara 12.454.103 An 02 02 0l
04 16 03 0l
005.BF.1058 Peningkatan Manajemen Peradilan Militer 12.621.253
oo5.BF. ro58.QCA Perkara Hukum Perseorangan 12.621.253
SK No 132506 C
393 393 Perkara 12.621.253 07 02 02 01 oo5.BF. ro58.QCA.OOl Perkara yang dilayani melalui sidang di luar
gedung di lirukunsart Peradilan Militer
berkas 4, hlm. 7 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
005.BF.1059 Peningkatan Manajemen Peradilan Tata
Usaha Negara
12.873.030
005.BF.1059.Q84 Layanan Bantuan Hukum Perseorangan 7.484.640
0o5.BF.1Os9.QBA.OO1 Layanan Pos Bantuan Hukum di
linglornggn Peradilan Tata Usaha Negara
3264 3264 Orang 7.444.640 07 02 02 ol
oo5.BF.1O59.QCA Fef,kara Hukum Perseorangan 5.384.390
oos.BF. ro59.QcA.oo2 Perkara yang dilayani melalui sidang di luar
gedung dilingkungan peradilan Tata Usaha
Negara
30 30 Perkara s.384.390 07 02 02 ol
005.BF.7019 PengeEbartgart Tenaga Teknis Peradilan
Agama
991.387
005.BF.7019.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 991.387
005.BF.70r9.UAC.OO1 Bimbingan Teknis Kaum Rentan
Berhadapan dengan Hukum
80 92 Orang 991.387 07 02 02 01
005.wA Program Dukungan Manajemen 232.464.572
005.w4.1064 Peningkatan Pelayanan Informasi pada
Mahkamah Agung dan Pengadilan Semua
Lingkungan Peradilan
36.OOO.OOO
SK No 132507 C
Layanan Dukungan Manajemen Internal 36.OOO.OOO 005.w4.1064.T8,{
berkas 4, hlm. 8 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
005.WA.1064.TBA.001 Pengembangan Sistem Penanganan Perkara I I Layanan 30.000.000 07 03 01 o1
005.WA.1064.TBA.002 Pengintegrasian sistem penanganan
perkara di MA
o I Layanan 6.000.000 07 03 0l Ot
005.WA.1067 Pelaksanaan Penyusunan Perencanaan dan
Anggaran serta Penataan Orga sasi
Mahkamah Agung
24.800.000
005.WA.1067.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 24.800.000
o05.wA. t067.PFA.OO1 Penyusunan Rancangan Kebijakan
Penguatan Kelembagaan Mahkamah Agung
0 I Rancangan
Standar
8.800.000 07 03 01 0l
005.WA.1067.PFA.002 Penyusunan kajian/naskah akademik
tcf,kait RUU Jabatan Hakim
o o Rancangan
Standar
2.OOO.OOO 07 03 01 0l
005.WA.1067.PFA.003 Penyusunan Kajian terkait Contempt of
Court
0 o Rancangan
Standar
2.000.000 07 03 0r 01
005.WA.1067.PFA.004 Penyusunan peraturan internal MA terkait
pola rekrutmen, jenjang karir serta mutasi
dan rotasi hakim
0 0 Rancangan
Standar
4.OOO-OOO 07 03 01 ol
SK No 149518 C
Rancangan
Standar
6.000.000 07 03 01 01 005.WA.1067.PFA.005 PenJ rsunan kajian beban kinerja ideal
hakim dan penetapan analisis beban
kinerja hakim, panitera pengg rti, dan
jurusita
I o
berkas 4, hlm. 9 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oos.wA. r067.PFA.o06 Penyusunan kajian integrasi sistem
penanganan perkara di MA
n 0 Rancangan
Standar
2.000.000 07 03 01 01
005.WA.1073 Penyelenggaraan Pengembangan
Kompetensi dibidang Telsfs Peradilan
t7 L664.572
oo5-wa r073.scc Pelatihan Bidang Politik, Hukum,
kehenall den Kcamenen
169.168.572
oos.wA. lo73.scc.oo1 Peningkatan Kapasitas Hakim 440 440 Orang 165.164.5?2 07 03 01 ot
oos.wA. 1073.TBC Layanan Manajemen SDM Internal 2.500.000
oo5.wA. lo73.TBC.O03 Pedoman Kurikulum Pendidikan dan
Pelatihan Terpadu baai Hakim
I Layanan 2.500.ooo 07 03 01 0t
TOTAL 760.652.444
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 132509 C
berkas 4, hlm. 10 OCR
KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESI,A
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEL/,i{E2O24 TARGET2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 07.04 - Persentase peningkatan pengendalian perkara persen - (indikator baru) 61 69
PF 07.04 - Persentase kecukupan, kesesuaian, dan pengembangan SDM Kejaksaan persen - (indikator baru) Eil 80
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.04.01 - Persentase penanganan perkara melalui mediasi penal, diskresi penuntutan, dan
denda damai
pcfs€o - (indikator baru) 61 69
KP 07.04.02 - Tingkat kecukupan personil jaksa pcfsetr 98,02 94,20 99,20
KP 07.04.02 - Tingkat pengembangan kapasitas personil jaksa persen 10,65 50 85
KP 07.04.02 - Tingkat kesesuaian pengelolaan SDM jaksa persen 77,6 80 lI0
SK No l325l0C
berkas 4, hlm. 11 OCR
- 1l -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2O25:2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.BF Program Penegakan dart Pelayanan Hukum 146.963.000
006.BF.l l03 Penerangan dan Penyuluhan Hukum di
h.rsat dan Daerah
136.713.000
oo6.BF.1103.QMB Komunikasi Publik 136.713.000
006.BF.1r03.QMB.O51 Penyuluhan Hukum di Kejaksaan
Tinggi/ Kejaksaan Negeri/ Cabang Kejaksaan
Negeri
4138 4138 kegiatan 136.713.000 07 02 03 0l
006.BF.1115 Dukungan Telstis Lainnya di Jaksa Agung
Muda Tindak Pidana Khuaur
2-750.000
006.BF.1115.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 2.250.000
006.BF.1115.PEF.001 Sosialisasi Pedoman C6ruptidt Impact
Assessment (CIA) dan Indeks Kerawanan
Korupsi
o o orang 2.250.000 07 05 0r 02
006.BF.1 1l5.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 500.ooo
SK No 132511 C
O Laporan 500.000 0? 05 01 02 006.BF.1l l5.UAE.OOl Asesmen Kompetensi Dasar dan lanjutan
Bagi Jaksa dalam Penanganan Tindak
Pidana Korupsi
berkas 4, hlm. 12 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.BF.6580 Penanganan dan Penyelesaian Perkara
Tindak Pidana Korupsi, Tindak Pidana
Khusus Lainnya dan Tindak Pidana HAM
Berat di Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
Khusus
7.500.000
006.BF.6580.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria l -500-ooo
006.BF.6580.PFA.001 Penyusunan Pedoman Corruption Impact
Assessment (CIA) dan Indeks Kerawanan
Korupsi
o O Pedoman 1.500.000 07 05 01 02
006.BF.6580.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 6.000.000
006.BF.6580.UAE.001 Pelaksanaan Corruption Impact Assessment
(CIA) dan Indeks Kerawanan Korupsi
o I Laporan 6.000.000 07 05 0l 02
006.wA Program Dukungan Manajemen 7.211.560.709
006.WA.1081 Pembinasl dan Pengelolaan Kepegawaian di
Kejaksaan RI
1.OOO.OOO
o06.wA.l08r.PtsQ Kebijakan Bidang Aparatur 1.000.000
SK No 149519 C
Rekomendasi
Kebijakan
l.000.ooo 07 04 02 02 oo6.wA. r08r.PtsQ.ool Pent rsunan rekomendasi kebijakan
manajemen talenta Kejaksaan Rl
:al o
berkas 4, hlm. 13 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYET)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.wA.1083 Perencanaan yang meliputi Pcrtgclolaan
Data, Penyusunan Rencana Anggaran dan
Program Kerja, Pemantauan darr Eva.luasi,
Pengembangan Organisasi dan Tata
Laksana s6ta Fasilitasi Pelaksanaan
Program Reformasi Birokrasi lGjakssm RI
10.422.336
006.wA.1083.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan IIAM 2.122.336
006.WA.1083.PBD.051 Penyusunan Kebijakan Penguatan Fungsi
Penuntut UEum sebagai Pengendali
Pcf,kara dan Penuntut Tunggal (DoErinus
utis)
o Rekomendasi
Kebijakan
2.t22.336 07 04 01 01
006-wA.10a3.Ptso Kebijakan Bidang Teknologi Informasi 4.500.000
006.WA.1083.PBO.051 Pembuatan Kebijakan Pelaksanaan Statistik
Kriminal Indonesia
0 Rekomendasi
Kebijakan
4.500.000 07 04 0l 01
006.wA.lo8il.PBQ Kebijakan Bidang Aparatur 4.200.000
006.wA. r083.PtsQ.O99 Petr] rsunan Rekomendasi Kebijakan Untuk
Peningkatan SDM Kejaksaan
3 o Rekomendasi
Kebijakan
4.200.000 07 04 02 02
006.w4.1088 Pengelolaan Data, Statistik l(rimitral serta
Penerapan Pengembangan Teknologi
802.OOO.OOO
SK No 149520 C
Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 2.000.000 006.wA. toSa.PFA
I
berkas 4, hlm. 14 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202?-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.WA.1088.PFA.001 Pcnlruaunan pedoman metadata stqstistik
Lriminal Indotresia
o O Pedoman 1.000.000 07 04 0l 01
006.wA. ro88.PFA.OO2 Penyusunan pedoman prosca bisnis
pelaksanaan statisitit laimfutal Indonesia
o O Pedoman 1.000.000 07 04 0l Ol
006.WA.1088.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 800.000.000
oo6.wA. 1088.UAB.OOl Pembangunan Sistem Informasi coDtuartd
c€dter hrsdalops
n I Sistem
Informasi
600.000.000 o7 04 0l ol
006.wA.lo8a.uAB.oo2 Pengembangan sistem informasi statistik
kriminal Indonesia
o o. Sistem
Informasi
200.ooo.000 07 04 01 01
006.WA.1091 Pembangunan/ Pengadaan/ Peningkatan
Sarana dan Prasarana Kejaksaan RI
5.042.947.640
0o6.wA.109r.RAQ Sarana Bidang Hukum 371.000.000
0o6.wA. ro9r.RAQ.ool Pembentukan kantor pejabat di MA untuk
pemberian advis blaad dalam perkara
kasasi
o I Unit 3.OOO.OOO 07 04 01 02
006.wA.1091.RAQ.OO2 Fcrobctltukan kantor pejabat penghubung
di Setneg dalam rangka pemberian nasihat
hukum kepada Presiden, pemberian telslis
hukum dalam perjanjian internasional dan
kontrak karya, postulat rejection,
pernyataan lrcf,ang datr atau pernyataan
ncgafa saat darurat
o I Unit 3.000.000 07 04 0l 02
SK No l325l40
berkas 4, hlm. 15 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEG[ATAN/ IGO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oo6.wA.l091.RAQ.O51 Pemenuhan Sarana dan Prasarana serta
Peralatan Petrangafl an Perkara Kejaksaan
RI
55 55 Unit 365.000.000 07 04 0l ol
oo6.wA.1$[.RPW Prasarana Bidang Hukum 2.574.000.000
oo6.urA. I 09 I .RPW.00 I Pembangunan rupbasan o [1 Unit I.824.OOO.OOO 07 04 0r 01
006.wA.109l.RPW.OO2 Pembangunan rumah dinas Jaksa di
wilayah
0 1 Unit 150.000.000 07 04 0l 01
006.wA. l091.RP\[r.003 Pembangunan command center Pusdalops 0 o Unit 600.000.000 o7 04 01 0l
oo6.wA.1(x) l.TBB layanan Sarana dafl Prasarana Internal 2.@7 .947.640
006.wA.l 09 r.TBB.o53 Pengadaan Pembangunan Infr astruktur
Pendukung Tugas dan Fungsi Kesehatan
Yustisial
1 I Paket 2.097 .9A7 -640 07 04 0 1 0 I
006.WA.5276 Pemulihan Aset yang Menjadi Kewenangan
Kejaksaan RI scauai dengan Ketentuan
Perundang-Undangan dan Koordinasi
dcogan Jaringan Kerja Sana Pemulihan
Aset Nasional maupun Transnasional
65.132.600
006.WA.5276.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM r.ooo.ooo
SK No 149521C
Penyusunan Grand Design Tata Kelola
Badan Pemulihan Aset
r.000.ooo 07 04 01 01 006.WA.5276.PBD.001 o o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 16 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.WA.5276.PFA Norma, Standar, Prosedur, d{! Kriteria 1.000.000
006.wA.5276.PFA.OO1 Penyusunan pedoman pelaksanaan tata
kelola rupbasan
o O Pedoman l.000.ooo 07 04 01 01
006.WA.5276.0KB Pemantauan produk 47.132.600
006.wA.5276.QXB.O5l Penanganan dan Penyelesaian Pemulihan
Aset yatlg Terkait Perkara
38 38 laporan 47.132.ffi 07 05 01 02
006.WA.5276.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 15.OOO.fiX)
006.WA.5276.UAB.001 Pengembangan Asset Recovery S€cured-
data Systcr! (ARSSYS)
o I Sistem
Informasi
15.000.000 07 04 0l ot
006.WA.5276.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 1.000.000
006.WA.5276.UAE.001 As€scn€n Kompetensi Jaksa dan
Kelembagaan dalqn Penelusuran Aset
0 O Laporan 1.000.000 07 05 01 02
006.wA.6577 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan r.281.118. r33
006.WA.6577.PBO Kebijakan Bidang Teknologi Informasi 1.OOO.OOO
006.WA.6577.PBO.001 Grand Design pengembangan teknologi/
satu sistcrn informasi Manajemen
Pendidikan dan Pelatihan untuk
mendukung Corporate Utuiuersiv
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.ooo 07 04 02 01
SK No 149522 C
berkas 4, hlm. 17 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
006.wA.6577.PBQ Kebijakan Bidang Aparatur 5.140.400
006.wA.6577.PBQ.0O2 Penyusunan konten pembelajaran pada
peningkatan kompetensi jaksa
3 o Rekomendasi
Kebijakan
2.OOO.OOO 07 04 02 02
006.wA.6577.PBQ.0O3 Penyusunan dokumen evaluasi
pembelajaran, pengajaran dan metode
pembelajaran bagi peningkatan kompetensi
Jekse
o o Rekomendasi
Kebijakan
2.000.000 0? 04 02 02
006.wA.6577.PBQ.051 Penlru$lar Pedoman Kurikulum Pendidikan
daIr Pelatihan Terpadu bagi Jaksa/
Pendidikan Kekhususan Jaksa
2 0 Rekomendasi
Kebijakan
l. r,ro.,rcO 07 04 02 02
006.WA.6577.RPW Prasarana Bidang Hukum 1.000.000.000
oo6.wA.6577.RPt[t.00 I Peobangunan / pen8crobangan sentra diklat 0 I Unit 1.000.000.000 07 04 02 0r
006.WA.6577.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 202.000.000
006.WA.6577.UAB.001 Pengembangan tcloologi dan 8i8te!n
informasi corporate university
o o Sistem
k Informasi
200.000.ooo o7 04 02 0l
006.wA.6577.UAB.002 Integrasi sistem infdEaii corporate
university darl mobile apps corporate
university
I o Sistem
Informasi
2.000.000 07 04 02 01
SK No 132517 C
Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 72.977.733 006.WA.6577.UAC
berkas 4, hlm. 18 OCR
ITODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
006.WA.6577.UAC.001 Peningkatan Sertifikasi Jaksa o 1000 Orang 4.000.000 07 04 02 02
006.WA.6577.UAC.002 Implementasi pelaksanaan crrtxrrate
university
o 5OO Orang 3.000.000 07 ()4 02 02
006.WA.6577.UAC.004 Penguatan kapasitas SDM dalam
Feneluru-rsn Aset
o l2O Orang 2.908.563 0? 05 0l 02
006.wA.6577.UAC.O5l Peningkatan Kompetensi Jaksa l:fn 840 Orang 63.069.170 08 02 0l 04
o7 04 02 02
006.wA.6578 Pengawasan Aparatur Kejaksaan oleh Jaksa
Agung Muda Pengawasan
500.ooo
006.w4.6578.PtsD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 500.ooo
006.WA.6578.PBD.001 Rckotncoda.i Kebijakan Penguatan Sistem
Pengawasan Internal di Kejaksaan
o o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 07 05 03 01
006.w4.6773 Strategi Kebijakan Penegakan Hukum 8.OOO.000
006.WA.6773.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 8.000.000
SK No 132519C
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Upaya
Paksa
006.wA.6773.PBD.001 D o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 04 0l Ol
berkas 4, hlm. 19 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT,I PF KP PROP
o06.wA.6773.PBD.002 Penyusunan rekomendasi ketnjsksn
evaluasi penyelesaian Perkara delrgarr
Pcnd.keten Keadilan Restorative
0 o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 04 0l 01
006.WA.6773.PBD.003 Penyusunan Rekomendasi Kebijakan
Tindak lanjut Hasil Rekomendasi Kebijakan
Penguatan Fungsi Penuntut Umum
1 o Rekomendasi
Kebijakan
3.000.000 07 04 0l ol
006.urA.6773.PBD.004 Penyusunan rekomendasi kebijakan terkait
penerapan Deffered Pro8ecutq Agreement
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 04 01 0l
006.WA.6773.PBD.005 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
pembentukan kantor pejabat penghubung
di MA untuk pemberian Advis Blaad dalam
perkara kasasi
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 04 01 02
006.WA.6773.PBD.006 Rekomendasi Kebijakan dalarn rangka
pembentukan kantor p.jabat penghubung
di Setneg dalam rangka pemberian nasihat
hukum kepada presiden
0 o Rekomendasi
Kebija.kan
1.000.000 07 04 0l 02
TOTAL 7.358.523.709
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 132520 C
berkas 4, hlm. 20 OCR
KEM ENTERI.AN SEKRETARIAT NEGARA
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oo7.cA Program Penyelenggaraan Layanan kepada
Presiden dan Wakil Presiden
42.897.092
o07.cA. r 148 Penyelenggaraan Koordinasi Kerja Saloa
Teknik Luar Negeri dan Penanganan
Administrasi Perjalanan Dinas Luar Negeri
42.897.092
007.CA.1 1,+8.PEC Kerja sama 42.897.092
0O7.CA.1 1.+8.PEC.OOl Layanan Kerja Sama Selatan-Selatan 10 12 Kesepakatan 39.116.742 02 09 03 01
007.cA.1 l48.PEC.OO2 Dokumen Manajemen Pengetahuan KSST 3 3 Dokumen 3.740.350 02 09 03 OD
TOTAL 42.897.092
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
Kementerian Sekretariat Negara hanya E.miliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025-2029
SK No 132522 C
berkas 4, hlm. 21 OCR
EIJ,FIT]FN
KEMENTERIAN DAI,AM NEGERI
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 04.17 - F€f,aentase anak berusia O-4 tahun yang memiliki akta kelahiran persen 94,03 96 99,8
PF 07.01 - Jumlah daerah deagai Indeks Kualitas Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Berkategori "Sangat Baik"
daerah 150 514
(indikator baru)
PP 07.09 - Indek Kinerja Gubernur s.bagai Wakil Pemerintah Pusat 72,Ot (2023) 73 I:B
PP 07.09 - Indeks Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) 83,75 (Persentase
capaian
penerapan sPM di
daerah tahun
2023].
92
PP 07.09 - Ra.io penerimaan pajak daerah terhadap PDRB (local tax rotild persen PDB t,20 1,25 1,45
Pengampu Pencapaian Indikator Kegi,atan Prioritas
SK No 132523 C
daerah
(indikator baru)
t2 x KP 01.04.01 - Jumlah daerah dengan Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan berkategori baik
berkas 4, hlm. 22 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.04.0f - Jumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat d.t'n aspek wawasan kebangsaan pada
wilayah konflik dart rentan
kegiatan 5 5 5
KP 02.09.01 - Indeks Kemajuan Penyelesaian Perundingan Fcnega8an Batas Darat Negara 61,13 63,00 78,00
KP O2,12,O7 - Jumlah kabupaten/kota yang memiliki kcleEbagsar air limbah domestik
(UPTD/ BLUD/ BUMD)
kab/kota 127 l2023l 180 5t4
KP 02.12.07 - BUMD air minum dengan tarif Full Cost Recovery (FCR) persen 42,49 (2023) 60 100
KP 02.12.07 - Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan tarif/retribusi l,ayanan air limbah domestik kab/kota 17 (2023) 40 loo
KP O2.12-O7 - Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki Perda terkait tata kelola air
limbah domestik
kab/kota 135 (2023) 150 514
KP 02.12.08 - Jumlah provinsi yang melakukan pel,aporan kinerja air minum di tingkat kab/kota provinsi 38 (2023) 38 3a
KP 02.12.08 - Jumlah provinsi yang melakukan pelaporan kinerja sanitasi (air limbah domestik) di
tingkat kab/kota
provinsi t (2023) 15 FA
KP 06.07,03 - Jumlah desa yang menginisiasi k rja sa.Ea desa desa - (indikator baru) EIi) [r[0
KP 06.07.03 - Jumlah desa yang menerapkan administrasi dan pengelol,aan keuangan desa berbasis
digital
desa - (indikator baru) 150 1.660
I{P 07.01.0f - F.rscntas€ parpol yang tepat waktu menyampaikan laporan pertanggungjawaban
bantuan keuangan parpol setelah diaudit oleh BPK kepada mendagri
perlcrr loo (2023) 100 100
SK No 132524C
persen 100 100 loo KP 07.01.01 - Persentase parpol penerima bantuan keuangan parpol dari APBN yang
memprioritaskan bantuan keuangan parpol untuk pendidikan politik
berkas 4, hlm. 23 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 07.01.02 - Persentase penduduk yang menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi
penduduk wajib KTP
persen 3,55 10 50
KP 07.09.01 - Provinsi d€oaan Indeks Kinerja Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat berkategori
sangat bait
provinsi r3 (2023) 17 30
KP 07.09.02 - Provinsi dengan Indeks Pcncrapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) berkategori
tuntas paripurna
provinsi 2 l2023l 5 34
KP 07.09.02 - kabupaten/kota dengan Indeks Penerapan Standar Pelayan& Minimal (SPM)
setidaknya berkategori tuntas madya
kabupat€n/ kota 2A (2023) 152 354
KP 07.09.02 - Daerah dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) berkategori sangat inovatif (prov,kab,kota) daerah
(prov/ kab/ kota)
75 12023) 82 147
KP 07.09.03 - Jumlah daerah dengan proporsi pajak daerah terhadap PAD meningkat daerah
(prov/ kab/ kota)
300 300 546
KP 07.09,03 - Jumlah daerah dengan proporsi retribusi daerah terhadap PAD meningkat daerah
(prov/ kab/ kota)
300 3()O 546
KP 07.09.03 - Jumlah provinsi yang memenuhi belanja infrastruktur pelayanan publik provinsi 4 r9 38
KP 07.09.03 - Jumlah daerah yang memanfaatkan instrumen pendanaan alternatif daerah
(prov / kab/ kota)
2 7 1l
SK No 132525 C
berkas 4, hlm. 24 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KECI,ATAN/ IGO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM Program Pembinaan Kapasitas
Pemerintahan Daerah dan Desa
t.922.797.336
010.CM.1237 Pembinaan Penyelenggaraan Hubungan
Pusat dan Daerah scf,ta Kerja sama Daerah
733.,140.980
010.CM.1237.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 2.050.000
o1o.cM. t237.PBL.OO1 Rekomendasi Pelaksanaan Model Ideal
Kewenangan dan Kelembagaan GWPP
I o Rekomendasi
Kebijakan
2.050.000 07 09 01 01
010.CM.1237.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pcracrintah
Daef,Eh
731.390.980
0ro.cM. r237.lrBA.oo1 Daerah yang memiliki a'Eka indeks GWPP
b€f, kategori sangat baik
t7 30 Provinsi 646.423.750 07 09 01 03
0lo.cM. r237.1J84.002 Daerah yang difasilitasi dalam penguatan
peran kecaEratan dalam koordinasi vertikal
dan horizontal
gla Daerah
(Prov/ rab / Kota)
9.157.650 07 09 02 03 txd
o 010.CM.1237.UBA.003 Daerah yang melaksanakan kerja sar ra
daerah dalam penyediaan pelayanan publik
to 38 Provinsi 6.105.100 07 09 0l 02
SK No 149523 C
lo Daerah
(Prov/Kab/Kota)
06 04 0l 02
010.CM.1237.UBA.004 Pilot Project keda sama daerah dalam
mendukung pusat pertumbuhan di Wilayah
Metropolitan
1 7.326.120 07 09 0l 02
06 04 0t ol
berkas 4, hlm. 25 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07
o8
04
04
06
06
0l
ol
06 04 01 09
06 04 0l 10
or0-cM. 1237.U84.O04.OO00 Pilot Project kerja sama daerah dalam
mendukung pusat pertumbuhan di Wilayah
Metropolitan - Pusat
I 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
7.326.120 0,6 04 0l 03
06 04 01 04
06 04 01 o5
06 04 01 06
010.CM.1237.UBA.005 Daerah yang menerapkan PTSP berbasis
OSS-RB,{ (Online Single Submission Risk
Bas.d Approach) dalam perizinan berusaha
118 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
9.768.160 07 09 02 03 76
olo.cM. r237.uBA.006 Daerah yarry dikuatkan SDM dan
Kclc@bagaal DTMPTSP nJ.a untuk
mendukung iklim investasi yang kondusif
126 Daerah
{Pror, / Kab/ Kota)
6.105.100 07 09 02 03 50
010.CM.1237.UBA.007 Daerah yang ditingkatkan pelimpahan
kewenangan perizinan kepada DPMPTSP
?6 118 Daerah
(Pror'/ Kab/ Kota)
6.105.100 07 09 02 03
010.CM.1241 Pembinaan Kawasan, Perkotaan, batas
negara, batas wilayah, darl topGftrd
61.045.862
SK No 132527 C
Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 6.967.125 010.CM.1241.PBL
berkas 4, hlm. 26 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.1241.PBL.001 I Daerah yang difasilitasi dalam penyelesaian
batas daerah
lo lo Rekomendasi
Kebijakan
6.105.100 07 09 02 03
010.CM.1241.PBL.002 Rekomendasi penyelesaian batas
kewenangan pengelolaan sumber daya
alam di laut provinsi
o lo Rekomendasi
Kebijakan
a62.025 0? 09 02 o3
010.CM.1241.PEC Kerja sama 32.750.447
010.CM.1241.PEC.001 Penguatan Kerja Sama Pembangunan lintas
batas ncBara di bidang eko(rooi, sosial, dan
budaya
2 2 Kesepakatan 12.210.200 0? 09 01 on
02 09 04 03
04 09 04 02
010.cM. r241.PEC.002 Penyelesaian permasalahan scgEert batas
wilayah negara, penegasan, dan
peoeliharan batas n€8aia
3 3 Kesepakatan 8.288.447 02 09 0l 02
010.CM.1241.PEC.003 K/L yang mengintegrasikan kode, data
wilayah administrasi pemerintahan dan
pulau
12 3() Kesepakatan 12.252.240 07 09 0r 03
010.CM.1241.UBA
010.CM.1241.UBA.001 1
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
21.367.450
6.105.100 07 09 02 o3
06 04 0l ol
Da€f,ah yang melakukan penilaian Indeks
Maturasi Perkotaan lintas K/L .€csra
terpadu di wilayah Metropolitan
SK No 132528 C
lo r0 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
06 04 0l 02
berkas 4, hlm. 27 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 04 01 07
06 04 01 08
06
06
Tl] 04
o4
ol
o1 10
o10.cM. 1241.uBA.001.0000 Daerah yang melakukan penilaian Indeks
Maturasi Perkotaan lintas K/L secara
terpadu di Wilayah Metropolitan - Pusat
10 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 06 (H 0l 03
06 04 0l 04
06 04 0l 05
06 04 0l 0,6
010.CM.1241.UBA.002 Dacf,ah yang dikuatkan tata kelola Smart
City-nya di wilayah Metropolitan
10 lo Daerah
(Pro!, / Kab/ Kota)
9.157.650 06 04 0l Ol
06 04 0l 02
ol
ol
ot
ol
o? (x) 02 03
06
06
04
04
Tl] ()4
lo ()4
07
tI:]
r'Ia
r{a
SK No 132529 C
to 10 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
06 04 0r 04
olo.cM. 124r.u8A002.0000 Daerah yang dikuatkan tata kelola SEart
City-nya di Wilayah Metropolitan - Pusat
9.157.650 06 04 0t 03
berkas 4, hlm. 28 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 04 0l 05
06 04 0l 06
010.CM.1241.UBA.003 Dacf,ah yang dimediasi dan diadvokasi
dalam penerapan PP Perkotaan pada
Wilayah Metropolitan
lo lo Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 06 04 01 0l
06 04 01 02
06 04 01 07
06 04 01 08
06 04 0l 09
06 04 01 10
o7mo203
OIO.CM. 124f .UBA.0O3.OO0O Daerah yang dimediasi dan diadvokasi
dala.E penerapan PP Perkotaan pada
wilayah Metropolitan - Pusat
r0 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 06 04 01
06 04 01 04
06()401 05
06 04 01 06
03
010.CM.1244 Penataan siatcro pelayanan administrasi
desa
182.399.170
SK No 132530 C
Sistem Informasi Pemerintahan 700.ooo 010.CM.1244.UAB
berkas 4, hlm. 29 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
010.CM.1244.UAB.001 Sistem Informasi Dcse Berbasis
Prod$kel/ Epdcskel yang Terintegrasi
dengan SIPD
I 0 Sistem
Informasi
700.000 06 01 0l 002
06 07 03 03
o10.cM. r244.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 181.699.170
010.CM.1244.UBB.001 Desa yang difasilitasi dalam Inisiasi Kerja
Se.Ea Desa
90 800 Desa 31.220.400 06 07 03 02
010.CM.1244.UBB.002 Desa yaru difasilitasi dalam Penerapan
Pelayanan Pemerintahan Desa Berbasis
Digital
50 1500 Desa 102.850.000 06 07 03 02
010.CM.1244.UBB.003 Desa yang Ecncf,apkan pengelolaan
keuangan desa berbasis digital
100 160 Desa 5.695.000 06 07 03 0l
010.CM.1244.UBB.004 Desa yang memanfaatkan LMS dalam
pembelajaran digital dalam peningkatan
kapasitas Aparatur/ Pengurus Kelembagaan
Desa
100 o Desa r.000.000 06 01 02 02
06 07 03 02
olo.cM. r244.uBB.006 Desa yaru tel,ah tertib administrasi
pengelolq€,r aset desa
125 500 Desa 13.600.000 06 07 03 02
010.CM.1244.UBB.007 Desa yang difasilitasi dalam penetapan dan
penegasan batas desa
o 200 Desa 23.600.000 06 07 03 02
SK No 132531 C
lT.l Desa 3.733.370 06 07 03 02 O10.CM.l2,l4.UBB.OO8 Desa yang dokumen perencanaannya
diselaraskan dengan dokumen
perencanaan daerah dan nasional
o
berkas 4, hlm. 30 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.cM.1244 Fasilitasi Pengembangan Kapasitas
Aparatur/pengurus Kelembagaan Dcaa
195.372.000
oro.cM.l248.uAc Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 174.372.ON
010.CM.1248.UAC.004 Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan Desa
Lingkup Regional
3060 5850 Orang 174.372.000 06 0l 02 02
06 0? 03 02
08 02 01 02
010.CM.1248.UBB Fasilitasi dan Pembinaan FeB6intah Desa 21.000.ooo
o10.cM.124a.UBB.O01 Desa yang memanfaatkan LMS dalam
pembelajaran digital
o 25000 Desa 21-000.ooo 0,6 07 03 02
010.CM.1254 Fasilitasi Pcrcncan6tn, Evaluasi, dan
Informasi Pembangunan Daerah
39.000.027
010.CM.1254.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 7.000.000
o1o.cM. r254.PBL.00l Rekomendasi dokuE€tl perencanaan
pembangunan daerah yang menerapkan
partisipasi masyarakat
o 38 Rekomendasi
Kebijakan
7.000.000 07 09 01 02
o10-cM.1254.UAB sistem Informasi Pemerintahan 24.000.ooo
SK No 132532 C
Sistem
Informasi
06 01 01 002
010.CM.1254.UAB.001 Optimalisasi Penerapan SIPD sebagai
platform tunggal pemerintahan di daerah
o I 24.000.ooo 07 G) ol 03
02 t7 07 02
berkas 4, hlm. 31 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.1254.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacreh
a.ooo.027
010.CM.1254.UBA.001 Daerah yang menerapkan SIPD bidang
perencanaan pembangunan daerah
n m Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
4.000.027 07 09 0l 03
010.CM.1259 Fasilitasi Penataan daerah, otonomi
khusus/istimewa
56.945.900
oro.cM.1259.PAC ttf,atu.ran Pemerintah 1.040.000
010.CM.1259.PAC.001 Rancangan Fef, aturaa Pemerintah
mengenai Kawasan Aglomerasi
o o RPP 1.040.000 07 09 0l 02
o10.cM.1259.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 19.315.300
010.CM.1259.PBL.001 RcLorocndasi Kebijakan Penyelesaian
Sengketa di DOB
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
18.315.300 07 @ 02 03
olo.cM. r259.PBL.002 Rekomendasi Model Ideal Penataan Daerah
dalarn rangka Revisi UU No. 23 Tahun
2014
o o Rekomendasi
Kebijakan
r.000.ooo 07 09 0l 0r
010.CM.1259.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
36.630.600
SK No 132533 C
to 10 Daerah
(hov/Kab/ Kot4
36.630.600 07 (x' 02 03 o10.cM. r259.UBA.OOl Daerah Yang Difasilitasi Dalam Penguatan
Kapasitas dan Kinerja Daerah Bersifat
Kekhususan dan Keistimewaan
berkas 4, hlm. 32 OCR
FUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
010.CM.1261 Evaluasi Kinerja dan Peningkatan
Kapasitas dalam Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah
17.769.456
010.CM.1261.UBA Fasilitasi dat! Pembinaan Pemerintah
Dacf,ah
r7-769-As6
o1o.cM. r26l.uBA.001 Provinsi yang berkinerja tinggi berdasarkan
hasil evaluasi penyelenggaraan
pemerintahan daerah (EPPD)
lo t4 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
15.965.138 07 09 0l 03
olo.cM. t26l.uBA002 Kabupate! / kota yarU berkinerja tinggi
b€f, dasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan pemerintahan dacf, ah
(EPPD)
lo5 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
1.804.718 07 09 01 o3
oro.cM. t276 Pembinaan dan Fasilitasi Dana Transfer
dan Pembiayaan Daerah
20.227.150
o10.cM.1276.U8A Fasilitasi darr Pembinaan Pemerintah
Decreh
20.227.150
o10.cM. r276.UBA.OOr Daerah Yang Difasilitasi Dalam
M€nerbit.Latr Obligasi Daerah/ Sukuk
Daerah
546 Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
6.742.390 07 09 03 03 llo
SK No 132534C
Pembinaan inovasi daerah
110 546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
19.475.269
o3 010.CM.1276.UBA.002 Daerah Yang Difasilitasi Dalam
Memanfaatkan PitdaEa[ Daerah
r3.4a4.760 07 09 03
o10-cM.1243
berkas 4, hlm. 33 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.1283.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
19.475.269
010.CM.1283.UBA.001 Daerah yang difasilitasi daldn Penerapan
Pilot Project Inovasi Tematik
2 2 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
9.157.650 07 09 0r 02
010.CM.1283.UBA.002 Daerah yang difasilitasi dalam Penguatan
Inovasi hrarrintahan Dalarn Ncgcri
546 Daerah
(Prov/ I(ab/Kota)
10.317.619 07 09 02 03 546
010.CM.1285 Pengembangan dan Pelaksanaan
Standardisasi dan Sertifikasi
17.300.ooo
0r0.cM.r285.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 9.500.ooo
olo.cM. r285.PBL.00r Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam
Negeri berdasarkan Kapasitas Daerah
Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur
a o Rekomendasi
Kebijakan
9.500.ooo 07 09 02 02
olo.cM.1285.PFA N6ma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 7.800.000
010.CM.1285.PFA.001 Standardisasi Perangkat Pembelajaran
Pemerintahan Dalam Negeri
lo 20 NSPK 7.800.000 07 09 02 02
010.CM.3991 Pembinaan Produk Hukum Daerah dan
Desa
30.631.832
SK No 149524C
Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 6.105.100 010.CM.3991.PBL
berkas 4, hlm. 34 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.3991.PBL.001 Rekomendasi simplifikasi, harmonisasi,
dar sinkronisasi peraturan perizinan di
daerah
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
6.105.100 07 09 01 o3
o1o.cM.399r.QMA Dete den Informasi Prrblil< 3.310.OOO
o1o.cM.399l.QMA.OOl Database Peraturan Daerah yang
terintegrasi
I o Data 3.310.000 07 09 02 03
010.CM.3991.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
21.216.732
010.CM.3991.UBA.001 l Daerah yang difasilitasi dalam penguatan
kualitas Rancangan Perda dan Perkada
yang telah sesuai d€tuan hasil review
Kemendagri
38 3a Daerah
(Prov / Kab/ Kotq)
12.210.200 07 09 02 03
010.CM.3991.UBA.002 Daerah yang memiliki Skor Indeks
Kepatuhan dalam PetrJmsunan Perda
b€f,kateaori Sangat Baik
30 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
9.006.532 0? 09 02 03 15
010.CM.6136 Pembinaan Penyelenggaraan Urusan
Ketentraman, Ketertiban UEUrrl dan
Perlindungan Masyarakat
67.666.610
SK No 132536 C
Sist€ro Informasi Pemerintahan 510.510 010.CM.6136.UAB
berkas 4, hlm. 35 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
FROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P-N PF KP PROP
010.CM.6136.UAB.001 Sistem Informasi Pemerintahan Bidang
Administrasi Kewilayahan Dalam
Mendukung Satu Data Indonesia - Bidang
lYantibun inmas
1 I Sistem
Informasi
sto.slo o7 (x, 02 01
010.CM.6136.UBA Fasilitasi dat1 Pembinaan Pemerintah
Dacr6h
67. r56.rOO
010.CM.6136.UBA.001 Daerah yang menerapkan SPM lub urusan
Bencana berdasarkan Tipologi Daerah
546 Daerah
(hov / Kab/ Kota)
18.315.300 07 09 02 01
08 04 01 03
546
010.CM.6136.UBA.002 Dacf,ah yang menerapkan SPM aub urusan
Kebakaran b.f,dasarLan Tipologi Daerah
546 Daerah
(kov/ l(ab/Kota)
18.315.300 07 09 02
08 04 0l 03
546 ol
010.CM.6136.UBA.003 Daerah yang menerapkan SPM sub urusan
Trantibum berdasarkan Tipologi Daerah
546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1a.315.300 07 09 02 0l 546
010.CM.6136.UBA.004 Daerah yang menerapkan pengintegrasian
dan pengarusutamaan pengurangan risiko
bencana
FII Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 08 04 01 03 m
010.CM.6136.UBA.005 Daerah yang E.sr€f,apkan layanan
pcoef,intah saat tanggap darurat dan pasca
bencana
38 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 08 04 02 0r
010.CM.6138 Penataan kelembagaan Desa 16.669.500
SK No 132537 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 16.669.500 or0.cM.6r38.QDB
berkas 4, hlm. 36 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o10.cM.613a.QDB.OOl Fasilitasi lembaga posyandu dalam
penerapan 6 bidang SPM
1500 2500 Lembaga 16.669.500 04 ls Ol 02
04 16 0l 02
06 0? 03 02
010.CM.6139 Pembinaan Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan Pemerintahan
Daerah
242.096.245
010.CM.6139.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 42.200.OOO
oto.cM.6 r39.PtsL.OO r
010.CM.6139.PBL.002
RekoEendasi Ketepatan Pembagian Urusan
wdib Pelayanan Dasar
Rekomendasi Ketepatan Pembagian Urusan
Wajib non -Pclayanan Dasar
6
lo
o
o
Rekomendasi
Kebijakan
Rekomendasi
Kebijakan
13.000.000 O? 09 01 o1
17.000.000 07 09 0l ol
010.CM.6139.PBL.003 Rcko|[eDdasi Kctc?atan Pembagian Urusan
Pilihan
o E] Rekomendasi
Kebijakan
12.200.000 w 09 0l 01
ol0.cM.6139.UBA Fa8ilita8i dan PeEbinaan PeEerintah
Daerah
239.496.245
SK No 132538 C
38 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
07 09 02 0l
oto.cM.6139.UBA"OOl Daerah yang melaksanakan Peningkatan
mutu dan layanan SPM
12.210.200 06 06 04 0l
berkas 4, hlm. 37 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
olo.cM.6139.UBA.O02 Daerah yaiS Eenerapkan EanajeEcn
.isteo pengaduan pelayanan SPM
FE Da€f,ah
(hov/ Kab/ Kota)
7.631.375 07 09 02 01 m
010.CM.6139.UBA.003 Da€f,ah yang menerapkan tata kelola
persampahan
grl Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
6.105.100 02 t7 07 02
02 18 01 02
m
010.CM.6139.UBA.004 Daerah yang difasilitasi dalam percepatan
dan pengendalian pelaksanaan PtsG
bcf,kctahanart bencana
38 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
6.105.100 08 04 05 38 o1
oto.cM.6r39.uBA. loo Daerah yartg dievaluasi rancangan Perda
Tata Ruartgnya
38 48 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
6.105.100 o7 G) 0l 03
o1o.cM.6139.UBA. lOl Daerah yang Menerapkan Perencanaan dan
Penganggaran Energi Baru Terbarukan
(EBrl
0 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.641.000 02 11 03 0l
010.CM.6139.UBA.200 Daerah yang difasilitasi dalam pcncf,apan
SPM urusan Pekerjaan UEum berdasarkan
Tipologi Daerah
546 Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
15.262.750 02 t2 07 002
07 09 02 0l
546
010.CM.6139.UBA.201 Daerah yang difasilitasi dalam penerapan
SPM urusan Perumahan Rakyat
berdasarkan Tipologi Daerah
546 Daerah
{Prov / Kab/ Kota)
15.262.750 07 09 02 0l
06 06 04 19
546
SK No 132539 C
20 lo Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
15.105.100 03 0l 05 04 010.CM.6139.UBA.202 Daerah yang D€lrwsun rencana Aksi
keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan
J.len
berkas 4, hlm. 38 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.6139.UBA.203 Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pemda
dalam Penyelenggaraan Urusan
Pemerintahan Da€f,ah di Bidang Jalan
33 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
9.157.650 03 0l 01 09 3ii
010.CM.6139.UBA.204 Daerah yang d€rlfiapkan kebijakan tata
kelola air tlinuD, sanitasi, perumahan dan
kawasan pcrBukiErar!
.,I:1 3 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 02 t2 07 001
06 06 04 02
010.CM.6139.UBA.300 Daerah yang difasilitasi dalam penerapan
SPM urusan Kesehatan berdasarkan
Tipologi Daerah
546 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kotal
15.262.750 04 15 05 01
o1
546
02 09 07
oto.cM.6l39.uBA.30I
010.CM.6139.UBA.302
Daerah yang difasilitasi dalam penerapan
Sm, urusan Sosial berdasarkan Tipologi
Daerah
Daerah yartg difasilitasi dalam penerapan
SPM urusan Trantibumlinmas berdasarkan
Tipologi Daerah
546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
546 Daerah
(Prov/ l(ab/ Kot4
15.262.750 07 09 02 o1
15.262.750 0a 04 0l G}
07 09 02 0r
546
546
02 03 02 06
010.CM.6139.UBA.303 Provinsi yang menyusun dan menerapkan
rencana aksi destinasi wisata
4 4 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
7.073.570 07 09 02 ff!
02 22 06 0r
03 05 05 N2
03 05 06 @2
03 05 07 N2
SK No 1325,0 C
berkas 4, hlm. 39 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 0s ol 002
03 05 09 002
03 05 lo oo2
03 05 t2 002
03 05 13 002
o10.cM.6 139.UBA.303.3513 Provinsi yang menyusun dalr menerapkan
r€ocafla aksi destinasi wisata - lkb.
Probolinggo
I I Daerah
(Pror, / Kab/ Kota)
1.7a6.7A5 03 05 11 002
010.CM.6139.UBA.304 Daerah yang difasilitasi dalAm Penguatan
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)
gB aIl Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
12.210.200 07 15 01 t2
07 09 02 03
o10.cM.6139.UB,{.305 Daerah yang menerapkan konvergensi
p€frccgahan dan penurunan stunting di
daerah
5,46 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
9.157.650 04 11 02 02 546
010.CM.6139.UBA.400 Daerah yang difasilitasi dalam penerapan
SPM urusan Pendidikan berdasarkan
Tipologi Daerah
546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
15.262.750 04 05 02 01
07 09 02 01
5+6
SK No 132541 C
l1 1l Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.105. t00 04 07 0l 01 010.CM.6139.UBA.401 Daerah yang mengimplementasikan
kebijakan daerah sebagai tindak lanjut
Perpres No.68 tahun 2022 te'rta,J.g
Revitalisasi Pendidikan Vokasi drn
Pel,atihan Vokasi
berkas 4, hlm. 40 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.6139.UBA.403 Daerah yang dievaluasi dalam p€dcf,apan
Prov/ Kabupaten/ Kota layak Anak
38 Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
6.105.100 0l 05 02 01
04 17 01 02
38
010.CM.6139.UBA.404 Daerah yang Eederapkarr perencanaan dart
penganggaran reapodlif gendcf (PPRG)
38 38 Daerah
(Pror'/ I(ab/ Kota)
6.105.100 04 19 05 02
o ro-cM-6 139.UBA.404.OO00 Daerah yang oeaerapkart perencanaan dart
penganggaran responsif gender (PPRG) -
hrsat
38 38 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
6.105.100 0l 05 02 0l
010.CM.6139.UBA.405 Daerah yang menerapkan laya.nan
perlindungan Perempuan dan Anak s€f,ta
perlindungan dari kekerasan dan TPPO
38 Daerah
(Prov / I(ab/ Kota)
6.105.100 p4 19 04 38 02
O1O-CM.6 139.UBlq.. 4O5.OOO0 Daerah yang menerapkan layanan
perlindungan Perempuan dan Anak serta
perlindungan dari kel(€f,a8an dan TPPO -
hreat
m Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
6.105.100 0l 05 02 rIl o1
010.CM.6139.UBA.406 Daerah yang difasilitasi dalam Penerapan
RcncarE Induk Urusan Pemuda da'l
Olahraga
38 38 Daerah
Prov / Kab/ Kota)
6.105.100 04 09 03 02
04 18 0l 02
010.CM.6139.UBA.407 Daerah yorrg menetapkan Upah Minimum
Provinsi
38 38 Daerah
{Prov / Kab/ Kota)
6.105.100 04 07 04 03
o3 09 07 01
SK No 132542C
m m Daerah
(hov / Kab/ Kota)
5.441.000 08 02 01 taE 010.CM.6139.UBA.408 Daerah yartg difasilitasi dalam Peningkatan
Budaya Gemar Mcrobaca
berkas 4, hlm. 41 OCR
-4t-
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/RO (PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
010.CM.6139.UBA.409 Daerah yang menerapkan Pef,eicanaai dart
Penganggaran Terintegrasi Kesehatan
Reproduksi untuk mendukung penurunan
AuEka Kematian lbu (AKI)
o 6l:l Deereh
(Pror,/ Kab/ Kota)
4.641.000 07 09 02 03
04 11 0l o3
010.CM.6140 Pembinaan Unsur Penyelenggara
Frmcrintshen Decreh
30.869.400
010.CM.6140.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 7.500.000
010.CM.6140.PBL.001 Rekomendasi kebijakan penguatan
manajemen ASN daerah dalam rangka
Revisi Undang-Undang NoE6 23 Tahun
2014 tcrrtang Pemerintah Daerah
0 I Rekomendasi
Kebijakan
aoo.ooo 07 (x) ol o1
010.CM.6140.PBL.002 Rekomendasi Kebijakan Masukan Revisi
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang PeE€f intah Daerah
0 I Rekomendasi
Kebijakan
4.200.000 07 (x, 01 ol
010.CM.6140.PBL.003 Rekomendasi kebijakan penguatan
kelembagaan dan kepegawaian perangkat
daerah dalam rangka Revisi Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.500.000 07 09 0t ol
SK No 132543 C
Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 09 01 0t 010.CM.6140.PBL.004 Rekomendasi Model Ideal Perangkat
Daerah dalam rangka Revisi UU No. 23
Tahun 2014
berkas 4, hlm. 42 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/TEGIATAN/ KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
010.CM.6140.UBA Fasilitasi dalr Pembinaan Pemerintah
Deereh
23.369.400
O 1O-CM.6 r,rO. U BA. O0 1 Evaluasi Efektivitas Perangkat Daerah
berdasarkan PP Perangkat Daerah eksisting
190 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
23.369.400 07 09 02 o3 38
010.cM.6141 Pembinaan Pengelolaan Keuangan, Badan
Usaha/Layanan, dan Barang Milik Daerah
116.672.770
oro.cM.6r41.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 1.OOO.OOO
010.CM.6141.PBL.001 Rekomendasi Pengelolaan Keuangan
Daerah.sebagai Masukan Revisi UU 23
Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
o n Rekomendasi
Kebijakan
1.OOO.OOO 07 09 01 o1
o1o.cM.6r41.QMA Data dart Informasi Publik 16.957.260
o10.cM.6l4l.QMA.OOr Peta Jalan Belanja Pegawai Di Daerah n Data 3_472_500 07 $) 03 02
o10.cM.6r4r.QMA.OO2 Basis Data Potensi Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah
I Data 13.444.760 07 (x) 03 ol
02 t2 07 003
02 18 01 IM
010.CM.6141.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Feoef,intah
De.reh
98.715.510
SK No 132544C
19 o Provinsi 3.750.OOO 07 (x) 03 on 010.CM.6141.UBA.011 l Provinsi Yang Memenuhi Belanja
Infrastruktur Pelayanan Publik
berkas 4, hlm. 43 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
010.CM.6141.UBA.012 Daerah Dengan Proporsi Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah Terhadap PAD Meningkat
300 o Daerah
(Prov/ Kab/ Kota
5.OOO.OOO 07 (x) 03 ol
02 18 0l 02
010.CM.6141.UBA.013 Daerah Yarrg Melaksanakan Kerja Sa.6a
Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha
(KPDBU)
2 lo Daerah
{hov/ Kab/ Kota)
10.170.OOO 02 12 08 004
ol
o? (x) 03 o3
02 iI3 02
010.CM.6141.UBA.014 Daerah Dengan hoporri Kontribusi BUMD
Meningkat Dalam A.PBD
546 Daerah
{Prov/ Kab/ Kotal
18.850.000 07 09 03 0l
02 t2 07 003
300
010.CM.6141.UBA.015 Da€f, ah Yang Melakukan Penatausahaan
dan Pemanfaatan Barang Milik Daerah
Secara Wajar
546 Daerah
Prov/ Kab/ Kota)
18.750.000 07 09 03 0l Hin
010.CM.6141.UBA.016 Da€f,ah yang Difasilitasi Dalam Rangka
Penerapan Casl ess/Transaksi Nqt Tunai
110 o Daerah
(Prov/ Ihb/ Kota)
1.500.000 o7 @ 03 0l
010.CM.6141.UBA.017 Daerah yang Difasilitasi dalam Rangka
Penerapan Cast ess/Transaksi Non Tunai
atas Pengeluaran Daerah
546 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
4.993.340 07 (x) 03 02 o
010.CM.6141.UBA.018 Daerah yaru Difasilitasi dalam Rangka
Penerapan Castrle$/ Transaksi Non Tunai
etes Flnarimaen Dacfalt
550 Daerah
Prov/ Kab/ Kotal
4.993.340 07 (x' 03 0 o1
SK No 132545 C
546 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
22.250.OOO 07 09 03 0l 010.CM.6141.UBA.019 Daerah Drngatl Proporsi Pajak Daerah
Terhadap PAD Meningkat
berkas 4, hlm. 44 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
oro.cM.6 r4r.uBA.020 Daerah Dcngar Proporsi Retribusi Daerah
TErhadap PAD Meningkat
546 Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
6.454.750 07 09 03
02 t2 07 003
o o1
010.CM.6141.UBA.021 r Daerah Yang Menerbitkan Obligasi/ Sukuk
Decreh
1 o Daerah
{Pror, / Kab/ Kota)
2-000.ooo o? 09 03 o3
010.CM.6142 Penguatan Strategi Kebijakan Bidang
Pemerintahan Dalam Negeri
4.OOO.OOO
010.CM.6142.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacr6h
4.000.000
010.cM.6 r42.U84.00I Daerah dengan Indeks Tata Kelola
Pemerintahan Daerah berkategori "Baik"
6 o Daerah
{hov/ I(ab/ Kota)
4.000.000 07 09 02 03
010.CM.6144 Pengembangan Kompetensi Aparatur
Pemerintahan Dala.D Negeri
31.134.766
0rO.CM.6l.r4.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 31.134.766
010.CM.6144.UAC.001 KDH dar WKDH yang mengikuti Orientasi 1092 1092 Orang 10.350.OOO M 09 02 m
01 0l 03 o1
010.CM.6144.UAC.002 Aparatur yang mengikuti pengembangan
Kompetensi Fer€f,lcsnaan dan
Penganggaran SPM
360 gFIi] Orang 2.776.576 06 0l 02 02
SK No 132546 C
berkas 4, hlm. 45 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/XRO/RO (PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
010.CM.6144.UAC.003 Camat yang Mengikuti Pertgeobangarr
K@petcosi Manajemen Strategi
FeEba,rgutran
180 3OO Orang 3.355.360 07 09 02 02
010.CM.6144.UAC.004 Aparatur yang mengikuti pengembangan
kot rpetertsi p€n8elolaafl keuangan daerah
450 570 Orang 7.130.140 07 09 02 02
010.CM.6144.UAC.005 Aparatur yang Mengikuti Pengembangan
Kompetensi Penyusunan Perda dan
Perkada
150 270 Orang 1.514.440 07 09 02 02
010.CM.6144.UAC.007 Pejabat Fungsional Penata Perizinan yang
Mengikuti P€nA€rob€ngan Kompetensi
150 2?O Orang 6.004.250 07 0g 02 02
010.CM.6484 Penguatan Kelembagaan Pemerintahan
Desa
0
010.CM.6484.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 0
010.CM.6484.UAC.001 Aparatur Pemerintah Desa dan Pengurus
Kelembagaan Dc.a yang ditingk tkan
Kualitasnya
o O Orang 006070302
010.CM.6484.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
0
SK No 132547 C
Fasilitasi den Pembinaan Pemerintah Desa
Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
o
02 o10.cM.64a4.UBA.OO I Penguatan Kapasitas Kelembagaan
Pemerintah Desa Tingkat Provinsi dan
Kab/ Kota
o o 0060?03
010.CM.6484.UBB
berkas 4, hlm. 46 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
010.CM.6484.UBB.001 Daerah/ Desa yang Terintegrasi Dengan
Sistem
0 o Dera 0060703 m
010.CP Program Teta Kelola Kependudukan 274.965.721
010.CP.1268 Pengelolaan, Informasi dsn Integrasi data
Kependudukan
93. 130.147
o1o.cP.l26a.QAB Pelayanan Publik kepada lembaga 78.194.225
oro.cP. r268.QAB.OO I Lembaga pengguna yang terkoneksi dengan
data warehouse kependudukan berbasis
NIK Nasional
1300 1540 Lembaga 78.194.225 06 01 0l 004
.06 01 02 03
wol020l
o 10. cP. 1 264. U B,{ Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
14.935.922
01o.cP. r268.U8A.001 Fasilitasi Pembentukan Data Kelahiran,
Kematian, Perkawinan, dat! Perceraian
yang Terintegrasi Antar Lembaga
,rc 60 Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
14.935.922 06 01 0l 004
06 01 02 03
010.CP.1269 Pembinaan Administrasi Kependudukan 21.972.569
010.CP.1269.PBM Kebijakan Bidang Pelayanan Publik 2.050.ooo
SK No 132548 C
Pelayanan Publik kepada masyarakat
Rekomendasi
Kebijakan
13.904.660
0l oro.cP.l269.PBM.OOr Rekomendasi Kebijakan masukan Rcvi&
undang - undang NoEd 23 tahun 2006
tentang administrasi kependudukan
0 1 2.050.ooo o? ol 02
olo.cP.1269.QAA
berkas 4, hlm. 47 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0ro.cP.1269.QAA"OO I Akta Kelahiran yang diterbitkan 1057769 74265 ALta r.095.806 04 t7 0l
07 0l 02 02
o1
olo.cP.l269.QAA.OO2 Alda KeEatia.rr yaru dit€rhitLaa 400000 500000 ALta 3.982.001 04 16 03 0l
07 0l 02 02
ol0.cP.l269.QAA.OO3 Akta Perkawinan yartg diterbitkan inrEFr[l 1360364 Akta 5.537.720 04 16 03 0l
07 01 02 02
o1o.cP.1269.QAA.0O4 Akta Perceraian yang diterbitkan 86838 50487 Akta 3.289.133 04 16 03 0l
o7 01 02 02
010.CP.1269.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
6.017.909
olo.cP. r269.uBA.o0 r Fasilitasi penerapan Gerakan Indonesia
Sadar Administrasi Kependudukan (GISA)
secara inklusif
l5 30 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
6.017.909 06 01 0l OO4
06 01 02 o3
o10.cP.6997 Penguatan Administrasi Kependudukan
dan Identitas Digital
159.863.005
or0.cP.6997.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 159.863.005
SK No 132549 C
Aplikasi ID digital Sistem
Informasi
07 lo 05 7n
010.CP.6997.UAB.001 o 1 159.863.005 07 0l 02 02
berkas 4, hlm. 48 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
{Rp Ribul
PN PP KP PROP
010.CR Program Pembinaan Politik dan
Pemerintahan Umutl
741.445.625
010.CR.1233 Penguatan Ketahanan Ideologi, EkdroEi,
Sosial, dan Budaya
23.500-OOO
o1o.cR.l233.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 3.800-000
ol0.cR.1233.QDC.0O1 Fasilitasi penguatan Nasionalisme Bagi
Generasi Muda Da.l€ru Me[ggelor€La[ Nilai
Pancasila Dala.B Menjaga Persatuan dart
Kesatuan Bangsa
500 8OO Orang 3.800_000 0r 0l 02 o3
010.CR.1233.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 4.900.000
olo.cR.l233.uAc.o01 Fasilitasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-
nilai Pancasila Dalam Menjaga Persatuan
dan Kesatuan NKRI Baai Aparatur
180 l8O Orang 4.900.000 0l ol ot ol
010.CR.1233.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacrgh
14.400.000
ol0.cR. 1233.UBA.OO2 Fasilitasi Pembinaan Kerukunan Antar dan
Intra Suku, Umat Beragama, Penghayat
Kepercayaan, Ra8 dan Golongan
5 EB Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.400.000 08 0l 02 02
SK No 132550C
38 3a Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
02 04 01 01
o10.cR. r233.UBA.OO3 Fasilitasi Penguatan Karaldc,. dan
wawasan Kebangsaan dalam Membangun
Harmoni Kebangsaan untuk Menjaga
Persatuan dan Kesatuan Bangsa
4.600.000 0r 01 02 o1
berkas 4, hlm. 49 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
oro.cR. 1233.UBA.OO4 Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial (PKS)
di Daerah melalui Tim Terpadu
o 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.400.000 0r 01 02 01
010.CR.6145 Pembinaan Politik Dalam neteci dan
Organisasi Kemasyarakatan
718.345.625
010.CR.6145.PBC Kebijakan Bidang Politik 7.300.000
olo.cR.6r45.PBC.00r Kebijakan Bidang Politik Dalam Negeri 2 2 Rekomendasi
Kebijakan
4.800.000 07 0l 03 03
010.CR.6145.PBC.002 Rekomendasi Kebijakan Pertimbangan
Urgensi terhadap Dana Abadi Organisasi
Kemasyarakatan
o o Rekomendasi
Kebijakan
l.250.ooo 0l 04 01 0t
010.CR.6145.PBC.003 Kebijakan Bidang Organisasi
Kemasyarakatan
n o Rekomendasi
Kebijakan
t.250.ooo 0t 04 01 ol
010.CR.6145.PEB F6uE 7.150.000
010.CR.6145.PEB.001 Pengembangan Literasi Politik Masyarakat 6 8 forum 7.150.000 07 0l ol o3
olo.cR.6r4s.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.800.000
olo.cR.6145.QDB.OO l Fasilitasi Penguatan Tata Kelola Partai
Politik
8 8 Lembaga 4.800.000 07 0l ol ol
o10.cR.6145.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 15.500.000
SK No 132551 C
400 l:ffd Orang
o7 01 0l o3
o1o.cR.6145.QDC.OOr Pendidikan politik dan penguatan ideologi
Pancasila bagi pergurus parpol
4.OOO.000 04 19 02 ol
berkas 4, hlm. 50 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2t)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1o.cR.6145.QDC.0O2 Bimbingan Tclmis Tata Kelola Manajemen
Fcogurua Organisasi Kemasyarakatan
2000 4000 Orang 11.500.000 0l 04 01
04 19 02
02
ot
olo.cR.6145.QEr Bantuan Lembaga 672.445.625
oro.cR.6l45.QEL0O1 Bantuan Keuangan ke Partai Politik 8 8 Lembaga 672.445.625 07 01 0l o1
010.CR.6145.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daarsh
11.150.000
010.CR.6145.UBA.001 Fasilitasi penguatan demokrasi di daerah l9 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
5.500.000 0l 03 0l 02
o10-cR.6145.UBA.OO2 Fasilitasi Pcnguatan Kel@pok Kerja Indek!
DeEohaEi loddtclia Tingkat Provinsi
19 l9 Daerah
(hov/I(ab/ Kota)
5.650.000 01 03 01 02
010.WA hograttr Dukungan Manajemen 235.872.421
010.WA.4255 Kegiatan Penegakan Kode Etik
Penyelenggara Pemilu
235.872.421
o1o.wA.425s.QAB Pelayanan Publik kepada lembaga 9.730.107
SK No 132552 C
Pelayanan Publik Lairrrya
76 76 Lembaga
226.142.314
olo.wA.4255.QAB.OOl Layanan Penilaian Indeks Kepatuhan Etik
Penyelenggara Pemilu
9.730.107 07 0l 03 02
o1o.wA.425s.QAH
berkas 4, hlm. 51 OCR
PRESIOEN
- 5l -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
olo.wA.4255.QAH.0O1 layanan Penanganan Pengaduan Dugaan
Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara
Pemilu
I 1 layanan 226.142.314 07 01 03 02
TOTAL 3.175.481.103
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 132553 C
berkas 4, hlm. 52 OCR
KEMENTERIAN LUAR NEGERI
1- MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 02 - Asia Power Index (Diplomatic Influence) 65,6 65,7 66,1
PN 07 - Indeks Pelayanan dan Pelindungan wNI di Luar Ncgcf,i 93 93,5 95,5
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.09 - Indeks Kemajuan Penyelesaian Perundingan Perbatasan Negara - (indikator baru) 0,546 0,58
PP 02.09 - Indeks Pengaruh dan Peran di Dunia Internasional 4,9? l2023l 4,10 (Skala 51 4,50 (Skala 5)
PP 02.09 - Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional 4,07 4,10 (Skala 5) 4,18 (Skala 5)
PF 02.09 - Indeks Efektivitas Diplomasi Ekonomi 75 76 80
PP 07.16 - Persentase penyelesaian kasus wNI di luar negeri Ir€r8etr t:E a7
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O2.O9.O I - Indeks Kemajuan Perundingan Batas Maritim Indonesia dengan Negara Tetangga 52,43 69,75 76,21
SK No 132554C
persen 75 75 79 KP 02.09,02 - Persentase kepemimpinan Indonesia pada forum kerja sama multilateral
berkas 4, hlm. 53 OCR
REPUBLIK INOONESIA
INDIKATOR SATUAN BASEIINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.09.02 - Persentase gagasan, prakarsa, atau rekomendasi Indonesia yang dit€f,iEa drlao
pertemuan tingkat tinggi dan tingkat menteri regional dan/atau multilateral
persen 75 75 79
KP 02.09.02 - Persentase keberhasilan pencalonan Indonesia/wakil Indonesia pada posisi strategis di
organisasi internasional
KP 02.09.02 - Angka pembangunan postur diplomasi
persen 75 79
25 5 o
KP 02.09.02 - Pers€trtas€ peningkatan akses dan fasilitas bagi diaspora Indonesia
KP 02.09.03 - Persentase kebijakan di bidang kerja sama pembangunan internasional Indonesia yang
t lah sesuai dengan prioritas nasional
persen
persen
15 40 20
20 0 100
KP 02.09.04 - Persentase kesepakatan kerja sama terkait diplomasi ekonomi Jrsng ditindaklanjuti
oleh pemangku kepentingan dalam negeri
persen 75 3rd 84
KP 02.09.04 - Persentase keberhasilan promosi, pembentukan norma, dan kesepakatan diplomasi
ekonomi terutama pada sektor prioritas
persen 75 80 n
KP 07.16.02 - Indeks Pemanfaatan dan Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan
Terpadu baSi WM di Luar Negeri
KP 07.16.02 - Indeks Penguatan Sistem Kelembagaan Pelayanan datl Pelindungan WNI di L,uar Negeri
96
98
96
97,5
96,4
98,4
KP 07.16.02 - Indeks Diplomasi Pelindungan wNI di Luar Negeri 98,5 9A,7 99,1
SK No 130028 C
berkas 4, hlm. 54 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
011.AA Program Diplomasi dan Kerja salna
Internasional
6.881. I l3
or r.AA.6026 Peningkatan Citra Positif indonesia di
Dunia Internasional
6.881.113
011.AA.6026.PBC Kebijakan Bidang Politik 6.881.113
ol l.AA.6026.PBC.OO4 Penyusunan Strategi Kebijakan
Pengembangan Aset Soft Power,
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
r.766.755 08 02 07 03
011.AA.6026.PtsC.009 Penyusunan Grand Design Strategi dan
Dasar Hukum Kerja Sama Pembangunan
Indonesia
n I RekoEendasi
Kebijakan
1.811.200 02 09 03 02
ol l.AA.6026.PtsC.OrO Perumusan Kebijakan Peningkatan Peran
Diaspora dalam P€rrbangunaa Naeiural
0 1 Rekomendasi
Kebijakan
r.136.203 02 G, 02 03
o11.AA6026.PBC.Ol I Rekomendasi Kebijakan Skema Fasilitas
bagi Diaspora
I o Rekomendasi
Kebijakan
2.166.955 02 09 02 03
SK No 132555 C
15.5t32.702 011.AK Program Peran dan Kepemimpinan
lnddrcsia di bidang Kerja satra
Multilateral
berkas 4, hlm. 55 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ot l.AK.602r Peningkatan Peran dan Kepemimpinan
Indonesia dalarn Kerja Sarfa Multilateral
15.542.702
011.AK.6021.PBC Kebijakan Bidang Politik 1.986.093
011.AK.6021.PBC.001 I Fenlruaunan rekomendasi kebijakan terkait
diplomasi ek6r@i tcrEaeuk koordinasi,
sinkronisasi datr pengendalian, perumusan
norma pelaksanaan diplomasi guna
m€(rddong kemitraan strategis
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
r.986.093 02 09 04 01
or 1.AK.6021.PEA Koordinasi 10.096.981
or r.AK.602l.PEA.Os2 Optimalisasi Kontribusi tndonesia dalam
Jajaran 10 Besar Negara Kontributor MPP
PBB
27 31 kegiatan 10.096.981 02 09 02 01
o1r.AI(.602r.PEB Forum 3.499.624
or l.Ar.602l.PEB.o51 Partisipasi Aktif Indonesia sebagai Anggota
Dewan HAM PBB
1l o forum 2.399.624 02 (x) 02 ol
o1l.AK.602l.PEB.Os2 Diplomasi Hilirisasi Industri dan Mineral
Kritis
9 o forum t.loo.ooo 02 09 04 ot
SK No 132557 C
1.349. 116.653 ol l.AL Program Pelindungan WNI di Luar Negeri
serta Pel,ayanan Publik
berkas 4, hlm. 56 OCR
ircLId NAMA
PROGRAM/ KEGI.ATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol l.AL.4439 Pelayanan dan Pelindungan wNI
Perwakilan RI
1.044.031.924
o1l.AL.4439.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 1.044.031.924
o1 1.AL.4439.QAA.OOr Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar
Negeri (Perwakilan RI)
133000 133000 Orang 1.044.031.924 (N 19 04 02
o7 16 02 02
ot 1.AL.6028 Pelayanan dan Pelindungan WNI Pusat 305.084.729
011.AL.6028.PEC Kerja sama 144.294.088
o1l.AL.602A.PEC.OO1 Koordinasi dan Keda Sama Pelayanan dan
Pelindungan
3 3 Dokumen 144.294.088 07 16 02 0l
or r.AL.6028.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 160.790.641
ol l.AL.6028.QAA.0O I Pelayanan dan Pelindungan WNI di Luar
Negeri
21000 21000 Orang 160.790.641 04 19 M XD
07 16 02 02
ol l.AM kograE Penegakan Kedaulatan serta
Hukum dai Perjanjian Internasional
6.485.619
or r.AM.6030 Optimalisasi Diplomasi Hukum dan
Perjanjian Internasional
6.485.619
SK No 132558 C
Kerja sama 6.485.619 ol l.AM.6030.PEC
berkas 4, hlm. 57 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDII{AIII ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol l.AM.6030.PEC.OO4 Penetapan Batas Maritim/ Penegasan Batas
Darat
7 Kesepakatan 6.485.619 02 09 01 0l
011.WA koEra.E Dukungan M Manajemen 929.656
011.wA.6015 Pengelolaan Organisasi 925.656
011.WA.6015.UAD Perencanaan dan Penganggaran 929.656
ol l.wA.601s.uAD.oo1 Penyusunan Strategi Kebijakan Penguatan
Postur Diplomasi
I 0 Dokumen 219.884 02 09 02 02
o11.WA.601s.UAD.OO2 Koordinasi Penyusunan Regulasi
Pendukung Postur Diplomasi
0 0 Dokumen 709.772 02 09 02 02
TOTAL 1.378.995.743
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, drn Masyarakat
SK No 132559 C
berkas 4, hlm. 58 OCR
KEMENTERI,AN PERTAHANAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 02.0f - Pef,a6ntase pemenuhan pembangunan kekuatan pokok TNI tr crs€n 30,3 30,3 100
W 02.02 - Ranking industri pertahanan (SIPRI top 1OO) peringkat > 100 <100 < 100
PF 02.03 - Persentase sumber daya nasional yang dimanfaatkan menjadi kekuatan pertahanan persen 100 100 ro0
PP 02.06 - Indeks Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi persen 54,22 54,22 100
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
XP 02.01.01 - Fer.ertta!€ pemenuhan alutsista p€raen 30,3 30,3 100
KP 02.01.02 - Persentase penurunan pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan dan keselamatan
bangsa
persen 51,3 40 15
KP 02.01.03 - Persentase pemenuhan peralatan siber persen 67,5 67,5 80
KP 02.01.04 - Persentase pemenuhan sarpras rumah dinas persen 69,42 69,42 76,33
SK No 132560 C
persen 49,7 49,7 rr0 KP O2.O I .05 - Persentase pemenuhan harwat alutsista
berkas 4, hlm. 59 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.02.01 - Persentase peningkatan kemampuan industri pertahanan persen Ird 68 100
KP 02.02.02 - Persentase pengadaan, pemeliharaan dan perawatan alpalhankam yana melibatkan
industri pertahanan
persen 100 roo lo0
KP 02.02.03 - F€f,scntas€ perjanjian imbal dagang kandungan lokal dan ofset {IDXj.O) yang
terlaksana dalam pengadaan alpalhankam luar negeri
pcrgen too ro0 r00
KP O2.O3.O I - Fcfaentaa6 kader bela negara yang telah terbentuk p€f,8cn - (indikator baru) 10 loo
KP O2.O3.O I - Persentase kelulusan komponen cadangan dengan nilai baik p€f,s€tr 100 100 loo
KP 02.03.02 - Persentase penataan da'tr pembinaan koropdtetr pendukung persen - (indikator baru) roo loo
KP 02.06.05 - Persentase. realisasi rencana luas wil,ayah perairan indonesia (pedalaman, kepulauan,
teritorial, ZEE, dan landas kontin.n) yang diperbarui melalui surta hidrograli dan o8eanografi
persen 54,22 54,22 ro0
KP 02.06,05 - Persentase pemenuhan peralatan dan sarpras penyelenggaraan hi&o oseanografi persen 42,1 42,1 100
SK No 1325610
berkas 4, hlm. 60 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N25-N29
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
ol2-AB Program Pelaksanaan Tugas TNI 1.148.253.837
012.AB.6513 Dukungan Kesiapan Operasi Mat a l,aut 1.148.253.837
or2.AB.6513.QHA Operasi Bidang Pertahanan 1.148.253.837
ol2.AB.6513.QHA.OOl Opcf,asi Militer Selain Perang (OMSP t4 14 operasi 940.?32.61? 02 06 03 ol
ol2.AB.65l3.QHA.OO2 Survei Hidro-Os.anagrali I 2 2 operasi 127.521.220 02 06 05 ol
012.A8.6513.QHA.003 Survei Hidro-Or€anografi II 0 1 operasi /rc.000.000 02 06 05 ol
ol2.AB.65l3.QHA.OO4 Survei Hidro-Oscanografi llt 0 I operasi ,lo.000.ooo 02 06 05 01
012.AC Program Profesionalisme dan Kesejahteraan
Prajurit
7.357.354.090
012.AC.1538 Peningkatan Perumahan Dinas Matra
Udara
1.395.661.405
012.AC.1538.RBM Prasarana Bidang Pertahanan daIr
Ke6Earatr
1.395.661.405
SK No 132562 C
Peningkatan Perumahan Dinas Matra Dar:at
r33 o unit
4.249.999.99A
o1 012.AC.1538.RBM.001 Rumah Dinas Prajurit 1.395.661.405 02 0l 04
012.AC.6508
berkas 4, hlm. 61 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AC.6508.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
4.249.995.994
012.AC.6508.RBM.001 Melaksanakan Pcrubangunatr RuEdia
Prajurit TNI AD {SBS}9
1 I unit 4.249.999.994 02 01. 04 0l
012.AC.6538 Penyelenggaraan Pendidikan Integratif 40.ooo.ooo
012.AC.6538.SCG Pelatihan Bidang Politik, Hukum,
Pertahanan dan Keamanan
40.ooo.ooo
012.AC.6538.SCG.001 Pendidikan SDM Pertahanan Siber o IOO Orang 20.000.000 02 0r 03 02
012.AC.6538.SCG.002 Pelatihan SDM Pertahanan Siber lil 1OO Orang 20.000.ooo 02 0l 03 02
012.AC.6542 Fetd[gkatart Perumahan Dinas Integratif 755.747.996
012.AC.6542.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
755.747.996
012.AC.6542.RBM.001 Rumdis Prajurit (SBSN) I 1 unit 755.747.996 02 01 04 ol
012.Ac.6556 Peningkatan PeruBahan Dinas Matra Laut 915.944.690
012.AC.6556.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
KeahEn6n
915.944.690
SK No 132563 C
Perumahan Dinas Prajurit r73 173 unit 915.944.690 02 0l 04 01 012.AC.6556.RBM.001
berkas 4, hlm. 62 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P$I PP KP PROP
012.AF Program Modernisasi Alutsista, Non
Alutsista, dan Sarpras Pertahanan
,169.887.940.943
012.AF. r464 PeEbalgunan/ Fengadaan Sarpras
Partghensn Matra Darat
948.009.878
012.AF.1464.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
948.009.878
Ol2.AF.l,164.RBM.O01 Pembangunan Fos Parltac 0 100 unit .1a2.7t6 02 0l 02 0t
012.AF. r464.RBM.002 PeEbarrgunar! prioritas Bartgfas atau
Saq,|.as atau Gedung Kantor Satuan
T loo unit 46t.427.162 02 01 01 IlIa
Ol2.AF.l2165 Pengadaan Alutsista Matra Darat 3t .7 I I .777 .7 A5
O 12.AF. 1,165. RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 3t .7 | t.777 .745
012.AF.1465.RAF.001 Pengadaan atau penggantian Prioritas
Ranpur
o loo Unit 5.779.fia.O77 02 01 0r 03
0r2.AF. r,165.RAF.0O2 Pengadaan atau pc[ggartia[ Prioritas
Pesawat Terbang
loo loo Unit 3.612.213.267 02 01 01 o3
SK No 132554C
100 Unit 1.765.828.483 02 01 0l o3 012.AF.1465.RAF.003 Pengadaan atau penggantian Prioritas
Senjata dan Aloptik
o
berkas 4, hlm. 63 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI AJ'KASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PNI PP KP PROP
012.AF.1465.RAF.004 Pengadaan atau penggantian Prioritas
Munisi
o loo Unit 15.038.546.618 02 01 0l o3
012.AF.1465.RAF.005 Pengadaan atau penggantian Prioritas
Rantis
0 100 Unit 580.666.823 02 0l Ol m
012.AF.1465.RAF.006 Pengadaan atau penggantian Prioritas Alat
Angkut Air
o ro0 Unit r.487.705.869 02 01 01 03
012.AF.1465.RAF.007 Pendukung Alutsista Strategis o 100 Unit 3.447.308.648 02 01 01 03
012.AF.1532 Pembangunan / Pengadaan Sarpras
Pertahanan Matra Udara
5.125.000.000
o12-AF- 1532-RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
5.125.000.000
012.AF.1532.RBM.001 Ocduag/ Bangunan dqn Fasilitas Lainnya o o unit 5.125.000.000 02 01 01 06
012.AF.6494 Fetrg.daan Alutsista Matra Udara 9.511.399.479
012.AF.6494.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 9.511.399.479
012.AF.6494.RAF.001 Pengadaan Pesawat o I Unit 1.074.987.000 02 0l Ol 05
012.AF.6494.RAF.002 Peningkatan / Pengadaan Senri Senrat 1 1 Unit 6.436.412.479 02 0l Ol 05
SK No 132565 C
Amunisi t Paket 400.ooo.ooo 02 01 0l 05 012.AF.6494.RAF.003 o
berkas 4, hlm. 64 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AF.6494.RAF.004 Radar o 1 PaLet 400.ooo.000 02 01 01 o5
012.AF.6494.RAF.005 PStU o 1 Paket 400.000.000 02 0l ol o5
012.AF.6494.RAF.006 UAV o 1 Paket 400.000.000 02 0l ol 05
012.AF.6509 Pemeliharaan/ Perawatan/ Peningkatan
Alutsista Met'a Dar'at
5.312.206.329
012.AF.6509.RCF OP Sarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
5.312.206.329
or2.AF.6s09.RCF.OOl F.@cliharaan Prioritas Ranpur o 100 Unit r.034.554.640 02 0r 05 01
012.AF.6509.RCF.002 Pemeliharaan Prioritas Pesawat Terbang o 100 Unit 3.192.602.809 02 0l 05 ot
012.AF.6509.RCF.003 Pemeliharaan Prioritas Senjata o 100 Unit 461.944.807 02 0l 05 o1
012.AF.6509.RCF.004 Pec.lihereen Prioritas Munisi 3 100 Unit 103.119.745 02 0l 05 0l
012.AF.6509.RCF.006 Pemeliharaan Prioritas Rartti8 u loo Unit 259.970.1@ 02 0l 05 01
012.AF.6509.RCF.007 Pemeliharaan Prioritas Nartg Air T 100 Unit 259.970.14 02 0l 05 0r
o12.AF.6509.RCF.OO9 Pemeliharaan Roket o I Unit o020l0501
SK No 132566 C
Pengadaan Alutsista Matra Laut
o Unit
12.583.248.675
o12.AF.6509.RCF.O lO Pemeliharaan Meriam o o020l050l
012.AF.6514
berkas 4, hlm. 65 OCR
rJ-tflr,IrI3
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AF.6514.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 12.583.248.675
012.AF.6514.RAF.001 KRI, KAL dar Alpung 2 2 Unit 4.172.800.000 02 01 0l 04
012.AF.6514.RAF.002 Ranpur/ Rantis 0 o Unit 2.000.000.000 02 01 0r o4
012.AF.6514.RAF.003 Pesawat Udara o o Unit 2.OOO.000.OOO 02 01 0l 04
012.AF.6514.RAF.004 Senjata dan Peralatan Elektronika 236 236 Unit 1.612.546.716 02 0r Ol 04
012.AF.6514.RAF.005 Amurlfui 2l2AA5 212885 Unit 2.197.901.959 02 0l Ol 04
012.AF.6514.RAF.006 Pengadaan Peralatan Hidro-Oseanograli o Unit 600.000.000 02 06 05 02
012.AF.6515 Pemeliharaan / Fcf, aPatan/ Peningkatan
Alutsista Matra l,aut
18.302.543.602
012.AF.6515.RCF OP Sarana Bidang Pertahanan dan
Keemenen
18.302.543.602
012.AF.6515.RCF.001 KRI, KAL dan Alpung 15 15 Unit r4.w2.543.602 02 01 05 02
012.AF.6515.RCF.002 Ranpur/ Ranti! 0 l9 Unit 2.000.000.000 02 0l 05 02
SK No 132567 C
Pembangunan / Pengadaan Sarpras
Pertahanan Matra Laut
4 Unit
1.810.667.667
012.AF.6515.RCF.003 Pesawat Udara o 2.000.000.000 02 0r 05 02
012.AF.6516
berkas 4, hlm. 66 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
012.AF.6516.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
1.810.667.667
012.AF.6516.RBM.001 Dermaga KRI dan Sarpras Pangkalan o I unit 343.363.016 02 0r 01 rda
012.AF.6516.RBM.002 Pangkalan MiUt6 T1'll AL 3 3 unit 817.916.403 02 0l Ol 06
012.AF.6516.RBM.003 Posal/ Fos Kawasan Perbatasan o I unit 188.378.566 02 0l 02 01
ol2.AF.65l6.RBM.OO4 Sarpras Militer, Pulau Strategis o I unit 121.009.682 02 0l Ol 06
012.AF.6516.RBM.005 Pembangunan Sarpras Hidro-Os.anograli .o I unit 300.000.000 02 06 05 02
012.AF.6517 Pengadaan Non Alutsista Matra Laut 470.435.626
012.AF.6517.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
470.435.626
ol2.AF.65l7.RBM.OO I Siber 1 I unit 470.435.626 02 01 03 01
012.AF.6532 Pengadaan Alutsista Integratif 14.000.000.000
012.AF.6532.RAF Sarana BidarE Pertahanan dan Keamanan 14.000.000.000
012.AF.6532.RAF.001 Pengadaan Senjata o I Paket 3.500.ooo.000 02 0l ol 02
012.AF.6532.RAF.002 P€ruadaart Munisi o I Paket 3.500.000.000 02 0l 01 In
SK No 132568 C
Pengadaan Materiel Alutsista I Paket 3.500.000.000 02 0l 01 02 012.AF.6532.RAF.003 o
berkas 4, hlm. 67 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
012.AF.6532.RAF.004 Pengadaan Matsiber o I Paket 3.500.000.000 02 01 03 01
012.AF.6546
012.AF.6546.RCF
Pemeliharaan/ Perawatan/Peningkatan
Alutsista Matre Udere
OP Sarana BidarE Pertahanan dan
Keamanan
38.142.653.478
38. r42.653.478
012.AF.6546.RCF.001 Pesawat Terbang 216 2t6 Unit 35.334.075.677 02 0l 05 03
012.AF.6546.RCF.002 Senri Senrat 3 3 Unit 622.237.949 02 01 05 03
012.AF.6546.RCF.003 Amunisi o 4 Unit 629.000.000 02 0l 05 03
012.AF.6546.RCF.004 Radar 29 29 Unit 869.310.524 02 01 05 03
012.AF.6546.RCF.005 PSU 3 3 Unit 374.735.115 02 01 05 03
012.AF.6546.RCF.006 UAV 4 o Unit 313.294.173 02 0l 05 03
o12-AF.6552 Pembangunan / Pengadaan Sarpras
hrhenen
2.469.594.797
012.AF.6552.RBC Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jalan)
r.200.ooo.ooo
SK No 132569 C
Jalur Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP
Kalimantan
0 35203 l@ r.200.000.000 02 0l 02 01 012.AF.6552.RBC.001
berkas 4, hlm. 68 OCR
iRET'd NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
012.AF.6552.RBM Prasarana Bidang Pertahanan darl
Keamanan
1.269.598.797
or2.AF.6552.RBM.OO l Politeknik Unhan Kabupaten Belu N"IT o o unit 002 01 o,+ 02
012.AF.6552.RBM.002 Smart Campus Unhan Sentul o 1 unit 1.209.598.797 02 0l 04 02
012.AF.6552.RBM.003 Rufidis Politeknik Unhan Kabupaten Belu
NTT
o o unit 002 01 04 02
o12.4F.6552.RBM.010 Jalur Penghubung Sektor Selatan
Perbatasan Papua - PNG
o 1 unit 20.000.000 02 0r 02 02
o12.AF.6552.RBM.Ol I Jalur logistik Sektor Utara Perbatasan
Papua - PNC
o 1 unit 20.000.000 02 0l 02 02
012.AF.6552.RBM.012 Jalur Penghubung dan Logistik Poc
Perbatasan di NTT
o 1 unit 20.000.000 02 0l 02 02
012.AF.6559 Pengadaan/ Harwat Alutsista Strategis 329.500.399.628
012.AF.6559.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 329.500.399.628
012.AF.6559.RAF.730 Alutsista Dalam Negeri Kemhan I I PeLet 27.465.810.8,+8 02 02 02 Ol
SK No 132570C
Alutsista Luar Negeri Kemhan I Paket 24?.O3A.4Aa. tt7 02 0l 01 01 012.AF.6559.RAF.731 I
berkas 4, hlm. 69 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AF.6559.RAF.732 Feruada Alpalhankam Luar Negeri
melalui Skema Spend to Invest
o I Paket 16.000.000.000 02 02 03 0l
012.AF.6559.RAF.734 Fernbangunaa dan P€rdngkatqr! RS TNI I 1 Fbkct 2.996.100.663 02 0l 04 0l
012.AF.6559.RAF.736 Alutsista Luar Negeri Integratif o 1 Paket 2.OOO.OOO.OOO 02 01 01 0l
012.AF.6559.RAF.737 Alutsista Luar Negeri Matra Darat o 1 Paket 2.OOO.OOO.OOO 02 01 0l ol
012.AF.6559.RAF.738 Alutsista Luar Negeri Matra l,aut o I Paket 2.OOO.OOO.OOO 02 0l Ol Ol
012.AF.6559.RAF.739 Alutsista Luar Negeri Matra Udara 0 1 Paket 2.000.000.000 02 0l ol ot
012.AF.6559.RAF.740 Alutsista Dalam Negeri Integratif o 1 Paket 2.OOO.OOO.OOO 02 02 02 ol
012.AF.6559.RAF.741 Alutsista Dalam Negeri Matra Darat o I Paket 2.OOO.000.OOO 02 02 02 ol
012.AF.6559.RAF.742 Alutsista Dalam Negeri Matra Laut o I Paket 2.000.000.000 02 02 02 01
012.AF.6559.RAF.743 Alutsista Dalam Negeri Matta Udara o I Paket 2.OOO.000.OOO 02 02 02 0l
012.AF.6559.RAF.744
012.AF.6559.RAF.745
Pengadaan Alpalhankam Luar Negeri
melalui Skcoa Sp€od to Invest (Ranpur)
Pengadaan Alpalhankam Luar Negeri
melalui Skema Spend to Invest (Kapal
Permukaan)
o
t o
I Paket
Paket
4.000.000.000 02 02 03 0l
4.000.000.000 02 02 03 02
SK No 132572 C
berkas 4, hlm. 70 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AF.6559.RAF.746 Pengadaan Alpalhankam Luar Negeri
melalui Skema Spend to Invest (Kapal
Selam)
o Pekct 4.OOO.OOO.000 02 02 03 02
012.AF.6559.RAF.747 Pengadaan Alpalhankam Luar Negeri
melalui Skema Spend to Invest (Pesawat
Terbang)
o 1 Paket 4.OOO.OOO.000 02 02 03 03
012.AF.6559.RAF.748 Pengadaan Alpalhankam Luar Negeri
melalui Skema Spend to Invest (Helikopter)
o 1 Paket 4.000.000.000 02 02 03 03
012.AJ Program Pembinaan Sumber Daya
Pertahanan
871.488.000
o12.4J.1403 Pembinaan Kesadaran Bela Negara 45.444_OOO
o12.AJ. r403.PEF Sosialisasi datt Discoi[aEi 45.488.000
o12.AJ.1403.PEF.130 Bela Negara 900 2000 orang 4l.4Aa.OOO 02 03 01 o1
o12.Ar. l403.PEF.l3l Sosialisasi Bel,a Negara melalui Media
Digital
o loo orang 4-OOO.000 02 03 01 ol
012.AJ.6554 Pembinaan Potensi dar Kekuatan Suob.r
Daya Pertahanan
826.000.000
SK No 132573 C
Peraturan lainnya 8.OOO.OOO 012.AJ.6554.PAH
berkas 4, hlm. 71 OCR
- 7t -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
012.AJ.6554.PAH.001 Regulasi terkait Komduk 0 I peraturan 4.000.000 02 03 02 02
012.AJ.6554.PAH.002 Penataan dan Penetapan Ko@duk o I peraturan 4.000.000 02 03 02 02
o12.AJ.6ss4.QAH Pelayanan Publik lainnya 64. 175.648
012.4J.6554.QAH.0O1 Bantuan DPP LVRI 1 1 layanan 64.175.648 02 03 02 01
012.AJ.6554.SCG Fel,auhan Bidang Politik, Hukum,
Pertahanan dan Keamanan
?53.424.352
012.AJ.6554.SCG.053 Pembentukan Komcad 9525 9525 Orang ?06.424.352 02 03 0l 02
or2.ar.6554.SCG.O54 Pembinaan Komduk SDM 0 300 Orang 3.000.000 02 03 02 o1
012.AJ.6554.SCG.055 Pcmt ine6n KoEduk Ndr SDM T I Kegiatan 4.Om.OOO 02 03 02 0r
or2.AJ.6554.SCG.O56 Penyegaran KoEcad 0 I Kegiatan 40.000.000 02 03 01 02
012.KA Program Riset, Industri, dan Pendidikan
Tinggi Pertahanan
4.932.766.524
012.KA.1406 Pembinaan dan Pengembangan Industri
Pertahanan
4.75.2.766.524
o12-KA- l406.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 8.752.766.528
SK No 132574C
Unit o05 01 13 01 012.KA.1406.RAF.005 First Article Hybrid Vertical Take Ofi
Landing MrOU Fixed Wirlg Target Drone
I
berkas 4, hlm. 72 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
012.KA. 1406.RAF.054 Pengembangan Pesawat N219A o I Paket 417.266.52A 02 02 0l Ol
05 0l 13 0l
012.KA. 1406.RAF.055 Pembangunan Pabrik Propelan o 1 Paket 8.155.500.OOO 02 02 03 0l
or2.KA.l406.RAF.056 First Article Matre Dsret 0 1 Pal(et 60.000.000 02 02 01 02
o12.K4.1406.RAF.O57 First Article Metre l,aut 0 1 Paket 60.000.000 02 02 01 02
ol2.KA.1406.RAF.O58 First Article Metre Udara 0 I Paket 60.000.000 02 02 01 02
o12.K4.6555 Penelitian dan Pengembangan Pertahanan 180.000.ooo
o12.KA.6555.SD8 Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 180.000.ooo
o12-I<4.6555.SD8.031 Litbang Alpalhankam Matra Darat o I Pulwarupa 60.000.000 02 02 01 ol
o12-KA.6555.SD8.O32 Litbang Alpalhankam Matra Laut o I Purwarupa 60.000.000 02 02 0l ol
012.KA.6555.SDB.033 Litbang Alpalhankam Matra Udara o I Purwarupa 60.000.000 02 02 01 0r
TOTAL 488.197.803.398
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badar Usaha, dar! Masyarakat
SK No 132575 C
berkas 4, hlm. 73 OCR
PRESIOEN
KEMENTERIAN KEUANGAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 07 - Rasio pendapatan negara terhadap PDB p€f,86n 12,82 12,36 13,75-18,00
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 07,12 - Rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB pefs€Il F',DB lo,07 10,24 I1,52- l5,OO
PP 07.12 - Rasio PNBP (persen PDB) p€f,86n I'DB 2,61 2,tt 2,21-2,W
PP 07.13 - Indeks Efektivitas Kebijakan Belanja Negara 86 86 88
PF 07,14 - Rasio defisit APBN terhadap PDB dalam batas aman persen I'DB 2,29 2,53 2,45-2,50
PP 07. 14 - Rasio utang pemerintah terhadap PDB yang menjamin keberlanjutan fiskal persen PDB 39,5 39, r5 39,01-39,10
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 05.03.02 - waktu penahanan (dwell time) di pelabuhan selama fase impor heri 2,45 2,90 - 2,As 2,66 - 2,60
KP 07.09.03 - Pertumbuhan penerimaan pajak daerah persen 6,81 6,to 6,50
SK No 132576 C
persen 90 llr-l 9t0 KP 07.12.01 I - Persentase penambahan WP hasil ekstensifikasi berdasarkan target kinerja organisasi
berkas 4, hlm. 74 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 07.12.01 - Persentase capaian tingkat kepatuhan penyampaian SPT tahunan PPtr WP badan dan
orang pribadi berdasarkan target yang ditetapkan
persen loo 100 100
KP 07.l2.O I - Indeks Kinerja Kebijakan Penerimaan NcBara persen loo 100 loo
KP 07.12.02 - Ra.io capaian PNBP terhadap target yang ditetapkar persen go- 100 90- 100 go- r00
KP 07. I 3,0 I - Indeks Kualitas Belanja Pusat dan Daerah 84 85 a7
KP 07.13.02 - Tingkat sida@fsasi perencanaan penganggaran belanja pemerintah pusat dan fiD persen 100 roo loo
KP 07.13.02 - Alokasi TKD untuk infrastruktur triliun rupiah 70,4 55,6 55,6
l(P 07.13.02 - Persentase kinerja hibah daerah persen 75 75 75
KP 07. r4.Ol - Imbal hasil (yield) SBN persen 7,O 6,4-7,2 6,0-7,O
KP 07. f4.Of - Persentase realisasi penerimaan negara dari pengelolaan kekayaan negara persen roo loo ro0
SK No 132577 C
berkas 4, hlm. 75 OCR
PUBLIK INDONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
FROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
015.CB Program Pengelolaan Belanja Negara 46.984.314
015.CB.4776 Monitoring dan Evaluasi kinerja Anggaran
Pusat dan TKDD
25.665.927
015.CB.4776.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 1.137.049
015.CB.4776.PBA.201 Kajian Revisiting Kelembagaan Negara (Pt{) I O Kajian 1.137.049 07 t3 01 02
015.C8.4776.UAE Pemantauan dart Evaluasi serta Pelaporan 24.528.878
015.CB.4776.UAE.201 Rekomendasi Hasil Monev Penganggaran
Pusat
30 30 Rekomendasi 22.020.364 07 13 01 03
015.CB.4776.UAE.203 Rekomendasi Sinergi Penganggaran Pu.at
darr Dacr6h
3 3 Rekomendasi 2.508.514 07 13 0l 02
07 13 02 02
015.CB.4779 Komunikasi, Edukasi, dan Standardisasi 15.608.724
015.CB.4779.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 6.062.220
015.CB.4779.UAC.201 Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelolaan
Keuangan Daerah (PN)
r 150 o Orang 6.062.220 07 09 03 01
SK No 132578 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Dcaa 9.546.504
015.CB.4779.UBB
berkas 4, hlm. 76 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2t)25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.CB.4779.UBB.201 Bimtek BUMDeS (PN) 2000 o Desa 9.546.504 07 09 03 o1
07 13 02 01
015.CB.4780 MqftorinS dan Evaluasi kin€f,ja Anggaran
Pusat dan TKDD
4.O73.724
015.CB.4780.UAE Pemantauan d€n Evaluasi serta Pelaporan 4.073.728
015.CB.4780.UAE.201 Rekomendasi Kebijakan PDRD (PN) 2 O Rekomendasi 4.073.724 07 09 03 01
015.CB.4781 Pengelolaan Anggaran Pusat dan TKDD 1.635.935
015.CB.4781.UAD Pereocaruar dan Penganggaran 1.635.935
015.CB.4781.UAD.201 Sinkronisasi fiD dan Belanja K/L (PN) I I Dokumen 1.635.935 07 t3 02 02
015.CC Program Pengelolaan Penerimaan Negara 24.726.417
015.CC.4786 Perumusan Kebijakan Administratif 6.090.351
o15.CC.4786.U4E Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 6.090.361
or5.cc.4786.UAE.OOl Rek@lertdasi Monitoring Pengelolaan PNBP 6 O Rekomendasi 6.090.351 07 t2 02 01
015.cc.4787 Pelayanan, Komunikasi, dan Edukasi 6.436.404
or5.cc.4787.QAE Pelayanan Publik kepada UMKM 6.436.804
SK No 132579 C
Promosi Ekspor UMKM (PN) loo O UMKM 6.436.804 06 03 0l 02 o15.CC.4787.QAE.20r
berkas 4, hlm. 77 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
015.CC.4789 Pengawasan dan Penegakan Hukum 11.079.652
ol5.cc.4789.QHB Operasi Bidang Keamanan r 1.079.652
o15.CC.4789.QHB.20I Joint Task Force Otr Narcotics (PN) 3 0 operasi 6.512.700 07 06 04 ot
o15.CC.4789.QHB.202 Sinergi Patroli Laut Terkoordinasi (PNl I 0 operasi 4.566.952 02 06 03 01
05 01 16 10
015.CC.4790 Perumusan Kebijakan Administratif 3.520.000
015.CC.4790.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 3.520.OOO
015.CC.4790.PBA.201 Rekomendasi Kebijakan Cukai Emisi
Kendaraan Bermotor (PN)
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
3.520.@0 O? t2 01 o3
015.CC.4795 Perumusan Kebijakan Administratif 1.600.000
015.CC.4795.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 1.600.000
015.CC.4795.PBA.201 Rekomendasi Kebijakan Penggalian Potensi
Perpajakan melalui Analisis Input Output
0 I Rekomendasi
Kebijakan
1.600.000 07 12 0t 03
015.CD Proga.rl Pengelolaan Perbendaharaan,
Kekayaan Negara dan Risiko
63.7o4.??A
015.CD.4798 Pengelolaan AB€t 28.135.838
SK No 132580 C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 15.352.225 015.CD.4798.PBA
berkas 4, hlm. 78 OCR
PRESIOEN
PUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P]{ PP KP PROP
015.CD.4798.PBA.201 Rekomendasi Sinkronisasi Kebijakan
Pengelolaan Aset di Jakarta Dala.E Rangka
Pemindahan lbu Kota (PN)
I 3 Rekomendasi
Kebijakan
5.021.137 06 05 01 06
04 m L2 o7
015.CD.4798.PBA.203 Rekomendasi Penguatan Fctrgclolaan
Sumber Daya Alam (PN)
o 5 Rekomendasi
Kebijakan
7.505.976 02 2t 03 02
02 16 03 04
015.CD.4798.PBA.204 Rekomendasi Penyiapan Kebijakan
Pengembangan Sict€m lrrfomusi Penilaian
Nasional (SIPN+) (PN)
I u Rekomendasi
Kebijakan
2.425.112 0 13 0l
02 16 03 02
03
ol5.cD.479a.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 12.743.613
or5:cD.4798.UAE.20r Rekomendasi BMN Berupa Tanah yang
Disertipikatkan (PN)
27090 O Rekomendasi 12.783.613 07 t2 02 04
o15.CD.4AO1 Pcf,ulru8an Kebijakan dan Keputusan
Administratif
2.185.914
015.CD.4801.PAA Undang-Undang 2- 185-9ra
015.CD.4801.PAA.301 RUU terkait Pengelolaan Kekayaan Negara I I RUU 2-r85-g1a M t2 02 03
o15.CD.4aO8 Pengelolaan kas dan Pembiayaan Negara 14.605.467
SK No 132582 C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 8.168.597 015.CD.4808.PBA
berkas 4, hlm. 79 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.CD.4808.PBA.203 Implementasi Pemberian Dukungan
Pemerintah dalam rangka
Fendanaan / PeEbiayaan lbu Kota
Nusantara (PN)
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
1.724.050 06 05 02 02
015.CD.4808.PBA.207 Penyusunan Rekomendasi/ Inovasi
Kebijakan Dukungan Pemerintah dan/atau
Penjaminan dalam rangka Pelaksanaan
Pembiayaan Kreatif (PN)
I I Rekot iendasi
Kebijakan
6.444.547 07 14 02 0l
015.CD.4808.UAL Pengelolaan Pelaksanaan Anggaran dan
Pembiayaan
10.436.470
015.CD.4808.UAL.201 Penyusunan Roadmap Peningkatan
Peringkat Kredit (Sovcrcign Credit Ratingl
Indonesia (PN)
I O Dokumen 1.797. 7 07 14 01 ol
015.CD.4808.UAL.208 Pengembangan Instrumen Sukuk Sosial -
Social Fuad Linlad Sukuk (PN)
I I Dokumen 6.705.743 02 13 05 01
o I 015.CD.4808.UAL.208.0000 Pengembangan Instrumen Sukuk Sosial -
Social Fund Linkcd Sukuk (PN) - Rrsat
I I Dokumen 6.705.743 03 04 02 003
015.CD.4808.UAL.302
015.CD.4809
Implementasi Digitalisasi Pengelolaan
Dukungan Pemerintah Melalui Platform
KPBU 4.0
I I Dokumen 1.933.140 Ut 14 02 02
SK No 132583 C
Pengelolaan risiko Keuangan Ncggra 3.715.630
berkas 4, hlm. 80 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PhI PF KP PROP
015.CD.4809.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pel,aporan 3.715.630
015.CD.4809.UAE.204 Dukungan Pertjaoiaan BUMN Dalam
Pembangunan IKN (PN)
2 O Rekomendasi 890.553 06 05 02 02
015.CD.4809.UAE.205
015.CD.4809.UAE.206
DuLullgqrl Jaminan dalam Rangka
Penyelenggaraan Cadangan Pangan
Pemerintah (PI{)
Dukungan Penjaminan Pemerintah dal6E
Raltka Implementasi Encrgr Tlartsitiolr
. Mechanism (ETM) (PT{)
2
2
O Laporan
O Rekomendasi
1.122.521 07 15 01 o3
1.702.556 02 11 03 o3
015.CD.6212 Komunikasi, Edukasi, dan Standardisasi 382.840
015.CD.6212.UAL Pengelolaan Pelaksanaan Anggaran dan
Pembiayaan
342.840
or5.cD_62 r2.UAL.208 lEplcroemtasi Digital Payment Marketplace
pada Satker Kementerian Negara/ Lembaga
(PN)
100000 O Dokumen 3a2.840 02 t4 002 004
015.CD.6214 Pengelolaan Kai dan Pembiayaan Negara 5.7,+8.085
015.CD.6214.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 5.748.085
SK No 132584C
5.7,+8.085 03 03 02 02 015.CD.6214.UAE.203 Evaluasi Atas Implementasi Skema Baru
Pembiayaan UMKM pada Pusat Investasi
Pemerintah (PN)
5 O Laporan
berkas 4, hlm. 81 OCR
- 8l -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDII(AIII ALOKASI
2025-2.)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.CD.6219 Perumusan Kebijakan dan Keputusan
Administratif
4.931.000
015.CD.6219.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 4.931.000
015.CD.6219.PBA.001 Pengembangan Pengelolaan Pembiayaan 4 o Rekomendasi
Kebijakan
4.931.000 07 14 0l 0l
015.CE ProEra.E Kebijakan Fiskal 50.793.646
015.CE.4763 Formulasi Kebija.kan Fiskal dai Sektor
Keuangan
5. r 50.ooo
015.CE.4763.PBA Kebijakan Bidang Eko[rooi dan Keuangan 5. r50.000
015.CE.4763.PBA.209 Analisis Rede8ain Insentif Pajak Pasca
IEplcE€(rtasi Pillar Dua (Paja.k Minimum
Global (PN)
0 Rekomendasi
Kebijakan
750.000 07 t2 01 02
05()401 03
015.CE.4763.PBA.210 Kajian Analisis Insentif Perpajakan Cukai
Etil Alkohol (PN)
0 Rekomendasi
Kebijakan
600.000 07 t2 01 03
015.CE.4763.PBA.211 Kajian Penguatan Peran APBN dalam
Mendorong Peningkatan Nilai Tambah SDA
Dalam Negeri (Pn)
o I Rekomendasi
Kebijakan
r.100.000 07 t2 02 02
SK No 132585 C
1.500.000 03 04 03 006 o I 5.CE.4763.P84. 2 12.OOOO Grand Desain Ekosistem Sektor Keuangan
(PN) - Pusat
o I Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 82 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.CE.4763.PBA.213 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Persiapan Aksesi Indonesia pada OECD
(Px)
1 n Rekomendasi
Kebijakan
r.200.ooo 02 Gt 06 02
015.cE.4764 Kajian Kebijakan Fiskal dan Sektor
Keuangan
44.044.321
015.CE.4764.PBA Kebijakan Bidang EkGtoEi dan Keuangan 44.044.321
015.CE.4764.PBA.201 Rekomendasi Kebijakan di Bidang
Perpajakan
10 10 Rekomendasi
Kebijakan
10.427.511 07 t2 0l OD
04 13 05 02
015.CE.4764.PBA.202 Rekomendasi Kebijakan APBN 6 Rekomendasi
Kebijakan
16.483.770 07 13 0l 01
ltD 13 07 o1
07 15 0l 11
015.CE.4764.PBA.204 Rekomendasi Kebijakan Ekonomi Makro 6 6 Rcko@€rldasi
Kebijakan
11.133.040 07 15 01 11
015.CE.4764.PBA.207 Rekomendasi Kebijakan Penguatan
Lembaga Pembiayaan Kerja Sama
Pembangunan Internasional
I T Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 02 09 03 02
SK No 132586 C
1.599.325 015.CE.4773 Formulasi Kebijakan Fiskal dalr Sel(td
Keuangan
berkas 4, hlm. 83 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
015.CE.4773.PAC Peraturan Pemerintah 1.599.325
015.CE.4773.PAC.202 Revisi PP nomor 10 tahun 2011 tentang
Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri
dan Penerimaan Hibah (PN)
I o RPP 1.599.325 07 t4 01 02
015.WA hograD Dukungan M altajeEcn 17.398.988.840
015.WA.4693 Pengelolaan Sist€6 informasi dan teknologi 22.494.4? 5
015.WA.4693.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 22.898.875
015.WA.4693.UAB.002 Sist.E Informasi PNBP 2 2 Sistem
Informasi
3.315.866 07 t2 02 05
015.WA.4693.UAB.203 Sistem Informasi Anggaran I Sistem
Informasi
19.583.009 07 13 01 04
015.WA.4701 Pengelolaan Keuangan, BMN, dan Umum 2.400.000
015.WA.4701.UAK Pengelolaan Aset BUN 2.400.ooo
015.WA.4701.UAK.201 Rekomendasi Kebijakan Pemanfaatan BMN
untuk Kegiatan Usaha Berdampak Penting
pada Lingkungan (PN)
1 0 Unit 2.400.000 02 t7 (x or
015.WA.4705 Pengelolaan Sistem informasi dafl teknologi 24.442.704
SK No 132587 C
Sistem Informasi Pemerintahan 24.442.704 015.WA.4705.UAB
berkas 4, hlm. 84 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/ TRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.WA.4705.UAB.201 Aplikasi Sistem Informasi Manajemen
Piutang Negara (SIMPaN) (PN)
I 0 Modul Aplikasi 10.527.030 0? t2 02 o4
015.WA.4705.UAB.202 Aplikasi Si3teE Informasi Manajemen A8€t
Negara (SIMAN) v2 (PN)
I O Modul Aplikasi 15.089.160 0? 13 01 o4
015.WA.4705.UAB.203 Aplikasi Sistem Informasi Hulu Migas
(SIHM) (PNI
I O Modul Aplikasi 3.226.518 07 12 02 01
015.WA.4710 Pengelolaan Sistem informasi dan teknologi 202.942.533
015.WA.4710.UAB Si8t€ro Informasi Pemerintahan 202.942.533
01s.WA.47 ro.UAB.20r Core Tax System (PN) o 4 Sistem
Informasi
201.742.533 07 t2 01 o1
015.WA.4710.UAB.209 Silt€o Penanganan Pelanggaran Bidang
Fetrcf,imaan Negara dalam rangka
Penegakan Hukum (PN)
o Sistem
Informasi
1.200.000 0? t2 01 04
015.WA.4712 Fel,akcanaan'nrgac Khusus (Special
Mission)
16.949.902.509
015.WA.4712.UAM Hasil Kcloleen Dena 16.949.902.509
SK No 132589 C
1000000 O Kilo Liter
02 ll 03 04
015.WA.4712.UAM.201 Pendanaan untuk Volume Penyaluran
Selisih Harga Biodiesel {PN)
16.949.902.509 06 02 0l 02
berkas 4, hlm. 85 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.WA.4713 Pelaksanaan Tugas Khusus (Special
Mission)
126.456.472
015.WA.4713.UAM Hasil Kelolaan Dana 126.856.872
015.WA.4713.UAM.201 Pendanaan untuk U$ha Mikro yang
Terfasilitasi Pembiayaan UMi (PN)
1470000 O Usaha Mikro 126.456.472 03 03 02 02
06 03 02 In
015.WA.4749 Pengelolaan Sistem iaforEaEi dart teknologi 2.500.ooo
015.WA.4749.UAB SfuteE Informasi Pemerintahan 2.500.000
015.WA.4749.UAB.201 Sistem INSW Gcncf,asi Il (PN) o I Sistem
Informasi
2.500.000 05 03 02 0l
015.WA.4751 Pelaksanaan Tugas Khucu! (Special
Mission)
4.577.600
015.WA.4751.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 4.577.@O
015.WA.4751.PBA.203 Grand Design Ekosistem Profesi Penunjang
S€ktq Keuangan {PtI
o I Rekomendasi
Kebijakan
8.577.600 02 t4 0o2 004
015.WA.4752 Pelaksanaan Tugas Khusus (Special
Mission)
54.067.744
ol5.wA.4752.UAM Hasil Kelolaan Dana 54.067.744
SK No l3259OC
Beasiswa Dokter Spesialis (P'N) 1000 20.243.472 04 r5 03 ol 015.WA.4752.UAM.201 O Orang
berkas 4, hlm. 86 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
015.WA.4752.UAM.201.0000 Bcasi$na Doktcf, Spesialis (PN) - Rt8at 1000 O Orang 20.243.472 07 07 03 03
015.WA.4752.UAM.202.0000 Beasiswa Afirmasi (PN) - Pusat 1000 0 orang 3:1.783.872 07 07 03 03
TOTAL 17.589.198.395
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha dan Masyarakat
SK No l3259l0
berkas 4, hlm. 87 OCR
BLIK INDONESIA
KEM ENTERI,AN PERTANI,AN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02,lO - Pertumbuhan nilai tambah per tenaga kerja sektor pertanian, kehutanan dan perikanan persen 3,4 (2022) 3,5 3,3
PP 02. fO - Indeks Kesejahteraan Petani (IKP)
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
0,693 (2023,
angka kajian
sementara BPS)
o,?445 0,8599
KP 02.10.01 - Peningkatan produksi beras KSPP Kalimantan Tengah tdl 23.574 196.984 2.309.701
KP 02.lO.Ol - Peningkatan luas panen padi KSPP Kalimantan Tengah ha 0 146.806 1.643.167
KP 02.10.02 - Fer ngkatan produksi hortikultura KSPP Sumatera Utara ton 481 25.440 56.240
KP 02.10.02 - Peningkatan luas panen hortikultura KSPP Sumatera Utara ha 16,02 1.700 3.700
KP 02.10.03 - Peningkatan produksi beras KSPP Sumatera Selatan tmr 3 65.724 3.240.081
KP 02.10.03 - Peningkatan luas panen padi KSPP Sumatera Selata.n ha 0 28.568 2.599.240
SK No 132592 C
ton 33.624 238.020 KP 02.10.04 - Peningkatan produksi beras KSPP Nusa Tenggara Timur :|1
berkas 4, hlm. 88 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.10.04 - Peningkatan luas panen padi KSPP Nu.a Tenggara Timur ha 0 ro.930 la3.l t l
KP 02.10.04 - Peningkatan n produksi jagung KSPP Nusa Tenggara Timur ton 0 49.lOO 181.038
KP 02. f0.04 - Peningkatan luas panen jagung KSPP Nusa Tenggara Timur ha 0 9.O,+a 8.640
XP 02.IO.OS - Peningkatan produksi jagung KSPP Papua ton 0 1.310 12.393
KP 02. 10.05 - Peningkatan luas panen jagung KSPP Papua ha 0 189 1.589
KP 02. f0.06 - Peningkatan produki beras KSPP Papua Selatan ton o o 3.719.000
KP 02,10.06 - Peningkatan n luas panen padi KSPP Papua Sel,atan ha o o 1.900.000
KP 02.10.07 - Lahan baku sawah yang dicetak ribu ha o 42 79,81
xP 02.10.07 - Luas lahan sawah yang ditingkatkan Indeks Pertanaman ribu ha o 6,9 12,12
KP 02. 10.10 - Produksi daging juta ton 5,29 (2023) 4,96 5,56
KP 02.10.10 - Produksi telur juta ton 6,49 (2023) 7,43 4,79
KP 02.10.10 - Produksi BuBu ribu ton 437,22 (2023) 855,57 900,4
XP 02.10.1 I - Produksi padi juta ton 53,98 54,45 56,05
KP 02. 10.I I - Produksi jagung juta t6l 19,56 21,48 25,89
KP 02. lO. f f - Produksi aneka kacang ribu ton 516,1 1 540,28 392,32
SK No 132593 C
24,82 30,66 35,47 KP 02. fO. f f - Produksi buah dan sayur juta ton
berkas 4, hlm. 89 OCR
PRESIOEN
PUEUK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02. lO.1 I - Produksi sorghum ribu ton 17,34 18,21 18,95
KP 02. lO. I r - Produksi ubi jalar t@r 1.430.341 1.517.449 1.707.902
KP 02.lO.l I - Produksi kedelai t(m 349.099 370.359 416.842
KP 02.10.13 - Persentase komoditas produk peternakan siap edar yatrS memenuhi persyaratan lrutu persen o loo ro0
KP 02.10.13 - Persentase wilayah/kawasan terkendali dari penyakit hewan persen o 70 90
KP 02.10.14 - Jumlah Komoditas yang wajib terfodifikasi komoditas 4 3 3
KP 02.lO.16 - Jumlah kelembagaan ekonomi petani yang terfasilitasi lembaga 120 125 145
KP 02.10.16 - Persentase petani muda terhadapjulrlsh petani Frs€n 21,93 (ST 2023
BPS)
22,O3 22,43
KP 02. 10.17 - Produksi tanaman obat tdr 526.889 (2023) 529.523,45 540.193,61
KP 02.10. f7 - Produksi vanili ton l.sos (2022) r_582 1.584
KP 02.10.17 - Produksi lada tdr 75.205 (2022) 64.408 64.66
KP 02.10.17 - Produksi pala ton 40.496 QO22l 41.527 41.693
KP 02.10.17 - Produksi ndkultura ribu tangkai 679.328,585
(2023)
597.622,50 596.969,14
xP 02. lO. 17 - Produksi cengkeh ton 137.124 (2022) 133.570 134.105
SK No 132594C
ton 774.961 (2022) 780.957 80.221 KP 02.10.17 - Produksi kopi
berkas 4, hlm. 90 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02. 10- 17 - Produksi tebu t6r 2.405.907 l2o22l 36.813.539 84.714.460
KP 02. 10.17 - Produksi karet ton 2.7 t7 .OAr (2022) 2.496.364 4 3.080.114
KP 02. 10.17 - Produksi kakao ton 650.612 12022) 632.787 634.796
KP 02. rO. r7 - Produksi teh tdr 124.661 (2022) 116.555 116.648
KP 02.10.17 - Pertumbuhan PDB tanaman perkebunan persen 1,7312023) 1,94 3,03
KP 02.10.17 - Pertumbuhan PDB tanaman hortikultura p€r8€d -0,31 (2023) r,36 3,04
KP 02. 10.18 - Indeks Kepatuhan terhadap Standard dan Regulasi Budi Daya Pertanian
Bcrkclanj utan
o 3,0 3,4
XP 02.10,18 - Proporsi lahan pertanian di bawah kriteria lahan produktif dan berkelanjutan persen 10,46 (2021) 11,0 13
KP 02. lO,18 - Persentase lahan baku sawah yang ditetapkan s.bagai Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan (LP2B)
perSen 73,4 (prognosis) 75 a7
KP 02.lO. 18 - Persentase produksi komoditas pertanian organik terhadap produksi total komoditas
pertanian
persen 1,45 (2022) l,+7 1,55
KP 02. lo.l8 - Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepas varietas dan/atau
galur
2A (2021) 30 30
KP 02.10.18 - Sumber daya genetika tanaman dan hewan sumber pangan yang terlindungi/tersedia aksesi 4.675,O (2021) 4.7N 4.400
KP 02.15,02 - Persentase penurunan susut pangan persen 3 3-5 3-5
SK No 132595 C
kab/kota - (indikator baru) roo 514 KP 04.14.01 - Jumlah kab/kota yang mampu menekan kasus positif rabies pada hewan
berkas 4, hlm. 91 OCR
ELIK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 05.0 I .05 - Produksi kelapa sawit ton 235.421.494
l2o23l
239.646.470 257.074.690
KP 05.01.05 - Produksi bahan baku (CPO dan CPKO) ton/hektar 51.794.263|.20221 53.021.4?0 .477.77 5
KP 05.01.06 - Produktivitas kelapa ton/hektar r,r212022) 1,13 1,21
KP 05.01.06 - Produksi kelapa tdr 2.867.054 2.880.690 2.936.021
KP 05.01.08 - Produksi sagu t6r 385.905 (2022) 393.623 478.451
XP O5.O 1 .Oa - Produksi ubi kayu ton 16.764.227 17.270.926 18.330.731
KP 05.01.08 - Produktivitas sagu ton/hektar 3,OA (2022) 3,12 3,19
KP O5.O 1.08 - Produktivitas ubi kayu ton/hektar 27,11 lx)231 27,Al 29,56
KP 08.03.03 - Persentase penurunan potensi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim terhadap
PDB (%) pada sektor pertanian
persen 0,248 (2023) 0,091 0,439
SK No 132596 C
berkas 4, hlm. 92 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
018.DL Program Pendidikan dan Pelatihan vokasi 2344.997.294
018.DL.1810 Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan
Pedardan
173.949.999
ora.DL.la1o.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 30.751.009
ora.DL. la 10.PDI.UO1 Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian 500 2OO0 Orang 30.751.009 02 10 16 02
ol8.DL. r81o.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Labags 27.307.500
o18.DL. rSrO.QDB.OOr Penumbuhan dan Penguatan P4S 150 O Lembaga 27.307.500 02 r0 16 03
o6wo702
o18.DL.18lO.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
46.410.000
018.DL. l8ro.QDD.O01 Fasilitasi Pemberdayaan dar Pembangunan
Masyarakat Perdesaan (READSI) untuk
peningkatan kapasitas petani
1691 0 Kelompok
Masyarakat
46.410.000 06 03 02 01
o3 IE o5 02
16
SK No 132597 C
Pelatihan Bidang Pertanian dan Perikanan 69.481.490
7n 10 on
018.DL.1810.SCC
berkas 4, hlm. 93 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.DL. 1810.SCC.001 Pelatihan Vokasi Pcrtd ar bagi Aparatur 2310 O Orang 15.826.459 02 lO 16 02
o1a.DL. la 10.SCC.OO1.3507 Pelatihan Vokasi Pertanian bagi Aparatur -
Kab. Malang
390 O Orang 1.671.129 05 0l 08 02
018.DL.1810.SCC.002 Pelatihan Pertanian baSi Ndr Aparatur, 5460 O Orang 47.923.024 06 03 02 01
02 lo 16 02
ol8.DL. 18r0.SCC.002.3507 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur -
Kab. Malang
930 O Orang 4.930.283 05 0l 08 02
0r8.DL. 18tO.SCC.OO3. 1505 Pelatihan hanian bagi Non Aparatur
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Muaro
Jambi
o 1000 Orang 1.146.,rc1 02 lO 02 o3
or8.DL. l8lo.scc.003. 1803 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Lampung
Selatan
o 1000 Orang 1.146.,101 02 lO 03 o3
or8-DL. r8 1o.SCC.OO3.3507 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Malang
o IOOO Orang 1.146.,+01 02 10 06 03
o18.DL. 18lO.SCC.OO3.5303 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Kupang
n 1000 Orang 1.146.,rc1 02 lO 04 03
SK No 132598 C
1.146.401 02 lo 01 03 ol8.DL. 18lO.SCC.OO3.6305 Pelatihan Pertanian bagi Non Aparatur
(KSPP/Lumbung Pangan) - Kab. Tapin
o 1000 OrarE
berkas 4, hlm. 94 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PII PF KP PROP
018.DL.1812 Penguatan Penyelenggaraan Penyuluhan
Pertanian
849.586.679
ol8.DL.l812.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 814.936.679
or8.DL. r812.QDC.0O 1 Insentif Kinerja Penyuluh Marlian 37429 37429 Orang at4.936.679 02 lO 16 02
02 07 07 06
018.DL. 18r2.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
34.650.OOO
ol8.DL. r812.QDD.0Ol F€f,contohan pen€f, apan Teknologi
Pertanian
1020 o Kelompok
Masyarakat
30.600.000 02 t4 002 005
06 07 04 02
02 10 16 02
ol8.DL. 18r2.QDD.OO2 Kelembagaan Ekonomi Petani yang
dikembangkan
o 5 Kelompok
Masyarakat
4.050.000 02 10 16 o3
06 07 04 02
018.DL.5892 Penguatan Penyelenggaraan Pendidikan
vokasi Pertanian
1.361.i160.619
018.DL.5892.PEA Koordinasi 8.404.014
SK No 132599 C
0 kegiatan 8.404.014 02 lO 16 03 018.DL.5892.PEA.001 Koordinasi Kewirausahaan dan
Ketenagakerjaan Pemuda di Sektor
Pertanian (YESS)
I
berkas 4, hlm. 95 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Fjbul
PI{ PP KP PROP
018.DL.5892.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyara.kat 46.779.294
ol8.DL.5892.QDC.OO 1 Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan
Pemuda di Sektor Pertanian (YESS) untuk
Peningkatan Kapasitas Petani
10500 0 Orang 46.779.298 02 r0 16 03
06 03 02 o1
018.DL.5892.SAC Pendidikan Vokasi Bidang Pertanian,
Kelautan, dan Perikanan
1.306.277.307
018.DL.5892.SAC.001 Pendidikan Tinggi vokasi Pertanian Sarjana
Terapan {D-M
i+886 4886 Orang 1.064.699.252 02 lO 16 02
018.DL.5892.SAC.002 Pendidikan Tinggi vokasi kanian
Diploma Tiga D-III
qall 9O8 Orang 155.743.421 02 lO 16 02
018.DL.5892.SAC.003 Pendidikan Menengah Vokasi Pertanian 1053 1053 Orang 85.434.634 02 lO 16 02
o la. Ec Program Nilai Tambah dan Daya Saing
Industri
59- r23-442-55{)
018.EC.1777 Pengembangan Kawas€rt Tanaman Kelapa
Sawit dan Aneka Palma
4.320.660.319
ol8.Ec.1777.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 50.698.450
SK No 132600 C
o 10000 Orang
05 0l 06 03
ol8.Ec.l777.QDC.O0 r Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB)
Tanaman Kel,apa Sawit dan Aneka Palma
50.694.450 02 lO t7 ol
berkas 4, hlm. 96 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 07 04 02
ol8.Ec.1777.RAl Sarana PettgeE bangan Kawasan 4.269.961.469
018.EC.1777.RAI.001 l Kawasan Kelapa 6000 130313 Hektar 3.427.197.306 05 01 06 o3
O18.F,c.1777.RAI.OO 1.8207 Kawasan Kelapa - Kab. Pulau Morotai roo o Hektar 1.255.590 06 07 05 02
o18-EC. 1777.RAI.OO2 Kawasan Sagu 1700 8300 Hektar 20a.l4a.2v 05 01 08 01
06 ut 04 02
018.EC. 1777.RN.002.1408 Kavasarr Sagu - Kab. Bengkalis lo0 O HeLtsr 405.320 06 07 05 02
018.EC.1777.RAI.002.9409 Kawasan Sagu - Kab. Biak Numfor loo o Hektar 591.210 06 07 05 02
0r8.Ec. r777.RAt.003 Kawasan Pinang 2100 10850 Hektar 634.616.349 02 lO 17 02
018.EC.1779 Penguatan Perlindungan Perkebunan 201.416.501
or8.Ec.1779.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
84.805.401
SK No 132601C
2t 21 14.12t3.441 02 lo la o1 ol8.Ec.1779.QDD.0Ol
berkas 4, hlm. 97 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditi
Perkebunan
Kelompok
Masyarakat
02 19 02 04
02 o4 07 06
ol8.Ec. 1779.QDD.002 Regu Pengendali OrEsnilroe Frnggangu
Tanaman (OP1)
54 150 Kelompok
Masyarakat
70.676.920 02 lO t7 02
ol8.Ec.l779.RAl Sarana Pengembangan Kawasan I 16.61 1.lOO
o l8.Ec. 1779.RAI.OO I Area Penanganan Dampak Perubahan Iklim
dan Pencegahan Kebakaran Lahan dan
Kebun
a) 400 H€lfter 52.810.000 02 10 17 02
02 19 02 03
'06 07 04 07
018.EC.1779.RA1.002 Area Petlattganatt Organisme Pengganggu
Ttrdbuhalr (OP'I) Tanam€,r Perkebunan
1200 5275 Hektar 63.801.100 05 01 06 03
02 lo t7 02
or8. Ec.5a85 Pasca PaIcn, Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Tatta.Eatl Pangan
24.406.437.237
018.EC.5885.PDC Sertifikasi Produk 10.665.r 19
018.EC.5885.PDC.001 Sertifikat Produk Tanaman Pangan 30 36 produk 10.665.119 05 01 0a
05 01 08 ot)
ol
SK No 132602 C
02 lo tl 03
berkas 4, hlm. 98 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
018.EC.5885.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
24.396.172.118
018.EC.5885.RAG.001 Sarana Pascapanen Tanaman Pangqrr 946 4427 Unit 6.642.507.510 02 l0 11 03
02 15 02 02
05 0l oa ol
06 07 04 02
018.EC.5885.RAG.002 Sarana Pengolahan Hasil Tanaman Pangan 6 90 Unit 115.915.755 02 rO 11 03
02 15 02 02
os ol 08 01
os ol 08 02
06 07 04 02
018.EC.5885.RAG.003 Sarana Pascapanen Tanaman Pangan (QW) r r328 12701 Unit t7 .637 .7 48.853 02 lO 07 o3
o la. Ec. 5aa5.RAG.oo3. 1600 Sat'ana Pascapanen Tanaman Pangan (QW)
- Provinsi Sumatera Selatan
o 4251 Unit 6.039.519.309 02 10 03 o3
018.EC. 5885.R4G.003. 5300 Sarana Pascapanen Tanaman Pangan (QW)
- Provinsi Nusa Tenggara Timur
o 621 Unit 294.109.940 02 l0 04 03
SK No 132603 C
fifdl Unit 4.358.834.066 02 10 0l 03 o 018.EC.5885.RAG.003.6200 Sarana Pascapanen Tanaman Pangan (QW)
- Provinsi Kalimantan Tengah
n
berkas 4, hlm. 99 OCR
KODE
NAMA
PR,OGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1 8. 018.EC.5885.RAG.003.9400 Sarana Pascapanen Tanaman Pangan (Qw)
- Provinsi Papua
o r00 Unit 4.735.iti}r 02 10 05 03
o 1 a. Ec. 5885.R4G.OO3.9500 Sarana Pascapanen Tanaman Pangan (QW)
- Provinsi Papua Selatan
o 3128 Unit 4.443.399.727 02 10 06 03
ola.Ec.5887 Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Hortikultura
2.729.502.915
018.EC.5887.PDA Standardisasi Produk 5.000.000
018.EC.5887.PDA.010 Registrasi Kebun d6n Lahan Usaha
Hortikultura
500 5OO produk 5.000.000 02 10 18 o3
018.EC.5887.PDC Sertifikasi Produk 2.000.000
018.EC.5887.PDC.010 Sertifikat Produk Hortikultura 15 15 produk 2.000.000 02 10 17 03
ol8.Dc.5887.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
4.800.000
or8.Fa.5887.QDD.02l Kelompok Tani terlatih GAP 30 3) Kelompok
Masyarakat
3.600.000 02 lo 17 02
SK No 132604C
Kelompok Tani Terlatih GHP 10 lo 1.200.000 07 l5 0l 05 ol8.Ec.5887.QDD.022
berkas 4, hlm. 100 OCR
- loo -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kelompok
Masyarakat
02 lo r7 02
ola.Ec.saa7.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kchutanan dan
Lingkungan Hidup
6.753. r2s
018.EC.5887.RAG.010 Sarana Pascapanen Hortkultura 20 20 Unit 6.753.125 02 10 t? o3
03 03 01 o1
04 13 05 04
o18.F4.548?.RAt Sarana Pengembangan Kawasan 2.702.989.790
018.EC.5887.RAI.010 Horticulture Development of Dryland Areas
Project
2552 2552 Unit 2.702.989.790 03 03 03 04
02 lo 1l ol
018.EC.5887.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan LhAkuiaan Hidup
7.960.000
018.EC.5887.RBK.010 Prasarana Pascapanen Hortikultura 4 4 unit 4.OOO.OOO 04 13 05 04
02 lo 17 03
ola.Ec.5887.RBK.Ol I Prasarana Pengolahan Hortikultura 6 unit 3.960.000 02 lO t7 03
o1 o1 03 03
SK No 132605 C
berkas 4, hlm. 101 OCR
PRE
REPUBLIK
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.Ec.5888 Pengembangan Kawasan Tanaman
Semusim dan Tahunan
25.222.7 14.288
ol8.Ec.5888.ODC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 97.OOO.OOO
ol8.Ec.5a88.QDC.00r Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB)
Tanemsrl Semusim drn Tahunan
o 19400 Orang 97_OOO.OOO 02 10 t7 ot
018.EC.5888.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 25.125.714.244
018.EC.5888.RAr.00 r KeuEsen Lada 175 16100 Hektar 1.34+.065.797 02 10 17 19
018.EC.5888.RAr.002 Kawasan Pela fim 9000 Hektar 75.795.960 02 lO 17 02
018.EC.5888.RAI.003 Kawasan Cengkeh 6so 12300 Hektar 43.066.724 02 lO 17 02
018.Ec.5888.R4t.004 Kawasan Tebu 550 47200 Hektar 7.924.37?.?08 02 r0 17 02
07 15 01 03
018.EC.5888.RAI.005 Kawasan Vanili 15 IOS Hektar 45.744.932 02 lO t7 02
SK No 132606 C
Kawasan Kopi 1750 61110 Hektar
06 07 o4 02
o 1a. Ec. saa8. RAI. 006 2.604.256.637 02 lO t7 02
berkas 4, hlm. 102 OCR
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol8.Ec.5888.RAt.OO7 Kawasan Kakao 2050 fififll, Hektar 3.374.569.261 06 07 04 02
02 10 t7 02
or8.Ec.saaa.RAl.00a Kawasan Kgrst 1100 40000 Hektar 3.014.159.364 02 10 t7 02
018.EC.5888.RAI.009 Ka\va8an Jambu Mete 450 ,1600 Hektar 265.611.492 02 lO t7 02
018.EC.5888.RAI.010 Kawasan Teh o 4A7a Hektar 493.294.413 02 10 17 02
018.EC.5888.RAI.011 Kawasan Tebu (Biofuel) o 78550 Hektar 5.900.767.600 02 ll 03 04
o18. EC.5A 9 Pasca Panen, Pengolahan (Hilirisasi) dan
Pemasaran Hasil Perkebunan
420.949.064
018.EC.5889.PDA Standardisasi Produk 5.681.714
o 18. Ec. 5449. PDA. 00 I Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) 13000 O Standar 5.681.714 02 lO 17 ol
ol8.Ec.5889.ODD Fasilitasi darr PeEbioaar Kel@poL
Masyarakat
37.160.000
SK No 132607 C
15 16 4.360.000 02 10 t7 o3 ol8.Dc.5889.QDD.00r Gangguan dan Konflik Usaha Perkebunan
yang ditangani
Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 103 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Fap Ribu)
PN PP KP PROP
o18.EC.5889.QDD.OO2 Pembinaan Pengolahan Komoditas
Pertanian Tanaman Perkebunan untuk
Bahan Baku Bio Energi
o 4l Kelompok
Masyarakat
32.800.000 02 lr 03 04
018.EC.5889.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan darr
Lingkungan Hidup
396.133.500
018.EC.5889.RAG.001 Sarana Pascapanen Tanaman Perkebunan 257 434 Unit 274.056.000 05 0l 0,6 03
06 0? 04 02
02 10 17 03
018.EC.5889.RAG.002 Sarana Pengolahan Tanaman Perkebunan 37 134 Unit 122.077.500 02 10 r7 03
05 0l 06 03
05 0r 08 0r
ol8.Ec.5889.RBK Prasarana Bidang P€rtarriaa, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
3a 1.973.450
018.EC.5889.RBK.001 Prasarana Pascapanen Tanaman
Perkebunan
t5 223 unit 238.685.000 05 0r 06 03
02 10 l7 03
or8.Ec.5889.RBK.OOl. 1600 Prasarana Pascapanen Taltaf alt
Perkebunan - Provinsi Sumatera Selatan
0 10 unit 10.140.ooo 06 04 0t 02
SK No 132608 C
Prasarana Pengolahan Tanaman
Perkebunan
134 unit
05 0l 06 03
018.EC.5889.RBK.002 B t43.244.450 02 to 17 03
berkas 4, hlm. 104 OCR
PRESIOEN
ILIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEOIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 08 0l
018.EC.5890 Penguatan Perbenihan Tanaman
Perkebunan
124.450.527
018.EC.5890.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
27.607.173
ol8.Ec.5890.RAG.O0l Produksi benih tanaman perkebunan o 2944200 Unit 27.607.173 02 10 t7 01
018.EC.5890.RBK
018.EC.5890.RBK.002
Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
Kebun Sumber Benih Bahan Tanam
Komoditi Perkebunan
2t 7 unit
17.885.706
17.885.706 02 10 t7 01
05 0l 0,6 02
018.EC.5890.RDK OP Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
79.357.644
018.EC.5890.RDK.001 Operasional Nursery 9 9 unit 25.100.598 05 01 06 iv)
02 lo 17 ol
018.EC.5890.RDK.002 Pemeliharaan Kebun Sumber Benih Bahan
Tanam Komoditi Perkebunan
663 714 unit 43.962.883 02 lO t7 01
SK No 132609 C
berkas 4, hlm. 105 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/TEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
018.EC.5890.RDK.002.6 102 Pemeliharaan K.bun Sumber Benih Bahan
Tana.E Komoditi Perkebunan - Kab.
Bengkayang
3 o unit 40.340 06 07 05 02
018.EC.5890.RDK.002.8101 I Pemeliharaan Kebun Sumber Benih Bahan
Tana& Komoditi Perkebunan - Kab.
Kepulauan Tanimbar
4 o unit 37.a52 06 Ct 05 02
o la. Ec. 5a90.RDK.002.8207 Pemeliharaan Kebun Sumber Benih Bahan
Tanam Komoditi Perkebunan - Kab, Pulau
Morotai
12 o unit 107.270 06 w 05 02
o1 8.EC. 5A90.RDK.002.947 I Pemeliharaan Kebun Sumber Benih Bahan
Tanam Komoditi Perkebunan - Kota
Jayapura
2 o unit 21.120 06 W 05 02
018.EC.5890.RDK.003 Operasional laboratorium pengujian
perbenihan tanaman perkebunan
o 2 unit 10.294.167 02 10 17 01
018.EC.5891 Pengembangan Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Ternak
236.551.700
o I 8. EC. 589 l. PEH Promosi 15.200.000
SK No l326lOC
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga
39 Kegiatan
163.171.700
018.EC.5891.PEH.001
o18.EC.589r.QDB
Promosi produk dan usaha peternakan
prioritas
0 15.200.000 02 lo 10 03
berkas 4, hlm. 106 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.EC.589l.QDB.OO I Lembaga yang teredukasi akses
pembiayaan, investasi, jaringan pemasaran
dan ekspor
9 0 Lembaga 2.431.700 02 10 16 03
02 04 07 I.In
or8.Ec.5a9r.QDB.OO2 Fasilitasi d€rt pembinaan Lembaga
Peternakan
o 39 Lembaga 3a.200.ooo 02 lo 16 03
o18.EC.589l.QDB.OO3 Fasilitasi. pembinaan dan/ atau
pendampingan pelaku usaha komoditas
peternakan yang siap edar
o 25 Lembaga 3_500_000 02 lo 16 03
or8.Ec.589l.QDB.004 Fasilitasi Pembinaan dan Pendampingan
Efisiensi Rantai Nilai
o 30 Lembaga 3.soo.ooo 02 10 16 03
o18.EC.589l.QDB.OO5 Fasilitasi dan pembinaan Nilai Tambah dan
Daya Saing Peternakan
o 39 Lembaga 50.060.000 02 lo 16 03
or8.Ec.5a9r.QDB.006 Fasilitasi / pembinaan/ pendampingan aksc8
pembiayaan
o 39 Lembaga 47.580.000 02 lO 16 03
o18.EC.589l.QDB.0O7 Fasilitasi dan pembinaan Investasi
Peternakan
o 35 Lembaga 16.600.000 U lO 10 03
o18.EC.589r.QDB.OO8 Pembinaan paljaoitran mutu produk hasil
peternakan pada unit usaha produk hewan
o I Lembaga 1.300.000 02 10 13 03
ol8.Ec.589l.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 1.300.000
SK No 132611 C
1.300.000 02 l0 13 o3 ol8.Ec.589r.QDC.OOl Pembinaan penjaminan mutu produk hasil
peternakan kepada masyarakat
T I Orang
berkas 4, hlm. 107 OCR
PRESIOEN
-to7-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol8.Ec.589l.QIC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga l.300.ooo
ol8.Ec.589r.QIC.OOr Pengawasan penerapan jaminan mutu pada
unit usaha produk hewan
0 1 Lembaga 1.300.000 02 lo 13 o3
018.EC.5891.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
25.980.000
ol8.Ec.589l.RAG.OO1 Sarana pasca panen / pengolahan/
pemasaran hasil peternakan
a 72 Unit 25.980.000 02 lO 10 o3
018.EC.5891.RAG.002 Sarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Peternakan
o o Unit 02 lo l0 03
02 l5 02 02
018.EC.5891.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
29.600.OOO
o I a. Ec. 549 1 . RBK.OO I Prasarana pasca panen / pengolahan/
pemasaran hasil peternakan
o 61 unit 29.600.000 02 15 02 02
02 l0 lo 03
018.EC.5891.RBK.002 Prasarana Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Petcdreken
o o unit 02 l0 lo 03
ola. Ec.6916 Pengelolaan Standar Instrumen Pertanian 1.059.999.999
SK No 1326120
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga r.059.999.999 o18.Fa.69l6.QDB
berkas 4, hlm. 108 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.EC.69l6.QDB. 10 l Integrated Coorporatid! Agriculture
Resources EEpowrrEent
lo O Lembaga r.059.999.999 02 10 16 o3
018.HA Program Ketersediaan, Akses dan
Konsumsi Pangan B€f,kualitag
157.890.773.945
o1a.HA. r761 Pengelolaan Produksi Aneka Kacang dan
Umbi Tanaman Pangan
286.188.649
o 18. HA. l76l . RAI Sarana Pengembangan Kawasan 286.188.649
018.HA.1761.RAI.611 1 Kawasan Kedelai 26500 n Hektar 251.220.OOO 02 10 ll 02
018.HA.1761.RAI.612 Kawasan Ubi Kayu 1000 O Hektar 05 01 08 01
ol8.HA.l76l.RN.613 Kawasan Ubi Jalar 1000 0 Hektar 7.293.956 06 W 04 02
02 10 11 02
o18.HA. r76r.RAt.6l4 Kawasan Kacang Tanah 1500 o Hektar 22.964.112 02 lO 1l 02
018.HA.1761.RAI.615 Kawasan Kacang Hijau 1500 O Hektar 4.706.581 02 lO 11 02
SK No 1326130
Kawasan Aneka Umbi Lainnya 500 O Hektar 02 lo l1 02 018.HA.1761.RAI.616
berkas 4, hlm. 109 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA. r762 Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia
Tanaman Patrgar
l r.514.026.570
o I a. HA. 1762. RAI Sarana Pengembangan Kawasan 11.514.026.570
018.HA.1762.RAI.621 Kawasan Padi 435(x)O O Hektar 7.964.157.32? 02 10 ll 02
07 15 01 03
ol8.HA. r762.RAr.622 Kawasan Jagung 250000 n Hektar 1.462.136.002 02 lO 1l 02
ol8.HA. r762.RAI.625 Ka\rlacan Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi) HiI iN O Hektar 163.000.000 07 15 0l 03
02 r0 L4 002
018.HA.1762.RN.626 Kawasan Sorgum o 0 Hektar 02 lo 11 T9
OI8.HA. r762.RAI.627.OOOO Kawasan Padi {QW) - Pusat 305000 36796 Hektar 403-680-338 02 lO 07 02
o18.HA. 1762.RAI.627. 1600 Katya8an Padi (QW) - Provinsi Sumatera
Selatan
o 102031 Hektar 606.931.257 02 lO 03 02
ora_HA. 1?62.RAJ.627.5300 Kawasan Padi (Qw) - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
0 4969 Hektar 29.556.080 02 10 04 02
SK No 132614C
o 73638 Hektar ,+38.033.64r 02 l0 Ol 02 ota.HA. 1762.RAI.627.6200 Kawasan Padi (QWl - Provinsi Kalimantan
Tengah
berkas 4, hlm. 110 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o1 8.HA. r762.R4I.627.9500 Kawasan Padi (Qw) - Provinsi Papua
Selatan
o 75066 Hektar 446.$r.925 02 lO 06 02
ora-HA.1771 Peningkatan Produksi Sayuran datt
Trnemen Obat
521.650.000
018.HA.1771.RAI sarana Pengembangan Kawasan 513.650.000
018.HA.1771.RAI.010 Kawasan Bawang Merah o 6800 Hektar 262.400.q)O 02 10 ll 02
07 15 0l 03
018.HA.1771.RAI.011 r Kawasan Aneka Cabai 4200 4200 Hektar 215.250.000 07 15 01 o3
02 10 1l 02
ol8.HA t77l.RN.O 12 Kawasan Tanaman Obat o 100 Hektar 8.000.000 02 lo l7 02
05 0l 1l 04
018.HA.1771.RAI.013 Kawasan Sayuran Umbi o 2OO Hektar 2a.000.ooo 02 10 1l 02
018.HA.1771.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
8.000.000
SK No 132615 C
Perlindungan Hortikultura
to unit
r 17.161.600
0r8.HA.177 r.RBK.O1l Prasarana Budidaya Sayuran o 8.OOO.000 02 lo 17 02
or8.HA. t773
berkas 4, hlm. 111 OCR
PRE
REPUELIK
SIOEN
INDONESIA
- lll -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA.1773.QDD Fasilitasi darr Pembinaan Kelompok
Masyarakat
t3.84A.OOO
o18.HA.1773.QDD.Or0 Kelompok Tani terlatih PHT o 80 Kelompok
Masyarakat
13.848.000 02 10 t7 02
06 07 04 02
06 03 02 0l
018.HA.1773.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 103.313.600
018.HA.1773.RAI.010 Area pengendalian OPT Hortikultura 4417 4417 Unit 77.372.OOO 06 0? 04 02
02 10 t7 02
oa 03 03 04
018.HA.1773.RAI.011 Area Penanganan Dampak Perubahan Iklim
Hortikultura
o l4O Hektar 12.000.000 08 03 03 04
02 lo 17 02
018.HA. 1773.RAI.014 Sarana Perlindungan Hortikultura o 100 Unit 13.941.600 02 r0 17 02
08 03 03 04
SK No 1326160
Peningkatan Produksi Pakan Ternak 8.817.535.967
or8.HA 1783
berkas 4, hlm. 112 OCR
PRESIOEN
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1783.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 3.960.000
o18.HA. t783.QDC.OOr Fasilitasi dan pembinaan produsen
pakan/bahan pakan
o 360 Orang 3.060.000 02 l0 tO 01
0l8.HA.l783.QDC.OO2 Fasilitasi dall pembinaan penjaminan mutu
dan kcaoarta.n pakan
0 20 Orang 900.ooo 02 l0 lo ol
o18.HA.l78il.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 8.143.560.500
018.HA.1783.QF,G.0Or Bantuan Hijauan Pakan Ternak o 900 Unit t26.724.OW 02 10 lO Ol
02 19 02 04
018.HA.178i).QEG.OO2 Bantuan pakan olahan/ bahan pakan o 310000 Unit 8.016.832.500 02 10 10 01
ol8.HA.1783.OJA Penyidikan dan Pengujian Produk 55.500.000
0r8.HA.l783.QJA.O0l Hasil Uji Mutu dan Keamanan Pakan 3,887 0 Produk 6.100.000 02 10 ro 01
018.HA. r783.qrA.OO2 Pengujian mutu dan keamanan
pakan/bahan pakan
o [rr[0 Produk 49.,I0O.OOO 02 lO lO ol
SK No 132617 C
6 14.5 15..167 018.HA. r783.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
berkas 4, hlm. 113 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1783.RAG.001 sarana Pakan/bahan pakan o 35 Unit 112.OOO.OOO 02 r0 10 01
018.HA.1783.RAG.002 Sarana Pakan Hijauan di UPT o 1339 Unit 164. 4.472 02 lO 10 ol
or8.HA.1783.RAG.OO3 Hijauan Pakan Ternak 0 45 Unit 125.385.000 02 10 10 01
018.HA.1783.RAG.004 Pakan Olahan dan Bahan Pakan 35 35 Unit 204.465.995 02 10 10 ol
018.HA.1783.RAG.005 Sarana penjaminan mutu dan keamanan
pakan
:al 5 Unit 3.800.000 02 10 10 01
018.HA.1784 Pengendalian dan Penanggulangan
Penyakit Hewan
3.936.219.053
o 018.HA.1784.PEC Kerja sama 3.600.ooo
or8.HA.1784.PEC.OOl Kerja Sama antar Lembaga o I Dokumen 3.600.000 02 lo 10 04
or8.HA.l784.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 2.800.000
018.HA.1784.PEF.001 o
SK No 149526 C
Sosialisasi siskesirrenas 10 orang 2.aoo.ooo 02 lo 13 04
berkas 4, hlm. 114 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TAROET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA. r784.QAH Pelayanan Publik lainnya | 1.924.823.200
ol8.HA. 1784.QAH.OO1 Layanan Kesehatan Hewan 20000 O layanan 12.379.200 02 10 lO 04
04 13 02 02
04 t4 0t 04
or8.HA.1784.QAH.OO3 Layanan untuk Pemberantasan PTIMS pada
ternak
l0 25700000 layanan 1.884.664.000 02 lO lO 04
o18.HA. r784.QAH.OO4 Layanan surveilans penyakit hewan untuk
pencegahan PHMS
l0 453 layanan 27.180.OOO 02 lO 10 04
02 10 13 04
018.HA.1784.Q4H.005 Layanan surveilans. penyakit t fnak untuk
pemberantasan PHMS
o lO layanan 600.000 02 10 10 04
ol8.HA.l784.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga to.220.ooo
ol8.HA.l784.QDB.OO1 Pembinaan pengendalian dan
penanggulangan penularan PHMS
0 2800000 Unit Kerja ro-220-ooo 02 10 10 04
ol8.HA.l784.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 1.736.000
SK No 132619C
Fasilitasi dan Pembinaan Kesehatan Hewan
untuk Masyarakat
o r.736.000 02 lO 13 04 ol8.HA.l784.QDC.OO1 62 Orang
berkas 4, hlm. 115 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA.1784.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 800.ooo
or8.HA. r784.QIA.OO1 Pengawasan terkait lnutu, keamanan dan
khasiat obat dan alat kesehatan hewan
o 1 Laporan 800.ooo 02 10 13 o4
o18.HA.1784.OJ4 Penyidikan dan Pengujian Produk 22. 4.552
o18.HA.l784.QrA.0O1 Hasil Uji Mutu dan Sertifkasi Obat Hewan 2500 O Produk 14.694.552 02 10 13 04
or8.HA. t784.qrA.0O2 Fcngrdian Mutu Obat Hewan dan Pengujian
Obat He$latl
o 2900 Produk 8.250.000 02 10 13 04
ol8.HA.l784.qJC Penyidikan dan Pengujian Penyakit 12.445.775
or8.HA. r784.qrc.OOr Sampel Penyakit Heri'art Yang Teramati dan
Teridentifikasi
77675 O Sampel 8.385.775 02 lO 10 04
04 13 02 02
ot8.HA. r784.qrc.OO3 Penyidikan dar Pengujian Penyakit 0 1500 Sampel 4.500.000 02 lo 13 o4
018.HA.1784.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
936.978.306
SK No 132620 C
Sarana Kesehatan Hewan 1 Unit 20.ooo.000 02 lo lo 04 018.HA.1784.RAG.001 o
berkas 4, hlm. 116 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1784.RAG.002 Sarana ketersediaan Obat Hewan dan alat
kesehatan hewan untuk mendukung
pencegahan dan pemberantasan PHMS
target
3 9120300 Unit 51.562.000 02 10 lo 04
018.HA r784.RAG.003 Obat Hewan dan Bahan Biologik yang
diproduksi
7175105 3 Unit 154.634.525 04 14 0r 04
02 10 13 04
018.HA.1784.RAG.004
018.HA.1784.RAG.005
Sarana pengujian obat hewan yang
memenuhi standar' mutu, Idxariat dan
keamanan
Sarana Laboratorium Kesehatan Hewan
o
o
10
3
Unit
Unit
4.650.000 02 10 13 04
672.000.000 02 10 13 04
018.HA.1784.RAG.007 SBSN Sarana Bios€curity Centre di Wilayah
Timur Indonesia
I o Unit 16.466.580 02 tO 13 ()4
02 16 05 02
ol8.HA.l784.RAG.008 SBSN Sarana Laboratorium Pemeriksaan
dan Pengujian Produk Hewan , Penyakit
Hewan dan Zoonosis di Wilayah Sumatera
Ba8ian Tengah
I n Unit 17.661.200 02 10 13 04
018.HA.1784.RBK Prasarana Bidaru Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
1.003.372.220
SK No 1326210
Prasarana Kesehatan Hewan 3 unit 912.000.000 02 10 lO 04 o18.HA 1784.RBK.OOl o
berkas 4, hlm. 117 OCR
-t17-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
018.HA. r784.RBK.OO7 SBSN Prasarana Biosecurity Centre di
Wilayah Timur Indonesia
1 o unit 55.533.421 02 10 13 M
02 16 05 02
018.HA.1784.RBK.008 SB.SN Prasarana Laboratorium
Pemeriksaan dan Pengujian Produk Hetvar!
, Penyakit Hewan dan Zoonosis di Wilayah
Sumatera Bagian Tengah
1 o unit 35.838.800 02 10 13 04
0r8.HA 1784.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 14.259.000
ol8.HA.l784.UAC.OO 1 Bimtek untuk tenaga kesehatan hewan 0 390 orang 11.739.000 02 10 t3 04
ol8.HA.l7A4.UAC.OO2 Bimtek untuk tenaga kesehatan hewan
dalam Pemberantasan PHMS pada ternak
o 60 Orang 2.520.000 02 10 r0 04
o 1 8. HA. 1 744. U B,{ Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacreh
r.400.000
o18.HA.1784.UBA.OOr Advokasi Kesehatan Hewan n I Da.f,ah
(Prov/ Kab/ Kot
a)
r.800.000 02 10 13 04
018.HA.1785 Penyediaaan Benih dan Bibit Serta
Peningkatan Produksi Ternak
3.052.130.714
SK No 132623 C
Standardisasi Produk 917.370.902 018.HA.1785.PDA
berkas 4, hlm. 118 OCR
- rl8 -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PF KP PROP
0ra.HA. r785.PDA.OOr Benih Ternak Unggul 6400800 7351440 produk 371.885.835 02 lO lO 01
018.HA.1785.PDA.002 Bibit Ternak Unggul 1790184 213$58 produk 545.485.067 02 lO 10 0l
or8.HA. 1785.PDC Sertifikasi Produk 9.600.000
018.HA.1785.PDC.001 Sertifikasi benih / bibit ternak o 3{) Sertifikat 4.2q).OOO 02 10 10 0l
018.HA.1785.PDC.002 Penilaian penerapan Good Breeding
Practices/ Good Farming Practices/ Good
Hatchery Practices
o 15 Sertifikat 1.200.000 02 10 18 02
018.HA.1785.PDC.003 Sertifikasi benih/bibit ternak UPT 0 1422427 produk 4.200.000 02 10 10 0l
018.HA.1785.QAH Pelayanan Publik Lainnya 843.250.000
or8.HA.1785.QAH.OO1 Layanan Optimalisasi Reproduksi 0 3000000 layanan 711.250.000 02 10 10 02
ol8.HA 17A5.QAH.OO2 Layanan Penandaan dan Pendataan Ternak o f9OOOOO layanan 132.OOO.OOO 02 10 lO 02
0l8.HA" 1785.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
SK No 132624C
26.668.000
berkas 4, hlm. 119 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol8.HA" 1785.QDD.OOl Fasilitasi darr pembinaan penguatan uji
zuriat sapi perah untuk kelompok peternak
o 25 Kelompok
Masyarakat
8.400.000 02 10 lo TN
o18.HA.l785.QDD.OO2 Fasilitasi dan pembinaan pada wilayah
suEbcr bibit untuk kelompok peternak
o t2 Kelompok
Masyarakat
1a.26A.000 02 lo 10 02
ol8.HA.l785.QEL Bantuan Heworr 434.426.522
ol8.HA. r785.QEL.0Ol Ternak Ruminansia Perah o 1500 Ekor 77.045.OOO 02 10 lO Ol
o18.HA. r785.QEL.OO2 Ternak Ruminansia Potong 4100 5000 Ekor 73.209.160 02 rO 10
06 03 02 02
ol
018.HA. r785.QEL.003 Ternak Unggas IT[|I.]|-n 57000 Ekor 594.846.606 06 03 02 02
02 lo lo ol
o18.HA.l785.QEL.OO4 Ternak Lainnya xo 3700 Ekor 93.325.75,6 02 lO 10 0l
06 03 02 02
0r8.HA.l785.QrA Pengawasan datr Pengendalian Produk 1.200.000
o18.HA.l785.QIAOOl Fetrgswasan dar penerapan mutu bibit
ternak dan kelembagaan
o 2 Laporan 1.200.000 02 10 10 01
SK No 132625 C
Penyidikan dan Pengujian Produk 34.403.777 or8.HA.l785.OJA
berkas 4, hlm. 120 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA.l785.OJA.00r Pengujian mutu benih (s€mcn cair/semen
beku) ternak
o 3400 Produk 650.000 02 10 10 01
O18.HA. r785.Q'.rA.0o2 Pcogqjian mutu benih (embrio) ternak 0 6a Produk 1.523.250 02 l0 lo 01
o18.HA. r785.QJA.OO3 Pengujian perfdEa bibit ternak o 2140324 Produk 32.230.527 02 10 lO 01
018.HA r785.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
184.498.667
018.HA.1785.RAG.001 s6r6na Ferbibitan Tcmak 18 to Unit 153.290.468 02 lO 10 01
018.HA.1785.RAG.006 Ternak Yang Didata dan Ditandai o 100000 Unit 9.200.000 02 10 10 02
06 07 04 02
ola.HA.1785.RAG.007 SBSN Sarana Pu.at Teknologi Inseminasi
Buatan Singosari
1 o Unit 22.OOA.199 02 10 lO 01
018.HA.1785.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
19 I .5 12.8,+6
018.HA.1785.RBK.001 Prasarana Perbibitan Ternak 6 10 unit 106.178.846 02 lO 10 o1
SK No 132626 C
o unit 85.334.000 02 10 lO ol o18.HA. r785.RBK.OO7 SBSN Prasarana Pusat Teknologi
Inseminasi Buatan Singosari
berkas 4, hlm. 121 OCR
-t2t-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA 17a5.REB Konservasi Jenis/ Spesies 5.200.ooo
018.HA.1785.REB.001
0l8.HA 1786
Pengelolaan SDGH
Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Veteriner
6 o Jenis 5.200.ooo 02 10 18 o3
3.063.909.512
018.HA.1786.PCA Perizinan Produk 3.420.000
018.HA. r786.PC4.002 Registrasi Produk Hewan o l2O Produk 3.420.000 02 10 rO Gl
018.HA.1786.PDF Sertifikasi Lembaga 23.345.OOO
018.HA.1786.PDF.001 Sertifikasi NKV unit usaha produk hasil
peternakan
o 350 Lembaga 19.000.ooo 02 10 10 o3
018.HA.1786.PDF.002 Sertifikasi NKV unit usaha produk hewan 0 90 Lembaga 4.385.000 02 lo to 03
ol8.HA.r786.QAH Pelayanan Publik Lainnya 4.660.700
018.HA. r786.QAH.OO2 o
SK No 132627 C
Pelayanan Publik Penjaminan Keamanan
Produk Hewan
3533 layanan 4.660.700 02 10 13 02
berkas 4, hlm. 122 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/I(RO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA 1786.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 56.338.000
ol8.HA.1786.QDB.OOl Pembinaan penjaminan keamanan produk
hasil peternakan pada unit usaha produk
hasil peternakan
o 439 Lembaga 55.938.000 02 10 13 0r
02 lo 13 03
018.HA 1786.QDB.OO3 Pembinaan Penerapan Ker€jahtera€[
Hstvart pada Unit Penanganan Hewan
o 5 Lembaga ,+00.000 02 lo lo 04
ol8.HA 1786.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 34.986.150
ol8.HA. r?86.QDC.OO I Pembinaan penjaminan keamanan produk
hasil pctcmakan kepada masyarakat
o 2060 Orang 11.700.ooo 02 lo 13 03
ol8.HA.l786.QDC.OO2 Pembinaan penjaminan keamanan produk
hewan
o 600 Orang 6.000.000 02 10 13 03
ol8.HA.l786.QDC.OO3 Pembinaan peningkatan kesadaran
masyarakat dan komunikasi risiko penyakit
hewan dan keamanan produk hewan
o 1250 Orang 11.100.000 02 lo 13 03
o18.HA.l786.QDC.OO4 Pembinaan peningkatan kesadaran
masyarakat terhadap kesejahteraan hewan
0 185 Orang 6.186.150 02 10 10 04
ol8.HA.l786.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 20.520.OOO
SK No 132628 C
2850 Produk 13.680.000 02 10 rO 03 ol8.HA.l786.QIA.OOr Pengawasan peredaran produk hasil
peternakan
berkas 4, hlm. 123 OCR
N,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET}
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol8.HA.1786.QIA.OO2 Pengawasan peredaran produk hewan o 1425 Produk 6.840.000 02 lo lo 03
018.H4.1786.QrC Pengawasan dan Pengendalian Leitlbaaa 47.735.000
o18.HA.1786.QIC.OOr Pengawasan urrit u.aha produk hasil
peternakan
o 3105 t EbaAa 32.890.000 02 lO lO 03
o18.HA.1786.QrC.OO2 PensaPaaan unit usaha produk hewan o 1290 Lembaga 14./+45.OOO 02 l0 10 03
018.HA. r786.QrC.003 Pengawasan penerapan kesejahteraan
Hewan pada unit penanganan he$En
o 5 Lembaga ,rc0.000 02 l0 13 04
018.HA. r786.qJA Penyidikan dan Pengujian Produk 37.935.842
018.HA. r?86.qJA.OO0 Hasil Uji Keamanan dan Mutu Produk
Hewan
24550 o Produk 15.52?.342 02 tO 13 02
o18.HA.l786.OJA.00l Hasil r{ii keamanan produk hewan o 14285 Produk 22.404.500 02 10 13 02
018.HA.1786.OKA Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
11.200.ooo
SK No 132629C
o ll.200.ooo 02 r0 13 04 018.HA.1786.QK4.002 Pemantauan Dugaan Kejadian zoonosis dan
FnyitopanBa[ keamanan pangan
40 laporan
berkas 4, hlm. 124 OCR
KODE
NAMA
PROGRAJ\{ / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1786.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
704.204.420
018.HA.1786.RAG.001 Sarana Kesehatan Masyarakat Veteriner o 252 Unit 699.300.000 02 l0 13 03
018.HA.1786.RAG.002 Sarana p€djafiinan l(€aEanall produk hasil
peternakan
o o Unit 02 r0 13 03
0r8.HA.1786.R4G.003 Sarana penerapan kesejahteraan Hewan o 3 Unit 4.904.420 02 10 lo 04
018.HA.1786.RAG.004 Sarana penjaminan keamanan produk
hewan
o o Unit 02 10 13 03
o18.HA l786.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
d6n Lingkungan Hidup
2.079.124.000
018.HA. t786.RBK.OOl Prasarana Kesehatan Masyarakat Veteriner 0 242 unit 2.077.600.000 02 to 13 03
018.HA.1786.RBK.003 Prasarana Penerapan Kesejahteraan Hewan n 2 unit 1.524.000 02 lo 13 03
02 to lo 04
o18.rrA. u86.UAC
018.HA.1786.UAC.001
Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara
o 185 Orang
40.400.000
SK No 132630 C
Bimbingan Teknis Penjaminan Keamanan
Produk Hewan
7.400.000 02 10 13 03
berkas 4, hlm. 125 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
018.HA. r786.U4C.002 Bimbingan Teknis Zoonosis o 930 Orang 31.000.ooo 02 lo 13 03
ot8.HA. r786.UAC.003 Bimbingan Teknis penerapan kesejahteraan
Hewan:
o 50 Orang 2.000.000 02 10 13 04
018.HA.1794 Pengelolaan Air Irigasi Untuk Mardan 23.392.912.400
018.HA.1794.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dar Lingkungan Hidup
14.641.916.217
018.HA.1794.RBK.001 Pembangunan Irigasi Perpipaan Pertanian 1000 1000 unit 400.000.000 06 03 02 02
08 03 03 02
o18.HA. l794.RBK.OOr.530? Pembangunan Irigasi Perpipaan Pertanian -
Kab. Alor
2 2 unit 800.ooo 06 07 05 02
o18-HA. 1794.RBK.OO1.6108 Pcob€Dgunan Irigasi Perpipaan Pertanian -
Kab. Kapuas Hulu
3 3 unit 1.200.000 06 07 05 02
018.HA.1794.RBK.002 Pembangunan Embung Pertanian 500 750 unit 499.800.000 02 12 04 02
02 l0 18 0l
08 03 03 0l
SK No 132631 C
1000 1000 unit
ot8.HA.1794.RBK.OO3 Pembangunan Bangunan Konservasi Air
dan Antisipasi Anomali Iklim
530.691.000 08 03 03 0l
berkas 4, hlm. 126 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP l(P PROP
06 07 04 07
02 10 18 0l
018.HA.1794.RBK.004 Pembangunan irigasi perpompaan
p€f,tadan
2500 2500 unit 1.200.000.000 08 03 03 02
06 03 02 02
02 10 11 01
o18.HA.1794.RBK.OO5 Pengembangan jaringan irigasi pertanian o o unit 02 lo 1l ol
08 03 03 06
018.HA.1794.RBK.006 Pembangunan jaringan irigasi pertanian
(Qw)
o 11643 unit 9.259.115.116 08 03 03 06
0r8.HA. r794.RBK.006.0000 Pembangunan jaringan irigasi pertanian
(QW) - Pusat
0 1295 unit 1.073.004.655 02 rO 07 o1
ora.HA. r794.RBK.006. 1200 Fcrobangunan jaringan irigasi pertanian
(QW) - Provinsi Sumatera Utara
o ffiri) unit 10.355.793 02 lO 02 ol
ola.HA.t794.RBK.OO6. 1600 Pembangunan jaringan irigasi pCtarrian
(QW) - Provinsi Suoat€f,a Selatan
0 3988 unit 3.303.947.686 02 10 03 01
018.HA. 1794.R8K.006.5300 Pembangunan jaringan irigasi pertanian
(QW) - Provinsi Nusa Tcn88ara Timur
o 348 unit 2t6.rca.972 02 10 04 01
SK No 132633 G
167 | unit 1.384.519.924 02 10 0l 0l 018.HA. 1794.RBK.006.6200 Pembangunan jaringan irigasi pertanian
(QW) - Provinsi Kalimantan Tengah
o
berkas 4, hlm. 127 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o18.HA. 1794.R8K.006.9400 Pembangunan jaringan irigasi pertanian
(QW) - Provinsi Papua
o 150 unit 6.213.476 02 10 05 01
o I 8.HA. 1794.RBK.006.9500 Pembangunan jaringan irigasi pertanian
(QW) - Provinsi Papua Selatan
o 3941 unit 3.264.964.610 02 10 06 01
ol8.HA- 1794.RBK.OO7 Pembangunan embung pertanian (Qw) o o unit 02 10 07 o3
02 t2 04 02
or8.HA. r794.RBK.007. 1600 Pembangunan embung pert€rdart (Qw) -
hot insi Surflatef,a Selatan
o o unit 02 10 03 01
o18.HA.l794.RBK.OO8 Jadogan irigasi pertanian yang
direhab itasi (Qw)
0 0 unit 128.576.797 08 03 03 06
018.HA. 1794.RBK.008.0000 Jaringan irigasi pertanian yartg
direhabilitasi (QW) - Pusat
o o unit 02 10 w 02
o18.HA. l794.RBK.OO8. 1600 Jaringan irigasi p€dardan yang
direhabilitasi (QW) - Provinsi Sumatera
Selatan
0 o unit 02 10 03 01
ot8.HA. r794.RBK.OOg Pembangunan irigasi perpipaan pertanian
(Qw)
o o unit 08 03 03 02
o18.HA. r794.RBK.009.OOOO Pembangunan irigasi perpipaan pertanian
(QW) - Pusat
0 o unit 02 10 07 03
SK No 132634C
o unit 02 10 03 0l ol8.HA.1794.RBK.OO9. 1600 Pembangunan irigasi perpipaan pertanian
(QW) - Provinsi Sumatera Selatan
berkas 4, hlm. 128 OCR
-t28-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pt{ PF KP PROP
ot8.HA" 1794.RBK.OlO Pembangunan bangunan konservasi air
d.n antisipasi anomali iklim (Qw)
o 0 unit 02 12 04 02
ora-HA- r794-RBK-O10_OOOO Pembangunan bangunan konservasi air
dan antisipasi anomali iklim (QW) - Pusat
o o unit 02 r0 07 03
ola.HA. 1794.RBI(.O 10. 1600 Pembangunan bangunan kqrg€!'va8i air
dan antisipasi an@afi iklim (QW) - Provinsi
Sumatera Sclet n
o o unit 02 lo 03 o1
ora.HA.17S4.RBK.O1r Irigasi Perpompaan (QW) I 1936 unit 1.855.203.503 08 03 03 02
OI8.HA 1794.R8K.01r.OOO0 Irigasi Perpot rpaan (QW) - Ftsat 1 307 unit 345.783.198 02 10 07 02
o18.HA.1794.RBK.Ol 1. 1600 Irigasi Perpompaan (QW) - Provinsi
Sumatera Selatan
n 350 unit 602.249.612 02 lO Os ol
018.HA l794.RBK.Ol 1.5300 Irigasi Perpompaan (QW) - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
T 4t unit 29.330.043 02 lO 04 ol
ol8.HA" l794.RBK.Ol 1.6200 Irigasi Perpompaan (Qw) - Provinsi
Kalimantan Tengah
3 613 unit 434.683.680 02 lO 01 01
o18.HA. 1794.RBK.O I 1.9500 Irigasi Perpompaan (QW) - hovill8i Papua
Selatan
0 625 unit 443.116.970 02 lO 06 ol
SK No 132635C
Pembangunan Irigasi Perpompaan
Subsektor Perkebunan
1283 unit 768.529.800 02 10 r7 01 ola.HA.1794.RBK.O l2 0
berkas 4, hlm. 129 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/TEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1794.RDK OP Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
8.750.996.183
ola.HA.1794.RDK.OO1 Jaringan Irigasi Pertanian Yang
Direhabilitasi
14930 18930 unit 7.965.928.200 08 03 03 06
or8.HA. U94.RDK.002.0000 Jaringan Irigasi Tersier Yang Direhabilitasi
(QW) - Pusat
0 637 unit 116.340.600 02 l0 07 02
018.HA. l794.RDK.OO2. 1200 Jaringan Irigasi Tersier, Yang Direhabilitasi
(QW) - Provinsi Sumatera Utara
0 o unit 02 10 03 0l
018.HA. r794.RDK.002. r600 Jaringan Irigasi Tersier Yang Direhabilitasi
(QW) - Provinsi Sumatera Sel,atan
0 1369 unit 250.109.393 02 10 02 ol
o18.HA. I 794.RDK.002.5300 Jaringan Irigasi Tersier Yang Direhabilitasi
(QW) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
0 o unit 11.055.736 02 10 04 o1
o1 8.HA. I 794.RDK.002.6200 Jaringan Irigasi Tersier, Yarry Direhabilitasi
(QW) - Provinsi Kalimantan TcrBah
o 2195 unit ,101.097.067 02 10 01 o1
o I 8.H4. 1 794.RDK.002.9400 Jaringan Irigasi Tersier Yang Direhabilitasi
(QW) - Provinsi Papua
0 150 unit 6.465.147 02 tO 05 o1
018.HA.1795 Perlindungan dan Penyediaan Lahan 63.770.145.645
SK No 132636 C
Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan
46 45 109.000.000 02 09 06 o3
018.HA.1795.PBR 141.735.652
018.HA.1795.PBR.002
berkas 4, hlm. 130 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rekomendasi Pfi lindungan Lahan
Fef,tardan
Rekomendasi
Kebijakan
02 10 18 03
018.HA.1795.PBR.003 Kebijakan terkait pelindungan dan
penyediaan lahan pertanian
0 I Rekomendasi
Kebijakan
1.895.652 02 lO 18 03
ol8.HA.1795.PBR.(x)4 Survei investigasi dan desain t€f,kait
perlindungan dEn penyediaan lahan
pertanian
o 100 Rekomendasi
Kebijakan
30.840.000 02 lo 18 03
or8.HA.r795.QMA Data dan Informasi Publik 21.500.000
o18.HA.1795.QMA.OO I Data Lahan Pertanian yang termutakhirkan 3 3 dokumen 21.500.000 02 10 16 o4
06 0l 02 0r
06 07 04 tm
018.HA.1795.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
13.048.590.654
o18.HA" l795.RBK.00r Lahan Konservasi dan Rehabilitasi o 62 unit 400.000.000 08 03 03 03
02 lo 18 03
O18.HA. r795.RBK.OO2.OOOO Jalan Usaha Tani (QW) - Pucat o 36,796 unit 1.851.503.560 02 10 07 03
SK No 132637 C
o 200 unit s.584.404 02 lO 02 01 018.HA.1795.RBK.002.1200 Jalan Usaha Tani (Qw) - Provinsi Sumatera
Utara
berkas 4, hlm. 131 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 18.rrA. r 795.RBK.OO2. 1600 Jalan Usaha Tani {Qw) - Provinsi Sumatera
Selatan
o 102031 unit 5.134.017.031 02 lO 03 0t
018.r{A. r795.RBK.002.5300 Jalan Usaha Tani (QW) - Provinsi Nusa
Tenggara TiEur
o 4969 unit 250.014.174 02 lO 04 0l
ol8.HA. 1795.RBr.002.6200 Jalan Usaha Tani (Qw) - Provinsi
I(aliaartart Tengah
o 73638 unit 3.705.316.130 02 10 0l 0l
OI8.HA.I795.RBK.OO2.9400 Jalan Usaha Tani (Qw) - Provinsi Papua o 95 unit 4.552.591 02 10 05 01
o1a.HA. 1795.RBK.OO2.9500 Jalan Usaha Tani (QW) - hoi'insi Papua
Sdaten
o 75066 unit 2.764 02 10 06 01
018.HA.1795.RBK.003 Jalan Pertanian yang Terbangun ,+ooo 4000 unit r.693.600.000 02 10 11 0r
05 03 01 02
06o,04 02
018.HA. r795.R8K.003. 1302 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Pesisir Selatan
3 o unit 934.100 06 t? 06 o1
o18.HA.l795.RBK.OO3. 1304 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Sijunjung
3 o unit 938.100 06 07 06 ot
o1a.HA. 1795.RBK.003. 1905 Jalar Pertanian yang Terbangun - Kab.
Bangka Selatan
3 o unit 938.100 06 07 06 01
SK No 132638 C
o unit 647.tOO 0,6 07 06 01 ora.HA 1795.R8K.OO3.5305 Jalan Maniai yang Terbangun - Kab.
Timor Tengah Utara
berkas 4, hlm. 132 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or8.HA- 1795.R8K.003.5306 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Belu
2 o unit 633.600 06 07 0,6 o1
02 o5 07 06
018.HA. 1795.RBK.003.6201 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Kotawaringin Barat
3 o unit g3a.loo 06 07 06 0l
o 1a.HA. I 795.RBK.OO3. 6203 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Kapuas
3 o unit 938.lOO 06 07 06 0l
o18.HA. 1795.RBK.003.640 I Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Paser
2 3 unit 6ss.600 06 07 06 01
018.HA.1795.RBK.003.7210 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab. Sigi I o unit 329.100 06 07 06 ot
ol8.HA. l795.RBK.OO3.73l4 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Sidenreng Rappang
5 n unit 1.547.100 06 07 06 0l
o 1a.HA. 1795.RBK.003.7403 Jalal Pertanian yang Terbangun - Kab,
Kctaw!
2 0 unit 633.600 06 07 06 01
ol8.HA. 1795.RBK.003.760 I Jalan Manian yang Terbangun - Kab.
Majene
4 n unit 1.242.600 06 07 0,6 01
o18.Hf I 795.RBK.003.7602 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Polewali Mandar
o unit 1.547.100 06 07 06 01
SK No 132639 C
Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Mamasa
o unit r.547.100 06 07 06 o1 018.HA. r795.R8K.003.7603 5
berkas 4, hlm. 133 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o1a.HA. 1795.R8K.003.7606 Jalan Manian yang Terbangun - Kab.
Mamuju Tengah
5 0 unit 1.547.100 06 07 06 o1
o18.HA. 1795.RBK.OO3.8202 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Halmahera Tengah
2 0 unit 633-600 06 07 06 o1
o 18.HA. I 795.RBK.003.9420 Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Kcero@
7 o unit 656.100 06 07 06 ol
or8.HA. 1795.R8K.003.980 I Jalan Pertanian yang Terbangun - Kab.
Sorong
2 o unit 631.800 06 07 06 01
018.HA.1795.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 49.134.728.406
o18.HA. r795.RBO.00l Pengembangan Lahan Pef, tanian Produktif o 42 ls2 211.050.000 02 lo 18 01
03 03 o3 08
018.HA.1795.RBO.002 Optimasi Lahan 3500 3500 l@2 11.937.1t4.A29 0a 03 03 03
02 t2 04 02
02 l0 11 01
02 04 07 [5
018.HA. r795.RBO.003 Rehabilitasi lahan p€f, tanian o 1000 km2 400.000 02 t2 04 0l
SK No 132640 C
02 10 l8 01
berkas 4, hlm. 134 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or8.HA. r795.R80.004 Pengembangan lahan pertanian produktif
(Qw)
o 0 bl 2 08 03 03 03
or8.HA. r795.RBO.OO4. 1600 Pengembangan lahan p€f,tardan produktif
(QW) - Provinsi Sumatera Selatan
o 0 LE2 02 ro 03 ol
018.HA.1795.RBO.005 Cetak Sawah (Qw) 150000 2r2 0 hel ar 36.986.162.905 08 03 03 03
02 12 04 0l
Ol8.HA.l795.RBO.OO5.OOOO Cetak Sawah (QW) - Pusat o 246?O hektar 3.337.360.068 02 10 07 01
ol8.HA. 1795.RBO.005. 1600 Cetak Sawah (QW) - Provinsi Sumatera
Selatan
o 75963 hektar 10.276.249.052 02 10 03 0l
o la_HA. l795.RBO-OO5.5300 Cetak Sawah (QW) - horrinai Nusa
Tenggara Timur
o 4969 hektar 672.162.464 02 lO 04 o1
ola.HA. 1795.RBO.005.6200 Cetak Sawah (QW) - Provinsi Kalimantan
Tengah
150000 31832 hektar 12.545.391.099 02 lO Ol ol
O18.HA.1795.RBO.OO5.95OO Cetak Sawah (QW) - Provinsi Papua Selatan 0 75066 hektar 10.155.000.222 02 10 06 0l
SK No 1326410
Dukungan Teknis
0 o lor2
1.423.630.933
o r8.HA. r 795.RBO.006.5300 Konservasi l,ahan pertanian - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
672 02 lO 04 0l
ol8.HA" 1795.R8R
berkas 4, hlm. 135 OCR
F.EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O18.HA.I795.RBR.O0r.O000 StD Cetak Sawah (QW) - Pusat ,Erml,rd 24670 185.619.534 02 lO 07 01
ol8.HA. 1795.RBR.00r. 1600 StD Cctsk Sawah (QW) - Provinsi Sumatera
Selatan
3 75963 500.542.574 02 lO 03 o1
o18.HA. 1795.RBR.001.5300 StD Cetak Sawah (Qw) - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o 4969 32.740.149 02 lO 04 0l
or8.HA. r795.RBR.OOl.6200 StD Cetak Sawah (Qw) - Provinsi
Kalimantan Tengah
T 31432 210.091.969 02 lo 01 0l
0r8.HA. 1795.RBR.001.9500 SID Cetak Sawah {QW) - Provinsi Papua
Selatan
n 75066 494.636.?03 02 10 06 01
018.I{A. r796 Pengelol,aan Sistem Penyediaan dan
Pengawasan Alat Mesin Pertanian
2a.67 L7'l8.652
018.HA.1796.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
24.67 L744.652
ora.HA.1796.RAG.00l Alat dan Mesin kanian Pra Pancrr Sub
Sektor Tanaman Pangan
79697 79492 Unit 11.190.622.280 06 07 04 02
06 03 02 02
02 lo 11 02
ol8.HA. r796.RAG.OO2 Nat dan Mesin Pertanian Pra Panen Sub
Sektor Hortikultura
l0 2320 Unit 61.0,62.602 02 rO 17 02
SK No 132642 C
20 Unit 31.803.648 06 07 04 02 ota.HA 1796.RAG.OO3 o
berkas 4, hlm. 136 OCR
PF.E
REPUBLIK
SIDEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Alat dan Mesin Pertanian ha Panen Sub
Scldor Perkebunan
02 lo t? 02
018.HA.1796.RAG.004 Nat dan Mesin Manian Pra Panen Sub
Sclftd Peternakan
o 250 Unit 1g.,B2.OOO 02 lO 10 01
018.HA. t796.RAC.005 Perbengkelan Alat dan Mesin Pertanian 15 l5 Unit IA.OOO.OOO 02 10 1l 02
or8.HA. 1796.RAG.006.0000 Alat dan mesin pertanian ptra panen aub
s€ktc tanaman pangan (QW) - Pusat
3 v,tn Unit 8.028.902.109 02 10 07 02
018.HA. 1796.RAO.006. 1600 Alat dart mesin pertanian pra patrerr lub
sektor tarrahan pangan {QW) - kovirrsi
Sumatera Selatan
n 23937 Unit 3.701.949.005 02 rO 03 02
01a.HA. 1796.RAG.006.5300 Alat dan mesin pertanian pra panen sub
BeLto( tanaman pangan (QW) - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
n 1166 Unit 180.275.934 02 lO 04 02
Ol8.HA. f796.RAG.0O6.620O Alat dan mesin pertanian pra panen aub
sektor tanaman pangan (QW) - Provinsi
Kalimantan Tengah
o 17276 Unit 2.671.930.848 02 10 01 02
o 18.HA. 1796.RAG.006.9400 Alat dan Ee8in pertanian pra panen sub
a€ktd tanaman pangan (QW) - Provinsi
Papua
o 34 Unit 5.1a3.218 02 10 05 02
SK No 132643 C
0 176t 1 Unit 2.723.600.728 02 lO 06 02 o1a.HA. 1796.RAG.006.9500 Alat dan mesin pertanian pra panen aub
sektor tanaman pangan (Qw) - Pro,insi
Papua Selatan
berkas 4, hlm. 137 OCR
PRESIOEN
F,EFUSUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.1796.RAG.007 Alat dan mesin pertanian tr ra panen sub
scldor hortikultura (QW)
o 525 Unit 13.432.074 02 10 02 02
o 18.H4. 1796.R4G.007.0000 Nat dan Eeain pertanian pra panen sub
sektor hortikultura (QW) - Pusat
o o Unit 02 l0 07 02
o l8.HA. 1796.R4G.008.0000 Nat dan mesin pertanian pra panen sub
sektor perkebunan (QW) - Pusat
0 n Unit 02 10 07 02
018.HA.1796.RAG.009 Nat dan mesin pertanian pra panen aub
sel(tor peternakan (QW)
o 100 Unit 4.794.207 02 lO 07 03
0r8.HA r796.RAG.009.0000 Alat dan mesin pertanian pra pare-tt sub
sektor peternakan (QW) - Pusat .
o 100 Unit a.?94.207 02 r0 07 02
ola.HA l796.RAG.O10.OOOO Perbengkelan alat dan mesin pertanian
(Qw) - Pusat
o 2 Unit 2.400.000 02 10 0? 03
o1a.HA. 1796.R4G.O10. 1200 Perbengkelan alat dan mesin pertanian
(QW) - Provinsi Sumatera Utara
o 2 Unit 2.400.000 02 10 02 02
o18.HA. 1796.RAG.010. 1600 Perbengkelan alat dan mesin pertanian
(QW) - Provinsi Sumatera Selatan
o 2 Unit 2.400.000 02 10 03 02
ol8.HA. l796.RAG.OlO.5300 Perbengkelan alat dan E.Bin pertanian
(QW) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
o 2 Unit 2.400.q)o 02 lo 04 02
SK No 132645 C
2 Unit 2.400.000 02 lo ol 02 ol8.HA. 1796.R4G.O10.6200 Perbengkelan alat dan mesin pertanian
(QW) - Provinsi Kalimantan Tengah
o
berkas 4, hlm. 138 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o r8.HA. 17S6.RAG.O rO.9400 Perbengkelan alat dan mesin pertanian
(QW) - Provinsi Papua
0 2 Unit 2.400.000 02 10 05 02
ola.HA 1796. R4G. O 1O.9500 Perbengkelan alat dan mesin p€rtarda[
(QW) - Provinsi Papua Selatan
o 2 Unit 2.400.000 02 l0 06 02
018.HA.3993 Fasilitasi Pupuk dan Pestisida 8.994.924.140
018.HA.3993.0AA Pelayanan Publik kepada masyarakat 345.792.188
0r8.HA.3993.QAA.OO1 Layanan validasi dan verifikasi pupuk 11246965 11246965 Orang 345.792.t44 02 10 16 05
02 02 03 06
ol8.HA.3993.QAA.OO l 1408 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Bengkalis
3522 3522 Orang 574.400 06 07 05 02
ol8.HA.3993.QAA.OO 1.2 l03 Lay€rran validasi dan verifikasi pupuk -
Keb. Natuna
576 576 Orang 435.150 06 0? 05 02
o18.HA.3993.QAA.OO 1.5305 Layanan validasi dan v€f,iliLa8i pupuk -
Kab. Titrc Tengah Utara
3967 3967 Orang 905.900 06 07 05 02
o I 8.H4.3993.QA4.00 1.5306 layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Belu
5361 5361 Orang 678.900 06 U? Os 02
SK No 132646 C
Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Alor
157 260.900 06 t? 05 7t) o I 8.HA.3993.QAA.OO r.5307 L57 Orang
berkas 4, hlm. 139 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PNI PF KP PROP
o18.HA.3993.QAAOO 1.6 10r Layanan validasi d.n verifikasi pupuk -
IGb. Sambas
3466 r 38661 Orang ?64.650 0,6 07 05 02
Ol8.HA.3993.QAA.oOf.61O2 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Bengkayang
24749 24749 Orang 1.060.150 06 07 05 02
Of8.HA.3993.QAA.OO1.6lO5 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Sanggau
19302 19302 Orang 955.650 06 07 05 02
018.HA.3993.QA4.001.6108 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Kapuas Hulu
932 932 Orang 973.650 06 07 05 02
o 18.H4.3993.Q4.4"00 1.650 1 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Malinau
375 375 Orang 365.400 06 07 05 02
0 r8.HA.3993.QAA.0O 1.6504 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Nunukan
4080 ,fO8O Orang 731.150 06 07 05 02
018.HA.3993.QAA.00r.7 rO3 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Kepulauan Sangihe
130 130 Orang 642.150 06 07 05 02
O18.HA.3993.QAA.OO1.7fO4 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Kepulauan Talaud
lo 10 Orang 712.400 06 07 05 02
o18.HA.3993.QAA.OO 1.8 l0 I Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Kepulauan Tanimbar
o I] Orang 172.920 06 07 05 02
SK No 132647 C
24 325-650 06 0? 05 02 or8.HA.3993.QAA.OOl.8 108 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Maluku Barat Daya
24 Orang
berkas 4, hlm. 140 OCR
FUEUK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o r8.HA.3993.QAA.OO 1.8207 Layanan validasi datr verifikasi pupuk -
Kab. Pulau Morotai
o 3 Orang 325.650 06 tt 05 02
O I 8.HA.3993.QAA00 1.9'rO9 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Biak Numfor
1425 1425 Orang 380.400 06 07 05 02
O18.HA.3993.QAA.OOf.947l layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kota Jayapura
grf,d 960 Orang 216.150 06 07 05 02
ol8.HA.3993.QAA.OOl.95Ol Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
I(ab. M€f,auke
16815 16815 Orang 654.150 06 07 05 02
018.HA.3993.QAA.OO 1.9502 Layanan validasi dan verifikasi pupuk -
Kab. Boven Digoel
216 216 Orang 161.400 06 07 05 02
018.HA.3993.QE/t Bantuan Masyarakat .+O.291.640
or8.HA.3993.QEA(x) l Bantuan Langsung Petani untuk pembelian
pupuk
189137 149137 Orang ,+0.291.680 02 l0 16 05
018.HA.3993.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
4.604.440.272
018.HA3993.RAC.001 Rumah Pengolah Pupuk Organik (RPPO) 150 150 Unit 76.000.000 02 10 18
02 19 02 04
0l
02 04 o7 06
SK No 132548 C
FE 03 03 o5
berkas 4, hlm. 141 OCR
i|raliId NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
o18.HA.3993.RAG.OO2 SaFodi Mendukung Peningkatan Produksi
Pertanian
250000 zfrdmrd Unit 2.634.000.000 08 03 03 0s
02 lo ll 02
o I 018.HA.3993.RAG.003.0000 SaFodi Mendukung Peningkatan Produksi
Pertanian (QW) - Rr8at
I 24670 Unit 2.137.792.794 02 10 07 0l
o 18.HA.3993.R4G.OO3. 1200 Saprodi Mendukung Peningkatan Produksi
kaniar (QW) - Provinsi Sumatera Utara
o Hin Unit 4.759.097 02 lO 02 02
o18.HA.3993.RAG.OO3. r600 Saprodi Mendukung Peningkatan Produksi
Pertanian (QW) - Provinsi Sumatera Selatan
o 75963 Unit 1.518.358.311 02 lO 03 02
o 1a.HA.3993.RAG.OO3. 5300 Saprodi Mendukung Peningkatan Produksi
Pertanian (QW) - Provinsi Nusa Tenggara
Timur
o 4969 Unit 99.314.7a4 02 lO 04 02
o 018.HA.3993.RAG.003.6200 Saprodi Mendukung Peningkatan Produksi
Pertanian (QW) - Provinsi Kalimantan
Tengah
o 31832 Unit 636.268.347 02 lO Ol 02
o ra.HA.3993.RAG. 003-9400 Saprodi Mendukung Peningkatan Produksi
Maniqn (QW) - Provinsi Papua
o 150 Unit 1.903.639 02 tO 05 02
018.HA.3993.RAG.003.9500 Saprodi Mendukung Peningkatan Produksi
Pertanian (QW) - Provinsi Papua Selatan
o 75066 Unit 1.500.443.296 02 tO 06 02
SK No 132649 C
Fasilitasi Pembiayaan Pertanian 1.124.480.679 018.HA.3994
berkas 4, hlm. 142 OCR
PRESIOEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
018.HA.3994.RBK Prasarana Bidaru Pertanian, Kehutanan
da[ Lingkungan Hidup
1.124.480.679
018.HA.3994.RBK.001 Asuransi tanaman pangan, tanaman
hortikultura, dan tanaman perkebunan
414000 1251000 unit 792.000.000 02 l0 16 fil
0l
08 03 05 03
06 03 02 02
T]a 15 07
018.HA.3994.RBK.001.0000 Asuransi tana.Ear pangan, tanaman
hortikultura, dar tanaman perkebunan -
Pusat
14000 1000 unit 792.000.000 03 04 02 002
018.HA.3994.RBK.002 Asuransi Peternakan 50000 200000 unit 260.000.000 03 04 02 002
02 10 16 03
o7 15 01 06
06 03 02 7t)
018.HA.3994.RBK.003 Pelaku Usaha Yang Mendapat Akses
Pembiayaan
316 316 unit 14.262.400 07 15 0t :a]a
SK No 132650 C
02 lo 16 03
berkas 4, hlm. 143 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.3994.RBK.004.0000 Asuransi Pertanian (QW) - Pusat o 12126 unit 8.451.156 02 lO 07 02
o 18-HA.3994.RBK.OO4. 1200 Asuransi Pertanian (QW) - Provinsi
Sumatera Utara
o r8.HA.3994.RBK.OO4. 1600 Asuransi Pertanian (QWl - koginsi
Sumatera Selatan
n
o
o n
1000
,I ar-''l
unit
unit
unit
995.639 02 10 02 03
18.164.323 02 lO 03 03
803.105 02 lo (N 03 o r8.HA.3994.RBK.OO4. 5300 Asuransi Pertanian (QWl - Provinsi Nusa
Tctugara Timur
018.HA.3994.RBK.004.6200 Asuransi Pertanian (QW) - Provinsi
Kalimantan Tengah
o 41806 unit 29.136.297 02 lO Ol 03
018.HA.3994.RBK.004.9400 Asuransi Pertanian (Qw) - Provinsi Papua 0 500 unit 63.759 02 10 05 03
018.HA.4579 Pengelolaan SiateE Perbcoihdr TanaEatr
Pangan
209.668.410
018.HA.4579.PDC Sertifikasi Produk 43.782.230
018.HA.4579.PDC.001 Sertifikat Benih padi 10000 O produk 26.545.677 02 lO 11 02
02 04 07 06
SK No 132651C
Sertifikat Benih jagung 3000
018.HA.4579.PDC.002 0 produk 6.463.707 06 07 04 02
berkas 4, hlm. 144 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PNI PP KP PROP
018.HA.4579.PDC.003 Sertifikat B.nih k dclei 2000 O produk 4.309.136 02 10 11 02
06 07 04 02
018.HA.4579.PDC.004 Sertifikat Benih aneka umbi 1000 O produk 2.154.572 05 0l 08 0l
06 07 04 02
02 l0 11 02
0r8.HA.4579.PDC.005 Sertifikat Benih A eka Kacang Z|fifd O produk 4.3G).134 02 10 11 02
or8.HA.4579.QKB Pemantauan produk 53.024.571
o18.HA.4579.QKB.OOr Peredaran Bqrih Tanaman Pangan yang
Diawasi
32 O laporan 53.024.571 02 rO 1r 01
05 01 08 01
06 0? 04 In
018.HA.4579.RAI Sarana Pengembangan Kawasan
018.HA.4579.RAJ.001 Area penyaluran benih padi 2267 o Hektar 06 0? 04 02
SK No 132652 C
Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 112.861.609 018.HA.4579.SDB
berkas 4, hlm. 145 OCR
PRESIOEN
H.EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
FROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.4579.SDB.004 Uji Terap Metode Pengujian Mutu Benih 5 O Purwarupa 112.861.609 02 lO 16 ol
018.HA.4580 Pengelolaan Perlindungan Tanaman Pangan 194.401.554
ol8.HA.4580.PDC Sertifikasi Produk 11.857.527
018.HA.4580.PDC.001 1 Sertifikasi Produk Mutu Pestisida, Pupuk
dan Produk Tanaman Pangan, Hortikultura
dan Perkebunan
400 O produk 11.857.527 02 lO t7 0l
04 02 03 03
o 1 8. HA.4 540. RAJ Sarana Pengembangan Kawasan 135.844.026
018.HA.4580.RAr.00 r Areal Pengendalian OPT Tanaman Pangan 7150 o Hektar 124.175.377 05 01 Oa
06 07 04 02
08 03 03 04
02 r0 ll 02
ol
018.HA.4580.RAI.002 Areal Penanganan DPI 4276 n Hektar 1r.664-649 02 rO rr 02
05 01 08 01
SK No 132653 C
Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 46.700-OOO
018.HA.4580.SDB
berkas 4, hlm. 146 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(FROYEK)
TARGET2O2s TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
018.HA.4580.SDB.001 Model Percontohan Pertanian Modern 1 O RrN'arupa 46.700.000 02 10 16 ol
018.HA.4581 Perbenihan Hortikultura 157.050.000
018.HA.4581.0KB Pemantauan produk [email protected]
0l8.HA.4581.QKB.Ol l Laporan Pengawasan Peredaran benih
Hortikultura
o 72 laporan 14.000.000 02 lo r7 o1
o18.HA.458l.QKB.Ol2 Peredaran Benih Hortikultura yang diawasi o 3a hp6an 4.000.000 02 lo. 17 o1
018.HA.4581.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 135.050.000
018.HA.4581.RAI.010 Benih Sebar Uabi/ Riuparg Hortikultura 460 460 Unit 70.250.000 02 10 t7 0l
06 07 04 02
018.HA.4581.RAI.011 l Benih Sebar Batang Hortikultura o l looooo Unit 64.800.000 02 l0 t7 01
018.HA.5886 Peningkatan Produksi Buah d6n
Florikultura
66.540.400
o 14. HA. sa86. RAI
SK No 132654C
Sarana Pengembangan Kawasan 66.540-400
berkas 4, hlm. 147 OCR
KODE
NAMA
FR,OGRAM / KEGIATAN/ I{RO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT'I PP KP PROP
018.HA.5886.RAI.012 Kawasan Durian o 300 Hektar 10.800.000 02 10 11 ltD
018.HA.5886.RAI.013 Kawasan Mangga o 300 Hektar 10.200.000 02 10 ll 02
018.HA.5886.RAI.014 Kawasan Kelengkeng o 3OO Hektar 12.OOO.000 02 10 11 02
018.HA.5886.RAI.015 Kawasan Alpukat o 3{)O Hektar 10.800.000 02 10 11 02
018.HA.5886.RAI.016 Kawasan Manggis o 300 Hektar 10.800.000 02 lo 11 02
018.HA.5886.RAI.018 Kawasan Florikultura 0 72400 Unit 11.940.400 02 lo 17 02
TOTAL 219.399.253.793
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dsn Masyarakat
SK No 132655 C
berkas 4, hlm. 148 OCR
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 05.01 - Pertumbuhan PDB Industri Pengolahan persen 4,64 (2023) 5,50 8,14
PP 05,02 - Rasio PDRB Industri Pengolahan di provinsi KI/KEK prioritas terhadap PDB Industri
Pengolahan
persen 47,92 l2023l 48,06 48,57
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.13.01 - Persentase peningkatan daya saing industri yang memproduksi produk halal persen - (indikator baru) 4,46 7,OO
l<P 02.14.002 - Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4,O Readiness Index (INDI 4.0) >
3.O
perusahaan ?3 a7 156
KP 02.15.01 - Jumlah perusahaan industri berdasarkan lokasi yang sudah tersertifikasi industri
hijau
perusahaan
(akumulati0
140 152 200
KP 02.15.01 - Rasio penggunaan material sirkular di sektor industri persen 10 l1 15
KP 02.19.04 - Penurunan emisi GRK pada sektor industri yang menjadi prioritas dekarbonisasi juta t6t CO2-Eq 6,75 (2022) 6,75 6,93
KP 02.22.04 - Utilisasi industri pengolahan gara.E industri persen 50 52,50 63,79
SK No 132656 C
Ircrscn 41,93 45 65 KP 02.22.04 - Utilisasi industri pengolahan hasil laut
berkas 4, hlm. 149 OCR
PRESIOEN
UELIK INOONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.22.05 - volume reparasi kapal ribu DWT
(kumulatif
9,5 (Jan-Nov) 11,2 12,2
XP 02.22.05 - Volume produksi pembuatan kapal ribu DWT
(kumulatif
0,98 t,l 1,5
KP 02.22.05 - Nilai ek por industri perkapalan ribu USD 830,89 858,02 1.315,25
KP O5.O f .O 1 - Kapasitas produksi industri olahan nikel juta ton/tahun 27,44 33,64 33,74
xP 05.01.02 - Kapasitas produksi industri olahan tembaga ribu ton/tahun 375 1.195 1. r95
KP O5,O I .03 - Kapasitas produksi industri olahan Bauksit juta ton/tahun 5,02 6,27 l?,47
KP O5.O 1.04 - Kapasitas produksi industri olahan timah ribu ton/tahun 136,9 142,1 257,3
KP O5.Of .O5 - Ragam produk hilir sawit produk 193 204 250
KP 05.01.05 - Rasio ekspor produk hilir kelapa sawit terhadap bahan baku pcf,scn 92,O 92,3 93,7
KP 05.01.06 - Utilisasi industri pengolahan kelapa persen ,ro 55 75
KP 05.0 t.O? - Utilisasi industri pengolahan rumput laut persen 49,51 53,76 70,76
KP 05.01.08 - Kapasitas produksi pati sagu ton/ tahun 60.ooo loo.ooo 320.000
KP 05.01.09 - Kapasitas produksi industri kit a dasar Berbasis minyak, gae, dan batubara ribu ton 59.783,45 60.234,97 79.668,38
SK No 132657 C
perSen -0,98 (2023) 6,08 7.34 KP O5,O I .09 - Pertumbuhan PDB bahan kimia dan barang dari bahan kimia
berkas 4, hlm. 150 OCR
PRESIOEN
ELIK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 05.01.10 - kuEbuhan PDB industri batang logarh: koDrputcr, bara[g elektrqflq optik, dan
p€f,datan listrik
pef,sclr 13,67 l2023l 7,50 11,42
KPO5.Ol.11- Pertumbuhan PDB industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional Ir€r8€n 1,85 (2023) 11,48 11,86
KP 05.01.12 - Pcf,aeDtasc produksi kendaraan listrik roda empat terhadap total produksi kendaraan
roda empat
persen o,94 (2023) 1,00 1,4
KP O5.O 1 . 1 3 - Utilisasi industri pesawat terbang dan perlengkapannya persen 50 m 70
KP 05.01.14 - Pertumbuhan PDB industri mesin dan perlengkapan persen -0,03 (2023) 4,OO 8,70
KP 05.01.15 - Pertumbuhan PDB industri makanan dan minuman p€f,serl 4,47 l2023l 5,43 8,OO
KP O5.O f. f6 - Pertumbuhan PDB industri tekstil dan pakaian jadi p€fa€tr - 1,98 (2023) 3,50 6,32
KP 05.01.16 - Produktivitas tenaga kerja industri TPT p€r8cn 55,29 60,34 79,76
KP 05.01.16 - Penyerapan tenaga kerja industri TPT orang 3.975.905 3.914.787 4.072.465
KP 05.01.17 - Pertumbuhan PDB industri kulit, barang dari kulit, dan das kaki persen -0,34 (2023) 3,80 6,20
KP 05.01.18 - Pertumbuhan PDB industri logam dasar persen 14,17 l2o23l 11,49 14,90
KP 05.01.18 - Utilisasi industri logam dasar persen 83, 14 (2023) ?7 TF
KP O5,O l.19 - Kontribusi jasa industri terhadap PDB Nasional persen 2,72 (2016) 3,12 3,35
SK No 132659 C
triliun rupiah 1,65 t,73 4,99 XP 05.02.06 - Nilai investasi perusahaan industri darr perusahaan kawasan industri di KI Bintan Inti
Industrial Estate
berkas 4, hlm. 151 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 05.02,07 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di Kl Krakatau
Industrial Estate Cilegon
triliun rupiah s,99 5,99 6,22
KP 05.02,08 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KIT Wilmar triliun rupiah 13,02 13,14 13,55
KP 05.02.09 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KIT Bat ng triliun rupiah 3,77 4,14 5,32
fP 05.02.10 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI S€af6 triliun rupiah o,73 0,73 2,46
KP O5.O2.l f - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI iSentra
@,aEotrgan
triliun rupiah 1,18 I,37 1,97
KP 05.02,12 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Ngawi triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
o,03
KP 05.02.13 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI KBS
(Ketapang Bangun Sarana)
triliun rupiah 2,22 2,31 2,59
KP 05,02.14 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI
Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI)
triliun rupiah 2,24 4,30 10,91
KP 05.02.15 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Indonesia
Pomalaa Industry Park
triliun rupiah 1,05 1,05 7,29
KP 05.02.16 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Konawe triliun rupiah 3()5,94 305,96 306,47
KP 05.02.17 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Stardust triliun rupiah 0,33 0,48 0,98
SK No 132660 C
triliun rupiah 6,99 9,16 16,15 KP 05.02.18 - Nil,ai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan itldust i di lfl Indonesia
Huabao Industrial Park {lHlB
berkas 4, hlm. 152 OCR
PRESIOEN
-r52-
INDIKATOR SATUAN BASELINEzO24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 05.02.19 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Morowali triliun rupiah 466,71 467,46 469,89
KP 05.02.20 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Sumbawa
Barat
triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
o,23
KP 05.02.21 - Nilai Investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Pulau Obi triliun rupiah o,ol 2,53 10,62
KP 05.02.22 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI weda Bay triliun rupiah 346,33 &9,49 359,67
KP 05.02.23 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Buli triliun rupiah o,ol 0,21 0,83
KP 05.02.24 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di Kt Fakfak triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
0,01
KP 05.02.25 - Nilai investasi perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri di KI Takalar triliun rupiah - (tahap
persiapan)
- (tahap
persiapan)
0,41
KP 05.05.02 - Kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi persen 7,9 8,6 11,4
KP 05.05.04 - Diversifikasi produk industri berbasis SDA yang diolah 0,294 (2023) o,26 o,269
KP 05.05.04 - Jumlah produk industri berbasis SDA yaDa diolah yang berdaya saing produk 179 (2022) aiB 212
KP 05.05.06 - Tingkat partisipasi produk elektronik lndonesia yang bergabung dalam rantai i nilai
global
p€f,s€tr 42,OO (2022) 49,00 57,00
SK No t3266l0
persen 23,OO l2o22l 23,00 36,00 KP 05.05.06 - Tingkat partisipasi produk otomotif termasuk electric vehicle (EV) Indonesia yang
bergabung dalam rantai nilai global
berkas 4, hlm. 153 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x)2s-2o29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.DL Program Pendidikan datt Pelatihan Vokasi 989.338.998
019.DL.4957 Pelatihan Vokasi Industri 189.246.000
019.DL.4957.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
d.n UMKM
36.000.000
019.DL.4957.PBK.001 Rancangan SKKNI Sektor Industri 6 5 Rekomendasi
Kebijakan
20.500.000 05 0l 15 02
02 04 07 o4
o19.DL.4957.PBr.OO2 Standar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4 4 Rekomendasi
Kebijakan
15.500.000 04 07 04 02
019.DL.4957.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 16.550.000
019.DL.4957.PDI.00I Tenaga Kerja Industri Kompeten yang
Tersertilikasi
mfi] 5000 Orang 16.550.000 02 22 0s 03
04 07 03 03
019.DL.4957.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 28.000.000
0r9.DL.4957.QDr.001 Industri yang terfasilitasi Menuju Industri
4.0
B 24 Industri 28.000.000 04 l8 02 0l
SK No 132662C
Fasilitasi dan Pembinaan Stan Up 27.815.000 019.DL.4957.Qh'
berkas 4, hlm. 154 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.DL.4957.Qn .OOl Inkubator Bisnis. untuk P€robentuLan
Wirausaha Industri
19 85 Start Up 27.815.000 06 03 0l 02
019.DL.4957.QUI.O01. 1275 Inkubator Bisslii untuk Perob€ntuLan
Wirausaha Industri - Kota Mcden
o 8 Start Up 2.900.000 05 02 02 07
019.DL.4957.Q4r.001.347 I Inkubator Bis[ria untuk Pembentukan
Wirausaha Industri - Kota Yogyakarta
o 4 Start Up 1.795.000 05 02 t2 08
019.DL.4957.RBL Prasarana Bidang [Industri daD Perdagangan 26.000.000
019.DL.4957.RBL.001 I Bangunan/ Gedung Pelatihan VoLa8i
Industri
o 7 unit 14.000.000 04 0? 03 04
o19.DL.49s7.RBL.Oo 1. r275 Bangunan/ Gedung Pelatihan Vokasi
Industri - Kota Medan
o 1 wdt 2.000.000 0s 02 02 08
o19.DL.4957.RBL.OO 1.347 I Bangunan/ Gedung Pelatihan Vokasi
Industri - Kota Yogyakarta
o unit 2.000.000 05 02 t2 09
019.DL.4957.RBL.002 Peralatan Pelatihan Vokasi Industri o 7 unit 12.000.000 04 07 03 04
o19-DL.4957.RBL.OO2. 1275 Peralatan Pelatihan Vokasi Industri - Kota
Medan
o unit 2.000.000 05 02 02 08
SK No 132564C
Pelatihan Eidan8 Industri
I unit
54.881.000
o 19.DL. 4957.RBL.OO2.347 I Peralatan Pelatihan Vol(asi Industri - Kota
Yogyakarta
0 2.000.000 05 02 t2 (x)
019.DL.4957.SCH
berkas 4, hlm. 155 OCR
NEFUEUK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.DL.4957.SCH.001 Tenaga Kerja Industri K@rpete(r Lulusan
Diklat Sistem 3 in I (Pelatihan, Sertifikasi,
dan Kompetensi)
1070 100000 Orang 41.865.000 05 02 13 09
04 07 03 01
04 l8 02 0l
o5 07 02 o5
0rs.DL.4957.SCH.OO1. 1200 Tenaga Kerja Industri Kompeten Lulusan
Diklat Sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi,
dan Kompetensi) - Provinsi Sumatera Utara
o O Orang o05020l05
050206w
o1s.DL.4957.SCH.OOl. 1275 Tenaga Kerja Industri Kompeten Lulusan
Diklat Sistem 3 in I (Pelatihan, Sertifikasi,
dan Kompetensi) - Kota Medan
o 0 Orang 1.541.970 05 02 02 0A
05 02 G! 08
019.DL.4957.SCH.001.3471 I Tenaga Kerja Industri i Kompeten Lulu.an
Diklat Sistem 3 ir! I (Pelatihan, Sertifikasi,
dan Kompetensi) - Kota Yogyakarta
0 O Orang r-2ss-783 05 02 t2 (x'
019.DL.4957.SCH.001.3500 Tenaga Kerja Industri Kompeten Lulusan
Diklat Sistem 3 in I (Pelatihan, Sertifikasi,
dan Kompetensi) - Provinsi Jawa Timur
06
n3
o5 02
02
o5
05
0 3 o Orang
11
019.DL.4957.SCH.006 As.ssor Lisensi dan Asessc Kompetensi 70 145 Orang 13.016.000 04 07 03 05
019.DL.4958 Pendidikan Tinggi Vokasi Industri 449.406.200
SK No 132665 C
Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 20.625.000 or9.DL.4958.QD'
berkas 4, hlm. 156 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or9.DL.4958.QD.t.OOl Inkubator Bisnis untuk Pembentukan
Wirausaha Industri
13 4l Start Up 20.625.000 04 W 02 01
o19.DL.4958.OBr.OOl. 1275 Inkubator Bisnis untuk Pembentukan
Wireusehe Industri - Kota Medan
o 2 Start Up 1.670.000 05 02 02 07
o r9.DL.4958.QI\r.001.3204 Inkubator Bis(ri8 untuk Pembentukan
wirausaha Industri - Kab. Bandung
o 10 Start Up 4.070.000 05 01 16 02
o l9.DL. 4958.QD.r.00 1.3402 Inkubator Bi$ris untuk Pembentukan
Wirausaha Industri - Kab. Bantul
0 2 Start Up 1.675.000 05 02 t2 08
ot9.DL.4958.QBI.OOr.7203 Iritkubatc Bi$ris untuk Pembentukan
Wirausaha Industri - Kab. Morowali
o r Start Up 825.OOO 05 02 18 07
019.DL.4958.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 24.OOO.OOO
or9.DL.4958.RBJ.OO 1. 1275 Bangunan/Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Kota Medan
o I unit 2.000.000 05 02 02 08
019.DL.4958.RBJ.001.3273 Bangunan/Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Kota Bandung
o I unit 2.000.000 05 01 16 02
o rs-DL-495a.RBJ.OO 1.3372 Bangunan/ Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Kote Surakarta
o 1 unit 2.000.000 05 0l 16 02
SK No 132666 C
Bangunan/Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Ikb. Bantul
1 unit 2.000.000 05 02 12 09 O l9.DL. 4958.RBJ.OO l.3,tO2 o
berkas 4, hlm. 157 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o l9.DL. 4958.RBJ.OO 1.3672 Bangunan/ Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Kota Cilegon
o unit 2.000.000 05 02 08 M
o l9.DL. 4958.RBJ.OO 1.7203 Bangunan/ Gedung Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri - Keb. Morowali
o unit 2.000.000 05 02 la oa
ol9.DL.4958.RBJ.OO2. 1275 Peralatan Pendidikan Tinggi Vokasi Industri
- Kota Medan
o unit 2.OOO.OOO 05 02 02 08
o19.DL.4958.RB.r.OO2.3273 Peralatan Pendidikan Tinggi Vokasi Industri
- Kota Bandung
0 1 unit 2.000.000 05 01 16 02
019.DL.4958.RBr.002.3372 Peralatan Pendidikan Tinggi Vol(asi Industri
- Kota Surakarta
o unit 2.OOO.OOO 05 0l 16 02
o 019.DL.4958.RBJ.002.3402 Peralatan Pendidikan Tirugi Vokasi Industri
- Keb. Bantul
o 1 unit 2.OOO.OOO Os 02 t2 09
o 19. DL.4954.R8r.002.3672 Peralatan Pendidikan Tinggi Vokasi t Industri
- Kota Cilegon
0 unit 2.000.000 05 02 08 04
o 019.DL.4958.RBJ.002.7203 Peralatan Pendidikan Tinggi Vokasi Industri
- Kab. Morowali
o unit 2.OOO.OOO 05 02 18 08
o19.DL.495a.SAG Pendidikan Vol(asi Bidang Industri 404.781.200
SK No 132667 C
2537
ol9.DL.4958.SAO.00l Mahasiswa dan Lulusan Program DIt, DIII
dan DIV Reguler
10570 Orang 379.864.200 0s 02 2s 09
berkas 4, hlm. 158 OCR
PUEUK INDONESIA
- tsa -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 02 21 lO
05 02 20 12
os 02 18 08
05 02 24 12
04 07 02 05
04 09 02 02
04 19 03 0l
019.DL.4958.S4G.001. 1275 Mahasiswa dan Lulusan Program DII, DIII
dan DIv Reguler - Kota Medan
o 1410 Orang 6.750.000 05 02 02 08
o r9.DL.4958.SAG.OO 1.3273 Mahasiswa dan Lulusan Program Dll, DIU
dan DIV Reguler - Kota Bandung
o 1296 Orang 56.000.000 05 01 16 02
or9.DL.495a.SAG.OO1. 3324 Mahasiswa dan Lulusan Program DII, DIII
dan DIV Reguler - Kab. Kendal
o 470 Orang 24.442.OOO 05 02 10 05
o r9.DL.495a.SAG.OO l.3il72 Mahasiswa dan Lulusan Program Dll, DIII
dan DIV Reguler - Kota Surakarta
o 200 Orang 8.390.000 05 0l 16 02
SK No 132669 C
36.000.000 05 02 t2 09 019.DL.4958.SAG.001.3402 l. 3402 Mahasiswa dan Lulusan Program DII, DIII
dan DIV Reguler - Kab. Bantul
0 760 Orang
berkas 4, hlm. 159 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o 019.DL.4958.SAG.001.3672 Mahasiswa dan Lulusan Program Dtr, DIII
dar DMeguler - Kota Cilegon
o 38O Orang 20.400.000 05 02 0a 04
o l9.DL.495A.SAG.00 1.7203 Mahasiswa dafl Lulusan Program Dtr, DIII
datl DIV Reguler - Ikb. Morowali
o 576 Orang 24.500.000 05 02 t7 10
o 019.DL.4958.SAG.002 Mahasiswa dan Lulusan Progam DI Kerja
Sama Industri
50 673 Orang 24.917.ON 05 02 2t 10
05 02 22 09
05 02 t4 09
05 02 23 09
05 02 16 09
05 02 20 12
o5 02 24 12
05 02 15 lO
04 07 02 05
o l9.DL.4958.SAG.OO2. I 275 Mahasiswa dan Lulusan Program DI Kerja
Seme Indust-r'i - Kote Medan
o 30 Orang 1.200.000 05 02 02 08
SK No 149527 C
Mahasiswa dan Lulusan Program DI Kerja
Saraa Industri - Kab. Kendal
l.800.ooo 05 02 lo 05 o 019.DL.4958.SAG.002.3324 0 50 Orang
berkas 4, hlm. 160 OCR
FF.ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
o 019.DL.4958.SAG.002.3372 Mahasiswa dan Lulusan kograE DI Kerja
Sama Industri - I6ta Surakarta
0 25 Orang 800.000 05 01 16 02
o 019.DL.4958.SAG.002.3402 Mahasiswa dan Lulusan Program DI Kerja
Sama Industri - IGb. Bantul
o 30 Orang 1.200.000 05 02 t2 09
019.DL.4959 Pendidikan Mgreogah Kejuruan Industri 350.686.798
019.DL.4959.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan
Menengah
158.741.998
019.DL.4959.RB1.001 Bangunan/Gedung Pendidikan Vokasi
Industri
2 r0 unit 136.741.998 05 02 19 09
04 07 04 ol
o l9.DL.4959.RBI.OO 1.347 I Bangunan/Gedung Pendidikan Vokasi
Industri - Ifuta Yogyakarta
o 1 unit 2.OOO.OOO 05 02 12 09
019.DL.4959.RB1.002 Peralatan Pendidikan Menengah Vokasi
Industri
0 lo unit 22.000.000 04 07 01 M
o 19.DL.4959.RBI.OO2.347 1 Peralatan Pendidikan Menengah Vokasi
Industri - Kota Yogyakarta
o I unit 2.OOO.OOO 05 02 12 09
019.DL.4959.SAG Pendidikan vokasi Bidang Industri 169.444.800
SK No 149528 C
17 t2
019.DL.4959.SAG.001 SDM yang Mengikuti Pendidikan Menengah
Kejuruan Industri
8900 Orang 165.244.800 05 02 19 09
berkas 4, hlm. 161 OCR
.(a)iId
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 (x) 02 02
o r9.DL.4959-SAG.OO1.347 1 SDM yang Mengikuti Pendidikan Menengah
Kejuruan Industri - Kota Yogyakarta
rl O Orang 1.137.190 05 02 L2 09
019.DL.4959.SAG.002 Program Kelas Industri 30 12O Orang 4.200.000 04 07 01 0l
05 02 07 05
019.DL.4959.SCH Pel,atihan Bidang Industri 22.500.000
019.DL.4959.SCH.001 Fasilitasi Pendampingan SMK yang Link
and Match dengan Industri
150 600 Orang 22.500.000 05 02 07 05
04 07 0l ol
019.EC hograE Nilai Tambah dan Daya Saing
Industri
18.026.029.209
019.Ec.6044 Perbaikan Rantai Pasok Industri Agro 61.500.000
019.EC.6044.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
d,en UMI(M
61.500.000
019.EC.6044.PBK.002 Neraca Komoditas Sektor Industri Makanan,
Hasil Laut den Perikanan
5 5 Rekomendasi
Kebijakan
12.000.000 05 0l 07 02
05 0l 15 01
SK No 132673 C
a.ooo.ooo 05 01 07 02 o19.EC. 6044.PtsK.003.0000 Neraca Komoditas Rumput Laut dan Produk
Turunannya - hrsat
0 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 162 OCR
UELIK INDONESIA
-t62-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6044.PBK.004 Rancangan Pembentukan Badan Karet
Nasional
1 0 Rekomendasi
Kebijakan
1.500.000 02 lo t7 0l
02 2t ol 02
019.EC.6044.PBK.005 Analisis Kebutuhan Bahan Baku Industri di
Industri Minuman, Hasil Tembakau, datr
Bahan Penyegar
5 o Rekomendasi
Kebijakan
12.000.000 05 01 15 0l
019.EC.6044.PBK.006 Forum Koordinasi dan Si! ao(risasi
Pelaksanaan Kebijakan Sektor Hulu-Hilir
Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan
Bahan Penyegar
I o Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 05 01 15 0l
os 01 06 M
019.EC.6044.PBK.007 Neraca komoditas kelapa dan produk
turunannya
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
8-OOO.000 05 01 06 02
o5 01 06 01
o r9. Ec.6044.PtsK.0 10.0000 Analfu kebutuhan bahan baku industri
rumput laut - Pusat
I o Rekomendasi
Kebijakan
8.000.000 05 0l 07 02
o 19.EC.6044.PBK.0 l3.OOOO Forum Koordinasi dan Sinkronisasi
Pelaksanaan Kebijakan Sektor Hulu-Hilir
Industri Rumput Laut - Pusat
I o Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 05 01 07 02
019.EC.6045 Penumbuhan Industri Substitusi Impor darr
Hilirisasi Industri Agro
10.642.500.000
SK No 132674C
Kebijakan Bidang Tenaga Keda, Industri
dan UMKM
7.500.000 019.EC.6045.PBK
berkas 4, hlm. 163 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6045.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
hrsat Flavor aIld Fragrance berbasis
Minyak Atsiri Nasional
I 7.500.000 02 10 t7 01
ol9.Ec.6045.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan UE6ha 5.556.000.000
o19.EC.6045.QDH.0Or Hilirisasi Industri Pengolahan Kakao dan
Coklat
20 30 Badan usaha 20.ooo.ooo 02 10 t7 03
05 0l 15 05
ol9.Ec.6045.QDH.0O5 Identifft asi Penumbuhan Calqr Wirausaha
Baru Cokelat Artisan
o 25 Badan usaha 4.000.000 05 0l 15 0s
or9.Ec.6045.QDH.006 Penguatan Struktur dart Peningkatan Daya
Saing Industri Pengolahan Susu
o 15 Badan u8ehe 12.000.000 05 0l 15 05
02 10 10 03
019.EC.6045.QDH.007 Hilirisasi Produk Berbasis Teh o lO Badan usaha 8.000.000 02 lo t7 03
05 01 15 05
019.EC.6045.QDH.008 Pengembangan dan Penguatan Struktur
Industri Pengolahan Hasil Hortikultura
o lO Badan usaha 12.000.000 05 01 15 01
02 lo t7 03
ol9.Ec.6045.QDH.0O9 Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa lo 10 Badan usaha 5.500.000.000 05 01 06 04
SK No 132675 C
Fasilitasi dan Pembinaan Industri 5.070.000.000 or9.Ec.6045.QDr
berkas 4, hlm. 164 OCR
-t64-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
0 r9. Ec.6045.QDr.OO T.OOOO Peningkatan Kapasitas Produksi Rumput
Laut Kering - Pusat
o I Industri 8.000.000 05 01 07 02
or9.Ec.6045.QDr.O02 Branding Produk Olahan Cokelat o 30 Industri 7.OOO.OOO 05 0r ls 05
o19.EC.6045.QDI.OO3 Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa I Industri 7.000.000 05 0l 06 04
05 01 06 05
02 2t ol 02
o I 9.EC.6045.QDI.OO5.OO00 Fasilitasi Investasi Industri Hilir Rumput
Laut bernilai tinggi (karagenan, agar,
kosmetik, biofuel,dan bioplastik) - Pusat
o Industri 8.000.000 05 01 07 02
o19.EC.6045.QDr.OO8 Fasilitasi Investasi Industri Hilir Kelapa
Sawit (Carotene dan Tocophcrol)
1 1 Industri 24.000.000 05 0l 05 04
0r9.Frc.6045.QDr.009 Pengembangan Industri Pengolahan Kelapa
Produk Hilir (MCT dan SAF)
0 I Industri 8.000.000 05 01 06 04
ol9.Ec.6045.QDr.O10 Fasilitas Pusat Penyediaan Bahan Baku
Industri Tempurung dan Sabut Kel,apa
o I Industri 8.000.000 05 01 06 04
or9.Ec.6045.QDI.O 1r Pengembangan Hilirisasi Industri
Pengolahan Hasil Laut dalr Perikanan
lo 30 Industri 5.000.000.000 05 0r o7 02
SK No 132676 C
Bantuan Peralatan / Sarana 9.OOO.000 o19.EC.6045.QEG
berkas 4, hlm. 165 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6045.QEG.OO1 Pusat Flavor and Fragrance berbasis
Minyak Atsiri Nasional
2 2 Titik 9.000.000 02 2t 0l 02
05 0l 1l 01
019.EC.6046 Peningkatan dan Pemanfaatan Telsrolo8i
dan Inovasi Industri Agro
353.499.99S
or9.Ec.6046.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 345.999.99
ot9.Ec.6046.QDH.0O1 Perusahaan Industri Furnitur dan Atsiri
yang difasilitasi dalam reet 'ukturasi Mesin
dan Peralatan dalam rangka peningkatan
teknologi
13 20 Badan usaha 85.999.999 02 2r 02 01
03 06 03 06
or9.Ec.6046.QDH.O03 Restrukturisasi Mcail/ Peralatan Industri
Minuman dan Bahan Penyegar
10 25 Badan usaha 50.000.000 05 0l 06 05
ol9.Ec.6046.QDH.0O4 Restrukturisasi Mesin/ F.f, alatan Industri
Makanan, Hasil Laut dart Perikanan
10 15 Badan usaha 90.ooo.ooo 05 01 06 05
05 0l 08 02
02 22 04 03
or9.Ec.6046.QDH.OO5 Restrukturisasi Mesin/ Peralatan Industri
kelapa
o 20 Badar usaha 80.000.ooo 05 0l 06 03
SK No 132677 C
10 Badan usaha 40.000.000 05 0l o? 02 o l9.Ec.6046.QDH.006.OOOO Restrukturisasi Mesin/ Peralatan Industri
Rumput Laut - Pusat
o
berkas 4, hlm. 166 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6046.ODI Fasilitasi den Pembinaan Industri 7-900-ooo
019.EC.6046.QDI.OO3 Fasilitasi Pengembangan Industri Food
Ingredient
1 1 Industri 7.900.000 02 10 t7 03
05 0r 15 05
o r9.Fa.6046.QDI.OO3.O0OO Fasilitasi Pengembangan Industri Food
ln8redient - Pusat
1 1 Industri 7.900.000 05 01 07 02
019.Ec.6047 FrngcEbangart Standar Industri Agro 97.416.OOO
019.EC.6047.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dsn UMKM
41.660.000
019.EC.6047.PBK.001 Kriteria Standard CFo untuk Peningkatan
Kualitas Bahan Baku Industri Kelapa Sawit
o I Rekomendasi
Kebijakan
1.750.000 05 0r 05 0l
019.EC.6047.PBK.002 Perencanaan dan Pembinaan Standar di
Sektor Industri Minuman, Hasil Tembakau
dan Bahan Penyegar
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
12.910.000 05 0l 15 02
019.EC.6047.PBK.003 Pembinaan Industri Hijau dan Penurunan
NZE di Sektor Industri Minuman, Hasil
Tembakau, dan Bahan Penyegar
2 0 Rekomendasi
Kebijakan
23.000.000 05 0l l5 02
05 0l 15 04
02 19 04 0l
SK No 132678 C
Pembinaan Industri Hijau dan Penurunan
NZE di industri Sawit
Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0r 05 05 019.EC.6047.PBK.005 I 0
berkas 4, hlm. 167 OCR
PRE
REPUBLIK
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
0r9.Ec.6047.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 41.756.000
o19.EC.6047.QDB.0Ol Fasilitasi Peningkatan Ketertelusuran
Keberl,anjutan Produk Hilir Kelapa Sawit
Mela.lui Pembentukan Lembaga Sertifikasi
(LS) ISPO Hilir
1 I Lembaga 23.756.000 05 0l 05 02
019.Ec.6047.ODB.002 Pembinaan Optimalisasi Pemanfaatan
Teknologi di Industri Minuman, Hasil
Tembakau, dan Bahan Penyegar
0 3 Lembaga 18.OOO.OOO 05 0l 06 08
05 0l 15 03
05 0r 15 02
ol9.Ec.6047.QrH Pengawasan dai Pengendalian Badan
Usaha
14.000.000
or9.Ec.6047.QtH.OO1 Pengawasan Dan Pengendalian Terhadap
Pemenuhan Dan Kepatuhan Kebijakan Di
Bidang Perindustrian Sektor Industri
Minuman, Hasil Tembakau Dan Bahan
Penyegar,
20 30 Badqlr Usaha 5.000.000 05 0l 15 05
o19.EC.6047.QrH.O02 Pengawasan Dan Pengendalian Terhadap
Pemenuhan Dan Kepatuhan Kebijakan Di
Bidang Perindustrian Sektor Industri
Makanan, Hasil laut, dart Perikanan
20 20 Badan Usaha s.ooo.ooo 0s 0l 15 05
05 0l l5 02
SK No 132679C
20 Badan Usaha 4.000.000 os 01 07 02 o 19. EC.6047.QrH.OO5.O0OO Pengawasan Dart Pengendalian Terhadap
Pemenuhan Dan Kepatuhan Kebijakan Di
berkas 4, hlm. 168 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bidang Perindustrian Sektor Industri
Rumput Laut - Pusat
019.EC.6048 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri Industri Agro
16.600.000
o19.EC.6048.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 16.600.000
o19.EC.6048.QDH.OOl Fasilitasi darl Pembinaan P3DN Industri
Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan
Penyegar
o 2 Badan usaha 8.600.000 05 01 15 01
o 19.EC.6048.QDH.0O3.O0OO Fasilitasi dalt Pembinaan P3DN Industri
Rumput Laut - Rr8at
o 2 Badan usaha 8.000.000 05 01 07 02
019.EC.6049 Peningkatan K€4a Sama dan Investasi
Bidang Industri Agro
I I 1.600.000
019.EC.6049.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
12.600.000
019.EC.6049.PBK.001 Penyusunan Posisi Runding dan
Optimalisasi Kerja Sama Industri Minuman,
Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar
3 o Rekomendasi
Kebijakan
8.600.000 05 01 15 05
SK No 149529 C
Promosi
Rekomendasi
Kebijakan
84.OOO.OOO
019.EC.6049.PBK.003 Rckotncndasi Peningkatan Kerja Sama di
Sektor Industri Agro
I o 4.000.000 0s Ol 06 06
019.EC.6049.PEH
berkas 4, hlm. 169 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6049.PEH.001 Promosi dan Temu Bisnis Pada Pameran
Berskala Internasional dalam rangka
Peningkatan Ekspor Produk Industri
Makanan, Hasil Laut dan Perikanan
1 I promosi 14.000.000 05 01 15 05
05 0l 08 03
o19.EC.6049.PEH.OO l. 0000 Promosi dan Temu Bisnis Pada Pameran
Berskala Internasional dalam rangka
Peningkatan Ekspor Produk Industri
Makanan, Hasil Laut dan Perikanan - Pusat
1 I promosi 14.000.000 05 0r 07 02
05 0l o7 05
o r9. 8c.6049.PEH.002.0000 Promosi dan Temu Bi$ris dalam Rangka
Peningkatan Ekspor Produk Industri
Rumput Laut - hrsat
0 I promosi 28.OOO.OOO 05 0l 07 02
05 0t 07 05
019.EC.6049.PEH.003 promosi produk dan perkebunan sawit
Indonesia yang berkelanjutan terutama di
luar negeri
0 I promosi 12.000.000 05 01 05 06
019.EC.6049.PEH.004 Promosi dan Temu Bisnis dalam Rangka
Peningkatan Ekspor Produk Industri
Mi'lu0all, Hasil Tembakau dan Bahan
Penyegar
I 3 promosi 30.000.000 05 01 l5 05
ol9.Ec.6049.QDr Fasilitasi den Pembinaan Industri 15.000.000
SK No 132581C
1 Industri
05 0l 05 03
ol9.Ec.6049.QDI.O04 Pengembangan Industri Bahan Bakar
Terbarukan generasi Kedua (HVO/SAF -
I 15.000.000 02 2r 02 01
berkas 4, hlm. 170 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Hydrogenatcd vegetable Oil/ Sustainable
Aviation Fuel) berbahan baku technical oil
019.EC.6051 Pelaksanaan Peta Jalan Revolusi Industry
4.0 Industri Agro
28.250.000
ol9.Ec.605t.QDr Fasilitasi derr Pembinaan Industri 28.250.000
ol9.Ec.6051.QDI.OO 1 Pendampingan Penerapan Industri 4.0 di
SehG Industri Makanan, Hasil Laut dar!
Perikanan
10 lO Industri lo.aoo.000 05 0l 15 05
02 22 03 06
02 22 04 03
o19.Fa.605l.QDl.OO2 Pendampingan Penerapan Industri 4:O di
S€Idor Industri Minuman, Hasil Tembakau,
dan Bahan Penyegar
9 lO Industri 10.400.000 OS 01 15 Os
or9.Ec.6051.QDI.O03 Pendampingan Penerapan Industri 4.0 di
Sektor Industri Hasil Hutan dan
Perkebunan
5 lO Industri 7.050.000 05 01 15 05
02 2t 02 01
019.EC.6053 Peningkatan dan Pemanfaatan Teknologi
dan Inovasi Industri Kimia, Farmasi dan
Tekstil
635.643.755
SK No 132682 C
Kebijakan Bidang Tcdaga Kerja, Industri
&Ir UMKM
168.843.756 019.EC.6053.PBK
berkas 4, hlm. 171 OCR
- t7t -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PITOYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6053.PBK.002 Akselerasi Dekarbonisasi Sektor Industri
Semen, Keramik dan Kaca Nasional
o 3 Rekomendasi
Kebijakan
12.000.ooo 02 19 04 02
05 01 09 04
019.EC.6053.PBK.003 Pemanfataan Teknologi Recycling Plastik
Daur Ulang
I I Rekomendasi
Kebijakan
3.941.70A 05 0l 09 04
on 15 04 01
019.EC.6053.PBK.004 Rekomendasi Kebijakan Dalam Rangka
Pengembangan Industri Keramik Maju
(Advanced Ceramics)
3 I Rekomendasi
Kebijakan
13.000.000 05 01 09 07
019.EC.6053.PBK.005 Fasilitasi Percepatan Substitusi Bahan
Bakar dan Bahan Baku Alternatif Rendah
Karbon Bagi Industri Semen
2 o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 01 09 04
019.EC.6053.PBK.006 Restrukturisasi Mesin Peralatan Pengolahan
Aspal Buton
5 o Rekomendasi
Kebijakan
60.000.000 05 0l 09 06
019.EC.6053.PBK.007 Rekomendasi Dekarbonisasi Sektor Industri
Kimia, Farmasi, dan Tekstil Dalam
Mendukung Net zero Emission (NZE) 2050
1 I Rekomendasi
Kebijakan
,ro.750.ooo 05 0l 09 04
02 19()4 02
019.EC.6053.PBK.008 Analisis Sustainability Industri A.bestos
Berbasis Chrysotile
1 I Rekomendasi
Kebijakan
12.500.000 05 0l (x' 04
SK No 132683 C
Pemetaan Kemampuan Industri dan
Hilirisasi Bahan Baku Komoditas Sektor
Farmasi
7-7fi.719 05 01 11 01 019.EC.6053.PBK.009 1 1 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 172 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6053.PBK.010 Peningkatan Hilirisasi Produksi datr Promosi
Obat Bahan Alatr
1 Rekomendasi
Kebijakan
6.550.719 05 0r ll 04
019.EC.6053.PBK.011 Penyusunan Rencana Aksi Manajemen
Pengelolaan Produk Karet Hilir dan End-of-
life Tyre (ELTI
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
7.191.215 05 0l 6t 04
019.EC.6053.PBK.012 Kajian Pemanfataan Teknologi Material
Recovery Daur Ulang Pelumas Bekas
o Rekomendasi
Kebijakan
1.159.395 05 0l 09 04
ol9.Dc.6053.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 466.800.000
ol9.Ec.6053.QDr.001 Restrukturisasi Mesin dan Peralatan
Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki
2t lOO Industri 466.800.000 05 0s 03 003
02 15 0r 01
05 0r 16 04
019.EC.6054 Pengembangan Standar Industri Kimia,
Farmasi dan Tekstil
98.900.612
019.EC.6054.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dalt UMKM
25.959.395
019.EC.6054.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Program Nasional
Perumusan Standar (PI{PS) Sektor Industri
Kimia Hulu
I Rekomendasi
Kebijakan
4.500.000 05 0l (x, 05
SK No 132684C
berkas 4, hlm. 173 OCR
PRESIOEN
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
019.Ec.6054.PBK.002 ReLo|ocndasi Kebijakan Program Nasional
Regulasi Telois ( PNR'I) S€J(tc Industri
Kimia Hulu
I Rekomendasi
Kebijakan
2.500.000 05 0l 09 05
019.EC.6054.PBK.003 Implementasi Industri Halal Sektor Industri
Semen, Keramik dan Pengolahan Bahan
Galian Nor ogao
5 0 Rekomendasi
Kebijakan
8.000.000 05 01 09 06
019.EC.6054.PBK.004 Rekomendasi Kebij akan Mengenai
Pembatasan Kadungan Timbal (Pb) dalam
Produk Cat Dibawah 90 ppm
I R€k@endaei
Kebijakan
2.959.395 05 01 (x) 05
019.EC.6054.PBK.005 Rekomendasi Kebijakan Program Nasional
Perumusan Standar (PNPS) Sektor Industri
ScEear, Keramik dan Pengolahan Bahan
Galian NonlogaE
1 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 01 09 06
019.EC.6054.PBK.006 Rekomendasi Kebijakan Program Nasional
Regulasi Tclsris ( PNRT) Sektor Industri
Semen, K.ra.Eik dan Pengolahan Bahan
Galian Nonlogam
1 o Rekomendasi
Kebjat an
4.000.000 05 01 09 06
ol9.Ec.6054.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 72.941.217
SK No 132685 C
10 Industri
02 15 04 02
019.EC.6054.QDr.001 Pendampingan Persiapan Penerapan
Pedoman Tata Cara PET Daur Ulang Untuk
Kemasan Pangan dan/atau BaIr Vulkanisir
Ben Komersial
5 4.941.217 05 01 09 04
berkas 4, hlm. 174 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
0l9.Ec.60s4.QDl.oo2 Fen€f, apan Pencegahan dan
Penanggulangan Keadaan Darurat Bahan
Kimia
o lOO Industri 60.000.000 05 0t 09 05
o19.EC.6054.QDr.OO3 Pendampingan Penerapan Produksi Bersih
dan Keselamatan Industri Semen, Keramik
dan Pengolahan Bahan Galian Nq ogar6
o 5 Industri 4.000.000 05 01 09 06
019.EC.6055 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil
93.400.000
019.EC.6055.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
40.400.000
019.Ec.6055.PBK.001 Verifikasi Kemampuan Industri Kosmetik
Dalam Rangka Pemetaan, Pengembangan,
dan Hilirisasi Industri
1 Rekomendasi
Kebijakan
4.400.000 05 01 lr 05
019.Ec.6055.PBK.004 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Implementasi Kebijakan Peningkatan
Penggunaan Produk Dalam Negeri Prioritas
Sclrtor IKFT
0 R€ko|[errdasi
Kebijakan
20.000.000 05 0l rl 02
019.EC.6055.PBK.006 Rekomendasi kebijakan dalam rangka
Peningkatan Nilai Tingkat KoEpotr€f,r Dalam
Negeri Produk Industri Tekstil, Kulit dan
Alas kaki
I o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0l 16 09
SK No 132688 C
berkas 4, hlm. 175 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP I(P PROP
019.EC.6055.PBK.007 Rekomendasi kebijakan dalam rangka
Penyiapan Industri Halal sektor Tekstil,
Kulit dan Alas Kaki
o I Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 05 0r 16 08
019.EC.6055.PBK.008 Fasilitasi Peningkatan Penggunaan Produk
dan Nilai Tingkat Komponen Dalan Negeri
Produk Industri Scrrcn, Kcf,amik dan
Pengolahan Bahan Galian Noologan
I o Rekomendasi
Kebijakan
8.OOO.OOO 05 0l 09 06
019.EC.6055.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 53.OOO.OOO
o19.EC.6055.QDt.OO2 Pendampingan Muk Prioritas Dalam
Mendukung Percepatan ke Dalam e-katalog
Selicqa.l
1 5 Industri 21.000.000 05 0l l1 02
05 0l 16 09
o19.EC.6055.QDI.OO3 Market Intelligence untuk Pengembangan
pasar Lokal Sektor Industri Tekstil, Kulit
dan Alas IGki
o 10 Industri 12.000.000 05 0l 16 08
ol9.Ec.6055.QDI.0O4 Pengembangan Industri Halal Sektor TP'f,
Alas Kaki dan Kulit
o 5 Industri 8.OOO.000 05 0l 16 08
019.EC.6055.QDI.0O5 Pendampingan Muk Dengan Nilai TKDN
Tinggi Untuk Pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintah
o 10 Industri 12.000.000 05 0l 16 09
SK No 149530C
1.452.816
05 0l ll 02
019.EC.6056 Peningkatan Kerja S€na dan Investasi
Bidang Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil
berkas 4, hlm. 176 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6056.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
1.452.816
019.EC.6056.PBK.002 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Peningkatan Kerja Sama dan
Pengembangan Industri Kimia Hilir dan
Farmasi
2 o Rekomendasi
Kebijakan
1.452.816 05 0l ll 01
019.EC.6057 Penyediaan Fasilitas Fiskal dan Non Fiskal
Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil
507.717.416
o19.Ec.6057.PtsK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
283.702.816
019.EC.6057.PBK.002 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
penumbuhan dan pengembangan Industri
Bahan Baku Obat
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 05 01 11 01
or9.Ec.6057.PtsK.OO3 Rekomendasi Kebijakan Fiskal dan Non
Fiskal Sektor Industri Tekstil, Kulit dafl Alas
kaki
2 o Rekomendasi
Kebijakan
8.OOO.OOO 05 01 16 06
o 019.EC.6057.PBK.004 Rekomendasi Kebijakan Terkait Penerapan
Harga Gas Bumi Tertentu Untuk Industri
I o Rekomendasi
Kebijakan
20.000.000 05 01 16 03
05 01 l8 02
SK No 149531 C
berkas 4, hlm. 177 OCR
PRESIOEN
-t77-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6057.PBK.005 Fasilitasi dalam rangka Percepatan
Penumbuhdl dan Pengembangan Industri
hrpuk dan Pestisida
T] I Rekomendasi
Kebijakan
40.000.000 05 0l 09 02
019.EC.6057.PBK.006 Penyusunan Peta Jalan dalam Rangka
Hilirisasi Industri Kimia Hulu
I o Rekomendasi
Kebijakan
40.000.000 05 0l 09 05
019.EC.6057.PBK.007 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Penumbuhan dan Pengembangan Industri
Kimia Anorganik
I o Rekomendasi
Kebijakan
20.000.000 05 01 09 05
019.EC.6057.PBK.008 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Penumbuhan dan Pengembangan Industri
Kimia Organik
I o Rekomendasi
Kebijakan
20.000.000 05 01 09 05
019.EC.6057.PBK.010 Pilot Project Inovasi Daur Ul,ang Pengolahan
Pakaian B€ka8 Dalam Ratuka Circular
Economy
I I Rekomendasi
Kebijakan
60.000.000 05 0l 16 07
o19.EC.6057.PBK.O 1l Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Penumbuhan dan Pengembangan trlductri
Kimia Hulu Lainnya
I 3 Rekomendasi
Kebijakan
20.000.000 05 0l 16 0l
05 0l 09 05
019.EC.6057.PBK.012 Fasilitasi Investor dalam Rangka
Pembangunan Industri White Bio Plastik di
Indonesia
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
2.500.ooo 05 0l 09 04
SK No 1326910
berkas 4, hlm. 178 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2.J29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6057.PBK.013 Penyusunan Kerangka Insentif Dalam
Rangka Pengembangan Industri Kimia Hilir
dan Farmasi
I I Rekomendasi
Kebijakan
3.702.4t6 05 01 11 0l
019.EC.6057.PBK.014 Rekomendasi Kebijakan Pemanfaatan
Hidrogen Hijau serta AEEonia Hijau pada
t Industri Dalam Negeri
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
3.750.000 05 0l (x' 04
019.EC.6057.PBK.015 Rekomendasi Kebijakan Dampak Sosio-
Ekonomi Daftar Pestisida dalam Annex III
Pric Informed Concern (PlC) Konvensi
Rotterdam.
1 I Rekomendasi
Kebijakan
3.750.000 05 0l (x) 02
019.EC.6057.PBK.016 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
penumbuhan dan pengembangan Industri
Tekstil, Kulit dan Alas Kaki
1 I Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 05 01 16 01
05 01 t7 03
019.EC.6057.PBK.017 Rekomendasi Kebijakan Fiskal dan Non
Fiskal Sektor Industri Semen, Keramik dan
Pengolahan Bahan Galian NoDlogartr
o I Kajian 4.OOO.OOO 05 01 09 06
019.EC.6057.PBK.018 Rekomendasi Kebijakan Tef, kait Pen€f, apan
Harga Gas Bumi Tertentu Untuk Industri
Seo€tt, Keramik dan Pengolahan Bahan
Galian Notrloga.a
o I Rekomendasi
Kebijakan
8.OOO.OOO 05 01 09 05
SK No 132692 C
berkas 4, hlm. 179 OCR
FRE
N,EFUEUK
SlDEN
INDONESIA
-t79-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6057.PBK.020 Rck@cndasi Kebijakan Terkait pcn€rapai
Harga Gas Bund Tertentu Untuk Industri
Kimia
o I Rekomendasi
Kebijakan
20.ooo.ooo 05 0l (x) 05
019.EC.6057.PEA Koordinasi 101.500.000
o 19. Ec.6057. PEA.OO I
019.EC.6057.PEA002
Fasilitasi Investor Dalam Rangka
Pcourobuhan dart Pengembangan Industri
Petrokimia di Teluk Bintuni
Fasilitasi Investor Dalam RarEka
Pembangunan Industri Petrokimia Berbasis
Gasifikasi Batubara di Tanjung Enim
I
I
I kegiatan
f kegiatan
14.000.000 05 0l 09 0l
4.500.000 05 0l 09 03
019.EC.6057.PEA.003
019.EC.6057.PEA.004
Fasilitasi Investor Dalam Rangka
Pembangunan Fasilitas Coal to AmEonia di
Kutai Timur
Fasilitasi Percepatan Pembangunan Industri
Petrokimia berbasis Minyak Bumi
I
o
I kegiatan
I kegiatan
5.000.000 05 01 $) 03
33.000.000 05 01 G) Ol
o19.EC.6057.PEA.OO5 Fasilitasi Pcrccpatart Pembangunan Industri
Petrokimia melalui Hilirisasi Gas Bumi
o I kegiatan 33.000.000 05 01 09 0l
SK No 132693 C
12.000.000 05 01 05 03 019.EC.6057.PEA.006 Fasilitasi Penyediaan Pasokan Bioetanol
untuk Bahan Bakar Nabati (Biofuel) dalam
Rangka Mendukung Ketahanan Energi
Nasional
o I kegiatan
berkas 4, hlm. 180 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.Ec.6057.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 122.515.000
019.EC.6057.QDr.002 Implementasi Sustainability dan Circular
F4qtoEy pada Industri Tekstil, Kulit dan
Alas Kaki
4 I Industri 57.515.OOO 02 15 01 01
os 0l 16 07
or9.Ec.6057.QDr.OO4 Asistensi dan pendampingan Industri
Dyein& Printing dan Finishing dan industri
penyamak kulit
o 2OO Industri 40.000.000 05 01 16 0l
05 01 t7 02
ol9.Ec.6057.QDr.OO5 Verifikasi Penyaluran dan Distribusi Garam
Industri ke Industri
o lOO Industri 20.ooo.ooo 02 22 04 0l
o19.EC.6057.QDI.006 Pendampingan Industri Pengolahan Garam
Dalam Negeri Dalam Pemenuhan Spesifikasi
Industri Aneka Pangan, Farmasi dan
Kosmetik
7 7 Industri 5.000.000 02 22 04 0l
o5 0l 11 0l
019.EC.6058 Pelaksanaan Peta Jalan Rqrolu8i Industry
4.0 Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil
183.650.000
ol9.Ec.6058.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 179.650.000
ol9.Ec.6058.QDI.O01 Pendampingan Implementasi Industri 4.0,
Industri Hijau dan Industri Halal sektor
Industri Kimia Hilir dan Farmasi
15 30 Industri 42.fl)O-OOO 05 01 11 03
SK No 132694C
berkas 4, hlm. 181 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0r9.Ec.6058.QDr.0O2 Pendampingan Implementasi Industri 4.0
!€Ltor Industri Semen Keramik dan
Pengolahan Bahan Galian N@ ogar!
10 3{) Industri 41.400.000 OS Ol 09 Os
ol9.Ec.6058.QDt.OO3 Memfasilitasi Implementasi Industri 4.0
Sektor Tekstil dar Apparel
15 fOO Industri 41.500.000 05 0l 16 04
05 05 03 003
o19.EC.6058.QDr.OO4 Pendampingan lErplefi€ntasi 4.0 Sektor
Industri Kimia Hulu
5 t0 Industri 41.250.000 05 01 G' 05
ol9.Ec.6058.QDr.005 Sertifikasi Industri 4.0 Sektor Industri
Kimia, FarEasi, dan Tekstil
20 40 Industri 13.000.000 05 0r 09 05
05 0l 16 04
019.EC.6058.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 4.000.000
019.EC.6058.UAB.001 Pengembangan Mobile Sistem Indonesia
Smart Textile Industry Hub (ISTIH)
o I Sistem
Informasi
4.000.000 05 0l 16 01
019.Ec.6059 Perbaikan Rantai Pasok Industri Kimia,
Farmasi dan Tekstil
108.700.000
019.EC.6059.PBK Kebijakan Bidang T.naga Kerja, Industri
dan UMKM
108.700.000
SK No 132695 C
Neraca Komoditas Sektor Industri Kimia
Hulu
50.000.000 05 01 09 01 019.EC.6059.PBK.001 0 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 182 OCR
PRESIOEN
-ta2-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6059.PBK.002 Evaluasi Dampak Kebijakan Logistik
Industri Sektor IXfT
o Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 05 0l 09 05
019.EC.6059.PBK.004 Neraca Komoditas industri sektor Tekstil,
Kulit drn Alas Kaki
0 I Rekomendasi
Kebijakan
32.OOO.OOO 05 0l 16 01
or9.Ec.6059.PBK.OO5 Penyusunan Peta Kemampuan Industri
Kimia Hilir dan Farmasi untuk Mendukung
Pertumbuhan dan Penguasaan Pasar
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
6.700.000 05 01 rt 02
019.EC.6059.PBK.007 Penyusunan Data Supply-Demand Sektor
Tekstil, Kulit dan Na. Kaki
3 3 Rekomendasi
Kebija.kan
9.500.000 05 01 16 0l
05 01 t7 01
019.Ec.6059.PBK.008 Penguatan Rantai Pasok Industri Dalarn
Negeri Sektor Industri Kimia, Farmasi dan
Tekstil
I I Rekomendasi
Kebijakan
4.500.000 05 0l 16 01
05 0l l1 01
05 0l 09 01
019.EC.6060 Penumbuhan Industri Substitusi lapor dan
Hilirisasi Industri Kimia, Farmasi dan
Tekstil
99.050.000
019.EC.6060.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
96.750.OOO
SK No 132696 C
berkas 4, hlm. 183 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KECTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6060.PBK.001 Penguatan Rantai Pasok Industri Dalam
Negeri Ddafi Negeri Menuju Substitusi
Impor Produk IKFT
o I Rekomendasi
Kebijakan
20.ooo.ooo 05 01 1l ol
019.EC.6060.PBK.002 Hilirisasi Industri Bahan Galian NonlogaE 1 Rekomendasi
Kebijakan
23.750.000 05 0t @ 05
05 01 04 05
019.EC.6060.PBK.005 Pengembangan S€f,at Alam untuk Industri
Tekstil dan Produk Tekstil r6b.g.i langkah
strategis subtitusi iDpG 359/0
0 I Kajian 12.000.000 05 0l 16 05
019.EC.6060.PBK.006 Hilirisasi Silika Menjadi Waf€f, Silikon
Dalam Rangka Kemandirian Industri
Photovoltaic (PU Module dan
Semikonduktor Dalam Negeri .
I 2 Rekomendasi
Kebijakan
8.500.000 05 01 lo ot
019.EC.6060.PBK.007 Hilirisasi Grafit untuk mendukung
Ekosistem Industri Electric Vehicle (EV)
Nasio(raI
2 I Rekomendasi
Kebijakan
8.500.000 05 01 t2 0l
019.EC.6060.PBK.008 Optimalisasi Penggunaan Aspal Buton
sebagai Upaya Swasembada Aspal Nasional
3 o Rekomendasi
Kebijakan
24.OOO.OOO 05 0r 09 06
SK No 132697 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 2.300.ooo or9.Ec.6060.QDH
berkas 4, hlm. 184 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ I.(RO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6060.QDH.OOl Substitusi Impor Bahan Baku Industri
S€,rcn Kcf,amik dan Pengolahan Bahan
Galian Nonlogatn
o 6 Badan usaha 2.300.000 0s 0l 09 0s
019.EC.6061 Pengembangan Sumber Daya Manusia
Industri L.gam, Mesin, Alat Transportasi,
dan Elektronika
2S-OOO.OOO
019.EC.6061.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 4.OOO.OOO
019.EC.6061.PFA.002 Rancangan Standar Kompetensi Kerja
Nasional Industri (RSKKNI) Industri Logam
o 3 NSPK 4.OOO.OOO 05 01 l8 06
019.EC.6061.ODI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 25.000.000
o19.EC.606r.QDr.OOr Kebijakan Penguatan Industri Logam
Berbasis Pengolahan Tembaga
5 5 Industri 25.OOO.OOO 05 01 02 02
019.EC.6062 Perbaikan Rantai Pasok Industri Logam,
Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika
349.324.973
019.EC.6062.PBK Kebijakan Bidang TcnaAa Kerja, Industri
dan UMKM
184.782.173
019.EC.6062.PBK.004 Kebijakan Hilirisasi Industri Berbasis
Pengolahan Sumber Daya Mineral Logam
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
24.OOO.OOO 05 0l 01 06
o5 0l 18 04
SK No 149532 C
05 0r 04 05
berkas 4, hlm. 185 OCR
PRESIOEN
-las-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6062.PBK.005 Kebijakan Peningkatan Utilisasi Industri
Baja Nasional
o I Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0l 18 03
019.EC.6062.PBK.009 Kebijakan Penyusunan Peta Jalar Nol Emisi
Karb6! Pada Industri Maritim
o I Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 02 22 05 01
o19.EC.6062.PtsK.OrO Kebijakan Pengembangan Industri
Perkapalan
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
11.000.000 02 22 05 0l
02 22 05 02
02 22 05 03
o19.EC.6062.PBK.Or r Evaluasi Kebijakan Peningkatan Utilisasi
Sektor Industri Logam, Mesin, Alat
Transportasi dan Elektronika
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.400.000 02 22 05 02
05 0l 18 03
019.EC.6062.PBK.012 Rekomendasi Kebijakan Sektor Industri
Permesinan dalam rangka mendukung
Menuju Indonesia Emas 2045
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
13.800.000 05 01 14 04
019.EC.6062.PBK.013 Neraca Komoditas S€Ltor Industri
Elektronika dan Telematika
2 0 Rekomendasi
Kebijakan
20.000.000 05 0l 10 01
019.EC.6062.PBK.014 Rencana Aksi Fcngcroba[gan Industri
Prioritas dan Strategis Sclrtor Industri
Logam, Mesin, Alat Transportasi dan
Elektronika
o Rekomendasi
Kebijakan
9.OOO.000 02 22 05 01
SK No 132699 C
berkas 4, hlm. 186 OCR
F,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6062.PBK.015 Neraca Penyediaan dan Permintaan Besi
Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya
Nasional
I I Rekomendasi
Kebijakan
A.ta2.t73 02 22 05 02
05 0l 18 01
ol9.Ec.6062.PBK.O 18 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Penguatan Struktur Bahan Baku Komoditas
Industri Elektronika dan Telematika
1 I Rekomendasi
Kebijakan
a.500.000 05 01 lo 0l
019.EC.6062.PBK.019 Kebijakan Penguatan Industri i Logam
Berbasis Pengolahan Nikel
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
6.250.000 05 01 0l 02
019.EC.6062.PBK.021 Kebijakan Penguatan Industri. Logam
Berbasis Pengolahan Bauksit
1 I Rekomendasi
Kebijakan
6.250.000 05 0l 03 02
05 01 03 04
019.EC.6062.PBK.022 Kebijakan pengembangan industri baja
nasional berbasis industri hijau
0 I Rekomendasi
Kebijakan
a.o00.000 05 01 18 05
019.EC.6062.PBK.023 Kebijakan Pemanfaatan Secondary Source
(SLrap) untuk Mendukung Ekonomi
Sirkular
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 05 01 18 01
02 15 04 01
019.EC.6062.PBK.024 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Peningkatan Daya Saing Industri Alat Mesin
Pertanian yang menunjang Mekanisasi
Pertanian
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
13.800.000 0s ol t4 03
SK No 132700 C
berkas 4, hlm. 187 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6062.PBK.025 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Peningkatan Daya Saing Industri Alat
Kesehatan sebagai pemenuhan Ketahanan
Kesehatan Nasional
I 2 Rekomendasi
Kebijakan
13.800.ooo 05 01 t4 02
019.EC.6062.PBK.026 Rekomendasi Kebijakan dalam rangka
Peningkatan Daya Saing Industri Penunjang
EBT
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
13.800.000 05 0l t4 0l
019.EC.6062.PBK.029 Kebijakan Hilirisasi Industri Logam
Berbasis Pengolahan Sumber Daya Mineral
Logam Bukan Besi
o 1 Kajian 4.OOO.OOO 05 0l 04 05
05 0l ol 06
0r9.Ec.6062.QDt Fasilitasi dan Pembinaan Industri 364.546.800
019.EC.6062.0D1.001 Industri Komponen yang terfasilitasi da.la.E
ran8ka lren8uatan struktur
2 4 Industri 29.500.OOO 02 14 002 001
05 0l 10 01
019.EC.6062.0D1.003 Industri Dr6le yang terfasilitasi dalam
rangka peningkatan daya saing
o I Industri 4.OOO.OOO 05 0l 13 01
019.EC.6062.0D1.004 Industri MRO Pesawat yang terfasilitasi
dalam rangka peningkatan daya saing
o I Industri 12.000.000 05 0l 13 04
SK No l3270l0
25 25 Industri
05 0r 02 02
ol9.Ec.6062.QDr.005 Industri S|[eltcr/ Pemurnian / Pengol,ahan
Logam Dasar Beserta Turunannya yang
16.666.666 05 0r 0r 01
berkas 4, hlm. 188 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
Termonitor dan Terevaluasi
Perkembangannya
05 01 03 02
05 0l 04 01
or9.Ec.6062.QDr.0O7 Industri Telekomunikasi dan Informasi yang
Terfasilitasi
o 2 Industri a.ooo.000 05 0l 10 0l
02 t4 0o2 001
o19.EC.6062.QDI.OO8 Industri maritim yang terfasilitasi d.l'h
rangka peningkatan daya saing
o I Industri 4.000.000 02 22 05 03
ol9.Ec.6062.QDl.OO9 Industri yang terfasilitasi melalui
Pembangunan dan Pengembangan
InfiastruLtur Pendukung Program Nasional
IMEI Control
4 4 Industri 44.OOO.OOO 02 14 002 001
05 0l 10 0r
o19.EC.6062.QDl.OlO Industri kedirgantaraan yang terfasilitasi
dalam rangka peningkatan daya saing
3 3 Industri 15.500.000 05 01 13 01
ol9.Ec.6o62.QDI.O I 1 Industri Komponen Kereta Api yang
terfasilitasi dala.E rangka peningkatan daya
saing
2 5 Industri 19.037.634 05 0l 14 04
o19.Fa.6062.QDI.O12 Industri Kendaraan Bermotor yang
terfasilitasi dalam rangka peningkatan daya
saing
2 5 Industri 15_500-OOO 05 0l 14 04
SK No 132702 C
berkas 4, hlm. 189 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6062.QDr.Or3 Industri Komponen Alat Pertahanan yang
Terfasilitasi da.lam rangka meningkatkan
daya saing
o I Industri 4.OOO.OOO 05 0l t4 04
or9.Ec.6062.QDI.O14 Industri l,ogqE Dalam Negeri yang
terfasilitasi dalqr! pemenuhan kebutuhan
logam infrastruktur untuk IKN
5 5 Industri 5.OOO.OOO 05 01 18 03
o19.EC.6062.QDI.Ol5 Industri Semikonduktor Nasional yang
terfasilitasi Dalam Rangka Pendalaman
Struktur Industri Elektronika
I 2 Industri 47.000.ooo 05 01 10 02
ol9.Ec.6062.QDI.0l6 Industri Mold And Dies yang Terfasilitasi
dalam mendukung Fokus Industri RPJMN
2025-2029
2 2 Industri 13.000.ooo 05 01 t4 04
05 0l 04 05
o19.EC.6062.QDLOl7 Industri Baterai Nasional yaru Terfasilitasi
Dalam Rangka Penguatan Struktur Industri
Dala.a Ne8€f,i
2 2 Industri 17.641.652 05 01 t2 01
02 lt 03 03
05 0l ol 03
02 05 02 03
ol9.Ec.6062.QDI.O18 Industri Energi Baru Terbarukan yang
terfasilitasi dalam mendukung
Pengembangan Rantai Nilai Sektor
Ketenagalistrikan
2 2 Industri 16.000.000 02 lr 03 03
SK No 132704C
05 01 14 0l
berkas 4, hlm. 190 OCR
PRESIOEN
SLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0r9.Ec.6062.QDr.O19 Industri Remanufaktur yang Terfasilitasi
dalam rangka Ekonomi Sirkular Industri
2 2 Industri 10.000.000 05 0l 14 04
iv) 15 0l ol
019.8C.6062.QDr.022 Industri yang Terverifikasi Dalam Rangka
Pemenuhan Kebutuhan Supply Demand
Sektor Industri Permesinan dalam rangka
Mendukung Fokus Industri RPJMN 2025-
2029
20 l2O Industri 23.OOO.OOO Os Ol t4 05
o19.EC.6062.QDr.O24 Industri Nat Kesehatan yang Terfasilitasi
dalam rangka Pemenuhan dan Kemandirian
KctcrscdieEn Alat Kesehatan
4 10 Industri 15.700.848 05 01 14 02
or9.Ec.6062.QDI.025 Industri Alat Mesin kardan yang
Terfasilitasi dalam rangka Penguatan
Mekanisasi Pertanian Nasional
2 2 Industri 17.500.ooo 05 0l 14 03
02 10 16 01
ol9.Ec.6062.QDI.O26 Industri Alat Berat yarU Terfasilitasi dalam
rangka Pengembangan Hilirisasi Berbasis
SDA Unggulan
2 2 Industri 13.500.000 05 0t 14 04
ol9.Ec.6062.QDI.O27 Industri Mesin Perkakas yang Terfa8ilitasi
dalam menunjang Peningkatan
Produktivitas, Daya Saing dan Kemampuan
Kerja hasil Pendidikan Berkualitas yang
merata
5 5 Industri 14.000.000 05 0l 14 04
SK No 132705 C
berkas 4, hlm. 191 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2.125-2.)25
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6063 Peningkatan dan Pemanfaatan Teknologi
dan Inovasi Industri lrga&, Mesin, Alat
Transportasi, dan Elektronika
231.OOO.000
o19.EC.6063.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 231.000.000
o19.EC.6063.QDl.OO I Industri Elektronika yang Terfasilitasi
melalui Perluasan A.Lles Technopark
u 2 Industri 12.000.000 05 01 10 03
ol9.Ec.6063.QDr.002 PengeEba,lgarr C€dtef, OfE Excellence
Industri Alat Kesehatan
2 2 Industri 4.000.000 05 01 14 02
ol9.Ec.6063.QDr.OO3 Industri Animasi dan Games yang
Terfasilitasi Melalui Pusat laorraai
:al I I Industri 8.Om.OOO 02 t4 002 001
or9.Ec.6063.QDl.OO4 Industri yarry Terfasilitasi melalui
Pembangunan Indonesia Manufacturing
Center (One Stop Solution Manufacture)
2 2 Industri 38.000.000 05 0l 14 04
o19.EC.6063.QDr.OO5 Industri yang Terfasilitasi melalui
Pengembangan Pusat Industri Gim dan
Animasi Nasional
3 3 Industri 22.OOO.OOO 03 06 04 04
ol9.Ec.6063.QDr.006 Industri yang Terfasilitasi melalui
Engineering Center TIK Untuk IP lrksl
I I Industri 4.000.000 02 14 002 001
05 01 ro 03
SK No 132705 C
1 Industri 120.000.000 05 01 t2 03 or9.Ec.6063.QDI.0O7 Industri Terfasilitasi Melalui Penguatan Nat
UJi EMC
o
berkas 4, hlm. 192 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6063.QDr.OrO Fasilitasi Industri Pengolahan Sisa Hasil
Produksi Industri Smelter Logam Bukan
Besi dan Turunannya
3 3 Industri 11.000.000 05 0l 03 03
05 0l 04 04
05 0l ol 05
05 0l 02 03
or9.Ec.6063.QDr.Ol r Industri yang terfasilitasi melalui
pengembangan pusat industri software
nasional
1 I Industri 12.000.000 02 t4 002 001
05 0r r0 01
019.EC.6065 Pengembangan Standar Industri Logam,
Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika
24.000.000
or9.Ec.6065.PFA Ncma, Standar, Prosedur, dan Iftitena 16.000.000
019.EC.6065.PFA.001 Rancangan Standar Nasional Indonesia
(RSNI) Produk Industri Elektronika dan
Telematika
o 3 NSPK 4.000.000 05 0l 10 03
019.EC.6065.PFA.004 Rancangan Standar Nasional Indonesia
(RSNI) Industri Logam
o 3 NSPK 4.000.000 05 01 18 06
SK No 149533 C
3 NSPK 4.000.000 05 01 18 06 019.EC.6065.PFA.005 Draft RPerMenperin SM Wajib Produk
Industri Logam
berkas 4, hlm. 193 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
019.EC.6065.PFA.007 Draft Pef,E€dperin PeEbcf,l6kuan SNI Wajib
Produk Sektor Industri Permesinan darr Alat
Mesin Pertanian
o NSPK 4.000.000 05 01 t4 04
019.8C.6065.Qr4 Pengawasan dan Pengendalian Produk 4.o00.000
o19.Fa.6065.QtA.OOl Produk Industri Logam yang diawasi dala.B
rangka Pemberlakuan SNI Wajib
0 2 Produk 4.000.000 05 0l 18 06
ot9.Ec.6065.OrA.002 Produk sektor Industri Permesinan dan Alat
Mesin Pertanian yang diawasi guna
pemberlakuan SNI Wajib
0 2 Produk 4.000.000 05 01 14 04
019.Ec.6067 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri Industri Logam, Mesin, Alat
Transportasi, dan Elektronika
9.OOO.000
019.EC.6067.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
9.OOO.000
019.EC.6067.PBK.001 Evaluasi Kebijakan Penggunaan Produksi
Da.lao Negeri S€k6 Industri Logam, Mesin,
Alat Transportasi dan Elektronika
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.OOO.000 05 0l la 03
05 0t 13 03
SK No 132708 C
Penyusunan Draft Peraturan Menteri terkait
I(DN Produk Software d6n Konten
4.000.000 02 L4 002 001 019.EC.6067.PBK.002 I o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 194 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0t9.Ec.6068 Peningkatan Kerja SaDa dan Investasi
Bidang Industri Logam, Mesin, Alat
Transportasi, dan Elektronika
133.956.027
or9.Ec.6068.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 133.956.027
ol9.Ec.6068.QDr.0Or Industri yang Terfasilitasi Melalui
Pendampingan dalam rangka Peningkatan
Investasi dan / atau Ekspor
2 O Industri 12.000.000 05 01 01 02
o19.EC.6068.QDI.OO2 Industri yang terfasilitasi daldn rangka
peningkatan investasi dan ellspq sektor
PcrEeshan datr Alat Mesin kaniatl
4 4 Industri 10.000.000 05 01 t4 04
o l9.Ec.6068.QDI.OO3 Industri yang Terfasilitasi Melalui Kerja
Sama Internasional Sektor Logam, Mesin,
Alat Transportasi dan Elektronika
2 2 Industri 13.000.000 05 0l lo ol
019.EC.6068.0D1.004 Industri yang Terfasilitasi Dalam Rangka
Peningkatan Akses Pasar dan
Pendampingan Industri IrEam, Mesin, Alat
Transportasi dan Elektronika
5 10 Industri 43.056.027 0s 05 06 004
05 0l 01 03
SK No 149534C
20 Industri 18.900.000 05 0r t2 03 0r9.Ec.6068.QDr.OO5 Industri yang terfasilitasi dalam rangka
peningkatan investasi dan ekspor sektor
Maritim, Alat Transportasi dan Alat
kEhenen
berkas 4, hlm. 195 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI AI,oI(ASI
2025-2029
(tap Ribu)
PN PP KP PROP
ol9.Ec.6068.QDI.OO7 Industri yang terfasilitasi dalam rangka
peningkatan investasi dan ekspor sektor
Elektronika dan Telematika
5 5 Industri 16.000.000 Os Ol lO Ol
o19.EC.6068.ODI.OO8 Industri yang terfasilitasi Dalam Rangka
Kerja Sama Industri Internasional Sektor
Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat
Pertahanan
o 1 Industri 16.000.000 05 0l 12 03
ol9.Ec.6068.QDI.OO9 Industri yang Terfasilitasi Dalam Rangka
Peningkatan Investasi dan Ekspor S€litor
Industri Lo8ar!
2 2 Industri 5.000.000 05 01 18 04
05 01 01 02
05 04 02 03
05 01 04 0s
019.EC.6070 Pelaksanaan Peta Jalan Revolusi Industri
4.0 Industri t garn, Mesin, Alat
Transportasi, dan Elektronika
41.000.000
019.EC.6070.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 41.000.000
o19.EC.6070.QDI.OOl Industri Sektor Elektronika yang terfasilitasi
menuju Industri 4.0 melalui Pendampingan
4 10 Industri 16.000.000 05 01 10 02
SK No 149535 C
15 Industri 12.000.000 05 0l 12 03 o19.EC.6070.QDI.OO2 Industri Sektor Otomotif yang terfasilitasi
menuju Industri 4.0 melalui Pendampingan
berkas 4, hlm. 196 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/XEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
20.25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6070.QDr.003 Industri Sektor Permesinan dan Alat Mesin
Pertanian yang terfasilitasi menuju Industri
4.0 melalui Pendampingan
2 lO Industri 13.000.000 05 0l t4 05
019.EC.6071 Penumbuhan dan Pengembangan Industri
Kecil, Menengah, dan Aneka
I .404.670.476
o19.EC.6071.PEC Kerja sama 8.500.000
019.EC.6071.PEC.001 Kerja Sama Sektor Industri Kecil,
Mc(lengah, dan Aneka
4 4 Kesepakatan 8.500.000 05 02 t7 09
0r9.Ec.6071.QDD Fasilitasi darr Frrrbinaan Kcl@rpok
Masyarakat
54.440.985
ol9.Ec.6071.QDD.OOl Ssttra IKM dan UPT Pangan, Furnitur dan
Bahan Bangunan Yang Meodapat Fasilitasi
4 15 Kelompok
Masyarakat
29.550.985 05 02 l8 0?
05 01 15 05
019.EC.607r.QDD.003 S€fltra IKM dan IrPT LogsE, Mesin,
Elektronika, dan Alat Angkut yang
Mendapat Fasilitasi
8 3 Kelompok
Masyarakat
16.890.000 05 01 t2 0l
o5 o5 02 05
ol9.Ec.607l.QDD.0r5 Peningkatan Sentra IKM Pengolahan Kelapa 2 2 Kelompok
Masyarakat
8.000.000 05 01 06 05
SK No 149536 C
Fasilitasi dan Pembinaan Industri
547 1400 iTT'Ji 172.976.334 05 02 02 0?
019.EC.6071.ODI r.82.588.201
o19.Ec.6o71.QDI.OlO
berkas 4, hlm. 197 OCR
PRESIOEN
PUBLIK INDONESIA
-t97-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Wirausaha Industri Pangan, Furnitur dan
Bahan Bangunan yang Mendapatkan
Pelatihan Kewirausahaan Dan Teloris
Produksi B€f,ta Fasilitasi Mesin/ Peralatan
03030304
02 03 06 o1
05 0l 15 05
0r9.Ec.6071.QDI.O I I IKM Pangan, Furnitur dan Bahan
Bangunan yatlg Mendapatkan
Pendampingan/ Penerapan Sertifikasi
Produk/ Fen8uata[ Mesin/ Peralatan
85 116 IKM 47.569.501 05 0l 15 03
05 02 06 06
04 02 03 03
019.EC.6071.QD1.012 Penerapan Making Indonesia 4.0 pada IKM
Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan
500 1003 iflTn 9.450.000 05 0r 15 03
ol9.Ec.6071.QDI.O 13 IKM Pangan, Furnitur dan Bahan
Bangunan yang Mendapatkan Fasilitasi
Perluasan Akses Pala.r
15 77 Industri 21.081.515 05 0l 15 05
05 02 07 04
05 02 t2 08
ol9.Ec.607 r.QDr.or4 IKM Pangan, Furnitur dan Bahan
Bangunan yang Mengikuti Program
Restrukturisasi Mesin/ Peralatan
t7 48 IKM 51.427.999 05 01 15 05
o1 lm 03 .-rA
or9.Ec.607l.QDt.o l5 wirausaha Industri &rcka dan IKM Kimia,
Sandang, dan Kerajinan Yang Telah
Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan
547 1404 Industri 172.976.333 03 03 03 04
SK No 132712 C
06 03 0l 02
berkas 4, hlm. 198 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dan Teknis Produksi, Serta Fasilitasi
Mesin/ Peralatan
ol9.Ec.607l.QDI.O l6 Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang
dan Kerajinan yang Mendapatkan
Fendampbga[/ Penerapan Sertifikasi
Produk/ Penguatan Mesin/ Peralatan
l:H 131 Industri 39.625.000 03 oii 02 04
05 02 08 03
05 01 16 04
019.EC.6071.QDr.017 Penerapan Making Indon.sia 4.0 pada IKM
Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang,
datr Kerajinan
350 1003 Industri 12.825.000 05 0l 16 04
o19.EC.6071.QDr.Or8 Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang
dan Kerajinan yang Mendapatkan Fasilitasi
Perluasan Akses Pasar
52 133 Industri 51.168.481 05 0l 16 07
05 02 09 04
0r9.Ec.607 r.QDI.O19 IKM Aneka, Kimia, Sandang, dan Kerajinan
yang Mengikuti Program Restrukturisasi
Mesin / Peralatan
9 42 Industri $.39I.OOO 03 03 02 01
05 01 16 04
o19.EC.607l.QDI.02 r Wirausaha Industri Logam, Mesin,
Elektronika, dan Alat Angkut yang
Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan dan
Tehris Produksi Serta Fasilitasi
Mcsia/ Peralatan
587 1404 iilTM 172.9?6.333 05 01 14 05
06 03 0l 02
SK No 132713 C
89 133 iran 60.330.000 03 03 02 04 ol9.Ec.607l.QDI.022
berkas 4, hlm. 199 OCR
UEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
IKM logam, Mesin, Elektronika, dart Nat
Angkut yang Mendapatkan
Pendampingan/ Penerapan Sertifikasi
Produk/ Penguatan Mesin/ Peralatan
05 0l 14 05
05 02 16 08
05 02 13 08
05 01 18 06
or9.Ec.6071.QDI.O23 Penerapan Making Indonesia 4.0 pada tKM
Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut
67 1003 IKM 11.580.000 05 0l t2 0l
05 01 14 05
o19.EC.607l.QDI.024 IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat
Angkut yang Mendapatkan Fasilitasi
Perluasan Akses Pasar
3 52 iirut A.OA7.224 05 0l t4 05
05 01 18 03
05 02 t4 08
019.EC.6071.ODI.025 IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat
Angkut yang Mengikuti Program
Restrukturisasi Mesin/ Peralatan
6 33 IKM 46.000.000 03 03 02 01
05 0l 12 0l
05 0l 14 05
or9.Ec.607r.QDr.026 Layanan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) 375 3?5 Industri 12.500.000 05 0l 16 08
ol9.Ec.6071.QDI.028 Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah
Dalam Rangka Penerapan Making lndonesia
4.O
loo lol Industri 34.752.411 0g 03 02 01
SK No l327l4C
berkas 4, hlm. 200 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.60? r.QDI.O33 Layanan Desain dan Kemasan r75 2OO Industri 11.700.ooo 05 01 16 07
or9.Ec.607l.QDI.034 IKM yang Mendapatkan
Pendampingan / Pen€f, apan
Sertifikasi/Pengembangan Produk Melalui
Tugas Pembantuan
1800 2777 Industri 83.649.505 03 03 02 04
o19.EC.607r.QDl.036 Pemberdayaan Industri Fashion dan Kriya
BPIFK
170 231 iralt 35.200.000 03 06 03 05
04 19 03 01
05 0l 16 07
o19.EC.607r.QDI.037 Penerapan Tingkat Komponen Dalam Ne86i
- Industri Kecil
1650 1650 IKM 30.660.065 05 01 t7 0l
o19.EC.6071.QDr.O38 Penguatan Ekosistem IKM Nas Kaki Melalui
Penumbuhan Wirausaha Industri,
Penguatan Kapasitas Kelembagaan, Industri
4.0 dan Kemitraan
roo t67 ifian 16-100-000 o5 01 17 02
05 0l 17 03
o19.EC.6071.QDr.O39 Pengembangan Produk, Pendampingan IKM,
Peningkatan Kreativitas, dan Informasi
Pasar, Promosi dan Pemasaran
150 150 iI1TTi 22.000.000 05 01 17 04
05 01 t7 03
SK No 132716C
15 iralt 4-OOO-OOO 05 01 15 0l or9.Ec.6071.QDI.1r8 IKM Pangan Intermediate yang
Mendapatkan Pendampingan/Fasilitasi
Bantuan Mesin/Peralatan
o
berkas 4, hlm. 201 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PI\I PF KP PROP
ol9.Ec.607l.QDr. r l9 IKM Tekstil dan Produk Tekstil Budaya
Lokal yang Mendapatkan Fasilitasi
0 30 iiliM 6.961.500 05 01 16 07
or9.Ec.60? r.QDr.120 IKM Fesyci yang Mendapatkan Peningkatan
Akses Pembiayaan
o 35 IKM 4.400.000 05 01 16 06
ot9.Ec.607 r.QDr.127 IKM P€trgar yang Mendapatkan Fasilitasi
dalam rangka Hilirisasi Sagu/ Singkong
o 100 iT..M 4.000.000 05 01 08 02
or9.Ec.607r.QDI. r28 IKM LMEA yang o€ndapatlGn Fasilitasi
dalam rangka penguatan rantai pasok
industri rBLBB
o 10 III'J] 16.q)O.OOO 05 01 t2 01
o19.Fa.607r.QDI.129 IKM Pangan yang Mengikuti Program IFI
(Indonesia Food Innovation)
0 20 III'J] lo.aoo.ooo 05 01 15 05
019.EC.607r.QDr.130 tKM yang Mengikuti ProErar! Inkubator
Bisnis Alas Kaki
o 5 IKM 2.400.000 05 01 t7 03
o19-Fa-6071.RBL Prasarana Bidang Industri dan Fcf,dagangan r 13. 141.690
o19.EC.6071.RBL.OO1 Prasarana Pembangunan Gedung Balai
Pengembangan Industri Persepatuan
Indonesia
1 I unit 49.604.053 05 01 t7 02
SK No 132717 C
Penyediaan Fasilitas Fiskal dan Ndr Fiskal
0 unit
64.300.000
o1g-Fa-6071.RBL.002 Prasarana Pembangunan Gedung Bali
Creative Industrial Center
1 63.537.637 05 01 16 07
019.EC.6072
berkas 4, hlm. 202 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6072.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
44.000.000
019.EC.6072.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Teknis Dalam
Meningkatkan Ketahanan dan Iklim Usaha
Industri
a 2 Rekomendasi
Kebijakan
44.OOO.OOO 05 0l 16 10
05 0r 09 05
05 01 01 06
o19.EC.6072.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 20.300.000
o 19.Ec.6072.QDr.001 Fasilitasi dan Pendampingan Peningkatan
Daya Tahan Industri
10 30 Industri 20.300.000 05 0l 16 lo
05 0l 18 03
05 0l 09 05
019.Ec.6073 Peningkatan Kerja Sarra dan Investasi
Bidang Industri
225.932.OOO
019.EC.6073.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
91.932.000
019.EC.6073.PBK.001 Perencanaan dan Pengembangan Jejaring
Kerja Promosi Investasi
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
3.700.000 05 01 04 05
05 0l 01 02
SK No 149537 C
05 0l l8 04
berkas 4, hlm. 203 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TAROET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 10 0l
05 0l 1l 01
019.EC.6073.PBK.002 Pembukaan Akses Industri Internasional
melalui Pemanfaatan Perundingan
Internasional di Bidang Industri
(PTA/FTA/CEPA)
6 t2 Rekomendasi
Kebijakan
26.500.000 05 0l 18 03
to
05 01 ll 06
05 01 t2 03
05 0l .ol 06
02 ol 05
019.EC.6073.PBK.004 Industrial Intelligence dan Peluang Kerja
Sama Industri di Luar Negeri
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
34.400.000 02 09 04 02
05 01 0r 06
05 01 18 04
05 0l 10 0l
05 0l 1l 03
05 01 t2 01
05 0l G) 05
05 01 t7 04
SK No 132719 C
4.800.000 0s ol l8 06 019.EC.6073.PBK.005 I I
berkas 4, hlm. 204 OCR
KODE NAMA
PROGRAM / KEG1ATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penanganan Hambatan Akses Industri
Inter' asidrel
Rekomendasi
Kebijakan
05 01 10 01
05 01 11 03
019.EC.6073.PBK.006
ol9.Ec.6073.PtsK.OO7
Pemanfaatan Kerja Sama dan Bantuan Lur
Negeri
Analisa Kebutuhan SDI dan Potensi
Pemenuhan SDI dari Negara Mitra
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
Rekomendasi
Kebijakan
18.032.000 05 01 18 04
05 01 10 01
05 01 12 01
05 01 09 03
4.500.0fl) 05 01 09 03
05 01 t8 01
05 01 10 01
I 1
or9.Ec.6073.PEC Kerja sama 18.725.000
019.EC.6073.PEC.001 Fasilitasi dan Beojajagalr Kerja Sama SDI
dengan Negara Mitra
2 2 Kesepakatan 4.975.000 05 01 18 01
05 0r 10 01
05 01 12 01
SK No 149538 G
berkas 4, hlm. 205 OCR
-2o5-
(ODE NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6073.PEC.002 Pembukaan Akses Industri Internasional
melalui Pemanfaatan Forum Kerja Sama
Bilateral, Regional dan Multilateral
2 2 Kesepakatan 4.750.000 05 0r 17 04
05 0l ll 06
02 04 09 02
019.EC.6073.PEC.003 Pelaksanaan Kerja Sama Selatan-Selatan
dan Triangular di bidang Industri
I 2 Kegiatan 9.OOO.OOO 02 09 03 01
05 01 18 03
05 0l 11 06
05 05 06 004
019.EC.6073.PEH Promosi 96.300.000
o 019.EC.6073.PEH.001 Peningkatan Petuqrtg Investasi Se-I<t6
Industri
1 I promosi 9.OOO.OOO 05 04 02 03
05 01 06 06
019.EC.6073.PEH.002 Partisipasi Indonesia pada Hannover Mess€ 1 promosi 55.300.000 05 01 t2 03
05 0r l0 01
05 0l ll 06
o19.EC.6073.PEH.OO3 Promosi Industri Internasional di Sektor
Kimia, Farmasi, Tekstil
0 I promosi 32.000.000 05 0l 16 08
SK No 149539 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 18.975.000 o19.EC.6073.QDH
berkas 4, hlm. 206 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.Ec.6073.QDH.OO 1 Layanan Pendampingan Investasi
Paruseha,en Multinasional
2 2 Badan usaha 6.975.000 05 M 02 01
o19.EC.6073.QDH.002 Peningkatan Partisipasi dalam Global value
Chain
3 3 Badan usaha 7.000.000 05 05 06 004
05 01 16 08
05 01 18 04
o19.EC.6073.QDH.OO3 Pendampingan Industri dalam Aks6B
Industr'i Internasional
5 5 BedEn usaha 5.000.000 05 0l 18 01
019.Ec.6074 Pengembangan Perwilayahan Industri 135.325.000
019.EC.6074.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan wilayah 14.000.ooo
019.EC.6074.PBP.001 Regulasi Pengembangan Perwilayahan
Industri
2 3 Rekomendasi
Kebijakan
[email protected] 05 02 03 02
019.F,c.6074.PtsP.002 Ka\rEsart Peruntukan Industri (KPI) yang
dikembangkan
2 5 Rekomendasi
Kebijakan
7.000.000 05 02 16 0l
019.EC.6074.PEA Koordinasi 25.000.000
019.EC.6074.PEA.001 Koordinasi Pengembangan wilayah Pusat
Pertumbuhan Industri (WPPI)
3 6 kegiatan 25.000.000 05 02 05 0l
SK No 132723 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha
5 Badan usaha 11.000.000 05 02 06 05
or9.Ec.6074.QDH 93.075.000
o19.EC.60?4.QDH.OO I 5
berkas 4, hlm. 207 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Kawasan Industri (KI) di Luar Jawa Jraig
beroperasi da.n meningkatkan investasi
05 02 09 03
05 02 16 07
o19.DC.6074.QDH.0O2 Pengembangan dan Penataan Kawasan
Industri
29 29 BadEl usaha 16.600.000 05 02 24 03
05 02 20 03
05 02 1A 06
05 02 16 07
05 02 06 05
05 02 d7 01
05 02 08 02
05 02 (x) 03
05 02 t2 02
05 02 t2 07
o19.EC.6074.QDH.0O3 Fasilitasi Kawasan Industri dengan zona
Tematik
3 3 Badan usaha 6.850.000 05 02 09 03
SK No 132724C
O Badan usaha
02 15 01 0l
ol9.Ec.6074.QDH.0O4 Pembentukan Eco Industrial Park (KI
Bcrwawasan Lingkuatan)
I 9.000.000 05 02 14 07
berkas 4, hlm. 208 OCR
PRESIOEN
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
ol9.Ec.6074.QDH.OO5 Pendampingan pemenuhan dan kepatuhan
kawasan industri terhadap regulasi yang
berlaku
,m 40 Badan usaha 4.500.000 05 02 03 02
05 02 06 05
05 02 08 02
05 02 09 03
05 02 t2 07
06
07
l8 09
02
05
o5 l6
019.EC.6074.QDH.006. r r74 Pembinaan Perizinan Kawasan Industri -
Kote Lhokseumawe
o O Badan usaha 300.ooo 05 02 01 02
o r9. Fa.60?4.QDH.006.3324 Pembinaan Perizinan Kawasan Industri -
Kab. Kendal
1 0 Badan usaha 005 02 10 06
o r9. F4.6074.QDH.006.3521 Pembinaan Perizinan Kawasan t Industri -
Kab. Ngawi
o 0 Badan usaha 300.000 05 02 t2 01
o r9.F4.6074.QDH.006.3524 Pembinaan Perizinan Kawasan Industri -
Ihb, Lamongan
1 O Badan usaha 005 02 1l 01
SK No 132725 C
Pembinaan Perizinan Kawasan Industri -
Kab. Sumbawa Barat
O Badan usaha 300.000 05 02 20 02 o t9.Ec.6074.QDH.006.5207 o
berkas 4, hlm. 209 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I(P PROP
0 19. Ec.6074.QDH.006.7404 Pembinaan Perizinan Kawasan Industri -
Kab. Kolaka
0 O Badan usaha 300.000 05 02 15 0l
o19.EC.6074.QDH.006.9 101 Pembinaan Perizinan Kawasan Industri -
Kab. Fak Fsk
0 O Badan usaha 300.000 05 02 24 02
o19.EC.6074.QDH.0O7 Fasilitasi Peningkatan lnv€ltaai di Kawa8art
Industri
24 24 Badan usaha 15.625.000 05 02 20 10
o r9.Ec.6074.QDH.007.8202 Fasilitasi Peningkatan Investasi di Kawasan
Industri - Kab. Halmahera Tengah
I I Badan usaha 650.000 05 02 22 07
or9. Ec.6074.QDH.OO7.8204 Fasilitasi Peningkatan Inve3tg8i di Kawasan
Industri - Kab. Halmahera Selatan
I I Badan usaha 650.000 05 02 2t 08
019.DC.6074.QDH.007.8206 Fasilitasi Peningkatan Investasi di Kawasan
Industri - I(ab. Halmahera Timur
I 1 Badan usaha 650.000 05 02 23 07
or9.Ec.6074.QDH.0O7.9 lOl Fasilitasi Peningkatan Investasi di Kawasan
Industri - Kab. Fak Fek
I I Badan usaha 650.000 05 02 24 10
019.Ec.6074.QDH.0O8. 1 r74 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kota
Lhokseumawe
1 1 Badan usaha 650.000 05 02 01 04
SK No 132726 C
I Badan usaha 650.000 05 02 02 07 o 19. DC.6074.QDH.OO8. r2O9 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab,
Simalungun
berkas 4, hlm. 210 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o I 9. EC.6074.QDH.OO8.2 r02 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Bintan
2 2 Badan usaha 1.300.000 05 02 03 07
05 02 06 06
OI9.EC.6O?4.QDH.0O8.3325 PerlteEbaigan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Batang
I I Badan usaha 650.000 05 02 09 04
019.8C.6074.QDH.008.352 r Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab, Ngawi
I I Badan usaha 650.000 05 02 t2 08
019.EC.6074.QDH.008.3524 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Lamongan
1 I Badan usaha 650.000 05 02 11 05
o r9.Ec.6074.QDH.(x)8.3525 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Gresik
1 Badan usaha 650.000 05 02 05 05
OI9.EC.6074.QDH.OO8.36O4 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Sef,atlg
I I Badan usaha 650.000 05 02 08 03
019.EC.6074.QDH.008.3672 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kota Cilegon
I I Badan usaha 650.000 05 02 07 04
ol9.Ec.6074.QDH.0O8.52O7 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Sumbawa Berat
I 1 Badan usaha 650.000 05 02 20 ll
SK No 132727 C
berkas 4, hlm. 211 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF TP PROP
o 19. Ec.6074.QDH.0O8.6 r06 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Ketapang
I Badan usaha 650.000 05 02 13 08
o l 9.Ec.6074.QDH.0O8.6502 PcngeEbalgart Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Bulungan
I Badan usaha 650.000 05 02 14 08
o 19.F4.6074.QDH.0O8.7203 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Morowali
2 2 Badan usaha l.300.ooo 05 02 l8 07
05 02 19 08
o r9.Ec.6074.QDH.OO8.72 l2 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Morowali Utara
1 Badan usaha 650.000 05 02 t7 09
o r9. Ec.6074.QDH.OO8.74O3 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Kdrawe
1 Badan usaha 650.000 05 02 16 08
o 19. Ec.6074.QDH.008.7404 P€irgembangarl Rantai Pasok Industri
Prioritas di l(awaran Industri - Kab. Kolaka
1 I Badan u.aha 650.000 05 02 15 09
or9.Ec.6074.QDH.OO8.82O2 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Halmahera Tengah
I 1 Badan usaha 650.000 05 02 22 08
SK No 132728 C
I
berkas 4, hlm. 212 OCR
-2t2-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or9. Dc.6074.QDH.0O8.8204 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kat 'asan Industri - IGb.
Halmahera Sel,atan
I I Badal usaha 650.000 05 02 2t 09
019. Fa.6074.QDH.OO8.8206 Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab.
Halmahera Timur
I Badan usaha 650.000 05 02 23 0a
o19.EC.6074.QDH.0O8.91Or Pengembangan Rantai Pasok Industri
Prioritas di Kawasan Industri - Kab. Fak
Fak
I Badan usaha 650.000 05 02 24 ll
0r9.Ec.6074.QDH.OO9 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri
5 Badan usaha 3 2.700.ooo 05 02 t9 03
or9. Ec.6074.QDH. 009.3324 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Kendal
o O Badan usaha 300.ooo 05 02 10 02
019.EC.6074.QDH.0O9.3325 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Batang
o O Badan usaha 300.000 05 02 09 02
o 19.8c.6074.QDH.0O9.352 I Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Ngawi
0 I Bad.n usaha 500.ooo 05 02 t2 05
SK No 132729 C
O Badan usaha 500.000 05 02 ll 03 o r9.Ec.6074.QDH.009.3524 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawa.ar Industri - Kab. Lamongan
o
berkas 4, hlm. 213 OCR
KODE
NAMA
FROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
or9. Fa.6074.QDH.0O9. 5207 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktu.r
Kawasan Industri - Kab. Sumbawa Barat
o O Badan usaha 005022006
019.EC.6074.QDH.0O9.6 106 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Ketapang
o O Badan usaha o05 02 13 03
o 19.EC. 6074.QDH.OO9.65O2 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Bulungan
o I Badan usaha ooso2L403
o 19. Ec. 6074.QDH.009.7203 Fasilitasi F.ro.nuhan Infrastruktur
I(awaran Industri - Kab. Morowali
I I Badan usaha o05 02 18 03
o r9. Ec.6074.QDH.OO9.74O3 Fasilitasi Fero€nuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. K@rawe
o I Badan usaha o05 02 16 04
019. EC.6074.QDH.009.7404 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab, Kolaka
0 O Badan usaha 500.000 05 02 15 04
019.EC.6074.QDH.0O9.8202 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Halmahera Tengah
O Badan usaha 005022203
o r9.Ec.6074.QDH.OO9.82O4 Fasilitasi Pemenuhan Infrastruktur
Kawasan Industri - Kab. Halmahera Selatan
o 0 Badan usaha 005 0221 04
ol9.Ec.6074.QDH.OO9.9 10r Fasilitasi Pemenuhan lnfr astrul(tur
Kawasan Industri - Kab. Fak Fak
0 I Badan usaha 005022406
SK No 132730 C
berkas 4, hlm. 214 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ol9.Ec.6074.QDH.OlO. I 174 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kota Lhokseumawe
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 0l ol
Of 9.F,C.6O74.QDH.OIO. 1209 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dar
Simpul Transportasi - Kab. Simalungun
Of 9.Fa.6O74.QDH.O1O.2 lO2 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Bintan
o O Badan usaha
O Badan usaha
500.ooo 05 02 02 02
r.ooo.ooo 05 02 03 04
05 02 06 02
Or9.EC.6O74:QDH.OlO,3325 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Batang
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 09 0l
019.EC.6O74.QDH.010.3521 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Ngawi
o I Badan usaha 500.ooo 05 02 t2 04
[email protected] Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Lamongan
o o Badan usaha 500.000 05 02 ll 02
SK No l3273lc
O Badan usaha 500.000 05 02 05 03 O19.DC.6074,QDH,O1O.3525 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Gresik
o
berkas 4, hlm. 215 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
ol9.Ec.6074.QDH.O1O.3604 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Serang
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 0a ol
o r9. 8c.6074.QDH.010.3672 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahar Baku datl
Simpul Transportasi - Kota Cilegon
I O Badan usaha 500.ooo 05 02 07 02
o r9. Ec.6074.QDH.0r0.5207 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Sumbawa Barat
o I Badan usaha 500.ooo 05 02 20 05
0 r9. Ff .6074.QDH.010.6 106 Pengembangan Konektivitas Kawasan
t Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Ketapang
o O Badan usaha 500.000 05 02 13 02
[email protected] Pengembangan Konektivitas Kawacarr
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Bulungan
o I Badan usaha 500.ooo 05 02 t4 02
019,DC.6074.QDH.01O.7203 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Morowali
I O Badan usaha r.000.000 05 02 18 01
SK No 132732 C
O Badan usaha
05 02 19 0l
o19.EC.6074.QDH.OlO.72 t2 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Morowali Utara
o 500.000 05 02 t7 01
berkas 4, hlm. 216 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6074.QDH.OrO.74O3 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dc(rgan Lokasi Bahan Baku dai
Simpul Transportasi - Kab. Konawe
o I Badan usaha 500.ooo 05 02 16 03
05 02 l5 03
o r9.F,c.6074.QDH. OlO.74O4 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dsn
Simpul Transportasi - Kab, Kolaka
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 20 05
0 r9. Ec.6074.QDH.OlO.82O2 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri d€(,gan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Halmahera
Tengah
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 21 03
or9.Fa.6074.QDH.O 10.8204 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri d.ngan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Ttanlp6ta8i - Kab. Halmahera
Sdatrn
o O Badan usaha 500.ooo 05 02 22 02
o19.EC.6074.QDH.OrO.8206 Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dar
Simpul Transportasi - Kab. Halmahera
Timur
0 O Badan usaha 500.ooo 05 02 23 02
05 02 23 01
SK No 132733 C
Data dan Informasi Publik
I Badal usaha
3.250.000
ot9.Ec.6074.QDH.O1O.91Or Pengembangan Konektivitas Kawasan
Industri dengan Lokasi Bahan Baku dan
Simpul Transportasi - Kab. Fak Fak
o 500.ooo 05 02 24 05
or9.Dc.6074.QMA
berkas 4, hlm. 217 OCR
ELIK INDONESIA
- 2t7 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ol9.Dc.6074.QMA.O01 Pengelolaan Data dan Irf6tt1asi
Perwilayahan Industri
5 5 Data 3.250.000 05 02 16 01
019.Dc.6076 Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri
212.769.OOO
o19.EC.60?6.PBK Kebijakan Bidang T€daga Kerja, Industri
dan UMKM
4.600.fi)o
019.EC.6076.PBK.001 Pengawasan dan Pengendalian
lEpl€inentasi P3DN
3 5 Rekomendasi
Kebijakan
4.600.000 05 0r 18 03
05 0t tt 02
019.EC.6076.PDC Sertifikasi Produk 129.819.000
019.EC.6076.PDC.001 Sertifikasi Produk 9r0 3000 Sertifikat 129.819.000 05 0r 18 03
05 0l tt 02
019.EC.6076.PEC Kerja .ama 75.000.000
019.EC.6076.PEC.001 Business Matching Belanja Produk Dala.E
Negeri
fOOO Kesepakatan 75.000.000 05 01 18 03
05 0l 1l 02
05 01 16 09
ol9.Ec.6076.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 3.350.OOO
SK No 132734C
Pengawasan dan Pengendalian P4DN 2 laporan 3.350.000 05 0l ll 02 ol9.Ec.6076.QIA.OO1 2
berkas 4, hlm. 218 OCR
ELIX INDONESIA
-2ta-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6077 Pengembangan dan Penyelenggaraan Jasa
Industri
593.616.334
019.EC.6077.PBK Kebijakan Bidang T€oaga Kcda, Industri
den UMKM
58.OOO.OOO
019.EC.6077.PBK.001 Perumusan Regulasi Kebijakan Optimalisasi
Pemanfaatan Telooloai Industri
I o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 01 19 0l
05 01 04 03
05 01 15 03
019.Ec.6077.PBK.002 Penyusunan Kebijakan Teknis Untuk
Mendukung Akselerasi Implementasi
Making Indonesia 4.0
I 2 Rekomendasi
.
Kebijakan
3.000.000 05 01 l5 03
05 01 19 0l
05 01 04 03
019.EC.6077.PBK.003 Rekomendasi Kebijakan Pengembangan dan
Pengaturan Jasa Industri
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 05 01 19 0l
019.EC.6077.PBK.004 Kajian penyusunan dokumen Indonesia
Stratcsr on Smart Manufaturing ald Cybcf,
Security Manufacturing
o f Kajian 3.200.000 05 0l t9 01
SK No 132735 C
3.200.000 05 01 19 0l 019.EC.6077.PBK.005 Kajian penyusunan dokumen skema
insentif implementasi digitalisasi
manufaktur
o 1 Kajian
berkas 4, hlm. 219 OCR
-2t9-
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6077.PBK.006 Peningkatan Kontribusi PDB SckG Jasa
Industri melalui pembinaan Industri
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
5.400.000 05 0l t9 0l
019.EC.6077.PBK.007 Kebijakan Bidang Tenaga Kcda, Industri
den UMKM
I 1 Rek@etldaei
Kcbijakan
5.000.000 05 0l 19 0l
05 01 15 05
05 0l 16 02
019.EC.6077.PBK.008 Peraturan Kebijakan Teknis Jasa Industri o 1 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0l 19 0l
019.EC.6077.PBK.009 Kebijakan Teknis Jasa lDdustd o I Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 01 19 01
019.EC.6077.PBK.010 Analisi., Pcncrapdr, dan Pengawasan
Standardisasi Industri
o I Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.000 05 01 19 01
05 01 la 06
05 01 11 03
05 0r 04 02
019.DC.6077.PBK.011 Penyusunan Regulasi Kebijakan
Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi
Industri hrlat OPTIKTI
1 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 05 0l 19 0l
SK No 132736 C
Kajian Ilmiah Pemanfaatan Teknologi
Industri hrlat OPTIKJI
3.200.000 05 0l 19 0l 019.EC.6077.PBK.012 I 0 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 220 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6077.PBK.015 Perumusan Kebijakan Untuk Mendukung
Implementasi Making Indonesia 4.0 pada
Pusat OPTIICTI
0 1 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0l 19 0l
019.EC.6077.PBK.023 Optimalisasi Peoa[faatart Teknologi
Industri hreat OmIGTI
o I Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 05 01 19 01
or9.Ec.6077.PDA Standardisasi Produk 2.300.000
019.EC.6077.PDA.001 Pengembangan Bahan acuan standar o 2 produk 1.150.000 05 01 04 02
05 01 15 02
05 0r 18- 06
05 01 11 03
019.EC.6077.PDA.002 FcogeElbarlgan Standardisasi dan Layanan
Pengujian Bahan Baku Plastik dan
Kemasan Barang B€f, bahaya
o 2 produk 1.150.000 05 01 (x, 04
019.EC.6077.PEB Forum 6.OOO.OOO
019.EC.6077.PEB.001 Kebijakan Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya Beracun (B3) di sclrt8 industri
0 1 forum 6-000.000 05 0l t9 0l
SK No 132737 C
Kerja sama 5.012.202 019.EC.6077.PEC
berkas 4, hlm. 221 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
or9.Ec.6077.PEC.OO1 Kerja SaDa Pemanfaatan Teknologi dan
Layanan Telsds Industri Tekstil
3 3 Dokumen 320.000 05 0l 19 03
019.EC.6077.PEC.002 Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi dan
Layanan Telrrris
16 19 Dokumen 3.102.122 05 01 19 03
019.EC.6077.PEC.003 Ke{a Satna Pemanfaatan Teknologi dan
Layanan Te}rris Industri Kulit, IGret dan
Plastik
95 Dokumen 136.000 05 0l 19 03
019.EC.6077.PEC.004 Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi dan
Lqanalr Teknis Industri Keramik dan
Mineral Nonlogam
3 4 Dokumen 246.WO 05 0l 19 03
019.EC.6077.PEC.005 Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi dan
Layanan Telois Industri Hasil Perkebunan,
Mineral Logam, dan Maritim
0 3 Dokumen 360.000 05 01 19 03
019.EC.6077.PEC.006 Kerja Sarna Petndrfaatar telsDlogi dalr
layanan Teknis Industri Kerajinan dan Batik
5 5 Dokumen 94.OOO 05 0l l9 03
019.EC.6077.PEC.007 Kerja Sama Pemanfaatan teknologi dan
layanan teknis industri Logam dan Mesin
2 2 Dokumen 280.000 05 01 19 03
SK No 149540C
0 Dokumen 174.080 05 0l 19 03 019.EC.6077.PEC.008 Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi dan
Layanan Teknis Industri Kimia, Farmasi
dan Kemasan
berkas 4, hlm. 222 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
019.EC.6077.PEC.009 Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi dan
Layanan Tclsris Industri Bahan dan Barang
Teknik
I O Dokumen 300-ooo 05 0l l9 03
019.EC.6077.PEF Sosialisasi dan Dic€riinasi 24.422.452
019.EC.6077.PEF.001 Sosialisasi dan Diseminasi Layanan Jasa
Teknis
1535 1755 orang \2.725.OOO 05 01 19 02
019.EC.6077.PEF.003 hoEo.i, Sosialisasi, dan Diseminasi
Layanan Jasa Teknis Industri Keramik dan
Mineral Nonlogaro
110 130 orang 2.480.000 05 01 09 06
019.EC.6077.PEF.004 Promosi dan Publikasi atau Sosialisasi dan
Diseminasi Layanan Teknis Industri Kimia,
Farmasi dan Kemasan
mr 200 orang 558.891 05 0r 09 0l
019.EC.6077.PEF.005 Sosialisasi darl Dis€rninaai Layanan Teknis
Industri Kulit, Karet dan Plastik
70 70 6an8 830.000 05 01 t7 04
019.EC.6077.PEF.006 Sosialisasi dan Diseminasi Layanan Jasa
Teknis Industri Tekstil
150 150 orang 916.000 05 0l 16 01
019.EC.6077.PEF.007 Sosialisasi dan Diseminasi Kebijakan Jasa
Industri Pu.at OPTIKJI
o 70 orang 1.000.000 05 01 19 02
SK No 132740 C
berkas 4, hlm. 223 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6077.PEF.008 Promosi/Publikasi/Temu
Pelanggan/Sosialisasi/Diseminasi Layanan
Teldris industri Logam dan mesin
o 80 orang l.200.ooo 05 0l t4 05
019.EC.6077.PEF.009 Sosialisasi dan Diseminasi Layanan Telois
Industri Bahan dan Barang Teknik
loo r00 orang 4.000.000 05 0r t2 03
o 19.EC.6077.PEF.O11 Sosialisasi dan Diseminasi Layanan Telsds
Industri Selulosa
100 100 orang 329.000 0s 0r 05 04
019.EC.6077.PEF.012 Promosi/Publikasi/Temu
Pelanggan/ Sosialisasi /Diseminasi Layanan
Teknis industri Agro
o loo orang 2.000.000 05 0l 05 04
05 0r 06 04
019.EC.6077.PEF.013 Sosialisasi dan Diseminasi layanan Teknis
Pencegahan Pencemaran Industri
150 150 orang 2.343.961 05 0l 19 02
019.EC.6077.PFA NcEa, StatrdE, Prosedur, dan Kriteria 6.OOO.OOO
o19.EC.6077.PFA.001 NSPK Jasa Industri Pusat OPIIIC,I 0 I NSPK 6.000.000 05 0r 19 01
o19.EC.6077.QAD Pelayanan Publik kepada industri 14.800.000
o19.EC.6077.QAD.OO1 Jasa pelayanan teknis pengujian dan
sertifikasi
o 1 Industri 400.000 05 0l l9 02
SK No 149542 C
Jasa pelayanan inspeksi teknik 500 Industri 4.400.fin 05 01 19 02 o19.EC.6077.QAD.O83 o
berkas 4, hlm. 224 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6077.0AD.095 Jasa pelayanan konsultansi
teknis/manajemen industri
o 50 Industri 6.000.000 05 0l 19 02
019.EC.6077.0DB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 2.000.000
[email protected] Fasilitasi Pengembangan Layanan Jasa
Industri Balai Kementerian Perindustrian
o I Unit Kerja 2.000.000 05 0l 19 02
ol9.Ec.6077.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 166.450.000
or9.Ec.6077.QDr.OO1 Perusahaan Industri yang ae@arfaatkan
Teknologi Industri
32 50 Industri 'i 27.450.000 05 0l 19 02
o19.EC.6077.QDr.OO2 Percepatan Feroarlaatsn Teknologi Industri
melalui Jasa Konsultansi
o I Industri 2.OOO.OOO 05 01 19 02
05 0l 04 03
05 01 15 03
ol9.Ec.6077.QDr.O03 Perusahaan Industri yang bertransformasi
menuju Industri 4.0
5 25 Industri 42.500.000 05 0l 15 03
05 0l 19 02
05 0l 04 03
0r9.Fa.6077.QDr.OO4 Audit Teknologi Industri 0 35 Industri 4.OOO.OOO 05 0l 04 03
05 0r 15 03
SK No 132742C
berkas 4, hlm. 225 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6077.QDr.OO5 Perusahaan Industri yang mendapatkan
pembinaan TI(DN pada Ekosistem Jasa
Industri EPC Nasional
o 35 Industri 26.000.000 05 0l 19 02
o19.F,c.6077.QDLOO6 Pemanfaatan Teknologi Industri Kef, ajinan
dan Batik
2 2 Industri 12.500.000 05 01 15 04
05 01 t6 0l
05 01 16 05
ol9.Ec.6077.QDt.O07 Pemanfaatan Teknologi Pencegahan dan
Pencemaran Industri
o 2 Industri l.400.ooo 05 01 15 04
05 01 09 04
18
05 01 19 02
05 o1 05
or9.Ec.6077.QDr.008 Pendampingan di Bidang Pencegahan
Pencemaran Untuk Pemenuhan Regulasi
Sektor Industri
o 2 Industri 1.400.000 05 01 19 02
05 01 09 04
05 01 18 05
ol9.F,c.6077.QDt.OO9 Pemanfaatan Teknologi Industri BttPJI o 4 Industri r.600.000 05 01 19 02
SK No 132743 C
Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 2 Industri
05 01 la 05
ol9.Ec.6077.QDl.OlO o 2.400.000 05 01 19 02
berkas 4, hlm. 226 OCR
FIJBUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 01 04 04
05 0l 09 04
o19.EC.6O77.QDI.Ol l Perusahaan Industri yang memanfaatkan
Teknologi Industri Kulit, Karet dan Plastik
0 20 Industri tT.ooo.ooo 05 0l t7 04
0r9.Ec.6077.QDI.O 12 Verifikasi dan pembinaan usaha Jasa
Industri Pusat OPTIKTI
o I Industri 12.000.000 05 0l 19 02
0r9.Ec.6077.QDr.O13 Pemanfaatan Teknologi Industri industri
ago
0 2 Industri 8.000.000 05 01 15 03
05 01 l5 01
05 01 06 04
05 01 ll 05
0r9.Ec.6077.QDI.O14 Pemanfaatan Teknologi Industri Kimia,
Farmasi dan Kemasan
o 2 Industri 1.400.000 05 01 09 0t
019.EC.6077.QDr.015 Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi
Industri Pusat OPTIKJI
o I Industri 4.O(x).000 05 0r 04 03
05 01 l5 03
05 0l 19 02
SK No 13274.r'.C
Audit Teknologi Industri Pusat OPTIKJI 20 Industri
ol9.Ec.6077.QDr.Or6 o 2.800.000 05 0l 19 02
berkas 4, hlm. 227 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'{ PP KP PROP
05 0l 04 03
019.EC.6077.RAH
019.EC.6077.RAH.001
Sarana Bidang Industri dan Perdagangan
Peralatan Fasilitas
Laboratorium / /Workshop/ Layanan
o 40 Unit
284.231.280
110.000.000 05 0l 19 02
019.EC.6077.RAH.002 Peralatan fasilitas
labGatorium/work8hop/ layanan industri
agro
o 2l Unit ,+8.000.000 05 0r 06 04
o 19. Ec.6077.R4H.002.0000 Peralatan fasilitas
laboratorium/workshop/layanan industri
agro - Pusat
o 2l Unit ,+8.000.000 05 0r 05 04
019.EC.6077.RAH.003 Peralatan fasilitas
laboratorium/ workstrop/ layanan industri
barang dan bahan teknik
o 3 Unit 3.000.000 05 0l 12 03
05 0l 14 05
019.EC.6077.RAH.004 Peralatan fasilitas
laboratGium/$,qk8hp/layanan industri
kimia, farmasi dan kemasan
3 16 Unit 29.656.280 05 0l 09 01
019.EC.6077.RAH.005 Peralatan fasilitas
laboratorium/workshop/layanan industri
kulit, karet dan plastik
2 4 Unit 2.575.OOO 05 0l 09 0l
05 0l 17 02
SK No 132745 C
05 0l 17 04
berkas 4, hlm. 228 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6077.RAH.006 Peralatan Fasilitas
Laboratcium/Work8ltop/ Layalarr Jasa
Industri
o o Unit 45.000.000 05 0l 19 01
05 01 lg 02
019.EC.6077.RAH.007 Peralatan fasilitas
laboratorium/workshop/layanan industri
hasil perkebunan, mineral logam, dan
maritim
5 6 Unit 26.000.000 05 0l 05 01
05 01 06 08
05 01 18 0,6
019.EC.6077.RAH.025 Sarana pctlg..rDbangarl teknologi proses dan
material tekstil maju
0 5 Unit 20.ooo.ooo 05 01 16 01
05 01 16 05
019.EC.6077.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
15.600.000
019.EC.6077.RAN.001 Fcngadaa[ Perangkat Teknologi Informasi
dan Komunikasi
o 2 Unit 6.000-000 05 01 19 02
019.EC.6077.RAN.002 Pengadaan Perangkat Teknologi Informasi
dan Komunikasi Bahan dan Barang Teknik
o I Unit 9.600.000 05 01 19 02
019.EC.6077.RBL Prasarana Bidang Industri dan Perdagangan 4.800.000
019.EC.6077.RBL.001 Gedung layanan Publik/Laboratorium yang
direnovasi
o 4 unit 4.OOO.OOO 05 01 19 02
SK No 132746C
berkas 4, hlm. 229 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASIT ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6077.RBL.002 Gedung Laboratorium/ /Layanan Jasa Telcrig
yatlg Dibangun/ Direnovasi Industri Bahan
dan Barang Teknik
o 1 unit 800.000 05 0l 19 02
019.F,c.6078 PengeErbatrgai Industri Hijau 234.300.OOO
019.EC.6078.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
114.500.000
019.EC.6078.PBK.002 Kebijakan Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya Beracun (83) di sektor industri
2 1 Rekomendasi
Kebijakan
4.500.000 02 t9 04 02
05 0l 03 03
019.EC.6078.PBK.002.0001 Kebijakan F.llgalolaan Limbah Bahar
Berbahaya Beracun (83) di sehG industri -
Kota Administrasi Jakarta Selatan
2 I Rekomendasi
Kebijakan
4.500.000 05 01 05 05
ol9.Ec.6078.PtsK.OO3 Kebijakan Penerapan ELoo@i Sirkuler, di
Sektor Industri
3 1 Rekomendasi
Kebijakan
9.Oq).OOO 05 0l M 04
05 01 l1 07
05 01 t2 04
05 0l 16 07
02 15 01 0t
SK No 132747C
Kebijakan PengeBbarBan Industri Hijau
untuk Industri Kelapa Sawit
019.EC.6078.PBK.004 I o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 02 15 0l 02
berkas 4, hlm. 230 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 05 05
019.EC.6078.PBK.005 Percepatan Dekarbonisasi dan Penerapan
Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Sektor Industri
untuk Pemenuhan Enhanced NDC dan
Menuju Net Zero Economy
1 3 Rekomendasi
Kebijakan
13.000.000 05 0r 05 05
05 01 09 04
62 19 04 02
05 01 18 05
019.EC.6078.PBK.006 Penyusunan Rekomendasi Kebijakan
Fasilitasi Fiskal dan Nonfiskal untuk
Industri Hijau
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 02 15 0l 02
05 0l 05 05
019.EC.6078.PBK.007 Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon
(PRK) dan Penurunan Gas Rumah Kaca
(GRK) Sckc Industri Sawit
2 I Rekomendasi
Kebijakan
s2.000.000 05 0l 03 G)
05 01 (H 04
05 0t 05 05
o5 01 09 04
02 19 04 02
05 0l 02 03
SK No 132748 C
berkas 4, hlm. 231 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / TEGhTAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6078.PBK.008 Kajian Peningkatan Kapasitas Pengujian
Lingkungan Sektor Industri
0 I Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0l 19 01
019.EC.6078.PBK.009 Kajian Peluang Kerja Sma dan
Harmonisasi Standardisasi Industri Hijau
dalam rangka upaya pengakuan
international
o I Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0r 19 0l
05 0l l8 03
05 0l ll 03
o 19.Ec.6078.PtsK.012 Kajian Peningkatan penerapan man4cm€f,r
energi, manajemen air, dan pemanfaatan
EBT sEktor industri sawit
0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 05 0l ll 07
05 01 04 04
05 01 05 05
05 01 09 04
05 0l t2 04
05 01 15 04
019.EC.6078.PBK.013 Pra Implementasi Pemberlakuan SIH secara
Wajib
1 o Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 05 01 t2 04
05 01 15 04
SK No 149543 C
berkas 4, hlm. 232 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2OiI9 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PF KP PROP
05 01 05 05
05 01 09 04
019.EC.6078.PBK.014 Kajian Kebutuhan Standar Industri Hijau
untuk Industri Sawit
o f Kajian 4.000.000 05 01 M 04
05 01 05 05
05 01 09 04
05 0l 11 07
05 0l t2 04
05 0l t5 02
019.EC.6078.PBK.016 Transisi Energi, Mitigasi GRI( dan Nilai
Ekonomi Karbon (NEK) Sektor Industri
I o Rekomendasi
Kebijakan
20-oo0.ooo 05 01 03 03
05 0l 04 04
05 01 05 05
05 0t 09 04
ID 19 04 02
05 0l ol 05
SK No 132750 C
Kebijakan insentif Industri Hijau a.ooo.ooo 02 15 01 02 019.EC.60?8.PBK.O l8 I o
berkas 4, hlm. 233 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI.ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGDT2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PtT PP KP PROP
Rekomendasi
Kebijakan
02 19 04 0r
05 0l 05 05
o19.EC.6078.PF4 Nornu, Standar, Prosedur, dan Kriteria ro.ooo.ooo
o19.EC.6078.PFA.OOl Rancangan Standar Industri Hijau 3 7 NSPK 10.000.000 02 15 0r 02
or9.Ec.6078.QDr Fasilitasi dsn Pembinaan Industri 109.800.000
ol9.Ec.6078.QDI.00l Perusahaan Industri yang terfasilitasi
Sertifikasi Industri Hijau
11 Industri 'i 33.700.000 02 15 01 02
02 19 04 0l
05 0l ol 05
05 0l 02 03
05 0l t2 04
05 0l la 05
05 0l 11 07
05 0l 03 03
05 0l 04 04
SK No 1495i!4 C
12 Industri 32.OOO.OOO 05 0r 03 03 019.EC.6078.QDLOO2 n
berkas 4, hlm. 234 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pendampingan teknis Implementasi
pemenuhan Persyaratan Standar Industri
Hijau sektor industri
04
ID
05
05
ol
o1
04
M
05 0l 12 04
02 15 01 02
05 01 0l 05
05 01 02 03
05 0l l8 05
05 0l ll 07
ol9.Ec.6078.QDI.OO4 Peningkatan Manajemen Energi dan Air
serta Pemanfaatan EBT (Renewable Energy)
Dalam Rangka Efisiensi Sumberdaya
Industri
o 4 Industri 2.600.000 05 0l 18 05
05 0t ll 07
05 0l t2 (x
05 0l 03 03
0r
01
11
04
04
rF
04
09
03
05
\t)
SK No 132753 C
05 0l ot 05
berkas 4, hlm. 235 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ I(RO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
05 01 02 03
or9.Ec.6078.QDt.006 Pengembangan National Lighthouse
Ekonomi Sirkular Sektor Industri dan
Penguatan Ekosistem Industri Daur Ulang
0 2 Industri r.400.000 05 01 t2 04
05 01 16 M
05 01 11 07
05 01 09 04
o19.EC.6078.QDr.OO7 Lembaga jasa Industri da,Ir IKM Hijau yang
terfasilitasi
3 35 Industri 32.100.OOO 02 15 01 0l
03 03 02 05
05 01 19 02
ot9.Ec.6078.QDr.008 Pendampingan Penyusunan Laporan
Keberlanjutan (Sustainability Report) untuk
Industri
o 20 Industri 8.000.000 02 15 0t 0l
019.EC.6079 Pengembangan Standar Industri 859.100.000
019.EC.6079.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
33.000.ooo
019.EC.6079.PBK.001 Regulasi Teknis Pemberlakuan
Standardisasi Industri
15 35 Rekomendasi
Kebijakan
25.000.ooo 05 01 01 06
SK No 132754C
berkas 4, hlm. 236 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / XDGI.ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6079.PBK.002 Pengembangan Standardisasi Industri
Prioritas
o 3 Kajian
05 01 la 06
05 01 11 03
4.OOO.OOO 05 01 18 06
05 01 11 03
05 01 04 02
05 01 01 06
05 01 15 02
019.EC.6079.PBK.003 Penyusunan kajian ekosistem penguatan
standardisasi dalam pengendalian produk
impor dan peningkatan industri dalam
negeri
o 2 Kajian 4.000.000 05 01 18 06
05 01 01 06
019.Ec.6079.PDC Kerja sama 2.400.ooo
ol9.Ec.6079.PEC.OOl Kerja Sama Regulasi Teknis Pemberlakuan
Standardisasi Industri
o 2 Kegiatan 2.400.000 05 01 0l 06
05 01 t5 02
05 0l 04 02
SK No 149545 C
05 0l 11 03
berkas 4, hlm. 237 OCR
PREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / XDGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDI(ASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6079.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 23.400.000
019.EC.6079.PFA.001 Rancangan SM, ST dan/atau PTC 30 50 NSPK 20.ooo.ooo 05 01 18 06
05 01 11 03
05 01 15 02
05 01 01 06
05 01 04 02
019.EC.6079.PFA.002 Evaluasi/ Review Standar Bidang Industri o lO Standar 3.400.000 05 01 04 02
05 01 15 02
05 01 11 03
05 0l ol 06
ol9.Ec.6079.QDI Fasilitasi dofl Pembinaan Industri 6.300.000
or9.Ec.6079.QDI.mr Fasilitasi dan Pembinaan Standardisasi
Industri
o 8 Industri 2.300.000 05 0l ol 06
05 0l 15 02
05 0l 04 02
05 01 la 06
SK No 149546 C
05 01 ll 03
berkas 4, hlm. 238 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o19.EC.6079.QDI.OO2 Diseminasi standardisasi di Industri o lO Industri 4.000-000 05 01 18 06
05 0l 11 03
05 0l l5 02
05 0r 04 02
o19.F,c.6079.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 25.000.000
o19.EC.6079.QrA.oOr Hasil Pengawasan Produk SNI 25 80 Produk 25.000.ooo 05 0l 04 02
05 0r 18 06
05 01 1l 03
o5 01 15 02
019.FC.6079.QIC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 23.000.000
019.EC.6079.QIC.OOr Hasil Pengawasan Lembaga Penil,aian
Kesesuaian
71 l5O Lembaga 23.000.000 05 0l 18 06
or9.Ec.6079.RAH Sarana Bidang Industri dan Perdagangan 740.000.000
019.EC.6079.RAH.001 Peralatan fasilitas laboratorium pengujian
untuk menunjang SNI wajib
o 100 Unit 740.000.000 05 0l l8 06
SK No 132757 C
Pelatihan Bidang Industri 6.000.000 019.EC.6079.SCH
berkas 4, hlm. 239 OCR
FUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
019.EC.6079.SCH.001 Peningkatan Kemampuan SDM Dalam
Rangka Pemberlakuan SNI/ST/PTC Sccsra
w4ib
o lOO Orang 4.000.000 05 0l 18 0,6
019.EC.6079.SCH.002 Pelatihan Penguatan Pengawasan
standardisasi Industri
0 50 Orang 2.000.000 05 0l 18 06
0r9.Ec.6699 Pengembangan Industri Produk Halal 167.950.000
o19.DC.6699.PtsK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
9.350.000
019.EC.6699.PBK.001 Kebijakan Pemberdayaan Industri Halal o I Rekomendasi
Kebijakan
1.300.000 05 0l ll 06
02 13 0l 05
019.EC.6699.PBK.002 FeninSl€tan Rantai Nilai, Rantai Pasok
Halal, dan Halal Hub
2 o Rekomendasi
Kcbija.l<an
8.050.000 02 13 01 05
o5 01 ll 06
019.EC.6699.PEC Kerja sa.roa 14.000.000
o19.EC.6699.PEC.OO1 Ke.ja Sama Pemberdayaan Industri Halal 2 2 Kegiatan 14.000.000 05 01 ll 06
02 13 02 01
SK No 132758 C
Promosi 113.100.000
019.EC.6699.PEH
berkas 4, hlm. 240 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(FROYEK)
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6699.PEH.001 Promosi Industri Halal 4 5 Kegiatan lo.too.ooo 05 0l 1l 06
TA o1 13 02
019.EC.6699.PEH.002 lndonesia Halal Industry Award I Kegiatan 22.OOO.OOO 02 13 01 06
05 01 11 06
019.EC.6699.PEH.003 Pameran Internasional Industri Halal I I Kegiatan 81.000.000 05 01 1l 06
02 13 02 01
019.EC.6699.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri lS.OOO.OOO
ol9.Ec.6699.QDr.OOl Fasilitasi dan Pembinaan Industri Halal 1000 O Industri 19.OOO.OOO 02 13 0l 05
05 0l tl 06
ol9.Ec.6699.QMA Data dan Informasi Publik 6.500.000
o19.EC.6699.QMA.OOl Pengolahan dan Penyajian Data Informasi
Industri Halal
I I layanan 6.500.000 05 01 ll 06
05 01 15 05
019.EC.6699.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
6.000.000
SK No 132760C
Pengembangan Infrastruktur Digital 1 Unit 6.000.000 05 0l ll 06 019.EC.6699.RAN.001 I
berkas 4, hlm. 241 OCR
PRESIOEN
PUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
019.EC.6966 Peningkatan Ekosistem Kendaraan
Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)
66.500.000
019.EC.6966.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
8.000.000
o1g.Ec.6966.PtsK.OO1 Kebijakan Pengembangan Industri
Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis
Baterai (KBLBB)
o I Rekomendasi
Kebijakan
a.ooo.ooo 05 0l 12 01
02 19 0l 03
019.EC.6966.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 54.500.OOO
ol9.Ec.6966.QDLOO 1 Industri KBLBB y6trg terfasilitasi melalui
p€ruelrbangan ekosistcE
2 O Industri 58.500.000 02 ll 03 03
02 19 01 03
o5 01 t2 02
TOTAL 19.015.368.207
Keterangan:
c) Keterlibatan P6arr Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 132762 C
berkas 4, hlm. 242 OCR
PR,ESIDEN
ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02. l1 - Pasokan en€f,8i primer MTOE 273 312 356,8
PP 02. 1l - Konsumsi energi final per kapita TOE p€f, kapita 0,64 0,75 0,83
PP 02.l I : Porsi EBT dalam bauran energi primer persen 13,2 (2023) 20,0 23
PP 02. I I - Intensitas energi primer SBM/miliar
rupiah
149,1 147,7 137,6
PF 03.02 - Konsumsi listrik pcf, kapita kwh 1.337 (2023) 1.464 1.720
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
l(P 02.l l.Ol - Jumlah lifting minyak bumi ribu BOPD 605,5 605 642 -792
KP 02. r r.01 - Jumlah lifting Bas bumi ribu BOEPD 4 1.005 r.271 - 1.617
KP 02.11.01 - Jumlah produksi batu bara juta ton 775,20 717 743
SK No 132763 C
PCTSall t20 100 100 KP 02. I l.0I - Realisasi kebutuhan batu bara dalam negeri
berkas 4, hlm. 243 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
xP 02. I l.O2 - Jumlah sambungan rumah jaringan gas kota kumulatif,
sambungan
rumah
947.995 100.ooo 350.OOO
KP 02.11.02 - Jumlah panjang pipa transmisi dan distribusi gas bumi yang difasilitasi l@ 22.4?a 22.550 22.750
xP 02.11.02 - Jumlah voltuoc penyaluran BBM bersubsidi juta l(L 17 19,41 20,48
KP 02, I I .02 - Jutt ah volume penyaluran BBM nonsubsidi juta KL - (indikator baru) 35, 16 38,64
KP 02.1 1.02 - Jumlah pelanggan listrik (kumulatif) ribu pelanggan 91.aOO 95.256 110.934
KP 02. f l.O2 - Deviasi harga jual eceran BBM persen o o 0
KP 02. I I .O3 - Konsumsi biofuel juta KL 11,30 13,50 17,ll
KP 02,11.03 - Produksi listrik energi terbarukan GWH 47.657,46 (2023) 50.739 62.063
KP 02. 1 1.03 - Penurunan intensitas energi final SBM/miliar
rupiah
o,98 o,97 1,84
KP 02. f6.01 - Jumlah geopark yang telah direkomendasikan dan/atau ditetapkan menjadi UNESCO
Global Geopark
unit (kumulatif) lo t2 17
KP 02.19.01 - Reduksi emisi GRI( sektor energi juta ton CO2-Eq 142 164 272
KP 03.02.03 - Kapasitas pembangkit listrik (kumulatif angka dasar tahun 2023) GW, kumulatif 9l (2023) 93,9 100
KP 03.02.03 - Penurunan emisi pembangkitan listrik juta ton CO2 15,32 (2023) 16,41 21,11
SK No 13276/.C
GWh 323.320 12023) 363.044 451.364 KP 03.02.03 - Produksi tenaga listrik
berkas 4, hlm. 244 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 03,02.04 - Panjang jaringan transmisi tenaga listrik l@s 2.406 l2o23l 2.152 15.206
KP 03.02.04 - Kapasitas gardu induk 5.360 (2023) 1.510 25.320
KP 03.02.04 - Panjang jaringan distribusi tenaga listrik kEs 22.898 (2023) 11.714 ro.761
KP 03.02.04 - Kapasitas gardu distribusi MVA 1.277 l2023l 1.949 1.873
KP 03.02.04 - Ra.io elektrifikasi nasional persen 99,79 (2023) -100 -roo
KP 03.02.04 - SAIDI / SAIFI nasional 0arE / pelanggan / 5,64 I 4,27 (2023)
tahun) / (kali /
pelanggan /
tahun)
5,38 I 4,07 4,96 I 3,76
KP 03.02.04 - Susut jaringan persen 8,73 a,?2 8,43
KP 03,02.05 - SPKLU d& private charging station terpasang (kumulatif angka dasar tahun 2023) unit 932 (2023) 2.Oil 7.557
KP 03.02.05 - SPBKLU terpasang (kumulatif angka dasar tahun 2023) unit 1.772l2023l 2.070 3.031
KP 03.02.05 - Koneksi tenaga listrik tambahan yang berkualitas unit 131.600 (2023) loo.ooo 100.ooo
SK No 132765 C
berkas 4, hlm. 245 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.DL Program Pendidikan darr Pel,atihan vokasi 565.100.597
020.DL.6344 Pendidikan vokasi Sektor ESDM 175.836.779
020.DL.6344.SAG Pendidikan vokasi Bidang Industri n s.436.779
020.DL.6344.SAG.060 Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa PEM
Akamigas
200 2OO Orang 9.0?9.924 02 20 02 []a
04 07 02 03
020.DL.6344.SAG.501 Mahasiswa Pendidikan vokasi PEM
AKAMIGAS
1100 ffgo Orang 138.024.669 02 20 02 05
MO702 o5
020.DL.6344.SAG.801 Mahasiswa Pendidikan Vokasi PEP
Bandung
300 3OO Orang 2t.652.t46 04 07 02 05
o5 02 20 xn
020.DL.6344.SAG.803 Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa PEP
Bandung
72 72 Orang 7.080.000 02 20 02 1l3
o3 02 o7 04
020.DL.6345 Pcletihen Vokasi S€lftd ESDM 389.263.819
020.DL.6345.SCB Pelatihan Bidang Infrastruktur 6A.127.363
SK No 132767 C
Diklat Masyarakat BidaDa KEBTKE 270
06 03 0l 02
020.DL.6345.SCB.401 280 Orang 19.085.731 04 07 03 o1
berkas 4, hlm. 246 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEIq
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
02 1l 03 03
02 20 02 05
020.DL.6345.SCB.402 Diklat Industri Bidang KEBTKE 3650 3800 Orang 19.049.174 02 ll 03 03
02 20 02 05
04 07 03 01
06 03 01 02
020.DL.6345.SCB.403 Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Sektor Ketenagalistrikan dan EBTKE
42fi 4450 Orang 29.992.454 04 07 03 o3
06 03 0l 02
02 l1 03 o3
02 20 02 06
020.DL.6345.SCH Pelatihan Bidang Industri 321.136.456
020.DL.6345.SCH.201 Diklat Masyarakat Bidang Minyak dan Gas
Bul1ri
700 7@ Orang 44.4%. 5 02 20 02 05
ol
06 03 01 02
o7 04 03
SK No 149503 C
Diklat Industri Bidang Minyak dan Gas
Bumi
020.DL.6345.SCH.202 19000 Orang 69.414.501 04 07 03 01
berkas 4, hlm. 247 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 20 02 05
020.DL.6345.SCH.203 Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Sektor Minyak dan Gas Bumi
16000 1700{) Orang $.,164.904 02 20 02 06
04 07 0(i 03
06 03 01 m
020.DL.6345.SCH.301 Diklat Masyarakat Bidang Geologi, Mineral
dan Batubara
400 4OO Orang 19.619.185 04 07 03 0r
06 03 01 02
02 20 02 ,-rFl
020.DL.6345.SCH.302 Diklat Industri Bid,sflg Geologi, Mineral dan
Batubara
E:-Ffo 6000 Orang 114.269.999 02 20 02 05
03 07 04 o1
06 03 01 02
020.DL.6345.SCH.303 Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Sektor Geologi, Mineral dan Batubara
2070 2070 Orang 15.000.000 04 07 03 03
06 03 01 7t)
02 20 02 06
020.DL.6345.SCH.701 Diklat Masyarakat Bidang Tambang Bawah
Tanah
300 3OO Orang 21.759.230 04 07 03 o1
SK No 132769C
berkas 4, hlm. 248 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
020.DL.6345.SCH.702 Diklat Industri sub bidang Tambang Bawah
Tanah
150 260 Orang 2.1a6.O10 ()4 07 03 0l
020.DL.6345.SCH.703 Sertifikasi Kompetensi Teknik sub sektor
Tambang Bawah Tanah
50 f75 Orang 965.642 04 07 03 03
020.FE Program Mitigasi dart Pelayanan Geologi 1 .257 .290.720
020.FE.6346 Mitigasi dan Pelayanan Keb.rrcanaaa
Geologi
632.596.838
020.FE.6346.PtsS Kebijakan Bidang Ketahanan. bencana dan
p€rubahan ildiE
18.877.440
020.FE.6346.PBS.413 Penyelidikan Geologi Tata Lingkungan
untuk Flnatqalr Ruang dan Infrastruktur
3 3 Rekomendasi 15.836.010 06 04 0l 07
06 M 01 08
08 04 05 03
020.FE.63/16. PtsS. 4 13.320 r Penyelidikan Geologi Tata Lingkungan
untuk Penataan Ruang dar Infrastruktur -
Kab. Bogor
:al O Rekomendasi 006 04 0l 03
020.FE.63,16. PBS.413.3576 Penyelidikan Geologi Tata Lingkungan
untuk Penataan Ruang dan Infrastruktur -
Kota Mojokerto
o 0 Rekomendasi 006 04 01 06
SK No 132771C
berkas 4, hlm. 249 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.FE.6346.PBS.416 Rekomendasi Geologi Lingkungan Untuk
Pengembangan Wilayah Kawasan Rawan
Berrcene
3 3 Rekomendasi 3.041.430 0A 04 0l ID
o20.FE.6346.QMA Data dan Informasi Publik 106.562.441
020.FE.6346.OMA.201 Peta Geologi Gunung Api 4 4 Peta 4.375.945 08 04 01 03
o20.FE.6346.QMA.202 Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api 3 3 Peta 2.#6.040 08 M 01 03
020.FE.6346.QM4.203 Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa
Bumi
4 4 Pete 6.006.535 08 04 01 03
020.F8.6346.QMA.204 Peta Tapak Lokal 4 4 Pete 4.783.035 08 04 01 03
020.FE.6346.QMA.205 Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami 4 4 Peta 4.180.885 08 04 0l 03
020.FE.6346.QM4.206 Peta Geologi Gunung Api dan Kawasan
Rawan Bencana Geologi
0 0 Peta ooa 04 01 03
o2o.FE.6346.QMA.2O7 Ha Geologi Zona K€rqttaflan G€f,akan
Tanah
lo lo Peta 8.896.840 08 04 0l 03
020.FE.6346.QMA.208 Peta Geologi Teknik o 3 Peta 16.293.116 08 04 01 03
020.FE.6346.QMA.401 Peta Zona Kerentanan Likuifaksi 4 4 Peta 8.780.475 08 04 01 03
SK No 149516C
Peta Penurunan Muka Tanah 6 Peta
02 t2 09 04
020.FE.6346.QM4.403 0 16.7 .700 08 04 01 o3
berkas 4, hlm. 250 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / XEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
020.FE.6346.QMA.5r4 ka Perubahan Muka Tanah di Kawasan
Jabodetabek, Serang, dan Sekitarnya
2 2 Peta 3.635.265 02 t2 09 04
o3 04 06 ol
oa (N ol 03
020.F8.6346.QM4.901 Peta Geologi Gunung Bawah Laut 2 2 Peta 30.249.605 08 04 0l 03
020.FE.6346.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi da,t
Komunikasi
44.960.OOO
020.FE.6346.RAN.201 Jaringan (Komunikasi Data P€srstttauar
Gunung Api
Unit 48.960.000 08 04 02 02
020.FE.6346.RAN.201.0000 Jaringan Komunikasi Data Pemantauan
Gunung Api - Pusat
64 64 Unit 48.960.000 06 07 04 06
020.FE.6346.RAP Sarana Bidang Penanggulangan Bencana 309.754.680
020.FE.6346.RAP.201 Sistem Mitigasi Bencana Geologi yang
Dikembangkan
:al 270 Unit 309.758.6aO 08 04 02 02
020.FE.6346.RBG Prasarana Bidang SDA dan Irigasi 34.657.2@
020.FE.6346.RBG.401 Pembangunan Stasiun Pemantauan
Penurunan Muka Tanah
10 10 unit 34.657.209 06 04 0l 04
SK No 149505 C
10.724.672
oa 04 02 02
020.FE.6346.RCM OP Sarana Bidang Pencarian dan
Penanggulangan Befl caia
berkas 4, hlm. 251 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.FE.6346.RCM.202 Opti!tralicaei Peralatan Sistcro Mitigasi
Bdrcatla Geologi
o 24 Unit to.724.672 08 04 05 03
020.FE.6346.RDH OP Prasarana Bidang Penanggulangan
Bencana
103.056.396
020.FE.6346.RDH.202 Pos Pengamatan Gu.nungapi yang
Dikembangkan
n 25 unit 103.056.396 08 04 05 03
020.FE.6347 Data, IlrforEaai, Rekomendasi dat1 layanan
Geologi
624.693.882
o20.FE.6347.PtsI Kebijakan Bidang Energi dan Suab€r Daya
AIEE
521.052.306
020.FE.6347.PBL40r Rekomendasi Jaringan Pemantauan Air
Tanah Berbasis Cekungan Air Tanah
0 l5 Rekomendasi 112.434.860 02 t2 02 08
020.FE.6347.PBI.402 Rekomendasi Penyelidikan Kawasan
Bentang Na.E Karst dan Kawasan Cagar
Alam Geologi
o 7 Rekomendasi 19.914.200 02 16 0l o4
020.FE.6347.PBI.403 Rekomendasi Konservasi dan
Pendayagunaan Air Tanah
7 7 Rekomendasi 19.1a2.9ao 02 t2 02 08
020.FE.6347.PBI.406 Rekomendasi Perizinan Air Tanah 5000 5000 Rekomendasi 13.588.570 02 t2 02 08
SK No 132774C
Rekomendasi pengawasan pra dan pasca
perizinan air tanah
2 Rekomendasi 17 -132.672 02 t2 02 08 o20.FE.6347.Ptst.407 0
berkas 4, hlm. 252 OCR
PRESIOEN
ILIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.FE.6347.PBI.408 Rekomendasi penataan au.Eur air tanah
yang b€lun berizin
o 2 Rekomendasi 22.9ta.4a0 02 t2 02 08
020-FE.6347.Pts1.502 Rekomendasi Pelayanan perizinan air tanah
di wilayah Jawa Barat, Bant€d, dan Jakarta
1.000 1.000 Rekomendasi 3.184.510 02 t2 02 08
020.FE.6347. PtsI.502.3 100 Rekomendasi Pelayanan perizinan ait tanah
di wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta
- Provinsi DKI Jakarta
o O Rekomendasi 64.900 06 04 0l 03
020.FE.6347.PB1.503 Rekomendasi Hasil Pemantauan Air Tanah
di Kawasan Jabodetabek, SerarU dan
Sekitarnya
a 8 Rekomendasi 5.742.590 02 12 02 08
020.FE.6347. PtsI.503.3 IOO Rck@€odasi Hasil Pemantauan Air Tanah
di Kawasan Jabodetabek, Serang dan
Sekitarnya - Provinsi DKI Jakarta
a 8 Rekomendasi 3.564.088 0,6 04 0l G!
o20.FE.6347.PBI.503. 3200 Rekomendasi Hasil Pemantauan Air Tanah
di Kawasan Jabodetabek, S.rang dart
Sekitarnya - Provinsi Jawa Barat
o o Rekomendasi 1.588.268 06 04 0l Oi)
020.FE.6347. Ptsr.503.3600 Reko@cridasi Hasil Pemantauan Air Tanah
di Kawasan Jabodetabek Serang dan
Sekitarnya - Provinsi Banten
o O Rekomendasi 590.234 06 04 01 o3
SK No 132775 C
berkas 4, hlm. 253 OCR
PRE
REPUBLIK
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.FE.6347.PB1.504 Rekomendasi Pengawasan Perizinan Air
Tanah di Wilayah Ja$,a Barat, Banten, dan
Jakarta
1 I Rekomendasi 2.502.960 02 12 02 08
020.FE.6347.PB1.505 Rekomendasi Penataan Sumur Air Tanah
yang B€luD Berizin di Wilayah Jawa Barat,
Banten, dan Jakarta
I I Rekomendasi 2.7A7.2AO 02 t2 02 TE
020.FE.6347.PB1.603 Rekomendasi Keprospekan Migas 4 4 Rekomendasi 17.503.22A 02 11 01 o1
o20.FE.6347.PtsI.604 Rekomendasi Potensi Penyimpanan Karbon
(CCS Sali!€ Water Formation)
1 1 Rekomendasi 11.724.920 02 11 G) Ol
020.FE.6347.PBI.606 Rekomendasi warisan Geologi yang
Ditetapkan
4 4 Rekomendasi a.7a2.t66 02 16 0l 04
o20.FE.6347.Pts1.606.0000 Rekomendasi Warisan Geologi yang
Ditetapkan - Pusat
+ 4 Rekomendasi 8.?8.2.166 03 05 07 002
03 05 1r oo2
020.FE.6347.PBI.607 Rekomendasi Penetapan Status Geopark
Nasional
2 2 Rekomendasi 5.524.730 02 16 0l o4
o20.FE.6347. PtsI.607.0000 R€korocndasi Penetapan Status Geopark
Nasional - Rrsat
2 2 Rekomendasi 5.524.730 03 05 01 002
SK No 132776 C
I Rekomendasi 2.542.195 02 11 03 01 020.FE.6347.PBI.720 Rck@endari Keprospekan SuEbcr Daya
dan Cadangan Panas Bumi Hasil Survei
Pendahuluan
I
berkas 4, hlm. 254 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TAROET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ W KP PROP
020.FE.6347.PBI.721 Rekomendasi Keprospekan Sumb€f, Daya
dan Cadartgart Palra! Bumi Hasil Survei
Rinci
6 6 Rekomendasi it6.655.lao 02 ll 03 01
o20.FE.634?.PB.1.722 Rck@etrdasi Keprospekan Sumber Daya
dEt! Cadangan Panas Bumi Hasil
Pengeboran dan Survei Landaian Suhu
o I Rekomendasi 47.485.664 02 11 03 ol
020.FE.6347.PtsI.723 Rekomendasi KeFocpelGn SuEbcr Daya
Batubara
3 3 Rekomendasi 30.181.462 02 11 01 ot
020.FE.6347.PBI.724 Rekomendasi Keprospekan Sumber Daya
Gambut
3 3 Rekomendasi 6.727.2sr 02 ll Ol 01
020.FE.6347.PBr.725 Rekomendasi Keprospekan SuErb€E Daya
BituEen Padat/Aspal
n 2 Rekomendasi 13.841.260 02 1r 01 o1
020.FE.6347.PBI.726 Rekomendasi Keprospekan Sumber Daya
Logam Tanah Jarang
2 2 Rekomendasi 4.394.875 05 0l 10 0r
020.FE.6347.PBI.728 Rekomendasi Keprospekan Sumber Daya
Bauksit
4 4 Rekomendasi 10.342.266 05 0l 03 o1
020.FE.6347.PBI.729 Rekomendasi Keprospekan SuEbcf, Daya
Emas dan Tembaga
10 10 Rekomendasi 24.803.984 05 0l 02 01
SK No 132777 C
R€koDr€ndasi Keprospekan Sumber Daya
Lithium
I Rekomendasi 1.732.2AO 05 01 01 03 020.FE.6347.PBI.730 1
berkas 4, hlm. 255 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.FE.6347.PBI.731 Rekomendasi Keprospekan Sumber Daya
Mineral
I I Rekomendasi 2.245.A20 05 0l l8 01
020.FE.6347.PB1.732 Rekomendasi Penyelidikan Mineral Bukan
Logam dan Batudr
3 3 Rekomendasi 5.698.738 05 0l 09 05
020.FE.6347.PB1.733 Keprospekan Sumber Daya Nikel, lGoroit
dan Mineral lkut n Lainnya
o 4 Rekomendasi 7.629.20,0 05 01 01 04
020.FE.6347.PtsI.901 Rck@eDdasi Teknis Wilayah Keprospekan
Migas Kelautan
I I Rekomendasi 30.500.060 02 1l 01 ol
020.FE.6347.Ptst.902 Rekomendasi Teloris Wilayah Keprospekan
Min€f,al Kelautan
4 4 Rekomendasi 23.347.945 05 0l 02 0t
05 0l 04 ol
020.FE.6347.QMA Data dan Informasi Publik 103.641.576
020.FE.6347.OMA.601 Peta B€f,8istcm dan Bertema o 48 Peta 42.306.356 08 ()4 01 03
o2o.FE.6347.QMA.602 Pusat Informasi Geologi 2 2 Lokasi 39.500.000 02 16 0l 04
o2o.FE.6347.QMA.603 Pemetaan Sistematik Geologi Skala
1:50.000
o 1 Peta s24.440 08 (H 01 o3
020.FE.6347.QM4"604 Pemetaan T€roatik Patahan Aktif o I Peta 924.440 08 04 01 03
SK No 132778 C
Museum Site
4 ha 13.000.600 02 ll 03 01
020.FE.6347.QM4.80 r o I Lokasi 6.944.S40 02 16 01 o4
02o.FE.6347.QMA.90l 4
berkas 4, hlm. 256 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Peta Tematik Geologi dan Geofisika
Kel,autan
08 04 0t 03
020.JA Program Encf,gi dan Ketenagalistrikan r r.893.907.388
020.JA.6348 Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi 64.565.529
020.JA.6348.PBI Kebijakan Bidang Energi dan SuEbcr Daya
Alam
58.987.009
020.JA.6348.PtsI.001 Penyediaan Elpiji 3 kg yang Tepat Sasaran
bagi Masyarakat, Usaha Mikro, Nelayan,
den Petani Sasaran
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
14.650.000 06 02 01 02
07 13 0l ol
02 ll 02 04
o20.JA.6348.Ptst.0O2 Wilayah Kerja Migas yang Disiapkan,
Ditetapkan, dan Ditawarkan
l0 Rekomendasi
Kebijakan
27.286.790 02 ll Ol 10 ol
020.JA.6348.PtsI.003 Percepatan Pelaksanaan Kegiatan
Pcnyimpanan I(arbql
I I Rekomendasi
IGbUakan
12.050.219 02 11 03 03
02 l9 01 ol
020.JA.6348.PBI.004 Fasilitasi Kegiatan Usaha Hulu Migas
Offshore
I I Rekomendasi 5.OOO.OOO 02 11 01 0l
SK No 149506 C
Pengawasan dan Pengendalian Badan
Usaha
5.578.520 o20.J4.6348.QrH
berkas 4, hlm. 257 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02o.JA.6348.QrH.OO1 Fasilitasi Peningkatan Infr astruLtur Kilang
Minyak Bumi
2 2 Laporan 3.856.100 02 rl 02 02
o2o.JA.6348.QrH.OO2 Fasilitasi Pembangunan Infrastruktur
Regasifikari Gas Bumi dan LNG Terminal
I I Laporan L722.420 02 II 02
03 02 03 02
ol
020.JA.6349 Perencanaan, Pembangunan dan
Pcngat,a.an Infrastruktur Minyak dan Gas
Bumi
7.9il6. 2.477
020.JA.6349.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 6.050.000.000
o2o.JA.6349.QEG.OO1 Konverter Kit BBM ke Bahan Bakar Gas
untuk Nelayan Sasaran
Krldil o Pal(ct 50.000.000 02 rr 02 01
o2o.JA.S49.QEG.O02 Konverter Kit BBM ke BBG untuk Petani
Sasaran
o 0 Paket 002 t\ 02 0l
02o.JA.6349.QEG.OO3 Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga
o 150000 SR 6.000.000.000 02 11 02 0l
020.JA.6349.RBL Prasarana Bidang Industri dan
Perdagangan
1 .857 .']62.4??
SK No 132780C
o o Ruas
05 0l 16 03
020.JA.6349.RBL.001 Pipa Transmisi GaB Bumi Ruas Cirebon -
Semarang
2s7 -a62-477 02 1l 02 01
berkas 4, hlm. 258 OCR
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
020.JA.6349.RBL.002 Plpa'Irat18mfui Gas Bumi Ruas Dumai - Sei
Mangkei
o 0 Ruas 1.600.000.000 05 02 02 03
02 11 02 0t
020.JA.6349.UAG Pengawasan Fe@balgunart 2S.000.ooo
020.JA.6349.UAG.001 Fasilitasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga non-APBN
3 3 Laporan 29.000.000 02 11 02 01
020.Jf 6350 Pengelolaan Ketenagalistrikan 1.579.741.093
020.JA.6350.PBI Kebijakan Bidang Energi dan Sumber Daya
Alam
59.59 r. 170
020.JA.6350.PBr.001 Kebija.kan Tarif dan Subsidi Listrik l3 13 Rekomendasi
Kebijakan
7.69A.300 02 11 02 04
02 11 03 o3
ol
06 02 0r 79
05 In m
020.JA.6350.PBr.005 Pengendalian Pembangunan Pembangkit
Listrik
6 6 Rekomendasi
Kebijakan
7-963.aOO 02 ll 02 03
03 02 03 o1
SK No 132781 C
Pengendalian Pembangunan Jaringan
Transmisi den Gardu Induk
o20.JA.6350.Ptst.006 6 6 Rekomendasi
Kebijakan
7.963.a00 02 11 02 03
berkas 4, hlm. 259 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF TP PROP
020.JA.6350.PBI.007 Pengendalian Pembangunan Jaringan
Distribusi dan Gardu Distribusi
6 Rekomendasi
Kebijakan
4.252.592 02 lt 02 03
ol
02
lm
04 02
07
03
06
020.JA.6350.PBI.008 Penguatan Pemenuhan Akses Listrik pada
Masyarakat
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
3.711.108 02 11 02 03
ol
04 02 01 lm
05 02 03
020.JA.6350.PBI.009 Monitoring Realisasi Investasi
Kct Ketenagalistrikan
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
3.373.600 03 02 03 0l
020.JA.6350.PBr.010 Rekomendasi Dukungan Penerapan
Keselamatan Ketenagalistrikan pada Sektor
Transportasi dalam rangka mendukung
target NZE
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
3.430.670 02 11 03 03
02 19 0t 02
05 0l t2 02
on $t 02 03
o20.JA.6350.PBr.Or r Pengendalian Peningkatan Pembangunan
SPKLU dar SPtsKLU
4 o Rekomendasi
Kebijakan
3.012.100 02 11 03 05
SK No 132783 C
berkas 4, hlm. 260 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(np Ribu)
PN PP XP PROP
020.JA.6350.PBI.012 Pengendalian Pembangunan Interkoneksi
Antar Pulau (Sqp"r ft4
o 3 Rekomendasi
Kebijakan
3.137.700 03 02 04 ol
020.JA.6350.PBI.013 Pengendalian Peningkatan Fleksibilitas
Pembangkitan dan Pengembangan Sistem
Penyimpanan Energi (ESS)
0 3 Rekomendasi
Kebijakan
3.137.700 02 11 03 03
ol o3 02 03
020.JA.6350.PBI.014 Pengendalian Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik datr Pemanfaatan Jaringan
Tenaga Listrik untuk Telematika
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.956.600 03 02 04 03
020.JA.6350.PBI.015 Pengawasan dan Evaluasi Pengembangan
S'r,.an Grid
o 3 Rekomendasi
Kebijakan
3.137.700 03 02 ()4 03
020.JA.6350.PBI.016 Pengendalian Harga Tenaga Listrik 0 2 Rekomendasi
Kebijakan
1.506.100 03 02 05 0l
020.JA.6350.PBI.017 Penyusunan Revisi Undang-Undang
Ketenagalistrikan
I o Rekomendasi
Kebijakan
2.154.7W 03 02 03 01
020.JA.6350.PBI.018 Pengendalian Pembangunan Fetlbatrgkit
Listrik Terintegrasi dengan Industri dan
Ekonomi
1 0 Rekomendasi
Kebijakan
2.154.700 03 02 03 01
020.JA.6350.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 4.809.400
SK No 149507 C
Rekomendasi
Kebijakan
02 19 0r 02
020.JA.6350.PBJ.001 Rekomendasi Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Da]an Pencapaian Target
I 2.654.700 02 1l 03 05
berkas 4, hlm. 261 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Mitigasi Gas Rumah Kaca Sektor Energi
Sub Sektor Pembangkitan
03 02 03 02
020.JA.6350.PBJ.002 Penyusunan Pemanfaatan Sertifikat Listrik
Terbarukan (Reoetirable Enef, Sr
Certificate/ REC)
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
2.154.700 02 11 03 03
03 02 03 o1
020.JA.6350.PEC Kerja sana 3.407.220
020.JA.6350.PEC.001 Monitoring dan Pelaksanaan Kerja Satna
Sektor Ketenagalistrikan
4 4 Kesepakatan 3.&7220 03 02 03 01
020.JA.6350.PEG Konferensi dan Event 5.309.100
020.JA.6350.PEG.001 Penyelenggaraan Konferensi dan Event I I Kegiatan 5.309.100 03 02 03 01
o20.JA.63sO.QEG Bantuan Peral,atan / Sarana 1.486.421.003
020.JA.6350.QEG.OO1 Pemasangan Sambungan Baru Listrik bagi
Rumah Tangga Belum Berlistrik yang Tidak
Mampu atau Berada di Daerah 3T
130000 100000 Unit 1.486.421.003 03 02 05 01
020.JA.63sO.QrE Pengawasan dan Pengendalian Pemerintah
Deereh
t.720.900
SK No 149547 C
Pemerintah
Daerah
1.720.900 03 02 04 02 o20.JA.6350.QIE.OOl Pengawasan dan Pengendalian Konsumsi
Listrik per Kapita
berkas 4, hlm. 262 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA"6350.QIH Pengawasdr dan Pengendalian Badan
Usaha
18.082.300
o2o.JA.6350.QIH.OOr Pengawasan dan P€o8€ndalian Efisiensi
Penyediaan Taraga Listrik
a 8 Laporan 5.309.100 02 11 03 o5
03 02 04 01
020.JA.6350.QIH.OO2 Peningkatan Pasokan Tenaga Listrik 24
jaE/hari
4 4 Laporan 2.69.700 03 02 04 02
02o.JA.63sO.QrH.O04 PenSat 'asan dan Evaluasi Kegiatan
Pembangunan Infrastruktur Penyediaan
Tenaga Listrik
6 6 Laporan 7.963.800 02 11 03 02
02 1l 03 03
03 02 03 0l
o2o.JA.6350.QrH.OO5 Pengawasan Program Dediesclisasi 0 4 Laporan 2.154.700 03 02 03 02
020.JA.6351 Fargatu.ran, Penetapan dan Pengawasan
pada Penyediaan dan Pendistribusian BBM
datr Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas
Bumi Melalui Pipa
88.488.712
020.JA.6351.PBI Kebijakan Bidang E[€rgi dan Sumber Daya
Alam
7.409.260
020.JA.6351.PBI.037 Dukungan Percepatan Pembangunan Ruas
Pipa Transmisi dan Distribusi Gas BuDi
(kumulatif
1 Rekomendasi
Kebijakan
[email protected] 02 ll 02 01
SK No 132786 C
berkas 4, hlm. 263 OCR
PRESIOEN
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
{Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
o2o.JA6351.QAC Pelayanan Publik kepada badan usaha 12.500.000
o2o.JA.635r.QAC.0l9 Sup€f,f isi Progres Pembangunan Penyalur
BBM I Harga
trft 583 Penyalur 12.500.000 06 02 01 7t)
02 1l 02 02
02o.JA.6351.QrA Pengawasan dan Pdrgcndaliar Produk 48.099.122
020.JA.635 r.QIA.Ol4 Pengawasan atas Penyediaan dan
Pendistribusian JBKP
t2 12 Laporan 18.664.622 02 tl 02 04
o20.JA.635r.Q[AO15 Pengawasan atas Penyediaan dan
Pendistribusian JBf
12 12 laporan 29.434.500 02 11 02 04
020.JA.6351.QIC Pengawasan dai Pengendalian Lembaga 20.480.330
02o.JA"6351.QrC.O20 P.rryawasan Pelaksanaan BBM I Harga 583 583 Penyalur 20.480.330 02 1l 02 02
020.JA.635 1.QIC.020.0020 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Sintang
0 O Penyalur 006070501
020.JA.635 1.OrC.02O.OO2 I Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Kab. Kapuas Hulu
n O Penyalur 006w050r
o2o.JA635 r.QrC.O2O.OO23 Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
lkb. Bengkayang
o 0 Penyalur 92.A47 06 07 05 01
SK No 132787 C
Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Kab. Berau
124.347 06 07 05 0l 020.JA.635 l.QIC.O20.OO33 0 0 Penyalur
berkas 4, hlm. 264 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
020.JA.635 1.QrC.020.0034 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Mahakam Ulu
o O Penyalur 006070501
020.JA.635 r.QrC.02o.OO35 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Kepulauan Talaud
o O Penyalur 00607050r
020.JA.635 t,QIC.020.0045 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab, Maluku Tenggara
o O Penyalur 0060705 o1
02o.JA.635 t.QtC.O20.0046 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Kepulauan Tanimbar
o O Penyalur 006070501
020.JA.635 1.QrC.O20.OO48 . Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Kepulauan Aru
0 O Penyalur 006070s01
o2o.JA635 l.QIC.02O.0060 Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Kab. Belu
n O Penyalur 0060705 ol
020.JA.635 1.QIC.O20.006 I Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Kab. Timor Tengah Selatan
o O Penyalur 006070501
o20.JA.635 l.QIC.O20.0062 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Alor
o O Penyalur 128.645 06 07 05 ol
o2o.JA635 r.QIC.02O.0067 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
IGb. Sumba Timur
o O Penyalur 006070501
SK No 132788 C
Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Rote Ndao
006070501 02o.JA. 635 l.QIC.020.0069 o O Penyalur
berkas 4, hlm. 265 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
02o.JA.635 l.QIC.020.OO72 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Sumba Barat Daya
o O Penyalur 006070501
o20.JA.635 l,QrC.02O.OO74 F.ctgawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Sabu Raijua
o O Penyalur 0060?0501
02o.JA.635 l' QIC.O2O.OO75 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Malaka
0 O Penyalur 006070501
02o.JA635 1.QrC.020.OO77 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Keb. Merauke
o O Penyalur 0060705 0l
o2o.JA,635r.QIC.O2o.0o8o Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga - o O Penyalur 006070501
Keb. Asmat
020.JA.635 1.QlC.O20.OO8 I Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Boven Digoel
o 0 Penyalur 0060?0501
020.JA.635 r.QrC.020.OO83 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Pegunungan Bintang
o O Penyalur 0060705 01
020.JA.635 1.QIC.02O.OO84 Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Kab. Mamberamo Raya
o O Penyalur 006070501
020.JA.635 1.QrC.O20.0086 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Supiori
o O Penyalur 0060705 ol
SK No 132789 C
006070501 020.JA.635 r.QIC.020.OO95 Pengawasan Pel,aksanaan BBM I Harga -
Kab. Halmahera Tengah
0 O Penyalur
berkas 4, hlm. 266 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TAROET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA635 l.QIC.02O.OO99 Pengawalan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Halmahera Timur
u O Penyalur 006070501
o2o.JA. 635 1.QIC.02O.O rO 1 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Pulau Morotai
u O Penyalur o 0,6 07 05 01
020.JA.635 l.QIC.O2O.O 103 Pengat 'asan Pelaksana.n BBM 1 Harga -
l(eb. GormrtElo Utere
o O Penyalur 133.575 06 07 05 01
020.JA63s r.QrC.O20.O 104 Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Kab. Bintan
n O Penyalur 006oitoS 01
020.JA.635 l.QIC.020.0 r06 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Ha.rga -
Kab. Kepulauan Anambas
0 0 Penyalur 103.062 06 07 05 . Ot
02o.JA.635 1.QrC.O2O.O l08 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Raja Ampat
o O Penyalur 006w050l
020.JA"635 r.QrC.020.0 1 rO Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Tambrauw
0 0 Penyalur 0060705 01
02o.JA.635r.QrC.O20.Ol l4 Pengawasan Pelaksanaan BBM 1 Harga -
Keb. Nunukan
o O Penyalur 006070501
020.JA.635 1.QrC.02O.O1 r5 Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga -
Kab. Malinau
0 O Penyalur 0060705 o1
SK No 132790 C
170.717.441 020.JA.6352 Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
berkas 4, hlm. 267 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA.6352.PBI Kebijakan Bidang Energi dan SuEbcr Daya
AleE
50.003.933
020.JA.6352.PBI.001 Volume Biofuel untuk Domestik I 0 Rekomendasi
Kebijakan
5.103.235 05 01 05 03
02 11 03 04
02 19 01 o1
02 2t 02 0l
020.JA.6352.PBI.002 Penurunan Intensitas Energi Final o I Rekomendasi
Kebijakan
14.329.940 02 19 01 02
020.JA.6352.PBI.005 Penawaran Wilayah Palas Bumi 3 o Rekomendasi
Kebijakan
10.400.000 02 1l 03 02
020.JA.6352.PB1.006 Penetapan Wilayah Panas Bumi 2 0 Rekomendasi
Kebijakan
5-170-758 02 l1 03 02
020.JA.6352.PBI.007 Pengembangan Ekosistem En€f,gi Nuklir
untuk Penyediaan Listrik
1 I Rekomendasi 5.000.000 02 rr 03 01
020.JA.6352.PBI.008 Pengembangan Ekosistem Energi Hidrogen
dan Amonia Rendah Karbon
2 1 Rekomendasi 5.000.000 02 ll 03 ol
SK No 132791 C
2 Rekomendasi 5.OOO.OOO 02 l1 03 0l 020.JA.6352.PBI.009 Pengembangan Ekosistem Pemanfaatan
Langsung wilayah Panas Bumi
berkas 4, hlm. 268 OCR
REPUEUK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEG1ATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-20.25
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA.6352.PDA Standardisasi Produk 1.996.066
020.JA.6352.PDA.001 Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM)
dan Label Hemat Energi pada Peralatan
Pemanfaat Energi
O Peralatan 1.996.Offi 02 1 I 03 05
02 15 03 o1
02 19 01 02
020.JA.6352.PEA Koordinasi 4.230.360
020.JA.6352.PEA.001 Koordinasi Keda S€Ila Selatan-Selatan dan
Triangular (KSST) bidang Aneka En.f,gi
Baru dan Terbarukan
I kegiatan 4.230.360 02 09 03 01
02 l1 03 03
020.JA.6352.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 65.795.908
020.JA.6352.PFA.001 Rancangan Standar dan Panduan bidang
Aneka Energi Baru dan Terbarukan
12 12 NSPK 60.795.908 02 11 03 03
020.JA.6352.PFA.002 Monitoring dan Evalausi Pelaksanaan
Irapl€roentasi SNI Wajib Bidang Aneka
Energi Baru dan Energi Terbarukan
5 5 Standar 5.OOO.OOO 02 l1 03 03
020.JA.6352.Qr4 Pengawasan dan Pengendalian Produk 12.435.102
SK No 149548 C
O Produk 1.934347 02 I I 03 03 020.JA.63s2.QrA.OOr Monitoring Tingkat Komponen Dalam
Negeri Bidang Bioenergi
berkas 4, hlm. 269 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o2o.JA.6352.QrA.OO2 Monitoring Tingkat Komponen Dala.E
Negeri Bidang Aneka Energi Boru dan
Terbarukan
2 O Produk 1.422.504 02 ll 03 o3
02o.JA.6352.QrAOO3 Monitoring Tingkat Komponen Dalam
Negeri Bidang Panas Buei
3 O Produk a.6?4.251 02 11 03 o3
o2o.JA.6352.QIC Pengawasan dan Pengcrlddiai l4llbaga 12.80?.560
o2o.JA.6352.QrC.OOr Monitoring dan Evaluasi Reduksi Gas
Rumah Kaca (GRK) Sektor Energi dan
Sumber Daya Mineral
1 O Lembaga 2.807.560 02 11 03 05
02 19 0l 02
02o.JA.6352.QIC.0O3 Fasilitasi Debottlenecking Pengusahaan
Pembangkit Listrik Tenaga Aneka Energi
Baru dan Terbarukan
2 2 Badan Usaha 5.000.000 02 11 03 02
o20.JA.6352.QIC.OO5 Pelaksanaan Manajemen Energi pada
Penyediaan dan Pemanfaatan Energi
150 2lO Badan U.aha 5.000.000 02 11 00 05
020.JA.6352.QM4 Data dsn Informasi Publik 23.449.952
020.JA6352.QMA.O0l Peta Potensi Energi Baru dan Terbarukan 4 o Peta 18..+48.952 02 11 03 02
02 22 07 03
SK No 132793 C
Penambahan Data Panas Bumi melalui
Government Drilling
1 Data 5.000.000 02 11 03 02 020.JA.6352.QMA.002 1
berkas 4, hlm. 270 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.JA.6353 Pcf, Perencanaan, Pc'[bangurlafl dan
Frngawasdr Infrastruktur Energi Baru
Terbarukan dan Konservasi Energi
2.053.531.696
02o.JA.6353.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 2.053.531.696
02o.JA.6353.QEG.OO3 Fen€f,aagan Jalan UEUE Tenaga Surya
(PJU TS)
mnml immo Unit 700.000.000 02 l1 03 02
o2o.JA.6353.QEG.OO4 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH)
3 4 Unit 379.109.070 02 lt 03 on
02 19 0l 01
0s 02 04 02
O2O.JA.6353.QEG.OO4.91 12 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(Pt TMH) - Kab. Pegunungan Arfak
I I Unit 163.419.085 06 07 04 o4
020.JA.6353.QEG.004.9702 Pembangkit UstrikT€stagaMilao Hidro
(PLTMH) - Kab. Pegunungan Bintang
o I Unit 62.912.000 06 W 04 04
06 07 05 0l
020.JA.6353.QEG.OO5 PLTS Atap ra 38 Unit 367.000.000 02 11 03 XD
o2o.JA.6353.QEG.006 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 10 Unit 387.024.572 02 11 03 02
SK No 132794C
fil 02 04 02
berkas 4, hlm. 271 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02o.JA.6353.QEG.006.6405 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) -
Kab. Berau
1 I Unit 31.736.795 06 07 05 01
o2o.JA.6353.QEG.006.6504 Pembangkit Li.trik Tenaga Surya (PLTS) -
Kab. Nunukan
I Unit s4.39A.617 06 07 05 01
O20.JA6353.QEG.OO6.8IO5 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) -
Kab. Kepulauan Aru
I I Unit 51.770.340 06 07 05 ol
020.JA.6353.Q8G.006.9428 FcEba[8kit Listrik Tenaga Surya (PLTS) -
Kab. MaEbcf,aEo Raya
o I Unit 21.?74.?6a 06 07 04 04
06 07 05 0r
020.JA"6353.QEG.0O6.9606 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) -
Kab. Dogiyai
0 1 Unit 56.371.500 06 07 04 04
020.JA.63s3.QEG.006.9702 Pembangkit Li.trik Tenaga Surya (PLTS) -
Kab. Pegunungan Bintang
o I Unit 52.613.448 06 07 04 04
06w050r
o2o.JA.6353.QEG.OO7 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro
(PLTM)
I I Unit 22039A.054 02 11 03 et)
02 19 01 0l
03 02 03 o1
SK No 132796 C
Unit 220.398.054 06 07 04 04 02o.JA.6353.QEG.OO7. 9427 Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro
(PLTM) - Kab. Supiori
berkas 4, hlm. 272 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
020.JB Program Pertambangan Mineral dan
Batubara
52.398.548
020.JB.6355 Pengelolaan dan Pengusahaan Mineral dan
Batubara
52.398.548
020.JB.6355.PBI Kebijakan Bidang Energi dan Sumber Daya
Alam
32.204.384
020.JB.6355.PBI.001 Rekomendasi Kebijakan Rencana Produksi
dan Pemanfaatan Mineral Logso dart
Batubara Untuk Kebutuhan Dalam Negeri
2 o Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 05 0l 0r 04
05 01 02 01
05 01 0(l ol
05 0l 04 0r
02 ll 01 02
03 02 03 02
020.JB.6355.PBI.002 Rekomendasi Kebijakan Percepatan
Peningkatan Nilai Tambah Batubara
2 o Rekomendasi
Kebijakan
5.400.ooo 02 l1 03 01
020.JB.6355.PBI.010 Rekomendasi Tingkat Implementasi P3DN
dan Peningkatan TKDN pada Subsektor
Pertambangan Batubara
2 o Rekomendasi
Kebijakan
a.ooo.ooo 02 ll 01 02
SK No 132797 C
13.804.344 05 0l 01 04 020.JB.6355.PBI.014 2 o
berkas 4, hlm. 273 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Rekomendasi Tingkat Implementasi P3DN
dan Peningkatan TKDN pada Subsektor
Pertambangan Mineral
Rekomendasi
Kebijakan
05 01 02 01
05 01 03 0l
05 01 04 01
020.JB.6355.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 12.000.000
02o.JB.6355.QDH.0Or Hasil Monitoring Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Pemurnian Mineral dalam
Negeri
o 14 Badan usaha 6.000.000 05 0l 01 04
05 01 02 01
05 0l 03 01
05 01 04 o1
020.JB.6355.QDH.OO2 Hasil Monitoring Pembangunan Fasilitas
Pengembangan dan Pemanfaatan Batubara
Dalam Neg€f,i
o 6 Badan usaha 6.000.000 02 ll ol 02
020.JB.6355.011 PeitEar,a8an dan Pengendalian Lingkungan 4.194.164
020.JB.6355.011.001 Luasan Reklamasi dan Pascatambang o 7135 Hektar 8.194.164 02 t7 04 01
02 16 0t 05
o20.wA Program Dukungan Manajemen 2.749.046
SK No 132798 C
2.749.046 o20.wA. la96 Pengelolaan Manajemen Kesekretariatan
Bidang Minyak dan Gas Bumi
berkas 4, hlm. 274 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
020.wa r896.PAll Peraturan lainnya 2.749.086
020.wa l896.PAH.OO1 Draft Rancangan Regulasi Pendukung
Kemudahan Berusaha
I Rancangan
Frretursrr
1.527.270 02 11 0l Ol
o20.wA. l896.PAH.O02 Draft Revisi Undang-Undang Mi8ag I o Rancangan
Peraturan
L22r.At6 02 11 01 ol
TOTAL 13.771.446.340
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat,
SK No 132799 C
berkas 4, hlm. 275 OCR
KEMENTERI,AN PERHUBUNGAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program tliqitag
PP 03.01 - Jumlah perjalanan kereta api juta perjalanan 0,86 o,92 1,03
PF 03.01 - On line performance penerbangan persen 72,46 l2023l l:n [E
PP 03.01 - Peningkatan volume angkutan laut (kumulatif angka dasar tahun 2022) persen, kumulatif s,6.(2023) lo 24
PP 03.01 - Jumlah penumpang angkutan kereta api juta penumpang 50r 519 601
PP 03.01 - Volume angkutan penyeberangan juta kendaraan 11,5 (2023) 11,6 12,2
PP 03.01 - Jumlah penumpang angkutan perkotaan di 10 kota metropolitan juta penumpang 685 (2023) 850 EF{d)
PP 03.01 - Penurunan rasio fatalitas kecelakaan jalan pcf,3ctr 53,68 (2023) 65 73
PP 03.01 - Peningkatan pemenuhan SDM transportasi yang kompeten pef,8€lr 85,5 (2023) 85,5 87,5
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 03.01.02 - Panjang jalur NA yang beroperasi l(m (Kumulatif) 6.880 (2023) 6.924 6.985
KP 03.01.02 - Jalur KA yang menggunakan persinyalan elektrik persen 63 (2023) 65 70
SK No 132800 C
persen 93,85 (2023) 94 9n KP 03.01.02 - Kondisi jalur KA sesuai st8!td,E Trdd. Qud.lw Index (TQI) kategori f dan 2
berkas 4, hlm. 276 OCR
REPUEUK INDONEsIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 03.01.03 - Pelabuhan yang ditingkatkan kapasitasnya (kumulatif angka dasar tahun 2020) lokasi, kumulatif 72 86 142
KP 03.01.03 - Penumpang angkutan laut nonkomersil ribu penumpang 1.444 (2023) 1.637 2.022
KP 03.01.03 - Muatan barang angkutan laut nqrkotrersil ton 660.664 (2023) 720.124 839.043
KP O3.O 1.03 - Tingkat keandalan kenavigasian pcrsarr 92,33 (2023) 94,84 95,57
KP O3.O l.O4 - Bandara yang dibangun dan dikembangkan (kumulatif angka dasar tahun 2020) lokasi, kumulatif 100 (2023) r16 t2t
XP 03.01.04 - Jumlah layanan nonkomersil angkutan udara penumpang dan kargo l,ayanan 261 (2023) 3t3 ,rc8
KP 03.01.04 - Persentase kepatuhan keamanan penerbangan persen 80,58 (2023) ?? 81
KP 03,0 1 .05 - Pelabuhan penyeberangan yaru beroperasi lokasi, kumulatif 230 (2023) 235 242
KP 03.01.05 - Terminal penumpang yang beroperasi lokasi, kumulatif r 13 (2023) 115 119
fP 03.01.05 - Lokasi rawan kecelakaan yang ditangani lokasi 179 (2023) 534 574
KP 03.01.06 - Pengembangan sistem angkutan uroum massal perkotaan (kumulatif angka dasar
tahun 2020)
kota, kumulatif 6 l2023l lo N
KP 03.0 I .06 - Ketersediaan angkutan umum massal perkotaan berbasis jalan juta
penumpang/hari
r,4l2o23l 1,42 1,56
KP 03.01.06 - Ketersediaan angkut n uEuo massal perkotaan berbasis rd juta
penumpang/hari
2,989 (2023) 2,825 2,436
SK No 132801C
p€f8€n 92 12023) 92 94 KP 03.01.07 - Tingkat lu.lusan SDM transportasi yang bersertifikat kompetensi
berkas 4, hlm. 277 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP O3.O I .07 - Tingkat penyerapan lulusan pembentukan SDM transportasi persen 85,1 (2023) 70 70
KP 05.03.01 - Biaya transportasi logistik pada angkutan darat selain angkutan rel terhadap PDB p€f,8en 2,66 2,50 2,29
KP O5.O3.Of - Biaya transportasi logistik pada angkutan laut terhadap PDB p€rs.lr 1,02 0,96 o,a7
KP 05.03.01 - Biaya transportasi logistik pada angkutan udara terhadap PDB p€f,8€n 0,89 0,84 o,77
KP 05.03,01 - Biaya transportasi logistik pada angkutan rel terhadap PDB persen 0,04 0,03 o,03
KP 05.03.01 - Biaya transportasi logistik pada angkutan sungai danau dan penyeberangan terhadap
PDB
PCrS€lr 0,10 o,09 o,08
KP 05.03.01 - Jumlah pelabuhan utama yang memenuhi standar lokasi (kumulatif 7 6 t2
KP O5,O3.O f - Kinerja bongkar muat pada pelabuhan utama petikemas box/ shipAaD 21 (2023) 31 50
KP 05.03.01 - Jumlah bandara primer/utama yang ditingkatkan kapasitasnya lokasi (kumulatif) 3l2o23l 5 9
fP 05.03.01 - Volume angkutan barang transportasi udara pada bandara primer/utama juta t6r 1.391 1.419 1.536
KP 05.03.03 - Indeks peningkatan SDM transportasi 110,10 85,5 87,5
SK No 132802 C
berkas 4, hlm. 278 OCR
PRESIOEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-X)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.DL Program Pendidikan dan Pelatihan vokasi 6.276.143.038
022.DL.3996 Pendidikan Transportasi 6.276.143.038
022.DL.3996.RAA Sarana Bidang Pendidikan 4.344.729.914
022.DL.3996.RAA.001 Sarana Penunjang Diklat Transportasi Darat
(Prioritas Nasional)
4 12 Paket 1.193.191.370 05 03 03 o1
03 0t 07 02
04 07 03 04
022.DL.3996.RAA.OO2 Sarana Penunjang Diklat Transportasi Laut
(hi6itas Nasional)
0 4 Paket r.144.814.016 03 01 07
05 03 03 01
7n
04 03 07 04
022.DL.3996.RAA.003 Sarana Fcnunjartg Diklat Transportasi Udara
(Prioritas Nasional)
2 10 PaLet 2.006.724.528 05 03 03 01
03 0r 07 02
04 07 03 04
022-DL-3996.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 3.952.OOO
SK No 132803 C
l1 unit
04 o7 03 04
022.DL.3996.RBJ.OO1 Prasarana Penunjang Diklat Transportasi
Darat (Prioritas Nasional)
I 3.952.000 03 0l 07 02
berkas 4, hlm. 279 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
022.DL.3996.RBJ.002 Prasarana FeDuojang Diklat Transportasi
l,aut (Prioritas Nasional)
o o unit o03 01 0? 02
04 07 03 04
022.DL.3996.RBJ.003 Prasarana Penunjang Diklat Transportasi
Udara (Prioritas Nasional)
0 o unit o03 01 0? 02
rJ4O?03 04
022.DL.3996.SAB Pendidikan Vokasi Bidang Infrastruktur 1.507.399.199
022.DL.3996.SAB.002 Diklat Pembentukan Non Reguler (mandiri)
Tf Transportasi Darat (Prioritas Nasional)
2477 2OOO Orang 113.624.449 03 01 an
04 0? 03
o1
01
os 03 03 br
022.DL.3996.SAB.003 Diklat Pcrobentukai Reguler (Pola
Pembibitan) Tf Transportasi Darat (hi6ita8
Nasional)
5414 1809 Orang 237.97L345 05 03 03 ol
03 01 07 01
022.DL.3996.SAB.004 Diklat PcDbcitukan Reguler (no|r Pola
Pembibitan) Transportasi Laut (Prioritas
Nasional)
1120 285 Orang 72.206.965 03 0l 07 0l
0l
05 03 03 01
03 07 04
SK No 132804C
11736 16548 Orang
03 0r 07 ol
022.DL.3996.SAB.005 Diklat F€robentukan N6t Reguler (aartdiri)
Transportasi Laut (Prioritas Nasional)
773.310.985 05 03 03 0l
berkas 4, hlm. 280 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 07 03 o1
022.DL.3996.SAB.006 Diklat Pembentukan Reguler, (Pola
Pembibitan) Transportasi l,aut (Prioritas
Nasional)
0 0 Orang oo407m ol
05 03 03 o1
022.DL.3996.SAB.007 Diklat Pembentukan Reguler, (ndr Pola
Pembibitan) Transportasi Udara (Prioritas
Nasional)
o o Orang 0050303 01
022.DL.3996.SAB.008 Diklat Pembentukan Non Reguler (Eandiri)
Tlansportasi Udara (Pri6itas Nasional)
t46? 1795 Orang 227.97a.220 05 03 03 ol
03 0l 07 ol
04wo3 0r
022.DL.3996.SAB.009 Diklat P€rnb€ntukan Reguler (Pola
Pembibitan) Transportasi Udara (Prioritas
Nasio(lal)
486 446 Orang 82.302.755 03 01 07 01
04 07 03 01
022.DL.3996.SC8 Pelatihan Bidang Infrastruktur 420.061.925
022.DL.3996.SCB.003 Diklat Tclslir Bidaru Transportasi Udara
(Prioritas Nasional)
o 780 Orang 12.967.000 03 01 07 o1
SK No 132805 C
6180 2l Orang
022.DL.3996.SCB.004 Diklat Pemberdayaan Masyarakat bidang
Transportasi Darat (Prioritas Nasional)
116.151.960 03 0l w 03
berkas 4, hlm. 281 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AJ'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 03 03 o1
022.DL.3996.SCB.005 Diklat Pemberdayaan Masyarakat bidang
Transportasi Laut (Prioritas Nasional)
14420 31506 Orang 180.164.935 05 03 03 01
03 01 07 03
04 07 03 ol
022.DL.3996.SCB.006 Diklat Pemberdayaan Masyarakat bidang
Transportasi Udara (Prioritas Nasional)
rmlo 4300 Orang 110.778.030 03 0l 07 03
o1
0s 03 03 01
o3 o? 04
022.GA Program Infrastruktur Konektivitas 99.363.249.547
022.GA.1960 Pelayanan Transportasi Udara 3.084.4,16.838
o22.GA.r960.QAH Pelayanan Publik Lainnya 3.084.446.838
o22.GA. r960.QAH.0Ol Angkutan Udara Perintis Penumpang 266 85 l,ayanan 2.265.534.501 05 03 01 03
07 15 01 09
03 01 04 04
022.GA. 1960.QAH.OO1.94O I Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Merauke
ll o layanan 146.333.252 06 07 05 02
SK No 149508 C
berkas 4, hlm. 282 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA. r960.QAH.O0 1.9402
022.GA. l960.OAH.OO1.94l3
Angkutan Udara Perintis Pdruiipang - Kab.
Jayawijaya
Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Bor,Gtr Digoel
18 O layanan
O l,ayanan
102.511.616 06 07 04 03
166.419.372 06 07 04 o3
rdi 07 05 on
o22.GA. 1960.QAH.OOl.9416 Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Yahukimo
37 O layanan L14.465.284 06 07 04 03
022.GA. r960.QAH.OO 1.9432 Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Yalimo
16 O layanan t31.932.6?6 06 07 04 o3
o22.GA. 1960.Q4H.00 1.9702 Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Pegunungan Bintang
6 O layanan 42.446.560 06 07 04 03
022.CA.1960.QAH.OO2 Angkutan BBM Fcrawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Penumpang
9933 L3122 layanan L25.944.789 05 03 01 03
03 01 u 04
07 t5 0l (x,
022.GA. l960.QAH.OO2.9,lO 1 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Merauke
593 O layanan 6.081.952 06 07 05 02
SK No 132807 C
1934 29.563.424 06 07 04 03 022.GA" t960.Q4H.002.9402 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Jayawijaya
O layanan
berkas 4, hlm. 283 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.OA" 1960.Q4H.002.941 3 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Boven Digoel
1194 O layanan 12.055.068 06 07 04
o6wo502
03
o22.GA" l960.QAH.OO2.9432 Angkutan BBM Fesau,at Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Yalimo
o O layanan 3.104.808 06 Ul 04 03
022.GA. l960.QAH.OO2.97O2 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis P€truEparrg - Kab,
Pegunungan Bintang
I I layanan 25.102.347 06 0? 04 03
022.GA. 1960.QAH.OO2.97O3 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Penumpang - Kab.
Yahukimo
1559 O layanan 4.643.097 06 07 04 03
o22.GA.1960.QAH.OO3 Angkutan Udara Perintis Kargo 7 7 layanan 91. 7.574 05 03 01 03
Gl ol 04 05
022.GA. r960.QAH.004 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkut n Udara Perintis Kargo
275 330 layanan 2.4t3.720 03 0r 04 05
0l
05 03 0r 03
ftD 15 o7
SK No 132808 C
Layanan Operasi Angkutan Udara Kargo (MP) 0050301 03 022.GA.1960.QAH.OO5 o O layanan
berkas 4, hlm. 284 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.OA. r960.QAH.OO5.97O3 Layanan Operasi Angkutan Udara Kargo (Mq
- Keb. Yahukimo
o o layanan 006070403
022.OA 1960.QAH.006 Angkutan Udara Perintis Kargo (MD 40 34 layanan 572.74a.732 05 03 01 03
03 0l fi
o7 15 01 :4!]
o5
022.GA. r960.QAH.006.94 I 3 Angkut tl Udara Perintis Kargo (MB - Kab.
Boven Digoel
4 I layanan t9.t22.a69 0,6 07 04 03
022.GA. 1960.QAH.006.9702 Angkutan Udara Perintis Kargo (MB - Kab.
Pegunungan Bintang
t4 17 layanan 2t7.707.6a7 06 07 04 [El
022.GA. r960.QAH.006.97O3 Angkutan Udara Perintis Kargo (MB - Kab.
Yahukimo
l1 15 layanan ,16.674.380 06 07 04 03
022.GA.1960.QAH.OO7 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Kargo (Mg
1086 1 l,ayanan 25.757.521 05 03 01 03
07 15 01 ND
03 01 04 05
022.GA. t960.QAH.007.94 r3 Angkutan BBM Perawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Kargo (MB - Kab.
Boven Digoel
I I layanan 3.983.025 06 07 04 o3
SK No 132811 C
berkas 4, hlm. 285 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
o22.GA. l960.QAH.OO7.94 16 Angkutan BBM Pesawat Udara Untuk
Angkutan Udara Perintis Kargo (ME - Ikb.
Yahukimo
444 O layanan 3.626.160 06 07 04 03
022.GA. l960.QAH.OO7.94r7 Angkut n BBM Pesawat Udara Untu.k
Angkutan Udara Perintis Kargo (ME - Kab.
Pegunungan Bintang
@1 O layanan 18.148.336 06 W 04 03
022.GA.4637 Infrastruktur Konektivitas Transportasi Darat 11.439.528.261
022.G4.4637.QAH Pelayanan Publik Lainnya 10.679.393.733
022.GA.4637.QAH.OOl Layanan Angkutan Jalan Perintis (Prioritas
Nasional)
158 349 , layanan r.464.355.587 03 01 05 o:}
w150l09
022.GA.4637.QAH.Oo2 Layanan Angkutan Pemadu
Moda/ Antarmoda (Prioritas Nasional)
440.194.765 07 l5 0l 09 33 7l layanan
03 0l TB o3
022.GA.4637.QAH.OO3 Layanan Angkutan Barang (Prioritas
Nasional)
7 21 layanan 784.210.935 03 0l xFl 03
05 03 01 03
022.GA.4637.QAH.004 L"ayanan Angkutan Umum Massal Fcrkotaatr
(Prioritas Nasional)
2 O layanan 32.003.496 03 0l 06 0l
SK No l328l20
ri3 288 layanan 4.134.054.619 03 0l 05 03 022.GA.4637.QAH.008 Layanan Angkutan Penyeberangan Perintis
(Prioritas Nasional)
berkas 4, hlm. 286 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.GA.4637.QAH.r?7 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
B€f,ba8i8 Jalan di Kota Medan (hicita8
Nasional)
I 1 layanan 160.000.000 03 0l 06 01
02 19 01 o3
o22.GA.4637.QAH. 17 7. 127 5 Layanan Angkutan UEUD Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Medan (hicitaa
Nasional) - Kota Medan
1 I layanan 160.000.000 06 04 0l Ol
022.GA.4637.QAH. r78 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Palembang (Prioritas
Nasional)
I I layanan 174.797.257 03 01 06 0l
02 lg ol 03
o22.G A. 4637.QAH. 17 A. I 6? 1 Layanan Angkut D Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Palembang (Prioritas
Nasional) - Kota Palembang
n O layanan 006 04 01 02
o22.GA.4637.QAH.179 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Surakarta (Prioritas
Nasional)
1 I layanan 1a3.704.959 06 04 02 0l
02 19 01 IFt
03 0l r]a ol
022.GA.4637.QAH.180 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Semarang (Prioritas
Nasional)
o I layanan 160.000.000 03 01 06 01
0,6 04 02 01
SK No 132813 C
02 19 0r 03
berkas 4, hlm. 287 OCR
PRESIOEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4637.QAH. I 80.3374 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Semarang (Prioritas
Naridral) - Kota Semarang
o I layanan 160.000.000 06 04 0l o5
022.GA4637.QAH. r81 Layanan Angkutan Umum Ma.sal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Denpasar (Prioritas
Nasional)
o I layanan 160.000.000 03 01 06
03 05 02 002
0n 19 01 03
o1
022.GA.4637.QAH. 18 1.5171 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Denpasar (Prioritas
Nasional) - Kota Denpasar
o I layanan 160.000.000 06 04 01 07
022.GA.4637.QAH.182 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Bandung (Prioritas
Nasional)
0 I layanan 160.000.000 02 19 01 o3
03 01 06 0l
o22.GA.4637.QNr. 182.327 3 layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Bandung (Prioritas
Nasional) - Kota Bandung
o 1 layanan 160.000.000 06 04 0l 04
022.G4.4637.Q4H.183 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Surabaya (Prioritas
Nasional)
I 1 layanan t46.264.295 03 01 TA o1
SK No l328l4C
berkas 4, hlm. 288 OCR
-2AA-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4637.QAH. 183.3578 Layanan Angkutan UEum Massal Perkotaan
Bcrbask Jalan di Kota Surabaya (Prioritas
Nasional) - Kota Surabaya
1 I layanan 160.000.000 06 04 0l 06
022.GA.4637.QAH. r84 layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Banjarmasin (Prioritas
Nasional)
o 1 layanan 160.000.000 02 19 01 03
03 0l 06 ol
022.GA.4637.QAH. 184.637 1 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Banjarmasin (Prioritas
Nasional) - Kota Banjarmasin
o I layanan 160.000.000 06 04 01 IE
022.GA.4637.QAH.185 Layanan Angkut n Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Makassar (Prioritas
Nasional)
3 I l,ayanan t? 1.770.4an 03 0l 06 01
02 19 01 o3
022.GA4637.QAH. 185.737 1 LsJranan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Makassar (Prioritas
Nasional) - Kota Makassar
3 I layanan l? t.?70.407 06 (x 01 o9
022.GA.4637.QAH. r86 layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis. Jalan di Kota Banyumas (Prioritas
Nasional)
I 0 layanan 38.819.897 03 01 TIa ol
SK No 132815 C
006040201 022.GA.4637.Q4H. 186. r471 Layanan Angkutan Umum Maa8al Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Banyumas (Prioritas
Nasional) - Kota Pekanbaru
o O layanan
berkas 4, hlm. 289 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/ KRO/ /RO(PROYEK
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AJ'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4637.QAH.187 Pengembangan Angkutan Massal Berbasis
Jalan Kawasan Perkotaan dengan Skema
Pembelian Layanan RTS (Buy ?rte Service, di
KIPP IKN (layanan)
4 I layanan 150.126.668 03 0l 06 0l
022.GA.4637.QA}I.188 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
B€f,ba8is Jalan di Kota Manado (Prioritas
Nasional)
0 I layanan 160.000.000 03 0l 06 0t
02 19 0r 03
022.GA.4637.QAH. 188.7 17 I Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Manado (Prioritas
Nasional) - tr(ota Manado
o 1 l,ayanan 160.000.000 06 04 0l lo
022.GA.4637.0AH.189 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Pontianak (Prioritas
Nasional)
0 1 layanan 160.000.000 03 0l 06 ol
02 19 0l 03
o22.GA.4637.QA}I.l90 Layanan Angkutan Ulrutrl Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Pekanbaru (Prioritas
Nasionall
o I layanan 160-000.000 02 19 01 03
03 0l 06 0l
022.GA.zr6il7.QAH. l9 I Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalar di Jabodetabek
o I layanan r$.583.&t6 03 0r 06 01
SK No 149509 C
Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Ber:basis Jalan di Kota Batam
153.543.436 03 0l 06 ol 022.GA.4637.0AH.192 0 I layanan
berkas 4, hlm. 290 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.G4.4637.QAH. r93 layanan Angkutan UEum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Samarinda
o 1 layanan 153.58:1.836 03 0l 06 01
022.GA.4637.QAH. r94 Layanan fuUkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Bandar Lampung
0 I layanan 153.583.836 03 01 06 01
022.G4.4637.Q4H.195 Layanan Angkutan UEUE Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Padang
u I layanan 153.583.836 03 0l 06 01
022.GA.4637.QAH.196 Layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Malang
0 I layanan 153.583.832 03 01 06 01
022.G4.4637.Q4H.197 Layanan &l8kutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalal di Kota Yogyakarta
o I layanan 153.543.836 03 01 :di ol
022.G4.4637.Q4H.268 Subsidi Angkutan Umum Perkotaan di l{ota
Denpasar (Prioritas Nasional)
o O layanan o 03 05 02 002
o22.G4.4637.QAI1.27 O.327 3 Subsidi Angkutan Umum Perkotaan di Kota
Bandung (kiqitas Nasional) - Kota Bandung
o O layanan o060401 04
o22.GA.4637.Q,I1.274 Subsidi Angkutan Umum Perkotaan di l(ota
Semarang (kicitas Nasional)
o O layanan o060401 05
o22.GA.4637.QAII.27 6.7 17 I Subsidi Angkutan Umum Perkotaan di Kota
Manado (Prioritas Nasional) - Kota Manado
o 0 layanan 006040203
SK No 149510 C
berkas 4, hlm. 291 OCR
FUEUK INDONESIA
-29t-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.OA.463?.QAr[.274 layanan Angkutan Umum Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Balikpapan (Prioritas
Nasional)
o I layanan 120.OOO.OOO 03 0l 06 ot
o22.CA. 4 637.Q 4H.27 a. 647 t Layanan Angkutan Uouln Massal Perkotaan
Berbasis Jalan di Kota Balikpapan (Prioritas
Nasional) - Kota Balikpapan
o 1 layanan 120.000.000 06 04 02 02
022.GA.4637.RAC Sarana Bidang Konektivitas Darat 40.000.000
022.GA.4637.RAC.243 Pembangunan Kapal Penyeberangan
Penumpang 3OO GT Lintas Bakit - Belinyu
(termasuk Supervisi)
o 0 Unit 40_ooo.ooo 03 0l o5 02
05 03 0l 03
022.G4.4637.RBP Prasarana Bidang Konektivitas Darat 720.134.529
022.GA.4637.RBP.007 Fasilitas Pendukung daa Integrasi Moda
(Prioritas Nasional)
u 3 Paket 39.000.000 03 01 05 05
022.GA.4637.R8P.019 Terminal Barang Internasional (Prioritas
Nasional)
I 0 Unit 20.000.000 03 0l o5 TFI
022.GA.4637.RBP.019.5300 Terminal Barang Internasional (Prioritas
Nasional) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
I o Unit 20.000.000 06 07 05 02
SK No 132818 C
0 Unit
05 03 0l 01
022.OA.4637.RBP.O22 Pelabuhan Penyeberangan (Prioritas
Nasional)
2 u.000.000 03 01 [E o1
berkas 4, hlm. 292 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/XEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4637.RBP.024 Pelabuhan Sungai (Prioritas Nasional) 2 o Unit 26.275.420 05 03 01 0l
03 01 05 0l
022.GA.4637.RBP.094 Pembangunan Terminal Penumpang Tipe A
Kota Kupang NTT (hicitas Nasional
o o Unit 15.000.ooo 03 01 o5 o5
022.GA.4637.RBP.094.5371 I Pembangunan Terminal Penumpang Tipe A
Kota Kupdrg NTT (Prioritas Nasional) - Kota
Kupang
o o Unit 15.000.000 06 07 05 02
022.GA.4637.RBP.095 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Motaain (Prioritas Nasional)
o o Unit 0050301 ol
022.GA.4637.RBP.095.5300 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Motaain (Prioritas Nalidral) - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
0 o Unit 006070502
022.GA.4637.RBP.096 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Mota.masin (Prioritas Nasional)
0 o Unit 50.000.000 05 03 01 o1
03 01 taE lill
022.GA.4637.RBP.096.5300 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Motamasin (Prioritas Nasional) - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
o o Unit 50.ooo.000 06 07 05 02
SK No 132819 C
o Unit
03 0r 05 05
022.GA.4637.RBP.097 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Wini (hicitas Nasional)
o 50.000.ooo 05 03 01 o1
berkas 4, hlm. 293 OCR
FRE
REPUBLIK
SIDEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4637.RBP.097.5300 Pembangunan Terminal Barang Internasional
wini (Prioritas Nasional) - Provinsi Nusa
Tenggara 'Timur
:il o Unit 50.000.000 06 07 05 02
022.GA.4637.RBP.098 PeEbaflgurtal Terminal Barang Internasional
Aruk (Prioritas Nasional)
o o Unit 35.OOO.OOO 05 Gi Ot ol
03 01 05 o5
022.GA.4637.RBP.098.6 rOO Pembangunan Terminal Barang Internasional
Aruk (Prioritas Nasional) - Provinsi
Kalimantan Barat
3 o Unit 35.OOO.000 06 07 05 1t)
022.GA.4637.RBP.110 Pembangunan Pelabuhan Pcnyebef, angan
Daruba Baru (Prioritas Nasional)
o o Unit 10.000.000 o5 03 01
03 01 05 01
01
o22-GA.4637.RBP. 1 I 0.8207 Fedban8utrarr Pelabuhan Pcnycb€f, sigan
Daruba Baru (Prioritas Nasional) - Kab. Pulau
Morotai
o o Unit 10.000.000 06 07 05 ID
022.GA.4637.R8P. 1 15.8207 Pembangunan Prasarana Sandar Bus Air
Daruba (P.rp(cs Kspn Dan Kek Pulau
Morotai) - Kab. Pulau Morotai
0 0 Unit 006070502
o22.GA.4637.RBP. I 17.9400 Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan
Bade Kab. Mappi Tahap tl - Provinsi Papua
o o Unit 006070403
SK No 132820C
I Unit 30.ooo.ooo 06 04 01 09 022.GA.4637.RBP.222 o
berkas 4, hlm. 294 OCR
PRESIOEN
NEFUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pembangunan Terminal Penumpang Tipe A
Mandai (Prioritas Nasional)
03 0l 05 05
022.GA.4637.RBP.223 Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan
Bakit, Bangka Belitung (Prioritas Nasional)
1 3 Unit 50.916.300 05 03 01
03 01 05 0l
01
022.GA.4637.RBP.224 Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan
Belitlru, Bangka Belitung (Prioritas Nasional)
I o Unit 59.194.360 03 01 o5
05 03 0l
0r
01
022.GA.4637.RBP.253 Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan
hrlau Burung Tahap II (Prioritas Nasional)
I n Unit 12.744.049 05 03 0l
03 01 o5
ol
0r
022.GA.4637.RBP.302 Pembangunan Terminal Penumpang Tipe A
Singkawang (Prioritas Nasional)
o o Unit 30.000.000 03 0l 05 05
022.GA4637.RBP.303 Pembangunan Terminal Barara Intcmasiot al
Sci Kelik (hicitas Nasional)
o o Unit 30.ooo.ooo 03 0l 05 05
05 03 01 o1
022.GA.4637.RBP. 303.6 IOO F€robangunan Terminal Barang Internasional
sei Kelik (Prioritas Nasional) - Provinsi
Kalimantan Barat
3 o Unit 30.000.000 06 tI 05 02
SK No 132821 C
o Unit
022.GA.4637.RBP.304 Pembangunan TerEind Barang Internasional
Jagoibabang (Prioritas Na8iqral)
n 30.000.000 05 03 0l 01
berkas 4, hlm. 295 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA4637.R8P.304.6 100 Faobangutan Terminal Barang latcraasiodal
Jagoibabang (kicita! Nasional) - Provinsi
Kalimantan Barat
0 0 Unit 30.000.000 06 07 05 02
022.GA.4637.RBP.305 Pembangunan TrfEioal Barang Internasional
Napan (Prioritas Nasional)
0 I Unit so.000.000 05 03 01 0l
03 01 TFI 05
022.GA"4637.R8P. 305.5300 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Napan (Prioritas Nasional) - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o I Unit 50.ooo.ooo 06 07 05 02
022.GA.4637.RBP.306 Pembangunan Terminal Barang lnternasional
Oepoli (Prioritas Nasional)
o I Unit 30.ooo.ooo . 05 03 01
03 01 05 05
o1
022.GA4637.RBP.306.5300 PcEb€ngunarr Terminal Barang llrternaaio(ral
Oepoli (Prioritas Nasional) - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
0 I Unit 30.ooo.ooo 06 07 05 XD
022.GA.4637.RBP.307 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Sota (Prioritas Nasional)
o I Unit 30.000.ooo 05 03 01
03 0r 05 II-E
ol
022.GA.4637.RBP.307.9400 Pembangunan Terminal Barang Internasional
Sota (Prioritas Nasional) - Provinsi Papua
o 1 Unit 30.ooo.ooo 06 07 05 02
SK No 132822 C
I Unit 30.ooo.ooo 05 03 0l o1 022.GA.4637.RBP.308 0
berkas 4, hlm. 296 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Terminal Bararry Internasional
Yetetkun Prioritas Nasional)
03 01 o5 05
022.GA.4637.RBP.308.9400 Pembangunan TcrEin€I Barang Internasional
Yetetkun (Prioritas Nasional) - Provinsi Papua
o I Unit 30.000.ooo 06 07 05 02
022-GA-4637.RBP.309 Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan
Luhu (hicitas Nasional)
o o Unit 75.000.000 03 0l 05 01
05 03 01 01
022.GA.4638 Pelayanan Transportasi Darat 4.174.376.266
022.GA.4638.RBP Prasarana Bidang KoocLtivitaE Darat 4-174.376.266
022.GA.4638.RBP.032 Terminal Paruoparu Tipe-A ditingkatkan
(Prioritas Nasional)
4 o Unit 15.000.000 03 0l 05 05
022.GA.4638.RBP.176 Pembangunan Sistem Angkutan UttruE
Ma.ral (Prioritas Nasional)
2 o Unit 4. r$.182.355 06 04 0l 04
03 0r 06 o1
02 19 01 03
o22.GA.463A.RBP. 176.0000 Pembangunan Sistem Angkutan Umum
Massal (Prioritas Nasional) - Pusat
2 o Unit 4. r53. 182.355 06 04 0l o1
SK No 132823 C
o Unit
03 01 05 0r
022.GA.4638.RBP.258 Rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan
Kaledupa
o 4.147.676 05 03 01 0l
berkas 4, hlm. 297 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4638.RBP.259 Rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan Tomia o o Unit 764.435 03 0l II-E ol
05 03 01 ol
022.GA.4638.RBP.260 Rehabilitasi Pelabuhan Penyeberangan
Binongko
o o Unit 1.237.800 05 03 01
Gl 01 ftF ol
ol
022.GA.4639 Keselamatan dan Keamanan Transportasi
De.rat
6.27 I .456.288
o22.G4.4639.PEH Promosi 99.141.429
'022.GA4639.PEH.049
Pcl(an Nasional Keselamatan Jalan (Prioritas
Nasional)
34 34 Kegiatan 70.914-286 03 0l 05 04
022.GA.4639.PEH.213 Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD)
(Prioritas Nasional)
27 31 Kegiatan 2A.227.t43 03 0r 05 04
022.G4.4639.Q4H Pelayanan Publik Lainnya 1.699.965.000
022.GA.4639.QAH.220 Pembayaran Available Payment Kerjasama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Pro,ing
Ground Bekasi (Prioritas Nasionall
1 I layanan 1.699.965.000 03 01 05 04
022.GA4639.RAC Sarana Bidang Konektivitas Darat 4.386.301.618
SK No 132824C
OP Sarana Bidang Konektivitas Darat
83 @2 Unit
.o44.24t
04 022.GA.4639.RAC.053 Perlengkapan Jalan (Prioritas Naridtal) 4.386.301.618 03 01 05
022.GA.4639.RCC
berkas 4, hlm. 298 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2rl29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4639.RCC.212 Pemeliharaan Perlengkapan Jalan (Prioritas
Nasional)
27 o Unit 81.548.241 03 01 05 04
022.GA.4639.RCC.232 Pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi
Pelayaran (SBND/Rambu Suar (hiGitas
Nasional)
7 o Unit 4.500.000 03 01 05 04
022.GA.4640 Penunjang Telmi8 Transportasi Darat 5.000.000
022.GA.4640.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 5.000.000
022.GA.4640.PBF.209 Pendampingan Transaksi Proyek Kerjasama.
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Pengembangan Terminal Tipe A di Jawa
Timur (Purabaya) (Prioritas Nasional)
1 o Kajian 2.500.000 06 04 01
03 01 05 iitS
06
022.GA.4640.PBF.210 Pendampingan Transaksi Proyek Kerjasama
Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Pengembangan Terminal Tipe A di LarEpuna
(Betan Subind (Prioritas Nasional)
I O Kajian 2.500.000 03 0l o5 rn
022.GA.4641 Pelayanan Transportasi Perkef, etaapian 5.656.283.948
022.GA.4641.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 21.521.195
022.GA.4641.PBF.008 Studi Penyusunan DoLuEett Identifikasi
Untuk Jalur Kereta Api Perkotaan Yartg
o I Rck@cndaei
Kebijakan
1.521.195 03 0l ua 03
SK No 132825 C
03 0l 02 04
berkas 4, hlm. 299 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202$-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Menghubungkan Wilayah Perencanaan KIPP
- IKN Barat - IKN Timur I - IKN Timur 2 -
IKN Utara dan yang Menghubungkan
Wilayah Perencanaan IKN Barat - IKN Timur
2
06 05 01 IrE
022.GA.4641.PBF.OO9 Studi Penyiapan Pembangunan Jalur K6cta
Api
o 5 Rekomendasi
Kebijakan
20.000.000 03 01 02 04
022.GA.4641.QAH Pelayanan Publik Lainnya t .2s3.479.951
022.GA,1641.QAH.OOr Penyelenggaraan Layanan Kereta Api Perintis
lintas Muara Satu-Kutablang
I I layanan 127.089.520 03 01 02 m
022.GA.4641.Q4H.003 Penyelenggaraan Layanan Kereta Api Perintis
lintas Binjai - Besitang - Sei Liput
I I layanan 154.7 t7.675 03 01 02 03
022.GA.46,4r.QAH.004 Fetryclcrugaraan Layanan Kcf,eta Api Perintis
lintas Lubuk Alung - Kayu TattaD
I I layanan 82.884.469 03 01 02 03
022.GA.464l.QAH.0O7 Penyelenggaraan Layanan Perintis LRT
Sumatera Selatan
548.761.414 02 19 01 03 I I layanan
03 0l 06 02
06 04 01 TD
022.OA.464l.OAH.OO8 Penyelenggaraan Layanan K€f,eta Api Perintis
lintas Makassar - Parcpare
I 1 layanan 186.398.030 06 04 0l 09
SK No 132827 C
03 01 02 o3
berkas 4, hlm. 300 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
o22.GA.464l.QAH.OO9 Penyelenggaraan Layanan Kereta Api Perintis
lintas hrrwo.ari - Wonogiri
I I layanan 62.+55.927 03 0l 02 03
o22.GA.464l.QAH.OlO Penyelenggaraan Layanan Kereta Api Perintis
antara Rantauprapat - Pondok 35
I I layanan 91.172.916 03 0l 02 03
022.GA.4641.RBA Prasarana Bidang K@reldivitas
Pcrk.f,etaapisn
4.341.242.4O3
022.GA.4641.RBA.006 Pembangunan Jalu, Ganda l(A Sepanjang -
Wonokromo
o o h 350.000.000 03 0l 02 01
022.GA.4641.RBA.025 Pembangunan Jalur KA Elevated antara Solo
Balapan - Kadipiro
t o llm 23.136.967 03 0l 02 01
022.G4.464 1.R84.025.3300 Pembangunan Jalur KA Elevated antara Solo
Balapan - Kadipiro - Provinsi Jawa Tengah
I n i,:'!n 23.136.967 06 04 02 01
022.GA.4641.RBA.035 Jabodetabek Railway Capacity EnhanceE€[rt
Pha8c I
I o Paket 193.279.568 06 04 01 o3
03 0l 06 02
022.GA.4641.RBA.040 Fcnhgkatan Jalur KA S€gEen Larlpegan -
Cianju.r
n n Paket 175.000.000 03 0l 02 02
SK No 132828 C
Peningkatan Stasiun Tanah Abang Tahap I 0 Unit
022.GA.4641.RBA.078 I 2.450.440 03 0l 06 02
berkas 4, hlm. 301 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4641.RBA.079 Peningkatan Underpass BH 421 Jatibarang 0 o Unit 62.000.000 03 01 02 02
o22.GA.4641.RB,{.0a8 Penggantian Bangunan Jembatan BH I lO9
Km.303+680 datl BH 1164 I(m.314+769
Lintas Cirebon - Kroya
1 o Paket 106.609.122 03 01 02 02
022.GA.4641.RBA.089 Penggantian Jembatan Pada BH 46 I(m
21+918 dan BH 59 KE 27+920 Antara
Brumbung - Gubug
2 0 Paket 201.806.666 03 01 OD m
022.GA.4641.RBA.102 Pembangunan Jalur Ganda Lintas
Rangkasbitung - Merak
o 16 h 300.000.000 03 01 ED
05 03 0l 02
o1
022.GA.4641.RBA. 104 Peningkatan Elektrifikasi antara Citayam -
Nambo
o o Paket 200.000.000 03 01 06 02
022-GA.4641.RB4.107 Peningkatan Stasiun Tsnjo o o Unit 56.000.000 03 01 06 02
06 04 0r 03
022. GA.464 1. RBA. 1 1 1 Peningkatan Stasiun Duri 0 0 Unit 50.ooo.ooo 06 04 01
03 01 na 7D
03
022.GA.4641.RBA.112 Peningkatan Stasiun Karawang, Lemah
Abang, Kedung Gede.
til 3 Unit 150.000.000 03 01 02 02
SK No 132829 C
ro ld 400.000.000 03 01 02 01 022.GA.4641.RBA.113 o
berkas 4, hlm. 302 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
Peebarryurrarl Jalur Ganda Lintas CicuruS -
Sukabumi
05 03 01 02
o22.GA.464l.RBA. 116 Peningkatan Jembatan Kereta Api BH 355 di
Km. 110+532 antara Ciganea - SuLatani
lintas Cikampek - Padalarang
o o Unit 41.000.ooo 03 01 02 i2
o22.GA.464l.RBA. 122 Pembangunan Sistem Persinyalan dan
Telekomunikasi Jalur Ganda Kereta Api Solo
- Semarang Fase I (Solo Balapan - Kadipiro -
Kalioso)
o 0 Paket 150.000.000 03 01 02 02
06 04 02 01
o22.GA.464r.RB,{. r25 Penggantian Jembatan KA Wilayah Provinsi
JaYla Tengah dan DN
o 1 Unit 350.000.000 03 01 In 19
'022.G4.4641.R84.133 Pad[gkatan Jembatan K€rcta BH 397 Antara
Stasiun KcG€.Db€o - Stasiun Wlingi
o o Unit 75.000.000 03 01 in TN
022.GA.4641.RBA. 134 Peningkatan Jembatan Kereta BH 537 KM
133+723 Antara Stasiun Blitar - Stasiun
Reiotangan
n o Unit 60.000.000 03 01 02 02
o22.GA.4641.RBA. 135 Revitalisasi/Pembangunan Terowongan
Mrawan (690 E) dar Garahan (113 a)
o o Unit 300.ooo.000 03 01 02 In
SK No 132830 C
o Paket 160.000.000 03 01 In 7D o22.GA.464l.RBA.136 Peningkatan TclekoEurrilesi LLrta!
Kertosono - Ketapang antara Talun - Bangil
o
berkas 4, hlm. 303 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.464l.RBA" 137 Peningkatan Telekomunikasi Lintas
Kertosono - Ketapang antara Bangil -
Garahan
o 0 Paket us.ooo.ooo 03 0l 02 02
022.GA.4641.RBA.138 Peningkatan Fasilitas Operasi Kereta Api
antara Garahan - Ketapang
o 0 Paket 120.000.000 03 0r 02 02
022.GA.4641.RBA.142
o22.0A.464t.RBA. 143
Pcoinglqtan Persinyalan Elektrik Depo
Kereta Api Maros
Perbaikan Sistem Persinyalan dan
Telekomunikasi Barru - Palanro
o
0 o
0 PaLet
Paket
too.ooo.ooo 03 0l 02 02
100.000.000 03 0r 02 02
022.G4.4641.RB,{.144 Peningkatan Persinyalan dan Telekomunikasi
Stasiun Mandai
0 0 Paket 100.000.000 03 01 02 02
o22.GA"464l.RBA. t45 Pembangunan Fasilitas Stabling Stasiun KA
Mekesser - Pare Psrc
0 0 Paket 150.000.000 03 0l 02 02
o22.G4.4641.R84.151 Peningkatan Jembatan Jalur KA Lintas
Medan-Binjai
0 0 Unit 150.ooo.000 06 04 0l o1
03 0l 06 02
SK No 132831 C
o Unit 80.000.000 03 0l 02 02 o22.GA.464l.RBA. 152 Fc[inAkatan dart Penanganan Jembatan KA
BH 313 dan BH 322 Lintas Pef,lanaan -
Kisaran
berkas 4, hlm. 304 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4642 Kcsela.Eatsn dan Keamanan Transportasi
Perkeretaapian
15.762.801.378
022.GA.4642.RDA OP Prasarana Bidang Konektivitas
Perkeretaapian
15.762.801.378
022.GA.4642.RDA.001 Perawatan dan Pengoperasian Prasarana
Perkeretaapian (tMO)
7 7 Paket 14.600.000.000 03 01 rv) 02
022.GA.4642.RDA.003 Penanganan Rintalg Jalan KM 299 + 900
Antara Prupuk - Linggapura Lintas Cirebon -
Kroya
I o Palet 72.73a.ta4 03 01 02 02
022.GA.4642.RDA.007 Penanganan AEblesan / Lduccan Badan
Jalan KA Kawungaten - Kroya Lintas. Banjar -
t&oJra
I o PaLet 128.5a7.765 03 01 02 02
022.GA.4642.RDA.010 Fcnaruanall Rawan Bencana di Jalur KA
Lintas Gil,aE - Sepancar KM 212+725 -
213+OOO
o 0 Paket 6.475.429 03 01 02 0n
022.GA.4642.RDA.Ol l Penanganan Perlintasan Sebidang o 50 Paket 800.ooo.om 03 0l 02 02
022.GA.4642.RDA.016 Fctlanganan Rintang Jalan KA di wilayah
Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa
Yogyakarta
o I Paket 100.ooo.ooo 03 0l 09 02
SK No 132832 C
berkas 4, hlm. 305 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4642.RDA.019 Penanganan Longsor dan Perkuatan Lereng
antara Surbcrpucung - Wlingi Kro. 8l+OO0
s.d. l(m. IO4+OOO
o 0 Palet 55.000.000 03 01 02 lt2
022.GA.4643 Infrastruktur Konektivitas Transportasi
Perkeretaapian
ro-(x)8.646.244
022.GA.4643.PtsF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 50.850.000
022.GA.4643.P8F.001 Engineering Services For Jakarta Mass Rapid
Transit East-West Line Project Phase I Stage I
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
49.950.000 03 01 06 03
06 (x ol 03
022.GA.4643.PBF.002 Engineering Services Of Jakarta Mars Rapid
Transit East - West Line Project Phase I Stage
Il
1 :|1 Rekomendasi
Kebijakan
900.000 06 04 o1 03
022.GA.4643.RB,{ Prasarana Bidang Konektivitas
Perkeretaapian
10.047.796.284
022.GA.4643.RBA"Or8 Kewajiban Pembayaran atas Ketersediaan
Layanan (Avail,ability Payment)
(Dukungan/ Pendamping KPBU)
t I Paket 1.244.253.994 07 15 01 Tl)
rda 04 01 09
03 0l 02 02
SK No 132833 G
Surabaya Regional Railway Line (Phase t) Paket
07 15 01 lr!]
022.GA.4643.RBA.019 5.267.547.825 06 04 01 06
berkas 4, hlm. 306 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 06 02
022.GA.4643.RBA.031 Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-
Pandegl,ang
o 18 I@ 600.000.000 03 0l 02 0l
022.GA.4643.RBA"032 Pembangunan Shortcut Bahlias - Tanjung
Gading
o o kE 85.OOO.OOO 03 0l w) ol
05 03 01 02
022.GA.4643.RBA.033 Optimalisasi KA Makassar - Pare Pare o 14 LE 300.ooo.ooo 05 03 01
03 01 02 ol
02
o22.G4.4643.R84.033.7300 Optimalisasi KA Makassar - Pare Pare -
Provinsi Sulawesi Selatan
0 14 k,n 300.000.000 06 04 0r :.D
022.GA.4643.RBA.093 Pcr trgkatan Persinyalan Jalur KA Lintas
Araskabu-Tebing Tinggi
o 1 Paket 240.OOO.OOO 03 01 ltt) 02
022.GA.4643.RBA.094 Peningkatan Persinyalan Jalur KA Lintas
Paf,lanaan-Kisaran
o 1 Paket 200.ooo.ooo 03 01 09 m
022.GA.4643.RBA.095 Peningkatan Persinyalan Jalur KA Lintas
Padang - Naras
o 1 Paket 200.000.000 03 01 ot) m
022.GA.4643.RBA.096 Pembangunan Stasiun Sintuk Toboh Gadang
dan Parit Malintang
o 0 Unit ro.ooo.ooo 03 01 02 02
SK No 132834C
o kE 272.OOO.OOO 06 04 01 03 022.GA4643.RBA.103 o
berkas 4, hlm. 307 OCR
REPUBUK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Double- Doublc Track (DIyI)
Lintas Bekasi - Cikarang
fft ol 06 02
022.GA.4643.RBA.107 Jakarta Metropolitan Mass Rapid Transit
East - West Lhe Project Phase I
o I Paket 863.670.000 03 0t 06 02
0,6 04 01 03
022.GA.4643.RBA.111 I I I Peningkatan Transportasi Berbasis Rel di
Jabodetabek
o 1 Paket 161.324.46 06 04 01
03 01 06 02
03
022.GA.4643.RBA.115 Pembangunan Elektrifikasi Lintas Padalarang
- Cicalengka
o 41 km 600.000.000 03 0r 06 I'E
06 04 0r 04
02 19 01 03
022.GA.4645 Infr artrulcur Konektivitas Transportasi
Udara
2.5 .224.342
022.GA4645.RBE Prasarana Bidang Konektivitas Udara 2.5 .224.342
022.GA.4645.RBE.002 Pengembangan Bandar Udara Wa,rena,
Jayawijaya, Papua PeSrrnungan
1 o unit 220.000.001 03 01 (N 01
05 03 01 o1
SK No 132835 C
o unit 220.000.001 06 07 04 03 022.GA.4645.RBE.002.0001 I Pengembangan Bandar Udara Wamena,
Jayawijaya, Papua Pegunungan - Kab.
Jayawijaya
I
berkas 4, hlm. 308 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
022.GA.4645.RBE.OO3.OOO I PcngeEbargsn Bandar Udara Ilaga, Puncak,
Papua Tengah - Kab. Puncak
o o unit 006070403
022.GA.4645.RBE.OO4.OOO 1 Pengembangan Bandar Udara Tanah Merah,
Boven Diegoel, Papua Selatan - Kab, Boven
Digoel
o o unit 006070403
06 07 05 02
022.GA.4645.RBE.OO5 Bandar Udara o I unit 400.ooo 03 0r 04 0l
022.GA.4645.RBE.006 Bandar Udara Perairan 0 o unit 30.000.000 03 01 04 02
022.GA.4645.RBE.OO7 Pengembangan Bandara Bandar Udara
Mutiara SIS Al-Jufrie, PaIu, Sulaweli Tengali
I n unit 8.000.000 03 0l 04 o1
05 03 0l 01
022.GA.4645.RBE.011 I I Pengembangan Bandar Udara Rendani,
Malokwaii, Papua Barat
1 I unit 204.013.705 05 03 0r o1
03 0l o4 o3
022.GA.4645.RBE.0 14.94 14 Pengembangan Banda, Udara Kepi, Mappi,
Papua Selatan - Kab. Mappi
o u unit 0060704 fiF]
022.GA.4645.RBE.o 15.650 1 Pengembangan Bandar Udara L.(rg Apung
Tahap III, Malinau, Kalimantan Utara - Kab.
Malinau
o 3l unit 0060705 02
SK No 132836 C
o unit
022.GA.4645.RBE.017 Pengembangan Bandar Udara APT kanoto,
Samarinda, Kalimantan Timur
I 30.000.000 05 03 0l ol
berkas 4, hlm. 309 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4645.RBE.023 Pengembangan Bandar Udara Sinak o o unit 3).000.ooo 03 0l 04 m
05 03 01 o1
022.G4.4645.RBE.O23. 9605 Pengembangan Bandar Udara Sinak - Kab.
Puncak
o o unit 30.000.ooo 06 0? 04 o3
o22.O 4.4645.RBE.O24.97 06 Pengembangan Bandar Udara Elelim, Yalimo,
Papua Pegunungan - Kab. Yalimo
o o unit 006070403
022.GA.4645.RBE.025
022.GA.4645.RBE.026.9417 1 7
Pengembangan Bandar Udara Mozes
Kilangin, Mimika, Papua T.ogah
Pengembangan Bandar Udara Oksibil,
Pegunungan Bintan& Papua Pegunungan -
Kab. Pegunungan Bintang
03
o3
04
04 w
03
T5 o
o
o o
unit
unit
15.000.001 05 03 0l o1
ol
022.GA4645.R8E.027 Pengembangan Bandar Udara Nop Goliat
Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan
I I unit 107.074.724 05 03 0l o1
03 01 04 03
022.GA.4645.RBE.027.9703 Pengembangan Bandar Udara Nop Goliat
Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan - Kab.
Yahukimo
1 I unit 107.074.724 06 W 04 03
SK No 132837 C
0 unit
022.GA.4645.RBE.030 Pengembangan Bandar Udara Raja Haji
Abdullah-Karimun, Kepulauan Riau
I 71.833.751 05 03 01 ol
berkas 4, hlm. 310 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 04 02
022.GA.4645.RBE.O30. 2 lO I Pengembangan Bandar Udara Raja Haji
Abdullah-Karimun, Kepulauan Riau - Kab.
Karimun
1 o unit 7r.433.75r 06 07 05 ol
022.GA.4645.R8E.031 Pengembangan Bandar Udara Tcbcliai,
Sintang, Kalimantan Barat
o unit 52.639.996 05 03 01
03 01 o4 03
01
022.GA.4645.RBE.033 Pengembangan Bandar Udara K.S.Tubu[,
Maluku Tenggara, Malulqr
o 1 unit 91.957.100 03 0l 04 01
03 05 01 o1
022.GA46,45.RBE.O3:i.8 lO2 Pengembangan Bandar Udara K.S.Tubun,
Maluku Tenggara, Maluku - Kab. Maluku
Tenggara
o I unit 91.957.100 06 W 05 o1
022.GA.4645.RBE.034 PErgeEbsngsn Bandar Udara Matahora,
Wakatobi, Sulawesi Tenggara
o 0 unit 30.ooo.ooo 05 03 01
03 01 04 02
ol
022.GA4645.RBE.036.91 r2 Pengembangan Bandar Udara Anggi - Kab.
Pegunungan Arfak
0 n unit 006040204
06 07 04 03
SK No 132838 C
o unit
03 0l 04 03
022.GA.4645.RBE.037 Pengembangan Bandar Udara Ewer-Asmat,
Papua
1 104.999.999 05 03 01 01
berkas 4, hlm. 311 OCR
I(ODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA.4645.RBE.037.9415 1 5 Pengembangan Bandar Udara Ewer-Asmat,
Papua - IGb. Asmat
1 o unit 104.999.999 06 07 04 03
022-GA.4645.RBE.O3a Pengembangan Bandar Udara Domine
Eduard Osok, Strdr& Papua Barat Daya
o o unit .+8.OOO.OOO 03 01 04 0l
05 03 0l 01
022.GA.4645.RBE.040.9433 Pengembangan Bandar Udara Agandugume -
Kab, Puncak
o o unit 0060704 03
022.GA4645.RBE.O4 1.94 16 Pengembangan Bandar Udara Sobaham,
Yahukimo, Papua Pegunungan - Kab.
Yahukimo
o o unit 0060704 o3
022.GA.4645.RBE.043.9401 I Pengembangan Bandar Udara Mopah,
Merauke, Papua Selatan - Kab. Merauke
o 0 unit 100.ooo.ooo 06 07 05 02
022.G4.4645.RBE.0214 Pengembangan Bandar Udara Babo, Telu]
Bintuni, Papua Barat
1 o unit rr2.ooo.fi)o 05 03 0t
030l0402
01
022.GA.4645.RBE.044.9104 Pengembangan Bandar Udara Babo, Teluk
Bintuni, Papua Barat - Kab, Teluk Bintuni
1 o unit 112.OOO.000 06 07 04 03
022.GA.4645.RBE.045 Pengembangan Bandar Udara Gatot Sub(oto,
Way Kanan, Lampung
n 3 unit 30.000.000 03 01 04 01
o1 ol 03 LE
SK No 132839 C
:al unit 60.000.000 05 03 01 0l 022.GA.4645.RBE.046 o
berkas 4, hlm. 312 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Pengembangan Bandar Udara Taufik Keioas,
Pesisir Barat, Lampung
03 0l 04 0l
022.GA.4645.RBE.047 Pembangunan Bandar Udara Baru
Singkawang Kalimantan Barat
T n unit 60.000.000 03 01 04 0l
05 03 0l 0l
022.GA4645.RBE.049 Pengembangan Bandar Udara Pitu, Morotai,
Maluku Utara
I o unit 75.796.7 tO 03 0 I 04 7n
05 03 01 0r
022.GA.4645.RBE.049.8207 Pengembangan Bandar Udara Pitu, Morotai,
Maluku Uta.ra - Kab. hrlau Morotai
I o unit 75.796.710 06 07 05 02
04 m 04 TA
022.GA.4645.RBE.054 FcngcEbanga[ Bandar Udara Gusti Syamsir
Alam, Kotabaru, Kalimantan Selatan
3 n unit 45.000.000 03 01 04 0l
05 03 01 0l
022.GA.4645.RBE.056.6504 F.(rgeEbangatt B€tdar Udara Yuvai
Semaring, Nunukan, Kalimantan Utara -
Kab. Nunukan
3 n unit 006070502
022.GA.4645.RBE.058 Pengembangan Bandar Udara Malikussaleh,
Aceh Utara, Aceh
o o unit 3).000.000 03 01 04 0l
05 03 01 0l
SK No 132840C
unit 65.807.100 05 03 01 ol 022.GA.4645.RBE.062 o 0
berkas 4, hlm. 313 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pengembangan Bandar Udara Tampa
Padang, Mamuju, Sulawesi Barat
03 01 04 ol
022.GA.4645.RBE.065.6504 Pengembangan Bandar Udara Nunukan,
I(elimenten Utara - Kab. Nunukan
o o unit 0060705 02
022-GA-4645.R8E.067.650 1 PengcDbarEan Bandar Udara Scluwing,
Malinau, Kalimantan Utara - Kab. Malinau
o o unit 006070502
022.GA.4645.RBE.076 Pengembangan Bandar Udara Morowali,
Sulawesi T€oaah
o n unit 84.000.000 05 03 01
05 02 19 01
03 01 04 lt2
01
022.GA"4645.RBE.076. 7203 Pengembangan Bandar Udara Morowali,
Sulawesi Tengah - Kab. Morowali
o n unit 84.000.000 06 04 02 04
022.GA.4645.RBE.077 Pengembangan Bandar Udara Arung
Palal(ka-Bonc, Sulawesi Selatan
0 o unit 73.779.OOO 03 01 04 ol
05 03 0r ol
022.GA.4645.RBE.078 Pengembangan Bandar Udara Kalimarau,
Berau, Kalimantan Timur
o n unit 60.000.000 0s 03 01
03 01 04 01
ol
SK No 132841 C
Pengembangan Bandar Udara Kalimarau,
Berau, Kalimantan Timur - Kab. Berau
unit 90.ooo.ooo 05 03 01 ol
022.GA.4645.RBE.078.6405
022.GA.4645.RBE.083 0
o
o
o unit 60.000.000 06 07 05 o1
berkas 4, hlm. 314 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pengembangan Bandar Udara H.Asan,
Sampit, Kalimantan Tengah
03 01 04 o1
022.GA.4645.RBE.084 Pengembangan Bandar Udara Buli Maba,
Halmahera Timur, Malukui Utara
o o unit 45.OOO.OOO 03 01 04 ltt)
05 03 0l ol
05 02 23 0l
022.GA.4645.RBE.088 Pendampingan KPBU lokasi Bandara
Singkawang
I o unit 1.500.ooo 03 01 04 o?
05 03 0r 04
022.GA.4645.RBE.090 Pendampingan KPBU lokasi Bandara Bintan I o unit 1.500.000 05 03 01
05 02 06 ot)
oi) 01 04 w
04
022.G4.4645.R8E.O90.3 173 Pendampingan KPBU lokasi Bandara Bintan
- Kota Administrasi Jakarta Pusat
I o unit l.500.ooo 06 04 02 04
o22. G 4.4 &S.RBE.O9 1. 64? 2 Pengembangan Bandar Udara APT Pranoto
Samarinda (Tambahan IKN SBPA) - Kota
Samarinda
o o unit 12.611.000 06 04 02 ot)
SK No 132842 C
o unit
05 03 01 ot
022.GA.4645.RBE.093 Pengembangan Bandar Udara Komodo,
Manggarai Barat, NTT
o 60.000.000 03 01 04 02
berkas 4, hlm. 315 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARCET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.G4.4645.RBE.093. 53 15 Pengembangan Bandar Udara Komodo,
Manggarai Barat, NTA - Kab. Manggarai
Barat
0 o unit 60.000.000 06 04 02 04
022.GA.4645.RBE.096 PctlgeEbattga! Bandar Udara Betoambari,
Kota Baubau, Sulawesi Tenggara
o o unit 45.000.000 05 03 01 0r
03 0l 04 o1
022.GA.4645.RBE.098.3603 Pengembangan Bandar Udara Budiarto,
Tangerang, Banten - Kab, Tangerang
n 0 unit 006040l03
022.GA.4645.RBE.100 Pengembangan Bandar Udara Juwata, Kota
Tarakan, Kalimantan Utara
0 o unit @.477.740 03 0l 04 01
05 03 0l ol
022.GA.4645.RBE.101 Pengembangan Bandar Udara Silampari,
Lubuklinggau, Sumatera Selatan
o o unit 84.OOO.OOO 05 03 0l o1
03 0l 04 o1
022.GA.4645.R8E. 102. 5306 FctrgcEbangan Bandar Udara A.A Bcretalo,
Belu, NTT - Kab. Belu
o o unit 006070s 02
o22.GA.4645.R8E. 103.9409 Pengembangan Bandar Udara Numfor, Biak
Numfor, Papua - Kab. Biak Numfor
o o unit 006070s 02
022.GA.4645.RBE. l04. 9502 Pengembangan Bandara Mindiptanah, Borreo
Digoel, Papua Selatan - Kab. Boven Digocl
0 0 unit 006070403
SK No 132843 C
Pembangunan Bandar Udara wlP n unit 154.999.996 0s Os 01 o1 022.GA.4645.RBE.105 I
berkas 4, hlm. 316 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 04 02
022.GA.4645.R8E. 105.6409 Pembangunan Bandar Udara WIP - Kab.
Penajam Pao€f, Utara
I 0 unit 154.999.996 06 05 0r 05
022.GA.4645.RBE.107 PerueEbaigan Bandar Udara SanEia
Nibandef,a, Kolaka, Sulawesi Tenggara
0 o unit 30.ooo.ooo 05 03 01 o1
03
05
o1 04
02 15 02
o1
o22.GA.4645.RBE.104
022.GA.4645.RBE. 108.6 108
022.GA.4645.RBE.109
PengerrlbarrSan Bandar Udara Pangsuma,
Kapuas Hulu, Kalioartart Barat
Pengembangan Bandar Udara Pangsuma,
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat - Kab.
Kapuas Hulu
Pengembangan Bandar Udara Reubcle,
Bener Meriah, Aceh
I
I I
o o
I unit
unit
unit
67.833.518 05 03 01 o1
67.833.518 06 07 05 02
39.OOO.OOO 05 03 01 ol
03 01 04 01
o1 03 o3 04
022.GA.4646 l(cscla.oatan darr KcaDanai Transportasi
Udara
239.634.674
022.G4.4646.QrF hrgawaaan dan Pengendalian Layanan 86.295.865
SK No 132844C
O Layanan 46.295.465 05 01 13 o3 022.GA.46,16.etF.00r Pelaksanaan Kcdatdr Keamanan dalt
Keselamatan Penerbangan
o
berkas 4, hlm. 317 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
FN PP KP PROP
022.GA.4646.RAD Sarana Bidang Konektivitas Udara 153.342.813
022.GA.4646.RAD.004 Pemenuhan Fef, Peralatan Standar Keamanan
dat1 Keselamatan Penerbangan
1 Unit 153.342.413 03 01 04 rla
022.GA.4648 Iafra8tnrldur Konektivitas Tra.nsportasi
Jabodetabek
1.357.617.131
022.GA.4648.RBP Prasarana Bidang Konektivitas Darat 1.357.617. r31
022.GA.4648.RBP.001 Pembangunan Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda di Wilayah
Metropolitan
0 2 Unit 429.612.176 03 01 06 0l
022.GA.4648.RBP.017 FeEbartguttan Prasarana Integrasi
IYan8pdtasi Antarmoda di Simpul Utama
0 I Unit 250.717.570 03 01 05 05
03 01 o3 02
022.GA.4648.RBP.018
022.GA.4648.RBP.019
Pembangunan Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda di Daerah kicitas
Pariwisata
Fedbartgunan Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda di Kawasan 3TP
o
o3 2 0
4 Unit
Unit
170.000.000 03 01 04 02
67.000.000 03 01 o3
SK No 132845 C
5 Unit 260.24?.345 03 01 03 02 022.GA.4648.RBP.020 Pcobangutlart Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda di Simpul Utama
dart Kawasan Prioritas
o
berkas 4, hlm. 318 OCR
PRE
REPUBLIK
SIDEN
INDONESIA
-3la-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4648.RBP.021 Pembangunan Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda di Kawasan 3TP
o 2 Unit 8o.mo.ooo 03 0l 03 03
022.GA.4648.RBP.022 Pembangunan Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda di Kawasan Sentra
Produksi Pangan (KSPP
o I Unit loo.ooo.000 03 0t 05 05
o22.GA..4649 Pelayanan Transportasi Jabodetabek 1.126.621.238
022.G4.4649.Q4H Pelayanan Publik Lainnya 734.771.712
022.GA.4649.QAH.OO1 Subsidi Angkutan Penumpang (Buy The
Scr'eicc) Jabodetabek
4 O layanan 14.771.712 0(t Ol fil3
06
m l9 01
o1
o1
03
03 04
022.GA.4649.QAH.002 Subsidi Angkutan Pemadu Moda (Buy the
Service) di Wilayah Metropolitan
0 6 layanan 720.OOO.000 03 01 rl3 01
022.GA.4649.RAN Sarana Bidang Tehrolo8i Inf6Ea.i dan
Komunikasi
2.400.000
022.GA.4649.RAN.001 t Pembangunan Integrasi Sistem Informasi
Transportasi Multimoda di Simpul Utama
dan Kawasan Prioritas
o 0 Unit 2.400.000 03 0l o3 02
SK No 132847 C
Prasarana Bidang Kdrcldivitas Darat 385.449.526 022.GA.4649.RBP
berkas 4, hlm. 319 OCR
KODE
022.GA.4649.RBP.003
022.GA.4649.RBP.004
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029
Pembangunan Integrasi Layanan
ftaIspdta.i Antarmoda di Simpul Utama
Pembangunan Integrasi Sfutem Informasi
Transportasi di Simpul Utama
SATUAN
Unit
Unit
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
36.000.000 03 0l 05 05
30.ooo.ooo 03 01 05 05
I o
I o
022.GA.4649.RBP.005 Pembangunan Integrasi Layanan
Transportasi Antarmoda di Da€f,ah kiditas
Pariwisata
o 4 Unit 30.000.000 03 0r 04 02
022.GA.4649.RBP.006 Pembangunan Integrasi Sistem Informasi
Transportasi di Deef,ah Prioritas Pariwisata
o 4 Unit 30.000.000 03 0r 04 02
022.GA.4649.RBP.007 Fc@bangutran Ltt€gra8i Layanan
Transportasi Antarmoda di Kawasan 3TF
o I Unit 9.OOO.OOO 03 01 03 I'El
022.GA.4649.RBP.008 Pembangunan Integrasi Layanan
Transportasi Multimoda di Simpul Utama
dan l(awaran Prioritas
o 5 Unit 65.000.000 03 0r 03 02
022.GA.4649.RBP.009 Pembangunan Integrasi layanan
Transportasi Multimoda di Kawa.an 3TP
o 2 Unit 20.ooo.ooo 03 01 03 03
022.GA.4649.RBP.010 Pembangunan Integrasi Layanan
Transportasi Multimoda di Kawasan Sentra
Produksi Pangan (KSPP
T 2 Unit 25.449.526 03 01 fiE o5
SK No 132848 C
berkas 4, hlm. 320 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4649.RBP.011 r Pembangunan Integrasi Layanan
Transportasi Antarmoda di Wilayah
Metropolitan
0 2 Unit 70.ooo.ooo 03 0l 06 01
022.GA.4649.RBP.012 Pembangunan Integrasi Sistem Informasi
Transportasi Antarmoda di Wilayah
Metropolitan
o 2 Unit 70.ooo.ooo 03 0l 06 0l
022.GA.4651 Penunjang TcLnis Transportasi Jabodetabek 264.OOO.OOO
022.GA.4651.PtsF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 256.000.000
022.GA.4651.PBF.004 Perencanaan Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda di Wilayah
Metropolitan
o n Rekomendasi
Kebijakan
24.500.000 03 0l 06 03
022.GA.4651.PBF.005 Perencanaan Integrasi Layanan Transportasi
Antarmoda di Wilayah Metropolitan
n o Rekomendasi
Kebijakan
21.000.000 03 01 06 03
022.GA.4651.PBF.006 Perencanaan Integrasi Sistem Infomasi
Transportasi Antarmoda di wilayah
Metropolitan
o o Rekomendasi
Kebijakan
19.500.000 03 0r 06 03
022.GA.4651.PBF.007 Perencanaan Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda di Simpul Utama
o o Rekomendasi
Kebijakan
16.500.000 03 0t o5 06
SK No 132849 C
15.000.000 03 0l 05 06 022.GA.4651.PBF.008 Perencanaan Integrasi Layanan Transportasi
Antarmoda di Simpul Utama
0 o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 321 OCR
H,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.465l.PBF.OO9 Perencanaan Integrasi Sistem Informasi
Transportasi Antarmoda di Simpul Utama
o o Rekomendasi
Kebijakan
13.500.000 03 01 o5 06
022.GA.4651.PBF.010 Perencanaan Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda di Daerah Prioritas
Pariwisata
o o Rekomendasi
Kebijakan
16.500.000 03 01 (X 07
022.GA.4651.PtsF.011 Perencanaan Integrasi Layanan Transportasi
Antarmoda di Daerah Prioritas Pariwisata
o o Rekomendasi
Kebijakan
18.000.000 03 01 04 07
022.GA.4651.PBF.012 Perencanaan Integrasi Sistem Informasi
Transportasi Antarmoda di Daerah Prioritas
Pariwisata
o o Rekomendasi
Kebijakan
16.500.000 03 01 04 07
022.GA.4651.PBF.013 Perencanaan Prasarana Integrasi
Ttan8port si ArtarEodq di Kawasan 3'IP
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
7.500.000 03 0l 03 08
022.GA.4651.PBF.014 Perencanaan Integrasi Layanan Transportasi
Antarmoda di Kawasan 3TP
0 o Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 03 01 03 o);1
022.GA.4651.PBF.015 Perencanaan Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda di Simpul Utama
d6r Kawasan Prioritas
o :al Rekomendasi
Kebijakan
19.500.000 03 0l 03 rllt
SK No 132850 C
24.sOO.000 03 01 03 08 022.GA.4651.PBF.016 Perencanaan Integrasi Layanan Transportasi
Multimoda di Simpul Utama dan Kawasan
Prioritas
li) o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 322 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4651.PBF.017 Pc!'encafl aan Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda di Kawasan 3TP
o o Rekomendasi
Kebijakan
7.500.000 03 01 03 08
022.GA.4651.PBF.018 P€f,cncanarn Integrasi LayananTranspqtasi
Multimoda di Kawasan 3TP
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 03 01 03 l.a
022.GA.4651.PBF.019 Perencanaan Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda di Kawasan Sentra
Produksi Pangan (KSPP
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
7.500.000 03 0l 05 06
022.GA.4651.PBF.020 Perencanaan Integrasi Layanan Transportasi
Multimoda di Kawasan Sentra Produksi
Pangan (KSPP
o o Rekomendasi
Kebijakan
7.500.000 03 0l 05 06
022.GA.4651.PBF.021 Perencanaan Pengembangan Integrasi
Layanan Transportasi Multimoda
0 n Rekomendasi
Kebijakan
7.000.000 03 01 05 06
o22.GA.465t.PBF.O22 Pengembangan Kelembagaan Pengelola
Integrasi Transportasi Antarmoda
0 o Rekomendasi
Kebijakan
2.OOO.OOO 03 0l 07 04
022.GA.4651.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 8.000.000
022.GA.4651.PFA.001 Penyusunan NSPK Prasarana Integrasi
Transportasi Antarmoda
3 0 Pedoman 1.000.000 03 0l 05 06
SK No 149549 C
O Pedoman 1.000.000 03 01 05 06 022.GA.4651.PFA.002 Penyusunan NSPK Integrasi Layanan
Transportasi Antarmoda
o
berkas 4, hlm. 323 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.465l.PFA.OO3 Penyusunan NSPI( Integrasi SilteE lrrfGEasi
Transportasi Antarmoda
o O Pedoman 003 01 05 06
022.GA.4651.PFA.004 Penyusunan NSPK Prasarana Integrasi
Transportasi Multimoda
o O Pedoman 2.000.000 03 01 05 06
022.GA.4651.PF4.005 Penyusunan NSPK Integrasi Layanan
Transportasi Multimoda
o O PedoEart 2-OOO.000 03 01 o5 06
022.GA.4651.PFA.006 Fcrryusunan NSPK Integrasi Sistem Informasi
Transportasi Multimoda
o O Pedoman 2.OOO.000 03 01 05 06
022.GA.4658 Keselamatan dan Keamanan Tf an8pdtasi
l,aut
6.076.570.102
022.GA.4658.RAE Sarana Bidang Konektivitas Laut 6.076.570.102
022.GA.4658.RAE.001 Pembangunan Kapal Patroli Kelas I (80
Meter)
o I Unit 1.43).000.000 03 0l 03 06
022.GA.4658.RAE.002 Pembangunan Kapal Patroli Kelas I (60
meter)
:al 2 Unit 1.940.000.000 03 Ol 03 06
022.GA.4658.RAE.004 Pembangunan Kapal Kenavi8asian n 3 Unit 900.000.000 03 0l 03 06
SK No 132853 C
Pembangunan Kapal Patroli Kel,as II (48 m)
72 0 Unit 636.570.102 03 0l 03 :a]a
022.GA.4658.RAE.005 o 3 Unit 1.170.000.000 03 0l m 06
022.GA.4658.RAE.007
berkas 4, hlm. 324 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Development and Ifiprov€ifent of Indonesia
Aids to Navigation
oa 03 01 04
022.GA.4659 Pelayanan Transportasi Laut 11.9q4.215.645
022.G4.4659.QAH Pelayanan Publik Lainnya 11.998.215.645
022.GA4659.QAH.001 layanan Angkutan laut Perintis Prioritas
Nasional
107 lO7 layanan 7.400.112.979 07 15 01 @
03 0l m 05
05 03 01 03
022.GA.4659.QAH.00 r.2 102 layanan Angkutan l,aut Perintis Prioritas '
Nasional - Kab. Bintan
1 I layanan 76.657.301 06 07 05 02
o22.GA.4659. QAH.OO 1.5302 Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kab. Sumba Timur
2 2 layanan 232.53a.249 06 07 05 02
022.GA"4659.Q4H.00 1.5307 Layanan Angkutan l,aut Perintis Prioritas
Nasional - Kab. Alor
I I layanan 62.102.359 06 W 05 02
022.G4.4659.Q4H.00 1.537 I Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kota KuparE
2 2 layanan t27.963.16 06 W 05 02
SK No 132854C
Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kab. Saroba.
s2.343.142 06 07 05 m o22.GA.4659.QAH.OO1.6rO I I I layanan
berkas 4, hlm. 325 OCR
PR,ESIDEN
-32s-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4659.Q4H.00 1.7 rO3 Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kab. Kepulauan Sangihe
2 2 layanan 156.207.972 06 07 05 02
022.G4.4659.Q4H.00 1.7 r72 Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kota Bitung
I I layanan ? t.t79.652 06 04 01 lo
022.G4.4659.Q4H.00 1.8 lO I Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kab. Kepulauan Tanimbar
3 3 layanan 2?9.959.0?4 06 07 05 02
022.GA4659. QAH.OO r.8 r05 Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Na8idral - Kab. Kepulauan Anr
1 I layanan 76.353.789 06 07 05 02
022.GA.4659.QAH.00 r.8 172 Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kota Tual
4 4 layanan 280.927.453 06 07 05 02
022.GA.4659.QAH.00 1.9409 layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Keb. Biak NuEf6
1 I layanan 54.538.803 06 W 05 02
022.GA.4659.QAH.00 1.947 1 Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kota Jayapura
2 2 layanan 92.461.590 06 an 05 lt2
022.GA.4659.QAH.OO 1.950 I Layanan Angkutan Laut Perintis Prioritas
Nasional - Kab. Merauke
6 6 layanan 234.743.364 06 07 05 02
022.GA4659.QAH.002 Layanan Angkutan Tol Laut Prioritas
Nasional
3.350.673.001 Os 03 01 03 39 39 l,ayanan
w150l 09
SK No 132855 C
03 0l 03 o5
berkas 4, hlm. 326 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
022.GA.4659.QAH.OO3 Layanan Angkutan Ternak Prioritas Nasional 6 l,ayanan 46a.147.664 trt 01 03 05
05 03 01 o3
07 15 01 IE
o22.GA.4659.QAH.OO4 LaJra[an Angkutan Red€ Prioritas Nasional 16 16 layanan 235.532.OOO 07 15 01 lr!]
03 01 03 05
05 03 01 o3
022.GA.46s9.QAH.OO5 Layanan Angkutan Lebaran, Natal dan
Tahun Baru Prioritas Nasional
143.750.001 07 l5 01 lrEl 2 2 layanan
022.GA.4659.QAH.O05.0000 Layanan Angkutan Lebaran, Natal dan
Tahun Baru Prioritas Nasional - Pusat
2 2 layanan 132.750.000 03 01 03 05
022.GA.4660 Infrastruktur Konektivitas Transportasi Laut 19. 166.039.114
022.GA.4660.RBD Prasarana Bidang Konektivitas Laut 19. 166_O39.114
022.GA.4660.RBD.001 Pembangunan Pelabuhan Patimban (I) I 0 unit r.042.701.615 02 12 09 06
05 03 01 ol
SK No 132856C
Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Dobo 3 unit .232.097 05 03 0 I ol 022.GA.4660.R8D.031
berkas 4, hlm. 327 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 0l 03 03
022.GA.4660.RBD.034 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Sungai
Nyamuk
1 unit 192.992.945 03 01 03 03
o3 o5 ol ol
03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.034.6504 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Sungai
Nyamuk - Kab. Nunukan
I unit 192.992.945 06 07 05 02
022.GA.4660.RBD.045 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Tanjung
Batu
n I unit 100.000.000 0s (xi 01 o1
022.GA.4660.RBD.046 Pengembangan Pelabuhan Pelabuhanratu 1 o unit 90.ooo.ooo 05 03 01
03 01 03
01
ot
022.GA.4660.RBD.054 Pendampingan KPBU Loka.i Pelabuhan
Patimban
2 I unit 6.231.900 05 03 01
03 01 03 08
04
022.GA.4660.RBD.057 Patimban Port Development Project (lll I unit 3.242.181.819 05 03 0l ol
on t2 tl] TA
03 0l 03 0l
SK No 132857 C
Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan
l,aut Kaimana
0 t7. 1.224 03 0l 03 ol 022.GA.4660.RBD.062 o
berkas 4, hlm. 328 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(FROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA4660.RBD.070 Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pel,abuhan
Sungai Guntung
I 0 unit 20.493.644 03 01 03 01
05 03 01 0l
022.GA.4660.R8D.071 Pendampingan KPBU Lokasi Pelabuhan
Anggrek
I 1 unit 6.141.700 05 03 0r 04
03 01 03 fill
022.GA.4660.RBD.074 Pembangunan Fasilitas Pel,abuhan Laut Kilo
lNnc 2025-2026)
1 o unit 98.OOO.OOO 03 01 03 0r
05 03 01 ol
022.GA.4660.R8D.080 Replacement Fasilitas Pelabuhan Sarmi I 0 unit 41.836.360 05 03 01
03 01 03 0r
03 01 03 03
ol
022.GA.4660.RBD.081 Replacement Fasilitas Pelabuhan Larea-Rea
Sinjai (MYC 2025-2026)
1 o unit 91.999.999 03 01 03 0r
05 03 01 ol
022.GA4660.RBD.083 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Raha 1 T unit 38.555.296 0S 03 01
03 01 03
03 01 o3
01
ol
ot)
SK No 132858 C
o unit
022.GA.4660.RBD.084 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut
Carocok Painan (MYC 2025-2026!.
1 99.000.000 03 0l 03 01
berkas 4, hlm. 329 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.RBD.085 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Bungin I o unit 66.2A7.002 05 03 01
03 01 03 01
01
022.GA.4660.RBD.086 FetlgeDbangatl Fasilitas Pokok Pelabuhan
Satakar (MYC 2025-2026)
o unit 99.999.999 03 0l 03 o1
05 0:t ol o1
022.GA.4660.RBD.Oa8 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Tepa o 0 unit 68.044.452 05 03 0l
03 01 03 03
ol
ol 03 o1 fiF!
022.GA.4660.R8D.088.8 108 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Tepa - Kab.
Maluku Barat Daya
o 0 unit 6a.o44.4s2 06 07 05 02
022.GA4660.RBD.089 Rc?lace@eIrt Fasilitas Pelabuhan Matutuant
ltl',:rc 2025-20261
1 o unit 70.a70.347 03 0l 03 03
o3 ol 03 o1
05 fil ol 01
022.GA.4660.RBD.089.7 I 03 Replacement Fasilitas Pelabuhan Matutuang
(MYC 2025-2026) - Kab. Kepulauan Sangihe
I 0 unit 70.870.347 06 07 05 02
SK No 132859 C
Replacement Fasilitas laut Pelabuhan
Kotabunan
o unit
03 01 m 0l
022.GA.4660.RBD.090 I 49.913.532 05 03 01 0l
berkas 4, hlm. 330 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.RBD.092 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Lampia I o unit 49.239.699 03 01 03
ol
03 01 03 02
o1
o1 frE] fiF
022.GA.4660.RBD.095 Replacement Fasilitas Pelabuhan l,aut
Sapudi (MYC 2025-2026)
1 o unit 84.999.999 05 03 01
03 01 03 ol
o1
022.GA.4660.RBD.097 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Lapuko 1 o unit 34.118.435 03 01 03 o1
05 03 01 ol
03 0l 03 02
022.GA.4660.RBD.098 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Mahaleta I o unit 51.538.362 03 0l 03 03
05 03 0l 01
o22.GA.4660.RBD.098.8 108 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Mahal.ta -
Kab. Maluku Barat Daya
1 o unit 51.538.362 06 07 05 02
022-GA-4560.R8D. lO2 Replacement Fasilitas Pelabuhan Marapokot
ltfirc 2025-20261
1 3 unit 99. 9.502 05 03 01
03 0r 03 01
o1
SK No 132860C
Lanjutan Pengembangan Fasilitas Pokok
Pelabuhan Matui
o unit
05 03 0l 01
022.GA.4660.RBD. rO3 o 91.024.650 03 01 03 ol
berkas 4, hlm. 331 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
022.GA4660.R8D. 105 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Midai I o unit 30.000.001 05 03 01 o1
03 0l 03 03
022.G44660.R8D. 105.2 l03 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Midai - Kab.
Natura
I o unit 30.000.001 06 tI 05 02
022.G44660.RBD. l06 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Ndao o unit 12.350.000 03 0r 03 Oi)
03 0r 03 01
05 03 01 ol
022.G4.4660.R8D.107 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Eray 1 o unit 16.191.000 03 0r 03 03
022.GA4660.R8D. 107.8 l08 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Eray - Kab.
Maluku Barat Daya
1 o unit 16.191.000 06 07 05 02
022.GA.4660.R8D. 108 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Mangga dua 1 o unit 32.320.000 05 03 01 0r
03 01 03 ol
022.GA.4660.R8D. 109 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Mamuju I n unit 44.999.999 03 01 03 0r
o5 03 0l 01
03 01 fil 02
SK No 132861 C
Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Panarukan n unit 25.315.584 05 03 0l ol 022.G4.4660.R8D.l tO I
berkas 4, hlm. 332 OCR
PUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
03 01 03 0l
o22.GA4660.RBD.l l1 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Keramaian I o unit tg.ooo.ool 03 0l 03 o1
05 03 0r o1
o22.GA.4660.RBD.l l2 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan laut
Sikeli
I o unit 15.140.000 05 03 0l o1
03 01 03 o1
022.GA.4660.RBD. rl3 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut
Kalatoa
I 0 unit 24.999.999 03 01 03
05 03 0l
o1
ol
022.GA.4660.RBD.114 Peningkatan Fasilitas Pelabuhan Laut Jinato I o unit 35.000.001 05 03 01
03 01 03 0l
ol
022.GA.4660.RBD. r 15 Pembangunan Fasilitas Sisi Darat Pelabuhan
Tanjung Batu
I n unit ll.500.ooo 03 05 an 001
05 03 0l ol
022.G4.4660.RBD. rt7 Pembangunan Terminal Pelabuhan Nusa
Penida
I o unit 12.251.896 05 03 01
03 0t 03 01
ol
SK No 132862 C
Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Nusa P€oida
o unit 10.000.000 03 0l 03 02
022.GA.4660.RBD.118 I o unit 13.668.563 05 03 01
03 0l 03
0r
022.GA.4660.RBD.119
berkas 4, hlm. 333 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan P.
Bangka-Kahuku
03 05 06 003
03 05 o1 ol
03 01 03 o1
022.GA.4660.RBD. r20 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Terminal
Wae Kelambu
I 0 unit to.ooo.ooo 03 0l 03 01
022.G4.4660.RBD. 120.53 l5 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Terminal
Wae Kel,ambu - Kab. Manggarai Barat
I o unit ro.000.ooo 06 04 02 (H
022.GA.4660.RBD.121 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Lcbiti I o unit [email protected] 03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.122 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Rakyat
Iklianget
I o unit 25.000.000 03 01 03 o1
o22.GA.4660.RBD. 123 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Waikelo I o unit 5.950.000 03 01 03 03
022.G4"4660.R8D. 124 Rehabilitasi Fasilitas Felabuh€r Marsela I o lr.Eit 2.947.316 03 01 03 03
022.GA.4660.RBD.125 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Salura I o unit 68.500.000 03 01 03 03
022.GA.4660.RBD.126 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Agat8 I 1 unit 241.000.000 03 0l 03 01
022.GA.4660.RBD.127 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Bajau o o unit 90.000.000 03 01 03 0l
022.GA.4660.RBD. r28 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Bc(rete o o unit 9.000.000 03 01 o3 03
SK No 132863 C
Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Tahuna o unit 55.000.000 03 0l 03 03 022.GA.4660.RBD.129 o
berkas 4, hlm. 334 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.RBD.130 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Parigi 0 0 unit 40.270.174 03 0l 03 ol
022.GA.4660.RBD.131 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Teluk
Tapang
o o unit 50.000.000 03 0l 03 01
022.GA.4660.RBD.132 Pengembangan Fasilitas Pel,abuhan
Maumbawa
o 0 unit 32.mO.OOO 03 01 fiF] o1
022.G4.4660.RBD. 133 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Moor o 0 unit 55.000.000 03 01 03 01
022.G4.4660.RBD.134 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Sautr aki o 0 unit 55.000.000 03 01 03 03
022.GA.4660.R8D. 135 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Belang-
Belang
o o unit 98.000.000 03 01 03 0l
022.G4.4660.R8D.136 Fcngettrba[gan Fasilitas Pelabuhan Nunbau
Sabu
o o unit 55.OOO.OOO 03 01 03 o1
022.GA.4660.RBD.137 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan
Pasipalele
o o unit 59.OOO.OOO 03 01 03 XD
022.GA.4660.RBD. r38 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Wae
Kelambu
o o unit 55.000.000 03 01 03 m
022.GA4660.RBD.139 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan
Boepinang
o o unit 85.600.000 03 01 03 02
SK No 132864C
Pengembangan Fasilitas Pelabuhan weda o unit 55.000.000 03 0l 03 02 022.GA.4660.RBD.140 0
berkas 4, hlm. 335 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o22.GA.4660.R8D. 140.4202 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Weda -
Ikb. Halmahera Tengah
o o unit 55.000.000 06 04 02 04
022.GA.4660.RBD.141 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Kolaka o 0 unit 55.000.000 03 01 03 02
022.GA.4660.RBD. r42 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Faldak o o unit 55.000.000 03 01 03 02
022.GA.4660.RBD.143 Pengembangan Fasilitas Pel,abuhan
Koldredale
o I unit 53.OOO.OOO 03 01 o3 02
022-GA.4660-RBD- 144 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Maroboro o o unit 35.OOO.OOO 03 01 03 03
022.GA.4660.RBD.145 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Au,rrange o 0 unit 44.OOO.OOO 03 01 03 o1
022.G4.4660.RBD.146 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Sape o o unit 37.OOO.OOO 03 0l 03 01
022.GA.4660.RBD.147 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Sofifi o o unit 35.OOO.OOO 03 0l 03 ol
022.GA.4660.RBD.l4a Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Lirung o o unit 35.OOO.OOO 03 0l 03 03
022.GA.4660.RBD.149 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Babo o o unit 35.OOO.OOO 03 0l ITF] 03
022.G4.4660.R8D.150 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan B.ncte o o unit 30.000.000 03 0l 03 01
022.GA"4660.RBD.15r Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Kalianget o o unit 35.OOO.OOO 03 01 o3 ol
022.GA.4660.RBD.152 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Sailus o o unit 35.OOO.OOO 03 01 03 01
SK No 132865 C
Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Calang o unit 35.000.000 03 01 03 01 022.G4.4660.RBD.153 0
berkas 4, hlm. 336 OCR
FUELII( INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKAS'I ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.G4.4660.RBD.154 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Kobisadar o n unit 35.OOO.OOO 03 0l 03 o1
022.GA.4660.R8D.155 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan S€!'c,sru o o unit 35.OOO.OOO 03 01 03 01
022.GA4660.RBD.156 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Bunta o o unit 35.000.ooo 03 0l 03 ol
022.GA.4660.RBD.157 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Pasipalcle o 0 unit 22.000.000 03 0l 03 on
022.GA.4660.RBD.158 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Belang-
B€larg
o o unit 83.000.000 03 0l 03 02
022.GA.4660.RBD.159 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Sausapor o 0 unit 35.000.ooo 03 01 03 on
022.GA.4660.RBD. r60 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Saketa o o unit 35.OOO.OOO 03 0t 03. 02
022.GA4660.RBD.161 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Daruba o 1 unit 329.OOO.OOO 03 0l 03 02
o22.GA.4660.R8D. r6 1.4207 Rehabilitasi Fasilitas s Pelabuhan Daruba -
Kab. Pulau Morotai
0 I unit 329.OOO.OOO 06 04 02 04
022.GA.4660.RBD.162 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Namrole o I unit 156.000.fi)O 03 01 03 0r
022.GA.4660.RBD.163 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan
Maradapan
T o unit 90.ooo.ooo 03 0l 03 03
022.G4.4660.RBD.164 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Molu xl 0 unit 54.000.000 03 01 03 03
SK No 132866 C
o unit so.ooo.ooo 03 01 03 ol 022.GA.4660.RBD.165 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Teluk
Patipr
n
berkas 4, hlm. 337 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
022.GA.4660.R8D.166 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Sa€ro o 0 unit 90.ooo.ooo 03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.167 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Sir@bu o o unit 76.000.000 03 01 03 03
022.G4.4660.RBD.164 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Lnolcba o o Lr.rlit 19.OOO.OOO 03 01 .TFt 01
022.GA4660.RBD.169 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Luwuk o o unit 23.000.000 03 0l 03 0l
022.GA4660.RBD.170 PcngcEb€nga! Fasilitas Pelabuhan Ende o 0 unit 55.000.000 03 01 03 0l
o22.GI..4660.RBD. t?2 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Tua Pejat 0 0 unit 55.OOO.OOO 03 01 03 ml
022.GA.4660.R8D. r73 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Tanah Ampo o o unit 35.000.000 03 01 03 0l
022.GA.4660.RBD.174 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan wini o o unit 19.000.000 03 01 03 01
o22.GA.4660.R8D.175 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Pulau Owi o o unit 35.000.ooo 03 01 IFt .-rIl
022.GA.4660.RBD.176 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Lakor o o unit 35.OOO.OOO 03 01 03 0l
022.G4.4660.RBD.177 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Bintuni o 0 unit 35.OOO.OOO 03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.178 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Melonguane 0 0 unit 35.OOO.OOO 03 01 03 01
022.G4.4660.R8D.179 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan lUlehu o o unit 35.OOO.OOO 03 01 03 0l
022.GA.4660.RBD.180 Rchat ilitasi Fasilitas Pclebuhen Herire n o unit 35.000.000 03 0l 03 01
o22.GA4660.RBD.181 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Selat Laopa o 0 unit 35.OOO.OOO (xi Ol 03 IE
SK No 132867C
Rehabilitasi Fasilitas F.labuhan Orancbori o unit 35.000.000 03 0l 03 03 022.GA.4660.R8D.142 o
berkas 4, hlm. 338 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.4660.R8D.143 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Jikohai n I unit 90.000.000 03 0l 03 02
022.GA.4660.RBD.184 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Pulau
Misol
o I unit 90.ooo.ooo 03 01 03 02
022.GA.4660.RBD.la5 FeEbangutEn Fasilitas Fclabufra[ So&anin o I unit 90.000.000 03 0r 03 03
022.GA.4660.RBD.186 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Maurole o o unit 35.OOO.OOO 03 01 03 o1
022.GA4660.RBD. r87 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Padaido o I unit 35.OOO.OOO 03 0l 03 01
022.GA4660.RBD.la8
022.GA.4660.RBD.189
Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Seba
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan L.lamo XD
o
I
o
o
unit
unit
35.000.000 03 0l 03 03
54.000.000 03 01 [Ft
022.G44660.R8D.190 Petlb€rEutra[ Fasilitas Pelabuhan Marscan o I unit 54.000.000 03 0r 03 03
06 07 04 03
022.GA.4660.RBD.191 Pembangunan Fasilitas. Pelabuhan Wunlah o I unit 54.OOO.OOO 03 0l 03 03
022.GA.4660.RBD.192 Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Wowi o I unit 54.000.000 03 0l 03 01
022.GA.4660.R8D.193
022.GA.4660.RBD. r94
022.G4.4660.RBD.195
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Banda Eli
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan
Pamantauang
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan KarnbaDi
I
I
o
o
unit
unit
unit
54.000.000 03 01 lir] 01
54.000.000 03 01 03 01
54.000.000 03 0l 03 01 I 0
022.GA.4660.RBD. 196 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Atapupu n I unit 55.000.000 03 0l 03 02
SK No 132868 C
Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Penajam
Paser
I unit 55.000.000 03 01 03 02 o22.GA.4660.RBD.197 o
berkas 4, hlm. 339 OCR
INDONESIA UELIK
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA4660.RBD. 19a Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Pelaihari o I unit 55.OOO.OOO 03 01 03 01
022.G4.4660.RBD. 199 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Raijua 0 I unit 55.000.000 03 01 03 0l
022.GA.4660-R8D.200 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Lipang o I unit 35.000.000 03 01 o3 ol
022.GA4660.RBD.20r Rehabilitasi Fasilitas P.lat uhen Gita o I unit 35.000.000 03 01 ffl or
022.GA"4660.RBD.202 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan S€f, ui T I unit 35.000.000 03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.203 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Batutua 0 1 unit 35.000.000 03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.204 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Borong 0 1 unit 35.OOO.OOO 03 0l 03 o1
022.GA.4660.RBD.205 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Susoh 0 unit 35.OOO.OOO 03 0l 03 ol
022.GA.4660.RBD.206 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Tanjung
Bcrhgin
0 1 unit 35.000.000 03 0l 03 01
022.GA.4660.RBD.207 Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Bsrenusa o 1 unit 35.000.000 03 0l 03 03
022.GA.4660.RBD.208 Patimban Pct Development kqiect (lll) o 1 unit 8.305.OOO.OOO 02 t2 09 frIA
03 01 03 01
022.GA.4660.RBD.209 Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Makbon I o unit 700.ooo 03 0l 03 01
022.GA.6891 Formulasi Kebijakan Tf an8pctasi 105.744.O33
022.GA.6891.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 105.784.033
SK No 132869 C
Sistem Transportasi Ibukota Nusantara o Rekomendasi
Kebijakan
06 05 0r 05
022.GA.6891.PBF.051 I 413.337 03 01 06 03
berkas 4, hlm. 340 OCR
PRESIOEN
REPUBLIK INDONES
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
022.GA.6891.PBF.052 Transportasi Di I(awa.atl Strategis Pariwisata
Nasional yang Dikembangkan
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
7.817.534 03 0l 05 06
022.GA.6891.PBF.053 Transportasi Di Kawasan Terluar, Terdepan,
Tertinggal dan Perbatasan (3TB yang
DikerubEn8kan
o I Rekomendasi
Kebija.kan
8.391.668 03 0l 05 06
05 03 01 04
022.G4.6891.PtsF.054 EEBi€osi dan Konektivitas Logistik o t? Rekomendasi
Kebijakan
45.105.226 05 03 01 04
06 o5 ol 03
022.GA.6891.PBF.055 Angkutan Umum Massal & Transportasi
Perkotaan
o t? Rekomendasi
Kebijakan
44.056.264 03 01 1]3 03
022.GA.689 1. PtsF.Os6.OOOO Sistem Angkutan UEua Massal Perkotaan di
6 Wilayah Metropolitan - Pusat
o o Rekomendasi
Kebijakan
o06040r 04
TOTAL 105.639.392.545
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 132870 C
berkas 4, hlm. 341 OCR
PRE
REPUBLIK
SIDEN
INDONESIA
KEMENTERI,AN KESEHATAN
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02. 12 - Rumah tangga yang mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS) di
tempat terbu.ka
persen 4,2 (2023) 2,5 o
PP 04. l1 - Angka k kematian ibu p€f, 100.000
kelahiran hidup
189 (2020) t22 77
PF 04. l1 - AnEka kematian balita pcr ,.OOO
kelahiran hidup
19,83 (2020) 15,00 11,90
PP 04.11 - Prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pcr8crt 21,50 (2023) 18,8 14,2
PP 04.11 - Prevalensi remaja putri anemia persen - (indikator baru) 25 l5
PP 04. 11 - Persentase pekerja yang mendapatkan pelayanan Kesehatan kerja persen - (indikator baru) 10 50
PP 04. 11 - Persentase lanjut usia yang mandiri persen 74,sO (2023) 75 83
PF 04. 11 - Cakupan penerima pemeriksaan kesehatan gratis pcf8Cn - (indikator baru) ari ?o
SK No 132871 C
pcr 100.000
penduduk
347 |.2023) 329 r90 PP 04. 13 - Insidensi tuberkulosis (p€f, 100.000 Penduduk)
berkas 4, hlm. 342 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
PP 04.13 - Kab/kota dengan eliminasi kusta kab/kota 6 1l 42
PF 04. 13 - Desa endemis schistosomiasis yang mencapai eliminasi desa 16 l2023l 18 2A
PP 04.13 - In8id€nsi HIV per 100.000
penduduk
o,10 (2023) 0,09 o,06
PF 04.13 - Kabupaten/kota dengan eliminasi malaria kab/kota 389 (2023) 425 500
PF 04.13 - Persentase Diabetes dalam Pengendalian persen - (indikator baru) 15 25
PP 04.13 - Persentase Hipertensi dafam Pengendalian pef,lccr 18,9 20 40
PP 04. f3 - Kab/kota yang mencapai target p(a-eliminasi lGnk€f, leher rahim kab/kota - (indikator baru) 30 125
PP 04.13 - Prevalensi depresi di umur >15 tahun persen 1,4 l2o23l 1,4 t,4
PP 04.13 - Kabupaten/Kota yang memenuhi syarat kualitas kesehatan lingkungan kab/kota - (indikator baru) 50 2s0
PP 04. 13 - Prevalensi obesitas > 18 tahun persen 23,4 (2023) 23,4 23,4
PP 04.13 - Fcf,scntarc merokok pada penduduk 10-21 tahun Pctsc(r 12,4 (2023) 12,4 8,4
PF 04.14 - Persentase kab/kota dengan pengendalian kejadian luar biasa (KLB)/wabah pcrll€n 37,16 (2023) 40 70
PF 04.14 - Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk negara yang dikendalikan persen q (2023) 94 r00
PF 04.14 - Jumlah KLB keracunan pangan kejadian 291 250 50
SK No 132872 C
kab/kota 418 430 514 PF 04.14 - Jumlah kab/kota eliminasi rabies
berkas 4, hlm. 343 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
W M,l4 - Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat esensial da.q vaksin IRL
(Imunisasi Rutin Lengkap)
persen 62 65 90
PP 04. 14 - Persentase RS Pemerintah yang patuh memberikan antibiotik Bistcoik
€ripirik sesuai standar
persen - (indikator baru) lo 60
PP 04,l5 - Persentase kab/kota yang utcoilki Unit Pelayanan Kesehatan Tingkat
Deoa/ Kelurahan sesuai standar
persen 1,17 l2023l 7n ?s
PP 04.15 - Persentase puskesmas terakreditasi paripurna persen 2A 2A 70
PP 04.15 - Persentase rumah sakit pemerintah terakreditasi paripurna tr,crlcn 37 m t:E
PP 04. f5 - Persentase puskesmas dengan SDM kesehatan sesuai standar Iref8€It 12 t7 50
PP 04.15 - Persentase RS pemerintah dengan dokter spesialis sesuai standar persen 63 67 [rd
PP 04.15 - Persentase belanja kesehatan out of pocket masyarakat b6pcDgcluaran 40
terbawah
persen 4,O (2023) 3,98 3,87
PP 04.15 - Pengeluaran kesehatan total per kapita juta 2,1 (2023) 2,2 3
PP 04.15 - Persentase provinsi dan kab/kota yang menyelaraskan perencanaan
pembangunan dan mencapai target tahunan pembangunan
pcrsctl - (indikator baru) 20 75
PP 04,15 - Persentase fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam sistem informasi
kesehatan nasional
persen 46,72 50 70
SK No 132873 C
per8€t1 o,txt (2023) 0,103 0,067 PF (N.19 - Proporsi perempuan kawin/pernah kawin 15-49 tahun yang melahirkan
tidak di fasilitas kesehatan
berkas 4, hlm. 344 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.12.05 - Kabupaten/kota dengan kualitas air minum yatlg Eern€(ruhi syarat
(RIBK, Renstra)
kab/kota 65 (2023) loo 300
KP 02.12.05 - Kabupaten/kota kualitas air minum pada sarana air minum memenuhi
syarat kabupaten/kota dcrrgan kualitas air minum yang memenuhi syarat (RIBK,
Renstra)
lrcfsdr 6s (2023) 50 250
KP 02.12.08 - Kabupaten/kota yang mendeklarasikan 5 Pilar STBM kab/kota 4 l2023l 30 z.nn
KP 02.18.01 - Jumlah kabupaten/kota dengan kepala keluarga yang melakukan
pengelolaan sampah secara terstandar (pilar 4 STBM)
kab/kota 4 l2023l 30 200
KP 04.11.01 - Persentase persalinan di fasyankes persen 87,2 (2023) 95
KP 04.l l.Of - Persentase kab/kota dengan RS PONEK sesuai standar persen 19,45 (2023) 25 85
xP04.f f.Ol - Persentase kab/kota dengan puskesmas PONED sesuai standar persen - (indikator baru) ,n 80
KP 04.11.01 - Persentase kab/kota dengan CFR direct obstetric (eklampsi &
pendarahan postpartum) < l%o
I,cr$o - (indikator baru) ,5 80
KP 04.l l.Of - Persentase an enctol @/e (ANC) 6 kali {K6) persen - (indikator baru) rr|l 90
KP04.f f.01 - Cakupan ante ato,l care (ANC) sesuai standar (121) persen - (indikator baru) 63 75
KP 04.11.01 - Persentase anemia pada ibu hamil pefs€rr 27,7 (2023) 26 20
SK No 132876 C
p€f,8en 49,2 (2023) 50 70 KP 04.11.01 - Persentase calon pengantin yang mendapat skrining kesehatan
berkas 4, hlm. 345 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.11.01 - Cakupan KF lengkap sesuai standar PCTS.tT 26,8 (2023) 35 iEl
KP 04.11.01 - Angka kematian neonatal p€f, 1.000
kelahiran hidup
9,30 (2020) 9,2 7,2
KP 04.11.01 - Angka Kematian Bayi per 1.OOO
kelahiran hidup
16,85 (2020) 12,62 9,96
xP 04.11.01 - Cakupan kunjungan neonatal (KN) lengkap sesuai standar I,Cr8€rt 90,77 (2023) 91 95
KP 04.11.01 - Cakupan imunisasi bayi lengkap persen 7s l2o23l 80 95
KP 04. f f .O2 - Prevalensi wasting (gizi kurang dan gizi buruk) pada balita l1cfscrl 8,5 (2023) B
KP04.11.02 - Persentase bayi lahir premature (<37 minggu) pef,8cn 11,1 (2023) 1l 9'
KP 04. 1 1 ,02 - Persentase ibu hamil kurang energi kronis (KEK) p€f,8en - (indikator baru) 15 lo
KP 04.11.02 - Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI eksklusif perSon 6E,6 (2023) 73 l:El
KP 04.11.02 - Persentase bayi usia 6 bulan mendapatkan ASI Eksklusif pef,8en 55,5 (2023) 6r 73
KP 04.11.02 - Persentase anak usia 6-23 bulan mendapatkan MPASI persen 60,9 (2023) 73 [E
KP 04. I 1 ,02 - Persentase balita dipantau pertumbuhan dan perkembangan pcf8€n 24 l2o23l EO 70
KP 04.1 1.03 - P€f,sentasc remaja putri yang mengkonsumsi TTD pcrs€lt 61,3 (2023) r# [rjt
SK No 132877 C
persen - (indikator baru) 25 70 KP 04.l f.03 - Persentase tempat kerja formal melaksanakan kesehatan kerja
berkas 4, hlm. 346 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04,I f .O3 - Jumlah pos upaya kesehatan kerja (Pos UKK) yang t rb.ntuk di tempat
kerja informal
po8 10.200 (2023) 15.000 60.000
KP 04. l f .O3 - Per8€f,rtalc fasyankes melaksanakan pelayanan kesehatan penyakit
akibat kerja
persen - (indikator baru) lo 5{)
KP 04.1 l.O3 - Persentase lansia yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai st ndar persen 47,22 12024 50 70
KP 04.11.03 - Persentase puskesmas santun lansia persen 70 90
KP 04.11.03 - Persentase RS yang memberikan layanan geriatri terpadu pcrs.|Ir rr,or (2023) n 50
KP 04.l f.O3 - Persentase lanjut usia dengan ketergantungan sedang, berat, dan total
mendapatkan perawatan jangka panjang (PJE
persen - (indikator baru) 10 50
KP 04. 1 I .03 - Persentase puskesmas mampu pelayanan KB MK,P pcf,aan - (indikator baru) 30 50
KP 04.11.04 - Persentase kab/kota dengan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis
>a0pa
pefscI! - (indikator baru) 40 90
KP 04.l l.O4 - Persentase penduduk penerima pcocrik8aan kesehatan gratis kelompok
usia bayi baru lahir
persen - (indikator baru) 65 80
KP 04. 1 l .O4 - Persentase penduduk penerima pemeriksaan kesehatan gratis kelompok
usia balita dan arak usia pra sekolah
persen - (indikator baru) 50 70
SK No 132880 C
persen - (indikator baru) 20 70 KP 04.11.04 - Persentase penduduk penerima pemeriksaan kesehatan gratis kelompok
usia sekolah dan remaja
berkas 4, hlm. 347 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.11.04 - F.r'rcntas€ penduduk penerima pemeriksaan kesehatan gratis kelompok
usia dewaSa
Ircrscn - (indikator baru) 35 ?o
KP 04.11.04 - Fcrs.ntasc penduduk penerima pemeriksaan kesehatan gratis kelompok
lanjut usia
persen - (indikator baru) frl ?o
xP04.f3.01 - Cakupan penemuan kasus TBC (Notifikasi I(asus TBC) persen 74 l2i22l 90 90
KP 04. 1 3,0 1 - Angka keberhasilan pengobatan TBC (TB Succes Rate) persen a7 (2023) x0 sn
KP 04.13.01 - Cakupan pemberian terapi pencegahan pada orang kontak serumah persen 2,6 (2023) 72 l:n
KP 04.13.01 - Persentase pasien TBC yang memulai pengobatan (Enrollment TBC) persen a6 (2022) 95 95
KP 04.13.02 - Proporsi kasus kusta baru tanpa disabilitas persen 84,36 i:Ia
KP 04. 13.02 - Persentase penderita kusta menyelesaikan pengobatan kusta tepat
waktu
persen 44,97 (2023) 90 90
XP 04,13,02 - Proporsi kasus kusta anak di antara kasus baru persen 9,60 <5 <5
KP 04.13.02 - Cakupan pemberian obat pencegahan Ealal (POPM) untuk
schistosomiasis
p€f,8€n 8:1,6 (2023) 87,2 100
KP 04.13.03 - ODHIV baru yang ditemukan yang mendapat pengobatan ART p€f,8€tr 70 (2023) 90 90
KP 04.13.03 - Jumlah kab/kota yang mencapai positivity tale (PR) malaria <5olo kab/kota 333 (2023) 405 mft'l
SK No t32881C
kab/kota 32 52 175 KP 04.13.04 - Jumlah kab/kota yana melakukan skrining DM > 6oqro
berkas 4, hlm. 348 OCR
lUK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.13.04 - Persentase penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan
sesuai standar
persen - (indikator baru) 5 38
KP 04.13.04 - P.f,scotasc perempuan dengan DNA HPv positif yang dilakukan tinda.k
lanjut d€maan IVA/Kolposkopi/PAPs sesuai protokol
pcr$ll - (indikator baru) 30 90
KP 04.13.04 - Persentase. perempuan dengar lcai pra kanker leher rahim yang
Ecrrdapatl<an pengobatan sesuai dqrgan protokol
persen - (indikator baru) 20 70
KP 04,13.04 - Cakupan imunisasi HPV persen 6 lto EIo
KP 04.13.04 - Cakupan skrining kesehatan jiwa Perltcn 6l2023l 10 30
KP 04.13,05 - Proporsi penduduk dengan aktivitas fisik cukup p€f,8€tr 62,6 (2023) b5 80
KP 04,13.05 - Persentase penduduk dengan literasi kesehatan p€f,8€n 36,3 (2023) 38,3 46,3
KP 04.13.05 - Persentase penduduk yang menerapkan perilaku hidup sehat persen ls (2023) l5 25
KP 04,13.05 - Jun lah kab/kota yang menerapkan K'IR kab/kota 367 397 514
KP 04. f3.05 - Jumlah kab/kota yang melakukan pelayanan UBM kab/kota 224 (2023) 276 472
l{P 04.13.05 - Persentase puskesmas yang memberikan layanan farmakoterapi untuk
UBM
p€f8€n - (indikator baru) 3 15
KP 04.13.06 - Kab/kota degan kualitas air minum yang memenuhi syarat kab/kota 6s (2023) loo 300
SK No 132882 C
kab/kota - (indikator baru) 50 ,RN KP 04.13,06 - Kab/kota dengan kualitas udara dalam ruang yaru memenuhi syarat
(Kab/Kota)
berkas 4, hlm. 349 OCR
iIIIi'IM TR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
fP 04.13.06 - Kab/kota sanitasi total berbasis masyarakat Lab/kota 4 l2o23l en 200
KP 04.13.06 - Kab/kota sehat kab/kota 136 182 330
I{P04.14.01 - Kab/kota yang merespon sinyal SKDR <24jaD minimal8()96 kab/kota 4s2 (2023) 462 514
KP 04.14.01 - Pef,a€f,rta8e laboratorium ke8lnas tingkat 2-5 yaru dikembangkan sesuai
standar berdasarkan stratanya
laboratorium - (indikator baru) 30 100
KP 04.14.01 - Persentase pintu masuk yang melaksanakan deteksi penyakit dan faktor
risiko kesehatan berpotensi KLB/Wabah
persen 70 (2023) ?3 85
KP 04.14.01 - Persentase pintu masuk yang ae iliki kapasitas dalam penanggulangan
penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan berpotensi KLB/wabah
persen 40 l2023l 47 75
KP 04.14.01 - Jumlah kab/kota €nderois yang melaksanakan upaya preventif promotif
rabies
ksb/kota - (indikator baru) llo 321
KP 04.14.02 - Persentase kab/kota dengan pemenuhan obat dar vaksin tepat waktu
dan tepat jumlah
persen 61,96 ffi 90
KP 04.14.02 - Persentase penurunan kekosongan (stock out) obat dsn vak in di
fasyankes
persen - (indikator baru) 10 30
KP 04.14.02 - Persentase fasyankes yang melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai
standar
persen - (indikator baru) gl 98
SK No 132883 C
persen - (indikator baru) 30 l:n KP 04.14.02 - Persentase RS yang mengimplementasikan program pengendalian
resistensi antimikroba (PPRA)
berkas 4, hlm. 350 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.14.02 - Persentase FKTP yang mengimplementasikan penggunaan antibiotik
rasional
persen - (indikator baru) 30 [n
KP 04.14.03 - Kab/kota dengan tempat pengelolaan pangan siap Eqii memenuhi syarat kab/kota - (indikator baru) 50 360
XP 04.14.03 - kab/kota dengan persentase pangan olahan siap saji memenuhi syarat
(POSS)
kab/kota - (indikator baru) 50 FrdJ]
XP 04.14.03 - Persentase alat kesehatan JraIg memenuhi syarat pengujian dan
penandaan
pcf,scn - (indikator baru) 94 98
KP 04.15.01 - Fcfsetltasc unit pelayanan kesehatan tingkat desa/kelurahan dengan
kct rscdiaan tenaga kesehatan dan kader kesehatan sesuai standar
pcf,8€n <30 30 80
I{P 04.15.0 t - Persentase kab/kota dengan minimal 7596 Posyandu siklus hidup yang
aktif
persen 18 25 lrn
KP 04. 15.01 - Fcf,scntacc puskesmas yang mencapai target INM (Indikator Nasional
Mutu)
pcr3dr - (indikator baru) 10 50
KP 04.15.01 - Persentase puskesmas memiliki SPA sesuai standar perSen 18,5 40 9t0
KP 04.15.01 - Persentase purLerEaa yang mampu melaksanakan tatalaksana
kekerasan terhadap perempuan dan anak
persen 30 fil 90
KP 04. 15.01 - Fersetrtace puskesmas yang ramah penyandang disabilitas persen 30 35 75
SK No 132884C
p€r!€tl 31,5 40 90 KP 04.15.02 - Persentase provinsi dengan RS yang memenuhi kapasitas pelayanan
kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, ginjal sesuai standar
berkas 4, hlm. 351 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
xP 04.15.02 - Persentase kab/kota dengan RS yang memenuhi kapasitas pelayanan
kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, ginjal sesuai standar
PCf,8Cn 7,4 20 80
KP 04.15.02 - Fers€ota8c RS yang mencapai target INM (Indikator Nasional Mutu) pcf,scn - (indikator baru) E] 40
KP 04. f 5.02 - Kab/ kota dengan wilayah berciri kepulauan yang dilayani RS kapal
sesuai standar
kab/kota 26 l2023l 27 40
KP 04, I 5,02 - Jumlah kab/kota dengan akses sulit yang menerapkan
skema/pendekatan khusus dalam pemenuhan pelayanan kesehatan berkualitas
kab/ Kota 65 75 150
KP 04.15.02 - Persentase RS pemerintah daerah yang memenuhi ket€f,acdiaan Bar6na,
prasarana, dan alat kesehatan (SPA) sesuai standar
persen 40 45 I:Id
XP 04.15.02 - Kab/Kota dengan RSUD tipe D yaItg ditingkatkan menjadi tipe C kab/ Kota - (indikator baru) 22 66
KP 04. f 5.02 - Jumlah RS pemerintah yang memenuhi tingkat maturitas kemandirian RS 3 30
KP 04,15.03 - Jumlah kab/kota dengan SDM kesehatan puskesmas sesuai standar kab/kota 6 l9 175
KP 04.15.03 - Jumlah kab/kota dengan jenis dokter spesialis pada RS sesuai standar kab/kota 250 270 345
KP 04.15.03 - Rasio dokter spesialis per 1.000
penduduk
0,18 0,19 o,24
fP 04.15.03 - Persentase SDMK yang mendapatkan pelatihan bidang kesehatan pcractr 11,34 l5 35
XP 04.15.04 - Persentase pertumbuhan belanja kesehatan dari sektor publik pcracn r 1,9 (2023) 5 5
SK No 132885 G
pcr$o - (indikator baru) 70 90 KP 04.15.05 - Persentase provinsi dan kab/kota yang sudah mengintegrasikan
indikator prioritas nasional kesehatan dalam dokumen perencanaan daerah
berkas 4, hlm. 352 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2()29
KP 04.15.05 - Persentase provinsi yang memiliki kualitas data rutin yang baik untuk
indikator pembangunan kesehatan
persen - (indikator baru) 10 50
KP 04.15.05 - Persentase si.teE fufcaasi data kesehatan yang telah terintegrasi
dalam si.tcd informasi kesehatan tra6idral
persen - (indikator baru) nn 100
KP 04. f 5.05 - Persentase fasilitas kesehatan yang terintegrasi dalam sistem rujukan
or i,te nasional
persen 15 20 80
XP 04. I 5.OS - Jumlah layanan b€f,ba8is kedoldcf,ar presisi IrcfSCI| 4 2 r5
KP 05.0 I . I I - Proporsi jenis obat (termasuk vaksin dan produk biologi) yatls dapat
diproduksi dalam negeri
persen 43 50 m
KP 05.01.14 - Proporsi jenis alkes yang dapat diproduksi dalam nea€f,i persen s-i itri'l 75
KP 08.03.04 - Persentase penurunan kejadian penyakit sensitif iklim persen - (indikator baru) to 14
SK No 132886 C
berkas 4, hlm. 353 OCR
REPUELIK INOONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DD Program Kesehatan Masyarakat 29.490.245.344
024.DD.5833 Promosi Kesehatan datr Pemberdayaan
Masyarakat
175-54O.844
024.DD.5833.PEE Kemitraan 7.045.630
024.DD.5833.PEE.001 Kemitraan Potensial dalam mendukung
Germas dan Kesehatan Prioritas (1.,P-3)
17 17 Kesepakatan 7.045.630 04 13 05 01
o24.DD.5833.PEH Promosi 114.2?6.124
024.DD.5833.PEH.001 Produksi dan Penyebarluasan Informasi
Kesehatan Germas Melalui Berbagai Media
(r,P-3)
35 35 promosi 111.370.907 04 13 05 01
024.DD.5833.PEH.003 Kampanye Posyandu Aktif 10 50 promosi 2.905.221 04 15 0l 02
024.DD.5833.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 790.550
o24.DD.5833.PFA.001
o24.DD.5833.QDD
NSPK GcrEas, Pos'yandu, Stunting (LP-3)
Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
1 1 NSPK 790.550 04 13 05 0l
50.960.540
SK No 149550C
252 252 45.O72.W6 04 13 05 0t 024.DD.5833.QDD.OOl Pemberdayaan Masyarakat Dalam G€!'!las
Di Berbagai Tatanan (LP-31
Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 354 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o24.DD.5833.QDD.OO3 Peningkatan Ketrampilan l(gder Kesehatan l0 50 Kelompok
Masyarakat
5.836.445 04 15 01 02
06 07 01 01
024.DD.5833.QDD.004 Pemantauan keaktifan posyandu sesuai
standar
loo 100 Kelompok
Masyarakat
51.099 06 07 01 0r
04 l5 01 02
024.DD.5833.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
2.508.fiX)
024.DD.5833.UBA.001 Pendampingan, Asistensi, penilaian,
evaluasi, dan implementasi program
kesmas di daerah (LP-3)
38 3a Daerah
(Prov/Kab/Kota)
2.508.000 04 13 05 01
024.DD.6799 Pembinaan Gizi dan Kesehatan lbu dan
Anak
6.158.961.106
024.DD.6799.PFA Norma, Standar, Prosedur, ddr Kriteria 4.235.525
024.DD.6799.PFA.001 NSPK Terkait Upaya Perbaikan Status Gizi
dan Pelayanan Kesehatan lbu dan Bayi
Baru Lahir ILP - 7l
4 4 NSPK 3.235.525 04 11 02 01
SK No 149551C
I NFEII l.ooo.ooo 04 ll 03 01 024.DD.6799.PFA.004 NSPK terkait pelayanan kesehatan usia
sekolah & remaja
berkas 4, hlm. 355 OCR
-35s-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DD.6799.OD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3.321.000
024.DD.6799.QDB.OOl Pembinaan sekolah oleh puskesmas 8170 9190 Lembaga 3.321.q)O 04 lt 03 01
024.DD.6799.QEA Bantuan Masyarakat 5.852.728.205
024.DD.6799.QE4.002 Sasaran prioritas yang mendapatkan
intervensi gizi darurat
124000 124000 Orang 91.948.494 04 11 02 01
o24.DD.6799.QEA.Or6 SaEpcl skrining bayi baru lahir yang
diperiksa
2974700 3661200 Orang 5.744.050.039 04 1l 04 01
024.DD.6799.QE4017 Sampel tcs konfirmasi skrining bayi baru
lahir
95 160 Orang 16.729.272 04 ll 04 01
024.DD.6799.QKA Pemantauan masyarakat drn kelompok
masyarakat
27.410.165
024.DD.6799.0KA.005 Kegiatan Surveilans Gizi dan KIA ILP - 7l 6r 6f laporan 27.810.165 04 11 01 03
04 tt 02 01
024.DD.6799.RAB Sarana Bidang Kesehatan 106.892.595
024.DD.6799.RAB.001 Media XIE Terkait Upaya Perbaikan Status
Giri dan Peningkatan Pelayanan Ibu dan
Bayi Baru Lahir ILP - 7]
2740840 2780840 PaLet 106.892.595 04 lt 01 0l
SK No 132889 C
Pelatihan Bidang Kesehatan 32.619.838
04 ll 01 02
024.DD.6799.SCM
berkas 4, hlm. 356 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DD.6799.SCM.001 Tenaga Kesehatan/ non-kesehatan yang
ditingkatkan kapasitasnya TErkait Upaya
Perbaikan Status Gizi dan Peningkatan
Pelayanan Kesehatan lbu dan Bayi Baru
Lahir ILP - 7l
1592 1592 Orang 4.233.020 04 11 01 01
04 ll ol 02
04 11 02 0l
024.DD.6799.SCM.002 Tenaga Kesehatan/ ndr-keschata[ yang
ditingkatkan kapasitasnya Terkait Upaya
Perbaikan Status Gizi dan Peningkatan
Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita ILP -
4l
239 239 Orang 17.820.143 04 11 01 01
04 11 02 0l
024.DD.6799.SCM.003 Tenaga Kesehatan/ non-kesehatan yang
ditingkatkan kapasitasnya Terkait Upaya
Perbaikan Status Gizi dan Pcobittaan Anak
Usia Sekolah dan Rqraja [LP - 4]
2309 1356 Orang 10.566.675 04 11 03 0r
024.DD.6799.UBA Fasilitasi dan Pembinaan FE ocrintah
Dacreh
131.353.777
024.DD.6799.UBA.001 Daerah yang mendapatkan
fasilitasi/pembinaan Terkait Upaya
Perbaikan Status Gizi dan Peningkatan
Pelayanan Kesehatan lbu dan Bayi Baru
Lahir ILP - 7l
134 134 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
31.a13.800 04 1l 01 01
04 ll ol 02
04 1l ol 03
SK No 132891C
04 Lt 02 01
berkas 4, hlm. 357 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 19 01 01
024.DD.6799.UBA.002 Da€f,ah yang mendapatkan fasilitasi datt
pembinaan Terkait Upaya Perbaikan Status
Gizi dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Bayi datl Balita [LP - 4l
7A 7a Daerah
(Pror, / Kab/ Kota)
96.714.256 04 02 02 03
04 tt 02 0l
024.DD.6799.UBA.003 Daerah yarlg dilakukan fasilitasi Terkait
Upaya Perbaikan Status Gizi dan
Pembinaan Anak Usia Sekolah dan ReEqia
ILP - 4l
11 11 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2.425.721 ()4 lr 03 0l
04 16 01 01
024.DD.6800 Pembinaan Kesehatan Usia Produktif dan
Lanjut Usia
116.790.620
024.DD.68(x).PEA Koordinasi 814.125
024.DD.6800.PEA.002 Penggalangan KoE itmcn dalam
Peningkatan Pelayanan Kesehatan L6tr.ia
(LP- rO)
I kegiatan 814.125 04 20 02 02
024-DD.6aOO.PEF Sosialisasi dEn Diseminasi 2. r70.950
024.DD.6800.PEF.005 Sosialisasi Pelayanan Kespro Bagi
Kelompok Rentan (LP-7)
etin Stn orang aoo.ooo 04 19 01 01
SK No 132892 C
Promosi
700 700 ofartS
1-623.O93
024.DD.6800.PEF.007 Sosiaii.asi Kesehatan Lansia (LP- 10) 1.370.950 04 N 02 02
024.DD.6800.PEH
berkas 4, hlm. 358 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ TRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DD.6800.PEH.001 Produksi dan Penyebarluasan Informasi
Kesehatan Usia Produktif dan Lansia
Melalui Berbagai Media (LP-3)
I 4 promosi 1.623.093 04 19 01 01
024.DD.6800.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 6.342.674
o24-DD.6A00-PFA.OOI NSPK Kesehatan Usia Produktif dar Lansia
(rP-3)
to a ITFT'T 4.694.710 04 ll 03 03
024.DD.6800.PFA.002 NSPK tcf,kait Pelayanan Kesehatan
Reproduksi dan NB
5 1 NSPK 1.027.000 04 1l 03 04
024.DD.6800.PFA.006 NSPK Kesehatan Usia Produktif 2 2 NSPK 620. 4 04 II 03 02
o24.DD.6800.QDB Fasilitasi dan Pembinaan I€rnbaga 9.1a9.388
o24.DD.6800.QDB.0O4 Pembinaan dafl pc(lguatflr Puskesmas
ramah penyandang disabilitas
3600 7700 Lembaga 2.766.361 04 15 0l 03
024.DD.6800.QDB.006 Pembinaan Puskesmas mampu tatalaksana
kekerasan terhadap perempuan dan anak
5100 9200 Lembaga 2.766.361 04 15 01 03
04190402
024.DD.6800.QDB.OO9 Pembinaan tempat kerja formal
[r€f,kantcan, industri dan fasyankes)
menerapkan kesehatan kcda
rs{d 54800 Lembaga 3.656.666 04 11 03 02
SK No 149552 G
9.365.180 o24.DD.6800.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 359 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/KRO/ RO(FROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DD.6800.QDD.O01 Fasilitasi dai Pembinaan Kebugaran
Jarroani (LP- 10)
2114 2114 Kelompok
Masyarakat
9.365.180 04 t3 05 03
04220201
06 02 03 0l
042001 02
024.DD.6800.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 24.321.116
024-DD.6800.SCM.OO I Tenaga Kesehatan yanA Ditingkatkan
Kapasitas Pelayanan Kesehatan Reproduksi
(r,P-7)
350 310 Orang 5.667.528 04 11 03 04
08 01 01 03
024.DD.6800.SCM.002 Tenaga Kesehatan yang Ditingkatkan
Kapasitas Pelayanan Kesehatan Lansia (LP-
10)
r 130 1130 Orang 4.23?.440 04 N 02 02
04 11 03 03
024.DD.6800.SCM.003 Tenaga Kesehatan yang Ditingkatkan
Kapasitas terkait Kesehatan Kerja (LP-lO)
1150 1150 Orang 4.767.000 04 1l 03 02
024.DD.6800.SCM.005 Tenaga Kesehatan yang Ditingkatkan
Kapasitas terkait Kesehatan Olahraga (LP-
ro)
2050 2050 Orang t.t24.4ta 04 13 05 03
SK No 132894C
120 120 Orang 12.524.330 04 11 03 04 024.DD.6800.SCM.006 Tenaga Kesehatan yang Ditingkatkan
Kapasitas Pelayanan KB
berkas 4, hlm. 360 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DD.6800.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
58.964.090
024.DD.6800.UBA.002 Kab/Kota yang melakukan fasilitasi dan
pembinaan pelayanan kesehatan bagi calon
pengantin
514 514 Kab/Kota 2.727.220 04 1l Ol 02
024.DD.6800.UBA.003 Fasilitasi dan Pembinaan Peningkatan
Kualitas Pelayanan KB
514 514 Kab/Kota 4.418.533 04 11 03 04
024.DD.6800.UBA.004 Pelaksanaan Frobinaan Kesehatan
Reproduksi
514 Ikb/Kota 514 6.528.105 04 lt 03 04
024.DD.6800.UBA.005 Fasilitasi .ian Pembinaan Daerah dala.a
Pelaksanaan Upaya Kesehatan Produktif
DaIr Lansia
38 38 Provinsi 40.431.806 04 11 03 03
024.DD.6800.UBA.010 Fasilitasi kabupatcn/ kota dalam
pembinaan kesehatan kerja s.kor InforEal
300 4ll Kab/Kota 2.552.174 04 lr 03 02
024-DD-6A00.UBA.O1 I Fasilitasi dar PcDbitlaan Daerah dalam
Pelaksanaan Upaya Kclchatan Kerja
38 38 Provinsi 2.306.252 04 ll 03 02
024.DD.6801
024.DD.6801.PEH
Pembinaan Kesehatan Jiwa 20.o74.771
SK No 132895 C
Promosi 16.912.417
berkas 4, hlm. 361 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DD.6801.PEH.001
024.DD.6801.SCM
Promosi, I(arlpanye, Produksi dan
Penyebarluasan Informasi Program
Kesehatan Jiwa d6n NAPZA (LP-3)
Pelatihan Bidang Kesehatan
3 7 promosi 16.912.417 04 13 04 03
3.166.354
024.DD.6801.SCM.001 Tenaga Kesehatan/non Kesehatan yang
Ditingkatkan Kapasitasnya dalam
Tatakelola terkait Program Kesehatan Jiwa
dan NAUA (LP-l)
5281 o Orang 3.166.354 04 13 04 03
024.DD.6802 Pembinaan Tata lclola Kesehatan
Masyarakat
23.4t8.874 .M3
024.DD.6802.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 8.341.384
024.DD.6802.PEF.002 sosialisasi program pemeriksaan kesehatan
gratis
3800 3800 orang 8.341.384 04 ll 04 02
024.DD.6802.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 4.170.693
o24.DD.6AO2.PFA.O1 I NSPK pemeriksaan kesehatan gratis 1 I NSPK 4.170.693 04 ll 04 02
024.DD.6802.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 5.464-OOO
SK No 149553 C
O Lembaga o06 07 01 0l o24.DD.6aO2.QDB.OO2 Pemenuhan alkes di Unit Pelayanan
Kesehatan Tingkat Desa/Kelurahan sesuai
standar
o
berkas 4, hlm. 362 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2IJ29
(Fap Ribu)
PI{ PP KP PROP
024.DD.6802.QD8.003 Pembinaan Pelayanan berbasis gugus
pulau di wilayah kepulauan
I 6 Lembaga 5.464.000 04 l5 02 03
O24.DD.68O2.QDB.OO3.O0OO Pembinaan Pelayanan berbasis gugus
pulau di wilayah kepulauan - Rr8at
024.DD.68O2.QEG Bantuan Peralatan / Sarana
1 6 Lcrubaga 5.464.000 06 07 04 01
23.349.972.726
024.DD.6802.QEG.001 Sarana Puskesmas, Pustu darr Posyandu
(soPHr)
I 3 Paket 23.349.972.726 06 07 0l 01
04 15 0l 01
024.DD.6802.SCM Pelatihan Bidang Kcsctratan 6.673.107
024.DD.6802.SCM.005 SDMK yang ditingkatkan kapasitasnya
untuk menunjang pemeriksaan kesehatan
gratis
Ff;fjl F[fr] Orang 6.673.107 04 ll 04 02
024.DD.6802.UAE Pemantauan d6n Evaluasi serta Pelaporan 14.732.207
024.DD.6802.UAE.002 Pemantauan dan Monev Pelaksanaan
Kegiatan Integrasi Layanan hiacf, (l,P-U
25 25 Laporan 5.?47.20? 04 15 0r 01
o24.DD.6aO2.UAE.OO5 Pemantauan drn Monev Pelayanan
Kesehatan di mPK dan Kaf,,aaan Khusus
(LP- l)
10 50 Laporan 3.945.000 04 l5 02 03
SK No 132897 C
berkas 4, hlm. 363 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DD.6802.UAE.005.0000 Pemantauan dan Mdrcv Pelayanan
Kesehatan di DTPK dart Kawasan Khusu.
(LP- 1) - Pusat
10 50 Laporan 3.945.000 06 07 04 01
024.DD.6802.UAE.O lO Telaah kebijakan insentif pelayanan UKM di
Puske3@aa
I I Rekomendasi 5.OOO.OOO 04 15 04 (xl
024.DD.6802.UBA Fasilitasi datt PeEbitraatt Pemerintah
Daerah
29.519.926
024.DD.6802.UBA.001 Pembinaan, Pendampingan dan Bimbingan
Tclsris Pelaksanaan Manajemen dar TUta
Kelola Rrske3@a8 (LP-l)
38 o Daerah
(Prov / Kab/ Kotal
16.969.64? 04 15 01 01
024.DD.6802.UBA.004 Pembinaan, Pendampingan dsn Bimbingan
Teknis Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
Tradisional (LP- 1)
480 1000 Daerah
(Pror, / Kab/ Kota)
6.711.270 04 15 01 0l
024.DD.6802.UBA.007 Pembinaan puskesmas penyelenggara
pe.ocrik.aan kerchatart gratis
m gE Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
5.838.969 04 11 04 02
024.DO kograE Pelayanan Kesehatan dan JKN 339.885.021.175
, 024.DG.2051 Pembinaan Fasilitas FclaJranan Kesehatan 37.727.006.472
024.DG.2051.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 39.662.754
SK No 132898 C
1000 5000 orang 39.662.754 04 15 05 03 024.DG.2051.PEF.001 Sosialisasi dan edukasi pelayanan
kedokteran presisi kepada masyarakat
berkas 4, hlm. 364 OCR
PUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.205r.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 47.247.439
024.DG.2051.QDB.OO3 Pembinaan RS dara.E l,ayanan kedokteran
presisi
5 40 Lembaga 38.947.196 04 15 05 03
o24.DG.205l.QDB.0O4 Optimalisasi Pela.ksanaan Uji mnig 22 3{) Lembaga 1.300.000 (x 15 05 03
024.DG.2051.QDB.005 RS yang diberikan bimbingan teknis ASPAI(
terkait ketersediaan aaratra Prasarana dan
alat kesehatan
179 974 Lembaga 3.065.505 04 15 05 02
024.DC.205r.QDB.0r3 Pemenuhan Unit Transfusi Darah (UTD)
dengan Sarana Prasarana dan (SPA) sesuai
standar
45 foo Lembaga 3.934.738 04 11 01 0l
o24.DG.205l.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 9.370.224.620
024.DG.205r.QFC.0Ol RSI Berkualitas di Kab/Kota (Pemenuhan
PHTC bidang Kesehatan)
lo o Paket 9.370.224.620 04 15 02 01
024.DG.2051.RAB Sarana Bidang Kesehatan 27.596.708.383
024.DG.2051.RAB.008 Pembangunan dan Pengembangan RS UPT
vertikal Riau
1 o Unit 566.870.000 04 15 02 01
SK No 132899 C
4077 :al Unit 27.029.434.383 M l5 02 02 024.DG.2051.RAB.009 Pengadaan peralatan Kesehatan dan
pendukungnya untuk Rumah Sakit
(SIHREN) (LR - 1r)
berkas 4, hlm. 365 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.2051.RBV Prasarana Bidang Kesehatan 663.879.008
024.DG.2051.RBV.002 Pembangunan dan Pengembangan Gedung
GeaeBanl Indonesia
o o Unit 663.879.004 02 16 05 0l
024.DG.2051.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelapcatr 9.244.264
024.DG.2051.U4E.004 Sarana Prasarana Alat UTD yang dilakukan
monitoring dan evaluasi
37 55 Laporan 4.492.404 04 11 01 01
024.DG.2051.UAE.011 Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan
bantuan alat kesehatan dan penunjang
BMN SIHREN
l1 O Laporan 4.791.860 04 15 02 02
024.DG.2067 Peningkatan kodul<si dan Distribusi
Kefarmasian
19.605.275
024.DG.2067.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 4.605.275
024.DG.2067.QDr.OO1 Pembinaan sarana produksi dalam rangka
peningkatan produksi s€diaafl farmasi dan
vekain halal
o o Industri o 02 13 0l 02
024.DG.2067.QDI.5l9 Industri farmasi yang dibina dalam rangka
pemenuhan ketersediaan obat esensial
der,m JKN
r15 175 Industri 4.605.275 04 t4 02 01
SK No 132900C
Fcoantau€[ dan Evaluasi serta Pelaporan lS.ooo.ooo 024.DG.2067.UAE
berkas 4, hlm. 366 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.2067.UAE.001 Review' implementasi pengadaan obat
melalui e-purchasing
2 2 Rekomendasi 15.000.000 04 t4 02 01
024.DG.2087 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Prim€f, 23.563.165
024.DG.2087.UBA Fasilitasi dan Pembinaan F.@crintah
Daerah
23.563.165
024.DG.2087.UBA.004 Pembinaan Klinik pratama dan praktek
mandiri dokter yang berjejaring dengan
puskesmas untuk pelayanan program
prioritas
vn ni) Daerah
(Prov/Kab/Kota)
23.563.165 04 15 0l Ol
024.DG.2090 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Rujukan 4.650.324.885
024.DG.2O9O.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.136.799.750
o24.DG.2O9O.QDB.0O1 Pembinaan PONEK (Pelayanan Obstetri
Neonatal Emergency Komprehensif) di
Rumah Sakit
570 77O Lembaga 2.056,0A2 04 l9 01 01
04 lt 01 01
024.DG.2O9O.QDB.006 Layanan prioritas kardiovaskuler di rumah
sakit
320 32O Lembaga 1.3irc.984 04 15 02 02
024.DG.2090.QDB.OO7 Layanan prioritas kanker di rumah sakit 321 321 Lembaga 1.438.585 04 15 02 02
SK No 132901C
Layanan prioritas stroke di rumah sakit 314 314 Lembaga 1.629.395 04 15 02 02 o24.DG.2090.QDB.OO8
berkas 4, hlm. 367 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DG.2O9O.QDB.O1O Layanan pdditas diabetes mellitus di
rumah se.kit
177 17? Lembaga 9.198.644 04 15 02 02
024.DG.2O9O.QDB.O r I layanan prioritas uronefrologi di rumah
sakit
318 318 Lembaga 1.303.682 04 l5 02 02
o24.DG.2O9O.QDB.Or2 RS yang Ditingkatkan Kompetensi Dalartr
Layanan Penyakit Infeksi Eil€f,gin8
Kil 70 L€inbaSa 6.196.000 M 14 0l Ol
024.DG.2O9O.QDB.Or3 RS yang ditingkatkan kompetensi dala.E
layanan kesehatan jiwa
15 75 Lembaga 7.513.765 04 13 04 03
024.Dc.2090.QDB.O 15 Layanan prioritas Kesehatan Ibu dan Anak
di rumah sakit
3t8 318 Lembaga 1.302.853 04 15 02 02
024.DG.2090.QDB.028 Fasilitasi dan pembinaan peningkatan
kapasitas RS Pratama
0 O Lembaga 006070401
024.DG.2O9O.QDB.O38 FrEcnuh€rt SPA untuk pelayanan lbu-
Atrak, Kard<6, Jantung, Stroke, Ginjal di
RS sesuai standar
20 100 Lembaga 4.095.62.760 04 15 02 02
024.DG.209O.QDB.O39 Pembinaan RS Kapal di wilayah kepulauan 9 13 Lembaga 4.157.000 04 l5 02 03
06 07 04 0t
SK No 132902 C
Pembinaan Pembiayaan dan Jaminan
Kesehatan di Rumah Sakit
36 36 Lembaga s.ooo.ooo 04 l5 04 03 024.DG.2O9O.QDB.O50
berkas 4, hlm. 368 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.209O.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 502.545.OOO
024.DG.2O9O.QF{i.OOr Bantuan Operasional RS Kapal
(Pcroeruhatl PHTC bidang Kc8€hata!)
9 9 Paket 502.585.000 04 15 02 03
024.DG.2090.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 2.275.L35
024.DG.2090.UAE.004 Penerapan Rekam Medis Etekrqdk (RME)
terintegrasi di RS Rujukan
1056 2980 laporan 1.915.135 04 l5 05 03
024.DG.2090.U4E.006 Monitoring RS kelas D yang ditingkatkan
menjadi kelar C
1 1 Laporan 360.000 04 15 02 0l
024.DG.2090.U8A
024.DG.2090.U8A.001
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
8.665.000
Provinsi ysrrg tcr.cdia RS layarrarr a.riatri
dan dibina sesuai standar
3 30 Provinsi I.865.000 04 ll 03 03
024.DG.2090.UBA.002 Kabupaten/ kota yg diberikan pembinaan
pelayanan darah
102 514 Kab/Kota 6.800.000 04 ll 01 01
024.DG.5610 Pembiayaan JKN/KlS 244.420.OOO.547
024.DG.56l0.QEA Bantuan Masyarakat 244.820.000.547
SK No 132903 C
Penduduk p€rr€f,ima bantuan iuran PtsI
JKN
06 02 0l 01
024.DG.56lO.QEA.OOl 96800000 orang 232.320.000.590 04 15 04 01
berkas 4, hlm. 369 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
08 03 05 03
024.DG.5610.QEA.0O2 Fes€f,ta Pek€f,ja Bukan Penerima Upah
(PBPU) dan Bukan Pekerja (BB penerima
kontribusi bantuan iuran
49603175 49603175 Orang 12.499.999.957 08 03 05 03
06 02 01 01
04 15 04 01
024.DG.5836 Pembinaan Mutu Pelayanan Kesehatan 90.5a5.7a9
o24.DG.5835.QDB Fasilitasi dan Pembinaan l,€mbaEa 65.585.789
024.DO.5836.QDB.002 Fasilitasi Peningkatan Mutu Rumah sakit FIr-l:f0 3080 Lembaga 9.290.000 04 15 02 01
024.DG.5836.QDB.OO9 Penyelenggara akreditasi yang dilakukan
p€obhaart dan p€lrgawaaan
r3 13 Lembaga 3.5aa.oa9 04 t5 0l 01
o24.DG.5836.QDB.Or r Pengukuran dan pelaporan mutu
hrskcmes
20 lOO Lembaga 12.707.700 04 15 0l 01
024.DG.5836.QDB.012 RS pemerintah dan scra8ta yana dibina
dalam mengimplementasikan Program
Pengendalian Resistensi Antimikroba
627 630 Lembaga 20.ooo.ooo 04 t4 02 03
024.DG.5836.QDB.013 FKTP yang dibina dalam
mengimplementasikan penggunaan
antibiotik rasional
800 8OO Lembaga 20.000.000 04 14 02 03
SK No 132904C
berkas 4, hlm. 370 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.5836.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daef,oh
25.000.ooo
024.DG.5836.UBA.001 Kab/kota yang difasilitasi dalam
paE€rtdalian resistensi antimikroba
100 114 Daerah
(Pror'/ I(ab/ Kota)
25.000.ooo 04 t4 02 03
024.DG.5839 Peningkatan Pengawasan Alat Kesehatan
(Alkes) dan Perbekalan Kesehatan Rumah
Tangga (PKRT
58.500.000
024.DG.5839.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 58.500.000
024.DG.5839.OtA.001 Sertifikasi dan Penilaian Kepatuhan
Penerapan CPAKB ( Cara Pembuatan Alat
Kesehatan yang Baik)
275 295 Keputusan 10.000.000 04 14 03 02
024.DG.5839.QIA"002 Sertifikasi dan Penilaian Kepatuhan
Penerapan CDAKB
I I Laporan 15.000.000 04 t4 03 02
024.DG.5839.QrA.OO4 Kalibrasi Alat Kesehatan di RS dan
Puskesmas yang diawasi
68 80 Laporan 25.000.000 04 L4 03 02
o24.DG.5839.QlA.OO5 SDM pengawasan alat kesehatan yang
o€@enuhi standar k@pctcnsi
64 fOO Laporan 5.000.000 04 t4 03 02
SK No 132905 C
Jejaring Laboratorium Pengujian Alat
Kesehatan
I Laporan 3.500.000 04 t4 03 02 024.DG.5839.QrA.006 I
berkas 4, hlm. 371 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DG.6388 Dukungan Pelayanan Kesehatan Unit
Pelaksana Teknis Ditjen Pelayanan
Kesehatan
5.000.360.000
024.DG.6388.RAB Sarana Bidang Kesehatan 5.OOO.360.OOO
024.DG.6348.RAB.006 Feru€nuhan gedung dan pengadaan alat
kesehatan Pelayanan l(an.ker Terpadu
I o PaLet 5.000.360.000 04 15 02 02
024.DG.6806
o24.DG.6806.QEA
Penanggulangan Penyalahgunaan NAUA
Bantuan Masyarakat
lO I .9 l8- grl{)
101.918.940
024.DG.6806.QE4.0Ot Pelayanan Klaim IRIrL (PK-20) 2100 2100 Orang 101.918.940 07 06 02 01
024.DG.6807 Pembinaan Tata Kelola Pelayanan
Kesehatan
20.300.000
024.DG.6807.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 20.300.000
o24.DG.68O7.QDB.OO5 Fasyankes ditetapkan sebagai pelaksana
pelayanan telemedisin (LR-f 1)
350 350 Lembaga 5.000.000 02 t4 002 008
SK No 132906 C
50 7.500.000 04 15 02 01 024.DG.6807.QDB.OO8 BLU RS Pemerintah yang ditingkatkan
k€rnandiriannya (LR- 12)
50 Lembaga
berkas 4, hlm. 372 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DC.6807.QDB.O l6 Pembinaaan RS Pemerintah dengan kinerja
keuangannya bcoilai baik
40 40 Lembaga 6.500.000 04 15 02 01
024.DG.6808 Peningkatan Pengelolaan dan Pelayanan
Kdermeaisn
46.290.273.520
024.DG.6808.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 40.ooo.ooo
024.DG.6808.QDB.OO1 RS yang dibina dalam penggunaan obat
3€Sl.rei Fdrres
91 95 Lembaga lo.ooo.ooo 04 t4 02 02
024.DG.68O8.QDB.OO2 Fasyankes yang dibina dalam pelayanan
kdsl'mesien
10445 11471 Lembaga 3).OOO.OOO 04 t4 02 02
024.DG.6808.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 25.000.000
o24.DG.6808.QDC.OOr Tenaga Kefarmasian Yang Kompeten Dalam
Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan
151544 202344 Orang 25.OOO.000 04 14 02 02
024.DG.6808.QF,c Bantuan Produk 46. t40.902.392
024.DG.6808.QF,c.O39 Obat Hepatitis 3 3 PaLet 2.226.206.394 04 14 02 01
o24.Dc.6808.QEC.530 Obat darr Perbekalan.Ke.ehatan pnogra.E
Penyakit Tropis Terabaikan
2 2 Paket 251.726.697 04 t4 02 0l
04 13 02 0l
SK No 132907 C
vaksin Imunisasi Program L2 t2 Paket 10.571.763.585 04 02 04 02 024.DG.6808.QEC.531
berkas 4, hlm. 373 OCR
F,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 L4 02 01
024.DG.6808.QEC.532 Obat dan Perbekalan Kesehatan Program
Penccgahdl dan Pengendalian TB
I I Paket 10.396.033.655 04 L4 02 01
04 13 01 03
024.DG.6808.QEC.533 Obat dan Perbekalan Kesehatan program
Pengendalian Malaria
I I Paket 204.796.766 08 03 04 02
04 t4 02 01
024.DG.6808.QFC.534 Obat dan Perbekalan Kesehatan Program
Pencegahan da.t! Pengendalian HIV/AIDS
1 I Paket 1.736.782.681 04 t4 02 01
04 13 03 01
024.DG.6808.QEC.535 Vaksin Lainnya dan Logistik Penunjang
Vaksinasi
3 3 Paket 545.548.925 04 t4 02 01
024.DG.6808.QEC.536 Buffer Obat dan P.f,bckalan Kesehatan 2 2 Paket 326.55?.424 04 14 02 01
024.DG.6808.QDC.537 Obat dan Pgbckala! Kc8€hatan untuk
Pelayanan Kesehatan Lainnya
4 4 Paket 442.132244 04 14 02 0l
024.DG.6808.QDC.538 Obat dan Pcrbeklei Haji (LP- fO) I 1 Paket 416.407.385 08 0l 06 02
024.DG.6808.QF,c.540 Obat Kesehatan Jiwa I 1 .975.714 04 t4 02 01
SK No 132908 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
I Paket
84.371.128
024.DG.6808.QEC.542 BMHP untuk Skrining Kesehatan I 18.945.970.906 04 11 04 01
024.DG.6808.U84
berkas 4, hlm. 374 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o24.DG.6aO8.t BA.OOl Instalasi Farmasi Kab/Kota yang
Menerapkan Manajemen Pengelolaan Obat
dan vaksin Sesuai Standar
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/Kota)
37.431.875 04 t4 02 01
024.DG.6808.UBA.003 Ikb/ Kota yang dibina dalam penyusunan
perencanaan kebutuhan obat, vaksin, dan
p€f,bekkes
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/I(ota)
6.939.253 04 14 02 01
024.DG.6808.UBA.019 Kab/kota yang dipantau ketersediaan obat
den vaksin secara rutin
514 Daerah
(Prov/ I(ab/ Kota)
ls.Ooo.fix) 04 t4 02 0l 514
024.DG.6808.1rB4.024 Kab/kota yang ditingkatkan kapasitasnya
dalam pelayanan L€iarEasian
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
25.OOO.OOO 04 14 02 02
024.DG.6809 Peningkatan Ketahanan Kefarmasian dan
Alat Kesehatan
686.392.468
024.DG.6809.PEH Prorrbsi 21.396.025
024.DG.6809.PEH.507 Promosi pengembangan, produksi, dan
pemanfaatan alkes dalam negeri
l1 l5 promosi 21.396.025 05 01 t4 02
o24.DG.6809.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 641.800.552
o24.DG.6809.ODB.523 Lembaga yang melakukan Keda Saroa
hilirisasi penelitian Obat Bahan Alam
20 20 Lembaga 4.423.668 05 01 I I 04
SK No 149554C
6 Lembaga 3.044.222 05 01 ll 05 o24.DG.6809.QDB.524 Lembaga yang melakukan uji praldinik dar
uji klinik p€ogembaraan obat bahan alam
berkas 4, hlm. 375 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DG.6809.QDB.602 Lembaga yang dilskul(alr pembinaan
pengembangan inovasi alkes dala.E ncgcri
a 8 Lembaga 10.?94.752 05 01 t4 02
024.DG.6809.QDB.603 Lembaga yang melakukan pcigembarual
inovasi dart produksi bahan baku obat
kimia prioritas dalam negeri
25 25 Lembaga 3.205.524 05 0r ll 05
024.DG.6809.QDB.604 l,eEbaaa yang melakukan transfer
tcktolo8i atau pengembangan teknologi
baru untuk memproduksi vaksin
4 8 Lembaga 6.369.954 05 0l 1l 05
024.DG.6809.QDB.605 Lembaga yang melakukan n transfer
teknologi atau pengembangan teknologi
baru untuk memproduksi produk biologi
5 9 Lembaga . 4.934.853 05 01 11 05
024.DG.6809.QDB.606 Lembaga yang didampingi dalam
pelaksanaan qii klinis obat, vaksin, dkcs di
Ind6rcsia
48 t erobaaa 9.027.541 05 01 11 05
024.DG.68(x).QDB.607 t obaga yang didampingi dalam
pelaksanaan uji klinis TB
1 2 Lembaga 599.999.998 04 13 0l Ol
024.DG.6809.QDr Fasilitasi dan Pcrnbinaen Industri 23.195.891
SK No l329l0C
42 125 Industri 23.195.891 05 0l l l 01 024.DG.68G).QDI.523 Industri farmasi yang memenuhi syarat
melakukan pengembangan atau produksi
menggunakan bahan baku dalam negeri
berkas 4, hlm. 376 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.6812 Pendayagunaan Tenaga Kesehatan 396. 190. 114
024.DG.6812.PBG Kebijakan Bidang Kesehatan 503.765
024.DG.6812.PBG.001 Penyusunan Kebijakan Restrukturisasi
Kewenangan Pengelolaan Tt(raga Medis dan
Tenaga Kesehatan
I I Rekomendasi
Kebijakan
503.765 04 l5 03 02
024.DG.6812.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 395.686.349
024.DG.68r2.QAA.OO1 Penugasan Khusus Tenaga Medis dan
Tenaga Kesehatan pada Puskcloas
2224 2369 Orang 205.629.012 04 15 03 02
O24.DG.68f2.QAA.OO 1.OOOO Penugasan Khuaua Tcnagir Medi. dart
Tenaga Kesehatan pada PusLesroai - Pusat
2224 2369 Orang 205.629.012 06 07 04 01
o24.DG.68t2.QAA.OO2 F.nugaaan Khusus Tenaga Mcdia dan
Tenaga Kesehatan pada Puskesmas di
wilayah Papua
61 65 Orang 17.545-162 04 15 03 02
024.DG.68I2.QAA0O2.OOOO Penugasan Khusus Tenaga Medis dan
Tenaga Kesehatan pada Puskesmas di
wilayah Papua - Pusat
61 65 Orang 17.545.162 06 07 04 0l
o24.DG.68r2.QAA.OO3 Pendayagunaan Dokter Spesialis 670 6?O Orang 42.592.902 04 15 03 02
SK No 132911 C
20 3.158.583 04 15 03 02 024.DG.6812.QAA.OO4 Pendayagunaan Dokter Spesialis di Wilayah
Papua
20 Orang
berkas 4, hlm. 377 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2.J25-2rl2q
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DG.68l2.QAA.O05 Pendayagunaan Tenaga Medis dan Tqraga
Kesehatan WNI Lulusan Luar Negeri
55 55 Orang 126.720.690 02 09 05 02
O24,DL Program P.odidika.D dan Pelatihan vokasi 1.492.112.086
024.DL.6822 Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan 320.727.401
024.DL.6822.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 320.727.401
024.DL.6822.SCM. r00 Pelatihan Surveil,ans Epidi€dolo5r 630 540 Orang 24.167.046 06 07 07 05
024.DL.6822.SCM.101 Pelatihan 9 Penyakit Prioritas 2325 2325 Orang 79.047.434 0,6 07 07 05
024.DL.6422.SCM.102 Pelatihan Sistem Kesehatan Nasional 2649 2649 Orang 88.853.225 06 0? 07 05
024.DL.6822.SCM.103 Pelatihan Stunting 420 A2O Orang 32.9A4.529 06 07 07 05
024.DL.6822.SCM.104 Pelatihan Terkait Tenaga Cadangan
Kesehatan
7496 7496 Orang 23.719.772 06 W O? 05
024.DL.6822.SCM.105 Peningkatan Kompetensi Dokter Spesialis
Melalui Proara.E Fe[owship
100 100 Orang 71.954.991 04 15 03 03
024.DL.6822.SCM.106 Pelatihan Terkait Layanan Primcf d€n
Rujukan
o o Orang 006070705
024.DL.6823 Penyediaan da,l Peningkatan Kualifikasi
Tenaga Kesehatan
1.171.384.685
SK No 132912 C
Bantuan Pendidikan Tinggi 1- 171-384-645 024.DL.6823.QE r
berkas 4, hlm. 378 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
o24-DL.6A23.QE").OO2 Bantuan Pendidikan Program Pendidikan
Dokter Spesialis (PPDS)/ hograE
Pendidikan Dol(tcr Gigi Spesialis (PDGS)
wilayah Papua
8:l 90 Orang 73.570.295 04 15 03 01
024.DL.6823.Q8 .013 Bantuan Program Pendidikan Dokter
Spesialis (PPDS)/Program Pendidikan
Dokter Gigi Spesialis (PDGS) dengan Wajib
Penempatan
185 900 Orang 1.097.814.390 04 15 03 01
024.DO Program Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit
60.283.201.915
024.DO.2058 Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan 414.232.241
024.DO.2058.QAH Pelayanan Publik lainnya 122.147.942
o24.DO.2O58.QAH.OOl Layanan Kewaspadaan Dini dan Respon
Penyakit Potensi KLB/wabah (HS-29)
257 411 layanan 16.191.142 08 03 04 05
04 t4 01 01
024.DO.2058.QAH.0O2 Layanan pengendalian faktor risiko
penyakit di bandar udara
4464 lof76 layanan 4.867.110 04 14 0t 03
SK No 132913 C
yt4 2304 layanan 749.760 04 t4 01 03 o24.DO.2O58.QAH.OO3 Layanan pengendalian faktor risiko
penyakit di PLBN
berkas 4, hlm. 379 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RqPROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2058.QAH.O04 Layanan Surveilans dan Deteksi Dini
Froyakit Infeksi EE€f,Sing (HS-29)
14 29 layanan 15.232.567 04 t4 0l Ol
024.DO.2Osa.QAH.OO7 Layanan Surveilans Berbasis Laboratorium
(HS-29)
26 26 layanan 14.a59.370 04 14 01 01
o24.DO.2058.QAH.Or3 Layanan Kekarantinaan Kesehatan di Pintu
Masuk dan Wilayah (HS-29)
135 235 layanan 36.506.075 04 t4 01 0l
024.DO.2O58.QAH.O14 Layanan Pengendalian Vektor dart Binatang
Pembawa Penyakit (HS-29)
334 ,ti!6 Layanan 25.625.213 04 14 01 0l
02 16 02 04
o5 04 o3 08
024.DO.2058.QAH.Ol7 layanan Pemeriksaan Orang, Barang, Alat
Angkut
422 1065 layanan 8.116.705 04 14 0r 03
0a 03 04 05
024.DO.2O58.QMA Data dan Informasi Publik 19.343.295
o24.DO.2058.QMA.0O1 Data dan Informasi Kesiapsiagaan dlarl
Respon Penyakit Berpotensi KLB/Wabah
3 3 layanan 19.343.295 04 t4 0r Ol
SK No l329l49
Sarana Bidang Kesehatan 226.'352.334 024.DO.2058.RAB
berkas 4, hlm. 380 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2058.RAB.001 Pengadaan Nat dafl Bahan Kekarantinaan
Ke.€hat6n di Pintu Masuk
37295 2o4 Paket 2.567.9,85 04 t4 01 03
024.DO.2058.RAB.002 Alat dan Bahan Kesehatan Pencegahan dan
Pengendalian Fcnya*it Potensial
KLB/Wabah
2 2 Pel<ct 2.500.000 04 t4 01 01
024.DO.2058.RAB.003 Alat dan Bahan Kesehatan Kekarantinaan
Kesehatan
P..ket 151.555.938 04 t4 0l 03
o24.DO.205a.RAB.OO4 Alat dan Bahan Kesehatan Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit lrf€kEi Emerging
(HS-29)
2 2 Paket 1.047.243 04 L4 0t Ol
024.DO.2058.RAB.007 Alat dan Bahan Kesehatan Pengendalian
veLtc (Hs-29)
to to Paket 34.773.767 04 14 01 01
02 16 02 04
024.DO.2058.RAB.008 Alat dan Bahan Kc8chatan Surveilans
Berbasis Laboratorium (HS-29)
2 2 Paket 30.407.401 04 t4 0l ol
024.DO.2058.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 29.573.414
024.DO.2058.SCM.003 T.naga Terlatih Bidang Kekarantinaan
Kesehatan
60 n0 Orang 17.454.231 04 t4 01 03
SK No 132915 C
Tenaga Terlatih Bidang Surveilans (HS-29) 30 30 Orang 1.a44.287 04 14 0l Ol 024.DO.2058.SCM.004
berkas 4, hlm. 381 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2058.SCM.005 Tenaga TErlatih Bidang Infeksi Emerging
(HS-29)
418 480 Orang 6.271.343 04 t4 0l 01
024.DO.2058.SCM.010 Tenaga Terlatih Bidang Surveilans Berbasis
Laboratorium (HS-29)
60 210 Orang 3.336.049 04 L4 0l Ol
o24.DO.2058.SCM.O1r T.oaga Terlatih Pengendalian
Vektor/Entomolog Kesehatan (HS-29)
t2 t2 Orang 67.464 04 t4 0l 01
02 16 02 (}4
024.DO.2058.U84 Fesilit.]ri dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
20.srs.292
o24.DO.2058.UBAOOl Daerah Mendapat Monitoring dan Supervisi
Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respon
KLB/Wabah (HS-29)
3a gB Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.669.385 04 t4 01 0l
024.DO.2058.UBA.003 Daerah Mendapat Monitoring dan Supervisi
Penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan
(HS-291
38 ql:l Daerah
(Prov'/ Kab/ Kota)
3.746.126 04 t4 01 01
024.DO.2058.U84"004 Da.rah Mendapat Monitoring dan Supervisi
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Infeksi Emerging (HS-29)
m Daerah
(Pror,/ Kab/ Kot4
6.255.815 04 t4 01 0l
SK No 132916C
7n nn Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.739.273 04 t4 01 0l 024.DO.205a.UBA.OtO Da€f,ah Mendapat M6titortu dan Supervisi
Surveilans Berbasis Laboratorium (HS-29)
berkas 4, hlm. 382 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ IRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
o24.DO.2058.t 84.011 Daerah Mendapat Mqftorha dan Supervisi
Pengendalian Vektor datr Binatang
Pembawa Penyakit (HS-29)
30 30 Daerah
(Prov/ Kab / Kota)
3.904.693 04 L4 01 0r
024.DO.2061 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Tidak Menular
2.724.241 .545
024.D0.2061.PFA NGma, Standar, Prosedur, datr lcit€ria 9.353.700
024.DO.2061.PFA.U02 NSPK Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular (Kategori Il)
16 16 NSPK 9.353.700 04 13 05 02
024.DO.2061.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 2.517.726.746
o24.DO.206l.QAA.001 Orsflg yang mendapatkan Layanan
Konseling Upaya Berhenti M€roLol
150000 150000 Orang 25.630.910 04 13 05 02
o24.DO.206l.QAA.0O2 Orang yang Mendapatkan Deteksi Dini FR
Diabetes Melitus
36275610 60459350 Orang 19.179.158 04 13 04 01
024.DO.2061.Q44.0O4 Orang yang Eqtrdapatlan Deteksi Dini
Kenkcr dsn kelainan Dereh
10000 10000 Orang 372.125.441 04 13 04 01
o24.DO.2061.QAA.024 Tes konfirmasi sampel skrining kanlcr
leher Rahim dengan HPv DNA
2040000 r allt-trl Orang 2.100.791.237 04 ll 04 0t
o24.DO.206r.QAH Pelayanan Publik Lainnya 12.805.567
SK No 149555 C
Deteksi Dini Faktor Risiko Diabetes Melitus lo 6.620.541 04 13 04 01 o24.DO.2061.QAH.OO2 f0 Layanan
berkas 4, hlm. 383 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r--N29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DO.2061.QAH.0O3 Layanan Deteksi Dini Penyakit Jantung dan
Pembuluh De.rsh
4 4 layanan 6.184.946 04 13 04 0l
024.DO.206r.OMA Data dan Informasi Publik 8.762.300
024.DO.2061.QMA.001 Penyediaan Media K@udkasi, InfcEa8i,
Edukasi P€styelsrygaraan Layanan Upaya
Berhenti Merokok (LP- I 0)
1 3 layanan 4.414.300 04 13 05 02
024.DO.206r.QMA.006 Penyediaan Media Komunikasi, Informasi,
Edukasi I(anlaaar Tanpa Rokok (LP- 10)
1 2 layanan 3.750.000 04 13 05 02
024.DO.2061.QMA"012 Media Komunikasi, Informasi, Edukasi
Pengendalian Pembatasan Konsumsi Gu.la
Garam Lemak (LP-lO)
1 layanan 198.OOO 04 13 05 04
024.DO.2061.RAB Sarana Bidang Kesehatan 49.517.763
024.DO.2061.RAB.002 Alat dan Bahan Kesehatan Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus
dan Gangguan Metabolik (LP- lO)
150 200 Paket 29. 164.898 04 13 04 01
024.DO.2061.RAB.004 Alat dan Bahan Kesehatan Tindak Lanjut
Lsi Prakanker lrhcr Rahim (l,P-10)
tlrfrn frm Paket 60.352.865 04 13 04 01
024.DO.2061.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 61.370.040
SK No 132918 C
Pelatihan Konseling Upaya Berhenti
Merokok
30 240 Orang 18.375.215 04 13 05 02 o24.DO.2061.SCM.OO I
berkas 4, hlm. 384 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2(129
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.2061.SCM.002 Pelatihan Edukator Diabetes Nasional
Tingkat Dasar Bagi Tenaga Kesehatan
420 420 Orang 2.310.219 04 13 04 01
024.DO.2061.SCM.004 Pelatihan Pencegahan dart Pengendalian
Kanker dalr Kelainan Darah (LP-IO)
fim 500 Orang 1a.255.478 04 13 04 0l
024.DO.2061.SCM.006 Pelatihan Penerapan dan Penegakan KTR
(LP- rO)
50 350 Orang 11.321.090 04 13 05 02
024.DO.2061.SCM.011 Tenaga Kesehatan Terl,atih Pelayanan
Terpadu (PANDU) PTM (LP-10)
600 1350 Orang 7.954.166 04 13 04 01
o24.DO.2q61.SCM.Ol2 Temrga Kesehatan Terlatih Pengendalian
Konsumsi Gula Garam Loak
,xm EIIIO Orang 3.113.872 04 13 05 04
024.DO.206l.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
24.745.470
o24.DO.206r.UBA.OO1 Fasilitasi dan Pembinaan Layanan Upaya
Berhenti Merokok (LP)
76 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
6.790.000 04 13 05 02 l8
024.DO.20,61.UBA.OO2 Daerah yang mendapatkan Fasilitasi dan
pembinaan pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Diabetes Melitus dan Gangguan
Metabolik
52 514 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
4.212.800 M 13 04 01
SK No 132919 C
berkas 4, hlm. 385 OCR
PRESIOEN
REPUELIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DO.2061.UBA.004 Monev Supervisi Pencegahan da!
Pengendalian Penyakit Kanker dan
Kelainan Darah (LP- 10)
54 54 Daerah
(hov / Kab/ Kota)
6.195.750 04 t3 04 01
024.DO.206r.UBA.006 Pembinaan Penerapan Implementasi
Kawasan Tanpa Rokok di 7 Tatanan (LP-IO)
83 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
8.680.860 04 13 05 02
024.DO.206t.UBA.Ol I Daerah yang mendapat Fasilitasi dan
Pembinaan Pelayanan Terpadu PTM (LP-10)
15 26 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
2.076.440 04 13 04 01
024.DO.2061.UBA.012 Dacf,ah yang mendapat Fasilitasi dan
Fe@bilraarr Pengendalian Pembatasan
: Konsumsi Gula Garam Lemak (GGL) (LP-
ro)
2 34 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
759.620 04 t3 05 04
024.DO.4249 Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di
Pintu Masuk Negara dan Wilayah
12.364.116
024.DO.4249.QAH Pelayanan Publik Lainnya 12.364.116
024.DO.4249.QAH.U r r Layanan survei faktor risiko penyakit DBD
(HS-29)
STvD 3822 layanan 12.364.116 08 oil 04 01
024.DO.6816 Peningkatan Kesehatan Jemaah Haji 275.924.246
o24.DO.68r6.QAH Pelayanan Publik lainnya 275.924.28,6
SK No 132920 C
275.924.246 08 01 06 02 024.DO.68r6.QAH.OOl Penyediaan Fasilitas Penyelenggaraan
Kesehatan Haji (HS-29)
I I layanan
berkas 4, hlm. 386 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEN
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'(ASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
024.DO.6817 Pengelolaan Krisis Kesehatan 33.913.197
o24.DO.68r7.QHC Operasi Bidang Penanggulangan B€(tcana 21.272.968
024.DO.6817.QHC.001 Mobilisasi Tenaga Penanggulangan Krisis
Kesehatan (HS)
36 36 operasi 2t.272. A 04 L4 0l 01
024.DO.6817.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 12.640.229
024.DO.6817.SCM.001 Pelatihan Pengurangan Risiko l&isis
Kesehatan
76 192 Orang 4.421.025 04 t4 01 01
oa 03 05 02
o24.DO.6al7.SCM.OO2 Kesiapsiagaan dalam Upaya
Penanggulangan Krisis Kesehatan
206 206 Orang 4.219.2U OA 03 05 02
04 t4 01 0l
024.DO.6818 Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Menular
47.518.922.714
o24.DO.68l8.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 257.741
024.DO.6818.PFA.061 NSPK Percepatan Target Eliminasi TBC (LP-
6)
1 NSPK 257.741 04 13 01 01
SK No 149556 C
Pelayanan Publik kepada masyarakat 23.535.259.560 024.DO.6818.QA4
berkas 4, hlm. 387 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TA.RGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o24.DO.68l8.QAA.05r OrarU yang mendapatkan layanan skrining
HIV AIDS datl tMS (LP-8)
n n Orang r.850 04 13 03 01
024.DO.68l8.QAA.O52 Orang dengan HMIDS (ODHIV) yang
Eerrdapatlan layanan dukungan HMIDS
70 s]o Orang 200 04 13 03 0l
024.DO.68l8.QAA.O53 Orang dengan HIv AIDS yang mendapatkan
layanan pengobatan HMDS dan PIMS
67 95 Orang 100 04 13 03 0l
024.DO.68r8.QAA.061 Masyarakat mendapatkan layanan
Pencegahan dan Pengendalian TBC(LP-6)
105 f05 Orang 10.412.686.810 04 13 01 01
024.DO.6818.QAA062 Masyarakat yang mendapatkan layanan
skrining TBC di fasyarkcr (LP-6) Orang
384754 3a4754 Orang 1.185.520.812 04 13 0r 02
024.DO.6818.Q44.063 Masyarakat ya.og mendapatkan lryartan
skrining mobile TBC (LP-6)
10900000 7063200 Orang 6.085.323.570 04 13 01 0l
024.DO.6818.QAA.064 Masyarakat yang mendapatkan layanan
pengobatan TBC (LP-6)
85 95 Orang 5.45t.726.2t4 04 13 01 03
o24.DO.6818.QAH Pelayanan Publik Lairutya 1.3 .467.234
024.DO.6818.QAH.003 Layanan penemuan aktif surveilans migrasi
malaria
500 514 layanan #.441 04 13 03 02
SK No 132922C
390
024.DO.68r8.QAH.Ol I Layalrat! Intensifikasi Penemuan Kasus
dalam Raruka Eliminasi Malaria (LP-9)
S14 layanan 5.322.254 04 13 03 02
berkas 4, hlm. 388 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.6818.QAH.0r2 Layanan Surveilans Penemuan Kasus
dala.E Percepatan Eliminasi Malaria di
Papua (LP-9)
42 42 layanan 1.164.000 0a 03 M 02
04 13 03 02
024.DO.6818.Q4H.013 Layanan Mitigasi Pcncrouan Kasus d.l,t
Upaya Percepatan Eliminasi Malaria di IKN
2 lO layanan 974.754 04 13 Gl 02
06 05 02 05
o24.DO.6818.QAH.O 14 Layanan Surveilans dan P€(rapi8an Malaria
pada Populasi Khusus.
024.DO.6818.QAH.0r9 Layanan Surveilans lrrateEuan kasus kusta
2
I
38 layanan
I layanan
740.440 0a 03 M 02
04 13 03 02
25.440.472 04 13 02 01
024.DO.68r8.QAH.02l Layanan Intensifikasi Pencegahan dan
Pengendalian D€itgue dan Arbovirosis
lainnya (LP-26)
113 113 layanan 34.758.053 0A 03 04 01
024.DO.6818.QAH.032 Layanan Surveilans dan Deteksi Dini
Pencegahan Schistosomiasis
23 23 layanan 2.493.206 04 13 02 02
024.DO.6818.Q4H.041 Layanan Surveilans Pencegahan dan
Pengendalian Zoonosis (LP-26)
qn 50 layanan 19.538.920 02 16 02 04
04 14 0l 04
024.DO.68r8.QAH.042 Layanan Penilaian Rabies Ceotcr qa 26 layanan 6.Oa2.aOO ()4 14 01 04
SK No 132923 C
Layanan Penemuan Aktif TBC (LP-6) 514 t.200.276.443 04 t3 01 02 o24.DO.68r8.QAH.06l 514 layanan
berkas 4, hlm. 389 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
024.DO.6818.Q4H.072 Layanan Respon Peningkatan Kasus
Penyakit Diare dan Penyakit lr:fck8i
Saluran Pencernaan Lainnya (LP-26)
FIA 36 layanan 2.621.915 08 03 04 ()4
024.DO.68l8.QAH.08r
024.DO.6818.QAH.082
Layanan Intensifikasi P.ncouar Karui dan
Deteksi Dini Pneumonia (LP-26)
Layanan Surveilans Pencegahan dan
Pengendalian ISPA (LP-26)
rj)
15
50 layanan
30 l,ayanan
24.938.436 08 03 04 03
7.609.900 08 03 04 03
024.DO.6818.qrc Penyidikan dan Pengujian Penyakit 14.000.000
024.DO.68l8.qJC.0Or Ri.et vaksin TBC yang dihasilkan 1 2 Sampel 14.000.000 04 13 01 01
024.DO.68l8.QMA Data den Informasi Publik 164.104.OO7
024.DO.68r8.QMA.O11 Data dan Informasi Malaria 2 2 dokumen 122.760 04 13 03 02
08 03 05 01
024.DO.6818.QMA013 Penyediaan informasi pelaksanaan deteksi
dini , petrcouan dan pengobatan
18 18 publikasi 130.639.940 04 13 0l Ol
o24.DO.6818.QMA.02l Data darl lofcDasi Dengue datl Arbovirosis
Lainnya (LP-26)
I I dokumen 2.239.920 08 03 05 0 I
SK No 132924C
2 dokumen 358.790 04 13 02 01 024.DO.68l8.QMA.O33 Data dan ttlfqmasi Kusta dan Frambusia
ILP-261
berkas 4, hlm. 390 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.68l8.QMA.O4l Data dan Informasi Program Zoonosis I I dokumen 3.594.OO7 02 16 02 04
04 t4 0l 04
o24.DO.68l8.QMA.05r Data dan Informasi HMDS dan PIMS
(r,P-8)
10 6 dokumen 13.364.632 04 13 03 0l
024.DO.6818.QM4.061 Data dan Informasi TBC (LP-6) 2 I dokumen 13.063.994 04 13 0l Ol
024.DO.6818.QMA.072 Data dan lDforEari Diare (LP-26) 3 3 dokumen 2.2?4.964 0a 03 05 01
024.DO.68r8.QMA.O8l Data dan Informasi ISPA (LP-26) 2 2 dokumen 2.437.OOO 0a 03 05 01
024.DO.6813.R48 Sarana Bidang Kcaeha(an' 22.301.258.236
o24.DO.68l8.RAB.Ol r Alat dan Bahan Kcrehatatr Pencegahan datt
Peogcadalian Malaria (LP-9)
6 6 Paket 21.666.340 08 03 04 02
04 13 03 02
024.DO.6a18.RAB.021 Alat dan Bahsfl Kesehatan Frrrcegahan darl
Pengendalian DBD dan Arbovirosis lainnya
ILP-261
5 5 Paket 42.v2.700 08 Gl (x 01
o24.DO.6ala.RAB.O33 Nat da,r bahan kesehatan p€itc€gahan dan
tr pengendalian Ku.ta dan Frambusia (LP-26)
2 2 Paket 11.844.600 04 13 02 01
SK No 132925C
Bahan Pencegahan dan Pengendalian
Zoonosis
I Paket 4.640.000 04 14 01 04 024.DO.6818.RAB.041 1
berkas 4, hlm. 391 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.6818.RAB.051 Bahan Pencegahan dan Pengendalian HIV
AIDS dan PIMS (LP-8)
13 23 Pel<ct 19.410.000 04 13 03 0l
024.DO.6418.R48.061 Alat Pencegahan dan Pengendalian TBC
(r,P-6)
2 2 PeLct 4.OOO 04 13 0l Or
024.DO.6818.RAB.062 Bahan Pencegahan dan Pengendalian TBC
(LP-6)
16 16 Paket 22.151.402.596 04 13 0l 01
024.DO.6818.RAB.081 Alat dan Bahan Kesehatan untuk Deteksi
Dini dan Pencegahan Pneumonia (LP-26)
2 2 Paket ro.148.OOO Oa 03 04 03
024.DO.6al8.RCB OP Sarana Bidang Kesehatan 520.030
024.DO.68r8.RCB.Or r Pemeliharaan Sistem Informasi Surveilans
Malaria (SISMAL) (l,P -9)
I I Paket 520.030 M 13 03 02
024.DO.6al8.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 128.051.471
024.DO.68r8.SCM.Or r Tenaga Kesehatan Terlatih Pencegahan dan
Pengendalian Malaria
40 50 Orang 5.5m 04 13 03 02
ltt) TFI 03 6E
024.D0.6818.SCM.021 Tenaga K€8€hatan Terlatih Pencegahan dan
Pengendalian Dengue dan Arbovirosis
Lainnya (LP-26)
230 230 Orang 9.076.000 08 03 05 04
SK No 132926 C
30 30 Orang 3.346.721 04 13 02 01 024.DO.6ala.SCM.033 Tenaga Kesehatan Terlatih Pencegahan dan
Pengendalian Kusta dan Frambusia (LP-26)
berkas 4, hlm. 392 OCR
PRE
REPUBLIK
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
024.DO.6818.SCM.051
024.DO.6A1a.SCM.061
Pelatihan pencegahan datr pengendalian
HIV
Tenaga Kesehatan Terlatih Pencegahan dan
Pengendalian TtsC (LP-6)
1400
75 Orang
1400 Orang
800 ()4 13 03 01
112.870.884 04 13 01 02
024.DO.6818.SCM.081 Tenaga Kesehatan Terlatih Pencegahan dan
Pengendalian ISPA (LP-26)
m 114 Orang 2.751.476 08 03 05 02
024.DO.68r8.UAE Frroantauan dart Evaluasi serta Pelaporan 1.034.600
024.DO.68l8.UAE.OOl Pelaporan kasus TBC oleh fasyankes
awegte
EIi) 98 Laporan 520 04 13 01 02
024.DO.68r8.UAE.042
o24.DO.6a18.UBA
Rekomendasi Hasil Pemantauan dglr
Evaluasi Pembentukan Rabies C€nt€f
Fasilitasi dan PcEbin66n Fcrocrintah
Dacf,ah
3 3 Laporan 1.034.080 04 14 0l 04
33.969.831
024.DO.6818.UBA.Ol l Daerah mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
Pencegahan dslt Pengendalian Malaria (LP-
e)
514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2.108.580 08 03 05 04
04 13 03 02
390
024.DO.68r8.UBA.02r Daerah mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
Teknis Pelaksanaan Program Dengue dan
Arbovirosis Lainnya (LP-26)
10 10 Daerah
(Prov/ Ihb/ Kota)
1.354.940 08 03 05 04
SK No 132928 C
berkas 4, hlm. 393 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.6818.U8A.032 Daerah mendapat Pembinaan Program
Sctristos@ia8tu (LP-26)
2 2 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
332.492 04 13 02 02
024.DO.68l8.UBA.033 Daerah mendapat Pembinaan Program
Kusta datl Frambusia di Daerah (LP-26)
20 38 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
l.540.loo 04 13 02 0l
o24-DO.6A1A.UBA.041 Daerah mendapat Peldaopi[gart
Pelaksanaan Program Pencegahan dan
Pengendalian Rabies
I 9 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
Sll.ooo 04 14 0l M
024.DO.6818.UBA.05l Daerah Mendapat Pembinaan Program HIV
AIDS dan PIMS di Da.rah (LP-81
80 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.294.000 04 13 03 01
o24.DO.6Al8.UBA.061 Daerah Mendapat Pembinaan Program P2
TBC di Daerah (LP-6)
117 [n Daerah
(Pror,/ tkb/ Kota)
26.312.569 04 13 01 01
024.DO.68l8.UBA.08r Daerah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
Teknis Pelaksanaan Program Infeksi
Saluran Pernapasan Akut (LP-26)
5 15 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
511.750 08 03 05 04
024.DO.6820 Pengelolaan Imunisasi 83.844.144
o24.DO.6820.QAH Pelayanan Publik Lainnya 83.848.184
024.DO.6820.QAH.00l Layanan Imunisasi dan Surveilans PD3l
(LP-5)
59 59 layanan 6l.8il6.o9a (x 13 (x 01
SK No 132929 C
Layanan Imunisasi Lengkap Bayi dan
Baduta
22.012.046 04 11 01 02 024.DO.682O.QAH.OO2 B 8 layanan
berkas 4, hlm. 394 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
o24.DO.6821 Penyehatan Lingkungan 402.690.870
024.DO.6821.Q4H Pelayanan Publik lainnya 139.990.520
o24.DO.6821.QAH.OO5 Pelayanan Publik Bidang Kesehatan
Lingkungan
38 38 layanan 9t.900.520 04 13 06 01
02 06 13 o4
024.DO.6821.QAH.OO8 Pemicuan Desa/kelurahan 5 Pilar STBM 11000 41500 layanan 002 18 01 06
024.DO.682l.QAH.OO9 Implementasi Kab/Kota Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat
30 200 layanan 52.090.000 02 t2 08 001
04 13 06 02
o24.DO.6821.QEH Bantuan Kelompok Masyarakat 179.600.000
024.DO.6821.QEH.OO1 Kelompok Masyarakat Mendapat Bantuan
IDpleueotali da.lam Peningkatan Kualitas
Kesehatan Lingkungan (HS-29)
196 400 Kelompok
Masyarakat
179.600.000 04 13 06 04
04 14 03 01
02 t2 0a 001
o24.DO.682r.QrA Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
12.434.700
SK No 132930 C
38 12.8i)8.700 04 13 06 04 024.DO.6821.QK4.001 Ju.Dlah laporan Pemantauan Intervensi
Kualitas Kesehatan Lingkungan
38 laporan
berkas 4, hlm. 395 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
024.DO.682l.QMA Data den Informasi Publik 50.000
024.DO.682r.QMA.OO1 Media KIE Implementasi 5 Pilar STBM (HS-
291
I I dokumen 0 02 18 0r 06
08 03 05 01
024.DO.6821.QMA.OO8 Media XIE Adaptasi Perubahan Iklim dan
Kebencanaan Lingkungan (HS-29)
5 dokumen o08030501
o24.DO.682l.QMAO10 Kampanye Nasional dar Daerah
Penyelenggaraan Air Minum dan Sanitasi
Aman
I 1 publikasi 50.000 02 t2 08 001
024.DO.6821.R48 Sarana Bidang Kesehatan 3.450.195
024.DO.6821.RAB.002 Pakd Sarana Kesehatan UnAkungar (HS-
291
3 2 Paket 3.450.195 04 13 06 01
024.DO.6821.SCM Pelatihan Bidang Kcschatatr 2.244.154
024.DO.6821.SCM.001 T€tra8a Terl,atih Pengawasan Kualitas Air
Minum
30 500 Orang 665.195 04 13 06 01
02 12 05 03
024.DO.6821.SCM.002 Tenaga' T€f, latih Penyelenggaraan
Kabupaten Kota Sehat (HS-29)
500 5OO Orang r?2.574 04 13 06 01
SK No 132931 C
berkas 4, hlm. 396 OCR
KODE
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DO.6821.SCM.003 Tenaga Terlatih Implementasi Fasyankes
yang Memenuhi Syarat KeEelEtan
Lingkungan (HS-29)
FO gn Orang 1.122.140 04 13 06 01
o24.DO.6a21.SCM.004 Tenaga Terlatih Implementasi TPP
M€@€iruhi Syarat (HS-29)
Krn mril Orang 137.025 04 14 03 01
024.DO.6821.SCM.005 T€oaga Ttf,latih lEplcueotasi TFl.,
Memenuhi Syarat (HS-29)
500 500 Orang 147.220 04 13 06 01
024.DO.6821.U84 Fasilitasi dan Pembinaan PeEc ntah
Daerah
64.517.301
o24.DO.6b2l.UBA.OO1 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
Implementasi 5 Pilar STBM
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2t.257.413 02 t2 08 001
02 l8 0l 06
04 tt 02 02
04 13 06 0l
0a 03 05 04
024.DO.682r.UB4.002 Daerah. Mendapat Fasilitasi dar Pembinaan
Implementasi Kualitas Air Minum
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
9.579.545 02 t2 05 03
02 t2 04 03
SK No 132932 C
berkas 4, hlm. 397 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'l{ PF KP PROP
024.DO.6821.U84.(x)3 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
Implementasi Kabupaten Kota Sdrat (HS-
29l-
514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
?.607.935 04 13 06 0l 514
024.DO.6821.UBA.OO4 Da€f,ah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
Implementasi Fasyankes yang Mctttcouhi
Syarat Kesehatan Lingkungan (HS-29)
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.010.020 04 13 06 01
o24.DO.6821.UBA.OO5 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Fdnbhaan
t€f,kait Pengawasan TFF (HS-29)
38 3a Da€f,ah
(Prov/ I(ab/ Kota)
3.336.050 04 14 03 0l
024.DO.6821.U8A.006 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
dalam Capaian Target Pengawasan TFl,
(HS-29)
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota
4.5 .427 04 13 06 01
024.DO.6821.U8A007 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
dalam Penyehatan Kualitas Udara Dalam
Ruang
514 514 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
801.020 04 13 06 01
024.DO.682r.UBA.OO8 Daerah Mendapat Fasilitasi dan Pembinaan
dalam Adaptasi Perubahan Iklim Bidang
Kesehatan dan Kebencanaan Lingkungan
(HS-29)
3a 38 Daerah
(hov/ Kab/Kota)
12.372.491 08 03 05 04
SK No 132933 C
20 N Kab/Kota 16.000 02 L2 06 004 o24.DO.6821.U8A.017
berkas 4, hlm. 398 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pendampingan Studi EHRA dan Inspeksi
Kualitas Sanitasi
02 t2 07 001
024.DO.6993 Pelayanan Laboratorium Kesehatan
Masyarakat
8.809.024.682
024.DO.6993.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 8.778.338.050
024.DO.6993.QDB.OO1 Fasilitasi den Pembinaan l,abke6maE
(tnPULS)
184 O Lembaga 15.427.015 04 L4 01 02
024.DO.6993.QDB.O03 Fem€nuhar labkcsroas dcngar SPA sesuai
standar
20 100 Lembaga 4.762.911.035 04 t4 0l o?
024.DO.6993.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 30.646.632
024.DO.699s.SCM.001 Tenaga Kesehatan yang dilatih terkait
Manaj coqr dan Penyelenggaraan
Laboratorium Kesehatan Masyarakat (LP-2)
1070 661 Orang 30-646-632 04 t4 0l 02
024.DS Program Kebijakan Pembangunan
Kesehatan
124.471.999
024.DS.6833 Perumusan Kebijakan Upaya Kesehatan 81.953.109
024.DS.6a33.PBG Kebijakan Bidang Kesehatan 81.953.109
SK No 132934C
Survei Konsumsi Makanan Individu (LP-4) 75.280.002 04 13 05 04 024.DS.6833.PBG.004 I O Kajian
berkas 4, hlm. 399 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.DS.6833.PBG.015 rekomendasi kebijakan hasil pemantauan
dan evaluasi terpadu pemeriksaan
kesehatan gratis
I Rekomendasi
Kebijakan
6.673.10? 04 1r 04 02
024.DS.6835 Perumusan Kebijakan Pembiayaan,
Jaminan dan Desentralisasi Kesehatan
42.918.890
024.DS.6835.PBG Kebijakan Bidang Kesehatan 42.918.890
024.DS.6835.PBG.001 Rekomendasi kebijakan pendanaan
kesehatan
2 1 Rekomendasi
Kebijakan
8.000.000 04 15 04 03
024.DS.6835.PBG.002 Skema pendanaan kesehatan inovatif yang
dikembangkan
I 1 Rekoidendasi
Kebijakan
5.000.000 .. 04 15 04 03
024.DS.6835.PtsCi.012 Rekomendasi Kebijakan Penataan Ulang
Manfaat dalam Program JKN
I Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 04 15 04 02
024.DS.6835.PBG.014 RcL@endasi Kebijakan Health Tedmolo6r
Aca€{r€nt
9 6 Rekomendasi
Kebijakan
24.918.890 04 15 04 02
024.WA Program Dukungan Manajemen 2.579.802.996
024.WA.2036 Perencanaan dan Penganggaran Program
P.rEbarrgunar Kesehatan
588.807.466
SK No 132935 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
588.807.466 024.WA.2036.UBA
I
berkas 4, hlm. 400 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.WA.2036.UBA.OO3 Pendampingan Tata Kelola Program
Kesehatan di Dinkes Prov/ Kab/ Kota
24 100 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota
245.544.764 04 15 05 01
O24.WA.2036.UBrlOO4 Peningkatan kapasitas tim perencanaan
Dinkes di da€f,ah
210 Da.rah
(Prov/Kab/Kota)
196.762.694 ()4 15 05 01 EO
o24.WA.2036.UBA.OO8 Pembinaan Kab/Kota untuk EcE.truhi
nil,ai standar minimal dalam kualitas data
di profil Kesehatan daerah
100 5OO Kab/Kota 146.500.000 04 l5 05 02
024.W4.2034 Pengelolaan Data dan IdGEaai Kesehatan 1.930.973.710
024.WA. 2038.QMA Data dan Informasi Publik 24.724.700
024.WA2038.QMA.OO3 Penguatan sistem integrasi pencatatan
kelahiran, kematian, dan penyebab
kematian dalam mendukung Pencatatan
Sipil dan Statistik Hayati (PS2H)
20 32 Lokasi 24.724.700 04 l5 05 02
024.WA.2038.U48 Sistem Informasi Pemerintahan 1.906.249.010
024.W4.2038.U48.003 Integrasi dan Pengembangan Sistem
Aplikasi Kesehatan
6 6 Sistem
Informasi
r.327.774.913 04 15 05 02
024.WA.2038.UAB.004 Penguatan Ekosistem Digital Kesehatan 5 5 Sistem
Informasi
8.459.511 04 l5 05 02
SK No 132936 C
berkas 4, hlm. 401 OCR
PRESIOEN
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.WA.2038.UAB.OO5 Sistem data rutin yang terintegrasi untuk
semua sasaran pemeriksaan kesehatan
gratis
Sistem
Informasi
8.341.384 04 rt()402
024.WA.2038.UAB.007 Transformasi Digital (TK) Sistem
Informasi
561.669.202 04 15 05 02
024.WA.2052 Peningkatan Pengawasan Internal atas
Penerapan Tata Kelola - Manajemen Risiko
dalr Pengendalian Internal
15.000.000
024.WA.2052.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 5.OOO.fi)O
o24.WA2052.UAE.OO1 Reviu atas pengelolaan penyaluran dana
bantuan iuran peserta JKN
Laporan 5.000.000 04 15 04 02
024.W4.2052.UB4 Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
to.ooo.ooo
024.WA.2052.UBA.001 Tim pencegahan kecurangan kab/kota
sesuai standar
514 514 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
10.000.000 04 15 04 02
024.WA.4812 Dukungan Manajemen Pelaksanaan
Program di Ditjen Kesehatan Masyarakat
9.004.364
024.WA.48r2.QMA Data dan Informasi Publik 9.004.364
SK No 132937 C
dokut ren 9.004.364 04 t5 05 02 o24.WA.48r2.QMA.0Ol Peningkatan kualitas data rutin yang
dikumpulkan dan dikelola di lingkup unit
I I
I I
I
berkas 4, hlm. 402 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
kerja yaru tugas dan fungsinya di bidang
Kcs€hatalr Masyarakat
o24.WA.4Al3 Dukungan Manajemen Pelaksanaan
Program di Ditjen Pelayanan Kesehatan
9.O()4.364
024.W4.4813.QM4 Data dan Informasi Publik 9.004.364
024.wA.,+813.QMA.0O1 Peningkatan kualitas data rutin yang
dikumpulkan dan dikelola di lingkup unit
kerja yoitg tugas dan fungsinya di bidang
pelayanan ke8€hata[
I I dokumen 9.004.364 04 15 05 02
o24.WA.4At4 Dukungan Manajemen Pelaksanaan
Program di Ditjen Kefarmasian dan Alat
Kesehatan
9.004.364
024.W4.4814.QM4 Data dan Informasi Publik 9.004.364
024.WA,48l4.QMA0O 1 Peningkatan kualitas data rutin yang
dikumpulkan dan dikelola di lingkup unit
lcrja yang tugas dan fungsinya di bidang
kefarmasian dan alat kesehatan
I I dokumen 9.004.364 04 15 05 02
024.WA.4815 Dukungan Manajemen Pelaksanaan
Program di Ditjen Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit
9.004.364 4
SK No 132938 C
Data dan Informasi Publik 9.004.364 024.wA.,+815.QMA
berkas 4, hlm. 403 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
024.WA.4815.QMA.0O 1 Peningkatan kualitas data rutin yang
dikumpulkan dan dikelola di lingkup unit
k€f,ja yang tugas dan fungsinya di bidang
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
I dokumen 9.004.364 04 15 05 02
024.W4.6798 Dukungan Manajemen Pelaksanaan
Program di Ditjen Tenaga Kesehatan
9.OO4.X4
024.W4.6798.QM4 Date den Informasi Rrblik 9.004.364
024.WA.6798.OMA.001 Peningkatan kualitas data rutin yang
dikumpulkan dan dikelola di lingkup unit
kerja yang tugas dan fungsinya di bidang
Ketersediaan dan Pemenuhan Tenaga
Kesehatan
1 I dokumen 9.004.364 04 15 05 02
TOTAL 434_255-295-559
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 132939 C
berkas 4, hlm. 404 OCR
KEMENTERI.AN AGAMA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025-2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 04.03 - Persentase peserta didik yang mengikuti pendidikan kesetaraan pada pendidikan
pesantren dan pendidikan keagamaan yang menyelesaikan pendidikan setara formal
persen 56,00 65,00 loo,oo
PF 04.03 - Persentase satuan pendidikan formal pesantren yang memperoleh hasil asesmen minimal
jayyid
pe(san - (indikator baru) 10,oo 30,00
PP 08.01 - Indeks Kerukunan Umat Berrdrhri (IKUB) 76,47 76,77 78,25
PP 08.01 - Indeks Layanan Keagamaan 86,51 87,11 8,62
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 04.01.02 - Persentase madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan
pendidikan keagamaan yang memenuhi SNP sarpras, termasuk penyediaan fasilitas untuk
mendukung satuan pendidikan inklusif
p€f,8dr 42,09 46,08 62,04
KP 04.01.03 - Tingkat penyelesaian pendidikan MA/Ulya/SMTK/SMAK/Utama Widyalaya/Uttama
Dhammasekha
persen 68,63 70,44 77,45
SK No 132940 C
anak 261.197 261.297 261.697 KP 04.01.04 - Jumlah anak tidak sekolah yang mengikuti pendidikan kesetaraan pada pesantren
berkas 4, hlm. 405 OCR
PRESIOEN
R,EPUBLIK INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.02.01 - Persentase madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan
pendidikan keagamaan formal Jraru memanfaatkan komputer dan internet untuk tujuan
pembelajaran
persen 30,50 32,24 39,18
KP 04.02.02 - Persentase madrasah, satuan pendidikan uEum dengan kekhasan agama, datl satuan
pendidikan keagamaan formal yang ramah anak
perSen lo,08 20,05 59,93
KP 04.02.03 - Persentase peserta didik madrasah, satuan pendidikan uEutr dengan kekhasan
agama, dan satuan pendidikan keagamaan yang mencapai standar kompetensi minimum dalam
asesmen kompetensi tingkat nasional:
(a) literasi membaca; dan
(b) numerasi
persen (a) 58,07;
(b) so,gl
(2023)
(a) 59,30;
(b) 52,55
(d 60, rs;
(b) 54,21
KP 04.02.05 - Persentase guru agama yang memiliki sertifikat pendidik perSen 41,96 54,93 98,84
KP 04.02.05 - Persentase pemenuhan kebutuhan guru pendidikan agama pada satuan pendidikan persen 54,67 62,08 90,.lO
KP 04.02.06 - Persentase madrasah, satuan pendidikan uEuE d€ruqr kekhasan agama, dan satuan
pendidikan keagamaan yang menerapkan kurikulum yang kontekstual berpusat pada peserta didik
serta fokus pada karakter dan kottlp€t€n8i esensial
persen 50,21 53,52 60,33
KP 04.03.01 - Persentase satuan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang dinilai darr
dievaluasi mutunya
persen - (indikator baru) 30,00 70,00
KP 04.03.02 - Persentase lulusan pendidikan pesantren datr pendidikan keagamaan yang
mendapatkan rekognisi
persen 32 55 75
SK No 132941 C
persen - (indikator baru) 10,00 30,00 KP 04.03.03 - Persentase satuan pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan yang
mendapatkan pendampingan
berkas 4, hlm. 406 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.04.01 - Persentase guru dan tenaga kependidikan yang profesional pada madrasah, satuan
pendidikan umum dengan kekhasan agama, dan satuan pendidikan keagamaan
lrct'scn 38,91 (2023) 51,17 98,00
KP 04.04,02 - Persentase provinsi yang memiliki indeks pemerataan guru madrasah dengan kategori
baik
persen 80,00 80,85 44,22
KP 04.05.01 - Frrscntas. madrasah, satuan pendidikan umum dengan kekhasan agama, dart satuan
pendidikan keagamaan formal dcngart nilai pengelolaan yang partisipatif pada kategori baik
persen 4t,?9 42,fi 55,90
KP 04.05.03 - Persentase madrasah, satuan pendidikan uEuD d€ogqn kekhasan agama, d6n satuan
pendidikan keagamaan yang diakreditasi sesuai SNP
perl€lr 3(),48 3ii,8 r 51,71
KP 08.01.01 - Nilai Layanan Penyuluhan Agama 44,52 84,63 85,07
KP 08.01.01 - Nilai Penerimaan terhadap Perbedaan Sosial (Agama dan Etnis) 61,78 (2021) 64,39 74,81
KP O8.O1.O I - Persentase calon pengantin yang mendapatkan bimbingan perkawinan persen 27 35 85
KP 08.01.01 - Persentase rumah tangga yang mendapatkan bimbingan keagamaan keluarga p€f,scrl o,s (2022) o,7 1,1
KP 08.01.02 - Persentase rekomendasi early warning system (keagamaan) yang ditindaklanjuti persen lo 25 85
KP 08.01.02 - Fer.enta.sc provinsi yang memperoleh nilai kerukunan umat beragama dengan kategori
sangat tinggi
PCfA.lr 24 3() 50
KP 08.01.03 - Persentase lembaga agama dan lembaga sosial keagamaan yang memenuhi standar
pengelolaan
persen 40 43 55
SK No 132942 C
p€f,8en
85,53 85,64 ,o7
KP 08.01.04 - Persentase sarana prasarana peribadatan yang memenuhi standar 66,69 67,35 70,00
KP 08.01.05 - Indeks Kepuasan Layanan KUA
berkas 4, hlm. 407 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KPO8.Ol.06 - Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI):
(a) Layanan haji dalam negeri;
(b) Layanan haji luar negeri
(a) 90,45 (2022);
(b) 88,20
(a) 91,00;
(b) 88,25
(a)92,00;
(b) 90,25
KP 08.01.06 - Persentase lembaga penyelenggaraan haji khusus da,t umrah yang terakreditasi (A)
(a) Lembaga penyelenggara hdi khusus;
(b) t Bbaga penyelenggara umrah
pcrscr! (a) 82;
(b) 96
(a) 82,05;
(b) 96,01
6l 82,25
(b) 96,03
KP 08.01.08 - Fef,centase penduduk Eir&in yang menerima manfaat dana sosial keagamaan untuk
peningkatan kcsqi ahteraan
persen 6 2
KP 08.01.08 - Persentase lembaga dana sosial keagamaan yang akuntabel dan profesional persen 7A 81 95
SK No 132943 C
berkas 4, hlm. 408 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025---2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.DC PrograE K€f,ukr.rnan Umat dan Layanan
Kehidupan Beragama
27.979.tO6.97 |
025.DC.2104 Pengelol,aan KUA dan PembLraan Keluarga
Sakinah
1o.749.245.319
025.DC.2r04.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 3.390.092.464
025.DC.2r04.QAA.OO2 Layanan Nikah dan Rujuk n O Orang 3.390.092.464 08 01 05 02
025.DC.2r04.QDC Fa8ilitasi dan Pembinaan Masyarakat 104.080.803
025.DC.2r(r.QDC.001 Penghulu yang Ditingkatkan
Kompetensinya
o o Orang 104.080.403 0a 01 05 lm
025.DC.2l04.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga 2.109.650.770
025.DC.2104.QDE.0Or Keluarga Islam Jra[g Memperoleh
Bimbingan Perkawinan
1700000 3978000 Keluarga 574.041.036 04 l1 0l 02
04 16 01 01
04 l9 0l ol
oa ol 01 03
SK No 13294C
Bimbingan Keluarga Sakinah - Maslahat ,Fr il
08 01 0l 02
025.DC.2l04.QDE.(x)2 2500 Keluarga 1.535.609.734 04 16 02 02
berkas 4, hlm. 409 OCR
F.EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2104.UAI Peningkatan Manajemen Lembaga
Pemerintahan
5.185.461.282
025.DC.2104.UAI.OOl KUA yang direvitalisasi 1000 1400 Lembaga 780.500.000 08 0l 05 02
025.DC.2104.UAl.OO2 KUA yang ditingkatkan sarana dan
prasarana
1918 ,f86 Lembaga 2.564.800.000 08 0l 05 01
02s.Dc.2r(r.uAr.oo3 KUA yarE Dibangun (SBSN) 160 l7O Lembaga 1.528.620.000 08 01 0s 01
025.DC.2l04.UAI.O04 KUA Rusak Sedang dar Berat Direhabilitasi o O Lembaga 259.500.880 08 01 05 0l
025.DC.2l04.UAI.O05 KUA yang Mengembangkan EWS (Early
Warning System)
o O Lembaga 52.040.402 08 01 02 0r
o25.Dc.2122 Pengelolaan dan Fcobinaan Pemberdayaan
Zakat d.n Wakaf
727.492.353
o2s.Dc.2t22.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 244.961.221
025.DC.2l22.QDB.OOl l,€robaga Amil Zal€t & Nadzir Wakaf yang
dibina dan Diperkuat Literasi Progam
Pengentasan Kemiskinan
9193 9193 Lembaga 244.961.221 08 01 0a ol
025.DC.2r22.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
124.896.964
SK No 132945 C
,tn,.], ,tgt 124.496.964 08 0l 08 01 025.DC.2122.QDD.001 Rumah Tangga Miskin diberdayakan
melalui Kampung ZISWAF
Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 410 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.DC.2l22.QEA Bantuan Masyarakat 130.621.408
o2s.Dc.2t22.QEA.OOt Mustahiq yang diselaraskan dengan Data
Kemiskinan Regsosck
25000000 25000000 Orang 130.621.408 08 0l 08 01
06 0l 02 01
o25.DC.2t22.QEt Bantuan Lcrobaga 129.54O.600
025.DC.2122.QEI.OO r Bantuan Operasional BWI r80 180 Lembaga 111.366.459 08 01 08 IU
025.DC.2122.QEt.004 Bantuan Operasional BAZNAS llo 1lO Lembaga 18.214.141 08 0l 08 02
o25.DC.2t22.QIC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 97.432.160
025.DC.2l22.QIC.OOl Lembaga A.Eil Zakat yang Diaudit Syariah
da! Keuangannya
739 1000 Lembaga 97.432.160 08 01 08
02 13 05 02
02
o25.DC.2t22.QtC.OO2 Lembaga Zakat Yang Terakreditasi o O Lembaga ooS0loa et)
025.DC.2123 Pengelolaan dan Pembinaan Penerangan
AgaEa Islam
716.834.383
025.DC.2123.PEG Konfer€f,tai dan Event 357.762.304
025.DC.2 r23.PEG.O0 r Event Seni Budaya Keagamaan Islam (MTQ) t(96 lA26 Kegiatan 357.762.3M 04 09 01 02
SK No 132946 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 260.920.308
025.DC.2123.QDC
berkas 4, hlm. 411 OCR
iRetild
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
n2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2 r23.QDC.0O2 Penyuluh Agama ldao yang ditingkatkan
Kompetensinya
47691 47691 Orang 193.424.722 04 19 04 02
oa ol ol o1
025.DC.2rB.QDC.OO3 Penyuluh Agama lolat AIdf dalan Kdtten
Digital Inklusif Tf ansforBatif
11923 11923 Orang 67.495.586 08 01 0l o1
025.DC.2123.QDD Fasilitasi dan Pembinaan l(cl@pok
Masyarakat
76.443.774
025.DC.2123.QDD.OO l Dialog Kerukunan Intern Umat B€f,agaEa
dan Moderasi B€f,agaEa Islam
4400 4400 Kelompok
Masyarakat
76.4a3.77a 08 0l 02 02
025.DC.2123.QEt Bantuan Lembaga 2t.667 .993
o25.DC.2l23.QEI.00 r Lembaga Sosial Keagamaan ya,tg
Ee(rdapatlarl Bantuan Pembinaan
104 lO4 Lembaga 21.667.993 08 0l 03 01
025.DC.2124 Pengelolaan Urusan Agama klaE dan
Pembinaan Syariah
4.254.306.404
025.DC.2l24.QAB Pelayanan Publik kepada lembaga 52.040.402
025.DC.2l24.QAB.OOr Perpustakaan Masjid yang dibina 3684 3684 Lembaga 52.040.402 0a 01 01 o1
025.DC.2124.QAH Pelayanan Publik Lainnya 31.224.241
SK No 132947 C
Layanan Literasi Keagamaan Islam Digital 1194 31.224.241 0a 01 01 01 025.DC.2124.oAH.00I 1194 l,ayanan
berkas 4, hlm. 412 OCR
PUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DC.2l24.QDD Fasilitasi dar Pembinaan Kelompok
Masyarakat
70.717.500
025.DC.2t24.QDD.OOl Relpor datr Cegah Dini Konflik Keagamaan
Iclem
a3_aoo 83.800 Kelompok
Masyarakat
70.717.500 08 0l 02 0l
025.DC.2l24.QEC Bantuan Peralatan / Sarana 42.639.680
025.DC.2r24.QEG.UOl Kitab Suci Agama Islam dan Sarana
Peribadatan Agama Islam yang Disediakan
110.899 r 10-899 Unit 42.639.680 08 0l 04 02
025.DC.2l24.QEI Bantuan Lembaga 3.499.441.760
025.DC.2r24.QEr.OOr Rumah ibadah agama Islam yaru
difasilitasi untuk meningkatkan layanan
5.293 11.62 Lembaga 3.899.481.760 08 01 04 0l
o25.DC.2t24.QMB Komunikasi Publik 150.917.165
025.DC.2r24.QMB.0O I Layanan Syariah dar Hisab Rukyat 2.979 2.979 layanan 150.917.165 08 0l 04 0l
025.DC.2124.UAI Fetringk tan Manajemen Lembaga
Famcrintehen
7.2a5.656
o2s.Dc.2t24.UAJ.OO2 Pu.at Literasi Keagamaan ldam Yang
Dikembangkan
1 I Lembaga 7.245.656 08 01 0l ol
025.DC.2126 Pembinaan Umrah datt Haji Khusus 33.536.547
SK No 132948 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 33.536.547 025.DC.2126.QDB
berkas 4, hlm. 413 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2126.QDB.00r Lembaga Penyelenggara lbadah Umrah
yang Terbina
2679 2679 Lembaga 24.005.456 08 0l 06 03
025.DC.2 r26.QDB.002 Lab'ga Penyelenggara lbadah Haji
Khusus yang Terbina
437 437 Lembaga 9.531.091 08 0r 06 03
025.DC.2130 Fcaingkata[ Kualitas s Layanan Umat
Khonghucu
14.794.040
025.DC.2l30.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 13.305.720
025.DC.2l30.QDC.Or5 Penyuluh Agama Khonghucu yartg
ditingkatkan Kompetensinya dan Literasi
Digitalnya
42 42 Orang 13.305.?20 0a 01 01 o1
025.DC.2130.QEG Banhrart Peralatan / Sarana 1.488.320
025.DC.2130.QEG.0Or Kitab Suci Agama Konghucu dan Sarana
Peribadatan Agama Konghucu yang
Di8€.lirLart
1000 1000 PaLet 1.488.320 08 01 04 01
025.DC.2137 Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama
Iftist€n
I .262.223.610
025.DC.2137.PEG Konferensi dan Event 227.719.139
SK No 132949 C
77 77 Kegiatan
08 0l 02 03
025.DC.2137.PEG.001 Event Seni Budaya Keagamaan Kristen
(Pesparawi)
227.?19.139 04 09 01 7t)
berkas 4, hlm. 414 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2o29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2137.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3.122.424
025.DC.2137.QDB.002 L€robaga Amal Sosial Kristiani yang
diperkuat literasi Program Pengentasan
Kemiskinan
31 31 Lembaga 3.122.424 08 0l 08 01
025.DC.2l37.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 79.312.026
025.DC.2137.QDC.OO2 Penyuluh Agama Kristen yang ditingkatkan
kompetensinya
9889 Orang 63.653.498 08 01 0l Ol
025.DC.2l37.QDC.OO3 Penyuluh Agama Kristen yang aktif dalam
Konten Digital Keagamaan Inklusif
Tlerlrformetif
2066 2066 Orang 15.654.524 08 01 0r 01
025.DC.2l37.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
40.229.145
025.DC.2r37.QDD.OOr Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama
dan Moderasi Beragama Kristen
10069 18069 Kelompok
Masyarakat
40.229.L45 O Ol 02 7D
025.DC.2t37.QDE Fasilitasi datl Pembinaan Keluarga 92.794.411
025.DC.2l37.QDE.(x)l Bimbingan Keluarga lfti.tiani 11517 11517 Keluarga 79.065.828 04 16 02 02
0a ol 01 09
SK No 132950 C
1390 13.728.583 04 1l 01 02 025.DC.2r37.QDE.0O2 1390 Keluarga
berkas 4, hlm. 415 OCR
PUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P!{ PP KP PROP
Calon Pengantin Kristen memperoleh
Bimbingan Perkawinan
(x 16 0l ol
04 19 0l ol
08 0l ol 03
025.DC.2r37.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 74.590.474
025.DC.2137.QEG.0Ol Kitab Suci dan Sarana Peribadatan agama
Kristen yang disediakan
43372 433?2 Unit 74.590.878 08 0l 04 02
02s.Dc.2l37.QEI Bantuan Lembaga 744.455.5,47
025.DC.2l37.QELOOr Bantuan L.rrbaga Agama Kristen 185 f85 Lembaga 1t4.a79.1A7 08 0l 03 01
025.DC.2l37.QEr.0O2 Rumah lbadah agama lcistett yang
difasilitasi untuk meningkatkan layanan
7a2 N27 Lembaga 626.576.400 08 0l 04 01
025.DC.2l37.QEr.O03 Bantuan Operasional l Fe@bhaart l,e,obasa
Pengelola Amal Kristiani
3t 3l Lembaga 3.000.ooo 08 01 08 02
025.DC.2140 Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama
Katolik
901.607.066
025.DC.2140.PEG Konferensi dan Event 273.900.000
SK No 132951 C
39
025.DC.2140.PEG.001 Penyelenggaraan Event dan Seni Budaya
KeagaEaan I(atoliL (Pesparani)
39 Kegiatan 273.900.OOO 04 09 01 02
berkas 4, hlm. 416 OCR
BUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2l40.QDB Fasilitasi dart Pembinaan Lembaga 2.602.020
025.DC.2l40.QDB.OO1 Lembaga Pengelola Dana Afial Kasih
Katolik diperkuat literasi hograE
Pengentasan Kemiskinan
m 38 Lembaga 2.602.020 08 01 08 ol
025.DC.2l40.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 56.114.581
025.DC.2r40.QDC.OO2 Penyuluh Agama Katolik yang ditingkatkan
kompetensinya
3488 4l 18 Orang 51.031.000 oa ol ol 0t
025.DC.2r40.QDC.O03 Penyuluh Agama Katolik yang aktif dalam
Konten Digital Keagamaan Inklusif
Transformatif
1030 1030 Orang 5.083.581 08 0l Ol Ol
025.DC.2l40.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
43.045.852
025.DC.2l40.QDD.OOr Kel@po& Kategorial Katolik yang diberikan
Fasilitasi dEn Pehbine.n
848 848 Kelompok
Masyarakat
17.002.676 08 01 03 0t
025.DC.2l40.QDD.OO2 Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama
dan moderasi beragama Katolik
4977 4tt?? Kelompok
Masyarakat
26.043.176 08 0t 02 02
025.DC.2r40.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga 112.742.641
SK No 132952 C
9792
08 01 0l 02
025.DC.2l40.QDE.0Or Keluarga Katolik yang Memperoleh
Bimbingan Keluarga Bahagia
9792 Keluarga 68.960.181 04 16 02 tt)
berkas 4, hlm. 417 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DC.2lzrc.QDE.(x)2 Calon Pengantin Katolik memperoleh
Bimbingan Perkawinan
3580 3580 Keluarga 43.7A2.500 04 11 01 m
04 16 01 ol
04 19 01 ol
08 01 0l 03
025.DC.2l40.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 28.991.945
025.DC.2r40.QECi.0O2 Kitab suci dan sarana peribadatan Agama
Katolik yang disediakan
20538 20534 Unit 28.991.945 08 0l 04 02
025.DC.2r40.QEr Bantuan Lembaga 384.209.987
025.DC.2 r40.OEr.009 Rumah ibadah Agama Katolik yang
difasilitasi untuk meningkatkan n layanan
tt2 164 Lembaga 363.862.108 08 0l 04 ol
025.DC.2r40.OEr.0r0 Bantuan Operasional Lembaga Agama
Katolik (ICWD
51 5l Lembaga 10.147.879 08 0l 03 ol
025.DC.2 r40.QEt.Ol I Bantuan Operasional Pembinaan BAKKAT l1 30 Lembaga lo.200.ooo 08 01 08 02
025.DC.2143 Pengelolaan darl Feobinaal Urusan Aga.Ea
Hindu
821.365.067
SK No 132953 C
Konferensi dsn Event
22 174.295.000 04 09 0l 02
025.DC.2143.PEG 174.295.OOO
025.DC.2143.PEG.001 22 Kegiatan
berkas 4, hlm. 418 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
Event seni budaya KeagaaEaatr Hindu
(Utsawa Dharma Gita)
oa ol 02 03
025.DC.2r43.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 101.103.186
025.DC.2l43.QDB.OOl Lembaga Sosial Keagamaan Hindu Yang
Dibina
622 622 Lembaga s4.490.o56 0a or 03 ot
025.DC.2 r43.QDB.OO2 Lembaga Dana Punia dibina daD diperkuat
literasi Program Pengentasan Kemiskinan
39 60 Lembaga 6.213.130 0A Ol OA 01
02s.Dc.2r43.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 27.621.168
025.DC.2l43.QDC.OO2
025.DC.21,13.QDC.003
Penyuluh Agama Hindu yang ditingkatkan
kompetensinya
Penyuluh Agama Hindu yang aktif dalam
Kdrtcn Digital Keagamaan Inklusif
Transformatif
1259
433
1730 Orang
433 Orang
20.643.953 08 0l 0r Ol
6.977.215 08 0l Ol Ol
025.DC.2143.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
40.293.421
02s.Dc.2143.QDD.OO2 Dialog Kerukunan tntcmal Umat Beragama
dan Moderasi Beragama Hindu
2116 2116 Kelompok
Masyarakat
40.293.421 0A Ol 02 02
025.DC.2l43.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga 83.707.643
SK No 132954C
Bimbingan Keluarga Sukinah 3210 76.840.371 04 t6 02 02 025.DC.2l43.QDE.0Or 3210 Keluarga
berkas 4, hlm. 419 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
08 01 0l 02
025.DC.2l43.QDE.O02 Caldr Pengantin Hindu memperoleh
Bimbingan Perkawinan
405 405 Keluarga 6.a67.272 04 rl Ol 02
04 16 01 ol
04 19 01 ol
08 0l ol 03
025.DC.2r43.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 89.511.651
o25.DC.2l43.QEG.O0l Kitab suci dan sarana peribadatan aga.Ea
Hindu yang disediakan
22961 22961 UJrit 89.511.651 08 0l 04 02
025.DC.2r43.QEr Bantuan Lembaga 304.832.598
025.DC.2l43.QEt.O0l Lembaga Agama Hindu yang dibantu 63 63 Lembaga 9.639.184 0A Ol 03 o1
025.DC.2 r43.QEr.003 Rumah ibadah Agama Hindu yang
difasilitasi untuk meningkatkan layanan
990 ?44 Lembaga 292.193.414 08 0l 04 01
025.DC.2 r43.QEr.0O4 Bantuan Op€f,a8iqral Badan Dharma Dana
Nasional (BDDN)
I I Lembaga 3.000.000 08 01 08 02
025.DC.2145 Pengelolaan dan Pembinaan Urusan Agama
Budha
610.462.772
SK No 132955 C
Konferensi dan Event 263.010.000 025.DC.2145.PEG
berkas 4, hlm. 420 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO{PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02s.Dc.2 r45.PDG.00t Evcart Seni Budaya KeaSaoaaD Buddha
(Swayamvara Tripitaka Gatha)
I I Kegiatan 263.010.000 04 09 01 02
08 01 02 03
02s.Dc.2r45.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 10.572.314
025.DC.2l45.QDB.OO l Lembaga Pengelolaan Dana Paramita yang
Dibina dan Diperkuat Literasi Program
Pengentasan Kemiskinan
9 9 Lembaga 4.68i1.636 08 01 08 ot
025.DC.2145.QDB.OO2 Lembaga Sosial Keagamaan Buddha yartg
Dibina
4 364 Lembaga 5.484.678 08 0l 03 ol
025.DC.2145.QDC Fasilitasi d8n Pembinaan Masyarakat 44.696.345
025.DC.2l45.QDC.OO2 Penyuluh Agama Buddha yang
Ditingkatkan Kompetensinya
1208 o Orang 35. 167.400 08 01 0l o1
025.DC.2145.QDC.003 Penyuluh Agama Buddha yang Aktif dalam
Kqrten Digital KeagaDaaan Inklusif
TransfdEatif
305 305 Orang 9.528.945 08 0l 0l Ol
025.DC.2145.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
41.079.985
SK No 132956 C
Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga
272 272
21.986.201
lm 025.DC.2t45.QDD.00r Dialog Kerukunan lntcm Umat Buddha dan
Moderasi Beragama Buddha
Kelompok
Masyarakat
41.079.985 08 01 02
025.DC.2145.ODE
berkas 4, hlm. 421 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2l45.QDE.(x)l Bimbingan Keluarga Hitta Sukkhaya 1765 1765 Keluarga 11.897.763 04 16 02 02
oa or ol 02
025.DC.2145.QDE.OO2 Calon Pengantin Buddha yang Memperoleh
Bimbingan Perkawinan
765 765 Keluarga 10.088.434 (H 1l Ol at)
04 16 01 0l
04 19 01 0l
08 0l 01 03
025.DC.2145.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 10.666.491
o25.DC.2l45.QEG.OOl Kitab Suci dan Sarana Peribadatan Agama
Buddha yang Disediakan
13952 13952 Unit 10.666.491 08 0l 04 02
02s.Dc.214s.QEr Bantuan Lembaga 2 r4.451.436
o25.DC.2l45.QEI.OOl Bantuan Lembaga ASsEa Buddha a2 A2 Lembaga 34.252.374 08 01 03 ol
025.DC.2l45.QEI.OO2 Bantuan Operasional Pc@binaal Lembaga
Pengelola Dana Paramita
t3 12 Lembaga 2.500.000 08 0l 08 02
025.DC.2 r45.QEr.0O3 Rumah lbadah Agama Buddha yaru
Difasilitasi untuk Meningkatkan Layanan
212 550 Lembaga 141.699.062 08 01 04 01
025.DC.2147 Pelayanan Haji Dalam Negeri 5.444.511.207
SK No 132957C
Pelayanan Publik kepada masyarakat 167.768.7 t4 025.DC.2147.Q44
berkas 4, hlm. 422 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
025.DC.2147.QAA.001 Layanan Administrasi Hdi Dalam Negeri 473614442 157595206 Orang 167.764.714 08 0l 06 02
025.DC.2147.QAH Pelayanan Publik t Lainnya 5.276.742.493
025.DC.2 t47.QAH.OOr Asrama Haji yang Profesional Melayani 17 l? layanan 848.286.990 08 01 06 01
02s.Dc.2147.QAH.O02 Pusat Layanan Hdi darr Umrah Terpadu
yang Profesional Melayani - SBSN
o O layanan 904.275.973 08 0l 06 0l
025.DC.2l47.QAH.OO3 Revitalisasi Asrama Haji - SBSN n O layanan 3.520.179.530 08 01 06 01
o25.Dc.2t4A Pembinaan Haji 863.191.168
025.DC.2l48.QAH Pelayanan Publik Lainnya 79.934
o25.DC.2l48.QAH.OOl Advokasi Haji I I layanan 79.934 08 0l 06 03
025.DC.2r48.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 863.111-234
025.DC.2l48.QDC.OOl Petugas Haji yang Profesional 25190326 25190326 Orang 809.706.705 08 01 06 02
025.DC.2 t48.QDC.OO2 Jemaah Haji Reguler yang Tcf,bina 232127 241000 Orang 53.404.529 08 0l 06 02
025.DC.2149 Pengelolaan Dana Haji dan Sistem
Informasi Haji
149.412.642
025.DC.2149.QMA Data dan Informasi Publik t? 1.233.716
SK No 132958 C
Sistem Informasi Haji yang Handal 15 171.233.716 08 0l 06 02 025.DC.2149.QMA.001 15 l,ayanan
berkas 4, hlm. 423 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DC.2149.UAH Pengelolaan Keuangan Negara 18.178.926
025.DC.2149.UAH.001 Laporan Keuangan Haji yang Akuntabel 2 2 Laporan 8.174.926 08 01 06 02
025.DC.5310 Pelayanan Haji Luar Negeri 688.323.510
025.DC.53rO.QAH Pelayanan Publik Lainnya 670.732.100
025.DC.53lO.QAH.OO I Revitalisasi Sarpras Layanan Haji dan
Umrah di Luar Negeri
1 3 l,ayanan 670.732.1N 08 01 06 0t
025.DC.53rO.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 17.591.410
025.DC.531O.QDC.OOr Layanan Administrasi Haji Luar Negeri 214000 214000 Orang 17.591.410 08 0l 06 02
025.DC.531O.QDC.0O2 Jemaah Haji yang terlayani penyaluran
Daging Qurban
o O Orang oo8 01 06 02
025.DC.5620 Pembinaan Kerukunan Hidup Umat
Beragama
661.760.883
025.DC.5620.QDB Fasilitasi dan P€obirraatr L€oba8a 329.O37-6rO
025.DC.5620.QDB.OO l FKUB Daerah yartg Melakukan
Pencegahan, Advokasi, dan Mitigasi Konflik
552 552 Lembaga 329.037.610 Oa 01 02 o1
SK No 132959 C
Fasilitasi dan P€rubfuraan Masyarakat 332.723.273 025.DC.5620.QDC
berkas 4, hlm. 424 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o25.DC.5620.QDC.0O2 Tokoh Masyarakat terlibat dalam Kerja
Sama Kerukunan Umat Agama Nasional
dan Internasional
10079 10079 Orang 332.723.273 08 0l 03 02
025.DF Program Wajib Belajar 13 Tahun 100.755.7A9.27A
025.DF.2128 Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Keagamaan Islam
4.379.105.623
o25.DF.2l28.QEI Bantuan Lembaga 632-O00_OOO
025.DF.2l28.QEI.OOl Pesantren Penerima Bantuan Operasional
Pendidikan (BOB
15174 4929 Lembaga 632.000.000 04 03 01 0l
o25.DF.2l28.QEI.OO2 Pendidikan Pesantren dan Pendidikan
Icagartaan Penerima Bantuan Sarana dan
Prasarana
o 0 Lembaga o04030l 03
025.DF.2128.QEr.003 Pendidikan LifcsldU dan Pengembangan
Ekonomi Pesantren
o O Lembaga o04030201
o25.DF.2l28.QE( Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 3.747.105.623
o25.DF.2l28.QEK.OOl Santri PPS Ula/ Paket A/ Hanya Mengaji/
Muada.lah Penerima PIP
23447 23447 Orang 52.445.7il 06 02 0l Ol
04 0l 03 02
SK No 149557C
92533 361.159.086 04 0r 03 02 o25.DF.2l28.QEK.OO2 92533 Orang
berkas 4, hlm. 425 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Santri PFfi Wustha/ PaLet B/ Hanya
Mengaji/ Muadalah Terima PIP
06 02 01 ol
025.DF.2l28.QEK.OO3 Santri PFS Ulya/ Paket C/ Hanya Mengaji/
Muedelsh Pen.riEe PIP
45571 45571 Orang 426.a75.96 06 02 01 ol
04 01 03 \t)
025.DF.2l28.QEK.0O5 Santri I'k Ul,a/ Diniyah
Formal/ Muadalah/ PPft Fen€!'iEa BOS
36621 61150 Orang 228.697.171 04 0l 03 0l
025.DF.2128.QEK.006 Santri Tk. Wustha/ Diniyah
Fo.Eal/ Muadalah/ PPS F.tlcrioa BOS
205024 342349 Orang 1.456.412.508 04 01 03 01
025.DF.2 r28.QEK.0O7 Santri Tk. Ulya/ Diniyah
Formal/ Muadalah/ PPS Penerima BOS
127545 212975 Orang 1.221.115.142 04 0l 03 0l
025.DF.2129 Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Madrasah
95.157.578.956
025.DF.2l29.QEI Bantuan Lembaga 7.806.060
025.DF.2l29.QEI.OO4
025.DF.2129.Q8K
Bantuan Pengembangan Peningkatan Mutu
UKS/M
Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah
o 0 l,€6ba8a 7.406.060 04 02 02 03
04 1l 03 01
43.930.72r.472
SK No 132961C
Si$rra Madrasah MI Penerima PIP 1024205
04 0l 03 02
025.DF.2 t29.QEK.OO r 1O2A2O9 Orang 2.313.470.250 06 02 01 0r
berkas 4, hlm. 426 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DF.2129.QEK.002 Sia\rra Madrasah MTs Penerima PIP 90796 r O Orang 3.404.853.750 04 01 03 02
06 02 0l 01
025.DF.2129.QEK.0O3 Siswa Madrasah MA Penerima PIP 393493 393493 Orang 3.444.D6.O37 06 02 0r 01
04 0l 03 02
025.DF.2129.QEK.005 Siswa MI Penerima BOS o O Orang 27.025.456.481 04 0l 03 ol
025.DF.2129.QEK.006 Siswa MTs Penerima BOS u O Orang 24.965.666.144 04 0l 03 0l
025.DF.2l29.QEK.0O7 Siswa MA F.Ircri a BOS 3 0 orang 17.037.840.867 04 01 03 0r
025.DF.2l29.QEK.0O8 Si$ra RA Penerima BOP o O Orang 5.735.307.943 04 01 01 01
025.DF.2129.RAA Sarana Bidang Pendidikan 2.541.730.943
025.DF.2129.RAA.001 Sarana Madrasah Menunjang Pembelajaran 0 o Paket 2.541.730.943 04 01 02 w)
025.DF.2129.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan
Menengah
8.026.208.200
025.DF.2129.RB1.002 Prasarana Madrasah yang ditingkatkan
(sBsNl
177 227 unit 8.026.208.200 04 01 02 01
025.DF.2129.SBB Pendidikan Menengah 651.112.241
SK No 132962 C
Penyelenggaraan Madrasah Unggulan 12188 651.112.281 04 01 03 03 025.DF.2129.SBB.001 f2188 Orang
berkas 4, hlm. 427 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
04 19 01 ID
025.DF.2136 Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Kristen
652.664.407
025.DF.2r36.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 50.364.690
02s.DF.2 r36.QEG.O01 Sarana Lembaga Pendidikan Keagamaan
Kristen tingkat Dasar dan Menengah
204 208 Unit 50.364.690 04 03 0l 03
025.DF.2r36.QEr Bantuan Lembaga 89.415.943
025.DF.2l36.QEr.OOl Prasarana Lembaga Pendidikan Keagamaan
Kristen Tingkat Dasar dan Menengah.
Swasta
36 36 Lembaga 89.415.983 04 03 0l o3
025.DF.2r36.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 369.953.474
025.DF.2l36.QEK.00l Siswa SMT(/SMAK Penerima PIP 11425 11825 Orang 106.425.400 06 02 01
04 01 03 02
ol
025.DF.2136.QEK.002 Sis\r'a SMPTK Penerima PlP 5729 5729 Orang 21.,+83.750 04 01 03 02
06 02 0l 01
SK No 132963 C
Sk$'a SDTK Penerima PIP 3053
04 0r 03 02
025.DF.2 r36.QEK.003 3053 orang 6.869.250 06 02 01 0l
berkas 4, hlm. 428 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
02s.DF.2 r36.QEK.OO4 Siswa SMTK/SMAK Penerima BOS 13333 22263 Orang 123.705.752 04 01 03 01
025.DF.2l36.QEK.OO5 Siswa SMPTK Penerima BOS 6627 11066 Orang 74.520.549 04 01 03 0r
025.DF.2 r36.QEK.006 Siswa SDII( Penerima BOs 5490 9167 Orang 36.948.733 04 0r 03 01
025.DF.2l36.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan
Menengah
142.930.260
025.DF.2l36.RBl.OOl Prasarana Lembaga Pendidikan Kristen
Dasar dan Menengah Negeri
154 154 unit 142.930.2@ 04 0l 02 01
04 03 0l 03
025.DF.2139 Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Katolik '
384.463.244
m5.DF.2l39.OEG Bantuan Peralatan / Sarana 24.499.574
025.DF.2l39.QEG.OO 1 Sarana Lembaga pendidikan keagamaan 84 84 Unit x.499.574 04 03 01 03
025.DF.2l39.QEt Bantuan LaBbasa 12.468.609
025.DF.2l39.QEt.OO7 Lembaga Pendidikan Keagamaan yang
diberikan bantuan
282 242 Lembaga 12.468.609 04 03 01 01
o25.DF.2r39.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 111.716.257
025.DF.2r39.QEK.008 Siswa SMAK Penerima BOS ffiFrd 10680 Orang 75.230.257 04 01 03 0l
SK No 132965 C
Siswa SMAK Penerima PIP ,1O54 36.486.000 04 01 03 7D 025.DF.2r39.QEK.OO9 4054 Orang
berkas 4, hlm. 429 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 02 0l ot
025.DF.2139.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan
Menengah
231.778.800
025.DF.2l39.RBI.O0l Prasarana SMAKN l8 l8 unit 231.778.800 04 0l 02 0l
025.DF.2142 Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Hindu
29.261.537
025.DF.2142.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dar Menengah 29.261.537
025.DF.2142.QEK.001 Siswa penerima BOS Tk Adi 944 1576 Orang 5.889.204 04 0l 03 0l
025.DF.2l42.QEK.OO2 Stuq,a penerima BOS Tk Madya 339 566 Orang 2.161.275 04 01 03 0l
025.DF.2l42.QEK.OO3 Siswa penerima BOS Tk Utama 467 780 Orang 4.752.274 04 0l 03 01
025.DF.2l42.QEK.0O4 Siswa penerima PIP Tk Adi ?36 736 Orang r.656.000 (H ot 03 02
06 02 0l 01
025.DF.2l42.QEK.0O5 Siswa penerima PIP Tk Madya 322 322 Orang r.179.750 06 02 0r ol
04 0l 03 02
SK No 132966 C
Siswa penerima PIP It Utama 423
06 02 0l 0l
025.DF.2 r42.QEK.006 423 Orang 3.807.000 04 0l 03 It1
berkas 4, hlm. 430 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DF.2142.QEK.OO7 Siswa penerima BOS Tk Pratama 2317 3469 Orang 9.816.034 04 0l 01 0l
025.DF.4012 Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Budha
152.715.511
025.DF.40l2.QEt Bantuan Lembaga ,+4.611.635
02s.DF.4012.QEr.OOl Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddha
yang diberikan Bantuan Operasional
4.17 Al7 Lembaga ,+4.6rr.635 04 03 01 ol
(xt5.DF.40l2.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 5.372.073
025.DF.40r2.QEK.001 Siswa Nava Dhammasekha penerima BOP l r57 1932 Orang 4.870.783 04 0t Ol 01
025.DF.4Ot2.QEK.0O2 Siswa Mula DhaDDascklm penerit ra BOS 85 142 Orang 501.290 04 0l 03 o1
025.DF.4012.RAA Sarana Bidang Pendidikan 102.731.803
025.DF.4012.RAA.001 Sarana L,€obaga Pendidikan Keagamaan
Buddha
506 506 Paket 102.731.803 04 03 01 03
025.Dt Program Kualitas Pengajaran dan
Pembelajaran
89.935.950.369
o25.Dr.2127 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Agama Islam
9.086.406.076
SK No 132967 C
5.204.040 025.D1.2127.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dalt
berkas 4, hlm. 431 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
o2s.Dr.212?.PBH.OOl Model Kurikulum dan Pembelajaran PAJ
yaflg Dikembangkan
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
5.204.040 04 02 05 03
025.DI.2127.PDG Standardisasi Profesi dan SDM 174.725.649
025.DI.2 r27.PDG.OOr Guru PN yang Tersertifikasi Fmn trrfo OraIrE 174.725.649 04 04 0l 02
ozs.Dt.2t27.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 6.15'4.412
025.Dl.2l27.QAA.0Or Pendidik dan Tenaga kependidikan PAJ
yang mendapat Pembinaan Karir
400 4OO Orang 6.t*A12 04 02 02 02
o2s.Dt.2t27.QEt Bantuan Lembaga 15.612.120
025.Dt.2l27.QEI.OO1 Sekolah yang Menerima Bantuan Sarana
Penguatan Pendidikan Aga.Ea Islam
160 160 Lembaga 15.612.120 04 02 05 03
o25.Dt.2t2?.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 8.667.009.407
025.DI.2l27.QEK.0Or Tunjangan Profesi Guru PAI Non P1{S 27619 126362 Orang 7.983.744.955 04 04 02 05
025.DI.2 r27.QEK.0O2 Insentif Guru PAI Non PNS 32765 32765 Orang 683.264.452 04 04 02 o5
025.Dt.2r27.SBA Pendidikan Tini la-214.140
o25.DI.2127.SBAOO2 '' Mahasiswa Pru yang Mendapat PetuuataI
Pemahaman Moderasi Beragama
250 250 Orang 13.010.100 04 03 02 02
SK No 132958 C
400 5.204.040 04 03 02 m 025.Dr.2127.SBA.OO3 Dosen PAJ Jrang Mendapat Penguatan
Peto€haEan Mod€f, asi Beragama
,lOO Orang
berkas 4, hlm. 432 OCR
PUEUK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DI.2l27.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 199.486.308
025.Dr.2 r27.SCr.OOl Guru PAI yang Memperoleh Peningkatan
Kompetensi
35 35 Orang 175.894.875 04 02 05 0l
04 04 02 04
025.Dr.2 r27.SCr.002 Pengawas PN ya,tg Memperoleh
Peningkatan Kompetensi
mftl 2OO Orang 22.550.625 04 02 0s ot
025.DI.2l27.SCt.OO4 Guru dan Pengawas PAI yang Mendapat
Penguatan Pemahaman Moderasi Bcregrna
200 mo Orang r.0,1O.8O8 08 02 Ol 01
025.DI.2133 Peningkatan Kompetensi dan
Profesionalitas Guru dan Tenaga
Kependidikan Madrasah
76.794.342.916
025.D1.2133.PDG Standardisasi Profesi dan SDM 447.527.gil
025.DI.2l33.PDG.OOl Guru Madrasah yang T€f,sertif (asi 9101 9f01 Orang 447.527.9fi 04 04 01 02
025.Dr.2133.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 13.010.100
025.Dr.2 r33.QAA.001 Pendidik dan T.naga kependidikan
Madrasah y8 mendapat Pembinaan l&rit
1300 1300 Orang 13.010.100 04 02 02 7t)
025.DI.2l33.QEI Bantuan Lembaga 41.111.917
SK No 132969 C
s{d 41.111.917 M 04 02 04 025.DI.2l33.QEI.OOl Lembaga Profesi/ Mitra yang Elendapatlel
bantuan pemberdayaan kualitas Guru
550 Lembaga
berkas 4, hlm. 433 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DI.2t33.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 76.287.488.909
02s.Dr.2 r33.QEK.0O4 Guru Non-PNS Penerima Insentif @7740 607?80 Orang 3.804.189.785 04 04 02 06
025.DI.2l33.QEK.0O5 Gu.ru Non-PNS penerima Tunjangan Profesi 195551 195551 Orang 71.825.288.245 04 04 02 TA
025.Dr.2 r33.QEK.006 Guru Non-PNS dan Tendik penerima
'nrnjaItgsrr Khusus
9043 9043 Orang 658.010.879 (H 04 02 It
025.DI.2t33.SCI Pelatihan Bidang P€itdidikatr 5.204.040
025.DI.2133.SCI.003 Guru dan Pengawas Madrasah yang
Mendapat Penguatan Pemahaman Moderasi
Beragama
r[,] 5OO Orang 5.204.040 04 02 02 01
o25.D[.4422 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Madrasah
172.639.797
o25.D[.4422.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
34.113.993
025.D1.4422.PBH.001 Model Pembelajaran Madrasah yang
Dikembangkan
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
34.113.993 04 02 06
04 02 06 02
ol
o25.Dt.4422.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 38.633.284
SK No 132970 C
5600 5600 Lembaga 38.633.284 04 02 03 02 025.DI.4422.QDB.OOl Ma&asah yang dibina da.la.E Pelaksanaan
Penilaian Hasil Pembelajaran
berkas 4, hlm. 434 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o2s.Dt.4422.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 74.060.602
025.Dt.4422.QDC.OO1 Siswa Madrasah B€f, preEtali 2000 2OOO Orang 74.060.602 04 01 03 03
04 19 01 02
02 04 09 o4
o25.D[.4422.QiC Pengawasan dan Pengendalian t Lembaga 1.015.757
025.DI.4422.QrC.0Or Madrasah yang mendapat Supervisi
Pc6bclqiaran
r90 l9O Lembaga 1.015.757 04 05 03 01
025.Dr.4422.SCr Pelatihan Bidang Pendidikan 20.a16.161
025.DI.4422.SCI.OO1 Sfu$la Madrasah mendapat Penguatan
Pemahaman Moderasi Beragama
1500 fsOO Orang 20.816.161 04 03 02 02
08 02 01 ol
025.D1.4433 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Keagamaan Islam
1.994.280.212
025.D1.4433.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
5.204.040
025.D1.4433.PBH.001 Model Pembelajaran Pendidikan Pesantren
dqn Pendidikan Keagamaan Islam
dikembangkan
5 5 Kajian 5.204.040 04 03 02 0l
SK No 132971C
Standardisasi Profesi dan SDM m.ooo.000 025.D1.4433.PDG
berkas 4, hlm. 435 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
025.Dr.4433.PDG.003 Ustadz yang Tersertifikasi 1100 1100 Orang 90.000.ooo 04 03 01 02
04 04 0l 02
025.Dr.4433.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 10.408.080
025.Dr.4433.QDB.OOl Pendidikan Pesantren dan Pendidikan
Keagamaan lalaa mendapat Penguatan
Pemahaman Moderasi Beragama
1000 1000 Lembaga 10.408.080 04 03 02 0l
08 02 01 ol
025.Dr.4433.QEI Bantuan t Lembaga 173.214.141
025.DI.4433.QEr.0Ol Lembaga Pendidikan Pesantren dan
Pendidikan Keagamaan Penerima Bantuan
Peningkatan Kualitas
35 35 Lembaga 18.214.141 04 03 01 03
04 03 02 ol
025.Dr.4433.QEr.002 Lembaga PctljoEinarr Mutu Pendidikan
Pesantren
I I Lembaga 155.000.000 04 03 03 ol
025.Dr.4433.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 1.670.352.701
025.Dr.4433.QEK.@r Ustadz pada Pendidikan Fcrarttreo dan
Pendidikan Keagamaan Islam Penerima
Insentif
35700 35700 Orang 557.352.701 04 03 01 02
SK No 132972 C
Pelatih& Bidang Pendidikan
500
45.101.250
025.DI.4433.QEK.OO2 Guru pada Pendidikan Diniyah Formal dan
Muadalah Penerima TPC
500 Orang 1.113.000.000 04 04 02 06
025.Dt.443:i.SCI
berkas 4, hlm. 436 OCR
faf.rifd NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DI.4433.SCI.001 Ustadz yang ditingkatkan Kompetensinya 200 2OO Orang 45.101.250 04 02 05 o1
04 03 0l 02
025.D1.4434 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Agama Kristen
527.947.544
025.D1.4434.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dai
Kebudayaan
17.173.114
025.D1.4434.PBH.001 Kurikulum dan Bahan Ajar Pendidik n
Agama dan Keagamaan l( sten Yang
Dikembangka
117 117 Kajian 17.173.114 04 02 0s o3
025.Dr.4434.PDG Standardisasi Profesi dan SDM 10.677.025
025.D1.4434.PDG.001 Guru Agama dan Keagamaan lkictcn Yang
Tersertifikasi
600 600 Orang 10.677.025 04 04 01 02
025.D1.4434.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 12.5,4L746
025.DL4434.PEF.O0r Siswa Pendidikan Keagamaan Kristen Yang
Mendapat Pendidikan Karakter dan
Kewarganegaraan
2125 2125 orang t2.541.746 08 02 01 ol
SK No 132973 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 41.250.417 025.Dr.4434.QDB
berkas 4, hlm. 437 OCR
PRESIOEN
ff.rild NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.Dr.4434.QDB.OOl Lembaga Pendidikan Agama dan
Keagamaan Kristen Yang Ditingkatkan
Mutunya
150 150 Lembaga 41.250.417 04 03 03 02
025.Dr.4434.QEr Bantuan Lembaga 17.953.939
025.Dr.4434.QEI.OOl Lembaga POIUAWAS/ KKG/ MGMP Kristen
Penerima Bantuan
244 248 Lembaga r7.953-g3g 04 02 05 02
025.DI.4,l(}4.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 209.416.426
025.Dt.4434.QEK.0Ol Guru Pendidikan Agama dalr Keagamaan
Kristen Nqr ASN Penerima Insentif
3825 3825 Orang 60.054.623 04 04 02 o5
025.Dr.4434.QEK.0O2 Guru Pendidikan A&aroa dan Keagamaan
Kristen Nqr ASN Penerima Tunjangan
Profesi
iEEN 1298 Orang 149.762.203 04 04 02 05
025.DI.4434.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 218.534.521
025.Dr.4434.SCt.OOl Pendidik dan Tcdaga Kependidikan Kristen
Yang Ditingkatkan Kompetensinya
14654 14654 Orang 218.534.521 04 02 05 0l
04 (x) 02 02
04 03 0l 02
SK No 132975 C
783.221.275 025.D1.4435 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Agama Katolik
berkas 4, hlm. 438 OCR
.rcf.L NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.DI.4435.PDE Akreditasi Lembaga 780.606
025.DI.4435.PDE.002 Akreditasi SMAKN 3 3 Lembaga 780.606 04 03 03 0l
04 05 03 03
025.DI.4435.PEF SoaisliseBi dan Diseminasi 5.351.834
025.Dr.4435.PEF.002 Sbwa SMAKN yang mendapat pendidikan
karakter dan kewarganegaraan
492 492 dan8 5.351.434 04 02 02 ol
08 02 0l ol
025.Dr.4435.QEr Bantuan L€rnbaaa 74.441.776
025.Dr.4435.QEr.005 POKTAWAS/ KxM / KKG/ MGMP penerima
bantuan
575 575 Lembaga 49.875.521 04 02 05 on
025.DI.4435.QEI.006 SMAK yang mendapat Bartuatt pendidikan
karakter dan kewarganegaraan
37 37 Lembaga 23.473.406 04 02 02 01
08 02 0l 01
025.D1.4435.QE1.007 Lembaga Pendidikan Keagamaan yang
Ditingkatkan Mutunya
12 12 Lembaga 1.092.849 04 03 02 o1
04 fil 03 02
025.DI.4435.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 336.191.443
025.DI.4435.QEK.0O1 Guru Agama Non ASN Penerima Insentif 2373 23?3 Orang 37.060.573 04 04 02 05
SK No 132976 C
Guru SMAK Ndr ASN Penerima Insentif 652 2.220.OOO 04 04 02 06 025.Dr.4435.QEK.OO2 O Orang
berkas 4, hlm. 439 OCR
EUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.Dr.4435.QEK.OO3 Guru Agama Nqt ASN penerima Tunjangan
Profesi
1094 1094 Orang 17a.557.691 04 04 02 05
025.DI.4435.QEK.OO4 Guru SMAK Nqr ASN penerima Tunjangan
Profesi
4 4 Orang 471.OOO 04 04 02 06
025.DI.4435.QEK.0O5 SisvE beragama katolik pada sekolah
uEuE yang mendapat pembinaan
keagamaan
14644 14644 Orang 22.701.325 04 03 02 02
025.Dr.4435.QEK.006 Guru Agama Notr ASN penerima Tunjangan
Khusus (31)
884 884 Orang 74.526.018 04 ()4 02 0t)
025.Dt.4435.QEK.007 Guru SMAK No[t ASN Penerima Tunjangan
Khusus (31)
245 245 Orang 20.654.436 04 04 02 02
025.DI.4,(t5.SCl Pelatihan Bidang Pendidikan 366-455-616
025.D1.4435.SC1.001 Pendidik dan Tenaga kependidikan yang
ditingkatkan kompetensinya
16960 16960 Orang 366.455.616 04 03 01 02
025.DI.4436 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Agama Hindu
263.967.497
025.D1.4436.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
6.012.269
SK No 132977 C
t2 t2 6.012.269 04 02 05 o3 025.D1.4436.PBH.001 Kurikulum dan Bahan Ajar Agama Hindu
yatu dikembangkan
Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 440 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.DI.4436.PEF Sosialisasi dar Diseminasi 22.684.412
025.DI.4436.PEF.00r Siswa yang mendapat pendidikan karakter
dar kewarganegaraan
rr|I{l 4094 orang 22.644.412 04 02 02
08 02 01
o1
o1
025.Dt.4436.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 44.437.77 t
025.Dr.4436.QDB.OOr Lembaga Pendidikan Widyalaya, Pa$'a.Ean
dan Sekolah Mitrgau yang ditingkatkan
mutunya
tt? 4 1174 Lembaga 44.a37.771 04 03 03 02
02s.Dr.4436.QEI Bantuan Lembaga 32.322.413
025.DI.4436.QEI.OOl POKJAWAS/ KKM/ KKG/ MGMP penerima
bantuan
231 231 t cobaga 32.322.413 04 02 05 OD
025.Dr.4436.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 24.449.595
025.DI.4436.QEK.OOl Guru Non ASN penerima Tunjangan hofcsi 165 165 Orang 24.449.595 04 04 02 05
025.DI.4436.QEK.002 Guru Non AIIN Penerima Insentif o o Orang oo40402 o5
025.DI.4436.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 129.660.637
025.Dr.4436.SCr.001 Guru Agama Hindu dan Guru pada Satuan
Pendidikan Widyalaya yang ditingkatkan
kompetensinya
3912 3912 Orang t29.660.63? 04 02 05 o1
SK No 132978 C
berkas 4, hlm. 441 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DI.4437 Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Agama Buddha
167.188.235
025.Dt.4437.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
3.144.043
025.D1.4437.PBH.001 Kurikulum dan Bahan Ajar Pendidikan
Agama dan Pendidikan Keagamaan Buddha
yang Dikembangkan
7 Kajian 3.144.083 04 02 05 03
025.D1.4437.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 56.712.246
02s.Dr-4437.PEF.OOl Stuc/a Aga.Ea Buddha yang Mendapat
Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan
11012 11012 orang 56.712.246 04 02 02 01
08 02 01 o1
025.DI.4zlil7.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 7.499.074
025.Dr.4437.QDB.001 Lembaga Pendidikan Agama darr
Pendidikan Keagamaan Buddha yang
Ditingkatkan Mutunya
2293 2293 Lembaga 7.499.074 04 03 03 02
025.D1.4437.QEI Bantuan t Lembaga 12.312.758
025.Dr.4437.QEr.0Ol POKJAWAS/ KKM/ KKG/ MGMP Agama
Buddha Penerima Bantuan
141 141 Lembaga t2.3t2.754 04 02 05 02
SK No 132979 C
Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 45.463.159 025.Dr.4437.QEK
berkas 4, hlm. 442 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PNT PP KP PROP
025.Dr.4437.QEK.OO2 Guru Pendidikan Agama Buddha Non ASN
Penerima Tunjangan Profesi
236 236 Orang 41.247.aa7 04 04 02 05
025.Dr.4437.QEK.OO3 Guru Pendidikan Agama Buddha Nqr ASN
Fencrioa Tunjangan Khusus (3'I)
45 45 Orang 4.215.272 04 04 02 02
025.DI.4437.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 42.056.915
025.Dr.4437.SCI.001 Guru Pendidikan Aga.Ea Buddha yang
Ditingkatkan Kompetensinya
100 100 Orang 19.826.036 04 02 05 01
02s.Dr.4437.SCr.002 Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidikan .Keagamaan Buddha yang
ditingkatkan Kompetensinya
197 197 Ordrg 22-230-a79 04 03 01 02
025.DI.5621 Pembinaan Pendidikan Agdoa dan
Pendidikan KcagqEaan Khonghucu
145.916.773
025.DI.5621.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 143.262.713
025.Dr.562l.QDC.OOr Lembaga Pendidikan Khonghucu yang
Berkualitas
I I Orang 143.262.713 04 03 02 01
025.Dr.5621.QEK Bantuan Pendidikan Dasar darr Menengah 2.654.060
SK No 132980C
Program Pendidikan Tinggi
1?A
13.252.614.567
05 025.Dr.562l.QEK.OO1 Guru Agama Khonghucu Non PNS
Penerima Insentif
f78 Orang 2-69.0,60 04 04 02
025.DK
berkas 4, hlm. 443 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDI(ASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I{P PROP
025.DK.2131 Peningkatan Ak.es, Mutu, Kesejahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Katolik
216.066.156
025.DK.2131.PDD Standardisasi Lembaga 42.000.000
025.DK.2131.PDD.001 Penguatan Kurikulum dan Pembelajaran di
PTK Katolik
D 5 Lembaga 10.000.000 04 06 0l 04
025.DK.2131.PDD.002 Pembinaan Standar Mutu Prodi PfX Katolik o 25 Lembaga 16.000.000 04 06 03 02
025.DK.2131.PDD.003 U! t Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi
Katolik
o 2 t Lembaga 8.OOo.q)O 04 06 03 03
025.DK.2131.PDD.004 Pengembangan Unit Pencegahan dan
Penanganan Kck6asart Seksual Fergurugrr
Tinggi Katolik
o 2 Lembaga 8.000.000 04 06 03 03
025.DK.2131.PDE Akreditasi Lembaga 7.750.000
025.DK.2131.PDE.001 Akreditasi Prodi/ leEbaga Pendidikan Tinggi
Keagamaan Katolik
tl ff Lembaga 7.750.000 04 06 02 ol
03 06 04 ol
025.DK.2131.PDG Standardisasi Profesi dan SDM 22.711.476
SK No 132982 C
Dosen PTK Katolik yana tersertifikasi 20 353.OOO 04 06 04 02 025.DK.2131.PDG.001 22 Orang
berkas 4, hlm. 444 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PI'I PF KP PROP
o25.DK.2l3 t.PtXi.002 Dosen dan Tenaga Kependidikan PTK
Katolik yang mengikuti peningkatan
K@pct nsi
200 l2O Orang 22.358.876 04 0,6 04 o3
025.DK.2131.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 12.100.000
025.DK.2131.PEF.001 Mahasiswa Katolik yang mendapat
pcodidikan karakter dan k kewarganegaraan
mfrl 1200 orang 12.100.000 04 06 01 05
0l o1 02 :irl
025.DK.2r3l.QEI Bantuan Lembaga 2.700.000
o25.DK.2r31.QEr.0O l BOPTN Penelitian Pm Katolik ll 1 l,€rab6ga 2.700.000 04 08 04 0l
o25.DK.2r31.QE
'
Bantuan Pendidikan Tinggi 108.804.280
025.DK.2r3t.QE r.O02 Dosen PTK Katolik perterilna Beasiswa gelar
S3
65 77 Orang 14.105.054 04 09 02 02
ol
07
06
07
04
03 03
04
025.DK.2r3 r.QE J.0O4 Mahasiswa penerima KIP Kuliah Perguruan
Tinggi Keagamaan Katolik
2769 1870 Orang s4.699.226 04 06 0l o1
06 02 0l 01
SK No 132983 C
Pendidikan Tinggi 20.000.000
06 02 01 ol
025.DK.2131.SBA
berkas 4, hlm. 445 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.2131.SBA.001 Pengembangan Kapasitas Mahasiswa
Fcrgurua[ Tinggi Keagamaan Katolik
o 2SO Mahasiswa 20.000.000 04 06 0l 05
025.DK.2132 Peningkatan Akrc., Mutu, Rclcvanii, dan
Daya Saing Pendidikan Tinggi Keagamaan
Islam
I r.796.37 4.214
025.DK.2132.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
4.OOO.(x)O
025.DK.2132.PBH.001 Pemetaan Keunggulan dan Diferensiasi Misi
Perguruan Tinggi Keagamaan
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 04 06 03 04
025.DK.2132.PDD Standardisasi LtrlbaSa 222.OOO.O@
025.DK.2132.PDD.001 Penguatan RPl, di PTK Islam 0 5 Lembaga 10.000.000 04 06 0l 03
025.DK.2132.PDD.002 Penguatan Kurikulum dar Pembelajaran di
PTK lsl,a.E
o 10 Lembaga 20.ooo.ooo 04 06 0l 04
025.DK.2132.PDD.003 Penyelenggaraan pcrobclqjaran
digital/ daring di PIK Islam
o 20 Lembaga 40.000.000 04 06 0l 03
025.DK.2132.PDD.004 Mata Kuliah Kolaborasi Interdisiplin o 5 Lembaga 20.ooo.ooo 04 06 02 IM
025.DK.2132.PDD.005 Pembentukan prodi interdisipliner
kolaboratif di PTK Islam
o I Lembaga 40.ooo.ooo 04 06 02 0l
SK No 132984C
Pembinaan Standar Mutu Prodi PTK Islam 60.000.000 04 06 03 02 025.DK.2132.PDD.006 o 2OO Lembaga
berkas 4, hlm. 446 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.2132.PDD.007 Unit Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi
Islam
o 4 Lembaga 16.000.000 04 06 03 o3
025.DK.2132.PDD.008 Pengembangan Unit Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan Seksual Perguruan
Tinggi Islam
o 4 If,mba$ 16.000.000 04 06 03 03
025.DK.2132.PDE Akreditasi l,€rnbaga 43.726.435
025.DK.2132.PDE.001 Akreditasi Prodi/Lembaga Pendidikan
Tinggi Keagamaan Islam Negeri
523 723 Lembaga 43.726.435 04 06 02 o1
04 06 03 01
025.DK.2132.PDG Standardisasi Profesi dan SDM 5.600.ooo
025.DK.2132.PDG.001 Tenaga Pendidik dan Kependidikan PTK
Islam yang Memperoleh Peningkatan
Kompetensi
50 50 Orang 5.600.000 04 06 04 03
025.DK.2132.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 10.000.000
025.DK.2132.PDI.001 Dosen F'TK Islam yang Tersertifikasi 1000 1000 Orang 10.000.000 04 06 04 02
025.DK.2132.PEC Kerja sama 4-OOO-O00
025.DK.2132.PEC.001 Kerja Sana Pengembangan PT 4 4 Kesepakatan 4.OOO.OOO 04 08 04 01
025.DK.2132.QEI Bantuan l€tnbaga 655.189.164
SK No 149558 C
BOPTN Penelitian PTKI 635.189.164 04 08 04 0l 025.DK.2132.0E1.001 o 58 Lembaga
berkas 4, hlm. 447 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.2132.QEI.002 Revitalisasi LPTK di Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam
o 5 Lembaga 20.000.000 04 (x 01 01
025.DK.2r32.QE
'
Bantuan Pendidikan Tinggi 6.814.696.000
025.DK.2r32.QEr.OO4 Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan
Iabm Penerima Beasiswa A.firmasi
,tnn ?TIN Orang 12.000.000 ()4 06 0l ol
06 02 01 o1
025.DK.2132.Q8 .007 Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan
Islam Penerima BIP Kuliah
112393 133700 Orang 6.802.696.000 06 02 0l
06 02 01 01
ol
(N 06 01 o1
025.DK.2132.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 3.907. r62.615
025.DK.2132.RBJ.002 Pembangunan Gedung Pendidikan Tinggi
Melalui SBSN
14 13 unit 3.907.162.615 04 06 0l 02
025.DK. 2132.RBJ.002.3373 F.robangulan Gedung Pendidikan Tinggi
Melalui SBSN - Kota Salatiga
o o unit 006 04 01 05
025.DK. 2 I 32.RBJ.O02.3374 Pembangunan Gedung Pendidikan Tinggi
Melalui SBSN - Kota Semarang
i'l o unit 006 04 0l 05
SK No 132985 C
Pendidikan Tinggi
o unit
110.000.000
02s.DK.2 r32.R8r.002.737 I Pembangunan Gedung Pendidikan Tinggi
Mdslui SBITN - Kota Ma.La6.ar
025.DK.2132.SBA
berkas 4, hlm. 448 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.2132.SBA.001 Pengembangan Kapasitas Mahasiswa
Frrguudr Tinggi Keagamaan Islam
o 2500 Mahasiswa 40_ooo.ooo 04 06 01 o5
025.DK.2132.SBA.002 Program mobilitas internasional mahasiswa
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
o 50 Mahasiswa 20_ooo.ooo 04 06 0l 05
025.DK.2132.SBA.003 Mahasiswa yg Mendapat Penguatan
Pemahaman Moderasi Beragama
1000 1OOO Orang 50.ooo.ooo 04 06 03 03
oa 02 01 0l
025.DK.2132.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 20.000.000
025.DK.2132.UAB.001 Tracer study terpadu lintas Perguruan
Tingd Keagamaan
o I Sistem
InforEirsi
20.000.000 04 06 0r 04
04 (x) 02 01
025.DK.4438 Peningkatan Akses, Mutu, Relevansi, dan
Daya Saing Mahad Ali
9.992.000
025.DK.,1438.SBA Pendidikan Tinggi 9.992.000
025.DK.4438.SBA.002 MahasaDtri yang acrldapat Penguatan
Pemahaman Moderasi Beragama
1000 foOO Orang 9.992.(x1O 08 02 0l 01
04 06 03 o3
025.DK.5101 Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Kiistcrr
717.112.732
SK No 132987 C
Standardisasi Lembaga 42.OOO.OOO 025.DK.5101.PDD
berkas 4, hlm. 449 OCR
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
KODE
Penguatan Kurikulum dan Pembelajaran di
PTK Kristen
0 5 Lembaga 10.000.000 04 06 01 04
025.DK.5101.PDD.001
025.DK.5101.PDD.002 Pembinaan Standar Mutu Prodi Pfl(
l(rist€it
o 25 Lembaga 16.000.000 04 06 03 02
025.DK.5101.PDD.003 Unit Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi
Krbtcn
o 2 L.robaga a.000.ooo 04 06 oil 03
Pengembangan Unit Pencegahan dan
Penanganan Kekerasan Seksual Perguruan
Tinggi Kristen
o 2 Lembaga 8.000.000 04 06 03 03
025.DK.5101.PDD.004
025.DK.5101.PDE Akreditasi Lembaga 10.850.767
025.DK.5101.PDE.001 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Yang
Terakreditasi
3 151 Lembaga 10.850.767 04 06 02 0l
04 06 03 0l
025.DK.5101.PDG standardisasi Profesi dan SDM 4-500.ooo
Do3€u Perguruan Tinggi Keagamaan
Kristen yang Ters€f, tifikasi
300 300 Orang 4.500.000 04 06 04 02
025.DK.5101.PDG.001
o25.DK.510l.QEr Bantuan Lembaga 47.538.000
SK No 132988 C
Bantuan Pendidikan Tinggi 552.919.937
o1
m5.DK.5lOl.OEI.0O1 BOPTN Penelitian PTK Kristen o 7 Lembaga 47.538.OOO 04 08 04
o25.DK.510r.QE
'
berkas 4, hlm. 450 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o25.DK.51Ol.QE.J.OO1 Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan
Kristen penerima KIP Kuliah
9819 471 1 Orang 440.840.400 06 02 01 01
0,6 02 0l ol
[Ia 04 ol o1
025.DK.5rOr.QAr.O03 Dosen PTK Kristen Penerima Beasiswa
Gelar S3
36 59 Orang 112.079.5'37 04 0,6 04 o1
04 09 02 02
o7 07 03 03
025.DK.5101.SBA Pendidikan Tingi 20.000.000
025.DK.5101.SBA.001 Pengembangan Kapasitas Mahasiswa
Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen
25o Mahasiswa 20.ooo.ooo 04 06 01 o o5
025.DK.5101.SCI Pel,atihan Bidang Pendidikan 39.3()4.028
025.DK.5101.SCI.001 Dosen dan Tenaga Kependidikan pada PTK
Kristen yang mengikuti peningkatan
Kompetensi
1580 3700 Orang 39.304.028 04 06 04 03
025.DK.5104 Peningkatan Akses, Mutu, Kelej ahteraan
dan subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Hindu
325.800.306
SK No 132989 C
Standardisasi Lembaga 42.000.000 025.DK.5104.PDD
berkas 4, hlm. 451 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.5104.PDD.001 Penguatan Kurikulum dan Pembelajaran di
PTK Hindu
o 5 Lembaga lo.ooo.ooo 04 06 0l 04
025.DK.5104.PDD.002 Pembinaan Standar Mutu Prodi PTK Hindu o 25 Lembaga 16.000.000 04 06 03 on
025.DK.5104.PDD.003 Unit Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi
Hindu
o 2 Lembaga 8.000.000 04 06 03 03
025.DK.5104.PDD.004 FcdgcDbangan Unit Pencegahan dan
Fcdalgarart Kekerasan Sc]aual Perguruan
Tinggi Hindu
o 2 Lembaga 8.Oq).000 04 06 03 fiF]
025.DK.5104.PDE Akreditasi Lembaga 17.721.013
025.DK.5104.PDE.001 Akreditasi hodi/ l€mbaga Pendidikan Tinggi
KeagaDaan Negcri
29 11 17.721.013 04 06 02 01
04 06 03 0l
025.DK.51O4.QEr Bantuan Lembaga 18.510.000
025.DK.5l04.QEL0Ol BOPTN Penelitian PTK Hindu 0 5 Lembaga 18.510.000 04 08 04 01
o25.DK.5lO4.QE
'
Bantuan Pendidikan Tinggi 220.137.013
025.DK.5104.QEI.OOl Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan
Hindu penerima KIP Kuliah
4003 4110 Orang 208.543.600 06 02 0l Ot
06 02 01 o1
SK No 132990 C
04 0,6 01 0t
berkas 4, hlm. 452 OCR
ircIiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.5l04.QEr.006 Dosen PTKH penerima Beasiswa gelar 53 58 50 Orang 11.593.413 ()4 06 04 ol
02
o3
02
03
09
07
04
07
025.DK.5l04.SBA Pendidikan Tinggi 20.ooo.ooo
025.DK.5104.SBA.001 Pengembangan Kapasitas Mahasiswa
Perguruan TinSAi Keagamaan Hindu
o 250 Mahasiswa 20.ooo.ooo 04 06 0l 05
025.DK.5104.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 7.432.240
025.DK.5104.SCI.001 Dosen dsn Tenaga Kependidikan PTKH
yarrg di tingkatkan kompetensi
370 Orang 7.432.240 04 06 04 03
025.DK.5106 Peningkatan Akses, Mutu, Ke.ej ahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi AgaEa
Budha
147.269.159
025.DK.5106.PDD Standardisasi Lembaga 42.OOO.OOO
025.DK.5106.PDD.001 Penguatan Kurikulum dan Pembelajaran di
Pfl( Buddha
o 5 Lembaga 10.000.000 04 06 0r 04
SK No 132991C
P.robinarn Standar Mutu Prodi Pfl(
Buddha
16.000.000 04 06 03 7D 025.DK.5106.PDD.002 o 25 Lembaga
berkas 4, hlm. 453 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
025.DK.5106.PDD.003 Unit Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi
Buddha
0 2 Lembaga 8.000.000 04 06 03 o3
025.DK.5106.PDD.004 Pengembangan Unit Pencegahql dan
Penanganan Kekerasan Seksual Perguruan
Tinggi Buddha
o 2 Lembaga 8.fiD.000 04 06 03 o3
025.DK.5106.PDE Akreditasi Lembaga 17.226.147
025.DK.5106.PDE.001 Akreditasi Prodi/ Lembaga Pendidikan
Tinggi Keagamaan Buddha
12t3 50 Lembaga 17.226.147 04 06 02 0l
04 06 03 0l
025.DK.5106.PEF Sosialisasi dsn Diseminasi 20.451.280
025.DI<.5l06.PEF.OO1 Mahasiswa yang Mendapatkan Pendidikan
Karakter dan Kewarganegaraan
1140 515 6arlg 20.451.2A0 0l 01 02 03
ol
ot ol
05 06
ID
04
td:l
025.DK.5l06.QEI Bantuan Lembaga 4.309.788
025.DK.5r06.QEr.0Or BOPTN Penelitian PIl( Buddha o 2 Lembaga 4.309.788 04 08 04 01
o25.DK.5l06.QE I Bantuan Pendidikan Tinggi 76.005.680
SK No 132992 C
Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan
Buddha PencriEa KIP Kuliah
06 02 0l ol
o25.DK.5l06.QE LOOl 1251 Orang 65.7 16.200 06 02 0 l ot
berkas 4, hlm. 454 OCR
-45,4-
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KF PROP
04 06 01 o1
025.DK.5l06.QE r.OO2 Dosen PTK Buddha yang ditingkatkan
Kualifikasinya
19 57 Orang 10.289.480 04 06 04 01
04 (x) 02 02
o7 07 03 03
025.DK.5106.SBA Pendidikan Tinggi 20.ooo.ooo
025.DK.5106.SBA.001 Pengembangan Kapasitas Mahasiswa
Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha
250 250 Mahasiswa 20.ooo.ooo 04 06 01 05
o25.DK.5r06_SCr Pel,atihan Bidang Pendidikan 7.276.264
o25.DK.5l06.SCI.OO 1 Dosen dan Tenaga Kependidikan PTl(
Buddha yang Mengikuti Peningkatan
Kompetensi
381 811 Orang 7.276. 4 04 06 04 o3
025.WA hograE Du.kungan Manajemen 629.306.971
025.WA.2153 Penelitian dan Pengembangan Bimbingan
Masyarakat ASarra dan Layanan
Keagamaan
447.304_8aO
025.WA.2153.PBN Kebijakan Bidang Sosial 354.724.9*
SK No 132993 C
Indeks Kerukunan Umat Beragama Rek@ctrdasi
Kebijakan
354.724.9* 08 0l 02 02 025.WA.2153.PBN.002 I I
berkas 4, hlm. 455 OCR
EUK INDONESIA
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
025.WA.2r53.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 122.469.161
025.WA"2153.QDC.001 Saras.han Tokoh Agama dan Tokoh
Budaya
10000 f8O0O Orang 44.547.200 08 0t 03 02
025.W42153.QDC.0O2 Forum Internasional Tokoh Lintas Agama fifd 1000 Orang 73.921 .961 08 0 I 03 02
025.WA.2r53.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
10.110.763
025.WA.2l53.QDD.0Or Kelompok masyarakat yang memperoleh
, wawasan penguatan moderasi beragama
t2 t2 Kelompok
Masyarakat
10.110.763 08 0l 01 ol
025.WA.2154 Penelitian dan Pengembangan Lektur,,
Khazanah Keagamaan dan Manajemen
Organisasi
12.375.936
025.WA"2l54.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
12.3?5.936
025.WA.2r54.QDD.0Ol Kelompok Masyarakat yang M€olErolch
FcEbfutaan Melalui Bahan Bacaan
Penguatan Moderasi Beragama yang
Dikembangkan
lo 10 Kelompok
Masyarakat
12.375.936 08 0l ol ol
SK No 132994C
89.191.237 025.WA.2155 Penelitian d.n Pengembangan Pendidikan
Agama dan Keagamaan
berkas 4, hlm. 456 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
025.WA.2155.PBH Icbuakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
89.191.237
025.WA.2155.PBH.001 Naskah Kebijakan Strategis Pembangunan
Pendidikan
29 29 Rekomendasi
Kebijakan
49.191.237 04 05 02 02
025.WA.5109 Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis
Pendidikan
40.434.914
025.WA.5109.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 15.340.925
025.WA.5109.PFA.001 Kurikulum dan Sistem Penjaminan Mutu
Pengembangan Kompetensi SDM
Pendidikan
256 256 NSPK 15.380.925 04 02 05 0l
025.WA.5109.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 25.053.993
025.WA.5109.SCI.002 Tenaga Telois Pendidikan yang
Ditingkatkan Kompetensinya melalui
Platform Pembel,ajaran Digital
934577 938577 Orang 25.053.993 04 02 0l ol
04 02 05 0l
TOTAL 232.552.768.156
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 149560 C
berkas 4, hlm. 457 OCR
PRESIOEN
KEM ENTERI,AN KETENAGAKERJAAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025-2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 06 - Penyandang disabilitas yang b€Ha di sektor formal persen 9,07 (2023) 10 12
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.20 - Proporsi tenaga kerja hijau persen 2,62 (2023) 2,70 - 2,73 2,96 - 3,14
PP 04.07 - Laju pertumbuhan PDB per tenaga kerja pcrscfi r,63 (2023) 3,30 3,90
PP 04, f9 - Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan persen ft,42 56,30 - 58,80 56,70 - 60,89
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.20.01 - Jumlah kebijakan yang spesifik mendukung pekerjaan hijau/ gr€enJiobs kebijakan - (indikator baru) I I
KP 02.20.01 - Jumlah kerja sama yang melibatkan asosiasi dan DUDU(A dalam pengembangan
pekerjaan hijau/ !r"en Jobs
kerja sama - (indikator baru) I I
KP 02.20.02 - Jumlah tenaga kerja yang dikembangkan kompetensi hijaunya orang 120.000 (2023) 300.ooo 1.100.000
KP 02.20.02 - Jumlah standar kompetensi kerja nasional (SKKNI) pekerjaan hijau I green jobs ya'ng
ditetapkan
dokumen - (indikator baru) I 1
SK No 132996 C
persen 41,86 (2023) 44 48 KP 04.07.03 - Persentase lulusan pelatihan vokasi setahun terakhir yang bekerja atau berwirausaha
berkas 4, hlm. 458 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04,07.04 - Proporsi pekerja yang bekerja pada bidang keahlian aercargah tinggi pct'scIt 62,13 (20231 62,97 65,53
l(P 04.07.04 - Jumlah pekerja pada perusahaan yang menerapkan perlindungan hak-hak pekerja
dan dialog sosial
dang 7.120.907 (2023) 13.289.510 22. 9.5rO
KP 04.07.04 - Jumlah perusahaan yang menerapkan dEr mematuhi nGtEa ketdtagsk {iaan perusahaan 530.809 (2023) 447.352 1.9 .q9
KP 04.17.02 - Angka pekerja anak usia 5- 17 tahun persen r,72 (2023) 1,67 1,61
I<P 06.02.02 - Persentase cakupan kepesertaan pekerja bukan penerima upah (PBPU) jaminan sosial
ketenagakerjaan nasional
persen 10,63
(Semester I)
l4,o I 29,02
XP 06.02.02 - P€Escrrtas€ cakupan kepesertaan pekerja penerima upah (PPU)jaminan sosial
k€teragak rjaan Nasional
per6€ll 52,39 (Semester I) 54,18 62,14
SK No 132997 C
berkas 4, hlm. 459 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
tlrdird NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DL Program Pendidikan dan Pelatihan Vol@si 7.046.544.154
026.DL.2234 Pelayanan PoUtels k Ketenagakerjaan 16.454.816
026.DL.2238.S84 Pendidikan Tinggi 16.454.816
026.DL.2238.SBA.001 Pendidikan Tinggi Politeknik k
Ketenagakerjaan
420 72O Orang 16.454.816 04 07 02 05
026.DL.4053 Pengembangan Sistem dan Pelaksanaan
Sertifikasi Kompetensi Profesi Binalavota!
5'32.527.174
026.DL.4053.PDF Sertifikasi Lembaga 6.416.849
026.DL.4053.PDF.001 Pembinaan LSP 50 61 Lembaga 6.816.889 02 20 02 01
04 07 03 04
026.DL.4053.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 568.922.814
026.DL.,l053.PDI.OOl SDM Bidang Sertifikasi 440 1O2L Orang 2n.69a.'3o2 02 N 02 r]a
04 07 03 0l
SK No 132998 C
Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kcda 73782
026.DL.z+O53.PDI.OO2 162321 Orang 534.887.630 02 n 02 :a]a
berkas 4, hlm. 460 OCR
R,EPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/I(EGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
026.DL.4053.PDI.003 Sertifikasi Kompetensi Kerja Pekerjaan
Hijau
1500 1823 Orang 5.336.382 02 20 02 o6
026.DL.4053.PFA NGtla, Standar, Prosedur, dan Kriteria 6.787.475
026.DL.4053.PFA.061 Skema sertifikasi kompetensi profesi 68 83 NSPK 3.8s6.4?5 02 20 02
04 07 03 03
o1
026.DL.4053.PFA.062 Skema sertifikasi kompetensi pekerjaan
hijau
0 r0 NSPK 2.931.000 02 20 02 01
026-DL-4055 Peningkatan Kompetensi Instruktur dan
Tenaga Kepelatihan Binalavotas
338.129.576
026.DL.4055.SCr Pelatihan Bidang Pendidikan 334.129.576
026.DL.4055.SCI.002 Jabatan Fungsional Instruktur
Berkompetensi Dasar
205 249 Orang 142.376.214 02 20 0l Ol
o5 03 07 04
026.DL.4055.SCI.003 Instruktur berkompetensi tinggi 2960 6660 Orang 184.112.840 02 20 01 0l
04 07 03 o5
SK No 149561C
Tenaga pelatihan berkompetensi tinggi 160
026.DL.4055.SCI.004 352 Orang 9.r$.984 02 20 02 04
berkas 4, hlm. 461 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DL.,+O5s.SCI.006 Instruktur Berkinerja Tinggi 500 608 Orang 2.486.534 02 20 02 04
04 07 03 05
026.DL.4057 Peningkatan Penyelenggaraan Pelatihan
Vokasi dan Pemagangan Binalavotas
5.939.157.703
026.DL.4057.SCO Pelatihan Vokasi 5.939.157.703
026.DL.4057.SCO.001 Peserta magang dalam negeri 15400 33000 Orang 19.494.904 02 N Ol 05
04 07 03 02
026.DL.4057.SCO.002 Fegef,ta magang luar negeri Ffifrn 3647 Orang 64.885.256 02 09 05 AD
02 20 01 05
04w0302
026.DL.,lO57.SCO.OO3 Peserta Pelatihan Vokasi Bidang Industri
dan Jasa
31329 97252 Orang 2.295.320.674 02 20 02 05
03 03 03 03
05 01 16 02
ol 7t) lEl I]a
SK No 144001 C
1440 99.319.043 06 03 0l 02 026.DL.,rO57.SCO.OO4 4285 Orang
berkas 4, hlm. 462 OCR
tf.IiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Peserta Pelatihan Vokasi Bidang
Infrastruktur
03 03 03 0(}
026.DL.4057.SCO.OO5 Peserta Pelatihan Vokasi Bidang Pariwisata
dan Industri Kreatif
4032 If998 Orang 279.695.474 03 03 03
0,6 03 01 In
03
026.DL.4057.SCO.006 Peserta Pelatihan Vokasi Bidang Pertanian
dan Perikanan
1560 14448 Orang 9.24r.r45 06 03 0l 02
03 03 03 03
04 07 03 0l
026.DL.4{)57.SCO.OO7 Peserta Pelatihan Vokasi UPTP Bidang
Teknologi Informasi dan Komunilkasi (TIK)
2144 6380 Orang 125.595.141 03 03 03 03
04 07 03 01
06 03 0l 02
026.DL.4057.SCO.008 Peserta Pelatihan Vokasi pada Lapangan
Kerja Hijau
20,64 7018 Orang 116.554.077 06 03 01 02
02 ll 03 03
02 20 02 05
04 07 03 0l
SK No 144002 C
Peserta Bantuan Program Pelatihan Vokasi 22?M 818.560.973 02 09 0s 02 026.DL.,lO57.SCO.OO9 67559 Orang
berkas 4, hlm. 463 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / I{RO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
04 07 03 04
026.DL..+O57.SCO.O1O Pe8€r'ta Pelatihan Vokasi di Provinsi Jawa
Barat
3152 9379 Orang 198.334.549 03 03 03 03
04 07 03 0l
04 19 03 0t
06 03 0l 02
026.DL.,tOs7.SCO.O rO.32O0 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Jawa
Barat - Provinsi Jawa Berat
3152 9379 Orang 12.204.675 06 04 01 o3
06 (x 01 04
026.DL.4057.SCO.011 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Jawa
Tengah
5760 17140 Orang 364.252.673 04 19 03 0l
06 03 01 02
03
04
03 03
03
03
07 01
026.DL.4057.SCO.Or 1.3300 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Jawa
Tengah - Provinsi Jawa Tengah
5760 LTl4o Orang 364.252.673 06 04 0r o5
026.DL.4057.SCO.012 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi D.l
Yog.akarta
448 f333 Orang 30.847.484 04 19 03
06 03 0l 02
o1
SK No 144003 C
berkas 4, hlm. 464 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / TEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
04 07 03 o1
026.DL.4057.SCO.012.347 I Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi D.l
Yogyakarta - Kota Yogyakarta
448 1333 Orang 30.447.444 03 05 01 004
026.DL.4057.SCO.013 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Jana
Timur
3584 10665 Orang 234.360.426 03 03 03 03
04w030l
04 19 03 01
06 03 0l IM
026.DL. 405?.SCO.O 13.3500 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Jawa
Timur - Provinsi Jawa Timur
3584 10665 Orang 168.446.848 06 04 01 06
03 05 11 004
026.DL.4057.SCO.Ol4 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Aceh 704 2095 Orang 44.736.557 03 03 03 o3
04 07 03 01
04 19 03 01
06 03 01 ltD
026.DL.4057.SCO.015 Peserta Pel,atihan Vokasi di Provinsi
Sumatera Utara
2333 Orang 784 47.a29.a59 M 19 03
ot
ot
SK No 144004 C
03 03 03 frFl
berkas 4, hlm. 465 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 07 03 ol
026.DL.,lO57.SCO.O 15. l2OO Peserta Pelatihan vokasi di Provinsi
Sumatera Utara - Provinsi Sumatera Utara
744 2333 Orang 47.829.859 03 05 08 004
0,6 04 0l ol
026.DL.,rO57.SCO.O l6 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sumatera Barat
4713 Orang 1584 100.591.551 04 19 03 o1
06 03 0l 02
0l
03 03
03
03
w
03
04
026.DL.,rO57.SCO.0r7 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Riau 416 1238 Orang 27.395.340 03 03 03 03
01
04 19 03 0r
06 03 01 02
03 07 04
026.DL.,lO57.SCO.Ola Peserta Pelatihan vokasi di Provinsi Jambi 624 1857 Orang 38.977.138 04 19 03 o1
o1
03 03 03 03
SK No 144005 C
1280 72.025.422 03 03 0s o3 026.DL.4057.SCO.019 3809 Orang
berkas 4, hlm. 466 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pes.rta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sumatera Selatan
04 07 03 01
04 19 03 01
06 03 0t 02
026.DL.,rc57.SCO.O r9. 1600 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sumatera Selatan - Provinsi Sumatera
Selatan
1280 3aO9 Orang 0060401 02
026.DL.,r057.SCO.020 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Lampung
1AO9 Orang 3iE 32.878.568 06 03 0l 02
03 03 03 03
04 07 03 01
026.DL.4057.SCO.021 F$€r'ta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kalimantan Barat
2190 Orang 736 41.9E0.026 03 03 03 03
ol
04 19 03 0l
06 03 0r 02
03 07 04
026.DL.4057.SCO.022 Frs.rta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kalimantan Tengah
rrrm 238f Orang 53.172.810 04 19 03 0l
ot 02 03 tat6
SK No 144006G
berkas 4, hlm. 467 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
04 07 03 01
026.DL.4057.SCO.023 Fe8€rta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kalimantan SeLatan
2095 Orang 704 48.582.313 03 03 0s 03
04 07 03 ol
04 19 03 01
06 03 01 02
026.DL.,rO57.SCO.O23.6300 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kalimantan Sel,atan - Provinsi Kalimantan
Selatan
704 2095 Orang o06(x01 TE'I
026.DL.zto57.SCO.O24 ttc€rta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kalimantan Timur
304 905 Orang 22.256.369 04 19 03 o1
0,6 05 02 01
06 03 01 taD
ol
o3 03
IiE
03
07
03
04
026.DL.4057.SCO.025 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sulawesi Utara
1333 Orang 444 37.256.501 03 03 03 fi)
SK No 144007C
berkas 4, hlm. 468 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2s29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
026.DL.,1057.SCO.025. 7 I OO Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sulawesi Utara - Provinsi Sulawesi Utara
448 1333 Orang o06040l 10
03 05 06 004
026.DL.,rc57.SCO.026 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sulawesi Tengah
624 f857 Orang ,10.685.520 03 03 03 03
01
04 19 03 0l
06 03 01 02
03 07 04
026.DL.4057.SCO.027 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
SulawEsi Selatan
1456 4333 Orang 101.906.097 04 19 03 01
06 03 0l OD
03 03 03 03
o4oit03 o1
026.DL.,1O57.SCO.027. 73OO Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sulawesi Selatan - Provinsi Sul,awesi
Selatan
4333 Orang 1456 006 04 01 $,
SK No 144008 C
816
IA 03 02
026.DL.4057.SCO.028 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sula$rEsi Tenggara
2424 Orang 67.197.169 04 19 03 0l
o1
berkas 4, hlm. 469 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/I(RO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
03 03 03 03
04 07 03 0l
026.DL.,rO57.SCO.O28.74OO Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sulawesi Tenggara - Provinsi Sulawesi
Tenggara
416 2424 Orang o 03 05 12 004
026.DL.4057.SCO.029 Pes€f,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi Maluku tt2 3:13 Orang 8.607.370 03 03 03 03
04 0? 03 ol
04 19 03 01
o1 m 03 0,6
026.DL.4057.SCO.030 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Beli 1056 3142 Orang 68.832.074 04 19 03 01
06 03 0l m
03 03 03 03
04 07 03 o1
026.DL.4057.SCO.030. 5100 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Bali -
Provinsi Beli
1056 3142 Orang o 03 05 02 005
SK No 144009 C
t7 t2 120.958.852 04 19 03 ot 026.DL.4057.SCO.031 5094 Orang
berkas 4, hlm. 470 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KECIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Nusa
Tenggara Barat
06 03 01 02
03 03 03 o3
04 0? 03 01
026.DL.zlo57.SCO.O3 r. 5200 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Nusa
Tenggara Barat - Provinsi Nusa Tenggara
Barat
t? t2 5094 Orang 22.445.921 03 05 05 004
026.DL.4057.SCO.032 Pes.f,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi Nusa
Tcnggara Timur
352 1047 Orang 24.332.244 03 03 03 03
04 07 03 01
04 19 03 0t
06 03 0r 02
026. DL. 4057.SCO.Os2. ssOO PB€f,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi Nusa
Tenggara Timur - Provinsi Nusa Tenggara
Timur
352 1047 Orang 0 03 05 10 004
026.DL.4057.SCO.033 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Papua %an 619 Orang 12.458.119 03 03 03 03
(N 07 03 0l
SK No 144010 C
0,6 03 0l 02
berkas 4, hlm. 471 OCR
FF.E3IOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
026.DL.4057.SCO.O34 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Bengkulu
608 1809 Orang 36.361.24? 04 19 03 01
06 03 01 02
03 03 03 03
04 07 03 01
026.DL.,t057.SCO.035 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Banten TIJ 619 Orang 12. 109.067 03 03 03 03
04 07 03 0l
04 19 03 01
on 03 06 o1
026.DL.4057.SCO.035.3600 F6€f,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi Bdrtc'r
- Provinsi Banten
204 6f9 Orang 0060401 03
026.DL.iro57.SCO.036 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Bangka
Belitung
124 38f Orang 8.904.083 04 19 03 01
06 03 01 02
03 03 03 03
04 07 03 01
SK No 144011 C
128 8.904.083 03 05 07 004 026.DL.4057.SCO.036. r900 Fcaerta Pelatihan Vokasi di Provinsi Bangka
Belitung - Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung
3al Orang
berkas 4, hlm. 472 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
026.DL.4057.SCO.037 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Gorontalo
272 809 Orang t9.w7.951 03 03 03 03
04 07 03 ot
04 19 03 01
06 03 01 02
026.DL.zl057.SCO.O3a Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kepulauan Riau
224 67 Orang 15.853.488 04 19 03 o1
0,6 03 0l 02
o1
03 03
03
03
07
03
04
026.DL.4057.SCO.038. 2 100 P.serta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kepulauan Riau - Provinsi Kepulauan Riau
224 67 Orang 15.853.488 03 05 03 006
026.DL.4057.SCO.039 Pes.rta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Sulawesi Barat
03 03
03
03 03
04
o :al O Orang
19 ol
06 03 0r 02
026.DL.4057.SCO.040 Pes€f,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi
Kalimantan Utara
192 57f Orang 14.350.525 04 19 03 01
06 03 01 Lt)
SK No l440l2C
berkas 4, hlm. 473 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
04 07 03 0l
026.DL.,lO57.SCO.O4l Fer€rta Pelatihan Vokasi di Provinsi Maluku
Utara
64 f9O Orang 5.115.450 03 0s 03 03
04 07 03 0l
04 19 03 0l
06 03 01 on
026.DL. 4057.SCO.04r. 8200 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Maluku
Utara - Provinsi Maluku Utara
o O Orang o 03 05 13 004
026.DL.4057.SCO.O42 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Papua
Barat
192 571 Orang 13.978.880 03 03 03 03
04 07 03 0t
04 19 03 0l
06 03 01 02
026.DL.,lO57.SCO.O42.91OO Fec€f,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi Papua
Barat - Provinsi Papua Barat
192 571 Orang o 03 05 G) 004
026.DL.ito57.SCO.O43 Pcscf,ta Pelatihan Vokasi di Provinsi DKI
Jakarta
l:n 238 Orang 4.730.989 03 03 03 03
SK No 144013 C
berkas 4, hlm. 474 OCR
KODE NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
026.DL-4057-SCO.()43.3 IOO Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi DKI
Jakarta - Provinsi DKI Jakarta
80 234 Orang 00604ol03
03 05 04 006
026.DL.4057.SCO.044 Peserta Pelatihan vokasi di Provinsi Papua
Selatan
gta 26 Orang 4.810.165 03 03 03 03
04 07 03 o1
04 19 03 o1
06 03 0l 02
026.DL.4057.SCO.045 Peserta Pelatihan Vokasi di Provinsi Papua
Barat Daya
32 95 Orang r.988.626 M 19 03
ol
040703
ol
02
03 03
03
03
06
03
o1
026.DL.4057.SCO.046 Peserta Pel,atihan Kerja Sama Pihak Ketiga
(PFLK)
454 1351 Orang 23.144.270 02 20 02 05
03 03 03 03
026.DL.4057.SCO.047 Pembinaan Penyelenggaraan Pemagangan n I Kegiatan 4.000.000 03 03 03 03
SK No 149562 C
2l 35 Kegiatan 15.600.000 02 20 01 05 026.DL.4057.SCO.048 Forum Kemitraan dengan
Perusahaan /lndustri/ Institu si
berkas 4, hlm. 475 OCR
FREsIDEN
(ODE NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DL.4059 Pengembangan dan Peningkatan
Produktivitas Tenaga Kerja Binalavotas
43.669.241
026.DL.4059.SCO Pelatihan Vokasi 43.669.241
026.DL.4059.SCO.001 Peserta Pelatihan Peningkatan
Produktivitas
1796 2l Orang 43.669.241 04 07 03 01
026.DL.4060 Pengembangan Standar Kompetensi dan
Program Pelatihan Vokasi Binalavotas
126.605.640
026.DL.4060.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 126.605.640
026.DL.4060.PFA.001 Penyusunan Program dan Modul PtsK 65 65 115.941.558 04 07 04 02
026.DL.4060.PFA.002 Standar Kompetensi Kerja (SKK) yang
Ditetapkan
80 80 10.664.042 04 0? 04 02
026.DN Program Pembinaan Ketenagakerjaan 2.969 .AO4 .396
026.DN.2173 Pen rapatan Tenaga. K€f,ja Dalan Negeri 446.8,62.471
026.DN.2173.PBK Kebijakan Bidang TcnaSa Kerja, Industri
dan UMKM
r r.051.262
026.DN.2173.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Analisis Pasar
Kerja
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
11.051.262 02 20 01 02
SK No 149563 C
Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 9.946.134 026.DN.2173.PFA
berkas 4, hlm. 476 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
T(ODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
026.DN.2173.PFA.001 Pedoman Kamus Jabatan Green Jobs 2 2 NSPK 9.946.134 02 20 0l 02
026.DN.2173.QDC Fasilitasi datl Pembinaan Masyarakat 465.865.475
026.DN.2173.QDC.OO2 Fasilitasi dan Pembinaan Tenaga Kerja
Penyandang Disabilitas
EFTJI 1050 Orang 352.390.3,+4 04 20 02 Ol
06 02 03 01
026.DN.2U3.QDC.OO4 Fasilitasi dan Pembinaan Penempatan
dan/atau Pemberdayaan Tenaga Kerja
Wanita Rentan
100 300 Orang 28.3)1.453 04 19 03 ol
026.DN.2173.QDC.005 Fasilitasi dan Pembinaan Penempatan
dai/atau Pemberdayaan Tenaga Kerja
Muda Rentan
100 300 Orang 22.641.163 04 18 02 0l
026.DN.2173.QDC.006 Fasilitasi ttaa Pembinaan Penempatan
dai/atau Pemberdayaan Tenaga Kerja
L"anjut Usia Produktif
too 3OO Orang 28.301.453 04 20 02 02
06 02 03 o1
026.DN.2173.QDC.007 Fasilitasi dan Pembinaan Tenaga Kerja di
Pekerjaan Hijau
1000 SOOO Orang 34.231.063 02 20 0r 04
026.DN.2175 Perluasan Kesempatan Kerja 1.457.313.749
SK No 144016 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
5000 83.352.683 03 03 03 IFt
026.DN.2175.QDC 43.352.643
026.DN.2r75.QDC.00l 5000 Orang
berkas 4, hlm. 477 OCR
!UK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2IJ29
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
T€naaa Keda Mandiri (TKM) Lanjutan
0,6 03 01 02
026.DN.2l75.QEA Bantuan Masyarakat 1.373.961.066
026.DN.2 r75.QEA.001 Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (Tl(M)
F.roula
37600 ,|O0OO Orang 1.093.126.250 04 la 02
06 03 02 02
03 03 03 03
ol
026.DN.2l75.QEA"OO2 Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (fiM)
Petrula Tematik (KeEiskitran EkstriE)
2400 2917 Orang 73.623.645 03 03 03 03
06 03 02 02
026.DN.2175.QEA.0O3 Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM)
Lanjutan
5000 5000 Orang 207.211.171 06 03 01 02
03 03 03 03
026.DN.2179 Penguatan Kelembagaan dan Pencegahan
Perselisihan Hubungan Industrial
95.487.559
026.DN.2r79.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat .10.693.950
026.DN.2l79.QDC.OOr Pembinaan Tenaga Kerja Terampil
Berdialog dalam Membangun Kerja Sama di
Parusehe,en
1700 .+855 Orang ,10.693.950 04 07 04 03
SK No 144017 C
Pengawasan datr Pengendalian Badan
Usehe
54.793.609 026.DN.2179.QrH
berkas 4, hlm. 478 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Ftp Ribu)
PI{ PP XP PROP
026.DN.2U9.QrH.OO1 Pemetaan Kerawanan Hubungan Industrial 1225 3499 Badan U.aha 54.793.609 04 07 04 03
026.DN.2181 Penyelesaian Fef, Perselisihan Hubungan
Industrial
75.853.523
026.DN.2l8l.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 75.453.523
026.DN.2 r8r.QDC.0O1 Penguatan Keahlian Mediasi Perselisihan
Hubungan Industrial
1200 Y27 Orang 75.853.523 02 N Ol 06
04 07 04 03
026.DN.5586 Peningkatan Penerapan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja
124.694.737
026.DN.5586.PEF Sosialisasi dan Dir€rninasi #.t?2.400
026.DN.5586.PEF.001 Sosialisasi Program Jaminan Kehilangan
Pekerjaan baai Pelaku Hubungan Industrial
1000 2856 orang 36.172.400 02 20 0l fi13
06@0201
026.DN.5586.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 21.703.440
026.DN.5586.QDB.OOr Pembinaan Kelompok Pekerja Bukan
Penerima Upah dalam Pemahaman
Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
rlin 1714 Lembaga 21.703.440 06 02 02 01
04 09 04 02
026.DN.5586.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 66.818.897
SK No 144018 C
1770 66.818.897 06 02 02 01 026.DN.5586.QDC.OOr Fasilitasi Dialog Regulasi BidarB Jaminan
Sosial Tdraga Kerja
5055 Orang
berkas 4, hlm. 479 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DN.6586 Peningkatan Kompetensi M Mediator
Hubungan Industrial
176.311.422
026.DN.6586.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 176.311.422
026.DN.6586.UAC.001 Pelatihan dalam Peningkatan Kapasitas
Mediator Hubungan tndust al
2090 2500 Orang 176.311.422 04 07 04 03
026.DN.6587 Peningkatan Pembinaan Hubungan Kerja
datt Penerapan Pen8ulrahal
97.439.945
026.DN.6s87.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 8.274.q/9
026.DN.6587.QDC.OOl Fasilitasi Penyiapan Pedooart Bidang
Hubungan Kerja dan Pengupahan
310 885 Orang 4.274.979 04 19 03 02
0n 04 (M o?
026.DN.6587.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan U.aha 89. 164.966
026.DN.6587.QDH.OOl Pembinaan Perlindungan Pekerja/ Buruh
mela.lui Pembuatan Peraturan Perusahaan
1200 3427 Badan usaha 30.384.816 04 07 04 03
026.DN.6587.QDH.002 F.robinaan Penyusunan Struktur dan
Skala Upah bagi Perusahaan
1560 4456 Beden usaha 58.780.150 04 07 04 03
04 19 03 02
026.DN.6588 Pcoinglqtan Pcro€riklaan Ncoa
Ketenagakerjaan
169.511.508
SK No 144019 C
Fengawasut dan Pengendalian Badan
Usaha
169.5r r.508 026.DN.6588.QrH
berkas 4, hlm. 480 OCR
Pf.riId NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
026.DN.6584.QrH.00r Layanan pembinaan, pemeriksaan,
dan/atau pcn.oskan hukum
ketenagakerjaan bagi Perusahaan
lIl]IIr) 368000 Badan Usaha 148.299.483 04 19 03 02
04 07 04 04
026.DN.6588.QtH.002 Layanan pembinaan/pemeriksaan noraa
k rja anak di perusahaan
500 1900 Badan Usaha 21.212.026 04 17 02 ol
026.DN.6590 Peningkatan Kelembagaan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
56.669.541
026.DN.6590.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Baddr Usaha 56.669.541
026.DN.659O.QDH.OO2 Fasilitasi Sertifikasi SMK3 bagi Perusahaan 1600 6100 Bads,t usaha 56.669.541 04 07 04 04
04 l1 03 02
026.DN.6591 Peningkatan Kualitas Sistem Pengawasan
Ketenagakerjaan
20.475.645
026.DN.659r.QIH Pengawasan d6n Pengendalian Badan
Usaha
20.875.645
026.DN.659l.QIH.OOl Layanan pelaporan keadaan
ketenagakerjaan pada WLKP Online bagi
Perusahaan
448090 1721300 Badan Usaha 20.475.645 04 07 04 04
026.DN.6592 Pengujian Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
174.941.062
SK No 144020 C
Pelayanan Publik kc!'ada badan usaha 174.941.062 026.DN.6592.QAC
berkas 4, hlm. 481 OCR
FF,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
026.DN.6592.QAC.OOr Layanan Pengujian K3 pada Perusahaan 5000 19200 Badan usaha 164.887.638 04 07 04 04
04 ll 03 02
026.DN.6592.QAC.OO2 Layanan Penanggulangan Ttbcrlarlosis di
Tempat Kerja
1500 5760 Badan usaha 10.053.424 04 13 01 ol
026.DN.6618 Peningkatan Pelayanan Pacar Kerja 1.53:i.863
026.DN.66r8.QMA Data dan Informasi Publik 1.533.463
026.DN.6618.OMA.001 Informasi Pasar Kerja Pekerjaan Hijau I I dokumen r.533.863 02 20 0l 03
04W0403
026.DN.6769 Pengembangan Perencanaan Tenaga Kerja 32.308.970
026.DN.6769.PBK Kebijakan Bidang Tenaga K€da, Industri
dan UMKM
32.308.970
026.DN.6769.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan P.f, Perencanaan
Tenaga Kerja
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
32.3)8.970 02 20 01 o3
o4O7O403
TOTAL 10.016.348.550
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No l402l0
berkas 4, hlm. 482 OCR
KEMENTERI.AN SOSIAL
1, MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.20 - Indeks Kesejahteraan Sosial untuk Penduduk Lanjut Usia - (indikator baru) 59,67 70,46
PF 04.20 - Indeks Kesejahteraan Sosial Untuk Penyandang Disabilitas - (indikator baru) 8,42 55,30
PP 06.02 - Jumlah keluarga miskin penerima perlindungan sosial yang tergraduasi dari kemiskinan jiwa/tahun - (indikator baru) 1,5 juta 1,5 juta
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan n Prioritas
KP 04.15.04 - Jumlah kepesertaan segmen PBI juta jiwa 96,7 (2023) 96,8 96,8
KP 04.20.01 - Persentase penyandang disabilitas yang tidak mengalami tindak kekerasan p€f,8€n 99,55 (2023) 99,60 99,80
KP 06.02.01 - Persentase keluarga miskin dan rentan yang octreriEa bantuan sosial non-tunai persen @ (2023) 65 l:fd
XP 06.02.01 - Persentase korban bencana yang mendapat bantuan sosia.l kebencanaan Peraclr 7 l2023l 8 25
KP 06.02.01 - Jumlah keluarga penerima kartu kesejahteraan yang t€f,Araduasi sejahtera jiwa/tahun lO ribu /+OO ribu l,Sjuta
SK No 144022 C
persen 25 ,B 45 KP 06.02.03 - P.r.€ittas€ lembaga kesejahteraan sosial yang terakreditasi
berkas 4, hlm. 483 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 06.02.03 - Persentase tenaga SDM kesejahteraan sosial/pendamping perawatan yang
tersertifikasi
persen 37 40 55
KP 06.03.02 - Jumlah penerima manfaat Kartu Usaha Afirmatif yang berusaha atau bekerja sebagai
buruh / karyan'an
jiwa/tahun - (indikator baru) l.ooo.ooo 3.000.000
SK No 144023 C
berkas 4, hlm. 484 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
i(.]il' NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
027.DO Program Perlindungan Sosial 406.484.383.698
o27.DQ.6274 Penyelenggaraan Layanan dan
Pendampingan T€f,padu
685.360.541
o27.DQ.6274.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 647.979.041
027.DQ.6274.QDC.lO1 Pendamping Pemberdayaan Sosial yang
Mclakanalan Pelayanan dan
Pendampingan Sosial Secara Optimal
Sesuai Standar
10266 10277 Orang 647.979.041 06 07 07 04
o27.DQ.6274.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Da€f,ah
25.059.925
o27.DQ.6274.U8,.. rot Ikbupatal/ Kotq yang melaksanakan
pengembangan sistem layanan dan rujukan
terpadu (SLRT)
514 514 Kab/Kota 25.059.925 06 0t Ol N2
027.DQ.6274.U84. 10 l.OO0O Kabupaten/Kota yarrS melaksanakan
pengembangan sistem layanan dan rujukan
terpadu (SLR:IJ - Rrsat
514 514 Kab/Kota 25.059.925 0l 05 02 02
SK No 1,14024 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 12.321.575 o27.DQ.6274.VB'B
berkas 4, hlm. 485 OCR
rcI'Id NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o27.DQ.6274.UBB.tO1 Fcllgelolaan Layanan Rr8at Kesejahteraan
Sosial
1200 1200 Desa/Kelurahan 12.321.575 06 07 02 02
o27.DQ.6276 Pcnycletussraan Femb€f,dalaan Komunitas
Adat Terpencil
362. r59.998
o27.DQ.6276.QEB Bantuan Keluarga 362. rs9.998
027.DQ.6276.QEB.101 Warga KAT Yang diberdayakan ,l:fi'lil 4500 KK 362.159.998 04 16 03 02
08 02 04
02 02 o3 [Ia
o1
o27.DQ.6277 Asistensi Rehabilitasi Sosial Kelompok
Rentan
973.707.819
o27.DQ.6277.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 779.772.940
o27.DQ.6277.QAA.rot Kelompok Rentan yang Mendapatkan
Asistensi Rehabilitasi Sosial
6500 11480 Orang 292.305.593 04 13 02 01
06 02 0r 03
027.DQ.6277.Q44. lOl.00OO Kelompok Rentan yang Mendapatkan
Asistensi Rehabilitasi Sosial - Pu.et
1000 ISOO Orang 62.278.400 0l 05 02 0l
SK No 1,14025 C
14530 20640 Orang 454.667.347 06 02 03 ol o27.DQ.6277.QALrO3
berkas 4, hlm. 486 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P?{ PF KP PROP
Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang
Dengan HMaItg Mendapatkan Asistensi
Rehabilitasi Sosial
al 03 02 0l
o27.DQ.627?.QA,-[O4 Si.tco AsscsEcn dan Layanan Sosial
Kcl@pok Rentan yang Terintegrasi
20000 100000 32.800.000 06 02 03 0l
o27.DQ.627?.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 44.534.649
027.DQ.6277.QD8.10l Lembaga yang Mendapatkan
Pengembangan Kapasitas (Korban Bencana
dan Kedaruratan)
150 150 Lembaga 44.534.689 06 02 03 02
o27.DQ.6277.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 149.400.190
u? .DQ.6277.QDC.tOt Pendamping yang mendapatkan
FngeEbansan kapasitas
150 400 Orang 30.927.149 06 02 03 02
o27.DQ.6277.QDC.lO2 Pendamping Rehabilitasi Sosial yang
Mendapatkan Hqrorariur!
2300 2415 Orang 118.473.001 06 02 03 02
o27.DQ.6274 Asistensi Rehabilitasi Sosial Penyandang
Disabilitas
6-653.463-023
027.DQ.6278.PBN Kebijakan Bidang Sosial 54.932.800
SK No 144026 C
54.932.800 0l 05 02 01 027.DQ.6278.PtsN. rOr Rekomendasi Fcnangattan Rehabilitasi
Sosial Penyandang Disabilitas
4 2 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 487 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
027.DQ.6278.Q44 Pelayanan Publik kepada masyarakat 6.030.009.823
027.DQ.6278.QAA. rOr Penyandang Disabilitas yang Mendapatkan
Asistensi Rehabilitasi Sosial
64100 129200 Orang 1.424.544.477 04 20 01 0l
06 02 0l 03
o27.DQ.627A.QAA.tO2 Sistem Ass.sEco dan Layanan Sosial
Penyandang Disabilitas yaru Terintegrasi
106659 175000 Orang 22.266.360 04 20 0l 01
o1 03 02 06
027.DO.6278.Q44.104 Penyandang Disabilitas yang a€(rdapatkarr
Bantuan Pef,makanan
e'..{rd.l 73000 Orang 3.967.198.986 04 20 01
06 02 03 01
o1
027.DQ.6278.Q4A r 1O Layanan Care Economy bagi Penyandang
Disabilitas
1500 t 500 Orang 216.000.000 06 02 03 0l
o27.DQ.627a.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 39.350.000
027.DQ.6278.QDB.101 Lembaga yang Mendapatkan
Pengembangan Kapasitas (Penyandang
Disabilitas)
150 224 Lembaga 39.350.000 04 20 02 01
0,6 02 03 02
027.DQ.6278.QD8. 10 I.OOOO Lembaga yang Mendapatkan
Pengembangan Kapasitas (Penyandang
Disabilitas) - Pusat
150 224 Lembaga 39.350.000 01 05 0l 02
SK No 144027 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 22.000.000 027.DQ.6278.QDC
berkas 4, hlm. 488 OCR
-48A-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
027.DQ.6278.QDC. r0r Pendamping yang mendapatkan
pengembangan kapasitas (Penyandang
Disabilitas)
Fr[o fifil Orang 22.000.000 04 20 02 01
04 20 02 02
06 02 03 02
027.DQ.6278.QFC Bantuan Peralatan / Sarana 507_570.400
027.DQ.6278.QEG.lOr Tersedianya Literasi Khusus bagi
Penyandang Disabilitas Netra
4370400 6300000 Unit 25.370.400 04 X Ol Ol
027.DQ.6278.QEG.l02 Tersedianya Nat Bantu Aksesibilitas
'
Penyandang Disabilitas
49846356 62000000 Unit 482.200.000 04 2o 0l 01
06 02 03 02
o27.DQ.6279 Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak 3.285.273.0,61
027.DQ.6279.PtsN Kebijakan Bidang Sosial 8.095.i106
027.DQ.6279.PtsN.lOt Rekomendasi Feoaruanatr Rehabilitasi
Sosial Anak yang Membutuhkan
Perlindungan Khusus
3 I Rekomendasi
Kebijakan
8.095.,106 Ol 05 02 Ol
04 t7 02 02
@7.DQ.6279.Q44 Fclayanatl Publik kepada ttra3yara.kat 3.197.548.327
SK No 144029 C
4182rc
06 02 0l IFt
027.DQ.6279.QAA" lOr Anak yang Membutuhkan Perlindungan
Khusus yang Mendapatkan Asistensi
Rehabilitasi Sosial
57927,2 Or.ng 972.344.267 04 t7 02 02
berkas 4, hlm. 489 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o27.DQ.6279.QAA.1O2 Pengasuhan Alternatif (Adopsi Inter
Country)
5 9 Orang 2.694.266 04 16 03 01
02 03 02 rla
027.DQ.6279.QAA.103 Anak Berhadapan dengan Hukum yang
mendapatkan Asistensi Rehabilitasi Sosial
€o Fjrn Orang 11.821.384 04 0l 04 02
ol
06 02 03
02
02
02 07
027.DQ.6279.QAA.104 Sistca Aoe&[clr dan Layanan Sosial Anak
yang Terintegrasi
101150 l4ao94 Orang 32.172.945 04 t? 02 02
06 02 03 0r'
027.DQ.6279.QAA. fo4.oq)O Sistem Asesmen dan Layanan Sosial Anak
yang Terintegrasi - Pusat
101150 148094 Orang 32.172.945 0l 05 02 0l
027.DQ.6279.QAA. r06 Anak YAPI yang mendapatkan Bantuan
Asistensi Rehabilitasi Sosial
270000 150000 Orang 2.178.475.465 04 t7 02 02
06 02 03 0l
027.DQ.6279.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 57.047.305
027.DQ.6279.QD8.101 Lembaga yang Mendapatkan
Pengembangan Kapasitas (Anak)
ffid 250 Lembaga 57.047.305 01 05 0l 02
04 t7 02 03
SK No lq32O
06 02 03 nvl
berkas 4, hlm. 490 OCR
KODE
NAMA
T'ROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o27.DQ.6279.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 22.582.023
027.DQ.6279.QDC.101 Pendamping yang Dcodapattan
p€lrgeEbangan kapasitas (&rak)
350 s12 Orang 22.5,42.023 04 17 02 03
06 02 03 02
o27.DQ.62N Asistensi Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia 7.746.86'3.416
027.DQ.6280.PBN Kebijakan Bidang Sosial 14.036.200
O27.DQ.628O.PBN. f 0 I.OOOO Rekomendasi Penanganan Rehabilitasi
Sosial Lanjut Usia - Pusat
3 5 Rekomendasi
Kebijakan
14.036.200 01 05 02 ol
027.DQ.628O.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 7.682.977.216
o27.DQ.6280.QAA.1Or Lanjut Usia yaru Mendapatkan Asistensi
Rehabilitasi Sosial
39064 ffi[rdr Orang 1.070.792.236 04 20 0l 02
06 02 0l 03
027.DQ.6280.QAA.1O2 Sistem Assesmen dan Layanan Sosial
Lanjut Usia yanA Terintegrasi
100560 147230 Orang 24.557.400 04 20 01 o9
027.DQ.6280.QAA. 1O2.O0OO Sistem A.r€amcn dan Layanan Sosial
lanjut Usia yang Terintegrasi - Pusat
100560 147230 Orang 24.557.400 0l 05 02 o1
SK No 144034 C
Lanjut Usia y€rtg mendapatkan Bantuan
FerEakanan
027.DQ.6280.QAA.104 Orang 6.37t.627.54O 04 20 01 02
berkas 4, hlm. 491 OCR
FIJELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P!{ PF KP PROP
027.DQ.6280.QAA. r rO Layanan Care Economy bagi Lanjut Usia 1500 1500 Orang 216.000.000 0,6 02 03 01
027.DQ.6280.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 32.350.000
027.DQ.6280.QDB.l0l Lembaga yang Mendapatkan
Pengembangan Kapasitas (Lanjut Usia)
150 600 Lembaga 32.350.000 04 ll 03 03
o4xo202
027.DQ.6280.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 17.500.000
027.DQ.628O.QDC.l0l Pendamping yang mendapatkan
pengembangan kapasitas (lanjut Usia)
300 700 Orang 17.500.000 04 ll 03 o3
06 02 03 02
o27.DQ.6281 Pencegahan dar Perlindungan Korban
Bencana
2.161.041.623
027.DQ.628r.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 48.878.523
027.DQ.628l.QDC.lOr Warga masyarakat dilokasi rawan bencana
yang difasilitasi kampung siaga bencana
20655 40500 Orang /+8.878.523 06 02 01 o3
08 04 04 02
o27.DQ.628l.QEA Bantuan Masyarakat 119.136.274
SK No 144035 C
30600 30600 Orang
o27.DQ.628r.QEA 101 Warga Masyarakat Rawan Bencana Sosial
yang Mendapat Bantuan
119.136.274 0,6 02 01 IFl
berkas 4, hlm. 492 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
027.DQ.628l.QEE Bantuan Penanggulangan Kebencanaan t .944.426.426
o27.DQ.6281.QEE.lOr Korban bencana alam yang mendapatkan
bantuan logistik tanggap darurat
ffif ilifil 530000 Paket 1.742.333.050 06 02 01 03
oa 04 02 01
027.DQ.628l.QEE.102 Korban bencana al,am yang mendapatkan
bantuan pemulihan sosial dan layanan
dukungan psikososial
3700 .+ooo Paket 114.848.826 06 02 0r fiB
08 04 03 0r
027.DQ.628r.QEE. r03 Korban Bencana Sosial dan Non NaD yang
Mendapat Bantuan
16664 16664 Paket 81.353.900 06 02 0l 03
08 04 03 02
027.DQ.628r.QEE. r04 Ko!'b€[ Bencana Sosial dan Non Alam yang
Mendapatkan Layanan Dukungan
Psikososial
1500 2500 Paket 6.291.050 06 02 0l 03
08 04 03 01
027.DQ.628l.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa ,+4.199.999
027.D0.6281.UBB.101 Desa/ Kelurahan dilokasi rawan bencana
yang difasilitasi Lumbung Sosial
100 125 Desa/Kelurahan 48.199.999 06 02 01 03
08 04 04 02
o27.DQ.6242 Penyelenggaraan Bantuan Sosial Program
Keluarga Harapan
156.481.679.089
SK No 144036 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 8.52r.053. r30 o27.DQ.6282.QDC
berkas 4, hlm. 493 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ I{RO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
027.DQ.6282.QDC.101 Sumber Daya Manusia yang dikelola 32459 39000 Orang 8.521.053.130 06 07 07 04
027.DQ.6282.QEB Bantuan Keluarga 147.960.625.959
027.DQ.6282.QE8.201 Keluarga Yang Mendapat Bantuan Sosial
Bersyarat
10000000 10000000 Keluarga 147.698.763.859 02 lO 16 05
04 11 02 0n
04 16 03 02
06 02 0l ol
o27.DQ.62A2.QEB.2O2 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang
mendapatkan Peningkatan Kemampuan
Keluarga
5000000 Keluarga 261.862.099 (X 16 03 mtinarn rD
027.DQ.6283 Pelayanan Akses Sumber Daya Ekonomi 252.000.001
m7.DQ.6283.QEB Bantuan Keluarga 252.OOO.001
027.DQ.6283.QE8.30r KPl, Yang Memperoleh Bantuan
Rehabilitasi Rumah
1500 35OO Keluarga 252.000.001 06 06 01 03
027.DQ.63r8 Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan
So6id
,+42.589.316
SK No 14,4037 C
Pelayanan Publik kepada masyarakat 46.465.624 o27.DQ.ffir8.QAA
berkas 4, hlm. 494 OCR
KODE
027.DQ.6318.QA4.001 Data Terpadu lG8ejahtgadr Sosial
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
151120000 0 Orang
INDIKASI ALOKASI
2025-2{)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
46.465.624 04 0l 04 02
06 0l 02 0l
027.DQ.6318.REr Prasarana Bid.ng Teknologi Infdtrari dan
Komunikasi
322.2'36.493
027.DQ.6318.RBT.001 Jaringan Komunikasi Data dan Data Center tlg 0 Titik/Lokasi 322.246.493 06 0r 01 001
027.DQ.6318.U48 Sistem Informasi Pemerintahan 73.836.799
027.DQ.6318.U48.0O1 Sistc@ dan Teknologi Informasi
. Kesejahteraan Sosial
I o Sigt€@
Informasi
73.436.799 06 0l 02 0l
027.DQ.6881 Fcnyclcnggaraaa Diklat Perob€f,dayaan
Masyarakat
149.868.355
o27.DQ.688l.SCJ Pelatihan BidarS Sosial
m7.DQ.6881.SCJ. rO1 Pelatihan Bidang Sosial 6785 6745
149.868.355
149.868.355 06 07 07 04
o27.DQ.6AA2 Asistensi Rehabilitasi Sosial Korban
Bencana
290.546.704
027.DQ.6882.Q44 Pelayanan Publik kepada masyarakat 290.546.704
SK No 1,14038 C
Korban Bencana yang mendapatkan
Asistensi Rehabilitasi Sosial
8000 290.546.704 06 02 01 03 027.DQ.6882.Q44 rOr 19630 Orang
berkas 4, hlm. 495 OCR
K INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
M{ PP KP PROP
027.DQ.6883 Penyelenggaraan Kewirausahaan Sosial 1.372.211.595
027.DQ.688:l.QEB Bantuan Keluarga 1.372.211.595
o27.DQ.688:!.QEB.1O I KPM kewirausahaan sosial yang
mendapatlatr dampingan usaha
10000 60000 Keluarga 1.372.211.595 03 03 03 o4
02
04 19 03 0r
06 03 02 tm
03 16 04
027.DQ.6896 Penyelenggaraan Bahtien ko8ra.B
Sembako
225.583.103.507
027.DQ.6896.QAH Pelayanan Publik Lainnya 1.234.103.390
027.DQ.6896.QAH.10l Layanan Penyelenggaraan Program Kartu
SaEbsko
1 I layanan r.238.103.390 06 02 0l 02
027.DQ.6896.QE8 Barltuarr Keluarga 224.345.000.116
027.DQ.6896.QEB.1Or KPM Yang Memperoleh Bantuan Sosial
Sembako
18300000 18800000 Keluarga 224.345.000.116 02 lO 15 in
SK No 144039 C
06 02 0l ID
berkas 4, hlm. 496 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202t-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF XP PROP
o27.DQ.6497 Pembinaan t Lembaga dan Sumber Day
Manusia Kesejahteraan Sosial
44.115.652
027.DQ.6897.PDE Akreditasi Lembaga 19.331.815
027.DQ.6897.PDE.lOl Lembaga Kesejahteraan Sosial yang
mengikuti proses akreditasi
1275 1275 Lembaga 19.331.815 06 02 03 01
027.DQ.6897.PDr Sertifikasi Profesi den SDM 24.743.43?
027.DQ.6897.PDr. rOl SDM Kesos yang mengikuti sertifikasi 6000 5500 Orang 24.?43.437 06 02 03 02
TOTAL 406.484.383.698
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144040 C
berkas 4, hlm. 497 OCR
KEMENTERI,AN KELAUTAN DAN PERIKANAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.06.02 - Indeks Kesiapan Sarana dan Prasarana Pengawasan SDKP ao.oo 40.00 a4.oo
KP 02.06.03 - Indeks Operasi Armada Pengawasan Sumber Daya Kelauatan dan Perikanan 91.00 92.OO 96.OO
KP 02.10.09 - Volume produksi ikan budi daya. ' juta tqr 6,20 (2023) 6,7 5 a,52
KP 02.10.09 - Volume produksi perikanan tangkap juta tdr 7,75 (2023) 6,19 7,50
KP 02. 10.12 - Konsumsi ikan masyarakat kgl kapita/ tahun 25,07 l2o23l 26,26 28,63
KP 02.lO.13 - Persentase hasil kelautan dan perikanan yang memenuhi standard mutu dan
keamanan pangan
persen 0 70 80
KP 02. f0.16 - Jumlah kelembagaan ekonomi nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam yang
terfasilitasi
lembaga l5 4 27
KP 02,16.01 - Nilai efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan
pulau-pulau kecil
49,56 (2023) 50,00 58,00
SK No 144041 C
persen 8,98 (2023) 9,23 to KP 02.16.01 - Persentase luas kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pul,au
kecil
berkas 4, hlm. 498 OCR
UlLIK INDONESIA
_498_
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.16.04 - Nilai efektivitas pengelolaan biota perairan langka, , t ratlc€E punah, dilindungi,
dan/atau qppeadir CITES
nilai 62,40 l2023l 68,30 70,
KP 02.18.02 - Volume penanggulangan sampah dari aktivitas masyarakat di pesisir dan laut
(kumulatif)
ton 744,60 18 1244
KP 02.19.02 - Nilai kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang direhabilitasi o 76
KP O2.22,O1 - Fcrscntas€ penyelenggaraan penataan ruang laut dan zonasi pesisir persen 91,17 13,6 100
w 02.22.01 - Indeks Kepatuhan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan 81,00 82,00 86,00
KP 02.22.01 - Indeks Pembangunan Pulau-Pulau Kecil 0,45 o,49 0,61
Y,P O2-22.O1 - Proporsi tangkapan jenis ikan yang berada pada batas biologis yang aman p€rcen <80 .s80 s80
KP 02.22.02 - Luas kawa.an konservasi di perairan, u'il,ayah pesisir, dan pulau-pulau kecil yang
efektif dikelola (kumulatif)
juta ha 16,5 18,5 21,5
KP 02.22.02 - Luas kawasan konservasi diperairan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil juta ha N,2 30 32,5
KP 02.22.03 - Pertumbuhan PDB perikanan (ADHK) Persen s,49 l2023l 4,OO-6,00 6,OO-7,00
KP 02.22.03 - Volume produksi ikan juta ton 13,95 (2023) 12,94 16,02
KP 02.22.03 - Volume produksi olahan perikanan juta ton 3,62 l2023l 3,71 4,37
KP 02.22.03 - PDB perikanan triliun rupiah 554,04 (2023) 595,06 718,98
SK No 144043 C
juta ton 2,OO 2,25 3,OO KP 02.22.04 - Volume produksi garam
berkas 4, hlm. 499 OCR
FUlUK INDONESIA
iNiilllrrffli SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.22.04 - Produktivitas lahan garam rakyat too/ha ,r:r! 83 93
KP 02.22.07 - Pl,tsc,rtasc lulusan pendidikan dan pelatihan KP Jrang terserap di Dunia Us$a, Dunia
Industri, dan/atau Duda Kcda
persen 74,17 l2o23l ?5 ?9
KP 05.01.07 - volume produksi rumput l,aut juta tq! 10,76 (2023) 11,64 14,14
KP 05.05.04 - Nilai ekspor hasil perikanan miliar USD 5,63 (2023) 6,25 8,50
KP 05.05.04 - Nilai ekspor rumput laut juta usD 433,72 (2023) 574,OO 898,00
KP 05.05.04 - Proporsi ekspor produk olahan rumput laut persen 34,31 46,5 61,3
KP 08.03.01 - Nilai ketahanan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil 55 76
(indikator baru)
SK No 1440'14 C
berkas 4, hlm. 500 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
032.DL Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2.846.104.957
032.DL.2375 F.letihsn Kelautan dsn Pcrikensn 616.493.823
032.DL.2375.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
F.rikensn
178.736.000
032.DL.2375.RAL.711 Peralatan dan Mesin Pelatihan Kel,autan
dan Perikanan
5 10 Unit 178.736.000 02 22 07 0l
032.DL.2375.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
136.972.121
032.DL.2375.RBQ.72r Gedung, Bangunan dan Prasarana
Pelatihan Kelautan n dan Perikanan yang
Ditingkatkan Kapasitasnya
2 10 Unit 136.972.121 02 22 07 01
032.DL.2375.SCC Pelatihan Bidang Pertanian dan Perikanan 301. r85.702
032.DL.2375.SCC.831 Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang
Dilatih
25324 41000 Orang 301.145.702 02 22 07 lv)
ol
06 03 02 0l
03 07 04
SK No 144045C
Pendidikan Kelautan dan Perikanan t 1.722.632.047
032.DL.2376
berkas 4, hlm. 501 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.2376.PDE Akreditasi L€rtrbaga 12.170.OOO
032.DL.2376.PDE.541 Akreditasi Lembaga Pendidikan Kelautan
d.n Perikanan
l6 16 Unit Kerja 12.170.OOO 04 07 02 o5
02 22 07 02
032-DL-2376.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM r r.750.ooo
032.DL.2376.PDI.545 Sertifikasi Profesi dan SDM Pendidikan
Kelautan dan Perikanan
500 520 Orang 11.750.000 02 22 07 02
032.DL.2376.QcC Tata Kelola Kelembagaan Publik Bidang
Pendidikan
87.855.600
032. DL. 2376.QC,c. 67 I Tata Kelola Kelembagaan Publik Bidang
Pendidikan Kelautan dan Perikanan
16 16 Lembaga 87.855.600 02 22 0l 04
04 07 02 05
032.DL.2376.RAA Sarana Bidang Pendidikan 273.666.360
032.DL.2376.RAA.711 Peralatan dan M.sin Pendidikan Kelautan
dan Perikanan
3 16 Paket 273.666.360 04 07 02 04
02 22 07 o1
032.DL.2376.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
65.650.000
SK No 144046 C
Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi Pendidikan
16 Unit 65.650.000 02 22 07 0l 032.DL.2376.RAN.715 2
berkas 4, hlm. 502 OCR
-fi2-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.2376.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dsrr
Menengah
103.200.000
032.DL.2376.RBI.721 Gedung, Bangunan dan Prasarana
Pendidikan Menengah yang Ditingkatkan
Kapasitasnya
I 5 unit 103.200.000 02 22 07 o1
032.DL.2376.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 368.745.853
032.DL.2376.RBJ.725 Gedung, Bangunan dan Prasarana
Pendidikan Tinggi yang Ditingkatkan
Kapasitasnya
2 11 unit 368.745.853 02 22 07 0l
04 07 02 04
032.DL.2376.SAC Pendidikan Vokasi Bidang Pertanian,
Kelautan, dan Perikanan
788.846.234
032.DL.2376.SAC.811 I Peserta Pendidikan Vokasi Kelautan dan
Perikanan Y6n8 Kompeten
7615 7186 Orang 744.446.234 ()4 07 02 o5
02 22 07 02
032.DL.2376.SDC Penelitian dan Pengembangan Modeling lo.748.OOO
032.DL.2376.SDC.843 Ilmu Pengetahuan Atau Teknologi
Pendidikan Tinggi yang diterapkan kepada
Masyarakat
t4 26 model 10.748.000 02 22 0? 02
032.DL.7020 Penyuluhan Kelautan dan Perikanan 506.579_OA7
SK No 144047C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 80.500.000 032.DL.7O2O.QDB
berkas 4, hlm. 503 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.7020.QDB.646 Fasilitasi dan Pembinaan Desa Perikanan
Cerdas / Smart Fisheries Village (SFq
lingkup Penyuluhan Kelautan dan
Feriken6n
I 14 Lembaga 80.500.000 02 10 09 07
02 07 06 o1
06 07 07 07
032.DL.7O2O.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
215.000.000
o32.DL.7020.QDD.@6 Kelompok Pelaku Utama/Usaha yang
Mendapatkan Pendampingan dari Penyuluh
Kelautan dan Perikanan
35000 43000 Kelompok
Masyarakat
215.000.000 06 07 07 07
06 03 02 01
02 lo (x, 07
032.DL.7020.QK4 Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
9.137.682
032.DL.7020.QKA.696 Pemantauan Sosial Ekonomi Masyarakat
Kelautan dan Perikanan di Lokasi Program
Prioritas KKP
I lO l,aporan 9.137.642 02 lO 09 07
032.DL.7020.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Flfiksnen
86.250.OOO
SK No l4/;O48.C
Peralatan dan Mesin PcnJ .rluhan Kelautan
dan Perikanan
5 Unit 86.250.000 02 10 09 07 032.DL.7020.RAL.716 I
berkas 4, hlm. 504 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202$-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.DL.7O2O.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
106.000.000
o32.DL.7O2O.RBQ.726 Gedung, Bangunan dan Prasarana
Penyuluhan Kelautan dan Perikanan yang
Ditingkatkan Kapasitasnya
I ? Unit ro6.ooo.oq) 02 lo 09 07
032.DL.7020.SDC Penelitian dan Pengembangan Modeling 9.691.405
032.DL.7020.SDC.648 Percontohan Penyuluhan/Model
Pemberdayaan Sosial Ekonomi yang
diterapkan kepada Masyarakat Kelautan
den Perikanan
3 19 rr1odel 9.691.405 02 lO 09 07
032.EC Program Nilai Tambah dan Daya Saing
Industri
3.295.221.966
032.EC.2357 Pemasaran Hasil Kelautan den Perikanan 624.432.160
032.EC.2357.PBR Kebijakan Bidang Pertanian d.n Perikanan 9.5i16.0O0
032.EC.2357.PBR.003 Kertas Posisi Runding Penyelesaian
Hambatan Ekspor dan Perluasan Akses
Pasar Luar Negeri
2 Re-komendasi
Kebijakan
9.5,16.000 02 22 03 08
032.EC.2357.PDA Standardisasi Produk 14.2r l.oo0
SK No 144049 C
Produk Kelautan Perikanan yang dikurasi 400 14.211.000 02 22 03 08 032.EC.2357.PDA.001 3150 produk
berkas 4, hlm. 505 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 01 07 02
032.DC.2357.PEE Kemitraan 7.649.160
fi12.8C.2357.PEE.001 Kesepakatan Pemasaran Produk Perikanan
di Dalam Dcgcri
a 32 Kesepakatan 4.060.000 02 22 03 08
032.EC.2357.PEE.002 Kerja Sama pemasaran rumput laut 6 15 Kesepakatan 3.5a9.160 05 0r 07 02
os 05 04 003
032.EC.2357.PEH Promosi 308.350.000
032.EC.2357.PEH.001 IGmpa[yc Gerakan MeBaryarakatan
Makan Ikan (Ctcoarikan)
174 190 promosi 181.974.000 04 ll 02 02
02 lo 12 002
032.EC.2357.PEH.002 Promosi Produk Iftlautar dan Perikanan di
Dalam Negeri oleh Daerah
34 38 promosi 1a.s76.fl)O 02 10 12 002
02
l.Il
04
03
c7
22
o6
02
032.EC.2357.PEH.003 Promosi Produk Kelautan dan Perikanan
Skala Internasional
I 7 promosi 67.100-000 02 22 03 08
os 05 04 002
032.EC.2357.PEH.004 Promosi Produk Kelautan dan Perikanan di
Dalam NcSEri
4 38 promosi 24.OOO.fin 02 10 12 002
SK No 130013 C
02 22 03 OE
berkas 4, hlm. 506 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
032.EC.2357.PEH.005 Promosi produk rumput l,aut Skala
Internasional
I 2 promosi 16.700.000 05 05 0.r 002
032.EC.2357.QDr Fasilitasi dEn Pembinaan Industri 9.760.OOO
032.EC.2357.QDt.OOr Ekspodfu Kelautan Perikanan baru yang
ditumbuhkan
4 15 Industri 5.260.000 02 22 03 07
o32.EC.2357.ODr.OO2 Penumbuhan Eksportir Produk Rumput
l,aut
2 7 Industri 4.500.000 05 0l o7
os os 04 001
02
032.EC.2357.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 94.316.000
032.EC.2357.QEG.0Ot Peralatan Pemasaran 5170 4208 Unit 59.436.000 06 03 02 02
02 22 03 08
032.EC.2357.QEG.OO2 Kendaraan Pemasaran Ikan 3 r0 Unit 34.880.000 02 22 03 lm
032.EC.2357.QM4 Data den Informasi Publik 17.000.000
032.EC.2357.QMA.(x) I Profil Pasar Ekspor Hasil Kelautan
Perikanan
3 7 dokumen 8.500.000 02 22 03 :.T]
032.EC.2357.QMA.002 Profil Pasar Dalam Negeri Hasil Kelautan
Perikanan
3 7 dokumen 8.500.000 02 22 03 08
SK No 144052 C
Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
164.000.000 032.EC.2357.RBQ
berkas 4, hlm. 507 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGEiI2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.2357.RBQ.OOl Prasarana Pemasaran Kelautan dan
Perikanan
2 Unit 164_000.000 02 22 03 LI3
07 l5 0l 08
032.EC.2358 Pengolahan dan Bina Mutu Produk
Kelautan dan Fef,iken8n
634.244.622
o32.EC.23s8.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 8.OOO.OOO
032.EC.23s8.QDC.001 Masyarakat yang dibina dalam rangka
pembinaan mutu dan diversifikasi
I] 2OOO Orang a.ooo.ooo 02 22 03 :m
032.EC.2358.QDG Fasilitasi dan Pembinaan trMKM 12.054.000
o32.EC.2358.QDG.0Ol Pelaku usaha yang difasilitasi pembinaan
div€f, sifikasi produk bernilai tambah
1510 1000 IIIT"M 12.054.000 02 22 03 07
03 03 03 03
06 03 01 02
032.EC.2358.QDI Fasilitasi den Pembinaan Industr'i 16.874.82
032.EC.2358.QDr.00r Industri Pengolahan Produk KP yang dibina 1963 3000 Industri 16.474.82 02 22 03 06
o32.EC.2358.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 212.319.940
SK No 149565 C
Sarana Sistem Rantai Dingin Hasil KP 220 5lo Unit
02 l5 02 02
032.EC.2358.QEG.OOl 178.701.000 02 lO 09 09
berkas 4, hlm. 508 OCR
I{ODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 22 03 09
05 03 0l 05
o? l5 0l tl-Fl
032.EC.2358.QEG.002 Sarana Pengolahan Hasil KP 165 275 Unit 33.618.940 05 01 07
02 lo @ 09
02 15 02 92
02 22 03 na
o1
032.EC.2358.RBO Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
den Perikanan
389.000.000
032.EC.2358.RBO.OOl Unit Pengolahan Ikan (UPl) yang dibangun o 3 Unit 194.000.000 02 10 09 (x'
02
TA
02
03
15
22
02
02
o32.EC.2358.RBQ.OO2 Pabrik Es yang dibangun o 5 Unit 195.000.000 02 22 03 09
032.EC.3989 Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil
Kelautan drrt Perikanan
r.072.830.851
SK No 144056 C
Sertifikasi Produk 270.888.000 032.EC.3989.PDC
berkas 4, hlm. 509 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.3989.PDC.001 Sertifikat mutu produk kelautan dan
perikanan sektor produksi pasca panen
3000 9000 produk 187.700.000 02 22 03 06
032.EC.3989.PDC.OO2 Produk kel,autan dart p6ikartdr sektor
produksi pasca panen yang divalidasi
3000 9000 produk 8il.l88.ooo 02 22 03 06
032.EC.3949.PDF Sertifikasi Lembaga 105.780.fi)O
032.EC.3989.PDF.001 Sertifikat mutu lembaga kelautan dan
perikanan sektor produksi primer
500 30OO Lembaga 31.530.000 02 22 03 06
o32.EC.39a9.PDF.OO2 Lembaga kelautan dan perikanan sektor
produksi primer yang divalidasi
500 3000 t Lembaga 74.250.OOO 02 22 03 06
032.EC.3989.QrA Pengawasan dan Pengendalian Produk 47. r14.000
032.EC.3989.Qr.A.OOr Hasil Perikanan di wilayah Rl yang diawasi
mutunya
25 z.nn Produk 47.114.000 02 22 03 :4]a
032.EC.3989.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 41.968.000
032.EC.3989.QIC.OO2 UPI yang konsisten menerapkan Sistem
Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil
Perikanan
500 2OOO Lembaga 41.968.000 02 22 03 06
032.EC.3989.RAL Sarana Biddrg Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
289.688.631
SK No 14.r';057 C
Sarana Pengujian Mutu 35 Unit 289.688.631 02 lO 13 02 032. EC.3989.RAL.OO I 5
berkas 4, hlm. 510 OCR
PR,ESIDEN
REPIJELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROORAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 22 03 06
032.EC.3989.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
317.392.220
o32.EC.3989.RBQ.OOl Prasarana Pengujian Mutu 35 Unit 317.392.220 02 lO 13 02
02 22 03 06
032.EC.5279 Fedgqiian Penerapan Hasil Kelautan dan
Perikanan
44.734.026
032.EC.5279.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 12.520.000
032.EC.5279.QDG.OOr UMKM Kelautan Perikanan yang Difasilitasi
d'l'm Inkubasi Bisnis
18 1t2 UMKM 12.520.000 02 22 03 07
03 03 03 0+
06 03 01 7n
032.EC.5279.QDH Fasilitasi den Pcmt inean Badan Usaha 4.622.082
032.EC.5279.QDH.O0l Badan Usaha yang Difasilitasi Kemitraan
Penyimpanan Produk
15 ,lO Badan usaha 4.622.@2 02 22 07 02
032.EC.5279.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
21.591.944
SK No 144058 C
Sarana Pendukung Operasional Gudang
Beku
,L,I) 3in Unit 21.591.944 02 22 03 09 032.EC.5279.RAL.001
berkas 4, hlm. 511 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/TEqATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.5279.RBQ Prasarana Bidang K€rf aritiman, Kelautan,
den Pcrikenen
6.000.000
o32.EC.5279.RBQ.0Ol Prasarana Pendukung Operasional Gudang
Beku
I 1 Unit 6.000.000 02 22 03 09
032.EC.7010 M€rtajeEen Mutu 268.530.307
o32.EC.70rO.PtsR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan ,+4.700.351
032.EC.7010.PBR.001 Rekomendasi Kebijakan Parameter uji yarrg
terakreditasi di laboratorium acuan dan
penguji sektor kelautan pcrikarErt
B 5 Rekomendasi
Kebijakan
29.500.000 02 22 03 06
032. EC.7010.PtsR.002 Rekomendasi Kebijakan Metode/ Parameter
uji yang dihasilkan laboratorium acuan
15 35 Rekomendasi
Kebijakan
19.200.351 02 22 03 06
032.EC.7010.PDD Standardisasi Lembaga 101.368.000
032.EC.7010.PDD.OO I Unit kccja yang menerapkan standar sistem
pengujian mutu
15 23 Lembaga 29.240.OOO 02 22 03 06
032.EC.7010.PDD.002 Unit kerja yang menerapkan sistem
Eanajcaen mutu Laboratorium
35 35 Lembaga 41.904.000 02 22 03 06
SK No 144059C
25 $.224.OOO 02 22 03 ila 032.EC.7010.PDD.003 Unit k6ja yaflg menerapkan pengendalian
sistem jatoiaart mutu dart Lea4anai hasil
perikanan
30 Lembaga
berkas 4, hlm. 512 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.EC.701O.QDC Fasilitasi datt Pembinaan Masyarakat 82.961.956
032.EC.701O.QDC.0Or Mas'yarakat yang meningkat
pemahamannya terhadap sister,l jaminan
mutu dan keamanan hasil perikanan
6325 mn0 Orang 82.961.956 02 22 03 06
032.EC.7010.QtA Pengawasan dqn Pengendalian Produk 35.500.OOO
032. EC.TOTO.QIA.OOI Unit/Usaha perikanan yang menerapkan
quality assurance sesuai standar, sistem
dan regulasi
35 35 Produk 35.500.000 02 22 03 trla
032.EC.7025 Logistik Hasil Kelautan dan Perikanan 505.092.000
032.EC-7025.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 4.900.000
032. EC.7025.PBR.001 Rekomendasi Kebijakan Pemasukan Hasil
Perikanan Berbasis Mekanisme Neraca
Komoditas
2 5 Rekomendasi
Kebijakan
4.900.000 02 22 03 09
032.EC.7O25.QDB Fasilitasi dan Pembinaan L.urbaga 4.200.000
032.EC.7025.QDB.0Or Pengelola gudang yang difasilitasi resi
gudang
o 50 Lembaga 4.200.000 02 22 03 09
SK No I4H,O60C
Fasilitasi dsn Pembinaan Badan Usaha
36 l9O Badan usaha 7.172.000 02 22 03 09
032.EC.7O25.QDH 7.172.000
032.EC.7O25.QDH.0Ol
berkas 4, hlm. 513 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pelaku Usaha yaru menerapkan Sistem
Telusur Logistik Ikan Nasional (STEUNA)
05 03 02 02
032.EC.7O25.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 168.820.000
o32.EC.7O25.OEG.OO1 Sarana Penyimpanan Produk KP I l4 Unit 80.500.ooo o? 15 01 o4
02 lo0909
02 15 02 02
:iD o3 22 02
032.EC.7O25.QEG.OO2 Sarana Distribusi Logistik Produk KP o 32 Unit 88.320.000 02 22 03 09
05 03 01 05
07 15 01 rllt
02 r0 09 09
02 15 02 02
032.EC.7025.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perik nan
320.000.000
SK No 144061 C
5 Unit
o32.EC.7O25.RBQ.OOt Pembangunan Gudang Beku dan
Kelengkapannya
o 283.500.000 02 10 09 09
berkas 4, hlm. 514 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 22 03 09
032.EC.7025.RBQ.OO2 Pembangunan Gudang Kering dan
Kelengkapannya
o 3 Unit 36.500.000 02 22 03 09
032.EC.7026 Investasi dan Keberlanjutan U.aha Hasil
Kelautan dEn Perikanan
140.954.000
032.EC.7026.PEH Promosi 16.800.ooo
032-EC-7026.PEH-OO1 Promosi usaha dan investasi KP 2 6 promosi 16.800.000 02 22 03 07
05 0l 07 05
032.EC.7026.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.000.000
032.EC.7O26.QDB.0Or L€trbaga u.aha KP yang ditingkatkan
kapasitas kelembagaan usaha
22 I Lembaga 4.000.000 03 03 01
02 22 03 07
0l
032.EC.7026.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 8.OOO.OOO
032.E,c.7026.QDC.0Or Masyarakat yang dibina dalam rangka
menjadi wirausaha KP
0 2OOO Orang 8.000.000 02 22 03 07
032.EC.7026.QDG Fasilitasi den Pembinaan UMKM 38.554.OOO
SK No 144062 C
327 900 UMKM
032.EC.7026.QDG.0Or UMKM KP yang difasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha
6.054.000 02 22 03 07
berkas 4, hlm. 515 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 0l 02
032.EC.7O26.QDG.0O2 Wirausaha KP yang ditumbuhkan dan/atau
dibina
475 500 UMKM 13.500.000 03 03 02 02
TN o3 06 ol
02 22 03 o7
032.EC.7O26.QDG.0O3 UMKM yang diberdayakan dan dibina
menuju UMKM Naik Kelas
o 456 UMKM 19.000.000 02 22 03 07
032.EC.7026.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 73.600.OOO
032.EC.7026.RBO.001 Prasarana Kawasan Hilirisasi Kelautan dan
Perikanan
I 2 bidang 73.600.000 02 22 03 07
05 01 0? 02
032.FD hogrs@ Kualitas Lingkungan Hidup 2.511.239.550
032.FD.2362 2 Pengelolaan Konservasi Ekosistem dan
Biota Perairan
2.2&.379.6aO
032.FD.2362.PBW Kebijakan Bidang Kemaritiman dan
Kelautan
18.805.000
032.FD.2362.PBW.001 Rekomendasi Pengelolaan Konservasi
Ekosistem
g 4 Rekomendasi
Kebijakan
2.805.000 02 22 0l 06
SK No 144063 C
Rekomendasi Pengelolaan Biota Perairan 2.400.000 02 22 01 n3 032.FD.2362.PBW.002 5 o
berkas 4, hlm. 516 OCR
Ilr.'II, NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/ I(RO/ RO(PROYTK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
Rekomendasi
Kebijakan
02 16 04 0l
o32-FD-2362_PBW.OO3 Rekomendasi Peningkatan Luas Kawasan
Konservasi
o ll Rekomendasi
Kebijakan
9.600.000 02 22 01 06
032.FD.2362.PBW.004 Rekomendasi Usulan Penetapan Kawasan
Konservasi
o l0 Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 02 22 01 06
032.FD.2362.PCA Perizinan Produk 62.4OO.420
032.FD.2362.PCA.001 Perizinan Produk Konservasi Ekosistem o 3 Produk 6.000.000 02 22 01 06
02 16 0l 02
032.FD.2362.PCA.002 Perizinan Produk Konservasi Biota Perairan 9 9 Produk 56.800.420 02 22 0l 06
02 16 04 01
032.FD.2362.PEE Kemitraan 2.500.000
032.FD.2362.PEE.001 Kcda Sama, Jejaring dan Kemitraan
Konservasi Ekosistem
6 9 Kesepakatan 2.500.000 02 22 02
02 16 0l 02
o4
032.FD.2362.PFA Ncma, Standar, Prosedur, d{r Kriteria 2.751.480
SK No 149565 C
Dokumen NSPK Konservasi Ekosistem dan
Biota Perairan
t2 NSPK 2.751.4& 02 22 0l 06 032.FD.2362.PFA.001 4
berkas 4, hlm. 517 OCR
- 5t7 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.FD.2362.QEH Bantuan Kelompok Masyarakat 34.000.000
032.FD.2362.QEH.OOl Kelompok Masyarakat Penggerak
Konservasi
o 44 Kelompok
Masyarakat
34.000.000 02 22 02 05
02 16 03 0l
032.FD.2362.QMA Data dan Informasi Publik 34.056.090
032.FD.2362.QMA.OOr Data dan Informasi Konservasi Ekosistem 5 5 dokumen 16.656.090 02 22 02 02
02 16 03 02
032.FD.2362.QMA.002 Data dan lrrlomasi Konservasi Biota
Perairan
6 lO dokumen 17.400.000 02 22 02 02
02 16 03 02
032.FD.2362.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
34-400.OOO
032.FD.2362.RAL.001 Sarana Pendukung Penyelenggaraan
Konservasi Ekosistem
I 5 Unit 18.000.000 02 22 02 03
02 16 0l 02
032.FD.2362.RAL.002 Sarana Fcndukuag Penyelenggaraan
Konservasi Biota Perairan
o Unit 16.400.000 02 22 02 03
SK No 144066 C
Konservasi KauEs€n/ Rehabilitasi
Ekosistem
18500000 rrf{drlTrn Hektar 34.390.000 02 22 02 04
032.FD.2362.REA 2.025.494.000
032.FD.2362.REA.002
berkas 4, hlm. 518 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kawasan Konservasi Perairan yang
Op€f, asional (kumulatif)
02 16 01 02
032.FD.2362.REA.004 Occalrs for Prosperity Project - LAUTRA 8000000 16000000 Hektar r.975.104.000 02 22 02
ol 16 02
()4
02
032.FD.2362.REA.005 Kawasan Konservasi yang dihitung Neraca
Sumberdaya
o 500000 Hektar 16.000.000 02 22 02 02
02 16 0l 02
032.FD.2362.REB Konservasi Jenis/ Spesies 26.072.690
032.FD.2362.REB.001 Konservasi Biota Perairan Terancam
Punah, Dilindungi dan/atau Appendic Citca
(kumulatif
25 25 Jenis 22.072.690 02 16 04 01
032.FD.2362.REB.002 Penanganan Biota Perairan dilindungi
dan/atau terancam punah
o 6 Jenis 4.000.000 02 16 02 01
032.FD.2362.SCC Pelatihan Bidang Pertanian dan Perikanan 13.500.ooo
032.FD.2362.SCC.001 Pengelola kawasan konservasi yang
ditingkatkan kompetensinya
50 IOO Orang 9.500.000 02 22 02 o5
02 ol 16 02
SK No 1411067 C
300
032-FD.2362.SCC.OO2 Masyarakat Pemanfaat Kawasan Konservasi
yarrg Ditingkatkan Kompetensinya
3OO Orang 4.000.000 02 22 02 o5
berkas 4, hlm. 519 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.FD.2362.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Peme ntah
Daerah
6.000.000
032.FD.2362.UBA.001 Pemerintah daerah yang difasilitasi
penj rsunan usul,an Penetapan Kawasan
I(onscrvaii
o 10 Daerah
(Prov/Kab/Kota)
6.000.000 02 22 02 05
02 16 0l 02
032.FD.4346 Pencegahan dan Pemulihan Kerusakan
Pcahir den hrleu-Pnlau Kecil
250.859.870
032.FD.4346.PBW Kebijakan Bidang Kemaritiman dan
Kelautan
4-OOO-O00
032.FD.4346.PBW.001 Rekomendasi Pengendalian Perubahan
Iklim
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 08 03 05 o4
02 19 02 01
02 19 03 02
032.FD.4346.PEE Kemitraan 4.000.000
032.FD.4346.PEE.001 Jejaring dan Kemitraan Pengendalian
P€r'ubehsn Iklim
o 2 Kesepakatan 4.000.000 08 03 05 04
032.FD.4346.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 4.744.400
SK No 149567 C
3 [iFfrll 2.748.400 02 16 01 06 032.FD.4346.PFA.001 Dokumen NSPK Pencegahan dan
Pemulihan Kerusakan Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil
berkas 4, hlm. 520 OCR
PREsIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.FD.4346.PFA.002 Dokumen NSPK Pengendalian Perubahan
Iklim
u I NFT'X 1.OOO.OOO Oa 03 05 04
032.FD.4346.PFA.003 Dokumen NSPK Mitigasi Bencana 0 I NFT'I 1.000.000 OA 04 01 03
032.FD.4346.0DD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
38.070.430
032.FD.4346.0DD.001 Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
yarS Diberikan Penyadaran terhadap
Penanggulangan Dampak Pencemaran
1 53 Kelompok
Masyarakat
31.941.640 02 18 02 04
032.FD.4346.QDD.OO2 Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
yang ditingkatkan kapasitasnya terhadap
mitigasi Bencana
2 I Kelompok
Masyarakat
4.gm.tso 08 04 04 0l
032.FD.4346.QDD.OO3 Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
yang ditingkatkan kapasitasnya terhadap
Dampak Perubahan Iklim
2 o Kelompok
Masyarakat
r.200.000 08 03 05 02
032.FD.4346.QEH Bantuan Kelompok Masyarakat 91).601.470
032.FD.4346.QEH.OO1 Bantuan Pengembangan Kawasan Karbon
Biru
o l0 Kelompok
Masyarakat
20.000.000 02 19 02 0l
02 19 03 0n
SK No 144069 C
14 22.500.000 08 03 01 01 032.FD.4346.QEH.OO2 Bantuan Pengembangan Kawasan Pesisir
Tangguh
o Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 521 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.FD.4346.QEH.003 Bantuan Pengembangan Desa Pesisir
Bersih
1 22 Kelompok
Masyarakat
4?.90t.470 06 07 02 03
o4 1v) il-'l 02
032.FD.4346.QEI{.004 Bantuan Pusat Rehabilitasi dsn
Pengembangan Ekosistem Pesisir
n 7 Kelompok
Masyarakat
[email protected] 02 16 0l 06
032.FD.4346.RBH Prasarana Bidang Pengendalian Bencana ,16.000.000
032.FD.4346.RBH.001 Prasarana Kawasan Pesisir Tangguh o 17 unit ,16.000.000 08 03 0l ol
032.FD.4346.REA Konservasi Kawasan/Rehabilitasi
Ekosistem
54.398.770
032.FD.4346.REA.001 Kawasan mangrove yang direhabilitasi 5 100 Hektar 20.394.7?0 08 03 01 01
02 t2 04 04
02 t7 03 02
02 19 02 0l
02 19 03 o1
032.FD.4346.REA.002 Vegetasi pantai yang ditanami untuk
mitigasi bencana
o 5 Hektar r.ooo.q)o 08 03 0l ol
01 att) o4 o8
SK No 144071C
Kawasan padang lamun yang direhabilitasi lo Hektar 33.OOO.OOO 08 03 01 ol 032.FD.4346.REA.003 0
berkas 4, hlm. 522 OCR
irctiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
02 19 02 01
02 lg 03 02
032.HB Program Pengelolaan Perikanan dan
Kelautan
23.464.037.327
032.HB.2337 Pengelolaan Kapal Perikanan, Alat
Penangkapan Ikan dan Pengawakan Kapal
Perikanan
491.663.000
032.HB.2337.PCA Perizinan Produk 24.211.000
032.H8.2337. PCA.00l Dokumen awak kapal perikanan yang
diterbitkan
800 4500 Produk 18.761.000 02 22 01 02
032.HB.2337.PCA.002 Dokumen bukti lulus seleksi calon
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran
Indonesia (P3MI) anEk kapal perikanan
aigrar yang diterbitkan
o 35 Produk 5.450.000 02 ro 09 oa
032-HB.2337.PDt Sertifikasi Profesi drn SDM 41.650.OOO
032.H8.2337.PDr.00r A$lak kapal perikanan yang disertifikasi rllin 25000 Orang 20.100.000 04 07 03 03
SK No 144072 C
30 150 Orang 21.550.OOO 02 22 07 02 032.HB.2337.PDI.002
berkas 4, hlm. 523 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAJT.I / KEGIATAN / rRO/ RO( PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Petugas yang tersertifikasi di bidang kapal
perikanan
o4o,03 o3
032.H8.2337.QDC Fasilitasi dai Pembinaan Masyarakat r 1.476.O00
032.HB.2337.QDC.oO l Awak kapal perikanan yang difasilitasi
penerapan Perjanjian Kerja Laut (PKL)
dengan pelaku usaha
14000 21000 Orang 11.476.000 02 22 0l 02
032.H8.2337.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 7.350.000
032.HB.2337.QDH.OOl Pelaku usaha yang difasilitasi penerapan
prinsip HAM pada usaha perikanan
7OO Badan usaha 7.350.000 02 10 09 08 o
032.H8.2337.qEG Bantuan Peralatan / Sarana 406.976.OOO
032.H8.2337.QEG.0O2 Alat penangkapan ikan dan/atau alat
bantu penangkapan ikan bantuan yang
tersalurkan
11000 30000 Unit 145.276.000 02 10 09 05
06 07 04 02
06 03 02 02
032.HB.2337.OEG.OO3 Sarana penangkapan ikan yang tersalurkan 1100 2500 Unit 261_700.000 06 07 04 02
0a 03 0l 02
SK No lM74C
02 lo 09 05
berkas 4, hlm. 524 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2338 Pengelolaan Pelabuhan Perikanan 5.432.578.OOO
032.HB.2338.PDr Sertifikasi Profesi derr SDM 25.313.000
032-HB-233a-PDI.OOt Syahbandar dan Petugas Kesyahb€rdaran
di Pelabuhan Perikanan yang difasilitasi
pelatihannya
l5 105 Orang 21.600.000 02 22 07 02
032.HB.2338.PD1.002 Petugas mutu dan sertifikasi CPIB di
Pelabuhan Perikanan yang difasilitasi
pelatihannya
s0 300 Orang 3.713.000 02 22 07 02
032.H8.233a.OGA Tata Kelola Kelembagaan Publik Bidang
Ekonomi
186.575.000
032.H8.2338.QG4.00I Pelabuhan perikanan di lokasi SKPT yang
dikelola dan operasional sesuai standar
9 9 Lembaga 29.050.000 02 22 03 02
06 07 05 02
o32.HB.2338.QGA.OO2 Pelabuhan Perikanan yang dikelola
pendataannya untuk mendukung
Penangkapan Ikan Terukur
200 296 Lembaga 157.525.000 02 22 0l 02
032.HB.2338.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikenerl
146.000.000
SK No 1,14075 C
30 Unit 146.000.000 02 lo 09 05 032.HB.2338.RAL.001 Sarana penunjang pemungutan PNBP
Perikanan Tangkap yang disediakan
o
berkas 4, hlm. 525 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2338.R80 Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
5.452.690.OOO
032.HB.2338.RBQ.00 r Pelabuhan perikanan UPT Pusat dan PP
Perintis yanA ditingkatkan fasfitastya
untuk mendukung Penangkapan Ikan
Terukur
o 31 Unit 690.000.000 02 lo 09 05
02 120906
02 22 03 02
032.H8.2338.RBQ.003 Pelabuhan Perikanan yartg terintegrasi dan
Maraf internasional yang dikembangkan -
IFP IFM I
2 6 Unit 2.716.000.000 02 22 03 02
o32.HB.2338.RBQ.OO4 Pelabuhan Perikanan t€f,luar dan/atau
bcrwawasgrr lingkungan yang
dikembangkan - Eco Fishing Port
4 4 Unit 1.659.000.000 02 22 03 02
032.H8.2338.RBQ.0O5 Pelabuhan Perikanan yang ditingkatkan
prasarananya untuk mendukung
Penangkapan Ikan Terukur
o 25 Unit 230.000.000 02 22 03 02
032.H8.2338.RBQ.006 P.labuhan Perikanan yang terintegrasi drn
bertaraf internasional yang dikembangkan -
TFP TFM II
7 o Unit 157.690.000 02 22 03 02
SK No 144076 C
Pelatihan Bidang Pertanian dan Perikanan 22.000.000 032.HB.2338.SCC
berkas 4, hlm. 526 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2338.SCC.001 Petugas Pel,abuhan Perikanan yang
ditingkatkan kapasitasnya dalam rangka
mendukung Penangkapan Ikan Terukur
o 1600 Orang 22.000.000 02 lo 09 07
032.HB.2339 Pengelolaan Perizinan dan Kenelayaran 764.700.ON
032.HB.2339.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 27.OOO.OOO
032.HB.2339.PBR.001 Rekomendasi Kebijakan Penangkapan Ikan
Terukur ydrg Dilaksanakan
6 6 Rekomendasi
Kebijakan
27.000.000 02 22 0l 02
032.HB.233g.PCA Perizinan Produk 13.350.OOO
032.HB.2339.PCA.001 Izir! alokasi usaha perikanan tangkap
(SIUP yang diterbitkan
6000 10000 Produk 13.350.000 02 22 0l 02
032.HB.2339.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 46.150.OOO
032.HB.2339.QDC.OOl Bidang tanah nelayan yang difasilitasi
sertifikatnya
5000 f|Iim Orang 11.600.000 02 lo 09 08
032.HB.2339.QDC.OO2 Nelayan yang difasilitasi pengembangan
usahanya
700 1100 Orang 20.ooo.ooo 02 lo 09 0,6
06 03 02 02
SK No 14071C
750 1200 Orang
032.HB.2339.QDC.OO3 Nclaysrr ya'tg difasilitasi akses pendanaan
usahanya
14.550.000 06 03 02 02
berkas 4, hlm. 527 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
032.H8.2339.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
24.700.000
032.HB.2339.QDD.OO I Kelompok Usaha Ber.ama yang meningkat
kapasitas kelembagaannya
2000 2400 Kelompok
Masyarakat
12.000.000 02 22 07 02
06 03 02 rt)
032.HB.2339.QDD.OO4 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang
Meningkat Kapasitas Kelembagaannya
4 lo Kelompok
Masyarakat
12.700.000 06 03 02 02
02 l0 16 03
02 22 07 02
032.H8.2339.QEA Bantuan Masyarakat 142.OOO.000
032.HB.2339.QEA.OO I Perlindungan Nelayan yang Tersalurkan o 100000 Orang 142.000.000 02 lo 09 08
032.H8.2339.QEH Bantuan KeloEt ok Masyarakat 454.800.000
032.HB.2339.QEH.0O t Kampung nelayan yang ditingkatkan
fasilitasnya (Kampung nelayan
maju/ Karaju)
1 lo Kelompok
Masyarakat
400.800.000 02 lo G, 05
06 07 02 ol
06 03 02 02
032.H8.2339.QEH.0O2 Bantuan sarana pengembangan usaha
nelayan (Korporasi)
o 10 Kelompok
Masyarakat
4ii.ooo.ooo 02 10 16 03
02 t0 09 06
SK No 144078 C
11.000.000 02 lo 09 05 032.H8.2339.QEH.0O5 3 3
berkas 4, hlm. 528 OCR
PR.ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
-s28-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Kampung nelayan yang ditingkatkan
faailitasoya - Ocean for hospcrity Project
(Lautra)
Kelompok
Masyarakat
06w020r
06 03 02 02
032.HB.2339.QK4 Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
34.600.OOO
032.H8.2339.QKA.001 Bidang tanah nelayan yang diidentifikasi
untuk difasilitasi s€rtifikatnya
5000 5000 laporan 9.400.000 02 lo 09 08
032.HB.2339.QK4.002 Kelompok Usaha Bersama yang
diidentifikasi untuk ditingkatkan kapasitas
kelembagaannya
0 3400 laporan 11.000.000 02 10 (x) 06
02 22 07 02
032.H8.2339.OK4.003 Nel,ayan yang diidentifikasi identitasnya
dala.E rangka perlindungai nelayan
100000 100000 laporan 14.200.OOO 06 02 02
02 lo 09 08
ol
032.HB.2339.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
22.100.OOO
032.HB.2339.UBA.001 Sistem perizinan pusat-daerah yang
terintegrasi
37 37 Provinsi 22.100.OOO 02 22 0l 02
032.HB.2341 Pengelol,aan Surrb€r Daya Ikan 706.100.000
SK No 144079 C
Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 70.700.ooo 032.HB.2341.PBR
berkas 4, hlm. 529 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2341.PBR.001 Rekomendasi kebijakan dari hasil
pengolahan dan analisis data L.g Book
Penangkapan Ikan
11 l1 Rekomendasi
Kebijakan
15.400.000 02 22 Ol 02
032.HB.2341.PBR.002 Rekomendasi kebijakan pengelolaan SDI
Laut Pedalaman, Teritorial dafl Perairan
Kepulauan
3 ll Rekomendasi
Kebijakan
15.200.ooo 02 22 01 02
032.HB.2341.PBR.003 Rekomendasi kebijakan dari hasil
pengolahan dan analisis data pemantauan
Observer di atas kapal perikanan
ll 11 Rekomendasi
Kebijakan
21.600.000 02 22 01 02
032.HB.2341.PBR.004 Rekomendasi Kebijakan Pengelolaan SDI
Perairan Darat
3 14 Rekomendasi
Kebijakan
18.500.000 02 22 01 02
o32.HB.234r.OGA Tata Kelola Kelembagaan Rrblik Bidang
EkdroEi
588.400.0(x)
032.H8.2341.QGA.001 Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah
Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional
ll 1l Lembaga 14.400.000 02 22 01 02
032.HB.234r.QGA.004 Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah
Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang terkelola
kelembagaanya - Ocean for Prosperity
Project (Lautra)
3 O Lembaga 570.000.000 02 22 01 02
SK No 1,14080 G
berkas 4, hlm. 530 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.H8.2341.QKB Pemantauan produk 16.OOO.OOO
o32.HB.234r.QKB.0Ol Laporan data logbook penangkapan Ikan
yang dikumpulkan d.n diverifikasi
5000 35000 laporan 16.000.000 02 22 01 02
032.HB.234r.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
31.000.ooo
o32.HB.234l.RBQ.0O2 Prasarana Pemulihan Sumber Daya Ikan
Berkelanjutan yang dibangun
0 2t Unit 31.000.000 02 22 01 02
032.HB.2350 Operasi Armada .€f,ta Pengembangan
hasersna dan Sarana PSDKP
4.938.552.250
o32.HB.23sO.QHD Operasi Pengawasan SuEbef Daya Alam 3.611.356.544
032.H8.2350.OHD.00I Operasi Kapal Pengawas 2A 140 Operasi 3.22+4.528.588 02 0,6 03 Ol
032.H8.2350.QHD.002 Op€f,asi Pesawat Patroli 140 180 Operasi 246.000.000 02 06 03 ol
032.HB.2350.QHD.0O3 Operasi Speedboat Perr8atf,.as m 50 Op.rasi 120.828.000 02 0,6 03 0l
032.HB.2350.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kel,autan, dan
Perikanan
673.600.000
032.HB.2350.RAL.OOt Kapal Pengawas o 2 Unit 645.000.000 02 06 02 02
SK No 144081 C
Speedboat Pengawas 2 Unit 24.600.000 02 06 02 12 032.HB.2350.RAL.002 o
berkas 4, hlm. 531 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2350.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
164.746.215
032.HB.235O.RBQ.OO1 Prasarana Pengawasan SDKP yang
dibangun
4 14 Unit 164.746.215 02 06 02 02
032.HB.2350.RCG OP Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
48,4.449.447
032.HB.2350.RCG.001 I Armada Pengawasan Sumber Daya
Kelautan dan Perikanan yang Dirawat
122 133 Unit 444.449.447 02 06 02 02
032.HB.2352 Pemantauan dan Pengawasan SuEbcr
Daya Kelautan dan Perikanan
196.177.000
032.HB.2352.QrC Pengawasan datt Pengendalian Lembaga 175-766_000
032.HB.2352.QlC.OOl Unit usaha scLtG kelautan yang diawasi
kepatuhannya
754 950 Lembaga 96.554.000 02 t7 07 03
o? 02 03 ol
m
16
on
02
01
02
o3
03
SK No 1,14083 C
681
02 22 0r 03
032.H8.2352.QIC.002 Unit usaha sektor perikanan yang diawasi
kepatuhannya
1300 Lembaga 79.212.OOO 07 02 03 0l
02 t7 07 o3
berkas 4, hlm. 532 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
-s32-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 16 02 03
032.HB.2352.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
dan Komunikasi
20.411.000
032.HB.2352.RDS.001 Sistem Pemantauan SDKP Terintegrasi
yang Operasional
1 I Unit 20.411.000 02 22 01 o3
032.HB.2353 Pencegahan Pelanggaran dan
Fenyadartahuan scLtor Kelautan dan
Perikanan
87.900.000
032.HB.2353.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
87.900.000
032.H8.2353.QDD.00l Pembinaan Kelompok Masyarakat
Pengawas (POKMASWAS)
1110 Kelompok
Masyarakat
87.900.OOO 02 22 01 03
032.HB.2363 tblrataan dan It narrfaatan Jasa Kelautan r.2&.347.421
032.HB.2363.PBW Kebijakan Bidang KeEaritioar! datr
Kelautan
97.900.000
032.H8.2363. PBW.00l RckoEetrdaei Kebijakan Pengelolaan
Reklamasi
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
10.400-ooo 02 22 01 05
032.HB.2363.PBW.002 Rekomendasi Pemetaan Potensi
Biofarmakologi
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
10.000.000 02 22 04 03
SK No 144084 C
berkas 4, hlm. 533 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2363.PtsW.003 Rekomendasi Pengelolaan Sentra E*onotri
Garam
ll lt Rekomendasi
Kebijakan
20.ooo.ooo 02 22 0l 05
032.HB.2363.PBW.004 Rekomendasi kebijakan pengelolaan wisata
bahari dan BMKT
I 2 Rekomendasi
Kebijakan
21.000.000 02 22 01 05
02 16 04 03
06 07 02 o1
08 02 02 04
032.HB.2363.PBW.005 Rekomendasi kebijakan pengelolaan
sedimentasi di laut
I 2 Rekomendasi
Kebijakan
15.000.000 02 22 0l 05
032.HB.2363.PBW.006 Rekomendasi Kebijakan Berusaha Jasa
Kelautan
5 5 Rekomendasi
Kebijakan
17.500.000 02 22 01 05
032.HB.2363.PBW.007 Rekomendasi Pemetaan Potensi
Pemanfaatan Air Laut
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 02 22 04 03
032.HB.2363.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 42.750.OOO
032.HB-2363.PFA.001 Dokumen NSPK Jasa Kelautan 7 NSPK 42.750.000 02 22 01 05
032.HB.2363.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
10.000.000
SK No 149568 C
Korporasi Petambak Garam 6 Kelompok
Masyarakat
02 10 16 o3
o32.HB.2363.QDD.OOl o lo.ooo.ooo 02 22 04 01
berkas 4, hlm. 534 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2363.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 562.000.000
032.HB.2363.QEG.OOl Sarana Wisata Bahari o B Unit 32.000.000 06 07 02
02 22 06 01
02 16 04 03
ol
032.H8.2363.Q8G.0O2 Sarana Benda Muatan Kapal Tenggelam
(BMKT)
o 2 Unit 4-OOO-000 0a 02 02 04
032.HB.2363.QEG.0O3 Sarana niaga Garam Rakyat lo 15 Unit 506.000.000 02 22 04 02
032.H8.2363.OEG.004 Sarana produksi biofarmakologi o 3 Unit 20.ooo.ooo 02 22 04 o3
02 16 05 01
032.HB.2363.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 560.697.821
032.HB.2363.RAJ.O0r Lohan Gara.E yang difasilitasi o 250 Hektar 560.697.821 02 22 04 02
032.HB.2363.SCC Pelatihan Bidang Pertanian dan Perikanan 7.OOO.000
032.HB.2363.SCC.001 Pengelola wisata Bahari yang Ditingkatkan
Kompetensinya
loo lOO Orang 5.000.000 02 22 06 02
0,6 w 02 01
SK No 144086 C
3i)
02 16 03 0r
032.HB.2363.SCC.002 Masyarakat Pemanfaat Air Laut dan
Biofarmakologi yang Ditingkatkan
Kompetensinya
0 Orang 2.OOO.000 02 22 04 o3
berkas 4, hlm. 535 OCR
-53s-
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2365 Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil
253.291.938
032.HB.2365.PBW Kebijakan Bidang Kemaritiman dan
Kelautan
54.200.000
032.HB.2365.PBW.001 Rekomendasi Perizinan Pemanfaatan tr
Pulau-Pul,au Kecil/Terluar
t2 15 Rekomendasi
Kebijakan
44.600.000 02 22 0l 07
032.HB.2365.PBW.002 Rekomendasi Pengelolaan Pulau-Pulau
Kecil/Terluar
3 5 Rekomendasi
Kebijakan
9.600.000 02 22 0l o7
032.HB.2365.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 3.181.938
032.HB.2365.PFA.001 Dokumen NSPK Masyarakat hukum adat,
tradisional dan lokal di pesisir dan Pulau-
pulau Kecil
I 2 NSPK l.200.ooo 08 02 04 03
032.HB.2365.PFA.002 Dokumen NSPK Pemanfaatan Pulau-Pulau
IGcil
I 2 NSPK 1.981.938 02 22 0l 07
032.H8.2365.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
22.OOO.OOO
SK No 149569 C
6 9.600.000 08 02 04 03 032.H8.236s.QDD.001 Masyarakat hukum adat di pesisir dan
Pulau-pulau Kecil yang dilindungi dan
dikuatkan kapasitasnya
2 Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 536 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2365.QDD.OO3 Masyarakat lokal di pesisir dan Pu.lau-
pulau Kecil yang difasilitasi dan dilindungi
pemanfaatan ruang Lautnya
2 6 Kelompok
Masyarakat
12.,100.000 08 02 04 03
032.H8.2365.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 47.410.000
032.H8.2365.QEG.00r Bantuan Ekonomi Produktif Pesisir dan
hrlau -Pulau Kecil/ Terluar
55 65 Unit 47.410.000 06 03 02 02
02 22 0l 07
032.H8.236s.QM4 Data dan Informasi Publik 10.000.000
032.HB.2365.QMAOOr Dokumentasi Data dan Informasi Potensi
Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
4 5 dokumen 10.000.000 02 22 01 o7
032.H8.2365.R8Q Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dart Perikanan
116.500.000
032.HB.2365.RBQ.00r Prasarana/ InfrastruLtur di Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil/Terluar
I 10 Unit 116-500.000 02 22 0l o7
08 03 01 ol
032.HB.2366 Penataan Ruang laut 369.540.000
032.HB.2366.P87 Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan 122.200.ooo
SK No 144088 C
500 650 47.200.OOO 02 22 01 o1 032.HB.2366.PBT.007 Rekomendasi kebijakan Fcngelolaar! KKPRL
(Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang
laut)
Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 537 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2366.PBT.008
032.HB.2366.PBT.009
Rekomendasi kebijakan verifikasi
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang
laut di daerah
Rekomendasi kebijakan verifikasi
Kesesuaian Kegiatan PeEalfaatarr Ruang
laut yang bcf,csiko rendah
34
8
37
8
Rekomendasi
Kebijakan
Rekomendasi
Kebijakan
27.900.OOO 02 22 0l Ol
32.000.000 02 22 0l Ol
032.HB.2366.PBT.010 Rekomendasi Kcbjakar! pengendalian
pemanfaatan ruang laut
60 loo Rekomendasi
Kebijakan
15.100.000 02 22 01 01
032.HB.2366.PtsW Kebijakan Bidang Kemaritiman dan
Kelautan
169.950.000
032.HB.2366.PBW.001 Rekomendasi kebijakan Rencana Zqraai
Kawasan Antar Wilayah yang ditetapkan
melalui Peraturan Ferurtdan8an
4 3 Rekomendasi
Kebijakan
14.000.ooo 02 22 01
os ol 07
o1
04
032-I.r8.2366. PtsW.OO2 Rekomendasi kebijakan Materi Teldrig
Perairan KSN yang akan diintegrasikan
kedalam Rencana Tata Ruang KSN
3 Rekomendasi
Kebijakan
27.250.OOO 02 22 01 01
032.HB.2366. PBW.O03 Rekomendasi kebijakan Mat€f,i Teknis
Perairan KSNT yang berupa PPKT
diintegrasikan k. dalam RTR KSN
5 3 Rekomendasi
Kebijakan
46.700.000 02 22 01 01
SK No 144089 C
Rekomendasi Integrasi RTRL dengan
RTRWN
2.500.000 02 22 01 01 032.HB.2366.PBW.007 1 I Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 538 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2366.PBW.008 Rekomendasi kebijakan KSNT Non PPI(T
yang Memiliki Rencana Zonasi KSNT Non
PPKT yang ditetapkan melalui Peraturan
Perundangan
2 6 Rekomendasi
Kebijakan
22.OOO.OOO 02 22 01 o1
032.HB.2366.PBW.009
032.HB.2366.PBW.010
Rekomendasi kebijakan wilayah laut yang
memiliki dokumen perencanaan
pengelolaan sedimentasi
Rekomendasi Perairan Laut dan Pesisir
yang memiliki Rencana Zonasi Rinci
6 2
o
Rekomendasi
Kebijakan
15.500.000 02 22 0l 01
16.000.000 02 22 0l 01 lo Rekomendasi
Kebijakan
o32.HB.2366.PBW.Ol I Rekomendasi Dokumen Perairan laut dan
Pesisir yang memiliki Kajian Lingkungan
Hidup Strategis (KLHS)
0 15 Rekomendasi
Kebijakan
26.000_000 02 22 01 o1
032.HB.2366.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 23.500.000
032.HB.2366.PFA.001 Dokumen NSPK Perencanaan Ruang Laut 1 2 NSPK 9.500.000 02 22 01 01
032.HB.2366.PF4.002
o32.H8.2366.PFA.003
Dokumen NSPK Pemanfaatan Ruang Laut
Dokumen NSPK Pengendalian Pemanfaatan
Ruang laut
2
I
0
o
NSPK
NSPK
8.000.000 02 22 0l o1
6.000.000 02 22 0l 01
SK No 149570C
Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
9.140.000 032.HB.2366.RAL
berkas 4, hlm. 539 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.2366.RAL.001 Sarana Pendukung Penyelenggaraan
Penataan Ruang Laut
2 10 Unit 9.140.000 02 22 0l ol
032.HB.2366.RAN Sarana Bidaru Teknologi Informasi dan
Komunikasi
8.000.000
032.H8.2366.RAN.0O I Sistem Perencanaan dan Pemanfaatan
Ruang laut
0 1 Unit 8.000.000 02 22 01 ol
032.HB.2366.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
36.750.000
032.HB.2366.UBA.003 Pemerintah daerah yang difasilitasi
integrasi RzwP3K dengan RTRW Provinsi
8 lo Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
18.400.000 02 22 0r 01
032.H8.2366.UBA.004 Pemerintah Daerah yang dibina untuk
pengelolaan Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut
4 to Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
13.350.OOO 02 22 01 01
032.HB.2366.UBA.005 Pemerintah daerah yang difasilitasi
pengelolaan sedimentasi di laut
3 3 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.OOO.OOO 02 22 01 0l
032.HB.7021 Pengelolaan Budi Daya Rumput Laut 531.689.000
032.H8.702r.PtsR Kebijakan Bidang Pertanian darr Perikanan 8.OOO.OOO
SK No 144091 C
Rekomendasi Tata Kelola Bidang Budi Daya
Rumput Laut
10 8.OOO.OOO 05 0l 07 04 032.HB.7021.PBR.001 6 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 4, hlm. 540 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.H8.7021.QAB Pelayanan Publik kepada lembaga 5. r 14.000
o32.HB.7021.QAB.O01 Unit Usaha yang dilakukan pembinaan
sertifikasi perikanan budi daya rumput laut
14 4OO Lembaga 5.114.000 05 0l 07 04
032.HB.702l.OEA Bantuan Masyarakat l.ooo.ooo
o32.HB.7O21.OEA.O0l Pembudidaya rumput laut skala kecil yang
terlindungi usahanya
o IOO Orang 1.000.000 05 0l 07 04
o32.HB.702l.QED Bantuan Tanaman 26.025.OOO
032.HB.702r.QED.0Ol Bibit Rumput laut kultur jaritlga,l yang
disalurkan ke masyarakat
37500 80000 Unit 26.025.000 05 0l 07
01
o1
02
02
04 07
03
06
fd:l
o32.HB.702l.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 491.550.000
032.HB.7021.QEG.001 Sarana budi daya rumput laut yang
disalurkan ke masyarakat
170 700 Unit 76.050.000 05 0l 07 01
Lt)
02
04
02
07
o3
06
:|Ia
SK No 144092 C
o Unit 121.500.000 05 0l O? 0l 032.HB.7021.QEG.OO2 Infrastruktur Kawasan Budi Daya Rumput
Laut - 'Ocean fd hospoity - Infrastructure
for Coral Rcd Areas
I
berkas 4, hlm. 541 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.H8.7021.QEG.003 Klaster Rumput laut Berbasis Kawasan
yang dibangun baAi masyarakat
o 4 Unit 94.OOO.OOO 05 01 W o1
032.HB.702l.QEG.OO4 Kampung Perikanan Budi Daya Rumput
Laut yang dikembangkan
o 3 Unit 200.ooo.ooo 05 01 07 01
o32.HB.?O22 Pengelolaan Budi Daya Ikan Air Payau 5.784.700.012
032.H8.?022.PtsR Kebijakan Bidang Pertanian dai Perikanan 33.736.994
032.HB.7022.PBR.001 Rekomendasi Tata Kelola Bidang Budi Daya
Ikan Air Payau
6 10 Rekomendasi
Kebijakan
33.736.994 02 10 09 04
032.H8.7022.OA8 Pelayanan Publik kepada lembaga 5.186.428
o32.HB.7022.OAB.OO1 Unit Usaha yang dilakukan pembinaan
sertifikasi perikanan budi daya ikan air
payau
207 640 Lembaga 5.186.424 02 lO @ o4
o32.HB.7O22.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyara.kat 4.000.000
032.HB.7022.QDC.OOl Rck@cndasi bidang l,ahan budi daya ikan
air payau yaru akan disertipikasi
0 1000 Orang 4.000.000 02 10 09 08
032.HB.7022.QDD Fasilitasi d6n Pembinaan Kelompok
Masyarakat
90.000.000
SK No 144093 C
5 90.ooo.ooo 02 10 16 03 032.HB.7O22.QDD.OO I Korporasi Pembudidaya Ikan Air Payau
yang dikembangkan
o Kelompok
Mas,yarakat
berkas 4, hlm. 542 OCR
PH.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O32,HB,?O22,QEA Bantuan Masyarakat 3.000.000
032.HB.7O22.QEA.O0l Pembudidaya ikan air payau skala kecil
yang terlindungi usahanya
o 300 Orang 3.OOO.OOO 02 lO 09 trl
o32.HB.7O22.OEG Bantuan Peralatan / Ssrarta 680.000.000
032.H8.7022.OEG.(x) I Sarana Budi Daya Ikan Air Payau yang
disalurkan ke masyarakat
0 700 Unit 480.000.000 02 10 09 02
02 02 03 tda
o32.HB.7O22.QEG.OO2 Kampung Perikanan Budi Daya Air Payau
yang dikembangkan
o 3 Unit 200.000.000 02 ro 09 03
o32.H8.7022.QEL Bantuan Hewan 42.03a.O40
o32.HB.7O22.QEL.UO l Calon Induk Unggul Ikan Air Payau yang
disalurkan ke masyarakat
187 236 Ekor 109.396 02 r0 09 0l
o32.HB.7O22.QEL.UO2 Calon Induk Unggul Udang yang disalurkan
k€ masyarakat
17677 ,tlma Ekor s.619.232 02 10 09 0l
032.HB.7O22.QEL.UO3 Benih Ikan Afu Payau yang disalurkan ke
masyarakat
2964669 7000000 Ekor 13.226.344 02 lO 09
07 15 0l 07
o1
SK No 144094C
,10058988 60000000 Ekor
032.HB.7022.OEL.UO4 Benih Udang yang disalurkan ke
masyarakat
23.083.068 07 15 0l 07
berkas 4, hlm. 543 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o32.HB.7O22.Q.JC Penyidikan dan Pengujian Penyakit 21.982.511
032.HB.7022.qiC.OO1 Sampel Monitoring Residu Ikan Air Payau
yaru diuji
2SO 8OO Sampel 8.425.000 02 lo 09 0t
o32.HB.7O22.QJC.OO2 Sa6pcl Monitoring Penyakit Ikan AL Payau
yang diuji
2to 8OO Sampel 5.620.000 02 10 09 ol
032.H8.7022.qJC.U03 Safi pel Su.rveilan Resistensi Antimikroba
(AMU/AMR) Ikan Atu Payau yang diuji
150 8OO Sampel 7.937.511 02 10 09 0l
032.HB.7022.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Pcrikensn
582.993-O39
032.HB.7022.RAL.001 Calon Induk Unggul Ikan Air Payau yang
diproduksi
6224 10000 Unit 3.755.101 02 lO (x) o1
08 03 0l 02
032.HB.7022.RAL.002 Calon Induk Unggul Udang yang
Diproduksi
174067 400000 Unit 72.432.940 02 lO 09 01
032.HB.7022.RAL.004 Pakan Il<an yang diproduksi untuk
operasional Unit Pelaksana Telsris {UPI)
94670 500000 Unit 19.630.876 02 10 09 01
032.HB.7022.RAL.005 Benih Ikan Air Payau yang Diproduksi 3382065 7000000 Unit 9.476.413 02 10 09 01
SK No 1,14095 C
Benih Uddrg yang Diproduksi 35870400 55000000 Unit 20.793.520 02 10 09 01 032.HB.7022.RAL.006
berkas 4, hlm. 544 OCR
-5,44-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7022.RAL.007 Ikan Konsumsi air payau hasil budi daya
yang diproduksi
232542 tFlrfiIIrn Unit 456.504.189 02 l0 09 01
032.H8.7022.R8Q Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
4.321.763.000
032.HB.7O22.RBQ.OO I Klaster Kawasan Revitalisasi Tambak
Udang
n 15 Unit 382.500.000 02 lO 09 03
032.HB.7O22.RBQ.OO2 Irigasi perikanan yang dikelola secara
partisipatif (PITAP)
25 125 Unit I 11.250.000 02 lo 09 03
032.HB.7022.RBQ.003 Infrastructure Improvement for Shrimp
Aquaculture Project (ltSAB
7 0 Unit 1.273.013.000 02 22 03 03
o32.HB.7O22.RBQ.0O4 kas€rara produksi perikanan budi daya di
UPT
o 20 Unit 300.000.000 02 l0 09 02
032.HB.7O22.RBQ.OO8 Kluster Komoditas Unggulan Air Payau
Berbasis Kawasan
o lo Unit 155.000.000 02 lO 09 03
02 22 03 03
032.HB.7O22.RBQ.OO9 Revitalisasi Tambak Budi Daya Ikan Air
Payau
o 6 Unit 2.100.000.000 02 10 09 o3
032.HB.7023 Pengelolaan Budi Daya Ikan Air Laut 974.097.535
SK No 144096 C
Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 7.200.000 032.HB.7023.PBR
berkas 4, hlm. 545 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7023.PBR.001 Rekomendasi Tata Kelola Bidang Budi Daya
Ik n Air t aut
6 10 Rekomendasi
Kebijakan
7.200.000 02 lo 09 o4
o32.HB.7O23.OAB Pelayanan Publik kepada lembaga 8.156.622
o32.HB.7O23.QAB.OO I Unit U.aha yang dil,akukan pembinaan
sertifikasi perikanan budi daya ikan air l,aut
23 400 Lembaga a.r#.622 02 10 09 04
032.H8.7023.OE4 Bantuan Masyarakat l.ooo.ooo
032.HB.7O23.QEAOO l Pembudidaya ikan air laut skala kecil yang
terlindungi usahanya
o fOO Orang 1.000.000 02 lo 09 08
032.H8.7023.0EG Bantuan Peralatan / Sarana 271.000.000
032.HB.7O23.OEG.0Or Sarana budi daya ikan air laut yang
disalurkan ke masyarakat
7n 54 Unit 71.000.000 02 10 09 02
06 03 02 02
032.HB.7O23.QEG.0O2 Kampung Perikanan Budi Daya Ikan Air
Laut yang dikembangkan
0 3 Unit 200.000.000 02 10 09 03
032.H8.7023.QEL Bantuan Hewan 61.521.506
032.H8.7023.QEL.U03 Benih Kepiting yanA disalurkan ke
masyarakat
174574 350000 Ekor t.274.574 02 lO 09 01
SK No 144097C
1774489 2250000 Ekor 60.246.932 02 lO 09 01 032.HB.7023.QEL.UO4 Benih Ikan Air laut yang disalurkan ke
masyarakat
berkas 4, hlm. 546 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7OB.qrc Penyidikan dan Pengujian Penyakit 1.952.625
032.HB.7OB.Q.rc.0Or Sampel Monitoring Penyakit Ikan Air Laut
yang diuji
70 lOO Sampel 820.OOO 02 10 09 01
032.H8.7023.OJC.U02 Sampel Survaillance Resistensi
Antimikroba Ikan Air Laut (AMU/AMR)
yang diuji
75 IOO Sampel 1.132.625 02 lO 09 01
032.HB.7023.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
183.266.782
032.HB.7023.RAL.001 Calqr Induk Unggul Kepiting yang
diproduksi
89 5000 Unit 2.213.317 02 lO (x) 01
032.HB.7023.RAL.002 Calon Induk Unggul Ikan Laut yang
diproduksi
10037 85000 Unit 22.910.044 02 lO 09 0l
032.HB.7023.RAL.003 Pakan Ikan Air l,aut yang diproduksi untuk
Operasional Unit Pelaksana Teknis (UPT)
1392? Sit in Unit 3.781.900 02 10 09 01
032.HB.7023.RAL.004 Benih Kepiting yang diproduksi 1897SO 600000 Unit 3.770.811 02 lO 09 01
032.HB.7023.RAL.005 Benih Ikan l.aut yang diproduksi 170811 600000 Unit 13.590.706 02 lO 09 01
SK No 144098 C
o 374O00 Unit 137.OOO.000 02 10 09 ol 032.HB.7023.RAL.007 ll(an Konsumsi ai' laut hasil budi daya
yang diproduksi
berkas 4, hlm. 547 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
032.H8.7023.R8Q Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautdt,
dan Perikanan
440.000.000
032.HB.7O23.RBO.0Or Kluster Komoditas Unggulan Air Laut
berbasis kawasan
1 3 Unit 440.000.000 02 lO 09 03
02 22 03 03
032.HB.7024 Pengelol,aan Budi Daya Ikan Air Tawar | .252.700.77 I
032_H8.7024.PtsR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 41.000.000
032.HB.7024.PBR.001 Rekomendasi Tata Kelola Bidang Budi Daya
Ikan Air Tawar
6 10 Rekomendasi
Kebijakan
41.000.000 02 lo 09 04
032.H8.7024.QAB Pelayanan Publik kepada lembaga 4.672.450
o32.HB.7O24.QAB.0O I Unit Usaha yang dilakukan pembinaan
sertifikasi perikanan budi daya ikan air
tawar
375 540 Lembaga 4.672.450 02 lo 09 04
032.HB.7O24.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 4.000.000
032.HB.7024.QDC.001 Rekomendasi bidang lahan budi daya ikan
air tawar yang akan disertipikasi
o 1000 Orang 4.000.000 02 lo 09 Lltl
032.H8.7024.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
90.000.000
SK No 144099 C
6 90.000.000 02 lo 16 03 032.HB.7O24.QDD.OOl Korporasi Pembudidaya ikan air tawar yang
dikembangkan
n Kelompok
Masyarakat
berkas 4, hlm. 548 OCR
Ki.IiId
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N25-N29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7024.0EA Bantuan Masyarakat lo.000.ooo
032.HB.7O24.QEA.Oo 1 Pembudidaya ikan air tawar skala kecil
yang terlindungi usahanya
o 500 Orang 10.000.000 02 lO 09 08
032.HB.?O24.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 641.950.000
032.HB.7024.QEG.OO I Ssrala Budi Daya Air Tawar yang
disalurkan ke masyarakat
230 450 Unit 341.950.000 02 lo 09 02
02 02 o3 o6
032.HB.7024.QEG.O02 Kampung Perikanan Budi Daya Air Tawar
yang dikembangkan
o 6 Unit 300.000.000 02 lo 09 03
032.HB.7024.QEL Bantuan Hewan 63.332.537
032.HB.7O24.QEL.UOl Calon Induk Unggul Ikan Air Tawar yang
disalurkan ke masyarakat
54332 68600 Ekor to.961.372 02 lo 09 01
, 032.HB.7024.QEL.U06 Benih ll(an Air Tawar yang disalurkan ke
masyarakat
2? 27108670 34300000 Ekor 52.371.165 02 10 09 01
07 15 01 07
032.H8.7024.OJC Penyidikan dan Pengujian Penyakit 16.759.075
032.HB.7024.qJC.0Or Sampel Monitoring Residu Ikan Air Tawar
yang diuji
150 9OO Sampel 8.675.000 02 tO 09 0l
SK No 144100 C
70 6.668.000 02 lo (x) 0l 032.HB.7O24.OJC.0O2 Sampel Monitoring Penyakit Ikan Air Tawar
yang diuji
950 Sampel
berkas 4, hlm. 549 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.HB.7O24.OJC.U03 Sampel Surveilan Resistensi Antimikroba
[<an Air Tawar (AMU/AMR) yang diuji
105 350 Ss.Epel 1.416.075 02 10 09 o1
032.HB.7024.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
252.486.709
032.HB.7024.RAL.001 Csloo Induk Unggul Ikan Air Tawar yang
Diproduksi
220326 27aloo Unit 36.189.459 02 10 09 0l
o32.HB.?O24.RAL.OO2 Pakan Ikan yang diproduksi untuk
operasional Unit Pelaksana Tclcds (UP-IJ
147806 400000 Unit 16.921.700 02 lo 09 ol
032.HB.7024.RAL.003 Benih Ikan Air Tawar yartE Diproduksi 7401433 13000000 Unit 17.220.550 02 lo 09 ol
032.HB.7024.RAL.004 Peral,atan Laboratorium pengujian penyakit
dan lingkungan yang disediakan
0 22 Unit 16.700.000 02 10 09 02
032.HB.7024.RAL.005 Toward Sustainable and Conversion- Free
Aquaculturc in Southeast Asia
2 o Unit 26.155.000 02 lO 09 03
032.HB.7024.RAL.007 Ikan Konsumsi air tawar hasil budi daya
yang diproduksi
o 1893000 Unit 139.300.000 02 t0 09 01
032.HB.7O24.RBQ Prasarana Bidang Kemaritiman, Kelautan,
dan Perikanan
128.500.000
032.HB.7024.RBQ.OO I Prasarana produksi perikanan budi daya
ikan air tawar
o 3 Unit ,ri!.500.000 02 lo 09 02
SK No 144101 C
Klaster Komoditas Unggulan Air Tarrlar
Berbasis Kawasan
7 Unit 032.HB.7024.RBQ.O02 0 85.000.000 02 lO 09 03
berkas 4, hlm. 550 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.WA Prograrn Dukungan Manaj€sren 204.550.356
o32.WA.2322 Legislasi, Litigasi dan Kerja Sama 35.535.424
o32.Wl..2322.WC Kerja s€tna 35.535.424
o32.WA.2322.PEC.OOl Kerja Sama Internasional bidang Kelautan
dan Perikanan
2 2 DokuDrcn 35.535.424 02 22 ol M
032.WA.2329 Pengelolaan Data dan Informasi 169-O14_932
032.WA.2329.QMA Data dan Informasi Publik 48.083.460
032.WA.2329.QMA.OOr Iayanan Data Kelautan dan P€f,ikanan 245 245 Deta 48.083.460 02 22 Ot 04
06 01 02 01
032.WA.2329.RAN SaraDa Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
73.704.19
o32.WA.2329.RAN.OOl Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
Unit 70.000.000 02 22 07
02220lM
ol
o32.WA.2329.RAN.OO2 Sarana Data Citra Satclit Radar 6 6 Unit 3.704.1* 02 22 01 04
SK No l4957l0
berkas 4, hlm. 551 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
032.WA.2329.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
47.227 314
032.WA2329.RCL.001 OM Sarana Data Citra Satelit Radar I I Unit 47.227.314 02 22 Ol 04
TOTAL 32.321.154. rs6
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No l4/.lO4C
berkas 4, hlm. 552 OCR
FREsIDEN
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran Utama Pembangunan
Pertumbuhan Ekdr@i Persen 5,Os 5,3 8,0
GNI Per Kapita USD 4.470 (2023) 5.410 8-OOO
Kontribusi PDB Maritim persen 7,9 (2022) 8,1 9,1
Kontribusi PDB Manufaktur persen 14,67 (2023) 20,4 21,9
Rasio Gini o,379 0,378 - 0,382 0,372 - 0,375
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 02 - Indek Ketahanan Energi 6,64 6,77 6,95
PN 02 - Indeks Daya Saing Digital di Tingkat Global peringkat 4s l2o23l 43 40
PN 03 - Proporsi penciptaan lapangan kerja formal persen 23,96 35,00 ,16,00
PI'[ 03 - Rasio PDB pariwisata persen 3,60 (2022) 4,50 - 4,60 4,90 - 5,OO
PIt 03 - Devisa pariwisata miliar USD 14,00 (2023) 19,OO - 22,10 32,00 - 39,,rc
SK No 144105 C
persen 4,91 4,50 - 5,OO 4,OO-4,71 PN 04 - Tingkat pengangguran terbuka
berkas 4, hlm. 553 OCR
FREsIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
PN 05 - Rasio PDB Industri Pengolahan pcf,l6n 14,67 (2023) 20,& 21,90
PN 05 - Biaya logistik persen PDB 14,29 (2022) 13,52 12,fi
PN OS - Pembentukan modal tetap bruto persen PDB 29,3 (2023) 29,4 29,9
PN 07 - Tingkat inflasi persen 1,57 2,5rl,O 2,511,0
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.14 - Kontribusi ekonomi digita.l terhadap PDB p€f,l€n l:l 8-9 12-13
PP 02.15 - Tingkat input material sirkular persen g 9,2 10
PP 04. f9 - Pengeluaran p.r kapita laki-laki dan perempuan ribu rupiah Laki-laki: 16.736;
Perempuan: 9. 579
l2o23l
Laki-Laki:16.891;
Perempuan: 9.920
Laki-Laki: 17.899;
Perempuan:
10.603
PP 05.03 - Biaya transportasi logistik terhadap PDB persen 4,79 (2022) 8,27 7,56
PP 05.03 - Rata-rata waktu perputaran di pelabuhan hari 1,8 1,7 1,2
PP 07. 15 - Tingkat inflasi perSen 1,57 2,511,0 2,5r l,O
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.09.06 - Persentase pemenuhan pelaksanaan penilaian mandiri, penyusunan dan penyampaian
dokumen initial m€mdanduo kepada sekretariat OECD (2024-2025)
persen - (indikator baru) roo
SK No 144106 G
persen - (indikator baru) 30 KP 02.09.06
- Persentase dokumen initial memorandum yang selesai proses reviu dari komite OECD (2025-2028)
berkas 4, hlm. 554 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.09.06 - Persentase penyempurnaan standar, kebijakan, dan peraturan perundang-undangan
yang mendukung percepatan keanggotaan Indonesia ke OECD l.2025- 2029l.
persen - (indikator baru) 20 100
KP 03.04.03 - Indeks literasi keuangan persen 51,20 (2023) 57,25 69,35
KP 05.02.01 - Nilai PMA dan PMDN di KEK Arun Lhokseumawe triliun rupiah 0,55 0,80 2,65
KP 05.02.02 - Nilai PMA dan PMDN di KEK Sei Mangkei triliun rupiah 5,50 6,03 12,22
KP 05.02.03 - Nilai PMA dan PMDN di KEK Galang Batang triliun rupiah 2,40 13,80 13,20
KP 05.02.05 - Nilai PMA dsn PMDN di KEK Gresik t triliun rupiah 21,70 22,4O 25,22
SK No 144107 C
berkas 4, hlm. 555 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL Program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan 256.861.904
035.CL.2491 Koordinasi Kebijakan Pengembangan
Ekonomi Digital
27.624.156
035.CL.2491.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 27.628.156
035.CL.2491.PBA.001 Rekomendasi Kebijakan dalam Percepatan
Pengembangan Ekonomi Digital Nasional
2025-2030
I I Rekomendasi
Kebijakan
27.628.156 02 14 001 004
04 19 03 02
03 02 04 03
035.CL.2492 Koordinasi Kebijakan Ekotro@i Makro dan
Fiskal
5.027.557
035.CL.2492.P84 Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 5.027.557
035.CL.2492.PBA.001 Rekomendasi Kebijakan Di Bidang Moneter
dan Sektor Eksternal yang Mendukung
Terjaganya hiasi Di Kisaran Sasaran
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
5.027.557 M 15 01 l1
035.CL.2500 Koordinasi Kebijakan Pengembangan
Logistik Nasional
11.051.263
SK No l44l08C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan I 1.051.263 035.CL.2500.P84
berkas 4, hlm. 556 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL.2500.PBA001 Rekomendasi Kebijakan Penurunan Biaya
t Logistik Nasional
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
11.051.263 05 03 03 02
oss.cL.2513 Koordinasi Kebijakan Kerja Sama Ekdloiri
Multilateral
6.199.443
o35.CL.25r3.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 6.199.443
o35. CL. 25 13. PBA" 00 I Rekomendasi Kebijakan terkait Pro86s
Aksesi Keanggotaan OECD
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
6.199.443 02 (x) 06 02
035.CL.2519 Koordinasi Kebijakan Pengembangan
Industri Argo, Kimia, Farmasi, darr Tekstil
o
035.CL.2519.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
0
035.CL.2519.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
Industri Berorientasi Ekspor
o o Rekomendasi
Kebijakan
0O50l0607
035.CL.2519.PBK.003 Rcko@etrda8i lGbijaka[ Pengembangan
Industri Hilirisasi Komoditi
0 o Rekomendasi
Kebijakan
OOSOlOS04
05 01 01 t{i
035.CL.2521 Koordinasi Kebijakan Fasilitasi
Perdagangan dan Pengembangan Ekspor
5.525.631
035.CL.2521.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
5.525.631
SK No 144109 C
5.525.631 05 05 02 001 035.CL.2521.PBB.001 2 2
berkas 4, hlm. 557 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rekomendasi Kebijakan Peningkatan
Ekspor yang Bernilai Tambah Tinggi
Rekomendasi
Kebijakan
os or 06 07
035.CL.4539 Koordinasi Kebijakan Peningkatan Inklusi
Keuangan
24.742.457
03s.cL-4539.PBA
03s.cL.4539.PBA.OO I
Kebijakan Bidang EkoioEi dan Keuangan
Rekomendasi Kebijakan Peningkatan
Inklusi Keuangan
2 2
24.782.457
24.782.457 04 19 03 02 Rekomendasi
Kebijakan
035.CL.4539. PBA.OO l.OOO0 Rekomendasi Kebijakan Peningkatan
Inklusi Keuangan - Pusat
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
24.742.457 03 04 03 OO7
035.CL.4545 Koordinasi Kebijakan Peningkatan
Produktivitas dan Pengembangan
Ekosistem Ketenagakerjaan
19.339.709
035.CL.4545.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
19.339.709
035.CL.4545.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
Ekosistem Ketenagakerjaan
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
4.244.447 04 19 03 1t)
04 07 04 03
035.CL.4545.PBK.002 Rekomendasi Hasil Koordinasi Kebijakan
Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan
Vokasi
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
5.525.631 04 t9 03 02
04 07 04 o3
SK No 144110 C
5.525.631 04 07 04 03 035.CL.4545.PBK.003 2 2
berkas 4, hlm. 558 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rekomendasi Hasil Koordinasi Kebijakan
Kartu Prakerja
Rekomendasi
Kebijakan
06 03 02 ol
04 19 03 02
035.CL.4550 Koordinasi Kebijakan Cipta Kerja 33.153.788
035.CL.4550.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
33.153.788
035.CL.4550.PBK.001 Rekomendasi Kebijakan Pelaksanaan Cipta
Kerja
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
33.153.788 04 0t 04 03
04 lg 03 02
035.CL.5266 Koordinasi Kebijakan Pengembangan
Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis
59.40r.945
035.CL.5266.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 59.801.945
035.CL.5266.PBF.001 Rekomendasi Kebijakan Penyusunan Daftar
Proyek Infrastruktur Prioritas (PIP) dan
ttoyck Strategis Nasional (PSN)
0 2 Rekomendasi
Kebijakan
59.801.945 05 04 01 02
035.CL.6920 Koordinasi Strategi dan Kebijakan Uaurn
Pengembangan dan Femb.trtukan KEK
14.366.641
035.CL.6920.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan wilayah 14.366.641
SK No l44ll1C
Rekomendasi Perencanaan datr
Pembentukan KEK
035.CL.6920.PBP.001 1 1 Rekomendasi
Kebijakan
14.366.641 OS 02 01 03
berkas 4, hlm. 559 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL-6920-PtsP-OO I.OOOO Rekomendasi Perencanaan dan
Pembentukan KEK - Pusat
I I Rekomendasi
Kebijakan
14.366.641 03 OS 13 008
03 05 06 00a
03 05 07 008
03 os ll 008
035.CL.6921 Koordinasi Pengendalian Pembangunan
dan Pengelolaan KEK
13.814.079
035.CL.6921.PtsP Kebijakan Bidang Pengembangan Wilayah 13.814.079
035.CL.6921.PBP.001 Rekomendasi Pengendalian Pembangunan
dan Pengelolaan KEK
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
13.814.079 05 02 02 06
o5 03 02 05
035.CL.692 1.PtsP.OO 1.0000 Rekomendasi Pengendalian Pembangunan
dan Pengelolaan KEK - Pusat
I I Rekomendasi
Kebijakan
13.814.079 03 05 I I OOa
03 05 07 008
03 05 06 00a
03 05 05 008
03 os t3 008
SK No 149572 C
22.102.025 035.CL.6922 Koordinasi Peningkatan Investasi, Kerja
Sama, Komunikasi dan Sistem Informasi
KEK
berkas 4, hlm. 560 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
035.CL.6922.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan wilayah 22.102.025
035.CL.6922.PBP.001 Rekomendasi Peningkatan Investasi Kerja
Sama Komunikasi dan Sistem Informasi di
KEK
I I Rekomendasi
Kebijakan
22.102.025 05 02 03 tla
035.CL.6922.PBP.00 I.OOOO Rekomendasi Peningkatan Investasi Kerja
Sama Komunikasi dan Sistem Informasi di
KEK - Pusat
I I Rekomendasi
Kebijakan
22.102.025 03 0s os 008
03 os 13 008
03 05 06 008
03 os 07 008
03 05 ll 008
035.CL.6923 Peningkatan Pelayanan Investasi dan
Pengendalian pembangunan KEK
9.821.901
035.CL.6923.Q4H Pelayanan Publik Lainnya g_821.901
035.CL.6923.QAH.0O2 Pelayanan Investasi Administrator KEK Tipe
B
1 I layanan 9.821.901 05 02 05 04
TOTAL 256.861.904
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144113 C
berkas 4, hlm. 561 OCR
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSI,A DAN KEBUDAYAAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
F-I-f,iTTSJ EAEDLTND2O24 TAROET2O2S TARGET 2CP
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran Utama Pembangunan
Indeks Model Manusia o,54 (2020) 0,56 0,59
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 04 - Rata-rata nilai PISA:
(a) membaca;
(b) matematika;
(c) sains
PN 04 - Rata-rata lama sekolah penduduk usia di atas 15 tahun tahun
(a) 359;
(b) 366;
(c) 383
12022)
9,22
{a) 396;
p) aoa;
(c) 416
9,33
(a) 409;
F) a16;
lcl 426
9,82
PN 04 - Harapan lama sekolah tahun 13,21 13,32 13,58
PI'[ 04 - Persentase pekerja lulusan pendidikan menengah dan tinggi yang bekerja di bidang keahlian
trcn.ngah dar tinggi
persen 66,30 (2023) 66,74 67,66
PN 04 - Proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang berkualifikasi pendidikan tinggi persen 10,15 (2023) ll,ll 12,64
PN 04 - Rata-rata nilai asesmen tingkat nasional:
(a) literasi membaca;
(bl numerasi
(a) 60,89;
(b) 51,36
(2023)
(a) 62,89;
(b) 54,36
(4 66,89;
(b) 59,86
SK No l4r'.ll40
berkas 4, hlm. 562 OCR
-!s2-
rfi;lTrfr.Til r:-rrfi7l-il DASDIJI,GaO21 TARGET 2025 rr'fifdrffrFl
PN 04 - Usia harapan hidup (UHH) tahun 72,13 (2023) 74,43 75,4
PN (X - Angka kelahiran total (Total fertility rate) rata-rata
kelahiran pcr
wanita usia subur
(WUS) ls-49
Tahun
2,14 (2023) 2,12 2,10
PN 04 - Indeks Ketimpangan Gend€f, (IKG) 0,447 l2023l 0,430 0,394
PN 04 - Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga 69,sr 12023) 72,49 75,55
P-I'l 04 - Indeks Pembangunan Pemuda 60,59 (2023) 65,16 73,27
PN 04 - Indeks Pembangunan Gender 91,85 (2023) 92,02-92,11 92,34-92,54
PN 04 - Indeks Perlindungan Anak 8,29 l2o23l 70,19 75,29
PN 04 - Mobilitas penduduk lanjut usia persen 92,94 (2023) 94
PN 04 - Mobilitas penduduk penyandang disabilitas FGrSelr 68,42 (2023) 69 ?1
PN 04 - Peringkat indeks inovasi global peringkat 54 53 49
PN 04 - Jumlah perolehan medali emas pada olympic games medali 2 4-6 l2O2A)
PN 04 - Jumlah perolehan medali emas pada paralympic games medali I 4-6 l2028l
PN 04 - Peringkat pada Asian Games peringkat 13 l2023l g-tr 12026l
SK No 1441160
peringkat 6 l2023l 5-7 (2026) PN 04 - Peringkat pada Asian Para Games
berkas 4, hlm. 563 OCR
-s63-
i1',IrTrf,r.Tl FIYTTfi]I DAEALINE2r'?4 TARGET 2025 ir.fir.'tr.I;FD
PN 04 - Peringkat pada SEA Games peringkat 3 (2023) 3 2-4
PN 04 - Peringkat pada ASEAN Para Games peringkat 1 l2o23l t-2 (2029)
PN 04 - Pef,scntasc penduduk berumur lO tahun ke atas yang aktif berolahraga persen 9,04 10,36 - 11-45 12,13 - 13,,+o
PN 08 - Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) 62,4s (2021) 65,49 68, r3
PN 08 - Proporsi kerugian ekonomi langsung akibat bencana relatif terhadap PDB persen 0,140 12022) o,137 o,135
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.01 - Tingkat penyelesaian jenjang SMA/SMK/MA/Sederajat persen 6?,O7 67,44 69,71
PP 04.01 - Jumlah anak tidak sekolah usia 6-18 tahun anak tidak
sekolah
4.145.957 (2023) 3.776.239 3.1 12.4r6
PP 04.02 - Persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum dalam
asesmen kompetensi tingkat nasional:
(a) literasi membaca; dan
(b) numerasi
persen (a) 48,31;
{b) 37,04 (2023)
(a) 50,55;
{q 41,36
(a) ss,oo;
(b) so,oo
PP 04.02 - turlg Childhood Development Index (ECDI) 87,70 88,3() 91,27
PP 04.04 - Persentase satuan pendidikan yang memiliki indikator kualitas pembelajaran dengan
kategori baik
pefsalr 35,21 (2023) 41,63 54,47
SK No t44l17C
60,49 (2023) 63,24 67,05 PF 04. fO - Nilai dimensi budaya literasi IPK
berkas 4, hlm. 564 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
Erjlirr,rJ DASD,IIND2O,,4 TARGET1YE TARGET 2029
PP 04. 19 - Persentase penduduk dengan pendidikan minimal SMA pcf,8€rr Laki-Laki: 42,62i
Perempuan: 37,60
(2023)
Laki-Laki: 43,41;
Perempuan: 38,89
laki-Laki: 44,49;
Perempuan: 40,27
SK No lzl4ll8 C
berkas 4, hlm. 565 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
036-CL Program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan 4.173.590
036.CL.6339 Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan 4.173.590
036.CL.6339.PEA Koordinasi 8.173.590
036.CL.6339.PEA.002 Koordinasi Penanggulangan Tuberkulosis 2 kegiatan 8.173.590 04 13 0l 01
8.173.590
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
TOTAL
SK No 144119 C
berkas 4, hlm. 566 OCR
-s66-
KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 07 - Return on Asset (ROA) BUMN pefa€f,t 3,14 (2023) 3,21 3,42
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
w 07.11 - Profit margin mtrb (PMR) BUMN persen 11,15 (2023) 10,50 10,98
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.l l.Ol - Total asset turnover BUMN kali 0,242 (2023) 0,305 0,311
KP 07. f f.O2 - Peringkat risiko komposit BUMN minimal 3 persen - (indikator baru) 60,9 78,3
SK No l4.r'l200
berkas 4, hlm. 567 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2021-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04t.EI Program Pengembangan dan P€dgaurasarr
BUMN
178.685.470
041.Et.4407 Pengembangan BUMN Sektor Industri
Energi, Minyak dart Gas
9.434.71I
04l.Et.4407.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 9.438.7r r
041.E1.4407.PBA.004 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dalam Pembangunan Infrastruktur Energi
IKN
1 Rekomendasi
Kebijakan
2.144.787 06 05 01
07 \t 02
03 02 04 01
04
0l
04l.EI.4407.PBA.OOs Rumusan kebijakan pembinaan BUMN
dalam rangka kecukupan penyediaan
en68i dan tenaga listrik
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
3.550.113 02 11 02 o3
03 02 03 0l
041.E1.4407.PBA.006 Rumusan Kebijakan pembinaan BUMN
dalam rangka pengembangan sektor hulu
dan hilir migas
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
3.743.811 07 11 0l 03
04l.EI.440A Pengembangan BUMN Sektor Industri
Mineral den Batubara
16.354.461
SK No l,l4l2l C
Kebijakan Bidang Eko(loEi dan Keuangan 16.354.461 041.EI.4404.PtsA
berkas 4, hlm. 568 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041.EI.4408.PtsA.O04 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
d€lae rangka Hili sasi Komoditas
Tambang
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
13.v)1.452 05 0l 03 02
o7 ll ol 03
041.EI.4408.Pts4.O05 RulruEan Kebijakan Pembinaan BUMN
dala.E rangka Pengembangan Ev Battery
1 I Rekomendasi
Kebijakan
2.853.009 0? l1 01 02
05 01 t2 03
041.EI.4409 Pengembangan BUMN Sektor Industri
Kesehatan
9.161.406
041.EI.4409.PtsA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 9.161.406
04 I . EI.4409. PtsA. 006 Rurrusa[ Kebijakan Penguatan dan
Penataan Bisnis Holding BUMN Farmasi
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
4.882.565 07 11 01 01
041.EI.4409.PtsA.007 Rumusan Kebijakan Pengembangan Rumah
Sakit dar Center of E rcellcncc di Holding
RS BUMN
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
4.274.441 07 ll 0l 04
04 15 02 0l
041.EI.4410 Pengembangan BUMN Sektor Industri
Manufaktur
3.299.723
04l.EI.44lO.PtsA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 3.299.723
SK No 144122 C
Rekomendasi
Kebijakan
3.29tt.723 0? 11 01 o1 04l.EI.44tO.PtsA.OOs Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
Dalam Rangka M€itdukun8 Defend ID
sebagai Industri Pertahanan Nasional yang
Maju, Kuat, dan Mandiri
berkas 4, hlm. 569 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041.E1.4412 Pengembangan BUMN Sektor Jasa
Keuarrg€rr
6.955.310
041.EI.4412.Pts4 Kebijakan Bidang EkqroEi dan Keuangan 6.955.310
041.EI.4412.Pts4.OO4 Rumusan Kebijakan pcEbilaar BUMN
dalam rangka pembiayaan UMKM dan Ultra
Mikro
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
6.955.310 O? rl 01 o7
03 03 02 02
02 lo 16 03
04 1.EI.44 12.Pts4.OO4.3 173 Rumusan Kebijakan pembinaan BUMN
dala.E rangka pembiayaan UMKM dan Ultra
Miko - Kota Administrasi Jakarta Pusat
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
6.955.310 03 04 0l OO2
04 r.EI.4413 Pengembangan BUMN Sektor Jasa
Infrastruktur
3.071.631
04 I . EI- 44 13. PtsA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 3.071.631
04l.EI.44l3.PtsA.OO4 Rumusan kebijakan dalam restrukturisasi
Wa.Lita Karya dan Wijaya Karya
I Rekomendasi
Kebijakan
[email protected] 0? l1 0r ol
()4l.EI.4413.PtsA.OOs Rumusan kebijakan bidang BUMN dalam
pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
1.370.919 07 11 01 o5
SK No 144123 C
PengeEbarual BUMN Sektor Jasa
Asuransi dan Dana Pensiun
12.320.692 041.El.4414
berkas 4, hlm. 570 OCR
PR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041.EI.4414.PB4 Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 1.773.383
04l.EI.44l4.PBA.OO7 Rumusan Kebijakan pembinaan BUMN
dalam rangka pelaksanaan KUR UMKM
I Rekomendasi
Kebijakan
1.773.383 03 03 02 02
041.EI.44l4.QDA Fasilitasi dan Pembinaan BUMN 10.547.309
04 1.Er.4414.ODA0Or.3r73 Hasil pengembangan BUMN sektor Jasa
Asuransi dan Dana Pensiun - Kota
Adf, inistrasi Jakarta Pusat
5 5 BUMN 10.547.309 03 04 02 001
041-EI.4415 Pengembangan BUMN SeId6 Industri
Perkebunan dan Kehutanan
9.934.997
04 I . EI.44 15. PtsA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 9.934.997
04 1. EI.44 15. PtsA.OO4 Rumusan Kebijakan pembinaan BUMN
dalam rangka restrukturisasi BUMN
perkebunan dan kehutanan
I I Rekomendasi
Kebijakan
7.113.955 07 1l Ol 0l
041.Et.4415.PtsA.005 Rumusan kebijakan bidang BUMN dalam
Peningkatan Swasembada Gula
1 I Rekomendasi
Kebijakan
2.421.042 07 lr 01 03
02r0l7ol
041.E1.4416 Pengembangan BUMN Sektor Jasa
Pariwisata dan Pendukung
9.627.538
SK No l4/.l240
Kebijakan Bidang Ekqroai da'l Keu€trgar 9.627.538 041.EI.4416.PtsA
berkas 4, hlm. 571 OCR
FR,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041.E1.4416.PBA.004 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dalam rangka Pengembangan Kapasitas
dan Transformasi Operasional Bandara
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.34?.542 07 1l 01 05
041.E1.4416.PBA.005 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dalam rangka Pengembangan Destinasi dan
Penyelenggaraan Event di Destinasi
Pariwisata kiof ites
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
4.668.439 0? ll Ol rln
04 09 04 02
041.EI.4416.PBA.OO6 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dala.E rangka Pengembangan Health and
Wellness Tourism di Sanur
I I Rekomendasi
Kebijakan
1.547.157 07 1l Or 06
04l.El.44 l6.PtsA.OO6.3 173 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dalam rangka Pengembangan Health and
Wellnesa Tourism di Sanur - Kota
Administrasi Jakarta Pusat
I Reko@€(ldasi
Kebijakan
1.547.157 06 04 01 o7
03 0s 02 001
041.E1.4416.PBA.007 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
d'lrn rangka Penataan Hub and Spoke
serta Pengembangan Air Connectivity
Domestik dsn Internasional
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
546.140 07 1l Ol 05
04 I . EI- 44 l6_ PtsA-Oo8 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dalarn rangka Pengembangan Kapasitas
Navigasi Penerbangan dan Penataan
Metroplex System Greater Jakarta
0 2 Rekomendasi
Kebijakan
4?4.220 0? 1l Or o5
SK No 144125 C
berkas 4, hlm. 572 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 1.EI.4416.PBA.OOa.3l73 Rurnu3an Kebijakan Pembinaan BUMN
dalam rangka Pengembangan Kapasitas
Navigasi Pen€rb€rEart dan Penataan
M€troplex System Greater Jaka.rta - Kota
Administrasi Jakarta Pusat
2 o Rekomendasi
Kebijakan
474.220 03 05 04 001
041.E[.4420 Penyusunan Peraturan Perundang-
Undangan dan Pengelolaan Informasi dan
Dokumentasi Hukum
13.248.926
041.EI.4420.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 13.244.926
04l.EI.4420.PBD.OO3 Rumusan Kebijakan Bidang Pembinaan
BUMN dalam Perundingan Internasional
I Rekomendasi
Kebijakan
13.244.926 02 (x) 04 01
04t.Et.442l Penguatan dan Peningkatan Kualitas
Keuangan BUMN
5.417.620
04 I . EI.442 1. PBA Kebijakan Bidang Eko(loEi dar Keuangan 5.417.620
04l. EI.442r.PBA.OO2 Rumusan Kebijakan Penguatan Kapasitas
BUMN
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
s.417.620 07 lr ol ol
041. EI.4a2A Pengembangan BUMN Sektor Industri
Pangan dan Pupuk.
6.588.105
SK No 144126 C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 6.588.105 04l.EI.482a.PtsA
berkas 4, hlm. 573 OCR
PR,ESIDEN
irctiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04l.EI.4828.PBA.OO4 Rumusan Kebijakan Bidang Pembinaan
BUMN dalam rangka Restrukturisasi dan
Transformasi oleh lD FOOD den PII{C
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
6.588.105 07 ll Or o1
041. EI.5810 Peningkatan Kualitas SDM BUMN 34.364.695
(N1.EI.5810.PtsK Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
34.364.695
()41.EI.5810.PBK.005 Rumusan Strategi Martaj€hen Talenta
BUMN
I I Rekomendasi
Kebijakan
12.219.390 07 ll or o1
041.Et.5810.PBK.006 Penyusunan Kebijakan Reward Strategy.
artd MoDaIrcc Management
I Rekomendasi
Kebijakan
5.625.998 07 ll 0l Ol
04r.Er.5810.PBK.007 Rekomendasi Kebijakan Program
Pengembangan SDM BUMN
I I Rekomendasi
Kebijakan
16.519.307 07 1l Or o1
041. El.5a 13 Penatakelolaan Tanggung Jawab Sosial darr
Lingkungan BUMN
23.737.512
04 I . EI. 5a 13. PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dalr Keuangan 23.737.512
041.E1.5813.PBA.002 Hasil pembinaan BUMN dala.E pelaksanaan
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
23.73?.5t2 02 lO 16 03
SK No t,l4l27 C
Pengembangan BUMN Sektor Jasa
Telekomunikasi den Media
3.813.335
07 ll 02 02
041_EI-6601
berkas 4, hlm. 574 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/TEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04l.El.660l.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 3.813.335
041.E1.6601.PBA.004 Ruuusart Kebijakan re8tnft urisasi BUMN
Sektor Telekomunikasi dan Media
I Rekomendasi
Kebijakan
3.413.335 tt 11 01 ol
041.E,t.6602 Pengembangan BUMN Sektor Jasa t Logistik 11.350.808
041.E1.6602.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 11.350.808
04l.EI.6602.PBA.OO4 Rumusan Kebija.kan pembinaan BUMN
dalam rangka Pengawasan BUMN r.ktor
Perkeretaapian
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
8.318.569 0? 11 0l 05
041.E1.6602.PBA.006 Rumusan Kebijakan Pembinaan BUMN
dalam Penguatan Sinergi dan Integrasi
BUMN Logistik
I Rekomendasi
Kebijakan
3.032.239 07 ll Ol 05
05 03 03 02
05 03 02 ol
03 02 01 N2
TOTAL 178.685.470
Katcrarrgan;
cl Keterlibatan Peran Pemerintah Da€f,ah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144128 C
berkas 4, hlm. 575 OCR
KEMENTERI,AN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.17 - Indeks Pemenuhan Hak Anak 65,58 (2023) 67,57 72,91
PP 04. l7 - Indeks Perlindungan Khusus Anak 79,91 (2023) 81,44 8,6,44
PP 04.17 - Persentase anak berusia 13-17 tahun yang mengalami salah satu bentuk kekerasan fisik,
emosional atau seksual dalam 12 bulan terakhir
persen Laki-laki : 31,1 I
Perempuan: 36,3 I
Laki-laki : 25,37
Perempuan: 3 I ,6
Laki-laki | 22,82
Perempuan: 29,73
PP 04.17 - Proporsi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan dan memperoleh layanan persen 2,37 2,41 2,70
PP 04. 19 - Prevalensi kekerasan terhadap perempuan persen 6,6 6,3 4,9
PP 04.19 - Jumlah K/L/D yang memperoleh PPE lembaga KL: 3;
Provinsi: 2;
Kab/ Kota: 3
KL: 4; Provinsi: 3;
Kab/ Kota: 5
KL: 16; Provinsi:
15; Kab/Kota: 47
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
l(P 04.16.01 - Prevalensi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam 12 bulan
terakhir
persen 20, so 19,76 16,79
SK No 144129 C
persen 9,02 8,82 4,64 KP 04.16.01 - Prevalensi .nak usia 13- 17 tahun korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada
12 bulan terakhir
berkas 4, hlm. 576 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.17.01 - Jumlah kab/kota dengan peringkat dalam kab/kota layak Anak (KLA) kab/kota KI,A O;
Utama: 19;
Nindya: 76;
Madya: 130;
Pratama: 1 35
l2o23l
Kl,A: O; Utama:
20; Nindya : 77;
Madya: 132;
Pratama: 140
KLA: 2; Utama:
23; Nindya: 88;
Madya: 140;
Pratama: 160
KP 04.17.01 - Persentase anak usia 13- l7 tahun yang beranggapan mendapatkan dukungan
keluarga
persen 77,89 78,03 74,57
KP 04.17.01 - Proporsi anak usia 13- 17 tahun yang Ee1rSalami ma.alah kesehatan jiwa selama 30
heri terakhir
persen 7,24 7,06 6,16
KP 04.17.01 - Jumlah kab/kota yang sudah melibatkan anak dalam proses perencanaan
pembangunan
kab/kota 2AO (2023) 325 429
KP 04-17.O2 - Proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang menikah sebelum 18 tahun persen 6,92 (2023) 6,45 5,03
KP O4.17-O2 - Persentase. anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensif persen fi,64 (2023) 85 85
KP 04. 17.02 - Prevalensi anak usia 13- 17 tahun yang mengalami kekerasan seksual non-kontak
dalam 12 bulan terakhir
persen L.aki-laki: 2,18;
Perempuan: 2,17
Laki-laki: 1,56;
Perempuan: 2,09
l,aki-laki: 1,28;
Perempuan: 1,88
KP 04.17.02 - Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan seksual kontak dalam
12 bulan terakhir
persen l,aki-laki: 1,83;
Pcretrpuart: 2,67
Laki-lski:1,42;
Perempuan: 2,25
Laki-laki: I , 13;
Fer€ropuan:1,46
SK No 144130 C
persen Laki-laki: 20,05;
Perempuan: 26,70
KP 04.17.02 - Prevalensi anak usia 13-17 tahun yang mengalami kekerasan emosional dalam 12
bulan tcrs.ldrir
Laki-laki: 27,03;
Perempuan: 33,07
laki-laki: 2 I ,98;
Perempuan: 28,52
berkas 4, hlm. 577 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.17.02 - Persentase anak usia 13-17 tahun yang mendapatkan perlakuan tidak layak dari
orang tua dan kerabat lainnya dalam 12 bulan terakhir
persen 12,64 12,42 11,70
KP 04.19.01 - Proporsi perempuan pernah kawin urur 15-49 tahun yang saat melahirkan atlak lahir
hidup pertama berumur kurang dari 20 tahun
persen 0,258 (2023) 0,255 o,244
KP 04.19.02 - Persentase perempuan di jabatan tinggi pratama dan madya persen Pratama 14;
Madya 16
Pratama 14,5;
Madya 16,5
Pratama 16,5;
Madya 18,5
KP 04.19.02 - Persentase perempuan di posisi managerial persen 35,02 38,68 44,88
KP 04. 19.02 - Persentase perempuan kepala desa persen s,76 6,26 4,26
KP 04.19.03 - Persentase kesenjangan upah laki-laki dan perempuan persen 22,09 21 t7
KP 04.19.03 - Rasio kewirausahaan perempuan persen 1,70 l2o23l I,79 2,21
l(P 04.19.04 - Proporsi perempuan dewasa dan anak perempuan (umur 15-64 tahun) mengalami
kekerasan seksual oleh orang lain
persen 3,70 3,59 3,19
KP 04.19.04 - Proporsi perempuan dewasa dan anak perempuan (umur 15-64 tahun) mengalami
kekerasan (fisik, seksual, atau emosional) oleh pasangan atau mantan pasangan dalam 12 bulan
t€f,aldrir
persen 5,7 5,54 5,23
KP 04.19.04 - Prevalensi Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) di ruang publik dalam 12 bulan
terakhir
persen 18 1?,35 14,73
KP 04.19.04 - Persentase perempuan yang tidak s.tuju atas sikap pemukulan pefS€lr 75,41 77,sl 85,90
SK No l.t4l3l C
pcf,s6n 46,3 43,86 34,09 KP 04.19.04 - Prevalensi Perempuan yang Mengalami P2GP
berkas 4, hlm. 578 OCR
FR.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.19,04 - Persentase perempuan korban kekerasan (termasuk TPPO) yang mendapat layanan
komprehensif
persen 49,25 l2023l 85 €f,1
KP 04.19.04 - Jumlah perempuan korban kekerasan (termasuk TPPO) yang dilaporkan melalui
SIMFONI PPA
orang 26.16112023) 2a.777- 3O.OA5 42.133 - 44.044
KP 04, l9.OS - Pcf,scntqsc anggaran responsif gender persen KlLt 4,O4i
Prov / Kab/ Kota:
l0
KIL 5,2Oi
Prov / Kab/ Kota:
11,2
K/L rO,OO;
Prov / Kab/ Kota:
16,00
KP 04.19.05 - Persentase Ro/sub kegiatan responsif gender persen K/L: 3,80 K/L: 4,OO K/L: 10,00
KP 04.19.05 - Persentase daerah yang memiliki dan melaksanakan rencana ak.i kesetaraan gender persen - (indikator baru) Prov:7;
Kab/ Kota: O
Prov: 38;
Kab/Kota:155
SK No 144132 C
berkas 4, hlm. 579 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE hograE Kesetaraan Gender, Perlindungan
Perempuan dan Anak
s57.347.603
047.DE.2787 Pengawasan Pelaksanaan Perlindungan
Anak (KPN)
64.624.37 t
047.DE.2787.PBN Kebijakan Bidang Sosial 6.661.190
047.DE.2787.PBN.001 Rekomendasi Kebijakan Penyelenggaraan
Perlindungan Anak
4 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.661.190 04 t7 0l 02
o47 .DE.27a7.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 14.393.411
04?.DE.2787.Q44.001 Layanan atas Pengaduan Masyarakat
terkait Felanggardr Hak Anak
2000 2400 Orang 8.740.806 04 17 02 02
06 02 03 0l
o47 -DE.2?A7.QAA.N2 Layanan mediasi atas sengketa
pelanggaran Hak Anak
15 l5 Orang 5.652.605 04 r7 02 02
o47.DE.27A7.OlB Pengawasan d6n Pengendalian Masyarakat l.750.ooo
047.DE.2787.QrB.OOl Laporan kepada pihak berwajib tentang
adanya dugaan pelanggaran terhadap UU
terkait Pef,lirldungan Anak
loo IOO Laporan 1.750.000 04 17 02 02
SK No 144133 C
Pengawasdr dan Pengendalian l4lrlbaga 6.907.220 o47.DE.27A7.QtC
berkas 4, hlm. 580 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2787.QtC.001 Pengawasan Penyelenggaraan perlindungan
anak di K/L
26 38 Lembaga 6.907.220 04 17 01 02
047.DE.2787.Q1E Pengawasan dan Pengendalian Pemerintah
Da€r6h
32.714.410
(x7.DE.2787.QIE.OO I Pengawasan terhadap penyelenggaraan PA
di daerah Prov/ Kabupaten/ Kota)
50 70 Pemerintah
Daerah
32.714.410 04 17 01 02
047.DE.2787.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 2_ r98_ 140
047.DE.2787.UAE.001 Laporan Hasil Pemantauan, Penelaahan
dan Evaluasi serta Pelaporan PA
2 3 Laporan 2.198.140 04 l? 02 o3
047.DE.2790 Pengarusutamaan Gcndcr Bidsrrg Politik
dan Hukum
57.101.575
047.DE.2790.PDD Standardisasi Lembaga 4.202.550
047.DE.2790.PDD.001 Standardisasi Lembaga Layanan
Pemberdayaan Perempuan di Bidang Politik
den Hukum
5 5 4.202.550 04 19 02 02
047.DE.2790.QD8 Fasilitasi dan Pcrobirlaan Lembaga 15.600.000
SK No l4r''l34C.
6.270.000 04 19 05 0l 047.DE.2790.QDB.00I K/L Bidang Politik dan Hukum yang
diberikan Bimtek dan Supervisi tentang
Penyelenggaraan PUG
6 5 Lembaga
berkas 4, hlm. 581 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2790.QD8.002 K/L yang diberikan Bimtek dan Supervisi
dalam Pelaksanaan Program Politik dan
Hukum yang Responsif Gender
4 3 Lembaga 6.380.000 04 19 05 01
04 19 02 o1
047.DE.2790.QDB.O03 Organisasi Kemasyarakatan yang
difasilitasi dalam Penyelenggaraan KG
Bidang Politik dan Hukum
5 5 Lembaga 2.950.000 04 19 02 0l
04 19 05 0l
047.DE.2790.QM8 Komunikasi Publik 3.350.000
047.DE.2790.QMB.OO 1 KIE PUG Bidang Politik dan Hukum I I kegiatan 3.350.000 04 19 02 02
047.DE.2790.SC., Pelatihan Bidang Sosial 15. ?+aS.02s
047.DE.2790.SCJ.OOr SDM Pendamping Program Bidang Politik
dan Hukum yang dil,atih tentang KGPA
roo lO0 Orang 2.652.550 04 19 02 02
047.DE. 2790.SCJ.OO I.OOOO SDM Pendamping Program Bidang Politik
dan Hukum yang dilatih tentang KGPA -
Pusat
100 100 Orang 2.652.550 Ol 05 0l 02
047.DE.2790.SCJ.002 Pereapusr Potensial di Perdesaan yang
dilatih tentang Kepemimpinan
350 350 Orang 9.983.925 0l 03 0l 02
04 19 02 0l
SK No 144135 C
loo 100 Orang
ot 05 01 02
047.DE.2790.SCJ.003 Anggota Legislatif dan Kepala Daerah yang
diberikan Peningkatan Kapasitas
2.852.550 01 03 0l 02
berkas 4, hlm. 582 OCR
-s82-
KODE NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
04 19 02 01
047.DE.2790.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
18.460.OOO
047.DE.2790.UBA.001 Daerah yang diberikan Bimtek datl
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
PUG di Bid.ng Politik dan Hukum
2 3 Daerah
(Pror, / Kab/ Kota)
8.130.000 0l 03 0l 02
ol 04 02 0l
04 19 05 02
047.DE.2790.UBA.002 Daerah yang Diberikan Bit rtek dan
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
Kepemimpinan Perempuan Perdesaan
l3 l3 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
7.930.000 04 19 02 0l
047.DE.2790.UBA.003 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dal'h Pengembangan Model
DRPPA
4 4 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
2.400.000 04 19 02 01
047.DE. 2790.U8AOO3.9500 Daerah yang Diberikan Bimtek dar
Supervisi dalam Pengembangan Model
DRPPA - Provinsi Papua Selatan
o 1 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
232.496 06 07 04 01
047.DE.2794 Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial
dan Budaya
62.606.141
SK No t4/l360
Standardisasi Lembaga 2.250.000 047.DE.2794.PDD
berkas 4, hlm. 583 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2794.PDD.001 Standardisasi Lembaga layanan
Pemberdayaan Perempuan Bidang Sosial
Budaya
5 5 Lembaga 2.250.000 04 19 01 02
047.DE.2794.PEA Koordinasi 5.860.355
o47.DE .27I4.PE A.OO1 Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan
Kebijakan Peningkatan Partisipasi Keluarga
dalam KG
2 2 kegiatan r.681.530 04 16 01 o3
04 19 0l 02
047.DE.2794.PEA.002 Koordinasi dan Sinkronisasi
Penyelenggaraan Kebijakan PUG bidang
Sosial d6n Budaya
3 3 kegiatan 4.178.825 04 19 01 Ol
o47.D8.2794.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 23.031.948
047.DE.2794.QDB.0O1 K/L Bidang Sosial dan Budaya yang
diberikan Bimtek dan Supervisi tentang
Pelaksanaan Kebijakan PUG
5 3 Lembaga 5.750.000 04 19 05 ol
o47.DE.2794.QDB.OO2 K/L yang diberikan Bimtek dan Supervisi
dalam Pelaksanaan Program Sosial dalr
Budaya yang Responsif Gender
4 4 Lembaga 4.900.000 04 t9 05 0l
SK No 14r'.137 C
lo 8.050.000 04 19 05 0l 047.DE.2794.QDB.OO3 Organisasi Kemasyarakatan yang
difasilitasi dalam pelaksanaan kebijakan
KG bidang sosial dan budaya
6 Lembaga
berkas 4, hlm. 584 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o47.DE.2794.QDB.N4 KL Penggerak PUG yang Diberikan Bimtek
dafl Supervisi tentang Penyelenggaraan
PUG
6 O Lembaga 4.331.948 04 19 05 01
o47.D8.2794.QMB Komunikasi Publik 3.407.273
047.DE.2794.QMB.0O1 KIE Kebijakan PUG Bidang Sosial dan
Budaya
I 1 layanan 3.40?.273 04 19 01 02
047.DE.2794.SCJ Pelatihan Bidang Sosial 2.432.065
047.DE.2794.SC.r.O01 SDM Pendamping Program Bidang Sosia.l
Budaya yang Dilatih tentang KGPA
162 162 Orang 2.432.065 04 19 01 02
047.DE.2794.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
25.624.500
047.DE.2794.UBA.001 Da€f,ah Jrang diberikan Bimtek dan
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
PI..IG
3 2 Daerah
(Prov/ Kab/ Kotal
3.904.100 04 19 05 02
047.DE.2794.UBA.002 Daerah yang diberikan Bimtek dan
Supervisi daLm Pelaksanaan Program
Kesehatan dan Lingkungan yang Responsif
Gender (stunting/ aki, perubahan iklim,
kespro)
6 6 Daerah
(Prov / fab/ Kota)
8.257.650 04 19 0l 0t
SK No 144138 C
7.957.650 04 16 0r 03 047.DE.2794.UBA.003 6 6
berkas 4, hlm. 585 OCR
PR,ESIDEN
(f.IiL NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah yarlg diberikan Biatck dan
Supervisi dalam Pelaksanaan hogr6tr!
Pendidikan dan Keluarga yaru Responsif
Gender (tingkat desa)
Daerah
{Prorr/ Kab/ Kota)
04 19 01 02
047.DE.2794.UBA.004 Daerah yang diberikan Bimtek d.n
Supervisi dql.- Pengembangan Model
DRPPA
4 4 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.505.100 04 19 0l 02
047.DE.2795 Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi 81.710.664
047.DE.2795.PDD Standardisasi Lembaga 7.431.375
047.DE.2795.PDD.001 Standardisasi Lembaga Penyedia Layanan
Pemberdayaan Perempuan
1 I 7.431.375 04 19 03 02
047.DE.2795.PEA Koordinasi 7.020.000
047.DE.2795.PEA.001 Koordinasi dan Sinkronisasi
Penyelenggaraan PUG bidang EkdtoEi
6 kegiatan 7.020.000 04 19 03 02
047.DE.2795.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 19.504.925
047.DE.2795.QDB.0O1 K/L bidang Ekonomi yang diberikan
Bimtek d€n Supervisi tentang
Penyelenggaraan PUG
5 4 Lembaga 6.000.000 04 19 05 0l
SK No 144139 C
3 Lembaga 4.000.000 04 19 03 02 047.DE.2795.QD8.002 4
berkas 4, hlm. 586 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
K/ L yang diberikan Bimtek dan Supervisi
dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan
Ekonomi yarrg Responsif G€ndef
04 19 05 0l
047.DE.2795.QD8.0O3 Organisasi Kemasyarakatan yang di
Fasilitasi dalam Pelaksanaan Kebijakan KG
bidang Ekonomi
lo lO Lembaga 9.508.925 04 19 05 01
047.DE.2795.QM8 Komunikasi Publik 3.850.OOO
04?.DE.2795.QM8.0O1 KIE PUG Bidara Ekonomi 1 kegiatan 3.850.OOO 04 19 03 02
047.DE.2795.SCJ Pelatihan Bidang Sosial 20.474.739
047.DE.2795.SCJ.001 r SDM Pendamping Program Pemberdayaan
Ekonomi yang dilatih tentang KGPA
100 loo Orang 2.076.275 04 19 03 01
047.DE.2795.SCt.002 SDM yang diberikan Bimtek tentang
Kewirausahaan
1056 1056 Orang 8.402.464 03 03 03 04
04 16 03 02
04 19 03 0t
06 03 02 02
SK No l4r'.l4o0
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
23.021.625 047.DE.2795.UBA
berkas 4, hlm. 587 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2795.UBA.001 Daerah yang diberikan Bimtek dall
Supervisi t€ittang Penyelenggaraan PUG
3 2 Daerah
(hor,/ Kab/ Kota)
4.830.050 04 19 05 02
047.DE.2795.UBA.002 Daerah yang diberikan Bimtek darr
Supervisi tentang Pemberdayaan Ekonomi
Perempuan
lo lo Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
14.062.750 04 19 03 0l
047.DE.2795.UBA.003 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan Model
DRPPA Mandiri
3 3 Daerah
(kov / Kab/ Kota)
+.l2a.a2s 04 19 03 0l
047. DE. 2795.UBA.003.9600 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi d,lan Pengembangan Model
DRPPA Mandiri - Provinsi Papua Tengah
I 1 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.336.515 0,6 07 04 0l
047.DE.2797 Perlindungan Hak Perempuan Dalam
Rumah Tangga dan Rentan
51.700.OOO
047.DE.2797.PDD Standardisasi Lembaga 7.600.000
047.DE.2797.PDD.001 Standardisasi Lembaga layanan
Perlindungan Hak Perempuan
19 19 Lembaga 7.600.000 04 19 04 7D
ot 05 02 02
047.DE.2797.PEA Koordinasi 2.7il.NO
SK No 144141 C
2.750.000 04 19 (x 02 047.DE.2797.PEA.001 Koordinasi pelaksanaan kebijakan PHP dari
KDRT, kckcf,a.an di ruang publik,
Perempuan perdamaian dan keamanan dan
3 ll kegiatan
berkas 4, hlm. 588 OCR
PE,ESIDEN
-s88-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
perempuan dalam kebencanaan, KK yang
Responsif Gender
o47.DE.2797.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 14.800.000
047. DE. 2797.QD8. 00 I K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
Tentang Pelaksanaan Kebijakan PHP dari
KdRT, Ruang Publik, Perempuan
perdamaian dan keamanan dan perempuan
dalam kebencanaan, l(K yang Responsif
Gender
24 47 Lembaga 9.250.000 04 19 04 01
04 19 04 02
o8 04 01 ol
0l 05 02 02
o47.D8.2797 .QDB.@2 K/L Yang Diberikan Bimtek Dar Supervisi
Tentang Lembaga Layanan PtlP dari KDRT,
Ruang Publik, Pcr€ropuan perdamaian dan
keamanan dar! perempuan dalam
Lebencalasr, KK yang Responsif G€nd6
13 13 L€@baEa 5.550.000 Ol 05 02 02
04 19 04 02
08 04 01 0l
047.DE.2797.QMB Komunikasi Publik lo.450.ooo
o47.DE.2797.QMB.0Ol Pelaksanaan KIE PHP dari KDRT,
kekerasan di ruang publik, Perempuan
p€rdaiaoan dan keamanan dan perempuan
d.l,n kebencanaan, KK yang Responsif
Gender
3 3 l,ayanan 4.100.000 04 19 04 01
07 02 03 ol
04 16 0l o3
SK No 144142 C
3.950.000 04 19 04 0l o47.DE.2?97.QMB.OO2 3 3 layanan
berkas 4, hlm. 589 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pelaksanaan KIE dalam rangka 16 hari Anti
Kekerasan
o7 02 03 01
047.DE.2797.QMB.0O3 KIE Kemitraan Kebijakan PPPA 5 5 layanan 2.400.000 04 l9 04 01
047.DE.2797.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
16.lOO.OOO
o47.D8.279?.UBA.OOI Daerah yang diberikan bimtek dan
supervisi tentang pelaksanaan kebijakan
PHP dari KdRT, RB Perempuan perdamaian
dan keamanan dan perempuan da.la.E
kebencanaan, KK yang Responsif Gender
l9 19 Daerah
(Prov / Ikb/ Kota)
9.500.000 04 19 04 02
08 04 0l ol
04 16 0l 03
o47.D8.2?9? .UBA.OO2 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri
4 4 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2.600.000 04 19 04 o1
o47.D8.27 97.UBA.OO2. 1200 Daerah yaIrg Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Martdi.i - Provinsi Sumatera Utara
1 I Daerah
(Prov/ Ikb/ Kota)
550.000 06 07 04 0l
047.DE.2797.UBA.003 Daerah yang diberikan Bimtek dan
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
peningkatan kualitas Keluarga dalam PHP
dlo rumah tangga & rentan
6 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
4.000.000 04 19 04 01
SK No l4l430
04 16 03 T'
berkas 4, hlm. 590 OCR
-s90-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2800 Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan
TPPO
59.050.000
047.DE.2800.PDD Standardisasi Lembaga r l. r00.ooo
047.DE.2800.PDD.001 Standardisasi Lembaga Layanan
Perlindungan Perempuan dalam
ketenagakerjaan dan dari TPPO
t0 lO Lembaga 3.500.000 0l 05 02 02
04 19 04 02
047.DE.2800.PDD.002 Standardisasi Lembaga Lay€tran
Perlindungan Hak Perempuan
o 19 Lembaga 7.600.000 04 19 04 02
047.DE.2800-PEA Koordinasi 4.700.000
047.DE.2800.PEA.OOr Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan
Kebijakan PHP dari TPPO
2 2 kegiatan 2.450.000 04 19 04 02
047.DE.2800.PEA.002 Koordinasi dar Sinkronisasi Pelaksanaan
Kebijakan PtlP Pekerja
2 2 kegiatan 2.250.OOO 04 19 03 In
ol 05 02 02
047.DE.2800.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lt rbaga 14.750.OOO
o47.DE.2aOO.QDB.0Ol K/L yaru Diberikan Bimtek dar! Supervisi
Tentang Pelaksanaan Kebijakan PHP dari
TPPO
5 5 Lembaga 4.300.000 04 19 04 02
SK No l44l4/.0
1 Lembaga 4.500.000 01 05 02 02 047.DE.2800.QD8.002 2
berkas 4, hlm. 591 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
Tentang Pelaksanaan Kebijakan PHP dari
Fekeda
04 t9 03 02
047.DE.2800.QDB.OO3 K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
Tentang Lembaga Layanan PHP dari TPPO
yang Responsif Gendcf,
I I L€robaga 3.650.000 04 19 04 02
047.DE.28OO.QDB.0O4 K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
Tentang Lembaga Layanan PHP dari
Pekerja yang Responsif Gender
I I Lembaga 2.300.000 04 19 04 02
01 05 02 02
047.DE.2800.QMB [email protected] Publik 14.800.000
047.DE.2800.QMB.OO1 KIE PtlP Pekerja dan dari TPPO 4 4 layanan 8.600.000 04 19 03 ID
o7 02 03 o1
047.DE.280O.QMB.0O2 KIE PHP (dalam rangka PHI) I kegiatan 6.200.000 04 19 04 0l
047.DE.2800.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacrsh
13.700.000
047.DE.2800.UBA.001 Daerah yang diberikan Pendampingan
tentang pelaksanaan kebijakan dan
Layanan PHP dari TPPO
5 5 Da€f,ah
(Prov / Kab/ Kota)
6.400.000 04 19 04 02
0l 05 02 02
SK No 14145 C
4.800.000 0l 05 02 02 047.DE.2800.UBA.002 5
berkas 4, hlm. 592 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah yang diberikan Pendampingan
tentang pelaksanaan kebijakan dan
layanan PHP Pekerja
Daerah
(kor,/ Kab/ Kota)
04 19 03 02
047.DE.2800.UBA.003 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dat,m Pengembangan DRPPA
Mandiri
I Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
2.soo.ooo 04 19 04 01
047.DE. 2aOO.UBA.OO3.9 rOO Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri - Provinsi Papua Barat
I o Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
600.000 06 07 04 0t
047.DE.2805 Perlindungan Khusus Anak dalam Kondisi
Khusus
30.936.0 10
047.DE.2805.PDD Standardisasi Lembaga 3.052.550
047.DE.2805.PDD.OO I Standardisasi Lembaga Perlindungan
Khusus REd6h Anak
lo 15 Lembaga 3.052.550 06 02 03 02
04 l7 02 03
047.DE.2805.PEA Koordinasi 4.073.570
047.DE.2805.PEA.001 Koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan
kebijakan perlindungan khusus anak
drlrn kondisi khusus
2 6 kegiatan 4.073.570 04 t7 02 03
SK No 14,/'147 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 7.936.630 047.DE.2805.QD8
berkas 4, hlm. 593 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.28O5.QDB.O0 r K/L yg diberikan bimtek dan supervisi
tentang pelaksanaan kebijakan PAIff
(Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas
Mental Psikososial)
lo lO Lembaga 2.442.040 04 17 02 03
047.DE.2805.QDB.@2 K/ L yg diberikan bimtek dan supervisi
tentang Lembaga Perlindungan Khusus
Ramah Anak
lo t0 Lembaga 5.494.590 04 L7 02 03
047.DE.2805.QMB Komunikasi Publik 13.431.220
047.DE.28O5.QMB.OO I KIE Perlindungan Anak Kondisi Khusus 2 2 layanan | .22r .O20 04 t7 02 0 I
o7 02 03 0l
047.DE.28O5.QMB.0O3 KIE Promosi Perlindungan Khusus Anak
dalam rangka Hari Anak Nasional
8 8 layanan 12.210.200 04 17 02 0l
047.DE.2805.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacrsh
2.442.040
047.DE.2805.UBA.002 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri
4 4 Daerah
(Prov/ Ikb/ Kota)
2.442.MO 04 L7 02 03
047.DE.2809 Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan
dan Lingkungan
65.760.000
SK No 144148 C
Standardisasi Lembaga 17.500.000 047.DE.2809.PDD
berkas 4, hlm. 594 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2809.PDD.001 Standardisasi dan Sertifikasi PUSPAGA
yang Ramah Anak
20 20 lembaga 7.000.000 04 16 02 02
06 02 03 o1
047.DE.2809.PDD.002 Standardisasi dart Sertifikasi Ruang
Bermain Ramah Anak
15 15 L€t rbagq 5.250.000 04 16 02 01
04 17 0l ol
047.DE.2809.PDD.003 Standardisasi dan Sertifikasi Daycare
Remeh Anak
l5 15 Lembaga 5.250.000 04 16 02
04 t7 01 0l
06 02 03 01
0l
047.DE.2809.PEA Koordinasi 4.500.000
047.DE.2809.PEA.001 Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan
Kebijakan PHAPL
a 8 kegiatan 4.500.000 04 17 01 02
047.DE.2809.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.170.000
047.DE.2809.QD8.0O1 K/L yang diberikan Bimtek dEn Supervisi
tentang Pelaksanaan Kebijakan PHAPL
3 2 l*fr,baglE 1.260.000 04 t7 0l 02
047.DE.2809.QDB.0O2 K/L yang Diberikan Bimtek dan Supervisi
dalam Menyediakan Layanan PHAPL yang
Ramah Anak
3 3 Lembaga 1.260.000 04 t7 0l 02
SK No 144149 C
berkas 4, hlm. 595 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-N29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
047.DE.2809.QDB.0O3 LM yang difasilitasi dalam pelaksanaan
kebijakan PHA atas pengasuhan dan
lingkungan
4 4 Lembaga r.200.000 04 t7 01 m
047.DE.2AO9.QDB.0O4 K/ L yang diberikan bitrtck dan supervisi
dalam penyediaan layanan peningkatan
kualitas keluarga dalam PHA
I 1 Lembaga 450.000 04 16 0l 02
047.DE.2809.QMB Komunikasi Publik 1.250.000
047.DE.2809.QMB.OO1 KIE Kebijakan PHA atas Pengasuhan dan
Lingkungan
I I kegiatan 1.250.000 04 r? 01 01
047.DE.2809.SqI Pelatihan BidarA Sosial 3.500.000
047.DE.2809.SCJ.001 SDM Pendamping Program Peningkatan
Kualitas Keluarga yang dilatih diberikan
penguatan DKMP
200 2OO Orang 3.500.000 04 16 0l 03
06 02 03 02
047.DE.2809.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Da€r6h
34.440.OOO
047.DE.2809.UBA.001 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
PI{API-
l0 20 Provinsi 24.100.000 04 t7 0l 02
SK No l,t4l50 C
10 lo Provinsi s.g,lO.oOO 04 I I Ol 02 047.DE.2809.UBA.002
berkas 4, hlm. 596 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi tentang Pelaksanaan Kebijakan
Pencegahan Perkawinan Anak
04 17 0l 02
047.DE.2809.UBA.003 Daerah yang diberikan bimtek dan
supervisi tentang pelaksanaan kebijakan
partisipasi keluarga dalam PHA
3 3 Provinsi l.800.ooo 04 16 01 02
047.DE.2809.UBA.004 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri
3 3 Provinsi 3.000.000 04 t? 01 02
047. DE. 2809.U84"004. 9700 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri - Provinsi Papua Pegunungan
I 1 Provinsi l.ooo.ooo 06 07 04 o1
047.DE.2810 Perlindungan Khusus Anak Korban
Kekerasan
34.870.500
047.DE.2810.PDD Standardisasi Lembaga 7.652.500
047.DE.2810.PDD.001 Standardisasi Lembaga Pemberi layanan
Perlindungan Khusus Anak (UPTD PPA)
25 25 Lembaga 7.652.ilO 04 16 02 01
04 L7 02 03
SK No l4l5l C
Sertifikasi Profesi dsn SDM
300 420 Orang 3.393.000 01 05 02 02
047.DE.2810.PDI 3.393.OOO
047.DE.28 r0.PDr.O01
berkas 4, hlm. 597 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGI,ATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sertifikasi SDM (Penyidik dan Petugas
L"ayanan UPTD PPA) dalam penanganan
anak korban kekerasan darr eksploitasi
04 t7 02 03
047.DE.2810.PEA Koordinasi 1.500.000
047.DE.2810.PEA.002 Koordinasi pelaksanaan kegiatan
penanggulangan anal< yang bekerja,
Pekerja Anak, dan BPTA
I I kegiatan 750.000 04 t7 02 03
047.DE.2810.PEA.003 Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan
Kebijakan Perlindungan Khusus Anak
Korban Kekerasan Fisik, Psikis, Seksual
dan Penelantaran
1 kegiatan 750.000 04 t7 02 o3
047.DE.28r0.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 7.305.000
047.DE.28l0.QDB.@1 K/L yg diberikan bimtek dan supervisi
tentang pelaksanaan kebijakan PKAX
10 lO t Lembaga 3.055.000 04 17 02 03
047.DE.28rO.QDB.0O2 K/ L yg diberikan bimtek dan supervisi
tentang Lembaga Perlindungan Khusus
Ramah Anak (LPKRA)
4 4 t 6baga 2.000.000 04 t7 02 03
SK No 144152 C
Komunikasi Publik 2.820.OOO
03 047.DE.28r0.QD8.003 l,Itt yang difasilitasi dalam pelaksanaan
kebijakan PKA
7 l5 Lembaga 2.250.NO 04 17 02
047.DE.2810.QMB
berkas 4, hlm. 598 OCR
REPUBLIK INDONES.IA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.28r0.QMB.O01 KIE Perlindungan Khusus Anak dari
Kekerasan (Sosialisasi dan Advokasi PKAI()
4 4 layanan 2.820.000 04 16 01 02
04 t7 02 01
o1 03 02 07
047.DE.28lO.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
12.200.OOO
047.DE.2810.UBA.001 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi tentang pelaksanaan kebijakan
PKAK (Pencegahan dan Penanganan
Kekerasan Fisik, Psikis, Seksual dan
Penelantaran Anak berbasis Masyarakat)
t7 29 Daerah
lPro\,/ Kab/ Kota)
9.700.000 04 16 01 7D
04 17 02 o3
047.DE.2810.UBA.002 Daerah yang Diberikan Bimtek dalr
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri
4 7 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2.500.000 04 t7 02 03
047.DE. 2A lO.UBAOO2.5300 Daerah yang Diberikan Bimtek darl
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri - Provinsi Nusa Tenggara Timur
I I Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
600.000 06 0? 04 0l
047.DE. 28 r0.UBA002.9400 Da€f,ah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pengembangan DRPPA
Mandiri - Provinsi Papua
I I Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
640.000 06 0? 04 01
SK No 144153 C
berkas 4, hlm. 599 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
047.DE.2811 Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan
Partisipasi Anak
39.502.500
047.DE.2811.PDD Standardisasi l.€rrlbaga 5.400.ooo
047.DE.2811.PDD.001 Standardisasi Lembaga Penyedia Layanan
Peningkatan Kualitas Anak dala.E PHSIPA
ifl 18 Lembaga 5.400.000 04 t7 0l o1
047.DE.281 I.QDB Fasilitasi dan PeEbinadt Lembaga 10.947.500
o47.DE.281l.QDB.OO2 K/L yang diberikan Bimtek dan Supervisi
dalam Menyediakan Layanan PHSIPA yang
Ramah Anak
t2 12 t Lembaga 5.380.000 04 l7 01 02
047.DE.281l.QDB.0O3 K/L yang diberikan Bimtek dan Supervisi
tentang Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan
Ha.k Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak
l2 12 Lembaga 5.567.500 04 17 01 02
047.DE.281I.QMB Komunikasi Publik 1.961.000
o47.DE.2811.QMB.OO I KIE Kebijakan PHSIPA I layanan r.961.000 04 t7 0l
07 02 03 0l
0l
o47.DE.281 l.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
21.194.OOO
SK No 144154C
berkas 4, hlm. 600 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2811.UBA.001 Daerah yang diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam Pelaksanaan Kebijakan
PHSIPA
13 ts Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
14.750.OOO 04 17 01 02
047.DE.2811.UBA.004 Daerah yang Diberikan Birotck dan
Supervisi dalam Pengembangan Model
DRPPA Mandiri
4 4 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
2.444.OOO 04 17 01 02
o47.DE.2AI2 Pemenuhan Hak Anak Atas Kcachatan dan
Pendidikan
58.179.424
o47.DE.28l2.QDB Fasilitasi da,r Pembinaan Lembaga 11.060.200
o47.DE.28l2.QDB.0Or K/L yang Diberikan Bimtek dar Supervisi
tentang Pelaksanaan Kebijakan PHAKP
15 13 Lembaga 11.060.200 04 t7 0l 02
047.DE.2812.QM8 Komunikasi Publik 1.831.530
047.DE.28l2.QMB.0O1 KIE Kebijakan PHA atas Kesehatan dan
Pendidikan
2 2 layanan 1.831.530 04 17 01 o1
047.DE.2812.SC.' Pelatihan Bidang Sosial 23.032.594
()47.DE.2812.SC.J.001 furak penyintas kekerasan yatrg Eeocrittla
penguatan resiliensi dan kapasitas anak
749 7as Orang 23.032.594 04 17 02 02
SK No 14,4155 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacreh
22.255.tOO 047.DE.2812.UBA

Berkas 5

berkas 5, hlm. 1 OCR
REPIJELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.2812.UBA.001 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi teotarE Pelaksanaan Kebijakan
PHA atas Kesehatan dan Pendidikan
13 .., Daerah
(Prov,/ Kab/ Kota)
16.750.000 04 l7 0l 02
047.DE.2812.UBA.006 Daerah yang Diberikan Bimtek dan
Supervisi dalam FengeEbarrga,r Model
DRPPA Mandiri
4 4 Da€f,ah
(Prov/ Kab/ Kota)
5.505.100 04 17 0r 02
047.DE.6372 Perumusan Kebijakan Kesetaraan Gender 21.050.OOO
047.DE.6372.PAD Peraturan Presiden 3.080.000
047.DE.6372.PAD.001 Rancangan Peraturan Presiden tentang
R€ncarta AlGi Nasional Gender dan
Perubahan Iklim
I 2 R.Perpres 3.080.000 04 19 02 02
047.DE.6372.PAG Peraturan Menteri 600.ooo
047.DE.6372.PAG.001 Peraturan Ment€f,i PPPA tentang Penguatan
Koordinasi, Kolaborasi dan Sinkronisasi
Penyelenggaraan PUG pada Pemerintahan
Pusat dsn Daerah
1 0 PerMen 600.000 04 19 05 01
047.DE.6372.PBN Kebijakan Bidang Sosial 2.950.000
047.DE.6372.PBN.001 Rekomendasi kebijakan tentang Analisa
atas Kebijakan Diskriminatif Gcfl d€f,
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
750.OOO 04 19 05 01
SK No 144156C
ol o5 ol ol
berkas 5, hlm. 2 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6372.PBN.002 Rekomendasi Kebijakan tentang Pedoman
Penyelenggaraan Layanan Peningkatan
Kualitas Hidup lbu dan Anak Beserta
Mekanisme Koordinasinya
o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 01 0s 0r o1
04 19 0l 01
047.DE.6372.PBN.003 Rekomendasi Kebijakan tentang Pedoman
Penerapan Strategi PUG dalam Sistem
Pemerintahan Pusat dan Daerah
I O Kajian 150.000 01 0s ot 0l
04 19 05 o1
047.DE.6372.PBN.005 Rekomendasi Kebijakan Peningkatan TPAK
Perempuan melalui Partisipasi Perempuan
.l,lrn STEM
1 o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 03 02
047.DE.6372.PBN.006 Rekomendasi Kebijakan tentang
Fcni gkatan Kualitas Sumber Daya
Manusia Penyelenggara PUG di Pusat dan
Daerah
I o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 ()4 19 05 01
047.DE.6372.PBN.007 Rekomendasi Kebijakan tentang Pedoman
tentang Rencana Aksi Nasional Ekonomi
P.rawatan (Care Economy)
I o Kajian 150.000 06 02 03 ol
04 19 03 02
047.DE.6372.PBN.008 Pedoman tentang PUG dalam Pelaporan I o Kajian loo.ooo 04 19 05 01
SK No 144157C
0 Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 02 02 047.DE.6372.PBN.009 Rekomendasi Kebijakan Tentang Peta jalan
peningkatan kepemimpinan perempuan
dalam pengambilan keputusan
berkas 5, hlm. 3 OCR
PR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
047.DE.6372.PBN.01 I Rekomendasi Kebijakan Tentang Grand
Design Keterwakilan Perempuan dalam
Politik
0 o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 02 01
047.DE.6372.PBN.012 Rekomendasi Kebijakan Tentang Pedoman
Strategi Nasional Keuanga Inklusif
Perempuan
o o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 03 02
047.DE.6372.PBN.013 Rekomendasi Kebijakan tentang Standar
T€ropat Penitipan Anak
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
150.OOO 04 19 03 02
047.DE.6372.PBN.015 Rekomendasi Kebijakan tentang Stranas
Peningkatan Kepemimpinan Perempuan
dalam Pengambilan Keputusan
0 o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 02 02
047.DE.6372.PBN.016 Rekomendasi Kebijakan tentang Fcta Jalan
TPAK Perempuan
o o Rekomendasi
Kebijakan
150.OOO 04 19 03 02
o47.DE.6372.PBN.O17 Rekomendasi Kebijakan tentang Standar
Tenaga Layanan Penyelenggaraan KIA
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 01 ol
047.DE.6372.PBN.018 Rekomendasi Kebijakan Tentang Instrumen
Pemantauan dan Pendataan
Penyelenggaraan KIA
o o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 01 05 01
04 19 0l 0l
o1
SK No 144158 G
150.000 04 19 03 02 047.DE.6372.PBN.019 Rekomendasi Kebijakan Tentang Stranas
Peningkatan Transformasi Digital
Pef,c@puan
o o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 4 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6372.0M8 Komunikasi Publik 5. 5.150.000
(x7.DE.6i72.QMB.O0l KIE Kebijakan Kesetaraan Gender I I layanan l.150.ooo 04 19 05 0l
047.DE.6372.QM8.002 KIE masif UU KIA pada fase 1000 HPK I I layanan 4.000.000 04 19 01 ol
o47.DE.6372.U4E, FeEartauart dan Evaluasi serta Pelaporan 9.270.OOO
047.DE.6372.UAE.001 Laporan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan
PUG di K/L dan Daerah dalam rangka
Penganugerahan Parahita Ekapraya
39 39 Laporan 9.270.000 04 19 05 0l
047.DE.6373 Perumusan Kebijakan Pemenuhan Hak
Anak
18.168.000
047.DE.6373.PAD Peraturan Presiden 1.320.000
047.DE.6373.PAD.001 Rancangan Perpres tentang Strategi
Nasional Pencegahan Fcrka$'inan Anak
O PerPres 440.OOO Or 05 01
04 11 01 o3
04 t7 0l 02
ol
047.DE.6373.PAD.002 Rancangan Perpres tantang
Kabupat€n/ Kota l,ayak Anak
I 0 PerPres 440.OOO Ol 05 01 o1
04 l7 01 02
SK No 14159 C
Peraturan Presiden Tentang Partisipasi
Anak
o PerPres 440.OOO 04 t7 0l 02 047-DE.6373.PAD.OO3 o
berkas 5, hlm. 5 OCR
REPUELIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6373.PAG Peraturan Menteri 1.600.000
047.DE.6373.PAG.001 Peraturan Menteri Tentang
Penyelenggaraan Bimbingan Tcloris
Berbasis Hak Anak baAi SDM Penyedia
Layanan PHA
I o PerMen o04t70l 02
047.DE.6373.PAG.002 Rqrisi Peraturan Menteri PPA No. 12 Tahun
2022 tentang Penyelenggaraan KLA
o o PerMen 400.000 04 t7 01 02
047.DE.6373.PAG.003 Peraturan Menteri PPPA tentang
Perencanaan dan Penganggaran Responsif
Hak Anak
o 0 PerMen 400.000 04 t7 01 02
047.DE.6373.PAG.004 Peraturan Menteri PPPA Tentang Partisipasi
Lembaga Masyarakat, Lembaga Profesi darr
Dunia Usaha dalam FeEenuhen Hak Artak
o o PerMen ,loo.ooo 04 t7 0l 02
047.DE.6373.PAG.005 Peraturan Menteri PPPA Tentang
Pengasuhan Keluarga
o 2 PerMen 400.ooo 04 t7 0r 02
047.DE.6373.PBN Kebijakan Bidang Sosial 750.OOO
047.DE.6373.PBN.001 Kebijakan Penguatan Resiliensi Anak
Korban Kekerasan
I Rekomendasi
Kebijakan
750.000 07 02 02 02
047.DE.6373.QMA Data dan Informasi hrblik 750.OOO
SK No l,14160 C
Data Evaluasi KIA I dokumen 750.OOO 04 r7 0l 02 047.DE.6373.QMA.0O I 1
berkas 5, hlm. 6 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6373.QM8 Komunikasi Publik 600.ooo
047.DE.6373.QM8.001 KIE Kebijakan Pemenuhan Hak Anak o I kegiatan 600.000 04 t7 01 o1
047.DE.6373.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 13.148.000
047.DE.6373.UAE.001 laporan Hasil Evaluasi KLA 3a 38 Laporan 13.148.000 04 13 0s 02
04 t? ol 02
047.DE.6375 Layanan perlindungan perempuan korban
kekerasan termasuk TPPO
3().265.378
047.DE.6375.PE4 Koordinasi 3.220.OOO
047.DE.6375.PEA.001 Koordinasi penyediaan layanan rujukan
akhir komprehensif bagi perempuan korban
kekerasan dEn TPPO
2 2 kegiatan 3.220.OOO 04 19 04 02
047.DE.6375.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 24.A95.378
047.DE.6375.QAA.OO l Fer€rrpuan korban kekerasan dan TPPO
yang mendapatkan layanan rujukan al0dr
komprehensif
210 250 Orang 24.895.378 04 19 04 02
07 02 02 0l
047.DE.6375.QEA Bantuan Masyarakat 2.150.000
SK No 144161 C
210 250
o7 02 02 01
047.DE.6375.QEA.O0r Perempuan korban kekerasan dan TPPO
yang mendapat layanan bantuan spesifik
Orang 2.150.000 04 19 04 02
berkas 5, hlm. 7 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6376 Perumusan Kebijakan Perlindungan Hak
Perempuan
114.980.000
047.DE.6376.PAD Peraturan hcsidcn 880.000
047.DE.6376.PAD.001 Peraturan Presiden tentang Strategi
Nasional Penurunan KeL€f,aaan Terhadap
Perempuan
I 0 R.P.f,prei 440.OOO 04 19 04 02
04 t6 0l 03
047.DE.6376.PAD.00 l.OOOO Peraturan Presiden tentang Strategi
Nasional Penurunan Kekerasan Terhadap
Perempuan - Pusat
I O R.Perpres 440.OOO Ol 05 01 01
047.DE.6376.PAD.002 Peraturan Presiden terkait kebijakan
bidang PHP
o O R.Perpres ,+40.ooo 04 19 04 0l
047.DE.6376.PAG Peraturan Menteri 3.800.ooo
047-DE-6376.PAG.001 F.rubahai atas Permen No,20 Tahun 2010
tentang Panduan UBuo Bina Keluga TKI
1 o PerMen 200.000 04 16 03 02
047.DE.6376.PAG.002 Permen tentang Pedoman Penyediaan
Layanan Pencegahan eksploitasi ,
kekerasan dan pelecehan seksual bagi
tenaga layanan
1 O PerMen 200.000 01 05 02 02
04 l9 04 02
SK No 1441629
o PerMen 200.000 04 19 04 02 047.DE.6376.PAG.003 I
berkas 5, hlm. 8 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ XRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
FerEen Pedoman Penanganan Korban
F.reEpuan Disabilitas bagi Tenaga
Layanan
o7 02 02 02
o47.DE.6376.PAG.OO5 FerEcn Bidang Perlindungan Hak
Fer€rrpuan
o 4 PerMen 3.200.000 04 19 04 0l
047.DE.6376.PBN Kebijakan Bidang Sosial 5.700.ooo
047.DE.6376.PBN.001 I Analisis mendalam SPHPN 2024 (KDRT,
KS, KBGO, FGMC)
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
l.800.ooo 04 19 04 02
047.DE.6376.PBN.002 Kajian Kebijakan tematik Penghapusan
Kekerasan dalam Rumah Tangga
0 I Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 16 01 o3
047.DE.6376.PBN.003 Kajian Kebijakan terkait Perlindungan
FrreEpuan lanjut Usia yang responsif
gender
o Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 19 04 02
047.DE.6376.PBN.004 Rekomendasi Kebijakan bidang PHP o 5 Rekomendasi
Kebijakan
3.600.000 04 19 04 01
047.DE.6376.QM4 Data dan Informasi Publik 102.000.000
047.DE.6376.QMAOO1 Persiapan Pelaksanaan SPH PN o O dokumen 2.OOO.OOO 04 19 04 02
SK No 144163 C
Komunikasi Publik
I Date
2.600.000
047.DE.6376.QMA0O2 Pelaksanaan SPHPN o 100.000.000 04 19 04 02
047.DE.6376.QM8
berkas 5, hlm. 9 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o47.DE.6376.OMB.OO 1 Komunikasi Publik Kebijakan pelaksanaan
UU TPKS
7 O k giatan l.aoo.ooo 04 19 04
07 02 03 01
04 16 0l o3
ol
047.DE.6376.QM8.002 KIE Kemitraan Kebijakan 4 4 kegiatan 800.ooo 04 19 04 o1
047.DE.6377 Perumusan Kebijakan Perlindungan
Khuaua Anak
80.125.OOO
047.DE.6377.PAA Undang-Undang 600.000
047.DE.6377.PAA.002 Revisi Undang Undang Perlindungan &!ak o o RUU 600.000 07 02 02 02
047-DE.6377-PAn Peraturan Presiden 300.ooo
047.DE.6377.PAD.001 Rancangan Peraturan Presiden tentang
Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan
Terhadap Anak
o 0 R.Perpres 300.ooo 04 16 0l 03
04 t7 02 03
047.DE.6377.PAG Peraturan Menteri 2.000.ooo
047.DE.6377.PAG.001 Revisi Permen PPPA No. 4 Tahun 2017
tentang Perlindungan Khusus Bagi Anak
Penyandang Disabilitas
I o PerMen 200.000 07 02 02 02
SK No 144164C
berkas 5, hlm. 10 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6377.PAG.002 Revisi PcrEen PPPA No. 7 Tahun 2019
tentang Pedoman Perlindungan Anak dari
Radikalisme dan Tindak Pidana Terorisme
I 0 PerMen 200.ooo 07 02 02 02
047.DE.6377.PAG.003 Peraturan Menteri terkait Perlindungan
Anak Kondisi lorusus
o 1 RFermen 800.ooo 07 02 02 02
047.DE.6377.PAG.004 Peraturan Menteri terkait Perlindungan
Anak Korban Kekerasan
o I PerMen 800.ooo 07 02 02 02
047.DE.6377.PBN Kebijakan Bidang Sosial 5.725-OOO
047.DE.6377.PBN.001 Rekomendasi Kebijakan tentang lsu
Perebutan Hek Asuh Anak
0 Rekomendasi
Kebijakan
150.000 07 02 02 02
047.DE.6377.PBN.002 Rekomendasi Kebijakan terkait dengan
lanjutan RPerpres Stranas PKTA
o Rekomendasi
Kebijakan
150.OOO 07 02 02 02
04 17 02 o3
047.DE.6377.PBN.003 Rekomendasi Kcbij ak6n Rancangan
Undang-Undang tentang Perubahan atas
Undang-Undang Nomor ll Tahun 2012
tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
I o Re-komendasi
Kebijakan
750.000 04 t7 02 03
o7 02 02 02
047.DE.6377.PBN.004 Rckooerdqsi Kebijakan tentang
Perlindungan Khusus Ar!€k
3 o Rekomendasi
Kebijakan
r.800.000 07 02 02 02
SK No l44l65C.
Analisis Mendalam Hasil SNPHAR 2024 1.900.000 04 17 02 03 047.DE.6377.PBN.005 0 6 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 11 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6377.PBN.006 Rekomendasi Kebijakan mengenai
Pelak8artaa[ Standar Pelayanan bagi Atrak
yang menjadi Korban atau Pelaku
Pornografi
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
225.000 04 17 02 0s
047-DE.6377.PBN.007 Rekomendasi Kebijakan mengenai
Pelaksanaan Pelindungan Anak Korban
Perlakuan Sa.tah/ Penelantaran
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
250.OOO 04 t7 02 03
047.DE.6377.PBN.009 Rekomendasi Kebijakan mengenai
Perlindungan Anak dalsE Situasi Darurat
o o Rekomendasi
Kebijakan
225.OOO 04 t7 02 '03
047.DE.6377.PBN.01I Rekomendasi Kebijakan mengenai
Falekssnsrn Tata Cara Pelaksanaan
Tt Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat
Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dar
Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan
Seksual terhadap Anak
o o Rekomendasi
Kebijakan
275.000 04 t7 02 03
047.DE.6377.QMA Data dan Informasi Publik 71.500.000
047.DE.6377.QMAOO3 Pelaksanaan SNPHAR 2027 o O dokumen 71.500.000 04 t7 02 03
047.DE.6378 Layanan Ana* yang Memerlukan
Perlindungan Khusus
a6.7la-o40
SK No 144166 C
Koordinasi 5.705.230 047.DE.6378.PEA
berkas 5, hlm. 12 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047.DE.6378.PEA.001 Koordinasi Pelaksanaan Penyediaan
layanan Komprehensif bagi AMPK Korban
Kekerasan
32 43 kegiatan 5.705.230 04 t7 02 o3
047. DE.637a.PEA.O0 l.OOOO Koordinasi Pelaksanaan Penyediaan
Layanan Komprehensif bagi AMPK Korban
Kekerasan - Pusat
32 43 kegiatan 5.705.230 04 17 02 02
047.DE.6378.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 22.566.120
047.DE.6378.0AA.0O1 AMPK Korban Kekerasan yang
Mendapatkdr Layanan Tingkat Nasional
425 525 Orang 22.#6.120 04 L7 02 02
07 02 02 01
047.DE.6378.QAH Pelayanan Publik Lainnya 53.350.440
047.DE.6378.QAH.OOr Layanan KtPA terintegrasi Melalui SAPA
129
I I layanan 53.350.440 01 05 02 02
04 t6 02 0l
04 t? 02 02
047.D8.6378.QEA Bantuan Masyarakat 5.096.250
047.DE.6378.QEA"OOl AMPK Korban Kekerasan yang Mendapat
layanan Bantuan Khusus Anak
425 525 Orang 5.096.250 04 t7 02 02
SK No 144167C
Program Dukungan Manajemen 2.OOO.OOO
07 02 02 0l
047-WA
berkas 5, hlm. 13 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
047-WA.6380 Pengelolaan Data dan Sistem Informasi 2.000.000
047.WA6380.QMA Data dan Informasi Publik 2.000.000
047.WA6380.QMA.OO4 Publikasi Statistik Bidang PPPA 5 5 layanan 2.000.000 04 19 05 0l
959.347.603
Keterangan:
cl Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
TOTAL
SK No l,14168 C
berkas 5, hlm. 14 OCR
KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
r. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indik tor Prioritas Nasional
PN 07 - Indeks Reformasi Birokrasi Nasional 69,98 71,38 77,26
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 07.07 - Indeks Sistem Merit ASN o,54 |.2023) 0,61 0,65
PP 07.08 - Indeks Pelayanan Publik 3,74 (2023) 3,68 3,80
PP 07.08 - Nilai akuntabilitas kinerja rata-rata nasional 64,91 |.2023) 70 7S
PP 07. lO - Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik 2,79 (2023) 3,OO 2,OO
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.07.01 - Aspek penggajian, penghargaan dsn disiplin Indeks Sistem Merit persen 67 67
(target mengikuti
instrumen Indeks
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
SK No 144169 C
persen 6l 6l
target mengikuti
KP 07.07.01 - Aspek manajemen kinerja Indeks Sistem Merit
berkas 5, hlm. 15 OCR
FR,ESIDEN
INDIKAToR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
instrumen Indeks
Sistem Merit Jrarg
dimutakhirkan)
KP 0?.07.01 - Persentase instansi pemerintah yang aspek penghargaan dan pengakuan berbasis
kinerja dalam Indeks Sfutem Merit ASN Efurimal 'menengah'
persen 54
(indikator baru) indikator baru)
KP 07 ,O7.O2 - Aspek perencanaan kebutuhan Indeks Sistem Merit persen 78,45 (2023) 74,45
(target mengikuti
instrumen Indeks
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
KP 07 ,O7.O2 - Aspek pengadaan Indeks Sistem Merit persen 78,91 (2023) 78,91
(target mengikuti
instrumen Indeks
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
KP O? .O7.O2 - Persentase instansi pemerintah yang aspek perencanaan kebutuhan dalam Indeks
Sistem Merit ASN minimal 'menengah'
persen 54
(indikator baru) indikator baru)
KP 07 ,O7.O2 - Persentase. instansi pemerintah yang aspek pengadaan pegawai dalam Indeks Sistem
Merit ASN minimal 'Dreneruah'
persen 54
(indikator baru) (indikator baru)
SK No 144171 C
pefs€lr
(indikator baru) (indikator baru)
54 KP 07.07.02 - Persentase instansi pemerintah yang aspek manajemen talenta dalam Indeks Sistem
Merit ASN aLliEal 'menengah'
berkas 5, hlm. 16 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 07.07.02 - Persentase instansi pemerintah yang aspek standar kompetensi jabatan dalarn Indeks
Sistem Merit ASN minimal 'menengah"
persen 54
indikator baru) (indikator baru)
KP 07.07.02 - Persentase instansi pemerintah yang aspek standardisasi jabatan dalam Indeks Sistem
Merit ASN minimal 'menengah'
persen 54
(indikator baru) (indikator baru)
KP 07.07.03 - Aspek pengembangan karir Indeks Sistem Merit persen 33,57 (2023) 3:1,57
(target mengikuti
instrumen Indeks
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
KP 07.07.03 - Persentase. instansi pemerintah yang aspek pengembangan kompetensi dalam Indeks
Sistem Merit ASN minimal 'menengah'
persen 54
(indikator baru) (indikator baru)
KP 07.07.04 - Aspek sistem informasi Indeks Sistem Merit persen 57,2 (2023) 57,2
(target mengikuti
instrumen Indeks
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
KP 07.07.04 - Persentase instansi pemerintah yang aspek digitalisasi manajemen ASN dalam Indeks
Sistem Merit ASN minimal 'menengah'
persen - (indikator baru) - (indikator baru) 54
KP 07.07.05 - Indeks BcrAkl ak 61,1 (2023) 61,1
SK No 144172G
(target mengikuti
instrumen Indeks
berkas 5, hlm. 17 OCR
FF.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
KP 07.07.05 - Persentase instansi pemerintah yang aspek budaya kerja dan citra institusi ASN dalam
Indeks Sistem Merit ASN minimal 'menengah
perSen - (indikator baru) - (indikator baru) 54
KP 07.07.06 - Jumlah instansi pemerintah yang Indeks Sistem Merit minimal "baik" instansi
pemerintah
98
(target mengikuti
instrumen Indeks
Sistem Merit yang
dimutakhirkan)
KP 07.07.06 - Persentase instansi pemerintah yang Indeks Sistem Merit minimal 'menengah" persen - (indikator baru) - (indikator baru) 54
KP 07.07.06 - Fcrs.ntasc rekomendasi kebijakan hasil evaluasi manajemen ASN yang dimanfaatkan persen - (indikator baru) - (indikator baru) 100
KPO7.O8.0l - Indeks Pelayanan Publik K/L 4,16 (2023) 3,9 4,07
KP 07.08.01 - Indeks Pelayanan Publik Provinsi 3,91 (2023) 3,64 3,8
KP 07.08.01 - Indeks Pelayanan Pubik Kabupaten 3,63 12023) 3,51 3,62
KP O7.O8.O I - Indeks Pelayanan Publik Kota 4,Or (2023) 3,96 4,09
KP 07.08.02 - Persentase instansi pemerintah (K/L) dengan nilai akuntabilitas kinerja Baik (kategori
"B" ke atas)
persen 97,62 9? 100
SK No 144173 C
persen ro0 100 100 KP 07.08.02 - Fcf,sctrtase instansi pemerintah (provinsil dengan nilai akuntabilitas kinerja baik
(Lateg6i "B' ke atas)
berkas 5, hlm. 18 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 07.08.02 - Persentase instansi pemerintah (kab/kota) dengan nilai akuntabilitas kinerja baik
(kategori "8" ke atas)
pcf,8€n 75,79 76 m
KP 07. rO.O I - Jumlah kebijakan pemerintah digital yang ditetapkan kebijakan - (indikator baru) 4 o
KP 07.lO.O I - Jumlah lembaga yang menerapkan arsitektur pemerintah digital lembaga - (indikator baru) o 614
KP 07.10.03 - Persentase ASN dengan kompetensi digital optimal persen - (indikator baru) 50 90
KP 07.10.04 - Jumlah layanan publik prioritas yang terintegrasi dalam portal pel,ayanan publik layanan - (indikator baru) lo 50
SK No l4l74C
berkas 5, hlm. 19 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2O2*2O29
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
048.CO Program Kebijakan, Pembinaan Profesi, dan
Tata Kelol,a ASN
457.770.269
044.co.6189 PeruEu san Kebijakan PANRB 27.898.994
048.CO.6189.PAC Peraturan Pemerintah 1.040.000
048.CO.6189.PAC.001 Peraturan Pemerintah tentang Kenaikan
Gaji ASN, TNI, dan Polri
3 o PP 520.OOO 07 07 01 ol
048.CO.6189.PAC.002 Peraturan Pemerintah terkait Pemberian
Penghargaan dan Pengakuan bagi Pegawai
ASN
o o PP 520.OOO 07 07 01 01
048.CO.6189.PAD Peraturan Presiden 1.760.000
048.CO.6189.PAD.001 Peraturan Presiden terkait Pendidikan
Berjenjang
0 0 PerPres 440.000 07 0? 03 o1
048.CO.6189.PAD.002 Peraturan Pelaksanaan atas Peraturan
Pemerintah terkait Pemberian Penghargaan
dan Pengakuan baai Pegawai ASN
o O PerPres 880.OOO 07 07 0l 0l
SK No 14175 C
Peraturan M€nt€f,i
O PerPres
1.000.000
048.CO.61a9.PAD.006 Peraturan Presiden tentang tata kelola Mal
Pelayanan Publik
0 ,+4O.OOO 07 08 01 Ol
048.C0.6189.PAG
berkas 5, hlm. 20 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
048.CO.6r89.PAG.OO1 Peraturan Menteri tentang Kompetensi ASN 0 O PerMen 200.000 07 07 03 ol
o48.CO.6189.PAG.OO2 Peraturan Menteri PANRB t€f,kait Evaluasi
Jabatan ASN
o 0 PerMen 200.000 07 07 0l 0l
048.CO.6189.PAG.OO3 Peraturan Menteri PANRB terkait Sistem
MatlqieEcn Kin€f,ja ASN
o O PerMen 200.ooo 07 07 01 02
o48.CO.6l89.PAG.OO4 Peraturan Menteri PANRB terkait
Manajemen Talenta
o O PerMen 200.000 07 07 02 01
048.CO.6189.PAG.OO9 Peratu.ran Menteri PANRB tentang Jabatan
Fungsional ASN
0 0 PerMen 200.ooo 07 0? 02 04
048.CO.6189.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 5.770-000
048.CO.61a9.PBL.O14 RckoEcardasi Rancangan Kebijakan
Perencanaan, Pengendalian Pelaksanaan,
dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
lnstansi Pemerintah
I o Rekomendasi
Kebijakan
2.770.OOO 07 08 02 01
048.CO.6r89.PtsL.Or6 Kebijakan Nasional Transformasi Digital
Pemerintah
0 I Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 lo ol o1
o4a.co.6la9.PtsL.0l7 Kebijakan Nasional Arsitektur Pemerintah
Digital
0 I Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 lo 0l ol
SK No 144176C
r.000.000 07 10 01 01 048.CO.6189.PBL.018 Kebijakan Pelaksanaan Transformasi
Digital Pemerintah
n o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 21 OCR
-62r-
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2o25-2025
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
048.C0.6189.PBM Kebijakan n Bidang Pelayanan Publik 4.448.994
o48.CO.6la9.PBM.O0 r Rekomendasi kebijakan tentang Tata Kelola
MaI Pelayanan Publik
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 08 01 ol
048.C0.6189.PBM.003 Rekomendasi Kebijakan Pembangunan
Ekosistem Pelayanan Publik
0 Rekomendasi
Kebijakan
944.994 07 08 0l o1
048.CO.6l89.PBM.OO5 Rekomendasi Kebijakan tentang Perluasan
Cakupan Akses Pelayanan Publik
o I Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 08 0l o1
o48.CO.6lA9.PtsM.006 Standardisasi Pelayanan Publik Digital
Terintegrasi
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
1.500.000 07 10 04 0l
048.CO.6l89.PBQ Kebijakan Bidang Aparatur 13.880.000
o48.CO.6189.PtsQ.OOl Rekomendasi Kebijakan P.f, Perencanaan
Kebutuhan dan Pengadaan Pegawai ASN
Nasional
o Rekomendasi
Kebijakan
3.600.000 04 04 02 03
02 09 06 03
048.CO.6 189.PBQ.0Ol.OOO0 Rekomendasi Kebijakan Perencanaan
Kebutuhan dan Pengadaan Pegawai ASN
Nasional - Pusat
o I Rekomendasi
Kebijakan
3.600.000 07 07 02 03
o48.CO.6r89.PtsQ.OO2 Rekomendasi Kebijakan Manajemen
Penghargaan dan Pengakuan Berbasis
Kinerja SDM Apar:atur
o I Rekomendasi
Kebijakan
2.29t.AaO 02 09 06 03
07 07 01 ol
048.CO.6l89.PBQ.OO3 o
SK No 144177 C
2.500.000 02 09 06 o3
berkas 5, hlm. 22 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rekomendasi Kebijakan Penguatan Budaya
Kerja Pegawai ASN da,r Peningkatan Citra
Institusi ASN
Rekomendasi
Kebijakan
07 07 0s ol
048.CO.6189.PtsQ.004 Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
Kompetensi Pegawai ASN
o I Rekomendasi
Kebijakan
2.600.000 07 07 03 0l
02 09 06 03
048.CO.6 l89.PBQ.0O5.O0OO Rekomendasi Kebijakan Pengelolaan
Kinerja Pegawai ASN - pusat
o I Rekomendasi
Kebijakan
488.120 07 0? ol 02
O48.CO.6f 89.PtsQ.OO6.OOOO Rekomendasi Kebijakan Manajemen
Talenta dan Karier lbga\yai ASN - pusat
0 I Rekomendasi
Kcbij6Lan
2.000.000 07 07 02 01
048.CO.6189.PE|Q.007 Rekomendasi Kcbij okan Pendidikan
Berjenjang
o o Rekomendasi
Kebijakan
200.000 07 07 03 01
o48.CO.6r89.PtsO.OO9 Rekomendasi Kebijakan hasil Evaluasi
Manajemen ASN
o o Rekomendasi
Kebijakan
200.ooo o7 07 06 02
048.CO.6191 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan
Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas
Aparatur, dan Pcn8au,asaI
22.343.360
o48.CO.619r.PEA Koordinasi 583.120
048.CO.6191.PEA.002 Internalisasi Kebijakan Konflik Kepentingan
pada Instansi pemerintah da,r masyarakat
I O kegiatan
SK No l4r'.l78C
583.120 07 07 05 0l
berkas 5, hlm. 23 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
{Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
048.C0.6191.UAI Peningkatan Manajemen Lembaga
Pemerintahan
21.760.240
048.CO.6 r9r.UAr.OO2 Koordinasi dan Asistensi Penerapan SAKP
di Instansi ttrsat dan Pemerintah Dacf,ah
116 116 Lembaga 13.710.240 07 08 02 01
o48.CO.6l91.UAI.O28 Asistensi Implementasi Kebijakan Kor lik
Kepentingan
50 50 Lembaga 4.050.000 07 07 05 01
o48.CO.6t9l.UAl.O29 Evaluasi Implementasi Kebijakan Konflik
Kepentingan
0 624 Lembaga 4.000.000 07 07 05 01
048.CO.6192 Koordinasi Penerapan Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik
50.005.966
048.CO.6192.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 22.8/Js.966
048.CO.6192.PBL.001 Rekomendasi Percepatan Transformasi
Digital dan Keterpaduan Layanan Digital
Nasional
I Rekomendasi
Kebijakan
15.455.966 07 lO 01
02 09 06 03
o1
048.C0.6192.PBL.002 Kebijakan Kedaulatan sistem pemerintah
digital
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 lo 0l 02
048.CO.6192.PBL.003 Rekomendasi strategi dan standar
kedaulatan pemerintah digital
o u Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 lo ol 02
SK No 14r'.179 C
Kebijakan Evaluasi PetncrLttah Digital 750.OOO 07 10 01 o3 048.CO.6l92.PBL.OO4 n I Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 24 OCR
R,EPUBLIK INDONEsIA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
048.CO.6192. PBL.005 Reka Ulang Proses Bisnis Tematik sesuai
Arsitektur Pemerintah Digital pada Layanan
Digital Terintegrasi
o o Rekomendasi
Kebijakan
3.600.000 07 lo ol 04
048.CO.6192.PBL.006 Kebijakan dan Strategi Pengembangan
Korop€t€nsi dan Budaya Digital ASN
o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 10 03 0l
048.C0.6192.PEA Koordinasi 12.000.000
048.CO.6 l92.PEA"OO T.OOOO Koordinasi Keterpaduan layanan publik
prioritas dalam Portal Pelayanan Publik
8€3uai proses bisnis tematik - Pusat
1 I kegiatan 8.000.000 07 to 04 0l
048.CO.6192.PEA.002 Koordinasi Keterpaduan layanan
administrasi pemerintah dalam Portal
Layanan Administrasi
I I kegiatan 4.000.000 07 lo 04 03
048.CO.6192.UAI Peningkatan Manajemen Lembaga
Pemerintahan
15.200.000
048.CO.6l92.UAI.OO2 Evaluasi Kinerja Pcmc.intrh Digital
Nasional
637 637 Lembaga ro.000.ooo 07 lo ot o3
o48.CO.6r92.UAr.O03 Pembinaan penerapan arsitektur
pemerintah digital
o 614 t Lembaga 5.200.000 w lo ol ()4
SK No lzl4l80 C
Koordinasi Pelaksanaan dan Pemantauan
Kebijakan SDM Aparatur
294.623.831 o4a.co.6l94
berkas 5, hlm. 25 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ XEGIATAN/KRO/ RO{PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
048.C0.6194.PEA Koordinasi I l.800.ooo
048.C0.6194.PEA.001 Koordinasi Pemenuhan Kebijakan terkait
Roadmap Penerapan Sistem Pensiun
o O kegiatan 800.ooo 07 07 01 01
048.CO.6194.PEA002 Sinkronisasi dan pengendalian
pelaksanaan kebijakan terkait Sistem Merit
ASN
0 I kegiatan 2.OOO.OOO 07 07 06 0l
048.CO.6194.PEA.003 Koordinasi atas pelanggaran penerapan
Sistem Merit ASN
o I kegiatan 2.000.000 07 07 06 01
o48.CO.6l94.PEA@5 Evaluasi Manajemen ASN o I kegiatan 3.000.000 07 07 06 02
048.CO.6194.PE4.006 Koordinasi pemanfaatan rekomendasi
kebijakan hasil evaluasi manajemen ASN
o I kegiatan 4.000.000 07 07 0,6 02
048.CO.6194.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 213.523.831
o48.CO.6r94.UAB.O0l Pengembangan Pla6or6 Digital Manajemen
ASN
o Sist€@
Informasi
213.523.831 07 07 04 001
o4a.co.6194.UAr Peningkatan Manajemen t Lembaga
Pemerintahan
69.300.000
048.CO.6l94.UAI.OOl Koordinasi penerapan kebijakan Sistem
Merit ASN Aspek Penghargaan dan
Pengakuan berbasis kinerja SDM Aparatur
0 350 Lembaga 7.700.000 07 07 0l 0l
SK No lzl4l8l C
berkas 5, hlm. 26 OCR
FR,ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
048.CO.6 r94.UN.002 Koordinasi pel,aksanaan kebijakan terkait
Sistem Merit ASN Aspek Standar
Kompetensi Jabatan
o 350 Lembaga 7.700.000 07 07 02 04
o48.CO.6194.UAI.OO3 Koordinasi pelaksanaan kebijakan terkait
Sistem Merit ASN Aspek St Standardisasi
Jabatan
o 350 Lembaga 7.700.000 07 07 02 ()4
048.CO.6l94.UAt.OO4 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Sistem
Merit ASN Aspek Digitalisasi Manajemen
ASN
o 350 Lembaga 7.700.000 0? 07 04 001
o48.CO.6r94.UAr.OO5 Koordinasi pelaksanaan kebijakan Sistem
Merit ASN Aspek Perencanaan Kebutuhan
o 350 Lembaga 7.700.000 07 07 02 o3
048.CO.6194.UAr.006 Koordinasi pelaksanaan kebijakan Si8terr
Merit ASN Aspek Pengadaan
0 350 Lembaga 7.700.000 07 07 02 03
048.CO.6l94.UAl.OO7 Koordinasi pelaksanaan kebijakan Sistem
Merit ASN Aspek tbnseEbargsn
Kompetensi
o 350 Lembaga 7.700.000 o7 07 03 01
048.CO.6l94.UAr.OO8 Koordinasi pelaksanaan kebijakan Sistem
Merit ASN Aspek Manajemen Talenta
0 350 Lembaga 7.700.000 07 07 02 0l
048.CO.6l94.UAI.OO9 Koordinasi pelaksanaan kebijakan Sistem
Merit ASN Aspek Budaya Kerja
o 350 Lembaga
SK No 144182 C
7.700.000 07 07 05 01
berkas 5, hlm. 27 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
048.CO.6195 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan
Evaluasi Pel,ayanan Publik
62.898.118
048.CO.6195.UAI Peningkatan ManqicDcn t Lembaga
Pemerintahan
62.898.118
o48.CO.6l95.UAr.OO5 Monitoring dan Penguatan Pelayanan
Publik Ramah Kelompok Rentan
25 12O Lembaga 21.081.410 07 08 01 02
048.CO.6 r95.UAI.OlO Su-rvei Kepuasan Masyarakat 326 326 Lembaga 12.o7a.2a5 07 08 01 04
048.CO.6l95.UAI.Ol I Penguatan Jaringan Inovasi Pelayanan
Rrblik Nariqral (JIPPNAS)
10 0 Lembaga 1.500.000 07 08 01 o1
048.CO.6195.UAI.013 Fasilitasi Penerapan MPP Digital 20 20 Pemda 11.664.201 07 08 01 02
o4a.co.6l95.uAt.o 14 Pemantauan dan Evaluasi Kinerja
Penyelenggaraan Pelayanan t\rblik
633 633 Lembaga 16.574.222 07 08 01 04
TOTAL 457.770.269
Keterangan
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 14,4183 C
berkas 5, hlm. 28 OCR
BADAN INTELIJEN NEGARA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.04 - FYaSile State Index 63,7 62,4 59,2
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.04.02 - Cakupan deteksi dini intelijen persen loo loo loo
SK No l,l4l84 C
berkas 5, hlm. 29 OCR
REPUEUK INOONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KECIATAN/ I(RO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o50.BK Program Penyelidikan, Pengamanan, dan
Penggalangan Keamanan Negara
200.500.000
050.BK.2856 Operasi Kontra Intelijen 178.000.000
o50.BK.2856.QHB Operasi Bidang Keamanan 178.000.000
050.8K.2856.QHB.0O7 Operasi Intelijen Kontra T€f,on'h,re |.'!E 898 operasi 101.500.001 02 04 02 01
o5o.BK.2856.QHB.0O8 Operasi Intelijen Kontra Separatisme 794 T operasi 76.499.99 02 04 02 0r
050.BK.3074 Operasi Intelijen Siber 22.500.000
o5o.BK.3074.QHB Operasi Bidang Keamanan 22.500.000
05o.8K.3074.QHB.006 Penguatan Operasi Intelijen Sib€f, 48 4A operasi 12.500.000 02 05 04 0l
05o.8K.3074.QHB.0O7 Penirykatan lGrja Saraa Intelijen Siber
Ant{ Lembaga Intelijen Dunia
7 7 operasi to.ooo.ooo 02 0s 03 02
050.WA Program Dukungan Manajemen r.003.139.820
050.WA.2851 Penyelenggaraan Dukungan Administrasi
dan Sumber Daya Manusia
l -oo3.139-420
SK No 149573 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 12.500.000 050.WA.2851.0DB
berkas 5, hlm. 30 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05o.wA.285l.QDB.OO l Pembentukan Tim Reqron Ancaman
Intelijen Siber
1 I Tim 12.500.000 02 05 03 03
050.WA.2851.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 150.000.000
050.WA.2851.RAF.002 Integrasi Cyber Intelligent Analytics (CIA) 7 Unit 150.OOO.OOO 02 05 0l ol
050.WA.2851.RAF.003 Modernisasi Peralatan Teknologi Intelijen o o Paket oo2020202
050.WA.2851.SBA Pendidikan Tinggi 815.639.820
050.WA.2851.SBA.001 Sarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara
(STIN)
400 4OO Orang 815.639.820 02 04 02 In
050.WA.2851.TBC layanan Manajemen SDM Internal 25.000.000
050.WA.2851.TBC.001 Peningkatan Komp€tcalei SDM Intelijen
Siber
25 25 Orang 25.OOO.OOO 02 04 02 02
TOTAL 1.203.639.819
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144186 C
berkas 5, hlm. 31 OCR
BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_20.29
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.05 - Indeks Keamanan dan Ketahanan Siber - (Indikator Baru) o,69 0,84
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
I(P 02.05.01 - Persentase pemanfaatan inovasi hasil perekayasaan di bidang keamanan siber dan
sandi
persen - (Indikator Baru) 33 66,7
KP 02.05.02 - Rata-rata Corrpere\cA Gap Index (CGI) SDM siber dan sandi persen - (Indikator Baru) 16 a
KP 02.05.03 - Nilai ketrat ngan keamanan siber PSE 2,59 2,77 3,55
KP 02.05.03 - Nilai kematangan penyelenggara persandian - (Indikator Baru) 3 3,7
KP 02.05.04 - Indeks Kesiapsiagaan dan Ketahanan Siber Nasional - (Indikator Baru) 0,70 0,84
SK No 144187 C
berkas 5, hlm. 32 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
051.BO Program Keamanan dar Ketahanan Siber
dan Sandi Negara
7.000.789.863
051.BO.3121 Pengembangan SDM Keamanan Siber dan
Sandi
25.704.326
05l.Bo.3r2r.PDI Sertifikasi Profesi den SDM 2.9&.696
05l.Bo.3l2l.PDt.oor Sertifikasi SDM Berdasarkan Standar
Kompetensi Keamanan Siber dan Sandi
(RPJMN)
360 360 Orang 2.960.696 02 05 02 0l
051.BO.3121.SCG Pelatihan Bidang Politik, Hukum,
Pertahanan dan Keamanan
22.743.630
05l.Bo.3l2l.scc.o01 Pelatihan bagi SDM Keamanan SPtsE
(RPJMN)
300 300 Orang 6.461.717 07 rO 03 03
05l.Bo.3r2l.scc.oo2 Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM
Berdasarkan Standar Kompetensi
Keamanan Siber dan Sandi (RPJMN)
325 325 Orang 6.658.413 02 05 02 0l
SK No 144188 C
Orang 9.223.500 02 0s 02 o1 05r.Bo.3r2 t.scc.003 Pelatihan TeLnfu Bidang Keamanan Siber
dar Sandi (RPJMN)
berkas 5, hlm. 33 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
051.B0.3123 Pendidikan Profesional di Bidang Siber dan
Sandi
330.000.000
05t.Bo.3r23.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 3ilo. ooo.000
05l.Bo.3l23.RBr.00l Fasilitas Pembangunan Sumber Daya
Manusia Keamanan Siber dan Sandi yang
Terbangun di Poltek SSN (RPJMN)
o 6 unit 330.000.000 02 05 0l 01
051.Bo.3124 Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik 371.a26.OOO
05l.Bo.3r24.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat la.826.OOO
05l.Bo.3l24.QAA0O l Optimalisasi Pemanfaatan Sertifikat
Elektronik dalam Mendukung
Pemerintahan Digit f (RPJMN)
o 5000000 Orang 18.826.000 07 lO 02 03
051.B0.3124.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dalt
Keamanan
353.000.000
051.8o.3124.RBM.001 Penerapan Sertifikat Elektronik pada
Pelayanan Publik (RPJMN)
o 1 unit 353.000.000 02 05 0l 02
051.80.6653 huEusan Kebijakan Keamanan Siber dan
Sandi
9.197.929
SK No 144190 C
Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
5.615.028 051.8o.6653.PtsE
berkas 5, hlm. 34 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o5l.Bo.6653.PBE.00l Rancangan Undang-Undang tentang
Keamanan dan Ketahanan Siber
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.615.028 02 05 03 01
03 02 02 003
o5t.Bo.6653.PEC Kerja sama 3.542.901
o51.BO.6653.PEC.OOl Kerja Sa,ra Bilateral dan Multilateral di
Bidang Keamanan Siber
I 3 Kesepakatan 3.582.901 02 05 03 02
051.BO.6654 Penyelenggaraan Operasi Keamanan Siber
dan Sandi
5.985.368.488
051.Bo.6654.PBE Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
197.OOO
05r.8o.6654.PtsE.001 Roadmap Peningkatan Budaya Keamanan
Informasi (RPJMN)
I o Rekomendasi
Kebijakan
197.000 02 05 02 02
o5l.Bo.6654.QHB Opcf,asi Bidang Keamanan 90.500.221
05t.Bo.6654.QHB.OOl Op€f,asi Audit IGaraanan SPtsE 13 23 operasi 13.319.242 07 lO 02 03
05l.Bo.6654.QHB.OO2 Operasi Penanganan Perkara CYber Related
Crime
1 operasi 2.900.203 02 05 04 02
o5l.Bo.6654.QHB.0O3 Peningkatan Budaya Keamanan Siber 4 4 operasi 2.173.226 02 05 02 02
SK No 149574C
59.400.000 02 05 04 0l o5l.Bo.6654.QHB.0O4 Operasi Pengamanan Siber dan Sandi pada
Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029
o 59 operasi
berkas 5, hlm. 35 OCR
PRESIOEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05l.Bo.6654.OHB.OO5 Operasi Dukungan Penyidikan dalam
rangka Pengungkapan Perkara Siber
o 3 operasi 7.059.750 02 05 04 01
051.BO.66s4.QHB.006 Op€f,asi Profiliag Sinyal di Kawasan Indo-
Pasmk
0 3 operasi 5.647.800 02 05 04 0l
051.BO-66s4-RAr' Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 4.494.6? 1.267
051.BO.6654.RAF.001 Penguatan Ekosistem Keamanan Siber di
Indonesia (PHLN)
I 0 Paket roo 02 05 01 ol
051.BO.6654.RAF.002 Optit ralisasi Sistem Pemantauan dan
Deteksi Ancaman Siber Sosial (PHLN)
I o Paket loo 02 05 01 ol
051.BO.6654.RAF.003 Perluasan Calqtpan Fcrargkat Traffic
analysis National Security Operation Center
(NSOC) (RPJMN)
I I Paket 1.534.258.054 02 05 0l ol
051.BO.6654.RAF.004 Si8teo Pemantauan dan Deteksi Serangan
Siber Sosial (RPJMN)
3 3 Paket 150.000.000 02 05 0l 0l
051.BO.6654.RAF.005 Infrastruktur Kriptografi Nasional
(Cryptography as a Service)
I Unit 146.047.076 02 05 01 ol
051.BO.6654.RAF.006 Peralatan Operasi Pengamanan Sinyal
(RPJMN)
0 I Paket 484.720.000 02 05 01 01
SK No 144192 C
0 Unit 110.000.000 02 0s 01 01 051.BO.6654.RAF.007 Sistem Pelindungan Infrastruktur Informasi
Vital (RPJMN)
o
berkas 5, hlm. 36 OCR
-636-.
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
051.BO.6654.RAF.008 Platform National Cyber Threat Database
(RPJMN)
:al 2 Unit 100.000.000 02 05 0l o1
051.BO.6654.RAF.009 Sistem Penelusuran Indikasi Potensi
Ancaman Siber (RPJMN)
o o Unit 5.000.937 02 05 0l ol
051.BO.6654.RAF.010 Sist€@ Terintegrasi Audit Keamanan SPBE
(RPJMN)
o 3 Unit 120.000.000 07 lo 02 03
051.BO.6654.RAF.0r r Penguatan Perangkat Command Center
Kriptografi
o I Unit 100.000.000 02 05 0l ol
051.Bo.6654.RAF.012 Sarana Operasi Analisis Sinyal RPJMN) I I Paket 594.182.500 02 0s 0l ol
051.BO.6654.RAF.013 Pembangunan SSOC IKN (Perpres 63 2022) o I Paket 1.058.962.500 06 05 0l o7
ol ol o5 02
051.BO.6654.RAF.016 Peningkatan Kapasitas Sistem Pengalihan
Serangan Siber
o 1 Paket 32.000.000 02 05 0l 01
051.80.6654.RAF.017 Sistem Pangkalan Data Insiden Siber o I Pek t 59.500.000 02 05 01 o1
05r.Bo.6654.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
1.400.000.000
SK No 144193 C
I Kawasan 1.400.000.000 02 05 0l 01 051.B0.6654.RBM.002 Pembangunan National Signal Analysis
(RPJMN)
o
berkas 5, hlm. 37 OCR
ircIiI, NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
051.B0.6655 Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber
dan Sandi Sektor Pemerintahan dan
Pembangunan Manusia
123.678.200
051.B0.6655.PAG Peraturan Menteri 350.000
05l.80.6655.PAG.O0 r Peraturan BSSN tentang Peta Jalan
Pelindungan IIV Sektor Administrasi
Pemerintahan Tahun 2O3O - 2034
o I PerMen 350.OOO 02 05 03 0l
05r.Bo.6655.PtsE Kebijakan Bidang Pertahanan dsn
Kcamsllen
257.173
051.BO.6655.PBE.OO l Penyusunan Peta Jalar Pelindungan Iw
Sektor P€rtehensn
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
257.173 02 05 03 0t
05l.Bo.6655.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 51.469.605
05l.Bo.66s5.QDB.OOl Pembinaan Peningkatan Kapasitas
Keamanan SPBE Lingkup Instansi
Pengelola Aplikasi UEIuE dan Inisiatif
Strategis Arsitektur SPBE Nasional
24 32 Lembaga 7.914.384 07 lO 02 03
05t.Bo.6655.QDB.OO2 Pembinaan K€roatangatr Keamanan Siber
Sektor Administrasi Pemerintahan:
Pemerintah Pusat
105 f6O Lembaga 43.555.221 02 05 03 03
SK No l4/.l94C.
Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 45.000.ooo
0,6 0l ol 001
051.BO.6655.RAF
berkas 5, hlm. 38 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
051.BO.6655.RAF.001 Sistem Pengawasan Kepatuhan
Penanganan Insiden pada TTIS Organisasi
Sektor Administrasi Pemerintahan
n 2 I'laket 45.000.000 02 0s 0l 0l
051.8O.6655.U8A Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
26.601.422
051.8O.6655.U8A001 Pembinaan Kematangan Keamanan Siber
Sektor Administrasi Pemerintahan:
Pemerintah Daerah
7 34 Daerah
(Pror, / Kab/ Kota)
20.465.416 02 05 03 03
06 01 0l 001
051.80.6655.UBA.002 Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan
Sandi pada Provinsi Baru
4 4 Daerah
lProv/ Kab/ Kota)
6.136.006 02 05 03 03
051.Bo.6656 Fengembaruai Kapasitas Keamanan Siber
dan Sandi Sektor Perekonomian
68.110.972
051.BO.6656.PtsE Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
3.680.000
05t.Bo.6656.PtsE.OO r Peta Jalan Pelindungan lM€ktor
Keuangan
I I Rekomendasi
Kebijakan
| .444.725 02 05 03 0 I
051.8o.6656.PBE.002 Peta Jalan Pelindungan lMckor ESDM
dan Pangan
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
r.304.625 03 02 04 03
02 05 03 01
SK No l44l95C
926.650 02 05 03 o1 051.8o.6656.P8E.003 Peta Jalan Pelindungan IIV Sektor TIK d6n
Transportasi
I Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 39 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05r.Bo.6656.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 64.430.972
o5l.Bo.6656.QDB.OOr Pembinaan Kematangan Keamanan Siber
Sektor' Keuangan
60 60 Lembaga 16.998.324 02 05 03 03
05l.Bo.6656.ODB.0O2 Pembinaan Kematangan Keamanan Siber
Sektor ESDA dan Partg€n
45 45 Lembaga 19.907.169 02 05 03 03
osr.Bo.6656.QDB.003 Pembinaan Kematangan Keamanan Siber
S€ktq TIK dan Transportasi
50 90 Lembaga 18.315.619 02 05 03 03
osr.Bo.6656.QDB.OO4 Pembinaan K€roataigatr Keamanan Siber
Sektor Kesehatan
o fOO Lembaga 6.559.860 02 05 03 03
05l.Bo.6656.QDB.OO5 TIE Tanggap Insiden Siber (CSIRT) IIv
Sektor Keuangan yang Teregistrasi
0 O Lembaga soo.ooo 02 05 03 03
05r.Bo.6656.QD8.006 TiE Tanggap Insiden Siber (CSIRT) IIv
Sektor ESDM dan Pangan yang Teregistrasi
o 0 Lembaga r.075.ooo 02 0s 03 03
05r.Bo.6656.ODB.OO7 TiE Tanggap Insiden Siber (CSIRT IIv
Sektor TIK dan Transportasi yang
Teregistrasi
o f Lembaga 1.075.000 02 05 03 03
051.B0.6994 Penyelenggaraan Sertifikasi Teknologi
Keamanan Siber dan Sandi
86.903.948
SK No 14/.1960
Sertifikasi Produk 17.931.930 o5r.Bo.6994.PDC
berkas 5, hlm. 40 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05l.80.6994.PDC.Oo1 Sertifikasi produk teknologi keamanan
siber dan sardi berdasarkan standar yang
diakui oleh BSSN dalam rangka menjamin
keamanan Infrastruktur Informasi Vital
(rrv) RPJMN)
2 4 produk 17.931.930 06 01 0l 001
02 05 01 02
051.B0.6994.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 68.972.018
05 r.Bo.6994.RAF.OO1 Pengembangan Laboratorium Sertifikasi
dan Pengujian Produk Keamanan BSSN
(RPJMN)
o I Paket 64.972.014 02 05 01 In
TOTAL 7.OO0.749.463
Keterangan:
c) K€terubatar! Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 14,r'.197 C
berkas 5, hlm. 41 OCR
REPIJELIK INOONESIA
'64t-
BADAN PUSAT STATISTIK
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.08.02 - Tingkat pemanfaatan data statistik persen - (indikator baru) 76 86
KP 07.08.02 - Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 2,35 2,60 3,17
SK No l4l980
berkas 5, hlm. 42 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
054.GG Program Penyediaan dalr Pelayanan
Informasi Statistik
710.269.645
054.GG.2896 Pengembangan dan Analisis Statistik 397.469.656
054.GG.2896.QMA Data dan Informasi hrblik 397.469.656
054.GG.2896.QM4.006 Pemanfaatan Big Data untuk Statistik
Resmi
14 42 layanan 214.333.280 03 02 02 006
07 10 05 01
054.GG.2896.QM4.200 Data 5 Sasaran Visi lndonesia Emas dan 45
Indikator Utama Pembangunan
o 3010 Data 183.136.376 07 08 02 o3
054.GG.2897 Pelayanan dan Pengembangan Diseminasi
Informasi Statistik
81.155.572
054.GG.2897.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 81.155.572
o54.GG.2897.QDB.OO3 Pembinaan Statistik Sektoral 547 621 Lembaga 81.155.572 07 08 02 03
054.GG.2903 Penyediaan dan Pengembangan Statistik
Harga
181.454.860
SK No 144199 C
Data dan Informasi Publik 181.858.860 054.GG.2903.QMA
berkas 5, hlm. 43 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
os4.GG.2903.OMA006 PUBLIKASI/LAPORAN PENYUSUNAN
INFLASI
193 193 layanan 181.858.860 07 15 01 10
054.GG.2907 Penyediaan dan Pengembangan Statistik
Ketahanan Sosial
49.785.557
054.GG.2907.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Dcse 49.745.557
054.GG.2907.UBB.006 Pembinaan Desa Cinta Statistik 540 Desa/Kelurahan 49.745.557 06 07 03 03 o
054.WA Progam Dukungan Manajemen 277.279.47?
054.WA.2881 Penyusunan, Pengembangan, dan Evaluasi
Program dan Anggaran
277.279.477
o54.WA.288r.PEC Ke.ja sama 277.279.477
054.WA.2881.PEC. r24 laporan Kerja Sama OECD Bidang Statistik o I Dokumen 277.279.477 02 @ 06 0l
TOTAL 987.549.122
Keterangan:
cl Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dart Masyarakat
SK No l4r'.2W9
berkas 5, hlm. 44 OCR
KEMENTERI,AN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 02 - Indonesia Blue Eco'r.ony Index (IBEI) 34,25 l2023l 34,76 50,73
PN 02 - Indeks Ekonomi Hijau 59,17 (2020) 70,8 74.6
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 02. f9 - Persentase penurunan emisi GRK (kumulatif) persen 17,02 (2023) 18,37 21,12
PP 02.19 - Persentase penurunan emisi GRK (tahunan) persen 23,48 (2023) 26,67 30,11
W 02.22 - IBEI Pilar Ekonomi 22,19 12023) 24,43 35,92
W 02.22 - IBEI Pilar Lingkungan 31,27 l2023l 33,79 46,91
PP 02.22 - IBEI Pilar Sosial 55,19 (2023) 57,23 68,31
SK No t,l420l C
persen [n PF 06.01 - Persentase data sosial ekonomi keluarga lndonesia yang termutakhir dan terpilah secara
berkala
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
berkas 5, hlm. 45 OCR
PF.ESIDEN
REPUELIK INDONEsIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.09.04 - Jumlah rekomendasi kebijakan rencana aksi manajemen talenta nasional (MTN) rekomendasi
kebijakan
1 l2o23l I 1
KP O4,2O.O2 - Persentase pemprov yang melibatkan penyandang disabilitas dalam penyusunan
kebijakan
persen 73 (2023) 75 95
KP 04.20.02 - Pcrseartasc pemprov yang melibatkan lansia dalam penyusunan kebijakan persen l8 (2023) 30 50
KP 06.01.01 - Persentase K/L yang sistem datanya terhubung dengan sistem Regsosek persen 7 40 loo
KP 06.01.02 - Persentase Kementerian/Lembaga yaru memanfaatkan data Regsosek melalui
SEPAKAT
persen 30 60 100
KP 06.01.02 - Persentase pemerintah daerah yang memanfaatkan data Regsosek melalui SEPAKAT persen 30 60 100
KP 07.08.02 - Persentase kegiatan prioritas utama dengan kinerja baik persen 66,30 70 7A
KP 07.08.03 - Tingkat pemanfaatan hasil pengendalian program prioritas Presiden dalarn
penyelenggaraan pembangunan nasional
persen - (indikator baru) 30 50
KP 07. IO.OS - Nilai Indeks Satu Data Indonesia - (indikator baru) 51-70 91-100
KP 07. 14.02 - Jumlah peraturan KPBU yang ditetapkan peraturan 1 1 1
KP O? .14.02 - Jumlah sistem informasi terintegrasi yang dikembangkan sistem informasi I I I
SK No 144202 C
berkas 5, hlm. 46 OCR
FR,ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK Program Perencanaan Pembangunan
Nasional
95s.67 r.58r
055.CK.6262 Perencanaan Pembangunan Bidang
EkotloEi
to.772.442
055.CK.6262.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 4.787.771
055.CK.6262.PBA.560 Kebijakan Program Pengembangan
Ekonomi Biru
I I Rekomendasi
Kebijakan
4.787.771 02 22 07 03
02 16 03 04
055.CK.6262.PEA Koordinasi 5.984.71 I
055.CK.6262.PEA260 Pelaksanaan Pengendalian Inflasi Tingkat
Pusat dan Daerah
I I kegiatan 5.984.711 07 15 01 t2
055.CK.6263 Perencanaan Pembangunan Regional 7.244.t335
055.CK.6263-PAD Peraturan Presiden 1.260.124
055.CK.6263.PAD.360 Rancangan Perpres tentang Rencana Induk
Pembangunan Kawa.an Aglomerasi Jakarta
I R.Perpres 1.260.124 06 04 01 03
055.CK.6263.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan Wilayah 5.984.711
SK No 144203 C
I Rekomendasi
Kebijakan
5.984.711 06 0s 01 ol 055.CK.6263.PBP.470 Kebijakan Percepat n Pemindahan lbu Kota
Negara
I
berkas 5, hlm. 47 OCR
PR,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
055.CK.6264 Perencanaan Pembangunan Bidang
Kemaritiman dan SuEbcr Daya Alam
122.592.167
055.CK.6264.PBI Kebijakan Bidang Energi dan Suobcr Daya
Alam
23.938.843
055.CK.6264.PBI.460 Koordinasi Strategis Perencanaan dan
Pengembangan Geopark
I I Rekomendasi
Kebijakan
23.938.843 02 16 01 o4
03 05 08 OO2
03 0s 05 002
03 05 03 OO3
03 05 02 003
02 16 03 04
03 OS 09 002
055.CK.6264. PBI.460.OOOO Koordinasi Strategis Perencanaan dan
Pengembangan Geopark - Pusat
I I Rekomendasi
Kebijakan
23.938.843 03 05 ll oo2
03 05 07 @2
03 05 Ol N2
055.CK.6264.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 11.973.534
055.CK.6264.PBJ.570 Kebijakan Perencanaan Ekonomi Hijau
pada Sektor hiGitas
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
7.485.OOO 02 19 06 02
SK No l42MC
Rekomendasi
Kebijakan
4.488.534 02 16 03 03 055.CK.6264.PBr.sao Feawsrman Kebijakan Keanekaragaman
Hayati Nasional
I I
berkas 5, hlm. 48 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK.6264.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 27.131.914
055.CK.6264.PBR.160 Koordinasi Penguatan Tata Kelola Sistem
Pangan
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
27.131.914 02 10 16 04
055.CK.6264.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan bencana dan
perubahan ildio
20.946.489
055.CK.6264.PBS.560 Kebijakan Perencanaan Pembangunan
Rendah Karbon dan Berketahanan lldia
(PRKBI)
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
20.946.449 0A 03 05
02 19 06 02
ol
055.CK.6264.PBV Kebijakan Bidang Kehutatrsr 31.419.733
055.CK.6264.PBV.260 Kebijakan Perencanaan Bioekonomi dan
Konservasi Sumber Daya Air
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
31.419.733 02 21 02 Ol
02 12 04 03
055.CK.6264.PBW Kebijakan Bidang Kemaritiman dan
Kelautan
7.181.654
055.CK.6264.PBW.300 Kebijakan Integrasi Pangan Akuatik Dalam
Sistem Pangan Nasional
1 I Rekomendasi
Kebijakan
7.181.654 02 22 07 03
055.CK.6265 Perencanaan Pembangunan Bidang
Kependudukan dan Ketenagakerjaan
9.944.280
055.CK.6265.PBN Kebijakan Bidang Sosial 9.984.280
055.CK.6265.PBN. 160 Koordinasi Strategis Registrasi Sosial
Eko(roEi
1 Rekomendasi
Kebijakan
5.984.711 06 0l Ol 003
SK No 144205 C
Koordinasi Strategis Desa Cemara Rekomendasi
Kebijakan
055.CK.6265.PBN.360 o 3.999.569 06 Ol 02 02
berkas 5, hlm. 49 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N25-m29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK.6266 Perencanaan Pembangunan Bidang
Pembangunan Manusia, Masyarakat, dart
Kebudayaan
2.819.565
055.CK.6266.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
2.81S.56s
055.CK.6266.PBH.330 Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi
Manajemen Talenta Nasional Tahun 2025-
2029
I I Rekomendasi
Kebijakan
2.819.565 04 09 04 02
055.CK.6268 Perencanaan Pembangunan Bidang Politik,
Hukum, Pertahanan, dan Kearo€rtai
19. 7.357
055.CK.6268.PBC Kebijakan Bidang Politik 3.000.ooo
055.CK.6268.PBC.560 Pemetaan Center of Excellence Indonesia I Rekomendasi
Kebijakan
3.000.000 02 09 03 02
o55.CK.626a.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 2.992.3s7
o55.CK.6264.PBD.360 Rekomendasi Kebijakan Penguatan
Kelembagaan dan Reformasi Regulasi
I I Rekomendasi
Kebijakan
2.992.357 07 02 01 o1
055.CK.6268.PEA Koordinasi 13.975.000
055.CK.6268.PEA.460 Koordinasi Kerja SaDa Pembangunan
Internasional (l(SPl)
I 1 kegiatan 13.975.000 02 09 03 Ol
055.CK.6269 Perencanaan Pembangunan Bidang
Pendanaan Pembangunan
152.066.985
SK No 144206 C
Peraturan Menteri 1.196.943 055.CK.6269.PAG
berkas 5, hlm. 50 OCR
REPUBLIK IND
N
ONESIA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
055.CK.6269.PAG.560 Penyempurnaan Peraturan Menteri tentang
Pelaksanaan KPBU dalam Penyediaan
Infrastruktur
I I PerMen 1.196.943 W 14 02 Ol
055.CK.6269.PEA Koordinasi 100.ooo.ooo
055.CK.6269.PEA.360 Kegiatan Dukungan Satker Majelis Wali
AEanat Program Hibah COMPACT It
I kegiatan 100.000.000 07 t4 0l 02
055.CK.6269.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
dsn Komunikasi
50.470-042
055.CK.6269.RDS.260 Sistem Informasi KRISNA 2 2 Sistem
Informasi
5O.A7O.O42 07 14 02 02
055.CK.6270 Pemantauan, Evaluasi, dan Fcngcndaliar
Pembangunan
368.113.223
055.CK.6270.PBL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 144.694.223
055.CK.6270.P8L. r70 Kebijakan Jasa Konsultasi Non-Konstruksi
Nasional
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
12.500.000 O? 08 02 02
055.CK.6270.PBL.560 lEplcroentasi Kebijakan Satu Data
Indonesia
I I Rekomendasi
Kebijakan
97.985.264 03 02 02 003
07 ro 05 ol
055.CK.6270.PBL.570 Implementasi interoperabilitas dan
pertukaran data
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
21.704.959 07 lO 02 01
03 02 02 ool
SK No 144207C
Rekomendasi
Kebijakan
12.500.000 07 08 02 ol 055.CK.6270.PBL.660 Rekomendasi Rancangan Kebijakan tentang
Perencanaan, Pengendalian Pelaksanaan
I
berkas 5, hlm. 51 OCR
PR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
Pembangunan Nasional
055.CK.6270.PEA Koordinasi los.4l9.o00
055.CK.6270.PEA.260 Konsolidasi Kebijakan Manajemen Risiko
Pembangunan
I kegiatan 105.419.000 07 08 03 Ol
055.CK.6270.U48 Sistem InfdEesi Pemerintahan 40.ooo.ooo
055.CK.6270.UAB.160 Sistem Informasi E-Monev Gen 4 I I Sistem
Informasi
,10.000.000 07 08 02 01
055.CK.6270.UAE Pemantauan dan Evaluasi s€c'ta Pelaporan 78.OOO.OOO
055.CK.6270.UAE.260 Rekomendasi Strategis dan Tindak Lanjut
Hasil Pengendalian Pelaksanaan Program
Prioritas Presiden
1 I Laporan 78.000.000 07 08 03 Ol
o55.c.K.6272 Fasilitasi Peningkatan Institusi Perencana
yang Berkelanjutan
262.110.688
055.CK.6272.UAC Peningkatan Kalracitac Aparatu.r Negara 262.110.688
055.CK.6272.UAC. 191.0000 Program Penyelenggaraan Beasiswa
Pendidikan PNS Perencana Pembangunan
Nasional - Pusat
166 4OO Orang 262.tt0.6a8 07 07 03 03
TOTAL 955.671.581
Keterangan:
c) l(ctcf,libatan Peran Pemerintah Daerah, Badan U.aha, dan Masyarakat
SK No 1,14208 C
berkas 5, hlm. 52 OCR
FR.ESIDEN
KEMENTERI.AN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 06.03 - Persentase penerima reforma agraria yang meningkat kesejahteraannya persen 4,96 14,98 53,A9
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.17.04 - Persentase RDTR yang siap terintegrasi dengan OSS persen 5,85 9,86 100
RP 02.17.04 - Persentase penerbitan konfirmasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR) persen 70,38 73,88 80,02
RP 02.17.07 - Persentase kepatuhan pemanfaatan ruang persen 50 I 60
KP 06.03.03 - Persentase rumah tangga miskin yang memiliki aset lahan persen 46,16 47,16 50,66
KP 06.03.03 - Persentase petani/nelayan penerima Reforma Agraria pefs€tr 46,64 47,64 51,14
KP 06.03.03 - Penurunan indeks gini ketimpangan pemilikan tanah untuk pet ni/nelayan 0,0057 0,002 o,o22?
SK No 144209 C
persen 60 KP 07.02.04 - Persentase penyelesaian kasus pertanahan 58,03 50
berkas 5, hlm. 53 OCR
-6s3-
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
056.CS Program Pengelolaan dan Pelayanan t
Pertanahan
9.075.281.720
056-CS_4402 Pengaturan Tanah Komunal , Hubungan
Kelembagaan dan PPAT
61.259.531
056.CS.44O2.QAB P.layanan Publik kepada lembaga 61.259.531
056.CS.44O2.QAB.O0l Data Inventarisasi Tanah Ulayat 10000 10000 Hektar 29.459.531 08 02 04 02
07 02 04 01
056.CS.,+402.0AB.002 Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan I t Bidang 200.ooo 07 02 04 01
0a 02 04 02
056.CS.4402.QAB.0O3 Fendaft aran Tanah Ulayat 15 3() Bidang 31.600.000 08 02 04 02
07 02 04 0t
056.CS.4403 Pengadaan tanah dan Pencadangan tanah 5.665.533
056.CS.4403.QMA Data dsn Informasi Publik 5.665.533
SK No l442l0C
Data Pengadaan Tanah (Rrsat) I Date 5.665.533 0? lO 04 04 056.CS.4403.QMA.001 I
berkas 5, hlm. 54 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.4404 Pencegahan dan Penanganan Konflik
Pertenehell
8.372.580
056.CS.4404.QCE Penanganan Perkara 8.372.sao
056.CS.4404.QCE.OO3 Penyelesaian Konflik Pertanahan - Pusat t2 12 Perkara 8.372.580 07 02 04 0l
056.CS.5557 Pengaturan Penguasaan, PeEiUkar!,
Penggunaan darr Pemanfaatan Tanah
21.957.243
056.CS.5557.PEA Koordinasi 21.957.243
056.CS.5557.PEA.OO5 Data GTRA/ Reforma Agraria I I kegiatan 21.957.243 06 03 03 01
056.CS.5563 Penilaian Tanah dan Ekonomi hsnahsn 274.621.142
056.CS.5563.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 274.621.142
056.CS.5563.RBO.001 F.ta Zona Nilai Teneh 1893570 5356320 hektar 278.62t.1A2 07 10 04 04
056.CS.5570 P.ncrtibar! Penguasaan, Pemilikan,
Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
72.500.000
056.CS.5570.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 72.500.000
SK No l4.r''2ll C
15000 0 Produk 2.500.000 06 03 03 01 056.CS.5570.QIA.OOl Rekomendasi Hasil Pengendalian Hak Atas
Tanah Berakhir Jangka Waktu
berkas 5, hlm. 55 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.5570.QI4.002 Rekomendasi Pendayagunaan Tanah
Telantar
10000 o Produk 2.000.000 06 03 03 0l
056.CS.5570.QIA.OO3 Rekomendasi Hasil Penertiban Penguasaan,
Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan
Tanah
o g|rrn Produk 68.000.000 06 03 03 0l
056.CS.5573 Penatrg€nar Sengketa Pertanahan [email protected]
056.CS.5573.QCE Penanganan Perkara 15.ut7.779
056.CS.5573.QCE.OO3 Penyelesaian Sengketa Pertanahan - Pusat ?o 70 Perkara 15.097.779 07 02 04 01
056.CS.5576 Penanganan Perkara Pertanahan 24.547.O99
056.CS.5576.QCE Penanganan Perkara 24.587.099
056.CS.5576.QCE.002 Laporan Hasil Sidang P.f,kara Pertanahan -
Pusat
40 44 Perkara 24.587.099 07 02 04 01
056.CS.6411 Pengelolaan Infrastruktur Dasar Geospasial
Tematik Pertanahan dan Ruang
22.457.484
056.CS.64r r.RBO Prasarana Pertgctobangan Kawasan 22.457.484
SK No 144212 C
Pengukuran dar Pemetaan Kadastral
741 o km
2.408.554.228
056.CS.641l.RBO.OO2 Peta Panjang Batas Kawasan Hutan 22.457.484 07 10 04 04
056.CS.6413
berkas 5, hlm. 56 OCR
REPUSLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TA,RGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.6413.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 77.591.176
o56.CS.64l3.QAA.U2l PBT Redistribusi Tanah Kategori I 21000 O Bidang 4.506.600 06 03 03 01
056.CS.64l3.OAA.U22 PtsT Redistribusi Tanah Kategori 2 24000 O Bidang 4.382.100 06 03 03 0l
056.CS.64r3.OAAU23 PBT Redistribusi Tanah Kategori 3 73770 O Bidang 11.198.286 06 03 03 01
056.CS.64 r3.QAAU24 PtsT Rcdist busi Tanah Kategori 4 31400 O Bidang 3.711.480 06 03 03 0l
056.CS.64 r3.QAA,U25 PtsT Redistribusi Tanah Kategori 5 22490 0 Bidang 1.957.093 06 03 03 0l
056.CS.64l3.QAA"U26 PtsT Redistribusi Tanah Kategori 6 ,dfin O Bidang 648.200 06 03 03 0l
056.CS.6413.OAA.U27 PBT Konsolidasi Tanah Kategori I 350 O Bidang 165.300 06 06 0s 02
056.CS.64l3.QAA.U28 PBT Konsolidasi Tanah Kategori 2 610 O Bidang 245.704 06 06 05 02
056.CS.6413.Q44.U29 PtsT Konsolidasi Tanah Kategori 3 520 O Bidang 173.732 06 06 05 02
056.CS.6413.Q44.U30 PtsT Konsolidasi Tanah Kategori 4 370 0 Bidang 95.974 06 06 05 02
056.CS.64l3.QAA.U3l PtsT Konsolidasi Tanah Kategori 5 1337 O Bidang 260.848 06 06 05 02
SK No 144213 C
PtsT Non Sistematis Kategori I 957 ,rc3.854 02 22 03 07 056.CS.64r3.OAA.U65 O Bidang
berkas 5, hlm. 57 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 10 04 04
056.CS.64 r3.QAA.U66 PtsT Non Sistematis Kategori 2 2677 O Bidang 955.953 02 22 03 07
07 10 04 04
056.CS.64l3.QAA"U67 PEIT Non Sistematis Kategori 3 12329 O Bidang 3.624.245 02 22 03 07
07 lo 04 04
056.CS.64l3.QAA.U68 PBT Non Sistematis Kategori 4 1291 O Bidang 29r.3?3 02 22 03 o?
04 04 10 07
056.CS.6413.Q44.U69 PtsT Non Sistematis Kategori 5 25594 O Bidang 4.O4?.O27 02 22 03 07
07 10 04 ()4
056.CS.64r3.OAA.U71 PtsT Non Sistematis Kategori Luar Jawa
Beli
0 17254 Bidang 24.645.615 02 22 03 07
07 lo 04 04
056.CS.64r3.QAA.U72 PBT Non Sistematis Kategori Jawa Bali o 25594 Bidang 16.277.744 02 22 03 07
SK No l442l4C
o? 10 04 04
berkas 5, hlm. 58 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.6413.Q48 Pelayanan Publik kepada lembaga 2.265.919.983
056.CS.6413.QAB.U16 PBT Luasan (l..,layat/HKB RediB/HPL) Jawa
Bali
1000 1000 Hektar 3.858.004 07 l0 04 04
056.CS.6413.QAB.U 17 PBT Luasan (Ulayat/HKB Redis/HPL) Luar
Jawa Bali
40 2000 Hektar 15.959.400 07 lO 04 04
056.CS.6413.QAB.U26 PBT PTSL Desa/Kelurahan Lengkap Jawa
Bdi
463217 171472 Hektar 498.715.361 0? lO 04 04
056.CS.64l3.OAB.U27 PtsT PTSL Desa/Kelurahan Lengkap Luar
Jawa Bali
1977874 733880 Hektar 1.192.724.142 06 07 06 03
07 10 04 04
056.CS.64r3.QAB.U30 Pemetaan Digital Trvin Luar Jawa Bali
Pihak Ketiga
n 162888 Hektar 197.326.161 07 lO 04 04
056.CS.64r3.QAB.U3r Pemetaan Digital Twin Jawa Bali Pihak
Ketiga
o O Hektar 104.342.744 07 10 04 04
056.CS.64r3.QAB.U32 PBT Redistribusi Tanah Luar Jawa 0 213722 Hektar 216.813.463 06 03 03 01
056.CS.64r3.QAB.U33 PBT Redistribusi Tanah Jawa Bali o 6571 Hektar 12.048.08? 06 03 03 01
056.CS.64l3.QAB.U34 PtsT Konsolidasi Tanah Luar Jawa o 26790 Hektar 23.517.756 06 06 05 02
SK No 144215 C
PBT Kd!.olidaei Tanah Jawa Beli o 360,5 Hektar 614.425 06 06 05 02 056.CS.64l3.QAB.U35
berkas 5, hlm. 59 OCR
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
KODE
os6.cs.6413.QAH Pelayanan Publik Lainnya 65.043.069
056.CS.64 r3.QAH.OO7 Berita Acara Penyuluhan Luar Jawa Bali 3982 660 dokumen 49.627.A3A 07 lO 04 04
056.CS.6413.QAH.0lO Berita Acara Penyuluhan Jawa Bali 2212 0 dokumen 15.415.231 07 lO 04 04
056.CS.6416 Pendaftaran Tanah dan Ruang 3.944.568.877
056.CS.64r6.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat t 3.942.242.016
056.CS.64l6.QAA.UOl SHAT PTSL ASN Kategori I 147 5 L47965 Bidang 190.874.850 07 l0 04 04
O56.CS.64I6.QAA.UOI.53OO SHAT PTSL ASN Kategori 1 - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
r roooo 110000 Bidang 141.900.000 06 07 06 03
os6.cs.64 16.QAA"UO1.82OO SHAT PTSL ASN Kategori I - Provinsi
Maluku Utara
13890 13890 Bidang t7-22L-500 06 07 06 03
O56.CS.64r6.QAA.UOr.91OO SHAT PTSL ASN Kategori I - Provinsi Papua
Barat
2540 2540 Bidang 3-276-&0 06 07 06 03
O56.CS.6416.OAAUOI.94O0 SHAT PTSL ASN Kategori I - Provinsi Papua 5150 5150 Bidang 6.643.500 06 07 06 03
056.CS.64r6.QAA.U02 SHAT PTSL ASN Kategori 2 151289 151289 Bidang 170.200.125 07 l0 04 04
SK No 144216 C
15870 17.853.750 06 07 06 o3 056.CS.6416.QAA.U02. l9O0 SHAT PTSL ASN Kategori 2 - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
15870 Bidang
berkas 5, hlm. 60 OCR
PF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O56.CS.6416.QAA.UO2.52OO SHAT PTSL ASN Kategori 2 - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
47990 47990 Bidang 53.988.750 06 07 06 03
O56.CS.64I6.QAA.UO2.72OO SHAT PTSL ASN Kategori 2 - Provinsi
Sulan esi Tengah
25475 25A75 Bidang 29.116.275 06 07 06 03
O56.CS.64I6.QAAUO2.74O0 SHAT PTSL ASN Kategori 2 - Provinsi
Sulawesi Tenggara
33450 3i!45O Bidang 37.631.250 06 0? 06 03
056.CS.64l6.OAA.U03 SHAT PTSL ASN Kategori 3 ,+0641 I ,1064l I Bidang 394.21a-670 07 lO 04 04
O56.CS.64r6.QAA"UO3. r IOO SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi Aceh 62100 62100 Bidang 60.23?.000 06 07 06 03
056.CS.64 16.QAA"U03. 1300 SIIAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Sumatera Barat
22650 226il Bidang 21.970.500 0,6 07 06 03
056.CS.64 I 6.QAA. U03.6rOO SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Kalimantan Barat
8O9,16 A0946 Bidang 7A.5t7.620 06 07 06 03
o56.CS.64l6.QAAU03.62oo SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Kalimantan Tengah
12860 12860 Bidang t2.474-200 06 tl 06 03
056.CS.6416.QAA.U03.6300 SIIAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Kalimantan Selatan
36550 36550 Bidang 35.453.500 06 07 06 03
056.CS.64 l6.OAAU03.6400 SIIAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Kalimantan Timur
16540 165,10 Bidang 16.O43.aOO 06 07 06 03
SK No 14217 C
107100 ro3.aa7.000 0,6 07 0,6 03 056.CS.6416.QAA"U03.7300 SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
SulawEsi Selatan
107100 Bidang
berkas 5, hlm. 61 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
O56.CS.6416.QAA"UO3.75OO SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Gorontalo
6585 6585 Bidang 6.387.450 06 07 06 03
O56.CS.64I6.QAA.U03.76OO SHAT PTSL ASN Kategori 3 - Provinsi
Sulawesi Barat
75AO 7580 Bidang 7.352.600 06 0? 06 03
056.CS.64l6.QAA.U04 SHAT PTSL ASN Kategori 4 181865 181865 Bidang 144.542.6?5 07 10 04 04
O56.CS.64r6.QAA.UO4.l4OO SHAT PTSL ASN Kategori 4 - Provinsi Riau 35250 35250 Bidang 27.aao.750 06 07 06 03
O56.CS.6416.QAAUO4. r5O0 SHAT PTSL ASN Kategori 4 - Provinsi Jambi 31265 31265 Bidang 24.998.675 06 07 06 03
056.CS.6416.QAA,UO4.1600 SHAT PTSL ASN Kategori 4 - Provinsi
Sumatera Selatan
53150 53150 Bidang 42.254.250 06 07 06 03
056.CS.64I6.QAA.U04.l7OO SHAT PTSL ASN Kategori 4 - Provinsi
Bengkulu
14550 14550 Bidang 11.567.250 06 0? 06 03
056.CS.6416.Q44.U04.1800 SHAT PTSL ASN Kategori 4 - Provinsi
Lampung
47650 47650 Bidang 37.881.750 06 07 06 03
056.CS.64l6.QAA.U05 SHAT PTSL ASN Kategori 5 |EFFI:l:I:l 6423007 Bidang 3.008.553.915 07 10 04 o4
056.CS.64r6.QAA.U l3 SHAT Ndt Sistematis Kategori I 935 935 Bidang t.366.A27 02 22 03 07
SK No l42l80
SHAT Non Sistematis Kategori 2 2245 2.949.701 02 22 03 o7 056.CS.64r6.QAAU r4 22AS Bidang
berkas 5, hlm. 62 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 10 04 04
056.CS.64l6.QAA"U1s SHAT Non Sistematis Kategori 3 4924 4924 Bidang 6.917.400 07 lo 04 04
02 22 03 07
056.CS.64r6.QAA.U r6 SHAT Non Sistematis Kategori 4 1700 1700 Bidang 1.415.925 02 22 03 07
o7 lo 04 o4
056.CS.64l6.QAA.U l7 SIIAT Non Sistematis Kategori 5 33004 11165 Bidang 9.483.652 07 lO 04 04
02 22 03 07
056.CS.64r6.QAA.U 19 SHAT Redistribusi Tanah 175463 l?5863 Bidang 11.431.121 06 03 03 01
056.CS.6416.QAA.U20 SHAT Konsolidasi Tanah 3187 3187 Bidang 207.155 06 06 05 ID
056.CS.64l6.QAB Pelayanan Publik kepada lembaga 2.326.861
056.CS.64l6.QAB.U02 SHAT BMN (s.d 25.000 62) Kategori 2 29 29 Bidang 90.s57 07 10 04 04
056.CS.6416.QAB.U03 SHAT BMN (ed 25.000 E2) Kategori 3 104 104 Bidang 337.085 07 10 04 04
SK No 14r'.219 C
SHAT BMN (s.d 25.000 Ir12) Kategori 4 13 s.850 07 lo 04 04 056.CS.6416.QAB.U04 13 Bidang
berkas 5, hlm. 63 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N25-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.64l6.QAB.U05 SHAT BMN (s.d 25.000 !l2) Kategori 5 1352 1000 Bidang r.534.118 07 lO 04 04
0s6.cs.64l6.QAB.U07 SHAT BMN (25.OOO s.d TOO.OOO E2)
Kategori 2
3 2 Biddrg 22.8a 07 10 04 04
056.CS.6416.QAB.U 10 SIIAT BMN (25.000 s.d 100.000 m2)
Kategori 5
loo IOO Bidang 293.405 O? lO 04 04
056.CS.64r6.QAB.U l5 SHAT BMN diatas 100.000 Ir12 Kategori 5 3t 30 Bidang 43.858 07 10 04 04
056.CS.6417 Penyelenggaraan Penatagunaan Tanah 629.OOO
056.CS.6417.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 629.000
056.CS.6417.RBO.001 SK Penegasan Tanah Timbul o s.I|Io hektar 629.000 06 03 03 01
056.CS.641A Pengatu.ran Penguasaan, Pemilikan,
Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah
554.499.793
056.CS.64 r8-PEA Koordinasi 156.960.611
056.CS.64r8.PEA.OOl Data GTRA Provinsi 3i} 34 kegiatan 109.981.886 06 03 03 01
056.CS.64l8.PEA.O02 Data GTRA Kabupatcn/ Kota 38 317 kegiatan 46.97A.725 06 03 03 01
SK No 144221 C
Pelayanan Publik kepada masyarakat 401.539.182 056.CS.64l8.QAA
berkas 5, hlm. 64 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
056.CS.64r8.OAA0O7 SK Redistribusi Tanah Hak Kepemilikan
Bersama Kategori I
t O Bidang 267 06 03 03 ot
056.CS.64r8.QAA.0O8 SK Redistribusi Tanah Hak Kepemilikan
B€r8aoa Xatcgui II
I O Bidang 239 0,6 03 03 o1
056.CS.64l8.QAA.OO9 SK Redistribusi Tanah Hak Kepetrdlikdr
Ber.a.Ea Kategori lll
I O Bidang 2tt 06 03 03 0l
056.CS.64l8.QAA.O10 SK Redistribusi Tanah Hak Kepemilikan
Bersama Kategori IV
I 0 Bidang ta2 06 03 03 0l
056.CS.64l8.QAA.Ol r SK Redistribusi Tanah Ha* Kepemilikan
Bersama Kategori V
O Bidang 775 06 03 03 ol
056.CS.6418.QA4.013 SK Redistribusi Tanah Hak Kepemilikan
Bersama Kategori Jawa-Bali
o I Bidang 650 06 03 03 01
056.CS.6418.QAA.014 SK Redistribusi Tanah Hak Kepemilikan
Bersama Kategori Luar Jawa-Bali
0 4 Bidang 3.98A 06 03 03 0l
056.CS.64r8.QAA.UOl SK Redistribusi Tanah Kategori I 21000 O Bidang 6.342.000 06 03 03 0l
056.CS.64r8.QAA.U02 SK Redistribusi Tanah Kategori Il 24000 O Bidang 6.264.NO 06 03 03 o1
056.CS.64l8.QAA.U03 SK Redistribusi Tanah Kategori III 73770 O Bidang 16.893.330 06 03 03 01
SK Nol4222C
SK Redistribusi Tanah Kategori IV 31400 6.123.000 06 03 03 01 056.CS.64r8.QAAU04 0 Bidang
berkas 5, hlm. 65 OCR
PRESIOEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.64l8.QAA.UOs SK Redistribusi Tanah Kategori V wg1 O Bidang 3.753.960 06 03 03 01
[email protected] SK Redistribusi Tanah Kategori VI 2800 O Bidang 1.184.,100 06 03 03 o1
056.CS.64r8.QAA.U07 SK Redistribusi Tanah Kategori Jawa-Bali o 45600 Bidang 31.008.000 06 03 03 0l
056.CS.64l8.QAA.U08 SK Redistribusi Tanah Kategori Luar Jawa-
Bali
o 3)4395 Bidang 329.964.1N 06 03 03 o1
056.CS.6419 Penanganan Akses Reforma Agraria (Acces
Reform)
1.023.940.235
os6.cs.64r9.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga 1.023.940.235
056.CS.64r9.QDE.OOl Akses Reforma Agraria Kategori I 5400 o itfK 2.268.002 02 22 03 07
06 03 03 02
056.CS.6419.QDE.002 Akses Reforma Agraria Kategori Il 7200 li) KK 3.146.400 02 22 03
06 03 03 02
o7
056.CS.6419.QDE.OO3 Ak.es Reforma Agraria Kategori IU 12000 0 KK 5.364.000 02 22 03 07
0,6 03 03 02
SK No 144223 C
Akses Reforma Agraria Kategori w Irrrj) o [Til 2.646.000 02 22 03 07 056.CS.64l9.QDE.OO4
berkas 5, hlm. 66 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 03 03 02
056.CS.64l9.QDE.OO5 Akses Reforma Ag:ar:ia Kategori V 11800 o m 5.262.800 02 22 03 07
06 03 03 02
056.CS.64r9.QDE.O07 Akses Reforma Agraria Kategori VI 800 o KK 396.800 02 22 03 07
06 03 03 02
os6.cs.64l9.QDE.OO8 Fasilitasi Pendampingan Usaha Akses
Reforma Agraria
124200 273900 KK 497.034.r$ 02 22 03 07
06 03 03 02
056.CS.64l9.QDE.OO9 Fasilitasi Pendampingan Usaha Akses
Reforma Agraria Kategori Kepu.lauan
2600 800 KK 3.28:t.800 06 03 03 02
056.CS.6419.QDE.OlO Akses Reforma Ag:aria Kategori Jawa-Bali o 20400 [Tll 38.051.800 02 22 03 07
06 03 03 02
056.CS.64l9.QDE.0l I Akses R€fdma Ag.ar-ia Kategori Luar Jawa-
Bdi
o 252900 KI( 466.486.500 02 22 03 07
SK No 144224C
Pengadaan Tanah dan Pencadangan Tanah 85.587.031
056.CS.6420
berkas 5, hlm. 67 OCR
PRESIOEN
UBUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
os6.cs.6420.QMA Data dan Informasi Publik 85.587.031
056.CS.6420.QMA.001 Data Pengadaan Tanah 511 511 Data 85.587.031 06 0l 02 01
o7 04 04 lo
056.CS.6422 Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah dan
Pengembangan Pertanahan
8.s 17.6r6
056.CS.6422.Q44 Pelayanan Publik kepada masyarakat 8.517.616
056.CS.6422.QAA.UOl Surat Keputusan Konsolidasi Tanah
Kategori I
350 350 Bidang 1.196.311 06 06 0s 02
056.CS.6422.Q4A.U02 Surat Keputusan Konsolidasi Tanah
Kategori II
610 610 Bidang 1.791.274 06 06 05 02
056.CS.6422.QAA,U03 Surat Keputusan Konsolidasi T ah
Kategori III
520 52O Bidang 1.430.433 06 06 05 02
056.CS.6422.QAA"U04 Surat Keputusan Konsolidasi Tanah
Kategori IV
370 37O Bidang 930.693 06 06 05 02
056.CS.6422.QAA.U05 Surat Keputusan Konsolidasi Tanah
Kategori V
1337 1337 Bidang 3.168.905 06 06 05 02
SK No 14225 C
Pencegahan dan Penarrgarrdr Konflik
Pertanahan
44.481.355 056.CS.6425
berkas 5, hlm. 68 OCR
PR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.CS.6425.QC8 Penanganan Perkara 44.481.355
056.CS.6425.QCE.OO7 Feoyclcsaian Konflik Pertanahan - Daerah 26 2? Perkara 7.858.709 tt 02 04 01
056.CS.6425.QCE.OO8 Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan -
Da€f,ah
65 65 Perkara 36.622.646 07 02 04 0l
056.CS.6426 Penanganan S€agkcta Pertanahan 143.939.187
056.CS.6426.QCE Fetrangattan Perkara 143.939.147
056.CS.6426.OCE.OO3 Penyelesaian Sengketa Manahan -
Daerah
1044 1712 Perkara 143.939.187 07 02 04 0l
056.CS.6427 Penanganan Perkara Pertanahan 346.045.967
056.CS.6427.QCE Penanganan Perkara 346.045.967
056.CS.6427.QCE.OO2 Laporan Hasil Sidang Perkara Pertanahan -
Daerah
as4 0 Perkara 346.045.967 07 02 04 0l
056.lc Program Penyelenggaraan Penataan Ruang 734.098.525
056.tc.5538 Faf,cncanaan Tata Ruang Nasional 139.768.245
SK No 14,,4.226C
Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan 139.764.245 056.IC.5538.PBT
berkas 5, hlm. 69 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
056.IC.553a.PtsT.Or4 Materi Teknis dan RPerpres RTR Nasional
(Pulau/Kep dan KSN)
6 6 Materi Teknis 69.000.000 02 17 04 03
02 22 0l 01
06 04 0l 04
056.rc.5538.PBT.O 14.0000 Materi Teknis dan RPerpres RTR Nasional
(Pulau/Kep dan KSN) - Pusat
6 6 Materi Teknis 64.600.000 06 04 02 01
056.tc.5538.PBT.O14. 1200 Materi Teknis dan RPerpres RTR Nasional
(Pulau/Kep dan KSN) - Provinsi Sumatera
Utara
o O Materi T.loris 2.000.000 06 04 0l o1
056.IC.5538.PBT.O l5 Materi Teknis dan RPerpres RDTR KPI'[ o 6 Materi Teknis 48.q)O.OOO 02 t7 04 03
056.rc.5538.PBT.Ol7 Dokumen Harmonisasi RPerpres RTR
Nasional
3 3 Dokumen 10.750.000 02 r? ()4 03
056.lc.5538.PBT.Ol8 Dokumen Harmonisasi RPerpres RDTR KPN 4 4 Dokumen 12.018.245 02 t7 04 03
06 07 05 03
056.IC.5539 Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang 40.567.950
SK No 1,14227 C
Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan
38 gE ,10.567.950 02 17 04 03
056.IC.5539.PBT 40.567.950
056.1C.5539.PBT.001
berkas 5, hlm. 70 OCR
UBUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bimbingan Tcloris Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang
Rekomendasi
Kebijakan
05 02 13 01
056.1c.5567 Penertiban Pemanfaatan Ruang 178.900.000
056.rc.5567.QCE Penanganan Perkara 164.900.(xX)
056.tc.5567.QCE.OO1 Pengenaan Sanksi Administratif
Pelanggaran Pemanfaatan Ruang
m 40 Perkara 56.500.000 02 17 07 07
056.rc.s567.QCE.OO2 Pengat
'asan, Pengamatan, Penelitian, dan
PeEeriksaan IWASMATInRI K)
16 30 Perkara 33.200.000 02 17 07 07
056.tc.5567.QCE.OO3 Audit Tata Ruang 13 30 Perkara 33.700.000 02 t7 07 07
056.tc.5567.QCE.OO4 Penyidikan Pelanggaran. Pemanfaatan
Ruang
2 5 Perkara 41.500.000 02 t7 07 07
056.tc.5567.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 14.000.000
056.IC.5567.UAC.OO1 Pembentukan PPNS Penataan Rudrg 32 50 Orang 14.000.000 02 t? 07 07
056.rc.5568 Pengendalian Pemanfaatan Ruang 227.OOO.O@
SK No 144228 C
Pengawasan dan Pengendalian Produk
2000 6000 Produk 92.3)0.000 02 L7 07 06
056.1c.5568.Qr.A 227.OOO.OOO
056.lc.5568.Or,A"OO r
berkas 5, hlm. 71 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penilaian Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan PMP UMK
05 02 03 0l
056.rc.5568.Q[A.002 Penilaian Perwujudan Rencana Tata Ruang 5 15 Produk 100.000.000 02 t7 07 06
056.tc.5568.Q1A"0O3 Rekomendasi Peningkatan Kinerja Fungsi
Kawasan
10 30 Produk 21.100.000 02 t7 07 06
056.tc.5568.QrA@4 Rekomendasi Pemberian Insentif ddr
Disinsentif
1 5 Produk 13.600.000 02 17 07 06
056.tc.6668 Pembinaan Perencanaan Tata Ruang
Daerah
147.862.330
056.1C.6668.PBT Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan 147.862.330
056.1C.6668.PBT.077 Materi Teknis darl Ranpcrkada RDTR
Kab/Kota Hasil Bimbingan Teknis
rio 60 Materi Teknis 43.500.000 02 17 04 03
056.1C.6668.PBT.079 Dokumen Persetujuan Substansi RDTR
Kab/Kota
m a3 Rekomendasi
Kebijakan
58.087.330 02 t7 04 03
056.IC.666a.PBT.OAO Materi Teldrie dan Ranperda (PK/Revisi)
RTRW Prov/Kab/ Kotq Hasil Bimbingan
TelcriB
32 32 Materi Teknis 23.200.000 02 t7 04 03
05 02 07 o1
SK No 1,14229 C
32 a9 Rekomendasi
Kebijakan
23.075.000 02 17 04 03 056.lc.6668.PBT.08r Dokumen Persetujuan Substansi RTRW
Pror,/ Kab/ Kota
berkas 5, hlm. 72 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
056.WA Program Dukungan Manajemen 175.753.964
056.WA5527 Penyelenggaraan Dukungan Manajemen
dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya di
Daerah
175.753.964
056.WA-5527.T8A Layanan Dukungan Manajemen Internal 175.753.964
056.WA.5527.T8A963 Layanan Data dan Informasi 24 25 Layanan 175.753.964 07 10 04 04
TOTAL 9.985.134.209
Keterangan:
cl Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 14,r''2300
berkas 5, hlm. 73 OCR
PR.ESIDEN
PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESI,A
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 04,lO.Ol - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat 69,42 l2023l 70,50 72,50
KP 04.10.02 - Tingkat kegemaran membaca 66,67 (20231 71,50 75,50
SK No 144231 C
berkas 5, hlm. 74 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
057-DM Program Perpustakaan dan Literasi 2.519.208.933
057.DM.3004 Ja.a In orEasi Perpustakaan dan
Pengelol,aan Naskah Nusantara
78.041.069
o57.DM.3OO4.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 33.574.690
057.DM.3004.QDB.OOr Pengarusutamaan Naskah Kuno Sebagai
Ingatan Kolektif Nasional (IKON)
2 50 Lembaga 33.578.690 08 02 02 03
057.DM.3004.RAA Sarana Bidang Pendidikan 44.462.379
057.DM.3004.RAA.001 Verifikasi, Validasi, Pemetaan, dart
Penghargaan Naskah Kuno Nusantara
2000 2000 Paket 6.990.512 08 02 02 03
057.DM.3004.RAA.002 Alih Baha.a dan Alih Wahana Naskah Kuno
Nusantara
180 420 Paket 25.201.813 08 02 02 03
057.DM.3004.RAA.003 Alih Aksara Naskah Nuno Nusantara 80 240 Paket 12.270.054 08 02 02 03
057.DM.3005 Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan 74.132.370
057.DM.3005.SCI Pelatihan Bidar8 Pendidikan 74.132.370
057.DM.3005.ScI.O01 Peserta Pelatihan Kepustaka$'anan 15000 21163 Orang 70.453.488 04 l0 02 02
SK No 144233 C
Peserta Pelatihan Kepustakawanan Metode
Pembelajaran Bauran
60 lao Orang 3.678.882 04 lO 02 02 057.DM.3005.SCI.002
berkas 5, hlm. 75 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.3008 Pembinaan Pustakawan 791.879
057.DM.3008.PDI Sertifikasi Profesi dsn SDM ?91.f379
057.DM.300a.PDI.O01 Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Bidang
Perpustakaan
450 450 Orang 79t.479 04 l0 01 o1
057.DM.3009 Preservasi dan Alih Media Bahan
Perpustakaan
150.023.488
057.DM.3OO9.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 19.875.308
057.DM.3OO9.QDB.OOl Pengarusutamaan Naskah Kuno melalui
Pelestarian dan Pembinaan Lembaga di
Daerah
42 33 Lembaga 19.A75.308 08 02 02 03
057.DM.3009.RAA Sarana Bidang Pendidikan 130.148. r80
057.DM.3009.RAA.001 Naskah Kuno yang Dipreservasi 10300 20276 Paket 80.943.550 08 02 02 03
o57.DM.3009.RA4.O02 Bahan Perpustakaan yang Dipreservasi 119550 182,1O3 Palet 49.204.630 08 02 02 03
057.DM.3010 Pengelolaan Perpustakaan Proklamator
Bung l(amo
15.322.646
o57.DM.30l0.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 15.322.646
SK No 14r'.2340
1500 15.322.646 04 10 01 02 057.DM.3010.QAAOO1 Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi
Sosial di UPT Perpustakaan Proklamator
Bung Karno
1900 Orang
berkas 5, hlm. 76 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.4380 Deposit dar Pengembangan Koleksi
Perpustakaan
445.255.132
057.DM.4380.RAA Sarana Bidang Pendidikan 445.255.132
057.DM.4380.RAA00r Koleksi KCKR yang Terhimpun 3 r 5000 382884 Paket 13.116.043 04 10 01 ol
057.DM.4380.R44.002 B€hart Perpustakaan yang Diadakan 358102 435275 Paket 216.919.662 ()4 rO 01 ol
057.DM.4380.RAA003 Jurnal Elektronik yang Dilanggan 782464 Paket 215.219.427 04 rO 01 643735 o1
057.DM.4382 Pengelolaan Data dan Informasi 13.730.828
057.DM.4382.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 13.730.828
057.DM.4382.0DB.00r Perpustakaan Tergabung Jejaring 654 74? Lembaga 13.730.828 04 10 0t ol
057.DM.4383 Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan 11.165.330
057.DM.4383.PDE Akreditasi Lembaga 11. 165.330
057.DM.4383.PDE.001 Akreditasi Perpustakaan Umum
Provinsi/ Kabupatetr / Kota, Khusus, dan
Perguruan TlnEEi
500 500 Lembaga 11.165.330 04 10 0l o1
057.DM.4384 Pengembangan Perpustakaan UEutlt dan
Khusus
1.423.145.814
057.DM.4384.0Er Bantuan Lembaga 1.423.185.818
SK No 14.r'.2350
Bantuan Perpustakaan UEUE 10148 16515 Lembaga t363.292.5?2 04 lO 01 ol o57.DM.4384.QEI.OOl
berkas 5, hlm. 77 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.4384.QEt.002 Bantuan Perpustakaan Khusus r 10 139 Lembaga 18.300.552 04 10 0l o1
057.DM.4384.QEr.OO4 Perpustakaan Jraig mendapatkan Program
Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi
Sosial
1450 f603 Lembaga 9r.592.294 04 l0 01 02
057.DM.4385 Pengembangan Perpustakaan Sekolah,
Madrasah, dar Perguruan Tinggi
175.317.620
057.DM.4385.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 175.317.620
057.DM.4385.QDB.OO r Pengembangan dan Pembinaan
Perpustakaan Sekolah/ Madrasah
10000 l5 0O Lembaga 116.800.879 08 02 01 o5
04 lo 02 01
057.DM.4385.QDB.OO2 Pengembangan dan Pembinaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi
900 1700 Lembaga 58.516.741 04 10 02 0l
08 02 0l o5
057.DM.4346 Analisis Perpustakaan, Pengembangan
Budaya Baca dan Literasi
122.191.491
057.DM.43A6.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 122.191.491
057.DM.4386.PEF.001 Gerakan Indonesia Membaca 60000 130500 orang 122.191.491 04 lo 02 01
08 02 0l 05
SK No 144236 C
10.051.262 057.DM.5272 Pengelolaan Perpustakaan Proklamator
Bung Hatta
berkas 5, hlm. 78 OCR
PRESIOEN
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2O2s TNIGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
057.DM.5272.Q44 Pelayanan Publik kepada masyarakat 10-051.262
o57.DM.5272.QAA.OO1 Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi
Sosial di UPT Perpustakaan Proklamator
Bung Hatta
450 1250 Orang 10.051.262 04 10 0l 02
TOTAL 2.519.208.933
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Dacr€h, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 14237 C
berkas 5, hlm. 79 OCR
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 01.02 - Indeks Kemerdekaan Pers 69,36 70,00 72,OO
PP 01.02 - Indeks Keterbukaan Informasi Publik 75,65 76,OO 77,25
PP 01.02 - Indeks Komunikasi Pembangunan dan Informasi Publik 69,80 (2023) 7t 75
PP 03.02 - Indek Pembangunan TIK (IPTIK) nasional 5,90 (2023) 6,ro 6,30
PP 03.02 - Indek Transformasi Digital Nasional (ITDN) 49,20 (2022) 50,80 52,53
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 01.01.02 - Persentase konten komunikasi publik yang dapat memperkuat kohesivitas sosial
berlandaskan nilai-nilai Pancasila
persen 70 100
(indikator baru)
KP 01.02.01 - Kualitas siaran televisi yang memenuhi standar berlaku 3,15 3,18 3,35
KP 0f .02.0f - Persentase penurunan kejadian intervensi dan kekerasan pers persen 65,80 66,00 68,00
KP 01.02.01 - Persentase independensi pers dari kelompok kepentingan yang kuat persen 65,69 66,00 68,00
SK No 144239 C
persen 63,74 64,00 66,00 KP 01.02.01 - Persentase jumlah perusahaan pers dan media massa yang memiliki tata kelola baik
berkas 5, hlm. 80 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 01.02.01 - Persentase peningkatan kepatuhan terhadap etika pers peracn 70,12 70,50 72,50
KP 01.02.01 - Pef,s€rttas€ peningkatan akses p€r's dan media bagi kelompok rentan persen 69,08 69,50 71,50
KP 01.02.01 - Jumlah peserta pelatihan peningkatan kapasitas SDM bidang jurnalistik dan pers orang 2.015 690 2344
KP 01.02.02 - Jumlah kebijakan yang mendukung implementasi SKPN dokumen l1 3 1
KP 01.02.02 - Jumlah peserta pelatihan pettilgkatar kapasitas SDM bidang kominfo yang bertalenta
digital
orang 141.300 40.loo 200.300
KP 01.02.02 - Persentase akses & diseminasi informasi publik kepada masyarakat perSen 77,44 77,73 78,73
I(P 01.02.02 - Persentase partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan publik persen 75,68 77,73 78,73
I(P 01.02.02 - Persentase badan publik dalam tata kelola informasi publik yang baik persen 76,25 76,50 77,fi
KP 01.02.02 - Persentase jaminan hukum atas akses informasi publik persen 79,92 80,17 81,17
KP 01.02.02 - Persentase kepatuhan badan publik dalam menjalankan Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik
p€f,acn 76,33 76,58 77,54
KP 02.14.001 - Peningkatan tenaga kerja sektor TIK (kumulatif persen 3 3,21 5,21
KP 02.14.001 - Proporsi remaja dan dewasa usia 15-59 tahun dengan keterampilan Teknologi
Informasi Dan Komputer (TIK)
persen 79 l2023l 83 90
KP 02.14.002 - Indeks Transformasi Digital Nasional Pilar Bisnis 39,12 QO22l 40,38 41,70
SK No 149511 C
perSen - (indikator baru) l5 KP 02.14.002 - Tingkat kesuksesan startup digital nasional (success rate startup digital
berkas 5, hlm. 81 OCR
FF.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.14.002 - Kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap PDB persen 4,3 4,3 4,4
KP 03.02.01 - Jangkauan jaringan fiber optik p€f, kecamatan persen 70,53 (2023) 78 EN
KP 03.02.01 - Integrated Index for tustd DewlqflE\t l2lPDl so l2o22l 60 78
KP 03.02.01 - Jangkauan jaringan pita lebar bcrg€f,ak mobile broadband.) pet populasi, pcrscn 9?,16 l2o23) 97,fi 98
KP O3.O2.Of - Pelanggan t f,layani jaringan pita lebar terap (faed broadband) terhadap total rumah
tangga
persen 2O,e2 QO23l 30 50
KP 03.02.01 - Fcn88una internet persen 79,50 81,10 87,50
KP 03.02.01 - Kecepatan internet jaringan pita lebar tetap (fixed broadband) Mbps 32,10 37 100
KP 03.02.01 - Kecepatan internet jaringan pita lebar bergerak (mobile broadband) Mbps 38,91 (2023) 50 loo
KP 03.02.01 - Rasio harga layanan jaringan pita lebar tetap terhadap pendapatan per kapita p€rsclr 8,41 (2021) 4,50 2,50
KP 03.02.02 - Indeks Transformasi Digital Nasional Pilar Masyarakat 51,75 (2022) 52,08 52,24
KP 03.02.02 - Indeks Transformasi Digital Nasional Pilar Pemerintah 51,13 (2022) 54,05 57,65
KP 03.02.02 - Kapasitas pusat data pcr kapita W/kapita o,7 4 1,47 6,a?
KP 03.02.02 - Indeks Ruang Digital Ko dusu - (indikator baru) 3 3,8
KP 04. 19.03 - Indeks Literasi Digital Laki-Laki:3,56;
Perempuan:3,52
|.2023)
Laki-Laki: 3,62;
Perempuan: 3,60
l,aki-Laki: 3,74;
Perempuan: 3,76
SK No 14/'242C
berkas 5, hlm. 82 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 05.03.03 - Pertumbuhan sektor pos logistik persen 9,16 9,5 1 1,5
KP 05.05.05 - Nilai ekspor jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi miliar USD 2,37 (2022) 2,42 4,Or
KP 07.10.02 - Persentase instansi K/L/ Prov yang terhubung dengan JIP Ir€f,8en - (indikator baru) 90 loo
KP 07.10.02 - Persentase K/L/ D yang mengimplementasikan SPLP persen - (indikator baru) 5 15
SK No 1,14245 C
berkas 5, hlm. 83 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_20,29
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl{ PP KP PROP
059.GH Program Komunikasi Publik 752.549.003
059.GH.4494 Pengelol,aan Konten dan Diseminasi
Informasi Publik
122.968.576
059.GH.4494.0MB Komunikasi Publik 119.968.576
059.GH.4494.QM8.001 Diseminasi Informasi Bidang Polhukam 55 O kegiatan 27.802.000 07 02 03 0l
ol ol 01 ol
059.GH.4494.QMB.002 Diseminasi Informasi Bidang PMK r88 O kegiatan 12.000.000 ol ol 02 02
04 19 04 01
o59.GH.4494.QMB.OO3 Diseminasi Informasi mengenai Stunting 146 O kegiatan 8.393.075 0l 02 02 01
o59.GH.4494.QMB.OO4 Diseminasi informasi Bidang Perekonomian
dan Maritim
40 O kegiatan 15.000.000 ol ol 02 02
059.GH.4494.QM8.005 Diseminasi Informasi melalui Media
Fed.rintsh
260 O kegiatan 38.767.535 0l Ol 02 02
059.GH.4494.QM8.006 Diseminasi Informasi Percepatan
Pembangunan Papua Tahun 2022-2041
26 O kegiatan 9.889.500 0l 02 02 ol
059.GH.4494.QMB.008 Diseminasi Informasi Kebijakan daIr
Program Prioritas melalui Mitra Strategis
1000 o Orang 1.816.466 01 01 02 In
SK No 144246 C
14 6.300.000 01 02 02 01 059.GH.4494.QM8.009 O kegiatan
berkas 5, hlm. 84 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
Diseminasi Informasi Pemindahan lbu Kota
Negara
06 05 01 06
059.GH.4494.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 3.000.000
059.GH.4494.UAC.001 I Bimbingan Telmis Bidang Komunikasi
R.rblik
2000 o Orang 3.000.000 0l 02 02 03
059.GH.4511 Implementasi Undang-Undang
Keterbukaan Informasi Publik
71.662.074
059.GH.451I.PBM Kebijakan Bidang Pelayanan Rrblik 30.738.196
059.GH.4511.PBM.001 Rekomendasi hasil Survei Indeks
Keterbukaan Informasi Publik
I I Rekomendasi
Kebijakan
29.23a.196 0l 02 02 02
059.GH.4511.PBM.002 Rekomendasi atas Rancangan Revisi UU
Nomor 14 Tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik
n o Rekomendasi
Kebijakan
1.500.000 0l 02 02 02
059.GH.4511.QCB Perkara Hukum Lembaga 14.884.924
os9.GH.45r 1.QCB.001 Sengketa Informasi Rrblik yang
dia€leseiken
100 120 Perkara 14.884.924 0t 02 02 02
059.GH.45r1.QIC Pengawasan dai Pengendalian Lembaga 26.038.954
059.GH.451l.QIC.OOr Badan Publik Pemerintah yang Informatif 135 155 Lembaga 23.038.954 0l 02 02 02
SK No 144247G
3.000.000 0t 02 02 02 059.GH.45r r.OrC.002 Pengawasan Pelaksanaan Ketentuan
Keterbukaan Informasi Publik pada
Tahapan Pemilihan Umum dan Pemilihan
o 3 Lembaga
berkas 5, hlm. 85 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.4523 Penguatan Lembaga Pera dan Jurnalis 119.849.865
059.GH.4523.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 49.555.650
o59.GH.4523.PBD.OO I Rekomendasi Hasil Survey Indeks
Kemerdekaan Pers
39 Rekomendasi
Kebijakan
29.244.992 01 02 01 39 ol
o59.GH.4523.PBD.OO2 Rekomendasi Terkait Tanggung Jawab
Perusahaan Platform Digital untuk
Mendukung Jurnalisme Berkualitas
1 I Rekomendasi
Kebijakan
20.306.658 0l 02 0l o1
059.GH.4523.PDD Standardisasi Lembaga 4.243.706
059.GH.4523.PDD.OO I Perusahaan Pers yang diverifikasi 67 79 Lembaga 3.475.95? 01 02 0l Ol
059.GH.4523.PDD.002 Perusahaan Pers Jrang Mengikuti
Pendampingan Pengembangan Kapasitas
Pengelolaan Perusahaan Pers
50 65 Lembaga 767.?49 01 02 0l Ol
059.GH.4523.PDI Sertifikasi Profesi dsn SDM 45.256.066
o59.GH.4523.PDI.OOl Wartawan FBerta Fasilitasi Uji Kompetensi
Wartawan
690 1014 Orang 45.296.066 0l 02 0l 02
059.GH.4523.Q4H Pelayanan Publik Lainnya 16.922.153
059.GH.4523.QAH.OOr Layanan Ahli Frrs I I layanan t2.o24.974 Ol 02 01 02
SK No 144248 C
Layanan Pengaduan Masyarakat atas
Kasus Pers
4.893.175 01 02 0l 02 059.GH.4523.Q4H.002 1 I layanan
berkas 5, hlm. 86 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.4523.SCA Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
3.432.290
o59.GH.4523.SCAOO1 Wartawan P$€f,ta Pelatihan Jurnalistik o 1370 Orang 3.832.290 0l 02 0l 02
059.GH.4524 Peningkatan Kualitas Konten Penyiaran 134.710.771
059.GH.4524.P8M Kebija.kan Bidang Pelayanan Publik 34.975.747
059.GH.4524.PBM.002 Rekomendasi Pengembangan Kebijakan
d€n Sistem Penyiaran
I I Rekomendasi
Kebijakan
15.117.514 01 02 01 03
059.GH.4524.PBM.051 Rekomendasi Hasil Pemeringkatan Indeks
Penyiaran Indonesia
I I Rekomendasi
Kebijakan
23.454.273 01 02 0l 03
059.GH.4524.Q4H Pelayanan Publik Lainnya 5.576.545
059.GH.4524.OAH.70I l,ayarlai Pengaduan Masyarakat Terhadap
Konten Siaran TV dan Radio
I 1 layanan 5.576.545 0l 02 01 03
059.GH.4524.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 86.158.439
059.GH.4524.QIC.501 Lembaga Penyiaran TV darl Radio yang
diawasi
61 61 Lembaga 86.158.439 01 02 01 o3
059.GH.4524.SCA Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
4.000.000
SK No 144249 C
Tata kelola komunikasi publik
500 Orang
500.000
059.GH.4524.SCA.001 Pelatihan SDM Bidang Penyiaran o 4.000.000 01 02 0l 03
059.GH.4525
berkas 5, hlm. 87 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.4525.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 500.ooo
059.GH.4525.PBL.001 Kebijakan Tata Kelola Komunikasi Publik o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 01 02 02 01
059.GH.7431 Penguatan Komunikasi dan Informasi
Publik Nasional
141.457 .7 t?
059.GH.7431.PAA Undang-Undang 3.500.000
059.GH.7431.PAA.001 Rancangan Revisi UU Nomor 14 Tahun
2008 tentang KIP
n RUU 3.500.000 ol 02 02 02
059.GH.7431.PAD Peraturan Presiden 2.000.000
059.GH.7431.PAD.001 Rancangan Perpres Sistem Komunikasi
Publik Nasional
1 O R.Perpres 2.OOO.OOO Ol 02 02 01
o59.GH.7431.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 16.578.000
059.GH.7431.PBL.001 Rekomendasi Hasil Survey Komunikasi
Pembangunan dan Informasi Publik
I I Rekomendasi
Kebijakan
16.578.000 Ol 02 02 ol
059.GH.7431.PEF Sosialisasi den Diseminasi 9.051.000
059.GH.7431.PEF.001 Sosialisasi dan Bimtek Kebijakan
Standardisasi Pengelolaan Akses dan Aset
Konten Informasi hrt lik
0 1000 orang 9.051.000 Ot 02 02 03
059.GH.7431.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 630.000
SK No 149575 C
NSPK Bidang Konkuren Komunikasi Publik o NSPK 210.000 0r 02 02 01 059.GH.7431.PFA.001 o
berkas 5, hlm. 88 OCR
-6aa-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GH.7431.PFA.002 NSPK Pengelolaan Akses dan Aset Konten
Informasi Publik
0 o NFT'II 210.OOO 01 02 02 0l
059.GH.7431.PFA.003 NSPK Standardisasi Konten Program
Prioritas Pemerintah
0 o NFriti 210.OOO 01 02 02 0l
osg.GH.743t.QMA Data dan Informasi Publik 11.314.079
o59.GH.743r.QMA.OOr Rencana Komunikasi Strategis Pemerintah
Tahurart
o 10 dokumen 11.314.079 0l 02 02 01
059.GH.743r.QMB Komunikasi Publik 138.384.638
o59.GH.743r.QMB.OO l Manajemen Pengelolaan Komunikasi
Strategis Pemerintah
o 38 kegiatan l3.57a.OOO Ol 02 02 ol
059.GH.743l.QMB.OO2 Konten Informasi Publik Program Prioritas
Pemerintah
o 500 kegiatan 13.574.OOO 01 01 02 02
o59.GH.7431.QMB.OO4 Pengelolaan Konten Kontra Narasi o 25 k giatan 4.52?.OOO 01 0l 02 02
059.GH.7431.0M8.005 Mor torfulg lsu dalam Pengelolaan
Komunikasi ftrblik
I 20 kegiatan 29.70t.634 Ol 02 02 0l
059.GH.7431.OM8.006 Pengelolaan l&isis Komunikasi Nasio(ral 0 50 kegiatan 12.000.000 01 02 02 0l
o59.GH.7431.QMB.OO9 Fetrgclolaan Komunikasi Rrblik Makan
Bergizi Gratis
13818750 13814750 Orang 65.000.000 01 02 02 o1
SK No 144251 C
121.400.000 059.GH.7432 Pengembangan Ekosistem Media,
Kehumasan, dan Kemitraan Komunikasi
Publik
berkas 5, hlm. 89 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
059.GH.7432.PBM Kebijakan Bidang Pelayanan Publik 800.000
059.GH.7432.PBM.001 Rekomendasi kebijakan terkait
pengembangan ekosistem media
o I Rekomendasi
Kebijakan
aoo.ooo 01 02 01 03
059.CH.7432.QDB Fasilitasi dai Pembinaan Lembaga 64.OOO.OOO
o59.CH.7432.QDB.OO I Pengembangan Kelembagaan Kehufi asai
Pemerintah (K/L/D dan BUMN)
o 135 L.urbaga 24.OOO.OOO Ol 02 02 ol
o59.CH.7432.QDB.OO2
059.GH.7432.QMB
Pengembangan Kemitraan Komunikasi
Stratctig
Komunikasi Publik
o IOOO Lembaga 40.000.000 Ol 02 02 ol
56.600.OOO
059.GH.7432.QMB.OO2 Pengelolaan Relasi Media 0 f50 kegiatan 21.400.000 01 02 02 03
059.GH.7432.QMB.OO3 Pengelolaan Kerja Sama Media Massa 0 75 kegiatan 32.000.000 01 02 02 03
059.GH.7432.QMB.OO4 Supervisi Implementasi Konkuren Bidang
Komunikasi Publik
0 50 kegiatan 3.200.000 01 02 02 0l
059.GK Program Pengembangan dan Penguatan
Ekosistem dan Ruang Digital
22.683.125.218
059.GK.7440 Pengembangan Layanan Aplikasi dan
infrastruktur digital Pemerintahan Terpadu
18.741.011.884
059.GK.7440.RBT Prasarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
16.043.999.998
SK No 144252 C
Pusat Data Nasional Batam I Titik/Lokasi 2.360.000.000 03 02 02 001 059.GK.7440.RBT.001 o
berkas 5, hlm. 90 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7440.RBT.002 Pembangunan Rr3at Data Nasional lbu
Kota Nusantara
o 1 Titik/Lokasi 13.683.999.998 03 02 02 001
059.GK.7440.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
110.648.688
059.GK.7440.RCL.001 OM Pelayanan Publik Digital 5 o Unit 870.688 03 02 02 005
07 10 02 lm
059.GK.7440.RCL.002 OM Sistem Penghubung layanan
Pemerintah (SPLB
I I Unit 21.368.000 07 10 02 02
03 02 02 005
059.GK.7440.RCL.003 OMD layanan Aplikasi Pemerintah Digital I I Unit 88.410.OOO 03 02 02 005
07 l0 02 02
059.GK.7440.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
dan Komunikasi
2.488.319.490
059.GK.7440.RDS.001 OM Pusat Data Nasional Cikarang I I Titik/Lokasi 1.676.431.490 03 02 02 001
059.GK.7440.RDS.002 OM hrsat Data Nasional Batam o I Titik/Lokasi 11.888.000 03 02 02 001
059.GK.7440.RDS.003 OM Government Cloud/ PDNS I I Unit 800.000.000 03 02 02 001
07 lo 02 o1
059.GK.7440.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 98.043.704
SK No 144253 C
Portal Pelayanan Publik I 40.846.669 07 lO 04 o1 059.GK.7440.UAB.001 I
berkas 5, hlm. 91 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sistem
Informasi
03 02 02 005
059.GK.7440.UAB.002 Portal layanan Administrasi 0 I Sistem
Informasi
20.ooo.ooo 07 lo 04 o3
059.GK.7440.UAB.003 Sist.E Peradilan Pidana Terpadu berbasis
Tclsrologi Informasi
I I Sistem
Informasi
6-124-030 03 02 02 005
o1 02 03 o7
059.GK.7440.UAB.004 Jaringan Intra Pemerintah I I Sistem
Informasi
20.754.586 03 02 02 001
059.GK.7440.UAB.005 Sistem Penghubung Layanan Pemerintah 1 I Sistem
Informasi
to.274.423 03 02 02 005
059.GK.7441 Tata kelola teknologi pemerintah digital 5.OOO.OOO
059.GK.7441.PAG Peraturan Menteri 4.OOO.000
0s9.GK.744l.PAG.00l PM Penyelenggaraan Pusat Data Nasional 0 o PerMen 2.OOO.000 07 10 02 01
059.GK.7441.PAG.002 PM Standar Teknis Prosedur Pembangunan
dan Pengembangan Aplikasi SPBE
o 0 PerMen l.ooo.ooo o7 lo 02 o1
059.GK.7441.PAG.003 PM Manajemen Aset TIK dan Manajemen
Layanan SPBE
o o PerMen I.OOO.OOO O? 10 02 o1
SK No 144254 C
Kebijakan Bidang Teknologi Informasi
o 1.000.000 0? lo 02 01
059.GK.7441.PBO l.ooo.ooo
059.GK.7441.PBO.001 o
berkas 5, hlm. 92 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Masterplan Pemanfaatan Teknologi Baru di
Pemerintahan
Rekomendasi
Kebijakan
03 02 02 006
059.GK.7442 Percepatan transforE asi digital daerah 208.OOO.OOO
059.GK.7442.UBA Fasilitasi dar Pembinaan Pemerintah
Daerah
208.000.000
059.GK.7442.UBA001 Feoda.Epingart Penyusunan Masterplan
Provinsi C.rdes
o 8 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
8.OOO.000 02 t4 0o2 0l
059.GK.7442.U8400 1.OOOO Pendampingan Penyusunan Masterplan
Provinsi Cerdas - Pu.at
o 8 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
a.oq).000 06 04 0l (x)
06 04 01 IllJ
0,6 04 01 07
06 04 0l 05
059.GK.7442.UBA.003 U.e Ca.e Teknologi Digital pada Kota
Cerdas
0 100 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
200.000.000 02 t4 002 0l
059.GK.7443 Pengembangan Ekosistem untuk Startup
Digital dan Gim Nasional
278.949.031
059.GK.7443.QD.J Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 198.449.031
SK No 144255 C
Startup Digital Terakselerasi
059.GK.7443.QDr.001 o l5O Start Up 127.750.000 02 14 002 001
berkas 5, hlm. 93 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
os9.GK.7443.Qn .OO2 Fasilitasi Digital Technopreneur 7 O Start Up 67.699.031 02 t4 002 001
os9.GK.7443.QDr.OO3 Fasilitasi Akselerasi Startup Game
059.GK.7443.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
20 O Start Up 3.OOO.OOO 02 t4 002 001
03 06 04 05
05 05 05 005
80.500.000
059.GK.7443.UBA.001 Ekosistem Startup Digital Kota o 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
ao.v)o.ooo 02 14 002 001
03 06 04 02
059.GK.7443.UBA.002 Akselerator den Inkubator GiE o 25 Daerah
(hov / Kab/ Kota)
oo3060,4 02
059.GK.7444 Pengembangan Inovasi Digita.l dan
Teknologi Baru
107.500.000
059.GK.7444.QDC Fasilitasi dalr Pembinaan Masyarakat 47.500.ooo
059.GK.7444.QDC.OO1 Pemanfaatan Teknologi Digital di Sektor
Pertanian
250 25O Orang 42.500.000 02 r0 16 02
02 14 @2 005
059.GK.7444.QDC.002 Pemanfaatan Teknologi Digital di Scldor
Perikanan
60 250 Orang 42.500.000 02 14 002 005
SK No 144256C
200 o Orang 2.500.000 02 t4 002 007 059.GK.7444.QDC.003
berkas 5, hlm. 94 OCR
REPUELIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PP KP PROP
Pemanfaatan TeloroloAi Digital di Sektor
Logistik
05 03 02 02
059.GK.7444.QII, Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 20.ooo.ooo
059.GK.7444.ODJ.001 Fasilitasi Grccn Tech o lO Start Up 20.ooo.ooo 02 t4 002 01
059.GK.7445 Pengembangan Industri Pos Logistik dan
Penyiaran
26.000.000
059.GK.7445.PAA Undang-Undang 2.000.000
059.GK.7445.PAA.001 Rancangan UU Pos o o RUU 2.000.000 03 02 0r 004
059.GK.7445.PAG Peraturan Menteri 2.000.000
059.GK.7445.PAG.001 Rancangan Fcraturar Menteri Dalam
Penyelenggaraan Penyiaran Menggunakan
Free To Air (FTA) Satelit
o O Fef,Men r.ooo.000 03 02 0l 004
059.GK.7445.PAG.002 Rancangan Peraturan Menteri Terkait
Rencana Dasar Telcuk Penyiaran
o o PerMen 1.000.000 03 02 01 004
059.GK.7445.PBO Kebijakan Bidang Teknologi Informasi 4.000.000
059.GK.7445.PBO.001 Peta Jalan Penyiaran Nasional o 0 Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 03 02 01 004
SK No 1,14257 G
Rekomendasi
Kebijakan
r.000.ooo 03 02 0l 004 059.GK.7445.PBO.002 Rekomendasi Kebijakan Penyelenggaraan
Penyiaran Menggunakan Integrated
Broadcast Broadband (IBB)
o 0
berkas 5, hlm. 95 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7445.PBO.003 Rekomendasi Kebijakan Terkait Tata Kelola
Industri Penyiaran
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
r.ooo.000 03 02 0l oo4
059.GK.7445.PBO.004 Rekomendasi Kebij akan terkait
Penyelenggaraan Penyiaran Radio Secara
Simulcast
n o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 03 02 0l 004
059.GK.7445.QDH Fasilitasi dai Pembinaan Badan Usaha 18.000.000
059.GK.7445.QDH.001 Fasilitasi Digitalisasi Pos o 20 Badan usaha 18.000.000 03 02 0l 002
059.GK.7446 Layanan Publik Bidang Pos Logistik,
Penyiaran, Telekomunikasi, dan
Informatika
136.439.866
059.CK.7446.QAH P.layanan Publik Lainnya 131.440.266
059.Gr.7446.QAH.0O1 Layanan Publik Bidang Telekomunikasi I O layanan 56.427.673 03 02 01 OOl
059.Gr.7446.Q4H.(x)2 layanan Publik Bidang Penyiaran I 0 layanan 51.001.400 03 02 0l 003
059.GK.7446.QAH.0O3 Layanan Publik Bidang Pog I O layanan 23.611.193 03 02 0l @2
05 03 03 09
059.GK.7446.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
2.OOO.000
SK No 144259 C
Sistem Informasi Pemerintahan
o Unit
2.999.600
059.GK.7446.RCL.002 Sistem Perizinan Telekomunikasi (OM) 2 2.000.000 03 02 01 001
059.GK.7446.UAB
berkas 5, hlm. 96 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7446.UAB.001 Pengembangan Aplik si Sistem Perizinan
Online Bidang Fos
2 2 Sistem
Informasi
2.999.600 03 02 01 002
059.GK.7447 Pengelolaan data datr pengendalian bidang
ekosistem digital
333.027.250
059.GK.7447.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
84.741.160
059.GK.7447.RAN.001 Perangkat Pengukuran QoS
Telekomunikasi da,r Penyiaran
E loo Unit 44.741.160 03 02 01 001
059.GK.7447.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
246.143.265
059.GK.7447.RCL.001 OM hrsat Monitoring Telekomunikasi, Pog
dan Penyiaran
1 I Unit 246.143.265 03 02 0l OO1
059.GK.7447.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 2.142.425
059.GK.7447.UAB.001 Pusat Monitoring Telekomunikasi, Pos dan
Penyiaran
o O Modul Aplikasi 2.142.425 03 02 01 001
059.GK.7448 Pengembangan keterampilan digital dasar
dan literasi digital baai masyarakat
505.7 r5.300
059.GK.7448.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 14.688. t00
SK No 144260C
Fasilitasi literasi Digital 300
02 t4 0{)1 001
059.GK.7448.QDC.004 O Orang 14.688.100 Ol 0l 02 02
berkas 5, hlm. 97 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7448.QDC.004. r2OO Fasilitasi Literasi Digital - Provinsi
Sumatera Utara
o o Orang 0060,401 o1
059.GK.7448.QDC.0O4. f6OO Fasilitasi l,iterasi Digital - Provinsi
Sumatera Selatan
o o Orang 006040t 02
059.GK.7448.SCA Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
49t.O2? .200
o59.GK.7448.SCA.OOl Pelatihan keterampilan digital dasar o 100000 Orang 426.400.000 Ol 02 02 03
059.GK.7448.SCA.002 Pelatihan Literasi Digital o 200 Orang 64.627.200 01 0l 02 02
02 t4 001 001
059.GK.7449 PerueEbartgal Talenta Digital Masyarakat 627.640.545
0s9.GK.7449.0E., Bantuan Pendidikan Tinggi 394.483. r45
o59.GK.7449.QE r.OOr Beasiswa S2lS3 Bidang Komunikasi d6n
Disitaf
703 703 Orang 394.483.145 0l 02 02 03
02 14 001 001
07 07 03 03
059.GK.7449.SCA Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
233.157.400
SK No 14261C
Pemberdayaan Talenta Digital
02 t4 001 001
059.GK.7449.SCA.001 o 1500 Orang 28.300.360 01 02 02 03
berkas 5, hlm. 98 OCR
FN,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(tap Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7449.SCA.002 Pelatihan Talenta Digital o 44000 Orang 204.457.040 0l 02 02 03
02 14 001 ool
059.GK.7450 Pengembangan Kompetensi SDM Apartur
dan Kepemimpinan Digital
141.679.216
059.GK.7450.SCA Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
141.679.216
059.GK.7450.SCA.003 Pelatihan Aparatur Digital o 20000 Orang 40.000.000 01 02 02 03
02 t4 001 001
wlo0302
059.GK.7450.SCA.011 I Digital Talent Scholarship 33500 o Orang 70.056.894 0? lO 03 02
0l 02 02 03
02 t4 001 001
059.GK.7450.SCA021 Pelatihan Kepemimpinan Nasional loo t6O Orang 31.622.322 01 02 02 o3
02 14 001 001
oTromol
059.GK.7452 Penyelenggaraan Pelindungan Data Pribadi
Masyarakat
162.462.356
SK No 144262 C
Pelayanan Publik Lainnya 162.462.356 059.GK.7452.Q4H
berkas 5, hlm. 99 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o59.GK.7452.QAH.OOr Operasionalisasi Kelembagaan PDP I O Lembaga 162.462.356 02 t4 001 002
03 02 02 003
059.GK.7453 Pengendalian di ruang digital 959.956.482
059.GK.7453.QIC Pengawasan dsn Pengendalian Lembaga 84.173.999
059.GK.7453.QrC.OO1 Peningkatan Kapasitas Sistem
Pengendalian Tata Kelola PSE dan
Transaksi PSE
I I Lembaga a4.173.999 0r 01 02 02
03 02 02 002
059.GK.7453.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
875.782.883
059.GK.7453.RCL.001 OM Sistem Pengendalian Tata Kelola PSE
dan Transaksi PSE
0 Unit 723.913.001 03 02 02 002
059.GK.7453.RCL.002 Sistem Penanganan dar Penanggulangan
Konten Ilegal
I Unit 1s1.a69.882 0l Ol 02 0t
02 14 001 002
03 02 02 002
03 02 02 005
059.GK.7455 Penyelenggaraan pengawasan aktivitas dart
transaksi elektronik
64.262.544
SK No 1,14263 C
OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
68.262.544 059.GK.7455.RCL
berkas 5, hlm. 100 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7455.RCL.001 OM PfkE Induk o I Unit 60_000-000 M lo 02 02
03 02 02 002
059.GK.7455.RCL.003 Pengendalian PSE (Pengawasan
Penyelenggara Sistctr Elektronik) dan PSrE
(Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk)
I o Unit 4.262.544 03 02 02 @2
07 10 02 02
059.GK.7456 Tata kelola pengawasan ruang digital 16.700.OOO
059-GK.7456.PAC Peraturan PcBarfurtah 3.000.000
059.GK.7456.P4C.001 RPP Ekosistem Digital 1 o RPP 3.000.000 0l Ol 02 02
059.GK.7456.PAG
059.GK.7456.PAG.001
Peraturan Menteri
PM terkait Roadmap Emerging Technologies o o PerMen
1.500.000
1.500.000 03 02 02 006
059.GK.7456.PBO Kebijakan Bidang Teknologi Informasi 4.000.ooo
059.GK.7456.PBO.001 I Kebijakan t€f,kait pengentasan judi online o 1 Rekomendasi
Kebijakan
4.OOO.OOO 03 02 02 003
059.GK.7456.QDt Fasilitasi dan Pembinaan Industri 8.200.000
o59.GK.7456.QDI.OOt Sandbox Regulasi Digital o 10 Industri 8.200.000 02 @ 06 03
059.GK.7657 Penyelenggaraan Pendidikan Ttrygi Bidang
Ko@digi
7.266.420
SK No 1,14264 C
Scrtif <asi Profesi dan SDM 7.266.420 059.GK.7657.PDI
berkas 5, hlm. 101 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEX)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GK.7657.PDt.00I Pelatihan Bidar,S Ko@digi 500 400 Orang 7.266.420 0l 02 02 03
059.GK.7658 SDM Vokasi Bidang KoEdigi 357.513-924
059.GK.7658.PDI S€ftifilesi Profesi dart SDM 335.316.784
o59.GK.7658.PDr.O0l Pelatihan berbasis SKKNI bidang koEdigi o 25000 Orang 335.316.784 0l 02 02 03
059.GK.7658.SCA Pel,atihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
22.197.140
059.GK.7658.SCA.001 Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
6000 O Orang 22.197.140 0l 02 02 03
059.GL Program Pengembangan dan Penguatan
Infrastruktur Digital
36.453.936.180
059.GL.7433 Akselerasi pengembangan infrastruktur
digital
612.724.384
059.GL.7433.PAD Peraturan Presiden l.760.ooo
059.GL.7433.PAD.001 Rancangan Peraturan hcsiden Tentang
Peta Jalan Infrastuktur Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) Nasional
1 0 R.Perpres 880.OOO 03 02 0l 004
059.GL.7433.PAD.002 Rancangan Peraturan Presiden tentang
Sistem Komunikasi Nasional Pelindungan
Masyarakat dan Penanggulangan Bctrcana
I n PerPres 880.000 03 02 02 003
SK No 144255 C
Kebijakan BidarE Tchlolo8i Informasi 7.565.000 059.GL.7433.PBO
berkas 5, hlm. 102 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GL.7433.PBO.001 Rekomendasi Kebijakan Penyelenggaraan
Layanan Telekomunikasi Universal
1 o Rekomendasi
Kebijakan
5.365.@0 03 02 01 004
059.GL.7433.PBO.003 Rekomendasi Kebijakan Peta Jalan t€f,kait
SkkoEnas PMPB
I o Rekomendasi
Kebijakan
2.200.000 03 02 02 003
059.GL.7433.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 19.575.000
059.GL.7433.QDB.0Or Fasilitasi integrasi K/L/D dengan L"ayanan
Panggilan Darurat I 12
o 50 L€trbaga 12.OOO.OOO 03 02 02 005
o59.GL.7433.QDB.OO2 Lembaga Instansi yang Terintegrasi
Sistem Informasi Kebencanaan
2 2 Lembaga 7.575.000 08 04 02
03 02 02 001
02
059.GL.7433.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 60.000.000
059.GL.7433.QDH.001 Fasilitasi Penyelenggara Jaringan Bergerak
Seluler dalam Penggelaran Jaringan 5G di
Kawasan dan Sektor Prioritas
o 4 Badan usaha 40.000.000 03 02 0l 001
059.GL.7433.QDH.OO2 Fasilitasi Penggelaran Infrastruktur dan
Peningkatan Kualitas Layanan Seluler 4G
oleh Penyelenggara Jaringan Bergerak
Seluler
o 4 Badan usaha 20.000.000 03 02 0l 001
059.GL.7433.RBT Prasarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
444.426.455
SK No 14267 C
433.220.000 03 02 0l oo3 059.GL.7433.RBT.002 Prasarana Digital Broadcasting System
(DBS)
6 O Titik/Lokasi
berkas 5, hlm. 103 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/ ROIPROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GL.7433.RBT.003 Penyelenggaraan Jaringan Sistem
Komunikasi Nasional Pelindungan
Masyarakat dan Penanggulangan Bencana
n 264 Kab/Kota 387.500 03 02 02 00r
059.GL.7433.RBT.004 OM Penyelenggaraan Sistem Komunikasi
Nasio(lal Pelindungan Masyarakat d€r!
Penanggulangan Bencana
o 125 Kab/Kota 10.818.955 03 02 02 001
059.GL.7433.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
den Komunikasi
23.800.000
059.GL.7433.RDS.001 Prasarana Digital Broadcasting SyEteE
(oM)
0 10 Unit 3.450.000 03 02 01 003
059.GL.7433.RDS.002 Sistem Informasi Kebencanaan (OM) 3 3 Unit 20.350.000 03 02 02 001
059.GL.7433.UBA
059.GL.7433.UBA.002
Fasilitasi dan PeEbiiaa[ Pemerintah
Daerah
20 20 Kab/Kota
55.597.929
42.59?.900 03 02 0l 001
06 07 01 03
Kabupaten Kota yang difasilitasi
Menerapkan Infrastruktur Pasif Berigl[a
o59.GL. 7433.U84.002.OOO0 Kabupaten Kota yang difasilitasi
Menerapkan Infrastruktur Pasif Bersama -
hrsat
20 20 Kab/Kota 42.59?.900 06 ()4 01 til,
SK No 144268 C
Fasilitasi Pengembangan G8abit City
26 26
Da.rah
(Prov/ Kab/ Kota)
13.000.000 08 04 02 01
059.GL.7433.UBA.005 0 3a 29 03 02 0l 001
059.GL.7433.UBA.006
berkas 5, hlm. 104 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kab/Kota yang Sudah Terintegrasi layanan
Panggilan Darurat I 12 dan Sistem
Informasi Bencana
Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
03 02 02 005
059.GL.7434 Penataan Sp€kruo Frekuensi Radio dan
Standardisasi Perangkat Digital
56.890.693
059.GL.7434.PBO Kebijakan Bidang Teknologi lriforEa.i 50.700-693
059.GL.7434.PBO.401 Rekomendasi Kebijakan Penyediaan
Spektrum Frekuensi Radio untuk layanan
Broadband
I 3 Rekomendasi
Kebijakan
37.700.693 03 02 0l 004
059.GL.7434.PBO.402 Rekomendasi Kebijakan Perlindungan
Pengguna Perangkat Digital
1 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 03 02 02 003
059.GL.7434.PBO.403 Rekomendasi Kebijakan Fengolalaan
Limbah Elektronik (e-waste)
1 o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 02 t4 N2 0l
059.GL.7434.PBO.405 Rekomendasi Standardisasi perangkat
digital, data center, cloud, CDN, Internet
Exchange dan Infrastruktur Pasif
o o Rekomendasi
Kebijakan
l.ooo.000 03 02 0l 004
059.GL.7434.PBO.406 Rekomendasi Kebijakan Pengaturan
Spektrum Frekuensi Radio untuk
keperluan layanan publik dan instansi
Peacdntah
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 03 02 0l 004
SK No 14/,269 C
Fasilitasi derl Pembinaan Industri 6.190.000 059.GL.7434.QDr
berkas 5, hlm. 105 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GL.7434.QDr.421 Fasilitasi Linkmatch Industri TIK Dalam
Negeri
1 1 Industri 6.190.000 02 14 002 001
059.GL.7435 Pengembangan Layanan dan Ekosistem
Industri Telekomunikasi dan Perangkat
Digital
12.000.000
059.GL.7435.PBO Kebijakan Bidang TelmoloEi Informasi 8.000.000
059.GL.7435.PBO.523 Rekomendasi Kebijakan Rasionalisasi
Regulatory Cost
I o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 03 02 01 004
059.GL.7435.PBO.524 Rekomendasi Kebijakan Pengembangan
Data Center dan Cloud
1 o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 03 02 02 003
05 05 05 002
05 05 05 001
059.GL.7435.QDI
059.GL.7435.QDt.5r4
Fasilitasi dan Pembinaan Industri
Fasilitasi Pengembangan Data Center dan
Cloud
I o Industri
4.OOO.000
4.OOO.000 05 05 05 004
059.GL.7436 Layanan Publik Bidang Sumber Daya dan
Perangkat Digital
165.154.150
059.GL.7436.PBO Kebijakan Bidang Teknologi Informasi r.828.050
SK No 14r'.2700
Pelayanan Publik Lainnya
Rekomendasi
Kebijakan
32.375.498
059.GL.7436.PBO.501 Rekomendasi Kebijakan Industri Fcrartgkat
Telekoour kasi Dalam Negeri
0 2 r.828.050 02 14 001 004
059.GL.7436.QAH
berkas 5, hlm. 106 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
059.GL.7436.QAH.201 Layanan perizinan spektrum frekuensi
radio, SOR, Sertifikasi Perangkat, Data
Center, cloud dan Telekomunikasi Khusus
o I layanan 4.000.000 05 05 05 004
059.GL.7436.QA}t.205 Layanan Pengelolaan PNBP BHP SFR I I layanan 11.903.536 03 02 01 005
059.GL.7436.Q4H.502 Layanan Perlindungan Pengguna Perangkat
Telekomunikasi
4 I layanan t2.47 t.962 03 02 02 002
05 05 0s 004
059.GL.7436.Q4H.603 Layanan Pengujian Perangkat Digital 0 I layanan 4.000.000 05 0s 05 (x)4
059.GL.7436.QDr Fasilitasi den Pembinaan Industri 4.000.000
059.GL.7436.QDI.601 Fasilitasi Pengujian untuk Inovasi dan
Pengembangan P€f, angkat Digital Dal6.E
Negeri
o I Industri 4.000.000 05 05 05 004
059.GL.7436.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
126.954.602
059.GL.7436.RAN.601 Pemenuhan Kapasitas Pengujian Perangkat
TIK di BBPPT
3 1 Unit 126.954.602 02 t4 002 001
059.GL.7437 Monitoring dan Pengendalian Spektrum
Frekuensi Radio, Perangkat Digital dan
Kualitas layanan Telekomunikasi
364.111.075
059.GL.7437.QAH Pelayanan Publik lainnya 20.000.000
SK No l,l427l C
layanan Pengawasan dan Pengendalian
SFR
20.000.000 03 02 0l 005 059.GL.7437.Q4H.307 I I layanan
berkas 5, hlm. 107 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
059.GL.7437.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
344.111.075
059.GL.7437.R4N.001 Sistem Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) I o Unit 323.000.000 03 02 0l OO5
059.GL.7437.RAN.002 Sistem Informasi Manajemen Spektrum
(SIMS)
I o Unit 21.111.075 03 02 01 005
059.GL.7438 Penyediaan dan Pengelolaan Infrastruktur
Digital di Wilayah Universal
35.243.051.878
059.GL.7438.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 66.OOO.OOO
059.GL.7438.QDH.OOl Kcda Sarla Badan Usaha 4 O Badan usaha 66.000.000 03 02 01 001
059.GL.7438.RBT Prasarana Bidang Teknologi Informasi da!
Komunikasi
I l_325.234-935
059.GL.7438.RBT.001 BTS 4G o 2@O Titik/Lokasi a.ooo.o00.ooo 03 02 01 001
059.GL.7438.RBT.002 Terestcrielisasi o 1734 Titik/Lokasi 3.325.234.935 03 02 01 001
059.GL.7438.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
dsn Komunikasi
23.851.816.943
059.GL.7438.RDS.002 OM BTS 4G /Lastmile 3761 3761 Titik/Lokasi 5.000.259.170 03 02 01 001
06 07 0t 03
SK No 149576 C
OM BTS 4G /Lastmile Papua dan Papua
Barat
3539 3539 Titik/Lokasi
059.GL.7438.RDS.003 4.213.367.004 06 07 01 o3
berkas 5, hlm. 108 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
059.GL.7438.RDS.004 OM Akses Internet 33018 32155 Titik/Lokasi 3.835.484.040 03 02 0l OOr
06 07 0l 03
059.GL.7438.RDS.004.0000 OM Akses Internet - Pucat 33018 32155 Titik/Lokasi 3.835.484.040 02 10 0l 03
o59.GL.7438.RDS.OO5 OM Akce! Internet Papua dan Papua Barat 3812 5747 Titik/Lokasi 426.325.580 03 02 0l 001
06 07 01 03
059.GL.7438.RDS.006 OM SATRI,A 1 150 150 Unit 10.376.381.149 06 07 01 03
03 02 0r ool
TOTAL 59.849.610.402
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badd! Usaha, dan Masyarakat
SK No 144273 C
berkas 5, hlm. 109 OCR
_709_
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESI,A
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_20.29
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 02.07 - Indeks Keamanan dan Ketertiban Masyarakat 3,39 3,80 4,20
PP 02.08 - Indeks Kepuasan Layanan Kepolisian 45,77 86,00 84,00
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.07.01 - Indeks Harkamtibmas 67,5 67,6 68,s
KP 02.07.02 - Crime Rate pcr 100.000
penduduk
43 40 36
KP 02.07.02 - Clearance Rate Tindak Pidana persen 74 75 79
XP 02.08.01 - Tingkat pemenuhan Minimum Essential &/li(€ F4liipnent (MEPE) perSen - (indikator baru) 80 84
KP 02.08.02 - I dcks SPBE 3,OO 3,40 4,OO
KP 02.08.02 - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan pengaduan Polri p€fsetl 85,I 86 90
SK No 144274C
unit KP 02.08.03 - Jumlah pusat pendidikan polwan I
berkas 5, hlm. 110 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.08.03 - Jumlah kapasitas pusat pendidikan Polwan orang 805 gan 1.200
KP 02.08.04 - Inde.ks Profesionalitas SDM PoLri - (indikator baru) 70,5 72,5
SK No 144275 C
berkas 5, hlm. 111 OCR
FF.EsIDEN
-7Lt-
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_20,29
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARCET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060.BD Program Profesionalisme SDM Polri 127.052.046
060.BD.3100 Penyelenggaraan Pendidikan dan Latihan
Polri
127.052.046
060.BD.3lOO.PDl Sertifikasi Profesi dan SDM 44.530.748
060.8D.3100.PDr-OO1 Sertifikasi Profesi Anggota Polwan 0 50 Orang 6.000.000 02 08 03 02
060.8D.3100.PDr.002 Sertifikasi Profesi Anggota Polri 0 5OO Orang 6.000.000 02 08 04 02
060.BD.3lOO.PDI.003 Sertifikasi Profesi Penyidik Polri o fOOO Orang 24.OOO.OOO 02 08 04 02
060.BD.3100.PDI.O20 Sertifikasi Pendidik dan PcDAasuh (PN) 500 O Orang 8.53).748 02 08 04 01
060.BD.3100.SBE Pendidikan N6r Gcl6r 7?.94?.706
060.BD.3100.SBE.001 Dikbangspes Penanggulangan Konflik
Secara Humanis FT BRIMOB (PN)
75 75 Orang 4.72t.O14 02 0? Ol 01
060.BD.3100.SBE.002 Dikbangspes Penanggulangan Konflik
Secara Humanis FT BINMAS (PN)
?5 75 Orang 2.613.346 02 07 01 o1
060.BD.3100.SBE.003 Dikbangspcs Penanggulangan Konflik
Secara Humanis FT SABHARA (PN)
75 75 Orang 2.613.346 02 07 01 o1
060.BD.3lOO.SBE.OO4 Pendidikan Pembentukan Bintara Polwan 0 3OOO Orang 68.000.000 02 08 03 01
SK No 14,r'.2760
Pelatihan Bidang Politik, Hukum,
Fertahdran dan Keamanan
4.573.592 060.BD.3100.SCG
berkas 5, hlm. 112 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ROIPROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060.BD.3100.SCG.001 Pendidikan dan Latihan SPPA (PN) 70 O Orang 4.573.592 02 08 03 02
060-Br Program Penyelidikan dan Penyidikan
Tindak Pidana,
55.424.542
060.Br.3r37 Dukungan ManajeEcn dan Tel(tis
Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana
875.OOO
060.B1.3137.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 875.OOO
060.BI.3137.PDI.OO1 Peningk tar Kapasitas SDM Siber melalui
Sertifikasi CEH dan CHFI (PN)
to lO Orang 875.OOO 02 08 04 Ol
060.B1.3142 Frnindeksn Tin&k Pidrne Umum 10.780.000
060.Bt.3l42.QCE Penanganan Perkara 1o.74o.000
060.8I.3142.QCE.001 Penanganan Tindak Pidana terhadap
Perempuan dan Anak
o [rj] Parkere 780.000 02 07 02 02
060.Br.3 r42.QCE.002 Penanganan Penyelundupan Manusia
(People S6uggting)
0 30 Perkara IO.OOO.OOO 02 W 02 Ol
060.Br_3143 Penindakan Tindak Pidana Terorisme 22.169.755
060.Br.3r43.QCE Penanganan Perkara 22.169.?55
060.8r.3143.oCE.002 Penanganan Tlndak Pidana Terori$he (PN) I I Perkara 22.169.755 02 07 02 01
060.8r.3144 Penindakan'I'Indak Pidana Narkoba 8.727.434
060.8r.3144.QCE Penanganan Perkara 4.727.434
SK No 14277 C
Penanganan Tindak Pidana Narkoba {PN) I Perkara 4.727.434 07 06 04 ol 060.Br.3144.QCE.O02 I
berkas 5, hlm. 113 OCR
R,EFUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 0? 02 ol
060_BI_3151 Penindakan Tindak Pidana Siber 7.880.654
0,60.Br.31sr.ocE Penanganan Perkara 7.880.654
060.BI.315l.QCE.OO2 Penanganan Tindak Pidana Siber (PN) 30 rn Frrksra 7.880.654 02 07 02 02
02 05 04 02
060.B1.4342 Penindakan Tindak Pidana Perairan 4.991.699
060.B1.4342.QCE Penanganan Perkara 4.991.699
060.Br.4342.QCE.OO2 Penanganan Tindak Pidana Perairan (PN) 21 O Perkara 4.991.699 02 07 02 Ot
060.BP Program Modernisasi Almatsus dan Sarana
Prasarana PoL'i
124.394.546.470
060.8P.3044 FcngeEbdtgan Peralatan Polri 122.343.372.793
060.BP.3084.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Kcaoartan 122.343.372.793
060.BP.3084.RAF.003 Pemenuhan Almatsus (Sumber PHLN dan
PDN) (PN)
24 24 Unit 121.498.550.766 02 02 02
02 08 01
02
0r
060.BP.3084.RAF.027 Pemenuhan Catching Net Samapta (PN) v)o 500 Unit 271.095.000 02 08 01 ol
SK No 144278 C
PeEcnuhan Kendaraan Lietrik R-4
"Yartras" (PN)
2 Unit 124.917.175 02 08 01 o1 060.BP.3084.RAF.029 2
berkas 5, hlm. 114 OCR
REPUELIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060.BP.3084.RAF.031 Pemenuhan Ran Angkut Khusus Tactical
Advanced TDD Active System (PN)
I 1 Paket 469.2?4.907 02 08 01 01
060.BP.3084.RAF.032 Felrlenuhai Stasiun Pengisian Kendaraan
Listrik (SPKL) (PN)
I I Unit 19.530.945 02 08 01 o1
060.BP.5062 Pengembangan Fasilitas dan Kontruksi
Polri
6.O15. t? 3.677
060.8P.5062.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
6.015.173.677
060.8P.5062.RBM.001 Pembangunan SPKT Tingkat Polres sesuai
SPM yang Terintegrasi sEcara Online (PN)
o 10 unit 38.000.000 02 08 02 02
060.8P.5062.RBM.002 Pemenuhan Prasarana S€polwarr o I unit 40.000.000 02 08 03 Ol
060.BP.5062.RBM.005 Peningkatan layanan Ruang Pelayanan
Khusus (RPK) Kepolisian sesuai standar
pelayanan minimal (PN)
2 I unit 24.030.899 04 19 04 02
02 Oa 02 Ol
060.BP.5062.RBM.007 Pemenuhan Rumah Negara Polri (sumber
dara SBSN) (PN)
1235 1235 unit 5.796.537.196 02 08 01 02
060-BP-5062.R8M.004 P€rhbanguna[ Fo8 Pol SubSektor di
Wilayah Perbatasan (PN)
I o unit 57.177.230 02 08 Ol 02
060.8P.5062.R8M.0r3 Pembangunan Fols.k (PN) 1 I unit 59.424.352 02 08 01 02
060.BQ Program Pemeliharaan Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat
3.010.000.000
SK No 144279 C
Pembinaan Pelayanan Fungsi Sabhara 560.000.000 060.BQ.3130
berkas 5, hlm. 115 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
060.Bo.3r30.oHB Operasi Bidang Keamanan 550.000.000
060.8Q.3 T30.QHB.OO l Peningkatan layanan Kepolisian Fungsi
sabhara
o 17000 Hari Operasi 560.000.000 02 08 02 ot
060.8Q.3133 Peningkatan Pelayanan KeaD€ttan dan
Kcsel,aData! Masyarakat di Bidang Lantas
2.400.000.000
060.BQ.3l33.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 2.400.ooo.000
060.BQ.3133.QAA.OOr layanan Online Bidang Registrasi dan
Identifikasi lalu Lintas
o 15000 Orang 2.400.000.000 02 08 02 02
060.BQ.5080 Pengendalian Operasi l( Kepolisian 50.ooo.ooo
060.BQ.5080.QAH Pelayanan Publik Lainnya 50.000.ooo
060.8Q.5080.OAH.001 Pengamanan lbu Kota Negara (IKN) (PfI t2 12 layanan 50.000.ooo 02 07 01 02
06 05 01 :i]a
060.wA Program Dukungan Manajemen 5.806.990
SK No 144280 C
Pelayanan Kesehatan Polri 5.406-990 060.WA.3072
berkas 5, hlm. 116 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
060.wa3()72.QHB Operasi Bidang Keamanan 5.806.990
060.wa3072.oHB.0o5 Bakti Kesehatan (PN) I I operasi 5.806.990 02 0? 01 02
TOTAL 131.596.830.048
Keterangan:
c) Keterlibatan Pcrsrr Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No l4/'28l9
berkas 5, hlm. 117 OCR
FR,ESIDEN
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04. 14 - Persentase Sediaan farmasi aman dan bermutu persen - (indikator baru) ?2,5 78,4
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 04.13.05 - Persentase label produk tembakau dan/atau rokok elektronik yang
memenuhi ketentuan
persen - (indikator baru) 75 83
KP 04.14.03 - Persentase kab/kota Pangan A.Ear! persen L3 l2o23l 14 7A
KP 04.14.03 - Persentase pangan olahan yang aman dan bermutu persen 77,8 (2023) 78 85
KP 04.14.03 - Persentase pangan industri rumah tangga aman dan bermutu persen 73,3 (2023) 75 79
KP 04.14.03 - Persentase obat yang aman dan bermutu persen - (indikator baru) 9n 94
KP 04.14.03 - Persentase obat bahan alam yang aman dan bermutu p€raen - (indikator baru) b5 73
KP 04.14.03 - Persentase suplemen kesehatan yang aman dan bermutu IrrE€n - (indikator baru) 68 76
SK No 144282 C
persen - (indikator baru) 62 66 KP 04.14.03 - Persentase kosmetik yang aman dan bermutu
berkas 5, hlm. 118 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.DR Program Pengawasan Obat dan Makanan 474.479.274
063.DR.3165 Pengawasan Obat dan Makanan di Seluruh
Indoiesia
57.241362
063.DR.3165.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 38.394.955
063.DR.3165.QDG.00t UMKM yang didampingi dalam pemenuhan
standar oleh UPT
841 1231 UMKM 34.394.955 0a 02 01 o3
ol
03 03 02 04
02 o3 06
063.DR.3r65.QrA Pengawasan dan Pengendalian Produk 15.000.000
063.DR.3165.QIA.O20 Sampel KLB keracunan pangan yang diuji
sesuai standar
58 80 Produk 15.000.000 04 14 03 01
063.DR.3l65.QlC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 3.Aa6.i+O7
SK No 144283 C
437
27.461.020
063.DR.3r6s.QrC.O03 Layanan pemeriksaan sarana produksi
parlgar fortifikasi yang diperiksa oleh UPT
640 Lembaga 3.886.407 02 r0 14 001
063.DR.4l l9 Pengawasan Obat lYadisi@rol, darr
Suplemen Kesehatan
berkas 5, hlm. 119 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.DR.4l l9.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM r6.240_OOO
063.DR.4119.QDC.OO2 Pelaku usaha yang diintervensi
berkomitmen untuk memproduksi produk
FitofsrEeke
4 12 UMKM 1.240.000 05 01 0s 04
063.DR.4119.QDG.005 Sarana produksi obat bahan alam yang
diawasi
90 UMKM lo.ooo.ooo 04 14 03 02
063.DR.4119.QDG.006 Fasilitas distribusi obat bahan ala.a yang
diawasi
70 74 UMKM 5.000.000 04 14 03 02
063.DR.4119.ODI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 11.221.020
063.DR.4119.ODI.001 Industri OBA yang dibina dalam
peningkatan maturitas
16 38 Industri 1.221.020 04 14 03 02
063.DR.41l9.QDr.OO5 Sarana produksi suplemen yang diawasi I:F 89 Industri 5.000.000 0s 01 05
04 t4 03 02
04
063.DR.4r r9.QDI.O1O Fasilitas distirbusi suplemen yang diawasi 93 Industri 5.000.000 04 t4 03 02
063.DR.4120 Pengawasan Produksi Pangan Olahan 43.796.450
SK No 14284C
Fasilitasi dan Pembinaan Industri 43.796.450 063.DR.4120.ODI
berkas 5, hlm. 120 OCR
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
KODE
Industri Pangan olahan yang proaktif
dalam meningkatkan lcvcl pemenuhan
regulasi sistem jaminan keamanan dart
mutu parryan
58 139 Industri v.ao9.924 04 t4 03 01
063.DR.4120.QDl.OOr
063.DR.4l2O.QDt.OO2 Sarana Produksi Pangan Fortifikasi skala
Kecil yaru diintervensi dalam raruka
pendampingan pemenuhan k kesesuaian
pengendalian prosGa
25 40 Industri 8-4U6.526 02 t0 14 001
04 14 03 0l
Sarana produksi pangan olahan yaru
diawasi
73 78 Industri ro.000.ooo 04 14 03 0l 063.DR.4120.QDI.003
Sarana IRTP (Industri Rumah Tangga
Pangan) yang diawasi
54 70 II3'JI 7.500.000 04 t4 03 0l 063.DR.4120.ODI.004
063.DR.4121 Pengawasan Kosmetik 16.685.760
063.DR.4l2r.QDl Fasilitasi dan Pembinaan Industri 16.685.760
Industri kosmetik yang dibina dal€E
rangka peningkatan maturitas
35 55 Industri 8.185.760 04 14 03 02
063.DR.412 r.QDI.OOr
063.DR.4121.0D1.003 Sarana produksi kosmetik yang diawasi 81 85 Industri 4.500.000 04 14 03 02
SK No 1,14285 C
Fasilitas distribusi kosmetik yang diawasi 78 A2 Industri 4.000.000 04 t4 03 02
063.DR.412r.QDI.OO4
berkas 5, hlm. 121 OCR
- 72t -
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.DR.4122 Pengawasan Distribusi dan Pelayanan
Obat, Narkotika, Psikotropika, dan
Prekursor
u.500.ooo
063.DR.4r22.0rC Pengawasan dan Pengendalian t Lembaga 17.500.000
063.DR.4r22.QrC.OO2 Fasilitas distribusi obat yang diawasi 167 265 Keputusan 17.500.000 ()4 14 03 02
063.DR.4123 Pengan aaan Keamanan, Mutu, dan Ekspor
lBp6 Obat, Narkot.ika, Psikotropika,
Prekursor, dan Zat Adiktif
44.795.323
063.DR.4l23.QrA Pengawasan dan Pengendalian Produk 44.795.323
063.DR.4123.QIA.OO1 label produk tembakau dan/atau rokok
elektronik yang memenuhi ketentuan
mfin 6800 Produk 7.242.655 04 13 05 02
063.DR.4l23.QlA.OO2 Laporan tindak lanjut regulatci terkait
keamanan obat beredar yang
dikomunikasikan
t2 20 laporan 29.&2.664 02 16 05 02
063.DR.4l23.QtA.OO3 Laporan farEakovigilans yang dinilai dan
ditindaklanjuti
a? 89 Laporan 4.500.000 04 l4 03 02
SK No 144286 C
Fasilitas pelayanan kesehatan yatrg
diberikan KIE farEakovigilans
26 30 Produk 3.750.000 04 14 03 02 063.DR.4r23.QrA.OO5
berkas 5, hlm. 122 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.DR.4125 Pengawasan Produksi Obat, Narkotika,
Psikotropika, dan Prekursor
22.sOO.OOO
063.DR.4125.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 22.500.000
063.DR.4r25.0rC.002 Sarana produksi obat yang diawasi 79 84 Badan Usaha 20.ooo.ooo 04 14 03 02
063.DR.4r25.QtC.003 Industri farmasi yang dibina dalam rangka
peningkatan tingkat maturitas
52 60 Badan Usaha 2.500.000 04 14 03 02
063.DR.4126 Registrasi Pangan Olahan 23.500.000
063.DR.4126.PCA Perizinan Produk 23.500_OOO
063.DR.4126.PCA.002 Pangan olahan sebelum beredar yang
diawasi
79 84 Produk 23.500.OOO ()4 14 03 ol
063.DR.4127 Registrasi Obat [email protected]
063.DR.4127.PCA Perizinan Produk 46.O94.7Aa
063.DR.4127.PCA.001 Obat sebelum beredar yang diawasi 7500 7900 Keputusan 46.094.784 04 t4 03 m
SK No 14/'287 C
Registrasi Obat Tradisional, Suplemen
Kesehatan dan Kosmetik
54.110.480 063.DR.4128
berkas 5, hlm. 123 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEG1ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP l(P PROP
063.DR.4128.PCA Perizinan Produk 54.110.480
063.DR.4128.PCA.001 Keputusan Registrasi Obat Bahan Alalrr
dan Suplemen Kesehatan, serta Notifikasi
Kosmetika yang Diselesaikan Sesuai
Ketentuan
81000 118592 Keputusan 31.610_480 05 01 05 04
063.DR.4128.PCA.002 Obat bahan alam sebelum beredar yang
diawasi
75 77 Keputusan 10.000.000 04 14 03 02
063.DR.4128.PCA.003 Suplemen kesehatan sebelum beredar yang
diawasi
65 69 Keputusan 7.500.000 04 t4 03 02
063.DR.4128.PCA.004 Kosmetik sebelum beredar yang diawasi 96 Keputusan 5.OOO.OOO 04 t4 03 02
063.DR-4129 Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen
Kesehatan dan Kosmetik
3.OOO.OOO
063.DR.4129.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 3.000.000
063.DR.4129.PFA.002 Standar obat bahan alam dan suplemen
kesehatan yang dbuEun berkontribusi
dalam penanganan stunting
I Standar 3.000.000 05 01 05 04
063.DR.4130 Standardisasi Pangan Olahan 985.366
SK No 149577 C
Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 985.366 063.DR.4130.PFA
berkas 5, hlm. 124 OCR
FF.ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
063.DR.4130.PFA.002 Regul,asi di bidang pangan olahan yang
mendukung produksi dan konsumsi yang
berkelanjutan yang disusun
I 1 NSPK 985.366 02 15 02 0l
063.DR-4132 Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku
Usaha Pangdr Olahan
23.004.556
063.DR.4r32.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 23.004.556
063.DR.4l32.QDC.@1 Fasilitator yang dibina untuk melakukan
pendampingan kepada UMK Pangan
Olehen
250 350 Orang 23.004.556 03 03 02 o4
063.DR.4133 Pengujian Obat dan Makanan 30.000.000
063.DR.4133.PDD Standardisasi Lembaga 25.OOO.OOO
063.DR.4133.PDD.003 Laboratorium pengawasan pangan olahan
dan sediaan farmasi yang dilengkapi
dengan SPA tcrs.rtifi kasi
66 8l Lembaga 25.000.000 04 14 03 01
04 14 03 02
063.DR.4133.PEE Kemitraan 5.OOO.000
SK No 144289 C
20 Kesepakatan
04 14 03 02
063.DR.4133.PEE.002 Laboratorium eksternal yang mampu
melakukan pengujian sediaan farmasi dan
pangan olahan sesuai standar
4 5.OOO.OOO 04 14 03 o1
berkas 5, hlm. 125 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x)25-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
063.DR.4134 Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Obat
dan Makanan
20.ooo.ooo
063.DR.4l34.QCD Perkara Hukum Badan U.sha 20.000.ooo
063.DR.4l34.QCD.O02 Kejahatan Sediaan Farmasi datr Pangan
Olahan Jrang ditindak
5 Perkara 20.000.000 04 t4 03 02
063.DR.6385 Perob€f,dayaart Masyarakat dan Pelaku
Usaha OT, SK, l(os
26.279.820
063.DR.6385.QDC Fasilitasi dan PcEbinsrn Masyarakat 26.279.820
063.DR.6385.QDC.00r Fasilitator pemberdayaan pelaku UMKM
OBA, SK dan Kos yang sesuai standar
115 f66 Orang 26.279.420 03 03 02 04
063.DR.6386 PeEantquarr Pelanggaran HukLr-E di Bidang
Peredaran Obat dan Makanan melalui Siber
17.4a4.353
063.DR.6386.0KB Pemantauan produk 17.484.353
063.DR.6386.QK8.002 Pelanggaran Hukum di Bidang Peredaran
Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang
dipantau Ecldui Sib€f,
a2 83 laporan 17.484.353 04 t4 03 02
SK No 144290 C
Program Dukungan Manajemen 90.552.a60 063.WA
berkas 5, hlm. 126 OCR
KODE
NAMA
PROCRAT/|/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
063.WA.4113 Pengembangan SDM Aparatur Badan tOM 90.552.860
063.WA.4113.PDI Sertifikasi Profesi dar SDM 90.552.460
063.WA.4113.PDI.001 SDM pengawas pangan olahan dan sediaan
farmasi yang memenuhi standar
kompetensi
644 947 Or€tlg 90.552.860 04 14 03 01
TOTAL 565.032.139
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144291C
berkas 5, hlm. 127 OCR
LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_20.29
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 01.01,03 - Performa pimpinan tingkat pusat dan daerah dalam membina ketahanan nasional 82,88 (2023) 85,34-89,87 87,ss-92,08
SK No 144292 C
berkas 5, hlm. 128 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
064.AJ Program Pembinaan Ketahanan Nasional 192.705.660
064.AJ.3190 Penyusunan Rencana dan Pelaksanaan
Pendidikan Reguler, Angkatan
117.486.203
064.Ar.3r90.S8E Pendidikan Nor Gelar 117.486.203
064.AI.3lgO.SBE-OO1 Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan
Pimpinan Nasional
110 llo Orang 117.486.203 01 0l 03 o1
08 02 0l rt)
064.At.3195 Penyusunan Rencana dan Pembinaan serta
Pelaksanaan Pemantapan Nilai-Nilai
Kebangsaan
35.190.665
064.Ar.3r95.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 35.190.665
064.AI.3195.QDC.OO2 PEMANTAPAN NILAI-NILAI KEBANGSAAN ,lfr1 5OO Orang 35.190.665 0l 0l 02 01
08 02 01 02
064.Ar.3r97 Penyusunan Rencana dan Pelaksanaan
Training of Trainer lToI) Nilai-nilai
Kebangsaan
33.657.829
064.AJ.3l97.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 33.657.429
SK No 144293 C
TRAINING OF TRAINNER (ToT) NILAI-NIL.AI
KEBANGSAAN
064.AJ.3197.QDC.OO4 5OO Orang 33.657.829 0l ol 03 02
berkas 5, hlm. 129 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
064.AI.3198 Pen!ruaunaa Rencana dan Pelaksanaan
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan
6.370.963
064.Ar.3198.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 6.370.963
064.4r.3198.QDC.00s DIALOG WAWASAN KEBANGSAAN 1000 fSOO Orang 6.370.963 0t 01 02
02 04 01 o1
ol
08 02 0l 02
TOTAL 192.705.660
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144294C
berkas 5, hlm. 130 OCR
KEMENTERI,AN INVESTASI DAN HILIRISASI/BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 05.04 - Nilai PMA dan PMDN triliun rupiah 1.418,9 (2023) 1.905,6 3.414,8
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.22.03 - Nil,ai realisasi PMA/PMDN h nieasi ikan Tuna Cakalang Tongkol (TCTI juta rupiah 220.600 604.200 631.227
KP 02.22.03 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi tilapia juta rupiah 77.361 447.260 8:lo. 124
KP 02.22.03 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi udang juta rupiah 65.9210 397.550 697.500
KP 02.22.04 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi garam juta rupiah 2.2*. 4 7.379.OOO 13.771.497
KP 05.01.01 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi nikel juta rupiah 113.700.000 ,14. loo.ooo 108.210.000
KP 05.01.02 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi tembaga juta rupiah 45.720.OOO 45.933.000 55.132.OOO
KP 05.01.03 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi bauksit juta rupiah lo.790.ooo 11.782.OOO 16.752.000
KP 05.0 I .04 - Nil,ai realisasi PMA/ PMDN hilirisasi timah juta rupiah 500.ooo Slo.ooo 550.OOO
KP 05.01.05 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi kelapa sawit juta rupiah 44.090.000 1.489.335 2.297.112
SK No 144295 C
4.492.915 392.210 708.343 KP 05.01.06 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi kelapa juta rupiah
berkas 5, hlm. 131 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP O5.O I .07 - Nilai realisasi PMA/ PMDN hilirisasi rumput laut juta rupiah 230.OOO Slo.ooo 607.501
KP 05.01.09 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi minyak bumi juta rupiah 17.460.000,00 34.453.998,13 56.010.103,68
KP 05.01.09 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi gas bumi juta rupiah 16.114.108,34 20.234.AA7,79 32.894.822,80
KP 05.01.10 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi pasir silika juta rupiah 1.290.000 1.419.000 2.076.000
KP 05.01. 18 - Nilai realisasi PMA/PMDN hilirisasi industri logam dasar besi dan baja juta rupiah 9.600.000 10. 166.OOO 12. 784.000
KP 05.04.01 - Nilai PMA/PMDN sektor sekunder triliun rupiah 596,3 (2023) 855,9 r.718,3
KP 05.04.01 - Persentase realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) termasuk usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM)
(persen total nilai
PMA/ PMDN)
47,6 (2023) 48,3 49,7
KP 05.04.01 - Nilai PMA/PMDN kawasan pusat pertumbuhan triliun rupiah 253,4 (2023) 307,t 507,2
KP 05.04.01 - Nilai realisasi penanaman modal di bidang hilirisasi triliun rupiah 375,4 (2023) 521,4 90 r,6
KP 05.04.02 - Nilai PMA berorientasi ekspor triliun rupiah I r5,4 (2023) 171,6 7,4
KP 05.04.02 - Nilai PMDN berorientasi ekspor triliun rupiah 41,2 l2023l 60,4 126,4
KP 05.04.03 - Kontribusi realisasi investasi luar jawa persen sl,s (2023) 52,1 53,2
SK No 144296 C
berkas 5, hlm. 132 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
065.ED Program Penanaman Modal dan Hilirisasi 2.776.796.066
065.ED.3213 Frnin8katdr Deregulasi Kebijakan
Penanaman Modal
87.305.218
065.ED.3213.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
87.305.218
065.ED.3213.PBB.021 Peningkatan Daya Saing Investasi I 2 Rekomendasi
Kebijakan
15.277.919 05 04 01 04
065.ED.3213.PBB.022 Harmonisasi Regulasi Terkait Perizinan
Berusaha di Tingkat Pusat darl Daerah
I 2 Rekomendasi
Kebijakan
15.076.893 05 04 01 M
o7 lo 04 02
065. ED.3213.PtsB.O23 Sinkronisasi Kebijakan Investasi I Rekomendasi
Kebijakan
38.753.008 07 10 04 02
05 04 0l 04
065.ED.3213.PBB.024 Transformasi Kebijakan Ekosistem
Investasi yang Terintegrasi dan Kebijakan
Insentif Untuk Mendorong Investasi yang
Berdaya Saing
I I Rekomendasi
Kebijakan
18.197.398 05 04 01 03
065.ED.3214 Pengembangan Potensi Penanaman Modal
Daerah
22.550.625
SK No 14297 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
22.550.625 065.ED.32l4.UBA
berkas 5, hlm. 133 OCR
FF.ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3214.UBA.022 Pengemasan Peluang Penanaman Modal di
Da€f,ah yang Layak Investasi
to Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
22.550.625 05 04 01 5 02
065.ED.3215 Pemberdayaan Usaha Nasional 105.563.846
o6s.ED.32r5.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 105.563.aa6
065.ED.32 r5.QDG.02l Kemitraan Usaha Nasional 150 1000 UMKM 88.986.993 03 03 02
05 04 01
o3
05
065.ED.32l5.QDC.022 Penguatan dan Pemberdayaan Pelaku
Usaha UMKM dalam rantai pasok
500 500 UMKM 16.576.893 03 03 02 03
05 04 0l 05
06 03 01 02
065.ED.3216 Peningkatan Kualitas Strategi Promosi di
Bidang Penanaman Modal
514.201.382
065.ED.3216.PBB Kebijakan BidarE Investasi dan
Perdagangan
20.605.087
065.ED.3216.PtsB.02 r Analisis Negara Target dan Negara Pesaing 1 2 Rekomendasi
Kebijakan
20.605.087 05 04 02 03
065.ED.32l6.PEH Promosi 343.599.251
SK No 144298 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha
llo
149.997.044
065.ED.32 t6.PEH.03r IIPC (Indonesian Investment Promotion
Center)
600 promosi 343.599.251 05 04 02 03
065.ED.32l6.QDH
berkas 5, hlm. 134 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3216.QDH.021 Fasilitasi Relokasi Perusahaan Asing ke
lndonesia dEn Peningkatan Penanaman
Modal Dalam Negeri
5 16 Badan usaha 149.997.044 05 04 02 01
065.ED.3226 Pengendalian Pelaksanaan Penanaman
Modal Wilayah I
118.1 16.6,14
065.ED.3226.0DH Fasilitasi d6n PeEbineEn Badan Usaha 114.116.644
06s.ED.3226.QDH.02l Fasilitasi Penyelesaian Masalah Penanaman
Modal Wilayah I
16 20 Badan usaha 2.464.299 05 01 06 06
05 04 03 01
065.ED.3226.QDH.022 L"ayanan Pendampingan Keberlanjutan n
Investasi
lo 42 Badan usaha 14.502.291 05 0l 06 06
os 04 01 ol
065.ED.3226.QDH.023 Fasilitasi Eksekusi Realisasi Investasi Bagi
Perusahaan Penerima Fasilitas Penanafi an
Modal
n 32 Badan usaha 88.814.691 05 04 01 03
065.ED.3226.QDH.024 Fasilitasi dan Evaluasi Percepatan Realisasi
Investasi Proyek PflN
2 4 Badan u.aha 11.935.363 05 04 0l 03
065.ED.3227 Pengendalian Pelaksanaan Penanaman
Modal wilayah It
60.297.154
065.ED.3227.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 60.297.154
SK No 144299 C
26 30 Badan usaha 7.575.654 05 04 03 0l 065.ED.3227.QDH.02 r Fasilitasi Penyelesaian Masalah Penanaman
Modal wilayah II
berkas 5, hlm. 135 OCR
FF,EsIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06s.ED.3227.QDH.023 Pengembangan Realisasi Investasi di
Wilayah- wilayah Tertentu
2 13 Badan usaha 52.721.500 05 04 0l 03
065.ED.3228 Fcngcodalian Pelaksanaan Penanaman
Modal Wilayah III
142.532.642
0,65.ED.3228.0DH Fasilitasi darr Pembinaan Badan Usaha 142.532.642
065.ED.3228.QDH.021 Fasilitasi Penyelesaian Masalah Penanaman
Modal Wilayah III
21 25 Badan usaha 5.553.125 05 04 03 0l
065.ED.3228.QDH.022 Eksekusi Proyek Wilayah Barat YarU
Terkendala Untuk Percepatan Realisasi
Investasi
1 I Badan usaha 2.675.76? 05 04 01 03
065.ED.3228.QDH.023 Pengawalan Percepatan Realisasi Investasi
Hijau Berkelanjutan
5 3() Badan usaha 134.303.750 02 1l 03 03
05 04 01 03
065.ED.3229 Fcngetrdaliart Felalsartaan Penanaman
Modal Wilayah IV
12.6?9.644
065.ED.3229.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 12.679.648
065.ED.3229.QDH.021 Fasilitasi Penyelesaian Masalah Penanaman
Modal Wilayah lV
21 25 Badan usaha 7.570.508 05 04 03 01
SK No 144300 C
I Badan usaha 5.109.140 05 04 0l 03 065.ED.3229.QDH.022 Eksekusi Proyek Wilayah Timur Yang
Terkendala Untuk Percepatan Realisasi
Investasi
I
berkas 5, hlm. 136 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3230 Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (PTSP Penanaman Moda.l
96.481.277
065.ED.3230.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga .45t.277
065.8D.3230.QDB.02 r Penetapan Penilaian Kinerja Pelayanan
Terpadu Satu Pintu dan Percepatan
Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah
Serta Percepatan Pel,aksanaan Berusaha
Kementerian/ Lembaga
m #4 Lembaga .4a1.277 05 04 01 o7
07 lo 04 02
065.ED.3231 Perencanaan Pengembangan Penanaman
Modal Sumber Daya Alato
45.875.196
065.ED.3231.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
43.388.663
065.ED.3231.PBB_022 Investment Project Ready to Offer (IPRO) di
Bidang Sumber Daya Alam
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
5.525.631 05 04 0l 02
0,65. ED.323 1 . PBB. O23 Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas
Strategis yang Siap Ditawarkan di Bidang
SuEbGr Daya Alam
3 Rekomendasi
Kebijakan
15.312.407 05 04 01 02
065.ED.323 r.PBB.024 Akselerasi Penerapan Investasi
Berkelanjutan di Bidang Sumber Daya
Alam
1 I Rekomendasi
Kebijakan
22.550.625 02 1l 03 03
SK No 144301 C
05 04 0l 03
berkas 5, hlm. 137 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2o23-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.323l.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 2.486.533
065.ED.3231.QDH.02l Percepatan Rencana proyek Strategis
ScLtor SuEb€r Daya Alam
3 3 Bed6n usaha 2.486.533 05 0l 01 o1
05 0l 02 OD
05 01 03 02
05 04 01 03
065.ED.3232 Perencanaan Pengembangan Penanaman
Modal S.hor Industri Manufaktur
23.298.892
065.ED.3232.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
20.812.359
065.ED.3232.PBB.022 Investment Project Ready to Offer (IPRO) di
bidang Industri Manufaktur
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.525.631 05 0t 18 fi
os 04 01 02
065.ED.3232.PBB.023 Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas
Strategis yang Siap Ditawarkan di Bidang
Industri Manufaktur
I 3 Rekomendasi
Kebijakan
t5.246.724 Os 01 l8 04
05 04 0l 02
065.ED.3232.QDH Fasilitasi da,r Pembinaan Badan Usaha 2.486.533
065.ED.3232.ODH.021 Percepatan Rencana Proyek di Bidang
Industri Manufaktur
3 3 Badan usaha 2.486.533 05 0l la
05 0l 16
o4
o1
SK No 144302 C
05 04 0r 03
berkas 5, hlm. 138 OCR
FF,ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3233 Perencanaan FengeEbarEan P€ngna.Ean
Modal di Bidang Jasa dan Kawasan
153.778.923
065.ED.3233.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
152.121.235
065. ED.3233.PBB.021 Investment Project Ready to Off.r (II,RO)
bidang Jasa dan Kawasan
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
6.030.757 02 22 06 03
05 04 01 02
05 02 t4 07
05 02 t7 08
05 02 22 07
065. ED.3233.PtsB.02 1.0000 Investment Project Ready to Offer (IPRO)
bidang Jasa dan Kawa.an - Pusat
1 I Rekomendasi
Kebijakan
6.030.757 03 05 0l 006
065.ED.3233.PBB.022 Peta Peluang t Investasi Proyek Prioritas
Strategis yang Siap Ditawarkan pada
Bidang Jasa dan Kawasan
2 Rekomendasi
Kebijakan
15.2a6.72A 05 04 0l 02
05 02 07 fii
05 02 11 04
05 02 t4 07
SK No 144303 C
10 40 86.702.500 05 02 24 lo 065.ED.3233.PBB.023
berkas 5, hlm. 139 OCR
PF.ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pengembangan Investasi di Kawasan
Ekonomi sebagai Lokasi Strategis
Rekomendasi
Kebijakan
05 02 23 0?
05 04 0l 02
05 02 05 04
06
o7
02
02
o5
05
02
o3
o8
@
TN
02
05
05
o5
03
05 02 10 03
05 02 t2 07
05 02 13 07
05 02 l5 08
05 02 16 07
05 02 l8 06
SK No 14r'.3040
berkas 5, hlm. 140 OCR
FF.ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.3233.PBB.024 Penguatan Strategi dan Inovasi
Perencanaan Penanaman Modal
I 4 Rekomendasi
Kebijakan
44.101.250 05 04 01 03
05 02 11 o4
05 02 14 o7
05 02 1? 08
05 02 22 07
065.ED.3233.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 1.657.688
065.ED.3233.QDH.02 r Percepatan Rencana Proyek Strategis di
Bidang Jasa dan Kawasan
2 2 Badan usaha 1.657.6aa 05 02 24
o7
10
02 22 06 03
05 04 0l
23 02 05
03
05 02 06 05
05 02 08 02
05 02 0g 03
05 02 lo 03
SK No 144305 C
05 02 t2 07
berkas 5, hlm. 141 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / /KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEIq
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02
02
02
05
o5
05
13 07
[,
o7
15
05 02 t7 08
r6
07 02
20 TD
05 02 18 06
05
05
19
l0
05 02 21 08
065.ED.5089
065.ED.5089.QDH
Fasilitasi Pc!'c€patan Investasi Kerja Sama
Pemerintah Swasta
Fasilitasi dan Pembinaan Badar Usaha
4.420.505
4.820.505
065.ED.5089.ODH.021
065.ED.5265
Percepatan Rencana Penanaman Modal
Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan
Usaha (KPtsU)
P6cncsnaan Pengembangan Penanaman
Modal di Bidang Infrastruktur
3 5 Badan usaha 4.820.505 05 04 01 03
40.667.218
SK No 130027 C
38.256.966 065.ED.5265.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
berkas 5, hlm. 142 OCR
KODE
NAMA
PR,OGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065-ED_5265-PBB-021 Investment Project Ready to Offer (IPRO) di
bidang Infrastruktur
I I Rekomendasi
Kebijakan
3.591.680 05 04 01 02
065. ED.5265.PBB.022 Analisis Strategik Penanaman Modal
Berbasis Infrastruktur
1 Rekomendasi
Kebijakan
1.493.194 05 04 0l 03
065.ED.5265.PBB.024 Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas
Strategis yang Siap Ditawarkan di Bidang
Infrastruktur
5 Rekomendasi
Kebijakan
33.172.092 05 04 0r 02
065.ED.5265.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 2.410.252
065.ED.5265.QDH.021 Paf,ccpatan rencana proyek penanaman
modal di bidang infrastruktur
3 5 Badan usaha 2.410.252 05 04 0l 03
065.ED.6481 Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha 41.730.681
065.ED.6481.QKC Pemantauan lembaga 41.?30.681
065. ED.648l.QKC.O24 Peningkatan Kinerja Pelayanan Terpadu
Satu Pintu dan Kincda Percepatan
Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah
I I laporan 41.730.6a1 05 04 01 07
07 lo 04 02
065.ED.6482 Kerja SaDa Bilateral di Bidang FettanaEan
Modal
34. 176.504
065.ED.6482.PtsB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
4.467.249
SK No 14307 C
13 3.a94.222 02 09 04 01 065.ED.6482.PBB.021 o
berkas 5, hlm. 143 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Konsultasi publik bahan posisi pcf,t€@uan
kffja satna bilateral dan dunia usaha
Rekomendasi
Kebijakan
05 04 02 02
065.8D.6482.P88.O22 Penguatan Kesepakatan dan Implementasi
Kerja Sama Bilateral di Bidang Penanaman
Modal
I I Rekomendasi
Kebijakan
4.573.067 02 09 04 0l
05 04 02 02
065.ED.6482.PEC Kerja sama 25.709.215
065.ED.6482.PEC.021 Hasil perundingan kerja sama penanaman
modal bilateral
tg 19 Kesepakatan 23.504.164 02 09 04 01
05 04 02 02
065. ED.6482.PEC.022 Kerja sama penanaman modal dengan
dunia usaha dalam dan luar negeri
6 6 Kesepakatan 2.205.051 02 09 04 0l
05 04 02 02
065.ED.6483 l(crja Sama Regional dan Multil,ateral di
Bidang Penanaman Modal
56.011.887
065.ED.6483.PtsB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
10.051.260
065.ED.6483.PBB.021 Konsultasi publik bah€[ posisi pertemuan
kerja sarra regional da,r multilateral
I 25 Rekomendasi
Kebijakan
4.573.67 02 09 04 01
05 04 02 02
SK No 144308 C
Rekomendasi
Kebijakan
05 04 02 02
065.ED.6483.PBB.022 Penguatan Kesepakatan dan Implementasi
Kerja Sama Regional dan Multilateral di
Bidang Penanaman Modal
I I 5.478.193 02 09 04 01
berkas 5, hlm. 144 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
065.ED.6483.PEB Forum s.930.758
065.ED.64a3.PEB.02l Penyelenggaraan Fo(uD Fasilitasi Outward
Investment
1 10 forum 5.930.758 02 09 04 01
05 04 02 02
065.ED.6483.PEC Kerja sama 40.o29.469
065.ED.6483.PEC.021 Hasil perundingan keda sa!!a penanaman
modal rcgidral dan multilateral
2t 25 Kesepakatan 40.029.469 02 09 06 03
02 02 04 05
065.ED.6778 Promosi Wilayah Amerika dan Eropa 127.410.282
065.ED.6778.PEG Konferensi d6n Ev€art 59.903.659
065.ED.6778.PEG.021 hoEoai penanaman modal dalam forum
internasional di Wilayah Amerika dan
Eropa
I 2 Kegiatan 59.903.659 02 09 04 02
05 04 02 03
065.ED.6778.PEH Promosi 67.506.623
065.ED.6778.PEH.021 Pemasaran Investasi Berdasarkan Sektor
Pendukung Prioritas Nasional di Wilayah
Amerika dan Eropa
I I promosi 61.940.992 02 09 04 02
05 01 06 06
05 04 02 03
065.ED.6778.PEH.023 Promosi Kegiatan di Kawasan Nasional IKN
di Wilayah Amerika dan Eropa
I 1 promosi 5.525.631 05 04 03 02
SK No 144310 C
berkas 5, hlm. 145 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ ROIPROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6779 kotrosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan,
Timur Tengah dan Afrika
48.540.905
065.ED.6779.PEG Konferensi dan Event 12.qt6.229
065.ED.6779.PEG.021 Promosi penanaman modal dalam forum
internasional di Wilayah Asia Timur, Asia
Selatan, Timur Tengah darl Afrika
2 Kegiatan 12.976.229 02 09 (N o1
03 02 04 o5
065.ED.6779.PEH Promosi 35.564.676
065.ED.6779.PEH.021 Pemasaran Investasi Berdasarkan Sektor
Pendukung Prioritas Nasional di Wil,ayah
Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah
dan Afrika
I I promosi 31.696.735 02 09 04 ol
03 02 04 05
065.ED.6779.PEH.023 Promosi Kegiatan di Kawasan Nasional lbu
Kota Negara (IKN) di Wilayah Asia Timur,
Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika
I I promosi 3.467.9+t 05 04 03 02
0,6 05 02 02
065.ED.6780 Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia,
Selandia Baru drn Pasifik
35.rrr.594
065.ED.6780.PEG Konferensi dan Event 7.048.416
065.ED.6780.PEG.021 hoEosi penanaman modal dalam forum
internasional di Wilayah Asia T€oggqra,
Australia, Selandia Baru dan Pasifik
I 2 Kegiatan 7 .O4a.4t6 02 09 fi O I
SK No 144311 C
Promosi 28.063.178
065.ED.6780.PEH
berkas 5, hlm. 146 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6780.PEH.021 Pemasaran Investasi Berdasarkan Sektor
Pendukung Prioritas Nasional di Wilayah
Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru
dan Pasifik
I I promosi 25.O24.OA2 02 09 04 0l
05 04 02 03
065.ED.6780.PEH.023 Promosi Kegiatan di Kawa.an Nasional lbu
Kota Negara (IKN) di Wilayah Asia
Tenggara, Australia, Selandia Baru dan
Pasifik
I I promosi 3.039.096 0s 04 03 02
06 05 02 02
0,65.ED.6781 Pengendalian Pelaksanaan Penanaman
Modal wilayah V
72.884.004
0,65.ED.6781.QAH Pelayanan Publik Lainnya 72.000.ooo
065.ED.6781.Q4H.021 Satgas Percepatan Investasi 3 20 layanan 72.000.000 05 04 01 04
065.ED.67al.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 884.004
065.ED.678l.QDH.02l Fasilitasi Penyelesaian Masalah Penanaman
Modal Wilayah V
6 lO Badan u.aha 844.004 05 04 03 01
065.ED.6782 Peningkatan Kualitas Pel,ayanan Perizinan
Berusaha Sektor Industri
44.252.980
065.ED.6782.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 44.252.980
SK No 144312 C
Layanan Pendampingan Perizinan
Berusaha Sektor Industri
900 f85O Badan usaha
05 04 0l 01
065.ED.6782.QDH.02 r 44.252.9A0 05 0l 02 02
berkas 5, hlm. 147 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
07 lo 04 02
065.ED.6783 Peningkatan Kualitas Pelayanan Perizinan
Berusaha Sektor Non Industri
15.585.438
065.ED.6783.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
15.585.438
065.ED.6783.PBB.021 Kebijakan Optimalisasi Pelayanan Perizinan
Berusaha untuk Meningkatkan Sustainable
Investment di Indonesia
I 3 Kajian 15.585.438 02 ll 03 03
o1 03 04 05
065.ED.6784 Peningkatan Investasi Baru di Bidang
Hilirisasi Perkebunan, Kelautan, Perikanan,
dan Kehutanan
122.690.46
065.ED-6784.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
106.334.204
065.ED.6784.PBB.024 Rencana Aksi Nasional Hilirisasi Investasi
Strategis di bidang Perkebunan, Kelautan,
Perikanan, dan Kehutanan
7 1 Rekomendasi
Kebijakan
49.026.629 02 22 03 07
05 04 0l o3
065.ED.6784.PBB.025 Rencana Aksi Nasional Hilirisasi Investasi
Strategis di bidang Minyak dan Gas Bumi
I 2 Rekomendasi
Kebijakan
15.076.894 0s 04 0l 03
SK No 14r'.313 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha
Rekomcndasi
Kebijakan
16.356.262
03 065.ED.6784.PBB.026 Rencana Aksi Nasional Hilirisasi Investasi
Strategis di bidang Mineral dan Batubara
6 42.230.641 0s 04 0l
065.ED.6784.QDH
berkas 5, hlm. 148 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6784.QDH.021 Fasilitasi Hilirisasi Investasi Strategis di
Bidang Perkebunan, Kelautan, Perikanan,
dan Kehutanan
5 5 Badan usaha 5.305.OOO 02 2r 02 03
05 0l 06 06
05 04 01 03
065.ED.6784.QDH.022 Fasilitasi Hilirisasi Investasi Strategis di
Bidang Minyak dan Gas Bumi
5 5 Badan usaha 5.525.631 05 0l 09 0l
0s 04 01 03
065.ED.6784.QDH.023 Fasilitasi Hilirisasi Investasi Strategis di
Bidang Mineral dan Batubara
5 5 Badan usaha 5.525.631 05 01 09 03
o3 04 o5 o1
065.ED-6745 Peningkatan Kualitas SiEteE Perizinan
Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
582.004.975
055.ED.6745.U4B Sistem Informasi Pcm€rintehsn 582.004.975
065.ED.6785.UAB.022 Pengembangan Sistem Perizinan B€f, usaha
Terintegrasi Secara Elektronik (OSS)
I I Sistem
Informasi
582.004.975 03 03 03 01
03 02 02 005
05 04 0l 06
07 lo 04 02
065.ED.6786 Pengelolaan layanan Elektronik,
Infrastruktur dan Jaringan
168.227.140
SK No l4/.3l40
Data dan Informasi Publik 7.022.256 065.ED.6786.QM4
berkas 5, hlm. 149 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
065.ED.6786.QMA.022 Website Penanaman Modal I I layanan 7.022.256 03 02 02 005
05 04 01 06
065.ED.67a6.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 161.204.884
065.ED.6786.U48.022 Pemeliharaan Data Center dan DRC yang
Mendukung OSS
I 1 Sistem
Informasi
16r.204.88,4 03 02 02 q)l
05 04 01 [la
07 lo 04 02
2.776.796.066
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
TOTAL
SK No 143160
berkas 5, hlm. 150 OCR
FREsIDEN
BADAN NARKOTIKA NASIONAL
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 07 - Angka prevalensi penyalahguna narkotika 1,73 1,70 r,60
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 07.06 - Indeks P4GN 63,6 63,6 67
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.06.01 - Indeks Ketahanan Masyarakat terhadap Penyalahgunaan Narkotika 58,56 59,00 61,00
KP 07.06.02 - Indeks Kepuasan layanan Rehabilitasi 3,53 3,57 3,70
NP 07.06.03 - Indeks Ketahanan Diri Remaja 52,70 60 62,5
KP 07.06.04 - Clearance rate ti,d.dak pidana narkotika pcrsafi 89 EIo
KP 07.06.06 - Persentase jumlah provinsi yang memiliki kemampuan intelijen minimal persen 1t
(indikator barul
SK No 14.r'.317 C
perkara 20 25 45 KP 07.06.07 - Jumlah perkara tindak pidana pencucian uang hasil tindak pidana narkotika dan
prekursor narkotika
berkas 5, hlm. 151 OCR
FR,ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL Program Pencegahan darl Pcabersntasai
Penyalahgunaan dart Peredaran Gelap
Narkoba (P4GN)
966.033.178
066.BL.3247 Penyelenggaraan Advokasi 225.345.44
066.BL.3247.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
8.052.000
066.BL.3247.PBH.001 r Integrasi Kurikulum Pendidikan Anti
Narkoba di Sekolah, madrasah dan
perguruan tinggi
T] I Rekomendasi
Kebijakan
8.052.000 07 06 03 02
04 la 01 03
066.8L.3247.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat r 12.630.400
066.BL.3247.QDC.OO2 Pembinaan Advokasi Mitra Pelaksana
Program PIGN Bidang Pencegahan pada
Masyarakat
o 6480 Orang 49.680.000 07 06 0r ol
066.BL.3247.QDC.0O3 Fasilitasi Advokasi Program P4GN Bidang
Pencegahan kepada Lembaga
o 20 Orang 62.950.400 07 06 0l ol
066.BL.3247.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga 63.130.OOO
066.BL.3247.QDE.O0r Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba Pada
Keluarga
42AO 42aO Keluarga 63.130.000 04 16 0l o3
SK No 144318 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 41.533.040
o7 06 0l ot
066.BL.3247.UBB
berkas 5, hlm. 152 OCR
iKatild NAMA
PROCRAM/KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL.3247.UBB.001 Fasilitasi Program FICN Bidang
Pencegahan Berbasis Sumber Daya
Pembangunan Desa
214 414 Desa 41.533.040 07 06 0l ol
066.BL.3248 Penyelenggaraan Pemberdayaan Alternatif 69.966.968
0,66.8L.3248.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
67.716.964
066.8L.3248.QDD.0Or Fasilitasi Pengembangan Potensi
Masyarakat di Kawasan Rawan Tanaman
Terlarang
g 9 Kelompok
Masyarakat
27.447.5t7 07 06 01 ID
066.BL.3248.QDD.OO2 Fasilitasi Pengembangan Potensi
Masyarakat di Kawasan Rawan Peredaran
Gelap Narkoba
81 a1 Kelompok
Masya.rakat
39.429.45t 07 06 01 02
066.BL.3248.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 2.250.000
066.BL.3248.UAB.001 Pembangunan aplikasi Sistca
Pemberdayaan Masyarakat (SIDAMAS)
I o Sistem
Informasi
2.250.000 07 06 01 02
0,66. BL. 325 I Pelaksanaan Intelijen Berbasis Teknologi 4.800.000
066.BL.3251.SBE Pendidikan Non Gelar 4.800.000
066.BL.3251.SBE.001 Scrtifilq8i SDM Intelijen P4cN o 50 Orang 4.800.000 07 06 06 01
066.BL.3256 Pascarehabilitasi Penyalah guna dar/atau
Pecandu Narkoba
18.832.775
SK No 14.r'.3200
Pelayanan Publik kepada masyarakat 10.484.620 066.8L.3256.OA4
berkas 5, hlm. 153 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
066.BL.3256.QAA.0Ol layanan Pascarehabilitasi/ Bha Lanjut di
BNN
s0 50 Orang 10.884.620 07 06 02 ol
066.BL.3256.RAB Sarana Bidang Kesehatan 4.948.155
066.BL.3256.RAB.004 Sistem Pendataan Penyalahgunaan
Narkoba T6iatcgrasi
1 I Unit 4.948.155 07 06 02 0l
066.8L.3256.UAB Sistem Infon'Eaai Pemerintahan 3.000.000
066.BL.3256.UAB.001 Penscobangar! Aplikasi Sistem Informasi
Rehabilitasi Narkoba (SIRENAI
o I Sietcro
Informasi
3.000.000 07 06 02 ol
066.B.L.3257 Pemberdayaan Peran serta Masyarakat 24.117.870
066.BL.3257.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 24.117.870
066.8L.3257.QDB.0O2 Fasilitasi Pemberdayaan Stakeholder Pada
Lembaga Pendidikan
132 2O7 Lembaga 12.058.935 07 06 03 02
066.8L.3257.QD8.0O3 Fasilitasi Pemberdayaan Stakeholder Pada
lnstansi/ Tempat Kerja
132 N7 Lembaga 12.058.935 07 06 01 01
066-8L.3254 Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti 80.020.673
066.8L.3258.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 4o.o20.673
066.BL.3258.0AA.001 Layanan Asesmen Terpadu Pelaku Tindak
Pidana Narkotika
40 50 Orang 13.216.955 07 06 04 02
SK No 144322 C
m 66.803.718 07 06 04 02 066.8L.3258.QAA0O2 layanan Asesmen Terpadu Pelaku Tindak
Pidana Narkotika (Unit Vertikal)
68 Orang
berkas 5, hlm. 154 OCR
UELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL.3259 Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi
Pemerintah
21. 2.130
066.BL.3259.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 21.942.130
066.BL.3259.SCM.001 Pelatihan Tehlis Mitra Pelaksana P,+CN
Bidang Rehabilitasi
1090 2080 Orang 21.982.130 07 06 02 01
066.BL.3260 Penguatan Lembaga Rehabilitasi Kot rponen
Masyarakat
61.4139.920
066.BL.3260.PDD Standardisasi t mbaAa 16.042.966
066.BL.3260.PDD.001 Fasilitasi Pemenuhan Standar Nasional
Lembaga Rehabilitasi
B 40 Lembaga 16.042.966 07 03 02 01
07 06 02 02
066.BL.3260.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
39.840.396
066.BL.3260.QDD.OO I Fasilitasi Penyelenggaraan layalra,l
Intervensi Berbasis Masyarakat (lBM)
207 4t4 Kelompok
Masyarakat
39.840.396 07 06 02 o1
066.BL.3260.RBV Prasarana Bidang Kesehatan 5.606.558
066.BL.3260.RBV.001 Prasarana Rehabilitasi Rawat Inap 4 2 Unit 5.606.558 07 06 02 In
066.BL.5355 Penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang
Hasil Tindak Pidana Narkotika
43.200.OOO
SK No 144323 C
Perkara Hukum Perseorangan 43.200.OOO 0,66.BL.5355.QCA
berkas 5, hlm. 155 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-X29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL.5355.QC4"(x)l Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang
Hasil Tindak Pidana Narkotika
o 20 Perkara 43.200.000 07 06 07 01
066.BL.5936 Pengelolaan Informasi dan Edukasi 402.217.550
066.8L.5936.PBO Kebijakan Bid€rE Teknologi Informasi 180.OOO
066.BL.5936.PBO.001 Rekomendasi kebijakan peta indikator
pemicu penyalahgunaan narkotika berbasis
wilayah
o o Rekomendasi
Kebijakan
180.000 07 06 06 Lt)
066.BL.s936.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 20.097.711
066.BL.5936.QDB.0Or Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba Pada
Satuan Pendidikan
392 656 Lembaga 20.097.711 o? 06 03 0l
04 18 0l 03
066.BL.5936.QM8 Komunikasi Publik 300.777.600
066.BL.5936.QM8.002 Penyebarluasan Informasi Pencegahan
Penyalahgunaan Narkotika Khususnya di
Kalangan Pelajar
o 217 layanan &0.??7.600 07 06 03 01
066.BL.5936.SCJ Pelatihan Bidang Sosial lo.7aa_63s
066.BL.5936.Sc.r.001 Pelatihan Teldris Mitra Pel,aksana P4GN
Bidang Pencegahan
1910 O Orang 10.788.639 07 06 01
o1
SK No 14324C
Sistem Informasi Pemerintahan 800.ooo 066.BL.5936.UAB
berkas 5, hlm. 156 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
066.BL.5936.UAB.001 Sistem Aplikasi Deteksi Dini Pencegahan
Narkotika
n 0 Sistem
Informasi
aoo.ooo o? 06 0l 01
066.BL.5936.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 69.573.600
066.BL.5936.UBB.001 Fasilitasi Edukasi Anti Narkoba Pada
Perangkat Desa dan Kelurahan Berbasis
Ketahanan Masyarakat
o 5400 Desa 69.573.600 07 06 01 ol
066.BL.6239 Penyelenggaraan layanan Pengujian,
Penjaminan Mutu, Riset dan Pembinaan
Laboratorium Narkotika
14.059-852
066.BL.6239.PBE Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
14.059.852
066.BL.6239.PBE.001 Rekomendasi Kebijakan Metode Pengujian
Na.rkotika
o Rekomendasi
Kebijakan
14.059.852 0? 06 06 02
0,66.WA Program Dukun&an Manajemen 217.622.826
066.WA.3239 Penyelenggaraan Ketatausahaan, Rumah
Tangga dan Pengelolaan Sar6,ra dar
Prasarana
80.ooo.ooo
066.WA.3239.R4F Sarana Bidang Pertahanan dan Keamanan 80.000.000
SK No 14327 C
I Paket 40.000.000 07 06 04 Ol 066.WA.3239.RAF.002 PetBeobsrtgar E-Mindik dalam Pertukaran
dart Pemanfaatan Dokumen melalui
Puskarda SPPT-TI
berkas 5, hlm. 157 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PDI PP KP PROP
066.W4.3239.R4F.003 Modernisasi Peralatan Intelijen PIGN o 1 Pekct 40.ooo.ooo 07 06 06 ot
066.WA..3242 Penyelenggaran Penelitian, Data, dan
Informasi F+GN
137.622.826
066.W4.3242.PBN Kebijakan Bidang Sosial 137.622.826
066.WA3242.PBN.001 Rekomendasi Kebijakan Penanganan
Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba
I o Rekomendasi
Kebijakan
106.885.3,+8 07 06 06 02
066.WA.3242.PBN.002 Rekomendasi Kebijakan Dampak Kerugian
Biaya Ekonomi dan Sosial dari
Penyalahgunaan Narkoba
n o Rekomendasi
Kebija.kan
30.737.47a 07 06 06 02
TOTAL 1. 1.183.656.004
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badar Usaha, dan Masyarakat
SK No 1,14330 C
berkas 5, hlm. 158 OCR
PR,ESIDEN
KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA/
BADAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2O2*2O29
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04. l1 - Proporsi kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB Modern lProporlioa of
demand satisfid bA nodem netwsl
persen 83,9 44,7 87,I
PP 04.16 - Indek Pembangunan Keluarga (iBangga) 62,4 64,1 70,9
PP 04.16 - Median usia kawin pertama (MUKP) tahun 22,3 22,4 22,4
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 04.11.01 - Angka kelahiran remaja umur 15-19 tahun/Age Specific Mility Ra,e (ASFR 15-19) (kelahiran hidup
per 1000
perempuan)
t9,? (2023) 19,4 17,8
KP 04. I l.O I - Persentase KB Pasca Persalinan persen 49,t 12023) 57
SK No l433l9
persen 74,2 75 95 KP 04.l l.O2 - Persentase keluarga sasaran yaru mendapat pendampingan 1000 hari pertama
kehidupan (HPK)
berkas 5, hlm. 159 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.11.03 - Angka prevalensi kontrasepsi aodef,n/nDdern c1o',,tracg'IrtitE prevalence rate (!,!CPR) persen 61,7 61,8 62,2
KP 04.11.03 - Ferc€nta8c kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (uan@t needKBl persen l l,l 10,5 8,5
KP 04.l t.03 - Frrscntasc pcoctta KB aktif metode kontrasepsi jangka panjang (MKJB pcrsdn 25,5 25,7 26,7
KP 04.16.01 - Indeks Pengasuhan Anak Usia Dini Ir€r8en 54,31 (2023) 55,66 57,43
KP 04. 16.01 - Fcrscntasc ayah yang memiliki pengetahuan tentang pengasuhan anak dan
pendampingan remaja
pcrscn 39,7 l2023l 45 70
KP 04.16.01 - Persentase calon pengantin yang mendapatkan edukasi pra nikah persen 39,7 (2022) 45 ?o
KP 04.16.01 - Indeks Pengasuhan Keluarga Yang Memiliki Remaja 44,70 l2023l 85,20 a7,20
KP 04.16.02 - Persentase pusat pelayanan keluarga sejahtera yang terjangkau lrcfscn 65,97 (2023) 70 90
KP 04. f6.02 - Persentase tempat penitipan anak (TPA) yang menerima pendampingan pengasuhan persen - (indikator baru) lo 50
KP 04.16.03 - Indeks Kemandirian Ekonomi Keluarga 5+,41 (2023) 55,41 59,41
KP 04.16.03 - Indeks Kerentanan Keluarga 8,83 (2023) 8,6 7,8
KP 04.20.01 - Persentase lansia yang mendapatkan pendampingan persen 8,19 lo 18
SK No 144332C
berkas 5, hlm. 160 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ hogralr Pembangunan Keluarga,
Kependudukan dan Keluarga Berencana 6.986.242.131
068.DJ.3312 Pengembangan Pelatihan dan Kerja Sama
Internasional Kc?cndudukaa dan Keluarga
B€r€nce,rle
74.010.672
068.Lr.3312.SCJ Pelatihan Bidaru Sosial
7+.O1O.672
068.DJ.3312.SCJ.001 SDM eksternal yang mendapatkan
pelatihan iatcfnasidtal
60 t:fil Orang 02 09 03 01
74.010.672
068.DJ.3315 Peningkatan Kualitas Jejaring Mitra Kerja
dan Pemangku Kebijakan dalam Penguatan
Program Bangga Kencana
182.925.160
068.DJ.3315.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacreh 142.925.160
068.DJ.3315.UBA.001 Provinsi yatrg mendapatkan fasilitasi dan
pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh
Cegah Stunting (GENTI NG)
34 34 Daerah
(Prov,/ Kab/ Kota)
04 tt 02 02
ra2.92s.r@
SK No 144333 C
Pembinaan Akses Pelayanan KB
657.590.007
068. D.J.33 16
berkas 5, hlm. 161 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI.ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3316.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria
88.628.000
068.DJ.3316.PFA.001 H@an di bidang akses pelayanan KB 2 o irsgK 04 1l 03 04
48.624.O00
068.DJ.33r6.QEr Bantuan Lembaga
425.819.689
068.D.r.33l6.QEI.OOl Fasyankes yang mendapat pemenuhan
ketersediaan alokon
24031 O Lembaga 04 ll 03 04
425.819.689
068.DJ.3316.UBA Fasilitasi dan F.rabina,an Pemerintah
Daerah 143- 142.314
068.D.r.33 r6.rJBA.00 r Provinsi yang mendapatkan bimbingan
teknis di bidang akses pelayanan KB
34 o Daerah
(Prov/Kab/Kota)
04 tl 03 04
143.142.318
068.Dr.3317 Pembinaan Keluar&a Balita dan Anak
408.838.626
068.IIr.33l7.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga o
SK No 149579 C
Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga
93800 93800 Keluarga
42_394.306
068.Dr.3317.QDE
068.DJ.3317.0DE.001
berkas 5, hlm. 162 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PP KP PROP
Keluarga dengan baduta yang
mendapatkan fasilitasi dan pembinaan
pengasuhan fOOO HPK (Pro PN Provinsi DKI
Jakarta)
04 16 0r 02
42.398.306
068.DJ.3317.UBA Fasilitasi dar! Pembinaan Pemerintah
Daerelr 6.440.320
068.DJ.3317.UBA.001 Provinsi yang mendapatkan bimbingan
teknis di bidang pengasuhan anak usia dilli
32 32 Provinsi 06 02 03 02
04 16 0l 02
068.DJ.3317.UBA.003 Pemerintah pusat dan daerah yang
mendapatkan bimbingan telsris
pendampingan pengasuhan di tempat
penitipan anak {TPA)
34 34 Provinsi 04 16 02 0l
182.925.160
068. tlr.33 1a Peningkatan Kualitas dan Kuantitas
Suob€r Daya Manusia (SDM) Lini
lapangan Program Bangga Kencana
484.169.235
068.DJ.3318.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah 484.169.235
068.DJ.3318.UBA.001 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi
pengelolaan SDM Lini lapangan
34 34 Daerah
(hov/ Kab/ Kota)
04 11 03 04
159.278.614
SK No 144335 C
g 34 Provinsi
167.096.621
04 1l 02 02 068.DJ.3318.UBA.002 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi dalam
Peningkatan Pemberdayaan Tim
Pendamping Keluarga
berkas 5, hlm. 163 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3318.UBA.003 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi
Kualitas dan Kuantitas Institusi
Masyarakat Pedesaan/ Perkotaan
34 34 Provinsi 04 l1 03 o4
157.794.000
068- rlJ- 3i:l 1g Pembinaan Ketahanan Remaja
995.377.970
068.DJ.3tlt9.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat 42.236.270
068.r}J.33r9.oDD.0or PIK Remaja dan BKR yang mendapat
fasilitasi dan pembinaan Edukasi Kespro
dan Gizi bagi Remaja (Pro PN Provinsi DKI
Jakarta)
384 384 Kelompok
Masyarakat 42.236.270
04 rl 03 04
068.DJ.3319.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah 953.141.700
068.DJ.3319.UBA.001 Pro,insi Yang Mendapatkan Pembinaan
Pelembagaan BKR
34 34 Provinsi 04 16 01 02
157.794.000
068.DJ.3319.UBA.002 Provinsi Yang Mendapatkan Bimbingan
Teknis Di Bidang Pembinaan Kctaha[art
R€roaja
34 34 Provinsi 04 ll 03 o4
1s8. r72.9s0
SK No 144336C
34 34 Provinsi
04 16 01 TN
068.DJ.3319.UBA.003 Provinsi Yang Mendapatkan Pembinaan
Pelembagaan Gcnrc
04 l8 0l 03
berkas 5, hlm. 164 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3319.UBA.004 Provinsi yang mendapatkan pembinaan
edukasi pra nikah
34 34 Provinsi 04 16 0l ol
157.?94.OOO
068.DJ.3319.UBA.005 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi dai
pembinaan Gerakan Ayah Teladan (GATE)
34 34 Provinsi 04 t6 01 02
157.794.O@
068.DJ.3319.UBA.006 Pemerintah daerah yatlg mendapat fasilitasi
darr pembinaan komunitas ayah tel,adan
514 514 Kab/Kota 04 16 0r 02
157.794.000
068.DJ.3320 Peningkatan Kualitas Kesehatan
Reproduksi 427.616.95,4
068.DJ.3320.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah 427.616.954
068.DJ.3320.UBA.001 Provinsi Jr€ng mendapatkan bimbingan
te-kris dan pendampingan dalam
p€r ngkatan pelayanan KB Pascapersalinan
34 34 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
04 ll ol 02
143.130.314
068.I}J.3:i20. UBA 002 Provinsi yang mendapatkan bimbingan
teknis dalam Peningkatan kesadaran
Masyarakat terhadap Kesehatan
Reproduksi
34 34 Provinsi 04 1l 03 04
142.243.3[a
068.DJ.3320.UBA.003 Fasilitasi Substansi dan Bimbingan TeLnig
dalam p€Dbinaar! PUS atas KfD dan
kehamilan berisiko tinggi (4'I) bagi Provinsi
34 34 Daerah
(Pror,/ Kab/ l(ota)
04 ll 0l 02
142.243314
SK No 1,14337 C
Peningkatan Pelayanan KB Wilayah Khusus
149.020.000
068.DJ.3322
berkas 5, hlm. 165 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-20D
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3322.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah 149.020.000
068.DJ.3322.UBA.004 Provinsi yarlg mendapatkan bimbingan
telsris di bidang pelayanan KB wilayah
khusus
34 34 Provinsi 04 ll 03 o4
149.020.000
064.Dr.3323 Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
142.243.318
068.DJ.3323.UBA Fasilitasi datr Pembinaan Pemerintah
Daerah 142.243.318
068.DJ.3323.UBA.001 Provinsi yang mendapatkan bimbingan
teknis di bidang pemberdayaan ekonomi
keluarga
34 34 Provinsi 04 16 03 02
142.243.318
068.Dr.3324 Pembinaan Ketahanan Keluarga Lansia dan
Rentan 949.514.135
068.DJ.3324.PFA NcEa, Standar, Prosedur, dan Kriteria
21.108.135
068.DJ.3324.PFA.001 HoEan terkait peningkatan kualitas
hidup lansia melalui pendampingan
keluarga
I I NSP( 04 11 03 03
21.108. r35
SK No 149580 C
Fasilitasi dan F.srbhaan Keluarga
185.640.OOO
068.Dr.3324.QDE
berkas 5, hlm. 166 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.Dr.3324.QDE.OOl Keluarga yang mendapatkan pelayananan
konsultasi dan konseling keluarga
208175 495312 Keluarga 04 16 02 02
185.640.000
068.DJ.3324.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pem€f, intah
Daerah ?42.7?O.OOO
068.DJ.3324.UBA.001 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi dan
bimbingan teknis di bidang pembinaan
ketahanan keluarga lansia
34 34 Provinsi 04 20 0l 02
04 16 03 02
068.DJ.3324.UBA.002 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi dan
bimbingan teknis di bidang pembinaan
ketahanan keluarga rentan
34 34 Provinsi rJ4160302
145.850-ooo
068.DJ.3324.UBA.003 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi Pusat
Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyaaatra)
34 34 Provinsi 04 16 02 01
1a5.62+{).0OO
068.DJ.3324.UBA.004 Provinsi yang mendapatkan fasilitasi dan
pembinaan Lansia Berdaya
34 34 Provinsi 04 20 0l 02
185.62+0.0OO
068.DJ.3327 Pembinaan Kualitas Pelayanan KB
290.O9,r).163
068.DJ.3327.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan l&itcria
41.9 .270
SK No 149581C
I NSPK
41.9 .270
04 ll 03 04 068.DJ.3327.PFA.001 Homalt di bidang Kualitas Pelayanan
Keluarga Berencana
berkas 5, hlm. 167 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
068.DJ.3327.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah 244.112.493
068.DJ.3327.UBA.001 Provinsi yang mendapatkan bimbingan
teknis dalam peningkatan kualitas
pelayanan KB
34 34 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot4
04 ll 03 04
143.522.214
068.DJ.3327.UBA.002 Pcracrintah Daerah ya.ng mendapatkan
Dukungan Fasilitasi IGda Sama lintas
sektor dalam pembinaan tenaga kesehatan
untuk meningkatkan pelayanan KB dan
Kespro
34 34 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
04 ll 03 04
104.590.675
068.Dr.3328 Analisis Dampak Kependudukan
42.036.270
068.Dr.3328.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat 42.036.270
068.DJ.3328.QDD.OO1 Kampung Keluarga Berkualitas (IGrlpung
KB) (Pro PN Provinsi DKI Jakarta)
169 200 Kelompok
Masyarakat
04 16 02 01
42.036.270
068.DJ.3331 Pengelolaan hog:atn Pembangunan
Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga
Berencana Perwakilan BKKBN Provinsi
2.182.? .622
SK No 149583 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga
133.876.064
068.IIr.3331.QDB
berkas 5, hlm. 168 OCR
FR,ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
068.DJ.3331.QDB.0O2 Fasilitasi dan pembinaan fasilitas
kesehatan yang siap melakukan pelayanan
KB
o 23f 55 Lembaga 04 11 03 04
133.876.064
068.DJ.3i}3r.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
78.897.000
068.DJ.333r.QDC.0Or Fasilitasi dan pembinaan dalam
meningkatkan kesertaan KBPP
0 0 Orang 04 tl 01 02
78.897.000
0,68.D.r.333 t.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat 276.614.263
068.DJ.333 r.QDD.O0l Kampung Keluarga Berkualitas 24148 28538 Kelompok
Masyarakat
04 16 02 ot
142.734.199
06 07 0? 01
068.rr.333r.oDD.@3 PIK Remaja dan BKR yang mendapat
fasilitasi dan pembinaan Edukasi Kespro
dan Gizi bagi Remaja
34289 34249 Kelompok
Masyarakat
04 1t 03 04
06 07 07 01
068.DJ.333r.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga
162.791.204
068.D.r.333l.QDE.00l Keluarga yang mendapatkan fasilitasi dan
pembinaan pengasuhan 1000 HPK
7976954 7976954 Keluarga 04 16 0l 02
04 tt 02 02
SK No 144341 C
Bantuan Lembaga
1.251.943.896
068.ru.3331.QEr
berkas 5, hlm. 169 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
068.DJ.333l.QEI.0Ol Fasyankes yang mendapat pemenuhan
kctcrscdiarn elokon
23155 23f 55 Lembaga 04 ll 03 04
1.251.943.896
068.DJ.3331.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah 278.674.195
068.DJ.3331.UBA.003 Pemerintah Daerah yang mendapatkan
bimbingan teknis dalam peningkatan KB
Pascapcrsalinan, pendampingan ibu hamil
dan ibu pascapersalinan
514 514 Kab/Kota 04 11 0l 02
134.316.064
068.DJ.3331.UBA.004 Pemerintah Daerah yang mendapatkan
fasilitasi dan p€obioaa,r peningkatan
Peserta KB Aktif penggunaan Kontrasepsi
jangka panjang (MKJP)
f:l 508 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
04 ll 03 ()4
144.358.131
TOTAL 6.986.242.131
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144342 C
berkas 5, hlm. 170 OCR
-770_
KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSI,A
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP Ol.O5.Of - Jumlah kebijakan diskriminatif yanA ditindaklanjuti kebijakan 10 lo lo
KP 01.05.02 - Tingkat efektivitas penanganan kasus pelangga.ran HAM persen 37,6 (2023) 39,6 43,6
SK No 144343 G
berkas 5, hlm. 171 OCR
PRESIOEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
074.BG Program Pemajuan dan Penegakan HAM 80.494.522
074.BG.5679 Penguatan Kesadaran HAM Masyarakat
dan Aparatur Negara
24.609.949
074.BG.s679.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 16.242.695
074.BG.5679.QrC.OO 1.0OOO Pelaksanaan Pengawasan dan Evaluasi K/L
melalui Fenileien HAM - Pusat
7 13 t€@baEa 16.242.695 0l 05 01 0l
074.8G.5679.QIE Pengawasan dan Pengendalian Pemerintah
Daerah
8.367.254
074.8G.5679.QIE.001 Pelaksanaan Pengawasan dan Evaluasi
Pemerintah Daerah melalui Penilaian HAM
o o Pemerintah
Daerah
4.367.254 0l 05 0l ol
074.BG.s6ao Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM 36.900.000
074.BG.5680.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 31.900.000
074.BG.5680.PBD.001 Penanganan pelanggaran halr yarlg berat
melalui upaya pemenuhan hak-hak korban
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
15.200.000 ol os 02 o1
08 02 01 04
074.BG.5680.PBD.002 Pendekatan Hak Asasi Manusia dart
Pelibatan Multipihak dalam Mendorong
Situasi HAM yang Kondusif di Papua -
Pusat
1 I Rekomendasi
Kebijakan
15.200.OOO Ol 05 02 0r
SK No 1,143,14 C
berkas 5, hlm. 172 OCR
KODE
NAMA
PROGRAII'/ KECIATAN/KRo/ Ro(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
074.BG.5680.PBD.003 Cetak Biru Penguatan Tata Kelola
Penanganan Pen&aduan Dugaan
Pelanggaran HAM yang Terintegrasi
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.500.000 01 05 02 02
074.8G.5680.PEA Koordinasi 2.000.ooo
074-BG-5680-PEA-00 r-OOOO Penguatan Tata Kelola Penanganan
Pengaduan Dugadr Pelanggaran HAM yang
Terintegrasi - Pusat
o O kegiatan 2.OOO.OOO Ol 05 02 02
074.BG.5680.OKA Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
2.000.000
074.BG.5680.QKA.O0 l.OOO0 Pcroantausn Situasi Pemenuhan Hak
Konstitusional Warga Negara - Pusat
0 I laporan 2.000.000 0l 05 02 01
074.BG.5680.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan t.ooo.ooo
074.BG.56aO.UAE.OO1 Monitoring dan Evaluasi Penguatan Tata
Kelola Penanganan Pengaduan Dugaan
Pelanggaran HAM yang Terintegrasi
o O Laporan 1.000.000 0l 05 02 02
074.BG.5681 Pencegahan dan Penanggulangan Segala
Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan
dan Pemenuhan tlak Korban
19.384.573
074.8G.5681.P8D Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 4.2t34.5?3
SK No 144345 C
Rekomendasi
Kebijakan
074.BG.5681.PBD.001 Rekomendasi Pengembangan Cetak Biru
Penguatan Sistem Koordinasi dan Integrasi
o 2.333.703 04 19 04 02
berkas 5, hlm. 173 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
lembaga pengada layanan dalam
pelaksanaan SPPT-PKKTP
074.BG.5681.PBD.002 Rekomendasi penguatan arah kebijakan
Fnyikapan kekerasan berbasis Bendcr
berperspektif kepulauan dan inklusif di era
digital
I o Rekomendasi
Kebijakan n
1.950.870 0l 05 01 o1
04 19 04 02
074.BG.5681.PEA Koordinasi lS.loo.ooo
074.BG.5681.PEA.001 Penguatan Sistem Koordinasi dan Integrasi
lembaga pengada layanan dalam
pelaksanaan SPPT-PKKTP
o 1 kegiatan 10.600.000 07 02 02 01
074.BG.5681.PEA.002 Penguatan Arah Kebijakan Penyikapan
Kekekerasan berbasis gender berperspektif
kepualauan dan inklsuif di era digital
o O kegiatan 4.500.q)o ol 05 01 ol
TOTAL 80.894.522
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badar Usaha, dan Masyarakat
SK No 1,14346 C
berkas 5, hlm. 174 OCR
BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 08.03.02 - Persentase akurasi keberhasilan modifikasi cuaca p€f,s€n (indikator
baru)
a2 90
KP 08.04.02 - Kecepatan penyampaian informasi peringatan dini bencana ke publik menit 3 <3 <3
SK No 14341C
berkas 5, hlm. 175 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
075.GJ Program Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika
7.359.199.018
075.GJ.3344 Pengelolaan Data dan Komputasi BMKG 33.943.493
075.GJ.3344.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
33.943.493
075.GJ.3344.RAG.001 Optimalisasi sistem layanan teknologi
komputasi dan pengelolaan data melalui
IDRIP
I 0 Unit 33.943.493 0A 04 02 02
075.G.J.3345 Pengelol,aan Gempa Bumi dan Tsunami
BMKG
539.t7 t.779
075.GJ.3345.PEF Sosialisasi den Diseminasi 23.520.390
075.GJ.3345.PEF.UOr layanan Informasi gempabumi dan
tsunami melalui Sekolah Lapang
Gempabumi (SLG) Wilayah Barat
960 960 orang 7.OOO.395 08 04 04 01
075.GJ.3345.PEF.U02 Layanan Informasi gempabumi dan
tsutlaoi melalui Sekolah Lapang
Gempabumi (Sl,Gl Wilayah Tengah
1240 1240 dang 7.046.250 08 04 04 ol
SK No 1,14348 C
berkas 5, hlm. 176 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
075.GJ.3345.PEF.U03 Layanan Informasi gempabumi dar
tsunami melalui Sekolah Lapang
GcBpabuDi (SLO) Wilayah Timur
2400 2400 orang 9.473.745 08 04 (X ol
075.GJ.3345.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
515.651.389
075.GJ.3345.RAG.001 Peralatan monitoring gempabumi dan
t$lnaEi melalui lndonesia Disaster
Resfieitce Initiatives Project (IDRIB
144 o Unit 90.651.389 08 04 02 02
075.GJ.3345.RAG.002 Modernisasi dan peningkatan infrastruktur
pemantau gempa bumi dan tsunami di
wilayah potensi terdampak gempa
megathrust
90 90 Unit 425.000.000 08 04 02 02
07 5. GJ.3:t46 Pengelolaan Iklim Terapan BMKG 379.239.142
075.Gr.3:146.ODC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat t6.447.602
075.cir.3346.QDC.OOl Sekolah Lapang Iklim Tematik Wilayah
Barat
1050 1050 Orang 9.496.951 08 03 03 07
075.Gr.3346.QDC.OO2 Sekolah lapang lldia Tematik Wilayah
T€n8ah
360 360 Orang 3.553.398 08 03 03 07
SK No 1,14350 C
Sekolah L"apang Iklim Tematik Wilayah
Timur
120 r.346.815 08 03 03 M 075.Gr.3346.QDC.0O3 l2O Orang
berkas 5, hlm. 177 OCR
PR,ESIDEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
075.GJ.3346.ODC.OO4 Sekolah Lapang Iklim Operasional Wil,ayah
Barat
75 75 Orang 1.836.310 08 03 03 07
075.GJ.3346.QDC.0O5 Sekolah l,apaia Iklim Operasional Wilayah
Tengah
25 25 Orang 654.12A 08 03 03 07
075.GJ.3346.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
362.351.580
075.GJ.3346.RAG.001 Sistem operasional informasi kualitas
Udara
Unit 47.351.580 02 t7 02 02
08 04 02 02
075.GJ.3346.RAG.002 Pengadaan Peralatan Monitoring dan
Pengembangan Sistem dan Model
Komputasi Gas Rumah Kaca Terintegrasi
I 3 Unit 315.000.000 02 19 06 ol
075.GJ.3347 Pengelolaan Instrumentasi dan Kalibrasi
BMKG
2.625.424.241
075.GJ.3347.RAL Sarana Bidang Kemaritiman, Kelautan, dan
Perikanan
942.402.255
075.GJ.3347.RAL.001 peralatan Penguatan Strengthening climate
and weather service capacity Phase II
(SIMM 2)
13 13 Unit 942.402.255 08 04 02 02
SK No 144351 C
1.683.02 r.986 075.GJ.3347.RCG OP Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dat! Lingkungan Hidup
berkas 5, hlm. 178 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PF KP PROP
075.GJ.3347.RCG.001 Pemeliharaan operasional aloptama MKG 314 314 Unit 1.149. r79.OO7 08 04 02 7D
075.GJ.3347.RCG.011 I FeEelihaan operasional aloptama MKG
didaerah
1914 1914 Unit 53s.842.9?9 08 04 02 02
075.GJ.3349 Pengelolaan Meteorologi Penerbangan
BMKG
529.430.654
075.GJ.3349.RAD Sarana Bidang Konektivitas Udara 529.430.654
075.GJ.3349.RAD.001 Pembangunan AWOS pada Bandara di
Wilayah Prioritas dan Wilayah 3T
32 m Unit 381.386.500 03 0t 04 06
075.GJ.3349.RAD.002 Pemenuhan Global Air Navigation
Programme (GANP) dan Aviation System
Block Upgrade (ASBU)
2 2 Unit 147.650.000 03 0l 04 06
075.GJ.3349.RAD.003 Peningkatan kerapatan jaringan
pengamatan udara atas
31 43 Unit 394.154 03 0l 04 06
075.G,.3350 Pengelolaan Meteorologi Publik BMKG 2.646.913.750
075.GJ.3350.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
2.646.913.750
SK No 144352 C
Peningkatan dan Revitalisasi Jaringan
Observasi Radar Cuaca
13 Unit 2.041.913.750 08 04 02 02 075.GJ.3350.RAG.001
berkas 5, hlm. 179 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PP KP PROP
075.GJ.3350.RAG.002 Pengembangan Sistem Impact Based
F6;ast Re;luci Tinggi 1St<ata oesaj untuk
Ketahanan Pangan
o 25110 Unit 605.000.000 02 lO 16 01
075.GJ.3353 Pengelolaan ScismoloAi Teldrik, Geofisika
Potensial darr Tanda Waktu BMKG
118.967.129
075.GJ.3353.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 4.509.675
075.GJ.3353.PBJ.O0r Layanan Informasi kerentanan seismik di
kota besar
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
4.509.675 08 04 02 02
075.GJ.3353.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
114.457.454
075.GJ.3353.RAG.001 Peralatan monitoring dampak akibat
gempabumi dengan peralatan
intensityEeter dan accclcrograph Eelului
IDRIP
4 4 Unit 111.726.2M 08 04 02 02
075.GJ.3353.RAG.002 Penguatan in rastruktur jaringan peralatan
deteksi gempa bumi
1440 1440 Unit 2.731 .250 08 04 02 02
075.GJ.5201 Pengelolaan Meteorologi Maritim BMKG 329.306.8,40
075.GJ.52Ol.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 20.154.215
SK No 14353 C
1575 10.522.730 08 03 05 02 075.GJ.520l.QDC.UO1 2100 Orang
berkas 5, hlm. 180 OCR
-7ao-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
layanan Informasi meteorologi maritim
melalui Sekolah lapang Cuaca Nel,ayan
(SI,CN) Wilayah Barat
08 04 04 0l
075.Gr.52Or.QDC.U02 Layanan Informasi meteorologi maritim
melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
(SLCN) Wilayah Ttnsah
uin 900 Orang 6.081.435 08 04 04 01
02 o5 o3 o8
075.cJ.52O1.QDC.U03 Layanan Informasi meteorologi maritim
melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
(SI,CN) Wilayah Timur
500 5OO Orang 3.550.050 08 04 04 01
08 03 0s 02
075.GJ.5201.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
309.152.625
075.GJ.5201.RAG.001 Pengadaan Sarana Peralatan Bidang
Teknologi Observasi Cuaca Di laut Untuk
Penanganan dan Pertolongan Atas Kejadian
Gangguan di Laut
5 5 Unit 20.251.625 03 0l 03 06
075.GJ.5201.RAG.002 Pengadaan Sarana Peralatan Bidang
Teknologi dan Informasi Cuaca Maritim dan
Pengembangan Sistem Perhitungan Nilai
Safety Score Kapal Untuk Mendukung
Kes€l,aroatan'ft Transportasi l,aut
32 N unit 288.901.000 03 01 03 06
SK No 14354C
Pengelolaan Operasional Modifikasi Cuaca
BMKG
156.801.950 075.Gr.7030
berkas 5, hlm. 181 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o?5.Gr.7O3O.QAH Pelayanan Publik lainnya 156.801.950
075.GJ.7O3O.QAH.0Or Op€f,asi Modifikasi Cuaca Untuk Aksi Dini
Pengurangan Hidrometeorologi Ekltreto
I I layanan 96.801.950 08 04 02 0l
02 19 02 o3
075.GJ.7030.QAH.0O3 Operasi Modifikasi Cuaca untuk
pemenuhan kebutuhan air
o 80 layanan 60.000.000 08 03 02 05
02 19 02 03
02 t2 01 o3
TOTAL 7.359.199.018
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No l,+4355 C
berkas 5, hlm. 182 OCR
_782_
KOMISI PEMILIHAN UMUM
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.19 - Proporsi anggota legislatif persen Laki-Laki: 78,10;
Perempuan: 2 I ,90
(2023)
Laki-Laki: 77,55;
Perempuan: 22,45
Laki-Laki: 77,23i
P€f;eBprJa 22,77
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O t.O4.O2 - Jumlah pemilih pemula, kelompok rentan, dan marginal yarlg diberikan pendidikan
pemilih
orang 55.3)O 110.600
(indikator baru)
KP 07.01.03 - Persentase kepuasan masyarakat atas kinerja KPU persen 72 80
(indikator baru)
KP 07.01.04 - Persentase daftar pemilih berkelanjutan yang akurat, mutakhir, dan komprehensif persen 95
(indikator baru)
SK No 144356 C
berkas 5, hlm. 183 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2O2*2O29
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
076.CQ Penyelenggaraan Pemilu dalam Proses
Konsolidasi Detroldadi
1.762.419.838
076.C0.6639 Te1dris Penyelenggaraan Pemilu / Pemilihan 1.478.219.843
076.C0.6639.QGE Tata Kelola Kelembagaan Publik Bidang
Politik den Hukum
1.478.219.843
076.CQ.6639.qGE.0Or Fasilitasi Seleksi Caldr Anggota KPU
Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota
o 553 Lembaga 291 .393.@2 0 l 03 02 ol
076.CQ.6639.QGE.002 Penyelenggaraan Pelatihan Tcknia
Kepemiluan
o 553 Lembaga 321.444.669 01 03 02 01
076.CQ.6639.QGE.003 Pembentukan/Seleksi Badan Adhoc o 553 Lembaga 314.326.896 0l 03 02 0l
076.CQ.6639.QGE.004 Dukungan Operasional Badal Adhoc 0 553 Lembaga 550.655.186 0l 03 02 01
076.CQ.7016 Pendidikan Pemilih Feoula, Kelompok
Rentan, dart Marjinal
244.199.q)s
076.CQ.7O16.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 284. r99.995
076.CQ.7O l6.QDB.OOr Rencana Pendidikan Pemilih Pemula,
Kelompok Rentan, dart Marjinal
553 O Lembaga 4.127.470 01 04 02 01
04 19 02 0t
SK No lzt4357 C
553 276.072.525 0l 04 02 0l 076.CQ.7Ol6.QDB.OO2 Fasilitasi Pendidikan Pemilih Pemula,
Kelompok Rentan, dar Marjinal
O Lembaga
berkas 5, hlm. 184 OCR
REPIJELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
041902 ol
07 0l 03 02
076.WA Program Dukungan Manajemen 171.430.764
076.WA.7017 Penguatan dan Integrasi Sist€ro Informasi
Pemilu
45.570.768
076.WA.7017.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 45.570.768
076.WA"70 rT.QDB.OOr Fasilitasi Integrasi Sistem Informasi Pemilu I O L.aboAa rs.120.767 0? 01 03 ol
076.WA7017.QDB.OO2 Fasilitasi FrngcDbangatt SDM datt
Pendukung Sistcro Informasi Pemilu
O Lembaga 30.450.001 07 0l ffi ol
076.WA.7018 Pendataan DPT Bcf,kclanjutan 125.860.001
076.WA.70l8.ODB Fasilitasi dan Pembinaan l4ltlbaga 125.860.001
076.WA"70l8.QDB.0O1 Rencana Pendataan DPT Berkelanjutan 553 O Lembaga 34.509.999 07 0l 04 0l
076.WA70 18.QDB.OO2 Fasilitasi Pendataan DPT Berkelanjutan 553 O Lembaga 91.350.001 07 0l 04 0l
TOTAL 1.933.450.607
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dqn Masyarakat
SK No 145243 C
berkas 5, hlm. 185 OCR
FR.ESIDEN
MAHKAMAH KONSTITUSI RI
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
077.BJ Program Penanganan Perkara Konstitusi 24.OOO.OOO
077.BJ.3372 Penanganan Perkara Konstitusi 13.000.000
077.BJ.3372.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 3.OOO.000
o77.B.t.3372.PBD.OO2 Penyusunan Kebijakan Penguatan
Kelembagaan MKMK
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 03 01 ol
077.BJ.3372.PBD.003 Penyusunan Kebijakan Pengujian
Peraturan Perundang-undangan dalartr
satu atap
0 o Rekomendasi
Kebijakan
2.OOO.OOO 07 03 0l 0l
o77 .Bt .3372.UA8 Pemantauan da! Evaluasi serta Pelaporan 10.000.000
077.BJ.3372.UAE.001 Peningkatan Kualitas Putusan Mahkamah
Konstitusi
3 3 laporan 10.000.000 07 03 0l o1
o77 .B,t .4246 Peningkatan Pemahaman Hak
Konstitusional Warga Negara
7.000.000
SK No 144359 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 2.000.000 o?7 .Bl .4246.QDC
berkas 5, hlm. 186 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARCET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
077.BJ.4246.QDC.0Or Feaitgkatart Pefllaha,ran Masyarakat
terhadap Pancasila, Konstitusi dar!
MshkEeh Konstitusi
o 6000 Orang 2.OOO.000 01 0r ol 01
077 .gt .4246.UA8 Sistem Informasi Pemerintahan 5.000.000
077.BJ.4246.UAB.OOl Pembangunan .Jcaming I 0 Sistem
Informasi
2.O00.fi)0 07 03 01 o1
077.BJ.4246.UAB.002 Pengembangan Implementasi elearning I o Sistem
Informasi
3.000.000 07 03 0l Ol
077.BJ.7068 Pengelolaan Kebijakan Strategis dan
Literasi Konstitusi
1.000.000
077.BJ.7068.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 1.OOO.OOO
077.BJ.7068.PBD.001 I Penyusunan Kebijakan Pengaduan
Konstitusional (Coostitutiolral Complaint)
o I t.ooo.ooo 07 03 0l o1
077.BJ.7069 Pengelolaan Data, Teknologi dart Sistem
Informasi Feoaruanan Perkara
3.000.000
077.8r.7069.R4O Sarana Bidang Hukum 3.OOO.OOO
o77.BJ.7069.RAQ.OOr Pengembangan ICT dan Sarana Prasarana
sebagai Penerapan Grand Design Teknologi
Fcredihn
0 1 3.OOO.OOO 07 03 01 0r
SK No 1,14361C
Program Dukungan Manajemen 3.000.000 077.WA
berkas 5, hlm. 187 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
077.WA.5238 Penyelenggaraan Surtrb€f, Daya Manusia,
Penataan Organisasi dan Reformasi
Birokrasi
3.OOO-000
077.WA"5238.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 3.000.000
077.WA.5238.PBD.001 I Grsrd design Fng.Ebargan SDM,
peningkatan kompetensi, dan
profesionalisme untuk SDM yang
berintegritas
0 o Rekomendasi
Kebijakan
2.OOO.OOO 07 03 01 ol
077.W45238.PBD.002 Identifikasi kebutuhan pemenuhan SDM
MK berdasarkan Anjab-ABK
o o Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 07 03 0l 01
TOTAL 27.000.000
Keterangan:
cl Keterlibatan Peran Pemerintah Da.rah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
Mahkamah Konstitusi RI hanya memiliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025-2029
SK No 144362 C
berkas 5, hlm. 188 OCR
FREsIDEN
PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2g
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.05.04 - Persentase capaian implementasi stranas TPPU persen 75 [o 100
SK No 14.r'.3630
berkas 5, hlm. 189 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
078.BE Program Pencegahan dan Fembcf, antasan
Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan
Pendanaan Terorisme
675.420.204
078.BE.3365 Pendidikan dan Pelatihan Anti Pencucian
Uang PPATK
21.403.935
078.BE.3365.SCF Pelatihan Bidang Ekonomi dan Keuangan 21.403.935
078.BE.3365.SCF.002 Pelatihan Bagi Aparat Penegak Hukum 750 1750 Orang 21.403.935 07 05 04 02
08 02 0l 02
078.BE.3379 Pengelolaan Bidang Hukum dan Regulasi
PPATK
4-650-OOO
078.BE.3379.PtsD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 4.650.000
078.BE.3379.PBD.001 Kajian Pets Jalan PPATK dan Rezim APU-
PPT, TPPT, dan PPSPM dalam mencapai
lndonesia Emas 2(Ns
0 O Rekomendasi
Kebijakan
1.650.000 07 03 0l 02
078.BE.3379.PBD.002 Penguatan Kebijakan Pcri€rapan Program
APt PPT bagi Jasa Profesi
o O Rekomendasi
Kebijakan
3.OOO.OOO 07 05 04 0l
078.BE.3380 Pelaksanaan Kerja Satna dan
Pemberdayaan Kemitraan PPATK
98.404.44O
SK No 149584C
Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 65.007.230 078.BE.3380.PBA
berkas 5, hlm. 190 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
078.BE.3380.PBA.001 Pelaksanaan Implementasi dan Penilaian
Kepatuhan Indonesia atas Standar dan
Konvensi Internasional
9 17 24.999.440 07 0s 04 ol
078.BE.3380.PBA.002 Kontribusi Rczih APU-PPT Indonesia dalam
Keanggotaan FATF
26 46 [email protected] 07 0s 04 ol
078.BE.3380.PEC Kerja sama 33.397.250
078.BE.3380.PEC.003 Kerja Sama Internasional dalam
Keanggotaan FATF
5 17 Dokumen 18.197.250 07 05 04 ol
078.BE.3380.PEC.004 Koordinasi Percepatan RUU Perampasan
Aset den RUU Pruk
o 5 Kegiatan 15.200.000 o7 05 M 01
078.BE.3381 Pengelolaan Teknologi Informasi PPATK 455.561.793
078.BE.3381.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
455.561.793
078.BE.3381.RAN.001 Frtlenuhan Sarana dan Prasarana
Teknologi
o 221 Unit 455.561.793 07 03 0l 02
078.BE.3382 Pengelolaan Data Pelaporan dan Pengawsan
Kepatuhan Pihak Pelapor PPATK
41.400.000
078.8E.3382.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 26.400.000
SK No 1,14365 C
Pembinaan Pihak Pel,apor Berbasis Risiko
TPPU pada Penyedia Jasa Keuangan
900 Lembaga 12.400.000 07 OS 04 01 078.8E.3382.QDB.001 o
berkas 5, hlm. 191 OCR
-79t-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
078.BE.3382.QD8.002 Pembinaan Pihak Pelapor Berbasis Risiko
TPPU pada Penyedia B€rarg dan Jasa serta
Profesi
:al 1250 Lembaga 14.000.000 07 0s 04 01
078.8E.3382.QIC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 15.000.000
078.BE.3382.OrC.OO I Pengawasan Program AATPPI Berbasis
Risiko TPPTJ
0 3OS Lembaga 15.OOO.OOO O? 05 04 01
078.BE.3384 Pelaksanaan Analisis Transaksi dan
Pemeriksaan PPATK
54.000.000
078.BE.3384.QCE Penanganan Perka.ra 54.000_ooo
078.BE.3384.QCE.OO3 Hasil Analisis dan Pemeriksaan Sektor
Perjudian
2 42 10.859.965 W 05 04 02
078.8E.3384.QCE.004 Hasil Analisis datr Pemeriksaan Sektor
Lingkungan Hidup
s 45 12.041.005 07 0s 04 02
078.8E.3384.QCE.005 Hasil Analisis dan FeEedksaan s.Ltor
Korupsi
94 274 18.500.000 07 0s 04
on
02
ol 05 07
078.BE.3384.QCE.006 Hasil Analisis dan Pemeriksaan Sektor
Narkotika
5 45 12.599.030 07 05 04 02
SK No 14.r''3660
Program Dukungan Manajemen o
o7 06 07 01
078.WA
berkas 5, hlm. 192 OCR
K..IiL NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PF KP PROP
078.WA.3337 Penyelenggaraan Sekolah Tinggi Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika BMKG
0
o78.WA.3ii37.EBD Layanan Manaj.m€o Kinerja Internal o
078.WA.3337.EBD.965 Layanan Manajemen Keuangan o o O 02 17 07 0.r
675.420.208
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Da.rah, Badan Usaha, dat! Masyarakat
TOTAL
SK No 14367 C
berkas 5, hlm. 193 OCR
-793_
BADAN INFORMASI GEOSPASI,AL
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2s TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.10.05 - Persentase cakupan peta dasar skala besar untuk wilayah Indonesia persen - (indikator baru) 9,4 83,6
KP 07.10.05 - Persentase simpul jaringan informasi geospasial dengan kinerja unggul persen - (indikator baru) 6,64 9,79
KP 07. 10.05 - Persentase IGT yang termanfaatkan persen - (indikator baru) 6,6 100
SK No 1,14368 C
berkas 5, hlm. 194 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
083.GI Program Penyelenggaraan Informasi
Geospasial
4.932.134.405
083.GI.6445 Penyelenggaraan Sistem Referensi
Geospasial Indonesia
109.810.481
043.GI.6445.R4I Sarana Pengembangan Kawasan 67.640.818
083.Gr.6445.RAI.001 Pef, apatan Stasiun Ina-CORS lo lo Ut 48.289.322 08 04 02 02
043_Gr-644s.RAJ.OO2 Perapatan Stasiun Pasang Surut Pemanen 5 5 Unit 19.351.496 08 04 02 02
083.Gt.6445.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 38. r 15.842
083.Gt.6445.RBO.OOl Pemantauan Penurunan Muka Tanah
(ADblesan Tanah)
132592 lor2 38.115.842 08 04 02 02
083.GI.6,+45.RCI OP Sarana Pengembangan Kawasan 4.053.821
083.GI.6,+45.RCI.OOl Titik Pantau Geodinamika yang dikelola 90 90 Unit 4.053.a21 OA 04 02 02
083.Gt.6,+46 Penyelenggaraan Peta Dasar 3.424.579.671
SK No 144369 C
Prasarana Pengembangan Kawasan 3.424.579.671 083.GI.6446.RBO
berkas 5, hlm. 195 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N25-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
083.G1.6446.RBO.001 Data Geospasial Dasar Skala Besar I:5.OOO
Wilayah Darat (IUTSPD
1377 ,100 l@2 2.632.778.453 W lO 05 04
083.G1.6446.RBO.002 Peta Dasar Skala Besar 1:5.OOO Wilayah
Darat 0L,ASPB
o 400 kE2 845.981.856 07 10 05 04
083.Gr.6446.RBO.003 Peta Dasar Skala Besar T€rgeneralkasi
Skala 1:25.000, 1:50.000, l:250.000, 1:
500.000, l: 1.000.000 (ILffiPq
1186 400 km2 230.754.090 07 10 05 04
083.GI.6446.RBO.OO4 Peta Dasar Wilayah l,aut dai Pantai Skala
l;5000
1163 2046 tc2 115.065.2?2 07 10 05 04
083.GI.6447 Pembinaan Penyelenggara IGT da[
Pengguna Informasi Geospasial
125.075.305
083.G1.6447.PBT Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan 125.075.305
083.GI.6447.PBT.001 Pembinaan Penyelenggaraan IGT 63 35 Rekomendasi
Kebijakan
27.900.000 07 lO 05 03
oa3.GI.6447.PBT.OO2 Kompilasi dan Integrasi Informasi
Geospasial Tematik
13 44 Reko|trcndasi
Kcbjakan
25.100.000 07 lo 05 03
083.Gt.6,t47.PBT.0o3 IGT yang Termanfaatkan 10 36 Rekomendasi
Kebijakan
ll.800.ooo 07 lo 05 03
083.Gt.62+47.PBT.004 Rekomendasi Kebijakan Peningkatan
Kapasitas Geospasial
9 a Rekomendasi
Kebijakan
o07 10 05 o3
SK No 144370 C
Rekomendasi
Kebijakan
5.973.600 07 l0 05 03 083.Gr.6447.PBT.005 Pengembangan Kcrurgka Peningkatan
Kapasitas Geospasial
n 0
berkas 5, hlm. 196 OCR
FF,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
083.Gr.6447.PBT.006 Peningkatan Kapasitas Bdbagsi Komponen
Ekosistem Geospasial Indonesia
o 3 Rekomendasi
Kebijakan
37.764.105 07 lO 05 03
083.GI.6,147.PBT.OO7 Pembangunan Indonesian Geospatial
Business Hub untuk mewujudkan hilirisasi
Geospasial Indonesia
o I Rekomendasi
Kebijakan
16.537.600 07 lO 0s 03
083.G1.6447.PBT.008 Desain Pemanfaatan Data Geospasial
untuk Aksi Iklim
0 Materi Teknis I o 07 lo 05 03
083.Gr.6448 Fasilitasi Pembangunan lrr.fr astruktur
Penyelenggaraan Informasi Geospasial
744.302.471
083.Gr.6448.0DB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.434.544
o83.GI.6448.QDB.OOr Pendampingan Peningkatan Kincda Simpul
Jaringan Informasi Geospasial
16 5 t Lembaga 4.434.544 0? 09 02 03
07 lo 05 o3
083.GI.6448.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 5.011.091
083.GI.6448.QDC.001 Pembtuuatr SDM Bidang IG 50 50 Orang 2.556.681 07 10 03 03
07 09 02 02
SK No 14r'.371C
50 2.454.410 W lO 03 03 083.Gr.6448.QDC.002 Fasilitasi Formasi Jabatan Fungsional
Surveyor Pemetaan lnstansi Pemerintah
55 Orang
berkas 5, hlm. 197 OCR
REPUELIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
083.Gr.6448.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi datr
Komunikasi
677.935.396
O83.GI.6,148.RAN.OOl Kapasitas Penyimpanan Gcospatial
Computing Ccntcr
1 3 Unit 413.858.863 07 lO 05 03
oa3.GI.644A.RAN.OO2 Perangkat Pengolah Data Gcospatial
Computing Ccntcr
3 50 Unit 205.240.263 t? lO 05 o3
083.GI.6448.RAN.003 Perangkat pendukung kctlud€har akses
Infctra8i Geospasial
o 3 Unit 17.000.000 0? lo 05 03
083.G1.6448.RAN.004 Perangkat p€tlSuatan infrastruktur
t.lorologi informasi dan koBur kasi untuk
mendukung berbagi pakai IG melalui JIGN
o 1 unit 41.436.270 07 lO 05 03
OA3.GI-6,+44-RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
den Komunikasi
96.921.840
OA3.GI.6,+4A.RDS.OOl Pemeliharaan Prasarana Geospasial
Computing Center
2 I Titik/Lokasi 96.921.440 07 lO 05 o3
083.Gr.7064 Penyelenggaraan Informasi Geospasial
untuk penyelesaian Batas Wilayah
44.370.477
083.Gr.7064.PEC
083.G1.7064.PEC.001
Kerja sama
Dukungan Teknis Penetapan Batas Maritim m 14 Dokumen
20.174.7 tl
6.901.726 02 09 0l 01
SK No 14373 C
Dukungan Teknis Perundingan Batas Darat 5 Dokumen 13.272.945 02 09 0l 02 083.G1.7064.PEC.002 7
berkas 5, hlm. 198 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
083.G1.7064.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 46.4213.310
083.GI.7064.RAI.002 OBP RI-Malaysia 6 6 Unit 5.025.626 02 09 01 02
083.GI.7064.RAI.OO3 Pilar Batas Negara RI-RDTL 20 20 Unit 5.309.131 02 09 01 02
083.GI.7064.RAI.004 Pilar Batas Negara RI-PNG 20 15 Unit 35.012.463 02 09 01 02
083.GI.7064.RAJ.005 Titik Dasar dan Titik Referensi Terverifikasi 8 4 Unit 1.080.690 02 09 0l o1
083.GI.7064.U8B Fasilitasi dan Pembinaan FeE€f,intah Desa 21.767 .456
083.Gr.7064.UBB.OO9 Dukungan Teknis Percepatan Penegasan
Batas Desa/ Kclurahan Pada Tingkat
Ketelitian Peta Skala 1:5OOO
5500 5500 Desa/Kelurahan 21.767.456 0? lO 05 ()4
06 07 03 02
TOTAL 4.932. r38.805
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 14374C
berkas 5, hlm. 199 OCR
BADAN STANDARDISASI NASIONAL
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 05.05.08 - Persentase produk ekspor indonesia yang ber-SNI persen 3,109 (2023) 3,3 4,6
KP 05.05.08 - Persentase produk ber-SNI persen 10 lo 20
SK No 14375C
berkas 5, hlm. 200 OCR
PREsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa4. E, Program Standardisasi Nasional 453.727.314
oa4.EJ.355a Peningkatan PcrrAuatan Penerapan Standar
da,r Penilaian Kesesuaian
084.EJ.3558.QDG Fasilitasi den Pembinaan UMKM
084.EJ.3558.QDG.003 Fasilitasi dan Pembinaan SNI kepada UMK 2500 3500 UMKM
70.447.632
24.7 t1.904
24.711.904 06 03 01 02
o4 02 03 03
084.EJ.3558.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 42.175.728
084.EJ.3558.QDr.0O1 Fasilitasi Penerapan SNI 930 1370 Industri 18.456.014 02 15 03 ol
05 05 0a 001
084.EJ.3558.QDr.0O2 Fasilitasi Keberterimaan Produk ber SNI
dala.E perdagangan internasional
20 3() Industri 1.932.440 05 01 16 tfit
os 05 08 00r
084.EJ.3558.QDr.0O3 Penguatan Standardisasi untuk hilirisasi
Nikel, Tembaga, Bauksit
4 5 Industri 5.070.292 05 0l 0l 06
084.EJ.3558.QDr.0O4 Penguatan Standardisasi untuk hilirisasi
Sawit, Kelapa, Rumput Laut
lo lO Industri 4.636.936 05 01 06 04
05 0l 07 02
SK No 1,14376 C
berkas 5, hlm. 201 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o84.EJ.3558.QDr.OOs Penguatan Standardisasi untuk hilirisasi
Alat Angkut, Elel*rfilik & Digital, Kimia &
Farmasi
5 5 Industri 3.160.605 02 t4 002 001
05 0l t2 0l
084.E .3558.QDI.006 Penguatan Standardisasi untuk hilirisasi.
Makanan, Minuman, TPT, dan Alas Kaki
30 30 Industri 6.672.679 05 0r ls 02
05 01 16 08
o84.E .3s58.QDt.OO7 Penguatan standardisasi untuk hilirisasi
Industri Dasar
5 5 Industri 2.246.722 05 01 18 o6
084.E.r.3559 Peningkatan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Standardisasi dan Penilaian
Kesesuaian
rs.008.049
084.EJ.3559.Q4A Pelayanan Publik kepada masyarakat 15.008.049
084.Ar.3559.QAAOOr layanan Pelatihan Publik 1760 1840 Orang 15.008.049 05 05 08 001
084.Er.356I Peningkatan Sistem Penerapan Standar
dan Penilaian Kesesuaian
20.705.072
084.EJ.3561.PAA Undang-Undang 750.OOO
084. E J.356 1. PAA.00 l Revisi Peraturan Perundangan
Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
o I UU 750.OOO 05 05 0A 001
SK No 144377 C
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
19.955.072 084.E J.356l.PBK
berkas 5, hlm. 202 OCR
FREsIDEN
-ao2-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa4.E 1.356I.PBK.OO1 Sistem Penerapan Standar dan Penilaraan
Kesesuaian
67 69 Rekomendasi
Kebijakan
19.955.072 02 22 05 03
001 08 05 o5
084.E J.6r75 Peningkatan Pengembangan Standar 36.588.698
084.EJ.6175.PDA Standardisasi Produk 24.195.541
084.EJ.6175.PDA.002 Rekomendasi Pengembangan Standar
Internasional
5 Rekomendasi 5.368.000 05 05 08 001
o84.E J.6175.PDA.OO3 Standar bidang Agro, Kimia, Kesehatan dan
Penilaian Kesesuaian
195 215 Standar 10.273.647 02 15 03 0l
05 05 08 001
05 0l 05 In
oa4. EJ.6 175.PDA003.0000 Standar bidang Agro, Kimia, Kesehatan darr
Penilaian Kesesuaian - Pusat
195 215 Standar 10.273.687 05 0l 07 02
oa4.E.6l?5.PDAOO4 SNI Sektor Hasil Perikanan 5 5 Standar 229.649 05 05 08 001
084.E EJ.6175.PDA.005 Standar bidang Mekanika, Energi,
Infrastruktur, dan Teknologi Informasi
190 19O Standar 7.716.604 05 05 08 001
02 t4 002 001
02 15 03 o1
SK No 144378 C
Harmonisasi SNI sektor Otomotif dan
Elektronik
10 lO Standar 607.557 0s 05 06 001 084. EJ.6175.PDA.006
berkas 5, hlm. 203 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
084.EJ.6175.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 12.393.157
o84.E r.6l7s.PFA.OOl Sistem dan kebijakan pengembangan
standar
5 5 NSPK 12-393.157 02 15 03 o1
05 05 0a 001
o84.E I.6t76 Peningkatan Akreditasi 224.021.729
oa4.E I.6l76.PDE Akreditasi Lembaga 192.568.940
oa4-E .6176.PDE.OOl Penilaian Akreditasi laboratorium dan
Penyelenggaran Uji Profi siensi (AL)
1270 1350 Lembaga 114.984.052 05 05 08 002
oa4_E. -6l76.PDE.OO2 Penilaian Akreditasi LEmbaga Inspeksi dan
Lembaga Sertif kasi (ALIHI)
800 865 Lembaga 63.859.744 05 05 08 002
o84.EJ.6r76.PDE.003 Evaluasi Asseatncn Akreditasi laboratorium
dan Lembaga Sertifikasi (SHA)
rarf,l 1000 Lembaga 13.721.144 05 05 08 002
o84.E I.6l76.PFA Nctna, Standar, Prosedur, dan Kriteria 31.452.?49
084.EJ.6176.PFA.001 Sistem dan Skema Akreditasi 43 47 NSPK 31.452.749 05 05 08 002
084.EJ.6177 Peningkatan Standar Nasional Satuan
Ukuran
86.516.138
084.EJ.6177.PDB Akreditasi Produk 8.258.467
SK No 149586 C
3.421.433 05 05 08 002 oa4.E I_6177.PDB.00I Akreditasi Layanan Diseminasi SNSU
Mekanika, Radiasi, dan Biologi
3 2 produk
berkas 5, hlm. 204 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
084.EJ.6177.PDB.002 Akreditasi Layanan Diseminasi SNSU
T€f,mo€lekrik dan Kimia
I 3 produk 4.437.034 05 05 08 002
084.EJ.6r77.Q.J8 Penyidikan dan Pengujian Peralatan 24.318.622
084.E r.6l77.qrB.0Ol Penyidikan dan Pengujian SNSU Mekanika,
Radiasi, dai Biologi
1175 1275 Sertifikat 14.591.207 05 05 08 003
084.EJ.6 r77.Q.JB.002 Penyidikan dan Pengujian SNSU
Termoelektrik d6n Kimia
750 1050 Sertifikat 9.727.415 05 05 08 003
084.EJ.6l77.RAH Sarana Bidang Industri dai Ferdagsrrgar 53.939.049
o84.E r.6l77.RAH.OOl halatarl Laboratorium SNSU Radiasi datt
Medik
7 7 Unit 53.939.049 05 01 l4 19
TOTAL 453.727.314
Keterangan:
cl Keterlibatan P€f,an Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 1,14380 C
berkas 5, hlm. 205 OCR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02. 17.06 - Jumlah fasilitas limbah radioaktif yang dikelola fasilitas - (indikator baru) 2 3
SK No 144381 C
berkas 5, hlm. 206 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
(ODE NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
085.KB Program Riset dan Inovasi Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
214.537.335
085.KB.3568 Penyelenggaraan dan Peningkatan Kualitas
Perizinan dan Inspeksi dalan Keselamatan,
Keamanan, Garda Aman Ketenaganuklirsn
74.302.000
oa5-KB-3564-PBU Kebijakan Bidang T€oaga Nuklir l.600.ooo
085.KB.3568.PBU.001 Hasil Reviu atas Perijinan Instalasi dan
Behsn Nuklir
22 T Rekomendasi
Kebijakan
l.600.000 04 0a 03 ll
085.KB.3568.PFA N6m4 Standar, Prosedur, dar! Kriteria 6.100.ooo
085.KB.3568.PFA.001 Modul Telsris Sistem Pengawasan Limbah
Radioaktif
2 1 NSPK s.300.ooo 02 t7 06 03
085.KB.3568.PFA.002 Laporan Keselamatan Instalasi dan Bahan
Nuklir
I o NSPK 800.ooo 04 08 03 tl
085.KB.3568.QIA Pengawasan dan Pengendalian Produk 6.350.000
085.I{8.3568.QrA.001 Pengelolaan Alutsiwas dan Laboratorium I 2 Produk 6.350.000 04 08 03 It
o85.K8.3568.QIC Pengawasan dan Pengendalian l,llbaga 60.252.000
SK No 149587 C
600 20.350.000 04 0a 03 tt o85.KB.3568.QIC.OO1 Pengawasan ketenaganukliran dalam
Keselamatan dan Keamanan Bidang FRZR
(Kesehatan, Industri dan Penelitian)
9OO Lembaga
berkas 5, hlm. 207 OCR
REPUEUK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o85.KB.356a.QIC.OO2 Pengawasan Ketenaganukliran terhadap
Fasilitas Kesehatan Rujukan zuSU dan KIA
berbasis Teknologi Nuklir
150 750 Lembaga 13.300.000 04 l5 02 02
o85.KB.3568.QIC.OO5 Pengawasan Keselamatan pada Instalasi
Nuklir dan Evaluasi Tindak Lanjut Inspeksi
lo O Lembaga 450.000 04 08 03 11
o8s.KB.3568.QrC.006 laporan Hasil Pengawasan Bahan Nuklir
dan Proteksi Fisik
23 30 LerabaSa 7.325.000 04 08 03 ll
085.KB.3568.QIC.OO7 Pengawasan Keselamatan Lingkungan dan
Limbah Radioaktif
30 43 Lembaga 3.497.000 02 t7 06 03
o85.K8.3568.QIC.0O8 Pengawasan terhadap Fasilitas
Penyimpanan Zat Radioaktif Terbungkus
yang Tidak Digunakan pada Perusahaan
Bangkrut, Pailit atau tidak Beroperasi
lo 4 Lembaga 15.330.000 02 t7 06 03
085.KB.3569 Pengembangan Sistem Informasi
Pengawasan Partisipatif Ketsraganuldiran
7.223.OOO
085.KB.3569.PF4 Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 7.225.OOO
085.KB.3569.PFA.002 Penguatan Pengawasan Kolaboratif Bidang
Instalasi den Behen Nuklir
I o NSPK 475.000 04 08 03 ll
SK No 149590 C
3 NSPK
62.945.000
085.KB.3569.PFA.003 Penguatan Pengawasan Kolaboratif Bidang
Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif
1 6.750.000 04 08 03 ll
085.KB.3570 Peningkatan Sistem Keamanan dan
Kesiapsiagaan Nuklir Nasional
berkas 5, hlm. 208 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
085.KB.3570.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 100.ooo
085.KB.3570.PFA.001 Dokumen Teknis Revitalisasi Peta Jo.lan
Indonesia Radiation Data Monitoring
S}stc,r (I-RDMS)
I O Ho|lan 100.fin 04 0a 03 ll
o85.KB.3570.QHC Operasi Bidang Penanggulangan Bencana r.900.ooo
085.KB.3s7O.QHC.001 Laporan Respons Kecclakaan / Kedaruratan
Nuklir
I I operasi 1.900.000 04 08 03 ll
o85.KB.357O.QIC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 5.075.OOO
o85.KB.357O.QIC.OOl Laporan Pengawasan Keamanan Nuklir 3 3 laporan 5.075.000 04 08 03 ll
085.KB.3570.RDH OP Prasarana Bidang Penanggulangan
Bencana
53.300.000
085.KB.3570.RDH.001 Infrastruktur Kesiapsiagaan Nuklir
Nasional dengan pemasangan I-RDMS
6 5 unit 45.950.000 04 08 03 11
085.KB.3570.RDH.002 Operasional, Pengembangan dan
Pemeliharaan I-RDMS
22 33 unit 7.350.OOO 04 08 03 ll
085.KB.3570.SCK Pelatihan Bidang Penanggulangan Bencana 2.570.000
085.KB.3570.SCK.001 Uji Coba Kesiapsiagaan Nuklir dan
Pelatihan Tanggap Darurat Nuklir
90 250 Orang 2.570.000 04 08 03 11
SK No 149591 C
44.590.000 085.KB.3571 Perumusan dan Pengembangan P€f,aturart
Perundangan Ketcnaganukliran
berkas 5, hlm. 209 OCR
-ao9-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
085.KB.3571.PAC Peraturan Pemerintah 2.700.000
oas.KB.357l.PAC.00l Rancangan Peraturan Pemerintah (Rm
terkait Keselamatan Limbah Radioaktif
1 o RPP ,loo.ooo 02 17 06 03
085.KB.3571.PAC.007 Peraturan Pemerintah tcrlGit Pengawasan
Ketenagsnukliran untuk mendukung
transisi energi
o I RPP 2.s00.000 02 11 03 ol
085.KB.3571.P4D Peraturan Presiden 200.000
oas.KB.3571.PAD.O01 Rancangan Peraturan Presiden tentang
Rencana Induk Kctertaganuldirai
1 0 R.Perpres loo.ooo 02 ll 03 01
04 0a 03 ll
o85-KB.3571.PAD.002 Rancangan Peraturan Presiden tentang
Pengawasan Limbah Radioa.ktif dan Mineral
Ikutan Radioaktif (MtR)
I O R.Perpres 100.000 02 t7 06 03
o85.KB.357r.PAG Peraturan Menteri 3.350.000
085.KB.3571.PAG.001 Rancangan Peraturan Badan Bidang
Fasilitas Radiasi dsn Zat Radioaktif
4 5 Perka 3.350.000 04 08 03 11
02 17 06 03
o85.KB.357l.PBU Kebijakan Bidang Tenaga Nuklir 34.220.000
085.KB.3571.PBU.001 Rekomendasi Kebijakan Pengawasan
Bidang Radiologi
2 3 Rekomendasi
Kebijakan
3.725.OOO 04 08 03 11
SK No 144385 C
Rekomendasi
Kebijakan
2.400.ooo 04 08 03 lt 085.KB.3571.PBU.OO2 Rekomendasi kebijakan Pengawasan
Bidang Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif
berkas 5, hlm. 210 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
085.KB.3571.PtsU.0O3 Publikasi Ilmiah Bidang Fasilitas Radiasi
dsrl Zat Radioaktif
25 O Rekomendasi
Kebijakan
150.000 04 0a 03 11
085.KB.357 I .PtsU.004 Rekomendasi Kebijakan Pengawasan
limbah dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir
I I Rekomendasi
Kebijakan
5.350.O0O 02 17 06 03
085.KB.3571.PBU.005 Rekomendasi Teknis s Pengawasan PLTN 7 5 Rekomendasi
Kebijakan
8.245.000 02 ll 03 01
085.KB.3571.PBU.006 Rekomendasi Kebijakan Pengawasan
Tenaga Nuklir Bidang Limbah dan Mineral
Ikutan Radioaktif
1 I Rekomendasi
Kebijakan
3.440.000 02 17 06 03
oas.KB.3571.PtsU.OO7 Laporan Reviu Desain PLTN dan Pembinaan
TSO
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
5.200.000 02 ll 03 01
085.KB.3571.PBU.008 Dokumen Teknis Reviu Desain PLTN dan
Pembinaan TSO
o I Rekomendasi
Kebijakan
5.700.000 02 11 03 ol
o85.KB.357t.PEA Koordinasi 800.000
085.KB.3571.PEA.001 Koordinasi Pembahasan Rancangan
Undang-Undang Ketenaganukliran b€rsarra
Mitra Legislatif
3 O kegiatan 800.ooo 02 ll 03 01
oas.KB.357l.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Baddt Usaha 3.320.000
SK No 149517 C
Pengembangan Sistem Pengawasan PLTN
2 Badan usaha
25.475.335
o85.KB.3571.QDH.0Ol Fasilitasi dan ttltrbinaan Badan Usaha
PLTN
n 3.320.000 02 ll 03 01
085.KB.4389
berkas 5, hlm. 211 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
085.KB.4389.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan lcit€f,ia 23.000.000
085.KB.4389.PFA.004 Dokumen Pengawasan Inspeksi PLTN I o NSPK 150.000 02 11 03 01
085.KB.4389.PFA.005 Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria
UN TK PLTN
2 3 NSPK 18.350.000 02 11 03 0l
085.KB.4389.PFA.006 Sistem Infrastruktur Perizinan PLTN o I NSPK 4.500.000 02 lt 03 01
085.KB.4389.011 Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan 2.475.335
085.KB.4389.011.001 Peta Rona Awal Radioaktivitas Lingkungan
Calon Tapak PI,TN
20 10O Hektar 2.475.335 02 I I 03 0l
TOTAL 214.537.335
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 149592 C
berkas 5, hlm. 212 OCR
FF.EsIDEN
EEFUEUK INDONESIA
'812-
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASEL,Ji,E2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.08.02 - Persentase instansi pemerintah yang menerapkan tata kelola kualitas kebijakan yang
baik
persen 18,37 lpo23l 30 85
SK No 144388 C
berkas 5, hlm. 213 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pf{ PP KP PROP
oa6.co hogratu Kebijakan, Pembinaan Profesi, dan
Tata Kelola ASN
175.157.440
oa6.co.4a25 Pengkajian Kebijakan Dan Pengembangan
Inovasi Administrasi Negara
ro.000.ooo
086.CO.4825.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan L.trbaga 5.000.000
086.CO.4825.QDB.O0l Pembinaan Tata Kelola Kebijakan Instansi
Pemerintah
B 8 Lembaga s.ooo.ooo 0? 08 02 04
086.CO.4825.QKC Pemantauan lembaga 5.OOO-OOO
086.CO.482s.QKC.OO l Evaluasi Tata Kelola Kebijakan Instansi
Pemerintah
185 523 Laporan 5.000.000 07 08 02 04
086.C0.4826 Pengkajian Kebijakan dan Pengembangan
Inorra.i MdrajeEcn Aparatur Sipil Negara
27.472.950
086.CO.4826.PEA Koordinasi 9.157.650
086.CO.4826.PEA.OOr Pembinaan Pengembangan Kapasitas
Instansi dalam Pelaksanaan Kebijakan
Sist€ro Pembelajaran Terintegrasi
(Corporate University)
1 I kegiatan 9.157.650 07 07 03 02
SK No 144389 C
Sistem Informasi Pemerintahan 18.315.300 086.CO.4826.UAB
berkas 5, hlm. 214 OCR
FF,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
086.CO.4826.UAB.001 P.rlgeobarlgan Teknologi dan Digitalisasi
Fcobelajarar
I Modul Aplikasi 6.105. rOO 07 07 04 02
086.CO.4826.UAB.002 Pengelolaan Bi8 Data Pengembangan
Kompetensi
I Layanan 12.210.200 07 07 04 02
oa6.co.4a27 Penyusunan Kebijakan Dan
Penyelenggaraan Pengembangan
Kompetensi Aparatu.r Sipil Negara
137.684.890
086.CO.4827.P8Q Kebijakan Bidang Aparatur 5.500.000
086.CO.4827.PBQ.OO I Pengembangan Kompetensi Tematik bagi
ASN Daerah Lambat TrEbuh
I I Rekomendasi
Kebijakan
3.000.000 07 07 03 02
086.CO.4827.PBQ.OO2 Rencana Pengembangan Kompetensi
(Human Capital Development Planl
Nasional Sesuai Dengan Tujuan
Pembangunan
I I Rekomendasi
Kebijakan
2.500.000 o7 07 03 01
086.CO.4827.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 130.944.490
O86.CO.4827.UAC.OO 1.OOOO ASN Talent Academy - Pusat a0 [o Orang 7.OOO.000 07 07 03 02
086.CO.4E27.UAC.OO2 Sekolah Kader o 30 Orang 6.620.000 07 07 03 02
086.CO.4827.U4C.003 Pengembangan Literasi Digital dan AI Bagi
ASN
350 350 Orang 6.105.100 07 10 03 01
SK No 144390 C
Pelatihan Struktural Kepemimpinan 1330 97.8:)1.015 07 07 05 02 oa6.co.4827.UAC.O04 1330 Orang
berkas 5, hlm. 215 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa6.co.4827.UAC.OO5 Pelatihan Teknis Fungsional dan Sosial
Kultural
1251 1251 Orang 10.924.775 07 07 0s 02
086.CO.4827.UAC.OO6 Program Magang Afirmatif bagi ASN
Kewilayahan Papua
20 20 Orang 2.500.000 07 07 03 02
086.CO.4827.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 1.200.(x)o
086.CO.4827.UAE.001 Pengukuran Kemanfaatan dan Dampak
Pengembangan Kompetensi ASN
I I Laporan 1.200.000 07 07 03 02
TOTAL 175.157.440
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 1,14391 C
berkas 5, hlm. 216 OCR
FF.ESIDEN
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2O2g
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 08.02.06 - Indeks Budaya Tertib Arsip 70,24 72,40 74,24
KP 08.02.06 - Indeks Memori Kolektif Bangsa 69,10 71,65 76,02
SK No 144392 C
berkas 5, hlm. 217 OCR
FREsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
087.CN Program Penyelenggaraan Kearsipan
Nasional
304.475.725
087.CN.3625 Preservasi Arsip Nasional 35.289.430
087.CN.3625.UAA Kearsipan 35.289.430
087.CN.3625.UAA.001 Arsip Terjaga dan Arsip Statis yang
didigitalisasi
593.OOO 642.tOO Arsip 35.289.430 08 02 06 02
087.CN.7037 Penjaminan Kualitas Kebijakan,
Pengawasan, drn Akreditasi Kearsipan
21.040.989
087.CN.7037.UAI Peningkatan Manajemen Lembaga
Pemerintahan
21.040.989
oa7.cN.7037.UAI.OO1 Pencipta Arsip dan Lembaga Kearsipan
yang Diawasi
130 138 Lembaga 21.040.989 08 02 06 01
087.CN.7039 Pelayanan Arsip Nasional 229.421.522
087.CN.7039.O44 Pelayanan Publik kepada masyarakat 223.264.512
SK No 1,14394 C
Kearsipan
497.413 1.554.517 Orang
6.157.010
087.CN.7039.QAA.OO I Pengguna layanan Arsip sebagai Memori
Kolektif dan Jati Diri Bangsa
223.264.512 08 02 06 03
087.CN.?O39.UAA
berkas 5, hlm. 218 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
087.CN.7039.UAA.001 Arsip Yang Ditetapkan sebagai Memori
Kolektif Bangsa (MKB)
9 Arsip 6.157.010 08 02 06 01
087.CN.7041 Pengolahan Data dan Pemanfaatan
Informasi Kearsipan Nasional
18.723.784
087.CN.7041.UAA Kearsipan 18.723.784
087.CN.7041.UAA.001 1 Informasi Arsip yang Tersedia di JIKN 65.000 278.931 Arsip 18.723.784 08 02 06 02
087.WA Program Dukungan Manajemen 369.219.832
087.WA.7044 Pelayanan Kepegawaian dan Umum 9.219.432
o87.WA7044.RBN Prasarana Bidang Parit 'i.ata dan
Kebudayaan
9.219.A32
087.WA7044.RBN.OO1 Pengembangan Sarana dan Prasarana
Pusat Khazanah Arsip Nusantara
5 unit 369.2t9.432 08 02 06 03
TOTAL 673.695.557
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usah., dan Masyarakat
SK No 1,14395 C
berkas 5, hlm. 219 OCR
KEPEGAWAIAN NEGARA
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
088.CO Program Kebijakan, Pembinaan Profesi, dan
Tata Kelol,a ASN
279.350.000
088.CO.3663 Penyelenggaraan Penilaian Foteflsi dan
Kompetensi ASN
204.500.ooo
088.CO.3663.PF4 Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 8.500.000
o88.CO.3663.PFA.OOl Penyusunan Instrumen Penilaian
Kompetensi dan Potensi ASN
0 0 NSPK 8.500.000 07 07 02 02
07 lo 03 02
oaa.co.3663.uAc Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 200.000.000
o88.CO.3663.UAC.OOl Pemetaan Kompetensi dan Potensi ASN 0 0 Orang 200.000.000 07 07 02 02
07 10 03 02
088.CO.4845 Perumusan Kebijakan Teknis dan
Pembinaan Bidang Manajemen ASN
24.600.000
088.CO.4845.PtsQ Kebijakan Bidang Aparatur l.500.ooo
SK No 149593 C
Rekomendasi
Kebijakan
1.500.000 07 07 01 ol o88.CO.4845.PBQ.OO3 Rekomendasi Kebijakan Roadmap
Penerapan SiBtcrn Pensiun
berkas 5, hlm. 220 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
088.CO.484s.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 23. r00.000
088.CO.4845.QD8.001 Pembinaan Teknis Penerapan Perencanaan
l(cbutuh€tr ASN
n 350 Lembaga 7.700.000 07 07 02 03
088.CO.4845.QDB.OO2 Pembinaan Telois Sistem Manajemen
Kinerja ASN
n 350 Lembaga 7.700.ooo 07 07 01 02
088.CO.4845.QDB.OO3 Pembinaan Telmis Penerapan layanan
Kc?cgawaidl Melalui Back€nd Services
o 350 Lembaga 7.700.ooo 07 07 04 02
088.CO.4847 Pengelolaan Dokumen Arsip Kepegawaian,
Data dsn Sfutero Informasi ASN
20.250.000
088.CO.4847.QM4 Data dan Infon rasi Publik 16.250.000
088.CO.4847.QMA.001 Penguatan Database profile ASN melalui
peningkatan kualitas data ASN
I I layanan 11.750.000 07 07 04 02
088.CO.4847.QMA.OO2 Interoperabilitas Database Profile ASN o I layanan 4.500.000 07 07 M xn
088.CO.4847.U48 Sistem Informasi Pemerintahan 4.OOO.000
088-CO.484?.UAB.001 Pengembangan Backend Services Layanan
Kepegawaian
o I Sistem
Informasi
4.000.000 07 07 04 19
oaa.co.484a Pengawasan dan Pengendalian NSPK
Manderrlen ASN
26.OOO.OOO
SK No 144397 C
Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 24.(x)O.OOO 088.CO.482+8.QlC
berkas 5, hlm. 221 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o88.CO.4848.QlC.OOl Pengukuran Penerapan Kebijakan Sistem
Merit ASN
o 639 l,€mbaAa 12.000.000 o o7 06 ol
o88.CO.4848.QtC.OO2 Pengawasan Penerapan Sistem Merit ASN 0 639 Lembaga 12.000.ooo o? o? 06 o1
088.C0.4848.UAE FeoaDtau€rt dan Evaluasi serta Pelaporan 2.000.000
088.CO.4848.UAE.001 Pengawasan dan Pemberian Rekomendasi
atas Penindakan Penerapan Sistem Merit
dalam Manajemen ASN
loo O Rekomendasi 2.000.000 07 07 06 ol
TOTAL 279.350.OOO
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
Badan Kepegawaian Negara hanya memiliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025—2029
SK No 144398 C
berkas 5, hlm. 222 OCR
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEIJNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2g
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.08.03 - Persentase K/L dengan maturitas SPIP terintegrasi dengan karakteristik berbasis
terdefinisi
persen - (indikator baru) 47,57 72,82
KP 07.08.03 - Persentase provinsi dengan maturitas SPIP terintegrasi dengan karakteristik berbasis
terdefinisi
persen - (indikator baru) 39,47 57,89
KP 07.08,03 - Persentase kab/kota dengan maturitas SPIP terintegrasi dengan karakteristik berbasis
terdefinisi
persen - (indikator baru) 9,44 50,20
KP 07.08.03 - Tingkat pemanfaatan hasil pengawasan intern dalam penyelenggaraan pembangunan
nasional
predikat - (indikator baru) Optimal Optimal
SK No 144399 C
berkas 5, hlm. 223 OCR
FN.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
089.CH Program Pengawasan Pembangunan I . ts2. t7 4.037
089.CH.3701 Pengawasan Pembangunan di seluruh
Perwakilan
734.551.543
089.CH.3701.UAG Pengawasan Pembangunan 734.551.543
089.CH.3701.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
144 144 Laporan 447.999.576 0 08 03 02
089.CH.3701.UAG.007 Rekomendasi Strategis dan Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Pembangunan Nasional
72 72 Laporan 246.551.968 C? 08 03 02
089.CH.4207 Pengawasan Kementerian/ Lembaga Bidang
Ekonomi dan Keuangan
7.501.884
089.CH.4207.U4O Pengawasan Pembangunan 7.501.484
089.CH.4207.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan 7.501.484 07 08 03 02
089.CH.4208 Pengawasan Kementerian/ /Lembaga Bidang
Pangan, Pengelolaan Energi, dan Sumber
Daya Alam
6.196.810
SK No 144400 C
Pengawasan Pembangunan 6. r96.8rO 089.CH.4208.UAG
berkas 5, hlm. 224 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
089.CH.4208.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan 6.196.810 07 08 03 02
089.CH.4209 Pengawasan Kementerian / Lembaga
Infrastruktur, Tata Ruang, dan
Perhubungan
5.314.118
089.CH.4209.UAG Pengawasan Pembangunan 5.314.118
089.CH.4209.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan 5.314.118 07 08 03 02
089.CH.4210 Pengawasan Kementerian/ Lembaga Bidang
Ekonomi Kreatif, Perdagangan dan
Ketenagakerjaan
7.501.844
089.CH.4210.UAG Pengawasan Pembangunan 7.501.884
089.CH.4210.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan 7.501.884 07 0a 03 02
089.CH.4211 Pengawasan Kementerian / Latttbaaa Bidang
Kerja Sama Investasi dan Pembiayaan
Pembangunan
48.855.882
089.CH.4211.UAG Pengawasan Pembangunan ,+8.855.882
$( trl6 l{.{.Qt Q
4.432.022 07 08 03 02 089.CH.4211.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan
berkas 5, hlm. 225 OCR
-82s-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa9.cH.42l l.uAG.oo7 Rekomendasi Strategis dan Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Pembangunan Nasional
2 2 Laporan 44.423.460 07 08 03 02
089.CH.4212 Pengawasan Kementerian/ Lembaga Bidang
Pertahanan dan Keamanan
51.612.334
089.CH.4212.UAG Pengawasan Pembangunan 51.612.334
089.CH.4212.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan 7.144.474 07 0a 03 02
089.CH.4212.UAG.007 Rekomendasi Strategis dan Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Pembangunan Nasional
2 2 Laporan 44.423.460 07 08 03 02
089.CH.4213 Pengawasan Kcmcnt6ian/ Lembaga Bidang
Politik dan Penegakan Hukum
4.2 .216
089.CH.4213.UAG Pengawasan Pembangunan 8.250.216
089.CH.4213.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 laporan 4.2fi.216 07 08 03 02
089.CH.4214 Pengawasan Kcrocntcrian/ Lembaga Bidang
Sosial dan Penanganan Bencana
6.232.703
089.CH.4214.UAG Penga! rasan Pembangunan 6.232.703
SK No 144402 C
6.232.703 07 08 03 02 089.CH.4214.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan
berkas 5, hlm. 226 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
089.CH.4215 Pengawasan Kement€f,iarr/ L,€abaga Bidang
Pengembangan Sumber Daya Manusia dan
Kebudayaan
s.305.919
089.CH.4215.UAG Pengawasan Pembangunan 5.305.919
089.CH.4215.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 laporan 5.305.919 07 08 03 02
089.CH.4216 Pengawasan Kementerian/ Lembaga Bidang
Pengembangan Ilmu Pengetahuan,
Teknologi, dan Reformasi Birokrasi
6.805.232
089.CH.4216.UAG Pengawasan Pembangunan 6.805.232
089.CH.4216.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan B6.ih
4 4 Laporan 6.805.232 07 08 03 02
089.CH.4217 Pengawasan Akuntabilitas Keuangan
Daerah
1.839.087
089.CH.4217.UAG Pengawasan Pembangunan 1.839.087
089.CH.4217.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan Jrang Baik dan Bersih
I 1 Laporan 1.839.087 07 0A 03 02
SK No l4440.3C
Pengawasan Lintas Sektoral Pembangunan
Daerah
1.618.563 089.CH.4218
berkas 5, hlm. 227 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
089.CH.4218.UAG Pengawasan Pembangunan 1.618.563
089.CH.4218.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik darl Bersih
1 I Laporan 1.618.563 07 0a 03 02
o49.cH.4219 Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan
Desa
1.710.243
089.CH.4219.UAG Pengawasan Pembangunan 1.710.243
089.CH.4219.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik darl Bersih
I I Laporan 1.710.243 07 08 03 02
089.CH.4220 Pengawasan Tata Kelola Pemerintah Daerah 65.207.7a7
089.CH.4220.UAG Pengawasan Pembangunan 65.207.747
089.CH.4220.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 laporan 20.783.927 0? 08 03 02
089.CH.4220.UAG.007 Rekomendasi Strategis dan Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Pembangunan Nasional
2 2 Laporan 44.423.460 07 08 03 02
089.CH.4221 Pengawasan Badan Usaha ASrobi$ds,
Infrastruktur, dan Perdagangan
11.330.818
oag.cH.4221.UAG Pengawasan Pembangunan 11.330.818
SK No 144404C
4 Laporan rr.330.818 07 08 03 02 089.CH.4221.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
berkas 5, hlm. 228 OCR
-a2a-
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
089.CH.4222 Pengawasan Badan Usaha Konektivitas,
Pariwisata, Kawasan Industri, dan
Ferumshen
r0.352. r34
o49.cH.4222.V AG Pengawasan Pembangunan 10.352.134
089.CH.4222.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik daa Bersih
4 4 Laporan 10.352.134 07 08 03 02
089.CH.4223 Fegawasan Badan Usaha Jasa Keuangan,
Jasa Penilai, dan Manufaktur
57.708.393
089.CH.4223.UAG Pengawasan Pembangunan 57.708.393
089.CH.4223.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 Laporan 13.284.533 07 08 03 02
o89.CH.4223.UAG.OO7 Rekomendasi Strategis datt Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Pembangunan Nasional
2 2 laporan 44.423.460 07 08 03 02
089.CH.4224 Pengawasan Badan Usaha Energi dan
Pertambangan
10.008.705
oag.cH.4224.UAG Pengawasan Pembangunan 10.008.705
SK No 144405 C
4 Laporan
17.216.482
o89.CH.4224.UAG.OO4 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 ro.q)8.705 07 08 03 02
oas.cH.4225 Pengawasan Badan layanan Umum, Badan
Layanan Umum Daerah, Badan Usaha Jasa
berkas 5, hlm. 229 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Air, Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan
Usaha Milik Desa
089.CH.4225.UAG Pengawasan Pembangunan 17.216.882
089.CH.4225.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yartg Baik dan Bersih
4 4 Laporan 17.2t6.442 07 08 03 02
089.CH.4226 Fctuawasan Investigasi I 7.671.267
089.CH.4226.UAG Pengawasan PeEbangurarr 7.671.26?
089.CH.4226.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
2 2 Laporan 7.671.267 07 08 03 In
o49.cH.4227 Pengawasan Investigasi II 7 .671.267
089.CH.4227.UAG Pengawasan Pembangunan ?.671. 7
089.CH.4227.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Fcrncrintahan yang Baik dan Bersih
2 2 Laporan 7.671.267 07 08 03 02
089.CH.4228 Pengawasan Investigasi III 10.142.904
089.CH.4228.UAG Pengawasan Pembangunan 10.142.904
SK No 144406 C
Pengawasan Investigasi lV
2 laporan
61.567.460
089.CH.4228.UAG.004
089.CH.4229
Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
2 10.142.904 07 08 03 02
berkas 5, hlm. 230 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
089.CH.4229.UAG Pengawasan Pembangunan 61.567.460
089.CH.4229.UAG.004 Rekomendasi atas Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Bersih
4 4 laporan 17.143.600 07 08 03 02
089.CH.4229.UAG.007 Rekomendasi Strategis dan Tindak Lanjut
Hasil Pengawasan Pembangunan Nasional
2 2 Laporan 44.423.460 07 0A 03 In
TOTAL | . ts2. t? 4.o3?
KctcrartSar:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyara.kat
SK No 144407C
berkas 5, hlm. 231 OCR
KEM ENTERI,AN PERDAGANGAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 05 - Ekspor barang dan jasa persen PDB 21,7 (2023) 21,7 22,6
Koordinator Pencapaian Indikator Program kicitas
PP 05.05 - Kontribusi el.3p6 barang Indonesia terhadap total ekspor barang dunia persen l,l I (2023) 1,12 1,43
PP 05.05 - Nilai ekspor jasa Indonesia miliar USD 23,rO (2022) 29,93 42,24
PF 05.05 - Pangsa pasar nilai ekspor Indonesia yang bergabung dalam rantai nilai global persen o,ar (2022) 0,99 t,20
PP 05.05 - Nilai total pembelian perdagangan antar wilayah triliun rupiah 1.622 (2022) 1.803 3-013
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.09.04 - Jumlah PTA/FTA/CEPA yang terselesaikan PTA/FTA/CEPA 1g 23 ,n
KP O5.O5.O I - Nilai pembelian perdagangan antar t 'ilayah di Pulau Sumatera triliun rupiah 2O5 (2022) 217 267
KP O5.O5.O 1 - Nilai pembelian perdagangan antar wilayah di Pulau Jawa triliun rupiah 1.059 (2022) 1.158 2.074
KP 05.05.01 - Nilai pembelian perdagangan antar wilayah di Pulau Bali-Nusra triliun rupiah 5t (2022) 93 r36
KP 05.05.01 - Nilai pcEbcUan perdagangan antar wilayah di Pulau Kalimantan triliun rupiah 121 (2022) 144 222
SK No 144408 C
triliun rupiah 135 l2o22l 138 237 KP 05.05.01 - Nilai pembelian perdagangan antar wil,ayah di Pulau Sulawesi
berkas 5, hlm. 232 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 05.05.01 - Nilai pembelian perdagangan antar wilayah di Pulau Papua-Maluku triliun rupiah st l2o22l 55 77
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dsn eccf,an terhadap PDRB di Pulau Sumatera persen 11,63 (2022) 12,10 12,75
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dan eceran terhadap PDRB di Pulau Jawa persen 12,48 (2022) 13,31 14,39
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dart cc€rai terhadap PDRB di I'lrlau Bali-Nusra p€f,Ecn 9,23 l2o22l 10,06 r 1,16
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dan cccrai terhadap PDRB di Pulau Kalimantan persen ro,12 (2022) 10,65 r 1,35
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dan eceran terhadap PDRB di h au Sulawesi persen 10,78 (2022) 11,98 13,61
KP 05.05.01 - Kontribusi perdagangan besar dan eceran terhadap PDRB di Pulau Papua-Maluku persen to,63 (2022) 11,95 13,75
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di Pulau Sumatera miliar rupiah f 1.159.400 (2022) 1.352.500 2.158.700
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di Pulau Jawa miliar rupiah 1.542.700 (2022) 1.953.800 3.014.500
KP 05.05,01 - Nilai ekspor barang di Pulau Bali-Nusra miliar rupiah 51.700 (2022) 76.200 124.700
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di Pulau Kalimantan miliar rupiah 961.500 (2022) 1.127.400 r.974.300
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di Pulau Sulawesi miliar rupiah +29.7OO (2022l- 551.400 470.900
KP 05.05.01 - Nilai ekspor barang di Pulau Papua-Maluku miliar rupiah 257.700 l2o22l 321.200 542.000
KP 05.05.01 - Indeks diversifikasi ckq)6 di Pulau Sumatera o,42 l2o22l 0,30 o,22
KP 05.05.01 - Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Jawa 0,09 (2022) o,05 o,04
KP 05.05.01 - Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Bali-Nusra o,37 (2022) o,27 0,17
SK No 144409 C
0,60 (2022) 0,45 o,32 KP 05.05.01 - Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Kalimantan
berkas 5, hlm. 233 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP O5.O5,O f - Indeks diversifikasi ekspor di Pulau SulawEsi o,53 (2022) 0,39 o,2a
KP 05,05.0 f - Indeks diversifikasi ekspor di Pulau Papua-Malu.ku o,74 (2022) 0,60 0,50
KP 05.05.01 - Jumlah usaha e-commerce di Pulau Sumatera unit (kumulatif 330.700 (2022) 482.800 799.700
KP 05.05.01 - Jumlah usaha e-@mn€ro" di Pulau Jawa unit (kuEulatir) 2.288.300 (2022) 3.340.800 5.533. r00
KP 05.05.01 - Jumlah usaha e-commerce di Pulau Bali-Nusra unit (kuBulati0 125.300 l2o22l 183.000 303.100
KP 05.05.01 - Jumlah usaha e-oomrneroe di Pulau Kalimantan unit (kumulati0 132.OOO (2022) 192.700 319.300
KP 05.05.01 I - Jumlah usaha e-commerce di Pulau Sulawesi unit (kurrulati0 109.700 (2022) 160. too 265.300
KP 05.05.01 - Jumlah usaha e-cot rr€re di Pulau Papua-Maluku unit (kumulatif) 10. lOO (2022) 14.700 24.40
KP 05.05,02 - Kontribusi ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi Indonesia terhadap total
ekspor produk Indonesia
persen 22,67 (2022) 24, 27,16
KP 05.05.02 - Kontribusi pangsa pasar ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi terhadap
dunia
persen 0,65 l.2022) o,72 o,97
KP 05.05.02 - Nilai ekspor barang-barang berkategori hijau (Environmental Goods) miliar USD a,sg (2022) r7,@ 42,76
xP 05.05.03 - Kontribusi pangsa pasar ekspor produk penyerap tenaga kerja tinggi terhadap dunia persen 1,35 (2022) 1,43 1,63
KP 05.05.03 - Jumlah pelaku usaha yang melakukan ekspor pelaku usaha
kumulatif
20.533 (2022) 22.354 2s-000
KP 05.05.03 - Persentase usaha e-commerce yang melakukan ekspor persen o,as 12022) 1,06 1,41
SK No l444l0C
persen 2,96 i.2022) 3,28 3,95 KP 05.05.04 - Kontribusi pang.a pasar ekspor produk pertanian terhadap dunia
berkas 5, hlm. 234 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 05.05.04 - Kontribusi pangsa pasar ekspor produk industri berbasis sumber daya ala.E terhadap
dunia
persen 23A eo22l 2,59 3,06
KP 05.05,05 - Nilai ekspor jasa bisnis lainnya miliar USD 5,93 (2022) 4,46 to,2a
KP 05.05.05 - Nilai perdagangan komoditas digital miliar USD 9,27 (2022) 10,86 14,25
KP 05.05.07 - Nilai Ekspor barang ke negara-negara yang tergabung dalam RCEP miliar USD 172,8 l2023l 184,9 269,1
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke negara-negara yang tergabung dalam ASEAN miliar USD $, r (2023) 56,8 42,6
xP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke negara-negara EFTA dalam rangka utilisasi Indonesia-EFTA
CEPA
miliar USD 2,4l2023l 3,0 4,3
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke Australia dalan rangka utilisasi IA-CEPA miliar USD 3,2 l2o23l 3,4 4,9
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke Jepang dalam rangka utilisasi UEPA miliar USD 20,8 (2023) 22,2 32,4
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke UAE dalam rangka utilisasi IUAE-CEPA miliar USD 2,6l2023l 2,4 4,1
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke Korea dalam rangka utilisasi IK-CEPA miliar USD ro,3 (2023) r 1,0 16,0
KP 05.05.07 - Nilai ekspor barang ke Chile dalam Rangka utilisasi indonesia-Chile CEPA miliar USD 0,31 (2023) 0,33 0,49
KP 05.05,08 - Indeks Keberdayaan Konsumen 53,23 (2022) 63 75
SK No 144411 C
berkas 5, hlm. 235 OCR
FR.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE Program Perdagangan Luar Ncg6i 2.136.946.727
090.EE.3711 Penyelidikan Kasus Dumping Dan Subsidi 10.749.780
090.EE.3711.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
10.749.780
090.EE.3711.PBB.001 Rekomendasi Proses Bisnis Ekspor Impor o 2 Rekomendasi
Kebijakan
5.753.000 0s 05 06 005
o90.EE.371l.PBB. rs3 Rekomendasi Proses Bisnis Ekspor lrrlpqr o 2 Rekomendasi
Kebijakan
4.91t6.?ao 05 01 16 10
090.EE.3712 Peningkatan Penyelidikan Tindakan
Pengamanan (Safeguard)
5.753.000
090.EE.3712.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
5.753.000
090.EE.3712.PBB.001 Rekomendasi Tindakan Peatgaoaian
Perdagangan (Safeguards)
o 5 Rekomendasi
Kebijakan
5.753.000 05 0s 02 006
(x)O.EE.3714 Penyelenggaraan Ataa€ Perdagangan 211.223.492
SK No 144412 C
44.681.072 090.EE.3714.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
berkas 5, hlm. 236 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3714.PBB.102 laporan Market Intelligence 100 o Rekomendasi
Kebijakan
44.6At.O72 05 0s 02 005
090.EE.3714.PEG Konferensi dan Event 36-444.606
090.EE.3714.PEG.201 Pertemuan di Bidang Perdagangan 7l O Kegiatan 36.,+88.606 0s OS 0,6 OO4
090.EE.3714.PEH Promosi 130.053.814
090.EE.3714.PEH.301 Pameran Dagang 104 O promosi 130.053.814 05 05 02 N2
090.EE.3730 Pengelolaan Ekspor Produk Pertanian dalr
Kehutanan
16.992.081
090.EE.3730.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
12. t94.657
090.EE.3730.PBB.001 Rekomendasi Kebijakan terkait H6rgs
Patokan Ekspor Produk Pertanian dan
Kchutengn
11 o Rekomendasi
Kebijakan
12.194.657 05 05 04 001
090.EE.3730.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 4.797.424
o9o.EE.373O.QDG.OOl Fasilitasi Penerbitan Dokumen Ekspor
Produk Industri Kehutanan
100 o UMKM 4.797.424 05 05 04 001
SK No 144413 C
t7. 1.922 090.EE.3731 Pengelolaan Ekspor Produk Industri dan
Pertambangan
berkas 5, hlm. 237 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2o2*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3731.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
7.614.909
090.EE.3731.PBB.001 Rekomendasi Kebijakan Ekspor Produk
Industri dan Pertambangan
1 o Rekomendasi
Kebijakan
7.618.909 05 05 04 001
05 0l t7 04
090.EE.3731.PEB Forum 10.343.013
090.EE.3731.PEB.001 Partisipasi pada FGuru terkait Produk
Industri danPef,tambangsn
4 o forum 4.945.911 05 05 04 002
090.EE.3731.PEB.002 Pelaksanaan Forum terkait Produk Industri
dan Pertambangan
6 o forum 5.397.102 05 05 04 002
090.EE.3736 Pengelolaan Fasilitasi Ekspor dan IEpc 20.642.709
090.EE.3736.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
2.594.902
090.EE.3736.PBB.001 Fasilitasi Peningkatan Akses Pasar Melalui
SkeEa Imbal DaSang
2 o Rekomendasi
Kebijakan
2.594.902 05 05 02 001
090.EE.3736.PEA Koordinasi 7.865.446
o90.EE.3736.PEA.OOl Koordinasi Fasilitasi Ekspor dan IEp6 di
Wilayah Perbatasan
I O kegiatan 719.614 05 05 04 004
SK No 144414 C
berkas 5, hlm. 238 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3736.PEA002 Koordinasi Fasilitasi Ekspor dan Impor di
Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu
(SKPT
2 O kegiatan 2.421.945 05 05 04 001
090.EE.3736.PEA.003 Koordinasi Implementasi WTO-Trade
Facilitation Asrceoent (wTO -TFA)
4 O kegiatan 4.724.287 05 05 07 002
o9o.EE.3736.QAC Pelayanan Publik kepada badan usaha lo.18l.92 t
o9o.EE.3736.QAC.0Or Fasilitasi Pelayanan Ekspor dan Impor
Secara Digital dan Terintegrasi
10373 o Badan usaha 3.575.?66 05 05 06 005
02 14 002 003
o9o.EE.3736.QAC.OO2 Fasilitasi Penerbitan Dokumen Ketentuan
Asal (DK4 dan Sket ra Ketentuan Asal
Barang Ekspor Indonesia
903464 O Badan usaha 2.601.109 02 10 t6 03
02 t4 002 003
05 0s 06 005
o90.EE.3736.QAC.OO3 Layanan Fasilitasi Ekspor dan Impor
melalui Fasilitasi Pembiayaan Perdagangan
15 0 Badan usaha 4.005.046 05 0l 16 TA
05 05 03 006
090.EE.3737 Pengelolaan Impor 23.534.177
090.EE.3737.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
11.212.713
SK No l444l5C
4.1?4. 7 05 0l 18 0l 090.EE.3737.PBB.004 o 6
berkas 5, hlm. 239 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penyempurnaan Kebijakan Bidang Impor
Dalam Rangka Mendukung Ketersediaan
Behen Beku
Rekomendasi
Kebijakan
05 01 16 01
090.EE.3737.PBB.005 Penyempurnaan Kebijakan Bidang Impor
Dalam Rangka Mendukung Peningkatan
Investasi dan Perdagangan
0 1 Rekomendasi
Kebijakan
1.485.914 05 05 06 005
090.EE.3737.PBB.006 Penyempurnaan Kebijakan Bidang tEpc
Dalam Rangka Mendukung Ekonomi Hijau
Green Economic Development
0 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.439.692 0s 0s 02 0o.+
090.EE.3737.PBB.007 Penyempurnaan Kebijakan Bidang Impor
Dalam Rangka Ketersediaan Pasokan dan
Stabilisasi Harga Pangan
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
1.485.914 05 05 01 005
07 l5 01 11
090.EE.3737.PBB.008 Penyempurnaan Kebijakan Bidang Impor
Lainnya
I o Rekomendasi
Kebijakan
t.226.426 05 05 06 005
o90.EE.3737.PEA Koordinasi 9.687.075
090.EE.3737.PEA.001 Pelaksanaan Koordinasi Antar-KL dan
Stakeholder
I O kegiatan 3.050.447 05 05 01 004
SK No 149513 C
O kegiatan 4.844.857 05 05 06 005 090.EE.3737.PEA.002 Penyu sunan dan Pelaksanaan
Penyederhanaan Perizinan Berusaha di
Bidang Impor dalam Kerangka Neraca
Komoditas
I
berkas 5, hlm. 240 OCR
FF,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3737.PEA003 Pelaksanaan Penguatan Posisi Indonesia
dalam Isu-Isu Kebijakan Impor dan
Implementasi Pelaksanaan Kebijakan Impor
O kegiatan r.75r.$l 05 05 0,6 005
o9o.EE.3737.QKB Pemantauan produk 2.634.349
o9o.EE.3737.QKB.OO2 Pelaksanaan Kebijakan Impor I O laporan 2.634.*9 05 05 06 005
090.EE.3738 Peningkatan Peran dan Pemanfaatan
Perundingan Perdagangan Internasional
245.548.117
090.EE.3738.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
238.746.632
090.EE.3738.PBB.001 Rekomendasi Kebuakatt Penurunan
Hambatan Akses Pasar
32 o Rekomendasi
Kebijakan
74.077.104 Os Os 02 006
090.EE.3738.PBB.002 Rekomendasi Kebijakan Tindak Lanjut
Perundingan Perdagangan Internasiona
n I Rekomendasi
Kebijakan
2.9 .738 05 05 07 002
02 09 04 ol
090.EE.3738.PBB.003 Rekomendasi Ratifi kasi Perjanjian
Pef, daSangan Internasional
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
7.191.801 05 05 07 005
090.EE.3738.PBB.006 FTA Support Center o 6 Rekomendasi
Kebijakan
59.761.622 05 05 07 003
SK No l444l7C
FTA Support Center Jakarta 40.047.417 05 05 07 003 090.EE.3738.PBB.008 o 6 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 241 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu
PN PP KP PROP
090.EE.3738.PBB.009 FTA Support Center Semarang o 0 Rekomendasi
Kebijakan
20.807.503 05 05 07 003
090.EE.3738.PBB.010 Rekomendasi Kebijakan Harmonisasi
Standar Perdagangan dargar! OECD
o o Rekomendasi
Kebijakan
[email protected] 02 09 06 02
090.EE.3738.PBB.011 I I RO BARU - Pembentukan FTA Center Baru o 4 Kajian 16.869.300 05 0s 07 0{)3
090.EE.3738.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 3.450.093
090.EE.3738.PEF.001 Sosialisasi Pemanfaatan Hasil Perundingan
Perdagangan Internasional
230 o orang 3.450.093 05 05 07 001
090.EE.3738.UAB Sistem Informasi Frmerint hen 599.674
090. EE.3738.UAB.OO7 Transformasi Digital (TK) 1 n Sistem
Informasi
s99.674 05 05 03 004
090.EE.3738.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 2.7 tt.7t4
o90.EE.3738.UAC.OOr Peningkatan Kapasitas Negosiasi
Perundingan Perdagangan Internasional
52 n Orang 2.711.714 05 05 07 004
090.EE.3740 Perundingan Perdagangan Jasa 34.214.693
090.EE.3740.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
4.s23- r40
SK No 144419 C
Kebijakan Sektor Jasa 2.526.360 0s Os Os @2 090.EE.3740.PBB.001 o 1 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 242 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-x29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3740.PBB.002 Pemetaan SeIdG Jasa Prioritas pada
Perundingan Fef, dagangan Jasa
1 o Rekomendasi
Kebijakan
5.996.780 05 05 05 002
090.EE.3740.PEA Koordinasi 2.583.959
090.EE.3740.PEA.001 I Koordinasi Pemanfaatan Hasil Perundingan
Perdagangan Jasa
0 kegiatan 2.583.959 05 05 05 002
02 09 04 02
090.EE.3740.PEC Kerja sama 12.301.427
090.EE.3740.PEC.001 Kerja Sama Sektor Jasa d'l.n APEC Group
on Services (APEC GOS)
I O Kesepakatan 2.006.625 02 09 04 03
05 05 05 003
090.EE.3740.PEC.002 Kerja Sama Sektor Jasa dalam ASEAN
Coordinating CoEEit€c o(l Services (ASEAN
CCS)
1 O Kesepakatan 1.406.054 05 05 05 003
02 09 04 03
090.EE.3740.PEC.007 Kerja Ss.Ea Sektor Jasa dalam Service
Cluster W'm
1 0 Kesepakatan 2.135.976 02 09 04 02
05 05 0s oo3
090.EE.3740.PEC.O l5 Keda Sama S.Lt6 Ja.a Lainnya I O Kesepakatan 5.520.372 05 05 05 003
090.EE.3740.PEC.O21 Kerja Sama Sektor Jasa dalam ASEAN
Jepang CEP
o O Kesepakatan t.232.400 05 05 06 002
SK No 144420 C
Perjanjian 10.806.167 090.EE.3740.PED
berkas 5, hlm. 243 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEI<)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3740.PED.006 Perjanjian Sektor Jasa dalam kerangka
perundingan Indonesia-Canada CEPA
O perjanjian 2.219.rcA 05 05 05 003
04 09 02 ol
(x)0.EE.3740.PED.OO7 Perjanjian Sektor Jasa dalam ASEAN-
Canada
I O perjanjian 1.625.746 02 09 04 o3
05 05 05 003
090.EE.3740.PED.008 Perjanjian Sektor Jasa dalam Indonesia-
Eurasia[ Economic Union (EaEU]
I O perjanjian 2.320.094 05 05 05 003
o90.EE-3740-PED.O 10 (INISIATIF BARU) Perjanjian Sektor Jasa
dalam Digital Economy Framework
Agreement (DEFA)
I 0 perjanjian I.587.OOO 05 05 05 003
02 t4 001 004
o90.EE.3740.PED.O 1l (INISIATIF BARU) Perjanjian Sektor Jasa
dala.E ACFTA 3.0
I O perjanjian 1.433.980 02 09 04 03
05 05 0s 003
090.EE.3740.PED.014 INISIATIF BARU) Perjanjian Sel(tc Jasa
dala.6 Review IK-CEPA
I O perjanjian 1.620.179 05 05 0s 003
02 09 04 01
090.EE.3741 Perundingan di Fcu.a Organisasi
Perdagangan Dunia
25.014.946
090.EE.3741.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
15.951.432
SK No 144421 C
2.274.776 05 0r 05 06 090.EE.3741.PBB.001 o 2
berkas 5, hlm. 244 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia dalam
Sektor Isu Pertanian, Iau Keamanan, dan
Ketahanan Pangan
Rekomendasi
Kebijakan
05 05 04 001
090.EE.3741.PBB.002 Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia dalam
S€Iftor Non Pcrtenien
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.274.776 05 0s 02 006
090.EE.3741.PBB.003 Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia dalam
Instrumen Pengamanan
0 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.278.776 05 05 02 006
090.EE.3741.PBB.004 Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia dalam
Dukungan Penanganan Sengketa dan
Reformasi WTO
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.274.776 05 05 02 006
090.EE.3741.PBB.005 Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia dalam
Subsidi Perikanan dan Perjanjian Perizinan
Iltlpor
0 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.274.776 05 05 04 001
(xr0.EE.374 t.PBB.006 Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia dalam HfI,
Investasi, Lingkungan dan Pet rbangunan
n 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.27a.776 05 05 02 003
SK No 144422 C
berkas 5, hlm. 245 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEOIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090. EE.374l.PBB.OO7 Kebijakan terkait Perundingan di
Organisasi Perdagangan Dunia da.lam
Kepatuhan datt Transparansi
2 o Rekomendasi
Kebijakan
2.274.776 05 05 02 006
090.EE.3741.PEA Koordinasi 1.079.420
090.EE.3741.PEA.001 Koordinasi Pemanfaatan Hasil Perundingan
di Organisasi Perdagangan Dunia
O kegiatan 1.079.420 05 05 07 @2
02 09 04 02
090.EE.3741.PEC Kerja sarna 7.984.094
090.EE.3741.PEC.001 Hasil Perundingan pada Konferensi Tingkat
Menteri, keauan Informal Tingkat
Menteri, Sidang Isu Spesifik dan Sidang
Reguler terkait Organisasi Perdagangan
Dunia
3 O Kesepakatan 7.984.@4 02 09 04
05 05 07 002
01
090.EE.3742 Perundingan Perdagangan ASEAN dan
Mitra ASEAN
29.943.902
090.EE.3742.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
469.548
090.EE.3742.PBB.001 Transposisi HarEonized System (HS) 2 o Rekomendasi
Kebijakan
212.646 05 05 07 005
SK No 144423 C
256.902 05 05 U OO5 o90. EE.3742.PBB.002 o
berkas 5, hlm. 246 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Rekomendasi Ratifikasi Kesepakatan
Perundingan ASEAN dan Mitra ASEAN
Rekomendasi
Kebijakan
02 09 04 03
090.EE.3742.PEA Koordinasi 1.073.615
o90.EE.3742.PEA.OO1 Koordinasi Pemanfaatan Hasil Perundingan
ASEAN dan Mitra ASEAN
1 O kegiatan 460.924 02 09 04 02
05 05 07 0,02
090.EE.3742.PEA.002 Kocdhasi Penanganan Hambatan Non-
Tarif di Negara ASEAN dan Mitra ASEAN
3 0 kegiatan 356.449 05 05 06 003
090.EE.3742.PEA.003 Koordinasi Pemenuhan AEC Blueprint 2025 2 O kegiatan 256.242 05 05 07 002
090.EE.3742.PEC Kerja sama 24.299.963
090.EE.3742.PEC.001 ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) I O Kesepakatan 3.886.693 05 05 06 002
02 (x) 04 o3
090.EE.3742.PEC.002 Forum Badan Sektoral ASEAN di Pilar
Ekonomi SEOM/AEM
1 O Kesepakatan 2.347.212 02 09 04 03
05 05 06 0,02
090.EE.3742.PEC.006 Kerja Sa.Ea Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA)
5 O Kesepakatan 3.752.144 05 05 06 002
02 09 04 03
SK No 144424C
Kerja Sama ASEAN di Forum ASEAN-China
090.EE.3742.PEC.007 I 0 Kesepakatan 2.969.594 02 09 04 o3
berkas 5, hlm. 247 OCR
EEFUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3742.PEC.008 Keda Sama ASEAN di Forum ASEAN-Korea
FTA
1 O Kesepakatan 871.955 05 05 06 002
02 09 04 03
o90.EE.3742.PEC.O09 Kerja Salua ASEAN di F6uE ASEAN-Japan
CEP
I O Kesepakatan 1.054.018 02 09 04 03
05 05 06 0,02
o90.EE.3742.PEC.O 10 Kerja Sama ASEAN di Forum ASEAN-India
FTA
O Kesepakatan 1.904.458 05 05 0,6 002
02 (x) 04 o3
090.EE.3742.PEC.011 Kerja Sama ASEAN di Forum ASEAN-
Australia- Nexv Zealand (AANZ) FTA
1 O Kesepakatan 1.651.117 02 09 04 03
05 05 06 0,02
090.EE.3742.PEC.012 Kerja Sama ASEAN di Forum ASEAN-
Hongkong FTA
I O Kesepakatan ,+49.003 05 05 06 002
02 09 04 03
090.EE.3742.PEC.Ol8 Kerja Sama Perdagangan dalam RCEP I O Kesepakatan 1.721.172 02 09 04 o3
05 05 06 @2
090.EE.3742.PEC.021 Kerja Sama Perdagangan dalam Sub
Regional ASEAN
2 O Kesepakatan 1.500.,161 02 09 04 03
05 05 06 0,02
SK No 144425 C
0 Kesepakatan
02 (x, 04 o3
olro.EE.3742.PEC.O23 Kerja Sa.Ea Perdagangan ASEAN dan Mitra
ASEAN lainnya
2 r.388.662 05 05 06 002
berkas 5, hlm. 248 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090.EE.3742.PEC.031 Kerja Sama ASEAN dengan Mitra Strategis 2 O Kesepakatan 356.809 02 09 04 02
05 05 06 002
(x)O.8E.3742.PEC.O32 (INISIATIF BARU) Kerja Sama ASEAN Plus
Three
I O Dokumen 446.665 05 05 06 002
02 09 04 03
090.EE.3742.PED Perjanjian 4.140.776
090.EE.3742.PED.001 Perjanjian Perdagangan ASEAN-Canada I O perjanjian 4.140.7?6 02 09 04 03
05 05 06 002
G)O.EE.3743 Perundingan Pef,daEanaan Bilateral 29.943.494
090.EE.3743.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
326.357
090.EE.3743.PBB.003 Rekomendasi Ratifikasi Kesepakatan
Bilateral
o Rekomendasi
Kebijakan
1 326.357 05 05 07 005
090.EE.3743.PEA Koordinasi 2.461.645
090.EE.3743.PEA.001 Koordinasi PeEartfaatai Hasil Perundingan
Bilateral
3 O kegiatan 2.461.645 05 05 07 005
090.EE.3743.PEC Kerja sama 10.360.796
SK No 144426 C
Kerja Sama Perdagangan Bilateral lainnya 3.087.846 02 09 04 02 090.EE.3743.PEC.044 2 O Kesepakatan
berkas 5, hlm. 249 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0s 05 06 N2
090.EE.3743.PEC.051 Forum Kerja Sama Perdagangan Bilateral t2 O Kesepakatan 3.500.,rc9 05 05 06 N2
02 (x' 04 1D
o90.EE.3743.PEC.O57 Forum K6ja Sama Perdagangan
Perbatasan
2 O Kesepakatan 1.121.104 02 09 04 03
05 05 04 004
090.EE.3743.PEC.059 Komite Bersama Perjanjian Perdagangan
Bilateral
6 0 Kesepakatan 2.651.437 05 05 07 005
090.EE.3743.PED Perjanjian 16.835.100
o90.EE.3743.PED.OO I Indoncsia- EU CEPA I O perjanjian 855.002 05 05 07 005
02 (x) 04 02
090.EE.3743.PED.002 Indonesia-mrkiye CEPA I O perjanjian 2.545.890 02 09 04 01
05 05 07 005
090.EE.3743.PED.004 Indonesia-Bangladesh PIA O perjanjian 579.494 05 05 07 005
02 09 04 01
SK No 144427 C
Indonesia-Canada CEPA O perjanjian
05 05 t? 005
090.EE.3743.PED.015 I 3.050.711 02 09 04 0l
berkas 5, hlm. 250 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
o90.EE.3743.PED.Ol6 Indonesia-Mercosur CEPA I O perjanjian 2.701.544 05 05 07 005
02 09 04 ol
090.EE.3743.PED.017 Indonesia-Sri Lanka PTA I O perjanjian 490.062 02 09 04 0l
05 05 0? 005
090.EE.3743.PED.019 Indonesia-Peru CEPA O perjanjian 540.952 05 05 07 005
02 09 04 0l
090.EE.3743.PED.020 IndoneEia-Euraaian Economic Union
(EAEU) FTA
O perjanjian 452.325 02 @ 04 0l
05 05 07 005
o90. EE.3743.PED.022 Indonesia-Tunisia PTA 1 0 perjanjian 515.166 05 05 07 005
020904 ol
090. EE.3743.PED.024 lndoresia- GCC CEPA I O perjanjian 2.044.347 02 09 04 01
05 05 07 005
090.EE.3743.PED.025 Indonesia-Jordan PTA I O perjanjian 2.551.546 05 05 0? OOs
02 09 04 0l
SK No 144428 C
Indonesia - EgDt PTA
090.EE.3743.PED.026 I O perjanjian 508.017 02 09 04 0l
berkas 5, hlm. 251 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
090.EE.3744 Perundingan Magarrgotr di Forum Antar
Kawasan dalr Organisasi Internasional
30.329.137
090.EE.3744.PBB Kebijakan Bidang Investasi da'r
Perdagangan
4.375.165
090.EE.3744.PBB.002 Rekomendasi terkait Aksesi dalam OECD o o Rekomendasi
Kebijakan
4.375.165 02 09 06 m
090.EE.3744.PEC Kerja sama 25.953.972
090.EE.3744.PEC.001 Kerja Sama Akses Perdagangan dan
Investasi Forum APEC
2 O Kesepakatan 3.649.040 02 09 04 o3
05 05 06 002
o90.EE.3744.PEC.OO2 Kerja Sama Fasilitasi Perdagangan dan
Investasi Forum APEC
3 O Kesepakatan 492.960 05 05 06 @2
090.EE.3744.PEC.003 Kerja Sama Antar Fora APEC I 0 Kesepakatan 492.960 0s 0s 06 002
090.EE.3744.PEC.004 Kerja Sama Perdagangan dalam Forum
Organisasi Kopi t Internasional
I 0 Kesepakatan 1.271.006 05 05 04 003
090.EE.3744.PEC.005 Kerja Sama Perdagangan da.lao Forum
Organisasi Karet Internasional
2 0 Kesepakatan 1.540.807 05 05 04 003
SK No 144429 C
0 Kesepakatan 544.795 05 05 04 003 090.EE.3744.PEC.006 Kcda Sama Perdagangan dalam Forum
Organisasi lada Internasional
I
berkas 5, hlm. 252 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3744.PEC.007 Kerja Sama Perdagangan dalam Forum
Organisasi Kelapa Internasional
I O Kesepakatan 541.047 05 0s 04 003
o90.EE.3744.PEC.OO9 Keda Saraa PerdaSaigal dengan Negara
Anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI)
dan Developing 8 (D-8)
2 O Kesepakatan 3.820.983 05 05 06 002
02 13 02 02
05 0l 1l 06
090.EE.3744.PEC.010 Kerja Sanu Perdagangan Organisasi
Int€f, nasiona.l Lainnya
o 0 Kesepakatan L063.648 05 05 06 o0.2
090.EE.3744.PEC.012 Kerja Sama Perdagangan dengdr Negara
Anggota G2O dan Organisasi PtsB
2 O Kesepakatan 4.084.840 05 05 06 002
090.EE.3744.PEC.013 Kerja Sana Perdagangan Organisasi
Komoditas Internasional Lainnya
I O Kesepakatan 2.350.989 05 05 06 002
090.EE.3744.PEC.014 Kerja Sama Perdagangan di Forum
Organisasi PtsB dan Organisasi
Internasional Lainnya
2 O Kesepakatan 6.100.897 05 05 06 002
090.EE.3745 Peningkatan Pengamanan dan
Perlindungan Akses Pasar
25.414.235
o90.EE.3745.QCB Perkara Hukum Lembaga 25.414.235
SK No 149594C
36 O Berkas Perkara
o90.EE.3745.QCB.OO1 Penanganan Kasus Trade Remedy dan
Hambatan Teknis Perdagangan
25.414.235 05 01 l8 03
berkas 5, hlm. 253 OCR
PREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
Peningkatan Kualitas koEosi dan
Kelembagaan Ek8pq
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
15.941.553
PN PP KP PROP
090.EE.3751
(xto.EE.375r.PEC Kerja sama 3.201.532
090.EE.3751.PEC.001 Kerja sama kelembagaan ekspor I O Kesepakatan 3.201.532 05 05 03 004
o9o.EE.375t.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 12.780.021
o9o.EE.375r.QDB.OO1 Pembinaan dan Pengembangan Perwakilan
Perdagangan di t Luar Negeri
46 0 Lembaga 10.281.631 05 05 07 004
o90.EE.37sr.QDB.OO2 Kajian Rencana FembuLgan ITPC Baru 5 O Lembaga 2.494.390 05 05 07 004
090.EE.3753 Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor 89.330.622
(x)O.EE.3753.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
22.Oaa.0A6
090. EE.3753.PBB.OOr Analisa dan informasi pasar ekspor 9 lo Rekomendasi
Kebijakan
22.088.086 05 05 02 005
090.EE.3753.PEF Sosialisasi dsn Diseminasi 2.394.712
$,0. EE.3753.PEF.OO1 Regional Export Information Forum 500 500 orang 2.394.712 05 05 03 004
o9o.EE.3753.QAC Pelayanan Publik kepada badan usaha 58.847.044
SK No 144431 C
Layanan Inquiry dan Tetlu Bisirie 200 2OO Badan usaha 599.674 05 0s 06 004 o9o.EE.3753.QAC.O0l
berkas 5, hlm. 254 OCR
KODE
.
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EE.3753.QAC.O02 Permanent lYedc Exhibition 60 O Badan usaha 749.594 05 05 07 003
o9o.EE.3753.QAC.O04 Export Center Surabaya ?21 650 Badan usaha 11.855.554 05 05 0? OO3
(x)O.EE.3753.QAC.005 E Export Center Makassar 600 55O Badan usaha 12.904.916 05 05 0? OOs
090. EE.3753.QAC.006 Pemanfaatan Layanan Informasi Ekspor mro O Badan usaha 9.173.188 05 05 03 004
090. EE.3753.OAC.OO7 Er.p6t Center Medal 200 15 Badan usaha 9.993.560 05 05 07 003
o9o.EE.3753.QAC.OO9 RO BARU - Pembentukan Export Center
Baru
o 4 Badan usaha 13.570.550 05 05 07 003
090.EE.3753.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 5.996.780
o9o.EE.3753.QDH.O01 Penghargaan himaniyarta untuk Eksportir
Indonesia
12 O Badan usaha 2.998.390 05 05 03 001
o9o.EE.3753.QDH.O02 Penghargaan kimaduta untuk buyer luar
negeri
t7 O Badan usaha 2.994.390 05 05 03 004
090.EE.3756 Pengembangan SDM Ekspor dart Jasa
Perdagangan
65.047.172
090.EE.3756.PDr Sertifikasi Profesi den SDM 2.565.001
o90.EE.37s6.PDI.OOl t Lembaga Sertifikasi hofcsi Ekspor dan
Jasa Perdagangan
180 O Orang 2.11a.169 05 05 01 004
SK No 144432C
Lembaga Sertifikasi hofe Ei BPMJP O Sertifikat 446.432 05 05 01 004 o90.EE.3756.PDI.OO2 I
berkas 5, hlm. 255 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EE.3756.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 15.200.917
o9o.EE.3756.QDG.OOr Export C,oaching Program r50 o UMKM 15.200.917 05 05 0l 006
06 03 0l 02
090.EE.3756.SCF Pelatihan Bidang Ekonomi dan Keuangan 47 .281.254
090.EE.3756.SCF.001 Pelatihan SDM Ekspor 1475 O Orang 27.015.836 04 07 03 01
05 05 01 004
o90.EE.3756.SCF.OO2 Pelatihan SDM Jasa Perdagangan 0 o Orang 1.242.5t4 05 05 0l O04
090.EE.3756.SCF.004 Pelatihan SDM Metrologi 615 O Orang a.a6+.247 05 05 0l oo4
o90.EE.3756.SCF.OO5 Pelatihan SDM Mutu 65 o Orang 2.048.345 05 05 0l 004
090.EE.3756.SCF.006 Pengembangan Kurikulum dan Metode
Pelatihan
20 O Kegiatan r.663.987 04 0? 04 02
05 05 03 001
090.EE.3756.SCF.007 Pengembangan Kerja Sama Pelatihan 18 O Kegiatan 3.069.086 05 0s 03 001
04 07 04 0l
o90.EE.3756.SCF.OO8 Pengembangan Pelatihan Balai 18 O Kegiatan 3.337.239 05 05 01 004
SK No 144433 C
la 3.337.239 05 05 0l 004 090. EE.37s6.SCF.OO8.32 r7 Pengembangan Pelatihan Balai - Kab.
Bandung Barat
O Kegiatan
berkas 5, hlm. 256 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3777 Pengembangan koEosi Indonesia Trade
Promotion Center (ITrc)
994.441.154
090.EE.3777.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
694.576.172
090.EE.3777.PBB.004 Market Intelligence 1292 o Rekomendasi
Kebijakan
694.576.172 05 05 02 005
090.EE.3777.PEH Promosi 299.864.982
090.EE.3777.PEH.002 Promosi ITPC Barcelona 3 0 promosi 10.831.081 05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.003 Promosi ITPC Budapest 3 0 promosi 12.630.115 05 05 02 0,02
090.EE.3777.PEH.004 Promosi ITPC Busan 3 O promosi ro.8ill.O8l 05 05 0.1 OO2
090.EE.3777.PEH.005 Promosi ITPC Chennai 3 O promosi 9.631.725 05 05 04 0,02
090.EE.3777.PEH.006 hoDosi ITPC Chicago 3 O promosi 16.107.551 05 05 02 002
o90-EE.3777.PEH.OO7 Promosi ITPC Dubai 3 0 promosi 15.266.587 05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.008 Promosi ITPC Hamburg 3 O promosi 12.186.203 05 05 03 M2
090.EE.3777.PEH.009 Promosi ITPC Jeddah 3 O promosi ts.o2a.a27 05 05 03 002
090.EE.3777.PEH.010 Promosi ITPC Johanncsburg 3 O promosi t7 .674.719 05 0s 04 N2
SK No 144434C
Promosi ITPC Lagos O promosi 9.631.725 05 05 02 002 o90.EE.3777.PEH.Ol I 3
berkas 5, hlm. 257 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o90.EE.3777.PEH.O 12 Promosi ITPC Lor Angeles 3 0 promosi 13.769.503 05 05 02 002
o90.EE.3777.PEH.O 13 hoEosi ITPC Mexico City 3 O promosi 9.613.735 05 05 02 @2
o90.EE.3777.PEH.O 14 Promosi ITPC Milan 3 O promosi 10.831.081 05 05 04 @2
090.EE.3777.PEH.0 r5 Promosi ITPC Osaka 3 O promosi 19.113.947 05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.016 Promosi ITPC Santiago 3 O promosi 15.861.820 05 05 04 002
090. EE.3777.PEH.017 Promosi ITPC Sao Paulo 3 O promosi 13.229.793 05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.018 Pro'rosi ITPC Shanghai 3 O promosi t4.474.902 05 05 04 N2
090.EE.3777.PEH.019 Promosi ITPC Sydney 3 O promosi 11.569.842 05 05 02 002
05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.020 Promosi ITPC Vancouver 3 0 promosi 12.030.445 05 05 04 002
090.EE.3777.PEH.021 RO BARU - Pembentukan ITPC Baru o 8 Kegiatan 49.146.300 05 05 07 004
(x)O.EE.3975 Pengembangan Fasilitasi Perdagangan Luar
Negeri Daerah
1.355.640
090.EE.3975.UBA Fasilitasi d6n Pembinaan Pct[crhtah
Daerah
1.355.640
SK No 144435 C
berkas 5, hlm. 258 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.3975.UBA.001 Fasilitasi dan Pembinaan Aparatur Daerah
terkait Kebijakan Bidang Perdagangan Luar
Negeri
0 o Daerah
(Prov/I(ab/Kota)
r.355.640 05 05 0l 004
090.EE.6904 Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk
Kreatif
66.240.360
090.EE.6904.PEC Kerja saraa 3.298.229
090.EE.6904.PEC.001 Kerja Sama Pengembangan Ek.por Jasa
dan Produk Kreatif
2 O Kesepakatan 1.499.195 05 0s Os OO2
090.EE.6904.PEC.002 Implementasi Kerja SaDa Pengembangan
Ekspor Jasa dan Produk Kreatif
I I Kesepakatan t.799.OU 05 05 05 00r
090.EE.6904.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 1- 199-356
090.EE.6904.PEF.001 Sosialisasi dan Diseminasi Pengembangan
Ekspor Jasa dan Produk Kreatif
2N 300 orang 1.199.356 05 05 05 002
090.EE.6904.PEH Promosi 50.492.448
o90-EE.6904.PEH-OOr Jakarta Muslim Fashion Week 2 O promosi 20.988.730 05 05 03 0,0.2
03 06 03 05
o90.EE.6904.PEH.OO2 Partisipasi Pameran Sail I O promosi 1.355.640 05 05 03 002
SK No 149595 C
Partisipasi Pam€f,atl Luar Negeri Jasa dan
Produk Kreatif
4.405.640 05 05 05 005 090.EE.6904.PEH.003 2 O promosi
berkas 5, hlm. 259 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.6904.PEH.004 Partisipasi Pameran Dala.E Negeri Jasa dan
Produk Kreatif
2 O promosi 2.005.640 05 0s 05 005
090.EE.6904.PEH.005 Misi Dagang Jasa dan Produk Kreatif 2 O promosi 7.495.975 05 05 05 005
090.EE.6904.PEH.006 Partisipasi PaEcf,an Ekspor Jasa dan
Produk Kreatif
I O promosi 6.745.653 05 05 05 005
090.EE.6904.PEH.007 Partisipasi Pa.Eefan Produk UMKM I O promosi 4.9 .780 05 05 03 002
06 03 01 02
090.EE.6904.PEH.008 Pameran Produk Penyerap Tenaga Kerja
Tinggi
2 O promosi 2.49a.390 05 05 03 002
090.EE.6904.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 11.250.327
o9o.EE.6904.QDH.OOl Pendampingan Pengembangan Ekspor Jasa lo 0 Badan usaha 899.517 05 05 05 004
o9o.EE.6904.QDH.OO2 Adaptasi Produk Ekspor Jasa dan Ekonomi
Kreatif
lo O Badan usaha 899.517 05 05 05 004
o9o.EE.6904.ODH.OO3 Pengembangan Desain melalui Indonesia
Design Development Center (IDDC)
50 O Badan usaha 2.A7r.39a 05 05 05 004
o9o.EE.6904.QDH.OO4 Penghargaan Good Design Award (GDD 100 O Badan usaha 2.998.390 05 05 0s OO4
o9o.EE.6904.QDH.006 Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual 30 O Badan usaha 1.355.640 05 05 02 003
SK No 144438 C
Designer Dispatch Services 10 l2 Badan usaha 1.726.1A7 05 05 05 004 o9o.EE.6904.QDH.OO7
berkas 5, hlm. 260 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ /RO(PROYEK
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o90.EE.6904.QDH.OO8 Fasilitasi Pemenuhan Sertifikasi Standar
Internasional
30 O Badan usaha 499.674 05 05 02 003
090.EE.6905 Pengembangan Ekspor Produk Primer 63.767.571
090.EE.6905.PEC Kerja sama 2.854.335
090.EE.6905.PEC.001 Kerja Saroa Pengembangan Ekspor Produk
Primer
2 O Kesepakatan 2.a54.335 05 05 M OO3
090.EE.6905.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 492.gil
090.EE.6905.PEF.001 Sosialisasi dan Diseminasi Pengembangan
Ekspor Produk Primer
500 0 orang 492.960 05 05 04 002
090.EE.6905.PEH Promosi 45.145.249
090.EE.6905.PEH.001 Trade Expo Indonesia I I promosi 12.495.073 05 05 03 002
090.EE.6905.PEH.002 Partisipasi Pameran CA E (I,o Nanning I o promosi 4.156.687 05 05 03 002
090.EE.6905.PEH.003 Partisipasi Pameran Luar Negeri Produk
Primer
6 0 promosi 13.324.238 05 05 04 002
090.EE.6905.PEH.004 Partisipasi Pameran Dalam Ncgcri Produk
Primer
I O promosi 4 .269 05 05 01 00,2
SK No 149599 C
Misi Dagang Produk Primer 6.5a4.4A3 05 05 01 002 o90.EE.6905.PEH.OO5 I O promosi
berkas 5, hlm. 261 OCR
PF,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.6905.PEH.006 Aktivasi Platform Rasa Indonesia (Program
ISI.'TW)
4 0 promosi 5.341.058 05 05 04 002
o90.EE.6905.PEH.OO8 Thematic Sales Mission /Trade Mission 2 O promosi 2.747.481 05 05 04 002
090.EE.69Os.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha M.742.O27
09o.EE.6905.QDH.0O1 Fasilitasi Sertifikasi Produk Primer 12 O Badan usaha A .249 .67 05 05 04 00 I
05 0r 06 04
o90.EE.6905.ODH.002 Adaptasi Produk Ekspor Primer 200 O Badan usaha 492. O 05 05 04 001
090.EE.6905.QM4 Data dan Informasi Publik 492. O
o9o.EE.6905.QMA.OOr Referensi ekspor produk primcf, 1 O layanan 492. O 05 05 04 001
090.EE.6906 Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur r r3.436.566
090.EE.6906.PEC Kerja sama 5.746.297
090.EE.6906.PEC.001 Kerja Sama Pengembangan Ekspor Produk
Manufaktur
1 O Kesepakatan 5.746.297 05 05 06 002
090.EE.6906.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 6.049.517
SK No 149597 C
Promosi
300 0 orang
s7.492.362
o90.EE.6906.PEF.OO1 sosialisasi dan Diseminasi Pengembangan
Ekpc Produk Manufaktur
6.049.517 05 05 02 002
090.EE.6906.PEH
berkas 5, hlm. 262 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EE.6906.PEH.001 Pelaksanaan E .po Osaka 2025 15 O promosi 3i1.58r.968 05 0s 02 002
090.EE.6906.PEH.002 Partisipasi Pameran Luar Negeri Produk
Manufaktur
5 O promosi 16.239.535 05 05 02 002
05 01 18 o3
05 0l 16 08
090.EE.6906.PEH.OO3 Partisipasi Pameran Dalam Negeri Produk
Manufaktur
I O promosi 2.698.551 05 0l 16 08
05 05 02 N2
090.EE.6906.PEH.004 Misi Dagang Produk Manufaktur I O promosi 12.593.238 05 05 02 002
090.EE.6906.PEH.005 (Inisiatif Baru) Branding Produk
Manufaktur
1 O promosi 1.799.034 05 05 02 001
05 01 16 08
090.EE.6906.PEH.007 (Inisiatif Baru) Selling Mi8siqt Produk
Manufaktur Bcf,kategori Hij au
5 O promosi 15.989.696 05 01 16 08
05 05 02 004
090.EE.6906.PEH.008 (Inisiatif Baru) Selling Mission Produk
Manufaktur dalam rangka utilisasi
FTA/ CEPA/ PTA
5 O promosi 14.990.340 05 05 0? 003
o9o.EE.6906.QDH Fasilitasi dsrl Pcmbinern Beden Usaha 3.744.390
SK No 144442 C
Fasilitasi sertifikasi Produk Manufaktur lo 0 Badan usaha
os 05 02 003
09o.EE.6906.QDH.OOr 1.199.356 05 0l 16 lrl:]
berkas 5, hlm. 263 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EE.6906.QDH.OO2 Adaptasi produk ekspor manufaktur 70 O Badan usaha 2.549.034 05 05 02 002
o90- EF Program Perdagangan Dalam Negeri 920.246.509
090.8F.3716 Peningkatan Penggunaan dan Pemasaran
Produk Dalam Negeri
163.978.794
090.EF.3716. PEH Promosi 87.064.551
090.EF.3716.PEH.OO I Promosi Pameran Pangan Nusa O promosi 29.983.900 04 13 05 04
05 05 01 002
(x)0-EF.37 r6.PEH-OO2 Kampanye Bangga Buatan Indonesia 0 promosi 8.395.492 03 06 03 05
05 05 01 002
090.EF.37 r6.PEH.003 Promosi Pameran Produk Da.laE Negeri 6 O promosi 14.392.2?2 05 05 0l OO2
090.EF.3716.PEH.004 Penghargaan UKM Pangan Award I O promosi 4.308.987 05 05 0l OO2
o90.EF.3716.PEH.005 Sosialisasi dan Aktivasi Kecintaan Produk
Dala.E Negeri
3 O promosi 29.983.900 05 05 0l OO2
o9o.EF.3716.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 58.943.413
SK No 144443 C
Bimtek Pengembangan Produk dan
Ketllaaa.tt
500 0 UMKM
06 03 0r 02
o9o.EF.37 r6.QDG.OOr 13.812.684 04 19 03 0l
05 0l 06 04
berkas 5, hlm. 264 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 05 03 001
o90.EF.3716.QDG.OO3 Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Pelaku
Usaha
.+oo o I'IIIT'JI 8.995.170 05 0s 03 006
04 19 03 o1
06 03 0l 02
08 02 01 o3
o9o.EF.3716.QDG.007 Fasilitasi Sertifikasi Produk Dalam Negeri 160 0 iI,JTrui 11.993.560 06 03 01 02
05 05 03 001
02 13 03 01
05 01 06 04
o9o.EF.37 r6.QDG.OO8 Pelatihan Kewirausahaan bagi Pelaku
UMKM di l(awe.en Wisete
n o UMKM 4.929.600 04 19 03 0t
090.EF.37 16.QDG.O lO Fasilitasi Penguatan Branding Produk 300 o UMKM 7.O64.N6 03 03 02 03
06 03 0l 02
05 05 03 001
SK No 144444C
INISIATIF BARU Fasilitasi Kemitraan
Pemasaran
500 0 UMKM
06 03 0l 02
090.EF.37 16.ODG.O11 12.147.593 0s 05 0t 007
berkas 5, hlm. 265 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o90.EF.37l6.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 14.991.950
o9o.EF.37 16.OEG.OO 1 Bantuan Peralatan / Sarana loo o Unit 14.991.950 0s 05 0l 008
o9o.EF.37l6.QKA Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
2.9?8.84O
09o.EF.3716.QKA.OOl Profil Pola Konsumsi Rumah Tangga
Nasional
2 O laporan 2.978.880 05 05 08 005
090.EF.3720 Peningkatan Stabilitas Harga dan Pasokan
Barang Kebutuhan Pokok dan Barang
Penting
55.070.346
090.EF.3720.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Fcrdagaruian
2.235.215
090.EF.3720.PBB.001 Revisi Kebijakan Harga dan Distribusi
Barang Kebutuhan Pokok Hasil Industri
0 I Rekomendasi
Kebijakan
r.035.859 05 05 0r OO5
090.EF.3720.PBB.002 Revisi Kebijakan Distribusi Bararg
Peating/ Barang Dalam Pengawasan
I il Rekomendasi
Kebijakan
1.199.356 05 0s 01 005
090.EF.3720.PEA Koordinasi 15.075.098
SK No 144445 C
Koordinasi Pengembangan Perdagangan
Kot roditas Pertanian
55 O lc8iatart 4.612.332 0? 15 01 11
090.EF.3720.PEA.001 36 O kegiatan 4.541.299 0s 05 0r 001
07 15 0l lr
olro.EF.3720.PE4.002
berkas 5, hlm. 266 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Koordinasi Pengembangan Perdagangan
Komoditas Hasil Peternakan dan Perikanan
o3 lo 02 10
05 05 0l 001
o90.EF.3720.PE4.003 Koordinasi Pengembangan Perdagangan
Komoditas Hasil Industri
31 O kegiatan 604.115 05 05 01 00r
07 15 01 ot
090.EF.3720.PEA.004 Koordinasi Pengembangan Perdagangan
Komoditas Barang Penting
29 O kegiatan 474.666 05 05 0l OOI
090.EF.3720.PEA.005 Koordinasi Intervensi Harga Bapok
Menjelang HBKN
25 0 kegiatan 4.402.646 0s 05 0l 005
07 15 01 1l
090.EF.3720.QMA Data dan Informasi Publik 37.760.033
090.EF.3720.QMA.001 Penyediaan Data Harga Barang Kebutuhan
Pokok daIt Barang Penting
2 O layanan 37.?60.033 07 15 01 lO
05 05 0l 005
wo.E,F.3722 Pembinaan Pelaku Usaha PerdaSsngar! 37.434.412
(x)O.EF.3722.PAC Peraturan Pemerintah 2.394.712
090.EF.3722.PAC.002 INISIATIF BARU Revisi Peraturan
Pemerintah No. 29 Tahun 2021 Terkait
Penyelenggaraan Bidang PerdaSaruan
1 0 RPP 2.394.7t2 05 05 0l 009
SK No 144446 C
Peraturan Menteri 1.208.951 090.EF.3722.PAG
berkas 5, hlm. 267 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.3722.PAG.006 INISIATIF BARU Penyempurnaan Peraturan
Menteri Perdagangan di Bidang Distribusi
Tidak Langsung
I 0 RPermen r.208.951 05 05 06 001
090.EF.3722.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
755.594
090.EF.3722.PBB.001 Rekomendasi Terkait Penyempurnaan
Peraturan Menteri Perdagangan di Bidang
Informasi Perusahaan
1 o Rekomendasi
Kebijakan
755.594 05 05 0l OO9
090.EF.3722.PEA Koordinasi 8.027.994
090.EF.3722.PEA.002 Koordinasi Terkait Pelaku Usaha Penjualan
Barang
30 O kegiatan 4.075.3i)9 05 0s 01 007
o90.EF-3722-PEAm3 INISIATIF BARU Koordinasi Terkait
Penerapan Kebijakan di Bidang Distributor,
Keagenan dan KP3A
l5 0 kegiatan 1.510.661 05 05 01 007
090.EF.3722.PEA.004 INISIATIF BARU Koordinasi Terkait
Penerapan Kebijakan di Bidang Toko
Swalayan, Pusat Perbelanjaan dan
Minutratr Beralkohol
20 O kegiatan 1.799.034 05 05 0l OO7
SK No 144447C
642.960 05 05 0l 007 o90.EF.3722.PEA.OOs INISIATIF BARU Koordinasi dengan
Pemangku Kebijakan terkait Bidang
Penjualan Langsung dan Waralaba
8 O kegiatan
berkas 5, hlm. 268 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TAROET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.3722.PEB Forum 599.674
090. EF.3722.PEB.OO4 Forum Konsultasi Pedagangan Besar dan
Eceran
I o forum 599.674 05 05 01 007
090.EF.3722.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 10.794.204
090.EF.3722.PEF.OO4 Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis
Resiko
100 o orang r.199.356 05 05 08 005
o90.EF.3722.PEF.OO8 INISIATIF BARU Sosialisasi Kebijakan
Bidang Distribusi L,angsung
150 o orang 1.199.356 05 05 01 008
o90.EF.3722.PEF.OO9 INISIATIF BARU Sosialisasi Kebijakan
Bidang waralaba
,+oo o orang 5.397.102 05 05 01 007
ogo.EF.3722.PEF.OlO INISIATIF BARU Diseminasi Informasi di
Bidang Distributor, Keagenan dan KP3A
200 0 orang 1.799.034 05 0s Ol 008
090.EF.3722.PEF.o11 INISIATIF BARU Diseminasi Informasi di
Bidang ToLo Swalayan, Pusat Perbelanjaan
dEn Minuman Beralkohol
loo o orang 1.199.356 05 05 0a 005
o9o.EF.3722.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 755.594
SK No 144448 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
12
3.909.901
090.EF.3722.QD8.001 Lembaga usaha yang mendapat pembinaan
terkait perizinan berusaha berbasis risiko
O Lembaga 755.594 05 05 0l OO7
o9o.EF.3722.ODC
berkas 5, hlm. 269 OCR
REPUELIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROCRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
o90.EF.3722.QDC.OO3 Fasilitasi Klinik Bisnis pada PaEcrarr 150 :il Orang 2.394.712 05 05 03 005
o9o.EF.3722.QDC.OO4 Pembinaan Pelaku Usaha terkait
Perizinanan Berusaha Berbasis Risiko
50 0 Orang 1.511.189 05 05 0l OO?
o9o.EF.3722.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 5.386.116
o9o.EF.3722.QDG.OO2 Pelaku Usaha UMKM yang Mengikuti
Pembinaan di Bidang Distribusi Tidak
Langsung
360 0 UMKM 4.06.8.215 05 05 01 007
06 03 01 02
O9O.EF.3722.QDC.OO2.O0OO Pelaku Usaha UMKM yang Mengikuti
Pembinaan di Bidang Distribusi Tidak
Langsung - Pusat
360 0 UMKM 4.068.215 05 05 0l OO7
o9o.EF.3722.QDG.OO3 Calon pelaku usaha waralaba yang
mendapatkan pendampingan
50 0 I'IIIT'JI 1.317.901 05 05 0l OO7
$)0.EF.3722.QKC Pemantauan lembaga 3.598.068
o9o.EF.3722.QKC.0Or Verifikasi Pemenuhan K@itmcn Perizinan
di Bidang Distribusi langsung dan
Waralaba
2 0 laporan 1.199.356 05 05 0l OO7
090.EF.3722.0KC.004 INISIATIF BARU Pembinaan Pelaku Usaha
Distributor, Agen datr KP3A
I 0 laporan 1.199.356 05 05 0t OOa
SK No 144449 C
1.199.356 05 05 0l 007 o9o.EF.3722.QKC.0O5 INISIATIF BARU Pembinaan P.laku Usaha
Toko Swal,ayan dan Pusat Perbelanjaan
I 0 laporan
berkas 5, hlm. 270 OCR
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP KODE
090.EF.3724 Pengembangan Kebijakan dan
Pemberdayaan Kqraumen
19.507.525
o9o.EF.3?24.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3.316.219
o9o.EF.3724.QDB.025 SDM BPSK yang Dibina l5 O Lembaga 3.316.219 05 05 08 005
o9o.EF.3724.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 13.192.916
090.EF.3724.QDC.026 Konsumen yang Diedukasi 2500 o Orang 11.993.560 05 05 08 005
0a 02 0l 03
090.EF.3724.0DC.027 Pelaku Usaha yang Diedukasi 200 o Orang 1.199.356 05 05 08 005
090.EF.3724.U48 Sistem Informasi Pemerintahan 2.998.390
Layanan Penyelesaian Sengketa Konsumen
Nasional secara Online (Online Dispute
Resolution/ ODR)
1 O layanan 2.99a.390 05 05 08 005
090.EF.3724.UA8.028
090.EF.3726 Peningkatan Tertib Ukur r 19.561.047
o9o.EF.3726.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 20.988.730
o9o.EF.3726.QDB.O21 Unit Metrologi Legal yang dinilai dan dibina 410 O Lembaga 20.s88-730 05 05 08 003
090.8F.3726.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 62.621.200
SK No 144450 C
Masyarakat yang diedukasi 7500 62.621.200 05 05 08 005
o9o.EF.3726.QDC.O2l O Orang
berkas 5, hlm. 271 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYET)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EF.3726.QlA Pengawasan dan Pengendalian Produk 35.951.1 17
o9o.EF.3726.QrA.O2l UTTP yang diawasi 32300 o Produk 17.143.551 05 05 08 004
090.EF.3726.QrA.O22 BDKT yang diawasi 2950 o Produk 18.807.566 05 05 08 004
090.EF.3727 Peningkatan Efektivitas Pengawasan
Barang Beredar dan Jasa
25.804.144
o9o.EF.3727.QrA Pengawasan dan Pengendalian Produk 25.804.144
090.EF.3727.Ot4.021 Pengawasan Barang Beredar di Pasar 325 o Produk 22.4a0.t29 05 05 08 004
05 0t 16 lo
ogo.EF .3?27 .QiA.O22 Pengawasan Jasa Distribusi dan Jasa
Bis(ris
40 o Produk 3.324.015 05 05 0a 004
090.EF.3732 Peningkatan Pelayanan Pengujian Mutu
Barang
51.449.432
090.8F.3732.qrA Penyidikan dan Fenaqiian Produk 21.620.O?2
o90.EF.3732.qJA.02l layanan Pengujian Mutu Barang 4000 o Produk 21.620.072 05 05 08 002
090.EF.3732.RAH Sarana Bidang Industri dan Perdagangan 29.429.360
SK No 144453 C
o Unit 29.429.360 05 05 08 002 o90.EF.3732.R4I{-02r (INISIATIF BARU) Peralatan Laboratorium
uji
I
berkas 5, hlm. 272 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090.EF.3733 Standardisasi dan Pengendalian Mutu 7.154. r58
090.EF.3733.PAG Peratu.ran Menteri 499.517
090.EF.3733.PAG.021 r Peraturan Menteri Perdagangan terkait
Standardisasi Bidang Perdagangan
I O RPeraen 899.517 0s 05 08 q)4
o9o.EF.3733.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 2.776.509
o9o.EF.3733.QDB.O21 Lembaga Yang Didampingi dalam
Penerapan Standar / Pcfsyaratan Teknis
3 0 Lembaga 2.776.509 0s 05 08 003
o9o.EF.373g.QrA Pengawasan dan Pengendalian Produk 3.478.132
o9o.EF.3733.QIA.02l Produk yang Dipantau Efektifitas
Pemberlakuan NSPK-nya
I o Produk 3.474.82 05 05 08 004
090.EF.3734 Peningkatan Pelayanan Kalibrasi 7.951.375
090.EF.3734.PDC Sertifikasi Produk 7.951.375
090.EF.3734.PDC.021 layanan Kalibrasi 4800 O Sertifikat 7.951.375 05 05 08 N2
090.EF.3735 Peningkatan Pelayanan Sertifikasi 4. r09.989
090.EF.3735.RCH OP Sarana Bidang Industri dan
Pef,daaanSan
4.109.989
SK No 144454C
o Unit 4.109.989 05 05 08 N2 090.EF.3735.RCH.021 Pengembangan dan Pemeliharaan RuanS
Lingkup Pelayanan Sertifikasi
berkas 5, hlm. 273 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P$I PF KP PROP
090.EF.3760 Pembinaan dan Pengembangan Sistc@ Resi
Gudang Dan Pasar L.lang Komoditas
23.306.477
090.EF.3760.PBB Kebijakan Bidang Investasi dar!
FerdaaanEai
10.176.659
090.EF.3760.PBB.OOt Analisa pengembangan kelembagaan dan
produk di bidang SRG/PLK
o 3 Rekomendasi
Kebijakan
3.162.120 05 0s ol 008
090.EF.3760.PBB.002 Analisis Dampak Kelembagaan da,r Produk
di Bidang SRG/PLK
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
7.014.539 05 05 0l 008
090.EF.3760.PEA Koordinasi 3.353.794
090.EF.3760.PEA001 MeEuan Teknis di Daerah deigarr
Feroan8ku Kef,€ntingal
7 O kegiatan 2.19.434 05 05 0l 003
090.EF.3760.PEA.002 Koneksitas SRG dan Pl,K Dalarn
Perdagangan Nasional
2 O kegiatan 1.199.356 05 05 01 003
090.EF.3760.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 1.032.400
090.EF.3760.QDB.OO I Pengelola Gudang yang mengikuti
Bimbingan TeLrris Peningkatan Kapasitas
SRG
7 O Lembaga 742.156 05 05 0l oo8
07 15 01 04
SK No 1214455 C
290.244 05 05 0t 008 090.EF.3760.QD8.002 Calon Pengelola Gudang ya,lg dilatih untuk
menjadi Pengelola Gudang SRG
O Lembaga
berkas 5, hlm. 274 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EF.3760.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 4.475.776
o9o.EF.3760.QDC.OO I Penyelenggara PLK dan Pelaku Usaha yaig
Mengikuti Pertemuan Teknis di Bidang PLK
loo o Orang 1.456.258 05 05 0t Oo8
o9o.EF.3760.QDC.OO2 Penyelenggara PLK dan Pelaku Usaha yang
Mendapatkan Asistensi PLK
120 o Orang r.535.295 05 05 0l 008
090.EF.3760.QDC.OO3 Pelaku Usaha dan Petani yang Mengikuti
Bimbingan Telslis SRG dan PLK
440 O Orang 1.444.223 05 05 0l OO8
o90.EF.3760.R4H Sarana Bidang Industri dan Perdagangan 1.769.375
090.EF.3760.RAH.001 Gudang SRG dengan Warehouse
Management Systcro (WMS) yanS
dikembangkan
10 o Unit 1.769.375 05 05 01 008
07 l5 0l 04
090.EF.3760.UAB Sistem Informasi F.mcrintshen 2.098.873
090.EF.3760.UAB.001 Sistem Pacar Lelang Terpadu yang Handal 1 0 Sistem
Informasi
1.019.453 05 05 0l 008
090.EF.3760.UAB.002 Warehouse Management System o I Sistem
Informasi
1.079.420 05 05 01 008
SK No 144456 C
3.9,+4.559 090.EF.3762 Pembinaan dan Pengembangan
Perdagangan Berjangka Komoditi
berkas 5, hlm. 275 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ I(RO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.3762.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
474.937
090.EF.3762.PBB.001 r Analisa pengembangan kelembagaan dan
produk di bidang PBK
0 o 474.937 05 05 0t 008
o9o.EF.3762.QDH Fasilitasi da,l Pembinaan Badan Usaha 3.069.622
o90.EF.3762.QDH.OO I Pembinaan Pelaku Usaha Perdagangan
Berjangka Komoditi
0 O Badan usaha 3.069.622 05 05 0l 007
090.EF.3992 Peningkatan Tertib Niaga 229.487.938
090.EF.3992.Q14 Pengawasan dan Pengendalian Produk 94.308.258
090.EF.3992.Q[A.024 Pengawasan Post Border 4025 0 Produk 94.308.258 05 05 08 004
o9o.EF.3992.QrC Pengawasan dart Pengendalian Lembaga r35. r79.680
090.EF.3992.QIC.025 Pengat 'a.an Kegiatan Perdagangan 1425 O Lembaga 135.179.680 05 05 08 004
08 02 0l 03
090.EF.5090 Pengembangan Sarana Perdagangan dan
Kapasitas Logistik
r41.621.55{)
090. EF. 5090. PEA Koordinasi 28.625.610
SK No 144457C
12 959.485 05 03 02 01 090.EF.5090.PEA.002 Koordinasi Integrasi Daftar Muatan dengan
Nasional Logistik Ekosistem
0 k giatan
berkas 5, hlm. 276 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.5090.PEA.006 Focus Group Discussion (FIGD)
Perdagangan Perbatasan
3 O kegiatan 755.900 05 05 04 004
090.EF.5090.PEA.007 INISIATIF BARU Koordinasi Peningkatan
Pendapatan Ret busi Pasar Menggunakan
e-retribusi di Pasar Pantauan
40 O kegiatan 3.406.171 05 05 0r 008
090.EF.5090.PEA.008 INISIATIF F BARU Koordinasi Pengembangan
Sarana Perdagangan
32 0 kegiatan 23.504.054 05 05 0l OO8
090.EF.5090.PF4 Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 2.949.695
o90.EF.5090.PFA.OO3 Rancangan kebijakan pengembangan
sarana perdagangan
I O Pedoman 2.949.695 05 05 0l OO8
o90.EF.5090.ODB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga ro.133.303
o9o.EF.5090.QDB.0O4 Fasilitasi dan Pembinaan Pasar Ralgat 40 O Lembaga 1.538.966 05 05 0l OO8
o9o.EF.5090.QDB.0O5 Bimbingan Teknis Operasional SIGM 910 O Lembaga t.*2.7@ 05 05 01 OOI
090.EF.5090.QDB.0O8 INISIATIF BARU Penyusunan Peta
Geospasial Tematik Peta Sebaran Pasar
Rakyat
150 O Lembaga 7.011.577 05 05 0l OO8
o9o.EF.so90.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 3.726.592
SK No 149598 C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Us$a
Lo o Orang
3.194.224
o9o.EF.5090.QDC.OOl Pembinaan Pengelol,a Pasar Ralvat 3.726.592 05 05 0l OO8
o9o.EF.5O9O.QDH
berkas 5, hlm. 277 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK} TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o9o.EF.5090.QDH.O04 Fasilitasi Penggunaan Digital di Pasar
Rakyat
160 O Badan usaha 3.198.228 05 05 0l OO8
02 14 N2 003
04 19 03 02
o9o.EF.5O9O.QEC Bantuan Peralatan / Sarana 78.588.246
o9o.EF.5090.QEC.0O4 Pembangunan Pusat Promosi Produk
Unggulan Daerah
1 o Unit 74.544.246 05 05 01 0,02
o9o.EF.5O9O.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 8.405.386
o9o.EF.5O9O.QrC.OO2 Fenga[ragan Pcoatrfaatan Sarana
Distribusi
120 O Lembaga 8.405.386 05 05 0t 008
090.EF.5090.QKB Pemantauan produk 5.994.489
o9o.EF.5090.QKB.OO I Pemantauan Antar Pulau, Darat dar
Perbatasan
2 O l,aporan 5.994.489 05 05 0l OOr
090.EF.6907 Pengembangan Perdagangan Melalui Sistem
Elektronik dan Perdagangan Jasa
29.863.964
090.EF.6907.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
5.397.102
090.EF.6907.PtsB.O04 Rancangan Kebijakan terkait Bidang
Perdagangan Perdagangan Melalui Sistem
Elektronik
o I Rekomendasi
Kebijakan
1.799.034 02 t4 001 (x)4
SK No 144459 C
05 05 0l 006
berkas 5, hlm. 278 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.6907.PBB.005 Rekomendasi Kebijakan terkait Bidang
Perdagangan Jala Bi$ris
o Kajian r.799.034 0s 05 05 003
(x)0.EF.6907.PBB.006 Rancangan Kebijakan terkait Standard
Kompetensi Kerja Bagi Fasilitator Edukasi
Perdagangan Melalui Sistem Elektronik
I 0 Rekomendasi
Kebijakan
899.517 02 t4 001 004
05 05 0l 006
(x)O.EF.6907.PtsB.OO7 Rancangan Kebijakan terkait Peta Jalan
Pengembangan Ekosistem Terpadu
Perdagangan Jasa
I o Rekomendasi
Kebijakan
899.517 05 05 0s OO2
(x)O.EF.69O7.PEA Koordinasi 2.474.454
090.EF.6907.PEA.002 Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan
di Bidang Perdagangan Melalui Sistem
Elektronik
2 0 kegiatan 1.439.227 02 t4 00r OO4
05 05 01 006
090.EF.6907.PEA003 Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan
di Bidang Perdagangan Jasa
2 O kegiatan 1.439.227 05 05 05 002
090.EF.6907.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 9.594.448
090.EF.6907.PEF.001 I Maryarakat/ pelaku usaha yang menjadi
target Sosialisasi Informasi Kebijakan di
Bidang Jasa Perdagangan
300 o orang 1.799.034 05 05 05 001
SK No 144460 C
1000 0 orang
(x 19 03 ol
090.EF.6907.PEF.002 Masyarakat/ pelaku usaha yang menjadi
target Sosialisasi Informasi Kebijakan di
7.795.At4 02 t4 001 00t
berkas 5, hlm. 279 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bidang Ferdagangan Melalui Si8tea 05 05 01 006
Elektronik
o9o.EF.6907.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 5.397.102
o9o.EF.6907.QDC.OOl Tenaga Fasilitator Edukasi Perdagangan
Melalui Sist€ro Elektronik Yang Mendapat
Pembinaan
100' O Orang 3.598.068 02 t4 001 001
0306M02
03 06 04 o5
05 05 01 006
o9o.EF.6907.QDC.OO2 Pelaku Usaha yang berpartisipasi dalam
Hari Belanja Online Nasiona.l (Harbolnasl
Tr.l0 O Orang 1.799.034 05 05 0l 009
o90.EF.6907.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Beden Usaha 2.394.712
090.EF.69O7.QDH.OO r Fclaku Usaha di Bidang Jasa Perdagangan
yang dibina
loo O Beden usaha 1.199.356 05 05 0s oo4
09o.EF.6907.QDH.OO2 INISIATIF BARU Bimtek Pelaku Usaha
PPMSE dan PSP di Bidang PMSE
75 O Badan usaha 1.199.356 02 t4 001 001
05 05 01 006
o9o.EF.6907.OD,l Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 1.499.195
o9o.EF.6907.QDr.0O I Start Up yang difasilitasi/ dibina 50 0 Start Up 1.499.195 03 06 04 02
SK No 144461 C
05 05 0l 006
berkas 5, hlm. 280 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
090.EF.6907.QtH Pengawasan dan Pengendalian Badan
Usaha
899.s r7
090.EF.6907.QrH.00r Pelaku Usaha Perdagangan Melalui Sistem
El€Irtrqrik yang dilakukan pemantauan
roo O Badan Usaha 499.517 02 t4 001 001
05 05 01 006
090.EF.6907.OKA Pemantauan masyarakat dan kelompok
masyarakat
1.799.034
o9o.EF.69O7.QKA.0O I Pelaku usaha bidang perdagangan jasa
yang dil,akukan pemantauan
20 O laporan 899.517 05 05 05 004
o9o.EF.69O7.QKA.OO3 Larnbaga bidang perdagangan jasa yang
dilakukan pemantauan
2 O laporan 899.517 0s 05 05 004
o90.wA Program Dukungan Manajemen 35.534. r4A
090.wA.3702 Peningkatan Pengelolaan Perencanaan 5.996.74O
090.w4.3702.PE4 Koordinasi 5.996.74O
090.WA.3702.PEA.001 Koordinasi Aksesi OECD Kepanitiaan
Competition Committee
1 O kegiatan 5.996.780 02 (x) 06 02
05 05 07 005
o90.wa3713 Penyelenggaraan Kantor Dagang Ekonomi
Indonesia di Taiwan
3.595.745
SK No 144462 C
Koordinasi 3.595.785 090.WA.3713.PEA
berkas 5, hlm. 281 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
090.WA.3713.PEA.001 Koordinasi Penanganan Hambatan
Perdagangan Tarif / Non Tarif
2 2 kegiatan 3.595.745 05 05 06 003
090.WA.3723 Penyelenggaraan Akademi Metrologi 17.550.091
090.WA.3723.SBA Pendidikan Tinggi 16.214.806
ogo-wA.3723.SBA.OO1 Pendidikan vokasi D3 Metrologi dan
Instrumentasi
260 260 Orang 16.218.806 04 W 02 05
090.wA.3723.U4B Sistem t Informasi Feaerirtqhan 1.331.285
o90.wA.3723.UAB.OOl Pengelolaan Sistem Informasi Pemerintahan 12 t2 Sistem
Informasi
1.331.285 05 05 01 001
090.WA.5048 Pengembangan Sistem Informasi
Perdagangan
8.395.492
090.w4.5048.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 2.394.7 t2
090.WA.5048.PEF.001 Sosialisasi Sistem Informasi Perdagangan .+OO 3 orang 2.39t3.7 t2 05 05 07 001
(x)O.WA.5048.UAB Sist€ro Informasi Pemerintahan 5.996.780
SK No 144463 C
Pengembangan Satu Data Perdagangan I Sistem
Informasi
5.996.780 05 05 01 001 090.WA.5048.UAB.001 I
berkas 5, hlm. 282 OCR
FF.ESIDEN
- aa2
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
TOTAL 3.092.731.384
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144464C
berkas 5, hlm. 283 OCR
KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator' Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP (X.09 - Persentase Olahragawan Pelatnas yang Berprestasi di Tingkat Regional/Internasional persen 7334 12023) 76-aO 76-80
PP 04.09 - Peringkat pada Youth Olympic Games peringkat 83 (2018) 81-83 (2026)
PP 04.09 - Peringkat pada Asian Youth caEes Peringkat rs (2013) 13-15 12-14
PP 04.09 - Peringkat pada Asian Youth Para Games peringkat s (2021) 3-5 2-4
PP 04.18 - Persentase p€Duda yang memiliki ijazah SMA/sederajat atau lebih tinggi p€f,86n 62,2 (20231 66,74 74,28
PF 04. 18 - Angka kesakitan pemuda Irercclr 6,24 (2023) 5,99 5,76
PP 04.18 - Persentase remaja perempuan berusia 16-18 tahun yang hamil persen 12,63 (2023) 11,63 9,63
PP 04.18 - Persentase usia Duda (16-30 Tahun)yang sedang tidak sekolah, bekerja atau mengikuti
pelatihan
persen 25,8 (2023) 24,13 23,00
PP 04, l8 - Persentase pemuda yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan dalam tiga bulan
terakhir
persen 70,49 (2023) 75,79 82,85
$( fls l{{zffJ Q
berkas 5, hlm. 284 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
PP 04.21 - Jumlah perolehan medali pada SEA Games medali 87 cmas/ 80
perak/ l09
perunggu (2023)
87 emas/80
pcrak/ ro9
perunggu
87 emas/80
p6ak/ 109
perunggu
PP 04.21 - Jumlah perolehan medali pada ASEAN Para Games medali 159 .roas/ 148
w*194
perunggu (2023)
159 €mas/ 148 perak/94 perunggu
lx29l
PP 04.21 - Jumlah perolehan medali pada Asian Games medali 7 coas/11 7 emas/11 perak/ 18 perunggu (2026)
pcrak/ l8
perunggu (2023)
PP 04. 2 I - Jumlah perolehan medali pada Asian Para Games medali 29 emas/30 29 emas/30 perak/36 perunggu (2026)
perak/36
perunggu (20231
w 04.22 - Persentase penduduk berumur 10 tahun ke atas yang melakukan olahraga selama
seminggu terakhir
persen 25,92 (2021) 36,71 47,fi
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
xP 04.09.03 - horrinsi dengan sekolah khusus olahraga yang t rstandardisasi provinsi 16 (2023) 18 22
KP 04.09.03 - Kab/kota dengan PPLP yang terbentuk kab/kota 24 (2023) 7D 49
KP 04.09.03 - Pcrscnta!. olahragawan elite pada cabang olahraga Olimpiade d.n Paralimpiade yang
merupakan alumni sentra pembinaan olahraga l,rcsta8i daerah
persen - (indikator baru) 15 l5
$( ltls l{{,{f6 Q
persen - (indikator baru) 15 30 KP 04.09.03 - Persentase olah.ragawan elite pada cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade yang
merupakan alumni sentra pembinaan olahraga prestasi lruoat
berkas 5, hlm. 285 OCR
FR,ESIDEN
-88s-
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.09,03 - Jumlah perolehan medali pada Youth Olympic Games medali r perunggu (2018) I €roae (2026)
KP 04.09.03 - Jumlah perolehan medali pada Asian Youth Games medali I eE'dal2 perak
perunggu (20 13)
t-2 2-3
KP 04.09.03 - Jumlah perolehan medali pada Asian Youth Para Games medali 12 emas/ I I
w*l14
perunggu (202 1)
12-15 14- t6
KP 04. l8.O 1 - Persentase pemuda mendapatkan pelatihan bersertifikat persen 15,82 (2023) 25,49 46,49
KP 04. 18.01 - Proporsi pemuda dengan keterampilan TIK persen ,74 (2023) 96,96 98,85
KP 04. f8.01 - Persentase pemuda yang merokok persen 24,75 (2023) 23,88 23,05
KP 04. 18.01 - Persentase pemuda berolahraga persen 30,32 (2023) 34,92 47,50
KP 04.18.02 - Persentase pemuda pekerja tidak penuh persen 32,46 (2023) 31 28,68
KP 04.18.02 - Rasio Kewirausahaan Pemuda pcfsen 1,16 i.2023) 1,33 1,61
KP 04.18.02 - Persentase pemuda penyandang disabilitas yang bekerja persen 16,66 (20231 17,82 19,81
KP 04.18.02 - Rasio TPAK pemuda perempuan terhadap laki-laki peractr 66,08 (2023) 66,3 67,44
KP 04.18.03 - Persentase pemuda (16-30 tahun) yang mengikuti kegiatan organisasi dalam 3 bulan
terakhir
persen 5,44 (2023) 5,65 6,72
KP 04.18.03 - Persentase pemuda yang menduduki posisi manajerial persen r,44l2o23l 1,48 1,8
SK No 144467C
orang 150 (20231 lao 300 KP 04.21.01 - Jumlah olahragawan elite nasional level dunia pada cabor unggulan olimpiade
berkas 5, hlm. 286 OCR
FREsIDEN
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.21.01 - Olahragawan elite nasional level dunia pada cabang olahraga unggulan paralimpiade orang loo (2023) 100 100
KP 04.21.01 - Olahragawan elite junior nasional pada cabang olahraga unggulan olimpiade orang 182 (2023) 500 1500
KP 04.21.01 - Olahragawan clit€ junior nasional pada cabang olahraga unggulan paralimpiade orang 22 (2023) 120 200
KP 04.21.02 - Jumlah tenaga keolahragaan cabang olahraga olimpiade dan paralimpiade
bersertifikasi internasional
orang 2so (2023) 250 500
KP 04.21.02 - Jumlah pelatih cabang olahraga olimpiade dan paralimpiade bersertifikat internasional orang so (2023) 50 roo
KP 04.21.02 - Jumlah organisasi keolahragaan berbasis Olimpiade dan Paralimpiade yang memenuhi
standar minimal keol,ahragaan
lembaga l8 (2023) 18 18
KP 04.21.03 - Jumlah lembaga yang difasilitasi prasarana olahraga berbasis cabang olahraga
Olimpiade dan Paralimpiade ramah difabel yang dibangun, direhabilitasi dan/atau direnovasi
lembaga rt l2o23l 11 11
KP 04.21.03 - Jumlah lembaga yana difasilitasi sarana olahraga prestasi berbasis cabang olahraga
Olimpiade dan Paralimpiade
lembaga 548 (2023) 544 548
KP 04.21.04 - Event kualifikasi olimpiade dan para.limpiade yang diikuti/terselenggara kegiatan 18 (2023) 20 7m
KP 04.21.04 - Kejuaraan dunia cabang olahraga unggulan olimpiade dan paralimpiade yang
diikuti/ tcrsclcoggara
kegiatan 18 (20231 20 20
KP 04.22.01 - Persentase penduduk usia sekolah (7-18 tahun) yang melakukan olahraga seminggu
terakhir
persen 44,76 (2021) 69,06 85,36
SK No 144468 C
persen 4,24 (2021) 11,67 15,10 KP 04.22.01 - Persentase penduduk penyandang disabilitas usia 5 tahun ke atas yang melakukan
olahraga seminggu terakhir
berkas 5, hlm. 287 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.22.02 - Persentase provinsi yang menyelenggarakan kampanye olahraga persen 100 loo roo
KP 04.22.02 - Persentase rumah tangga yang membeli alat atau perlengkapan ol,ah.raga da.laE
setahun
persen 3,29 3,59 4,75
SK No 144469 C
berkas 5, hlm. 288 OCR
PREsIOEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
092.DA Program Keolahragaan 10.597.626.701
092.DA.3820 PenSeEbaitEan Olahraga Penyandang
Disabilitas
74.247.706
092.D4.3820.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 74.247.706
092.D4.3820.QDC.001 Peserta Kampanye Olahraga Penyandang
Disabilitas yang Terfasilitasi dalam
Peningkatan Partisipasi Berolahraga dan
Kebugaran Jasmani
8500 8500 Orang 70.457.466 04 22 01 02
04 13 05 03
092.DA.3820.QDC.OO4 Tcaraga Keolahragaan Olahraga Disabilitas
yang terfasilitasi
0 o 3.7 .240 04 22 0 1 02
092.DA.3821 Pengembangan Olahraga Pendidikan 43.336.992
092.DA3821.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 22.726.195
092.DA.3821.QD8.001 Lembaga Olahraga yang Terfasilitasi dalam
Pembinaan dan Pengembangan Olahraga
Pendidikan
104 104 Lembaga 22.726.195 04 22 0r Ol
SK No 144470 C
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 48.315.188 092.DA.3821.QDC
berkas 5, hlm. 289 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--X29
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
092.DA.382l.QDC.OO1 Peserta Didik Formal dai Nonformal yang
Terfasilitasi dalam Kampanye Peningkatan
Partisipasi Berolahraga
56667 56667 Orang 15.191.596 04 22 0l Ol
092.DA.382l.QDC.OO2 Peserta Didik Formal dan Nonformal
dengan Kebugaran Jasroad yang
Meningkat
56667 56667 Orang 28.914.166 04 22 01 o1
04 13 05 03
092.DA.382l.QDC.OO3 Peserta didik nonformal dan informal yartg
Terfasilitasi rr'l'm identifikasi calon bibit
talenta Olahraga
56667 56667 Orang 3.350.426 04 09 03 ol
04 22 0l 01
o92.DA.382l.QDC.OO4 Tenaga Keolahragaan Olahraga Pendidikan
yang terfasilitasi
o o 859.000 04 2t 02 0l
092.DA.382l.QEt Bantuan Lembaga 12.295.609
o92.DA3821.QEr.OO l L€rnbaga yang terfasilitasi Prasarana
Olahraga Pendidikan
2 2 Lembaga 3.444.q13 04 2t 03 ol
092.DA382 l.QEr.OO2.OO0O l.rnbaga yang difasilitasi Sarana Olahraga
Pendidikan - Pu.at
200 2OO Lembaga 8.850.636 04 2t 03 02
092.DA.3822 Pengembangan Olahraga Masyarakat 224.274.634
SK No 144471 C
15.772.817 092.DA.3822.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
berkas 5, hlm. 290 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
092.DA.3822.PBH.001 Rancangan Kebijakan Indeks
Pembangunan Keol,ahragaan yang
Tersusun dan T€rE6r aet
I I Rekomendasi
Kebijakan
rs.772.417 04 22 02 01
o92.DA.3a22.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3-499-999
o92.DA.3822.QDB.OOl Lcrobaga yang terfasilitasi dalam
Pengembangan Olahraga Rekreasi, Massal,
Petualang, Tantangan da,r Wisata
o O Lembaga 3.49.999 04 22 02 02
092.DA3822.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 209.OO5.422
092.DA.3822.QDC.OOr Fec€rta Kampanye Olahraga Masyarakat
yatE Terfasilitasi Peningkatan dalam
Partisipasi Berolahraga dan Kebugaran
Jasmani
10500 10500 Orang 185.360.220 04 22 02
04 13 05 03
01
o92.DA"3822.QDC.OO3 Pengelola Industri Olahraga yang
Terfasilitasi dalam Pelatihan SDM Industri
500 5OO Orang 22.440.602 04 22 02 02
092.DA"3822.QDC.OO4 Tenaga Keolahragaan Masyarakat yang
terfasilitasi scrtif (asi/ pelatihan yang
terstandar
3 0 1.205.000 04 21 02 ol
o92.DA3822.QEr Bantuan Lembaga o
SK No 144472 C
oo42t0301 092.DA3822.QEr.OO1 Lembaga Olahraga Masyarakat yang
Terfasilitasi Prasarana Olahraga
5 5 Lembaga
berkas 5, hlm. 291 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DA3822.QEr.OO2 Lembaga yang difasilitasi Sarana dan
Olahraga Masyarakat, Petualangan,
Tantangan, Wisata, dalr Tradisional yang
Terfasilitasi
245 245 Lembaga oo42t0302
092.D4.3823 Pengelolaan Pembinaan Sentra Olahraga
Prestasi
2.141.255.733
092.DA.3823.PEA Koordinasi 19.771.398
092.DA.3823.PEA.001 Provinsi dengan Sekolah Khusus Olahraga
yang Tcrstandardisasi
3 3 kegiatan 6.731.135 04 09 03 02
092.DA.3823.PEA.002 Kabupatcn/ Kota dengan PPLP yang
t€f,b€ntuk
I I kegiatan 12.040.263 04 09 03 02
o92.DA3a23.PEA.OO3 Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan
Desain Besar Manajemen Talenta Nasional
Bidang Olahraga
I I kegiatan 1.000.000 04 09 03 02
092.DA"3823.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 2.O 13.835.59A
o92.DA,3823.QDC.OO2 Talenta Sentra Keolahragaan yang
Memperoleh Fasilitas Pembinaan dan
Pengembangan
1000 1000 Orang 2.013.835.598 04 09 03 01
092.D4"3823.QEt Bantuan Lembaga 107.648.737
SK No 144473 C
o rc? .644.737 04 2t 04 0 I 092.DA.3823.QEI.OOl LernbaSa yang Terfasilitasi dalam
Penyelenggaraan dan/ Keikutsertaan Pada
o
berkas 5, hlm. 292 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kompetisi Olahraga Junior/ Pelajar
Bertaraf Nasional dan Internasional
@2.D4.3424 Peningkatan Standardisasi, Akreditasi,
Sertifikasi, Prasarana, dan Sarana
Olahraga
2.106,247.254
(x)2.DA.3A24.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
1.492.737
092.DA.3824.PBH.001 I Rancangan Kebijakan Peningkatan
Standardisasi dan Infrastruktur Olahraga
yang tersusun
1 1 Rekomendasi
Kebijakan
t.492.737 04 2t 03 01
092.DA.3824.QEt Bantuan Lembaga 2.104.354.517
092.DA.3824.QEt.0Ol Lembaga yang Terfasilitasi Prasarana
Olah.raga Prestasi Berbasis Cabang
Olahraga Unggulan Olimpiade dan
Paralimpiade
4 4 Lembaga 995.940.542 04 21 03 01
o92.DA.3824.QEI.OO2 Lembaga yang Terfasilitasi Sarana Olahraga
Prestasi Berbasis Cabang Olahraga
Unggulan Olimpiade dan Paralimpiade
180 f80 Lembaga t.108.413.975 04 2t 03 02
092.DA.3829 Peningkatan Tenaga dan Organisasi
Keolahragaan
269.006.6r l
SK No 144474C
22.257.622 o92.DA.3829.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
berkas 5, hlm. 293 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DA.3829.PBH.001 Rancangan Kebijakan Telaga dan
Organisasi Keolahragaan yang tcrauaun
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
22.297.622 04 2t Ol 01
o92.DA.3a29.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 34.117.914
092.DA.3829.PDI.002 Pelatih Cabang Olahraga DBON yang
bersertifikat Nasional dan Internasional
400 40O Orang 34.117.914 04 2t 02 01
092.DA.3829.PE4 Koordinasi 7.O75.?fi
os2.DA.3a29.PEA.OOl Induk Organisasi Cabang Olahraga Pusat
dafl Provinsi yang Terstandar
3 3 kegiatan 7.075.750 04 2t 02 02
092.DA.3829.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 6.309.127
o92.DA.3829.PFA.OO1 NSPK Induk Organisasi Cabang Olahraga
Pusat d6n Provinsi yang Tersusun
I 1 NSPK 6.309.127 04 21 02 02
o92.D4.3829.QDB Fasilitasi dan Pembinaan lanbaaa 171.160.560
o92.DA.3829.QDB.0Or Lembaga Keolahragaan yang terfasilitasi
dalam Standardisasi Organisasi Olahraga
18 t8 Lembaga 167.560.560 04 2t 02 02
o92.DA.3829.QDB.OO2 Induk Organisasi Cabang Olahraga DBON
dan IADo yang terbina dan b€rkembfllg
l5 15 Lembaga 3.600.000 04 2t 02 02
SK No 149600 C
Bantuan Masyarakat 28.045.638 092.D4.3829.QE4
berkas 5, hlm. 294 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGI,ATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o92.DA.3829.OEA.OOl Tenaga Keolahragaan Cabang Olahraga
Unggulan Olimpiade dan Paralimpiade yang
Terfasilitasi dalam Peningkatan Kapasitas
5 5 Orang 28.045.638 04 2t 02 01
o92.D4.3833 Pembinaan Olahraga Andalan 5.695.253.767
092.DA.3833.PEA Koordinasi 4.216.496
092.DA.3833.PEA.001 Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan
Desain Besar Olahraga Nasional darl.
Manajemen Talenta Nasional
T o 4.216.,196 04 2l O I o1
092.DA.3833.PFA NGEa, Standar, Prosedur, dan Kriteria 13.366.902
092.DA.3833.PFA.001 NSPK Olahraga Prestasi yang Tersusun I I NSPK 13.366.902 04 2t 01 01
o92.DA.3833.QDC Fasilitasi dan Pcrlbinaatr Masyarakat 4.295.200.808
o92.DA.3833.QDC.001 Olahragawan Talenta Unggul yang T€f,bina
dalam Peningkatan Prestasi Olahraga
Nasional
674 674 Orang 2.313.504.320 04 2t Ol 02
092.D4.3833.QDC.0O2 Olahragawan Talenta Unggul yang
Terfasilitasi dalam Pemusatan Pelatihan
Elite Junior Nasional
500 5OO Orang 1.945.696.491 04 2t Ol 02
SK No 149601C
Pemberian Penghargaan Olahragawan
Berprestasi
100 35.999.997 04 2t 01 02 o92.DA.3833.QDC.OO3 100 Orang
berkas 5, hlm. 295 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DA.3833.QEr Bantuan Lembaga 1.382.469. 16l
092.DA.3833.QEr.OO3 Lembaga yang Terfasilitasi dalam
Penyelenggaraan dan/ atau Keikutsertaan
pada Kejuaraan Single -cveot Olahraga
Prestasi Tingkat Internasional Berbasis
Cabang Olahraga Unggulan
t7 l? Lembaga 1.178.331.432 04 2t 04 02
o92.DA3833.QEr.OO4 Lembaga yang Terfasilitasi dalam
FerryelarBgaraart Kejuaraan Single-event
Olahraga Prestasi Tingkat Nasional
Berbasis Cqbarg Olahraga Unggulan
l9 19 Lembaga 204.137.729 04 21 04 01
092.DB hogras Kepemudaan 1.252.886.175 5
o92_DB.3A0A Pengembangan Kewirausahaan Pemuda 923.908. r04
092.DB.3808.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 896.463.401
o92.DB.38O8.QDC.OOl FeEuda yang Terfasilitasi s.bagai Kader
Kewireussheen
13500 13500 Orang 469.922.t34 06 03 02 02
02
04
02
o3
18
03
04
03
SK No 144477 C
lo0 24.341.263 04 18 02 02 o92.DB.38O8.QDC.OO2 Pemuda Kader yang Terfasilitasi dalam
Kegiatan Kewirausahaan Pemuda Nasional
dan Internasional Berbasis Teknologi dan
Inovasi
IOO Orang
berkas 5, hlm. 296 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEOIATAN/KRO/RO (PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o92.DB.38O8.QDC.OO3 Pemuda Disabilitas yang Terfasilitasi
sebagai Kader Kewirausahaan
loo f00 Orang l.200.ooo 04 18 02 02
092.DB.3808.QDC.OO4 Fetruda Miskin Ekstrim yang Terfasilitasi
sebagai Kader Wirausaha
r00 100 Orang 1.000.000 04 18 02 02
092.D8.3808.QEI Bantuan l,€rrbaga 27.444.703
092.DB.3808.QEt.OO I Sdrtra Kewirausahaan P€rouda yang
Terfasilitasi Pengembangan Kewirausahaan
50 50 Lembaga 27.444.703 04 18 02 02
(x)2.DB.3409 Peningkatan Potensi Kemandirian Pemuda 13.051.624
092.D8.3809.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 13.051.624
092.D8.3809.QDC.001 Pemuda Kader yang terfasilitasi dalan
Peningkatan Potensi Kemandirian, dan
Berperan Terhadap Perubahan Global
1000 1000 Orang 13.051.624 04 18 03 01
092.DB.3813 Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan
dan Pcrtgawasafl Kepramukaan
77.597.535
092.DB.3813.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 23.394.A? |
o92.DB.38l3.QDC.OO I Pengelola Organisasi Kepemudaan yang
Terfasilitasi d.l'n Pelatihan Manajemen
Organisasi Kepemudaan
13500 f3500 Orang 23.394.471 04 18 03 0l
SK No 144478 C
Bantuan Lembaga 54.202.664 092.D8.38r3.QEr
berkas 5, hlm. 297 OCR
FF.ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
o92.DB.38rs.QEr.OO1 Organisasi Kepramukaan
(Kwarnas/ Saka/ Sako) yang Terfasilitasi
dalam Rangka Pembinaan dan
PeogeglbarSqrr
50 50 Lembaga 24.454.294 04 18 0l Ol
092.D8.3813.QEr.002 Organisasi Kepemudaan yartg Terfasilitasi
dalam Rangka Pembinaan dan
Pengembangan
100 fOO Lembaga 29.744.370 04 l8 03 0l
092.DB.3817 Peningkatan Wawasan Pemuda 1.999.999
092.DB.3817.PEA Koordinasi 1.999.999
092.DB.3817.PEA.001 Koordinasi lintas sektor pelayanan
kepemudaan yang terlaksanakan dan
dilaporan
o o r.999.999 04 18 0r 02
092.DB.5910 Peningkatan Karakter Pemuda 26.521.074
092.DB.59lO.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 26.521.074
092.DB.59l0.QDC.00r Pemuda yang Terfasilitasi dalam Pelatihan
Peningkatan Kesadaran Bahaya Perilaku
Destruktif dal'm Rangka Pencegahan
Penyalahgunaan NAPZ A
2000 2000 Orang 26.521.074 04 18 01 03
04 18 01 7n
092.DB.6968 Pengembangan Kepemimpinan Pemuda 41.266.795
SK No 144479 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 46.154.080 092.D8.6968.QD8
berkas 5, hlm. 298 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
092.DB.6968.QDB.OO r Lembaga/ Komunitas Kepemudaan Kader
yang Terfasilitasi dalam Pengembangan
Kepemimpinan Pemuda
50 50 Lembaga 46. 158.080 04 l8 03 0l
(x)2.D8.6968.QDC Fasilitasi dsn Pembinaan Masyarakat 35.108.715
092.DB.6968.QDC.OOl Pemuda Kader yang Terfasilitasi dalam
Pengembangan l(cp€oiEpinar FeEuda
1120 1120 Orang 35.10a.715 04 18 03 ol
092.DB.6969 Pengembangan Kepeloporan Pemuda 60.660.575
092.D8.6969.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 42.163.893
092.DB.6969.QDB.OOr Lembaga/Komunitas Kepemudaan Kader
yang Terfasilitasi dalam Pengembangan
Kepeloporan
50 50 Lembaga 42.t63.493 04 18 03 ol
092.D8.6969.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 18.496.682
092.DB.6969.QDC.OOr Pemuda Kader yang Terfasilitasi dala.E
Pengembangan Kepeloporan Pemuda
1526 1526 Orang 14.496.642 04 la 03 ol
092.DB.6970 Pengembangan Kemitraan Pemuda 67.880.469
092.DB.6970.PEA Koordinasi 67.880.469
SK No 144480 C
38 38 kegiatan 67.880.469 04 la 03 ot (xr2.DB.6970.PEA.O0l Pemangku Kepentingan Kep€roudaEn yang
BckedasaEa dalam Kemitraan
Kepemudaan
berkas 5, hlm. 299 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
092.WA Program Dukungan Manajemen 8.547.301
092.WA.6973 Penyelenggaraan Hukum dafl Kerja Saraa 4.547-301
092.WA.6973.P4C Peraturan Pemerintah t.399.99
o92.WA.6973.PAC.OOl Peraturan Pemerintah yang tersusun 2 2 RPP 1.399.999 04 21 0l Ol
092.WA.6973.PAD Peraturan Presiden 2.loo.ooo
092.WA.6973.PAD.001 Peraturan Presiden yang tersusun I I PerPres 2.100.000 04 2t 01 01
o92-WA.6973.PAG Peraturan Menteri 5.047.302
o92.WA.6973.PAG.001 Peraturan M€0tcri yang tersusun lo lo PerMen 5.M7.3o2 04 2t Ol ol
TOTAL r r.859.060.177
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 149602 C
berkas 5, hlm. 300 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
r. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025-2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TAROET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 07 - Indeks Persepsi Korupsi 34 (2023) EI:1 43,7
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 07.05 - Indeks Integritas Nasional 70,97 (2023) 74,52 77,57
PF 07.05 - Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 3,85 3,97 4,06
Fetrgs8pu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.05.01 - Nilai dimensi internal (Indeks Integritas Nasional) 77 ,42 (2023) 8 r,30 84,63
KP 07.05.02 - Nilai dimensi p63€p8i (Indeks Persepsi Anti Korupsi) 3,76 3,84 3,93
KP 07.05.03 - Nilai dimensi eksternal (Indeks Integritas Nasional) 84,9? l2023l 49,17 9 r,35
SK No 144482 C
berkas 5, hlm. 301 OCR
PREsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
093.BC Program Pencegahan dan Penindakan
Perkara Korupsi
172.233.473
093.BC.3846 Pengelolaan Gratifikasi dan Pemantauan
Layanan Publik Pemerintahan
2.576.547
093.BC.38,16.QKC Pemantauan lembaga 2.576.5,4?
093.BC.3846.QKC.OOl Peta Kerawanan Praktik Gratifikasi dalam
Penyelenggaraan Negara datt Layanan
Publik
o l,aporan 2.576.547 07 05 03 02
093.BC.3850 Pengelolaan Data dan Pengembangan
TeldroloEi Informasi
31.068.640
093.8C.3850.QKC Pemantauan lembaga 2.000.000
093.BC.3850.OKC.OOr Pemanfaatan Pusat Data Analitik
Pemberantasan Korupsi
0 laporan 2.O(x).000 07 05 0l 02
093.BC.3850.UAB Sist€ro Informasi Pet ierintahan 29.064.640
SK No 144483 C
Sistem
Informasi
3.568.640 07 05 0l 02 093.BC.3850.UAB.001 1 Perancangan Pusat Data Analitik
Pemberantasan Korupsi
o I
berkas 5, hlm. 302 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
093.BC.3850.UAB.002 Pengembangan Sinergi dalam Pertukaran
d6n Pemanfaatan Dokumen melalui
Puskarda SPPT-TI
o o Sistem
Informasi
1.500.000 07 03 02 01
093.BC.3850.UAB.003 Pembangunan Sistem Deteksi Kecurangan
pada Layanan Strategis Pemerintah
2 o Sistem
Informasi
13.400.000 07 05 0l 02
093.BC.3850.UAB.004 Pengembangan Digitalisasi dan Al-Machine
L€amtutg LHKPN
I 0 Sistem
Informasi
to.600.ooo 07 05 03 0l
093.BC.3851 FeruembarUan dal! Pemanfaatan Jaringan
Kerja Sama Antara LEbaga/ Instan8i
(PJKAKI)
16.576.494
093.BC.3851.PBD Kebijakan Bidaru Hukum dan HAM 16.576.494
093.BC.3851.PBD.001 Kebijakan implementasi UNCAC di
Indonesia
I I Rekomendasi
Kebijakan
16.576.894 07 05 03 0l
093.BC.6564 Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi ,16.300.132
093.8C.6564.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 46.300. r32
SK No 144484 C
|E,E9EFTd 17042513 Orang 46.300.132 07 0s 02 02 o93.BC.6564.QDC.OO I Kampanye (Digital dan Nql Digital) Nilai
Antikor"upsi
berkas 5, hlm. 303 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
093.BC.6566 Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi 44.500.000
o93.8C.6566.PDI Sertifikasi Profesi den SDM 15.000.000
093.BC.6566.PDI.001 Pelatihan Penguatan Integritas untuk
Masyarakat Umum, Badan Usaha dan
Legislatif
500 600 Orang 15.000.000 07 05 02 02
093.BC.6566.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 29.500.000
093.BC.6566.UAC.001 Pelatihan Integritas APH dan ASN 1000 1200 Orang 29.500.000 07 07 05 02
093.BC.6567 Pemantauan dan Kajian terhadap Kebijakan
dan Penyelenggaraan Pemerintahan dalam
Perspektif Antikorupsi
8.909.950
093.BC.6567.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 7.359.950
093.BC.6567.PBD.001 Rekomendasi Kebijakan Integrasi
Pencegahan Korupsi di K/L dan Stranas PK
o o Rekomendasi
Kebijakan
659.950 07 05 03 0l
093.BC.6567.PBD.002 Rekot rendasi Kebijakan penguatan sistem
Pengawasan Internal di KPK
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 07 05 03 01
SK No 144485 C
Rekomendasi Pencegahan Korupsi Sektor
Swasta
1.200.000 07 0s 03 0l 093.BC.6567.PBD.003 n o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 304 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
093.BC.6567.PBD.004 Penyusunan roadmap dan rencana aksi
penguatan sistem anti korupsi (budaya,
antikorupsi, pencegahan, pemberantasan
tipikor dan asset recovery)
o o Rekomendasi
Kebijakan
5.OOO.OOO 07 05 03 0l
093.8C.6567.QKC Pemantauan lembaga 1.550.OOO
093.BC.6567.QKC.OO l Penyusunan Grand Design Tata Kelola
ACLC KPK Tahun 2026 - 2029
0 o l,aporan 550.OOO 07 03 0l 02
093.8C.6567.QKC.@2 Perancangan, Kajian, Konsep, Panduan
Manajemen Risiko Kecurangan pada
Layanan pemerintah
0 o laporan l.ooo.q)o 07 05 0l 02
093.BC.6569 Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi
pada Setiap Jejaring Pendidikan
15.214.492
093.8C.6569.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 12.214.492
o93.BC.6569.QDB.OOl Penyelenggaraan Program Implementasi
Pendidikan Antikorupsi pada Jenjang
Dasar, Menengah, Tinggi, ASN melalui
Pemberdayaan Jejaring Pendidikan Berbasis
Bukti
7A 98 t Lembaga 12.214.492 07 05 02 01
SK No 144486 C
Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 3.000.000 093.BC.6569.UAE
berkas 5, hlm. 305 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
093.BC.6569.UAE.001 Monitoring dan Evaluasi Implementasi
Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi
o I Laporan 3.000.000 07 05 02 01
093.BC.6991 Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi 7.046.814
093.BC.699l.QCE Penanganan Perkara 7.086.818
093.BC.699l.QCE.OO1 Penyidikan Perkara TPPU Berbasis Risiko
dan Dokumen Intelijen Keuangan
0 a Perkara 7.086.818 07 05 04 02
(x'3.WA Program Dukungan Manajemen 2.450.fi)O
(xr3.WA.3A34 Perancangan Hukum, Litigasi, dar Bantuan
Hukum
2.450.000
093.WA.3834.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 2.450.000
093.WA.3834.PBD.001 Rekomendasi Kebijakan terhadap
Rancangan undang-Undang tentang
Perubahan Kedua atas Undang-Undang
Nomor 3l Tahun 1999 tentang
PeEb€f,antaEan Tindak Pidana Korupsi
o I Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo o7 0s ol 0l
SK No 144488 C
750.OOO O? 05 0l Ol 093.WA.3834.PBD.002 Rekomendasi Kebijakan Implementasi
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019
tentang Perubahan Kedua atas Undang-
o o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 306 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang
Komisi Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi
093.W4"3834.PtsD.003 Rekomendasi Kebijakan terhadap
Rancangan Undang-Undang tentang
Kegiatan Lobi
n 0 Rekomendasi
Kebijakan
1.200.000 07 05 03 01
TOTAL 174.643.473
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144489 C
berkas 5, hlm. 307 OCR
DEWAN PERWAKILAN DAERAH
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
095.CF Program Penyelenggaraan Lembaga
Legislatif dan Alat Kelengkapan
30.513.967
095.CF.3962 Pengkajian Aspirasi Masyarakat dan
Kebijakan Anggaran Dacf,ah
30-513.967
(x)5.CF.3962.PBC Kebijakan Bidang Politik 30.513.967
095.CF.3962.PBC.001 Rekomendasi Kebijakan Atas Hasil Tabulasi
Data As@asda Legislasi RUU
o Rekomendasi
Kebijakan
8.035.483 0l 03 01 01
095.CF.3962.PBC.002 Rekomendasi Kebijakan Atas Hasil Tabulasi
Data Asmasda Legislasi Pandangan dan
Pendapat atas RUU Usul Pemerintah dan
DPR
2 o Rekomendasi
Kebijakan
3.374.300 0l 03 01 01
095.CF.3962.PBC.003 Rekomendasi Kebijakan Atas Hasil Tabulasi
Data Asmasda Legislasi Pertimbangan atas
RUU APBN
I o Rekomendasi
Kebijakan
3.998.900 0l 03 01 ol
SK No 144490 C
berkas 5, hlm. 308 OCR
FN,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
095.CF.3962.PBC.004 Rekomendasi Kebijakan Atas Hasil Tabulasi
Data ArEasda Legislasi himbangai atas
RUU Lainnya
3 I Rekomendasi
Kebijakan
2.665.900 0l 03 0l 0l
095.CF.3962.PBC.005 Rekomendasi Kebijakan Atas Hasil Tabu.lasi
Data Asmasda Pengawasan atas
Pelaksanaan Undang-Undang
4 o Rekomendasi
Kebijakan
6.664.895 0l 03 0l Ol
095.CF.3962.PBC.006 Rekomendasi Kebijakan Atas Hasil Tabu.lasi
Data AsEaoda untuk Pemantauan dan
Peninjauan
o Rekomendasi
Kebijakan
3.998.939 0l 03 01 0l
095.CF.3962.PBC.007 Pengelolaan Aspirasi Masyarakat dan
Daerah
n 5 Rekomendasi
Kebijakan
1.775.550 01 03 0t Ol
095.WA Program Dukungan Manajemen 15.635.??2
095.WA.3856 Penatausahaan Organisasi dan Tata
Laksana, Keanggotaan, Pengembangan
SDM, dan Advokasi Hukum
t.266.921
095.WA3856.SCA Pelatihan Bidang Komunikasi dan
Informatika
1.266.921
SK No 144491 C
Pengelolaan Sistem Teknologi Informasi,
Risalah dan Dokumentasi
456
14.368-as1
(xr5.WA3856.SCAOOl Peningkatan Kapasistas SDM dda.rl
Pengoperasian Sistem Informasi
456 Orang 1.266.921 Ol 03 0l 01
095.WA.3859
berkas 5, hlm. 309 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
095. WA. 3859.UAB SicteE Informasi Petrl€f,iotahalr 14.368.851
o95.WA.3859.UAB.OOl Sistem Informasi Bagi Anggota Legislatif
den Konstituen
4 4 Sistem
Informasi
14.368.851 01 03 01 0l
TOTAL 46.149.739
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
Dewan Perwakilan Daerah hanya memiliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025-2029
SK No 144492 C
berkas 5, hlm. 310 OCR
REPUBLIK INOONEsIA
KOMISI YUDISI,AL REPUBLIK INDONESIA
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE NAMA PROGRAM/KEGI,ATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET
2025
TARGET
2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
loo.BH Program Penegakan Integritas Hakim 63-218.954
100.8H.3466 Penyelenggaraan Investigasi Hakim dan Calon Hakim 7.722.952
roo.BH.3866.QIB Pengawasan dan Pengendalian Masyarakat 7.722.952
1OO.BH.3866.QrB.0Or Penguatan dan Integrasi Database Rekam Jejak Hakim 3 3 Laporan 7 .722.552 07 03 0 I O I
100.8H.3471 Pelayanan Atas Pena.nganan Laporan Dugaan
Pelanggaran KEPPH
10.350.000
loo.BH.387r.QrB Pengawasan dart Pengendalian Masyarakat 10.350.000
t0o.BH.387l.QlB.OO5 Peningkatan Kualitas Layanan Pengawasan Hakim
untuk Kemudahan Akses Publik yang Transparan dan
Akuntabel
o 2 Laporan 10.350.000 07 03 0l 0l
100.BH.3872 Seleksi Hakim Agung, Hakim Ad Hoc di Mahkamah
Agung, Advokasi dan Peningkatan Kapasitas Hakim
45.146.002
SK No 144493 C
Standardisasi Profesi daD SDM
600 600 Orang 45.146.002 07 03 0l 0l
100.BH.3872.PDG 45.146.002
100.BH.3872.PDG.001
berkas 5, hlm. 311 OCR
KODE NAMA PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET
TARGET
2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pelatihan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim
(KEPPH) s.rta teknis s hukum dan peradilan
08 02 01 04
too.wA Program Dukungan Manajemen 67.620.850
loo.wA.3867 Penyelenggaraan dar! Pengelolaan Penghubung
Kegiatan Kerja Sama, Keuangan, Perlengkapan Rumah
Tangga, Tata Usaha dan Pengembangan SDM di
Lingkungan Komisi Yudisial
22.700.OOO
100.WA.3867.TBB Layanan Sarana dan Prasarana Internal 17.000.000
100.WA.3867.TBB.001 Pembangunan Gedung Kantor Penghubung Komisi
Yudisial
0 3 Unit 17.000.000 07 03 0l ot
100.WA.3867.TBD Layanan Manajemen Kinerja Internal 5.700.000
100_wa3a67-TBD.O01 Pembentukan Penghubung Komisi Yudisial di Daerah 0 2 Layanan 4.500.000 tt 03 0l 0l
100.wa3467-TBD.O05 Rekomendasi Tindaklanjut Penguatan Kelembagaan
Penghubung Kondsi Yudisial
o O Rekomendasi 1.200.000 07 03 0l ol
100.WA.3868 Penyelenggaraan Pelayanan Informasi Kepada Publik 14.395.350
roo-wA-3a6a.TBD Layanan Manajemen Kinerja Internal 14.395.350
SK No 144494C
Rekomendasi Hasil Kajian Penguatan Kelembagaan
Komisi Yudisial
3 Rekomendasi 14.395.350 07 03 01 01 100.WA.3868.TBD.001 3
berkas 5, hlm. 312 OCR
FF.ESIDEN
KODE NAMA PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET
TARGET
2029
SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
FN PP KP PROP
100.WA.5267 Penyelenggaraan Perencanaan, Hukum dan
Kepatuhan Internal
30.525.500
loo.wA.5267.TBD Layanan Manajemen Kinerja Internal 30.525.500
100.WA.5267.TBD.001 Pengukuran Indeks Integritas Hakim 5 5 Dokumen 30.525.500 07 03 01 0l
TOTAL 130.839.804
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
SK No 144495 C
berkas 5, hlm. 313 OCR
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 08.04 - Persentase penu.runan nil,ai Indeks Risiko Bencana Nasional persen 1,54 (2023) 1,2 1,2
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 08.04.01 - Persentase daerah yang memiliki tingkat kapasitas penanggulangan bencana minimal
pada kategori sedang
perSen 62 (2023) 67 90
KP 08.04.02 - Persentase cakupan layanan peringatan dini di daerah berisiko bencana persen 6,OO 6,lo 6,32
KP 08.04.02 - Persentase daerah yang menetapkan status keadaan darurat bencana dan menerima
intervensi sesuai standar
persen 75 loo 100
KP 08.04.03 - Persentase daerah pasca bencana masif yang ditangani persen 100 100 roo
KP 08.04.04 - Persentase desa berketahanan bencana multipihak persen lo,3 r 10,49 11,74
SK No 144496C
berkas 5, hlm. 314 OCR
FF.ESIDEN
-9t4-
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
103.FA kograE Ketahanan Bencana 3.785.125.298
103.FA.3882 Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan
Teknis pada Lingkup Pencegahan Melalui
Kesiapsiagaan
144.483.600
103.FA3882.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 184.483.600
103.FA3a82.UBB.OOl Penguatan Desa/ Kclurahan Tangguh
Bencana
to 170 Desa 184.483.600 06 07 02 03
08 04 04 02
07 G) 02 02
103.FA.3882.UBB.001.6504 Penguatan Dcsa/ Kelurahan Tangguh
Bencana - Kab. Nu.nukan
o o Desa 4.000.000 06 07 05 o3
103.FA.3884 Rehabilitasi dsn Rekonstruksi Bidang
Prasarana Fisik di Wilayah Pasca Bencana
7.667.553
103.FA.3884.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Decrsh
?.66?.553
SK No 144497C
Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
07 09 02 m
103.FA.3884.UBA.001 I Pendampingan Pemulihan Bidang Fisik di
Wilayah Terdampak Bencana Masif
3 3 7.667.553 08 04 03 01
berkas 5, hlm. 315 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
103.FA.3885 Pemulihan dan Peningkatan Sosial
Ekonomi dan SDA
66.551.420
lo3.FA3a85.QAH Pelayanan Publik Lainnya 66.551.420
103.F4.3885.QAH.00r Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Sosial di Daerah
Pascabencana
5 6 layanan 61.641.739 08 04 03 0l
r03.FA.3885.QAH.OO l.OO00 Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Sosial di Daerah
Pascabencana - Pusat
o 6 layanan 59.636.679 06 04 02 0l
r03.F43885.QAH.001.32 t7 Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Sosial di Daerah
Pascabencana - l(ab. Bandung Barat
I O layanan 0060401 04
103.FA"3885.QAH.002 Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Ekonomi di Daerah
Pescebcncena
6 O layanan 2.672.W6 08 04 03 02
103.F43885.O4H.002.0000 Layanan Fasilitasi Pemulihan datt
Peningkatan Bidang Ekonomi di Daerah
Pascabencana - Pusat
o O layanan 240.440 06 04 02 01
SK No 144498 C
464.126 06 04 01 04 103.FA3885.QAH.002.32 l7 Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Ekonomi di Daerah
Pascabencana - I(ab. Bandung Barat
0 layanan
berkas 5, hlm. 316 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ro3. FA.3885.QAH.OO2. 332 r Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Ekonomi di Daerah
Pascabencana - I(ab, Demak
I O layanan o06040l o5
l03.FA388s.QAH.OO3 Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidarry Sumber Daya Ala.E
dan Lingkungan di Daerah Pascabencana
5 0 layanan 2-237.275 08 04 03 02
lo3. FA.3885.QAH.003.OOOO layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Sumber Daya Ala.a
d6n Lingkungan di Daerah Pascabencana -
Pusat
o 0 layanan 195.765 06 04 02 01
l03.FA.3885.QAH.OO3. 3525 Layanan Fasilitasi Pemulihan dan
Peningkatan Bidang Sumber Daya Alam
dan Lingkungan di Daerah Pascabencana -
Kab. Gresik
I O layanan 00604o,204
103.FA.3888 Perencanaan Rehat ilitasi dan Rekonstruksi 5.132.100
103-FA.38aA.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 5.132.100
103.FA3888.UAC.UOl Pendamping Petugas Pengkajian
Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dar
Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Pascabencana
120 40 Orang 5.132.100 08 04 01 o1
SK No 144499 C
berkas 5, hlm. 317 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKAS;I ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
103.FA.3891 Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan
Teknis Bidang Dukungan Sumber Daya
Darurat
1.249.999.996
l03.FA.389r.QEE Bantuan Penanggulangan Kebencanaan r.249.999.996
103.FA.389l.QEE.O01 Penyaluran Dana Siap Pakai 3{) 3() Paket t.249.999.996 08 (x 02 01
103.FA.4280 Fernetaaan dan Evaluasi Risiko Bencana 25.050.881
103.FA.4280.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan bencana dan
perubahan iklim
25.050.881
103.FA.4280.PBS.001 Pemetaan KoEpdtetr Kerentanan dan
Kapasitas
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
lt.000.ooo 06 04 01
06 04 0l 08
08 03 05 04
06 04 0l 07
06 04 0l o1
0l
01
06 04 0l 06
lo
i]a
08
04
04
o9
SK No 144500 C
06 04 0l 05
berkas 5, hlm. 318 OCR
-9la-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(R? Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l 04
03
02
04
04
06
06
0l
ol
103.FA.4280.PBS.002 Penilaian Indeks Risiko dan Ketahanan
Daerah terhadap Bencana
2 I Rekomendasi
Kebijakan
14.050.881 08 03 05
08 04 01 03
04
103.FA.4281 Pengembangan Strategi Pts 30.9r r.937
103.FA.4281.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan be[carta dan
perubahan iklim
30.911.937
lo3.FA.428l.PtsS.OO l ttrr8uatan Strategi bidang Penanggulangan
Bencana
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
16.042.694 08 04 01 03
06 02 01 03
103.FA.4281.PBS.002 Advokasi Strategi Penanggulangan
Bencana Tingkat Global dan Regional
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
7.693.803 08 04 01 03
103.FA.4281.PBS.003 Advokasi Capaian untuk RIPB, Renas PB
den SFDRR
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
7.175.440 08 04 0l 03
103.FA.4282 Pengembangan Sistem Penanggulangan
Bencana
1.910.000
SK No 145002 C
Sistem Informasi Pemerintahan 1.910.000 103.FA4282.UAB
berkas 5, hlm. 319 OCR
FR.ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
103.FA.4282.UAB.001 I Sistem Informasi Bidang Kebencanaan 3 o Sistem
Informasi
1.910.000 08 04 02 02
06 01 02 0l
103.FA.4283 Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan
Teknis pada Lingkup Pencegahan Melalui
Mitigasi Bencana
16.724.331
103.FA.4283.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan bencana dan
perubahan iklim
16.724.331
103.FA.4283.PBS.001 I Rekomendasi Ketahanan Bangunan 8 Rekomendasi 16.724.331 08 04 05 0l
103.FA4284 Peringatan Dini 134.172.000
l03.FA.4284.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 22.657.942
103.FA4284.ODC.OOl Pembinaan Penguatan Respon Sistem
Peringatan Dini Bencana Berbasis
Masyarakat
F1IIO 4250 Unit Kerja 22.657.942 08 04 04 02
103.FA4284.OEG Bantuan Peralatan / Sarana 104.212.000
ro3.FA.4284.QEG.OO l Penguatan Instrumen Peringatan Dini
Bencana
23 170 Paket 104.212.000 06 04 01 o5
06 04 0l 06
06 04 0l lo
SK No 145003 C
06 04 0l 07
berkas 5, hlm. 320 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l 04
08 04 02 02
08 03 05 ol
06 04 0l 08
06 04 01 02
06 04 01 09
06 04 0l ol
103.FA.4284.QEG.OO t.00OO Penguatan Instrumen Peringatan Dini
Bencana - Pusat
23 170 Paket 96.712.000 06 04 02
01
06 07 05 03
o1
o3
o3 tt)
04
04
06
06
103.FA.4284.UBA Fasilitasi dan Pctrbilraar Pemerintah
Daerah
7.302.018
l03.FA.4284.UBA.OO I Pembekalan Fasilitator Daerah Penguatan
Respon Sistem Peringatan Dini Bencana
Berbasis Masyarakat
7 56 Kab/Kota 7.302.018 08 04 0l 01
SK No 145004C
berkas 5, hlm. 321 OCR
FF,ESIDEN
[(a]iII NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
103.FA"4286 Penyusunan dan Pelaksanan Kebijakan
Teknis Bidang Fasilitasi Penanganan
Korban dan Pengungsi
8.059.502
103.FA.4286.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 8.059.502
lo3.FA.42a6.UAC.UO I Bimbingan TelEriE Peningkatan Kapasitas
d.len Penanganan Pengungsi
200 200 Orang 8.059.502 08 04 0l Or
l03. FA.42a6.UAC.UO 1.3372 Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas
dalam Penanganan Pengungsi - Kota
Surakarta
lo O Orang 006040202
06 04 02 0l
103. FA.42A6.UAC.UO 1.3373 Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas
dalam Penanganan Pengungsi - Kota
Salatiga
10 0 Orang 006040203
103.FA.4286.UAC.U01.6471 I Bimbingan TcLnis Peningkatan Kapasitas
da.laE Penanganan Pengungsi - Kota
Balikpapan
lo O Orang 006040202
103.FA"4287 layanan Pusat Pengendalian Operasi 5.067.920
103.FA4287.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 5.067.920
SK No 145005 C
105 o Orang
08 04 0t ol
103.FA.4287.UAC.001 1 Pendampingan Sictea Komando
Penanganan Da.ru.rat Bencana datr
Keposkoan
5.067.920 07 09 02 02
berkas 5, hlm. 322 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
103.FA.4288 Pengelolaan Logistik dan Peralatan Pts 1.791.106.062
ro3.FA.4288.QEG Bantuan Peralatan / Sarana r.791.106.062
r03.FA.4288.QEG.OOl Bantuan Peralatan / Sarana a0 1245 Unit 1.791.106.062 06 04 01 03
06 04 01 0l
06 04 01 04
0a 04 01 04
06 04 0l 05
06 04 0l 7n
06 04 0r 06
0,6 04 0l 07
06 04 01 08
06 04 0l 09
06 04 01 lo
1O3.FA.4288.QEG.OOf.OOOO Bantuan Peralatan / Sarana - Pusat 60 1245 Unit 1.424.581.073 06 04 02 01
SK No 145006 C
o Unit 006040203 lo3.FA.4288.QEG.OO r.5 108 Bantuan Peralatan / Sarana - Kab,
Buleleng
o
berkas 5, hlm. 323 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r03.FA4288.QEG.O0 1.6104 Bantuan Peralatan / Sarana - Kab.
Mempawah
o o Unit 0060402 04
ro3.FA.4288.QEG.OO 1.8 tO3 Bantuan Peralatan / Sarana - Kab. Maluku
Tengah
o o Unit 0 0,6 (x 02 04
103.FA.4289 Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan
Pts
258.287.596
103.FA.4289.QEE Bantuan Penanggulangan Kebencanaan 254.247.596
l03.FA.4289.QEE.O01 Distribusi Logistik dan Peralatan Pts 14 l4 Paket 254.247.596 08 04 0l 04
103.WA Program Dukungan Manajemen 5?.432.367
103.WA.3878 Pendidikan dan Pelatihan Penanggu.langan
Bencana
5?.432.36?
103.WA.3878.SCK Pelatihan Bidang Penanggulangan Bencana 57.432.367
r03.wA.3878.SCK.001 Pendidikan dan Pelatihan Teldrie PB
hiditas Nasional
200 239 Orang 15.325.405 08 04 01 ol
103.WA.3878.SCK.002 Pendidikan dan Pelatihan Teloris PB bagi
Fasilitator Nasional
qm f66O Orang 20.691.900 08 04 0l or
SK No 14507 C
Simulasi Penanggulangan Bencana
Prioritas Nasional
200 540 Orang 21.815.062 08 04 01 01 103.WA3878-SCK-OO3
berkas 5, hlm. 324 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
TOTAL 3.442.957.665
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran PcDccintah Daerah, Badan Usaha, daIl Masyarakat
SK No 145008 C
berkas 5, hlm. 325 OCR
KEMENTERI,AN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/
BADAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.09,05 - Jumlah kerja sama internasional tentang ketenagakerjaan dan pergerakan tenaga
kerja terampil
kesepakatan o 7 11
KP 07. f6.O I - Proporsi pekerja migran Indonesia yarU bekerja pada pemberi kerja berbadan hukum persen 55,56 (2023) 60 :Tdl
SK No 145009 C
berkas 5, hlm. 326 OCR
FR.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
104.DP Program Penempatan dqn Pelindungan PMI 623.507.802
104.DP.3894 Peningkatan Fasilitasi Pelayanan
Penempatan dan Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia
,+44.362.410
104.DP.3894.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 444.362.Arc
lo4.DP.3894.QAAOO l F.rubef,dayaan Sosial dan Ekonomi Pekerja
Migran Indonesia dan Keluarganya
500 55f Orang 16.319.785 03 03 03 04
04 16 03 02
06 03 02 02
07 16 0l 02
104.DP.3894.QAA.OO2 Fasilitasi Rehabilitasi dan Reintegrasi
Sosial Pu'na PMI
500 569 orang 7.819.484 07 16 01 02
r04.DP.3894.QAA.OO3 Pel,ayanan Pelindungan terhadap PMI 12000 13508 Orang 293.t23.24O 02 09 0s 0t
04 19 04 02
07 16 0l 02
to4.DP.3894.QAA.OO4 Pelayanan Penempatan PMI Non
Pemerintah
,109000 598817 Orang t2?.099.861 07 16 0l o1
SK No l450l0C
4.489.274 104.DP.4561 Peningkatan Pelayanan Pelindungan dan
Pemberdayaan Kanasatr Asia dan Afrika
berkas 5, hlm. 327 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARCET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
104.DP.4561.QA4 Pelayanan Publik kepada masyarakat 4.489.274
104.DP.4561.QAA.OO I P.layaIai Pelindungan terhadap PMI
Penempatan Pemerintah
t? 20 Orang 4.449.274 02 09 05 o1
07 16 02 02
104.DP.4562 Peningkatan Kualitas Sistem dan Strategi
Frlayararr Penempatan Pelindungan
Kawasan Amerika dan Pasifik
1.39?.379
l04.DP.4562.PEA Koordinasi r.397.379
104.DP.4562.PEA.001 Penjajakan dan Pengembangan Pa.ar Kerja
di Negara Tujuan
I 2 kegiatan 1.39?.379 02 09 05 ol
104.DP.4575 Peningkatan Kualitas SDM 173.254.339
lo4.DP.4575.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 173.258.339
l04.DP.4575.QAA.OOr Orientasi Pra F.rnbcrangkatan (OPE PMI
aLeEa penempatan oleh pemerintah
16000 23426 Orang 173.258.339 02 09 05 0l
04 19 04 01
07 16 0l ol
TOTAL 623.507.802
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145011 C
berkas 5, hlm. 328 OCR
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.08.02 - Nil,ai kinerja pengadaan 58 50,77 60
KP 07.08.02 - Tingkat penerapan tata kelola pengadaan 57 54,62 74,&
SK No 145012 C
berkas 5, hlm. 329 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
1()6-C.' Program Pengadaan Barang/Jasa Nasional 212.077.044
106.CJ.6319 Pengelolaan Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa
108.215.813
l06.cJ.63l9.PAH Peraturan l,ainnya 7.106.604
106.CJ.6319.PAH.131 Rancangan P€f, aturan Pengadaan
Barang/Jasa Pcracrintah Untuk Produk
Ramah Lingkungan/Berkelanjutan
2 10 Rancangan
Peraturan
1.793.608 02 l5 03 03
106.CJ.6319.PAH.132 Rancangan Peraturan t€f,kait Prinsip Bisnis
Berintegritas
I o Rancangan
Peraturan
5.313.000 07 05 03 02
106.cr.6319.PtsL Kebijakan Bidang Tata Kelola Pemerintahan 4.326.300
106.CJ.6319.PBL.131 Rekomendasi Kebijakan terkait Prinsip
Bisnis Berintegritas
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
4.326.300 07 05 03 02
106.CJ.6319.PEC Kerja sama 8.715.513
106.CJ.6319.PEC.131 Kerja Sama di bidang PBJP dengan negara
mitra/organisasi internasional/lembaga
internasional
2 8 Kegiatan 8.715.513 02 09 06 03
106.CJ.6319.UBB Fasilitasi d6n F.rabinaan Pemerintah Desa 44.067.392
SK No 149603 C
1000 Desa 88.067.392 0? 08 02 02 106.CJ.6319.UBB.121 Desa yang Memiliki Nilai Maturitas
Pengadaan Minimal L,evel 2
berkas 5, hlm. 330 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK) TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
106.CJ.6320 Pengelolaan Sistem Informasi PB, 20.356.437
106.CJ.6320.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 20.356.437
106.CJ.6320.UAB.231 Sist€ro Pasar Digital Pengadaan
Terintegrasi
I f Modul Aplikasi 20.356.437 07 08 02 In
106.cJ.6321 Pengelolaan Pengembangan SDM PBJ dan
Kelembagaannya
33.869.146
106.CJ.6321.PDE Akreditasi Lembaga 18.904.381
106. CJ. 632 I . PDE.3 I I UKPBJ, yang Mencapai Kematangan
Minimal L€v€l 3
35 38 Lembaga 18.904.381 07 08 02 02
106.CJ.6321.PDH Akreditasi Profesi den SDM 10.434.765
106.CJ.6321.PDH.311 r SDM PBJ drn NonJF PB, 550 5OO Orang 10.434.765 07 0a 02 02
l06.qr.632r.scF Pelatihan Bidang Ekonomi dan Keuangan 4.530.000
106.qr.632r.scF.5r 1 Peserta pelatihan anti korupsi PBJ ,Iifr1 .lOO Orang 4.530.OOO 07 05 02 ol
to6.cJ.6322 Pengelolaan Advokasi dan Hukum 10.474.4o9
106.CJ.6322.U4r Peningkatan Manqjcaen l,€6baga
Pemerintahan
10.474.4O9
SK No l450l4C
10.478.809 07 05 03 02 106.cI.6322.UAI.431 K/L/Pemda yang Terbangun Kapabilitas
Pencegahan Korupsi Pengadaan
2 50 Lembaga
berkas 5, hlm. 331 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pt{ PP KP PROP
106.cJ.6323 Pengelolaan dan Pembinaan Stakeholder,
PB,
39. r56.839
106.C.r_6323.PDA Standardisasi Produk 3.391.237
106.C.!.6323.PDA. 131 Produk ramah lingkungan/berkelanjutan
yang masuk dalam sistem petrgadadl
pemerintah
2 4 produk 3.39t.237 02 ls 03 o3
106.CJ.6323.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.514.449
106.c.J.6323.QD8. l3r Penerapan pengadaan barang/jasa
pemerintah untuk produk ramah
lingkungan/berkelanjutan
2 5 t Lembaga 4.514.449 02 15 03 03
106.Cr.6323.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 31.251.153
l06.qJ.6s23.QDG.l r r Penyedia UMK yang On-Boarding dalam
Sistem Pengadaan Digital
Xr-n 500 UMKM 21.418.13E 03 03 02
o1
o3
02 03 06
106.CJ.6323.QDG.13r Pelaku Usaha UMK yang Mengikuti
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha
dalam PBJ
500 1500 UMKM 9.833.015 03 03 02 03
06 03 0r 02
TOTAL 212.077.044
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145015 C
berkas 5, hlm. 332 OCR
BADAN SAR NASIONAL
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASEL,JiIE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 03.01 - Persentase keberhasilan evakuasi korban pencarian dan pertolongan persen ,2O (2023) 98
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KPO3.0l.O8 - Persentase pemenuhan infrastruktur pencarian dan pertolongan persen 42,tO (2023) 44,59 @,94
KP O3.O I .08 - Ketersediaan SDM pencarian dan pertolongan yang terlatih (kumulatif angka dasar
tahun 2020)
dang 5.155 (2023) 12.558 24.808
SK No 145016 C
berkas 5, hlm. 333 OCR
FF.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
107.BM Program Pencarian dan holongar pada
Kecelakaan dgn Bcncene
4.517.201.398
l07.BM.39z16 Pengelolaan Sarana d6tr Prasarana SAR 3.164.036.983
107-BM.39,16.RAP Sarana Bidang Penanggulangan Bencana 1.081.294.286
l07.BM.39,16.RAP.0O2 Sarana SAR Kapal Kelas II (Prioritas
Nasional)
0 I Unit 420.000.000 03 01 08 ol
107.BM.3946.RAP.003 Sarana SAR Kapal Kelas V (Prioritas
Nasional)
5 3 Unit 156.000.002 03 0l 08 01
107.BM.3946.RAP.004 Sarana SAR Landing Craft (Prioritas
Nasional)
,m 30 Unit 44.277.400 03 01 08 01
107.BM.3946.RAP.005 Sarana SAR Rafting Boat (hi6itag
Nasional)
20 20 Unit 3.52?.200 03 0l oa ol
107.BM.3946.RAP.006 Sarana SAR Rescue Water Cr€rt (Prioritas
Nasional)
o Unit 24.731.560 03 0r 08 0l
107.BM.3946.RAP.007 Sarana SAR Rescue Truck Tipe I (Prioritas
Nasional)
o 5 Unit 95.297.100 03 0l OA ol
107.BM.3946.RAP.008 Sarana SAR Rescue Truck Tipe ll (Prioritas
Nasional)
o 10 Unit 44.244.600 03 0l 08 ol
SK No 145017 C
lo Unit 69.986.400 03 0l 08 01 107.BM.3946.RAP.009 Sarana SAR Rescue Car Tipe I (Prioritas
Nasional)
berkas 5, hlm. 334 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
107.BM.3946.RAP.010 Sarana SAR Rescue Car Tipe ll (Prioritas
Nasional)
4 2? Unit 43.200.000 03 01 08 0l
107.BM.39,16.RAP.Ol I Peralatan SAR (Prioritas Nasional) 27 176 Unit 176.029.625 03 01 08 0l
r07.BM.3946.RBH Prasarana Bidang Pengendalian Bencana 139.444.66
lo7.BM.3946.RBH.O0l Prasarana SAR (Prioritas Nasional) 2162 27 unit 139.444.66 03 01 08 0l
ro7-BM.3946.RCM OP Sarana Bidang Pencarian dan
Penanggulangan Bencana
r.916.697.043
107.BM.3946.RCM.001 Pemeliharaan Sarana SAR (Prioritas
Nasional)
5118 2?02 Unit 1.916.697.043 03 0t 08 ol
107.BM.39,16.RDH OP Prasarana Bidang Penanggulangan
Bencana
26.600.988
lO7.BM-39,16-RDH.OOI Pemeliharaan haearatla SAR (Prioritas
Nasional)
117 127 unit 26.600.988 03 01 08 ol
107.BM.39,+8 Pengelolaan Operasi SAR 322.421.979
107.8M.39/+8.QHC Operasi Bidang Penanggulangan Bencana 322.421.9?9
l07.BM.39,18.QHC.OOl Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional)
43 43 operasi 272.116.979 03 0r 08 03
IO7,BM.3948.OHC.OO l. 1275 Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Medan
I I operasi 7.200.ta2 03 05 08 007
SK No 145018 C
6.288.151 03 05 07 007 IO7.BM.3948.QHC.0O 1. 197 1 Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasionall - Kota Pangkal Pinang
I 1 operasi
berkas 5, hlm. 335 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
IO7.BM.3948.QHC.OO1.2 lO3 Pelaksanaan Op€f,asi SAR (Prioritas
Nasional) - Kab. Natuna
I 1 operasi 5.752.199 03 05 03 00s
IO7.BM.3948.QHC.OOl.2 172 Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Tanjung Pinang
I I operasi 6.061.517 03 05 03 005
107.8M.3948.QHC.o0f .3471 Pelaksanaan Operasi SAR (hidita8
Nasional) - Kota Yogyakarta
I 1 operasi 6.063.419 03 05 0l OO7
IO7.BM.3948.QHC.OOl.3578 Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Surabaya
I operasi 7.4M.432 03 05 11 007
1O7.BM.3948.QHC.OOf .5 171 Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Dent asar
I operasi 6.202.902 03 05 02 001
lO7.BM.39,f8.QHC.Oo 1.527 I Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Mataram
1 operasi 6.277.122 03 05 05 007
IO7.BM.3948.QHC.Oo 1.537 f Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Kupang
I I operasi 6.487.197 03 05 r0 007
107.8M.39,+8. QHC.00 1.7 17 r Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Manado
I I operasi 6.313.852 03 05 06 007
lO7.BM.39,f8.QHC.00 1.747 f Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Kendari
I I operasi 6.608.862 03 05 12 @?
IO7.BM.39,I8.QHC.OO 1.827 f Pelaksanaan Operasi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota Ternate
1 I operasi 6.143.857 03 05 13 007
SK No 145019 C
6.031.467 03 05 09 007 IO7.BM.3948.QHC.OO 1.9806 Pelaksanaan Opcf,asi SAR (Prioritas
Nasional) - Kota SconE
I I operasi
berkas 5, hlm. 336 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
107.8M.39,+8.QHC.OO2 Dukungan Operasi SAR (Prioritas Nasional) I 1 operasi 50.305.000 03 0l 08 03
107.BM.3949 Pengelolaan Sistem Komunikasi SAR 323.296.805
107.8M.3949.R4N Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
70.000.ooo
ro7-BM.3949.RAN.OO 1 Peralatan Sistem Komunikasi SAR (Prioritas
Nasio(lal)
4 lo Unit 70.000.000 03 0l 08 0l
107.BM.3949.RCL OP Sarana Bidaru Teknologi Informasi dan
Komunikasi
253.296.805
107.BM.3949.RCL.001 Pemeliharaan Pef, alatan Sistem Komunikasi
SAR (Prioritas Nasional)
78 81 Unit 253.296.805 03 0l 08 0l
107.BM.3971 Pembinaan Potensi SAR 99.400.000
lo7.BM.3971.QDD Fasilitasi d6,! Peabiraarr Kelompok
Masyarakat
99.400_OOO
r07.BM.397l.QDD.OO1 Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di
Bidang Pencarian dan Pertolongan (Prioritas
Nasional)
4 44 Kelompok
Masyarakat
99.400.000 08 04 04 7t
107.BM.6931 Pengelolaan Diklat SAR 470.429.8fi
1O7.BM.693l.QDC Fasilitasi dan PeEbi'raarl Masyarakat 181.262.850
SK No 145020 C
150 v)4 Orang 12.717.266 03 01 08 02 ro7.BM.693l.QDC.UOr Pelatihan Tcloris Potensi SAR di Permukaan
Air untuk wil,ayah Barat (72 JP) (Prioritas
Nasional)
berkas 5, hlm. 337 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
107.BM.693r.QDC.U02 Pelatihan Teknis Potensi SAR di Permukaan
Atu untuk Wilayah Tengah (72 JE (Prioritas
Nasional)
100 495 Orang 13.763.396 03 01 08 02
107.BM.693l.ODC.U03 Pelatihan Telsris Potensi SAR di Permukaan
Air untuk Wilayah Timur (72 JB (Prioritas
Nasional)
100 494 Orang 16.419.892 03 01 08 02
1O7.BM.693r.QDC.UO4 Pelatihan Telmis Potensi SAR di Ketinggian
untuk Wilayah Barat (72 JD (Prioritas
Nasional)
o 494 Orang 15.634.012 03 01 08 02
lo7.BM.6931.QDC.UO5 Pelatihan Teknis Potensi SAR di Ketinggian
untuk wilayah Tengah (72 JP) (Prioritas
Nasional)
o 5{)4 Orang 15.638.016 03 0l 08 02
r07.BM.693l.QDC.UO6 Pelatihan Tcloris Potensi SAR di Ketinggian
untuk Wilayah Timur (72 JB (Prioritas
Nasional)
n 497 Orang l5.63a.OOO 03 01 08 02
107.BM.693l.QDC.UO7 Pelatihan Teknis Potensi SAR di Gunung
dan Hutan untuk Wilayah Barat (72 JB
(Prioritas Nasional)
o 495 Orang 15-637_996 03 0r Oa 02
107.BM.693r.QDC.U08 Pelatihan Teknis Potensi SAR di Gunung
dan Hutan untuk Wilayah Tengah (72 JP)
(Prioritas Nasional)
50 495 Orang 13.074.896 03 0l 08 02
SK No 145021 C
berkas 5, hlm. 338 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ro7.BM.6931.QDC.UO9 Pel,atihan Telmis Potensi SAR di Gunung
dan Hutan untuk wilayah Timur (72 JB
(Prioritas Nasional)
loo 5OO Orang 15-421.400 03 0l oa 02
ro7.BM.6931.QDC.U rO Pelatihan Teloris Potensi SAR Medical First
Rcspondcf, untuk Wilayah Barat (72 JB
(Prioritas Nasional)
o 495 Orang 15.63?.980 03 0l 08 02
lo7.BM.693l.QDC.Ur r Pelatihan Teknis Potensi SAR Medical First
R6ponder untuk Wilayah Tengah (72 Jn
(Prioritas Nasional)
o 495 Orang 15.637.996 03 01 08 02
ro7.BM.693l.QDC.U12 Pelatihan Teknis Potensi SAR Medical First
Reqro(ldet untuk Wilayah Timur (72 JB
(Prioritas Nasional)
o 497 Orang 15-634.000 03 01 08 02
107.BM.6931.RBH
107.BM.6931.RBH.001
Prasarana Bidang Pengendalian Bencana
Prasarana Pelatihan SDM Pencarian dan
Pertolongan (Prioritas Nasional)
3 o unit
289.167.000
289.167.000 03 0l 08 ol
107.BM.7065 Pengelolaan Teknologi Infomasi SAR 137.615.781
107.BM.7065.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
57.389.320
107.BM.7065.RAN.001 Peralatan Teknologi Informasi SAR (Prioritas
Nasionall
o 3 Unit 57.389.320 03 0l 08 01
SK No 145022 C
OP Sarana Bidang Teknologi Informasi d6n
Komunikasi
40.226.461 107.BM.7065.RCL
berkas 5, hlm. 339 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
107.BM.7065.RCL.001 Pemeliharaan Peralatan Teknologi Informasi
SAR (Prioritas Nasional)
o 69 Unit 40.226.461 03 0l Oa Ol
107.W4 Program Dukungan Ma[ajeE€f,t 12.114.502
107.W4.3945 Pengelolaan Data dan SiEteE Informasi r2. r 18.502
107.W4.3945.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
12.118.502
107.WA.3945.RCL.OOl Pemeliharaan Peralatan Teknologi Informasi
(Prioritas Nasio(ral)
47 n Unit 12.118.502 03 0l 08 01
TOTAL 4.529.319.900
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Da.rah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145023 C
berkas 5, hlm. 340 OCR
KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 05,05.08 - Indeks Persaingan Usaha 4,e7 17,@ (2022) 5,35/7,00 6,OO/7,00
SK No 145024C
berkas 5, hlm. 341 OCR
FF.EsIDEN
REPUBLIK INOONEsIA
- 94t -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribul
PN PP KP PROP
10a.EG Program Pengawasan Fcrsaingdr Usaha 275.649.3W
108.EG.3952 Pemantauan dan Kajian Pelaku Usaha 11.697.809
108.EG.3952.PBB Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
1o.477.604
108.EG.3952.PBB.001 Kajian analisis ekdtoEi dugaan praktik
monopoli dan/atau persaingan usaha tidak
sehat
2 5 Kajian 2.316.000 05 05 08 004
108.EG.3952.PBB.002 Kajian Pelaku Usaha dan Struktur Pasar
Pengawasan Persaingan Usaha
2 5 Kajian 3.570.704 05 05 0a OO4
10a.EG.3952.PBB.OO3 Indeks Persepsi Persaingan Usaha Kajian 3.570.704 05 05 08 004
108.EG.3952.PBB.004 Analisis Data Sektoral I 3 Kajian t.020.201 05 05 0a 004
108.EG.3952.QIH Pengawasan datt Pengendalian Badan
Usaha
1.220.201
1Oa.EG.3952.QIH.OOl Indeks Kemitraan I 2 Laporan 1.220.201 03 03 02 03
108.EG.3953 Pengawasan Kemitraan 124.954.691
SK No 145025 C
13.399.323 108.EG.3953.P88 Kebijakan Bidang Investasi dar
Perdagangan
berkas 5, hlm. 342 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
108.EG.3953.PBB.001 Kajian Pola Kemitraan 3 6 Kajian 4.472.4A1 05 05 08 (x)4
108.EG.3953.PBB.002 Kajian Regulasi Kemitraan 3 6 Kajian 6.090.602 05 05 08 004
l08.EG.3953.PBB.OO3 Penelitian Pengawasan Pelaksanaan
Kemitraan
2 5 Kajian 2.436.241 05 05 08 004
108.EG.3953.PEA Koordinasi 4.060.401
l08.EG.3953.PEAOO1 Koordinasi Sinergi Regulasi Pengawasan
Pelaksanaan Kemitraan
5 8 kegiatan 4.060.401 05 05 0a 004
108.EG.3953.PEB FGue 8.120.802
108.EG.3953.PEB.001 Forum Pengembangan Instrumen
Pengawasan Pelaksanaan Kemitraan
5 t3 forum 8.120.802 05 05 08 004
108.EG.3953.PEF Sosialisasi den Diseminasi 82.629.160
108.EG.3953.PEF.001 Sosialisasi dorr Dcaiefutasi pada
Pengawasan Pelaksanaan Kemitraan
67000 irnmn ofallS 42.629.160 05 05 08 004
lo8.EG.3953.QAH Pelayanan Publik Lainnya 4.060.401
ro8.EG.3953.OAH.00r layanan Konsultasi Pub[ik Bidang
Pengawasan Pelaksanaan Kemitraan
DN 50 layanan 4.060.,101 05 OS OB OO4
SK No 145026 C
Penanganan Perkara 12.684.603 108.EG.3953.QCE
berkas 5, hlm. 343 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2023-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
r08.EG.39s3.QCE.OOl Klarifikasi Laporan Dugaan Pelanggaran
Kemitraan
3 23 Berkas Perkara 2.545.274 05 05 0a OO4
l08.EG.3953.QCE.OO2 Penelitian Inisiatif Dugaan Pelanggaran
Kemitraan
I lO Berkas Perkara 765.151 05 05 08 004
to8.EG.3953.QCE.OO3 Penanganan Dugaan Pelanggaran
Kemitraan
3 lO Berkas Perkara 4.699.617 05 05 08 004
ro8.EG.39s3.QCE.O()4 Monitoring Pelaksanaan Perbaikan
Pelanggaran Kemitraan
8 Berkas Perkara 1.020.201 05 05 0a 004
ro8.EG.3953.QCE.OO5 Pengawasan Pelaksanaan Penetapan
Penghentian Perkara Kemitraan
3 6 Berkas Perkara 3.654.361 05 05 08 004
108.EG.3955 Pengawasan Persaingan Usaha di wil,ayah
Kerja Kqntof Wilayah KPHJ
15.252.814
108.EG.3955.PtsB
108.EG.3955.PBB.001
Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
Kajian pelaku usaha di Kantor Wilayah I
Mcden
3 2 Kajian
5.040.285
1.252.423 05 05 08 004
108.EG.3955.PBB.002 Kajian Pelaku Usaha di Kantor Wilayah II
Lampung
1 2 Kajian 815.151 Os Os 08 004
SK No 145027 C
2 Kajian 428.484 05 05 08 004 108.EG.3955.PBB.003 Kajian Pelaku Usaha di Kantor Wilayah III
Bandung
I
berkas 5, hlm. 344 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
10a.EG-3955.PBB.OO4 Kajian Pelaku Usaha di Kantor Wilayah tV
Surabaya
I 3 Kajian 97.676 05 05 08 004
108.EG.3955.PBB.005 Kajian Pelaku Usaha di Kantor Wilayah V
Samarinda
I 3 Kajian 586.616 05 05 08 004
108.EG.3955.PBB.006 Kajian Pelaku Usaha di Kantor Wilayah VI
Makassar
2 5 Kajian 1.039.835 05 05 08 004
108.EG.3955.PBB.007 Kajian pelaku usaha di Kantor Wilayah VII
Yogyakarta
I 2 Kajian 530.101 05 05 08 004
ro8.EG.39s5.QCE Penanganan Perkara 4.344.434
ro8.EG.3955.QCE.OOl Klarifikasi dugaan pelanggaran persaingan
usaha di Kantor Wilayah I Medan
I 3 Berkas Perkara 499.898 05 05 08 004
lo8.EG.3955.QCE.OO2 Klarifikasi dugaan pelanggaran persaingan
usaha di Kantor Wilayah II LampurtE
I 4 Berkas Perkara 886.565 05 05 08 004
ro8.EG.3955.QCE.OO3 Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Persaingan
Usaha di Kantor Wilayah lll Bandung
I 2 Berkas Perkara 357.070 05 05 08 004
lo8.EG.3955.QCE.OO4 Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Persaingan
Usaha di Kantor Wilayah lV Surabaya
3 Berkas Perkara 377.474 05 05 08 004
SK No 145028 C
Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Persaingan
Usaha di Kantor Wil,ayah V Samarinda
3 B.rkes Perkara 663.131 05 0s 08 004 108. EG.3955.QCE.OO5
berkas 5, hlm. 345 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI SI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r08.EG.3955.QCE.006 Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Persaingan
Usaha di Kantor Wilayah VI Makassar
I 5 Berkas Perkara 1.030.195 05 05 08 004
l08.EG.3955.QCE.OO7 Klarifikasi dugaan pelanggaran persaingan
usaha di Kantor Wilayah VII Yogyakarta
I 2 Berkas Perk re 530.101 05 05 0a 004
l08.EG.3955.UBA Fasilitasi dart Pembinaan Feoointah
Daerah
5.868.094
l08.EG.3955.UBA.00l Advokasi Persaingan Usaha dan/atau
Kemitraan ke Prov/Kab/Kota di Kanwil I
Medan
1 3 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
224.444 05 05 08 004
loa.EG.3955.UBA.OO2 Advokasi Persaingan Usaha dan/atau
Kemitraan ke Prov/Kab/Kota di Kanwil II
l,artrpunS
3 I Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
275.050 05 05 08 004
108.EG.3955.UBA.003 Advokasi Persaingan Usaha dan/atau
Kemitraan ke Prov/Kab/kota di Kanwil III
Bandung
4 2 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
7g4.t4t 05 0s 08 004
108.EG.3955.UBA.004 Advokasi Persaingan Usaha dan/atau
Kemitraan ke Prov/Kab/Kota di Kanwil IV
Surabaya
3 2 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
1.211.615 05 05 0a 004
SK No 145029 C
Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
1.841.817 05 05 0A 004 108.EG.3955.UBA.005 Advokasi Persaingan Usaha dan/atau
Kemitraan kc Prov/Kab/Kota di Kanwil v
Samarinda
berkas 5, hlm. 346 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
10a.EG.3955.UBA.006 Advokasi Pef, saingan Usaha dan/atau
Kemitraan kc Prov/Kab/Kota di Kanwil vI
Makassar
2 7 Daerah
(kov/ Kab/ Kota)
1.02r.$3 05 05 08 004
108.EG.3955.UBA.007 Advokasi Persaingan Usaha dan/atau
Kemitraan ke Prov/Kab/Kota di Kanwil VII
Yogyakarta
4 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
509.494 05 0s 08 004
108.EG.3956 Investigasi Dugaan Pelanggaran Persaingan
Usaha Tidak sehat
16.413.116
l08.EG.3956.QCE Fetrsnganan Perkara 16.413.1 16
108.EG.3956.QCE.OOl Penyelidikan Awal Dugaan Pelanggaran
Persaingan Usaha
100 Berkas Perkara 5.811.106 05 05 08 004 18
l08.EG.3956.QCE.OO2 Penyelidikan Awal Inisiatif Dugaan
Pelanggaran Persaingan U saha
5 A) Berkas Perk re 4.127.774 0s 05 08 004
108.Ec.3956.QCE.OO3 Penyelidikan Dugaan Pelanggaran
Persaingan Usaha yang terselesaikan
7 3a Berkas Perkara 5.811.106 05 05 08 004
l08.EG.3956.QCE.OO4 Pengawasan Pelaksanaan Pa.t<ta Integritas
Perubahan Perilaku Dugaan Pelanggaran
Persaingan Usaha
2 25 Perk r:e 663.131 05 05 08 004
SK No 145030 C
Penindakan Pelanggaran Persaingan Usaha
Sehat
10.702.010 108.EG.3957
berkas 5, hlm. 347 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
ro8.EG.3957.QCE Penanganan Perkara 10.702.010
t08.EG.3957.QCE.0Or Pemb€f, kasan Dugaan Pelanggaran
Persaingan Usaha Tdak Sehat
7 45 Berkas Perkara 3.472.724 05 05 08 004
108.EG.3957.QCE.OO2 Penuntutan terhadap Perkara Dugaan
Pelanggaran pada Pemeriksaan/Sidang
Majelis Komisi
7 45 Perk ra 4.076.764 0s 05 08 004
l08.EG.39s7.QCE.OO3 Litigasi/ P€oartganan Upaya Hukum
terhadap Putusan KPPU
4 25 Perkara 2.752.523 05 05 08 004
108.EG.3958 Penilaian Mcrg.r dan Akusisi 26.123.883
l08.EG.3958.QrH Fcngawasdr dan Pengendalian Badan
Usaha
24.093.682
108.EG.3958.QrH.003 Penilaian Awal Notifikasi Merg€f, dan
Akuisisi
26 15 Laporan 8.457.568 05 05 08 004
108.EG.3958.QIH.004 Penetapan Notifikasi atas Hasil Penilaian
Merger dan Akuisisi
1 3il Badan Usaha 714.141 05 05 08 004
108.EG.3958.QrH.005 Monitoring dan Penilaian Keterlambatan
Notifikasi Mcrgcr dan Akuisisi
2 6 laporan 14.921.974 05 05 08 004
SK No 145031 C
Sistcro Informasi Pemerintahan 2.03).201 108.EG.3958.UAB
berkas 5, hlm. 348 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
108.EG.3958.UAB.001 Sistem Analisa Merger dan Akuisisi I Sistem
Informasi
2.O3/l.20r 05 05 08 004
104.EG.5162 Analisis Kebijakan Pemerintah 8.667.664
108.EG.5162.PBB Kebijakan Bidang Investasi d€n
Perdagangan
4.667.64
108.EG.5162.PBB.001 Kajian Kebijakan Persaingan Usaha pada
Kementerian / Lembaga
? Kajian 3.137.118 05 05 08 004
108.EG.5162.PBB.002 Surat Saran Hasil Evaluasi dan
Harmonisasi Kebijakan terkait Persaingan
Ussha
7 lo Rekomendasi
Kebijakan
3.060.603 02 09 06 0l
0s 05 08 004
ro8-EG.5l62.PtsB.OO3 Rekomendasi Hasil Evaluasi dan
Harmonisasi Kebijakan Pemerintah Daerah
terkait Persaingan Usaha
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
2.469.947 05 05 0a 004
108.EG.5194 Advokasi Persaingan Usaha dan Kemitraan 23.231.031
108.EG.5194.PEB Forum 15.429.524
108.EG.5194.PEB.001 ForuE Instrumen Advokasi Persaingan
Usaha den Kemitraan
5 forum 15.429.524 05 05 08 004
SK No 145032 C
Sosialisasi dEn Diseminasi 2.295.452 108.EG.5194.PEF
berkas 5, hlm. 349 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
108.EG.5194.PEF.001 Sosialisasi dan Diseminasi Persaingan
Usaha dan Program Kepatuhan Persaingan
U.aha
6335 9020 orang 2.295.452 05 05 08 004
l08.EG.sl94.QDB Fasilitasi dar Pembinaan Lembaga 1.680.302
l08.EG.5194.QDB.OO I Advokasi Kemitraan ke Lembaga 4 12 Lembaga r.680.302 05 05 08 004
l08.EG.5l94.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 1.785.352
108.EG.5r94.QDH.OOl Advokasi Kemitraan ke Badan Usaha 4 12 Badan usaha 1.785.352 0s 05 08 004
108.EG.5l94.QIH Pengawasan dai Pengendalian Badan
Usaha
2.040.402
lo8.EG.5194.QrH.OO 1 Pengawasan dan Pengendalian Badan
Usaha melalui koEraro Kepatuhan
Persaingan Usaha
2 12 Badan Usaha 2.040.402 05 05 0a 004
108.EG.5275 Penanganan Perkara Pelanggaran
Persaingan Usaha
38.606.286
l08.EG.5275.QCE Fetrangsnan Perkara 38.606-246
108.EG.s275.QCE.OOr Pemeriksaan Pendahuluan Perkara
Persaingan Usaha
lt 35 Parkere 13.014.887 05 05 08 004
SK No 145033 C
Pemeriksaan lanjutan Perkara Persaingan
Usaha
32 Perkara 19.353.518 05 05 08 004 l08.EG.5275.QCE.OO2 7
berkas 5, hlm. 350 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
108.EG.s275.QCE.OO3 Putusan Majelis Komisi Perkara Persaingan
Usaha
31 Perkara 6.237.881 05 0s 08 004
TOTAL 275.649.308
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dar Masyarakat
SK No 145034C
berkas 5, hlm. 351 OCR
FF,ESIDEN
OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O7.O8.O I - Persentase K/L/D yang mendapatkan opini pengawasan pelayanan publik kualitas
tertinggi
persen 34,92 (2023) 38,15 50,55
SK No 145035 C
berkas 5, hlm. 352 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_20.29
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I lo.cc Program Pengawasan Penyelenggaraan
Pelayanan Publik
225.081. r52
110.CG.5618 Penyelesaian Laporan/ Pengaduan
Masyarakat
138.a22.436
r r0.cG.56r8.QAA Frlayansn Publik kepada masyarakat 134.422.436
r 10.cG.5618.QAA.OOt Laporan/ Pengaduan Masyarakat yang
Diselesaikan Ombudsman Rl Pusat
700 80o Orang 30.890.OOO O? Oa 0l o3
1r0.cG.s6r8.QAAOO2 laporan/ Pcngaduan Masyarakat yang
Diselesaikan O6bud.@6n RI Perwakilan
7000 7400 Orang 71.427.436 07 08 01 o3
r r0.cG.56r8.QAAOO3 laporan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri
(IAPS) Ombudsman RI Pusat yang
Dilaksanakan Penyelenggara Pelayanan
Publik
7 43 Orang 12.661.000 02 (x) 06 03
07 08 01 03
1r0.cG.s6r8.QAAOO4 laporan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri
(IAPS) Ombudsman RI Perwakilan yang
Dilaksanakan Penyelenggara Pelayanan
Publik
u 209 Orang 23.844.000 02 09 06 03
ot 03 08 07
1ro-cG.5619 Pencegahan Maladministrasi 86.258.716
SK No 145036 C
Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 20.032.161 11O.CG.56r9.QrC
berkas 5, hlm. 353 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1ro.cG.56l9.QrC.OOr Opini Pengawasan Penyelenggaraan
Pelayanan Publik Kementerian/ /Lembaga
85 98 Lembaga 20.032.161 02 09 06 03
07 0a ol o3
1lo.cG.5619.QIE Pengawasan dan Pengendalian PeE€f,intalr
Daerah
6.226.555
r r0.cG.56r9.QrE.oo I Opini Pengawasan Penyelenggaraan
Pelayanan Publik Pemerintah Daerah
552 rll, Pemerintah
Daerah
66.226.555 02 09 06 03
07 08 0t 03
TOTAL 225.081.152
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145037 C
berkas 5, hlm. 354 OCR
BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 06.07,05 - Persentase desa tertinggal dan sangat tertinggal di 204 kecamatan perbatasan prioritas persen 21,46 D,A7 13,54
KP 06.07.05 - Fcricntarc desa 6du darr mandiri di 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan persen 44,38 45,56 48,4?
KP 06.07.05 - Rata-rata Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan di 22 Pusat Pertumbuhan
Kawasan Perbatasan
o,52 0,56 o,72
KP 06.07.05 - Rata-rata Indeks Pengelolaan l(awas6n Perbatasan di 204 kecamatan perbatasan
prioritas
0,64 0,68 o,a2
SK No 145038 C
berkas 5, hlm. 355 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/LEMBAGA TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGI,ATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l1 l.AG Program Pengelolaan Batas Wilayah Negara
dan l(awas6n Perbatasan
11.250.000
111.AG.4592 Pengelolaan Batas wilayah dan Lintas
Batas Negara
6.250.000
1r r.AG.4592.QDC Fasilitasi dan Pcrobilaan Masyarakat 6.250.000
1l l.AG.4592.QDC.O52 Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Peduli Keamanan, Keselamatan, dan
Penegakan Hukum Batas wilayah l,aut
roo 100 Orang 6.250.000 02 06 03 02
r 111.AG.4594 Pengelolaan Infrastruktur Kawasan
Perbatasan
5.000.000
r 11-AG.4594.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 5.OOO.000
1r 1.AG.4594.U4C.041 Bimbingan Tcls s Peningkatan Kapasitas
Aparatur Pemerintahan Kawasan
Perbatasan Negara
550 75 Orang 5.000.000 06 07 05 04
TOTAL r r.250.ooo
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan UEsh6, dar! Masyarakat
SK No 145039 C
berkas 5, hlm. 356 OCR
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME
r. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.04 - Global Terrorism hdex 3,99 3,95 3,79
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.04.03 - Persentase instansi yana berpartisipasi dala.E sincrgisitas penanggulangan tcrorisloc persen 97,4 100 roo
KP 02.04.04 - Indeks Risiko Terorisme (Target) 51,87 51,77 51,37
KP 02.04.05 - Indeks Risiko Tcroris![c (Pelaku) 3(),Or 29,91 29,51
KP 02.04.06 - Persentase peningkatan kemampuan trrusat analisis dart pengendalian krisis persen 3{) 40 80
SK No 145040 C
berkas 5, hlm. 357 OCR
FR,ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
113.BA Program Penanggulangan Terorisme 251.923.975
113.BA.5096 Penanggulangan Terorisme Bidang
Pencegahan
173.866.330
1r3.BA5096.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 66.775.285
I l3.BA.5096.QDC.OOl Fasilitasi dar Pembinaan Masyarakat yang
Terpapar Paham Radikal
30 30 Orang 56.676.525 02 04 05 0l
I l3.BA.5096.QDC.OO2 Deradikalisasi Luar Lapas 15 l5 Orang 10.098.760 02 04 05 01
1r3.BA5096.QHB Operasi Bidang Keamanan 107.091.045
l13.BA.5096.QHB.OOl Kegiatan Kontra Radikalisasi wilayah Barat 8 8 operasi 31.252.700 02 04 04 01
1l3.BA5096.OHB.0O2 Kegiatan Kqrtra Radikalisasi Wilayah
Tengah
lo lO operasi 39.065.875 02 04 04 o1
1l3.BA.5096.QHB.OO3 Kegiatan Kontra Radikalisasi wilayah
Timur'
8 8 operasi 31.252.700 02 04 04 ol
I l3.BA.5096.QHB.OO4 Analisis Risiko dan Kejadian Teror 6 6 operasi 2.759.445 02 04 06 01
SK No 145041 C
Pengendalian Krisis 2.759.845 02 04 06 0l l13.BA"5096.QHB.OO5 6 6 operasi
berkas 5, hlm. 358 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r 13.84.5097 Penanggulangan Terorisme Bidang
Penindakan
67.354.230
113.BA.5097.PEA Koordinasi 67.354.230
113.BA.5097.PEA.001 I Kegiatan Kesiapsiagaan Nasional Wilayah
Barat
4 4 kegiatan 22.451.410 02 04 03 02
113.BA.5097.PEA.002 Kegiatan Kesiapsiagaan Nasional wilayah
ft,gah
4 4 kegiatan 22.451.410 02 04 03 TN
113.BA.5097.PEA.003 Kegiatan Kesiapsiagaan Nasional wilayah
Timur
4 4 kegiatan 22.451.410 02 04 03 02
113.BA.5094 Penanggulangan Terorisme Bidang Keda
Sama Internasional
10.703.415
113.BA.5098.PEA Koordinasi 10.703.415
113.BA.5098.PEA.001 Koordinasi Pelaksanaan Rencana Aksi
Nasional Pencegahan dan Penanggulangan
Ekstremisme Berbasis Kekerasan
3 3 kegiatan 10.703.415 02 04 03 ol
113.WA Program Dukungan Manajemen 62.764.170
SK No 145044C
Dukungan Administrasi dan SDM 62.764.170 I 113.WA.5099
berkas 5, hlm. 359 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 113.WA.5099.PEA Koordinasi 62.764.170
t 113.WA.5099.PEA.001 Sasaran wilayah pelibatan secara terpadu
Kementerian dan Lembaga K/L
pelaksanaan program penanggulangan
terorisme
22 22 kegiatan 62.764.170 02 04 03 o1
TOTAL 314.688.145
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145045 C
berkas 5, hlm. 360 OCR
FR,ESIDEN
BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pcrrga.Epu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 0f.03.02 - Persentase hasil penindakan pelanggaran Irmilu yang cepat, tanpa biaya, aksesibel,
mudah dimengerti, dan akuntabel
persen 0 100
(indikator baru)
KP 01.04.02 - Jumlah kader pengawas yang diberikan pendidikan dan pelatihan pengawasan pemilu
partisipatif
orang grn 16.590 27.650
KP 07.01.03 - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan penyelesaian sengketa proses pemilu 76,96 o
(tidak dihitung)
KP 07.0 I .04 - Persentase kualitas pengawasan data pemilih berkelanjutan persen 80 95
(indikator baru)
SK No 145046 C
berkas 5, hlm. 361 OCR
FF.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r l5.cQ hograo Penyelenggaraan Pemilu dalam
ProEee Konsolidasi Demokrasi
670.638.619
r 1s.CQ.4358 Fasilitasi Pengawasan Pemilu 583.458.304
I l5.CQ.4358.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 543.454.304
I l5.CQ.4358.QrC.OOl Fasilitasi dan Pembinaan Fcrcarcanaan,
Program dan Anggaran Pengawasan
Penyelenggaraan Pemilu
o 1 laporan 303.922.0?2 01 03 02 02
l15.CQ.4358.QrC.OO2 Seleksi Anggota Badan Pengawas Pemilu
dan Pengawas FcEilu Ad-Hoc
o 1 Laporan 279.536.232 0l 03 02 02
115.CO.7013 Penguatan Pendidikan Pengawasan Pemilu
Partisipatif
29.435.001
1r5.CQ.70l3.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 29.435.001
I r5.CQ.70r3.QDB.OO l Rrsat Pendidikan Pengawasan FeEilu
Partisipatif
4 0 Lembaga 10.150.000 01 04 02 02
r r5.cQ.70t3.QDB.OO2 Pusat Pendidikan dan Pelatihan
Pengawasan Pemilu Partisipatif di Bawaslu
Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/ Kota
38 O Lembaga 19.285.001 0l 04 02 02
SK No 145047 C
Pengat
'a.an Pendataan DPT Berkelanjutan 46.933.600 115.CQ.7014
berkas 5, hlm. 362 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK) TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
1r5.CQ.7014.QlC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 46.933.600
1r5.CQ.70 14.QIC.OOr Hasil Pengawasan Pendataan DPT
Berkelanjutan di Pusat
1 0 Laporan 4.060.000 07 01 04 02
1r5.CQ.70 l4.QrC.OO2 Hasil Pengawasan Pendataan DPT
Berkelanjutan di Bawaslu Provinsi dan
Bawaslu Kabupaten/Kota
552 O Laporan 42.4?3.600 07 0l 04 02
r r5.cQ.7015 Penguatan dan Integrasi Sistem Informasi
Pengawasan Pemilu
10.811.714
I l5.CQ.7O15.UAB SiateE Informasi Pam€drrtEhen 10.811.714
r r5.cQ.7or5.uAB.ool Cetak Biru (Blueprint) Sistem Informasi
Pengawasan Pemilu
I O Modul Aplikasi 1.522.500 07 01 03 01
r r5.cQ.70r5.uAB.o02 Sistem Informasi Pengawasan Pemilu I I Sistem
Informasi
9.249.214 07 0l 03 01
TOTAL 670.638.619
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145048 C
berkas 5, hlm. 363 OCR
PR,ESIDEN
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESI,A
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025-.2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O3.O2.O I - Jangkauan penyiaran radio terestrial per populasi persen 70 l2023l 73 [Fl
KP 03.02.01 - Pertumbuhan p€ngaks€r streaming siaran radio digital persen 31 {2023) 35 120
SK No 145049 C
berkas 5, hlm. 364 OCR
FREsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r 16.GC Program Penyiaran Publik 1.051.302.754
r 116.GC.5141 Pengembangan Infrastruktur Penyiaran
Teknologi dan Media Baru
1.019.098.013
116.GC.5141.RAN Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
a61.924.370
I 16. GC. 5 141 . RAN. O0 1 Infrastruktur, Sarana do,l Prasarana
Tclcrik LPF RRI Prioritas Nasidrel
50 165 Unit 46t.924.370 03 02 01 003
r 116.GC.5141.RCL OP Sarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
157.173.6/+3
I 116.GC.5141.RCL.001 Revitalisasi Perangkat Siaran o 593 Unit 157.173.643 03 02 01 003
116.GC.5142 PengcEbarEart hograa da,r Produksi
Siersn Radio hrblik
3.5,16.392
l r6.Gc.5142.QMA Data dan Informasi Publik 3.546.392
I l6.GC.5 r42.QMA.OOr layanan Siaran Komunitas Khusus 1 O l,ayanan 619.968 02 t4 N2 006
I l6.GC.5l42.QMA.Oo2 layanan Siaran Sektor Prioritas O layanan 134.900 02 t4 002 0{)6
l16.GC.5 r42.QMA.0O3 Layanan Siaran Unggulan Olahraga O l,ayanan 80.532 04 2t 04 79
SK No 145050 C
1.030.016 02 14 002 006 I l6.GC.5l42.QMA.OO4 Layanan Siaran Tcrestrial dan Digital
Penguatan Ideologi Pancasila
t0 4 l,ayanan
berkas 5, hlm. 365 OCR
R'IiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1r6.GC.sr42.QMA0O5 Program Informasi Pelayanan Kesehatan
dan Gizi melalui Program Makan Bergizi
pada Usia Sekolah
o 3 layanan 941.315 02 14 002 006
r r6.cc.5142.OMA006 Program Prestasi Olahraga o I layanan 739.661 02 t4 002 006
04 2t 04 02
116.GC.5144 Penyelenggaraan dan Pengembangan
Stasiun Siaran lnternasional
4.648.528
r16.GC.5l44.QMA Data dart Informasi Publik 4.644.524
r r6.Gc.5 r44.QMA.OOl layanan Siaran MultiplatforE sasaran luar
negeri
I O layanan 740.164 02 t4 002 006
r 16.GC.51,+4.QMA.OO2 layanan Konten Digital I O layanan 145.600 02 t4 002 006
ol 02 01 fi)
f 16.GC.51,+4.QMA.OO2.O0OO Layanan Konten Digital - Pusat I O layanan 145.600 02 14 W2 006
116.GC.5r,+4.QMA.OO3.O0OO INDONESIA IS ME - Pusat o I layanan 2.100.000 02 14 002 006
116.GC.5r44.QMA.004 Podcast ( Ekonomi Digital ) o 24 layanan 602.600 02 t4 002 006
116.GC.5r44.QM4.005 Mitigasi Bencana o 52 layanan 1.060.164 02 14 002 006
SK No 145051 C
r.060.164 02 l4 @2 006 I I6.GC.5I44.QMA,OO5.OOOO Mitigasi Bencana - Pusat o 52 layanan
berkas 5, hlm. 366 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
116.GC.5145 Penyelenggaraan dan P€ng€@ban8an
Stasiun Siaran Lokal, Regional
13.674.907
r r6.Gc.5145.QMA Data dan Infomasi Publik 13.6?4.907
r 16.GC.5145.QMA.002 Layanan Konten Digital Regional 67 O layanan 9.755.200 01 02 0l 03
r 16.Gc.5145.QM4.003 Program Produksi Siaran Tanggap Bencana
Prioritas Nasional
67 O layanan 3.919.707 03 02 02 002
02 14 002 006
08 04 02 01
116.GC.5146 Penyelenggaraan Pengelolaan Siaran
Pemberitaan Radio dan Multimedia LPP RRf
10.334.914
I l6.OC.51,16.QMA Data dan Informasi Publik 10.334-914
r 16.GC.5l46.QMA.OOl Lqyanarr Siaran Pemberitaan Sektor
Prioritas Berbasis MultiplatforE
I O layanan 3.916.3a3 02 t4 002 006
f f 6.GC.5 146.QMA.Oo I.OOOO Layanan Siaran Pctlbcrita€r Sektor
Prioritas Berbasis MultiplatforE - Pusat
I O layanan 3.916.383 02 14 002 006
r r6.GC.51,|6.QMA.003.OO0O Podcast (Ekonomi Digital ) - t\rsat 24 50 layanan 6.418.531 02 t4 N2 006
1.051.3()2.754
Keterangan:
c) Keterlibatan P€f,en Pemerintah Daerah, Badan U.aha, dan Masyarakat
TOTAL
SK No 145052 C
berkas 5, hlm. 367 OCR
LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TELEVISI REPUBLIK INDONESI.A
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025—2029
INDIKATOR SATUAN BASEIJNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O3.O2.O I - Jangkauan penyiaran televisi siaran digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar
lft@ to at) per populasi
persen 73,44 (2023) 74 7A
SK No 145053 C
berkas 5, hlm. 368 OCR
FF,ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHI'T 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
117.GC hoSram Fedyiara[ Publik 1.356.838.051
117.GC.5152 Pengembangan Infrastruktur Penyiaran f,\/
Publik
760.147.677
r 117.GC.5152.RBT Prasarana Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi
646-659-808
117.GC.5152.RBT.001 Pembangunan Transmisi dan Multipleksing
Pad. Wilayah Layanan
72 72 Unit t?7.714.252 03 02 01 003
117.GC.5152.RBT.002 Penyediaan Fasilitas Teknik Pada Wilayah
layanan
23 23 Unit 71.750.000 03 02 0l OO3
r 117.GC.5152.RBT.003 Penyediaan Peralatan Teknik Produksi dan
Penyiaran
30 30 Unit 17 t.628.746 03 02 0r 003
I 117.GC.5152.RBT.004 Penyediaan Infrastruktur Teknologi
Informatika
19 19 Unit 100.499.999 03 02 0r 003
r 117.GC.5152.RBT.005 Penyediaan Infrastruktur Teknologi
Multipl,atfcD OTT
o I Unit 35.200.000 03 02 01 003
SK No 145054C
Penyediaan Infrastruktur Teknologi
Distribusi lV Platform
I Unit 20.000.000 03 02 0l 003 l l7.Gc.s ls2.RBt.006 o
berkas 5, hlm. 369 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
117.GC.5152.RBT.007 Penyediaan Infrastruktur Teknologi
Manajemen Arsip Digital
0 22 Unit 69.866.812 03 02 0t 003
117.GC.5152.RDS OP Prasarana Bidang Teknologi Informasi
dsn Komunikasi
113.487.870
r 117.GC.5152.RDS.001 Pemeliharaan Peralatan Teknik Produksi
dan Penyiaran
I I Unit 27.OOO.OOO 03 02 0l OO3
117.GC.5 r52.RDS.002 Pemeliharaan Transmisi dan Multipleksing I Unit 46.072.500 03 02 0l 003
r 117.GC.5152.RDS.003 Pemeliharaan Fasilitas Tclsrik I Unit 22.100.070 03 02 0l 003
117.GC.5152.RDS.004 Pemeliharaan Infrastruktur Teknologi
Informatika
1 1 Unit 13.210.200 03 02 0l 003
t 117.GC.5152.RDS.005 Pemeliharaan Infrastruktur Teknologi
MultiplatforE OTT
I I Unit 5.105.100 03 02 0l oo3
117.GC.5153 Pengembangan Program dan Produksi
Sieren IV Publik
596.690.374
1r7.GC.5153.Q4H Pelayanan Publik Lainnya 596.690.374
I l7.GC.51s3.QAH.OOr Siaran Informasi Publik dalam
Memperkokoh Ideologi Pancasila,
Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia
I I layanan 128.716.439 0l 02 0l 03
02 t4 002 006
SK No 145055 C
112.027.677 0l 02 01 03 117.GC.5r53.QAH.OO2 I layanan
berkas 5, hlm. 370 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Siaran Informasi dalam Penguatan
Pertahanan Kea,tr€nart Negara dai
Mendorong Kemandirian Bangsa Melalui
Swasembada Pangan, Energi, Air, Ekonomi
Sya ah, Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau
dan Ekonomi Biru
02 14 002 006
I r7.GC.5r53.OAH.OO3 Siaran Program dalam Memperkuat
Pembangunan SuEbef, Daya Manusia,
sains, Teknologi, Pendidikan, Kesehatan,
hestrasi Olahraga, Kesetaraan Gender,
Serta Penguatan Peran Perempuan,
P.ouda dan Pcnyardaru Disabilitas
I 1 layanan 180.849.841 02 t4 002 006
01 02 01 o3
I t7.GC.5153.QAH.OO3.OOO0 Siaran Program dalam Memperkuat
Pembangunan Sumber Daya Manusia,
Sains, Teknologi, Pendidikan, Kesehatan,
hestrasi Olahraga, Kesetaraan Gender,
Serta Penguatan Peran Perempuan,
Pemuda dan Penyandang Disabilitas -
Rrsat
I I l,ayanan 180.849.841 04 2t ()4 ol
1r7.GC.5153.QAH.004 Siaran Informasi Publik dalam Memperkuat
Reformasi Politik, Hukum dan Birokrasi,
Serta Memperkuat Pencegahan datt
Pemberantasan Korupsi, Narkoba, Judi dan
Penyelundupan
I I layanan 67.300.000 02 t4 002 006
SK No 145056 C
0l 02 o1 o3
berkas 5, hlm. 371 OCR
FR,EsIDEN
- 97t -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO{PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r r7.Gc.sr53.QAH.OOs Siaran Informasi dalam Memperkuat
Penyelarasan Kehidupan yang Harmonis
dengan Lingkungan,, Alam dan Budaya
1 I layanan 47.796.417 02 t4 @2 006
0l 02 01 03
r l7.Gc.sr53.QAH.OO6 Sialan Informasi dalam Penguatan
Pertahanan Keamanan Negara da.Il
Mendorong Kemandirian Bangsa Melalui,
Ekonomi Digital, Ekonomi Hijau dan
Ekdlorri Biru
o I layanan 20.ooo.ooo 02 t4 N2 006
01 02 0r 03
TOTAL 1.356.838.051
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145057 C
berkas 5, hlm. 372 OCR
BADAN KEA,MANAN LAUT
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_20.29
INDIKATOR SATUAN BASEL,IuE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian t Indikator Program Prioritas
PP 02.06 - IKLN Dimensi Pengendalian Kejahatan Laut 67 74,5 84,5
PP 02,0,6 - IKLN Dimensi Pengendalian Pelanggaran Laut 48 58,5 @
PP 02.06 - IKLN Dimensi Pengendalian Pencemaran Laut 67 67,5 69,5
PF 02.06 - IKLN Dimensi Pengendalian Kecelakaan Laut 33 33,2 34
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.06.01 - Persentase Kehadiran dalam forum-forum internasional terkait keamanan laut pcf,scn 25 50 87,5
KP 02.06,02 - IKLN Dimensi Kapasitas Patroli 6a 64,2 69
KP 02.06.02 - Persentase pemenuhan postur Bakamla RI persen 5,19 7 15
KP 02.06,03 - IKLN Dimensi Kapasitas Pemantauan rd:l 68,1 68,5
KP 02.06.03 - Persentase kesesuaian rencana patroli nasional persen 100 loo loo
SK No 145058 C
persen 4,2 4,2 15 KP 02.06.04 - Persentase pemenuhan sarpras profesionalisme dan kesejahteraan
berkas 5, hlm. 373 OCR
FREsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
119.BN Program Keamanan dan l(c$laroat€n di
Wilayah Perairan InddreEia dan Wilayah
Yurisdiksi Indonesia
14.054.779.362
119.BN.5735 Feningkatan Opcrasi Keamanan Dan
Keselamatan Laut
13.836.849.293
r l9.BN.5735.QHB Operasi Bidang Ke€.trlanan 4.534.27 4.222
r l9.BN.573s.OHB.OO l Patroli Bersama 100 365 Hari Operasi 2.qo4.864.579 02 06 03 o1
r l9.BN.5735.QHB.OO2 Patroli Mandiri ,+o l2O Hari Operasi r.625.405.643 02 06 03 o1
I 119.BN.5735.RAF Sarana Bidang Pertahanan dan Kealran€r! s.200.000.000
I l9.BN.5735.RA.F.OOt Pengadaan Kapal n I Paket 4-OOO.OOO.OOO 02 06 02 ol
119.BN.5735.RAF.002 Virtual Maritime Gate 0 I Paket .100.000.000 02 06 02 01
119.BN.5735.RAF.003 Pengadaan Senjata o I Paket 600.000.000 02 06 02 0l
119.BN.5735.RAF.004 Pengadaan Amunisi o I Paket 200.000.000 02 06 02 0l
ll9.BN.5735.RBM Prasarana Bidang Pertahanan dan
Keamanan
3.680.969.168
SK No 145059 C
I Kawasan 2.433.432.147 02 06 02 02 119.8N.5735.RBM.001 Pembangunan Sarana Prasarana
Peringatan Dini
I
berkas 5, hlm. 374 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 119.BN.5735.RBM.004 Pembangunan Fasilitas Personel I I Kawasan 247.536.981 02 06 04 01
119.BN.5735.RBM.005 Pembangunan Rumah Dinas Personel o I Kawasan 200.000.000 02 06 04 01
r 119.BN.5735.RBM.014 Pembangunan Sarana dan Prasarana
Latihan
0 I l(qwesen 400.ooo.ooo 02 06 04 02
I 19.BN.5735.RBM.O15 Pembangunan Sarana datr Prasarana
Pendidikan
o I Kawasan 400.000.000 02 06 04 02
I 119.BN.5735.RCF OP Sarana Bidang Pertahanan daIt
Keamanan
421.605.903
1 119.BN.5735.RCF.001 Harwat Kapal I I Unit 421.605.903 02 06 02 01
119.BN.5736 Penyiapan Kebijakan Keamanan Datr
l(cadEmaten Laut
3.605.069
119.BN.5736.PBE Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
3.605.069
119.BN.5736.PBE.001 Pengukuran Indeks Keamanan Laut
Nasional
I I Kajian 3.605.069 02 06 02 03
l ls.BN.5737 Peningkatan Pengelolaan Informasi, Hukum
Dan Kerja Soma Keamanan Dan
Keselamatan Laut
214.325.000
SK No 149604C
Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
2.500.000 I 119.BN.5737.PBE
berkas 5, hlm. 375 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
119.BN.5737.PBE.OO 1 Rekomendasi Kebijakan terhadap RUU
Keamanan [.aut
1 Rekomendasi
Kebijakan
2.500.000 02 06 02 03
119.BN.5737.PEA Koordinasi 200.200.000
119.BN.5737.PEA.001 Patroli Terkoordinasi Bilateral ASEAN o I kegiatan 200.ooo.000 02 06 01 02
1r9.BN.5737.PEA.OO2 Patroli Terkoordinasi Bilateral Non-ASEAN o I kegiatan 200.ooo 02 06 01 02
I 119.BN.5737.PEB Forum 4.000-000
119.8N.5737.PEB.001 Kolaborasi Pengawasan o I forum 4.000.000 02 06 03 o1
119.8N.5737.PEC Kerja sama 3.625.000
r r9.BN.5737.PEC-001 Kerja Sama Luar Negeri Strategis
Multilateral
3 1 Kegiatan 2.025.000 02 06 01 o1
r 119.BN.5737.PEC.002 Kerja Sama Luar Negeri Strategis Bilateral 1 Kegiatan 1.600.000 02 06 01 01
r 19.BN.5737.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
4.000.000
I l9.BN.5737.QDD.OOr Relawan Penjaga Laut Nusantara 0 I Kelompok
Masyarakat
4.000.ooo 02 06 03 02
TOTAL 14.054.779.362
Keterangan:
c) Keterlibatan Pcf,sn Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145061 C
berkas 5, hlm. 376 OCR
FF.ESIDEN
BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEL,iIE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP Ol.Ol - Indeks Aktualisasi Pancasila 77,73 (2023) 79,37 82,30
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 0 I .O I .O 1 - Persentase implementasi Peta Jalan Pembinaan Ideologi Pancasila persen 40 i:o
(indikator baru)
KP 01.01.02 - Indeks Aktualisasi Pancasila - Pengamalan Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa 78,32 (2023) 80 84
KP 01.01.02 - Indeks Aktualisasi Pancasila - Pengamalan sila 2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 81,46 (2023) EE 87
KP 01.01.02 - Indeks Aktualisasi Pancasila - Pengamalan Sila 3 Persatuan Indonesia 8r, r8 (2023) 83 87
KP 01.01.02 - Indeks Aktualisasi Pancasila - Pengamalan Sila 4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalarn Permusyawaratan Perwakilan
79,35 (2023) 81 tFl
KP 01.01.02 - Indeks Aktualisasi Pancasil,a - Pengamalan Sila 5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
68,33 (2023) 70 74
SK No 145062 C
berkas 5, hlm. 377 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
122.AH Program Pembinaan Ideologi Pancasila 738.346.375
122.AH.6926 Penguatan Hubungan Antar Lembaga,
Sosialisasi dan Pembudayaan Ideologi
Pancasila
305.S40.O00
122.AH.6926.PBN Kebijakan Bidang Sosial 23.500.000
122.AH.6926.PBN.001 Rekomendasi Hasil Pembudayaan Nilai-Nilai
Pancasila
4 I Rekomendasi
Kebijakan
23.500.000 Ol Ol Ol 02
122.AH.6926.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
72.320.OOO
122.AH.6926.QDD.00 r Fasilitasi Pembinaan Relawan Gcral(an
Kebajikan Pancasila
150 350 Kelompok
Masyarakat
72.320.OOO 0l Ol 0l 02
r22.AH.6926.OMB Komunikasi Publik 210.119.999
r22.AH.6926.QMB.OOl Layanan Sosialisasi Ideologi Pancasila 7 7 layanan 155.119.999 0l 01 0l ol
t22.AH.6926.QMB.OO2 Layanan Komunikasi Ideologi Pancasila 5 5 layanan 55.000.000 01 0l ol ol
SK No 145063 C
42.354.700 122.,It.6927 Analisis dan Penyelarasan Hukum,
Advokasi, serta Pengawasan Regulasi
berkas 5, hlm. 378 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
122.AH.6927.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 42.354.700
122.AH.6927.PBD.001 Rekomendasi Hasil Analisis dan
Penyelarasan Rancangan Produk Hukum
Yang Bertentangan Dengan Nilai Pancasil,a
5 Rekomendasi
Kebijakan
31.0a7.500 0l ol or 01
122.AH.6927.PBD.002 Rekomendasi Hasil Pengawasan Kebijakan
dan Regulasi Yang Bertentangan Dengan
Nilai Pancasila
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
11.267.200 0t 0l 01 03
122.AH.6924 Pengkajian Arah Kebijakan Pembinaan
Ideologi Pancasila
37.105.700
r22.AH.6928.PtsC Kebijakan Bidang Politik 27.915.000
122.AH.6928.PBC.001 Rekomendasi Kajian Kebijakan Strategis
Peta Jalan Pembinaan Ideologi Pancasil,a
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
27.915.OOO 01 01 0l ol
122.AH.6928.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
9.190.700
122.AH.6928.PBH.001 Rekomendasi Standardisasi Materi
Pembinaan Ideologi Pancasila
o 2 9.190.700 0l ol ol ol
122.AH.6929 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Pcrobnaan Ideologi Pancasila
308.223.976
SK No 145064 C
Akreditasi Lembaga 12.302.000 122.4H.6929.PDE
berkas 5, hlm. 379 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
122.AH.6929.PDE.001 I Akreditasi Lembaga Diklat Pembinaan
Ideologi Pancasila
15 15 Lembaga 12.302.000 0r 0l ol 01
t22.AH.6929.FDt Sertifikasi Profesi dan SDM 11.000.000
122.AH.6929.PDI.OOl Sertifik si Pengajar Diklat FeEbinaatr
Ideologi Pancasila
250 450 Orang rr.ooo.ooo 01 01 03 02
122.AH.6929.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 196.197.975
l22.AH.6929.QDC.OOr Fasilitasi Pembinaan Purnapaskibraka Duta
Pancasila
rrr[0 7100 Orang 196.197.975 01 01 02 03
122.4H.6929.SCt Pelatihan Bidaru Sosial 88.724.001
122.AH.6929.SCJ.001 Peserta Pendidikan dan Pelatihan
Pembinaan Ideologi Pancasila
I 1568 11568 Orang aa.724.Ool 01 01 01
08 02 0t ol
ol
122.AH.6930 Pengukuran dan Evaluasi Pembinaan
Ideologi Pancasila
44.722.OOO
122.AH.6930.PBC Kebijakan Bidang Politik 13.096.000
SK No 145055 C
Kebijakan Bidang Sosial
Rekomendasi
Kebijakan
31.626.000
122.AH.6930.PBC.001 Rekomendasi Hasil Pengukuran
Pelembagaan Pancasila
I 13.096.000 0r 01 0l 03
122.AH.6930.PBN
berkas 5, hlm. 380 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
122.AH.6930.PBN.001 Rekomendasi Hasil Pengukuran Indeks
Aktualisasi Pancasila
I I Rekomendasi
Kebijakan
31.626.000 Ol 0l Ol 02
TOTAL 734.346.375
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145066 G
berkas 5, hlm. 381 OCR
PF,ESIDEN
LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.02,02 - Indeks Perlindungan Saksi dan Korban - (indikator baru) 81 89
SK No 145067 C
berkas 5, hlm. 382 OCR
FF.EsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
123.BF Program Penegakan dan Pelayanan Hukum 68.146.841
123.BF.6220 Perlindungan dan Pemenuhan Hak Saksi
dan Korban
68.146.441
123.BF.6220.PAH Peraturan l,ainnya 2.000.000
123.BF.6220.PAH.001 Rancangan Peraturan Innovative Financing
Perlindungan darr Pemulihan Saksi dan
Korban Tindak Pidana
o o Rancangan
Fcr'aturan
500.ooo o7 03 0l 02
123.BF.6220.PAH.002 Rancangan Peraturan Teldris Innovative
Financing Perlindungan dan Pemulihan
Saksi darl Korban Tindak Pidana
o o Rancangan
Peraturan
500.ooo 07 03 01 02
123.BF.6220.PAH.003 Rancangan Peraturan Interoperabilitas
Data Perlindungan Saksi dan Korban
o o Rancangan
Peraturan
500.ooo 07 03 0l 02
123.BF.6220.PAH.004 Rancangan Peraturan Telstis
Interoperabilitas Data Perlindungan Saksi
dan Korban
o o REncangan
Peraturan
500.000 07 03 0l 02
123.BF.6220.PBD Kebijakan BidarB Hukum dan HAM 6.446.310
SK No 145068 C
Rekomendasi
Kebijakan
2.l8a.8lo o7 02 02 02 123.BF.6220.PBD.001 Rekomendasi Kebijakan Terhadap RUU
Tentang Perubahan Kedua Atas UU No 13
o
berkas 5, hlm. 383 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi
dan Korban
123.BF.6220.PBD.002 Kajian Grand Design Innovative Financing
Perlindungan dan Pemulihan Saksi dan
Korban Tindak Pidana
o o Rekomendasi
Kebijakan
500.000 07 0s 01 02
123.BF.6220.PBD.003 Kajian Kebijakan Interoperabilitas Data
Perlindungan Saksi darr Korban
o o Rekomendasi
Kebijakan
soo.ooo 07 03 0l 02
123.BF.6220.PBD.004 Cctqk Biru Pengembangan Sistem
Informasi Layanan Terpadu Perlindungan
dan Pemenuhan Hak Korban Berbasis
TeldroloEi Informasi
0 Rekomendasi
Kebijakan
1.750.000 07 02 02 02
123.BF.6220.PBD.005 Penguatan Kebijakan Pemulihan Korban
Melalui Mekanisme Restitusi dan/atau
Victiu Trust Fund (Dana Bantuan Korban)
o Rekomendasi
Kebijakan
r.507.500 07 02 02 ID
04 19 04 02
r23.BF.6220.QAA Pelayanan t Publik kepada masyarakat 11.008.080
r23.BF.6220.QAA.OO1 N<scl.raai Pemenuhan Hak Saksi dan/atau
Korban TPPO
200 O Orang 11.008.080 07 02 02 01
04 19 04 XD
r23.BF.622O.QAH Pelayanan Publik Lainnya 5.000.000
SK No 145069 C
5.OOO.OOO 07 02 02 01 l23.BF.622O.QAH.OO5 Implementasi Innovative Financing
Perlindungan dan Pemulihan Saksi dan
Korban Tindak Pidana
o I layanan
berkas 5, hlm. 384 OCR
FN.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r23.BF.622O.QMA Data den Informasi Publik 9.815.250
123.BF.6220.OMA.001 Indeks Perlindungan Saksi dan Korban I I dokumen 7.815.250 07 02 02 02
l23.BF.622O.QMA.0O2 Cetak Biru Pengembangan Sistem
Informasi layanan Terpadu Perlindungan
dan Pemenuhan Hak Korban Berbasis
Teknologi Informasi
I O dokumen o 04 19 04 02
123.BF.6220.OMA.003 Implementasi Interoperabilitas Data
Perlindungan Saksi dan Korban
0 7 dokumen 2.000.000 07 02 02 0l
123.BF.6220.RDU OP Prasarana Bidang Hukum 18.188.600
123.BF.6220.RDU.001 Layanan Pembangunan Fasilitas
Perlindungan Saksi dan Korban
3 3 Unit 18.188.600 07 03 0l 02
123.BF.6220.RPW Prasarana Bidang Hukum 15.688.601
123.8F.6220.RP\ .00r Layanan Fasilitas Perlindungan Saksi dan
Korban
o 3 Unit 15.688.601 04 19 04 02
68. r46.841
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
TOTAL
SK No 145070 C
berkas 5, hlm. 385 OCR
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.08 - Pengeluaran iptek dar inovasi p€f,scn PDB o,2a (2020) 0,30 0,45
PP 04,08 - Proporsi anggaran litbang non pemerintah/swasta persen 12,5 (2020) 25 35
PF (X.09 - Jumlah SDM iptek yang mendapatkan rekognisi internasional orang 95 99 116
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.16.03 - Jumlah inovasi dan teknologi terkait keanekaragaman hayati inovasi so (2023) 100 180
KP 02.16.05 - Jumlah penerapan bioteknologi yang dimanfaatkan untuk pengembangan bioprospeksi produk 25 EO 150
KP 02.22.07 - Pusat inovasi berbasis maritim unit lkumdati0 2 0 0
KP 04.08.01 - Proporsi SDM Iptek kualifikasi 53 dengan reputasi top IOO dunia di bidangnya persen - (indikator baru) 25 50
KP 04.08.01 - Proporsi jumlah SDM Iptek dengan H Index : lO p€r8en o,12 o, l5 0,35
KP 04.08.01 - Jumlah Kekayaan Intelektual (KI) per IOO Periset KI per IOO periset 1,62 4,56 8,48
KP 04.08.01 - Jumlah infrastruktur iptek strategis yang dibangun infrastruktur I a lo
SK No 145071 C
lembaga - (indikator baru) l5 KP 04.08.02 - Jumlah BRIDA/ ekosistem daerah yang beroperasi optimal 2
berkas 5, hlm. 386 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.08.02 - Jumlah hub tematik yang dikembangkan di BRIN lembaga - (indikator baru) o 4
KP 04.08.02 - Jumlah penerimaan dari pemanfaatan Iptek dan inovasi di BRIN miliar rupiah - (indikator baru) 20 125
KP 04.08.02 - Jumlah hub iptekin di K/L yang mengampu bidang prioritas yang dibentuk lembaga - (indikator baru) 4 o
KP 04.08.03 - Jumlah produk hasil iptek dan inovasi strategis yang dimanfaatkan oleh pemerintah
dan masyarakat pada bidang-bidang prioritas
produk - (indikator baru) 25 ll5
KP 04.08.03 - Jumlah kerja sama pemanfaatan iptek dan inovasi strategis dengan industri/badan
usaha pada bidang-bidang prioritas
kerja sama - (indikator baru) 25 HO
KP 04.09.02 - Rasio SDM iptek per satu juta penduduk SDM iptek per I
juta penduduk
1.151 (2023) 1.265 1.721
KP 04.09.02 - Jumlah SDM iptek masuk ke dalam pemeringkatan World's TW T/o Scientists orang 9s (2023) 99 ll6
SK No 145072 C
berkas 5, hlm. 387 OCR
REPUBLIK INOONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI.ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
124.KB Program Riset dan Inovasi Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
11.861.875.074
l24.KB.66aO Mandcrlcn Sumber Daya Manusia Iptek 952.4.X.316
124.KB.6680.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
8.OOO.OOO
r24.KB.6680.PtsH.001 Nasl@h Kebijakan Aldral Skema
Rekrutmen dan Jenjang I(a r SDM Iptek
o 2 Rekomendasi
Kebijakan
a_ooo-ooo 04 0a ol 04
124.KB.6680.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 21.807.275
124.KB.6680.PDI.001 Peserta Pelatihan Pengembangan
Kompetensi Bidang Riset dan Inovasi
2000 4147 Orang 2t.ao7.275 04 08 0l 02
124.KB.6680.PFA Norma, Standar, hoscdur, dan Kriteria 3.522.100
124.KB.6680.PFA.001 Standar Kompetensi Kerja d{l Jabatan
Fungsional Bidang Riset dan Inovasi yang
disusun
9 9 Standar 3.522.100 04 08 0l 02
r24.KB.6680.QFJ Bantuan Pendidikan Tinggi 919.166.941
SK No 149605 C
Peserta Peningkatan Kualifikasi Talenta
Riset dsn Inovasi
124.rB.6680.QE.J.0Ot 1171 Orang 302.994-451 04 0A Ol ol
berkas 5, hlm. 388 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r24.KB.6680.QE r.OO2 Peserta hograltr Mobilitas Talenta Riset
dan Inovasi
10700 13500 Orang 616.164.4S0 04 08 0r 19
04 (x' 02 7n
124.KB.6681 Penguatan Infrastruktur Riset dan Inovasi 5.171.316.647
r24.KB.668l.QMA Data den Informasi Publik 14.749.350
r24.KB.668r.QMAOO1 Evidence-based and Sustainable Ocean
Management in Indonesia
I 0 Data 14.749.350 04 0a Ol 02
124.KB.6681.RAO Sarana Bidang IPTEK 4.183.176.637
124.KB.668l.RAO.O 1r hocur€rocnt of Multi Purposes Research
Vessels
2 o Unit 1.093.026.637 04 08 01 o3
l24.KB.668l.RAO.O l2 Peralatan Laboratorium Bidang Telsdk 2 2 Unit t.930.150.000 04 08 0l 03
124.KB.66al.RAO.O 13 Peralatan Laboratorium Bidang Hayati 2 2 Unit l.160.000.000 04 0a 01 03
124.KB.6681.RBU Prasarana Bidang IPTEK 973.390.700
124.KB.6681.RBU.001 Prasarana Kawasan Sains yang
Direvitalisasi
I Unit 673.390.700 04 08 0l 03
124.KB.6681.RBU.003 Infrastruktur Laboratorium Penyakit Infeksi
dengan Tingkat Keamanan Tinggi (High
Containment Infectious Laboratoryl
I o Unit 300.000.000 02 16 05 02
SK No 145074C
Fasilitasi Riset darr Inovasi 3r 1.550.00r
04 08 01 o3
124.KB.6682
berkas 5, hlm. 389 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
124.K8.6682.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3l l.550.ool
124.K8.6682.QD8.0O I Mitra Fasilitasi Riset dan Inovasi untuk
Indonesia Maju yang Diseleksi
7930 16444 Lembaga 200.300.001 04 09 02 lt)
124.K8.6682.QDB.0O2 Pusat Kolaborasi Riset Terfasilitasi 35 35 Lembaga 111.250.000 04 09 02 03
124.K8.6643 Pemanfaatan Riset dan Inovasi 552.910.001
124.KB.6683.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 552.910.001
r24.KB.6683.QDB.OO 1 Mitra Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada
Industri
100 2O7 Lembaga 109.410.000 02 15 03 01
04 08 02 04
04 08 03 lo
04 09 02 02
05 01 06 08
05 0l 19 03
124.K8.6683.QD8.002 Mitra Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada
Masyarakat dar UMKM
615 1061 Lembaga 355.500.001 04 08 03 10
SK No 145075 C
l:].l
04 0a 03 r0
124.K8.6683.QDB.003 Mitra Pemanfaatan Riset dan Inovasi
Lembaga Lainnya
176 Lembaga 88.000.000 04 08 02 04
berkas 5, hlm. 390 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
124.KB.6684 Manajemen Riset dart Inovasi Daerah 390.332.166
124.K8.6684.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 390.332.166
124.K8.6684.QDB.0O I Beden Riset dan Inovasi Daerah Terbina 21 45 l,€robaaa 95.227.500 04 0a 02 o3
124.K8.6684.ODB.0O2 Hub Inovasi Daerah yang dikembangkan
124.K8.6645 Perumusan Kebijakan Pembangunan
o 4 Lembaga 293.104.66 04 08 02 03
156.332.166
124.KB.6685.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
71.227.500
l24.KB.66a5.PBH.OO 1 Naskah Kebijakan Aktual Strategis
Pembangunan
101 209 Rekomendasi
Kebijakan
71.227.500 (x 08 03 08
r24.KB.6685.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 85. r04.666
l24.KB.6685.QDB.0Or Hub Inovasi Sektoral yaru dikembangkan o I Lembaga 45.104.666 04 08 02 04
124.KB.6686 Perumusan Kebijakan Riset dan Inovasi 82.209.333
124.K8.6686.QM4 Data d6n Informasi Publik 82.209.333
l24.KB.6686.QM,c.OO1 Data Indikator Riset, Teknologi dan Inovasi 2 2 layanan 42.209.333 02 (xt 06 03
124.KB.6687 Riset Bidang Hayati dan Lingkungan 238.001.000
SK No 145076 C
Sarana Bidang IPTEK 32.650.150 124_KB.66A7.RAO
berkas 5, hlm. 391 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
124.KB.6687.RAO.001 Peralatan Laboratorium Riset Hayati d€n
Lingkungan
I 1 Unit 32.650.150 02 16 03 02
124.KB.6687.SDB Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 205.350.850
124.KB.6687.SDB.001 hr.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Teknologi B€rcih
t2 20 Purwarupa 62.000.000 02 lr 03 01
02 15 01 0l
02 2t 02 02
04 08 03 07
124.KB.6687.SDB.002 Purwarupa Biota yang Terkonservasi ll l8 Purwarupa tr. 500.ooo 02 16 02 02
04 08 03 07
08 02 01 06
124.KB.6687.SDB.003 Rrrwarupa Hasil Riset da'tr Inovasi
Pemanfaatan Biodiversitas Nusantara
22 45 Purwarupa 86.850.850 02 2t 02 In
02 16 05 0l
04 08 03 0l
124.KB.6687.SDD Penelitian dan Pengembangan yang
Dipatenkan
0
SK No 145077 C
Kekayaan Intelektual Biota yang
Terkonservasi
40 kekayaan
intelektual
o 02 16 0s ol 124.KB.668?.SDD.OO2 o
berkas 5, hlm. 392 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202$-m29
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
124.KB.6687.SDD.003 Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan
Inovasi Pemanfaatan Biodiversitas
Nusantara
o 40 kekayaan
intelektual
o 02 16 05 01
124.K8.6648 Riset Bidang Elektronika dan Informatika 145.582.000
124.KB.6688.SDB Penelitian dan Pengembangan Puiwarupa 145.582.000
r24.KB.6688.SDB.OO1 hl.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi Big Data 5 l5 Rrrwarupa 59.082.000 02 t4 001 003
124.KB.6688.SDB.003 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Jaringan
Detektor Bawah Air
3 30 h[trrarupa 42.500.000 04 0A 03 (x'
04 08 03 03
r24.KB.6688.SDB.OO4 hr.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi
GcoinforEatika Multi Input Multi Output
Indonesia
o 64 Purwarupa 44.000.000 02 t4 001 oo3
04 08 03 U?
124.KB.6689 Rket Bidang Kebumian dan Maritim 726.451.OOO
124.KB.6689.RAO Sarana Bidang IPTEK 4A?.5?2.OOO
l24.KB.66A9.RAO.OOl Peralatan Laboratorium KcbutDiart dan
Maritim
I 1 Unit 37.572.OOO 04 08 02 04
124.K8.6689.R4O.004 Pengembangan Hub Kelautan dan M6ritirrl o I Unit 450.000.000 04 08 02 04
SK No 145078 C
Penelitian dan Pengembangan Purwarupa
54.647.000 04 0a 03 07
124.KB.6689.SDB 238.879.000
124-K8.6649-SDB-OO1 5 13 Rrrqrarupa
berkas 5, hlm. 393 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Kebencanaan dan Suabcr Daya Kebumian
08 04 01 02
124.KB.6689.SDB.002 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Kelautan untuk Ekonomi Biru
o II Rr arupa 48.OOO.OOO 02 22 07 o3
04 0a 03 :.D
l24.KB. 66A9.SDB.OO2. 3 175 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Kelautan untuk Ekonomi Biru - Kota
Administrasi Jakarta Utara
o ll Purwarupa 48.OOO.OOO 05 0l 07 03
124.KB.6689.SDB.003 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Untuk
Hilirisasi SuEbcr Daya Akuatik
2 ll Purwarupa 59.192.000 02 lO 16 01
02 22 07 03
04 08 03 09
124.KB.66a9.SDB.003. 3 175 Pu.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi Untuk
Hilirisasi Sumber Daya Akuatik - Kota
Administrasi Jakarta Utara
2 1l Purwarupa 59.192.000 05 0l 07 03
124.K8.6689.SD8.004 Rrfl[arupa Hasil Riset dan Inovasi untuk
pengelolaan DAS
o I I Purwarupa 41.OOO.OOO 04 08 03 04
124.K8.6549.SD8.005 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi untuk
pengelol,aan Danau Prioritas
o 10 hrrnErupa 36.000.000 (N 08 03 04
SK No 145079 C
Riset Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan
Humaniora
74.455.000 124. K8.6590
berkas 5, hlm. 394 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
124.KB.5690.SDC Penelitian dan Pengembangan Modeling 74.455.000
r24.KB.6690.SDC.OO1 Model Hasil Riset dan Inovasi tentang Ke-
Indonesiaan
18 10 model 40-455-OOO 04 08 03 :in
r24-KB.6690.SDC.OO2 Model Hasil Riset dan Inovasi tentang
Dinamika Kont€rrporcf,
18 8 model 34.000.000 04 08 03 08
124.KB.6691 Riset Bidang T€naaa Nuklir t42.962.O@
124-KB.6691-SDB Penelitian dar! Pengembangan hrrwarupa 142.962.000
124.KB.6691.SDB.001 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Teknologi Nuklir untuk Energi
6 ll Purwarupa 60.702.000 02 1l 03
04 08 03 02
01
124.KB.6691.SDB.003 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Teknologi Nuklir untuk Radioisotop dsn
Radiofarmaka
9 40 Purwarupa 42.260.000 04 0A 03 r|li
124.KB.6692 Riset Bidang Penerbangan dan Antariksa 136.500.000
124.KB.6692.SDB Penelitian dan Pengembangan hu'warupa 136.500.000
124.KB.6692.SDB.001 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
T.lslologi Pesawat Udara
3 2l Purwarupa 39.OOO.000 04 0a 03 o3
05 0l 13 02
SK No 145080 C
14 Purwarupa 42.500.000 04 08 03 03 124.KB.6692.SDB.002 o
berkas 5, hlm. 395 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Puiwarupa Hasil Riset dan Inovasi
TeldroloEi Satelit
05 01 13 05
124.KB.6692.SDB.003 Purwarupa Hasil Ris.t dan Inovasi
Teknologi Roket
t2 14 Purwarupa 55.000.000 03 02 02 004
04 0a 03 o3
05 0l 13 05
124.KB.6693 Riset Bidang E rcf,gi dan Manufaktur 564.632.000
124.KB.6693.RAO SararE Bidang IPTEK 4t32.744.OOO
124.KB.6693.RAO.001 Peralatan Laboratorium Energi dan
M6nuf6l(tur
I Unit 32.744.OOO 04 08 02 04
124.KB.6693.RAO.002 Fengetrbangarl Hub Energi dan
Manufaktur
o Unit 450.OOO.OOO 04 08 02 04
124.KB.6693.SDB Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 81.888.000
124.KB.6693.SDB.001 hrrwarupa Hasil Riset dart Inovasi
Teknologi Energi B€f,kelanj utan
lo lO Purwarupa 43.956.000 02 ll 03 0l
01
02 19 0,6 02
02 19 0l ol
o5 la 02
SK No 145081 C
04 0a 03 02
berkas 5, hlm. 396 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 01 05 03
05 0l 09 0r
124.KB.6693.SDB.002 hlwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Teknologi Manufaktur Industri Berbasis
Sumber Daya Lokal
E 16 Purwarupa 37.932.000 02 11 03
02 15 03 0l
04 08 03 05
o5 01 15 o3
05 01 16 05
05 0t t7 02
ol
124.KB.6693.SDD Penelitian dan Pengembangan yang
Dipatenkan
0
124.KB.6693.SDD.001 Kekayaan Intelektual Hasil Riset dai
Inovasi Teknologi Energi B€rkelanj utan
o 50 kekayaan
intelektual
005 01 05 03
124.KB.6693.SDD.002 Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan
Inovasi Teknologi Manufaktur Industri
Berbasis Srlrtrb€r Daya Lokal
o 50 kekayaan
intelektual
o050l16 o5
05 0l t7 02
124.KB.6455 Riset Bidang Arkeologi, Baha.a, dan Sastra 78.799.580
SK No 145082C
Penelitian dan Pengembangan Modeling 78.799.580 124.KB.6855.SDC
berkas 5, hlm. 397 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
124.KB.6855.SDC.001 Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya
Berkelanjutan
20 3) model 30.617.580 04 08 03 08
124.KB.6855.SDC.002 Model Hasil Riset dan Inovasi Data Raya
Arkeologi, Bahasa, dan Sastra
5 o mod.l 26.250.000 04 08 03 08
124.KB.6855.SDC.003 Model Hasil Riset Dasar Arkeologi, Bahasa,
dan Sastra
3 5 model 21.932.000 04 08 03 :irl
124.KB.6456 Riset Bidang Nanoteknologi dar Material 772.964.601
124.KB.6856.RAO Sarana Bidang IPTEK 492.750.OOO
124.KB.6856.RAO.001 Peralatan Laboratorium Nanotcknologi dan
Material
I Unit 42.750.OOO 04 08 02 04
124.K8.6456-RAO.OO2 Pengembangan Hub Material dan Mineral o 1 Unit 450.000.000 04 08 02 04
r24.KB.6856.SD8 Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 280.214.600
124.KB.6856.SDB.001 hlrl/"arupa Hasil Riset dan Inovasi Hilirisasi
Sumber Daya Alam Tidak Terbarukan
8 3l h.uvarupa 65.000.000 04 08 03 05
05 01 0l 03
05 0l 01 04
SK No 145083 C
berkas 5, hlm. 398 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
05 0l 04 03
05 0t 18 01
124.KB.6856.SDB.002 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Material
Maju untuk Kesehatan
1l lO Purwarupa 77.214.600 04 0a 03 o6
124.KB.6856.SDB.003 Purwarupa Hasil Riset d€n Inovasi
Pengembangan Teknologi Proses Material
6 lO Purwarupa 65.000.000 04 08 03 05
124.K8.6856.SDB.004 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Material
Komposit Untuk Aplikasi Pertahanan dan
Satelit
6 72 Rrrwarupa 73.000.000 04 08 03 05
05 0l lo 03
05 01 12 o1
t24.KB.6€57 Riset Bidang Tata Kelola Pemerintahan,
Ek6ro@i, dan Kesejahteraan Masyarakat
141.433.250
124.KB.6857.SDC
r24.KB.6857.SDC.OO1
Penelitian dan Pengembangan Modeling
Model Hasil Riset Transformasi Tata Kelola
Pemerintahan yang Adaptif dan Integratif
1l 40 model
141.433.250
43.633.250 04 08 03 t{al
r24.KB.6857.SDC.OO2 Model Hasil Riset Akselerasi Pembanguan
hde8aan untuk Kesejahteraan
7 30 model 29.600.000 04 08 03 08
SK No 145084C
34 model
124.KB.6857.SDC.003 Model Hasil Riset Kemandirian Ekonomi
yang Kompetitif dan Berkelanj utan
7 34.600.000 03 02 02 004
berkas 5, hlm. 399 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
124.KB.6857.SDC.004 Model Hasil Riset Industrialisasi dan
Pengembangan Bisnis yang Inklusif
7 ,11 model 33.600.000 04 08 03 oa
124.KB.6858 Ri.et Bidang Pertanian dan Pangan 762.244.475
124.K8.6858.QMA Data dan Informasi Publik o
124.K8.68s8.QMA.0O1 Platform Kolaborasi Pemuliaan Presisi Bibit
Unggul
o I Data 005 01 05 01
05 0l 05 02
05 01 06 08
05 01 ls o3
124.KB.6858.RAO Sarana Bidang IPTEK 484.600.000
124.KB.6858.RAO.001 Peralatan Laboratorium Mgrdan dan
Pangan
1 Unit 34.600.000 04 0a 02 04
124.KB.6858.RAO.002 Pengembangan Hub Fef,tarrian n I Unit 450.000.000 04 08 02 04
124.KB.6858.SDB Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 277.648.875
124.KB.6858.SDB.001 Punyarupa Hasil Riset dan Inovasi
Budidaya Tanaman
l2 18 Purwarupa 87.648.875 02 lO 16 01
04 08 03 0l
SK No 145085 C
05 0l 05 o1
berkas 5, hlm. 400 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l 05 02
05 01 06 :|ll
124.KB.6858.SDB.002 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Budidaya Ternak
8 24 Purwarupa 90.ooo.ooo 02 lo 16 ol
01 03 08 04
124.KB.6858.SDB.003 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Hilirkad
Produk Pertanian
14 18 Purwarupa 100.000.000 02 10 16 o1
o5
o5
16
TA
02
TF]
ol
o1
03 02 02 004
o3 08 04 0r
05 01 05 02
05 0l 06 08
05 01 ut 03
124.KB.6859 Riset Bidang Kesehatan 264.145.000
124.KB.6859.SDB Penelitian dar Pengembangan Purtf,"arupa 264.145.000
SK No 145087 C
Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi Obat
dan vaksin
19 60 Purwarupa
04 13 0l o3
124.KB.6859.SDB.001 109.211.000 04 08 03 06
berkas 5, hlm. 401 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
05 0l l1 05
124.KB.6859.SDB.002 Pu.rwarupa Hasil Riset dan Inovasi Nat
Kesehatan
12 30 Purwarupa 75.600.000 04 08 03 06
05 0l 14 02
124.KB.6859.SDB.003 Purwarupa Hasil Riset dan Inovasi
Kedokteran Presisi
15 22 Purwarupa 79.334.OOO 04 08 03 06
124.KB.6860 Penyelenggaraan Pendidikan Teknologi
Nuklir
196.554.099
124.KB.6860.SBA Pendidikan Tinggi 196.554.099
124.KB.6860.SBA.001 Mahasiswa Pendidikan Tinggi Bidang
Teknologi Nuklir
450 450 Orang 196.554.099 04 07 02 05
TOTAL 11.861.875.074
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145088 C
berkas 5, hlm. 402 OCR
FREsIDEN
BADAN PANGAN NASIONAL
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.10 - Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi 93,5 94 96
PP 02.lO - Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Ketersediaan 91,4 9?,3 98,30
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02. fO.O8 - Jumlah pengelolaan cadangan pangan beras juta ton 1,17 3-3,5 3-3,5
KP 02.10. 12 - Konsumsi buah dan sayur gram / kapita/ hari 244,6 245,33 255,29
KP 02.10. 12 - Konsumsi pangan hewani gram/ kapita/ hari 124,5 129,11 139,76
KP 02.10.12 - Konsumsi umbi-umbian gram/ I€pita/ hari 41,1 53,40 64,91
KP O2.lO. 13 - Indeks Keamanan Pangan Segar 60 61 65
KP 02.lO.14 - Persentase beras fortifikasi dalam program bantuan pangan persen 0 20 loo
KP 02, 10.15 - Persentase daerah rentan rawan pangan persen t2 I 1,5 9,s
SK No 145089 C
persen 4,5 3,75 3,36 KP 02. 10.15 - Prevalensi penduduk dengar kerawanan pangan sedang atau berat, berdasarkan pada
skala pengalaman kerawanan pangan / Food Insecurity Experience Scale (FIES)
berkas 5, hlm. 403 OCR
FR.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02. 15.02 - Persentase pangan yang terselamatkan pera€tr 1,44 3-5 3-5
KP O5.O5.O f - Koclisicn variasi (coeffcient of va'idtionl ,J,arga pangan kumulatif komoditas pangan
pokok antar waktu darl antar wilayah
persen - (indikator baru) 20-25 10- 15
KP 07. I 5.0 I - Inflasi harga bergejolak persen o,12 3,00-5,00 3,00-5,00
SK No 145090 C
berkas 5, hlm. 404 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
125.HA Program Ketersediaan, Akses dsn
Konsumsi Pangan Berkualitas
t.062.259.726
125.HA.6875 Pemantapan Ketersediaan dsn Stabilisasi
Pasokan dan Harga Pangan
360.323.644
125.HA.6875.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 74.551.120
125.HA.6875.PBR.001 Rekomendasi Kebijakan Ketersediaan
Pangan
40 40 Rekomendasi
Kebijakan
36.431.525 02 lO 08 02
02 09 06 03
ol l1
06
07
02 04 o?
15
125.HA.6875.PBR.002 Rekomendasi Kebijakan Stabilisasi Pasokan
dan Harga Pangan
t2 16 Rekomendasi
Kebijakan
16.883.052 07 15 0l
02 09 06 03
11
125.HA.6875.PBR.003 Rekomendasi Kebijakan Distribusi dan
Cadangan Pangan
6 t4 Rekomendasi
Kebijakan
21.236.543 02 09 06
02 l0 08 02
o3
SK No 145091 C
101.444.462
06 02 0l 02
r25.HA.687s.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 405 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2o23-2029
(Rp Ribu)
P1\I PF KP PROP
125.H4.6875.QDD.001 Pangan yang Terdistribusi ri 50 175 Kelompok
Masyarakat
11.298.370 06 02 01 02
07 15 0l 08
r25.HA.6875.QDD.OO2 Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan rt 39 39 Kelompok
Masyarakat
60.237.447 07 15 01
06 02 01 02
ol
r25.HA.6875.QDD.OO3 Kios Pangan yang dikembangkan 39 39 Kelompok
Masyarakat
23.633.204 06 02 0l 02
07 15 01 o1
125.HA.687s.QDD.004 Lumbung Pangan Masyarakat yang
diperkuat
o 200 Kelompok
Masyarakat
6.275.441 02 lO Oa ol
r25.HA.6875.QEC Bantuan Produk o
l2s.HA.6875.QEC.0Or Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah o 0 Paket o o7 15 01 o3
o1
02 10 08 01
02 02 06
r25.H4.6875.QMA Date den Informasi Publik 131.236.744
r25.HA.6875.QMA.001 Data dan Informasi Ketersediaan Pangan 3 3 Data 29.12?.755 02 10 0A 02
SK No 145092 C
06 01 02 0r
berkas 5, hlm. 406 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r25.HA.6875.QMA.OO2 Data dar Informasi Stabilisasi Pasokan dan
Harga Pangan
5 5 Data 81.603.037 07 15 0l 10
125.HA.6875.QMA.003 Data dan Informasi Distribusi dan
Cadangan Pangan
34 39 Data 20.505.952 02 lO 08 7n
06 07 04 02
05 03 0l 05
125.HA.6875.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Litrgkullgart Hidup
53.091.358
125.HA.6875.RAG.001 Sarana Logistik Pangan 4 t2 Unit 37.163.951 02 15 02 02
o7 15 0l xE
05 03 0l 05
02 10 08 ol
l25.HA.6875.RAG.OO2 Sarana Stabilisasi Pasokan dan Harga
Pangan
3 9 Unit 15.927.407 06 02 01 02
125.HA.6876 Pengendalian Kerawanan Pangan dan
Pemantapan Kewaspadaan Pangan dsrr Gizi
358.912.525
r25_HA.6A76.PAD Peraturan Presiden 440.OOO
SK No 145093 C
0 R.Perpres ,l4o.ooo 02 09 06 03 125.HA.6876.PAD.001 RPerpres Kebijakan dan Strategi Nasional
Penyelamatan Susut dan Sisa Pangan (SSB
I
berkas 5, hlm. 407 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
125.HA.6876.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 34.479.091
125.HA.6876.PBR.001 Rekomendasi Kebijakan Pengendalian
Kerawanan Pangan
39 553 Rekomendasi
Kebijakan
18.581.945 02 09 06 03
06 07 04 02
02 lo 15 01
125.HA.6876.PBR.002 Rekomendasi Kebijakan Kewaspadaan
Pangan dan Gizi
5 I Rekomendasi
Kebijakan
20.297.146 02 09 06 03
02 ro 15 01
125.H4.6876.QEC Bantuan Produk 233.253.450
125.HA.6876.OEC.0O 1 Bantuan Pangan dalam rangka
Pengendalian Kerawanan Pangan
64400 94474 Paket tt3.4a4.a22 02 lo 15 02
06 02 0l 02
125.HA.6876.QEC. r03 Bantuan Pangan tcrfortifikasi dan
Biofortifikasi
1944 2447 tt9.769.O2A 02 r0 14 001
06 02 0l 02
r25.HA.6876.QM4 Dete den Informasi Publik ,16.300.216
r25.HA.6876.QMA.OOr Data dan Informasi Pengendalian
Kerawanan Pangan
I Data 5.309.136 02 l0 15 01
SK No 145094 C
Data dan Informasi Kewaspadaan Pangan
dan Gizi
I Data 3.427.t29 02 l0 15 01 125.H4.6876.QM4.002 I
berkas 5, hlm. 408 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
t25.HA.6876.QMA.OO3 Data dan Informasi Penyelamatan Pangan I Date 37.163.951 02 l5 02 01
125.HA.6876.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
40.039.368
125.HA.6876.RAG.001 Sarana prasarana upaya penyelamatan
pangan
10 22 Unit 40.039.368 02 l5 02 o3
125.HA.6877
125.H4.6877.rcA
Pemantapan Pengarekaragaman Konsumsi
dan Keamanan Paigart
Perizinan Produk
343.023.516
43.234.916
125.HA.6877.PCA.001 Sertifikat sarana datt produk pangan segar'
yang memenuhi standar keamanan dan
mutu pangan
2400 Produk 43.234.916 02 10 13 02
l25.HA.6a77.PEH Promosi 64.699.864
125.HA.6877.PEH.001 Promosi Pangan B2SA 39 39 Kegiatan 64.699.464 04 1l 02 02
02 lo t2 002
04 13 05 04
125.HA.6877.0DB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 60.009.387
SK No 145096 C
20 363 Lembaga 37.774.305 02 l0 t3 01 l25.HA.6877.QDB.OOl Fasilitasi dan Pembinaan Pa.ar Pangan
Segar Aman
berkas 5, hlm. 409 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r25.HA.6877.QDB.OO2 Otoritas Kompeten Kearaanan Pangan yang
dibina
236 297 LeEbaga 22.235.042 02 10 13 0l
r25.H4.6877.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelot rpok
Masyarakat
59.575.057
r25.HA.6877.QDD.OO r Kelompok masyarakat yaru terfasilitasi
penganekaraSaman pangan
101 2062 Kelompok
Masyarakat
5S.575-057 06 07 04 02
04 lt 02 02
02 l0 12 001
r25.H4.6877.Qr4 Pengawasan dan Pengendalian Produk 36.091.521
r25.HA6877.QrA.OOr Pangan Segar yang Memenuhi Syarat
Keamanan dan Mutu Pangan
39 397 Laporan 36.091.521 02 lO 13 01
02 16 05 02
04 o5 13 04
r25.HA.6877.QMA Data den Informasi Publik 57.087.454
r2s.HA.6877.QMA.0O l Data Situasi Konsumsi Pangan I 39 Data 57.087.854 02 10 t2 001
125.HA.6877.RAG Sarana Bidang karian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
22.324.917
SK No 145097 C
Program Dukungan Manajemen
10 Unit
2.654.*,4
125.HA.6477.R4G.001 Sarana KeaEanan dan Mutu Pangan 4 22.324.917 02 lO 13 02
125_WA
berkas 5, hlm. 410 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
125.WA.6874 Dukungan Manajemen darl Telcds lainnya
Badan Pangan Nasional
2.654.568
125.WA.6874.UAB Si8teltl Informasi Pemerintahan 2.654.568
125.WA.6874.UAB.001 Sistem Informasi Pangan dan Gizi I Sicterf
Informasi
2.654.568 02 lO 16 04
TOTAL 1.064.914.294
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, da'r Masyarakat
SK No 145099 C
berkas 5, hlm. 411 OCR
OTORITA IBU KOTA NUSANTARA
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEI-INE2O24 TARGET2O2S TARGE.T 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 06.05 - Indeks Kota Berkelanjutan Ibu Kota Nusantara 47,79 44,29 50,29
PP 06.05 - Laju pertumbuhan PDRB Pulau Kalimantan persen 5,4 5,8 4,2
PP 06,05 - Indeks Pembangunan Masyarakat tbu Kota Nusantara 61,35 62,85 68,85
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 06.05.01 - Luas area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan lbu Kota Nusantara dan sekitarnya yang
terbangun
ha 715,32 800-450 1.750-2.200
KP 06.05.0 I - Persentase pembangunan gedung/perkantoran di Ibu Kota Nusantara persen - (indikator baru) 20 100
KP 06.05.0 I - Persentase pembangunan hunian/rulrlah tangga yang l,ayak, terjangkau, dan
berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara
persen - (indikator baru) 50 90
KP 06.05.01 - Cakupan ketersediaan sarana prasarana dasar kawasan lbu Kota Nusantara persen 23 50 80
KP 06.05.01 - Indeks Aksesibilitas dan Kon€l ivitae Kawasan lbu Kota Nusantara 0,65 o,74 o,a7
SK No 145100 C
orang - (indikator baru) 1.700-4.loo 4.500-9.500 KP 06.05.01 - Jumlah pemindahan dan/atau penugasan ASN ke lbu Kota Nusantara
berkas 5, hlm. 412 OCR
FR.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 06.05.01 - Cakupan layanan kota cerdas kawasan lbu Kota Nusantara persen - (indikator baru) 25 a2
XP 06.05.02 - Proporsi jumlah usaha kecil dan menengah di lbu Kota Nusantara persen 1,58 r,88 3,00
KP 06.05.02 - Realisasi nilai investasi sektor swasta di lbu Kota Nusantara triliun rupiah 58,41 60 100
KP 06.05.02 - Rencana klaster superhub ekonomi IKN yang disiapkan klaster 3 I
KP 06.05.02 - Persentase masyarakat sejahtera persen 8,91 9,50 11,50
KP 06,05,02 - Persentase pelayanan kesehatan yang memenuhi standar di lbu Kota Nusantara persen 55 63 a7
KP 06.05.02 - Persentase satuan pendidikan yang memenuhi SNP (standar nasional pendidikan) di
Ibu Kota Nusantara
p€rseIr 65 70 82
KP 06.05.02 - Persentase pengelolaan kawasan lindung lbu Kota Nusantara p€f,8€lr t7 ifJ 22
KP 06.05.02 - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup lbu Kota Nusantara 70,72 71,22 74,44
KP 06.05.02 - Indeks Risiko Bencana lbu Kota Nusantara 104,00 100,80 83,10
KP 06.05.02 - Luas lahan pertanian yang ditetapkan sebagai kawasan pertanian berkelanjutan ha - (indikator baru) 50 550
SK No 145101 C
berkas 5, hlm. 413 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126. EH Program Pengembangan Kawasan Strategis 79.436.424.O29
126. EH.6934 Perencanaan dan P€f,t8elolaan hanaharr 1.908.401.357
126.EH.6934.PBT Kebijakan Bidang Ruang dan Pertanahan 264.394.963
126.EH.6934.PBT.001 Kebijakan Perencanaan Mako 2 2 Rekomendasi
Kebijakan
15.927.40? 06 05 02 o3
126.EH.6934.PBT.002 Kebijakan Perencanaan Mikro 7 7 Rekomendasi
Kebijakan
235.194.716 06 05 01 01
126.EH.6934.PBT.003 Kebijakan Pertanahan 2 2 Rekomendasi
Kebijakan
13.272.440 06 05 0l Ol
126.EH.6934.PEA Koordinasi lo.200.ooo
126.EH.6934.PEA.001 Koordinasi Pengembangan Kawaiarr IKN
Lingkup Perencanaan Makro
I I kegiatan 10.200.000 06 05 0l 06
126.EH.6934.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 1.633.806.394
126.EH.6934.RBO.OOl Pengadaan Tanah 3 3 bidang 1.633.406.394 06 05 0l 01
126.EH.6935 Pengendalian FembarlgunaIr r 10.636.035
SK No 145102 C
Kebijakan Bidang Tata Kelol,a Fern€ ntaiarr 27.292.541 126.EH.6935.PBL
berkas 5, hlm. 414 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126.EH.6935.PBL.001 Fasilitasi Kerja Sama Daerah Mitra I o Rekomendasi
Kebijakan
27.292.91 06 05 02 03
r26.EH.6935.QAH Pelayanan Publik Lainnya 52.106.036
l26.EH.6935.QAH.OOl Layanan Kerja Sama dengan Pemerintah
Daerah dan Sistem Perizinan terkait
dengan pengendalian Penyelenggaraan
Pemerintahan dan Perizinan
2 2 layanan 52.106.036 06 05 01 07
126.EH.6935.RAP Sarana Bidang Penanggulangan Bencana 31.237.458
126.EH.6935.RAP.001 Sarana Layanan Kebencanaan Bidang
Ketentraman dan Ketertiban UEUE
I I Unit 3t.237.454 06 05 02 08
126.EH.6936 Pengembangan Sosial, Budaya, dan
Pemberdayaan Masyarakat
57.135.497
126.EH.6936.PBN Kebijakan Bidang Sosial 4.862.111
126.EH.6936.PBN.001 Kebijakan Bidang Sosial Pemberdayaan
Masyarakat
3 3 4.862.111 06 05 02 04
126.EH.6936.PEH Promosi 26.753.792
SK No 149606 C
Promosi Kebudayaan, Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
26.753.792 06 05 02 03 126-EH.6936-PEH-OO I I
berkas 5, hlm. 415 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
126.EH.6936.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
23.640.521
r26.EH.6936.QDD.OO I Pembinaan Pengendalian Malaria di
Wilayah lbu Kota Nusantara
I 1 10.942.899 06 05 02 05
r26.EH.6936.QDD.0O2 Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat Bidang Pemberdayaan
Masyarakat
o 0 12.697.622 06 0s 02 o4
126.EH.6936.QDG Fasilitasi darr Pembinaan UMKM 1.879.073
r26.EH.6936.QDG.@ 1 Pembinaan Ekonomi Masyarakat lbu Kota
Nusantara
21 o r.879.073 06 05 02 01
t26.EH.6S37 Pengembangan Transformasi Hijau darr
Digital
100.550.945
126.EH.6937.PBO Kebijakan Bidang Teknologi Informasi 73.632.850
126.EH.6937.PBO.001 Kebijakan Bidang Pengembangan
Ekosistem Digital
7 Rekomendasi
Kebijakan
29.200.247 06 05 0l 07
126.EH.6937.PBO.002 Kebijakan Bidang Transformasi Hijau 3 3 18.311.655 06 0s 02 07
SK No l45l04C
Sistem Informasi Pemerintahan 26.918.135
o? 126.EH.6937.PBO.003 Kebijakan Bidang Data dat:l Kecerdasan
Buatan
4 4 26.120.94A 06 05 01
126.EH.6937.UAB
berkas 5, hlm. 416 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2t)29
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
126.EH.6937.UAB.OOr Sistem Informasi Kota Cerdas lbu Kota
Nusantara
0 o Sistem
Informasi
26.918.135 06 05 01 07
126.EH.6938 Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Suobcr Daya Alam
101.612.763
126.8H.6938.PBI Kebijakan Bidang Energi dan Sumber Daya
Alam
19.590.712
l26.EH.6938.PBt.OOl Kebijakan Bidang Pengembangan
Pemanfaatan Kehutanan dar SuEbar Daya
Air
3 3 Rekomendasi
Kebijakan
10.565.181 06 05 02 07
l26.EH.6938.PBI.OO2 Kebijakan Bidang Ketahanan Pangan 4 4 Rekomendasi
Kebijakan
9.025.531 06 05 02 09
126.EH.6938.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 9.340.181
126.EH.6938.PBJ.000 Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 1 I Rekomendasi
Kebijakan
9.340.141 06 05 02 tall
126.EH.6938.QAr{ Pelayanan Publik Lainnya 2.123.655
r26.EH.6938.QAH.O0l Pelayanan Publik Lainnya Bidang
Lingkungan Hidup dan Penanggulangan
Bencana
lo lo 2.123.655 06 05 02 08
SK No 145105 C
19.085.113 r26.EH.6938.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 417 OCR
PRESIOEN
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r26.EH.6938.QDD.OO l Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat Bidang Lingkungan Hidup dan
Bencana Naa
2 2 t.592.741 06 05 02 08
126.EH.6938.QDD.002 Fasilitasi Masyarakat Bidang
Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan
dan Sumber Daya Air
2 2 2.804.584 06 05 02 0?
r26.EH.6938.QDD.OO3 Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat Bidang Ketahanan Pangan
32 32 t4.647.744 06 05 02 09
126.EH.6938.Qn Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan 11.930.658
r26.EH.6938.QILOOl Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan
Hidup
4 4 6.740.796 06 05 02 08
126.EH.6938.Q .002 Pengawasan dan Pengendalian Kehutanan 2 2 5.149.862 06 05 02 07
126.EH.6938.RAc Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
14.414.071
126.EH.6938.RAG.001 Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan, dan
Lingkungan Hidup
2 2 14.414.071 06 05 02 08
126.EH.6938.RBR Dukungan Teldria 7.014.961
SK No 145106 C
7.014.961 06 0s 02 f0tl 126.EH.6938.RBR.001 Dukungan Teknis Bidang Lingkungan
Hidup dan Penanggulangan Bencana
I I
berkas 5, hlm. 418 OCR
- lo 18 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKAS;I ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P'N PF KP PROP
126.EH.6934.REA Konservasi Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
18.113.412
126.EH.6938.REA.001 Perlindungan dan Rehabilitasi Hutan o O Hektar 18.113.412 0,6 05 02 07
126.EH.6939 Pengelolaan Pendanaan dan Investasi 64.309.064
126.EH.6939.PBB
126.EH.6939.PBB.001
Kebijakan Bidang Investasi dan
Perdagangan
Kebijakan Investasi dai Kemudahan
Investasi
2 2
r 11.917.609
5.627.472 06 0s 02 02
126.EH.6939.PBB.002
126.EH.6939.PEH
Kebijakan Peodalaar!
Promosi
3 3 6.290.137 06 05 02 02
52.391.455
126.EH.6939.PEH.OOr Promosi Bidang Investasi dan Kemudahan
Berusaha
2 2 34.996.065 06 05 02 02
126.EH.6939.PEH.002 Promosi Bidang Pendanaan I I 13.395.390 06 05 02 02
126.EH.6940 Pembangunan dan Pengembangan Sarana
darr Prasarana
77.494.182.328
126.EH.6940.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 5.100.000
SK No 145107 C
Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana
Sosial
0060502 o4 126.EH.6940.PBF.001 I o o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 419 OCR
PF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126.EH.6940.PBF.002 Kebijakan Pengelolaan Gedung, Kawasan,
dan Perkotaan
4 I Rekomendasi
Kebijakan
5.100.000 06 05 01 02
r26.EH.694O.QAH Pelayanan Publik Lainnya 10s.623.OOO
l26.EH.6940.QAH.OO2 Penyediaan Layanan Angkutan Utlum
Massal Perkotaan di KIPP IKN
2 2 layanan 109.623.000 06 05 0l o5
r26-EH-6940.RAC Sarana Bidang Konektivitas Darat r.086.668.077
126.EH.6940.RAC.002 Sarana Bidang Ttan lportali Darat 9 g Paket 1.086.668.077 06 05 01 o5
126.EH.6940.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 703.853.371
l26.EH.6940.RAJ.OOl Pembangunan Jaringan Proteksi Kebakaran I I Unit 703.853.371 06 05 02 fil:]
126.EH.6940.RBB Prasarana Bidang Perumahan dan
Pemukiman
4.764.850.000
126.EH.6940.RBB.001 Pembangunan Rusun ASN I o unit 764.850.000 06 05 01 03
126.EH.6940.RBB.002 Pembangunan Komplek Hunian Legislatif
dan Yudikatif
o o unit 4.OOO.000.OOO 06 05 0l 03
126.EH.6940.RBC Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jdar!)
28.942.031.738
SK No 145108 C
Pembangunan Infrastruktur Jalan dan
MUT
15 15 ld 12.366.03r.734 06 05 01 05 126.EH.6940.RBC.001
berkas 5, hlm. 420 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126.EH.6940.RBC.002 Pembangunan Infrastruktur Jalan datr
MUT Kawasan Legislatif Yudikatif
o o l.m 16.576.000.000 06 05 01 o5
126.EH.6940.RBO Prasarana Pengembangan Kawasan 5.660.309.534
126.EH.6940.RBO.001 Pembangunan Jaringan Perpipaan Air
Minum dan Sanitasi
o o LE 1.400.000.000 06 05 01 04
126.EH.6940.RBO.002 Pembangunan Komplek Perkantoran
Legislatif dan Yudikatif
o o hektar 3.860.309.534 06 05 01 02
126-EH.6940.RBR Dukungan Teknis 273.542.247
126.EH.6940.RBR.001 Dukungan Teknis Bidang Sarana dan
Prasarana Dasar
3 2 Dokumen 1t4.442.252 0,6 05 0l 04
126.EH.6940.RBR.O02 Dukungan Telslis Bidang Pengelolaan
Gedung, Kawasan dan Perkotaan
2 2 Dokumen 75.219.995 06 05 01 02
r26.EH.6940.RBR.003 Dukungan Teknis Bidang Sarana dan
Prasarana Sosial
9 9 79.440.OOO 06 05 02 05
126.EH.6940.RCC OP Sarana Bidang Konektivitas Darat 148.921.259
126.EH.6940.RCC.001 OM Intelligent Transport System (lTS) 1 1 Paket l48.92l .259 06 0s O l o5
126.EH.6940.RDB OP Prasarana Bidang Perumahan dan
Pemukiman
33.434.637.725
SK No 145109 C
OM Hunian - Pembayaran AP unit 26.226.0,00.000 06 05 0r 03 126.EH.6940.RDB.001 I
berkas 5, hlm. 421 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
126.EH.6940.RDB.002 OM Hunian 5 5 unit 4.952.207.610 06 05 0l 03
126.EH.6940.RDB.003 OM Gedung Perkantoran 0 o unit 2.256.430.115 06 05 0l 02
126.EH.6940.RDC OP Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jalan)
r.100.288.857
126.EH.6940.RDC.001 OM Operations maintenance) Jalan 11 l1 l@ t.100.248.457 06 0s or o5
126.EH.6940.RDG OP Prasarana Bidang SDA dan Irigasi 41.779.091
126.EH.6940.RDG.001 OM Embung 14 14 unit 41.779.091 06 05 0l 04
126.EH.6940.RDO OP Prasarana Pengembangan Kawasan 1.222.5?7.429
t26.EH.6940.RDO.OOl OM Kawasan I I bidang 442.256.752 06 05 01 o4
r26.EH.6940.RDO.002 OM Instalasi dan Jaringan 3 3 km2 466.437.377 06 0s Or 04
r26.EH.6940.RDO.OO3 OM - Persampahan 1 I bidang 313.483.300 06 05 01 04
TOTAL 79.836.828.029
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Us$a, dan Masyarakat
SK No l45ll0C
berkas 5, hlm. 422 OCR
BADAN KARANTINA INDONESIA
1. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.lO.lO - Persentase pemasukan pakan yang tersertifikasi keamanan dan mutunya persen o Eril 95
KP 02.10.13 - Persentase faktor risiko ketidaksesuaian standar keamanan pangan asal hewan, ikan,
derr tumbuhan
persen o 40 7n
KP 02. 10.13 - Persentase wilayah terkendali dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) persen 0 a5 95
KP 02. lO.13 - Persentase wil,ayah terkendali dari Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) persen 0 85 95
I(P 02,lO,13 - Persentase wilayah terkendali dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina
(omq
p€f,8en 0 85 95
KP 02. f6.02 - Persentase keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyebaran jenis asing invasif
di area karantina Indonesia
persen - (indikator baru) 81 85
KP 02.16.04 - Persentase keluar dan masuknya tumbuhan, satwa, dan biota lrcrafuan yang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundangan
persen - (indikator baru) 60 80
SK No 145111 C
berkas 5, hlm. 423 OCR
FREsIDEN
. 1023 -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
127.HA Program Ketersediaan, Akses dan
Konsumsi Pangan Berkualitas
4.239.577.547
127.HA.7000 Pcruous6n Kebijakan Karantina Hewan 116.376.459
127.HA.7000.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan I 116.376.459
127.HA.7000.PtsR. rOr Kebijakan Manajemen Risiko Karantina
Hewan
,+8 40 Rekomendasi
Kebijakan
17.988.050 02 09 06 03
02 10 13 04
02 16 04 ol
127.HA.7000.PBR.102 Kebijakan Standar Karantina Hewan 48 40 Rekomendasi
Kebijakan
17.988.050 02 09 06 03
02 10 13 04
127.HA.7000.PBR.103 Kebijakan Tindakan dan Pengawasan
Karantina Hewan
48 40 Rekomendasi
Kebijakan
17.988.050 02 16 0+ 0r
02 lo 13 0l
r27.HA.7000.PBR. l04 Kebijakan Analisis Risiko Karantina Hewan 6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 04
SK No 145113 C
Kebijakan Sistem Ketertelusuran Karantina
Hewan
6.934.701 02 lO 13 04 127.H4.7000.PtsR. 105 6 o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 424 OCR
FREsIDEN
KODE NAMA
PROCRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
127.HA.7000-PBR. r06 Kebijakan Sistem Pemantauan Karantina
Hewan
0 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 10 13 o1
127.H4.7000.PBR- 107 Kebijakan Standar, Uji Terap, Teknik, dan
Mctodc Karantina Hewan
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 In
127.HA.7000.PtsR. rO8 Kebijakan Standar Sarana dan Prasarana
Karantina Hewan
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 02
127.HA.7000.PBR.109 Jumlah Kebijakan Standar Layanan,
Inspeksi, Audit, dan Verifikasi karantina
hewan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.?Ot 02 lO 13 ol
127.HA.7000.PBR. l rO Kebijakan Tindakan karantina hewan,
pengawasan/ pengendalian Ekspor dan
AntarArea
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 l0 13 o1
127.HA.7000.PBR.11 I Kebijakan Tindakan karantina h6r'an,
Pengawasan / pengendalian lapor
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lo 13 0l
127.HA.7000.PBR.112 Kebijakan Penyelenggaraan Penegakan
Hukum Bidang Karantina Hewan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lo 13 0l
127.HA-7001 Perumusan Kebija.kan Karantina ll(an 117.223.789
SK No l45l 14 C
Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan
48 40 14.270.490 02 16 04 o1
127.HA.700r.PtsR 117.223.789
127.HA.7001.PBR.201
berkas 5, hlm. 425 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Kebijakan Manajemen Risiko Karantina
Ikan
Rekomendasi
Kebijakan
04
03
13
06
lo
09
02
02
127.HA.7001.PBR.202 Kebijakan Standar Karantina Ikan 4A 40 Rekomendasi
Kebijakan
18.270.+90 02 09 06 03
02 lo 13 04
127.HA.7001.PBR.203 Kebijakan Tindakan dan Pengawasan
Karantina Ikan
48 40 Rekomendasi
Kebijakan
18.270.500 02 lo 13 0l
02 16 04 0l
127.HA.7001.PBR.204 Kebijakan Analisis Risiko Karantina Ikan 6 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934-70r 02 lo 13 04
127.HA.7001.PBR.205 Kebijakan Sistem Pemantauan Karantina
Il(an
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.?Ot 02 l0 13 01
127.HA.7001.PBR.206 Kebijakan Sistem Kctertclusuran Karantina
Ikan
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 l0 13 04
127.HA.7001.PBR.207 Kebijakan Standar, Uji Terap, Teknik, dan
Metode Karantina Ikan
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 02
127.HA.7001.PBR.208 Kebijakan Standar Sarana dan Prasarana
lGrentina Ikan
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
6.9y.701 02 10 13 02
127.HA.7001.PBR.209 Kebijakan Standar Layanan, Inspeksi,
Audit, dan Verifikasi karantina Ikan
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 rO 13 ol
SK No 145115 C
berkas 5, hlm. 426 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
127.HA.7001.PBR.210 Kebijakan Tindakan Karantina Ikan,
Pengawasan/Pengendalian Ekspor dan
AntarArea
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 01
127.HA.7001.PBR.211 Kebijakan Tindakan Karantina Ikan,
Pengawasan/ Pengendalian lapor
6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 o 0l
127 .IlA.7001 .PBR.2[2 Kebijakan Penyelenggaraan Penegakan
Hukum Bidang Karantina lLsn
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 10 13 01
127.HA.7002 Perumusan Kebijakan Karantina
Tumbuhan
121.349.174
t27.H4.7002.P8R Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 121.349.174
127.HA.7002.PBR.301 Kebijakan Manajemen Risiko Karantina
Tumbuhan
48 40 Rekomendasi
Kcbjakan
19.645.621 02 10 13 04
02 09 06 03
02 t6 04 0l
127.HA,.7002.PB.R.302 Kebijakan Standar Karantina Tumbuhan 48 40 Rekomendasi
Kebijakan
19.645.620 02 09 06 03
02 10 13 04
SK No l45l16C
Kebijakan Tindakan dan Pengawasan
Karantina Tumbuhan
48 42
In lo 13 o1
127.HA.7002.PBR.303 Rekomendasi
Kebijakan
19.645.624 02 16 04 0l
berkas 5, hlm. 427 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
127.HA.7002.PBR.304 Kebijakan analisis Risiko Karantina
tumbuhan
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 o4
127.HA.7002.PBR.305 Kebijakan sistem pemantauan karantina
tumbuh.n
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 o1
127.HA.7002.PBR.306 Kebijakan Si.tem Ketertelusuran Karantina
tumbuhan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 04
127.HA.7002.PBR.307 Kebijakan Standar, Uji T6ap, Te* k, dan
Metode Karantina tumbuhan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 10 13 02
127.HA.7002.PBR.304 Kebijakan Standar Sarana dan Prasarana
Karantina tumbuhan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 10 13 02
127.HA.7002.PBR.309 Kebijakan Standar Layanan, Inspeksi,
Audit, dan Verifikasi karantina tumbuhan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 0l
127.HA.7002.PBR.310 Kebijakan Tindakan karantina tumbuhan,
pengawasan/ pengendalian Ekspor dan
AntaiArea
6 0 Rekomendasi
Kebijakan
6-934-70r 02 10 13 01
127.HA.7002.PBR.311 Kebijakan Tindakan karantina tumbuhan,
pengawasan/ pengendalian Impor
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 01
127.HA.7002.PBR.312 Kebijakan penyelenggaraan penegakan
hukum bidang karantina tumbuhan
6 o Rekomendasi
Kebijakan
6.934.701 02 lO 13 0l
SK No l45l17C
Penyelenggaraan Layanan Karantina 3.884.628.125 127.HA.7003
berkas 5, hlm. 428 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
127.HA.7003.PBR Kebijakan Bidang Pertanian dan Perikanan 60.021.822
127.HA.7003.PBR.401 Rekomendasi Standar Pengujian
Laboratorium Perkarantinaan
6 6 Rekomendasi
Kebijakan
3r.,+06.083 02 09 06 03
02 10 13 02
127.HA.7003.PBR.402 Rekomendasi Metode Uji Terap Teldrik dan
Metode F.rksrsntineen
32 32 Rekomendasi
Kebijakan
28.615.739 02 lO 13 02
127.HA.7003.PDC Sertifikasi Produk 444.167.649
127.HA.7003.PDC.501 Hasil Pemantauan 117 O produk 27.730.741 02 16 02 04
02 10 13 0t
127.HA.7003.PDC.502 Sertifikasi Kesehatan / Karantina 1296175 2592350 Sertifikat 856.436.868 02 lO 10 0l
02 09 06 03
l27.HA70O3.QrA Pengawasan dan Pengendalian Produk 2.O15.531.471
127.HA.7OO3.QrA.60l Pengawasan dan Pengendalian Karantina 39 39 Laporan 106.757.518 02 16 02 04
TN lo 13 0r
02 09 06 03
SK No 145118 C
2.O76.2s4 02 lO 13 04 r27.HA.7003.QI4.602 Pengawasan dan Layanan Karantina di Pos
Lintas Batas Negara Terpadu/ Pos Lintas
Perbatasan Negara dengan Negara l,ain
0 12 Laporan
berkas 5, hlm. 429 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l27.HA.7OO3.QlA.603 Profiling pensigarErr kategori risiko media
pembawa
0 6 Laporan 163.526.46? 02 10 13 04
127.H4.7003.QIA.604 Inspeksi, Audit, dar Verifikasi karantina 0 6 Laporan 214.044.596 02 10 13 04
127.HA.7OO3.QrA.6Os Hasil Pemantauan 0 6 Laporan 776.755.237 02 rO 13 ol
127.HA.7OO3.QIA.606 Pengelolaan Sistem Ketertelusuran
Karantina
o 6 Laporan 744.36?.?95 02 lO 13 04
127.HA.7003.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
405.42 r. r33
127.HA.7003.RAG.950 Sarana Karantina 19 335 Unit 405.421.133 02 lO 13 02
127.HA.7003.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
519.485.650
127.HA.7003.RBK.970 Prasarana Ka.rantina 0 3S unit 519.485.650 02 10 13 02
TOTAL 4.239.577.547
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No l45l19C
berkas 5, hlm. 430 OCR
BADAN GIZI NASIONAL
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
W 04.12 - Persentase balita dengan status gizi normal berdasarkan BB/PB atau BB/TB persen 47,3 (2023) a7,99 90, r
PP 04. f2 - Persentase anak usia sekolah dengan status gizi normal berdasarkan IMT/U persen 75,03 l2023l 75,28 75,67
PP 04.12 - Tingkat kehadiran siswa dan santri yang mendapatkan makan bergizi gratis persen - (indikator baru) 9l 95
PF 04. f2 - Persentase satuan pelayaran Irclrenutran gizi yang sesuai standar persen - (indikator baru) loo 100
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 04. f 2.01 - Persentase ibu hamil yang mendapatkan bantuan makanan bergizi persen - (indikator baru) lo 100
KP 04.12.01 - Persentase ibu menyusui yang mendapatkan bantuan makanan bergizi persen - (indikator baru) ll loo
KP 04.l2.O I - Ferscntaac anak balita yang mendapatkan bantuan makanan bergizi persen - (indikator baru) It loo
KP 04.12.01 - Persentase siswa PAUD (TK/RA/BA/sederajat) yang mendapatkan bantuan makanan
bergizi
persen - (indikator baru) 24 roo
KP 04.12.01 - Persentase ai$ a SD/MI/ sederajat yang mendapatkan bantuan makanan bergizi pera€n - (indikator baru) 24 loo
SK No l45l20C
persen - (indikator baru) 24 loo KP 04.12.01 - Persentase siswa SMP/ MTs/ sederajat yang mendapatkan bantuan makanan bergizi
berkas 5, hlm. 431 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
fP 04.12.01 - Persentase siswa SMA/MA/SMK/sederajat yang mendapatkan bantuan makanan
bergizi
persen - (indikator baru) 24 100
KP 04.12.01 - Persentase siswa SLB yang mendapatkan bantuan makanan bergizi persen - (indikator baru) 24 100
KP 04.12.01 - Persentase. santri yang mendapatkan bantuan makanan bergizi Ircrscn - (indikator baru) 2 100
KP 04.12.01 - Persentase ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh balita dengan skor literasi gizi baik persen - (indikator baru) 50 90
KP 04. 12.01 - Persentase si$rE dan santri dengan skor literasi gizi baik persen - (indikator baru) 50 90
KP 04.12.02 - Sistem data dan informasi terpadu untuk pctncnuhan gizi nasional shtc-rn - (indikator baru) I I
KP 04.12.02 - Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi yang sesuai standar unit - (indikator baru) 5.000 26.508
KP 04.12.02 - Persentase petugas penjamah makanan yang mendapatkan pelatihan persen - (indikator baru) 100 100
SK No l45l2l0
berkas 5, hlm. 432 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
128.DT Program Pemenuhan Gizi Nasional I .421 .17 1.27 0.7 64
128.DT.707 | Penyediaan dan Penyaluran Makan Bergizi 1.162.400.014
128.DT.7071.SCM Pelatihan Bidang Kesehatan 1.l62.,IOO.Or4
128.DT.7071.SCM.001 Pelatihan petugas penjamah makan yang
dilatih di Wilayah I
63350 63350 Orang 316.750.010 04 t2 02 03
128.DT.7071.SCM.002 Pelatihan petugas penjamah makan yang
dilatih di Wilayah II
124250 l2A25O Orang 641.250.003 04 t2 02 o3
128.DT.7071.SCM.003 Pelatihan petugas penjamah makan yang
dilatih di Wilayah III
58400 58400 Orang 204.400.001 04 t2 02 03
128.DT.7072 Penyediaan dan Penyaluran Makan Bergizi
untuk Anak Sekolah di Seluruh Indonesia
1.067.699.360.257
l2a.DT.7072.QE,A Bantuan Masyarakat 933.595.729.673
128.DT.7072.QEAOOr Bantuan makan bergizi kepada anak
sekolah PAU D/ RA/ TK/ sederajat
1961588 8151367 Orang 116.308.019.910 04 t2 0l 02
SK No l45l22C
6743995 401.45t.5?7.3t4 04 t2 01 02 128.DT.7072.QEA002 Bantuan makan bergizi kepada ana.k
SD/ M I/ /sederajat
24132623 Orang
berkas 5, hlm. 433 OCR
FR.EsIDEN
UEUK INDONEsIA
KODE
NAMA
FROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
128.DT.7072.QEA.OO3 Bantuan makan bergizi kepada anak
SMP/ MTs/ sedcrqiat
3213408 13258210 Orang t49.241.167.7to 04 t2 0l 02
128.DT.7072.QEA.OO4 Bantuan makan bergizi kepada anak
SMA/ MA/ SMK/ sederajat
2923294 12117284 Orang 172.916.968.363 04 t2 0l 02
l28.DT.7072.QEA.OO5 Bantuan makar bergizi kepada arEk SLB 34923 161857 Orang 2.309.343.423 04 t2 01 02
l28.DT.7072.QEA.006 Bantuan makan bergizi kepada anak Santri 78787 3767505 Orang 51.368.612.953 04 t2 01 02
128.DT.7072.RAB Sarana Bidang Kesehatan 15.503.529.100
128.DT.7072.RAB.002 Nat ukur perkembangan tinggi dar berat
badan siswa terintegrasi dalam sistem
pemantauan
5000 5000 Unit 249.999.999 04 t2 02 02
128.DT.7072.RAB.003 Satuan Pelayanan Dapur Makan Bergizi 5000 ,LFrll:l Unit 15.253.529.101 04 t2 02 02
128.DT.7072.RBV Prasarana Bidang Kesehatan 118.600.101.484
128.DT.7072.RBV.001 Dapur untu.k penyediaan Eskan bergizi
(PNI
5000 26504 Unit 118.600.101.484 04 12 02 02
128.DT.7073 Penyediaan dan Penyaluran Makan Bergizi
untuk lbu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
di Seluruh Indonesia
348.613.832.904
SK No 145123 C
Bantuan Masyarakat 348.613.832.904 r28.DT.7073.QEe
berkas 5, hlm. 434 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
128.DT.7073.QEA.OOl Bantuan makan bergizi kepada lbu hamil
bermasalah
88646 966970 Orang 6.853.188.262 04 L2 0l 0l
128.m.7O73.QEA.002 Bantuan makan bergizi kepada lbu hamil
s€ltat
414757 3866730 Orang 56.870.782.001 04 t2 01 ol
128.m.7073.QE4.005 Bantuan makan bergizi kc?ada Balita sehat 1400555 13053559 Orang 249.061.235.724 04 t2 0l Ol
r28.m.7O73.QEA.OO6 Bantuan makan bergizi kc?ada ibu
menyusui
257024 240364.9 Orang 21.502.633.372 04 t2 0l ol
r28.m.7073.QE4.007 Bantuan makan bergizi kepada Balita
bermasalah gizi
?3!;65? 6497672 Orang t4.325.97 t.yt 04 t2 0r 01
124.DT.7074 Perumusan Sistem Tata Kelola Pemenuhan
Gizi Nasional
30.000.000
128.DT.7074.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 30.000.000
128.DT.7074.PFA.001 Standar tentang sistem pemenuhan gizi
nasional
4 4 NFI'( 10.000.000 04 l2 02 01
128.DT.7074.PFA.002 Standar tentang Tatakelola Pemenuhan Gizi 5 5 NSPK 10.000.000 04 l2 02 01
SK No 149607 C
Pengelolaan Sistem Informasi Pemenuhan
Gizi Nasional
3 NSPK
2.999.999.455
o1 128.DT.7074.PFA.003 Standar tentang Manajemen Risiko 3 10.000.000 04 t2 02
128.DT.7075
berkas 5, hlm. 435 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PbI PF KP PROP
128.DT.7075.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 2.999.999.855
128.DT.7075.UAB.001 Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional 1 I Sistem
Informasi
2.999.999.455 04 t2 02 o1
124.DT.7076
128.DT.7076.PEH
hoEosi dan Edukasi Pemenuhan Gizi
Nasional
Promosi
251.250.000
251.250.000
128.DT.7076.PEH.001 Promosi dan edukasi tentang pemenuhan
gizi omine
25020 25020 Kegiatan 181.250.000 04 t2 0l 03
128.DT.7076.PEH.002 Promosi dan edukasi tentang pemenuhan
gizi online
12 12 Kegiatan 70.000.000 04 12 01 03
128.DT.7078 Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi
Masyarakat dalam Mendukung Pemenuhan
Gizi Nasional
414.427.734
r28.DT.7O78.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
249.999.99
r28.DT.7O78.QDD.OOr Pemberdayaan yarrg diberikan pada
komunitas Eaalaarakat
5000 E lalr] Kelompok
Masyarakat
249.999.99 04 t2 02 03
SK No 145125 C
berkas 5, hlm. 436 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAJT.I/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
128.DT.7078.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 164.427.735
128.DT.7078.QDG.OO I Pemberdayaan pelaku usaha
daerah/ uEh / /perorangan dalam
mendukung program makan bergizi
2000 2000 UMKM 164.427.735 02 15 02 03
04 t2 02 03
TOTAL 1.42t.17 I .27 0.7 64
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145126 C
berkas 5, hlm. 437 OCR
KEMENTERI,AN KOORDINATOR BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN
I. MATRIKS KINERJA TAHI-,N 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2O2g
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran Utama Pembangunan
Global Power Index peringkat 34 l2023l 33 29
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN Ol - Indeks Demokrasi lndonesia 79,sr (2023) 81,69 - 85,23 83,42 - 86,96
PN 02 - Asia Power Index (Military Capability) 15,7 16 20
PN 02 - Proporsi penduduk yang merasa atlto,r berjalan sendirian di area tempat
inggalnya
persen 62,8 (2020) 67,5 68,5
PN 02 - Global Cybersecurity Index 100 loo 98
PN 02 - Indeks Keamanan Laut Nasional 59 60 64
PN 07 - Indeks Integritas Partai Politik 62,43 63,00-64,99 71,00-72,99
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP Ol.Ol - Indeks Demokrasi lndonesia Aspek Kebebasan 77,46 12023) 44,12-47,76 85,90-89,54
SK No 145127 C
76,46 (2023) 79,46-82,90 81,14-84,59 PP 01.03 - Indeks Demokrasi Indonesia Aspek Kapasitas Lembaga Demokrasi
berkas 5, hlm. 438 OCR
FF,ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
PP 01.04 - Indeks Demokrasi Indonesia Aspek Kesetaraan 43,74 (2023) 81,55 -85,08 83,28-86,81
PP 07.01 - Indeks Integritas Partai Politik Dimensi Kaderisasi 64,94 65,00-66,99 73,OO-74,99
PP 07.01 - Indeks Integritas Partai Politik Dimensi Keuangan 61,42 61,50-63,99 70,oo-7 t,99
PP 07.01 - Indeks Integritas Partai Politik Dimensi Kode Etik 61,85 62,00-63,99 70,oo-71,99
PP 07.01 - Indeks Integritas Partai Politik Dimensi Demokrasi Internal 61,1 1 61,50-63,99 70,oo-71,99
PF 07.01 - Indeks Integritas Partai Politik Dimensi Rekrutmen 67,47 68,00-69,99 76,00-77,99
PP 07.01 - Indeks Kepatuhan Etik Penyelenggara Pemilu 61,72 64,85 77,37
PF 07.03 - Indeks Kelembagaan Hukum o,73 (2023) 0,76 0,80
PF 07.03 - Indeks Penegakan Hukum 0,64 (2023) o,73 o,77
PF 07.05 - Indeks Efektivitas Kinerja Rezim Anti Pencucian Uang s,37 (2022) 5,52 5,83
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 01.01.01 - Jaminan kebebasan berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat
oleh aparat negara
44,47 (2023) 82,33-87,01 84,61-89,29
KP 01.03.01 - Kinerja lembaga legislatif dala.E pelaksanaan fungsi legislasi 53,92 (2023) 55,59-58,44 57,18-60,43
KP 07.03.01 - Tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga hukum o,73 (2023) 0,69 0,73
SK No 145128 C
persen 56,7 (2023) 58,7 62,7 KP 07.03.02 - Tingkat implementasi keadilan restoratif dalam penegakan hukum
berkas 5, hlm. 439 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
129.CL Program Koordinasi Pelaksanaan Kebija.kan 59.040.000
129.CL.7296 Koordinasi Bidang Politik Dalam Negeri 37- 195-OOO
129.CL.7296.PBC Kebijakan Bidang Politik 37.195.OOO
129.CL.7296.PBC.001 Rekomendasi Kebijakan Organisasi
Kemasyarakatan
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
8.250.000 01 04 0l 02
129.CL.7296.PBC.002 Rekomendasi Kebijakan Demokrasi dan
Kepemiluan
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
15.500.000 07 0l ot o1
129.CL.7296.PBC.003 Re-komendasi Kebijakan Desk Koordinasi
Pemilu dan Pilkada Serentak
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
13.445.000 07 01 03 03
129.CL.7379 Koordinasi Bidang Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat
21.445.OOO
129.CL.7379.PBE Kebijakan Bidang Pertahanan dan
Keamanan
21.845.000
129.CL.7379.PBE.002 Rekomendasi Kebijakan Bidang
Penanganan P€f,kara Secara Terpadu
Berbasis Tcloiotogi Informasi di Semua
Lembaga Penegak Hukum
2 I Rekomendasi
Kebijakan
10.645.000 07 03 02 ol
SK No 145129 C
berkas 5, hlm. 440 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
129.CL.7379.PBE.003 Rekomendasi Kebijakan Implementasi
Keadilan Restoratif dalam Penguatan
Penegakan Hul<tutr
0 1 Rekomendasi
Kebijakan
7.200.000 07 03 02 01
129.CL.7379.PBE.004 Rekomendasi Kebijakan Standar
Kurikulum, Kompetensi, Seltif (asi,
Akreditasi dan Penyelenggaraan Pendidikan
dan Pelatihan Sertifikasi Profesi Lintas
Lembaga Penegak Hukum
o o Rekomendasi
Kebijakan
4.000.000 07 02 03 02
TOTAL 59.040.000
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145130 C
berkas 5, hlm. 441 OCR
FF.EsIDEN
KEMENTERI,AN KOORDINATOR BIDANG HUKUM, HAK ASASI MANUSI,A, IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025-2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
Pl\I 07 - Indeks Pembangunan Hukum 0,68 (2023) 0,69 o,73
SK No 145132 C
berkas 5, hlm. 442 OCR
FF.EsIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025---2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
130.CL Program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan 500.ooo
130-cL.7151 Koordinasi Bidang Hukum 500.ooo
130.CL.7151.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 500.ooo
t30.cL_ 7l5 t.PtsD_OO I Rekomendasi Kebijakan Penguatan
Substansi Hukum Pidana yang
Mengedepankan Keadilan Restoratif
o I Rekomendasi
Kebijakan
500.000 07 03 02 0l
500.ooo
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
TOTAL
SK No l45l340
berkas 5, hlm. 443 OCR
FR,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KEMENTERI,AN KOORDINATOR BIDANG PANGAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran Utama Pembangunan
Penurunan Intensitas Emisi GRK persen 34,09 (2022) 35,53 45,17
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 72,54 (2023) 76,49 77,2
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 02 - Indeks Ketahanan Pangan (lKB 7 t,2 73,2 n
PN 02 - Pertumbuhan PDB pertanian, kehutanan, dan perikanan persen 1,30 (2023) 2,20 3,46
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 02.10 - Prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan persen 8,53 7,21 4,41
Catatan:
Kementerian Koordinator Bidang Pangan hanya memiliki Matriks Kinerja Tahun 2025-2029
SK No 145135 C
berkas 5, hlm. 444 OCR
KEMENTERI.AN KOORDINATOR BIDANG INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran Utama Pembangunan
Kontribusi PDRB KTI persen 20,9 l2023l 21,4 22,4
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 02 - Indeks Ketahanan Air Nasional 3,48 (2022) 3,50 3,75
PN 03 - Stok infrastruktur terhadap PDB persen 43,00 (2019) 46,50 48,50
PN 06 - Rumah tangga dengan akses hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan persen 65,25 67,00 74,OO
PN 06 - Proporsi PDRB Perkotaan terhadap PDB Nasional pef,a€n 56,56 (2022) 57,29 59,25
Catatan:
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur Dan Pembangunan Kewilayahan hanya memiliki Matriks Kinerja Tahun 2025-2029
SK No 145136 C
berkas 5, hlm. 445 OCR
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2s TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Sasaran Utama Pembangunan
Tingkat Kemiskinan persen 9,03 7,0 - 8,0 4,5 - 5,0
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 03 - Proporsi PDB ekonomi kreatif persen 6,77 (2023) 7,3 - 7,9 8,0 - 8,4
PN 06 - Proporsi penduduk kelas menengah persen 17,13 17,50 20,00
PN 06 - Tingkat kemiskinan lrc!'scn 9,03 7,0 - I,O 4,5 - 5,0
PN 06 - Tingkat kemiskinan ekstrem persen I,4? 0,5- l,o 0
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 06.02 - Persentase keluarga miskin dan rentan yang menerima bantuan sosial dan jaminan sosial persen 64,75 (2023) rdt lrE
PP 06.02 - Cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan persen 29,77 (Semester
D
32, r5 43,92
SK No 145137 C
persen 73,8 74,1 76 PP 06.03 - Persentase penduduk berusaha atau bekerja sebagai buruh/karyawan
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
berkas 5, hlm. 446 OCR
INDIKATOR
KP 06.02.02 - Jumlah kebijakan peningkatan kualitas program dan manfaat Jaminan Sosial secara
inklusif
SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
3 (2023) rekomendasi
kebijakan
3 4
KP 06.07.07 - Jumlah Kementerian/Lembaga yang menerapkan SKKNI dalam peningkatan kapasitas kementerian/lembaga
pendamping pembangunan
SK No 145138 C
berkas 5, hlm. 447 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
134.CL Program Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan 37.694.465
134.CL.7199 Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan
Sosial
37.694.465
134.CL.7199.PBN Kebijakan Bidang Sosial 34.509.383
r34.CL.7r99.PBN.OO I Kajian dan Telahaan Penyelenggaraan
SJSN
6 6 Rekomendasi
Kebijakan
31.854.815 04 l5 04 02
06 02 02 02
134.CL.7199.PBN.002 Rekomendasi Alternatif Kebijakan Bidang
Jaminan Sosial
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
2.654.56A 06 02 02 02
134.CL.7199.PEA Koordinasi 3. r8s.482
134.CL.7199.PEA.001 Koordinasi Pelaksanaan Optimalisasi
Jaminan Sosia.l Ketenagakerjaan Pusat dan
Daerah
I f kegiatan t.592.741 06 02 02 02
t34.CL.7199.PEA.OO2 Koordinasi Pelaksanaan Optimalisasi
Jardnan Sosial Kesehatan tirsat dan
Daerah
1 f kegiatan t.592.741 04 15 04 02
06 02 02 02
TOTAL 37.694.865
KetarartSan:
c) Keterlibatan P.ran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145139 C
berkas 5, hlm. 448 OCR
KEMENTERI,AN HUKUM
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2s TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 07.02 - Indeks Materi Hukum 0,60 12023) 0,51 0,55
PP 07.02 - Indeks Budaya Hukum 0,81 (2023) 0,83 0,87
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 07.02,01 - Indeks Kualitas Peraturan Perundang-undangan 3,70 3,26 3,30
KP 07.02.02 - Persentase pemberian bantuan hukum secara litigasi dan non litigasi persen 44,4 l2023l aa,2 92,2
KP 07.02.03 - Tingkat kepatutan hukum masyarakat 0,67 (2023) o,72 o,76
KP 07.02.03 - Tingkat kepatutan hukum lembaga hukum 0,95 (2023) o,94 0,98
SK No t45l40C
berkas 5, hlm. 449 OCR
FF.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
m25-m29
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
135.BB Program Pembentukan Regulasi 38.122.796
135.BB.7125 Perancangan Peraturan Perundang-
Undangan
22.O44.4o0
135.BB.7125.PAA Undang-Undang 20.113.715
135.BB.7125.PAA.002 RUU KUH Acara Perdata 1 o RUU 3.586.000 02 @ 06 o3
07 03 02 02
135.BB.7125.PAA.003 RUU Kepailitan I o RUU 2.004.000 02 09 06 03
o? 03 02 02
l35.BB.7 t25.PAA.OO4 RUU Jaminan Benda Bergerak I o RUU 2.004.000 02 09 0,6 03
07 03 02 02
135.BB.7125.PAA.005 RUU tentang Perubahan Atas Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika
I I RUU s.000.715 07 06 04 ol
135.B8.7 r25.PAA.006 RUU Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian
Sengketa
o 1 RUU 1.503.000 07 03 02 02
135.BB.7125.PAA.007 o RUU Badan Usaha I RUU 2.004.000 07 03 02 02
SK No 145141 C
berkas 5, hlm. 450 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGEf,2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
135.BB.7125.PAA.008 RUU tentang Perubahan Atas UU No 16
Tahun 2Ol I tentang Bantuan Hukum
o 0 RUU I.OOO.OOO 07 02 02 02
135.BB.7125.PAA.009 RUU tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan
o o RUU l.500.ooo o7 02 0l 01
135.BB.7125.PAA.010 RUU tentang Perubahan Kedua atas
Undang-Undang Nomor 3l Tahun 1999
tentang ltDberatrtasan Tindak Pidana
Korupsi
o I RUU 1.512.000 07 05 0l o1
135.88.7125.PAC Peraturan Pemerintah 1.970.685
135.BB.7125.PAC.001 RPP Pelaksanaan UU KUHP 4 o RPP 1-970.645 07 03 02 ol
135.BB.7131 Analisis dan Evaluasi Hukum Nasional 16.038.396
135.BB.7131.PEA Koordinasi l.200.ooo
135.BB.7131.PEA.001 Koordinasi Piloting Analisis dan Eva.luasi
Regulasi Tematik
0 I kegiatan r.200.000 07 02 01 02
135.BB.7131.PFA Norma, standar, Prosedur, dan Kriteria 500.000
SK No 149609 C
Date den Informasi Publik
O H@an
14.334.396
135.BB.7131.PFA.001 Pedoman Evaluasi PUU o 500.ooo 07 02 01 02
l35.BB.7l31.QMA
berkas 5, hlm. 451 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r35.8B.7 r31.QMA.OO1 Penghitungan Indeks Reformasi Hukum
(rRH)
o I dokumen 14.338.396 07 02 01 02
135.BF Program Penegakan dan Pelayanan Hukum 335.677.597
135.BF.7106 Administrasi Otoritas Pusat dan Hukum
Internasional
I1.20 l 604
135-BF-7106.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM r 1-201-604
135.BF.7106.PBD.001 Naskah Urgensi Dasar Hukum Pengesahan
(Aksesi) HCCH 1965 Service Convention
o Rekomendasi
Kebijakan
5.600.802 07 03 02 02
r35-BF-7 r06_PBD-OO2 Naskah Urgensi Dasar Hukum Pengesahan
(Aksesi) HCCH 1970 Taking Evidence
Convention
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
5.600.802 07 03 02 02
t35.BF-7112 AdE ini8trasi Badan Usaha 500-ooo
135.BF.7112.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM v)o.ooo
135.BF.7112.PBD.001 Kebijakan Penguatan Beneficial Ownership o o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 07 05 01 02
135.BF.7135 Peningkatan Kesadaran Hukum
Masyarakat dan Pelaksanaan Bantuan
Hukum
7-639-(x)0
SK No 145143 C
Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 500.ooo l35.BF.7 t35.PBD
berkas 5, hlm. 452 OCR
PF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r3s-8F.7 r35.PBD.OO1 Penyusunan Roadmap Penguatan Program
Pemberdayaan Hukum Masyarakat
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
500.000 07 02 03 o1
r3s.BF.7l35.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.000.000
135.8F.7135.QD8.002 Peningkatan Kapasitas Organisasi Pemberi
Bantuan Hukum
o O Lembaga 2.000.000 07 02 02 0l
r35.BF.7l35.QDB.O03 Pos Layanan Hukum Desa/Kelurahan o 729 Lembaga 2-OOO-000 07 02 02 01
r35.BF.7r35.QMA Data dan Informasi Publik 3.139.090
135.8F.7 r35.QMA.OOl Fenlrugunan Peta Permasalahan Hukum o 1 dokumen 3.139.G)O 07 02 03 01
135.BF.7136 Penyelenggaraan Pembinaan Hukum di
Wilayah
316.336.903
135.BF.7136.PDE Akreditasi Lembaga 2.800.ooo
l35.BF.? 136.PDE.001 Kegiatan V6if <asi dan Akreditasi OBH di
Wilayah
0 O Lembaga 2.800.000 07 02 02 0l
135.8F.7136.Q8A Layanan Bantuan Hukum Perseorangan 266.008.894
r35.BF.7136.QBA.UOr Kegiatan Bantuan Hukum Litigasi 6263 6263 Orang 266.OOa.894 07 02 02 01
SK No l45l44C
47.528.009 r3s.BF.7r36.QBC Layanan Bantuan Hukum Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 453 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l35.BF.7l36.QBC.UOl Kegiatan Bantuan Hukum Non Litigasi 839 839 Kelompok
Masyarakat
47.524.N9 07 02 02 ol
135-WA Program Dukungan Mdraj€rn€n 36.332.594
135.WA.7098 Pusat Data dan Teknologi Informasi
Kementerian Hukum
3.000.960
135.WA.7098.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 3.OOO.960
135.WA.7098.UAB.001 Sistem Informasi Tata Kelola Regulasi 0 I Sistem
Informasi
2.000.960 02 09 06 o3
o7 02 01 01
135.WA.7098.UAB.002 Penguatan Database dan Sistem Informasi
Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang
Hukum
0 o Sistem
Informasi
1.000.000 07 02 0l ol
135.WA.7122 Dukungan Manajemen dan Dukungan
Telstis Lainnya Ditjen Kekayaan Intelektual
I1.o27 .616
l35.WA.7l22.PFA Norma, Standar, Prosedur, daIt Kriteria 11.027.616
135.WA.7122.PFA.001 Penyusunan NaslGh Konsepsi Rancangan
Peraturan Presiden mengenai Roadmap
Pengembangan KI di Indonesia
I o NFIJ( 11.027.616 07 03 02 02
(N 09 04 02
03 06 0l 04
SK No 149610C
08 02 04 0l
berkas 5, hlm. 454 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
135.WA.7139 Analisis Strategi Kebijakan Pembentukan
dan P€hbinasn Hukum
3.584.599
l35.WA.7r39.QMA Data dan Informasi Publik 3.584.599
135.W4.7139.QMA.0O l Penghitungan Indeks Reformasi Hukum
(IRH)
1 0 dokumen 3.584.599 07 02 01 02
135.WA.7140 Analisis Strategi Kebijakan Pelayanan
Hukum
370.144
135.WA.7140.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 370.144
135.WA.7140.PBD.001 Penyusunan Kebijakan Pengembangan
Badan Usaha LLP
o 1 Rekomendasi
Kebijakan
370.144 07 03 02 02
135.WA.7145 Penyelenggaraan Pelatihan Fungsional 9. I a:i.800
l35.WA.7l4s.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 9.183.800
135.WA.7145.UAC.001 Pelatihan Fungsional Analis Hukum Pusat
dan Daerah
120 l2O Orang 9.183.800 07 02 0l Ot
135.WA.7147 Penyelenggaraan Pelatihan Teknis dan
Kepemimpinan
9.165.475
SK No 145146 C
berkas 5, hlm. 455 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
135.WA.7147.UAC Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 9.165.475
135.WA.7147.UAC.001 Training of Facilitator (ToF) Implementasi
KUHP
342 342 Orang 9.165.475 07 03 02 o1
TOTAL 410.132.987
Keterangan:
c) Keterlibatan Pefatr Pemerintah Daerah, Badan Us$a, dan Masyarakat
SK No 145147 C
berkas 5, hlm. 456 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KEMENTERI,AN HAK ASASI MANUSI,A
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
P'N Ol - Indeks Hak Asasi Manusia 2,70 (2023) 2,75 2,85
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 01.05 - Indeks HAM Dimensi Hak Sipil dan Politik 2,60 (2023) 2,65 2,75
PP 01.05 - Indeks HAM Dimensi Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya 2,AO l.2023) 2,85 2,95
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 01.05.01 - Persentase K/L/D dan masyarakat yang mendapatkan penguatan HAM persen 50,05 62,21
(indikator baru)
KP 01.05.02 - Persentase capaian aksi RANHAM p€f,8cn 81,7 ?5 75 (penyesuaian
Perpres RANHAM
Gen VI)
SK No 145148 C
berkas 5, hlm. 457 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
136.BG Program FcmajuaD dan Penegakan HAM 79.841.967
136.BG.6148 Instrumen dan Penguatan HAM 49.612.660
136.BG.6148.PBD Kebijakan Bidang Hukum dan HAM 9.673.362
136.BG.6148.PBD.001 I Pedoman dan Penguatan PUU
Pengarustamaan HAM
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
5.733.466 01 05 0l ol
136.8G.6 148. PtsD.OO2.OOOO Rekomendasi Analisis Peraturan Perundang-
Undangan dari Perspektif HAM - Pusat
lo Rekomendasi
Kebijakan
1.439.496 01 05 01 01
136.BG.6148.PBD.003 Penyusunan
instrumen/ pedoman/materi/ diklat/ kurikulum
pembentukan PUU yang berperspektif HAM
3 o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 0l 05 0l 02
136.BG.6148.PBD.004 Penyusunan ku.riku.lum/ bahan ajar di jenjang
pendidikan sekolah
o o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 0l 05 01 02
136.BG.6148.PBD.005 Penyusunan kurikulum/ bahan ajar
pendidikan HAM di K/L/D/Swasta
o o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo ol 05 0l 02
136.BG.6148.PBD.006 Penyusunan rekomendasi kebijakan
instrumen HAM internasional yang belum
diratifikasi
o o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo ol 05 0r ol
SK No 145149 C
berkas 5, hlm. 458 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
136.BG.6148.PBD.007 FedoDar! Pembangunan HAM dalon
Penyelenggaran Pemerintahan
0 o Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo ol 05 02 02
I36.BG.6 T,+8.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 22.342.641
136.8G.612+8.QDB.Ool Pendidikan t{AM bagi K/L/D 259 585 Lembaga 15.579.061 08 02 0l 04
l36.BG.6I48.QDB.OOr.00O0 Pendidikan HAM baai K/L/D - Pusat 259 585 Lembaga 15.579.061 0l 05 0l 02
l36.BG.6r48.QDB.OO2 Pendidikan HAM baai Aktor Nqr Negara o l5O Lembaga 3.381.810 01 05 01 02
l36.BG.6l48.QDB.OO3 Pendidikan tlAM bagi Perusahaan o fso Lembaga 3.381.810 0l 05 01 02
l36.BG.6r48.QMA Data dan Informasi Publik 14.396.617
l36.BG.6l48.QMA.OO I Indeks HAM Indonesia 1 I dokumen 14.396.617 08 02 0l 04
f36.BG.6f 48.QMA.OO1.O@O Indeks HAM Indonesia - Pusat I I dokumen 14.396.617 0l 0s ol ol
136.BG.6148.SCG Pelatihan Bidang Politik, Hukum, Pertahanan
dan Keamanan
3.200.000
136.BG.6148.SCG.001 Pelaksanaan ToT Perancang PUU yang
Berperspektif HAM
o 250 Orang 3.200.000 0l os 01 02
136.BG.6150 Pelayanan dan Kepatuhan HAM x.229.307
SK No 145150 C
Koordinasi 4.400.000 136.BG.6150.PEA
berkas 5, hlm. 459 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
136.BG.6150.PEA.001 FernaIrtauarl dan pendampingan pelaksanaan
in.truacn HAM internasional olclr KILID
o 4 kegiatan 4.800.ooo 0l 05 02 ot
136.BG.6l50.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 19.250.04t
136.BG.6 r50.QDB.O0l Pelaksanaan Aksi HAM dalam RANHAM 3so 350 Lembaga 12.#2.693 04 19 04 02
136.8G.6 l50.QDB.00 1.0000 Pelaksanaan Aksi HAM dalsn RANHAM -
Pusat
350 350 Lembaga 12. 2.693 01 05 02 0l
l36.BG.6150.QDB.0O2 Strategi Nasional Bisnis dan HAM 54 54 Lembaga 5.487.388 04 19 04 01
ol 05 02 01
l36.BG.6l50.QDB.OO3 Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan
Berbasis HAM di K/L/D
o 3 Lembaga 1.200.000 01 05 02 02
t36.BG.6150-UAB Sistem Informasi Pemerintahan 6.179.226
136.BG.6150.UAB.001.0000 Penyusunan Profil Pembangunan HAM - Pusat I I Sistem
Informasi
6.179.226 0l 05 0l Ol
TOTAL 79.441.967
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145151 C
berkas 5, hlm. 460 OCR
IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
I. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
137.BF Program Penegakan dan Pelayanan Hukum 430.442.680
137.BF.6159 Pengawasan dan Penindakan Pelaku
Tindak Pidana Keimigrasian
18.863.112
r37.8F.6159.QHB Operasi Bidang Keamanan 18.863.112
r37.BF.61s9.QHB.UOr Operasi Mandiri Tingkat Pusat o 80 operasi 18.863.112 07 03 02 01
137.BF.6161 Penyelenggaraan Fungsi Pengkoordinasian,
Pelayanan dan Penegakan Hukum
Keimigrasian di wilayah
375.188.388
l37.BF.6l6t.QHB Operasi Bidang Keamanan 146.441.296
l37.BF.6t6l.QHB.UO2 Operasi Mandiri di Wil,ayah o 26Al operasi 146.841.296 07 03 02 ol
r37.BF.6r6r.QIB Pengawasan dar Pengendalian Masyarakat 228.347.092
r37.BF.6r6r.QrB.OO2 Pemeriksaan Keimigrasian di T?l n 20285235 Orang 22a34?.O92 07 16 02 01
SK No 145152 C
16.433.250 137.BF.6165 Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Peabimbingatr Kemasyarakatan dan Upaya
Keadilan Restoratif Pemasyarakatan
berkas 5, hlm. 461 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PF KP PROP
137.BF.6165.PEA Koordinasi 16.433.250
137.BF.6165.PEA.001 I
137.BF.6166
Penyelenggaraan Program Kewirausahaan
Unit Usaha dalam rangka Pemberdayaan
Masyarakat
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Teknologi Informasi dan Kerja Sama
Pemasyarakatan
5 0 kegiatan 16.433.250 03 03 03 03
o1
6.761.930
02 o3 o7
137.BF.6166.QMA Data dan Informasi Publik 6.761.930
137.BF.6l66.QMA.OO1 Layanan Pemanfaatan Data SPPT-TI Bidang
PerEasyarakatar
I I Data 6.389.930 07 03 02 01
l37.BF.6166.QMA.OO2 Pengembangan data Statistik Kriminal di
Bidang Pemasyarakatan
o I Data 3?2.OOO O? 03 02 01
137.BF.6168 Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Pelayanan Tahanan dan Anak, dan
Pengelolaan Benda Sitaan Negara dan
Barang Rampasan Negara
744.OOO
l37.BF.6l6A.QMA Data dan InfGEaii Publik 744.OOO
SK No 145153 C
12 dokumen
12.852.000
0l r37.BF.6r68.QMA.OO1 Penguatan Sinergi APH dalam upaya Zero
Overstaying bagi Tahanan
o 744.OOO 07 03 02
137.BF.6170 Penyelenggaraan Pemasyarakatan di
Wilayah
berkas 5, hlm. 462 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
137.BF.6170.PAH Peraturan lainnya 81.000
137.BF.6170.PAH.001 Penyusunan Peraturan Mengenai
Mekanisme Pengawasan Klien
Pemasyarakatan melalui pemberdayaan
masyarakat
o O peraturan 81.000 07 03 02 0t
137-BF-6l70.PEA Koordinasi 9.390.000
137_BF-6170.PEA.OOt Kegiatan Pelibatan Agen Pengawasan Lintas
S€t<tor dalam penyiapan reintegrasi klien
pemasyarakatan
o 242 kegiatan 9.390.000 07 03 02 0l
l37.BF.6r70.QDB Fasilitasi dan Pembinaan LrBbaSa 3.381.000
137.BF.6l70.QDB.OOr Fasilitasi Pendampingan Bantuan Litigasi
pada Tahanan oleh LBH
o 165 Lembaga 3.381.000 07 03 02 o1
TOTAL 430.842.680
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
Kementerian Imigrasi Dan Pemasyarakatan hanya memiliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025—2029
SK No l45l54G
berkas 5, hlm. 463 OCR
F,EFUEUK INDONESIA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.01 - Persentase anak kelas f SD/MI/SDLB/Sederajat yang pernah mengikuti PAUD persen 63,81 64,39 65,13
PP 04.02 - Persentase satuan pendidikan yang memiliki indeks karakter, indek. iklim keamanan
sekolah, dan indeks inklusivitas dan kebinekaan pada kategori baik
persen 33,03 (2023) 33,24 34,08
PF 04.04 - Indeks Pemerataan Guru 36,91 35,91 31,91
PF 04.05 - Persentase satuan pendidikan yang memanfaatkan hasil asesmen tingkat nasional untuk
peningkatan kualitas pembelajaran
persen 62,4O a,06 69,34
PP 04.05 - Persentase Batuan pendidikan dengan akreditasi minimal B persen 64, 12023!. 67,16 76,04
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O4.O I .O I - Angka partisipasi kasar (APK) PAUD persen 36,03 36,61 37,11
KP O4.O 1.02 - Persentase satuan pendidikan formal dan nonformal yang memenuhi SNP sa.rpras,
termasuk penyediaan fasilitas untuk mendukung satuan pendidikan inklusif
persen 26,67 31,14 49,00
SK No 145155 C
0,765 0,788 0,809 KP 04.01.03 - Rasio APK SMA/SMK/MA/Sederajat 2O7o termiskin dan 2(P/6 terkaya
berkas 5, hlm. 464 OCR
FF.EsIDEN
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 04.01.04 - Jumlah anak tidak sekolah yang mendapatkan layanan pendidikan di satuan
pendidikan formal dan nonformal
anak - (indikator baru) 496.810 2.714.050
KP 04.02.01 - Persentase. satuan pendidikan formal yang memanfaatkan komputer dan internet
untuk tujuan pembelajaran
persen 15,69 16,56 8,27
KP 04.02.02 - Per3etrtasc satuan pendidikan formal dan nonformal yang memiliki program terkait
peningkatan kualitas lingkungan belajar
persen 18,15 36,30 100,00
KP 04.02.03 - Persentase peserta didik satuan pendidikan formal dan nonformal yang mencapai
standar kompetensi minimum dalam asesmen kompetensi tingkat nasional:
(a) literasi membaca; dan
(b) numerasi
persen {4 68, 13;
(b) 62,sr (2023)
(a) 68,62;
(b) 67,35
(al 76,62
(b) 75,35
KP 04.02.04 - Persentase kabupaten/kota yang menerapkan PAUD-HI persen 50,19 64,79 100,00
KP 04.02.06 - P6s€ntas. satuan pendidikan formal dan nonformal yang menerapkan kurikulum
yang kontekstual berpusat pada peserta didik serta fokus pada karakter dan kompetensi esensial
persen 83,94 47, 100,00
KP 04.02.08 - Persentase satuan pendidikan ndtfuEal yang meningkat mutu pembelajarannya persen 22,01 24,43 34,12
KP 04.04.01 - Persentase pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional pada satuan
pendidikan formal dan nonformal
persen 57,94 71,50 47,77
KP 04.04.02 - Persentase daerah (provinsi dan kabupaten/kota) yang memiliki indeks pemerataan
guru dengan kategori baik
persen 32,61 40,22 70,11
SK No 145156 C
persen 54,06 (2023) 59,47 72,28 KP 04.05.01 - Persentase satuan pendidikan formal dan nonformal dengan nilai pengelolaan yang
partisipatif pada kategori baik
berkas 5, hlm. 465 OCR
I.'If[3
N
INDONESIA
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.05.02 - Persentase daerah (provinsi dan kab/kota)yang memenuhi SPM pendidikan persen 42,75 57,61 82,61
KP 04.05.03 - Persentase satuan pendidikan formal dan nonformal yang diakreditasi scauai SNP persen 49,67 (2023) 98,65 99,29
KP 04.07.01 - Presentase angkatan kerja lulusan pendidikan menengah vokasi setahun terakhir yang
bekerja/ berwirausaha
persen 12,6 13,42 15,91
KP 04.19.01 - Angka Partisipasi Kasar SMA/SMK/sederajat p€f,8€n 87,29 47,40 88,63
KP 04.20.01 - Persentase satuan pendidikan menerapkan pendidikan inklusif yang meningkat mutu
pembelajarannya
persen 12,33 13,08 16,05
KP 08.02.05 - Indeks Pembangunan Kebahasaan 4s,42 (2022) 51,31 55,01
SK No 145157 C
berkas 5, hlm. 466 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
138.DF Program Wajib Belajar 13 Tahun 197.004.952.267
138.DF.7575 Layanan Pembiayaan Pendidikan Dasar
Menengah
67.298.816.750
r38.DF.7575.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Men€n8sh 67.298.816.750
r38.DF.7575.QEK.0Or Siswa SD/ Paket A Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar
10360614 10360614 Orang 21.140.894.495 06 02 01
04 0l 03 02
ol
138.DF.7575.QEK.002 Siswa SMP/Paket B Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar
4369968 4369968 Orang 13.632.492.024 04 01 03 02
06 02 01 o1
138.DF.7575.QEK.003 Siswa SMA/Paket C Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar
1368243 1935774 Orang 14.121.944.400 06 02 0l
04 0t 03 02
o1
138.DF.7575.QEK.OO3.OOOO Siswa SMA/Paket C Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar - Pusat
1368243 1935774 Orang 14.121.944.400 04 l9 01 02
138.DF.7575.QEK.004 Siswa SMK Yang Mendapatkan Program
Indonesia Pintar
1829167 19282?1 Orang 14.744.763.850 06 02 0r
04 0l 03 02
ol
SK No 145158 C
3479
04 0l 04 o1
l38.DF.7575.QEK.OO5 Siswa Penerima Afirmasi Pendidikan
Menengah (ADEM)
3479 Orang 559.443.981 04 01 03 02
berkas 5, hlm. 467 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl{ PF KP PROP
06 02 01 o1
r38.DF.7575.QEK.006 ATS yang mendapatkan Beasiswa
Pengembalian ATS
o IOOOO0 Orang 2.OOO.000.OOO 04 0l 04 02
r38.DF.757s.QEK.0O7 Siswa PAUD YarrS Mendapatkan Program
lndonesia Pintar
138.DF.7595 FeEbinaa[ Sekolah Menengah Pertama
o 610710 Orang 1.099.274.OOO 04 0l 01 02
162.722.957
r38.DF.7595.QD8 Fasilitasi dan PcDbinaar! Lembaga 162.722.957
r38.DF.7595.QDB.3 t3 SMP yang mendapatkan Dukungan
Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun
514 514 l,crnbaga 162.722.957 04 05 02 01
138.DF.7596 Pembinaan Sekolah Dasar 144.164.747
r38.DF.7596.QD8 Fasilitasi dort Pembinaan Lembaga 184.164.747
138.DF.7596.QD8.203
134.DF.7597
SD yang mendapatkan Dukungan
Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun
Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini
514 514 Lembaga 84.164.747 04 05 02 01
6.462.44?.237
138.DF.7597.QD8 Fasilitasi dqrr Pembinaan Lembaga 3? 5.047.237
r38.DF.7597.QDB. r03 Satuan PAUD yang mendapatkan
Dukungan Pelaksanaan Wajib Bclqiar 13
Tahun
514 5f4 L€trlbaga 375.047.237 04 0l Ol 02
SK No 145159 C
04 05 02 0l
berkas 5, hlm. 468 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
138.DF.7597.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dar!
Menengah
6.087.360.000
138.DF.7597.RB1.104 PAUD-SD Satu Atap yang dikembangkan o 400 unit 3.987.360.000 04 0l 02 ol
l38.DF.7597.RBr.l0s PAUD baru yang dibangun n 150 unit 2.100.ooo.ooo 04 0l 02 0l
138.DF.7599 Pembinaan Sekolah Menengah Atas 122.896.800.576
138.DF.7599.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 272.473.192
138.DF.7599.QDB.4Os SMA yang mendapatkan Dukungan
Pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun
74 ?4 Lembaga 272.473.192 04 05 02 01
138.DF.7599.RBI Prasarana Bidqrtg Pendidikan Dasar dan
Menengah
122.624.327.384
l3a.DF.7599.RBI.OO1 Revitalisasi Sarana dan Prasarana Satuan
Pendidikan
o 4926 unit 122.624.327.384 04 0l 02 01
138.DI Program Kualitas Pengajaran dan
Pembelajaran
117.120.485.277
138.D1.7562 Layanan Pembiayaan Pendidikan
Kesejahteraan Guru Non ASN
92.444.821.370
r38.Dr.7562.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 92.444.421.370
SK No l45160C
74042 16.452.112.494 04 04 02 o6 r38.Dr.7562.QEK.0O1 Guru TK/TKLB Non-ASN yang Menerima
Tuttjalgar Profesi
I7OA2O Orang
berkas 5, hlm. 469 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI'I PP KP PROP
138.Dt.7562.QEK.002 Guru Dikdas Non-ASN yang Menerima
Tunjangan Profesi
180633 422579 Orang 39.212.914.167 04 04 02 o6
138.Dr.7562.QEK.0O3 Guru Dikmen Non-ASN yang Menerima
'Tunjangan Profesi
r I 1513 ,Frr!:ro Orang 24.136.347.7 15 04 04 02 06
138.Dt.7562.QEK.0O4 Kepala Sekolah Non-ASN yang Menerima
Tunjangan Profesi
55567 55567 Orang 9.478.223.025 04 04 02 06
l38.Dr.7562.QEK.OOs Guru TK/ TKI,B yang McoeriEa Tunjangan
Khuaug
421 6547 Orang a3-065.750 04 04 02 02
r38.Dr.7562.QEr.006 Guru Dikdas yaru Menerima Tunjangan
Khusus
25631 25631 Orang 2.327.897.905 5 04 04 02 lm
r38.Dl.7562.QEK.OO7 Guru Diloren yang Menerima Tunjangan
Khusus
3418 3418 Orang 369.394.4a5 04 04 02 02
138.DI.7562.QEK.008 Kepala Sekolah yang menerima Tunjangan
Khusus
476 476 Orang 37.212.305 04 04 02 m
138.DI.7562.QEK.0O9 Guru TK/TKLB/ DiLEas Non-ASN yarlg
Menerima Insentif
27494 27494 Oraru 164.785.140 04 04 02 06
138.Dt.7562.QEK.010 Guru Dikdas Non-ASN Yang Menerima
lnrcotif
36006 36006 Orang 163.874.880 04 04 02 :a]a
SK No 145161 C
Guru Dikmen Non-ASN yang Menerima
Insentif
3500 177 t9 Orang 18.989.100 04 04 02 0,6 138.DI.7562.QEK.01 1
berkas 5, hlm. 470 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
138.DI.7563 Pengembangan Pendidikan Terbuka dart
Jarak Jauh (PTJJ) di Asia Tenggara
24.451.574
138.Dr-7563_PEE Kemitraan 7.157.a40
138.Dr.7563.PEE-0()7 Kemitraan Bidang PAUD daIr Parenting I I 7.1s7.440 04 02 04 02
138.DI.7563.SCr Pelatihan Bidang Pendidikan 4.846.869
138.DI.7563.SCr-OO7 Pelatihan calon pelatih pemanfaatan Model
Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan
Parenting di Kawasan Asia Tenggara
3900 3900 8.846.869 04 02 04 02
138.D1.7563.SDC Penelitian dan Pengembangan Modeling 8.846.869
138.D1.7563.SDC.007 Kajian dan Pengembangan Model Bidang
Pendidikan Anak Usia Dini dan Parenting di
Kawasan Asia Tenggara
1 1 8.8,16.869 04 02 04 02
138.DI.7569 Peningkatan Kecakapan Literasi 674.914.532
138.DI.7569.PEG Konferensi dan Event 134.790.553
138.D1.7569.PEG.001 Perhelatan Karya Kreatif Literasi
Kebahasaan dan KeaaEtr'aen
23 23 Kegiatan 134.790.553 04 09 0l 02
08 02 05 0t
138.Dr.7569.ODC Fasilitasi dan PeEbinaan Masyarakat 214.654.957
SK No 145162 C
Penutur bahasa terbina 10492
04 l0 02 02
138.DI.7569.QDC.OOl 10492 Orang ?2.649.124 08 02 05 0l
berkas 5, hlm. 471 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ROIPROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l38.Dr.7569.QDC.OO2 Penutur bahasa teruji a7 rs2 93484 Orang 53.500.519 04 lo 02 02
08 02 05 0l
13a.DI.7569.QDC.OO3 Generasi muda terbina program literasi 753 7?3 Orang 88.505.314 08 02 05 01
04 lo 02 02
138.Dr.7s69.QMA Data darr Informasi Publik 329.473.022
l38.Dr.7s69.QMA.OOr Alih Wahana Karya Sastra 34 34 dokumen 24.924.934 08 02 05 02
r38.Dr.7569.QMA.002 Produk Kamus dan Pedoman Kebahasaan 9 9 dokumen 97.091.538 08 02 05 02
r38.Dr.7569.QMA.003 Produk Penerjemahan 2310 2310 dokumen 207.452.550 08 02 05 02
04 09 0l ol
138.Dt.7570 Pembinaan Guru Pendidikan Anak Usia
Dini dan Pendidikan Nonformal
797.752.054
r38.Dr.757O.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 664.273.669
r38.Dr.7570.QDC.0Or Guru PAUD dan Dikmas yang Difasilitasi
dalen Pengembangan Karir
1560 1560 Orang 56.507.164 04 02 02 02
138.Dr.7570.QDC.002 Pendidik PAUD yang difasilitasi Kualifikasi
sr/Drv
o ,16OO Orang 161.000.000 04 0l ol 02
SK No 145163 C
182 6r-010.507 04 02 02 02 138.Dr.757O.QDC.OO4 Cu.ru PAUD dan Dikmas yarlg Memperoleh
Penghargaan
262 Orang
berkas 5, hlm. 472 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l38.Dl.757O.QDC.Ol I Instruktur Guru PAUD dart Dikmas yang
mendapat pendampingan pembelajaran
t F{0 850 Orang 345.755.994 04 04 02 o7
138.DI.7570.U84 Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
133.478.385
138.D1.7570.UBA.001 I Penataan Guru PAUD dan Dik las 3a 38 Provinsi 133.478.385 04 04 02 0l
138.DI.7572 Peningkatan Kualitas Pendidikan Khusus
datt Pendidikan Layanan Khusus
676.s47.693
r38.Dr.7572.QD8 Fasilitasi dar Pembinaan Lembaga 676.547.693
r38.Dr.7572.QD8.503 Satuan Pendidikan yang Mendapatkan
Pembinaan hogra4 AfuDasi
642 642 Lembaga 29a.?? t.6N 04 01 04 ol
r38.Dr.7572.QD8.53r Satuan Pendidikan Khusus yang
mendapatkan Penguatan Pendidikan
Karakter
EI:l 38 Lembaga 20.724.259 04 02 02 0l
138.DI.7572.QD8.533 Satuan Peitdidilqn Khusus yang
Melaksanakan Program UKS
m 3a Lembaga 19.244.246 04 02 02 03
04 ll 03 0l
r38.Dr.7572.QD8.538 Satuan Pendidikan Khusus Yang
Menerapkan Kurikulum dan Model
PeE belaj6ran Yang Berlaku
gltl 38 Lembaga 57.467.922 04 02 06 03
SK No l45l54C
Sekolah Yang Menyelenggarakan Program
Pendidikan Inklusif
m 82.144.243 04 0l 04 01 138.DI.7572.QD8.540 38 Lembaga
berkas 5, hlm. 473 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
138.Dt.7572.QD8.580 Satuan Pendidikan Khusus yang
mendapatkan pendampingan peningkatan
r!1UtU
3A 38 Lembaga D7.747.343 04 05 02 01
138.D1.7573 Peningkatan Kualitas Pendidikan
Masyarakat
440.136.426
138.Dr.7573.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3r6. r44.965
138.DI.7573.QD8.508 Satuan Pendidikan Yang Mendapat
Pembinaan Pendidikan Kesetaraan
514 514 Lembaga 60.449.660 04 02 0a 02
r38.Dr.7573.QDB.538 Lembaga Pendidikan Masyarakat Yang
Menerapkan Kurikulum dan Model
Pembelajaran Yang Berlaku
514 514 Lembaga 57.467.922 04 02 08 02
r38.Dr.7573.QDB.580 Lembaga Pendidikan Masyarakat yang
mendapatkan pendampingan peningkatan
rnutu
514 5I4 Lembaga 197.747.343 04 02 0a 02
r38.Dr.7s73.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 123.991.461
l38.Dl.7573.QDC.5 tO Orang Dewasa Yang Mendapat Layanan
Pendidikan Keaksaraan
3:}000 33000 Orang 123.991.461 04 02 08 01
04 20 0l 02
138.DI.7576 Kebijakan Penguatan Karakter 28r.678. r68
SK No 145165C
Komunikasi Put ik
79.323.936 0a 02 0l Ol
138.Dr.7576.QM8 281.678.168
138.Dr.7576.QMB.004 6 6 layanan
berkas 5, hlm. 474 OCR
KODE
NAMA
FROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
layanan Penguatan Karakter Terkait Profil
Pelajar Pancasila
04 02 02 ol
138.Dr.7576.QMB.005 Layanan Penguatan Karakter Terkait ildiE
keamanan satuan pendidikan
3 3 layanan 157.074.731 04 02 02 01
03 02 07 ol
08 02 0l o1
l38.Dt.7576.QMB.006 Layanan Penguatan Karakter Terkait
inklusivitas dan kebinekaan satuan
petrdidikan
2 2 layanan 45.279.501 08 02 0l
04 19 04
o1
02
o1 7U 02 04
tsa.Dt.?57? Pendayagunaan Teloroloai Informasi datt
Komunikasi untuk Pembelajaran
668.460.376
138.D1.7577.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 668.460.376
138.D1.7577.UAB.007 Platform Digital Pendidikan Merdeka
Belajar
5 5 Sistem
Informasi
668.460.376 04 02 01 0l
02 03 o5 04
138.DI.7578 Pengembangan Prestasi Satuan Pendidikan
dan Peserta Didik
753.114.124
r38.Dr.7578.QEK Bantuan Pendidikan Dasar dan Menengah 7 t.463.261
SK No 145166 C
623 840 Orang
r38.Dr.7s78.QEK.0O l Peserta didik yang difasilitasi karir belajar
untuk pengembangan prestasi
7 | .463.261 04 0 I 03 03
berkas 5, hlm. 475 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l38.Dl.7578.QEK.OO I.OOOO Peserta didik yang difasilitasi karir belajar
untuk pengembangan prestasi - Pusat
623 440 Orang 7 I .863.261 04 l9 0 I 02
l38.DI.757a.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 6a r-250.863
l38.DI.757a.SCI.OOl Manajemen Talenta yatlg dikembangkan
untuk Menjaring Minat, Bakat dan Pr6ta8i
15750 15750 Orang 120.232.215 04 09 04 ol
r38.DI.?57a.SCr.OO3 Peserta Didik yang dikembangkan
prestasinya di bidang Seni, Budaya, dan
Literasi
5786 5746 Orang 216.44.t69 04 09 0l 0l
l38.DI.757a.SCI.006 Peserta Didik yarlg dikembangkan
Prestasinya Tahap Lanjut
229 229 Orang 314.450.275 04 09 04 TN
138.D1.7578.SC1.007 Peserta Didik yartg mengikuti Pelatihan
Ketalentaan
1600 f6OO Orang 13.010.100 04 09 04 02
138.DI.7578.SCt.008 Pemandu Talenta yang ditingkatkan
Kapasitasnya
800 8OO Orang 13.010.100 (x 09 04 02
138.DI.7600 Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Pendidikan Anak Usia Dini
860.004.039
138.D1.7600.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 860.004.039
l38.DI.7600.QDB. r38 Satuan PAUD yang menerapkan Kurikulum
da,r Model Pembelajaran yang berlaku
514 514 Lembaga 76.421.007 04 02 06 03
SK No l45167C
10000 29?.445.453 04 02 04 01 138.DI.7600.QD8.143 10000 L€trbaga
berkas 5, hlm. 476 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Satuan PAUD Menyelenggarakan
Pendekatan Holistik Integratif
04 tt 02 02
138.Dr.7600.QDB. r4s Satuan PAUD yang melaksanakan program
UKS
514 514 Lembaga 93.775.753 04 02 02 03
04 t2 0r 03
138.Dr.7600.QD8. r80 Satuan PAUD yang Mendapatkan
Pendampingan Peningkatan Mutu
514 5I4 Lembaga 391.961.826 04 0l Ol 02
04 05 02 0l
138.D1.7601 Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Sekolah Dasar
1.296.059.796
t38.DI.760l.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 1.296.059.796
l38.DI.760l.QDB.23l
l38.Dr.760l.QDB.23:!
SD yang Mendapatkan Penguatan
Pendidikan Ksrst<tcr
SD yang Melaksanakan Program UKS
514 Lembaga 47.100.415 04 02 02 514
514
ol
514 Lembaga 222.444.064 04 02 02 03
04 11 03 ol
04 12 01 03
138.Dr.760l.QDB.23a SD Yang Menerapkan Kurikulum Yang
Berlaku
514 514 Lembaga 49.496.49? 04 02 06 03
SK No 145168 C
514 514 Lembaga 936.614.420 04 05 02 ol l38.Dr.760l.QDB.280 SD yang mendapatkan pendampingan
peningkatan mutu
berkas 5, hlm. 477 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN W KP PROP
13a.DI.7602 Peningkatan Kualitas PeEbclajaran
Sekolah Menengah Pertama
1.o21.64?.t53
l38.Dr.7602.QDB Fasilitasi dan Pembinaan l,etlbaSa 1.021.647.153
l38.Dt.7602.QDB.33t SMP yartg Mendapatkan Penguatan
Pendidik n Karakter
514 514 lannbaga 135.113.453 04 02 02 ol
r38.Dr.7602.QDB.333 SMP y€flg Melaksanakan Program UKS 514 514 Lembaga 159.103.547 04 02 02 03
04 11 03 01
04 t2 0l o3
138.Dr.7602.QD8.338 SMP Yang Menerapkan Kurikulum yang
berlaku
514 514 Lembaga 120.762.656 04 02 06 03
l38.Dr.7602.QDB.38O SMP yang mendapatkan pendampingan
peningkatan mutu
514 514 Lembaga 606.667.497 04 05 02 01
134.DI.7603 Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Sekolah Menengah Atas
834.685.145
r38.Dr.7603.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 834.645.145
r38.Dr.7603.QDB.43r SMA yang Mendapatkan Penguatan
Pendidikan Karakter
74 74 Lembaga ft.221.171 04 02 02 01
SK No 145169 C
SMA yang melaksanakan program UKS 74
04 t2 01 03
r38.Dr.7603.QD8.43:| 74 Lembaga 73.320.138 04 02 02 o3
berkas 5, hlm. 478 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 1l 03 01
138.DI.7603.QD8.438 SMA yang Menerapkan Kurikulum yang
Berlaku
74 74 Lembaga 106.262.245 04 02 06 03
l3a.Dr.7603.QDB.48O SMA yang Mendapatkan Pendampingan
Peningkatan Mutu
74 74 Lembaga 59a.aal.55l 04 05 02 o1
134.Dr.7605 Layanan Penjaminan Mutu Pendidikan
jcnjarlg PAUD, Dikdas, DiLrr€n dan Dikmas
2.370.542.985
138.DI.7605.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 2.370.542.945
138.DI.7605.QD8.750 Satuan PAUD, Dikdas, Dikmen dan Dikmas
yang difasilitasi penjaminan mutunya
8079 ffi79 l,crobaga 2.370.542.945 04 05 03 01
134.DI.7607 Penyediaan Informasi Asesmen Pendidikan 1.756.338.729
138.D1.7607.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
1? 1.252.274
138.D1.7607.PBH.001 Bahan Kebijakan Hasil Asesmen
Pendidikan
6 6 Rekomendasi
Kebijakan
32.004.597 04 02 03 03
13A.DI.7607.PBH.OO2 Soal yang Dikembangkan 1s3z+o 19340 Rekomendasi
Kebijakan
too.o42.2@ 04 02 03 03
SK No 145170 C
Pelayanan Publik kepada masyarakat
5
964.719.674
138.D1.7607.PBH.003 Model Asesmen Pendidikan 5 Rekomendasi
Kebijakan
39.205.417 04 02 03 03
138.Dr.7607.QAA
berkas 5, hlm. 479 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
r38.Dr.7607.QAA.OOr Pelayanan Publik kepada masyarakat 1435000 1435000 Orang a.7 t9.674 04 02 03 02
138.Dr.7607.QDB Fasilitasi dan PcEbinaan Lembaga 568.910.692
l3a.DI.7607.QDB.00l Satuan Pendidikan yang Mclakssnakan
As€atrcn
494665 494665 Lembaga 568.910.692 04 02 03 02
r38.DI.7607.QMA Dete den Informasi Publik 47.456.O49
138.Dr.7607.QMA.OOl Sistem Informasi Asesmen I I Data 45.8,44.474 04 02 03 o3
l38.Dr.7607.QMA.OO2 Si3teE Informasi Pengelolaan Pengujian I I Data 1.607.611 04 02 03 o3
134.DI.7608 Fasilitasi Pclekseneen Akreditasi 1.352.338.697
138.D1.7608.PDE Akreditasi Lembaga | .352.334.69?
138.Dr.7608.PDE.001 Akreditasi Lembaga 55404 55404 Lembaga 1.352.338-697 04 05 03 03
138.D1.7609 Pengembangan Kurikulum dan
Pembelajaran
349.673.680
138.DI.7609.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
322.574.949
r3a.Dr.7609-PBH_OOr Model Kurikulum yang adaptif dan
kontekstual
275 279 Rekomendasi
Kebijakan
206.016.454 04 02 06 02
SK No 145171 C
Sertifikasi Profesi dErr SDM
530 530
15.566.533
138.DI.7609.PBH.002 Perangkat p€Ebelajaran yang adaptif dan
kontekstual
Rekomendasi
Kebijakan
116.562.095 04 02 06 02
138.D1.7609.PDI
berkas 5, hlm. 480 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
138.D1.7609.PDI.001 Tiro Pengembang Kurikulum yang
berkompeten
140 l4O Orang 15.566.533 04 02 06 02
138.Dt.7609.QMA Data dan lofort rasi Publik I 1.528.198
t38.Dt.7609.QMA.OOl SiateE Informasi Kurikulum I I Data 11.528.198 04 02 06 02
138.D1.7610 Pengembangan Perbukuan 346.550.796
134.DI.7610.P8H Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
295.571.054
138.Dr.7610.PBH.00r Buku Pendidikan yang Disusun,
Dikembangkan dan Dinil,ai
2000 2000 Rekomendasi
Kebijakan
295.571.054 04 02 06 0l
138.DI.7610.PDI Sertifikasi Profesi den SDM 12.421.624
138.DI.7610.PDI.OOl SDM Perbukuan yang Terbina 120 l2O Orang 12.421.624 04 02 06 ol
138.D1.7610.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 31.557.929
138.Dr.76rO.QDB.OOr Pengawasan Pemanfaatan Buku Di Satuan
Frndidiksrr
roo IOO Lembaga 31.557.929 04 02 06 01
l38.Dr.76rO.QMA Data dan Informasi Publik 47.000.185
l38.DI.76lO.QMA.OOl Sistem Informasi Perbukuan I I Date 47.000.185 04 02 06 01
SK No 145172 C
Penyusunan Standar da,r Kebijakan
Pendidikan
196.370.099 138.D1.7611
berkas 5, hlm. 481 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
138.DI.7611.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
147.946.423
138.DI.761 l.PBH.00l Bahan Kebijakan Isu Strategis Pendidikan l5 15 Rekomendasi
Kebijakan
88.691.676 04 05 02 02
134.DI.761 1.PBH.002 Rapor Pendidikan yang dikembangkan 3 3 Rekomendasi
Kebijakan
33.411.999 04 05 02 02
138.DI.761l.PBH.OO3 Standar Nasional Pendidikan yang
Dikembangkan
10 l0 Rekomendasi
Kebijakan
65.843.144 04 05 02 02
138.Dr.761I.QMA Data dan Informasi Publik 4.343-276
138.Dr.761 l.QMA.OOr Sistem Informasi Standar dan Kebijakan
Pendidikan
I Dets 8.38:t.276 04 05 02 02
138.DI.7614 Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
6.9 16.500. r57
l38.DI.76l4.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 1.804.454.330
138.Dr.76l4.QDC.O I r Guru dan tenaga kependidikan yang
mendapat pendampingan pembelajaran
1098 a7A4 Orang 1.804.454.330 04 04 02 04
r3a-Dr.76r4-SCr Pelatihan Bidang Pendidikan 5.1 t2.o4 t .427
SK No 145173 C
4? 1.355.847.499 04 04 02 04 138.DI.7614.SCI.010 Guru yang mengikuti Program Pendidikan
Kepemimpinan Sekolah Model Baru
499 Orang
berkas 5, hlm. 482 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r38.DI.7614.SCI.011 Guru dan Tenaga Kependidikan yang
mengikuti Inovasi Pembelajaran dalam
peningkatan kompetensi
,+496 4896 Orang 3.756.194.328 04 04 02 04
138.Dt.7615 Pembinaan Guru Pendidikan Dasar 738.571.737
l38.Dt.76l5.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 596.508.430
l38.Dt.7615.QDC.OO2 Guru Dikdas yang Difasilitasi ddaE
Pengeabar!8aa Karir
3220 3220 Orang 109.340.350 04 02 02 02
138.Dr.76r5.QDC.005 Guru Dikdas yang Memperoleh
Penghar8aan
296 296 Orang 65.844.847 04 02 02 02
r38.Dr.76r5.QDC.Ot I Instruktur Guru Dikdas yang mendapat
pendampingan pembelajaran
4294 3280 Orang 421.323.233 04 04 02 07
138.D1.7615.UBA Fasilitasi drn Pembinaan Pcrocrintah
Daerah
142.063.307
138.D1.7615.UBA.002 Penataan Guru Dikdas 38 3a Provinsi 142.063.307 04 04 02 01
138.D1.7616 Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
drn Pendidik n Khusus
@4.252.496
r38.DI.76l6.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 472.494.5?3
SK No t45l74C
4100 to5.279.4a6 04 02 02 T9 r38.Dr.76r6.QDC.O03 Guru Dikmen dan Diksus yang Difasilitasi
dala.E Pengembangan Karir
5OO Orang
berkas 5, hlm. 483 OCR
FF,ESIDEN
I(ODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r38.Dr.76r6.QDC.O06 Guru Dikmen dan Diksus yang Memperoleh
Penghargaan
376 80 Orang 62.615.542 04 02 02 02
138.Dt.76l6.QDC.O 1l Instruktur Guru Dikmen dan Diksus yang
mendapat pendampingan pembelajaran
900 200 Orang 304.999.545 04 04 02 07
l38.DI-7616-UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
De€teh
135.357.923
r3a.DI.76r6.UBA.OO3 P.neteen Guru Dikrncn dsn Diksus FI3 38 Provinsi 135_357-923 04 04 02 ol
138.D1.7617 Pendidikan Profesi Guru 1.O(x,.465.268
138.D1.7617.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
305-700.920
138.D1.7617.PBH.001 Fasilitasi pengembangan Eodcl-Eodcl
inovasi PPG
o o Rekomendasi
Kebijakan
305.700.920 04 04 01 0l
138.D1.7617.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 703.764.344
138.D1.7617.PDI.001 Guru yang difasilitasi proses Sertifikasi 415043 o Orang 703.?64344 04 04 01 02
138.D1.7618 Pembinaan Kepala Sekolah, Pengawas
Sekolah dan Tenaga Kependidikan
657.164.179
r38.DI.76r8.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 323.428.515
SK No 145175 C
5424 181.310.617 04 05 01 02 r38.Dr.76r8.QDC.0Or Calon Kepala Sekolah yang mendapat
pendampingan pembelajaran
10300 Orang
berkas 5, hlm. 484 OCR
stDEit
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l38.Dr.76l8.QDC.O02 Kepala Sekolah yang Difasilitasi d,l'h
Pengembangan Karir
105 fos Orang 13.449.772 04 05 0l 02
l38.Dr.76r8.QDC.OO4 Kepala sekolah, Pengawas sekolah, dan
Tenaga Kependidikan yang Memperoleh
Penghargaan
180 l8O Orang 128.62A.126 04 05 0l 02
138.DI.7618.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 284.656.355
138.D1.7618.SCI.005 Fasilitator dan pendamping pelatih yang
mendapatkan peningkatan kompetensi
17310 2OOOO Orang 284.656.355 04 04 02 04
138.D1.7618.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
49.079.309
l38.DI.76t8.UBA.O06 Penataan kepala sekolah, pengawas
sekolah dan tenaga kependidikan
m 3a Provinsi 49.079.30S 04 04 02 o1
04 05 01 02
138.DL Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 5.981.545.194
134.DL.7620 Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan 4.052.883.440
138.DL.7620.PDI Sertifikasi Profesi &n SDM 295.334.176
138.DL.7620.PDI.040 Siswa SMK yang Tersertifikasi Terhadap
Kompetensi yang Relevan dengan
Kebutuhan Dunia Kerja
100000 100000 Orang 245.077.996 04 07 01 03
&090202
SK No 145176C
750 10.256.180 04 0? Ol 03 138.DL.7620.PDI.041 Siswa SMK yang Mendapatkan Penguatan
Persiapan Program Magang Luar Negeri
750 Orang
berkas 5, hlm. 485 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
138.DL.7620.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 3.7 57.549.264
138.DL.7620.QD8.0O7 SMK yang Dikembangkan Menjadi Pusat
Keunggulan
I l7a I 1 78 Lembaga 2.751.266.384 04 07 01 0l
03 02 09 o4
138.DL.7620.QD8.042 SMK yang Mengembangkan Proyek Kreatif
dan Kewirausahaan
2so 25O Lembaga M2.9SA.7N 04 07 01 01
r38.DL.7620.QD8.049 SMK yang Dikembangkan Berbasis Industri
4.O
62 62 Lembaga 47.167.110 04 07 0r ol
04 09 02 04
r38.DL.7620.QDB.05l SMK yang Mengembangkan Pengajaran
Berbasis Pabrik (Teaching Factory)
450 450 Lembaga 816.157.0,rc 04 07 Ol Ol
040902()4
138.DL.7621 Pembinaan Kemitraan dan Penyelarasan
Dunia Usaha d6n Dunia Industri
210.486.684
138.DL.7621.PEC Kerja sama 106.391.689
138.DL.7621.PEC.001 Kemitraan antara Satuan Pendidikan
Vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia
Industri
166 166 Kesepakatan 106.391.689 04 0? 04 ol
o5 02 og 04
r38.DL.762l.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 40.331.311
SK No 145177 C
25 ,lo.3il1.3l t 04 07 Ol ol l38.DL.762l.QDB.0O I Satuan Pendidikan Vokasi Yang Selaras
Dengan Kebutuhan Dunia Usaha dan
Dunia Industri
25 Lembaga
berkas 5, hlm. 486 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r38.DL.762r.QMA Data dan Informasi Publik 63.763.644
r38.DL.762 r.QMA.006 Dokumen Hasil Pelaksanaan Tracer Study
Pada Satuan Pendidikan Vokasi
I dokumen 63.763.684 04 0? 01 o1
o1 02 :|8) 04
138.DL.7622 Pembinaan Kursus dan Pelatihan 664.377.691
138.DL.7622.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 137.907.064
138.DL.7622.QD8.00r L,Iobaga Kursus dan Pelatihan Berstandar
Industri
mf.Io 2000 Lembaga 137.907.064 04 07 03 04
r38.DL.7622.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 526.470.627
l38.DL.7622.QDC.UOl Anak Usia Sekolah tidak Sekolah
memperoleh Pendidikan Kecakapan Kerja
11790 11790 Orang 264.S37-3A0 04 0l 04 02
o1
o1
tall
03
19
o?
04
04
t3a.DL.7622.QDC.U02 Anak Usia Sekolah tidak Sekolah
memperoleh Pendidikan Kecakapan
Wirausaha
7909 ?9O9 Orang 257.533.247 04 0r 04 02
01
04 07 03 01
o8 02 04
138.DL.7623 Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan vokasi
I .053.797 .379
SK No 145178 C
s.204.080 138.DL.7623.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
berkas 5, hlm. 487 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
138.DL.7623.PBH.001 Inovasi model pembelajaran vokasi
mengacu pada dunia kerja
14 14 Rekomendasi
Kebijakan
9.208.080 04 07 0l 02
04 09 02 05
138.DL.7623.PEC Kerja sama 16.749.932
138.DL.7623.PEC.001 Satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan Dunia kerja
105 fOS Kesepakatan 16.749.932 04 07 0l Ot
t38.DL.7623.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 95.896.103
138.DL.7623.QD8.0O l Fefrja.Einarr Mutu Satuan Pendidikan
Vokasi
2754 2754 Lembaga 95.896.103 04 07 0l o1
138.DL.7623.RAA Sarana Bidang Pendidikan 69.063.201
l38.DL.7623.RAA.OO1 Sarana Pendukung Pembclaj arar!
(BB/BPPMPV)
7 Paket 69.063.201 04 07 01 04
138.DL.7623.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan
Menengah
61.037.803
138.DL.7623.RBt.001 Prasarana Pendukung Pembelajaran
(BB/ BPFMPV)
7 unit 61.037.ao3 04 an ol 04
138.DL.7623.SCr Pelatihan Bidang Pendidikan &1.a42.2@
SK No l45l790
3()36 79.014.242 04 07 01 02 138.DL.7623.SCI.001 Guru kejuruan yang mendapatkan
pel,atihan kurikulum yang diselaraskan
dengan kebutuhan dunia kerja
3)36 Orang
berkas 5, hlm. 488 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
138.DL.7623.SCI.002 Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi
yang mengikuti Upskilling dan Reskilling
Berstandar Industri
3033 3)33 Orang 699.146.111 04 07 01 02
138.DL.7623.ScI.OO4 Instruktur kursus yang mendapatkan
pelatihan kompetensi industri bidarE
keahlian teknologi terapan
265 265 Orang 23.677.467 04 07 01 02
138.DU Program Pembangunan Kebahasaan dan
KesastreEn
656.682.859
138.DU.7566 Pelestarian Bahasa derr Sastra Dacreh 426.025.359
138.DU.7566.PEG Konfer'ensi d6n Event 151.446.174
138.DU.7566.PEG.001 Perhelatan Karya Kreatif Pelestarian
Bahasa dan Sastra Daerah
31 31 Kegiatan 151.846.174 04 09 0l 02
08 02 05 03
138.DU.7566.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 203.396.480
r38.DU.7566.QDC.OO I Penutur Bahasa Daerah Terfasilitasi
hograo Pelindungan Bahasa Daerah
251 305 Orang 203.396.480 08 02 05 03
r38.DU.7566.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
16.652.929
SK No 145180 C
30 100 16.652.929 08 02 05 0l r38.DU.7566.QDD.O0l Felestari Bahasa dan Sastra Daerah yang
Difasilitasi dan Diapresiasi (Komunitas dan
Perseorangan)
Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 489 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l38.DU.7s66.QMA Data dan Informasi Publik 54.129.776
l38.DU.7s66.QMA.OO2 Peta Kebinekaan Bahasa dan Sastra 33 95 dokumen 54.129.776 08 02 05 03
t34.DU.7567 Pemartabatqn Bahasa dan Sastra lndoncsia 63.749.492
138.DU.7567.QDD Fasilitasi dan Pernbinaan Kelompok
Masyarakat
63.749.492
l38.DU.7567.QDD.OO I Komunitas Literasi yang difasilitasi dan
diapresiasi
roo 50 Kelompok
Masyarakat
29.854.350 08 02 05 0l
04 09 01 01
138.DU.7567.QDD.002 Komunitas Sastra yang difasilitasi da,r
diapresiasi
roo 25 Kelompok
Masyarakat
33.895.142 04 09 0l Ol
08 02 05 0l
134.DU.7564 Penginternasionalan Bahasa dan Sastra
lndonesia
166.908.008
138.DU.7568.PEG Konferensi dan Event 41.213.250
138.DU.7568.PEG.001 Perhelatan Karya Kreatif Diplomasi
Kebahasaan
1 I Kegiatan 4t .213.250 08 02 05 02
04 09 0l 02
138.DU.7568.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 125.694.758
SK No 145181 C
ProEraro Dukungan Manajemen
387 265 Lembaga
18.910.937
l38.DU.7568.QDB.OO I Lembaga Terfasilitasi Program BIPA 125.694.758 08 02 05 02
138.WA
berkas 5, hlm. 490 OCR
KODE
NAMA
FROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PtI PP KP PROP
134.WA.7585 Penyediaan Data dan Statistik serta
Pengembangan dan Pendayagunaan
TelmoloEi Informasi untuk Pendidikan dan
Kebudayaan
18.910.937
138.W4.7585.QM4 Date den Informasi Publik 1a.91o.937
l38.WA.7585.QMA.OOl Data dan Informasi Pendidikan d6n
Kebudayaarr
I 1 dokumen 18.910.937 04 05 03 02
ol 04 09 04
TOTAL 320.782.576.534
Keterangan:
c) Keterlibatan Pcf,an Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145183 C
berkas 5, hlm. 491 OCR
KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 04.02 - Persentase lulusan sekolah unggul baru dan sekolah unggul transformasi yang diterima di
perguruan tinggi terbaik luar atau dalam negeri
persen - (indikator baru) 70 90
PF 04.06 - Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi persen 31,45 (2023) 33,94 38,04
PP 04.06 - Persentase lulusan pendidikan tinggi yang langsung bekerja dalam jangka waktu f tahun
s.telah kelulusan
(a) total;
(b) karyawan atau wirausaha;
persen @l 59,86 2022
bt at ,47 l2o22l
(a) 62,16;
(b) 83,59
(a) 65,37;
(b) 86,31
PP 04.06 - Proporsi Mahasiswa Baru Berkuliah di Prodi STEM Terakreditasi Unggul persen 23,6l2O2O) 28,8 33,1
PP 04.06 - Proporsi Mahasiswa Baru yang Berkuliah di Perguruan Tinggi Berkualitas persen 92,6 (2020) 93,7 94,O
PF 04.06 - Persentase Dosen yang Menduduki Jabatan Lektor/Lektor Kepala/Guru Besar persen 40,67 (2022) 43,70 48, rO
PP 04,06 - Proporsi tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi bidang STEM persen 28,13 (2023) 29,M 30,96
SK No l45l84C
persen 42,18 44,8 50,90 PF 04.07 - Presentase lulusan pendidikan vokasi yang bekerja f tahun setelah kelulusan
berkas 5, hlm. 492 OCR
FR,ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
PF 04.08 - Jumlah perguruan tinggi yang masuk Le dalam peringkat THE InWd Ranking SDGs:
(a) Top 3OO
(b) Top 600
(c) Top 1000
perguruan tinggi (a) 8;
(b) 11;
lcl 22
(2023)
(a) 8;
b) 12;
lc) 22
{a) 9;
(b) rs;
(c) 25;
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O4,O2,O7 - Jumlah unit sekolah un88u.l baru yang b€f,op€rasi unit - (indikator baru) 0 17
KP 04.02.07 - Jumlah sekolah unggul transformasi yang terbina unit - (indikator baru) t2 20
KP O4.O4.O I - Proporsi perguruan tinggi LPTK yang terakreditasi pef,s€Ir ,24 (2022) ,4 roo
KP 04,04.01 - Proporsi program studi PPG yanA terakreditasi unggul persen o (2022) I,25 6,25
KP 04.06.0 f - Rasio APK PI berdasarkan kelompok pengeluaran keluarga (20% termiskin dan 2oolo
terkaya)
0,33 (2023) o,46 0,58
KP 04.06.01 - Jumlah provinsi dengan APK PT di atas 3l% provinsi 22 l2023l 23
KP 04.06.01 - Rata-rata Ea.a tunggu lulusan pendidikan tinggi mendapatkan pekerjaan bulan 13 (2023) 12,5 10,5
KP 04.06.01 - Rasio O Outbound p.r Inbound mahasiswa persen 6,so (2018) 7,20 7,73
KP 04.06.01 - Persentase mahasiswa yang berkegiatan di luar program studi persen 31,99 (2023) 32,9 35,00
KP 04.06.02 - Proporsi Program Studi STEM persen 43,5 (2022) 47,7 53,0
SK No 145185 C
persen KP 04.06.02 - Proporsi program studi terakreditasi unggul
(a) total;
lal 14,97i
(b) 14,90;
(d 16,93;
F) 16,87;
(cl 16,98
(al 19,55;
(b) lg,so;
(c)19,58
berkas 5, hlm. 493 OCR
FR,ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2S
(b) STEM;
(c) non STEM
(c) 15,02
(2022)
KP 04.06.03 - Proporsi perguruan tinggi terakreditasi pefs€lr sg,ss (2022) 63,64 66,91
KP 04.06.03 - Jumlah perguruan tinggi yang terpetakan berdasarkan keunggulannya perguruan tinggi r 1 (2023) 12 l6
KP 04.06.04 - Persentase dosen berkualifikasi 53:
(a) total;
(b) STEM;
(c) non STEM
persen (a) total 18,18
2021
(b) STEM 16,01
2021
(c) non STEM
19,93 (2021)
(a) total: 21,56;
(b) STEM: 19,08;
(c) ndr STEM:
23,54
(a) total: 24,43;
(b) STEM: 21,71;
(c) non STEM:
26,58
KP 04.06.04 - Proporsi dosen yang memiliki sertifikat dosen persen 50,12 (2023) 51,29 53,41
KP 04,06.04 - Jumlah dosen yarU mengikuti program peningkatan kapasitas orang 16.ss l (2023) 17.000 rs.ooo
KP 04.07.02 - Presentase lulusan pendidikan tinggi vokasi setahun terakhir yang:
(a) bekerja;
(b) berwirausaha
persen la) 74,25',
lbl 4,29 (2023)
(a) 74,50;
(b) 4,50
(a) 75,50;
(b) s,so
KP 04.08.01 - Jumlah SDM Iptek (Dosen, Peneliti dan Perekayasa) p€f, juta penduduk SDM iptek per
juta penduduk
1242 1267 t37 t
KP 04.08.02 - Jumlah lembaga pengelola penelitian, inovasi dan pengabdian masyarakat yang
ditingkatkan kapasitasnya
lembaga - (indikator baru) l0
SK No 145186 C
lembaga KP 04.08.02 - Jumlah Science Techno Park (STP) yang ditingkatkan kapasitasnya 8 5 5
berkas 5, hlm. 494 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 04.08.02 - Jumlah Science Techno Park (STq baru yang dikembangkan di luar Jawa lembaga - (indikator baru) o 5
KP 04.08.02 - Jumlah penerimaan STP berbasis iptek dan inovasi miliar rupiah - (indikator baru) 50 200
KP 04.08.02 - Jumlah star&rp binaan yang produktif sturnq - (indikator baru) 2 15
KP 04.08.04 - I Indeks QS International Research Network Collaboration 14,29 (2023) 19,35 29,44
KP 04.08.04 - Sitasi int rnasional perguruan tinggi Indonesia;
(a) rasio sitasi;
{b) h-index
(a) 0,42;
F) 318
(2023)
(a) 1,88;
F) 3r8
lal 4,79i
(b) 319
KP 04.08.04 - Jrtjol ah g ten granted dari perguruan tinggi paten 15.465 (2023) 17.500 27.ilO
KP 04.08.04 - Jumlah riset dan inovasi yang dimanfaatkan DUDI/masyarakat produk 75.669 (2023) a2.ooo l ro.ooo
KP 04.09.02 - Raihan Olimpiade Sains dan Teknologi dunia atau sejenis di tingkat pelajar dan
Eahaaia$ra
peraih 100 (2023) 144 320
KP 04.15.03 - Persentase lulusan program studi kesehatan terakreditasi unggul p€fs€tr 12,27 14,82 ,B
SK No 145187 C
berkas 5, hlm. 495 OCR
FF,ESIDEN
_ 1095 _
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl{ W KP PROP
139.DK Program Pendidikan Tinggi 131.102.206.813
139.DK.7719 Layanan Pembiayaan Pendidikan Tinggi 95.004.422.011
l39.DK.77l9.QE
'
Bantuan Pendidikan Tinggi 95.004.422.011
139.DK.77l9.QE r.OOr Mahasiswa Yang mendapatkan KIP Kuliah 1.040.192 l.a40.l92 Orang 93.702.414.979 04 06 0l Ol
06 02 01 ol
l39.DK.77l9.QE r.OO2 Mahasiswa Yang mendapatkan Beasiswa
Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK)
9.174 13.174 Orang 1.301.607.032 04 06 01
06 02 0l ol
ol
139.DK.7726 Peningkatan Kualitas Pemb€laj aran dan
Kemahasiswaan
1.970.659.402
139.DK.7726.PAD Peraturan Presiden 440.OOO
139.DK.7726.PAD.001 Peraturan Presiden tentang Ratifikasi
Konvensi Global
I O R.Perpres 440.OOO 04 06 0l 04
139.DK.7726.PDD Standardisasi Lembaga 547.252.262
SK No 145188 C
800
04 06 01 o3
139.DK.7726.PDD.002 Program Studi dengan Inovasi
Pembelajaran Digital dan Berkualitas
O Lembaga 38.991.367 02 t4 002 009
berkas 5, hlm. 496 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
04 06 0r o4
o4@o204
139.DK.7726.PDD.003 Program Studi yang Menyelenggarakan RPI- 200 243 Lembaga 38.679.419 04 06 0l o3
o5 In 09 04
139.DK.7726.PDD.004 Program studi yang menerapkan sistem
penjaminan trutu pendidikan tinggi
430 523 Lembaga 160.309.614 04 06 03 02
04 09 02 o4
139.DK.7726.PDD.005 Prodi dengan Pembelajaran Digital/ Daring
Kolaboratif
o 243 Lembaga 59.468.087 04 06 0l 03
139.DK.7726.PDD.006 Ak8€l,arasi Prodi dengan Kurikulum dan
Pembelajaran yang Adaptif d6n Relevan
0 f 16 Lembaga 43-ror.250 04 06 01 o4
139.DK.7726.PDD.007 Model Pembelajaran MKWK Berbasis
Proyek Lintas Program Studi
o 50 Lembaga 16.000.000 04 06 02 02
139.DK.7726.PDD.004 Prodi/Mata Kuliah Kolaborasi Praktisi
Mengajar
o 12 Lembaga 18.102.525 04 06 0l 04
139.DK.7726.PDD.009 Prodi yang mengembangkan kurikulum
pendidikan tinggi dengan pendekatan
Outcome Based Education (OBE)
o 50 L,crobaga 20.000.000 04 06 02 02
SK No 145189 C
berkas 5, hlm. 497 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7726.PDD.010 Program Studi dengan Inovasi
Pembelajaran Asistif untuk Difabel
n 55 Lembaga 23.OOO.OOO 04 06 03 03
l39.DK_7726-PDD.Ot l Unit Layanan Disabilitas Perguruan Tinggi o 8 Lembaga 28.OOO.OOO 04 06 03 03
139.DK.7726.PDD.012 Pengembangan Unit PFKS Perguruan Tinggi o 9 Lembaga 25.600.000 04 06 03 03
139.DK.7726.PDD.013 Mata Kuliah Kolaborasi Interdisiplin o lO Lembaga 36.000.000 04 06 02 02
04 0,6 02 01
139.DK.7726.PDD.014 Pembinaan pengembangan dan
pemanfaatan tracer study di perguruan
tinggi
0 50 L,embaga ,+0.000.000 04 0,6 01 o4
04 09 02 0l
139.DK.7726.PDI Sertifikasi hofcai &n SDM I15.1 18.441
139.DK.7726.PDI.016 Mahasiswa Pendidikan TtnSAi Vokasi Yang
Mengikuti Uji Kompetensi
l r2.008 163.991 Orang 95.118.441 04 07 02 03
139.DK.7726.PDI.017 Fasilitasi Penyelenggaraan Uji Kompetensi
Jenjang Profesi Bidang Kesehatan
o 15.000 Orang 20.ooo.ooo 04 15 03 01
r39.DK.7726.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 32.501.425
SK No l45l90C
FA 43 Lembaga
:a!l 02 05
r39.DK.7726.QDB.001 Program Studi Vokasi yang Menerapkan
Kurikulum Link and Match dengan Dunia
Kcrja
32.501.425 04 07 02 01
berkas 5, hlm. 498 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P]{ PP KP PROP
r39.DK.7726.QEJ Bantuan Pendidikan Tinggi 441.514.377
r39.DK.7726.QEr.OO2 Mahasiswa Mengembangkan Inovasi
Wirausaha
s.500 6.685 Orang 221.025.250 03 03 03 04
04 06 0l 05
04 08 02 t5
l39.DK.7726.QE r.OO4
l39.DK.7726.QE r.OO5
Mahasiswa Mengikuti Pembelajaran dan
Pemberdayaan Masyarakat
Mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi yang
Melaksanakan Pembelajaran di Luar
Kampus Dalam Mendukung Merdeka
Belajar
7.000
1.400
8,509 Orang 185.219.160 04 06 0l o5
04 08 02 02
01 01
5.112.393 04 06 0l 05
02 08
o Orang
r39.DK.7726.QE r.006 Program OrEawa Membangun Negeri
(POMN) di PT Vokasi
o 85f Orang rr.558.403 04 06 01 05
139.DK.7726.QE r.007 Program Magang Vokasi ke Luar Negeri o 851 Orang rr.568.403 04 06 01 o5
139.DK.7726.QE r.056 Mahasiswa vokasi Melaksanakan
Peningkatan Kreatifitas dan Keterampilan
untuk MqrdulunS Kompetensi
425 517 Orang 7.024.764 04 06 0l 05
SK No 145191 C
735.318.549
08 02 0l o5
139.DK.7726.SBA Pendidikan Tinggi
berkas 5, hlm. 499 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
139.DK.7726.SBA.001 Mahasiswa Melaksanakan Pembelajaran
Internasional
130 f58 Orang 66.W.575 04 06 01 o5
04 09 02 02
139.DK.7726.SBA.002 Mahasiswa Mendapatkan Pembinaan
Kreativitas, Minat, dan Bakat
I 1.000 13.371 Orang 254.588.670 04 06 0l 05
04 09 02 02
04 2t 04 02
01 o5 02 r|I:]
139.DK.7726.SBA.003 Mahasiswa Melaksanakan Pembelajaran di
Luar Kampus
120.000 145.861 Orang 414.422.344 04 06 01 o5
04 09 02 02
139.DK.7726.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 98.510.308
139.DK.7726.SCt.002 Peserta Didik yang dikembangkan
prestasinya di bidang Sains, Riset,
Teknologi, dan Inovasi
8.682 9.772 Orang 98.510.308 04 09 02 02
139.DK.7727 Pengembangan Kelembagaan 1.251.245.322
139.DK.7727.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
4.OOO.OOO
SK No 145192 C
4.OOO.000 04 06 03 04 139.DK.7727.PBH.001 I Pemetaan Keunggulan dan Diferensiasi Misi
Perguruan Tinggi Akademik
o o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 500 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7727.WD Standardisasi Lembaga 26.152.700
139.DK.7727.PDD.001 Peningkatan Perguruan Tinggi Menuju
Kelas Dunia
2t 2l Lembaga 21.495.200 04 06 03 02
04 02 09 04
139.DK.7727.PDD.002 Perguruan Tinggi Kementerian Lembaga
yang Mendapatkan Rekomendasi Penataan
Kelembagaan
2A 2A Lembaga 4.657.500 04 06 03 02
139.DK.7727.PDE Akreditasi Lembaga 308.898.515
139.DK.7727.PDE.001 Perguruan Tinggi/Prodi yang Diakreditasi 1.484 1.484 Lembaga 301.379.703 04 0,6 02 01
01 03 lr5 04
139.DK.7727.PDE.002 Penguatan Lembaga Akreditasi Mandiri
Perguruan Tinggi
o 6 Lembaga 5.518.812 04 06 02 01
139.DK.7727.PDE.003 Asesmen Kredibilitas Akreditasi
Internasional
o 50 Lembaga 2.000.000 04 06 03 02
139.DK.7727.QDB Fasilitasi dart Pembinaan Lembaga 301.018.169
139.DK.7727.QDB.001 Perguruan Tinggi Vokasi Penerima Bantuan
Pendanaan Coapeutive F\urd
44 48 Lembaga 281.018.169 04 07 02 01
SK No 145193 C
berkas 5, hlm. 501 OCR
PF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pl,I PF KP PROP
t39.DK.7727.QDB.OO2 Pembentukan Prodi Interdisipliner
kolaboratif
n 5 Lembaga 20.000.000 04 06 02 0l
139.DK.7727.QEI Bantuan Lembaga 175.812.500
r39.DK.772?.QEt.@2 Pembentukan National Information Center
Pendidikan Tinggi
o O t Lembaga 22.000.000 04 06 0l 03
l39.DK.7727.QEr.OO3 Akselerasi Penyatuan dalr Penggabungan
Pendidikan Tinggi Vokasi
5 5 Lembaga 3.062.500 04 06 03 TN
t39.DK.7727.QEi.OO4 Ak8€lera8i'Itansformali Akreditasi
Perguruan Tinggi vokasi
40 40 Lembaga 10.750.OOO 04 06 03 01
r39.DK.7727.QEr.0O5 Afirmasi pembukaan program studi bidang
kesehatan
o 3 Lembaga 60.000.000 04 15 03 0l
t39 .DK.7727 .QEi.OO6 Akselerasi Peningkatan Akreditasi Prodi
Kesehatan
o lO Lembaga 80.000.000 04 15 03 01
139.DK.7727.QE.I Bantuan Pendidikan Tinggi 435.363.438
l39.DK.7727.QE r.OOl Bcaaiawa Kemitraan Negara Berkembang
{KNB)
653 680 Orang 435.363.438 02 09 03 0l
SK No l45l949
Peningkatan Kualitas Sumber Daya 2.864.793.029 139.DK.7728
berkas 5, hlm. 502 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7728.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
160.000.000
139.DK.7728.PBH.001 r Penguatan Tata Kelola SDM Dikti o I Rekomendasi
Kebijakan
160.000.000 04 06 04 02
139.DK.7728.QEr Bantuan Lembaga 520.OOO.OOO
139.Dr.7728.QEI.003 Modernisasi l,ab Pembelajaran darr Riset
PTV
o 49 Lembaga 520.000.000 04 09 02 03
r39.DK.7728.QE
'
Bantuan Pendidikan Tinggi 1.47 1 .341 .703
r39.DK.7728.QE I.OO1 SDM Dikti yang Mengikuti Pendidikan
Gelar
933 1.366 Orang 1.471.341.703 04 06 04 01
04 0a ol ol
04 09 02 02
07 07 03 03
139.DK.7728.SBE Pendidikan Non Gelar 713.451.326
139.DK.7728.SBE.001 SDM Dikti yang Mengikuti Peningkatan
Mutu dan Kompetensi
t.660 2,430 Orang 233.814.189 04 06 04 03
SK No 145195 C
lo.ooo 194.415.?50 04 06 04 02 139.DK.7728.SBE.002 14.641 Orang
berkas 5, hlm. 503 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
SDM Dikti yang Mengikuti Peningkatan
Karir
04 09 02 02
139.DK.7728.SBE.003 SDM Pendidikan Tinggi Vokasi yana
mengikuti Peningkatan Mutu dan
Kompetensi
45.000 65.885 Orang 202.200.917 04 07 02 02
04 08 0l 02
04 09 02 02
139.DK.7728.SBE.004 Peningkatan Kompetensi Dosen melalui
Kel,as Kolaborasi dengan Praktisi dan Mitra
Industri
?20 72O Orang 79.020.470 04 07 02 02
04080r 02
04 09 02 02
139.DK.7730 Peningkatan Kualitas dan Kapasitas
Pergu.ruan Tinggi Akademik
10.129.527.054
l39.DK.7730.QEI Bantuan Lembaga 2.417 .447.427
r39.DK.7730.QEl.OO2 Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri o 5l Lembaga 2.f317 .447.42? 04 06 03 02
139.DK.7730.RAA Sarana Bidang Pendidikan 2.625.828.155
139.DK.7730.RAA.003 Sarana Perguruan Tinggi Yang Direvitalisasi
(sBsN)
9 9 Pel(et 1.763.926.603 04 06 0l 02
SK No 145196C
o Paket 25.8,52.341 06 04 0l 02 r39_DK-7730.RA4.OO3. r67 I Sarana Perguruan Tinggi Yang Direvitalisasi
(SBSN) - Kota Palembang
I
berkas 5, hlm. 504 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7730.RAA.005 Sarana Perguruan Tinggi Yang Direvitalisasi
(PHLN)
9 3 Paket 861.901.552 04 08 04 0l
r39.DK.7730.R44.O05. 3273 Sarana Perguruan Tinggi Yang Direvitalisasi
(PHLN) - Kota Bandung
I o Paket 74.75.) 06 04 0l 04
139.DK.7730.RA4.O05. 3574 Sarana Perguruan Tinggi Yang Direvitalisasi
(PHLN) - Kota Surabaya
1 o Paket 206.674.000 06 04 0l 06
139.DK.7730.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 4.512.297.007
139.DK.7730.RBJ.003 Prasarana Perguruan Tinggi Yang Dibangun
(sBsN)
lo 10 unit 3.693.750.142 04 06 0l 02
139.DK.7730.RB.r.OO3. 1671 Prasarana Perguruan Tinggi Yang Dibangun
(SBSN) - Kota Palembang
I 0 unit 74.147.659 06 04 01 02
139.DK.7730.RBJ.005 Prasarana Perguruan Tinggi Yang Dibangun
(PHLN)
7 4 unit 418.546.865 04 0A ()4 01
139.DK.7730.RBJ.005.0000 Prasarana Perguruan Tinggi Yang Dibangun
(PHLN) - Pusat
2 4 unit 245.223.546 06 04 01 03
06(xol04
139.DK.7730.RBJ.005.3578 Prasarana Perguruan Tinggi YarS Dibangun
(PHLN) - Kota Surabaya
I o unit 76.580.000 06 04 0l cla
SK No 145197 C
173.514.465 139.DK.7730.SBA Pendidikan Tinggi
berkas 5, hlm. 505 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
139.DK.7730.SBA.O 10 SDM Dikti yang ditingkatkan kualifikasi
dan kompetensinya (PHLN)
131 126 Orang 173.514.465 04 08 04
04 09 02 02
ot
r39.DK. 7730.S8A.0 10.0000 SDM Dikti yang ditingkatkan kualifikasi
dan kompetensinya (PHLN) - Pu8at
o 126 Orang 50.424.465 06 04 0l 03
06 04 0l 04
l39.DK.7730.SBA.O 10.3574 SDM Dikti yang ditingkatkan kualifikasi
dsn kompetensinya (PHLN) - Kota Surabaya
53 O Orang 35.246.000 06 04 01 o6
139.DK.7732 Peningkatan Kualitas dan Kapasitas
Perguruan Tinggi Vokasi
4.008.266.730
139.DK.7732.QEr Bantuan Lembaga 70.000.000
l39.DK.7732.QEr.OOr Pengembangan Mata Kuliah Kompetensi
Strategis Vokasi
o l5 Lembaga 3).OOO.000 04 07 02 o5
139.DK.7732.QEr.002 Pengembangan Prodi Strategis o lO Lembaga 40.ooo.ooo 04 07 02 o5
139.DK.7732.RAA Sarana Bidang Pendidikan 1 .1 16.627 .991
139.DK.7732.RAA.003 Sarana Perguruan Tingi Vokasi yang
Direvitatisasi (SBSN)
15 15 Paket t.116.627.991 04 07 02 04
SK No 145198 C
o Paket 16.016.835 06 05 02 ftl: I 39.DK. 7 7 32.RAA. OO3. 647 2 Sarana Perguruan Tinggi vokasi yang
Direvitalisasi (SBSN) - Kota Samarinda
berkas 5, hlm. 506 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7732.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 2.421.634.739
139.DK.7732.RBJ.003 Gedung Perguruan Tinggi Vokasi yang
Direvitalisasi (SBSN)
9 9 unit 2.421.634.739 04 07 02 04
04 09 02 03
139. DK. 7732.RB.r.003.6472 Gedu4a Perguruan Tinggi Vokasi yang
Direvitalisasi (SBSN) - Kota Samarinda
I o lElit 73.819.800 06 05 02 06
r39.DK.7732.R8J.003.7 l7 I Grdutg Perguruan Tinggi Vokasi yang
Direvitalisasi (SBSN) - Kota MarEdo
I o unit 39.356.480 06 04 01 10
139.DK.7736 Peningkatan Talenta Penelitian dan
Pengembangan
237.279.026
139.DK.7736.PDB Akreditasi Produk t66.?69.466
139.DK.7736.PDB.0O I Artikel Ilmiah PT yang Difasilitasi untuk
Publikasi
r.300 r.300 produk 122.102.OOO 04 0a Ot 02
04 08 04 0l
04 09 02 05
139.DK.7736.PDB.002 Artikel Ilmiah dan Kekayaan Intelektual
Perguruan Tinggi Vokasi yang difasilitasi
untuk Publikasi dan didaftarkan (BOPTN
Penelitian Vokasi)
150 150 produk 44.67.466 04 08 0l 02
04 08 04 ol
SK No 145199 C
04 (x) 02 o5
berkas 5, hlm. 507 OCR
FR.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.DK.7736.SDB Penelitian dan Pengembangan Purwarupa 41.859.000
139.DK.7736.SDB.001 Prototipe dari Perguruan Tinggi yarry
Diberikan Bantuan Luaran Penelitian
75 75 Purwarupa 41.859.000 04 08 04 02
04 (x) 02 o5
139.DK.7736.SDD Penelitian dan Pengembangan yartg
Dipatenkan
28.650.160
139.DK.7736.SDD.001 Kekayaan Intelektual PI yang Difasilitasi 300 1.300 kekayaan
intelektual
28.650.160 02 16 05 01
04 08 04 02
04 09 02 05
139.DK.7737 Penguatan Penelitian, Pengembangan, dan
Pengabdian Kepada Masyarakat
11.552.678.852
139.DK.7737.QEI Bantuan lrobaSa 11.025.513.690
l39.DK.7737.QEI.OO2 PT Penerima Bantuan Pendanaan
Penelitian Competitive Fund (BOPTN
Penelitian) (SBKK)
1.240 l.Oq) Lembaga 7.271.?84.610 04 08 02 02
04 0a 04 02
04 (x' 02 04
SK No 145200 C
175
04 08 04 02
l39.DK.7737.QEr.OO3 PT Penerima Bantuan Pendanaan
Pengabdian Kepada Masyarakat
Competitive Fund (BOPTN Penelitian
f75 Lembaga 1.909.47 t.757 04 08 02 02
berkas 5, hlm. 508 OCR
KODE
r39.DK.7737.QEt.0O4
l39.DK.?737.SDC
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
PT Penerima Bantuan Pendanaan
Penelitian Kerja Sama Luar Negeri dan
PUTPT (BOPTN Penelitian)
Penelitian dan Pengembangan Modeling
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
25 25 Lembaga 1.843.857.323 04 08 04 0r
527.165.162
04 02 09 04
139.DK.7737.SDC.001 Perguruan Tinggi vokasi Penerima Bantuan
Penelitian dar Pengabdian Masyarakat
(BOPTN Penelitian vok sil
500 flrn model 527.165.162 04 08 02 02
139.DK.7738 Peningkatan Hilirisasi Hasil Penelitian dan
Kemitraan
4.083.335.387
139.DK.7738.QEr Bantuan Lembaga 4.083.335.387
r39.DK.7738.QEr.OO1 penerima Bantuan Pendanaan Matching
Fund (BOPTN Penelitian)
,too zrcO Lembaga 3.205. U7.500 04 08 03
04 (x' 02
lo
02 04 08 04
04
r39.Dr.7738.QEt.OO2 Perguruan Tinggi Vokasi Penerima Bantuan
Pendanaan Matching Fund Hilirisasi
Produk Penelitian Terapan (BOPTN
Penelitian Vokasi)
80 80 Lembaga 878.157.887 04 08 03 lO
04 08 04 02
SK No 145201C
43.666_735-6r3
139.KB Program Riset dan Inovasi lliou
Pengetahuan dan Teknologi
berkas 5, hlm. 509 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.KB.7740 Peningkatan Talenta Sains dan Teknologi 15.069.994.350
139.KB.7740.PDD Standardisasi t Lembaga 3.515.320.000
139.KB.7740.PDD.001 Persiapan dan Penyelenggaraan Sekolah
Unggul
4 N Lembaga 3.053.110.000 04 02 07 0l
139.KB.7740.PDD.002 Pembinaan Sekolah Unggul'hansf,dlna8i t2 20 Lembaga 402.980.000 04 02 07 02
139.KB.7740.PDD.003 Pendampingan Sekolah Unggul untuk
Menjalin Kerja Sama dengan Perguruan
Tinggi dan Mitra Strategis
l6 40 Lembaga 59.230.000 04 02 07 02
139.KB.7740.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar darr
Menengah
t l.237.3lO.OOO
139.KB.7740.RBI.051 Pembangunan Sekolah Unggul 4 3 unit 1r.87.310.000 04 02 07 0l
04 09 04 02
139.KB.7740.SCI Pelatihan Bidang Pendidikan 317.364.350
139.KB.7740.SC1.006 Peserta Didik yang dikembangkan
Prestasinya Tahap lanjut
229 335 Orang 317.364.350 04 (x) 04 02
139.KB.7741 Pengembangan Pembelajaran TrancfqEatif r 1.051.263
SK No 145202 C
11.051.263 139.KB.7741.PDD Standardisasi Lembaga
berkas 5, hlm. 510 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGI.ATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
139.KB.7741.PDD.001 Pembelajaran kolaboratif dengan dunia
usaha dan dunia industri
t 1 Lembaga 11.051.263 04 09 02 05
139.KB.7742 Peningkatan Ekosistem Sains dan
Teknologi
28.485.690.000
139.K8.7742.PBH Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
3A4.OOO-OOO
139.KB.7742.PBH.001
139.KB.7742.Pts.H.OO2
Rekomendasi kebijakan skema insentif
urtul SDM Iptek
Rekomendasi kebijakan sLe.rna jenjang
karir untuk SDM Iptek
n
o
a Rekomendasi
Kebijakan
8 Rekomendasi
Kebijakan
?7.OOO.dD 04 08 01 05
77.000.000 04 08 0l 04
139.KB.7742.PBH.003 Rekomendasi kebijakan skema insentif
untuk Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi
o 8 Rekomendasi
Kebijakan
77.OOO.OOO 04 08 01 05
t39.KB.7742.PBH.OO4 Rekomendasi kebijakan skema insentif
untuk Industri
0 8 Rekomendasi
Kebijakan
77.000.000 04 08 01 05
139.KB.7742.PBH.005 Rekomendasi kebijakan Regulatory
Sandbox untuk pengembangan inovasi
teknologi
o 6 Rekomendasi
Kebijakan
76.000.000 04 0a Ol 03
SK No 149611 C
Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 40.000.000 139.KB.7742.PFA
berkas 5, hlm. 511 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
139.KB.7742.PFA.OOr Standar kompetensi kerja dan jabatan
fungsional di LPPM
o 5 NSPK 20.ooo.ooo 04 08 02 0l
139.KB.7742.PFA.002 Standar kompetensi kerja dan jabatan
fungsional di STP
o 5 NSPK 20.ooo.ooo 04 0a 02 05
139.K8.7742.QDB Fasilitasi dart Pembinaan Lembaga 18.025.OOO.O@
139.K8.7742.QDB.00r Fasilitasi Perguruan Tinggi dalam
pengembangan keunggulan wilayah
o 40 Lembaga 6.600.000.000 04 08 02 03
t39.KB.7742.QDB.OO2 Fasilitasi Perguruan Tinggi dafaE
Pengembangan Sektor Prioritas
o 40 Lembaga 7.000.000.000 04 08 02 04
139.K8.7742.QD8.003 Fasilitasi Inkubasi dan Akselerasi Startup
berbasiskan iptek dan inovasi dari
Perguruan Tinggi
o 40 t Lembaga 2.625.000.000 04 08 02 06
r39.KB.7742.QDB.OO4 Fasilitasi perguruan tinggi dala
diseminasi dan sosialisasi hasil riset dan
inovasi
o 25O Lembaga 1.800.000.000 04 08 03 lo
r39.K8.7742.QMA Data dan Informasi t\.rblik 20.ooo.ooo
l39.KB.7742.QMA.OOr Platform pengelolaan lembaga intermediasi
nasional
o I l,ayanan 20.000.000 04 08 02 0l
SK No 145204C
Sarana Bidang Pendidikan 2.637.622.000 139.KB.7742.RAA
berkas 5, hlm. 512 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT,I PF KP PROP
139.KB.7742.RAA.005 Sarana Perguruan Tinggi Yang Direvitalisasi
(PHLN)
4 o Paket 65?.622.ON 04 08 02 05
04 09 02 03
139.KB.7742.RAA.006 Sarana LPPM Perguruan Tinggi Yang
Direvitalisasi
o 5 Unit 1.200.000.000 04 08 02 o1
139.KB.7742.RAA.007 Sarana STP Perguruan Tinggi yaIrg
dibangun
o 5 Unit 780.000.000 04 08 02 05
139.KB.7742.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 3.165.691.262
139.KB.7742.RBJ.005 Prasarana Perguruan Tinggi Yang Dibangun
(PHLN)
o unit 455.691.262 04 0A 02 o5
04 09 02 03
139.KB.7742.RBJ.006 Prasarana LPPM Perguruan Tinggi Yang
Dibangun
o 5 unit 1.400.q)o.ooo 04 08 02 0l
139.KB.7742.RBJ.007 Prasarana STP Perguruan Tinggi yang
dibangun
o 5 unit 910.000.000 04 08 02 05
139.KB.7742.SBA Pendidikan Tinggi 4.213.376.738
139.KB.7742.SBA.010 SDM Dikti yang ditingkatkan kualifikasi
da.It kompetensinya (PHLN)
115 O Orang 323.376.73a 04 08 02 05
SK No 145205 C
berkas 5, hlm. 513 OCR
PF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l39.KB.7742.SBA.Ol I SDM Dikti yang ditingkatkan kualifikasi
dan koEpcten sinya dala& pengembangan
LPPM
o ?5O Orang 3.500.ooo.ooo 04 08 02 01
139.KB.7742.SBA.012 SDM Dikti yang ditingkatkan kualifikasi
dan kompetensinya dalam pengembangan
STP
o loo Orang 390.OOO.OOO 04 08 02 05
139.KB.7743 Peningkatan Talenta Guru Sains dan
Teknologi
100.000-ooo
139.K8.7743.QEr Bantuan Lembaga 100.000.000
139.KB.7743.0E1.001 Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi
untuk Menyelenggarakan PFG (Revitalisasi
LP.I]9
x) 20 Lembaga 100.000.000 04 04 0l 0l
04 09 02 o4
TOTAL 174.768.942.426
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145207 C
berkas 5, hlm. 514 OCR
FF.ESIDEN
KEM ENTERI,AN KEBUDAYAAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PF 04.09 - Jumlah karya seni budaya yang memperoleh rekognisi di ajang penghargaan internasional karya seni budaya 1s (2023) 15 27
PP 08.02 - Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) 57,13 (2023) 58,39 60,70
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP O4.O9.O I - Jumlah talenta seni budaya yang terlibat dalam kegiatan bereputasi baik di tingkat
internasional
talenta seni
budaya
97 l2023l lll 139
KP O4.O9.O 1 - Jumlah festival dan pameran seni budaya di dalan negeri yang memiliki jangkauan
dan reputasi internasional
festival dan
pameran scf,ri
budaya
7 6 1l
KP O4.O9.O I - Persentase lembaga, sanggar, komunitas seni budaya yang terfasilitasi untuk
melakukan pro8ea edukasi dan regenerasi ta.lenta seni budaya secara berkelanjutan
pcrstll 31,49 32,76 38,32
KP O8.O2.O I - Persentase penduduk yang mengikuti gotong royong dan kegiatan sosial
kemasyarakatan lainnya
persen 36,00 (2023) 36,7 | 38,13
KP 08.02.02 - Persentase cagar budaya dan warisan budaya takbenda yang ditetapkan p€r8€o 58 60 7l
SK No 145208 C
persen o,43 (2023) o,49 0,56 KP 08.02.03 - Persentase penduduk yang bekerja di bidang ..ni budaya
berkas 5, hlm. 515 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 08.02.03 - Jumlah kawasan pemajuan kebudayaan yang dikembangkan (kumulatif kawasan I 3 15
KP 08.02.04 - Persentase penduduk yang pernah terlibat sebagai pelaku/pendukung pertunjukkan
seni
persen 1,58 1,67 2,04
KP 08.02.04 - Jumlah wilayah adat yang dikembangkan dalam pemajuan kebudayaan wilayah adat 6 3 3
KP 08.02.07 - Jumlah warisan budaya indonesia yang diusulkan sebagai warisan budaya dunia unit 3 2 10
KP 08.02.07 - Jumlah rumah budaya Indonesia yang dikembangkan dan dimanfaatkan (kumulatif) rumah budaya 10 (2017) ll 18
SK No 145209 C
berkas 5, hlm. 516 OCR
N
INDONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/LEMBAGA TAHUN 2025_2029
|rI.TTI3
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
140.DV Program Pemajuan dan Pelestarian
Kebudayaan
9.446.391.797
140.Dv.7407 Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan
YME Dan Masyarakat Adat
242.759.439
140.DV.7407.PDI
140.DV.7,lO7.PDI.006
140.DV
Sertifikasi Profesi dan SDM
Sertifikasi dan Peningk tan Kapasitas
Tenaga Kebudayaan Bidang Kepercayaan
terhadap Tuhorr YME dan Masyarakat Adat
Program PeEduan dan Pelestarian
Kebudayaan
500 540 Orang
15_623.944
15.623.988 08 02 02 0l
9.446.391.797
140.Dv.7407 Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan
YME Dan Masyarakat Adat
242.759.439
140.DV.7407.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 15.623.944
140.DV.7407.PDI.O06 Sertifikasi dan Peningkatan Kapasitas
Tenaga Kebudayaan Bidang Kcpcf, cayaan
terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat
soo 540 Orang 15.623.988 08 02 02 01
SK No 145210 C
Pelayanan Publik Lainnya 50.ooo.ooo l40.Dv.74O7.QAH
berkas 5, hlm. 517 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEKI
TARGET2O2S TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r40.Dv.74O7.QAH.OO4 Advokasi Kepercayaan terhadap Tuhan
YME dan Masyarakat Adat
3 3 layanan 50.000.000 08 02 04 01
r40.Dv.74O7.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 24.898.500
14O.DV.74O7.QDB.OOs Penguatan Lembaga Kepercayaan dan
Lembaga Adat
40 60 Lembaga 24.898.500 08 02 (}4 Ol
140.DV.7407.UBB Fasilitasi dsn Pembinaan Pemerintah Desa 192.237.351
140.DV.7407.UBB.100 Wilayah Adat yang Dikembangkan Menjadi
Ruang Interaksi Pemajuan Kebudayaan
10 14 Desa 192.237.351 0a 02 04 01
06 0? 02 xn
140.DV.7408 Penguatan Kcsejarahan dalr Permuseuman 81.746.154
r40.Dv.7408.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 52.246.154
r40.Dv.74O8.QDB.OOl Lembaga Kebudayaan yang Dibina 200 400 Lembaga 52-246-154 04 09 0l 01
02 02 []:] ol
140.Dv.7,lO8.QMA Data dan Informasi Publik 29.500.000
r40.Dv.7408.QMAO0r Penulisan Sejarah 45 85 dokumen 29.500.000 08 02 02 05
140.Dv.7409 Pengelolaan Cagar Budaya 143.808.370
SK No 145211 C
Data dan Informasi Publik 29.500.000 l40.DV.7409.QMA
berkas 5, hlm. 518 OCR
- 1l18-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
l40.Dv.7409.QMA.OO1 Penetapan Cagar Budaya 471 500 Data 29.500.000 08 02 02 02
140.DV.7409.RDN OP Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
r 14.304.370
r40.Dv.7.rO9.RDN.O0l Cagar Budaya yang Dilindungi 130 134 unit 114.308.370 08 02 02 02
140.DV.7410 Penguatan Internalisasi Nilai Budaya dan
HAKI
421.895.000
140.DV.7410.PDC Sertifikasi Produk 27.OOO.OOO
140.DV.7410.PDC.001 Pendataan dan Pendaftaran Hak Kekayaan
Intelektual
lo l8 produk 27.000.ooo 08 02 02 02
04 frll 04 0l
r40.Dv.74l0.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 162.500_000
l40.Dv.741O.QDB.OO1 Satuan Pendidikan Yartg Menyelenggarakan
Pembelajaran Nilai Budaya D€n Objek
Pemajuan Kebudayaan
500 1.150 Lembaga 162.500.000 08 02 0l
04 09 01 01
0r
140.DV.7410.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 232.395.000
140.DV.7410.UBB.001 I Desa Pemajuan Kebudayaan 120 210 Desa 232.395.000 06 07 02 02
SK No 145212 C
Peningkatan Pelindungan Warisan Budaya
Dunia
101.143.809
140.DV.7411
berkas 5, hlm. 519 OCR
- 1l19-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l40.Dv.74l I.QMA Data dan Informasi Publik 101.143.809
140.DV.741r.QMA.OO1 warisan Budaya yang Diregistrasi Nasional
dan Ditetaplqn
471 sfo layanan tol.143.aG) 08 02 07 0l
02 02 02 fill
140.DV.7412 Fengelolaaan dan Pelestarian Warisan
Budaya
2.816.302.979
140.DV.7412.PEG Konferensi dan Event 542.853.038
140.DV.7412.PEG.001 Giat Warisan Budaya 306 412 Kegiatan 542.853.038 04 09 01
08 02 02 05
02
140.DV.74l2.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
147.795.59
l40.Dv.?4l2.QDD.OOl Fasilitasi dan Kemitraan Warisan Budaya 695 1.125 Kelompok
Masyarakat
147.795.5N 08 02 02 02
04 09 0l ol
l40.DV.74l2.QMA Data dan Informasi Publik 189.167.531
r40.Dv.7412.QMA.001 Data dan Informasi Warisan Budaya 443 510 layanan 189.167.531 08 02 02 01
SK No 145213 C
r.936.486.480
r40-Dv-74r2-RDN OP Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
berkas 5, hlm. 520 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
140.DV.7412.RDN.001 Cagar Budaya, ODCB dan OPK Yang
Dilestarikan
458 67t unit 1.936.486.480 08 02 03 02
140.DV.7413 Pengelolaan Museum, Galeri dan Cagar
Budaya
| .24? .435.602
140.DV.74l3.QAA Pelaysrral Publik kepada masyarakat 1.106.948.352
l40.Dv.74l3.QAA.00r Masyarakat yang Mengapresiasi Museum,
Galeri dan Cagar Budaya
3.002.000 3.3q).000 Orang r.106.948.352 08 02 02 02
140.DV.7413.RDN OP Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
140.447.250
140.DV.7413.RDN.001 Koleksi, Cagar Budaya Nasional, dan Benda
Budaya Yang Dikelola
250.OOO 250.OOO unit !4O.4A7.25O 08 02 02 02
140.Dv.7415 Penguatan Diplomasi dan Promosi
Kebudayaan
315.443.690
140.Dv.7415.PEG Konferensi dan Event 315.443.690
140.DV.7415.PEG.001 Event Diplomasi Budaya Indonesia 5 9 Kegiatan 315-443.690 0a 02 0? 02
ol ol 02 0r
SK No l452l4C
berkas 5, hlm. 521 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGI.ATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDI(ASI ALOKASI
2025-20m
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1z+O.Dv.7416 Penguatan Warisan budaya dunia dafl
Peningkatan Advokasi
148.380.000
140.DV.74l6.QAH Pelayanan Publik Lainnya 26.300.000
1.+O.Dv.74l6.QAH.0Ol Advokasi Warisan Budaya dunia UNESCO 10 16 layanan 26.300.000 08 02 07 0l
r40.Dv.74r6.QMA Data dan Informasi Publik 122.080.000
1.lO.Dv.74l6.QMA.OOl Penetapan Warisan Budaya Dunia 5 8 dokumen 122.080.000 08 02 07 01
140.Dv.7417 Pengembangan Hubungan Media dan
Ifu@urdkasi Internasional
155.000.000
140.DV.7417.PEB F6uE 60.000.000
140.DV.7417.PEB.001 Forum Komunikasi Internasional 6 10 forum 60.000.000 08 02 07 o3
140.DV.7417.PEC Kerja sama 95.OOO.OOO
140.DV.7417.PEC.001 Kerja Sama dengan Media Int rnasional 15 15 Kesepakatan 95.000.000 04 09 04 02
08 02 07 03
140.DV.7418 Peningkatan Pertukaran Budaya dan
Pendidikan Internasional
365.000.000
l40.Dv.74l8.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 235.OOO.000
SK No 1496120
Penguatan Rumah Budaya Indonesia di LN 10 235.000.000 08 02 07 02 l40.Dv.7418.QDB.OOl 18 Lembaga
berkas 5, hlm. 522 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KECIATAN/KRO/RO PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l40.Dv.74l8.QDC Fasilitasi dar Pembinaan Masyarakat 130.000.000
r40.Dv.74r8.QDC.OOr Re8id€nsi Budaya (Pertukaran Budaya dan
Pendidikan Internasional)
loo l8O Orang 130.000.000 08 02 07 02
140.Dv.7420 Pengembangan FilE, S€rti visual dan Seni
Pertunjukan
1.033.513.609
140.Dv.7420.PEG Konferensi dan Event 802.733.056
140.DV.7420.PEG.001 Event Kebudayaan yang dikembangkan dan
dimanfaatkan
10 Kegiatan 802.733-056 0a 02 03
04 09 01 02
o1
t40.DV.7420.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 173.036.743
r40.Dv.742O.QDC.OOr Penganugerahan Bidang Film dan Musik,
sct Visual dan Seni Pertunjukan
Indonesia
r50 150 Orang 173.036.743 04 09 0l 03
r40.Dv.7420.QMA Data dan lnf6Ea8i Publik 57.743.809
l40.Dv.7420.QMA.OOl Pembuatan Filrtl Kepahlawanan 2 5 dokumen 57.743.809 08 02 03 01
140.Dv.7421 Pengembangan Sarana dan Prasarana
Kebudayaan
170.930.180
SK No 145216 C
23.730.180 140.DV.7421.RBN Prasarana Bidang Pariwisata daIt
Kebudayaan
berkas 5, hlm. 523 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
140.DV.7421.RBN.001 Revitalisasi Mur€urn I 4 unit 23.730.1aO 08 02 02 ol
140.DV.7421.RDN OP Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
147.200.000
140.DV.7421.RDN.001 I Fasilitasi Perbaikan da,r Pemeliharaan tata
Pamer Mug€uE
lo lo unit 147.200.ooo 08 02 02 o1
140.Dv.7422 Pengembangan dan Peningkatan Ekonomi
dan Budaya Digital
120.000.000
r40.Dv.7422.QMA Data dan Informasi Publik 120.000.000
140.DV.7422.QMA.OOl Konten Ga.Ee Kebudayaaan yang di
produksi
20 2A Data 120.000.000 08 02 03 01
03 06 04 02
140.Dv.7423 Pembinaan dan Peningkatan Tenaga dan
L,embaga Kebudayaan
1.162.119.500
140.Dv.7423.QDC Fasilitasi datt Pembinaan Masyarakat 706.844.500
l40.Dv.7423.QDC.OOl Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni
Budaya Yang Dikembangkan
5.640 16.108 Orang 432.514.500 04 0S 01 ol
140.DV.7423.QDC.OO2 Tenaga Bidang Kebudayaan yana Dibina 4.900 7.500 Orang 121.425.000 04 09 0l ol
SK No 145217 C
Tenaga Bidang Kebudayaan yang
Diapresiasi
150 152.905.000 04 09 0l 03 r40.Dv.7423.QDC.OO3 225 Orang
berkas 5, hlm. 524 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
140.DV.7423.SCD Pelatihan Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
455.275.000
140.DV.7423.SCD.001 Tenaga Bidang Kebudayaan Yang
Ditingkatkan Konpet€rBiaya
639 h,m7 Orang 440.625.000 08 02 02
04 09 0l
o1
o1
140.DV.7423.SCD.002 Tenaga Bidang Kebudayaan Yang
Disertifikasi
570 600 Orang 14.650.000 08 02 02 0l
140.Dv.7424 PerfrEkatart Sensor Fita dort Iklan FilE 126.OO3.472
r40.Dv.7424.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 93.911.413
t40.Dv.7424.QAA.OO1 Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri r 1.000 115.000 Orang 93.911.413 08 02 01 ot
l40.Dv.7424.QMA Data dan Informasi Publik 32.092.459
l40.DV.7424.QMA.OO4 Film dan Iklan FilE yang Diaensor 41.000 42,OOO layanan 32.092.459 08 02 01 ol
140.DV.7425 Pengembangan dan Distribusi Konten
Kebudayaan
754.909.192
140.Dv.7425.QMA Data dar Informasi Publik 754.909.192
SK No 145218 C
berkas 5, hlm. 525 OCR
- rl25-
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGTATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
P,IT PP KP PROP
l40.Dv.7425.QMA.OOl Konten Media Kebudayaan yang Diproduksi 27 30 layanan 425.239.202 08 02 03 01
03 06 02 03
01 0l 02 o1
140.DV.7425.QMA.OO2 Platform Distribusi dan Kerja Sama Konten
Kebudayaan
3 3 layanan 329.669.990 08 02 03 01
03 06 02 05
TOTAL 9 .446.39t .797
Keterangan:
c) Keterlibatan Pcf,an Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 149613 C
berkas 5, hlm. 526 OCR
FF.ESIDEN
BADAN PENYELENGGARA HAJI
1. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
141.DC Program Kerukunan Umat dan Layanan
Kehidupan Beragama
3.227.603.700
141.DC.7155 Dukungan Administrasi dan Dokurocn Haji
Reguler
50.120.688
14r.DC.7r55.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 50.120.644
14l.DC.7l55.QAA.OO l Layanan Administrasi Haji Dalam Negeri -
BPH
226.979 226.979 Orang 50.120.688 08 0l 06 02
141-DC.7156 Dukungan Akomodasi dan Transportasi
Dalam Negeri
18.538.696
141.DC.7156.QAA Pelayanan Publik kepada masyarakat 18.538.696
14l.DC.7l56.QAA.OO I Layanan Administrasi Haji Dalam Negeri
(Akomodasi, Transportasi) - BPH
83.955 83.955 Orang 18.538.696 08 01 06 02
141.DC.7157 Dukungan Bina Haji 2.f372. I4A.a42
l4l.Dc.7t57.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 2.872.148.842
SK No 145221C
Petugas Haji yang Profesional - BPH r.233 2.210 Orang 2.755.280.140 0A Ol 06 02 r4l.Dc.7l57.QDC.OOr
berkas 5, hlm. 527 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP I{P PROP
14l.DC.7l57.QDC.OO2 Jemaah Haji Reguler yang Terbina - BPH 104.032 221.000 Orang 116.868.702 08 01 06 02
141.DC.7158 Dukungan Layanan Akomodasi, Konsumsi,
d6n Transportasi
263.343.621
r4r.Dc.7l58.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 263.343.621
r41.DC.7158.QDC.OO I layanan Administrasi Haji Luar Negeri -
BPH
213.320 22\.OOO Orang 250.461.188 08 0l 06 m
r4l.Dc.7r58.QDC.OO2 Jemaah Haji yang Terlayani Penyaluran
Daging Qurban - BPH
r.000 5,324 Orang 12.922.433 0a 0r 06 02
t 4l. Dc.7159 Pengawasan Penyelenggaraan Haji 23-411-453
l4l.Dc.7l59.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 23.411.853
r4l.Dc.7r59.QDB.OOr Lembaga Penyelenggara lbadah Haji
Khusus yang Terbina - BPH
50 50 Lembaga 23.411.853 08 0l 06 03
TOTAL 3.227.603.700
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
Catatan:
Badan Penyelenggara Haji hanya memiliki Rincian Indikasi Prioritas Nasional Tahun 2025-2029
SK No 145222C
berkas 5, hlm. 528 OCR
BADAN PENYELENGGARA JAMINAN PRODUK HALAL
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.13.03 - Jumlah produk tersertifikasi halal produk 2.1?2.106 7.OOO.OOO 7.000.000
KP O8.O I .07 - Indeks Kepuasan Layanan Sertifikasi Halal 88,56 90,98 93,27
KP O8.o I .07 - Tingkat literasi produk dan jasa halal persen 34,08 42,09 58,11
SK No 145223 C
berkas 5, hlm. 529 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/LEMBAGA TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
142.DC Program Kerukunan Umat dan Layanan
Kehidupan Beragama
2.605.759.276
142.DC.? t60 Pelayanan Registrasi dan Sertifikasi Halal 2.098.376.185
t42.DC.7160.fr)C Sertifikasi Produk 2.098.376. r85
142.DC.7160.PDC.001 Sertifikat t Halal dengan Pemeriksaan
dan/ atau Pengujian
10.000 10.000 produk 52.068.337 02 13 03 ol
142.DC Program Kerukunan Umat dan Layanan
Kehidupan Beragama
2.605.759.276
142.DC.7160 Pelayanan Registrasi datr Sertifikasi Halal 2.098.376.185
r42.DC.7r60.PDC Sertifikasi Produk 2.098.376.185
r42.DC.7 r60.PDC.00l Sertifikat Halal dengan Pemeriksaan
dan/atau Pengujian
10.000 10.000 produk 52.068.337 02 13 03 0l
08 01 07 02
02 10 10 o3
r42.DC.7 r60.PDC.OO2 Sertifikat Halal dengan Pernyataan Halal
Pelaku Usaha
r.200.000 l.?7l.f3o produk 2.037 .907.636 02 13 03
08 0l o7 02
ol
SK No 145224C
Registrasi Produk Hala.l 100 a.400.212 0a ol o7 02 142.DC.7160.PDC.003 fOO produk
berkas 5, hlm. 530 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
t42.DC.7 r6t Pembinaan darr Fcngantasan Jaminan
Produk Halal
186.130.836
l42.DC.716l.QDB Fasilitasi dar! Pembinaan Lembaga 101.722.293
142.DC.716l.QDB.OOl Lembaga yang Mendapatkan Pembinaan
Literasi Jaoinsr Produk Halal
t20 249 Lembaga 101.722.293 08 0l 07 01
02 13 03 02
142.DC.7161.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 40.261.920
l42.DC.716l.QDC.OOl SDM yang mendapatkan pembinaan
J6fiinan Produk Halal
55 114 Orang 40.261.920 08 01 07 01
In 13 03 02
l42.DC.716r.QrC Pengawasan dan Pengendalian Lembaga 44.146.623
142.DC.7 r6r.QrC.OOl Lembaga yang Mendapatkan Pengawasan
Jaminan Produk H..lal
120 249 Lembaga 25.233.709 02 13 03 02
08 0l 07 03
r42.DC.7r6r.QrC.OO2 SDM Halal Yang Mendapatkan Pengawasan
JPH
r.000 1.000 Lembaga 18.912.914 0a ol 07 03
142.DC.7162 Kemitraan dan Standardisasi Halal 321.252.255
142.Dc.7 t62.WE Akreditasi Lembaga 122.359.000
SK No 145225 C
Lembaga Halal yattg terakreditasi t? 35 Lembaga 122.359.000 02 13 03 02 142.DC.7162.PDE.001
berkas 5, hlm. 531 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
oa ol 07 o3
142.DC.7162.PEE Kemitraan 177.472.675
t42.DC.7 t62.PEE.OOt MoU Kemitraan Jaminan Produk Halal 20 40 Kesepakatan 177.472.675 02 13 03 04
oa ol 07 03
142.DC.7 t62.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 21.420.580
142.DC.7162.PFA.001 NSPK jaminan produk halal 12 12 NSPK 21.420.540 02 13 03 03
TOTAL 2.605.759.276
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Dacf,ah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 1496140
berkas 5, hlm. 532 OCR
_ 1132 _
KEMENTERIAN KEHUTANAN
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
W 02.21 - Nilai pemanfaatan sumber daya hutan berkelanjutan triliun rupiah 122,2 134,74 146,54
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.lO,I I - Produksi hasil hutan bukan kayu (buah-buahan, umbi-umbian, jagung, sagu, tebu,
singkong)
ton 3aa-o49 450.OOO 650.OOO
KP 02.12.04 - Luasan lahan kritis dalam DAS yang dipulihkan juta ha 12,7 12,45 11,45
KP 02.12.04 - Jumlah mata air yang dipertahankan dan diselamatkan unit 175 60 300
KP 02. 16.0 I - Jumlah unit KSA, KPA, dan TB dengan kategori pengelolaan efektif unit 294 (2023) N4 400
KP 02.16.01 - Luas areal preservasi yang dikembangkan he - (indikator baru) 528.000 r.000.000
KP 02.16.01 - Luas pemulihan ekosistem di KSA, KPA dan TB ha 29.734,22 20.000 70.ooo
KP 02.16.02 - Indeks Daftar Merah Nasional status keterancaman spesies 0,75 0,75 o,76
SK No 145227 C
- (indikator baru) qna 2500 KP 02.16.03 - Jumlah kelompok masyarakat yang dibina dalam upaya konservasi kawasan dan
keanekaragaman hayati
kelompok
masyarakat
(kumulatif)
berkas 5, hlm. 533 OCR
INDIKATOR SATUAN BASBLNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.16.04 - Nilai PNBP dari hasil pemanfaatan n tumbuhan dan satwa liar berkelanjutan miliar rupiah 25, 26 ,IA
KP 02.16.04 - Luas kawasan hutan konservasi yang dipersiapkan untuk implementasi nilai ekonomi juta ha (kumulatif
karbon
2,O 2,1 2,5
KP 02. 16.04 - Nilai PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan KSA, KPA dan TB miliar rupiah 204 209 239
KP 02.16.05 - Jumlah produk yang dikembangkan melalui bioprospeksi produk (kumulatif) 10 15 25
KP 02.17.07 - Luas kawasan hutan yang diamankan ha 4.589.460
(2023)
800.ooo 1.200.000
KP 02.21.01 - Nil,ai PNBP fungsional kehutanan t liutt rupiah 7,16 7,72 9,99
KP 02.21.01 - Nilai ekspor produk kehutanan miliar USD 15,01 15,42 17,05
KP 02,21.02 - Nilai investasi sektor kehutanan triliun rupiah - (indikator baru) o,24 t,2
KP 02.21.03 - Penguatan kapasitas pengelola kawasan hutan di tingkat tapak (KPH, KUPS dan PBPH) unit 1.467 1.022 3.242
KP 02.21.04 - Desa yang menggunakan data dan informasi batas kawasan hutan sebagai rujukan
dalam peta wilayah desa
desa - (indikator baru) 528 2.640
KP 02.21.05 - Kelompok masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan yang dilibatkan dalam
pengelolaan hutan (kelompok)
kelompok
masyarakat
14.774 l5-574 19.094
l(P 02.2 f.Os - Nilai transaksi ekonomi kelompok masyarakat kehutanan miliar rupiah 1.400 1.900 2.900
SK No 145228 C
juta ha/tahun 0,120 o,l ll 0,094 KP 02,21.06 - Penurunan laju deforestasi
berkas 5, hlm. 534 OCR
. 1134 -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-.2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
143.DL hograln Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 1.495.216.031
143.DL.7297 Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya
Manusia Kehutanan
890.287.991
143.DL.7297.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
66.1gO.OOO
143.DL.7297.RAG.001 Pengembangan KHDTK Diklat 7 ? Unit 66.190.000 02 2t 03 0l
r43.DL.7297.SCE Pelatihan Bidang Kehutarrartan dan
LinglfluEan Hidup
824.097.991
143.DL.7297.SCE.001 SDM Kehutanan yang mendapatkan
Fengemban8an Kompetensi
8 ra3 14183 Orang a24.O9?.991 02 20 02 05
04 07 03 0l
143.DL.7294 Penyelenggaraan Pendidikan Menengah
Kejuruan Kehutanan
604.928.040
143.DL.7298.SAE Pendidikan Vokasi Bidang Kehutartanan
dan Lingkungan Hidup
604.928.040
SK No 145229 C
Program Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
458
2a- 104.264.420
04 07 01 0t
143.DL.7298.SAE.001 I Peserta didik SMK bidang kehutanan yang
kompeten datr bersertifikat
47O Orang 604.924.040 02 20 02 05
143.FF
berkas 5, hlm. 535 OCR
BUK I
r.rdlt
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/XEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143_FF-7259 Standardisasi Instrumen Kehutanan 48.937.500
143.FF.7259.PDA Standardisasi Produk 33.OOO-(xX)
143.FF.7259.PDA.001 Pilot project pengembangan bioekonomi &
biosprospecting hutan, pembangunan
model pengembangan mikro/mini hidro
22 22 produk 33.000.000 02 2t 02 02
143.FF.7259.PFA N6Ea, Standar, Prosedur, dan Kriteria 15.937.500
143.FF.7259.PFA.001 Standar Perizinan Berusaha Bidang
I(ehutanan
45 45 NSPK 15.937.500 02 2t 01 taD
143.FF.7260 Pengembangan Bioteknologi, Pemuliaan
Tanaman Hutan dan Lab, Kehutanan
12.250.000
143.FF.7260.RDK OP Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
12.250.OOO
143.FF.7260.RDK.001 Layanan Laboratorium Kehutanan 20 20 unit 12.250.000 02 2t 02 02
143.FF.7266 Pengukuhan Kawasan Hutan 1.575.397.718
143.FF.7266.PBV Kebijakan Bid.ng Kehutanan 1.575.397.718
SK No 149615 C
Inventa sasi dan Verifikasi Penguasaan
Tanah dalan Kawasan Hutan
4774 6640
Rekomendasi
Kebijakan
348.74a.247 02 10 07 ol
143. FF.7266. PtsV.OO I 20 20 832.783.585 06 03 03 01
143.FF.7266.PBV.002
berkas 5, hlm. 536 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(FROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penataan Batas Kawasan Hutan untuk
Pemutakhiran Penetapan Kawasan Hutan
Rekomendasi
Kebijakan
02 2t 04 0r
143.FF.7266.PBV.003 Pemutakhiran Penetapan Kawasan Hutan 3A 38 Rekomendasi
Kebijakan
92.300.OOO 02 2l 04
05 02 03 0l
ol
143.FF.7266.PBV.004 Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam
Kawasan Hutan
38 gE Rekomendasi
Kebijakan
83.500.000 06 03 03 0l
143.FF.7266.PBV.005 Penguatan d€n penegasan batas kawasan
hutan
t2 22 Rekomendasi
Kebijakan
218.065.886 02 21 04 0l
143.FF.7267 Perencanaan Kawasan Hutan 67.622.450
143.FF.7267.PBV Kebijakan Bidang Kehutanan 67.622.450
143.FF.7267.PBV.001 Penguatan dan pengendalian p€rcncattaan
kawasan hutan nasional dsn decreh
25 25 Rekomendasi
Kebijakan
67.622.450 02 2t 04 0l
143.FF..7268 Pengendalian Penggunaan Kawasan Hutan 270.856.105
r43.FF.7268.QAC Pelayanan Publik kepada badan usaha 270.456.105
143.FF.7268.QAC.@ r Hasil Verifik si PNBP Penggunaan Kawasan
Hutan di Wilayah Kerja BPKH
700 I IOS Badan usaha 121.833.500 02 2r 04 02
SK No 145231 C
273 47O Badan usaha 149.022.605 02 2t 04 02 r43.FF.7268.Q4C.0O2 Pengendalian Penggunaan Kawasan Hutan
di wilayah BPKH
berkas 5, hlm. 537 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
Pf{ PF KP PROP
143.FF.7269 Konservasi Spesies dan Genetik 574.497.473
r43.FF.7269.QAH Pelayanan Publik Lainnya 103.099.327
r43.FF.7269.QAH.0O l Layanan Penguatan pemanfaatan TSL yang
berkelanj utan
265 350 layanan 103.099.327 02 2t 01 02
02 16 04 0t
143.FF.7269.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 31.136.0 r0
143.FF.7269.QDB.00l Optimalisasi Pengelolaan Lembaga
Konservasi
18 26 Lembaga 31.136.010 02 16 02 02
143.FF.7269.QMA Data dan Informasi Publik 72.772.792
r43.FF.7269.QMA.0Ol Penguatan Data dart Info(Dasi
Keanekaragaman Hayati
20 ,D Data 54.945.900 02 16 03 02
143.8F.7269.QM4.003 Informasi Keterancaman Spesies Indonesia I I dokumen t7.426.492 02 16 02 01
143.FF.7269.REB Konservasi Jenis/Spesies 367.449.744
143.FF.7269.REB.001 Penyelamatan Jenis Tumbuhan dan Satwa
Liar
200 425 Lokasi 174.590.613 02 16 02 0l
143.FF.7269.REB.002 FenSembangbiakan Spesies Prioritas 6 14 Spesies 22.299.130 02 16 02 02
SK No 145232 C
to
02 16 0s ol
143.FF.7269.REB.003 Pengembangan Bioprospeksi Sumber Daya
Genctik Sp€sies Liar
35 Spesies 171.000.001 02 2t 01 02
berkas 5, hlm. 538 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
143.FF.7270 Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan
Suaka Alafi, Kawasan Pelestarian NaE,
dart Taman Buru
643.795.769
143.FF.7270.PEF Sosialisasi dan Diseminasi 36.630.600
143.FF.7270.PEF.001 Sosialisasi, promosi dan pemasaran
pemanfaatan jasa lingkungan di KSA, KPA,
dan Its
80000 120000 orang 36.630.600 02 16 04 02
r43.FF.727O.QAH Pelayaran Publik Lainnya 59.524.725
l43.FF.727O.QAH.0O r Peningkatan pemanfaatan jasa lingkungan
wisata alarf di Kawasan Suaka NaD (KSAI,
Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan
Taman Buru (TB)
204 244 Dokumen 39.591.574 02 16 04 03
143.FF.?270.QAH.OO2 Peningkatan pemanfaatan jasa lingkungan
air dan panas bumi di Kawasan Suaka
Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam
(KPA), dan Taman Buru (TB)
32 40 Dokumen 19.933.151 02 16 04 02
r43.FF.7270.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
19.781.251
SK No 145233 C
15 ?5 19.781.251 02 16 04 03 143.FF.7270.QDD.0O r Fasilitasi Usaha Ekonomi Produktif
Kelompok Masyarakat dalam rangka
Pemanfaatan Jasling Wisata Alat!
Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 539 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP T(P PROP
143.FF.7270.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
561.754.093
143.FF.7270.RBK.001 Destinasi Wisata Alam yang Dikembangkan
Sarprasnya
l3 fd:l unit 555.648.993 02 t6 04 03
l43.FF.7270.RBK.OO2 Model Pembangunan minihidro/ltdldohidro 2 3 unit 6.105.100 02 t6 04 02
143.FF.7270.REA Konservasi Kawasan/Rehabilitasi
Ekosistem
6. r05- roo
143.FF.7270.REA.001 r Penyiapan Kawasan Hutan Konservasi
untuk Implementasi Nilai Ekonomi Karbon
100000 f4OOOO Hektar 6.105.100 02 19 06 03
02 16 04 02
143.FT..7271 Konservasi ELosiated dan Pembinaan Areal
hed€rvaai
194.213.011
143.FF.7271.REA Kdr8ervaei Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
194.213.011 1
143.FF.7271.REA.001 Pemulihan Ekosistem Daratan yang
Terdegradasi di KSA, KPA, dan TB
20000 29242 Hektar 149.574.950 02 16 01 05
r43.FF.7271.RE4.002 Pemulihan Ekosistem Perairan yang
Terdegradasi di KSA, KPA, datl TB
I I Hektar 12.210.201 02 t6 0l 06
SK No 145234 C
Fasilitasi Pengembangan Pengelolaan Areal
Preservasi
528000 7?3045 Hektar 32.427.460 02 16 0l 03 t43.FF.727l.REA"OO3
berkas 5, hlm. 540 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143.FF.7272 Perencanaan Konservasi Keanekaragaman
Hayati
122.102.002
143.FF.7272.PEC Kerja sama 34.703.527
t43.FF .72?2.PEc.OOl Optimalisasi tata kelola kerja sama
penguatan fungsi dan pembangunan
strategis di Kawasan Suaka Alam (KSA),
Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan
Taoart Buru (TB)
80 80 Dokumen 38.703.527 02 16 0l Ol
143.FF.7272.QMA Data dan Informasi Publik 43.394.475
r43.FF.7272.QMA.0Or Penguatan Perencanaan Kawasan Suaka
Nao (KSA), Kawasan Pelestarian Alam
(KPA), dan Taman Bulu (TB)
43 43 dokumen 83.398.475 02 16 0l Ol
143.FF.7273 Pengelolaan Kawasan Suaka Alam,
Kawasan Pelestarian NatI, dan Taman
Buru
929.104.162
143.FF.7273.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 43-444_735
r43.FF.7273.QDB.OO l Penilaian Efektifitas Pengelolaan Kawasan
Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian
Alam {KPA), dart Taman Buru {Its)
284 244 Lembaga 43.444.735 02 16 0l Ol
SK No 145235 C
Fasilitasi dai Pembinaan Masyarakat 45.788.250 143.FF.7273.QDC
berkas 5, hlm. 541 OCR
KODE
143.FF.7273.QDC.00I
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
Masyarakat yang dilibatkan dalam Kegiatan
Konservasi Kawasan dan Keanekaragaman
Hayati
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
500 700 Orang
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
ot 45.788.250 02 16 03
143.FF.7273.QDD Fasilitasi drn Pembinaan Kelompok
Masyarakat
73.092.400
l43.FF.7273.QDD.OOr Pembinaan dan Pemberdayaan Kelompok
Masyarakat
200 319 Kelompok
Masyarakat
73.6t2.400 02 lO 11 04
02 21 05 01
02 16 03 01
06 07 07 o3
143.FF.7273.REA Konservasi Kawasan / Rehabilitasi
Ekosistem
766.738.777
143.FF.7273.REA.001 Inventarisasi dan Verifikasi Usaha
dan/atau Kegiatan Terbangun di Kawasan
Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian
Alam (KPA), dan Taman Buru (TB)
15000 21962 Hektar 54.945.900 02 16 01 o1
143.FF.7273.REA.002 Peningkatan Perlindungan dan
Pengamanan di Kawasan Suaka Nam
(KSA), Kawasan Pelestarian Alan (KPA),
dan Taman Buru (TB)
s.Imrn itl.Irrn Hektar 644.640.000 02 16 02 03
SK No 145236 C
berkas 5, hlm. 542 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143.FF.7273.REA.003 Pengendalian kebakaran di Kawasan Suaka
Nao (KSA), Kawasan Pelestarian AIa.6
(KPA), dan Taman Buru (TB)
28000 3{)OOO Hcl(tar 27.152.8?7 02 16 01 0l
143.FF.7274 Penerapan Konservasi Tanah dan
Reklamasi Hutan
3.043.864.192
143.FF.7274.RAG Sarana Bidang P€rtardaD, Kehutanan darr
Lingkungan Hidup
3.036.364. r92
143.FF.7274.RAG.001 Rehabilitasi hutan dan lahan secara sipil
teldris di DAS yang dipulihkan
550 g.r{|fin Unit 3.036.364.192 02 t2 04 02
08 03 02 05
143.FF.7274.REA Konservasi Kawasan / Rehabilitasi
Ekosistem
7.500.000
143.FF.7274.REA.001 Fasilitasi pembinaan reklamasi dart
rehabilitasi penggunaan kawasan hutan
15000 fSOOO Hektar 7.500.000 02 t2 04 06
143.FF.7275 Penghijauan dan Pengembangan
Perbenihan Tanaman Hutan
2.424.043.67 L
143.FF.7275.RBK Prasarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
1.025.619.000
SK No 145237 C
25000000 mnirrrn unit 1.025.619.000 02 12 04 0l 143.FF.7275.RBK.001 I Penyediaan benih berkualitas, bibit
berkualitas, bibit produktif dan bibit hasil
pemberdayaan masyarakat
berkas 5, hlm. 543 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
143.FF.7275.REA Konservasi Kawasan / Rehabilitasi
Ekosistem
1.402.424.67 |
143.FF.7275.REA.001 Pembangunan dan pengelol,aan srurb€r
b€aih
lo 20 Hektar 36.200.000 02 t2 04 0l
143.FF.7275.REA.002 Rehabilitasi hutan dan lahan seca.ra
vegetatif oleh masyarakat dan stakeholder
lainnya
75000 210000 Hektar 260.855.341 02 12 04 0l
143.FF.7275.REA.003 Rehabilitasi imbuhan tnata air secara
vegetatif
loo loo Hektar r.505.369.330 02 t2 04 05
143.FF.7276 Pcrcrrcattaarr dart Evaluasi Pengelolaan
Dacf,ah Aliran Sungai
663.500.000
143.FF.7276.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 46.500.000
l43.FF.7276.QDB.O0l Peningkatan kapasitas stakeholder dalam
pengelolaan DAS
34 34 Lembaga 46.500.000 02 12 04 o3
02 o5 03 08
143.FF.7276.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 617.000.000
143.FF.7276.UAB.001 Penyediaan data dan informasi kinerja DAS 34 34 Sistem
Informasi
617.000.000 02 12 04 03
SK No 145238 C
Rehabilitasi Hutan 6.087.095.350
08 03 05 ot
143.FF.7277
berkas 5, hlm. 544 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP XP PROP
143.FF.7277.REA Konservasi Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
6.087.095.350
143.FF.7277.REA.001 Rehabilitasi hutan dan lahan secara
vegetatif di DAS yang dipulihkan
3300 48300 Hektar 6.087.095.350 02 12 04 01
02 19 02 01
08 03 02 o5
143.FF.7274 Rehabilitasi Mangrove 1.077.403.852
143.FF.7278.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 8.500.000
143.FF.7278.QDB.OOr Peningkatan kapastitas stakeholder dalam
pengelolaan mangrove
34 34 Lembaga 4.500.000 02 t2 04 o3
143.FF.7278.REA Konservasi Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
1.068.903.852
143.FF.7278.REA.001 Rehabilitasi hutgr mangrove 500 4400 Hektar 1.068.903.852 02 t2 04 04
02 16 0r 06
143.FF.7279 Peningkatan Perencanaan Pemanfaatan
Hutan Produksi dan Hutan Lindung
40.746.996
143.FF.7279.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 80.786.996
SK No 145239 C
KPH yang masuk kategori efektif 20 40.746.996 02 2t 03 01 143.FF.7279.QDB.00l 2OO Lembaga
berkas 5, hlm. 545 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
143.FF.7280 Peningkatan U$ha Pemanfaatan Hutan
Produksi dar Hutan Lindung
193.136.250
r43.FF.7280.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha ao-544.161
l43.FF.728O.QDH.OO l Badan usaha yang ditingkatkan
investasinya
40 231 Badan usaha 80.548.161 02 2t 02 03
143.FF.7280.QrH Pengawasan dan Pengendalian Badan
Usaha
l 112.588.089
143.FF.7280.QtH.OOl Fctrgawasan dan Pengendalian Badan
Usaha
40 442 Beden Usaha 112.588.089 02 2t 02 03
143.FF.7281 Diversifikasi Usaha Pemanfaatan Hutan
Produksi dan Hutan Lindung
540.672.096
143.FF.7281.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 292.588.716
l43.FF.728l.QDH.OOr Penguatan peran bisnis dalam pengelolaan
hutan
16 58 Badan usaha 63.845.163 02 2t 02 ol
l43.FF.728l.QDH.OO2 Modeling pcogcEbarlgan produk
bioekonomi
2 10 Badan usaha 27 .2t9 .457 02 2r 02 01
SK No 145240 C
Fasilitasi Pengembangan Multiu8aha bagi
Ferizioarr Berusaha Pemanfaatan Hutan
20 354 Badan usaha 94.944.976 02 lO 11 o4
r43.FF.728 r.QDH.OO3 2A l4O Badan usaha 106.538.720 02 2t 03 02
l43.FF.728l.QDH.0O4
berkas 5, hlm. 546 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGhTAN/KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
Pl{ PF KP PROP
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha
Untuk Kemitraan Konsesi
02 2r 02 ol
l43.FF.728r.QlH Pengawasan dan Pengendalian BadaI
Usshe
244.083.380
l43.FF.728l.QIH.OOl Produksi kayu bulat berkelanjutan 310 Badan Usaha 102.636.916 02 2t Ol 272 ol
143.FF.728 r.QrH.OO2 Produksi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) 24 124 Badan Usaha 99.630.976 02 10 l1
02 2t 01 02
o4
143.FF.728 r.QIH.OO3 Penanaman hutan oleh PtsPH/Hak
pengelolaan
272 3lO Badan Usaha 45.815.488 02 2r 01 01
r43_FF.7283 Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Hutan
231.754.853
r43.FF.7283.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 231.754.853
l43.FF.7283.QDH.OOr Hilirisasi industri pengolahan Hasil Hutan
(PBPHH)
350 39o Badan usaha 231.754.453 02 21 01 0l
143.FF.7284 Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial 40.000.000
SK No 145241 C
Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
40-000-ooo 143.FF.7284.QDD
berkas 5, hlm. 547 OCR
PREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l43.FF.7284.QDD.O0l Distribusi Akses Kelola Kawasan Hutan
oleh Masyarakat
252 252 Kelompok
Masyarakat
40.000.000 02 2t 05 02
143.FF.7285 Kemitraan Perhutanan Sosial 866.513.564
143.FF.7245.PEE Kemitraan 276.675.OOO
143.FF-7285.PEE.OOt Pengembangan Mitra Perhutanan Sosial 348 Kesepakatan 276.675.000 02 2l 05 lo o1
143.FF.7285.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 573.403.889
143.FF.7285.QDC.0Or Pendampingan Kelompok Perhutanan
Sosial
1600 5052 Orang 573.403.889 02 l0 lr
02 2t 05
06 07 07 03
04
o1
143.FF.7285.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
16.434.675
143.FF.7285.QDD.0O I Penilaian Kinerja KUPS 35 loo Kelompok
Masyarakat
16.434.675 02 2t 05 01
143.FF.7286 Penanganan Konflik, Tenurial dan Hutan
Adat
145.370.000
143.FF.7286.QAH Pel,ayanan Publik Lainnya 145.370.000
SK No 145242 C
Penangan kd lik tenurial di kawasan
hutan
lo 111.820.000 02 2l 05 02 l43.FF.7286.QAH.OO r 55 layanan
berkas 5, hlm. 548 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r43.FF.7286.Q4H.002 Penetapan Hutan Adat 7 20 layanan 33.550.OOO 02 2t 05 02
0a 02 04 02
143.FF.7287 Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial 4.801.309.564
143.FF.7287.QDD Fasilitasi dan PeEbinsrn Kelompok
Masyarakat
4.80 r.309.564
t43.FF.7287.QDD.OO l Peningkatan Kapasitas (Kelola Kawasan,
Kelembagaan, dan U.aha) Kelompok
Masyarakat Penerima Akses Kelola
Kawasan Hutan
165 6416 Kelompok
Masyarakat
1.607.675.000 02 lO 11 04
02 2r 05 0r
06 03 02 01
l43.FF.7287.QDD.OO2 Pengembangan Hutan Adat 6 lo Kelompok
Masyarakat
13.900.OOO 02 2t 05 0l
02 04 02 08
143.FF.7287.QDD.003 Peningkatan Kemandirian Usaha KUPS 390 2120 Kelompok
Masyarakat
3.179.?34.564 02 10 11 04
02 2t 05 01
0l 02 03 06
l43.FF. 7287.QDD.O03.OOOO Peningkatan Kemandirian Usaha KUPS -
hrset
390 2120 Kelompok
Masyarakat
3.t79.?34.564 06 07 04 02
SK No l452rA C
Penilaian Kinerja Perhutanan Sosial 63.346.000 143.FF.7288
berkas 5, hlm. 549 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r43.FF.7288.QDD Fasilitasi dsn Pembinaan Kelompok
Masyarakat
63.346.OOO
r43.FF.7288.QDD.0O1 Evaluasi Pemberian Persetujuan Kelol,a
kawasan hutan oleh masyarakat
3{) 840 Kelompok
Masyarakat
63.346.000 02 2t 05 02
143.FF.7289 Mobilisasi Sumber Daya dan Pengamanan
Hutan Teritorial
22.130.600
143.FF.7289.SCE P.latihan Bidang l(ehutanalar dar!
Lingkungan Hidup
22.130.600
143.FF.7289.SCE.001 Aparat Perlindungan Hutan dan Penegak
Hukum Kehutanan yang ditingkatkan
kapasitasnya
150 23O Orang 22.130.600 02 t7 07 ol
02 21 06 0r
143.FF.7290 Pengawasan, Pengenaan Sanksi
Administratif dan Keperdataan Kehutanan
28.388.7 rs
l43.FF.729O.QCE Penanganan Perkara 24.420.400
143.FF.7290.OCE.001 Berkas Penyelesaian Permasalahan
Penggunaan Kawasan Hutan
lo 12 Perkara 24.420.400 02 t7 07 04
02 2t 06 0t
SK No 145245 C
Pengawasan dan Pengendalian Badan
U.aha
4 Badan Usaha 3.964.3t5 02 t7 07 12
r43.FF.729O.QIH 3.968.315
l43.FF.729O.QIH.OOr 4
berkas 5, hlm. 550 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Usaha dan/atau kegiatan yang diawasi
ketaatannya terhadap perizinan bidang
kehutanan
02 2t 06 01
143.FF.7291 Pengendalian Kebakaran Hutan 975.127.499
r43.FF.729l.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
s54.237_35r
143.FF.7291.QDD.0O I Kelompok Masyarakat yang Terlibat dalam
Pencegahan Kebakaran Hutan
1000 2400 Kelompok
Masyarakat
55a.237.351 02 21 06 02
143.FF.729 l.QDD.OO1.9f OO Kelompok Masyarakat yang Terlibat dalam
Pencegahan Kebakaran Hutan - Provinsi
Papua Barat
o o Kelompok
Masyarakat
0060704 rl3
143.FF.7291.QHC Operasi Bidang Penanggulangan Bencana 145.177.001
l43.FF.7291.QHC.OO r Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan
Melalui PcBada.Ean Darat
925 929 operasi 65.324.570 02 2t 06 02
r43.FF.729l.QHC.OO2 Operasi Penanggulangan Kebakaran Hutan
Melalui Pemadaman dari Udara
so 54 operasi 79.852.431 02 2t 06 02
143.FF.7291.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
271.713.54?
SK No 145246 C
Sarana dan Prasarana Pengendalian
Kebakaran Hutan
26 45 Unit 271.? 13.547 02 2t 06 02 143.FF.7291.RAG.001
berkas 5, hlm. 551 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
m25-X29
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
143.FF.7292 Penindakan Pidana Kehutanan 132.652.959
143.FF.7292.QCE Penanganan Perkara 132.652.959
l43.FF.7292.QCE.OOt Pengamanan Kawasan Hutan 25 35 Perkara 132-652-gsg 02 21 06 01
143.FF.7293 Pencegahan dan Penanganan Pengaduan
Kehutanan
26.404.558
143.FF.7293.QM4 Data dan Informasi Publik 26.404.554
l43.FF.7293.QMA.O0l Peta K€f,aursnan Kawasan Hutan I I dokumen 8.089.258 02 21 06 02
r43.FF.7293.QMA.OO3 Penanganan aduan atas usaha dan/atau
kegiatan bdatrg kehutanan
,rm 8a dokumen 18.315.300 02 17 07 02
02 2t 06 0l
143.FF.7294 Peningkatan Penyuluhan Kehutanan 1.781.591.111 I
143.FF.7294.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
1.781.591.111
SK No 145247 C
20 1193
06 03 02 01
Peningkatan kemandirian usaha kelompok
tani hutan (KTtl)
Kelompok
Masyarakat
1.781.591.111 02 lO 11
02 2t 05
04 143.FF.7294.QDD.0O1
o1
berkas 5, hlm. 552 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l43.FF.7294.QDD.OO I.OOOO Peningkatan kemandirian usaha kelompok
tani hutan (KTH) - Pusat
20 1193 Kelompok
Masyarakat
1.781.591-111 06 07 04 02
TOTAL 29.603.484.851
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145248 C
berkas 5, hlm. 553 OCR
REPIJELIK INOONESIA
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP/
BADAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025--.2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator hicitar Nasional
PN 02 - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 72,54 76,49 77,20
PN 02 - Indeks Pengelolaan Keanekaragaman Hayati 0,35 (2020) o,44 0,55
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 02.16 - Indeks Pengurangan Ancaman Kehilangan Keanekaragaman Hayati 0,40 (2020) o,5 r 0,64
PP 02.16 - Indeks Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Secara Berkelanjutan 0,31 (2020) o,3? o,44
PP 02.16 - Jumlah model pengelolaan sumber daya genetik termasuk digital Bequ€nce information
pada sumber daya genetik
model I 1 I
PP 02. 17 - Indeks Kualitas Air (IKA) 54,59 (2023) 72,02 72,77
PP 02.17 - Indek Kualitas Udara (IKU) 44,67 (2023) 78,53 79,49
PP 02. 17 - Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) 78,84 l.2023) 81,02 4t,22
SK No 145249 C
61,79 77,97 74,9 PP 02. 17 - Indeks Kualitas Lahar (IKL)
berkas 5, hlm. 554 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
PP 02.17 - Persentase ketaatan terhadap hukum lingkungan hidup dan kehutanan persen 3{) 30 55
W 02,17 - Indeks Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup 0,564 0,567 o,576
PP 02. 18 - Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (lKPft) 52,64 (2023) 58 65
PP 08.03 - Persentase penurunan potensi kerugian ekonomi akibat perubahan ildiE terhadap PDB
(ol,) pada empat sehq prioritas (kelautan dan pesisir, air, pertanian dan kesehatan)
persen 0,995 (2023) 0,135 o,646
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.12.06 - Ferscnt sc kabupaten/kota yang melakukan pemantauan baku mutu lingkungan
pada IPLT dan IPAL
persen o o 20
KP 02. 15.01 - Fef,s€f,rtasc sampah yang didaur ulang pcf,8€n l3 16 20
KP 02. 15.03 - Jumlah produk yang bersertifikasi ramah lingkungan produk ramah
lingkungan
(akumulatif)
51 70 150
KP 02.15.04 - Tingkat daur ulang persen 6 5 5,2
KP 02. 16.0 I - Jumlah unit pengelola taman kehati yang difasilitasi perencanaan dan pengelolaanya unit 2 2 2
KP 02.16.03 - Jumlah dokumen pemantauan dan evaluasi iEplcocntasi konvensi keanekaragaman
hayati dan protokol/kebijakan turunannya di Indonesia
dokumen I 1
SK No 145250C
- (indikator baru) l0 lo KP 02.16.03 - Jumlah lembaga yana dibina dar dievaluasi di bidang keanekaragaman hayati lembaga
berkas 5, hlm. 555 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.16.05 - Jurr ah rekomendasi kebijakan terkait pengelolaan keamanan hayati (biosafety dan
biosecurity)
rekomendasi
kebijakan
(kumulatif
40 44 @
KP 02.l ?.Ol - Ketersediaan status mutu DAS dan danau data 188 190 198
KP 02.17.01 - Jumlah sungai dan danau yang mengalami peningkatan rtatua mutu lokasi I
KP 02.17.01 - Jumlah k b/kota yang mengalami peningkatan skor IRLH sektor air kab/kota 5 5 3
KP 02. l7.O I - Jumlah industri yang memenuhi kualitas air limbah ..suai baku mutu industri 2.853 2.940 3.310
KP 02.17.02 - Jumlah kab/kota yang mengalami peningkatan IRLH sektor udara kab/kota 5 0
KP 02.17.02 - Jumlah industri yang memenuhi baku mutu eDisi udara industri 2.855 2.940 3.310
KP 02.17.03 - Luasan p.sisir dan laut terkontaminasi dan rusak yang terpulihkan to 127.600 5.OOO 5.000
KP 02.17.03 - Jumlah industri dan atau pelabuhan yang membuang air limbah kc laut yang
memenuhi baku mutu air limbah
pclabuhan / industri 36 36 50
KP 02. l7.O3 - Jumlah provinsi yang mengalami peningkatan skor IRLH sektor air laut provinsi 0 37 37
KP 02.17.04 - Indeks Kualitas Tutupan Lahar 77,94 77,98 74,20
KP 02.17.04 - Jumlah kab/kota yanA mengalami peningkatan IRLH sektor lahan kab/kota o l5 15
SK No 145251 C
industri
64,11 64,15 64,3
KP 02.17.04 - Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian Kerusakan lahan (KLH) 113 I l3 r33
KP 02.17.05 - Indeks Kualitas Ekosistem Gambut (IKEG)
berkas 5, hlm. 556 OCR
FR,ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2s TARGET 2029
KP 02.17.05 - Jumlah industri yang memenuhi kriteria pengendalian kerusakan ekosistem gambut industri 330 245 ,loo
KP 02.17.06 - Jumlah 83 yang dikelola ton 6.220.572 6.002.005 7.500.231
KP 02.17.06 - Jumlah limbah 83 dan non 83 yang dikelola ton 62-504.066 65. r53.500 85.356.500
KP 02.17.07 - Jumlah usaha/kegiatan/izin pengelolaan SDA dan lingkungan yang di,awasi
ketaatannya
usaha/ kegiatai/ izin 80 80 600
KP 02.17.07 - Jumlah tindak pidana dan perdata, dan sengketa lingkungan hidup dan kehutanan
yang ditangani
perkara 14 14
KP 02.17.07 - layanan KLHS dan instrumen lingkungan hidup yang terintegrasi dala.E kebijakan,
rencana dan program
layanan - (indikator baru) 40 40
KP 02.17.08 - Persentase rekomendasi kebijakan terkait dengan rencana perlindungan darr
pengelolaan lingkungan hidup di wil,ayah dengan ekosistem rentan
Fovinsi/ kab/ kota 24 z+8 55
KP 02,17.08 - Persentase KRP yang menerapkan perlindungan LH untuk mendukung pertumbuhan
ekonomi (hijau)
persen roo roo 100
KP 02.17.08 - Persentase penerbitan perizinan berusaha terkait persetujuan lingkungan di bidang
lingkungan hidup dan SDA berkelanjutan
persen 63 65 85
KP 02. l8.O I - Persentase saEt ah yang dikelola persen 39,01 51,21 100
KP 02.19.02 - Reduksi emisi GRK sektor hutan juta to(r CO2-Eq - (indikator baru) 410,80 442,67
KP 02.19.02 - Reduksi emisi GRK sektor pertanian juta ton CO2-Eq - (indikator baru) 6,27 8,94
SK No 145253 C
juta ton CO2 10,80 14,59 49,16 KP 02.19.03 - Reduksi emisi GRK sektor kelautan pesisir
berkas 5, hlm. 557 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2s TARGET 2029
KP 02.19.05 - Reduksi emisi GRK sektor limbah juta ton CO2-Eq 8,8 14,13 3 r,90
KP 02.19.06 - Jumlah data informasi yang terregister dan terverifikasi sektor 5 5 5
KP 02.19.06 - Jumlah kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung nil,ai ekonomi karbon kebijakan 5 2 5
KP 08.03.05 - Persentase aksi pendukung ketahanan iklim yang dilaksanakan di lokasi prioritas pefs€rr 10 30
(indikator baru)
SK No 145254C
berkas 5, hlm. 558 OCR
. 1158 -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025--2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FB Program Ketahanan Bencana dan
Perubahan Iklim
141.919.505
144.FB.7502 Pengendalian Kebakaran Lahan 58.274.180
l44.FB.?502.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
24.796.830
144.FB.75O2.QDD.OO1 Kelompok Masyarakat yang terlibat dalam
pencegahan kebakaran l6har
136 Kelompok
Masyarakat
28.796.830 02 19 02 03
l44.FB.75O2.QrH Pengawasan dan Pengendalian Badai
Usaha
13.907.573
r44.FB.7502.QtH.OO1 Usaha dan/atau kegiatan yang diawali
kesiapsiagaannya da.lam pengendalian
kebakaran lahan
40 ?2 Badan Usaha 13.907.573 02 t? 07 02
02 19 02 03
r44.FB.75O2.Q Pengawasan dal Pengendalian Lingkungan 14.043.959
144.FB.7502.011.001 Penanggulangan kebakaran lahan ,ro 40 Layanan 14.043.959 02 19 02 03
144.FB.7502.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
1.525.818
SK No 145255 C
Sarana datt p!'alaiaia pengendalian
kebakaran lahan
Unit 1.525.818 02 19 02 03 144.FB.7502.RAG.001 I 4
berkas 5, hlm. 559 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
144-FB.7503 Adaptasi Perubahan Iklim 31.060.869
144.FB.7sO3.QDD Fasilitasi darr Pembinaan Kelompok
Masyarakat
20.242.900
144.FB.7503.QDD.00r Komunitas untuk Iklim 222 264 Kelompok
Masyarakat
20.242.900 08 03 02 05
144,FB.7503.QDD.OOf.OOOO Komunitas untuk lldio - Pusat 222 qta Kelompok
Masyarakat
20-242.900 06 04 02 03
06 04 02 02
06 04 02 o1
l44.FB.75O3.QMA Data den Informasi Publik 4.205.492
l44.FB.75O3.QMA.OOr Data dan Informasi Tingkat K6€ntdrart
d6n Resiko Perubahan Iklim
I I dokumen a.205.a92 08 03 05 01
144.FB.7503.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 2.612.077
144.FB.7503.UAE.001 Laporan Hasil Pemantauan dan Evaluasi
Aksi Adaptasi Perubahan lldim
1 I Laporan 2.612.077 08 03 05 04
144.FB.7504 Mitigasi Perubahan Iklim 13.102.719
r44.FB.75O4.QDB Fasilitasi dan Pembinaan l,eEbsga 7.513.303
SK No 145256 C
7.513.303 02 19 04 02 r44.FB.75O4.QDB.OOl Penurunan Kdr3uEsi Bahan Perusak Ozon
(BPO) dsrr Hidroflurokarbon (HFC)
5 6 Lembaga
berkas 5, hlm. 560 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l44.FB.75O4.QMA Data dan Informasi Publik 5.549.416
144.FB.7sO4.QMA.OOl Perhitungan capaian mitigasi perubahan
iklim sektor limbah
3 3 dokumen 5.589.416 02 19 06 0l
144.FB.7505 Inventarisasi Gas Rumah Kaca, dan
Monitoring, Pelaporan dan verifikasi Serta
Registri Aksi Mitigasi, Aksi Adaptasi dan
SuEber Daya Perubahan Iklim
18.852.494
r44.F8.7505.QM4 Data dsn Infon rasi Publik 18.852.494
l44.FB.75O5.QMA.OOr Data inventarisasi GRK dan verifikasi serta
registri yang termutakhirkan
2 2 dokumen 1a.852.494 02 19 06 01
144.FB.7506 Mobilisasi Sumberdaya Pengendalian
Perubahan lldiB
12.77 4.231
144.FB.7506.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan bencana dan
perubahan iklim
6.324.231
144.FB.7506.PBS.001 1 Rekomendasi kebijakan perundingan
perubahan iklim
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
6.324.231 02 19 06 02
144.F8.7506.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 6.450.000
l44.FB.7506.QDB.OO1 Dukungan sumberdaya perubahan iklim 3 3 Lembaga 6.450.000 02 19 06 02
SK No 145257C
Fasilitasi Penerapan Ekonomi Karbon 7.855.012 144.FB.7507
berkas 5, hlm. 561 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FB.7507.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan bencana dan
perubahan iklim
3.927.506
144.FB.7507.PBS.001 Rekomendasi kebijakan percepatan
implementasi NEK
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
3.927.506 02 19 06 03
l44.FB.75O7.QAH Pelayanan Publik Lainnya 3.927.ffi
l44.FB.75O7.OAH.OOt Penyelenggaraan Sertifikasi Penurunan
Emisi GRK Indonesia
I I layanan 3.927.506 02 19 06 03
144.FD Program Kualitas Lingkungan Hidup 3.408.230.868
144.FD.7510 Standardisasi Instrumen Lingkungan
Hidup
72.424.516
144.FD.7510.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 25.169.800
144. FD.75 10. PFA-0()1 Standar persetujuan lingkungan di f2
sektor dan multisektor, standar
pengelolaan limbah (EXl, Non B3), standar
pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular
25 45 NSPK 17.872.858 02 t7 08 0r
144.FD.7510.PFA.002 Standar, pengurangan emisi GRK, adaptasi
dan mitigasi perubahan ikim
2l 7a i\E,T( 7.296.942 02 19 06 03
SK No 149616 C
Pelayanan Publik kepada lembaga
160 31.563-545 02 17 07 02
l44.FD.75lO.QAB 42.520.187
144.m.7510.Q4B.001 291 Lembaga
berkas 5, hlm. 562 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
m25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Entitas usaha/ kegiatan yang menerapkan
standar persetujuan lingkungan di 12
s€l(tor dan multi sektor, standar
pengelolaan limbah (83, Ndr-83),
pengelolaan rampah, datt ekonomi sirkular
02 t7 08 04
l44.FD.75l0.QAB.OO2 Entitas usaha/ kegiatan yang menerapkan
standar, pengurangan eltlisi GRK, adaptasi
dan mitigasi perubahan iklim
70 2Al Lembaga to.956.642 02 t7 07 02
02 19 04 rt)
l44.FD.751O.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.734.529
l44.FD.75lO.QDB.OOl Fasilitasi entitas usaha/kegiatan dalam
upaya penerapan standar persetujuan
lingkungan di 12 Sektor dan multi scldor,
standar pengelolaan limbah (EB, Non-83),
pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular
120 2lA Lembaga 4.79.529 02 t7 08 04
144.FD.7511 Penerapan dan Petlgeobartgatt
Laboratorium Lingkungan
10.313.207
144.FD.751 I' QAH Pelayanan Publik Lainnya 744.755
SK No 145259 C
Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga
2 layanan
9.564.452
02 t7 0? o5
l44.FD.7511.QAH.OOl Layarta[ pengujian, layanan teknologi dan
kalibrasi alat laboratorium
2 744.755 02 t7 0t 03
144.FD.7511.0DB
berkas 5, hlm. 563 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDI(ASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribul
PN PP KP PROP
144.FD.7511.0DB.001 Fasilitasi dan pembinaan menuju
akreditasi laboratorium pengujian
parameter kualitas lingkungan
16 46 Lembaga 9.s6a.452 02 t7 0l 03
02 t7 07 05
144.FD.7512 Penerapan Infrastruktur dafl Teknologi
Lingkungan Hidup
r 1.505.152
144.FD.7512.PDA Standardisasi Produk 7.094.620
144.FD.7512.PDA.001 Standardisasi Produk 3 5 produk 2.367.267 02 15 03 01
144.FD.7512.PDA.002 Pilot project skema insentif untuk pengelola
p.f, persampahan dengan teknologi daldn
kerangka circular economy
5 O produk 3.945.440 02 18 0l 05
02 14 002 011
144.m.7512.PDA.003 Pilot pengelolaan E-Waste perkantoran I 1 produk 785.913 02 t4 002 011
02 18 0l 05
r 44. FD.75 12. PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 300.000
144.FD.7512.PFA.001 NcEa, Standar, Prosedur, dan Kriteria 10 o NSPK 300.ooo 02 l5 03 01
144.FD.7512.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 4.106.532
l44.FD.75l2.QDB.OO1 Fasilitasi dan pembinaan lembaga
penyediaan jasa
3 0 lembaga 240.OOO 02 15 03 01
SK No 149617 C
98 3.866.532 05 0l 16 07 144.FD.7512.QDB.002 Fasilitasi Entitas Usaha/ Kegiatan dalam
Upaya Penerapan Standar Persetujuan
l7A Lembaga
berkas 5, hlm. 564 OCR
PF,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Lingkungan di 12 Sektor dalr Multisektor,
standar pengelolaan limbah (83, non-83),
pengelolaan sampah, dan eLdtolrd sirkular:
144.FD.7513 Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup r05.5r3.,+81
l44.FD-7513-PEE Kemitraan 94.516.936
144.FD.7513.PEE.001 Pe$seEbartgan Kemitraan Lingkungan 2 f65 Kesepakatan 94.516.936 02 18 0l 06
r44.FD.7sr3.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 10.996.545
144.FD.75l3.QDB.OOr Satuan pendidikan fcEal yang
menyelenggarakan gerakan peduli dart
berbudaya lingkungan hidup
1400 2534 Lembaga 10.996.545 02 18 0t 06
04 18 01 01
144.FD.7514 FenteEbalgan Kompetensi Sumber Daya
Manusia Lingkungan Hidup
97.132.299
144.FD.7514.SCE Pelatihan Bidang Kchutananan dan
Lingkungan Hidup
97.132.299
144.FD.7514.SCE.001 SDM LHK yang mendapat pengembangan
kompetensi
90 3142 Orang 97.132.299 02 l7 07 01
144.FD.7515 Pencegahan Dampak Lingkungan 679.577.442
SK No 145261 C
Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 119.474.473 l44.FD.75t5.PE
berkas 5, hlm. 565 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7515.PBJ.002 Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup 2 2 Rekomendasi
Kebijakan
18.383.790 02 t7 08 03
144.FD.7515.PBJ.003 Fencf,apan kajian dampak lingkungan 38 FE Rekomendasi
Kebijakan
101.495.083 02 t7 08 04
r44.FD.75l5.QAH Pelayanan Publik lainnya 311.063.492
l44.FD.7515.QAH.OO1 layanan p€!'Eohqran penilaian dan
pcm€!'iksaaE dokumen lingkungan
1200 1200 layanan 141.930.111 02 t7 08 04
144.FD.75r5.QAH.OO2 Layanan Kajian Lingkungan Hidup
Strategis (KLHS) yang Terjamin Kualitasnya
dan Terintegrasi dalam Kebijakan,
Rcncs[a, dan/ atau Program
,rc 40 layanan 169.133.381 02 17 08 o3
r44.FD.7515.QMA Data dan Informasi Publik 164.066.543
144.FD.7515.QMA.003 Dokuocar hasil Inventarisasi dar! Pemetaan
Indikatif Sebaran Wilayah Prakiraan
Dampak Lingkungan Usaha dan/atau
Kegiatan Tingkat Nasional
1 dokumen 18.383.790 02 l7 08 04
SK No 145262C
I dokumen 4.793.275 02 t7 08 04 144.FD.7515.QMA.004 Data hasil inventarisasi darr pemetaan
indikatif sebaran wil,ayah prakiraan
Dampak Lingkungan Usaha dan/atau
Kegiatan
berkas 5, hlm. 566 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKAS;I
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l44.FD.75r5.QMA.OO5 Data dan Informasi Daya Dukung dan Daya
Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH)
38 3a Data 80.889.478 02 17 08 0t
144.FD.7515.UAB SiEte6 Informasi Pemerintahan 44.5,64.974
144.FD.7515.UAB.001 Sistem informasi dokumen lingkungan
hidup yarE dikembangkan
I SiBteE
Informasi
84.568.974 02 t7 08 04
02 t4 @2 011
144.FD.7516 Penyelenggaraan Sumber Daya Alam
Berkelanjutan
267.082.286
144.FD.7516.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 29.417.714
144.FD.7516.PBJ.001 I Pcrtcrap€tt RPPLH Nasional 15 l5 Rekomendasi
Kebijakan
29.417.714 02 17 08 0l
144.FD.7516.PEB Forum 85.068.977
144.FD.7516.PEB.001 I FGunr Perencanaan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
,B forum 85.068.977 02 t7 08 0l
144.FD.7s16.QMA Data dan Irr.forEaBi Publik 152.595.595
144.FD.75l6.QMA"OOl Dokumen Inventarisasi Lingkungan Hidup
Ekoregion
27 27 dokumen 66.185.187 02 17 0A
02 16 0l 07
o1
SK No 145253 C
m 38 dokumen 86.410.408 02 l7 0a ol r44.FD.7516.QM4002
berkas 5, hlm. 567 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I(P PROP
Inventarisasi dan Verifikasi Lingkungan
Hidup
02 t6 0l 07
144.FD.7517 Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem
Gambut
74.544.207
r44.FD.75l7.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 18.852.434
l44.FD.7517.QDI.OO4 layanan Penilaian kinerja lingkungan
untuk pengelolaan ekosistem gambut
245 443 Industri 18.852.434 02 t7 07 02
02 t7 05 02
02 19 02 79
r44.FD.75l7.QMA Data dan Informasi Publik 19.633.770
144.FD.75l7.QMA006 Data dan informasi kualitas ekosistem
gambut
20 36 Peta 19.633.770 02 17 05 0l
02 19 02 02
144.FD.7517.REA Konservasi Kawasan/Rehabilitasi
Ekosistem
15.708.837
144.FD.7517.REA.002 Lahan gambut yang dipulihkan 500 905 Hektar 15.708.837 02 17 05 02
SK No 145264C
02 16 0l 05
berkas 5, hlm. 568 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7517.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
to.2t2.t t7
144.FD.75l7.UBA.OO2 Program Gambut Lestari 148 Daerah
(hov / Kab/ Kota)
L0.2t2.tt7 02 t7 0s 02
02 19 02 02
148
144.FD.7517.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 14.137.049
144.FD.7517.UBB.001 I Program Desa Mandiri Peduli Gambut 5 9 Desa 14.137.049 02 t7 05 tm
02 19 02 02
144.FD.7518 Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem
Perairan Darat
50.460.314
144.FD.7518.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 30.039.112
144.FD.7518.PBJ.001 I Rencana Perlindungan dan Pengelolaan
Ekoii8te,tr (RPPE) Perairan Darat
15 15 Rekomendasi
Kebijakan
14.257.644 02 t2 04 03
02 16 0l 06
l44.FD.75lA.PBr.OO2 Rencana Perlindungan dan Pengelolaan
Ekosistem (RPPE) Mangrove
4 4 Rekomendasi
Kebijakan
11.781.464 02 19 02
02 19 03 01
ol
SK No 145265 C
Data dan Informasi Publik 20.421.206
02 16 01 il'Ia
r44.FD.75l8.QMA
berkas 5, hlm. 569 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.75l8.QMA.OOl Data dsn Informasi Publik Perlindungan
dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat
15 27 dokumen 15.708.621 02 12 04 05
01 M 16 02
l44.FD.75l8.QMA.OO2 Data dan Informasi Publik Perlindungan
dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove
4 4 dokumen 4.7t2.545 02 19 02 0t
02 19 03 0l
02 16 01 o7
144.FD.7519 Rehabilitasi Ekosistem r Mangrove 89.163.028
144.FD.7519.REA Konservasi Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
89.163.028
144.FD.7519.REA.001 Rehabilitasi Ekosistem Mangrove 749 904 Hektar 89.163.028 02 19 02 0l
02 19 03 0r
02 16 0l 06
144.FD.7520 Pemantauan, Pengendalian, dan Pemulihan
Kerusakan Ekosistem Gambut
443.914.860
144.FD.7520.QMA Date dsn Informasi Publik 51.70 r.096
SK No 145266 C
106 106 Data
l44.FD.752O.QMA.OOr Data dan Informasi Kesatuan Hidrologis
Gambut pada 7 hovinsi
51.701.096 02 t7 05 01
berkas 5, hlm. 570 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF I(P PROP
144.FD.7520-REA Konservasi Kawasan/Rehabilitasi
Ekosistem
298.415.208
144.FD.7520.REA.0()1 Lahan gambut yang direstorasi 100000 180995 Hektar m4.415.204 02 t? 05 02
02 19 02 02
02 16 01 o5
144.FD.7520.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Dcaa 93.798.556
l44.FD.7520.UBB.OOt Desa mandiri peduli gambut 30 54 Desa 93.798.556 02 t7 05 02
02 19 02 02
144.FD.7521 Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup 24.150.472
144.FD.752r.QCE Penanganan Perkara 24.150.472
144.FD.7521.QCE.001 Sengketa Lingkungan Hidup yang
Ditangani
4 7 Perkara 24.150.472 02 t7 07 04
144.FD.7522 Pengawasan Lingkungan Hidup 27.232.419
t+4.FD.7522.QtH Pengawasan dsn Pengendalian Badan
Usaha
24.206.046
SK No 145267 C
30 54 Badan U.aha 13.703.281 02 t7 07 02 144.FD.7522.QrH.00 r Aduan terhadap Usaha dan/atau kegiatan
yang ditangani
berkas 5, hlm. 571 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
t44.FD.7522.QtH.OO2 Usaha dan/atau kegiatan yang diawasi
ketaatannya terhadap perizinan berusaha
terkait persEtujuan lingkungan dan
peraturan perundang-undangan terkait
bidang LH
25 4a Badan Usaha 10.502.805 02 t7 07 02
144.FD.7522.SCE Pelatihan Bidang Kchut rtartan dan
Lingkungan Hidup
3.026.733
r44.FD.7522.SCE.OO I PPLH yang Ditingkatkan Kapasitasnya 3() 111 Orang 3.026.733 02 t7 07 0r
144.FD.7523 S6n.k8i Administratif Lingkungan Hidup 11.441.783
144.FD.7523.QrH Pengawasan dan Pcagend.li.n Badan
Usaha
11.441.783
144.FD.7523.QIH.001 Usaha dan/atau kegiatan yang diawasi
ketaatannya terhadap sanksi administratif
lingkungan hidup
25 45 Badan Usaha 11.441.783 02 t7 07 02
144.FD.7524 Penegakan Hukum Pidana Lingkungan
Hidup
59.378.913
144.FD.7524.QCE Penanganan Perkara 59.374.913
SK No 145268 C
Tindak Pidana LH yang ditangani sampai
nl
10 18 Perkara
l44.FD.7524.QCE.OOr 59.378.913 02 t7 tt o4
berkas 5, hlm. 572 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7525 Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun 41. r58-265
144.FD.7525.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
35.342.604
144.FD.7525.RAG.001 Fasilitas pengolahan emas tanpa Merkuri I I Unit 35.342.604 02 r7 06 0l
144.FD.7525.UBA Fasilitasi dan Pcrobfuraan Pemerintah
Daerah
5.815.661
144.FD.7525.UBA.001 Provinsi yang difasilitasi da]a@
pengurangan dan penghapusan m€f,kuri
10 Provinsi 5.815.661 02 17 06 01
144.FD.7526 Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan
Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun dan Ndt Bahan Berbahaya
dan Beracun
65.943.537
r44.FD.7526.Q4H Pelayanan Publik Lainnya 65.943.537
t44.FD.7526.QAH.001 Lahan terkontaminasi litrbeh El3 non
institusi yang terpulihkan
3500 6156 layanan 65.943.537 02 l? 06 02
144.FD.7527 Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya darr
Beracun dan Non Bahan Berbahaya dart
Beracun
54.980.943
SK No 145269 C
Fasilitasi dan Pembinaan Industri 19.633.770 t44.FD.7 527.QDt
berkas 5, hlm. 573 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r44.FD.7527.QDt.0O1 Industri yang dibina dan dipantau
pcrgelolaan limbah 83 daIr non El3
rn 1045 Industri 19.633.770 02 t7 07 02
02 t7 06 02
05 01 l1 07
144.FD.7527.RBR Dukungan Teknis 11.743.917
144.FD.7527.RBR.001 Persiapan pembangunan fasilitas
pengolahan limbah 83 cleltuonik (E-WaBte)
2 2 Dokumen r1.783.9U 02 15 04 01
02 t7 06 02
02 t4 002 0l I
144.FD.7527.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Da?r.h
23.563.256
144.FD.7527.UBA001 Pendampingan operasional fasilitas
pengolahan liEbsh 83 lrledi8 dari
fasyankes
4 7 Provinsi 23.563.256 02 L7 06 02
144.FD.7528 Pengelolaan Sampah 3()9.070.641
144.FD.7528.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup o
144.FD.7528.PB.J.001 Kebijakan dan regulasi pengurangan
sampah
I I Rekomendasi
Kebijakan
o02180l o1
SK No 145270C
Kebijakan dan regulasi penanganan
sampah
Rekomendasi
Kebijakan
o02t80lot 144.FD.7528.PBJ.002 3 3
berkas 5, hlm. 574 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PF KP PROP
144.FD.7528.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
54.190.471
144.FD.752E.QDD.OOl Fasilitasi dan pembinaan bank sampah &
Lel@pok Easyarakat p€ngelola sarnpah
r90 343 Kelompok
Masyarakat
54.190.471 02 15 04 02
ol 04 1A 02
144.FD.7528.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 6.287.197
l44.FD.7s28.ODH.OOr Badan usaha yang dibina dan difasilitasi
menerapkan tanggung jawab produsen
dalam pengurangan sampah
loo 181 Badan usaha 6.247 . D7 02 15 04 02
144.FD.7528.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
234.753.286
144.FD.7528.RAG.001 I Bank SaEIrah Induk yang terbangun 3 3 Unit 15.708.840 02 19 05 01
144.FD.7528.RAG.002 Fasilitas pengelolaan sampah spesifik I I Unit 54.976.361 02 19 05 01
r44. FD.7528.R4G.002.3273 Fasilitas pengelolaan sampah spesifik -
Kota Bandung
I I Unit 54.976.361 06 04 0t 04
144.FD.7528.RAG.003 Fasilitas pqrorrgartan sampah di wilayah
pesisir
2 3 Unit 15.708.837 02 l8 02 04
SK No 145271 C
Fasilitas penanganan sampah di wilayah
pesisir - Pusat
3 Unit
144.FD.7528.RAG.003.0000 2 15.708.837 06 04 02 02
berkas 5, hlm. 575 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 02 04
06 04 02 01
144.FD.7528.RAG.004 Fasilitas pengelolaan sampah dengan
prinsip ekonomi sirkular dan encf,S.
recovery
3 5 Unit 152.359.248 02 15 04 02
02 18 02 01
02 19 05 0l
l44.FD.752a.RAG.OO4.0000 Fasilitas pengelolaan sampah dengan
prinsip ekonomi sirkula.r dan energy
recovery - Pusat
3 5 Unit 152.339.244 06 04 02 ol
06 04 01 09
06()4Ot08
06 04 01 o4
06()4Ol03
144.FD.7528.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 5.494.247
144.FD.7528.UAB.001 Sistem Informasi Pengelolaan Sampah
Nasional (SIPSN)
2 2 Sistem
Informasi
5.894.247 02 t4 @2 0t I
02 ta 01 o3
SK No 145272 C
Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
3.945.440 144.FD.7528.UBA
berkas 5, hlm. 576 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7528.UBA.001 Pembinaan penanganan sampah di Tempat
Pemrosesan Akhir (TPA)
10 18 Kab/Kota 3.945.440 02 18 0l 04
144.FD.7529 Pemantauan Kualitas Lingkungan 340.817.259
144.FD.7529.QM4 Data dan Informasi Publik 172.910.420
l44.FD.7529.QMA.OOl Data dan Informasi Kualitas Udara Ambien 514 930 Data 51.051.430 02 t7 02 ol
04 13 06 04
l44.FD.7529.QMA.OO l.O0O0 Data dan Infomasi Kualitas Udara Ambien
- Pusat
514 930 Data 51.051.430 06 04 0l 03
l44.FD.7529.QMA.OO2 Data dan Informasi Kualitas Air Di Sungai
den Danau
816 1267 Data 59.216.453 02 t2 04 06
02 t7 0l ol
o5 o9 12 02
144.FD.7529.QMA.002.0000 Data dan Informasi Kua.litas Air Di Sungai
dan Danau - Pusat
816 1267 Data 59.216.453 06 07 04 07
144.FD.7529.QMA.003 Pemantauan Kualitas Air Laut 37 37 Data 39.26?.52? 02 t2 09 05
02 l? 03 o1
SK No 145273 C
Pemantauan Data dan Informasi Sampah
l,aut
23 41 Data
02 la ol o3
144.FD.7529.QM4.004 2.000.000 02 t7 03 01
berkas 5, hlm. 577 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7529.QMA,005 Data dan Informasi Kualitas Tutupan
Lahan
514 514 Data 4.575.010 02 17 04 02
144.FD.7s29.QMA006 Pemantauan kualitas air secara otomatis di
sungai daD danau
o Data 6.000.000 02 t2 04
02 t7 0l ol
fi-I3
r44.FD.7529.QMA.OO7 Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah dalam rangka pemantauan IPLT,
IPAL Domestik, dan Leachate TPA
o roo Data 4.800.000 02 t2 06 004
02 t? ol 02
r44.FD.7529.QMA.OO8 Alat pemantau kualitas udara otomatis o 5 Data 6.000.000 02 t7 02 01
144.FD.7529.RCG OP Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan
dan Lingkungan Hidup
167.906.839
144.FD.7529.RCG.001 I Alat Pemantauan Kualitas Air Otomatis
yang dirawat dan dipelihara
194 62a Unit 87.800.OOO 02 17 01 ol
144.FD.7529.RCG.002 Stasiun pemantauan kualitas udara
aEbieo (SPKUA) yang dirawat dan
dipelihara
68 123 Unit 80.106.839 02 t7 02 o1
04130604
144.FD.7530 Pengendalian FdrceEaran Lingkungan 353.876.766
144.FD.7530.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha to.2t2.r 17
SK No 145274C
layanan Penilaian Kinerja di Pelabuhan 36 65 Badan usaha to.212.117 02 r? 03 19 l44.FD.753O.QDH.OOr
berkas 5, hlm. 578 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI{ PP KP PROP
t44.FD.753O.QDl Fasilitasi dan Pembinaan Industri 126.190.763
l44.FD.753O.QDr.0O1 Layanan Penilaian Kinerja Industri dalam
Pengendalian Pencemaran Udara
2940 5321 Industri 24.274.046 02 17 07 02
02 17 02 02
l44.FD.7s3O.QDr.0O2 Layanan Penilaian Kinerja Industri dalam
Pengelolaan AL Limbah
2940 5321 Industri 47.961.256 02 17 01 04
02 t7 tt 02
144.FD.7530.QDr.0O3 layanan Penilaian kinerja lingkungan
Hidup pada kegiatan pertambangan
1r3 N4 Industri 9.169.508 02 t7 07 02
02 17 04 7t)
144.FD.7530.QDl.0O5 Layanan Perusahaan dala.E Pemanfaatan
Air Limbah
16 fia Industri 785.913 02 t7 0l 04
02 t7 07 m
144.FD.7530.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
187.743.578
144.FD.7530.RAG.002 Infrastruktur Pengendalian Pencemaran Air
Terintegrasi
42 76 Unit 158.762.033 02 t2 04 06
02 t7 0l 02
02 19 05 02
SK No 145275 C
Infrastruktur Penanggulangan Pencemaran
dan Kerusakan Pesisir dan Laut
3 Unit 28.981.545 02 t7 03 02 144.FD.7530.RAG.003 2
berkas 5, hlm. 579 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7530.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
DeerEh
29.730.304
144.FD.7530.UBA.001 Fasilitas Pemerintah daerah dalam
Peningkatan Kualitas Air (Prokasih)
552 552 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
14.021.444 02 t2 06 004
02 t2 09 05
02 t7 01 02
o5
rda
02 18
02
In
IE 01
l44.FD.7530.UBA.OO T.OOOO Fasilitas Pemerintah daerah dala.E
Peningkatan Kualitas Air (Prokasih) - Pusat
552 552 Daerah
(Prov / Kab/ Kota)
14.021.444 06 04 02 01
06 07 04 07
06 04 02 (x
06 04 02 03
06 04 02 02
144.FD.7530.UBA.002 Fasilitasi Pemerintah Daerah dalam
Peningkatan Kualitas Udara (Langit Biru)
552 552 Daerah
{Prov/ Kab/ Kota)
7.854.430 08 02 01 06
02 t7 02 02
SK No 145276 C
552 552
144.FD.7530.UBA.002.0000 Daerah
(Prov/ Kab/ I(ota)
7.854.430 06 04 02 01
berkas 5, hlm. 580 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
Fasilitasi Pemerintah Daerah dalah
Peningkatan Kualitas Udara (Langit Biru) -
Pusat
060402 04
o6MO202
144.FD.7530.UBA.003 Fasilitasi Pembinaan Pemerintah Daerah
dalarn Feningakatal Mutu Laut (Program
Pantai Lestari)
37 37 Provinsi 7.454.430 0a 02 01
02 t2 09 05
02 17 03 ol
06
144. FD.7530.UBA.OO3.OOOO Fasilitasi Pembinaan Pemerintah Daerah
dalam Peningakatan Mutu laut (Program
Pantai Lestari) - Pusat
37 3? Provinsi 7.a54.,+3O 0,6 04 02
06 04 02 04
ot
06
06
04 03
02
02
02 04
144.FD.7531 Pemulihan Kerusakan Lingkungan 142.408.443
144.FD.7531.RAG Sarana Bidang Pertanian, Kehutanan dan
Lingkungan Hidup
7.854.430
144.FD.7531.RAG.003 Padang LaDuD/ Tcruobu Karang yang
dipulihkan Fungsinya
3 5 Unit 7.854.430 02 t7 03 02
SK No 145277C
Konservasi Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
107.065.826
02 16 0l 06
144.FD.7531.REA
berkas 5, hlm. 581 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7531.REA.001 I Lahan Rusak yang dipulihkan l:n 144 Hektar 107.065.a26 02 l? 04
02 l9 02 0l
02 16 01 o5
o1
144.FD.7531.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
27.488.187
144.FD.7531.UBA.001 I Fasilitasi Pemerintah Daerah dalam
Peningkatan Kualitas lahan (lndonesia
Hijau)
552 5s2 Daer'ah
(Prov / Kab/ Kota)
27.444.147 02 L7 04 m
08 02 0r 06
144.FD.7531.UBA.001.0000 Fasilitasi Pemerintah Daerah d,l'n
Peningkatan Kualitas Lahan (Indonesia
Hijau) - Pusat
552 Daerah
(Pror,/ Kab/ Kota)
27.444.147 06 04 02 ol
06 04 02 02
552
04
o3
02
02
o4
o4
iE
06
144.FD.7532 Konservasi Keanekaragaman Hayati 72.139.790
144.FD.7532.PBJ Kebijakan Bidang Lingkungan Hidup 35.534.037
144-FD-7532-PtsJ_OO 1 Kebijakan Perundingan Keanekaragaman
Hayati
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
19.551.365 02 16 03 03
SK No 145278 C
Rekomendasi
Kebijakan
7.266.674 02 16 05 01 144.FD.7532.PBJ.002 Kebijakan Akses dan Pembagian
Keuntungan Sumber Daya Genetik
I
berkas 5, hlm. 582 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASiI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
144.FD.7532.PBJ.003 Kebijakan Pengelolaan Keamanan Hayati
(PRG, lAS, Zoonosis, AMR)
5 5 Rekomendasi
Kebijakan
8.719.998 02 16 02 04
02 16 05 02
144.FD.7532.QD8 Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 10.212.117
l44.FD.7532.QDB.OOl Fasilitasi Pengelolaan Taman
Keanekaragaman Hayati untuk
peningkatan efektivitas pengelolaannya
2 2 Lembaga 10.212.117 02 16 0l oil
144.FD.7532.QDB.OOl,OOOO Fasilitasi Pengelolaan Taman
Keanekaragaman Hayati untuk
peningkatan efektivitas pengelolaannya -
Pusat
2 2 Lembaga 10.212.117 06 04 02 04
06 04 02 02
06 (H 02 01
06 04 02 03
144.FD.7532.QMA Data dan Informasi Publik 11.626.664
l44.FD.7532.QMA.0Ol Layanan Balai Kliring Keanekaragaman
Hayati Indonesia
I
SK No 145279 C
I Data 11.626.664 02 16 03 02
berkas 5, hlm. 583 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
144.FD.7532.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Feo6intah
Da.reh
14.762.972
144.FD.7532.UBA.001 Pemerintah Daerah yang dibina dan
dievaluasi di bidang pengelolaan
keanekaragaman hayati
lo 10 Daerah
(Prov/ Kab/ Kota)
14.762.972 02 16 03 o3
TOTAL 3.550.150.373
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145280 C
berkas 5, hlm. 584 OCR
FREsIDEN
KEMENTERI.AN PEKERJAAN UMUM
1, MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGE'T 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
W 02.12 - Kapasitas tampungan air m3/kapita 59,59 59,3 r 63,54
PP 02.12 - Rasio kapasitas air baku terpasang terhadap kebutuhan penduduk p€f,aqr 53,34 53,01 56,18
W 02.12 - Persentase luas baku sawah fungsional beririgasi persen 61,55 6 r,61 62,37
W 02.12 - Rasio luas layanan irigasi yang ketersediaan airnya dijamin oleh waduk persen 15,6 rs,6 16,57
W 02.12 - Efisiensi pemanfaatan air irigasi USD/83 0,31 0,34 0,43
W 02.12 - Persentase luas kawasan prioritas yang dilindungi dari daya rusak air persen o t2 loo
W 02.12 - Rumah tangga dengan akses air minum aman persen r l,8o (2020) 33 43
W 02,12 - Rumah tangga dengan akses sanitasi aman persen 10,21 l2o23l 12,5 30
PP 03.01 - Waktu tempuh pada lintas utama jaringan jalan nasional jam per 100 l@ 1,90 1,90 t,70
PP 06.04 - Proporsi kontribusi PDRB Wilayah Metropolitan terhadap Nasional persen 44,13 (2022) 44,35 45,60
PF 06.04 - Skor Indeks Kota Berkelanjutan (ll(B) rerata Wilayah Metropolitan 44,61 (2023) 44,81 45,61
SK No 145281C
persen 6,97 (2022) 7,47 8,13 PP 06.04 - Proporsi kontribusi PDRB Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan terhadap PDB Na8iqral
berkas 5, hlm. 585 OCR
FR,ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASEL,j|{E2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
PP 06.04 - Skor Indeks Kota Berkel,anjutan (IKB) rerata perkotaan Non-Wilayah Metropolitan 48,36 l2023l 44,66 49,46
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.12.01 - Jumlah kumulatif tampungan air yang dikelola unit (kumulatif 1.563 1.563 4.213
KP 02.12.01 - Jumlah bendungan yang selesai dibangun unit (kuoulato 47 (2015-2024) I l6
w 02.12.01 - Jumlah embung dan tatrl[rngarr air lainnya yang dibangun unit(kuEulatil) 1.391 (2015-2024) 13 226
KP 02. I 2,0 I - Jumlah tampungan air alami yang direvitalisasi unit (kumulatif 19 20 50
KP 02.12.01 - Jumlah bendungan yang direhabilitasi unit (kumulatif 2 l0 25
KP 02.12.02 - Rasio kapasitas air baku bef,BuEber dari bendungan terhadap potensinya persen 35 35 45
KP 02.12.02 - Jumlah wilayah sungai kewenangan pusat dengan neraca air tidak dalam kondisi
kritis/ defisit
wilayah sungai tso 50 50
KP 02.12.02 - Jumlah kapasitas prasarana air baku yang dikelol,a m3/ detik
(kumulatif)
75,03 78,78 93,79
KP 02.12.02 - Kapasitas prasarana air baku yang dibangun t[3/ detik
(kumulatif)
46,7 (2015-2024) 0,37 19,12
KP O2,12.O2 - Kapasitas prasarana air baku yang direhabilitasi m3/ detik
(kumulatif
1,44 0,84 5,53
SK No 145282 C
3.142.532 3.142.532 3.229.5'32 KP 02.12.02 - Luas layanan irigasi yang dikelola ha (kumulatif)
berkas 5, hlm. 586 OCR
FF.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.12.02 - Jumlah luas layanan irigasi yang dibangun untuk pertanian multikomoditas ha (kumulatif) 134. r r8 (2020-
2024l,
10.ooo 180.000
KP 02.12.02 - Jumlah luas layanan irigasi Jrang direhabilitasi dan ditingkatkan ha (kumulatif) 1.078.057 (2020-
2O24t,
75.64 1.200.(x)o
W 02.12.02 - Volume layanan air untuk meningkatkan produktivitas irigasi milyar 03 54,32 55,40 45,13
KP 02.12.03 - Rasio potensi reduksi banjir oleh bendungan persen at3 m 47
KP 02.12.03 - Luas kawasan yang terlindungi dari risiko daya ru.ak air ha(kumulatif 37.754 l2O2O-
2024)
3.600 27.OOO
KP 02.12.03 - Jumlah infrastruktur pengendali daya rusak air yang dikelola unit (kumulatif) 549 549 69?
KP 02.12.03 - Panjang jaringan infrastruktur pengendali daya rusak air yang dioperasi dan
dipelihara
unit (kumulatif) t.784 t.744 2.222
KP 02. f2.03 - Kapasitas prasarana pengendali lah,r dan sedimen juta tr13 1,57 0,35 4,3
KP 02.12.03 - Jumlah kawasan yang menerapkan pendekatan terpadu struktural dan non-struktural kawasan
(kumulatif)
- (indikator baru) n 16
KP 02.12.03 - Jumlah wilayah sungai dengar pengembangan sistem informasi sumber daya air wilayah sungai
(Kumulatif)
- (indikator baru) 19 26
KP 02.12.05 - Akses rumah tangga perkotaan terhadap air siap ndnua perpipaan peraetr 24 (2020) 39,20 5 r,36
KP 02.12.05 - Kapasitas SPAM terbangun liter/detik 281.045 2f31.797 287.500
SK No 145283 C
persen 19,76 (2023) 28,2 40,2 KP 02. I 2.05 - Akses air minum jaringan perpipaan
berkas 5, hlm. 587 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 02.12.05 - Persentase Non Revenue Water (NRW) PDAM persen 33 (2023) 32 25
KP 02.12.06 - Jumlah kabupaten/kota yang memiliki IPLT dan berfungsi dengan baik kab/kota 196 218 514
KP 02,12,06 - Kapasitas IPAL yang terbangun sambungan
rumah
684.782 (2023) 730.OOO [email protected]
KP 02.12.06 - Rumah tangga yang memiliki tangki septik dan disedot secara berkala p€f,gen 9,35 (2023) lo ,E
KP 02.12.06 - Idle capacity IPLT persen 75,27 (2023) 70 30
KP 02.12.06 - Idle @pdcw IPAL perlctl 6s (2023) 64 60
KP 02.12.06 - Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan LLTT kab/kota 19 (2023) 30 70
KP 02.12.07 - Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki Jakstra SPAM provinsi dan
kab/kota
15 Provinsi dan
lO3 kab/kota
f8 Provinsi dan
178 kab/kota
38 Provinsi dan
508 kab/ kot
KP 02.12.07 - Jumlah p(ovinsi dan kabupaten/kota yang memiliki RISPAM termutakhirkan provinsi dan
kab/kota
21 Provinsi den
505 kab/kota
23 Provinsi dan
508 kab/ Kota
38 Provinsi dan
508
Kabupaten/ Kota
KP 02.12.07 - Jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang memiliki dokumen perencanaan sanitasi
(RSP/SSK) yang termutakhirkan
provinsi dan
kab/kota
278 (2023) 300 514
KP 02,12.07 - Jumlah BUMD air minum yang memiliki dokurucn RPAM BUMD air minum 121 176 394
KP 02.12,07 - BUMD air minum berkinerja sehat persen 65,39 (2023) 74 100
SK No 145284C
BUMD Air Minum s l2o23l ,n KP 02.12.07 - Jumlah BUMD air minum yang mengelola layanan air limbah domestik 7
berkas 5, hlm. 588 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.12.07 - Jumlah NSPK air minum yang tersusun/termutakhirkan dan telah ditetapkan
(kumulatif
ilFriti 0 2 9
l(P 02.12.07 - Jumlah NSPK ak limbah domestik yang tersusun/termutakhirkan darr telah
ditetapkan (kumulatif
iIFI.I o 5
KP 02.12.08 - JuEfaIr proyek yang mendapatkan fasilitasi pengembangan teknologi dan pengelolaan
peralatan bidang air minum (kumulatif
proyek o l2o23l 4 0
KP 02. 1 2.08 - Jumlah proyek pengembangan dan piloting teknologi sistem pengelolaan air limbah
domestik (kumulatif)
proyek o l2o23l 5 n
KP 02, I 2,08 - Jumlah proyek pembiayaan kreatif infrastruktur air tairruE yang sirap dikerjasamakan
(kumulatif)
proyek 8 lo 13
KP 02.12.08 - Jumlah proyek pembiayaan kreatif infrastruktur air limbah domestik yang siap
dikerjasamakan (kumulatif
proyek o l2o23l 2 o
KP 02.12.09 - Luas kawa.an yang terlindungi dari risiko daya rusak air di Pesisir Utara Jawa ha fkumulati0 3.577 (2020-2024) 200 5.000
KP 02.12.09 - Kapasitas prasarana air baku yang dibangun di Pesisir Utara Jawa m3/detik
(kumulatif
2,9A |2O2O-2O241 o,7 8,82
KP 02.12.09 - Akses air ndnuo jaringan perpipaan di Pesisir Utara Jawa pcrscll 30 3 r,5 41
KP 02.12.09 - Jumlah kabupaten/kota yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik
(IPAL/IPLT) dan berfungsi dengan baik di Pesisir Utara Jawa
kab/kota
(kumulatif
32 32 43
SK No 145286 C
persen KP 02.18.02 - Timbulan sampah terolah di fasilitas pengolahan sampah 15 (13 terdaur
ula,rd (2022)
24 (16 terdaur
ulang)
38 (20 terdaur
ulang)
berkas 5, hlm. 589 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 02.18.02 - TPA/LUR yang dioperasikan secara sanitary landfill/tingkat pengontrolan penuh unit - (indikator baru) 0 r I (kumulatif)
KP O3.O l.O I - Tingkat aksesibilitas jalan jalur utama daerah tertinggal dan perbatasan I@ per IOO l@2 2,70 2,60 2,44
KP O3.O I .O I - Panjang jalan tol yang beroperasi (kumulatif angka dasar tahun 2020) kE, kumulatif 751 (2023) 994 5,134
KP O3.O l.Ol - Kondisi mantap jalan nasional/provinsi/kabupaten/kota perSctr 92l7ols3l8t 94l7tl56le2 98/76/66/85
KP O3.O 1 .06 - Infrastruktur jalan perkotaan yang dibangun (kumulatif angka dasar tahun 2020) km, kumulatif 34,50 (2023) 54,5 155
KP 06.04.01 - Proporsi kontribusi PDRB Wilayah Metropolitan KBI terhadap PDB Nasional persen 4O,?5 (2022) 40,93 42,09
KP 06.04.01 - Skor Indeks Kota Berkelanjutan (IKB) rerata Wilayah Metropolitan KBI 45,86 (2023) 46,16 47,36
KP 06.04.01 - Proporsi kontribusi PDRB Wilayah Metropolitan KTI terhadap PDB Nasional persen 3,38 (2022) 3,42 3,52
KP 06.04.01 - Skor Indeks Kota Berkelanjutan (IKB) rerata Wilayah Metropolitan KTI 42,74 (2023) 43,04 44,24
KP 06.04.02 - Proporsi kontribusi PDRB Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan KBI terhadap PDB
Nasional
persen 3,83 (2022) 3,89 4,01
KP 06.04.02 - Skor Indeks Kota Berkelanjutan (IKB) rerata perkotaan Non-Wilayah Metropolitan KBI 49,81 (2023) 50,11 51,31
KP 06,04.02 - Proporsi kontribusi PDRB Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan KTI terhadap PDB
Nasional
tr crs€rr 3,15 (2022) 3,57 4,12
KP 06.04.02 - Skor Indeks Kota Berk larjutan (IKB) rerata perkotaan Non-Wilayah Metropolitan KTI 47,20 lm23l 47,5 44,7
SK No 145287 C
kab/kota 514 514 514 KP 06.06.04 - Jumlah kabupaten/kota yang mengimplementasikan pemenuhan standar keandalan
bangunan
berkas 5, hlm. 590 OCR
FR.ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASEI.INE2O24 TARGET2O2S TARGET 2O2g
KP 06.07.01 - Rumah tangga perdesaan dengan akses ak minum aman persen ta,g (2023) 22 30
KP 06.07.01 - Rumah tangga perdesaan dengan akses sanitasi aman persen 4,77 6 t2
I(P 08.04.05 - Rasio kabupaten/kota yang menerapkan infrastruktur berketahanan bencana di lokasi
prioritas bencana
p€f,s€xt 19 100
(indikator baru)
SK No 145288 C
berkas 5, hlm. 591 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC Program Ketahanan Sumber Daya Air 100.070.110.237
145.FC.7690 Layanan Teknis SDA 502.594.170
14s.FC.7690.QMA Data dan Informasi Publik 502.594.170
l45.FC.7690.OMAO01 Modernisasi sistcro informasi SDA o 5a dokumen 419.177.9& 02 t2 03 05
r45.FC.7690.QMA.O02 Flood Management in North Java Project I O dokumen 64.A22.703 02 12 09 01
145.FC.7690.OMA.003 National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP)
I O dokumen 18.593.487 02 12 03 o5
145.FC.7691 Pengembangan Jaringan Irigasi Permukaan,
Rawa, dan Non-Padi
N.719.524.593
145.FC.7691.RBR Dukungan Teloris 35.409.461
145.FC.7691.RBR.501 Komering trrigation Project Stage IIt I O Dokumen 35.,rc9.461 02 12 02 07
07 15 0l 02
145.FC.7691.RBS Prasarana Jaringan Sumber Daya Air 29.684.115.132
SK No 145289 C
Pembangunan jaringan irigasi waduk r50 Xm
02 10 0? o3
145.FC.7691.RBS.001 6 10.073.141.695 0a 03 03 06
berkas 5, hlm. 592 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/XRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 02 06
145.FC.7691.RBS.002 Pengembangan dan pengelolaan irigasi di
Kawasan Sentra Produksi Pangan
n Km 7.000.000 02 10 07 02
02 t2 02 04
t.Ia
02
03
fila
03
07
08
06
145.FC.7691.RBS.003 Pengembangan dan pengelolaan irigasi
urttuk mendukung ketahanan pangan lokal
14 o Km 410.730.004 06 07 06 02
08 03 03 06
02 10 11 01
02 t2 02 05
145.FC.7691.RBS.006 Rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi
waduk
0 150 Km 4.5t1.il4.972 02 10 07 03
02 12 02 06
07 15 01 02
08 03 03 06
SK No 145290 C
36 0 Kf
02 lo 09 03
145.FC.7691.RBS.008 Rehabilitasi/peningkatan prasarana irigasi
Untuk Mendukung Ketahanan Pangan
L.okd
747.667 .57 | 07 15 01 TD
06 03 03 oal
berkas 5, hlm. 593 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 r0 rl ol
02 t2 02 05
06 07 06 02
145.FC.7691.RBS.501 Rentang krigatiqr Modernization Project
(RIMB
x9 122 K 3.742.624.418 02 lO 07 03
02 t2 02 frl6
02
06 o3
15
03
a?
08
o1
145.FC.7691.RBS.502 Komering Irrigation Project Stage III I 0 KE 1.136.554.511 08 03 03 06
02 lo 03 0l
02 t2 02 na
06 04 0l 02
145.FC.7691.RBS.503 The Urgent Rehabilitation of Strategic
Irrigation for Western Region of Indonesia
15 n Km 946.574.542 02 l0 07
02 t2 02 05
07 15 01 02
03
SK No 145291 C
o t(m
145.FC.7691.RBS.504 Infrastructure Reconstruction Sector [aan
(IRSL) in Central SulawEsi
I 6.083.678 07 15 01 02
berkas 5, hlm. 594 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 10 07 o3
02 12 02 05
145.FC.7691.RBS.505 Strategic Irrigation Modernization and
Urgent Rehabilitation Project (SIMURP)
I o Km 46.933.746 02 10 07 03
02 t2 02 o5
07 l5 0l 02
08 03 03 06
145.FC.7691.RBS.506 River Basin Improvement Program 0 I XD 3.326.37a.168 07 15 01 02
02 t2 02 04
06
03
03
07
03
lo
08
02
145.FC.7691.RBS.507 Development and Rehabilitation of lrrigation
Projcct
o 1 KE 2.372.139.609 02 10 tt 03
02 L2 02 04
07 15 01 XD
08 03 03 06
SK No 145292 C
Climate Adaptive Irrigation Project o I(m
02 10 18 ol
145.FC.7691.RBS.508 o o 07 15 0l 02
berkas 5, hlm. 595 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AJ'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 02 o4
145.FC.7691.RBS.701 Rehabilitasi Daerah i irigasi Cisadane ll l(t! 259.050.001 02 10 07 03
02 t2 02 o5
07 15 0r 02
06 03 03 08
145.FC.7691.RBS.704 Rehabilitasi Daerah irigasi Baro Raya 15 17 I(!n 221.747.641 07 15 01 02
08 03 03 06
02 10 07 03
02 12 02 na
r45.FC.769r.RBS.706 Pembangunan Daerah irigasi Batang
Sinamar
3 20 l(o 259.999.999 02 10 07 03
02 12 02 o5
0,6 03 03 08
145.FC.7691.RBS.708 Pembangunan Daerah irigasi Batang Asai
(Tahap tl)
o I Kr6 6al.69A.OO2 0a 03 03 n3
02 lo o7 03
02 t2 02 o5
SK No 145293 C
a Km 154.300.000 02 lo 07 03 145.FC.7691.RBS.709 3
berkas 5, hlm. 596 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Daerah irigasi Ak Seluma yang
direhabilitasi
02 t2 02 05
o7 15 01 02
08 03 03 06
145.FC.769 r.RBS.710 Rehabilitasi Daerah irigasi Way Sekampung 22 lg Km 334.935.494 07 15 01 02
08 03 03 06
02 r0 0? 03
02 t2 02 06
145.FC.7691.RBS.712 Rehabilitasi Daerah irigasi Jragung (Tahap
rr)
lo 7 Itn 104.994.002 02 lO O? 03
02 t2 02 06
o? l5 01 02
08 03 03 06
145.FC.7691.RBS.712.0000 Rehabilitasi Daerah irigasi Jragung (Tahap
ll) - Pucat
lo 7 KE 104.998.002 06 04 01 LE
SK No 145294C
Rehabilitasi Daerah irigasi Glapan (Tahap II) 45 o I(!r
145.FC.7691.RBS.714 207.212.994 07 15 0r tr)
berkas 5, hlm. 597 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 12 02 it3
145.FC.7691.RBS.716 Rehabilitasi Daerah irigasi Pacal I o Km 132.800.002 02 lo 07 03
02 t2 02 06
o? 15 01 02
08 03 03 06
145.FC.7692 Pengendalian Banjir, Lahar, Pengelolaan
Drainase Utama Perkotaan, dar Pengaman
Pantai
29.87 r.133.811
14s.FC.7692.R8H Prasarana Bidang Pengendalian Bencana 5.653.254.167
145.FC.7692.RBH.001 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis
o 11 unit r.640.719.000 0a 03 02 03
02 t2 03 ol
145.FC.7692.RBH.002 Bangunan pendukung pengendali banjir
IKN
o o unit 450.000.001 02 t2 03 0l
08 03 02 o3
145.FC.7692.RBH.501 Volcanic Disaster Risk Reduction Sector
Loan
o B unit 1.912.1?2.t356 02 12 03 o4
SK No 145295 C
o unit 712.462.313 02 t2 03 o1 r45.FC.7692.RBH.502 National Urban Flood Resilience Project
(NUFReP)
o
berkas 5, hlm. 598 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.FC.7692. RBH.502.0000 National Urban Flood Resilience Project
(NUFRGD - Pusat
3 o unit ?12.462.3t3 08 03 02 o3
145.FC.7692.RBH.701 Pembangunan Groundsill Sungai
Cipamin8ki8 tTahap III)
I o unit 449.999.9 08 03 02 04
02 12 03 o4
08 04 05 02
r45.FC.7692.RBH.?O 1.0000 Pembangunan Groundsill Sungai
CipaDingkis (Tahap tlD - Pusat
I o unit 449.999.996 06 04 0l o3
145.FC.7692.RBH.702 Pembangunan Groundsill Sungai
Srandakan
I 0 unit 200.000.000 08 04 05 02
02 t2 03
04 02 03 ilal
04
145.FC.7692.RBH.704 Pembangunan Pengendalian Banjir di
Kabupaten Seram Bagian Barat (Tahap II)
2 unit 247.500.000 02 t2 03 03
08 03 02 03
0a 03 02 04
145.FC.7692.RBR Dukungan Teknis 222.524.007
145.FC.7692.RBR.501 Engineering Service Project fd Multipurpose
Da4a, Rivers alrd Coastal
I O Dokumen 6.617.830 02 t2 03 05
SK No 145296 C
I Doku.men 36.741.000 02 t2 09 0l 145.FC.7692.RBR.502 Flood Management in North Java Project 2
berkas 5, hlm. 599 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7692.RBR.503 National Urban Flood Resilience kqjcct
(NUFReB
7 O Dokumen 179.165.178 02 12 03 05
145.FC.7692.RBS Prasarana Jaringan Sumber Daya Air 23.995.355.637
145.FC.7692.RBII.OO r.OO00 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Pusat
o 3,23 Xm 515.164.999 02 t2 03 0l
145.FC.76S2.RBn.OO1.3 100 Prasarana petlg€ttdaliatt banjir di kawasan
metropolitan strategis - Provinsi DKI
Jakarta
u o ttur 300.ooo.ooo 02 t2 09 o1
145.FC.7692.RBS.001.3209 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Cirebon
u o I(m 100.000.000 02 12 09 o1
145.FC.7692.RBS.001.3317 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Rembang
o o,5 KE 120.000.000 02 12 09 ol
145.FC.7692.RBS.001.3319 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - l(ab. Kudus
o 0,5 KE 50.ooo.ooo 02 t2 09 0l
145.FC.7692.RBS.00 1.3320 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Jepara
o o Km ,to.ooo.ooo 02 12 09 ol
l45.FC.7692.RBS.OO 1.332 I Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Demak
o o,7 KD 220.000.000 02 t2 09 0l
SK No 145297 C
0,85 Km 80.ooo.ooo 02 12 09 01 r45-FC.7692.RBS.OO r-3325 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Batang
berkas 5, hlm. 600 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145. FC.7692.RBS.00 1.3326 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
Ectrot olita[ strategis - Kab. Pekalongan
o ll Krn 119.999.999 02 12 09 ol
145.FC.7692.RBS.00 1.3328 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab, Tegd
o o Kro 75.OOO.OOO 02 t2 09 ol
145.FC.7692.RBS.00 1.3329 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Brebes
o 0,5 I(!r 75.OOO.OOO 02 L2 09 0l
r45-FC.7692.RBS.OO 1.3524 Prasarana pengendalian banjir di kawasan
metropolitan strategis - Kab. Lamongan
o o I(E 129.999.994 02 t2 09 o1
145.FC.7692.RBS.002 Pantai Utara Jakarta o o I(m 10.800.041.929 02 12 09 0l
08 03 0r o3
145.FC.7692.RBS.036 Pengendalian banjir Kali Bekasi yang
dibangun
o o I(m 405.674.527 08 03 02 03
02 t2 09 ol
r4s.Fc.7692. RBS.036.OOOO Pengendalian banjfu Kali Bekasi yang
dibangun - Pusat
o o l(m 405.674.527 06 04 01 03
145.FC.7692.RBS.501 Bali Beach Conservation Project II 2 o I(.E 669.677.995 02 t2 03 03
08 04 05 tm
145.FC.7692.RBS.501.0000 Bali Beadr C,qtservatiqr Project II - Pusat 2 n I(m 669.677.995 06 04 0l 07
SK No 145298 C
o KE 45.021.663 08 04 05 02 145.FC.7692.RBS.502 5
berkas 5, hlm. 601 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Infrastructure Reconstruction Sector Loan
(IRSL) in Central Sulawesi
02 12 03 02
08 03 02 04
145.FC.7692.RBS.503 Urban Flood Control System Improvement
ir Selected Cities Phase II
12 0 Km 222.229.025 08 03 02 03
02 t2 03 IM
02 05 o4 08
145.FC.7692.RBS.504 National Urban Flood Resilience Project
{NUFReP}
6 o I(m 3.865.083.982 08 03 02 03
08 04 05 02
145.FC.7692.RBS.504.0000 National Urban Flood Resilience Project
(NUFRCPI - Pusat
4,8 o Ka 3.227.532.372 02 12 03 o1
06 04 01 08
01
0604OlOl
0604ol o5
to 04 la]a
14s_FC.7692-RBS- 504_3374 National Urban Flood Resilience Project
(NUFRCD - Kota Semarang
1,2 o Km 637.551.610 02 t2 09 01
SK No 145299 C
13 o t(m
145.FC.7692.RBS.505 Flood Management in North Java Projec't 2.a77.402.5tA0212mOl
berkas 5, hlm. 602 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PRC'ITEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
08 03 02 03
145. FC.7692.RBS. 505.OOOO Flood Management in North Java Project -
Pusat
13 o Km 2.477 .402.5tA 0,6 (N 0 I 0s
145.FC.7692.RBS.701 Pembangunan Pengaman Pantai Pulau
Terluar di Provinsi Kepulauan Riau (Tahap
M
o o I(Ir1 296.500.996 08 03 01 03
02 t2 03 03
08 04 0s 02
145.FC.7692. RBS.70 l.OO00 Pembangunan Pengaman Pantai Pulau
Terluar di Provinsi Kepulauan Riau (Tahap
fq - Pusat
o o Km 296.500.996 0,6 07 05 03
145.FC.7692.RBS.702 Pembangunan Pengendalian Banjir Air
Bengkulu
I Km 756.058.001 0a 04 05 02
08 03 02 03
02 12 03 02
145.FC.7692.RBS.704 Pembangunan Pengaman Pantai Congot
Kabupaten Kulonprogo
o 0 I{m 200.000.003 02 t2 03 04
08 04 05 02
08 03 01 03
SK No 145300 C
o t(m
02 t2 03 04
145.FC.7692.RBS.705 Pembangunan Pengaman Pantai di 3 (Tiga)
Gili Kabupaten L.,obok Utara
I 179.999.997 08 03 01 o3
berkas 5, hlm. 603 OCR
FR,EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
08 04 05 02
145.FC.7692.RBS.708 Pembangunan Pengendalian Banjir Batang
Suliti (Tahap II)
I 1 Km 228.000.000 08 04 05 02
08 03 02 03
02 12 03 04
145.FC.7692.RBS.709 Pembangunan Pengendalian Banjir Batang
AAa.E di Kota Payakumbuh (Tahap ll)
1 o Km 148.000.001 02 t2 03 ltt)
08 04 05 02
08 03 02 03
145.FC.7692.RBS.710 Pembangunan Pengendalian Banjir Batang
Lembang (Tahap II)
I o I(,n 180.000.001 08 03 02 03
02 t2 03 02
08 04 05 02
145.FC.7692.RBS.711 I Pembangunan Pengendalian Banjir
Kabupaten Dharmasraya (Tahap ll)
I o Km 155.000.001 08 04 05 02
08 03 02 03
02 t2 03 04
SK No 145301C
o l(E
08 03 0l 03
145.FC.7692.RBS.714 Pembangunan Pengaman Pantai di
Kabupaten Kaur (Tahap ll)
I 45.000.002 02 t2 03 04
berkas 5, hlm. 604 OCR
. 1204 .
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2S TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.FC.7692.RBS.721 Pembangunan PengaEartan Pantai
Boj@Ssalawe (Tahap M
0 0 l(.o 182.500.000 08 03 01 o3
02 t2 03 04
145.FC.7692.RBS.728 Pembangunan Pengaman Pantai AURI Kota
Ba.likpapan
0 Km 200.000.001 02 t2 03 o4
08 03 0r o3
08 04 05 02
145.FC.7692.RBS.730 Pembangunan Pengaman Pantai Amurang
Kabupaten Minaha8a (Tahap ll)
o Km 47.999.994 08 04 0s 02
02 t2 03 ()4
03 03 o8 ol
145. FC.7692. RBS.730.OO(x) Pembangunan Fcfrgaman Pantai Amurang
IGbupatcn Minahasa (Tahap Il) - Pusat
1 o Km 87.999.998 06 04 0l 10
145.FC.7692.RBS.731 Pembangunan PcngaEaD Partai Kabupaten
Bolaang Mongondow Utara
1 o KE 153.000.fin oa 03 01 IFl
02 t2 03 (x
02 05 04 08
SK No 145302 C
o Km
oa 04 05 7D
145.FC.7692.RBS.732 Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai
Bolango (Tahap ll)
150.000.000 02 12 03 04
berkas 5, hlm. 605 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / I{EGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7692.RBS.734 Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai
Lu6u di Kabupaten Mamuju Tengah
2 o i"ii! 152.000.000 08 04 05 02
02 12 03 04
08 03 02 03
145.FC.7692.RBS.736 Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai
Kalukku Kabupaten Mamuju
3 n Km 171.000.001 08 03 02 03
02
04
TIi
o3
04
t2
r|I]
02
145.FC.7693 Pengembangan Bendungan, Danau, dan
Bangunan Penampung Air Lainnya
29.654.336.212
145.FC.7693.RBG Prasarana Bidang SDA dan Irigasi 29.654.336.212
145.FC.7693.RBG.004 B€ndurryan Cibeet yang dibangun n unit 4.945.534.064 02 t2 01 01
08 03 02 01
145.FC.7693.RBG.004.0000 Bendungan Cibeet yang dibangun - Pusat 1 o unit 4.945.534.064 06 04 01 o3
145.FC.7693.RBG.005 Bendungan Cijurey yang dibangun 0 unit 2.861.100.623 08 03 02 01
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.005.0000 Bendungan Cijutcf, yang dibangun - Pusat 0 unit 2.861.100.623 06 04 0l 03
SK No 145303 C
Bendungan Kedunglanggar I unit l.aG).621.o01 02 l0 07 03 145.FC.7693-RBG.006 o
berkas 5, hlm. 606 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
02 t2 0l ol
oa 03 02 o1
145.FC.7693.RBG.007 Bendungan Mbay yang dibangun o unit 372.889.889 08 03 02 01
02 L2 01 01
145.FC.7693.RBG.009 B€odrmgart Jenelata yang dibangun 0 unit 2.323.957.624 02 lO 07 03
02 12 01 01
08 03 02 0l
145.FC.7693.RBG.009.0000 Bendungan Jenelata yang dibangun - Pusat I 0 unit 2.323.957.624 06 04 01 tEl
145.FC.7693.RBG.013 Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh
yang dibangun
1 o unit 216.455.422 08 03 02 0l
02 t2 01 o1
145.FC.?693.RBG.O l5 Bendungan Tiga Dihaji yang dibangun o unit 3.666.923.603 02 lO 07 03
02 t2 01 ot
08 03 02 0l
SK No 145304C
Bendungan Jragung yang dibangun o unit
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.028 399.246.757 08 03 02
berkas 5, hlm. 607 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.FC.7693.RBG.028.0000 Bendungan Jragung yang dibangun - Pusat I o unit 399.246.?57 06 04 0l 05
145.FC.7693.RBG.029 Bendungan Bener yang dibangun I o unit 2.401.605.495 02 t2 0r
08 0i! 02 01
o1
145.FC.7693.RBG.035 Bendungan Bagong yang dibangun I o unit 961.650.418 08 03 02 0l
02 lo o? o3
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.045 Bendungan Manikin yang dibangun I o unit 915.330.101 02 t2 01 0l
08 03 02 ol
145.FC.7693.RBG.050 Bendungan Bulango Ulu yang dibangun I o unit 119.699.997 08 03 02 01
02 t2 0l ol
03 o? lo m
r45.FC.7693.RBG.O5l Bendungan Budong-Budong yang dibangun I o unit 447 .633.942 02 t2 0 I ol
08 Gl 02 0l
SK No 145305 C
Bendungan Way Apu yang dibangun o unit
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.056 I 532.642.701 08 03 02 ol
02 lo 07 03
berkas 5, hlm. 608 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7693.RBG.068 Bendungan Cabean yang dibangun I 0 unit 490.226.311 02 10 07 03
02 12 01 o1
ol 02 o3 IaI:]
145.FC.7693.RBG.077 Bendungan Karangnongko yang dibangun I o unit 1.021.329.539 08 03 02 0l
02 10 07 03
02 t2 0l ol
145.FC.7693.RBG.501 Additional Loan Karian Daro Project I o unit 11.416.214 02 r0 07 03
02 t2 09 02
145.FC.7693.RBG.502 Bendungan Pelosika o I unit 6.126.992.50a 02 10 07 03
02 t2 0l ol
08 03 02 01
145.FC.7693.RBG.701 Revitalisasi Situ Konservasi di Bayangkara
Park Polda Bangka Belitung
I o unit 30.000.000 08 03 02 02
02 t2 m ol
145.FC.7694 FrngeEbangsn J.ringan Air Tanah dan Air
Baku
10.322.521.451
SK No 145306 C
Prasarana Bidang SDA dan Irigasi 5,+.999.994 145.FC.7694.RBG
berkas 5, hlm. 609 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TA.RGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7694.RBG.001 Embung dan tampungan air laiturya pada
kawasan IKN
I o unit 54.999.998 02 t2 01 01
145.FC.7694.RBS Prasarana Jaringan SuEbcr Daya Air 10.267.521.453
145.FC.7694.RBS.001 Pembangunan prasarana penyediaan air
baku bersumber dari bendungan
o 74 Xm 8.494.284.938 02 t2 02 03
145.FC.7694.RBS.002 Rehabilitasi/ peningkatan prasarana
penyediaan air baku bersurob€f, dari
bendungan
o o i3,n 768.200.000 02 t2 02 03
145.FC.7694.RBS.003 Prasarana air baku IKN o o Km 244.OOO.OOO 02 12 02 0l
145.FC.7694.RBS.004 Afu baku di Kawasan Sentra Produksi
Pangan
0 3 KE 126.500.000 02 t2 02 ol
145.FC.7694.RBS.005 Pembangunan prasarana air baku kawasan
pantai utara Jat 'a
o o l(m 112.500.000 02 t2 09 02
145.FC.7694.RBS.501 Karian DaE-Serpong Water Coovc5.ancc
System
0 o Km 366.286.512 02 t2 G' 02
145.FC.7694.RBS.701 Pembangunan Sarana dan Prasarana Air
Baku Karian Serpong
o o Km 54.250.000 02 t2 09 02
SK No 145307 C
o Km 56.000.000 02 t2 09 02 145.FC.7694.RBS.703 Pembangunan Sarana dan Prasarana AL
Baku Lobcn.r Kabupaten IndrqdaJru
a
berkas 5, hlm. 610 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.FC.7694.RBS.705 Pembangunan prasarana air baku
Kotawaringin Barat
t7 o Km 45.500.002 02 t2 02 02
145.GA Program Infr astruktur Konektivitas 242.711.798.987
145.GA.7696 Pel,aksanaan Preservasi dan Feohgkatan
Kapasitas Jalan Nasional
242.711.798.987
145.GA.7696.RBC Prasarana Bidang Konektivitas Darat (Jalan) u.aas.777.aal
r45.GA.7696.RBC.00 l. 1300 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Sumatera Barat
o 17,8 ld 557.461.118 05 03 0l 02
145.GA.7696.RBC.001.1500 1. 1500 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Jambi
o o km 557.461.1t4 05 03 01 02
03 0l ol ol
r45.CA7696.RBC.O0 1. 1600 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Sumatera Selatan
o 0 lm 557.461.118 05 03 01 v)
02 04 06 o1
03 0l 01 ol
145.G4-7696.RBC.OO 1.3200 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Jana Barat
o 3,63 kn 557.461.118 05 03 01 02
03 01 0l o1
SK No 145308 C
o l@
05 03 0l 02
145.GA7696.RBC.OO r.3300 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Jawa Tcngah
o 557.461.118 03 01 0r 01
berkas 5, hlm. 611 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.OA.7696.RBC. 00 1.3400 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Dl Yogyakarta
4 24,75 kE 557.461.118 05 03 0l 19
03 01 0l ol
03 05 0l 001
145.G4.7696.RBC.00 1.3500 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Jau,a Timur
o 66,66 km 557.461.118 05 03 0l 02
03 01 01 0l
145.GA.7696.RBC.00 r.390 1 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
AKSES TOL PATIMBAN
I o ht 557.461.118 02 L2 09 trli
03 01 0r 02
02 03 05 o1
145.G4.7696. RBC.00 1.3905 Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
SERANG PANIMBANG
3 o h 557.461.11a 05 03 01 02
03 01 01 02
145.G4.7696. RBC.00 1. 5 IOO Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Bali
o o h 557.461.114 03 01 01
06 04 0l 07
05 03 01 02
o1
SK No 145309 C
Pembangunan Jalan Bebas Hambatan -
Provinsi Kalimantan Timur
o lgl 0060?04 03
145.GA.7696.RBC.001.6400 1 -6400 o o I@ 557.461.118 05 03 01 02
03 0t 01 ol
145.GA.7696.RBC.002.3325 3
berkas 5, hlm. 612 OCR
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - JALAN WAGETE - TIMIKA
os 03 01 7n
r45.GA7696. RBC.OO2.3420 Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - JALAN MULIA - SINAK
3 o Lm oos030l 7n
03 0r ol 0l
06 07 04 03
145.GA.7696.RBC.002.3908 Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - MAMEH - WINDESI (WERABUR)
5 o lm 0060704 03
05 03 0l 02
145.GA.7696.RBC.002.3911 I I Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-
Sordl8 - TOWE HITAM - OKSIBIL
2 3 km 005 03 01 02
06 07 04 03
145.GA.7696.RBC.002.3932 Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - PERBATASAN OKSIBIL - TOWE
HITAM
3 o kE 006070403
05 03 01 02
14s.GA.?696. RBC.002.9 100 Pembangunan Jalar Trans Papua Merauke-
Sorong - Provinsi Papua Barat
7 29,6 km 7.409.805.000 05 03 01 02
06 07 04 03
03 0l ol 01
SK No 145310 C
127 h
o5 03 o1 02
145.GA7696.RBC.002.9400 Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - Provinsi Papua
o 7.409.805.000 03 0r ol o1
berkas 5, hlm. 613 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
x)25-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 07 04 03
145.GA.7696.RBC.003.1100 I IOO Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Aceh
o x,2 kE 439.447.754 03 0l Ol 0l
ol IM 03 05
145.GA.7696.RBC.003. 1700 Pembangunan Jalar Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Bengkulu
o 0,8 km 439.847.754 05 03 0l 02
03 0l 0l ol
145.GA.7696.RBC.003.2953 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - ANJIR PASAR
(BTS.PROV.KALTENG ) . SERAPAT - BTS.
KOTA BANJARMASIN
3 o Lm 439.44?.754 06 04 01 ftl:l
r45.GA-7696. RBC.O03.3200 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa Barat
n 0 ld 439.447.754 fil 01 0l Ol
05 03 0l 02
r45-GA769{i. RBC.OO3.3257 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - JALAN KRETEK - GIRIJATI
2 0 ld 439.447.754 05 03 0l 02
03 01 0l ol
145.GA.7696.RBC.003.3277 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - JALAN MANADO OUTER
RINGROAD ItI
3 km 439.847.754 06 04 0l tO
SK No 145312 C
05 03 0l 02
berkas 5, hlm. 614 OCR
REPVBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RBC.003.3284 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - JALAN NANGA PINOH - El,A
HILIR - BATAS KALTENG
4 o ktrl 439.447.?54 05 03 0l 02
145.GA7696.RBC.003.3300 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa T€dgah
0 4,3 km 439.447.754 05 03 01 02
145.GA.?696. RBC. 003.33 l2 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - JALAN SP. MOYANA -
WONAMA
6 0 kE 439.847.754 03 0l 0r
0s 03 0t 02
ot
145.GA.7696.RBC.003.3400 Pembangunan Jalan Koridor t Logistik
(Backb6!c) - Provi[si DI Yo$/akarta
o o kE 439.847.?54 05 03 01 02
03 01 0l ol
145.GA.7696.RBC.003.3500 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jav,a Timur
o 12,6 Lm 4.39a.477.539 03 01 01
05 03 0l 02
o1
145.GA.7696.RBC.003.3654 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Infrastructure RcconsEuctict
Sector lrs,r (IRSL)
B o llm o050301 taD
145.GA.7696.RBC.003.3656 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Jalan Lintas Tengah (Jantho-
Keumala)
6 o kB 005 03 01 02
SK No 145313 C
o LE oo5030t02 14s.GA-7696-RBC.OO3.5 I 0 I 1
berkas 5, hlm. 615 OCR
IFTTT3
N
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Feroban$man Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - BTS. KOTA SINGARAJA -
MENGWITANI TITIK 9.IO
06()4OlOT
145.GA.7696.RBC.003.5300 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
0 0 km o05 03 01 02
03 01 01 02
r45.GA.7696. RBC.003.6200 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan Tengah
0 20,5 l@ 005 03 01 02
145.GA.7696.RBC.003.6400 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbdre) - Provinsi Kalimantan TiEur
o o b o050301 02
0,6 07 05 0r
145.GA.7696.RBC.003.6500 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi l(aliriantan Utara
o o h 0060705 02
05 03 01 7t)
145.GA.7696. RBC.003.7500 Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Gorontalo
o o ltm o05030l 02
03 0l ol 02
145.GA,7696.RBC.003.9 IOO Pembangunan Jalan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Papua Barat
5 0 km oo5030l02
06 07 04 03
SK No 145314C
o lo 005 03 01 02 r45.GA.7696.RBC.005. I 100 Pembangunan Jalan Aksca Simpul
Transportasi Uta.Ea dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Aceh
o
berkas 5, hlm. 616 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
- L2t6 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RBC.005.1200 1 200 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sumatera Utara
o o km 005 03 01 02
145.G4.7696.RBC.O05. I 300 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sumatera Barat
o n llm oo5030l02
03 01 01 04
145.G4.7696.RBC.OO5. 1600 Fctlbangunan Ja]art Akses Simpul
Transportasi Utartra dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Su.Datcf,a Selatan
o n km oo5 03 01 02
145.G4.7696.RBC.OO5. 1900 Pcobangunar! Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung
o n h oo5030l02
145.G4,7696. RBC. 005.2 100 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Kepulauan Riau
o o tm o050301 02
145.G4.7696. RBC.005.3200 Pembangunan Jalar Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Jatra Barat
o 0 h oo5030l02
03 01 01 04
SK No 145315 C
o ko 0050301 02 145.GA.7696.RBC.005.3300 Pembangunan Jalan AksEs Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Jawa Tengah
o
berkas 5, hlm. 617 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RBC.005.3500 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Jawa Timur
0 o ko 02 03 05 o ol
03 0l 0l 04
145.GA.7696. RBC.005.5300 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Uta.Ea datr Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
0 o Lm o05030t 02
145.G4.7696. RBC.005.6 100
145.GA.7696.RBC.005.6200
145.GA.7696.RBC.005.6300
Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Uta.Ea dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Kalimantan Barat
Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Uta.Ea dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Kalimantan Tengah
Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Kalimantan Selatan
0 o km 0050301 at2
0t
0l
atq
19
03
03
05
05
0
xl
km
I(m
o
o
0
0
145.GA.7696.RBC.005.6400 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(I(awasart) - Provinsi Kalimantan Timur
0 o l@ 00s030l 7t
SK No 145316 C
o km o0s030l 02 r45.GA.7696.RBC.005.7 lO0 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sulawesi Utara
berkas 5, hlm. 618 OCR
FF.ESIDEN
KODE
145.GA.7696.RBC.005.7200
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
Pembangunan Jalan ALsca Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sulawesi Tengah
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
02 o3 o5 0 kD o o
INDIKASII ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
01
145.GA.7696.RBC.005.7400 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sulawesi Tenggara
o o kE 0050301 02
145.GA.7696.RBC.005.7500 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Gorontalo
0 o kE o050301 7D
145.GA.7696.RBC.005.7600 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sulawesi Barat
0 o kE o050301 1t)
l45.GA.7696.RBC.OO5.a 100 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Maluku
o 1,4 km 84.OOO.OOO 05 03 01 ID
03 0l ol 04
145.GA.7696.RBC.005.8200 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Maluku Utara
o 0 km 005030r02
SK No 145317 C
o kE o050301 02 145.GA7696.RBC.005.9 100 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Papua Barat
o
berkas 5, hlm. 619 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x25-2029
(FS Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA,7696.RBC.005.9400 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kaqra8arr) - Provinsi Papua
o o l(ln o050301 tr)
r45.GA.7696.R8C.006 Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dsn
Fcrbatasan
38,6 204,3 l@ 26.996.987.462 07 15 01 Lll
r45.GA7696.RBC.006. r300 Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Sumatera Barat
o 7,72 lor t.299.694.746 07 15 01 ID
03 01 0l 05
145.G4.7696.RBC.006. 1 700 Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Bengkulu
o 9,85 Lm 1.299.698.746 03 0l Ol 05
071501 tll
14s.GA.7696.RBC.006.2 100 Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Kepulauan Riau
o 5,61 r-tn 1.299.694.746 07 15 0r 09
03 0l ol 05
02 05 07 06
r45.GA7696. RBC.006.5300 Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal d6n
Perbatasan - Provinsi Nusa Tenggara Timur
o o h 1.299.694.746 0,6 07 05 02
03 01 01 o5
SK No 145318 C
Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Kalimantan Tiour
o 42,1 l@ 1.299.654.746 06 07 05 02
145.GA.7696.RBC.006.6400 o 39,02 km 1.299.698.746 03 0l Ol 05
06 07 05 o1
145.GA.7696.RBC.006.6500
berkas 5, hlm. 620 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pembangunan Jalan Da€f,ah Tertinggal dan
Ferbetessn - Provinsi lGlihantEn Utara
03 0l ol 05
145.GA7696.RBC.006.7500 Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Gorontalo
o o Lm 4.999.694.746 03 01 0l 05
06 07 0s ol
145.GA.7696.RBC.006.8 IOO Pembangunan Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Maluku
38,6 18 l@ 5.999.698.746 06 07 05 02
07 l5 0l 09
03 01 01 05
145.GA.7696.RBC.006.8200 Pembangunan Jalan Da€f,ah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Maluku Utara
o 5,7 h 6.t3qt.694.746 03 01 0l 05
06 07 05 02
07 ls ol 09
145.GA.7696.RBC.007 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Kalimantan
Tengah
o 0 lm 007 l5 0l 09
145.OA.7 696.RBC.OO7. 1222 Pembangunan Jalar Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Kalimantan
Tengah - PULANG PISAU - BTS. KOTA
KUALA KAPUAS
o o kE 003 01 0l 03
SK No 145319 C
Sentra Food Estate Kalimantan
o Lm 003 01 0l 03 145.GA.7696.RBC.007.2897 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan o
berkas 5, hlm. 621 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Tengah - BTS. KOTA KUAJ,ll KAPT AS - BTS.
PROV. KALSEL
145.GA.7696.RBC.008 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera Utara
o o ld ow150l09
145.GA.7696.RBC.009 Pembangunan Jalal Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan
o o I@ o07 l5 0l 09
145.GA.7696.RBC.010 Fclrbangulan Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Timur
o o lrE o07 15 01 (x'
l45.GA.7696.RBC.Ol I Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua
o n km 007 15 0t 09
145.G4.7696.RBC. 0 I 1.5300 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua -
Provinsi Nu.a Tenggara Timu.r
o 0 I@ o 07 15 0r 09
l45.CA7696.RBC.O1 1.61(x) Pembangunan Jalan Mendukung l<aqrasai
Sentra Pangan/Food Estate Papua -
Provinsi Kalimantan Barat
o o Lrn o0? l5 01 09
SK No 145320 C
n ld o 07 15 01 09 145.GA.7696.RBC.O I 1.6400 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua -
Provinsi Kalimantan Timur
o
berkas 5, hlm. 622 OCR
FF.E3IOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE'T2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.GA.7696.RBC.012 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
S€f,rtra Pangan/Food Estate Papua Selatan
o o h o o7 l5 01 09
145.GA.7696.RBC.015 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo
o 17,9 ld 692.940.000 03 01 01 03
03 05 lo 001
145.GA.7696.RBC.023 Pembangunan Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali
o 0,98 35.190.000 03 05 02 003
03 0l 0l o3
145.GA.7696.RBC.024- 1600 Pembangunan Jalan Perkotaan - Provinsi
Sumatera S€latan
o 5,3 kE u4.496.000 03 01 06 04
06 04 0l 02
145.GA.7696.RBC.024.3200 Pembangunan Jalal Perkotaan - Provinsi
Jewe Beret
n 1,91 ko 174.496.000 03 01 06 o4
145.G4.7696.RBC.024.32 lO Pembangunan Jalan Perkotaan - GORR
SEGMEN I
n 3,18 h 174.496.000 03 0l 06 04
r45.GA7696. RBC.024.3262 Pembangunan Jalan Perkotaan - JALAN
LINGKAR KOTA KENDARI
o t2 Lm 174.496.000 03 0r 06 04
145.G47696. RBC-O24.3265 Pembangunan Jalan Perkotaan - Jalan
Lingkar Sorong
o I,O? Lm 174.496.000 03 01 06 04
SK No 145321C
berkas 5, hlm. 623 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RBC.024.4164 I 64 Pembangunan Jalan Perkotaan - Jalan
G@lting Bulu Sioangaronsang (Dolok
Sanggul By Pass)
o l0 km 174.496.000 03 01 06 04
r45.GA7696.R8C.024.4 r69 Pembangunan Jalan Perkotaan - Balige By
Pass, Sibor@8 borong By Pass dan Dolok
Sanggul By Pass
o 6 h 174.496.000 03 0l 06 04
r45.GA7696.RBC.024.7 r00 Pembangunan Jalan Perkotaan - Provinsi
Sulawesi Utara
o 1,3 kE t74.496.ON 03 01 0,6 04
06 04 0t lo
145.G47696. R8C.024.7300 Pembangunan Jalan Fcfkotaan - Provinsi
Sulawesi Selatan
0 4,45 h 174.496.ON 06 04 0l ID
03 01 06 04
145.GA.7696.RBC. 024.7400 Pembangunan Jalan Perkotaan - Provinsi
Sulan esi Tenggara
o 6,04 174.496.000 03 0l 06 04
145.GA.7696.RBC.024.7601 Pembangunan Jalan Perkotaan - JALAN
MAMUJU ARTERIAL RING ROAD (MARR)
o 0,63 km 174.496.000 03 0l 06 04
145.GA.7696.RBC.025 Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - AD Pembangunan Jalan
Trans Papua Ruas jayapura-Wamena
Sepea MabcraEo-Elelia di Provinsi Papua
Pegunungan
I I 2. 197.160.000 03 0l ol 10
05 03 0l 04
SK No 145322 C
I Lo 14.828.250.000 05 03 0l 04 145.GA7696.RBC.026 I
berkas 5, hlm. 624 OCR
i|lcIDTd
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas
Betung - Tempino - Jambi dengan Skema
PBBL
03 0l ol lo
145.(}4.7696.RBC.027.41 l2 Dukungan Infrastruktur IKN
(Pembangunan) - JALAN TOL IKN SEGMEN
KKT KARIANGAU . SP. TEMPADUNG
0,15 o kE 0060501 o5
145.GA.7696.RBC.027.4113 I l3 Dukungan Infrastruktur IKN
(Pembangunan) - Jalan Tol IKN Segmen
Karangjoang - KKT Kariangau
0,98 o b o 0,6 05 0l 05
145.GA.7696. RBC.027.6400 Dukungan Infrastruktur IKN
(Pembangunan) - Provinsi Kalimantan
Timur
o,24 o b 6.082.507.043 06 0s 01
03 0l ol 03
05
145.GA.7696.RBC.028 Pembangunan jalan Perbatasan dan Akses
Kawasan PI,BN
o 148,1 b o 07 l5 01 till
145.GA.7696.RBC.028.5300 Pembangunan jalan Perbatasan dan Akses
Kawasan PI,BN - Provinsi Nusa Tenggara
Timur
o 0 lm o 07 15 01 tll
06 07 05 02
SK No 145323 C
Pembangunan jalan Perbatasan dan Akses
Kawasan PI,BN - Provinsi Kalimantan Barat
D,? h o 07 15 01 (x)
145.GA.7696.R8C.028.6 r00 o 76,3 I@ 006070502
07 l5 0l (x)
145.GA.7696. RBC.028.6400 0
berkas 5, hlm. 625 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pembangunan jalan Perbatasan dan Akses
Kawasan PI,BN - Provinsi Ke.limenten Timur
06 07 05 0l
r45-GA.7696. RBC.O2A.6500 Pembangunan jalan Perbatasan dan Akses
Kawasan PI,BN - Provinsi Kalimantan Utara
o 42,1 h 006070502
o? 15 01 09
145.GA.7696.RBC.038 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Industri Kalimantan Industrial Park
Indonesia
0 39,85 b 597.750.000 03 0l 01 03
145.GA.7696.RBC.038. Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Industri Kalimantan Industrial Park
Indonesia -
0 39,85 b 597.750.000 0s 02 14 02
145.GA.7696.RBC.045 Pembangunan Jalan M€f,rdukunt Kawasan
Industri Rrlau Obi
o 16,25 kE l.300.ooo.ooo 03 01 01 03
145.GA.7696.RBC.045. Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Industri Pulau Obi -
o 16,25 km r.300.ooo.ooo 05 02 21 03
145.GA.7696.RBC.048. FeEboigunan Jalan Mendukung Kawasan
Industri Fak-Fak
o 2,5 kE o050224 ill
SK No 145324C
o 2,5 km
03 01 01 03
I 45. GlL7 696. RBC. O44.27 7 6 Pembangunan Jalan Mendukung Kawasan
Industri Fak-Fak - JLN. AHMAD YANI (FAK-
FAK)
37.500.000 05 02 24 05
berkas 5, hlm. 626 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696. RBC.055. 1600 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi - hoeitrai Sumatera Selatan
o 2,88 km 90.850.000 03 01 01 04
145.GA.7696.RBC.055.2059 Pembangunan Jalan Akses SiEpul
Transportasi - KAUDITAN (BY PASS) - AIR
MADIDI
o o l@ 90.850.000 03 01 01 04
145.G47696. R8C.O55.3003 Pembangunan Jalan Akses Simpul
Transportasi - JLN. MAESA (AKSES
TERMINAL LIWAS) MANADO)
o 0,14 ka 90.850.000 03 01 01 04
06 04 01 10
145.GA.7696.RBC.055.9 100 FcEbarguran Jalan Akses Simpul
Transportasi - Provinsi Papua Barat
o o,64 lc 90.850.000 03 0l Ol o4
06 07 04 03
145.GA.7696.RBF Prasarana Bidaru Konektivitas Darat
(Jembatan)
16.479.0r 1.6s7
145.GA.7696.RBF.001.9 IOO Pembangunan Jembatan Trans Papua
Merauke-Sorong - Provinsi Papua Barat
o o rit 887.371.667 05 03 01 02
03 01 0l ol
03 04 07 06
SK No 145325 C
47 243,7 nit
05 03 0l 02
145.G4.7696.RBF.oo 1.9/+oo Pembangunan Jembatan Trans Papua
Merauke-Sorong - Provinsi Papua
447.37t.667 03 01 01 01
06w0403
berkas 5, hlm. 627 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET'2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696. RBF.OO 1.9700 Pembangunan Jembatan Trans Papua
Merauke-Sorong - Provinsi Papua
Pegunungan
o o f,il 8,47.3?1.667 05 03 01 02
03 01 0l o1
o3 04 07 06
145.GA.7696.RBF.002 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone)
533,9 4442,7 rll 5.902.044.103 07 l5 01 :a!l
l45.GA7696.RBF.OO2. I IOO Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbo,ne) - Provinsi Aceh
o o f''i'l 245.918.504 03 0l 01 o1
ol 02 03 05
145.GA.7696.RBF.OO2. 1200 Ferobaflgunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sumatera Utara
180 o r-,il 245.918.504 05 03 0l 02
03 01 0r ol
r45.GA7696.RBF.OO2. 1,+OO Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Riau
45 o tlt 245.918.504 03 0l 01 ot
0l ID 03 05
145.G47696.R8F.OO2. I 500 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jambi
o 120 iiit 245.918.504 05 03 0l 02
03 0l 0l ol
14s.GA.7696.RBF.002. 1600 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sumatera Selatan
0 0 rTn 245.918.504 03 0l 0l ol
05 03 0l 02
SK No 145326 C
o nil 245.918.504 0s 03 01 02 145.G4.7696.RBF.002. I 700 o
berkas 5, hlm. 628 OCR
- D2a -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Bengkulu
03 01 01 02
r45.GA.7696.RBF.002. r900 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone - Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung
0 o iin 245.914.504 03 0l Or 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RBF.002.3300 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa Tengah
0 o n-r 245.918.504 05 03 01 02
03 0l ot ol
145.GA.7696.RBF.002.3400 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone - Provinsi DI Yogyakarta
o 148,4 i,il 245.918.504 03 01 0r ol
145.GA.7696. RBF.OO2.3500 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa Timur
o 0 r'n 245.918.504 03 0l 01 01
05 02 05 03
05 03 01 02
145.G4"7696.R8F.002.3600 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Banten
n 0 m 245.918.50.1 OS 03 01 02
03 0t or ol
145.G4,7696.RBF.002.5 100 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
Backbone) - Provinsi Bali
25 0 f,il 245.918.504 03 0l 01
o1
SK No 145327 C
o fii'l 245.918.504 03 0l Ol 02 145.GA.7696.RBF.002.5300 o
berkas 5, hlm. 629 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202U-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
os 03 0l 02
145.GA,7696. RBF.OO2.6 IOO Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan Barat
llo o iin 245.914.504 05 03 01 Lt)
03 0l ot 02
145.G47696. RBF.OO2.6200 PeEbangutrall Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan Tsrgah
0 o alt 245.918.5M 03 01 01 02
05 03 0r 02
145.GA.7696.RBF.002.6300 Pembangunan Jembatan K6idd Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan S€latart
o 1943 fil 245.918.504 05 fii 01 02
03 01 01 02
145.GA.7696.RBF.002.6400 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan Timur
40 0 EN 245.918.504 03 01 01 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RBF.002.6500 Fetlbalgunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan Utara
20 o r.n 245.918.504 05 03 01 02
03 0r ol 02
145.G4,7696.RBF.0O2.7 IOO Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sulawesi Utara
34 o I.N 245.918.504 03 0l Ol 02
05 03 01 02
SK No 145329 C
o tin
03 0l ol 02
r4s.GA76S6. RBF.OO2_7300 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sulawesi Selatan
o 245.918.504 05 03 0l !t1
berkas 5, hlm. 630 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RBF.002.7400 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sulawesi Tenggara
39,9 191,3 nn 245.918.504 03 01 0l 02
05 03 0l on
145.GA76 .RBF.002.7500 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Gorontalo
o o i7n 245.914.504 05 03 01 02
03 0l 0l 02
145.GA.7696.RBF.002.8 IOO Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Maluku
40 o n-t 245.918.504 03 01 0l 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RBF.002.8200 Pembangunan Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Maluku Utara
n zrrn ni] 245.918.504 05 03 0l 02
03 01 0l 02
145.G4?696.RBF.OO4. 1200 Pembangunan Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sumatera Utara
o o 7n a1-53S-706 05 03 01 02
03 01 01 o4
145.GA.7696.RBF.004.3807 Pembangunan Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Jembatan Manokwari -
Bandara (Alih Trase Bandara Rendani)
44 o niI 81.539.706 03 01 0r 04
05 03 0l 02
SK No 145330 C
Fet Pembangunan Jembatan Daerah Tertinggal
den Perbatasan
40 o ni'I 1.374.450.000 07 ls Ol 09 145.GA.7696.RBF.005
berkas 5, hlm. 631 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.GA.7696.RBF.005.7500 Pembangunan Jembatan Daerah Tertinggal
dan Perbatasan - Provinsi Gorontalo
o o r-'il 647.225.000 03 01 01 05
145.GA7696.RBF.005.8 IOO Pembangunan Jembatan Daerah Tertinggal
dan Perbatasan - Provinsi Maluku
,rc 0 r-'il 647.225.000 03 01 01 o5
07 15 0l 09
l45.GA.7696.RBF.O r4 Pembangunan Jembatan Mendukung
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
Labuan Bajo
o o nn 17.000.000 03 01 01 o3
03 05 lo 001
145.GA.7696.RBF.020 Pembangunan Jembatan Mendukung
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional
Morotai
o o ni'I 25.075.000 03 05 13 001
03 01 01 03
145.GA.7696.RBF.023 Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - AE Pembangunan Fly Over
Panorama I (Sitinjau Lauik I)
o 1 niI r.949.236.800 03 0l Or lla
145.G4.7696. RBF.024. 1200 Pembangunan
Flyover/ Underpass/Terowongan (Simpang
KA) - Provinsi Sumatera Utara
497 350 iiil 531.814.810 03 0r 06 04
05 02 02 ta
SK No 145331 C
i'it r45-GA7696. RBF.024. 1300 Pembangunan
Flyover/ Underpase/Terowongan (Simpang
KA) - Provinsi Sumatera Barat
497 246,8 531.814.810 03 0l Ol 06
berkas 5, hlm. 632 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.ca7696.RBF.024. 1600 Pembangunan
Flyover/ Undcrpass/Tcf,owongan (Simpang
KA) - Provinsi Sumatera Selatan
497 o nn 531.814.810 03 0l 0,6 04
145.GA.7696.RBF.024.3200 Pembangunan
Flyovcr/ Unddpass/T6owongan (Simpang
KA) - Provinsi Jawa Barat
497 750 i,il $r.814.810 03 0l 0,6 04
06 04 0l 04
145.GA.7696.RBF.024.3300 Pembangunan
Flyovcr/ Undgpass/Terowodgart (Simpang
KA) - Provinsi Jawa Tengah
497 o i'il 531.814.810 03 0l 06 04
145.GA"7696.RBF.024.3500 Pembangunan
Flyoi,er/ Undcrpass/ Tero\r'otrgan (Simpang
KA) - Provinsi Jau,a Timur
497 952 rn $r.8r4.810 03 01 06 (x
06 04 0l r.]a
145.GA.7696.RBF.024.3600 Pembangunan
Flyovcr/ Und6pa$/TcrowqBan (Simpang
KA) - Provinsi Banten
497 550 iin 531.814.810 03 01 01 0,6
r4s.GA7696. RBF.025.4 146 Dukungan Infrastruktur IKN
(Pembangunan) - Jembatan Pulau Balang
Bentang Pendek (IKN) (Duplikasi)
366,48 o nit 663.30?.669 03 0l Ol 03
0l 05 05 06
SK No 145332 C
Dukungan Teldri8
O Dokumen 149.443.951 05 03 0l 04
145.GA.7696.RBR 3.010.191.266
145.GA.7696.RBR.001 :il
berkas 5, hlm. 633 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO( PROYEI{)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
layanan Penyiapan dan Pengendalian
Pelaksanaan
03 01 01 lo
145.GA.7696.RBR.003 Pembinaan Teknik Penyelenggaraan Jalan
Bebas Hambatan
o I Dokumen ?40.571.062 03 01 01 10
05 03 0l 04
145.GA.7696.RBR.004 Pengaturan dan Pembinaan Preservasi
Jalan dan Jembatan
o I Dokumen t90.442.774 05 03 0l 04
03 0l 01 10
145.GA.7696.RBR.005 Pengaturan dan Pembinaan Pembangunan
Jdan
o I Dokumen r3s.757.342 03 01 01 l0
05 03 0l 04
145.GA.7696.RBR.006 Pengaturan dan Pembinaan Pembangunan
Jembatan
o I Dokumen 744.694.957 05 03 01 04
03 0l 0r 10
145.GA.7696.RBR.007 Pembinaan Teknik Bidang Jalan dalr
Jembatan
0 I Dokumen 576.908.555 03 01 01
ol
10
04 03 05
145.GA.7696.RBR.009
145.G47696.RBR.O 1l
Pengaturan datr F.obinaan Sistcr[ dan
Strategi Penyelenggaraan Jalan dan
Jembatan
o
o
I Dokumen 373.077.742 05 03 01 04
03 0l ol lo
SK No 145333 C
Pengaturan dan Pembinaan Kepatuhan
Internal
I Dokumen 75.210.839 03 01 01 10
berkas 5, hlm. 634 OCR
FF,EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROY EK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RBR.026 Layanan Penyiapan dan Pengendalian
Pelaksanaan {IKN)
o O Dokumen o030lol lo
05 03 01 04
145.GA.7696.RBR.027 layanan Pereocartaart dart Pengawasan
Teknik 0KN)
o O Dokumen 005030r 04
145.GA.7696.RDC OP Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jalan)
107.416.650.205
145.G4.7696. RDC.00 1.3300 Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan -
Provinsi Jawa Tengah
o 0 t7 06 04 02 02
r45.GA.7696. RDC.002.2680 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong-ARSO-WARIS
o 1,45 58.795.088 06 07 04 03
05 03 01 02
03 01 0l ol
145.GA.7696. RDC.002.268r Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong-WARIS-YEITI
o o,4 km 26.037.413 03 01 0l 0r
05 03 0l 02
0,6 07 04 03
SK No 145334C
3,25 I(m
03 0l ol ol
145.G4.7696. RDC.002.2642 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - YETTI - SENGGI - MAMBERAMO
0 158.208.915 06 07 04 03
o1 7n 03 05
berkas 5, hlm. 635 OCR
REPUBLIK INOONESIA
Ki.rifd NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA.7696.RDC. 002.268:t Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sordrg - ELELIM - PASVALEY - BTS. KOTA
WAMENA
0 5,2 kE 355.786.324 03 0l Or
ol
ol
02
03 04
03
07
05
06
145.GA.7696.RDC.002.2684 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - JLN. TRIKORA (WAMENA)
o o km 0060704 03
05 03 01 02
l45.GA.?696. RDC.002.2685 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sdqtg - JLN. HOM-HOM (WAMENA)
3 o Lm 0050301 02
06 07 04 03
03 0l ol 0l
145.GA.7696. RDC.002.2686 Preservasi Jalan Tf6nE Papua Merauke-
Sorong - JLN. PIKE (WAMENA)
o o ld 0060704 03
05 03 0l 02
145-GA7696. RDC-002-26S1 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - ENAROTALI - WAGETE
0 o,2 kD 6.859.634 05 03 01 tt)
06w0403
03 0r 01 ol
SK No 145335 C
1,4 lirl
o5 03 ol 02
145.GA.7696.RDC.002.2692 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - WAGETE - MOANEMANI
o 56.591.976 03 01 0r Ol
03 04 o7 06
berkas 5, hlm. 636 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA7696.RDC. 002.2693 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - MOANEMANI - BEDUDIPA
o 0,75 h 72.469.169 05 03 01 02
03 01 0l 01
o3 04 07 i]3
145.GA.7696.RDC.002.2694 Preservasi Jalan 'hans Papua Merauke-
Sorong - BEDUDIPA - BTS. KOTA NABIRE
o o, r5 h 12.187.727 03 01 01 o1
05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.002.2697 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
S66ts - BTS. KOTA NABIRE - WANGGAR
o o kE oo5 03 01 02
145.GA.7696.RDC.002.2701 I Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sc6l9. YETTI . UBRUB - YAMBRA - TOWE
HITAM
o 2,5 llm 129.666.A47 05 03 0r 02
03 01 01 0r
06 07 04 03
145.GA.7696. RDC.002.2702 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
SGGlg - WAROPKO - MINDIPTANA
o 12,45 km ,105.407.004 06 07 04 03
03 0l 01 ol
05 03 01 02
SK No 145336 C
o,08 h
06 07 04 03
145.G4.7696. RDC.002.2703 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - MINDIPTANA - TANAH MERAH
o 575.811 Os 03 01 02
03 0l ol ol
berkas 5, hlm. 637 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.002.2704 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorors - TANAH MERAH - GENTENTIRI
T 1,15 kE 27.494.742 03 01 0l Or
06 0? 04 03
05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.002.2705 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - BTS. KAB. BOVEN DIGOEL
/MERAUKE - MUTING
0 t,3 km 22.470.707 05 03 0l 02
06 07 04 03
03 0l ol 0l
145.GA7696.RDC.002.2706 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong-MUTING-BUPUL
o 0,85 km 13.826.585 03 01 0l Ol
o5 03 01 02
145.GA.7696.RDC.002.2707 h6ervaEi Jalan lYana Papua Merauke-
Sorong - BUPUL - ERAMBU - SOTA
o o lm oo5030r02
| 4 5. G4.7 696.PDc. OO2.27 27 Preservasi Jalan lYana Papua Merauke-
Sorong - USILIMO - KARUBAGA
o 2,55 h 196.116.922 05 03 0r 02
03 0l ol or
06 0? 04 o3
SK No 145337 C
2,35 Lm
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.002.2728 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - KARUBAGA - ILU - MULIA
o 484.530.191 06 tt 04 03
03 0l 01 ol
berkas 5, hlm. 638 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PT{ PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.002.3061 r Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - ABEPURA - BTS. KOTA JAYAPURA
/ KAB. JAYAPURA
o o,26 1@ 4.734.042 05 03 01 02
03 0l ol ol
145.G4.7696.RDC.OO2.3062 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - ABEPURA - BTS. KOTA JAYAPURA
/ KAB. KEROM
o krr 12.966.400 03 01 01
05 03 01 02
ol
145.GA.7696.RDC.002.3326 Preservasi Jalan Trans Papua Mcrauke-
Sorong - JAI,AN WANGGAR-KWATISORE-
KAMP. MURI (BTS. PROV. PAPUA BARAT
o 0,25 Lm rr.996.940 05 03 01 02
03 01 0l ol
145.G4.7696.RDC.O02.34 l5 Preservasi Jalan lYatls Papua Merauke-
Sorong - JALAN MERAUKE - KUPRIK -
TANAH MIRING
I n Lm 104-440.636 03 0l 01
05 03 01 02
01
145.G4.7696.RDC.OO2.34 l6
145.GA7696.RDC. 002.3420
Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - JALAN IWUR - WAROPKO
Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - JALAN MULIA - SINAI
o
02 03 05 o Lm o 0
o,29 Lm 22.242.723 05 03 01 02
06 07 04 03
03 01 0l 01
o1
06 07 04 03
SK No 145338 C
o,l kE
03 01 01 o1
145.GA.7696.RDC.002.3806 o 2.864.854 06 07 04 03
berkas 5, hlm. 639 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalan IYan. Papua Merauke-
Sorong - Getdrtiri - Bts. Kab. Merauke/Kab.
Boven Digoel
05 03 01 02
145.G4"7696.RDC.002.39 10 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
SqonA - IWUR - WAROPKO II
0 0,95 kE 37.263.724 05 03 0l 02
03 0l 01 01
03 04 07 06
145.GA.7696. RDC.OO2.9 100 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - Provinsi Papua Barat
27 110,9 h 4.550.821.350 03 0l 01 0l
os 03 01 02
060?()4 03
145.G4.7696. RDC. 002.9400 Preservasi Jalan Trans Papua Merauke-
Sorong - Provinsi Papua
434 52?,5 kE 4.474.549.224 06 0? 04 03
03 01 01 01
05 03 0l 02
r4s.cA-7696-RDC-003.06 rO Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- NAMANG - KOBA
o 6,3 km 931-784.s44 05 03 01 02
03 0l ol 02
SK No 145339 C
Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Aceh
6 49,33 km
05 03 0l 02
145.G4.7696.RDC.OO3. I 100 2.061.644.704 03 0r Ol o1
berkas 5, hlm. 640 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PI\I PP KP PROP
145.G4.7696. RDC.003. I 144 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- TOYAN - BTS. KOTA WATES
o 10,99 lor 441.432.047 05 03 0l 02
03 0l 0l 01
145.GA.7696.RDC.003.1200 I 200 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sumatera Utara
23 92 l@ 2.189.804.680 03 01 0l Ol
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.003- r300 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sumatera Barat
6 292,2 km 3.719.362.043 05 03 01 02
03 0l ol o1
14s.GA.7696.RDC.003. 1400 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Riau
55 76,04 km r.304.72r.$5 03 0l 01 01
ol 02 03 05
145.GA.7696.RDC.003.1500 1 500 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Jambi
13 93 57 l@ r.222.728.274 05 03 01 02
03 0l ol ol
145.GA.7696.RDC.003.1549 I 549 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
. SEI PINYUH . BTS. KOTA PONTIANAK
o u oo5030l02
145.G4.7696.RDC.003. 1600 Preservasi Jalar Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sumatera Selatan
24 65,23 I@ 1.583.935.332 03 0l Ol 01
05 03 0l 02
SK No 145341 C
t2 22,29 h 795.515.526 05 03 01 02 145.GA.7696.RDC.003.1700 1 700 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Bengkulu
berkas 5, hlm. 641 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G4.7696. RDC.003. r800 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Lampung
12 112,16 LE 1.932.796.321 05 03 0l 02
03 01 01 ol
145.GA.7696.RDC.003.2061 r Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
. KAIRAGI - BTS. KOTA MANADO
o 48,71 kE 1.097.994.381 03 01 01 02
ol
01 lo
02 03
04
05
iI3
145.GA7696.RDC.0O3.2 r75 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- JLN. M. SALEH (TOLI-TOLI)
o 40,71 kE 630.426.092 05 03 01 02
03 01 01 02
145.GA.7696.RDC.003.2463 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- BTS. PROV. SULSEL . TOLALA .
LELEWAWO
o 25,56 ld 689.301.598 03 01 01
05 03 0l 02
7D
145.G4.7696. RDC.003.26 1 I Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
. TIAKUR . WEET
0 0 km 005 03 01 02
145.GA7696.RDC.003.26 l2 Preservasi Jalal Koridor Logistik (Backbone)
. LNTUTUN - TUTUKEI
o o kB 005030r 02
03 01 01 02
145.GA.7696.RDC.003.26 l3 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- TUTUKEI - NUWEWANG
o o kE oos030l 02
SK No 145342 C
Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone
- PELABUHAN . WONRELI . T.APTER
o km o050301 02 145.G4.7696.RDC.OO3.26 l4 o
berkas 5, hlm. 642 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA7696.RDC.OO3.26 15 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- MANOHA - PELABUHAN
o o kE 005 03 01 02
14s.cA.7696. RDC.003.2729 Preservasi Jalar Koridor Logistik (Backbone)
. SIMPANG PELRA - MAYON
o 0,21 llm 10.752.955 05 03 0r 02
03 01 0l 02
145.GA.7696. RDC.003.2993 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- JLN. ADI SUCIPTO / AMPENAN .
SELAPARANG
o 13,41 kE 282.731.555 03 0l 01 02
05 03 0l 02
06 04 02 03
145.GA"7696.RDC.003.3200 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Jau,a Barat
4 130,79 lsn 1.443.4?2.663 03 01 Ol o1
05 03 0l 02
r45.GA.7696. RDC.003.3300 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Jawa Tengah
12 69,75 kE 1.63).650.290 05 03 0l 02
03 0l ol ol
145.GA.7696.RDC.003.3500 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Jawa Timur
145.GA7696.RDC.003.3600 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Banten
t7 98,66 lrm
24,O2 LE
1.6a6.121.458 03 0l ol o1
833.087.093 05 03 0l 02
SK No 145343 C
03 0l 01 o1
berkas 5, hlm. 643 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.003.5300 Preservasi Jalan Koridor t Logistik (Backbone)
- Provinsi Nusa Tenggara Timur
4 25,38 Lm 725.481.512 03 0r 0l 02
145.GA.7696.RDC.003.6 r00 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Kalimantan Barat
t2 39,06 km 1.12s.656.952 03 01 01 02
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.003.6200 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Kalimantan Tengah
9 41,97 I(m 1.359.890.588 05 03 01 02
03 01 01 02
145.GA.7696.RDC.003.6300 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Kalimantan Selatan
2 67,94 kE 1.611.800.279 03 0l 0l 02
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.003.6400 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Kalimantan Timur
24 93, 13 Lm 1.580.723.182 05 03 0r ot)
03 0l ol 02
r4s.GA7696.RDC. 003.6500 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Kalimantan Utara
14 67,2 llm r.837.284.565 03 0r 0r 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.003.7 100 Preservasi Jal,an Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sulawesi Utara
37 o km r58-515-l8r 05 03 01 02
03 0l ol 02
SK No 145344C
24 o lo
o5 03 01 02
145.GA.7696. RDC.OO3.7200 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sulawesi Tengah
5?.635.074 03 01 01 02
berkas 5, hlm. 644 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEKI
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696. RDC.OO3.7300 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sulawesi Selatan
lo 74,94 lo 1.529.739.113 05 03 01 02
03 01 0l 02
145.GA.7696.RDC.003.7400 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sulawesi Tenggara
32 o l@ 140.929.427 03 01 01 02
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.003.7500 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Gorontalo
9,21 kE 329.536.678 0s 03 0l 02
03 01 01 et)
145.GA.7696.RDC.003.7600 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Sulawesi Barat
iI3 423,3 km 1.887.082.308 03 0r 0l 02
os 03 0r 02
r45.OA.7696. RDC.OO3.8 100 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Maluku
2 135,5 lc 2.276.447.146 05 03 0l 02
03 01 01 02
r45.GA.76 .RDC.OO3.8200 Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Maluku Utara
o 71,6 km 942.6?4.919 03 01 01 02
05 03 0l 02
145.G4.7696.RDC.003.9 IOO Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Papua Barat
na 42 lsn 2.612.?69.439 05 03 01 02
03 01 0l 02
0,6 07 04 03
SK No 145345 C
lol,9 l@ 2.686.150.902 06 07 04 03 145.G4.7696. RDC.O03.9400 a
berkas 5, hlm. 645 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Preservasi Jalan Koridor Logistik (Backbone)
- Provinsi Papua
03 01 01 02
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.004.0309 Preservasi Ja.lan Dukungan Kawasan
himitgs - TAPAN - BTS. PROV. BENGKULU
o 0,75 I@ 27.936.451 03 01 0t 03
145.GA.7696.RDC.004.0362 Preservasi Ja.lan Dukungan Kawasan
Prioritas - TALUK KUANTAN - BTS.
PROV.SUMBAR
o 1,8 h 34.270.442 03 0t Ol 03
145.GA.7696.RDC.004.0484 Preservasi Jalan Dukungan Ka\r,a8an
Prioritas - BATAS PROV. SUMBAR -
MUKOMUKO
o 4,83 ko t19.774.324 03 Ol Ol 03
145.GA.7696.RDC.004.0488 Preservasi Jalal Dukungan Kawasan
Prioritas - SEBLAT - KETAHUN
0 2,5 kE 74.977.325 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.004.0490 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - BINTUNAN - l.1US
0 0,05 Lm 4.792.477 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.004.0491 I Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Priditae-llUS-KERKAP
o 1,05 kD 49.947.249 03 01 0l 03
SK No 1453,16 C
r3, r8 ltm
06 04 0l 02
145.GA,7696.RDC.004.0538 Prea€n asi Jalan Dukungan Kat[aaan
Prioritas - B'IS. KOTA PALEMBANG -
SIMPANG INDRALAYA
:il 221.043.714 03 0l Ol 03
berkas 5, hlm. 646 OCR
PREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.004. r 100 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - Provinsi Aceh
2 o l@ 5.098.766 03 0l 01 03
145.G4.7696.RDC.0O4. I l4il Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - KEPREKAN - BOROBUDUR
o o, l3 kE 605 03 0r 01 03
l45.GA7696.RDC.OO4. 1 53s Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - BTS. SERAWAK - ARUK - SP.
TANJUNG
o 0,05 l@ 715.057 03 0l ol 03
145.GA.7696.RDC.004.1536 1 536 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - SP. TANJUNG - GALING
o 0,05 ld 495.434 03 0l 01 IFl
145.G4.7696.RDC.OO4. 1 597 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - BALAI KARANGAN - KEMBAYAN
0 o,l 1.082.230 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.004. 16 l8 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - BTS. KOTA PANGKALANBUN - P.
LADA
o 8,65 Lm 244.434.M1 03 01 0l 03
l45.GA.7696.RDC.OO4- 16 19 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN. A. YANI (PANGKAI A,NBUN)
o 1,1 km 68.373.532 03 01 01 o3
SK No 145347 C
0,18 Lm 11.795.492 03 0l Or o3 145.G4.7696.RDC. 004. 1620 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN. PAKUNEGARA
(PANGKALANBUN
o
berkas 5, hlm. 647 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA7696.RDC.0o4. 16,14 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN. DIPONEGORO
(PANGKAI,,/TNBUN)
o 0,01 ld 890.097 03 01 01 o3
145.G4.7696. RDC.OO4. 1645 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN. ISKANDAR
(PANGKAT,ANBUN)
o 0,05 h 1.316.756 03 0l Ol 03
145.GA.7696.RDC.OO4. 1752 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - MANGGALAU - KERANG (BTS.
PROV. KALTIM)
o 0,25 kB 2.348.639 03 01 01 03
145.G4.7696.RDC.OO4. 17aO Preservasi Jalar Dukungan Kawasan
Prioritas - MARABAHAN - MARGASARI
0 0,04 kB 1. 164.182 03 01 01 03
145.G4.7696.RDC.004. 1864 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - REMPUNG - LABUHAN L,oMBOK
o o,l km r.552.828 03 01 01 03
03 05 05 001
145.GA.7696.RDC.004.2038 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN. LINGKAR LUAR KOTA
KUPANG
o 2,35 km 73.185.903 03 0l Ol 03
145.G47696. RDC.004.2 I 40 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - TOLANGO - BULONTIO
o 2,45 kE 31.527.450 03 0l 01 o3
SK No 145348 C
Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - TOLANGO - PAGUYAMAN
0,65 KE 8.280.316 03 0l 01 o3 145.GA7696. RDC.004.2 159 n
berkas 5, hlm. 648 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA.7696.RDC.004.2 16 r Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - DESA BOGO-BOGO -
TOLINGGUI./I
o 0,35 lod 2.981.147 03 0l 01 03
145.G4,7696. RDC.OO4.2 168 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - UMU (BTS. PROV. GORONTALO)
- PALELEH
0 1,75 km 39.197.515 03 0l 01 03
145.G47696. RDC.004.2264 Preservasi Jalan Dukungan l(awaaan
Prioritas - PASANG KAYU - BARAST
o 20,24 Lm 140.373.072 03 0l ol 03
145.G47696. RDC.OO4.2444 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN. TANAH DOANG
(MARTADINATA BENTENG)
o 0,05 I@ 1.422.749 03 0r Ol 03
145.GA.7696.RDC.004.2475 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - WOLULU - BIS. KAB. KOLAKA /
KAB. BOMBANA
o 6,95 I@ 69.010.805 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.004.2611 l r Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - TIAKUR - WEET
o 0,45 h 7.26.6ta 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.004.2731 I Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - TIMIKA - SP. PELRA - POMAKO
o o,2 km 1.886.176 03 01 01 o3
SK No 145350 C
0,15 km 1.73i!.921 03 0l 01 03 r45.GA.7696.RDC. 004.2930 Preservasi Jalan Dukungan l(qu'asan
Prioritas - KERANG (BTS. PROV. KALSELI -
BTS. KOTA TANAH GROGOT
berkas 5, hlm. 649 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.004.2945 Preservasi Jalan Dukungan Ka$lagan
Prioritas - JLN. JEND. SUDIRMAN & JLN.
KATAMSO (TJ. SELOR)
0 o,24 Lm 8.393.753 03 0l 01 03
145.GA.7696.RDC. 004.297 I Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - SP. HANDTL BAKTI (SP.
SERAPATI . MARABAHAN / DS.B. ANYAR
o 1,39 kE [email protected] 03 0l 01 03
I 4 5. GA.7 696. RDC.OO 4.297 2 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JLN.MARABAHAN - B.MASIN
(MARABAHAN} / JBT. RUMPANG -
MARABAHAN KOTA
0 0,15 kE 1.58i1.289 03 01 01 03
l45.GA.?696.RDC.OO4.30 1 I Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - BULONTIO - TOLINGGULA (BTS.
PROV. SULTENG)
o o,2 I@ 4.354.845 03 0l Ol o3
145.GA.7696.RDC.004.3228 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JALAN ARUK - BTS. KEC.
SIDING/SELUAS
o o,l h 4.123.804 03 0l ol 03
145.GA.7696.RDC.004.3298 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - JALAN RASAU - JASA - BATAS
NEGARA
o o kE 7.711.244 03 0l Ol 03
SK No 145351 C
Preservasi Jalan Dukungan KanEssn
Prioritas - RUAS BTS. KEC.
0 km 23.221.736 03 01 0l 03 145.GA.7696.RDC.004.39 19 o
berkas 5, hlm. 650 OCR
FF.ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
SIDING/SELUAS - BTS.KEC.
SEKAYAN/ ENTIKONG - RASAU
145.GA.7696.RDC.004.8200 Preservasi Jalan Dukungan Kawasan
Prioritas - Provinsi Maluku Utara
35 5,67 lm 2.5t1.244 03 Or Ol 03
03 05 13 001
145.GA.7696.RDC.005.0692 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - BTS.
KOTA CILEGON - BTS. KOTA SERANG
o 4,06 lc 194.304.506 06 04 02 03
05 03 01 02
145.GA.7696. RDC.005. r rOO Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Aceh
3 0 llm 40.43?.392 05 03 0l 02
145.GA.7696.RDC.005.1195 1 195 hGervasi Jalan N.s€s Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - JLN.
VETERAN (GRESIK)
o 2,t kE 141.562.924 05 03 0l 02
04 ta 04 :4Ii
r4s-GA7696.RDC.005. 1200 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Sumatera Utara
3 10,82 kE 621.547.494 05 03 0l m
145.GA.7696.RDC.005.1545 I 545 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dar Hinterland (Kawasan) - SEI
DURI - BTS. KOTA MEMPAWAH
o 1,65 Lm 17.027.914 05 03 0l 19
SK No 145352 C
berkas 5, hlm. 651 OCR
FF,EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDC.005. r800 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Lampung
5 o LE 96.675.677 05 03 0l 02
145.G47696.RDC.005. 1964 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterl,and (Kawasan) - BOLOK -
TENAU
o o,09 l@ 708.758 05 03 0l 02
r4s.GA7696.RDC. 005.2332 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - JLN.
ANDI MALONBASANG (SUNGGUMINASA)
o 3,52 I@ 85.735.450 05 03 01 02
r45.G4"7696.RDC.005.2782 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - NMAS
(KM 23) - PEL. ARAR (SORONG)
o o,7 h 49.980.864 05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.005.3200 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Jawa Barat
6,58 km 648.338.9U 05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.005.3300 Preservasi Jalar Akses Simpul Tfan8p6tasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Jawa Tengah
3 o km 3t.70?.t46 0s 03 01 02
06 04 02 o3
SK No 145353 C
1,35 LE 72.457.976 05 03 0l 02 [email protected] r2 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - JALAN
TOL IKN SEGMEN KIM KARI,ANGAU . SP.
TEMPADUNG
berkas 5, hlm. 652 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2()25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G47696. RDC.005.7 100 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Sulawesi Utara
5 1,78 110.71o.37a 05 03 01 02
06 04 02 03
r45.GA7696.RDC.005.8 100 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Maluku
o 0,08 ld 3.402.123 06 04 02 o3
05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.005.8200 Preservasi Jalan AkB€o Simpul Transportasi
Utama dan Hinterland (Kawasan) - Provinsi
Maluku Utara
o o ld 3.92a.376 05 03 01 02
145.GA.7696.RDC.006 Preservasi Jalan Da€f,ah Tertinggal dan
Perbatasan
42 481,1 1 km 10.981.138.280 07 15 01 09
145.GA7696.RDC.006.0065 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - PUSAT KOTA SABANG - COf
DAMAR
0 o,05 l@ 107.922 06 07 05 02
03 01 01 trE
145.GA.7696.RDC.006.0224 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BTS. KOTA GUNUNG SITOLI -
TETEHOSI
0 6,22 km 143.672.427 03 01 01 05
r45-GA7696.RDC.006.0642 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal d.n
Perbatasan - BTS. PROV. BENGKULU -
PUGUNG TAMPAK
o 10,78 knl 239.174.304 03 01 0l 05
SK No 145354 C
o km 5.361.760 03 01 01 05 145.GA.7696.RDC.006.1100 I lO0 I
berkas 5, hlm. 653 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Aceh
07 15 0l ID
145.GA7696.RDC.006. r3@ Preservasi Ja.lan Da€f,ah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Sumatera Barat
4 o lm o07 15 0l 09
145.GA.7696.RDC.006. I 535 he8€n'asi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BTS. SERAWAK - ARUK - SP.
TANJUNG
3l 0,18 km 1.731.973 03 0l Ol 05
02 05 07 06
145.G4.7696-Rfrc.006- 1732 Preservasi Jalan Da€f,ah Tertinggal dan
Perbatasan - LINGKAR RJI,AU SEBATIK
0 1,97 km 32.901.011 06 tt 05 02
03 0l ol 05
145.G4.7696.RDC.006. l9 lO Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BAYAN - SEMBALUN BUBUNG
o 0,45 km 2.245.043 03 0l 01 o5
145.GA.76S6_RDC.006.2 127 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - MELONGUANE - BEO
o 1,15 ld 26.275.407 03 0l 01 05
06 07 05 02
r45.GA.7696.RDC.006.27 r2 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - HAMADI - HOLTEKAMP -
sKow / BTs. PNG
o 99,36 kE 820.028.984 06 07 05 02
03 0r 01 05
03 02 04 06
SK No 145355 C
Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - SORONG - MAKBON
o 0,25 l@ 6.176.024 03 01 01 05 r45.GA7696.RDC.006.2783
berkas 5, hlm. 654 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.006.5300 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Nusa Tenggara Timur
I 55,6 Lm 2.903.13?.692 03 0l 01 05
07 15 0l 09
145.GA.7696.RDC.006.7400 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Sulawesi Tenggara
16 89,6 lo 2.503.623.496 0? 15 0r 09
03 0l 01 o5
145.GA.7696. RDC.006.8 100 Preservasi Jalan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Maluku
20 215,5 km 4.296.661.834 03 01 01 05
ol
04
07
06
G'
03 02
15
145.GA.7696.RDC.007 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Kalimantan
Tengah
0 9,t? kE 3tt.o8?.4 02 10 0r ol
145.GA.7696.RDC.008 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera Utara
o 2,2 l@ 79.253.654 02 lO 02 0r
l45.GA.7696.RDC.OOa-O r 56 Preservasi Jalan Mendukung Ka$,aaaa
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera Utara
. BTS. KAB. DAIRI . DOLOK SANGGUL
o 2,2 h 79.253.654 03 0l Ol 03
SK No 145356 C
6,85 km 453.103.015 02 l0 03 0l 145.GA.7696.RDC.009 Preservasi Jalan Mendukung Kawassrr
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan
o
berkas 5, hlm. 655 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA,7696.RDC. 009.0525 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pang&/Food Estate Sumatera
Selatan - BETUNG - BTS. KOTA
PALEMBANG
o 2,3 ld 92.177.1a1 03 01 01 o3
145.04"7696. RDC.OO9.0552 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan - SP. PENYANDINGAN - BTS. PROV.
LAMPUNG
o 1,85 lir 37.515.638 03 0l ol o3
145.GA.7696.RDC.009.0572 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan - BTS. KOTA BATURAJA -
MARTAPURA
o 0,25 kE 3.476.470 03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.009.0573 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan - MARTAPURA - BATAS PROV.
LAMPUNG
u 0,4 I@ 27.521.461 03 01 0r 03
145.GA.7696.RDC.009.0590 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate SutEatga
SCtrAtAT - JLN. LINGKAR KEMELAK
(BATURAJA)
o 2,05 Lm 105.325.729 03 0l 01 03
SK No 145357 C
berkas 5, hlm. 656 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.010 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Tit rur
o I,74 km 56.275.743 02 l0 04 ol
145.GA.7696. RDC.Or0. r996 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Timur - IIALILUUK - BTS. KOTA ATAMBUA
o 0,35 I@ 6.202.114 03 01 01 o3
145.G4.7696.RDC.0 10.200r Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Timur - BTS. KOTA ATAMBUA - MOTOAIN
o o km 383.392 03 0l Ol 03
r45.GA.7696.RDC.O 10.2003 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nuca Tenggara
Timur - JLN. YOS SUDARSO (ATAMBUA)
0 0,15 l@ 2.591.447 03 0r 01 o3
145.GA.7696.RDC.010.3001 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Timur - BTS. KOTA WAIKABUBAK - BATAS
KAB. SUMBA TIMUR
o o,2 I@ 9.111.480 03 0l ol 03
r45.G4.7696. RDC.0 rO.4062 Preservasi Jalan Mendukung l(awaaan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Timur - HALILULtrK - ATAMBUA - MOTAAIN
o 1,08 kE 37.987.310 03 0l Ol 03
SK No 145358 C
o,25 km
07 15 0l G)
145.GA.7696.RDC.011 I Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentta Pangan/Food Eatate Papua
o 12.459.168 02 lO 0s ol
berkas 5, hlm. 657 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.GA.7696. RDC.O I 1.2679 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua - BTS.
KOTA JAYAPURA / KAB. KEROM . ARSO
0 0,25 l@ 12.459.168 06 04 02 03
03 0l ol 03
r45.GA.?696.RDC.Or2 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua Sclat n
o 0,37 km 2.960.342 02 10 06 ol
145.GA.7696.RDC.012.2708 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua Selatan -
so/tA - KM 40
o 0,3 knl 1.508.475 03 0l 01 o3
145.GA.7696.RDC.012.2710 Preservasi Jalan Mendukung Karva8an
S€nha Pangan/Food Estate Papua Selatan -
JLN. RAYA MANDALA (MERAUKE)
o 0,07 kE 1.451.907 03 0l ol 03
145.G4.7696.RDC.01 3. r906 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional lrmbok- Gili-
Tramena - MATARAM - GERUNG
o 0,93 LE 36.041.259 03 0l 01 03
03 05 05 001
145.GA.7696.RDC.013. 1909 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Lombok-Gili-
Tramena - PEMENANG - BAYAN
o 1,34 h 22.4A7.401 03 05 05 001
03 01 01 03
SK No 145360 C
0,05 kE
03 05 10 001
145.GA.7696.RDC.O15. 19 l7 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo -
JLN. WAETAMA (LABUHAN BAJO)
n 543.817 03 01 0l 03
03 05 0s o01
berkas 5, hlm. 658 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 02 04
145.GA.7696.RDC.016.0205 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba -
PARAPAT - BTS. KAB. TOBASA
o A,4A Lm 426.434.742 03 05 08 001
03 0l ol o3
145.G4"7696. RDC. 0 r8.2802 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Bangka
Belitung - JUNCTION (SP. LIMA TJ.
PANDAN) . TANJUNG KELAYANG
n o kE 006040203
r45.GA.7696.RDC.O r 8.2803 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Bangka
Belitung - SP. TANJUNG KELAYANG - TJ.
TINGGI (SIJUK)
o o km 006040203
145.GA"7696.RDC.O19. I 143 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Borobudur
dan Sekitarnya - KEPREKAN -
BOROBUDUR
o 0,13 km 1.791.883 03 01 01 o3
03 05 0l 001
145.GA7696.RDC.020. l5 lO Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasiona.l Br@o
T€r,g8cr ScEcru - I,AWEAN - SUKAPURA
o o, t3 Lm 2.147.643 03 0s 11 001
03 01 0l 03
SK No 145361C
I,l lo
06 04 02 04
145.G47696.RDC.02 1.2645 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Morotai -
WAYABUL/q. - DARUBA
o 58.458.611 03 0l 01 03
berkas 5, hlm. 659 OCR
KODE
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA"7696.RDC.023. 1792 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - CEKIK - BTS. KOTA
NEGARA
o 1,5 l@ 30.684.974 03 0l Ol 03
03 05 02 003
r4s.GA"7696.RDC.023. I 793 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. A YANI - JLN.
UDAYANA (NEGARA)
o o,15 km 7.92t.t64 03 05 02 003
03 0l ol 03
r45.GA"76!)6. RDC.O23. I 795 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. SUDIRMAN,
GAJAHMADA (NEGARA)
0 0,18 8.060.207 03 0l 0r 03
03 05 02 003
145.Giq"7696. RDC.O23. 1796 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - PEKUTATAN - ANTOSARI
o 1,05 iEi'!'t 47.5aA.876 03 05 02 003
03 0l ol o3
145.cA.7696.RDC.023. r798 Preservasi Jalan Mcndukurt Destinasi
Regeneratif Bali - SIMP. KEDIRI - PESLAPAN
(TABANAN)
o 0,3 kE 32.7A9.257 03 0l 01 03
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023. 1799 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - BTS. KOTA TABANAN -
MENGWITANI
o n llm o 03 05 02 003
145.G47696.RDC. 023. 1 800 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. A. YANI (TABANAN)
o o,03 kE r.108.523 03 05 02 003
SK No 145363 C
o,2 km 11.q24.393 03 01 0l 03 r4s.ca7696.RDC.O23. 180r o
berkas 5, hlm. 660 OCR
FF.EsIDEN
KODE NAMA
PROGRAM / TEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2O2S SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - MENGWITANI - BTS.
KO/TA DENPASAR
06 04 0l o7
03 05 02 003
145.G47696.RDC.023. r aO2 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. COKROAMINOTO
(DPs)
o 0,05 lon 774.255 03 05 02 003
03 01 0l 03
o1 o? 04 06
145.GA.7696.RDC.023.1809 la(x' Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. GUNUNG AGUNG -
A(SES KARGO
3 0,33 km 11.308.678 03 05 02 003
03 01 0l 03
145.GA.7696.RDC.023. 1a 12 Pres€f,-r,a8i Jalan Mendukung Destinasi
Regcar€ratif Bali - SIMP. KUTA - TUGU
NGURAH RAI
o 0,06 l@ 3.006.275 0s Ol Ol 03
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023.1813 1a 13 Preservasi Jalar Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - TUGU NGURAH RAJ -
NUSA DUA
o 0,07 km 5.431.365 03 05 02 003
03 01 01 o3
r45.GA,76!)6.RDC.023. r8 17 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SIMPANG SANUR -
SIMPANG TOHPATI
o 0,19 kE 12.497.123 03 01 0r 03
SK No 145364C
0,99 h 9.197.202 03 05 02 003 145.G4"7696. RDC.O23. lA l8 0
berkas 5, hlm. 661 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SP. TOHPATI - SP. PANTAI
SIUT
03 0l 01 03
145.GA.7696.RDC.023. 18 l9 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SP. PANTAI SIUT -
KOSAMBA
0 0,96 km 43.133.121 03 0l 01 03
03 05 02 003
145.GA7696.RDC.023. 1820 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SP. TOHPATI - SA(AH
o o,2a r.313.545 03 0s 02 003
03 0l ol 03
145.GA.7696.RDC.023. r82 l Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
ReSeneratif Bali - SAKAH - BLAHBATU
li) 0,05 h 503.624 03 0l 0l 03
03 05 02 003
145.G4.7696. RDC.023. rA22 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - BLAHBATU -
SEMEEAUNG
o o km 191.781 03 05 02 003
03 0l 01 03
145.GA.7696.RDC.023. 1823 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SEMEBAUNG - BTS.
KOTA GIANYAR
o o,03 h r 11. r20 03 01 01 03
03 05 02 003
SK No 145355 C
o km o 03 05 02 003 145.GA.7696.RDC.023. lA24 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. CIUNG WANARA
(GIANYAR)
o
berkas 5, hlm. 662 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDC.023. 1825 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. ASTINA UTARA
(GIANYAR
o 0 ld 0 03 05 02 003
r45.GA"7696.RDC.023. 1826 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - BTS. KOTA GIANYAR -
SIDAN
n 0,05 lotr 522.724 03 05 02 003
03 01 01 03
r45.GA.7696-RDC.023- 1427 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. NGURAH RAI
(GIANYAR)
n 0,01 kE 27.414 03 0l Ol o3
03 05 02 003
145.G4.7696.RDC.023. 1828 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. ASTINA TIMUR
(GIANYAR)
n 0 h o 03 05 02 003
145.G4.7696.RDC.023. 1829 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SIDAN - BTS. KOTA
KLUNGKUNG
n 0,25 kE 5.662.447 03 05 02 003
03 01 0r 03
145.GA.7696.RDC.023. la30 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. DIPONEGORO
(SEMARAPURA)
o o km o 03 05 02 003
SK No 145366 C
4,8 h
145.GA.7696.RDC.023.1832 I 832 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - CEKIK - SERIRIT
3 86.654.291 03 05 02 003
berkas 5, hlm. 663 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r4s.GA7696.RDC.023. r83:] Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SERIRIT - BTS. KOTA
SINGARAJA
o 0,85 ld 66.946.247 03 01 01 o3
03 05 02 003
145.GA7696.RDC.023. lA34 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - BTS. KOTA SINGARAJA -
KUBUTAMBAHAN
n 0,02 kE 64.591 03 05 02 003
03 0r ol 03
145.GA7696.RDC.023. 1835 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. UNTUNG SURAPATT
(AMUIPURA)
:il o kE o 03 05 02 003
r4s.GA.7696.RDC.023. r836 Pre3€f,vasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - B1S. KOTA AMI,APURA -
ANGENTELU
0 0,95 ld 20.694.614 03 05 02 003
03 01 0l 03
r45.GA.7696.RDC.023. r837 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. SUDIRMAN - A. YANI
(AMI,APURA)
o 0,05 ld 658.415 03 01 01 o3
03 05 02 003
145.GA.7696. RDC. 023. 1439 Preservasi Jalar Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SP. 3 MENGWI -
BERINGKIT
o o,04 kE 247.117 03 05 02 003
03 01 01 o3
SK No 145367 C
o,05 km
145.C4.7696. RDC.023. I 8.10 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SAKAH - TEGES - UBUD
o 879.483 03 0l Ol o3
berkas 5, hlm. 664 OCR
[ratild NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET2O2S TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDC.023. 1842 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JIMBARAN - ULUWATU
0 2,02 ka 34.926.699 03 0s 02 003
03 0l ol 03
r45.GA.7696. RDC.023.2980 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. WESTERN RING
ROAD (SP. GUNUNG AGUNG . SP. G.
SOPUTAN)
o 0,13 kE 6.754.904 4 03 0l Or 03
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023.2982 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - SP.COKROAMINOTO -
SP.TOHPATI (JLN. G. SUBROTO TIMUR)
o 0,3 h 12.113.918 03 0s 02 003
03 01 0l o3
145.GA.7696.RDC.023.2983 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN.UNTUNG SUROPATI,
FLAMBOYAN (SEMARAPURA
o o h 0 03 05 02 003
145.GA.76 .RDC.023.2984 Prer€f,l aei Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - BTS. KOTA KLUNGKUNG
. KOSAMBA (BTS. KAB. KARANGASEM)
o o,l kE 3.931.490 03 05 02 003
03 0l ol .-rFl
145.GA.7696.RDC.023.2985 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - KOSAMBA (BTS. KAB.
KARANGASEM) . ANGENTELU
o 0,45 ld 9.75A.725 03 0l 01 03
03 05 02 003
SK No 145368 C
o kE o 03 05 02 003 145.GA.7696.RDC.023.2986 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. GA,AH MADA - JLN.
A YANI . JLN. S. PARMAN (SERIRIT,)
li)
berkas 5, hlm. 665 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.023.2987 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN.GATAHMADA -
DR.SUTOMO . A"YANI (SINGARAJA)
o 0,35 Lm 6.918.852 03 0s 02 003
03 0l 01 03
145.GA.7696.RDC.023.2988 Pres€fl asi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - JLN. NG. RN SELATAN -
JLN. PRAMUKA . JLN. DIPONEGORO -
JLN.AIRLANGGA - JLN.SURAPATI .
JLN.WR.SUPRATMAN (SINGARAJA)
3l 0,15 ld 4.442.861 03 01 0l o3
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023.2989 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - KUBUTAMBAHAN - KM
r24 DPfr (BON DALEM/DS. TEMBOK)
o 3,6 I@ 39.684.949 03 05 02 003
03 0l ol o3
145.GA.7696.RDC.023.2990 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - KM f24 DPS (BON
DALEM/DS. TEMBOK . BTS. KOTA
AMIITzuRA
o 1,55 l@ 19.417.814 03 0l Ol o3
03 05 02 003
145.GA.7696.RDC.023.2991 r Preservasi Jalan Mendukung Dcatina.i
Regeneratif Bali - JLN. JEIANTIK GINGSIR -
VETERAN (SINGARAJA)
o 0,13 b 1.752.39A 03 05 02 003
03 01 0l 03
145.GA7696.RDC.023.2992 Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - TEGES - BEDAHULU -
TAMPAK SIRING - ISTANA PRESIDEN
0 o,4L 5.490.098 03 01 0l 03
SK No 145369C
2,Ol l@ 36.471.A7 t 03 01 0l o5 145.GA.7696.RDC.024.0379 o
berkas 5, hlm. 666 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalan Mendukung Destinasi
Regeneratif Kepulauan Riau - JL. AGUS
SAUM (TANJUNG PINANG)
03 0l 01 o3
06 04 02 03
145.G47696.RDC.026. 1666 Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
KADEMAN - PENA'AM
o 6,49 l@ 140.366.978 06 0s 01 o5
03 01 0l 05
145.G47696. RDC.026. 1667 Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
JLN. SUDIRMAN (BALIKPAPAN)
i'l 0,35 kE 249.107.4@ 03 0l 01 05
0,6 05 0l 05
r45.G4"7696.RDC.026. 1668 Dukungan Infrastruktur Il(N (Preservasi) -
JLN. ISWAHYUDI (BALIKPAPAN)
o 0,57 km 64.504.35a 0,6 05 0l 05
03 0l ol o5
r45.GA7696.RDC.026. 1669 Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
JLN. SOEKARNO-HATTA (BALIKPAPAN)
o 1,47 lo 33.427.202 03 0l Ol o5
06 05 01 o5
145.GA.7696.RDC.026.2931 I Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
BTS. KOTA BALIKPAPAN - SP. SAMBOJA K
M 38 BPN (GERE.JA)
o 0,02 km 714.752 06 0s 01 05
03 0l 0l o5
145.GA.7696.RDC.026.2932 Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
JLN. SYARIFUDDIN YOES (JL. KE AIRPORT)
(BALIKPAPAN)
0 0,6 Lm 53.209.067 03 01 0t 05
06 05 0l o5
SK No 145370 C
0,13 h 2.716.147 06 05 0l 05 145.GA.7696.RDC.026.2933 o
berkas 5, hlm. 667 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Dukungan Infrastruktur IKN (hcscrvasi) -
JIT{. MT. HARYONO / RING ROAD
(BALIKPAPAN)
03 01 01 o5
145.GA.7696.RDC.026.3699 Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
Jalan SP.3. IrcI - SP.3. Riko
o 1,3 kE 20.861.583 03 01 01 05
06 05 01 05
145.GA.7696.RDC.026.3700 Dukungan Infrastruktur IKN (Pre.€f,va8i) -
Jalan SP.3. Riko - Petrng
3 3,8 kE 108.679.903 06 05 0l 05
03 01 0l o5
r45.GA.7696.RDC.026.4 r2 r Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
KM. 38 SP. SAMBOJA - SEMOI DUA -
SEPAJ<U.SP.3ITCI
0 5,05 km 197.159.018 03 0l 01 o5
06 05 0l 05
145.GA.7696.RDC.027 Fcrrbayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - Ag Jalintim Sumsel
1 I 902.523.520 0s 03 01
03 0t ol
04
10
145.G4.7696.RDC.027. 1600 Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - AE Jalintim Sumsel -
Protrirrsi Sumatera Selatan
I I h 902.523.5n 0,6 04 0l 02
SK No 145371C
I Lm
145.GA.7696.RDC.028 Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - AB Jalintim Riau
I t.259.644.284 03 0l 0l 10
berkas 5, hlm. 668 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G47696. RDC.O2a. 1400 Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - AP) Jalintim Riau - Provinsi
Riau
I I kE 593.438.291 06 04 02 0l
r45.GA7696.RDC.030.0395 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri BLrta[ Inti Industrial Estate - SP.
BUSUNG - SP. LOBAM
o o h 006040204
r45.GA7696.RDC.03 1.0689 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Krakatu Industrial Estate Cilegon - MERAK
- BTS. KOTA CILEGON
o 0,55 h 14.414.247 06 (X 02 03
03 0l ol 03
02 07 02 o5
r45.GA7696.RDC.03 1.0690 Preservasi Jalar Mendukung Kawasan
IGakatu Industrial Estate Cilegon - JLN,
RAYA MERAK (CILEGON)
0 o,l kE 2.100.878 03 0l ol 03
05 02 07 02
m 02 04 06
145.GA.7696.RDC.032.0728 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri Wilmar - SERDANG -
BG'ONEGARA - MERAK
o 3,25 km 70.299.236 05 02 08 01
03 0l ol 03
145.GA.7696.RDC.033.0961 I Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri Batang - BTS. KOTA BATANG -
BTS. KAB. KENDAL
o 3,07 l@ 120.409.659 03 0l 0r 03
SK No 145372 C
2,14 1@ 66.386.304 03 01 01 03 145.G47696.RDC.035.29 14 o
berkas 5, hlm. 669 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri Sentra Lamongan - LOHGUNG (KM.
93.175) - SADANG (BTS. KAB. LAMONGAN)
05 02 ll on
145.GA.7696.RDC.039.2474 Preservasi Jalan Mendukung l(awaran
Industri lPlP PoEalaa - POMAL,AA -
WOLULU
o o,l ktr 412.647 05 02 15 o3
145.GA.7696.RDC.040.3046 Preservasi Jalar Mendukung Kawasan
Industri VDNIP KoElav€ - BTS. l(AB.
KONAWE UTARA / KAB. KONAWE .
POHARA
0 1 kE 17.239.19rJ 05 02 16 03
03 0l 01 03
02 04 06 04
| 4 5. G A.? 6t,6. RDc. O42.2252 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri IHIP Huabao - BAHONSUAI -
BUNGKU
0 5,25 kE 102.939.133 05 02 1A
03 0l 0r 03
01
145.G47696. RDC.043.2254 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri IMIP Morowali - BAHODOPI - BTS.
PROV. SULTRA
0 I kE 14.925.795 03 01 01
06 04 02 04
05 02 19 01
03
SK No 145373 C
Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri IWIP Teluk Wed. - WEDA - SAGEA
3,6 Lm
06 04 02 0+
145.GA.7696.RDC.046.2672 o 80.309.007 05 02 22 02
03 01 0r 03
berkas 5, hlm. 670 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA,7696.RDC.047.2669 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri Buli - BULI - MABA
o 0,95 km .15.927.745 05 02 23 02
03 01 01 o3
145.GA7696.RDC.048.2776 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Industri Fak-Fak - JLN. AHMAD YANI (FAK-
FAE
o o,05 l@ 302.093 03 0r 01 o3
05 02 24 05
145.GA7696. RDC.O49.OO lO Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Ekonomi Khusus Arun [Lhokseumawe - JLN.
AHMAD YAM (LANGSA)
o 1,43 l@ 203.7?3.9t6 05 02 01
03 0l 01 03
OI
145.GA7696. RDC.050.OO83 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Ekonomi Khusus Sei Mangkei - JLN. AH.
NASUTION (MEDAN)
o o I@ 107.294 03 01 0l 03
145.GA7696.RDC.053. r399 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Ekonomi Khusus JIIPE Gresik - JLN.
MADURAN (GRESIK)
o o,2 h 8.644.274 03 01 01 03
06 04 02 04
05 02 05 03
145.G47696.RDC.053.29 r5 Preservasi Jalan Mendukung Kawasan
Ekonomi Khusus JIIPE Gresik - SADANG
( S. TAB. LAMONGAN) - BTS. KOTA
GRESIK
o 1,45 kE 180.055.553 05 02 05 03
03 0l 01 03
SK No 145374C
berkas 5, hlm. 671 OCR
FF,ESIDEN
- t27 t -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.055.0001 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- KRUENG RAYA - BTS. KOTA BANDA
ACEH
o o,ol h 17.092 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.0006 hcscrvasi Jalan Akrca Simpul Transportasi
- SP. CUNDA - BUKET RATA
o o,2 lra 41.351.021 03 0l Ol 04
145.GA.7696.RDC.055.0024 Pres€f,va8i Jalan Aks€3 Simpul Transportasi
- JLN. YOS SUDARSO (TAKENGON)
n 0,03 h 425.886 03 0l 01 04
r45.GA.7696_RDC-055-OO52 Prc.€!'va8i Jalan Akses Simpul Transportasi
- UIMBARO - BU\NG BINTANG
o 0,43 kE 31.782.166 03 0l Ol 04
145.GA.7696.RDC.055.0084 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. SISINGAMANGARA'A (MEDAN)
0 2,93 k@ 104.804.353 03 01 0l 04
06 04 01 0l
145.GA.7696.RDC.055.0272 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- KIURANJAO . BTS. KAB. DHAMAS RAYA
o 2,44 kE 117.546.522 03 01 01 04
145.GA-7696.RDC.055.0294 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. MR. MOH. HASAN (BANDA ACEH)
o 0,13 kD 10.328.456 03 01 01 04
145.GA"7696.RDC.055.0369 Preservasi Jalan Aks€3 Simpul Transportasi
- SP. SIAK SRI INDRAPURA -
MENGKAPAN/BUTON
0 s,963333333 b 251.440.247 03 0l 01 o4
SK No 145375 C
o o,773 kE 7.346.964 03 01 0l 04 145.GA7696.RDC.055.0378 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JL. HANG TUAH (TANJUNG PINANG)
berkas 5, hlm. 672 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.G4.7696.RDC.055.044 I Preservasi Jalan Ak.es Simpul Transportasi
. JLN. LINTAS SUMATERA N (MUARA
BUNGO)
o 0,05 km 154.069 03 0l 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.0445 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. SAROLANGUN - BTS. PROV. SUMSEL
o 0,78 l@ 18.591.814 03 0l 01 04
145.GA.7696.RDC.055.0452 Preservasi Jalan Ak*s Simpul Transportasi
- BTS. KOTA JAMBI . TALANG DUKU
o o, r5 kE 9.628.104 03 0l Ol 04
145.GA.7696.Rtrc.055.0477 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. SOEKARNO-HATTA (SUNGAI PENUH)
o o lc 809.035 03 01 0l 04
t45.G4.76 .RDC.055.0479 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- SP. ZONA LIMA . MUARA SABAK
0 0,6 kE 5.254.015 03 0l 01 04
145.GA.76 .RDC.O55.0503 Prec€rl,asi Jalan ALrca Simpul Transportasi
. PAGAR DEIIIA - SP. BANDARA -
BETUNGAN
o 0,33 h 53.878.871 03 0l 01 M
145.GA.7696.RDC.055.0511 r l Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- NAKAU - BTS. KOTA KEPAHIANG
o 3,18 h 162.187.145 03 01 0l 04
t45.G4.7696.RDC.055.05 l6 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- SP. NANGKA (CURUP) - BTS. PROV.
SUMSEL
o 0,55 t@ 131.575.370 03 01 0l 04
SK No 145376 C
3,98 kE 158.645.478 03 0l 01 04 145.GA.7696.RDC.055.0530 o
berkas 5, hlm. 673 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. PERINTIS KEMERDEKAAN
(PALEMBANG)
06 04 01 02
145.GA.7696.RDC.055.0597 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. TANJUNG KELIAN - IBUL
3 5,32 I@ 69.757.625 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.0602 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- TANJUNG GUDANG - LUMUT
0 o h 25.340 03 0l 01 04
145.GA"7696.RDC.055.06 13 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. TOBOALI - SADAI
o o kE 124.940 03 0l 01 04
145.G4.7696. RDC.055.06 19 Preservasi Jal,an Akses Simpul Transportasi
- PERAWAS - SP. 3 LAPANGAN TERBANG
o 0,03 Lm 253.400 03 0l 01 04
06 (x 02 03
145.G4.7696. RDC.055.0625 Preservasi Jalan Akses Simpu.l Transportasi
. JLN. PULAU PELEPAS (PANGKAL PINANG)
o 0,r 3.24A.fi)O 03 01 01 04
145.GA.7696.RDC.055.0640 Preservasi Jalan Al..es Simpul Transportasi
. SP. PELABUHAN PANJANG - KM. IO
0 3,965 275.122.059 03 01 0l 04
145.G4.7696. RDC.055.07 r0 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- SIMP. LABUHAN - SAKETI
o 1,3 l@ 97.727.091 03 01 01 o4
SK No 145377 C
o 0,39 IrE 32.713.862 03 0l 01 04 r45.G4.7696. RDC. 055.0765 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. JEND. A YANI (CIREBON)
berkas 5, hlm. 674 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
145.GA.7696.RDC.055.0779 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. KALIJAGA (CIREBON
o o,25 I@ 13.298.106 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.0821 I Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. ABDUL RAHMAN SALEH (BANDUNG
o 0,12 km 1.687.3ii6 03 0l Ol 04
06 04 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.0824 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. SUKARNO . HATTA (BANDUNG)
o 2,47 l@ 44.779.242 06 04 01 04
03 01 01 04
145.GA.76 .RDC.Oss.08sO Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. RAYA SINDANGLAYA (BANDUNG)
o 0,64 lo! 21.522.917 03 0l 01 04
06 04 0l 04
145.G4.7696. RDC.O55.0879 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- CILODONG/BTS. DEPOK - BTS. KOTA
BOGOR
o 1,6 llm 115.602.321 0,6 04 0l 03
03 01 01 fi
06 04 02 02
145.GA7696. RDC.055.OAAO Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. PAJAJARAN (BOGOR)
o 1,02 kE 35.692.7a7 03 01 01 04
06 04 0l 03
145.GA.7696.RDC.055.0941 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. YOS SUDARSO (TEGAL)
0 0,08 h 1.176.076 03 01 01 04
SK No 145378 C
0,25 kE 13.148.298 03 0l Ol 04 145.G4"7696.RDC.055.0945 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. MT. HARYONO (PEMALANG)
o
berkas 5, hlm. 675 OCR
K-TTJI.TTIS
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA7696.RDC.055.0974 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. WALISONGO (SEMARANG)
3 1,09 km 56.67 t.752 03 0l 0l 04
01 05 04 06
145.GA7696. RDC.Oss.O97A Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. TUGU MUDA (SEMARANG)
o 0,08 kE 526.373 06 04 0l 05
03 0l 01 04
145.GA7696.RDC.055.09A6 Preservasi Jalan N<s.s Simpul Transportasi
- JLN. UNGKAR DEMAK
o 0,59 km 59.326.147 03 01 01 04
r45.GA7696. RDC.055.099r Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. UNGKAR KUDUS
o o,08 kE 297.497 03 0l Ol 04
145.O4.7696.RDC.055. 1014 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. MAYOR BAMBANG SUGENG
(woNosoBo)
o o,2 I@ 20.580.099 03 01 01 04
145.G4.7696.RDC.O55. 103 1 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. LINGKAR AMBARAWA
o 0,07 l@ 13.165.010 03 0l 0r 04
145.G4.7696.RDC. 05s. 1032 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. LINGKAR SALATIGA
0 0,35 kE 42.970.119 03 01 0l 04
o3 02 04 06
145.G4.7696.RDC.O55. 1044 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. ADI SUMARMO (SURAKARTA)
t0 0,05 kE 6.761.236 06 04 02 01
SK No 145379C
0,05 km 16.190.178 03 0l 01 o4 145.G4.7696.RDC.055. lO49 o
berkas 5, hlm. 676 OCR
FR,EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalar Akses Simpul Transportasi
. JLN. SUMPAH PEMUDA (SURAKARTA
06 04 02 0l
145.GA.7696.RDC.055. 1073 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. UNGKAR SEI.ATAN KEBUMEN
o 0,55 km 39.185.863 03 0l Ot 04
145.GA.7696.RDC. 055. 1076 Preservasi Jalan Aksca Simpul Transportasi
. KUTOAR,JO - BTS. KOTA PURWOREJO
o o,24 kD 33.272.746 03 0l 01 04
r45.04,7696.RDC.05s. r r20 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. SOEKARNO-HATTA (MAGELANG)
0 0,1 km 18.760.534 03 0l 0l 04
145.G4"7696. RDC.Os5. r r26 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. DIPONEGORO (KLATEN)
n o,29 LE 62.435.A25 03 01 0l o4
145.GA.7696.RDC.055. I 164 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. KOL. SUGIYONO (BANTUL)
o o,23 kE 13.593.383 0i! 01 0l 04
145.G4.7696.RDC.05s. l2 15 Preservasi J.lan Akses Simpul Transportasi
- TANGKILING . BTS. KOTA
PALANGKARAYA
o o,77601 km 23.?91.A62 03 0r Ol 04
145.GA"7696.RDC.055. I 558 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. AHMAD YANI (PONTIANAK)
n 1,605 Lm ?6.152.t7t 03 01 01 04
145.G4,7696.RDC.055. r 731 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. MUL.AWARMAN (TARAKAN)
o t,2 kE 112.396.548 03 01 0l 04
SK No 145380 C
o,75 km 13.888.732 03 01 0l 04 l45.GA"7696.RDC.Oss. r735 o
berkas 5, hlm. 677 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. PANGERAN SAMUDRA
(BANJARMASIN)
0,6 04 Ol 08
r4s.GA.7696.RDC.055. l79t Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- GILIMANUK - CEKIK
0 n 2.549.249 03 01 01 ()4
r45.GA.7696.RDC.055. r8 r5 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- SIMP.PESANGGARAN - GERBANG BENOA
o o kE 977.064 03 01 0l 04
06 04 0l 07
14s.ca7696.RDC.055. 1838 Preservasi Jalan AI(s.s Simpul Transportasi
- BTS. KOTA SINGARAJA - MENGWITANI
0 n km 110.902 03 01 01 o4
145.G4.7696. RDC.O55. t860 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. SINDUBAYA (MATARAM)
o 3,72225 9A.36A.051 03 01 0l 04
06 04 02 o3
145.GA.7696.RDC.055.2046 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- SEBA - MESARA
o 10,15 kE 336.087.345 03 0l Ol 04
06 07 04 03
145.GA.7696.RDC.055.2074 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. TUMPAAN . WOROTICAN
o 6,13 h 220.671.239 03 01 0l 04
SK No 145381 C
Preservasi Jalar Akses Simpul Transportasi
. ISIMU . PAGI,'YAMAN
3,57 h
r45.cA.7696.RDC.055.2 r5r 0 110.484.383 03 01 0l 04
berkas 5, hlm. 678 OCR
if{JrtjlflS
INDONESIA
- L27A -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G47696. RDC.05s-2 r 92 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- PANTOLOAN (BTS. KAB. DONGGALA .
TAWAELI
o 7,9A h 130.941.171 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.2303 Preservasi Jalan Ak.eE Simpu.l Transportasi
. JLN. IAI}INRANG (PARE.PARE)
o 3,68692708i1 kE 361.500.851 03 01 01 04
145.GA.7696.RDC.055.2465 Pre.€f,vasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- I.APAI . LASUSUA
o 0,91 km 65.724.645 03 0l Ol 04
145.GA.7696.RDC.055.2566 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- BANGGOI - BUI.A
o 37,167 LE 86.078.760 03 0l 01 04
145.GA.7696.RDC.055.2628 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
.PAYAHE-WEDA
o 3,35 h 72.415.126 03 01 0r 04
06 04 02 04
145.GA.7696.RDC.055.2678 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. KOTI (JAYAPURA)
0 3,03225 Lm 130.765.798 06 (N 02 o3
03 0l ol o4
145.GA.7696.RDC.055.2785 Preservasi Jalan i!&scs Simpul Transportasi
- WAISAI - BANDARA
o o,2 lm 5.726.422 03 01 01 04
145.GA7696. RDC.055.282 1 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. BY PASS RANGKASBITUNG (JLN.
SOEKARNO HATTA
0 0,15 km 11.817.489 03 01 01 o4
SK No 145382 C
0,45 ld 53.779.123 03 0l 01 04 145.G47696. RDC.O55.2823 o
berkas 5, hlm. 679 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEI9
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASiI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- BIS. DKI/ BANTEN -
GANDARI.A/ BTS.DEPOK/ TANGERANG
(CIPUTAT . BOGOR
06 04 01 o3
145.CA7696.RDC. 055.2853 Prer€n asi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JIJ{. PRABU GAJAH AGUNG/P. SUGIH
(SUMEDANG)
o 0,48 km 6.265.018 03 0l Ol 04
06 (x 02 04
145.GA.7696.RDC.055.2862 Preservasi Jalan Al.s.s Simpul Transportasi
- JLN. DR. CIPTOMANGUNKUSUMO/DR.
WAHIDIN SUDIROHUSODO (TEGAL)
o 0,25 l(lrl 5.139.502 03 01 0l 04
145.GA7696.RDC.055.2864 Preservasi Ja.lan Akses Simpul Transportasi
. JLN. ARTERI UTARA (MARTADINATA,FLY
OVER,YOS SUDARSO (SEMARANG)
0 1,43 kE 105.456.534 03 0l Ol
06 04 01 fiE
04
145.GA7696.RDC.055.2886 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. GLEDAG - WONOSARI (LINGKAR UTARA
woNosARI)
n 1,25 kE 13.182.135 03 0l 01 04
145.G4.7696.RDC. 055_2aaq Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JANTI (YOGYAKARTA) - PRAMBANAN
(BTS. PROV. JATENG)
o o,49 ld 42.473.9?6 03 0l 0r 04
06 04 02 0l
SK No 145383 C
0,8 kE
03 0l 01 04
145.GA.7696.RDC.055.2935 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. YOS SUDARSO (JL. KE PELABUHAN
SAMARINDA) (SAMARINDA)
3l 71.082.355 06 04 02 02
berkas 5, hlm. 680 OCR
ircIird NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G4.7696. RDC. 055.2981 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. SP. TAP. TERBANG (DPS) - TUGU
NGURAH RAI
o o Lm 165.459 03 01 01 04
06 04 0l 07
145.CA.7696.RDC.055.30 l2 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- TALUDAA (B]Xt. PROV. SULUT) - pEL.
GORONTALO
o 1,2 KE 26.747.470 03 0l Ot 04
145.GA.7696.RDC.055.30 13 Preservasi Jalan N.ses Simpul Transportasi
- SP. PELABUHAN ANGGREK -
PELABUHAN ANGGREK
o 0,05 l@ 359.153 03 0r 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.3081 I Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- BTS. ACEH JAYA/ACEH BARAT . KOTA
MEULABOH
o 0,15 km 1.888.357 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDC.055.3082 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- JLN. SINGGAH MATA (AKSES TERMINAL)
(MEULABOH)
o o,23 h 6.375.102 03 01 0l 04
145.GA7696. RDC.055.3096 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. JLN. RESIDEN IBNU SYADAN (JLN.
PELABUHAN ULEE LHEUE) (BANDA ACEH
o 0,07 1@ 730.076 03 0t 01 04
SK No 145384C
0,65 kE 15.051.474 03 01 0r 04 145.GA7696. RDC.055.3 165 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
. BTS. KOTA BANGKO - BTS. KAB.
SAROLANGUN/ KAB. MERANGIN
berkas 5, hlm. 681 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDC.055.3176 I 76 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- BTS. KOTA JAMBI / SP. RIMBO - SP. PAL
SEPULUH (JAMBI
o 0,05 h 12.027.449 03 0l 01 04
145.GA"7696. RDC.055.37 10 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- Jalan Kota Gorontalo - Limboto - Isimu
0 o,t kE 3.991.140 03 01 0r
06 (x 02 03
o4
145.GA.7696.RDC.05s.34O3 Preservasi Jalan Akses Simpul Transportasi
- Fly Ov€f, Sudirman (Sefarl8)
:al 0,02 Lm 472.347 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDC.062. I IOO Dukungan Penarga[art Jalan Daerah -
Provinsi Acdl
o 27,61 km 569.227.3196 03 0l 0l 09
145.G4,7696.RDC.062. 1200 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Sumatera Utara
o 132,96 h 1.220. 0.526 03 01 01 ND
r45.GA7696.RDC.062. 130() Dukungan Penanganan Jalal Daerah -
Provinsi Sumat ra Berat
o ta,7 Lm 345.441.418 03 01 01 I'D
r4s.GA7696.RDC.062. 1400 Dukungan Penanganan Jalar Daerah -
Provinsi Riau
o 18,05 ld 372.077.442 03 0l 01 till
l4s.GA7696.RDC.062. 1s0{) Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Jambi
o 7,61 km 156.885.184 03 01 01 [D
SK No 145385 C
Dukungan Penanganan Jalan Da€f,ah -
Provinsi Sumatera Selatan
o 58,8 912.119.836 03 0l Ol 09 145.G4.7696.RDC.062. 1600
berkas 5, hlm. 682 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4"7696.RDC.062. 1800 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi laDputrg
o 17,76 kE 366.096.858 03 0l Ol 09
r45.G47696.RDC.062. 1900 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
o 21,24 I@ 437.912.391 03 0l Ol 09
145.G47696.RDC.0,62.2 100 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Kepulauan Riau
o 13,46 lc! 277.571.409 03 01 01 09
145.GA7696.RDC.062.3200 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Jawa Beret
0 54,16 km 975.222.191 03 0l 01 ml
145.GA.7696.RDC.062.3400 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi DI Yogyakarta
o 18,1 h 356.472.529 03 0l Ol 09
145.GA.7696.RDC.062.3500 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Jawa Timur
o 145,77 lm 1.200.623.763 03 0l Ol 09
145.GA.7696.RDC.062.3600 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Banten
o 20,14 396.539.434 03 0l Ol :iE]
145.G4.7696.RDC.062. 5 100 Dukungan Penaluana,r Jalan Daerah -
Provinsi Bali
o 59,53 km 962.310.354 03 01 0l 09
145.GA.7696.RDC.062.5200 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
o 97,31 km 1.136.532.040 03 0l Ol 09
SK No 145386 C
0 54,87 l@ 979.26A.9A2 03 0l Ol 09 145.G4.7696.RDC.062. 5300 Dukungan PerraiSanan Jalan Daerah -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
berkas 5, hlm. 683 OCR
PR,ESIDEN
- t2a3 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r45.G4.7696. RDC.0,62.6 100 Dukungan P€iran8allarr Jalan Daerah -
Provinsi Kalia€trtatr Barat
o 63,3 iEn r.060.776.889 03 0l Ol o9
145.GA.7696.RDC.062.6200 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Kalimantan Tcdgah
o 78,29 l@ r.094.343.222 03 0l Ol 09
145.GA.7696.RDC.062.6300 Dukungan Penanganan Jalan Dacf,ah -
Provinsi Kalimantan Selatan
o 21,82 lo! 630.975.104 03 01 01 (x'
145.G4.7696.RDC. 062.6400 Dukungan Psrartganan Jalan Daerah -
Provinsi Kalimantan Timur
o 8,05 kE 2.493.225 Os 01 01 IiD
145.GA.7696.RDC.062.6500 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Kalimantan Utara
o 27,27 km 744.429.2@ 03 0l 01 09
145.G4.7696.RDC.062.7 IOO Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Sulawesi Utara
0 36 lm 546.284.560 03 0l 01 09
145.GA.7696.RDC.062.7200 Dukungan Penanganan Jalan Da€f,ah -
Provinsi Sulawesi T€nEah
o 45 Lm 694.516.455 03 0l 01 09
145.GA.7696.RDC.062.7300 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Sulawesi Sel,atan
o 39 kE 601.271.640 03 01 01 09
145.GA.7696.RDC.062.7400 Dukungan Penanganan Jalan Da€f,ah -
Provinsi Sulawesi Tenggara
o 43 km 658.691.954 03 0l Or 09
SK No 145387 C
Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Gorontalo
9 l@ B2.A?3.763 03 0l Ol 09 145.GA.7696.RDC.062.7500 o
berkas 5, hlm. 684 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.G4.7696. RDC. 062.7600 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Sulawesi Barat
o ll km 167.761.905 03 01 01 09
145.G4.7696.RDC.062.8 100 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Maluku
o m 1.096.403.271 03 0l Ot 09
145.GA.7696.RDC.062.8200 Dukungan Penanganan Jalan Da€f,ah -
Provinsi Maluku Utara
o l09 h 1.247.697.a67 03 0l Ol o9
145.GA.7696.RDC.062.9100 r@ Dukungan Pdrangansi Jalan Daerah -
Provinsi Papua Barat
o 25 ld 757.378.849 03 01 01 09
145.GA.7696.RDC.062.9400 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Papua
o r6 kE 4? t.411X2 03 0l Ol 09
145.GA.7696.RDC.062.9500 Dukungan Perratuanan Jalan Da€f,ah -
Provinsi Papua Selatan
3 60 kI 1.307.235.538 03 0l ol ND
145.GA.7696.RDC.062.9600 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Papua Tengah
o 34 h 1.003.350.342 03 01 01 09
145.GA.7696.RDC.062.9700 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Papua Pegunungan
o 18 km 529.s46.23? 03 01 01 lill
SK No 145388 C
57 kE
30.922.167.978
ID 145.GA.7696.RDC.062.9800 Dukungan Penanganan Jalan Daerah -
Provinsi Papua Barat Daya
o 1.254.714.975 03 0l Ol
145.G4.7696.RDF OP Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jembatan)
berkas 5, hlm. 685 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.76 .RDF.002.9100 Preservasi Jembatan Trans Papua Merauke-
Sorong - Provinsi Papua Barat
3138 1105,4 r-,n 841.399.849 06 07 04 03
ol 02 o3 o5
145.GA.7696.RDF.002.9400 Preservasi Jembatan 'IYanB Papua Merauke-
Sorong - Provinsi Papua
3743 1429,2 rn 2.492.742.544 05 03 01 02
06 07 04 o3
145.GA.7696.RDF.003.0070 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - SIMPANG PANGKAL,AN SUSU -
TANJUNG PURA
o 374,6 m 402.581.578 05 03 0l 02
145.GA.7696.RDF.003.0246 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - LUBUK SIKAPING BY PASS
o 155,4 ni'I 639.446.306 05 03 01 02
03 0l 01 01
145.GA.7696.RDF.003.0598 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - IBUL - KELAPA
0 o nil 51.943.370 05 03 01 02
145.GA.7696.RDF.003.0693 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - JLN. RAYA SERANG
(CILEGON)
o o ;iI o05030l 7n
06 04 02 03
145.GA.7696.RDF.003.0972 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - BTS. KOTA KENDAL - BTS.
KOTA SEMARANG
o o i,il 0050301 02
SK No 145389 C
1571 329 r-'ll r.084.858.649 05 03 01 02 r45.GA.7696.RDF.003. r r00
berkas 5, hlm. 686 OCR
- t2a6 -
KODE
NAMA
PROORAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Aceh
03 01 01 0l
145.GA.7696.RDF.003. I 144 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - TOYAN - BTS. KOTA WATES
o o nit EO.684.670 03 01 0l Ol
05 03 01 02
145.GA.7696.RDF.003.1203 1 203 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - JLN. RAYA GUBENG
(SURABAYA)
0 o En o05030l 02
06 04 0l o6
145.GA.7696.RDF.003. l/+OO kcscrvasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Riau
746 o rn 1.054.720.425 05 03 01 7t)
03 01 0r 01
145.GA,7696.RDF.003. 1500 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jembi
[n 26 r-'il 850.979.844 03 0t Ot ol
05 03 01 02
145.G4,7696.RDF.003. 1600 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sumatera Selatan
1325 18,1 iiit 707.222.@8 05 03 0l tm
03 01 0l ol
145.G4"7696.RDF.003. 1700 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Bengkulu
329,5 tr-n 412.942.3N 03 0l Or or
SK No 145391C
berkas 5, hlm. 687 OCR
- t2a7 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l45.GA7696.RDF.OO3. l7 l5 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - BTS. BULUNGAN - TJ. SEIOR
o 110 f''i'l 162.307.081 05 03 0r 02
145.GA.7696. RDF.OO3. 1800 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Lampung
2806 12,A tii'l 734.990.161 05 03 0l 02
03 01 01 0l
145.GA.7696.RDF.O03. I 875 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - JLN. DIPONEGORO/ BTS.
KOTA DOMPU)
n 0 n-t 221.050.204 03 0l 01 02
05 03 01 02
145.G4.7696.RDF.003.2 169 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - PALELEH - LOI{ODOKA
o 1041,9 ntr 4t2.9t4.o22 0s 03 01 02
03 01 0t on
145.GA.7696.RDF.003.2270 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - JLN. POROS KALUKU
(MAMUJU)
0 161,4 f.il 136.037.529 05 03 0l 02
145.GA.7696.RDF.003.2547 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - JLN. PANTAI MARDIKA
(AMBON)
o 651,1 tin 570.064.1,16 05 03 Ol on
03 0l 01 02
145.G4,7696. RDF.003.2672 hescrasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - WEDA - SAGEA
o 188,1 r,n 431.664.232 03 0l Ol 02
05 03 0l 02
SK No 145392 C
0 1773,5 rn r.065.396.080 05 03 0t 7t) 145.G47696.RDF.OO3.27 I I
berkas 5, hlm. 688 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - JLN. AHMAD YANI (MERAUKE)
03 0l 01 on
145.GA.7696. RDF.OO3.2767 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone - MAMEH - BINTUNI
o 79,4 llit 297.498.805 05 03 0l 02
145.GA.7696.RDF.003.2953 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - ANJIR PASAR
(BTS.PROV.KALTENG ) - SERAPAT - BTS.
KOTA BANJARMASIN
0 148,5 t'n 653.74t.723 05 03 0l 02
03 01 01 02
06 (N Ol Lll
145.G4.7696.RDF.O03.3200 Pre.€i'va8i Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa Barat
1 1090,75 iit 1.046.004.247 03 0l 01 0l
ian 03 o5 01
145.GA.7696.RDF.003.3300 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa Tengah
768 o nil 792.770.677 0s 03 0l 02
03 0l ol o1
145.GA.7696.RDF.003.3500 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Jawa Timur
t:rjl 31,3 i,il 1.280.402.857 03 01 01 ol
05 03 0l 02
145.GA.7696.RDF.003.3600 Prcs€f,vasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Banten
469 6,5 i,il 167.720.6& 05 03 0l 02
03 01 01 0l
SK No 145393 C
96 401,5 rn] 653.698.700 03 01 01 02 145.GA.7696.RDF.003.5300
berkas 5, hlm. 689 OCR
FH,EgIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Prcsefl asi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Nusa Tenggara Timur
05 03 01 7t)
145.G47696.RDF.003.6 100 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi lGlirtrantan Barat
44 746,7 lal 1.360.731.333 05 03 0l m
03 01 01 02
05 02 13 02
145.GA.7696.RDF.003.6200 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(BackboElc) - Provinsi KaliEantan Tengah
4 915,2 nn 1.250.402.926 03 01 0l 02
05 03 01 02
145.GA.7696.RDF.003.6400 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Kalimantan Timur
154 14l nn 730.025.185 05 03 0l 02
03 0l ol tm
145.G4.7696.RDF.O03.7 100 Preservasi Jembatan Kdidd Logistik
(Backbone) - Provinsi Sulawesi Utara
184 109,3 nit @1.744.276 03 01 01 02
05 03 0l tm
r45.GA.7696. RDF.003.7300 Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Sulawesi Selatan
32 62,5 i7n 476.622.944 05 03 0r 02
03 0l or [n
r45.GA7696.RDF.003.7400 Preservasi Jembatan K6idc Logistik
(Backbone) - Provinsi Sulawesi Tenggara
x2 29,4 iiit 399.957.136 03 0r 01 02
o1 02 03 o5
SK No 145394C
85 24 iin 429.032.929 05 03 01 02 145.GA.7696.RDF.003.7500
berkas 5, hlm. 690 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jembatan Koridor Logistik
(Backbone) - Provinsi Gorontalo
03 0l 01 02
145.047696.RDF.004.0538 Preservasi Jembatan Dukungan l(awasall
Prioritas - BTS. KOTA PALEMBANG -
SIMPANG INDRALAYA
o 0 t'n 46.326.479 06 04 0l 02
145.GA.7696.RDF.005.0692 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - BTS. KOTA CILEGON - BTS.
KOTA SERANG
o r20 riil 60.814.601 06 04 02 03
05 03 0l 02
03 01 0r 04
145.GA.7696.RDF.005.1100 r rOO Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
Kawasan) - Provinsi Aceh
492 o ,!-l o050301 02
145.GA.7696.RDF.005.1195 I 195 Preservasi Jembatan Ak.es Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - JLN. VETERAN (GRESIK)
n o fiI 23.341.660 05 03 01 02
03 01 0l 04
04 02 04 tra
145.G47696. RDF.OO5. 1200 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sumatera Utara
60 o I'iI 78.538.789 03 0l Ol 04
05 03 0l 02
SK No 145395 G
o nl 28.434.960 05 03 01 02 145.G4.7696. RDF.O05. r545 o
berkas 5, hlm. 691 OCR
KODE
NAMA
PROORAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEIO
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawa8arD - SEI DURI - BTS. KOTA
MEMPAWAH
03 0l ol 04
145.C4.7696.RDF.O05. lA00 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Lampung
1141 o tiil 1.427.NO 03 0l Ol 04
05 03 0l 02
145.G4.7696. RDF.OO5. 1964 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - BOLOK - TENAU
o o rn 1.579.387 05 03 01 02
03 01 01 04
145.GA7696. RDF.OO5.2782 Preservasi Jembatan Ak3e3 Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - AIMAS (KM 23) - PEL. ARAR
(soRoNG)
o o rn 27.576.044 03 01 01 o4
0s 03 01 02
145.GA.7696.RDF.005.3025 Preservasi Jembatan Ak.cs Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - BTS. KOTA SUNGGUMINASA -
BTS. KAB. TAKALAR
n 0 f,il 15.583.205 05 03 0t 02
03 01 01 04
SK No 145396 C
r50 0 f,il
05 03 01 02
145.GA.7696.RDF.005.3200 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Jawa Barat
151.970.723 03 01 0l 04
berkas 5, hlm. 692 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA"76 .RDF.005.33)O Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Jawa Tengah
140 0 f,il oo5 03 01 02
145.GA.7696.RDF.005.7 IOO Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Sulawesi Utara
3:lo o I! 11.621.131 05 03 0l 02
03 0l 01 04
145.GA.7696.RDF.005.8200 Preservasi Jembatan Aksca Si&pul
Transportasi Utama dan Hinterland
(Kawasan) - Provinsi Maluku Utara
lo o EI 4.158.080 03 0l Ol 04
05 03 0r 02
145.GA.7696.RDF.006.0224 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BTS. KOTA GUNUNG SITOLI -
TETEHOSI
o o r,a 82.846.386 03 0l Ol 05
145.GA.7696.RDF.006.0642 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BTS. PROV. BENGKULU -
PUGUNG TAMPAK
o o f,it 110.315.892 03 0l Ol 05
145.GA.7696.RDF.006.1100 1 IOO Preservasi Jembatan Dacf,ah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Aceh
49 o r-'n 2.505.347 03 01 0l 05
07 15 01 09
SK No 145397 C
o rn
03 0r 01 05
145-GA.76S6.RDF.006. 1535 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BTS. SERAWAK - ARUK - SP.
TANJUNG
0 13.205.283 06 07 05 ltt)
berkas 5, hlm. 693 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA7696. RDF.006. 1732 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - LINGKAR PULAU SEBATIK
145.GA7696.RDF.006. 1910 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BAYAN - SEMBALUN BUBUNG
o 16 nit 95.19S.667 03 01 0r o5
3.742.513 03 0l 01 o5
02 o5 w tr5
lii'l o o
145.GA7696. RDF.006. r925 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - KM. 210 - BATAS KAB.
MANGGARAI
o 686,8 n-t 261.135.510 03 01 0l 05
145.GA7696. RDF_006-2 r27 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Ferbataean - MELONGUANE - BEO
0 13,1 a 23.233.553 03 0l 01 05
atn 05 07 trla
145.G47696. RDF.006.26a7 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - BTS. KOTA WAMENA -
PIRAMID
n 76 A;I 114.695.194 06 0? 04 o3
03 0l 01 05
145.GA.7696.RDF.006.2783 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - SORONG - MAKBON
o o iiil 15.440.426 03 0r 01 05
145.GA.7696.RDF.006.7400 Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal] dart
Perbatasan - Provinsi Sulawesi Tenggara
494 o n-t 3.199.710 03 01 01 05
u7 15 0l ill
SK No 145398 C
Preservasi Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan - Provinsi Maluku
1032 440,7 i,it
03 0l 01 IF
145.G4.7696.RDF.006.8 IOO ra4.476.235 07 15 0l 09
berkas 5, hlm. 694 OCR
PH,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDF.007 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Kalimantan
Tengah
0 o f,il 68.?63.818 02 10 01 ol
145.GA.7696.RDF.008 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera Utara
o o f,il 69.256.426 02 lO 02 o1
145.GA.7696.RDF.008.O 156 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera Utara
. BTS. KAB. DAIRI - DOLOK SANGGUL
o o r'n 69.256.a26 03 0t 01 03
145.GA.7696.RDF.009 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan
o 0 r-'a 20.461.878 02 lO 03 0l
145.GA.7696.RDF.009.0525 Preservasi Jembatan McndukuE8 Kaqraaan
Sentra Pangan/Food Estate Sumatera
Selatan - BETUNG - BTS. KOTA
PALEMBANG
o o FN n.461.878 03 0l Ol 03
145.GA.7696.RDF.010 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Tenggara
Timur
3 0 rit 32.A90.79a 02 lO 04 ol
SK No 145399 C
o nil 32.490.794 03 01 0l 03 145.G47696.RDF.O 10.4062 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Nusa Te-nggara
Timur - HALILULIK - ATAMBUA - MOTAAIN
o
berkas 5, hlm. 695 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK}
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDF.011 I Jembatan Daerah Tertinggal dan
Perbatasan
3 o i,il o07150r o9
145.G4"7696. RDF.O 13. 1906 hesarvaai Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Lombok-Gili-
Tramena - MATARAM - GERUNG
3 0 fil 19.183.178 03 0l Ol 03
r45.GA7696.RDF.0 r3. r909 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Lombok-Gili-
Tramena - PEMENANG - BAYAN
o o f,il 32.509.972 03 0l Ol 03
03 05 05 001
l45.GA7696.RDF.O15. 1917 Preservasi J€obatarr Mendukung l(awasar
Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo -
JLN. WAETAMA (LABUHAN BA'O)
0 o r,n 457.49? 03 05 05 001
03 05 lo 001
03 01 01 03
r45.GA7696. RDF.0 r6.O r57 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba -
DOLOK SANGGUL - SIBORONC BORONG
o o fi'l 54.274.797 03 0l Ol 03
03 05 08 001
145.G4.7696. RDF.O 14.2802 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Bangka
Belitung - JUNCTION (SP. UMATJ.
PANDAN) - TANJUNG KELAYANG
o 102 r-,il 23.330.895 03 0s tr 001
03 01 01 m
SK No 145400 C
Dukungan Infrastruktur IKN (Preservasi) -
KADEMAN - PENA.'AM
o r,n
06 05 0l 05
145.G4,7696. RDF.O 19. I 666 o 60.264.474 03 0l Ol o3
berkas 5, hlm. 696 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYET}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Fap Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.76 .RDF.O2o Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan
Usaha (KPBU - AD Penggantian dan/atau
Duplikasi Jembatan CH di Pulau Jawa
I 1 nn 2.140.A7t.O40 05 03 01 04
03 0l or lo
145.GA.7696.RDF.023 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua Selatan
o o fil 12.835.406 02 lo 06 0l
145.GA.7696.RDF.023.2708 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Scartra Pangan/Food Estate Papua Selatan -
SOTA - KM ,{)
o o tin 745.386 03 0l Ol 03
145.GA.7696.RDF.023.2709 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua Selatan -
KM 40 . BTS. KOTA MERAUKE
o o t'-l 12.090.020 03 0l 01 o3
145.GA7696.RDF.O24. I 143 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Borobudur
dan Sekitarnya - KEPREKAN -
BOROBUDUR
o o iiit 12.600.407 03 01 01 03
03 05 0l 001
145.G4.7696.RDF.025. 1510 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Bromo
Tengger Semeru - LAWEAN - SUKAPURA
o o iil 3.213.714 03 05 I I 001
03 01 01 o3
SK No 145401C
6 iin 27.343.66? 03 01 01 o3 145.GA.7696.RDF.026.3379 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Morotai -
JEMBATAN SOPI - WAYABULA 3
berkas 5, hlm. 697 OCR
S{'IIFEIK
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA.7696.RDF.028. I 797 Preservasi Jembatan Mendukung Destinasi
Regeneratif Bali - ANTOSARI - BTS. KOTA
TABANAN
o o r-!n 385.347.1A0 03 01 01 03
145.GA.7696.RDF.029.0382 Preservasi Jembatan Mendukung Dc.tinaEi
Regeneratif Kepul,auan Riau - JL. WIRATNO
(TANJUNG PINANG)
o 777,9 tin 230.2443f31 03 01 01 03
03 05 03 001
r45.GA.7696. RDF.03 1.0689 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Krakatu Industrial Estate Cilegon - MERAK
- BTS. KOTA CILEGON
o o rn 6.952.176 03 0r 01 o3
145.GA7696.RDF.032.0728 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri Wilmar - SERDANG -
BOJONEGARA - MERAK
0 o t'il 3.115.041 03 01 0r 03
08 02 05 ol
145.GA.7696.RDF.033.0961 r Pre.€i'vaai Jembatan Mendukung Kawasan
Industri Batang - BTS. KOTA BATANG -
BTS. KAB. KENDAL
n 0 ilil 29.510.288 05 02 09 0r
03 0l 01 03
145.GA.7696.RDF.035.2914 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri isentra lamongan - LOHGUNG
(KM. 93. r75) - SADANG (BTS. rAB.
LAMONGAN
o o rm 5.059.310 03 01 0l 03
05 02 rl 02
SK No 145403 C
o iin
03 0l 01 03
145.GA.7696.RDF.039.2474 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri lPlP PoEalaa - POMALAA -
WOLULU
o 16.612.337 05 02 l5 03
berkas 5, hlm. 698 OCR
FREsIDEN
- D9A -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O29 SATUAN
INDIKASI ALC}I(ASI
2025-2029
{Rrr Ribu)
PN PP TP PROP
145.GA.7696.RDF.040.3046 Preservasi Jembatan Mendukung KavasaI!
Industri VDNIP Konawe - BrIS. I(AB.
KONAWE UTARA / KAEI. KONAWE .
POHARA
:il o tin 2.326.770 03 01 0r 03
05 02 16 03
145.GA.7696.RDF.042.2252 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri IHIP Huabao - BAHONSUAI -
BUNGKU
o o f,'i'l 67.696.965 05 02 18
03 01 01 03
01
145.GA.7696.RDF.043.2254 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri IMIP Morowali - BAHODOPI - BTS.
PROV. SULTRA
o o liit 27.785.A92 03 0l Ol 03
05 02 ls o1
145.GA.7696.RDF.046.2672 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri I\JVIP Teluk Weda - WEDA - SAGEA
o 155 nit 43.237.744 05 02 22 02
03 0l ol 03
145.GA.7696. RDF.047.2669 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri Buli - BULI - MABA
0 o iin 16.985.420 03 0l Ol 03
05 02 23 In
145.GA.7696.RDF.048.0000 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Industri Fak-Fak -
o o iiil 0050224 o5
SK No 145404C
0 iin
o5 02 o1 01
145.GA.7696.RDF.049.2788 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe -
BTS. BIREUEN/ACEH UTARA . BTS. KOTA
LHOKSEUMAWE/BTS. ACEH UTARA
o 22.249.746 03 0l Ol 03
berkas 5, hlm. 699 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.G4.7696.RDF.O53. I 399 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
EkdtoEi Khusus JIIPE Gresik - JLN.
MADURAN (GRESIK)
o o rn rr.512.686 03 0l 01 00
05 02 05 03
145.CA"7696.RDF.O53.29 15 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Eko(ro|oi Khusus JIIPE Ctre8ik - SADANG
(BTTI. KAB. LAMONGAN) - BTS. KOTA
GRESIK
o 0 r-,n 13.729.7 t4 05 02 0s 03
03 0l ol 03
145.GA.7696.RDF.055.0001 r Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - KRUENG RAYA - BTS. KOTA
BANDA ACEH
o m fi'l 92.549.242 03 01 01 o4
145.GA.7696.RDF.055.0231 I Pr6€f,vasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - SP. KAYU BESAR - KUALA
NAMU
0 3 ni] 24.532.152 03 01 01 04
145.GA.7696.RDF.055.0272 Preservasi Jembatan Aksca Simpul
Transportasi - KILIRANJAO - BTS. KAB.
DHAMAS RAYA
0 o iiil 50.512.040 03 0l or 04
145.G4.7696. RDF.055.o,rcO Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - TG. BALAI - MERAL
o o i'il 4.513.471 03 01 01 o4
SK No 145406 C
155 i,il 41.734.626 03 0l 01 04 145.GA7696. RDF.055.O445 Preservasi JcEbatqr! Akses Simpul
Transportasi - SAROLANGUN - BfS. PROV.
SUMSEL
o
berkas 5, hlm. 700 OCR
FF.ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEN
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Flp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GA.7696.RDF.055.0511 I Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - NAXAU - BTS. KOTA
KEPAHIANG
0 a7 fil 124.159.983 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDF.055.0563 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - BTS. KOTA LAHAT - MUARA
ENIM
o o iiil 55.760.206 03 01 01 04
145.GA"7696.RDF.055.0597 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - TANJUNG KELIAN - IBUL
0 0 ii'l 40.5ao.1a3 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDF.055.0636 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - SP. KALIANDA - BAKAUHENI
o o iiil 57.809.105 03 01 01 04
145.G4.7696.RDF.055.07 10 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - SIMP. LABUHAN - SAKETI
0 o ,ill 23.446.501 03 01 0l 04
145.GA.7696.RDF.055.0765 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. JEND. A" YANI
(CIREBON)
o 0 nit a.161.415 03 0l 01 04
145.GA.7696.RDF.055.1559 I 559 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. SUPADIO (PONTIANAK)
o 0 rn 20.955.061 03 0l Ol 04
SK No 145407 C
o tr-l 12.810.857 03 01 01 o4 r45.GA"7696.RDF.055. 1643 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - BTS. KOTA PANGrAIANBUN
- KUMAI
o
berkas 5, hlm. 701 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA7696. RDF.O55. 1670 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - LOA JANAN - BTS. KOTA
SAMARINDA
o o iiil 2.4 .352 03 01 0r 04
xt) 02 04 06
145.G4.7696.RDF.055. 173r Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. MULAWARMAN
EARAI(AN)
o o rm 7.308.074 03 01 0l 04
145.G4.7696.RDF.055. 1 78 r Preservasi Jembatan Akses SiEpul
Transportasi - MARGASARI - MA. MUNING
o o ;ii'I 26.8:i3.695 03 0l Ol 04
145.G47696.RDF.O55. I 866 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - Pl,. POTOTANO - SIMPANG
NEGARA
o o ia! 51. rro.7r7 03 0l ol 04
145.GA7696.RDF.O55. 1919 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. YOHANIS SAHADUN
(LABUHAN BA'O)
o 100 .i!! 135.490.150 03 01 01
06 04 02 04
04
145.GA.7696.RDF.055.2077 Preservasi Jembatan Aklca Simpul
Transportasi - KAIYA - MAELANG
0 72 iin 47.217.115 03 01 01 04
145.GA.7696.RDF.055.2 r91 Preservasi Jembatan Alcca Simpul
Transportasi - TOMPE - PANTOLOAN (BTS.
KOTA PALU)
0 1059 nil 247.476.373 03 01 01 (X
SK No 145408 G
berkas 5, hlm. 702 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2r-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.GA,7696. RDF.055.2277 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. GATOT SUBROTO
(MAMUJU)
o o tin 3.155.082 03 0l 01 o4
145.GA"7696.RDF.055.23 r2 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - PAKKAE - BTS, KAB.
PANGKEP
o 7 rn 47.yt4.742 03 01 01 04
145.GA.7696.RDF.055.2465 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - LAPN - LASUSUA
o o r'il 15.995.532 03 01 01 04
145.GA.7696.RDF.055.2556 Preservasi Jembatan Akses SiEpul
Transportasi - TULEHU - UANG
o 17? r,il 162.3? L2At 03 0l 01 04
145.GA.7696.RDF.055.2666 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - SANANA - POHEA
o 191 ;,iI 162.612.934 03 01 0l 04
145.04.76 .RDF.055.2675 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. RAYA ABEPURA
(ABEPURA)
n o iin 71.203.396 03 0l 01 o4
r45.GA7696. RDF.055.2785 Preservasi Jembatan Ak.es Simpul
Transportasi - WAISAI - BANDARA
o o f.il 911.954 03 0l Ol 04
SK No 145409 C
o f,i'l 78.058.579 03 0l Ol 04 145.G47696. RDF.O55.2a62 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. DR.
CIPTOMANGUNKUSUMO/ DR. WAHIDIN
SUDIROHUSODO (TEGAL)
o
berkas 5, hlm. 703 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.GA.7696.RDF.055.2884 Preservasi Jembatan Ak.es Simpul
Transportasi - KARANG NONGKO (B'IS.
PROV. JATENG) . TOYAN
o o f,il 20.160.472 03 01 01 o4
145.GA.7696.RDF.055.2898 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - JLN. AKSES BANDARA
JUANDA BARU (SIDOARJO)
o n f,il 122.002.615 03 01 01
06 04 0l 06
04
145.G47696.RDF.O55.30 l2 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - TALUDAA (BIS. PROV.
SULU! - PEL. GORONTALO
0 6 f,il 65.831.693 03 01 0l 04
145.GA7696.RDF.055.3 137 Preservasi Jembatan Akses Simpul
Transportasi - SP. AIR HITAM - SP. GEMAR
MENABUNG (PEKANBARU)
o 18 ;in 6.351.212 03 0l 01 04
06 04 02 01
145.GA.7696.RDF.056 Preservasi Jembatan Mendukung Kawasan
Sentra Pangan/Food Estate Papua
o o ni] 20.474.702 02 lO 05 0r
145.GA7696.RDF.056.2679 Preservasi Jembatan Mendukung lG\ya8arr
Sentra Pangan/Food Estate Papua - BTS.
KOTA JAYAPURA / KAB. KEROM - ARSO
o o "-il 20.474.702 03 0l 01 o3
145.GM Program Prasarana Strategis 20. 6.774.068
SK No l454l0C
Pembangunan dan Rehabilitasi Prasarana
Pendidikan
19.777.688.773 145.GM.77 t7
berkas 5, hlm. 704 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GM.7717.RBI Prasarana Bidang Pendidikan Dasar dan
Menengah
19.777.688.773
145.GM.7717.RBI.001 Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah Dasar
dan Menengah
49,2 o unit 17.255.504.413 04 01 02 0l
145.GM.7717.RB1.003 Fc6banSunan, Rehabilitasi dar Renovasi
Madrasah
29,92 o unit 2.522.84.360 04 0l 02 ol
145.GM.7714 Penyelenggaraan Sarana Prasarana
Strategis Lainnya
589.085.296
145.GM.7718.RBB Prasarana Bidang Perumahan dan
Pemukiman
563.210.296
145.GM.7718.RBB.011 I Pembangunan, Rehabilitasi datr Renovasi
Sarana Prasarana Olahraga
2 unit 53.810.294 04 2t 03 0l
145.GM.7718.RBB.012 Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi
Sarana Prasarana Pasar
5 lo unit 200.499.994 05 05 0l OO8
145.GM.7718.RBB.802 Pembangunan Bangunan Gedung dan
Penataan l(awesen IKN
5 o unit 308.900.008 06 05 01 m
SK No 145411 C
o unit
25.474.999
145.GM.7718.RBB.804 Peobangurarr Sarana Prasarana Strategis
Pendukung IKN
o 006050r02
145.GM.7718.RBN Prasarana Bidang Pariwisata darr
Kebudayaan
berkas 5, hlm. 705 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGE'T2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.GM.7718.RBN.001 Rehabilitasi Bangunan Cagar Budaya da,r
Istana
I o unit 25.474.999 08 02 02 02
145.GM.7718.RBN.002 Rehabilitasi dan Renovasi Bangunan Cagar
Budaya
o unit 00802o.2 02
145.GM.7718.RBN.003 Penataan Kawasan Cagar Budaya o I Kawasan 008020302
145.IA ho8raE Perumahan dan Kawasan
Ferthukimsn
233.958.594.604
t45.1fl"7714 Penyelenggaraan Air Minum yang Aman 67.346.466.470
145.tq,7714.Q^H Pelayanan Publik Lainnya lo.ooo.ooo
r45.tA,77l4.QAH.OOt Fasilitasi Pengembangan Teknologi dan
Pengelolaan Peralatan Bidang Air Minum
n I layanan ro.000.ooo 02 12 08 003
145.1A"7714.QMA Data dan Informasi Publik 4.000.000
r45.rA.77l4.QMA.OOl Manqie@cn Data Monitoring dan Evaluasi
Penyelenggaraan SPAM (SIMSPAM)
o Data 4.000.000 02 t2 08 002
145.IA.7714.RBB Prasarana Bidaru Perumahan dan
FeEukitosn
65.7 12.932.2&
SK No 145412 C
FeEbarlgunan SPAM Kabupatcn/ Kota 62
145.IA.7714.RBB.001 O Liter/detik ?4.700.oo1 02 t2 05 01
berkas 5, hlm. 706 OCR
FN,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.t4.77 I4.RBB.OOI.OOOO Pembangunan SPAM Kabupaten/ Kota -
hr3at
62 O Liter/detik o 0,6 04 0l 02
06 04 01 07
145.IA.77 14.RB8.001.3273 Pembangunan SPAM Kabupaten/ Kota -
I(ota Bandung
o O Liter/detik 38.100.001 06 04 01 04
l45.IA.7714.RBB.OO2 Pembangunan SPAM Regional 750 O Liter/detik 177.160.649 06 04 01 o7
oa 03 04 rla
02 t2 05 01
l45.IA.7714.RBB.OO2.OOOO PeEbanguranSPAMRegionsl-Pusat 750 0 Liter/detik o06 04 0l 0l
06 04 01 02
06 04 0l 05
06 04 01 TE
06 04 0l 09
06 04 0l 10
145.t4.77 I 4.RBB.002.3372 Pembangunan SPAM Regional - Kota
Surakarta
0 O Liter/detik 75.345.445 06 04 02 0l
tm 02 04 06
SK No 145413 C
Perluasan SPAM Kabupaten / Kota 37808 o SR 227.592.57a 02 12 0s ol 145.IA.7714.RBB.005
berkas 5, hlm. 707 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PF KP PROP
08 03 04 06
145.t4.77 14.RBB.005.7205 Perluasan SPAM Kabupaten/Kota - Kab.
Donggala
o o sn 29.499.999 06 04 01 03
145.t47714-RBB-O06 Perluasan SPAM Regional 26 o unit 24.OOO.OOO 08 03 04 06
02 t2 05 ol
145.IA.7714.RBB.006.3174 Perluasan SPAM Regional - Kota
Administrasi Jakarta Barat
o o unit 14.000.000 06 04 0r 03
145.IA.7714.RBB.007 Infrastruktur Air Minum Berbasis
Masyarakat
,+8000 0 FIll 360.000.013 02 t2 05 0l
04 1l 02 02
08 03 04 06
06 07 01 02
r45.rA.77 14.RBB.007.3200 Infrastruktur Air Minum Berbasis
Masyarakat - Provinsi Jaura Barat
n o SR 661.800 06 04 01 04
06040202
06 04 02 04
SK No l454l4C
o sa 241.500 06 04 02 o1 145.14.77 l4.RBB.OO7.3,+OO Infrastruktur Air Minum Berbasis
Masyarakat - Provinsi DI Yogyakarta
o
berkas 5, hlm. 708 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l45.IA.77l4.RBB.OO7.? IOO Infrastruktur Air Minum Berbasis
Masyarakat - Provinsi Sulawesi Utara
o n SR 209.700 06 04 02 03
145.IA.77 14.RBB.OO7.7300 Infrastruktur Air Minum Berbasis
Masyarakat - Provinsi Sulawesi Selatan
o n SR 210.OOO 06 04 02 04
145.IA77 14.R88.007.7400 Infrastru.ktu.r Air Minum Berbasis
Masyarakat - Provinsi Sulawesi Tenggara
o o 9T 167.400 06 04 02 04
l45.IA77l4.RBB.OO7.a100 Infrastruktur Air Minum Berbasis
Masyarakat - Provinsi Maluku
o o SR 166.200 06 04 02 04
06 04 02 03
145.IA.7714.RBB.008 SPAM berbasis masyarakat o 490000 FIi 15.680.000.000 06 07 0l 02
ol
04 13 06 03
ID
08
12
03 06
05
04
r45.tA"77l4.RBB.OO9 Pembangunan SPAM o 576 Liter/detik 7.370.000.000 08 03 04 t]a
02 t2 05 0l
SK No 145415 C
576 Liter/detik
I45.|A77\4.RBB.OO9.O0OO Pembangunan SPAM - Pusat o 7.370.000.000 06 04 02 ol
berkas 5, hlm. 709 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TA,RGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 02 04
145.1A.7714.RBB.010 Peningkatan SPAM 0 235 Liter/detik 2.332.500.000 02 l2 0s or
06 o4 03 08
l45.lA"7714.RBB.Of O.O0o0 Peningkatan SPAM - Pusat o 235 Liter/detik 2.332.500.000 06 04 02 01
06 04 02 02
06 04 02 03
06 04 02 04
145.14.7714.RBB.01I Perluasan SPAM o 499316 SR 35.950.752.000 08 03 04 06
02 t2 05 o1
04 1l 02 02
l45.IA.77l4.RBB.O I I.OOOO P.f,luasan SPAM - Pusat o 249316 FIrl 17.950.752.000 06 04 02 04
o1
06 04 02 03
ID
02
7D
04
04
rla
l45.lA.77I4.RBB.O 11.3f00 Perluasan SPAM - Provinsi DKI Jakarta lil 30000 SR 2.160.000.000 02 t2 09 02
SK No 145416C
o 55000 FI'I 3.960.000.000 02 t2 (x) 09 l45.lA.7714.RBB.O I l.32OO Perluasan SPAM - Provinsi Jawa Barat
berkas 5, hlm. 710 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA7714.RBB.OI f.33OO Perluasan SPAM - Provinsi Jawa Tengah o 77500 si 5.580.OOO.OOO 02 t2 (x' lm
l45.lA.77l4.RBB.Ol1.35OO P.f,luasan SPAM - Provinsi Jawa Timur o 46250 SR 3.330.000.000 02 12 G) 02
145.IA.7714.RBB.011.3600 Perluasan SPAM - Prot insi Banten o 41250 $a 2.970.000.000 02 t2 09 02
145.IA.7714.RBB.012 Rchebilit si SPAM o lo unit 800.000.000 02 12 0s 02
145.IA.7714.RBB.801 Pembangunan SPAM IKN 6 O Liter/detik 2.572.62?.027 02 12 05 01
04 o5 06 0l
145.IA.7714.RBB.802 Fef,luessn SPAM IkN 0 1795 si 143.600.000 06 0s ol 04
02 12 05 0l
145.tA"7714.SCB Fel,auhan Bidang Infrastruktur 38-000-ooo
145.IA.7714.SCB.001 Pembinaan Teloxis Bidang Air Minum o 8(X) Orang 38.000.000 02 t2 05 02
145.lA77l4.UBA Fasilitasi dan Pembinaan F.ocrintah
Deereh
1.581.534.202
l45.ra7714.UBA.OO1 Pembinaan darl Pengawasan FcngcabanSan
SPAM
509 509 Daerah
(hovl&bKota)
t.377.934.202 02 12 07 002
SK No l454l7C
509 Daerah
(Pror,KabKota)
203.600.000 02 t2 07 001 145.IA.7714.UBA.002 Pendampingan Penyusunan dan
Implementasi Dokumen Perencanaan
Daerah dan Dokumen Teknis Air Minum
o
berkas 5, hlm. 711 OCR
PR,ESIDEN
REPUELIK INOONESIA
KODE NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PII PP KP PROP
r45.tA.77 L5 Penyelenggaraan Sanitasi Aman dan
Persampahan Terpadu
162.378.467.751
145.IA.7715.PEE Kemitraan 8.000.000
145.IA.7715.PEE.001 Fasilitasi dan Pendampingan Kerja Sama
Pembiayaan Infrastruktur Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik
2 2 Kesepakatan 8.OOO.OOO 02 t2 0a O()4
145.IA.7715.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan l&it€ria 180.OOO.OOO
145.IA.7715.PFA.002 Penyusunan Peraturan dan NSPK
Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah
o I NSPK 180.000.000 02 18 02 02
145.rA.7715.QAH Pelayanan Publik Lainnya 322.588.000
l45.tA.77l5.QAH.OOl Fasilitasi Pengembangan Tcloologi dan
Pengelolaan Pcf,alatar Bidang Sanitasi
66 113 layanan 110.588.000 02 t8 02 02
l45.tA.77l5.QAH.OO2 Fasilitasi Pengembangan dan Piloting
Tcknotroti Sistcr! Pengclolatrr Air Limbah
Domestik yang aman
I 113 layanan 212.000.000 02 t2 08 003
r45.r.A.7715.QMA Data dan Informasi Rrblik 4.000.000
SK No 149618C
Pengembangan Sistem Informasi Bidang
Sanitasi
4.000.000 02 12 08 002 r45.rA.7715.QM4.001 I I layanan
berkas 5, hlm. 712 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGST2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA.7715.RBB Prasarana Bidang Perumahan dan
Pemukiman
153.245.945.489
145.IA.7715.RBB.002 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Terpusat Skala Kota
o o KK 1.459.968.364 02 t7 01 taD
02 19 0s 02
04 13 06 03
02 t2 06 001
08 03 04 06
145.IA.7715.RBB.O02. 1200 Sistem Pengelol,aan Air Limbah Domestik
Terpusat Skala Kota - Provinsi Sumatera
Utara
o 0 KK 512.670 06 04 02 04
03 05 0a 003
145.IA77 15.RBB.002.3300 Sistem Pengelol,aan Air Limbah Domestik
Terpusat Skala Kota - Provinsi Jawa Tengah
o 0 KK 118.597.363 03 05 0l OO3
0l
06 04 02 01
06 04 02
05 04 rd3
02
06 04 02 03
SK No 145420 C
o m lo.000.ooo 06 04 02 04 145.rA"77 I 5.R8B.002.7300 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Terpusat Skala Kota - Provinsi Sulawesi
Selatan
o
berkas 5, hlm. 713 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l45.IA.77l5.RBB.OO3 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Terpusat Skala Permukiman
o 0 a,{R 006040203
02 17 01 02
02 19 05 02
145.t4.77 l5.RBB.OO3.0000 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Terpusat Skala Permukiman - Pusat
0 u iTti 006040201
06 04 02 02
06 04 02 04
08 03 (x 06
145.rA77r5.R88.004 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT)
9a 130 6442733 iTti 26.685.200.000 02 t7 0l 02
02 l9 05 02
02 t2 06 002
r45-IA77 I s.RBB-OO4.0000 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Pusat
9813{) 6€.42733 KK 21.744.200.001 06 04 01
06 04 01 10
06 04 01 01
ol
ol
08
06
tdn
02
frB
SK No 145421C
berkas 5, hlm. 714 OCR
FF.ESIDEN
K']iT' NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l 05
0,6 04 0l 06
06 04 01 0?
145.14.77 I 5.RBB.O04.3209 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kab. Cirebon
o 0 ,(x 266.400.000 02 t2 09 03
145.IA.7715.RB8.OO4.3212 Pembangunan Sistco Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(lPl,T) - Kab. Indramayu
o o KK 208.800.000 02 t2 09 03
145.IA.77 l5.RBB.OO4.32 13 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
LiDbah Domestik Setempat Skala Kota
(tPl,Il - Kab. Subang
o o r-m 50.400.000 02 t2 09 03
145.IA.7715.RBB.004.3215 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
0Pl,Tl - Kab. IGrawang
o o r-rR 928.000.000 02 12 09 03
l45.tA.77l5.RBB.OO4.32l6 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
IPLT) - Kab. Bekasi
o o KK 43.200.000 02 t2 09 03
SK No 145422C
berkas 5, hlm. 715 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.1477 I 5.RBB.OO4.3274 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kota Cirebon
o o m 43.200.000 02 t2 09 03
145.1A77 15.RBB.004.3275 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kota Bekasi
o o KK 36.000.000 02 12 09 03
145.rA"77 r5.RBB.004.33 r7 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala lbta
(IPl,Tl - Kab. Rembang
o o xx 64.800.000 02 t2 (x) 03
145.147715.RBB.OO4.3314 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
UDbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kab. Pati
:al 0 KK 136.800.000 02 t2 09 o3
145.tA.77 15.RBB.OO4-3319 Ferobangunai Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kab. Kudus
u o I(K 93.600.000 02 t2 09 03
r45.rA.77 1 5.R88.004.3320 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT - Kab. Jepara
o 0 KK 122.400.000 02 t2 09 03
SK No 145423 C
o KK 64.800.000 02 12 09 03 145.IA.7715.RBB.004.3321 I Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT - Kab. Demak
o
berkas 5, hlm. 716 OCR
.rcIird NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145. 14.77 15.R88.004.3324 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
LiEbah Domestik Setempat Ska.la Kota
(PL'II - Kab. Kendal
o o [Tll 115.200.000 02 12 09 03
145.IA7715.RBB.OO4.3325 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
IPLT - Kab. Batang
o o irR 86.400.000 02 12 09 IE
145.IA.771 5.RBB.O04.3327 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kab. Pemalang
o o KK 158.400.000 02 t2 09 03
145.IA.7715.RBB.004.3328 P€mbaruuna[ Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Slela Kota
(IPLT) - Kab. Tegal
0 0 KK 165.600.000 02 t2 09 03
145.IA.77 I 5.R88.OO4.3329 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT - Kqb. Brcbcs
o 0 KK 216.000.000 02 t2 09 03
145.IA.77 15.RBB.OO4.3375 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT - Kota Pekalongan
o o ini 21.600.000 02 12 09 03
SK No 145424C
o KK 7.200.000 02 12 09 03 r45.rA.77 r5.R88.004.3376 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kota Tegal
o
berkas 5, hlm. 717 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
lRp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA77 1 5.R88.004.3512 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
0Pl,T') - Kab. Situbondo
o o KK 72.000.000 02 t2 09 03
145.IA.7715.RBB.004.3513 Pembangunan Sistem Pengelolaan Ait
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
0PLTl - Kab. Probolinggo
o o KK 115.200.000 02 t2 09 o3
r45.14.7715.R88.004.3514 Pembangunan Si3t€6 Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat SI6Ia Kota
(IPLT) - Kqb, Pasuruan
o o KK 158.400.000 02 t2 09 03
r45.ra77r5.RBB.OO4.35l5 Fembaruuran Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLTI - Kab. Sidoarjo
o 0 KK 201.600.000 02 t2 09 03
145.IA.7715.RBB.004.3523 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
IPLT) - Kab. Tuban
o 0 KK 122.400.000 02 12 09 03
145.t4.77 15.R88.004.3s24 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT - Kab. lEEo(lgan
o o [T( 129.600.000 02 t2 09 03
SK No 145425 C
o KK
06 04 02 04
145.IA.77 1 5.R88.004.3525 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala lbta
([PI-IJ - Ikb. Gresik
o 136.000.000 02 12 09 03
berkas 5, hlm. 718 OCR
FREsIDEN
- 13la -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r45.14.77 I 5.R88.004.3574 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPL'I) - Kota Probolinggo
o o KK 28.800.000 02 t2 09 03
145.IA.77 I 5.R88.OO4.3575 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Sctcropat Skala Kota
IPLT) - Kota Pasuruan
o o m 21.600.000 02 t2 09 o3
145.t4,77 I 5.RBB.004.3603 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Sctcropat Skala Kota
(IPI,IJ - Kab. Tangerang
o o i(li 187.200.000 02 t2 09 o3
r45.r477 I 5.RB8.004.3604 Perobangura[ Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(PL'I) - Kab. Serang
0 0 llti 381.600.000 02 t2 09 03
r45.rA.7715.R88.004.367 r Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kota Tangerang
o u KK 57.600.000 02 t2 09 03
145.14.77 15.R88.004.3672 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kota Cilcgqr
o o ]tli 28.800.000 02 12 09 o3
SK No 145426 C
o KX 172.800.000 02 t2 09 03 145.1A.77 15.RBB.004.3673 PeEban$man Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Sl@la Kota
(IPLT - Kota Serang
berkas 5, hlm. 719 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA77 l5.RBB.OO4-3674 Pembangunan SiBteD Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Kota Tangerang Selatan
o o KK 273.600.000 02 12 09 03
l45.IA.?7 I 5.R88.OO4.7300 Pcrubangulan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Kota
(IPLT) - Provinsi Sulawesi Selatan
o o i(.li 20.999.999 06 04 0l 09
06 04 02 04
145.IA.7715.RBB.006 Sistc@ Pengelolaan Persampahan Skala
Regional
o 0 KK 13.700.000 08 03 04 06
ol
02 19 05 01
02 18 02
145.rA.77 I 5.RBB.006.0000 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Regional - Rrsat
o o ir|i 13.700.000 06 04 0l Ol
145.IA,77l5.RBB.OO7 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota
ztd o XK 33.122.500 02 18 02 01
02 19 05 o1
145.14.77 l 5.RBB.OO7.0000 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota - Pusat
20 o [Tl 33.122.500 06 04 01 05
08 03 04 06
r45.tA,77 I 5.R88.007.5300 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota - Provinsi Nusa TcoS8ara Timur
o o irlt 006040204
03 05 lo 003
SK No 145427 C
314714 o KK 409.942.139 02 18 02 o1 145.IA.7715.RBB.008
berkas 5, hlm. 720 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE'T2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rf, Ribu)
PN PF KP PROP
Sirt€ro Pengelolaan Pcf, Persampahan Skala
Kawasan
02 19 05 ol
145.1A"77 I5.RBB.OO8.OOOO Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan - Pusat
314714 o KK 150.171.993 06 04 01 o7
06 04 0l 05
145.rA"771 5.RBB.OO8. 1300 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan - Provinsi Sumatera Barat
0 0 KK 45.598.169 06 04 02 03
145.IA.77 I 5.RBB.OO8-3200 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan - korrinsi Ja{,a Barat
o o ITR 122.166.204 06 04 02 02
r45.14.77 I 5.R88.008.3500 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
l(aqEsan - Provinsi Jawa Tlmur
o o KK 46.459.966 06 04 02 01
06 04 02 02
03 05 1l 003
04 na 04 02
r45.rA.77 1 5.RElE}.008.3600 Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan - Provinsi Banten
o o KK 45.545.807 06 04 02 03
145.IA.7715.RBB.010 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Permukiman 50- l0o sR
o 10500 KK 299.890.000 02 17 01 02
SK No 145428 C
berkas 5, hlm. 721 OCR
FR.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TAROE"T2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 07 01 02
04 13 06 03
145.IA7715.RBB.011 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Sk la Individu
o n KK 685.562.198 04 13 06 03
oa 03 04 06
02 t2 06 002
02 r? ol 02
l45.IA.77l5.RBB.O1 1. 1200 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi
Sumatera Utara
o 0 KJ( 4.470.000 03 05 08 003
06 04 02 04
145.IA.77l5.RBB.Ol 1.2100 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat S&ala Individu - Provinsi
Kepulauan Riau
o o iTti 50.ooo 06 04 02 04
l45.rA.77r5.RBB.0r r.3200 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Jawa
Barat
o 0 [Tr 43.799.999 06 04 02 04
145.tA"7715.R8B.01 1.33)O Sist ru Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Jawa
Tengah
o o m 47.439.994 03 05 01 003
06(H02 02
SK No 145429 C
o iTti 52.540.002 06 04 02 02 l45.IA77ls.RBB.O1 1.3500 o
berkas 5, hlm. 722 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Jawa
Timur
03 05 11 003
06 04 02 04
r45.14.7715.R8B.O1 1.5300 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o o KK 50.000 06 04 02
03 05 lo 003
04
145.14.77 15.RBB.O1 1.6100 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi
Kalimantan Barat
o o KK 34.990.OOO 06 ()4 02 04
145.tA.7715.RBB.O1 1.7 IOO Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Sulawesi
Ut ra
0 o KK 50.ooo 03 05 06 003
l45.IA77l5.RBB.Ol t.7200 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Sulawesi
Tengah
0 o KK 13.160.001 06 04 02 ()4
145_IA77t5_RBB.Ot 1_73()O Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Sulawesi
Selatan
o o [Tll 56.900.002 06 04 02 04
SK No 145430 C
0 KK
03 05 t2 003
l45.IA.77l5.RBB.Ol 1.7400 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Sulawesi
Tenggara
T 13.160.001 06 04 02 04
berkas 5, hlm. 723 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.rA.77l5.RBB.Ol 1.8 IOO Sist€ru Pengelolaan Air Limbah Domestik
S€t€dpat Sk la Individu - Provinsi Maluku
o o KK 50.000 06 04 02 04
145.IA.7715.RBB.011.9100 I 1.9 IOO Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Individu - Provinsi Papua
Beret
o o KK 50.ooo 03 05 09 003
145.IA7715.RBB.013 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat
20000 3633920 m 7.338.040.123 0a 03 04 06
0l
06 07 01 tm
02 18 02
145.1A"7715.R88.013. r200 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat -
Provinsi Sumatera Uta.ra
o o Kti 100.000 03 05 08 003
145.1A"77 I 5.RBB.O r3.3300 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat -
Provinsi Jawa Tengah
o o tr|i 5.232.000 03 05 0l 003
145.IA.7715.RBB.013.3500 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat -
Provinsi Jawa Timur
o o KK 100.000 03 05 ll 003
SK No 145431C
0 KK 50.ooo 03 05 10 003 145.IA.7715.RBB.013.5300 FeEbaruuaatr Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
berkas 5, hlm. 724 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
t45.t47715.RBB.O13.7 100 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat -
Provinsi Sulawesi Utara
0 0 [Tr 50.000 03 05 06 003
145.IA.7715.RBB.013.7400 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Fcr8aEpahan Bcrbasb Masyarakat -
Provinsi Sulawesi Tenggara
0 o ir( 50.ooo 03 05 t2 003
145.rA.77r5.R88.0r3.9 r00 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Masyarakat -
Provinsi Papua Barat
o o r-m 50.000 03 05 09 003
145.IA.7715.RBB.014 Sist€@ Ittuclolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal
8250 o KK 257.985.004 08 03 04 06
02 17 0l 02
l45.IA7715.RBB.Ol4. 1200 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Ska.la Komunal - Provinsi
Sumatera Utara
o o KK 1.790.000 03 05 08 003
145.IA7715.R88.014. 1900 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o o m 50.000 03 05 07 003
SK No 145432 C
0 KK 24.240.OOO 03 05 0l oo3 145.IA.7715.RBB.014.3300 Sistem Pengelolaan Air Limbah D@eeuk
Setempat Skala Komunal - Provinsi Jawa
Tctrgah
o
berkas 5, hlm. 725 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TAROET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA.77 l5.RBB.O 14.3500 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi Jan'a
Timur
o 0 KK 17.020.000 03 05 rr 003
145.IA.7715.RBB.014.5200 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi Nusa
Tenggara Ba.rat
n o KK 50.000 03 05 05 003
145.t4.7715.R88.0t4.5300 SfuteE Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
:il o I(K 50.000 03 05 lo (x)3
l45.IA.77l5.RBB.Ol4.7 lO0 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi
Sulawesi Utara
o o KK 50.000 03 05 06 003
145.14.7715.RBB.014.7400 Sistem Pengelolaan AA Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi
Sulawesi Tenggara
o 0 KK 4.560.000 03 05 t2 003
145.IA.7715.RBB.014.9100 Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
Setempat Skala Komunal - Provinsi Papua
Barat
o o KK 50.ooo 03 05 09 003
SK No 145433 C
46loit EI?FI:fiI3 KK
02 17 0l 02
14s-rA.77r5-RBB_Or5 41.494.101.162 04 13 06 03
berkas 5, hlm. 726 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/ PerEukitran / Kawa.an Tertentu
02 19 05 02
02 t2 06 001
08 03 04 :i.Ia
145.IA.7715.RBB.015.0000 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/Permukiman/ Kawasan T€f, tentu -
Pusat
46107 304846 i(li 26.044.023.7 06 04 0 I 08
04
04
06
06
ol
ol
09
lo
06 04 02 01
06 04 02 02
06 04 02 03
06 04 02 04
06 04 0l ol
06 04 0l 02
0,6 04 0r 03
0,6 04 Ol 04
06 04 0l 05
SK No 145435 C
06 04 0l 06
berkas 5, hlm. 727 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 01 o7
l45.IA"7715.RBB.Ol5.3lO0 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/Permukiman/ Kawasan Tertentu -
Provinsi DKI Jakarta
0 o xx 3.9 .077.426 02 t2 G) 03
145.147715.RBB.0 15.3200 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/Permukiman/Kawasan Tertentu -
hovinai Jawa Barat
0 170000 |rn s.200.000.000 02 t2 09 03
145.1477 r 5.RBB-O 1 5-3300 FeEbangunarr Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/ Pcrmukiman/ Kawasan Tertentu -
Provinsi Jas'a T€dEah
o 4000 KK 620.000.000 02 12 (x) 03
03 0s 01 003
06 04 02 02
145.1477 r 5.RBB.0 I 5.3500 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/ Permukiman/ Kawasan Tertentu -
Provinsi Jawa Timur
o 135000 KK 4.000.000.000 06 04 02 02
02 t2 (x) 03
03 05 ll oo3
SK No 145436 C
o ,FITIIIO m r.600.000.000 02 t2 09 03 145.1477t 5.R88.O15.3600 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat Skala
Kota/ PcrBukiEan/ IGwaran Tertentu -
Provinsi Banten
berkas 5, hlm. 728 OCR
TT,I{I]
REPUBLTK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA.7715.RBB.016 Pembangunan Sistem Pengelolaan Arr
Umbah Domestik Setempat Skala Individu
(Tangki Septik Individu/ Komunal)
68423 32200 KK 3.414.000.000 02 t7 0l 02
02 19 05 02
08 03 04 06
04 13 06 03
02 12 06 0,02
145.rA"7715.RBB.0 16.0000 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Setempat Skala Individu
(Tangki Septik Individu/Komunal) - Pusat
64423 32200 Ki 3.414.000.000 06 ()4 01 08
06 04 0l 09
06 04 0l 10
06 04 01 0l
06 04 0l lm
ol
ol
06 04 01 05
06 04 01 06
06 04 01 07
03
04
04
rla
SK No 145437C
o 27 t2204 KK 16.980.236.024 02 18 02 0l 145.I4.7715.RBB.O17
berkas 5, hlm. 729 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan Skala
Regional/ Kota/ Kawasan
08 03 04 06
145.rA.77l5.RBB.O 17.OOO0 Pembangunan Sistem Pengelola.n
Persampahan Skala
Regional/ Kota/ Kawaoan - hr.at
o 2712204 KK 16.940.236.024 06 04 02 03
r45.rA.7715.RBB.018 Pembangunan Sistem Pengelolaan
Persampahan dengan Revitalisasi TPA dan
Landfill Mining
o 8328876 KK 17.476.000.000 02 l8 02 03
145.IA.7715.RBB.019 Optimalisasi dan Rehabilitasi Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik T€f,pusat
5 5 unit 400.000.000 02 19 05 02
02 t2 06 003
145.147715.R88.019.0000 Optimalisasi dan Rehabilitasi Sistem
Pengelolaan A Limbah Domestik Terpusat
- Pusat
5 5 unit 400.ooo.ooo 06 (H 01 0r
06 04 0l 02
03
04
04
04
TA
06
TA 04
04
ol
ol
06 04 0r 05
o6 ol
SK No 145439 C
06 ol o7
berkas 5, hlm. 730 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 0l td:]
06 04 0r 09
0,6 04 01 lo
145.14.7715.RBB-O20 Optimalisasi dan Rehabilitasi Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Set mpat
1l 31 unit 684.000.000 02 12 06 003
02 19 05 02
145.1A"77 15.RBB.O20.0000 Optimalisasi daI Rehabilitasi Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat
- Pusat
ll 31 unit 684.000.000 06 04 01 08
06 04 0l Ip]
06 04 0l lo
06 04 01 01
06 04 0l 02
06 04 0l 03
06 04 0l 04
06 04 0l 05
06 04 01 :i.Ia
SK No 145440 C
06 04 01 o?
berkas 5, hlm. 731 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA.7715.RBB.021 Optimalisasi dan Rehabilitasi Sistem
Pengelolaan Persampahan Skala
Regional/ Kota/ Kawasan
o 330 f.Tti 6.000.000.000 02 18 02 01
l45.IA.77t5.RBB.O22 P€robanSunal Sistem Pengelolaan
Persampahan Berbasis Tclsrologi Termal
o mfdtl in m 17.000.000.000 02 18 02 o1
145.IA.7715.RBB.023 Penyediaan Sarana dan Prasarana
Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah
o 200 unit t2.266.726.2fi 02 18 02 02
145.147715.R.BB.801 Sistem Pengelolaan Sanitasi IKN Flltn n KK 347.431.720 02 18 02 ot
06 05 01 04
145.IA.7715.RBB.802 Sistem Pengelolaan Persampahan ll(N o u rni 0060501 04
02 ta 02 o1
145.IA.7715.RBB.803 Pembangunan Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat IKN
20000 0 KK o06050t04
02 12 06 001
145.IA.7715.SCB Pelatihan Biddrg Infrastruktur 217.427.000
145.IA.7715.SCB.001 Pembinaan Teknis Bidang Sanitasi 749 Orang 108.427.000 02 l8 02 02
145.IA.7715.SCB.002 Fasilitasi Peningkatan Kapasitas SDM dan
Pelaku Pasar Bidang Air Limbah Domestik
400 749 Orang 109.000.000 02 t2 08 004
SK No 145441C
berkas 5, hlm. 732 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA.7715.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Dacreh
8.400.507.261
145.IA.7715.UBA.001 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi
514 514 Daerah
(ProvKabKota)
3.340.97.26r 02 t8 02 03
02 t2 06 005
02 t2 07 001
145.tA7715.UBA.OOr. 1200 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Sumatera Utara
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 04
l45.tA.7715.UBA.OOr. 1300 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Sumatera Barat
o 0 Daerah
(ProvKabKota)
r.900.000 06 04 02 03
145.t4"7715.UB4.001. 1400 Pembinaan d6n Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Riau
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.900.000 0,6 04 02 ol
l45.IA7715.UBA.OO1. 1700 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - hoeinsi Bengkulu
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
145.rA77r5.UBA00r. 1800 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - hoeinsi Lampung
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.ooo 06 04 02 02
145.t4.7715.U84.OO1. lSOO Pembinaan darr Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - hoeinsi Kepulauan Bangka
Belitung
o 0 Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
SK No 14542C
r.400.000 06 04 01 03 145.IA.7715.UBA.001.2100 o 0
berkas 5, hlm. 733 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Kepulauan Riau
Daerah
(ProvKabKota)
02
02
o4
04
06
06
o3
04
145.IA.7715.UBA.001.3200 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Jawa Barat
o o Daerah
(ProvKabKota)
l.400.ooo 06 04 02 02
06 04 02 04
06 04 01 04
145.IA"77 l5.UBA.OO 1.3300 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - hoviosi Jaq,a Tengah
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02
06 04 02 02
06(x02 IFl
ol
145.lA.7715.UBAOO 1.3400 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi DI Yogyakarta
o 0 Daerah
(kovKabKota)
1.400.000 06 04 02 ol
145.1A.7715.UBAOO1.3500 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Jawa Timur
o 0 Daerah
(ProvKabKota)
1.900.000 06 04 02 01
06 04 02 02
06 04 02 04
r45.tA"77 I 5.UBA.O0 r.3600 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Banten
3 o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
SK No 145443 C
1.400.000 06 04 0l 07 145.rA7715.U8A.00 1.5r00 o o
berkas 5, hlm. 734 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Beli
Daerah
(ProvKabKota)
06 04 02 03
145.IA7715.U8AOO1.5200 Pembinaan dan Pengawasan FengcEbattgsn
Sanitasi - hovLtsi Nusa Tenggara Barat
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
145.147715.U84.001.5300 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Nusa Tenggara Timur
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02 04
145.t4.77 15.UBA.OO1.6100 Pembinaan dan Pengawasan Fettgelnbangan
Sanitasi - Provinsi lGlilnantan Barat
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02 04
145.14.77 1 5.UBA.O0 l.6,100 Pembinaan da'l Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Kalimantan Timur
o o Daerah
(ProvKabKota)
750.OOO 06 04 02 02
r45.rA.77l5.UBA,O0 1.7 IOO Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Sulawesi Utara
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
145.14.7715.U84OO1.7200 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Sulawesi Tengah
o 0 Daerah
{korrlkbKota)
r.400.ooo 06 04 02 04
145.14.77 r5.UBA.OO 1.73()O Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Sulawesi Selatan
o o Daerah
(hovKabKota)
2.400.000 06 04 02 04
145.14.77 l5.UBA"OO r.7,lO0 Pembinaan dart Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Sulawesi Tenggara
o n Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 04
SK No 145444C
F.rubinaan dan Pengawasan Pengembangan
Ss[ita.i - Provinsi Gorontalo
1.400.000 06 04 02 03 145.IA.7715.UBA.001.7500 0 o Daerah
(ProvKabKota)
berkas 5, hlm. 735 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/TRO/ RO(PROYEI9
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
145.IA77l5.UBA.OOl.8 100 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Meluku
o o Daerah
(ProvKabKota)
r.400.000 06 04 02 03
04 02 o4 na
145.IA.7715.U8A.O0 1.8200 Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Maluku Utara
o o Daerah
(ProvKabKota)
1.900.000 06 04 02 04
145.14.77 15.UBA.O0 1.9ilOO Pembinaan dan Pengawasan Pengembangan
Sanitasi - Provinsi Papua
o :al Daerah
(ProvKabKota)
1.400.000 06 04 02 03
145.IA.7715.UBA.002 Pendampingan Pelrwdunan dan
Implementasi Dokumen Fef,cf,rcanaan
Daerah Bidang Sanitasi
150 150 Daerah
(kovKabKota)
800.000.000 02 t2 07 001
145.1477 1 5.UBAOO2.0000 Pendampingan Penyusunan dan
Implementasi Dokumen Perencanaan
Daerah Bidang Sanitasi - Pusat
150 150 Daerah
(ProvKabKota)
800.ooo.ooo 06 04 01
06 04 01 02
06 04 0l 03
06 04 01 04
06 0+ ol o5
06 04 01 o6
o1
07 04 06 o1
SK No 145445 C
06 o4 ol lilt
berkas 5, hlm. 736 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
06 04 0l 09
06 04 01 lo
l45.IA.7715.UBA.OO3 Pendampingan Penguatan Kapasitas
Kelembagaan dan Pengaturan Pengelolaan
Air Limbah Domestik
30 3() Daerah
(ProvKabKota)
400.000.000 02 12 07 002
l45.IA77t 5.UBA.OO3.OOOO Pendampingan Penguatan Kapasitas
Kelembagaan dan Pengaturan Pengelolaan
Air Limbah Domestik - Pusat
ild 30 Daerah
(ProvKabKotq)
,r00.ooo.ooo 06 04 01 08
06 04 01 TD
06 04 01 lo
06 04 0l 01
0l on o+ 06
06 04 0l 03
06 04 01 04
o5
t{a
04
04
fr.l3
06
ol
ol
06()40r07
SK No 145446 C
20 800.000.000 02 t2 06 005 l45.la77t5.UBAOO4 Penguatan Kapasitas Daerah dalam
Manajemen Layanan SPALD dan
5 Daerah
(ProvKabKota)
berkas 5, hlm. 737 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Pengelolaan Layanan Lumpur Tinja
Terjadwal (LLTT)
145.1A. 77 15.UBAOO4.0000 Penguatan Kapasitas Daerah dalam
Manajemen Layanan SPALD dan
Pengelolaan Layanan Lumpur Tinja
Terjadwal (LLTT) - Pusat
5 20 Daerah
(ProvKabKota)
800.000.000 06 o,+ 0l ol
02 04 l]A 0l
06 04 0l 03
06 04 0l 04
06 04 0l 05
06 04 01 06
06 04 01 07
06 04 01 08
06 04 01 TD
06()401 10
l45.tA.7715.UBA.006 Pendampingan Peningkatan Kapasitas
Pelaku Pasar Sanitasi
o ti) Daerah
(ProvKabKota)
006040r08
06()401 09
06 04 0l 10
SK No 1454/.7 C
06 04 01 ol
berkas 5, hlm. 738 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 04 01 02
o3
04
04
04
06
06
or
ol
06 04 01 o5
06 04 01 06
06 04 01 07
145-IA-7715_UBA-O11 Pembinaan Teknis Pengumpulan dan
Pengangkutan Sampah
0 2OO Kab/Kota 2.550.000.000 02 18 02 7D
145.IA.7715.UBA.012 Pembinaan dan Pendampingan Penyusunan
Dokumen Perencanaan P€f, Persampahan
0 2OO Kab/Kota Slo.ooo.ooo 02 18 02 ol
145.t4.77 t6 Penyelenggaraan Pembinaan lofr astruldur
Cipta Karya
982.618.999
145.IA.7716.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 0
145.IA.7716.PBF.001 Kebijakan Kerja Sama Infrastruktur Air
Minum dan Sanitasi
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
o 02 12 08 0(N
145.IA.7716.PF.A N6!1a, Standar, Prosedur, dan Kriteria 58.619.000
SK No 149619 C
Penyusunan NSPK Bidfltg Permukiman dan
Perumahan
o NSPK 15.681.000 02 t2 07 0{)4 145.IA.7716.PFA.001 I
berkas 5, hlm. 739 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
Pt{ PF KP PROP
145.IA.7716.PFA.002 Penyusunan Peraturan dan NSPK Bidang
Cipta Karya
o B NFT'II 42.938.000 02 t2 07 004
l45.tA,77l6.SCB Pelatihan Bidang Infrastruktur 923.999_999
145.IA77l6.SCB.OO I Pembinaan Teknis SDM Operator Fcngclola
Sampah
0 3000 Orang 923.999.99 02 1A 02 o1
145.14.7772 Penyelenggaraan Ba,rgunarr Gedung dan
Pengembangan Kawa.an Strategis
3.251.041.384
145.IA.7772.RBB Prasarana Bidang Perumahan dan
FcdukiEen
3.161.405.221
I 4 5.t A.7 7 7 2.RB.B.O22. 1900 Penataan Kawasan Destinasi Wisata
Bangka Belitung - Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
3 o H.kter 25.224.246 03 0s 07 003
145.IA.7772.RBB.802 Pembangunan Bangunan Gedung dan
Penataan Kawasan II(N
t2 O Kawasan 2.69?.t9t.935 06 0s 01 (M
l45.IA.7772.RBB.AO3 Pengendalian Penyelenggaraan
Pembangunan Infrastruktur Bidang
Bangunan Gedung d€rt Penataan Kawasan
IKN
o 0 Kawasan 23.000.ooo 06 0s 01 02
SK No 1452149 C
15 Hektar 415.989.000 0,6 05 0l 02 145.t4"7772.RBB.804 Pengembangan IKN dan Kawasan
PetryanBga
o
berkas 5, hlm. 740 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(np Ribu)
PN PP KP PROP
145.IA.7772.RBH Prasarana Bidang P€n8€ndrliai Bcttcana 0
145.1A.7772.RBH.002 F.robangunan dan Rehabilitasi Bangunan
Gedung Pasca Bencana
o o unit 008040501
145.t4.7772.R8H.003 Penataan Bangunan Kawasan Rawan
Bencana
o O Kawasan oo8(x05 o1
145.IA.7772.UBA Fasilitasi darl Pembinaan Pemerintah
Dacf,ah
49.636. r63
145.IA.7772.UBA.002 Pembinaan datr Pengawasan
Fenyelenggaraan Bangunan Gedung dart
Penataan Lingkungan
509 o Daerah
(hovKabKota)
89.636. 163 08 04 0s 0l
02 t5 03 02
06 06 04 o1
TOTAL 597.107.277.897
Kctcf,angan:
serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
2. Terdapat indikasi perpindahan pengampu Rincian Output 'Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah Dasar dan Menengah' ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
SK No 145451C
berkas 5, hlm. 741 OCR
PF,ESIDEN
KEMENTERI.AN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 06.06 - Jumlah rumah tangga dcogsn aLse8 hurriarr layak, terjangkau, dan berkelanjutan yang
difasilitasi
unit/tahun 769.078 360.112 3.000.000
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 06.06.01 - Jumlah unit rumah baru yang terbangun unit/tahun 4.311 365 30.700
KP 06.06.01 - Jumlah unit rumah yang ditingkatkan kualitasnya unit/tahun 150.202 34.249 250.OOO
KP 06.06.01 - Jumlah unit rumah yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas unit/tahun 43.008 10.500 15.000
KP 06.06.02 - Jumlah penyediaan unit hunian vertikal yang terpadu (milik dan sewa) unit/tahun 1.320 1.258 5.400
KP 06.06.02 - Jumlah unit rumah yang dilengkapi dengan prasarana, Barsrta dan utilitas hunian
vertikal
unit/tahun - (indikator baru) o 5.Om
SK No 145452 C
570.237 324.200 419.300 KP 06.06.03 - Jumlah rumah tangga yang menerima fasilitas pembiayaan perumahan atau bantuan
subsidi/ kemudahan perumahan
rumah
tangga/ tahun
berkas 5, hlm. 742 OCR
FR,ESIDEN
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 06.06.04 - Terciptanya peningkatan tata kelola hunian publik, privat dan perlindungan
konsumen
rekomendasi
kebija.kan
I I I
KP 06.06.05 - Luasan hektar permukiman kumuh yang ditangani secara terpadu ha/tahun 198,98 196 200
KP 06.07.01 - Persentase desa yang memiliki 1OO9/o rumah layak huni p€f,8en 24,62 24,4t 25,61
SK No 145453 C
berkas 5, hlm. 743 OCR
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL KEMENTERIAN/LEMBAGA TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
146.IA Program Perumahan dan Kawasan
Permukiman
60.210.133.885
146.rA.7659 Penyelenggaraan Infr astrulrtur Kawasan
Permukiman
1.612.595.249
146.IA.7659.RBB Prasarana Bidang P€ruuah€rt dan
FeoukiDarr
1.612.595.249
146.IA7659.RBB.OOl Pengembangan Kawasan Permukiman o 75 Hektar 300.000.000 06 06 01 02
146.14"7659.RBB.002.3 rOO Pembangunan Baru Kawasan Permukiman
- Provinsi DKI Jek rta
o o Hektar o 0,6 04 01 03
146.tA7659.RB8.OO2.3200 Pembangunan Baru Kawasan Permukiman
- Provinsi Jewe Berat
n O Hektar 006 04 01 03
146.t4.7659.R88.002.s600 Pembangunan Baru Kawasan Permukiman
- Provinsi Banten
o 0 Hektar 006040l03
l46.tA.7659.RBB.OO4 Pemugaran Permukiman Kumuh 196 120 Hektar 592.595.249 04 13 02 01
06 06 05 02
SK No 145454C
Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sumatera Utara
O Hektar
146.IA.7659.R88.OO4. I 200 3 o 0,6 04 0l 0l
berkas 5, hlm. 744 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.rA7659.RBB.004. l3()O Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sumatera Barat
o o Hektar 0060402 o3
146.tA.7659.RBB.004. r400 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Riau
o o Hektar 006040201
146.IA.7659.RBB.OO4. I 600 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sumatera Selatan
o o H€l er 006 04 01 02
r46.rA.7659.R88.004. I 700 Pemugaran Permukiman Kultluh - Provinsi
Bengkulu
o o Hektar 0060402 03
l46.IA.765S.RBB.OO4. 1400 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Lampung
o o Hektar 006040202
146.1A7659.RBB.OO4. 1900 F.ruugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
0 o Hektar 006040203
146.rA7659.R88.004.2 IOO Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Kepulauan Riau
o O Hektar 006040,203
06 04 02 04
146.ta7659.R88.OO4.3 100 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
DKI Jakarta
n o Hektar 0060401 03
SK No 145455 C
Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Jawa Barat
O Hektar
146.rA"7659.RBB.004.3200 3 o06040l 04
berkas 5, hlm. 745 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
0,6 04 02 04
146.tA,7659.R88.004.3300 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Jawa Teng.h
o o Hektar 0060402 03
06 04 01 05
06 04 02 0l
06 04 02 02
146.tA.7659.R88.004.3,100 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
DI Yogyakarta
o 0 Hektar 0060402 o1
146.rA7659.R88.004.3500 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Jawa Timur
0 O Hektar 006 04 0l 06
06 (x 02 0l
06 04 02 02
06 04 02 04
146.t4.7659.RBB.004.3600 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Banten
o O Hektar 006040203
146.14.7659.RBB.OO4.5 100 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Bali
o 0 Hektar 006040203
06 04 0l ct
SK No 145456C
0 Hektar o 0,6 04 02 03 146.14.7659.RBB.OO4.5200 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
o
berkas 5, hlm. 746 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF XP PROP
r46. I4.7659.R88.004.s300 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
ti) O Hektar 0060402 04
r46.t4,7659.RBB.004.6 rOO Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Kalimantan Barat
o 0 Hektar 0060402 04
146.1A.7659.RBB.004.6300 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Kalimantan Sdaten
o l0 Hektar 006040l08
146.IA.7659.RBB.004.6400 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Kalimantan Timur
o o Hektar 0060,402 02
146.rA7659.R88.004.7 IOO Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Utara
o 0 HeI ar o060401 lo
06 04 02 03
146.t4.7659.RBB.004.7200 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Tengah
o o Hektar 006040204
146.14.7659.R88.004.7300 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Selatan
o o Hektar 006040.204
06 04 0t frL
r46.t4.7659.RBB.004.7,rco Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Tenggara
o o Hektar 006040204
SK No 145457 C
Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Gorontalo
o Hektar 006()40203 146.IA7659.RBB.OO4.7500 o
berkas 5, hlm. 747 OCR
I(ODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146. 14.7659.RB8.004.8 rOO Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Maluku
o O Hektar 006040203
06 04 02 04
146.t4.7659.RBB.004.A200 Fefiwaratt Permukiman Kumuh - Provinsi
Maluku Utara
o 0 Hektar 006040204
146.IA.7659.RBB.004.9400 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Papua
o o Hektar 006040203
146.IA7659.RBB.OO4.9800 Pemugaran Permukiman Kumuh - Provinsi
Papua Barat Daya
rn O Hektar 006040203
06 04 02 04
146.147659.RBB.005 Peremajaan Permukiman Kumuh o 120 Hektar 480.OOO.OOO 06 06 05 02
I46.IA7659.RBB.O05,OOOO Pef,eEqiaanFerBukiEanKuEuh - Rrsat n l2O Hektar 480.OOO.000 06 04 01 08
r46.tA.?659.R88.O05. 1200 Peremajaan FcrEukiEan Kumuh - Provinsi
Sumatera Utara
o T Hektar o06040l ol
06 04 02 04
r46.t4.7659.R88.005. 1300 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Sumatera Barat
o o Hektar 00604020s
146.t4.7659.RBB.005. r,rcO Peremajaan Permukiman Kumuh - horrinsi
Riau
0 o Hckt r 006040201
SK No 145458 C
Peremajaan Permukiman Kumuh - hovirsi
Sumatera Slclaten
o Hclftgr 0060401 02 146.14.7659.RBB.OO5. 1600 o
berkas 5, hlm. 748 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEN
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l46.IA.765S.RBB.OO5. r700 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Bengkulu
o o Hektar 006040203
146.14.7659.R88.OO5. rAOO Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
kEpunE
o o Hektar 006040202
l46.IA.7659.RBB.OO5_ rSOO Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o O Hektar 0060402 03
146.IA,7659.RB8.OO5.2 100 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Kepul,auan Riau
o 0 Hektar 006040203
06 04 02 04
146.IA7659.RBB.OO5.3 IOO Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
DKI Jakarta
0 O Hektar 0060401 03
146.tA.7659.RBB.005.3200 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Jawa B6rat
o o Hektar 0060401 04
0,6 04 02 02
06 04 02 04
146.IA.7659.RBB.005.3300 Peremajaan Fer6uliEarr Kumuh - Provinsi
JaE'a Tengah
o o Hektar 006040203
06 04 01 o5
SK No 145459 C
berkas 5, hlm. 749 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
146.1A.7659.RBB.005.3400 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
DI Yogyakarta
0 O Hektar 00604o.2 o1
146.IA.7659.R88.OO5.3500 Peremajaan Fef,mukiEan Kumuh - Provinsi
Jawa Timur
o O Hektar o060,40l IA
0,6 04 02 0l
06 04 02 02
06 04 02 04
146.I4.7659.RBB.OO5.3600 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Banten
o 0 Hektar 006040203
146.1A.7659.R8B.005.5 100 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Bali
3 0 Hektar 0060402 o3
06 04 01 u
146.14.?659.R-BB.OO5.5200 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
3 0 Hektar 0060402 frB
146. 14.7659.R88.005.5300 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Nusa Teng&ara Timur
u n Hektar r 0060402 04
r46.rA.7659.R88.005.6 IOO Peremajaan FcrEukiBan Kumuh - Provinsi
Kalimantan Barat
II o Hektar 006040204
SK No 145460 C
Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Kalimantan Timur
o Hektar 006040202 r46.lA-765S.RBB-OO5.6.+00 0
berkas 5, hlm. 750 OCR
if.IiId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.1A.7659.RBB.005.7 rO0 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Utara
o O Hektar o1 lo 04
o3 02 04
06
:4]a
o
146.14.7659.R88.005.7200 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Tengah
o n Hektar o 0,6 (x 02 04
146.t4.7659.RBB.005.7300 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Sel,aten
o o Hektar 006040,2 04
06 04 01 09
146.1A,7659.R88.005.7,100 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Sulawesi Tenggara
o O Hektar 006040204
r46.ra7659.RB8.005.7500 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Gorontalo
0 o Hektar o 0,6 04 02 03
r46.tA.7659.R88.005.8 100 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Maluku
o 0 Hektar 006040203
06 04 02 04
146.IA.7659.RBB.005.8200 Peremajaan Permukiman Kumuh - Provinsi
Maluku Utara
o o Hektar 006040204
146.tA.7659.RBB.005.9400 Peremajaan FcrEukiEan Kumuh - Provinsi
Papua
o o Hektar 006040203
SK No 145461 C
O Hektar
146.IA.7659.RBB.OO5.gaOO Fer€rodaal Permukiman Kumuh - Provinsi
Papua Barat Daya
0 0060,40,2 03
berkas 5, hlm. 751 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rrr Ribu)
PN PF KP PROP
146.t47659.R88.006 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh o 60 Hektar 240.OOO.OOO 06 06 05 02
l46.IA7659.RBB.006. I 200 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sumatera Utara
o o Hektar 0060401 ol
06 04 02 04
r46.ra7659.R8B.006. r300 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sufi atera Berat
o O Hektar 0060402 03
146.14.7659.R88.006. 1400 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Riau
0 n Hektar o 0,6 04 02 ol
146.t4.7659.R88.006. 1600 Pemukiman I(etrlbali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sumatera Selatan
o o Hektar o06040l 02
146.rA"7659.R8B.006. 1700 Pemukiman l(cEbali FerEukiDran Kumuh -
Provinsi Bengkulu
n 0 Hektar 006040203
146.IA.7659.RBB.006. laOO Pemukiman Kembali P€r'Dukimart Kumuh -
Provinsi Lampung
o o Hektar 006040202
l46.IA.7659.RBB.OO6_ 1mO Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
o O Hektar 006040203
SK No l454dlC
o Hektar
146.14.7659.R88.006.2 IOO Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Kepulauan Riau
o 006040203
berkas 5, hlm. 752 OCR
FF,ESIDEN
KODE
NAMA
PROCRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYET)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
146.IA.7659.R8B.006.3 IOO Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi DKI Ja.karta
0 o Hektar 0060401 o3
146.IA.7659.R8B.006.3200 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Jawa Barat
o o Hektar o o1 04
02 02
04
04
06
06
06 04 02 04
146.IA.7659.RBB.006.3300 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
hovinai Jawa Tengah
06 o
06
O Hektar o 03
05
02 04
04 ol
06 04 02 01
06 04 02 02
146.147659.RBB.006.3400 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi DI Yogyakarta
0 o H.kt r o 0,6 04 02 o1
146.147659.RBB.006.3500 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi JanE Timur
0 o Hektar O 0,6 04 01 06
02
02
rt)
04
04
06
06
o1
06 04 02 04
SK No 145465 C
Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Banten
o H€l(tsr 0060402 03 146.tA7659.R88.006.3600 o
berkas 5, hlm. 753 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.rA7659.R88.006.5 IOO Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Bali
o o Hektar 006040203
06()4Ol 07
146.IA.7659.RBB.006.5200 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
o o Hektar r 0060402 03
146.I47659.RBB.006.5300 FeEukirnarr Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
o O Hektar 0060402 04
r46.14.7659.RBB.006.6 IOO Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Kalimantan Barat
0 o Hektar 006040204
146.IA.7659.RBB.006.6300 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Kalimantan Selatan
o 0 Hektar 0060401 olJ
146.IA7659.RB8.006.6/+00 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Kalimantan TtEur
n O Hektar 006040202
146.t4,7659.R88.006.7 r00 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sulawesi Utara
n O Hektar 006040r lo
06 04 02 03
146.IA7659. RBB.006.7200 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sulawesi Tengah
n O Hektar 006040204
SK No 145z166 C
Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sulawesi Selatan
0 Hektar
06 04 01 :.D
146.ta7659.RBB.006.7300 :il 006040204
berkas 5, hlm. 754 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.IA7659.RB8.006.7400 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Sulawesi Tenggara
o O Hektar 006040204
146.IA"7659.R88.006.7500 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Gorontalo
o n Hektar 006040203
146.rA7659.RBB.006.8 IOO Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Maluku
o o Hektar 0060402 03
06 04 02 04
146.1A.7659.R88.006.a200 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Maluku Utere
o O Hektar 006040204
146.tA.7659. RBB.006.9400 Pemukiman Kembali Permukiman Kumuh -
Provinsi Papua
0 o Hektar 006040203
146.IA.7659.R8B.006.9800 FcEukiEan Kembali FertlukiEan Kumuh -
Prorrinsi Papua Barat Daya
o o Hektar 0060402 fiE]
06 04 02 04
146.rA.7660 Penyelenggaraan Perumahan Perdesaan 40.385.801.233
146.IA.7660.PBF Kebijakan Bidang Sarana dan Prasarana 33.700.OOO
r46.ra7660.PBF.OOl Klinik Rumah Swadaya I 3a Rekomendasi
Kebijakan
33.700.000 06 06 04 rt)
SK No 145467C
Prasarana Bidang Perumahan dan
Pemukiman
40.352.101.233 146.147660-RBB
berkas 5, hlm. 755 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rt, Ribu)
PN PP TP PROP
l46.tA.7660.RBB.OO2 Penyediaan Rumah Khusus Reguler 365 1250 unit 1.604.578.239 06 06 01 ol
146.1A.7660.R88-OOA Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah
Swadaya Miskin dan Rentan
34289 175000 unit t4.247.522.994 ()4 13 01
06 06 01 03
06 07 01 02
o1
146.14.7660.RBB.OO4.3300 Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah
Swadaya Miskin dan Rentan - Provinsi
Jawa Tengah
o o unit o06()4ol 05
146.14.7660.RBB.O19 Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah
Swadaya MBR
o 125000 unit 12.500.000.000 06 06 01 03
146.IA.7660.RBB.020 Bartu€rt Pembangunan Rumah Swadaya
Miskin dan Rentan
o 25000 unit 5.000.000.000 06 06 01 ol
146.rA"7660.RBB.021 Bantuan Pembangunan Rumah Swadaya
MBR
t0 15000 unit 3.000.000.000 06 06 01 ot
146.IA.7661 Penyelenggaraan Fcrueahan Perkotaan t7 .? 4 t .7 37 .403
146.IA765l.RBB Pras.rana Bidang PeruEolral dan
Pemukiman
17.741.737.403
146.147661.RB8.OO1 Bantuan PSU Bidang Fef,uaahan 10500 20000 unit 9t9.443.249 06 06 0l 04
SK No 145468 C
10500 t]mfr]0 unit 919.443.249 06 04 0l t|x] 146.IA7661.R88.001.0000 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Rr.at
berkas 5, hlm. 756 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-N29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l46.rA.7661.RBB.OOl. 1200 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sumatera Utara
o o unit 0060401 ol
06 04 02 04
l46.ta766r.RBB.OOl. 1300 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sumatera Barat
o o unit 006040,2 o3
146.IA.766 1.RBB.0O1. 1.+OO Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Riau
o o unit 006040201
146.rA.766t.RBB.OOr. 1600 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sumatera Selatan
n o unit o06040l 02
146.rA"766l.RBB.OOr. 1700 Bantuan PSU Bidang F.rumahan - Provinsi
Bengkulu
o 0 unit 006()402 03
146.IA.7661.R8B.OO1. lAOO Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Lampung
o o unit 006040202
146.IA7651.RBB.OOl. 1900 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o n unit 006040203
146.IA7661.RBB.OO1.2100 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Kepulauan Riau
o o unit 006040,203
06 04 02 04
SK No 145,169 C
Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
DKI Jakarta
o unit 006 04 01 03 146.14.766 l.RBB.OO1.3100 o
berkas 5, hlm. 757 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Ftp Ribu)
PN PP KP PROP
146.I4.766 1.R88.00 1 -3200 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Jawa Berat
o o unit o06040r 04
06 04 02 02
06 04 02 04
l46.lA.766r.RBB.OOr.3300 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Jaqra T€rrgah
0 0 unit 006040203
06 04 01 05
06 04 02 01
06 04 02 02
146.t4.766 l.RBB.O0 1.3400 Bantuan PSU Bidang PeruBahan - Provinsi
Dt Yogyakarta
o o unit 006040201
146.rA.766 l.RBB.00 1.3500 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Jawa Timur
n o unit 006 04 01 06
06 04 02 ot
06
06
04
04
M
04
02
tt)
l46.rA.766r.RBB.OOl.3600 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Banten
0 0 unit 006040203
SK No 145470 C
0 unit 006040203 146.t4,7661.R88.00r.5 rO0 3
berkas 5, hlm. 758 OCR
FF,EsIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
i.(aDId NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Bali
06 04 0l 07
146.t4,766 I.RBB.OO r.5200 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
3 o unit 006040203
r46.rA,766l.RBB.O0 1.s300 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
0 o unit 0060402 04
146.14.766 1.RBB.OOl.6lOO Bantuan P{lU Bidang Perumahan - Provinsi
Kalimantan Barat
o o unit 006040204
146.14.766 1.RBB.OO 1.6400 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Kalimantan Timur
o o unit 006040202
146.rA,766l.RBB.OOr.7rO0 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sulawr3i Ut ra
o o unit 0060401 lo
06 04 02 03
146.t4.766 l.RBB.OO 1.7200 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sulawesi Tengah
o o unit 006040,2 o4
r46.tA.766 I.RBB.OO 1.7300 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sulawesi Selatan
o o unit 0060402 04
06 04 01 09
SK No l4547l0
o unit 006040204 146.14.766 l.RBB.OO 1.7400 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Sulawesi Tenggara
n
berkas 5, hlm. 759 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.Ia766 1.RBB.OO 1.7500 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Gorontalo
o o unit 006040203
146.tA.7661.RBB.0O1.8 IOO Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Maluku
o o unit 006040203
06 04 02 04
r46.rA.766 T.RBB.OO 1.8200 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Maluku Utara
o o unit 0060402 04
146.14.766 I.RBB.OO 1.9400 Bantuan PSU Bidang Perumahan - Provinsi
Papua
o o unit 006040203
r46.tA,766 I.RBB.OO 1.9800 Bantuan PitU Bidang Perumahan - Provinsi
Papua Barat Daya
0 0 unit 006040203
06 04 02 04
l46.IA7661.RBB.OO3 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI
1066 0 unit 754.865.951 06 06 02 xn
r46.ra766 1.RBB.OO3. 1200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Sumatera Utara
o o unit 006040,2 ()4
SK No 145472 C
o unit 006040203 146.14"766 l.RBB.OO3. 1300 Bantuan Pembangunan Rumah Suaufl
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Sumatera Berat
o
berkas 5, hlm. 760 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.I4.766 1.RBB.OO3. 1,rOO Barttuar Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Riau
o o unit 0060402 ol
146.IA.766 1.RB8.003. r700 Baitualr Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Bengkulu
3 o unit 006040203
146.IA766 l.RBB.OO3. 1800 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Lampung
0 o unit 006040202
146.14.766 l.RBB.OO3. 1900 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/ POLRI - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o o unit 006040203
146.IA.7661.RBB.O03.2 IOO Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Kepulauan Riau
o o unit 006040203
06 04 02 04
146.IA766 l.RBB.OO3.3200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Jawa
Barat
0 o unit 0060402 04
06 04 02 02
SK No 145473 C
o unit
0,6 04 02 o3
r46.ra766 l.RBB.OO3.3300 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Jawa
Tengah
o o 0,6 04 02 0l
berkas 5, hlm. 761 OCR
FF,EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r46.rA.766 r.RBB.003.3400 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POL,RI - Provinsi DI
Yogyakarta
o o unit 00604o2 o1
t46.t4.766 l.RBB.OO3.3500 B€tltuatt Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Jawa
Timur
o o unit 00604o2 0l
06 04 02 02
06 04 02 04
146.rA.766 r.RBB.003.3600 Bantuan Pembangunan RUE€.L Susul
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Banten
o o unit 0060402 03
146.14.766 1.RBB.OO3. 5 100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Bali
0 o unit 0060402 03
146.tA.766 l.RBB.OO3.5200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
o :al unit 006(x0203
146.rA766 1.R8B.003.s300 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o o unit 0060402 04
SK No 145474C
o unit 006040204 146.14.766 l.RBB.OO3.6 IOO Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Kalimantan Barat
berkas 5, hlm. 762 OCR
FF.ESIDEN
.(dird NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.IA766 l.RBB.OO3.6,lOO Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi
Kalimantan Timur
0 o unit 006040202
l46.IA766l.RBB.OO3.7 IOO Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Sulawesi
Utara
o o unit 006040203
146.14766 l.RBB.OO3.7200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Sulawesi
Tengah
o o unit 006040204
146. I4.766 l.RBB.OO3.73{)O Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi SulawEsi
Selatan
o 0 unit 0060402()4
06 04 01 Tr]
146.IA.766 l.RBB.OO3.7rl0o Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Sulawesi
Tenggara
o 0 unit 006040204
146-rA.766 r.RBB.OO3.?500 Bantuan Pembangunan Rumah Susu
Hunian ASN/TNI/ POLRI - Provinsi
Gorontalo
o o unit 006040203
SK No 145475C
o unit o
06 o4 02 o4
146.IA766 1.RBB.OO3.8 100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Maluku
o3 02 04 fili o
berkas 5, hlm. 763 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAI'A
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.14.766 1.R88.003.8200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Maluku
Utara
o o unit 006040204
146.IA.766 r.RBB.OO3.9rl0o Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Papua
0 o unit 006040203
146.I4.766 l.RBB.OO3.9800 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian ASN/TNI/POLRI - Provinsi Papua
Barat Daya
o o unit 0060402 03
06 04 02 04
l46.IA.766l.RBB.OO4 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja
192 7500 unit 14.140.895.927 0,6 06 02 02
146.14.766 1.RBB.OO4. 1200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sumatera
Utara
o o unit 0060,401 01
06 04 02 04
146.1A.766 1.RBB.OO4. r3)O Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sumatera
Barat
n o unit 0060402 o3
146.ra766 l.RBB.OO4. 1400 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Riau
o o unit 006040201
SK No 145476 C
o unit 006 04 01 02 146.14"766 l.RBB.OO4. r600 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sumatera
Selatan
o
berkas 5, hlm. 764 OCR
FREsIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
202n-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.I4766 1.RBB.OO4. 1700 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Bengkulu
o 3 unit 006040203
146.14.766 l.RBB.O04. I 800 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Lampung
o 0 unit 0060402 02
146.14.766 1.RBB.OO4. 1900 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
o o unit 006040203
146.IA.766 1.RBB.OO4.2 100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Kepulauan
Riau
0 o unit 006040203
06 (N 02 04
146.r.A.766 r.RBB.OO4.3 t00 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi DKI
Jakarta
o o unit 006040r IE
146.rA.766 r.RBB.OO4.3200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Jawa Barat
o o unit 0060401 04
02
OD
04
04
06
06
02
()4
SK No 145477 C
o unit o
06 (x 02 01
146.14.766 l.RBB.OO4.3300 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Jaq,a
Tengah
03
05
02 04
:i.Ia
o
ol
berkas 5, hlm. 765 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N25-n29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06040202
146.14.766 1.RB8.O04.3400 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi DI
Yogyakarta
o 3 unit 0060402 ol
146.rA.766 1.R8B.004.3500 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Ja$E
Timur
o 0 unit o060401 06
06 04 02 01
06 04 02 02
06()40,2 o4
146.14.766 l.RBB.OO4.3600 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Banten
o 0 unit 006040203
146.tA.766r.R88.004.5 100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Bali
0 o unit 006040203
06 04 0l o?
146.IA.766 1.RBB.OO4.5200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
0 n unit 006040203
SK No 145478 C
o unit 006(x0204 146.t4.766 1.R88.004.5300 Bantuan Pembangunan RuEslt Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o
berkas 5, hlm. 766 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.14.766 l.RBB.OO4.6 100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hu an MBR/Pekerja - Provinsi Kalimantan
Berat
o o unit 006(N02 04
146.IA766 1.RBB.004.6300 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi lGlimaDtar
Selatan
o o unit 0060401 08
146.14766 l.RBB.OO4.6,100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Kalimantan
Timur
o 0 unit 006040.2 02
146.14766 l.RBB.OO4.7 100 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sulawesi
Utara
o 0 unit 0060401 lo
06 04 02 03
146.14.766 l.RBB.OO4.7200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sulawesi
Tengah
o o unit 006040204
146.t4766 1.R88.004.7300 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sulawesi
Selatan
0 o unit 006040204
0604 01 09
SK No 145479 C
0 unit 006040204 146.14766 1.RBB.OO4.7400 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Sulawesi
Tenggara
o
berkas 5, hlm. 767 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
146.rA.766 r.R88.004.7500 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hutriar MBR/Pekerja - Provinsi Gorontalo
o o unit 006040203
146.IA.7661.R88.004.8100 Bantuan Fcabaigunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Maluku
o o unit 006040203
0,6 04 02 04
146.tA.766 r.RBB.OO4.8200 Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Maluku
Utara
i'l o unit o 0,6 04 02 04
146.14.766 l.RBB.0O4.9,rOO Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Papua
o t0 unit 006040203
146.IA.766 l.RBB.OO4.gaOO Bantuan Pembangunan Rumah Susun
Hunian MBR/Pekerja - Provinsi Papua
Barat Daya
o o unit 0060402 03
06 04 02 04
146.IA.7661.R88.012 Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA) 50 o unit 2.000.000 08 04 05 03
06 06 0r o1
146.IA.7661.R88.020 Rumah Susun ASN dan HANKAM (IKN) 3060 n unit 1.924.492.276 0,6 05 01 03
146.1A.7662 Penyelenggaraan Tata Kelola dan
Pengendalian Risiko Perumahan dan
Kawasan Permukiman
470.000.000
SK No 145480 C
Koordinasi 8.600.000 146.tA.7662.PEA
berkas 5, hlm. 768 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
146.IA.7662.PEA.001 Fasilitasi Pembiayaan Perumahan I O kegiatan 3.000.000 03 04 0l 003
06 06 03 03
t46.W7 662.PE 4-OO2 Fasilitasi Pembiayaan Perumahan
Terjangkau dan Berwawasan Lingkungan
I O kegiatan 5.600.000 02 15 03 02
06 06 03 03
l46.IA.7662.PEAOO2.OOOO Fasilitasi Pembiayaan Perumahan
Terjangkau dan Berwawasan Lingkungan -
Pusat
I O kegiatan 5.600.000 03 04 01 004
146.IA.7662.PEE Kamitresn o
146.1A.7662.PEE.004 Proyek KPBU Perumahan yarU Siap
Dikerjasamakan
I O Kesepakatan 0060603 04
r46.rA.7662.QAH Pelayanan Publik Lainnya 7.OOO.OOO
146.t4.7662.QAH.00r Fasilitasi Subsidi Selisih Bunga daa
Bantuan Uang Muka
1 O layanan 4.500.000 03 04 01 001
on 03 06 06
l46.tA.7662.QAH.OO2 Fasilitasi Penyaluran Bantuan Pembiayaan
Perumahan
I O layanan 2.500.000 03 04 0l 003
06 06 03 02
SK No 145481 C
Fasilitasi Penyaluran Bantuan Pembiayaan
Perumahan - R.rsat
O layanan
06 04 0l o5
r46.rA.7662.QAH.OO2.OOOO I 2.500.000 06 04 0l 03
berkas 5, hlm. 769 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
06 04 0t 06
06 04 0l 09
06 04 0r lo
t46.t4"7662.QFC Subsidi kepada Keluarga 400.000
146.14,7662.QFC.0O1 Pembiayaan Rumah Swadaya dan
Pembiayaan Mikro Perumahan
15 O Keluarga 200.ooo 03 04 0l 003
06 06 03 02
146.tA,7662.QFC.0O 1.OOOO Pembiayaan Rumah Swadaya dan
Pembiayaan Mikro Perumahan - Pusat
15 O Keluarga 200.ooo 06 04 0l ol
06 04 0l ID
06()401 03
06 04 0l 04
06
07
04
04
tr]a
06
ol
ol
06 04 0l 08
06 04 0l IID
06 04 0r lo
SK No 145482 C
Pembiayaan Konstruksi Rumah HUau 40 200.ooo 03 04 0l oo4 146.147662.QFC.(x)2 0 Keluarga
berkas 5, hlm. 770 OCR
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGE"T2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
06 0,6 03 02
146.r.A.7662.R88 Prasarana Bidang Perumahan dan
Fr,[ul<imen
454.000.000
r46-rA-7662.RBB.OOr Pembiayaan KPBU AP Rumah Susun o 2000 unit 454.OOO.000 06 06 03 o4
TOTAL 60.2ro. r33.aa5
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 145483 C
berkas 5, hlm. 771 OCR
KEM ENTERI,AN PARIWISATA
1. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 03.05 - Pengeluaran wisatawan mancanegara USD/kunjungan 1.239 (2023) 1.300- 1.381,3 1.600-1.672
PP 03.05 - Tenaga Leda pariwisata juta orang 22,89 l2o22l 25,75 29,N
PP 03.05 - Indeks pcrobanguran pariwisata ltrawl & tourism de@loplcnt index, terbit bi€onial
tahun genap)
peringkat (ror
besar)
22 22. 20*
PP 03.05 - Kunjungan wisatawan mancanegara juta kunjungan 11,57 (2023) 14,6- l6,O 20,0-23,5
PP 03.05 - Perjalanan wisatawan nusantara juta perjalanan 852,80 (2023) r.084 1.500
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 02.22,06 - Prioritisasi destinasi pariwisata prioritas berbasis bahari dar danau lokasi destinasi
pariwisata bahari
o 10 10
KP 02.22.06 - Jumlah wisatawan nusantara di destinasi bahari dan danau prioritas ribu perjalanan 7.797 ,76 l2023l 13.686,56 16.985,12
KP 02.22.06 - Jumlah wisatawan mancanegara di destinasi bahari dan danau prioritas ribu kunjungan a.344,92 l2o23l 12.204,23 t6.2? 5,74
SK No 145484C
juta rupiah 22.023.561,06 26.769.776,11 KP 03.05.01 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan
19.976.019,1
l2o23l
berkas 5, hlm. 772 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 03.05.01 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Borobudur-Yogyakarta-Prambanan miliar rupiah 10.e78,30 (2018) 23.672,34 30.776,00
KP 03.05.01 - Devisa pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan juta USD 334 (2018) 714.37 931,00
KP O3.O5.Of - Tenaga kerja pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (Jawa T.oaah) orang 2.925.7t5l2o22l 3.280.514 3.421.392
KP O3.O5.O I - Investasi sektor pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan juta rupiah 955.099,60 (2023) 1.191.22432 r.853.052,41
KP O3.O5.Of - Tenaga kerja pariwisata Borobudur-Yogyakarta-Prambanan (Dm orang 439.029 (2022) 454.432 475.814
KP 03.05.02 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Bali juta rupiah 54.643.t73,97
(2023)
60.288.199,30 73.280.683,05
KP 03.05.02 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Bali miliar rupiah 10f.325,81 (2023) 123.500,99 143.472,56
KP 03.05.02 - Devisa pariwisata Bali juta USD 9.364,00 (2019) 12.665,99 15.540,00
KP 03.05.02 - Tenaga k rja pariwisata Bali orang 622.432 l2o22l @4.270 674.544
KP 03.05.02 - Investasi sektor pariwisata Bali juta rupiah 7.547.919,45
l2o23l
9.413.987,20 14.644.221,75
KP 03.05.03 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makar minum Kepulauan Riau juta rupiah 6.301.872,6
(2023)
6.947.414,54 8.445.112,00
KP 03.05.03 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Kepulauan Riau miliar rupiah s.413,10 (2019) 5.819,81 11.642,70
KP 03.05.03 - Devisa pariwisata Kepulauan Riau juta USD 2.001,1 (2019) 2.470,43 4.770,N
SK No 145485 C
orang 236.159 (2022) 294.642 395.744 KP 03.05.03 - Tenaga kerja pariwisata Kepulauan Riau
berkas 5, hlm. 773 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 03.05.03 - Investasi sektor pariwisata Kepulauan Riau juta rupiah 2.355. 1r 1,3s
l2o23l
2.937.364,16 4.569.308,55
KP 03.05.04 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum g'eater Jakarta juta rupiah 191.980.855,2
(2023)
211.658.892,86 257.272.707,14
KP 03.05.04 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Ereat€f, Jakarta miliar rupiah 367.760,29 (2023) 421.993,70 555.633,24
KP 03.05.04 - Devisa pariwisata Jakarta juta usD 2.291,8 (2019) 3.439,37 4.708,60
KP 03.05.04 - Tenaga kerja pariwisata greater Jakarta (DKI) orang 1.479.227 l2o22l 1.537.529 1.618.855
XP 03.05.04 - Tenaga kerja pariwisata greater Jakarta (Jawa Barat) orang 4.974.4O4 l2o22l 5.591.063 6.526.097
KP 03.05.04 - Tenaga kerja pariwisata greatef, Jakarta (Banten) orang 1.230.545 (2022) t.523.452 2.025.213
KP 03.05.04 - Investasi sektor pariwisata greater Jakarta juta rupiah 12.650.725,3
(2023)
14.130.860,16 21.997.903,42
KP 03.05.05 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Lombok-Gili Tramena juta rupiah 2.206.361,02
(20231
2.432.513,02 2.956.734,78
KP 03.05.05 - Pendapatan dad wisatawan nusantara Lombok-Gili Tramena miliar rupiah 5.666,50 (2018) 14.850,43 28.971,58
xP 03.05.05 - Devisa pariwisata Lombok-Gili Tramena juta USD 29O (2018) 800,60 1.659,00
KP 03.05.05 - Tenaga kerja pariwisata Lombok-Gili Tramena orang 424.952 (2022) 544.460 748.244
SK No 145486 C
juta rupiah 5.598.319,34 8.708.640,46 KP 03.05.05 - Investasi sektor pariwisata Lombok-Gili Tramena 4.488.604,30
(2023)
berkas 5, hlm. 774 OCR
FR,ESIDEN
REPUBLIK INDONEsIA
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 03.05.06 - PDRB sckon penyedi,aan akomodasi dan makan !r nutr Manado-Likupang juta rupiah 2.573.7 t7 ,65
l2o23l
2.43?.523,7L 3.449.O27,4O
KP 03.05.06 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Manado-Likupang miliar rupiah 6.491,89 (2019) 8.982,47 l?.232,90
KP 03,05.06 - Devisa pariwisata Manado-Likupang juta USD r39(2019) 267,09 427,OO
KP 03.05.06 - Tenaga kerja pariwisata Manado-Likupang orang 204.674 l2o22l 219.919 235.860
KP 03.05.06 - Investasi s€Ltor pariwisata Manado-Likupang juta rupiah 774.326,55 (2023) s.762,45 t .502.322,s6
KP 03.05.07 - PDRB srkc penyediaan akomodasi dan makan minum Bangka Belitung juta rupiah 3.281.893,64
(2023)
3.614.153,73 4.398.051,36
KP 03.05.07 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Bangka Belitung miliar rupiah 2.455,23 l2019l 13.161,89 21.763,57
KP 03.05.07 - Devisa pariwisata Bangka Belitung juta usD 23,90 (2019) 41,54 78,30
KP 03.05.07 - Tenaga kerja pariwisata Bangka Belitung orang 94. tO6 (2022) 109.216 126.011
KP 03.05,07 - Investasi sektor pariwisata Bangka Belitung juta rupiah 527.454,60 (2023) 657.861,88 1.023.357,60
KP 03.05.08 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Danau Toba juta rupiah 2.193.003,64
(2022)
2.417.786,51 2.934.434,62
KP 03.05.08 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Danau Toba miliar rupiah 1.021 (2018) 2.O44,4t 2.619,69
xP 03.05.08 - Devisa pariwisata Danau Toba juta USD 73, r (2018) 163,91 263,80
SK No 145487 C
orang 1.118.911 (2022) 1- 1Sg- 556 1.316. r97 KP 03.05.08 - Tenaga kerja pariwisata Danau Toba
berkas 5, hlm. 775 OCR
PRESIOEN
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
KP 03.05.08 - Investasi sektor pariwisata Danau Toba juta rupiah 41 1.336,50 (2023) 513.030,98 798.061,37
KP 03.05.09 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Raja Ampat juta rupiah 14.636,37 (2022) 18.196,50 22.117,96
KP 03.05.09 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Raja Ampat miliar rupiah 195,6? l2o22l 290,40 501,08
KP 03.05.09 - Devisa pariwisata dari Raja Ampat juta USD 5 (2019) 42,44 70,30
KP 03.05.09 - Tenaga kerja pariwisata Raja Ampat orang 7.542 (2022) 9.054 11.552
KP 03.05.09 - Investasi Beko pariwisata Raja Ampat juta rupiah 12.575,05 (2023) 15.683,97 24.397,69
KP 03.05.10 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Labuan Bajo juta rupiah 38.850 (2023) 42.449,25 52.062,72
KP 03.05. f0 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Labuan Bajo miliar rupiah 974,49 1.175,23 2.48€,59
KP 03.05. fO - Devisa pariwisata labuan Bajo juta USD 161 (2019) 243,52 637,04
KP 03.05.10 - Tenaga kerja pariwisata Labuan Bajo orang 251.887 (2023) 304.910 393.362
KP 03.05.10 - Investasi sclcc pariwisata labuan Bajo juta rupiah 532.233,85(2023) 63.817,72 1.032.622,38
KP 03.05.1 I - PDRB sektor penyediaan akomodasi dsn makan minum Bromo-Tengger-Semeru juta rupiah 17.501.425,28
(2023)
19.273.275,88 23.453.583,72
KP 03.05.1 I - Pendapatan dari wisatawan nusantara di Bromo-Tengger-Semeru miliar rupiah 838,7 t.112,12 3.437,90
KP 03.05.1 I - Devisa pariwisata Bromo-Tengger-Semeru juta usD 4,0 (2019) 7,21 22,21
KP 03.05.1 f - Tenaga kerja pariwisata Bromo-Tengger-Semeru orang 3.493.968 (2022) 3.954.441 4.665.259
SK No 145488 C
juta rupiah 778.773,45 (2023) 971.309,16 1.510.950,29 KP 03.05. f f - Investasi sektor pariwisata Bromo-Tengger-Semeru
berkas 5, hlm. 776 OCR
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2025 TARGET 2029
KP 03,05. 1 2 - PDRB sektor penyediaan akomodasi dan makan minum Wakatobi juta rupiah 35.525,73 (2023) 39.122,37 47.607,44
KP 03.05. f2 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Wakatobi miliar rupiah 108 132,95 305,40
KP 03.05.12 - Devisa pariwisata Wakatobi juta USD 7,44 9,38 23,76
KP 03.05.12 - TeEaaa kerja pariwisata Wakatobi orang 209.447 (2022) 243.647 29A.200
KP 03.05,12 - Invcataii schor pariwisata Wakatobi juta rupiah 31.376,65 (2023) 45.520,70 &.432,32
KP 03.05.13 - PDRB sektor' pcnJrcdiaan akomodasi dan makar minum Morotai juta rupiah 2.584,92 12023) 2.449,47 3.464,04
KP 03.05.13 - Pendapatan dari wisatawan nusantara Morotai miliar rupiah 103,92 (2022) 159,98 242,5
KP 03.05.13 - Dcaisa pariwisata Morotai juta USD 0,69 0,78 1,56
KP 03.05.13 - Tenaga k6ja pariwisata Morotai orang 73.603 (2022) 42.435 .971
KP 03.05.13 - Investasi sektor pariwisata Morotai juta rupiah r. 1.151,65 (2023) 49.626,20 77.197,54
SK No 145489 C
berkas 5, hlm. 777 OCR
FR,ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_20.29
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2.5f39.602.742
147.DL.7232 Pengelnbangal P€odidikan Tinggi Bidang
Pariwisata Medan
419.656.630
147.DL.7232.PDI Sertifikasi Profesi den SDM 5.594.320
147.DL.7232.PDI.003 Sertifikasi Profesi dan SDM 500 600 Orang 5.594.320 04 07 02 03
147.DL.7232.W.OO3.1275 Sertifikasi Profesi dan SDM - Kota Medan gtn 600 Orang s.594.320 02 22 06 02
03 05 08 N4
147.DL.7232.PEC Kerja sama 6.030.348
147.DL.7232.PEC.003 Kerja sama 15 27 Kesepakatan 6.030.348 04 07 02 0l
147.DL.7232.PEC.003.1275 K€f,ja earoa - Kota Mcddr 15 27 Kesepakatan 6.030.348 03 05 08 004
147.DL.7232.RAA Sarana Bidang Pendidikan 167.435.ofi)
147.DL.7232.RAA.003 Sarana Bidang Pendidikan Politeknik
Pariwisata Medan
5 15 P.ket 167.435.000 04 0? 02 04
SK No 145490 C
Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi
15 Paket
43.592.100
r47.DL.7232. RAA.OO3.000 I Sarana Bidang Pendidikan Politeknik
Pariwisata Medan - Kab. Deli Serdang
5 167.435.000 03 05 08 004
t+7.DL.7232.RB,t
berkas 5, hlm. 778 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE'T2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7232.RB.r.003 Pengadaan Prasarana Bid.ng Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata Medan
1 I unit 43.592.100 04 0? 02 04
t47.DL.7232.RB,t.OO3. t27 5 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata Medan - Kota
Medan
I unit 43.592.100 03 05 08 004
147.DL.7232.SAD Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
197.004.862
147.DL.7232.SAD.003 Penyelenggaraan Pengajaran Pariwisata
Folitclorik Pariwisata Medan
1700 1850 Orang 109.656.44 04 07 02 05
147.DL.7 232.SAD.OO3. 127 5 Penyelenggaraan Pengajaran Pariwisata
FoliteLrrik Pariwisata Mcdan - Kota Mcdan
1700 1850 Orang 109.656.464 03 05 08 004
02 o6 22 02
147.DL.7232.SAD.O1 l. 1275 Penyelenggaraan Implementasi Pengajaran
dan Kelembagaan Politeknik Pariwisata
Medan - Kota Medan
1700 1900 Orang 37.329.761 02 22 06 1t)
03 05 08 004
147.DL.7232.SAD.019 Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Folitelarit Pariwisata Medan
I loo 1100 Orang 50.018.637 04 08 04 02
SK No l4549lg
1100
02 22 06 m
147.DL.7 232.SAD.O t9. t27 5 Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Folitcloik Pariwisata Medan -
Kota Medan
1100 Orang 50.018.637 03 05 08 004
berkas 5, hlm. 779 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7233 Pengembangan Pendidikan Tinggi Bidang
Pariwisata Palembang
296.437.563
147.DL.7233.PD1 Sertifikasi Profesi dan SDM 4.424.424
147-DL_7233.PDI.OO5 Sertfikasi Profesi dan SDM Poltekpar
Palembang
229 O Orang 4.8.24.424 04 07 02 03
147.DL.7233.WC Kerja saraa 2.907.519
147.DL.7233.PF,C.005 Penyelenggaraan dan Implementasi Ke{a
Sama Nasional dan Internasional PolteLpar
Palcrlrbafla
20 20 Kesepakatan 2.907 .519 04 07 02 0 l
147.DL.7233.RA4 Sarana Bidang Pendidikan 74.615.000
147.DL.7233.RAA.005 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi Poltekear Palembang
I I Paket 74.615.000 04 07 02 04
147.DL.7233.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 43.592.100
147.DL.7233.R8r.005 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi Foltckpar Palembang
1 I unit 43.592.100 04 07 02 ()4
147.DL.7233.SAD Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
170.494.t20
SK No 149620 C
I 160 131.091.271 04 07 02 05 147.DL.7233.SAD.005 Penyelenggaraan Pengajaran Fotitelsrik
Pariwisata Palembang
1160 Orang
berkas 5, hlm. 780 OCR
REPUBLIK INOONESIA
- l3ao -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7233.SAD.021 Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Politeknik Pariwisata
Palembang
t7N 1720 Orang 39.406.849 04 08 04 02
147.DL.724 Pengembangan Pendidikan Tinggi Bidang
Pariwisata NHI Bandung
443.973.050
147 .DL.7234 .Wl Sertifikasi Profesi d6n sDM 8.234.909
147.DL.7234.PD[.@2 Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Politeknik Pariwisata NHI Bandung
670 670 Orang 4.234.909 04 07 02 03
147 .DL.7234 .PEC Kerja sama 3.632.675
14? .DL.7234 .PEC.OO2 Penyelenggaraan dan Implementasi Kerja
Sama Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata NHI Bandung
50 50 (Kesepakatan 3.632.675 04 07 02 0l
147.DL.7234.RAA Sarana Bidang Pendidikan 97.820.000
147.DL.7234.RAA.002 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Politeknik Pariwisata NHI Bandung
I 1 PaLet 97.820.000 04 07 02 04
147.DL.7234.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 43.592.100
SK No 149622C
I unit 43.592.100 04 07 02 04 147.DL.7234.RBJ.m2 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata NHI Bandung
I
berkas 5, hlm. 781 OCR
- 13al -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147 .DL.7234 .SltD Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata dar
Kebudayaan
290.693.366
147.DL.7234.SAD.002 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata NHI Bandung
q9m 2A2O Orang 219.205.953 04 07 02 05
147.DL.7234.SAD.018 Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Politeknik Pariwisata NHI
Bandung
435 435 Orang 71.487.413 04 08 04 02
147.DL.7235 Pengembangan Pendidikan Tinggi Bidang
Pariwisata Bali
720.939.46
147.DL.7235.PDt Sertifikasi Profesi dan SDM 6.137.043
147.DL.7235.PDI.001 Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Politeknik Pariwisata Bdi
650 600 Orang 6.137.043 04 07 02 03
147.DL.7235.PDI.00 1.5 103 Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Politeknik Pariwisata Bali - Kab. Badung
650 600 orang 6.137.043 02 22 06 02
03 05 02 005
147.DL.7235.PEC Kerja sama 3.946.32a
SK No 149623 C
3.94.6.328 04 07 02 ol 147.DL.7235.PEC.001 Penyelenggaraan dan Implementasi Kerja
Sama Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata Bali
a 8 Kesepakatan
berkas 5, hlm. 782 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7235.PEC.001.0001 Penyelenggaraan dan Implementasi Kerja
Sama Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata Bali - Kab. Badung
E 8 Kesepakatan 3.94632A 03 05 02 005
147.DL.7235.RAA Sarana Bidang Pendidikan 12r4.230.000
147.DL.7235.RAA.001 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi Foutetodk Pariwisata Bali
I I Paket 121.025.000 04 07 02 04
147_DL.7235.RAA-OO l -5 l03 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata Bali - I(ab.
Badung
I I Paket 121.025.000 03 05 02 005
147.DL.7235.RAA.007 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Solo Raya
o 1 Paket 11.602.500 04 07 02 M
147.DL.7235.R44.OO7.33 14 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Solo Raya - Kab. Sragen
0 I Paket r 1.602.500 03 05 0l d)4
147.DL.7235.RAA.008 PcilAadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Manado
n 1 Paket 11.602.500 04 07 02 04
147.DL.7235.R4A.008.7 l02 Pengadaan Sarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Manado - Kab. Minahasa
0 1 Paket rr.602.500 03 05 06 004
147.DL.7235.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 161.677.927
SK No 149624C
I unit 74 .493.727 04 07 02 04 147.DL.7235.RBJ.001 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata Bali
berkas 5, hlm. 783 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7235.RBJ.001.0001 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata Bali - Kab.
Badung
I I unit 74.493.727 03 05 02 00s
147.DL.7235.RBJ.007 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Solo Raya
I 1 unit 43.592.100 04 07 02 o4
147.DL.7235.RBJ.008 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi PSDKU Manado
I 1 unit 43.592.100 04 0? 02 04
147.DL.7235.SAD Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
404.948.548
147.DL.7235.SAD.001 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata Bali
,I|Irfd 2000 Orang 264.2t5.275 04 07 02 05
147.DL.7235.SAD.001.5103 1. 5tO3 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata Bali - Kab. Badung
2000 2000 Orang 264.215.275 02 22 06 02
03 05 02 005
147. DL.7235.SAD.OO9.5l03 Penyelenggaraan Implementasi Fengdardr
dan Kelembagaan Foliteldrik Pariwisata Bali
- Kab. Badung
200 2OO Orang 75.527.7 t4 02 22 06 02
03 05 02 005
147.DL.7235.SAD.017 Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Politeknik [larityicata Bali
300 3OO Orang 61.205.559 04 08 04 02
SK No 145496 C
300 61.205.559 02 22 06 02 147.DL.7235.SAD.017.5103 3OO Orang
berkas 5, hlm. 784 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
- r 344 -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO / RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali -
Kab. Badung
03 05 02 005
147.DL.7236 Pengembangan Pendidikan Tinggi Bidang
Pariwisata Lombok
349.117.258
147.DL.7236.PDI Sertifikasi Profesi d6n SDM 3.269.404
147.DL.7236.PD1.006 Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Poltd.par Lombok
500 650 orang 3.269.408 04 07 02 03
147.DL.7236.PDI.006.0001 I Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Poltelpar Lombok - Kab. L.mbok Tengah
500 650 Orang 3.269.408 02 22 06 02
147.DL.7236.PEC Kerja sama 3.269.404
147.DL.7236.PEC.006 Penyelenggaraan dan Implementasi Kerja
Sama Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata Lombok
15 30 Kesepakatan 3.269.404 04 07 02 0l
147.DL.7 23b.PEC,OO6.52O2 Penyelenggaraan daIr lEpldncntasi Kerja
Sarra Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata Lombok - Kab. Lombok Tengah
15 30 Kesepakatan 3.269.408 03 05 05 004
147.DL.7236.RAA Sarana Bidang Pendidikan 49.427.676
SK No 149625 C
Sarana Bidang Pendidikan Politeknik
Pariwisata Lombok
[] Paket 49.427.676 04 07 02 04 r47.DL.7236.RAA.006 2
berkas 5, hlm. 785 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7236.RAA.006 Sarana Bidang Pendidikan Politeknik
Pariwisata Lombok
2 a Pel<ct 49.427.676 04 07 02 o4
147.DL.7236.R44.006. 5202 Sarana Eidarg Pendidikan Politeknik
Pariwisata Lombok - Kab. Lombok Tengah
2 a Paket 49.427.676 03 05 0s OO4
147.DL.7236.RBJ Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi 79.918.450
147.DL.7236.RBJ.006 Pengadaan Prasarana Bidang FendidiiLal
TinEEi Poltckpar l.t[bok
I 3 unit 79.918.850 04 07 02 o4
147.DL.7236.RBJ.006.5202 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidiikan
Tinggi Poltekpar Lombok - Kab. Lombok
Tengah
I 3 unit 79.918.850 03 05 05 004
147.DL.7236.SAD Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
172.831.916
147.DL.7236.SAD.006 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata Lombok
1400 1400 Orang 114.347.972 04 07 02 05
147.DL.7236.S4D.006. 5202 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata Lombok - Kab. Lombok Tengah
1400 1400 Orang 1t4.34?.972 03 05 05 004
02 lr]a 22 02
SK No 145498 C
1400 35.961.359 03 05 05 004 147.DL.7 236.s.ttD.O 14. 5202 Penyelenggaraan Implementasi Pengajaran
dan Kelembagaan Politeknik Pariwisata
Lombok - Kab. Lombok Tengah
1400 Orang
berkas 5, hlm. 786 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
1 47 .DL.? 2%.s,FrD.O22.5202 Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat Politeknik Pariwisata Lombok -
Kab. Lombok Tengah
400 45O Orang 22.5,22.*5 03 05 05 004
02 22 06 02
147.DL.7237 Pengembangan Pendidikan Ttuagi Bidang
Pariwisata Makassar
359.478.396
147 .DL.7237.PDl Sertifikasi Profesi den SDM 9.173.725
t47.DL.7237.PD[.O@ Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Poltekpar Makassar
4202 4202 Orang 9.173.723 04 07 02 03
147.DL.7 2?7.PD[.OO4.7 37 1 Pelaksanaan Sertifikasi Profesi dan SDM
Poltekpar Makassar - Kota Makassar
4202 4202 Orang 9.173.725 06 04 0l 09
147 .DL.7237.PFn Kerja sanra 12.488.164
147 .DL.7237.PEC.N4 Penyelenggaraan dan Implementasi Kerja
Sama Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata Makassar
30 30 Kesepakatan 12.488.164 04 07 02 01
147.DL.7237.PEC.004.000 r Penyelenggaraan dan Implementasi Kerja
Sama Nasional dan Internasional Politeknik
Pariwisata Makassar - Kota Makassar
30 30 Kesepakatan t2.48a.164 06 M Ol tll
t47 .DL.7237.R 4 Sarana Bidang Pendidikan 51.410.000
SK No 149626 C
Sarana Bidang Pendidikan FoltcLpar
Makassar
I Paket 51.410.000 04 07 02 04 147.DL.7237.RAA.OO4 I
berkas 5, hlm. 787 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7237 .RAA Sarana Bidang Pendidikan 51.410.000
147.DL.7237.R44.OO4 Sarana Bidang Pendidikan Poltckpar
Mskesser
I I Pa.Let 51.410.000 04 07 02 04
147.DL.? 237.R AA-OO4.? 37 | Sarana Bidang Pendidikan Poltckpar
Makassar - Kota Makassar
I I P.ket 51.410.000 06 04 0l rrl
147.DL.7237.R8' Prasarana Bidang Pendidikan Tinggi ,ri}.592. roo
147 .DL.7237 .RB.t .OO4 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
TtnSEi Politeknik Pariwisata Makassar
I I unit 4il.592.loo 04 07 02 04
t47.DL.7237.RB,J.OO4.7 37 1 Pengadaan Prasarana Bidang Pendidikan
Tinggi Politeknik Pariwisata Makassar -
Kote Makassar
I I unit 43.592.100 06 04 0l 09
147.DL.7237.SAD Pendidikan Vokasi Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
242.814.407
147.DL.7237.SAD.004 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata Ma.kassar
2137 2137 Orang 141.306.790 04 07 02 05
147.DL.7 237.sAD.OO4.7 37 1 Penyelenggaraan Pengajaran Politeknik
Pariwisata Makassar - Kota Makassar
2137 2137 Orang 141.306.790 06 04 01 ID
SK No 145500 C
2137 72.201.744 06 04 0t 09 t47.DL.? 237.SAD.O 12.7 37 I Penyelenggaraan Implementasi Pengajaran
dan Kelembagaan Politeknik Pariwisata
Makassar - Kot M€l<a$a,
2137 Orang
berkas 5, hlm. 788 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.DL.7237.SAD.020 Penelitian dalr Pengabdian kepada
Masyarakat PolitcknikPariwisat Makassar
327 32? Orang 29.305.873 04 08 04 02
14?.DL.? 237.5A,D.O20.7 3? I Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat Politeknik Pariwisata Makassar
- Kota Makassar
327 327 Orang 29.305.873 06 04 0l 09
147.EK Program Pariwisata 1.665.986.261
147.EK.7206 FcngcEbantan Pel,atihan dan Sertifikasi
Profesi
4o.223.779
147.EK.7206.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 36.326.750
r47. EK.7206.PDr.00 r.00@ Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Pusat
o 0 Orang 726.535 02 22 06 02
l47.EK.7206.PDI.OOl. 1206 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab. Toba
210 210 Orang o 03 05 08 004
l47.EK.7206.PDl.OOl. 1902 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab. Belitung
210 210 Orang o 03 05 07 004
147.EK.7 206.PDt.OO t.2 t7 | Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kota Batam
2to 2LO Orang o 03 05 03 006
SK No 122439 C
Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kota Administrasi Jakarta Pusat
550 550 Orang
147.EK.7206.PDI.001.3 173 34.054.526 03 05 04 005
berkas 5, hlm. 789 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.E'K.7 206.PDt.@ 1.347 I Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kota Yogyakarta
450 450 Orang r.545.689 03 05 0l OO4
147.EK.7206.PDI.001.5171 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kota Denpasar,
210 21O Orang o 03 05 02 005
147. EK.7 206.PDt.OO t.527 I Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kota Mataram
210 210 Orang o 03 05 05 004
147. EK.7206.PDr.OO 1.s3 l3 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab. Manggarai
210 210 Orang 00305 10 004
147.8K.7 206.PD[.OO 1.7 t7 1 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kota Manado
210 2lO Orang o 03 05 06 004
t47.EK.7 206.PDt.N t.7 407 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab. Wakatobi
210 210 Orang 00305 t2 004
147.EK.7 206.PDt.OO 1.a207 Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab. Pulau Morotai
210 210 Orang 00305 13 004
147. EK.7206.PDI.00 1.980 r Fasilitasi Sertifikasi SDM Bidang Pariwisata
- Kab. Sorong
210 210 Orang o 03 05 09 004
t4?.EK.72O6.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 9.081.688
SK No 122464C
90 90 Orang
02 22 06 02
147.EK.7206.QDC.001 Masyarakat yang trempcrolch Fasilitasi dan
FcEbioaan melalui Pelatihan Kapasitas
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan
9.081.688 02 20 02 o5
berkas 5, hlm. 790 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
x)25-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
f 47.EK.72O6.QDC.OOf . f 206 Masyarakat yang memperoleh Fasilitasi dan
Pembinaan melalui Pelatihan Kapasitas
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan - Kab.
Toba
l5 15 Orang 8.936.3ar 02 22 06 02
03 05 08 004
l47.EK.72O6.QDC.OO1.3gO8 Masyarakat yang memperoleh Fasilitasi datr
Pembinaan melalui Pelatihan Kapasitas
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan - Kab.
Magelang
15 15 Orang oo3050l0o4
147.EK.7206.QDC.0O1.347 I Masyarakat yang memperoleh Fasilitasi dan
Pembinaan melalui Pelatihan Kapasitas
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan - Kota
Yogyakarta
15 15 Orang o 03 05 0r 004
I47.EK.72O6.QDC.OOI .3573 Masyarakat yang memperoleh Fasilitasi datl
Pembinaan melalui Pelatihan Kapasitas
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan - Kota
Malang
15 15 Orang 00305 11 004
r47.EK.7206.QDC.OO1.527r Masyarakat yang memperoleh Fasilitasi dan
Pembinaan melalui Pel,atihan Kapasitas
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan - Kota
Mataram
15 l5 Orang 0 03 05 05 004
SK No 122465 C
15 15 Orang 0 03 05 lo 004 147.EK.7206.QDC.001,5313 Masyarakat yang memperoleh Fasilitasi dan
Pembinaan melalui Pelatihan Kapasitas
berkas 5, hlm. 791 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROORAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Berbasis Pariwisata Berkelanjutan - Kab.
Manggarai
147.EK.7206.SCD Pelatihan Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
34.815.341
147. EK.7206.SCD.OO r.0000 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 1 - Pusat
15 15 Orang 726.535 02 22 06 02
147.EK.7206.SCD.001.1200 1. 1200 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekal,an Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 1 - Provinsi
Sumatera Utara
31 31 Orang 2.126.923 02 22 06 02
03 05 08 004
147.EK.7206.SCD.001. 1SO0 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional I - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
29 29 Orang 2.157.491 03 05 07 004
02 22 06 02
147.EK.7206.SCD.001.2 lO0 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
u.ntuk FcEbelelan Kerja melalui Felatihsr
Berbasis Kompetensi Rcgimal f - P.ovinsi
Kepulauan Riau
,D 29 Orang 2.160.114 02 22 06 02
03 05 03 006
SK No 122466 C
29
147.EK.7206.SCD.001.3100 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk FeEbelelan Kerja melalui Pelatihan
29 Orang 2.504.DO 03 05 04 005
berkas 5, hlm. 792 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Berbasis Kompetensi Regional f - Provinsi
Dl(J Jakarta
147. Er.7206.SCD.0O 1.3,100 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional I - Provinsi
Df Yogyakarta
29 D Orang 3.574.538 03 05 01 004
147. EK.7206.SCD.OO 1.3500 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional I - Provinsi
Jawa Timur
x 29 Orang 4.821.506 03 05 1l 004
r47.EK.7206.SCD.002.5 100 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 2 - Provinsi
Beli
34 34 Orang 4.200.316 02 22 06 02
03 05 02 005
r47. EK.7206.SCD.002.5200 SDM Pariwisata Jraig memperoleh Pelatihan
untuk FeEbel(alan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 2 - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
34 34 Orang 3.373.275 02 22 06 02
03 05 05 004
SK No 122467 C
34 34 Orang
02 22 06 02
147. EK.7206.SCD.002.5300 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 2 - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
3.?42.222 03 05 10 004
I
berkas 5, hlm. 793 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7206.SCD.OO2.7zlOO SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 2 - Provinsi
Sulawesi Tenggara
34 & Orang 2.6fi.724 02 22 06 02
03 05 t2 004
r47. EK.7206.SCD.002.8200 SDM Pariwisata yang memperoleh Pelatihan
untuk Pembekalan Kerja melalui Pelatihan
Berbasis Kompetensi Regional 2 - Provinsi
Maluku Utara
34 34 Orang 2.797.007 03 05 13 004
02 22 06 02
147.EK.7209 Penyusunan Kebijakan 52.237.467
147.EK.7209.PBK Kebijakan Bidang Tenaga Keda, Industri
dan UMKM
37.707.167
147.8K.7209.PBK.001. 1200 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Sumatera
Utara
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 08 002
147.EK.7209.PBK.00r. r900 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o o Rekomendasi
Kebijakan
o oit 05 07 002
SK No 122468 C
Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 03 003 147. EK.7209.PBK.00 r.2 100 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
berkas 5, hlm. 794 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASiI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi
Kepulauan Riau
147.EK.7209.PBK.00 1.3100 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan NaEiGlaI
(Rippa'ttas) 2026-2045 - Provinsi DxI
Jakarta
I Rekomendasi
Kebijakan
13.004.977 03 0s 04 005
147.EK.72O9.PBK.OO 1.3,rc0 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi DI
Yogyakarta
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 0r 002
147. EK.7209.PBK.OO 1.3500 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Jailla
Timur
o o Rekomendasi
Kebijakan
oo305 rl 002
147.EK.7209.PBK.001.5100 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Rippamas) 2026-2045 - Provinsi Bali
0 o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 02 003
r47. EK.7209.PBK.00 r.5200 Penyesuaian Muatan Rencana Indu.k
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
o o Rekomendasi
Kebijakan
SK No 122469 C
I
berkas 5, hlm. 795 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209.PtsK.OO 1.53{)O Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 10 002
147.EK.7209.P8K.001.7 IOO Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Ripparnas) 2026-2045 - Provinsi Sulawesi
Utara
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 06 002
147. EK.7209.PBK.O0 1.7400 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Rippafnas) 2026-2045 - Provinsi Sulawesi
Tenggara
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 t2 002
147. EK.7209.PBK.00 1.8200 Penyesuaian Muatan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional
(Rippafnas) 2026-2045 - Provinsi Maluku
Utara
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 13 002
1 47. EK.7 209.PBK.OO2. I 200 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Sumatera Utara
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 08 002
SK No 122470C
o 03 05 07 002 147.8K.7 209.PBK.OO2. t900 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 796 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.E,K.7 209.PBK.OO2.2 tOO Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Kepulauan Riau
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 03 005
147. EK.720S.PBK.002-3 100 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
DKI Jakarta
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
12.351.095 03 0s 04 00s
t47.8K.7 209.P8K.OO2.3400 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
DI Yogyakarta
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 0l 002
147. EK.7209.PBK.002.3500 Naskah Rck@cndasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Jawa Timur
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 11 006
147. EK.7209.PBK.OO2.5 100 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Bali
o o Rekomendasi
Kebijakan
0 03 05 02 004
147. EK.7209.PBK.O02.5200 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
:al o Rekomendasi
Kebijakan
0 03 05 05 002
SK No 122471C
Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 lo 002 147. EK.7209.PBK.OO2. 5300 Naskah Rekooctrdasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
berkas 5, hlm. 797 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209. PBK.OO2.7 100 Nas&ah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Sulawesi Utara
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 06 002
| 47. EK.? 209.PBK. OO2.7 4o0 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Sulawesi Tenggara
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
00305 t2 002
147. EK.7209.PBK.002.a200 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Supply Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Maluku Utara
o n Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 13 002
147.EK.7209.PBK.003. 1200 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkel,anjutan -
Provinsi SuEetcre Utara
0 o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 08 002
147. EK.7209.PBK.OO3. 1900 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
0 0 Rekomendasi
Kebijakan
oo305ut0o2
147. EK.7209.PBK.OO3.2 100 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi Kepulauan Riau
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 03 005
SK No 122472 C
12.351.095 03 0s 04 005 147. EK.7209.PtsK.003.3 100 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi DKI Jakarta
I I Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 798 OCR
- l39a -
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2{)29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209.PBK.003.3400 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi DI Yogyakarta
0 o Rekomendasi
Kebijakan
oo3050l0o2
r47. EK.7209.PBK.003.3500 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
DeEartd Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi Jawa Timur
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 11 006
147.EK.7209.PBK.003.5 100 Naskah Rek@drdasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
ovinsi Bali
o 0 Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 02 004
147. Er.7209.PBK.003.5200 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
o o Rekomendasi
Kebijakan
0 03 05 05 002
147. EK.7209.PBK.003.53{)O Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
o o Rekomendasi
Kebijakan
0 03 05 lo 002
r47. EK.7209.PBK.OO3.7 IOO Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkel,anj utarr -
Provinsi Sulawesi Utara
0 o Rekomendasi
Kebijakan
00305060o2
SK No 122473 C
Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 t2 002 147. EK.7209.PBK.OO3_7400 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanj utan -
Provinsi Sulawesi Tenggara
berkas 5, hlm. 799 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7209.PBK.O03.4200 Naskah Rekomendasi Kebijakan Strategis
Demand Pariwisata Berkelanjutan -
Provinsi Maluku Utara
o o Rekomendasi
Kebijakan
o 03 05 13 002
147.EK.7209.QMA Data dan Informasi Publik 14.530.700
t47.EK.72O9.QMA.OOl. l2O0 Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
koeinsi Sumatera Utara
n O dokumen 0o305080rl2
I47.EK.72O9.QMA.0Of. f90O Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
o 0 dokumen o 03 05 07 002
147.EK.7209.QMAOOI .21OO Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi Kepulauan Riau
o O dokumen 0 03 05 03 003
!47.EK.72O9.QMA.OOI.31OO Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi DXJ Jakarta
I 1 dokumen 7.265.350 03 0s 04 001
147.EK.7209.0MA001.3400 Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi DI Yogyakarta
o O dokumen o 03 05 01 002
147. EK.72O9.QMA.OOl.35OO Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
horrinsi Jewe Timur
0 O dokumen o 0(l 05 1l 002
r47.EK.7209.OMAOOr.5rOO Fcnyuswtdt Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi Bali
T O dokumen o 03 05 02 003
SK No 122474C
O dokumen 0 03 05 05 002 I47,EK.72O9.QMA.OOI.52OO Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
:il
berkas 5, hlm. 800 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASII
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l47.EK.72O9.QMA.OOI.5300 Penyusunan Buku Outlook Psriq'i.ata -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
o O dokumen o 03 05 10 002
r47.EK.7209.QMA.O0r.7rOO Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi Sulawesi Utara
o O dokumen o 03 05 06 002
147.EK.7209.OMA.001.7400 Penyusunan Buku Outlook Pariwisata -
Provinsi Sulawesi Tenggara
o O dokumen 00305 t2 @2
147. EK.72O9.QMA.0O 1.8200 Penyusunan Buldr Outlook Pariwisata -
Provinsi Maluku Utara
o O dokumen o03 05 13 @2
147.E,K.7 2O9.QMA-OO2. t2OO Petryusu.ndr Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Sumatera Utara
o O dokumen o 03 05 08 002
147.EK.7209.QMA,002. l9OO Penyusunan Ju.rnal Kepariwisataan -
horrinsi Kepulauan Bangka Belitung
o O dokumen oo30swoo2
147.ER.72O9.QMA-OO2.21OO Fenyueurran Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Kepulauan Riau
o O dokumen o 03 05 03 003
147. EK.72O9.QMA,OO2.3 IOO Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi DKJ Jakarta
I I dokumen 7.265.350 03 0s 04 001
147.EK.7209.QMA002.3400 Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi DI Yogyakarta
o O dokumen o 03 05 0l 002
SK No 122475 C
Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Jau,a Timur
O dokumen o 03 05 ll (x)2 147. EK.72O9.QMA,OO2.35OO o
I
berkas 5, hlm. 801 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47. EK.72O9.QMAOO2. 5 lOO Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Bali
o O dokumen 0 03 05 02 003
l47.EK.72O9.QMA"OO2.52OO Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
o O dokumen 0 03 05 05 002
f47.EK.72O9.QMAOO2.53OO Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Nusa Tqugara Timur
o O dokumen o 03 05 10 002
l47,EK,72O9,QMA,OO2.74OO Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Sulawesi Tenggara
o O dokumen oo305t20o2
147. Er.72O9.QMA"OO2.82OO Penyusunan Jurnal Kepariwisataan -
Provinsi Maluku Utara
o O dokumen o 03 05 13 002
147.EK.7210 Pengembangan Perwilayahan Destinasi
Pariwisata
78.756.399
147.EK.7210.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan Wilayah 35.527.562
147.EK.7210.PBP.001.3400 Penyusunan Dokumen Perencanaan
Destinasi Pariwisata Nasional Terpadu
(ITMP Ekstensi Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan (BYP) - Provinsi DI Yogyakarta
I I Rekomendasi
Kebijakan
15.693.156 03 05 01 002
SK No 122476 C
Rekomendasi
Kebijakan
19.834.406 03 05 lO W2 147. EK.72 lO.PBP.OO2. 5300 Fcnlrusufl an Dokumen Perencanaan
Destinasi Pariwisata Nasional Terpadu
I I
berkas 5, hlm. 802 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
(ITMP Ekstensi Labuan Bajo-Flores (LBF) -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
147.EK.7210.PEA Koordinasi 43.228.437
147.EK.7210.PEA.001 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata
2 2 kegiatan 15.547.849 02 20 02 05
l47.EK.72lO.PEA.O0 1. 1200 Fen€f,apan Pariwisata Berkelanj utan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sumatera
Utara
o O kegiatan o 03 05 08 002
r47.EK.72 lO.PEA.OOl. 1900 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Kepulauan
BanSLa Belitung
o O kegiatan o 03 05 07 002
147.EK.7210.PEA.001.2100 Frtrerapar Pariwisata Bcrkelanj utan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Kepulauan
Riau
o O kegiatan 13.36,4.244 03 05 03 005
l47.EK.72lO.PEAO0r.3 100 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi DI(I Jakarta
I I kegiatan o 03 05 04 005
147- EK-72 lO-PEAOO r.3300 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - hol'insi Jawa
Tengah
o 0 kegiatan 0 03 05 01 006
SK No 122477 C
Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Jawa Timur
o 03 05 11 006 147.EK.7210.PEA.001.3500 o O kegiatan
berkas 5, hlm. 803 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7210.PEA.001.5100 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Beli
0 O kegiatan 0 03 05 02 004
147.EK.7210.PEA.001.5200 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
o O kegiatan 00305050o2
147.EK.7210.PEA.001.5300 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
o O kegiatan 0 03 05 lo 006
147.8K.7 2IO.PELOO 1.7 4o0 Fcncrapar Pariwisata Bcf,kclanj utan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sulawesi
Tenggara
o O kegiatan o 03 05 12 002
147.EK.7210.PEA.001.8200 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Maluku
Utere
o 0 kegiatan o 03 05 13 002
147. EI(72 rO_PEA-OO2. 1200 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Sumatera Utara
o 0 kegiatan 5.555.330 03 05 08 002
SK No 122478 C
0 03 05 07 002 147. EK.72 IO.PEAOO2. 1900 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
0 O kegiatan
berkas 5, hlm. 804 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.8K.7 2IO.PELOO2.2 tOO Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Kepulauan Riau
o O kegiatan o 03 05 03 003
147. EK.72 lO.PEAOO2.3 100 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - korrfursi
DKI Jakarta
o O kegiatan 329.60? 03 05 ()4 OO1
147. EK.72 lO.PEAOO2.33)O Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (tPl($ - Provinsi
Jawa Tengah
0 O kegiatan o 03 05 0l 002
147. EK.72 lO.PEAOO2.3€O Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
DI Yogyakarta a
o O kegiatan o 03 05 01 002
147. EK.72tO.PEAOO2.3500 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Na8idut 0PKN) - Provinsi
Jawa Timur
o O kegiatan o 03 05 11 002
147-EK-7210.PEA002.5 rOO Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Bali
o O kegiatan o 03 05 02 003
SK No 122479 C
00305050rJ2 147.EK.72 10.PEA.002.5200 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
n O kegiatan
berkas 5, hlm. 805 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEOIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147. EK.72 rO.PEAOO2.5300 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
o O kegiatan o 03 0s 10 002
147.8K.7 2tO.?EA-OO2.7 tOO Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Sulawesi Utara
o O kegiatan o 03 05 06 002
147.EK.7 2 tO.PEA-OO2.7 400 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Sulawesi Tenggara
o O kegiatan o 03 05 t2 002
t47.8K.7 2 tO.PEA.OO2.A200 Koordinasi Indeks Pembangunan
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Maluku Utara
o O kegiatan 003 05 13 @2
147. EK.72 10.PE4.002.9800 Koordinasi Indeks PeEb€rrgulratt
Kepariwisataan Nasional (IPKN) - Provinsi
Papua Barat Daya
o O kegiatan 0030509N2
r47.EK.72 r0.PEA.005. r200 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Sumatera
Utara
f kegiatan o 03 05 08 002
SK No 122480 C
O kegiatan o 03 05 07 002 147.EK.72lO.PEA.OO5. 1900 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
o
I
berkas 5, hlm. 806 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147. EK.72 lO.PEA.OOs.2 100 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Kepulauan
Riau
o O kegiatan o 03 05 03 003
147. EK.7210.PEA.OO5.3 100 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Parit ,isata Prioritas - Provinsi DKI Jakarta
0 O kegiatan 1.961.645 03 05 04 00s
147. EK.72 10.PE4.005.3300 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Jawa T€ogah
1 f kegiatan o 03 05 0l 002
147. EK.72 lO.PEi{.005.3500 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Jawa Timur
1 I kegiatan 00305 11 002
147.EK.7210.PEA.005.5100 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Bali
o O kegiatan 19.834.406 03 05 02 003
147. EK.72 lO.PEA.005. 5200 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Nusa
TEnggara Barat
I I kegiatan o 03 05 05 oo2
147. EK.72 10.PEA,005.53()O Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Nusa
Tenggara TiDur
I f kegiatan 00305 lo oo2
SK No l2248l0
O kegiatan 00305 t2 N2 147. EK.72 rO.PEA005.7,lO0 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Sulawesi
Tenggara
o
berkas 5, hlm. 807 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ TRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I{P PROP
r47.EK.72 r0.PE4.005.8200 Koordinasi Pengembangan Destinasi
Pariwisata Prioritas - Provinsi Maluku Utara
0 O kegiatan o 03 05 13 002
147.EK.7211 Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas
Pariwisata Wilayah I
29.424.664
147.EK.7211.PEA Koordinasi 14.530.700
147-EK_721 1.PEA.OOl. 1200 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata wil,ayah I - Provinsi
Sumatera Utara
3 3 kegiatan 3.632.675 03 05 08 003
o1 06 22 02
147.EK.721 l.PEA.OOl.2100 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata wilayah I - Provinsi
Kepulauan Riau
3 3 kegiatan 3.632.675 02 22 06 0l
03 05 03 003
147.8K.721 1-PEA-001-3lOO Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I - Provinsi
DKI Jakarta
3 3 kegiatan 3.632.675 03 05 04 002
147.EK.721 1.P8A.00r.3500 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I - Provinsi
Jawa Timur
3 3 kegiatan 3.632.675 03 05 1l 003
147.EK.7211.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 11.624.ffi
SK No 149628 C
NGma, Standar, Prosedur, dalt Kriteria -
Provinsi Sumatera Utara
I NSPK 5.812.280 03 05 08 003 147_EK.72 1 1.PFA.OOl. 1200 I
berkas 5, hlm. 808 OCR
itctird NAMA
PROGRAM / IGGI.ATAN/ I.(RO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI AI'KASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I(P PROP
147.EK.72 1 r.PFA.OO1.3400 Nctlra, Standar, Prosedur, dan Kriteria -
Provinsi DI Yogyakarta
I I NSPK 5.812.280 03 05 01 002
147.EK.721I.ODC Fasilitasi dan Ferrbioaan Masyarakat 3.269.408
l47.EK.721I.QDC.OOI.12OO Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I -
Provinsi Sumatera Utara
25 50 Orang o 03 05 08 003
147.EK.72 1 I.QDC.OOI. l9OO Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata wilayah I -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
40 50 Orang o 03 05 07 003
147.EK.721 I.QDC.0OI.33O0 Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I -
Provinsi Jawa Tengah
25 50 Orang 3.269.404 03 05 0l OO4
147.EK.721 l.QDC.OOI.34OO Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I -
Provinsi DI Yogyakarta
25 30 orang 0 03 05 0l 004
147.EI(721I.QDC.oOI .3500 Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata wilayah I -
Provinsi Jawa Timur
25 50 Orang o 03 05 1l 003
SK No 149629 C
37.852.474 147.EK.7212 Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas
Pa wisata Wilayah II
berkas 5, hlm. 809 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ TRO/RO(PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7212.PEA Koordinasi u.436.840
147.EK.7212.PEA.001 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dEn
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah ll
8 16 kegiatan 17.436.a40 02 22 06 ol
I 47. EK.7 2 | 2.WA.OO 1.5200 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
I 2 kegiatan 5.536.197 02 22 06 ol
03 05 05 002
147.EK.7212.PEA.001.5300 Fasilitasi FerucEbantan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II -
Provinsi Nusa Tenggara Timur
I 2 kegiatan o 03 0s lo 004
147.EK.7212.PE4.001.7100 Fasilitasi Fcngcmbargan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah ll -
Provinsi Sulawesi Utara
2 kegiatan 3.966.881 02 22 06 o1
03 05 06 003
147. EK.721 2.PEA.OO 1.7,100 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II -
Provinsi Sulawesi Tenggara
2 kegiatan 00305 12 003
147. EK.72 1 2.PEAOO 1.8200 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata Wil,ayah II -
Provinsi Maluku Utara
2 kegiatan 3.966.881 03 05 13 003
02 22 06 ol
SK No 122484C
2 kegiatan o 03 05 09 003 147. EK.72 1 2. PEA,OO 1.9800 Fasilitasi Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata wilayah II -
Provinsi Papua Barat Daya
I
I
I
berkas 5, hlm. 810 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7212.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 6.945.675
147.EK.72 I 2.PFA.OO 1.7 IOO NSPK Pengembangan Amenitas dan
Aksesibilitas Pariwisata wilayah II -
Provinsi Sulawesi Utara
I NSPK 6.945.675 03 05 06 003
t47.EK.72t2.QDC Fasilitasi dan Feobhaan Masyarakat 13.469.959
l47.EK.72I2.QDC.OOl.52OO Bimbingan Telcds Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata wilayah II -
Provinsi Nusa Tenggara Barat
30 40 Orang 5.536.197 03 05 05 002
147.EK.72 I 2.QDC.OO 1.7 100 Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata wilayah II -
koeinsi Sulawesi Utara
30 40 Orang 0 03 05 06 003
|47.EK.72|2,QDC,0(J[,74OO Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata Wil,ayah II -
Provinsi Sulawesi Tenggara
30 40 Orang 3.966.881 03 05 t2 003
147.EK.7212.QDC.0Of .8200 Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata Wil,ayah ll -
Provinsi Maluku Utara
30 40 Orang o 03 05 13 003
SK No 149630C
30 3.966.881 03 05 09 003 f 47.EK.72 l2.QDC.oOf .9800 Bimbingan Teknis Pengembangan Amenitas
dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II -
Provinsi Papua Barat Daya
40 Orang
berkas 5, hlm. 811 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.E,K.7213 Pengembangan Daya Tarik Wisata 111.835.508
147.EK.7213.PEA Koordinasi 108.566. r00
147.EK.7213.PEA.001 I Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata
r9 IOO kegiatan ,13.592.100 02 22 06 o5
147.EK.72 r3.PEA.OO r.0000 Fasilitasi FeogeEbangsn Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Pusat
2 2 kegiatan 6.974.736 02 22 06 05
147.EK.72l3.PEA.OOl. 1200 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sumatera
Utara
2 7 kegiatan 6.to2.494 02 22 06 o5
03 05 08 002
r47.EK.72l3.PEA.OOl. 1900 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
I 7 kegiatan 6.102.894 03 05 07 003
02 22 06 o5
r47.EK.72l3.PEA.OOl.2 100 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Kepulauan
Riau
2 7 kegiatan o 03 05 03 004
147.EK.7213.PE,.001.3100 Fasilitasi Pengembangan Jcjadng di
Destinasi Pariwisata - Provinsi DKI Jakarta
I 7 kegiatan 00305()4001
SK No 122486 C
7 kegiatan o03050l0o2 r47. EK.72 I 3.PEA.OO 1.3300 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Ja\pa
Tengah
berkas 5, hlm. 812 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025.-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.72 l3.PEA"OO 1.3400 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Dl
Yogyakarta
2 7 kegiatan 6.102.894 03 05 0l OO2
147.EK.7213.PEA.001.3500 Fasilitasi Pengclnbarryarr Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi JanE Timur
I 7 kegiatan 00305 11 002
147. EK.72 13. PEA.OO I . 5 IOO Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Bali
I 7 kegiatan o 03 05 02 003
147.EK.7213.PEA.001.5200 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
I 7 kegiatan 6.102.494 02 22 06 o5
03 05 05 002
147.EK.7213.PEA.001.5300 Fasilitasi Pengembangan Jdsdng di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
I 7 kegiatan o 03 05 lo 002
147.EK.7213.PEA.001.7400 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sulawesi
Tenggara
7 kegiatan 6.102.894 03 05 t2 003
02 22 06 05
147. EK.72 r3.PEA00 r.8200 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Maluku
Utara
7 kegiatan 6.102.494 02 22 06 o5
SK No 122487 C
I
I
berkas 5, hlm. 813 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.72 r3.PEA,OO 1.9800 Fasilitasi Pengembangan Jejaring di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Papua Barat
Daya
1 7 kegiatan o 03 05 09 002
I 47. EK.z 2 I 3.PE6.OO2. 1200 Sosialisasi dar Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Sumatera Utara
o 1 kegiatan 4.641.000 02 13 0r o4
l47.EK.72l3.PEA.OO2. 1900 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan FcdoEan Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Kepulauan Baruka
Belitung
o I kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
1 47. EK.? 2 1 3.PEA. OO2.2 tOO Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Kepulauan Riau
u I kegiatan 4.641.000 02 13 01
03 05 03 @2
04
147.EK.7213.PEA.002.3100 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi DKI Jakarta
0 I kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
147.EK.72 13.PEA"002.33)0 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Jawa Tengah
o I kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
SK No 122488 C
4.641.000 02 13 0l 04 147. EK.72 l3.PEAOO2.3400 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan ltdoEan Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi DI Yogyakarta
o I kegiatan
berkas 5, hlm. 814 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.72 r3_PEAOO2-3sOO Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Java Timur
o 1 kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
147.EK.7213.PE4.002.5 lO0 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Bali
o I kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
147. EK.72 13.PE4.002.5200 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Nusa Tenggara Barat
0 I kegiatan 4.641.000 02 13 0l
03 05 05 N2
04
r47. EK.7213.PEAOO2.53)O Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Nusa Tenggara Timur
o 1 kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
147.EK.7213.PEA002.7 IOO Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Sulawesi Utara
o I kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
t4?.8K.7 2|3.PEA-OO2.7 400 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Sulawesi Tenggara
o I kegiatan 4.641.000 02 13 01 04
SK No 122489 C
4.641.000 02 13 01 04 t47.EK.1 213.PEA-OO2.8200 Sosialisasi da,r Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan PedoBart Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Maluku Utara
o I kegiatan
berkas 5, hlm. 815 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2()25 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47. EK.72 13.PEA002.9800 Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi
Pelaksanaan Pedoman Pariwisata Ramah
Muslim - Provinsi Papua Barat Daya
0 I kegiatan 4.641.000 02 13 0l 04
r47.EK.72l3.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 3.269.408
147.EK.72f 3.QDC.00f .5300 Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat Yang
Ditingkatkan Kapasitasnya - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
50 2OO Orang 3.269.404 03 05 lo 004
l47.EK.7213.QDC.OO1.71OO Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat Yatrg
Ditingkatkan Kapasitasnya - Provinsi
Sulawesi Utara
50 2OO Orang o 03 05 06 004
147.EK.7214 Fet[berdaJraan Masyarakat Destinasi
Pariwisata
83.551.525
147,E,K,?214,PE,[ Koordinasi 70.473.895
147. EK.72 I 4.PEA.OO I.OOOO Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
hr.at
o O kegiatan 3.632.675 06 07 04 o5
l47.EK.72l4.PEA.OOl. 1200 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Sumat€f, a Utara
I I kegiatan o 0,6 07 04 05
03 05 08 002
SK No 122491C
I kegiatan o 03 05 07 003 r47.EK.7214.PEA.OOt. 1900 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
I
berkas 5, hlm. 816 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
147.EK.7 2t 4.PEA.OO L.2rOO Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Kepulauan Riau
I I kegiatan 47.224.775 03 05 03 003
147.EK.7214.PEA.001.3100 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi DXJ Jakarta
1 kegiatan o 03 05 04 00s
147. EK.72 I 4.PEAO0 r.3,rOO Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Dl Yogyakarta
f kegiatan o 03 05 01 002
147. EK.72 14.PEAOO 1.3500 Fasilitasi Pengembangan Dcoa Wisata -
Provinsi Jawa Timur
1 kegiatan 0030s11 002
147.EK.72r4.PEA.00 1.5100 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Bali
I kegiatan o 03 05 02 003
147.EK.7214.PEA001.5200 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Nusa Tenggara Ba:at
I kegiatan o 03 05 05 002
147.EK.72 r4.PEA"OO 1.53)O Fasilitasi Pengembangan Desa Wfuata -
Provinsi Nusa Tenggara Tlmur
I kegiatan 0060704 o5
03 05 10 002
147.EK.?214.PEAOOr.7 rOO Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Sulawesi Utara
1 I kegiatan o 03 05 0,6 002
SK No 122492C
I kegiatan 00305 t2 003 r47. EK.72 14.PEA.OO 1.7400 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Provinsi Sul,awesi Tenggara
I
I
I
I
berkas 5, hlm. 817 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROY EK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.8K.7 2l 4.PuA.OOl.8207 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Kab. Pulau Morotai
1 kegiatan o 03 05 13 002
147.EK.7214.PEA.001.9803 Fasilitasi Pengembangan Desa Wisata -
Kab. Raja Ampat
I kegiatan o 03 05 G) oo2
147.EK.7214.PEA.002 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata
13 13 kegiatan 19.616.445 02 15 02 03
| 47. EK.7 2 t 4.PEA. OO2. I nO Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sumatera
Utara
1 I kegiatan 17.000.919 03 o5 08 004
147. EK.72 r4.PEA.002. 1900 F.ncrapan Pariwisata Berkelalj utan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
1 I kegiatan o 03 05 07 004
| 47. EK.7 2 1 4.PE,-OO2.3 400 Penerapan Pariwisata B€f,kclanj utan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi DI
Yogyakarta
I I kegiatan o 03 05 01 006
147. EK.72 14.PE4.002.3500 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Jawa Timur
I I kegiatan o0305 lt 006
SK No 122493 C
Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Bali
I kegiatan o 03 05 02 004 147.EK.7214.PEA.002.5100 I
I
I
berkas 5, hlm. 818 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGI,ATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 47.8K.7 [email protected] Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
I f kegiatan o 03 05 05 002
147 .EK.7214 [email protected] tOO Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Sulawesi
Utere
I I kegiatan o 03 05 06 002
03 05 06 006
147.8K.72 t4.PEA.OO2.7 4N Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi SulawEsi
Tenggara
I 1 kegiatan o 03 05 12 004
1 147.EK.7214.PEA.002.8200 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Provinsi Maluku
Utara
1 I kegiatan o 03 05 13 006
147.EK.72 14.PE4.002.9803 Penerapan Pariwisata Berkelanjutan di
Destinasi Pariwisata - Kab. Raja Ampat
I I kegiatan o 03 05 09 006
147.EK.7214.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 13.077.630
1 47.8K.72 t4.PF A.OO 1.34o() NSPK Pemberdayaan Masyarakat Destinasi
Pariwisata - Provinsi DI Yogyakarta
2 2 NSPK 13.077.630 03 05 01 004
SK No 149631 C
2 NSPK o 03 05 05 002 147.EK.72 l4.PFA.OO 1.5200 NSPK Pemberdayaan Masyarakat Destinasi
Pariwisata - Provinsi Nusa Tenggara Barat
berkas 5, hlm. 819 OCR
- L4t9 -
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147.EK.7215 Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau
Toba
32.992.593
147.EK.7215.PEC Kerja sama 5.326.589
147.EK.721s.PEC.OO1. 1200 Potensial invcstd yang difasilitasi Badan
Otorita Danau Toba - Provinsi Sumatera
Utere
I I Kesepakatan 5.326.589 03 05 08 006
02 22 06 03
147.EK.7215.PEH Promosi 9.398.605
r47.EK.72l5.PEH.OOr. 1200 Promosi dan Pemasaran PercLref Badan
Pelaksana Otorita Danau Toba - Provinsi
Sumatera Utara
4 4 promosi 9.398.605 03 05 08 005
147.EK.7215.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 4.021.790
147.EK.7215.QDC.001. 12OO SDM d.n Usaha Pariwisata yang
memperoleh fasilitas Pengembangan
Kompetensi dari Badan Otorita Danau Toba
- Provinsi Sumatera Utara
350 350 Orang 4.021.790 03 05 08 006
147.EK.7215.RBN Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
14.245.609
SK No 122495C
Prasarana Bidang Pariwisata Badan
Pelaksana Otorita Danau Toba - Kab. Toba
3 unit
02 22 06 o1
l47.EK.7215.RBN.OOl. 1206 3 14.245.609 03 05 08 003
berkas 5, hlm. 820 OCR
ffd{r.IIlt
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7216 Pengelolaan Kawasan Pariwisata Borobudur 14.874.849
147.EK.7216.PEC Kerja sama 5.324.073
147. 8K.72 l6.PEC.OO 1.3300 Kerja sa.Ea Investasi Badan Pela.ksana
Otorita Borobudur - Provinsi Jawa Tengah
O Kesepakatan 5.324.073 03 05 01 006
l4?. EK.72 l6.PEC.OO 1.3,loo Kerja sama Investasi Badan Pelaksana
Otot'ita Borobudur - Provinsi DI Yogyakarta
o O Kesepakatan o 03 05 0l 006
147.EK.7216.PEH Promosi 1.961.645
147.EK.7216.PEH.001.3300 Promosi Pariwisata di Kawasan Pariwisata
Borobudu.r - Provinsi Janra Tengah
I O promosi 1.961.645 03 05 01 005
l47.EK.7216.PEH.OO 1.3400 ho|uosi Pariwisata di Kawasan Pariwisata
Borobudur - Provinsi Dl Yogyakarta
o O promosi 0 03 05 0t 005
r47.EK.72t6.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 2.179.605
l47.EK.72f 6.QDG.OOf .3:lOO Pendampingan Usaha Pariwisata di
Kawasan Pariwisata Borobudur - Provinsi
Jawa Tengah
3 o ial[itM 2.179.605 03 05 0l 006
SK No 122496 C
Dukungan Tcknig
O UMKM
5.409.526
147.EK,72I6.QDG.OOl.3400 Pendampingan Usaha Pariwisata di
Kawasan Pariwisata Borobudur - Provinsi
DI Yogyakarta
o o 03 05 01 006
147.EK.7216-RBR
berkas 5, hlm. 821 OCR
REPUBLIK INOONESIA
il(rird NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.72 l6.RBR.OO 1.3300 Doku.roqr Rencana Detail Pengembangan
dar P.rubangunsn di Kawasan Pariwisata
Borobudur - Provinsi Jawa Tengah
I O Dokumen 5.409.526 03 05 01 N2
147.EK.7216.RBR.OO 1.3400 Dokumen Rencana Detail Pengembangan
dalr Pembangunan di Kawasan Pariwisata
Borobudur - Provinsi DI Yogyakarta
n O Dokumen o 03 05 0l oo2
147.EK.7217 Pengelolaan Kawasan Pariwisata Labuan
Bajo
49.553.784
147.EK.7217.PEC Kerja sama 1.453.070
147. EK.72 17.PEC.003.5300 Kerja Sama Investasi Badan Pelaksana
Otorita Labuan Bajo Flores - Provinsi Nusa
Tenggara TiEur
I I Kesepakatan 1.453.070 03 05 lO 006
14?.8K.721?.WH Promosi 3.632.675
147. EK.72 l7.PEH.OO3.53)O Promosi Pariwisata di Kawasan Labuan
Bajo Flores - Provinsi Nusa Tenggara Timur
2 2 promosi 3.632.675 03 05 lO 005
147.8K.721?.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 3.995.943
SK No 122497 C
20 20 UMKM
02 22 06 03
147. EK.72 r7.QDG.OO5. 53OO UMKM Bidang Pariwisata yang memperoleh
Fasilitas Pengembangan Usaha dari Badan
Otorita Labuan Bajo Flores - Provinsi Nu.a
Tenggara Timur
3.995.943 03 05 10 006
berkas 5, hlm. 822 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ TRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7217.RBN Prasarana Bidang Pariwisata daIr
Kebudayaan
40.472.096
r47. EK.72 r 7.RBN.OO3.5300 Amenitas, dan Aksesibilitas yang
dikembangkan di Kawasan Otoritatif Badan
Otorita Labuan Bajo Flores - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
I I unit 40.472.096 02 22 06 01
147.EK.7218 Peningkatan Standardisasi dan Sertifikasi
Usaha
6.471.020
147.EK.7218.PDD Standardisasi Lembaga 6.471.020
147.EK.7218.PDD.001.0000 Harmonisasi Standar Usaha Bidang
Pariwisata - Pusat
50 50 t Lembaga 4.359.210 02 22 0,6 03
147.EK.7218.PDD.001.5100 Harmonisasi Standar U.aha Bidang
Pariwi.ata - Provin8i Bdi
50 50 Lembaga 2.111.810 02 22 06 03
03 05 02 001
147.EK.7219 Pengembangan Manajemen Industri 11.624.560
147.8K.7219.QD[ Fasilitasi dan Pembinaan Industri 11.624.560
l47.EK.7219.QDI.0O1.0OOO Rantai Pasok Industri Pariwisata - Pusat 10 10 Industri 11.624.560 03 05 02 003
SK No 122498 C
Rantai Pasok Industri Pariwisata - Provinsi
Jawa Timu-r
lo 10 Industri o 03 05 ll 006 147.EK.7219.QDr.0O1.3500
berkas 5, hlm. 823 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RqPROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
l47.EK.7219.QDI.0O2.5rOO Transformasi Digital Industri Pariwisata -
Provinsi Bali
Industri o 03 05 02 003
147.EK.7219.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan o
147.EK.72 19.UAE.OO 1.3300 laporan Pemantauan dan Evaluasi Industri
Pariwisata - Provinsi Jawa T€ttgah
o O laporan o03050l 006
147. EK.72 l9.UAE.OO 1.3400 Laporan Pemantauan dan Evaluasi Industri
Pariwisata - Provinsi Dl Yogyakarta
o O laporan 0030501 006
r47. EK.7219.UAE.00 r.3500 Laporan Pemantauan dan Evaluasi Industri
Pariwisata - Provinsi Jawa Timur
o O Laporan o03 05 1l 006
147.EK.7220 Peningkatan Manajemen Investasi 40.685.965
147.EK.7220.PEH Promosi 27.608.338
r47.EK.?220.PEH.00r Promosi Investasi Parit
'bata 3 3 promosi 27.608.338 02 22 06 03
147.EK.7220.PEH.001.1206 Promosi Investasi Pariwisata - Kab. Toba o O promosi 1.722.980 02 22 06 03
03 05 08 006
147.EK.7220.PEH.001. 1900 Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
o O promosi o 03 05 07 006
SK No 122490C
O promosi
03 05 03 003
147.EK.7220.PEH.00 1.2100 Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Kepulauan Riau
o 1.t64.997 02 22 06 03
I
berkas 5, hlm. 824 OCR
FREsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7220.PEH.O0 1.3300 Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Jall'a Tengah
o O promosi o 03 05 01 006
147. EK.7220.PEH.(x) 1.3500 Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Jawa Timur
o O promosi 0 03 05 ll 005
r47.EK.7220.PEH.001.517 I Promosi Investasi Pariwisata - l(ota
Denpasar
I I promosi 18.691.146 02 22 06 03
147.8K.7 220.PEH.OO 1.5200 Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Nuca Tenggara Barat
o O promosi o 03 05 05 006
t4? . EK.7 220.PEH.OO t.7 tOO Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Sulawesi Utara
o O promosi o 03 05 06 006
t47.EK.7 220.PEH.OO 1.7 407 Promosi Investasi Pariwisata - Kab.
Wakatobi
0 O promosi o 03 05 L2 006
147.EK.7 22o.PEH.OO 1.4207 Promosi Investasi Pariwisata - Ikb. Pulau
Morotai
o O promosi o 03 05 13 006
147.EK.7220.PEH.001.9100 Promosi Investasi Pariwisata - Provinsi
Papua Barat
n O promosi o 03 05 09 006
t47.EK.722O.QDt Fasilitasi dan Pembinaan Industri i 13.077.627
SK No 14309 C
Advok si dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata
90 90 Industri 13.077.627 02 22 06 03 t47.EK.722O.QDt.@1
berkas 5, hlm. 825 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGTATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
r47.EK.7220.QDI.001. 1200 Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Sumatera Utara
o O Industri 1.176.987 02 22 0,6 03
03 05 08 006
l47.EK.722O.QDr.OO1. 19OO Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
5 5 Industri 1.466.613 03 0s 07 006
02 22 06 03
t47.8K.7 22O.QDt.OO L.21OO Advokasi darr Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Kepulauan Riau
o 0 Industri r.002.618 02 22 06 o3
03 05 0(l 003
147. EK.722O.QDl.OO l.33OO Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Jawa Tengah
lo lO Industri r.337.392 03 05 0l 006
147. EK.722O.QDI.OO l.35OO Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Jawa Timur
lo lO Industri 1.153.473 03 05 11 006
r47.EK.7220.QDr.OO1.5lOO Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi Bali
15 15 Industri 1.739.819 02 22 06 03
03 05 02 003
SK No 144315 C
5 Industri o 03 05 05 006 147. EK.722O.QDI.0O 1. s20O Advokasi dar Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
berkas 5, hlm. 826 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP TP PROP
147. EK.722O.QDr.@ 1.530O Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
5 5 Industri 1.844.586 02 22 06 03
03 0s lo 006
147.EK.722O.QDI.O0l.71OO Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Sulawesi Utara
lo lO Industri o 03 05 06 006
147.8K.7 22O.QDI.OO 1.7 4OO Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Sulawesi Tenggara
10 10 Industri 1.325.328 03 05 12 006
02 22 06 03
147. EK.7220.QDr.0O r.8200 Advokasi dan Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Maluku Utara
10 lO Industri 2.030.811 02 22 06
03 05 13 006
03
l47.EK.722O.ODr.OOt.9lOO Advokasi dar Pendampingan Peningkatan
Realisasi Investasi Pariwisata - Provinsi
Papua Barat
5 5 Industri o 03 05 09 006
147.EK.7221 Pengembangan Industri Pariwisata
Berkelanj utan
23.491.585
147.EK.7221.PEA Koordinasi 2.542.873
SK No 14319 C
2.542.873 02 15 02 o3 147.EK.7221.PEA.001 Koordinasi Penerapan Industri Pariwisata
Berkelanjutan
5 5 kegiatan
berkas 5, hlm. 827 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
t47.EK.? 22 t.PEA.OO t. 1200 Koordinasi Penerapan Industri Pariwisata
Berkelanjutan - Provinsi Sumatera Utara
I kegiatan 72.654 03 05 08 006
147 .8K.7221 .PEA.OOI .3400 Koordinasi Penerapan Industri Pariwisata
Berkelanjutan - Provinsi DI Yogyakarta
I I kegiatan 2.470.219 03 0s Ol 006
147.8K.7 22 t.PEA.OO 1.5200 Koordinasi Penerapan Industri Pariwisata
Berkelanjutan - Provinsi Nusa Tenggara
Barat
1 1 kegiatan o 03 05 05 006
147.EK.722 l.PEA.OO 1.5300 Koordinasi Penerapan Industri Pariwisata
Berkelanjutan - Provinsi Nusa Tenggara
Timur
I I kegiatan o 03 05 lo 006
t4?.8K.7 22 l.PEA.OO 1.7 tOO Koordinasi Penerapan Industri Pariwisata
Berkelanjutan - Provinsi Sulawesi Utara
I I kegiatan o 03 05 06 006
t47 .ER.7221 .QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usehe x.944.712
t47 .EK.7221 .QDH.OOI Pendampingan, Kemitraan dan Insentif
Industri Pariwisata Berkelanjutan
30 30 Badan usaha 20.948.712 02 15 04 02
147.EK.722 I.QDH.0Ol. l2O0 Pendampingan, Kemitraan dan Insentif
Industri Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Sumatera Ut6re
6 6 Badan usaha 72.654 03 05 0a 0{)6
SK No 144321C
berkas 5, hlm. 828 OCR
- l42A -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7221.QDH.00f .3400 Pendampingan, Kemitraan dan Insentif
Industri Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
DI Yogyakarta
6 6 Badan u.aha 13.771.558 03 0s 0l 006
f 47.EK.722f .QDH.OOI,52OO Pendampingan, Kemitraan dan Insentif
Industri Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
6 6 Badan usaha 7.104.500 03 05 05 006
I47.EK.722 1.QDH.OOI.53OO FcndaEpin8an, Kemitraan dan Insentif
Industri Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Nusa Tenggara Timur
6 6 Badan usaha o 03 05 10 006
147. EK.722 1.QDH.Oo l. 7 I OO Pendampingan, Kemitraan dan Insentif
Industri Pariwisata Berkelanjutan - Provinsi
Sulawesi Utara
6 6 Badan usaha o 03 05 06 006
147.EK.7222 Pengembangan Usaha dan N<sca
Permodalan
17.,1ii3.935
t47.8K.7222.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 17.433.935
f 47.EK.7222.QDH.OO1.0OOO Fasilitasi Akses Permodalan Usaha
Pariwisata - Pusat
25 25 Badan usaha 5.744.246 02 22 06 03
SK No 1,14325 C
25 25 Badan u.ehe r.880.331 03 05 0l 006 147.EK.7222.QDH.001.3400 Fasilitasi Akses Permodalan Usaha
Pariwisata - Provinsi DI Yogyakarta
berkas 5, hlm. 829 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN / KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147,EK.7222.QDH.OO2.@OO Pengembangan Akses Pasar Usaha
Pariwisata - pusat
45 45 Badan usaha 8.733.969 02 22 06 03
l47.EK,?222.QDH,OO2.51OO Pengembangan Akses Pasar Usaha
Pariwisata - Provinsi Bali
15 15 Badan usaha 1.071.349 02 22 0,6 03
03 05 02 003
147.EK.7223 Pengembangan Strategi dan Komunikasi
Pemasaran Pariwisata
232.491.200
147.EK.7223.PEH Promosi 232.491.200
147.EK.7223.PEH.001 Publikasi 13 13 promosi 232.491.200 02 22 06 04
02 14 002 007
|47.EK.7223.PEH.OOf. f2OO Publikasi - Provinsi Sumatera Utara I 1 promosi o 03 05 0a oo5
147.EK.7223.PEH.OO1. 1900 Publikasi - kovittsi Kepulauan Bangka
Belitung
I I promosi 0 03 05 07 00s
147 .E,K.7223.PEH,OOI,2|OO Publikasi - Provinsi Kepulauan Riau I I promosi o 03 05 03 003
147.EK.7223.PEH.001.3400 Publikasi - Provinsi DI Yogyakarta I I promosi o 03 05 01 005
147 .EK.7223.PEH.OOI.347l Publikasi - Kota Yogyakarta I I promosi o 03 05 0l 005
147.EK.7223.PEH.00 r.5100 Publikasi - Provinsi Bali I I promosi o 03 05 02 006
SK No 144329 C
0 03 05 05 005 |47.EK,7223.PEH.OOI.520O Publikasi - Provinsi Nusa Tenggara Barat I I promosi
berkas 5, hlm. 830 OCR
K-I-TilFIfT3
SIOEN
INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7223.PEH.001.5300 Publikasi - Provinsi Nusa Tenggara Timur I promosi o 03 05 lo 005
f 47.EK.7223.PEH.OOI.71OO Publikasi - Provinsi Sulawesi Utar:a 1 1 promosi o 03 05 06 005
l47,EK.7223.PEH.OOI.74OO Publikasi - Provinsi Sulawesi Tenggara 1 1 promosi 0 03 05 t2 005
147.EK.7223.PEH.001.8200 Publikasi - Provinsi Maluku Utara 1 I promosi 0 03 05 13 005
147.EK.7223.PEH.001.9800 Publikasi - Provinsi Papua Barat Daya I I promosi o 03 05 (x, oos
147.EK.7224 Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Nusantara
40.654.265
147.EK.7224.PEH Promosi 40.654.265
147.EK.7224.PEH.001.1200 Promosi Terpadu - Provinsi Sumatera Utara 3 3 promosi 13.490.565 03 05 08 005
147.EK.7224.PEH.001.3100 Promosi Terpadu - Provinsi DKI Jakarta I I promosi 0 03 05 04 004
147.EK.7224.PEH.001.3300 Promosi Terpadu - Provinsi Jawa Tengah I 1 promosi 0 03 05 0l 005
147.EK.7224.PEH.001.3400 Promosi Terpadu - Provinsi DI Yogyakarta 4 4 promosi o 03 05 0l 005
f47.EK.7224.PEH.OOI .35OO Promosi Terpadu - Proi,irEi Jawa Timur 3 3 promosi 15.247.935 03 05 1l 005
147.EK.7224.PEH.001.5100 Promosi Terpadu - Provinsi Bdi I I promosi 2.874.441 03 05 02 006
SK No 144328 C
Promosi Terpadu - Provinsi Nusa Tenggara
Barat
735.835 03 05 05 005 147. EK.7224.PEH.OO t.5200 3 3 promosi
berkas 5, hlm. 831 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO / RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7224.PEH.001.5300 Promosi Terpadu - Provinsi Nusa Tenggara
Timur
2 2 promosi 2.419.93 03 05 r0 005
f 147.EK.7224.PEH.001.7100 Promosi Terpadu - Provinsi Sul,awesi Utara 4 4 promosi 5.845.946 03 05 06 005
02 22 06 04
147.EK.7225 Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Mancanegara I
34.395.631
147.8K.7225.WH Promosi 34.395.631
| 47.EK.7225.PEH.OO 1.217 I Promosi Terpadu (Pameran, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Kerja
Sama dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Kote Batam
I I promosi 3.632.675 03 05 03 002
l47.EK.7225.PEH.OO 1.3 IOO Promosi Terpadu (Pameran, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Kerja
Saraa dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Provinsi DKI Jakarta
I I promosi 4.939.2@ 03 05 04 004
03 05 01 005
147 .EK.7225.PEH.OO1 .7 t7 1 Promosi Terpadu (Pameran, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Kerja
Saraa dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Kota Manado
I 1 promosi 3.994.432 03 05 06 005
SK No 149632 C
berkas 5, hlm. 832 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r47.EK.7225.PEH.OO2. 1902 Promosi Pasar Asia Tenggara, Asia Selatan
dan Tengah - Kab. Belitung
I I promosi 7.265.350 03 05 07 005
1 47.8K.7225.WH.OO2.7 rO2 Promosi Pasar Asia Tenggara, Asia Selatan
dan Tengah - Kab. Minahasa
I I promosi 14.563.494 03 0s 06 005
147.EK.7226 Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Mancanegara II
31.522.051
147.EK.7226.PEH Promosi 31.522.051
147.EK7226.PEH.OO I.OOOO Promosi Terpadu (krcf,an, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Kerja
Sama dengan Maskapai den Wholesaler) -
Pusat
I I promosi o 03 05 05 005
I 47.EK.7226.PEH.0()1. 1206 Promosi Terpadu (Parrcran, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Kerja
Sama dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Keb. Toba
I I promosi t.944.471 03 05 08 005
r47_EK-7226.PEH.OO1.5 100 Promosi Terpadu (Pameran, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Kerja
Sama dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Provinsi Bali
I I promosi 3.995.943 03 05 02 006
SK No 149633 C
Promosi Terpadu (Pameran, Misi Penjualan,
Perjalanan Wisata Pengenalan dan Keria
5.085.526 03 0s 09 005 147.EK.7226.PEH.001.9803 I 1 promosi
berkas 5, hlm. 833 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ I(RO / RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sama dengan Maskapai dan Wholesaler) -
Kab. Raja Ampat
| 47.8K.7226.PEId.orl2.7 407 Promosi Pasar Asia Timur dan Ausceania -
Ikb. Wakatobi
1 1 promosi 13.230.761 03 05 12 005
I 147.EK.7226.PEH.002.8100 N Promosi Pasar Asia Timur dan Ausceania -
Provinsi Maluku
I I promosi 7.265.350 03 05 13 005
147.EK.7227 Pengembangan Pemasaran Pariwisata
Mancanegara III
57.420.595
147 .EK.7227.WH Promosi 57.420.595
I 47 .8K.7 227.PEH.OO 1. 3300 Promosi Terpadu (Pam€f, an, Perja.lanan
Wisata Pengenalan, dan Kerja Sana dengan
Maskapai dan wholesalerr) - Provinsi Jawa
Tengah
I I promosi o 03 05 0l 005
147.EK.7227.PEH.001.5100 Promosi Terpadu (Pameran, Perjalanan
Wisata Pengenalan, dan Kerja Sama dengan
Maskapai dan Wholesalerr) - Provinsi Bali
I I promosi o 03 05 02 006
147.E,K.1 227.PEH.OO2.1200 Par!€f,an, Misi Penjualan, dan Kerja Sama
Terpadu di Wilayah Eropa, Timur Tengah,
Amerika dan Afrika - Provinsi Sumatera
Utara
1 promosi o 03 05 08 005
SK No 149634C
berkas 5, hlm. 834 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGTATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 47 .8K.7 227 .PEH.OO2.330(J Pameran, Misi Penjualan, dan Kerja Sana
Terpadu di Wilayah Eropa, Timur Tengah,
Amerika dan Atika - Provinsi Jawa Tengah
I I promosi o 03 05 0r 005
t 47 .EK.1 227 .PEH.OO2.5 I @ Pameran, Misi Penjualan, dan Kerja Sama
Terpadu di wilayah Eropa, Timur T€n8ah,
Amerika dan Afrika - Provinsi Bali
I I promosi 39.257.220 03 05 02 006
t47.E,K.7 227.PEH.OO2.5200 Patlcran, Misi Penjualan, dan Kerja Satna
Terpadu di Wilayah Eropa, Timur Tengah,
Amerika dan Atika - Provinsi Nusa
Tenggara Barat
I I promosi 18.163.375 03 05 05 005
147.8K.7 227.PEH.OO2.530,0 Pameran, Misi Penjualan, dan Kerja Sanla
Terpadu di Wilayah Eropa, Timur Tengah,
Amerika dan Afrika - Provinsi Nusa
Tenggara Timur
I I promosi o 03 05 lo 005
147.EK.7228 Pengembangan Wisata Pertemuan,
Perjalanan Insentif, Konvensi, dan Pameran
9a.590.aoa
147.EK.7228.PEG Konferensi dan Event 61.755.478
147.EK.7228.PEG.001.0000 Bidding dan Delegate Boosting MICE yang
diselenggarakan - Pusat
5 6 Kegiatan 181.635 02 22 06 05
SK No 149635 C
3.632.675 03 05 04 004 l47.EK.7228.PEG.OOl.3 IOO Bidding dan Delegate Boosting MICE yang
diselenggarakan - Provinsi DKI Jakarta
0 O Kegiatan
berkas 5, hlm. 835 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147.EK.7228.PEG.002 Event Konferensi yang diselenggarakan 5 5 Kegiatan 15.257.235 02 22 06 05
147. El(.7228.PEG.OO2.fix)O Event Koofercalsi yang diselenggarakan -
Pusat
0 O Kegiatan 726.535 02 22 06 05
147.EK.7228.PEG.002.5100 Event Konferensi yang diselenggarakan -
Provinsi Bali
5 Kegiatan 14.530.700 02 22 06 o5
03 05 02 003
147.EK.7228.PEG.003 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung 18 18 Kegiatan 41.158.209 02 22 06 05
147. EK.7228.PEG.003.0000 Event MICE D€laro Negeri yang Didukung -
hrsat
3 O Kegiatan 1.925.319 02 22 06 o5
147.8K.7 22a.PEG.OO3. 127 5 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Kota Medan
5 5 Kegiatan o 03 05 08 005
147.EK.7228.PEG.003.2 rOO Event MICE Dalam Ncgcfi yang Didukung -
Provinsi Kepulauan Riau
o O Kegiatan 23.975.655 02 22 06 05
03 05 03 002
147. EK.7228.PEG.OO3.3 100 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Provinsi DKI Jakarta
o O Kegiatan o 03 05 04 004
147. EK.7228.PEC.OO3.330a Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Kab. Magelang
o O Kegiatan o 03 05 0l 002
SK No 145098 C
13.077.630 03 05 0l 002 147. EK.7228.PEG.OO3.3,tO0 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Provinsi DI Yogyakarta
2 2 Kegiatan
berkas 5, hlm. 836 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7224.PEG.OO3.3500 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Provinsi Jetrre Timur
o O Kegiatan o 03 05 11 002
147.E,K.7 22a.PEG.OO3. 5 t7 | Event MICE Dalam Negeri yarry Didukung -
Kota Denpasar
o O Kegiatan 2.1?9.605 02 22 06 05
03 05 02 003
r47. EK.7228.PEG.003.520 l Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
IGb. t mbok Berat
3 3 Kegiatan o 03 05 0s 00s
147. EK.7228.PEG.OO3.531 5 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
Kab. Manggarai Barat
5 5 Kegiatan o030sr00o2
147.8K.7 228,P8G.OO3.7 t7 1 Event MICE Dalam Negeri yang Didukung -
l(ote Manado
3 3 Kegiatan o 03 05 06 002
147.EK.7228.PEG.004 Partisipasi Pada FuuE Asosiasi
International
2 2 Kegiatan 1.525.724 02 22 0,6 05
147.EK.7 22A.PEG.OO4.3 rOO Partisipasi Pada F6uE Asosiasi
International - Provinsi DKI Jakarta
I Kegiatan 72.654 03 05 04 004
147.EK.7228.PEH Promosi 36.835.330
l47.EK.722A.PEH.OO1. 1200 Wisata MICE yang dipromosikan di Pasar
Internasional - Provinsi SuEat€f,a Utara
1 I promosi 7.265.350 03 05 08 005
SK No 145311 C
Wisata MICE yang dipromosikan di Pasar
Internasional - Kota Batam
9.081.6a8 02 13 01 04 t47 .EK.722A.PEH.OOt .217 t o O promosi
berkas 5, hlm. 837 OCR
PN.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
147. EK.7228.PEH.OO 1.3400 Wisata MICE Jrang dipromosikan di Pasar
Internasional - Provinsi DI Yogyakarta
I 1 promosi o 03 05 0l 005
147.EK.7228.PEH.001.5201 Wisata MICE yang dipromosikan di Pasar
lntemasional - Kab. Lombok Barat
I I promosi 9.081.648 02 13 01 04
02 22 06 05
03 05 05 00s
147.8K.?22A.PEH.OO2 MICE yang dipromosikan melalui Misi
Penjualan
4 4 promosi 7.624.62t 02 22 06 o5
147. EK.? 22A.PEH.OO2.OOOO MICE yang dipromosikan melalui Misi
Penjualan - Rrsat
o 0 promosi 363.268 02 22 06 05
r47.8K.7 22A.P8H.OO2.3400 MICE Jrang diFoEosika,l melalui Misi
Penjualan - Provinsi DI Yogyakarta
1 I promosi o 03 05 01 005
147. EK.7 22A.PEH.OO2. 5 tOO MICE yang dipromosikan melalui Misi
Penjualan - Provinsi Bdi
1 I promosi 2.994.459 02 22 06 IrF
03 05 02 006
147.E,K.7 22A.PBH.OO2.520 t MICE yang dipromosikan melalui Misi
Penjualan - Kab. Lombok Barat
I I promosi o 03 05 0s 005
SK No 145285 C
O promosi
147.EK.7228.PEH.002.5300 MICE yang dipromosikan melalui Misi
Fcnjualan - Provinsi Nusa T€ttggara Tlmur
o 4.270.494 02 22 06 05
berkas 5, hlm. 838 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147.EK.7228.PEH.003 MICE yang dipromosikan melalui
Perjalanan Wisata Pengenalan
2 2 promosi 1.453.070 02 22 06 05
147. EK.7228.PEH.003.0000 MICE yang dipromosikan melalui
Perjalanan Wi.ata Pengenalan - Pusat
0 O promosi 1.453.070 02 22 06 05
147.EK.7228.PEH.004.0000 Pemasaran MICE Yang di promosikan lewat
Media - Pu.at
o O promosi 72.654 02 22 06 o5
147.8K.7 22A.PEH.OO4. 3100 Pemasaran MICE Yang di promosikan lewat
Media - Provinsi DKI Jakarta
I I promosi ?2.654 03 0s 04 004
147.EK.? 22A.PEH.OO4.5 t7 | Pemasaran MICE Yang di promosikan lewat
Media - Kota Denpasar
I 1 promosi 2.t79.@5 02 22 06 05
147.E,K.7229 Pengembangan Pcaryclcnggara Kegiatan
(Events) Daerah
184.645.197
147.EK.7229.PEG Konferensi dan Event 184.645.197
147.EK.7229.PEG.00 I.OOOO Pendukungan Event Daerah - Pusat rno 60 Kegiatan 184.685.197 02 22 06 05
03 05 03 002
06 07 04 05
SK No 144240 C
Pendukungan Event Daerah - Provinsi DKI
Jakarta
O Kegiatan O 03 05 0.1 004 147.EK.7229.PEG.001.3100 o
berkas 5, hlm. 839 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/XRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147.EK.7230 Pengembangan Penyelenggara Kegiatan
(Events) Nasional
247.021.890
147.EK.7230.PEG Konf€f,en6i den Event 247.021.890
147. EK.7230.PEG.OO2.OOOO Pelaksanaan Kegiatan (hr€nts) Na8iqtal -
Pusat
31 38 Kegiatan 24?.O2t.490 02 22 06 05
147.EK.7231 Pengembangan Penyelenggara Kegiatan
(Events) Internasional
68. 194.113
147 .E,K.7231 .PEG Konferensi dan Event 64.1S4-r 13
147.EK.7231.PEG.001.0000 Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Pusat
o 0 Kegiatan 7.265.350 02 22 06 05
147.8K.723 1.PEG.OOr. 127s Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Kote Medan
2 2 Kegiatan 4.909.438 02 22 06 05
03 05 0a 005
t47.EK.7 23 t.PEG.OO 1.217 t Fclal€anaan Kegiatan (Events)
Internasional - Kota Bat6E
I I Kegiatan 7.265.350 02 13 01 o4
03 0s 03 002
03 05 03 003
SK No 144244C
1l 17.932.250 03 05 04 004 l47.EK.7231.PEG.OO 1.3r73 Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Kota Administrasi Jakarta
Pusat
1l Kegiatan
berkas 5, hlm. 840 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
I 47.EK.723 t.PEG.oot.3372 Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Kote Surakarta
I I Kegiatan 1.816.338 03 05 01 002
147.EK.7231.PEG.001.3400 Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Provinsi DI Yogyakarta
2 2 Kegiatan 4.976.766 03 05 01 0,0.2
147.EK.7231.PEG.001.5171 Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Kota Denpasar
!3 8 Kegiatan 13.381.409 02 22 06 0s
147.EK.7231.PEG.001.5202 Pelaksanaan Kegiatan (Events)
Internasional - Kqb. L.mbok Tengah
5 5 Kegiatan [email protected] 02 13 0l 04
02 22 06 05
03 0s 05 002
147.WA Program Dukungan Manajemen o
147.WA.7250 Peningkatan Layanan Hukum dan Keda
Sama
o
147.WA.7250.PAA Undang-Undang 0
r47.WA.7250.PAA.00 r.5200 Revisi Undang-undang Nomor 10 Tahun
2009 tentang Kepariwisataan - Provinsi
Nusa Tenggara Barat
o 0 UU o 03 05 05 002
SK No 149636 C
berkas 5, hlm. 841 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGI.ATAN/ KRO/ RO( PROYEN
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
147.WA.7250-PAD Peraturan Presiden o
l47.WA. 7250.PAD.OO 1.5200 Penyusunan Regulasi Tentang Rencana
Induk Destinasi Pariwisata Nasional -
Provinsi Nusa T€r188ara Barat
o O PerPres 00305050o2
TOTAL 4.255.589.004
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 144487C
berkas 5, hlm. 842 OCR
PF.ESIDEN
KEMENTERIAN EKONOMI KREATIF/BADAN EKONOMI KREATIF
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASEUNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indik tor Program Prioritas
PP 03.06 - Laju pertumbuhan PDB ckdroEi kreatif persen 5,30 (2022) 5,3-5,5 6,1
PP 03,06 - Pertumbuhan ekspor ekonomi kreatif persen -l r,o7 (2023) 4,9-5,2 6,0
PF 03,06 - Jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif juta orang 24,92 (2023) 25,55 27,6
PP 03.06 - Pertumbuhan investasi ekonomi kreatif Ircrs€n 31,94 (2023) 5,3-7,3 7,0-8,0
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 03.06.01 - Nilai investasi ckotromi kreatif triliun rupiah 89,33 (2023) 123,85- 136,28 152,3-183,71
KP 03.06.02 - Pertumbuhan PDB subsektor film, animasi, video, dan musik persen 2,72 (2022) 6,8-7,5 9,5-12,8
KP 03.06.02 - Pertumbuhan ekspor subsektor film, animasi, video, dan musik perSen -8,00 (2020) 6,7 -tt,9 9,5-13,0
KP 03.06.02 - Jumlah tenaga kerja subsektor filE, animasi, video, dan musik ribu orang 188 (2022) 203 225
KP 03.06.03 - Pertumbuhan PDB subsektor fesyen dar kriya persen 7,76 l2o22l 5,3-8,0 ?,2-4,3
KP 03.06.03 - Pertumbuhan ekspor subsektor fesyen dan kriya persen -12,01 l2o23l 3,5 6,4
SK No 144452 C
ribu orang 9.107 lm22l 9.836 10.900 KP 03.06.03 - Jumlah tenaga kerja subsektor fesyen dan kriya
berkas 5, hlm. 843 OCR
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
KP 03.06.04 - Pertumbuhan PDB subsektor aplikasi dan giE persen 2,58 12022) 6,7 -7,O 8,3-10,7
KP 03.06.04 - Pertumbuhan ekspor subsektor aplikasi dan gim persen 152,41 (2021) 6,0-10,0 8,0- 14,9
KP 03.06.04 - Jumlah tenaga kerja subsektor aplikasi dai gim ribu orang 152 (2022) 187 245
KP 03.06.05 - Pertumbuhan PDB subsektor kuliner persen 8,61 (2022) 5,3-8,8 7,2-9,1
KP 03,06.05 - Pertumbuhan ekspor subsektor kuliner persen -2,47 (2023) 5,2-5,4 8,0
KP 03.06.05 - Jumlah tenaga kerja subsektor kuliner ribu orang 13.435 (2022) 14.048 14.910
KP 05.05,05 - Nilai ekspor ekonomi kreatif miliar UsD 23,96 l.2023!- 26,44 32,94
SK No 144437 C
berkas 5, hlm. 844 OCR
PF.ESIDEN
. 1444 -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025—2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEIg
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL Program Ekonomi Kreatif 1.819.269.420
148.EL.7348
Pengembangan Kajian dan Manajemen
Strategi
101.683.419
148.EL.7348.PBH
Kebijakan Bidang IPTEK, Pendidikan dan
Kebudayaan
1.666.665
Rekomendasi kebijakan standardisasi
kurikulum pendidikan ekonomi lreatif
I n Rekomendasi
Kebijakan
r.666.665 03 06 0l 02 148.EL.7348.PBH.001
148.EL.7348.PBK
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
1.350.(x)3
Penyusunan Dokumen Manajemen
Strategis
I 1 Rekomendasi
Kebijakan
1.350.093 03 06 01 02 148.EL.7348.PBK.001
148.EL.7348.PEA Koordinasi 30.000.000
Pendampingan Penyusunan Peta Jalan
Pengembangan Ekonomi Kreatif di Daerah
0 f kegiatan 30.000.000 03 06 0l 02 148.EL.7348.PEA.001
148.EL.7348.PEC Kerja sama 11.000.000
SK No l444l8C
50 Dokumen 2.500.000 03 06 02 0l Riset dan inovasi kolaboratif subsektor film,
animaSi, video, dan musik
o 148.EL.7348.PEC.001
berkas 5, hlm. 845 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Riset dan inovasi kolaboratif subsektor
Fesyen
o 50 Dokumen 2.500.000 03 06 03 01 148.EL.7348.PEC.002
Risct dan inovasi kolaboratif subsektor
Iciya
o 50 Dokumen 2.500.000 03 06 03 0l 148.EL.7348.PEC.003
l48.EL.7348.PEC.OO4 Riset dan inovasi kolaboratif Subsektor Gim o 17 Dokumen r.500.001 03 06 04 01
Riset dan inovasi kolaboratif penguatan
branding ga8trodiplomaci
o I Dokumen r.999.999 03 06 05 01 14a.EL.734a.PEC.OO5
148.EL.7348.QM4 Data dan Informasi Publik 57.666.661
Market intelligence subsektor filE, animasi,
video, dan musik
0 I dokumen 14.500.000 03 06 02 01 148.EL.7348.QMA.OOr
l48.EL.7348.QMA.OO2 Market intelligence subsektor Fesyen it I dokumen 6.333.332 03 06 03 0r
l48.EL.7348.QMA,OO3 Market intelligence subsektor Kriya 0 I dokumen 4.166.665 03 06 03 01
r48.EL.7348.0MA004 Market intelligence sub sektor aplikasi o 1 dokumen 4.t66.65 03 06 04 01
148.EL.7348.QM4005 Market intelligence sub sd.tor GiE o I dokumen 6.333.3:t2 03 06 04 ol
148.EL.7348.QMA.006 Market intelligence subsektor kuliner o I dokumen 6.33it.3i12 03 06 05 01
148.EL.7348.QM4007 ha okupasi bidang Ekonomi Kreatif o I dokumen 3.333.335 03 06 0l ol
SK No 132782 C
Outlook Ekonomi Kreatif I dokumen 12.500.OOO 03 06 01 ol l48.EL.7348.QMA.OO8 o
berkas 5, hlm. 846 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
148.EL.7349
Pengembangan Akses Permodalan dan
Investasi
42.656.790
148.EL.7349.PBK
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
r.000.000
Lembaga Pengelola Kekayaan Intelektual
Ekonomi Kreatif
:al I Rekomendasi
Kebijakan
1.000.000 03 06 0l 03
148.EL.7349.PBK.001
148.EL.7349.PEC Kerja sama 8.000.000
o I Dokumen 8.000.000 03 04 03 005
03 06 01 03
148.EL.7349.PEC.001
Implementasi Skema pembiayaan ekonomi
l(reatif bcrbasb Ha.k Kekayaan t[telektual
148.EL.7349.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan UEeha 31.000.125
350 350 Badan usaha 1.800.124 03 04 02 003
l48.EL.7349.QDH.O0l Fasilitasi Akses Pembiayaan Pasar Modal
o3 04 06 o3
350 350 Badar usaha 1.200.000 03 06 03 o3
148.EL.7349.QDH.003 Fasilitasi Akses Pembiayaan Syariah
SK No 132588 C
oa 02 01 03
berkas 5, hlm. 847 OCR
- L447 -
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
{Rp Ribu
PN PF KP PROP
Fasilitasi business matching usaha kreatif
subsektor Fesyen dan Kriya berorientasi
ekspor
o I Badan usaha 4.000.000 03 06 03 03
r48.EL.7349.QDH.OO4
Fasilitasi business matching produk kreatif
subsektor giE dengan investor lokal datr
global
o 5 Badan u.aha 9.000.000 03 06 04 03
t48.EL.7349.QDH.OO5
Fasilitasi pcobiayaan pcmbukaan
outlet/gerai kuliner Indonesia di luar negeri
tit 4 Badan usaha 10.000.001 03 04 0l 002
03 06 05 .IFI
r48.EL.7349.QDH.006
Fasilitasi Business matching usaha kuliner
kreatif berorientasi ekspor
o I Badan usaha 5.000.000 03 0,6 05 03 r48.EL.7349.QDH.007
148.EL.7349.QMA Data den Informasi Publik 2.666.665
Dokumen Promosi Investasi Ekonomi
Kreatif
o I dokumen 2.666.665 03 06 0l 01 r48.EL.7349.QMA.OOl
144.EL.7350
Pengembangan Fasilitasi Kekayaan
Intelektual
67.X)O.120
148.EL.7350.PDC Sertifikasi Produk 12.466.791
SK No 132581 C
5000
06 03 01 02
Produk Ekonomi Kreatif yang Mendapat
Fasilitasi Pelindungan Kekayaan Intelektual
5000 produk 1.800.124 03 06 01 03
148.EL.7350.PDC.001
berkas 5, hlm. 848 OCR
REPUBLIK lNDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM /
(EGIATAN/ TRO / RO(PROYTK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202*2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual
produk kreatif
o 667 produk to.666.667 03 06 0l o3
148.EL.7350.PDC.003
148.EL.7350.PEC Kerja sama 19.999.999
148.EL.7350.PEC.001 Fasilitasi kerja sama komersialisasi IP lokal o 4 Kegiatan 19.999.999 03 06 0l 04
148.EL.7350.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 4.999.999
Pedoman valuasi kekayaan intelektual
produk kreatif
o 1 Pedoman 3.333_334 03 06 01 03
r48.EL.7350.PFA.OOl
Pedoman persaingan usaha dan kemitraan
Industri kreatif
o I Pedoman 1.666.665 03 06 0r 05
148.EL.7350.PFA.002
l48.EL.7350.QDC Fasilitasi dan F.robinaan Masyarakat 23.333.330
rz+8.EL.7350.QDC.002
Edukasi kekayaan intelektual bagi pelaku
ekonomi kreatif
0 334 Orang 16.666.665 03 06 01 03
Fasilitasi konsultasi kekayaan intelektual
bagi pelaku ekonomi kreatif
o 167 Orang 6.666.665 03 06 0l 03
r48.EL.7350.QDC.0O3
148.EL.7350.QM4 Data dan Informasi Publik 6.400.001
o I layanan 6.400.001 02 t4 002 002
148.8L.7350.OMA.001 Sistem manajemen kolektif digital IP lokal
SK No 149637 C
03 06 0r 05
berkas 5, hlm. 849 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEE
TARGET2O2s TARGET2O2g SATUAN
INDIKASII ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
148.EL.7351 Peningkatan Hubungan Kelembagaan 16.666.665
l48.EL.735l.PEB Forum 6.666.665
Forum kolaborasi pemangku kepentingan
ekonomi kreatif
3 1 forum 6.666.665 03 06 0l TD
148.EL.7351.PEB.001 I
148.EL.7351.PEC Kerja eafia ro.ooo.000
o I Kegiatan 10.000.000 02 09 04 01
03 06 0l 7t)
148.EL.7351.PEC.001 World Conference ott Creative Economy
148.EL.7351.PEH Promosi o
148.EL.7352 Pengembangan Fasilitasi Infrastruktur 299.900.002
148.EL.7352.RAM
Sarana Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif
dan Kebudayaan
114.766.669
Fasilitasi sarana produksi virtual film,
animasi, Video dan Musik di Provinsi
Prioritas
o Unit ,l0.OO0.OOl 03 06 02 04
148.EL.7352.RAM.002
SK No 132809 C
Fasilitasi sarana pusat pengembangan giE Unit 41.433.334 03 06 04 04 148.EL.7352.RAM.003 0
berkas 5, hlm. 850 OCR
PUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
n2s-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi sarana pusat pembelajaran
imersif k iner Indonesia di provinsi
prioritas
o 1 Unit 33.333.334 03 06 05 04
148.EL.7352.RAM.004
148.EL.7352.RBN
Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
145.133.333
Ccntcr of Excellence kolaboratif ekonomi
kreatif di provinsi prioritas
o I unit 16.666.666 03 06 01 T'Ia
148.EL.7352.RBN.002
148.EL.7352.RBN.003 Revitalfu a3i Ruang Kreatif o 4 unit 25.000.000 03 06 0l 06
148.EL.7352.RBN.004 Sentra kreatif di provinsi prioritas 0 I unit 94.799.999 03 06 01 T5
l48.EL.7352.RBN.OO5 Klaster FilE, Animasi, Video, dan musik 0 I Kawasan 6.000.000 03 06 02 04
r48.EL.7352.RBN.006 Klaster Fesyen o I Kawasan 4.500.000 03 06 03 04
148.EL.7352.RBN.007 Klaster Kriya o I Kawasan 4.500.ooo 03 06 03 04
148.EL.7352.RBN.008 Klaster Gim n I Kawasan 3.000.000 03 06 04 04
Ruang komunal tematik kuliner Indonesia
di provinsi prioritas
o I Kawasan 26.666.664 03 06 05 04
148.EL.7352.RBN.009
148.EL.7353 Pengembangan Kuliner 132.944.995
SK No 1328l0C
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
3.333.330
148.EL.7353.PBK
berkas 5, hlm. 851 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2/029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Sk€rna Insentif Fiskal Pembukaan
Outlet/Gerai Kuliner lndonesia di Luar
Negeri
0 I Rekomendasi
Kebijakan
3.333.330 03 06 05 06
148.EL.7353.PBK.002
148.EL.7353.PDD Standardisasi Lembaga 2.916.665
Standardisasi Outlet/ Cerai Kufirler
krdotrclia di Luar Negeri
o 4 Lembaga 2.916.665 03 06 05 05 148.EL.7353.PDD.001
148.EL.7353.PDF Sertifikasi f,eEbsga 2.916.665
Sertifikasi Outlet/ Gerai Kuliner, Indoensia
di Luar Negeri
0 4 Lembaga 2.916.665 03 06 05 05 148.EL.7353.PDF.001
148.EL.7353.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 33.333.335
Sertifikasi Pelaku Ekonomi Kreatif
Subsektor Kuliner
o U Orang 33.333.335 03 06 05 02 148.EL.7353.PDI.001
148.EL.7353.PEC Kerja sama 13.333.335
148.EL.7353.PEC.002
Pertukaran Juru Masak Tingkat
Internasional
o I Kegiatan 8.333.335 03 06 05 02
SK No 145001 C
Promosi
I Kegiatan
23.066.666
148.EL.7353.PEC.003 Keda Sama Pendidikan Subsektor Kuliner 0 5.OOO.OOO 03 06 05 02
148.EL.7353.PEH
berkas 5, hlm. 852 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2IJ25-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Partisipasi Usaha Kuliner dalam Event
Internasional
o 2 promosi 8.400.000 03 06 05 05 148.EL.7353.PEH.002
Fasilitasi Akses Pasar Outlet/Gerai Kuliner
Indonesia di Luar Negeri
0 10 Kegiatan 10.500.001 03 06 05 05 148.EL.7353.PEH.003
Fedas€ran Kuliner Lokal melalui Media
Digital
o 5 promosi 4.166.665 03 06 05 05 148.EL.7353.PEH.004
148.EL.7353.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 1.624.999
l48.EL.7353.QDC.OO1
Pelatihan Bisnis Bagi Pelaku Ekonomi
Kreatif Subsektor Kuliner
0 42 Orang r.624.999 03 0,6 05 02
148.EL.7353.QDr Fasilitasi dan P€robinaar Industri 52.460.000
Akselerasi El6por Kreasi Indonesia (AKSI)
Kuliner
18 18 Industri 2.460.000 03 06 05 02 148.EL.7353.ODI.001
Inkubasi Pengembangan Produk Kreatif
Subseh6 Kuliner, B€f,dienta8i Ekspor
o 10 Industri 50.ooo.ooo 03 06 05 1t) 148.EL.7353.QDr.@4
144.EL.7354 FenSeDbarlgan Kriya 236.800.000
148.EL.7354.PDF Sertifikasi Lembaga 1.666.665
SK No 145043 C
1.666.665 03 0,6 03 0s 148.EL.7354.PDF.001
Sertifikasi Usaha Kreatif Kriya
Berkelanjutan
0 I Lembaga
berkas 5, hlm. 853 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7354.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 33.333.335
Sertifikasi Pelaku Eko(l@i Kreatif
Subsektor Kriya
o 84 Orang 33.3i13.335 03 06 03 02 148.EL.7354.PDI.001
148.EL.7354.PEC Kerja .ama 3.33ii.3i15
148.EL.7354.PEC.001 Kerja Sama Pendidikan Subsektor Kriya o I Kegiatan 3.339.33s 03 0,6 03 02
148.EL.7354.PEH Promosi 8.a70.ooo
148.EL.7354.PEH.001 Fasilitasi Pameran Produk Kriya
I promosi 470.000 03 06 03 05
04 09 01 02
Partisipasi Produk l&iya dalam Ekshibisi
Internasional
o 2 promosi 8.400.000 03 06 03 05 148.EL.7354.PEH.002
148.EL.7354.QDC Fasilitasi dar Pembinaan Masyarakat 516.665
l48.EL.7354.ODC.0Ol
Pelatihan Bisnis bagi Pelaku Ekonomi
lft catif Subsektor Kriya
o 21 Orang 516.665 03 0,6 03 02
148.EL.7354.QDD
Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
15.000.000
SK No 145112C
Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha
5
172.500.000
06 l48.EL.7354.QDD.OOl
Fctrg abangan Desa Kreatif melalui Sk€roa
Blended Finance
0 Kelompok
Masyarakat
15.000.000 03 06 01
148.EL.7354.QDH
berkas 5, hlm. 854 OCR
FF.ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r48.EL.7354.QDH.OOl Inkubasi Produk Kreatif Subsektor Kriya o 15 Bed6n usaha 75.OOO.OOO 03 06 03 02
148.EL.7354.QDH.002 Fasilitasi Ekspor Kriya n 15 Badan usaha 97.500.000 03 06 03 06
148.EL.7354.QDI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 1.580.000
Akscl€f,asi Ekspor Kreasi Indonesia (AKSI)
Kriya
12 12 Industri 1.580.000 03 06 03 02 148.EL.7354.QDr.@r
148.EL.7355 FettgeEbalgan Fcsycn 242.799.998
148.EL.7355.PDF Sertifikasi Lcrrbaga 2.500.000
148.EL.7355.PDF.001
Sertifikasi Usaha Kreatif Fesyen
Berkelanjutan
o I Lembaga 2.500.000 03 06 03 05
148.EL.7355.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 33.333.335
Sertifikasi Pelaku Ekonomi Kreatif
Subsektor Fesyqr
o 84 Orang i1i,.333.335 03 06 03 It1 148.EL.7355.PDI.001
148.EL.7355.PEA Koordinasi 600.000
r48. EL.7355.PEA.00 r Fasilitasi Fashion EtroE, 1 O kegiatan 600.000 03 0,6 03 05
148.EL.7355.PEC Kerja sama 10.000.000
148.EL.7355.PEC.001 Kerja Sama Pendidikan Subsektor Fcaven o 3 Kegiatan lo.ooo.ooo 03 06 03 02
SK No 145131 C
Promosi 21.499.994 148.EL.7355.PEH
berkas 5, hlm. 855 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARCET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Partisipasi Produk Fesyen dalam Fashion
Show Internasional
o 2 Kegiatan 8.400.000 03 06 03 05 148.EL.7355.PEH_OO2
Ekshibisi Sustainable Craft & Fashion di
Provinsi Prioritas
o I Kegiatan 9.333.333 03 06 03 05 148.EL.7355.PEH.003
Pemasaran Fe8l'cn Lokal melalui Media
Digital
o 5 promosi 4.166.665 03 06 03 o5 148.EL.7355.PEH.004
148.EL.7355.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 516.665
Pelatihan Bisnis bagi Pelaku Ekonomi
Kreatif Subsektor Fesyen
0 2l Orang 516.665 03 06 03 02 148.EL.7355.QDC.001
148.EL.7355.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 172.500.0@
148.EL.73ss.QDH.OOr Inkubasi Produk Kreatif Subsektor Fc8]'cn o l5 Badan usaha 75.000.000 03 06 03 on
148.EL.7355.QDH.002 Fasilitasi Ekspor Fes!rcn o 15 Badan usaha 97.500.000 03 06 03 06
148.EL.7355.ODI Fasilitasi dan Pembinaan Industri 1.450-OOO
r48.EL.7355.QDI.OO 1
Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (AKSI)
Fesyen
10 O Industri l.450.ooo 02 13 0l 03
02 03 0,6 03
SK No 145220C
2.900.000 148.EL.7356
Pengembangan S€(ri Rupa dan Seni
Pertunjukan
berkas 5, hlm. 856 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7356.PBK
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
datt UMKM
500.ooo
148.EL.7356.PBK.001
Penyusunan Skctua Insentif Seni Rupa dan
Seni Pertunjukan
I I Rek@€rldasi
Kebijakan
500.ooo 03 06 02 06
148.EL.7356.PEH Promosi 1.200.000
20 20 Kegiatan r.200.ooo 03 06 02
04 09 01 lD
05
l48.EL.7356.PEH.OOl Promosi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
148.EL.7356.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 0
l4a.EL.7356.SCL Pelatihan Bidang Ekonomi Kreatif l.200.ooo
148.EL.7356.SCL.001 Pelatihan Seni Rupa dan Seni Pertunjukan 300 3OO Orang l.200.ooo 04 @ ol 01
148.EL.7357 Pengembangan Arsitektur dan Desain 14.100.000
148.EL.7357.PBK
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
500.ooo
Fetryu8usitan Skema Insentif Arsitektur
dan Desain
1 Rekomendasi
Kebijakan
500.000 03 06 03 148.EL.7357.PBK.001
SK No 145340 C
Promosi 4.400.000
:|Ia
148.EL.7357.PEH
berkas 5, hlm. 857 OCR
REFUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7357.PEH.001 Promosi Arsitektur lo lO Kegiatan 1.200.000 03 06 03 0s
148.EL.7357.PEH.OO2 Promosi Desain Interior 10 lO Kegiatan l.200.ooo 03 06 03 05
14A.EL.7357.PEH.OO3 Promosi Desain Produk 10 10 Kegiatan r.200.000 03 06 03 05
l48.EL.7357.PEH.OO4 Promosi DKV 10 lO Kegiatan 1.200.000 03 06 03 o5
148.EL.7357.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 4.800.000
l48.EL.7357.QDH.OOr
Fasilitasi Pemasaran dan Pembiayaan
Studio Arsitektur
5 5 Badan usaha r.200.000 03 06 03 03
r48.EL.7357.QDH.OO2
Fasilitasi Fer[asafan dq,t P€robiayaai
Studio D€sein Interior
5 5 Badan usaha l.200.ooo 03 06 03 03
148.EL.7357.QDH.003
Faailit ai Pemasaran dan Pembiayaan
Studio Desain Produk
5 5 Badan usaha 1.200.000 03 06 03 03
148.EL.7357.QDH.004
Fasilitasi Pemasaran dan Pembiayaan
Studio DKV
5 5 Badan usaha r.200.000 03 06 03 o3
148.EL.7357.ODI Fasilitasi dar! Pembinaan Industri 4.000.000
l48.EL.7357.QDr.OOt Inkubasi Arsitektur lo lO Industri 400.000 03 06 03 02
t48.EL.7357.QDr.002 Inkubasi Desain Interior 10 lO Industri l.200.ooo 03 06 03 02
SK No 145359 C
Inkubasi Desain Produk lo lO Industri 1.200.000 03 06 03 02 148.EL.7357.QDr.003
berkas 5, hlm. 858 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(ttp Ribu)
PN PF KP PROP
148.EL.7357.QDr.004 Inkubasi DKv 10 lO Industri r.200.000 03 06 03 02
148.EL.7358 Pengembangan GiE 358.300.209
l48.EL.735A.PBI(
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
3.333.330
Skcrna EisteE pembayaran inklusif di
pladorE distribusi gittl
I o Rekomendasi
l(cbiaksn
r.666.665 03 06 04 06 148.EL.7358.PBK.002
o I Rekomendasi
Kebijakan
r.666.665 03 06 04 06 148.EL.7358.PBK.003 Skema sistem insentif fiskal giD nasional
l48.EL.735a.PDI Sertifikasi kofcsi dan SDM 35.000.001
Sertifikasi Pelaku Ekonomi Kreatif
subsektor GiE
o 84 Orang 35.000.001 03 06 04 TN l48.EL.7358.PDr.OO1
148.EL.7358.PEC Kerja sama 6.666.665
148. EL.7358.PEC.001 Keda sama pendidikan subsektor giD o I Kegiatan 5.000.000 03 06 04 02
Forum Aksi Afirmasi Peningkatan belanja
giE pemerintah
o I Kegiatan 1.666.665 03 06 04 05 148.EL.7358.PEC.002
148.EL.7358.PEG Konferensi d6n Event 180.OOO.OOO
148.EL.7358.PEG.001 Kompetisi pcngetnbangu giE nasional 0 1 Kegiatan 90.000.000 03 06 04 05
SK No 145402C
Kompetisi c-sport berbasis giE nasional 1 Kegiatan 90.000.000 03 06 04 05 148.EL.7358.PEG.002 o
berkas 5, hlm. 859 OCR
PR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r48.EL.7358.PEH Promosi 99.633.331
Partisipasi giE lokal d.l.n event EiE
internasional
o I Kegiatan 6.0fl).000 03 06 04 05 148.EL.7358.PEH.002
r48.EL.7358.PEH.OO3 Ekshibisi giE lokal o 3 Kegiatan 49.466.666 03 06 04 05
148.EL.7358.PEH.004 Pemasaran Gim Lokal melalui media digital o 5 promosi 4.166.665 03 06 04 05
148.EL.7358.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 516.665
Pelatihan bisnis bagi pelaku ekonomi
kreatif subsektor gim
o 2l Orang 516.665 03 0,6 04 02 l48.EL.73s8.ODC.O0r
148.EL.7358.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usehe 29.999.999
r48.EL.7358.QDH.OO2 Pendanaan pengembangan ginr o 20 Badan usaha D.999.999 03 06 04 03
148.EL.7358.QD.r Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 3. 3.150.218
15 O Start Up 3.150.218 02 t4 002 002
03 0,6 04 0n
l48.EL.7358.QDJ.OOl Inkubasi startup gim
148.EL.7359 Pengembangan Aplikasi 58.666.882
148.EL.7359.PDI Sertifikasi Profesi dan SDM 33.333.334
SK No 145,105 C
33.333.334 03 0,6 04 02 Sertifikasi Pelaku Ekonomi Kreatif
subsektor aplikasi
o A4 Orang 148.EL.7359.PDI.001 I
berkas 5, hlm. 860 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7359.PEC Kerja .arna 5.000.000
14a.EL.7359.PEC.OO1 Keda sama pendidikan subsektor aplikasi o I Kegiatan s.ooo.000 03 06 04 02
148.EL.7359.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 516.665
148.EL.?359.QDC.OO1
Pelatihan bisnis bagi pelaku ekonomi
kreatif subsektor aplikasi
o 2l Orang 516.665 03 06 04 02
l48.EL.7359.Qrlj Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 19.816.883
15 0 Start Up 3.150.218 03 06 04 02
04 19 03 0l
148. EL.7359.QD.J.OO1 Penciptaan dan Penguatan Kreasi Aplikasi
148.EL.7359.QD.r.002 Pendanaan pengembangan aplikasi o 7 Start Up 16.666.665 03 06 04 o3
148.8L.7360 Pquettrbal8an Konten Digital 7.150.093
148.EL.7360.PBK
Kebija.kan Bidang Tenaga Kerja, Industri
den UMKM
l.ooo.ooo
148.EL.7360.PBK.001 Data dan Iifon raai
2 2 Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 03 0,6 M 06
SK No 145434C
Promosi
Rekomendasi
Kebijakan
1.200.000
148.EL.7360.PBK.002
Pemetaan potensi dan perkembangan
industri konten digital
0 500.000 03 06 04 01
148.EL.7360.PEH
berkas 5, hlm. 861 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi dan Promosi Industri Konten
Digital
r6 16 promosi 1.200.000 03 06 04 05 148.EL.7360.PEH.001
r48.EL.7360.ODB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 1.200.000
Penciptaan dan Penguatan Kreasi Industri
Kqttcn Digital
lo 10 Lembaga t.200.ooo 02 t4 002 006
r48.EL.7360.ODB.O0r
02 04 06 o3
r48.EL.7360.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha r.200.ooo
Fasilitasi Akses Pendanaan dan
Pembiayaan
120 12O Badan u.aha 1.200.000 03 04 03 005
148.EL.7360.QDH.00r
03 04 0,6 03
148.EL.7360.SCL Pelatihan Bidang Ekonomi Kreatif 2.550.(x)3
148.EL.7360.SCL.001 Pelatihan Talenta Digital 182 O Orang 1.350.093 03 06 04 02
148.EL.7360.SCL.002
Penciptaan dan Pengembangan Talenta
Industri Konten Digital
13632 f3632 Orang r.200.000 03 06 04 02
148.EL.7361 Pengembangan Teknologi Digital Baru 3:1.950.096
148.EL.7361.PBK
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
2.000.000
SK No 132715 C
Data dan Informasi 500.ooo 03 06 04 06 148.EL.7361.PBK.001 2 2 Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 862 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Pemetaan potensi dan pqkembarUan
industri telmolo8i digital baru
0 I Rekomendasi
Kebijakan
500.ooo 03 06 04 ol 148.EL.7361.PBK.002
Pemetaan potensi dan perkembangan
industri jasa TIK
o I Rekomendasi
Kebijakan
l.oq).000 03 06 04 01 148.EL.7361.PBK.003
148.EL.7361-PEH koooosi 1.200.ooo
Ju.Elah Fasilitasi dan Promosi Teknologi
Digital Baru
13 13 promosi 1.200.000 03 06 04 o5 148.EL.7361.PEH.OOl
148.EL.7361.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 1.200.000
Fasilitasi Akses Pendanaan d6n
Pembiayaan
220 22O Badan usaha r.200.q)o 03 06 04 IEt r48.EL.736l.ODH.OOl
r48.EL.736r.Qrlj Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 24.350.096
5 O Start Up 1.350.096 02 t4 @2 N2
148.EL.736r.0D.J.001 Inkubasi startup berbasis teknologi baru
02 04 06 03
Inkubasi pengembangan aplikasi berbasis
teknologi baru
3 l5 Start Up 27.OOO.OOO 03 06 ()4 02 r48.EL.736r.QDJ.OO3
148.EL.7361.SCL Pelatihan Bidang Ekonomi Kreatif 1.200.000
SK No 132687 C
1r roo 1.200.000 03 06 04 02 148.EL.7361.SCL.001 I
Penciptaan dan Pengembangan Talenta
Industri Tenologi Digital Baru
I I l0O Orang
berkas 5, hlm. 863 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202r-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.E,L.7 2 Pengembangan Film, Animasi, dan Video 150.399.995
14A.EL.? 2.PBK
Kebijakan Bidang Tenaga Kerja, Industri
dan UMKM
3.333.330
Skema insentif produksi Film, Animasi, dan
Video
0 Rekomendasi
Kebijakan
r.666.665 03 06 02 06 148.EL.7362.PBK.001
Rekomendasi kebijakan perizinan produksi
frto
o I Rekomendasi
Kebijakan
1.666.665 03 0,6 02 :m 148.EL.7362_PBK.002
148.EL.7362.PDI Sertifikasi Prof.si dEn SDM 33.333.335
Sertifikasi Pelaku Ekonomi Kreatif
subsektor FilE, Animasi, dan Video
:al 84 Orang 33.333.335 03 06 02 It1 148.EL.7362.PDI.001
148.EL.7362.PEC Kerja sama 8.666.665
IGda caDa pendidikan subsektor film,
animasi, Video, datl Musik
3l 2 Kesepakatan 7.OOO.OOO 03 06 02 09 148.EL.7362.PEC.001
Forum aksi afirmasi peningkatan belanja
lilo dan animasi pemerintah
i'l I Kegiatan 1.666.665 03 06 02 05 148.EL.7362.PEC.002
148.EL.7362.PEG Iftnfefensi dan Ev6rt 8.OOO.OOO
SK No 132663 C
Promosi
4 Kegiatan
8.400.000
148.EL.7362.PEG.001 Festival film daerah di provinsi prioritas o 8.000.000 03 06 02 05
I4A.EL.? 2.WH
berkas 5, hlm. 864 OCR
PRESIOEN
PUEUK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ XRO/ RO( PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Partisipasi produk kreatif subsektor film
lokal dalam bursa fil.E internasional
3 2 promosi 8.400.000 03 06 02 05 148.EL.7362.PEH.002
148.EL.7362.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 4.166.665
Pelatihan bisnis baSi pel,aku subsektor
FilE, Animasi, video, dan musik
0 167 Orang 4.166.665 03 06 02 02
148. EL.7362.QDC.OOl
r48.EL.7362.0DH Fasilitasi dEn Pembinaan Badan Usaha 82.000.000
Inkubasi produk kreatif subsektor FiLE,
futi[ra8i, Video, dan Musik
o 15 Badan usaha 75.000.000 03 06 02 02
l48.EL.7362.QDH.OOl
Fasilitasi business matching produk kreatif
subsektor film, animasi dan Video tingkat
nasional
o 10 Badan usaha 7.000.000 03 06 02 03
l4a.EL.7362.QDH.OO2
148.EL.7362.QDr Fasilitasi dan Pembinaan Industri 2.500.000
27 27 Industri 2.500.000 03 03 03 o4
04 09 0r 01
148.EL.7362.QDr.@r
Fasilitasi dart Pembinaan Industri Kreatif
SubsEktor FilE, AniDasi dan Video
148.EL.7362.SCL Pelatihan Bidang Ekonomi Kreatif o
SK No 132644C
Pengembangan Periklanan l.200.ooo 148.EL.7363
berkas 5, hlm. 865 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.EL.7363.PEH Promosi 1.200.000
Promosi Produk H<onoEi Kreatif Sub3cldof
Periklanan
6 6 Kegiatan l.200.ooo 03 06 02 05 l4a.EL.7363.PEH.O01
148.EL.7364 FenAeEbanaan Televisi dan Radio 22.750.000
r48.EL.7364.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 17.750.OOO
148.EL.7364.QDC.001
Kompetisi kolaboratif penulisan skenario
f E lokal
o t? Orang 17.750.000 03 0,6 02 xn
r48.EL.7364.QDH Fasilitasi dEn Pembinaan Beden Usaha 5.OOO.OOO
Fasilitasi business matching produk keatif
subsektor televisi dan radio tingkat
internasional
0 I Badan usaha 5.000.000 03 06 02 03
148.EL.7364.QDH.002
148.EL.7365 FcngeEbarBdt Musik 20.750.156
148.EL.7365.P8H Promosi 350.OOO
148.EL.7365.PEH.001
Promosi Produk Ekonomi Kreatif Subsektor
Musik
15 15 promosi 350.OOO 03 06 02 o5
04 09 0t 02
148.EL.7365.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 20.000.000
SK No 132632 C
Kompetisi cipta lagu di Provinsi Prioritas 40 20.000.000 03 06 02 02 148.EL.7365.QDC.OOr 40 Orang
berkas 5, hlm. 866 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK}
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r48.EL.7365.QDt Fasilitasi dsn Pembinaan Industri 2100.156
148.EL.7365.QDr.OO2 Inl&ef Musik 5 5 Industri ,+00.156 03 03 03 04
148.EL.7365.QMA Data dan Informasi Publik o
148.EL.7365.SCL Pelatihan Bidang Eko(toBi Kreatif o
148.EL.7 6 Pengembangan Penerbitan dan Fotografi 8.400.000
148.EL.7366.PEH Pro|noci a.400.ooo
Partisipasi konten kreatif lokal dalam
licensing strow internasional
o 2 promosi 8.400.000 03 06 02 05
l48.EL.7366.PEH.OOl
148.WA Program Dukungan Manajemen 71.333.335
148.WA7367 Peningkatan Layanan Hukum 5.OOO.OOO
148.WA7367.PEA Koordinasi 5.OOO.OOO
SK No 132658 C
Sinkronisasi Regulasi Ekonomi Kreatif
Nasional dan Daerah
5.OOO.OOO 03 06 0l 02 o I kegiatan
148.WA.7367.PEA.001
berkas 5, hlm. 867 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
148.WA.7372 Peningkatan Layanan Data dan Informasi 66.333.335
148.W4.7372.QMA Date dan Informasi Publik 66.333.335
148.WA.7372.OMA.002
Data kinerja ekonomi kreatif provinsi
prioritas tahunan
o 4 layanan 18.750.000 03 06 01 0l
Data kinerja subsektor ekonomi kreatif
prioritas tahunan
0 3 layanan 14.543.335 03 06 01 ol 148.WA.7372.OMA.003
l48.WA.7372.QMA.OO4 Rrsat data terpadu Ekonomi Kreatif o I layanan 3il.ooo.ooo 03 06 0l or
TOTAL 1.890.602.755
Ket€f,angsn:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badai Usaha, dan Masyarakat
SK No 132999 C
berkas 5, hlm. 868 OCR
PRESIOEN
KEMENTERI,AN KOPERASI
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 03.03 - Rasio volume usaha koperasi terhadap PDB Irers€lr 1,07 (2021) l,ro t,20
Fe,lSampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
XP 03.03.01 - Proporsi volume usaha koperasi sektor produksi terhadap total volume usaha koperasi persen aat (2022) 8,58 10,00
SK No 132739 C
berkas 5, hlm. 869 OCR
PUBLIK INDONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
149-EM Program Perkoperasian | .026.623.370
149.E,M.7625 Fasilitasi penguatan Organisasi dan Badan
Hukum Koperasi
7.500.ooo
149.EM.7625.PAA
149.EM.7625.PA4OO1
Undang-Undang
RUU Perkoperasian o I RUU
2.500.ooo
2.500.000 03 03 0l 02
149.EM.7625.PAC Peraturan Pemerintah 5.000.000
149.EM.7625.PAC.051 Rancangan Peraturan Mengenai Regulasi
Perkoperasian
2 2 5.000.000 03 03 0l 02
149.EM.7626 Restrukturisasi dan Revitalisasi Koperasi 57.000.000
r49.EM.7626.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 57.000.000
149.EM.7626.ODF.00r Pendampingan Restrukturisasi Koperasi 50 2OO Koperasi 25.500.000 03 03 0r 02
149.EM.7626.ODF.002 Pendampingan Revitalisasi Kop€f,aei 50 250 Koperasi 31.500.000 03 03 0l 02
149.E,M.7627 Penguatan Tatakelola Koperasi ao.700.ooo
149.EM.7627.PEG Kdrlcrcnsi dan Event la.000.ooo
SK No 132878 C
Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi
I Kegiatan
62.700.OOO
o3 149.EM.7627.PEG.001 Konferensi Perkoperasian I la.000.ooo 03 03 0r
149.EM.7627.QDF
berkas 5, hlm. 870 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-m29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
149.EM.7627.QDF.OOl Fasilitasi dan Pembinaan Ma[ajcEerr
Koperasi
too 5OO Koperasi 41.000.000 03 03 0l 02
149.EM.7627.QDF.002 Fasilitasi dan Pembinaan Akuntabilitas
Kop.rasi
loo 500 Koperasi 21.700.000 03 trt 01 02
149.E,M.7629 ManajeEcn dalr Mitigasi Risiko 42.000.000
149.EM.7629.ODF Fasilitasi dan PeEbinaan Koperasi 42.000.000
149.EM.7629.QDF.001 Fasilitasi ManajeNren Resiko Kopcrasi
Sektor Riil
100 3OO Koperasi 21.000.000 03 03 0l l2
149.EM.7629.QDF.0O2 Pendampingan Tindak Lanjut Manajemen
Resiko Koperasi Sektor Riil
100 3)O Koperasi 21.000.000 03 03 0r 02
149.EM.7631 Fasilitasi pengembangan potensi usaha
koperasi
65.522.000
r49.EM.763l.QDF Fasilit si dan Pembinaan Koperasi 65.522.OOO
t49.EM.763l.QDF.0O 1 Fasilitasi Potensi Usaha Koperasi Sektor
Agromaritim
35 l5O Koperasi ,10.324.316 06 07 02 01
03 03 01 01
02 22 03 07
05 0l 05 0l
02 lo 16 03
SK No 132875 C
35 IOO Koperasi 25.197.684 03 03 0l 01 l49.EM.763r.QDF.O02
berkas 5, hlm. 871 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
Fasilitasi tbten8i Usaha [email protected] Sektor
Aneka Usaha
02 11 03 03
t49.E,M.7632 Fasilitasi l(€oitraan koperasi dengan
berbagai mitra
76. r91.189
149.EM.7632.0DF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 76.191.189
149.EM.7632.QDF.001 Pendampingan Kemitraan Usaha Koperasi 37 tOO Koperasi 17.845.785 03 03 01 01
149.EM.7632.QDF.002 Fasilitasi Tatakelola K€6itr6an Koperasi 37 75 Koperasi 17.305.404 03 03 01 o1
149.EM.7632.QDF.003 Fasilitasi Kemitraan Koperasi Dalam
Program Makan Bergizi Gratis
lo 80 Koperasi 41.000.000 03 03 0l 02
04 t2 02 03
149.EM.7633 Fasilitasi dan dukungan penguatan
produksi oleh koperasi
81.089.028
149.EM.7633.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 81.089.028
149.EM.7633.QDF.001 Pendampingan Produksi Koperasi Sektor
Agromaritim
37 150 Koperasi 51.372.674 05 01 06 05
02 r0 16 03
03 03 0l 0l
SK No 132752 C
37 IOO Koperasi
45.150.000
149. EM.7633.QDF.002 Pendampingan Produksi Koperasi Sektor
Aneka Usaha
29.716.354 03 03 0l 01
149.EM.7634 Pengembangan jaringan usaha dan
penguatan koperasi
berkas 5, hlm. 872 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KFETATAN / KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP I<P PROP
149.EM.7634.Q4F Pelayanan Publik kepada Koperasi 45. r50.000
l49.EM.7634.QAF.0Or Fasilitasi Ekosistem Jaringan Usaha
Koperasi
l5 73 Koperasi 45.150.000 03 03 0r 01
149-EM.7636 Fasilitasi peningkatan kualitas SDM dart
talenta koperasi
47.400.000
149.EM.7636.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 9.OOO.OOO
149.EM.7636.PFA.001 Homarr Pengembangan SDM
Perkoperasian
I 3 NSPK 9.OOO.OOO 03 03 0l 03
149.EM.7636.SCF Pelatihan Bidang Ekonomi dan Keuangan 34.400.fi)o
149.EM.7636.SCF.001 Pelatihan Intensif BootcaEp dan Magang
Bagi Pengurus dan Pengelola Koperasi
120 50O Orang 30.400.000 06 03 01 02
ol o3 03 o3
149.EM.7636.SCF.002 Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM
Perkoperasian
o 2000 Orang 8.OOO.OOO 03 03 01 03
149.EM.7637 Fasilitasi penyuluhan dan literasi
perkoperasian
141.854.892
149.EM.7637.QAF Pelayanan Publik kepada Koperasi 81.244.012
149.EM.7637.QAF.0O1 Layanan Penyuluhan Perkoperasian 13 1200 Koperasi 49.746.Ot2 03 03 01 03
SK No 149638 C
Layanan Penguatan Literasi Perkoperasian 1000
149.EM.7637.QAF.0O2 5000 Koperasi 31.458.000 08 02 0r 03
berkas 5, hlm. 873 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2()25 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
,025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
149.EM.7637.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
60.614.880
l49.EM.7637.QDD.OO I Fasilitasi Sosialisasi Pembentukan Kop.rasi
dari Kelompok Strategis
420 EIIN Kelompok
Masyarakat
60.614.880 06 03 01 02
03 03 01 03
02 lo 16 03
149.EM.7638 Fasilitasi akses pemasaran koperasi 16.900.000
149.EM.7638.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 16.900.000
l49.EM.7638.QDF.OOr Fasilitasi dan Pembinaan Dalam Stretegi
Pemasaran
r9 l5O Koperasi 16.900.000 03 03 0l ol
149.EM.7639 Fasilitasi akses pembiayaan bagi koperasi 43.900.OOO
149.EM.7639.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 43.900.OOO
l49.EM.7639.QDF.OOr Fasilitasi Permodalan dariFrnjaEinan
Konvensional
300 500 Koperasi 21.950.000 03 03 02 02
l49.EM.7639.QDF.OO2 Fasilitasi Pembiayaan dan Penjaminan
Syariah
301 500 Koperasi 21.950.000 03 03 02 02
149.EM.7640 Fasilitasi akses produksi produk koperasi 44.429.O33
149.EM.7640.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Kop.rasi 44.t329.O33
SK No 132852 C
31 22.079.033 03 03 0l 01 r49.EM.7640.QDF.OOr Fasilitasi dan Pembinaan Pengembangan
Rantai Nilai Koperasi
lOO Koperasi
berkas 5, hlm. 874 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l49.EM.7640.QDF.OO2 Fasilitasi dan Pembinaan Peran Koperasi
dalam Distribusi
30 lOO Koperasi 22.71O.OOO 03 03 01
02 10 08
0l
ol
149.EM.7643 Fasilitasi penguatan usaha koperasi 58.500.000
149.EM.7643.QDF Fasilitasi dart Pembinaan Koperasi 58.500.000
149.EM.7643.QDF.OOl Fasilitasi dsn Pcmbineen Perizinan
Koperasi
2OO Koperasi HO 27.420.OOO 03 03 01 04
l49.EM.7643.QDF.OO2 Fasilitasi dan Pembinaan Pengaturan
Koperasi
50 2OO Koperasi 31.080.000 03 03 01 o4
t49.E'M.7644 Fasilitasi penilaian kesEhatan bagi koperasi
simpan pinjam
a 1.900_ooo
149.EM.7644.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 81.900.000
r49.EM.7644.QDF.OOl Fasilitasi dan Pelaksanaan Penilai.n
Kesehatan KSP/USP Koperasi
rd 5OO Koperasi zto.74o.ooo 03 03 0r 04
r49.EM.7644.QDF.OO2 Fasilitasi dan Pelaksanaan Penilaian
Kesehatan KSPPS/USPPS Koperasi
50 5OO Koperasi 41.160.000 03 03 0r 04
149.EM.7645 Penguatan kepatuhan koperasi 35.lOO.OOO
149.EM.7645.QDF Fasilitasi dan Pembinaan Koperasi 35. rOO.000
SK No 132761 C
50 lS.ooo.ooo 03 03 0l 04 l49.EM.7645.QDF.OOt Fasilitasi dan Pelaksanaan pemeriksaan
KSP/ USP Koperasi
IOO Koperasi
berkas 5, hlm. 875 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/XRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r49.EM.7645.QDF.OO2 Fasilitasi dan Pelaksanaan pemeriksaan
KSPPS/USPPS Koperasi
s0 lO0 Koperasi 17.100.000 03 03 01 04
149.EM.7653 Sarana Prasarana dan Dukungan
MartajcDen LPDB - Koperasi
23.083.228
r49.EM.7653.O4F Pelayanan Publik kepada Koperasi 23.083.228
r49.EM.7653.QAF.OOl layanan Dana Bergulir dan Inkubasi bagi
Kop€f,asi
I I t5{) f5OO0 Koperasi 23.083.224 03 03 02 02
02 13 04 03
149.EM.7655 Dukungan Pemberdayaan Koperasi di
Daerah
78.000.ooo
r49.EM.7655.QDC Fasilitasi dart Pembinaan Masyarakat 78.000.000
r49.EM.7655.QDC.0Or Pemeliharaan Data Koperasi o 1230 Orang 78.U)O.OOO 03 03 03 0r
149.WA Program Dukungan Manajemen 33.250.000
149.WA.7647 Perencanaan Program / Kegiatan,
Monitoring Evaluasi dan Pelaporan
3.000.000
149.WA,7647.P84 Kebijakan Bidang Ekonomi dart Keuangan 3.OOO-OOO
SK No 132846 C
Rekomendasi
Kebijakan
13.000.000
149.WA.7647.PBA.001 Kebijakan Cetak Biru Pengembangan
Koperasi
o I 3.000.000 03 03 0l 01
149.WA.7650 Publikasi dan Penyediaan infrastruktur
jaringan
berkas 5, hlm. 876 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r49.WA.7650.QMA Data dan Informasi Publik 13.OOO.OOO
r49.WA.7650.QMA.O0r LayarE t Data darl Informasi I I dokumen 13.OOO.OOO 03 03 03 01
149.WA.7651 Fasilitasi dukungan Hukum dan layanan
Kerja Sama
17.250.OOO
149.WA.7651.PBA Kebijakan Bidang Ekonomi dan Keuangan 17.250.OOO
149.WA.7651.PBA.001 Rekomendasi Kebijakan Advokasi
Perkoperasian
Rekomendasi
Kebijakan
17.250.000 03 03 01 02
TOTAL r.059.873.370
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badar Usaha, dan Masyarakat
SK No 132770C
berkas 5, hlm. 877 OCR
PUBLIK INDONESIA
KEMENTERI,AN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELNE2O24 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 03.03 - Proporsi jumlah usaha kecil dan menengah persen 3,06 3,lo 3,30
PP 03.03 - Rasio kewirausahaan p€f,8ett 3,08 3,10 3,60
PcnSarnpu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
l(P 03.03.02 - Proporsi UMKM yang memiliki izin usaha pcrsarr 18,64 19,5 24,O
KP 03.03.02 - Proporsi lccdit UMI(M terhadap lccdit perbankan pef,sclr 20,32 (2023) 21,6 25,0
XP 03.03.03 - Rasio pelaku usaha dibantu buruh tetap terhadap pelaku usaha dibantu buruh persen 18,99 19,4 23,O
KP 06.03.01 - Proporsi pelaku usaha dengan usaha berbadan hukum atau memiliki catatan
pembukuan lengkap
persen 3,9 (2023) 4,5 6,3
SK No 132622C
berkas 5, hlm. 878 OCR
FR.ESIDEN
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2023-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
150.EN Program Usaha Mikro, Kecil, Menengah,
dan Kewirausahaan
2.044.662.695
150.EN.7463 Fasilitasi FcEalisasi dan Layanan Hukum
Usaha Mikro
88.096.583
150.EN.7463.PDC Sertifikasi Produk 57 .571.4t4
150.EN.7463.PDC.001 Fasilitasi Standardisasi dan Sertifikasi
Produk baai Usaha Mikro
lo r50 4 r983 Produk 57.571.414 03 03 02 04
150.EN.7463.QBA Layanan Bantuan Hukum Perseorangan 15.522.640
150.EN.7463.QBA.@r Layanan Bantuan dan Pendampingan
Hukuo bagi Usaha Mikro
250 ffn Orang 15.522.640 07 02 02 0t
03 03 02 04
150.EN.7463.QDc Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 15.002.529
l50.EN.7463.QDG.OOl Fasilitasi Penerbitan NoEd Induk
Bcrusaha (NIB) ba8i Usaha Mikro
5000 11295 UMKM 15.002.529 03 03 02 04
05 04 01 05
150.EN.7464 Pendampingan dan Peningkatan Kualitas
SDM Usaha Mikro
19.121.936
SK No 145438 C
Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 19.121.936 l5o.EN.7464.ODG
berkas 5, hlm. 879 OCR
FF.EsIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/ TEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r50.EN.7464.QDO.OO I Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Pelaku
Usaha Afirmatif
84 161 i.Iirlrfi 9.442.176 06 03 02 02
lso.EN.7464.QDG.OO2 Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Usaha
Mikro Berbasis Kompetensi
324 732 ialrrn 9.639.760 03 03 02
06 07 06 02
o3
150.EN.7465 Perkuatan Fasilitasi Pembiayaan dan
Pengembangan Investasi Usaha Mikro
72.i30a.199
150.EN.7465.QDG Fasilitasi dan Pcmbin6.n UMKM 72.fiB.199
r50.EN.7465.QDG.OOl Pendampingan Pembiayaan bagi Usaha
Mikro
7750 17513 UMKM 53.023.679 03 04 03 004
05 01 06 05
fi) 03 02 02
l50.EN.7465.QDG.0O2 Fasilitasi Akses Pembiayaan dan
Pendampingan Usaha Mikro Mendukung
Makan Bergizi Gratis
3()OO 6779 II[II'J] 19.284.520 04 t2 02 03
150.EN.7467 Penguatan Rantai Pasok dan Kemitraan
Usaha Mikro
19.279.520
150.EN.7467.QDB Fasilitasi dan Pembinaan Lembaga 19.279.520
SK No 145463 G
Fasilitasi dan Pembinaan Usaha Mikro
melalui PI-UT-UMKM
t2 27 Lembaga 19.279.520
l50.EN.7467.QDB.OOl 03 03 03 02
berkas 5, hlm. 880 OCR
PRESIOEN
REPUBLIK INDONEsIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
04 19 03 0l
150.EN.7469 Pembiayaan dalr Investasi Usaha Kecil 55.941.951
l50.EN.7469.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 55.941.951
rso.EN.7469.QDG.OOl Fasilitasi dan Pembinaan Akses
Pembiayaan bagi Usaha Kecil/ Sentra
180 355 t l[Iiul 24.419.922 03 M Ol OOr
06 03 01 02
ID m 03 03
lso.EN.7469.QDG.0O2 Fasilitasi dan Pembinaan Investasi, Fiskal,
dan Pajak bagi Usaha Kecil
175 347 UMKM 27.522.029
o3
ila 02
7n 02
03
o3
ol
150.EN.7470 Pengembangan Usaha Kecil 52.235.495
l50.EN.7470.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 25.696.239
l50.EN.747O.QDG.O01 Fasilitasi dan Pendampingan Peningkatan
Manajemen Mutu Produk bagi Usaha Kecil
130 257 UMKM 25.696.239 03 03 02 04
06 03 0r 02
150.EN.7470.SBE Pendidikan Non Gelar 12.444.640
SK No 144232 C
270 534 Orang 12.444.640
02 15 04 02
150.EN.7470.SBE.001 Pendidikan SKKNI bagi Usaha Kecil untuk
Peningkatan Kompetensi dan Kapasitas
04 1t)
berkas 5, hlm. 881 OCR
trcIiId
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r50.EN.7470.SC.C Pelatihan Bidang Pertanian dan Perikanan 13.694.616
150.EN.7470.SCC.001
150.EN.7471
Pendidikan SKKNI bagi Usaha Kecil untuk
Peningkatan Kompetensi dan Kapasitas
dalam Pengembangan Produk
Produksi dan Rantai Pasok Usaha Kecil
trn 751 Orang 13.694.616 06 03 0l 02
03 03 02 04
06 0? 06 02
02 lo 16 02
57.497.746
r50.EN.7471.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 27.549.586
150.EN.747 r.QDG.OO1 Fasilitasi dan Pendampingan
Pengembangan Rantai Pasok bagi Usaha
Kecil
100 198 UMKM 27.549.586 03 03 02 03
150.EN.747l.QEO Bantuan Produk dan Peralatan 29.908.160
150.EN.7471.0E0.001 Bantuan Sarana dan/atau Prasarana
Produksi bagi Usaha Kecil
lo 19 Unit 29.908.160 03 03 02 01
150.EN.7472 Kemitraan dan Perluasan Pasar Usaha
Kecil
37.950.415
SK No 122286 C
Fasilitasi dan Pembinaan UMKM
150 296 UMKM 13.124.511 03 03 02 01
150.EN.7472.QDG 37.950.415
r50.EN.7472.QDG.OO I
berkas 5, hlm. 882 OCR
- L4a2 -
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi dan Pembinaan Peningkatan
Digitalisasi bagi Usaha Kecil
02 t4 002 002
03 02 02 M2
150.EN.7472.QDG.0O2 Fasilitasi darr Pembinaan Usaha Kecil di
bidang Modest Fashion
25 49 mnrn 14.125.604 03 03 02
03 06 03 02
03
r50.EN.7472.QDG.OO3 Fasilitasi dan Pembinaan Penguatan
Kemitraan Usaha Kecil dengan Usaha
Menengah dan Besar
135 264 |.IIIIM ro.700.700 03 03 02 03
150.EN.7473 Literasi dan Advokasi Hukum Usaha Kecil 20.960-411
l50.EN.7473.QBA Layanan Bantuan Hukum Perseorangan 20. 0.411
r50.EN.7473.QBA.OOl Layanan Advokasi dan Pendampingan
Hukum bagi Usaha Kecil
150 n6 Orang 20.960.411 tt
03
02
ED
02
03
o1
M
150.EN.7475 Pembiayaan dan Investasi Usaha Menengah 62.443.229
l50.EN.7475.ODG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 62.443.229
l50.EN.7475.QDG.OOl Fasilitasi Pengembangan Pembiayaan dan
Investasi bagi Usaha Menengah
250 z+80 UMKM 62.483.229 03 03 02 02
SK No 122021 C
74.127.899 150.EN.7476 Fentetlbangsn Kemitraan dan Rantai
Pasok Usaha Menengah
berkas 5, hlm. 883 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
150.EN.7476.QDG Fasilitasi dan Pembinaan UMKM 74.127 .49
l50.EN.7476.QDG.OOl Fasilitasi Perluasan Kemitraan bagi Usaha
Menengah
282 543 tal[Irifl 44.518.739 03 03 02 03
05 05 03 005
150.EN.7476.QDG.002 Fasilitasi Pengembangan Rantai Pasok baai
Usaha Menengah
150 48 UMKM 29.ffi.1@ 03 03 02 03
150.EN.7477 Perluasan Pasar Usaha Menengah 15.087.544
150.EN.7477.PEC Kerja sama t 5.087.544
150.EN.7477.PEC.001 Kerja Sama pada Forum Internasional I o Kesepakatan 15.087.544 02 09 06 03
03 03 02 03
150.EN.7478 Pengembangan Kawasan dan Ekonomi
Berkelanjutan
54.214.319
150.EN.7478.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 15.869.520
150.EN.7478.PFA.OOl Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria
Pengembangan Rantai Pasok Ekonomi
Berkelanjutan
1 I NFT'T 15.869.520 03 03 02 05
SK No 149639 C
Fasilitasi dan Pembinaan UMIgrl
145 279 UMKM 42.348.799 02 15 04 02
150.EN.7478.QDG 42344.799
r50.EN.7478.QDG.001
berkas 5, hlm. 884 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
Fasilitasi Pengembangan Usaha Mcncngsh
yang Berkelanj utan
02 20 0l 04
03 03 02 05
150.EN.7480 Manajemen darr Tata Kelola Data 112.860.000
150.EN.7480.QM4 Data dan Informasi Publik 13.800.000
r50.EN.7480.QMA0Or Integrasi Data UMKM 9 o dokumen 13.800.000 03 03 03 0l
06 01 0l 002
150.EN.7480.UAB Sistem Informasi Femcrintehen 22.500.OOO
150.EN.7480.UAB.001 Sistem Informasi Data Tunggal UMKM 22.500.000 o3 ot
02 t4 0o2 N2
03 03 I Sistem
Informasi
06 03 0l ol
06 0l 02 ol
150.EN.7480.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
76.560.000
SK No 122037 C
Ekosistem Bisnis Wirausaha
59 514
931.566.751
03 03 03 01 150.EN.7480.UBA.001 Pemeliharaan Data UMKM Daerah
(Pror, / Kab/ Kot
a)
76.560.000
150.EN.7481
berkas 5, hlm. 885 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
150. EN.748 1. PAII Peraturan lainnya 2.659.4?9
150. EN.74a 1. PAH. OO 1 Peraturan tentang Kc'tn Kewirausahaan 1 I Rancangan
Fef,aturs,rr
2.659.479 03 03 03 04
l50.EN.748l.PEA Koordinasi 49.787.088
150.EN.7481.PEA.001 Koordinasi Pengembangan Kewirausahaan
Nasional
2 2 kegiatan 5.319.759 03 03 03 02
150.EN.7481.PEA002 Koordinasi Pelaksanaan Kartu Usaha 1 1 kegiatan 44.47.329 06 03 01 o1
l5o.EN.748r.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 479.tt9.744
150.EN.7481.QIrc.0O1 Fasilitasi dan Pembinaan Pengembangan
Ekosistem Kewirausahaan
520 trE Orang 10.107.542 06 07 06
03 03 03 o3
02
rso.EN.748l.QDC.OO2 Fasilitasi dan Pembinaan wirausaha
Tematik
mn Orang 7.979.639 03 03 03
04 19 0:' ol
o4
r50.EN.748r.QDC.OO3 Fasilitasi dsn PcdbinaEn Usaha Produktif :|1 21500 Orang 861.032.603 06 03 0l 02
150.EN.7482 Inkubasi wirausaha 31.250.923
150.EN.7482.QDB Fasilitasi dan Perobfuraan Lembaga 3.723.830
SK No 122,142 C
5 Lembaga 3.723.430 03 03 03 04 150.EN.7482.QDB.0Or Pembinaan Lembaga Inkubator 6
berkas 5, hlm. 886 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
150.EN.7482.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 18.217.515
rso.EN.7482.QDC.0O1 Fasilitasi dan Pembinaan baSi Wlrausaha
dan Pendamping
625 706 Orang 18.217.515 03 03 03 03
r50.EN.7482.OrU Fasilitasi dan Pembinaan Start Up 9.309.578
150.EN.7482.QUr.OOl layanan Pembinaan Inkubasi Startup dan
Global Startup Hub
22 22 Start Up 9.3(x).578 03 03 03 04
150.EN.7483 Perluasan Pembiayaan Wirausaha 28.812.024
150.EN.7483.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 28.812.024
r50.EN.7483.QDC.0O1 Pendampingan Akses Pembiayaan bagi
Wfuausaha
400 ,loo Orang 13.384.722 03 03 02 02
03 04 03 001
r50.EN.7483.QDC.0O2 layanan Pendampingan PcrEodalarr
dengan Inovasi PembaJraart
150 150 Orang 15.427.302 03 03 02 02
150.EN.7484 Penerapan Teknologi dan Digitalisasi
Wirausaha dan Pengelolaan Jabatan
Fungsional Kewirausahaan
14.363.350
150.EN.7444.U4C Peningkatan Kapasitas Aparatur Negara 14.363.350
SK No 122402 C
Pelatihan Fungsional Pengembang
Kewirausahaan
260 n4 Orang 14.363.350 03 03 03 03 150.EN.7484.UAC.001
berkas 5, hlm. 887 OCR
tr.{{Jl-.J-{l
REPUEUK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAIU/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGE"T2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Fap Ribu)
PN PP KP PROP
150.EN.7501 Dukungan Pemberdayaan KUMKM di
Daerah
292.500.000
150. EN.7501.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
292.500.000
150.EN.7501.UBA.001 Pemanfaatan SIDT oleh Daerah 3 300 Daerah
(Prov/ Kab/ Kot
a)
292.500.000 03 03 03 01
150.WA Program Dukungan Manajemen 203.207.400
150.WA.7497 Data dan Teknologi Informasi 203.207.4@
150.WA.7497.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 203.207.400
150.WA.7497.UAB.001 Sistem Informasi Kementerian UMKM I I Sistem
Informasi
203.207.400 03 03 03 02
06 03 0r o1
TOTAL 2.247.470.095
Keterangan:
c) Keterlibatan Peran Pemerintah Da€f,ah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 122361 C
berkas 5, hlm. 888 OCR
KEMENTERI,AN DESA DAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
I. MATRIKS KINERJA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE 2024 TARGET 2025 TARGET 2029
Koordinator Pencapaian Indikator Prioritas Nasional
PN 06 - Persentase desa mandiri I,cl.Satr 22,45 23,29 25,79
Koordinator Pencapaian Indikator Program Prioritas
PP 06.07 - Persentase desa mandiri KTI dan KBI I,cfS.lr KTI: 7,42 KBI:
15,42
KTI: 7,74 KBI:
15,55
KTI: 8,29 KBI:
17,50
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 06.07.01 - Persentase desa yang mendapatkan layartaD kesehatan persen 25,9 26,12 26,65
KP 06.07.02 - Persentase bagi hasil BUMDes terhadap PADes pcrsctr 3,97 4,02 4,22
t(P 06.07.02 - Jumlah Kawasan Perdesaan Prioritas (KPg dengan status berdaya saing kawasan 8 4 3
KP 06.07.02 - Persentase desa berketahanan iklim persen 3:!,73 34,73 38,73
KP 06.07.03 - Persentase desa yang menerapkan layanan berbasis. digital persen 74 l2o22l 76 84
SK No l22ll9C
persen - (indikator baru) 16,6? 56,67 KP 06.07.04 - Persentase daerah tertinggal dan sangat tertinggal yang meningkat statusnya mcnjadi
daerah berkembang dan/atau maju
berkas 5, hlm. 889 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025-2029
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT Program Desa dan Pembangunan Daerah
Tertinggal
19.947.&3.139
15t.c:t.7322 Pembangunan Desa dan Perdesaan 2.634.648.365
151.CT.7322.PEA Koordinasi 22.450.M
151.CT.7322.PEA.001 Koordinasi dan Sosialisasi Pembangunan
Desa d6n Kawasan Perdesaan
2 I kegiatan 4.450.000 06 07 02 04
151.CT.7322.PEA.002 Koordinasi Pemenuhan Akses layanan
Kesehatan Dasar Desa
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 0l ol
151.CT.7322.PEA.003 Koordinasi Pemenuhan Akses Perumahan
Layak Desa
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 01 02
151.CT.7322.PEA.004 Koordinasi Pemenuhan Akses layanan
Listrik Desa
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 0l 02
151.CT.7322.PEA.005 Koordinasi Pemenuhan Aksca layanan
Internet Desa
2 o kegiatan 4.500.000 06 07 0l 03
151.CT.7322.PFA Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria 6.100.000
SK No 149640C
Penyusunan NSPK Efektivitas Pemanfaatan
Darta Desa
NSPK 6.100.000 06 07 03 0l 151.CT.7322.PFA.001 3 3
berkas 5, hlm. 890 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
r5r.cT.7322.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 45.925.OOO
l5l.cT.7322.QDC.OOr Masyarakat yang ditingkatkan
Kapasitasnya dalam Penguatan Tanggap
Bencana
50 563 Orang 9.820.000 08 04 04 01
ol
03
TA
02 07
02
06
fill
r51.CT.7322.QDC.OO2 Masyarakat Pelaku Wisata yang
Ditingkatkan Kapasitasnya untuk
Mendukung Desa Wisata
200 3825 Orang 62.875.000 06 07 02 01
r5 r.cT.7322.QDC.0O3 Masyarakat yang ditingkatkan
Kapasitasnya dalam Pengelolaan SDA
Tematik
,x\1 7Aa Orang 13.230.000 06 07 02 03
oa 02 0l 06
151.CT.7322.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
32.600.000
l5l.cT.7322.QDD.O02 Peningkatan Preservasi dan Resiliensi Adat
Istiadat dan Budaya Nilai Lokal Desa
10 113 Kelompok
Masyarakat
32.600.000 08 02 0l Ot
06 07 02 m
15 l. CT.7322. RAI Sarana Pengembangan Kawasan 560.600.000
SK No 122125 C
,+o Ut 107.600.000 06 07 02 ol 151.CT.7322.RAI.001 SaraDa dan Prasarana Perdagangan Desa
dan Perdesaan yang
dibangun/ dikembangkan
berkas 5, hlm. 891 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KF PROP
151.CT.7322.RAJ.002 Sarana Pelayanan Dasar Desa datr
Perdesaan yang dibangun/dikembangkan
4 205 Unit 453.000.000 06 07 0l lm
151.CT.7322.RBC Prasarana BidarB Konektivitas Darat
(Jalan)
131.100.000
151.CT.7322.RBC.001 Sarana dan Prasarana Konektivitas
Transportasi Desa dan Perdesaan yang
dibangun/ dikembangkan
35 h 131.100.000 06 07 0l 03
151.CT.7322.RBF Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jembatan)
185.500.000
151.CT.7322.RBF.001 Prasarana Konektivitas ft Transportasi Desa
dan Perdesaan yang
dibangun/ dikembangkan (Jembatan)
0 1050 l!t 185.500.000 06 0? 01 03
15t.CT.7322.RBN Prasarana Bidang Pariwisata dan
Kebudayaan
1.357.150.000
151.CT.7322.RBN.001 Pengembangan Obyek wisata Desa dan
Perdesaan
6 405 unit 1.357.150.000 06 07 02 0l
151.CT.7322.UAE Pemantauan dan Evaluasi serta Pelaporan 28.075.000
SK No l22l36C
Evaluasi Status Perkembangan Desa
melalui Indeks Desa
I Laporan 14.137.500 06 07 03 03 l51.CT.7322.UAE.OO1 I
berkas 5, hlm. 892 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ XRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7322.UAE.002 Evaluasi Status Perkembangan Kawasan
Perdesaan
1 I Laporan 13.937.500 06 07 02 04
151.CT.7322.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 225.148.365
r51.CT.7322.UBB.OO I Koordinasi dai Sosialisasi Peearrfaatai
Dana Desa
75265 75265 Desa 19.OOO.OOO 06 07 03
04 09 04 02
o1
151.CT.7322.UBB.002 Desa yang mendapatkan fasilitasi
kdrv.rgcnsi pencegahan stunting
10004 o Desa 94.623.365 06 07 01 01
r5 r.cT.7322.UBB.OO3 Monitoring dan Evaluasi Prioritas
Pemanfaatan Dana Desa
75265 75265 Desa 12.750.000 06 07 03 o1
151.CT.7322.UBB.004 Desa Inklusi yang dikembangkan melalui
peningkatan kapasitas masyarakat darr
akuntabilitas sosial
to 304 Desa 61.900.000 06 07 02 02
04 19 05 02
151.CT.7322.UBB.008 Desa yang mendapatkan bantuan stimu.lan
kqrver8en.i pencegahan stunting
0 5{) Desa 20.ooo.ooo 06 07 0l ol
151.CT.7322.UBB.009 Bimbingan Teknis Pemanfaatan Layanan
Kesehatan Dasar Desa
o 281 Desa 8.437.500 06 07 0l 01
SK No 122157 C
281 Desa 8.437.500 06 0? 01 02 151.CT.7322.UBB.010 Bimbingan Teknis Pengelolaan Pcf,uEahaan
Layak di Dera
berkas 5, hlm. 893 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
151.CT.7323 Penguatan Pemerintahan darr
Pembangunan Desa (Pt PD) Pengembangan
Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan
Perdesaan
2.944.500.000
151.CT.7323.PBS Kebijakan Bidang Ketahanan bencana d€tr
perubahan iklim
16.000.000
151.CT.7323.PBS.001 Penyusunan kebijakan/peraturan Menteri
tentang Desa Berketahanan lklittl
o o Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 06 07 02 03
151.CT.7323.PBS.002 Pengembangan kebijakan/peraturan
penggunaan dana desa untuk aksi desa
berketahanan iklim
o o Rekomendasi
Kebijakan
5.000.000 06 07 02 03
151.CT.7323.PBS.003 Pembaruan pedoman penggunaan Dana
Desa dengan menetapkan kel,ayakan
belanja aksi iHim
o o Rekomendasi
Kebijakan
6.000.000 06 07 02 03
151.CT.7323.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 2.928.500.000
151.CT.7323.UBB.001 I Desa Digital yang dikembangkan melalui
peningkatan akuntabilitas sosial dan
kompetensi masyarakat
0 o Desa 0060703 02
SK No 1221650
2 5625 Desa 1.687.500.000 06 07 02 o3 151.CT.7323.UBB.002 Penguatan resiliensi desa terhadap
perubahan iklim
berkas 5, hlm. 894 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7323.UBB.003 Percontohan Model Aksi Lokal Desa
Berketahanan Iklim
o ,Ffif0 Desa 1.241.000.000 06 07 02 03
15r.cT.7325 Fcngeebargan Ekonomi dan Investasi
Desa dan Daerah Tertinggal
2.653.410.634
15r.CT.7325.P8P Kebijakan Bidang Pengembangan Wilayah 22.230.640
l5l.cT.7325.PBP.O0l Perencanaan dan Evaluasi Program dan
Pengembangan TEKAD
0 o Rekomendasi
Kebijakan
22.230.640 06 07 02 01
15 1. CT.7325. PEA Koordinasi 23. r58.6r6
151.CT.7325.PEA.001 Program Manajemen Proyek TEKAD o o kegiatan 23.158.616 06 07 02 01
151.CT.7325.PEC Kerja sama 12.900.000
151.CT.7325.PEC.002 Fasilitasi Pengembangan Desa Ekspor 3 lo Kesepakatan 12.900.000 06 07 02 0l
151.CT.7325.PEH Promosi 16.500.000
151.CT.7325.PEH.001 Promosi Produk Unggulan dan Kawasan
drl'n rangka tt ansfornasi dan
pemberdayaan ekonomi
4 lo promosi 16.500.000 06 07 02 01
SK No 132521 C
524.193.794 r5r.cT.7325.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 895 OCR
ELIK INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15r.CT.7325.QDD.00 r Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan I Kelompok
Masyarakat
2.205.400 06 07 02 ol
151.cT.7325.QDD.002 Kelompok Masyarakat yaru ditingkatkan
kapasitasnya melalui Transformasi
Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD)
o o Kelompok
Masyarakat
367.945.084 06 07 02 o1
rsr.cT.7325.QDD.0O4 Pembinaan investasi ekonomi desa lokasi
TEKAD
o o Kelompok
Masyarakat
67.A:14.000 06 07 02 o1
l5r.cT.7325.QDD.0O5 Kelompok masyarakat TEKAD yang
difasilitasi akses pasar dan jasa
n o Kelompok
Masyarakat
72.490.406 06 07 02 0r
15l.CT.7325.QDD.006 Peningkatan Kapasitas Pengembangan
Ekonomi Berbasis Hilirisasi Komoditas
Produk Unggulan Desa
25 ,E Kelompok
Masyarakat
13.677.500 06 07 02 01
151.CT.7325.QDH Fasilitasi dan Pembinaan Badan Usaha 2.049.848.759
15l.CT.7325.QDH.OO1 Fasilitasi Pengembangan BUMDesa 175 5665 Badan usaha 2.014.945.649 06 0? 02
ol
o1
o1
02
03
03
ID
o3
t|xl
SK No 132974C
Bantuan Kelompok Masyarakat
n Badan usaha
4.574.425
151.CT.7325.QDH.004 Pembinaan Kelembagaan BUM Desa lrLasi
TEKAD
o 30.863.110 06 07 02 01
15r.CT.7325.QEH
berkas 5, hlm. 896 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
202s-x29
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7325.QEH.0O2 Bantuan pengembangan produk unggulan
Desa dan Daerah Tertinggal
2 2 Kelompok
Masyarakat
4.5?4.425, 06 tt 02 o1
151.CT.7326 Fenyeraaian Pembangunan Daerah
Tertinggal
275.272.712
151.CT.7326.PtsP Kebijakan Bidang Pengembangan wil,ayah 16.913.332
151.CT.7326.PBP.003
151.CT.7326.PEA
Rckdrcndasi Kebijakan Percepatan
Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal
Koordinasi
6 Rekomendasi
Kebijakan
16.913.332 0,6 0? 04 ol
167.227.472
15 1. CT.7326. PEA O03 Koordinasi Rencana dan Program
Pef, cepatan Pembangunan Da€f, ah
Tertinggal dan Sangat Tertinggal
3 2 kegiatan 9.900.000 06 07 04 01
r5 r.cT.7326. PEA.OO4 Koordinasi Bidang Pembangunan Sosial
Budaya dan Kelembagaan di Daerah
Tertinggal dan Sangat Tertinggal
5 4 kegiatan 9.596.235 06 07 04 01
151.CT.7326.PEA.005 Koordinasi Bidang Pembangunan Sarana
dan Prasarana di Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal
4 3 kegiatan 23.394.OOO 06 07 04 (H
SK No 132981C
berkas 5, hlm. 897 OCR
PRE
REPUBLIK
SIOEN
INDONESIA
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7326.PEA.006 Koordinasi Bidang Pemanfaatan Sumber
Daya Alam dan Lingkungan di Daerah
Tedhggal dal! Sangat Tertinggal
3 4 kegiatan 12.045.572 06 07 04 07
l5 1 . CT.7326. PEA. OO7 Koordinasi Bidang Pembangunan Daerah
Khusus di Da€f,ah Tertinggal darr Sangat
Tertinggal
3 2 l(€giatar! 11.500.000 06 07 04 01
151.CT.7326.PEA.008 Koordinasi Peningkatan AkB€s dorr Layanan
Pendidikan, Kesehatan .€f,ta Hidup layak
di Daerah Tertinggal dalr Sangat Tertinggal
9 o kegiatan 17.166.665 06 07 04 01
15 1. CT.7326. PEA.009 Koordinasi Peningkatan Ketahanan Pangan,
Mitigasi Bencana, Adaptasi Perubahan
Ildiro, dan Konservasi Lingkungan
4 o kegiatan 16.000.000 06 07 04 07
151.CT.7326.PEA.010 Koordinasi Inorra8i Pengembangan Sentra
Pertanian dan Kelautan melalui Teknologi
Tepat Guna di Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal
3 o kegiatan 8.350.000 06 07 04 02
l5 I .CT.7326. PEA.0 l2 Koordinasi Peningkatan Konektivitas serta
Akses Infrastruktur Dasar Permukiman di
Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal
9 o kegiatan 17.000.000 06 07 04 03
SK No l3272OC
kegiatan 13.400.000 06 07 04 0l 151.CT.7326.PEA.013 Koordinasi Peningkatan Indeks Desa d.leh
bidang Sosial, Ekonomi dan Kelembagaan
di Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal
4 u
berkas 5, hlm. 898 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM / KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
N2S-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15 r-CT.7326- PEAO r5 Perrralrtaua,t dan Evaluasi Program
Percepatan Pembangunan di Daerah
Tertinggal dan Sangat Tertinggal
o 9 kegiatan 28.875.000 06 07 04 01
151.CT.7326.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 36.564.079
l51.CT.7326.QDC.OO3 Masyarakat yang ditingkatkan
kapasitasnya melalui Pelatihan
Kewirausahaan dan Vokasi di Daerah
Tertinggal .tan Sangat Tertinggal
o 600 Orang 15.060.000 06 07 04 02
15 r.CT.7326.QDC.006 Masyarakat di Daerah Tertinggal dan
So[gat Tertinggal yang Ditingkatkan
Kapasitasnya dalam Penguatan Mitigasi
Bcttcar!a
80 5{) Orang 4.343.617 06 07 04 06
08 (x 04 ol
rs1.cT.7326.ODC.0O8 Masyarakat di Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal yang Ditingkatkan
Kapasitasnya dalam FcogcEbanggn Energi
Baru Terbarukan (EBI) Bcrba3b Biomassa
t:rjl n Orang 473.644 06 07 04 o4
r51.CT.7326.ODC.014 Masyarakat di Daerah Tertinggal dan
sangan tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam Pengembangan
Pertanian Terintegrasi untuk Pengelolaan
Pertanian Rcndeh Xrrbon
o ino Orang 3.699.998 06 W 04 07
SK No l220l20
berkas 5, hlm. 899 OCR
REPUBLIK INDONES;A
KODE
NAMA
PROGRAM/ KECIATAN/ KRO/ RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
1sr.cT.7326.QDC.O r5 Masyarakat Yang Ditingkatkan
Kapasitasnya Dalam Bidang Sosial Budaya
& Kelembagaan Di Daerah Tertinggal dan
SanA.t T€f,tinagal
220 o Orang 2.986.A20 06 0? 04 01
r51.CT.7326.QDC.Or6 Kapasitas Masyarakat yang ditingkatkan
Kapasitasnya dalam Dimensi Pendidikan
dan Kesehatan di Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal
o 80 Orang g.aoo.ooo 0,6 07 04 ol
r51.CT.7326.QDC.Ol8 Masyarakat di Da€f,ah Tertinggal dar
Sangat tertinggal yang ditingkatkan ,r.1.-
Pengelolaan Sampah dan Limbah untuk
Mendukung Penurunan Emisi Karbon
o o Orang 200.ooo 06 07 04 07
15r.CT.7326.QDD Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok
Masyarakat
47.040.000
l5l.cT.7326.QDD.00r Kelompok Masyarakat yang Ditingkatkan
Kapasitasnya dalam rangka Pengembangan
Kelembagaan Ekonomi Kreatif berbasis
Kearifan Lokal di Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal
o 2l Kelompok
Masyarakat
11.320.000 06 07 04 02
SK No l2224lc
22 11.920.000 06 07 04 ol l5l.cT.7326.QDD.OO2 Kelompok Masyarakat yang Ditingkatkan
Kapasitasnya dala.E Upaya Pelestarian Adat
0 Kelompok
Masyarakat
berkas 5, hlm. 900 OCR
KODE NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO(PROYEN
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2025
(Rp Ribu)
PN PP XP PROP
dan Tradisi Lokal di Daerah Tertinggal dan
Sangat Tertinggal
t5t.cT.7326.QDD.OO3 Lembaga yang ditingkatkan k kapasitasnya
dalam Man4€6ctl Keuangan di Daerah
Tertinggal daI! Sangat Tertinggal
o 14 Kelompok
Masyarakat
rr.600.000 06 0? 04 02
l5l.cT.7326.ODD.006 Masyarakat yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam upaya Pemenuhan Gizi
Masyarakat secara mandiri di Daerah
Tertinggal dan Sangat T€rthggd
o 11 Kelompok
Masyarakat
12.200.000 06 07 04 01
151.CT.7326.QEG Bantuan Peralatan / Sarana 1.891.750
151.CT.73 .QEG.OO2 Utilitas Jaringan Internet Perdesaan yang
dibangun di Daerah l(huaua di Daerah
Tertinggal dan Sangat Tertinggal
o I Paket 1.000.000 06 w 04 04
r5l.cT.7326.QEG.0O3 Bantuan Sarana Aksca Intcmct Perdesaan
di Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal
o 1 Paket 891.750 06 07 04 04
151.CT.7326.RAC Sarana Bidang Konektivitas Darat 1.200.000
151.CT.7326.RAC.001 Sarana Transportasi Darat yang Disediakan
di Daerah Khusus di Daerah Tertinggal darr
Sangat Tertinggal
o 2 Unit r.200.000 06 07 04 frB
SK No 144238 C
r.166.580 151.CT.7326.RAG Sarana Bidang Pertanian, Ichutanar dan
Lingkungan Hidup
berkas 5, hlm. 901 OCR
PRESIOEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/ RO(PROYEK)
TARGET2O2s TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rf, Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7326.RAG.006 Sarana Pengembangan Energi Baru
Terbarukan (EBI) Berbasis Biomassa yang
diberikan di Daerah Tertinggal dan Sangat
Tertinggal
2 o Unit r.166.580 06 0 04 04
02 ll 03 02
02 19 0r ol
151.CT.7326.RBG Prasarana Bidang SDA dan Irigasi 2.501.750
151.CT.7326.RBG.002 Sarana Air Bersih yatrg Dibangun di Daerah
Khusus di Da€f,ah Tertinggal dan Sangat
Tertinggal
n I unit 1.300.000 06 07 04 ()4
15r.CT.73 .RBG.004 Prasarana Air B€f,sih yang Dibangun di
Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal
:al I unit r.201.750 06 07 04 04
151.CT.7326.REA Kqrscrvaai Kawasan/ Rehabilitasi
Ekosistem
767.749
151.CT.7326.REA.003 lahan yang Direhabilitasi dclan
Mendukung Penguatan Mitigasi Bencana di
Daerah Tertinggal dan Sangat Tertinggal
20 0 Hclfter 767.749 02 t2 04 ot
06 07 04 06
oa 04 0l 02
02 19 02 0r
SK No 132766 C
02 16 01 o5
berkas 5, hlm. 902 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO( PROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.Ct.7327 Pengembangan Sumber Daya Manusia darl
F.robcrdayaar Masyarakat Desa dan
Daerah Tertinggal
39.867.831
l5l.cr.7327.QDC Fasilitasi datr Pembinaan Masyarakat 39.867.831
r5 r.cT.7327.QDC.OO2 Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa
melalui Akqdcoi Desa 4.0
s0 6()0 Orang 39.467.431 0,6 07 03 m
151.cT.7328 Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat
De.a dan Daerah Tertinggal
9.017.014.333
151.CT.7328.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 9.017.014.333
151.CT.7328.QDC.001 Pendampingan Desa 35000 35000 Orang 8.989.623.689 06 07 03 02
r51.CT.7328.QDC.OO2 Tqraga Pendamping Profesional (TPB y€tlg
ditingkatkan kapasitasnya
,rrn 3000 Orang 27.390.644 06 07 03 02
l5l.cT.7328.QDC.OO3 Pemberdayaan Masyarakat Desa dan
Daerah Tertinggal
o n Orang o060?03 7n
151.CT.7329 Penguatan Pemerintahan dan
Pembangunan Dera (P3PD) Perencanaan
dan l(c!'ja Sama
12.000.000
SK No 132890 C
Koordinasi 12.000.000 151.CT.7329.PE4
berkas 5, hlm. 903 OCR
KODE
NA.[{A
PROGRAM/KEGIATAN/ KRO/ RqPROYEK}
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASII
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
15 l. CT.7329. PEA OO 1 Layanan Perencanaan dan Pengelolaan
kograE IBPD
I I kegiatan 12.000.000 06 0? 03 02
151.cT.7330 Pengelolaan Data dan Informasi Eksternal 5.675.000
151.CT.7330.UAB SiateE Informasi FlEcrfuitehen 5.675.000
151.CT.7330.UAB.001 Pengembangan Sietcm Indeks Desa I I Sistem
Informasi
5.675.000 06 07 03 03
151.cT.7332 Pengembangan Daya Saing Desa dan
Daerah Tertinggal
8.043.358
151.CT.7332.UBB Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah Desa 8.043.358
151.CT.7332.UBB.001 Petlgedbarlgan Desa Cerdas 235 690 Desa A.O,+3.354 06 OZ 03 ata
151.CT.7699 Penguatan Pemerintahan dan
Pembangunan Desa (P3PD) Pelatihan
Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah
Tertinggal
2.075.520.000
l5l.cT.7699.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 2.075.520.000
SK No 132703 C
25974 Orang 1.315.OOO.OOO 06 07 02 m 151.CT.7699.QDC.001 Peningkatan Kapasitas TPP dalam
Pembangunan Desa Berketahanan Iklim
o
berkas 5, hlm. 904 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
l5l.cT.7699.ODC.OO2 Pemberdayaan Masyarakat Desa dan
Daerah Tertinggal dalam Pembangunan
Desa Berketahanan Iklim di Desa Terpilih
40000 40000 Orang 67.520.000 06 W 02 03
l5l.cT.7699.QDC.OO3 Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa
dan Da.rah Tertinggal d.tan pembangunan
Desa Berketahanan Iklim
o 21244 Orang 645.000.000 06 0? 02 03
r5 r.cT.7699.QDC.OO4 Peningkatan Kapasitas Masyarakat D.sa
dan Daerah Tertinggal dalam Produksi
Konten Video Platform Desa Berketahanan
Iklim
loo 100 Orang a-ooo-000 06 M 02 03
15t.cT.7700 Penguatan Pemerintahan dan
Pembangunan Desa (P3PD) Pengembangan
Kebijakan Pembangunan Desa dan Daerah
Tertinggal
321.690.906
151.CT.7700.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan Wilayah 11.690.906
SK No 12241 C
1 11.690.906 06 W 03 02 151.CT.7700.PBP.001 Rekomendasi Pengembangan Desa Digital
melalui Smart village
o Rekomendasi
Kebijakan
berkas 5, hlm. 905 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/RO(PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
{Rp Ribu)
PN PP KP PROP
151.CT.7700.UAB Sistem Informasi Pemerintahan 310.000.000
151.CT.7700.UAB.001 Pengembangan sistem monitoring dan
evaluasi desa berketahanan iklim
o I Sistem
Informasi
310.000.000 06 07 02 03
TOTAL 19.987.643.139
Keterangan:
c) Keterlibatan n Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
SK No 122001 C
berkas 5, hlm. 906 OCR
REPUBLIK INOONESIA
KEM ENTERI,AN TRANSMIGRASI
I. MATRIKS KINER.JA TAHUN 2025_2029
INDIKATOR SATUAN BASELINE2O24 TARGET2O2S TARGET 2029
Pengampu Pencapaian Indikator Kegiatan Prioritas
KP 06.07.06 - Persentase desa maju dan desa mandiri di 45 Kawasan Transmigrasi persen 52,88 55,49 65,93
KP 06.07.06 - Nilai rata-rata Indeks Transformasi 45 Kawasan Transmigrasi o,425 0,450 0,550
KP 06.07.06 - Persentase peningkatan pendapatan perkapita masyarakat t di 45 Kawasan
Transmigrasi
Persen 0,90 l,lo 2,OO
KP 06.07.06 - Persentase dukungan kegiatan Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/Masyarakat/Badan Usaha yarry dilaksanakan di 45 Kawasan Transmigrasi
persen 37,5 ,rc 55
SK No 122052 C
berkas 5, hlm. 907 OCR
. 1507 -
2. RINCIAN INDIKASI PRIORITAS NASIONAL TAHUN 2025_2029
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O2g SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
152.DW Program Transmigrasi | .161 .47 | .402
152.DW.7164 Perencanaan dan Penyiapan Kawasan
Transmigrasi
101.745.973
152.DW.7164.PBP Kebijakan Bidang Pengembangan Wilayah 29.447.540
152.DW.7164.PBP.001 Rencana Perwujudan t(at racan
Transmigrasi
3 9 Rekomendasi
Kebijakan
29.847.540 06 0? 06 04
ls2.Dw.7r64.QCC Perkara Hukum Kelompok Masyarakat 19.644.125
l52.DW.7l64.QCC.0Or Permasalahan Tdrah Transmigrasi yang
Difasilitasi Penyelesaiannya
8 ?5 Perkara 19.644.125 06 07 06 03
152.DW.7164.QDC Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat 13.166.058
152.DW.7164.QDC.@1 Fasilitasi Pengurusan Sertifikat Hak Milik
atas Tanah Transmigrasi
3 r562 31000 Orang 13.166.054 06 07 06 03
152.DW.7164.UBA Fasilitasi dan Pembinaan Pemerintah
Daerah
39.088.250
SK No 122500 C
Fasilitasi Pengurusan SK HPL Transmigrasi lt 1l 39.088.250 06w06 03 152.DW.7164.UBA.001 Da.rah
(kov/ Kab/
Kota)
berkas 5, hlm. 908 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/ KEGIATAN/ KRO/ RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
152.DW.7165 Pembangunan Kawasan Transmigrasi 1.059.725.429
152.DW.7165.QDC
t52.DW.7l65.QDC.0Or
Fasilitasi dan Pembinaan Masyarakat
Fasilitasi layanan Sosial Budaya kepada
Masyarakat di Satuan FerEukiEarr/ Pu8at
SKP di Kawasan Tran $uigrasi
7008 7008 Orang
24.100.493
24.100.493 o6 04 06 07
r52.DW.7l65.QDE Fasilitasi dan Pembinaan Keluarga 145.154.901
r52.DW.7165.QDE.OO3 Fasilitasi Perpindahan Daerah Asal 24 27O Keluarga 78. 170.195 02 lo 16 02
06 07 06 04
r52.DW.7165.QDE.OO4 Fasilitasi Perpindahan dan Penempatan
Provinsi Tujuan
a 90 Keluarga 59.654.750 02 lo 16
06 07 06
iD
04
l52.DW.7l65.QDE.OOs Fasilitasi Perpindahan dan FrneBpatar
Kabupaten Tujuan
I 90 Keluarga 7.329.956 02 10 16 02
06 07 06 04
152.DW.7r65.0E8 Bantuan Keluarga 43.925.421
t52.DW.7l65.QEB.OO3 Pelayanan Catu Pangan di Provinsi 66 lOO Keluarga 10.875.141 06 0? 06 04
SK No 122499 C
56.410.980
06 07 06 04 152.DW.7r65.QEB.OO4 Pelayanan Catu Pangan di Kabupaten 450 Keluarga 33.050.280
l52.DW.7l65.OEG Bantuan Peralatan / Sarana
berkas 5, hlm. 909 OCR
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET 2025 TARGET2O29 SATUAN
INDIKASII ALOKASI
2025--2029
(Rp Ribu)
PN PF KP PROP
r52.DW.7l65.QEG.OO5 Bantuan Sarana produksi Pertanian di
Satuan Permukiman dsn Pusat SkP
t2 45 unit 35.735.325 02 lo 01 02
06 07 06 02
r52.DW.7r65.QEG.OO9 Bantuan Peralatan Pasca Panen di satuan
Permukiman dan Pusat SKP
o 90 Unit 20.675.655 06 05 02
06 0? 06 02
tl,
152.DW.7165.RAI Sarana Pengembangan Kawasan 319.768.028
l52.DW.7t65.RAI.029 Sarana Permukiman yang dibangun di
Kawasan Transmigrasi
85 950 Unit 268.841.501 02 lo ol
06 07 06 01
ol
152.DW.7165.RAI.031 Sarana Permukiman yang Dikembangkan
di Kawasan Transmigrasi
4 5{) Unit 50.926.527 02
06
03
06
10
07
ol
ol
r52.DW.7165.RAr.031. 1607 Sarana Permukiman yang Dikq[barrgl(art
di Kawasan Transmigrasi - Kab. Banyuasin
0 o Unit o 06 04 01 02
152.DW.7165.RBC Prasarana Bidang Konektivitas Darat
(Jdan)
370.785.196
SK No l220l00
r,6 65 h 323.221.436
06 07 06 0l
152.DW.7165.RBC.001 Jalan Non-Status yang Dikembangkan di
Kawasan Transmigrasi
02 lo 01 ol
berkas 5, hlm. 910 OCR
FR,ESIDEN
KODE
NAMA
PROGRAM/KEGIATAN/KRO/RO (PROYEK)
TARGET2025 TARGET 2029 SATUAN
INDIKASI ALOKASI
2025-2029
(Rp Ribu)
PN PP KP PROP
152.DW.7165.RBC.001.6304 Jalan Non-Status yang Dikembangkan di
Kaqra8ai Transmigrasi - Kab. Ba to Kuala
o 0 h o 06()4Ol 08
152.DW.7165.RBC.002 Jalar Non-Status yang Dibangun di
Kawasan Transmigrasi
9,2 46 Lm 47.563.?60 06 07 06 o1
02 10 03 ol
152.DW.7165.RBF Prasarana Bidang Konektivitas D.rat
(Jembatan)
69.383.104
152.DW.7165.RBF.001 Jembatan yang Dibangun di Kawasan
Transmigrasi
16 70 ltl 39.456.662 02 lo 04 ot
06 07 06 ol
152.DW.7165.RBF.002 Jembatan yang Dikembangkan di Kawasan
Transmigrasi
6 70 m 29.926.442 02 lo 06 01
06 0? 06 0l
152.DW.7165.RBS Prasarana Jaringan Surnb€r Daya Air 3().193.306
152.DW.7165.RBS.001 Sistem Drainase yang dibangun di Kawasan
Transmigrasi
2,4 lo I&n 26.087.915 06 07 06 01
02 to 06 ol
SK No 122059 C
berkas 5, hlm. 911 OCR
_1
lTr.TP:I
INDIKASI ALOKASI
2A23-?{r2,,
Fp Ribul
TD-,T, TANGEf,2O25 TAR}Ef,2OP 3AT1'AI{ IN PP I@ PROP PROORAX/r(EGnir^rr/rRO/RO PROYEK
ittlillml?Ffil{'fdi!l $rc0 Drrin r yof DiLcoDGgl(.n d
lhluollulrfi!-r
o,8 5 EI 4.105.391 u, lo 0{ ol
w060l
TOTAL 1.161.471.402
XGt nEalo:
hd&!d Target dan PlDd.n rn
cl Keterlibatan n FGraD Pemerintah
RKP dau.tl E opcrtbbaDS}m: 4 lfuC{dr dan Kapasitas F&l.tduan; U farr.Gdia.D d6 $rEt.r nrtrdllellli str
PRESIDEN REPUBUK INDONESIA,
ttd.
sdriq'tMtriiGrrJt
iTlr{-Iifd:IA
SK t{o 130015 C

Lampiran IV

berkas 6, hlm. 1 OCR
REPUBLTK INDONESIA
LAMPIRAN IV
PERATURAN PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
ARAH PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
berkas 6, hlm. 2 OCR
1. Wilayah Sumatera
1.1 Provinsi Aceh
A7
EN — Banda Aceh ACEH
A1 @.
2 ca nan, LEGENDA
a N Pertumbuhan
LV S |
B3 | Kawasan Komoditas Unggulan
b A32. AN
. c3 - B1 £ Kawasan Swasembada
& / 3 " y. Pangan, Air, dan Energi
NG £ A5
S8, c3 C2 kan A8. Kawasan Afirmasi
: , B2 y
A4 FN HA $ Kawasan Konservasi dan
4 ON . 2 nu AN Rawan Bencana
| B3 . if (@! ibu Kota Provinsi
& E1 3g ko) Bandar Udara
Na 9 Pelabuhan
N
1 me Jalan Nasional
AN Na an "»: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
“ . Batas Administrasi
bu naat, .
£ m A6 £
ig SH 3 C. Kawasan Swasembada
3 21 NA Pangan, Air, dan Energi
SD 3 si
o d J Swasembada Pangan
. 1 Pesisir Utara Aceh (Kab. Aceh Besar,
Kab. Pidie, Kab. Pidie Jaya, Kab.
A. Kawasan Pertumbuhan Bireuen, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh
Timur, Kab. Aceh Tamiang)
1 Kawasan Perkotaan Banda Aceh-Jantho
2 Kawasan Perkotaan Lhokseumawe dan Kawasan Swasembada Air dan Energi
Pengembangan Industri Arun-Lhokseumawe 2 DT Gayo (Kab. Aceh Tengah dan Kab.
3 Kawasan Perkotaan Takengon dan Kawasan Pariwisata & Bener Meriah)
Ekonomi Kreatif Unggulan DT Gayo-Danau Laut Tawar
4 Kawasan Perkotaan Meulaboh Swasembada Pangan dan Energi
5 — Kawasan Perkotaan Langsa 3 Pesisir Barat Aceh (Kab. Aceh Jaya,
6 Kawasan Perkotaan Subulussalam Kab. Aceh Barat, Kab. Nagan Raya,
7 KPBPB Sabang dan Kab. Aceh Barat Daya)
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Kopi 1 Simeulue (Daerah Terdepan dan
1 DT Gayo (Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah) Percepatan Pemerataan
Pembangunan)
Sawit dan Karet
2 Pesisir Timur Laut Aceh (Kab. Aceh Timur dan Kab. Aceh 3
Tamiang) E. Kawasan Konservasi/Rawan
3 Pesisir Barat-Selatan Aceh (Kab. Aceh Jaya, Kab. Aceh Bencana
Barat, Kab. Nagan Raya, Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Aceh ATK Gunung Layar
Selatan, Kab. Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam) 9
berkas 6, hlm. 3
IIITJN
Sasaran Pembangunan Provinsi Aceh
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A7
Kawasan Perkotaan
Banda Aceh-Jantho (A1)
dan KPBPB Sabang (A7)
• Kota Banda Aceh
• Kab. Aceh Besar
• Kota Sabang
• Pengembangan KPBPB Sabang kawasan perdagangan bebas dan
pelabuhan bebas yang berdaya saing, berwawasan maritim, dan globally
connected, melalui:
o Pengembangan Pelabuhan CT-3 dan CT-1 Sabang
o Penguatan industri transportasi laut di Sabang
o Pengembangan Sabang Integrated Special Tourism Zone
o Urban renewal Kota Tua Sabang
o Pengembangan Sabang International Maritime Research Center dan
University
o Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker,
jantung, stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD
Provinsi dan Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Sabang (PHTC)
o Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Sabang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Banda Aceh-Jantho,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Banda Aceh dan Sabang (PHTC)
• Pembangunan jalan missing link Jantho–Keumala
• Penguatan Sabang sebagai kawasan pertahanan dan keamanan lintas
matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah perbatasan
dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan World Class Islamic University pada UIN Ar-Raniry
• Pengembangan SPAM Regional Banda Aceh-Aceh Besar
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Banda Aceh
A2 Kawasan Perkotaan
Lhokseumawe dan
Kawasan Pengembangan
Industri Arun-
Lhokseumawe
• Kota Lhokseumawe
• Kab. Aceh Utara
• Kab. Bireuen
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Lhokseumawe,
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
1,1
1,1
65,2
46,8
0,254 – 0,258
0,290 – 0,293
6,39 – 7,39
12,00 – 13,00
…………….
53,63
36,08
0,60
0,57
4,07 – 4,94
4,60 – 5,28
83,56
82,89
5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 6, hlm. 4
SK No25l0MA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe (sektor industri prioritas:
hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri makanan dan
minuman, industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, dan industri
energi dan green hydrogen)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi lanjutan gas bumi, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti olefin, aromatik, DME
• Pengembangan Pelabuhan Krueng Geukeuh
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Lhokseumawe (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Lhokseumawe-Aceh Utara
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Pusong Lhokseumawe
• Pengembangan kota agropolitan Lhokseumawe
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. Fauziah Bireuen (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Lhokseumawe–Bireuen
• Pengembangan Bandar Udara Malikussaleh (peningkatan terminal)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Perkotaan
Takengon dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Dataran Tinggi
Gayo-Danau Laut Tawar
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Gayo Lues
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Takengon, melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan kota agropolitan Takengon
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Banda Aceh dan Sabang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Takengon-Redelong
• Pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif unggulan DT
Gayo-Danau Laut Tawar melalui peningkatan 6A kepariwisataan secara
holistik
• Penataan kawasan waterfront Danau Laut Tawar di Takengon
• Preservasi jalan ruas Lhokseumawe–Redelong–Takengon dan Takengon–
Blangkejeren
• Penuntasan pembangunan jalan ruas Geumpang–Pameu
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Datu Beru (PHTC)
• Pembangunan Jembatan Enang-Enang (Kab. Bener Meriah)
A4 Kawasan Perkotaan
Meulaboh
• Kab. Aceh Barat
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Meulaboh, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
berkas 6, hlm. 5
ETtjFIIEtrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Meulaboh (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Meulaboh
• Pengembangan terminal multipurpose Pelabuhan Meulaboh
• Preservasi jalan ruas Takengon–Meulaboh, Meulaboh–Calang,
Meulaboh–Sukamakmue–Blangpidie
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD provinsi dan
kab/kota, khususnya pada RSUD Cut Nyak Dhien (PHTC)
A5 Kawasan Perkotaan
Langsa
• Kota Langsa
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Langsa, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Langsa (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Langsa
• Pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Langsa (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Langsa
A6 Kawasan Perkotaan
Subulussalam
• Kota Subulussalam
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Subulussalam, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Subulussalam (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Subulussalam
• Pengembangan kota agropolitan Subulussalam
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Subulussalam (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Subulussalam–Tapaktuan, Subulussalam-Singkil,
dan Subulussalam-Salak
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Pesisir Utara
Aceh
• Kab. Aceh Besar
• Kab. Pidie
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Alue Ubay, D. I. Krueng Pase, D. I. Jambo
Aye, D. I. Krueng Tiro, D. I. Krueng Aceh, D. I. Krueng Jreu
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
berkas 6, hlm. 6
REPUBLIK INOONESIA
SK No25t006A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Pidie Jaya
• Kab. Bireuen
• Kab. Aceh Utara
• Kab. Aceh Timur
• Kab. Aceh Tamiang
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pengembangan kawasan sentra produksi garam di Pidie, Aceh Utara, dan
Pidie Jaya
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada Andaman-North
Sumatera Basin
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Arun-Sigli
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Arun-Pangkalan Susu
• Pengembangan broodstock center udang
• Pengembangan kawasan sentra produksi garam di Pidie, Aceh Utara, dan
Pidie Jaya
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Aceh Besar: Mesjid Raya
o Kab. Pidie: Batee, Kota Sigli, Simpang Tiga
o Kab. Pidie Jaya: Panteraja, Meurah Dua, Ulim
o Kab. Bireuen: Kuala
o Kab. Aceh Utara: Dewantara, Samudera, Lapang, Baktiya Barat
o Kota Lhokseumawe: Muara Satu, Muara Dua, Banda Sakti, Blang
Mangat
o Kab. Aceh Timur: Madat, Nurussalam, Darul Aman, Idi Rayeuk, Idi
Timur, Peudawa, Peureulak Barat, Peureulak, Peureulak Timur,
Rantau Selamat, Birem Bayeun
o Kota Langsa: Langsa Barat
berkas 6, hlm. 7
REPUELIK INOONESIA
ITEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C2 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Dataran
Tinggi Gayo
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Aceh Tengah
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Pasee–Peusangan dan WS Jambo Aye
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Laut Tawar dan DAS Peusangan
• Revitalisasi Danau Laut Tawar
• Pembangunan infrastruktur PLTS Apung Danau Laut Tawar
• Pembangunan infrastruktur PLTA Peusangan II
C3 Kawasan Swasembada
Pangan dan Energi
Pesisir Barat Aceh
• Kab. Aceh Jaya
• Kab. Aceh Barat
• Kab. Nagan Raya
• Kab. Aceh Barat
Daya
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi Tutut
(Kab. Aceh Barat dan Kab. Nagan Raya)
• Pengembangan gasifikasi batu bara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Lhok Guci, D. I. Susoh, dan D. I. Jeuram
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Jembatan Spiral Geureute
pada Lintas Jalan Nasional Banda Aceh–Calang
• Kawasan Perdesaan Budidaya Perikanan Air Tawar Terpadu Kab. Nagan
Raya
D1 Kawasan Afirmasi
Simeulue (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Simeulue
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Preservasi jalan Lingkar Simeulue
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
berkas 6, hlm. 8
REPTIBLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
perkebunan (kelapa dan pala)
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sinabang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Sinabang
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaut
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kab. Simeulue (PHTC)
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi Dataran
Tinggi Gayo
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Bener Meriah
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (kopi)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi)
• Peningkatan mutu produk pertanian (kopi)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Karet Pesisir Timur Aceh
(B2) dan Pesisir Barat-
Selatan Aceh (B3)
• B2: Pesisir Timur:
Kab. Aceh Timur,
Kab. Aceh Tamiang
• B3: Pesisir Barat-
Selatan: Kab. Aceh
Jaya, Kab. Aceh
Barat, Kab. Nagan
Raya, Kab. Aceh
Barat Daya, Kab.
Aceh Selatan, Kab.
Aceh Singkil
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
karet)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan karet)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan karet)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
karet)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung Leuser
• Kab. Gayo Lues
• Kab. Aceh Barat
Daya
• Kab. Aceh Tenggara
• Kab. Aceh Selatan
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan dan satwa
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
berkas 6, hlm. 9
REPUELTK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Aceh Singkil
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Gayo Lues
• Kab. Pidie
• Kab. Nagan Raya
• Kab. Aceh Utara
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Aceh • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir, antara lain
melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
berkas 6, hlm. 10
- lo-
SK No25l0l0A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Penguatan pendidikan Islam bertaraf global, melalui:
o Peningkatan kualitas pendidikan dayah dan pendidikan keagamaan
o Rekognisi lulusan pendidikan keagamaan dan pendidikan
dayah/pesantren
o Penguatan penjaminan mutu pendidikan keagamaan dan pendidikan
dayah/pesantren
berkas 6, hlm. 11 OCR
, 3
1.2 Provinsi Sumatera Utara
N $
RN NG
N SUMATERA UTARA
N ( 2: edan .
1 AT
KINI LEGENDA
E2 .
1 # ni Kawasan
Ku 3 1 : C1 : Ko Pertumbuhan
1 1 € Pa awasan Komoditas Un ulan
L . he / Das “ B9 K: Komoditas Unggul
NN raman Oterreaa, is: Kawasan Swasembada
TA S Ng 3 Fa Pangan, Air, dan Energi
X AS Tg 1 Kawasan Afirmasi
p . B1 Kawasan Konservasi dan
Da N L Rawan Bencana
un $) Kg — (@! ibu Kota Provinsi
? 51 Bandar Udara
(s
" B1 ko) Pelabuhan
. TO, Kp RA
“$ H | “y Pa N me Jalan Nasional
B3 ND) A4 G SA : - "sa. Rencana Yatan To & Non Tol)
« A7 1 L N : Batas Administrasi
Na LS SL 0 C. Kawasan Swasembada
1 " NG Pangan, Air, dan Energi
SJ E1 5
, Swasembada Pangan
Ian 1 Sumatera Timur (Kab. Langkat, Kab.
. CD. 3 X Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai,
& NN NN . Sa ( Kab. Simalungun, Kab. Batubara, Kab.
S3 ! N Pa Asahan, Kab. Labuhanbatu)
: Ong Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Di Ta f N 2 Bukit Barisan Utara (Kab. Toba, Kab.
" | Samosir, Kab. Humbang Hasundutan,
A. Kawasan Pertumbuhan Kab. Tapanuli Utara, Kab. Dairi, Kab.
Pakpak Bharat, Kab. Tapanuli Tengah,
1 Wilayah Metropolitan Medan dan Kawasan Pengembangan Kab. Karo)
Industri Medan-Binjai-Deli Serdang
2 Kawasan Pengembangan Industri Kualatanjung-Seimangkei Swasembada Pangan dan Air
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Danau 3 Batang Angkola-Batang Gadis (Kab.
Toba (termasuk Kawasan Perkotaan Balige) Tapanuli Selatan, Kab. Mandailing
4 Kawasan Perkotaan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan Natal)
5 Kawasan Perkotaan Rantauprapat
6 Kawasan Perkotaan Kabanjahe .
7 Kawasan Perkotaan Gunungsitoli D. Kawasan Afirmasi
. 1 Kep. Nias (Kab. Nias Utara, Kab. Nias,
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kab. Nias Barat, Kab. Nias Selatan,
, Kota Gunungsitoli) (Daerah Terdepan
Sawit, Karet, Kelapa dan Percepatan Pengentasan
1 Asahan-Labuhanbatu-Padanglawas (Kab. Asahan, Kab. Kemiskinan)
Labuhanbatu Utara, Kab. Labuhanbatu, Kab. Labuhanbatu
Selatan, Kab. Padanglawas, Kab. Padanglawas Utara -
: 9 / E. Kawasan Konservasi/Rawan
Ekonomi Biru Bencana
2 Asahan-Tanjungbalai (Kota Tanjungbalai, Kab. Asahan) 1 TN Batang Gadis
3 Nias Utara (Kab. Nias Utara) 2 TN Gunung Leuser
berkas 6, hlm. 12
-t2-
SK No25l0l2A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Wilayah Metropolitan
Medan dan Kawasan
Pengembangan Industri
Medan-Binjai-Deli
Serdang
• Kota Medan
• Kota Binjai
• Kab. Deli Serdang
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Medan, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Medan
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di WM Medan
melalui pembangunan BRT dan peningkatan kereta komuter
• Pengembangan TPST skala regional Medan–Deli Serdang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Medan, termasuk penerapan NBS, SIH3, dan FEWS
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Medan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Medan (PHTC)
• Pengembangan RSU Haji Medan menuju rumah sakit berstandar
internasional
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAL dr.
Komang Makes (Kota Medan)
• Penataan Kota Lama Kesawan
• Pembangunan SPAM Regional Medan–Binjai–Deli Serdang
• Pengembangan Aeropolis Kualanamu
• Medan Urban Traffic Improvement Project
• Pengembangan koridor industri Medan-Binjai-Deli Serdang (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri
makanan dan minuman, industri perikanan, industri kimia, industri
kosmetik dan farmasi, dan industri mesin dan perlengkapan)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta
5,3
5,2
115,3
78,4
0,287 – 0,291
0,303 – 0,305
2,82 – 3,82
6,96 – 7,46
18,52
1,00
0,57
0,54
4,74 – 5,20
5,27 – 5,56
77,87
6,8 77,20
(Rata-rata
2025–2029)
7,6
(2029)
berkas 6, hlm. 13
SK No25l0l3A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
produk hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan
karbon aktif
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Pangkalan Susu-Medan Barat
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Galang-Medan Timur
• Pengembangan pusat inkubasi kewirausahaan dan UMKM di kawasan
Deli Sport City
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Belawan
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A2 Kawasan Pengembangan
Industri Kualatanjung-
Sei Mangkei
• Kab. Batubara
• Kab. Simalungun
• Pengembangan koridor industri Kualatanjung-Sei Mangkei (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri
makanan dan minuman, industri kimia, industri kosmetik dan farmasi,
hilirisasi bauksit, industri mesin dan perlengkapan, dan industri logam,
besi, dan baja)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk
hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium
• Pengembangan KEK Sei Mangkei
• Pengembangan KI Kualatanjung
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kota penyangga Inderapura dan Perdagangan (PHTC)
• Pengembangan SPAM Kualatanjung-Inderapura dan SPAM Sei Mangkei-
Perdagangan
• Pengembangan Kota Penyangga Inderapura (Kab. Batubara) (rumah
sakit, pasar modern, terminal bus)
• Pengembangan Kota Penyangga Perdagangan (Kab. Simalungun) (BLK,
pasar modern, terminal bus)
• Pengembangan kelas jauh Politeknik Negeri Medan
• Pengembangan SUTET 500 kV Galang-Rantauprapat-Perawang
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Utara-Riau
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada kota penyangga Indrapura
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Danau Toba
dan Kawasan Perkotaan
Balige (Destinasi
• Peningkatan 6A Pariwisata dan Urban Renewal di Parapat-Ajibata,
Balige, Baktiraja, Pangururan, Silalahi-Paropo, Merek, dan Ambarita-
Tomok
• Pengembangan Kawasan Terpadu Sibandan Special Tourism Zone
berkas 6, hlm. 14
EIitjFIIEtrN
SK No25l0l4A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pariwisata Prioritas
Danau Toba)
• Kab. Toba
• Kab. Samosir
• Kab. Humbang
Hasundutan
• Kab. Tapanuli Utara
• Kab. Dairi
• Kab. Karo
• Kab. Simalungun
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah, serta
Pusat Riset Kebudayaan Bertaraf Internasional
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Balige, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Balige (PHTC)
• Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Ajibata
• Pengembangan SPAM Perkotaan Balige dan SPAM Pulau Samosir
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Pematangsiantar-
Parapat-Balige-Siborongborong
• Pengembangan kota agropolitan Balige
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada di kawasan perkotaan Balige (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Balige–Siborongborong–Doloksanggul–Tele–
Sidikalang, Tele–Panguruan, Lingkar Samosir, Siborongborong-
Tarutung–Sipirok, dan Tarutung–Sibolga
A4 Kawasan Perkotaan
Sibolga-Pandan-
Padangsidimpuan
• Kota Sibolga
• Kab. Tapanuli
Tengah
• Kota
Padangsidimpuan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sibolga-Pandan-
Padangsidimpuan, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan
(PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Sibolga-Pandan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Padangsidimpuan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Sibolga
• Pengembangan Pelabuhan Sibolga
• Pengembangan kota agropolitan Padangsidimpuan
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kab. Tapanuli Selatan (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Sibolga–Pandan–Padangsidimpuan,
Padangsidimpuan–Sipirok–Tarutung, Sibolga–Tarutung,
Padangsidimpuan–Aekgodang–Gunungtua, Padangsidimpuan–
Aekgodang–Sibuhuan, dan Padangsidimpuan–Panyabungan
A5 Kawasan Perkotaan
Rantauprapat
• Kab. Labuhanbatu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rantauprapat, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
berkas 6, hlm. 15
EFFIEtrN
- l5 -
SK No25l0l5A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Rantauprapat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Rantauprapat
• Pengembangan kota agropolitan Rantauprapat
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Rantauprapat (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Rantauprapat–Gunungtua-Sibuhuan
• Pembangunan Jalan Tol Rantauprapat-Kisaran
A6 Kawasan Perkotaan
Kabanjahe
• Kab. Karo
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Kabanjahe, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kabanjahe (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Kabanjahe-Berastagi
• Pengembangan kota agropolitan Kabanjahe-Berastagi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kabupaten Karo (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Kabanjahe–Berastagi–Medan, Kabanjahe–
Sidikalang–Subulussalam, Kabanjahe–Kutacane
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Sumatera Timur
• Kab. Langkat
• Kab. Deli Serdang
• Kab. Serdang
Bedagai
• Kab. Simalungun
• Kab. Asahan
• Kab. Labuhanbatu
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Bandar Sidoras dan D. I. Namu Sirasira
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
berkas 6, hlm. 16
REPUBLIK INDONES
SK No25l0l7A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Langkat: Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Berandan Barat,
Gebang, Tanjung Pura
o Kab. Serdang Bedagai: Tanjung Beringin, Bandar Khalipah
o Kab. Batu Bara: Sei Suka
o Kab. Asahan: Silau Laut, Sei Kepayang Timur
C2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bukit Barisan Utara
• Kab. Toba
• Kab. Samosir
• Kab. Humbang
Hasundutan
• Kab. Tapanuli Utara
• Kab. Dairi
• Kab. Karo
• Kab. Pakpak Bharat
• Kab. Tapanuli
Tengah
• Pengembangan KSPP Sumatera Utara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (Intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, serta
peningkatan produktivitas petani
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Toba-Asahan, terutama pada Sub-DAS Asahan dan
Sub-DAS Asahan Hulu (Danau Toba)
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Toba dan Sub-DAS Asahan
• Revitalisasi Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur PLTA Simonggo
• Pembangunan infrastruktur PLTA Asahan III dan IV
• Pembangunan infrastruktur PLTA PS Danau Toba
• Pembangunan PLTS Apung Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur PLTA Batangtoru
• Pengembangan PLTP Sarulla
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Galang-PLTA PS Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Sarulla-PLTA Batangtoru
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Sarulla-Rantauprapat
berkas 6, hlm. 17
SK No25l0l8A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C3 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Batang
Angkola-Batang Gadis
• Kab. Tapanuli
Selatan
• Kab. Mandailing
Natal
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Batahan dan D. I. Batang Angkola
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batang Angkola-Batang Gadis, terutama pada DAS
Batang Gadis
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Batang Gadis dan Danau Siais
D1
A7
Kawasan Afirmasi
Kepulauan Nias (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
(D1) dan Kawasan
Perkotaan Gunungsitoli
(A7)
• Kab. Nias
• Kab. Nias Utara*
• Kab. Nias Barat
• Kab. Nias Selatan
• Kota Gunungsitoli
Keterangan:
*) Daerah Tertinggal
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar dan Trans Nias
• Pengembangan Pelabuhan Gunungsitoli
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
perkebunan (kelapa dan pisang)
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Gunungsitoli, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
berkas 6, hlm. 18
REPUBLIK lNDONESIA
-la-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Gunungsitoli
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Gunungsitoli (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. M. Thomsen Nias (PHTC)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Nias Utara,
Kab. Nias Barat dan Kab. Nias Selatan
• Peningkatan 6A Pariwisata di Telukdalam, Kep. Hinako, Lahewa-
Tureloto, Kep. Batu
• Pengembangan jaringan/daerah irigasi baru di WS Nias
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran
digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kelapa Asahan-
Labuhanbatu-
Padanglawas
• Kab. Asahan
• Kab. Labuhanbatu
• Kab. Labuhanbatu
Utara
• Kab. Labuhanbatu
Selatan
• Kab. Padanglawas
• Kab. Padanglawas
Utara
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Asahan-Tanjungbalai
• Kota Tanjungbalai
• Kab. Asahan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Tanjungbalai
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B3 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Nias Utara
• Kab. Nias Utara
• Pengembangan pelabuhan perikanan di Lahewa
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
berkas 6, hlm. 19
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN
Batang Gadis (E1) dan TN
Gunung Leuser (E2)
• TN Batang Gadis:
Kab. Mandailing
Natal
• TN Gunung Leuser:
Kab. Langkat
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Sumatera Utara
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Padangsidimpuan
• Kab. Labuhanbatu
Selatan
• Kab. Mandailing
Natal
• Kab. Padanglawas
• Kab. Padanglawas
Utara
• Kab. Labuhanbatu
Utara
• Kab. Nias Selatan
• Kab. Pakpak Bharat
• Kab. Nias Utara
• Kab. Nias Barat
• Kab. Langkat
• Kab. Nias
• Kota Gunungsitoli
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera Utara • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
berkas 6, hlm. 20
SK No25l02tA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara, antara lain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Sumatera Utara, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 21 OCR
1.3 Provinsi Sumatera Barat
yg 2 NS
an au “PX SUMATERA
Ri LN 1 5 MP
- YUL ag BARAT
- " Bia” 2 1
C2) ma h
A2 |
ra TN LEGENDA
2 O2 1 Naa Sau 4 Kawasan Komoditas Unggulan
N Padang Taj...) C1 TS
1 x ia - Kawasan Swasembada
4 Tn 3 1 Pangan, Air, dan Energi
Di: - E1 " Pe. Kawasan Afirmasi
x NA Ki K id
Ta. € (@! Ibu Kota Provinsi
8 D0 . 4
d 9 Bandar Udara
x Pa NN Pi
Ki D1 A " (o) Pelabuhan
IN £
€ me Jalan Nasional
Ta ss: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
e Da Es Batas Administrasi
' 1
" TN
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Padang-Pariaman . .
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Dataran Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Tinggi Minangkabau (termasuk Kawasan Perkotaan Bukittinggi- 1 Dataran Tinggi Minangkabau (Kab.
Padangpanjang dan Solok-Sawahlunto) Solok, Kab. Tanah Datar, Kab.
Solok Selatan, Kab. Pasaman,
Kab. Limapuluh Kota, Kab.
: Sijunjun
B. Kawasan Komoditas Unggulan Junjung)
. .»: Swasembada Pangan
aa ar an Biru 2 Minangkabau Pesisir (Kab. Pesisir
Tea TAG Selatan, Kab. Padang Pariaman,
Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat)
D. Kawasan Afirmasi
E. Kawasan
1 Kep. Mentawai (Daerah Terdepan dan Percepatan Konservasi/Rawan Bencana
Pengentasan Kemiskinan)
1 TN Kerinci-Seblat
berkas 6, hlm. 22
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Padang-Pariaman
• Kota Padang
• Kota Pariaman
• Kab. Padang
Pariaman
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Padang-Pariaman,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri rintisan Padang-Pariaman (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa, hilirisasi kelapa sawit, industri
makanan dan minuman, dan industri transportasi laut dan galangan
kapal)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Bungus
• Pembangunan SPAM Regional Padang-Padang Pariaman-Pariaman
• Pembangunan TPST Regional Padang-Padang Pariaman-Pariaman
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Padang (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Padang–Mandeh–Painan–Tapan
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Padang-Pariaman
A2 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Dataran Tinggi
Minangkabau (termasuk
Kawasan Perkotaan
Bukittinggi-
Padangpanjang dan
Kawasan Perkotaan
Solok-Sawahlunto)
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
• Kab. Solok
• Kab. Limapuluh Kota
• Kab. Sijunjung
• Kota Bukittinggi
• Kota Padangpanjang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bukittinggi-
Padangpanjang dan Solok-Sawahlunto, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Peningkatan 6A Pariwisata, Urban Renewal, dan pembangunan Pasar
Wisata Terintegrasi Pusat Seni dan Kebudayaan di Bukittinggi,
Sawahlunto, Solok, Batusangkar, Payakumbuh, dan Padangpanjang
• Pengembangan kawasan pariwisata sejarah PDRI di Kototinggi
• Pengembangan kawasan pariwisata budaya Kampung Adat Sijunjung
• Revitalisasi situs purbakala Gua Lida Ajer
1,6
1,5
90,2
61,8
0,243 – 0,247
0,274 – 0,279
2,40 – 3,40
4,50 – 5,10
65,89
52,62
0,63
0,59
4,51 – 5,37
5,37 – 5,76
78,79
6,4 77,95
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 6, hlm. 23
SK No25l024A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kota Solok
• Kota Sawahlunto
• Kota Payakumbuh
• Pengembangan Kawasan Terpadu Kandi di Sawahlunto
• Penataan waterfront Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan Dibawah
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Bukittinggi-Padangpanjang dan Solok-
Sawahlunto (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru
• Peningkatan jalur KA Kayutanam-Padangpanjang
• Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik
• Preservasi jalan ruas Padang–Arosuka–Solok, Solok–Padang Aro, Solok–
Sawahlunto–Muarosijunjung–Pulaupunjung–Muarobungo,
Muarosijunjung–Teluk Kuantan, Padangpanjang–Batusangkar,
Bukittinggi–Danau Maninjau–Lubukbasung–Padangsawah–Simpang
Ampek, Bukittinggi–Lubuksikaping
• Pengembangan kota agropolitan Bukittinggi dan Solok
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Achmad Mochtar di Bukittinggi
dan RSUD Sawahlunto (PHTC)
• Pembangunan TPST Regional Bukittinggi-Agam-Padangpanjang
• Pengembangan SPAM Regional Bukittinggi-Agam-Padangpanjang
• Pengembangan SPAM Perkotaan Solok dan SPAM Perkotaan Sawahlunto
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Bukittinggi
• Pembangunan sabo dam sebagai upaya mitigasi bencana alam gunung
api, terutama pada Kab. Agam, Kab. Padang Pariaman, dan Kab. Tanah
Datar
• Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Agam
C1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Dataran Tinggi
Minangkabau
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
• Kab. Solok
• Kab. Solok Selatan
• Kab. Limapuluh Kota
• Kab. Sijunjung
• Kab. Pasaman
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Sinamar, D. I. Batang Antokan, D.
I. Panti Rao
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
berkas 6, hlm. 24
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Indragiri, WS Akuaman, WS Selaut-Tarusan, WS
Masang-Pasaman
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan
Dibawah
• Revitalisasi Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan Dibawah
• Pembangunan infrastruktur PLTP Muaralaboh
• Pembangunan infrastruktur PLTA Masang II
• Pembangunan PLTS Apung Danau Singkarak
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Payakumbuh-Perawang
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Muara Takung-Kamang Baru
(Kab. Sijunjung)
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Minangkabau
Pesisir
• Kab. Pesisir Selatan
• Kab. Padang
Pariaman
• Kab. Pasaman Barat
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Anai, D. I. Batang Bayang, D. I.
Batang Tongar
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lunang Silaut (Kab. Pesisir
Selatan)
berkas 6, hlm. 25
BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D1 Kawasan Afirmasi
Kepulauan Mentawai
(Daerah Terdepan dan
Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
• Kab. Kep. Mentawai
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan jalan Trans Mentawai
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kelapa dan sagu), hasil hutan dan agroforestri, dan perikanan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D ke tipe C, dan pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan Kab/Kota,
khususnya pada RSUD Kep. Mentawai (PHTC)
• Peningkatan 6A Pariwisata di Sipora dan Siberut
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Tuapeijat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Tuapeijat
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Ekonomi Biru Pasaman
Barat
• Kab. Pasaman Barat
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Airbangis
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pasaman Barat
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1 Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN
Kerinci-Seblat
• Kab. Pesisir Selatan
• Kab. Solok Selatan
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
berkas 6, hlm. 26
EIiFFIEtrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
dan Kawasan Rawan
Bencana Tsunami di
Sumatera Barat
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman megathrust dan tsunami di Kota Padang, Kota Pariaman, dan
Kep. Mentawai (Megathrust Mentawai-Siberut)
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota
Padangpanjang
• Kab. Kep. Mentawai
• Kab. Solok
• Kab. Sijunjung
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera Barat • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
berkas 6, hlm. 27
EIfTXTIfd-Iff+IA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Minangkabau (ABS-SBK), antara
lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
berkas 6, hlm. 28 OCR
1.4 Provinsi Riau
Lan B2 : “Da
H AL |
AL NG RIAU
NAYG Dg LEGENDA
C1 | Kawasan
Pertumbuhan
B1 Z5J— Kawasan Komoditas Unggulan
TN nj - | Kawasan Swasembada
HN - 2 “Pekanbaru E1 YO ali “ dan Feri
N Hana 1 awasan Afirmasi
an / ND Kawasan Konservasi dan
IN Fi Padi 1 Rawan Bencana
, 5 | 1 B1 c2 ' aa
di £ S..B1 H1 (@! Ibu Kota Provinsi
/ Pi | N .
LAN 1 22 N B3 9 Bandar Udara
Haa IN A3 Tan “ “
' Aa c2 , hadi 9 Pelabuhan
ha IA Uma C2 NN
Td KN N p mes Jalan Nasional
bd Ta E3 NX H » Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1 ON 3 | 3 1 £ Batas Administrasi
S N L Ta (4
, L Na So
, LN pon uanernn Nnng ri
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
n Energi
1 Kawasan Perkotaan Pekanbaru da erg
2 Kawasan Perkotaan Dumai & Kawasan Swasembada Energi
Pengembangan Industri Dumai 4 Riau g
3 Kawasan Perkotaan Rengat
Swasembada Pangan dan Air
- 2 Indragiri (Kab. Indragiri Hilir, Kab. Indragiri
B. Kawasan Komoditas Unggulan Hulu, Kab. Kuantan Singingi)
Sawit, Karet, Kelapa
1 Rokan-Siak-Kampar-Indragiri D. Kawasan Afirmasi
Ekonomi Biru 1 Kepulauan Meranti-Bengkalis (Daerah
2 Rokan Hilir Terdepan dan Percepatan Pengentasan
3 Indragiri Hilir Kemiskinan)
E. Kawasan Konservasi/Rawan
Bencana
1 TN Zamrud
2 TN Tesso Nilo
3 TN Bukit Tigapuluh
berkas 6, hlm. 29
Sasaran Pembangunan Provinsi Riau
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Pekanbaru
• Kota Pekanbaru
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pekanbaru, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di Kawasan
Perkotaan Pekanbaru melalui pembangunan BRT
• Pengembangan koridor industri Pekanbaru-Dumai
• Pengembangan SPAM Regional Pekanbaru-Kampar
• Pembangunan TPST Regional Pekanbaru-Kampar-Pelalawan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Pekanbaru (PHTC)
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Pekanbaru
• Pembangunan Jembatan Siak V dan Pekanbaru East Outer Ring Road
Trase IV
• Pembangunan Jalan Tol Lingkar Barat Pekanbaru (Menghubungkan Tol
Pekanbaru-Dumai, Tol Pekanbaru-Padang, dan Tol Pekanbaru-Rengat)
• Peningkatan 6A pada koridor pariwisata Muaratakus-Pekanbaru-Siak
(Revitalisasi dan Penataan Waterfront Sungai Siak di Pekanbaru dan Siak
Sri Inderapura, Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Percandian
Muaratakus, serta Urban Renewal Kota Tua Pekanbaru dan Kawasan
Istana Siak)
• Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang dan Jalan Tol Pekanbaru–
Rengat–Jambi
• Preservasi jalan ruas Pekanbaru–Teluk Kuantan
A2 Kawasan Perkotaan
Dumai dan Kawasan
Pengembangan Industri
Dumai
• Kota Dumai
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Dumai, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
4,9
5,0
249,7
174,8
0,279 – 0,283
0,318 – 0,324
3,25 – 4,25
5,19 – 6,19
83,68
46,88
0,60
0,57
2,94 – 3,42
3,55 – 3,66
72,69
71,85 5,2
(Rata-rata
2025–2029)
5,9
(2029)
berkas 6, hlm. 30
BLIK INDONESIA
SK No25103l A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan koridor industri Pekanbaru-Dumai (sektor industri
prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri makanan dan
minuman, industri kimia, industri energi, dan industri kosmetik dan
farmasi)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Pengembangan dan pembangunan Kilang Minyak Bumi Dumai
• Pengembangan Pelabuhan Dumai
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Dumai (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Dumai
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Dumai (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Dumai-Kotapinang-Rantauprapat-Kisaran
• Pembangunan Jalan Lingkar Barat Dumai (Bukit Timah-Parit Kitang-
Lubukgaung)
• Preservasi jalan ruas Dumai–Bagansiapiapi dan Dumai–Sungai Pakning
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Utara-Riau
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Dumai
• Pengembangan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Perkotaan
Rengat
• Kab. Indragiri Hulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rengat, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Rengat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Rengat
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Indrasari Rengat (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Rengat-Jambi
• Preservasi jalan ruas Rengat–Teluk Kuantan dan Rengat-Tembilahan
• Pengembangan kota agropolitan Rengat
C1 Kawasan Swasembada
Energi Riau
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Bengkalis
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada Central Sumatera
Basin
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Sumatera-Kep. Meranti-Karimun-Batam-Bintan
berkas 6, hlm. 31
TtrLU"FtIiITII'trtItrFM
trTTTf.I{Il
- 3r -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kep. Meranti
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Dumai-Malaysia (Interkoneksi 500 kV Sumatera-Malaysia)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Rantauprapat
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Peranap-Aurduri
C2 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Indragiri
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kuantan
Singingi
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Kelayang, D. I. R. Kuala Keritang, D. I. R.
Kuala Sebatu, D. I. R. Pengalihan Keritang, dan D. I. Simandolak-
Pangean
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan, rehabilitasi lahan
gambut dan mangrove, dan lahan pada catchment area WS Indragiri,
terutama pada DAS Indragiri dan DAS Gaung
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Indragiri dan DAS Gaung
D1 Kawasan Afirmasi
Kepulauan Meranti-
Bengkalis (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
• Kab. Kep. Meranti
• Kab. Bengkalis
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Selatpanjang
• Peningkatan ketahanan bencana
• Preservasi jalan Trans Meranti
• Pembangunan Jembatan Tebingtinggi-Merbau
berkas 6, hlm. 32
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Penguatan Pulau Rangsang sebagai kawasan pertahanan dan keamanan
lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah
perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan bandara perintis Kep. Meranti
• Pembangunan Pelabuhan Dorak
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan (sagu
dan kelapa) dan perikanan
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Selatpanjang (PHTC)
• Preservasi Jalan Trans Bengkalis
• Penguatan Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis sebagai kawasan
pertahanan dan keamanan lintas matra dalam rangka peningkatan
kekuatan TNI di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Bengkalis
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Kep. Meranti: Rangsang Barat, Rangsang Pesisir, Rangsang
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kelapa Rokan-Siak-
Kampar-Indragiri
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Bengkalis
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kuantan
Singingi
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Rokan Hilir: Pasir Limau Kapas, Bangko, Sinaboi
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Rokan Hilir (B2) dan
Indragiri Hilir (B3)
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Indragiri Hilir
• Pengembangan pelabuhan perikanan Pelabuhan Perikanan
Bagansiapiapi dan Pelabuhan Perikanan Tembilahan
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Rokan Hilir dan Indragiri Hilir
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
berkas 6, hlm. 33
iI{JT[J[TXTId-I[[+IA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1
E2
E3
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana Zamrud
(E1), Tesso Nilo (E2), dan
Bukit Tigapuluh (E3)
• Zamrud: Kab. Siak
• Tesso Nilo: Kab.
Pelalawan
• Bukit Tigapuluh:
Kab. Indragiri Hulu
dan Kab. Indragiri
Hilir
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Kab. Kep. Meranti
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Kampar
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Bengkalis
• Kab. Indragiri Hilir
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Riau • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
berkas 6, hlm. 34
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Riau, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Riau, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 35 OCR
1.5 Provinsi Jambi
' d K1 J A M B |
SN 3g Fa LEGENDA
5 L f
Ng p NX $ di Kawasan
N E2 “1 5 S 9 Pertumbuhan
, J B1 £
41 LN Km L - aa Kawasan Komoditas Unggulan
K NO Ce P2 II, :
N AS Dayak Neta SA Kawasan Swasembada
N A Ko B2 Uh Ig: . Pangan, Air, dan Energi
T 3 Ii B2 Ta xI “1g ambi Kawasan Afirmasi
id N - NX £ f Pa — C2 1 Kawasan Konservasi dan
3 , £ : R B
HN NY . pa pa Fi u Kota Provinsi
se ps Ta sd Nut & PN N 9 Bandar Udara
, E4 id ' (o) Pelabuhan
£ : N
Xx p 7 mm Jalan Nasional
ng L -—— 5 £ «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
KS L TN AN Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Jambi
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Swasembada Pangan
Unggulan Candi Muarojambi 1 Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab. Tanjung
3 Kawasan Perkotaan Bangko Jabung Timur
4 Kawasan Perkotaan Sungaipenuh
5 Kawasan Perkotaan Muarobungo Swasembada Air dan Energi
2 Cekungan Batanghari (Kab. Sarolangun, Kab.
Batanghari, Kab. Muarojambi, Kab. Tebo, Kab.
B. Kawasan Komoditas Unggulan Tanjung Jabung Barat)
Sawit dan Kelapa Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Tanjungjabung (Kab. Tanjung Jabung Barat dan 3 Bukit Barisan Tengah Jambi (Kab. Kerinci, Kab.
Kab. Tanjung Jabung Timur) Merangin, Kota Sungaipenuh)
Sawit dan Karet
2 Cekungan Batanghari (Kab. Tanjung Jabung E. Kawasan Konservasi/Rawan
Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. B
Muarojambi, Kab. Batanghari, Kab. Tebo, Kab. encana
Bungo, dan Kab. Merangin) 4” TN Bukit Duabelas
2 TN Bukit Tigapuluh
3 TN Berbak
4 TN Kerinci-Seblat
berkas 6, hlm. 36
Sasaran Pembangunan Provinsi Jambi
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Jambi (A1) dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggulan Candi
Muarojambi (A2)
• Kota Jambi
• Kab. Muaro Jambi
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Jambi, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Jambi (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Jambi
• Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi
• Peningkatan 6A pada kawasan pariwisata Candi Muarojambi
(Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Percandian Muarojambi dan
peningkatan Jalan Nasional akses Situs Percandian Muarojambi)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Raden Mattaher Jambi (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Jambi–Sengeti–Kualatungkal, Jambi–
Muarabulian, dan Jambi–Muarasabak
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Jambi
• Pengembangan koridor industri rintisan Jambi-Muarojambi
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk
hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi lanjutan batubara, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti briket, kokas, karbon aktif, syngas,
metanol, DME
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
1,4
1,4
132,7
90,8
0,311 - 0,315
0,337 – 0,341
3,66 – 4,66
6,30 – 6,80
86,55
78,50
0,59
0,56
2,78 – 4,07
4,27 – 4,38
74,56
6,1 73,71
(Rata-rata
2025–2029)
7,0
(2029)
berkas 6, hlm. 37
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Bangko
• Kab. Merangin
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bangko, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bangko (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Bangko
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kolonel Abundjani (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Bangko–Muarabungo–Muaratebo, Bangko–
Sarolangun–Rupit, Bangko–Sungaipenuh
A4 Kawasan Perkotaan
Sungaipenuh
• Kota Sungaipenuh
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sungaipenuh, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Sungaipenuh (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Sungaipenuh-Kerinci
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Mayjen H. A. Thalib (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Sungaipenuh
• Preservasi jalan ruas Sungaipenuh–Padang Aro, Sungaipenuh–Bangko,
Sungaipenuh–Tapan–Mukomuko
A5 Kawasan Perkotaan
Muarabungo
• Kab. Bungo
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Muarabungo, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Muarabungo (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Muarabungo
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD H. Hanafie (PHTC)
berkas 6, hlm. 38
SK No2510,t{)A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Preservasi jalan ruas Muarabungo–Bangko, Muarabungo–Tebo,
Muarabungo–Pulaupunjung
• Peningkatan Bandar Udara Muarabungo
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Tanjungjabung
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Kab. Tanjung Jabung
Timur
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. R. Parit Pudin, D. I. R. Pematang Lumut
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pembangunan Jembatan Sungai Rambut
C2 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Cekungan
Batanghari
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Kab. Muaro Jambi
• Kab. Batanghari
• Kab. Bungo
• Kab. Tebo
• Kab. Sarolangun
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batanghari, terutama pada Sub-DAS Batanghari
Hulu dan Sub-DAS Batang Tebo
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Batanghari Hulu dan Sub-DAS Batang
Tebo
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi
Muaraenim, Formasi Air Benakat, dan Formasi Sinamar
• Pengembangan gasifikasi batubara
• Pembangunan PLTU Mulut Tambang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Aurduri-Muaraenim-Bukit Asam
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Aurduri-PLTU MT Jambi 1 dan 2
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Bangko-PLTU MT Jambi 1 dan 2
berkas 6, hlm. 39
SK No 25lMl A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalur Kereta Api Logistik
Sarolangun-Muaratembesi-Muarabulian-Jambi-Muarasabak
• Pengembangan Pelabuhan Muarasabak
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bukit Barisan Tengah
Jambi
• Kab. Kerinci
• Kab. Merangin
• Kota Sungaipenuh
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batanghari, terutama pada Sub-DAS Batang
Merangin-Tembesi
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Kerinci dan Sub-DAS Batang Merangin-
Tembesi
• Revitalisasi Danau Kerinci
• Pembangunan Bendungan Merangin dan PLTA Bendungan Merangin
• Pembangunan infrastruktur PLTA Merangin
• Pembangunan infrastruktur PLTP Sungaipenuh
• Pembangunan PLTS Apung Danau Kerinci
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Sei Batang Sangkir dan D. I. Sei Siulak
Deras
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Kelapa Tanjungjabung
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan kelapa)
berkas 6, hlm. 40
ET+Tr.III]
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Tanjung Jabung
Timur
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan kelapa
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Karet Cekungan
Batanghari
• Kab. Muaro Jambi
• Kab. Bungo
• Kab. Tebo
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
karet)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan karet)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan karet)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
karet)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
E3
E4
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Duabelas (E1), TN Bukit
Tigapuluh (E2), TN
Berbak (E3), dan TN
Kerinci-Seblat (E4)
• TN Bukit Duabelas:
Kab. Batanghari,
Kab. Tebo
• TN Bukit Tigapuluh:
Kab. Tebo, Kab.
Tanjung Jabung
Barat
• TN Berbak: Kab.
Tanjung Jabung
Timur, Kab. Muaro
Jambi
• TN Kerinci-Seblat:
Kab. Kerinci, Kab.
Bungo, Kab.
Merangin, Kota
Sungaipenuh
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
• Pengembangan Kawasan Perdesaan Mina-Agro-Wisata VII Koto Ilir (Kab.
Tebo)
• Kab. Muarojambi
• Kab. Bungo
• Kab. Sarolangun
• Kab. Tebo
• Kab. Batanghari
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jambi • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
berkas 6, hlm. 41
FRESIOEN
- 4l -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Jambi, antara lain
melalui:
berkas 6, hlm. 42
K INDONESIA
SK No25IOMA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Jambi, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 43 OCR
1.6 Provinsi Sumatera Selatan
| “d
A
js AN. d ab
, sm ON
E2 Ta - J SUMATERA
At rp L "9 5. SELATAN
LA B. B1 11
C / hb»
P, B2 L -- 9, Palemba ' LEGENDA
E3 /) c3 B2 Kawasan
IX |) Oo) L / Komoditas Unggulan
NG | A3 1 Pa F 4 ten " Kawasan Swasembada
$$ Kat, $ B2 NA g Pangan, Air, dan Energi
? (anom) C2 SY , Kawasan Afirmasi
: Pa c3 P (@5 Ibu Kota Provinsi
i£ - @ 9 na Va isa @ Bandar Udara
2 9 Pelabuhan
J 3 B2 Kk mem Multinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
xL N 1 fe 2 Muttinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
an Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
NX E1 | Batas Administrasi
a. '
Teu pt
“na Pm
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Wilayah Metropolitan Palembang & Kawasan Swasembada Pangan
Pengembangan Industri Palembang-Banyuasin 1 Ogan-Komering-Banyuasin (Kab. Banyuasin,
2 Kawasan Perkotaan Muaraenim & Kawasan Pengembangan Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir,
Industri Tanjungenim Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab.
3 Kawasan Perkotaan Lubuklinggau Ogan Komering Ulu Timur)
4 Kawasan Perkotaan Baturaja 2 Musi Hulu (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi Rawas
Utara, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Kab.
Muara Enim, Kota Pagar Alam)
B. Kawasan Komoditas Unggulan Air dan Energi
3 Cekungan Musi (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi
Ekonomi Biru Rawas Utara, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat,
1 Banyuasin Kab. Muara Enim,Kab. Banyuasin, Kab. Musi
Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Ogan
Sawit, Karet, Kelapa, Kopi Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan
2 Cekungan Musi (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi Rawas Utara, Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Komering Ulu
Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Kab. Muara Enim, Kab. Selatan, Kab. Penukal Abab Lematang Ilir)
Banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir,
Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan F
Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Kab. Penukal Abab Lematang Ilir) . .
1 TN Bukit Barisan Selatan
2 TN Sembilang
3 TN Kerinci-Seblat
berkas 6, hlm. 44
REPIJELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Wilayah Metropolitan
Palembang dan Kawasan
Pengembangan Industri
Palembang-Banyuasin
• Kota Palembang
• Kab. Banyuasin
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Pengembangan dan penataan WM Palembang, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Palembang
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
o Penataan Kawasan Strategis dan Penyediaan Perumahan Publik
Vertikal Perkotaan Terpadu di Wilayah Metropolitan Palembang
• Pengembangan TOD dan Urban Renewal Kawasan Stasiun Ampera
• Pembangunan Jalan Lingkar Timur Palembang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Palembang
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Palembang
• Pengembangan SPAM Regional Palembang-Banyuasin
• Pembangunan TPST Regional Palembang-Banyuasin
• Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi dan Jalan Tol
Palembang-Prabumulih-Muaraenim-Lahat
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Palembang (PHTC)
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan (Kab. Ogan Ilir),
dan Telang (Kab. Banyuasin)
• Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru/New Palembang
• Pengembangan koridor industri Palembang-Banyuasin (sektor industri
prioritas: industri kimia, industri energi, hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi
kelapa, industri perikanan, dan industri makanan dan minuman)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Optimalisasi dan efisiensi pabrik Pusri III-B
3,3
3,1
127,1
83,4
0,294 - 0,298
0,316 – 0,320
6,05 - 7,05
9,37 – 10,37
80,74
69,97
0,57
0,54
3,29 – 3,67
3,82 – 3,93
69,20
7,1 68,19
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
berkas 6, hlm. 45
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan dan pembangunan Kilang Minyak Bumi Plaju
• Pembangunan Fly Over Sudirman dan Underpass Charitas
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A2 Kawasan Perkotaan
Muaraenim dan Kawasan
Pengembangan Industri
Tanjungenim
• Kab. Muara Enim
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Muaraenim, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan kawasan industri di Tanjungenim (sektor industri
prioritas: industri kimia dan industri energi)
• Pengembangan industri gasifikasi/hilirisasi batubara di Tanjungenim
• Hilirisasi lanjutan batubara, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti briket, kokas, karbon aktif, syngas,
metanol, DME
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Muaraenim (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Muaraenim-Tanjungenim
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. H. M. Rabain Muara Enim (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Prabumulih-Muaraenim
• Preservasi jalan ruas Muaraenim–Lahat–Pagaralam dan Muaraenim–
Baturaja
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kikim (Kab. Lahat)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Baturaja
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Baturaja, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Baturaja (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Baturaja
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja (PHTC)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk.
III dr. Noesmir Baturaja
• Preservasi jalan ruas Baturaja–Martapura, Baturaja–Prabumulih, dan
Baturaja–Muaradua
• Pengembangan kota agropolitan Baturaja
berkas 6, hlm. 46
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Lubuklinggau
• Kota Lubuklinggau
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Lubuklinggau, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Lubuklinggau (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Lubuklinggau
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Lubuklinggau–Tebingtinggi–Lahat, Lubuklinggau–
Rupit, Lubuklinggau–Curup
• Pengembangan kota agropolitan Lubuklinggau
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Ogan-Komering-
Banyuasin
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. R. Air Saleh, D. I. R. Delta Air Sugihan, D.
I. R. Delta Upang, D. I. R. Karangagung Tengah, D. I. R. Pulaurimau, D.
I. R. Telang I dan II, D. I. R. Ogan Keramasan, D. I. R. Sugihan Kanan,
D. I. R. Sungai Lumpur, D. I. Way Komering
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Pengembangan KSPP Sumatera Selatan
• Peningkatan luas lahan pertanian (ekstensifikasi)
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
berkas 6, hlm. 47
REPUBLTK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Musi Hulu
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kota Pagar Alam
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Kelingi Tugumulyo, D. I. Air Lakitan, D. I.
Air Keruh, D. I. Lintang Kanan, D. I. Lintang Kiri, D. I. Muara Riben
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C3 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Cekungan
Musi
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area DAS Musi, serta pada Sub-DAS Ogan dan Sub-DAS
Komering
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Musi, serta pada Sub-DAS Ogan dan Sub-
DAS Komering
• Revitalisasi Danau Ranau
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi
Muaraenim dan Formasi Air Benakat
• Pengembangan gasifikasi batubara
• Pembangunan infrastruktur PLTA Tanjungsakti
• Pembangunan infrastruktur PLTP Danau Ranau
• Pembangunan infrastruktur PLTP Rantaudedap
• Pembangunan PLTS Apung Danau Ranau
• Pembangunan PLTU Mulut Tambang
• Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Muaraenim-Tarahan-Kalianda
berkas 6, hlm. 48
PR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Ogan Komering
Ulu Selatan
• Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Lumutbalai-Muaraenim-Gumawang-GITET 275 kV Lampung 1
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Betung-Kenten
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Betung-PLTU MT Sumsel 1
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Kenten-Sungsang-Muntok (Interkoneksi 275 kV Sumatera-Bangka)
• Peningkatan Jalur KA Prabumulih-Baturaja-Tarahan
• Peningkatan Jalur KA Prabumulih-Muaraenim-Lahat
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Petata (Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Ogan Komering Ulu
Selatan
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
Kopi, dan Kelapa
Cekungan Musi
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Kab. Ogan Komering
Ulu Selatan
• Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, kopi, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, kopi, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, kopi, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, kopi, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, kopi, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Banyuasin
Ekonomi Biru
• Kab. Banyuasin
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Sungsang
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1
E2
E3
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan (E1) , TN
Sembilang (E2), dan TN
Kerinci-Seblat (E3)
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
berkas 6, hlm. 49
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• TN Bukit Barisan
Selatan: Kab. Ogan
Komering Ulu
Selatan
• TN Sembilang: Kab.
Banyuasin
• TN Kerinci-Seblat:
Kab. Musi Rawas
Utara, Kab. Musi
Rawas, Kota
Lubuklinggau
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Muara Enim
• Kab. Empat Lawang
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera
Selatan
• Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
berkas 6, hlm. 50
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Sumatera Selatan, antara
lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
• Pendalaman sektor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
• Peningkatan produktivitas UMKM dan koperasi, antara lain melalui:
o Pengembangan koperasi sektor produksi
o Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif
o Pengembangan kewirausahaan
berkas 6, hlm. 51 OCR
1.7 Provinsi Bengkulu
5 E2 GI il
@ !
« 1
TI e2 R 1
ta E2 ? LEGENDA
Y Bi 1 A Kawasan Pertumbuhan
ka E2 L A | Kawasan Komoditas Unggulan
SN 22” 1 ci , Kawasan Swasembada
| An LL Pangan, Air, dan Energi
19 3 Ne Kawasan Afirmasi
Bengkulogya, Kawasan Konservasi dan
. Sg ra Rawan Bencana
23 2. (@! Ibu Kota Provinsi
/ f Aa
& 2 - @ Bandar Udara
2 9 Pelabuhan
YAN Kawasan Prioritas Rawan
S Bencana Megathrust
Muttiinfrastructure Corridor
"(Terdapat Jalan Tol)
Ng «. Multinfrastructure Corridor
Di (Tidak terdapat Jalan Tol)
Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Bengkulu dan Kawasan 1 Pulau Enggano (Daerah Terdepan dan Percepatan
Pengembangan Industri Pulaubaai Pengentasan Kemiskinan)
2 Kawasan Perkotaan Manna
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Sawit, Karet, Kopi
1 Utara Bengkulu (Kab. Mukomuko, Kab. Bengkulu Utara,
Kab. Rejang Lebong, Kab. Kepahiang)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
1 TN Bukit Barisan Selatan
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 2 TN Kerinci-Seblat
Swasembada Air dan Energi
1 Bukit Barisan Tengah Bengkulu (Kab. Lebong, Kab.
Rejang Lebong, Kab. Kepahiang)
Swasembada Pangan
2 Mukomuko-Bengkulu Utara-Seluma-Bengkulu Selatan
berkas 6, hlm. 52
ELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Bengkulu
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Bengkulu dan Kawasan
Pengembangan Industri
Pulaubaai
• Kota Bengkulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bengkulu, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan Pelabuhan Pulaubaai, yang terintegrasi dengan
pengembangan kawasan industri Pulaubaai
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Pembangunan SPAM Regional Benteng Kobema
• Pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau
• Pembangunan TPST Regional Bengkulu-Seluma-Bengkulu Tengah
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Pulau Baai Bengkulu
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bengkulu (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Bengkulu–Tais, Bengkulu–Mukomuko, dan
Bengkulu–Argamakmur-Tubei
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu (PHTC)
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Bengkulu (PHTC)
A2 Kawasan Perkotaan
Manna
• Kab. Bengkulu
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Manna, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
0,5
0,5
79,3
53,2
0,305 - 0,309
0,327 – 0,332
7,99 - 8,99
13,10– 13,60
67,60
57,74
0,57
0,54
2,56 – 3,13
3,30 – 3,41
72,12
71,27 6,5
(Rata-rata
2025–2029)
7,4
(2029)
berkas 6, hlm. 53
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Manna (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Manna
• Preservasi jalan ruas Manna–Tais, Manna–Pagaralam, Manna–
Bintuhan–Krui
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Hasanuddin Damrah Manna (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Manna
C1 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Bukit
Barisan Tengah Bengkulu
• Kab. Lebong
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area DAS Ketahun, DAS Lais, DAS Lemau, DAS Bengkulu,
dan DAS Nelas
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Ketahun, DAS Lais, DAS Lemau, DAS
Bengkulu, DAS Nelas, dan Danau Tes
• Revitalisasi Danau Tes
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batu bara pada Formasi Lemau
• Pembangunan infrastruktur PLTP Hululais
• Pembangunan infrastruktur PLTP Kepahiang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Lubuklinggau-Pulaubaai
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Mukomuko-
Bengkulu Utara-Seluma-
Bengkulu Selatan
• Kab. Mukomuko
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Seluma
• Kab. Bengkulu
Selatan
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Air Lais Kuro Tidur, D.I. Air Manjuto, D. I.
Air Seluma, D. I. Air Nipis Seginim
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita (Kab. Bengkulu Utara)
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
berkas 6, hlm. 54
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Bengkulu Selatan
D1 Kawasan Afirmasi Pulau
Enggano (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
• Kab. Bengkulu Utara
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar/Trans Enggano
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kelapa) dan perikanan
• Pembangunan rumah sakit berkualitas di Pulau Enggano (PHTC)
• Peningkatan 6A ecotourism di Kawasan Hutan Enggano
• Peningkatan 6A cultural tourism Enggano
• Pengembangan pusat penelitian biodiversitas tropis Enggano
• Penguatan Pulau Enggano sebagai kawasan pertahanan dan keamanan
lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah
perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kopi, Utara
Bengkulu
• Kab. Mukomuko
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, kopi)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, kopi)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit,
karet, kopi)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, kopi)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, kopi, dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan dan TN
Kerinci-Seblat
• E1: TN Bukit Barisan
Selatan: Kab. Kaur
• E2: TN Kerinci-
Seblat: Kab.
Mukomuko, Kab.
Bengkulu Utara,
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
berkas 6, hlm. 55
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kab. Rejang Lebong,
Kab. Lebong
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Tsunami di
Bengkulu
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Bengkulu
Tengah
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Bengkulu • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
berkas 6, hlm. 56
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Bengkulu, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 57 OCR
1.8 Provinsi Lampung
PESAN 4
| £ 7
£ LAMPUNG
kt 1
NN LEGENDA
K Kawasan
MS) Pertumbuhan
x Ki c1 7 Aan A4 Kawasan
1 3. Komoditas Unggulan
3 ky Kawasan Swasembada
| an: Pangan, Air, dan Energi
ta - ia Le c2 Kawasan Afirmasi
5 Tag 4 4 Kawasan Konservasi dan
AS” “B2 Pa E2 . Rawan Bencana
2 4 Ne ae
an c2 t ) | (@! ibu Kota Provinsi
ba C2
E1 B2 AA 3 1 ad T B1 @ Bandar Udara
ra an ran - P » 9 Pelabuhan
YA K Prioritas R
& Bu Lo emunutatan
P3 mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
Ny : Ig
Lh - : AL Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
“ & YA » 2 "““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
. 0 1 Batas Administrasi
208 hana
sad T
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Bandar Lampung Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pengembangan Industri Bandar Lampung- 1 Mesuji-Tulangbawang (Kab. Mesuji, Kab. Tulang
Lampung Selatan Bawang, Kab. Tulang Bawang Barat, Kab. Way
3 Kawasan Perkotaan Kotabumi Kanan, Kab. Lampung Utara)
4 Kawasan Perkotaan Menggala 2 Seputih-Sekampung (Kab. Lampung Timur, Kab.
5 Kawasan Perkotaan Liwa Lampung Tengah, Kab. Lampung Selatan, Kab.
Pesawaran, Kab. Pringsewu, Kab. Tanggamus)
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Ekonomi Biru Na
1 Pesisir Barat Lam Pemerataan Pembangunan
1 Pesisir Timur Lampung (Kab. Tulang Bawang, Kab. Pa pung ( i gunan)
Lampung Timur, Kab. Lampung Selatan)
Kopi dan Kelapa E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
2 Lampung Barat-Selatan (Kab. Lampung Barat, Kab.
Tanggamus, Kab. Pesawaran, Kab. Lampung Selatan, 1 TN Bukit Barisan Selatan
Kab. Lampung Timur) 2 TN Waykambas
berkas 6, hlm. 58
Sasaran Pembangunan Provinsi Lampung
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Bandar Lampung (A1)
dan Kawasan
Pengembangan Industri
Bandar Lampung-
Lampung Selatan (A2)
• Kota Bandar
Lampung
• Kab. Lampung
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bandarlampung,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Bandarlampung-Lampung Selatan
(sektor industri prioritas: hilirisasi kelapa, hilirisasi tebu, dan industri
makanan dan minuman)
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu raw sugar, GKP, molase, bagasse, serta produk hilirisasi lanjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
• Pengembangan Pelabuhan Panjang
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bandarlampung (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Pesawaran-Bandarlampung-Lampung
Selatan
• Pembangunan Jalan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang
• Preservasi jalan ruas Bandarlampung–Gedongtataan–Pringsewu–
Kotaagung dan Bandarlampung–Metro–Sukadana
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Interkoneksi Sumatera-
Jawa
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Kalianda-Merak (Interkoneksi 500 kV Sumatera-Jawa)
• Pembangunan TPST Regional Bandarlampung-Metro-Lampung Selatan
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bandarlampung
• Pengembangan Kawasan Kota Baru Lampung
• Pembangunan infrastruktur PLTP Rajabasa
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
2,2
2,2
80,6
55,1
0,271 - 0,275
0,318 – 0,321
5,79 - 6,79
9,50– 10,00
72,13
62,79
0,58
0,55
3,25 – 3,73
3,86 – 4,00
71,84
70,99
6,3
(Rata-rata
2025–2029)
7,2
(2029)
berkas 6, hlm. 59
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A4 Kawasan Perkotaan
Menggala
• Kab. Tulang Bawang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Menggala, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Menggala (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Menggala
• Preservasi jalan ruas Menggala–Wiralaga Mulya dan Menggala–
Panaragan
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Menggala Tulangbawang (PHTC)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Tulang Bawang
Barat (hinterland Kawasan Perkotaan Menggala)
• Pengembangan kota agropolitan Menggala
A3 Kawasan Perkotaan
Kotabumi
• Kab. Lampung Utara
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Kotabumi, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kotabumi (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Kotabumi
• Preservasi jalan ruas Kotabumi–Terbanggi Besar dan Kotabumi–
Bukitkemuning–Blambangan Umpu
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Mayor Jenderal HM Ryacudu
Kotabumi (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Kotabumi
A5 Kawasan Perkotaan Liwa
• Kab. Lampung Barat
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Liwa, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Liwa
• Preservasi jalan ruas Liwa–Bukitkemuning dan Liwa–Krui
berkas 6, hlm. 60
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Alimuddin Umar Liwa (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Liwa
C1 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Mesuji-
Tulangbawang
• Kab. Mesuji
• Kab. Way Kanan
• Kab. Tulang Bawang
• Kab. Tulang Bawang
Barat
• Kab. Lampung Utara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Rawa Rawajitu, D. I. Way Rarem, D. I. Way
Umpu, D. I. R. Rawapitu, dan D. I. R. Rawa Mesuji Atas
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada Sub-DAS Way Kanan, Sub-DAS Way Kiri,
Sub-DAS Way Rarem, Sub-DAS Way Besai, dan Sub-DAS Way Umpu
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Way Kanan, Sub-DAS Way Kiri, Sub-
DAS Way Rarem, Sub-DAS Way Besai, dan Sub-DAS Way Umpu
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Seputih-
Sekampung
• Kab. Lampung
Tengah
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Lampung
Selatan
• Kab. Pringsewu
• Kab. Pesawaran
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Way Sekampung, D. I. Way Seputih, D. I.
Jabung, D. I. Way Curup, D. I. Way Jepara, D. I. Bumiagung, D. I. Way
Tulungmas, D. I. Way Tebu Sistem
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
berkas 6, hlm. 61
PRESIDEI{
REPIJELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Tanggamus • Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS
Garuntang, DAS Way Jepara, dan DAS Way Kambas
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS Garuntang,
dan DAS Way Jepara
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan Afirmasi Pesisir
Barat Lampung
(Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Pesisir Barat
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kopi) dan pariwisata bahari
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan 6A pariwisata di Pesisir Barat
• Peningkatan Bandar Udara Taufik Kiemas Krui
• Pengembangan SPAM Perkotaan Krui
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Krui (PHTC)
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Pesisir Barat
berkas 6, hlm. 62
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pesisir Timur Lampung
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Tulang Bawang
• Kab. Lampung
Selatan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Labuhanmaringgai
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Lampung Timur, Tulangbawang, dan Lampung Selatan
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi dan
Kelapa Lampung Barat-
Selatan
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Lampung
Selatan
• Kab. Pesawaran
• Kab. Tanggamus
• Kab. Lampung Barat
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (kopi,
kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi, kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (kopi,
kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi,
kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan (E1) dan
TN Waykambas (E2)
• TN Bukit Barisan
Selatan: Kab.
Lampung Barat, Kab.
Pesisir Barat
• TN Waykambas: Kab.
Lampung Timur,
Kab. Lampung
Tengah
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Lampung
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan
Bandarlampung dan Pesisir Selatan Lampung (Megathrust Selat Sunda)
• Kab. Tanggamus
• Kab. Pesisir Barat
• Kab. Lampung Barat
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Lampung • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
berkas 6, hlm. 63
REPUBL|K INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Lampung, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 64 OCR
1.9 Provinsi Kepulauan Riau
PI
C1 Pa 3. C1
« 9 KEPULAUAN RIAU
&: ae v
uh
2 p2 £
“2. & LEGENDA
Pang C1 - Kawasan
: . Pertumbuhan
. " Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Im» to) Op 10) " - Kawasan Afirmasi
1 3 Tg Pa A2 . “1
S-A3 NA ari , Kawasan Konservasi dan
Api “Tanjungpinang Pa Rawan Bencana
: 2
pat (@! Ibu Kota Provinsi
TN N « |
4) A 9 Bandar Udara
. MAA Laba
Pad : “9 9 Pelabuhan
Fa | ni " . mes Jalan Nasional
Ps H 4 s ». Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
ai £ | Batas Administrasi
PSN
2 t Pa L
Tx 1
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Batam & KPBPB Batam 1 Kepulauan Lingga (Percepatan Pengentasan
2 Kawasan Perkotaan Tanjungpinang & KPBPB Bintan Kemiskinan)
3 Kawasan Perkotaan Tanjungbalai Karimun & KPBPB 2 Kepulauan Natuna-Anambas (Daerah Terdepan
Karimun dan Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru 1 Geopark Natuna
1 Natuna-Anambas
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Swasembada Energi
1 Natuna
berkas 6, hlm. 65
Sasaran Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Perkotaan
Batam dan KPBPB Batam
(A1), Kawasan Perkotaan
Tanjungpinang dan
KPBPB Bintan (A2), dan
Kawasan Perkotaan
Tanjungbalai Karimun
dan KPBPB Karimun (A3)
• Kota Batam
• Kota Tanjungpinang
• Kab. Bintan
• Kab. Karimun
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Batam dan kawasan
perkotaan Tanjungpinang, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan Jembatan Batam-Bintan terintegrasi Jalan Tol Batam-
Bintan
• Pengembangan koridor industri Batam-Bintan-Karimun (sektor industri
prioritas: industri semikonduktor, industri mesin dan perlengkapan,
industri dirgantara, industri transportasi laut dan galangan kapal,
hilirisasi bauksit, industri logam, besi, dan baja, industri berteknologi
tinggi, industri hijau, dan industri halal)
• Pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Pelabuhan Kabil
• Pembangunan Jalan Lingkar Luar Tanjungpinggir-Jodoh
• Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Ecocity
• Pengembangan Kawasan Terpadu Galang Maritime City
• Pengembangan KEK Batam Aero Technic, KEK Nongsa, KEK Sekupang,
KEK Tanjungsauh, KEK Galang Batang, KI Bintan Aerospace, KI Bintan
Inti Industrial Estate, dan KI-KI lainnya di BBK
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Batam-Bintan (PHTC)
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Batam (PHTC)
• Pembangunan Closing Dam Piayu
• Pembangunan Bendungan Estuari Galang-Galang Baru
• Pengembangan CBD-TOD Teluk Tering-Batam Center
• Pengembangan SPAM Regional Batam, SPAM Regional Bintan, dan
SPAM Perkotaan Karimun
• Pengembangan Batam Urban dan Industrial Sewerage System
Development Project
• Perencanaan, persiapan, dan pembangunan LRT Batam Trase Bandara
Hang Nadim-Batam Center-Batu Ampar dan BRT Trans Batam Trase
Batam Center-Tanjung Uncang, yang terintegrasi dengan TOD
• Pembangunan TPST Regional Batam dan TPST Regional Bintan
1,7
1,6
266,0
177,3
0,314 – 0,317
0,321 – 0,324
2,26 – 3,26
4,40 – 4,90
3,13
1,00
0,66
0,62
5,57 – 6,06
6,08 – 6,47
74,13
73,28 7,1
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
berkas 6, hlm. 66
iIrl-*Iftril
BUK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan kawasan pariwisata Batam-Bintan (Pengembangan
Kawasan MICE dan Urban Tourism Batam Center, Pengembangan
Kawasan Integrated Tourism Zone Lagoi, Revitalisasi Kawasan Budaya
Pulau Penyengat dan Pengembangan Grey Tourism)
• Pengembangan Politeknik Negeri Batam menjadi universitas/institut
teknologi bertaraf World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah
• Pembangunan PLTS Apung Waduk Duriangkang
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Pulau Pemping-WNTS
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Embung Fatimah Kota Batam (PHTC)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Sumatera-Kep. Meranti-Karimun-Batam-Bintan
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Karimun: Meral Barat, Tebing, Karimun
o Kota Batam: Belakang Padang
o Kab. Bintan: Bintan Utara, Telok Sebong, Gunung Kijang, Bintan
Pesisir
• Pengembangan Destinasi Regeneratif Kepulauan Riau, terutama di
Batam (KEK Kesehatan Internasional Batam/KEK Sekupang dan KEK
Nongsa) dan Bintan (kawasan Lagoi)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAL dr.
Midiyato Suratani (Kota Tanjungpinang)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
C1 Kawasan Swasembada
Energi Natuna
• Kab. Natuna
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada West Natuna Basin
(producing basin)
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada East Natuna Basin
(discovery basin)
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada South Natuna
Basin (unexplored basin)
D1 Kawasan Afirmasi Lingga
(Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
• Kab. Lingga
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar dan Trans Lingga dan Singkep
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertambangan
(bauksit), perikanan, dan perkebunan (kelapa)
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium
• Pengembangan SPAM Perkotaan Dabo
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Dabo (PHTC)
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
D2 Kawasan Afirmasi
Natuna-Anambas
(Daerah Terdepan dan
Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Natuna
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Ranai dan SPAM Perkotaan Tarempa
berkas 6, hlm. 67
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Kepulauan
Anambas
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Trans Natuna dan Anambas
• Penguatan Natuna dan Anambas sebagai kawasan pertahanan dan
keamanan lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di
daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
pariwisata bahari
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Ranai dan Tarempa (PHTC)
• Pengembangan Pelabuhan Selat Lampa
• Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan
• Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Natuna
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Tarempa Kepulauan
Anambas
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Kep. Anambas: Jemaja Barat, Jemaja, Siantan Selatan,
Siantan Utara, Kute Siantan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Natuna-Anambas
• Kab. Natuna
• Kab. Kep. Anambas
• Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pering, Pelabuhan Perikanan
Selatlampa, dan Pelabuhan Perikanan Tarempa
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Kab. Natuna dan Kab. Kep. Anambas
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1 Kawasan Konservasi
Geopark Natuna
• Kab. Natuna
• Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Kab. Kepulauan
Anambas
• Kab. Bintan
• Kab. Karimun
• Kab. Natuna
• Kab. Lingga
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Kepulauan Riau • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
berkas 6, hlm. 68
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Kepulauan Riau, antara lain
melalui:
berkas 6, hlm. 69
REPUBLIK INOONES!/\
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
• Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru,
antara lain melalui:
o Penguatan Tata Kelola Ekonomi Biru
o Peningkatan Pengelolaan Konservasi Perairan dan Ekosistem Pesisir
o Peningkatan Produktivitas Perikanan yang Terintegrasi, Modern, dan
Berkelanjutan
o Pengembangan Industri Berbasis Sumber Daya Laut dan Perairan
o Penguatan Industri Transportasi Laut
o Pengembangan Pariwisata Berbasis Bahari
o Pengembangan Iptek, Inovasi, dan SDM Ekonomi Biru
• Penguatan Keamanan Laut di wilayah Kepulauan Riau, antara lain
melalui:
o Memperkuat Strategi Diplomasi Maritim untuk Meneguhkan
Kedaulatan dan Meningkatkan Keamanan
o Kolaborasi Pengawasan dan Pemeliharaan Keamanan, Keselamatan,
dan Penegakan Hukum di Wilayah Yurisdiksi Laut Indonesia, ALKI,
dan Choke Point
o Meningkatkan Kekuatan TNI di Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar
• Peningkatan produktivitas perikanan, antara lain melalui:
o Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
o Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
o Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
o Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
o Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Riau, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 70 OCR
1.10 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
f ta" LEGENDA
Pen "4 A2 Kawasan
Pi t 3, H b Pertumbuhan
- u Pangkalpinang nara Unggulan
81 1 " Kawasan Swasembada
N | " Pangan, Air, dan Energi
“ 5 Kawasan Afirmasi
P3 $ f 9, | @ 5 f se (@5 ibu Kota Provinsi
- Opa & T "A3 7 @ Bandar Udara
8 0... Ns Pelabuhan
2 ya. 3 5 @ Gp.
Y ! 3 mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
"AO aa 1 La R Muttiinrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
j Gn “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
"0 3 Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Pangkalpinang Swasembada Pangan
2 Kawasan Pengembangan Industri Pangkalpinang- 1 Bangka Selatan
Sungailiat
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan
Belitung
4 Kawasan Perkotaan Tanjungpandan
5 KEK Tanjung Kelayang
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
B. Kawasan Komoditas Unggulan
1 TN Gunung Maras
Timah, Bauksit, dan Lada 2 Geopark Belitung
1 Bangka (Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka, Kab. Bangka
Tengah, Kab. Bangka Selatan)
berkas 6, hlm. 71
ELIK INDONESIA
- 7L -
Sasaran Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Pangkalpinang (A1) dan
Kawasan Pengembangan
Industri Pangkalpinang-
Sungailiat (A2)
• Kota Pangkalpinang
• Kab. Bangka
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pangkalpinang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Pangkalpinang-Sungailiat (sektor
industri prioritas: hilirisasi timah dan bauksit, hilirisasi kelapa sawit,
dan industri makanan dan minuman)
• Hilirisasi timah, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar timah,
yaitu solder, timah lembaran, dan alloy dasar, serta produk hilirisasi
lanjutan timah solder premium, timah paduan, material konstruksi,
microchips, baterai
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium,
material pesawat
• Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pangkalpinang (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Pangkalpinang–Sungailiat–Muntok dan
Pangkalpinang–Koba–Toboali
• Pembangunan SPAM Regional Pangkalpinang
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Pangkalpinang
(PHTC)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Muntok-Pangkalpinang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 150 kV
Pangkalpinang-Koba-Belitung (Interkoneksi 150 kV Bangka-Belitung)
• Pembangunan TPST Regional Pangkalpinang-Bangka-Sungailiat
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Sungailiat
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Pangkalpinang (PHTC)
0,5
0,5
101,9
73,7
0,204 – 0,208
0,239 – 0,242
1,79 – 2,79
2,92 – 3,92
62,21
54,55
0,59
0,56
2,84 – 3,94
3,98 – 4,33
77,32
76,66 4,6
(Rata-rata
2025–2029)
5,5
(2029)
berkas 6, hlm. 72 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3
A4
A5
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Belitung (A3),
Kawasan Perkotaan
Tanjungpandan (A4), dan
KEK Tanjung Kelayang
(45)) (Destinasi
Pariwisata Prioritas
Bangka-Belitung)
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
Peningkatan 6A Pariwisata den Urban Renewal di Tanjungpandan, KElt
Tanjung l(clayarg, Gantung, dan Manggar
Pengembangan Kawasan Andalan Menuju Pengembangan Inovasi
Terpadu [KAMP!T) Ka.EIit
Preservasi jalan ruas Lingkar Belitung, Tanjungpandan-Simpang
Renggiang-Manggar, Simpang Renggiang-Gantung, dan Gantung-
Manggar
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Tanjungpandan,
antara lain melalui:
o Penl rsunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar sir minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik baAi MBR, G€ar Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Tanjungpandan (PHTC)
Pengembangan SPAM Perkotaan Tanjungpandan-Tanjungkelayang
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stoke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Pro'insi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD d!. H. Marsidi JudorD
Tanjungpandan (PHTC)
Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Tanjungpandan
a
a
a
a
c1 Kawasan Swasembada
Pangan Bangka Selatan
. Kab. Bangka Selatan
5
:.]
5
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Jeriji
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan at
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang (Kab, Bangka
Selatan)
Pengelolaan ddr pengEmbangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan rc{'itafi8asi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/ pestisida/ pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dan bibit berkualitas/ pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascaPanen
Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan alccs asuransi usaha tani, serta
berkas 6, hlm. 73 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengendalian kepastian pasar, antara lairt melalui: peningkatan literasi
lcuangar petani dan penguatan Eanajc@cn poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
darra bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usalE
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan ak8cs layanan
aisteE resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas psn8an utela
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Timah,
Bauksit, dan Lada
Bangka
. Kab. Bangka
. Kab. Bangka Barat
o Kab. Bangka Tengah
. Kab. Bangka Selatan
:] Peningkatan tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku industri
timah dan bauksit
Peningkatan penerapan standardisasi di industri timah dan bauksit
Peningkatan adopsi teknologi tinggi untuk pengolahan timah dan
bauksit
Dekarbonasi industri dan ekonomi sirkular di industri timah dan
bauksit
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (lada)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (lada)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (lada)
Peningkatan mutu produk pertanian (lada)
:')
a
a
a
a
a
:')
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung Maras
r Kab. Bangka
. Kab. Bangka Barat
:'l
:')
a
a
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Penguatan pengelolaan hutan lestari
E2 Kawasan Konservasi
Geopark Belitung
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
a
a
Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
Perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
5
a
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
r Kab. Bangka Tengah
:') Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
a
Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, itu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
berkas 6, hlm. 74 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:]
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antam lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dsn pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risih PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, s€f,ta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
Iain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon J.ang lebih rendah,
antara lain mela.lui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas lsnan grid untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Jn ezE of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan sralitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara train melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Kepulauan Bangka Belitung,
antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
:'l
berkas 6, hlm. 75 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
5 Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru,
antara lain melalui:
o Penguatan Tata Kelola Ekonomi Bim
o Peningkatan Pengelolaan Konservasi Perairan dan Ekosistem Pesisir
o Peningkatan Produktivitas Perikanan yang Terintegrasi, Modern, dan
Berkelanjutan
o PengeEbsnBan Industri Berbasis Sumber Daya Laut dan Perairan
o Penguatan Industri Transportasi Laut
o Pengembangan Pariwisata Berbasis Bahari
o Pengembangan Iptek, Ino'asi, dan SDM Ekonomi Biru
Peningkatan produktivitas perikanan, antara l,ain melalui:
o Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
o Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
o Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak ra.lgat
o Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelantan dan perikanan
o Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
berkas 6, hlm. 76
EEPUBLIK INDONESIA
SK No25l08l A
2. Wilayah Jawa
2.1 Provinsi DKI Jakarta dan Kawasan Aglomerasi Jakarta
berkas 6, hlm. 77
PRES!DEN
Sasaran Pembangunan Provinsi DKI Jakarta
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan Aglomerasi
Jakarta/WM Jakarta
• Provinsi DKI Jakarta
• Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi, Kota
Bekasi, Kota Depok,
Kab. Bogor, Kota
Bogor, Kab. Cianjur
• Provinsi Banten:
Kab. Tangerang, Kota
Tangerang, Kota
Tangerang Selatan
• Pemantapan dan penataan Kawasan Aglomerasi Jakarta, antara lain
melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan Kawasan Aglomerasi
Jakarta (Dewan Kawasan Aglomerasi)
o Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi,
yang merupakan masterplan penataan Kawasan Aglomerasi
Jakarta, serta rencana tata ruang yang mengintegrasikan potensi
dan masalah perkotaan secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Depok (tematik kota pendidikan)
sebagai kota satelit dari WM Jakarta/KA Jakarta, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Greater Jakarta Integrated Transit Based Living Area,
antara lain melalui:
o Pembangunan MRT Fase 3 Timur-Barat Trase Medan Satria-
Tomang
o Pembangunan Elevated Busway Koridor Batas DKI Jakarta-CBD
Ciledug dan Penyiapan Pembangunan Elevated Busway CBD
Ciledug-Poris Plawad
o Pembangunan LRT Jabodebek Trase Harjamukti-Baranangsiang
dan Pembangunan LRT Jabodebek Trase Harjamukti-Pondokcina
o Pembangunan Jalan Tol Sawangan-Selabenda
o Pembangunan Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung)
o Pembangunan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di Kawasan Aglomerasi Jakarta (termasuk Tangerang Raya,
Bekasi Raya, Depok, dan Bogor Raya), termasuk penerapan SIH3 dan
FEWS
16,5
16,7
560,8
373,4
0,417 – 0,421
0,425 – 0,430
2,08 – 3,08
3,55 – 3,85
22,01
14,65
0,69
0,65
4,93 – 5,99
5,54 – 6,40
51,98
6,8 51,34
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 78 OCR
[.T{X
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas frigrdirrd Indikasi Intervensi
Pengembangan World. Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Universitas Indonesia dan Universitas I slam Internasional
Indonesia
Pengembangan SPAM Depok
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Depok
Pembangunan Jakarta SeuErugc System (JSS) Zona 6
Pengembangan Destinasi Regeneratif Orcqter Jakarta, yang berfokus
antara lain kepad,a peningkatan ewnl MICE dan/atau forum
internasional yang diselenggarakan di Kawasan Aglomerasi Jakarta
Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung dalam
rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk. II Moh.
Ridwan Meuraksa (Kota Adm. Jakarta Timur) dan RSAL &. Mintohardjo
(Kota Adm. Jakarta Pusat), laDbagq Biomedis Pustrasad (Kota Adm.
Jakarta Timur), Lembaga Peralatan Kesehatan Puskesad (Kota Adm.
Jakarta Timur), RSGM Ladokgi R. E. Martadinata Kota Adm. Jakarta
Pusat)
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kcda sesuai kebutuhan industri wilayah
:')
!
:l
1
AI Jakarta-Tangerang
International Business
Corridor dan Jakarta a
Global City Urban Tourism
(Central-South)
. Provinsi DKI Jakarta:
Kota Adm. Jakarta
Pusat, Kota Ado.
Jakarta Selatan
. Provinsi Banten:
Kota Tangerang
Selatan, Kab.
Tangerang
. Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota
. Pembangunan MRT Lebakbulus-Serpong
. Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai
. Pengembangan Cen rul Station Manggarai
o Pembangunan LRT Jakarta Trase Kelapa Gading-Sunter Barat-
Rajawali'Jayakarta
. Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Ruas Semanan-Grogol-Sunter-
Kelapagading
. Pembangunan Jalur l(A Jorcarro Elevated Inner Ring Roilrwil Trase
Manggarai-Tanah Abang-Dur-kampung Bandan-Pasar SenerF
Manggarai
. Pengembangan TOD Blok M, Dukuh Atas, dan Lebakbulus
. Pembangunan Kawasan University Town di Grogol-Tomang-Tanjung
Duren
. Pengembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional
Banten (KEK BSD)
. Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja
. Pembangunan Jalan Tol Kamal-Teluk NagF.Rajeg BalaEja
. Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
. Pembangunan TPST Regional Tangerang RaJ,a
. Pembangunan Ja&ada SatEragc System (JSS) Zona 5
. Pengembangan dan integrasi infrastruktur, serta peningkatan layanan
RSAB Harapan Kita, RSrPD Harapan Kita, dan RS Kanker Dharoais
ta Northern Ce.d. New
Economic Hub d.an
Jakarta Global Cita Urban
Tourism North)
. Provinsi DKI Jsl€rta:
Kota AdE. Jakarta
Utara
. Provinsi Banten:
Kab. Tangerang
1 Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut Pesisir Utara Jakarta
(Penyelesaian NCICD Fase A tricwcrEngan Pemerintah Pusat, Daerah,
dan Swasta)
Rekayasa dan Reklamasi Pesisir Utara Jakarta: Reklamasi Pulau O, P, Q
Pengembangan New Priok Container Ten Lina.l Tahap 2 (NPCT2) dan
Tahap 3 (NPCT3)
Pengembangan Kawasan Ancol (Bagian Northern Coast New Economic
Coftidotl
Pengembangan Pelabuhan Perikanan Modem dan Industri Perikanan
Terintegrasi PPS NizE Zactunan dsn PP'N Muara Angke
.,]
:'l
berkas 6, hlm. 79 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
3 Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi
. Pembangunan J als'l,Tol Harbour Toll Road I
. Revitalisasi Kota Tua J*8trts, da,r Heritage Port Surld{l Kelapa
. Pembangunan Waduk Lepas Pantai Muara Cisadane
. Rekayasa pengamanan kawasan pesisir yang mengalami abrasi,
Muarag€r!bong
. Penyediaan SPAM perpipaan pada kawasan permukiman di sepanjang
pesisir utara Kawasan Aglomerasi Jakarta
. Pembangunan Ja,@na SeuEmge System (JSS) Zona 2, 5, dan 8
. Pengembangan koridor industri Cilincing-Tarumajaya
EI Kawasan Konservasi TN
Kepulauan Sci'ibu
. Kab. Adm. Kep.
Seribu
Pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pcakir, dan pulau-
pulau kecil
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Provinsi DI(I Jakarta Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ihr menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dsn madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tida* Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dsn Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Peningkatan kesetaraan den pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, ant ra lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam prosca pembangunan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
l,ain melalui:
berkas 6, hlm. 80 OCR
-ao-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik cncrgi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas ($afi grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan I emEt of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara l,ain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
mela.lui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
Memperkuat reformasi hukum, terutama di DKI Jakarta, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Fencegghalr, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 81 OCR
2.2 Provinsi Jawa Barat
» | JAWA BARAT
aa
! F3 N c1
| 5 TEA 39 s LEGENDA
ni SN K) R Ph c1 , Kawasan
ad 1 : aa NN 9 AI / ci : Ss
- Ng Pe AS “ema Ha ! 13 pa Komoditas Unggulan
AYI Kawasan Swasembada
A6 an c1 c1 c1 Pangan, Air, dan Energi
- ( — A3 9 , Kawasan Afirmasi
-1 NA Band j : Kawasan Konservasi dan
j 2 A6 xi Ya 3 c1 5: ag Rawan Baneana its
ka” ( ci | Yg 1 (- Ibu Kota Provinsi
c3 t Pa A2 | Am N @ Bandar Udara
Fe C : Ta: N 9 Pelabuhan
C3 / ( $ l “3 Kawasan Prioritas Rawan
k-.E4 N 1 1 “ame 1 "3 C2 0 2 @ Bencana Gempa Darat
D1 N , C2 NG Ng mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
4 $ NG Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
D1 "4 | c2 4 BN “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
| # Nae” em Batas Administrasi
(3 — Ak
D1 ,
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 WM Bandung, Kawasan Pengembangan Industri Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Cekungan Bandung 1 Citarum-Cimanuk-Cisanggarung (Kab. Bandung, Kab.
2 Kawasan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Unggulan Bandung Barat, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab.
Bandung dan Sekitarnya Bekasi, Kab. Subang, Kab. Indramayu, Kab.
3 Kawasan Perkotaan Cirebon & Kawasan Sumedang, Kab. Majalengka, Kab. Cirebon, Kab.
Pengembangan Industri Cirebon-Kertajati Kuningan)
4 Kawasan Perkotaan Tasikmalaya 2 Citanduy-Ciwulan-Cilaki (Kab. Garut, Kab.
5 Kawasan Pengembangan Industri Bogor-Bekasi- Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran)
Karawang-Purwakarta-Subang-Patimban (termasuk 3 Priangan Barat (Kab. Bogor, Kab. Cianjur, Kab.
Kawasan Perkotaan Karawang) Sukabumi)
6 Kawasan Perkotaan Bogor-Sukabumi & Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bogor- D. Kawasan Afirmasi
Sukabumi-Cianjur
1 Jawa Barat Bagian Selatan (bagian pesisir selatan Kab.
Cianjur, Kab. Garut, dan Kab. Tasikmalaya)
(Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
1 Cirebon-Majalengka (Tebu) 1 TN Halimun-Salak
2 Indramayu-Cirebon (Ekonomi Biru) 2 TN Gede-Pangrango
3 TN Ceremai
4 Geopark Ciletuh
berkas 6, hlm. 82
EIrl:TftilTltITIf{{rI
ETTTI.T{II
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A5 Kawasan Pengembangan
Industri Bogor-Bekasi-
Karawang-Purwakarta-
Subang-Patimban
• Kota Bekasi
• Kab. Bekasi
• Kab. Bogor
• Kab. Karawang
• Kab. Purwakarta
• Kab. Subang
• Pengembangan koridor industri Bogor–Bekasi–Karawang–Purwakarta–
Subang–Patimban (sektor industri prioritas: industri makanan dan
minuman, semikonduktor, industri kendaraan bermotor listrik berbasis
baterai, dan industri mesin dan perlengkapan)
• Pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan
• Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban
• Pembangunan jalur KA akses Pelabuhan Patimban
• Pembangunan Pelabuhan Patimban dan Patimban Industrial Estate
• Pembangunan SPAM Regional Djuanda/Jatiluhur II
• Pembangunan TPST Regional Bekasi Raya
• Pembangunan TPST Regional Karawang-Purwakarta
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bekasi dan Cikarang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di Kawasan Perkotaan Bekasi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Karawang (PHTC)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAU dr.
Hoedijono (Kab. Subang)
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Karawang dan Cikarang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Cikarang-Karawang-Purwakarta
• Optimalisasi dan Efisiensi Pabrik NPK Phonska 3 dan 4 di Cikampek
• Pengembangan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A6 Kawasan Perkotaan
Bogor-Sukabumi dan
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Bogor-
Sukabumi-Cianjur
• Kota Bogor
• Kab. Bogor
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bogor-Sukabumi,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
12,3
12,7
84,9
59,6
0,381 – 0,383
0,383 – 0,390
2,86 – 3,86
5,85 – 6,46
8,95
6,61
0,60
0,57
5,94 – 6,56
6,42 – 6,99
65,07
64,06 6,9
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 83
PEPUBLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kota Sukabumi
• Kab. Sukabumi
• Kab. Cianjur
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bogor-Sukabumi (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Bogor (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi
• Pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Cianjur–Ciranjang-Padalarang
• Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road
• Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (via Parung)
• Pembangunan Jalan Puncak II
• Pembangunan TPST Regional Bogor–Sukabumi
• Pengembangan SPAM Bogor Raya
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Pertanian Bogor
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bogor
• Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata, antara lain:
Palabuhanratu, Puncak, Taman Bumi Ciletuh, Gunungpadang
• Urban Renewal pada kota-kota wisata, antara lain: Bogor dan Sukabumi
• Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Gunungpadang
• Pengembangan KEK Lido
• Pengembangan kota agropolitan Sukabumi
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk.
III Salak dr. H. Sadjiman (Kota Bogor)
A1
A2
WM Bandung dan
Kawasan Pengembangan
Industri Cekungan
Bandung (A1), Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggulan
Bandung dan Sekitarnya
(A2)
• Kota Bandung
• Kab. Bandung
• Kab. Bandung Barat
• Kota Cimahi
• Pemantapan dan penataan WM Bandung, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Bandung
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
o Penataan kawasan strategis dan penyediaan perumahan publik
vertikal perkotaan terpadu di Wilayah Metropolitan Bandung
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Jatinangor (tematik kota
pendidikan) sebagai kota satelit dari WM Bandung, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
berkas 6, hlm. 84 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:)
',]
:'l
:)
1
5
1
1
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerj-a yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman hrEuh terpadu perkotaan
Perencanaan dan persiapan pembangunan IRT Bandung
Pembangunan BRT Cekungan Bandung
Perencanaan dan persiapan pengembangan Jalan Tol Dalam Ifuta
Bandung
Pembangunan TPST Regional Bandung Raya
Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Bandung, termasuk penerapan SH3 dan FEWS
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Bandung
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, cen z,
dan milenial di WM Bandung (PHTCI
Pembangunan SPAM Regional Bandung
Elektrifikasi jalur KA lGnuter Bandung Raya Segmen Cicalengka-
Padalarang
Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
Perencanaan dalr persiapan pembangunan Jalur Galrdq KA Lintas
Ciorlengka-TaeiLm alaya-Krolra
Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya
Pengembangan World, Class R6eatdt U^itE sitg Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Teknologi Bandung
Perencanaan pembangunan pipa gas bumi Cikampek-Bandung
Pengembangan koridor industri Cekungan Bandung (sektor industri
prioritas: industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, industri mesin
dan perlengkapan, industri semikonduktor, industri makanan dan
minuman, serta industri tekstil dqn alas kaki)
Pengembangan KavJ"aEan Perdesaan Berbasis wisata Gcowisata dan
Artefak Gua Pawon (Kcc. Cipatat, Kab. Bandung Barat), serta revitalisasi
kawasan purbakala Situs Gua Pawon
Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata, antara lain:
Tangkubanparahu dan Rancaupas-Pangalengan
Urban Renewal pada bta-kota wisata, antara lain: Lembang dan Ciwidey
Pr6en asi jalan ruas BandunS-l€Ebalg-Tanglqrbanparahu, Soreang-
Ciwidey-Rancaupas-Rancabali, Ciwidey-Pangalengan
Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di WM
Bandung (PHTC)
Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung dalam
rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk. II Dustira
(Kota Cimahi), Lembaga Farmasi Puskesad (Kota Bandung), Lembaga
Biologi Vaksin Puskesad (Kota Bandung)
Penguatan pendidikan da't pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui p€EbanAunafl pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wil,ayah
1
:l
i
a
a
:')
:.1
a
SK No251090A
A3 Kawasan Perkotaan
cirebon dan Kawasan
Pengembangan Industri
Cirebon-Kertajati
. Kota Cirebon
. Kab. Cirebon
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cirebon, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata mang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
berkas 6, hlm. 85 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas s Highlight Indikasi Inte rnsi
:l Kab. Majalengka o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Penataan permukiman li.rDuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cirebon (PHTC)
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dsn
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Gunung Jati Cirebon (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Cirebon Raya
. Pengembangan SPAM Regional Cirebon Raya
. Pengembangan koridor industri Cirebon-Kertajati (sektor industri
prioritas: industri dirgantara dan industri mesin dan pcdenSkapan)
r Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu ,wa sugar, GKP, molase, bagassc, serta produk hilirisasi lanjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
. Pembangunan pifra gas bumi Cirebon-Semarang
. Pengeo,h€,J.ga'i Ke at i Aetwilg
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
. Pengembangan kota agropolitan Cirebon
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas t€nata
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Tasikmalaya
. Kota Tasikmalaya
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan TasihlalaJ.a, antara
lain melalui:
o Penyusunan Esstqrpl,an penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan ielcor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan ru:aah murah bersanitasi baik baai pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Tasikmalaya (PHTC)
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, l€nl(er, jantung,
stroke, dan sistcrn rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dalr
Kab/Kota, khususnya pada RSUD &. So€kadjo Tasikmalaya (PHTC)
Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya
Pembangunan jalur ganda KA Lintas Bandunt-Cicatengka-TariL- alaya-
Kroya
Pembangunan TPST Regional Tasikmalaya-Ciamis
Pengembangan Kota Agropolitan Tasikmalaya
a
:'1
c3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Priangan Barat
. Kab. Bogor
. Ikb. Sukabumi
i
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Cipamingkis dan D. I. Ciletuh
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
berkas 6, hlm. 86 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kab. Cianjur . Pengembangan dan peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (tcrEa8uk pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta pcn],cdiaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanalan pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber &ya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@tclwwnt area, terutama pada DAS Cisadane, DAS Ciliwung, DAS Kali
Bekasi, DAS Angke-Pesanggrahan, DAS Cimandiri, DAS Cibuni
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai, situ,
dan danau, terutama pada DAS Cisadane, DAS Ciliwung, DAS Kali
Bekasi, DAS Angke-Pesanggrahan, DAS Cimandiri
. Pembangunan Bendungan Cibeet
. Pembangunan Bendungan Cijurey
. Pembangunan infrastruktur PLTP Gunung Sa.lak vII
. Pembangunan infrastruktur PLTP Cisolok-Cisukarame
. Pengembangan Kawasan Perdesaan Agrowisata Citaman Sakti (Kab.
Sukabumi)
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dqlr peningkatan
prasarana produksi, ant ra lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dslt bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OP't dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan Eanderncn usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
IrcDsuatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit luna* petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
c1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Citarum-Cimanuk-
Cisanggarung
. Kab. Bekasi
. Kab. Karawang
. Kab. Purwakarta
. Kab. Bandung Barat
. Kab. Bandung
. Kab. Subang
. Kab. Indramayu
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Jatiluhur, D. I. Rentan& D. I. Cihea, D. I.
Cikeusik, D. I. Seuseupan, D. I. Cipanas II, D. I. Cipancuh, D. I.
Cileuleuy, D. I. Leuwinangka
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
tl
berkas 6, hlm. 87 OCR
BLIK INDONESIA
if;l-jFlTitrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:l
!
Ikb. Sumedang
Kab. Cirebon
Ikb. Kuningan
Kab. Majalengka
. Pembangunan dan pengelolaan [email protected] ail, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, p€temal€n, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya air Eel,ah,ri rehabilitasi hutan dan lahan pada
@tdopnl cr"c, terutama pada DAS Citarum, DAS Cipunagara, DAS
Cimanuk, DAS Kali Cilet, DAS Kali Pangkalan, DAS Cisanggarung, DAS
Cipsger, DAS Kali Kesunean
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai, gitu,
dan danau, terut ma pada DAS Citarum, DAS Cipuna8am, DAS
Cimanuk, DAS (ali C{ct, DAS Kali Pangkalan, DAS Cisanggarung, DAS
Cipager, DAS Kali Kesunean, serta Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata,
waduk Saguling, waduk Jatigede, Waduk Darma, Waduk Sadawarna,
Waduk Cipancuh, Situ Lembang, Situ Patenggang, Situ Cisanti, Situ
CipanunjanS-Cileunca
. Pembangunan infrastruktur PLTA PS Upper Cisokan
. Pembangunan PI-TS Apung Jatiluhur
. Pembangunan infrastruktur PLTP Patuha
. Pembangunan infrastruktur PLTP Wayang-Windu
. Pembangunan infrastruktur PLTP Tangkubanparahu
. Pembangunan infrastru.ktur PLTP Tdlp@as
. Pembangunan Kilang Minyak Bumi Balongan
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tqta ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dafl revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pup </pestbida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses aleir an modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur kone! ivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan Eandcrncn usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem rEsi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium rk€t pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dar budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Citanduy-Ciwulan-Cilaki
. Kab. Garut
. Kab. Tasikmalaya
. Kab. Ciamis
. Kab. Pangandaran
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Cikunten, D. I. Cikunten II, D. I. Manganti,
D. I. Bantarheulang, D. I. Lakbok Utara
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Banjar
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
berkas 6, hlm. 88 OCR
REPUELIK INOONESIA
-aa-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi I Intervensi
. PengeEbangandanpcnin8katanproduktivitashortikultura
. Pembsngutrqn dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pargsn, peternakan, dsn
hortikultura
. Konservasi su.mber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
qtdvnal, cr?@, tef,utarra pada DAS Ciwulan, DAS Citanduy, DAS
Cijulang, DAS Cikandang, DAS Cimedang, DAS Cilangla
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai, situ,
dan danau, terutama pada DAS Ciwulan, DAS Citanduy, DAS Cijulang,
Situ Bagendit, Situ H€
. Pembangunan infrastruktur PLTA PS Matenggeng
. Pengembangan Kawasan Perdesaan Industri Bambu Kreatif Selaawi
(Ikb. Garut)
r Pengelol,aan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi l,ahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit tunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratoriu.m riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan Afirmasi Jawa
Barat Bagian Selatan
(Pemerataan
Pembangunan)
Kab. Garut
Kab. Tasikmalaya
Kab. Cianjur
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta ru.mah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pameungpeuk (PHTC)
o Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertanian
hortikultura dan peternakan
. Peningkatan 6A pariwisata di Santolo, Leuweung sancang, dan
Bojonglarang Jayanti
. Peningkatan/pembangunan jalan ruas Garut-Cikajang-Pameungpeuk,
Cidaun-Ciwidey-Soreang, Sindangbarang-Sukanegara-Cianjur,
Tasilonalaya-Cikatma$Cikalon& dan Jalan Lintas Selatan Jawa Barat
berkas 6, hlm. 89 OCR
No Lokasi Prioritas frigtdilgrd Indikasi IntervEnsi
Penguatan Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer
di Pameung)euk, serta penguatan kawasan Pameungr€uk sebagai
kawasan pertahanan dan keamanan matra udara
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi datr akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, terutama di RSUD Pameungpeuk (PHTC)
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Tebu cirebon-
Majalengka
. Kab. Cirebon
. Kab. Majalengka
. Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (tebu)
. Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
. Pengendalian OPT dan DP! pada komoditas produksi industri (tebu)
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tehr
l=t) Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Indramayu-Cirebon
. Kab. Cirebon
. Kab. Indramayu
Kawasan Konservasi TN
Halimun-Salak (E1), TN
Gede-Pangrango (E2), TN
Ciremai (E3), dan
Geopark Ciletuh (Br)
. TN Halimun-Salak:
Kab. Bogor, Kab.
Sukabumi
. TN Gede-Pangrango:
Kab, Bogor, Kab.
Cianjur, Kab.
Sukabumi
. TN Ciremai: Kab.
Kuningan, Kab.
Majalengka
. Geopark Ciletuh:
Kab. Sukabumi
. Pensemt anSan pelabuhan perikanan PPP Eretan dan PPN Kejawanan
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Indramayu-Cirebon
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya air payau dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri gara di
Indramayu-Cirebon
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Penguatan pengelol,aan hutan lestari
Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
EI
E2
E3
M :'l
:l
!
:'l
a
a
berkas 6, hlm. 90 OCR
REPII BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas s Higld&fu Indikasi Intervensi
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Jawa Barat
5 Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Sukabumi, Kota Cimahi, dan Kota Bandung
. Kab. Bogor
. IGb. Bandung Barat
. Ikb. Garut
. I(ab. Bandung
. Kab. Cianjur
5 Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Ratrran Pangan (PHTC)
Provinsi Jawa Barat Indikasi I Intervensi Umum :
. Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
. Percepatan wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sara[a dan pr.asarana sekolah dsn madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan ],an8 tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
. Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ihr dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
. Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
. Penguatan kesetaraan gender, p€rnb€rdayasn perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, sena peningkatan
kcpcmirrpirEn perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
. Peningkatan kesetaraan dqn pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial baai penyandang
disabilitas da.rr lanjut usia dalam proses pembangunan
. Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dad Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tda kelola persampahan
berkas 6, hlm. 91 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Peningkatan pcnguEpulsr dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan p€rnbsrukit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas lsmo,ft grid untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan lhtrit
o Pe,ieraPgtrt hdenet o/?ftir€s (lo'IJ di s€hor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband, hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola darr infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Jawa Barat, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi scrta Tindak Pidana
Pencucian Uang (IPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P+GN)
Pendalaman Bcktor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
berkas 6, hlm. 92 OCR
a

2.3 Provinsi D.I Yogyakarta
N Nu P7 D.I. YOGYAKARTA
Dog N yna P4 /
Pa. Jd AY LEGENDA
Yana AL A Kawasan
H AN Pati N Pertumbuhan
: pet 1 Kawasan
-— , P4 NA Komoditas Unggulan
£ A2d Aa £ 3
N || ar Na L Kawasan Swasembada
, : SA Una Pangan, Air, dan Energi
K1 kai nd Hz Yogya 2 Kawasan Afirmasi
Owen nnnnnnnnn 33 ke) Haa Kawasan Konservasi dan
22 P c1 N Rawan Bencana
” ' c1
Ia / A2g N (@5 ibu Kota Provinsi
A2c | A2e Poco
K3 ella D1 Deng @ Bandar Udara
NX Aa 9 Pelabuhan
£ . ( | me Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
— SA Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
"““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Yogyakarta Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 1 Progo-Opak (Kab. Sleman, Kab. Kulonprogo, Kab. Bantul,
Unggulan Yogyakarta: Kab. Gunungkidul)
a. Prambanan-Ratuboko
b. Kaliurang-Merapi
C. Pantai Selatan Bantul-Kulonprogo D. Kawasan Afirmasi
d. Perbukitan Menoreh
e. Geopark Gunung Sewu, termasuk pantai- 1 Pegunungan Sewu (Kab. Gunungkidul) (Pemerataan
pantai dan sistem geomorfologi karst Pembangunan)
Gunungkidul
f. Kasongan-Selarong
g. Imogiri E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
3 Kawasan Aerotropolis YIA
1 TN Gunung Merbabu-Merapi
berkas 6, hlm. 93
Sasaran Pembangunan Provinsi D.I Yogyakarta
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Perkotaan
Yogyakarta (A1),
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Yogyakarta
(A2), dan Kawasan
Aerotropolis YIA (A3)
(bagian dari Destinasi
Pariwisata Prioritas
Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan)
• Kota Yogyakarta
• Kab. Sleman
• Kab. Kulonprogo
• Kab. Gunungkidul
• Kab. Bantul
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Yogyakarta, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Yogyakarta (PHTC)
• Pembangunan TPST Regional Yogyakarta
• Pengembangan SPAM Regional Kawasan Perkotaan Yogyakarta
• Pengembangan SPAL Regional Kawasan Perkotaan Yogyakarta
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Yogyakarta (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Klaten–Kartasura
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Magelang–Bawen
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Kulonprogo (YIA)
• Urban Renewal Kota Tua Yogyakarta, Kotagede, dan Revitalisasi Keraton
Yogyakarta, Pura Pakualaman, dan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Universitas Gadjah Mada dan Institut Seni Indonesia
Yogyakarta
• Peningkatan/preservasi jalan ruas Yogyakarta–Bantul–Parangtritis,
Yogyakarta–Kaliurang, Yogyakarta–Wonosari–Semanu–Pracimantoro
• Pengembangan Kawasan Aerotropolis YIA (Yogyakarta International
Airport)
• Peningkatan 6A Pariwisata, terutama pada hotspot pariwisata, antara
lain:
o Percandian Prambanan–Sewu
o Keraton Ratu Boko
o Kaliurang–Merapi
o Pantai selatan Bantul–Kulonprogo
o Perbukitan Menoreh
o Geopark Gunung Sewu, termasuk pantai-pantai dan sistem
geomorfologi karst Gunungkidul
0,8
0,9
78,6
55,1
0,436 – 0,440
0,443 – 0,447
6,11 – 7,11
10,00 – 10,50
74,36
62,14
0,79
0,75
2,83 – 3,27
3,12 – 3,51
71,33
7,0 70,49
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 6, hlm. 94 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi IntervEnsi
o Kasongan-Selarong
o Imogiri
cl Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Progo-
Opak
. IGb, Sleman
. Kab. Kulonprogo
. I(ab. Gunungkidul
. Kab. Bantul
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan idSasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Karangtah.rn, D. I. Iklibawang, dan D. I.
Progo Manggis-Kaf ibcning
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan heri,sni (termasuk
pengembangan kaE asan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan um.rk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Serang, DAS Progo Tengah-Hilir,
DAS Opak, dan DAS Bribin
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Serang, DAS Progo, DAS Opak, dan DAS
Bribin
. Pembangunan Bendungan Gsd
. Pembangunan Bendungan Karangtalun
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produ.ksi, antara lain mela.lui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkua.litas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bag petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian lraF/ar, antara train melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; p€duasan aks€i asuransi usaha
tani; pcnitgkdan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sist€@ resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
tr atren komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/l,aboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan var."ietas unggul dan budidaya lol€1, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset penardan
DI Kawasan Afirmasi
Pegunungan Sewu
(Pemerataan
Pembangunan)
. Kab. Gunungkidul
Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air balo,l, air minum, darl
sanitasi, listrik, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
Peningkatan ketahanan bencana
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenia.l di kawasan perkotaan Wonosari (PHTC)
Pengembangan SPAM Kawasan Perkotaan Wonosari
Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertanian
hortikultura dan peternakan
:'l
berkas 6, hlm. 95 OCR
No Lokasi Prioritas I*?h&i?rd Indikasi Intervensi
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung It Merbabu-Merapi
. Kab. Sleman
. Peningkatan 6A pariwisata di Capark Gunung Sqrru, termasuk pantai-
pantai dan sistem geomorfologi karst Gunungkidul
. Pembangunan Jalan Lintas Selatan Bantul-Gunungkidul-Wonogiri
. Peningkatan/preservasi jalan ruas YogEkarta-wonosarFs€t!8fl1-
PraciEaDtoro
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ebsi8tcm dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan dan satwa
. Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosbteta berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospck8i, keamanan hayati, serta aksca
dan pembagian keuntungan suEb€r daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Penguatan pengelolaan hutan lestari
. Perlindungan dsn pengamanan hutan
. Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
. Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
. Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Katrrasgl Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di D. I. Yogyakarta
Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Yoslakada dan Ikb. Bantul
. Kab. Bantul
. Kab. Gunungkidul
Indikasi Daerah Prioritas Intc ensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, darr Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi DI Yogyakarta Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta p€ob.rian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
meLaluii
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dar akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara train melalui:
a
a
:')
berkas 6, hlm. 96 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:l
o Penguatan kapasitas dan bE{rdirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dehrn lEn8@bil,an keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan ha.k penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap halc
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial baSi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dehh proses pembangunan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Huh'l ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (loT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas s SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di DI Yogyakarta, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
Pendal,aman sektor keuangan, antara train melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran $ktq keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di DI Yogyakarta, antara l,ain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kal'a8an
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 97 OCR
2.4 Provinsi Jawa Tengah
E2
LEGENDA
N c3 B2 Kawasan
| / AN , TB A8 BAN Pertumbuhan
TN 3 DM $ A5 S awasan Swasembada
1 / Aa TER Ora paae Ng B1 Jantan ya dan sa
N ka) c1 c1 | an s Semarang “s. f Kawasan Afirmasi
1 BI ( AS P: ir | Kawasan Konservasi dan
"NP C2 P P y Rawan Bencana
“ F, P 4 Ec , 4
3 “9 ML k Ko a DN C4 1 (@5 Ibu Kota Provinsi
NN | : Ne $N E1 & DA @ Bandar Udara
Sa SN sa & C2 Kari Ne v TN /
»$ &, .. "3 mg TA y N 23 | 9 Pelabuhan
E3 1 Sa a No? / mx Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
YA r Da C4 ( Multinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
Pj N / “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
Kn ama Pi Batas Administrasi
un — ni "nh TAGS
Das “Ah TA
En : MAAN « -
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 — Kawasan Perkotaan Purwokerto Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan 1 Pemali-Comal (Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kab.
Borobudur-Dataran Tinggi Dieng Pemalang, Kab. Pekalongan, Kab. Batang)
3 Kawasan Perkotaan Cilacap dan Kawasan
Pengembangan Industri Cilacap Swasembada Pangan, Air, dan Energi
4 Kawasan Perkotaan Pekalongan-Batang dan 2 Dieng-Serayu-Bogowonto (Kab. Cilacap, Kab.
Kawasan Pengembangan Industri Batang Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Banjarnegara, Kab.
5 WM Semarang dan Kawasan Pengembangan Wonosobo, Kab. Kebumen, Kab. Purworejo)
Industri Kendal-Semarang-Demak-Kudus 3 Jragung-Tuntang-Serang-Lusi-Juwana (Kab.
6 Kawasan Perkotaan Surakarta, Kawasan Semarang, Kab. Demak, Kab. Jepara, Kab. Pati, Kab.
Pengembangan Industri Surakarta-Boyolali- Kudus, Kab. Rembang, Kab. Grobogan)
Karanganyar-Sukoharjo 4 Bengawan Solo (Kab. Blora, Kab. Sragen, Kab.
7 Kawasan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Unggulan Boyolali, Kab. Klaten, Kab. Sukoharjo, Kab.
Solo-Sragen-Karanganyar Karanganyar, Kab. Wonogiri)
8 Kawasan Perkotaan Rembang
D. Kawasan Afirmasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan
1 Brebes (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
Tebu
1 Pegunungan Kendeng (Kab. Rembang, Kab. Pati,
Kab. Blora, Kab. Sragen) E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru 1 TN Merbabu-Merapi
2 Pati-Rembang 2 TN Karimunjawa
3 Cilacap 3 Geopark Kebumen
berkas 6, hlm. 98
SK No25ll04A
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A5 WM Semarang dan
Kawasan Pengembangan
Industri Kendal-
Semarang-Demak-Kudus
• Kota Semarang
• Kota Salatiga
• Kab. Semarang
• Kab. Kendal
• Kab. Demak
• Kab. Kudus
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Semarang, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Semarang
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan RTH
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Salatiga (tematik kota pendidikan)
sebagai kota satelit dari WM Semarang, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di WM
Semarang melalui pembangunan BRT dan peningkatan kereta komuter
• Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak
• Pembangunan Jalan Tol Demak–Kudus–Pati–Rembang–Tuban
• Pembangunan TPST Regional Semarang-Demak
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Semarang, termasuk penerapan NBS, SIH3, dan FEWS
• Pengembangan SPAL Regional WM Semarang
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Semarang (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Semarang
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
• Pembangunan pipa gas bumi Cirebon–Semarang
7,9
8,2
71,8
51,1
0,355 – 0,360
0,362 – 0,367
5,21 – 6,21
9,00 – 9,66
27,57
0,32
0,65
0,62
3,73 – 4,49
4,42 – 4,81
75,87
6,7 75,68
(Rata-rata
2025–2029)
7,7
(2029)
berkas 6, hlm. 99 OCR
No Lokasi Prioritas tft?hlbfu Indikasi Intervensi
. FembarAqnan pipa gas bumi Iklija (Kalimantan-Jawa
. Pengembangan koridor industri Kendal-Semarang-Demak-Kudus (sektor
industri prioritas: industri kimia, industri Ecain dan perlengkapan,
industri mal€nsn dan minuman, industri tekstil dan alas kaki)
. Hilirisasi tebu, temt@a untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu rzu, sugar, GKP, molase, baga$c, serta produk hilirisasi l,anjutan
tebu bioetanol, simp glukosa, dan bioplastik
. Pengembangan XI Seafer (Kab. Kendal)
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Demak
. Pengembangan Pelabuhan New Tanjung Mas-Kendal Seaport
. Pembangunan Tanggul Pantai/l,aut Kendal-Semarang-Demak dan
Pengembangan Kawasan Pesisir Semarang-Demak
. Urban Renewal Kota Tua Semarang
. Pembangunan Bendungan Bo&i
. Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan WM Semarang (PHTC)
. Pengembangan Kawasan Perdesaan Plasma Petik Sari (Kab. Kendal)
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Pekalongan-Batang dan
Ikq,asan Pengembangan
Industri Batang
. Kota Pekalongan
. Kab. Pekalongan
. Kab. Batang
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pekalongan-Batang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan t naga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pekalongan-Batang (PHTC)
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kraton Kab. Pekalongan (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Pekalongan-Batang
. Pengembangan SPAM Regional Pekalongan-Batang
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Pekalongan dan pembangunan
pengaman partai pesisir Pekalongan-Batang
. Pengembangan koridor industri Batang (sektor industri prioritas:
industri mesin dan perlengkapan, industri kendaraan bermotor listrik
berbasis baterai, industri semikonduktor, hilirisasi nikel)
. Pengembangan KIT Batang, termasuk infrastruktur pendukungnya
seperti jalan, sistem penyediaan air baku dan air minum,
telekomunikasi, dry port, pelabuhan, dsb.
. Pembangunan ppa gas bumi Cirebon-Semarang
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
. Pengembangan kota agropolitan Pekalongan
berkas 6, hlm. 100 OCR
No Lokasi Prioritas tlr?r&?rd Indikasi Intervensi
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A6
A7
Kawasan Perkotaan
Surakarta dan Kawasan
Pengembangan Industri
Surakarta-Boyolali
Karanganyar-Sukoharjo
(46)
. Kota Surakarta
r Kab. Boyolali
. Kab. Karanganyar
. Kab. Sukoharjo
Kawasan Pariwisata dsn
Ekonomi Kreatif
Unggulan Solo-Sragen-
Karanganyar (47)
Kota Surakarta
Kab. Sragen
Kab. Karanganyar
. Pengembangan dan Fnatlan kawasan perkotaan Surakarta, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar aL minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen z,
dan milenial di kawasan perkotaan Surakarta (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Solo-Karanganyar-Boyolali-Sukoharjo
. PenSpobangEn SPAM Regional Wosusokas
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Surakarta
. Pengembangan koridor industri Surakarta-Boyolali-Karanganyar-
Sukoharjo (sektor industri prioritas: industri mesin dan perlengkapan,
industri makanan dan minuman, dan industri tekstil dan alas kaki)
. Pembangunan Jalan Tol Kartasura-Klaten-Yogyakarta
. Pengembangan kota agropolitan Surakarta
. Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Surakarta
. Urban Re'?,,dlr,ll<ota, Tua Surakarta dan Revitalisasi Keraton Surakarta
dan Puri Mangkunegara
. Peningkatan 6A Pariwisata pada ld.spot pariwisata, antara lain:
Sangiran (termasuk revitalisasi Museum dan Situs Purbakala Sangiran),
Tawangmangu, Cetho-Sukuh
. Preservasi jalan ruas Solo-Sangiran, Solo-Tawangmangu
. Penyediaan layanan KA commuter E l4 Surakarta Raya (Surakarta-
Sukoharjo-Karanganyar-Sragen)
. Perencanaan dan persiapan p€tobanguna! Kereta Api Cepat (HSf,)
Jakarta-Surabaya
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
AI Kawasan Perkotaan
Purwokerto
. Kab. Banyumas
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Purwokerto, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dqrt rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan laj.aDan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yanA terint grasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Purwokerto (PHTC)
Pengembangan SPAM Perkotaan Purwokerto
berkas 6, hlm. 101 OCR
ttTjN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan layanan unggulan hs€hdan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD PrcL Dr. Maryono Soekarjo
Purwokerto (PHTC)
Pengembangan kota agropolitan Purwokerto a
A3 Kawasan Perkotaan
Cilacap dan Kawasan
Pengembangan Industri
Cilacap
. Ikb. Cilacap
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cilacap, antara lain
melalui:
o Fen].uqrnan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rcncarE
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan l,ayanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang tcf,buka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
Ha yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman loDuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, ccn Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cilacap (PHTC)
. Pengembangan SPAM Perkotaan Cilacap
. Pengembangan layanan unggulan lasehdan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sist€o rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Ikb/Kota, khususnya pada RSI.JD Cilacap (PHTC)
. Preservasi jalan ruas Cilacap-Kebumen-Purworejo (Lintas Selatan Jawa
Tengah)
. Pengembangan kota agropolitan cilacap
. Pengembangan Pelabuhan Cilacap
. Pembangunan Kilang Minyak Bumi Cilacap
. Pengembangan koridor industri Cilacap (sektor industri prioritas:
industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, industri semen dan bahan
konstruksi, industri makanan dan minuman)
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A8 Kawasan Perkotaan
R€@bsng
. Kab. Rembang
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rembang, antara train
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yarrg terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan R€Ilbang (PHTC)
Pengembangan SPAM Perkotaan Rembang
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung
stroke, dan siatcE rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. R. Soelrasno Rembang (PHTC)
Preservasi jalan ruas Rembang-Blora
Pembangunan Jalan Tol Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban
Pengembangan kota agropolitan Rembang
:')
:)
.,]
berkas 6, hlm. 102 OCR
-ro2-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
lA Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Borobudur-Dataran
Tinggi Dieng (bagian dari
Destinasi Pariwisata
Prioritas Borobudur-
Yogyakarta-Prambanan)
Kota Magelang
Ikb. Magelang
Kab. Wonosobo
Kab. Temanggung
Kab. Banjarnegara
a
a
Peningkatan 6A Pariwisata Candi Borobudur *bryai The World's Lary8t
Bttddhist Pilqinvge Destination
Peningkatan 6A Pariwisata, antara lain pada Dataran Tinggi Dieng dan
Kompleks Percandian Dieng dan Museum Kslirasa
Urban Renewal Kot, Wisata Magelang, wonosobo, dan Temanggung
Pengembangan Kawasan Perdesaan Margomarem (Kab. Wonosobo)
Pembangunan Jalan Tot Bawen-Magelang-Yogyakarta
Preservasi ja.lan ruas
Purwokerto
. Preservasi jalan ruas Wonosobo-Parakan-Temanggung-Secang
. Preservasi jalan ruas Parakan-Ngadirejo-Weleri
. Preservasi jalan ruas Wonosobo-Tambi-Percandian Dieng
o Preservasi jalan ruas Ngadirejo-Sikatok-Tambi
. Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sa.kit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RST Tk.
II dr. Soedjono (Kota Magelang)
:'l
',]
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Jragung-Tuntang-Serang-
LusiJuwana
. Kab. Semarang
. Kab. Demak
.Ikb.Jepara
. Kab. Kudus
. Kab. Pati
. Ikb. Grobogan
. Kab. Blora
. Kab. Rembang
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Glapan, D. I. Sedadi, D. I. Klambu, D. I.
Jragung, D. I. Duedl, D. I. Sidorejo, D. I. GerDblott& dan D. I.
Gunungrowo
Rehabilitasi dar peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pert nian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutqlt dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Jragung, DAS Tuntang, DAS Serang
DAS Juana, DAS Capluk, DAS Lasem
Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Jragung, DAS Trrntan& DAS Serang, DAS
Juana, DAS Capluk, DAS Lasem, Danau Rawapening, Waduk
Kedungombo
Pembangunan infrastruktur PLTP Ungaran
Pembangunan Bendungan Dolog
Pembangunan Bendungan Karangnongko
Pembangunan Bendungan Cabean
Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
a
5
a
a
:l
in6:astn ktur EansDctasi dan disitd basi petani;
berkas 6, hlm. 103 OCR
ttIN
REPUBUK INOONESIA
- ro3 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan E€naj€orear usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pac€r, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan Earajemeo poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; pcrluasol akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil rh€t pertanian
c2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Dieng-Serayu-Bogowonto
. I(ab, Wonosobo
. Kab. Banjarnegara
. Kab. Purbalingga
. Kab. Banyumas
. Kab. Cilacap
. Kab. Kebumen
. Kab. Purworejo
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi l(€['enaryan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Banjarcahyana, D. I. Singomerto, D. l.
Serayu, D. l. Wadaslintang, D. I. Sempor, dan D. I. Tajum
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi k 'enan8an
pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
o Pembangunan dan pengelolaan tsrtrf,rngan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
.utcrunen area WS Sera)m-Ebgowqrto
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
darEu
. Pembangunan infrastruktur PLTP Candradimuka
. Pembangunan infrastruktur PLTP Dieng
. Pembangunan infrastruktur PLTP Baturraden
. Pembangunan Bendungan Bener
. Pengembangan pabrik ekstraksi litium dari fluida panas bumi di Dataran
Tinggi Dieng
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi l,ahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara train mela.tri: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPI dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan marEjcraen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
berkas 6, hlm. 104 OCR
I:I^TJFIEtrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas psrEan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lol€l dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
cl Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Pemali-
Comal
. Kab. Brebes
. Kab. Tegal
. Kab. Pemalang
. Kab. Pekalongan
r Kab. Batang
Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bengawan Solo Jawa
Tengah
. Kab. Wonogiri
. Kab. Sukoharjo
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Waduk Malahalnr, D. I. Kumisik, D. I. Pemali
Bawah, D. I. Cacaban, D. I. Cipero, D. I. Gung, D. L Sungapan, D. I.
Comal, D. I. Kupang Kromp€m& D.I. Sragi, dan D. L Kaliwadas
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intEnsifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkel,anjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortili tura
o Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
caldvr@tt cr"c, terutama pada DAS Serayu, DAS Luk Ulo, DAS
Wawar/ Medono, DAS Bogowonto
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Serayu, DAS Luk Ulo, DAS Wawar/Medono,
DAS Bogowonto, Waduk Wadaslintang, Waduk Sempor, Waduk Mrica
. Pembangunan Bendungan Kedunglanggar
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, ant ra lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
kualitas pascapanen melalui peningkatan pra3araru
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan aksca asuransi usaha tsrd, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak pctarri; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
Biste@ resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala loka.l dalan
ranSka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pert nian
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
C4
SK No25llllA
berkas 6, hlm. 105 OCR
=IiEIEtrN REPUBUK INOONESIA
No L.kali Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
:')
Kab. Klaten
Kab. Boyolali
Kab. Sragen
Kab. Karanganyar
Kab. Blora
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
o Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk Frtanian tanaman pangan, pctcmalan, dan
hortilo tura
. Konsen asi su.mber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@lchtnen qrcq ten)t@a pada Sub-DAS Bengawan Solo Hulu
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Bengawan Solo Hulu, Waduk
GajahEungkur, Waduk Cengklik
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lah melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain mel,alui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan alc€s layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas s pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal del,m
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
BI Kawasan Komoditas
Unggulan Tetu
Pegulungan Kendeng
. Kab. Rembang
. Kab. Pati
. Kab. Blora
. Kab. Sragen
:]
a
a
:.]
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tetu
82
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pati-Rembang (82)
. Ikb. Pati
o Kab. Rembang
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Cilacap (B3)
. Kab. Cilacap
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Bajomulyo dan PPN Tasik
Agung
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Cilacap
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pati-Rembang
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. PenAcmbsnSan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
berkas 6, hlm. 106 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kel,autan dan perikanan
. Penguatan logistik dan si8teE rantai dingin produk perikanan
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Pati, Rembang, dan Cilacap
DI Kawasan Afirmasi Brebes
(Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
. I(ab. Brebes
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah la)Ek huni), scna peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Preservasi jalan daerah di Kab. Brcb€s
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high whe unggulan: pertanian dan
peternakan
. Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
. Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
E1 Kawasan Konservasi TN
Merbabu-Merapi
. Kab. Magelang
. Kab. Boyolali
. Kab. Semarang
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem @ dan arca bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pemanfaatan erEb€r daya hayati dan jasa ekogistctr berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
. Perlindungan dan pengamanan hutan
. Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
. Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
. Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
E2 Kawasan Konservasi TN
Karimunjawa
. Kab. Jepara
|.]
a
Pengelol,aan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-
pulau lacil
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinA8i
Pengurangan status keterancaman slrcsirs tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan nrober dal'a hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioeko[roEi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta alGes
dan pembagian keuntungan surab€r daya genetik
E3 Kawasan Konservasi
Geopark Kebumen
. Kab. Kebumen
5 Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, kesrlaltan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan Bur!be!' daya genetik
:')
',]
berkas 6, hlm. 107 OCR
No Lokasi Prioritas Higrd@tu I Indikasi I Intervensi
. Kab. Wonosobo
. I(ab. Pemalang
. Kab. Brebes
. Kab. Temanggung
. Kab. Magelang
. Kab. Banyumas
. I(ab. Banjarnegara
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
B€nhran Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jawa Tengah Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Ana* Tidak Sekolah
o Revitalisasip€ndidikannonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dsn anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kc8pro
o Penyelengaraanpemeriksasrkesehatangratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dad kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, scna peningkatan
kepemimpinan perempuan dala.m pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam pmscs pcrabanaunan
Reformasi Pengelolaan SsDpah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
:l
'l
SK No25tl14A
berkas 6, hlm. 108 OCR
REPUBLTK INDONESIA
-loa-
No Lokasi Prioritas frigtdlbld Indikasi Intervensi
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/ LUR
. Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan ccrdag lst tatl grid untuk rreEakriEalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Pa,r..fapan In enet orltdqs (loT) di Bcktor ercrgi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara rectdm€
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
. Percepatan transformasi digital, antara train melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hinga kc pelosok
. Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara l,ain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
. Memperkuat reformasi hula&, terutama di Jawa Tengah, antara lain
melalui:
o Rnc€gahart dqn pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (FIGN)
. Pendalaman sektor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
. Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah, antara l,ain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan haL kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
SK No25ll15A
berkas 6, hlm. 109 OCR
C3
2.5 Provinsi Jawa Timur
gi JAWA
LEGENDA
Kawasan
Pertumbuhan
Kawasan
Komoditas Unggulan
1 Kawasan Swasembada
NN LN EA Pangan, Air, dan Energi
Na N NN B5 D1
Ha , Ng » P5 B6 C it Kawasan Afirmasi
NG - N Pa Ka at
Sa “ A9 Ponsag sa Pe Png 4 “4 d Kawasan Konservasi dan
5 $ A1 Surabaya — Rawan Bencana
"5 / B3 Na Si &g -4 Ibu Kota Provinsi
N A4 - “ Bandar Udara
N 2 » ti 2 LA Lag Pelabuh:
en Pa # labuhan
BJ Si) | 4 A2 - k B2 7 c3 N 9 Kawasan Prioritas Rawan
LA “Snap 1762 KS B1 “3 - c3 # & ah e AN 9 Bencana Gempa Darat
B4 men ' £ Hana ai Ken NG Ak mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
1 Pada : 2 “— B7 9— , , Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
. , NE ng “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
E3 Y » — Gal yasebat :
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 — WM Surabaya dan Kawasan Pengembangan Industri Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Gresik-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Pasuruan 1 Bengawan Solo (Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab.
2 Kawasan Perkotaan Malang-Batu, Kawasan Magetan, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab.
Pengembangan Industri Malang-Singasari-Lawang & Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Gresik, Kab.
Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Lamongan)
Bromo-Tengger-Semeru dan Lingkar Kawi 2 Brantas (Kab. Malang, Kab. Blitar, Kab. Tulungagung,
3 Kawasan Perkotaan Kediri Kab. Trenggalek, Kab. Kediri, Kab. Nganjuk, Kab.
4 Kawasan Perkotaan Madiun Jombang, Kab. Mojokerto, Kab. Sidoarjo)
5 Kawasan Perkotaan Sumenep 3 Tapal Kuda (Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.
6 Kawasan Perkotaan Jember Lumajang, Kab. Jember, Kab. Situbondo, Kab.
Bondowoso, Kab. Banyuwangi)
B. Kawasan Komoditas Unggulan
D. Kawasan Afirmasi
Tebu
1 Lingkar Kelud-Kawi-Arjuna-Welirang (Kab. Malang, 1 Madura dan Kepulauan (Kab. Bangkalan, Kab.
Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Jombang, Kab. Mojokerto, Sampang, Kab. Pamekasan, dan Kab. Sumenep)
Kab. Sidoarjo) (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
2 Tapal Kuda (Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. 2 Pegunungan Sewu (Kab. Pacitan dan Kab.
Bondowoso, Kab. Situbondo) Trenggalek) (Pemerataan Pembangunan)
3 Pegunungan Kendeng-Lingkar Lawu (Kab. Ngawi, Kab.
Magetan)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru
4 Pacitan-Trenggalek-Tulungagung 1 TN Bromo-Tengger-Semeru
5 Lamongan-Tuban 2 TN Meru Betiri
6 Sumenep | 3 TN Alas Purwo
7 Banyuwangi 4 TN Baluran
berkas 6, hlm. 110
Er-l-5{f.T{Il
BUK INDONESIA
- 1r0 -
SK No25ll19A
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 WM Surabaya dan
Kawasan Pengembangan
Industri Gresik-
Surabaya-Sidoarjo-
Mojokerto-Pasuruan
• Kota Surabaya
• Kab. Gresik
• Kab. Lamongan
• Kab. Mojokerto
• Kab. Sidoarjo
• Kab. Bangkalan
• Kab. Pasuruan
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Surabaya, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Surabaya
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan RTH
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Gresik (tematik kota industri)
sebagai kota satelit dari WM Surabaya, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan WM
Surabaya, antara lain Pengembangan Surabaya Regional Railway Line
Fase 1 dan BRT Surabaya
• Pembangunan Jalan Tol Surabaya East Ring Road (Bandara Juanda-
Kenjeran)
• Pembangunan Jalan Tol Gresik–Lamongan–Tuban
• Pembangunan Jalur Ganda KA Segmen Sepanjang–Wonokromo
• Pengembangan TPST Regional Surabaya Raya
• Pengembangan SPAL Regional WM Surabaya
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Surabaya (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Surabaya dan peningkatan SPAM
Mojolagres
13,7
14,2
114,8
80,7
0,369 – 0,373
0,381 – 0,386
4,31 – 5,31
7,58 – 8,08
2,52
1,00
0,68
0,64
3,26 – 4,21
3,90 – 4,49
74,50
74,17 6,9
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 6, hlm. 111 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Surabaya, tcrmaqrk pengendalian banjir Kali Buntung
dan Kali Lamong
. FenCeEbanEan koridor industri Gresik-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-
Pasuruan (sektor industri prioritas: industri kimia, industri kosmetik
dan farmasi, hilirisasi tembaga, industri logam, besi, dan baja, industri
mesin dan perlengkapan, dan industri makanan dan minuman)
. Hilirisasi lanjutan sawit bioplastik, bioavtur, graphene, tE, da,n surfaktan
r Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu raw sugar, GKP, molase, bagasse, serta produk hilirisasi l,anjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
. Pengembangan KEK Gresik dan pengembangan KI i-Sentra@Lamongan
. Pembangunan Pabrik Amonia Urea UI Petrokimia Gresik (PKG)
. Pembangunan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik (PKG)
. Perencanaan dan penyiapan pembangunan jalur KA Duduksampeyan-
Pelabuhan JIPE Manyar, serta pengembangan dry port kereta qi
. Urban Renewal Kota Tua Surabaya
. Pengembangan TPST Regional Pasuruan-Probolinggo
. Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Keraton Majapahit Trowulan
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
M Kawasan Perkotaan
Malang-Batu, Kawasan
Pengembangan Industri
Malarg-Singasari-
Lawang, dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggul,an Bromo-
Tengger-Semeru dan
Lingkar Kawi (Destinasi
Pariwisata Prioritas
Bromo-Tengger-Semeru)
Kota Malang
Kota Batu
Kab. Malang
Kab. Pasuruan
Kab. Probolinggo
Kab. Lumajang
Keb. Blitar
Pengembangan dar penataan kawasan perkotaan Malang-Batu, antara
lain melalui:
o Penl lsunan masterplan penataan kawasan perkotaan dsn rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan Eilqrial di kawasan perkotaan Malang-Batu (PHTC)
Urban Renewal Kota Wisata Batt..r
Pembangunan TPST Regional Malang
Pengembangan SPAM Regional Malang
Pengembangan koridor industri Malang-Singasari-Lawang (sektor
industri prioritas: industri mesin dar perlengkapan, industri makanan
dan minuman, dan industri tekstil dan alas kaLi)
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Ba.lai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
Pengembangan KEK Singasari
Pengembangan kota agropolitan Malang-Batu
Pengembangan SPAL Regional Kawasan Perkotaan Malang
Peningkatan 6A Pariwisata Malang-Bromo-Tengger-Semeru
Preservasi jalan ruas Malang-Batu dan Malang-Bromo
Pembangunan infrastruktur pengendalian sedimen dan lahar Gunung
ScEc!'u
5
a
:.]
!
:.]
a
:'l
SK No25ll2lA
berkas 6, hlm. 112 OCR
-tt2-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Kediri
. Kota Kediri
. Kab. Kediri
. Revitalisasi Museum PETA Blitar
. Pembinaan melalui pelatihan kapasitas SDM Pariwisata berbasis
pariwisata berkelanjutan
. Pengurangan risiko bencana gunung api di Gunung Semeru
. Pengembangan dsn penataan kawasan perkotaan Kediri, antara l,ain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkdaarr
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan den peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman lorEuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kediri (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Kediri
. Pengembangan SPAM Regional Kediri
. Pengembangan kota agropolitan Kediri
. Pembangunan Jalan Tol Kertosono-Kediri
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSt D Gambiran Kediri (PHTC)
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Kediri
. Preservasi jalan ruas Kediri-Tulungagung-Trenggalek dan Kediri-
Tulungagung-Blitar
. Pengurangan risiko bencana gunung apl di Gunung Kelud
A4 Kawasan Perkotaan
Madiun
. Kota Madiun
. Kab. Madiun
. Kab. Magetan
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Madiun, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata mang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengar sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman lorEuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Madiun (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Madiun
. Pengembangan SPAM Regional Madiun
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Madiun
. Pengembangan kota agropolitan Madiun
. Pengembangan layarEfl unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem ruju.kan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Soedono Madiun (PHTC)
. Preservasi jalan ruas Madiun-Magetan dan Madiun-Ponorogo-Pacitan
. Pengembangan Kawasan Industri Ngawi, sebagai hin ed@nd dari
Kawasan Perkotaan Madiun
. Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI /KEK prioritas
SK No25ll22A
berkas 6, hlm. 113 OCR
ITEN
No L,okasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HSf)
Jakarta-Surabaya
Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rur!€h
sakit dalarn rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAU dr.
Efram Harcana (Kab. Magetan)
A6 Kawasan Perkotaan
Jember
. Kab. Jember
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Jc6ber, antara l,ain
melalui:
o Penyusunan masterplan penat an kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan lal.anan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, c€n Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Jember (PHTC)
Pembangunan TPST Regional Jember
Pengembangan SPAM Regional Jember
Pengembangan kota agropolitan Jember
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Soebandi Jember (PHTC)
Preservasi jalan ruas Jember-Banyuwangi, Jember-Bondowoso-
Situbondo, dan Jember-Lumajang
Perencanaan dan persiapan reaktivasi jalur KA segmen Kalisat-
Situbondo
1
1
1
1
c1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bengawan Sob Jawa
Timur
. Kab. Pacitan
. Kab. Ponorogo
. Kab. Magetan
. Kab. Madiun
o Kab. Ngawi
. Kab. Bojonegoro
. Kab. Tuban
. Kab. Lamongan
. Kab. Gresik
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Colo, D. I. Asin Bawah, D. I. Bengawan Jero,
D. L Gondang, D. I. kijct n, D. I. SiE, D.I. Waduk Pondok, D. I. Jejeruk,
D. I. SunSlsrr, D. I. Beron, dsn D. I. Pacal
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna l,ahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi erlmbcr daya air melalui rehabilitasi hutan den lahan pada
@tctvvnt area, terutama pada Sub-DAS Kali Madiun, Sub-DAS
Bengawan Solo Hilir, DAS Grindulu, DAS kuEpun& DAS Kali Lamong,
dan DAS Kali Corong
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kulitas ak di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Kali Madiun, Sub-DAS Bengawan Solo
Hilir, DAS Grindulu, DAS Prumpung, DAS Kali Lamong, dan DAS Kali
Corong, waduk Pacal, Waduk Pondok, Waduk Sangiran, Waduk Prijetan,
dan Telaga Sarangan
. Pembangunan infrastruktur PLTP Tegala Ngebel
. Pembangunan infrastruktur PLTA PS Grindulu
. Pengembangan Kilang Minyak Bumi GRR Tuban
. Pembangunan kilang olefin di Tuban
. Pengembangan DioJtrd dari metanol dan etanol di Bojonegoro
berkas 6, hlm. 114 OCR
|I'-FN
No Lokasi t Prioritas Fft?rdirld Indikasi Inten ensi
. Pembangunan Jalan Tol Gresik-Lamongan-Tuban-Rembang
. Preservasi jalan ruas Bojonegoro-Babad-Lamongan-Gresik dan Tuban-
Babad
. Pengembangan Kawasan Prioritas Organik Bemutdsi Lereng Gunung
Lawu (Kab. Karanganyar)
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi laltan pertanian;
optimalisasi dan rEvitalisasi lahan pertanian; dsn peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asursnsi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan alc€3 layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
c2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Brantas
. Kab. Malang
. Kab. Blitar
. Kab. Kediri
. Kab. Nganjuk
o Kab. Jombang
. Kab. Mojokerto
. Kab. Sidoarjo
r Kab. Tulungagung
. Kab. Trenggalek
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi ket enarEan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I . Delta Brantas, D. I . Is Kedung Kandang, D.
I. Menturus, D. I. Mrican, D. I. Padi Pomahan, D. I. Is Molek, dan D. I.
Waduk Bening
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Iionsn asi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@lcluten, qrw"te *a,,l,a pada Sub-DAS Brantas Hulu, Sub-DAS L.kso,
Sub-DAS Konto, Sub-DAS BranSkal
Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Brantas Hu.lu, Sub-DAS Lekso, Sub-
DAS Konto, Sub-DAS Brangl€I, waduk Ksrangkates, Waduk Widas,
Waduk Selorejo
Peningkatan operasi dan pemeliharaan bendungan-bendungan pada
DAS Brantas
Pembangunan infrastruktur PLTP Arjuno Welirang
Pembangunan Bendungan Bagong
Pengembangan K6 'assrr Perdesaan Agrowisata Pertanian Terpadu
Kecamatan Gondang (Kab. Mojokerto)
Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
a
a
a
tl
SK No25ll24A
berkas 6, hlm. 115 OCR
iI-t=N
- r15 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi IntervEnsi
reforEa agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisidai pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan Jera TiDur
a
a
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Tapal Kuda
. Kab. Pasuruan
. Kab. Probolinggo
. Kab. Lumajang
. Kab. Jember
. Kab. Situbondo
. Kab. Bondowoso
. Kab. Banyuwangi
a Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Bondoyu.do, D. I. Sampean Baru, D. I. Baru,
D. I. Setail, D. I. Porolinggo, D. I. Setail Teknik, D. I. Bedadung, D. I.
Pondok Waluh, D. I. Talang, D. I. Jatiroto, D. L Pekalen, D. I. Banyuputih,
dan D. I. Sampean
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan l,ahan pada
catchment cru, terutama pada DAS Bondoyudo, DAS B€dadung, DAS
Sampean, DAS TeDpfan-Kedungbajul
Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Bondoyudo, DAS Bedadung, DAS Sampean,
DAS Tempuran-Kedungbajul
Pembangunan infrastruktur PLTP Ijen
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi
Pengembangan SPAM Regional Probolinggo-Lumajang dan peningkatan
kapasitas SPAM Umbulan
Pengelolaan dan pengembangan latEn pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata mang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lalun pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupu.k/pestisida/pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani:
!
a
!
1
:'l
',]
a
berkas 6, hlm. 116 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi t Prioritas Higrubrd Indikasi Intervensi
a
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan Eanaj€raen usalE tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tafli, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan a.lGes asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan al<sca layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian ska.la lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur
A5
DI
Kawasan Afirmasi
Madura (Dl) dan
Kepulauan (Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
dan Kawasan Perkotaan
Sumenep (A5)
Kab. Bangkalan
Kab. Sampang
Ikb. Pamekasan
I(ab. Sumenep
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Preservasi Jalan Lintas Selatan Madura dan Jalan Lintas Utara Madura
. PcnacEbanaanjari,gan/daqah irigaBi baru di wS Madura
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
peternakan
. Replo@n enl fasilitas Pelabuhan Sapudi
. Peningkatan fasilitas Pelabuhan Keramaian (Pulau Masalembu)
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sumenep, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Fenlrcdiaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
. Pengembangan SPAM Perkotaan Sumenep
. Pembangunan nmah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, G€n z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sumenep (PHTC)
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan eiatna rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dsn
Kab/Kota di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep (PHTC)
. Penaerabsnsen infrastruktur dan peningkatan layanan RSUD dr.
Mohammad Zyn Sampang
. Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan aks€r internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
. Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah safir upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
D2 Kawasan Afirmasi
Pegunungan Sewu Jawa
Timur (Pemerataan
Pembangunan)
r Kab. Pacitan
Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dqn
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, sfta nrEah layak huni), serta Fninglqtsn ketahanan
air, energi, dan pangan
Peningkatan ketahanan bencana :')
berkas 6, hlm. 117 OCR
[.T.N
REPUBLTK INDONESIA
- tl7 -
No Lokasi Prioritas
Kab. Trenggalek
It?rrftbr, I Indikasi Intervensi
1 Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dan
preservasi Jalan Iintao Selatan Wonogiri-Pacitan-Trenggalek-
Tulungagung, serta jalan ruas Ponorogo-Pacitan dan Ponorogo-
Trenggalek
Pemberdayaan aktivitas ekonomi high tplue unggulan: perikanan,
pertanian, dan perkebunan
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota di RSUD dr. Darsono Pacitan (PHTC)
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan k kemiskinan
BI Kawasan Komoditas
Unggulan Teh,r Lingkar
Kelud-Kawi-Arjuna-
welirang
o Kab. Malang
. Kab. Blitar
. Kab. Kediri
. Kab. Jombang
. Kab. Mojokerto
. Kab. Sidoarjo
a Peningkatan produktivitas perkebunan dslt kualitas produksi (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tebu
a
a
ln Kawasan Komoditas
Unggulan Tebu Tapal
Kuda
. Kab. Lumajang
. Kab. Jember
. Ikb. Situbondo
. I(ab, Bondowoso
't
1
:'1
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tehr
B3 Kawasan Komoditas
Unggulan Tebu
Pegunungan Kendeng-
Lingkar Lawu
r Kab. Ngawi
. Ikb. Magetan
:l
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produki (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tebu
84 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pacitan-Trenggalek-
Tulungagung
. Kab. Pacitan
. Kab. Trenggalek
. Kab. TuhrDAaCunC
.,]
.,]
Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Tamperan dan PPN Prigi
Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung
Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggul,an perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
.,]
:l
:'l
a
SK No25ll27A
berkas 6, hlm. 118 OCR
No Lokasi Prioritas
E}5 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Lamongan-
. Kab. Lamongan
. Kab. Tuban
Higr igftt Indikasi Intervensi
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Brondong dan PPP Bulu
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
. Penguatan bgi3tik dan sistem rantai dingin produk perikanan
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Lamongan dan Tuban
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Sumenep
. Kab. Sumenep
. Pengembangan pel,abuhan perikanan Pelabuhan Perikanan
Pasongsongan
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya sains hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dsn perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
I Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Sumenep
B7 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Banyuwangi
. Kab. Banyuwangi
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Muncar
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Banyuwangi
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dsn prasarana produksi
perikanan budidaya, terutama pada komoditas lobster air l,aut yaDS
memiliki nilai jual tingi lwh-wtue @zunoditd
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya air payau dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rstrtsi dingin produk perikanan
EI
E2
H}
FA
Kawasan Konservasi TN
Bromo-Tengger-Semeru
(EU
. I(ab. Pasuruan
r Kab. Probolinggo
r l(ab. Malang
. Kab. Lumajang
Kawasan Konservasi TN
Meru Betiri (E2)
. Kab. Jember
. Kab. Banyuwangi
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta alGeg
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Penguatan pengelolaan hutan lestari dan peningkatan fungsi sosial
kawasan hutan
. Perlindungan dan pengamanan hutan
. Penguatan pengelolaan hutan lestari
. Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
. Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
. Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
berkas 6, hlm. 119 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Konservasi TN
Alas Purwo (E3l
. Kab. Banyuwangi
Kawasan Konservasi
Baluran (Br)
. Keb. Situbondo
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Jawa Timur
a Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Blitar
. Kab. Bangkalan
. Kab. Pamekasan
. Kab. Sampang
. Kab. Sumenep
. I(ab. Bondowoso
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jawa Timur a Pemberian Eatan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pernbedan makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dsn penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ihr dan anak
o Pencegahan dan Penurunan srun irq
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi baSi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, scrta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari ke*rraaan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelol,a persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/ LUR
a
berkas 6, hlm. 120 OCR
-L20-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas ls,ra'a', grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet o/TrtjrBs (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan pengunaan kendaraan listrik
. Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas s SDM digital dan O,"o6i digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
. Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
. Memperkuat reformasi lurlolm, terutama di Jawa Timur, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (IPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gdap
narkoba (P4GN)
. Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Jawa Timur, antara lain
melalui:
o Pelindungan dar pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi hrdalla, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 121 OCR
: ,
2.6 Provinsi Banten
3 Ha
sa NX A2 L
Ka N 9 x LEGENDA
"si , "STT N c1 Ae to -@ Kawasan
L FAN A1 f “IN Pertumbuhan
& at / Kawasan
Serang - : Komoditas Unggulan
1 ga
$ | A4 | Kawasan Swasembada
! 1 Ns. Pangan, Air, dan Energi
“ 1 tan F3 Kawasan Afirmasi
# Ng 3
2 P4 | N
A H PT 3 N | Kawasan Konservasi dan
1 2 Le N , Rawan Bencana
' / . ON (@) Ibu Kota Provinsi
1
P, c1 ci 1 @ Bandar Udara
P 9 Pelabuhan
ae If
, , Kawasan Prioritas Rawan
2 2 E2 @ Bencana Tsunami/Megathrust
| , mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
2 | Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
? LA "““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
: maa. Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Cilegon-Serang .
2 Kawasan Pengembangan Industri Cilegon-Serang- 1 Banten Selatan (pesisr selatan Kab. Lebak dan Kab.
Tangerang Pandeglang) (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan
Labuan-Tanjung Lesung
4 Kawasan Perkotaan Tangerang Raya (bagian dari
Kawasan Aglomerasi Jakarta)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi 1 TN Ujung Kulon
2 TN Halimun-Salak
Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Banten (Kab. Serang, Kab. Tangerang, Kab. Lebak,
Kab. Pandeglang)
berkas 6, hlm. 122
-L22-
SK No25ll32A
Sasaran Pembangunan Provinsi Banten
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A4
Kawasan Perkotaan
Cilegon-Serang (A1),
Kawasan Pengembangan
Industri Cilegon-Serang-
Tangerang (A2), dan
Jakarta-Tangerang
International Business
Corridor
• Kota Cilegon
• Kota Serang
• Kab. Serang
• Kab. Tangerang
• Kota Tangerang
• Kota Tangerang
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cilegon–Serang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Cilegon–Serang–Tangerang (sektor
industri prioritas: industri kimia, industri makanan dan minuman, dan
industri logam, besi, dan baja)
• Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (kelapa sawit), dan
pengembangan Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon
(industri kimia dan logam dasar)
• Hilirisasi lanjutan sawit bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pengembangan Pelabuhan Ciwandan-Cigading
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Interkoneksi Sumatera–
Jawa
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cilegon-Serang (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Banten (PHTC)
• Peningkatan jalur KA Rangkasbitung–Merak
• Pembangunan TPST Regional Serang–Cilegon
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
• Pelebaran Jalan Merak-Batas Kota Cilegon
• Pengembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional
Banten (KEK BSD)
• Pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja
• Pembangunan Jalan Tol Kamal–Teluk Naga–Rajeg–Balaraja
3,8
3,9
106,4
74,6
0,326 – 0,330
0,344 – 0,365
2,42 – 3,42
4,50 – 5,50
56,65
43,56
0,59
0,56
6,39 – 6,82
6,87 – 7,24
67,93
6,8 66,92
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 123 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
!
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
Pembangunan TPST Regional Tangerang Raya
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Serang
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas t€rnga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi kreatif
Unggulan Labuan-
Tanjung Lesung
. Peningkatan 6A Pariwisata di KEK Tanjung Lesung dan urban rcizual
Labuan
. Preservasi jalan ruas Panimbang-Labuan, PanimbanA-Tanjungl$urg,
dan Panimbang:Sumur-Ujungkulon (via pesisir)
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Labuan
. Pembangunan Jalan Tol Serang-Rangkasbitung-Panimbang
c1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Banten
. Kab. Serang
. Kab. Tangerang
. Kab. Lebak
r Kab. Pandeglang
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pu8at, antara lain pada D. I. Cisadane, D. I. Ciqiun& D. I. Cidurian
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya ah melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@achrr@^l area, terutama pada DAS Ciujung, DAS Cibantcn, DAS
CiduriarFcimanceuri, DAS Cibungur-CiliBan, DAS Cibaliung, DAS
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Ciujung, DAS Cibanten, DAS Cidurian-
Cimanceuri, DAS Cibungur-Ciliman, DAS Cibaliung, DAS Cikadubuluh-
Cipuntenageung-Cibama
. Pembangunan infrastruktur PLTP Rawadano
. Pembangunan Bendungan Karian
. Pembangunan Bendungan Cidanau
. Pembangunan larerbosin DsnsJ&r Svsre',,r Banten
. Pembangunan SPAM Regional Karian Barat
. Pembangunan SPAM Regional Karian Timur
. Pembangunan SPAM Regional Sindangheula
. Pengelolaan dan Fng.obangan lahan p€rtanisr berkelanjutan, artsra
lain mchfui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma ag:ar:ia, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
pengunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. FcninsEatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
berkas 6, hlm. 124 OCR
-L24-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
! Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kclcEh.S'8n koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses l,ayanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan AfrEaei Banten
Selatan (Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
. Kab. Lebak
. Kab. Pandeglang
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Pengembangan PSDKU sesuai keunggulan wilayah (indikasi lokasi:
Malingping)
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Malingping (PHTC)
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high uah@ unggulan: perikanan,
pertanian tanaman pangan, dan pertanian hortikultura
. Peningkatan 6A pariwisata di Sau'ama dan Kawasan Masyarakat Adat
Baduy (Baduy Luar)
Peningkatan/pembangunan jalan ruas
Cikulur-Ciboleger
Pengembangan layanan unggulan kesehatan itu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan Bistcrn rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, terutama di RSUD Malingping (PHTC)
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
EI
E2
Kawasan Konservasi TN
Ujung Kulon (El)
. Kab. Pandeglang
Kawasan Konservasi TN
Halimun-Salak (E2)
r Kab- t Lebak
a Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dqn area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bio€k6r@i
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta alc€s
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Penguatan pengelolaan hutan lestari
Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
Perlindungan dan pengamanan hutan
:'l
:l
SK No 251134 A
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Banten
Penerapan JVat re-Bosd Solution da Gray Infrastructure untuk mitigasi
arrcallraIr megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan Cilegon dan
Pesisir Barat Banten (Megathrust Selat Sunda)
berkas 6, hlm. 125 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Kab. Pandeglang
. Kab. Tangerang
. Kab. Lebak
. Kab. Serang
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Banten :') Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu Ecnwsui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dsn pendidikan menengahl, antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan ArEk Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat aa.saran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pel,ayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dafl kemandirian, s€rta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dar perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antam
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listri.k energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara ,€aldme
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hinga ke pelosok
t'l
a
berkas 6, hlm. 126 OCR
-t26-
No L.kasi kbrita8 Highlight Indikasi Intervensi
:l Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Banten, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi s€rta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (PIGN)
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Banten, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 127 OCR
3. Wilayah Bali - Nusa Tenggara
3.1 Provinsi Bali
i (DN ng A2d mana Ma
A E1 / Tang awasan
Pong Lv. Nana Na “B2 Pertumbuhan
1 “Ng Kawasan
3 B3 C1 ) A2b Komoditas Unggulan
AN - Ade yg Kawasan Swasembada
2 As (XX 4 A2c Pangan, Air, dan Energi
N 31 ng ! - Kawasan Afirmasi
NG ci :
“Ty / Kawasan Konservasi dan
Ornoanananng, F, , Rawan Bencana
Dang A2a ci (Kah
Tn pa R3 (@! Ibu Kota Provinsi
A £ # @ Bandar Udara
Azt M In hai PN 9 Pelabuhan
D1 PAN Kawasan Prioritas Rawan
Bencana Tsunami/Megathrust
A2f mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
“““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
Batas Administrasi
Ak Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
| dan Energi
1 WM Denpasar Swasembada Pangan, Air, dan Energi
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bali 1 Bali-Nusapenida (Kab. Badung, Kab.
a. Ubud-Tegallalang-Payangan (Ulapan) Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Tabanan,
b. Kintamani-Danau Batur Kab. Gianyar, Kab. Tabanan, Kab.
C. Besakih-Gunung Agung Karangasem, Kab. Klungkung)
d. Singaraja-Lovina (termasuk urban renewal kawasan
perkotaan Singaraja menuju kota pariwisata pusaka)
e. Bedugul
f. Kuta-Canggu-Sanur-Nusadua
g. TNBB-Menjangan-Pemuteran .
h. Amuk-Candidasa D. Kawasan Afirmasi
i. Nusapenida .
3 Rintisan Kawasan Pengembangan Industri Candikusuma- 1 Nusapenida (Daerah Terdepan dan
Pengambengan Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Ekonomi Biru .
1 Jembrana E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Kopi 1 TN Bali Barat
2 Bangli-Buleleng 2 TWA Gunung Batur-Bukit Payang
3 TWA Danau Buyan-Danau Tambingan
Anggur
3 Buleleng
berkas 6, hlm. 128
ETUIiIIIIINEENtrEIA
- t2a -
SK No25l138A
Sasaran Pembangunan Provinsi Bali
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 WM Denpasar
• Kota Denpasar
• Kab. Badung
• Kab. Tabanan
• Kab. Gianyar
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Denpasar, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Denpasar
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan WM
Denpasar, antara lain pengembangan BRT dean sistem transit
• Pembangunan TPST Regional Sarbagita
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Denpasar
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25–50
tahunan di WM Denpasar
• Bali Beach Conservation Project II
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Denpasar (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Sarbagita
• Pengembangan World Class Research University berbasis potensi wilayah
pada Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, dan
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
• Pengembangan Pelabuhan Benoa (BMTH Development Area 2)
• Pengembangan KEK Sanur
• Pengembangan KEK Kura-Kura Bali
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Mengwi–
Singapadu–Sanur–Benoa
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Mengwi–Canggu
A2 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Bali (Destinasi
Pariwisata Regeneratif
Bali)
• Kota Denpasar
• Kab. Jembrana
• Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata Bali, antara lain:
o Ubud–Tegallalang–Payangan (Ulapan)
o Kintamani–Danau Batur
o Besakih–Gunung Agung
o Singaraja–Lovina (termasuk urban renewal kawasan perkotaan
Singaraja menuju kota pariwisata pusaka)
o Bedugul–Kuta–Canggu–Sanur–Nusadua
1,4
1,4
110,9
72,7
0,331 – 0,335
0,355 - 0,359
1,79 – 2,79
3,57 – 3,93
26,88
5,36
0,64
0,61
1,63 – 2,17
1,87 – 2,35
76,89
76,19 7,5
(Rata-rata
2025–2029)
8,5
(2029)
berkas 6, hlm. 129 OCR
-t29-
No L.kasi Prioritas Higr igh, Indikasi Intervensi
. I(ab. Tabanan
. Kab. Badung
. Kab. Bu.leleng
. Kab. Gianyar
. Kab. Bangli
. Kab. Klungkung
. Kab. Karangasem
o TNBFMetdangarFPetlutgan
o Amuk-Candidasa
o Nusapenida
. Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Slingapadu-Ubud-
Gianyar-Bangli-Kintamani-Bandara Internasional Bali Baru/Bali
Utara-Singaraja
. Pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Baru/Bali Utara
. Pengembangan kawasan pariwisata Ulapan, termasuk perencanaan dan
persiapan pembangunan Ja.lan Lingkar Ulapan
. Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung
. Pengembangan Pelabuhan Gunaksa
. Kawasan Perdesaan Shiny Tabanan
. Pengurangan risiko bencana gunung api di Gunung Agung
A3 Rintisan Kawasan
Pengembangan Industri
Candikusuma-
Pengambengan
. Kab. Jembrana
. Pengembangan KI Candilo-rsuma (sektor industri prioritas: industri
makanan dan minuman dan industri kendaraan bermotor listrik
berbasis baterai)
. Pengembangan SPAM pada kawasan Negara-PenEambengan-
Candikusuma
. Pengembangan SPAL dan TPST pendukung aktivitas industri
. Penyiapan pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja
(PHTC)
. Penguatan dan integrasi pendidikan/pelatihan dengan kebutuhan
industri pada SMKN 2 Negara dan BLIi Jembrana
cl Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bali-Nusapenida
. Kab. Badung
. Kab. Buleleng
. Kab. Jembrana
. Kab. Tabanan
. Kab. Gianyar
. Kab. Tabanan
. Kab. Karangasem
. Kab. Klungkung
. Rehabilitasi dan Peningkatan D. I. Tukad Ayung. D. I. Tukad knct, D. I.
Tukad Unda, D. I. Tukad Saba , D. I. Tukad Oos, D. I. Tukad Pekerisan,
D. I . Tukad Petanu, D. I . Tukad Yeh Hoo
. Rehabilitasi dan peningkatan daer:ah irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Pelestarian kearifan budaya Subak dalam mendukung terwujudnya
Swasembada Pangan
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortilo. tura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan at, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
r Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
cstclane arsa, terutama pada DAS Badung, DAS Ayung, DAS Yetr
Penct-Yeh EEpas, DAS Oos-PetanrFPal<erisan, DAS Loban, DAS Undq,
DAS Daya, DAS Saba
. Peningkatan pemantauan kualitas air di sungai dan danau, terutama
pada DAS Badung DAS Ayung, DAS Yeh Penrt-Yeh Empas, DAS Oo3-
Fetanu-Palcrisan, DAS Irloan, DAS Unda, DAS Daya, DAS Saba, Danau
Buyan, Danau Beratan, Danau TaEblingan, Danau Batur
. Pembangunan infrastruktur PLTP Bedugul
. Pembangunan PLTS Bali Barat dan Bali Timur
. Pembangunan PI,TS Nusapenida dan BESS (Battery Energy Storage
System)
. Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi listrik 500 kV
Java-Bali hter@
^dioi
berkas 6, hlm. 130 OCR
No Lokasi Prioritas frigrui.qld Indikasi Intervensi
:l
Pengembangan sentra/kawasan produksi perikanan dan pengembangan
br1,odstorft @n et udqtgdi Kab. Karangasem
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dsn bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Jembrana
. Kab. Jembrana
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Pengambengan
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Jembrana
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dsn perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi Bangli-
Buleleng (B2)
. Kab. Bangli
. Kab. Buleleng
Kawasan Komoditas
Unggulan Anggur
Buleleng (83)
. Kab. Buleleng
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (kopi,
anggur)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi, anggur)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (bpi,
anggur)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi,
anggur)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi dan anggur
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
DI Kawasan Afirmasi
Nusapenida (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pemerataan
Pembangunan)
. Kab. Klungkung
. PenyEdiaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Pembangunan/preservasi jalan lingkar dan Trans Nusapenida
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan
. Pembangunan rumah sakit berkualitas di Nusapenida (PHTC)
berkas 6, hlm. 131 OCR
- r31-
No Lokasi Prioritas tlbldi.qtu Indikasi Intervensi
a
Penguatan Pulau Nusapenida sebagai kawasan pertahanan dan
keamanan lintas rnafa dalam rangka peningkatan kekuatan TM di
sekitar ALKI-2
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pemanfaatan sumber daya biota l,aut dan ekosistem pesisir secara
berkelanjutan
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
Kawasan Perdesaan Pariwisata Gema Santi Nusapenida
El Kawasan Konservasi TN
E2 Bali Barat (EU
E3 ' Kab. Jembrana
o (ab. Buleleng
Kawasan Konservasi TwA
Gunung Batur-Bukit
Payang (E2)
o Ikb. Bangli
Kawasan Konservasi TWA
Danau Buyan-Danau
Tamblingan (E3)
. Kab. Tabanan
. Ikb. Buleleng
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan arca bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
daa pembagian keuntungan sumber daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Penguatan pengelolaan hutan lestari
. Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
. Perlindungan dan pengamanan hutan
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Bali
Penerapan Nature-Based Solution dan Ong Infrastructure untuk mitigasi
aJi'czE,stt megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan WM Denpasar
r Kab. Bangli
. Kab. Karangasem
. Kab. Buleleng
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Bali P€mbcdan makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan pnBararur sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kes€hatE dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stun ing
o Peningkatan pel,ayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
:]
berkas 6, hlm. 132 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan [email protected], dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, s€rta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
Iain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas lsfll,,rl grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet o/17da9s (IoT] di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Bali, antara l,ain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P+GN)
o Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
o Penguatan pengawasan dan penindakan imigrasi
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Bali, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
SK No25ll42A
berkas 6, hlm. 133 OCR
3.2 Provinsi Nusa Tenggara Barat
B23j 5 AN
A2 TA 3
3 Aa S3 Ox Ng 3 £ , th
E3 an 26 “h si Ra B26 pg $ :
KE, Px. B20 $ ..
NP Mp? Bi E2 CD GD ea LL 2 T 3 B9 103533
A4 AS “7 t - mag B10 X
- By e : B12 814 2:3 , P3 Ta
AP “N x B15 “ 1 &
B185 A3 13 ) AA B19 825 Ma
Nenen an. ,iJ-t B24Pp
: AN AS si £ LEGENDA
i £ A7 822 - Kawasan
4 Pertumbuhan
Panaaan agenngiaad
A. Kawasan Pertumbuhan Kusasan Asasi
DPP Lombok Gili Tramena Kawan Bencana
4 Kota Mataram Kawasan Perkotaan Sedang (@ ibu Kota Provinsi
2. Kab. Lombok Utara Kota Mera , @ sandar Udar
3. Kab. Lombok Barat 2 Naa Venna D paman
4. Kab. Lombok Tengah 2 ul neng Seal tebu — ia
5. Kab. Lombok Timur 7. Kab. Sumbawa Barat c.x Rencana aan (TO & Non TE)
Batas Administrasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Perkebunan Kawasan Perikanan dan Sentra Rumput Laut
1. Kabupaten Lombok Timur 14. Kabupaten Sumbawa
2. Kabupaten Dompu 15. Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Lombok Utara 16. Kabupaten Bima
4. Kabupaten Sumbawa 17. Kabupaten Lombok Tengah
Kawasan Peternakan 18. Kabupaten Lombok Barat
5. Kabupaten Lombok Tengah Sentra Akuakultur — Komoditas Udang
6. Kabupaten Lombok Timur 19. Kabupaten Sumbawa
7. Kabupaten Sumbawa 20. Kabupaten Bima
8. Kabupaten Dompu 21. Kabupaten Lombok Timur
9. Kabupaten Bima 22. Kabupaten Sumbawa Barat
Kawasan Sentra Garam 23. Kabupaten Lombok Utara
10. Kabupaten Bima Kawasan Pengembangan Sentra Berbasis Perikanan Tangkap
11. Kabupaten Lombok Timur 24. Kabupaten Lombok Timur
12. Kabupaten Sumbawa 25. Kabupaten Sumbawa
13. Kabupaten Lombok Barat 26. Kabupaten Dompu
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Pangan Lokal Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
1. Kabupaten Sumbawa 1. Kawasan Perdesaan Berbasis Pariwisata Sembalun,
2. Kabupaten Lombok Timur Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Dompu Kawasan Transmigrasi (KT)
4. Kabupaten Bima 2. KT Selaparang, Kabupaten Lombok Timur
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. Kawasan Konservasi Nasional Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara
2. Kawasan Konservasi Daerah Gili Balu, Kabupaten Sumbawa Barat
Kawasan Rawan Bencana Gempa Darat
3. Kota Mataram
berkas 6, hlm. 134
-t34-
SK No25ll44A
Sasaran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan DPP Lombok
Gili–Tramena
• Kota Mataram
• Kab. Lombok Utara
• Kab. Lombok Barat
• Kab. Lombok Tengah
• Kab. Lombok Timur
Percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas destinasi pariwisata
khususnya wisata petualangan pada kawasan prioritas (DPP Lombok - Gili
Tramena), melalui:
• peningkatan jalan nasional, dengan output: pembangunan jalan akses
simpul transportasi
• pengembangan atraksi (alam, budaya, buatan) termasuk berbasis geologi
Lombok–Gili Tramena, dengan output: event MICE dalam negeri,
pendukungan event daerah, pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional, jejaring Destinasi Pariwisata di wilayah Destinasi II yang
dikembangkan, dokumen perencanaan daerah pariwisata di wilayah
destinasi II yang terpadu, desa wisata yang dikembangkan, koordinasi
strategis perencanaan dan pengembangan Geopark Rinjani
• Pengembangan kawasan geopark yang diwujudkan melalui penguatan
tata kelola kelembagaan, optimalisasi pendanaan dan implementasi
rencana induk pengembangan geopark
• pembangunan sarana prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata Lombok–Gili Tramena, dengan output: sistem pengelolaan air
limbah domestik setempat skala kota
• pengembangan keterampilan SDM dan layanan pariwisata Lombok-GIli
Tramena, dengan output: fasilitasi dan pembinaan dalam rangka
peningkatan kapasitas SDM pariwisata, SDM pariwisata yang
memperoleh pelatihan untuk pembekalan kerja, sertifikasi SDM bidang
pariwisata
• pemasaran pariwisata Lombok–Gili Tramena, dengan output: publikasi,
promosi terpadu, konten promosi wisata minat khusus, jejaring promosi
wisata minat khusus, promosi terpadi (pameran, perjalanan wisata
pengenan, dan kerja sama dengan maskapai dan wholesaler)
• Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata
Lombok-Gili Tramena, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pasar
modal, penerapan pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata,
koordinasi implementasi Blue, Green, Circular Economy pada usaha
pariwisata, penerapan pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata
• Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus dengan, dengan output:
pengendalian pembangunan dan pengelolaan KEK, peningkatan
investasi kerja sama komunikasi dan sistem informasi di KEK, pelayanan
investasi administrator KEK tipe A
• Pengurangan emisi GRK sektor pengelolaan sampah oleh pemerintah
pusat, dengan output: bank sampah induk yang terbangun, fasilitas
pengelolaan sampah spesifik, sistem pengelolaan persampahan skala
kota, instalasi pengolahan air limbah, sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat skala kota
0,9
0,8
53,9
35,2
0,324 - 0,328
0,369 - 0,373
8,12 - 9,12
11,68 - 12,18
51,70
25,99
0,60
0,56
1,81 - 2,59
2,19 - 2,79
77,03
8,4 76,19
(Rata-rata
2025–2029)
9,3
(2029)
berkas 6, hlm. 135 OCR
?J=FIIEtrN
- r35 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pemanfaatan secara berkelanjutan dan pengelolaan sampah laut di
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan ou,put: prasarana
penanggulangan sampah di laut, peekir dan pulau-pulau kecil; bantuan
pengembangan desa pesisir bersih; pemanfaatan keanekaragaman
hayati dan laut dan ekosistemnya dengan memperhatikan daya dukung;
fasilitas penanganan sampah di wilayah pesisir kab/kota yang
difasilitasi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular p€ngclolaafl
sampah
A6 Kawasan Perkotaan
Sedang Kota Mataram
. A6: Kota Mataram
Pembangunan Perkotaan Non-Wil,ayah Metropolitan Kota Mataram, melalui:
. Pembangunan kawasan perkotaan sedang, dengan output: penyusunan
masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kota scdan& penguatan instrumen peringatan dini bencana, rumah
suqrn hunian MBR/pekerja, pemugaran dan peremajaan permukiman
kuEuh, bantuan PSU bidang perumahan, pembangunan dan
peningkatan spam, SPALD-T skala
regional/kota/permukiman/kawasan, pembinaan dan pengawasan
pengembangan sanitasi, sist€@ pengelolaan persampahan skala
regional/ kota/ kawasan
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
tcrut@a masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
A7 Kawasan Industri
Sumbawa Barat
A7: Kab. Sumbawa
Barat
Pengembangan Aglomerasi Industri di Kawasan Industri Sumbawa Barat,
melalui:
. Perencanaan dan perizinan KI Sumbawa Barat
. Penataan ruang dan pengembangan konektivitas simpul transportasi Ig
Sumbawa Barat
. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan/jembatan, sarana
prasarana perumahan/kesehatan/air bersih/listrik/pengolahan
persampahan dan limbah
. Peningkatan investasi kawasan dan pengembangan usaha serta rantai
pasok
. Penyediaan pendidikan dan pelatihan SDM
. Peningkatan investasi hilirisasi tembaga
BI
B2
B3
B4
Kawasan Perkebunan
dan Hilirisasi Hasil
Perkebunan
. Bl: Kab. Lombok
Timur
. 82: Kab. Dompu
. 83: Kab. Lombok
Utara
. 84; Kab. Sumbawa
Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Tembakau (Kab.
Lombok Timur), Tebu (Kab. Dompu), Kelapa (Kab. Lombok Utara), Itupi (Kab.
Sumbawa), melalui:
. Peningkatan produksi dan produktivitas hasil perkebunan, dengan
output: kawasan tebu, kawasan tembakau, kawasan kelapa, kawasan
kopi, sarana dan prasarana pascapanen, sarana dan prasarana
pengolahan, dan produksi benih tanaman perkebunan n
. Peningkatan daya saing produk perkebunan yang disertai peningkatan
industri pengolahan hasil perkebunan, dengan Ntlruli pengembangan
industri pengolahan perkebunan produk hilir, fasilitas pusat penyediaan
bahan baku industri tempurung dan sabut kel,apa, neraca komoditas
perkebunan, pengembangan industri pengolahan perkebunan,
pendampingan pembiayaan usaha mikro, peningkatan peluang
investasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi
. Hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan ekspor, dengan output:
kawasan perkebunan, kawasan kopi dan kerja B@a perdagangan dalan
forum organisasi kopi internasional, kawasan kakao, hilirisasi industri
pengolahan kakao dan coklat, kebun sumber benih, penanganan
organisme pengganggu tumbuhan, sarana dan prasarana pengolahan
dan pascapanen, sertifikasi produk
berkas 6, hlm. 136 OCR
No Lokasi Prioritas HbrrIUtu Indikasi Intervensi
lEpleEentad pertanian rendah karbon, derJlg,u] adpdr desa pertanian
organik berbasis komoditas perkebunan
Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif, dengan
output: fasilitasi hilirisasi investasi, sertifikasi produk mutu pestisida
dan pupuk
B5
B6
B?
88
89
Pengembangan Kawasan
Peternakan
. 85: Kab. Lombok
Tengah
. 86: Kab, Lombok
Timur
. 87: Kab. Sumbawa
. 88: Kab. DoEt u
. 89: Kab. Bima
Pengembangan kawasan peternakan melalui:
. Pengembangan kawasan peternakan dan peningkatan kualitas pangan
hewani, dengan output benih ternak unggul, sarana perbibitan ternak,
prasarana perbibitan ternak, ternak ruminansia perah dan potong,
pakan olahan dan bahan pakan, sarana pengolahan dan pemasaran
haeil Ftemakan, prasarana pengolahan dan pemasaran hasil
peternakan, dan layanan kesehatan hewan
. Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil peternakan serta pengendalian
dan penanggulangan penyakit ternak, dengan output: bantuan pakan,
bibit dan benih ternak unggul, sertifikasi benih/bibit ternak, tcma*
ruminansia potong dan perah, alat dan mesin orb sektor peternakan,
pembinaan dan pengawasan mutu, sarana prasarana kesehatan hewan,
dan layanan optimalisasi reproduksi
B10
811
B12
B13
Kawasan Sentra Garam
Rakyat
. B10: Kab. Bima
. Bl l: Kab. Lombok
Timur
. B12: I(ab. Sumbawa
. B13: Kab, Lombok
Barat
Pengembangan Kawasan sentra garam, melalui:
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output: korporasi
p€taEbek garam, verifikasi penyaluran dan distribusi garam industri ke
industri, fasilitasi pendampingan pelalor usaha komoditas yang siap
edar, peningkatan kualitas garam yang memenuhi standar garam
industri, bantuan sarana pengembangan usaha pet@b€k garam
(korporasi) , dan pendampingan industri pengolahan garam dalam negeri
dalam pemenuhan spesifikasi industri aneka pangan, farmasi, dan
kosmetik*
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output: l,ahan
garam yang difasilitasi dan sarana niaga garam rakyat yang diserahkan
ke masyarakat/Pemda
. Peningkatan produktivitas garam rakyat, dengan qnpt pengadaan
sarana dan prasarana produksi garam, pengembangan korporasi
petambak garam
B14
815
816
B17
B18
Kawasan Perikanan dan
Sentra Rultxrt Laut
. B14: Kab. Sumbawa
. Bl5: Kab. Lombok
Timur
. 816: Ikb. Bima
. B17: Kab. Lombok
Tengah
. 818: Kab. Lombok
Berat
Pengembangan sentra budidaya dan hilirisasi rumput laut, melalui:
. Jaminan ketersediaan bahan bafsr industri rumput laut, dengan output:
peningkatan kualitas bahan baku, kluster rumput laut berbasis
kawasan yang dibangun masyarakat, pengembangan teknologi dan
pembibitan
. Hilirisasi, peningkatan rantai nilai, promosi dan penguatan sumber daya
manusia, dcnSan adpur: fasilitasi investasi hilirisasi industri,
penguatan kapasitas pembudidaya rumput laut, pengembangan pangan
dan biostimulan berbaris rumput l,aut, dukungan pembiayaan,
rekomendasi tata kelol,a bidarE budi daya nrEptrt laut, dan
kewirausahaan pemuda, memperkuat koperasi ruEFrt laut,
pengembangan jadnsan infrastruktur pengolahan di dekat sentra
produksi rumput la.rt.
. Peningkatan kualitas dan ketersediaan bahan baku melalui peningkatan
produktivitas budidaya rumput laut, dengan anpdt bibit rumput l,aut
kultur jaringan yana disalurkan ke masyarakat, Sarana budi daya
rumput laut yang disalurkan b masyarakat, Infrastruktur Kawasan
Budi Daya Rumput L€0fi- 'Mn for Prcqeilg - Inlrqstn rtute lot Coral
Reef Aras', dll
. Pengembangan industri dan hilirisasi rumput laut, dengar output:
pengembangan hilirisasi industri pengolahan hasil l,aut dan perikanan
. Fasilitasi pembiayaan dan investasi serta penelitian
berkas 6, hlm. 137 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan budidaya rumput spesies baru dan inovasi teknologi
unfrk diversifikasi produk rumput laut (karagenan, agar-agar,
biostimulsn, nutra$utikal, pakan ternak)
819
B20
82I
822
823
Sentra Produksi Berbasis
Komoditas Udang
. B19: Kabupaten
Sumbawa
. B20: Kabupaten
Bima
. B21: Kabupaten
Lombok Timur
. 822: Kabupaten
Sumbawa Barat
. 823: Kabupaten
Lombok Utara
Pengembangan s€rttra akuakultur khususnya udang, melalui:
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat di Kabupaten Sumbawa,
dengan output: benih udang, klaster kawasan revitalisasi tambak udang,
sarana pengolahan hasil KP, sarana penyimpanan produk KP, dan
sarana distribusi logistik produk KP
. Pengembangan akualorlhrr komoditas udang, de,rgl,r output: breeding
program induk unggul, penataan jaringan irigasi dan revitalisasi Lahan
tambak udang dengan prioritas tambak tradisional plus, pengerukan
muara sungai yang mengalami sedimentasi, penyederhanaan perizinan
lintas sektor, dan peningkatan mutu produk serta perluasan pasar
ekspor
B24
B25
B.26
Pengembangan Kawasan
Sentra Berbasis
Perikanan Tangkap
. B24: IGb. Lombok
Timur
. B25: Kab. Sumbawa
. 826: I(ab. Dompu
Penyiapan kawasan prioritas pengembangan kelautan dan perikanan pada
sentra berbasis perikanan tangkap, melalui:
. Pengembangan kelembagaan dan sarana prasarana produki perikanan
tangkap serta kampung/sentra nelayan, dengan output: identifikasi
potensi sosial budaya dar kelembagaan setiap lokasi untuk
pengembangan sesuai karakter lokal; mendorong ownership nelayan
pada aset dafi lembaga yang telah dibentuk; (fasilitasi penguatan
kelembagaan kelompok nelayan; penguatan pendanaan; dan integrasi
program K/L terkait (a.l: Kementerian PUPR, Kementerian Koperasi,
Kementerian UMKM, Kementerian ESDM) sebagai percontohan dan
potensi replikasi; kampung nelayan yara ditingkatkan fasilitasnya; alat
penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan bantuan
yang tersalurkan
. Pembangunan industri pengolahan ikan, dengan output: Pembangunan
Unit Pengolahan Ikan (UFf), sarana pengolahan hasil KP, sarana
penyimpanan produk KP, sarana distribusi logistik produk KP
cl
c2
c3
c4
Pengembangan Pangan
Lokal
. Cl: Kab. Sumbawa
. C2: Kab. Lombok
Timur
. C3: Kab. Dompu
. C4: Kab. Bima
Penguatan kemandirian daerah melalui pengembangan pangan lokal
Sumbawa berbasis pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan,
melalui:
. Penguatan pascapanen pangan lokal, dengan output: sarana pengolahan
hasil tanaman pangan dan pascapanen tanaman parEan, sertifikat
produk tanaman pangan
. Sertifikasi dan peredaran benih nabati, dc'rgl,r atipuri sertifikat benih
padi dan jagung, area penyaluran benih padi dan jagung
. Pengembangan pangan lokal dan nabati, dengan q)rput|
optimasi/pengembangan lahan pertanian produktif, pembangunan jalan
pertanian, pengembangan/rehabilitasi jaringan irigasi pertanian,
pengembangan kawasan padi dan jagung, peningkatan kemandirian
usaha kelompok tani hutan (KTHI
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas ungguLan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat, de,i,g8tr\ antpdi benih udang,
klaster kawasan rwit lisasi terbak udang, sarana pengolahan hasil KP,
sarana penyimpanan produk KP, sarana distribusi logistik produk KP
. Pengembangan pangan hc'wani, deigim, output benih da.rr bibit ternak
unggul, ternak ruminansia potong, sarana dan prasarana perbibitan
ternak, sarana pasca panen/pengolahan/pemasaran hasil peternakan,
layanan kesehatan hewan
. Penguatan pengolahan dar pemasaran produk ternak, dengan output
sarana pengolahan dan pemasaran hasil peternakan, prasarana
berkas 6, hlm. 138 OCR
No Lokasi Prioritas Hbr{igtu Indikasi Intervensi
:')
pengolahan dsn pemasaran hasil peternakan, unit usaha yang dibina
sertifikasi NXV
Pembangunan industri pakan ternak (bahan baku jagung dan sorgum),
dengan qltput jumlah produsen (individul palen/balEn pakan yang
mendapatkan fasilitasi dan pembinaan, penjaminan mutu datr
keamanan pakan, jumlah saran pakan/bahan pakan
Pengembangan koperasi sektor produki, dengan output,: Peningkatan
peran dan kapasitas lcl€@bagaan t<opcraai, dan pengembangan usalE
koperasi
:')
DI Kawasan Perdesaan
Berbasis Pariwisata
Sembalun
. Dl: Kabupaten
Lombok Timur
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas berbasis Pariwisata S€obalun,
melalui:
. Peningkatan produktivitas perdesaan, dengan orprr: fasilitasi
pengembangan kewirausahaan dan promosi produk
unggulan, pengembangan obyek wisata desa dan perdesaan, fasilitasi
penguatan tata kelola destinasi di desa wisata
. Pengembangan fasilitas pendukung perdesaan, dengan output: sarana
prasarana perdagangan, pelayanan dasar, konektivitas transportasi desa
dan perdesaan yang dibangun/dilambangkan
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan pcf,dcEaan (kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sallit8i)
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi)
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya)
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan digitalisasi desa
D2 Kawasan Transmigrasi
Selaparang
. D2: Kabupaten
Lombok Timur
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaparang di Kab. Lombok Timur,
melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
de,rg8Jr qqruti pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aet (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil,
dengan ou,pur: perpindahan dan penempatan transmigran
. Perluasan Jaringan Telekomunikasi Dan Akses Internet Cepat
. Pengembangan SDM TIK Dan Digitalisasi Masyarakat
. Perluasan Layanan Penyiaran Digital
EI
E2
Kawasan Konservasi
. El: Kawasan
Konservasi Nasional
Gili Matra,
Kabupaten Lombok
Utara
. E2: Kawasan
Konservasi Daerah
Gili Balu, Kabupaten
Sumbawa Barat
Pengembangan Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-
Pulau Kecil (KKPWP3KI di KKN Gili Matra, melalui:
. Pengelolaan KKPWP3(, dengan qrrput: peningkatan sarana penAcblaan
kawasan dan monitoring ekosistem, peningkatan kapasitas p€ttlatlglu
kepentingan pengelolaan kawasan, pemanfaatan data dalam pengelolaan
kawasan, dan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan
berkas 6, hlm. 139 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E3 Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi
. E3: Kota Mataram
Pengelolaan Risiko Bencana Kawasan Rawan Bencana G€opa Bumi di Kota
Mataram, melalui:
. Peningkatan upaya pencegahan, mitigasi dan resiliensi masyarakat
terhadap bencana, dengan, dlwt Peta Kawasan Rawan Bencana
Gempabumi, Peralatan monitoring dampak akibat gempa bumi dengan
WrdAtorr inlensitgneler dag,l qwleagmph melalui Indon sia Disaster
Resilliene Initiatives Project (IDRIP), Peralatan monitoring gempa buei
dan tsunami melalui IDRIP, Layanan Infomasi gempa burri dan tsunami
melalui Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Wilayah TiDur
. Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengembangan kawasan pariwisata, melalui:
. Pengembangan infrastruktur dan konektivitas srta layanan
transportasi, (lc,rgin adputt jalan koridor logistik, jembatan koridor
logistik, pembangunan jembatan koridor logistik (backbone) dan
perlengkapan jalan, raohr sungai dan danau
. Pembangunan infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi
tenaga listrik dan listrik pedesaan, derJglf,i output: pcmaraDaan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan a*s€s intfmet cepd, dengan
output: lokasi yang memperoleh sinyal telekomunikasi bergerak seluler
lBose Transceiver s,,dionl l,as,mile 4cl di wilayah pel,ayanan universal
telekomunikasi dan informatika
. Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, de'i,$at oublii
Fosi6tato4 Enabler Digital PMSE yang dibina, pelaksanaan
pemantauan/monitoring, bimtek pelaku usaha PPMSE dan PSP di
bidang PMSE dan masyarakat yang mendapatkan literasi di bidang
digital
. Perluasan layanan penyiaran digital, dcn8an output: transmisi yang
terbangun, pengadaan infrastruktur teknologi informatika dan media
h€ru dfi, d.owdhe siaran (tidak lebih dari 7 jam pcr bufad yang terjadi
Provinsi Nusa Tenggara
Berat
Peningkatan Pengelol,aan Ekosistem, Kawasan Konservasi Perairan dan
Pesisir, melalui:
. Peningkatan ketahanan pesisir dan laut, dengan output: Wrrytua,nfi
pesisir 3 (Tiga) Gili di Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Tengah, Kab.
t Lombok Barat, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kota Mataram, Kab.
Dompu, Kab. Bima
. Pemanfaatan sumber daya pulau-pulau kecil/terluar, dengan output:
bantuan ekonomi produktif dan prasarana/infrastruktur di pesisir dan
pulau-pulau kecil/terluar
. Pengembangan kawasan pesisir tangguh dan pengendalian pemanfaatan
ruang laut, denga,t output: sarana pendukung penyelenggaraan
penataan ruang laut, rekomendasi kebijakan pengelolaan KtrPRL
(K6cauaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut), rekomendasi kebijakan
pengendalian pemanfaatan ruang laut, pembangunan sistem monitoring
dan pengendalian pemanfaatan ruang laut
. Peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan,
dengan output: kawasan konservasi perairan yang operasional
(kumulatif, et@tts fot h!6,petitg Project - IAUTRA, kerja sama, jejaring
dan kcoiEaan konservasi ekosistem, ssrana pcndulqmg
penyelengaraan konservasi ckosistcr! dan biota perairan
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengelolaan risiko bencana banjir dan bencana alam lainnya di daerah
berisiko tingi serta pengelolaan tampungan air serbaguna, rnelahi:
. peningkatan infrastruktur berketahanan bencana, dengan output:
trcEbanrunan pengendalian bd,riitr. Urban n@d. Cor,,ltd. Sus,em
berkas 6, hlm. 140 OCR
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Iwrouenvnt in g.qtd. Cities, National Urban Flood Resilience P,.9ljed.
(NIfRcE, operasi modifikasi cuaca untuk aksi dini bencana
banjir/ longsor
Penuntasan tindak lanjut pemanfaatan irigasi dan air baku dad
Bendungan Bintang Balto dan Beringin Sila
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengembangan sarana dsn pra.sarana, perluasan akses dan bidang
pendidikan serta penguatan sumber daya manusia scruai kebutuhan DUDI
bidang pariwisata, pertanian, peternakan, dan perikanan, melalui:
. Pengembangan sarana prasarana, perluasan akses pendidikan
menengah/tinggi/vokasi seldor strategis, pengembangan bidang
STEAM, dengan output: Rehabilitasi/reno'asi,
pembangunan/revitalisasi sarana dart prasarana, serta pembangunan
gedung sekolah menengah/tinggi/vokasi
. Penguatan runber daya manusia dan peningkatan Fran dalam industri
yang berbasis sektor unggulan daerah, dengan ouag4: layanan kerja
sama nasional dan internasional, sertifikasi profesi dan SDM,
pelqtihan/ sertifikasi/ k@pctcnsi vokasi bidang
pertanian/perikanan/pariwisata/industri, pelatihan vokasi industri
Upski iw dan Reskilling, kemitraan antara satuan pendidikan vokasi
dengan dunia usaha dan dunia industri, inovasi model pembelajaran
vokasi mengacu pada dunia kerja, satuan pendidikan yang selaras
dengan kebutuhan dunia usaha dsn dunia industri, pengembangan
kerja sa[a pelatihan
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jcjan8 pendidikan
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pengendalian penyakit,
melalui :
. Penguatan intervensi spesifik sunting, dengan d.d.Irutt lbu hamil dan
balita yang mendapat Eal€nan tambahan d,[i Butet stock, Tenaga
Kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan kapasitasnya,
Pendampingan kesehatan ibu hamil dan balita bermasalah gizi,
Pelatihan pencegahan stunting, Penyediaan mrT bagi ihr hamil dan
balita bermasalah # (weight faltering, underweight, gizi kurang),
Infrastruktur air minum berbasis masyarakat, dan keluarga yang
mendapat bantuan sosial
. Peningkatan upaya pencegahan Ttsc, pengendalian penyakit HIV/AIDS,
malaria, dan kusta, dengan output: obat dan perbekalan kesehatan,
tenaga kcsctratan terlatih pencegahan dan pengendalian penyakit,
masyarakat yang mendapatkan sosialisasi pencegahan dan
pengendalian
. Penguatan pctrcnuhan kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan
yanA didukung dengan penjaminan kesejahteraan
. Peningkatan gizi, dengan output: pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pcoberia[ tata laksananya, implementasi
Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak dqn Anak-
Anak Minum Suqr, s€fta Penambahan vitamin)
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan, dan tata kelola pelayanan
kesehatan melalui:
. Penyediaan dan penguatan kesehatan bergerak dan digital,
dengan output pembinaan dan pendampingan pelaksanaan layanan
kesehatan bergerak, Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPIq
pelayanan kesehatan bergerak, penetapan fasyankes pelaksana
pelayanan tclcEcdisin, peningkatan RSUD tipe D menjadi C, dan
penduduk penerima bantuan iuran (PtsI) jaminan kesehatan nasional
(Jrc{}
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, termasuk untuk
menekan att r(a kematian ibu dan anak, dengan ou,put pelatihan
berkas 6, hlm. 141 OCR
BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan
:')
Kesehatan ltu dan Ana*), peningkatan koEpctcnri RS dan ald
kesehatan pelayanan XIA, fasilitasi pengelolaan manajemen proyek
penguatan pelayanan KIA, pemenuhan sarana, prasarana, dan alat
kesehatan (SPA) dan pcngalrpuan untuk pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi
dan pembinaan lembaga, dan alat kesehatan layanan kanlcr terpadu
Peningkatan produksi srrDb€r daJla manusia (SDM) kcs€hatm, dengan
output: rekomendasi produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan
pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), bantuan
program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
penyusunan kebijakan pendayagunaan tenaga medis dsn tenaga
kesehatan, pembinaan RS penyelenggara pendidikan utama, sarana
kesehatan penunjang PPDS dan subspesialis, dan bantuan biaya
pendidikan program snrdi/profesi/ slrcsialis/subepesialis dengan wajib
penempatan
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengembangan dan peningkatan pelabuhan/bandara serta sarana dan
prasarana transportasi laut/udara dan penyebrangan untuk penumpang
da't logistik untuk mendukung kawasan strategis, melalui:
. Pembangunan dan penguatan pelabuhan sctta infrastruktur
konektivitas penunjang logistik, dengan output: pembangunan fasilitas
pelabuhan laut Kilo (MYC 2025-2026), Pelabuhan Calabai dan Sape serta
pelabuhan lainnya
. Penyediaan PSO dan layanan nonkomersil serta muatan barang
angkutan laut tetap dan teratur, dengan output: layanan angkutan l,aut
perintis prioritas nasional, layanan angkutan tol laut prioritas nasional,
layanan angkutan ternak prioritas nasional, lsyarEn angkutan rede
prioritas nasional, layanan angkutan lebaran, natal dan tahun baru
prioritas nasional
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Penyediaan air minum, perumahan dan kawasan permukiman serta
peremajaan kota (ufudt rcneun\ secara inklusif dan terpadu dalam rangka
mewujudkan kota tanpa pemukiman lorauh, melalui:
. Penanganan permukiman kumuh terpadu, dc,rgim, ot qrutt pemugaran
permukiman kumuh, peremajaan permukiman kumuh, pemukiman
kembali permukiman kumuh, bantuan PSU bidang perumahan
. Pengembangan fasilitasi pembiayaan perumahan, dengan oulwti
pembiayaan rumah swadaya dan pembiayaan mikro perumahan,
fasilitasi penyaluran bantuan pembiayaan p€nroahan
. PcDaembansan dsn pengelolaan SPAM, dengan output pembangunan
SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM regional, peningkatan
SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM regional, perluasan SPAM
Kabupaten/ Kota
. Pengawasan kualitas air minum, dengan output: infrastruktur air minum
bcrbash masyarakat, tenaga terlatih pengawasan kualitas air minum,
daerah yang menerapkan kebijakan tata liclola air minum, sanitasi,
perumahan dan kawasan permukiman
. Percepatan pemenuhan akses sanitasi a[ran untuk berkelanjutan, dan
berketahanan ildiE masyarakat, de,Jigm, outputi sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala regional, skala kota, skala permukiman,
dan berbasis masyarakat, serta sistem pengelolaan air limbah domestik
s€t rrpat skala kota
. Penerapan ekonomi sirkular secara partisipatif, dengan output fasilitas
pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis 3R, pemanfaatan
tr]grobd tqActing plastik daur ulang, pembangunan dan pembinaan
bank sampah induk dan masyarakat pengelola sampah
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Peningkatan infrastruktur energi listrik serta penguatan implementasi energi
listrik dalt transisi energi listrik, melalui:
SK No25t15l A
berkas 6, hlm. 142 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan ekosistem pendukung energi bersih, dengan output
percepatan pelaksanaan kegiatan penyimpanan karbon, monitoring
tingkat komponen dalan negeri bidang anele energi baru dan
terbarukan
FembanSunan jaringan transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, dengan
output: pengendalian pembangunan jaringan transmisi dan gardu
induk, pengawasan dan pengendalian efisiensi penyediaan tenaga listrik
Pembangunan infrastruktur pembangkit lfuffik, infrastruktur jaringan
transmisi, dan infrastruktur distribusi tenaga listrik, dengan output:
pengawasan dan evaluasi kegiatan pembangunan infrastruktur
penyediaan tenaga listrik, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik
Tenaga Mini Hidro (PLTM), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gag
(PLTMG)
Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Perluasan layanan penyiaran digital
Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
a
a
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosek), penyaluran bantuan sosial adaptif, serta pemberdayaan
masyarakat, melalui:
. Peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan]. output:
bantuan kelompok usaha ekonomi masyarakat, TKM pemula tematik,
dan pelaku usaha yang mendapat akses pembiayaan
. Penguatan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
dengan output: pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial, data
terpadu kesejahteraan sosial, mustahiq yang diselaraskan datanya, dan
aparatur yang mengikuti pengembangan perencanaan dan standar
pelayanan minimal (SPM)
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
dengan output: peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga penerima manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
kerja mandiri (IKIU) pemula, pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan, dan bantuan alat dar mesin pertanian prapanen
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan output: penerima
bantuan iuran PBI JKN, keluarga yang mendapat bantuan sosial
bersyarat, mahasiswa yang mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP
kuliah, KPM yang memperoleh bantuan sosial sembako, penyediaan
Elpiji 3 kg yang tepat sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik
korban bencana alam
berkas 6, hlm. 143 OCR
3.3 Provinsi Nusa Tenggara Timur
. A Na. 219 aa “D
ii . / Tg D2 Z a Der)
" tata YA Bni "3 PF TIJS LO 4
5 Hita 4 E4,5 &
IN GT 3 pu, hd) —
AN 1 “C2
ag (— / N
(GG ? N D1 Aa Padi D4,15
Ku D7“ ci # £ ai
SA 824,15 7 ca $ LX
Dae Kota Kupang | D10 ar
NX D8 ) 0 (— mu) S
L 10,13 -
X5 - Pose LEGENDA
13 Kawasan
Yaa ertumbuhan
N USA TE N GGA RA ab an Pd res paka Ka oditas Unggulan
. GT oy 4 awasan Swasembada
TI M U R kad Pa pa dan Bai
Kawasan Afirmasi
A. Kawasan Pertumbuhan Kawasan Konservasi dan
Kawasan Pariwisata (@ ibu Kota Provinsi
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Labuan Bajo - Kab. Manggarai Barat, @
dengan rencana perluasan menjadi DPP Labuan Bajo - Flores Bandar Udara
— Kab. Manggarai 9 Pelabuhan
— Kab. Ngada mem Jalan Nasional
— Kab. Ende «« Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
2. Kawasan Perkotaan Pariwisata Labuan Bajo - Kab. Manggarai Barat
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Sentra Industri Berbasis Komoditas Rumput Laut Sentra Industri Berbasis Komoditas Garam
1. Kab. Kupang dan Kota Kupang 9. Kab. Sabu Raijua
2. Kab. Sumba Timur 10.Kab. Kupang
11.Kab. Nagekeo
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
3. Kab. Kupang Sentra Produksi Berbasis Komoditas Garam
4. Kab. Sumba Timur 12.Kab. Sabu Raijua
5. Kab. Rote Ndao 13. Kab. Kupang
6. Kab. Sabu Raijua 14. Kab. Nagekeo
7. Kab. Alor 15.Kab. Sumba Timur
8. Kab. Flores Timur 16.Kab. Ende
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
1. Kab. Sumba Tengah: KSPP 6. Kab. Sikka: potensial pangan
2. Kab. Belu: KSPP, potensial air 7. Kab. Lembata: potensial pangan
3. Kab. Manggarai Barat: potensial pangan 8. Kab. Kupang: potensial air, potensial energi
4. Kab. Manggarai: potensial pangan, potensial energ 9. Kab. Nagekeo: potensial air
5. Kab. Manggarai Timur: potensial pangan 10. Kab. Timor Tengah Selatan: potensial pangan
berkas 6, hlm. 144
EIFFIIEtrN
BL'K INDONESIA
SK No25ll55A
Sasaran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Destinasi
Pariwisata Prioritas
(DPP) Labuan Bajo
(Kab. Manggarai
Barat) dengan
rencana perluasan
menjadi DPP Labuan
Bajo–Flores (Kab.
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP Labuan Bajo) dan
perluasannya di Pulau Flores melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
akses simpul transportasi, jalan strategis termasuk Jalan Lintas Utara
(Labuan Bajo–Terang–Kedindi) dan jalan daerah, serta pelabuhan kapal
pesiar (cruise)
• Pengembangan atraksi, dengan output: dukungan pelaksanaan event
daerah, nasional, dan internasional
0,6
0,6
35,1
25,7
0,314 – 0,319
0,319 – 0,324
10,21 – 11,21
15,32 – 15,82
77,71
61,82
0,51
0,48
2,10 – 2,79
2,49 – 2,99
80,69
80,02 5,7
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 6, hlm. 145 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight I Indikasi Intervensi
Manggarai*, Kab.
Ngada', Kab. Ende
Pembangunan prasarana runum, fasilitas uEum, dan amenitas
pariwisata, &r[g,m adpdi SPAL, SPAM, pengolahan sampah berbasis
3R, infrastruktur kelistrikan, dan revitalisasi pasar rakyat
Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dan.gan output p€Bbinaen, pelatihan, dan pembekalan kerja SDM
pariwisata, serta manajemen kunjungan wisata
Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
investasi dan promosi destinasi terpadu
Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata,
dengan output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan
IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, serta peningkatan akses
pembiayaan modal
Peningkatan pelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan qrrpd: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
perlindungan jalur jelajah satwa Komodo, penyediaan jalur evakuasi
bencana, pembangunan rambu suar dan sarana bantu navigasi
pelayaran, serta pengadaan ambulans laut
Keterangan:
') Indikasi t€g ,anrtsm
ara A(TA) pcrhnsut
5
A2 Kawasan Pertumbuhan:
. A2: Kawasan
Perkotaan Pariwisata
Labuan Bajo (Kab.
Manggarai Barat)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Pariwisata Labuan Bajo melalui:
. Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
. Peningkatan sarana prasarE.na dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi d€r akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
BI
92
B3
B4
B5
86
B7
B8
Kawasan Komoditas
Unggulan
(Komoditas Rumput laut)
Sentra Industri
. 81: Kab. Kupang dan
Kota Kupang
. B2: Kab. Sumba
Timur
Penyiapan pengembangan sentra industri berbasis komoditas rumput lflrt
der8an dukungan kGrtrihrsi produksi dari kabupaten sekitarnya melalui:
. Penguatan sentra produksi rumput laut, dengan output: pengendalian
hama terpadu dan revitalisasi lahan budidaya sesuai zonasi
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk rumput laut, dengan output: pengembangan
industri pengolahan, diversifikasi produk ruElrrt laut (karagenan, agar-
a8ar, biostimulan, nutraseutikal, pakan temal), penyediaan
pera.latan/mesin pendukung pengolahan, sertifikat mutu produk,
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes, serta perluasan ekspor dan promosi produk
. Peningkatan ketersediaan bibit rumput laut unggu.l, dengan dnwil
pengembangan unit produksi bibit berkualitas dan penyaluran bibit
rumput laut
. Peningkatan kualitas SDM dar pendampingan pengembangan industri,
dengan anpdt pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapan kurilorluE link and, ,,l.atch de')g,m dunia kerja
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta aksrs
terhadap pembiayaan, dengan output: pengembangan kampung nelayan
dan desa perikanan cerdas (sman JEshenes village), *tra penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan qt puti
pengembangan pelabuhan pendukung indtrstri rum[f,tt laut,
pembangunan jalan termasuk jalan akses Pelabuhan Maritaing (Erana-
Maritaing), dan infrastruktur TIK
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output: peningkatan
Sentra Produksi:
. EX': Kab. Kupang
. 84; Ikb. Sumba
TiDur
. 85: Kab. Rote Ndao
. B6i Kab. Sabu Raijua
. B7: Kab. Alor
. 88: Kab. Flores
Timur
penerimaan bantuan pendanaan penelitian ndldlino fund. IBOIIIN
berkas 6, hlm. 146 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
penelitian) terkait riset
teknologi digital
produk rumput laut, serta penerapan
B9
Bll
Bt2
B13
814
B15
B16
Kawasan Komoditas
Unggulan
(Komoditas car@)
Sentra Industri
. 89: Kab. Sabu Raijua
. BIO: tr(ab. Kupang
. Bl l: Kab. Nagekeo
Sentra Produksi
. B12: Kab. Sabu
Raijua
. B13: I(ab. Kupang
. B14: Kab. Nagekeo
. B15: Kab. Sumba
Timur
. 816: Ihb. Ende
Penguatan sentra produksi serta penyiapan pengembangan sentra industri
garam terintegrasi melalui:
. Peningkatan produksi garam konsumsi dan garam industri, dengan
Output: optimalisasi lahan garam tambak, penyediaan peralatan/mesin
pendukung produksi, serta intensifikasi dan ekstensifikasi lahan
. Pengembangan industri dan tata niaga/pemasaran garam konsumsi dan
garam industri, dengan ou,pd: penyediaan peralatan/mesin pendukung
pengolahan, sertifikasi mutu produk, penyediaan sentra niaga garam
ra.lg.at, penya.luran distribusi garam industri ke industri, pemenuhan
spesifikasi garam industri, serta perluasan ekspor dan promosi produk
garam industri
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output: promosi investasi, serta
pembentukan/pengembangan koperasi dan BuMDes
. Peningkatan sarana prasarana pendukung serta pengembangan inovasi
teknologi, dengan output: pengembangan pelabuhan pendukung industri
garam, pembangunan jalan strategis dan daerah, dan pengembangan
inovasi teknologi
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Pengembangan aksesibilitas dan konel .ivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dan sosia.l masyarakat intra dan antar pulau melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dengan output: Jalan Trans Flores, Trans Timor, dan Trans Sumba,
penanganan jalan daerah dan jalan 3TP, dan jalan akses simpul
transportasi
. Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output Pelabuhan Kupang, Nun Baun Sabu, Wae Kelambu, Raijua,
Lewoleba, Salura, Marapokot, Seba, Ndao, Baranusa, dan Wini, serta
jaringan pelayaran dan sarana kapal RoRo
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
olpaf Bandara El Tari, Bandara Komodo, dan Bandara Lede KaluEbang
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Pembangunan infra3tnrldur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, serta
perluasan layanan penyiaran digital
3 Kota Kupang
(perikanan)
Kab. Sumba Timur
(perikanan)
Kab. Manggarai
Barat (pariwisata dan
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tingi STEAM, $rta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, Politeknik, dan BLI() yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilafh (perikanan, pariwisata, dan ekonomi krcato sesuai kebutuhan DUDI
melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan ou,pur: jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan Balai Latihan Kerja {BIl()
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yang Ec(lBaqr pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM Dikti dan tenaga
SK No25ll57A
berkas 6, hlm. 147 OCR
No Lokasi Prioritas frigldigh Indikasi Intervensi
:l
kependidikan vokasi, serta tenaga kependidikan yang mengikuti
upskilling dan reskilling berstandar industri
Peningkatan kualitas tqta kelola scrta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dgrlga,n qipn
pendidikan tinggi dan vokasi yartg mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitas kelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja
cr
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: KSPP Sumba
Tengah (Kab. Sumba
Tengah)
. C2: KSPP Belu (Kab.
Belu)
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Belu dan KSPP
Sumba Tengah melalui:
. Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output: optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan non pertanian,
penyediaan jaringan drainase dan irigasi, konektivitas transportasi desa,
serta penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju KSPP termasuk
jalan akses I(SPP Sumba Tengah (Mamboro-Tana Ringu)
. Peningkatan produksi, dengan output: penyaluran benih padi dan jagung
berkualitas, areal pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OP't)
pangan, dan unit pengolah pupuk organik (UPPO)
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output: peoingk tanjalan usaha tani, serta penyediaan alat dan
mesin pertanian
. Penguatan pascapanen dan tata kelola, dangfi a&d penyediaan
sararur pascapanen dan pengolahan hadl tanaman pangan,
pengembangan kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha
koperasi, dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output:
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digit al farming
c3
c4
c5
C6
C7
C10
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. ql: Kab. Manggarai
Barat* (padi, pangan
akuatik)
. C4: Kab. Manggarai'
(padi, sapil
. C5: Kab. Manggarai
Timur* (padi, pangan
akuatik)
. C6: Kab. Sild<a*
(pangan akuatik)
. C7: Kab. l,€rtbata'
(babi)
. CIO: Kab. Timor
Tengah Selatan*
liagung dan sapil
Kawasan Rentan Pangan:
r Kab. Alor*' (padi,
jagung, pangan
akuatik)
. Kab. Sabu Raijua*
(padi, jagung,
sorgum, kambing)
Penguatan kawasan swasembada pangan berbasis pertanian tanaman
pangan (padi, jagung, sorgum), pangan akuatik/ bfueJbod berbasis perikanan
tangkap laut, dan pangan hewani (sapi dan babi) melalui:
. Penguatan produksi, dengan output: optimasi lahan termasuk revitalisasi
laha.n rusak menjadi produktif, areal pengendalian Organisme
Pengganggu Tanaman (OPTI tan@an pangan, penyaluran benih
tartaEan pangan dan bibit ternak unggul, bantuan hijauan palGn
ternak, layanan kesehatan dan vaksin hewan, serta [pengembangan
olahan hasil komoditas pangan dall produk turunannya
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalan usaha tani, jaringan
irigasi, alat dan mesin pertanian, jalan usaha tani, pembangunan
embung pertanian, penyediaan dan peningkatan jalan alGes menuju
sentra pangan lokal, pengadaan gudang lumbung pangan, serta
penyediaan sarana pd.a, pasca panen dan sarana pengolahan hasil
tanaman pangan, serta peningkatan sarana dan prasarana penangkapan
ikan
. Penguatan kapasitas SDM (petani, kelompok tani, nelayan, dan
kelompok nelayan), dengan dttwti penguatan dan pelatihan kelompok
tani yang terlatih GAP ltud Agriculture Prudic€Cl, GHP lM lrdndhng
Practices), dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu), serta penyuluhan
perikarun dan kelautan untuk kelompok pelaku utama, serta
mendorong ownership petani dan nelayan pada aset dan lembaga yang
telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, de']gl,i output:
pembentukan/pengembangan dan pendampingan koperasi, IKM/UMKM
dan BUMDes, serta peningkatan sistem logistik pangan lokal
berkas 6, hlm. 148 OCR
I'RESIDEN
No L.kasi Prioritas Ift?rrl4?rd Indikasi Intervensi
Keterangan:
. ') Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
tingi
. *) Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output: pengembangan kawasan padi, jagung,
dan sorgum, benih tanaman pangan dan bibit ternak unggul,
bantuan hijauan pakan ternak, layanan kesehatan dan vaksin hewan,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaraga@an pangan, pemberian
bantuan pangan dalao rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan, peningkatan jalan
usaha tani, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi, sfta
penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil tanaman pangan
C4 Kawasan Potensial
C8 Swasembada Energi:
. C4: Kab. Manggarai*
. C8: Kab. Kupang"
Kawasan Rentan Energi:
. Kab. Manggarai
Timur**
. Kab. Sumba Barat
Daya*
. Kab. Timor Tcngah
Selatan*
Keterangan:
. 'l Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EEf[ tinggi
r '*)Indikasi lokasi
yang memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah taaaga yang
tinggi dengan sumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bukan listrik
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel yarl8 petlan eatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output: pembangkit listrik tenaga surya
(PLTS), pembangkit listrik tenaga angin (PLTB), dan pembangkit listrik
tenaga air (PLTM), serta pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output penyediaan
dan peningkatan n jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
Ea.Epu atau berada di daerah 3T
c2
C8
c9
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C2: Kab. Belu*
. C8: Kab. Kupangl
. C9: Kab. Nagekeot
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Manggarai
Timur**
. Ikb. Sumba Barat
Daya*
Peningkatan ketahanan air pulau dalam !!!€menuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber dqla air, dengan output:
pembangunan Bendungan Mbay, Bendungan Manikin, Bendungan
V/elikis
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, deng,!/Il output: pembangunan eEbrn8 dan pengeboran
suEbcr air di daerah tcrlrncil rawan air
berkas 6, hlm. 149 OCR
-t49-
No Lokasi Prioritas Higrdri?h, Indikasi IntervEnsi
Keterangan:
. ,) Indikasi lokasi
yang memiliki
kapasitas tampungan
air tinggi
. *i) Indikasi lokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
Ecmpql(an lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
Dl Kawasan Afirmasi
D2 Daerah Tertinggal:
D3 . Dl: Ihb. Sumba
Tengah (pariwisata,
padi, dan jagung)
. D2: Kab. Sumba
Barat Daya
(pariwisata dan
jambu mete)
. D3: Kab. Sabu Raijua
(kambing)
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yanA sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dengan output: afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, sena pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan ino,asi berbasis
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, serta
pariwisata, de'rg,'l, ouqn&: optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan
rusak menjadi produktif, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT), peningkatan akses pembiayaan modal, pendukungan
event daerah serta pengembangan desa wisata, penyediaan benih ternak
unggul, layanan kesehatan dan vaksin hewan, pengol,ahan dan
pemasaran komoditas dan produk turunannya, peningkatan
kemandirian dan daya saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi
pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman s€s.rai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antar wilayah, dengan
output: fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU,
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan,
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan sks€s siEFrl
transportasi, serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, darat,
dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, dengan output: masyarakat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
Penguatan kqt[asan perbatasan di ltrsat Kegiatan Strategis Nasional (PKSI9,
serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, &ngi,[l. qiputt penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses internet dan listrik
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas
unggulan terutama di PI6N, dengan dnpnt pEni,r*at,,l pelabuhan
perikanan di lokad SKPT yang dikelola dan operasional sesuai standar,
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
penyediaan bibit unggul, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT), pengolahan pasca panen komoditas, masyarakat yang
ditingkatkan kapasitasnya, peningkatan akses pembiayaan modal,
penataan bangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Oepoli di
Kab. Kupang layanan validasi dan verifikasi pup*, jalan pertanian yang
terbangun, serta pembangunan irigAsi perpipaan
Dlo
Dll
D12
D13
D14
PKSN dan Wilayah
Pendulorng:
. D4: PKSN
Kef@enarru, sci'ta
Kec. Biboki Monleu,
Naibenu, Mutis, dan
Musi (Kab. Timor
Tengah Utara)
. D5: PKSN AtaEt ua,
s€rtq IGc. Lasiolat,
Lsraalmen Selatan,
Tasifeto Barat, dan
SK No25l16lA
berkas 6, hlm. 150 OCR
E:frFITil,N
No Lokasi Prioritas Hbrdbh, Indikasi Intervensi
Nanaet Duabesi 0(ab.
Belu)
D6: PKSN Kalabahi,
Bcrta IGc. Pantai
Timur (Kab. Alor,
Penataan nrarE kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan qnwi penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Nusa Tenggara
Timur, fasilitasi kamlxrng siaga bcrrcana, dan pembinaan masyarakat
bidang lingkungan hidup dafl bencana alam di kqtflasan perbatasan
Penguatan tata kelola pemerintahan, de,Ig,,r output piloting
pengembangan koElrctcnsi te-atik txgi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN dan
bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan
kawasan perbatasan negara
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D7: Kec. Lamboya
dan Lamboya Barat
(I(ab. Sumba Barat)
. D8: Kec. Ngadu
Ngala, Karera, Pinu
Pahar, Tabundung,
Katala H@u Lingu
(Kab. sumba Timur)
. D9: Kec. Amfoang
Timur, Kupang
Barat, Nekamese,
Anarasi Barat,
Amarasi Selatan,
Amarasi Timur (Kab.
Kupang)
. D10: Kec. Nunlolo,
Kot Olin, Kualin
(Kab. Timor Tengah
S.cl,atan)
. Dl1: Kec. Landu
Leko, Rote Timur,
Pantai Baru, Rote
Selatan, Lobalain,
Rote Barat Daya,
Rote Barat, Ndao
Nuse (I(ab. Rote
Ndao)
. D12: Kec. Kodi
Balaghar (Kab.
Sumba Barat Daya)
. D13: I(ec. Sabu
Timur, Sabu Liae,
Hawu Mehara, Raijua
(Ikb. Sabu Raijua)
. D14: Kec. Kobalima
Timur (Kab. Malaka)
D15
Dr6
Dl7
Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi:
. Dls: KT. Ponu (Kab.
Timor Tengah Utara)
. D16: KT Tasifeto-
Mandeu (Kab. Belu)
. Dl?: KT Kobalima
Timur (Kab. Malaka)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Ponu, Tasifeto - Mandeu, dan
Kobalima Timur melalui:
o Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,r output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, penyediaan rumah layak huni, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
internet dan listrik
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dar Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, jagung, dan kelapa, optimasi lahan termasuk revitalisasi
lalpn rusak menjadi produktif, serta pengendalian Organisme
berkas 6, hlm. 151 OCR
REPUBLIK INDONESIA,
No Lokasi Prioritas s Highlight I Indikasi Intervensi
Pengganggu Tanaman (OPT) tanaman pangan dan penyakit ternak,
penyediaan bibit unggul pertanian dan peternakan sapi
Redistribusi asct (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
ou,put perpindahan dalt penempatan transmigran
Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dengan output: tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur yang berkinerja tingi di kawasan transmigrasi
DlA Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D18. Kat 'asan
Perdesaan
Agrowisata Kopi
Flores Bajawa (Kab.
Ngada)
Pengembangan kawasan perdesaan agrowisata berbasis komoditas Kopi
Flores Bajawa melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan, dgllgim, anpdr
penyEdiaan rumah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output: pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal,
de'l'gm, dt put pengembangan dan penataan destinasi wisata lokal,
serta pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes drhf, pengembangan agrowisata dan produk
ekonomi kreatif berbasis komoditas kopi
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dengan ourytt fasilitasi
penguatan tata kelola f,s3a.rsleq pengembangan agrowisata
Kab. Sumba Barat
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sumba Timur
(Kecamatan
Iferbatasan Prioritas)
Kab. Rote Ndao
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sabu Raijua
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Timor Tengah
Selatan (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. SuDba TenAah
(Daerah Tertinggal)
Kab. Sumba Barat
Drya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan kiodtas)
Kab. Belu (PI(SN
Atambua dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Malaka
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Penyiapan sarana, prasarana, dan peningkatan kualitas fasilitas.dan
layanan pendidikan dasar dan menengah melalui:
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, df'iga,r output:
jalan menuju fasilitas pendidikan, rehabilitasi dan renovasi sekolah
dasar dan menengah, serta perangkat pembelajaran yang adaptif dan
kontekstual
. Peningkatan kualitas dan tata kelola layanan pendidikan berkualitas,
dengan output: model kurikulum yaDa adaptif dan kontekstual;
pembinaan afirmasi serta pendampingan peningkatan Euhr pada SD,
SMP, dan SMA
. Penyediaan dan jaminan kesejahteraan tenaga pendidik berkualitas,
denga,r qttpuri peningkatan kompetensi tenaga kependidikan yana
mengikuti inovasi pembelajaran
. Pcmb€dan bsnhran pendidikan serta makanan bergizi seimbang baSi
peserta didik, dengan output: pemberian program Indonesia pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
p€mb€dan beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan
pendidikan tinggi (adik), serta fasilitasi daerah terkait upaya perbaikan
status gizi dan pembinaan anak usia sekolah dan remaja
. Peningkatan literasi, dengan output: pembinaan program literasi pada
generasi Buda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
berkas 6, hlm. 152 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
3 Kab. Manggarai
Timur
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola frcDbangunan kebudayaan deng,m anpdr
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output: fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output: event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan €uen flo dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
a
a
Ikb. Sumba Barat
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sumba Timur
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Rote Ndao
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sabu Raijua
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
l(ab. Timor Tengah
Selatan (Kecamatan
Perbatasan Prioritas]
Kab. Sumba Tengah
(Daerah Tertinggal)
Kab. Sumba Barat
Daya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Kupang
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Manggarai
Timur
Kab. Alor (PKSN
Atambua dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pemerataan dan peningkatan e,l(s€s serta kualitas fasilitas dan layanan
kesehatan melalui:
. Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas fasilitas kesehatan, dengan
or,put pembangunan jalan, serta penyediaan moda transportasi l,ayanan
kesehatan bergerak
r peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan, de,l,g,,], output.
peningkatan sarana pr.rskc$naa, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes; pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit; serta penyediaan sarana, prasarana, obat, dsn alat
kesehatan
. Penguatan tata kelola pelayanan kcach*alr, dengan output: pembinaan
terkait layanan primer dan rujukan, pembinaan dan pendampingan
layanan kesehatan bergerak, serta implementasi layanan tden dicitv
. Penguatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan
yang didukung dengan penjaminan kesejahteraan
Penanganan penyakit
TBC:
. Kab. Malaka
. Kab. Sumba Berat
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan ou,put: penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
SK No25l164A
berkas 6, hlm. 153 OCR
No Lokasi Prioritas t Highlight Indikasi Intervensi
. Kab. Sumba Timur
. Kab. Sabu Raijua
Penanganan penyakit
Ma.laria:
. 12 kabupaten di
hoeinsi Nusa
Tenggara Timur
Penanganan pcnyakit
ISPA:
. Kab. Belu
. Kab. Lembata
. Kab. Sikka
. Kab. Flores Timur
Penanganan penyakit
Rabies:
. Ikb. Timor Tengah
Selatan
. Kab. Sil&a
o Kab. Ende
Penanganan penyakit
Kusta: Provinsi Nusa
Tenggara Timur
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output
penyediaan s.lat dan bahan ke3€lEtan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan output: penyediaan
tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih,
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Eliminasi penyakit kusta, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kc8chatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Fli inasi penyakit rabies, dengan qdtr r4: penyediaan obat dan
perbekalan keschatan serta penyediaan obat hewan
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Peningkatan gir, &nAfB\ qlputt pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting tcf,jadi serta pemberian tata lakananya, pemberian
makanan tambahan baSi ibu hamil dan balita dari btfiq stock, rrta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-An k Minum S\rsu, serta Penambahan Vitamin
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output: peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan s,un,ing,
dmBan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan p€dlalql, terutama perilaku p€ob€rian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output penguatan llrsk8laas, gedung pelayanan kesehatan ibu dafl
anak, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
berkas 6, hlm. 154 OCR
No Lokasi t Prioritas Fligrdrirrd Indikasi Intervensi
Pemberantasan ,Irtl
Fishing.
. WPP 573 (perbatasan
perairan dengan
Timor Leste dan
Australia)
Penguatan pertahanan keamanan dengan Eq ujudkEt kedaulatan di laut
terutama dala.m pemberantasan llru Fishing pada perbatasan perairan dan
kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk pco8clolaan lintas wilayah
Itrusbandary management] melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, derrya'n anpdr
operasi kapal dan Weed boat pengawas serta patroli mandiri
. Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antar pihak dengan negara-negara
tetangga seperti Timor L€Btc dan Australia
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola perikanan t,'dayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
irnt f.Uqot" unreported, utlrcglqrd) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output: pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDI(9
E1
E2
E3
E4
E5
E6
Kawasan Konservasi:
. El: TN Komodo
(Kab. Manggarai
Barat)
. E2: CA Wae Wuul
(Kab. Manggarai
Barat)
. E3: KKD Selat Partar
dan Laut Sekitarnya
(Kab. Alor)
o Br: TI/AL Tujuh
Betas Pulau (Kab.
Ngada)
. E5: CA Riung (Ikb.
Ngada)
. E6: TNP Laut Sawu
dan Sckitsmya (10
Kab. di Prov. NTT)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output: peteg
^dt
penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konsen asi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KIGRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
nl
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output: optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output: inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yana
terancam punah
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konsen asi, dengan output:
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelol,aan kawasan
konservasi, dengan unpn: pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Peningkatan sarana prasarana pendukung
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Peningkatan perlindungan dan pcrrgclolaan lingkungan hidup dart
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan ikliE, dengan output: penguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output: penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based. so&zior6, pembangunan Fng@sn pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hut6n dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok [perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output: pemulihan
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan
berkas 6, hlm. 155
SK No25l167A
4. Wilayah Kalimantan
4.1 Provinsi Kalimantan Barat
berkas 6, hlm. 156
LIJ-*If.Till
Jri;ITL ITTXNT-T-Til #T'!l
SK No25l168A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pariwisata
Sambas–Singkawang:
• A1: Kabupaten
Sambas
• A2: Kabupaten
Singkawang
• A3: Kabupaten
Bengkayang
Pengembangan Kawasan Pariwisata Sambas-Singkawang, melalui:
• Pembangunan prasarana pengaman pantai
• Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik dan
persampahan pada perumahan tapak
A4 Kawasan Perkotaan Kecil:
• A4: Kabupaten
Mempawah
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Kecil, melalui:
• Penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kawasan perkotaan dan kota kecil
• Penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas transportasi yang
disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan yang akan
dibangun
• Penataan kawasan perkotaan dengan fokus pada penyediaan hunian
layak dan terjangkau serta pemenuhan layanan dasar air minum
• Peningkatan kualitas lingkungan melalui pemenuhan layanan
persampahan, penanganan limbah dan penyediaan ruang terbuka hijau
• Penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional untuk
pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan layanan
pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
• Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi Z
A5 Kawasan Industri
Ketapang:
• A5: Kabupaten
Ketapang
Hilirisasi dan penguatan produktivitas pusat-pusat industri berbasis
mineral, sumber daya hayati, dan industri padat karya, melalui:
• Tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku industri nikel,
tembaga dan bauksit.
• Pengembangan industri hilir nikel, tembaga dan bauksit, dengan output:
industri smelter/pemurnian/pengolahan logam dasar beserta
turunannya yang termonitor dan terevaluasi perkembangannya,
kebijakan penguatan industri logam berbasis pengolahan bauksit,
standar dalam rangka mendukung ekspor.
• Peningkatan penerapan standarisasi di industri nikel, tembaga dan
bauksit, dengan output: standar dalam rangka mendukung ekspor dan
1,4
1,3
81,2
55,5
0,271 – 0,275
0,315 – 0,321
3,45 – 4,45
5,65 – 6,15
85,43
67,73
0,54
0,51
3,46 – 4,52
4,73 – 4,86
78,07
6,9 77,51
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 157 OCR
PR,ESIDEN
-t57-
fasilitasi industri pengolahan sisa hasil produksi industri smelter logam
a
a
bukan besi dan turunannya
Peningkatan jumlah dan kapasitas tenaga kerja di industri nikel,
tembaga dan bauksit, dengan output: mahasiswa dan lulusan program
DII, DIII dan DIV reguler
Peningkatan adopsi telsDlogi dsn pemanfaatan riset/inovasi industri
padat karya terampil (makanan, minuman, TPT dan alas kaki), dengan
output: rancangan SKKM s€ldor industri.
Jaminan ketersediaan bahan baku industri sat it dan kelapa yang
berkualitas, dengan adp)rt peningkatan produktivitas sektor hulu
de,rgut output kriteria standar CPI untuk peningkatan kualitas bahan
baku industri kelapa sawit
Pengembangan industri hilir sawit dan kelapa dengan output: fasilitasi
investasi industri kelapa sawit dan pendampingan penerapan industri
4,0 di sektor industri hasil hutan dan perkebunan.
Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang, dengan anputl
pendampingan KPBU lokasi Bandara Singkawang, pengembangan
Bandar Udara Pangsuma, IreEbanguna[ jalan akses Bandara
Singkawang
Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan SDM digital dan digitalisasi masyarakat
Perluasan layanan penyiaran digital
A6
A7
A8
A9
Kawasan Pengembangan
Pelabuhan Kijing:
. A6: Kabupaten
Mempawah
. A7: Kabupaten
Landak
A8: Kota Pontianak
A9: Kota Singkawang
Pengembangan infrastruktur dan kawasan perkotaan di sekitar pelabuhan
Kijing melalui:
. PenSpEbaqEn bandar:a, dengan adput: pendampingan KPtsU Irkari
Bandara Singkawang dan pengembangan Bandar Udara Pangsuma,
Kapuas Hulu
. Pembangunan jalan nasional, dengan o!,.tpr,.t: pembangunan jalan akses
Pelabuhan Kijing
. Peningkatan dan pemeliharaan jal,an nasional, dengan output: Jalan
Kawasan Prioritas Nangatayap-Sungai Kelik-Siduk dan jalan strategis
Dermaga Ferry-Teraju
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah d@rcstik dan
persampahan pada perumahan tapak dengan output: bantuan PSU
bidang Perumahan
. Fasilitasi pembangunan rumah baru, dengan output pcrtlr€diaan rumah
khusus reguler
. Fasilitasi peningkatan kualitas rumah, dengan output: bantuan
pembangunan rumah srrad.qra
BI
82
Kawasan Sentra Kel,apa
S:awit
. BI: Kabupaten
Ketapang
. 82: Kabupaten
Sanggau
Pengembangan Kawasan Sentra Kelapa Sawit, melalui:
. Peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit dan kualitas bahan baku,
dengan output* kriteria standar CPO untuk peningkatan kualitas bahan
baku industri kelapa sawit
c fugqinabiutC da,i TraM.UIitg, dengan, ourputt fasilitasi peningkatan
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir kelapa sawit melalui
pembentukan Lembaga sertifikasi (LSi) ISPO Hilir d,en penguatan
standarisasi untuk hilirisasi sawit.
. P€ngc@bansan industri biofuel, llc,rg,,l, wtpn: pengembangan industri
bahan b6t<ar terbanrl€n generasi Hua lHgitage\4d Vegdable
CtU Sustainable Aviation .thd) berbahan baku tectwi@l cil
. Pengembangan industri olcokirnia d8 biofuel berbasis minyak kelapa
sawit disertai r€brcrd,ng dan promosi produk sawit berkelanjutan
berkas 6, hlm. 158 OCR
- rsa -
Dekarbonisasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit, dengan
output: Ald, nafi Ftoksionasi.lru[ipu?6e TIfiS
Rebrunding produk sawit berkelanjutan, dengan output.. promosi produk
dan perkebunan sawit Indonesia yErtg berkelanjutan terutama di luar
negeri
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPD
. Dl: KPP Agropolitan
Rasau Jaya,
Kabupaten Kubu
Raya
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Agropolitan Rasau Jajra,
melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan (kesehatan,
pendidikan, air minum dar sanitasi)
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet dan telekomunikasi)
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya)
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan digitalisasi desa
D2
D3
D4
D5
D6
Pusat kuEhrhan
Kawasan Perbatasan di
Pusat Kegiatan Strategis
Nasional (PKSN) dar
Kecamatan Perbatasan
Prioritas (KPD:
. D2: PKSN Paloh
Aruk, Kabupaten
Sambas
. D3: PKSN Jagoi
Babang dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Siding),
Kabupaten
Bengkayang
. D4: PKSN Entikong,
Kabupaten Sanggau
. D5: PKSN
Nangabadau dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kcc. Puring
Kencana, Kabupaten
Kapuas Hulu
. D6: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Ketungau
Hulu), Kabupaten
Sintang
Pembangunan kawasan perbatasan di PKSN Paloh Aruk, PKSN Jagoi
Babang, PKSN Entikong, P(SN Nangabadau dan Kecamatan Perbatasan
Prioritas, melalui:
. Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output di
antaranya: Pembangunan Sarana Permukiman, Ketenagalistrikan dan
Energi,, Pelayanan Pendidikan,, Pelayanan Kesehatan, maupun Layanan
Konektivitas, dan Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
dengan output di antaranya: pembangunan jalan perbatasan dan akses
kawasan PI,BN, pembangunan jalan akses perbatasan Tebas-Merbau,
Nanga Er&Bts Kaltim, pembangunan terminal barang internasional
Aruk, pc@barEunan terEinal barang internasional Sei Kelik,
pembangunan terminal barang internasional Jagoi Babang, penataan
bangunan kawasan pos lintas batas negara (PLBN), pembangunan PLBN
Sei Kelik beserta sarana dan prasarana pendukungnya, layanan
angkutan laut perintis prioritas nasional, layanan validasi dan verifikasi
pupuk, pemeliharaan l(ehlrl sumber benih bahan tanam komoditi
perkebunan, dan pembangunan irigasi perpipaan pertanian..
. Penataan ruang dan penanggulangan bencana di kawasan perbatasan,
dcrrys.Jr output: dokumen harmonisasi RPerpres RIyIR Kawasan
Perbatasan Negara
D7
D8
D9
D10
Kawasan Transmigrasi
(KTI:
. D7: KT Rasau Jaya,
Kabupaten Kubu
Raya
. D8: KT Gerbang Ma3
Perkasa, Kabupaten
Sambas
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya di Kabupaten Kubu
Raya, Kawasan Transmigrasi Gerbang Mas Perkasa di Kabupaten Sambas,
Kawasan Transmigrasi Sekayam-Entikong di Kabupaten Sanggau, dan
Kawasan Transmigrasi Ketungau Hulu di Kabupaten Sintang, melalui :
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dcngaJrl dilrut pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
berkas 6, hlm. 159 OCR
D9: KT Sekayam-
Entikong, Kabupaten
Sar,Sgau
DIO: KT Ketungau
Hulu, Kabupaten
Sintang
Redistribusi aset (t nah) tran@igrasi, dengan qt put fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output: perpindahan dan penempatan rr transmigran
EI
M,
Eit
Katr'assn Strategis
Nasional Jantung
KdiE,a an AIqrt of
Bortt@)
. El: Kabupaten
Kapuas Hulu
. E2: Kabupaten
Sintang
. EXI: Kabupaten
Melawi
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem terEaa,J,k H@fl ol
Borneo disertai pcninSLatar upaya mitigasi dalam penanggulangan bencana,
melalui:
. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan output
penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pemadaman darat
dan udara, kelompok masyarakat yang terlibat dalEn pencegahan
kebakaran hutan dan lahan, serta area penanganan dampak
. Peningkatan kualitas ekosistem gambut dengan output: lahan gambut
yang dipulihkan dan dirEstorasi
. Rehabilitasi ekosistem mangrove dengjfi adp&: lahan rusak yang
dipulihkan, pemulihan dan rehabilitasi ekosistem mangrove
. Pengembangan energi terbarukan berbasis bioenergi
Provinsi Kalimantan
Barat
. Lokasi Prioritas
Penduduk Termiskin
(Kabupaten Melawi)
Pengentasan kemiskinan ekstrem melalui perlindungan sosial adaptif dan
pemenuhan infrast ktur dasar di daerah afirmasi melalui:
. Pembangunan jaringan distribusi dan listrik perdesaan, dengan output:
pemasangan sambungan baru htrik baai rumah tangga belum berlistrik
. Pelaksanaan bantuan keluarga, FndidilGn dan kesehatan, dengan
output: pemberian Kartu Indonesia Pintar, pemberian beasiswa afirmasi,
dan pelaksanaan program Indonesia Pintar
. Revitalisasi dana sosial keagamaan untuk pengentasan kemiskinan,
deri,gaJi antputi pemberdayaan rumah tangga miskin melalui kampung
Zak t, Infak, Sedekah dan Wakaf
. Peningkatank€@andirianEasyarakat
. Peningkatan daya saing Masyarakat
. Fasilitasi p€n),€diaan perumahan terintegrasi dengan PSU
. Pengembangan SPAM terintegrasi hulu ke hilir
. Penyediaan dan pengawasan infrastruktur sanitasi aDan, berkelanjutan
da! berketahanan iklim berbasis CWIS
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif
Provinsi Kalimantan
Barat
Penguatan pendidikan dasar dan vokasi untuk menciptakan SDM unggul
yang sesuai dengan potensi daerah untuk mendorong perekonomian lokal
melalui:
. Relevansi kurikulum dan kualitas pembelajaran PT Vokasi, dciryan
output: program studi vokasi yang menerapkan kurikulum fnt and
match dengan dunia kerja, dan Pendidikan Tinggi Vokasi yang
menerapkan penguatan mutu berstandar industri
. Penguatan pelatihan vokasi, dengo,i output pelatihan vokasi di sektor
strategis, sertifikasi kompetensi tenaga kerja dan fasilitasi dan bantuan
lembaga pelatihan
. Revitalisasi sarana dan prasarana Sekolah dan Madrasah pada seluruh
jenjang Pendidikan
Provinsi Kalimantan
Barat
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan kesehatan, dan tata kelola
pelayanan kesehatan, melalui:
. Pengembangan layanan unggulan berbasis koapet€rtsi, denga,i output
peningkatan kompetensi Rumah Sakit (RS) dalnD layanan Kanker,
Jantung, Stroke, dan Uro-Neftoloci (&JSU) dan layanan Kesehatan lbu
berkas 6, hlm. 160 OCR
dan Anak; pemenuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan
untuk pelayanan Ibu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke, Ginjal di RS
(sPA)
sesuai
standar; pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk RS
Pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan den
peningkatan peran kader kesehatan, dengan adplt pemcmrhan alat
kesehatan di unit pelayanan kesehatan tingkat desa/kelurahan s€q.rai
standar, peningkatan keterampilan kader kesehatan, pemantauan
keaktifan posyandu sesuai standar, pengadaan alat kesehatan di
posyandu sesuai standar, dan revitalisasi posyandu dan pemberdayaan
masyarakat di puskesmas pembantu
Peningkatan pendayagunaan SDM kesehatan, dengan output: penugasan
Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan peda Faly8,lkes Primer
Provinsi Kalimantan
Barat
Pencegahan dan penurunan stunting serta kematian ibu dan anak serta
pengendalian dan penuntasan TBC, penyakit menular:, dan eliminasi
penyakit tropis terabaikan, melalui:
. Penguatan intervensi spesifik stunting &oga,: output: lhr Hamil yang
mendapat makanan tambahan dari Buffer Stock, balita uang mendapat
makanan tambahan dan, daerah yang mendapatkan fasilitas dan
pembinaan terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan
pelayanan kesehatan bayi dan batita
. Peningkatan upaya pencegahan TBC dengan adpni masyarakat
mendapatkan layanan pencegahan dsn pengendalian TBC
. Peningkatan kesehatan dafl gizi masyarakat, dengan output: penurunan
kematian ibu dan anak, pencegahan dafl penurunan stun ing, pemberian
mal(alr bergizi untuk ihr hamil, ibu menyusui, dan balita, peningkatan
pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia produktif dan
l,ansia serta keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, serta
penyelenggaraan jaminan sosial
. Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, &a,8!$ output
penuntasan TBC
. Seluruh persalinan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai
standar
. Penguatan deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan
kegawatdaruratan itu dan anak
Provinsi Kalimantan
Barat
Hilirisasi Kelapa, melalui:
. Peningkatan produksi darl penyebaran benih unggul, den$& odptt l
produksi benih tanaman perkebunan
. Peningkatan produktivitas kelapa (budidaya dan pengolahan), dengan
output: penerapan GAP (Good Agnanture Practices) dan pertanian
regeneratif
. Pcrbail€n data Frkelapaan (budidaya dan pengolahan), dengan output:
neraca komoditas kelapa dan produk turunannya
. Peningkatan diversifikasi produk dan daya saing produk, dengan output:
pengembangan industri pengolahan kelapa produk hilir (MCT dan SAFI
dan restrukturisasi mesin/peralatan
. Peningkatan sentra IKM pengolahan kelapa, dengan output:
pendampingan pembiayaan bagi usaha Eikm
. Peningkatan investasi industri pengolahan kel,apa, dengan output:
peningkatan peluang investasi di sektor industri
. Integrasi rantai pasok delah negeri, dengan output F6um koordinasi
dan sinkronisasi kebijakan sektor hulu-hilir industri Einruran, hasil
tembakau dan bahan penyegar
. Peningkatan riset dan inovasi kelapa, &'rgon qt pni pembinaan
optimalisasi pemanfaatan telsDlogi di industri minuman, hasil
tembakau dan bahan penyegar
SK No25ll73A
berkas 6, hlm. 161 OCR
BLIK INDONESIA
-16l-
Provinsi Kalimantan
Barat
Penguatan in&astru!.hrr ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan
wilayah dan pemerataan pembangunan, melalui:
. Pembangunan infrastruktur pembangkit listrik termasuk persiapan
pengembangan pembangkit berbasis nuklir dan hidro
. Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
Provinsi Kalimantan
Barat
Perwujudan swasembada sektor pertanian pangan, hortikultura dan
perkebunan yang memperhatikan ketahanan iklim, melalui:
. Pengembangan korporasi petani, nelayan, pembudidaya ikan, dan
petambak garam
. Peningkatan indeks pertanaman (intensifikasi)
. Penguatan pascapanen pangan nabati, dengan output.. sarana
pascapanen tanaman perkebunan
SK No25ll74A
berkas 6, hlm. 162 OCR
4.2 Provinsi Kalimantan Tengah
PAN RP an ra « Pa
Na Pa PN Sa ra N 5:
e 2 x- « Kalimantan
L “Timur
i 1 KALIMANTAN
, 51 ,
2 L TENGAH
Kalimantan
Barat ,
S E4 E6
N E3 Ry A8 LEGENDA
3 B3
Kawasan
! Pertumbuhan
B2 Kawasan Komoditas Unggulan
E2 PA Aa dn SERA
N ota Palangkaraya Kawasan Afirmasi
an D1 ( (@! ibu Kota Provinsi
- £ N |
Te SE Ki & i 1 @ Bandar Udara
| Z |
Teri s S Pelabuhan
PA 1G: NX ! ' / R 9 Jalan Nasional
E1 e3 C C1 Z t S iman «.: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3 N Batas Administrasi
d
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Agro Industri Kalimantan Tengah Kawasan Transmigrasi (KT)
1. Kabupaten Kotawaringin Barat 1. KT Lamunti-Dadahup, Kabupaten Kapuas
2. Kabupaten Kotawaringin Timur 2. KT Jelai (Pulau Nibung), Kabupaten
Sukamara
: 3. KT Arut Selatan dan Kotawaringin Lama,
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kabupaten Kotawaringin Barat
Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan Tengah
1. Kota Palangkaraya E. Kawasan Konservasi
2. Kabupaten Kapuas
3. Kabupaten Barito Utara Kawasan Konservasi Kalimantan Tengah
1. Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten
Kotawaringin Barat
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi 2. Taman Nasional Sebangau, Kota
Palangkaraya
Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kalimantan Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan
Tengah (Heart of Borneo) |
1. Kabupaten Pulang Pisau 3. Kabupaten Katingan
2. Kabupaten Kapuas 4. Kabupaten Gunung Mas
5. Kabupaten Murung Raya
6. Kabupaten Barito Utara
berkas 6, hlm. 163
SK No25ll75A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca;
IKLH: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Agro Industri
Kalimantan Tengah
• A1: Kabupaten
Kotawaringin Barat
• A2: Kabupaten
Kotawaringin Timur
Pengembangan pusat-pusat industri dan hilirisasi industri sumber daya
hayati (sawit dan kelapa) berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan,
melalui:
• Peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas bahan baku
komoditas sawit dan kelapa, dengan output: penetapan kriteria standar
Crude Palm Oil (CPO) untuk peningkatan kualitas bahan baku industri
kelapa sawit dan peralatan fasilitas laboratorium/workshop/layanan
industri hasil perkebunan; penyebaran benih unggul; peningkatan riset
dan inovasi kelapa; peningkatan kualitas dan kuantitas produksi benih
tanaman perkebunan; penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan
pertanian regeneratif
• Pengembangan industri oleokimia dan biofuel berbasis minyak sawit
disertai rebranding dan promosi produk sawit berkelanjutan
• Peningkatan diversifikasi dan daya saing produk, dengan output:
pengembangan produk hilir dan restrukturisasi mesin/peralatan
perkebunan industri pengolahan kelapa, fasilitasi sertifikasi produk,
disertai bimbingan teknis pengembangan produk dan kemasan
• Peningkatan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan kelapa
dan investasi industri pengolahan kelapa, dengan output: pendampingan
pembiayaan bagi usaha mikro dan keberlanjutan investasi disertai
restrukturisasi mesin/peralatan industri
B1
B2
B3
Kawasan Sentra
Perikanan Kalimantan
Tengah
• B1: Kota
Palangkaraya
• B2: Kabupaten
Kapuas
B3: Kabupaten Barito
Utara
Pengembangan Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan Tengah khususnya
untuk komoditas Gabus, Nila, dan Patin di Kota Palangkaraya, Kabupaten
Kapuas, dan Kabupaten Barito Utara, melalui:
• Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya dan perikanan
tangkap (PUD)
• Penyediaan input produksi perikanan
• Peningkatan kualitas, mutu dan daya saing hasil perikanan
• Penguatan kapasitas dan perlindungan terhadap masyarakat,
kelembagaan dan kewirausahaan perikanan
C1
C2
Kawasan Sentra Produksi
Pangan (KSPP)
Kalimantan Tengah:
• C1: Kabupaten
Pulang Pisau
• C2: Kabupaten
Kapuas
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kalimantan
Tengah khususnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau yang
didukung Kawasan Transmigrasi Lamunti–Dadahup di Kabupaten Kapuas,
melalui:
• Pengembangan kawasan secara geospasial, dengan output:
pembangunan dan pengembangan infrastruktur
• Pengembangan kawasan secara on farm, dengan output: penguatan
inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian
1,0
1,0
124,0
85,3
0,242 – 0,246
0,311 – 0,315
2,43 – 3,43
4,11 – 4,61
90,18
76,00
0,58
0,55
2,92 – 3,61
3,32 – 3,91
77,01
76,34 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 6, hlm. 164 OCR
No Lokasi Prioritas Htbh&i?fu Indikasi Intervensi
Pengembangan kawasan sccara olJ jdri\, den.g,f), output penguatan
integrasi hulu-hilir/rantai produksi-pemasaran dan nilai tambah produk
pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani
DI
D2
D3
Kawasan Transmigrasi
(KT):
. Dl: Kawasan
Transmigrasi
Lamunti-Dadahup di
Kabupaten Kapuas
. D2: Kawasan
Transmigrasi Jelai
(Pulau Nibung) di
Kabupaten
Sukamara
. D3: Kawasan
Transmigrasi Arut
Selatan dan
Kotawaringin Lama
di Kabupaten
Kotawaringin Barat
Pengembangan Kawasan Transmigrasi lanrunti-Dadahup di Kabupaten
IGpuas, Kawasan Transmigrasi Jclai (Pulau Nibung) di Kabupaten
Sukamara, serta Kawasan Transmigrasi Arut Selatan dan Kotawaringin
Lama di Kabupaten Kotawaringin Barat, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, shtetrl drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, de,J;Fl,fl, output:
pengadaan bantuan sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil,, dengan
output. pengelolaan p€rpindahan dan penempatan transmigran
El Kawasan Konservasi
E2 Kalimantan Tengah:
. El: Taman Nasional
Tanjung Puting,
Kabupaten
Kotawaringin Barat
. E2: Taman Nasional
Sebangau,Ifuta
Palangka Raya
Pengembangan wisata berkelanjutan berbasis aset alam di Taman Nasional
Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional
Sebangau, Kota Palangka Raya dengan pelibatan mitra lokal, melalui:
. Pengelolaan wisata alam secara berkelanjutan , dengan a)Wt:
pengembangan sarana dan prasarana destinasi wisata alam,
peningkatan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di Kawasan
Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Bum
(TB), dan fasilitasi usaha ekonomi produktif
. Pelibatan peran masyarakat dalam pengelolaan keanekaragaman hayati,
dengan output: pembinaan dan pemberdayaan kelompok masyarakat,
peningkatan pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi kawasan
dan keanekaragaman hayati, dan peningkatan kompetensi masyarakat
pemanfaat kawasan konservasi
E3
E4
E5
E6
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan (Heart of
Borneo)
. E3: Kabupaten
Katingan
. E4: Kabupaten
Gunung Mas
. E5: Kabupaten
Murung Raya
. E6: Kabupaten Barito
Utara
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem di Wil,ayah
Kalimantan Tengah termasuk Heart of Borneo disertai peningkatan upaya
mitigasi d.l'- penanggulangan bencana, melalui:
. Pengendalian kebakaran serta rehabilitasi hutan dan lahan, dengan
output: penanganan dampak perubahan iklim dan pencegahan
kebakaran lahan dan kebun serta operasi modifikasi cuaca untuk aksi
dini bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
. Peningkatan kualitas ekosistem gambut, dengan output: pemulihan dan
restorasi lahan gambut, pengelolaan data informasi Kesatuan Hidrologis
Gambut (KHG), dan peningkatan layanan penilaian kinerja lingkungan
untuk pengelol,aan ekosistem gambut
. Peningkatan kualitas ekosistem mangrove, dengan qtqrut: pemulihan
dan rehabilitasi ekosistem mangrove, penguatan data dan informasi
publik perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta
Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem (RPPE) Mangrove
. Pelaksanaan penataan aset reforma agraria, dengan w@ut: inventarisasi
dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan
. Pengembangan energi terbarukan berbasis bioenergi
berkas 6, hlm. 165 OCR
PRESIOEN
No Lokasi Prioritas Hrbrulbht Indikasi Intervensi
Provinsi Kalimantan
Tengah
Pengembangan hilirisasi industri berbasis sumber daya mineral seperti
bauksit dan tembaga scauai potensi daerah, melalui:
. Tata kelola industri daa ketersediaan bahan baku industri, dengan
outputj rekomendasi keprospekan sumber daya Eincral dan
rekomendasi kebijakan rencana produksi dan pemanfaatan mineral
. Pengembangan industri hilir/antara olahan suEbcr daya mineral,
dengan output: riset dan inovasi hilirisasi sumber daya alam tidak
terbarukan, kebdak{ penguatan industri logam, monitoring dan
evaluasi perkembangan industri $neltcf, /pemurnian/pengolahan logam
dasar bcacrta turunannya
o Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkular, dengan outputi fasilitasi
industri pengolahan sisa hasil produksi industri smelter logan bukan
besi dan turunannya dan peningkatan manajemen energi dan air serta
pemanfaatan EBT (ReGewabte hlergy) dala,m rangka efisiensi
sumberdaya industri
Provinsi Kalimantan
TcdEah
Penguatan infrastruktur konektivitas (konektivitas jalan, konektivitas darat,
konektivitas laut, serta konel ivitas udara) d8n sarana penunjang logistik
untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, melalui:
. Penguatan konektivitas jalan, udara, darat, dan laut, dcngan output;
pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan nasional,
pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, pembangunan dan
pengembangan bandara termasuk Bandara Murung Raya dan Bandara
Kuala Ku'un
. Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan ou@utj
pembangunan jaran akses simpul transportasi, pembangunan jalan
koridor logistik, dan pembangunan jembatan koridor logistik khususnya
penuntasan Missing ttlat Jalan Lintas Tengah Kalteng-Kalbar -Ttrlrbang
Samba
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penguatan kualitas pendidikan secara merata dan berdaya saing dhcrtai
peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan vokasi sesuai dengan
potensi ekonomi lokal untuk mendukung produktivitas tenaga kerja, melalui:
. Revitalisasi prasarana pendidikan, dengan output: pembangunan,
rehabilitasi, dan renovasi sekolah dan madrasah pada seluruh jenjang
pendidikan
. Pelatihan vokasi di sektor strategis, dengan orztpxt' pelatihan vokasi
industri upskilling dan reskilling di Provinsi Kalimantan Tengah disertai
fasilitasi keikutsertaan diklat dan pendidikan kecakapan w ausaha
o Peningkatan peran dan kerja sama industri dalam pendidikan dan
pel,atihan vokasi, dengan output peningkatan kemitraan antara satuan
pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri
. Penguatan pendidikan menengah vokasi, deDBan output pengembangan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi pusat keunggulan,
pengembangan proyek kreatif dan kewirausahaan, pendampingan
peningkatan mutu, dan pengembangan pengajaran berbasis pabrik
(teaching factory)
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penyediaan pasokan air berkelanjutan untuk mendukung ketahanan
pangan lokal, melalui:
. Penyediaan air baku kawasan sulit air, bencana kekeringan, dan
kawasan terpencil, derylai output peEbaEgurran tampungan air dan
Prasarana air baku
. Pengembangan dan pengelolaan irigasi untuk mendukung ketahanan
pangan lokal, dengan oxQut' pengembangan dan pengelolaan irigasi dan
rehabilitasi/peningkatan prasarana irigasi untuk mendukung
ketahanan pangan lokal

Berkas 7

berkas 7, hlm. 1 OCR
tr.T{I]
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Kalimantan
Tengah
Peningkatan konektivitas tenaga listrik disertai pemanfaatan energi baru
terbarukan dan peningkatan digitalisasi, melalui:
. Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan, de'ngf,,r output:
pemasangan sambungan baru listrik baAi rumah tangga belum berlistrik
yang tidak mampu
. Pembangunan dan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik
cncr8i terbarukan, deryfa,r output Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga McBin Gas (PLTMG)
. Pembangunan infrastruktur Eansrnisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan jaringan telekomunikasi, akses internet cepat, dan l,ayanan
penyiaran digital disertai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (nK dan digitalisasi masyarakat
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan kesehatan, dan tata kelola
pelayanan kesehatan, melalui:
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, dengan ouwt:
peningkatan kompetensi Rumah Sakit (RS) dafam layanan Kanker,
Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (IGJSU) dan layanan Kesehatan lbu
dan Anak (KIA); pemenuhan sararE, prasar:ana dan alat kesehatan (SpA)
untuk pelayanan lbu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke, Ginjal di RS sesuai
standar; dan pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
RS
. Pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan dan
peningkatan peran kader kesehatan, dengan output: pemenuhan alat
kesehatan di unit pelayanan kesehatan tingkat desa/kelurahan sesuai
standar, peningkatan ketrampilan kader kesehatan, pemantauan
keaktifan posyandu sesuai standar, pengadaan alat kesehatan di
posyandu sesuai standar, dan revitalisasi posyandu dsn pemberdayaan
masyarakat di puskesmas pembantu
. Peningkatan pendayagunaan SDM kesehatan, dengan output penugasan
Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan pada Fasyankes Primer
Provinsi l(alittlantan
Tengah
Pengembangan permukiman dan pemenuhan aks€g air EinuE, sanitasi
aman, serta pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir secara
berkelanjutan dan inklusif, melalui:
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) terintegrasi hulu
ke hilir, dengan output p€ng€obar8an dafl pengelolaan SPAM
. Peningkatan utilitas dasar perdesaan, d€,rg,m output peningkatan
sistem pengelol,aan persampahan berbasis masyarakat dan setempat
eLala individu
. Penyediaan dan optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, dengan
output pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi, sistem
pengelolaan persampahan skala regional, skala kota, skala kawasan, dan
berbasis masyarakat
. Fasilitasi pembangunan rumah baru, dengan output: bantusrt
pembangunan rumah swadaya dan bantuan rehabilitasi rumah keluarga
penerima manfaat (KPM)
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya dan pengendalian penyakit menular, melalui:
. Pengendalian penyakit malaria, de'i'gp,I output: pengadaan alat dan
bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian malaria; pembinaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian malaria;
fasilitasi dan pembinaan pencegahan dan pengendalian malaria
berkas 7, hlm. 2 OCR
BUK INDONESIA
-t67-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting, de'nga,r output:
penerapan konvergensi Pencegahan dan penurunan stunting di daerah,
fasilitasi dan p€-mbhaan terkait upaya perbaikan status gizi dan
peningkatan pelayanan kesehatan bayi, balita, ibu, dan bayi baru lahir,
fasilitasi dan pembinaan: Gerakan Orang Ttra Asuh Cegah Stunting
(GENTING), Implementa.si 5 Pilar: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM), dan p€nganekaraganan pangan
Provinsi Kalimantan
Tengah
Pengentasan kemiskinan, integrasi bantuan sosial, jaminan sosial,
pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif
dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
melalui:
. Tata kelola dan pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengdr
output. sistcra dan teknologi informasi kesejahteraan sosial, data terpadu
kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan pangan, data
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan kebudayaan,
pengendalian PSE (Pengawasan Penyelenggara Sistem Elektronik) dan
PSrE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk) dan pengelolaan
layanan pusat kesejahteraan sosial
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dan penguatan JKN, dengan output:
penduduk Penerima Bantuan Iuran Jaminan lGschatan Nasional (PBI
JKN), koordinasi pelaksanaan optimalisasi jaohan sosial kesehatan
pusat dan daerah, keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat,
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memperoleh bantuan sosial
sembako, korban bencana sosial dan non alam yang mendapat bantuan,
penyaluran cadangan pangan pemerintah, penyediaan elpiji 3kg yarB
tepat sasaran
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
dengan output peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga peocriEa manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
keda mandiri (TXIr) pemula dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha
berkas 7, hlm. 3 OCR
4.3 Provinsi Kalimantan Selatan
aa , Kalimantan
: D2 Timur
| KALIMANTAN
E4 SELATAN
Pa
: C7
mera
d Kei Kaimentan ,
Selatan YA

C6 BR yY—,.
C4 h E2 — | LEGENDA
talimantan E3 , C5 i Kawasan
/ Pertumbuhan
Tengah « E8 /
, y C1 Kawasan Komoditas Unggulan
/
ri - 1 Sem gram
1 / A4 PNS A8 $ K Ati
/ 1 Oo | D awasan irmasi
£ H & E6 D3 Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana
- A4 &/ . ag
D4 N a 9 C2 D1 g 1 ra Ibu Kota Provinsi
Koe 2 Bandar Udara
Banjarban) - A7 ai " ko) Pelabuhan
/ mem Jalan Nasional
AS A6 0 ? “ss: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
25 na
A. Kawasan Pertumbuhan EN Hanna ma ENI
Kawasan Wilayah Metropolitan Banjarmasin
1. Kota Banjarmasin Kawasan Prioritas Perdesaan (KPP)
2. Kota Banjarbaru 1. KPP Agropolitan, Kabupaten Tanah Bumbu
3. Kabupaten Banjar 2. KPP Agrowisata Hortikultura Kabupaten
4. Kabupaten Barito Kuala Tabalong
5. Kabupaten Tanah Laut 3. KPP Agrominapolitan Kabupaten Banjar
Kawasan Pertumbuhan Industri Baru Kawasan Transmigrasi (KT)
6. Kabupaten Tanah Laut 4. KT Cahaya Baru, Kabupaten Barito Kuala
7. Kabupaten Tanah Bumbu
8. Kabupaten Kotabaru
E. Kawasan Konservasi
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi Kawasan Pegunungan Meratus (Geopark Meratus
dan Kawasan Loksado)
Kawasan Lumbung Pangan Rawa Batang Banyu 1. Kabupaten Hulu Sungai Utara
1. Kabupaten Barito Kuala 2. Kabupaten Hulu Sungai Tengah
2. Kabupaten Banjar 3. Kabupaten Hulu Sungai Selatan
3. Kabupaten Tapin 4. Kabupaten Tabalong
4. Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 5. Kabupaten Tanah Laut
5. Kabupaten Hulu Sungai Tengah 6. Kabupaten Banjar
6. Kabupaten Hulu Sungai Utara, 7. Kabupaten Kotabaru
7. Kabupaten Tabalong 8. Kabupaten Tapin
berkas 7, hlm. 4
PRESIOEN
SK No25ll82A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan Wilayah
Metropolitan
Banjarmasin:
• A1: Kota
Banjarmasin
• A2: Kota Banjarbaru
• A3: Kabupaten
Banjar
• A4: Kabupaten Barito
Kuala
• A5: Kabupaten
Tanah Laut
Pengembangan Wilayah Metropolitan Banjarmasin, melalui:
• Perencanaan kawasan untuk mewujudkan sistem perkotaan nasional,
dengan output: bantuan peralatan/sarana, penyelidikan geologi tata
lingkungan untuk penataan ruang dan infrastruktur
• Peningkatan layanan perkotaan untuk mewujudkan perkotaan yang
layak huni, inklusif, dan berbudaya, dengan output: bantuan Prasarana
Sarana Umum (PSU) bidang perumahan, bantuan pembangunan rumah
susun hunian MBR/pekerja, bantuan pembangunan rumah swadaya,
pemukiman kembali, peremajaan, dan pemugaran permukiman kumuh,
penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z, fasilitasi literasi digital, jalan non-status yang
dikembangkan di kawasan transmigrasi di Kabupaten Barito Kuala,
subsidi angkutan umum perkotaan di Kota Banjarmasin
• Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan untuk
mendorong perkotaan yang maju dan menyejahterakan, dengan output:
PBK Provinsi Kalimantan Selatan, pilot project kerja sama daerah dalam
mendukung pusat pertumbuhan di Wilayah Metropolitan Banjarmasin
• Peningkatan kualitas lingkungan dan ketangguhan bencana untuk
mewujudkan perkotaan yang hijau dan tangguh, dengan output:
pemetaan komponen kerentanan dan kapasitas, penguatan instrumen
peringatan dini bencana
• Penguatan konektivitas jalan dan pengembangan transportasi perkotaan
yang terintegrasi dengan Transit Oriented Development (TOD)
• Peningkatan kapasitas tata kelola perkotaan untuk mencapai
transparansi, akuntabilitas, cerdas, dan terpadu melalui pembentukan
kelembagaan (atau forum) pengelola WM Banjarmasin dan penguatan
kerja sama multipihak dalam pembiayaan dan pembangunan perkotaan,
dengan output: daerah yang diterapkan sebagai pilot kerja sama antar
daerah untuk mendukung pusat pertumbuhan di wilayah metropolitan,
daerah yang melakukan penilaian indeks maturasi perkotaan lintas K/L
secara terpadu di wilayah metropolitan, daerah yang dikuatkan tata
kelola smart city-nya di wilayah metropolitan, dan daerah yang dimediasi
dan diadvokasi dalam penerapan PP perkotaan pada wilayah
metropolitan
• Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Metropolitan Statistical
Area
1,3
1,3
106,3
72,7
0,274 – 0,278
0,307 – 0,311
1,64 – 2,64
3,44 – 3,94
80,99
75,97
0,61
0,57
3,29 – 3,97
3,86 – 4,25
73,10
72,32 7,1
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
berkas 7, hlm. 5 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A6
A7
AA
Kawasan Pertumbuhan
Industri Baru:
. A6: Kabupaten
Tanah Laut
. A7: Kabupaten
Tanah Bumbu
. A8: Kabupaten
Kotabaru
Pengembangan hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA)
unggulan, industri padat karya terampil, padat teknologi inovasi, serta
berorientasi ekspor, melalui:
. Penguatan industri dasar seperti hilirisasi kimia berbasis batubara
. Pengembangan hilirisasi nikel, dengan dt$ut industri
smelter/pemurnian/pengolahan logam dasar beserta turunannya yang
termonitor dan terevaluasi perkembangannya, kebijakan penguatan
industri logam berbasis pengolahan nikcl, Ircr€ncanaal dan
pengembangan jejaring kerja promosi investasi, industri yang terfasilitasi
dalam rangka peningkatan investasi dan ekspor sektor industri logam,
industri yang terfasilitasi melalui pendampingan dal,flr rangka
peningkatan investasi dan/atau ekspor, industri yang terfasilitasi dalam
rangka peningkatan akses pasar dan pendampingan industri logam,
mesin, alat transportasi dar elektronika, industri baterai nasional yang
terfasilitasi dalam rangka penguatan struktur industri dalam negeri
. Pengembangan industri karet, dengan output: penyusunan data supply-
demand sektor tekstil, kulit dan alas kaki, dan penerapan tingkat
komponen dalam negeri - industri kecil, peralatan fasilitas
laboratorium/workshop/layanan industri karet, serta pengembangan
produk, pendampingan IKM, peningkatan kreativitas, dan informasi
pasar, promosi dan pemasaran
. Pengembangan hilirisasi kelapa sawit, dengan output kriteria sta:'1,do,.
CPO untuk peningkatan kualitas bahan baku industri kelapa sawit,
peralatan fasilitas laboratorium/workshop/layanan industri hasil
perkebunan, mineral logam, dan maritim, fasilitasi peningkatan
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir kelapa sawit melalui
pembentukan lembaga sertifikasi (LS) ISPO Hilir, penguatan
standardisasi untuk hilirisasi sawit, pengembangan industri bahan
bakar terbarukan generasi kedua (HVO/SAF - Hydrogenated Vegetable
Oil/Sustainable Aviation Fuel) berbahan baku technical oil, fasilitasi
penyediaan pasokan bioetanol untuk bahan bakar nabati (biofuel) dalam
rangka mendukung ketahanan energi nasional, serta kebijakan
pembangunan rendah karbon (PRK) dan penurunan gas rumah kaca
(GRK) sektor industri
. Peningkatan investasi hilirisasi besi baja
cl
c2
c3
c4
C5
C6
C7
Kawasan Lumbung
Pangan Rawa Batang
Bafll .r:
. Cl: Kabupaten Ba.rito
Kuala
. C2: Kabupaten
Banjar
. C3: Kabupaten Tapin
. C4: Kabupaten Hulu
Sungai Selatan
. C5: Kabupaten Hulu
Sungai Tengah
. C6: Kabupaten Hulu
Sungai Utara
. C7: Kabupaten
Tabalong
Perwujudan swasembada sektor pertanian pangan, hortikultura dan
perkebunan yang memperhatikan ketahanan iklim, melalui:
. Pengembangan korporasi petani, nel,ayan, pembudidaya ikan, dan
petaEbak garam, dengan ouwt: g€rerra perbenihan ikan yang
disalurkan ke masyarakat, dan pusat produksi benih dan induk yang
dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu
Sungai Utara
. Peningkatan indeks pertanaman (intensifikasi), dengan output: kawasan
karet
. Penguatan pascapanen pangan nabati, dengan output: sarana
pascapanen tanaman perkebunan
. Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan, dengan output:
benih ternak unggul
. Pengembangan pengairan dan irigasi dengan output: pembangunan
dan/atau pengembangan irigasi di Wilayah Sungai (WS) Cengal-BatuUcin
untuk meningkatkan ketahanan pangan
. Peningkatan ketersediaan pangan, dengan ot tputi intervensi cetak
sawah di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin,
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara,
Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Tabalong
berkas 7, hlm. 6 OCR
-17t-
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
DI
D2
D3
Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPg:
. Dl:KPP Agropolitan,
Kabupaten Tanah
Bumbu
. D2: KPP Agrowisata
Hortikultura,
Kabupaten Tabalong
r D3: KPP
Agrominapolitan,
Kabupaten Banjar
Pemenuhan l,ayanan dasar dan infrastruktur perdesaan, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala dcaa dan perdesaan (kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sanitasil, dengan rincian output, fasilitasi
lembaga posyandu dal,ar! penerapan 6 bidang SPM, sarana puskesmas,
pustu dan posyandu (SOPHD, fasilitasi program P4GN bidang
pencegahan berbasis sumber daya pembangunan desa, desa yang
mendapatkan fasilitasi konvergensi pencegahan st&4tirg, revitalisasi
posyandu, dan kampanye posyandu aktif, sarana pel,ayanan dasar desa
dar perdesaan yang dibangun/dikembangkan, infrastruktur air minum
berbasis masyarakat, sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat
berbasis masyarakat, sistem pengelolaan air limbah domestik setempat
skala individu, dan sistem pengelolaan persampahan berbasis
masyarakat, pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat
desa/kelurahan dan peningkatan peran kader kesehatan
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi),
dengan rincian output: perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi,
penguatan interkoneksi ketenagalistri.kan Barito - Mahakam;
pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik
yang tidak mampu, desa/kelurahan yang dibangun 4G oleh operator,
kabupaten/kota yang difasilitasi menerapkan infrastruktur pasif
bersama, peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jam/hari, OM BTS
4G I Lastmile, pengendalian pembangunan jaringan distribusi dan gardu
distribusi, sarana dan prasarana konektivitas transportasi desa dan
perdesaan yang dibangun/dikembangkan
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lain rya)
o Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan digitalisasi desa
D4 Kawasan Transmigrasi
Cahaya Baru di
Kabupaten Barito Kuala:
. D4: I(r Cahaya Baru,
Kabupaten Barito
Kuala
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru di Kabupaten Barito
Kuala, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman.
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output, bantuan
sarana produksi p€rtqnign.
. Redistribusi asct (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hal( milik atas tanah transmigrasi.
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
oxtrut perpindahan dan penempatan transmigran.
E1
E2
E3
E4
E5
E7
E8
Kawasan Pegunungan
Meratus (Geopark
Meratua dan Kawasan
lrkrado):
. El: Kabupaten Hulu
Sungai Utara
. E2: Kabupaten Hulu
Sungai Tengah
. E3: Kabupaten Hulu
Sungai Selatan
. F,4: Kabupaten
Tabalong
. E5: Kabupaten
Tanah laut
Pengembangan ekowisata kelas dunia di Geopark Geosite Meratus dan di
Kawasan Loksado dengan pelibatan mitra dan tenaga kerja lokal melalui
pengembangan destinasi wisata potensial, melalui:
. Pearycmbangatr eco-tourism kelas dunia berbasis aset alam (termasuk
E.e,f,isdj global geopark di Geopark Ceosite Meratus dan di Kawasan
Lrksado dengan pelibatan mitra loka] untuk meningkatkan nilai tambah
pariwisata dan penyerapan tcuaga kerja
. Pelindungan dalr pelestarian warisan budaya melalui pelestarian warisan
budaya pada situs-situs cagar budaya di kawasan Ci"opork Meratus dan
Kawasan Irksado dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat d8n diplomasi budaya
SK No25ll84A
berkas 7, hlm. 7 OCR
No Lokasi Prioritas HbruAtu Indikasi Intervensi
E6: Kabupaten
Banjar
E7: Kabupaten
Kotabaru
E8: Kabupaten Tapin
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan kualitas infrastruktur konektivitas darat, laut, dan udara yang
mendukung pertumbuhan ekonomi strategis, melalui:
. Pembangunan jembatan Laut-Pulau Kalimantan
. Pembangunan jalan nasional, denglrl output: pembangunan jalan
strategis ruas Anjir Pasar batas Provinsi l&limantafl TengahFs€rapat-
Batas Kota Banjarmasin
. Peningkatan dan petreliharaanjalan nasional, dengan output Preservasi
Pemeliharaan Rutin Jalan ruas Wa.langsi-Ikparkias daa Pagatan-
Batulicin
. Pengembangan/pembangunan/rehabilitasi pelabuhan sungai, danau,
dan penyeberangan, derrEan output Layanan Angkutan Laut Perintis
Prioritas Nasional di Ikb. Kotabaru
. Pengembangan pelabuhan logistik di Pulau laut, Kab. Kotabaru,
Kalimantan Selatan
. Pengembangan bandara, dengan output Pengembangan Bandar Udara
Gusti Syamsir Nam, Kotabaru, Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan
Sel,atan
Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pcftuEbuhsn
wilayah dan pemerataan pembangunan, melalui:
. Pembangunan infrastruktur pembangkit listrik
. Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
Provinsi Kalimantan
Selatan
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat, melalui:
. Penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting dengan output ibu
hamil, ibu EenJmsui, dan balita yang mendapat makanan tambahan dari
buffer-stock, ds(t kegiatan koordinasi dan advokasi terkait perbaikan gizi
dan peningkatan pelayanan kesehatan bayi dan balita
. Intensifikasi penemuan kasus, pengobatan, serta peningkatan upaya
pencegahan , dengan output: pemberian obat dan perbekalan kesehatan
program pencegahan dan pengendalian TB, serta NSPK pencegahan dan
pengendalian TBC
. Eliminasi penyakit tropis terabaikan, de,,;g8[r output: peningkatan
kapasitas SDM, pendampingan, supervisi dar monitoring evaluasi
program pencegahan dan pengendalian penyakit tropis, serta
assessment eliminasi penyakit tropis (kusta)
. Pencegahan dan pengendalian kejadian penyakit malaria, , dengan. output:
layanan pengendalian faktor risiko penyakit malaria
. Pengendalian penyakit menular lainnya, dengan output NSPK
pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS
Provinsi Kalimantan
Selatan
Penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan (pemenuhan sarana
prasarana dan alat, tenaga medis dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan), melalui:
. Dukungan peningkatan pemenuhan standar sarana prasarana dan alat
kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Ulin dan Rumah Sakit
Umum Daerah dt. H. Moch. Ansari Saleh di Kota Banjarmasin
. Pengembangan layanan unggulan KJSU KA minimal di I RSUD
berkas 7, hlm. 8 OCR
REPUBUK TNDONESIA
No Lokasi Prioritas .Flighti?r?, Indikasi Intervensi
. PeEbinaan Eutu RS untuk mcncapai akreditasi paripuma
. Pembiayaan JKN/KIS melalui Bantuan Masyarakat, dengan output
cakupan penduduk yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PtsD dalam
JKN/KIS
. Pembangunan rumah sakit lengkap di kabupaten, melalui:
pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke dan sistem rujukan berbasis kompetensi di seluruh
Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selqtalt
Provinsi Kalimantan
Selatan
Penyediaan Pcf,uEahan Terintegrasi dengan Prasarana Sarana Umum (PSU)
melalui fasilitasi pembangunan rumah baru, penyediaan sarana datr
prasarana at minum, air limbah domestik, dan persampahan pada
perumahan tapak, penyaluran subsidi/bantuan pembiayaan rumah, serta
penanganan permukiman kumuh, dcogan output bantuan pembangunan
rumah susun hunian ASN/TM/POLRI, mmah grlladaya, dan MBR/pekerja,
bantuan Prasarana Sarana Umum (PSU) bidang perumahan; pembangunan,
peningkatan, dan perluasan sistem penyediaan air EinuE (SPAM) regional
dan kabupaten/kota; infrastruktur air DinuE berbasis masyarakat; fasilitasi
subsidi selisih bunga dan bantuan uang Eul<a; pemugaran dan peremajaan
permukiman kumuh.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan vokasi sesuai denggrr
potensi ekonomi lokal untuk mendukung produktivitas t naga kerja, melalui:
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri;
. Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK;
. Sertifikasi kompetensi siswa SMK/MAK.
. Ret italisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
Provinsi Kalimantan
Selatan
Pengentasan kemiskinan, integrasi bantuan sosial, jaminan sosia.l,
pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif
dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
melalui:
. Tata kelola dan pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengan
output sistem dar teknologi informasi kesejahteraan sosial, data terpadu
kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan pangan, data
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan kebudayaan,
pengendalian PSE (Pengawasan Penyelenggara Sistem Elektronik) dan
PSrE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk) dan pengelolaan
layanan pusat kesejahteraan sosial;
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dsn subsidi tepat sasaran melalui
kartu kesejahteraan, dengan output penduduk penerima bantuan iuran
PtsI JKN, koordinasi pelaksanaan optimalisasi jaminan sosia.l kesehatan
pusat dan daerah, keluarga yattg mendapat bantuan sosial bersyarat,
KPM J.aDg memperoleh bantuan sosial sembako, korban bencana sosial
dan non alalr yang mendapat bantuan, penyaluran cadangan pangan
pemerintah, penyediaan elpiji 3 kg yang tepat sasaran.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan kualitas pemuda, serta penghormatan, pelindungan, dan
pemenuhan terhadap hak penyandang disabilitas dan lanjut usia, melalui:
. Pengembangan sistem pembinaan olahragawan talenta unggul, dengan
output. pengembangan tata kelola pembinaan olahraga prestasi, dan
pengembangan sistem pembinaan ol,ahragawan elite cabang olahraga
unggulan olimpiade dan paralimpiade;
. Peningkatan kualitas pemuda dalam pendidikan, kesehatan, karakter r,
dan pencegahan perilaku berisiko;
. Peningkatan partisipasi aktif pemuda dalam ket nagakerjaan, dengan
output: peningkatan partisipasi ketenagakerjaan l,ayak pemuda, daIt
peningkatan kewirausahaan pemuda;
berkas 7, hlm. 9 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?rurbht Indikasi Intervensi
.,] Peningkatan partisipasi aktif dan kepemimpinan pemuda di bidang
sosial dan politik;
Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak penyandang
disabilitas, dengan output: penyandang disabilitas yang mendapatkan
asistensi rehabilitasi sosial;
Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap ha.k lanjut usia,
dengF'r anlput: lanjut usia yang mendapatkan asistensi rehabilitasi
sosial.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Perlindungan hak perempuan dan anak dari tindak kekerasan, eksploitasi,
penelantaran, perkawinan ana*, dan perlakuan salah lainnya, melalui:
. Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan;
. Pencegahan dan penanganan anak korban tindak kekerasan, eksploitasi,
penelantaran, perkawinan, dan perlakuan salah lainnya;
. Penguatan data, koordinasi, dan kapasitas kelembagaan terkait
perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, eksploitasi,
penelantaran, perkawinan anak, dan perlakuan salah lainnya.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan bencana
melalui:
. Pel,ayanan peringatan dini multi-ancaman bencana, dengan outputi
penguatan instrumen peringatan dini bencana;
. Penyediaan sarana dan prasarana penanganan darurat.
SK No25ll88A
berkas 7, hlm. 10 OCR
, 3,
4.4 Provinsi Kalimantan Timur
F/
PP: OX . D3
Pa OA A1
Png Let E1 4
Pn E2 : KALIMANTAN
Pa Kalimantan y
LN Utara | TIMUR
“Dg E3 f “
D2 3 n
A
Kalimantan Tp: .
Barat , Pal E4 RN
1 Pa
0 PNS ON
TA
“1
, LEGENDA
' A4 awasan
S E6 D1 | Seauhan
G B1 Kawasan Komoditas Unggulan
(Or 13 marinda Kawasan Swasembada
wa Nyai Pangan, Air, dan Energi
1 v Kawasan Afirmasi
7. 1 Kawasan Konservasi dan
NS 7, - A9 Rawan Bencana
" Pond 5 (@! Ibu Kota Provinsi
Kalimantan AS
Tengah ko) Bandar Udara
ko) Pelabuhan
me Jalan Nasional
“sa: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
a iman n D4 Batas Administrasi
latan
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
0 Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
Kawasan Pariwisata Petualangan Derawan- 1. KPP Agroekowisata, Kabupaten Kutai Kartanegara
Berau Kawasan Perbatasan Prioritas
1. Kabupaten Berau 2. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten Mahakam
Kawasan Superhub Ekonomi Ibu Kota Ulu
Nusantara . 3. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten Berau
2. Kota Samarinda Kawasan Transmigrasi (KT)
3. Kota Balikpapan 4. Kawasan Transmigrasi Kerang, Kabupaten Paser
4. Kota Bontang
5. Kabupaten Penajam Paser Utara
6. Kabupaten Kutai Kartanegara
7. Kabupaten Kutai Timur E. Kawasan Konservasi
Kawasan Perkotaan Besar
5. Kota Samarinda Kawasan Konservasi Derawan
9. Kota Balikpapan 1. Kabupaten Berau
Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan
n Heart of Borneo
B. Kawasan Komoditas Unggulan | 2. #gabesa
n n 3. Kabupaten Kutai Timur
Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan AN Kebupa Br Ktia Kartanegara
'mur 5. Kabupaten Mahakam Ulu
1. Kutai :
Kabupaten Kutai Kartanegara 6. Kabupaten Kutai Barat
berkas 7, hlm. 11
SK No25ll90A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pariwisata
Petualangan Derawan-
Berau
• A1: Kabupaten Berau
Pengembangan kawasan pariwisata petualangan Derawan–Berau, melalui:
• Pengembangan klaster pariwisata di sekitar Ibu Kota Nusantara, dengan
output: penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan
khususnya di Pulau Derawan dan Pulau Maratua, penyusunan) rencana
induk/masterplan penataan dan pengembangan di kawasan Pariwisata
Berau untuk mendukung pengembangan pariwisata di sekitar IKN dan
pengembangan Tourist Information Center sebagai pusat informasi
terintegrasi terkait aktivitas pariwisata
• Pengembangan infrastruktur dan konektivitas serta layanan
transportasi, dengan output: pengembangan Bandara Maratua, jalan
koridor logistik, jembatan koridor logistik, pembangunan jembatan
koridor logistik (backbone) dan perlengkapan jalan, rambu sungai dan
danau
• Pembangunan infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi
tenaga listrik dan listrik pedesaan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
• Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
output: lokasi yang memperoleh sinyal telekomunikasi bergerak seluler
(Base Transceiver Station / Lastmile 4G) di wilayah pelayanan universal
telekomunikasi dan informatika
• Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan output:
Fasilitator/Enabler Digital PMSE yang dibina, pelaksanaan
pemantauan/monitoring, bimtek pelaku usaha PPMSE dan PSP di
bidang PMSE dan masyarakat yang mendapatkan literasi di bidang
digital
• Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output: transmisi yang
terbangun, pengadaan infrastruktur teknologi informatika dan media
baru dan downtime siaran (tidak lebih dari 7 jam per bulan) yang terjadi
A2
A3
A4
A5
A6
A7
Kawasan Superhub
Ekonomi Ibu Kota
Nusantara
• A2: Kota Samarinda
• A3: Kota Balikpapan
• A4: Kota Bontang
• A5: Kabupaten
Penajam Paser Utara
• A6: Kabupaten Kutai
Kartanegara
• A7: Kabupaten Kutai
Timur
Pengembangan kawasan superhub ekonomi di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara, melalui:
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan SPAM Regional Kalimantan Timur
• Pengembangan klaster pariwisata di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara,
dengan output: pengembangan objek wisata desa dan perdesaan,
penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata, desa wisata
di wilayah destinasi II yang terpadu, serta fasilitasi peningkatan
kapasitas SDM pengelola destinasi di wilayah destinasi II, serta event
Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dalam negeri yang
didukung
• Pengembangan klaster ekonomi kreatif di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara, dengan output: kabupaten/kota kreatif yang dikembangkan,
4,6
4,2
326,9
237,1
0,309 - 0,313
0,310-0,321
2,37 – 3,37
4,24 – 5,05
67,46
40,82
0,62
0,59
4,14 – 4,77
4,60 – 5,14
80,87
80,20 7,8
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
berkas 7, hlm. 12 OCR
B1IK INDONESIA
No lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
:'l
.,]
penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif, penguatan ekosistem
fiku, animasi, video, dan musik, penguatan ekosistem fesyen dan kriya,
penguatan ekosistem aplikasi dan giE, penguatan ekosistem kuliner,
pelatihan SDM ekonomi kreatif, sertifikasi SDM bidang ekonomi kreatif,
serta edukasi kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif, inkubasi
produk kreatif subsektor film, animasi, dan video serta musik
Pengembangan kawasan peruntukan industri di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara
Pengembangan dan peningkatan jaminan kct rscdiaan bahan baku yang
terstandardisasi pada agroindustri hilir kelapa sawit dan rumput l,aut
untuk peningkatan produktivitas sektor hulu, dengan output: kriteria
standar Crud.e Palm Oil (CPO) untuk peningkatan kualitas bahan baku
industri kelapa sawit, fasilitasi investasi hilir kelapa sawit, dan
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir kelapa sat,it, penguatan
standarisasi untuk hilirisasi sawit, pengembangan industri bahan bakar
terbarukan generasi Kedua (HVO/SAF - Hydrogenated Vegetable
Oil/ Sustainable Aviation Fuel berbahan baku technical oil promosi
produk dan perkebunan sawit Indonesia yang berkelanjutan terutama di
luar negeri, peningkatan kapasitas produksi rumput l,aut kering, promosi
produk rumput l,aut skala internasional, pengembangan skema
penjualan petani ke pabrik pengolahan melalui platform digital yang
meningkatkan harga jual di tingkat petani dan pengadaan asuransi
pertanian
Penguatan serta peningkatan teknologi dan inovasi yang terstandardisasi
di industri dasar (kimia dasar dan logam dasar), deng;fr output:
rekomendasi dan regulasi, fasilitasi percepatan pembangunan industri
petrokimia berbasis minyak bumi, fasilitasi percepatan pembangunan
industri petrokimia berbasis gas bumi, fasilitasi investor dalam rangka
pembangunan fasilitas coal to ammonia di Kutai Timur pendampingan
implementasi sektor industri, gasifikasi batubara di Kutai Timur,
rekomendasi kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara,
pengembangan dan pembangunan kilang minyak bud (Kilang
Balikpapan), pengembangan lapangan Gendalo, Gandang dan Bangka
(Indonesia Deepwater Development Project/IDD), percepatan pelaksanaan
kegiatan penyimpanan karbon dan penyediaan serta permintaan produk
turunan
Penguatan rantai pasok dan jaminan ketersediaan bahan
baku/penolong di industri padat karya terampil (makanan, minuman,
tekstil dan produksi tekstil (TPI) dan alas kaki), dengan output:
pcnl rsunan d,ata supply-demand dan tingkat komponen dalam negeri
industri kecil pada sektor tekstil, kulit dan alas kaki
Peningkatan adopsi teknologi dan pemanfaatan riset/inovasi padat karya
terampil, dengan output: pendampingan penerapan industri 4.0 pada
sektor minuman, hasil tembakau, serta bahan penyegar dan penerapan
making Indonesia 4.0 pada Industri Kecil Menengah (IKM) pada industri
aneka dan IKM kimia, sandang dan kerajinan
Fasilitasi pengembangan industri padat karya terampil, dengan output.
pengembangan sektor industri aneka, layanan pemberdayaan penyuluh,
rekomendasi kebijakan penumbuhan dan pengembangan industri
tekstil, kulit, dan alas kaki serta l,ayanan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Peningkatan produksi pangan nabati, dengan output: alat dan mesin
pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan dan hortikultura
Peningkatan datr pemeliharaan jalan nasional serta konektivitas
infrastruktur penunjang logistik, dengan output preservasi pada
seju! ah jalan/jembatan koridor logistik
Pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, dengan output
pengembangan pelabuhan
Optimalisasi dan peningkatan l,ayanan dal:r prasarana bandara, dengan
output pengembangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman
T
SK No25ll9lA
Sepinggan (Kota Balikpapan), Bandara Aji Pangeran T\rEencqune
berkas 7, hlm. 13 OCR
- r78 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pranoto (Kota Samarinda) dan pengembangan Bandara Ibu Ibta
Nusantara (Kabupaten Penajam Paser Utara)
Pembangunan jalar nasional akses perbatasan untuk pengembangan
pertumbuhan ekonomi, dengan output pembangunan jalan koridor
logistik Tering-Long Bagun 5
Pengembangan transportasi berkelanjutan, dcagan ol4t?ut
pengembangan angkutan massal berbasis jalan di kawasan perkotaan
dengan skema pembelian layanan BTS (Buy thE Service) d, Kota
Balikpapan
A8
A9
Pembangunan Kawasan
Perkotaan Besar
Samarinda dan
Balikpapan
. A8: Kota Samarinda
. A9: Kota Balikpapan
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Besar Samarinda dan Balikpapan, dengan output
bantuan PSU bidang perumahan, pembinaan dan pengawasan
pengembangan sanitasi, bantuan pembangunan rumah susun hunian
ASN/TNI/POLRI, pemugaran permukiman kumuh, peremajaan permukiman
kumuh, permukiman kembali permukiman kumuh, bantuan pembangunan n
rumah swadaya, bimbingan teknis peningkatan kapasitas dalam pen aganan
pengungsi, penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan
yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kota besar (Samarinda dan Balikpapan), penataan kawasan prioritas pada
Kota Samarinda (Blok Teras Samarinda-Zona Kota Tua), pembangunan
fasilitas pendidikan politeknik pariwisata di Samarinda untuk mendukung
pengembangan pariwisata di IKN dan sekitarnya, serta penyediaan rumah
murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan, terutama masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi milenial dan generasi z
BI Kawasan Sentra
Perikanan Kalimantan
Timur
. 81: Kabupaten Kutai
Kartanegara
Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan budi daya
dan revitalisasi tambak rakyat, dengan output: klaster revitalisasi tambak
udang dan bandeng, irigasi perikanan yang dikelola secara partisipatif
(PITA.P), kampung perikanan budi daya air payau yang dikembangkan,
klaster, komoditas unggulan air tawar berbasis kawasan, klaster komoditas
unggulan air payau berbasis kawasan dalr revitalisasi tambak budi daya ikan
air payau
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPP!
. Dl: KPP
Agroekowisata
Kabupaten Kutai
Kartanegara
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Agroekowisata Kutai
Kartanegara, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sanitasi), dengan output pemenuhan akses
layanan kesehatan, pembangunan s€rana pelayanan dasar,
pembangunan infrastruktur air minum berbasis masyarakat,
pembangunan jaringan distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala permukiman, sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, sarana dar prasarana perdagangan
desa dan perdesaan yang dibangun/dikembangkan
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi),
dengan output perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi,
desa/kelurahan yang dibangun 4G oleh operator, peningkatan pasokan
tenaga listrik 24 i8el}r8fi, OM BTS 4c/rast lib, dan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan yang
dibarSun /dikembangkan
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal, dengan output
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan, pendampingan desa dan pengembangan
BUMDesa
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya), dengan output: pemeliharaan kebun sumber
benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di dilayah
destinasi II yang dikembangkan dan pengembangan, penguatan tata
kelola desa wisata dan penguatan tanggap bencana datl resiliensi desa
terhadap bencana iklim
o Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan dcaa- dcnlslr output pengembangan Akademi Desa 4.O.
berkas 7, hlm. 14 OCR
-L79-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengembangan dcaa cerdas, penerapan pelayanan pemerintahan daa
pengelolaan kcuangdr desa berbasis digita.l, pengembangan sistem
indeks desa dan integrasi Sistem Informasi D€sa berbasis
Prodcakcl/ Epdeskel dengan SIPD
Peningkatan produktivitas desa wisata, dengan output pemeliharaan
kebun sumber benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di
wilayah destinasi II yang dikembangkan
D2 Kecamatan Perbatasan
D3 Prioritas
. D2: IGc. t ng Apari
dan IGc. L.ng
Pahangai, Kabupaten
Mahakam Ulu
. D3: IGc. Maratua,
Kabupaten Berau
Pembangunan kawasan perbatasan di Kecamatan Perbatasan Prioritas,
melalui:
. Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output di
antaranya: pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan
energi, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan
konektivitas, pengawasan pel,aksanaan BBM I harga, dan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangunan jalan daerah tertinggal dan
perbatasan, pembangunan jalan perbatasan dan akses kawasan PLBN,
pembangunan jalan koridor logistik (bact one), dan pcoAerabangan
Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau
D4 Kawasan Transmigrasi
(KTI
. D4: I(T Kerang,
Kabupaten Paser
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kerang di Kabupaten Paser, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
or@uf perpindahan dan penempatan transmigran
E1 Kawasan Konservasi
Derawan
. Eli Kabupaten Berau
Peningkatan pengelolaan konservasi perairan dan ekosistem pesisir dan
pulau-pul,au kecil, melalui:
. Pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan konservasi di perairan,
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan output: data dan
informasi ekosistem dan data dan informasi konservasi biota perairan
. Peningkatan sarana pengelolaan kawasan konsen'asi di perairan,
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan output sarana
pendukung penyelenggaraan konservasi biota perairan
. Peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di perairan,
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan output: ke{a s€rla
jejaring dan kemitraan konservasi ekosistem, kawasan konservasi
perairan yang operasional d& O@dns for Prosperity Project - LAUTRA
. Peningkatan kapasitas pemangku kepentingan pengelola kawasan
konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pul,au kecil, dengan
output kelompok masyarakat penggerak konservasi dan pengelola
kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya
E2
E3
F,4
E5
fi
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan (Heart o/
Borneo)
. E2: Kabupaten Berau
. E3: Kabupaten Kutai
Timur
. E4: Kabupaten Kutai
Kartanegara
. E5: Kabupaten
Mahakam Ulu
. E6: Kabupaten Kutai
Barat
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem termasuk IIeoTt
of Borneo diwilayah Kalimantan Timur disertai peningkatan upaya mitigasi
dalam penanggulangan bencana, melalui:
. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan, dengan output
penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pemadaman darat
dan udara, kelompok masyarakat yang terlibat dalam pencegahan
kebakaran hutan dan lahan, serta area penanganan dampak
. Peningkatan kualitas ekosistem gambut, dengan auvvt. lahan gambut
yang dipulihkan dan direstorasi serta data dan informasi Kesatuan
Hidrologis Gambut (KHG)
. Rehabilitasi ekosistem mangrove, dengan output lahan rusak yang
dipulihkan, pemulihan dan rehabilitasi ekosistem mangrove
berkas 7, hlm. 15 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Pelaksanaan penataan aset reforma agraria, dengan output
inventarisasi dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan
. Pengendalian banjir di kawasan perkotaan dan daerah berisiko tinggi
. Pengembangan energi terbarukan berbasis bioqncf,gi
Provinsi Kalimantan
Timur
Peningkatan kualitas infrastruktur konektivitas yang mendukung
pertumbuhan ekonomi strategis, melalui:
. Pengelolaan sarana dan prasarana sektor logistik yang berkelanjutan,
dengan output l,ayanan angkutan penyeberangan perintis
Provinsi Kalimantan
Timur
Penerapan ekonomi sirkular dari sumber sampah rumah tangga dan
sejenisnya secara partisipatif (hulu) beserta penanganannya (hilir), melalui:
. Peningkatan pengelolaan fasilitas pengolahan sampah berbasis Reduce,
Reuse Recycle (3R) melalui Tempat Pengolahan Sistem Terpadu (TPST)
guna pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (cRK) sektor pengolahan
3ar!pah, dengan output sistem pengelolaan persampahan berbasis
masyarakat
. Pemanfaatan teknologi pengolahan Refuse Derived. Fuel (RDF/ plant dan
teknologi tepat guna lainnya di berbagai lini industri, dc'rgjstri, output
pemanfaatan teknologi pengol,ahan sampah di Kabupaten Kutai
Kartanegara dan Kabupaten Berau
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik dan
persampahan pada perumahan tapak, dengan output bantuan
Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) bidang perumahan
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan konektivitas listrik terutama bagi rumah tangga yang tidak
mampu atau berada di daerah afirmasi serta implementasi transisi energi,
melalui:
. Peningkatan dan pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan
dengan pemanfaatan energi rendah karbon, dengan q1vtut Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Hidro
. Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan dan pengembangan infrastruktur konektivitas dan sarana
penunjang untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan sarana dan
prasarana dasar termasuk pelayanan kesehatan pada daerah afirmasi dan
3T
. Pembangunan konektivitas udara, dengan output pembangunan
Bandara Ujoh Bilang (Kabupaten Mahakam Ulu)
. Pembangunan Rumah Sakit lengkap di Kabupaten, de,iigm, output.
peningkatan RS tipe D menjadi tipe C di Kabupaten Mahakam Ulu
Provinsi Kalimantan
Timur
Perwujudan swasembada sektor pangan, hortikultura dan perkebunan yang
memperhatikan ketahanan iklim, melalui:
. Peningkatan produksi pangan nabati dan pemberdayaan ekonomi,
dengan output alat dan tlcain pertanian pra panen sub sektor
hortikultura
. Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output
rekomendasi perlindungan lahan Pertanian Pangan Berkel,anjutan
(LIrlB) dan pengendalian alih fungsi l,ahan pertanian
. Pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian, dengar output Unit
Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dan desa pertanian organik berbasis
komoditas perkebunan
. Jaminan ketersediaan bahan baku bioindustri agro, dengan output arca
pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) hortikultura dan
sarana perlindungan hortikultura
. Peningkatan produksi pangan nabati dan modernisasi jaringan irigasi
SK No25ll94A
FiIIiT:I pemberdayaan ekonomi, dengan output: i$inee
berkas 7, hlm. 16 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
irigasi yang direhabilitasi datr alat dan mesin pertanian pra panen sub
sektor hortikultura
Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan
lumbung pangan desa, daerah, dan nasional, termasuk peningkatan
indeks pertalanral (intenrifi k,.i)
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya, pengendalian penyakit menular (TBC, malaria dan HIV/AIDS)
dan eliminasi penyakit tropis terabaikan (kusta), melalui:
. Penguatan intervensi spesifik stunting, de,lg,,l output ibu hamil dan
balita yang mendapat makanan tambahan dafi buffer stock
. Intensifikasi penemuan kasus dan pengobatan sebagai upaya
pencegahan TBC, dengan output tenaga kesehatan terlatih pencegahan
dar pengendalian, layanan survei faktor risiko dan layanan pencegahan
penyakit TBC
. Pengendalian penyakit malaria, dengan output tenaga kesehatan terlatih
pencegahan dan pengendalian, sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat (GERMAS) menuju eliminasi daa layanan survei faktor risiko
penyakit malaria
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output obat dan perbekalan
kesehatan program pencegahan dan pengendalian serta layanan survei
faktor risiko penyakit HIV/AIDS
. Pengendalian penyakit kusta, den;gia,i output masyarakat yang
mendapatkan sosialisasi pencegahan dan pengendalian serta tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian penyakit kusta
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan kapasitas pelayanan kesehatan dan tata kelola pelayanan
kesehatan, melalui:
. Pengembangan l,ayanan unggulan berbasis kompetensi, de'i;gfr altput
pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya, fasilitasi
pengelolaan proyek penguatan RuBah Sakit layanan kanker, jantung,
stroke, dan uro-nefrologi (KJSU) dan pengembangan layanan kesehatan
Ibu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke dan sistem rujukan berbasis
komputer di seluruh Ikbupaten/ Kota
. Peningkatan kualitas pelayanan ruju.kan, dengan output NSPK mutu
dan akreditasi rumah sakit
Provinsi Kalimantan
Timur
Pengentasan kemiskinan, integrasi bantuan sosial, jaminan sosial,
pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif
dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
melalui:
. Tata kelola dan pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengan
output sistem dan teknologi informasi kesejahteraan sosial, data terpadu
kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan pangan, data
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan kebudayaan,
pengendalian PSE (Pengawasan Penyelenggara Sistem Elektronikl dan
PSiE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk) dan pengelolaan
layanan pusat kesejahteraan sosial
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Nasional, dengan output penduduk penerima bantuan iuran PBI JKN,
koordinasi pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan
daerah, keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang
memperoleh bantuan sosial sembako, korban bencana sosial dan non
ala,r yatlg mendapat bantuan, penyaluran cadangan pangan
pemerintah, elpiji 3 kg yang tepat sasaran dan pemberian
perlindungan kerja melalui fasilitasi PtsI Jamsostek dan jaminan
kehilangan pekerjaan
berkas 7, hlm. 17 OCR
-ta2-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan pengembangan bidang
STEAM, serta penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja
berupa pengembangan bidang keahlian jenjang Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) yang difokuskan untuk mendorong potensi dacf,ah setempat, melalui:
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
. Sarana dan prasarana Perguruan Tinggi (PT) Vokasi, dengan output
gedung, bangunan dan prasarana pendidikan tinggi yang ditingkatkan
kapasitasnya
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, dengan output:
SMK yang dikembangkan menjadi pusat keunggulan, berbasis industri
dan mendapatkan pendampingan peningkatan mutu
. Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK, &ng ouwt
guru kejuruan yang mendapatkan pelatihan kurikulum yang
diselaraskan, inovasi model pembelajaran vokasi dan pendidik dan
tenaga kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling dan reskilling
berstandar industri untuk kebutuhan dunia kerja
. Sertifikasi kompetensi siswa SMK/MAK, dengan output siswa SMK/MAK
yang mendapatkan penguatan persiapan program magang luar negeri
dan tersertifikasi terhadap kompetensi yang relevan dengan kebutuhan
dunia kerja
. Peningkatan peran dan kerja s€.sra industri dala.m pendidikan dan
pel,atihan vokasi, dengan output pengembangan kerja sama pelatihan
dan satuan pendidikan vokasi yang bermitra dengan dunia kerja
Provinsi Kalimantan
Timur
Provinsi Kalimantan
Timur
Pengelolaan risiko dan mitigasi bencana alam yang efisien dan tepat guna,
melalui:
. Mitigasi bencana di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara, dengan output:
koordinasi, pelayanan publik lainnya dan dukungan teknis bidang
lingkungan hidup penanggulangan bencana
. Pelaksanaan bantuan kebencanaan, dengan ouwx analisis
pengembangan strategi penanggulangan bencana
. Pengembangan mitigasi berbasis alan, dengan output koordinasi bidang
lingkungan hidup dan penanggulangan bencana serta pel,ayanan publik
lainnya bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana
. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah penanggulangan bencana,
denga,i @t?ut pendidikan dan pelatihan teknis Penanggulangan
Bencana (PBl, daerah yang menerapkan SPM sub urusan bencana,
pendidikan dar pelatihan teknis Pts bagi fasilitator nasional dan
bimbingan telsds peningkatan kapasitas dalam penanganan pengungsi
. Penyusunan dokumen penanggulangan bencana, dengan output analisis
pengembangan strategi, rekomendasi kebijakan dan analisis strategi
penanggulangan bencana
. Peningkatan keandalan bangunan berketahanan bencana, dengan
output pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan bangunan gedung
dan penataan lingkungan, pembangunan dan rehabilitasi bangunan
gedung pasca bencana, penataan bangunan kawasan rawan bencana
dan daerah yang difasilitasi dalam percepatan dan pengendalian
Pelaksanaan Bangunan Gedung (PBG) berketahanan bencana
Pengembangan kawasan dan pelestarian warisan budaya serta tanah ulayat
masyarakat adat melalui pembinaan talenta seni budaya, dearyan output
warisan budaya yang diregistrasi nasional dan ditetapkan dan warisan
budaya yang dilindungi
berkas 7, hlm. 18
SK No25ll97A
4.5 Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Superhub Ibu
Kota Nusantara (IKN)
• A1: Kawasan Inti
Pusat Pemerintahan
(KIPP)
• A2: Kawasan Ibu
Kota Nusantara
(KIKN)
• A3: Kawasan
Pengembangan Ibu
Kota Nusantara
(KPIKN)
Perencanaan dan Pembangunan Kawasan, serta pemindahan, melalui:
• Perencanaan dan penataan ruang kawasan inti dan sekitarnya, dengan
output: Rencana Pengembangan Kawasan (RPK)/Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Rencana Detail Tata Ruang Wilayah
Perencanaan Perdesaan, pengadaan tanah, serta rekomendasi kebijakan
percepatan pemindahan ibu kota negara
• Pembangunan gedung/perkantoran, dengan output: bangunan gedung
dan penataan kawasan, serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan gedung/hunian/rumah tangga layak, terjangkau, dan
berkelanjutan, dengan output: bangunan gedung dan penataan kawasan,
serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan hunian/rumah tangga layak, terjangkau, dan
berkelanjutan, dengan output: Rumah Susun ASN dan Hankam,
hunian/perumahan umum, serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan sarana prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan dan perluasan sistem pengolahan air minum (SPAM),
sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan
persampahan, operasional dan pemeliharaan, rumusan kebijakan
pembinaan BUMN dalam pembangunan infrastruktur energi IKN,
infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik, serta
pembangkit listrik tenaga surya
• Pembangunan aksesibilitas dan konektivitas, dengan output: jaringan
jalan akses menuju IKN (jalan tol/jalan bebas hambatan menuju KIPP),
berkas 7, hlm. 19 OCR
REPUBUK INOONESIA
-ta4-
No Lokasi Prioritas Hrbrurbht Indikasi Intervensi
a
infrastruktur jalan da,i ',utlti utility tutu tel (MUI) dalam KIPP, persiapan
pembangunan jalur kereta api (I(Al akses KIPP, bandara IKN, layanan
angkutan uEutr massal perkotaan di KIPP, serta operasional dan
pemeliharaan
Pemindahan ASN dan personel hankam, dengan output diseminasi
informasi pemindahan ibu kota negara, pengamanan ibu kota negara,
rekomendasi kebijakan pengelolaan aset dalam rangka pemindahan,
serta koordinasi pelaksanaan pemindaha.n ASN/Hankam ke Ibu l(ota
Nusantara
Penyelenggaraan sistem pemerintahan cerdas, dengan output, sistem
informasi kota cerdas, kebijakan pengembangan ekosistem digital, serta
layanan sistem perizinan terkait dengan pengendalian penyelenggaraan
pemerintahan
:'l
Pembangunan sosial, superhub ekonomi, dar pengelolaan lingkungan lbu
Kota Nusantara, melalui:
. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan output pembinaan
ekonomi dan pelatihan vokasi
. Peningkatan investasi, dengan output: promosi kegiatan di kawasan
nasional IKN, dukungan penjaminan BUMN, serta rekomendasi
kebijakan kemudahan berusaha dan investasi
. Pengembangan s$E lub ekonomi lbu Ifuta Nusantara dan wilayah
sekitar, dengan output: rencana induk destinasi pariwisata prioritas
regeneratif, desa wisata yang dikembangkan, fasilitasi
kapasitas SDM pengelola destinasi, sertifikasi SDM bidang ekonomi
kreatif, fasilitasi kerja sama daerah mita, serta promosi kebudayaan,
pariwisata dan ekonomi kreatif
. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, de'J;gm, output fasilitasi dan
pembinaan kelompok masyarakat
. Pembangunan kesehatan, dengan output: pembinaan pengendalian daD
l,ayanan mitigasi penemuan kasus dalam upaya percepatan eliminasi
malaria, serta bantuan pangan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita untuk pencegahan dan penurunan stunting
. Pembangunan pendidikan, dengan output bantuan pendidikan afirmasi
(Program Indonesia Pintar), revitalisasi satuan pendidikan di
kabupaten/kota, sekol,ah unggul berbasis higher order thinking skills
(HOTS) untuk jenjang pendidikan menengah, serta sarana dan gedung
perguruan tinggi vokasi yang direvitalisasi di wilayah sekitar
. Penyelenggaraan kawasan lindung dan kehutanan, dengan output
rehabilitasi hutan dan lahan di IKN dan DAS sekitarnya, pengelolaan
keanekaragaman hayati, pengawasan dan pengendalian kehutanan,
serta penyuluhan dan sosialisasi pengembangan pemanfaatan
kehutanan dan sumber daya air
. Pengelolaan lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, dengan
output ta.ta kelola lingkungan hidup, pengawasan lingkungan hidup
kepada usaha dan/atau kegiatan di wilayah IKN, pemantauan kualitas
lingkungan hidup, pelayanan persetujuan lingkungan di wilayah IKN,
AMDAL kawasan, kajian risiko bencana IKN, pembentukan dan
pembinaan kelompok masyarakat tangguh bencana serta kearifan lokal,
serta operasional aktivitas penanggulangan bencana
. Pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan, dengan output
bantuan peralatan pasca panen di satuan permukiman dan pusat SKP
pada kawasan transmigrasi di wilayah s€kit r, basis data pangan, bibit
kultur jaringan hortikultura unggulan, lahan pertanian berkelanjutan,
pelayanan penyuluhan pertanian, serta pertanian konservasi, pertanian
regeneratif, dan rendah karbon yang dikembangkan
berkas 7, hlm. 20 OCR
4.6 Provinsi Kalimantan Utara
hi SG KALIMANTAN
SNN KAT “X1 UTARA
Ran 3 5
PDA | D3
S S A1 Ka
£ D4 7. . Pertumbuhan
Png ai “1 £ Kawasan Komoditas Unggulan
" don Warurima Selor ii
"a (-) Kawasan Swasembada
PJ - A3 » Pangan, Air, dan Energi
E2 : “—i Kawasan Afirmasi
K awasan Konservasi dan
bi bekas “den 8
. “ AN -S (@! ibu Kota Provinsi
».s » PA | Y,
aa Te . KS @ Bandar Udara
on 3 .
Tan ey Ko) Pelabuhan
“sh see Jalan Nasional
aa « »«. Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
$ Kalimantan s Batas Administrasi
aa Timur ES
aa
Had “ Ia
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
: Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan di Pusat
Kota Baru kang Sen can IKota Tania Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan Kecamatan
Mn Perbatasan Prioritas
2. Kabupaten Bulungan ,
Kawasan Perindustrian Hijau Tanah Kuning 1. Hen Besi lah Ia kia na 2 Bra
3. Kabupaten Bulungan ecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten
Nunukan
2. PKSN Long Nawang dan Kecamatan Perbatasan
. Prioritas, Kabupaten Malinau
B. Kawasan Komoditas Unggulan 3. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kab. Tana Tidung
Kawasan Transmigrasi (KT)
Kawasan Sentra Rumput Laut 4. KT Salim Batu, Kabupaten Bulungan
1. Kabupaten Nunukan
E. Kawasan Konservasi
Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan (Heart of Borneo)
1. Kabupaten Nunukan
2. Kabupaten Malinau
berkas 7, hlm. 21 OCR
TrITIT.I'TIr{A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Al Kota Baru Tanjung Selor
A2 dan Kota Tarakan
. A1: Kota Tarakan
e A2: Kabupaten
Bulungan
Pengembangan Kota Baru Tanjung Selor dan Kota Tarakan, melalui:
. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dengan out (rt
pembangunan SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM Regional,
dan pembangunan infrastruktur air minum berbasis masyarakat
. Penyediaan hunian publik vertikal scula, dengan output: penyediaan
bantuan pembangunan rumah susun hunian ASN/TNI/POLRI
. Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R dan
peningkatan pengelolaan sampah melalui Te&pat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST), dengan output pengembangan sistem persampahan
berbasis Masyarakat
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik, dan
persampahan, de,rg8(t output penyediaan bantuan prasarana sarana
utilitas umum bidang perumahan
. Pembangunan embung atau tampungan air skala kecil lainnya di Kota
Tanjung Selor, dengan output pembangunan embung atau tampungan
air skala kecil lainnya
. Pengembangan sarana prasarana produksi perikanan tangkap serta
kampung/sentra nelayan di Kota Tanjung Selor, dengan output
pengembangan sentra perikanan tangkap yang ditingkatkan fasilitasnya
c On Farm di Kota Tanjung Selor, dengan output penyediaan bantuan
sarana produksi pertanian di satuan permukiman dan pusat SKP
. Pembangunan dan pengembangan bandara di Kota Tarakan, dengan
output pengembangan Bandar Udara Juwata
. Penguatan kewirausahaan afirmatif di Kota Tarakan, de,t'ga,i output
pengembangan s€ ra perikanan tangkap yana ditingkatkan fasilitasnya
. Pengembangan infrastruktur dan layanan transportasi di Kota Tarakan,
dengan output pengembangan angkutan udara perintis penumpang,
layanan angkutan laut perintis prioritas nasional, angkutan BBM
pesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang
. Pengembangan kawasan konservasi mangrove dan bekantan termasuk
pengembangan sarana dan prasarana serta dukungan promosi di Kota
Tarakan
A3 Kawasan Perindustrian
Hijau Tanah Kuning:
. A3: Kabupaten
Bulungan
Pengembangan Kawasan Perindustrian Hijau Tanah Kuning, melalui:
. Peningkatan investasi kawasan, dengan autwt pembentukan Eco
Industrial Puk lK berwawasan lingkungan), Investment Project Ready to
Offer (IPRO) bidang jasa dan kawasan, peta peluang investasi proJEk
prioritas strategis yang
siap ditawarkan pada bidang jasa dan kawasan,
penguatan strategi dan inovaai perencanaan penanaman modal
SK No25l20l A
- 186 -
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
0,7
0,7
323,3
227,1
0,257 – 0,261
0,263
2,33 – 3,33
4,33 – 5,07
81,05
55,77
0,59
0,56
2,70 – 3,45
3,90 – 3,94
78,57
6,2 77,77
(Rata-rata
2025–2029)
7,0
(2029)
berkas 7, hlm. 22 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Pengembangan kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output
pengembangan IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut yaDA
mendapatkan fasilitasi perluasan aksca pasar
. Pengembangan pembangunan PLTA Kayan Terintegrasi, denga.n output
pengawasan dan pengendalian konsumsi listrik per kapita, rumusan
kebijakan pembinaan Bt MN dalam pembangunan infrastruktur energi
IKN, perluasan jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat,
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan l,ayanan
penyiaran digital, serta AI Data Kayan.
. Pengembangan pembangunan PLTA Kayan terintegrasi
. Pengembangan Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia
. Penambahan penerbangan umum dan perintis
. Peningkatan/perbaikan jalan akses ke lokasi sumber daya dan kawasan
. Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
B1 Kawasan Sentra Rumput
Laut
. Bl Kabupaten
Nunukan
Pengembangan Kawasan dan Sentra Rumput laut, melalui:
. Pengembangan industri dan hilir rumput laut, dengan output
peningkatan kapasitas produki rumput l,aut kering, dan promosi
produk rumput laut skala internasional
. Peningkatan produktivitas budidaya rumput laut, dengan outputi
pengembangan skema penjual,an petani ke pabrik pengolahan melalui
platform digital yang meningkatkan harga jual di tingkat petani
. Fasilitasi pembiayaan dan investasi
. Penelitian dan pengembangan budidaya rumput spesies baru serta
inovasi teknologi untuk diversifikasi produk rumput laut (karagenan,
agar-agar, biostimulan, nutraseutikal, pakan ternak)
D1
D2
D3
Pusat Pertumbuhan
Kawasan Perbatasan di
Pusat Kegiatan Strategis
Nasional (PKSNI dan
Kecamatan Perbatasan
hioritag
. Dl: PKSN Nunukan,
PKSN Tou Lumbis,
datr Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Krayan Selatan,
Kec. Krayan, Kec.
Tulin Onsoi, Kec. Sci
Menggaris, Kcc.
Sebatik Tengah, Kec.
Krayan Tengah, IGc.
Krayan Timur, dan
Kec. Krayan Barat),
Kabupaten Nunukan
. D2: PKSN l.ng
Nawang dan
K€casratarr
Perbatasan Prioritas
(Kec. Kayan Hilir dan
Kec. Bahau Hulu),
Kabupaten Malinau
. D3: Kecadatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Tana Lia), Kab.
Tana Tidung
Pembangunan kawasan perbatasan di PKSN Nunukan, PKSN Tou Lumbis,
PKSN Lng Nawang dan Kecamatan Perbatasan Prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output:
pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan energi,
pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan
konektivitas, pengawasan pelaksanaan BBM I Harga, dan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS)
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
denga,r auqrut pembangunan jal"an perbatasan dan akses kawasan
PLBN, penataan bangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN),
pembangunan PLBN Long Midang beserta sarana d6n prasarana
pendukungnya, pembangunan jalan daerah tertinggal dan perbatasan,
pembangunan jalan koridor logistik (backbone), pengembangan banda,
udara Lng Apung tahap UI, I(ab. Malinau, pengembangan bandar udara
Seluwing, Kab. Malinau, pengembangan bandar udara Yuvai Semaring,
Kab. Nunukan, pengembangan bandar udara Nunukan, Kab. Nunukan,
pengembangan fasilitas pelabuhan Sungai Nyamuk, Kab. Nunukan,
pelabuhan perikanan di lokasi SKPT yang dikelola dan operasional
sesuai standar, dan layanan validasi dan verifikasi pupuk
. Penataan ruang dan penanggulangan bqrcarra di Kawasan Perbatasan,
dengan output dokumen harmonisasi Rancangan Peraturan Presiden
Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara (RDTR KPN),
penguatan desa/kelurahan tangguh bencana, dan penguatan instrumen
peringatan dini bencana
. Penguatan tqta kelola pemerintahan di Kawasan Perbatasan, dengan
output, bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan
kawasan perbatasan negara
berkas 7, hlm. 23 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D4 Kawasan Transmigrasi
(Kr')
. D4: I(T Salim Batu,
Kabupaten Bulungan
Pengembangan Nat asan Transmigrasi Salim Batu di Kabupaten Bulungan,
melalui:
. Pembangunan infrastruktur p€nnukit[an dan aksesibilitas logistik,
dcn lNr output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output:
penyediaan bantuan sarana produksi pertanian
. Redistribusi arct (tanah) transmigrasi, dengan output penyediaan
fasilitasi pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1
E2
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan lHeart of
Bomeol
. El: Kabupaten
Nunukan
. E2: Kabupaten
Malinau
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem termasuk Heart of
Borneo di Wilayah Kalimantan Utara, melalui:
. Pengembangan carcrgi terbarukan berbasis bioenergi
. Konservasi komoditas pertanian dan praktik pertanian berkelanjutan,
dengan output pcat] rsunan rekomendasi perlindungan lahan pertanian
di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau
. Pelaksanaan penataan aset reforma agraria, dengan output penguatan
inventarisasi dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan pengembangan pangan nabati, hilirisasi komoditas pertanian
strategis/unggul,an serta modernisasi dan digitalisasi pertanian yang adaptif
dan inklusif, melalui:
. Penguatan pasca panen pangan nabati, dengan output pengembangan
sarana pascapanen tanaman pangan dan sarana pengolahan hasil
tanaman paIltalr
o Sertifikasi dan peredaran benih nabati, dengan output penyaluran benih
padi
. Jaminan ketersediaan bahan baku bioindustri agro, dengan output
penyediaan bahan tanam komoditi perkebunan
o Adopsi teknologi pertanian, dengan ou,put penerapan teknologi
pertanian
. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan
lumbung pangan desa, daerah, dan nasiona.l, termasuk peningkatan
indeks pertanaman (intensifikasi)
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan konektivitas (konektivitas jalan dan udara) dan pengembangan
konektivitas jalan pada jalur utama dan aksesibilitas daerah 3TP, melalui:
. Penguatan infrasEulflrr konektivitas penunjang logistik, dengan output:
pengembangan Jalal Koridor lrgistik-Sekatak Buji-Malinau, Jalan
Akses Simpul Transportasi Lingkar Pulau Sebatik, serta Pengembangan
Bandar Udara Lng Apung Tahap III
. Penanganan konektivitas jalan/jembatan non lintas utama, dengan
output pengembangan jalan koridor logistik serta pembangunan
jembatan koridor logistik backbone 4
Provinsi Kalimantan
Utara
Swasembada energi serta penguatan konektivitas dan transisi energi listrik,
melalui:
. Peningkatan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan, dengan
output pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di
Kabupaten Nunukan, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas
(PLTMG)
berkas 7, hlm. 24 OCR
- r89 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan, dengan output.
pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga yang belum
berlistrik yang tidak mampu atau berada di daerah 3T
Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan pencegahan dan percepatan pcf,ruruna[ stunting serta perbaikan
gizi lainnya, pengendalian penyakit menular (TBC dan malaria), melalui:
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi peserta didik, dengan
output penyediaan bantuan pcngorba[g8n peningkatan mutu UKS
. Penguatan intervensi sensitif stunting, dengF,i output pengembangan
infrastruktur air minum berbasis masyarakat
. Intensifikasi penemuan kasus dan pengobatan TBC, dengan outp{rf,
penyediaan layanan survei faktor risiko penyakit TB di Kota Tarakan
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, deaga\ output penyediaan l,ayanan
survei faktor risiko penyakit HMIDS di Kota Tarakan
. Pengendalian penyakit malaria, dengp,r altpux penyediaan layanan
pengendalian faktor risiko penyakit malaria di l(ota Tarakan
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguat& kualitas pendidikan dengan fokus terutama pada peningkatan
partisipasi dan tingkat penyelesaian jenjang pendidikan menengah, melalui:
. Pelatihan vokasi di sektor strategis, dengan output: pelatihan berbasis
kompetensi di Provinsi Kalimantan Utara
. Peningkatan kualitas infrastruktur sosial, dengan o{r,puf, pengembangan
gedung perguruan tinggi vokasi yang direvitalisasi di Kabupaten
Nunukan
. Peserta didik penerima bantuan operasional satuan pendidikan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan out!tuf, penyediaan Bantuan
Operasional Pendidikan (BOP) kepada siswa Raudlatul Atffal (RA)
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
Provinsi Kalimantan
Utara
Pengentasan kemiskinan terutama di daerah afirmasi 3T, melalui:
. Sistem pendataan sosial ekonomi terintegrasi melalui registrasi sosial
ekonomi
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, drngatl output siswa
SMTK/SMAK penerima PIP, gerakan pangan murah yang dilaksanakan
. Penumbuhan usaha berkelanjutan dan inovatif
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan sarana dan prasarana kesehatan serta peningkatan kualitas
tenaga kesehatan, melalui:
. Peningkatan pelayaran kesehatan dan gizi bagi peserta didik, dengan
output penyediaan bantuan pengembangan peningkatan mutu UKS/M
. Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat
. Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat
berkas 7, hlm. 25
5. Wilayah Sulawesi
5.1 Provinsi Sulawesi Utara
berkas 7, hlm. 26
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks
Kualitas Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Destinasi Pariwisata
Prioritas Manado–
Likupang:
• A1: Kota Bitung
• A2: Kota Manado
• A3: Kota Tomohon
• A4: Kabupaten
Minahasa
• Kabupaten Minahasa
A5: Utara
Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Manado-Likupang
dengan implementasi blue, green, circular economy, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata dan konektivitas layanan
transportasi, dengan output: pembangunan jalan mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Manado–Likupang, dan preservasi jalan
ruas Airmadidi–Bts. Kota Tondano
• Pengembangan atraksi (alam, bahari, budaya, buatan), dengan output:
pengadaan event skala daerah, nasional, dan internasional, penerapan
rencana aksi destinasi wisata, pengembangan desa wisata, dan
pengadaan event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE)
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
penunjang, dengan output: Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
(SPAL-D) Terpusat Skala Kota dan Regional, serta pembangunan fasilitas
Pelabuhan P. Bangka-Kahuku
• Pengembangan Keterampilan SDM dan layanan pariwisata, dengan
output: pelatihan keterampilan SDM pariwisata, peningkatan kapasitas
SDM pengelola destinasi wisata, sertifikasi SDM, dan pengembangan
Politeknik Negeri Manado
• Pemasaran Pariwisata, dengan output: publikasi, promosi terpadu,
pameran, kerja sama dengan maskapai, dan promosi wisata minat
khusus
• Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi, dengan
output: fasilitas akses pembiayaan digital dan pasar modal berkualitas,
rantai pasok industri, promosi investasi pariwisata, advokasi dan
pendampingan peningkatan realisasi investasi, literasi bisnis untuk
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akses pembiayaan startup,
transformasi digital industri, standarisasi usaha, koordinasi
implementasi blue, green, circular economy pada usaha pariwisata, dan
fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
• Peningkatan keamanan, keselamatan, dan kemitigasian bencana,
dengan output: pengendali banjir di sungai inlet Danau Tondano,
penataan Kawasan Tondano, koordinasi dan penguatan tata kelola
destinasi, serta pelaksanaan operasi SAR
A6
A7
A8
A9
Wilayah Metropolitan
Manado
• A6:Kota Bitung
• A7: Kota Manado
• A8: Kota Tomohon
Pembangunan Wilayah Metropolitan Manado yang berkelanjutan dalam
Sistem Perkotaan Nasional, melalui:
• Penguatan konektivitas jalan dan pengembangan transportasi perkotaan
hijau yang berkelanjutan, dengan output: sistem angkutan umum massal
perkotaan yang terintegrasi Transit Oriented Development (TOD),
0,8
0,8
109,2
74,4
0,332 - 0,336
0,339 – 0,352
2,30 – 3,30
5,59 – 6,19
68,65
54,90
0,55
0,52
4,66 – 5,14
5,01 – 5,56
79,39
78,71 7,4
(Rata-rata
2025–2029)
8,5
(2029)
berkas 7, hlm. 27 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A10 A9: Kabupaten
Minahasa
pembangunan ja.lan perkotaan dan jalan lingkar Manado Aia Ring
Rod.d.
Peningkatan ketangguhan bencana, pengelolaan risiko dan pengendalian
banjir di perkotaan, de'J;gpdr otlp.tt penanganan banjir periode kala-
ulang 25-50 tahunan
Peningkatan layanan perkotaan dan kualitas lingkungan, dcflgan output:
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat, pembangunan
rumah susun dan rumah swadaya di perkotaan terpadu dengan PSU
perumahan, penyediaan rumah murah bersanitasi baik bad yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan dan pemugaran
permukiman kumuh, pembangunan infrastruktur jaringan transmisi
dan distribusi tenaga listrik, pengembangan SPAM Regional Bimatara,
Bendungan Kuwil Kawangkoan, Bendungan Sawangan, TPA Regional
Mamitarang, dan PLTSa Kota Manado
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan tata kelola perkotaan, dengan
output t: pengembangan desa wisata, pilot project kerja sana antardaerah
dan multipihak dalam pembiayaan pembangunan perkotaan, penilaian
Indeks Maturasi Perkotaan lintas K/L secara terpadu, penguatan smart
city, kelembagaan pengelola WM Manado, dan advokasi dalam
penerapan PP Perkotaan
Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Metropolitan Statistical
Area
A10. Kabupaten
Minahasa Utara
a
A1r
A12
Kawasan Perkotaan
Sedang
. Ali:: Kota Manado
. 412: Kota Bitung
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Sedang Kota Manado dan Bitung, dengan output
penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kota sedang, bantuan PSU perumahan, bantuan pembangunan nrtnah
swadaya, penyediaan ruEah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan d.n pemugaran
permukiman kumuh, pengembangan sanitasi, pembangunan dan
peningkatan SPAM, pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah
Domestik Terpusat skala kota dan permukiman, sistem pengelolaan
persampahan slcla kota, peningkatan layanan konektivitas transportasi,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, serta p€iuuataD peran
kawasan perkotaan dalam skala regional untuk pemerataan ekonomi
melalui pcarycdiaan dan peningkatan layanan pendidikan yang terintegrasi
dcngaa sektor ketenagakerjaan
B1 Kawasan Perikanan
Tangkap Bitung
. Bl: Kota Bitung
Pengembangan Kawasan Perikanan Tangkap Bitung, melalui:
. Pengembangan pelabuhan perikanan utama Bitung yang berwawasan
lingkungan (Eoo Fishing Folti
. Pengembangan sarana penunjang logistik, prasarana perikanan
tangkap, dan sistem rantai dingin produk perikanan, derr8lNr output:
sarana penyimpanan, gudang beku, sarana distribusi logistik, alat
penangkapan ikan, dan kendaraan pemasaran ikan
. Peningkatan daya saing sumber daya manusia penyedia jasa logistik,
kelembagaan, usaha kel,autan dan perikanan, dengan output: diklat
pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya ikan air laut,
peningkatan eksportir kelautan perikanan baru, pemantauan sosial
ekonomi masyarakat kelautan perikanan, pelatihan petugas
kesyahbandaran, dan pendampingan pelaku sektor industri makanan,
l,aut, dan perikanan
. Kerja sama perluasan pasar, pengembangan koperasi, serta rantai pasok
ekspor produk perikanan, dengan output: pengembangan klaster ikan
nila salin. kl,aster rumput laut berbasis kawasan, Drornoar usaha. temu
berkas 7, hlm. 28 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas High&bh, Indikasi Intervensi
bisnis pada pameran produk di dalam negeri dan internasional, investasi
strategis kelautan perikanan termasuk komoditas TCT (Tuna-Cakalang-
Tongkol) terpadu, pelatihan intensif bootcarnp datrl, BagEng bagi
pengurus datt pengelola koperasi, penguatan sistem pengawasan
koperasi, serta kerja saraa internasional bidang kelautan dan perikanan
82
B3
84
B5
B6
Kawasan Berbasis
Pertanian di Bolaang
Mongondow dan
sekitarnya:
. 82: Kabupaten
Bolaang Mongondow
Utara
. 83: Kabupaten
Bolaang Mongondow
. B4: Kabupaten
Minahasa Selatan
. 85: Kota
Kotamobagu
. B6: Kota Tomohon
Pengembangan industrialisasi berbasis komoditas unggulan pertanian yang
Eodcrn, terintegrasi, dan berkelanjutan di Bolaarry Mongondow dan
sekitarnya, melalui:
. Penguatan akses pasar komoditas pertanian dan turunannya, dengan
output: sertifikasi dan pengembangan produk mutu pestisida, pupuk
dan produk tanaman pangan, hortikultura dan Perkebunan, serta
pengembangan koridor logistik Worotican-Poigar
. Pcarycrrbargan praktik pertanian berkelanjutan, de,rg8,r output:
rekomendasi perlindungan LP2B, pengendalian alih fungsi lahan
pertanian, Integrated Corporation Agriculture Resources Enpouerrnent,
dan pembangunan Bendungan Lolak
. Inovasi dan adopsi teknologi pertanian, da'J,g8,J- output: percontohan
pertanian modern, penerapan teknologi pertanian, pengembangan
sistem pertanian terpadu di dataran tinggi, dan pengadaan asuransi
pertanian
. Implementasi praktik pertanian yang ramah iklim dan rendah karbon,
dengan output: Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dan optimasi lahan
pertanian
. Pengembangan kawasan peternakan dan peningkatan kualitas pangan
hewani, dengan output: benih ternak unggul, sarana perbibitan ternak,
prasarana perbibitan ternak, ternak ruminansia perah, ternak
ruminansia potong, pakan olahan dan bahan pakan, sarana pengol,ahan
dan pemasaran hasil peternakan, prasarana pengolahan dan pemasaran
hasil peternakan, dan layanan kesehatan hewan
. Peningkatan ekspor produk pertanian melalui pengembangan koperasi,
promosi, dan kerja sama, dengan output: pelatihan intensif bootcamp dan
magang bagi pengurus dan pengelol,a koperasi, penguatan sistem
pengawasan koperasi, Rekomendasi Kebijakan terkait harga patokan
e.kspor produk pertanian dan kehutanan, prototyping, piloting project,
dan business plan industri suplemen kapsul vitamin a (betacdotenel,
vitamin e (ro@pheroq alami berbasis minyak sawit, promosi dan temu
bisnis pada pameran beBlr€.la internasional dalam rangka peningkatan
ekspor produk industri me,l(anan, kerja sama pengembangan ekspor
produk primer, dan kerja sat[a perdagangan dalam forum organisasi
kelapa internasional
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPP)
. Dl: KPP MAPALUS,
Kabupaten Minahasa
Pengembangan Kawasan P€f,deaaan Prioritas MAPALUS, Kabupaten
Minahasa, melalui:
. Penyediaan layanan dasar, de'J.gian output: pemenuhan akses layanan
kesehatan, pembangunan sarana lrcl,ayaran dasar, pembangunan
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, pembangunan jaringan
distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat skala permukiman, dan sist€ra pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat
. Peningkatan aksesibilitas, dq$lan output: pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan, pengEmbangan
OM BTS 4G/Lastmile dan akses internet
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal, de,iig!$ output:
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan
berkas 7, hlm. 29 OCR
t3 tlTf.r.]Tf+Tff
-L94-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal pariwisata,
dengan output: preservasi dan resiliensi adat istiadat budaya lokal,
pengembangan interaksi pemajuan budaya di wilayah adat, penguatan
tanggap bencana dan resiliensi desa terhadap bencana iklim
Peningkatan kapasitas tqta kelola dan kelembagaan berbasis dri? at,
dc(rEan output pengembangan Akademi Desa 4.0, pengembangan dcaa
cerdas, penerapan pelayanan pemerintahan dan pengelolaan keuangan
desa berbasis digital, pengembangan sistem indeks desa, serta integrasi
Sistem Informasi Desa bcrbasb Prodeskel/Epdeskel dengan SIPD
a
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Pusat Pertumbuhan
Kawasan Perbatasan di
Pusat Kegiatan Strategis
Nasional (PKSN) dan
Kecemetsn Perbatasan
Prioritas
. D2: PKSN Talaud dar
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. IGndahe),
Kabupaten
Kepulauan Sangihe
r D3: PKSN
Melonguane dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Damau, IGc.
Pulutan, dan Kec.
Nanusa), Kabupaten
Kepulauan Talaud
. D4: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Siau Barat, Kec.
Siau Barat Utara)
Kabupaten
Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro
. D5: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Likupang Barat,
IGc. Wori) Kabupaten
Minahasa Utara
. D6: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Tatapan, Kec.
Tenga, IGc.
Sinonsayang)
Kabupaten Minahasa
Selatan
. D7: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Bolaang Timur)
Kabupaten Bolaang
Mongondow
. D8: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(kc. Bolangitary
Barat, dan Kcc.
Pinogaluman)
Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara
Pembangunan kan asan perbatasan di PKSN Tahuna dan PKSN Melonguane
dan Kecamatan Perbatasan Prioritas, melalui:
. Pcracnuhan l,ayanan dasar di kawasan perbatasan, dengan output
pembangunan sarana pci'EukiEart, ketenagalistrikan dan energi,,
pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan
konektivitas, dan pengawasan pel,aksanaan BBM I harga
. Pcogcrabangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
dengan output reph@tDnl fasilitas Pelabuhan Matuhrang, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, l,ayanan angkutan laut perintis prioritas nasional,
pengembangan kawasan pala, dan l,ayanan validasi dan verifikasi pupuk
berkas 7, hlm. 30 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1 Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sulawesi
Utara
. El: Kota
Kotamobagu
Pengelolaan Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Sulawesi Utara, melalui:
. Pengelolaan multiancaman bencana geologi dan pengembangan mitigasi
berbasis alam, dengan output: peralatan monitoring dampak akibat
gempa bumi dengan peralatan ftterEiry meter dan a@le'ogro,phtuclgJJui
lndonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), perapatan stasiun
Indonesia continuously Operating Reference Station (Ina-CORS), Peta
Geologi Gunung Api dan Kawasan Rawan Bencana Geologi
. Peningkatan keandalan infrastruktur berketahanan bencana seismik,
denga,i output: rekomendasi ketahanan bangunan dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
. Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dengan output: layanan
pemulihan sosial, ekonomi, sumberdaya alam dan lingkungan di daerah
pascabencana
Provinsi Sulawesi Utara Penguatan laJranal transportasi dan infrastruktur konektivitas integrasi
ekonomi dan logistik, melalui:
. Peningkatan layatral konektivitas udara, dengan output bandara di
pulau kecil terluar Sangihe dan Talaud
. Peningkatan layanan konektivitas laut dan integrasi hhteddqd de,i;gtatt
simpul utama, dengan output: pelabuhan perikanan utama Bitung,
Pelabuhan Likupang, Pelabuhan Miangas, serta pelabuhan lainnya di
pulau terluar yaflg berwawasan lingkungan
. Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan outputi
Pembangunan Jalan Strategis-Jalan M&do Atbr Ringroad lll,
Pembangunan Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan
Terdepan, pengembangan pelabuhan, Repla@'I^etul Fasilitas Pel,abuhan
Matutuang llll\lc 2025-20261, Replacement Fasilitas Laut Pel,abuhan
Ibtabunen
Provinsi Sulawesi Utara Penyediaan akses rumah l,ayak huni dan pemerataan sarana dan prasarana
dasar, serta perluasan jangkauan pelayanan energi di wilayah perkotaan,
perdesaan, pesisir, kepulauan, dan wilayah 3T, melalui:
. Peningkatan akses rumah layak huni skala kota secara inklusif dan
terpadu, serta penanganan permukiman kumuh, dengan output;
pemugaran dan peremajaan permukiman kumuh, serta pemukiman
kembali permukiman kumuh, penyediaan rumah murah bersanitasi
baik bagi yang membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan
rendah (MBR) termasuk generasi milenia.l dan generasi z, penyediaan
rumah khusus reguler, Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA),
bantuan pembangunan rumah swadaya, KPM yatrg E€,rperolch bantuan
rehabilitasi rumah, bantuan PSU bidang perumahan, fasilitasi
penyaluran bantuan pembiayaan perumahan, fasilitasi subsidi selisih
bunga dan bantuan uang muka, dan pembiayaan rumah swadaya dan
pembiayaan mikro perumahan
. Pemenuhan akses a minum arlan terintegrasi hulu ke hilir, dengan
output: pembangunan SPAM Regional
o Reformasi tata kelola persampahan, dengan output: teknologi Waste-to-
energy l,l,ltEl dan fasilitas pengelolaan c€tnpah dengan prinsip sirkular,
pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R dan Tempat
Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), fasilitas penanganan sampah di
wilayah pesisir, project *a@a insentif, Sistem Informasi Pengelolaan
Sampah Nasional (SIPSN), dan bantuan PSU bidang perumahan
. Pemenuhan akses sanitasi aman, dengan output: Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat dan Setempat Skala Kota, serta bantuan PSU
bidang perumahan
. Perluasan akses dan interkoneksi layanan listrik terisolasi (isolated. grid),
SK No25l2l0A
pembangunan pembangkit listrik. jaringan dan gardu
berkas 7, hlm. 31 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
induk, pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum
berlistrik yang tidak mampu atau berada di daerah 3T, dan peningkatan
pasokan tenaga listrik 24 jam/hari
Pemerataan jaringan telekomunikasi, internet cepat, dan adopsi digital
ke seluruh wilayah serta adopsi digital di berbagai layanan publik,
denga output: penyediaan fiber optik pada daerah (kecamatan) di
kawasan prioritas, OM BTS 4G I lastmile, OM akses internet, l,ayanan
publik bidang telekomunikasi, fasilitasi literasi digi al, portal layanan
administrasi, pendampingan sr,d'tt city, pemanfaatan teknologi digital di
sektor pertanian, perikanan, dan logistik, fasilitasi digital technopreneur,
pengendalian PSE, akses internet tetap pitalebar untuk UMKM dan
fasilitas umum, serta fasilitasi menerapkan infrastruktur pasif bersama
Provinsi Sulawesi Utara Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, penurunan stunting,
dan akses kesehatan reproduksi perempuan, melalui:
. Percepatan penurunan dan penguatan intervensi spesifik serta sensitif
stunting, de,igott output: ibu hamil dan balita yang mendapat buffer stock,
kegiatan surveilans gizi dan KIA, fasilitasi dan pembinaan terkait upaya
perbaikan status gizi dan peningkatan pelayanan kesehatan bayi dan
balita, pelatihan stunting, kampanye pencegahan stunting melalui
berbagai media, kampanye dan penyebarluasan informasi pencegahan
Stunting, infrastruktur ur air minum berbasis masyarakat, dan keluarga
yang mendapat bantuan sosial bersyarat
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, dengan
output: d,aerah yang fasilitasi terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan anal( usia sekolah dan remaja, vaksin lainnya dan logistik
penunjang vaksinasi, model kurikulum yang adaptif dan kontekstual,
bantuan pengembangan peningkatan mutu UKS/M
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia produktif, dengan
output: pembinaan lembaga dala.m penerapan kesehatan kerja, tenaga
kesehatan yang ditingkatkan kapasitas terkait kesehatan kerja, dan
sosialisasi dan advokasi kesehatan kerja
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi lansia, dengan output:
penguatan program dalam mendukung indikator usia produktif dan
lansia, koordinasi pelayanan kelompok rentan, sosialisasi kesehatan
lansia, sistem informasi kesehatan usia produktif dan lansia, dan
fasilitasi dan pembinaan daerah dalam pelaksanaan upaya kesehatan
produktif dan lansia
. Peningkatan al(ses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi
perempuan, dengF'r output: peningkatan pelayanan kesehatan
reproduksi (kespro) dan KB, Fasyankes yang terpenuhi ketersediaan
Alat/Obat Kontrasepsi (Alokqr), PIK R€draja dafl BI(R yana mendapat
fasilitasi dan pembinaan edukasi kespro dan gizi bagi remaja, fasilitasi,
Intensifikasi dan integrasi pelayanan KBKR di wilayah khusus, dan
bimbingan teknis dafl supervisi dalam pelaksanaan program kcsctratsn
dan lingkungan yang responsif gender ( stunting I AKl, perubahan iklim,
kespro)
Provinsi SulawEsi Utara Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan,
melalui:
. Penuntasan TtsC, dengan qlw: obat dan perbekalan kesehatan
program pencegahan dan pengendalian 'Its, purx'arupa alat deteksi
penyakit, masyarakat mendapatkan layanan pencegahan dan
pengendalian TBC, dan layanflr informasi dan edukasi TtsC
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan outputi koordinasi pencegahan
dan pengendalian HMIDS dan PIMS dan layanan deteksi dini da.n
respons kejadian penyakit menular
SK No25l2ll A
berkas 7, hlm. 32 OCR
No Lokasi Prioritas liiru{?tu Indikasi Intervensi
Pengendalian penyakit malaria, denga output: obat dan perbekalan
kesehatan program pengendalian malaria dan layanan informasi dan
edukasi malaria
Pengendalian penyakit kusta, den;gta,i output: layanan surveilans dan
deteksi dini kusta dan frambusia dan daerah mendapat pembinaan
program kusta dan frambusia di daerah
Pengendalian penyakit rabies, dengan output: kemitraan pencegahan dan
pengendalian zoonosis
Provinsi Sulawesi Ut ra Penguatan
profesional
akses pelayanan kesehatan dan pendayagunaan SDM kesehatan
terutama di daerah sulit akses, melalui:
Penguatan pel,ayanan kesehatan bergerak dan ekosistem digital di
daerah sulit akses, dengan output: implementasi layanan telemedicine,
pembinaan, pendampingan dan bimbingan tcknb pelaksanaan
pelayanan kesehatan bergerak, scna RS kapal
Pemenuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan, dengan output:
pemenuhan ketersediaan 40 obat esensial dalam JKN, instalasi farmasi
Kab/Kota yang menerapkan manajemen pengelolaan obat dan vaksin
sesuai standar, dan peningkatan ABGCI dalam peningkatan akses obat
inovatif
Peningkatan kapasitas dan peran puskesmas, dengan output: koordinasi
manajemen puskesmas dalam penguatan integrasi layanan primer,
tenaga kesehatan yana diorientasi/dilatih manajemen puskesmas,
tenaga kesehatan yang diorientasi/diberikan pelatihan (SOPHI), dan
pelatihan terkait layanan primer dan rujukan
Pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan dan
peningkatan peran kader kesehatan, danga,r ouq t: revitalisasi
posyandu, sarana puskesmas, puslc$rras pembantu (Pustu) dan
Posyandu (SOPHI), pembinaan, pendampingan dan bimbingan teknis
upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan pemantauan wilayah
dengan pendekatan keluarga
Pengembangan layanan unggulan dan rujukan kesehatan, dengan
output: pengembangan l,ayanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker,
jantung, stoke dan sistem rujukan berbasis kompetensi di seluruh
Kabupaten/Kota, serta peningkatan RS Tipe D menjadi tipe C di
Kabupaten Bolaang Mongondow Sel,atan, Bolaang Mongondow Utara,
Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur
Peningkatan dan pendayagunaan tenaga medis dan kesehatan
profesional terutama di daerah su.lit akses dan afirmasi, dengan output:
akselerasi rekomendasi produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan
program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
pcougas€n khusus tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes
primer, pendayagunaan dokter spesialis (SDM), dar peningkatan
kompetensi melalui program feLotDship
:l
:'l
a
Provinsi Sulawesi Utara Pengembangan sarana dan prasarana, perluasan akses pendidikan sektor
strategis, dan penguatan sumber daya manusia yang siap dunia usaha dan
dunia industri, melalui:
. Pengembangan sarana, prasarana, perluasan akses pendidikan
menengah, tinggi dan vokasi sektor strategis, pengembangan bidang
Science, Tedlnowy, Engineering, A4 o.nd. Math (STEAM), peningkatan
daya saing riset dan inovasi di berbagai bidang, dengan output:
revitalisasi sarana dan prasarana pada seluruh jenjang pendidikan
termasuk sekolah, madrasah, Politeknik Pariwisata Manado dan Nusa
Utara, bangunan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi industri yatrg
ditingkatkan kapasitasnya, Satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja, sarana bidang teknologi informasi dan komunikasi,
serta program studi dengan inovasi pembelajaran digital dan berkualitas
SK No25l2t2A
berkas 7, hlm. 33 OCR
No t kasi Prioritas H{?rui4tu Indikasi Intervensi
Penguatan sumber daya manusia dan peningkatan pcf,an dalam industri
yang berbasis sektor unggulan daerah, dengan outputr SDM yang
mengikuti pendidikan menengah kejuruan industri, pelatihan pertanian
bagi aparatur dan non aparatur, sertifikasi profesi bidang pertanian,
Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani, pendidikan Een€ogah dan tinggi
vokasi pertanian, mahasiswa dan lulusan program di kerja sana
industri, pendidikan vokasi kelautan dan perikanan, kemitraan antara
satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri,
pengembangan kerja sama pelatihan, inovasi model pembelajaran vokasi
mengacu pada dunia kerja, pengembangan kurikulum dan metode
pelatihan, penjaminan mutu satuan pendidikan vokasi, tenaga kerja
industri kompeten lulusan diklat sistem 3 in I (pelatihan, sertifikasi, dan
kompetensi), program kclaB industri, fasilitasi pendampingan SMK yang
link d.nd. match dengan industri, pelatihan vokasi industri upskilling daa
reskilling
Provinsi Sulawesi Utara Pengentasan kemiskinan, peningkatan ketangguhan keluarga, dan integrasi
bantuan sosial yang adaptif dengan satu sistem Registrasi Sosia.l Ekonomi
(Regsosekl , melaluii
. Penguatan JKN dan perlindungan sosial adaptif, dengan output:
penduduk penerima bantuan iuran Ptsl JI(N, koordinasi pelaksanaan
optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah, keluarga yang
mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang memperoleh bantuan
sosial sembako, dan korban bencana sosial dan non alam yang mendapat
bantuan
. Peningkatan ketahanan keluarga dan lingkungan pendukung berbasis
kearifan lokal, de'rgj,,l. output: lembaga posyandu yang ditingkatkan
kapasitasnya d.l,n ihnlcEcotasi 6 SPM, kelompok masyarakat yang
ditingkatkan kapasitasnya dalep bidang sosial budaya dan kelembagaan
di daerah lambat tumbuh, dan sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat berbasis masyarakat
Provinsi Sulawesi Utara Peningkatan ketangguhan bencana di perkotaan, pesisir pantai, dan pulau-
pul,au kecil terluar, dengan ot rput. pembangunan pengaman pantai daerah
pesisir dan pulau terluar, pengendalian banjir Wilayah Metropolitan Manado,
peralatan monitoring dampak akibat gempa bumi dengan peralatan intensity
fitptcr dan a@lercgrqph melalui IDRIP, penyusunan peta geologi gunung api
dan kawasan rawan bencana geologi, dan dokumen harmonisasi RPerpres
RDTR KPN
SK No25l2l3A
berkas 7, hlm. 34 OCR
5.2 Provinsi Sulawesi Tengah
bae” — . Gorontalo ni N
ha ? N ulawesi
"» "3 AD It Utara
B7 3
. » SULAWESI
an o TENGAH
Be EN Pa
Aa .
PA “8! KotePalu 2 YO
B1 be Ha 1 LEGENDA
“ | ( " B12 9 A awasan
$ E1 B3 ba xA TA #1 Pertumbuhan
Pd F1 " n (4 Kawasan Komoditas Unggulan
" 7 “ & . L, 810 . Kawasan Swasembada
Sulawesi 3 D3 aa & 0. e 1 Pangan, Air, dan Energi
Barat X 5 4 . , : . 3 Kawasan Afirmasi
- P3 NT K K d
. , 5 Rawan DENGAR
Sara Tn Ta DS (@! ibu Kota Provinsi
(7 A1 u ko) Bandar Udara
" Ne TN A2 "5 9 Pelabuhan
SN P, aa Ng » sa Jalan Nasional
Wawes A Sulawesi $ Ka vs, s “.«: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Selatan 5 N : Tenggara Pe & " Pa Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Perkotaan Kecil Kabupaten Morowali Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
(Bahodopi) 1. KPP Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali
1. Kabupaten Morowali Kecamatan Perbatasan Prioritas
Kawasan Industri Morowali dan Morowali Utara 2. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten
2. Kabupaten Morowali Buol
3. Kabupaten Morowali Utara 3. Kecamatan Perbatasan, Kabupaten Toli-Toli
Kawasan Hilirisasi Gas Bumi Kawasan Transmigrasi (KT)
4. Kabupaten Banggai 4. KT Tampolore, Kabupaten Poso
5. KT Bungku, Kabupaten Morowali
B. Kawasan Komoditas Unggulan 6. KT Palolo, Kabupaten Sigi
Kawasan Pertanian Pangan dan Perkebunan
1. Kabupaten Sigi E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
2. Kabupaten Donggala
3. Kabupaten Poso Kawasan Konservasi:
4. Kabupaten Parigi Moutong Kawasan Konservasi Sulawesi Tengah
5. Kabupaten Buol 1. Taman Nasional Lore Lindu, Kab. Sigi dan Kab.
6. Kabupaten Tolitoli Poso
Kawasan Perikanan dan Hilirisasi Tongkol, 2. Taman Nasional Kepulauan Togean, Kab. Tojo
Cakalang, Tuna (TCT) Una-Una
7. Kabupaten Parigi Moutong 3. Kabupaten Banggai
8. Kabupaten Donggala 4. Kabupaten Banggai Kepulauan
9. Kabupaten Morowali 5. Kabupaten Banggai Laut
10.Kabupaten Banggai Laut 6. Kabupaten Tolitoli
11.Kabupaten Banggai Kepulauan Kawasan Rawan Bencana:
Kawasan Sentra Hilirisasi Rumput Laut Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami
12.Kabupaten Banggai Kepulauan 7. Kota Palu
berkas 7, hlm. 35
SK No25l2l5A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan Kecil
Kabupaten Morowali
• A1: Kabupaten
Morowali
Pengembangan Kawasan Perkotaan Kecil berbasis industri di Kabupaten
Morowali (Bahodopi), dengan output: bantuan pembangunan rumah susun
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pekerja serta bantuan
pembangunan rumah swadaya, pemugaran permukiman kumuh, bantuan
prasarana dan sarana umum bidang perumahan, Ruang Terbuka Publik
(RTP) Bahomakmur dan Keurea, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Kabupaten, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat,
Sistem Pengelolaan Persampahan termasuk Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST) Bahodopi, penyediaan dan peningkatan layanan
konektivitas transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan
perkotaan yang akan dibangun, serta penguatan peran kawasan perkotaan
dalam skala regional untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan
peningkatan layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor
ketenagakerjaan
A2
A3
Kawasan Industri
Morowali dan Morowali
Utara
• A2: Kabupaten
Morowali
• A3: Kabupaten
Morowali Utara
Penguatan hilirisasi industri berbasis mineral di Kabupaten Morowali dan
Kabupaten Morowali Utara, melalui:
• Pengembangan Kawasan Industri (KI) Indonesia Huabao Industrial Park,
Kawasan Industri Morowali, dan Kawasan Industri Stardust
• Pengembangan konektivitas simpul transportasi, dengan output:
pengembangan Bandar Udara Morowali dan pelebaran jalan akses
Bandar Udara Morowali
• Peningkatan investasi kawasan, dengan output: penguatan strategi dan
inovasi perencanaan penanaman modal, percepatan rencana proyek
strategis di bidang jasa dan kawasan, pengembangan dan penataan
kawasan industri, serta pendampingan pemenuhan dan kepatuhan
kawasan industri terhadap regulasi yang berlaku
• Pengembangan kemitraan usah Pelebaran Jalan Akses Bandar Udara
Morowali a dan rantai pasok, dengan output: kerja sama sektor industri
kecil, menengah, dan aneka, fasilitasi sentra Industri Kecil Menengah
(IKM) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pangan,
pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar di KI Prioritas, dan inkubasi bisnis untuk pembentukan
wirausaha industri
• Penyediaan pendidikan dan pelatihan, dengan output: pembangunan
gedung dan penyediaan peralatan pendidikan tinggi vokasi industri
• Pengembangan industri nikel sulfat, dengan output: penguatan industri
logam berbasis pengolahan nikel
• Pembangunan industri baterai, dengan output: fasilitasi industri dalam
rangka peningkatan investasi dan ekspor serta perencanaan dan
pengembangan jejaring kerja promosi investasi
2,4
1,9
258,7
141,8
0,280 - 0,284
0,298 – 0,302
6,20 – 7,20
11,06 – 11,56
85,77
77,96
0,55
0,51
2,09 – 2,72
2,25 – 2,94
82,60
12,9 81,75
(Rata-rata
2025–2029)
14,2
(2029)
berkas 7, hlm. 36 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,
dengan al$ut fasilitasi industri dalam rangka penguatan struktur
industri dalam negeri icrta peningkatan investasi dan ekspor, serta
fasilitasi darl restrukturisasi mesin/peralatan scotra IKM dan UpT
loga.m, mesin, clckEonika, dan alat angkut
Pengembangan industri stainless steel, dengan output monitoring dan
evaluasi perkembangan industri, fasilitasi peningkatan investasi dan
ekspor, serta fasilitasi dan pendampingan peningkatan daya tahan
industri
Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkuler di industri nikel yang
sejalan dengan dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel
Nasional untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emissions (NZE)
nasional, dengan output: penurunan emisi Gag Rumah Kaca, pengkajian
kebutuhan standar industri hijau, penerapan transisi energi dan Nil,ai
Ekonomi Karbon (NEK), pemanfaatan teknologi dar pendampingan
pencegahan pencemaran industri, dan sertifikasi industri hijau
Harmonisasi kebijakan industri nikel, dengan output: penguatan
standarisasi untuk hilirisasi
A4 Kawasan Hilirisasi Gas
Bumi Sulawesi Tengah
. A4: Kabupaten lt
Banggai
Pengembangan Kawasan Hilirisasi Gas Bumi di Kabupaten Banggai, melalui:
. Peningkatan penyediaan dan layanan gas bumi, dengan output fasilitasi
pembangunan infrastruktur regasifikasi gas bumi da, Liquefied Natura,t
Cas (L"NG) terminal Bena dukungan percepatan pembangunan mas pipa
transmisi dan distribusi gas bumi
. Transformasi kebijakan ekosistem investasi dan hilirisasi, dengan output
fasilitasi hilirisasi investasi strategis di bidang minyak dan gas bumi
serta penyusunan rencana aksi nasional hilirisasi investasi strategis di
bidang minyak dan gas bumi
BI
82
B3
94
B5
86
Kawasan Pertanian
Pangan daE Perkebunan
Sulawesi Tengah
. Bl: Kabupaten Sigi
. 82: Kabupaten
Donggala
. B3: Kabupaten Poso
. 84: Kabupaten Parigi
Moutong
. B5: Kabupaten Buol
. 86: Kabupaten
Tolitoli
Pengembangan Kawasan Pertanian Pangan dan Perkebunan di Kabupaten
Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupat rr Parigi Moutong,
Kabupat n Buol, dan Kabupaten Tolitoli, melalui:
. Penguatan konektivitas jalan, dengan output: preservasi ruas jalan Tolai-
Sausu di Kabupaten Parigi Moutong dan Tagolu-Tentena di Kabupaten
Poso
. Pemanfaatan n sarana prasarana pendukung produksi pertanian, dengan
output penyediaan sarana prasarana pascapanen pertanian serta alat
dan mesin pertanian pra pan.f,i
. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OP/tl, Dampak
Perubahan Iklim (DPI), dan gangguan lainnya, dengan output: pelatihan
kelompok tani dan pembentukan regu pengendalian OPT
r Peningkatan mutu produk, dengar output serti.fikasi produk mutu
pestisida dan pelatihan kelompok tani
. Penguatan regenerasi petani, dengan output pelatihan vokasi pertanian
bagi aparatur, pelatihan pertanian bagi non aparatur, sertifikasi profesi
bidang pertanian, s€rta pengembangan kewirausahaan dan
ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian
. Pelaksanaan bantuan langsung petani, dengan output pemberian
bantuan langsung petani untuk pembelian pupuk serta l,ayanan validasi
dan verifikasi pupuk
. Teknologi pertanian, dengan output pembangunan irigasi perpipaan
pertanian, pembangunan irigasi perpompaan pertanian, pengembangan
jaringan irigasi pertanian, serta pembangunan bangunan konservasi air
dan antisipasi anomali iklim
. Aksca pembiayaan inklusif, dengan output:
fasilitasi/pembinaan/pendampingan akses pembiayaan, penyediaan
asuransi pertanian, serta fasilitasi dan pembinaan investasi
berkas 7, hlm. 37 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Efisiensi rantai nil,ai, dengan output fasilitasi pembinaan dan
pendampingan efi siensi rantai nilai
Pengembangan hilirisasi kelapa, dengan output pemeliharaan kebun
sumber benih bahan tanam komoditas perkebunan, sarana pascapanen
dan pengolahan tanaman perkebunan, neraca komoditas kelapa dan
produk turunannya, fasilitas pusat penyediaan bahar baku industri
tempurung dan sabut kelapa, inkubasi koperasi, pengembangan industri
pengolahan kelapa, restrukturisasi mesin/peralatan industri, dan
pendampingan pembiayaan baSi usaha mikro
B7
B8
89
Blo
811
Kawasan Perikanan dan
Hilirisasi Tongkol,
Cakalang, Tuna (TCT)
. 87: Kabupaten Parigi
Moutong
. B8: Kabupaten
Donggala
. 89: Kabupaten
Morowali
. B10: Kabupaten
Banggai Laut
. 811: Kabupaten
Banggai Kepulauan
Pengembangan kawasan perikanan dan hilirisasi Tongkol, Cakalang, Tuna
(TCT) di Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, Kabupaten
Morowali, Kabupaten Banggai laut, dan Kabupaten Banggai Kepulauan,
melalui:
. Penguatan konektivitas laut, de'i,ga,r output: pengembangan pelabuhan
Bungin di Kabupaten Banggai Laut dan Pelabuhan Safakan di
Kabupaten Banggai Kepulauan
. Penguatan konektivitas udara, dengan output optimalisasi serta
peningkatan layanan dan prasarana Bandara Banggai Laut di Kabupaten
Banggai Laut
. Pengembangan input produksi perikanan, dengan 1, output: penyaluran
benih ikan dan penyaluran calon induk unggul ikan
. Pengembangan sarana produksi perikanan, dengan output, penyaluran
sarana penangkapan dan budidaya ikan
. Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan pendampingan
masyarakat kelautan dan perikanan, dengan output bantuan sarana
pengembangan usaha nelayan, perlindungan nelayan dan pembudidaya
ikan, dan pendanaan usaha nelayan
B12 Kawasan Hilirisasi
Rumput Laut Sulawesi
Tengah
. B12: Kabupaten
Banggai Kepulauan
Pengembangan kawasan sentra hilirisasi rumput laut di Kabupaten Banggai
Kepulauan, melalui:
. PengUatan konektivitas laut, derlg,ur atwt Pengembangan Pelabuhan
Salakan di Kabupaten Banggai Kepulauan
. Pengembangan industri hilir rumput laut, dengan output: fasilitasi
rekomendasi tata kelola bidang budi daya rumput laut, penyaluran bibit
rumput laut, dan penyaluran sarana budi daya rumput l,aut
Dl Kawasan Perdesaan
Prioritas
. Dl: Kabupaten
Morowali
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Morowali, melalui:
o Penyediaan layanan dasar, dengan outI,,lt pemenuhan akses layanan
kesehatan, pembangunan sarana pelayanan dasar, pembangunan
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, pembangunan ja*ryan
distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat Bkalq dan sistem pengelolaan p€f,sampahar
berbasis masyarakat
. Peningkatan aksesibilitas, dengan output: pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan, pengembangan
OM BTS 4G/Lastmile dan akses internet
. Pengembangan dsn diversifikasi ekonomi lokal, dengan output
pengembangan saErra dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal ekowisata,
dengan output preservasi dan resiliensi adat istiadat budaya lokal,
pengembangan interaksi pemajuan budaya di wilayah adat, penguatan
tanggap bencana dan resiliensi dcaa terhadap bencana iklim.
Peningkatan kapasitas tata kelol,a dan kelembagaan berbasis digital,
dengan output pengembangan Akademi Desa 4.0, pengembangan desa
cerdas, penerapan pelayanan pemerintahan dan pengelolaan keuangan
desa berbasis digital, pengembangan sistem indeks desa, serta integrasi
SK No25l2t7A
Sistem Informasi Desa berbasis Prodeskcl/ Epdeskel dengan SIPD
berkas 7, hlm. 38 OCR
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hlbffibhr Indikasi Intervensi
D2 Kecamatan Perbatasan
D3 Prioritas
. D2: IGc. Paleleh
Barat, Kec. Gadung,
Kec. Bokat, IGc.
Biau, dan IGc.
IGraEat, Kabupaten
Buol
. D3: IGc. Toli-Toli
Utara, Kec. Dako
Pemean, dan IGc.
Dampal Utara,
Kabupaten Toli-Toli
Pembangunan kawasan perbatasan di Kecamatan Perbatasan Prioritas,
melalui: pemenuhan layanan dasar di kawasan perbatasan, dengan output
pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan energi, pelayanan
pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan konektivitas
D4 Kawasan Transmigrasi
Ds (l(Tl
D6 . D4: KT Tampolore,
Kabupaten Poso
. D5: ICT Bungku,
Kabupaten Morowali
. D6: I(T Palolo,
Kabupaten Sigi
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Tampolore di Kabupaten Poso,
Kawasan Transmigrasi Bungku di Kabupaten Morowali, dan Kawasan
Transmigrasi Palolo di Kabupaten Sigi, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pert nian
. Redistribusi arct (tanah) transmigrasi, dengan output fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1
E2
EXI
E4
E5
E6
Kawasan Konservasi
Sulawesi Tengah
. Eli Taman Nasional
Lore Lindu,
Kabupaten Sigi
. E2: Taman Nasional
Kepulauan Togean,
Kabupaten Tojo Una-
Una
. E3: Kabupaten
Banggai
. F/: Kabupaten
Banggai KepulauaD
. E5: Kabupaten
Banggai Laut
. E6. Kabupaten
Tolitoli
Pengelolaan Kawasan Konservasi di Taman Nasional (TN) Lore Lindu serta
Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di TN Togean, Kabupaten Banggai,
Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, dan Kabupaten
Tolitoli, melalui:
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi, delig,f) output: penyusunan kebijakan
penguatan pengelolaan areal dengan keanekaragaman hayati tinggi di
luar Kawasan Suaka Ala,r (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan
Taman Buru (IBl, fasilitasi pengelolaan taman keanekaragaman hayati
untuk peningkatan efektivitas pengelolaan, serta pemulihan ekosistem
daratan yang terdegradasi
. Perencanaan ruang laut dan zonasi pesisir serta pengendalian
pemanfaatan ruang laut, dengan oxtqrf penyusunan kebijakan
verifikasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut di daerah serta
pembangunan sistem monitoring dan pengendalian pemanfaatan ruang
laut
. Pemanfaatan sumber daya pulau-pulau kecil, dengan output: bantuan
ekonomi produktif pesisir dan pu.lau-pul,au kecil, dokumentasi data dan
inforEasi potensi p€sisir dan pulau-pulau kccil serta
prasarana/infrastruktur di pesisir dan pulau-pulau kecil
. Penguatan tata kelol,a itdusEi, wisata bahari, dan jasa kelautan
berkelanjutan, dengan outgrt fasilitasi pemetaan potensi biofarmakologi
dan pemanfaatan air laut, penyusunan kebijakan berusaha jasa
kelautan serta pengelolaan wisata bahari
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output: rehabilitasi datr
p€roulihal ekosistem mangrove, pemulihan padang lamun / terumbu
karang serta penyediaan prasarana rehabilitasi ekosistem pesisir dan
pulau-pul,au kecil
. Penguatan dan pengelol,aan masyarakat hukum adat, tradisional, dan
lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan output fasilitasi
dan perlindungan pemanfaatan ruang laut bagi masyarakat lokal di
pesisir dan pulau-pulau kecil serta perlindungan dan penguatan
masyarakat hul<uE adat di pesisir dan pulau-pul,au kecil
berkas 7, hlm. 39 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E7 Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Palu
. E7: Kota Palu
Pengelolaan kawasan rawan bencana gempa Palukoro, Matano, dan Saluki
di Kota Palu, melalui
. Pel,ayanan peringatan dini multiancaman bencana dan peningkatan
infrastruktur, dengan output penguatan instrumen peringatan dini dan
sistem informasi bidang kebencanaan
. Peningkatan kemampuan adaptif masyarakat dalan menghadapi
bencana, dengan output peningkatan kapasitas masyarakat dalam
penguatan tanggap bencana, fasilitasi dan pembinaan kelompok
masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana alatn, serta
pembinaan penguatan respond system peringatan dini bencana berbasis
masyarakat
. Peningkatan infrastruktur, de'Jlgjm, output penataan bangunan dan
Infrastructure Re@nst lt.,io Sec,tot InaL (IRSJ.)
. Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
. Penerapan lvoturc-Bosed. Solution de\ Gray Inltostt:u(/;u.re untuk mitigasi
ancaman tsungrni
Provinsi Sulawesi Tengah Pengembangan kawasan sentra garam, melalui:
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output: korporasi
pctambak garam yang dikembangkan, verifikasi penyaluran distribusi
garam industri ke industri, pendampingan industri pengolahan garam
dalam negeri dalam pcrlcnuhan spesifikasi industri aneka pangan,
farmasi, dan kosmetik.
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output sarana
niaga gara.E rakyat dan tahan garam yang difasilitasi.
. Pengembangan korporasi petambak garam.
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan konektivitas udara, laut, jalan, dan darat, melalui:
. Penguatan infrastruktur konektivitas laut, dengan o,..tpr]t peningkatan
fasilitas Pelabuhan Bungin dan Pelabuhan Salak8n
. Penguatan infrastruktur konektivitas jaran, dengan output
pembangunan jalan koridor logistik dalam rangka pelaksanaan
Itufrdslrltchtre Re@ftstructtbn Sector Loan (IRSL)
Provinsi Sul,aurcsi Tengah Pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman termasuk
pcnNiaan air minum, listrik, telekomunikasi/internet, da! layanan
sanitasi, melalui:
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang E€Ebutuhkar!,
temtaoa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
. Peningkatan layanan penyediaan air minum, de,ilg,Et output:
pembangunan/peningkatan/perluasan Sistem Penyediaan Air Minum
(SPAM) Regional dan Kabupaten/Kota, penyediaan infrastruktur air
minuE berbasis masyarakat, dan penyediaan SPAM berbasis
masyarakat
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intemct, dengan output
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intcmet cepat,
pengembangan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan
Komunikasi (SDM fiK) dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan
layanan penyiaran digital
. Peningkatan penyediaan dart layanan lbtrik, dengan output
pengendalian pembangunan pembangkit lbtrik, pengendalian
pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk, pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi, perumusan
kebijakan pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka
kecukupan penyediaan energi dan tenaga listrik
SK No25l2l9A
berkas 7, hlm. 40 OCR
-20s-
No Lokasi Prioritas H,bhlrbfu Indikasi Intervensi
Dekarbonisasi penyediaan listrik, dengan output fasilitasi dukungan
sektor ketenagalistrikan dalam pencapaian target mitigasi Gas Rumah
I(aca sektor energi sub sektor pembangkitan, penyusunan kebijakan
rrencana produksi dan pemanfaatan mineral logam dan batubara untuk
kebutuhan dalam negeri, pengembangan mitra perhutanan sosial dan
kemitraan lingkungan, pengendalian pembangunan pembangkit listrik,
pengawasan dan evaluasi kegiatan pembangunan infrastruktur
penyediaan tenaga listrik, serta pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),
dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hi&o (PLTM) dan pembangkit
Listrik Tenaga Mesin cas (PLTMG).
Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)
Terpusat, dengan output penyediaan Sistem Pengelolaan Limbah
Domestik (SPALD) Terpusat Skala Regional/Kota/Permukiman dan
penyediaan Sistem Pengelolaan Limbah Domestik (SPALD) setempat
skala kota/individu
Penyediaan da! optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, dengan
output penyediaan Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Regional/Kota/Kawasan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah
spesifik, pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R oleh
pemerintah pusat, optimalisasi sistem pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat
Pengelolaan sampah laut di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,
deogPtt output: penyediaan prasarana penanggulangan sampah di laut
pesisir dan pulau-pulau kecil, bantuan pengembangan desa pesisir
bersih, sosialisasi dampak pencemaran kepada masyarakat pesisir dan
pulau-pul,au kecil, dan fasilitasi penanganan sampah di wilayah pesisir
Peningkatan kapasitas dan pendanaan pendorong pengelolaan sampah,
den lNr qttput penerapan tata kelola persampahan di daerah,
penyediaan basis data potensi pajak daerah dan retribusi daerah,
dukungan untuk peningkatan proporsi pajak daerah dan retribusi
daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) , dorongan daerah dalarn
melakukan Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha
(KPDBU)
Perubahan perilaku untuk pemilahan sampah, dengan output
penyelenggaraan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup dan
kehutanan di satuan pendidikan formal, fasilitasi dan pembinaan
implementasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
5
Provinsi Sulawesi Tengah Pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistcr! Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosekl serta reformasi dan integrasi bantuan sosial, melalui:
. Tata Kelola registrasi sosial ekonomi, dengan output koordinasi strategis
penerapan Registrasi Sosial Ekonomi, pengendalian PSE (Pengawasan
Penyelenggara Sistem Elektronik) dan PSrE (Penyelenggara Sertifikasi
Elektronik Induk), serta pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial
. Pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengan output penerapan
sistem dan teknologi informasi kesejahteraan sosial serta pemanfaatan
data terpadu kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan
pangan, data pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan
kebudayaan
. Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, dengan output: penyediaan
bantuan iuran PBI JKN, bantuan sosial bersyarat bagi keluarga, KIp
Kuliah, cadangan pangan pemerintah, dan elpiji 3 kg yang tepat sasaran
Provinsi Sulawesi Tengah Eliminasi penyakit endemik Schistosomiasis di Kabupaten Sigi dan
Kabupaten Poso serta peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, melalui:
. Pengendalian penyakit Schistosomiasis, deng& output. penyediaan
layanan pemantauan untuk pencegahan dan pengendalian
Schistosomiasis, pembinaan program pengendalian Schistosomiasis,
serta penyediaan obat dan perbekalan kesehatan
SK No25l22lA
berkas 7, hlm. 41 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?rurbfu Indikasi Intervensi
Pencegahan dan penurunan stunting,
makanan tambahan de\i Buffet Stock
dengan output penydiaan
untuk balita, pelaksanaan
pemantauan gizi dan KIA, pcniagkatsr kapasitas tenaga kesehatan/
non-kesehatan terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan
pelayanan kesehatan bayi dan balita, fasilitasi dan pembinaan kepada
daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan pelayanan
kesehatan bayi dan balita, penerapan konvergensi Pencegahan dan
penurunan stunting di daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan
dan non-kesehatan terkait upaya perbaikan status gizi, serta
peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru l,ahir
Penurunan kematian ibu dan anak, dengan output: penyediaan layanan
persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar serta
penguatan deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan
kegawatdaruratan ibu dan anak
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan (pemenuhan sarana
prasarana dan al,at, tenaga medis dsn tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan), melalui:
. Pembangunan K'uDah Sakit lengkap, dengan output Pengembangan
Layanan Unggulan Kesehatan lbu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke dan
sistem rujukan berbasis kompetensi
. Peningkatan kapasitas puskesmas dan unit pelayanan kesehatan di
tingkat desa/kelurahan serta pelayanan kesehatan di daerah sulit akses,
denga,i output pengukuran dan pelaporan mutu puskesmas,
penyediaan sarana, pemenuhan alat kesehatan, peningkata.n
ketrampilan kader kesehatan, pemantauan keaktifan posyandu,
revitalisasi posyandu dan pemberdayaan masyarakat, pembinaan
pelayanan berbasis gugus pulau di wilayah kepu.lauan, dan penyediaan
RS lkpaf di wilayah kepulauan
. Peningkatan produksi, pendayagunaan, dan kapasitas SDM kesehatan,
dengan output: akselerasi rekomendasi produksi dokter dan dokter
spesialis, bantuan program pendidikan SDM kesehatan, pembinaan dan
pengawasan SDM kesehatan, dan pelatihan strategis SDM kesehatan di
RS Pemerintah
. Penguatan tata kelola dan kepesertaan JKN, de,iga,n output: koordinasi
pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah,
pemberian bantuan iuran PtsI JKN, dan pemberian bantuan iuran
kepada Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PtsPU) dan Bukan Pekerja
(BP)
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan pendidikan dasar, menengah, tinggi dan pengembangan bidang
STEAM, penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga keda, serta
melalui:
. Penguatan pendidikan menengah vokasi, dcogan output pengembangan
SMK menjadi pusat keunggulan, dukungan terhadap SMK dalam
mengembangkan proyek kreatif dan kewirausahaan, pendampingan
peningkatan mutu SMK, dukungan terhadap SMK yanA
mengembangkan pengajaran berbasis pabrik Teaching Factory,
dukungan terhadap SDM dalam mengikuti pendidikan menengah
kcjunra[ industri dan program kelas industri, fasilitasi SMK agar Link
d d Match dengan industri, pelatihan kurikulum yang diselaraskan
dengan kebutuhan dunia kerja bagi turu kejuruan, Upskilling dan
Reskilling berstandar industri bagi pendidik dan tenaga kependidikan
vokasi, dan inovasi model pembelajaran vokasi mengacu pada dunia
kerja
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan ma&asah pada seluruh
jenjang Pendidikan
. Peningkatan kontribusi IPTEK dan Inovasi, &'ngl,, @V!t
riset bidang pangan, energi, kelautan, manufaktur, bidang kesehatan,
dan lain-lain
berkas 7, hlm. 42 OCR
No L.kasi Prioritas Hri?rurbht Indikasi Intervensi
Provinsi Sulawesi Tengah Pelestarian dan pemajuan ekosistem kebudayaan, melalui:
. Pemberdayaan masyarakat dan komunitas adat, dengan output
pemberdayaan warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) serta
pengembangan wilayah adat sebagai ruang interaksi pemajuan
kebudayaan
. Perlindungan hutan adat dan tanah ulayat, dengan output
penyelenggaraan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan bagi satuan
pendidikan formal, penyediaan data inventarisasi tanah ulayat, dan
pendaftaran tanah ulayat
. Penguatan dan pengelolaan masyarakat hukum adat, tradisional, dan
lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan output fasilitasi
dan perlindungan pemanfaatan ruang laut bagi masyarakat lokal di
pesisir dan pulau-pulau kecil serta perlindungan dan penguatan
masyarakat hukum adat di pesisir dan pulau-pulau kecil
berkas 7, hlm. 43 OCR
5.3 Provinsi Sulawesi Selatan
“ MP
wesi
Inset Peta: Sulawesi Pet 3 Te
Provinsi Barat Pa D6 1
Sulawesi r “T B3
Selatan Pad D8 A7 pati
"aa Ban | 3 10 SULAWESI
k 02
t £ LA 2. SELATAN
4 - N -.
at “d1 s2 XI
A8 B2 , P,
c2 AI
| 07 Sulawesi LEGENDA
v n (PF 2: | Tenggara
Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Selatan | hat yan N : aa an
) 03 |
r"- A Ka Komoditas Unggul
- H 29 Kawasan Swasembada
. lagi .. 3 » , Ya Pangan, Air, dan Energi
» ps - 3 1 " n Kawasan Afirmasi
| Kawasan Konservasi dan
. oi aj Rawan Bencana
Kn na B9 cs (? (@! Ibu Kota Provinsi
. . - 0. . Eh 1 B6 nd . @ Bandar Udara
« . 8 1 "Ag 2 Pelabuhan
? , Kota INK Kasar C6 nd £ 9 |
N . Dakes, af . : ——— Jalan Nasional
" , "9 2 7 “012 1 «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
P3 B3 ' Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
Ke an avilayah Ba an an Kawasan Lumbung Pangan Teluk Bone dan
1. Kota Makassar sekitarnya .
2. Kabupaten M 1. Kabupaten Luwu Timur
5 SESI Tenan Danar 2. Kabupaten Luwu
3. Kabupaten Gowa 3. Kabupaten Luwu Utara
4. Kabupaten Takalar 4. Kabupaten Wajo
5. Kota Pare-Pare 5. Kabupaten Bone
6. Kabupaten Barru 6. Kabupaten Sinjai
Kawasan Perkotaan Kecil 7. Kabupaten Bulukumba
7. Kabupaten Luwu Timur 8. Kabupaten Sidenreng Rappang
8. Kabupaten Tana Toraja 9. Kabupaten Pinrang
Kawasan Industri Takalar
9. Kabupaten Takalar . D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Smelter Terintegrasi Tambang Sorowako
10.Kabupaten Luwu Timur Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
1. KPP Agrowisata Gurilla, Kabupaten Barru
: Kawasan Transmigrasi (KT)
B. Kawasan Komoditas Unggulan 2. KT Mahalona, Kabupaten Luwu Timur
Kawasan Perkebunan Kakao dan Kopi 3. KT Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang
1. Kabupaten Toraja Utara Kawasan Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Selatan
2. Kabupaten. Luwu 4. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
3. Kabupaten Luwu Utara 5. Kabupaten Kepulauan Selayar
4. Kabupaten Pinrang Kawasan Teluk Bone dan sekitarnya
Kawasan Perikanan Budidaya dan Sentra Rumput 5 eta RD
Laut 7. Kabupaten Luwu
8. Kabupaten Luwu Utara
5. Kabupaten Takalar 9. Kabupaten Wajo
6. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 10. Kabupaten Bone
Kawasan Sentra Garam 11. Kabupaten Sinjai
7. Kabupaten Takalar 12. Kabupaten Bulukumba
8. Kabupaten Jeneponto 13. Kabupaten Enrekang
9. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 14. Kota Palopo
berkas 7, hlm. 44
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
A6
Kawasan Wilayah
Metropolitan Makassar
dan sekitarnya
• A1: Kota Makassar
• A2: Kabupaten Maros
• A3: Kabupaten Gowa
• A4: Kabupaten
Takalar
• A5: Kota Pare-Pare
• A6: Kabupaten Barru
Peningkatan kualitas Wilayah Metropolitan Makassar (Mamminasata) dan
sekitarnya yang berkelanjutan, melalui:
• Peningkatan layanan perkotaan untuk mewujudkan perkotaan yang
layak huni, inklusif dan berbudaya, termasuk di pesisir dan pulau-pulau
kecil Kota Makassar, dengan output: bantuan PSU bidang perumahan,
bantuan pembangunan rumah susun, pemugaran dan peremajaan
permukiman kumuh, pengembangan SPAM Regional Mamminasata dan
Ajatappareng, penataan kawasan strategis dan penyediaan perumahan
publik vertikal perkotaan terpadu di Wilayah Metropolitan Makassar,
pemenuhan sarana dan prasarana bidang pendidikan dan kesehatan,
pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, infrastruktur jaringan
transmisi, dan infrastruktur distribusi tenaga listrik, PLTSa Kota
Makassar, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, pembangunan
infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik serta
infrastruktur gardu induk, dan perluasan cakupan layanan
ketenagalistrikan
• Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan untuk
mendorong perkotaan yang maju dan menyejahterakan, dengan output:
penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual,
Digital Talent Scholarship, pengembangan UIN Alauddin Makassar,
sertifikasi kompetensi tenaga kerja, Pembangunan Gedung PTK Islam
Negeri Melalui SBSN dan PBK Provinsi Sulawesi Selatan, sarana dan
prasarana bidang Pendidikan Poltekpar Makassar
• Penguatan konektivitas dan pengembangan transportasi perkotaan yang
berkelanjutan yang terintegrasi dengan TOD, dengan output:
penyelenggaraan layanan kereta api perintis lintas Makassar-Parepare
(KA Makassar–Pare Pare), Jalan Tol Makassar–Maros–Sungguminasa–
Takalar, pembangunan jalan perkotaan, pengembangan angkutan
umum massal perkotaan di Kota Makassar, pembangunan terminal
penumpang Tipe A Mandai, penanganan kinerja lalu lintas perkotaan
(Mamminasata Bypass), kewajiban pembayaran atas ketersediaan
layanan (dukungan/pendampingan KPBU), pembangunan jalan
perkotaan, peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan
• Peningkatan kapasitas dan tata kelola perkotaan untuk mencapai
transparansi, akuntabilitas, cerdas dan terpadu, serta pembentukan
kelembagaan (atau forum) pengelola WM Makassar, dengan output:
daerah yang dimediasi dan diadvokasi dalam penerapan PP Perkotaan
pada Wilayah Metropolitan, daerah yang dikuatkan tata Kelola Smart
City-nya
• Pengembangan infrastruktur dan prasarana olahraga, khususnya
Stadion Sudiang, dengan output: Peningkatan prestasi, sarana, dan
prasarana olahraga melalui pembangunan, rehabilitasi dan renovasi
sarana prasarana olahraga
3,2
3,2
117,1
80,1
0,320 – 0,324
0,371 – 0,376
3,49 – 4,49
7,30 – 7,89
52,05
37,00
0,56
0,53
3,18 – 3,83
3,80 – 4,10
78,44
7,2 77,60
(Rata-rata
2025–2029)
8,2
(2029)
berkas 7, hlm. 45 OCR
-2LO-
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
a Kerja sama antar daerah untuk mendorong perdagangan domestik dan
antardaerah melalui pembentukan lembaga pengelolaan lintas wilayah
l1'u.,,"sbounlary mandgenetuq dan lintas pemerintahan (frdgfircrlted
government) serta penguatan kerja sama multipihak dalam pembiayaan
dan pembangunan perkotaan, dengan output pertemuan teknis di
daerah dengan pemangku kepentingan dan kesepakatan pemasaran
produk perikanan di dalam negeri, export center Makassar, serta
pengawasan, kerja saraa, penguatan dafl koordinasi kegiatan
perdagangan lingkup regional, nasional dan internasional sesuai dengan
komoditas unggulan
Peningkatan manajemen risiko dan pengendalian banjir di perkotaan,
dengan output Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-
ulang 2+50 tahunan
Peningkatan cadangan dan produktivitas energi, dengan output North
Hub Development Project Selat Makassar
Penguatan industri transportasi laut, terutama di Kota Makassar,
dengan output pengembangan industri galangan kapal sebagai industri
berteknologi tinggi, penguatan rantai pasok bahan baku industri
perkapalan, dan pengembangan mutu dan daya saing industri
perkapalan
Pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pcakir, dan pulau-
pulau kecil Kota Makassar, dengan output: sarana pendukung
penyelenggara konservasi ekosistem, pengelolaan kawasan yang
ditingkatkan kompet nsilnya, Oceans for hoqeritV ProJect - LAUTRA
Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Met opolitdn Statistical
Arcd
.,]
N Kawasan Perkotaan Kecil
A8 . A7: Kabupaten Luwu
Timur
. A8: Kabupaten Tana
Toraja
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Kecil, dengan output: parlmaururn masterplan
pengembangan dan penataan kawasan yang mengintegrasikan potensi dan
masalah perkotaan secara terpadu di Kota kecil Kabupaten Tana Toraja
(Toraja), penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas transportasi
yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan yang akan
dibangun, penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional untuk
pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan layanan
pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan, bantuan
peralatan/sarana, pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi,
Pembangunan SPAM kabupaten/kota, bantuan PSU bidang perumahan,
sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala kota, dan
pengembangan kat,,as€tr permukiman pendukung Kawasan Smelter
Terintegrasi Tambang Sorowako di Luwu Timur
A9 Kawasan Industri Takalar
. A9: Kabupaten
Takalar
Pengembangan Kawasan Industri Taka.lar, melalui :
. Pembangunan/pengembangan infrastruktur jalan/jembatan, dengan
output pengembangan kone.ktivitas kawasan industri dengan lokasi
bahan baku dan simpul transportasi
. Pengembangan sarana prasarana pendukung (perumahan, kesehatan,
air bersih dan pengolahan persampahan/limbah), dengan output:
fasilitasi pemenuhan infrastruktur Kawasan Industri Takalar
. Peningkatan investasi kawasan, dengan output: percepatan rencana
proyek strategis di bidang jasa dan kawasan, pengembangan investasi di
kawasan ekonomi sebagai lokasi strategis, dan fasilitasi peningkatan
investasi di kawasan industri
. Pengembangan kemitraan usaha dan rantai pasok, dq\galtr output
pengembangan rantai pasok industri prioritas di Kawasan Industri
Takalar
. Penyediaan pendidikan dan pelatihan SDM, deoga,r output mahasiswa
dan lulusan program DII, DIII dan DMegulcr - Kota Makassar, dan
mahasiswa dan lulusan program DI Keda sama Industri - Kota Makassar
berkas 7, hlm. 46 OCR
- 2Lt -
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Alo Kawasan Smelter
Terintegrasi Tambang
Sorowako
. AIO: Kabupaten
Luwu Timur
Pengembangan kawasan dan hilirisasi nikel di smelter terintegrasi tambang
Sorowako, Lut u Timur, melalui:
. Tata kelola industri nikel serta ketersediaan bahan baku dan energi,
dengan ou$ut rekomendasi keprospekan sumber daya mineral],
kebijakan rencana produksi dan pemanfaatan mineral logam darr
batubara untuk kebutuhan dalam negeri, dan tingkat implementasi
P3DN dan Peningkatan TKDN pada subsektor pertambangan mineral,
serta hasil monitoring pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian
mineral dalam negeri
. Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkuler di industri nikel yang
sejalan dengan dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel
Nasional untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emissions INZEiI
nasional, dengan output: pc lrunar emisi Gas Rumah Kaca, pengkajian
kebutuhan standar industri hijau, penerapan transisi energi dan Nil,ai
Ekonomi Karbon (NEK), pemanfaatan teknologi dan pendampingan
pencegahan pencemaran industri, dan sertifikasi industri hijau, dan
fasilitasi industri pengolahan sisa hasil produksi dan kebijakan
penguatan industri logam berbasis nikel
r Hilirisasi industri berbasis mineral penting, terutama nikel, dengan
ou,put hasil monitoring pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian
mineral dalam negeri, industri smelter/pemurnian/pengolahan nikel
hidrometalurgi termonitor dan terevaluasi, fasilitasi industri pengolahan
sisa hasil produksi smelter nikel
81 Kawasan Perkebunan
B2 Kopi dan Kakao
83 . Bl: Kabupaten
84 Toraja Utara
. 82: Kabupaten.
Luwu
. 83: Kabupaten Luwu
Utara
. 84: Kabupaten
Pinrang
Pengembangan sentra perkebunan, terutama kopi di Toraja Utara dan kakao
di Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan melalui:
. Hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan ekspor, dengan output:
kawasan kopi dan kerja sama perdagangan dalam forum organisasi kopi
internasional, kawasan kakao, hilirisasi industri pengolahan kakao dan
coklat, kebun sumber benih, penanganan organisme pengganggu
tumbuhan, sarana dan prasarana pengolahan dan pascapanen,
sertifikasi produk
. Implementasi pertanian rendah karbon, dengan output: desa pertanian
organik berbasis komoditas perkebunan
. Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif, dengan
output: fasilitasi hilirisasi investasi, sertifikasi produk mutu pestisida
dan pupuk
BS I(a\rasan Peril(aDan dan
B6 Sdrtra Rumput Laut
. B5: Kabupaten
Takalar
. 86: Kabupaten
Pangkajene
Kepulauan
Pengembangan sentra perikanan budidaya dan rumput laut Kabupaten
Takalar <lan Pangkajene Kepulauan, melalui:
. PcnSqlbangan budidaya komoditas unggulan udang, nila dalr rumput
laut
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri rumput laut, de','g,[t output:
peningkatan kualitas bahan baku, kluster rumput laut berbasis
kawasan yang dibangun masyarakat, pengembangan teknologi dan
pembibitan, infrastruktur kawasan budi daya rumput lgojt - 'Ocean for
hospedtg - Infrastructure for Coral Reef Areas'
. Hilirisasi, peningkatan rantai nilai, promosi dan penguatan sumber daya
manusia, dengan output fasilitasi investasi hilirisasi industri, penguatan
kapasitas petani, pengembangan biostimulan berbasis rumput laut,
dukungan pembiayaan, rekomendasi tata kelol,a bidang budi daya
rumput laut, dafl kewirausahaan IreEuda, memperkuat koperasi nrEput
laut, pengembangan jaringan infrastruktur pengolahan di dekat sentra
produksi rumput l,aut
. Pengembangan input produksi rumput laut
. Pengembangan sarana dan prasarana produksi rumput l,aut
berkas 7, hlm. 47 OCR
:ITIrl:TfIXlr[.IilIEtrIA
No Irk si Prioritas Highlight Intervensi
97 Kawasan Sentra Garam
88 . 87: Kabupaten
89 Takalar
. 88: Kabupaten
Jeneponto
. 89: Kabupaten
Pangkajene
Kepulauan
Pengembangan Kawasan Sentra Garam, melalui:
. Pengembangan korporasi petaDbak garam, dengan output bantuan
sarana pengembangan usaha, korporasi petanbak garam, dan
peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok usaha bersama (KUB)
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output korporasi
pets.mbak garam, verifikasi penyaluran dan distribusi garam, dan
pendampingan industri pengolahan garam dalam negeri
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output: sarana
niaga garam rakyat dan tahan garam yang difasilitasi
c1
c2
c3
c4
c5
c6
c7
C8
C9
Kawasan Lumbung
Pangan Teluk Bone dan
sekitarnya
. Cl: Kabupaten Luwu
Timur
. C2: Kabupaten Luwu
. C3: Kabupaten Luwu
Utara
. C4: Kabupaten Wajo
. C5: Kabupaten Bone
. C6: Kabupaten Sinjai
. C7: Kabupaten
Bulukumba
. C8: Kabupaten
Sidenreng Rappang
. C9: Kabupaten
Pinrang
Penguatan swasembada pangan serta pengembangan ekonomi biru di
Kawasan Teluk Bone dan sekitarnya, melalui:
. Ekstensifikasi dan intensifikasi lahan pertanian, modernisasi, hilirisasi,
peningkatan ekspor komoditas pertanian dan pengembanga.n sumber
daya manusia, pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian, serta
peningkatan sarana prasarana, termasuk Pembangunan Bendungan
Rongkong, dengan output pengembangan lahan pertanian produktif, alat
dan mesin pertanian, pembangunan DI Gilireng, pengembangan dan
pengelolaan jaringan irigasi BoJra, Daerah Irigasi Saddang yang
direhabilitasi, pengembangan jaringan irigasi, pembangunan irigasi
perpipaan, embung pertanian, irigasi perpompaan, konservasi air, alat
dan mesin pertanian pra panen, jaringan irigasi pertanian yang
direhabilitasi, pemenuhan bibit dan pupuk, penerapan pertanian
berteknologi tinggi, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia
dalam bidang pertanian, berkembangnya kelompok tani terlatih,
kemudahan akses pembiayaan, sertifikat benih padi, meningkatnya
produksi, promosi dar kerja sama di bidang pertanian
. Peningkatan kualitas dsn kuantitas hasil peternakan serta pengendalian
dan penanggulangan penyakit ternak, denga,I at$uX bantuan pakan,
bibit dar benih ternak unggul, ternak ruminansia potong dan perah, alat
dan mesin sub sektor peternakan, pembinaan dan pengawasan mutu,
sarana prasarana kBchatsr hewan, dan layanan optimalisasi
reproduksi
. Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output.
rekomendasi perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(LP2B) dan pengendalian alih fungsi tahan pertanian
. Pengembangan input produksi, sarana prasarana, kawasan berbasis
unggulan, penguatan dan tata kelola perikanan budidaya, dengan
output, produki calon induk ikan air payau, ikan air laut, dan udang,
produksi pakan ikan untuk operasional UPT, produksi Sampel
monitoring penyakit ikan yang diuji, jumlah benih ikan payau, ikan air
laut den udang, penyaluran calon induk ikan payau, ikan air laut, dan
udang yang disalurkan ke masyarakat, jumlah benih ikan payau, ikan
air laut, dan udang ke masyarakat, dan pengujian Sampel Survaillance
Resistensi Antimikroba (AMU/AMR) ikan air payau, ikan air laut, dan
udang
. Peningkatan produktivitas perikanan yang terintegrasi, modem dan
berkelanjutan,dengaD,autputpelabuhatr yang terintegrasi
dan bertaraf internasional yang dikembangkan, pelabuhan perikanan
t€f,luar dan/atau berwawasan lingkungan yaflg dikembangkan,
pelabuhan perikanan UPT pusat dan PP perintis yang ditingkatkan
fasilitasnya untuk mendukung penangkapan ikan terukur
. Pengembangan budidaya komoditas unggulan udang, nila dan rumput
laut, terutama di Kabupaten Luwu, Bone, Wajo, Pinrang dan Luwu Timur
. Peningkatan daya saing sumber daya manusia pembudidaya dan
penyedia jasa logistik, kelembagaan, usaha kelautan dan perikanan,
d.n lan ouv t: diklat pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya
ikan air laut, peningkatan eksportir kelautan perikanan baru,
pemantauan sosial ekonomi masyarakat perikanan, pelatihan
berkas 7, hlm. 48 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbrubht Intervensi
petugas kesyahbandaran, dan pendampingan pelaku sektor industri
makanan, laut, dan perikanan
Icrja sama perluasan pasar, pengembangan koperasi, sci'ta rantai pasok
ekspor produk perikanan, dengut output: pengembangan klaster ikart
nil,a salin dan patin, klaster rumput laut berbasis kawasan, promosi
usaha, teEu bisnis pada pameran produk di dafam negeri dan
internasional, pelatihan intensif bootcamp dgJn magang bagi pengurus
dan pengelola koperasi, penguatan sistem pengawasan koperasi, serta
kerja sama internasional bidang kel,autan dan perikanan
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPP)
. Dl: KPP Agrowisata
Gurilla, Kabupaten
Barru
Peningkatan Kawasan Perdesaan Prioritas Gurilla, melalui:
. Penyediaan Layanan Dasar skala desa dan perdesaan (kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sanitasi), , dengan rincian output pemenuhan
akses layanan kesehatan, pembangunan sarana pel,ayanan dasar,
pembangunan infrastruktur air minum berbasis masyarakat,
pembangunan jaringan distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala permukiman, dar sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi),
dengan rincian output, perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi,
peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jaE/hari, dan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan yang
dibangun/dikembangkan
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal, dengan output
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan, pendampingan desa, dan pengembangan
BUMDesa
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya), dengan .r',ttpux pemeliharaan kebun suEbcr
benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di dilayah
destinasi II yang dikembangkan, pengembangan dan penguatan tata
kelola desa wisata
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk Eeri,ujudt<an
transparansi dan digitalisasi desa, dengan output: pengembangan
Akademi Desa 4.0, pengembangan desa cerdas, penerapan pelayanan
pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa berbasis digital,
pengembangan sistem indeks desa, serta integrasi Sistem Informasi Desa
berbasis Prodeskcl/ Ebdeskel dengan SIPD
. Peningkatan ketahanan sosial datr lingkungan perdesaan, d€ogan output
penguatan desa tanggap bencana dan peningkatan resiliensi adat
istiadat, serta budaya nilai lokal
D2 Kawasan Transmigrasi
D3 0ff')
. D2: I(l Mahalona,
Kawasan Luwu
Timur
. D3: KT Pitu Rirarc,
Kawasan Sidenreng
Rappang
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Mahalona di Kab. Luwu Timur dan
Kawasan Transmigrasi Pitu Riase di Ikb. Sidenreng Rappang, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi as€t (tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
D4 Kawasan Pulau-Pulau
DS Kecil Sulawesi Selatan
. D4: Kabupaten
Pangkajene dan
Kepulauan
Pemenuhan infrastruktur dan Pelayanan dasar di l(awas€n Pulau-Pulau
Kecil Sulawesi Selatan (Ihbupatcn Pangkajene Kepulauan dan Kepulauan
Selayar), melalui:
. Pemenuhan SPAM, sistem pengelolaan air limbah, dan sanitasi, denaaE
output pemenuhan akses air minum aman dengan pengembangan spam
hulu ke hilir'- sistem n€no.lolern rir limbah domestik
berkas 7, hlm. 49 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
:l D5: Kabupaten
Kepulauan Selayar
terpusat skala Kota/Kab dan permukiman, sistem pengelolaan air
limbah do@catik terpusat berbasis masyarakat, dan pcEcrtuhan akses
sanitasi aman
pembangunan jaringan transmisi, distribusi dan interkoneksi tenaga
listrik hingga pedesaan serta penguatan implementasi transisi energi,
danga,i output pengendalian pembangunan jaringan transmisi dan
gardu induk, peningkatan penyediaan dan layanan listrik baAi rumah
tangga b€luD berlistrik serta penerapan meteran listrik pintar untuk
layanan yang akurat dan optimal 24 jam/hari, PLTS
Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah darat dan pesisir
dari hulu hingga hilir, de!:gef) output fasilitas penanganan sampah di
wilayah pesisir, pemantauan data dan informasi sampah laut,
peningkatan pemahaman masyarakat terkait persampahan, pemenuhan
dan pembinaan bank sampah, pembangunan fasilitas pengelolaan
sampah berbasis 3R dan peningkatan pengelolaan sampah melalui
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Penguatan konektivitas [aut, dengan output: peningkatan sarana dan
prasarana pelabuhan, pembangunan kapal patroli, peningkatan fasilitas
Pelabuhan Laut Kalatoa dan Jinato
Pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-
pulau kecil, dengan output: sarana pendukung penyelenggara konservasi
ekosistem, pengelolaan kawasan yang ditingkatkan kompetensinya,
O@d,ns for Prosperity Project - LAUTRA
Penguatan kapasitas dan sistem pel,ayanan kesehatan, de'igf,[r @Wt
terpenuhinya sarana dan prasarana bidang kesehatan, peningkatan
kapasitas sumber daya manusia bidang kesehatan, pemenuhan obat,
vaksin, dan alat kesehatan serta implementasi layanan telemedicine
D6
D7
D8
D9
D10
Dll
D12
Dr3
D14
Kawasan Teluk Bone dan
Sekitarnya
. D6: Kabupaten Luwu
Timur
. D7: Kabupaten Luwu
. D8: Kabupaten Luwu
Utara
. D9: Kabupaten Wajo
. DIO: Kabupaten
Bone
. Dll: Kabupaten
Sinjai
. D12: Kabupaten
Bulukumba
. D13: Kabupaten
Enrekang
. D14: Kota Palopo
Pemerataan kawasan di Kawasan Teluk Bone dan Sekitarnya , melalui:
. Pemenuhan infrastruktur dsrr pelayanan dasar, dengan output.
terpenuhinya akses dan pelayanan terkait energi, air minum, sanitasi,
persampahan dan penyediaan perumahan
. Peningkatan konektivitas dan layanan transportasi, dengan atvut jalar,
dan jembatan koridor logistik, pembangunan dan peningkatan jalal,
replacement t fasilitas Pelabuhan Larea-Rea Sinjai, peningkatan fasilitas
Pelabuhan Lampia, pengembangan Pelabuhan Sinjai, pengembangan
Bandar Udara Arung Pa.lakla-Bone
. Diversifikasi energi, peningkatan kapasitas pembangkit listrik
terbarukan, dan perluasan pemanfaatan biofuel (terutama di Kabupaten
Bone), dengan output pengembangan bioetanol, PLTMH, PLTS, PLTM,
\to\)ae biofuel untuk domestik, sertifikasi kompetensi tenaga listrik
sektor ketenagalistrikan dan EBTKE
Provinsi Sulawesi S€leten Penguatan Konektivitas Udara, Laut, Jalan, dan Darat, melalui:
. Pengembangan jaringan bandara terpadu, dengan output bandar udara
bandar udara perairan, angkutan udara perintis penumpang, termasuk
di Seko dan Sorowako, serta Tanatoraja
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, dengan output
layanan angkutan tcma*, pembangunan kapal patroli, serta layanan
angkutan penyeberangan perintis menuju Kalimantan Selatan dan
Sulawesi Tenggara
. Pembangunan, peningkatan datr preservasi jalan serta Peningkatan
keselamatan angkutan darat, dengiut oltwt p€oenuhaa fasilitas
keselamatan jalan, Pembangunan dan preservasi jalan nasional di jalan
lintas provinsi ruas Koppe-Taccipi-Bts. Kota Watampone dan Ujung
Lsmuru-Xopp€; dan ruas Bts. Kota Jeneponto-Bts. Kota Bantaeng,
peningkatan dan preservasi jalan daerah, pembangunan
terminal Tipe A
flyover / underpassI terowongan, dan
berkas 7, hlm. 50 OCR
FTf.I{l
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Provinsi Sulawesi Selatan Penyediaan perumahan dan p€rEukiEarl serta pemenuhan pel,ayanan dasar
di wilayah perkotaan, perdesaan, pesisir, kepulauan, dan wilayah 3T,
melalui:
. Fasilitasi dan Penyaluran Subsidi/ Bantuan Pembiayaan perumahan,
peningkatan kualitas ru.mah dan pembangunan rumah baru, dengan
o{rpuf, penyediaan ruBah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, penyediaan rumah khusus
reguler dan Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA), rumah susun
hunian ASN/TNI/Polri dan MBR/pekerja, fasilitasi subsidi dan bantuan
uang muka, pembiayaan ru&ah swadaya dan pembiayaan mit(ro
perumahan, fasilitasi pembiayaan perumahan terjangkau dan
berwawasan lingkungan
. Penyediaan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman, dengan
output, bantuan PSU bidang perumahan
. Penanganan permukiman kumuh, dengan output pemugaran dan
peremajaan permukiman kumuh
. Pemenuhan kebutuhan air baku, dengan output pembangunan
bendungan multiguna (Bendungan Jenelata), pembangunan embung,
pembangunan prasarana air baku
. Pembangunan serta pemenuhan akses SPAM Terintegrasi, sistem
pengelolaan air limbah dan sanitasi, dengan ox,put pemenuhan akrca
air minum aman, pengembangan SPAM terintegrasi (salah satunya
optimalisasi SPAM Curiio), sistem pengelolaan ail limbah domestik
terpusat skala kota dan permukiman, sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat berbasis masyarakat, dan sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala regional, pemenuhan sanitasi aman
. Penanganan sampah yang optimal dari hulu hingga hilir dengan
melibatkan partisipasi masyarakat, dengan output. fasilitasi penanganan
sampah, pemantauan data dan informasi sampah, peningkatan
kapasitas sumber daya pengelola sampah dan masyarakat, pemenuhan
bank sampah, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R
dan peningkatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan
Sampah Terpadu (TPST), penerapan ekonomi sirkular, pemanfaatan
teknologi pengolahan sampah, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah
Nasional (SIPSN) dan pembinaan teknis
. Peningkatan konektivitas ketenagalistrikan, dengan o{r@uf, pengawasan
dan pengendalian efisiensi penyediaan tenaga Listrik, jaringan transmisi,
gardu induk, rekomendasi kebijakan transisi encrEi global, pemasangan
sambungan baru listrik baAi rumah tangga bcluE berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T datr peningkatan pasokan tenaga
listrik 24 jam/hari
. Dekarbonisasi dan pembangunan pembangkit tenaga listrik termasuk
energi baru terbarukan, dengan output pembangunan PLTMH dan PLTS,
rekomendasi pengendalian pembangkit, pengendalian Pembangunan
jaringan transisi dan gardu induk
. Pemerataan jangkauan dan kualitas infrastruktur digital dan
peningkatan literasi digital dan keterampilan SDM, dengan output
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intamet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, pengembangan SDM Digital dan digitalisasi
masyarakat
Provinsi SulawEsi Sel,atan Penguatan pelayanan, sumber daya manusia, dan tata kelola kesehatan,
melalui:
. Pengembangan unit pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan
kesehatan bergerak dan digital, dengan output: Pengembangan Iayanan
Unggulan Kesehatan Ibu-&rak, Kanker, Jantung, Stroke dan sistem
rujukan berbasis kompetensi, Peningkatan RS Tipe D menjadi tipe C di
I(ab. Toraja Utara, penyediaan dan optimalisasi sarana posyandu,
puskesmas, dan rumah sakit
berkas 7, hlm. 51 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Peningkatan kesediaan farmasi dan aLat kesehatan, dengan output:
pemenuhan dan peningkatan alat kesehatan, industri obat, vaksin, dan
alkes yang didampingi dalam pelaksanaan riset da,t uji klinik
Peningkatan pendayagunaan SDM Kesehatan, dengan output
penugasan khusus, pelatihan dan bantuan pendidikan SDM kesehatan
Peningkatan pemanfaatan, inovasi teknologi dan pelayanan kesehatan
digital, dengan output transformasi digital (n0, implementasi layanan
telemedicine, dan lembaga yang menggunakan pendekatan biomedis dan
genom kesehatan
Provinsi Sulawesi Sel,atan Penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular (TBC,
HN/AIDS, malaria), eliminasi penyakit tropis terabaikan [kusta), serta
Pencegahan dan penurunan stunting dan kematian ibu dan ana.k melalui:
. Penuntasan TBC, dengar output: Obat dan perbekalan kesehatan
program pencegahan dan pengendalian TB, purwarupa alat deteksi
penyakit, masyarakat mendapatkan layanan pencegahan dan
pengendalian TBC, dsn layanan informasi dan edukasi TBC
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output, Koordinasi
pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan PIMS dan layanan deteksi
dini dan respons kejadian penyakit menular
. Pengendalian penyakit malaria, de,l;ga,r output obat dan perbekalan
kesehatan program pengendalian malaria dan layanan informasi dan
edukasi malaria
. Pengendali.n penyakit kusta, dc,rglNr output l,ayanan surveilans dan
deteksi dini kusta dan frambusia dar daerah mendapat pembinaan
program kusta dan frambusia di daerah
. Pengendalian penyakit rabies, dengan output. kemitraan pencegahan dan
pengendalian zoonosis
. Penguatan intervensi spesifik stunting, terutama di Jeneponto, Tana
Toraja dan Takalar, dengan output ibu hamil dan balita yang mendapat
makanan tambahan dari buffer stock, tenaga kesehatan/ non-kesehatan
yang ditingkatkan kapasitasnya, infrastruktur air minum berbasis
masyarakat, keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat,
penyediaan makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita
bermasalah gizi, layanan imunisasi pendukung pencapaian stunting,
kegiatan surveilans gizi dan KIA, fasilitasi dan pembinaan terkait upaya
perbaikan status gizi dan peningkatan pel,ayanan kesehatan bayi dan
balita, kampanye dan penyebarluasan informasi pencegahan stunting
. Peningkatan akses dan kualitas l,ayanan kesehatan reproduksi
perempuan, darylat output Peningkatan Pelayanan Kespro dan KB,
Fasyar (es yalrg terpenuhi ketersediaan Alat/Obat Kontrasepsi (A!okon),
PIK Remaja dan BKR yang mendapat fasilitasi dan pembinaan Edukasi
Kespro dan Gizi bagi Remaja, dan Bimtek dan Supervisi dalam
Pelaksanaan Program Kesehatan dan Lingkungan yang Responsif Gender
(srunt /rg/AKI, pcrubalun iklim, kespro)
Provinsi Sulawesi Selatan Pengembangan kawasan pertanian dan perikanan, melalui:
. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan
lumbung pangan desa, daerah, dan nasional, termasuk peningkatan
indek pertanaman (intensifikasi), dengan output jaring& irigasi yang
direhabilitasi/dibangun, Rehabilitasi Daerah Irigasi I(a opili Kabupaten
Gowa dan Takalar, Rehabilitasi Daerah Irigasi Kelara Karalloe Kabupaten
Gowa dan Kabupaten Jeneponto, pembangunan bendungan, sertifikat
benih padi, alat dan mesin pertanian, lahan pertanian pangan produktif,
dan pemanfaatan teknologi
. Pengawasan kualitas mutu dan keamanan pangan, dengan output
pangan segar yang memenuhi syarat keamsrran dan mutu pangan,
sertifikat sarana dar produk pangan segar yang memenuhi standar
keaEa,larr dan mutu pangan, serta sarana keamanan dan mutu pangan
berkas 7, hlm. 52 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Fasilitasi stabilisasi pasokan dan harga pangan, dengan output: pangan
yang terdistribusi, sarana stabilisasi pasokan dan harga pangan,
Rperpres tentang Rencana Pangan Nasional, dan rekomendasi kebijakan
stabilisasi pasokan dan harga pangan
Pengelolaan sarana prasarana produksi perikanan tangkap dan
budidaya, dcogF,i output alat penangkapan ikan dan/atau alat baohr
penangkapan ikan bantuan yang tersalurkan; pelabuhan Perikanan
terluar dan/atau berwawasan lingkungan yang dikembangkan - Eco
Fishing fun, pengembangan pelabuhan perikanan UPTD provinsi,
pengembangan sarana dan prasarana penangkapan ikan,
pengembangan sarana pengolahan
:') Penguatan logistik, pemasaran dan sistem rantai dingin
perikanan, dengan output Sarana Penyimpanan Produk KP;
produk
SErena
distribusi logistik produk KP; Gudang Beku dan Kelengkapannya;
Pengembangan pangan akuatik, dengan output pengembangan klaster
ikan nila salin, patin, dan pengembangan komoditas udang, dan
revitalisasi tambak udang
Peningkatan daya saing sumber daya manusia pembudidaya dan
penyedia jasa logistik, kelembagaan, usaha kel,autan dan perikanan,
dengan output diklat pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya
ikan atu l,aut, peningkatan eksportir kelautan perikanan baru,
pemantauan sosial ekonomi masyarakat kelautan perikanan, pelatihan
petugas kesyahbandaran, dan pendampingan pelaku sektor industri
makanan, laut, dan perikanan
Kerja sama perluasan pasar, pengembangan koperasi, serta rantai pasok
ekspor produk perikanan, dengan output pengembangan klaster ikan nila
salin dan patin, klaster rumput laut berbasis kawasan, promosi usaha,
temu bisnis pada pameran produk di dalam negeri dan internasional,
pelatihan intensif bootcamp dgd.t magang bagi pengurus dan pengelola
koperasi, penguatan sistem pengawasan koperasi, serta kerja sama
internasional bidang kelautan dan perikanan
Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan serta
pengendalian dan penanggulangan penyakit ternak, dengan aneux
bantuan pakan, bibit dan benih ternak unggul, tema* ruminansia
potong dar perah, alat dan mesin sub sektor peternakan, pembinaan dan
pengawasan mutu, sarana prasarana kesehatan hewan, dan Layanan
Optimalisasi reproduksi
Provinsi Sulawesi Selatan Pengembangan sarana dan prasarana bidang pendidikan, perluasan akses
pendidikan sektor strategis, penguatan pendidikan tinggi dan
pengembangan bidang STEAM serta penguatan pendidikan vokasi dan
produktivitas tenaga kerja, melalui:
. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah dan perguruan tinggi
berbasis teknologi, de'JigF,r q,,t{rut revitalisasi sarana dan prasarana
sekolah dan madrasah pada seluruh jenjang pendidikan, sarana dar
prasarana pendidikan vokasi dan perguruan tinggi yang direvitalisasi
maupun dibangun
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri dan pelatihan
vokasi di scldor strategis, dengan output SMK yana dikembangkan
menjadi pusat keunggulan dan SMK yang mengembangkan proyek
kreatif dan kewirausahaan dan PBK Provinsi Sulawesi Selatan
. Penguatan sumber daya manusia dan peningkatan peran dal,ara industri
yang berbasis sektor unggulan daerah, dengan output: SDM yalg
mengikuti pendidikan menengah kejuruan industri, pel,atihan pertanian
bagi aparatur dan Don aparatur, sertifikasi profesi bidang pertanian,
Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani, pendidikan menengah daE tinggi
vokasi pertanian, mahasiswa dan lulusan program di kerja sama
industri, pendidikan vokasi kelautan dan perikanan, kemitraan antara
satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri,
pengembangan kerja sama pelatihan, inovasi model vokasi
berkas 7, hlm. 53 OCR
-21A-
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
mengacu pada dunia kerja, pengembangan kurikulum dan metode
pelatihan, penjaminan mutu satuan pendidikan vokasi, tenaga kerja
industri kompeten lulusan dikl,at sistem 3 ia , (pelatihan, sertifikasi, dan
kompetensi), program kelas industri, fasilitasi pendampingan SMK yang
tifth and match dengan industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan
reskilling
Pculagaryan industri di dalam dan luar negeri, dengan out ut peserta
yang Daaang di perusahaan di luar negeri, peserta yang magang di
perusahaan dalam negeri, dan koordinasi penyelenggaraan pel,atihan
dan pemagangan bersama industri
Provinsi Sulawesi Selatan Perwujudan satu sistem Rc8htrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) serta reformasi
dan integrasi bantuan sosial, jaminan sosial, pengentasan kemiskinan dafl
pemberdayaan masyarakat yang adaptif , melalui:
. Pengembangan tata kelola registrasi Regsosek, dengan output, koordinasi
strategis registrasi sosial ekonomi dan jaringan komunikasi data dan
data. @'].teti penguatan regulasi, monitoring dan pemutakhiran data
hingga tingkat desa yang terintegrasi dengan SIPD, pengembangan
Sist€@ Layanan dalr Rujukan Terpadu (SLRI), dan penataan sumber
daya manusia untuk pemanfaatan data
. Penguatan JKN dan penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan
output penduduk penerima bantuan iuran PBI JI,(N, koordinasi
pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah,
keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat, mahasiswa yang
mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, KPM yang memperoleh
bantuan sosial sembako, penyediaan Elpiji 3 kg yang tepat sasaran,
subsidi listrik, bantuan logistik korban bencana alam dan korban
bencana sosial dan non a.lam yang mendapat bantuan
. Pelaksanaan bantuan en€f,gi dan pangan, dengan output Gerakan
pangan murah yang dilaksanakan, stabilisasi pasokan dan harga pangan
Provinsi Sulawesi Selatan Penguatan ekosistem budaya berbasis urbdtu heritage, rural heritage,
pemanfaatan cagar budaya di kawasan karst (Geopark Maros Paruk€p), dan
revitalisasi budaya Bahar:i serta pengembangan teknologi tradisional Kapal
Pinisi (Kabupaten Bulukumba, melalui:
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah berkelas internasional,
dengan output. pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah berkelas
internasional (salah satunya Festival Geopark Maros Pangkep) dan
peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan
. Pengelolaan terpadu cagar budaya di kawasan pemajuan kebudayaan,
dengan output: cagar budaya, ODCB dan OPI( yang dilestarikan dan desa
pemajuan kebudayaan
. Peningkatan Tata kelola pembangunan kebudayaan, dengan output data
dan informasi warisan budaya
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
berbasis urban heritage, dengan output koleksi, cagar budaya nasional,
dan benda budaya yang dikelola, pengelolaan terpadu cagar budaya di
kawasan pemajuan kebudayaan pada kawasan karst, pengembangan
budaya bahari dengan pengembangan teknologi tradisional Kapal Pinisi
Provinsi Sulawesi Selatan Peningkatan ketahanan dan penanganan bencana serta penguatan
pengelolaan dan pemanfaatan kawasan konservasi perairan, melalui:
. PengEndalian risiko bencana di daerah rawan bencana, dengan output:
Pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan pengamanan pesisir
pantai, pengembangan ruang terbuka hiiau dall peningkatan kapasitas
Eitigasi bencana, koordinasi dan penyusunan dokumen
penanggulangan bencana
. Pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan bencana, dengan output
penguatan desa/ kelurahan tangguh bencana
. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan wisata kawasan konservasi
perairan, dc(leen out xt kawasan perairan yang operasional,
berkas 7, hlm. 54 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya,
destinasi wisata alam yang dikembangkan sarprasnya, d.ul fasilitasi
usaha ekonomi produktif masyarakat dalam pemanfaatan jasa wisata
Rehabilitasi hutan dan lahan, dengan ou&,ut rehabilitasi hutan dan
lahan secara vegetatif di Daerah Aliran Suryai (DAS) yang dipulihkan,
dan rehabilitasi Daerah Tanpungdt Atu (DTA) danau secara vegetatif
Pengendalian daya rusak air, dengan output pembangunan
pengendalian banjir dan pengaman pesisir Pantai
Peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dan l,ayanan
peringatan dini bencana, dengan output Sarana SAR rafting boat,
prasarana search and rescue (SAR), pembangunan ekosistem aksi dini,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, penguatan respons
sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat, dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
Provinsi Sulawesi Selatan Pengembangan nil,ai tambah dan kompleksitas industri, termasuk hilirisasi
industri berbasis sumber daya alam mineral, pertanian dan perikanan
berikut pengembangan teknologi dan efisiensi rantai distribusinya, melalui:
. Penguatan industri transportasi laut, dengan output: pengembangan
industri galangan kapal sebagai industri berteknologi tinggi, penguatan
rantai pasok bahan baku industri perkapalan, dan pengembangan mutu
dan daya saing industri perkapalan
. Pengembangan industri garam dan produk olahan hasil laut, dengan
output pengembangan garam industri terintegrasi, penguatan sarana
dan prasarana industri garam, dan pengembangan produk olahan laut
dan bioprospeksi sumber daya kelautan
. Peningkatan produktivitas budidaya rumput laut untuk peningkatan
kualitas dan ketersediaan bahan baku dalam rangka pengembangan
hilirisasi rumput laut, dengan output Bibit Rumput Laut kultur jaringan
y€rtg disalurkan ke masyarakat, Sarana budi daya rumput laut yang
disalurkan ke masyarakat, Infrastruktur Kawasan Budi Daya Rumput
lAut - 'Ocean for Prosperity - Infrastructure fo Coral Reef Areas
. Industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dengan output:
penguatan rantai pasok industri dalan negeri, pembangunan
infrastruktur pengisian daya, pengembangan ekosistem EV, dan
penerapan ekonomi sirkular pada industri baterai
. Tata kelola dan pengembangan industri dan ketersediaan bahar baku
industri nikel, tembaga, bauksit, dengan output: kebijakan dan inisiatif
terkait penguatan industri logam, hilirisasi dan pemanfaatan sumber
daya mineral, peningkatan daya saing dan produktivitas industri, serta
pengawasan dan fasilitasi st ndar produk
. Pengembangan industri hilir , jaminan ketersediaan bahan baku,
peningkatan adaptasi teknologi, riset inovasi, dan kapasitas tenaga kerja
di industri rumput laut dan komoditas unggulan lainnya, dengan output
peningkatan kualitas bahan baku, pengembangan teknologi dan
pembibitan tanaman unggul, fasilitasi investasi hilirisasi industri, serta
penguatan kapasitas petani
. Peningkatan adopsi teknologi dan pemanfaatan riset/inovasi industri
padat karya terampil dan pengembangan ildustri medium-high
teda@logg, dengan output verifikasi kemampuan industri kosmetik,
penguatan rantai pasok sektor kimia, farmasi, datr tekstil,
pengembangan bahan baku obat, penyederhanaan perizinan impor,
penyempurnaan kebijakan impor untu* mendukung ketersediaan bahan
baku, fasilitasi industri mod and. dbs
Provinsi Sulawesi Selatan Penguatan ekosistem e-konomi kreatif berbasis kekayaan intelektual, melalui
. Penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif
. Penguatan ekosistem film, animasi, video, dan musik
. Penguatan ekosistem fesyen dan kriya
. Penguatan ekosistem aplikasi dan gia
. Penguatan ekosistem kuliner
berkas 7, hlm. 55 OCR
5.4 Provinsi Sulawesi Tenggara
“Y sulawesi $
Ah & Tengah
" hn Pet 5
$ Bh TN NG SULAWESI
f 5 NI
B2 “ D1 Ng, 95
$ 2 "G
N c2 C4 LEGENDA
' A2 sa
- A3 0. Pertumbuhan
AL A4 yKota Kendari
, - AA o: 39 . Kawasan Komoditas Unggulan
ba Kawasan Swasembada
B8 Pangan, Air, dan Energi
— 3 Kawasan Afirmasi
D2 Kawasan Konservasi dan
. ... g Rawan Bencana
c1 Es Pr (@! Ibu Kota Provinsi
. Ka B9
: daa, e. @ Bandar Udara
: . F 2 ko) Pelabuhan
1 B6
$ h "5 "— Jalan Nasional
' ' 4 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
: B5 .
4 RN » Batas Administrasi
- g Yg
2D 1
« p
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi ,
1. Kabupaten Wakatobi Kawasan Lumbung Pangan Sulawesi Tenggara
Kawasan Perkotaan Kecil Kabupaten Konawe h bawal Bombana
2. Kabupaten Konawe - Kabupaten Kolaka limur
Kawasan Industri Pengolahan Hasil Tambang 3. Kabupaten Konawe Selatan
3. Kabupaten Konawe 4. Kabupaten Konawe
4. Kabupaten Kolaka
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Perkebunan Kakao Kawasan Transmigrasi (KT)
Ha bina en Ub ara 1. KT Asinua Kabupaten Konawe
— aa Pa Be Lili 2. KT Anawua Kabupaten Kolaka
Kawasan Perikanan Tangkap 3. KT Mutiara 'Kabu aten Muna
3. Kota Kendari : " p
4. Kota Bau-Bau
5. Kabupaten Buton
6. Kabupaten Muna
7. Kabupaten Bombana
8. Kabupaten Kolaka
9. Kabupaten Muna Barat
berkas 7, hlm. 56
PRESIDEX
SK No25t239A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Destinasi Pariwisata
Prioritas:
• A1: Kabupaten
Wakatobi
Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi dengan
implementasi blue, green, circular economy, melalui:
• Pengembangan Aksesibilitas Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi,
dengan output: aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan Atraksi termasuk event berkualitas dan warisan Geologi
Wakatobi, dengan output: pendukungan event daerah, pelaksanaan
kegiatan nasional dan internasional, provinsi yang menyusun dan
menerapkan rencana aksi destinasi wisata, dan jejaring destinasi
pariwisata di Sulawesi Tenggara yang dikembangkan
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
Pariwisata Wakatobi, dengan output: Sistem Pengelolaan Air Limbah
Domestik Setempat Skala Kota
• Pengembangan keterampilan SDM dan layanan pariwisata Wakatobi,
dengan output: SDM pariwisata yang memperoleh pelatihan untuk
pembekalan kerja dan masyarakat yang memperoleh fasilitasi dan
pembinaan peningkatan kapasitas SDM
• Pemasaran Pariwisata Wakatobi, dengan output: publikasi, promosi
terpadu, konten promosi wisata minat khusus, jejaring promosi wisata
minat khusus
• Pengembangan industri, usaha masyarakat dan investasi pariwisata
Wakatobi, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan digital,
pembiayaan startup, pembiayaan pasar modal, dan pembiayaan
pariwisata berkualitas, rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi
kreatif, advokasi dan pendampingan peningkatan realisasi investasi,
promosi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif, promosi investasi
pariwisata dan ekonomi kreatif, transformasi digital industri pariwisata
dan ekonomi kreatif, dan penerapan pariwisata berkelanjutan
• Keamanan, keselamatan, dan kemitigasian bencana Wakatobi, dengan
output: pelaksanaan operasi SAR Kota Kendari
A2 Kawasan Perkotaan Kecil
Kabupaten Konawe:
• A2: Kabupaten
Konawe (Morosi)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Kecil berbasis industri di Kabupaten
Konawe, dengan output: penyusunan masterplan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu di kota
kecil Kabupaten Konawe, penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas
transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan
yang akan dibangun, penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala
regional untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan,
bantuan pembangunan rumah susun untuk Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR) dan pekerja serta bantuan pembangunan rumah swadaya,
pemugaran permukiman kumuh, penataan kawasan perkotaan dengan
fokus pada penyediaan hunian layak dan terjangku serta pemenuhan
layanan dasar air minum, peningkatan kualitas lingkungan melalui
pemenuhan layanan persampahan, penanganan limbah dan penyediaan
ruang terbuka hijau
0,9
0,9
106,4
73,1
0,343 – 0,347
0,365 – 0,371
6,60 – 7,60
10,04 – 10,54
55,12
28,93
0,56
0,53
2,32 – 2,80
2,54 – 3,04
83,06
7,9 82,39
(Rata-rata
2025–2029)
9,1
(2029)
berkas 7, hlm. 57 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3
A4
Kawasan Industri
Pengolahan Hasil
Tambang Sulawesi
Tenggara
. A3: Kabupaten
Kottav,E
. A4: Kabupaten
Kolaka
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri pengolahan berbasis
mineral dan suEb€r daya alam (nikel dafl logam dasar) di Kabupat n
Konawe dan Kabupaten l(olala, melalui:
. Pembangunan/pengembangan infrastruktur jalan/jembatan, dengan
ouqat: Jel8,i Shor&zt Kawasan Industri Konaurc dan Jembatan
Tabanggcle - Pebunooha
. Pengembangan Industri Stainless Steel dengan output: hasil monitoring
pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian mineral dalam negeri
. Pengembangan Industri Nikel Sulfat, dengan output: Industri
smelter/pemurnian/pengolahan nikel hidrometalurgi yang termonitor
dan terevalua.si perkembangannya
. Pembangunan Industri Battery Pre rsc/'. Berbasis NMC (Nikel-Mangan-
Kobalt), dengan output: Industri battery precursor berbasis NMC yang
terfasilitasi dalam rangka peningkatan investasi
. Pengembangan Industri Katoda Berbasis Nikel, dengan output: industri
katoda nikel yang terfasilitasi dalam rangka peningkatan investasi
. Pengembangan Industri Battery Pack Berbasis NMC, dengan output:
industri baterai nasional yang terfasilitasi dala.E rangka penguatan
struktur industri dalam negeri
. Tata kelola industri nikel serta ketersediaan bahan baku dan energi,
dengan output: rekomendasi keprospekan sumber daya mineral
. Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkuler di industri nikel yang
sejalan dengan dokumen peta jalan dekarbonisasi industri nikel nasional
untuk mewujudkan komitmen JVet Zero Emissions (NZE) nasional
. Harmonisasi kebijakan industri nikel, d(,l&la'n output: kebijakan
penguatan industri logam berbasis pengolahan nikel
. Peningkatan penerapan standarisasi di industri nikel, dengan output:
standar dalam rangka mendukung ekspor dan pengawasan produk
. Penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pelatihan Sumber Daya
Manusia (SDM), dengan output fasilitasi pendampingan SMK yang link
and match dengan Industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan
reskilling, serta asessor lisensi dan asessor kompetensi
. Ketersediaan bahan baku industri logam dasar yang berkualitas dan
kompetitif, dengan oxrlcu ti neraca penyediaan dan permintaan besi baja,
baja paduan, dan produk turunannya nasional
. Kepastian pasokan dan harga energi untuk industri logam dasar, dengan
output: evaluasi pemanfaatan HGBT di industri logan dasar
. Peningkatan utilisasi kapasitas terpasang industri besi-baja, dengan
output: industri logam dalam negeri yang terfasilitasi dalam pemenuhan
kebutuhan logam infrastruktur untuk IKN
. Pengembangan Industri Special S'reel dengan output: Industri Special
Steel yang terfasilitasi dalam rangka peningkatan investasi
. Penurunan cas Rumah Kaca (GRK) di Industri Logam Dasa., dengan
ou,put Fasilitasi Investasi untuk Industri Pemotongan Scrap Irgaro
. Optimalisasi penerapan standardisasi di Industri Logam Dasar, dengan
output: Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Industri Logam
. Pembangunan, peningkatan dan preservasi jalan serta peningkatan
keselamatan angkutan darat, dengan output: pembangunan jalan akses
KI Konawe
. Pengembangan Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industrial Part dan
Kawasan Industri Virtue Dragon Nickel Industry
. Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
berkas 7, hlm. 58 OCR
No L.kasi Prioritas Hri?ru{?h, Indikasi Intervensi
BI
Kawasan Perkebunan
I(akqo Sulawesi Tenggara
. Bl: Kabupaten
Kolaka Utara
. 82: Kabupaten
Kolaka Timur
Pengembangan l(anlasan Perkebunan IGkao Sulawesi Tenggara dengan
penguatan produksi komoditas pertanian berorientasi nilai tambah, melalui:
. Oa Fa.m penguatan produksi komoditas pertanian bahan baku industri
prioritas, dengan oxPuti kawasan kakao, arca penanganan organisme
Pengganggu Tumbuhan (OPT) tananart perkebunan, alat dan Ecain
pertanian pra pancar sub s€lcor perkebunan
. Pembangunan dan pengembangan bandara, dengan output:
pembangunan Bandara I(ola,l(a Utara
B3
B4
B5
86
B7
88
B9
Kawasan Perikanan
Tangkap Sulawesi
Tenggara
. B.3: Kota Kendari
. 84: Kota Bau Bau
. Bsi Kabupaten
Buton
. 86: Kabupaten Muna
. 87: Kabupaten
Bombana
. 88: Kabupaten
Kolaka
. 89: Kabupaten Muna
' Barat
Pengembangan Kawasan Perikanan Tangkap Sulawesi Tenggara sebagai
ekonomi biru berkelanjutan di Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten
Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Bombana, Kabupaten n Kolaka dar
Kabupaten Muna Barat, melalui:
. Pengelolaan sarana prasarana produksi perikanan tangkap, dengan
output. alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
bantuan yang tersalurkan, pelabuhan perikanan terluar dal/atau
berwawasan lingkungan yang dikembangkan - Eco Fishing Port
. Penguatan logistik, pemasaran dan sistem rantai dingin produk
Perikanan, denSf]\ dtt?ut sarana penyimpanan produk kelautan
perikanan; sarana distribusi logistik produk kelautan perikanan; gudang
beku dan kelengkapannya
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dar perikanan,
de,i'g8(t output: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelautan
perikanan yang difasilitasi akses pembiayaan dan kemitraan usaha,
wirausaha kel,autan perikanan yang ditumbuhkan dan/atau dibina,
UMKM kelautan perikanan yanA difasilitasi dalam inkubasi bisnis,
pelaku usaha yang difasilitasi pembinaan diversifikasi produk bernilai
tambah, eksportir kelautan perikanan baru yang ditumbuhkan, promosi
usaha dan investasi kelautan perikanan, lembaga usaha kelautan
perikanan yang ditingkatkan kapasitas kelembagaan usaha
. Peningkatan produktivitas perikanan yang terintegrasi, modem dan
berkelanjutan, daligjsoi output. pelabuhan perikanan yang terintegrasi
dan bertaraf internasional yang dikembangkan, pelabuhan perikanan
terluar dan/atau berwawasan lingkungan yang diketlbaruk D,
pel,abuhan perikanan UP'I pusat dan PP perintis yang ditingkatkan
fasilitasnya untuk mendukung penangkapan ikan terukur
. Pengembangan klaster ikan nila salin, dengan output ikan konsumsi air
tawar hasil budidaya yang diproduksi, sarana budi daya ikan air tau,ar
yang disalurkan ke masyarakat, benih ikan air tawar yang disalurkan ke
masyarakat
. Revitalisasi tambak udang, d@gflrl @tpux klaster kawasan revitalisasi
tambak udang dan bandeng, benih udang yang disalurkan ke
masyarakat, irigasi perikanan yanA dikelola secara partisipatif, sarana
budi daya ikan air payau yallg disalurkan ke masyarakat
cl
c2
c3
c4
Kawasan Lumbung
Pangan Sulawesi
Tenggara
. Cl: Kabupaten
Bombana
. C2: Kabupaten
Kolaka Timur
. C3i Kabupaten
Konasrc Sel,atan
. C4: Kabupaten
Konawe
Pengembangan lumbung pangan Sulawesi Tenggara dengan hilirisasi
komoditas pertanian unggulan yang berkelanjutan, melalui:
. Penerapan teknologi dan penyediaan bahan baku bioindustri agro,
dengan or4zf kawasan kakao, kawasan karet, sarana pascapanen dan
pengolahan tanaman perkebunan, dan prasarana pascapanen da'r
pengolahan tanaman perkebunan
. Penguatan SDM pertanian dan pengembangan praktik pertanian
berkelanjutan, de'Igl,r output perguruan tin88i sadana terapan
pertanian, SMK pertanian, rekomendasi perlindungan I"P2B dan alih
fungsi lahan pertanian, dan bangunan konservasi air dan antisipasi
anomali iklim
berkas 7, hlm. 59 OCR
K INDONESIA
No Lokasi Prioritas .Eligrui?tu Indikasi Intervensi
Peningkatan produksi dan pascapanen pangan nabati, dengan output
alat dan mesin pertanian, sarana pengolahan dan pascapanen, dan
jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi
Penguatan pangan lokal, d@Ef,,l, output sarana pengolahan hasil
tarlaEalr pangan dan sarana pascapanen tanaman pangan
Penumbuhan dan pengembangan korporasi petani, daDlg t output:
kelembagaan ekonomi petani yang dikembangkan, fasilitasi dan
pembinaan lembaga peternakan, fasilitasi dan pembinaan nilai tambah
dan daya saing peternakan, Horticulture Development of Wldnd Areas
hokd., Integrated Coorporation Agriculture Resources Enpougnie\t
Pembangunan tampungan air, dengan output: Bendungan Pelosika a
Dl Kawasan Transmigrasi
D2 . Dl: KT Asinua,
D3 Kabupaten Konawe
. D2: I(T Anawua,
Kabupaten Kolaka
. D3: I(T Mutiara,
Kabupaten Muna
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Asinua di Kabupaten Konawe,
IGwasan Transmigrasi Anawua di Kabupaten Kolaka, dan Kawasan
transmigrasi Mutiara di Kabupaten Muna, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase,, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pengembangan hilirisasi rumput l,aut, melalui:
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri ruEput laut yang
berkualitas melalui peningkatan produktivitas sektor
hulu, dengan output: rekomendasi tata kelola bidang budi daya rumput
laut, bibit rumput laut kultur jaringan yang disalurkan ke masyarakat,
sarana budi daya rumput laut yang disalurkan ke masyarakat,
infrastruktur kawasan budi daya rumput laut - 'Ocean for Prosperity -
Infrastructure for Coral Reef Areas', dan klaster rumput laut berbasis
kawasan yang dibangun bagi masyarakat
. Pengembangan industri hilir rumput laut, dengan output: fasilitasi
investasi industri rumput laut bernilai tinggi (Karagenan (polisakarida),
Agar, Kosmetik, Biofuel, daIr Bioplastik) dan pengembangan Biostimulan
berbasis rumput l,aut
. Peningkatan rantai nilai n rumput laut, dengan output: memperkuat
koperasi rumput laut untuk memperkuat posisi tawar petani rumput
laut dan pengembangan jaringan infrastruktur pengolahan di dekat
sentra produksi nulput laut
. Peningkatan kapasitas tenaga kerja di Industri Rumput
Laut, dengan otQ&t pelatihan dan pendampingan pengolah rumput
laut terkait praktik produksi dan pelatihan manajemen usaha rumput
laut dengan memprioritaskan peran pcrcrrpuan
. Peningkatan dukungan fmaflsial bagi pembudidaya rumput
laut, dengan output insentif fiskal bagi petani yang menggunakan bibit
berkualitas dan menerapkan teknik ramah lingkungan dan penyediaan
sLcma kredit mikro dengan bunga rendah bagi petani dan pelaku usaha
rumput laut
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai melalui:
. Penguatan rantai pasok industri di dalam negeri (termasuk IKM), dengan
outputi hilirisasi grait untuk mendukung ekosistem industri Electric
Vehicle (EV) Nasional; fasilitasi dan pendampingan teknologi dan skill-set
bagi IKM tier 2 dan tier 3 untuk transisi kc teknologi EV
berkas 7, hlm. 60 OCR
-22s-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:,]
Pengembangan infrastruktur pengisian daya, dengan output: Insentif
untuk investasi SPKLU; Insentif untuk mendorong peningkatan daya
listrik rumah tangga.
Pengembangan ekosistem industri EV Industri KBLEB yang terfasilitasi
investasi, dengan output penyesuaian kurikulum pendidikan dan
pelatihan vokasi untuk transisi ke arah industri, perjanjian perdagangan
untuk kemudahan bahan baku litium, mangan, dan kobalt
Penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri Baterai, dengan output:
fasilitasi investasi untuk industri baterai recycliag
1
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Peningkatan konektivitas dan layanan transportasi Provinsi Sulawesi
Tenggara, melaluii
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan l,aut, dengan output.
pengembangan fasilitas Pelabuhan Lpuko, pengembangan fasilitas
Pelabuhan Sikeli, pengembangan fasilitas Pelabuhan Raha
. Pembangunan dan pengembangan bandara, dengan output:
pengembangan Bandar Udara Matahora, Wakatobi; pengembangan
Bandar Udara Sangia Nibandera, I(ol,aka; Pengembangan Bandar Udara
Betoambari, Kota Baubau.
. Penanganan konektivitas jo.lan mendukung wilayah tertinggal dan
perbatasan, de'ig,ul dtwt: Jalan Trans pada l8 Pulau Tertinggal,
Terluar, dan Terdepan Provinsi Sulawesi Tenggara
. Pembangunan jalan lingkar perkotaan, dengan output, Pembangunan
Jalan Perkotaan - Provinsi Sulawesi Tenggara
. Pengembangan angkutan uEuE massal perkotaan berbasis jalan,
dengan output pembangunan sistem angkutan umum massal
. Pembangunan, peningkatan dan preservasi jalan serta Peningkatan
keselamatan angkutan darat, de'igjm, output peningkatan keselamatan
angkutan darat dan pemenuhan fasilitas keselamatan jalan,
pembangunan jalan dengan ruas BTS. Ihb. Kolaka/Kab. Bombana-
Boepinang, Wolo-BTS. Ibta Kolaka, BoepinanfBambaea, pembangunan
jembatan strategis, peningkatan dan preservasi jalan daerah, terminal
barang dan pcnwtrpang, Pembangunan terminal barang internasional,
pengembangan terminal Tipe A
. Pembangunan Sarana Angkutan Penyeberangan, dang,,]r output:
pembangunan kapal penyeberangan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan
wilayah dan pemerataan pembangunan, mela.lui:
. Peningkatan penyediaan dan layanan listrik, dengan outputi
pengendalian pembangunan pembangkit listrik, ruDusan kebijakan
pembinaan BUMN dalam rangka kecukupan penyediaan cncrgi dan
tenaga listrik, pembangunan infrastruktur tratrr@isi dan interkoneksi
tenaga lbtrik s€rta infrastruktur gar:du induk, pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan konektivitas ketenagalistrikan dan digitalisasi, dengan
output pengawasan dan pengendalian efisiensi penyediaan tenaga
Listrik, jaringan transmisi, gardu induk, rekomendasi kebijakan transisi
energi global, pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga
belum berlistrik yang tidak Earapu atau berada di daerah 3T dalt
peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jam/hari;
. Dekarbonisasi dan pembangunan pembangkit tenaga listrik termasuk
terbarukan beban dasar dan variabel, de,i;ga,i output pembangunan
PLTMH dan PLTS, rekomendasi pengendalian pembangkit, pengendalian
pembangunan jaringan transmisi datl gardu induk;
. Penguatan infrastruktur telekomunikasi, dengan output OM Palapa
Prild- kerja badan usaha, dibangunnya 4C oleh operator,
berkas 7, hlm. 61 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
percepat€n teknologi dan pos digital, pembangunan transmisi, regulssi
dan dukungan infrastruktur digital
Perluasan jaringan telekomunikasi dan al(ses internet cepat, dengan
output penyediaan fiber optik pada daerah (kecamatan) di kawasan
prioritas, OM pusat monitoring telekomunikasi, pos dan penyiaran,
l,ayanan publik bidang telekomunikasi, kabupaten/kota yang difasilitasi
menerapkan infr asmrktur pasif bercaraa
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Perluasan layanan penyiaran digital
Pembangunan infrastruktur pembangkit tenaga listrik
Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
a
:l
1
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pemenuhan sarana dar prasarana dasar permukiman seperti air minum,
sanitasi aman, dan pengelolaan persampahan dari hulu ke Nlfu berbasis
ekonomi sirkular, melalui:
. Pemenuhan akses air minum aman terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan
output pembangunan SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM
regional, peningkatan SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM
regional, perluasan SPAM kabupaten/kota, pembinaan teknis bidang air
minum, dan fasilitasi pengembangan teknologi dan pengelolaan
peralatan bidang air minum
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan SPAM, dengan output.
pembinaan dan pengawasan pengembangan SPAM, daerah yang
difasilitasi dalam penerapan SPM urusan pekerjaan umum berdasarkan
tipologi daerah
. Percepatan pemenuhan akses sanitasi aman untuk berkelanjutan, dan
berketahanan iklim masyarakat, dengan ou,,/4x sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala regional, skala kota, skala permukiman,
dan bcf,barig masyarakat, serta sistem pengelolaan air limbah domestik
setempat skala kota
. Pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan produktif, dengar
output: rehabilitasi daerah irigasi multikomoditas
. Pengembangan kebijakan, teknologi dan fasilitas pengelolaan sampah
dengan prinsip sirkular, dengan out ut persiapan pembangunan
fasilitas pengolahan limbah 83 (E-Waste), pemanfaatan teknologi
zecycting plastik daur ulang, fasilitas pengelolaan sampah spesifik
. Penyediaan dan optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, dengan
oxQat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R daD
peningkatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST), jumlah fasilitas pengelolaan sampah spcaifk yang
terbangun, jumlah fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R oleh
pemerintah pusat yang terbangun, sistem pengelol,aan persampahan
skala regional, sistem pengelolaan persampahan skala kota, sistem
pengelolaan persampahan skala kawasan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan kapasitas sistem pel,ayanan kesehatan, termasuk penuntasan
TBC, pengendalian penyakit menular lainnya, Pencegahan dan penurunan
Stunting dan bantuan pangan bergizi bagi ibu ha,dl dan balita, melalui:
. Penyediaan dan penguatan pelayanan kesehatan bergerak dan digital,
dengan output pembinaan dan pendampingan pelaksanaan layanan
kesehatan bergerak, NSPK pelayanan kcachatan bergerak, penetapan
fasyankes pelaksana pelayanan telcEcdisin, peningkatan RSUD tipe D
menjadi C, dan penduduk penerima bantuan iuran PBI JKN
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, termasuk untuk
menekan angka kematian ibu dan anak, dengan output pelatihan
layanan ICISU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan
Kesehatan Ibu dan Anak), peningkatan kompetensi RS dan alat
kesehatan pelayanan KIA. fasilitasi pengelolaan manajemen proyek
berkas 7, hlm. 62 OCR
No Lokasi Prioritas .EftbruighJ Indikasi Intervensi
pcnEqatan pelayanan KIA, pemenuhan SPA dan
pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi dan pembinaan
kesehatan layanan kanker terpadu
pengampuan untuk
lembaga, dan alat
Peningkatan produki SDM kesehatan, dengan output rekomendasi
produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan pendidikan ppDS,
bantuan program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
penyusunan kebijakan pendayagunaan tenaga medis dan tenaga
kesehatan, pembinaan RS penyelenggara pendidikan utama, sarana
kcschatatr penunjang PPDS dan subspcsialis, dan bantuan biaya
pendidikan program studi/profesi/spesialis/subspesialis dengan wajib
penempatan
Penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting, dengan output, ibu
hamil dan balita yang mendapat makanan tambahan dari BuJF€r Stock,
tenaga kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan kapasitasnya,
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, keluarga yang mendapat
bantuan sosial] bersyarat, penyediaan PMT bagi ibu hamil dan balita
bermasalah gizi, dan layanan imunisasi pendukung pencapaian stunting
Penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular ('IBC,
HIV/AIDS, malaria), eliminasi penyakit tropis terabaikan Eustq), dengan
output alat, bahan, dan tenaga terlatih pencegahan/pengendalian, obat
dalt perbekalan program pengendalian, serta data dan informasi malaria;
bahan dan tenaga terlatih pencegahan/pengendalian, pelayanan
pengobatan, paket penyediaan alat dan rEagen, serta obat dan
perbekalan progam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS; tenaga
kesehatan terlatih untuk pencegahan dan pengendalian, layanan
Skrining mobile dg,i fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian,
serta alat, bahan, dan paket vaksin TBC; alat, bahan, dan tenaga terlatih
pencegahan/pengendalian, penyediaan obat dall logistik Multi Drug
Therapy (MDI), pendampingan dan pemantauan pengobatan, pemberian
obat pencegahan, dan pemantauan penderita kusta pasca pengobatan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penyediaan perumahan dan kawasan permukiman, melalui:
. Fasilitasi dan penyaluran subsidi/ bantuan pembiayaan perumahan,
peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru, dengan
output penycdi€8\ rumah khusus reguler dan Rumah Inti Tumbuh
Tahan Gempa (RI'I'TA), rumah susun hunian ASN/TM/polri dan
MBR/pekerja, fasilitasi subsidi dan bantuan uang muka, pembiayaan
nrEah swadaya dan pembiayaan mikro perumahan, fasilitasi
pembiayaan perumahan terjangkau dan berwawasan lingkungan
. Penyediaan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman, dengan
output Bantuan PSU Bidang Perumahan
. Penanganan permukiman kumuh, dengan output pemugaran dafl
peremajaan permukiman kumuh
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan pendidikan, pengembangan bidang STEAM serta penguatan
pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja yang sesuai dengan potensi
ekonomi lokal, melalui:
. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah dan perguruan tinggi
berbasis teknologi, dengan output sarana perguruan tinggi yang
direvitalisasi dan prasarana perguruan tinggi yang dibangun,
pemenuhan sarana dan prasa nra sekolah
. Pemagangan industri di dalam dan luar negeri, dengan output peserta
yang maSang di perusahaan di luar negeri, peserta yang magang di
perusahaan dalam negeri, dan koordinasi penyelenggaraan pelatihan
dan pemagangan bersama industri
. Pelatihan vokasi di sektor strategis yang didukung penjaminan mutu
dengan dltt ux pelatihan vokasi bidang dan
berkas 7, hlm. 63 OCR
REPIJELIK INDONESIA
-22A-
No Lokasi Prioritas lIlbruitht Indikasi Intervensi
perikanan, pelatihan vokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara, pelatihan
peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi industri upskilling dan
reskilling , PBK Provinsi Sulawesi Tenggara, penjaminan Eutu satuan
pendidikan, dokumen tracer study, rancangan Standar Kompetensi Kerja
Nasional lndonesia (SKKNI) sektor industri, pengembangan kurikulum
dan metode pcmbclajann, dan standar pelatihan berbasis kompetensi
Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, dengan output
SMK mengembangkan pusat keunggulan, mengembangkan proyek
kreatif dan kewirausahaan, mendapatkan pendampingan peningkatan
mutu, dan met geEbangkan pengajaran berbasis pabrik, SDM mengikuti
pendidikan menengah kejuruan industri, program kelas industri, dan
fasilitasi pendampingan link a',,d match SMK dengan industri
Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK, dengan output.
pelatihan kurikulum DUDI untuk guru kejuruan, upskilling dan
reskilling pendidik dan tenaga kependidikan, inovasi model pembelajaran
vokasi berbasis dunia kerja, prasarana dan sarana pendukung
pembelajaran, dan siswa SMK yang tersertifikasi
Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang Pendidikan
:'l
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosek) serta reformasi dan integrasi bantuan sosial, jaminan
sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif, melalui:
. Peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan output
bantuan kelompok usaha ekonomi masyarakat, Tenaga Kerja Mandiri
(TKM) pemula tematik, dan pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif dan revitalisasi dana sosial
keagamaan, dengan output: keluarga yang mendapat bantuan sosial
bersyarat, KPM yang memperoleh bantuan sosial sembako, warga
masyarakat rawan bencana sosial yang mendapat bantuan, dan lembaga
Amil Zakat dan Nadzir Wakaf yang dibina dan diperkuat literasi program
pengentasan kemiskinan
. Pengembangan tata kelola registrasi Regsosek, dengan output koordinasi
strategis registrasi sosial ekonomi dan jaringan komunikasi data dan
data center, penguatan regulasi, monitoring dar pemutakhiran data
hingga tingkat desa yang terintegrasi dengan SIPD, pengembangan
sistcro l,ayanan dan rujukan terpadu (SLRII, dan penataan sumber daya
manusia untuk lreEanlaatan data;
. Penguatan JKN dan perlindungan sosial adaptif, den{lat output
penduduk penerima bantuan iuran PBI JKN, koordinasi pelaksanaan
optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah, keluarga yang
mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang memperoleh bantuan
sosial sembako, dan korban bencana sosial dan non alam yang mendapat
bantuan.
. Pel,aksanaan bantuan energi dan pangan, dengan output: Gerakan
pangan murah yang dilaksanakan, stabilisasi pasokan dan harga
Pangan,
. Perluasan Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Nasional secara inklusif dengan output Pembinaan Kelompok Pekerja
Bukan Penerima upah dalam Pemahaman Program Jaminan Sosial
Tenaga Kerja;, Fasilitasi Dialog Regulasi Bidang Jaminan Sosial Tenaga
Kerja, Sosialisasi Program Jaminan IGhdangan Pekerjaan bagi Pelaku
Hubungan Industrial, Nelayan yang diidentifikasi identitasnya dalsn
rangka perlindungan nelayan
. Penyediaan layanan pengasuhan bagi anak, penyandang disabilitas,
l,ansia, dan kelompok rentan lain dengstr o,tpxt Layanan atas Pengaduan
Masyarakat terkait Pelanggaran Hak Anak, Lanjut Usia yang
mendapatkan Bantuan Permakanan, Disabilitas vanE
berkas 7, hlm. 64 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
No Ll(asi Prioritas Hr?rui?h, Indikasi Intervensi
mendapatkan Bantuan PerEakanan dan Anak YAPI yang mendapatkan
Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan kapasitas fiskal daerah melalui:
. Peningkatan optimalisasi pajak dan retribusi daerah, dengan output
Rekomendasi kebijakan PDRD, daerah dengan proporsi PDRD terhadap
PAD meningkat, dan basis data potensi PDRD
. Ekstensifikasi dan intensifikasi sumber-sumber pembiayaan non utang
yang inovatif, dengan output: penatausahaan BMD secara wajar, proporsi
kontribusi BUMD yang meningkat, dan Kerja Sama Pemerintah Daerah
dengan Badan Usaha (KPDBU)
. Pengembangan instrumen pembiayaan utang daerah, dengan output
daerah yang difasilitasi dal,h menerbitkan obligasi/sukuk daerah dan
memanfaatkan pinjaman daerah
berkas 7, hlm. 65 OCR
5.5 Provinsi Gorontalo
o
- 2 ,
v
Y k GORONTALO
. AP 2 BA P
L AA £
Sulawesi TN " Fa " 24 B2 “ ,
Tengah Pns Pad 9 L
9 s " B1 D1 1 Sulawesi
B4 LN ' 2 @G Utara
/ . 0 ta Gorontalo
B8 3@ ES B3 " B6 Ate Bs
A. Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Perkotaan Sedang Kota Gorontalo LEGENDA
1. Kota Gorontalo Kawasan
Pertumbuhan
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Swasembada
Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pangan, An en Energi
1. Kabupaten Gorontalo Kawasan Afirmasi
2. Kabupaten Gorontalo Utara Kawasan Konservasi dan
3. Kabupaten Boalemo (@ ibu Kota Provinsi
4. Kabupaten Pohuwato " Kota Provinsi
5. Kabupaten Bone Bolango ko) Bandar Udara
Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Kelapa @ pelabuhan
6. Kabupaten Gorontalo
7. Kabupaten Gorontalo Utara "— Jalan Nasional
Kawasan Sentra Garam «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
8. Kabupaten Pohuwato Batas Administrasi
D. Kawasan Afirmasi E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Pesisir dan Konservasi Teluk Gorontalo,
1. Kabupaten Gorontalo Utara dsk
Kawasan Transmigrasi (KT) 1. Kota Gorontalo
2. KT Sumulata, Kabupaten Gorontalo Utara 2. Kabupaten Gorontalo
3. Kabupaten Bone Bolango
4. Kabupaten Boalemo
5. Kabupaten Pohuwato
berkas 7, hlm. 66
IIEPUELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Gorontalo
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Sedang Kota Gorontalo
• A1: Kota Gorontalo
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan Kota Gorontalo, melalui:
• Pembangunan Kawasan Perkotaan Sedang Kota Gorontalo, dengan
output: penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan
yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu,
bantuan PSU perumahan, bantuan pembangunan rumah swadaya,
pembangunan rumah susun hunian untuk ASN/TNI/POLRI, MBR dan
pekerja, penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan, pemugaran, dan
pemukiman kembali permukiman kumuh, pengembangan sanitasi,
pembangunan dan peningkatan SPAM, pengembangan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat skala kota dan permukiman,
sistem pengelolaan persampahan skala kota, penguatan instrumen
peringatan dini bencana, preservasi jalan akses simpul transportasi
Jalan Kota Gorontalo - Limboto – Isimu, penyediaan dan peningkatan
layanan konektivitas transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik
kawasan perkotaan yang akan dibangun, penyediaan ruang terbuka
hijau, serta penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional
untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
• Penanganan Banjir Kota Gorontalo
B1
B2
B3
B4
B5
Kawasan Tanaman
Pangan dan Hortikultura
• B1: Kabupaten
Gorontalo
• B2: Kabupaten
Gorontalo Utara
• B3: Kabupaten
Boalemo
• B4: Kabupaten
Pohuwato
• B5: Kabupaten Bone
Bolango
Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi
Gorontalo, melalui:
• Pengembangan pangan nabati dan penguatan produksi komoditas
pertanian berorientasi nilai tambah, dengan output: area penyaluran
benih jagung dan padi, sertifikat benih jagung dan padi, kawasan padi,
kawasan aneka cabai, serta alat dan mesin pertanian
• Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, dengan output:
penuntasan pembangunan Bendungan Bulango Ulu, pembangunan
jaringan irigasi, dan rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi
• Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan output:
peningkatan jalan dan jembatan koridor logistik Paguyaman–Tabulo,
Isimu–Paguyaman, dan Taludaa–Pelabuhan Gorontalo, pembangunan
jalan koridor logistik, pembangunan jalan akses simpul transportasi,
serta pendampingan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha
(KPBU) terkait Pelabuhan Anggrek
• Penguatan SDM pertanian dan pengembangan praktik pertanian
berkelanjutan, dengan output: fasilitasi pemberdayaan masyarakat
perdesaan, pendidikan tinggi vokasi pertanian, pendidikan menengah
vokasi pertanian, rumah pengolah pupuk organik, dan pengembangan
lahan pertanian produktif
0,2
0,2
65,2
47,6
0,384 – 0,393
0,394 – 0,400
9,50 – 10,50
14,21 – 14,50
81,44
59,98
0,54
0,50
2,00 – 2,74
2,87 – 3,08
82,15
81,48 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
berkas 7, hlm. 67 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
86 Kawasan Perkebunan
97 dan Hilirisasi Kelapa
. 86: Kabupat n
Gorontalo
. 87: Kabupaten
Gorontalo Utara
Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Kel,apa, melalui:
. Peningkatan produksi dan produktivitas kelapa, dengan output kawasan
kelapa, sarana dan prasarana pascapanen, sarana dgn prasarana
pengolahan, dan produksi benih tanaman perkebunan
. Peningkatan daya saing produk Lel.na Jrang disertai peningkatan
industri pengolahan kelapa, dengan output pengembangan industri
pengolahan kelapa produk hilir, fasilitas pusat penyediaan bahan baku
industri tempurung dafl sabut kelapa, neraca komoditas kelapa,
pengembangan industri pengolahan kelapa, pendampingan pembiayaan
usaha mikro, peningkatan peluang investasi, dan optimalisasi
pemanfaatan teknologi
B.8 Kawasan Sentra Garam
. 88: Kabupaten
Pohuwato
Pengembangan Kawasan Sentra Garam, melalui:
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output korporasi
petambak garam yang dikembangkan, verifikasi penyaluran distribusi
garam industri ke industri, pendampingan industri pengolahan garam
dalam negeri dal,an pemenuhan spesifikasi industri aneka pangan,
farmasi, dan kosmetik
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output sarana
niaga garam rakyat dan lahan garam yang difasilitasi
DI Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. Dl: Kec. Gentuma
Raya, Kec. Tomilito,
Kec. Ponelo
Kepulauan, Kec.
Anggrek, Kec.
Monano, Ikc.
Sumalata Timur,
Kec. Birau, dan IGc.
Tolinggula,
Kabupaten Gorontalo
Utara
Pembangunan kawasan perbatasan di Kecamatan Perbatasan Prioritas,
melalui Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output,
pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan energi, pelayanan
pendidikan, pelayaran kesehatan, maupun layanan konektivitas,
pengawasan pelaksanaan BBM I harga, dan pembangunan jalan daerah
tertinggal daIr perbatasan
D2 Kawasan Transmigrasi
. D2: Kawasan
Transmigrasi
Sumalata,
IGbupatcn Gorontalo
Utara
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sumalata di Kabupaten Gorontalo
Utara, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi asct (tanahl transmigrasi, dengan oupxf fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1
E2
E3
E4
E5
Kawasan Pesisir dan
Konservasi Teluk
Gorontalo, dsk
. El: Ituta Gorontalo
. E2: Kabupaten
Gorcntalo
. E3: Kabupaten Bone
Bolango
. B+: Kabupaten
BoaleEo
. E5: Kabupaten
Pohuwato
Penguatan pengelolaan dan pemanfaatan Kawasan Konservasi Teluk
Gorontalo dan sekitarnya melalui:
. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan wisata kawasan konservasi
perairan, dcogan output kawasan konservasi perairan yang operasional,
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya,
destinasi wisata alar! yang dikembangkan sarana dan prasarananya,
dan ,asilitasi usaha ekonomi produktif masyarakat dalam pemanfaatan
Jasa wEata
. Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem,
dengan qi?fi, rekomendasi penetapan status Geopark nasional dan
pengembangan pola pendanaan pengembangan Geopark
hutan dan
dipulihkan,
vegetatif
1 Rehabilitasi hutan dan lahan, dengan output rehabilitasi
l,aharr secara vegetatif di Daerah Aliran Sungai (DASI yang
dan rehabilitasi Daerah Tampungan Air (DTA) danau secara
berkas 7, hlm. 68 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
No L,okasi Prioritas Ht?ru{?ht Indikasi Int rveu8i
Pengendalian daya rusak air, dengan outpf pembangunan
pengendalian banjir dan pcnmmatr pesisir pantai
Peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dan layanan
peringatan dini bencana, dengan output Sarana search ald rescue (S:ARI
rafting boat, prasarana SAR, pembangunan ekosistem aksi did,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, penguatan respons
sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat, dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
Provinsi Gorontalo Pengembangan pe rukiEan yang didukung dengan pemenuhan akses air
minum dan sanitasi aman, pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir,
peningkatan kapasitas dan jaringan listrik, serta penguatan dan perluasan
infrastruktur telekomunikasi, melalui:
. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) terintegrasi hulu
ke hilir, dengan output: pembangunan, peningkatan, dan perluasan
SPAM Regional, Kabupaten/Kota, dan berbasis masyarakat
. Pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat dan
setempat, dengan output: sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat skala regional, skala kota, ska.la permukiman, dan berbasis
masyarakat, serta pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi
. Peningkatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST) dan penerapan ekonomi sirkular secara partisipatif,
dengan output sistem pengelolaan persampahan skala regional, skala
kota, skala kawasan, dan berbasis masyarakat, fasilitas pengelolaan dan
pengolahan sampah berbasis 3R dan Tempat Pengelolaan Sampah
Terpadu (TPST), pemanfaatan teknologi r€cgclirg pl,astik daur ulang,
pembangunan dan pembinaan bank sampah induk dan masyarakat
pengelola sampah
. Penerapan ekonomi sirkular secara partisipatif, dengan output fasilitas
pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis 3R, pemanfaatan
teknologi ,?cycli4g plastik daur ulang, pembangunan dan pembinaan
bank sampah induk dan masyarakat pengelola sampah
. Pembangunan dan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik
energi terbarukan, dengan output. pembangkit listrik tenaga mini hidro
(PLTM) dar pengawasan-evaluasi pembangunan infrastruktur
penyediaan listrik
. Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan, dc'nga,n output.
pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik
yang tidak mampu
. Perluasan jaringan t telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
outt ut Kerja sama Badan Usaha, OM BTS 4G/Lastmile, Fasilitasi
penerapan infrastruktur pasif bersama, OM ak8cs internet, OM SATRIA
l. Layanan publik bidang telekomunikasi, Sirtcm perizinan
telekomunikasi (OM), Perangkat pengukuran QoS telekomunikasi dan
penyiaran, dan Pusat monitoring telekomunikasi, pos dan penyiaran
. Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan ouwx
Sosialisasi informasi kebijakan di bidang perdagangan melalui sistem,
inisiatif baru bimbingan teknis pelaku usaha PPMSE dan PSP di bidang
PMSE, dan fasilitasi literasi digital sektor pertanian dan perikanan
. Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output pembangunan
transmisi dan multipleksing, penyediaan dan pemeliharaan fasilitas
teknik, peralatan teknik produksi dan penyiaran, penyediaan
infrastruktur teknologi informatika, rru ttblatfon r OTT, manajemen arsip
digital, revitalisasi perangkat siaran, dan prasarana digital broadcasting
system (DBS dan OM)
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
berkas 7, hlm. 69 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Gorontalo Penguatan konektivitas dan layanan transportasi yang integrasi dengan
pengembangan wilayah untuk mendukung aktivitas ekonomi melalui:
. Penguatan konektivitas jalan, dengan output peningkatan jalan dan
jembatan koridor logistik PaguyanraFTabulo, Isimu-Paguyaman, dan
Taludaa-Pel. Gorontalo, pembangunan ja.lan koridor logistik,
pembangunan jalan ak3ca EiEpul transportasi, datr pembangunan
Gorontalo A er Ring Road (GORR) segmen 3
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan, de,rgpdr output
pendampingan KPtsU Pelabuhan Anggrek dan Pelabuhan penyeberangan
. Penguatan infrastruktur konektivitas udara, dengar output
pengembangan bandar udara
Provinsi Gorontalo Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan, dan tata kelola pelayanan
kesehatan melalui:
. Penyediaan dan penguatan pel,ayanan kesehatan bergerak dan digital,
dengan output pembinaan dan pendampingan pelaksanaan layanan
kesehatan bergerak, Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK)
pelayanan kesehatan bergerak, penetapan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan (Fas'yankes) pelaksana pelayanan telemedisin, peningkatan
RSUD tipe D menjadi C, dan penduduk penerima bantuan iuran (PBI)
jaminan kesehatan nasional (J(N)
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, de'igF,J, output:
pelatihan l,ayanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan
Kesehatan Ibu drn Anak), peningkatan kompetensi RS dan alat
kesehatan pelayanan KIA, fasilitasi pengelolaan manajemen proyek
penguatan pelayanan KIA, pemenuhan sarana, prasarana, dan alat
kesehatan (SPA) dan pengampuan untuk pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi
dan pembinaan lembaga, dan alat kesehatan layanan kanker terpadu
. Penurunan kematian ibu dan anak melalui seluruh persalinan dilakukan
di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat
deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan kegawatdaruratan ibu
dan anal
. Peningkatan produksi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dengan
output: rekomendasi produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan
pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), bantuan
program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
penyusunan kebijakan pendayagunaan tenaga medis dan tenaga
kesehatan, pembinaan RS penyelenggara pendidikan utama, sarana
kesehatan penunjang PPDS dan subspesialis, dan bantuan biaya
pendidikan program studi/profesi/spesialb/suhpesialis dengan wajib
IrcneEpatan
Provinsi Gorontalo Penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular (TBC,
HIV/AIDS, malaria), eliminasi penyakit tropis terabaikan (kusta), serta
pencegahan dan penurunan stunting melalui :
. Pengendalian penyakit Malaria, dengan output alat, bahan, dan t naga
terlatih pencegahan/pengendalian, obat dan perbekalan program
pengendalian, serta data dan informasi malaria
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output: bahan den tenaga
terlatih pencegahan/pengendalian, pelayanan pengobatan, paket
penyediaan alat dan reagen, serta obat dan perbekalan program
pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
. Peningkatan upaya pencegahan TBC, dengan output tenaga kesehatan
terlatih untuk pencegahan dan pengendalian, l?yfran slr'irliag mobile
dan fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian, serta alat, bahan,
dan paket vaksin TBC
. Pengendalian penyakit Kusta, danga,i auq)ut alat, bahan, dan tenaga
terlatih pencegahan/pengendalian, penyediaan obat dan logistik Multi
Drug Therapy (MDTI, pendampingan dan pemantauan pengobatan,
pemberian obat pencegahan, dalr pemantauan penderita kusta pasca
pengobatan
berkas 7, hlm. 70 OCR
-23s-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan intervensi spesifik dan sensitif str.ding, dengan output Ibu
Hamil dan balita yang mendapat makanan t tambahan dari BrlIer Stock,
Tenaga Kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan kapasitasnya,
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, keluarga yang mendapat
bantuan sosial bersyarat, penyediaan makanan tambahan (PMT) bagi ibu
hamil dan balita bermasalah gizi, dan layanan imunisasi pendukung
pencapaian stzntir4,
Provinsi Gorontalo Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai dengan potensi ekonomi
lolG.l melalui:
. Pel,atihan vokasi di sektor strategis yang didukung penjaminan mutu
pendidikan, dflq!$ autpuX revitalisasi sarana dan prasarana sekolah
dan madrasah pada seluruhj€ojang pendidikan, pelatihan vokasi bidang
pertanian dan perikanan, pelatihan vokasi di Provinsi Gorontalo,
pelatihan peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi industri upsk trng
dan ,€sloflirg, pelatihan berbasis kompetensi (PBKI Provinsi Gorontalo,
penjaminan mutu satuan pendidikan, dokumen taoez study, rancangan
Standar Kompetensi lcrja Nasional Indonesia (SKKM) sektor industri,
pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran, dan standar
pelatihan berbasis kompetensi
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, danga,i output
SMK mengembangkan pusat keunggul,an, mengembangkan proyek
kreatif dan kewirausahaan, mendapatkan pendampingan peningkatan
mutu, dan mengembangkan pengajaran berbasis pabrik, SDM mengikuti
pendidikan menengah kejuruan industri, program kelas industri, dan
fasilitasi pendampingan Enk and l'l/,,tdt s,MK dengan industri
. Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK, de,iigo,i output
pelatihan kurikulum dunia kerja dunia usaha (DUDI) untuk guru
kejuruan, upskilling dN reskilling pendidik dan tenaga kependidikan,
inovasi model pembelajaran vokasi berbasis dunia kerja, prasarana dan
sarana pendukung pembelajaran, dan siswa SMK yang tersertifikasi
Provinsi Gorontalo Pengentasan kemiskinan dengan pen ujudan satu sistem Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsos€k), penyaluran bantuan sosial adaptif, serta pemberdayaan
masyarakat melalui:
. Penguatan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
dengan output pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial, data
terpadu kesejahteraan sosial, mrrstah& yang diselaraskan datanya, dan
aparatur yang mengikuti pcngcrabanaan perencanaan dan standar
pelayanan minimal (SPM)
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
dengan output peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga p€ncriEa manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
kerja mandiri rIXM) pemula, pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan, dan bantuan alat dan mesin pertanian pra panen
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan output penerima
bantuan iuran PBI JKN, keluarga yang mendapat bantuan sosial
bersyarat, mahasiswa yang mendapat Kartu Indonesia Pintar (KP)
kuliah, KPM yang memperoleh bantuan sosial scrobal<o, penyediaan
Elpiji 3 kg yang tepat sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik
korban bencana alara
Provinsi Gorontalo Peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditas perikanan dan
peternakan, melalui:
. Pengembangan sarana penunjang logistik, prasarana perikanan
tangkap, dan sistem rantai dingin produk perikanan, denga,i output.
pelabuhan perikanan yang dikembangkan, sarana penyimpanan,
gudang beku, sarana distribusi logistik, alat dan sarana penangkapan
ikan, dan kendaraan pemasaran ikan.
. Peningkatan daya saing guEber daya manusia pcdJrcdia jasa logistik,
kelembagaan, usaha kelautan dan perikanan, dengan output: diklat
pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya ikan air laut,
peningkatan eksportir kelautan perikanan baru, peaatrtquan sosial
ekonomi kelautan perikanan, pelatihan D€tueas
berkas 7, hlm. 71 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
kesyahbandaran, serta pendampingan pelaku se-ktor industri Eaka.lratt,
laut, dan perikanan.
Kerja sama perluasan pasar, pcngeEbarEan koperasi, serta rantai pasok
ekspor produk perikanan, d(rry'Irt ouwt promosi usaha, investasi
strategis KP termasuk komoditas TCT (fu na-Cakalang-Tongkol) terpadu,
pelatihan intensif bootcanp dan magang baai pengurus dan pengelola
koperasi, penguatan sistem pengawasan koperasi, serta keda sama
internasional bidang kelautan dan perikanan,
Peningkatan kualitas dalt kuantitas hasil peternakan serta pengendalian
dan penanggul,angan penyakit ternak, deryan output bantuan pakan,
bibit dan bcdih ternak un8Sul, sertifikasi benih/bibit ternak, ternak
ruminansia potong dan perah, alat dan mesin sub sektor peternakan,
pembinaan dan pengawasan mutu, sarana prasarana kesehatan hewan,
dan l,ayanan optimalisasi reproduksi.
berkas 7, hlm. 72 OCR
5.6 Provinsi Sulawesi Barat
/ " Sulawesi HN
/1 | Tengah )
F8 D4 bs:
| , 1.
B4 a | SULAWESI
7 pe
D3 B5
ui
Hn LEGENDA
E4 O PT SA P P r Kawasan Komoditas Unggulan
N- PP ag db | Aa Jab
AL ” B7 Oa aj emng " Kawasan Swasembada
9... F. 3 3 LAIN Pangan, Air, dan Energi
Kawasan Afirmasi
4 D5 “ un Kawasan Konservasi dan
LI : KK N “ (@! ibu Kota Provinsi
&5 : B6 B3 ad 1 , ko) Bandar Udara
4 B1 AJ ko) Pelabuhan
D1 D2 | L me Jalan Nasional
Aa (“ O, Sulawesi ss“: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
9 3 3 Selatan N Batas Administrasi
|)
B. Kawasan Komoditas Unggulan .
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Perkebunan Kakao dan Kopi
1. Kabupaten Polewali Mandar ,
2. Kabupaten Majene Kawasan Konservasi
3. Kabupaten Mamasa Kawasan Konservasi dan Pengembangan Pulau
4. Kabupaten Pasangkayu Kecil .
5. Kabupaten Mamuju Tengah 1. Kabupaten Mamuju
Kawasan Perikanan Budidaya Kawasan Rawan Bencana ,
6. Kabupaten Polewali Mandar Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Makassar
7. Kabupaten Mamuju Strait Sulawesi Barat
2. Kabupaten Majene
3. Kabupaten Polewali Mandar
D. Kawasan Afirmasi 4. Kabupaten Mamuju
5. Kabupaten Pasangkayu
Kawasan Transmigrasi (KT)
1. KT Ulumanda, Kabupaten Majene
2. KT Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar
3. KT Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah
4. KT Sarudu Baras, Kabupaten Pasangkayu
5. KT Mambi Mahelaan, Kabupaten Mamasa
berkas 7, hlm. 73
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
B1
B2
B3
B4
B5
Kawasan Perkebunan
Kakao dan Kopi
• B1: Kabupaten
Polewali Mandar
• B2: Kabupaten
Majene
• B3: Kabupaten
Mamasa
• B4: Kabupaten
Pasangkayu
• B5: Kabupaten
Mamuju Tengah
Pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan, serta hilirisasi
komoditas pertanian unggulan yang berkelanjutan serta implementasi
pertanian berketahanan iklim melalui :
• Penguatan akses pasar dan pembiayaan pengembangan komoditas
pertanian dan keturunannya, dengan output: pendampingan dalam
sertifikasi produk mutu pestisida, pupuk dan produk tanaman pangan,
hortikultura dan perkebunan
• Peningkatan produksi pangan nabati, dengan output: penyediaan alat
dan mesin pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan, jaringan
irigasi tersier yang direhabilitasi, optimasi lahan, alat dan mesin
pertanian pra panen sub sektor perkebunan
• Penguatan pasca panen pangan nabati, dengan output: dukungan
penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan dan sarana pengolahan
hasil tanaman pangan
• Pengembangan kawasan dan benih padi biofortifikasi, dengan output:
pengembangan kawasan padi kaya gizi (biofortifikasi)
• Pengembangan korporasi petani, nelayan, pembudi daya ikan, dan
petambak garam, dengan output: pendampingan lembaga yang
teredukasi akses pembiayaan, investasi, jaringan pemasaran dan ekspor
dan kelembagaan ekonomi petani yang dikembangkan
• Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia pertanian muda,
dengan output: pembentukan lembaga pendidikan menengah vokasi
pertanian, pendidikan tinggi vokasi pertanian diploma tiga (D-III), dan
pendidikan tinggi vokasi pertanian sarjana terapan (D-IV)
• Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output:
penyusunan rekomendasi perlindungan LP2B dan pengendalian alih
fungsi lahan pertanian dan bangunan konservasi air dan antisipasi
anomali iklim
• Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan
B6
B7
Kawasan Perikanan
Budidaya
• B6: Kabupaten
Polewali Mandar
• B7: Kabupaten
Mamuju
Pengembangan komoditas perikanan budidaya, melalui :
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat, dengan output: pengembangan
kampung perikanan budidaya, pengembangan jumlah klaster kawasan
revitalisasi tambak udang, dan jumlah kluster komoditas unggulan air
laut berbasis kawasan
• Pengembangan input produksi perikanan budi daya, dengan output:
produksi calon induk ikan air payau, ikan air laut, dan udang, produksi
pakan ikan untuk operasional UPT, produksi sampel monitoring
penyakit ikan yang diuji, jumlah benih ikan payau, ikan air laut dan
udang, penyaluran calon induk ikan payau, ikan air laut, dan udang
yang disalurkan ke masyarakat, jumlah benih ikan payau, ikan air laut,
0,3
0,3
58,7
43,8
0,332 – 0,336
0,345 – 0,349
4,97 – 5,97
9,00 – 9,73
76,22
61,65
0,54
0,51
1,07 – 1,76
1,41 – 2,00
85,32
84,82 5,5
(Rata-rata
2025–2029)
6,3
(2029)
berkas 7, hlm. 74 OCR
E]:FFIIitrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
dan udang ke masyarakat, dan pengujian sampel Sir4€lllaaoe Resistensi
Antimikroba (AMU/AMR) ikan air payau, ikan air l,aut, dan udang.
Peningkatan sarala dan prasarana pengolahan, sistem rantai dingin,
dan logistik perikanan, de'J:glN, o,tq,ux penyediaan sarana sistem rantai
dingin hasil KP, pembangunan unit pengolahan ikan (UpD,
pengembangan sarana distribusi logistik produk KP dan sarana
distribusi logistik produk KP.
DI
D2
D3
D4
D5
Kawasan Transmigrasi
(Kr)
. Dli I(T t luEsnda,
Kabupaten Majene
. D2: KT Tubbi
Tararnalru,
Kabupaten Polewali
Mandar
. D3: KT Tobadak,
Kabupaten Mamuju
Tengah
. D4: KT Sarudu
Baras, Kabupaten
Pasangkayu
. D5: KT Mambi
Mehalaan,
Kabupaten Mamasa
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Ulumanda di Kab. Majene, Kawasan
Transmigrasi 'I\rbbi TaraEanu di Kab. Polewali Mandar, Kawasan
Transmigrasi Tobadak di IGb. Mamuju Tengah, Kawasan Transmigrasi
Sarudu Baras di Kab. Pasangkayu, dan Kawasan Transmigrasi Mambi
Mehalaan di l(ab. Mamasa, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dsr sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1 Kawasan Konservasi dan
Pengembangan Pulau
Kecil
. El: Kabupaten
Mamuju
Pengembangan dan pengelolaan wisata bahari pada kawasan konservasi
perairan dan ekosistem pesisir, melalui:
. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan wisata kawasan konservasi
perairan, dengan output kawasan konservasi perairan yang operasional,
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya,
destinasi wisata alan yang dikembangkan sarprasnya, dan fasilitasi
usaha ekonomi produktif masyarakat dalam pemanfaatan jasa wisata
. Peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dan l,ayanan
peringatan dini bencana, dengan output Sarana SAR rafting boat,
prasarana search and rescue (SAR), pembangun& ekosistem aksi dini,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, penguatan respons
sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat, dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
. Peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil
. Pengelola wisata alam dan wisata bahari secara berkelanjutan
. Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata bahari
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi sektor pariwisata bahari
E2
E3
E4
E5
Kawasan Rauratr Bencana
G€Epa Bumi Makassar
Strait Sulawesi Barat
. E2: Kabupaten
Majene
. E3: Kabupaten
Polewali Mandar
. F.4i Kabupaten
Marauju
. E5: Kabupaten
Pasangkayu r
Pengelolaan risiko bencana kawasan rawan bencana gempa bumi di
Makassar Strait, melalui:
. Peningkatan upaya pencegahan, mitigasi dan resiliensi masyarakat
terhadap bencana, daryf,,r ouwt peDl rsunan Peta kawasan rawan
bencana gempa bu.Ei, pcnlrcdiaan peralatan monitoring dsnpak akibat
gempa bumi dengan p€f,alata,r intensitymDter d8,,, a@lerogrdph@clal'ui
IDRIP, penyediaan peralatan monitoring gempabumi dan tsunami
melalui Indonesia Dbastf,,- Resiuien@ Initiatives Project (IDRIB , fasilitasi
d8r pelayanan informasi gempa bumi dan tsutrarIi melalui Sekolah
Lapang Gempa Bumi (SLG) wilayah timur
. Pendampingan penanganan kedaruratan bencana, dengan output
penerapan l,ayanan pemerintah saat tanggap darurat dan pascabencana,
bantuan kepada korban bencana alar! berupa bantuan logistik tanggap
darurat, dan terselenggaranya operasi penanggulangan kebakaran
hutan dan lahan melalui pemadaman darat
berkas 7, hlm. 75 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a Pel,ayanan peringatan dini multiancaman bencana gempa brEri, dengan
ouq)ut. terpasangnya instrumentasi peringatan dini, persentase
kecepatan informasi iklim dan kualitas udara dan terlaksananya
pembinaan penguatan respons sistem peringatan dilli bencana berbasis
masyarakat
Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan sciseik
Penerapan Ivatu/a.Ilased. Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami
3
Provinsi Sulawesi Barat Peningkatan kualitas ekosistem gambut, melalui:
. Pemulihan lahan gambut, d@gl,J, ouwt: pemulihan lahan gsrtbut di
areal penggunaan lainnya, pelaksanaan Program Gambut Lestari,
Program Desa Mandiri Peduli Gambut, dar penilaian kinerja lingkungan
untu.k pengelolaan ekosistem gambut
. Pengelolaan data dan informasi lahan ga.mbut, dengan output:
penyediaan data dan informasi Kesatuan Hidrologis Gambut
Provinsi Sulawesi Baret Pengembangan hilirisasi rumput l,aut, melalui:
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri rumput laut yang
berkualitas melalui peningkatan produktivitas sektor hulu, dengan
oLtprtj penJ rsunan rekomendasi tata kelola bidang budi daya rumput
laut, bibit rumput laut kultur jaringan yang disalurkan ke masyarakat,
sarana budi daya rumput l,aut yang disalurkan kc masyarakat,
infrastruktur Kawasan Budidaya RuEp\t Laut. - 'O@d for Ptospentv -
Infrastructure f$ Coral Reef Areas', dan klaster ru-mput laut berbasis
kawasan yang dibangun bagi masyarakat
. Pengembangan industri hilir rumput l,aut, dengan output. fasilitasi
investasi industri rumput l,aut bernilai tinggi (Karagenan (polisakarida),
Agar, Ibstnetik, Bilrruel, dan Bioplastik) dan pengembangan Biostirlulaa
berbasis rumput laut
. Peningkatan rantai nilai rumput l,aut, dengan ouquti penguatan koperasi
ruEput laut untuk memperkuat posisi tawar peta rumput laut dan
pengembangan jaringan infrastruktur pengolahan di dekat sentra
produksi rumput l,aut
. Peningkatan kapasitas tenaga kerja di industri rumput laut, dengan
outputj pelatihan dan pendampingan pengol,ah rumput laut terkait
praktik produksi dan pelatihan manajemen usaha nrEput laut dengan
memprioritaskan peran perempuan
. Peningkatan dukungan finansial bagi pembudidaya rumput l,aut, dengan
output: pe,letEqJo,i sistem insentif fisl(.l bagi petani y€Dg menggunakan
bibit berkualitas dan menerapkan teknik ramah lingkungan dan
penyediaan sl(ema kredit mikro dengan bunga rendah baai petani dan
pelaku usaha rumput l,aut
Provinsi Sulawesi Barat Pengembangan industri mesin dan perlengkapan, melalui:
. Pengembangan industri alat pertanian, de,iigta,J, output: pengembangan
industri alat mesin pertanian yang terfasilitasi dalam rangka penguatan
mekanisasi pertanian nasional
. Peningkatan adopsi teknologi, riset, dan inovasi bidang pertanian dan
perkebunan, d.,iE!N, output: pengembangan model percontohan
pertanian modem, purwanrpa Budidaya Tanaman yang dihasilkan,
purrrarupa budidaya ternak yang dihasilkan, purrrarupa hilirisasi
produk pertanian yang dihasilkan, terlaksananya uji ter"ap metode
pengujian mutu benih, kelompok tani yang mendapatkan diseminasi
melalui percontohan teknologi pertanian, kelompok tani yang terfasilitasi
program IPDMIP, pembangunan irigasi perpipaan pertanian untuk
penambahan areal tanam, pembangunan bangunan konservasi air dan
antisipasi anomali iklim untuk penambahan areal tanam
. Fasilitasi pengembangan industri padat karya terampil, d€,iraan output
pengawasan dafl pengendalian terhadap pemenuhan dan kepatuhan
kebijakan di bidang perindustrian sektor industri makanan, hasil laut,
dan perikanan
berkas 7, hlm. 76 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Sulawesi Barat Penguatan layanan transportasi, infrastruktur konektivitas (konektivitas
jalan, konektivitas darat, konektivitas laut, serta konektivitas udara) dan
sarana penunjang logistik untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan
pembangunan, melalui:
. PenarEsnanjalan daerah, dengan output: pembangunan jalan/jembatan
daerah dan preservasi jalan/jembatan daerah
. Peningkatan keselamatan angkutan darat, de'ig8ur output pelaksanaan
kampanye/sosialisasi/promosi keselamatan lalu lintas dan angkutan
js.lan dan pengembangan/pemasangan fasilitas keselamatan jalan dan
daerah yang menyusun rencana aksi keselamatan lalu lintas dan
angkutan jalan
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, dengan output
pembangunan/pengembangan pelabuhan simpul utama
. Pengembangan bandara dengan output pengembangan bandara Tampa
Padang (I(ab. Mamaju) dan Bandara Sumarorong (Kab. Mamasa)
. Pembangunan jaringan distribusi dan terisolasi serta listrik pedesaan,
deng.n output. peningkatan pasokan tenaga listrik daE pemasangan
sambungan bam listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
Provinsi Sulawesi Barat Peremajaan kota (urban renewal g€.c8Ea inklusif dan terpadu, serta
pemenuhan sarana dan prasarana dasar permukiman seperti air minum,
sanitasi a.man, dan pengelolaan persampahan dari hulu ke hilir berbasis
teknologi tepat guna, penguatan infrastruktur ketenagalistrikan, serta
penguatan dan perluasan infrastruktur telekomunikasi, melalui :
. Pemenuhan akses air minum aman terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan
output pembangunan SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM
regional, peningkatan SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM
regional, perluasan SPAM kabupaten/kota, pembinaan teknis bidang air
minum, dan fasilitasi pengembangan teknologi dan pengelol,aan
peralatan bidang air minum, termasuk pada SPAM Regional Polewali
Mandar-Majene
. Penguatan tata kelola dar kapasitas kelembagaan SPAM, den8laD outl,4t
pembinaan dan pengawasan pengembangan SPAM, daerah yang
difasilitasi dalam penerapan SPM urusan Pekerjaan umum berdasarkan
tipologi daerah
. Percepatan pemenuhan akses sanitasi aman untuk berkelanjutan, dan
berketahanan iklim masyarakat, dengan output pengembangan sistem
pengelolaan air limbah domestik terpusat skala regional, skala kota,
skala permukiman, dan berbasis masyarakat, serta sistem pengelolaan
air limbah domestik setempat skala kota
. Pengelolaan sumber daya aif berkelanjutan dan produktif, dengan
output rehabilitasi daerah irigasi multiLomoditas
. Fasilitasi peningkatan kualitas rumah, de'i,g,,I output pemugaran,
peremajaan, serta yang dilakukan pemukiman kembali di p€!'EukiEan
kumuh
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenia.l dan generasi z
. Peningkatan penyediaan dan layanan listrik, dengan output
pengendalian pembangunan pembangkit listrik dan pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi, pembangunan
infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik serta
infrastruktur gardu induk, dan perluasan cakupan layanan
ketenagalistrikan
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
output: persentase P/o) pelaksanaan program direktorat layanan
telekomunikasi dan informatika badan usaha dalam rangka
pemanfaatan kapasitas Da.laDa ring barat 70 persen, palapa rino tengah
berkas 7, hlm. 77 OCR
No Lokasi Prioritas Hr?rulbfu Indikasi Int rvensi
45 pers€n, palapa ring timur 45 p€rs€o, dengan seruice level agreencnt
(SLA) minimal 95 pcf,scn dan jumlah lokasi Jrang memperoleh sinyal
telekomunikasi bergerak seluler (base transceiver station/lastmile 4Gl di
wilayah pelayanan universal telekomunikasi dan informatika (kuDulafi0
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan ouwt
pembinaan pada Fasilitator/Enabler Digital PMSE, pelaksanaan
pemantauan/monitoring bimbingan teknis pada pelaku usaha PPMSE
dan PSP di bidang PMSE, dan peningkatan literasi masyarakat di bidang
digital
Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output: pembangunan
EansErisi, pengadaan infrastruktur teknologi informatika datl media
baru, dan l,eEsntaua[ terjadinya dounLri"l€ siaran (tidak lebih dari 7 janr
o€r bulanl
:,]
Provinsi SulawEsi Barat Percepatan pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistem
Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), penyaluran bantuan sosial adaptif,
serta pemberdayaan masyarakat terutama pada perdesaan dan daerah
afirmasi, melalui:
. Revitalisasi dana sosial keagamaan untuk pengentasan kemiskinan,
dengan output penyelarasan data mustahiq dan data kemiskinan
regsosek, pembinaan dan penguatan lembaga amil zakat dan nadzir
wakaf, lembaga dana amal paramita, lembaga amal kasih Katolik, dan
lembaga amal sosial kristiani terkait program pengentasan kemiskinan,
pembedayaan rumah tangga miskin melalui kampung ZISWAF
. Penguatan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
dengan auqrut. pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial, data
terpadu kesejahteraan sosial, mustahiq yang diselaraskan datanya, dan
aparatur yang mengikuti pengembangan perencanaan dan standar
pelayanan minimal (SPM)
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
derrgi8trr output: peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga penerima manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
kerja mandiri (TKM) pemula, pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan, dan bantuan alat dan mesin pertanian pra panen
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dc,nga'n output pemberian
bantuan iuran PBI JKN, pemberian bantuan sosial bersyarat,
penyediaan Kartu Indonesia Pintar (KJP) bagi EahaEirna, KPM yang
memperoleh bantuan sosial sc,3bako, penyediaan Elpiji 3 kg yang tepat
sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik korban bencana alam
Provinsi SulawEsi Barat Penguatan sistem tata kelola pendidikan vokasi (SMA, SMK dan Politeknik)
untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang difokuskan untuk
mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian dan perkebunan,
melalui:
. Pemerintah daerah yang dibina d.lAm mengoptimalkan p.raanfaata[
anggaran pendidikan, dengan output pendampingan p€oiEtkatan mutu
pada sekolah menengah atas (SMA)
. Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah Jrang mendapatkan
pendampingan dalam peningkatan kualitas, dengan output
pendampingan program sekolah penggerak
. Penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik dan pendidik, dengan
output pendampingan dalqE rangka menuntaskan perundungan,
kekerasan seksual, dan intoleransi pada ekosistem pendidikan di
kabupaten/kota
. Revitalisasi Sarana Pendidikan (PHTC), dengan output penyediaan
prasarana SMAKN
. Revitalisasi sarana dan prasar"ana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, de/nga,n output
p€iryrmbangan SMK sebagai pusat keunggulan, pengembangan
pendidikan produk kreatif dan di SMK, pendampingan
berkas 7, hlm. 78 OCR
No Lokasi Prioritas H{?rurah, Indikasi Intervensi
a
peningkatan mutu darr pengajaran berbasis, pabrik Teaching Factory di
SMK
Peningkatan kapasitas dar pemerataan pendidik SMK, &,rgln output
pelatihan kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia keda
bagi guru kejuruan, pengembangan inovasi model pembelajaran vokasi
mengacu pada dunia kerja, dan pendampingan kepada pendidik dan
tenaga kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling d& reskilling
berstandar industri
Sertifikasi Kompetensi siswa SMK/MAK, d.rryan output penguatan
persiapan program magang luar negcfi dan fasilitasi sertifikasi
kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia keda
Provinsi Sulawesi Barat Penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan (pemenuhan sarana
prasarana dan alat, tenaga medis dsrr tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan), melalui:
. Peningkatan kapasitas puskesmas dan unit pelayanan kesehatan di
tingkat desa/kelurahan serta pelayanan kesehatan di daerah sulit aksca,
denga,i output pengukuran dan pelaporan mutu puskesmas,
penyediaan sarana, pemenuhan alat kesehatan, peningkatan
keterampilan kader kesehatan, pemantauan keaktifan posyandu,
revitalisasi posyandu dan pemberdayaan masyarakat, pembinaan
pelayanan berbasis gugus pulau di wilayah kepulauan, dan pembinaan
RS Kapal di wilayah kepulauan
. Peningkatan produksi, pendayagunaan, dan kapasitas SDM kesehatan,
denga,i output akselerasi rekomendasi produksi dokter dan dokter
spesialis, bantuan program pendidikan SDM kesehatan, pembinaan dan
pengawasan SDM kesehatan, dan pelatihan strategis SDM kesehatan di
RS Pemerintah
. Penguatan tqta kelola dan kepesertaan JKN, dengan output: koordinasi
pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah,
pemberian bantuan iuran PBI JKN, dan pemberian bantuan iuran
kepada Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja
(BP)
. Penurunan kematian ibu dan anak melalui seluruh persalinan dilakukan
di fasilitas pel,ayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat
deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pel,ayanan kegawatdaruratan n ibu
dan enek
Provinsi Sul"awesi Barat Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pengendalian penyakit,
melalui:
. Penguatan intervensi spesifik stunting dan sensitif stunting, dengan
ouq t ibru hamil dan balita yang mendapat makanan tambahan dari
Butet s,ack, Tenaga Kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan
kapasitasnya, Infrastruktur air minum berbasis masyarakat, keluarga
yang mendapat bantuan sosial bersyarat, penyediaan makanan
tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi, dan layanan
imunisasi pendukung pencapaian stunting.
. Peningkatan upaya pencegahan TBC, dengan output tenaga kesehatan
terlatih untuk pencegahan dan pengendalian, layanan skrining mobile
dan fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian, serta alat, bahan,
dan paket vaksin TBC.
. Pengendalian penyakit Kusta, dengan output dukungan penyediaan alat,
bahan, dan tenaga terlatih pencegahan/pengendalian, penyediaan obat
dan logistik MDT, pendampingan dan pemantauan pengobatan,
pemberian obat pencegahan, dan pemantauan penderita kusta pasca
pengobatan.
berkas 7, hlm. 79 OCR
6. Wilayah Maluku
6.1 Provinsi Maluku
(NX » DS
N ' N AN Kota Ambin MPN Es “..
BA Rata . MALUKU
Va AY
Et A13 .
1 LEGENDA
f — 5 D5 03 6 Ar,
- “.3 “PAN Kawasan Pertumbuhan
"ea he |
, Goa ) . Kawasan Komoditas Unggulan
3 4 / Kenesan Swasembada Pangan, Air
e 4 | Y
. 0, , $ ) Pa Kawasan Afirmasi
: 7 Pa Kawasan Konservasi dan Rawan
. “G0 - tar/ C6
3 p2.— yA Bo (@) wu Kota Provinsi
rb & 2 9
. . "2 @ Bandar Udara
9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan
Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata @
1. Kawasan Pariwisata Banda Neira — Kab. Maluku Tengah mma Jalan Nasional
Kawasan Industri Pemanfaatan Gas Bumi mmm Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Kawasan Pemanfaatan Gas Bumi (Blok Masela) - Kab. Kepulauan Tanimbar Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
3. Kota Kecil Berkarakter Khusus Banda Neira — Kab. Maluku Tengah
4. Kawasan Perkotaan Sedang Ambon - Kota Ambon
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
. 1 , Kawasan Perbatasan
Gentra Industri Berbasis Han NN PKSN dan Wilayah Pendukung
1 -ahia Antena 1. PKSN Saumlaki, Kec. Tanimbar Selatan dan Kec. Tanimbar Utara — Kab.
2. Kota Tual Kepulauan Tanimbar
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT, 2 ad na ga Da sana
Kecamatan Perbatasan Prioritas
Udang, dan Lobster 1 5 . , ,
. 3. Kec. Kei Besar Selatan, Kei Besar, Kei Besar Utara Timur, Kei Besar
3. Kab. Seram Bagian Barat
Selatan Barat -— Kab. Maluku Tenggara
4. Kab. Maluku Tengah : , AN #
4. Kec. Aru Tengah Timur, Aru Tengah Selatan, Aru Selatan Timur, Sir-Sir —
5 Kab. Maluku Tenggara
6. Kab. Kepulauan Aru Kab. Kepulauan Aru
| | 5. Kec. Pulau Dullah Selatan — Kota Tual
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan, 6. Kawasan Perdesaan Waeapo Agropolitan Berbasis Komoditas Unggulan
Air, dan Energi Padi — Kab. Buru
1. Kab. Buru: potensial pangan, potensial air E. Kawasan Konservasi
2. Kota Ambon: potensial energi . . .
3. Kab. Maluku Tengah: potensial pangan, 1. KKN Laut Banda, TWA Gunung Api Banda, KK Perairan di Pulau Ay dan
potensial air Pulau Rhun — Kab. Maluku Tengah
4. Kab. Seram Bagian Barat: potensial 2. KKD Pulau Kei Kecil - Kab. Maluku Tenggara
energi 3. KK Perairan Buano — Kab. Seram Bagian Barat
5. Kab. Maluku Tenggara: potensial pangan 4. KK Kepulauan Aru bagian Tenggara — Kab. Kepulauan Aru
6. Kab. Kepulauan Tanimbar: potensial air 5. KK Perairan Kepulauan Lease -
- Kota Ambon dan
- Kab. Maluku Tengah
berkas 7, hlm. 80
SK No25l254A
Sasaran Pembangunan Provinsi Maluku
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Banda
Neira (Kab. Maluku
Tengah)
Pengembangan kawasan pariwisata Banda Neira di Kab. Maluku Tengah
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: penanganan jalan
daerah, peningkatan fasilitas pelabuhan dan dermaga
• Peningkatan daya tarik pariwisata alam, sejarah, dan budaya banda,
dengan output: pengembangan desa wisata, pengembangan atraksi
wisata budaya, penyediaan prasarana bidang pariwisata dan
kebudayaan, pendukungan event daerah, pembangunan pusat informasi
kepariwisataan, termasuk konten peta wisata (tourism map) yang
berkualitas, serta pemanfaatan cagar budaya dan aset sejarah
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: penyediaan akomodasi dan restoran yang
berkualitas, kios cinderamata, pengembangan pasar tematik wisata,
serta penyediaan layanan kesehatan wisatawan
• Pengembangan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi dan pembinaan masyarakat lokal yang
tersertifikasi di bidang pariwisata, penguatan tata kelola desa wisata dan
kampung adat
• Penguatan dan perluasan promosi dan pemasaran, dengan output:
promosi terpadu secara nasional dan internasional, serta pembangunan
jaringan pengetahuan dan media rekonstruksi diplomasi budaya jalur
rempah
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: peningkatan akses pembiayaan, literasi bisnis
dan mutu produk IKM/UMKM, pembentukan dan pembinaan BUMDes
dan koperasi berbasis pariwisata, perikanan, dan perkebunan
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Blok Masela
(Kab. Kepulauan
Tanimbar)
Percepatan pemanfaatan gas bumi untuk industri di Kab. Kepulauan
Tanimbar (Blok Masela) melalui:
• Penyiapan wilayah kerja pengembangan, dengan output: penetapan
wilayah kerja pengembangan gas bumi dan wilayah keprospekan migas
• Pengembangan infrastruktur dan teknologi pengolahan dan
pemanfaatan gas bumi, dengan output: pembangunan jaringan gas bumi,
sarana prasarana produksi pemanfaatan gas bumi, serta penyiapan
pembangunan infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan
transmisi/distribusi gas
• Penyiapan kapasitas SDM, dengan output: pembangunan sarana
prasarana dan program studi pendidikan tinggi vokasi berbasis industri
migas
• Penyiapan pembangunan sarana dan prasarana luar kawasan, dengan
output: pembangunan SPAM, SPAL, sistem pengelolaan sampah, akses
internet, jaringan listrik, serta pembangunan RTH dan ruang terbuka
publik
0,3
0,3
50,5
34,8
0,239 – 0,243
0,282 – 0,287
8,03 – 9,03
13,01 – 13,51
100
42,88
0,52
0,49
5,07 – 5,57
5,55 – 6,03
83,10
7,3 82,43
(Rata-rata
2025–2029)
8,4
(2029)
berkas 7, hlm. 81 OCR
No L,okasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
. A3: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Banda Neira (Kab.
Maluku Tengah)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Banda Neira melalui:
. Penataan ruang kota, dengan output penetapan RDTR dan RTBL,
penataan lanskap dan pembangunan fasilitas rekreasi, termasuk
diantaranya penyediaan udgli^dir\g, pembangunan prcma\ad.e
sepanjang pantai, pctlg€rab{l8an shared-street, street furniture, da,n
manajemen lalu lintas di kawasan perkotaan
. Peningkatan citra kota, deng.n output pemanfaatan cagar budaya
lodaptiw reuse) sesuai branding kawasan, penguatan promosi mela.lui
media cetak, elektronik, dan media lainnya di dalam dan luar negeri
. Peningkatan sauana prasarana dasar perkotaan, dengan output
peningkatan SPAM, SPAL, drainase, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
l,ayanan penyiaran digital, penyediaan akses internet dan listrik berbasis
EBT, penataan kawasan, serta peremajaan/pemugaran permukiman
kumuh, bantuan pembangunan rumah swadaya, serta penyediaan
fasilitas asrama pendidikan
. Penguatan peran kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akscs simpul transportasi,
pembangunan/peningkatan jalan desa strategis, serta pengembangan
bandar udara dan pelabuhan
. Peningkatan tatq kelola pelayanan publik, dengar output:
pengembangan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap yang transparan dan
akuntabel, serta penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) digital
A4 Kawasan Pertumbuhan:
. A4: Kawasan
Perkotaan Sedang
Ambon (Kota Ambon)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Ambon melalui:
. Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output rencana induk (masterplan)
. Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
. Peningkatan sarana prasarana pel,ayanan dasar perkotaan, dengan
output pembangunan dan peningkatan jalan, transportasi umum
massal perkotaan, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik dan TIK, PSU
bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R, perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan penyiaran
digital, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan oxPuf penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
BI
B2
B3
84
B5
86
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol, udang,
dan lobster)
Penyiapan pengembangan s€dtra industri berbasis komoditas tuna-
cakalang-tongkol, udang, dan lobster melalui:
. Penguatan sentra produksi perikanan, de'i,g8ur output peningkatan
sarana prasarana penangkapan ikan
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi,, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, de,rgFm output pengembangan
industri pengol,ahan, diversifikasi produk perikanan, peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikalt (T?tl, pengembangan rantai dingin,
distribusi logistik, penjaminan mutu produk perikanan, perluasan
ckapor dan promosi produk pcrika[on, pembentukan/pengembangan
dan pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan perdaraphgan pengembangan industri,
dengan output pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapan kurikulum liat a[d match dargan dunia kerja
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kampung nelayan
Sentra Industri
. Bl: Kota Ambon
. B2: Kota Tual
Sentra Produki
. 83: Kab. Maluku
Tengah
. 84: I(ab. Seram
Bagian Barat
berkas 7, hlm. 82 OCR
No L.kasi Prioritas .Eftbruigh, Indikasi Intervensi
85: Kab. Maluku
Tenggara
86: Kab. Kepulauan
Aru
dar desa perikanan cerdas (smart Jtshenbs village), *rfq penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
Peningkatan aarana prasarana pendukung, dengan output
pengembangan dan peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan, serta
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intcmet cq)at
Pengembangan rhet dan inovasi teknologi, dengan oztpxt peningkatan
penerimaan bantuan pendanaan penelitian r,/,,,ohi^g fuqil (BOPTN
penelitian) terkait riset hilirisasi produk perikanan, serta penerapan
telqtolod ekonomi digital
Provinsi Maluku Pengembangan aksesibilitas dan konektivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dafl sosial masyarakat intra dan antar pul,au melalui:
. Pembangunan dan petringkatanjalafl strategis,jalan Eanq dan jalan 3T,
dengll,t output, pembangunan Jalan Trans Buru, Seram, Moa, dan
Yamdena, penanganan jalan daerah dan jalan 3T di antaranya di Pulau
Kci Besar, Kepulauan Aru, serta peningkatan jalan mendukung akses
pelabuhan laut (Pel,abuhan Ambon dan Pelabuhan Amahai)
. Pengembangan pelabuhan dsr penyediaan jaringan pelayaran, dengan
orrpr.t peningkatan fasilitas Pelabuhan Dobo, Pel,abuhan Mahaleta,
Pelabuhan Eray, Pelabuhan Marsela, Pelabuhan Namrole, Pelabuhan
Banda Eli, dar Pelabuhan Sofyanin, pelayaran kapal Ro-Ro,
penyelenggaraan layanan transportasi laut dan penyeberangan perintis,
serta pengembangan Pelabuhan Ambon sebagai simpul transhipment
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bando:a, dengan
output pengembangan Bandara Pattimura, Bandara Kufar, Bandara
Langgur, dan Bandara Dobo, pengembangan sgqplaae dan penerbangan
perintis mendukung konektivitas wilayah perairan
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, sertqjadntan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat, serta
layanan penyiaran g,tal
Kota Ambon
(perikanan)
Kota Tual (p€rikanan)
Kab. Maluku Teogah
(padwisata dan
ekonoei lceati0
I(ab. Kepulauan
TaEiEbar (industri
migas)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wil,ayah (perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif, industri. serta
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan Dl,rDI melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, rcrta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas Pendidikan dall Balai Latihan Kerja (BHq
. Pengembangan prog:am studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yatrg mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan Euhr dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenaga kependidikan vokasi, serta tenaga kependidikan yana
mengikuti Lpslolliag d8r reskilling berstandar industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan o{rPuf
pendidikan tinggi dsn vokasi yang mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitas kelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yatlg bermitra
dengan dunia kerja
1
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
Penguatan kawasan swasembada pattgal berbasis tanaman pangan (padi,
ubi, dan kedelai) dan pangan akuatik/ bfuerood berbasis perikanan budidaya
dan perikanan tangkap, melalui:
berkas 7, hlm. 83 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
c5 Cl: Kab. Bum (padi,
pangan akuatik)
C3: Kab. Maluku
Tengah (padi,
kedelai, pangan
akuatik)
C5: Kab. Maluku
Tenggara (ubi,
rumput laut)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Kepulauan Aru
(sagu)
. I(ab. Kepulauan
Tanimbar (padi)
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
Pangan tinggi
s) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dal/atau
Indd<s lGtehanen
Pangan rentan atau
sangat rentan
. Penguatan produksi, dengan output: optimasi kawasan pertanian padi,
kedel,ai, dan ubi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPl)
tanaman pangan, penyaluran benih ikan, serta revitalisasi lahan
tambak, revitalisasi lahan budidaya sesuai zonasi, serta pengembangan
unit produksi bibit berkualitas dan penyaluran bibit rumput laut
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dcogan ou,p&t peningkatan jalan usaha tani, pembangunan
embung pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan
jalan akses menuju sentra pangan loka.l, serta penyediaan sarana pra,
pascapanen, dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan, pengadaan
gudang lumbung pangan, serta peningkatan sarana dan prasarana
penangkapan ikan dan akuakultur
. Penguatan kapasitas SDM (petani, nelayan, dan pembudidaya ikan),
de,i,ga,i output. penguatan dan pelatihan kelompok tani GAP (Good
Agriculture hadi@q, GHP (Good Handling tuocAi@q, dan PHT
(Pengendalian Hama Terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership petani,
nelayan, dan pembudidaya ikan pada aset dan lembaga yang telah
dibentuk, serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, deng,,A output
pengembangan dan penguatan inkubator koperasi, serta peningkatan
sistem logistik pangan lokal
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan sagu dan padi,
penguatan kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman
pangan, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, pemberian bantuan
pangan dalam rangka pengendalian kerawanan paflEa!, peningkatan jalan
usaha tani, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi, serta
penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil tanaman pangan
C2 Kawasan Potensial
C4 Swasembada Energi:
. C2: Kota Ambon'
. C4: IGb. Seram
Bagian Barat'
Kawasan Rendah
elektrifikasi:
. Kab. Scf,ara Bagian
TiEurs
. Kab. Kepulauan
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel, serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBTI sesuai dengan potensi
daerah dan dedicsclhasi, df,]jga,J. output pembangunan pembangkit
listrik tenaga EBT berbasis biomassa (PLTBio dan surya (PLTS),
pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), pemetaan potensi EBT
lainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik,
serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, de,J;ga,i output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju l,eEban8kit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui Ircrluasaa
cakupan layanan keteE galirtsikan, dc\g,,i,, output pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belu.E berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
banEkitan EBT tinggi
*') Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah atau
P€ricDtarc rumah
tangga yang tinggi
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bukan
listrik
berkas 7, hlm. 84 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
c1
c3
c6
I(aE asan Potensial
Swasembada At:
. Cl: Kab. Buru'
. C3: Kab. Maluku
Tengah*
. C6: IGb. Kepulauan
Tanimbar*
I(an'aran Rawan Air:
. Kab, Maluku Barat
Daya*
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan air tinggi
**) Indikasi lokasi yang
memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan swasembada air, terutama di pulau-pulau kecil
Eclalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan Bendungan Way Apu, Bendungan Way Yori dsn
Bendungan Tanimbar
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku a.lternatif, dengan output pembangunan embung, penyediaan
infrastruktur desalinasi air laut di pulau-pulau kecil, serta pengeboran
sumber air di daerah terpencil rawan air
D1
D2
D3
D4
D5
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah
Pendukung:
. Dl: PKSN Saumlaki,
serta Kec. Tanimbar
Selatan dan Kec.
Tanimbar Utara (Ikb.
Kepulauan
Tanimbar
. D2: PKSN Ilwaki
(I(ab. Maluku Barat
Daya)
KccaEatafl Perbatasan
Prioritas:
. D3: Kec. IGi Besar
Selatan, Kei Besar,
IGi Besar Utara
Timur, Kei Besar
Selatan Barat (Kab.
Maluku Tenggara)
. D4: Kec. Aru Tengah
Timur, Aru Tengah
Selatan, Aru Selatan
Timur, St-Sir (Ikb.
Kepulauan Aru)
. D5: Kec. hrl,au
DuUah Selatan (Kota
Tual)
Penguatan kac,asa[ perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Saumlaki dan ns,aki, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, dengan output penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, peningkatan akses internet dan listrik, serta pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pengembangan
sentra perikanan budidaya terutaEa di PKSN, deaga,I output
peningkatan pelabuhan perikanan di lokasi SKPT (SKPT Saumlaki dan
SKPT Moal yang dikelola dan operasional sesuai standar, penyaluran
sarana budidaya ikan ke masyarakat, pengembangan rumah bibit dan
penyaluran bibit rumput laut, peningkatan kapasitas masyarakat di
bidang kelautan dan perikanan di kaqraEan perbatasan, serta
peningkatan fasilitas Pel,abuhan Tepa, Eray dan Mahaleta, serta fasilitasi
sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Penataan ruang kawasan dan pcflanAgulsngan bencana kawasan
perbatasan, de'rglDn auwt. pen] rsunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Maluku
. Penguatan tata kelola pemerintahan, de,rg,m output piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN
berkas 7, hlm. 85 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?tu Indikasi Intervensi
D6 Kawasan Afirmasi
I(a$,asart Perdesaan
Prioritas
. D6: Kawasan
Perdesaan Waeapo
Agropolitan Berbasis
Komoditas Unggulan
Padi (Kab. Buru)
Pengembangan Kawasan Perdesaan Waeapo Agropolitan Berbasis Komoditas
Unggulan Padi melalui:
. Penyediaan layanan dasar ska.la desa dan perdesaan, serta perlindungan
sosial yang sesuai standar, dengan output penyediaan rumah layak
huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem drainase, dan pengelolaan
sampah berbasis 3R, serta pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output: pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal,
dan lan qiput pembentukan/pengembangan &n pendampingan
IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan agropolitan
dan produk unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dengan output fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalam pengembangan agropolitan
Penguatan sekolah
berpola asrama dan
sekolah terbuka:
. I&b. Buru Selatan
. I(ab, Kepulauan Aru
(Daerah Tertinggal)
. IGb, Maluku Barat
Daya (Daerah
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
. Ihb. Kepulauan
Tanimbar (PKSN
Saumlaki)
Penguatan sekolah
terbuka:
. Kab. Maluku
Tenggara
. Kota Tual
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan sekolah berpola asrama,
sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk sekolah terbuka, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan,
&ngF(r output: penataan guru dikdas dan dikmen serta peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti inovasi
pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas d,En dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output. pemberian progra.m Indonesia pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, pemberian
beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan pendidikan tinggi
(adik), serta fasilitasi daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan anak usia sekolah dan remaja
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, de,]jgut output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah, pcrabaflgunan
gedung a$ama beserta kelengkapannya, serta peningkatan akscB
internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh
o Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dalr akredita.si pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah sct opat, dengan
ortput pcngeEbaruan kurikulum dan sist€ra penjaminan mutu
pendidikan, pengembangan model kurikulum yang adaptif dan
kontekstual
Provinsi Maluku Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya loka.l, diantaranya di
Kawasan Banda Neira melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan da/rgaa output.
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan perobhaan
lembaga kebudayaan
berkas 7, hlm. 86 OCR
rEIrHrfilTIfil.-IIf+TA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya,
fasilitasi peningkatan penulisan sejarah lokal, serta monitoring dan
evaluasi pelestarian cagar budaya, aset sqarah dan budaya,
penyelenggaraan event diplomasi cagar budaya dan objek pemajuan
kebudayaan (OPK), dan pelestarian objek diduga cagar budaya (ODCB)
dan OPK
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output: event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event fiLm dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta elred prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
I(ab. Buru
I(ab. Buru Selatan
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan
kualitas RS dan pengembangan pendekatan khusus layanan kesehatan di
daerah sulit akses termasuk pelayanan kesehatan bergerak (mobile ,1@,dlth
services) melalui:
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, de,iigj,o, outputi
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi, pengadaan peralatan kesehatan dan
pendukungnya untuk rumah sakit, penyediaan sarana, prasarana, obat,
dan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak
da,r telemedicine, serta peningkatan infrastruktur TIK untuk mendukung
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis, dengan output:
penugasan kfruEus tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes
primer dan pelayanan kesehatan bergerak, serta pendayagunaan dokter
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
denga'r output, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis s
pel,aksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pel,ayanan kesehatan
bergerak, dengan output penyediaan moda transportasi berbasis
perairan yang terintegrasi dengan moda transportasi eksisting
. Pemberian hs€ntif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga kesehatan
I(ab. Seram Bagian
Timur
Kab. Kepulauan Aru
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
tr(ab. Maluku Barat
Daya (Daerah
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
Kab. Kepulaua!
Tanimbar
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas
dan PKSN SauE aki)
Kota Tual
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Layanan Unggulan RS:
Seluruh Kab/Kota
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab. Maluku
Tenggara
. IGb. Maluku Tengah
. Kab. Kepulauan Aru
. Kota Tual
Penanganan Penyakit
Malaria: 8 kabupaten di
Provinsi Maluku
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TtsC, dengan or@ut penyediaan
tcoaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
Lay€rlan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, deng8,i output
penyediaan alat dan bahan kcrchatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, serta peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA,L
. Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan output penyediaan
tcnara kesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih serta
berkas 7, hlm. 87 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penanganan Penyakit
ISPA:
. Kab. Maluku TEngah
. Kab. Maluku Barat
Daya
. I(ota Ambon
. Kota Tual
Penanganan Penyakit
pneumonia:
. I(ab. Buru
. IAb. Kepulauan Aru
. I(ab. Seram Bagian
Timur
. I(ab. Maluku Barat
Daya
Penanganan Penyakit
rabies:
. Kab. Kepulauan
Tanimbar
. Kab. Maluku Tengah
. Ihb. Seram Bagian
Barat
. Kab. Maluku Barat
Daya
. Kota Ambon
Penanganan penyakit
kusta: Provinsi Maluku
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia, dengan output
peningkatan layanan intensifikasi penemuan kasus dan deteksi dini
pneumonia dan peningkatan alat dan bahan kesehatan untuk deteksi
dini dan pencegahan pneumonia
Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, serta tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Elirlinasi penyakit rabies, dcn8an output penyediaan obat dan
perbekalan kesehatan serta penyediaan obat hewan
Provinsi Maluku Penguatan percepatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
perbaikan gizi lainnya melalui:
. Peningkatan gizi, dengan output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dili buffer stock, *rta
implementasi Program Gizi Seimbang dar Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-An k Minum Susu, serta Penambahan Vitamin
. Peningkatan akrca air minum dan sanitasi layak da,l aman, dcngan
ouPut peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu den anak, dengan
output. penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dsn
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
:') WPP 714 (perbatasan
perairan dengan
Timor Leste)
WPP 715 (perbatasan
pera an dengan
Australia)
Penguatan pertahanan keamanan melalui peningkatan kerja sama
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
bernama, serta pemberantasan praktik IUU Fishing melalui:
Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, d€.r{larl ouwx
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
SK No25l27l A
berkas 7, hlm. 88 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbruiqh, Indikasi Intervensi
Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antarpihak dengan negara-negara
tetangga seperti Timor Leste dan Australia
Penguatan tata kelol,a d€[ kelembagaan, dengan output: operasionalisasi
lembaga pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara
republik Indonesia WPPNRI), pemberantasan perburuan liar,
pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta IUU
(illegal, unreported, unregulated fishing.
Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output revitalisasi sara.na prasarana ocrta perawatan armada
pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP)
EI
E2
E3
FA
E5
Kawasan Konservasi:
. Et: KKN Laut Banda,
TWA Gunung Api
Banda, KK Perairan
di Pulau Ay dan
Pulau Rhun (Kab.
Maluku Tengah)
. E2: KKD Pul,au IGi
Kecil (I(ab. Maluku
Tenggara)
. E3: KK Perairan
Buano (Kab. Seram
Bagian Barat)
o Bl: KK Kepul,auan
Aru bagian Tenggara
(Kab. Kepulauan Aru)
. E5: KK Perairan
Kepulauan Lease
(Kota Ambon dan
Kab. Maluku Tengah)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, pengendalian kebakaran di kawasan konservasi, serta
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output. inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawas€rt
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, ocrta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Pengembangan potensi geopark di TwA Gunung Api Banda, dengan
output pengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata dan
fasilitasi usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat
Provinsi Maluku Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, s€f,ta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat ddam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dcngafl dnput penguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan aarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air datr antisipasi anomali iklim,
penerapan tudfitre-bdsed. solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dcDgan output
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, s€rtq perlindungan jalur jelajah ratq,a
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, delqlan output pemulihan
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan
berkas 7, hlm. 89 OCR
6.2 Provinsi Maluku Utara
317 ta MALUKU
PA Co SNN UTARA
“ dal S d M
: Kota Si aa y |
5 N ad
Krn" LEGENDA
SN TI Pf s Kawasan
SN A n Pertumbuhan
Ae LX Ng 23, Kawasan Komoditas Unggulan
Liu y 8 K Ss badi
AN Pa awasan Swasembada
CX ho X3 ” Pangan, Air, dan Energi
— 1. » Kawasan Afirmasi
aa Kawasan Konservasi dan
£ N » Ng Ta Rawan Bencana
f | | Se. aan Bar » Nan (@ Ibu Kota Provinsi
" 1 @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan Ko) Pelabuhan
Kawasan Industri mm Jalan Nasional
1. KI Buli - Kab. Halmahera Timur «1 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. KI Weda Bay -— Kab. Halmahera Tengah Batas Administrasi
3. KI Pulau Obi — Kab. Halmahera Selatan
Kawasan Pariwisata
4. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perkotaan
5. Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba — Kab. Pulau Morotai
6. Kawasan Perkotaan Weda — Kab. Halmahera Tengah
7. Kota Baru Sofifi — Kota Tidore Kepulauan
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Kelapa Kawasan Perbatasan
1. Kab. Halmahera Barat PKSN dan Wilayah Pendukung
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kelapa 1. PKSN Daruba dan Kec. Morotai Utara — Kab. Pulau Morotai
2. Kab. Halmahera Utara Kecamatan Perbatasan Prioritas
3. Kab. Halmahera Selatan 2. Kec. Patani Utara - Kab. Halmahera Tengah
4. Kab. Kepulauan Sula 3. Kec. Maba Utara — Kab. Halmahera Timur
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Pala Kawasan Transmigrasi
5. Kab. Halmahera Barat 4. KT Sagea Waleh — Kab. Halmahera Tengah
6. Kab. Halmahera Tengah 5. KT Pulau Bacan - Kab. Halmahera Selatan
7. Kab. Halmahera Utara 6. KT Patlean — Kab. Halmahera Timur
7. KT Pulau Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan 8. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat — Kab.
: . gan, Halmahera Barat
Air, dan Energi
1. Kab. Halmahera Utara: potensial pangan, E. Kawasan Konservasi
, Bt aa | ai 1. TN Aketajawe Lolobata —
2 Kab. Halmahera Timur Linn aan - Kab. Halmahera Tengah,
| ab. Maimanera Sela an: potensia! energi - Kab. Halmahera Timur, dan
4. Kab. Halmahera Tengah: potensial air .
- Kab. Tidore Kepulauan
2. SM Goa Bukimoruru — Kab. Halmahera Tengah
3. CA Pulau Obi — Kab Halmahera Selatan
berkas 7, hlm. 90
Sasaran Pembangunan Provinsi Maluku Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Buli, Kab.
Halmahera Timur
• A2: KI Weda Bay,
Kab. Halmahera
Tengah
• A3: KI Pulau Obi,
Kab. Halmahera
Selatan
Optimalisasi pusat pertumbuhan eksisting dan percepatan hilirisasi industri
nikel di KI Weda Bay, KI Pulau Obi, dan KI Buli melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang KI Pulau Obi, dengan output:
percepatan penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan di sekitar KI
Buli dan KI Pulau Obi, dengan output: pembangunan jalan strategis
menuju kawasan industri, peningkatan Jalan Ruas 035 Weda–Sagea,
pembangunan alternatif akses jalan Maba–Kawasan Industri,
pembangunan Jalan Sofifi–Buli, pembangunan jalan lingkar Pulau Obi,
pengembangan pelabuhan, peningkatan kapasitas air baku, SPAM, air
limbah, sistem pengelolaan sampah, akses internet, jaringan listrik
tegangan menengah, sarana pemadam kebakaran, pembangunan
hunian pekerja, serta pengembangan fasilitas kesehatan primer
• Penguatan hilirisasi pertambangan dan turunannya, dengan output:
pengembangan smelter pengolahan nikel dan hasil pengolahan sisa
industri
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, pengembangan UMKM, serta peningkatan kerja sama sektor
industri kecil, menengah, dan aneka sebagai bahan baku industri dan
bahan penunjang
• Penyediaan SDM berkualitas, dengan output: pendidikan vokasi industri
dan pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitas
pendampingan SMK yang link and match dengan industri
• Penerapan dekarbonisasi dan ekonomi sirkuler di industri pengolahan
nikel dan turunannya, dengan output: percepatan dekarbonisasi dan
penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sektor industri untuk
pemenuhan enhanced NDC dan menuju net zero economy, serta
pembangunan infrastruktur untuk mendukung dekarbonisasi industri
A4 Kawasan Pertumbuhan:
• A4: DPP Morotai,
Kab. Pulau Morotai
(termasuk PKSN
Daruba)
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting di DPP Morotai melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandara Pitu, pengembangan seaplane untuk mendukung pariwisata,
penyediaan layanan angkutan penyeberangan perintis, serta
pembangunan jembatan untuk mendukung logistik DPP Morotai
• Pengembangan atraksi, dengan output: penataan kawasan koridor
Daname dan Nunuhu, serta pelaksanaan kegiatan (event) festival Pulau
Morotai
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: optimalisasi SPAM, TPA Daruba dan Sakita,
0,5
0,4
133,4
77,9
0,273 – 0,290
0,280 – 0,297
0,92 – 1,92
4,95 – 5,15
94,12
86,35
0,50
0,48
2,82 – 3,60
3,80 – 4,00
81,03
11,4 80,36
(Rata-rata
2025–2029)
12,7
(2029)
berkas 7, hlm. 91 OCR
No Lokasi Prioritas Huhtbh, Indikasi Intervensi
:l
:'l
pembangunan TPS-3R, penyediaan kapal angkutan sampah antar pulau,
pengelolaan air limbah, serta akses internet
Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dc,Iga,r output pembinaan, pelatihan, dan pembekalan kerja SDM
pariwisata, serta manajemen kunjungan wisata
Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
kerjasama pariwisata dengan negara-negara Pasifik dan Mikronesia,
serta promosi investasi dan promosi destinasi terpadu
Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata,
dengan output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan
IKM/I MKM, koperasi, dan BUMDes, peningkatan akses pembiayaan
modal, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka sebagai bahan baku industri dan bahan penunjang
Peningkatan pelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan r
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa, serta
penyediaan jalur evakuasi bencana tr(TA Moro Point, KTA Rao, KTA
Pasifk
A5 Kawasan Pertumbuhan:
. A5: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Daruba (I(ab. Pulau
Morotai)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba melalui:
. Penataan kawasan dan peningkatan citra kota, d g,tt output
penguatan branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
. Peningkatan sarana prasarana dasar perkotaan, dengan output
peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3r, perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan l,ayanan
penyiaran digital, pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dan
sistem penyaluran, PSU bidang perumahan, serta pemberian bantuan
pembangunan rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akses simpul transportasi, pembangunan
jalar strategis, pengembangan bandar udara dan pelabuhan
A6 Kawasan Pertumbuhan:
. A6: Kawasan
Perkotaan Industri
Weda (Kab.
Halmahera Tengah)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Industri Weda dan penataan kawasan
perkotaan di sekitar Kl Weda Bay melalui:
. Peningkatan sarana prasarana dasar perkotaan dan penataan
infraskuktur di sekitar kawasan industri, dengan output
peningkatan sistem pengendalian bonjn furbdtl lood control s,sten),
penanganan permukiman kumuh dan peningkatan kualitas rumah tidak
layak huni, pengembangan konsolidasi lahan, peningkatan kualitas
mEah tidak layak huni, pembangunan saluran drainase jalan primer
dan sekunder, p€rabaagunan SPAM, SPAL, datl sistem pengelolaan
sampah, pengembangan fasilitas kesehatan primer, scfta pembangunan
RIH dan ruang terbuka publik
. Penguatan p€ratr kawasan, dengan output penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akses simpul transportasi, pembangunan
dan penanganan jalan strategis
. Pengelolaan masyarakat hukum adat di luar kawasan, dengan output
perlindungan d€Ir penguatan kapasitas masyarakat hukum adat, serta
penetapan hutan adat
A7 Kawasan Pertumbuhan:
. A7: Kota Sofifi (Kota
Tidore Kepulauan)
Pengembangan Kota Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara melalui:
. Pembangunan pusat pemerintahan, dengan output: pembangunan
bangunan gedung kantor (Polda, Kanwil BP,l{, BPTD, KOREM TNI-AD,
LANAL TNI-AL, Kejaksaan Tinggi, BPKP, PUPR, dan hunian
ASN/ TNI/ Polri
berkas 7, hlm. 92 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan Tajawi-Kobe, peningkatan jalan akses
simpul transportasi Bandara Kuabang Kao dan Loleo Oba,
pengembangan Bandara Kuabang Kao dan t leo Oba, serta penataan
dan peningkatan Pelabuhan Sofifi
Peningkatan infrastruktur perkotaan, dengan output pembangunan
SPAM skda kota, SPAL, infrastruktur pengelolaan sampah,
pengembangan kawasan perdagangan, serta pembangunan embung
SonE dan dermaga polisi air
BI
82
B3
B4
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kelapa)
Penyiapan pengembangan sentra industri berbasis komoditas kel,apa melalui:
. Penguatan sentra produksi perkebunan, dengan output optimasi lahan
termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, peningkatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan kelapa,
pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman
perkebunan, serta perluasan kebun sumber benih
. Pengembangan agroindustri, tqta niaga/pemasaran, dan promosi
produk, dengan output pengembangan industri produk turunan kel,apa,
penguatan inkubator bisnis, pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, peningkatan kerja
sama perdagangan internasional, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output penguatan pendidikan vokasi pertanian dan industri,
serta penerapan kurikulum link a4d matdT dengan dunia kerja
perkebunan
. pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha ta , peningkatan
gudang SRG dengan Warehouse Management System [WMS), penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman perkebunan,
serta penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, deryf,,r outputt peningkatan ekspor dan investasi
dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengelolaan pemanfaatan ruang, dengan output peningkatan akses
reforma agraria terkait kepemilikan dan budidaya l,ahan perkebunan
dalam kawasan hutan
. Pengembangan riset dan inovasi te.knologi, dengan output peningkatan
penerimaan bantuan pendanaan penelitian natdting fund (BOYfil
penelitian) terkait riset hilirisasi produk perkebunan, pengembangan
model percontohan pertanian modern, peningkatan mekanisasi
pertanian, r€rta percontohan penerapan teknologi pertanian, termasuk
digital Janing
Sentra Industri
. Bl: IGb, Halmahera
Barat
Sentra Produksi
. E}2: Kab. Halmahera
Utara
. EXI: Kab. Halmahera
Selatan
. 84: Kab. Kepulauan
Sula
BS Kawasan Komoditas
86 Unggulan:
B7 Komoditas pala)
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas pala, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, de'J;g,,r output optimasi lahan
termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, peningkatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan pala, pengendalian
Organisme Pengganggu Tanaman (OPI) tanaman perkebunan, serta
perluasan kebun sumber benih
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalar usaha tani, peningkatan
gudang SRG dengan Warehouse Management System (WMS), penyediaan
sarana pascapanen dan sarana pengolahan hasil tanaman perkebunan,
serta penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output penguatan pendidikan vokasi
pertanian dan industri, serta penerapan kurikulum link
^nd.
match
dengan dunia kerja perkebunan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk dengan
Sentra Produksi
o 85: Kab. Halmahera
Barat
. 86r Kab. Halmahera
Tengah
o B7: Kab. Halmahera
Utara
output !.reken ekonomi kerakyatan melalui
berkas 7, hlm. 93 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengembangan UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
Peningkatan kapasitas dan tqta kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan . output peningkatan akses pembiayaan
model
Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan ouqouti
peog€@baagafl model percontohan perta an modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming, serta pengembangan inovasi obat tradisional,
kosmetik, dan suplemen kesehatan berbasis rempah
Provinsi Maluku Utara Pengembangan aksesibilitas den konektivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dan sosial masyarakat intra dan antar pulau melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan 3T,
dengan output pembangunan Jalan Trans Halmahera, penanganan jalan
daerah d,en jalan 3TP di antaranya di Pulau Morotai, Pulau Taliabu,
Pulau Mangoli, dan Pulau Sulawesi
. Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
ouq ut peningkatan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan Sofifi,
Pelabuhan Gita, dan Pelabuhan Daruba, pelayaran kapal Ro-Ro, serta
penyelenggaraan layanan transportasi l,aut dan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi l,ayanan bandara, dengan
output pengembangan seaplane dan penerbangan perintis mendukung
konektivitas wilayah perairan
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, serta
layanan penyiaran digital
Ihb. Halmahera
Barat (perkebunan)
Kab. Halmahera
Tengah (industri dan
pertambangan)
Kab. Halmahera
Selatan (pariwisata
dan ekonomi kreatif
serta (industri dan
pertambangan)
Kab. Halmahera
Timur (industri dan
pertambangan)
Kab. Pulau Morotai
(pariwisata da!
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah (perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif, industri. serta
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan DUDI melalui:
. Penguatan dat1 penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output: jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan Balai Latihan Kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
o Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output. peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggt dan tenaga kependidikan vokasi, serta telaga kependidikan yatrg
mengikuti upskilling d6n,?skilling bcf, standar industri
o Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output:
pendidikan tinggi dan vokasi yang mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitas kelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: IGb. Halmahera
Utara* (padi)
. C2: Kab. Halmahera
Timur (padi, kedelai,
dan pangan akuatik)
Penguatan kawasan swasembada pangan berbasis tanaman pangan (padi
dan kedelai) dan pangan alru.*iklbfueloodffiash perikanan budidaya dan
perikanan tangkap, melalui:
. Penguatan produki pangan, dcn&at1 output. optimasi kawasan pertanian
padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
tanaman pangan, penyaluran benih ikan, serta revitalisasi tahan tambak
berkas 7, hlm. 94 OCR
-2s9-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Kepu.lauan
Sula* (ubi)
. Kab. Pulau Taliabu*
(ubi dan jagung)
Keterangan:
I Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tin88i
*1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatanjalatr usaha tani, pembangunan
embung pertanian dan jaringan irigasi, srda penyediaan dqlt
peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal, serta penyediaan
sarana pra, pasca panen, dan sarana pengolahan hasil tanaman pangdr,
serta pengadaan gudang lumbung pangan
. Penguatan kapasitas SDM (petani, nelayan, dan pembudidaya ikan),
de,i;gta,l output penguatan dan pelatihan kelompok tani g p (good
agriculture practices), GHP lgood. la dling ,trociirf,rsl, dan PHT
(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership getgdii,
nelayan, dan pembudidaya ikan pada aset dan lembaga yang telah
dibentuk serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, de'rgF,I q&pux
pengembangan dan penguatan inkubator koperasi, serta peningkatan
sistem logistik pangan lokal
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan ubi dan
jagung, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganeLaragaman pangan,
pemberian bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan jalan usaha tani, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan
pengolahan hasil tanaman pangan
c1
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Halmahera
Utarar
o C3: Kab. Halmahera
Selatan*
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel, serta pemanfaatan
potensi sumber €n€f,gi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga EBT berbasis tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik
tenaga Eesin gas (PLTMG), pemetaan potensi EBT lainnya,
pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, serta
pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output: penyediaan
dan peningkatan jalar akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan Ntput pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
Kawasan Rendah
elektrifikasi:
. IGb. hrleu Taliabu
Keterangan:
. r) Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EBT tinggi
. *r) Indikasi lokasi
yang memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bulan listrik
berkas 7, hlm. 95 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C4 Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C4: Kab. Halmahera
Tengah*
Kawasan Rav,"an Air:
. Ikb. Kepulauan
SulaH
. Ihb. Pulau Taliabu*
Keterangan:
. .) Indikasi lokasi
yang memiliki
kapasitas tampungan
air tinggi
. *1 Indikasi lokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk meltreluhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan swasembada air, terutama di pulau-pulau kecil
Melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan Bendungan Wairoro
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, danga,i output pembangunan embung, penyediaan
infrastruktur desalinasi air laut di pulau-pulau kecil, serta pengeboran
sumber air di daerah terpencil rawan air
DI
D2
D3
Kawa.an Afirmasi
Kawasan Perbatasan
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Daruba, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, dengan output: penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, peningkatan akses internet dan listrik, serta pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan
sentra perkebunan terintegrasi terutama di PKSN, dengan output
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
peningkatan rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan kelapa,
pengendalian orSani$ae pengganggu tumbuhan (OPI tanaman
perkebunan, layanan validasi dan verifikasi pupuk, perluasan kebun
suEbcr benih bahan tandr komoditi perkebunan, serta fasilitasi
sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, delrglat ouUrut penyusunan dokuEear harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Maluku
. Penguatan tata kelol,a pemerintahan, de,iga,i o,ltpux pibtitlg
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform di\gM manajemen ASN
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D1: PKSN Daruba,
serta Kec. Morotai
Utqra (Ikb. Pulau
Morotai)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D2: Kec. Patani Utara
(Kab. Halmahera
Tengah)
. D3: Kec. Maba Utara
(Kab. Halmahera
Timur)
D4
D5
D6
D?
Kawasan Afirmasi -
Kawasan Transmigrasi
. D4: KT Sagea Waleh
(Ikb. Halmahera
Tengah)
. D5: KT Pulau Bacan
(lGb. Haloahera
Selatan)
. D6: KT Patlean (Kab.
Halmahera Timur)
. D7: KT Pulau Morotai
(I(ab. Pulau Morotai)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sagca Waleh, Pulau Bacan, Patlean,
dan Pulau Morotai melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,f, anlput pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
Jembatan, sistem drainase, penyediaan rumah layak huni, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
intemet dan lbtrik
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
d€r Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak
menjadi produktif, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPI) tanaman pangdr
berkas 7, hlm. 96 OCR
-26r-
Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Redistribusi as€t (tanah) transmigrasi, dengan output fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan p€f,scbaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
afl I(awa8an Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D8: Kawasan
Perdesaan Prioritas
Kabupaten
Halmahera Barat
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat
melalui:
. Penyediaan layanan dasa.r skala desa dan perdesaan, serta perlindungan
sosial yang sesuai standar, dengan output: t: penyediaan rumah layak huni,
peningkatan SPAM, SPAL, sistem drainase, dan pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan ou,put pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Penin8katan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal
berbasis komoditas kelapa dan pala, dengan
output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/[ MKM,
koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan agropolitan dan produk
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dengan output fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalam pengembangan agropolitan dan
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
Penguatan sekol,ah
berpola asrama:
. I(ab. Pulau Taliabu
. Kab. Halmahera
Timur (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Penguatan sekolah
terbuka:
. Kab. Halmahera
Selatan
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. HeL[ahcra
Tcngah (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan mutu pel,ayanan pendidikan sekolah berpol,a asrama
dan sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk skolah terbuka melalui:
. Pemenuhan da,l peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan,
dengan output penataan guru dikdas dan dikmen serta peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti inovasi
pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pEE,ba'ian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output pemberian program Indonesia pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, pemberian
beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan pendidikan tinggi
(adik), serta fasilitasi daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan aral usia sekolah dan remaja
. peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output:
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah, pembangunan
gedung as(ama beserta kelengkapannya, serta peningkatan akses
internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output. pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang konte-kstual wilayah setempat, dengan
output pengembangan kurikulum dan sistem penjaminan mutu
pendidikan, pengembangan model kurikulum ysng adaptif dar!
kontekstual
berkas 7, hlm. 97 OCR
t-I-{lrl:TrlilIlfililI+nA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Maluku Utara Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan da'J;gim, output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lcrrb.g. kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan qqrut event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
. Kab. Kepulauan Sula
. Kab. Pul,au Taliabu
. I(ab. Halmahera
Selatan
. Kab. Halmahera
Tengah (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Halmahera
Timur (Kecamatan
Perbatasan kioritas)
Layanan Unggulan
RS: seluruh
kab/kota
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan
kualitas RS dan pengembangan pendekatan khusus layanan kesehatan di
daerah sulit akses termasuk pelayanan kesehatan bergerak lfilo,/,,le health
services) melalui:
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, de'Jig,,r output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi, pengadaan peralatan kesehatan dan
pendukungnya untuk rumah sakit,, penyediaan sarana, prasarana, obat,
dan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak
da,r telemedicine, serta peningkatan infrastruktur TIK untuk mendukung
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis, dengan output:
penugasan khusus tenaga medis dan t tenaga kesehatan pada fasyankes
primer dan pelayanan kesehatan bergerak, serta pendayagunaan dokter
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan outp'ut, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pel,ayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak, dengan output penyediaan moda transportasi berbasis
perairan yang terintegrasi dengan moda transportasi eksisting
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, deryfe output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskcgdes, pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit, penyediaan sarana, prasarana, obat, dan alat kesehatan
untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
serta peningkatan infrastruktur tik untuk mendukung telemedicine
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga kesehatan
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab. Halmahera
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
r Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terl,atih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC dan layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Pencegahan datr pengendalian penyakit malaria, dengan output:
dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
berkas 7, hlm. 98 OCR
No lokasi Prioritas Itrlrrui.ght Indikasi Intervensi
Penanganan Penyakit
Malaria:
. Kab. Halmahera
Selatan
. Kab. Halmahera
Utara
. Kab. Halmahera
Timur
. Ihb. hrleu Taliabu
Penanganan Penyakit
ISPA:
. IGb. Halmahera
Barat
. I(ab, Halmahera
Tengah
. Ihb. Halmahera
Utara
Penanganan Penyakit
pneumonia:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab. Halmahera
Utara
. Kota Ternate
. Kota Tidore
Kepulauan
Penanganan Penyakit
Rabies:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab. Halmahera
Tengah
. I(ab. Halmahera
Sel,atan
. I(ab, Halmahera
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
. I(ab. Pulau Morotai
. Kota Ternate
Penanganan Penyakit
Kusta: Provinsi Maluku
Utara
a
Ealaria, tenaga keschatan tcrl,atih p€ncegahan dan pcogendalian
malaria, serta peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih serta
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia, dengan output
peningkatan layanan intensifikasi IEncEua! kasus dan deteksi dini
pneumonia dan p€ninskatatl alat dan bahan kesehatan untuk deteksi
did dan pencegahan pneumonia
Eliminasi penyakit kusta, dengan output pe'rydiofr a.lat dan bahan
kesehatan pencegahan dart pengendalian kusta, serta tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian kusta, ocrta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA.L
Eliminasi penyakit rabies, dcflEan output penyediaan obat dan
perbekalan kesehatan serta penyediaan obat hewan
:)
berkas 7, hlm. 99 OCR
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?h, Indikasi Intervensi
:'l
IGb. Halmahera
Tengah
Kab, Halmahera
Timur
Kab. Kepulauan Sula
Kab. Pulau Taliabu
Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Peningkatan gizi, denga,r output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum sturttirlg terjadi serta pcrabcrian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buJrer stock *tta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan arlan, dengan
output: peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi, kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output. penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
5
a
a
WPP 716 (perbatasan
perairan dengan
Filipina)
WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
Penguatan pertahanan keamanan melalui peningkatan kerja sama
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
bernama serta pemberantasan praktik IUU Fishing melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dengan output
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
. Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antarpihak dengan negara-negara
tetangga seperti Filipina dan palau
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, , dengan output: operasionalisasi
lembaga pengelola perikanan wil,ayah pengelolaan perikanan negara
republik Indonesia (WPPNRI), pemberantasan perburuan liar,
pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta IUU
illegal, u unreported, unregulated fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output revitalisasi sarana prasarana sertq perawatan armada
pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP)
El Kawasan Konservasi:
E2 . El: Taman Nasional
E3 Aketajawe Lolobata
(Kab. Halmahera
Tengah, Kab.
Halmahera Timur,
dan Kab. Tidore
Kepul,auan)
. E2: Suaka
Margasatwa Coa
Bukimoruru (I(ab.
Halmahera Tengah)
o E3: Cagar Alam
Pulau Obi (Kab.
Halmahera Sel,atan)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output. penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output. optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, pengendalian kebakaran di kawasan konservasi, serta
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan
. Pengurangan status keterancaman spesies dsn ekosistem, dengan
output, inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, de,,;ga,i output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
berkas 7, hlm. 100 OCR
EFI=FIIItrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Maluku Utara Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bcf,rcana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d.l,n mitigasi
bencana dan perubahan iklira, dengan output penguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan p€rrbinaa[ daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pc(lgcr3bangall sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan nature-based solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan daIt
lahan, serta perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dery$t output: pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
berkas 7, hlm. 101 OCR
7. Wilayah Papua
7.1 Provinsi Papua Barat
AA po mamoreanDy “1. PAPUA BARAT
IA 3 a Barat Yaya PUN $
g UIN
ba! &, "Ind 1 AN z0
" ( B1 Benang
, ! Ez £ . TN
x 1 ra c3 D2 4 9 "
« . J —- 8 D, TE LEGENDA
| KN AI Ta R 3 Kawasan
. £ (9 ) bas X ( Pertumbuhan
— aa TE 1. X Li ma , 8 - Kawasan Komoditas Unggulan
Sup KA IA “Tj A L yi ' Ri 2 J Kawasan Swasembada
IN Ia Ya Y Ih eh 1 14 a £ Pangan, Air, dan Energi
A Ki ud - N ma A3 ' j Kawasan Afirmasi
D1 — “Te naa ha 2 Kawasan Konservasi dan
. ot “Yg Rawan Bencana
IN bata Ka — S Papua Tengah 1 (@: Ibu Kota Provinsi
x ." AAN SN , an €
AN . k L @ Bandar Udara
, N
Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9
me Jalan Nasional
Kawasan Industri nu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1. KI Fakfak — Kab. Fakfak Batas Administrasi
Kawasan Pariwisata
2. Kawasan Pariwisata Teluk Triton — Kab. Kaimana
Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
3. Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Migas — Kab. Teluk Bintuni
Kawasan Perkotaan
4. Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi - Kab. Pegunungan Arfak
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kakao Daerah Tertinggal"
1. Kab. Manokwari Selatan 1. Kab. Manokwari Selatan
2. Kab. Teluk Bintuni
3. Kab. Teluk Wondama
4. Kab. Pegunungan Arfak
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
, . . , E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
1. Kab. Manokwari: potensial pangan, potensial energi
£) Kab. MAGoKwari Sekat potensi pangan" 1. TN Teluk Cenderawasih — Kab. Teluk
3. Kab. Teluk Bintuni: potensial air, potensial energi Wond
4. Kab. Kaimana: potensial air Ontetela! .
2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni — Kab. Teluk Bintuni,
Kab. Fakfak
berkas 7, hlm. 102
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Fakfak (Kab.
Fakfak)
Pengembangan kawasan pusat pertumbuhan baru di KI Fakfak dan
percepatan hilirisasi industri petrokimia dalam memperkuat industri pupuk
dalam negeri, melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang kawasan industri, dengan
output: penyusunan masterplan dan studi kelayakan, serta percepatan
penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan
industri, dengan output: pembangunan jalan strategis, pembangunan
spam, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik, bantuan
pembangunan rumah susun hunian MBR/pekerja, pengembangan
fasilitas kesehatan primer, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta perluasan layanan penyiaran digital
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
petrokimia, serta operasionalisasi dan peningkatan investasi kawasan
industri di luar Jawa
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Penyediaan SDM berkualitas mendukung kawasan industri, dengan
output: fasilitasi pendampingan SMK yang link and match dengan
industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling serta
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Pariwisata Teluk
Triton (Kab.
Kaimana)
Penyiapan kawasan pariwisata Teluk Triton di Kab. Kaimana, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah serta
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,3
0,3
164,0
120,6
0,331 – 0,335
0,370 – 0,380
13,76 – 14,76
19,62 – 20,12
23,09
1,08
0,49
0,47
3,68 – 4,00
3,75 – 4,06
83,53
5,7 82,89
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 7, hlm. 103 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?h&i?ht Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
. A3: Kawasan
pertambangan dan
pengolahan minyak
dan gas bumi (Kab.
Teluk Bintuni)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
induEtri berbasis SDA (minyak dan gas bumi) berorientasi ekspor di Kab.
Teluk Bintuni, melalui:
. Pengembangan Lapangan Ubadari, CCUS Carbon Capture, Utilization,
snd Storage), dan Compression (UCC Project), serta pengembangan
lapangan gas Asap, Kido, dan Merah (AKM)
. Peningkatan investasi dan ekspor
. Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
datr aneka
. Peningkatan SDM berkualitas, denga,r output fasilitasi pendampingan
SMK yang liah ond match dengan industri, serta pelatihan volGsi industri
upskilling dan t6ki iag
o Penguatan implementasi pcoangatran kerusakan lingkungan hidup
akibat pertambangan migas
A4 Kawasan Pertumbuhan:
. A4: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Anggi (Kab.
Pegunungan Arfak)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi, melalui:
. Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Anggi
. Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, denga,r output:
pembangunan SPAM, pengembangan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat, pembangunan sistem pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, perluasan layanan penyiaran digital, serta pemberian
bantuan pembangunan rumah swadaya
. Penataan kawasan dsn peningkatan citra kota, dengan output penataan
kawasan, penguatan branding kawasp,i, dan penguatan promosi daya
tarik kota
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Komoditas
kakao)
Sentra Produksi
. BI: IGb. Manokwari
Selatan
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kakao, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, dcn lat output pengembangan
kawasan kalao, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan
(OPT) tanaman perkebunan
. PengeEbalBar tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output pendampingan/penerapan sertifikasi/pengembangan produk,
fasilitasi dan pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil,
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output fasilitasi pemberdayaan dan
pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengFdrt output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
tclekomu kasi dan aks€B internet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kclcrobaaaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
t$mall.jJd digital larfiLing
berkas 7, hlm. 104 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbrurbht Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Barat Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan da,l peningkatan jalan strategis dan jalan Eans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong mas Jalan
Windesi-AEbuni dafl ruas Jalan Mameh-Windesi (Werabur),
petubatrguran jalan akses Bandar Udara Rcndad, penanganan jalan
daerah, dan peningkatan layanan angkutan jalan perintis
. Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output: peningkatan fasilitas Pelabuhan Manokwari di Kab. Manokwari,
pengembangan fasilitas Pel,abuhan Teluk Patipi dan Pelabuhan Fakfak di
Kab.Fakfak, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Bintuni dan Pelabuhan Babo
di Kab. Teluk Bintuni, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Oransbari di Kab.
Manokwari Selatan, lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut
Kaimana di IGb. Kaimana, serta peningkatan l"ayanan angkutan laut
perintis dan layanan angkutan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Bandar Udara Rendani di Kab. Manokwari,
Bandar Udara Anggi di Kab. Pegunungan Arfak, Bandar Udara Wasior
Baru-Teluk Wondama, Bandar Udara Abresso-Manokwari Selatan,
Bandar Udara Babo di Kab.Teluk Bintuni, dan Bandar Udara Siboru di
Kab.Fakfak, serta pengembangan angkutan udara perintis penumpang
dan angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output, pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, terutama pada titik layanan
publik, dengan output: perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, perluasan l,ayanan penyiaran digital, serta pengembangan
SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Kab. Manokt ari
Selatan (perkebunan)
I(ab. Kaimana
(pariwisata)
Kab, Pegunungan
Arhk (pariwisata)
Kab. Fakfak (industri
pengolahan)
I(.b. Teluk Bintuni
(industri pengolahan)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi kcunggulan
wilayah (perkebunan, pariwisata, serta industri pengolahan) sesuai
kebutuhan DUDI, melalui:
. Pctuuatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dcngla\ output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas p€ndidikdr dan balai pel,atihan kerja (BLK)
. Pengembangan program Ehrdi, kurikulum, dalr inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
danga,r output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan talaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upsk nq da,i reskilling berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan @tpuf akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
ct
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan
. Cl: Kab. Manokwari*
(padi dan pangan
akuatik)
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan padi dan pangan
akuatik bluefood berbasis perikanan tangkap melalui:
. Penguatan produksi, dengan output: pengembangan kawasan padi,,
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
berkas 7, hlm. 105 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi si
C2: Kab. Manokwari
Selatan* (padi)
p€ngcndalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan,
pemberian pupuk bersubsidi, serta penyaluran benih ikan air laut
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, densp,r output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
peningkatan jalan usaha tori, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju sentra pangan lokal, serta pembangunan fasilitas logistik
(gudang lumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan nelayan) yang terlatih GAP (Good
Agria ture hodi@q, GHP (Good Handling Practices), dan PHT
(Pengendalian Hama Terpadu), den,g,o, output: fasilitasi pemberdayaan
dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani untuk cAP (good
agriculture practices), GHP (good ,o dli^g practices), dan PHT
(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership petani dan
nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, dEnga,n output
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis, serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi
logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan dengan output pengembangan kawasan ubi,
hortikultura, sagu, dan pangan akuatik, pembentukan koperasi berbasis
bahan pangan, penguatan kelompok masyarakat yang terfasilitasi
penganekaragaman pangan, pemberian bantuan pangan dalm rangka
pengendalian kerawanan pangan, serta peningkatan jalan usaha tani,
pembangunan embung perta an dan jaringan irigasi, serta penyediaan
sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil tanaman pangan
Kawasan Rentan Pangan
. I(ab. Pegunungan
ArfakH (ubi dan
hortikultura)
. Kab. Teluk
Wondama* (sagu
dan pangan akuatik)
Keterangan:
t) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
*') Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
o Cl: Kab. Manokwari*
. C3: I(ab. Teluk
Bintuni*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. I(ab. Pegunungan
Arfak.
. Ikb. Teluk
Wondama*
Keterangan:
'l Indikasi lokasi yaDA
mett liki potensi
bangkitan EBT tinggi
n) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elekEif kasi rendah atau
persentase rumah taogga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PIN dan bukan
listrik yang tinggi
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan datr optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga mikrohidro
(PLTMH), pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), pembangkit
listrik tenaga Einihidro (PLTM), p€lllctaan potensi EBT l,ainnya, s€na
pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, serta
pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan saratur prasarana pendukung, da,rga,i output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, derrga,f, output pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga bcluE berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
berkas 7, hlm. 106 OCR
No Lokasi Prioritas H&rurbht Indikasi Intervensi
c3
c4
Kawasan Potensial
Swasembada Air
. C3: Kab. Teluk
Bintuni'
. C4: Kab. Kaimana'
Kawasan Rawan Air
. Ikb. Manokwari*
. Keb. Manokwari
Selatan*
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan crabung dan tampungan air l,airyrya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif dcnSan output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan aif
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
kapasitas tampungan air
tinggi dan luas wilayah
sungai yang besar
H) Indikasi lokasi yanA
memiliki IRBI
kekeringan tinggi
dan/atau merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas
ketahanan iklim bid,eng
air
D1
D2
D3
D4
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal:
Dl: Kab. Manokwari
Selatan [kakao)
D2: I(ab. Teluk
Bintuni (udang dan
kepiting)
D3: (ab. Teluk
Wondama (perikanan
dan rumput l,aut)
D4: IGb.
Pegunungan Arfak
(hortikultura da!
pariwisata Danau
Anggi Giji dan Anggi
Gida)
Keterangan: *l Daerah
tertinggal juga sudah
termasuk daerah sangat
tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses l,ayanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, de'rgut output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dalt tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi mela.lui
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, serta
penataan pariwisata rintisan, dengan output optimasi lahan termasuk
revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, dan pengendalian organisme
pengganggu tumbuhan (OP-[J tanaman perkebunan, peningkatan sarana
budi daya perikanan yang disalurkan ke masyarakat, pendampingan
dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha,
peningkatan akses pembiayaan modal, pendukungan ewnt daerah serta
pengembangan desa wisata, serta pengembangan UMKM lokal, serta
peningkatan daya saing masyarakat
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
ou,put fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU;
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat; pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat; perluasan
layanan penyiaran digital; pembangunan jalan akses simpul ekonomi;
serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, dengan oxvuf masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam pcnSuataD mitigasi
bencana
berkas 7, hlm. 107 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Teluk Wondama
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Manokwari
Peningkatan akrca dar
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Barat
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dengan output, pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
o pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output: pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output, pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Barat Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, da'rglN, output:
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah, de,i;glo,i output event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa d,6n sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Kab. Teluk Bintuni
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Kaimana
. I(ab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak da,r telemedicine,
dengan output pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, d€,tg4lr output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait layanan primer den rujukan, Dembartermen fasilitas
SK No25l29l A
berkas 7, hlm. 108 OCR
No L.kasi Prioritas .Eftbruigtu Indikasi Intervensi
Percepatan
operasionalisasi RSUD:
. Kab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi Tipe C:
. Kab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
. Kab. Kaimana
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Barat
kes€hatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan Bodul,ar,
serta percepatan operasionalisasi RSUD di Kab. Pegunungan Arfak
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tcnaSa medis dan tenaga kesehatan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
. Penurunan keoatian ibu dan anak melalui peningkatan pcrcalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat deteksi
dini faktor risiko dan kapasitas layanan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab. Manokwari
. Ikb. Manokwari
S€latan
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Teluk wondama
. Ikb. Fakfak
. Kab. Kaimana
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Manokwari
Selatan
. I(ab. Pegunungan
Arfak
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
Provinsi Papua Barat
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui
. Pencegahan datr pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TtsC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, der)giur output: penyediaan dat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan ou,put penyediaan alat dan bah8r
kesehatan p€ucegahafl dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. EliEinasi penyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, derylal output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, de,Igut output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terl,atih serta optimalisasi data dan informasi HIV/AIDS
Provinsi Papua Barat Penguatan percepatan pencegahan dan p€nuruturn stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di wil,ayah Papua
. Peningkatan gizi, dco8an orQuf pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
scbcluE stunting terjadi serta pemberian tata l,aksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer s,o*, *fia
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
rlan Anak-Anak Minum Susu serta Penambahan Vitamin)
berkas 7, hlm. 109 OCR
iI-t=N
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penirykatan akscs air minum da[ sanitasi layak dan aman, dengan
output panl,lf .ata,i infrastruktur SPAM dan SPAL
Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output: penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pcrabciiat makan
Peningkatan fasilitas dan lay.nan kesehatan ibu dan anak, dengan
ox@ut penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu d6rt
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 7l? (perbatasan
perairan dengan
Palau)
PcniEgkatan pertahanan
dall keamanatr wilayah:
. Provinsi Papua Barat
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk p€@beranta3ar
IUU Fishing pada \{rPP 717, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan laut, dengar
output. peningkatan operasi kapal dan speedboat pcngan as, serta patroli
Eandid
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output Lembaga
Pengelola Perikanan wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan p€Dbcraatasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
IUU (i illegal, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output: pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak d.len mendorong situasi IIAM
yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan out ux fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Barat Peningkatan pcoSakuan dsn perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah u.layat, melalui:
r Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengar output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan p€mb€rdaJraaa masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan drtpuf, penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan q'arga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunan peraturan daErah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delileasi
tanah ul,ayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN Teluk
Cenderawasih (Ihb.
Teluk Wondama)
. E2: Kawasan
Konservasi dan
Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni
(I(ab. Teluk Bintuni
dan Kab. Fakfak)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan darl penataan ruang ka$las€.o konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kcacauaian Kegiatan
PeEanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
o Optiaaficaai tata kelol,a kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
berkas 7, hlm. 110 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbru{?h, Indikasi Intervensi
Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman Bpcsica darr konservasi biota yang
terancam punah,
Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelol,aan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Provinsi Papua Barat Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta
pengelolaan risiko bencana dan adaptasi pc(ubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d€laD mitigasi
bencana da[ perubahan iklim, dettgal qltptt penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons aigtcra peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based. solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan ou,pur:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
r Pcaulilran ekosistem yang terdegradasi, dengeJi output pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
Provinsi Papua Barat Peningkatan smart gouemmeat, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah,
output: optimalisasi penerapan SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai
terintegrasi pemerintahan di daerah
dengan
platform
a
Peningkatan kapasitas SDM dan manajemen kinerja ASN, dengan output
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smart
government, de,rg,'l, output: peningkatan porta.l pelayanan publik dan
administrasi serta penerapan PTSP berbasis OSs
Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAq
berkas 7, hlm. 111 OCR
7.2 Provinsi Papua
Xgga AN
, Y 163
Lan PAPUA
DS-A1 0.
» - er | LEGENDA
Ma. | Be C6 e— “3 : Kawasan Pertumbuhan
- | 3 $ 3 Kawasan Komoditas Unggulan
" Vit Ha Pan sn " ba ST D7 Kawasan Swasembada Pangan,
Baik naas gi 3 Pi RL 7 Kota Jayapura Air, dan Energi '
/ P3 KL y db "11 par $ 5 5“ 1 . Kawasan Afirmasi
A “ Pi 1 cs TI 5 LL 85 C2 4 D4 Kawasan Konservasi dan
—- 5! , B7 A £ 2 K3 $ Rawan Bencana
“ “an 1 : OA -s Ki : S 8,10 | (@! ibu Kota Provinsi
La “ Papua Tengah k - Par 1 Bandar Udara
| : 1 maka : " NN IA
5 aan PA ski “ah Ng “” gp ? f 9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9 Sa angga
Kawasan Pariwisata mm Jalan Nasional
1. Kawasan Pariwisata Biak - Teluk Cenderawasih — Kab. Biak Numfor uu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
2. Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura — Kota Jayapura
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas TCT Daerah Tertinggal"
1. Kota Jayapura 1. Kab. Mamberamo Raya
2. Kab. Biak Numfor 2. Kab. Waropen
3. Kab. Supiori
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT “) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
3. Kota Jayapura
4, Kab. Biak Numfor Kawasan Perbatasan
5. Kab. Jayapura PKSN dan Wilayah Pendukung
6. Kab. Kepulauan Yapen 4. PKSN Jayapura — Kota Jayapura
7. Kab. Waropen 5. PKSN Biak — Kec. Aimando Padaido, Kec. Padaido,
Kec. Oridek, Kec. Biak Utara, Kec. Yawosi, Kec.
Warsa, dan Kec. Bondifuar — Kab. Biak Numfor
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi Kecamatan Perbatasan Prioritas
6. Kec. Sawai — Kab. Mamberamo Raya
1. Kab. Keerom: KSPP Tn 7. Kec. Pantai Timur, Kec. Sarmi Timur, Kec. Sarmi
2. Kab. Jayapura: potensial pangan, potensial air Selatan, Kec. Sarmi, Kec. Pantai Barat - Kab. Sarmi
3. Kab. Biak Numfor: potensial pangan 8. Kec. Towe, Kec. Waris — Kab. Keerom
4. Kota Jayapura: potensial pangan, potensial energi 9. Kec. Supiori Utara, Kec. Supiori Barat, Kec.
5. Kab. Mamberamo Raya: potensial energi, potensial air Kepulauan Aruri - Kab. Supiori
6. Kab. Kepulauan Yapen: potensial pangan Kawasan Transmigrasi
7. Kab. Sarmi: potensial pangan 10. KT Senggi - Kab. Keerom
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. TN Teluk Cenderawasih -Kab. Biak Numfor, Kab. Supiori, Kab. Waropen, dan Kab. Kepulauan Yapen
2. TN Mamberamo Foja -Kab. Mamberamo Raya, Kab. Jayapura, Kab. Keerom, Kab. Sarmi
3. KKN Padaido — Kab. Biak Numfor
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
4. Kota Jayapura
berkas 7, hlm. 112
PR,ESIDEN
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Biak–
Teluk Cenderawasih
(Kab. Biak Numfor)
Penyiapan kawasan pariwisata Biak–Teluk Cenderawasih di Kab. Biak
Numfor, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan SPAM dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan bumkam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Perkotaan Sedang
Jayapura (Kota
Jayapura)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura, melalui:
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
• Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
• Peningkatan sarana prasarana pelayanan dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Sentra Industri
• B1: Kota Jayapura
• B2: Kab. Biak
Numfor
Sentra Produksi
• B3: Kota Jayapura
Penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis komoditas
tuna-cakalang-tongkol, melalui:
• Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output: penyaluran
bantuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
serta penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
• Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, dengan output: peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pengembangan rantai dingin
termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana
penyimpanan dan distribusi logistik produk, pengembangan gerakan
ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDes, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan dan penguatan
0,4
0,4
126,9
88,0
0,355 – 0,359
0,380 – 0,383
12,65 – 13,65
16,00 – 16,50
78,99
59,28
0,47
0,44
5,48 – 6,00
6,00 – 6,40
82,83
82,19 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 7, hlm. 113 OCR
No Lokasi Prioritas ,FIli?HrAft, Indikasi Int rvensi
. 84: Kab. Biak
Numfor
. 85: Kab. Jayapura
. 86: Kab. Kepulauan
Yapen
. B7: Kab. War.open
a
!
koperasi, pelaku usaha, UMKM dalam rantai pasok, serta revitalisasi
pasar rakyat
Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapan kurikulum link and. match dengan dunia kerja
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kampung nelayan
dan desa perikanan cerdas (smart fisheries village), *tfr penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pembangunan dan peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan, serta
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan riset dan inovasi t teknologi perikanan, dengan output:
hilirisasi produk akuakultur dan produk hilirisasi pangan hasil [aut,
pemberian bantuan pa'l.da,J,aa,i matching fund (BOPTN Penelitian) terkait
produk hilirisasi kelautan perikanan, serta penerapan teknologi ekonomi
digital
Provinsi Papua Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan <laa peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dengan output pembangunan jembatan strategis, penanganan jalan
daerah, serta pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong ruas
jalan Jayapura-Sarmi
. Pengembangan pelabuhan daa penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output replacement fasilitas Pelabuhan Sarmi di Kab. Sarmi, rehabilitasi
fasilitas Pelabuhan Padaido dan Pelabuhan Pulau Owi di Kab. Biak
Numfor, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Serui di Kab. Kepulauan Yapen,
pembangunan fasilitas Pelabuhan Marsram di Kab. Supiori, serta
peningkatan layanan angkutan l,aut perintis dan layanan angkutan
penyebrangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Banda, Udara Numfor di IGb. Biak Numfor dan
Bandar Udara Sentani di Kabupaten Jayapura
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TlK, dengan output: pembangunan
BTS 4Gl lastmile dan peningkatan akses internet, perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan
digitalisasi masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
I(ab. Jayapura
(perikanan)
Kab. Biak Numfor
(perikanan, dan
pariwisata)
Ifuta Jayapura
(perikanan)
Kab. Kepulauan
Yapen (perikanan)
I(ab. Waropen
(perikananl
Penguatan pendidikan tinggi STF,AM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BIl() yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah (perikanan
dan pariwisata) sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling dar, reskilling berstandar
industri
berkas 7, hlm. 114 OCR
[=EITT:t TXTII.[,TT[d{Ill
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kualitas tata kelol,a scrta pcngeEbar4an keEitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan ou,put akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi derl8an dunia
kerja
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: lGb. Keerom
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kab. Keerom yang
didukung dengan Kawasan Transmigrasi Senggi, melalui:
. Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan non pertanian,
penyiapan jaringan drainase dan irigasi, konektivitas transportasi desa,
serta penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju KSPP
. Peningkatan produksi, dengan output penyaluran benih jagung
berkualitas, areal pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
pangan, dan unit pengolah pupuk organik (UPPO)
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output. peningkatan jalan usaha tani, serta alat dan mesin
pertanian
. Penguatan pascapanen dafl tata kelol,a, dengan output: penyediaan
sarana pascapanen dalt pengolahan haril tanaEan pangan,
pengembangan kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha
koperasi, dan peningkatan al(3e3 pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming
. Pencetakan sawah
. Pembangunan Bandara Sc(l8gi (Kab. Keerom) d.l,m rangka mendukung
KSPP Keerom
c2
c3
c4
C6
C7
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. C2: Kab. Jayapura*
(padi dan pangan
akuatik)
. C3: Kab. Biak
Numfor4 (pangan
akuatik)
. c4: Kota Jayapura'
(padi don pangan
akuatik)
. C6: Kab. Kepulauan
Yapen' (pangan
akuatik)
. C7: Kab. Sarmi'
(pangan akuatik)
Kawasan Rentan
Pangan:
. I(ab. Mamberamo
Raya* (padi)
. Ikb. Supiori* (padi)
Keterangan:
Penguatan kawasan swasembada pangan padi dan pangan akuatik/ bluefood
berbasis perikanan t tangkap, melalui:
. Penguatan produksi, dengan output optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak menjadi produktif, pengembangan kawasan padi, pemberian
pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian pra panen, serta
pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: penyediaan sarana pasca panen dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalan usaha tani,
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasi jaringan
irigasi tersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal,
serta pembangunan fasilitas logistik Gudang lumbung pangan)
mendukung distribusi bahan pangan bergizi, serta peningkatan sarana
dan prasarana penangkapan ikan
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan nel,ayan), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
untuk GAP (Good Agriculture Practices), GHP lc-od Handling Pmdi@sl,
dan PHT (Pengendalian Ha,aa Terpadu), penyuluhan perikanan dan
kelautan untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership
petani dan nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, dengan outp,rf pelatihan
kelompok tani, penyediaan inkubator usaha koperasi,
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas, serta
penyusunan tata kelol,a dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output: pengembangan kawasan padi,
berkas 7, hlm. 115 OCR
REPUBLIK INOONESIA
-2AO-
No Lokasi Prioritas H{?h[bh, Indikasi Intervensi
1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
r*) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, pemberian
barrtuatr pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan, serta
peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengol,ahan hasil
tanaman pangan
c2
c5
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. C2: Kota Jayapura*
. C5: Kab.
Mamberamo Raya*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Ihb. Supiorin
. I(ab. Kepulauan
Yapen*
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
*l Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau trrcrse[tase rumah
tangga yang tinggi
dengan sumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bukan listrik
Peningkatan ketahanan energi, terutama dctl8an mempercepat transisi
encrEi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi melalui:
. Percepatalp€ngembangandanoptiaalisasipeebangunaninliastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dEIJg,ur output pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTSI, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM), Pembangkit Listrik
Tcnaaa AiI (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mesin cas (PLTMG),
penyiapan pembangunan pabrik ethanol dalam rangka industrialisasi
energi, pemetaan potensi EBT lainnya, pembangunan sistem transmisi
dan interkoneksi tenaga listrik, s€rtq pembangunan infrastruktur gardu
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, denga,I output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kanras€n rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dc,rg,,l, oulput pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik ydtg tidak
mampu atau berada di daerah 3T
c5
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C2: Kab. Jayapura*
. C5: Kab.
Mamberamo Raya*
Peningkatan ketahanan at untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, terutama di pulau-
pulau kecil, trelalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya, dengan output
pembangunan embung dan tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dcnglDn attput pembangunan embung, pembangunan
sarana datl prasarana air baku, penyediaan it infrastruktur dcsalinasi di
pulau-pulau kecil, serta pengeboran sumber air di daerah terpencil rawan
air
I nvasa! Rawan Air:
. Keb. Keerom*
. Kab. Biak Numfort
Keterangan:
'l Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas air
tinggi
*) Indikasi lokasi yang
memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau suDar
berkas 7, hlm. 116 OCR
No lokasi Prioritas H,arui?ht Indikasi Intervensi
prioritas ketahanan
iklim bidang air
DI
D2
D3
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab.
Mamberamo Raya
(sagu dan kakao)
. D2: Kab. Waropen
(kakao daa kelapa)
. D3: Keb. Supiori
(kcl,apa)
Keterangan:
') Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan perubangurEn afirmatif untu* daerah tertinggal Ecirjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang scauai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dengan output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian terintegrasi, dengan output optimasi
lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi produktif, dan
pengendalian organklrc pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman
perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal, pengembangan
UMKM lokal, peningkatan daya saing masyarakat, serta fasilitasi
sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasa, permukiman scauai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output: fasilitasi penyediaan perumahan terint Erasi dcogan PSU,
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dafl akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan akses simpul ekonomi,
pengembangan sarana angkutan pcrintb l,aut, darat, dart udara,
pengembangan SPAM terintegrasi hulu ke hilir, serta penyediaan dan
pengawasan infrastruktur sanitasi aoan, berkelanjutan, dan
berketahanan iklim bcf,barie CWIS
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, dengan output. masyarakat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan:
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Jayapura dan Biak, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan l,ayanan dasar, dengan output penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kaqrasa! perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, scta peningkatan akses internet d6n listrik
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas
unggulan terutama di PKSN, dengan oxvut peningkatan pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT (SKPT Jayapura dan SKPT Bisl() yerlg dikelola
datr operasional sesuai standar, penyaluran sarana budidaya ikan ke
masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kel,autan
dan perikanan di kawasan perbatasan
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Papua
. Penguatan tata kelola pemerintahan, de,rg,m VI4t piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN,
bimbingan tckai3 peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan
kawasan perbatasan negara, scrta bimbingan teknis peningkatan
kapasitas aparatur pemerintahan kawasan perbatasan negara
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Jayapura
(Ituta Jayapura)
. D5: PKSN Biak,IGc.
Aimando Padaido,
IGc. Padaido, IGc.
Oridek, IGc. Biak
Utara, Kcc. Yauosi,
IGc. warsa, Kec.
Bondifuar (Kab.
Biak Numfor)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D6: Kec. Sawai (I(ab.
MaDbcrsDo Raya)
. D7: Kec. Pantai
Timur, Kec. Sarmi
Timur, IGc. Sarmi
Selatan, Kcc. Sarmi,
Kec. Pantai Barat
(Kab. Sarmi)
berkas 7, hlm. 117 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D8: Kec. Tonrc, IGc.
Waris (Kab. Keerom)
D9: Kec. Supiori
Utara, Kec. Supiori
Barat, Kec.
Kepulauan Aruri
(Kab. Supiori)
D10 Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi
. D10: KT Senggi
(I(ab. Keerom)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Senggi, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jdan non-status,
jembatan, sBteE drainase, sarana permukiman di kawasan
transmigrasi, serta perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi,
dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, da,ig8trl, output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dan Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPT) tanaman pangan
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
. Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dengan output, tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur yang berkinerja tinggi di kat 'as€n transmigrasi
Pengembangan sekolah
terbuka:
. Kab. Waropen
(Daerah Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kccarnatart
Perbatasan Prioritas)
. Ikb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Ihb. Jayapura
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama,
melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yong mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insenuf, jaminan keaEaflan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan qtgut pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, da,l SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan progra.m literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output:
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
SK No25l30l A
berkas 7, hlm. 118 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan akr€r dan
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruh
kabupatcn /kota di
Provinsi Papua
Provinsi Papua Peningkatan perlindungan dan pclest lian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, d€,l;g r output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan o{rPuf fasilitasi kemitraan wEdran budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah, de\gur outlrux event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event filra dan musik bcrbask budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Kab. Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pembangunan RSUD
kabupaten:
. IGb. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi tipe C:
. I(ab. Keerom
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. IGb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Mamberamo
Raya (Daerah
Peningkatan akses datr mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak don telemedicine,
de,J.ga'r output pembhqaD, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wiLayah
. Pendayagunaan tctraga kesehatan dan tenaga Eedis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dar rujukan
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dglrgjgD, output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
pGkcadcs, pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit, pembangunan fasilitas kesehatan di daerah terpencil
melalui konstruksi bangunan modular, serta percepatan operasionalisasi
RSUD di Kab. Supiori
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
. Penurunan kematian ibu dan anak melalui peningkatan persalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat deteksi
dini faktor risiko dan kapasitas layanan
berkas 7, hlm. 119 OCR
-2A4-
No Lokasi Prioritas Fligruktu Indikasi Intervensi
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sarmi
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh
kabupaten/kota di
Provinsi Papua
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Jayapura
. Kab, Kepulauan
Yapen
. Ikb. Biak Numfor
. Kab. Sarmi
. IGb. Waropen
. Kab. Supiori
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab, IGeroE
. Kab. Jayapura
. Kab. Sand
. Kab. Mernbcremo
Raya
. Kqb. Waropen
. Kab. Kepulauan
Yapct!
. I(ab. Biak Numfor
r Kab. Supiori
. IGta Jayapura
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dafl SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output, penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, ccrta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
filariasis, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA.L
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dfrqfadl output.
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM den SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dfitg?I/.t output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Penguatan percepatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
perbaikan gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
r Peningkatan gizi, dengan output: pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksanatrya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer stock serta
implementasi Program Gizi Seimbang dan c€raken EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
berkas 7, hlm. 120 OCR
-2As-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatafl akces air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunt ng,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output penguatan puskesmas, gedung pel,ayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. wPP 717
(perbatasan perairan
dengan Palau)
Peningkatan p€rtqhanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 717, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dengan o{rpuf,
peningkatan operasi kapal dgd,t speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output Lembaga
Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dalr pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
lW (illegal, unreported, unregulated.) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output, pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dar p€rc@puan dalam upaya pencegahan
konllik sosial, dengan output, peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi kor lik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah adat/ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil (KAT)
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delinea8i
tanah ulayat, dengan ou,pur: pendampingan penyusunan regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
E3
Kawasan Konservasi:
o El: TN Teluk
Cendrawasih (Ikb.
Biak Numfor, Kab.
Supiori, Kab.
Waropen, datl Kab.
Kepulauan Yapen)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan pcnanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, p€ngendalia[ ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LIIK
nt.
berkas 7, hlm. 121 OCR
BLIK INOONESIA
-2A6-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E2: TN Mamberamo
Foja (Kab.
Mamberamo Raya,
Kab. Jayapura, dan
Kqb. Keerom)
E3: KKN Padaido
(Kab. Biak Numfor)
a
:l
Optimalisasi tata kelol,a kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisaBi keterancaman spesies dan konservasi biota yatlg
terancam punah.
Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dc(r8an output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon,
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan, dan peningkatan
efektivitas pengelolaan kawasan
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
a
M Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Kawasan Rawan
Bencana Gempa Bumi::
. E4: Kota Jayapura
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat terhadap mitigasi
bencana dan perubahan iklir!, dengan o,lrput penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pemberian fasilitasi dan
pembinaan dalam adaptasi perubahan iklim
. Pengembang& sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output, penguatan
respons sigtqE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air den antisipasi anomali iklim,
pembangunan pengaman pantai, pemulihan ekosistem mangrove,
penerapan Nature-Based Solution da,l. Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami, serta retrofit atau penguatan infrastruktur publik
berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output,
pendampingan kelompok pcrhut nan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output pemulihan l,ahan
rusak dan kritis, Bcrta pemulihan ekosistem perairan
Provinsi Papua Peningkatan smart gouemfi.ent, penguatan kapasitas ASN, dar peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output, optimalisasi penerapan SIPD, SI(D, dan SIPFP sebagai platform
terintegrasi pemerintahan di daerah
. Peningkatan kapasitas SDM dan EanqieEeo kinerja AsN, dengan output:
pengembangan kompetensi pengelolaan keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur dalam
perencanaan dan penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smott
government, de,rgrtrr output portal pelayanan publik dan administrasi
serta penerapan PTSP berbasis OSS
. Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAP)
berkas 7, hlm. 122 OCR
7.3 Provinsi Papua Pegunungan
N. RR - , Pp. Pa 5
» “3. pa (BAY " i eU Papua 13 PAPUA
apua ! ' Fe an ,
( ! | v3 5
Tengah | 12 MA ka. » PEGUNUNGAN
apa na Pad) $ 3g LEGENDA
KS LM ai L Pu Pj Ta &
y B2. D5 SL 1 B1 RN Pi Fi A NA Kawasan Pertumbuhan
X Tg ye an J EN c1 Ye Ld — | SN Kawasan Komoditas Unggulan
ba SA 2 yana sa — | Kawasan Swasembada Pangan,
| D4 J /8 - AN Air, dan Energi
A-A aa 2 2 P Kawasan Afirmasi
L I ( hap D8,9 c2 Kawasan Konservasi dan
C3 Xl 1 0... 31 P3 Rawan Bencana
55 PN 1 Ki AP P D2 $ . (@) ibu Kota Provinsi
A TT Ta naa - N 9 Pelabuhan
2 S Papua Selatan NS | . AN Na Psi Kawasan Rawan Bencana
3 anne 25.5. 9 Gempa Bumi
A. Kawasan Pertumbuhan Pe Tan Denpa
smu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
1. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Jayawijaya
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi Daerah Tertinggal"
1. Kab. Jayawijaya 1. Kab. Jayawijaya
2. Kab. Lanny Jaya 2. Kab. Yahukimo
3. Kab. Tolikara 3. Kab. Tolikara
4. Kab. Nduga
. : 5. Kab. Lanny Jaya
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 6. Kab, Yalimo
1. Kab. Jayawijaya: potensial pangan dan potensial energi 7. Kab. Mamberamo Tengah
2. Kab. Pegunungan Bintang: potensial air 8. Kab. Pegunungan Bintang
3. Kab. Yahukimo: potensial air : :
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana si
KawasaniKonservasi Kawasan Perbatasan
1. TN Lorentz -Kab. Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Kab. Kecamatan Perbatasan Prioritas Ha
Nduga, dan Kab. Lanny Jaya 9. Kec. Iwur, Kec. Tarup, Kec. Oksibil, Kec. Oksamol,
2. TN Mamberamo Foja — Kab. Mamberamo Tengah, Kab. Kec. Kiwirok Timur, Kec. Batom, Kec. Mofinop, dan
Pegunungan Bintang, dan Kab. Tolikara Kec. Murkim - Kab. Pegunungan Bintang
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kab. Lanny Jaya
berkas 7, hlm. 123
FR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
-2AA-
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Ibu Kota Daerah
Otonom Baru (Kab.
Jayawijaya)
Pengembangan Kab. Jayawijaya sebagai ibu kota daerah otonom baru
Provinsi Papua Pegunungan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Pegunungan, dengan
output: pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat
pemerintahan, serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara
Wamena
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM , pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
B1
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kopi)
Sentra Produksi
• B1: Kab. Jayawijaya
• B2: Kab. Lanny Jaya
• B3: Kab. Tolikara
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
• Peningkatan produksi perkebunan, dengan output: percepatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan lahan, pemberian bibit unggul
tanaman, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan
• Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output: pengembangan produk, pendampingan IKM, peningkatan
kreativitas, informasi pasar, promosi dan pemasaran, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, pengembangan
gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM,
koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar
rakyat
• Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan studi vokasi
yang menerapkan kurikulum link and match dengan dunia kerja,
pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat pedesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani
• Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
0,1
0,1
28,6
19,1
0,339 – 0,343
0,377 – 0,383
17,50 – 18,50
30,00 – 31,00
78,99
59,28
0,45
0,43
1,68 – 2,00
1,75 – 2,10
84,15
7,0 83,53
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 7, hlm. 124 OCR
:FJrl:TrIilTIf.IiIIlEIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan dengan output penjaminan HAKI, kelembagaan
ekonomi petani yang dikembangkan dan pendaftaran Hak Kekayaan
Intelektual serta peningkatan akses pembiayaan modal
Fcngqmbanga! ris€t dan inovasi teknologi, de'igjm, output
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital fdrnin4 serta peningkatan penerimaan bantuan
pendanaan penelitian iat&ing Iunn IBOPTN penelitian
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dcogan output de,i,go,i output penanganan jalan daerah dan
pembangunan Ja.lan Trans Papua Merauke-Sorong Towe Hitam-Oksibil,
Jayapura-Wamena, dan Karubaga-llu-Mulia)
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan B€ldar Udara Nop Goliat Dekai dan Bandar
Udara Sobaham di Kab. Yahukimo, Bandar Udara Wamena di Kab.
Jayawijaya, Bandar Udara Elelim di Kab. Yalimo, Bandar Udara Oksibil,
Bandar Udara Batom, Bandar Udara Kiworok di Kab. Pegunungan
Bintang, pengembangan angkutan udara perintis penumpang dan
angkutan udara perintis kargo, serta pengembangan angkutan BBM
pesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan kone.ktivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output. pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan o{rtpuf, perluasan
jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat
o
Kab. Jayawijaya
(perkebunan)
Kab. Lamy Jaya
(perkebunan)
IGb. Tolikara
(perkebunan)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah
perkebunan sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan, perangkat
pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, dan revitalisasi fasilitas
pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, scna pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi da! tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling dan reskilling berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelol,a serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output: akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
cl Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab. Jayawijaya*
Ioedi. ubi.
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan berbasis tanaman
pangan (padi dan ubi), hortikultura, dan peternakan (babi) melalui:
. Penguatan produksi, dengan output: optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak produktif, pemberian DuDuk bersubsidi dan bibit
berkas 7, hlm. 125 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
hortikultura, dan
babi)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Marlb€ramo
Tengah* (padi)
. rab. NdUSF* (padi)
Keterangan:
r) Indikasi lokasi yang
memiliki produki
pangan tinggi
k) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
Sangat rentan
unggul tanaman, pengcndalian orgsnistue pelrgganggu tumbuhan (OPI
tanaman pangan dan hortikultura, serta bantuan ternak babi
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output penyediaan sarana pasca pan€ri dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalal usaha tani,
penyediaan alat dan Eeain pertanian pra panen, rehabilitasi jaringan
irigasi tersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal,
pembangunan fasilitas logistik Gudang lumbung pangan) mendukung
distribusi bahan pangan bergizi.
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan peternak), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
n,trlr4k GAP (Good Agriculture hadi@s), GW (Good. Handling Practices),
dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu)
. penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan peternak
yang mendukung pengembangan pangan lokal, denga,i oulptt
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis dan penguatan usaha koperasi melalui inkubator,
serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan sagu dan padi,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, serta pemberian
bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
tanaman pangan
cl Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Ikb. Jayawijaya*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Pegunungan
Bintang*
. Kab. Yalimo*
Keterangan:
*l Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
-) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elelrtrifi kasi rendah atau
persentase rumah
tangga yanA tinggi
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bulan
listrik
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
energi melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pcraan aatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan o&Put pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMHI, Pembangkit Listrik Tenaga Mini
Hidro (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemetaan potensi
EBT lainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga
listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, de,rgfi output. penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, de,igfr output, pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
Earapu atau berada di daerah 3T
SK No2513ll A
berkas 7, hlm. 126 OCR
No Lokasi Prioritas Hioruight Indikasi Intervensi
c2
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C2: Kab.
Pegunungan
Bintangr
. C3: I(ab. Yahukimo
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Tolikara*
. Kab. Lanny Jaya*
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas air
tinggi
ql Indikasi lokasi yang
memiliki IRBI kekeringan
tinggi dan merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan tampungan air
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dengan output, pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab. Jayawijayar
(kopi dan pariwisata
budaya Lembah
Baliem)
. D2: Kab. Yahukimo*
(Kop,
. D3: lhb. Tolikara*
(Kopi
. Dt: I(ab. Ndugar
(Kopil
. D5: Kab. Lanny
Jaya* (Kopil
. D6: IGb. Yalimo+
(Kopil
. D7: Kab.
ManbcraEo Tengah'
(Kopi)
. D8: Kab.
Pegunungan
Bintang (Kopi)
Keterangani
r) Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tdtinsgaf
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wil,ayah, dengF,i output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dcogan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal da.Ir inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian dan penataan pariwisata rintisan,
dengan ou,puf, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian orga sme pengganggu tumbuhan (OPIJ
tanaman perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
pendukungan etgtt daerah serta pengembangan desa wisata,
pengembangan UMKM lokal, pqdngkatafl daya saing masyarakat, serta
fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur darar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output fasilitasi penJrcdiaa[ perumahan terintegrasi dengan PSU;
pctdrykatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat; pengembangan SDM TII( dan digitalisasi masyarakat; perluasan
layanan penyiaran digitat; pembangunan jalan akses simpul ekonomi,;
serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, daEt, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dat! tepat
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bcrrcana
SK No 251312 A
Pengembangan kawasan perbatasan di kecamatan perbatasan prioritas,
melalui:
tiI] Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
berkas 7, hlm. 127 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:'l Pemenuhan layanan dasar, de,l,gfi output: penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana da.n prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses intemct dan listrik
Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, daryga,r output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) kawasan perbatasan negara di Provinsi Papua Pegunungan
Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output Piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN, serta bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur
pemerintahan kawasan perbatasan negara
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D9: Kcc. Iwur, lGc.
Tarup, IGc. Oksibil,
Kec. Oksamol, Kec.
Kiwirok Timur, Kec.
Batom, Kec. Mofinop,
dan Kec. Murkim
(Kab. Pegunungan
Bintang)
1
:'l
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Ihb. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
. trkb. Pegunungan
Bintang (Daerah
Surgat Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
terbuka:
. Kab. Tolikara
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Mamberamo
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Nduga (Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekol,ah
sepanjang hari:
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan mutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output: penataan gum
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output. pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasa, dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan lit€f,asi, dengan output: pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dar
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan ou$ux
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
berkas 7, hlm. 128 OCR
No Lokasi Prioritas .Friehlii?tu Indikasi Intervensi
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Pegunungan
Provinsi Papua
Pegunungan
. Kab. Jayawijaya
(Tradisi dan Budaya
Lembah Baliem)
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, terutama tradisi
dan budaya di Lembah Baliem, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan de'Jigjm, output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan dr@ut fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output etEtt
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan ouatr ut fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta
"r€nt
prioritas perlindungan bahasa d€[ sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. I(ab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Nduga (Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pembangunan RSUD
provinsi
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi tipe C:
. IGb. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. IGb, Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan output pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wilayah Papua
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, denga't output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, pcnxl.diaan sarana, prasarana, alat kcrchatan, dan obat,
pembinaan tcf,kait layanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kcachatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta peEbangurlarr RSUD Provinsi Papua Pegunungan
. Pemberian hs€ntif, jaminan keamanan, dan jaohan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. PenyEdiaan moda transportasi mendukung pel,ayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
berkas 7, hlm. 129 OCR
I{Irl:Trl-XTIfilTIf+TA
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
I(ab. Mamberamo
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Pegunungan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Ikb. Jayawijaya
. I(ab. Pegunungan
Bintang
. Kab. Tolikara
. Kab. Nduga
. Ihb. lan.rry Jaya
. Kab. Mambera.Bo
Tengah
. Kab. Yalimo
. Kab. Yahukimo
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Pegunungan
Bintang
r Kab. Yalimo
Pengendalian penyakit
fl,ariasis, kusta,
Aambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Pegunungan
Pengendalian penyakit menular dafl eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian IBC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta bantuan stimu.lan
perumahan swadaya dan peningkatan kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegah€l dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengar output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output penyEdiaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian trl,adaab, scfta tcnaSa
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
filariasis, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dfrryarl atvrtt
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua
Pegunungan
Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara ldrusus bagi pemerintah di wilayah Papua
. Peningkatan gizi, dengan output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi scta pemberian tata lakEananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dsn balita da,i bullet stock, *fia
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gersl(an EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dar SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output: penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
berkas 7, hlm. 130 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku peaberi{r makan
Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output penguatan puslcslnas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, s€rta penguatan
implementasi program I(B
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
a
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, melalui:
. Penguatan pertahanan keamanan Papua denga.n output operasi intelijen
kontra separatisme
. Pembentukan keamanan berbasis komunitas, dengan output: penguatan
Sistem Keamanan Lokal (Poskamling) dan peningkatan kerja sama TM
dan Polri dengan masyarakat lokal
. Pemberdayaan pemuda terutama OAP untuk meningkatkan pertahanan
keamanan distrik, dengan ou,put pelatihan dafl pemberdayaan
masyarakat untuk menjaga keamanan serta pel,atihan bela negara
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah/ul,ayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil (I(AT)
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ul,ayat, dengan output: pendampingan penj rsulran regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN Lorentz (Kab.
Jayawijaya, Ikb.
Yahukimo, I(ab.
Nduga, dan Kab.
Lanny Jaya)
. E2: TN Mamberamo
Foja (Kab.
Mamberamo Tengah,
Kab. Pegunungan
Bintang, Kab.
Yalimo, dan Kab.
Tolikara)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
PcEan aatan Ruang Laut), daa penanganan kasus tindak pidana LHK
P21
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output, optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konsen asi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output. inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi- out uf pembinaan da,r pemberdayaan kelompok
berkas 7, hlm. 131 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
E3 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Pegunungan
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: lanny Jaya
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup daa
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan n masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dengan output penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dar pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons aisteE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan nature-based solutions, serta retrofit atau penguatan
infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dafl keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dafl perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengl,i dttput pemulihan
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekolistco perairan
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan sm,'rt gouenvrDnt, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi penerapan SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai platform
terintegrasi pemerintahan di daerah
. Pemetaan dan pemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
o Peningkatan kapasitas SDM dan manajemen kinerja ASN dengan output
pengembangan kompetensi pengelolaan keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur dalam
perencanaan dan penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan
daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung sma/t
gouetnment, dengan output peningkatan portal pelayanan publik dan
penerapan PTSP berbasis OSS di daerah
. Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OA.P)
berkas 7, hlm. 132 OCR
7.4 Provinsi Papua Tengah
ih Dt 4 un ya PAPUA
t Ka “aa 19 :4 1 TENGAH
Baki “ D6 Ke Ay 83
Papua Barat / ba 5 £ | D5 LEGENDA
» La) : E3 ,
N nge A - , N xD 3 | Pn Kawasan Pertumbuhan
& Li AN E- 9 - Pegunungan Kawasan Komoditas Unggulan
RN awasan Swasembada Pangan,
. 5 3 ai 07 Pb an bada Peng
A2
: Bs 7 & S “ , Kawasan Afirmasi
” Sg 1 Kawasan Konservasi dan
Bus €- $ Rawan Bencana
s Papua (@! ibu Kota Provinsi
« Selatan
" @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan 9
Pelabuhan
Kawasan Pariwisata
1. Kawasan Pariwisata TN Teluk Cenderawasih — Kab. Nabire 9 Pase tersusun
Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak
2. Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak - Kab. Mimika Se sa Nasa
Kawasan Perkotaan su Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3. Ibu Kota Daerah Otonom Baru - Kab. Nabire Batas Admin latasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi 1. Kab. Nabire: potensial pangan, potensial energi,
: an La potensial air
: Aa BOaNal 2. Kab. Mimika: potensial pangan, potensial energi,
3. Kab. Puncak Jaya potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Nabire
5. Kab. Mimika
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
D. Kawasan Afirmasi
n Kawasan Konservasi
Daerah Tertinggal 1. TN Teluk Cenderawasih - Kab. Nabire
1. Kab. Paniai 2. TN Lorentz - Kab. Mimika, Kab. Paniai, Kab. Puncak,
2. Kab. Dogiyai Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya
3. Kab. Deiyai 3. TN Mamberamo Foja - Kab. Puncak, Kab. Puncak
4. Kab. Puncak Jaya
5. Kab. Puncak Jaya
6. Kab. Intan Jaya Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
. , 4. Kab. Deiyai
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas
7. Kec. Mimika Barat, Kec. Mimika Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan Kec. Jita - Kab. Mimika
berkas 7, hlm. 133
:T{JTT:IfTilNI'T'NI=FTA
SK No25l3l9A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
• A3: Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru (Kab.
Nabire)
Pengembangan Kab. Nabire sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Tengah, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Tengah, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Douw
Aturure Nabire
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata TN Teluk
Cenderawasih (Kab.
Nabire
Penyiapan kawasan pariwisata TN Teluk Cendrawasih di Kab. Nabire,
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
pertambangan emas-
tembaga-perak (Kab.
Mimika)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
industri berbasis SDA (emas, tembaga, dan perak) berorientasi ekspor di Kab.
Mimika, melalui:
• Peningkatan investasi dan ekspor
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Peningkatan SDM berkualitas, dengan output: fasilitasi pendampingan
SMK yang link and match dengan industri, serta pelatihan vokasi industri
upskilling dan reskilling
0,8
0,7
179,4
119,5
0,374 – 0,380
0,380 – 0,383
15,50 – 16,50
26,50 – 27,00
78,99
59,28
0,45
0,42
2,00 – 2,40
2,65 – 3,12
83,20
82,56 7,7
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
berkas 7, hlm. 134 OCR
No Ll(asi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan implementasi penanganan kerusakan lingkungan hidup
akibat pertambangan, melalui: reklamasi paacatambang
Bl Kawasan Komoditas
82 Unggul,an:
B3 (Komoditas kopi)
Sentra Produksi
. Bl:Kab. Pariai
. 82: Kab. Dogiyai
. 83: Kab. Puncak
Jaya
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, dengan output pengembangan
kawasan kopi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OP'T)
tanaman perkebunan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output. pendampingan/penerapan sertifikasi/pengembangan produk,
fasilitasi dan pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil,
pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan
UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi
Pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, denga,i output: fasilitasi pemberdayaan dan
pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan al(sca internet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, icrta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan rioct dan inovasi teknologi, df,rqlai output.
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
tetrna$tk digital farming
M Kawasan Komoditas
Bs Unggulan:
(Komoditas tuna
cakalang-tongkol)
Pcruuatan sentra produksi berbasis komoditas tuna-cakalang-tongkol,
melalui:
. Penguatan sentra produksi, de'iga,i autwt penyaluran bantuan alat
penangkapan ikan dan/atau a.lat bantu penangkapan ikan serta
penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output. peningkatan fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pembangunan
rantai dingin termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penguatan
sarana distribusi logistik produk kelautan dan perikanan, anelka dan
informasi pasar ekspor, fasilitasi dan pembinaan standarisasi dalr
sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan gerakan ekonomi
kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDca, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan ou$ut percontohan
penyuluhan/penerapan Eodcl pemberdayaan sosial ekonomi pada
masyarakat kelautan dan perikanan, serta pendampingan dari penyuluh
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, de,IgM output pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT sesuai standar, serta p€rluasdt jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
. PcadnSkatafl kapasitas dan tata kelola kelembagaan, s€rta akses
terhadap pembiayaan, dcngen outplf peningkatan kapasitas
kelembagaan pada kelompok usaha bcrsasra, fasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha pada IJMKM kelautan dan perikanan,
fasilitasi pengembangan BUMDesa, fasilitasi dan pembinaan standarisasi
dan sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan kampung
nelayan dan desa perikanan cerdas (smart fisl@,r&,s uiuagq, *na
penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
Sentra Produksi
. 84: Kab. Nabirc
. 85: Keb. Mimika
berkas 7, hlm. 135 OCR
*l,FILtrN
ir{IrFJrrXIrrffr+TA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, dexqp,n ottqJux
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
Provinsi Papua Tengah Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dalt peningkatan jalan strategis dan jalan fans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong ruas Jalan
Wagete-Timika, Mulia-Sinak, Ilu-Mulia-Enarotali, Kaluba8a-Ilu-Mulia,
serta penanganan jalan daerah
. Pengembangan pelabuhan dan jaringan pelayaran, dengan output
peningkatan l,ayanan angkutan penyebrangan perintis
o Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Bandar Udara Ilaga, Agandugume, dan Sinak di
Kab. Puncak, Bandar Udara Mozes Kilangin di Kab. Mimika, dan Bandar
Udara Douw Aturure di Kab. Nabire, standardisasi airstrip di Papua
Tengah, pengembangan angkutan udara perintis penumpang, angkutan
BBM pesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang, serta
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan output perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIX dan digitalisasi
masyarakat
:')
a
:l
Kab. Mimika
(perikanan dan
pertambangan)
Kab. Paniai
(perkebunan)
Kab.
Dogiyai(perkebunan)
Kab. Puncak Jaya
(perkebunan)
Kab. Nabire
(perikanan dan
pariwisata)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BI,I() yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah
(perkebunan, perikanan, pariwisata, dar pertambangan) sesuai kebutuhan
DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dengan ou,put jalan menuju fasilitas pendidikan, revitalisasi
sarana dalt prasarana perguruan tinAEi, serta revitalisasi fasilitas
pendidikan dan ba.lai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi,, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upski ing dg,l, r..ski ing berstandar
industri
o Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output: akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl:Kab. Nabire*
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: Kab. Mimika*
(padi, sagu, dan
pangan akuatik)
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan berbasis pertanian
tanaman pangan (padi dan sagu) serta pangan akuatik/bluefood berbasis
perikanan tangkap, melalui:
. Peningkatan produksi, dengan output pengembangan kawasan padi dan
sagu, optimasi l,ahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pemberian pupuk bersubsidi, pengendalian organisme
pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan, serta penyaluran benih
ikan air laut
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, dengan output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
SK No25l32l A
berkas 7, hlm. 136 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Rentan Pangan:
. I(ab. Puncak Jaya(
(ubi dan babi)
. Kab. Intan Jayak
(ubi)
. Kab. Dogiyai (ubi
dan hortikultura)
peningkatan jalan usaha tad, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju sentra pangan lokal, serta pembangunan fasilitas logistik
Keteranga.n:
r) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
s) Indikasi lokasi yanA
memiliki produksi
Pangan rendah dan
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Gudang lumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi
. Penguatan kapasitas SDM (pctad dan nelayan), dcogan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas l,ctani serta pelatihan kelompok tani untuk
CAP (C,ood Agriculture Practices), GHP lc\@d Handling Practices), da,I PHT
(Pengendalian Hama Terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku uta.ma, serta mendorong ownership petani dan
nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yarlg mendukung pengembangan pangan lokal, denga,l. output
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis, serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi
logistik
Penguatan kawasan rcntan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output, pengembangan kawasan ubi dan
hortikultura, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan,
pemberian bantuan pangan dalan rangka pengendalian kerawanan pangan,
bantuan ternak babi, peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan
pengolahan hasil tanaman pangan
c1
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab, Mimika*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Puncak Jaya**
. Kab, Intan Jaya*
Keterangan:
'l Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitsn EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrif kasi rendah atau
persentase rumah tangga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bu.kan
listrik yang tinggi
Peningkatan kct hanan energi, terutama dengan mempercepat transisi energi
berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber cflcrgi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output. pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga mikrohidro
(PLTMH), dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), pemetaan
potensi EBT lainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output pemasangan sambungan
baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau
berada di daerah 3T
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab. Mimika*
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan eobutlg dan tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dengan output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Puncak*
. Kab. Puncak Jaya*
berkas 7, hlm. 137 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbruigfu Indikasi Intervensi
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan air tinggi dan
luas wilayah sungai yang
besar
i) Indikasi lokasi yang
memiliki i IRBI
kekeringan tinggi
dan/atau merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas
ketahanan iklim bidang
air
DI
D2
D3
D4
D5
D6
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: I(ab. Paniai
(kopi)
o D2: Kab. Dogiyai
tkopi)
. D3: Kab. Deiyai
(kopi)
. D4: Kab. Puncak
(kop,
. D5: Kab. Puncak
Jaya (kopi)
. D6: Kab. Intan Jaya
(kopi)
'l Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial y{ry sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, deEilla,J. q/tr}r'.tt afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dsn tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD lralrg mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pel,aksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan cloEoEi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, dengan
output optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
peningkatan sarana budi daya ikan laut yang disalurkan ke masyarakat,
pendampingan dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok pelaku
utama/usaha, pengembangan UMKM lokal, peningkatan kemandirian
masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari
kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai standar,
serta peningkatan konektivitas intra dan antarwil,ayah, dengan output
fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU; peningkatan
SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan; perluasan jaringan
listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet cepat; pengembangan
SDM TItr. datr digitalisasi masyarakat, perluasan layanan penyiaran
digital; pembangunan jalan akses simpul ekonomi; serta p€ng€obang.n
sarana angkutan pcfiatis l,aut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang cfisicar dan tc?at
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bencana
D7 Kawasan Afirmasi
Kawasan perbatasan
Pengembangan kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pcraenuh.n l,ayanan dasar, dcf,{gan output penyediaan rumah layak
huni, penyediaan sarana pel,ayanan dasar, pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi di kawasan perbatasan, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
internet dan listrik
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output: fasilitasi kampung siaga bencana terhadap
warga masyarakat di lokasi ratDan bencana, scrta fasilitasi dan
pembinaan kelompok masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana
alam di kawasan perbatasan.
. Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN
Kecamatan perbatasan
prioritas:
o D7: Kec. Mimika
Barat, Kec. Mimika
Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan
Kec. Jita (Kab.
MiEika)
berkas 7, hlm. 138 OCR
I:I':FIIIHX
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asrama:
. I(ab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. IGb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekolah
terbuka:
. IGb. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. IGb. Deiyai (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab, Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal))
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Paniai (Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Nabire
. I(ab. Intan JaJra
(Daerah Sangat
Tertinggal
. IAb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu layanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama,
melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan mutu tcnaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan o{rtpuf, penataan guru
dikdas dan dilsnelr, serta peningkatan kompetensi gum dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dengan output: pemberian tunjangan khusus
baai guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK serta pemberian
beasiswa afirmasi menengah (ADEM) dan pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, de'i,gut output. pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan pada satuan pendidikan dan
a.kreditasi pada Batuan pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output
pcn]4rsururn model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yanA adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Tengah Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan dengan output.
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
le@baga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal dengan
output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi, cagar
budaya, dan benda budaya, ocrta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, sri'ta
pengembangan erren filItt dan musik b€rbask budaya lokal
berkas 7, hlm. 139 OCR
BUK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta euen, prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pel,ayanan kesehatan
bergerak:
. Kab. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. lGb. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pembangunan RSUD
Provinsi:
. I(ab. Nabire (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi tipe C:
. Ikb. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Ibb. Deiyai (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. Kab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan output. pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan orang asli Papua, dengan output: penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wilayah Papua
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait layanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kesehatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua tengah
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab. Paniai
. Kab. Dogiyai
. Kab. Intan Jaya
o Kab. Deiyai
. Kab. Puncak
. Kab. Puncak Jaya
. Kab. Nabire
. Kab. Mimika
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan, pengendalian TBC dan layanan penemuan a.lrtif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, dan peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pengadaan
berkas 7, hlm. 140 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbruight Indikasi Intervensi
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Paniai
. Kab. Nabire
Pengendalian filariasis
kusta, frambusia, dan
HIV/AIDS:
Provinsi Papua Tengah
tenaga kesehatan terlatih pencegahan datr pengendalian frambusia, scfta
peningkatan infrastruktur SPAM daa SPAL
Eliminasi penyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian fil,ariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, scda
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output,
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data dan informasi HIV/NS
Provinsi Papua Tengah Penguatan percepatan pencegahan penurunan stun lilg serta perbaikan gizi
lainnya melalui:
. Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
. Peningkatan gizi, derrya,i output: : pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer stock, *tla
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output: penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
. Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
. WPP 718 (perbatasan
perairan dengar
Australia)
Peningkatan pertahanan
dar keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 717 dan 718, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan kc@anan l,aut, dengan
output peningkatan operasi kapal dan speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelol,a perikanan q'il,ayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satn a liar, serta
IVU (i egdl, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dala& upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, mitigasi konflik daerah, serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi HAM
yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalan peningkatan kcaEaaan dan ketertiban
wil,ayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat pesisir
peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas wilayah
laut
berkas 7, hlm. 141 OCR
PRESIOEN
No Lokasi Prioritas Irigruight Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Tengah Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan u,Erga komunitas adat terpencil
. Percepatan penl rsunan peraturan daerah t tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ul,ayat
El Kawasan Konservasi:
E2 . El: TN Teluk
E3 Cenderawasih (Kab.
Nabire)
. E2: TN Lrreffz (Kab.
Mimika, IGb. Punca*
Jaya, Kab. Puncak,
Kab. Intan Jaya, dan
Kab. Paniai)
. E3: TN Mamberamo
Foja (Kab. Puncak
dan Kab. Puncak
Jaya)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output: optimalisasi
pengelolaan le@b88a kons€n asi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies daa konservasi biota yarry
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output:
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalan pengelolaan kawasan
konservasi, de,lga,r output. pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
E4 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Tengah
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. B+: Kab. Deiyai
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat Orrro mitigasi
bencana datl perubahan iklilr, dengan output. penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan ou,put penguatan
rcq)ona sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan 7.o,twe-bosed. solutions, serta retrofit atau penguatan
infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dcruan output, pemulihan lahan
rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascataEbang
berkas 7, hlm. 142 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Tengah Peningkatan smart gouer tuefut, penguatan kapasitas ASN, dqtl peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi lrcncrapan SIPD, SII{D, da! SIPPP g€b,E i platform
terintegrasi pemerint han di da€rah
. ItEetaalt datl pemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
. Peningkatan kapasitas SDM darl manajemen kinerja ASN, dengan output
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung snra,,t
government, dengan output peningkatan portal pelayanan publik dan
administrasi serta penerapan PTSP berbasis OSS
. P€ningkatqtr dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAB
berkas 7, hlm. 143 OCR
7.5 Provinsi Papua Selatan
Tn p” Tengah £ At Papua Pegunungan
an PP PAPUA
TL B3 D26 MD NI SELATAN
| 9 A1 LEGENDA
Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Komoditas Unggulan
c2 D1,5 Kawasan Swasembada Pangan, Air
5 dan Energi
Lu B2 D3,7 Ki Kawasan Afirmasi
AA y Kawasan Konservasi dan Rawan
» Bencana
9 (@) wu Kota Provinsi
a22 B14 C1 @ Bandar Udara
, E2 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan AM 9
ru @ Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata AA x
1. Kawasan Asmat - Kab. Asmat & Pen nesona
Kawasan Perkotaan Merauke mam Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Belas Administrasi
Merauke
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Sagu Daerah Tertinggal"
1. Kab. Merauke 1. Kab. Boven Digoel
2. Kab. Mappi 2. Kab. Asmat
3. Kab. Asmat 3. Kab. Mappi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Merauke ”) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah Pendukung
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 4. PKSN Merauke, Kec. Ilwayab, Kec. Tabonji, Kec.
Waan, Kec. Tubang, Kec. Okaba, Kec. Malind, dan
1. Kab. Merauke: KSPP, potensial pangan, potensial energi Kec. Naukenjerai -— Kab. Merauke
2. Kab. Boven Digoel: potensial air 5. PKSN Tanah Merah, Kec. Kombut, Kec. Waropko,
dan Kec. Ambatkwi — Kab. Boven Digoel
: Kecamatan Perbatasan Prioritas
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana 6. Kec. Agats dan Kec. Fayit - Kab. Asmat
1. TN Lorentz — Kab. Asmat 7. Kec. Minyamur — Kab. Mappi
2. TN Wasur — Kab. Merauke Kawasan Transmigrasi
8. KT Salor — Kab. Merauke
9. KT Muting — Kab. Merauke
Kawasan Perdesaan Prioritas
10. Kawasan Perdesaan Semangga,Tanah Miring, Kurik,
dan Malind — Kab. Merauke
berkas 7, hlm. 144
R,EPTJELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kab. Merauke
Pengembangan Kab. Merauke sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru
Provinsi Papua Selatan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Ewer
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, peningkatan akses internet tetap pitalebar untuk
UMKM dan fasilitas umum, perluasan jaringan telekomunikasi dan
akses internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah
swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan Asmat
(Kab. Asmat)
Penyiapan kawasan Asmat, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan
jalan daerah dan pengembangan bandara Ewer (Kab. Asmat)
• Pengembangan produk kepariwisataan, dengan output: pendukungan
event daerah, fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual pada produk
ekonomi lokal, dan pengembangan produk ekonomi lokal
• Pengembangan sentra pariwisata, dengan output: pengembangan desa
wisata
• Peningkatan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata, dengan
output: pelatihan dan pembekalan sdm pariwisata serta sertifikasi sdm
bidang pariwisata
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
terpadu secara nasional dan internasional
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,1
0,2
91,9
65,5
0,367 – 0,372
0,372
12,50 – 13,50
16,50 – 17,00
78,99
59,00
0,47
0,44
0,69 – 0,84
0,84 – 1,00
81,30
80,63 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
berkas 7, hlm. 145 OCR
l-Ir-l-5{Itr{l
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?ht Indikasi Intervensi
B4 I(aEas€rt Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Penyiapan pengembangan sentra produksi berbasis komoditas tuna-
cakalang-tongkol, melalui:
r Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output penyaluran
ba.ntuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan,
penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat, serta pengembangan
kampung nelayan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran,, promosi, dan peningkatan ekspor
produk perikanan, dengan ouvuf peningkatan fasilitas Tempat
Pelelangan Ikan (TPI), pengembangan rantai dingin termasuk gudang
beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana penyimpanan dan
distribusi logistik produk, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan d€Ir penguatan
koperasi, pelaku us€ha, t MKM dalam rantai pasok,
pembentukan/pengembangan U(M/UMKM, koperasi, dan BUMDes,
serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dangan output: siswa SMK yang tersertifikasi kompetensi yang relevan
dengan dunia kerja, sertifikasi awak kapal, dan pemberian akreditasi
kepada lembaga pendidikan kelautan perik nan
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kampung nel,ayan
dan desa perikanan cerdas (smart fisheries village), gcrla penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pembangunan datl peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan,
pengembangan kampung nelayan, dan perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output: hilirisasi
produk akuakultur dan produk hilirisasi pangan hasil l,aut, pemberian
bantuan pendanaan nat&ing fund (BOPTN Penelitian) terkait produk
hilirisasi kelautan perikanan, serta penerapan teknologi ekonomi digital
Sentra Produksi
. 84: Kab. Merauke
Bl Kawasan Komoditas
92 Unggul,an
83 (Komoditas sagu)
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas sagu, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, dengan output pemberian bibit
unggul t6Daoan, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan
(OPf) tanaman perkebunan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran, daa promosi produk, dengan
output pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
BUMDesa, dan koperasi, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan sekolah
vokasi, serta Fasilitasi Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat
Perdesaan (READSI)
. Pembangunan infrastruktur da! penyediaan sarana prasarana
pendukung, de,rgm, output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian prapanen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan aksca internet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, s€f,ta akses
terhadap pembiayaan, df,igl,r output, pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dsn inovasi teknologi, dengan output:
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming *tt, peningkatan penerimaan bantuan
pendanaan penelitian matching fund. IBOPt'll penelitian)
Sentra Produksi
. 81: I(ab. Merauke
(sagu)
. 82: Kab. Mappi
(sagu)
. 83: Ihb. Asmat
(sagu)
berkas 7, hlm. 146 OCR
No Lokasi Prioritas .Fligrurrh, Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Selatan Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, daD jalan
3TP, dengan output penanganan jalan daerah dan pembangunan Jalan
Trans Papua Merauke-Sorong (Iwur-Waropko, Merauke-Mappi)
. Pengembangan pel,abuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output peningkatan pelayaran kapa.l Ro-Ro, p€n)Elcngtaraar layanan
transportasi l,aut dan penyeberangan perintis, rehabilitasi fasilitas
Pelabuhan Agats di IGb, Asmat, pengembangan fasilitas Pelabuhan Moor
di Kab. Mappi, pembangunan fasilitas Pelabuhan Wowi di Kab. Asmat,
pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Bade di Kab. Mappi, layanan
angkutan laut perintis, serta peningkatan l,ayanan angkutan laut perintis
dan layanan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan Bandar Udara Ewer di Kab. Asmat, Bandar Udara
Tanah Merah di Kab. Boven Digoel, Bandar Udara Mopah di Kab,
Merauke, dan Bandar Udara Kepi di Kab. Mappi, pengembangan
angkutan udara perintis penumpang, pengembangan angkutan udara
perintis kargo, pengembangan angkutan BBM pesawat udara
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dar sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, s€rtajarinSan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan ou,put pembangunan
BTS 4G/Lastmile, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet
cepat, pengembangan SDM fiK dan digitalisasi masyarakat, serta
perluasan layanan digital
Kab. Merauke
(pcrikaffn dan
perkebunan)
I(ab. Mappi
(perkebunan)
Ihb. tu@at
(perkebunan dan
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah (perikanan, perkebunan, ekonomi kreatif, serta industri pengolahan)
sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pel,atihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan Eutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi daa tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling da'r r"ski ing berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: I(ab. Merauke
Pengembangan Kawasan Sentra Produki Pangan (KSPP) Merauke yang
didukung dengan kawasan transmigrasi Salor, melalui:
. Pencetakan Eaxrah
. Peningkatan produksi, dengan output, penyaluran benih padi, areal
pengendalian organirrac pengganggu tanaman (OP/TI pangan, dan unit
pengolah pupuk organik (UPPO)
. Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
konektivitas transportasi dcaa, datr rehabilitasi jaringan irigasi tersier
berkas 7, hlm. 147 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output peningkatan jalal usaha tani, alat dan mesin pertanian
pra panen, sistem drainase yang dibangun di kawasan transmigrasi, area
penyaluran benih padi, serta penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju KSPP
Penguatan sarana pascapanen dan tata kelola, dengan output
penyedia& sarana pengolahan hasil tanaman pangan, pengembangan
kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha koperasi, dan
peningkatan akses pembiayaan modal
Pengembangan risct dan inovasi teknologi, d€,;ryan out ut
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital J@7".i7.g
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: IGb. Merauker
(padi dan pangan
akuatik)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Boven Digoel*
(padi)
. Kab. Mappi* (sagu)
Keterangan:
t) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
") Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan padi dan pangan
akuatik/ bluefood berbasis perikanan tangkap, melalui:
. Penguatan produksi, dengan output, optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak menjadi produktif, pengembangan kawasan padi, pemberian
pupuk bersubsidi, alat daa mesin pertanian prapanen, pengendalian
organisme pengganggu tumbuhan (OP-D tanaman pangan, serta
penyaluran benih ikan air laut dan tawar
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: penyediaan sarana pasca panen dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalan usaha tani,
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasi jaringan
irigasi tersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
serta penyediaan dan konektivitas (jalan, pelabuhan, dan bandara)
sebagai akses menuju sentra pangan lokal, pembangunan fasilitas
logistik (gudang penyimpanan pangan) mendukung distribusi bahan
pangan bergizi, serta peningkatan sarana dan prasarana penangkapan
ikan
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan nelayan) yang terlatih GAP, GHP,
dan PHT, dengan output: fasilitasi pemberdayaan dan pembangunan
masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan kapasitas petani
sena pelatihan kelompok tani untuk GAP (Good. Agriculture Practices),
GHP (G.ood. Handling Practices), dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu),
penyuluhan perikanan dan kelautan untuk kelompok pelale utama,
mendorong ownership petani dan nelayan p.da aset dan lembaga yang
telah dibentuk, serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, den48trr output
p€mbcntukan/p€dgembanEan koperasi berbasis komoditas
Penguatan kawasan rentan pangan dilaku.kan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan padi dan sagu,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat lrang terfasilitasi pen8anekaragaman pangan, serta pcEbcrinl
bantuan pangan dalam rangka pcogcDdalian kerawanan pangan
cl Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Merauke*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Mappi*
. Kab. Asmat*
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan penguatan infrastruktur
ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan wilayah dan pemerataan
pembangunan pada kawasan potensial energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (ERI) sesuai dengan potensi
daerah dan dedierclisasi, dengan output Pembangkit Listrik Tcna8a
Surya (PLTS), energi berbasis bahan baku nabati lbioe eryAl termasuk
ethanol, pemetaan potensi EBT lainnya, pembangunan sist€o transmisi
dan interkoneksi tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output: penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
berkas 7, hlm. 148 OCR
REPUBLTK INDONESIA
No Lokasi Prioritas ffrbrubft , Indikasi Intervensi
Keterangan:
. 1 Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EBT tinggi
. *) Indikasi lokasi
yang memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
penerangan uta,lu
listrik noD PLN dan
bukan listrik
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan mela.lui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
c2 I(awasafl Potensial
Swasembada Air:
. C2: Ihb. Boven
Digoel.
Peningkatan ketahanan afu untuk lDetuenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya ai,., de g,al output
pembangunan €obung dan tampungan air lainnya
Penguatan kauras€n rawan air dilakukan melalui penyediaan sutrbcf, air
baku alternatif, denga,,,^ output pembangunan embung, pembangunan
sarana datt prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
Kawasan Rawan At:
. Kab. Merauke*
. Kab Asmat*
Keterangan:
. r) Indikasi lokasi
yang memiliki
kapasitas tampungan
air tinggi
. 11 Indikasi lokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
D1 Kawasan Afirmasi
D2 Daerah Tertinggal*:
D3 ' Dl: IGb' Boven
Digoel (karet)
. D2: IGb. Asmat (sagu
dan ekonomi kreati0
r D3: Ikb. Mappi*
(sagu)
Keterangan:
1 Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
o Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, deEilll,J. autpux afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yalrg mendapat pembinaan Program
Afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosia.l adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi berbasis
pengembangan scnEa perkebunan terintegrasi dan ekonomi kreatif,
dcargan output optiEasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OP-I)
tanaEan perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
pendukungan event daerah, pengembangan desa wisata, pengembangan
UMKM lokal, peningkatan kemandirian masyarakat, peningkatan daya
saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pcrrb€ntuksr koperasi dari
kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dar antarwilayah, dengan
output fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU,
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan,
perluasan listr'ik- jaringan telekomunikasi. den ekses internet
berkas 7, hlm. 149 OCR
No Lokasi Prioritas HOruigtu Indikasi Intervensi
cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan akses simpul ekonomi,
pengembangan ssrana angkutan perintis darat datr udara, serta
pengembangan Bandara Mindiptanah dan Iapter Bomakia (Kqb. Bovcr
Digoel)
Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yatrg eEsi€ir datr tepat
guna, dcargan output masyar:akat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dala.m penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D?
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan:
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Merauke,
serta Kec. Ilt 'ayab,
Tabonji, Waan,
Tubang, Okaba,
Malind, Naukenjerai
(Kab. Merauke)
. D5: PKSN Tanah
Merah, serta IGc,
Kombut, Waropko,
Ambatkwi (I(ab.
Boven Digoel)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D6: Kec. Agats dan
Kcc. Fayit (I(ab.
A8|!at)
. D7: IGc. Minyamur
(IGb. Mappi)
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Tanah Merah dan Merauke, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, da\gart auqrut penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan ak3c8 internet dan listrik
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pengembangan
berbasis komoditas unggulan terutama di PKSN, dengan ou,put optimasi
l,ahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, penyediaan
bibit unggul, pengendalian qgani$rc pengganggu tumbuhan (OPTJ,
pengolahan pasca panen komoditas, masyarakat yang ditingkatkan
kapasitasnya, peningkatan akses pembiayaan modal, serta pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT yang dikelola dan operasional sesuai standar,
dan layanan validasi dan verifikasi pupuk
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, danga,r output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Papua Selatan
. Penguatan tata kelola pemerintahan, de'l.ga,r output piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN
D8 Kawasan Afirmasi
D9 Kawasan Transmigrasi:
. D8: KT. Salor (tr(ab.
Merauke)
. D9: KT. Muting (I(ab.
Merauke)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Salor dan Muting, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,I output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, si3trr! drainase, saraaa permukiman di kawasan
transmigrasi, perluasan jaringan Ustrit, jaringan telekomunikasi, dan
akses intcmet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output:
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dan Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian sagu, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, serta pcnSqrdalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPI tanaD€Il pangan, dan penyediaan bibit unggul pertanian
o Redistribusi aEct (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. PcDataafl persebaran penduduk dalt penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
. Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga keda terampil,
dp,rg,,,i outputi tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur Jrang berkinerja tinggi di Kawasan Transmigrasi
D10 Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas:
. D10: IGn'asan
Perdesaan Prioritas
Semrnose Tefleh
Pengembangan Kawasan Ferdesqgn Prioritas Scman8Ea, Tanah Miring,
Kurik, dan Malind, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa datr perdesaan, dengan output
penyediaan ruBah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
berkas 7, hlm. 150 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Miring, Kurik, dan
Malind (Kab.
Merauke)
Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal,
dcogaIr output pembentukan/pengembangan dan pendampingan
I(M/UMKM, koperasi, dan BUMDca
Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dcn lan output. fasilitasi
penguatan tata kelola desa
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asf,ama:
. Kab. Asmat (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Merauke (PKSN
Merauke)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. I(ab. Boven Digoel
(Daerah Tertinggal
dan PKSN Tanah
Merah)
Peningkatan aks€s dan
tuunr pelayanan
pendidikan;
Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Selatan
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekol,ah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, mela.lui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dc,,.gm, output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, denga'r output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada Batuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kuriku.lum yang kontekstual wil,ayah Papua, dengan output
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Selatan Peningkatan perlindungan datr pelestarian budaya lokal, terutama tradisi
dan budaya di Kab. Asmat, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, dengan output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lcrabaSa kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan qrt?ut fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan u,arisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya da€f,ah, dengan ouqrux event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan el€n flm daIr musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Lab. Mappi (Daerah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan &naga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output. penugasan khusus
dan
berkas 7, hlm. 151 OCR
BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Hri?rurbhf Indikasi Intervensi
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Ihb. Asmat (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritasl
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak da,t telenpdicitD,
dengan output pembinaan, pendampingan, dalt bimbingan telmis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bcrgcf, ak serta iEplem€fl tasi layanan
telemedicine
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, a.lat kesehatan, dan obat,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua Selatan
Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
Pcngerabangafl inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kab. Merauke
Peningkatan RS dad tipe
D menjadi tipe C:
. I(ab. Boven Digoel
(Daerah Tertinggal
dan PKSN Tanah
Merah)
. Ikb. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Asmat (Daerah
Tertinggal da.n
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan
mutu Pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. I(ab. Merauke
. IGb. Asmat
. Kqb. Boven Digoel
. lGb. Mappi
Pengendalian pcdJrakit
TBC:
. Kab. Mappi
. Kab. Boven Digoel
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan,
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan tr terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
l,ayanan pencegahan dan pengendalian TBC dan layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, denS!fr output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dstr pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian frambusia,
serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengg&, output:
penyediaan alat datl bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan tertatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
berkas 7, hlm. 152 OCR
- 3t7 -
No Lokasi Prioritas HriqHAtu Indikasi Intervensi
Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dangfa output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Selatan Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya, melalui:
. Pendampingan occara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
. Peningkatan gizi, deogF,i output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dori buffer stock, *tta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output. penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output: penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
arEk, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
. Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 718 (perbatasan
dengan Australia)
Peningkatan pertahanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Selatan
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 718, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dcngs,l output
peningkatan operasi kapal dan speed.boat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilega.l tumbuhan dan satwa liar, serta
lwl (illegal unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKt B dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat ddam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Selatan Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dsn
tanah adat/ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ulayat, dengan output: pendampingan penyusunan regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
berkas 7, hlm. 153 OCR
No Lokasi Prioritas Hbru{?fu Indikasi Intervensi
El Kawasan Konservasi:
E2 . El:TN Lorentz (I(ab.
Asmat)
. E2: TN Wasur (I(ab.
Merauke)
Perlindungan, pengelolaan , dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ru€lg kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut), dan penanganan kasus tindak* pidana Lt
nt
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konse asi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan katrE8an konservasi, denga,r output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nil,ai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, darLgat output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
[pokmaswas)
. Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Provinsi Papua Selatan Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan ikliE, dengan ouwi, penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wil,ayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lshan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, de'rglott output lrcmulihaa
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan
Provinsi Papua Selatan Peningkatan sr4larl gouemfita\t, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan d€I! penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi pcn6ap6n SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai plafonn
terintegrasi pemerintahan di daerah
. Peractaatr dan pemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
o Peningkatan kapasitas sDM dan manajemen kinerja ASN , dcngjur output
pengembangan kompetensi pcary€lolaatt keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur da.laE
perencanaan dafl penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan
daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smart
goDemmetut, dengan wlpux peningkatan portal pelayanan publik dan
penerapan PffiP berbasis OSS di daerah
r Peningkatan <tan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAP)
berkas 7, hlm. 154 OCR
7.6 Provinsi Papua Barat Daya
Ne PAPUA BARAT
SE D3, A1 C
, So YA El aa LEGENDA
“ " aa FG , D14 TX | Kawasan Pertumbuhan
. 2 # Opa car Serena 2 AJA ra ka — Kawasan Komoditas Unggulan
no Pa - na £. 2 4 C1 if , Kawasan Swasembada Pangan,
la . "5 fojaa 3. : | Air, dan Energi 8
, 2 - SM ja — PENA 0 3 Kawasan Afirmasi
| Nam JP 8 2 aa de Kawasan Konservasi dan
PaNNP NN | PP & Pa d NX D2 P, “ Rawan Bencana
1 . , -— Lt 9 5. B3 N . d Papua Barat (@! ibu Kota Provinsi
ha L / @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan $ PAI Oo
2 Pelabuhan
Kawasan Pariwisata 2 2 4 SS
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Raja - Ao 9 Kawasan Revan Bencana
Ampat - Kab. Raja Ampat f an —
Kawasan Perkotaan 3 sm Jalan Nasional
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru dan Kota "N$ Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Industri, Perdagangan, dan Jasa - Kota Batas Administrasi
Sorong
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Udang 1. Kab. Sorong: potensial pangan, potensial
1. Kota Sorong . . energi, potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Udang 2. Kab. Sorong Selatan: potensial pangan
2. Kota Sorong 3. Kab. Tambrauw: potensial air
3. Kab. Sorong Selatan
4. Kab. Sorong
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
5. Kab. Sorong E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
6. Kota Sorong
Kawasan Konservasi
D. Kawasan Afirmasi 1. Geopark Raja Ampat, KKN dan KKD Kep. Raja
Ampat, serta KKN Kep. Waigeo Sebelah Barat
Daerah Tertinggal" — Kab. Raja Ampat
1 Kan. Dana 2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
4) Daerah Denah juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal Hayati Teluk Bintuni - Kab. Sorong Selatan
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kec. Ayau dan Kec. Kepulauan Ayau -— Kab. Raja Ampat 3. Kota Sorong
4. Kec. Kwoor dan Kec. Abun — Kab. Tambrauw 4. Kab. Maybrat
Kawasan Transmigrasi
5. KT Klamono -— Segun - Kab. Sorong
Kawasan Perdesaan Prioritas
6. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Raja Ampat —
Kab. Raja Ampat
berkas 7, hlm. 155
REPI.JELIK INDONESIA
SK No25l34l A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: DPP Raja Ampat
(Kab. Raja Ampat)
Pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta peningkatan
kualitas destinasi wisata pada kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP
Raja Ampat), melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandar Udara DEO Sorong dan bandar udara perairan di Misool, Kab.
Raja Ampat
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah,
pengembangan desa wisata, pengembangan jejaring di destinasi
pariwisata, dan pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat skala komunal, pembangunan sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, penataan kawasan destinasi wisata,
serta pengembangan amenitas dan aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi sertifikasi SDM bidang pariwisata dan
penyelenggaraan pelatihan vokasi
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
peningkatan publikasi dan promosi terpadu secara nasional dan
internasional
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pariwisata
berkualitas, penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata,
pengembangan UMKM, serta pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
• Peningkatan kelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
pelaksanaan operasi SAR, serta penyediaan jalur evakuasi bencana KTA
Selat Dampier, KTA Misool, dan KTA Wayag
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru dan
Kota Industri,
Perdagangan, dan
Jasa (Kota Sorong)
Pengembangan Kota Sorong sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Barat Daya serta kota industri, perdagangan, dan jasa, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Barat Daya, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara DEO
Sorong
0,2
0,2
89,4
64,9
0,295 – 0,300
0,300
11,76 – 12,76
17,60 – 18,00
23,09
1,08
0,52
0,49
5,32 – 5,92
6,30 – 6,80
83,52
82,89 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 7, hlm. 156 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dc'rgj,fl, output
pembangunan jalan strategis, pembangunan SPAM, pembangunan
sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat, serta pemberian
bantuan pembangunan rumah swadaya
Penataan kawasan dan peningkatan citra kota, dengan ox@af penataan
kawasan, penguatan branding krwag€,;', dan penguatan promosi daya
tarik kota
81 Kawasan Komoditas
92 Unggulan:
83 (Komoditas udang)
Sentra Industri
. Bl: Kota Sorong
Sentra Produksi
. Bl: Kota Sorong
. 82: I(ab. Sorong
Selatan
. B3: Kab. Sorong
Penyiapan pengembangan ekosistem s€ ra industri berbasis komoditas
udang, melalui:
. Penguatan sentra produksi, d€,rg,o, output penyaluran bantuan alat
penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan serta
penyaluran benih ikan udang ke masyarakat
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produ.k udang, dengan output peningkatan fasilitas
tempat pelelangan ikan (TPI), pembangunan rantai dingin termasuk
gudang beku dan kelengkapannya, penguatan sarana distribusi logistik
produk kel,autan dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor,
fasilitasi dan pembinaan standarisasi dan sertifikasi produk pada usaha
mikro, pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui
pengembangan IKM/UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes,
serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output percontohan penyuluhan/penerapan model
pemberdayaan sosial ekonomi pada masyarakat kelautan dan perikanan,
serta pendampingan dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok
pelaku utama/usaha
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output peningkatan kapasitas
kelembagaan pada kelompok usaha bersama, fasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha pada t UMKM kelautan dan perikanan,
pengembangan kampung nelayan dan desa perikanan cerdas (smart
fisheries village), *rta penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan pelabuhan pendukung
industri udang, serta perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, dclrglai output
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
BS Kawasan Komoditas
86 Unggul,an:
(Komoditas rumput l,aut)
Sentra Produksi
. 85: IGb. Sorong
. 86: Kota Sorong
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas rumput laut, melalui:
. Penguatan sentra produksi, dengan output revitalisasi lahan budidaya
sesuai zonasi, pengendalian haDa terpadu, serta peningkatan
ketersediaan bibit rumput laut yang unggul
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output pembangunan rantai dingin termasuk gudang beku dan
kelengkapannya, penguatan sarana distribusi logistik produk kelautan
dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor, fasilitasi dan
pembinaan standarisasi dan sertifikasi produk pada usaha mikro,
pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan
IKM/I MKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output percontohan
penyuluhan/penerapan model pemberdayaan sosial ekonomi pada
masyarakat kelautan dan perikanan, serta pendampingan dari penyuluh
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan qttput pembangunan jalan strategis,
pengembangan pelabuhan pendukung produksi rumput laut, serta
perluasan jaringan telekomunikasi dan akrcr internet cepat
berkas 7, hlm. 157 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output peningkatan kapasitas
pada kelompok usaha bersama, fasilitasi akses
pembiayaan da.n kemitraan usaha pada UMKM kelautan dan perikanan,
fasilitasi pengembangan BUMDesa, fasilitasi dan pembinaan
standarisasi dalr sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan
kampung nelayan dan desa perikanan cerdas (s',]',,rt fsherics viwe),
serta penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, de'J;gj,dl- output
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
:'l
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, dan jalan trans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong,
pembangunan jalan strategis, penanganan jalan daerah, pembangunan
Jembatan Trans Papua Merauke-Sorong-Makbon-Mega dan
peningkatan layanan angkutan jalan perintis
. Pengembangan pelabuhan dan jaringan pelayaran, dengan output:
pengembangan fasilitas pelabuhan Makbon di Kab. Sorong, rehabilitasi
fasilitas Pelabuhan Sausapor di l(ab. Tambrauw, pembangunan fasilitas
Pelabuhan Pulau Misool di l(ab. Raja Ampat, peningkatan layanan
angkutan laut perintis dan layanan angkutan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan Bandar Udara Domine Eduard Osok di Ihb.
Sorong, dan pengembangan angkutan udara perintis penumpang dan
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TlK, dengar output perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat
Ikb. Sorong
(perikanan)
Ikb, Sorong Selatan
(perikanan)
Kota Sorong
(perikanan dan
industri)
Ihb. Raja Ampat
(pariwisata
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLJ() yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah (perikanan, pariwisata, dan industri) sesuai kebutuhan DUDI,
melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana serta pelatihan pendidikan
berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLKI
. Pengembangan prograt! studi, kurikulum, dan inovasi model
pembel,ajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tin88i dan tcnaSa kependidikan vokasi, serta Fnirykatatr tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling daq te kifiing berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia keda, dengan output akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
berkas 7, hlm. 158 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab. Sorong
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: IGb. Sorong
Selatan* (padi dan
sagu)
Kawasan Rentan
Paflgaa:
. Kab. Tambrauw
(ubi dan pangan
akuatik)
. Ikb. Maybrat* (ubi)
Keterangan:
r 'l Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
tinggi
. *') Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
rendah dan Indeks
Ketahanan Pangan
rentan atau Sangat
rentan
Penguatan kawasan potensial swasembada pa.ngan berbasis pertanian
tanaman pangan (padi dan sagu) serta pangan akuatik/btueJM berbasis
perikanan tangkap melalui:
. Pedrr8katall produksi, dengan output pengembangan kawasan sagu dan
padi, pemberian pupuk bersubsidi, optimasi l,ahan termasuk revitalisasi
lahan rusa* menjadi produktif, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT) tanaman pangan, serta penyaluran benih ikan air laut
datl tawar
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, dengan output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
peningkatan jalan usaha tani, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan itiggsi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan dan peningkatan jalan
akses menuju sentra pangan loka], serta pembangunan fasilitas logistik
Gudang lumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi,
serta penyusunan tqta kelola daD strategi distribusi logistik
. Penguatan kapasitas sdm (petani dan nelayan), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
untuk GAP (good agriculture practices), GHP (good handling yadi@sl,
dan PHT (pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan
kelautan untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership
petani dan nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk)
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani, nelayan, d€It
pembudidaya ikan yang mendukung pengembangan pangan lokal,
dengan output pembentukan/pengembangan koperasi berbasis
komoditas di kalangan kelompok strategis, serta penl rsuna[ tata kelola
dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan dengan output pengembangan kawasan ubi dan pangan
akuatik, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, serta
pemberian bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
serta peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
tanaman pangan
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Sorong'
Kawasan Rendah
Elektritrkasi:
. IAb. Sorong
Selatan**
. I(ab. Raja Ampat*
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah atau
persentase mmah tangga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PIN dan bukan
listrik yana tinggi
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasa, dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pcroban8kit listrik tenaga mesin gas
(PLTMG), pembangkit listrik tenaga ldnihidro (PLTM), pemetaan potensi
EBT lainnya, serta pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, denga,i ovtwti penyediaan
dan peningkatan jalan akr€s menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektri.fikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan dengan output pemasangan sambungan
baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau
berada di daerah 3T
berkas 7, hlm. 159 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?hl{?h, Indikasi Intervensi
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. Cl: Kab. Sorong:
. C3: I(ab. Tambrauwt
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Sorong
Selatan*
. Kab. Raja Ampatn
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan at tinggi dan
luas wilayah sungai yang
besar
*1 Indikasi lokasi yanA
memiliki IRBI kekeringan
tinggi dan/atau
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan iklim
bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan, terutama di pulau-pulau kecil, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan embung dqn tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawal air dilakukan melalui penyediaan gumbcr air
baku alternatif dE,rgfi output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, penyediaan infrastruktur dcs€linasi di
pulau-pul,au kecil, serta pengeboran sumber air di daerah terpencil rawan
air
D1
D2
Kawasan Afirmasi -
Daerah Tertinggal*:
. Dl: I(ab. Tambrauw
(ubi dan tuna-
cakalang-tongkol)
. D2: Kab. Maybrat
(ub,
1 Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. PcEcouhan dan peningkatan akrcs layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dqngjm, output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, serta aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa,
serta pelaksanaan banaran sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pert nian dan perikanan terintegrasi, dengan
output: optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian or8anis@c pengganggu tumbuhan (OP-IJ
tanaman perkebunan, peningkatan a.ks$ pembiayaan modal,
peningkatan sarana budi daya ikan laut yang disalurkan ke masyarakat,
pendampingan dari penyuluh kel,autan den perikanan kelompok pelaku
utama/usaha, pengembangan UMKM lokal, peningkatan daya saing
masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari
kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar pemukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU;
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK darr digitalisasi masyarakat, pcrluaaar
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan aksca simpul ekonomi,
serta pengembangan sarana angkutan perintis l,aut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
gutur, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bencana
berkas 7, hlm. 160 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?ru{?tu Indikasi Intervensi
D3 Kawasan Afirmasi
D4 Kawasan Perbatasan
Pengembangan kawasan perbatasan di kecamatan perbatasan prioritas,
melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, dengan, output penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses internet dart listrik, pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output: fasilitasi kampung siaga bencana terhadap
warga masyarakat dilokasi rawan bencana, fasilitasi dan pembinaan
kelompok masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana alam di
kawasan perbatasan
. Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D3: ficc. Ayau dan
Kcc. Kepulauan Ayau
(Kab. Raja Ampat)
. D4: Kec. Kwoor dan
Kec. Abun (Kab.
Tambrauw)
D5 Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi:
. D5: NT KlaEono-
Segun - (IGb. Sorong)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun di Kab. Sorong,
melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan ja.lan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sararE permukiman di kawasan
transmigrasi, serta perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi,
dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, perluasan layanan penyiaran digital
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman dan Pusat SKP
(Satuan Kawasan Pengembangan)
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan desa dan persebaran penduduk, dengan output: bantuan
sarana pengembangan sosial budaya dan mental spiritual di kawasan
transmigrasi, perpindahan dan penempatan transmigran serta bantuan
catu pangan untuk transmigran.
. Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dangla\ output: tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
D6 Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D6: Kab. Raja Ampat
(Kawasan Perdesaan
Prioritas Kabupaten
Raja Ampat)
instruktur yang berkinerja tinggi di kawasan transmigrasi
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas di Kab. Raja A.mpat, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan, deng.n output
penyediaan nrEah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output, pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal
berbasis koEoditas kelapa dan pala, dengan q,.ttrut
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan agropolitan dan produk
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, den;gan output. fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalarn pengembangan agropolitan
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asrama:
. Kab, Tambrauw
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pel,ayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah t terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan otltpuf penataan guru
berkas 7, hlm. 161 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?rui.qht Indikasi Intervensi si
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Ikb. Raja
AEpatr(IGcamatqn
Perbatasan Prioritas)
. Kota Sorong
a
diLdaB dan dil@en, serta peningkatan kompetensi gum dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan ou,put pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output Pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output: pembinaan afirmasi,
serta pendampingan dan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output. pembinaan peningkatan kesetaraan, serta akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
Peningkatan literasi, dengan output, pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dery8dl, ou$uX
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Pengembangan sekolah
scpanjang hari:
. I(ab. Maybrat
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Ikb. Sorong Selatan
Peningkatan akses dan
mutu Pelayanan
pendidikan:
. Seluruh
kabupaten /kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
.,]
:l
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan dengan output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nil,ai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan auqrut event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event filE dan musik berbaris budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. I(ab. Raja Ampat
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Tambrauw
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Ikb. Maybrat
(Daerah Tertinggal)
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kota Sorong
Peningkatan RS dad tipe
D menjadi tipe C:
. IGb. Raja Ampat
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayaran kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan ouq t, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pel,ayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan daD tenaga oedis dengan
memprioritaskan orang asli Papua, dengan output: penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wil,ayah Papua
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan saratur puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, a.lat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait l,ayanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kesehatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua Barat Daya
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
berkas 7, hlm. 162 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hbruigh, Indikasi Intervensi
a Kab. Tambrauw'
(Daerah Tertinggal)
Kab. Maybrat
(Daerah Tertinggal
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh
kabupaten/ kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. I(ab. Tambrauw
. Kab. Sorong
. Kab. Raja Ampat
. lfuta Sorong
. Kab. Maybrat
Pet Aendalian penyakit
TBC:
. Kab. Sorong Selatan
. I(ab. Sorong
. I(ab. Tambrauw
. I(ab. Maybrat
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIv/AIDS:
. Provinsi Papua Barat
Daya
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
hunian layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dar bahar
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pen8 daan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian frambusia,
serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, denga,I output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
Ealaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
o Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Barat
Daya
Penguatan percepatan pencegahan dsn penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara lfiusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
o Peningkatan gizi, dengJa,J^ output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dai buller st@k, serta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peni,rd<,;ta[r infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
ou,put penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
berkas 7, hlm. 163 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
Peningkatan pertahanan
dan keamanan wilayah:
. ProvirNi Papua Barat
Daya
Peningkatan pertahanan dan keamanan trrilayoh, termasuk pemberantasan
Ilru FIshing pada wPP 717, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan l,aut, dengan
output peningkatan operasi kapal datr speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
IUU (illegal, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output: peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak al.l,m mendorong situasi HAM
yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli kcarDaran, kesel,amatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output: penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ulayat
E1
E2
Kawasan Konservasi:
. El: Geopark Raja
Ampat, KI(N dan
KKD Kcp. Raja
Ampat, serta KKN
Kep. Waigeo Sebelah
Barat (Kab. Raja
Ampat)
. E2: Kawasan
Konservasi dan
Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni
(Kab. Sorong Selatan)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dcaryan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pcma aatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
nL
. Optimalisasi tata kelola kelembagaan kawasan konservasi, dengan
output optimalisasi pengelolaan lembaga konservasi, penguatan
perencanaan kawasan konservasi, dan pengendalian kebakaran di
kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon,
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan, peningkatan efektivitas
pengelolaan kawasan, optimalisasi pendanaan, serta implementasi
rencana induk pcngeEb a,lga,i geopark
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, derrg,'i output: pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
berkas 7, hlm. 164 OCR
No Lokasi Prioritas Higrurbht Indikasi Intervensi
:')
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Pengembangan potensi geopark Raja Ampat, denga,r output
pengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata dan fasilitasi
usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat
E3 Lingkungan Hidup:
Ei+ . Provinsi Papua Barat
Daya
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: Kota Sorong
. P+: IGb. Maybrat
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
Pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dengan output penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistq! dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons shteE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
pembangunan pengaman pantai, pemulihan ekosistem mangrove,
penerapan Nature-Based Solution d?trl. Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami, serta retrofit atau penguatan infrastruktur publik
berketahanan seismik funtuk mitigasi ancaman tsunami, serta retrofit
atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output: pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pasca tambang
berkas 7, hlm. 165 OCR
- 3:to -
o
-,fr
Froa.D dE Dcornute bboorbo Altll pd. dr.rrb oboE b.ru
hi[tl.tu LrE dtr. gDX dm DeCi@ LbaJ.A8I{, dcnlr cdFt
FITTiT
ed@lrn pubE rntrrk
dn
mfrl
gdra ,lrrl,ll,,, c4l,,lt
adoiniaErC Etr pcolrq,rtr
I'rh
n
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
trd.
Salinan rcrud dengan aslinya
Perundang-undangan dan