Lampiran IV (lanjutan), bagian 2 dari 2

berkas 7, hlm. 86 OCR
rEIrHrfilTIfil.-IIf+TA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya,
fasilitasi peningkatan penulisan sejarah lokal, serta monitoring dan
evaluasi pelestarian cagar budaya, aset sqarah dan budaya,
penyelenggaraan event diplomasi cagar budaya dan objek pemajuan
kebudayaan (OPK), dan pelestarian objek diduga cagar budaya (ODCB)
dan OPK
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output: event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event fiLm dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta elred prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
I(ab. Buru
I(ab. Buru Selatan
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan
kualitas RS dan pengembangan pendekatan khusus layanan kesehatan di
daerah sulit akses termasuk pelayanan kesehatan bergerak (mobile ,1@,dlth
services) melalui:
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, de,iigj,o, outputi
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi, pengadaan peralatan kesehatan dan
pendukungnya untuk rumah sakit, penyediaan sarana, prasarana, obat,
dan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak
da,r telemedicine, serta peningkatan infrastruktur TIK untuk mendukung
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis, dengan output:
penugasan kfruEus tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes
primer dan pelayanan kesehatan bergerak, serta pendayagunaan dokter
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
denga'r output, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis s
pel,aksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pel,ayanan kesehatan
bergerak, dengan output penyediaan moda transportasi berbasis
perairan yang terintegrasi dengan moda transportasi eksisting
. Pemberian hs€ntif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga kesehatan
I(ab. Seram Bagian
Timur
Kab. Kepulauan Aru
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
tr(ab. Maluku Barat
Daya (Daerah
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
Kab. Kepulaua!
Tanimbar
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas
dan PKSN SauE aki)
Kota Tual
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Layanan Unggulan RS:
Seluruh Kab/Kota
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab. Maluku
Tenggara
. IGb. Maluku Tengah
. Kab. Kepulauan Aru
. Kota Tual
Penanganan Penyakit
Malaria: 8 kabupaten di
Provinsi Maluku
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TtsC, dengan or@ut penyediaan
tcoaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
Lay€rlan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, deng8,i output
penyediaan alat dan bahan kcrchatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, serta peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA,L
. Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan output penyediaan
tcnara kesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih serta
berkas 7, hlm. 87 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penanganan Penyakit
ISPA:
. Kab. Maluku TEngah
. Kab. Maluku Barat
Daya
. I(ota Ambon
. Kota Tual
Penanganan Penyakit
pneumonia:
. I(ab. Buru
. IAb. Kepulauan Aru
. I(ab. Seram Bagian
Timur
. I(ab. Maluku Barat
Daya
Penanganan Penyakit
rabies:
. Kab. Kepulauan
Tanimbar
. Kab. Maluku Tengah
. Ihb. Seram Bagian
Barat
. Kab. Maluku Barat
Daya
. Kota Ambon
Penanganan penyakit
kusta: Provinsi Maluku
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia, dengan output
peningkatan layanan intensifikasi penemuan kasus dan deteksi dini
pneumonia dan peningkatan alat dan bahan kesehatan untuk deteksi
dini dan pencegahan pneumonia
Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, serta tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Elirlinasi penyakit rabies, dcn8an output penyediaan obat dan
perbekalan kesehatan serta penyediaan obat hewan
Provinsi Maluku Penguatan percepatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
perbaikan gizi lainnya melalui:
. Peningkatan gizi, dengan output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dili buffer stock, *rta
implementasi Program Gizi Seimbang dar Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-An k Minum Susu, serta Penambahan Vitamin
. Peningkatan akrca air minum dan sanitasi layak da,l aman, dcngan
ouPut peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu den anak, dengan
output. penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dsn
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
:') WPP 714 (perbatasan
perairan dengan
Timor Leste)
WPP 715 (perbatasan
pera an dengan
Australia)
Penguatan pertahanan keamanan melalui peningkatan kerja sama
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
bernama, serta pemberantasan praktik IUU Fishing melalui:
Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, d€.r{larl ouwx
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
SK No25l27l A
berkas 7, hlm. 88 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbruiqh, Indikasi Intervensi
Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antarpihak dengan negara-negara
tetangga seperti Timor Leste dan Australia
Penguatan tata kelol,a d€[ kelembagaan, dengan output: operasionalisasi
lembaga pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara
republik Indonesia WPPNRI), pemberantasan perburuan liar,
pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta IUU
(illegal, unreported, unregulated fishing.
Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output revitalisasi sara.na prasarana ocrta perawatan armada
pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP)
EI
E2
E3
FA
E5
Kawasan Konservasi:
. Et: KKN Laut Banda,
TWA Gunung Api
Banda, KK Perairan
di Pulau Ay dan
Pulau Rhun (Kab.
Maluku Tengah)
. E2: KKD Pul,au IGi
Kecil (I(ab. Maluku
Tenggara)
. E3: KK Perairan
Buano (Kab. Seram
Bagian Barat)
o Bl: KK Kepul,auan
Aru bagian Tenggara
(Kab. Kepulauan Aru)
. E5: KK Perairan
Kepulauan Lease
(Kota Ambon dan
Kab. Maluku Tengah)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, pengendalian kebakaran di kawasan konservasi, serta
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output. inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawas€rt
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, ocrta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Pengembangan potensi geopark di TwA Gunung Api Banda, dengan
output pengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata dan
fasilitasi usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat
Provinsi Maluku Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, s€f,ta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat ddam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dcngafl dnput penguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan aarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air datr antisipasi anomali iklim,
penerapan tudfitre-bdsed. solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dcDgan output
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, s€rtq perlindungan jalur jelajah ratq,a
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, delqlan output pemulihan
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan
berkas 7, hlm. 89 OCR
6.2 Provinsi Maluku Utara
317 ta MALUKU
PA Co SNN UTARA
“ dal S d M
: Kota Si aa y |
5 N ad
Krn" LEGENDA
SN TI Pf s Kawasan
SN A n Pertumbuhan
Ae LX Ng 23, Kawasan Komoditas Unggulan
Liu y 8 K Ss badi
AN Pa awasan Swasembada
CX ho X3 ” Pangan, Air, dan Energi
— 1. » Kawasan Afirmasi
aa Kawasan Konservasi dan
£ N » Ng Ta Rawan Bencana
f | | Se. aan Bar » Nan (@ Ibu Kota Provinsi
" 1 @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan Ko) Pelabuhan
Kawasan Industri mm Jalan Nasional
1. KI Buli - Kab. Halmahera Timur «1 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. KI Weda Bay -— Kab. Halmahera Tengah Batas Administrasi
3. KI Pulau Obi — Kab. Halmahera Selatan
Kawasan Pariwisata
4. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perkotaan
5. Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba — Kab. Pulau Morotai
6. Kawasan Perkotaan Weda — Kab. Halmahera Tengah
7. Kota Baru Sofifi — Kota Tidore Kepulauan
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Kelapa Kawasan Perbatasan
1. Kab. Halmahera Barat PKSN dan Wilayah Pendukung
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kelapa 1. PKSN Daruba dan Kec. Morotai Utara — Kab. Pulau Morotai
2. Kab. Halmahera Utara Kecamatan Perbatasan Prioritas
3. Kab. Halmahera Selatan 2. Kec. Patani Utara - Kab. Halmahera Tengah
4. Kab. Kepulauan Sula 3. Kec. Maba Utara — Kab. Halmahera Timur
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Pala Kawasan Transmigrasi
5. Kab. Halmahera Barat 4. KT Sagea Waleh — Kab. Halmahera Tengah
6. Kab. Halmahera Tengah 5. KT Pulau Bacan - Kab. Halmahera Selatan
7. Kab. Halmahera Utara 6. KT Patlean — Kab. Halmahera Timur
7. KT Pulau Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan 8. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat — Kab.
: . gan, Halmahera Barat
Air, dan Energi
1. Kab. Halmahera Utara: potensial pangan, E. Kawasan Konservasi
, Bt aa | ai 1. TN Aketajawe Lolobata —
2 Kab. Halmahera Timur Linn aan - Kab. Halmahera Tengah,
| ab. Maimanera Sela an: potensia! energi - Kab. Halmahera Timur, dan
4. Kab. Halmahera Tengah: potensial air .
- Kab. Tidore Kepulauan
2. SM Goa Bukimoruru — Kab. Halmahera Tengah
3. CA Pulau Obi — Kab Halmahera Selatan
berkas 7, hlm. 90
Sasaran Pembangunan Provinsi Maluku Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Buli, Kab.
Halmahera Timur
• A2: KI Weda Bay,
Kab. Halmahera
Tengah
• A3: KI Pulau Obi,
Kab. Halmahera
Selatan
Optimalisasi pusat pertumbuhan eksisting dan percepatan hilirisasi industri
nikel di KI Weda Bay, KI Pulau Obi, dan KI Buli melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang KI Pulau Obi, dengan output:
percepatan penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan di sekitar KI
Buli dan KI Pulau Obi, dengan output: pembangunan jalan strategis
menuju kawasan industri, peningkatan Jalan Ruas 035 Weda–Sagea,
pembangunan alternatif akses jalan Maba–Kawasan Industri,
pembangunan Jalan Sofifi–Buli, pembangunan jalan lingkar Pulau Obi,
pengembangan pelabuhan, peningkatan kapasitas air baku, SPAM, air
limbah, sistem pengelolaan sampah, akses internet, jaringan listrik
tegangan menengah, sarana pemadam kebakaran, pembangunan
hunian pekerja, serta pengembangan fasilitas kesehatan primer
• Penguatan hilirisasi pertambangan dan turunannya, dengan output:
pengembangan smelter pengolahan nikel dan hasil pengolahan sisa
industri
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, pengembangan UMKM, serta peningkatan kerja sama sektor
industri kecil, menengah, dan aneka sebagai bahan baku industri dan
bahan penunjang
• Penyediaan SDM berkualitas, dengan output: pendidikan vokasi industri
dan pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitas
pendampingan SMK yang link and match dengan industri
• Penerapan dekarbonisasi dan ekonomi sirkuler di industri pengolahan
nikel dan turunannya, dengan output: percepatan dekarbonisasi dan
penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sektor industri untuk
pemenuhan enhanced NDC dan menuju net zero economy, serta
pembangunan infrastruktur untuk mendukung dekarbonisasi industri
A4 Kawasan Pertumbuhan:
• A4: DPP Morotai,
Kab. Pulau Morotai
(termasuk PKSN
Daruba)
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting di DPP Morotai melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandara Pitu, pengembangan seaplane untuk mendukung pariwisata,
penyediaan layanan angkutan penyeberangan perintis, serta
pembangunan jembatan untuk mendukung logistik DPP Morotai
• Pengembangan atraksi, dengan output: penataan kawasan koridor
Daname dan Nunuhu, serta pelaksanaan kegiatan (event) festival Pulau
Morotai
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: optimalisasi SPAM, TPA Daruba dan Sakita,
0,5
0,4
133,4
77,9
0,273 – 0,290
0,280 – 0,297
0,92 – 1,92
4,95 – 5,15
94,12
86,35
0,50
0,48
2,82 – 3,60
3,80 – 4,00
81,03
11,4 80,36
(Rata-rata
2025–2029)
12,7
(2029)
berkas 7, hlm. 91 OCR
No Lokasi Prioritas Huhtbh, Indikasi Intervensi
:l
:'l
pembangunan TPS-3R, penyediaan kapal angkutan sampah antar pulau,
pengelolaan air limbah, serta akses internet
Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dc,Iga,r output pembinaan, pelatihan, dan pembekalan kerja SDM
pariwisata, serta manajemen kunjungan wisata
Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
kerjasama pariwisata dengan negara-negara Pasifik dan Mikronesia,
serta promosi investasi dan promosi destinasi terpadu
Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata,
dengan output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan
IKM/I MKM, koperasi, dan BUMDes, peningkatan akses pembiayaan
modal, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka sebagai bahan baku industri dan bahan penunjang
Peningkatan pelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan r
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa, serta
penyediaan jalur evakuasi bencana tr(TA Moro Point, KTA Rao, KTA
Pasifk
A5 Kawasan Pertumbuhan:
. A5: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Daruba (I(ab. Pulau
Morotai)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba melalui:
. Penataan kawasan dan peningkatan citra kota, d g,tt output
penguatan branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
. Peningkatan sarana prasarana dasar perkotaan, dengan output
peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3r, perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan l,ayanan
penyiaran digital, pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dan
sistem penyaluran, PSU bidang perumahan, serta pemberian bantuan
pembangunan rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akses simpul transportasi, pembangunan
jalar strategis, pengembangan bandar udara dan pelabuhan
A6 Kawasan Pertumbuhan:
. A6: Kawasan
Perkotaan Industri
Weda (Kab.
Halmahera Tengah)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Industri Weda dan penataan kawasan
perkotaan di sekitar Kl Weda Bay melalui:
. Peningkatan sarana prasarana dasar perkotaan dan penataan
infraskuktur di sekitar kawasan industri, dengan output
peningkatan sistem pengendalian bonjn furbdtl lood control s,sten),
penanganan permukiman kumuh dan peningkatan kualitas rumah tidak
layak huni, pengembangan konsolidasi lahan, peningkatan kualitas
mEah tidak layak huni, pembangunan saluran drainase jalan primer
dan sekunder, p€rabaagunan SPAM, SPAL, datl sistem pengelolaan
sampah, pengembangan fasilitas kesehatan primer, scfta pembangunan
RIH dan ruang terbuka publik
. Penguatan p€ratr kawasan, dengan output penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akses simpul transportasi, pembangunan
dan penanganan jalan strategis
. Pengelolaan masyarakat hukum adat di luar kawasan, dengan output
perlindungan d€Ir penguatan kapasitas masyarakat hukum adat, serta
penetapan hutan adat
A7 Kawasan Pertumbuhan:
. A7: Kota Sofifi (Kota
Tidore Kepulauan)
Pengembangan Kota Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara melalui:
. Pembangunan pusat pemerintahan, dengan output: pembangunan
bangunan gedung kantor (Polda, Kanwil BP,l{, BPTD, KOREM TNI-AD,
LANAL TNI-AL, Kejaksaan Tinggi, BPKP, PUPR, dan hunian
ASN/ TNI/ Polri
berkas 7, hlm. 92 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan Tajawi-Kobe, peningkatan jalan akses
simpul transportasi Bandara Kuabang Kao dan Loleo Oba,
pengembangan Bandara Kuabang Kao dan t leo Oba, serta penataan
dan peningkatan Pelabuhan Sofifi
Peningkatan infrastruktur perkotaan, dengan output pembangunan
SPAM skda kota, SPAL, infrastruktur pengelolaan sampah,
pengembangan kawasan perdagangan, serta pembangunan embung
SonE dan dermaga polisi air
BI
82
B3
B4
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kelapa)
Penyiapan pengembangan sentra industri berbasis komoditas kel,apa melalui:
. Penguatan sentra produksi perkebunan, dengan output optimasi lahan
termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, peningkatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan kelapa,
pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman
perkebunan, serta perluasan kebun sumber benih
. Pengembangan agroindustri, tqta niaga/pemasaran, dan promosi
produk, dengan output pengembangan industri produk turunan kel,apa,
penguatan inkubator bisnis, pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, peningkatan kerja
sama perdagangan internasional, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output penguatan pendidikan vokasi pertanian dan industri,
serta penerapan kurikulum link a4d matdT dengan dunia kerja
perkebunan
. pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha ta , peningkatan
gudang SRG dengan Warehouse Management System [WMS), penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman perkebunan,
serta penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, deryf,,r outputt peningkatan ekspor dan investasi
dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengelolaan pemanfaatan ruang, dengan output peningkatan akses
reforma agraria terkait kepemilikan dan budidaya l,ahan perkebunan
dalam kawasan hutan
. Pengembangan riset dan inovasi te.knologi, dengan output peningkatan
penerimaan bantuan pendanaan penelitian natdting fund (BOYfil
penelitian) terkait riset hilirisasi produk perkebunan, pengembangan
model percontohan pertanian modern, peningkatan mekanisasi
pertanian, r€rta percontohan penerapan teknologi pertanian, termasuk
digital Janing
Sentra Industri
. Bl: IGb, Halmahera
Barat
Sentra Produksi
. E}2: Kab. Halmahera
Utara
. EXI: Kab. Halmahera
Selatan
. 84: Kab. Kepulauan
Sula
BS Kawasan Komoditas
86 Unggulan:
B7 Komoditas pala)
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas pala, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, de'J;g,,r output optimasi lahan
termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, peningkatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan pala, pengendalian
Organisme Pengganggu Tanaman (OPI) tanaman perkebunan, serta
perluasan kebun sumber benih
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalar usaha tani, peningkatan
gudang SRG dengan Warehouse Management System (WMS), penyediaan
sarana pascapanen dan sarana pengolahan hasil tanaman perkebunan,
serta penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output penguatan pendidikan vokasi
pertanian dan industri, serta penerapan kurikulum link
^nd.
match
dengan dunia kerja perkebunan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk dengan
Sentra Produksi
o 85: Kab. Halmahera
Barat
. 86r Kab. Halmahera
Tengah
o B7: Kab. Halmahera
Utara
output !.reken ekonomi kerakyatan melalui
berkas 7, hlm. 93 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengembangan UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
Peningkatan kapasitas dan tqta kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan . output peningkatan akses pembiayaan
model
Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan ouqouti
peog€@baagafl model percontohan perta an modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming, serta pengembangan inovasi obat tradisional,
kosmetik, dan suplemen kesehatan berbasis rempah
Provinsi Maluku Utara Pengembangan aksesibilitas den konektivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dan sosial masyarakat intra dan antar pulau melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan 3T,
dengan output pembangunan Jalan Trans Halmahera, penanganan jalan
daerah d,en jalan 3TP di antaranya di Pulau Morotai, Pulau Taliabu,
Pulau Mangoli, dan Pulau Sulawesi
. Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
ouq ut peningkatan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan Sofifi,
Pelabuhan Gita, dan Pelabuhan Daruba, pelayaran kapal Ro-Ro, serta
penyelenggaraan layanan transportasi l,aut dan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi l,ayanan bandara, dengan
output pengembangan seaplane dan penerbangan perintis mendukung
konektivitas wilayah perairan
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, serta
layanan penyiaran digital
Ihb. Halmahera
Barat (perkebunan)
Kab. Halmahera
Tengah (industri dan
pertambangan)
Kab. Halmahera
Selatan (pariwisata
dan ekonomi kreatif
serta (industri dan
pertambangan)
Kab. Halmahera
Timur (industri dan
pertambangan)
Kab. Pulau Morotai
(pariwisata da!
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah (perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif, industri. serta
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan DUDI melalui:
. Penguatan dat1 penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output: jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan Balai Latihan Kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
o Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output. peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggt dan tenaga kependidikan vokasi, serta telaga kependidikan yatrg
mengikuti upskilling d6n,?skilling bcf, standar industri
o Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output:
pendidikan tinggi dan vokasi yang mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitas kelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: IGb. Halmahera
Utara* (padi)
. C2: Kab. Halmahera
Timur (padi, kedelai,
dan pangan akuatik)
Penguatan kawasan swasembada pangan berbasis tanaman pangan (padi
dan kedelai) dan pangan alru.*iklbfueloodffiash perikanan budidaya dan
perikanan tangkap, melalui:
. Penguatan produki pangan, dcn&at1 output. optimasi kawasan pertanian
padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
tanaman pangan, penyaluran benih ikan, serta revitalisasi tahan tambak
berkas 7, hlm. 94 OCR
-2s9-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Kepu.lauan
Sula* (ubi)
. Kab. Pulau Taliabu*
(ubi dan jagung)
Keterangan:
I Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tin88i
*1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatanjalatr usaha tani, pembangunan
embung pertanian dan jaringan irigasi, srda penyediaan dqlt
peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal, serta penyediaan
sarana pra, pasca panen, dan sarana pengolahan hasil tanaman pangdr,
serta pengadaan gudang lumbung pangan
. Penguatan kapasitas SDM (petani, nelayan, dan pembudidaya ikan),
de,i;gta,l output penguatan dan pelatihan kelompok tani g p (good
agriculture practices), GHP lgood. la dling ,trociirf,rsl, dan PHT
(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership getgdii,
nelayan, dan pembudidaya ikan pada aset dan lembaga yang telah
dibentuk serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, de'rgF,I q&pux
pengembangan dan penguatan inkubator koperasi, serta peningkatan
sistem logistik pangan lokal
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan ubi dan
jagung, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganeLaragaman pangan,
pemberian bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan jalan usaha tani, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan
pengolahan hasil tanaman pangan
c1
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Halmahera
Utarar
o C3: Kab. Halmahera
Selatan*
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel, serta pemanfaatan
potensi sumber €n€f,gi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga EBT berbasis tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik
tenaga Eesin gas (PLTMG), pemetaan potensi EBT lainnya,
pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, serta
pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output: penyediaan
dan peningkatan jalar akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan Ntput pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
Kawasan Rendah
elektrifikasi:
. IGb. hrleu Taliabu
Keterangan:
. r) Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EBT tinggi
. *r) Indikasi lokasi
yang memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bulan listrik
berkas 7, hlm. 95 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C4 Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C4: Kab. Halmahera
Tengah*
Kawasan Rav,"an Air:
. Ikb. Kepulauan
SulaH
. Ihb. Pulau Taliabu*
Keterangan:
. .) Indikasi lokasi
yang memiliki
kapasitas tampungan
air tinggi
. *1 Indikasi lokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk meltreluhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan swasembada air, terutama di pulau-pulau kecil
Melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan Bendungan Wairoro
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, danga,i output pembangunan embung, penyediaan
infrastruktur desalinasi air laut di pulau-pulau kecil, serta pengeboran
sumber air di daerah terpencil rawan air
DI
D2
D3
Kawa.an Afirmasi
Kawasan Perbatasan
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Daruba, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, dengan output: penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, peningkatan akses internet dan listrik, serta pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan
sentra perkebunan terintegrasi terutama di PKSN, dengan output
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
peningkatan rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan kelapa,
pengendalian orSani$ae pengganggu tumbuhan (OPI tanaman
perkebunan, layanan validasi dan verifikasi pupuk, perluasan kebun
suEbcr benih bahan tandr komoditi perkebunan, serta fasilitasi
sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, delrglat ouUrut penyusunan dokuEear harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Maluku
. Penguatan tata kelol,a pemerintahan, de,iga,i o,ltpux pibtitlg
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform di\gM manajemen ASN
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D1: PKSN Daruba,
serta Kec. Morotai
Utqra (Ikb. Pulau
Morotai)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D2: Kec. Patani Utara
(Kab. Halmahera
Tengah)
. D3: Kec. Maba Utara
(Kab. Halmahera
Timur)
D4
D5
D6
D?
Kawasan Afirmasi -
Kawasan Transmigrasi
. D4: KT Sagea Waleh
(Ikb. Halmahera
Tengah)
. D5: KT Pulau Bacan
(lGb. Haloahera
Selatan)
. D6: KT Patlean (Kab.
Halmahera Timur)
. D7: KT Pulau Morotai
(I(ab. Pulau Morotai)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sagca Waleh, Pulau Bacan, Patlean,
dan Pulau Morotai melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,f, anlput pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
Jembatan, sistem drainase, penyediaan rumah layak huni, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
intemet dan lbtrik
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
d€r Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak
menjadi produktif, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPI) tanaman pangdr
berkas 7, hlm. 96 OCR
-26r-
Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Redistribusi as€t (tanah) transmigrasi, dengan output fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan p€f,scbaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
afl I(awa8an Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D8: Kawasan
Perdesaan Prioritas
Kabupaten
Halmahera Barat
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat
melalui:
. Penyediaan layanan dasa.r skala desa dan perdesaan, serta perlindungan
sosial yang sesuai standar, dengan output: t: penyediaan rumah layak huni,
peningkatan SPAM, SPAL, sistem drainase, dan pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan ou,put pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Penin8katan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal
berbasis komoditas kelapa dan pala, dengan
output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/[ MKM,
koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan agropolitan dan produk
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dengan output fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalam pengembangan agropolitan dan
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
Penguatan sekol,ah
berpola asrama:
. I(ab. Pulau Taliabu
. Kab. Halmahera
Timur (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Penguatan sekolah
terbuka:
. Kab. Halmahera
Selatan
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. HeL[ahcra
Tcngah (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan mutu pel,ayanan pendidikan sekolah berpol,a asrama
dan sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk skolah terbuka melalui:
. Pemenuhan da,l peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan,
dengan output penataan guru dikdas dan dikmen serta peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti inovasi
pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pEE,ba'ian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output pemberian program Indonesia pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, pemberian
beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan pendidikan tinggi
(adik), serta fasilitasi daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan aral usia sekolah dan remaja
. peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output:
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah, pembangunan
gedung as(ama beserta kelengkapannya, serta peningkatan akses
internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output. pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang konte-kstual wilayah setempat, dengan
output pengembangan kurikulum dan sistem penjaminan mutu
pendidikan, pengembangan model kurikulum ysng adaptif dar!
kontekstual
berkas 7, hlm. 97 OCR
t-I-{lrl:TrlilIlfililI+nA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Maluku Utara Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan da'J;gim, output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lcrrb.g. kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan qqrut event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
. Kab. Kepulauan Sula
. Kab. Pul,au Taliabu
. I(ab. Halmahera
Selatan
. Kab. Halmahera
Tengah (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Halmahera
Timur (Kecamatan
Perbatasan kioritas)
Layanan Unggulan
RS: seluruh
kab/kota
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan
kualitas RS dan pengembangan pendekatan khusus layanan kesehatan di
daerah sulit akses termasuk pelayanan kesehatan bergerak lfilo,/,,le health
services) melalui:
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, de'Jig,,r output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi, pengadaan peralatan kesehatan dan
pendukungnya untuk rumah sakit,, penyediaan sarana, prasarana, obat,
dan alat kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak
da,r telemedicine, serta peningkatan infrastruktur TIK untuk mendukung
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis, dengan output:
penugasan khusus tenaga medis dan t tenaga kesehatan pada fasyankes
primer dan pelayanan kesehatan bergerak, serta pendayagunaan dokter
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan outp'ut, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pel,ayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak, dengan output penyediaan moda transportasi berbasis
perairan yang terintegrasi dengan moda transportasi eksisting
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, deryfe output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskcgdes, pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit, penyediaan sarana, prasarana, obat, dan alat kesehatan
untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
serta peningkatan infrastruktur tik untuk mendukung telemedicine
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga kesehatan
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab. Halmahera
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
r Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terl,atih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC dan layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Pencegahan datr pengendalian penyakit malaria, dengan output:
dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
berkas 7, hlm. 98 OCR
No lokasi Prioritas Itrlrrui.ght Indikasi Intervensi
Penanganan Penyakit
Malaria:
. Kab. Halmahera
Selatan
. Kab. Halmahera
Utara
. Kab. Halmahera
Timur
. Ihb. hrleu Taliabu
Penanganan Penyakit
ISPA:
. IGb. Halmahera
Barat
. I(ab, Halmahera
Tengah
. Ihb. Halmahera
Utara
Penanganan Penyakit
pneumonia:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab. Halmahera
Utara
. Kota Ternate
. Kota Tidore
Kepulauan
Penanganan Penyakit
Rabies:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab. Halmahera
Tengah
. I(ab. Halmahera
Sel,atan
. I(ab, Halmahera
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
. I(ab. Pulau Morotai
. Kota Ternate
Penanganan Penyakit
Kusta: Provinsi Maluku
Utara
a
Ealaria, tenaga keschatan tcrl,atih p€ncegahan dan pcogendalian
malaria, serta peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih serta
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia, dengan output
peningkatan layanan intensifikasi IEncEua! kasus dan deteksi dini
pneumonia dan p€ninskatatl alat dan bahan kesehatan untuk deteksi
did dan pencegahan pneumonia
Eliminasi penyakit kusta, dengan output pe'rydiofr a.lat dan bahan
kesehatan pencegahan dart pengendalian kusta, serta tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian kusta, ocrta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA.L
Eliminasi penyakit rabies, dcflEan output penyediaan obat dan
perbekalan kesehatan serta penyediaan obat hewan
:)
berkas 7, hlm. 99 OCR
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?h, Indikasi Intervensi
:'l
IGb. Halmahera
Tengah
Kab, Halmahera
Timur
Kab. Kepulauan Sula
Kab. Pulau Taliabu
Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Peningkatan gizi, denga,r output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum sturttirlg terjadi serta pcrabcrian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buJrer stock *tta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan arlan, dengan
output: peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi, kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output. penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
5
a
a
WPP 716 (perbatasan
perairan dengan
Filipina)
WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
Penguatan pertahanan keamanan melalui peningkatan kerja sama
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
bernama serta pemberantasan praktik IUU Fishing melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dengan output
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
. Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antarpihak dengan negara-negara
tetangga seperti Filipina dan palau
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, , dengan output: operasionalisasi
lembaga pengelola perikanan wil,ayah pengelolaan perikanan negara
republik Indonesia (WPPNRI), pemberantasan perburuan liar,
pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta IUU
illegal, u unreported, unregulated fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output revitalisasi sarana prasarana sertq perawatan armada
pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP)
El Kawasan Konservasi:
E2 . El: Taman Nasional
E3 Aketajawe Lolobata
(Kab. Halmahera
Tengah, Kab.
Halmahera Timur,
dan Kab. Tidore
Kepul,auan)
. E2: Suaka
Margasatwa Coa
Bukimoruru (I(ab.
Halmahera Tengah)
o E3: Cagar Alam
Pulau Obi (Kab.
Halmahera Sel,atan)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output. penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output. optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, pengendalian kebakaran di kawasan konservasi, serta
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan
. Pengurangan status keterancaman spesies dsn ekosistem, dengan
output, inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, de,,;ga,i output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
berkas 7, hlm. 100 OCR
EFI=FIIItrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Maluku Utara Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bcf,rcana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d.l,n mitigasi
bencana dan perubahan iklira, dengan output penguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan p€rrbinaa[ daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pc(lgcr3bangall sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan nature-based solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan daIt
lahan, serta perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dery$t output: pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
berkas 7, hlm. 101 OCR
7. Wilayah Papua
7.1 Provinsi Papua Barat
AA po mamoreanDy “1. PAPUA BARAT
IA 3 a Barat Yaya PUN $
g UIN
ba! &, "Ind 1 AN z0
" ( B1 Benang
, ! Ez £ . TN
x 1 ra c3 D2 4 9 "
« . J —- 8 D, TE LEGENDA
| KN AI Ta R 3 Kawasan
. £ (9 ) bas X ( Pertumbuhan
— aa TE 1. X Li ma , 8 - Kawasan Komoditas Unggulan
Sup KA IA “Tj A L yi ' Ri 2 J Kawasan Swasembada
IN Ia Ya Y Ih eh 1 14 a £ Pangan, Air, dan Energi
A Ki ud - N ma A3 ' j Kawasan Afirmasi
D1 — “Te naa ha 2 Kawasan Konservasi dan
. ot “Yg Rawan Bencana
IN bata Ka — S Papua Tengah 1 (@: Ibu Kota Provinsi
x ." AAN SN , an €
AN . k L @ Bandar Udara
, N
Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9
me Jalan Nasional
Kawasan Industri nu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1. KI Fakfak — Kab. Fakfak Batas Administrasi
Kawasan Pariwisata
2. Kawasan Pariwisata Teluk Triton — Kab. Kaimana
Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
3. Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Migas — Kab. Teluk Bintuni
Kawasan Perkotaan
4. Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi - Kab. Pegunungan Arfak
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kakao Daerah Tertinggal"
1. Kab. Manokwari Selatan 1. Kab. Manokwari Selatan
2. Kab. Teluk Bintuni
3. Kab. Teluk Wondama
4. Kab. Pegunungan Arfak
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
, . . , E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
1. Kab. Manokwari: potensial pangan, potensial energi
£) Kab. MAGoKwari Sekat potensi pangan" 1. TN Teluk Cenderawasih — Kab. Teluk
3. Kab. Teluk Bintuni: potensial air, potensial energi Wond
4. Kab. Kaimana: potensial air Ontetela! .
2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni — Kab. Teluk Bintuni,
Kab. Fakfak
berkas 7, hlm. 102
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Fakfak (Kab.
Fakfak)
Pengembangan kawasan pusat pertumbuhan baru di KI Fakfak dan
percepatan hilirisasi industri petrokimia dalam memperkuat industri pupuk
dalam negeri, melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang kawasan industri, dengan
output: penyusunan masterplan dan studi kelayakan, serta percepatan
penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan
industri, dengan output: pembangunan jalan strategis, pembangunan
spam, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik, bantuan
pembangunan rumah susun hunian MBR/pekerja, pengembangan
fasilitas kesehatan primer, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta perluasan layanan penyiaran digital
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
petrokimia, serta operasionalisasi dan peningkatan investasi kawasan
industri di luar Jawa
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Penyediaan SDM berkualitas mendukung kawasan industri, dengan
output: fasilitasi pendampingan SMK yang link and match dengan
industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling serta
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Pariwisata Teluk
Triton (Kab.
Kaimana)
Penyiapan kawasan pariwisata Teluk Triton di Kab. Kaimana, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah serta
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,3
0,3
164,0
120,6
0,331 – 0,335
0,370 – 0,380
13,76 – 14,76
19,62 – 20,12
23,09
1,08
0,49
0,47
3,68 – 4,00
3,75 – 4,06
83,53
5,7 82,89
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 7, hlm. 103 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?h&i?ht Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
. A3: Kawasan
pertambangan dan
pengolahan minyak
dan gas bumi (Kab.
Teluk Bintuni)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
induEtri berbasis SDA (minyak dan gas bumi) berorientasi ekspor di Kab.
Teluk Bintuni, melalui:
. Pengembangan Lapangan Ubadari, CCUS Carbon Capture, Utilization,
snd Storage), dan Compression (UCC Project), serta pengembangan
lapangan gas Asap, Kido, dan Merah (AKM)
. Peningkatan investasi dan ekspor
. Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
datr aneka
. Peningkatan SDM berkualitas, denga,r output fasilitasi pendampingan
SMK yang liah ond match dengan industri, serta pelatihan volGsi industri
upskilling dan t6ki iag
o Penguatan implementasi pcoangatran kerusakan lingkungan hidup
akibat pertambangan migas
A4 Kawasan Pertumbuhan:
. A4: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Anggi (Kab.
Pegunungan Arfak)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi, melalui:
. Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Anggi
. Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, denga,r output:
pembangunan SPAM, pengembangan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat, pembangunan sistem pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, perluasan layanan penyiaran digital, serta pemberian
bantuan pembangunan rumah swadaya
. Penataan kawasan dsn peningkatan citra kota, dengan output penataan
kawasan, penguatan branding kawasp,i, dan penguatan promosi daya
tarik kota
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Komoditas
kakao)
Sentra Produksi
. BI: IGb. Manokwari
Selatan
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kakao, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, dcn lat output pengembangan
kawasan kalao, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan
(OPT) tanaman perkebunan
. PengeEbalBar tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output pendampingan/penerapan sertifikasi/pengembangan produk,
fasilitasi dan pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil,
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output fasilitasi pemberdayaan dan
pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengFdrt output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
tclekomu kasi dan aks€B internet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kclcrobaaaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
t$mall.jJd digital larfiLing
berkas 7, hlm. 104 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbrurbht Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Barat Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan da,l peningkatan jalan strategis dan jalan Eans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong mas Jalan
Windesi-AEbuni dafl ruas Jalan Mameh-Windesi (Werabur),
petubatrguran jalan akses Bandar Udara Rcndad, penanganan jalan
daerah, dan peningkatan layanan angkutan jalan perintis
. Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output: peningkatan fasilitas Pelabuhan Manokwari di Kab. Manokwari,
pengembangan fasilitas Pel,abuhan Teluk Patipi dan Pelabuhan Fakfak di
Kab.Fakfak, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Bintuni dan Pelabuhan Babo
di Kab. Teluk Bintuni, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Oransbari di Kab.
Manokwari Selatan, lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut
Kaimana di IGb. Kaimana, serta peningkatan l"ayanan angkutan laut
perintis dan layanan angkutan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Bandar Udara Rendani di Kab. Manokwari,
Bandar Udara Anggi di Kab. Pegunungan Arfak, Bandar Udara Wasior
Baru-Teluk Wondama, Bandar Udara Abresso-Manokwari Selatan,
Bandar Udara Babo di Kab.Teluk Bintuni, dan Bandar Udara Siboru di
Kab.Fakfak, serta pengembangan angkutan udara perintis penumpang
dan angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output, pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, terutama pada titik layanan
publik, dengan output: perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, perluasan l,ayanan penyiaran digital, serta pengembangan
SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Kab. Manokt ari
Selatan (perkebunan)
I(ab. Kaimana
(pariwisata)
Kab, Pegunungan
Arhk (pariwisata)
Kab. Fakfak (industri
pengolahan)
I(.b. Teluk Bintuni
(industri pengolahan)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi kcunggulan
wilayah (perkebunan, pariwisata, serta industri pengolahan) sesuai
kebutuhan DUDI, melalui:
. Pctuuatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dcngla\ output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas p€ndidikdr dan balai pel,atihan kerja (BLK)
. Pengembangan program Ehrdi, kurikulum, dalr inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
danga,r output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan talaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upsk nq da,i reskilling berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan @tpuf akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
ct
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan
. Cl: Kab. Manokwari*
(padi dan pangan
akuatik)
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan padi dan pangan
akuatik bluefood berbasis perikanan tangkap melalui:
. Penguatan produksi, dengan output: pengembangan kawasan padi,,
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
berkas 7, hlm. 105 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi si
C2: Kab. Manokwari
Selatan* (padi)
p€ngcndalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan,
pemberian pupuk bersubsidi, serta penyaluran benih ikan air laut
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, densp,r output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
peningkatan jalan usaha tori, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju sentra pangan lokal, serta pembangunan fasilitas logistik
(gudang lumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan nelayan) yang terlatih GAP (Good
Agria ture hodi@q, GHP (Good Handling Practices), dan PHT
(Pengendalian Hama Terpadu), den,g,o, output: fasilitasi pemberdayaan
dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani untuk cAP (good
agriculture practices), GHP (good ,o dli^g practices), dan PHT
(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership petani dan
nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, dEnga,n output
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis, serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi
logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan dengan output pengembangan kawasan ubi,
hortikultura, sagu, dan pangan akuatik, pembentukan koperasi berbasis
bahan pangan, penguatan kelompok masyarakat yang terfasilitasi
penganekaragaman pangan, pemberian bantuan pangan dalm rangka
pengendalian kerawanan pangan, serta peningkatan jalan usaha tani,
pembangunan embung perta an dan jaringan irigasi, serta penyediaan
sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil tanaman pangan
Kawasan Rentan Pangan
. I(ab. Pegunungan
ArfakH (ubi dan
hortikultura)
. Kab. Teluk
Wondama* (sagu
dan pangan akuatik)
Keterangan:
t) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
*') Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
o Cl: Kab. Manokwari*
. C3: I(ab. Teluk
Bintuni*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. I(ab. Pegunungan
Arfak.
. Ikb. Teluk
Wondama*
Keterangan:
'l Indikasi lokasi yaDA
mett liki potensi
bangkitan EBT tinggi
n) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elekEif kasi rendah atau
persentase rumah taogga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PIN dan bukan
listrik yang tinggi
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan datr optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga mikrohidro
(PLTMH), pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), pembangkit
listrik tenaga Einihidro (PLTM), p€lllctaan potensi EBT l,ainnya, s€na
pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, serta
pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan saratur prasarana pendukung, da,rga,i output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, derrga,f, output pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga bcluE berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
berkas 7, hlm. 106 OCR
No Lokasi Prioritas H&rurbht Indikasi Intervensi
c3
c4
Kawasan Potensial
Swasembada Air
. C3: Kab. Teluk
Bintuni'
. C4: Kab. Kaimana'
Kawasan Rawan Air
. Ikb. Manokwari*
. Keb. Manokwari
Selatan*
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan crabung dan tampungan air l,airyrya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif dcnSan output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan aif
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
kapasitas tampungan air
tinggi dan luas wilayah
sungai yang besar
H) Indikasi lokasi yanA
memiliki IRBI
kekeringan tinggi
dan/atau merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas
ketahanan iklim bid,eng
air
D1
D2
D3
D4
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal:
Dl: Kab. Manokwari
Selatan [kakao)
D2: I(ab. Teluk
Bintuni (udang dan
kepiting)
D3: (ab. Teluk
Wondama (perikanan
dan rumput l,aut)
D4: IGb.
Pegunungan Arfak
(hortikultura da!
pariwisata Danau
Anggi Giji dan Anggi
Gida)
Keterangan: *l Daerah
tertinggal juga sudah
termasuk daerah sangat
tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses l,ayanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, de'rgut output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dalt tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi mela.lui
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, serta
penataan pariwisata rintisan, dengan output optimasi lahan termasuk
revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, dan pengendalian organisme
pengganggu tumbuhan (OP-[J tanaman perkebunan, peningkatan sarana
budi daya perikanan yang disalurkan ke masyarakat, pendampingan
dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha,
peningkatan akses pembiayaan modal, pendukungan ewnt daerah serta
pengembangan desa wisata, serta pengembangan UMKM lokal, serta
peningkatan daya saing masyarakat
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
ou,put fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU;
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat; pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat; perluasan
layanan penyiaran digital; pembangunan jalan akses simpul ekonomi;
serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, dengan oxvuf masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam pcnSuataD mitigasi
bencana
berkas 7, hlm. 107 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Teluk Wondama
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Manokwari
Peningkatan akrca dar
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Barat
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dengan output, pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
o pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output: pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output, pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Barat Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, da'rglN, output:
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah, de,i;glo,i output event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa d,6n sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Kab. Teluk Bintuni
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Kaimana
. I(ab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak da,r telemedicine,
dengan output pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, d€,tg4lr output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait layanan primer den rujukan, Dembartermen fasilitas
SK No25l29l A
berkas 7, hlm. 108 OCR
No L.kasi Prioritas .Eftbruigtu Indikasi Intervensi
Percepatan
operasionalisasi RSUD:
. Kab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi Tipe C:
. Kab. Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
. Kab. Kaimana
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Barat
kes€hatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan Bodul,ar,
serta percepatan operasionalisasi RSUD di Kab. Pegunungan Arfak
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tcnaSa medis dan tenaga kesehatan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
. Penurunan keoatian ibu dan anak melalui peningkatan pcrcalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat deteksi
dini faktor risiko dan kapasitas layanan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab. Manokwari
. Ikb. Manokwari
S€latan
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Teluk wondama
. Ikb. Fakfak
. Kab. Kaimana
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Manokwari
Selatan
. I(ab. Pegunungan
Arfak
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
Provinsi Papua Barat
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui
. Pencegahan datr pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TtsC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, der)giur output: penyediaan dat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan ou,put penyediaan alat dan bah8r
kesehatan p€ucegahafl dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. EliEinasi penyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, derylal output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, de,Igut output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terl,atih serta optimalisasi data dan informasi HIV/AIDS
Provinsi Papua Barat Penguatan percepatan pencegahan dan p€nuruturn stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di wil,ayah Papua
. Peningkatan gizi, dco8an orQuf pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
scbcluE stunting terjadi serta pemberian tata l,aksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer s,o*, *fia
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
rlan Anak-Anak Minum Susu serta Penambahan Vitamin)
berkas 7, hlm. 109 OCR
iI-t=N
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penirykatan akscs air minum da[ sanitasi layak dan aman, dengan
output panl,lf .ata,i infrastruktur SPAM dan SPAL
Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output: penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pcrabciiat makan
Peningkatan fasilitas dan lay.nan kesehatan ibu dan anak, dengan
ox@ut penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu d6rt
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 7l? (perbatasan
perairan dengan
Palau)
PcniEgkatan pertahanan
dall keamanatr wilayah:
. Provinsi Papua Barat
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk p€@beranta3ar
IUU Fishing pada \{rPP 717, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan laut, dengar
output. peningkatan operasi kapal dan speedboat pcngan as, serta patroli
Eandid
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output Lembaga
Pengelola Perikanan wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan p€Dbcraatasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
IUU (i illegal, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output: pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak d.len mendorong situasi IIAM
yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan out ux fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Barat Peningkatan pcoSakuan dsn perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah u.layat, melalui:
r Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengar output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan p€mb€rdaJraaa masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan drtpuf, penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan q'arga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunan peraturan daErah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delileasi
tanah ul,ayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN Teluk
Cenderawasih (Ihb.
Teluk Wondama)
. E2: Kawasan
Konservasi dan
Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni
(I(ab. Teluk Bintuni
dan Kab. Fakfak)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan darl penataan ruang ka$las€.o konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kcacauaian Kegiatan
PeEanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
o Optiaaficaai tata kelol,a kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
berkas 7, hlm. 110 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbru{?h, Indikasi Intervensi
Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman Bpcsica darr konservasi biota yang
terancam punah,
Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelol,aan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Provinsi Papua Barat Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta
pengelolaan risiko bencana dan adaptasi pc(ubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d€laD mitigasi
bencana da[ perubahan iklim, dettgal qltptt penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons aigtcra peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based. solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan ou,pur:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
r Pcaulilran ekosistem yang terdegradasi, dengeJi output pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
Provinsi Papua Barat Peningkatan smart gouemmeat, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah,
output: optimalisasi penerapan SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai
terintegrasi pemerintahan di daerah
dengan
platform
a
Peningkatan kapasitas SDM dan manajemen kinerja ASN, dengan output
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smart
government, de,rg,'l, output: peningkatan porta.l pelayanan publik dan
administrasi serta penerapan PTSP berbasis OSs
Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAq
berkas 7, hlm. 111 OCR
7.2 Provinsi Papua
Xgga AN
, Y 163
Lan PAPUA
DS-A1 0.
» - er | LEGENDA
Ma. | Be C6 e— “3 : Kawasan Pertumbuhan
- | 3 $ 3 Kawasan Komoditas Unggulan
" Vit Ha Pan sn " ba ST D7 Kawasan Swasembada Pangan,
Baik naas gi 3 Pi RL 7 Kota Jayapura Air, dan Energi '
/ P3 KL y db "11 par $ 5 5“ 1 . Kawasan Afirmasi
A “ Pi 1 cs TI 5 LL 85 C2 4 D4 Kawasan Konservasi dan
—- 5! , B7 A £ 2 K3 $ Rawan Bencana
“ “an 1 : OA -s Ki : S 8,10 | (@! ibu Kota Provinsi
La “ Papua Tengah k - Par 1 Bandar Udara
| : 1 maka : " NN IA
5 aan PA ski “ah Ng “” gp ? f 9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9 Sa angga
Kawasan Pariwisata mm Jalan Nasional
1. Kawasan Pariwisata Biak - Teluk Cenderawasih — Kab. Biak Numfor uu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
2. Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura — Kota Jayapura
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas TCT Daerah Tertinggal"
1. Kota Jayapura 1. Kab. Mamberamo Raya
2. Kab. Biak Numfor 2. Kab. Waropen
3. Kab. Supiori
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT “) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
3. Kota Jayapura
4, Kab. Biak Numfor Kawasan Perbatasan
5. Kab. Jayapura PKSN dan Wilayah Pendukung
6. Kab. Kepulauan Yapen 4. PKSN Jayapura — Kota Jayapura
7. Kab. Waropen 5. PKSN Biak — Kec. Aimando Padaido, Kec. Padaido,
Kec. Oridek, Kec. Biak Utara, Kec. Yawosi, Kec.
Warsa, dan Kec. Bondifuar — Kab. Biak Numfor
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi Kecamatan Perbatasan Prioritas
6. Kec. Sawai — Kab. Mamberamo Raya
1. Kab. Keerom: KSPP Tn 7. Kec. Pantai Timur, Kec. Sarmi Timur, Kec. Sarmi
2. Kab. Jayapura: potensial pangan, potensial air Selatan, Kec. Sarmi, Kec. Pantai Barat - Kab. Sarmi
3. Kab. Biak Numfor: potensial pangan 8. Kec. Towe, Kec. Waris — Kab. Keerom
4. Kota Jayapura: potensial pangan, potensial energi 9. Kec. Supiori Utara, Kec. Supiori Barat, Kec.
5. Kab. Mamberamo Raya: potensial energi, potensial air Kepulauan Aruri - Kab. Supiori
6. Kab. Kepulauan Yapen: potensial pangan Kawasan Transmigrasi
7. Kab. Sarmi: potensial pangan 10. KT Senggi - Kab. Keerom
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. TN Teluk Cenderawasih -Kab. Biak Numfor, Kab. Supiori, Kab. Waropen, dan Kab. Kepulauan Yapen
2. TN Mamberamo Foja -Kab. Mamberamo Raya, Kab. Jayapura, Kab. Keerom, Kab. Sarmi
3. KKN Padaido — Kab. Biak Numfor
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
4. Kota Jayapura
berkas 7, hlm. 112
PR,ESIDEN
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Biak–
Teluk Cenderawasih
(Kab. Biak Numfor)
Penyiapan kawasan pariwisata Biak–Teluk Cenderawasih di Kab. Biak
Numfor, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan SPAM dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan bumkam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Perkotaan Sedang
Jayapura (Kota
Jayapura)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura, melalui:
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
• Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
• Peningkatan sarana prasarana pelayanan dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Sentra Industri
• B1: Kota Jayapura
• B2: Kab. Biak
Numfor
Sentra Produksi
• B3: Kota Jayapura
Penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis komoditas
tuna-cakalang-tongkol, melalui:
• Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output: penyaluran
bantuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
serta penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
• Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, dengan output: peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pengembangan rantai dingin
termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana
penyimpanan dan distribusi logistik produk, pengembangan gerakan
ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDes, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan dan penguatan
0,4
0,4
126,9
88,0
0,355 – 0,359
0,380 – 0,383
12,65 – 13,65
16,00 – 16,50
78,99
59,28
0,47
0,44
5,48 – 6,00
6,00 – 6,40
82,83
82,19 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 7, hlm. 113 OCR
No Lokasi Prioritas ,FIli?HrAft, Indikasi Int rvensi
. 84: Kab. Biak
Numfor
. 85: Kab. Jayapura
. 86: Kab. Kepulauan
Yapen
. B7: Kab. War.open
a
!
koperasi, pelaku usaha, UMKM dalam rantai pasok, serta revitalisasi
pasar rakyat
Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapan kurikulum link and. match dengan dunia kerja
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kampung nelayan
dan desa perikanan cerdas (smart fisheries village), *tfr penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pembangunan dan peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan, serta
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan riset dan inovasi t teknologi perikanan, dengan output:
hilirisasi produk akuakultur dan produk hilirisasi pangan hasil [aut,
pemberian bantuan pa'l.da,J,aa,i matching fund (BOPTN Penelitian) terkait
produk hilirisasi kelautan perikanan, serta penerapan teknologi ekonomi
digital
Provinsi Papua Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan <laa peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dengan output pembangunan jembatan strategis, penanganan jalan
daerah, serta pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong ruas
jalan Jayapura-Sarmi
. Pengembangan pelabuhan daa penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output replacement fasilitas Pelabuhan Sarmi di Kab. Sarmi, rehabilitasi
fasilitas Pelabuhan Padaido dan Pelabuhan Pulau Owi di Kab. Biak
Numfor, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Serui di Kab. Kepulauan Yapen,
pembangunan fasilitas Pelabuhan Marsram di Kab. Supiori, serta
peningkatan layanan angkutan l,aut perintis dan layanan angkutan
penyebrangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Banda, Udara Numfor di IGb. Biak Numfor dan
Bandar Udara Sentani di Kabupaten Jayapura
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TlK, dengan output: pembangunan
BTS 4Gl lastmile dan peningkatan akses internet, perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan
digitalisasi masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
I(ab. Jayapura
(perikanan)
Kab. Biak Numfor
(perikanan, dan
pariwisata)
Ifuta Jayapura
(perikanan)
Kab. Kepulauan
Yapen (perikanan)
I(ab. Waropen
(perikananl
Penguatan pendidikan tinggi STF,AM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BIl() yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah (perikanan
dan pariwisata) sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling dar, reskilling berstandar
industri
berkas 7, hlm. 114 OCR
[=EITT:t TXTII.[,TT[d{Ill
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kualitas tata kelol,a scrta pcngeEbar4an keEitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan ou,put akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi derl8an dunia
kerja
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: lGb. Keerom
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kab. Keerom yang
didukung dengan Kawasan Transmigrasi Senggi, melalui:
. Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan non pertanian,
penyiapan jaringan drainase dan irigasi, konektivitas transportasi desa,
serta penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju KSPP
. Peningkatan produksi, dengan output penyaluran benih jagung
berkualitas, areal pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
pangan, dan unit pengolah pupuk organik (UPPO)
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output. peningkatan jalan usaha tani, serta alat dan mesin
pertanian
. Penguatan pascapanen dafl tata kelol,a, dengan output: penyediaan
sarana pascapanen dalt pengolahan haril tanaEan pangan,
pengembangan kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha
koperasi, dan peningkatan al(3e3 pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming
. Pencetakan sawah
. Pembangunan Bandara Sc(l8gi (Kab. Keerom) d.l,m rangka mendukung
KSPP Keerom
c2
c3
c4
C6
C7
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. C2: Kab. Jayapura*
(padi dan pangan
akuatik)
. C3: Kab. Biak
Numfor4 (pangan
akuatik)
. c4: Kota Jayapura'
(padi don pangan
akuatik)
. C6: Kab. Kepulauan
Yapen' (pangan
akuatik)
. C7: Kab. Sarmi'
(pangan akuatik)
Kawasan Rentan
Pangan:
. I(ab. Mamberamo
Raya* (padi)
. Ikb. Supiori* (padi)
Keterangan:
Penguatan kawasan swasembada pangan padi dan pangan akuatik/ bluefood
berbasis perikanan t tangkap, melalui:
. Penguatan produksi, dengan output optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak menjadi produktif, pengembangan kawasan padi, pemberian
pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian pra panen, serta
pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: penyediaan sarana pasca panen dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalan usaha tani,
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasi jaringan
irigasi tersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal,
serta pembangunan fasilitas logistik Gudang lumbung pangan)
mendukung distribusi bahan pangan bergizi, serta peningkatan sarana
dan prasarana penangkapan ikan
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan nel,ayan), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
untuk GAP (Good Agriculture Practices), GHP lc-od Handling Pmdi@sl,
dan PHT (Pengendalian Ha,aa Terpadu), penyuluhan perikanan dan
kelautan untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership
petani dan nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, dengan outp,rf pelatihan
kelompok tani, penyediaan inkubator usaha koperasi,
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas, serta
penyusunan tata kelol,a dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output: pengembangan kawasan padi,
berkas 7, hlm. 115 OCR
REPUBLIK INOONESIA
-2AO-
No Lokasi Prioritas H{?h[bh, Indikasi Intervensi
1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
r*) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, pemberian
barrtuatr pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan, serta
peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengol,ahan hasil
tanaman pangan
c2
c5
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. C2: Kota Jayapura*
. C5: Kab.
Mamberamo Raya*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Ihb. Supiorin
. I(ab. Kepulauan
Yapen*
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
*l Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau trrcrse[tase rumah
tangga yang tinggi
dengan sumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bukan listrik
Peningkatan ketahanan energi, terutama dctl8an mempercepat transisi
encrEi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi melalui:
. Percepatalp€ngembangandanoptiaalisasipeebangunaninliastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dEIJg,ur output pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTSI, Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM), Pembangkit Listrik
Tcnaaa AiI (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Mesin cas (PLTMG),
penyiapan pembangunan pabrik ethanol dalam rangka industrialisasi
energi, pemetaan potensi EBT lainnya, pembangunan sistem transmisi
dan interkoneksi tenaga listrik, s€rtq pembangunan infrastruktur gardu
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, denga,I output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kanras€n rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dc,rg,,l, oulput pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik ydtg tidak
mampu atau berada di daerah 3T
c5
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C2: Kab. Jayapura*
. C5: Kab.
Mamberamo Raya*
Peningkatan ketahanan at untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, terutama di pulau-
pulau kecil, trelalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya, dengan output
pembangunan embung dan tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dcnglDn attput pembangunan embung, pembangunan
sarana datl prasarana air baku, penyediaan it infrastruktur dcsalinasi di
pulau-pulau kecil, serta pengeboran sumber air di daerah terpencil rawan
air
I nvasa! Rawan Air:
. Keb. Keerom*
. Kab. Biak Numfort
Keterangan:
'l Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas air
tinggi
*) Indikasi lokasi yang
memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau suDar
berkas 7, hlm. 116 OCR
No lokasi Prioritas H,arui?ht Indikasi Intervensi
prioritas ketahanan
iklim bidang air
DI
D2
D3
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab.
Mamberamo Raya
(sagu dan kakao)
. D2: Kab. Waropen
(kakao daa kelapa)
. D3: Keb. Supiori
(kcl,apa)
Keterangan:
') Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan perubangurEn afirmatif untu* daerah tertinggal Ecirjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang scauai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dengan output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian terintegrasi, dengan output optimasi
lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi produktif, dan
pengendalian organklrc pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman
perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal, pengembangan
UMKM lokal, peningkatan daya saing masyarakat, serta fasilitasi
sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasa, permukiman scauai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output: fasilitasi penyediaan perumahan terint Erasi dcogan PSU,
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dafl akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan akses simpul ekonomi,
pengembangan sarana angkutan pcrintb l,aut, darat, dart udara,
pengembangan SPAM terintegrasi hulu ke hilir, serta penyediaan dan
pengawasan infrastruktur sanitasi aoan, berkelanjutan, dan
berketahanan iklim bcf,barie CWIS
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, dengan output. masyarakat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan:
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Jayapura dan Biak, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan l,ayanan dasar, dengan output penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kaqrasa! perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, scta peningkatan akses internet d6n listrik
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas
unggulan terutama di PKSN, dengan oxvut peningkatan pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT (SKPT Jayapura dan SKPT Bisl() yerlg dikelola
datr operasional sesuai standar, penyaluran sarana budidaya ikan ke
masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kel,autan
dan perikanan di kawasan perbatasan
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Papua
. Penguatan tata kelola pemerintahan, de,rg,m VI4t piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN,
bimbingan tckai3 peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan
kawasan perbatasan negara, scrta bimbingan teknis peningkatan
kapasitas aparatur pemerintahan kawasan perbatasan negara
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Jayapura
(Ituta Jayapura)
. D5: PKSN Biak,IGc.
Aimando Padaido,
IGc. Padaido, IGc.
Oridek, IGc. Biak
Utara, Kcc. Yauosi,
IGc. warsa, Kec.
Bondifuar (Kab.
Biak Numfor)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D6: Kec. Sawai (I(ab.
MaDbcrsDo Raya)
. D7: Kec. Pantai
Timur, Kec. Sarmi
Timur, IGc. Sarmi
Selatan, Kcc. Sarmi,
Kec. Pantai Barat
(Kab. Sarmi)
berkas 7, hlm. 117 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D8: Kec. Tonrc, IGc.
Waris (Kab. Keerom)
D9: Kec. Supiori
Utara, Kec. Supiori
Barat, Kec.
Kepulauan Aruri
(Kab. Supiori)
D10 Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi
. D10: KT Senggi
(I(ab. Keerom)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Senggi, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output pembangunan dan pengembangan jdan non-status,
jembatan, sBteE drainase, sarana permukiman di kawasan
transmigrasi, serta perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi,
dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, da,ig8trl, output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dan Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPT) tanaman pangan
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
. Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dengan output, tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur yang berkinerja tinggi di kat 'as€n transmigrasi
Pengembangan sekolah
terbuka:
. Kab. Waropen
(Daerah Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kccarnatart
Perbatasan Prioritas)
. Ikb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Ihb. Jayapura
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama,
melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yong mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insenuf, jaminan keaEaflan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan qtgut pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, da,l SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan progra.m literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output:
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
SK No25l30l A
berkas 7, hlm. 118 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan akr€r dan
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruh
kabupatcn /kota di
Provinsi Papua
Provinsi Papua Peningkatan perlindungan dan pclest lian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, d€,l;g r output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan o{rPuf fasilitasi kemitraan wEdran budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah, de\gur outlrux event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event filra dan musik bcrbask budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Kab. Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pembangunan RSUD
kabupaten:
. IGb. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi tipe C:
. I(ab. Keerom
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. IGb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Mamberamo
Raya (Daerah
Peningkatan akses datr mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak don telemedicine,
de,J.ga'r output pembhqaD, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wiLayah
. Pendayagunaan tctraga kesehatan dan tenaga Eedis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dar rujukan
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dglrgjgD, output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
pGkcadcs, pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit, pembangunan fasilitas kesehatan di daerah terpencil
melalui konstruksi bangunan modular, serta percepatan operasionalisasi
RSUD di Kab. Supiori
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
. Penurunan kematian ibu dan anak melalui peningkatan persalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat deteksi
dini faktor risiko dan kapasitas layanan
berkas 7, hlm. 119 OCR
-2A4-
No Lokasi Prioritas Fligruktu Indikasi Intervensi
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sarmi
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh
kabupaten/kota di
Provinsi Papua
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Jayapura
. Kab, Kepulauan
Yapen
. Ikb. Biak Numfor
. Kab. Sarmi
. IGb. Waropen
. Kab. Supiori
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab, IGeroE
. Kab. Jayapura
. Kab. Sand
. Kab. Mernbcremo
Raya
. Kqb. Waropen
. Kab. Kepulauan
Yapct!
. I(ab. Biak Numfor
r Kab. Supiori
. IGta Jayapura
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dafl SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output, penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, ccrta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
filariasis, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA.L
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dfrqfadl output.
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM den SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dfitg?I/.t output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Penguatan percepatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
perbaikan gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
r Peningkatan gizi, dengan output: pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksanatrya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer stock serta
implementasi Program Gizi Seimbang dan c€raken EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
berkas 7, hlm. 120 OCR
-2As-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatafl akces air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunt ng,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output penguatan puskesmas, gedung pel,ayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. wPP 717
(perbatasan perairan
dengan Palau)
Peningkatan p€rtqhanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 717, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dengan o{rpuf,
peningkatan operasi kapal dgd,t speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output Lembaga
Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dalr pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
lW (illegal, unreported, unregulated.) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output, pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dar p€rc@puan dalam upaya pencegahan
konllik sosial, dengan output, peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi kor lik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah adat/ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil (KAT)
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delinea8i
tanah ulayat, dengan ou,pur: pendampingan penyusunan regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
E3
Kawasan Konservasi:
o El: TN Teluk
Cendrawasih (Ikb.
Biak Numfor, Kab.
Supiori, Kab.
Waropen, datl Kab.
Kepulauan Yapen)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan pcnanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, p€ngendalia[ ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LIIK
nt.
berkas 7, hlm. 121 OCR
BLIK INOONESIA
-2A6-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E2: TN Mamberamo
Foja (Kab.
Mamberamo Raya,
Kab. Jayapura, dan
Kqb. Keerom)
E3: KKN Padaido
(Kab. Biak Numfor)
a
:l
Optimalisasi tata kelol,a kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisaBi keterancaman spesies dan konservasi biota yatlg
terancam punah.
Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dc(r8an output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon,
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan, dan peningkatan
efektivitas pengelolaan kawasan
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
a
M Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Kawasan Rawan
Bencana Gempa Bumi::
. E4: Kota Jayapura
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat terhadap mitigasi
bencana dan perubahan iklir!, dengan o,lrput penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pemberian fasilitasi dan
pembinaan dalam adaptasi perubahan iklim
. Pengembang& sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output, penguatan
respons sigtqE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air den antisipasi anomali iklim,
pembangunan pengaman pantai, pemulihan ekosistem mangrove,
penerapan Nature-Based Solution da,l. Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami, serta retrofit atau penguatan infrastruktur publik
berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output,
pendampingan kelompok pcrhut nan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output pemulihan l,ahan
rusak dan kritis, Bcrta pemulihan ekosistem perairan
Provinsi Papua Peningkatan smart gouemfi.ent, penguatan kapasitas ASN, dar peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output, optimalisasi penerapan SIPD, SI(D, dan SIPFP sebagai platform
terintegrasi pemerintahan di daerah
. Peningkatan kapasitas SDM dan EanqieEeo kinerja AsN, dengan output:
pengembangan kompetensi pengelolaan keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur dalam
perencanaan dan penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smott
government, de,rgrtrr output portal pelayanan publik dan administrasi
serta penerapan PTSP berbasis OSS
. Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAP)
berkas 7, hlm. 122 OCR
7.3 Provinsi Papua Pegunungan
N. RR - , Pp. Pa 5
» “3. pa (BAY " i eU Papua 13 PAPUA
apua ! ' Fe an ,
( ! | v3 5
Tengah | 12 MA ka. » PEGUNUNGAN
apa na Pad) $ 3g LEGENDA
KS LM ai L Pu Pj Ta &
y B2. D5 SL 1 B1 RN Pi Fi A NA Kawasan Pertumbuhan
X Tg ye an J EN c1 Ye Ld — | SN Kawasan Komoditas Unggulan
ba SA 2 yana sa — | Kawasan Swasembada Pangan,
| D4 J /8 - AN Air, dan Energi
A-A aa 2 2 P Kawasan Afirmasi
L I ( hap D8,9 c2 Kawasan Konservasi dan
C3 Xl 1 0... 31 P3 Rawan Bencana
55 PN 1 Ki AP P D2 $ . (@) ibu Kota Provinsi
A TT Ta naa - N 9 Pelabuhan
2 S Papua Selatan NS | . AN Na Psi Kawasan Rawan Bencana
3 anne 25.5. 9 Gempa Bumi
A. Kawasan Pertumbuhan Pe Tan Denpa
smu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
1. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Jayawijaya
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi Daerah Tertinggal"
1. Kab. Jayawijaya 1. Kab. Jayawijaya
2. Kab. Lanny Jaya 2. Kab. Yahukimo
3. Kab. Tolikara 3. Kab. Tolikara
4. Kab. Nduga
. : 5. Kab. Lanny Jaya
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 6. Kab, Yalimo
1. Kab. Jayawijaya: potensial pangan dan potensial energi 7. Kab. Mamberamo Tengah
2. Kab. Pegunungan Bintang: potensial air 8. Kab. Pegunungan Bintang
3. Kab. Yahukimo: potensial air : :
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana si
KawasaniKonservasi Kawasan Perbatasan
1. TN Lorentz -Kab. Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Kab. Kecamatan Perbatasan Prioritas Ha
Nduga, dan Kab. Lanny Jaya 9. Kec. Iwur, Kec. Tarup, Kec. Oksibil, Kec. Oksamol,
2. TN Mamberamo Foja — Kab. Mamberamo Tengah, Kab. Kec. Kiwirok Timur, Kec. Batom, Kec. Mofinop, dan
Pegunungan Bintang, dan Kab. Tolikara Kec. Murkim - Kab. Pegunungan Bintang
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kab. Lanny Jaya
berkas 7, hlm. 123
FR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
-2AA-
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Ibu Kota Daerah
Otonom Baru (Kab.
Jayawijaya)
Pengembangan Kab. Jayawijaya sebagai ibu kota daerah otonom baru
Provinsi Papua Pegunungan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Pegunungan, dengan
output: pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat
pemerintahan, serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara
Wamena
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM , pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
B1
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kopi)
Sentra Produksi
• B1: Kab. Jayawijaya
• B2: Kab. Lanny Jaya
• B3: Kab. Tolikara
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
• Peningkatan produksi perkebunan, dengan output: percepatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan lahan, pemberian bibit unggul
tanaman, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan
• Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output: pengembangan produk, pendampingan IKM, peningkatan
kreativitas, informasi pasar, promosi dan pemasaran, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, pengembangan
gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM,
koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar
rakyat
• Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan studi vokasi
yang menerapkan kurikulum link and match dengan dunia kerja,
pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat pedesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani
• Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
0,1
0,1
28,6
19,1
0,339 – 0,343
0,377 – 0,383
17,50 – 18,50
30,00 – 31,00
78,99
59,28
0,45
0,43
1,68 – 2,00
1,75 – 2,10
84,15
7,0 83,53
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 7, hlm. 124 OCR
:FJrl:TrIilTIf.IiIIlEIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan dengan output penjaminan HAKI, kelembagaan
ekonomi petani yang dikembangkan dan pendaftaran Hak Kekayaan
Intelektual serta peningkatan akses pembiayaan modal
Fcngqmbanga! ris€t dan inovasi teknologi, de'igjm, output
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital fdrnin4 serta peningkatan penerimaan bantuan
pendanaan penelitian iat&ing Iunn IBOPTN penelitian
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dcogan output de,i,go,i output penanganan jalan daerah dan
pembangunan Ja.lan Trans Papua Merauke-Sorong Towe Hitam-Oksibil,
Jayapura-Wamena, dan Karubaga-llu-Mulia)
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan B€ldar Udara Nop Goliat Dekai dan Bandar
Udara Sobaham di Kab. Yahukimo, Bandar Udara Wamena di Kab.
Jayawijaya, Bandar Udara Elelim di Kab. Yalimo, Bandar Udara Oksibil,
Bandar Udara Batom, Bandar Udara Kiworok di Kab. Pegunungan
Bintang, pengembangan angkutan udara perintis penumpang dan
angkutan udara perintis kargo, serta pengembangan angkutan BBM
pesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan kone.ktivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output. pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan o{rtpuf, perluasan
jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat
o
Kab. Jayawijaya
(perkebunan)
Kab. Lamy Jaya
(perkebunan)
IGb. Tolikara
(perkebunan)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah
perkebunan sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan, perangkat
pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, dan revitalisasi fasilitas
pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, scna pendidikan dan pelatihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi da! tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling dan reskilling berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelol,a serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output: akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
cl Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab. Jayawijaya*
Ioedi. ubi.
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan berbasis tanaman
pangan (padi dan ubi), hortikultura, dan peternakan (babi) melalui:
. Penguatan produksi, dengan output: optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak produktif, pemberian DuDuk bersubsidi dan bibit
berkas 7, hlm. 125 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
hortikultura, dan
babi)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Marlb€ramo
Tengah* (padi)
. rab. NdUSF* (padi)
Keterangan:
r) Indikasi lokasi yang
memiliki produki
pangan tinggi
k) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
Sangat rentan
unggul tanaman, pengcndalian orgsnistue pelrgganggu tumbuhan (OPI
tanaman pangan dan hortikultura, serta bantuan ternak babi
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output penyediaan sarana pasca pan€ri dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalal usaha tani,
penyediaan alat dan Eeain pertanian pra panen, rehabilitasi jaringan
irigasi tersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal,
pembangunan fasilitas logistik Gudang lumbung pangan) mendukung
distribusi bahan pangan bergizi.
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan peternak), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
n,trlr4k GAP (Good Agriculture hadi@s), GW (Good. Handling Practices),
dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu)
. penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan peternak
yang mendukung pengembangan pangan lokal, denga,i oulptt
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis dan penguatan usaha koperasi melalui inkubator,
serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan sagu dan padi,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, serta pemberian
bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
tanaman pangan
cl Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Ikb. Jayawijaya*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Pegunungan
Bintang*
. Kab. Yalimo*
Keterangan:
*l Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
-) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elelrtrifi kasi rendah atau
persentase rumah
tangga yanA tinggi
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bulan
listrik
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
energi melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pcraan aatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan o&Put pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMHI, Pembangkit Listrik Tenaga Mini
Hidro (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemetaan potensi
EBT lainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga
listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, de,rgfi output. penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, de,igfr output, pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
Earapu atau berada di daerah 3T
SK No2513ll A
berkas 7, hlm. 126 OCR
No Lokasi Prioritas Hioruight Indikasi Intervensi
c2
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C2: Kab.
Pegunungan
Bintangr
. C3: I(ab. Yahukimo
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Tolikara*
. Kab. Lanny Jaya*
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas air
tinggi
ql Indikasi lokasi yang
memiliki IRBI kekeringan
tinggi dan merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan tampungan air
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dengan output, pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab. Jayawijayar
(kopi dan pariwisata
budaya Lembah
Baliem)
. D2: Kab. Yahukimo*
(Kop,
. D3: lhb. Tolikara*
(Kopi
. Dt: I(ab. Ndugar
(Kopil
. D5: Kab. Lanny
Jaya* (Kopil
. D6: IGb. Yalimo+
(Kopil
. D7: Kab.
ManbcraEo Tengah'
(Kopi)
. D8: Kab.
Pegunungan
Bintang (Kopi)
Keterangani
r) Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tdtinsgaf
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wil,ayah, dengF,i output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dcogan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal da.Ir inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian dan penataan pariwisata rintisan,
dengan ou,puf, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian orga sme pengganggu tumbuhan (OPIJ
tanaman perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
pendukungan etgtt daerah serta pengembangan desa wisata,
pengembangan UMKM lokal, pqdngkatafl daya saing masyarakat, serta
fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur darar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output fasilitasi penJrcdiaa[ perumahan terintegrasi dengan PSU;
pctdrykatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat; pengembangan SDM TII( dan digitalisasi masyarakat; perluasan
layanan penyiaran digitat; pembangunan jalan akses simpul ekonomi,;
serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, daEt, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dat! tepat
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bcrrcana
SK No 251312 A
Pengembangan kawasan perbatasan di kecamatan perbatasan prioritas,
melalui:
tiI] Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
berkas 7, hlm. 127 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:'l Pemenuhan layanan dasar, de,l,gfi output: penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana da.n prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses intemct dan listrik
Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, daryga,r output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) kawasan perbatasan negara di Provinsi Papua Pegunungan
Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output Piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN, serta bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur
pemerintahan kawasan perbatasan negara
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D9: Kcc. Iwur, lGc.
Tarup, IGc. Oksibil,
Kec. Oksamol, Kec.
Kiwirok Timur, Kec.
Batom, Kec. Mofinop,
dan Kec. Murkim
(Kab. Pegunungan
Bintang)
1
:'l
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Ihb. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
. trkb. Pegunungan
Bintang (Daerah
Surgat Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
terbuka:
. Kab. Tolikara
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Mamberamo
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Nduga (Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekol,ah
sepanjang hari:
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan mutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output: penataan gum
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output. pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasa, dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan lit€f,asi, dengan output: pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dar
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan ou$ux
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
berkas 7, hlm. 128 OCR
No Lokasi Prioritas .Friehlii?tu Indikasi Intervensi
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Pegunungan
Provinsi Papua
Pegunungan
. Kab. Jayawijaya
(Tradisi dan Budaya
Lembah Baliem)
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, terutama tradisi
dan budaya di Lembah Baliem, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan de'Jigjm, output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan dr@ut fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output etEtt
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan ouatr ut fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta
"r€nt
prioritas perlindungan bahasa d€[ sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. I(ab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Nduga (Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pembangunan RSUD
provinsi
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi tipe C:
. IGb. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. IGb, Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan output pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wilayah Papua
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, denga't output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, pcnxl.diaan sarana, prasarana, alat kcrchatan, dan obat,
pembinaan tcf,kait layanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kcachatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta peEbangurlarr RSUD Provinsi Papua Pegunungan
. Pemberian hs€ntif, jaminan keamanan, dan jaohan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. PenyEdiaan moda transportasi mendukung pel,ayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
berkas 7, hlm. 129 OCR
I{Irl:Trl-XTIfilTIf+TA
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
I(ab. Mamberamo
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Pegunungan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Ikb. Jayawijaya
. I(ab. Pegunungan
Bintang
. Kab. Tolikara
. Kab. Nduga
. Ihb. lan.rry Jaya
. Kab. Mambera.Bo
Tengah
. Kab. Yalimo
. Kab. Yahukimo
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Pegunungan
Bintang
r Kab. Yalimo
Pengendalian penyakit
fl,ariasis, kusta,
Aambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Pegunungan
Pengendalian penyakit menular dafl eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian IBC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta bantuan stimu.lan
perumahan swadaya dan peningkatan kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegah€l dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengar output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output penyEdiaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian trl,adaab, scfta tcnaSa
pengadaan tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
filariasis, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dfrryarl atvrtt
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua
Pegunungan
Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara ldrusus bagi pemerintah di wilayah Papua
. Peningkatan gizi, dengan output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi scta pemberian tata lakEananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dsn balita da,i bullet stock, *fia
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gersl(an EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dar SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output: penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
berkas 7, hlm. 130 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku peaberi{r makan
Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output penguatan puslcslnas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, s€rta penguatan
implementasi program I(B
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
a
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, melalui:
. Penguatan pertahanan keamanan Papua denga.n output operasi intelijen
kontra separatisme
. Pembentukan keamanan berbasis komunitas, dengan output: penguatan
Sistem Keamanan Lokal (Poskamling) dan peningkatan kerja sama TM
dan Polri dengan masyarakat lokal
. Pemberdayaan pemuda terutama OAP untuk meningkatkan pertahanan
keamanan distrik, dengan ou,put pelatihan dafl pemberdayaan
masyarakat untuk menjaga keamanan serta pel,atihan bela negara
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah/ul,ayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil (I(AT)
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ul,ayat, dengan output: pendampingan penj rsulran regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN Lorentz (Kab.
Jayawijaya, Ikb.
Yahukimo, I(ab.
Nduga, dan Kab.
Lanny Jaya)
. E2: TN Mamberamo
Foja (Kab.
Mamberamo Tengah,
Kab. Pegunungan
Bintang, Kab.
Yalimo, dan Kab.
Tolikara)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
PcEan aatan Ruang Laut), daa penanganan kasus tindak pidana LHK
P21
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output, optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konsen asi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output. inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi- out uf pembinaan da,r pemberdayaan kelompok
berkas 7, hlm. 131 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
E3 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Pegunungan
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: lanny Jaya
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup daa
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan n masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dengan output penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dar pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons aisteE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan nature-based solutions, serta retrofit atau penguatan
infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dafl keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dafl perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengl,i dttput pemulihan
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekolistco perairan
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan sm,'rt gouenvrDnt, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi penerapan SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai platform
terintegrasi pemerintahan di daerah
. Pemetaan dan pemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
o Peningkatan kapasitas SDM dan manajemen kinerja ASN dengan output
pengembangan kompetensi pengelolaan keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur dalam
perencanaan dan penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan
daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung sma/t
gouetnment, dengan output peningkatan portal pelayanan publik dan
penerapan PTSP berbasis OSS di daerah
. Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OA.P)
berkas 7, hlm. 132 OCR
7.4 Provinsi Papua Tengah
ih Dt 4 un ya PAPUA
t Ka “aa 19 :4 1 TENGAH
Baki “ D6 Ke Ay 83
Papua Barat / ba 5 £ | D5 LEGENDA
» La) : E3 ,
N nge A - , N xD 3 | Pn Kawasan Pertumbuhan
& Li AN E- 9 - Pegunungan Kawasan Komoditas Unggulan
RN awasan Swasembada Pangan,
. 5 3 ai 07 Pb an bada Peng
A2
: Bs 7 & S “ , Kawasan Afirmasi
” Sg 1 Kawasan Konservasi dan
Bus €- $ Rawan Bencana
s Papua (@! ibu Kota Provinsi
« Selatan
" @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan 9
Pelabuhan
Kawasan Pariwisata
1. Kawasan Pariwisata TN Teluk Cenderawasih — Kab. Nabire 9 Pase tersusun
Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak
2. Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak - Kab. Mimika Se sa Nasa
Kawasan Perkotaan su Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3. Ibu Kota Daerah Otonom Baru - Kab. Nabire Batas Admin latasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi 1. Kab. Nabire: potensial pangan, potensial energi,
: an La potensial air
: Aa BOaNal 2. Kab. Mimika: potensial pangan, potensial energi,
3. Kab. Puncak Jaya potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Nabire
5. Kab. Mimika
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
D. Kawasan Afirmasi
n Kawasan Konservasi
Daerah Tertinggal 1. TN Teluk Cenderawasih - Kab. Nabire
1. Kab. Paniai 2. TN Lorentz - Kab. Mimika, Kab. Paniai, Kab. Puncak,
2. Kab. Dogiyai Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya
3. Kab. Deiyai 3. TN Mamberamo Foja - Kab. Puncak, Kab. Puncak
4. Kab. Puncak Jaya
5. Kab. Puncak Jaya
6. Kab. Intan Jaya Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
. , 4. Kab. Deiyai
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas
7. Kec. Mimika Barat, Kec. Mimika Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan Kec. Jita - Kab. Mimika
berkas 7, hlm. 133
:T{JTT:IfTilNI'T'NI=FTA
SK No25l3l9A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
• A3: Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru (Kab.
Nabire)
Pengembangan Kab. Nabire sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Tengah, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Tengah, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Douw
Aturure Nabire
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata TN Teluk
Cenderawasih (Kab.
Nabire
Penyiapan kawasan pariwisata TN Teluk Cendrawasih di Kab. Nabire,
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
pertambangan emas-
tembaga-perak (Kab.
Mimika)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
industri berbasis SDA (emas, tembaga, dan perak) berorientasi ekspor di Kab.
Mimika, melalui:
• Peningkatan investasi dan ekspor
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Peningkatan SDM berkualitas, dengan output: fasilitasi pendampingan
SMK yang link and match dengan industri, serta pelatihan vokasi industri
upskilling dan reskilling
0,8
0,7
179,4
119,5
0,374 – 0,380
0,380 – 0,383
15,50 – 16,50
26,50 – 27,00
78,99
59,28
0,45
0,42
2,00 – 2,40
2,65 – 3,12
83,20
82,56 7,7
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
berkas 7, hlm. 134 OCR
No Ll(asi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan implementasi penanganan kerusakan lingkungan hidup
akibat pertambangan, melalui: reklamasi paacatambang
Bl Kawasan Komoditas
82 Unggul,an:
B3 (Komoditas kopi)
Sentra Produksi
. Bl:Kab. Pariai
. 82: Kab. Dogiyai
. 83: Kab. Puncak
Jaya
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, dengan output pengembangan
kawasan kopi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OP'T)
tanaman perkebunan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output. pendampingan/penerapan sertifikasi/pengembangan produk,
fasilitasi dan pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil,
pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan
UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi
Pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, denga,i output: fasilitasi pemberdayaan dan
pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan al(sca internet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, icrta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan rioct dan inovasi teknologi, df,rqlai output.
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
tetrna$tk digital farming
M Kawasan Komoditas
Bs Unggulan:
(Komoditas tuna
cakalang-tongkol)
Pcruuatan sentra produksi berbasis komoditas tuna-cakalang-tongkol,
melalui:
. Penguatan sentra produksi, de'iga,i autwt penyaluran bantuan alat
penangkapan ikan dan/atau a.lat bantu penangkapan ikan serta
penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output. peningkatan fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pembangunan
rantai dingin termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penguatan
sarana distribusi logistik produk kelautan dan perikanan, anelka dan
informasi pasar ekspor, fasilitasi dan pembinaan standarisasi dalr
sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan gerakan ekonomi
kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDca, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan ou$ut percontohan
penyuluhan/penerapan Eodcl pemberdayaan sosial ekonomi pada
masyarakat kelautan dan perikanan, serta pendampingan dari penyuluh
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, de,IgM output pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT sesuai standar, serta p€rluasdt jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
. PcadnSkatafl kapasitas dan tata kelola kelembagaan, s€rta akses
terhadap pembiayaan, dcngen outplf peningkatan kapasitas
kelembagaan pada kelompok usaha bcrsasra, fasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha pada IJMKM kelautan dan perikanan,
fasilitasi pengembangan BUMDesa, fasilitasi dan pembinaan standarisasi
dan sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan kampung
nelayan dan desa perikanan cerdas (smart fisl@,r&,s uiuagq, *na
penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
Sentra Produksi
. 84: Kab. Nabirc
. 85: Keb. Mimika
berkas 7, hlm. 135 OCR
*l,FILtrN
ir{IrFJrrXIrrffr+TA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, dexqp,n ottqJux
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
Provinsi Papua Tengah Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dalt peningkatan jalan strategis dan jalan fans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong ruas Jalan
Wagete-Timika, Mulia-Sinak, Ilu-Mulia-Enarotali, Kaluba8a-Ilu-Mulia,
serta penanganan jalan daerah
. Pengembangan pelabuhan dan jaringan pelayaran, dengan output
peningkatan l,ayanan angkutan penyebrangan perintis
o Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Bandar Udara Ilaga, Agandugume, dan Sinak di
Kab. Puncak, Bandar Udara Mozes Kilangin di Kab. Mimika, dan Bandar
Udara Douw Aturure di Kab. Nabire, standardisasi airstrip di Papua
Tengah, pengembangan angkutan udara perintis penumpang, angkutan
BBM pesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang, serta
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan output perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIX dan digitalisasi
masyarakat
:')
a
:l
Kab. Mimika
(perikanan dan
pertambangan)
Kab. Paniai
(perkebunan)
Kab.
Dogiyai(perkebunan)
Kab. Puncak Jaya
(perkebunan)
Kab. Nabire
(perikanan dan
pariwisata)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BI,I() yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah
(perkebunan, perikanan, pariwisata, dar pertambangan) sesuai kebutuhan
DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dengan ou,put jalan menuju fasilitas pendidikan, revitalisasi
sarana dalt prasarana perguruan tinAEi, serta revitalisasi fasilitas
pendidikan dan ba.lai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi,, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upski ing dg,l, r..ski ing berstandar
industri
o Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output: akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl:Kab. Nabire*
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: Kab. Mimika*
(padi, sagu, dan
pangan akuatik)
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan berbasis pertanian
tanaman pangan (padi dan sagu) serta pangan akuatik/bluefood berbasis
perikanan tangkap, melalui:
. Peningkatan produksi, dengan output pengembangan kawasan padi dan
sagu, optimasi l,ahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pemberian pupuk bersubsidi, pengendalian organisme
pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan, serta penyaluran benih
ikan air laut
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, dengan output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
SK No25l32l A
berkas 7, hlm. 136 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Rentan Pangan:
. I(ab. Puncak Jaya(
(ubi dan babi)
. Kab. Intan Jayak
(ubi)
. Kab. Dogiyai (ubi
dan hortikultura)
peningkatan jalan usaha tad, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju sentra pangan lokal, serta pembangunan fasilitas logistik
Keteranga.n:
r) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
s) Indikasi lokasi yanA
memiliki produksi
Pangan rendah dan
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Gudang lumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi
. Penguatan kapasitas SDM (pctad dan nelayan), dcogan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas l,ctani serta pelatihan kelompok tani untuk
CAP (C,ood Agriculture Practices), GHP lc\@d Handling Practices), da,I PHT
(Pengendalian Hama Terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelaku uta.ma, serta mendorong ownership petani dan
nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yarlg mendukung pengembangan pangan lokal, denga,l. output
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis, serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi
logistik
Penguatan kawasan rcntan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output, pengembangan kawasan ubi dan
hortikultura, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan,
pemberian bantuan pangan dalan rangka pengendalian kerawanan pangan,
bantuan ternak babi, peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan
pengolahan hasil tanaman pangan
c1
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab, Mimika*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Puncak Jaya**
. Kab, Intan Jaya*
Keterangan:
'l Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitsn EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrif kasi rendah atau
persentase rumah tangga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bu.kan
listrik yang tinggi
Peningkatan kct hanan energi, terutama dengan mempercepat transisi energi
berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber cflcrgi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output. pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga mikrohidro
(PLTMH), dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), pemetaan
potensi EBT lainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output pemasangan sambungan
baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau
berada di daerah 3T
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab. Mimika*
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan eobutlg dan tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dengan output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Puncak*
. Kab. Puncak Jaya*
berkas 7, hlm. 137 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbruigfu Indikasi Intervensi
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan air tinggi dan
luas wilayah sungai yang
besar
i) Indikasi lokasi yang
memiliki i IRBI
kekeringan tinggi
dan/atau merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas
ketahanan iklim bidang
air
DI
D2
D3
D4
D5
D6
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: I(ab. Paniai
(kopi)
o D2: Kab. Dogiyai
tkopi)
. D3: Kab. Deiyai
(kopi)
. D4: Kab. Puncak
(kop,
. D5: Kab. Puncak
Jaya (kopi)
. D6: Kab. Intan Jaya
(kopi)
'l Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial y{ry sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, deEilla,J. q/tr}r'.tt afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dsn tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD lralrg mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pel,aksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan cloEoEi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, dengan
output optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
peningkatan sarana budi daya ikan laut yang disalurkan ke masyarakat,
pendampingan dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok pelaku
utama/usaha, pengembangan UMKM lokal, peningkatan kemandirian
masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari
kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai standar,
serta peningkatan konektivitas intra dan antarwil,ayah, dengan output
fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU; peningkatan
SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan; perluasan jaringan
listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet cepat; pengembangan
SDM TItr. datr digitalisasi masyarakat, perluasan layanan penyiaran
digital; pembangunan jalan akses simpul ekonomi; serta p€ng€obang.n
sarana angkutan pcfiatis l,aut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang cfisicar dan tc?at
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bencana
D7 Kawasan Afirmasi
Kawasan perbatasan
Pengembangan kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pcraenuh.n l,ayanan dasar, dcf,{gan output penyediaan rumah layak
huni, penyediaan sarana pel,ayanan dasar, pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi di kawasan perbatasan, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
internet dan listrik
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output: fasilitasi kampung siaga bencana terhadap
warga masyarakat di lokasi ratDan bencana, scrta fasilitasi dan
pembinaan kelompok masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana
alam di kawasan perbatasan.
. Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN
Kecamatan perbatasan
prioritas:
o D7: Kec. Mimika
Barat, Kec. Mimika
Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan
Kec. Jita (Kab.
MiEika)
berkas 7, hlm. 138 OCR
I:I':FIIIHX
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asrama:
. I(ab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. IGb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekolah
terbuka:
. IGb. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. IGb. Deiyai (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab, Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal))
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Paniai (Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Nabire
. I(ab. Intan JaJra
(Daerah Sangat
Tertinggal
. IAb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu layanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama,
melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan mutu tcnaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan o{rtpuf, penataan guru
dikdas dan dilsnelr, serta peningkatan kompetensi gum dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dengan output: pemberian tunjangan khusus
baai guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK serta pemberian
beasiswa afirmasi menengah (ADEM) dan pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, de'i,gut output. pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan pada satuan pendidikan dan
a.kreditasi pada Batuan pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output
pcn]4rsururn model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yanA adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Tengah Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan dengan output.
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
le@baga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal dengan
output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi, cagar
budaya, dan benda budaya, ocrta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, sri'ta
pengembangan erren filItt dan musik b€rbask budaya lokal
berkas 7, hlm. 139 OCR
BUK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta euen, prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pel,ayanan kesehatan
bergerak:
. Kab. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. lGb. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pembangunan RSUD
Provinsi:
. I(ab. Nabire (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D menjadi tipe C:
. Ikb. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Ibb. Deiyai (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. Kab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan output. pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan orang asli Papua, dengan output: penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wilayah Papua
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait layanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kesehatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua tengah
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
. Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab. Paniai
. Kab. Dogiyai
. Kab. Intan Jaya
o Kab. Deiyai
. Kab. Puncak
. Kab. Puncak Jaya
. Kab. Nabire
. Kab. Mimika
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan, pengendalian TBC dan layanan penemuan a.lrtif
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, dan peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pengadaan
berkas 7, hlm. 140 OCR
No Lokasi Prioritas Hrbruight Indikasi Intervensi
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Paniai
. Kab. Nabire
Pengendalian filariasis
kusta, frambusia, dan
HIV/AIDS:
Provinsi Papua Tengah
tenaga kesehatan terlatih pencegahan datr pengendalian frambusia, scfta
peningkatan infrastruktur SPAM daa SPAL
Eliminasi penyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian fil,ariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, scda
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output,
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data dan informasi HIV/NS
Provinsi Papua Tengah Penguatan percepatan pencegahan penurunan stun lilg serta perbaikan gizi
lainnya melalui:
. Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
. Peningkatan gizi, derrya,i output: : pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer stock, *tla
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output: penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
. Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
. WPP 718 (perbatasan
perairan dengar
Australia)
Peningkatan pertahanan
dar keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 717 dan 718, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan kc@anan l,aut, dengan
output peningkatan operasi kapal dan speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelol,a perikanan q'il,ayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satn a liar, serta
IVU (i egdl, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dala& upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, mitigasi konflik daerah, serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi HAM
yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalan peningkatan kcaEaaan dan ketertiban
wil,ayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat pesisir
peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas wilayah
laut
berkas 7, hlm. 141 OCR
PRESIOEN
No Lokasi Prioritas Irigruight Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Tengah Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan u,Erga komunitas adat terpencil
. Percepatan penl rsunan peraturan daerah t tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ul,ayat
El Kawasan Konservasi:
E2 . El: TN Teluk
E3 Cenderawasih (Kab.
Nabire)
. E2: TN Lrreffz (Kab.
Mimika, IGb. Punca*
Jaya, Kab. Puncak,
Kab. Intan Jaya, dan
Kab. Paniai)
. E3: TN Mamberamo
Foja (Kab. Puncak
dan Kab. Puncak
Jaya)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output: optimalisasi
pengelolaan le@b88a kons€n asi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies daa konservasi biota yarry
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output:
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalan pengelolaan kawasan
konservasi, de,lga,r output. pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
E4 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Tengah
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. B+: Kab. Deiyai
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat Orrro mitigasi
bencana datl perubahan iklilr, dengan output. penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan ou,put penguatan
rcq)ona sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan 7.o,twe-bosed. solutions, serta retrofit atau penguatan
infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dcruan output, pemulihan lahan
rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascataEbang
berkas 7, hlm. 142 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Tengah Peningkatan smart gouer tuefut, penguatan kapasitas ASN, dqtl peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi lrcncrapan SIPD, SII{D, da! SIPPP g€b,E i platform
terintegrasi pemerint han di da€rah
. ItEetaalt datl pemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
. Peningkatan kapasitas SDM darl manajemen kinerja ASN, dengan output
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung snra,,t
government, dengan output peningkatan portal pelayanan publik dan
administrasi serta penerapan PTSP berbasis OSS
. P€ningkatqtr dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAB
berkas 7, hlm. 143 OCR
7.5 Provinsi Papua Selatan
Tn p” Tengah £ At Papua Pegunungan
an PP PAPUA
TL B3 D26 MD NI SELATAN
| 9 A1 LEGENDA
Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Komoditas Unggulan
c2 D1,5 Kawasan Swasembada Pangan, Air
5 dan Energi
Lu B2 D3,7 Ki Kawasan Afirmasi
AA y Kawasan Konservasi dan Rawan
» Bencana
9 (@) wu Kota Provinsi
a22 B14 C1 @ Bandar Udara
, E2 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan AM 9
ru @ Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata AA x
1. Kawasan Asmat - Kab. Asmat & Pen nesona
Kawasan Perkotaan Merauke mam Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Belas Administrasi
Merauke
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Sagu Daerah Tertinggal"
1. Kab. Merauke 1. Kab. Boven Digoel
2. Kab. Mappi 2. Kab. Asmat
3. Kab. Asmat 3. Kab. Mappi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Merauke ”) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah Pendukung
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 4. PKSN Merauke, Kec. Ilwayab, Kec. Tabonji, Kec.
Waan, Kec. Tubang, Kec. Okaba, Kec. Malind, dan
1. Kab. Merauke: KSPP, potensial pangan, potensial energi Kec. Naukenjerai -— Kab. Merauke
2. Kab. Boven Digoel: potensial air 5. PKSN Tanah Merah, Kec. Kombut, Kec. Waropko,
dan Kec. Ambatkwi — Kab. Boven Digoel
: Kecamatan Perbatasan Prioritas
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana 6. Kec. Agats dan Kec. Fayit - Kab. Asmat
1. TN Lorentz — Kab. Asmat 7. Kec. Minyamur — Kab. Mappi
2. TN Wasur — Kab. Merauke Kawasan Transmigrasi
8. KT Salor — Kab. Merauke
9. KT Muting — Kab. Merauke
Kawasan Perdesaan Prioritas
10. Kawasan Perdesaan Semangga,Tanah Miring, Kurik,
dan Malind — Kab. Merauke
berkas 7, hlm. 144
R,EPTJELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kab. Merauke
Pengembangan Kab. Merauke sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru
Provinsi Papua Selatan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Ewer
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, peningkatan akses internet tetap pitalebar untuk
UMKM dan fasilitas umum, perluasan jaringan telekomunikasi dan
akses internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah
swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan Asmat
(Kab. Asmat)
Penyiapan kawasan Asmat, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan
jalan daerah dan pengembangan bandara Ewer (Kab. Asmat)
• Pengembangan produk kepariwisataan, dengan output: pendukungan
event daerah, fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual pada produk
ekonomi lokal, dan pengembangan produk ekonomi lokal
• Pengembangan sentra pariwisata, dengan output: pengembangan desa
wisata
• Peningkatan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata, dengan
output: pelatihan dan pembekalan sdm pariwisata serta sertifikasi sdm
bidang pariwisata
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
terpadu secara nasional dan internasional
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,1
0,2
91,9
65,5
0,367 – 0,372
0,372
12,50 – 13,50
16,50 – 17,00
78,99
59,00
0,47
0,44
0,69 – 0,84
0,84 – 1,00
81,30
80,63 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
berkas 7, hlm. 145 OCR
l-Ir-l-5{Itr{l
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?ht Indikasi Intervensi
B4 I(aEas€rt Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Penyiapan pengembangan sentra produksi berbasis komoditas tuna-
cakalang-tongkol, melalui:
r Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output penyaluran
ba.ntuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan,
penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat, serta pengembangan
kampung nelayan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran,, promosi, dan peningkatan ekspor
produk perikanan, dengan ouvuf peningkatan fasilitas Tempat
Pelelangan Ikan (TPI), pengembangan rantai dingin termasuk gudang
beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana penyimpanan dan
distribusi logistik produk, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan d€Ir penguatan
koperasi, pelaku us€ha, t MKM dalam rantai pasok,
pembentukan/pengembangan U(M/UMKM, koperasi, dan BUMDes,
serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dangan output: siswa SMK yang tersertifikasi kompetensi yang relevan
dengan dunia kerja, sertifikasi awak kapal, dan pemberian akreditasi
kepada lembaga pendidikan kelautan perik nan
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output pengembangan kampung nel,ayan
dan desa perikanan cerdas (smart fisheries village), gcrla penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pembangunan datl peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan,
pengembangan kampung nelayan, dan perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output: hilirisasi
produk akuakultur dan produk hilirisasi pangan hasil l,aut, pemberian
bantuan pendanaan nat&ing fund (BOPTN Penelitian) terkait produk
hilirisasi kelautan perikanan, serta penerapan teknologi ekonomi digital
Sentra Produksi
. 84: Kab. Merauke
Bl Kawasan Komoditas
92 Unggul,an
83 (Komoditas sagu)
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas sagu, melalui:
. Peningkatan produksi perkebunan, dengan output pemberian bibit
unggul t6Daoan, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan
(OPf) tanaman perkebunan
. Pengembangan tata niaga/pemasaran, daa promosi produk, dengan
output pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
BUMDesa, dan koperasi, serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan sekolah
vokasi, serta Fasilitasi Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat
Perdesaan (READSI)
. Pembangunan infrastruktur da! penyediaan sarana prasarana
pendukung, de,rgm, output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian prapanen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan aksca internet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, s€f,ta akses
terhadap pembiayaan, df,igl,r output, pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dsn inovasi teknologi, dengan output:
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming *tt, peningkatan penerimaan bantuan
pendanaan penelitian matching fund. IBOPt'll penelitian)
Sentra Produksi
. 81: I(ab. Merauke
(sagu)
. 82: Kab. Mappi
(sagu)
. 83: Ihb. Asmat
(sagu)
berkas 7, hlm. 146 OCR
No Lokasi Prioritas .Fligrurrh, Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Selatan Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, daD jalan
3TP, dengan output penanganan jalan daerah dan pembangunan Jalan
Trans Papua Merauke-Sorong (Iwur-Waropko, Merauke-Mappi)
. Pengembangan pel,abuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output peningkatan pelayaran kapa.l Ro-Ro, p€n)Elcngtaraar layanan
transportasi l,aut dan penyeberangan perintis, rehabilitasi fasilitas
Pelabuhan Agats di IGb, Asmat, pengembangan fasilitas Pelabuhan Moor
di Kab. Mappi, pembangunan fasilitas Pelabuhan Wowi di Kab. Asmat,
pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Bade di Kab. Mappi, layanan
angkutan laut perintis, serta peningkatan l,ayanan angkutan laut perintis
dan layanan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan Bandar Udara Ewer di Kab. Asmat, Bandar Udara
Tanah Merah di Kab. Boven Digoel, Bandar Udara Mopah di Kab,
Merauke, dan Bandar Udara Kepi di Kab. Mappi, pengembangan
angkutan udara perintis penumpang, pengembangan angkutan udara
perintis kargo, pengembangan angkutan BBM pesawat udara
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dar sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, s€rtajarinSan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan ou,put pembangunan
BTS 4G/Lastmile, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet
cepat, pengembangan SDM fiK dan digitalisasi masyarakat, serta
perluasan layanan digital
Kab. Merauke
(pcrikaffn dan
perkebunan)
I(ab. Mappi
(perkebunan)
Ihb. tu@at
(perkebunan dan
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah (perikanan, perkebunan, ekonomi kreatif, serta industri pengolahan)
sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pel,atihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan Eutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi daa tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling da'r r"ski ing berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: I(ab. Merauke
Pengembangan Kawasan Sentra Produki Pangan (KSPP) Merauke yang
didukung dengan kawasan transmigrasi Salor, melalui:
. Pencetakan Eaxrah
. Peningkatan produksi, dengan output, penyaluran benih padi, areal
pengendalian organirrac pengganggu tanaman (OP/TI pangan, dan unit
pengolah pupuk organik (UPPO)
. Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
konektivitas transportasi dcaa, datr rehabilitasi jaringan irigasi tersier
berkas 7, hlm. 147 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output peningkatan jalal usaha tani, alat dan mesin pertanian
pra panen, sistem drainase yang dibangun di kawasan transmigrasi, area
penyaluran benih padi, serta penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju KSPP
Penguatan sarana pascapanen dan tata kelola, dengan output
penyedia& sarana pengolahan hasil tanaman pangan, pengembangan
kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha koperasi, dan
peningkatan akses pembiayaan modal
Pengembangan risct dan inovasi teknologi, d€,;ryan out ut
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital J@7".i7.g
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: IGb. Merauker
(padi dan pangan
akuatik)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Boven Digoel*
(padi)
. Kab. Mappi* (sagu)
Keterangan:
t) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
") Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan padi dan pangan
akuatik/ bluefood berbasis perikanan tangkap, melalui:
. Penguatan produksi, dengan output, optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak menjadi produktif, pengembangan kawasan padi, pemberian
pupuk bersubsidi, alat daa mesin pertanian prapanen, pengendalian
organisme pengganggu tumbuhan (OP-D tanaman pangan, serta
penyaluran benih ikan air laut dan tawar
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: penyediaan sarana pasca panen dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalan usaha tani,
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasi jaringan
irigasi tersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
serta penyediaan dan konektivitas (jalan, pelabuhan, dan bandara)
sebagai akses menuju sentra pangan lokal, pembangunan fasilitas
logistik (gudang penyimpanan pangan) mendukung distribusi bahan
pangan bergizi, serta peningkatan sarana dan prasarana penangkapan
ikan
. Penguatan kapasitas SDM (petani dan nelayan) yang terlatih GAP, GHP,
dan PHT, dengan output: fasilitasi pemberdayaan dan pembangunan
masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan kapasitas petani
sena pelatihan kelompok tani untuk GAP (Good. Agriculture Practices),
GHP (G.ood. Handling Practices), dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu),
penyuluhan perikanan dan kelautan untuk kelompok pelale utama,
mendorong ownership petani dan nelayan p.da aset dan lembaga yang
telah dibentuk, serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, den48trr output
p€mbcntukan/p€dgembanEan koperasi berbasis komoditas
Penguatan kawasan rentan pangan dilaku.kan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan padi dan sagu,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat lrang terfasilitasi pen8anekaragaman pangan, serta pcEbcrinl
bantuan pangan dalam rangka pcogcDdalian kerawanan pangan
cl Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Merauke*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Mappi*
. Kab. Asmat*
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan penguatan infrastruktur
ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan wilayah dan pemerataan
pembangunan pada kawasan potensial energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (ERI) sesuai dengan potensi
daerah dan dedierclisasi, dengan output Pembangkit Listrik Tcna8a
Surya (PLTS), energi berbasis bahan baku nabati lbioe eryAl termasuk
ethanol, pemetaan potensi EBT lainnya, pembangunan sist€o transmisi
dan interkoneksi tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output: penyediaan
dan peningkatan jalan akses menuju pembangkit
berkas 7, hlm. 148 OCR
REPUBLTK INDONESIA
No Lokasi Prioritas ffrbrubft , Indikasi Intervensi
Keterangan:
. 1 Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EBT tinggi
. *) Indikasi lokasi
yang memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
penerangan uta,lu
listrik noD PLN dan
bukan listrik
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan mela.lui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
c2 I(awasafl Potensial
Swasembada Air:
. C2: Ihb. Boven
Digoel.
Peningkatan ketahanan afu untuk lDetuenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya ai,., de g,al output
pembangunan €obung dan tampungan air lainnya
Penguatan kauras€n rawan air dilakukan melalui penyediaan sutrbcf, air
baku alternatif, denga,,,^ output pembangunan embung, pembangunan
sarana datt prasarana air baku, serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
Kawasan Rawan At:
. Kab. Merauke*
. Kab Asmat*
Keterangan:
. r) Indikasi lokasi
yang memiliki
kapasitas tampungan
air tinggi
. 11 Indikasi lokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
D1 Kawasan Afirmasi
D2 Daerah Tertinggal*:
D3 ' Dl: IGb' Boven
Digoel (karet)
. D2: IGb. Asmat (sagu
dan ekonomi kreati0
r D3: Ikb. Mappi*
(sagu)
Keterangan:
1 Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
o Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, deEilll,J. autpux afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yalrg mendapat pembinaan Program
Afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosia.l adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi berbasis
pengembangan scnEa perkebunan terintegrasi dan ekonomi kreatif,
dcargan output optiEasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OP-I)
tanaEan perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
pendukungan event daerah, pengembangan desa wisata, pengembangan
UMKM lokal, peningkatan kemandirian masyarakat, peningkatan daya
saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pcrrb€ntuksr koperasi dari
kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dar antarwilayah, dengan
output fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU,
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan,
perluasan listr'ik- jaringan telekomunikasi. den ekses internet
berkas 7, hlm. 149 OCR
No Lokasi Prioritas HOruigtu Indikasi Intervensi
cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan akses simpul ekonomi,
pengembangan ssrana angkutan perintis darat datr udara, serta
pengembangan Bandara Mindiptanah dan Iapter Bomakia (Kqb. Bovcr
Digoel)
Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yatrg eEsi€ir datr tepat
guna, dcargan output masyar:akat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dala.m penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D?
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan:
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Merauke,
serta Kec. Ilt 'ayab,
Tabonji, Waan,
Tubang, Okaba,
Malind, Naukenjerai
(Kab. Merauke)
. D5: PKSN Tanah
Merah, serta IGc,
Kombut, Waropko,
Ambatkwi (I(ab.
Boven Digoel)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D6: Kec. Agats dan
Kcc. Fayit (I(ab.
A8|!at)
. D7: IGc. Minyamur
(IGb. Mappi)
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Tanah Merah dan Merauke, serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, da\gart auqrut penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan ak3c8 internet dan listrik
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pengembangan
berbasis komoditas unggulan terutama di PKSN, dengan ou,put optimasi
l,ahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, penyediaan
bibit unggul, pengendalian qgani$rc pengganggu tumbuhan (OPTJ,
pengolahan pasca panen komoditas, masyarakat yang ditingkatkan
kapasitasnya, peningkatan akses pembiayaan modal, serta pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT yang dikelola dan operasional sesuai standar,
dan layanan validasi dan verifikasi pupuk
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, danga,r output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Papua Selatan
. Penguatan tata kelola pemerintahan, de'l.ga,r output piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN
D8 Kawasan Afirmasi
D9 Kawasan Transmigrasi:
. D8: KT. Salor (tr(ab.
Merauke)
. D9: KT. Muting (I(ab.
Merauke)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Salor dan Muting, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,I output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, si3trr! drainase, saraaa permukiman di kawasan
transmigrasi, perluasan jaringan Ustrit, jaringan telekomunikasi, dan
akses intcmet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output:
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dan Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian sagu, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, serta pcnSqrdalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPI tanaD€Il pangan, dan penyediaan bibit unggul pertanian
o Redistribusi aEct (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. PcDataafl persebaran penduduk dalt penyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan dan penempatan transmigran
. Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga keda terampil,
dp,rg,,,i outputi tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur Jrang berkinerja tinggi di Kawasan Transmigrasi
D10 Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas:
. D10: IGn'asan
Perdesaan Prioritas
Semrnose Tefleh
Pengembangan Kawasan Ferdesqgn Prioritas Scman8Ea, Tanah Miring,
Kurik, dan Malind, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa datr perdesaan, dengan output
penyediaan ruBah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
berkas 7, hlm. 150 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Miring, Kurik, dan
Malind (Kab.
Merauke)
Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal,
dcogaIr output pembentukan/pengembangan dan pendampingan
I(M/UMKM, koperasi, dan BUMDca
Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dcn lan output. fasilitasi
penguatan tata kelola desa
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asf,ama:
. Kab. Asmat (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Merauke (PKSN
Merauke)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. I(ab. Boven Digoel
(Daerah Tertinggal
dan PKSN Tanah
Merah)
Peningkatan aks€s dan
tuunr pelayanan
pendidikan;
Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Selatan
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekol,ah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, mela.lui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dc,,.gm, output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, denga'r output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada Batuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kuriku.lum yang kontekstual wil,ayah Papua, dengan output
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Selatan Peningkatan perlindungan datr pelestarian budaya lokal, terutama tradisi
dan budaya di Kab. Asmat, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, dengan output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lcrabaSa kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan qrt?ut fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan u,arisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya da€f,ah, dengan ouqrux event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan el€n flm daIr musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Lab. Mappi (Daerah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Pendayagunaan tenaga kesehatan dan &naga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output. penugasan khusus
dan
berkas 7, hlm. 151 OCR
BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Hri?rurbhf Indikasi Intervensi
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Ihb. Asmat (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritasl
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak da,t telenpdicitD,
dengan output pembinaan, pendampingan, dalt bimbingan telmis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bcrgcf, ak serta iEplem€fl tasi layanan
telemedicine
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, a.lat kesehatan, dan obat,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua Selatan
Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
Pcngerabangafl inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kab. Merauke
Peningkatan RS dad tipe
D menjadi tipe C:
. I(ab. Boven Digoel
(Daerah Tertinggal
dan PKSN Tanah
Merah)
. Ikb. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Asmat (Daerah
Tertinggal da.n
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan
mutu Pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. I(ab. Merauke
. IGb. Asmat
. Kqb. Boven Digoel
. lGb. Mappi
Pengendalian pcdJrakit
TBC:
. Kab. Mappi
. Kab. Boven Digoel
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan,
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan tr terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
l,ayanan pencegahan dan pengendalian TBC dan layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta, denS!fr output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dstr pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian frambusia,
serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengg&, output:
penyediaan alat datl bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan tertatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
berkas 7, hlm. 152 OCR
- 3t7 -
No Lokasi Prioritas HriqHAtu Indikasi Intervensi
Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dangfa output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Selatan Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya, melalui:
. Pendampingan occara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
. Peningkatan gizi, deogF,i output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dori buffer stock, *tta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu, serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output. penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output: penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
arEk, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
. Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 718 (perbatasan
dengan Australia)
Peningkatan pertahanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Selatan
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 718, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dcngs,l output
peningkatan operasi kapal dan speed.boat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilega.l tumbuhan dan satwa liar, serta
lwl (illegal unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKt B dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat ddam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Selatan Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dsn
tanah adat/ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ulayat, dengan output: pendampingan penyusunan regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
berkas 7, hlm. 153 OCR
No Lokasi Prioritas Hbru{?fu Indikasi Intervensi
El Kawasan Konservasi:
E2 . El:TN Lorentz (I(ab.
Asmat)
. E2: TN Wasur (I(ab.
Merauke)
Perlindungan, pengelolaan , dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ru€lg kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut), dan penanganan kasus tindak* pidana Lt
nt
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konse asi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan katrE8an konservasi, denga,r output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nil,ai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, darLgat output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
[pokmaswas)
. Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Provinsi Papua Selatan Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan ikliE, dengan ouwi, penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wil,ayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lshan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, de'rglott output lrcmulihaa
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan
Provinsi Papua Selatan Peningkatan sr4larl gouemfita\t, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
. Optimalisasi sistem perencanaan d€I! penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi pcn6ap6n SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai plafonn
terintegrasi pemerintahan di daerah
. Peractaatr dan pemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
o Peningkatan kapasitas sDM dan manajemen kinerja ASN , dcngjur output
pengembangan kompetensi pcary€lolaatt keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur da.laE
perencanaan dafl penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan
daerah
. Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smart
goDemmetut, dengan wlpux peningkatan portal pelayanan publik dan
penerapan PffiP berbasis OSS di daerah
r Peningkatan <tan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAP)
berkas 7, hlm. 154 OCR
7.6 Provinsi Papua Barat Daya
Ne PAPUA BARAT
SE D3, A1 C
, So YA El aa LEGENDA
“ " aa FG , D14 TX | Kawasan Pertumbuhan
. 2 # Opa car Serena 2 AJA ra ka — Kawasan Komoditas Unggulan
no Pa - na £. 2 4 C1 if , Kawasan Swasembada Pangan,
la . "5 fojaa 3. : | Air, dan Energi 8
, 2 - SM ja — PENA 0 3 Kawasan Afirmasi
| Nam JP 8 2 aa de Kawasan Konservasi dan
PaNNP NN | PP & Pa d NX D2 P, “ Rawan Bencana
1 . , -— Lt 9 5. B3 N . d Papua Barat (@! ibu Kota Provinsi
ha L / @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan $ PAI Oo
2 Pelabuhan
Kawasan Pariwisata 2 2 4 SS
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Raja - Ao 9 Kawasan Revan Bencana
Ampat - Kab. Raja Ampat f an —
Kawasan Perkotaan 3 sm Jalan Nasional
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru dan Kota "N$ Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Industri, Perdagangan, dan Jasa - Kota Batas Administrasi
Sorong
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Udang 1. Kab. Sorong: potensial pangan, potensial
1. Kota Sorong . . energi, potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Udang 2. Kab. Sorong Selatan: potensial pangan
2. Kota Sorong 3. Kab. Tambrauw: potensial air
3. Kab. Sorong Selatan
4. Kab. Sorong
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
5. Kab. Sorong E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
6. Kota Sorong
Kawasan Konservasi
D. Kawasan Afirmasi 1. Geopark Raja Ampat, KKN dan KKD Kep. Raja
Ampat, serta KKN Kep. Waigeo Sebelah Barat
Daerah Tertinggal" — Kab. Raja Ampat
1 Kan. Dana 2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
4) Daerah Denah juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal Hayati Teluk Bintuni - Kab. Sorong Selatan
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kec. Ayau dan Kec. Kepulauan Ayau -— Kab. Raja Ampat 3. Kota Sorong
4. Kec. Kwoor dan Kec. Abun — Kab. Tambrauw 4. Kab. Maybrat
Kawasan Transmigrasi
5. KT Klamono -— Segun - Kab. Sorong
Kawasan Perdesaan Prioritas
6. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Raja Ampat —
Kab. Raja Ampat
berkas 7, hlm. 155
REPI.JELIK INDONESIA
SK No25l34l A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: DPP Raja Ampat
(Kab. Raja Ampat)
Pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta peningkatan
kualitas destinasi wisata pada kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP
Raja Ampat), melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandar Udara DEO Sorong dan bandar udara perairan di Misool, Kab.
Raja Ampat
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah,
pengembangan desa wisata, pengembangan jejaring di destinasi
pariwisata, dan pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat skala komunal, pembangunan sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, penataan kawasan destinasi wisata,
serta pengembangan amenitas dan aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi sertifikasi SDM bidang pariwisata dan
penyelenggaraan pelatihan vokasi
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
peningkatan publikasi dan promosi terpadu secara nasional dan
internasional
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pariwisata
berkualitas, penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata,
pengembangan UMKM, serta pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
• Peningkatan kelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
pelaksanaan operasi SAR, serta penyediaan jalur evakuasi bencana KTA
Selat Dampier, KTA Misool, dan KTA Wayag
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru dan
Kota Industri,
Perdagangan, dan
Jasa (Kota Sorong)
Pengembangan Kota Sorong sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Barat Daya serta kota industri, perdagangan, dan jasa, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Barat Daya, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara DEO
Sorong
0,2
0,2
89,4
64,9
0,295 – 0,300
0,300
11,76 – 12,76
17,60 – 18,00
23,09
1,08
0,52
0,49
5,32 – 5,92
6,30 – 6,80
83,52
82,89 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 7, hlm. 156 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dc'rgj,fl, output
pembangunan jalan strategis, pembangunan SPAM, pembangunan
sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat, serta pemberian
bantuan pembangunan rumah swadaya
Penataan kawasan dan peningkatan citra kota, dengan ox@af penataan
kawasan, penguatan branding krwag€,;', dan penguatan promosi daya
tarik kota
81 Kawasan Komoditas
92 Unggulan:
83 (Komoditas udang)
Sentra Industri
. Bl: Kota Sorong
Sentra Produksi
. Bl: Kota Sorong
. 82: I(ab. Sorong
Selatan
. B3: Kab. Sorong
Penyiapan pengembangan ekosistem s€ ra industri berbasis komoditas
udang, melalui:
. Penguatan sentra produksi, d€,rg,o, output penyaluran bantuan alat
penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan serta
penyaluran benih ikan udang ke masyarakat
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produ.k udang, dengan output peningkatan fasilitas
tempat pelelangan ikan (TPI), pembangunan rantai dingin termasuk
gudang beku dan kelengkapannya, penguatan sarana distribusi logistik
produk kel,autan dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor,
fasilitasi dan pembinaan standarisasi dan sertifikasi produk pada usaha
mikro, pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui
pengembangan IKM/UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes,
serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output percontohan penyuluhan/penerapan model
pemberdayaan sosial ekonomi pada masyarakat kelautan dan perikanan,
serta pendampingan dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok
pelaku utama/usaha
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output peningkatan kapasitas
kelembagaan pada kelompok usaha bersama, fasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha pada t UMKM kelautan dan perikanan,
pengembangan kampung nelayan dan desa perikanan cerdas (smart
fisheries village), *rta penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan pelabuhan pendukung
industri udang, serta perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, dclrglai output
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
BS Kawasan Komoditas
86 Unggul,an:
(Komoditas rumput l,aut)
Sentra Produksi
. 85: IGb. Sorong
. 86: Kota Sorong
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas rumput laut, melalui:
. Penguatan sentra produksi, dengan output revitalisasi lahan budidaya
sesuai zonasi, pengendalian haDa terpadu, serta peningkatan
ketersediaan bibit rumput laut yang unggul
. Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output pembangunan rantai dingin termasuk gudang beku dan
kelengkapannya, penguatan sarana distribusi logistik produk kelautan
dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor, fasilitasi dan
pembinaan standarisasi dan sertifikasi produk pada usaha mikro,
pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan
IKM/I MKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM, dengan output percontohan
penyuluhan/penerapan model pemberdayaan sosial ekonomi pada
masyarakat kelautan dan perikanan, serta pendampingan dari penyuluh
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan qttput pembangunan jalan strategis,
pengembangan pelabuhan pendukung produksi rumput laut, serta
perluasan jaringan telekomunikasi dan akrcr internet cepat
berkas 7, hlm. 157 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output peningkatan kapasitas
pada kelompok usaha bersama, fasilitasi akses
pembiayaan da.n kemitraan usaha pada UMKM kelautan dan perikanan,
fasilitasi pengembangan BUMDesa, fasilitasi dan pembinaan
standarisasi dalr sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan
kampung nelayan dan desa perikanan cerdas (s',]',,rt fsherics viwe),
serta penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, de'J;gj,dl- output
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
:'l
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, dan jalan trans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong,
pembangunan jalan strategis, penanganan jalan daerah, pembangunan
Jembatan Trans Papua Merauke-Sorong-Makbon-Mega dan
peningkatan layanan angkutan jalan perintis
. Pengembangan pelabuhan dan jaringan pelayaran, dengan output:
pengembangan fasilitas pelabuhan Makbon di Kab. Sorong, rehabilitasi
fasilitas Pelabuhan Sausapor di l(ab. Tambrauw, pembangunan fasilitas
Pelabuhan Pulau Misool di l(ab. Raja Ampat, peningkatan layanan
angkutan laut perintis dan layanan angkutan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan Bandar Udara Domine Eduard Osok di Ihb.
Sorong, dan pengembangan angkutan udara perintis penumpang dan
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkatan infrastruktur digital dan TlK, dengar output perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat
Ikb. Sorong
(perikanan)
Ikb, Sorong Selatan
(perikanan)
Kota Sorong
(perikanan dan
industri)
Ihb. Raja Ampat
(pariwisata
Penguatan pendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLJ() yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah (perikanan, pariwisata, dan industri) sesuai kebutuhan DUDI,
melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana serta pelatihan pendidikan
berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLKI
. Pengembangan prograt! studi, kurikulum, dan inovasi model
pembel,ajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tin88i dan tcnaSa kependidikan vokasi, serta Fnirykatatr tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling daq te kifiing berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia keda, dengan output akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
berkas 7, hlm. 158 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab. Sorong
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: IGb. Sorong
Selatan* (padi dan
sagu)
Kawasan Rentan
Paflgaa:
. Kab. Tambrauw
(ubi dan pangan
akuatik)
. Ikb. Maybrat* (ubi)
Keterangan:
r 'l Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
tinggi
. *') Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
rendah dan Indeks
Ketahanan Pangan
rentan atau Sangat
rentan
Penguatan kawasan potensial swasembada pa.ngan berbasis pertanian
tanaman pangan (padi dan sagu) serta pangan akuatik/btueJM berbasis
perikanan tangkap melalui:
. Pedrr8katall produksi, dengan output pengembangan kawasan sagu dan
padi, pemberian pupuk bersubsidi, optimasi l,ahan termasuk revitalisasi
lahan rusa* menjadi produktif, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT) tanaman pangan, serta penyaluran benih ikan air laut
datl tawar
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, dengan output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
peningkatan jalan usaha tani, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan itiggsi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan dan peningkatan jalan
akses menuju sentra pangan loka], serta pembangunan fasilitas logistik
Gudang lumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi,
serta penyusunan tqta kelola daD strategi distribusi logistik
. Penguatan kapasitas sdm (petani dan nelayan), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
untuk GAP (good agriculture practices), GHP (good handling yadi@sl,
dan PHT (pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan
kelautan untuk kelompok pelaku utama, serta mendorong ownership
petani dan nelayan pada aset dan lembaga yang telah dibentuk)
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani, nelayan, d€It
pembudidaya ikan yang mendukung pengembangan pangan lokal,
dengan output pembentukan/pengembangan koperasi berbasis
komoditas di kalangan kelompok strategis, serta penl rsuna[ tata kelola
dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan dengan output pengembangan kawasan ubi dan pangan
akuatik, pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, serta
pemberian bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
serta peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
tanaman pangan
c1 Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Sorong'
Kawasan Rendah
Elektritrkasi:
. IAb. Sorong
Selatan**
. I(ab. Raja Ampat*
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah atau
persentase mmah tangga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PIN dan bukan
listrik yana tinggi
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasa, dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pcroban8kit listrik tenaga mesin gas
(PLTMG), pembangkit listrik tenaga ldnihidro (PLTM), pemetaan potensi
EBT lainnya, serta pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, denga,i ovtwti penyediaan
dan peningkatan jalan akr€s menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektri.fikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan dengan output pemasangan sambungan
baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau
berada di daerah 3T
berkas 7, hlm. 159 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?hl{?h, Indikasi Intervensi
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. Cl: Kab. Sorong:
. C3: I(ab. Tambrauwt
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Sorong
Selatan*
. Kab. Raja Ampatn
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan at tinggi dan
luas wilayah sungai yang
besar
*1 Indikasi lokasi yanA
memiliki IRBI kekeringan
tinggi dan/atau
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan iklim
bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan, terutama di pulau-pulau kecil, melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan embung dqn tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawal air dilakukan melalui penyediaan gumbcr air
baku alternatif dE,rgfi output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, penyediaan infrastruktur dcs€linasi di
pulau-pul,au kecil, serta pengeboran sumber air di daerah terpencil rawan
air
D1
D2
Kawasan Afirmasi -
Daerah Tertinggal*:
. Dl: I(ab. Tambrauw
(ubi dan tuna-
cakalang-tongkol)
. D2: Kab. Maybrat
(ub,
1 Daerah tertinggal juga
sudah termasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. PcEcouhan dan peningkatan akrcs layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dqngjm, output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, serta aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa,
serta pelaksanaan banaran sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pert nian dan perikanan terintegrasi, dengan
output: optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian or8anis@c pengganggu tumbuhan (OP-IJ
tanaman perkebunan, peningkatan a.ks$ pembiayaan modal,
peningkatan sarana budi daya ikan laut yang disalurkan ke masyarakat,
pendampingan dari penyuluh kel,autan den perikanan kelompok pelaku
utama/usaha, pengembangan UMKM lokal, peningkatan daya saing
masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari
kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar pemukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU;
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK darr digitalisasi masyarakat, pcrluaaar
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan aksca simpul ekonomi,
serta pengembangan sarana angkutan perintis l,aut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
gutur, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bencana
berkas 7, hlm. 160 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?ru{?tu Indikasi Intervensi
D3 Kawasan Afirmasi
D4 Kawasan Perbatasan
Pengembangan kawasan perbatasan di kecamatan perbatasan prioritas,
melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, dengan, output penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses internet dart listrik, pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output: fasilitasi kampung siaga bencana terhadap
warga masyarakat dilokasi rawan bencana, fasilitasi dan pembinaan
kelompok masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana alam di
kawasan perbatasan
. Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D3: ficc. Ayau dan
Kcc. Kepulauan Ayau
(Kab. Raja Ampat)
. D4: Kec. Kwoor dan
Kec. Abun (Kab.
Tambrauw)
D5 Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi:
. D5: NT KlaEono-
Segun - (IGb. Sorong)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun di Kab. Sorong,
melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan ja.lan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sararE permukiman di kawasan
transmigrasi, serta perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi,
dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, perluasan layanan penyiaran digital
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman dan Pusat SKP
(Satuan Kawasan Pengembangan)
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan desa dan persebaran penduduk, dengan output: bantuan
sarana pengembangan sosial budaya dan mental spiritual di kawasan
transmigrasi, perpindahan dan penempatan transmigran serta bantuan
catu pangan untuk transmigran.
. Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dangla\ output: tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
D6 Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D6: Kab. Raja Ampat
(Kawasan Perdesaan
Prioritas Kabupaten
Raja Ampat)
instruktur yang berkinerja tinggi di kawasan transmigrasi
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas di Kab. Raja A.mpat, melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan, deng.n output
penyediaan nrEah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output, pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal
berbasis koEoditas kelapa dan pala, dengan q,.ttrut
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan agropolitan dan produk
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, den;gan output. fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalarn pengembangan agropolitan
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asrama:
. Kab, Tambrauw
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pel,ayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah t terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan otltpuf penataan guru
berkas 7, hlm. 161 OCR
No Lokasi Prioritas Hri?rui.qht Indikasi Intervensi si
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Ikb. Raja
AEpatr(IGcamatqn
Perbatasan Prioritas)
. Kota Sorong
a
diLdaB dan dil@en, serta peningkatan kompetensi gum dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan ou,put pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output Pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output: pembinaan afirmasi,
serta pendampingan dan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasi sekolah dasar dan menengah
Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output. pembinaan peningkatan kesetaraan, serta akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
Peningkatan literasi, dengan output, pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dery8dl, ou$uX
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Pengembangan sekolah
scpanjang hari:
. I(ab. Maybrat
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Ikb. Sorong Selatan
Peningkatan akses dan
mutu Pelayanan
pendidikan:
. Seluruh
kabupaten /kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
.,]
:l
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan dengan output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nil,ai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan auqrut event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event filE dan musik berbaris budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. I(ab. Raja Ampat
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Tambrauw
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Ikb. Maybrat
(Daerah Tertinggal)
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kota Sorong
Peningkatan RS dad tipe
D menjadi tipe C:
. IGb. Raja Ampat
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayaran kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan ouq t, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pel,ayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Pendayagunaan tenaga kesehatan daD tenaga oedis dengan
memprioritaskan orang asli Papua, dengan output: penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wil,ayah Papua
. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan saratur puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, a.lat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait l,ayanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kesehatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua Barat Daya
. Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
berkas 7, hlm. 162 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hbruigh, Indikasi Intervensi
a Kab. Tambrauw'
(Daerah Tertinggal)
Kab. Maybrat
(Daerah Tertinggal
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh
kabupaten/ kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. I(ab. Tambrauw
. Kab. Sorong
. Kab. Raja Ampat
. lfuta Sorong
. Kab. Maybrat
Pet Aendalian penyakit
TBC:
. Kab. Sorong Selatan
. I(ab. Sorong
. I(ab. Tambrauw
. I(ab. Maybrat
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIv/AIDS:
. Provinsi Papua Barat
Daya
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
hunian layak
. Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dar bahar
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pen8 daan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian frambusia,
serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, denga,I output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
Ealaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
o Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Barat
Daya
Penguatan percepatan pencegahan dsn penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara lfiusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
o Peningkatan gizi, dengJa,J^ output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dai buller st@k, serta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peni,rd<,;ta[r infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
ou,put penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
berkas 7, hlm. 163 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
Peningkatan pertahanan
dan keamanan wilayah:
. ProvirNi Papua Barat
Daya
Peningkatan pertahanan dan keamanan trrilayoh, termasuk pemberantasan
Ilru FIshing pada wPP 717, melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan l,aut, dengan
output peningkatan operasi kapal datr speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
IUU (illegal, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output: peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak al.l,m mendorong situasi HAM
yang kondusif di Papua
. Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli kcarDaran, kesel,amatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah ulayat, melalui:
. Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan output: penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ulayat
E1
E2
Kawasan Konservasi:
. El: Geopark Raja
Ampat, KI(N dan
KKD Kcp. Raja
Ampat, serta KKN
Kep. Waigeo Sebelah
Barat (Kab. Raja
Ampat)
. E2: Kawasan
Konservasi dan
Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni
(Kab. Sorong Selatan)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dcaryan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pcma aatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
nL
. Optimalisasi tata kelola kelembagaan kawasan konservasi, dengan
output optimalisasi pengelolaan lembaga konservasi, penguatan
perencanaan kawasan konservasi, dan pengendalian kebakaran di
kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon,
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan, peningkatan efektivitas
pengelolaan kawasan, optimalisasi pendanaan, serta implementasi
rencana induk pcngeEb a,lga,i geopark
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, derrg,'i output: pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
berkas 7, hlm. 164 OCR
No Lokasi Prioritas Higrurbht Indikasi Intervensi
:')
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Pengembangan potensi geopark Raja Ampat, denga,r output
pengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata dan fasilitasi
usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat
E3 Lingkungan Hidup:
Ei+ . Provinsi Papua Barat
Daya
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: Kota Sorong
. P+: IGb. Maybrat
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
Pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dengan output penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistq! dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons shteE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
pembangunan pengaman pantai, pemulihan ekosistem mangrove,
penerapan Nature-Based Solution d?trl. Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami, serta retrofit atau penguatan infrastruktur publik
berketahanan seismik funtuk mitigasi ancaman tsunami, serta retrofit
atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output: pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pasca tambang
berkas 7, hlm. 165 OCR
- 3:to -
o
-,fr
Froa.D dE Dcornute bboorbo Altll pd. dr.rrb oboE b.ru
hi[tl.tu LrE dtr. gDX dm DeCi@ LbaJ.A8I{, dcnlr cdFt
FITTiT
ed@lrn pubE rntrrk
dn
mfrl
gdra ,lrrl,ll,,, c4l,,lt
adoiniaErC Etr pcolrq,rtr
I'rh
n
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
trd.
Salinan rcrud dengan aslinya
Perundang-undangan dan