Lampiran IV (lanjutan), bagian 1 dari 2

berkas 7, hlm. 1 OCR
tr.T{I]
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Kalimantan
Tengah
Peningkatan konektivitas tenaga listrik disertai pemanfaatan energi baru
terbarukan dan peningkatan digitalisasi, melalui:
. Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan, de'ngf,,r output:
pemasangan sambungan baru listrik baAi rumah tangga belum berlistrik
yang tidak mampu
. Pembangunan dan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik
cncr8i terbarukan, deryfa,r output Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga McBin Gas (PLTMG)
. Pembangunan infrastruktur Eansrnisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan jaringan telekomunikasi, akses internet cepat, dan l,ayanan
penyiaran digital disertai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (nK dan digitalisasi masyarakat
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan kesehatan, dan tata kelola
pelayanan kesehatan, melalui:
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, dengan ouwt:
peningkatan kompetensi Rumah Sakit (RS) dafam layanan Kanker,
Jantung, Stroke, dan Uro-Nefrologi (IGJSU) dan layanan Kesehatan lbu
dan Anak (KIA); pemenuhan sararE, prasar:ana dan alat kesehatan (SpA)
untuk pelayanan lbu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke, Ginjal di RS sesuai
standar; dan pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
RS
. Pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan dan
peningkatan peran kader kesehatan, dengan output: pemenuhan alat
kesehatan di unit pelayanan kesehatan tingkat desa/kelurahan sesuai
standar, peningkatan ketrampilan kader kesehatan, pemantauan
keaktifan posyandu sesuai standar, pengadaan alat kesehatan di
posyandu sesuai standar, dan revitalisasi posyandu dsn pemberdayaan
masyarakat di puskesmas pembantu
. Peningkatan pendayagunaan SDM kesehatan, dengan output penugasan
Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan pada Fasyankes Primer
Provinsi l(alittlantan
Tengah
Pengembangan permukiman dan pemenuhan aks€g air EinuE, sanitasi
aman, serta pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir secara
berkelanjutan dan inklusif, melalui:
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) terintegrasi hulu
ke hilir, dengan output p€ng€obar8an dafl pengelolaan SPAM
. Peningkatan utilitas dasar perdesaan, d€,rg,m output peningkatan
sistem pengelol,aan persampahan berbasis masyarakat dan setempat
eLala individu
. Penyediaan dan optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, dengan
output pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi, sistem
pengelolaan persampahan skala regional, skala kota, skala kawasan, dan
berbasis masyarakat
. Fasilitasi pembangunan rumah baru, dengan output: bantusrt
pembangunan rumah swadaya dan bantuan rehabilitasi rumah keluarga
penerima manfaat (KPM)
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya dan pengendalian penyakit menular, melalui:
. Pengendalian penyakit malaria, de'i'gp,I output: pengadaan alat dan
bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian malaria; pembinaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian malaria;
fasilitasi dan pembinaan pencegahan dan pengendalian malaria
berkas 7, hlm. 2 OCR
BUK INDONESIA
-t67-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting, de'nga,r output:
penerapan konvergensi Pencegahan dan penurunan stunting di daerah,
fasilitasi dan p€-mbhaan terkait upaya perbaikan status gizi dan
peningkatan pelayanan kesehatan bayi, balita, ibu, dan bayi baru lahir,
fasilitasi dan pembinaan: Gerakan Orang Ttra Asuh Cegah Stunting
(GENTING), Implementa.si 5 Pilar: Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM), dan p€nganekaraganan pangan
Provinsi Kalimantan
Tengah
Pengentasan kemiskinan, integrasi bantuan sosial, jaminan sosial,
pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif
dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
melalui:
. Tata kelola dan pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengdr
output. sistcra dan teknologi informasi kesejahteraan sosial, data terpadu
kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan pangan, data
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan kebudayaan,
pengendalian PSE (Pengawasan Penyelenggara Sistem Elektronik) dan
PSrE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk) dan pengelolaan
layanan pusat kesejahteraan sosial
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dan penguatan JKN, dengan output:
penduduk Penerima Bantuan Iuran Jaminan lGschatan Nasional (PBI
JKN), koordinasi pelaksanaan optimalisasi jaohan sosial kesehatan
pusat dan daerah, keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat,
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memperoleh bantuan sosial
sembako, korban bencana sosial dan non alam yang mendapat bantuan,
penyaluran cadangan pangan pemerintah, penyediaan elpiji 3kg yarB
tepat sasaran
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
dengan output peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga peocriEa manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
keda mandiri (TXIr) pemula dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha
berkas 7, hlm. 3 OCR
4.3 Provinsi Kalimantan Selatan
aa , Kalimantan
: D2 Timur
| KALIMANTAN
E4 SELATAN
Pa
: C7
mera
d Kei Kaimentan ,
Selatan YA
“
C6 BR yY—,.
C4 h E2 — | LEGENDA
talimantan E3 , C5 i Kawasan
/ Pertumbuhan
Tengah « E8 /
, y C1 Kawasan Komoditas Unggulan
/
ri - 1 Sem gram
1 / A4 PNS A8 $ K Ati
/ 1 Oo | D awasan irmasi
£ H & E6 D3 Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana
- A4 &/ . ag
D4 N a 9 C2 D1 g 1 ra Ibu Kota Provinsi
Koe 2 Bandar Udara
Banjarban) - A7 ai " ko) Pelabuhan
/ mem Jalan Nasional
AS A6 0 ? “ss: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
25 na
A. Kawasan Pertumbuhan EN Hanna ma ENI
Kawasan Wilayah Metropolitan Banjarmasin
1. Kota Banjarmasin Kawasan Prioritas Perdesaan (KPP)
2. Kota Banjarbaru 1. KPP Agropolitan, Kabupaten Tanah Bumbu
3. Kabupaten Banjar 2. KPP Agrowisata Hortikultura Kabupaten
4. Kabupaten Barito Kuala Tabalong
5. Kabupaten Tanah Laut 3. KPP Agrominapolitan Kabupaten Banjar
Kawasan Pertumbuhan Industri Baru Kawasan Transmigrasi (KT)
6. Kabupaten Tanah Laut 4. KT Cahaya Baru, Kabupaten Barito Kuala
7. Kabupaten Tanah Bumbu
8. Kabupaten Kotabaru
E. Kawasan Konservasi
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi Kawasan Pegunungan Meratus (Geopark Meratus
dan Kawasan Loksado)
Kawasan Lumbung Pangan Rawa Batang Banyu 1. Kabupaten Hulu Sungai Utara
1. Kabupaten Barito Kuala 2. Kabupaten Hulu Sungai Tengah
2. Kabupaten Banjar 3. Kabupaten Hulu Sungai Selatan
3. Kabupaten Tapin 4. Kabupaten Tabalong
4. Kabupaten Hulu Sungai Selatan, 5. Kabupaten Tanah Laut
5. Kabupaten Hulu Sungai Tengah 6. Kabupaten Banjar
6. Kabupaten Hulu Sungai Utara, 7. Kabupaten Kotabaru
7. Kabupaten Tabalong 8. Kabupaten Tapin
berkas 7, hlm. 4
PRESIOEN
SK No25ll82A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan Wilayah
Metropolitan
Banjarmasin:
• A1: Kota
Banjarmasin
• A2: Kota Banjarbaru
• A3: Kabupaten
Banjar
• A4: Kabupaten Barito
Kuala
• A5: Kabupaten
Tanah Laut
Pengembangan Wilayah Metropolitan Banjarmasin, melalui:
• Perencanaan kawasan untuk mewujudkan sistem perkotaan nasional,
dengan output: bantuan peralatan/sarana, penyelidikan geologi tata
lingkungan untuk penataan ruang dan infrastruktur
• Peningkatan layanan perkotaan untuk mewujudkan perkotaan yang
layak huni, inklusif, dan berbudaya, dengan output: bantuan Prasarana
Sarana Umum (PSU) bidang perumahan, bantuan pembangunan rumah
susun hunian MBR/pekerja, bantuan pembangunan rumah swadaya,
pemukiman kembali, peremajaan, dan pemugaran permukiman kumuh,
penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z, fasilitasi literasi digital, jalan non-status yang
dikembangkan di kawasan transmigrasi di Kabupaten Barito Kuala,
subsidi angkutan umum perkotaan di Kota Banjarmasin
• Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan untuk
mendorong perkotaan yang maju dan menyejahterakan, dengan output:
PBK Provinsi Kalimantan Selatan, pilot project kerja sama daerah dalam
mendukung pusat pertumbuhan di Wilayah Metropolitan Banjarmasin
• Peningkatan kualitas lingkungan dan ketangguhan bencana untuk
mewujudkan perkotaan yang hijau dan tangguh, dengan output:
pemetaan komponen kerentanan dan kapasitas, penguatan instrumen
peringatan dini bencana
• Penguatan konektivitas jalan dan pengembangan transportasi perkotaan
yang terintegrasi dengan Transit Oriented Development (TOD)
• Peningkatan kapasitas tata kelola perkotaan untuk mencapai
transparansi, akuntabilitas, cerdas, dan terpadu melalui pembentukan
kelembagaan (atau forum) pengelola WM Banjarmasin dan penguatan
kerja sama multipihak dalam pembiayaan dan pembangunan perkotaan,
dengan output: daerah yang diterapkan sebagai pilot kerja sama antar
daerah untuk mendukung pusat pertumbuhan di wilayah metropolitan,
daerah yang melakukan penilaian indeks maturasi perkotaan lintas K/L
secara terpadu di wilayah metropolitan, daerah yang dikuatkan tata
kelola smart city-nya di wilayah metropolitan, dan daerah yang dimediasi
dan diadvokasi dalam penerapan PP perkotaan pada wilayah
metropolitan
• Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Metropolitan Statistical
Area
1,3
1,3
106,3
72,7
0,274 – 0,278
0,307 – 0,311
1,64 – 2,64
3,44 – 3,94
80,99
75,97
0,61
0,57
3,29 – 3,97
3,86 – 4,25
73,10
72,32 7,1
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
berkas 7, hlm. 5 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A6
A7
AA
Kawasan Pertumbuhan
Industri Baru:
. A6: Kabupaten
Tanah Laut
. A7: Kabupaten
Tanah Bumbu
. A8: Kabupaten
Kotabaru
Pengembangan hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA)
unggulan, industri padat karya terampil, padat teknologi inovasi, serta
berorientasi ekspor, melalui:
. Penguatan industri dasar seperti hilirisasi kimia berbasis batubara
. Pengembangan hilirisasi nikel, dengan dt$ut industri
smelter/pemurnian/pengolahan logam dasar beserta turunannya yang
termonitor dan terevaluasi perkembangannya, kebijakan penguatan
industri logam berbasis pengolahan nikcl, Ircr€ncanaal dan
pengembangan jejaring kerja promosi investasi, industri yang terfasilitasi
dalam rangka peningkatan investasi dan ekspor sektor industri logam,
industri yang terfasilitasi melalui pendampingan dal,flr rangka
peningkatan investasi dan/atau ekspor, industri yang terfasilitasi dalam
rangka peningkatan akses pasar dan pendampingan industri logam,
mesin, alat transportasi dar elektronika, industri baterai nasional yang
terfasilitasi dalam rangka penguatan struktur industri dalam negeri
. Pengembangan industri karet, dengan output: penyusunan data supply-
demand sektor tekstil, kulit dan alas kaki, dan penerapan tingkat
komponen dalam negeri - industri kecil, peralatan fasilitas
laboratorium/workshop/layanan industri karet, serta pengembangan
produk, pendampingan IKM, peningkatan kreativitas, dan informasi
pasar, promosi dan pemasaran
. Pengembangan hilirisasi kelapa sawit, dengan output kriteria sta:'1,do,.
CPO untuk peningkatan kualitas bahan baku industri kelapa sawit,
peralatan fasilitas laboratorium/workshop/layanan industri hasil
perkebunan, mineral logam, dan maritim, fasilitasi peningkatan
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir kelapa sawit melalui
pembentukan lembaga sertifikasi (LS) ISPO Hilir, penguatan
standardisasi untuk hilirisasi sawit, pengembangan industri bahan
bakar terbarukan generasi kedua (HVO/SAF - Hydrogenated Vegetable
Oil/Sustainable Aviation Fuel) berbahan baku technical oil, fasilitasi
penyediaan pasokan bioetanol untuk bahan bakar nabati (biofuel) dalam
rangka mendukung ketahanan energi nasional, serta kebijakan
pembangunan rendah karbon (PRK) dan penurunan gas rumah kaca
(GRK) sektor industri
. Peningkatan investasi hilirisasi besi baja
cl
c2
c3
c4
C5
C6
C7
Kawasan Lumbung
Pangan Rawa Batang
Bafll .r:
. Cl: Kabupaten Ba.rito
Kuala
. C2: Kabupaten
Banjar
. C3: Kabupaten Tapin
. C4: Kabupaten Hulu
Sungai Selatan
. C5: Kabupaten Hulu
Sungai Tengah
. C6: Kabupaten Hulu
Sungai Utara
. C7: Kabupaten
Tabalong
Perwujudan swasembada sektor pertanian pangan, hortikultura dan
perkebunan yang memperhatikan ketahanan iklim, melalui:
. Pengembangan korporasi petani, nel,ayan, pembudidaya ikan, dan
petaEbak garam, dengan ouwt: g€rerra perbenihan ikan yang
disalurkan ke masyarakat, dan pusat produksi benih dan induk yang
dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu
Sungai Utara
. Peningkatan indeks pertanaman (intensifikasi), dengan output: kawasan
karet
. Penguatan pascapanen pangan nabati, dengan output: sarana
pascapanen tanaman perkebunan
. Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan, dengan output:
benih ternak unggul
. Pengembangan pengairan dan irigasi dengan output: pembangunan
dan/atau pengembangan irigasi di Wilayah Sungai (WS) Cengal-BatuUcin
untuk meningkatkan ketahanan pangan
. Peningkatan ketersediaan pangan, dengan ot tputi intervensi cetak
sawah di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin,
Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara,
Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Tabalong
berkas 7, hlm. 6 OCR
-17t-
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
DI
D2
D3
Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPg:
. Dl:KPP Agropolitan,
Kabupaten Tanah
Bumbu
. D2: KPP Agrowisata
Hortikultura,
Kabupaten Tabalong
r D3: KPP
Agrominapolitan,
Kabupaten Banjar
Pemenuhan l,ayanan dasar dan infrastruktur perdesaan, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala dcaa dan perdesaan (kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sanitasil, dengan rincian output, fasilitasi
lembaga posyandu dal,ar! penerapan 6 bidang SPM, sarana puskesmas,
pustu dan posyandu (SOPHD, fasilitasi program P4GN bidang
pencegahan berbasis sumber daya pembangunan desa, desa yang
mendapatkan fasilitasi konvergensi pencegahan st&4tirg, revitalisasi
posyandu, dan kampanye posyandu aktif, sarana pel,ayanan dasar desa
dar perdesaan yang dibangun/dikembangkan, infrastruktur air minum
berbasis masyarakat, sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat
berbasis masyarakat, sistem pengelolaan air limbah domestik setempat
skala individu, dan sistem pengelolaan persampahan berbasis
masyarakat, pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat
desa/kelurahan dan peningkatan peran kader kesehatan
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi),
dengan rincian output: perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi,
penguatan interkoneksi ketenagalistri.kan Barito - Mahakam;
pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik
yang tidak mampu, desa/kelurahan yang dibangun 4G oleh operator,
kabupaten/kota yang difasilitasi menerapkan infrastruktur pasif
bersama, peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jam/hari, OM BTS
4G I Lastmile, pengendalian pembangunan jaringan distribusi dan gardu
distribusi, sarana dan prasarana konektivitas transportasi desa dan
perdesaan yang dibangun/dikembangkan
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lain rya)
o Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan digitalisasi desa
D4 Kawasan Transmigrasi
Cahaya Baru di
Kabupaten Barito Kuala:
. D4: I(r Cahaya Baru,
Kabupaten Barito
Kuala
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru di Kabupaten Barito
Kuala, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman.
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output, bantuan
sarana produksi p€rtqnign.
. Redistribusi asct (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hal( milik atas tanah transmigrasi.
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
oxtrut perpindahan dan penempatan transmigran.
E1
E2
E3
E4
E5
E7
E8
Kawasan Pegunungan
Meratus (Geopark
Meratua dan Kawasan
lrkrado):
. El: Kabupaten Hulu
Sungai Utara
. E2: Kabupaten Hulu
Sungai Tengah
. E3: Kabupaten Hulu
Sungai Selatan
. F,4: Kabupaten
Tabalong
. E5: Kabupaten
Tanah laut
Pengembangan ekowisata kelas dunia di Geopark Geosite Meratus dan di
Kawasan Loksado dengan pelibatan mitra dan tenaga kerja lokal melalui
pengembangan destinasi wisata potensial, melalui:
. Pearycmbangatr eco-tourism kelas dunia berbasis aset alam (termasuk
E.e,f,isdj global geopark di Geopark Ceosite Meratus dan di Kawasan
Lrksado dengan pelibatan mitra loka] untuk meningkatkan nilai tambah
pariwisata dan penyerapan tcuaga kerja
. Pelindungan dalr pelestarian warisan budaya melalui pelestarian warisan
budaya pada situs-situs cagar budaya di kawasan Ci"opork Meratus dan
Kawasan Irksado dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat d8n diplomasi budaya
SK No25ll84A
berkas 7, hlm. 7 OCR
No Lokasi Prioritas HbruAtu Indikasi Intervensi
E6: Kabupaten
Banjar
E7: Kabupaten
Kotabaru
E8: Kabupaten Tapin
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan kualitas infrastruktur konektivitas darat, laut, dan udara yang
mendukung pertumbuhan ekonomi strategis, melalui:
. Pembangunan jembatan Laut-Pulau Kalimantan
. Pembangunan jalan nasional, denglrl output: pembangunan jalan
strategis ruas Anjir Pasar batas Provinsi l&limantafl TengahFs€rapat-
Batas Kota Banjarmasin
. Peningkatan dan petreliharaanjalan nasional, dengan output Preservasi
Pemeliharaan Rutin Jalan ruas Wa.langsi-Ikparkias daa Pagatan-
Batulicin
. Pengembangan/pembangunan/rehabilitasi pelabuhan sungai, danau,
dan penyeberangan, derrEan output Layanan Angkutan Laut Perintis
Prioritas Nasional di Ikb. Kotabaru
. Pengembangan pelabuhan logistik di Pulau laut, Kab. Kotabaru,
Kalimantan Selatan
. Pengembangan bandara, dengan output Pengembangan Bandar Udara
Gusti Syamsir Nam, Kotabaru, Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan
Sel,atan
Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pcftuEbuhsn
wilayah dan pemerataan pembangunan, melalui:
. Pembangunan infrastruktur pembangkit listrik
. Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
Provinsi Kalimantan
Selatan
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
pengendalian Penyakit dan Pembudayaan Hidup Sehat, melalui:
. Penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting dengan output ibu
hamil, ibu EenJmsui, dan balita yang mendapat makanan tambahan dari
buffer-stock, ds(t kegiatan koordinasi dan advokasi terkait perbaikan gizi
dan peningkatan pelayanan kesehatan bayi dan balita
. Intensifikasi penemuan kasus, pengobatan, serta peningkatan upaya
pencegahan , dengan output: pemberian obat dan perbekalan kesehatan
program pencegahan dan pengendalian TB, serta NSPK pencegahan dan
pengendalian TBC
. Eliminasi penyakit tropis terabaikan, de,,;g8[r output: peningkatan
kapasitas SDM, pendampingan, supervisi dar monitoring evaluasi
program pencegahan dan pengendalian penyakit tropis, serta
assessment eliminasi penyakit tropis (kusta)
. Pencegahan dan pengendalian kejadian penyakit malaria, , dengan. output:
layanan pengendalian faktor risiko penyakit malaria
. Pengendalian penyakit menular lainnya, dengan output NSPK
pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS
Provinsi Kalimantan
Selatan
Penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan (pemenuhan sarana
prasarana dan alat, tenaga medis dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan), melalui:
. Dukungan peningkatan pemenuhan standar sarana prasarana dan alat
kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Ulin dan Rumah Sakit
Umum Daerah dt. H. Moch. Ansari Saleh di Kota Banjarmasin
. Pengembangan layanan unggulan KJSU KA minimal di I RSUD
berkas 7, hlm. 8 OCR
REPUBUK TNDONESIA
No Lokasi Prioritas .Flighti?r?, Indikasi Intervensi
. PeEbinaan Eutu RS untuk mcncapai akreditasi paripuma
. Pembiayaan JKN/KIS melalui Bantuan Masyarakat, dengan output
cakupan penduduk yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PtsD dalam
JKN/KIS
. Pembangunan rumah sakit lengkap di kabupaten, melalui:
pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke dan sistem rujukan berbasis kompetensi di seluruh
Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selqtalt
Provinsi Kalimantan
Selatan
Penyediaan Pcf,uEahan Terintegrasi dengan Prasarana Sarana Umum (PSU)
melalui fasilitasi pembangunan rumah baru, penyediaan sarana datr
prasarana at minum, air limbah domestik, dan persampahan pada
perumahan tapak, penyaluran subsidi/bantuan pembiayaan rumah, serta
penanganan permukiman kumuh, dcogan output bantuan pembangunan
rumah susun hunian ASN/TM/POLRI, mmah grlladaya, dan MBR/pekerja,
bantuan Prasarana Sarana Umum (PSU) bidang perumahan; pembangunan,
peningkatan, dan perluasan sistem penyediaan air EinuE (SPAM) regional
dan kabupaten/kota; infrastruktur air DinuE berbasis masyarakat; fasilitasi
subsidi selisih bunga dan bantuan uang Eul<a; pemugaran dan peremajaan
permukiman kumuh.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan vokasi sesuai denggrr
potensi ekonomi lokal untuk mendukung produktivitas t naga kerja, melalui:
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri;
. Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK;
. Sertifikasi kompetensi siswa SMK/MAK.
. Ret italisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
Provinsi Kalimantan
Selatan
Pengentasan kemiskinan, integrasi bantuan sosial, jaminan sosia.l,
pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif
dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
melalui:
. Tata kelola dan pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengan
output sistem dar teknologi informasi kesejahteraan sosial, data terpadu
kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan pangan, data
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan kebudayaan,
pengendalian PSE (Pengawasan Penyelenggara Sistem Elektronik) dan
PSrE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk) dan pengelolaan
layanan pusat kesejahteraan sosial;
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dsn subsidi tepat sasaran melalui
kartu kesejahteraan, dengan output penduduk penerima bantuan iuran
PtsI JKN, koordinasi pelaksanaan optimalisasi jaminan sosia.l kesehatan
pusat dan daerah, keluarga yattg mendapat bantuan sosial bersyarat,
KPM J.aDg memperoleh bantuan sosial sembako, korban bencana sosial
dan non alalr yang mendapat bantuan, penyaluran cadangan pangan
pemerintah, penyediaan elpiji 3 kg yang tepat sasaran.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan kualitas pemuda, serta penghormatan, pelindungan, dan
pemenuhan terhadap hak penyandang disabilitas dan lanjut usia, melalui:
. Pengembangan sistem pembinaan olahragawan talenta unggul, dengan
output. pengembangan tata kelola pembinaan olahraga prestasi, dan
pengembangan sistem pembinaan ol,ahragawan elite cabang olahraga
unggulan olimpiade dan paralimpiade;
. Peningkatan kualitas pemuda dalam pendidikan, kesehatan, karakter r,
dan pencegahan perilaku berisiko;
. Peningkatan partisipasi aktif pemuda dalam ket nagakerjaan, dengan
output: peningkatan partisipasi ketenagakerjaan l,ayak pemuda, daIt
peningkatan kewirausahaan pemuda;
berkas 7, hlm. 9 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?rurbht Indikasi Intervensi
.,] Peningkatan partisipasi aktif dan kepemimpinan pemuda di bidang
sosial dan politik;
Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak penyandang
disabilitas, dengan output: penyandang disabilitas yang mendapatkan
asistensi rehabilitasi sosial;
Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap ha.k lanjut usia,
dengF'r anlput: lanjut usia yang mendapatkan asistensi rehabilitasi
sosial.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Perlindungan hak perempuan dan anak dari tindak kekerasan, eksploitasi,
penelantaran, perkawinan ana*, dan perlakuan salah lainnya, melalui:
. Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan;
. Pencegahan dan penanganan anak korban tindak kekerasan, eksploitasi,
penelantaran, perkawinan, dan perlakuan salah lainnya;
. Penguatan data, koordinasi, dan kapasitas kelembagaan terkait
perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, eksploitasi,
penelantaran, perkawinan anak, dan perlakuan salah lainnya.
Provinsi Kalimantan
Selatan
Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan bencana
melalui:
. Pel,ayanan peringatan dini multi-ancaman bencana, dengan outputi
penguatan instrumen peringatan dini bencana;
. Penyediaan sarana dan prasarana penanganan darurat.
SK No25ll88A
berkas 7, hlm. 10 OCR
, 3,
4.4 Provinsi Kalimantan Timur
F/
PP: OX . D3
Pa OA A1
Png Let E1 4
Pn E2 : KALIMANTAN
Pa Kalimantan y
LN Utara | TIMUR
“Dg E3 f “
D2 3 n
A
Kalimantan Tp: .
Barat , Pal E4 RN
1 Pa
0 PNS ON
TA
“1
, LEGENDA
' A4 awasan
S E6 D1 | Seauhan
G B1 Kawasan Komoditas Unggulan
(Or 13 marinda Kawasan Swasembada
wa Nyai Pangan, Air, dan Energi
1 v Kawasan Afirmasi
7. 1 Kawasan Konservasi dan
NS 7, - A9 Rawan Bencana
" Pond 5 (@! Ibu Kota Provinsi
Kalimantan AS
Tengah ko) Bandar Udara
ko) Pelabuhan
me Jalan Nasional
“sa: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
a iman n D4 Batas Administrasi
latan
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
0 Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
Kawasan Pariwisata Petualangan Derawan- 1. KPP Agroekowisata, Kabupaten Kutai Kartanegara
Berau Kawasan Perbatasan Prioritas
1. Kabupaten Berau 2. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten Mahakam
Kawasan Superhub Ekonomi Ibu Kota Ulu
Nusantara . 3. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten Berau
2. Kota Samarinda Kawasan Transmigrasi (KT)
3. Kota Balikpapan 4. Kawasan Transmigrasi Kerang, Kabupaten Paser
4. Kota Bontang
5. Kabupaten Penajam Paser Utara
6. Kabupaten Kutai Kartanegara
7. Kabupaten Kutai Timur E. Kawasan Konservasi
Kawasan Perkotaan Besar
5. Kota Samarinda Kawasan Konservasi Derawan
9. Kota Balikpapan 1. Kabupaten Berau
Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan
n Heart of Borneo
B. Kawasan Komoditas Unggulan | 2. #gabesa
n n 3. Kabupaten Kutai Timur
Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan AN Kebupa Br Ktia Kartanegara
'mur 5. Kabupaten Mahakam Ulu
1. Kutai :
Kabupaten Kutai Kartanegara 6. Kabupaten Kutai Barat
berkas 7, hlm. 11
SK No25ll90A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pariwisata
Petualangan Derawan-
Berau
• A1: Kabupaten Berau
Pengembangan kawasan pariwisata petualangan Derawan–Berau, melalui:
• Pengembangan klaster pariwisata di sekitar Ibu Kota Nusantara, dengan
output: penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan persampahan
khususnya di Pulau Derawan dan Pulau Maratua, penyusunan) rencana
induk/masterplan penataan dan pengembangan di kawasan Pariwisata
Berau untuk mendukung pengembangan pariwisata di sekitar IKN dan
pengembangan Tourist Information Center sebagai pusat informasi
terintegrasi terkait aktivitas pariwisata
• Pengembangan infrastruktur dan konektivitas serta layanan
transportasi, dengan output: pengembangan Bandara Maratua, jalan
koridor logistik, jembatan koridor logistik, pembangunan jembatan
koridor logistik (backbone) dan perlengkapan jalan, rambu sungai dan
danau
• Pembangunan infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi
tenaga listrik dan listrik pedesaan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
• Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
output: lokasi yang memperoleh sinyal telekomunikasi bergerak seluler
(Base Transceiver Station / Lastmile 4G) di wilayah pelayanan universal
telekomunikasi dan informatika
• Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan output:
Fasilitator/Enabler Digital PMSE yang dibina, pelaksanaan
pemantauan/monitoring, bimtek pelaku usaha PPMSE dan PSP di
bidang PMSE dan masyarakat yang mendapatkan literasi di bidang
digital
• Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output: transmisi yang
terbangun, pengadaan infrastruktur teknologi informatika dan media
baru dan downtime siaran (tidak lebih dari 7 jam per bulan) yang terjadi
A2
A3
A4
A5
A6
A7
Kawasan Superhub
Ekonomi Ibu Kota
Nusantara
• A2: Kota Samarinda
• A3: Kota Balikpapan
• A4: Kota Bontang
• A5: Kabupaten
Penajam Paser Utara
• A6: Kabupaten Kutai
Kartanegara
• A7: Kabupaten Kutai
Timur
Pengembangan kawasan superhub ekonomi di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara, melalui:
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan SPAM Regional Kalimantan Timur
• Pengembangan klaster pariwisata di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara,
dengan output: pengembangan objek wisata desa dan perdesaan,
penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata, desa wisata
di wilayah destinasi II yang terpadu, serta fasilitasi peningkatan
kapasitas SDM pengelola destinasi di wilayah destinasi II, serta event
Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dalam negeri yang
didukung
• Pengembangan klaster ekonomi kreatif di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara, dengan output: kabupaten/kota kreatif yang dikembangkan,
4,6
4,2
326,9
237,1
0,309 - 0,313
0,310-0,321
2,37 – 3,37
4,24 – 5,05
67,46
40,82
0,62
0,59
4,14 – 4,77
4,60 – 5,14
80,87
80,20 7,8
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
berkas 7, hlm. 12 OCR
B1IK INDONESIA
No lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
:'l
.,]
penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif, penguatan ekosistem
fiku, animasi, video, dan musik, penguatan ekosistem fesyen dan kriya,
penguatan ekosistem aplikasi dan giE, penguatan ekosistem kuliner,
pelatihan SDM ekonomi kreatif, sertifikasi SDM bidang ekonomi kreatif,
serta edukasi kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif, inkubasi
produk kreatif subsektor film, animasi, dan video serta musik
Pengembangan kawasan peruntukan industri di wilayah sekitar Ibu Kota
Nusantara
Pengembangan dan peningkatan jaminan kct rscdiaan bahan baku yang
terstandardisasi pada agroindustri hilir kelapa sawit dan rumput l,aut
untuk peningkatan produktivitas sektor hulu, dengan output: kriteria
standar Crud.e Palm Oil (CPO) untuk peningkatan kualitas bahan baku
industri kelapa sawit, fasilitasi investasi hilir kelapa sawit, dan
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir kelapa sat,it, penguatan
standarisasi untuk hilirisasi sawit, pengembangan industri bahan bakar
terbarukan generasi Kedua (HVO/SAF - Hydrogenated Vegetable
Oil/ Sustainable Aviation Fuel berbahan baku technical oil promosi
produk dan perkebunan sawit Indonesia yang berkelanjutan terutama di
luar negeri, peningkatan kapasitas produksi rumput l,aut kering, promosi
produk rumput l,aut skala internasional, pengembangan skema
penjualan petani ke pabrik pengolahan melalui platform digital yang
meningkatkan harga jual di tingkat petani dan pengadaan asuransi
pertanian
Penguatan serta peningkatan teknologi dan inovasi yang terstandardisasi
di industri dasar (kimia dasar dan logam dasar), deng;fr output:
rekomendasi dan regulasi, fasilitasi percepatan pembangunan industri
petrokimia berbasis minyak bumi, fasilitasi percepatan pembangunan
industri petrokimia berbasis gas bumi, fasilitasi investor dalam rangka
pembangunan fasilitas coal to ammonia di Kutai Timur pendampingan
implementasi sektor industri, gasifikasi batubara di Kutai Timur,
rekomendasi kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara,
pengembangan dan pembangunan kilang minyak bud (Kilang
Balikpapan), pengembangan lapangan Gendalo, Gandang dan Bangka
(Indonesia Deepwater Development Project/IDD), percepatan pelaksanaan
kegiatan penyimpanan karbon dan penyediaan serta permintaan produk
turunan
Penguatan rantai pasok dan jaminan ketersediaan bahan
baku/penolong di industri padat karya terampil (makanan, minuman,
tekstil dan produksi tekstil (TPI) dan alas kaki), dengan output:
pcnl rsunan d,ata supply-demand dan tingkat komponen dalam negeri
industri kecil pada sektor tekstil, kulit dan alas kaki
Peningkatan adopsi teknologi dan pemanfaatan riset/inovasi padat karya
terampil, dengan output: pendampingan penerapan industri 4.0 pada
sektor minuman, hasil tembakau, serta bahan penyegar dan penerapan
making Indonesia 4.0 pada Industri Kecil Menengah (IKM) pada industri
aneka dan IKM kimia, sandang dan kerajinan
Fasilitasi pengembangan industri padat karya terampil, dengan output.
pengembangan sektor industri aneka, layanan pemberdayaan penyuluh,
rekomendasi kebijakan penumbuhan dan pengembangan industri
tekstil, kulit, dan alas kaki serta l,ayanan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Peningkatan produksi pangan nabati, dengan output: alat dan mesin
pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan dan hortikultura
Peningkatan datr pemeliharaan jalan nasional serta konektivitas
infrastruktur penunjang logistik, dengan output preservasi pada
seju! ah jalan/jembatan koridor logistik
Pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, dengan output
pengembangan pelabuhan
Optimalisasi dan peningkatan l,ayanan dal:r prasarana bandara, dengan
output pengembangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman
T
SK No25ll9lA
Sepinggan (Kota Balikpapan), Bandara Aji Pangeran T\rEencqune
berkas 7, hlm. 13 OCR
- r78 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pranoto (Kota Samarinda) dan pengembangan Bandara Ibu Ibta
Nusantara (Kabupaten Penajam Paser Utara)
Pembangunan jalar nasional akses perbatasan untuk pengembangan
pertumbuhan ekonomi, dengan output pembangunan jalan koridor
logistik Tering-Long Bagun 5
Pengembangan transportasi berkelanjutan, dcagan ol4t?ut
pengembangan angkutan massal berbasis jalan di kawasan perkotaan
dengan skema pembelian layanan BTS (Buy thE Service) d, Kota
Balikpapan
A8
A9
Pembangunan Kawasan
Perkotaan Besar
Samarinda dan
Balikpapan
. A8: Kota Samarinda
. A9: Kota Balikpapan
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Besar Samarinda dan Balikpapan, dengan output
bantuan PSU bidang perumahan, pembinaan dan pengawasan
pengembangan sanitasi, bantuan pembangunan rumah susun hunian
ASN/TNI/POLRI, pemugaran permukiman kumuh, peremajaan permukiman
kumuh, permukiman kembali permukiman kumuh, bantuan pembangunan n
rumah swadaya, bimbingan teknis peningkatan kapasitas dalam pen aganan
pengungsi, penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan
yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kota besar (Samarinda dan Balikpapan), penataan kawasan prioritas pada
Kota Samarinda (Blok Teras Samarinda-Zona Kota Tua), pembangunan
fasilitas pendidikan politeknik pariwisata di Samarinda untuk mendukung
pengembangan pariwisata di IKN dan sekitarnya, serta penyediaan rumah
murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan, terutama masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi milenial dan generasi z
BI Kawasan Sentra
Perikanan Kalimantan
Timur
. 81: Kabupaten Kutai
Kartanegara
Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan budi daya
dan revitalisasi tambak rakyat, dengan output: klaster revitalisasi tambak
udang dan bandeng, irigasi perikanan yang dikelola secara partisipatif
(PITA.P), kampung perikanan budi daya air payau yang dikembangkan,
klaster, komoditas unggulan air tawar berbasis kawasan, klaster komoditas
unggulan air payau berbasis kawasan dalr revitalisasi tambak budi daya ikan
air payau
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPP!
. Dl: KPP
Agroekowisata
Kabupaten Kutai
Kartanegara
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Agroekowisata Kutai
Kartanegara, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sanitasi), dengan output pemenuhan akses
layanan kesehatan, pembangunan s€rana pelayanan dasar,
pembangunan infrastruktur air minum berbasis masyarakat,
pembangunan jaringan distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala permukiman, sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, sarana dar prasarana perdagangan
desa dan perdesaan yang dibangun/dikembangkan
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi),
dengan output perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi,
desa/kelurahan yang dibangun 4G oleh operator, peningkatan pasokan
tenaga listrik 24 i8el}r8fi, OM BTS 4c/rast lib, dan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan yang
dibarSun /dikembangkan
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal, dengan output
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan, pendampingan desa dan pengembangan
BUMDesa
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya), dengan output: pemeliharaan kebun sumber
benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di dilayah
destinasi II yang dikembangkan dan pengembangan, penguatan tata
kelola desa wisata dan penguatan tanggap bencana datl resiliensi desa
terhadap bencana iklim
o Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan dcaa- dcnlslr output pengembangan Akademi Desa 4.O.
berkas 7, hlm. 14 OCR
-L79-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengembangan dcaa cerdas, penerapan pelayanan pemerintahan daa
pengelolaan kcuangdr desa berbasis digita.l, pengembangan sistem
indeks desa dan integrasi Sistem Informasi D€sa berbasis
Prodcakcl/ Epdeskel dengan SIPD
Peningkatan produktivitas desa wisata, dengan output pemeliharaan
kebun sumber benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di
wilayah destinasi II yang dikembangkan
D2 Kecamatan Perbatasan
D3 Prioritas
. D2: IGc. t ng Apari
dan IGc. L.ng
Pahangai, Kabupaten
Mahakam Ulu
. D3: IGc. Maratua,
Kabupaten Berau
Pembangunan kawasan perbatasan di Kecamatan Perbatasan Prioritas,
melalui:
. Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output di
antaranya: pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan
energi, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan
konektivitas, pengawasan pel,aksanaan BBM I harga, dan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangunan jalan daerah tertinggal dan
perbatasan, pembangunan jalan perbatasan dan akses kawasan PLBN,
pembangunan jalan koridor logistik (bact one), dan pcoAerabangan
Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau
D4 Kawasan Transmigrasi
(KTI
. D4: I(T Kerang,
Kabupaten Paser
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kerang di Kabupaten Paser, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
or@uf perpindahan dan penempatan transmigran
E1 Kawasan Konservasi
Derawan
. Eli Kabupaten Berau
Peningkatan pengelolaan konservasi perairan dan ekosistem pesisir dan
pulau-pul,au kecil, melalui:
. Pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan konservasi di perairan,
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan output: data dan
informasi ekosistem dan data dan informasi konservasi biota perairan
. Peningkatan sarana pengelolaan kawasan konsen'asi di perairan,
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan output sarana
pendukung penyelenggaraan konservasi biota perairan
. Peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di perairan,
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan output: ke{a s€rla
jejaring dan kemitraan konservasi ekosistem, kawasan konservasi
perairan yang operasional d& O@dns for Prosperity Project - LAUTRA
. Peningkatan kapasitas pemangku kepentingan pengelola kawasan
konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-pul,au kecil, dengan
output kelompok masyarakat penggerak konservasi dan pengelola
kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya
E2
E3
F,4
E5
fi
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan (Heart o/
Borneo)
. E2: Kabupaten Berau
. E3: Kabupaten Kutai
Timur
. E4: Kabupaten Kutai
Kartanegara
. E5: Kabupaten
Mahakam Ulu
. E6: Kabupaten Kutai
Barat
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem termasuk IIeoTt
of Borneo diwilayah Kalimantan Timur disertai peningkatan upaya mitigasi
dalam penanggulangan bencana, melalui:
. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan, dengan output
penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pemadaman darat
dan udara, kelompok masyarakat yang terlibat dalam pencegahan
kebakaran hutan dan lahan, serta area penanganan dampak
. Peningkatan kualitas ekosistem gambut, dengan auvvt. lahan gambut
yang dipulihkan dan direstorasi serta data dan informasi Kesatuan
Hidrologis Gambut (KHG)
. Rehabilitasi ekosistem mangrove, dengan output lahan rusak yang
dipulihkan, pemulihan dan rehabilitasi ekosistem mangrove
berkas 7, hlm. 15 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Pelaksanaan penataan aset reforma agraria, dengan output
inventarisasi dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan
. Pengendalian banjir di kawasan perkotaan dan daerah berisiko tinggi
. Pengembangan energi terbarukan berbasis bioqncf,gi
Provinsi Kalimantan
Timur
Peningkatan kualitas infrastruktur konektivitas yang mendukung
pertumbuhan ekonomi strategis, melalui:
. Pengelolaan sarana dan prasarana sektor logistik yang berkelanjutan,
dengan output l,ayanan angkutan penyeberangan perintis
Provinsi Kalimantan
Timur
Penerapan ekonomi sirkular dari sumber sampah rumah tangga dan
sejenisnya secara partisipatif (hulu) beserta penanganannya (hilir), melalui:
. Peningkatan pengelolaan fasilitas pengolahan sampah berbasis Reduce,
Reuse Recycle (3R) melalui Tempat Pengolahan Sistem Terpadu (TPST)
guna pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (cRK) sektor pengolahan
3ar!pah, dengan output sistem pengelolaan persampahan berbasis
masyarakat
. Pemanfaatan teknologi pengolahan Refuse Derived. Fuel (RDF/ plant dan
teknologi tepat guna lainnya di berbagai lini industri, dc'rgjstri, output
pemanfaatan teknologi pengol,ahan sampah di Kabupaten Kutai
Kartanegara dan Kabupaten Berau
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik dan
persampahan pada perumahan tapak, dengan output bantuan
Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) bidang perumahan
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan konektivitas listrik terutama bagi rumah tangga yang tidak
mampu atau berada di daerah afirmasi serta implementasi transisi energi,
melalui:
. Peningkatan dan pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan
dengan pemanfaatan energi rendah karbon, dengan q1vtut Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Hidro
. Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan dan pengembangan infrastruktur konektivitas dan sarana
penunjang untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan sarana dan
prasarana dasar termasuk pelayanan kesehatan pada daerah afirmasi dan
3T
. Pembangunan konektivitas udara, dengan output pembangunan
Bandara Ujoh Bilang (Kabupaten Mahakam Ulu)
. Pembangunan Rumah Sakit lengkap di Kabupaten, de,iigm, output.
peningkatan RS tipe D menjadi tipe C di Kabupaten Mahakam Ulu
Provinsi Kalimantan
Timur
Perwujudan swasembada sektor pangan, hortikultura dan perkebunan yang
memperhatikan ketahanan iklim, melalui:
. Peningkatan produksi pangan nabati dan pemberdayaan ekonomi,
dengan output alat dan tlcain pertanian pra panen sub sektor
hortikultura
. Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output
rekomendasi perlindungan lahan Pertanian Pangan Berkel,anjutan
(LIrlB) dan pengendalian alih fungsi l,ahan pertanian
. Pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian, dengar output Unit
Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dan desa pertanian organik berbasis
komoditas perkebunan
. Jaminan ketersediaan bahan baku bioindustri agro, dengan output arca
pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) hortikultura dan
sarana perlindungan hortikultura
. Peningkatan produksi pangan nabati dan modernisasi jaringan irigasi
SK No25ll94A
FiIIiT:I pemberdayaan ekonomi, dengan output: i$inee
berkas 7, hlm. 16 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
irigasi yang direhabilitasi datr alat dan mesin pertanian pra panen sub
sektor hortikultura
Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan
lumbung pangan desa, daerah, dan nasional, termasuk peningkatan
indeks pertalanral (intenrifi k,.i)
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya, pengendalian penyakit menular (TBC, malaria dan HIV/AIDS)
dan eliminasi penyakit tropis terabaikan (kusta), melalui:
. Penguatan intervensi spesifik stunting, de,lg,,l output ibu hamil dan
balita yang mendapat makanan tambahan dafi buffer stock
. Intensifikasi penemuan kasus dan pengobatan sebagai upaya
pencegahan TBC, dengan output tenaga kesehatan terlatih pencegahan
dar pengendalian, layanan survei faktor risiko dan layanan pencegahan
penyakit TBC
. Pengendalian penyakit malaria, dengan output tenaga kesehatan terlatih
pencegahan dan pengendalian, sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat (GERMAS) menuju eliminasi daa layanan survei faktor risiko
penyakit malaria
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output obat dan perbekalan
kesehatan program pencegahan dan pengendalian serta layanan survei
faktor risiko penyakit HIV/AIDS
. Pengendalian penyakit kusta, den;gia,i output masyarakat yang
mendapatkan sosialisasi pencegahan dan pengendalian serta tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian penyakit kusta
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan kapasitas pelayanan kesehatan dan tata kelola pelayanan
kesehatan, melalui:
. Pengembangan l,ayanan unggulan berbasis kompetensi, de'i;gfr altput
pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya, fasilitasi
pengelolaan proyek penguatan RuBah Sakit layanan kanker, jantung,
stroke, dan uro-nefrologi (KJSU) dan pengembangan layanan kesehatan
Ibu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke dan sistem rujukan berbasis
komputer di seluruh Ikbupaten/ Kota
. Peningkatan kualitas pelayanan ruju.kan, dengan output NSPK mutu
dan akreditasi rumah sakit
Provinsi Kalimantan
Timur
Pengentasan kemiskinan, integrasi bantuan sosial, jaminan sosial,
pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif
dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
melalui:
. Tata kelola dan pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengan
output sistem dan teknologi informasi kesejahteraan sosial, data terpadu
kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan pangan, data
pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan kebudayaan,
pengendalian PSE (Pengawasan Penyelenggara Sistem Elektronikl dan
PSiE (Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Induk) dan pengelolaan
layanan pusat kesejahteraan sosial
. Penyaluran bantuan sosial adaptif dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Nasional, dengan output penduduk penerima bantuan iuran PBI JKN,
koordinasi pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan
daerah, keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang
memperoleh bantuan sosial sembako, korban bencana sosial dan non
ala,r yatlg mendapat bantuan, penyaluran cadangan pangan
pemerintah, elpiji 3 kg yang tepat sasaran dan pemberian
perlindungan kerja melalui fasilitasi PtsI Jamsostek dan jaminan
kehilangan pekerjaan
berkas 7, hlm. 17 OCR
-ta2-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Kalimantan
Timur
Penguatan pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan pengembangan bidang
STEAM, serta penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja
berupa pengembangan bidang keahlian jenjang Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) yang difokuskan untuk mendorong potensi dacf,ah setempat, melalui:
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
. Sarana dan prasarana Perguruan Tinggi (PT) Vokasi, dengan output
gedung, bangunan dan prasarana pendidikan tinggi yang ditingkatkan
kapasitasnya
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, dengan output:
SMK yang dikembangkan menjadi pusat keunggulan, berbasis industri
dan mendapatkan pendampingan peningkatan mutu
. Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK, &ng ouwt
guru kejuruan yang mendapatkan pelatihan kurikulum yang
diselaraskan, inovasi model pembelajaran vokasi dan pendidik dan
tenaga kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling dan reskilling
berstandar industri untuk kebutuhan dunia kerja
. Sertifikasi kompetensi siswa SMK/MAK, dengan output siswa SMK/MAK
yang mendapatkan penguatan persiapan program magang luar negeri
dan tersertifikasi terhadap kompetensi yang relevan dengan kebutuhan
dunia kerja
. Peningkatan peran dan kerja s€.sra industri dala.m pendidikan dan
pel,atihan vokasi, dengan output pengembangan kerja sama pelatihan
dan satuan pendidikan vokasi yang bermitra dengan dunia kerja
Provinsi Kalimantan
Timur
Provinsi Kalimantan
Timur
Pengelolaan risiko dan mitigasi bencana alam yang efisien dan tepat guna,
melalui:
. Mitigasi bencana di wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara, dengan output:
koordinasi, pelayanan publik lainnya dan dukungan teknis bidang
lingkungan hidup penanggulangan bencana
. Pelaksanaan bantuan kebencanaan, dengan ouwx analisis
pengembangan strategi penanggulangan bencana
. Pengembangan mitigasi berbasis alan, dengan output koordinasi bidang
lingkungan hidup dan penanggulangan bencana serta pel,ayanan publik
lainnya bidang lingkungan hidup dan penanggulangan bencana
. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah penanggulangan bencana,
denga,i @t?ut pendidikan dan pelatihan teknis Penanggulangan
Bencana (PBl, daerah yang menerapkan SPM sub urusan bencana,
pendidikan dar pelatihan teknis Pts bagi fasilitator nasional dan
bimbingan telsds peningkatan kapasitas dalam penanganan pengungsi
. Penyusunan dokumen penanggulangan bencana, dengan output analisis
pengembangan strategi, rekomendasi kebijakan dan analisis strategi
penanggulangan bencana
. Peningkatan keandalan bangunan berketahanan bencana, dengan
output pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan bangunan gedung
dan penataan lingkungan, pembangunan dan rehabilitasi bangunan
gedung pasca bencana, penataan bangunan kawasan rawan bencana
dan daerah yang difasilitasi dalam percepatan dan pengendalian
Pelaksanaan Bangunan Gedung (PBG) berketahanan bencana
Pengembangan kawasan dan pelestarian warisan budaya serta tanah ulayat
masyarakat adat melalui pembinaan talenta seni budaya, dearyan output
warisan budaya yang diregistrasi nasional dan ditetapkan dan warisan
budaya yang dilindungi
berkas 7, hlm. 18
SK No25ll97A
4.5 Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Superhub Ibu
Kota Nusantara (IKN)
• A1: Kawasan Inti
Pusat Pemerintahan
(KIPP)
• A2: Kawasan Ibu
Kota Nusantara
(KIKN)
• A3: Kawasan
Pengembangan Ibu
Kota Nusantara
(KPIKN)
Perencanaan dan Pembangunan Kawasan, serta pemindahan, melalui:
• Perencanaan dan penataan ruang kawasan inti dan sekitarnya, dengan
output: Rencana Pengembangan Kawasan (RPK)/Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Rencana Detail Tata Ruang Wilayah
Perencanaan Perdesaan, pengadaan tanah, serta rekomendasi kebijakan
percepatan pemindahan ibu kota negara
• Pembangunan gedung/perkantoran, dengan output: bangunan gedung
dan penataan kawasan, serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan gedung/hunian/rumah tangga layak, terjangkau, dan
berkelanjutan, dengan output: bangunan gedung dan penataan kawasan,
serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan hunian/rumah tangga layak, terjangkau, dan
berkelanjutan, dengan output: Rumah Susun ASN dan Hankam,
hunian/perumahan umum, serta operasional dan pemeliharaan
• Pembangunan sarana prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan dan perluasan sistem pengolahan air minum (SPAM),
sistem pengelolaan air limbah domestik, sistem pengelolaan
persampahan, operasional dan pemeliharaan, rumusan kebijakan
pembinaan BUMN dalam pembangunan infrastruktur energi IKN,
infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi tenaga listrik, serta
pembangkit listrik tenaga surya
• Pembangunan aksesibilitas dan konektivitas, dengan output: jaringan
jalan akses menuju IKN (jalan tol/jalan bebas hambatan menuju KIPP),
berkas 7, hlm. 19 OCR
REPUBUK INOONESIA
-ta4-
No Lokasi Prioritas Hrbrurbht Indikasi Intervensi
a
infrastruktur jalan da,i ',utlti utility tutu tel (MUI) dalam KIPP, persiapan
pembangunan jalur kereta api (I(Al akses KIPP, bandara IKN, layanan
angkutan uEutr massal perkotaan di KIPP, serta operasional dan
pemeliharaan
Pemindahan ASN dan personel hankam, dengan output diseminasi
informasi pemindahan ibu kota negara, pengamanan ibu kota negara,
rekomendasi kebijakan pengelolaan aset dalam rangka pemindahan,
serta koordinasi pelaksanaan pemindaha.n ASN/Hankam ke Ibu l(ota
Nusantara
Penyelenggaraan sistem pemerintahan cerdas, dengan output, sistem
informasi kota cerdas, kebijakan pengembangan ekosistem digital, serta
layanan sistem perizinan terkait dengan pengendalian penyelenggaraan
pemerintahan
:'l
Pembangunan sosial, superhub ekonomi, dar pengelolaan lingkungan lbu
Kota Nusantara, melalui:
. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan output pembinaan
ekonomi dan pelatihan vokasi
. Peningkatan investasi, dengan output: promosi kegiatan di kawasan
nasional IKN, dukungan penjaminan BUMN, serta rekomendasi
kebijakan kemudahan berusaha dan investasi
. Pengembangan s$E lub ekonomi lbu Ifuta Nusantara dan wilayah
sekitar, dengan output: rencana induk destinasi pariwisata prioritas
regeneratif, desa wisata yang dikembangkan, fasilitasi
kapasitas SDM pengelola destinasi, sertifikasi SDM bidang ekonomi
kreatif, fasilitasi kerja sama daerah mita, serta promosi kebudayaan,
pariwisata dan ekonomi kreatif
. Peningkatan kesejahteraan masyarakat, de'J;gm, output fasilitasi dan
pembinaan kelompok masyarakat
. Pembangunan kesehatan, dengan output: pembinaan pengendalian daD
l,ayanan mitigasi penemuan kasus dalam upaya percepatan eliminasi
malaria, serta bantuan pangan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita untuk pencegahan dan penurunan stunting
. Pembangunan pendidikan, dengan output bantuan pendidikan afirmasi
(Program Indonesia Pintar), revitalisasi satuan pendidikan di
kabupaten/kota, sekol,ah unggul berbasis higher order thinking skills
(HOTS) untuk jenjang pendidikan menengah, serta sarana dan gedung
perguruan tinggi vokasi yang direvitalisasi di wilayah sekitar
. Penyelenggaraan kawasan lindung dan kehutanan, dengan output
rehabilitasi hutan dan lahan di IKN dan DAS sekitarnya, pengelolaan
keanekaragaman hayati, pengawasan dan pengendalian kehutanan,
serta penyuluhan dan sosialisasi pengembangan pemanfaatan
kehutanan dan sumber daya air
. Pengelolaan lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, dengan
output ta.ta kelola lingkungan hidup, pengawasan lingkungan hidup
kepada usaha dan/atau kegiatan di wilayah IKN, pemantauan kualitas
lingkungan hidup, pelayanan persetujuan lingkungan di wilayah IKN,
AMDAL kawasan, kajian risiko bencana IKN, pembentukan dan
pembinaan kelompok masyarakat tangguh bencana serta kearifan lokal,
serta operasional aktivitas penanggulangan bencana
. Pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan, dengan output
bantuan peralatan pasca panen di satuan permukiman dan pusat SKP
pada kawasan transmigrasi di wilayah s€kit r, basis data pangan, bibit
kultur jaringan hortikultura unggulan, lahan pertanian berkelanjutan,
pelayanan penyuluhan pertanian, serta pertanian konservasi, pertanian
regeneratif, dan rendah karbon yang dikembangkan
berkas 7, hlm. 20 OCR
4.6 Provinsi Kalimantan Utara
hi SG KALIMANTAN
SNN KAT “X1 UTARA
Ran 3 5
PDA | D3
S S A1 Ka
£ D4 7. . Pertumbuhan
Png ai “1 £ Kawasan Komoditas Unggulan
" don Warurima Selor ii
"a (-) Kawasan Swasembada
PJ - A3 » Pangan, Air, dan Energi
E2 : “—i Kawasan Afirmasi
K awasan Konservasi dan
bi bekas “den 8
. “ AN -S (@! ibu Kota Provinsi
».s » PA | Y,
aa Te . KS @ Bandar Udara
on 3 .
Tan ey Ko) Pelabuhan
“sh see Jalan Nasional
aa « »«. Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
$ Kalimantan s Batas Administrasi
aa Timur ES
aa
Had “ Ia
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
: Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan di Pusat
Kota Baru kang Sen can IKota Tania Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) dan Kecamatan
Mn Perbatasan Prioritas
2. Kabupaten Bulungan ,
Kawasan Perindustrian Hijau Tanah Kuning 1. Hen Besi lah Ia kia na 2 Bra
3. Kabupaten Bulungan ecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten
Nunukan
2. PKSN Long Nawang dan Kecamatan Perbatasan
. Prioritas, Kabupaten Malinau
B. Kawasan Komoditas Unggulan 3. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kab. Tana Tidung
Kawasan Transmigrasi (KT)
Kawasan Sentra Rumput Laut 4. KT Salim Batu, Kabupaten Bulungan
1. Kabupaten Nunukan
E. Kawasan Konservasi
Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan (Heart of Borneo)
1. Kabupaten Nunukan
2. Kabupaten Malinau
berkas 7, hlm. 21 OCR
TrITIT.I'TIr{A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Al Kota Baru Tanjung Selor
A2 dan Kota Tarakan
. A1: Kota Tarakan
e A2: Kabupaten
Bulungan
Pengembangan Kota Baru Tanjung Selor dan Kota Tarakan, melalui:
. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dengan out (rt
pembangunan SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM Regional,
dan pembangunan infrastruktur air minum berbasis masyarakat
. Penyediaan hunian publik vertikal scula, dengan output: penyediaan
bantuan pembangunan rumah susun hunian ASN/TNI/POLRI
. Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R dan
peningkatan pengelolaan sampah melalui Te&pat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST), dengan output pengembangan sistem persampahan
berbasis Masyarakat
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik, dan
persampahan, de,rg8(t output penyediaan bantuan prasarana sarana
utilitas umum bidang perumahan
. Pembangunan embung atau tampungan air skala kecil lainnya di Kota
Tanjung Selor, dengan output pembangunan embung atau tampungan
air skala kecil lainnya
. Pengembangan sarana prasarana produksi perikanan tangkap serta
kampung/sentra nelayan di Kota Tanjung Selor, dengan output
pengembangan sentra perikanan tangkap yang ditingkatkan fasilitasnya
c On Farm di Kota Tanjung Selor, dengan output penyediaan bantuan
sarana produksi pertanian di satuan permukiman dan pusat SKP
. Pembangunan dan pengembangan bandara di Kota Tarakan, dengan
output pengembangan Bandar Udara Juwata
. Penguatan kewirausahaan afirmatif di Kota Tarakan, de,t'ga,i output
pengembangan s€ ra perikanan tangkap yana ditingkatkan fasilitasnya
. Pengembangan infrastruktur dan layanan transportasi di Kota Tarakan,
dengan output pengembangan angkutan udara perintis penumpang,
layanan angkutan laut perintis prioritas nasional, angkutan BBM
pesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang
. Pengembangan kawasan konservasi mangrove dan bekantan termasuk
pengembangan sarana dan prasarana serta dukungan promosi di Kota
Tarakan
A3 Kawasan Perindustrian
Hijau Tanah Kuning:
. A3: Kabupaten
Bulungan
Pengembangan Kawasan Perindustrian Hijau Tanah Kuning, melalui:
. Peningkatan investasi kawasan, dengan autwt pembentukan Eco
Industrial Puk lK berwawasan lingkungan), Investment Project Ready to
Offer (IPRO) bidang jasa dan kawasan, peta peluang investasi proJEk
prioritas strategis yang
siap ditawarkan pada bidang jasa dan kawasan,
penguatan strategi dan inovaai perencanaan penanaman modal
SK No25l20l A
- 186 -
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
0,7
0,7
323,3
227,1
0,257 – 0,261
0,263
2,33 – 3,33
4,33 – 5,07
81,05
55,77
0,59
0,56
2,70 – 3,45
3,90 – 3,94
78,57
6,2 77,77
(Rata-rata
2025–2029)
7,0
(2029)
berkas 7, hlm. 22 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Pengembangan kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output
pengembangan IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut yaDA
mendapatkan fasilitasi perluasan aksca pasar
. Pengembangan pembangunan PLTA Kayan Terintegrasi, denga.n output
pengawasan dan pengendalian konsumsi listrik per kapita, rumusan
kebijakan pembinaan Bt MN dalam pembangunan infrastruktur energi
IKN, perluasan jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat,
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan l,ayanan
penyiaran digital, serta AI Data Kayan.
. Pengembangan pembangunan PLTA Kayan terintegrasi
. Pengembangan Kawasan Industri Kalimantan Industrial Park Indonesia
. Penambahan penerbangan umum dan perintis
. Peningkatan/perbaikan jalan akses ke lokasi sumber daya dan kawasan
. Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
B1 Kawasan Sentra Rumput
Laut
. Bl Kabupaten
Nunukan
Pengembangan Kawasan dan Sentra Rumput laut, melalui:
. Pengembangan industri dan hilir rumput laut, dengan output
peningkatan kapasitas produki rumput l,aut kering, dan promosi
produk rumput laut skala internasional
. Peningkatan produktivitas budidaya rumput laut, dengan outputi
pengembangan skema penjual,an petani ke pabrik pengolahan melalui
platform digital yang meningkatkan harga jual di tingkat petani
. Fasilitasi pembiayaan dan investasi
. Penelitian dan pengembangan budidaya rumput spesies baru serta
inovasi teknologi untuk diversifikasi produk rumput laut (karagenan,
agar-agar, biostimulan, nutraseutikal, pakan ternak)
D1
D2
D3
Pusat Pertumbuhan
Kawasan Perbatasan di
Pusat Kegiatan Strategis
Nasional (PKSNI dan
Kecamatan Perbatasan
hioritag
. Dl: PKSN Nunukan,
PKSN Tou Lumbis,
datr Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Krayan Selatan,
Kec. Krayan, Kec.
Tulin Onsoi, Kec. Sci
Menggaris, Kcc.
Sebatik Tengah, Kec.
Krayan Tengah, IGc.
Krayan Timur, dan
Kec. Krayan Barat),
Kabupaten Nunukan
. D2: PKSN l.ng
Nawang dan
K€casratarr
Perbatasan Prioritas
(Kec. Kayan Hilir dan
Kec. Bahau Hulu),
Kabupaten Malinau
. D3: Kecadatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Tana Lia), Kab.
Tana Tidung
Pembangunan kawasan perbatasan di PKSN Nunukan, PKSN Tou Lumbis,
PKSN Lng Nawang dan Kecamatan Perbatasan Prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output:
pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan energi,
pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan
konektivitas, pengawasan pelaksanaan BBM I Harga, dan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS)
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
denga,r auqrut pembangunan jal"an perbatasan dan akses kawasan
PLBN, penataan bangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN),
pembangunan PLBN Long Midang beserta sarana d6n prasarana
pendukungnya, pembangunan jalan daerah tertinggal dan perbatasan,
pembangunan jalan koridor logistik (backbone), pengembangan banda,
udara Lng Apung tahap UI, I(ab. Malinau, pengembangan bandar udara
Seluwing, Kab. Malinau, pengembangan bandar udara Yuvai Semaring,
Kab. Nunukan, pengembangan bandar udara Nunukan, Kab. Nunukan,
pengembangan fasilitas pelabuhan Sungai Nyamuk, Kab. Nunukan,
pelabuhan perikanan di lokasi SKPT yang dikelola dan operasional
sesuai standar, dan layanan validasi dan verifikasi pupuk
. Penataan ruang dan penanggulangan bqrcarra di Kawasan Perbatasan,
dengan output dokumen harmonisasi Rancangan Peraturan Presiden
Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara (RDTR KPN),
penguatan desa/kelurahan tangguh bencana, dan penguatan instrumen
peringatan dini bencana
. Penguatan tqta kelola pemerintahan di Kawasan Perbatasan, dengan
output, bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan
kawasan perbatasan negara
berkas 7, hlm. 23 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D4 Kawasan Transmigrasi
(Kr')
. D4: I(T Salim Batu,
Kabupaten Bulungan
Pengembangan Nat asan Transmigrasi Salim Batu di Kabupaten Bulungan,
melalui:
. Pembangunan infrastruktur p€nnukit[an dan aksesibilitas logistik,
dcn lNr output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output:
penyediaan bantuan sarana produksi pertanian
. Redistribusi arct (tanah) transmigrasi, dengan output penyediaan
fasilitasi pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1
E2
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan lHeart of
Bomeol
. El: Kabupaten
Nunukan
. E2: Kabupaten
Malinau
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem termasuk Heart of
Borneo di Wilayah Kalimantan Utara, melalui:
. Pengembangan carcrgi terbarukan berbasis bioenergi
. Konservasi komoditas pertanian dan praktik pertanian berkelanjutan,
dengan output pcat] rsunan rekomendasi perlindungan lahan pertanian
di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau
. Pelaksanaan penataan aset reforma agraria, dengan output penguatan
inventarisasi dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan pengembangan pangan nabati, hilirisasi komoditas pertanian
strategis/unggul,an serta modernisasi dan digitalisasi pertanian yang adaptif
dan inklusif, melalui:
. Penguatan pasca panen pangan nabati, dengan output pengembangan
sarana pascapanen tanaman pangan dan sarana pengolahan hasil
tanaman paIltalr
o Sertifikasi dan peredaran benih nabati, dengan output penyaluran benih
padi
. Jaminan ketersediaan bahan baku bioindustri agro, dengan output
penyediaan bahan tanam komoditi perkebunan
o Adopsi teknologi pertanian, dengan ou,put penerapan teknologi
pertanian
. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan
lumbung pangan desa, daerah, dan nasiona.l, termasuk peningkatan
indeks pertanaman (intensifikasi)
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan konektivitas (konektivitas jalan dan udara) dan pengembangan
konektivitas jalan pada jalur utama dan aksesibilitas daerah 3TP, melalui:
. Penguatan infrasEulflrr konektivitas penunjang logistik, dengan output:
pengembangan Jalal Koridor lrgistik-Sekatak Buji-Malinau, Jalan
Akses Simpul Transportasi Lingkar Pulau Sebatik, serta Pengembangan
Bandar Udara Lng Apung Tahap III
. Penanganan konektivitas jalan/jembatan non lintas utama, dengan
output pengembangan jalan koridor logistik serta pembangunan
jembatan koridor logistik backbone 4
Provinsi Kalimantan
Utara
Swasembada energi serta penguatan konektivitas dan transisi energi listrik,
melalui:
. Peningkatan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan, dengan
output pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di
Kabupaten Nunukan, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas
(PLTMG)
berkas 7, hlm. 24 OCR
- r89 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan, dengan output.
pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga yang belum
berlistrik yang tidak mampu atau berada di daerah 3T
Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan pencegahan dan percepatan pcf,ruruna[ stunting serta perbaikan
gizi lainnya, pengendalian penyakit menular (TBC dan malaria), melalui:
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi peserta didik, dengan
output penyediaan bantuan pcngorba[g8n peningkatan mutu UKS
. Penguatan intervensi sensitif stunting, dengF,i output pengembangan
infrastruktur air minum berbasis masyarakat
. Intensifikasi penemuan kasus dan pengobatan TBC, dengan outp{rf,
penyediaan layanan survei faktor risiko penyakit TB di Kota Tarakan
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, deaga\ output penyediaan l,ayanan
survei faktor risiko penyakit HMIDS di Kota Tarakan
. Pengendalian penyakit malaria, dengp,r altpux penyediaan layanan
pengendalian faktor risiko penyakit malaria di l(ota Tarakan
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguat& kualitas pendidikan dengan fokus terutama pada peningkatan
partisipasi dan tingkat penyelesaian jenjang pendidikan menengah, melalui:
. Pelatihan vokasi di sektor strategis, dengan output: pelatihan berbasis
kompetensi di Provinsi Kalimantan Utara
. Peningkatan kualitas infrastruktur sosial, dengan o{r,puf, pengembangan
gedung perguruan tinggi vokasi yang direvitalisasi di Kabupaten
Nunukan
. Peserta didik penerima bantuan operasional satuan pendidikan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan out!tuf, penyediaan Bantuan
Operasional Pendidikan (BOP) kepada siswa Raudlatul Atffal (RA)
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
Provinsi Kalimantan
Utara
Pengentasan kemiskinan terutama di daerah afirmasi 3T, melalui:
. Sistem pendataan sosial ekonomi terintegrasi melalui registrasi sosial
ekonomi
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, drngatl output siswa
SMTK/SMAK penerima PIP, gerakan pangan murah yang dilaksanakan
. Penumbuhan usaha berkelanjutan dan inovatif
Provinsi Kalimantan
Utara
Penguatan sarana dan prasarana kesehatan serta peningkatan kualitas
tenaga kesehatan, melalui:
. Peningkatan pelayaran kesehatan dan gizi bagi peserta didik, dengan
output penyediaan bantuan pengembangan peningkatan mutu UKS/M
. Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat
. Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat
berkas 7, hlm. 25
5. Wilayah Sulawesi
5.1 Provinsi Sulawesi Utara
berkas 7, hlm. 26
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks
Kualitas Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Destinasi Pariwisata
Prioritas Manado–
Likupang:
• A1: Kota Bitung
• A2: Kota Manado
• A3: Kota Tomohon
• A4: Kabupaten
Minahasa
• Kabupaten Minahasa
A5: Utara
Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Manado-Likupang
dengan implementasi blue, green, circular economy, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata dan konektivitas layanan
transportasi, dengan output: pembangunan jalan mendukung Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional Manado–Likupang, dan preservasi jalan
ruas Airmadidi–Bts. Kota Tondano
• Pengembangan atraksi (alam, bahari, budaya, buatan), dengan output:
pengadaan event skala daerah, nasional, dan internasional, penerapan
rencana aksi destinasi wisata, pengembangan desa wisata, dan
pengadaan event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE)
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
penunjang, dengan output: Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
(SPAL-D) Terpusat Skala Kota dan Regional, serta pembangunan fasilitas
Pelabuhan P. Bangka-Kahuku
• Pengembangan Keterampilan SDM dan layanan pariwisata, dengan
output: pelatihan keterampilan SDM pariwisata, peningkatan kapasitas
SDM pengelola destinasi wisata, sertifikasi SDM, dan pengembangan
Politeknik Negeri Manado
• Pemasaran Pariwisata, dengan output: publikasi, promosi terpadu,
pameran, kerja sama dengan maskapai, dan promosi wisata minat
khusus
• Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi, dengan
output: fasilitas akses pembiayaan digital dan pasar modal berkualitas,
rantai pasok industri, promosi investasi pariwisata, advokasi dan
pendampingan peningkatan realisasi investasi, literasi bisnis untuk
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), akses pembiayaan startup,
transformasi digital industri, standarisasi usaha, koordinasi
implementasi blue, green, circular economy pada usaha pariwisata, dan
fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
• Peningkatan keamanan, keselamatan, dan kemitigasian bencana,
dengan output: pengendali banjir di sungai inlet Danau Tondano,
penataan Kawasan Tondano, koordinasi dan penguatan tata kelola
destinasi, serta pelaksanaan operasi SAR
A6
A7
A8
A9
Wilayah Metropolitan
Manado
• A6:Kota Bitung
• A7: Kota Manado
• A8: Kota Tomohon
Pembangunan Wilayah Metropolitan Manado yang berkelanjutan dalam
Sistem Perkotaan Nasional, melalui:
• Penguatan konektivitas jalan dan pengembangan transportasi perkotaan
hijau yang berkelanjutan, dengan output: sistem angkutan umum massal
perkotaan yang terintegrasi Transit Oriented Development (TOD),
0,8
0,8
109,2
74,4
0,332 - 0,336
0,339 – 0,352
2,30 – 3,30
5,59 – 6,19
68,65
54,90
0,55
0,52
4,66 – 5,14
5,01 – 5,56
79,39
78,71 7,4
(Rata-rata
2025–2029)
8,5
(2029)
berkas 7, hlm. 27 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A10 A9: Kabupaten
Minahasa
pembangunan ja.lan perkotaan dan jalan lingkar Manado Aia Ring
Rod.d.
Peningkatan ketangguhan bencana, pengelolaan risiko dan pengendalian
banjir di perkotaan, de'J;gpdr otlp.tt penanganan banjir periode kala-
ulang 25-50 tahunan
Peningkatan layanan perkotaan dan kualitas lingkungan, dcflgan output:
Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat, pembangunan
rumah susun dan rumah swadaya di perkotaan terpadu dengan PSU
perumahan, penyediaan rumah murah bersanitasi baik bad yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan dan pemugaran
permukiman kumuh, pembangunan infrastruktur jaringan transmisi
dan distribusi tenaga listrik, pengembangan SPAM Regional Bimatara,
Bendungan Kuwil Kawangkoan, Bendungan Sawangan, TPA Regional
Mamitarang, dan PLTSa Kota Manado
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan tata kelola perkotaan, dengan
output t: pengembangan desa wisata, pilot project kerja sana antardaerah
dan multipihak dalam pembiayaan pembangunan perkotaan, penilaian
Indeks Maturasi Perkotaan lintas K/L secara terpadu, penguatan smart
city, kelembagaan pengelola WM Manado, dan advokasi dalam
penerapan PP Perkotaan
Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Metropolitan Statistical
Area
A10. Kabupaten
Minahasa Utara
a
A1r
A12
Kawasan Perkotaan
Sedang
. Ali:: Kota Manado
. 412: Kota Bitung
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Sedang Kota Manado dan Bitung, dengan output
penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kota sedang, bantuan PSU perumahan, bantuan pembangunan nrtnah
swadaya, penyediaan ruEah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan d.n pemugaran
permukiman kumuh, pengembangan sanitasi, pembangunan dan
peningkatan SPAM, pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah
Domestik Terpusat skala kota dan permukiman, sistem pengelolaan
persampahan slcla kota, peningkatan layanan konektivitas transportasi,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, serta p€iuuataD peran
kawasan perkotaan dalam skala regional untuk pemerataan ekonomi
melalui pcarycdiaan dan peningkatan layanan pendidikan yang terintegrasi
dcngaa sektor ketenagakerjaan
B1 Kawasan Perikanan
Tangkap Bitung
. Bl: Kota Bitung
Pengembangan Kawasan Perikanan Tangkap Bitung, melalui:
. Pengembangan pelabuhan perikanan utama Bitung yang berwawasan
lingkungan (Eoo Fishing Folti
. Pengembangan sarana penunjang logistik, prasarana perikanan
tangkap, dan sistem rantai dingin produk perikanan, derr8lNr output:
sarana penyimpanan, gudang beku, sarana distribusi logistik, alat
penangkapan ikan, dan kendaraan pemasaran ikan
. Peningkatan daya saing sumber daya manusia penyedia jasa logistik,
kelembagaan, usaha kel,autan dan perikanan, dengan output: diklat
pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya ikan air laut,
peningkatan eksportir kelautan perikanan baru, pemantauan sosial
ekonomi masyarakat kelautan perikanan, pelatihan petugas
kesyahbandaran, dan pendampingan pelaku sektor industri makanan,
l,aut, dan perikanan
. Kerja sama perluasan pasar, pengembangan koperasi, serta rantai pasok
ekspor produk perikanan, dengan output: pengembangan klaster ikan
nila salin. kl,aster rumput laut berbasis kawasan, Drornoar usaha. temu
berkas 7, hlm. 28 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas High&bh, Indikasi Intervensi
bisnis pada pameran produk di dalam negeri dan internasional, investasi
strategis kelautan perikanan termasuk komoditas TCT (Tuna-Cakalang-
Tongkol) terpadu, pelatihan intensif bootcarnp datrl, BagEng bagi
pengurus datt pengelola koperasi, penguatan sistem pengawasan
koperasi, serta kerja saraa internasional bidang kelautan dan perikanan
82
B3
84
B5
B6
Kawasan Berbasis
Pertanian di Bolaang
Mongondow dan
sekitarnya:
. 82: Kabupaten
Bolaang Mongondow
Utara
. 83: Kabupaten
Bolaang Mongondow
. B4: Kabupaten
Minahasa Selatan
. 85: Kota
Kotamobagu
. B6: Kota Tomohon
Pengembangan industrialisasi berbasis komoditas unggulan pertanian yang
Eodcrn, terintegrasi, dan berkelanjutan di Bolaarry Mongondow dan
sekitarnya, melalui:
. Penguatan akses pasar komoditas pertanian dan turunannya, dengan
output: sertifikasi dan pengembangan produk mutu pestisida, pupuk
dan produk tanaman pangan, hortikultura dan Perkebunan, serta
pengembangan koridor logistik Worotican-Poigar
. Pcarycrrbargan praktik pertanian berkelanjutan, de,rg8,r output:
rekomendasi perlindungan LP2B, pengendalian alih fungsi lahan
pertanian, Integrated Corporation Agriculture Resources Enpouerrnent,
dan pembangunan Bendungan Lolak
. Inovasi dan adopsi teknologi pertanian, da'J,g8,J- output: percontohan
pertanian modern, penerapan teknologi pertanian, pengembangan
sistem pertanian terpadu di dataran tinggi, dan pengadaan asuransi
pertanian
. Implementasi praktik pertanian yang ramah iklim dan rendah karbon,
dengan output: Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dan optimasi lahan
pertanian
. Pengembangan kawasan peternakan dan peningkatan kualitas pangan
hewani, dengan output: benih ternak unggul, sarana perbibitan ternak,
prasarana perbibitan ternak, ternak ruminansia perah, ternak
ruminansia potong, pakan olahan dan bahan pakan, sarana pengol,ahan
dan pemasaran hasil peternakan, prasarana pengolahan dan pemasaran
hasil peternakan, dan layanan kesehatan hewan
. Peningkatan ekspor produk pertanian melalui pengembangan koperasi,
promosi, dan kerja sama, dengan output: pelatihan intensif bootcamp dan
magang bagi pengurus dan pengelol,a koperasi, penguatan sistem
pengawasan koperasi, Rekomendasi Kebijakan terkait harga patokan
e.kspor produk pertanian dan kehutanan, prototyping, piloting project,
dan business plan industri suplemen kapsul vitamin a (betacdotenel,
vitamin e (ro@pheroq alami berbasis minyak sawit, promosi dan temu
bisnis pada pameran beBlr€.la internasional dalam rangka peningkatan
ekspor produk industri me,l(anan, kerja sama pengembangan ekspor
produk primer, dan kerja sat[a perdagangan dalam forum organisasi
kelapa internasional
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPP)
. Dl: KPP MAPALUS,
Kabupaten Minahasa
Pengembangan Kawasan P€f,deaaan Prioritas MAPALUS, Kabupaten
Minahasa, melalui:
. Penyediaan layanan dasar, de'J.gian output: pemenuhan akses layanan
kesehatan, pembangunan sarana lrcl,ayaran dasar, pembangunan
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, pembangunan jaringan
distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat skala permukiman, dan sist€ra pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat
. Peningkatan aksesibilitas, dq$lan output: pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan, pengEmbangan
OM BTS 4G/Lastmile dan akses internet
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal, de,iig!$ output:
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan
berkas 7, hlm. 29 OCR
t3 tlTf.r.]Tf+Tff
-L94-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal pariwisata,
dengan output: preservasi dan resiliensi adat istiadat budaya lokal,
pengembangan interaksi pemajuan budaya di wilayah adat, penguatan
tanggap bencana dan resiliensi desa terhadap bencana iklim
Peningkatan kapasitas tqta kelola dan kelembagaan berbasis dri? at,
dc(rEan output pengembangan Akademi Desa 4.0, pengembangan dcaa
cerdas, penerapan pelayanan pemerintahan dan pengelolaan keuangan
desa berbasis digital, pengembangan sistem indeks desa, serta integrasi
Sistem Informasi Desa bcrbasb Prodeskel/Epdeskel dengan SIPD
a
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Pusat Pertumbuhan
Kawasan Perbatasan di
Pusat Kegiatan Strategis
Nasional (PKSN) dan
Kecemetsn Perbatasan
Prioritas
. D2: PKSN Talaud dar
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. IGndahe),
Kabupaten
Kepulauan Sangihe
r D3: PKSN
Melonguane dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Damau, IGc.
Pulutan, dan Kec.
Nanusa), Kabupaten
Kepulauan Talaud
. D4: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Siau Barat, Kec.
Siau Barat Utara)
Kabupaten
Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro
. D5: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Likupang Barat,
IGc. Wori) Kabupaten
Minahasa Utara
. D6: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Tatapan, Kec.
Tenga, IGc.
Sinonsayang)
Kabupaten Minahasa
Selatan
. D7: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Bolaang Timur)
Kabupaten Bolaang
Mongondow
. D8: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(kc. Bolangitary
Barat, dan Kcc.
Pinogaluman)
Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara
Pembangunan kan asan perbatasan di PKSN Tahuna dan PKSN Melonguane
dan Kecamatan Perbatasan Prioritas, melalui:
. Pcracnuhan l,ayanan dasar di kawasan perbatasan, dengan output
pembangunan sarana pci'EukiEart, ketenagalistrikan dan energi,,
pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan
konektivitas, dan pengawasan pel,aksanaan BBM I harga
. Pcogcrabangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
dengan output reph@tDnl fasilitas Pelabuhan Matuhrang, Kabupaten
Kepulauan Sangihe, l,ayanan angkutan laut perintis prioritas nasional,
pengembangan kawasan pala, dan l,ayanan validasi dan verifikasi pupuk
berkas 7, hlm. 30 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1 Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sulawesi
Utara
. El: Kota
Kotamobagu
Pengelolaan Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Sulawesi Utara, melalui:
. Pengelolaan multiancaman bencana geologi dan pengembangan mitigasi
berbasis alam, dengan output: peralatan monitoring dampak akibat
gempa bumi dengan peralatan ftterEiry meter dan a@le'ogro,phtuclgJJui
lndonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), perapatan stasiun
Indonesia continuously Operating Reference Station (Ina-CORS), Peta
Geologi Gunung Api dan Kawasan Rawan Bencana Geologi
. Peningkatan keandalan infrastruktur berketahanan bencana seismik,
denga,i output: rekomendasi ketahanan bangunan dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
. Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dengan output: layanan
pemulihan sosial, ekonomi, sumberdaya alam dan lingkungan di daerah
pascabencana
Provinsi Sulawesi Utara Penguatan laJranal transportasi dan infrastruktur konektivitas integrasi
ekonomi dan logistik, melalui:
. Peningkatan layatral konektivitas udara, dengan output bandara di
pulau kecil terluar Sangihe dan Talaud
. Peningkatan layanan konektivitas laut dan integrasi hhteddqd de,i;gtatt
simpul utama, dengan output: pelabuhan perikanan utama Bitung,
Pelabuhan Likupang, Pelabuhan Miangas, serta pelabuhan lainnya di
pulau terluar yaflg berwawasan lingkungan
. Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan outputi
Pembangunan Jalan Strategis-Jalan M&do Atbr Ringroad lll,
Pembangunan Jalan Trans pada 18 Pulau Tertinggal, Terluar, dan
Terdepan, pengembangan pelabuhan, Repla@'I^etul Fasilitas Pel,abuhan
Matutuang llll\lc 2025-20261, Replacement Fasilitas Laut Pel,abuhan
Ibtabunen
Provinsi Sulawesi Utara Penyediaan akses rumah l,ayak huni dan pemerataan sarana dan prasarana
dasar, serta perluasan jangkauan pelayanan energi di wilayah perkotaan,
perdesaan, pesisir, kepulauan, dan wilayah 3T, melalui:
. Peningkatan akses rumah layak huni skala kota secara inklusif dan
terpadu, serta penanganan permukiman kumuh, dengan output;
pemugaran dan peremajaan permukiman kumuh, serta pemukiman
kembali permukiman kumuh, penyediaan rumah murah bersanitasi
baik bagi yang membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan
rendah (MBR) termasuk generasi milenia.l dan generasi z, penyediaan
rumah khusus reguler, Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA),
bantuan pembangunan rumah swadaya, KPM yatrg E€,rperolch bantuan
rehabilitasi rumah, bantuan PSU bidang perumahan, fasilitasi
penyaluran bantuan pembiayaan perumahan, fasilitasi subsidi selisih
bunga dan bantuan uang muka, dan pembiayaan rumah swadaya dan
pembiayaan mikro perumahan
. Pemenuhan akses a minum arlan terintegrasi hulu ke hilir, dengan
output: pembangunan SPAM Regional
o Reformasi tata kelola persampahan, dengan output: teknologi Waste-to-
energy l,l,ltEl dan fasilitas pengelolaan c€tnpah dengan prinsip sirkular,
pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R dan Tempat
Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), fasilitas penanganan sampah di
wilayah pesisir, project *a@a insentif, Sistem Informasi Pengelolaan
Sampah Nasional (SIPSN), dan bantuan PSU bidang perumahan
. Pemenuhan akses sanitasi aman, dengan output: Sistem Pengelolaan Air
Limbah Domestik Terpusat dan Setempat Skala Kota, serta bantuan PSU
bidang perumahan
. Perluasan akses dan interkoneksi layanan listrik terisolasi (isolated. grid),
SK No25l2l0A
pembangunan pembangkit listrik. jaringan dan gardu
berkas 7, hlm. 31 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
induk, pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum
berlistrik yang tidak mampu atau berada di daerah 3T, dan peningkatan
pasokan tenaga listrik 24 jam/hari
Pemerataan jaringan telekomunikasi, internet cepat, dan adopsi digital
ke seluruh wilayah serta adopsi digital di berbagai layanan publik,
denga output: penyediaan fiber optik pada daerah (kecamatan) di
kawasan prioritas, OM BTS 4G I lastmile, OM akses internet, l,ayanan
publik bidang telekomunikasi, fasilitasi literasi digi al, portal layanan
administrasi, pendampingan sr,d'tt city, pemanfaatan teknologi digital di
sektor pertanian, perikanan, dan logistik, fasilitasi digital technopreneur,
pengendalian PSE, akses internet tetap pitalebar untuk UMKM dan
fasilitas umum, serta fasilitasi menerapkan infrastruktur pasif bersama
Provinsi Sulawesi Utara Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat, penurunan stunting,
dan akses kesehatan reproduksi perempuan, melalui:
. Percepatan penurunan dan penguatan intervensi spesifik serta sensitif
stunting, de,igott output: ibu hamil dan balita yang mendapat buffer stock,
kegiatan surveilans gizi dan KIA, fasilitasi dan pembinaan terkait upaya
perbaikan status gizi dan peningkatan pelayanan kesehatan bayi dan
balita, pelatihan stunting, kampanye pencegahan stunting melalui
berbagai media, kampanye dan penyebarluasan informasi pencegahan
Stunting, infrastruktur ur air minum berbasis masyarakat, dan keluarga
yang mendapat bantuan sosial bersyarat
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, dengan
output: d,aerah yang fasilitasi terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan anal( usia sekolah dan remaja, vaksin lainnya dan logistik
penunjang vaksinasi, model kurikulum yang adaptif dan kontekstual,
bantuan pengembangan peningkatan mutu UKS/M
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia produktif, dengan
output: pembinaan lembaga dala.m penerapan kesehatan kerja, tenaga
kesehatan yang ditingkatkan kapasitas terkait kesehatan kerja, dan
sosialisasi dan advokasi kesehatan kerja
. Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi lansia, dengan output:
penguatan program dalam mendukung indikator usia produktif dan
lansia, koordinasi pelayanan kelompok rentan, sosialisasi kesehatan
lansia, sistem informasi kesehatan usia produktif dan lansia, dan
fasilitasi dan pembinaan daerah dalam pelaksanaan upaya kesehatan
produktif dan lansia
. Peningkatan al(ses dan kualitas layanan kesehatan reproduksi
perempuan, dengF'r output: peningkatan pelayanan kesehatan
reproduksi (kespro) dan KB, Fasyankes yang terpenuhi ketersediaan
Alat/Obat Kontrasepsi (Alokqr), PIK R€draja dafl BI(R yana mendapat
fasilitasi dan pembinaan edukasi kespro dan gizi bagi remaja, fasilitasi,
Intensifikasi dan integrasi pelayanan KBKR di wilayah khusus, dan
bimbingan teknis dafl supervisi dalam pelaksanaan program kcsctratsn
dan lingkungan yang responsif gender ( stunting I AKl, perubahan iklim,
kespro)
Provinsi SulawEsi Utara Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan,
melalui:
. Penuntasan TtsC, dengan qlw: obat dan perbekalan kesehatan
program pencegahan dan pengendalian 'Its, purx'arupa alat deteksi
penyakit, masyarakat mendapatkan layanan pencegahan dan
pengendalian TBC, dan layanflr informasi dan edukasi TtsC
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan outputi koordinasi pencegahan
dan pengendalian HMIDS dan PIMS dan layanan deteksi dini da.n
respons kejadian penyakit menular
SK No25l2ll A
berkas 7, hlm. 32 OCR
No Lokasi Prioritas liiru{?tu Indikasi Intervensi
Pengendalian penyakit malaria, denga output: obat dan perbekalan
kesehatan program pengendalian malaria dan layanan informasi dan
edukasi malaria
Pengendalian penyakit kusta, den;gta,i output: layanan surveilans dan
deteksi dini kusta dan frambusia dan daerah mendapat pembinaan
program kusta dan frambusia di daerah
Pengendalian penyakit rabies, dengan output: kemitraan pencegahan dan
pengendalian zoonosis
Provinsi Sulawesi Ut ra Penguatan
profesional
akses pelayanan kesehatan dan pendayagunaan SDM kesehatan
terutama di daerah sulit akses, melalui:
Penguatan pel,ayanan kesehatan bergerak dan ekosistem digital di
daerah sulit akses, dengan output: implementasi layanan telemedicine,
pembinaan, pendampingan dan bimbingan tcknb pelaksanaan
pelayanan kesehatan bergerak, scna RS kapal
Pemenuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan, dengan output:
pemenuhan ketersediaan 40 obat esensial dalam JKN, instalasi farmasi
Kab/Kota yang menerapkan manajemen pengelolaan obat dan vaksin
sesuai standar, dan peningkatan ABGCI dalam peningkatan akses obat
inovatif
Peningkatan kapasitas dan peran puskesmas, dengan output: koordinasi
manajemen puskesmas dalam penguatan integrasi layanan primer,
tenaga kesehatan yana diorientasi/dilatih manajemen puskesmas,
tenaga kesehatan yang diorientasi/diberikan pelatihan (SOPHI), dan
pelatihan terkait layanan primer dan rujukan
Pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan dan
peningkatan peran kader kesehatan, danga,r ouq t: revitalisasi
posyandu, sarana puskesmas, puslc$rras pembantu (Pustu) dan
Posyandu (SOPHI), pembinaan, pendampingan dan bimbingan teknis
upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan pemantauan wilayah
dengan pendekatan keluarga
Pengembangan layanan unggulan dan rujukan kesehatan, dengan
output: pengembangan l,ayanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker,
jantung, stoke dan sistem rujukan berbasis kompetensi di seluruh
Kabupaten/Kota, serta peningkatan RS Tipe D menjadi tipe C di
Kabupaten Bolaang Mongondow Sel,atan, Bolaang Mongondow Utara,
Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Timur
Peningkatan dan pendayagunaan tenaga medis dan kesehatan
profesional terutama di daerah su.lit akses dan afirmasi, dengan output:
akselerasi rekomendasi produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan
program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
pcougas€n khusus tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes
primer, pendayagunaan dokter spesialis (SDM), dar peningkatan
kompetensi melalui program feLotDship
:l
:'l
a
Provinsi Sulawesi Utara Pengembangan sarana dan prasarana, perluasan akses pendidikan sektor
strategis, dan penguatan sumber daya manusia yang siap dunia usaha dan
dunia industri, melalui:
. Pengembangan sarana, prasarana, perluasan akses pendidikan
menengah, tinggi dan vokasi sektor strategis, pengembangan bidang
Science, Tedlnowy, Engineering, A4 o.nd. Math (STEAM), peningkatan
daya saing riset dan inovasi di berbagai bidang, dengan output:
revitalisasi sarana dan prasarana pada seluruh jenjang pendidikan
termasuk sekolah, madrasah, Politeknik Pariwisata Manado dan Nusa
Utara, bangunan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi industri yatrg
ditingkatkan kapasitasnya, Satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja, sarana bidang teknologi informasi dan komunikasi,
serta program studi dengan inovasi pembelajaran digital dan berkualitas
SK No25l2t2A
berkas 7, hlm. 33 OCR
No t kasi Prioritas H{?rui4tu Indikasi Intervensi
Penguatan sumber daya manusia dan peningkatan pcf,an dalam industri
yang berbasis sektor unggulan daerah, dengan outputr SDM yang
mengikuti pendidikan menengah kejuruan industri, pelatihan pertanian
bagi aparatur dan non aparatur, sertifikasi profesi bidang pertanian,
Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani, pendidikan Een€ogah dan tinggi
vokasi pertanian, mahasiswa dan lulusan program di kerja sana
industri, pendidikan vokasi kelautan dan perikanan, kemitraan antara
satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri,
pengembangan kerja sama pelatihan, inovasi model pembelajaran vokasi
mengacu pada dunia kerja, pengembangan kurikulum dan metode
pelatihan, penjaminan mutu satuan pendidikan vokasi, tenaga kerja
industri kompeten lulusan diklat sistem 3 in I (pelatihan, sertifikasi, dan
kompetensi), program kclaB industri, fasilitasi pendampingan SMK yang
link d.nd. match dengan industri, pelatihan vokasi industri upskilling daa
reskilling
Provinsi Sulawesi Utara Pengentasan kemiskinan, peningkatan ketangguhan keluarga, dan integrasi
bantuan sosial yang adaptif dengan satu sistem Registrasi Sosia.l Ekonomi
(Regsosekl , melaluii
. Penguatan JKN dan perlindungan sosial adaptif, dengan output:
penduduk penerima bantuan iuran Ptsl JI(N, koordinasi pelaksanaan
optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah, keluarga yang
mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang memperoleh bantuan
sosial sembako, dan korban bencana sosial dan non alam yang mendapat
bantuan
. Peningkatan ketahanan keluarga dan lingkungan pendukung berbasis
kearifan lokal, de'rgj,,l. output: lembaga posyandu yang ditingkatkan
kapasitasnya d.l,n ihnlcEcotasi 6 SPM, kelompok masyarakat yang
ditingkatkan kapasitasnya dalep bidang sosial budaya dan kelembagaan
di daerah lambat tumbuh, dan sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat berbasis masyarakat
Provinsi Sulawesi Utara Peningkatan ketangguhan bencana di perkotaan, pesisir pantai, dan pulau-
pul,au kecil terluar, dengan ot rput. pembangunan pengaman pantai daerah
pesisir dan pulau terluar, pengendalian banjir Wilayah Metropolitan Manado,
peralatan monitoring dampak akibat gempa bumi dengan peralatan intensity
fitptcr dan a@lercgrqph melalui IDRIP, penyusunan peta geologi gunung api
dan kawasan rawan bencana geologi, dan dokumen harmonisasi RPerpres
RDTR KPN
SK No25l2l3A
berkas 7, hlm. 34 OCR
5.2 Provinsi Sulawesi Tengah
bae” — . Gorontalo ni N
ha ? N ulawesi
"» "3 AD It Utara
B7 3
. » SULAWESI
an o TENGAH
Be EN Pa
Aa .
PA “8! KotePalu 2 YO
B1 be Ha 1 LEGENDA
“ | ( " B12 9 A awasan
$ E1 B3 ba xA TA #1 Pertumbuhan
Pd F1 " n (4 Kawasan Komoditas Unggulan
" 7 “ & . L, 810 . Kawasan Swasembada
Sulawesi 3 D3 aa & 0. e 1 Pangan, Air, dan Energi
Barat X 5 4 . , : . 3 Kawasan Afirmasi
- P3 NT K K d
. , 5 Rawan DENGAR
Sara Tn Ta DS (@! ibu Kota Provinsi
(7 A1 u ko) Bandar Udara
" Ne TN A2 "5 9 Pelabuhan
SN P, aa Ng » sa Jalan Nasional
Wawes A Sulawesi $ Ka vs, s “.«: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Selatan 5 N : Tenggara Pe & " Pa Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Perkotaan Kecil Kabupaten Morowali Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
(Bahodopi) 1. KPP Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali
1. Kabupaten Morowali Kecamatan Perbatasan Prioritas
Kawasan Industri Morowali dan Morowali Utara 2. Kecamatan Perbatasan Prioritas, Kabupaten
2. Kabupaten Morowali Buol
3. Kabupaten Morowali Utara 3. Kecamatan Perbatasan, Kabupaten Toli-Toli
Kawasan Hilirisasi Gas Bumi Kawasan Transmigrasi (KT)
4. Kabupaten Banggai 4. KT Tampolore, Kabupaten Poso
5. KT Bungku, Kabupaten Morowali
B. Kawasan Komoditas Unggulan 6. KT Palolo, Kabupaten Sigi
Kawasan Pertanian Pangan dan Perkebunan
1. Kabupaten Sigi E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
2. Kabupaten Donggala
3. Kabupaten Poso Kawasan Konservasi:
4. Kabupaten Parigi Moutong Kawasan Konservasi Sulawesi Tengah
5. Kabupaten Buol 1. Taman Nasional Lore Lindu, Kab. Sigi dan Kab.
6. Kabupaten Tolitoli Poso
Kawasan Perikanan dan Hilirisasi Tongkol, 2. Taman Nasional Kepulauan Togean, Kab. Tojo
Cakalang, Tuna (TCT) Una-Una
7. Kabupaten Parigi Moutong 3. Kabupaten Banggai
8. Kabupaten Donggala 4. Kabupaten Banggai Kepulauan
9. Kabupaten Morowali 5. Kabupaten Banggai Laut
10.Kabupaten Banggai Laut 6. Kabupaten Tolitoli
11.Kabupaten Banggai Kepulauan Kawasan Rawan Bencana:
Kawasan Sentra Hilirisasi Rumput Laut Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami
12.Kabupaten Banggai Kepulauan 7. Kota Palu
berkas 7, hlm. 35
SK No25l2l5A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan Kecil
Kabupaten Morowali
• A1: Kabupaten
Morowali
Pengembangan Kawasan Perkotaan Kecil berbasis industri di Kabupaten
Morowali (Bahodopi), dengan output: bantuan pembangunan rumah susun
Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan pekerja serta bantuan
pembangunan rumah swadaya, pemugaran permukiman kumuh, bantuan
prasarana dan sarana umum bidang perumahan, Ruang Terbuka Publik
(RTP) Bahomakmur dan Keurea, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Kabupaten, Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Terpusat,
Sistem Pengelolaan Persampahan termasuk Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST) Bahodopi, penyediaan dan peningkatan layanan
konektivitas transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan
perkotaan yang akan dibangun, serta penguatan peran kawasan perkotaan
dalam skala regional untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan
peningkatan layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor
ketenagakerjaan
A2
A3
Kawasan Industri
Morowali dan Morowali
Utara
• A2: Kabupaten
Morowali
• A3: Kabupaten
Morowali Utara
Penguatan hilirisasi industri berbasis mineral di Kabupaten Morowali dan
Kabupaten Morowali Utara, melalui:
• Pengembangan Kawasan Industri (KI) Indonesia Huabao Industrial Park,
Kawasan Industri Morowali, dan Kawasan Industri Stardust
• Pengembangan konektivitas simpul transportasi, dengan output:
pengembangan Bandar Udara Morowali dan pelebaran jalan akses
Bandar Udara Morowali
• Peningkatan investasi kawasan, dengan output: penguatan strategi dan
inovasi perencanaan penanaman modal, percepatan rencana proyek
strategis di bidang jasa dan kawasan, pengembangan dan penataan
kawasan industri, serta pendampingan pemenuhan dan kepatuhan
kawasan industri terhadap regulasi yang berlaku
• Pengembangan kemitraan usah Pelebaran Jalan Akses Bandar Udara
Morowali a dan rantai pasok, dengan output: kerja sama sektor industri
kecil, menengah, dan aneka, fasilitasi sentra Industri Kecil Menengah
(IKM) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pangan,
pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar di KI Prioritas, dan inkubasi bisnis untuk pembentukan
wirausaha industri
• Penyediaan pendidikan dan pelatihan, dengan output: pembangunan
gedung dan penyediaan peralatan pendidikan tinggi vokasi industri
• Pengembangan industri nikel sulfat, dengan output: penguatan industri
logam berbasis pengolahan nikel
• Pembangunan industri baterai, dengan output: fasilitasi industri dalam
rangka peningkatan investasi dan ekspor serta perencanaan dan
pengembangan jejaring kerja promosi investasi
2,4
1,9
258,7
141,8
0,280 - 0,284
0,298 – 0,302
6,20 – 7,20
11,06 – 11,56
85,77
77,96
0,55
0,51
2,09 – 2,72
2,25 – 2,94
82,60
12,9 81,75
(Rata-rata
2025–2029)
14,2
(2029)
berkas 7, hlm. 36 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,
dengan al$ut fasilitasi industri dalam rangka penguatan struktur
industri dalam negeri icrta peningkatan investasi dan ekspor, serta
fasilitasi darl restrukturisasi mesin/peralatan scotra IKM dan UpT
loga.m, mesin, clckEonika, dan alat angkut
Pengembangan industri stainless steel, dengan output monitoring dan
evaluasi perkembangan industri, fasilitasi peningkatan investasi dan
ekspor, serta fasilitasi dan pendampingan peningkatan daya tahan
industri
Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkuler di industri nikel yang
sejalan dengan dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel
Nasional untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emissions (NZE)
nasional, dengan output: penurunan emisi Gag Rumah Kaca, pengkajian
kebutuhan standar industri hijau, penerapan transisi energi dan Nil,ai
Ekonomi Karbon (NEK), pemanfaatan teknologi dar pendampingan
pencegahan pencemaran industri, dan sertifikasi industri hijau
Harmonisasi kebijakan industri nikel, dengan output: penguatan
standarisasi untuk hilirisasi
A4 Kawasan Hilirisasi Gas
Bumi Sulawesi Tengah
. A4: Kabupaten lt
Banggai
Pengembangan Kawasan Hilirisasi Gas Bumi di Kabupaten Banggai, melalui:
. Peningkatan penyediaan dan layanan gas bumi, dengan output fasilitasi
pembangunan infrastruktur regasifikasi gas bumi da, Liquefied Natura,t
Cas (L"NG) terminal Bena dukungan percepatan pembangunan mas pipa
transmisi dan distribusi gas bumi
. Transformasi kebijakan ekosistem investasi dan hilirisasi, dengan output
fasilitasi hilirisasi investasi strategis di bidang minyak dan gas bumi
serta penyusunan rencana aksi nasional hilirisasi investasi strategis di
bidang minyak dan gas bumi
BI
82
B3
94
B5
86
Kawasan Pertanian
Pangan daE Perkebunan
Sulawesi Tengah
. Bl: Kabupaten Sigi
. 82: Kabupaten
Donggala
. B3: Kabupaten Poso
. 84: Kabupaten Parigi
Moutong
. B5: Kabupaten Buol
. 86: Kabupaten
Tolitoli
Pengembangan Kawasan Pertanian Pangan dan Perkebunan di Kabupaten
Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupat rr Parigi Moutong,
Kabupat n Buol, dan Kabupaten Tolitoli, melalui:
. Penguatan konektivitas jalan, dengan output: preservasi ruas jalan Tolai-
Sausu di Kabupaten Parigi Moutong dan Tagolu-Tentena di Kabupaten
Poso
. Pemanfaatan n sarana prasarana pendukung produksi pertanian, dengan
output penyediaan sarana prasarana pascapanen pertanian serta alat
dan mesin pertanian pra pan.f,i
. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OP/tl, Dampak
Perubahan Iklim (DPI), dan gangguan lainnya, dengan output: pelatihan
kelompok tani dan pembentukan regu pengendalian OPT
r Peningkatan mutu produk, dengar output serti.fikasi produk mutu
pestisida dan pelatihan kelompok tani
. Penguatan regenerasi petani, dengan output pelatihan vokasi pertanian
bagi aparatur, pelatihan pertanian bagi non aparatur, sertifikasi profesi
bidang pertanian, s€rta pengembangan kewirausahaan dan
ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian
. Pelaksanaan bantuan langsung petani, dengan output pemberian
bantuan langsung petani untuk pembelian pupuk serta l,ayanan validasi
dan verifikasi pupuk
. Teknologi pertanian, dengan output pembangunan irigasi perpipaan
pertanian, pembangunan irigasi perpompaan pertanian, pengembangan
jaringan irigasi pertanian, serta pembangunan bangunan konservasi air
dan antisipasi anomali iklim
. Aksca pembiayaan inklusif, dengan output:
fasilitasi/pembinaan/pendampingan akses pembiayaan, penyediaan
asuransi pertanian, serta fasilitasi dan pembinaan investasi
berkas 7, hlm. 37 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Efisiensi rantai nil,ai, dengan output fasilitasi pembinaan dan
pendampingan efi siensi rantai nilai
Pengembangan hilirisasi kelapa, dengan output pemeliharaan kebun
sumber benih bahan tanam komoditas perkebunan, sarana pascapanen
dan pengolahan tanaman perkebunan, neraca komoditas kelapa dan
produk turunannya, fasilitas pusat penyediaan bahar baku industri
tempurung dan sabut kelapa, inkubasi koperasi, pengembangan industri
pengolahan kelapa, restrukturisasi mesin/peralatan industri, dan
pendampingan pembiayaan baSi usaha mikro
B7
B8
89
Blo
811
Kawasan Perikanan dan
Hilirisasi Tongkol,
Cakalang, Tuna (TCT)
. 87: Kabupaten Parigi
Moutong
. B8: Kabupaten
Donggala
. 89: Kabupaten
Morowali
. B10: Kabupaten
Banggai Laut
. 811: Kabupaten
Banggai Kepulauan
Pengembangan kawasan perikanan dan hilirisasi Tongkol, Cakalang, Tuna
(TCT) di Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, Kabupaten
Morowali, Kabupaten Banggai laut, dan Kabupaten Banggai Kepulauan,
melalui:
. Penguatan konektivitas laut, de'i,ga,r output: pengembangan pelabuhan
Bungin di Kabupaten Banggai Laut dan Pelabuhan Safakan di
Kabupaten Banggai Kepulauan
. Penguatan konektivitas udara, dengan output optimalisasi serta
peningkatan layanan dan prasarana Bandara Banggai Laut di Kabupaten
Banggai Laut
. Pengembangan input produksi perikanan, dengan 1, output: penyaluran
benih ikan dan penyaluran calon induk unggul ikan
. Pengembangan sarana produksi perikanan, dengan output, penyaluran
sarana penangkapan dan budidaya ikan
. Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan pendampingan
masyarakat kelautan dan perikanan, dengan output bantuan sarana
pengembangan usaha nelayan, perlindungan nelayan dan pembudidaya
ikan, dan pendanaan usaha nelayan
B12 Kawasan Hilirisasi
Rumput Laut Sulawesi
Tengah
. B12: Kabupaten
Banggai Kepulauan
Pengembangan kawasan sentra hilirisasi rumput laut di Kabupaten Banggai
Kepulauan, melalui:
. PengUatan konektivitas laut, derlg,ur atwt Pengembangan Pelabuhan
Salakan di Kabupaten Banggai Kepulauan
. Pengembangan industri hilir rumput laut, dengan output: fasilitasi
rekomendasi tata kelola bidang budi daya rumput laut, penyaluran bibit
rumput laut, dan penyaluran sarana budi daya rumput l,aut
Dl Kawasan Perdesaan
Prioritas
. Dl: Kabupaten
Morowali
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Morowali, melalui:
o Penyediaan layanan dasar, dengan outI,,lt pemenuhan akses layanan
kesehatan, pembangunan sarana pelayanan dasar, pembangunan
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, pembangunan ja*ryan
distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat Bkalq dan sistem pengelolaan p€f,sampahar
berbasis masyarakat
. Peningkatan aksesibilitas, dengan output: pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan, pengembangan
OM BTS 4G/Lastmile dan akses internet
. Pengembangan dsn diversifikasi ekonomi lokal, dengan output
pengembangan saErra dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal ekowisata,
dengan output preservasi dan resiliensi adat istiadat budaya lokal,
pengembangan interaksi pemajuan budaya di wilayah adat, penguatan
tanggap bencana dan resiliensi dcaa terhadap bencana iklim.
Peningkatan kapasitas tata kelol,a dan kelembagaan berbasis digital,
dengan output pengembangan Akademi Desa 4.0, pengembangan desa
cerdas, penerapan pelayanan pemerintahan dan pengelolaan keuangan
desa berbasis digital, pengembangan sistem indeks desa, serta integrasi
SK No25l2t7A
Sistem Informasi Desa berbasis Prodeskcl/ Epdeskel dengan SIPD
berkas 7, hlm. 38 OCR
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hlbffibhr Indikasi Intervensi
D2 Kecamatan Perbatasan
D3 Prioritas
. D2: IGc. Paleleh
Barat, Kec. Gadung,
Kec. Bokat, IGc.
Biau, dan IGc.
IGraEat, Kabupaten
Buol
. D3: IGc. Toli-Toli
Utara, Kec. Dako
Pemean, dan IGc.
Dampal Utara,
Kabupaten Toli-Toli
Pembangunan kawasan perbatasan di Kecamatan Perbatasan Prioritas,
melalui: pemenuhan layanan dasar di kawasan perbatasan, dengan output
pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan energi, pelayanan
pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan konektivitas
D4 Kawasan Transmigrasi
Ds (l(Tl
D6 . D4: KT Tampolore,
Kabupaten Poso
. D5: ICT Bungku,
Kabupaten Morowali
. D6: I(T Palolo,
Kabupaten Sigi
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Tampolore di Kabupaten Poso,
Kawasan Transmigrasi Bungku di Kabupaten Morowali, dan Kawasan
Transmigrasi Palolo di Kabupaten Sigi, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pert nian
. Redistribusi arct (tanah) transmigrasi, dengan output fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1
E2
EXI
E4
E5
E6
Kawasan Konservasi
Sulawesi Tengah
. Eli Taman Nasional
Lore Lindu,
Kabupaten Sigi
. E2: Taman Nasional
Kepulauan Togean,
Kabupaten Tojo Una-
Una
. E3: Kabupaten
Banggai
. F/: Kabupaten
Banggai KepulauaD
. E5: Kabupaten
Banggai Laut
. E6. Kabupaten
Tolitoli
Pengelolaan Kawasan Konservasi di Taman Nasional (TN) Lore Lindu serta
Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di TN Togean, Kabupaten Banggai,
Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, dan Kabupaten
Tolitoli, melalui:
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi, delig,f) output: penyusunan kebijakan
penguatan pengelolaan areal dengan keanekaragaman hayati tinggi di
luar Kawasan Suaka Ala,r (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan
Taman Buru (IBl, fasilitasi pengelolaan taman keanekaragaman hayati
untuk peningkatan efektivitas pengelolaan, serta pemulihan ekosistem
daratan yang terdegradasi
. Perencanaan ruang laut dan zonasi pesisir serta pengendalian
pemanfaatan ruang laut, dengan oxtqrf penyusunan kebijakan
verifikasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut di daerah serta
pembangunan sistem monitoring dan pengendalian pemanfaatan ruang
laut
. Pemanfaatan sumber daya pulau-pulau kecil, dengan output: bantuan
ekonomi produktif pesisir dan pu.lau-pul,au kecil, dokumentasi data dan
inforEasi potensi p€sisir dan pulau-pulau kccil serta
prasarana/infrastruktur di pesisir dan pulau-pulau kecil
. Penguatan tata kelol,a itdusEi, wisata bahari, dan jasa kelautan
berkelanjutan, dengan outgrt fasilitasi pemetaan potensi biofarmakologi
dan pemanfaatan air laut, penyusunan kebijakan berusaha jasa
kelautan serta pengelolaan wisata bahari
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output: rehabilitasi datr
p€roulihal ekosistem mangrove, pemulihan padang lamun / terumbu
karang serta penyediaan prasarana rehabilitasi ekosistem pesisir dan
pulau-pul,au kecil
. Penguatan dan pengelol,aan masyarakat hukum adat, tradisional, dan
lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan output fasilitasi
dan perlindungan pemanfaatan ruang laut bagi masyarakat lokal di
pesisir dan pulau-pulau kecil serta perlindungan dan penguatan
masyarakat hul<uE adat di pesisir dan pulau-pul,au kecil
berkas 7, hlm. 39 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E7 Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Palu
. E7: Kota Palu
Pengelolaan kawasan rawan bencana gempa Palukoro, Matano, dan Saluki
di Kota Palu, melalui
. Pel,ayanan peringatan dini multiancaman bencana dan peningkatan
infrastruktur, dengan output penguatan instrumen peringatan dini dan
sistem informasi bidang kebencanaan
. Peningkatan kemampuan adaptif masyarakat dalan menghadapi
bencana, dengan output peningkatan kapasitas masyarakat dalam
penguatan tanggap bencana, fasilitasi dan pembinaan kelompok
masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana alatn, serta
pembinaan penguatan respond system peringatan dini bencana berbasis
masyarakat
. Peningkatan infrastruktur, de'Jlgjm, output penataan bangunan dan
Infrastructure Re@nst lt.,io Sec,tot InaL (IRSJ.)
. Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
. Penerapan lvoturc-Bosed. Solution de\ Gray Inltostt:u(/;u.re untuk mitigasi
ancaman tsungrni
Provinsi Sulawesi Tengah Pengembangan kawasan sentra garam, melalui:
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output: korporasi
pctambak garam yang dikembangkan, verifikasi penyaluran distribusi
garam industri ke industri, pendampingan industri pengolahan garam
dalam negeri dalam pcrlcnuhan spesifikasi industri aneka pangan,
farmasi, dan kosmetik.
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output sarana
niaga gara.E rakyat dan tahan garam yang difasilitasi.
. Pengembangan korporasi petambak garam.
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan konektivitas udara, laut, jalan, dan darat, melalui:
. Penguatan infrastruktur konektivitas laut, dengan o,..tpr]t peningkatan
fasilitas Pelabuhan Bungin dan Pelabuhan Salak8n
. Penguatan infrastruktur konektivitas jaran, dengan output
pembangunan jalan koridor logistik dalam rangka pelaksanaan
Itufrdslrltchtre Re@ftstructtbn Sector Loan (IRSL)
Provinsi Sul,aurcsi Tengah Pengembangan infrastruktur perumahan dan permukiman termasuk
pcnNiaan air minum, listrik, telekomunikasi/internet, da! layanan
sanitasi, melalui:
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang E€Ebutuhkar!,
temtaoa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
. Peningkatan layanan penyediaan air minum, de,ilg,Et output:
pembangunan/peningkatan/perluasan Sistem Penyediaan Air Minum
(SPAM) Regional dan Kabupaten/Kota, penyediaan infrastruktur air
minuE berbasis masyarakat, dan penyediaan SPAM berbasis
masyarakat
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intemct, dengan output
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intcmet cepat,
pengembangan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan
Komunikasi (SDM fiK) dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan
layanan penyiaran digital
. Peningkatan penyediaan dart layanan lbtrik, dengan output
pengendalian pembangunan pembangkit lbtrik, pengendalian
pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk, pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi, perumusan
kebijakan pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka
kecukupan penyediaan energi dan tenaga listrik
SK No25l2l9A
berkas 7, hlm. 40 OCR
-20s-
No Lokasi Prioritas H,bhlrbfu Indikasi Intervensi
Dekarbonisasi penyediaan listrik, dengan output fasilitasi dukungan
sektor ketenagalistrikan dalam pencapaian target mitigasi Gas Rumah
I(aca sektor energi sub sektor pembangkitan, penyusunan kebijakan
rrencana produksi dan pemanfaatan mineral logam dan batubara untuk
kebutuhan dalam negeri, pengembangan mitra perhutanan sosial dan
kemitraan lingkungan, pengendalian pembangunan pembangkit listrik,
pengawasan dan evaluasi kegiatan pembangunan infrastruktur
penyediaan tenaga listrik, serta pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),
dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hi&o (PLTM) dan pembangkit
Listrik Tenaga Mesin cas (PLTMG).
Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)
Terpusat, dengan output penyediaan Sistem Pengelolaan Limbah
Domestik (SPALD) Terpusat Skala Regional/Kota/Permukiman dan
penyediaan Sistem Pengelolaan Limbah Domestik (SPALD) setempat
skala kota/individu
Penyediaan da! optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, dengan
output penyediaan Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Regional/Kota/Kawasan, penyediaan fasilitas pengelolaan sampah
spesifik, pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R oleh
pemerintah pusat, optimalisasi sistem pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat
Pengelolaan sampah laut di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,
deogPtt output: penyediaan prasarana penanggulangan sampah di laut
pesisir dan pulau-pulau kecil, bantuan pengembangan desa pesisir
bersih, sosialisasi dampak pencemaran kepada masyarakat pesisir dan
pulau-pul,au kecil, dan fasilitasi penanganan sampah di wilayah pesisir
Peningkatan kapasitas dan pendanaan pendorong pengelolaan sampah,
den lNr qttput penerapan tata kelola persampahan di daerah,
penyediaan basis data potensi pajak daerah dan retribusi daerah,
dukungan untuk peningkatan proporsi pajak daerah dan retribusi
daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) , dorongan daerah dalarn
melakukan Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha
(KPDBU)
Perubahan perilaku untuk pemilahan sampah, dengan output
penyelenggaraan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup dan
kehutanan di satuan pendidikan formal, fasilitasi dan pembinaan
implementasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
5
Provinsi Sulawesi Tengah Pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistcr! Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosekl serta reformasi dan integrasi bantuan sosial, melalui:
. Tata Kelola registrasi sosial ekonomi, dengan output koordinasi strategis
penerapan Registrasi Sosial Ekonomi, pengendalian PSE (Pengawasan
Penyelenggara Sistem Elektronik) dan PSrE (Penyelenggara Sertifikasi
Elektronik Induk), serta pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial
. Pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi, dengan output penerapan
sistem dan teknologi informasi kesejahteraan sosial serta pemanfaatan
data terpadu kesejahteraan sosial, data dan informasi ketersediaan
pangan, data pengadaan tanah, data dan informasi pendidikan dan
kebudayaan
. Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, dengan output: penyediaan
bantuan iuran PBI JKN, bantuan sosial bersyarat bagi keluarga, KIp
Kuliah, cadangan pangan pemerintah, dan elpiji 3 kg yang tepat sasaran
Provinsi Sulawesi Tengah Eliminasi penyakit endemik Schistosomiasis di Kabupaten Sigi dan
Kabupaten Poso serta peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, melalui:
. Pengendalian penyakit Schistosomiasis, deng& output. penyediaan
layanan pemantauan untuk pencegahan dan pengendalian
Schistosomiasis, pembinaan program pengendalian Schistosomiasis,
serta penyediaan obat dan perbekalan kesehatan
SK No25l22lA
berkas 7, hlm. 41 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?rurbfu Indikasi Intervensi
Pencegahan dan penurunan stunting,
makanan tambahan de\i Buffet Stock
dengan output penydiaan
untuk balita, pelaksanaan
pemantauan gizi dan KIA, pcniagkatsr kapasitas tenaga kesehatan/
non-kesehatan terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan
pelayanan kesehatan bayi dan balita, fasilitasi dan pembinaan kepada
daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan pelayanan
kesehatan bayi dan balita, penerapan konvergensi Pencegahan dan
penurunan stunting di daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan
dan non-kesehatan terkait upaya perbaikan status gizi, serta
peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru l,ahir
Penurunan kematian ibu dan anak, dengan output: penyediaan layanan
persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar serta
penguatan deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan
kegawatdaruratan ibu dan anak
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan (pemenuhan sarana
prasarana dan al,at, tenaga medis dsn tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan), melalui:
. Pembangunan K'uDah Sakit lengkap, dengan output Pengembangan
Layanan Unggulan Kesehatan lbu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke dan
sistem rujukan berbasis kompetensi
. Peningkatan kapasitas puskesmas dan unit pelayanan kesehatan di
tingkat desa/kelurahan serta pelayanan kesehatan di daerah sulit akses,
denga,i output pengukuran dan pelaporan mutu puskesmas,
penyediaan sarana, pemenuhan alat kesehatan, peningkata.n
ketrampilan kader kesehatan, pemantauan keaktifan posyandu,
revitalisasi posyandu dan pemberdayaan masyarakat, pembinaan
pelayanan berbasis gugus pulau di wilayah kepu.lauan, dan penyediaan
RS lkpaf di wilayah kepulauan
. Peningkatan produksi, pendayagunaan, dan kapasitas SDM kesehatan,
dengan output: akselerasi rekomendasi produksi dokter dan dokter
spesialis, bantuan program pendidikan SDM kesehatan, pembinaan dan
pengawasan SDM kesehatan, dan pelatihan strategis SDM kesehatan di
RS Pemerintah
. Penguatan tata kelola dan kepesertaan JKN, de,iga,n output: koordinasi
pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah,
pemberian bantuan iuran PtsI JKN, dan pemberian bantuan iuran
kepada Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PtsPU) dan Bukan Pekerja
(BP)
Provinsi Sulawesi Tengah Penguatan pendidikan dasar, menengah, tinggi dan pengembangan bidang
STEAM, penguatan pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga keda, serta
melalui:
. Penguatan pendidikan menengah vokasi, dcogan output pengembangan
SMK menjadi pusat keunggulan, dukungan terhadap SMK dalam
mengembangkan proyek kreatif dan kewirausahaan, pendampingan
peningkatan mutu SMK, dukungan terhadap SMK yanA
mengembangkan pengajaran berbasis pabrik Teaching Factory,
dukungan terhadap SDM dalam mengikuti pendidikan menengah
kcjunra[ industri dan program kelas industri, fasilitasi SMK agar Link
d d Match dengan industri, pelatihan kurikulum yang diselaraskan
dengan kebutuhan dunia kerja bagi turu kejuruan, Upskilling dan
Reskilling berstandar industri bagi pendidik dan tenaga kependidikan
vokasi, dan inovasi model pembelajaran vokasi mengacu pada dunia
kerja
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan ma&asah pada seluruh
jenjang Pendidikan
. Peningkatan kontribusi IPTEK dan Inovasi, &'ngl,, @V!t
riset bidang pangan, energi, kelautan, manufaktur, bidang kesehatan,
dan lain-lain
berkas 7, hlm. 42 OCR
No L.kasi Prioritas Hri?rurbht Indikasi Intervensi
Provinsi Sulawesi Tengah Pelestarian dan pemajuan ekosistem kebudayaan, melalui:
. Pemberdayaan masyarakat dan komunitas adat, dengan output
pemberdayaan warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) serta
pengembangan wilayah adat sebagai ruang interaksi pemajuan
kebudayaan
. Perlindungan hutan adat dan tanah ulayat, dengan output
penyelenggaraan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan bagi satuan
pendidikan formal, penyediaan data inventarisasi tanah ulayat, dan
pendaftaran tanah ulayat
. Penguatan dan pengelolaan masyarakat hukum adat, tradisional, dan
lokal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan output fasilitasi
dan perlindungan pemanfaatan ruang laut bagi masyarakat lokal di
pesisir dan pulau-pulau kecil serta perlindungan dan penguatan
masyarakat hukum adat di pesisir dan pulau-pulau kecil
berkas 7, hlm. 43 OCR
5.3 Provinsi Sulawesi Selatan
“ MP
wesi
Inset Peta: Sulawesi Pet 3 Te
Provinsi Barat Pa D6 1
Sulawesi r “T B3
Selatan Pad D8 A7 pati
"aa Ban | 3 10 SULAWESI
k 02
t £ LA 2. SELATAN
4 - N -.
at “d1 s2 XI
A8 B2 , P,
c2 AI
| 07 Sulawesi LEGENDA
v n (PF 2: | Tenggara
Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Selatan | hat yan N : aa an
) 03 |
r"- A Ka Komoditas Unggul
- H 29 Kawasan Swasembada
. lagi .. 3 » , Ya Pangan, Air, dan Energi
» ps - 3 1 " n Kawasan Afirmasi
| Kawasan Konservasi dan
. oi aj Rawan Bencana
Kn na B9 cs (? (@! Ibu Kota Provinsi
. . - 0. . Eh 1 B6 nd . @ Bandar Udara
« . 8 1 "Ag 2 Pelabuhan
? , Kota INK Kasar C6 nd £ 9 |
N . Dakes, af . : ——— Jalan Nasional
" , "9 2 7 “012 1 «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
P3 B3 ' Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
Ke an avilayah Ba an an Kawasan Lumbung Pangan Teluk Bone dan
1. Kota Makassar sekitarnya .
2. Kabupaten M 1. Kabupaten Luwu Timur
5 SESI Tenan Danar 2. Kabupaten Luwu
3. Kabupaten Gowa 3. Kabupaten Luwu Utara
4. Kabupaten Takalar 4. Kabupaten Wajo
5. Kota Pare-Pare 5. Kabupaten Bone
6. Kabupaten Barru 6. Kabupaten Sinjai
Kawasan Perkotaan Kecil 7. Kabupaten Bulukumba
7. Kabupaten Luwu Timur 8. Kabupaten Sidenreng Rappang
8. Kabupaten Tana Toraja 9. Kabupaten Pinrang
Kawasan Industri Takalar
9. Kabupaten Takalar . D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Smelter Terintegrasi Tambang Sorowako
10.Kabupaten Luwu Timur Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
1. KPP Agrowisata Gurilla, Kabupaten Barru
: Kawasan Transmigrasi (KT)
B. Kawasan Komoditas Unggulan 2. KT Mahalona, Kabupaten Luwu Timur
Kawasan Perkebunan Kakao dan Kopi 3. KT Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang
1. Kabupaten Toraja Utara Kawasan Pulau-Pulau Kecil Sulawesi Selatan
2. Kabupaten. Luwu 4. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
3. Kabupaten Luwu Utara 5. Kabupaten Kepulauan Selayar
4. Kabupaten Pinrang Kawasan Teluk Bone dan sekitarnya
Kawasan Perikanan Budidaya dan Sentra Rumput 5 eta RD
Laut 7. Kabupaten Luwu
8. Kabupaten Luwu Utara
5. Kabupaten Takalar 9. Kabupaten Wajo
6. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 10. Kabupaten Bone
Kawasan Sentra Garam 11. Kabupaten Sinjai
7. Kabupaten Takalar 12. Kabupaten Bulukumba
8. Kabupaten Jeneponto 13. Kabupaten Enrekang
9. Kabupaten Pangkajene Kepulauan 14. Kota Palopo
berkas 7, hlm. 44
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
A6
Kawasan Wilayah
Metropolitan Makassar
dan sekitarnya
• A1: Kota Makassar
• A2: Kabupaten Maros
• A3: Kabupaten Gowa
• A4: Kabupaten
Takalar
• A5: Kota Pare-Pare
• A6: Kabupaten Barru
Peningkatan kualitas Wilayah Metropolitan Makassar (Mamminasata) dan
sekitarnya yang berkelanjutan, melalui:
• Peningkatan layanan perkotaan untuk mewujudkan perkotaan yang
layak huni, inklusif dan berbudaya, termasuk di pesisir dan pulau-pulau
kecil Kota Makassar, dengan output: bantuan PSU bidang perumahan,
bantuan pembangunan rumah susun, pemugaran dan peremajaan
permukiman kumuh, pengembangan SPAM Regional Mamminasata dan
Ajatappareng, penataan kawasan strategis dan penyediaan perumahan
publik vertikal perkotaan terpadu di Wilayah Metropolitan Makassar,
pemenuhan sarana dan prasarana bidang pendidikan dan kesehatan,
pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, infrastruktur jaringan
transmisi, dan infrastruktur distribusi tenaga listrik, PLTSa Kota
Makassar, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, pembangunan
infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik serta
infrastruktur gardu induk, dan perluasan cakupan layanan
ketenagalistrikan
• Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kualitas ketenagakerjaan untuk
mendorong perkotaan yang maju dan menyejahterakan, dengan output:
penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual,
Digital Talent Scholarship, pengembangan UIN Alauddin Makassar,
sertifikasi kompetensi tenaga kerja, Pembangunan Gedung PTK Islam
Negeri Melalui SBSN dan PBK Provinsi Sulawesi Selatan, sarana dan
prasarana bidang Pendidikan Poltekpar Makassar
• Penguatan konektivitas dan pengembangan transportasi perkotaan yang
berkelanjutan yang terintegrasi dengan TOD, dengan output:
penyelenggaraan layanan kereta api perintis lintas Makassar-Parepare
(KA Makassar–Pare Pare), Jalan Tol Makassar–Maros–Sungguminasa–
Takalar, pembangunan jalan perkotaan, pengembangan angkutan
umum massal perkotaan di Kota Makassar, pembangunan terminal
penumpang Tipe A Mandai, penanganan kinerja lalu lintas perkotaan
(Mamminasata Bypass), kewajiban pembayaran atas ketersediaan
layanan (dukungan/pendampingan KPBU), pembangunan jalan
perkotaan, peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan
• Peningkatan kapasitas dan tata kelola perkotaan untuk mencapai
transparansi, akuntabilitas, cerdas dan terpadu, serta pembentukan
kelembagaan (atau forum) pengelola WM Makassar, dengan output:
daerah yang dimediasi dan diadvokasi dalam penerapan PP Perkotaan
pada Wilayah Metropolitan, daerah yang dikuatkan tata Kelola Smart
City-nya
• Pengembangan infrastruktur dan prasarana olahraga, khususnya
Stadion Sudiang, dengan output: Peningkatan prestasi, sarana, dan
prasarana olahraga melalui pembangunan, rehabilitasi dan renovasi
sarana prasarana olahraga
3,2
3,2
117,1
80,1
0,320 – 0,324
0,371 – 0,376
3,49 – 4,49
7,30 – 7,89
52,05
37,00
0,56
0,53
3,18 – 3,83
3,80 – 4,10
78,44
7,2 77,60
(Rata-rata
2025–2029)
8,2
(2029)
berkas 7, hlm. 45 OCR
-2LO-
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
a Kerja sama antar daerah untuk mendorong perdagangan domestik dan
antardaerah melalui pembentukan lembaga pengelolaan lintas wilayah
l1'u.,,"sbounlary mandgenetuq dan lintas pemerintahan (frdgfircrlted
government) serta penguatan kerja sama multipihak dalam pembiayaan
dan pembangunan perkotaan, dengan output pertemuan teknis di
daerah dengan pemangku kepentingan dan kesepakatan pemasaran
produk perikanan di dalam negeri, export center Makassar, serta
pengawasan, kerja saraa, penguatan dafl koordinasi kegiatan
perdagangan lingkup regional, nasional dan internasional sesuai dengan
komoditas unggulan
Peningkatan manajemen risiko dan pengendalian banjir di perkotaan,
dengan output Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-
ulang 2+50 tahunan
Peningkatan cadangan dan produktivitas energi, dengan output North
Hub Development Project Selat Makassar
Penguatan industri transportasi laut, terutama di Kota Makassar,
dengan output pengembangan industri galangan kapal sebagai industri
berteknologi tinggi, penguatan rantai pasok bahan baku industri
perkapalan, dan pengembangan mutu dan daya saing industri
perkapalan
Pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pcakir, dan pulau-
pulau kecil Kota Makassar, dengan output: sarana pendukung
penyelenggara konservasi ekosistem, pengelolaan kawasan yang
ditingkatkan kompet nsilnya, Oceans for hoqeritV ProJect - LAUTRA
Pengembangan data berbasis kawasan fungsional sebagai basis
perencanaan untuk perkotaan, dengan output: Met opolitdn Statistical
Arcd
.,]
N Kawasan Perkotaan Kecil
A8 . A7: Kabupaten Luwu
Timur
. A8: Kabupaten Tana
Toraja
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Kecil, dengan output: parlmaururn masterplan
pengembangan dan penataan kawasan yang mengintegrasikan potensi dan
masalah perkotaan secara terpadu di Kota kecil Kabupaten Tana Toraja
(Toraja), penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas transportasi
yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan yang akan
dibangun, penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional untuk
pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan layanan
pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan, bantuan
peralatan/sarana, pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi,
Pembangunan SPAM kabupaten/kota, bantuan PSU bidang perumahan,
sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala kota, dan
pengembangan kat,,as€tr permukiman pendukung Kawasan Smelter
Terintegrasi Tambang Sorowako di Luwu Timur
A9 Kawasan Industri Takalar
. A9: Kabupaten
Takalar
Pengembangan Kawasan Industri Taka.lar, melalui :
. Pembangunan/pengembangan infrastruktur jalan/jembatan, dengan
output pengembangan kone.ktivitas kawasan industri dengan lokasi
bahan baku dan simpul transportasi
. Pengembangan sarana prasarana pendukung (perumahan, kesehatan,
air bersih dan pengolahan persampahan/limbah), dengan output:
fasilitasi pemenuhan infrastruktur Kawasan Industri Takalar
. Peningkatan investasi kawasan, dengan output: percepatan rencana
proyek strategis di bidang jasa dan kawasan, pengembangan investasi di
kawasan ekonomi sebagai lokasi strategis, dan fasilitasi peningkatan
investasi di kawasan industri
. Pengembangan kemitraan usaha dan rantai pasok, dq\galtr output
pengembangan rantai pasok industri prioritas di Kawasan Industri
Takalar
. Penyediaan pendidikan dan pelatihan SDM, deoga,r output mahasiswa
dan lulusan program DII, DIII dan DMegulcr - Kota Makassar, dan
mahasiswa dan lulusan program DI Keda sama Industri - Kota Makassar
berkas 7, hlm. 46 OCR
- 2Lt -
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Alo Kawasan Smelter
Terintegrasi Tambang
Sorowako
. AIO: Kabupaten
Luwu Timur
Pengembangan kawasan dan hilirisasi nikel di smelter terintegrasi tambang
Sorowako, Lut u Timur, melalui:
. Tata kelola industri nikel serta ketersediaan bahan baku dan energi,
dengan ou$ut rekomendasi keprospekan sumber daya mineral],
kebijakan rencana produksi dan pemanfaatan mineral logam darr
batubara untuk kebutuhan dalam negeri, dan tingkat implementasi
P3DN dan Peningkatan TKDN pada subsektor pertambangan mineral,
serta hasil monitoring pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian
mineral dalam negeri
. Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkuler di industri nikel yang
sejalan dengan dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel
Nasional untuk mewujudkan komitmen Net Zero Emissions INZEiI
nasional, dengan output: pc lrunar emisi Gas Rumah Kaca, pengkajian
kebutuhan standar industri hijau, penerapan transisi energi dan Nil,ai
Ekonomi Karbon (NEK), pemanfaatan teknologi dan pendampingan
pencegahan pencemaran industri, dan sertifikasi industri hijau, dan
fasilitasi industri pengolahan sisa hasil produksi dan kebijakan
penguatan industri logam berbasis nikel
r Hilirisasi industri berbasis mineral penting, terutama nikel, dengan
ou,put hasil monitoring pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian
mineral dalam negeri, industri smelter/pemurnian/pengolahan nikel
hidrometalurgi termonitor dan terevaluasi, fasilitasi industri pengolahan
sisa hasil produksi smelter nikel
81 Kawasan Perkebunan
B2 Kopi dan Kakao
83 . Bl: Kabupaten
84 Toraja Utara
. 82: Kabupaten.
Luwu
. 83: Kabupaten Luwu
Utara
. 84: Kabupaten
Pinrang
Pengembangan sentra perkebunan, terutama kopi di Toraja Utara dan kakao
di Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan melalui:
. Hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan ekspor, dengan output:
kawasan kopi dan kerja sama perdagangan dalam forum organisasi kopi
internasional, kawasan kakao, hilirisasi industri pengolahan kakao dan
coklat, kebun sumber benih, penanganan organisme pengganggu
tumbuhan, sarana dan prasarana pengolahan dan pascapanen,
sertifikasi produk
. Implementasi pertanian rendah karbon, dengan output: desa pertanian
organik berbasis komoditas perkebunan
. Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif, dengan
output: fasilitasi hilirisasi investasi, sertifikasi produk mutu pestisida
dan pupuk
BS I(a\rasan Peril(aDan dan
B6 Sdrtra Rumput Laut
. B5: Kabupaten
Takalar
. 86: Kabupaten
Pangkajene
Kepulauan
Pengembangan sentra perikanan budidaya dan rumput laut Kabupaten
Takalar <lan Pangkajene Kepulauan, melalui:
. PcnSqlbangan budidaya komoditas unggulan udang, nila dalr rumput
laut
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri rumput laut, de','g,[t output:
peningkatan kualitas bahan baku, kluster rumput laut berbasis
kawasan yang dibangun masyarakat, pengembangan teknologi dan
pembibitan, infrastruktur kawasan budi daya rumput lgojt - 'Ocean for
hospedtg - Infrastructure for Coral Reef Areas'
. Hilirisasi, peningkatan rantai nilai, promosi dan penguatan sumber daya
manusia, dengan output fasilitasi investasi hilirisasi industri, penguatan
kapasitas petani, pengembangan biostimulan berbasis rumput laut,
dukungan pembiayaan, rekomendasi tata kelol,a bidang budi daya
rumput laut, dafl kewirausahaan IreEuda, memperkuat koperasi nrEput
laut, pengembangan jaringan infrastruktur pengolahan di dekat sentra
produksi rumput l,aut
. Pengembangan input produksi rumput laut
. Pengembangan sarana dan prasarana produksi rumput l,aut
berkas 7, hlm. 47 OCR
:ITIrl:TfIXlr[.IilIEtrIA
No Irk si Prioritas Highlight Intervensi
97 Kawasan Sentra Garam
88 . 87: Kabupaten
89 Takalar
. 88: Kabupaten
Jeneponto
. 89: Kabupaten
Pangkajene
Kepulauan
Pengembangan Kawasan Sentra Garam, melalui:
. Pengembangan korporasi petaDbak garam, dengan output bantuan
sarana pengembangan usaha, korporasi petanbak garam, dan
peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok usaha bersama (KUB)
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output korporasi
pets.mbak garam, verifikasi penyaluran dan distribusi garam, dan
pendampingan industri pengolahan garam dalam negeri
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output: sarana
niaga garam rakyat dan tahan garam yang difasilitasi
c1
c2
c3
c4
c5
c6
c7
C8
C9
Kawasan Lumbung
Pangan Teluk Bone dan
sekitarnya
. Cl: Kabupaten Luwu
Timur
. C2: Kabupaten Luwu
. C3: Kabupaten Luwu
Utara
. C4: Kabupaten Wajo
. C5: Kabupaten Bone
. C6: Kabupaten Sinjai
. C7: Kabupaten
Bulukumba
. C8: Kabupaten
Sidenreng Rappang
. C9: Kabupaten
Pinrang
Penguatan swasembada pangan serta pengembangan ekonomi biru di
Kawasan Teluk Bone dan sekitarnya, melalui:
. Ekstensifikasi dan intensifikasi lahan pertanian, modernisasi, hilirisasi,
peningkatan ekspor komoditas pertanian dan pengembanga.n sumber
daya manusia, pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian, serta
peningkatan sarana prasarana, termasuk Pembangunan Bendungan
Rongkong, dengan output pengembangan lahan pertanian produktif, alat
dan mesin pertanian, pembangunan DI Gilireng, pengembangan dan
pengelolaan jaringan irigasi BoJra, Daerah Irigasi Saddang yang
direhabilitasi, pengembangan jaringan irigasi, pembangunan irigasi
perpipaan, embung pertanian, irigasi perpompaan, konservasi air, alat
dan mesin pertanian pra panen, jaringan irigasi pertanian yang
direhabilitasi, pemenuhan bibit dan pupuk, penerapan pertanian
berteknologi tinggi, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia
dalam bidang pertanian, berkembangnya kelompok tani terlatih,
kemudahan akses pembiayaan, sertifikat benih padi, meningkatnya
produksi, promosi dar kerja sama di bidang pertanian
. Peningkatan kualitas dsn kuantitas hasil peternakan serta pengendalian
dan penanggulangan penyakit ternak, denga,I at$uX bantuan pakan,
bibit dar benih ternak unggul, ternak ruminansia potong dan perah, alat
dan mesin sub sektor peternakan, pembinaan dan pengawasan mutu,
sarana prasarana kBchatsr hewan, dan layanan optimalisasi
reproduksi
. Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output.
rekomendasi perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
(LP2B) dan pengendalian alih fungsi tahan pertanian
. Pengembangan input produksi, sarana prasarana, kawasan berbasis
unggulan, penguatan dan tata kelola perikanan budidaya, dengan
output, produki calon induk ikan air payau, ikan air laut, dan udang,
produksi pakan ikan untuk operasional UPT, produksi Sampel
monitoring penyakit ikan yang diuji, jumlah benih ikan payau, ikan air
laut den udang, penyaluran calon induk ikan payau, ikan air laut, dan
udang yang disalurkan ke masyarakat, jumlah benih ikan payau, ikan
air laut, dan udang ke masyarakat, dan pengujian Sampel Survaillance
Resistensi Antimikroba (AMU/AMR) ikan air payau, ikan air laut, dan
udang
. Peningkatan produktivitas perikanan yang terintegrasi, modem dan
berkelanjutan,dengaD,autputpelabuhatr yang terintegrasi
dan bertaraf internasional yang dikembangkan, pelabuhan perikanan
t€f,luar dan/atau berwawasan lingkungan yaflg dikembangkan,
pelabuhan perikanan UPT pusat dan PP perintis yang ditingkatkan
fasilitasnya untuk mendukung penangkapan ikan terukur
. Pengembangan budidaya komoditas unggulan udang, nila dan rumput
laut, terutama di Kabupaten Luwu, Bone, Wajo, Pinrang dan Luwu Timur
. Peningkatan daya saing sumber daya manusia pembudidaya dan
penyedia jasa logistik, kelembagaan, usaha kelautan dan perikanan,
d.n lan ouv t: diklat pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya
ikan air laut, peningkatan eksportir kelautan perikanan baru,
pemantauan sosial ekonomi masyarakat perikanan, pelatihan
berkas 7, hlm. 48 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbrubht Intervensi
petugas kesyahbandaran, dan pendampingan pelaku sektor industri
makanan, laut, dan perikanan
Icrja sama perluasan pasar, pengembangan koperasi, sci'ta rantai pasok
ekspor produk perikanan, dengut output: pengembangan klaster ikart
nil,a salin dan patin, klaster rumput laut berbasis kawasan, promosi
usaha, teEu bisnis pada pameran produk di dafam negeri dan
internasional, pelatihan intensif bootcamp dgJn magang bagi pengurus
dan pengelola koperasi, penguatan sistem pengawasan koperasi, serta
kerja sama internasional bidang kel,autan dan perikanan
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPP)
. Dl: KPP Agrowisata
Gurilla, Kabupaten
Barru
Peningkatan Kawasan Perdesaan Prioritas Gurilla, melalui:
. Penyediaan Layanan Dasar skala desa dan perdesaan (kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sanitasi), , dengan rincian output pemenuhan
akses layanan kesehatan, pembangunan sarana pel,ayanan dasar,
pembangunan infrastruktur air minum berbasis masyarakat,
pembangunan jaringan distribusi, pembangunan sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala permukiman, dar sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi),
dengan rincian output, perluasan akses dan jangkauan pelayanan energi,
peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jaE/hari, dan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi desa dan perdesaan yang
dibangun/dikembangkan
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal, dengan output
pengembangan sarana dan prasarana perdagangan, pengembangan
obyek wisata, fasilitasi BUMDesa, promosi dan hilirisasi komoditas
berbasis produk unggulan, pendampingan desa, dan pengembangan
BUMDesa
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya), dengan .r',ttpux pemeliharaan kebun suEbcr
benih bahan tanam komoditi perkebunan, desa wisata di dilayah
destinasi II yang dikembangkan, pengembangan dan penguatan tata
kelola desa wisata
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk Eeri,ujudt<an
transparansi dan digitalisasi desa, dengan output: pengembangan
Akademi Desa 4.0, pengembangan desa cerdas, penerapan pelayanan
pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa berbasis digital,
pengembangan sistem indeks desa, serta integrasi Sistem Informasi Desa
berbasis Prodeskcl/ Ebdeskel dengan SIPD
. Peningkatan ketahanan sosial datr lingkungan perdesaan, d€ogan output
penguatan desa tanggap bencana dan peningkatan resiliensi adat
istiadat, serta budaya nilai lokal
D2 Kawasan Transmigrasi
D3 0ff')
. D2: I(l Mahalona,
Kawasan Luwu
Timur
. D3: KT Pitu Rirarc,
Kawasan Sidenreng
Rappang
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Mahalona di Kab. Luwu Timur dan
Kawasan Transmigrasi Pitu Riase di Ikb. Sidenreng Rappang, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi as€t (tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
D4 Kawasan Pulau-Pulau
DS Kecil Sulawesi Selatan
. D4: Kabupaten
Pangkajene dan
Kepulauan
Pemenuhan infrastruktur dan Pelayanan dasar di l(awas€n Pulau-Pulau
Kecil Sulawesi Selatan (Ihbupatcn Pangkajene Kepulauan dan Kepulauan
Selayar), melalui:
. Pemenuhan SPAM, sistem pengelolaan air limbah, dan sanitasi, denaaE
output pemenuhan akses air minum aman dengan pengembangan spam
hulu ke hilir'- sistem n€no.lolern rir limbah domestik
berkas 7, hlm. 49 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
:l D5: Kabupaten
Kepulauan Selayar
terpusat skala Kota/Kab dan permukiman, sistem pengelolaan air
limbah do@catik terpusat berbasis masyarakat, dan pcEcrtuhan akses
sanitasi aman
pembangunan jaringan transmisi, distribusi dan interkoneksi tenaga
listrik hingga pedesaan serta penguatan implementasi transisi energi,
danga,i output pengendalian pembangunan jaringan transmisi dan
gardu induk, peningkatan penyediaan dan layanan listrik baAi rumah
tangga b€luD berlistrik serta penerapan meteran listrik pintar untuk
layanan yang akurat dan optimal 24 jam/hari, PLTS
Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah darat dan pesisir
dari hulu hingga hilir, de!:gef) output fasilitas penanganan sampah di
wilayah pesisir, pemantauan data dan informasi sampah laut,
peningkatan pemahaman masyarakat terkait persampahan, pemenuhan
dan pembinaan bank sampah, pembangunan fasilitas pengelolaan
sampah berbasis 3R dan peningkatan pengelolaan sampah melalui
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Penguatan konektivitas [aut, dengan output: peningkatan sarana dan
prasarana pelabuhan, pembangunan kapal patroli, peningkatan fasilitas
Pelabuhan Laut Kalatoa dan Jinato
Pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-
pulau kecil, dengan output: sarana pendukung penyelenggara konservasi
ekosistem, pengelolaan kawasan yang ditingkatkan kompetensinya,
O@d,ns for Prosperity Project - LAUTRA
Penguatan kapasitas dan sistem pel,ayanan kesehatan, de'igf,[r @Wt
terpenuhinya sarana dan prasarana bidang kesehatan, peningkatan
kapasitas sumber daya manusia bidang kesehatan, pemenuhan obat,
vaksin, dan alat kesehatan serta implementasi layanan telemedicine
D6
D7
D8
D9
D10
Dll
D12
Dr3
D14
Kawasan Teluk Bone dan
Sekitarnya
. D6: Kabupaten Luwu
Timur
. D7: Kabupaten Luwu
. D8: Kabupaten Luwu
Utara
. D9: Kabupaten Wajo
. DIO: Kabupaten
Bone
. Dll: Kabupaten
Sinjai
. D12: Kabupaten
Bulukumba
. D13: Kabupaten
Enrekang
. D14: Kota Palopo
Pemerataan kawasan di Kawasan Teluk Bone dan Sekitarnya , melalui:
. Pemenuhan infrastruktur dsrr pelayanan dasar, dengan output.
terpenuhinya akses dan pelayanan terkait energi, air minum, sanitasi,
persampahan dan penyediaan perumahan
. Peningkatan konektivitas dan layanan transportasi, dengan atvut jalar,
dan jembatan koridor logistik, pembangunan dan peningkatan jalal,
replacement t fasilitas Pelabuhan Larea-Rea Sinjai, peningkatan fasilitas
Pelabuhan Lampia, pengembangan Pelabuhan Sinjai, pengembangan
Bandar Udara Arung Pa.lakla-Bone
. Diversifikasi energi, peningkatan kapasitas pembangkit listrik
terbarukan, dan perluasan pemanfaatan biofuel (terutama di Kabupaten
Bone), dengan output pengembangan bioetanol, PLTMH, PLTS, PLTM,
\to\)ae biofuel untuk domestik, sertifikasi kompetensi tenaga listrik
sektor ketenagalistrikan dan EBTKE
Provinsi Sulawesi S€leten Penguatan Konektivitas Udara, Laut, Jalan, dan Darat, melalui:
. Pengembangan jaringan bandara terpadu, dengan output bandar udara
bandar udara perairan, angkutan udara perintis penumpang, termasuk
di Seko dan Sorowako, serta Tanatoraja
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, dengan output
layanan angkutan tcma*, pembangunan kapal patroli, serta layanan
angkutan penyeberangan perintis menuju Kalimantan Selatan dan
Sulawesi Tenggara
. Pembangunan, peningkatan datr preservasi jalan serta Peningkatan
keselamatan angkutan darat, dengiut oltwt p€oenuhaa fasilitas
keselamatan jalan, Pembangunan dan preservasi jalan nasional di jalan
lintas provinsi ruas Koppe-Taccipi-Bts. Kota Watampone dan Ujung
Lsmuru-Xopp€; dan ruas Bts. Kota Jeneponto-Bts. Kota Bantaeng,
peningkatan dan preservasi jalan daerah, pembangunan
terminal Tipe A
flyover / underpassI terowongan, dan
berkas 7, hlm. 50 OCR
FTf.I{l
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Provinsi Sulawesi Selatan Penyediaan perumahan dan p€rEukiEarl serta pemenuhan pel,ayanan dasar
di wilayah perkotaan, perdesaan, pesisir, kepulauan, dan wilayah 3T,
melalui:
. Fasilitasi dan Penyaluran Subsidi/ Bantuan Pembiayaan perumahan,
peningkatan kualitas ru.mah dan pembangunan rumah baru, dengan
o{rpuf, penyediaan ruBah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, penyediaan rumah khusus
reguler dan Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA), rumah susun
hunian ASN/TNI/Polri dan MBR/pekerja, fasilitasi subsidi dan bantuan
uang muka, pembiayaan ru&ah swadaya dan pembiayaan mit(ro
perumahan, fasilitasi pembiayaan perumahan terjangkau dan
berwawasan lingkungan
. Penyediaan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman, dengan
output, bantuan PSU bidang perumahan
. Penanganan permukiman kumuh, dengan output pemugaran dan
peremajaan permukiman kumuh
. Pemenuhan kebutuhan air baku, dengan output pembangunan
bendungan multiguna (Bendungan Jenelata), pembangunan embung,
pembangunan prasarana air baku
. Pembangunan serta pemenuhan akses SPAM Terintegrasi, sistem
pengelolaan air limbah dan sanitasi, dengan ox,put pemenuhan akrca
air minum aman, pengembangan SPAM terintegrasi (salah satunya
optimalisasi SPAM Curiio), sistem pengelolaan ail limbah domestik
terpusat skala kota dan permukiman, sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat berbasis masyarakat, dan sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala regional, pemenuhan sanitasi aman
. Penanganan sampah yang optimal dari hulu hingga hilir dengan
melibatkan partisipasi masyarakat, dengan output. fasilitasi penanganan
sampah, pemantauan data dan informasi sampah, peningkatan
kapasitas sumber daya pengelola sampah dan masyarakat, pemenuhan
bank sampah, pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R
dan peningkatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan
Sampah Terpadu (TPST), penerapan ekonomi sirkular, pemanfaatan
teknologi pengolahan sampah, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah
Nasional (SIPSN) dan pembinaan teknis
. Peningkatan konektivitas ketenagalistrikan, dengan o{r@uf, pengawasan
dan pengendalian efisiensi penyediaan tenaga Listrik, jaringan transmisi,
gardu induk, rekomendasi kebijakan transisi encrEi global, pemasangan
sambungan baru listrik baAi rumah tangga bcluE berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T datr peningkatan pasokan tenaga
listrik 24 jam/hari
. Dekarbonisasi dan pembangunan pembangkit tenaga listrik termasuk
energi baru terbarukan, dengan output pembangunan PLTMH dan PLTS,
rekomendasi pengendalian pembangkit, pengendalian Pembangunan
jaringan transisi dan gardu induk
. Pemerataan jangkauan dan kualitas infrastruktur digital dan
peningkatan literasi digital dan keterampilan SDM, dengan output
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intamet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, pengembangan SDM Digital dan digitalisasi
masyarakat
Provinsi SulawEsi Sel,atan Penguatan pelayanan, sumber daya manusia, dan tata kelola kesehatan,
melalui:
. Pengembangan unit pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan
kesehatan bergerak dan digital, dengan output: Pengembangan Iayanan
Unggulan Kesehatan Ibu-&rak, Kanker, Jantung, Stroke dan sistem
rujukan berbasis kompetensi, Peningkatan RS Tipe D menjadi tipe C di
I(ab. Toraja Utara, penyediaan dan optimalisasi sarana posyandu,
puskesmas, dan rumah sakit
berkas 7, hlm. 51 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Peningkatan kesediaan farmasi dan aLat kesehatan, dengan output:
pemenuhan dan peningkatan alat kesehatan, industri obat, vaksin, dan
alkes yang didampingi dalam pelaksanaan riset da,t uji klinik
Peningkatan pendayagunaan SDM Kesehatan, dengan output
penugasan khusus, pelatihan dan bantuan pendidikan SDM kesehatan
Peningkatan pemanfaatan, inovasi teknologi dan pelayanan kesehatan
digital, dengan output transformasi digital (n0, implementasi layanan
telemedicine, dan lembaga yang menggunakan pendekatan biomedis dan
genom kesehatan
Provinsi Sulawesi Sel,atan Penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular (TBC,
HN/AIDS, malaria), eliminasi penyakit tropis terabaikan [kusta), serta
Pencegahan dan penurunan stunting dan kematian ibu dan ana.k melalui:
. Penuntasan TBC, dengar output: Obat dan perbekalan kesehatan
program pencegahan dan pengendalian TB, purwarupa alat deteksi
penyakit, masyarakat mendapatkan layanan pencegahan dan
pengendalian TBC, dsn layanan informasi dan edukasi TBC
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output, Koordinasi
pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan PIMS dan layanan deteksi
dini dan respons kejadian penyakit menular
. Pengendalian penyakit malaria, de,l;ga,r output obat dan perbekalan
kesehatan program pengendalian malaria dan layanan informasi dan
edukasi malaria
. Pengendali.n penyakit kusta, dc,rglNr output l,ayanan surveilans dan
deteksi dini kusta dan frambusia dar daerah mendapat pembinaan
program kusta dan frambusia di daerah
. Pengendalian penyakit rabies, dengan output. kemitraan pencegahan dan
pengendalian zoonosis
. Penguatan intervensi spesifik stunting, terutama di Jeneponto, Tana
Toraja dan Takalar, dengan output ibu hamil dan balita yang mendapat
makanan tambahan dari buffer stock, tenaga kesehatan/ non-kesehatan
yang ditingkatkan kapasitasnya, infrastruktur air minum berbasis
masyarakat, keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat,
penyediaan makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita
bermasalah gizi, layanan imunisasi pendukung pencapaian stunting,
kegiatan surveilans gizi dan KIA, fasilitasi dan pembinaan terkait upaya
perbaikan status gizi dan peningkatan pel,ayanan kesehatan bayi dan
balita, kampanye dan penyebarluasan informasi pencegahan stunting
. Peningkatan akses dan kualitas l,ayanan kesehatan reproduksi
perempuan, darylat output Peningkatan Pelayanan Kespro dan KB,
Fasyar (es yalrg terpenuhi ketersediaan Alat/Obat Kontrasepsi (A!okon),
PIK Remaja dan BKR yang mendapat fasilitasi dan pembinaan Edukasi
Kespro dan Gizi bagi Remaja, dan Bimtek dan Supervisi dalam
Pelaksanaan Program Kesehatan dan Lingkungan yang Responsif Gender
(srunt /rg/AKI, pcrubalun iklim, kespro)
Provinsi Sulawesi Selatan Pengembangan kawasan pertanian dan perikanan, melalui:
. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan
lumbung pangan desa, daerah, dan nasional, termasuk peningkatan
indek pertanaman (intensifikasi), dengan output jaring& irigasi yang
direhabilitasi/dibangun, Rehabilitasi Daerah Irigasi I(a opili Kabupaten
Gowa dan Takalar, Rehabilitasi Daerah Irigasi Kelara Karalloe Kabupaten
Gowa dan Kabupaten Jeneponto, pembangunan bendungan, sertifikat
benih padi, alat dan mesin pertanian, lahan pertanian pangan produktif,
dan pemanfaatan teknologi
. Pengawasan kualitas mutu dan keamanan pangan, dengan output
pangan segar yang memenuhi syarat keamsrran dan mutu pangan,
sertifikat sarana dar produk pangan segar yang memenuhi standar
keaEa,larr dan mutu pangan, serta sarana keamanan dan mutu pangan
berkas 7, hlm. 52 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
Fasilitasi stabilisasi pasokan dan harga pangan, dengan output: pangan
yang terdistribusi, sarana stabilisasi pasokan dan harga pangan,
Rperpres tentang Rencana Pangan Nasional, dan rekomendasi kebijakan
stabilisasi pasokan dan harga pangan
Pengelolaan sarana prasarana produksi perikanan tangkap dan
budidaya, dcogF,i output alat penangkapan ikan dan/atau alat baohr
penangkapan ikan bantuan yang tersalurkan; pelabuhan Perikanan
terluar dan/atau berwawasan lingkungan yang dikembangkan - Eco
Fishing fun, pengembangan pelabuhan perikanan UPTD provinsi,
pengembangan sarana dan prasarana penangkapan ikan,
pengembangan sarana pengolahan
:') Penguatan logistik, pemasaran dan sistem rantai dingin
perikanan, dengan output Sarana Penyimpanan Produk KP;
produk
SErena
distribusi logistik produk KP; Gudang Beku dan Kelengkapannya;
Pengembangan pangan akuatik, dengan output pengembangan klaster
ikan nila salin, patin, dan pengembangan komoditas udang, dan
revitalisasi tambak udang
Peningkatan daya saing sumber daya manusia pembudidaya dan
penyedia jasa logistik, kelembagaan, usaha kel,autan dan perikanan,
dengan output diklat pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya
ikan atu l,aut, peningkatan eksportir kelautan perikanan baru,
pemantauan sosial ekonomi masyarakat kelautan perikanan, pelatihan
petugas kesyahbandaran, dan pendampingan pelaku sektor industri
makanan, laut, dan perikanan
Kerja sama perluasan pasar, pengembangan koperasi, serta rantai pasok
ekspor produk perikanan, dengan output pengembangan klaster ikan nila
salin dan patin, klaster rumput laut berbasis kawasan, promosi usaha,
temu bisnis pada pameran produk di dalam negeri dan internasional,
pelatihan intensif bootcamp dgd.t magang bagi pengurus dan pengelola
koperasi, penguatan sistem pengawasan koperasi, serta kerja sama
internasional bidang kelautan dan perikanan
Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan serta
pengendalian dan penanggulangan penyakit ternak, dengan aneux
bantuan pakan, bibit dan benih ternak unggul, tema* ruminansia
potong dar perah, alat dan mesin sub sektor peternakan, pembinaan dan
pengawasan mutu, sarana prasarana kesehatan hewan, dan Layanan
Optimalisasi reproduksi
Provinsi Sulawesi Selatan Pengembangan sarana dan prasarana bidang pendidikan, perluasan akses
pendidikan sektor strategis, penguatan pendidikan tinggi dan
pengembangan bidang STEAM serta penguatan pendidikan vokasi dan
produktivitas tenaga kerja, melalui:
. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah dan perguruan tinggi
berbasis teknologi, de'JigF,r q,,t{rut revitalisasi sarana dan prasarana
sekolah dan madrasah pada seluruh jenjang pendidikan, sarana dar
prasarana pendidikan vokasi dan perguruan tinggi yang direvitalisasi
maupun dibangun
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri dan pelatihan
vokasi di scldor strategis, dengan output SMK yana dikembangkan
menjadi pusat keunggulan dan SMK yang mengembangkan proyek
kreatif dan kewirausahaan dan PBK Provinsi Sulawesi Selatan
. Penguatan sumber daya manusia dan peningkatan peran dal,ara industri
yang berbasis sektor unggulan daerah, dengan output: SDM yalg
mengikuti pendidikan menengah kejuruan industri, pel,atihan pertanian
bagi aparatur dan Don aparatur, sertifikasi profesi bidang pertanian,
Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani, pendidikan menengah daE tinggi
vokasi pertanian, mahasiswa dan lulusan program di kerja sama
industri, pendidikan vokasi kelautan dan perikanan, kemitraan antara
satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri,
pengembangan kerja sama pelatihan, inovasi model vokasi
berkas 7, hlm. 53 OCR
-21A-
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
mengacu pada dunia kerja, pengembangan kurikulum dan metode
pelatihan, penjaminan mutu satuan pendidikan vokasi, tenaga kerja
industri kompeten lulusan dikl,at sistem 3 ia , (pelatihan, sertifikasi, dan
kompetensi), program kelas industri, fasilitasi pendampingan SMK yang
tifth and match dengan industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan
reskilling
Pculagaryan industri di dalam dan luar negeri, dengan out ut peserta
yang Daaang di perusahaan di luar negeri, peserta yang magang di
perusahaan dalam negeri, dan koordinasi penyelenggaraan pel,atihan
dan pemagangan bersama industri
Provinsi Sulawesi Selatan Perwujudan satu sistem Rc8htrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) serta reformasi
dan integrasi bantuan sosial, jaminan sosial, pengentasan kemiskinan dafl
pemberdayaan masyarakat yang adaptif , melalui:
. Pengembangan tata kelola registrasi Regsosek, dengan output, koordinasi
strategis registrasi sosial ekonomi dan jaringan komunikasi data dan
data. @'].teti penguatan regulasi, monitoring dan pemutakhiran data
hingga tingkat desa yang terintegrasi dengan SIPD, pengembangan
Sist€@ Layanan dalr Rujukan Terpadu (SLRI), dan penataan sumber
daya manusia untuk pemanfaatan data
. Penguatan JKN dan penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan
output penduduk penerima bantuan iuran PBI JI,(N, koordinasi
pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah,
keluarga yang mendapat bantuan sosial bersyarat, mahasiswa yang
mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, KPM yang memperoleh
bantuan sosial sembako, penyediaan Elpiji 3 kg yang tepat sasaran,
subsidi listrik, bantuan logistik korban bencana alam dan korban
bencana sosial dan non a.lam yang mendapat bantuan
. Pelaksanaan bantuan en€f,gi dan pangan, dengan output Gerakan
pangan murah yang dilaksanakan, stabilisasi pasokan dan harga pangan
Provinsi Sulawesi Selatan Penguatan ekosistem budaya berbasis urbdtu heritage, rural heritage,
pemanfaatan cagar budaya di kawasan karst (Geopark Maros Paruk€p), dan
revitalisasi budaya Bahar:i serta pengembangan teknologi tradisional Kapal
Pinisi (Kabupaten Bulukumba, melalui:
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah berkelas internasional,
dengan output. pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah berkelas
internasional (salah satunya Festival Geopark Maros Pangkep) dan
peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan
. Pengelolaan terpadu cagar budaya di kawasan pemajuan kebudayaan,
dengan output: cagar budaya, ODCB dan OPI( yang dilestarikan dan desa
pemajuan kebudayaan
. Peningkatan Tata kelola pembangunan kebudayaan, dengan output data
dan informasi warisan budaya
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
berbasis urban heritage, dengan output koleksi, cagar budaya nasional,
dan benda budaya yang dikelola, pengelolaan terpadu cagar budaya di
kawasan pemajuan kebudayaan pada kawasan karst, pengembangan
budaya bahari dengan pengembangan teknologi tradisional Kapal Pinisi
Provinsi Sulawesi Selatan Peningkatan ketahanan dan penanganan bencana serta penguatan
pengelolaan dan pemanfaatan kawasan konservasi perairan, melalui:
. PengEndalian risiko bencana di daerah rawan bencana, dengan output:
Pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan pengamanan pesisir
pantai, pengembangan ruang terbuka hiiau dall peningkatan kapasitas
Eitigasi bencana, koordinasi dan penyusunan dokumen
penanggulangan bencana
. Pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan bencana, dengan output
penguatan desa/ kelurahan tangguh bencana
. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan wisata kawasan konservasi
perairan, dc(leen out xt kawasan perairan yang operasional,
berkas 7, hlm. 54 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Intervensi
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya,
destinasi wisata alam yang dikembangkan sarprasnya, d.ul fasilitasi
usaha ekonomi produktif masyarakat dalam pemanfaatan jasa wisata
Rehabilitasi hutan dan lahan, dengan ou&,ut rehabilitasi hutan dan
lahan secara vegetatif di Daerah Aliran Suryai (DAS) yang dipulihkan,
dan rehabilitasi Daerah Tanpungdt Atu (DTA) danau secara vegetatif
Pengendalian daya rusak air, dengan output pembangunan
pengendalian banjir dan pengaman pesisir Pantai
Peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dan l,ayanan
peringatan dini bencana, dengan output Sarana SAR rafting boat,
prasarana search and rescue (SAR), pembangunan ekosistem aksi dini,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, penguatan respons
sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat, dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
Provinsi Sulawesi Selatan Pengembangan nil,ai tambah dan kompleksitas industri, termasuk hilirisasi
industri berbasis sumber daya alam mineral, pertanian dan perikanan
berikut pengembangan teknologi dan efisiensi rantai distribusinya, melalui:
. Penguatan industri transportasi laut, dengan output: pengembangan
industri galangan kapal sebagai industri berteknologi tinggi, penguatan
rantai pasok bahan baku industri perkapalan, dan pengembangan mutu
dan daya saing industri perkapalan
. Pengembangan industri garam dan produk olahan hasil laut, dengan
output pengembangan garam industri terintegrasi, penguatan sarana
dan prasarana industri garam, dan pengembangan produk olahan laut
dan bioprospeksi sumber daya kelautan
. Peningkatan produktivitas budidaya rumput laut untuk peningkatan
kualitas dan ketersediaan bahan baku dalam rangka pengembangan
hilirisasi rumput laut, dengan output Bibit Rumput Laut kultur jaringan
y€rtg disalurkan ke masyarakat, Sarana budi daya rumput laut yang
disalurkan ke masyarakat, Infrastruktur Kawasan Budi Daya Rumput
lAut - 'Ocean for Prosperity - Infrastructure fo Coral Reef Areas
. Industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, dengan output:
penguatan rantai pasok industri dalan negeri, pembangunan
infrastruktur pengisian daya, pengembangan ekosistem EV, dan
penerapan ekonomi sirkular pada industri baterai
. Tata kelola dan pengembangan industri dan ketersediaan bahar baku
industri nikel, tembaga, bauksit, dengan output: kebijakan dan inisiatif
terkait penguatan industri logam, hilirisasi dan pemanfaatan sumber
daya mineral, peningkatan daya saing dan produktivitas industri, serta
pengawasan dan fasilitasi st ndar produk
. Pengembangan industri hilir , jaminan ketersediaan bahan baku,
peningkatan adaptasi teknologi, riset inovasi, dan kapasitas tenaga kerja
di industri rumput laut dan komoditas unggulan lainnya, dengan output
peningkatan kualitas bahan baku, pengembangan teknologi dan
pembibitan tanaman unggul, fasilitasi investasi hilirisasi industri, serta
penguatan kapasitas petani
. Peningkatan adopsi teknologi dan pemanfaatan riset/inovasi industri
padat karya terampil dan pengembangan ildustri medium-high
teda@logg, dengan output verifikasi kemampuan industri kosmetik,
penguatan rantai pasok sektor kimia, farmasi, datr tekstil,
pengembangan bahan baku obat, penyederhanaan perizinan impor,
penyempurnaan kebijakan impor untu* mendukung ketersediaan bahan
baku, fasilitasi industri mod and. dbs
Provinsi Sulawesi Selatan Penguatan ekosistem e-konomi kreatif berbasis kekayaan intelektual, melalui
. Penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif
. Penguatan ekosistem film, animasi, video, dan musik
. Penguatan ekosistem fesyen dan kriya
. Penguatan ekosistem aplikasi dan gia
. Penguatan ekosistem kuliner
berkas 7, hlm. 55 OCR
5.4 Provinsi Sulawesi Tenggara
“Y sulawesi $
Ah & Tengah
" hn Pet 5
$ Bh TN NG SULAWESI
f 5 NI
B2 “ D1 Ng, 95
$ 2 "G
N c2 C4 LEGENDA
' A2 sa
- A3 0. Pertumbuhan
AL A4 yKota Kendari
, - AA o: 39 . Kawasan Komoditas Unggulan
ba Kawasan Swasembada
B8 Pangan, Air, dan Energi
— 3 Kawasan Afirmasi
D2 Kawasan Konservasi dan
. ... g Rawan Bencana
c1 Es Pr (@! Ibu Kota Provinsi
. Ka B9
: daa, e. @ Bandar Udara
: . F 2 ko) Pelabuhan
1 B6
$ h "5 "— Jalan Nasional
' ' 4 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
: B5 .
4 RN » Batas Administrasi
- g Yg
2D 1
« p
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi ,
1. Kabupaten Wakatobi Kawasan Lumbung Pangan Sulawesi Tenggara
Kawasan Perkotaan Kecil Kabupaten Konawe h bawal Bombana
2. Kabupaten Konawe - Kabupaten Kolaka limur
Kawasan Industri Pengolahan Hasil Tambang 3. Kabupaten Konawe Selatan
3. Kabupaten Konawe 4. Kabupaten Konawe
4. Kabupaten Kolaka
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Perkebunan Kakao Kawasan Transmigrasi (KT)
Ha bina en Ub ara 1. KT Asinua Kabupaten Konawe
— aa Pa Be Lili 2. KT Anawua Kabupaten Kolaka
Kawasan Perikanan Tangkap 3. KT Mutiara 'Kabu aten Muna
3. Kota Kendari : " p
4. Kota Bau-Bau
5. Kabupaten Buton
6. Kabupaten Muna
7. Kabupaten Bombana
8. Kabupaten Kolaka
9. Kabupaten Muna Barat
berkas 7, hlm. 56
PRESIDEX
SK No25t239A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Destinasi Pariwisata
Prioritas:
• A1: Kabupaten
Wakatobi
Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi dengan
implementasi blue, green, circular economy, melalui:
• Pengembangan Aksesibilitas Destinasi Pariwisata Prioritas Wakatobi,
dengan output: aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan Atraksi termasuk event berkualitas dan warisan Geologi
Wakatobi, dengan output: pendukungan event daerah, pelaksanaan
kegiatan nasional dan internasional, provinsi yang menyusun dan
menerapkan rencana aksi destinasi wisata, dan jejaring destinasi
pariwisata di Sulawesi Tenggara yang dikembangkan
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
Pariwisata Wakatobi, dengan output: Sistem Pengelolaan Air Limbah
Domestik Setempat Skala Kota
• Pengembangan keterampilan SDM dan layanan pariwisata Wakatobi,
dengan output: SDM pariwisata yang memperoleh pelatihan untuk
pembekalan kerja dan masyarakat yang memperoleh fasilitasi dan
pembinaan peningkatan kapasitas SDM
• Pemasaran Pariwisata Wakatobi, dengan output: publikasi, promosi
terpadu, konten promosi wisata minat khusus, jejaring promosi wisata
minat khusus
• Pengembangan industri, usaha masyarakat dan investasi pariwisata
Wakatobi, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan digital,
pembiayaan startup, pembiayaan pasar modal, dan pembiayaan
pariwisata berkualitas, rantai pasok industri pariwisata dan ekonomi
kreatif, advokasi dan pendampingan peningkatan realisasi investasi,
promosi investasi pariwisata dan ekonomi kreatif, promosi investasi
pariwisata dan ekonomi kreatif, transformasi digital industri pariwisata
dan ekonomi kreatif, dan penerapan pariwisata berkelanjutan
• Keamanan, keselamatan, dan kemitigasian bencana Wakatobi, dengan
output: pelaksanaan operasi SAR Kota Kendari
A2 Kawasan Perkotaan Kecil
Kabupaten Konawe:
• A2: Kabupaten
Konawe (Morosi)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Kecil berbasis industri di Kabupaten
Konawe, dengan output: penyusunan masterplan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu di kota
kecil Kabupaten Konawe, penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas
transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan
yang akan dibangun, penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala
regional untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan,
bantuan pembangunan rumah susun untuk Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR) dan pekerja serta bantuan pembangunan rumah swadaya,
pemugaran permukiman kumuh, penataan kawasan perkotaan dengan
fokus pada penyediaan hunian layak dan terjangku serta pemenuhan
layanan dasar air minum, peningkatan kualitas lingkungan melalui
pemenuhan layanan persampahan, penanganan limbah dan penyediaan
ruang terbuka hijau
0,9
0,9
106,4
73,1
0,343 – 0,347
0,365 – 0,371
6,60 – 7,60
10,04 – 10,54
55,12
28,93
0,56
0,53
2,32 – 2,80
2,54 – 3,04
83,06
7,9 82,39
(Rata-rata
2025–2029)
9,1
(2029)
berkas 7, hlm. 57 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3
A4
Kawasan Industri
Pengolahan Hasil
Tambang Sulawesi
Tenggara
. A3: Kabupaten
Kottav,E
. A4: Kabupaten
Kolaka
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri pengolahan berbasis
mineral dan suEb€r daya alam (nikel dafl logam dasar) di Kabupat n
Konawe dan Kabupaten l(olala, melalui:
. Pembangunan/pengembangan infrastruktur jalan/jembatan, dengan
ouqat: Jel8,i Shor&zt Kawasan Industri Konaurc dan Jembatan
Tabanggcle - Pebunooha
. Pengembangan Industri Stainless Steel dengan output: hasil monitoring
pembangunan fasilitas pengolahan pemurnian mineral dalam negeri
. Pengembangan Industri Nikel Sulfat, dengan output: Industri
smelter/pemurnian/pengolahan nikel hidrometalurgi yang termonitor
dan terevalua.si perkembangannya
. Pembangunan Industri Battery Pre rsc/'. Berbasis NMC (Nikel-Mangan-
Kobalt), dengan output: Industri battery precursor berbasis NMC yang
terfasilitasi dalam rangka peningkatan investasi
. Pengembangan Industri Katoda Berbasis Nikel, dengan output: industri
katoda nikel yang terfasilitasi dalam rangka peningkatan investasi
. Pengembangan Industri Battery Pack Berbasis NMC, dengan output:
industri baterai nasional yang terfasilitasi dala.E rangka penguatan
struktur industri dalam negeri
. Tata kelola industri nikel serta ketersediaan bahan baku dan energi,
dengan output: rekomendasi keprospekan sumber daya mineral
. Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkuler di industri nikel yang
sejalan dengan dokumen peta jalan dekarbonisasi industri nikel nasional
untuk mewujudkan komitmen JVet Zero Emissions (NZE) nasional
. Harmonisasi kebijakan industri nikel, d(,l&la'n output: kebijakan
penguatan industri logam berbasis pengolahan nikel
. Peningkatan penerapan standarisasi di industri nikel, dengan output:
standar dalam rangka mendukung ekspor dan pengawasan produk
. Penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pelatihan Sumber Daya
Manusia (SDM), dengan output fasilitasi pendampingan SMK yang link
and match dengan Industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan
reskilling, serta asessor lisensi dan asessor kompetensi
. Ketersediaan bahan baku industri logam dasar yang berkualitas dan
kompetitif, dengan oxrlcu ti neraca penyediaan dan permintaan besi baja,
baja paduan, dan produk turunannya nasional
. Kepastian pasokan dan harga energi untuk industri logam dasar, dengan
output: evaluasi pemanfaatan HGBT di industri logan dasar
. Peningkatan utilisasi kapasitas terpasang industri besi-baja, dengan
output: industri logam dalam negeri yang terfasilitasi dalam pemenuhan
kebutuhan logam infrastruktur untuk IKN
. Pengembangan Industri Special S'reel dengan output: Industri Special
Steel yang terfasilitasi dalam rangka peningkatan investasi
. Penurunan cas Rumah Kaca (GRK) di Industri Logam Dasa., dengan
ou,put Fasilitasi Investasi untuk Industri Pemotongan Scrap Irgaro
. Optimalisasi penerapan standardisasi di Industri Logam Dasar, dengan
output: Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) Industri Logam
. Pembangunan, peningkatan dan preservasi jalan serta peningkatan
keselamatan angkutan darat, dengan output: pembangunan jalan akses
KI Konawe
. Pengembangan Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industrial Part dan
Kawasan Industri Virtue Dragon Nickel Industry
. Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
berkas 7, hlm. 58 OCR
No L.kasi Prioritas Hri?ru{?h, Indikasi Intervensi
BI
Kawasan Perkebunan
I(akqo Sulawesi Tenggara
. Bl: Kabupaten
Kolaka Utara
. 82: Kabupaten
Kolaka Timur
Pengembangan l(anlasan Perkebunan IGkao Sulawesi Tenggara dengan
penguatan produksi komoditas pertanian berorientasi nilai tambah, melalui:
. Oa Fa.m penguatan produksi komoditas pertanian bahan baku industri
prioritas, dengan oxPuti kawasan kakao, arca penanganan organisme
Pengganggu Tumbuhan (OPT) tananart perkebunan, alat dan Ecain
pertanian pra pancar sub s€lcor perkebunan
. Pembangunan dan pengembangan bandara, dengan output:
pembangunan Bandara I(ola,l(a Utara
B3
B4
B5
86
B7
88
B9
Kawasan Perikanan
Tangkap Sulawesi
Tenggara
. B.3: Kota Kendari
. 84: Kota Bau Bau
. Bsi Kabupaten
Buton
. 86: Kabupaten Muna
. 87: Kabupaten
Bombana
. 88: Kabupaten
Kolaka
. 89: Kabupaten Muna
' Barat
Pengembangan Kawasan Perikanan Tangkap Sulawesi Tenggara sebagai
ekonomi biru berkelanjutan di Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten
Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Bombana, Kabupaten n Kolaka dar
Kabupaten Muna Barat, melalui:
. Pengelolaan sarana prasarana produksi perikanan tangkap, dengan
output. alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
bantuan yang tersalurkan, pelabuhan perikanan terluar dal/atau
berwawasan lingkungan yang dikembangkan - Eco Fishing Port
. Penguatan logistik, pemasaran dan sistem rantai dingin produk
Perikanan, denSf]\ dtt?ut sarana penyimpanan produk kelautan
perikanan; sarana distribusi logistik produk kelautan perikanan; gudang
beku dan kelengkapannya
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dar perikanan,
de,i'g8(t output: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelautan
perikanan yang difasilitasi akses pembiayaan dan kemitraan usaha,
wirausaha kel,autan perikanan yang ditumbuhkan dan/atau dibina,
UMKM kelautan perikanan yanA difasilitasi dalam inkubasi bisnis,
pelaku usaha yang difasilitasi pembinaan diversifikasi produk bernilai
tambah, eksportir kelautan perikanan baru yang ditumbuhkan, promosi
usaha dan investasi kelautan perikanan, lembaga usaha kelautan
perikanan yang ditingkatkan kapasitas kelembagaan usaha
. Peningkatan produktivitas perikanan yang terintegrasi, modem dan
berkelanjutan, daligjsoi output. pelabuhan perikanan yang terintegrasi
dan bertaraf internasional yang dikembangkan, pelabuhan perikanan
terluar dan/atau berwawasan lingkungan yang diketlbaruk D,
pel,abuhan perikanan UP'I pusat dan PP perintis yang ditingkatkan
fasilitasnya untuk mendukung penangkapan ikan terukur
. Pengembangan klaster ikan nila salin, dengan output ikan konsumsi air
tawar hasil budidaya yang diproduksi, sarana budi daya ikan air tau,ar
yang disalurkan ke masyarakat, benih ikan air tawar yang disalurkan ke
masyarakat
. Revitalisasi tambak udang, d@gflrl @tpux klaster kawasan revitalisasi
tambak udang dan bandeng, benih udang yang disalurkan ke
masyarakat, irigasi perikanan yanA dikelola secara partisipatif, sarana
budi daya ikan air payau yallg disalurkan ke masyarakat
cl
c2
c3
c4
Kawasan Lumbung
Pangan Sulawesi
Tenggara
. Cl: Kabupaten
Bombana
. C2: Kabupaten
Kolaka Timur
. C3i Kabupaten
Konasrc Sel,atan
. C4: Kabupaten
Konawe
Pengembangan lumbung pangan Sulawesi Tenggara dengan hilirisasi
komoditas pertanian unggulan yang berkelanjutan, melalui:
. Penerapan teknologi dan penyediaan bahan baku bioindustri agro,
dengan or4zf kawasan kakao, kawasan karet, sarana pascapanen dan
pengolahan tanaman perkebunan, dan prasarana pascapanen da'r
pengolahan tanaman perkebunan
. Penguatan SDM pertanian dan pengembangan praktik pertanian
berkelanjutan, de'Igl,r output perguruan tin88i sadana terapan
pertanian, SMK pertanian, rekomendasi perlindungan I"P2B dan alih
fungsi lahan pertanian, dan bangunan konservasi air dan antisipasi
anomali iklim
berkas 7, hlm. 59 OCR
K INDONESIA
No Lokasi Prioritas .Eligrui?tu Indikasi Intervensi
Peningkatan produksi dan pascapanen pangan nabati, dengan output
alat dan mesin pertanian, sarana pengolahan dan pascapanen, dan
jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi
Penguatan pangan lokal, d@Ef,,l, output sarana pengolahan hasil
tarlaEalr pangan dan sarana pascapanen tanaman pangan
Penumbuhan dan pengembangan korporasi petani, daDlg t output:
kelembagaan ekonomi petani yang dikembangkan, fasilitasi dan
pembinaan lembaga peternakan, fasilitasi dan pembinaan nilai tambah
dan daya saing peternakan, Horticulture Development of Wldnd Areas
hokd., Integrated Coorporation Agriculture Resources Enpougnie\t
Pembangunan tampungan air, dengan output: Bendungan Pelosika a
Dl Kawasan Transmigrasi
D2 . Dl: KT Asinua,
D3 Kabupaten Konawe
. D2: I(T Anawua,
Kabupaten Kolaka
. D3: I(T Mutiara,
Kabupaten Muna
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Asinua di Kabupaten Konawe,
IGwasan Transmigrasi Anawua di Kabupaten Kolaka, dan Kawasan
transmigrasi Mutiara di Kabupaten Muna, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase,, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pengembangan hilirisasi rumput l,aut, melalui:
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri ruEput laut yang
berkualitas melalui peningkatan produktivitas sektor
hulu, dengan output: rekomendasi tata kelola bidang budi daya rumput
laut, bibit rumput laut kultur jaringan yang disalurkan ke masyarakat,
sarana budi daya rumput laut yang disalurkan ke masyarakat,
infrastruktur kawasan budi daya rumput laut - 'Ocean for Prosperity -
Infrastructure for Coral Reef Areas', dan klaster rumput laut berbasis
kawasan yang dibangun bagi masyarakat
. Pengembangan industri hilir rumput laut, dengan output: fasilitasi
investasi industri rumput laut bernilai tinggi (Karagenan (polisakarida),
Agar, Kosmetik, Biofuel, daIr Bioplastik) dan pengembangan Biostimulan
berbasis rumput l,aut
. Peningkatan rantai nilai n rumput laut, dengan output: memperkuat
koperasi rumput laut untuk memperkuat posisi tawar petani rumput
laut dan pengembangan jaringan infrastruktur pengolahan di dekat
sentra produksi nulput laut
. Peningkatan kapasitas tenaga kerja di Industri Rumput
Laut, dengan otQ&t pelatihan dan pendampingan pengolah rumput
laut terkait praktik produksi dan pelatihan manajemen usaha rumput
laut dengan memprioritaskan peran pcrcrrpuan
. Peningkatan dukungan fmaflsial bagi pembudidaya rumput
laut, dengan output insentif fiskal bagi petani yang menggunakan bibit
berkualitas dan menerapkan teknik ramah lingkungan dan penyediaan
sLcma kredit mikro dengan bunga rendah bagi petani dan pelaku usaha
rumput laut
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai melalui:
. Penguatan rantai pasok industri di dalam negeri (termasuk IKM), dengan
outputi hilirisasi grait untuk mendukung ekosistem industri Electric
Vehicle (EV) Nasional; fasilitasi dan pendampingan teknologi dan skill-set
bagi IKM tier 2 dan tier 3 untuk transisi kc teknologi EV
berkas 7, hlm. 60 OCR
-22s-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:,]
Pengembangan infrastruktur pengisian daya, dengan output: Insentif
untuk investasi SPKLU; Insentif untuk mendorong peningkatan daya
listrik rumah tangga.
Pengembangan ekosistem industri EV Industri KBLEB yang terfasilitasi
investasi, dengan output penyesuaian kurikulum pendidikan dan
pelatihan vokasi untuk transisi ke arah industri, perjanjian perdagangan
untuk kemudahan bahan baku litium, mangan, dan kobalt
Penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri Baterai, dengan output:
fasilitasi investasi untuk industri baterai recycliag
1
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Peningkatan konektivitas dan layanan transportasi Provinsi Sulawesi
Tenggara, melaluii
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan l,aut, dengan output.
pengembangan fasilitas Pelabuhan Lpuko, pengembangan fasilitas
Pelabuhan Sikeli, pengembangan fasilitas Pelabuhan Raha
. Pembangunan dan pengembangan bandara, dengan output:
pengembangan Bandar Udara Matahora, Wakatobi; pengembangan
Bandar Udara Sangia Nibandera, I(ol,aka; Pengembangan Bandar Udara
Betoambari, Kota Baubau.
. Penanganan konektivitas jo.lan mendukung wilayah tertinggal dan
perbatasan, de'ig,ul dtwt: Jalan Trans pada l8 Pulau Tertinggal,
Terluar, dan Terdepan Provinsi Sulawesi Tenggara
. Pembangunan jalan lingkar perkotaan, dengan output, Pembangunan
Jalan Perkotaan - Provinsi Sulawesi Tenggara
. Pengembangan angkutan uEuE massal perkotaan berbasis jalan,
dengan output pembangunan sistem angkutan umum massal
. Pembangunan, peningkatan dan preservasi jalan serta Peningkatan
keselamatan angkutan darat, de'igjm, output peningkatan keselamatan
angkutan darat dan pemenuhan fasilitas keselamatan jalan,
pembangunan jalan dengan ruas BTS. Ihb. Kolaka/Kab. Bombana-
Boepinang, Wolo-BTS. Ibta Kolaka, BoepinanfBambaea, pembangunan
jembatan strategis, peningkatan dan preservasi jalan daerah, terminal
barang dan pcnwtrpang, Pembangunan terminal barang internasional,
pengembangan terminal Tipe A
. Pembangunan Sarana Angkutan Penyeberangan, dang,,]r output:
pembangunan kapal penyeberangan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan
wilayah dan pemerataan pembangunan, mela.lui:
. Peningkatan penyediaan dan layanan listrik, dengan outputi
pengendalian pembangunan pembangkit listrik, ruDusan kebijakan
pembinaan BUMN dalam rangka kecukupan penyediaan cncrgi dan
tenaga listrik, pembangunan infrastruktur tratrr@isi dan interkoneksi
tenaga lbtrik s€rta infrastruktur gar:du induk, pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan konektivitas ketenagalistrikan dan digitalisasi, dengan
output pengawasan dan pengendalian efisiensi penyediaan tenaga
Listrik, jaringan transmisi, gardu induk, rekomendasi kebijakan transisi
energi global, pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga
belum berlistrik yang tidak Earapu atau berada di daerah 3T dalt
peningkatan pasokan tenaga listrik 24 jam/hari;
. Dekarbonisasi dan pembangunan pembangkit tenaga listrik termasuk
terbarukan beban dasar dan variabel, de,i;ga,i output pembangunan
PLTMH dan PLTS, rekomendasi pengendalian pembangkit, pengendalian
pembangunan jaringan transmisi datl gardu induk;
. Penguatan infrastruktur telekomunikasi, dengan output OM Palapa
Prild- kerja badan usaha, dibangunnya 4C oleh operator,
berkas 7, hlm. 61 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
percepat€n teknologi dan pos digital, pembangunan transmisi, regulssi
dan dukungan infrastruktur digital
Perluasan jaringan telekomunikasi dan al(ses internet cepat, dengan
output penyediaan fiber optik pada daerah (kecamatan) di kawasan
prioritas, OM pusat monitoring telekomunikasi, pos dan penyiaran,
l,ayanan publik bidang telekomunikasi, kabupaten/kota yang difasilitasi
menerapkan infr asmrktur pasif bercaraa
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Perluasan layanan penyiaran digital
Pembangunan infrastruktur pembangkit tenaga listrik
Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
a
:l
1
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pemenuhan sarana dar prasarana dasar permukiman seperti air minum,
sanitasi aman, dan pengelolaan persampahan dari hulu ke Nlfu berbasis
ekonomi sirkular, melalui:
. Pemenuhan akses air minum aman terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan
output pembangunan SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM
regional, peningkatan SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM
regional, perluasan SPAM kabupaten/kota, pembinaan teknis bidang air
minum, dan fasilitasi pengembangan teknologi dan pengelolaan
peralatan bidang air minum
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan SPAM, dengan output.
pembinaan dan pengawasan pengembangan SPAM, daerah yang
difasilitasi dalam penerapan SPM urusan pekerjaan umum berdasarkan
tipologi daerah
. Percepatan pemenuhan akses sanitasi aman untuk berkelanjutan, dan
berketahanan iklim masyarakat, dengan ou,,/4x sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala regional, skala kota, skala permukiman,
dan bcf,barig masyarakat, serta sistem pengelolaan air limbah domestik
setempat skala kota
. Pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dan produktif, dengar
output: rehabilitasi daerah irigasi multikomoditas
. Pengembangan kebijakan, teknologi dan fasilitas pengelolaan sampah
dengan prinsip sirkular, dengan out ut persiapan pembangunan
fasilitas pengolahan limbah 83 (E-Waste), pemanfaatan teknologi
zecycting plastik daur ulang, fasilitas pengelolaan sampah spesifik
. Penyediaan dan optimalisasi fasilitas pengolahan sampah, dengan
oxQat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis 3R daD
peningkatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST), jumlah fasilitas pengelolaan sampah spcaifk yang
terbangun, jumlah fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R oleh
pemerintah pusat yang terbangun, sistem pengelol,aan persampahan
skala regional, sistem pengelolaan persampahan skala kota, sistem
pengelolaan persampahan skala kawasan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan kapasitas sistem pel,ayanan kesehatan, termasuk penuntasan
TBC, pengendalian penyakit menular lainnya, Pencegahan dan penurunan
Stunting dan bantuan pangan bergizi bagi ibu ha,dl dan balita, melalui:
. Penyediaan dan penguatan pelayanan kesehatan bergerak dan digital,
dengan output pembinaan dan pendampingan pelaksanaan layanan
kesehatan bergerak, NSPK pelayanan kcachatan bergerak, penetapan
fasyankes pelaksana pelayanan telcEcdisin, peningkatan RSUD tipe D
menjadi C, dan penduduk penerima bantuan iuran PBI JKN
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, termasuk untuk
menekan angka kematian ibu dan anak, dengan output pelatihan
layanan ICISU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan
Kesehatan Ibu dan Anak), peningkatan kompetensi RS dan alat
kesehatan pelayanan KIA. fasilitasi pengelolaan manajemen proyek
berkas 7, hlm. 62 OCR
No Lokasi Prioritas .EftbruighJ Indikasi Intervensi
pcnEqatan pelayanan KIA, pemenuhan SPA dan
pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi dan pembinaan
kesehatan layanan kanker terpadu
pengampuan untuk
lembaga, dan alat
Peningkatan produki SDM kesehatan, dengan output rekomendasi
produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan pendidikan ppDS,
bantuan program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
penyusunan kebijakan pendayagunaan tenaga medis dan tenaga
kesehatan, pembinaan RS penyelenggara pendidikan utama, sarana
kcschatatr penunjang PPDS dan subspcsialis, dan bantuan biaya
pendidikan program studi/profesi/spesialis/subspesialis dengan wajib
penempatan
Penguatan intervensi spesifik dan sensitif stunting, dengan output, ibu
hamil dan balita yang mendapat makanan tambahan dari BuJF€r Stock,
tenaga kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan kapasitasnya,
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, keluarga yang mendapat
bantuan sosial] bersyarat, penyediaan PMT bagi ibu hamil dan balita
bermasalah gizi, dan layanan imunisasi pendukung pencapaian stunting
Penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular ('IBC,
HIV/AIDS, malaria), eliminasi penyakit tropis terabaikan Eustq), dengan
output alat, bahan, dan tenaga terlatih pencegahan/pengendalian, obat
dalt perbekalan program pengendalian, serta data dan informasi malaria;
bahan dan tenaga terlatih pencegahan/pengendalian, pelayanan
pengobatan, paket penyediaan alat dan rEagen, serta obat dan
perbekalan progam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS; tenaga
kesehatan terlatih untuk pencegahan dan pengendalian, layanan
Skrining mobile dg,i fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian,
serta alat, bahan, dan paket vaksin TBC; alat, bahan, dan tenaga terlatih
pencegahan/pengendalian, penyediaan obat dall logistik Multi Drug
Therapy (MDI), pendampingan dan pemantauan pengobatan, pemberian
obat pencegahan, dan pemantauan penderita kusta pasca pengobatan
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penyediaan perumahan dan kawasan permukiman, melalui:
. Fasilitasi dan penyaluran subsidi/ bantuan pembiayaan perumahan,
peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru, dengan
output penycdi€8\ rumah khusus reguler dan Rumah Inti Tumbuh
Tahan Gempa (RI'I'TA), rumah susun hunian ASN/TM/polri dan
MBR/pekerja, fasilitasi subsidi dan bantuan uang muka, pembiayaan
nrEah swadaya dan pembiayaan mikro perumahan, fasilitasi
pembiayaan perumahan terjangkau dan berwawasan lingkungan
. Penyediaan sarana dan prasarana perumahan dan permukiman, dengan
output Bantuan PSU Bidang Perumahan
. Penanganan permukiman kumuh, dengan output pemugaran dafl
peremajaan permukiman kumuh
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan pendidikan, pengembangan bidang STEAM serta penguatan
pendidikan vokasi dan produktivitas tenaga kerja yang sesuai dengan potensi
ekonomi lokal, melalui:
. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah dan perguruan tinggi
berbasis teknologi, dengan output sarana perguruan tinggi yang
direvitalisasi dan prasarana perguruan tinggi yang dibangun,
pemenuhan sarana dan prasa nra sekolah
. Pemagangan industri di dalam dan luar negeri, dengan output peserta
yang maSang di perusahaan di luar negeri, peserta yang magang di
perusahaan dalam negeri, dan koordinasi penyelenggaraan pelatihan
dan pemagangan bersama industri
. Pelatihan vokasi di sektor strategis yang didukung penjaminan mutu
dengan dltt ux pelatihan vokasi bidang dan
berkas 7, hlm. 63 OCR
REPIJELIK INDONESIA
-22A-
No Lokasi Prioritas lIlbruitht Indikasi Intervensi
perikanan, pelatihan vokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara, pelatihan
peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi industri upskilling dan
reskilling , PBK Provinsi Sulawesi Tenggara, penjaminan Eutu satuan
pendidikan, dokumen tracer study, rancangan Standar Kompetensi Kerja
Nasional lndonesia (SKKNI) sektor industri, pengembangan kurikulum
dan metode pcmbclajann, dan standar pelatihan berbasis kompetensi
Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, dengan output
SMK mengembangkan pusat keunggulan, mengembangkan proyek
kreatif dan kewirausahaan, mendapatkan pendampingan peningkatan
mutu, dan met geEbangkan pengajaran berbasis pabrik, SDM mengikuti
pendidikan menengah kejuruan industri, program kelas industri, dan
fasilitasi pendampingan link a',,d match SMK dengan industri
Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK, dengan output.
pelatihan kurikulum DUDI untuk guru kejuruan, upskilling dan
reskilling pendidik dan tenaga kependidikan, inovasi model pembelajaran
vokasi berbasis dunia kerja, prasarana dan sarana pendukung
pembelajaran, dan siswa SMK yang tersertifikasi
Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang Pendidikan
:'l
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosek) serta reformasi dan integrasi bantuan sosial, jaminan
sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang adaptif, melalui:
. Peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan output
bantuan kelompok usaha ekonomi masyarakat, Tenaga Kerja Mandiri
(TKM) pemula tematik, dan pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif dan revitalisasi dana sosial
keagamaan, dengan output: keluarga yang mendapat bantuan sosial
bersyarat, KPM yang memperoleh bantuan sosial sembako, warga
masyarakat rawan bencana sosial yang mendapat bantuan, dan lembaga
Amil Zakat dan Nadzir Wakaf yang dibina dan diperkuat literasi program
pengentasan kemiskinan
. Pengembangan tata kelola registrasi Regsosek, dengan output koordinasi
strategis registrasi sosial ekonomi dan jaringan komunikasi data dan
data center, penguatan regulasi, monitoring dar pemutakhiran data
hingga tingkat desa yang terintegrasi dengan SIPD, pengembangan
sistcro l,ayanan dan rujukan terpadu (SLRII, dan penataan sumber daya
manusia untuk lreEanlaatan data;
. Penguatan JKN dan perlindungan sosial adaptif, den{lat output
penduduk penerima bantuan iuran PBI JKN, koordinasi pelaksanaan
optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah, keluarga yang
mendapat bantuan sosial bersyarat, KPM yang memperoleh bantuan
sosial sembako, dan korban bencana sosial dan non alam yang mendapat
bantuan.
. Pel,aksanaan bantuan energi dan pangan, dengan output: Gerakan
pangan murah yang dilaksanakan, stabilisasi pasokan dan harga
Pangan,
. Perluasan Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Nasional secara inklusif dengan output Pembinaan Kelompok Pekerja
Bukan Penerima upah dalam Pemahaman Program Jaminan Sosial
Tenaga Kerja;, Fasilitasi Dialog Regulasi Bidang Jaminan Sosial Tenaga
Kerja, Sosialisasi Program Jaminan IGhdangan Pekerjaan bagi Pelaku
Hubungan Industrial, Nelayan yang diidentifikasi identitasnya dalsn
rangka perlindungan nelayan
. Penyediaan layanan pengasuhan bagi anak, penyandang disabilitas,
l,ansia, dan kelompok rentan lain dengstr o,tpxt Layanan atas Pengaduan
Masyarakat terkait Pelanggaran Hak Anak, Lanjut Usia yang
mendapatkan Bantuan Permakanan, Disabilitas vanE
berkas 7, hlm. 64 OCR
R,EPUBLIK INDONESIA
No Ll(asi Prioritas Hr?rui?h, Indikasi Intervensi
mendapatkan Bantuan PerEakanan dan Anak YAPI yang mendapatkan
Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial
Provinsi Sulawesi
Tenggara
Penguatan kapasitas fiskal daerah melalui:
. Peningkatan optimalisasi pajak dan retribusi daerah, dengan output
Rekomendasi kebijakan PDRD, daerah dengan proporsi PDRD terhadap
PAD meningkat, dan basis data potensi PDRD
. Ekstensifikasi dan intensifikasi sumber-sumber pembiayaan non utang
yang inovatif, dengan output: penatausahaan BMD secara wajar, proporsi
kontribusi BUMD yang meningkat, dan Kerja Sama Pemerintah Daerah
dengan Badan Usaha (KPDBU)
. Pengembangan instrumen pembiayaan utang daerah, dengan output
daerah yang difasilitasi dal,h menerbitkan obligasi/sukuk daerah dan
memanfaatkan pinjaman daerah
berkas 7, hlm. 65 OCR
5.5 Provinsi Gorontalo
o
- 2 ,
v
Y k GORONTALO
. AP 2 BA P
L AA £
Sulawesi TN " Fa " 24 B2 “ ,
Tengah Pns Pad 9 L
9 s " B1 D1 1 Sulawesi
B4 LN ' 2 @G Utara
/ . 0 ta Gorontalo
B8 3@ ES B3 " B6 Ate Bs
A. Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Perkotaan Sedang Kota Gorontalo LEGENDA
1. Kota Gorontalo Kawasan
Pertumbuhan
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Swasembada
Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Pangan, An en Energi
1. Kabupaten Gorontalo Kawasan Afirmasi
2. Kabupaten Gorontalo Utara Kawasan Konservasi dan
3. Kabupaten Boalemo (@ ibu Kota Provinsi
4. Kabupaten Pohuwato " Kota Provinsi
5. Kabupaten Bone Bolango ko) Bandar Udara
Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Kelapa @ pelabuhan
6. Kabupaten Gorontalo
7. Kabupaten Gorontalo Utara "— Jalan Nasional
Kawasan Sentra Garam «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
8. Kabupaten Pohuwato Batas Administrasi
D. Kawasan Afirmasi E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Pesisir dan Konservasi Teluk Gorontalo,
1. Kabupaten Gorontalo Utara dsk
Kawasan Transmigrasi (KT) 1. Kota Gorontalo
2. KT Sumulata, Kabupaten Gorontalo Utara 2. Kabupaten Gorontalo
3. Kabupaten Bone Bolango
4. Kabupaten Boalemo
5. Kabupaten Pohuwato
berkas 7, hlm. 66
IIEPUELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Gorontalo
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Sedang Kota Gorontalo
• A1: Kota Gorontalo
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan Kota Gorontalo, melalui:
• Pembangunan Kawasan Perkotaan Sedang Kota Gorontalo, dengan
output: penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan
yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu,
bantuan PSU perumahan, bantuan pembangunan rumah swadaya,
pembangunan rumah susun hunian untuk ASN/TNI/POLRI, MBR dan
pekerja, penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang
membutuhkan, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
termasuk generasi milenial dan generasi z, peremajaan, pemugaran, dan
pemukiman kembali permukiman kumuh, pengembangan sanitasi,
pembangunan dan peningkatan SPAM, pengembangan Sistem
Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat skala kota dan permukiman,
sistem pengelolaan persampahan skala kota, penguatan instrumen
peringatan dini bencana, preservasi jalan akses simpul transportasi
Jalan Kota Gorontalo - Limboto – Isimu, penyediaan dan peningkatan
layanan konektivitas transportasi yang disesuaikan dengan karakteristik
kawasan perkotaan yang akan dibangun, penyediaan ruang terbuka
hijau, serta penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional
untuk pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
• Penanganan Banjir Kota Gorontalo
B1
B2
B3
B4
B5
Kawasan Tanaman
Pangan dan Hortikultura
• B1: Kabupaten
Gorontalo
• B2: Kabupaten
Gorontalo Utara
• B3: Kabupaten
Boalemo
• B4: Kabupaten
Pohuwato
• B5: Kabupaten Bone
Bolango
Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi
Gorontalo, melalui:
• Pengembangan pangan nabati dan penguatan produksi komoditas
pertanian berorientasi nilai tambah, dengan output: area penyaluran
benih jagung dan padi, sertifikat benih jagung dan padi, kawasan padi,
kawasan aneka cabai, serta alat dan mesin pertanian
• Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, dengan output:
penuntasan pembangunan Bendungan Bulango Ulu, pembangunan
jaringan irigasi, dan rehabilitasi/peningkatan jaringan irigasi
• Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan output:
peningkatan jalan dan jembatan koridor logistik Paguyaman–Tabulo,
Isimu–Paguyaman, dan Taludaa–Pelabuhan Gorontalo, pembangunan
jalan koridor logistik, pembangunan jalan akses simpul transportasi,
serta pendampingan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha
(KPBU) terkait Pelabuhan Anggrek
• Penguatan SDM pertanian dan pengembangan praktik pertanian
berkelanjutan, dengan output: fasilitasi pemberdayaan masyarakat
perdesaan, pendidikan tinggi vokasi pertanian, pendidikan menengah
vokasi pertanian, rumah pengolah pupuk organik, dan pengembangan
lahan pertanian produktif
0,2
0,2
65,2
47,6
0,384 – 0,393
0,394 – 0,400
9,50 – 10,50
14,21 – 14,50
81,44
59,98
0,54
0,50
2,00 – 2,74
2,87 – 3,08
82,15
81,48 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
berkas 7, hlm. 67 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
86 Kawasan Perkebunan
97 dan Hilirisasi Kelapa
. 86: Kabupat n
Gorontalo
. 87: Kabupaten
Gorontalo Utara
Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Kel,apa, melalui:
. Peningkatan produksi dan produktivitas kelapa, dengan output kawasan
kelapa, sarana dan prasarana pascapanen, sarana dgn prasarana
pengolahan, dan produksi benih tanaman perkebunan
. Peningkatan daya saing produk Lel.na Jrang disertai peningkatan
industri pengolahan kelapa, dengan output pengembangan industri
pengolahan kelapa produk hilir, fasilitas pusat penyediaan bahan baku
industri tempurung dafl sabut kelapa, neraca komoditas kelapa,
pengembangan industri pengolahan kelapa, pendampingan pembiayaan
usaha mikro, peningkatan peluang investasi, dan optimalisasi
pemanfaatan teknologi
B.8 Kawasan Sentra Garam
. 88: Kabupaten
Pohuwato
Pengembangan Kawasan Sentra Garam, melalui:
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output korporasi
petambak garam yang dikembangkan, verifikasi penyaluran distribusi
garam industri ke industri, pendampingan industri pengolahan garam
dalam negeri dal,an pemenuhan spesifikasi industri aneka pangan,
farmasi, dan kosmetik
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output sarana
niaga garam rakyat dan lahan garam yang difasilitasi
DI Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. Dl: Kec. Gentuma
Raya, Kec. Tomilito,
Kec. Ponelo
Kepulauan, Kec.
Anggrek, Kec.
Monano, Ikc.
Sumalata Timur,
Kec. Birau, dan IGc.
Tolinggula,
Kabupaten Gorontalo
Utara
Pembangunan kawasan perbatasan di Kecamatan Perbatasan Prioritas,
melalui Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output,
pembangunan sarana permukiman, ketenagalistrikan dan energi, pelayanan
pendidikan, pelayaran kesehatan, maupun layanan konektivitas,
pengawasan pelaksanaan BBM I harga, dan pembangunan jalan daerah
tertinggal daIr perbatasan
D2 Kawasan Transmigrasi
. D2: Kawasan
Transmigrasi
Sumalata,
IGbupatcn Gorontalo
Utara
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sumalata di Kabupaten Gorontalo
Utara, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi asct (tanahl transmigrasi, dengan oupxf fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1
E2
E3
E4
E5
Kawasan Pesisir dan
Konservasi Teluk
Gorontalo, dsk
. El: Ituta Gorontalo
. E2: Kabupaten
Gorcntalo
. E3: Kabupaten Bone
Bolango
. B+: Kabupaten
BoaleEo
. E5: Kabupaten
Pohuwato
Penguatan pengelolaan dan pemanfaatan Kawasan Konservasi Teluk
Gorontalo dan sekitarnya melalui:
. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan wisata kawasan konservasi
perairan, dcogan output kawasan konservasi perairan yang operasional,
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya,
destinasi wisata alar! yang dikembangkan sarana dan prasarananya,
dan ,asilitasi usaha ekonomi produktif masyarakat dalam pemanfaatan
Jasa wEata
. Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem,
dengan qi?fi, rekomendasi penetapan status Geopark nasional dan
pengembangan pola pendanaan pengembangan Geopark
hutan dan
dipulihkan,
vegetatif
1 Rehabilitasi hutan dan lahan, dengan output rehabilitasi
l,aharr secara vegetatif di Daerah Aliran Sungai (DASI yang
dan rehabilitasi Daerah Tampungan Air (DTA) danau secara
berkas 7, hlm. 68 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
No L,okasi Prioritas Ht?ru{?ht Indikasi Int rveu8i
Pengendalian daya rusak air, dengan outpf pembangunan
pengendalian banjir dan pcnmmatr pesisir pantai
Peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dan layanan
peringatan dini bencana, dengan output Sarana search ald rescue (S:ARI
rafting boat, prasarana SAR, pembangunan ekosistem aksi did,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, penguatan respons
sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat, dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
Provinsi Gorontalo Pengembangan pe rukiEan yang didukung dengan pemenuhan akses air
minum dan sanitasi aman, pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir,
peningkatan kapasitas dan jaringan listrik, serta penguatan dan perluasan
infrastruktur telekomunikasi, melalui:
. Pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) terintegrasi hulu
ke hilir, dengan output: pembangunan, peningkatan, dan perluasan
SPAM Regional, Kabupaten/Kota, dan berbasis masyarakat
. Pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat dan
setempat, dengan output: sistem pengelolaan air limbah domestik
terpusat skala regional, skala kota, ska.la permukiman, dan berbasis
masyarakat, serta pembinaan dan pengawasan pengembangan sanitasi
. Peningkatan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST) dan penerapan ekonomi sirkular secara partisipatif,
dengan output sistem pengelolaan persampahan skala regional, skala
kota, skala kawasan, dan berbasis masyarakat, fasilitas pengelolaan dan
pengolahan sampah berbasis 3R dan Tempat Pengelolaan Sampah
Terpadu (TPST), pemanfaatan teknologi r€cgclirg pl,astik daur ulang,
pembangunan dan pembinaan bank sampah induk dan masyarakat
pengelola sampah
. Penerapan ekonomi sirkular secara partisipatif, dengan output fasilitas
pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis 3R, pemanfaatan
teknologi ,?cycli4g plastik daur ulang, pembangunan dan pembinaan
bank sampah induk dan masyarakat pengelola sampah
. Pembangunan dan peningkatan kapasitas terpasang pembangkit listrik
energi terbarukan, dengan output. pembangkit listrik tenaga mini hidro
(PLTM) dar pengawasan-evaluasi pembangunan infrastruktur
penyediaan listrik
. Pembangunan jaringan distribusi dan listrik pedesaan, dc'nga,n output.
pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik
yang tidak mampu
. Perluasan jaringan t telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
outt ut Kerja sama Badan Usaha, OM BTS 4G/Lastmile, Fasilitasi
penerapan infrastruktur pasif bersama, OM ak8cs internet, OM SATRIA
l. Layanan publik bidang telekomunikasi, Sirtcm perizinan
telekomunikasi (OM), Perangkat pengukuran QoS telekomunikasi dan
penyiaran, dan Pusat monitoring telekomunikasi, pos dan penyiaran
. Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan ouwx
Sosialisasi informasi kebijakan di bidang perdagangan melalui sistem,
inisiatif baru bimbingan teknis pelaku usaha PPMSE dan PSP di bidang
PMSE, dan fasilitasi literasi digital sektor pertanian dan perikanan
. Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output pembangunan
transmisi dan multipleksing, penyediaan dan pemeliharaan fasilitas
teknik, peralatan teknik produksi dan penyiaran, penyediaan
infrastruktur teknologi informatika, rru ttblatfon r OTT, manajemen arsip
digital, revitalisasi perangkat siaran, dan prasarana digital broadcasting
system (DBS dan OM)
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
berkas 7, hlm. 69 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Gorontalo Penguatan konektivitas dan layanan transportasi yang integrasi dengan
pengembangan wilayah untuk mendukung aktivitas ekonomi melalui:
. Penguatan konektivitas jalan, dengan output peningkatan jalan dan
jembatan koridor logistik PaguyanraFTabulo, Isimu-Paguyaman, dan
Taludaa-Pel. Gorontalo, pembangunan ja.lan koridor logistik,
pembangunan jalan ak3ca EiEpul transportasi, datr pembangunan
Gorontalo A er Ring Road (GORR) segmen 3
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan, de,rgpdr output
pendampingan KPtsU Pelabuhan Anggrek dan Pelabuhan penyeberangan
. Penguatan infrastruktur konektivitas udara, dengar output
pengembangan bandar udara
Provinsi Gorontalo Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan, dan tata kelola pelayanan
kesehatan melalui:
. Penyediaan dan penguatan pel,ayanan kesehatan bergerak dan digital,
dengan output pembinaan dan pendampingan pelaksanaan layanan
kesehatan bergerak, Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK)
pelayanan kesehatan bergerak, penetapan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan (Fas'yankes) pelaksana pelayanan telemedisin, peningkatan
RSUD tipe D menjadi C, dan penduduk penerima bantuan iuran (PBI)
jaminan kesehatan nasional (J(N)
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, de'igF,J, output:
pelatihan l,ayanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan
Kesehatan Ibu drn Anak), peningkatan kompetensi RS dan alat
kesehatan pelayanan KIA, fasilitasi pengelolaan manajemen proyek
penguatan pelayanan KIA, pemenuhan sarana, prasarana, dan alat
kesehatan (SPA) dan pengampuan untuk pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi
dan pembinaan lembaga, dan alat kesehatan layanan kanker terpadu
. Penurunan kematian ibu dan anak melalui seluruh persalinan dilakukan
di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat
deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan kegawatdaruratan ibu
dan anal
. Peningkatan produksi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dengan
output: rekomendasi produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan
pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), bantuan
program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
penyusunan kebijakan pendayagunaan tenaga medis dan tenaga
kesehatan, pembinaan RS penyelenggara pendidikan utama, sarana
kesehatan penunjang PPDS dan subspesialis, dan bantuan biaya
pendidikan program studi/profesi/spesialb/suhpesialis dengan wajib
IrcneEpatan
Provinsi Gorontalo Penguatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular (TBC,
HIV/AIDS, malaria), eliminasi penyakit tropis terabaikan (kusta), serta
pencegahan dan penurunan stunting melalui :
. Pengendalian penyakit Malaria, dengan output alat, bahan, dan t naga
terlatih pencegahan/pengendalian, obat dan perbekalan program
pengendalian, serta data dan informasi malaria
. Pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output: bahan den tenaga
terlatih pencegahan/pengendalian, pelayanan pengobatan, paket
penyediaan alat dan reagen, serta obat dan perbekalan program
pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
. Peningkatan upaya pencegahan TBC, dengan output tenaga kesehatan
terlatih untuk pencegahan dan pengendalian, l?yfran slr'irliag mobile
dan fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian, serta alat, bahan,
dan paket vaksin TBC
. Pengendalian penyakit Kusta, danga,i auq)ut alat, bahan, dan tenaga
terlatih pencegahan/pengendalian, penyediaan obat dan logistik Multi
Drug Therapy (MDTI, pendampingan dan pemantauan pengobatan,
pemberian obat pencegahan, dalr pemantauan penderita kusta pasca
pengobatan
berkas 7, hlm. 70 OCR
-23s-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan intervensi spesifik dan sensitif str.ding, dengan output Ibu
Hamil dan balita yang mendapat makanan t tambahan dari BrlIer Stock,
Tenaga Kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan kapasitasnya,
infrastruktur air minum berbasis masyarakat, keluarga yang mendapat
bantuan sosial bersyarat, penyediaan makanan tambahan (PMT) bagi ibu
hamil dan balita bermasalah gizi, dan layanan imunisasi pendukung
pencapaian stzntir4,
Provinsi Gorontalo Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi sesuai dengan potensi ekonomi
lolG.l melalui:
. Pel,atihan vokasi di sektor strategis yang didukung penjaminan mutu
pendidikan, dflq!$ autpuX revitalisasi sarana dan prasarana sekolah
dan madrasah pada seluruhj€ojang pendidikan, pelatihan vokasi bidang
pertanian dan perikanan, pelatihan vokasi di Provinsi Gorontalo,
pelatihan peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi industri upsk trng
dan ,€sloflirg, pelatihan berbasis kompetensi (PBKI Provinsi Gorontalo,
penjaminan mutu satuan pendidikan, dokumen taoez study, rancangan
Standar Kompetensi lcrja Nasional Indonesia (SKKM) sektor industri,
pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran, dan standar
pelatihan berbasis kompetensi
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, danga,i output
SMK mengembangkan pusat keunggul,an, mengembangkan proyek
kreatif dan kewirausahaan, mendapatkan pendampingan peningkatan
mutu, dan mengembangkan pengajaran berbasis pabrik, SDM mengikuti
pendidikan menengah kejuruan industri, program kelas industri, dan
fasilitasi pendampingan Enk and l'l/,,tdt s,MK dengan industri
. Peningkatan kapasitas dan pemerataan pendidik SMK, de,iigo,i output
pelatihan kurikulum dunia kerja dunia usaha (DUDI) untuk guru
kejuruan, upskilling dN reskilling pendidik dan tenaga kependidikan,
inovasi model pembelajaran vokasi berbasis dunia kerja, prasarana dan
sarana pendukung pembelajaran, dan siswa SMK yang tersertifikasi
Provinsi Gorontalo Pengentasan kemiskinan dengan pen ujudan satu sistem Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsos€k), penyaluran bantuan sosial adaptif, serta pemberdayaan
masyarakat melalui:
. Penguatan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
dengan output pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial, data
terpadu kesejahteraan sosial, mrrstah& yang diselaraskan datanya, dan
aparatur yang mengikuti pcngcrabanaan perencanaan dan standar
pelayanan minimal (SPM)
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
dengan output peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga p€ncriEa manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
kerja mandiri rIXM) pemula, pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan, dan bantuan alat dan mesin pertanian pra panen
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan output penerima
bantuan iuran PBI JKN, keluarga yang mendapat bantuan sosial
bersyarat, mahasiswa yang mendapat Kartu Indonesia Pintar (KP)
kuliah, KPM yang memperoleh bantuan sosial scrobal<o, penyediaan
Elpiji 3 kg yang tepat sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik
korban bencana alara
Provinsi Gorontalo Peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditas perikanan dan
peternakan, melalui:
. Pengembangan sarana penunjang logistik, prasarana perikanan
tangkap, dan sistem rantai dingin produk perikanan, denga,i output.
pelabuhan perikanan yang dikembangkan, sarana penyimpanan,
gudang beku, sarana distribusi logistik, alat dan sarana penangkapan
ikan, dan kendaraan pemasaran ikan.
. Peningkatan daya saing guEber daya manusia pcdJrcdia jasa logistik,
kelembagaan, usaha kelautan dan perikanan, dengan output: diklat
pemberdayaan masyarakat, tata kelola budidaya ikan air laut,
peningkatan eksportir kelautan perikanan baru, peaatrtquan sosial
ekonomi kelautan perikanan, pelatihan D€tueas
berkas 7, hlm. 71 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
kesyahbandaran, serta pendampingan pelaku se-ktor industri Eaka.lratt,
laut, dan perikanan.
Kerja sama perluasan pasar, pcngeEbarEan koperasi, serta rantai pasok
ekspor produk perikanan, d(rry'Irt ouwt promosi usaha, investasi
strategis KP termasuk komoditas TCT (fu na-Cakalang-Tongkol) terpadu,
pelatihan intensif bootcanp dan magang baai pengurus dan pengelola
koperasi, penguatan sistem pengawasan koperasi, serta keda sama
internasional bidang kelautan dan perikanan,
Peningkatan kualitas dalt kuantitas hasil peternakan serta pengendalian
dan penanggul,angan penyakit ternak, deryan output bantuan pakan,
bibit dan bcdih ternak un8Sul, sertifikasi benih/bibit ternak, ternak
ruminansia potong dan perah, alat dan mesin sub sektor peternakan,
pembinaan dan pengawasan mutu, sarana prasarana kesehatan hewan,
dan l,ayanan optimalisasi reproduksi.
berkas 7, hlm. 72 OCR
5.6 Provinsi Sulawesi Barat
/ " Sulawesi HN
/1 | Tengah )
F8 D4 bs:
| , 1.
B4 a | SULAWESI
7 pe
D3 B5
ui
Hn LEGENDA
E4 O PT SA P P r Kawasan Komoditas Unggulan
N- PP ag db | Aa Jab
AL ” B7 Oa aj emng " Kawasan Swasembada
9... F. 3 3 LAIN Pangan, Air, dan Energi
Kawasan Afirmasi
4 D5 “ un Kawasan Konservasi dan
LI : KK N “ (@! ibu Kota Provinsi
&5 : B6 B3 ad 1 , ko) Bandar Udara
4 B1 AJ ko) Pelabuhan
D1 D2 | L me Jalan Nasional
Aa (“ O, Sulawesi ss“: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
9 3 3 Selatan N Batas Administrasi
|)
B. Kawasan Komoditas Unggulan .
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Perkebunan Kakao dan Kopi
1. Kabupaten Polewali Mandar ,
2. Kabupaten Majene Kawasan Konservasi
3. Kabupaten Mamasa Kawasan Konservasi dan Pengembangan Pulau
4. Kabupaten Pasangkayu Kecil .
5. Kabupaten Mamuju Tengah 1. Kabupaten Mamuju
Kawasan Perikanan Budidaya Kawasan Rawan Bencana ,
6. Kabupaten Polewali Mandar Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Makassar
7. Kabupaten Mamuju Strait Sulawesi Barat
2. Kabupaten Majene
3. Kabupaten Polewali Mandar
D. Kawasan Afirmasi 4. Kabupaten Mamuju
5. Kabupaten Pasangkayu
Kawasan Transmigrasi (KT)
1. KT Ulumanda, Kabupaten Majene
2. KT Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar
3. KT Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah
4. KT Sarudu Baras, Kabupaten Pasangkayu
5. KT Mambi Mahelaan, Kabupaten Mamasa
berkas 7, hlm. 73
Sasaran Pembangunan Provinsi Sulawesi Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
B1
B2
B3
B4
B5
Kawasan Perkebunan
Kakao dan Kopi
• B1: Kabupaten
Polewali Mandar
• B2: Kabupaten
Majene
• B3: Kabupaten
Mamasa
• B4: Kabupaten
Pasangkayu
• B5: Kabupaten
Mamuju Tengah
Pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan, serta hilirisasi
komoditas pertanian unggulan yang berkelanjutan serta implementasi
pertanian berketahanan iklim melalui :
• Penguatan akses pasar dan pembiayaan pengembangan komoditas
pertanian dan keturunannya, dengan output: pendampingan dalam
sertifikasi produk mutu pestisida, pupuk dan produk tanaman pangan,
hortikultura dan perkebunan
• Peningkatan produksi pangan nabati, dengan output: penyediaan alat
dan mesin pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan, jaringan
irigasi tersier yang direhabilitasi, optimasi lahan, alat dan mesin
pertanian pra panen sub sektor perkebunan
• Penguatan pasca panen pangan nabati, dengan output: dukungan
penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan dan sarana pengolahan
hasil tanaman pangan
• Pengembangan kawasan dan benih padi biofortifikasi, dengan output:
pengembangan kawasan padi kaya gizi (biofortifikasi)
• Pengembangan korporasi petani, nelayan, pembudi daya ikan, dan
petambak garam, dengan output: pendampingan lembaga yang
teredukasi akses pembiayaan, investasi, jaringan pemasaran dan ekspor
dan kelembagaan ekonomi petani yang dikembangkan
• Pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia pertanian muda,
dengan output: pembentukan lembaga pendidikan menengah vokasi
pertanian, pendidikan tinggi vokasi pertanian diploma tiga (D-III), dan
pendidikan tinggi vokasi pertanian sarjana terapan (D-IV)
• Pengembangan praktik pertanian berkelanjutan, dengan output:
penyusunan rekomendasi perlindungan LP2B dan pengendalian alih
fungsi lahan pertanian dan bangunan konservasi air dan antisipasi
anomali iklim
• Peningkatan kualitas dan kuantitas input peternakan
B6
B7
Kawasan Perikanan
Budidaya
• B6: Kabupaten
Polewali Mandar
• B7: Kabupaten
Mamuju
Pengembangan komoditas perikanan budidaya, melalui :
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat, dengan output: pengembangan
kampung perikanan budidaya, pengembangan jumlah klaster kawasan
revitalisasi tambak udang, dan jumlah kluster komoditas unggulan air
laut berbasis kawasan
• Pengembangan input produksi perikanan budi daya, dengan output:
produksi calon induk ikan air payau, ikan air laut, dan udang, produksi
pakan ikan untuk operasional UPT, produksi sampel monitoring
penyakit ikan yang diuji, jumlah benih ikan payau, ikan air laut dan
udang, penyaluran calon induk ikan payau, ikan air laut, dan udang
yang disalurkan ke masyarakat, jumlah benih ikan payau, ikan air laut,
0,3
0,3
58,7
43,8
0,332 – 0,336
0,345 – 0,349
4,97 – 5,97
9,00 – 9,73
76,22
61,65
0,54
0,51
1,07 – 1,76
1,41 – 2,00
85,32
84,82 5,5
(Rata-rata
2025–2029)
6,3
(2029)
berkas 7, hlm. 74 OCR
E]:FFIIitrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
dan udang ke masyarakat, dan pengujian sampel Sir4€lllaaoe Resistensi
Antimikroba (AMU/AMR) ikan air payau, ikan air l,aut, dan udang.
Peningkatan sarala dan prasarana pengolahan, sistem rantai dingin,
dan logistik perikanan, de'J:glN, o,tq,ux penyediaan sarana sistem rantai
dingin hasil KP, pembangunan unit pengolahan ikan (UpD,
pengembangan sarana distribusi logistik produk KP dan sarana
distribusi logistik produk KP.
DI
D2
D3
D4
D5
Kawasan Transmigrasi
(Kr)
. Dli I(T t luEsnda,
Kabupaten Majene
. D2: KT Tubbi
Tararnalru,
Kabupaten Polewali
Mandar
. D3: KT Tobadak,
Kabupaten Mamuju
Tengah
. D4: KT Sarudu
Baras, Kabupaten
Pasangkayu
. D5: KT Mambi
Mehalaan,
Kabupaten Mamasa
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Ulumanda di Kab. Majene, Kawasan
Transmigrasi 'I\rbbi TaraEanu di Kab. Polewali Mandar, Kawasan
Transmigrasi Tobadak di IGb. Mamuju Tengah, Kawasan Transmigrasi
Sarudu Baras di Kab. Pasangkayu, dan Kawasan Transmigrasi Mambi
Mehalaan di l(ab. Mamasa, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dsr sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
E1 Kawasan Konservasi dan
Pengembangan Pulau
Kecil
. El: Kabupaten
Mamuju
Pengembangan dan pengelolaan wisata bahari pada kawasan konservasi
perairan dan ekosistem pesisir, melalui:
. Peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan wisata kawasan konservasi
perairan, dengan output kawasan konservasi perairan yang operasional,
pengelola kawasan konservasi yang ditingkatkan kompetensinya,
destinasi wisata alan yang dikembangkan sarprasnya, dan fasilitasi
usaha ekonomi produktif masyarakat dalam pemanfaatan jasa wisata
. Peningkatan infrastruktur berketahanan bencana dan l,ayanan
peringatan dini bencana, dengan output Sarana SAR rafting boat,
prasarana search and rescue (SAR), pembangun& ekosistem aksi dini,
penguatan instrumen peringatan dini bencana, penguatan respons
sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat, dan penataan
bangunan kawasan rawan bencana
. Peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan
wilayah pesisir, dan pulau-pulau kecil
. Pengelola wisata alam dan wisata bahari secara berkelanjutan
. Peningkatan sarana dan prasarana pariwisata bahari
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi sektor pariwisata bahari
E2
E3
E4
E5
Kawasan Rauratr Bencana
G€Epa Bumi Makassar
Strait Sulawesi Barat
. E2: Kabupaten
Majene
. E3: Kabupaten
Polewali Mandar
. F.4i Kabupaten
Marauju
. E5: Kabupaten
Pasangkayu r
Pengelolaan risiko bencana kawasan rawan bencana gempa bumi di
Makassar Strait, melalui:
. Peningkatan upaya pencegahan, mitigasi dan resiliensi masyarakat
terhadap bencana, daryf,,r ouwt peDl rsunan Peta kawasan rawan
bencana gempa bu.Ei, pcnlrcdiaan peralatan monitoring dsnpak akibat
gempa bumi dengan p€f,alata,r intensitymDter d8,,, a@lerogrdph@clal'ui
IDRIP, penyediaan peralatan monitoring gempabumi dan tsunami
melalui Indonesia Dbastf,,- Resiuien@ Initiatives Project (IDRIB , fasilitasi
d8r pelayanan informasi gempa bumi dan tsutrarIi melalui Sekolah
Lapang Gempa Bumi (SLG) wilayah timur
. Pendampingan penanganan kedaruratan bencana, dengan output
penerapan l,ayanan pemerintah saat tanggap darurat dan pascabencana,
bantuan kepada korban bencana alar! berupa bantuan logistik tanggap
darurat, dan terselenggaranya operasi penanggulangan kebakaran
hutan dan lahan melalui pemadaman darat
berkas 7, hlm. 75 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a Pel,ayanan peringatan dini multiancaman bencana gempa brEri, dengan
ouq)ut. terpasangnya instrumentasi peringatan dini, persentase
kecepatan informasi iklim dan kualitas udara dan terlaksananya
pembinaan penguatan respons sistem peringatan dilli bencana berbasis
masyarakat
Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan sciseik
Penerapan Ivatu/a.Ilased. Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami
3
Provinsi Sulawesi Barat Peningkatan kualitas ekosistem gambut, melalui:
. Pemulihan lahan gambut, d@gl,J, ouwt: pemulihan lahan gsrtbut di
areal penggunaan lainnya, pelaksanaan Program Gambut Lestari,
Program Desa Mandiri Peduli Gambut, dar penilaian kinerja lingkungan
untu.k pengelolaan ekosistem gambut
. Pengelolaan data dan informasi lahan ga.mbut, dengan output:
penyediaan data dan informasi Kesatuan Hidrologis Gambut
Provinsi Sulawesi Baret Pengembangan hilirisasi rumput l,aut, melalui:
. Jaminan ketersediaan bahan baku industri rumput laut yang
berkualitas melalui peningkatan produktivitas sektor hulu, dengan
oLtprtj penJ rsunan rekomendasi tata kelola bidang budi daya rumput
laut, bibit rumput laut kultur jaringan yang disalurkan ke masyarakat,
sarana budi daya rumput l,aut yang disalurkan kc masyarakat,
infrastruktur Kawasan Budidaya RuEp\t Laut. - 'O@d for Ptospentv -
Infrastructure f$ Coral Reef Areas', dan klaster ru-mput laut berbasis
kawasan yang dibangun bagi masyarakat
. Pengembangan industri hilir rumput l,aut, dengan output. fasilitasi
investasi industri rumput l,aut bernilai tinggi (Karagenan (polisakarida),
Agar, Ibstnetik, Bilrruel, dan Bioplastik) dan pengembangan Biostirlulaa
berbasis rumput laut
. Peningkatan rantai nilai rumput l,aut, dengan ouquti penguatan koperasi
ruEput laut untuk memperkuat posisi tawar peta rumput laut dan
pengembangan jaringan infrastruktur pengolahan di dekat sentra
produksi rumput l,aut
. Peningkatan kapasitas tenaga kerja di industri rumput laut, dengan
outputj pelatihan dan pendampingan pengol,ah rumput laut terkait
praktik produksi dan pelatihan manajemen usaha nrEput laut dengan
memprioritaskan peran perempuan
. Peningkatan dukungan finansial bagi pembudidaya rumput l,aut, dengan
output: pe,letEqJo,i sistem insentif fisl(.l bagi petani y€Dg menggunakan
bibit berkualitas dan menerapkan teknik ramah lingkungan dan
penyediaan sl(ema kredit mikro dengan bunga rendah baai petani dan
pelaku usaha rumput l,aut
Provinsi Sulawesi Barat Pengembangan industri mesin dan perlengkapan, melalui:
. Pengembangan industri alat pertanian, de,iigta,J, output: pengembangan
industri alat mesin pertanian yang terfasilitasi dalam rangka penguatan
mekanisasi pertanian nasional
. Peningkatan adopsi teknologi, riset, dan inovasi bidang pertanian dan
perkebunan, d.,iE!N, output: pengembangan model percontohan
pertanian modem, purwanrpa Budidaya Tanaman yang dihasilkan,
purrrarupa budidaya ternak yang dihasilkan, purrrarupa hilirisasi
produk pertanian yang dihasilkan, terlaksananya uji ter"ap metode
pengujian mutu benih, kelompok tani yang mendapatkan diseminasi
melalui percontohan teknologi pertanian, kelompok tani yang terfasilitasi
program IPDMIP, pembangunan irigasi perpipaan pertanian untuk
penambahan areal tanam, pembangunan bangunan konservasi air dan
antisipasi anomali iklim untuk penambahan areal tanam
. Fasilitasi pengembangan industri padat karya terampil, d€,iraan output
pengawasan dafl pengendalian terhadap pemenuhan dan kepatuhan
kebijakan di bidang perindustrian sektor industri makanan, hasil laut,
dan perikanan
berkas 7, hlm. 76 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Sulawesi Barat Penguatan layanan transportasi, infrastruktur konektivitas (konektivitas
jalan, konektivitas darat, konektivitas laut, serta konektivitas udara) dan
sarana penunjang logistik untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan
pembangunan, melalui:
. PenarEsnanjalan daerah, dengan output: pembangunan jalan/jembatan
daerah dan preservasi jalan/jembatan daerah
. Peningkatan keselamatan angkutan darat, de'ig8ur output pelaksanaan
kampanye/sosialisasi/promosi keselamatan lalu lintas dan angkutan
js.lan dan pengembangan/pemasangan fasilitas keselamatan jalan dan
daerah yang menyusun rencana aksi keselamatan lalu lintas dan
angkutan jalan
. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, dengan output
pembangunan/pengembangan pelabuhan simpul utama
. Pengembangan bandara dengan output pengembangan bandara Tampa
Padang (I(ab. Mamaju) dan Bandara Sumarorong (Kab. Mamasa)
. Pembangunan jaringan distribusi dan terisolasi serta listrik pedesaan,
deng.n output. peningkatan pasokan tenaga listrik daE pemasangan
sambungan bam listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
Provinsi Sulawesi Barat Peremajaan kota (urban renewal g€.c8Ea inklusif dan terpadu, serta
pemenuhan sarana dan prasarana dasar permukiman seperti air minum,
sanitasi a.man, dan pengelolaan persampahan dari hulu ke hilir berbasis
teknologi tepat guna, penguatan infrastruktur ketenagalistrikan, serta
penguatan dan perluasan infrastruktur telekomunikasi, melalui :
. Pemenuhan akses air minum aman terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan
output pembangunan SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM
regional, peningkatan SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM
regional, perluasan SPAM kabupaten/kota, pembinaan teknis bidang air
minum, dan fasilitasi pengembangan teknologi dan pengelol,aan
peralatan bidang air minum, termasuk pada SPAM Regional Polewali
Mandar-Majene
. Penguatan tata kelola dar kapasitas kelembagaan SPAM, den8laD outl,4t
pembinaan dan pengawasan pengembangan SPAM, daerah yang
difasilitasi dalam penerapan SPM urusan Pekerjaan umum berdasarkan
tipologi daerah
. Percepatan pemenuhan akses sanitasi aman untuk berkelanjutan, dan
berketahanan iklim masyarakat, dengan output pengembangan sistem
pengelolaan air limbah domestik terpusat skala regional, skala kota,
skala permukiman, dan berbasis masyarakat, serta sistem pengelolaan
air limbah domestik setempat skala kota
. Pengelolaan sumber daya aif berkelanjutan dan produktif, dengan
output rehabilitasi daerah irigasi multiLomoditas
. Fasilitasi peningkatan kualitas rumah, de'i,g,,I output pemugaran,
peremajaan, serta yang dilakukan pemukiman kembali di p€!'EukiEan
kumuh
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenia.l dan generasi z
. Peningkatan penyediaan dan layanan listrik, dengan output
pengendalian pembangunan pembangkit listrik dan pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan gardu distribusi, pembangunan
infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik serta
infrastruktur gardu induk, dan perluasan cakupan layanan
ketenagalistrikan
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, dengan
output: persentase P/o) pelaksanaan program direktorat layanan
telekomunikasi dan informatika badan usaha dalam rangka
pemanfaatan kapasitas Da.laDa ring barat 70 persen, palapa rino tengah
berkas 7, hlm. 77 OCR
No Lokasi Prioritas Hr?rulbfu Indikasi Int rvensi
45 pers€n, palapa ring timur 45 p€rs€o, dengan seruice level agreencnt
(SLA) minimal 95 pcf,scn dan jumlah lokasi Jrang memperoleh sinyal
telekomunikasi bergerak seluler (base transceiver station/lastmile 4Gl di
wilayah pelayanan universal telekomunikasi dan informatika (kuDulafi0
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, dengan ouwt
pembinaan pada Fasilitator/Enabler Digital PMSE, pelaksanaan
pemantauan/monitoring bimbingan teknis pada pelaku usaha PPMSE
dan PSP di bidang PMSE, dan peningkatan literasi masyarakat di bidang
digital
Perluasan layanan penyiaran digital, dengan output: pembangunan
EansErisi, pengadaan infrastruktur teknologi informatika datl media
baru, dan l,eEsntaua[ terjadinya dounLri"l€ siaran (tidak lebih dari 7 janr
o€r bulanl
:,]
Provinsi SulawEsi Barat Percepatan pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistem
Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), penyaluran bantuan sosial adaptif,
serta pemberdayaan masyarakat terutama pada perdesaan dan daerah
afirmasi, melalui:
. Revitalisasi dana sosial keagamaan untuk pengentasan kemiskinan,
dengan output penyelarasan data mustahiq dan data kemiskinan
regsosek, pembinaan dan penguatan lembaga amil zakat dan nadzir
wakaf, lembaga dana amal paramita, lembaga amal kasih Katolik, dan
lembaga amal sosial kristiani terkait program pengentasan kemiskinan,
pembedayaan rumah tangga miskin melalui kampung ZISWAF
. Penguatan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
dengan auqrut. pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial, data
terpadu kesejahteraan sosial, mustahiq yang diselaraskan datanya, dan
aparatur yang mengikuti pengembangan perencanaan dan standar
pelayanan minimal (SPM)
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
derrgi8trr output: peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga penerima manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
kerja mandiri (TKM) pemula, pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan, dan bantuan alat dan mesin pertanian pra panen
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dc,nga'n output pemberian
bantuan iuran PBI JKN, pemberian bantuan sosial bersyarat,
penyediaan Kartu Indonesia Pintar (KJP) bagi EahaEirna, KPM yang
memperoleh bantuan sosial sc,3bako, penyediaan Elpiji 3 kg yang tepat
sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik korban bencana alam
Provinsi SulawEsi Barat Penguatan sistem tata kelola pendidikan vokasi (SMA, SMK dan Politeknik)
untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang difokuskan untuk
mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian dan perkebunan,
melalui:
. Pemerintah daerah yang dibina d.lAm mengoptimalkan p.raanfaata[
anggaran pendidikan, dengan output pendampingan p€oiEtkatan mutu
pada sekolah menengah atas (SMA)
. Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah Jrang mendapatkan
pendampingan dalam peningkatan kualitas, dengan output
pendampingan program sekolah penggerak
. Penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik dan pendidik, dengan
output pendampingan dalqE rangka menuntaskan perundungan,
kekerasan seksual, dan intoleransi pada ekosistem pendidikan di
kabupaten/kota
. Revitalisasi Sarana Pendidikan (PHTC), dengan output penyediaan
prasarana SMAKN
. Revitalisasi sarana dan prasar"ana sekolah dan madrasah pada seluruh
jenjang pendidikan
. Penerapan sistem pembelajaran SMK berbasis industri, de/nga,n output
p€iryrmbangan SMK sebagai pusat keunggulan, pengembangan
pendidikan produk kreatif dan di SMK, pendampingan
berkas 7, hlm. 78 OCR
No Lokasi Prioritas H{?rurah, Indikasi Intervensi
a
peningkatan mutu darr pengajaran berbasis, pabrik Teaching Factory di
SMK
Peningkatan kapasitas dar pemerataan pendidik SMK, &,rgln output
pelatihan kurikulum yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia keda
bagi guru kejuruan, pengembangan inovasi model pembelajaran vokasi
mengacu pada dunia kerja, dan pendampingan kepada pendidik dan
tenaga kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling d& reskilling
berstandar industri
Sertifikasi Kompetensi siswa SMK/MAK, d.rryan output penguatan
persiapan program magang luar negcfi dan fasilitasi sertifikasi
kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia keda
Provinsi Sulawesi Barat Penguatan kapasitas sistem pelayanan kesehatan (pemenuhan sarana
prasarana dan alat, tenaga medis dsrr tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan
kesehatan), melalui:
. Peningkatan kapasitas puskesmas dan unit pelayanan kesehatan di
tingkat desa/kelurahan serta pelayanan kesehatan di daerah sulit aksca,
denga,i output pengukuran dan pelaporan mutu puskesmas,
penyediaan sarana, pemenuhan alat kesehatan, peningkatan
keterampilan kader kesehatan, pemantauan keaktifan posyandu,
revitalisasi posyandu dan pemberdayaan masyarakat, pembinaan
pelayanan berbasis gugus pulau di wilayah kepulauan, dan pembinaan
RS Kapal di wilayah kepulauan
. Peningkatan produksi, pendayagunaan, dan kapasitas SDM kesehatan,
denga,i output akselerasi rekomendasi produksi dokter dan dokter
spesialis, bantuan program pendidikan SDM kesehatan, pembinaan dan
pengawasan SDM kesehatan, dan pelatihan strategis SDM kesehatan di
RS Pemerintah
. Penguatan tqta kelola dan kepesertaan JKN, dengan output: koordinasi
pelaksanaan optimalisasi jaminan sosial kesehatan pusat dan daerah,
pemberian bantuan iuran PBI JKN, dan pemberian bantuan iuran
kepada Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja
(BP)
. Penurunan kematian ibu dan anak melalui seluruh persalinan dilakukan
di fasilitas pel,ayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat
deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pel,ayanan kegawatdaruratan n ibu
dan enek
Provinsi Sul"awesi Barat Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pengendalian penyakit,
melalui:
. Penguatan intervensi spesifik stunting dan sensitif stunting, dengan
ouq t ibru hamil dan balita yang mendapat makanan tambahan dari
Butet s,ack, Tenaga Kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan
kapasitasnya, Infrastruktur air minum berbasis masyarakat, keluarga
yang mendapat bantuan sosial bersyarat, penyediaan makanan
tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi, dan layanan
imunisasi pendukung pencapaian stunting.
. Peningkatan upaya pencegahan TBC, dengan output tenaga kesehatan
terlatih untuk pencegahan dan pengendalian, layanan skrining mobile
dan fasyankes, layanan pencegahan dan pengendalian, serta alat, bahan,
dan paket vaksin TBC.
. Pengendalian penyakit Kusta, dengan output dukungan penyediaan alat,
bahan, dan tenaga terlatih pencegahan/pengendalian, penyediaan obat
dan logistik MDT, pendampingan dan pemantauan pengobatan,
pemberian obat pencegahan, dan pemantauan penderita kusta pasca
pengobatan.
berkas 7, hlm. 79 OCR
6. Wilayah Maluku
6.1 Provinsi Maluku
(NX » DS
N ' N AN Kota Ambin MPN Es “..
BA Rata . MALUKU
Va AY
Et A13 .
1 LEGENDA
f — 5 D5 03 6 Ar,
- “.3 “PAN Kawasan Pertumbuhan
"ea he |
, Goa ) . Kawasan Komoditas Unggulan
3 4 / Kenesan Swasembada Pangan, Air
e 4 | Y
. 0, , $ ) Pa Kawasan Afirmasi
: 7 Pa Kawasan Konservasi dan Rawan
. “G0 - tar/ C6
3 p2.— yA Bo (@) wu Kota Provinsi
rb & 2 9
. . "2 @ Bandar Udara
9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan
Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata @
1. Kawasan Pariwisata Banda Neira — Kab. Maluku Tengah mma Jalan Nasional
Kawasan Industri Pemanfaatan Gas Bumi mmm Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Kawasan Pemanfaatan Gas Bumi (Blok Masela) - Kab. Kepulauan Tanimbar Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
3. Kota Kecil Berkarakter Khusus Banda Neira — Kab. Maluku Tengah
4. Kawasan Perkotaan Sedang Ambon - Kota Ambon
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
. 1 , Kawasan Perbatasan
Gentra Industri Berbasis Han NN PKSN dan Wilayah Pendukung
1 -ahia Antena 1. PKSN Saumlaki, Kec. Tanimbar Selatan dan Kec. Tanimbar Utara — Kab.
2. Kota Tual Kepulauan Tanimbar
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT, 2 ad na ga Da sana
Kecamatan Perbatasan Prioritas
Udang, dan Lobster 1 5 . , ,
. 3. Kec. Kei Besar Selatan, Kei Besar, Kei Besar Utara Timur, Kei Besar
3. Kab. Seram Bagian Barat
Selatan Barat -— Kab. Maluku Tenggara
4. Kab. Maluku Tengah : , AN #
4. Kec. Aru Tengah Timur, Aru Tengah Selatan, Aru Selatan Timur, Sir-Sir —
5 Kab. Maluku Tenggara
6. Kab. Kepulauan Aru Kab. Kepulauan Aru
| | 5. Kec. Pulau Dullah Selatan — Kota Tual
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan, 6. Kawasan Perdesaan Waeapo Agropolitan Berbasis Komoditas Unggulan
Air, dan Energi Padi — Kab. Buru
1. Kab. Buru: potensial pangan, potensial air E. Kawasan Konservasi
2. Kota Ambon: potensial energi . . .
3. Kab. Maluku Tengah: potensial pangan, 1. KKN Laut Banda, TWA Gunung Api Banda, KK Perairan di Pulau Ay dan
potensial air Pulau Rhun — Kab. Maluku Tengah
4. Kab. Seram Bagian Barat: potensial 2. KKD Pulau Kei Kecil - Kab. Maluku Tenggara
energi 3. KK Perairan Buano — Kab. Seram Bagian Barat
5. Kab. Maluku Tenggara: potensial pangan 4. KK Kepulauan Aru bagian Tenggara — Kab. Kepulauan Aru
6. Kab. Kepulauan Tanimbar: potensial air 5. KK Perairan Kepulauan Lease -
- Kota Ambon dan
- Kab. Maluku Tengah
berkas 7, hlm. 80
SK No25l254A
Sasaran Pembangunan Provinsi Maluku
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Banda
Neira (Kab. Maluku
Tengah)
Pengembangan kawasan pariwisata Banda Neira di Kab. Maluku Tengah
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: penanganan jalan
daerah, peningkatan fasilitas pelabuhan dan dermaga
• Peningkatan daya tarik pariwisata alam, sejarah, dan budaya banda,
dengan output: pengembangan desa wisata, pengembangan atraksi
wisata budaya, penyediaan prasarana bidang pariwisata dan
kebudayaan, pendukungan event daerah, pembangunan pusat informasi
kepariwisataan, termasuk konten peta wisata (tourism map) yang
berkualitas, serta pemanfaatan cagar budaya dan aset sejarah
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: penyediaan akomodasi dan restoran yang
berkualitas, kios cinderamata, pengembangan pasar tematik wisata,
serta penyediaan layanan kesehatan wisatawan
• Pengembangan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi dan pembinaan masyarakat lokal yang
tersertifikasi di bidang pariwisata, penguatan tata kelola desa wisata dan
kampung adat
• Penguatan dan perluasan promosi dan pemasaran, dengan output:
promosi terpadu secara nasional dan internasional, serta pembangunan
jaringan pengetahuan dan media rekonstruksi diplomasi budaya jalur
rempah
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: peningkatan akses pembiayaan, literasi bisnis
dan mutu produk IKM/UMKM, pembentukan dan pembinaan BUMDes
dan koperasi berbasis pariwisata, perikanan, dan perkebunan
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Blok Masela
(Kab. Kepulauan
Tanimbar)
Percepatan pemanfaatan gas bumi untuk industri di Kab. Kepulauan
Tanimbar (Blok Masela) melalui:
• Penyiapan wilayah kerja pengembangan, dengan output: penetapan
wilayah kerja pengembangan gas bumi dan wilayah keprospekan migas
• Pengembangan infrastruktur dan teknologi pengolahan dan
pemanfaatan gas bumi, dengan output: pembangunan jaringan gas bumi,
sarana prasarana produksi pemanfaatan gas bumi, serta penyiapan
pembangunan infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan
transmisi/distribusi gas
• Penyiapan kapasitas SDM, dengan output: pembangunan sarana
prasarana dan program studi pendidikan tinggi vokasi berbasis industri
migas
• Penyiapan pembangunan sarana dan prasarana luar kawasan, dengan
output: pembangunan SPAM, SPAL, sistem pengelolaan sampah, akses
internet, jaringan listrik, serta pembangunan RTH dan ruang terbuka
publik
0,3
0,3
50,5
34,8
0,239 – 0,243
0,282 – 0,287
8,03 – 9,03
13,01 – 13,51
100
42,88
0,52
0,49
5,07 – 5,57
5,55 – 6,03
83,10
7,3 82,43
(Rata-rata
2025–2029)
8,4
(2029)
berkas 7, hlm. 81 OCR
No L,okasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
. A3: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Banda Neira (Kab.
Maluku Tengah)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Banda Neira melalui:
. Penataan ruang kota, dengan output penetapan RDTR dan RTBL,
penataan lanskap dan pembangunan fasilitas rekreasi, termasuk
diantaranya penyediaan udgli^dir\g, pembangunan prcma\ad.e
sepanjang pantai, pctlg€rab{l8an shared-street, street furniture, da,n
manajemen lalu lintas di kawasan perkotaan
. Peningkatan citra kota, deng.n output pemanfaatan cagar budaya
lodaptiw reuse) sesuai branding kawasan, penguatan promosi mela.lui
media cetak, elektronik, dan media lainnya di dalam dan luar negeri
. Peningkatan sauana prasarana dasar perkotaan, dengan output
peningkatan SPAM, SPAL, drainase, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
l,ayanan penyiaran digital, penyediaan akses internet dan listrik berbasis
EBT, penataan kawasan, serta peremajaan/pemugaran permukiman
kumuh, bantuan pembangunan rumah swadaya, serta penyediaan
fasilitas asrama pendidikan
. Penguatan peran kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akscs simpul transportasi,
pembangunan/peningkatan jalan desa strategis, serta pengembangan
bandar udara dan pelabuhan
. Peningkatan tatq kelola pelayanan publik, dengar output:
pengembangan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap yang transparan dan
akuntabel, serta penerapan Mal Pelayanan Publik (MPP) digital
A4 Kawasan Pertumbuhan:
. A4: Kawasan
Perkotaan Sedang
Ambon (Kota Ambon)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Ambon melalui:
. Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output rencana induk (masterplan)
. Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
. Peningkatan sarana prasarana pel,ayanan dasar perkotaan, dengan
output pembangunan dan peningkatan jalan, transportasi umum
massal perkotaan, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik dan TIK, PSU
bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R, perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan penyiaran
digital, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan oxPuf penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
BI
B2
B3
84
B5
86
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol, udang,
dan lobster)
Penyiapan pengembangan s€dtra industri berbasis komoditas tuna-
cakalang-tongkol, udang, dan lobster melalui:
. Penguatan sentra produksi perikanan, de'i,g8ur output peningkatan
sarana prasarana penangkapan ikan
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi,, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, de,rgFm output pengembangan
industri pengol,ahan, diversifikasi produk perikanan, peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikalt (T?tl, pengembangan rantai dingin,
distribusi logistik, penjaminan mutu produk perikanan, perluasan
ckapor dan promosi produk pcrika[on, pembentukan/pengembangan
dan pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan perdaraphgan pengembangan industri,
dengan output pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapan kurikulum liat a[d match dargan dunia kerja
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kampung nelayan
Sentra Industri
. Bl: Kota Ambon
. B2: Kota Tual
Sentra Produki
. 83: Kab. Maluku
Tengah
. 84: I(ab. Seram
Bagian Barat
berkas 7, hlm. 82 OCR
No L.kasi Prioritas .Eftbruigh, Indikasi Intervensi
85: Kab. Maluku
Tenggara
86: Kab. Kepulauan
Aru
dar desa perikanan cerdas (smart Jtshenbs village), *rfq penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
Peningkatan aarana prasarana pendukung, dengan output
pengembangan dan peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan, serta
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses intcmet cq)at
Pengembangan rhet dan inovasi teknologi, dengan oztpxt peningkatan
penerimaan bantuan pendanaan penelitian r,/,,,ohi^g fuqil (BOPTN
penelitian) terkait riset hilirisasi produk perikanan, serta penerapan
telqtolod ekonomi digital
Provinsi Maluku Pengembangan aksesibilitas dan konektivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dafl sosial masyarakat intra dan antar pul,au melalui:
. Pembangunan dan petringkatanjalafl strategis,jalan Eanq dan jalan 3T,
dengll,t output, pembangunan Jalan Trans Buru, Seram, Moa, dan
Yamdena, penanganan jalan daerah dan jalan 3T di antaranya di Pulau
Kci Besar, Kepulauan Aru, serta peningkatan jalan mendukung akses
pelabuhan laut (Pel,abuhan Ambon dan Pelabuhan Amahai)
. Pengembangan pelabuhan dsr penyediaan jaringan pelayaran, dengan
orrpr.t peningkatan fasilitas Pelabuhan Dobo, Pel,abuhan Mahaleta,
Pelabuhan Eray, Pelabuhan Marsela, Pelabuhan Namrole, Pelabuhan
Banda Eli, dar Pelabuhan Sofyanin, pelayaran kapal Ro-Ro,
penyelenggaraan layanan transportasi laut dan penyeberangan perintis,
serta pengembangan Pelabuhan Ambon sebagai simpul transhipment
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bando:a, dengan
output pengembangan Bandara Pattimura, Bandara Kufar, Bandara
Langgur, dan Bandara Dobo, pengembangan sgqplaae dan penerbangan
perintis mendukung konektivitas wilayah perairan
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, sertqjadntan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat, serta
layanan penyiaran g,tal
Kota Ambon
(perikanan)
Kota Tual (p€rikanan)
Kab. Maluku Teogah
(padwisata dan
ekonoei lceati0
I(ab. Kepulauan
TaEiEbar (industri
migas)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wil,ayah (perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif, industri. serta
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan Dl,rDI melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, rcrta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas Pendidikan dall Balai Latihan Kerja (BHq
. Pengembangan prog:am studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yatrg mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan Euhr dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenaga kependidikan vokasi, serta tenaga kependidikan yana
mengikuti Lpslolliag d8r reskilling berstandar industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan o{rPuf
pendidikan tinggi dsn vokasi yang mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitas kelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yatlg bermitra
dengan dunia kerja
1
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
Penguatan kawasan swasembada pattgal berbasis tanaman pangan (padi,
ubi, dan kedelai) dan pangan akuatik/ bfuerood berbasis perikanan budidaya
dan perikanan tangkap, melalui:
berkas 7, hlm. 83 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
c5 Cl: Kab. Bum (padi,
pangan akuatik)
C3: Kab. Maluku
Tengah (padi,
kedelai, pangan
akuatik)
C5: Kab. Maluku
Tenggara (ubi,
rumput laut)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Kepulauan Aru
(sagu)
. I(ab. Kepulauan
Tanimbar (padi)
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
Pangan tinggi
s) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dal/atau
Indd<s lGtehanen
Pangan rentan atau
sangat rentan
. Penguatan produksi, dengan output: optimasi kawasan pertanian padi,
kedel,ai, dan ubi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPl)
tanaman pangan, penyaluran benih ikan, serta revitalisasi lahan
tambak, revitalisasi lahan budidaya sesuai zonasi, serta pengembangan
unit produksi bibit berkualitas dan penyaluran bibit rumput laut
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dcogan ou,p&t peningkatan jalan usaha tani, pembangunan
embung pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan
jalan akses menuju sentra pangan loka.l, serta penyediaan sarana pra,
pascapanen, dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan, pengadaan
gudang lumbung pangan, serta peningkatan sarana dan prasarana
penangkapan ikan dan akuakultur
. Penguatan kapasitas SDM (petani, nelayan, dan pembudidaya ikan),
de,i,ga,i output. penguatan dan pelatihan kelompok tani GAP (Good
Agriculture hadi@q, GHP (Good Handling tuocAi@q, dan PHT
(Pengendalian Hama Terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership petani,
nelayan, dan pembudidaya ikan pada aset dan lembaga yang telah
dibentuk, serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, deng,,A output
pengembangan dan penguatan inkubator koperasi, serta peningkatan
sistem logistik pangan lokal
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan sagu dan padi,
penguatan kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman
pangan, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, pemberian bantuan
pangan dalam rangka pengendalian kerawanan paflEa!, peningkatan jalan
usaha tani, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi, serta
penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil tanaman pangan
C2 Kawasan Potensial
C4 Swasembada Energi:
. C2: Kota Ambon'
. C4: IGb. Seram
Bagian Barat'
Kawasan Rendah
elektrifikasi:
. Kab. Scf,ara Bagian
TiEurs
. Kab. Kepulauan
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel, serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBTI sesuai dengan potensi
daerah dan dedicsclhasi, df,]jga,J. output pembangunan pembangkit
listrik tenaga EBT berbasis biomassa (PLTBio dan surya (PLTS),
pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), pemetaan potensi EBT
lainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik,
serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, de,J;ga,i output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju l,eEban8kit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui Ircrluasaa
cakupan layanan keteE galirtsikan, dc\g,,i,, output pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belu.E berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
banEkitan EBT tinggi
*') Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah atau
P€ricDtarc rumah
tangga yang tinggi
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bukan
listrik
berkas 7, hlm. 84 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
c1
c3
c6
I(aE asan Potensial
Swasembada At:
. Cl: Kab. Buru'
. C3: Kab. Maluku
Tengah*
. C6: IGb. Kepulauan
Tanimbar*
I(an'aran Rawan Air:
. Kab, Maluku Barat
Daya*
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan air tinggi
**) Indikasi lokasi yang
memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan swasembada air, terutama di pulau-pulau kecil
Eclalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan Bendungan Way Apu, Bendungan Way Yori dsn
Bendungan Tanimbar
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku a.lternatif, dengan output pembangunan embung, penyediaan
infrastruktur desalinasi air laut di pulau-pulau kecil, serta pengeboran
sumber air di daerah terpencil rawan air
D1
D2
D3
D4
D5
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah
Pendukung:
. Dl: PKSN Saumlaki,
serta Kec. Tanimbar
Selatan dan Kec.
Tanimbar Utara (Ikb.
Kepulauan
Tanimbar
. D2: PKSN Ilwaki
(I(ab. Maluku Barat
Daya)
KccaEatafl Perbatasan
Prioritas:
. D3: Kec. IGi Besar
Selatan, Kei Besar,
IGi Besar Utara
Timur, Kei Besar
Selatan Barat (Kab.
Maluku Tenggara)
. D4: Kec. Aru Tengah
Timur, Aru Tengah
Selatan, Aru Selatan
Timur, St-Sir (Ikb.
Kepulauan Aru)
. D5: Kec. hrl,au
DuUah Selatan (Kota
Tual)
Penguatan kac,asa[ perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Saumlaki dan ns,aki, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, dengan output penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, peningkatan akses internet dan listrik, serta pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pengembangan
sentra perikanan budidaya terutaEa di PKSN, deaga,I output
peningkatan pelabuhan perikanan di lokasi SKPT (SKPT Saumlaki dan
SKPT Moal yang dikelola dan operasional sesuai standar, penyaluran
sarana budidaya ikan ke masyarakat, pengembangan rumah bibit dan
penyaluran bibit rumput laut, peningkatan kapasitas masyarakat di
bidang kelautan dan perikanan di kaqraEan perbatasan, serta
peningkatan fasilitas Pel,abuhan Tepa, Eray dan Mahaleta, serta fasilitasi
sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Penataan ruang kawasan dan pcflanAgulsngan bencana kawasan
perbatasan, de'rglDn auwt. pen] rsunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Maluku
. Penguatan tata kelola pemerintahan, de,rg,m output piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN
berkas 7, hlm. 85 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?tu Indikasi Intervensi
D6 Kawasan Afirmasi
I(a$,asart Perdesaan
Prioritas
. D6: Kawasan
Perdesaan Waeapo
Agropolitan Berbasis
Komoditas Unggulan
Padi (Kab. Buru)
Pengembangan Kawasan Perdesaan Waeapo Agropolitan Berbasis Komoditas
Unggulan Padi melalui:
. Penyediaan layanan dasar ska.la desa dan perdesaan, serta perlindungan
sosial yang sesuai standar, dengan output penyediaan rumah layak
huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem drainase, dan pengelolaan
sampah berbasis 3R, serta pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output: pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal,
dan lan qiput pembentukan/pengembangan &n pendampingan
IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan agropolitan
dan produk unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dengan output fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalam pengembangan agropolitan
Penguatan sekolah
berpola asrama dan
sekolah terbuka:
. I&b. Buru Selatan
. I(ab, Kepulauan Aru
(Daerah Tertinggal)
. IGb, Maluku Barat
Daya (Daerah
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
. Ihb. Kepulauan
Tanimbar (PKSN
Saumlaki)
Penguatan sekolah
terbuka:
. Kab. Maluku
Tenggara
. Kota Tual
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan sekolah berpola asrama,
sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk sekolah terbuka, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan,
&ngF(r output: penataan guru dikdas dan dikmen serta peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti inovasi
pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas d,En dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output. pemberian progra.m Indonesia pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, pemberian
beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan pendidikan tinggi
(adik), serta fasilitasi daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan anak usia sekolah dan remaja
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, de,]jgut output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah, pcrabaflgunan
gedung a$ama beserta kelengkapannya, serta peningkatan akscB
internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh
o Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dalr akredita.si pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah sct opat, dengan
ortput pcngeEbaruan kurikulum dan sist€ra penjaminan mutu
pendidikan, pengembangan model kurikulum yang adaptif dan
kontekstual
Provinsi Maluku Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya loka.l, diantaranya di
Kawasan Banda Neira melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan da/rgaa output.
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan perobhaan
lembaga kebudayaan