Lampiran IV (lanjutan), bagian 2 dari 2
berkas 7, hlm. 86 OCRrEIrHrfilTIfil.-IIf+TA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Penguatan ekosistemekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya,tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasikemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya,
fasilitasi peningkatan penulisan sejarah lokal, serta monitoring dan
evaluasi pelestarian cagar budaya, aset sqarah dan budaya,
penyelenggaraan event diplomasi cagar budaya dan objek pemajuan
kebudayaan (OPK), danpelestarian objek diduga cagar budaya (ODCB)
dan OPK
. Pengelolaan terpadu festivalseni budaya daerah dengan output: event
prioritas bidang kebudayaan,produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event fiLm dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, danaksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah padaprogram perlindungan bahasa daerah,
serta elred prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
I(ab. Buru
I(ab. BuruSelatan
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan
kualitas RS danpengembangan pendekatan khusus layanan kesehatan di
daerah sulitakses termasuk pelayanan kesehatan bergerak (mobile ,1@,dlth
services) melalui:
. Peningkatan kualitaspelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, de,iigj,o, outputi
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak,kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasiskompetensi, pengadaan peralatan kesehatan dan
pendukungnya untuk rumah sakit, penyediaan sarana, prasarana, obat,
dan alatkesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak
da,rtelemedicine, serta peningkatan infrastruktur TIK untuk mendukung
telemedicine
. Pendayagunaantenaga kesehatan dan tenaga medis, dengan output:
penugasan kfruEus tenagamedis dan tenaga kesehatan pada fasyankes
primer dan pelayanan kesehatan bergerak, serta pendayagunaan dokter
spesialis
. Penguatan tata kelolapelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
denga'routput, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis s
pel,aksanaanpelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaanmoda transportasi mendukung pel,ayanan kesehatan
bergerak, denganoutput penyediaan moda transportasi berbasis
perairan yang terintegrasi dengan moda transportasi eksisting
.Pemberian hs€ntif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenagakesehatan
I(ab.Seram Bagian
Timur
Kab.Kepulauan Aru
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
tr(ab. Maluku Barat
Daya(Daerah
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
Kab. Kepulaua!
Tanimbar
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas
dan PKSN SauE aki)
Kota Tual
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Layanan Unggulan RS:
SeluruhKab/Kota
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab. Maluku
Tenggara
. IGb.Maluku Tengah
. Kab. Kepulauan Aru
.Kota Tual
Penanganan Penyakit
Malaria: 8 kabupaten di
Provinsi Maluku
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
.Pencegahan dan pengendalian penyakit TtsC, dengan or@ut penyediaan
tcoaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalankesehatan, peningkatan
Lay€rlanpencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC,bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
.Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, deng8,i output
penyediaan alat dan bahan kcrchatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatanterlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, serta peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA,L
. Pencegahan danpengendalian penyakit ISPA, dengan output penyediaan
tcnarakesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih serta
berkas 7, hlm. 87 OCRNo
. Penguatan ekosistem
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya,
dengan output fasilitasi
evaluasi pelestarian cagar budaya, aset sqarah dan budaya,
kebudayaan (OPK), dan
dan OPK
. Pengelolaan terpadu festival
prioritas bidang kebudayaan,
. Pelestarian bahasa, sastra, dan
penutur bahasa daerah pada
serta elred prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
I(ab. Buru
I(ab. Buru
kualitas RS dan
daerah sulit
. Peningkatan kualitas
poskesdes, peningkatan RS tipe D menjadi C, pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak,
rujukan berbasis
dan alat
da,r
. Pendayagunaan
penugasan kfruEus tenaga
. Penguatan tata kelola
denga'r
pel,aksanaan
. Penyediaan
bergerak, dengan
.
untuk tenaga
I(ab.
Timur
Kab.
(Daerah Tertinggal
Perbatasan Prioritas)
tr(ab. Maluku Barat
Daya
Tertinggal dan PKSN
Ilwaki)
Kab. Kepulaua!
(Kecamatan
dan PKSN SauE aki)
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Seluruh
TBC:
. Kab. Maluku
Tenggara
. IGb.
. Kab. Kepulauan Aru
.
Penanganan Penyakit
Malaria: 8 kabupaten di
Provinsi Maluku
.
tcoaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan
Lay€rlan
TBC,
hunian tidak layak
.
malaria, tenaga kesehatan
. Pencegahan dan
tcnara
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
PenangananPenyakit
ISPA:
. Kab. Maluku TEngah
. Kab. Maluku Barat
Daya
. I(otaAmbon
. Kota Tual
Penanganan Penyakit
pneumonia:
. I(ab. Buru
. IAb. Kepulauan Aru
. I(ab.Seram Bagian
Timur
. I(ab. Maluku Barat
Daya
Penanganan Penyakit
rabies:
. Kab. Kepulauan
Tanimbar
. Kab.Maluku Tengah
. Ihb.Seram Bagian
Barat
. Kab. Maluku Barat
Daya
. KotaAmbon
Penangananpenyakit
kusta: Provinsi Maluku
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, sertapeningkatan kualitas hunian tidak layak
Pencegahan danpengendalian penyakit pneumonia, dengan output
peningkatan layananintensifikasi penemuan kasus dan deteksi dini
pneumonia danpeningkatan alat dan bahan kesehatan untuk deteksi
dini dan pencegahanpneumonia
Eliminasipenyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, serta tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Elirlinasi penyakit rabies, dcn8an outputpenyediaan obat dan
perbekalan kesehatan serta penyediaan obat hewan
Provinsi MalukuPenguatan percepatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
perbaikan gizi lainnyamelalui:
.Peningkatan gizi, dengan output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelumstunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dili buffer stock, *rta
implementasi Program Gizi Seimbang dar Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-An k Minum Susu,serta Penambahan Vitamin
.Peningkatan akrca air minum dan sanitasi layak da,l aman, dcngan
ouPut peningkataninfrastruktur SPAM dan SPAL
.Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
denganoutput penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dankampanye pencegahan stunting melalui berbagai media
. Peningkatan fasilitas dan layanankesehatan ibu den anak, dengan
output. penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dsn
anak, peningkatan kapasitas tenagakesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
:') WPP 714(perbatasan
perairan dengan
TimorLeste)
WPP 715(perbatasan
pera andengan
Australia)
Penguatanpertahanan keamanan melalui peningkatan kerja sama
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
bernama, serta pemberantasan praktik IUU Fishing melalui:
Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, d€.r{larl ouwx
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
SK No25l27l A
berkas 7, hlm. 88 OCRPenanganan
ISPA:
. Kab. Maluku TEngah
. Kab. Maluku Barat
Daya
. I(ota
. Kota Tual
pneumonia:
. I(ab. Buru
. IAb. Kepulauan Aru
. I(ab.
Timur
. I(ab. Maluku Barat
Daya
Penanganan Penyakit
rabies:
. Kab. Kepulauan
. Kab.
. Ihb.
Barat
. Kab. Maluku Barat
Daya
. Kota
Penanganan
kusta: Provinsi Maluku
swadaya, serta
Pencegahan dan
peningkatan layanan
pneumonia dan
dini dan pencegahan
Eliminasi
Elirlinasi penyakit rabies, dcn8an output
Provinsi Maluku
perbaikan gizi lainnya
.
sebelum
dan Anak-An k Minum Susu,
.
ouPut peningkatan
.
dengan
gizi dan
. Peningkatan fasilitas dan layanan
anak, peningkatan kapasitas tenaga
:') WPP 714
Timor
WPP 715
pera an
Penguatan
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
SK No25l27l A
No Lokasi Prioritas Hrbruiqh, Indikasi Intervensi
Penyiapan kolaborasi dankerja sama antarpihak dengan negara-negara
tetanggaseperti Timor Leste dan Australia
Penguatan tata kelol,a d€[ kelembagaan, dengan output: operasionalisasi
lembaga pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara
republik Indonesia WPPNRI), pemberantasan perburuan liar,
pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta IUU
(illegal, unreported, unregulated fishing.
Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
outputrevitalisasi sara.na prasarana ocrta perawatan armada
pengawasanSumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP)
EI
E2
E3
FA
E5
KawasanKonservasi:
. Et:KKN Laut Banda,
TWA Gunung Api
Banda,KK Perairan
di Pulau Aydan
Pulau Rhun (Kab.
Maluku Tengah)
. E2: KKD Pul,au IGi
Kecil (I(ab. Maluku
Tenggara)
. E3: KK Perairan
Buano (Kab.Seram
Bagian Barat)
o Bl: KK Kepul,auan
Aru bagian Tenggara
(Kab. Kepulauan Aru)
. E5: KK Perairan
KepulauanLease
(Kota Ambon dan
Kab. MalukuTengah)
Perlindungan,pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
.Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
outputpenegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
PemanfaatanRuang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan outputoptimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, pengendalian kebakaran di kawasan konservasi, serta
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan
.Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output. inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
.Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawas€rt
hutankonservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
.Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, ocrta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Pengembangan potensi geopark di TwAGunung Api Banda, dengan
outputpengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata dan
fasilitasi usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat
ProvinsiMaluku Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, s€f,ta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas danketerlibatan masyarakat ddam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dcngafl dnput penguatan
desa/kelurahan tangguhbencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasiperubahan iklim
. Pengembangansistem dan aarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
responssistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air datr antisipasi anomali iklim,
penerapan tudfitre-bdsed. solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihanekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dankeanekaragaman hayati, dcDgan output
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, s€rtq perlindungan jalur jelajah ratq,a
.Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, delqlan output pemulihan
lahan rusak dan kritis, sertapemulihan ekosistem perairan
berkas 7, hlm. 89 OCRPenyiapan kolaborasi dan
tetangga
output
pengawasan
EI
E2
E3
FA
E5
Kawasan
. Et:
TWA Gunung Api
Banda,
di Pulau Ay
Pulau Rhun (Kab.
Maluku Tengah)
. E2: KKD Pul,au IGi
Kecil (I(ab. Maluku
Tenggara)
. E3: KK Perairan
Buano (Kab.
Bagian Barat)
o Bl: KK Kepul,auan
Aru bagian Tenggara
(Kab. Kepulauan Aru)
. E5: KK Perairan
Kepulauan
(Kota Ambon dan
Kab. Maluku
Perlindungan,
.
output
Pemanfaatan
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output
.
.
hutan
.
. Pengembangan potensi geopark di TwA
output
Provinsi
. Peningkatan kapasitas dan
desa/kelurahan tangguh
adaptasi
. Pengembangan
respons
serta pemulihan
. Pelestarian hutan dan
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
.
lahan rusak dan kritis, serta
6.2 Provinsi Maluku Utara
317 ta MALUKU
PA Co SNN UTARA
“ dal S d M
: Kota Si aa y |
5 N ad
Krn" LEGENDA
SN TI Pf s Kawasan
SN A n Pertumbuhan
Ae LX Ng 23, Kawasan Komoditas Unggulan
Liu y 8 K Ss badi
AN Pa awasan Swasembada
CX ho X3 ” Pangan, Air, dan Energi
— 1. » Kawasan Afirmasi
aa Kawasan Konservasi dan
£ N » Ng Ta Rawan Bencana
f | | Se. aan Bar » Nan (@ Ibu Kota Provinsi
" 1 @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan Ko) Pelabuhan
Kawasan Industri mm Jalan Nasional
1. KI Buli - Kab. Halmahera Timur «1 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. KI Weda Bay -— Kab. Halmahera Tengah Batas Administrasi
3. KI Pulau Obi — Kab. Halmahera Selatan
Kawasan Pariwisata
4. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perkotaan
5. Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba — Kab. Pulau Morotai
6. Kawasan Perkotaan Weda — Kab. Halmahera Tengah
7. Kota Baru Sofifi — Kota Tidore Kepulauan
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Kelapa Kawasan Perbatasan
1. Kab. Halmahera Barat PKSN dan Wilayah Pendukung
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kelapa 1. PKSN Daruba dan Kec. Morotai Utara — Kab. Pulau Morotai
2. Kab. Halmahera Utara Kecamatan Perbatasan Prioritas
3. Kab. Halmahera Selatan 2. Kec. Patani Utara - Kab. Halmahera Tengah
4. Kab. Kepulauan Sula 3. Kec. Maba Utara — Kab. Halmahera Timur
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Pala Kawasan Transmigrasi
5. Kab. Halmahera Barat 4. KT Sagea Waleh — Kab. Halmahera Tengah
6. Kab. Halmahera Tengah 5. KT Pulau Bacan - Kab. Halmahera Selatan
7. Kab. Halmahera Utara 6. KT Patlean — Kab. Halmahera Timur
7. KT Pulau Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan 8. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat — Kab.
: . gan, Halmahera Barat
Air, dan Energi
1. Kab. Halmahera Utara: potensial pangan, E. Kawasan Konservasi
, Bt aa | ai 1. TN Aketajawe Lolobata —
2 Kab. Halmahera Timur Linn aan - Kab. Halmahera Tengah,
| ab. Maimanera Sela an: potensia! energi - Kab. Halmahera Timur, dan
4. Kab. Halmahera Tengah: potensial air .
- Kab. Tidore Kepulauan
2. SM Goa Bukimoruru — Kab. Halmahera Tengah
3. CA Pulau Obi — Kab Halmahera Selatan
berkas 7, hlm. 90317 ta MALUKU
PA Co SNN UTARA
“ dal S d M
: Kota Si aa y |
5 N ad
Krn" LEGENDA
SN TI Pf s Kawasan
SN A n Pertumbuhan
Ae LX Ng 23, Kawasan Komoditas Unggulan
Liu y 8 K Ss badi
AN Pa awasan Swasembada
CX ho X3 ” Pangan, Air, dan Energi
— 1. » Kawasan Afirmasi
aa Kawasan Konservasi dan
£ N » Ng Ta Rawan Bencana
f | | Se. aan Bar » Nan (@ Ibu Kota Provinsi
" 1 @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan Ko) Pelabuhan
Kawasan Industri mm Jalan Nasional
1. KI Buli - Kab. Halmahera Timur «1 Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. KI Weda Bay -— Kab. Halmahera Tengah Batas Administrasi
3. KI Pulau Obi — Kab. Halmahera Selatan
Kawasan Pariwisata
4. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perkotaan
5. Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba — Kab. Pulau Morotai
6. Kawasan Perkotaan Weda — Kab. Halmahera Tengah
7. Kota Baru Sofifi — Kota Tidore Kepulauan
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Kelapa Kawasan Perbatasan
1. Kab. Halmahera Barat PKSN dan Wilayah Pendukung
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kelapa 1. PKSN Daruba dan Kec. Morotai Utara — Kab. Pulau Morotai
2. Kab. Halmahera Utara Kecamatan Perbatasan Prioritas
3. Kab. Halmahera Selatan 2. Kec. Patani Utara - Kab. Halmahera Tengah
4. Kab. Kepulauan Sula 3. Kec. Maba Utara — Kab. Halmahera Timur
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Pala Kawasan Transmigrasi
5. Kab. Halmahera Barat 4. KT Sagea Waleh — Kab. Halmahera Tengah
6. Kab. Halmahera Tengah 5. KT Pulau Bacan - Kab. Halmahera Selatan
7. Kab. Halmahera Utara 6. KT Patlean — Kab. Halmahera Timur
7. KT Pulau Morotai — Kab. Pulau Morotai
Kawasan Perdesaan Prioritas
C. Kawasan Swasembada Pangan 8. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat — Kab.
: . gan, Halmahera Barat
Air, dan Energi
1. Kab. Halmahera Utara: potensial pangan, E. Kawasan Konservasi
, Bt aa | ai 1. TN Aketajawe Lolobata —
2 Kab. Halmahera Timur Linn aan - Kab. Halmahera Tengah,
| ab. Maimanera Sela an: potensia! energi - Kab. Halmahera Timur, dan
4. Kab. Halmahera Tengah: potensial air .
- Kab. Tidore Kepulauan
2. SM Goa Bukimoruru — Kab. Halmahera Tengah
3. CA Pulau Obi — Kab Halmahera Selatan
Sasaran Pembangunan Provinsi Maluku Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Buli, Kab.
Halmahera Timur
• A2: KI Weda Bay,
Kab. Halmahera
Tengah
• A3: KI Pulau Obi,
Kab. Halmahera
Selatan
Optimalisasi pusat pertumbuhan eksisting dan percepatan hilirisasi industri
nikel di KI Weda Bay, KI Pulau Obi, dan KI Buli melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang KI Pulau Obi, dengan output:
percepatan penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan di sekitar KI
Buli dan KI Pulau Obi, dengan output: pembangunan jalan strategis
menuju kawasan industri, peningkatan Jalan Ruas 035 Weda–Sagea,
pembangunan alternatif akses jalan Maba–Kawasan Industri,
pembangunan Jalan Sofifi–Buli, pembangunan jalan lingkar Pulau Obi,
pengembangan pelabuhan, peningkatan kapasitas air baku, SPAM, air
limbah, sistem pengelolaan sampah, akses internet, jaringan listrik
tegangan menengah, sarana pemadam kebakaran, pembangunan
hunian pekerja, serta pengembangan fasilitas kesehatan primer
• Penguatan hilirisasi pertambangan dan turunannya, dengan output:
pengembangan smelter pengolahan nikel dan hasil pengolahan sisa
industri
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, pengembangan UMKM, serta peningkatan kerja sama sektor
industri kecil, menengah, dan aneka sebagai bahan baku industri dan
bahan penunjang
• Penyediaan SDM berkualitas, dengan output: pendidikan vokasi industri
dan pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitas
pendampingan SMK yang link and match dengan industri
• Penerapan dekarbonisasi dan ekonomi sirkuler di industri pengolahan
nikel dan turunannya, dengan output: percepatan dekarbonisasi dan
penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sektor industri untuk
pemenuhan enhanced NDC dan menuju net zero economy, serta
pembangunan infrastruktur untuk mendukung dekarbonisasi industri
A4 Kawasan Pertumbuhan:
• A4: DPP Morotai,
Kab. Pulau Morotai
(termasuk PKSN
Daruba)
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting di DPP Morotai melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandara Pitu, pengembangan seaplane untuk mendukung pariwisata,
penyediaan layanan angkutan penyeberangan perintis, serta
pembangunan jembatan untuk mendukung logistik DPP Morotai
• Pengembangan atraksi, dengan output: penataan kawasan koridor
Daname dan Nunuhu, serta pelaksanaan kegiatan (event) festival Pulau
Morotai
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: optimalisasi SPAM, TPA Daruba dan Sakita,
0,5
0,4
133,4
77,9
0,273 – 0,290
0,280 – 0,297
0,92 – 1,92
4,95 – 5,15
94,12
86,35
0,50
0,48
2,82 – 3,60
3,80 – 4,00
81,03
11,4 80,36
(Rata-rata
2025–2029)
12,7
(2029)
berkas 7, hlm. 91 OCRKeterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Buli, Kab.
Halmahera Timur
• A2: KI Weda Bay,
Kab. Halmahera
Tengah
• A3: KI Pulau Obi,
Kab. Halmahera
Selatan
Optimalisasi pusat pertumbuhan eksisting dan percepatan hilirisasi industri
nikel di KI Weda Bay, KI Pulau Obi, dan KI Buli melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang KI Pulau Obi, dengan output:
percepatan penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan di sekitar KI
Buli dan KI Pulau Obi, dengan output: pembangunan jalan strategis
menuju kawasan industri, peningkatan Jalan Ruas 035 Weda–Sagea,
pembangunan alternatif akses jalan Maba–Kawasan Industri,
pembangunan Jalan Sofifi–Buli, pembangunan jalan lingkar Pulau Obi,
pengembangan pelabuhan, peningkatan kapasitas air baku, SPAM, air
limbah, sistem pengelolaan sampah, akses internet, jaringan listrik
tegangan menengah, sarana pemadam kebakaran, pembangunan
hunian pekerja, serta pengembangan fasilitas kesehatan primer
• Penguatan hilirisasi pertambangan dan turunannya, dengan output:
pengembangan smelter pengolahan nikel dan hasil pengolahan sisa
industri
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, pengembangan UMKM, serta peningkatan kerja sama sektor
industri kecil, menengah, dan aneka sebagai bahan baku industri dan
bahan penunjang
• Penyediaan SDM berkualitas, dengan output: pendidikan vokasi industri
dan pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitas
pendampingan SMK yang link and match dengan industri
• Penerapan dekarbonisasi dan ekonomi sirkuler di industri pengolahan
nikel dan turunannya, dengan output: percepatan dekarbonisasi dan
penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sektor industri untuk
pemenuhan enhanced NDC dan menuju net zero economy, serta
pembangunan infrastruktur untuk mendukung dekarbonisasi industri
A4 Kawasan Pertumbuhan:
• A4: DPP Morotai,
Kab. Pulau Morotai
(termasuk PKSN
Daruba)
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting di DPP Morotai melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandara Pitu, pengembangan seaplane untuk mendukung pariwisata,
penyediaan layanan angkutan penyeberangan perintis, serta
pembangunan jembatan untuk mendukung logistik DPP Morotai
• Pengembangan atraksi, dengan output: penataan kawasan koridor
Daname dan Nunuhu, serta pelaksanaan kegiatan (event) festival Pulau
Morotai
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: optimalisasi SPAM, TPA Daruba dan Sakita,
0,5
0,4
133,4
77,9
0,273 – 0,290
0,280 – 0,297
0,92 – 1,92
4,95 – 5,15
94,12
86,35
0,50
0,48
2,82 – 3,60
3,80 – 4,00
81,03
11,4 80,36
(Rata-rata
2025–2029)
12,7
(2029)
No Lokasi Prioritas Huhtbh, Indikasi Intervensi
:l
:'l
pembangunan TPS-3R, penyediaan kapal angkutan sampah antar pulau,
pengelolaan air limbah, serta akses internet
Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dc,Iga,routput pembinaan, pelatihan, dan pembekalan kerja SDM
pariwisata, sertamanajemen kunjungan wisata
Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
kerjasama pariwisata dengan negara-negara Pasifik dan Mikronesia,
sertapromosi investasi dan promosi destinasi terpadu
Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata,
denganoutput: pembentukan/pengembangan dan pendampingan
IKM/I MKM, koperasi, danBUMDes, peningkatan akses pembiayaan
modal, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dananeka sebagai bahan baku industri dan bahan penunjang
Peningkatanpelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana danperubahan iklim, dengan output: peningkatan r
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa, serta
penyediaan jalur evakuasibencana tr(TA Moro Point, KTA Rao, KTA
Pasifk
A5Kawasan Pertumbuhan:
. A5: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Daruba (I(ab. Pulau
Morotai)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Daruba melalui:
. Penataankawasan dan peningkatan citra kota, d g,tt output
penguatanbranding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
.Peningkatan sarana prasarana dasar perkotaan, dengan output
peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaansampah berbasis 3r, perluasan
jaringantelekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan l,ayanan
penyiarandigital, pembangunan infrastruktur pembangkit listrik dan
sistem penyaluran, PSU bidang perumahan, serta pemberian bantuan
pembangunan rumah swadaya
. Penguatanperan kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layananpendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
.Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan akses simpultransportasi, pembangunan
jalarstrategis, pengembangan bandar udara dan pelabuhan
A6Kawasan Pertumbuhan:
. A6: Kawasan
Perkotaan Industri
Weda (Kab.
Halmahera Tengah)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Industri Weda dan penataan kawasan
perkotaan di sekitar Kl Weda Bay melalui:
. Peningkatan sarana prasaranadasar perkotaan dan penataan
infraskuktur disekitar kawasan industri, dengan output
peningkatan sistem pengendalian bonjn furbdtl lood control s,sten),
penangananpermukiman kumuh dan peningkatan kualitas rumah tidak
layak huni,pengembangan konsolidasi lahan, peningkatan kualitas
mEah tidak layak huni,pembangunan saluran drainase jalan primer
dan sekunder, p€rabaagunan SPAM,SPAL, datl sistem pengelolaan
sampah,pengembangan fasilitas kesehatan primer, scfta pembangunan
RIH dan ruang terbuka publik
. Penguatan p€ratr kawasan,dengan output penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Peningkatanaksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
outputpembangunan jalan akses simpul transportasi, pembangunan
dan penanganan jalanstrategis
. Pengelolaan masyarakat hukum adat di luar kawasan,dengan output
perlindungan d€Ir penguatan kapasitas masyarakat hukum adat, serta
penetapan hutan adat
A7Kawasan Pertumbuhan:
. A7: KotaSofifi (Kota
TidoreKepulauan)
Pengembangan Kota Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara melalui:
. Pembangunan pusatpemerintahan, dengan output: pembangunan
bangunan gedung kantor(Polda, Kanwil BP,l{, BPTD, KOREM TNI-AD,
LANALTNI-AL, Kejaksaan Tinggi, BPKP, PUPR, dan hunian
ASN/ TNI/ Polri
berkas 7, hlm. 92 OCR:l
:'l
dc,Iga,r
pariwisata, serta
serta
dengan
IKM/I MKM, koperasi, dan
dan
Peningkatan
adaptasi bencana dan
penyediaan jalur evakuasi
Pasifk
A5
. A5: Kota Kecil
Daruba (I(ab. Pulau
. Penataan
penguatan
.
peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan
jaringan
penyiaran
. Penguatan
layanan
.
output pembangunan jalan akses simpul
jalar
A6
. A6: Kawasan
. Peningkatan sarana prasarana
infraskuktur di
penanganan
layak huni,
mEah tidak layak huni,
dan sekunder, p€rabaagunan SPAM,
sampah,
RIH dan ruang terbuka publik
. Penguatan p€ratr kawasan,
. Peningkatan
output
dan penanganan jalan
. Pengelolaan masyarakat hukum adat di luar kawasan,
A7
. A7: Kota
Tidore
. Pembangunan pusat
bangunan gedung kantor
LANAL
ASN/ TNI/ Polri
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas simpul transportasi, dengan
output pembangunan jalan Tajawi-Kobe, peningkatan jalan akses
simpul transportasi Bandara Kuabang Kao dan Loleo Oba,
pengembangan Bandara Kuabang Kao dan t leo Oba, serta penataan
danpeningkatan Pelabuhan Sofifi
Peningkatan infrastruktur perkotaan, dengan output pembangunan
SPAM skda kota, SPAL,infrastruktur pengelolaan sampah,
pengembangan kawasan perdagangan, serta pembangunan embung
SonE dandermaga polisi air
BI
82
B3
B4
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kelapa)
Penyiapan pengembangan sentra industriberbasis komoditas kel,apa melalui:
. Penguatansentra produksi perkebunan, dengan output optimasi lahan
termasuk revitalisasilahan rusak menjadi produktif, peningkatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan kelapa,
pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman
perkebunan, serta perluasan kebun sumber benih
.Pengembangan agroindustri, tqta niaga/pemasaran, dan promosi
produk, dengan outputpengembangan industri produk turunan kel,apa,
penguatan inkubator bisnis, pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, peningkatan kerja
samaperdagangan internasional, serta revitalisasi pasar rakyat
.Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
denganoutput penguatan pendidikan vokasi pertanian dan industri,
serta penerapan kurikulum link a4d matdT dengan duniakerja
perkebunan
.pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha ta , peningkatan
gudang SRG dengan Warehouse Management System [WMS), penyediaan
sarana pasca panen dan saranapengolahan hasil tanaman perkebunan,
serta penyediaan alat dan mesinpertanian prapanen
.Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, deryf,,r outputt peningkatan ekspor dan investasi
danpeningkatan akses pembiayaan modal
. Pengelolaanpemanfaatan ruang, dengan output peningkatan akses
reforma agraria terkait kepemilikan dan budidaya l,ahan perkebunan
dalam kawasan hutan
.Pengembangan riset dan inovasi te.knologi, dengan output peningkatan
penerimaan bantuan pendanaan penelitian natdting fund (BOYfil
penelitian) terkait riset hilirisasi produk perkebunan, pengembangan
modelpercontohan pertanian modern, peningkatan mekanisasi
pertanian, r€rtapercontohan penerapan teknologi pertanian, termasuk
digital Janing
Sentra Industri
. Bl: IGb,Halmahera
Barat
Sentra Produksi
. E}2: Kab.Halmahera
Utara
. EXI: Kab.Halmahera
Selatan
. 84: Kab.Kepulauan
Sula
BS KawasanKomoditas
86 Unggulan:
B7 Komoditas pala)
Penguatan sentra produksi berbasiskomoditas pala, melalui:
. Peningkatan produksiperkebunan, de'J;g,,r output optimasi lahan
termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, peningkatan
rehabilitasi,intensifikasi, dan peremajaan kawasan pala, pengendalian
Organisme Pengganggu Tanaman (OPI) tanaman perkebunan, serta
perluasan kebun sumber benih
. Pembangunaninfrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung,dengan output peningkatan jalar usaha tani, peningkatan
gudang SRG denganWarehouse Management System (WMS), penyediaan
sarana pascapanen dan sarana pengolahan hasil tanaman perkebunan,
serta penyediaan alat danmesin pertanian prapanen
.Peningkatan kualitas SDM, dengan output penguatan pendidikan vokasi
pertanian dan industri,serta penerapan kurikulum link
^nd.
match
dengan dunia kerja perkebunan
.Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk dengan
Sentra Produksi
o 85: Kab.Halmahera
Barat
. 86r Kab.Halmahera
Tengah
o B7: Kab.Halmahera
Utara
output !.reken ekonomikerakyatan melalui
berkas 7, hlm. 93 OCRpengembangan Bandara Kuabang Kao dan t leo Oba, serta penataan
dan
SPAM skda kota, SPAL,
SonE dan
BI
82
B3
B4
Unggulan:
Penyiapan pengembangan sentra industri
. Penguatan
termasuk revitalisasi
.
produk, dengan output
sama
.
dengan
serta penerapan kurikulum link a4d matdT dengan dunia
.
sarana pasca panen dan sarana
serta penyediaan alat dan mesin
.
dan
. Pengelolaan
.
model
pertanian, r€rta
Sentra Industri
. Bl: IGb,
. E}2: Kab.
Utara
. EXI: Kab.
Selatan
. 84: Kab.
Sula
BS Kawasan
86 Unggulan:
B7 Komoditas pala)
Penguatan sentra produksi berbasis
. Peningkatan produksi
rehabilitasi,
. Pembangunan
pendukung,
gudang SRG dengan
serta penyediaan alat dan
.
pertanian dan industri,
^nd.
.
o 85: Kab.
Barat
. 86r Kab.
Tengah
o B7: Kab.
Utara
output !.reken ekonomi
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengembangan UMKM, koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta
revitalisasipasar rakyat
Peningkatan kapasitas dan tqta kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan . output peningkatan akses pembiayaan
model
Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan ouqouti
peog€@baagaflmodel percontohan perta an modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming, serta pengembangan inovasi obat tradisional,
kosmetik, dan suplemen kesehatan berbasis rempah
Provinsi MalukuUtara Pengembangan aksesibilitas den konektivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dan sosialmasyarakat intra dan antar pulau melalui:
.Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan 3T,
dengan output pembangunanJalan Trans Halmahera, penanganan jalan
daerah d,en jalan 3TP di antaranya di Pulau Morotai, Pulau Taliabu,
Pulau Mangoli,dan Pulau Sulawesi
.Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
ouq utpeningkatan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan Sofifi,
Pelabuhan Gita, dan Pelabuhan Daruba, pelayaran kapal Ro-Ro, serta
penyelenggaraan layanan transportasi l,aut dan penyeberangan perintis
.Pengembangan bandara dan optimalisasi l,ayanan bandara, dengan
output pengembangan seaplane dan penerbangan perintis mendukung
konektivitaswilayah perairan
. Pemenuhankebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastrukturpembangkit listrik dan sistem penyaluran,
denganoutput pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan aksesinternet cepat, serta
layanan penyiaran digital
Ihb.Halmahera
Barat (perkebunan)
Kab. Halmahera
Tengah (industri dan
pertambangan)
Kab.Halmahera
Selatan (pariwisata
danekonomi kreatif
serta (industri dan
pertambangan)
Kab.Halmahera
Timur (industri dan
pertambangan)
Kab. Pulau Morotai
(pariwisata da!
ekonomikreatif)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM,serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK,politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah(perkebunan, pariwisata dan ekonomi kreatif, industri. serta
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan DUDI melalui:
. Penguatan dat1penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output: jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan BalaiLatihan Kerja (BLK)
.Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yangmengacu pada kebutuhan industri
o Peningkatan kapasitas dankompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output. peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggt dantenaga kependidikan vokasi, serta telaga kependidikan yatrg
mengikuti upskilling d6n,?skilling bcf, standar industri
oPeningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output:
pendidikan tinggi dan vokasi yang mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitaskelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: IGb.Halmahera
Utara* (padi)
. C2: Kab. Halmahera
Timur (padi, kedelai,
dan pangan akuatik)
Penguatan kawasan swasembada pangan berbasis tanaman pangan (padi
dankedelai) dan pangan alru.*iklbfueloodffiash perikanan budidaya dan
perikanantangkap, melalui:
. Penguatan produki pangan, dcn&at1output. optimasi kawasan pertanian
padi,optimasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman(OPT)
tanaman pangan, penyaluran benih ikan, serta revitalisasi tahan tambak
berkas 7, hlm. 94 OCRrevitalisasi
model
peog€@baagafl
Provinsi Maluku
ekonomi dan sosial
.
dengan output pembangunan
Pulau Mangoli,
.
ouq ut
.
konektivitas
. Pemenuhan
. Peningkatan infrastruktur
dengan
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
layanan penyiaran digital
Ihb.
Barat (perkebunan)
Kab. Halmahera
Tengah (industri dan
Kab.
dan
Kab.
Timur (industri dan
Kab. Pulau Morotai
(pariwisata da!
ekonomi
Penguatan pendidikan tinggi STEAM,
(SMK,
wilayah
pertambangan dan penggalian) sesuai kebutuhan DUDI melalui:
. Penguatan dat1
fasilitas pendidikan dan Balai
.
yang
o Peningkatan kapasitas dan
tinggt dan
o
kualitas
dengan dunia kerja
cl
c2
. Cl: IGb.
Utara* (padi)
. C2: Kab. Halmahera
dan pangan akuatik)
dan
perikanan
. Penguatan produki pangan, dcn&at1
padi,
produktif, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
-2s9-
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Kepu.lauan
Sula* (ubi)
. Kab. Pulau Taliabu*
(ubi danjagung)
Keterangan:
I Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tin88i
*1 Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
IndeksKetahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung,dengan output peningkatanjalatr usaha tani, pembangunan
embung pertanian dan jaringan irigasi, srda penyediaan dqlt
peningkatan jalanakses menuju sentra pangan lokal, serta penyediaan
sarana pra, pasca panen, dan sarana pengolahan hasiltanaman pangdr,
sertapengadaan gudang lumbung pangan
. Penguatan kapasitas SDM(petani, nelayan, dan pembudidaya ikan),
de,i;gta,l output penguatan danpelatihan kelompok tani g p (good
agriculture practices), GHP lgood. la dling ,trociirf,rsl, dan PHT
(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompok pelakuutama, serta mendorong ownership getgdii,
nelayan, danpembudidaya ikan pada aset dan lembaga yang telah
dibentukserta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelol,a dankapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, de'rgF,I q&pux
pengembangan dan penguatan inkubator koperasi, serta peningkatan
sistem logistik pangan lokal
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan ubi dan
jagung,pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganeLaragaman pangan,
pemberian bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan jalan usaha tani, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan
pengolahan hasil tanaman pangan
c1
c3
KawasanPotensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab.Halmahera
Utarar
o C3: Kab. Halmahera
Selatan*
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energimelalui:
.Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel, serta pemanfaatan
potensisumber €n€f,gi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dandedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga EBTberbasis tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik
tenaga Eesin gas (PLTMG), pemetaan potensi EBT lainnya,
pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, serta
pembangunaninfrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,dengan output: penyediaan
dan peningkatan jalar aksesmenuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layananketenagalistrikan, dengan Ntput pemasangan
sambungan baru listrik bagirumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atauberada di daerah 3T
Kawasan Rendah
elektrifikasi:
. IGb. hrleuTaliabu
Keterangan:
. r) Indikasi lokasi
yang memiliki
potensibangkitan
EBTtinggi
. *r)Indikasi lokasi
yangmemiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah tangga yang
tinggi dengansumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bulan listrik
berkas 7, hlm. 95 OCRNo
. Kab. Kepu.lauan
Sula* (ubi)
. Kab. Pulau Taliabu*
(ubi dan
Keterangan:
I Indikasi lokasi yang
pangan tin88i
*1 Indikasi lokasi yang
Indeks
Pangan rentan atau
.
pendukung,
peningkatan jalan
sarana pra, pasca panen, dan sarana pengolahan hasil
serta
. Penguatan kapasitas SDM
de,i;gta,l output penguatan dan
untuk kelompok pelaku
nelayan, dan
dibentuk
. Penguatan tata kelol,a dan
jagung,
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganeLaragaman pangan,
c1
c3
Kawasan
. Cl: Kab.
Utarar
o C3: Kab. Halmahera
Selatan*
swasembada energi
.
potensi
daerah dan
listrik tenaga EBT
pembangunan
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,
dan peningkatan jalar akses
cakupan layanan
sambungan baru listrik bagi
mampu atau
. IGb. hrleu
. r) Indikasi lokasi
potensi
EBT
. *r)
yang
atau persentase
tinggi dengan
listrik non PLN dan
bulan listrik
REPUELIK INOONESIA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C4 Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C4: Kab.Halmahera
Tengah*
Kawasan Rav,"an Air:
. Ikb. Kepulauan
SulaH
. Ihb. Pulau Taliabu*
Keterangan:
. .)Indikasi lokasi
yangmemiliki
kapasitastampungan
air tinggi
. *1 Indikasilokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritasketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untuk meltreluhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan swasembada air, terutama di pulau-pulau kecil
Melalui:
. Peningkatankapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan Bendungan Wairoro
Penguatankawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
bakualternatif, danga,i output pembangunan embung, penyediaan
infrastruktur desalinasi air laut di pulau-pulau kecil, serta pengeboran
sumber air di daerah terpencil rawan air
DI
D2
D3
Kawa.anAfirmasi
Kawasan Perbatasan
Penguatan kawasan perbatasan di PusatKegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Daruba, serta kecamatanperbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, denganoutput: penyediaan rumah layak
huni,pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasanperbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R,peningkatan akses internet dan listrik, serta pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
.Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan
sentra perkebunan terintegrasi terutama di PKSN, dengan output
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
peningkatan rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan kawasan kelapa,
pengendalian orSani$aepengganggu tumbuhan (OPI tanaman
perkebunan, layanan validasi dan verifikasi pupuk,perluasan kebun
suEbcr benih bahan tandr komoditiperkebunan, serta fasilitasi
sosialisasipembentukan koperasi dari kelompok strategis
.Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, delrglat ouUrut penyusunan dokuEearharmonisasi
RancanganPeraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR)Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Maluku
. Penguatan tata kelol,apemerintahan, de,iga,i o,ltpux pibtitlg
pengembangankompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan danpengembangan platform di\gM manajemen ASN
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D1: PKSN Daruba,
serta Kec. Morotai
Utqra (Ikb. Pulau
Morotai)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D2: Kec. Patani Utara
(Kab.Halmahera
Tengah)
. D3: Kec. Maba Utara
(Kab.Halmahera
Timur)
D4
D5
D6
D?
Kawasan Afirmasi -
KawasanTransmigrasi
. D4: KT SageaWaleh
(Ikb. Halmahera
Tengah)
. D5: KT Pulau Bacan
(lGb. Haloahera
Selatan)
. D6: KT Patlean (Kab.
Halmahera Timur)
. D7: KTPulau Morotai
(I(ab. Pulau Morotai)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sagca Waleh, Pulau Bacan, Patlean,
dan Pulau Morotaimelalui:
.Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,f, anlputpembangunan dan pengembangan jalan non-status,
Jembatan, sistem drainase, penyediaan rumah layak huni, peningkatan
SPAM, SPAL,pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
intemet dan lbtrik
.Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
d€r Pusat SKP (SatuanKawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, optimasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak
menjadi produktif, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPI)tanaman pangdr
berkas 7, hlm. 96 OCRNo
. C4: Kab.
Tengah*
. Ikb. Kepulauan
SulaH
. Ihb. Pulau Taliabu*
. .)
yang
kapasitas
air tinggi
. *1 Indikasi
prioritas atau super
prioritas
iklim bidang air
. Peningkatan
Penguatan
baku
DI
D2
D3
Kawa.an
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat
Daruba, serta kecamatan
. Pemenuhan layanan dasar, dengan
huni,
kawasan
berbasis 3R,
.
pengendalian orSani$ae
perkebunan, layanan validasi dan verifikasi pupuk,
suEbcr benih bahan tandr komoditi
sosialisasi
.
perbatasan, delrglat ouUrut penyusunan dokuEear
Rancangan
(RDTR)
. Penguatan tata kelol,a
pengembangan
perbatasan dan
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D1: PKSN Daruba,
serta Kec. Morotai
Utqra (Ikb. Pulau
Morotai)
Prioritas
. D2: Kec. Patani Utara
(Kab.
. D3: Kec. Maba Utara
(Kab.
Timur)
D4
D5
D6
D?
Kawasan
. D4: KT Sagea
(Ikb. Halmahera
Tengah)
. D5: KT Pulau Bacan
(lGb. Haloahera
. D6: KT Patlean (Kab.
. D7: KT
(I(ab. Pulau Morotai)
dan Pulau Morotai
.
denga,f, anlput
SPAM, SPAL,
intemet dan lbtrik
.
d€r Pusat SKP (Satuan
(OPI)
-26r-
Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Redistribusi as€t (tanah)transmigrasi, dengan output fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan p€f,scbaran penduduk danpenyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan danpenempatan transmigran
afl I(awa8an Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D8:Kawasan
Perdesaan Prioritas
Kabupaten
Halmahera Barat
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Halmahera Barat
melalui:
.Penyediaan layanan dasa.r skala desa dan perdesaan, serta perlindungan
sosialyang sesuai standar, dengan output: t: penyediaan rumah layak huni,
peningkatan SPAM,SPAL, sistem drainase, dan pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Peningkatanaksesibilitas desa, dengan ou,put pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
danlistrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Penin8katan produktivitasperdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal
berbasiskomoditas kelapa dan pala, dengan
output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/[ MKM,
koperasi, danBUMDes dalam pengembangan agropolitan dan produk
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata keloladesa, dengan output fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalam pengembangan agropolitan dan
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
Penguatan sekol,ah
berpolaasrama:
. I(ab. Pulau Taliabu
.Kab. Halmahera
Timur (Kecamatan
PerbatasanPrioritas)
Penguatansekolah
terbuka:
. Kab.Halmahera
Selatan
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. HeL[ahcra
Tcngah(Kecamatan
PerbatasanPrioritas)
Peningkatan akses danmutu pel,ayanan pendidikan sekolah berpol,a asrama
dan sistempembelajaran jarak jauh, termasuk skolah terbuka melalui:
. Pemenuhan da,lpeningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan,
dengan outputpenataan guru dikdas dan dikmen serta peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti inovasi
pembelajaran
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuktenaga pendidik, dengan output pEE,ba'ian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dandikmen
. Pemberian bantuan pendidikanserta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output pemberian program Indonesia pintar pada
siswaSD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, pemberian
beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan pendidikan tinggi
(adik), sertafasilitasi daerah terkait upaya perbaikan status gizi dan
pembinaan aral usiasekolah dan remaja
.peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
.Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output:
rehabilitasi dan renovasisekolah dasar dan menengah, pembangunan
gedung as(ama beserta kelengkapannya, sertapeningkatan akses
internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh
.Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output. pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikan kesetaraan
. Peningkatanliterasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
.Penyusunan kurikulum yang konte-kstual wilayah setempat, dengan
outputpengembangan kurikulum dan sistem penjaminan mutu
pendidikan,pengembangan model kurikulum ysng adaptif dar!
kontekstual
berkas 7, hlm. 97 OCRRedistribusi as€t (tanah)
Penataan p€f,scbaran penduduk dan
output perpindahan dan
afl I(awa8an Afirmasi
Prioritas
. D8:
Perdesaan Prioritas
Kabupaten
.
sosial
peningkatan SPAM,
. Peningkatan
dan
. Penin8katan produktivitas
berbasis
koperasi, dan
. Peningkatan kapasitas tata kelola
berpola
. I(ab. Pulau Taliabu
.
Perbatasan
Penguatan
terbuka:
. Kab.
Selatan
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
. Kab. HeL[ahcra
Tcngah
Perbatasan
Peningkatan akses dan
dan sistem
. Pemenuhan da,l
dengan output
.
untuk
bagi guru dikdas dan
. Pemberian bantuan pendidikan
siswa
(adik), serta
pembinaan aral usia
.
.
rehabilitasi dan renovasi
gedung as(ama beserta kelengkapannya, serta
.
. Peningkatan
.
output
pendidikan,
t-I-{lrl:TrlilIlfililI+nA
No Lokasi PrioritasHighlight Indikasi Intervensi
Provinsi Maluku Utara Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelolapembangunan kebudayaan da'J;gim, output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lcrrb.g. kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, danbenda budaya, serta perlindungan warisan budaya
.Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan qqrut event
prioritasbidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
.Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
. Kab. Kepulauan Sula
. Kab. Pul,au Taliabu
. I(ab.Halmahera
Selatan
. Kab.Halmahera
Tengah(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab.Halmahera
Timur (Kecamatan
Perbatasan kioritas)
Layanan Unggulan
RS:seluruh
kab/kota
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, termasuk peningkatan
kualitas RS danpengembangan pendekatan khusus layanan kesehatan di
daerah sulit akses termasuk pelayanan kesehatan bergerak lfilo,/,,le health
services) melalui:
. Peningkatan kualitaspelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, de'Jig,,r output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, peningkatan RS tipe Dmenjadi C, pengembangan layanan
unggulankesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasiskompetensi, pengadaan peralatan kesehatan dan
pendukungnya untukrumah sakit,, penyediaan sarana, prasarana, obat,
dan alatkesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak
da,rtelemedicine, serta peningkatan infrastruktur TIK untuk mendukung
telemedicine
. Pendayagunaantenaga kesehatan dan tenaga medis, dengan output:
penugasan khusus tenaga medis dan t tenaga kesehatan pada fasyankes
primer danpelayanan kesehatan bergerak, serta pendayagunaan dokter
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanankesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan outp'ut, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pel,ayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukungpelayanan kesehatan
bergerak,dengan output penyediaan moda transportasi berbasis
perairan yangterintegrasi dengan moda transportasi eksisting
.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, deryfe output:
peningkatan saranapuskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskcgdes, pengadaan peralatankesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit,penyediaan sarana, prasarana, obat, dan alat kesehatan
untuk mendukung pelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
serta peningkatan infrastruktur tik untuk mendukung telemedicine
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenagakesehatan
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab.Halmahera
Utara
. I(ab.Halmahera
Timur
Pengendalian penyakitmenular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
rPencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terl,atih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan danpengendalian TBC dan layanan penemuan aktif
TBC, bantuanstimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Pencegahan datrpengendalian penyakit malaria, dengan output:
dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
berkas 7, hlm. 98 OCRNo Lokasi Prioritas
. Peningkatan tata kelola
lcrrb.g. kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
cagar budaya, dan
.
prioritas
.
. Kab. Kepulauan Sula
. Kab. Pul,au Taliabu
. I(ab.
. Kab.
Tengah
. Kab. Pulau Morotai
(PKSN Daruba dan
Perbatasan Prioritas)
. Kab.
Perbatasan kioritas)
RS:
kab/kota
kualitas RS dan
. Peningkatan kualitas
poskesdes, peningkatan RS tipe D
unggulan
rujukan berbasis
pendukungnya untuk
dan alat
da,r
. Pendayagunaan
primer dan
spesialis
. Penguatan tata kelola pelayanan
. Penyediaan moda transportasi mendukung
bergerak,
perairan yang
.
peningkatan sarana
poskcgdes, pengadaan peralatan
rumah sakit,
.
untuk tenaga
Penanganan Penyakit
TBC:
. Kab.
Utara
. I(ab.
Pengendalian penyakit
melalui:
r
layanan pencegahan dan
TBC, bantuan
hunian tidak layak
. Pencegahan datr
No lokasi Prioritas Itrlrrui.ght Indikasi Intervensi
Penanganan Penyakit
Malaria:
. Kab.Halmahera
Selatan
. Kab.Halmahera
Utara
. Kab.Halmahera
Timur
. Ihb. hrleuTaliabu
Penanganan Penyakit
ISPA:
. IGb. Halmahera
Barat
. I(ab,Halmahera
Tengah
. Ihb. Halmahera
Utara
Penanganan Penyakit
pneumonia:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab.Halmahera
Utara
. KotaTernate
. KotaTidore
Kepulauan
Penanganan Penyakit
Rabies:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab.Halmahera
Tengah
. I(ab. Halmahera
Sel,atan
. I(ab,Halmahera
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
. I(ab.Pulau Morotai
. Kota Ternate
Penanganan Penyakit
Kusta:Provinsi Maluku
Utara
a
Ealaria, tenaga keschatan tcrl,atih p€ncegahan dan pcogendalian
malaria, serta peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, denganoutput penyediaan
tenaga kesehatanpencegahan dan pengendalian ISPA terlatih serta
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia, dengan output
peningkatan layanan intensifikasi IEncEua! kasus dan deteksi dini
pneumonia dan p€ninskatatl alat dan bahankesehatan untuk deteksi
did dan pencegahanpneumonia
Eliminasipenyakit kusta, dengan output pe'rydiofr a.lat dan bahan
kesehatan pencegahan dart pengendalian kusta, serta tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terl,atihpencegahan dan pengendalian kusta, ocrta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA.L
Eliminasi penyakit rabies, dcflEan output penyediaan obat dan
perbekalan kesehatan serta penyediaan obat hewan
:)
berkas 7, hlm. 99 OCRMalaria:
. Kab.
. Kab.
Utara
. Kab.
Timur
. Ihb. hrleu
Penanganan Penyakit
ISPA:
. IGb. Halmahera
Barat
. I(ab,
. Ihb. Halmahera
Utara
Penanganan Penyakit
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab.
Utara
. Kota
. Kota
Kepulauan
Penanganan Penyakit
Rabies:
. Kab. Halmahera
Barat
. Kab.
. I(ab. Halmahera
Sel,atan
. I(ab,
Utara
. I(ab. Halmahera
Timur
. I(ab.
. Kota Ternate
Kusta:
Utara
a
Ealaria, tenaga keschatan tcrl,atih p€ncegahan dan pcogendalian
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan
tenaga kesehatan
pneumonia dan p€ninskatatl alat dan bahan
did dan pencegahan
Eliminasi
tenaga kesehatan terl,atih
:)
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Hri?ruri?h,Indikasi Intervensi
:'l
IGb.Halmahera
Tengah
Kab,Halmahera
Timur
Kab. Kepulauan Sula
Kab. PulauTaliabu
Penguatanpercepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
.Peningkatan gizi, denga,r output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum sturttirlg terjadiserta pcrabcrian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buJrer stock *tta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Susu,serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatanakses air minum dan sanitasi layak dan arlan, dengan
output: peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
.Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi,kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
.Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output. penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak,peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
5
a
a
WPP 716 (perbatasan
perairan dengan
Filipina)
WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
Penguatan pertahanankeamanan melalui peningkatan kerja sama
antarpihak dan penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum
bernama serta pemberantasan praktik IUU Fishing melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanankeamanan, dengan output
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan
.Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antarpihak dengan negara-negara
tetanggaseperti Filipina dan palau
.Penguatan tata kelola dan kelembagaan, , dengan output: operasionalisasi
lembaga pengelola perikanan wil,ayah pengelolaan perikanan negara
republik Indonesia (WPPNRI),pemberantasan perburuan liar,
pembalakan liar,perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta IUU
illegal, u unreported, unregulated fishing.
.Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output revitalisasi sarana prasarana sertq perawatan armada
pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP)
ElKawasan Konservasi:
E2 . El: Taman Nasional
E3Aketajawe Lolobata
(Kab.Halmahera
Tengah, Kab.
Halmahera Timur,
dan Kab. Tidore
Kepul,auan)
. E2: Suaka
Margasatwa Coa
Bukimoruru (I(ab.
Halmahera Tengah)
o E3: Cagar Alam
Pulau Obi(Kab.
Halmahera Sel,atan)
Perlindungan,pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatandan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output. penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi,kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
.Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output. optimalisasi
pengelolaanlembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi,pengendalian kebakaran di kawasan konservasi, serta
pemanfaatan datadalam pengelolaan kawasan
. Penguranganstatus keterancaman spesies dsn ekosistem, dengan
output, inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaanpemanfaatan kawasan konservasi, de,,;ga,i output
penyediaan fasilitaspenelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasiuntuk implementasi nilai ekonomi karbon
.Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, sertapembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
berkas 7, hlm. 100 OCRNo Lokasi Prioritas Hri?ruri?h,
:'l
IGb.
Tengah
Kab,
Kab. Kepulauan Sula
Kab. Pulau
Penguatan
gizi lainnya melalui:
.
sebelum sturttirlg terjadi
dan Anak-Anak Minum Susu,
. Peningkatan
.
gizi,
.
anak,
5
a
a
WPP 716 (perbatasan
Filipina)
WPP 717 (perbatasan
Palau)
Penguatan pertahanan
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan
.
tetangga
.
republik Indonesia (WPPNRI),
pembalakan liar,
.
El
E2 . El: Taman Nasional
E3
(Kab.
dan Kab. Tidore
Kepul,auan)
. E2: Suaka
Margasatwa Coa
Bukimoruru (I(ab.
o E3: Cagar Alam
Pulau Obi
Perlindungan,
. Pengawasan kegiatan
konservasi,
.
pengelolaan
konservasi,
pemanfaatan data
. Pengurangan
. Pengelolaan
penyediaan fasilitas
hutan konservasi
.
masyarakat, serta
EFI=FIIItrN
No Lokasi PrioritasHighlight Indikasi Intervensi
ProvinsiMaluku Utara Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bcf,rcana, serta adaptasiperubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d.l,nmitigasi
bencana dan perubahan iklira, dengan outputpenguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan p€rrbinaa[ daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pc(lgcr3bangall sistem dan sarana prasaranapengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaanbangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapannature-based solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
.Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan daIt
lahan, serta perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dery$toutput: pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
berkas 7, hlm. 101 OCRNo Lokasi Prioritas
Provinsi
pengelolaan risiko bcf,rcana, serta adaptasi
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d.l,n
bencana dan perubahan iklira, dengan output
. Pc(lgcr3bangall sistem dan sarana prasarana
penyediaan
penerapan
.
lahan, serta perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dery$t
7. Wilayah Papua
7.1 Provinsi Papua Barat
AA po mamoreanDy “1.PAPUA BARAT
IA 3 a Barat Yaya PUN $
g UIN
ba! &, "Ind 1 AN z0
" ( B1 Benang
, ! Ez £ . TN
x 1 ra c3 D2 4 9 "
« . J —- 8 D, TE LEGENDA
| KN AI Ta R 3 Kawasan
. £ (9 ) bas X ( Pertumbuhan
— aa TE 1. X Li ma , 8 - Kawasan Komoditas Unggulan
Sup KA IA “Tj A L yi ' Ri 2 J Kawasan Swasembada
IN Ia Ya Y Ih eh 1 14 a £ Pangan, Air, dan Energi
A Ki ud - N ma A3 ' j Kawasan Afirmasi
D1 — “Te naa ha 2 Kawasan Konservasi dan
. ot “Yg Rawan Bencana
IN bata Ka — S Papua Tengah 1 (@: Ibu Kota Provinsi
x ." AAN SN , an €
AN . k L @ Bandar Udara
, N
Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9
me Jalan Nasional
Kawasan Industri nu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1. KI Fakfak — Kab. Fakfak Batas Administrasi
Kawasan Pariwisata
2. Kawasan Pariwisata Teluk Triton — Kab. Kaimana
Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
3. Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Migas — Kab. Teluk Bintuni
Kawasan Perkotaan
4. Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi - Kab. Pegunungan Arfak
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kakao Daerah Tertinggal"
1. Kab. Manokwari Selatan 1. Kab. Manokwari Selatan
2. Kab. Teluk Bintuni
3. Kab. Teluk Wondama
4. Kab. Pegunungan Arfak
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
, . . , E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
1. Kab. Manokwari: potensial pangan, potensial energi
£) Kab. MAGoKwari Sekat potensi pangan" 1. TN Teluk Cenderawasih — Kab. Teluk
3. Kab. Teluk Bintuni: potensial air, potensial energi Wond
4. Kab. Kaimana: potensial air Ontetela! .
2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni — Kab. Teluk Bintuni,
Kab. Fakfak
berkas 7, hlm. 1027.1 Provinsi Papua Barat
AA po mamoreanDy “1.
IA 3 a Barat Yaya PUN $
g UIN
ba! &, "Ind 1 AN z0
" ( B1 Benang
, ! Ez £ . TN
x 1 ra c3 D2 4 9 "
« . J —- 8 D, TE LEGENDA
| KN AI Ta R 3 Kawasan
. £ (9 ) bas X ( Pertumbuhan
— aa TE 1. X Li ma , 8 - Kawasan Komoditas Unggulan
Sup KA IA “Tj A L yi ' Ri 2 J Kawasan Swasembada
IN Ia Ya Y Ih eh 1 14 a £ Pangan, Air, dan Energi
A Ki ud - N ma A3 ' j Kawasan Afirmasi
D1 — “Te naa ha 2 Kawasan Konservasi dan
. ot “Yg Rawan Bencana
IN bata Ka — S Papua Tengah 1 (@: Ibu Kota Provinsi
x ." AAN SN , an €
AN . k L @ Bandar Udara
, N
Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9
me Jalan Nasional
Kawasan Industri nu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1. KI Fakfak — Kab. Fakfak Batas Administrasi
Kawasan Pariwisata
2. Kawasan Pariwisata Teluk Triton — Kab. Kaimana
Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi
3. Kawasan Pertambangan dan Pengolahan Migas — Kab. Teluk Bintuni
Kawasan Perkotaan
4. Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi - Kab. Pegunungan Arfak
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kakao Daerah Tertinggal"
1. Kab. Manokwari Selatan 1. Kab. Manokwari Selatan
2. Kab. Teluk Bintuni
3. Kab. Teluk Wondama
4. Kab. Pegunungan Arfak
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
, . . , E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
1. Kab. Manokwari: potensial pangan, potensial energi
£) Kab. MAGoKwari Sekat potensi pangan" 1. TN Teluk Cenderawasih — Kab. Teluk
3. Kab. Teluk Bintuni: potensial air, potensial energi Wond
4. Kab. Kaimana: potensial air Ontetela! .
2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
Hayati Teluk Bintuni — Kab. Teluk Bintuni,
Kab. Fakfak
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Fakfak (Kab.
Fakfak)
Pengembangan kawasan pusat pertumbuhan baru di KI Fakfak dan
percepatan hilirisasi industri petrokimia dalam memperkuat industri pupuk
dalam negeri, melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang kawasan industri, dengan
output: penyusunan masterplan dan studi kelayakan, serta percepatan
penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan
industri, dengan output: pembangunan jalan strategis, pembangunan
spam, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik, bantuan
pembangunan rumah susun hunian MBR/pekerja, pengembangan
fasilitas kesehatan primer, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta perluasan layanan penyiaran digital
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
petrokimia, serta operasionalisasi dan peningkatan investasi kawasan
industri di luar Jawa
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Penyediaan SDM berkualitas mendukung kawasan industri, dengan
output: fasilitasi pendampingan SMK yang link and match dengan
industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling serta
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Pariwisata Teluk
Triton (Kab.
Kaimana)
Penyiapan kawasan pariwisata Teluk Triton di Kab. Kaimana, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah serta
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,3
0,3
164,0
120,6
0,331 – 0,335
0,370 – 0,380
13,76 – 14,76
19,62 – 20,12
23,09
1,08
0,49
0,47
3,68 – 4,00
3,75 – 4,06
83,53
5,7 82,89
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 7, hlm. 103 OCRKeterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: KI Fakfak (Kab.
Fakfak)
Pengembangan kawasan pusat pertumbuhan baru di KI Fakfak dan
percepatan hilirisasi industri petrokimia dalam memperkuat industri pupuk
dalam negeri, melalui:
• Perencanaan, perizinan, dan tata ruang kawasan industri, dengan
output: penyusunan masterplan dan studi kelayakan, serta percepatan
penerapan sistem perizinan terpadu
• Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di sekitar kawasan
industri, dengan output: pembangunan jalan strategis, pembangunan
spam, pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik, bantuan
pembangunan rumah susun hunian MBR/pekerja, pengembangan
fasilitas kesehatan primer, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta perluasan layanan penyiaran digital
• Peningkatan investasi dan promosi ekspor, dengan output: fasilitasi
investor dalam rangka penumbuhan dan pengembangan industri
petrokimia, serta operasionalisasi dan peningkatan investasi kawasan
industri di luar Jawa
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Penyediaan SDM berkualitas mendukung kawasan industri, dengan
output: fasilitasi pendampingan SMK yang link and match dengan
industri, pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling serta
pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Pariwisata Teluk
Triton (Kab.
Kaimana)
Penyiapan kawasan pariwisata Teluk Triton di Kab. Kaimana, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah serta
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,3
0,3
164,0
120,6
0,331 – 0,335
0,370 – 0,380
13,76 – 14,76
19,62 – 20,12
23,09
1,08
0,49
0,47
3,68 – 4,00
3,75 – 4,06
83,53
5,7 82,89
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
No Lokasi Prioritas Hri?h&i?ht Indikasi Intervensi
A3Kawasan Pertumbuhan:
. A3:Kawasan
pertambangan dan
pengolahan minyak
dan gas bumi (Kab.
Teluk Bintuni)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
induEtriberbasis SDA (minyak dan gas bumi) berorientasi ekspor di Kab.
Teluk Bintuni, melalui:
.Pengembangan Lapangan Ubadari, CCUS Carbon Capture, Utilization,
sndStorage), dan Compression (UCC Project), serta pengembangan
lapangan gas Asap, Kido, dan Merah (AKM)
. Peningkatan investasi dan ekspor
. Fasilitasikemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubatorbisnis untuk pembentukan wirausaha
industri,serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
datr aneka
.Peningkatan SDM berkualitas, denga,r output fasilitasi pendampingan
SMK yang liah ondmatch dengan industri, serta pelatihan volGsi industri
upskilling dan t6ki iag
o Penguatanimplementasi pcoangatran kerusakan lingkungan hidup
akibat pertambangan migas
A4 KawasanPertumbuhan:
. A4: Kota Kecil
Berkarakter Khusus
Anggi (Kab.
Pegunungan Arfak)
Pengembangan Kota Kecil Berkarakter Khusus Anggi, melalui:
. Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Anggi
. Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, denga,routput:
pembangunan SPAM, pengembangan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat,pembangunan sistem pengelolaan persampahan
berbasis masyarakat, perluasan jaringan telekomunikasi danakses
internet cepat, perluasan layanan penyiaran digital, serta pemberian
bantuanpembangunan rumah swadaya
. Penataan kawasan dsnpeningkatan citra kota, dengan output penataan
kawasan, penguatan branding kawasp,i, dan penguatan promosi daya
tarik kota
B1 KawasanKomoditas
UnggulanKomoditas
kakao)
Sentra Produksi
. BI: IGb. Manokwari
Selatan
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kakao, melalui:
.Peningkatan produksi perkebunan, dcn lat output pengembangan
kawasan kalao, optimasi lahantermasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan
(OPT)tanaman perkebunan
. PengeEbalBar tataniaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output pendampingan/penerapan sertifikasi/pengembangan produk,
fasilitasi dan pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil,
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, danBUMDes, serta revitalisasi pasar rakyat
.Peningkatan kualitas SDM, dengan output fasilitasi pemberdayaan dan
pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitas petani
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengFdrt output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanentanaman perkebunan, penyediaan
alat danmesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
tclekomu kasi dan aks€Binternet cepat
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kclcrobaaaan,serta akses
terhadappembiayaan, dengan output pengembangan kelembagaan
ekonomipetani dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi,dengan output
pengembangan modelpercontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian,serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
t$mall.jJddigital larfiLing
berkas 7, hlm. 104 OCRA3
. A3:
dan gas bumi (Kab.
induEtri
.
snd
lapangan gas Asap, Kido, dan Merah (AKM)
. Peningkatan investasi dan ekspor
. Fasilitasi
pengembangan inkubator
industri,
datr aneka
.
SMK yang liah ond
upskilling dan t6ki iag
o Penguatan
akibat pertambangan migas
A4 Kawasan
. A4: Kota Kecil
Anggi (Kab.
Pegunungan Arfak)
. Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output
. Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, denga,r
domestik setempat,
berbasis masyarakat, perluasan jaringan telekomunikasi dan
bantuan
. Penataan kawasan dsn
tarik kota
B1 Kawasan
Unggulan
kakao)
. BI: IGb. Manokwari
.
kawasan kalao, optimasi lahan
(OPT)
. PengeEbalBar tata
koperasi, dan
.
.
sarana dan prasarana pascapanen
alat dan
tclekomu kasi dan aks€B
. Peningkatan kapasitas dan tata kelol,a kclcrobaaaan,
terhadap
ekonomi
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi,
pengembangan model
mekanisasi pertanian,
t$mall.jJd
No Lokasi Prioritas Hrbrurbht Indikasi Intervensi
Provinsi Papua BaratPeningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
.Pembangunan da,l peningkatan jalan strategis dan jalan Eans, dengan
output pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong mas Jalan
Windesi-AEbuni dafl ruas Jalan Mameh-Windesi(Werabur),
petubatrguran jalanakses Bandar Udara Rcndad, penanganan jalan
daerah, dan peningkatan layananangkutan jalan perintis
.Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output: peningkatan fasilitas Pelabuhan Manokwari di Kab. Manokwari,
pengembangan fasilitas Pel,abuhan Teluk Patipi dan Pelabuhan Fakfak di
Kab.Fakfak, rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Bintuni dan Pelabuhan Babo
di Kab. Teluk Bintuni,rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Oransbari di Kab.
Manokwari Selatan, lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut
Kaimana di IGb.Kaimana, serta peningkatan l"ayanan angkutan laut
perintis dan layananangkutan penyeberangan perintis
.Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Bandar Udara Rendani di Kab. Manokwari,
Bandar Udara Anggi di Kab. Pegunungan Arfak, Bandar Udara Wasior
Baru-Teluk Wondama, Bandar Udara Abresso-Manokwari Selatan,
Bandar Udara Babo diKab.Teluk Bintuni, dan Bandar Udara Siboru di
Kab.Fakfak, serta pengembanganangkutan udara perintis penumpang
danangkutan udara perintis kargo
.Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dansistem penyaluran,
denganoutput, pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
.Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, terutama pada titik layanan
publik, denganoutput: perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, perluasan l,ayanan penyiaran digital, serta pengembangan
SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Kab. Manokt ari
Selatan (perkebunan)
I(ab.Kaimana
(pariwisata)
Kab, Pegunungan
Arhk (pariwisata)
Kab. Fakfak (industri
pengolahan)
I(.b. Teluk Bintuni
(industri pengolahan)
Penguatan pendidikantinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK,politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada potensi kcunggulan
wilayah(perkebunan, pariwisata, serta industri pengolahan) sesuai
kebutuhan DUDI,melalui:
. Pctuuatan dan penyediaan saranaprasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dcngla\ output jalan menujufasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas p€ndidikdr dan balai pel,atihan kerja (BLK)
.Pengembangan program Ehrdi, kurikulum, dalr inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yangmengacu pada kebutuhan industri
.Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
danga,routput: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan talaga kependidikan vokasi, serta peningkatantenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upsk nq da,i reskilling berstandar
industri
.Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan @tpuf akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
ct
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan
. Cl: Kab. Manokwari*
(padi dan pangan
akuatik)
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan padi dan pangan
akuatik bluefood berbasis perikanan tangkap melalui:
. Penguatan produksi, denganoutput: pengembangan kawasan padi,,
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusakmenjadi produktif,
berkas 7, hlm. 105 OCRProvinsi Papua Barat
.
Windesi-AEbuni dafl ruas Jalan Mameh-Windesi
petubatrguran jalan
daerah, dan peningkatan layanan
.
di Kab. Teluk Bintuni,
Kaimana di IGb.
perintis dan layanan
.
Bandar Udara Anggi di Kab. Pegunungan Arfak, Bandar Udara Wasior
Bandar Udara Babo di
Kab.Fakfak, serta pengembangan
dan
.
. Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan
dengan
.
publik, dengan
SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Kab. Manokt ari
I(ab.
Kab, Pegunungan
Arhk (pariwisata)
Kab. Fakfak (industri
I(.b. Teluk Bintuni
(industri pengolahan)
Penguatan pendidikan
(SMK,
wilayah
kebutuhan DUDI,
. Pctuuatan dan penyediaan sarana
berkualitas, dcngla\ output jalan menuju
fasilitas p€ndidikdr dan balai pel,atihan kerja (BLK)
.
yang
.
danga,r
tinggi dan talaga kependidikan vokasi, serta peningkatan
industri
.
kerja
ct
c2
. Cl: Kab. Manokwari*
akuatik)
. Penguatan produksi, dengan
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi si
C2: Kab. Manokwari
Selatan* (padi)
p€ngcndalianorganisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan,
pemberian pupuk bersubsidi, serta penyaluran benih ikan air laut
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukungpengembangan pangan lokal, densp,r output penyediaan
sarana pasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
peningkatan jalan usaha tori,penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan jalan akses
menujusentra pangan lokal, serta pembangunan fasilitas logistik
(gudanglumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi
. Penguatan kapasitas SDM(petani dan nelayan) yang terlatih GAP (Good
Agria ture hodi@q, GHP(Good Handling Practices), dan PHT
(PengendalianHama Terpadu), den,g,o, output: fasilitasi pemberdayaan
danpembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitaspetani serta pelatihan kelompok tani untuk cAP (good
agriculture practices), GHP (good ,o dli^g practices), dan PHT
(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untuk kelompokpelaku utama, serta mendorong ownership petani dan
nelayan padaaset dan lembaga yang telah dibentuk
.Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, dEnga,n output
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis, serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi
logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukanmelalui penguatan
diversifikasi pangan dengan outputpengembangan kawasan ubi,
hortikultura, sagu, dan pangan akuatik,pembentukan koperasi berbasis
bahan pangan, penguatankelompok masyarakat yang terfasilitasi
penganekaragaman pangan,pemberian bantuan pangan dalm rangka
pengendaliankerawanan pangan, serta peningkatan jalan usaha tani,
pembangunan embung perta an dan jaringan irigasi, serta penyediaan
sarana pra, pasca, danpengolahan hasil tanaman pangan
Kawasan RentanPangan
. I(ab.Pegunungan
ArfakH (ubi dan
hortikultura)
. Kab.Teluk
Wondama* (sagu
dan pangan akuatik)
Keterangan:
t) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
*') Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
IndeksKetahanan
Panganrentan atau
sangat rentan
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
o Cl: Kab. Manokwari*
. C3: I(ab. Teluk
Bintuni*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. I(ab. Pegunungan
Arfak.
. Ikb. Teluk
Wondama*
Keterangan:
'lIndikasi lokasi yaDA
mett liki potensi
bangkitan EBT tinggi
n)Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elekEif kasi rendah atau
persentase rumah taogga
dengansumber
penerangan utama listrik
non PIN dan bukan
listrik yang tinggi
Peningkatan ketahanan energi,terutama dengan mempercepat transisi
energiberbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatanpengembangan datr optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dandedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga mikrohidro
(PLTMH),pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), pembangkit
listrik tenaga Einihidro (PLTM), p€lllctaan potensi EBT l,ainnya, s€na
pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, serta
pembangunan infrastruktur gardu induk
.Penyediaan saratur prasarana pendukung, da,rga,i output penyediaan
danpeningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasanrendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupanlayanan ketenagalistrikan, derrga,f, output pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga bcluE berlistrik yang tidak
mampu atauberada di daerah 3T
berkas 7, hlm. 106 OCRC2: Kab. Manokwari
p€ngcndalian
.
pendukung
peningkatan jalan usaha tori,
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
menuju
(gudang
. Penguatan kapasitas SDM
Agria ture hodi@q, GHP
(Pengendalian
dan
kapasitas
untuk kelompok
nelayan pada
.
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan
diversifikasi pangan dengan output
hortikultura, sagu, dan pangan akuatik,
bahan pangan, penguatan
penganekaragaman pangan,
pengendalian
sarana pra, pasca, dan
Kawasan Rentan
. I(ab.
ArfakH (ubi dan
hortikultura)
. Kab.
t) Indikasi lokasi yang
*') Indikasi lokasi yang
Indeks
Pangan
cl
c3
o Cl: Kab. Manokwari*
. C3: I(ab. Teluk
Bintuni*
. I(ab. Pegunungan
. Ikb. Teluk
Keterangan:
'l
mett liki potensi
bangkitan EBT tinggi
n)
elekEif kasi rendah atau
dengan
non PIN dan bukan
Peningkatan ketahanan energi,
energi
. Percepatan
daerah dan
(PLTMH),
listrik tenaga Einihidro (PLTM), p€lllctaan potensi EBT l,ainnya, s€na
.
dan
Penguatan kawasan
cakupan
mampu atau
No Lokasi Prioritas H&rurbht Indikasi Intervensi
c3
c4
Kawasan Potensial
Swasembada Air
. C3: Kab. Teluk
Bintuni'
. C4: Kab.Kaimana'
Kawasan Rawan Air
. Ikb. Manokwari*
. Keb.Manokwari
Selatan*
Peningkatanketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
.Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan crabung dan tampungan air l,airyrya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
bakualternatif dcnSan output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku, sertapengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan aif
Keterangan:
') Indikasi lokasiyang
memiliki potensi
kapasitastampungan air
tinggi dan luas wilayah
sungaiyang besar
H) Indikasi lokasi yanA
memiliki IRBI
kekeringan tinggi
dan/ataumerupakan
lokasi prioritas atau
superprioritas
ketahanan iklim bid,eng
air
D1
D2
D3
D4
Kawasan Afirmasi
DaerahTertinggal:
Dl: Kab. Manokwari
Selatan [kakao)
D2: I(ab.Teluk
Bintuni (udang dan
kepiting)
D3: (ab.Teluk
Wondama (perikanan
danrumput l,aut)
D4: IGb.
Pegunungan Arfak
(hortikultura da!
pariwisata Danau
Anggi Giji dan Anggi
Gida)
Keterangan: *l Daerah
tertinggal juga sudah
termasuk daerah sangat
tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan akses l,ayanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosialyang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, de'rgut output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dalt tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaanbantuan sosial adaptif
. Penguatanekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi mela.lui
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, serta
penataanpariwisata rintisan, dengan output optimasi lahan termasuk
revitalisasi lahan rusak menjadi produktif, dan pengendalian organisme
pengganggu tumbuhan (OP-[J tanaman perkebunan, peningkatan sarana
budi daya perikanan yang disalurkan kemasyarakat, pendampingan
dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompokpelaku utama/usaha,
peningkatan akses pembiayaan modal, pendukungan ewnt daerah serta
pengembangan desa wisata, serta pengembangan UMKM lokal, serta
peningkatan daya saing masyarakat
.Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai
standar,serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
ou,put fasilitasi penyediaanperumahan terintegrasi dengan PSU;
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan;
perluasanjaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat;pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat; perluasan
layanan penyiaran digital; pembangunan jalan akses simpul ekonomi;
sertapengembangan sarana angkutan perintis laut, darat, dan udara
.Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna,dengan oxvuf masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam pcnSuataD mitigasi
bencana
berkas 7, hlm. 107 OCRc3
c4
Swasembada Air
. C3: Kab. Teluk
Bintuni'
. C4: Kab.
. Ikb. Manokwari*
. Keb.
Peningkatan
.
baku
sarana dan prasarana air baku, serta
Keterangan:
') Indikasi lokasi
kapasitas
sungai
H) Indikasi lokasi yanA
kekeringan tinggi
dan/atau
lokasi prioritas atau
super
air
D1
D2
D3
D4
Daerah
Dl: Kab. Manokwari
D2: I(ab.
Bintuni (udang dan
D3: (ab.
dan
D4: IGb.
(hortikultura da!
pariwisata Danau
Anggi Giji dan Anggi
Gida)
Keterangan: *l Daerah
tertinggal juga sudah
.
serta perlindungan sosial
pelaksanaan
. Penguatan
penataan
budi daya perikanan yang disalurkan ke
dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok
.
standar,
ou,put fasilitasi penyediaan
perluasan
cepat;
serta
.
guna,
REPUBLIK INOONESIA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
sepanjang hari:
. Kab.Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpolaasrama:
. Kab. Teluk Wondama
(Daerah Tertinggal)
. Kab.Manokwari
Peningkatan akrca dar
mutupelayanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
diProvinsi Papua
Barat
Peningkatan akses danmutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dandikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yangmengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberianinsentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuktenaga pendidik , dengan output, pemberian tunjangan khusus
bagiguru dikdas dan dikmen
opemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik,dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswaSD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tatakelola pendidikan, dengan output: pembinaan afirmasi
sertapendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaansarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasidan renovasi sekolah dasar dan menengah
.Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
outputpembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikankesetaraan
.Peningkatan literasi, dengan output, pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulumyang kontekstual wilayah Papua, dengan output
penyusunan model kurikulum danpenyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Barat Peningkatanperlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tatakelola pembangunan kebudayaan, da'rglN, output:
peningkatankompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembagakebudayaan
.Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
denganoutput fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, danbenda budaya, serta perlindungan warisan budaya
.Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah, de,i;glo,i output event
prioritas bidangkebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa,sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
sertaevent prioritas perlindungan bahasa d,6n sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Kab.Teluk Bintuni
(Daerah Tertinggal)
. Kab.Kaimana
. I(ab.Pegunungan
Arfak (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Pendayagunaan tenagakesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
. Penguatan tatakelola pelayanan kesehatan bergerak da,r telemedicine,
dengan output pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, d€,tg4lr output
peningkatan saranapuskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alatkesehatan, dan obat,
pembinaan terkait layanan primer den rujukan, Dembartermen fasilitas
SK No25l29l A
berkas 7, hlm. 108 OCRNo
terbuka dan sekolah
sepanjang hari:
. Kab.
Arfak (Daerah
berpola
. Kab. Teluk Wondama
. Kab.
Peningkatan akrca dar
mutu
. Seluruh kabupaten
di
Peningkatan akses dan
.
dikdas dan
kependidikan yang
. Pemberian
untuk
bagi
o
peserta didik,
siswa
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata
serta
. Penyediaan
rehabilitasi
.
output
pendidikan
.
. Penyusunan kurikulum
penyusunan model kurikulum dan
yang adaptif dan kontekstual
Provinsi Papua Barat Peningkatan
. Peningkatan tata
peningkatan
lembaga
.
dengan
cagar budaya, dan
.
prioritas bidang
. Pelestarian bahasa,
serta
. Kab.
(Daerah Tertinggal)
. Kab.
. I(ab.
Arfak (Daerah
. Pendayagunaan tenaga
. Penguatan tata
.
peningkatan sarana
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat
SK No25l29l A
No L.kasi Prioritas .Eftbruigtu Indikasi Intervensi
Percepatan
operasionalisasi RSUD:
.Kab. Pegunungan
Arfak(Daerah
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
Dmenjadi Tipe C:
. Kab.Pegunungan
Arfak(Daerah
Tertinggal)
. Kab. Kaimana
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Barat
kes€hatan di daerahterpencil melalui konstruksi bangunan Bodul,ar,
serta percepatan operasionalisasi RSUD di Kab. Pegunungan Arfak
. Pemberianinsentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tcnaSa medis dan tenagakesehatan
. Penyediaanmoda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
.Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
.Penurunan keoatian ibu dan anak melalui peningkatan pcrcalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat deteksi
dinifaktor risiko dan kapasitas layanan
Pengendalianpenyakit
malaria:
. Kab. Manokwari
. Ikb. Manokwari
S€latan
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Teluk wondama
. Ikb.Fakfak
. Kab. Kaimana
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Manokwari
Selatan
. I(ab. Pegunungan
Arfak
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
Provinsi Papua Barat
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui
.Pencegahan datr pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layananpencegahan dan pengendalian TtsC, layanan penemuan aktif
TBC, bantuan stimulanperumahan swadaya dan peningkatan kualitas
hunian tidak layak
.Eliminasi penyakit kusta, der)giur output: penyediaan dat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta,pengadaan tenaga
kesehatanterlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
.Eliminasi penyakit frambusia, dengan ou,put penyediaan alat dan bah8r
kesehatan p€ucegahafl danpengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenagakesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkataninfrastruktur SPAM dan SPAL
. EliEinasipenyakit filariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalianfilariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan danpengendalian penyakit malaria, derylal output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layananpengendalian faktor risiko penyakit
malaria,serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan danpengendalian penyakit HIV/AIDS, de,Igut output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terl,atih sertaoptimalisasi data dan informasi HIV/AIDS
Provinsi Papua BaratPenguatan percepatan pencegahan dan p€nuruturn stunting serta perbaikan
gizi lainnyamelalui:
.Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di wil,ayah Papua
.Peningkatan gizi, dco8an orQuf pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
scbcluEstunting terjadi serta pemberian tata l,aksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita daribuffer s,o*, *fia
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
rlan Anak-Anak Minum Susu sertaPenambahan Vitamin)
berkas 7, hlm. 109 OCRPercepatan
.
Arfak
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
D
. Kab.
Arfak
Tertinggal)
. Kab. Kaimana
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
kes€hatan di daerah
. Pemberian
untuk tcnaSa medis dan tenaga
. Penyediaan
.
.
dini
Pengendalian
. Kab. Manokwari
. Ikb. Manokwari
S€latan
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Teluk wondama
. Ikb.
. Kab. Kaimana
TBC:
. Kab. Teluk Bintuni
. I(ab. Manokwari
. I(ab. Pegunungan
Arfak
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
Provinsi Papua Barat
melalui
.
layanan
TBC, bantuan stimulan
hunian tidak layak
.
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta,
kesehatan
.
kesehatan p€ucegahafl dan
pengadaan tenaga
frambusia, serta peningkatan
. EliEinasi
kesehatan pencegahan dan pengendalian
. Pencegahan dan
malaria, peningkatan layanan
malaria,
. Pencegahan dan
terl,atih serta
Provinsi Papua Barat
gizi lainnya
.
.
scbcluE
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari
rlan Anak-Anak Minum Susu serta
iI-t=N
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penirykatan akscs air minum da[ sanitasi layak dan aman, dengan
output panl,lf .ata,iinfrastruktur SPAM dan SPAL
Peningkatan sosialisasi dan informasiterkait pencegahan stunting,
denganoutput: penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dankampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pcrabciiat makan
Peningkatan fasilitas dan lay.nan kesehatan ibu dan anak, dengan
ox@ut penguatanpuskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu d6rt
anak,peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turutmendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 7l?(perbatasan
perairandengan
Palau)
PcniEgkatan pertahanan
dall keamanatr wilayah:
. Provinsi Papua Barat
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk p€@beranta3ar
IUU Fishing pada \{rPP 717, melalui:
. Penegakanregulasi dan upaya pertahanan keamanan laut, dengar
output. peningkatan operasi kapal dan speedboat pcngan as, serta patroli
Eandid
. Penguatan tata kelola dankelembagaan, dengan output Lembaga
Pengelola Perikanan wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan p€Dbcraatasanperburuan
liar,pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
IUU (i illegal, unreported, unregulated) fishing.
. Peningkataninfrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output: pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber dayakelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat,agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah serta pendekatan hak
asasimanusia dan pelibatan multipihak d.len mendorong situasi IIAM
yang kondusif di Papua
.Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah,dengan out ux fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua BaratPeningkatan pcoSakuan dsn perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah u.layat,melalui:
r Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dantradisi
masyarakat hukum adat, dengar output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat,penetapan hutan adat, dan pengembangan hutan adat
. Peningkatan p€mb€rdaJraaamasyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, dengan drtpuf,penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan q'arga komunitas adat terpencil
. Percepatan penyusunanperaturan daErah tentang pengakuan dan
perlindunganmasyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delileasi
tanah ul,ayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN Teluk
Cenderawasih (Ihb.
TelukWondama)
. E2:Kawasan
Konservasi dan
Keanekaragaman
HayatiTeluk Bintuni
(I(ab.Teluk Bintuni
dan Kab.Fakfak)
Perlindungan, pengelolaan, danpemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasankegiatan darl penataan ruang ka$las€.o konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kcacauaian Kegiatan
PeEanfaatan RuangLaut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21.
o Optiaaficaai tata kelol,a kawasankonservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
berkas 7, hlm. 110 OCRNo
Penirykatan akscs air minum da[ sanitasi layak dan aman, dengan
output panl,lf .ata,i
Peningkatan sosialisasi dan informasi
dengan
gizi dan
ox@ut penguatan
anak,
turut
. WPP 7l?
perairan
Palau)
PcniEgkatan pertahanan
dall keamanatr wilayah:
. Provinsi Papua Barat
IUU Fishing pada \{rPP 717, melalui:
. Penegakan
Eandid
. Penguatan tata kelola dan
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan p€Dbcraatasan
liar,
. Peningkatan
sumber daya
. Pelibatan tokoh adat,
asasi
yang kondusif di Papua
.
ketertiban wilayah,
Provinsi Papua Barat
tanah u.layat,
r Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan
tanah ulayat,
. Peningkatan p€mb€rdaJraaa
adat, dengan drtpuf,
. Percepatan penyusunan
perlindungan
EI
E2
. El: TN Teluk
Cenderawasih (Ihb.
Teluk
. E2:
Hayati
(I(ab.
dan Kab.
Perlindungan, pengelolaan, dan
. Pengawasan
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
PeEanfaatan Ruang
P21.
o Optiaaficaai tata kelol,a kawasan
No Lokasi Prioritas Hrbru{?h, Indikasi Intervensi
Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
outputinventarisasi keterancaman Bpcsica darr konservasi biota yang
terancam punah,
Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelol,aan kawasan
konservasi,dengan output pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, sertapembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan saranaprasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Provinsi Papua Barat Peningkatanperlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta
pengelolaanrisiko bencana dan adaptasi pc(ubahan iklim, melalui:
.Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat d€laD mitigasi
bencana da[perubahan iklim, dettgal qltptt penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan saranaprasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output penguatan
respons aigtcra peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based. solutions, pembangunan pengaman pantai,
sertapemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dankeanekaragaman hayati, dengan ou,pur:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalurjelajah satwa
r Pcaulilranekosistem yang terdegradasi, dengeJi output pemulihan
lahan rusak dan kritis, pemulihanekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
Provinsi Papua Barat Peningkatansmart gouemmeat, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
Optimalisasi sistemperencanaan dan penganggaran daerah,
output: optimalisasi penerapan SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai
terintegrasi pemerintahan di daerah
dengan
platform
a
Peningkatan kapasitas SDMdan manajemen kinerja ASN, dengan output
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
Percepatan digitalisasi pelayanan publik untukmendukung smart
government, de,rg,'l, output: peningkatan porta.l pelayanan publik dan
administrasi serta penerapan PTSP berbasis OSs
Peningkatandan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAq
berkas 7, hlm. 111 OCRoutput
konservasi,
masyarakat, serta
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana
Provinsi Papua Barat Peningkatan
pengelolaan
.
bencana da[
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana
serta
. Pelestarian hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur
r Pcaulilran
lahan rusak dan kritis, pemulihan
pascatambang
Provinsi Papua Barat Peningkatan
Optimalisasi sistem
terintegrasi pemerintahan di daerah
dengan
a
Peningkatan kapasitas SDM
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk
Peningkatan
7.2 Provinsi Papua
Xgga AN
, Y 163
Lan PAPUA
DS-A1 0.
» - er | LEGENDA
Ma. | Be C6 e— “3 : Kawasan Pertumbuhan
- | 3 $ 3 Kawasan Komoditas Unggulan
" Vit Ha Pan sn " ba ST D7 Kawasan Swasembada Pangan,
Baik naas gi 3 Pi RL 7 Kota Jayapura Air, dan Energi '
/ P3 KL y db "11 par $ 5 5“ 1 . Kawasan Afirmasi
A “ Pi 1 cs TI 5 LL 85 C2 4 D4 Kawasan Konservasi dan
—- 5! , B7 A £ 2 K3 $ Rawan Bencana
“ “an 1 : OA -s Ki : S 8,10 | (@! ibu Kota Provinsi
La “ Papua Tengah k - Par 1 Bandar Udara
| : 1 maka : " NN IA
5 aan PA ski “ah Ng “” gp ? f 9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9 Sa angga
Kawasan Pariwisata mm Jalan Nasional
1. Kawasan Pariwisata Biak - Teluk Cenderawasih — Kab. Biak Numfor uu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
2. Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura — Kota Jayapura
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas TCT Daerah Tertinggal"
1. Kota Jayapura 1. Kab. Mamberamo Raya
2. Kab. Biak Numfor 2. Kab. Waropen
3. Kab. Supiori
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT “) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
3. Kota Jayapura
4, Kab. Biak Numfor Kawasan Perbatasan
5. Kab. Jayapura PKSN dan Wilayah Pendukung
6. Kab. Kepulauan Yapen 4. PKSN Jayapura — Kota Jayapura
7. Kab. Waropen 5. PKSN Biak — Kec. Aimando Padaido, Kec. Padaido,
Kec. Oridek, Kec. Biak Utara, Kec. Yawosi, Kec.
Warsa, dan Kec. Bondifuar — Kab. Biak Numfor
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi Kecamatan Perbatasan Prioritas
6. Kec. Sawai — Kab. Mamberamo Raya
1. Kab. Keerom: KSPP Tn 7. Kec. Pantai Timur, Kec. Sarmi Timur, Kec. Sarmi
2. Kab. Jayapura: potensial pangan, potensial air Selatan, Kec. Sarmi, Kec. Pantai Barat - Kab. Sarmi
3. Kab. Biak Numfor: potensial pangan 8. Kec. Towe, Kec. Waris — Kab. Keerom
4. Kota Jayapura: potensial pangan, potensial energi 9. Kec. Supiori Utara, Kec. Supiori Barat, Kec.
5. Kab. Mamberamo Raya: potensial energi, potensial air Kepulauan Aruri - Kab. Supiori
6. Kab. Kepulauan Yapen: potensial pangan Kawasan Transmigrasi
7. Kab. Sarmi: potensial pangan 10. KT Senggi - Kab. Keerom
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. TN Teluk Cenderawasih -Kab. Biak Numfor, Kab. Supiori, Kab. Waropen, dan Kab. Kepulauan Yapen
2. TN Mamberamo Foja -Kab. Mamberamo Raya, Kab. Jayapura, Kab. Keerom, Kab. Sarmi
3. KKN Padaido — Kab. Biak Numfor
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
4. Kota Jayapura
berkas 7, hlm. 112Xgga AN
, Y 163
Lan PAPUA
DS-A1 0.
» - er | LEGENDA
Ma. | Be C6 e— “3 : Kawasan Pertumbuhan
- | 3 $ 3 Kawasan Komoditas Unggulan
" Vit Ha Pan sn " ba ST D7 Kawasan Swasembada Pangan,
Baik naas gi 3 Pi RL 7 Kota Jayapura Air, dan Energi '
/ P3 KL y db "11 par $ 5 5“ 1 . Kawasan Afirmasi
A “ Pi 1 cs TI 5 LL 85 C2 4 D4 Kawasan Konservasi dan
—- 5! , B7 A £ 2 K3 $ Rawan Bencana
“ “an 1 : OA -s Ki : S 8,10 | (@! ibu Kota Provinsi
La “ Papua Tengah k - Par 1 Bandar Udara
| : 1 maka : " NN IA
5 aan PA ski “ah Ng “” gp ? f 9 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan 9 Sa angga
Kawasan Pariwisata mm Jalan Nasional
1. Kawasan Pariwisata Biak - Teluk Cenderawasih — Kab. Biak Numfor uu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Batas Administrasi
Kawasan Perkotaan
2. Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura — Kota Jayapura
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Industri Berbasis Komoditas TCT Daerah Tertinggal"
1. Kota Jayapura 1. Kab. Mamberamo Raya
2. Kab. Biak Numfor 2. Kab. Waropen
3. Kab. Supiori
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT “) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
3. Kota Jayapura
4, Kab. Biak Numfor Kawasan Perbatasan
5. Kab. Jayapura PKSN dan Wilayah Pendukung
6. Kab. Kepulauan Yapen 4. PKSN Jayapura — Kota Jayapura
7. Kab. Waropen 5. PKSN Biak — Kec. Aimando Padaido, Kec. Padaido,
Kec. Oridek, Kec. Biak Utara, Kec. Yawosi, Kec.
Warsa, dan Kec. Bondifuar — Kab. Biak Numfor
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi Kecamatan Perbatasan Prioritas
6. Kec. Sawai — Kab. Mamberamo Raya
1. Kab. Keerom: KSPP Tn 7. Kec. Pantai Timur, Kec. Sarmi Timur, Kec. Sarmi
2. Kab. Jayapura: potensial pangan, potensial air Selatan, Kec. Sarmi, Kec. Pantai Barat - Kab. Sarmi
3. Kab. Biak Numfor: potensial pangan 8. Kec. Towe, Kec. Waris — Kab. Keerom
4. Kota Jayapura: potensial pangan, potensial energi 9. Kec. Supiori Utara, Kec. Supiori Barat, Kec.
5. Kab. Mamberamo Raya: potensial energi, potensial air Kepulauan Aruri - Kab. Supiori
6. Kab. Kepulauan Yapen: potensial pangan Kawasan Transmigrasi
7. Kab. Sarmi: potensial pangan 10. KT Senggi - Kab. Keerom
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. TN Teluk Cenderawasih -Kab. Biak Numfor, Kab. Supiori, Kab. Waropen, dan Kab. Kepulauan Yapen
2. TN Mamberamo Foja -Kab. Mamberamo Raya, Kab. Jayapura, Kab. Keerom, Kab. Sarmi
3. KKN Padaido — Kab. Biak Numfor
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
4. Kota Jayapura
PR,ESIDEN
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Biak–
Teluk Cenderawasih
(Kab. Biak Numfor)
Penyiapan kawasan pariwisata Biak–Teluk Cenderawasih di Kab. Biak
Numfor, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan SPAM dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan bumkam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Perkotaan Sedang
Jayapura (Kota
Jayapura)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura, melalui:
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
• Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
• Peningkatan sarana prasarana pelayanan dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Sentra Industri
• B1: Kota Jayapura
• B2: Kab. Biak
Numfor
Sentra Produksi
• B3: Kota Jayapura
Penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis komoditas
tuna-cakalang-tongkol, melalui:
• Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output: penyaluran
bantuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
serta penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
• Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, dengan output: peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pengembangan rantai dingin
termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana
penyimpanan dan distribusi logistik produk, pengembangan gerakan
ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDes, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan dan penguatan
0,4
0,4
126,9
88,0
0,355 – 0,359
0,380 – 0,383
12,65 – 13,65
16,00 – 16,50
78,99
59,28
0,47
0,44
5,48 – 6,00
6,00 – 6,40
82,83
82,19 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 7, hlm. 113 OCRSasaran Pembangunan Provinsi Papua
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata Biak–
Teluk Cenderawasih
(Kab. Biak Numfor)
Penyiapan kawasan pariwisata Biak–Teluk Cenderawasih di Kab. Biak
Numfor, melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan SPAM dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan bumkam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
Perkotaan Sedang
Jayapura (Kota
Jayapura)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Sedang Jayapura, melalui:
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
• Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual
• Peningkatan sarana prasarana pelayanan dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Sentra Industri
• B1: Kota Jayapura
• B2: Kab. Biak
Numfor
Sentra Produksi
• B3: Kota Jayapura
Penyiapan pengembangan ekosistem sentra industri berbasis komoditas
tuna-cakalang-tongkol, melalui:
• Penguatan sentra produksi perikanan, dengan output: penyaluran
bantuan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan
serta penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
• Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk perikanan, dengan output: peningkatan
fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pengembangan rantai dingin
termasuk gudang beku dan kelengkapannya, penyediaan sarana
penyimpanan dan distribusi logistik produk, pengembangan gerakan
ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDes, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan dan penguatan
0,4
0,4
126,9
88,0
0,355 – 0,359
0,380 – 0,383
12,65 – 13,65
16,00 – 16,50
78,99
59,28
0,47
0,44
5,48 – 6,00
6,00 – 6,40
82,83
82,19 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
No Lokasi Prioritas ,FIli?HrAft, Indikasi Int rvensi
. 84: Kab. Biak
Numfor
. 85: Kab. Jayapura
. 86: Kab. Kepulauan
Yapen
. B7: Kab. War.open
a
!
koperasi,pelaku usaha, UMKM dalam rantai pasok, serta revitalisasi
pasar rakyat
Peningkatan kualitas SDM danpendampingan pengembangan industri,
dengan output pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapankurikulum link and. match dengan dunia kerja
Peningkatan kapasitas dan tata kelolakelembagaan, serta akses
terhadappembiayaan, dengan output pengembangan kampung nelayan
dandesa perikanan cerdas (smart fisheries village), *tfr penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pembangunan dan peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan, serta
perluasanjaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan riset dan inovasi t teknologi perikanan, dengan output:
hilirisasi produk akuakultur dan produk hilirisasi pangan hasil [aut,
pemberian bantuan pa'l.da,J,aa,imatching fund (BOPTN Penelitian) terkait
produk hilirisasi kelautan perikanan, serta penerapan teknologi ekonomi
digital
Provinsi PapuaPeningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
.Pembangunan <laa peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP,dengan output pembangunan jembatan strategis, penanganan jalan
daerah, serta pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong ruas
jalanJayapura-Sarmi
.Pengembangan pelabuhan daa penyediaan jaringan pelayaran, dengan
outputreplacement fasilitas Pelabuhan Sarmi di Kab. Sarmi, rehabilitasi
fasilitasPelabuhan Padaido dan Pelabuhan Pulau Owi di Kab. Biak
Numfor, rehabilitasifasilitas Pelabuhan Serui di Kab. Kepulauan Yapen,
pembangunan fasilitas PelabuhanMarsram di Kab. Supiori, serta
peningkatan layanan angkutan l,aut perintis dan layanan angkutan
penyebranganperintis
.Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Banda, Udara Numfor di IGb. Biak Numfor dan
Bandar UdaraSentani di Kabupaten Jayapura
.Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
.Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
denganoutput pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Peningkataninfrastruktur digital dan TlK, dengan output: pembangunan
BTS 4Gl lastmile dan peningkatan akses internet, perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan
digitalisasi masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
I(ab. Jayapura
(perikanan)
Kab. BiakNumfor
(perikanan, dan
pariwisata)
Ifuta Jayapura
(perikanan)
Kab.Kepulauan
Yapen (perikanan)
I(ab. Waropen
(perikananl
Penguatanpendidikan tinggi STF,AM, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BIl() yang difokuskan padapotensi keunggulan wilayah (perikanan
dan pariwisata) sesuaikebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan danpenyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihanberkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitaspendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
.Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pelatihan vokasi
yangmengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dankompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi dan tenagakependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikutiupskilling dar, reskilling berstandar
industri
berkas 7, hlm. 114 OCR. 84: Kab. Biak
. 85: Kab. Jayapura
. 86: Kab. Kepulauan
Yapen
. B7: Kab. War.open
a
!
koperasi,
pasar rakyat
Peningkatan kualitas SDM dan
penerapan
Peningkatan kapasitas dan tata kelola
terhadap
dan
perluasan
pemberian bantuan pa'l.da,J,aa,i
digital
Provinsi Papua
.
3TP,
jalan
.
output
fasilitas
Numfor, rehabilitasi
pembangunan fasilitas Pelabuhan
penyebrangan
.
Bandar Udara
.
.
dengan
. Peningkatan
I(ab. Jayapura
(perikanan)
Kab. Biak
(perikanan, dan
Ifuta Jayapura
Kab.
Yapen (perikanan)
I(ab. Waropen
(perikananl
Penguatan
(SMK dan BIl() yang difokuskan pada
dan pariwisata) sesuai
. Penguatan dan
pelatihan
fasilitas
.
yang
. Peningkatan kapasitas dan
tinggi dan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti
industri
[=EITT:t TXTII.[,TT[d{Ill
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kualitas tata kelol,a scrta pcngeEbar4an keEitraan
penyelenggarapendidikan dengan dunia kerja, dengan ou,put akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
sertapeningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi derl8an dunia
kerja
c1Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: lGb.Keerom
Pengembangan KawasanSentra Produksi Pangan (KSPP) Kab. Keerom yang
didukungdengan Kawasan Transmigrasi Senggi, melalui:
.Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan non pertanian,
penyiapanjaringan drainase dan irigasi, konektivitas transportasi desa,
serta penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju KSPP
.Peningkatan produksi, dengan output penyaluran benih jagung
berkualitas,areal pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
pangan, dan unit pengolah pupuk organik (UPPO)
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output. peningkatan jalan usaha tani, serta alat dan mesin
pertanian
. Penguatanpascapanen dafl tata kelol,a, dengan output: penyediaan
sarana pascapanen dalt pengolahan haril tanaEan pangan,
pengembangan kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha
koperasi, danpeningkatan al(3e3 pembiayaan modal
.Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming
.Pencetakan sawah
.Pembangunan Bandara Sc(l8gi (Kab. Keerom) d.l,m rangka mendukung
KSPP Keerom
c2
c3
c4
C6
C7
KawasanPotensial
Swasembada Pangan:
. C2: Kab. Jayapura*
(padi dan pangan
akuatik)
. C3: Kab. Biak
Numfor4 (pangan
akuatik)
. c4: Kota Jayapura'
(padi don pangan
akuatik)
. C6: Kab.Kepulauan
Yapen'(pangan
akuatik)
. C7: Kab.Sarmi'
(pangan akuatik)
Kawasan Rentan
Pangan:
. I(ab. Mamberamo
Raya* (padi)
. Ikb. Supiori* (padi)
Keterangan:
Penguatan kawasan swasembada pangan padi dan pangan akuatik/ bluefood
berbasis perikanan ttangkap, melalui:
. Penguatan produksi, dengan output optimasi lahan termasukrevitalisasi
lahan rusak menjadiproduktif, pengembangan kawasan padi, pemberian
pupuk bersubsidi, alat dan mesinpertanian pra panen, serta
pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman pangan
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: penyediaan sarana pasca panen dan sarana
pengolahan hasil tanamanpangan, peningkatan jalan usaha tani,
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasijaringan
irigasitersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju sentra pangan lokal,
sertapembangunan fasilitas logistik Gudang lumbung pangan)
mendukung distribusi bahan pangan bergizi, serta peningkatan sarana
dan prasarana penangkapan ikan
. Penguatan kapasitas SDM(petani dan nel,ayan), dengan output fasilitasi
pemberdayaan danpembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untukpeningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
untuk GAP(Good Agriculture Practices), GHP lc-od Handling Pmdi@sl,
dan PHT(Pengendalian Ha,aa Terpadu), penyuluhan perikanan dan
kelautan untukkelompok pelaku utama, serta mendorong ownership
petani dan nelayan pada aset danlembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelol,a dankapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukungpengembangan pangan lokal, dengan outp,rf pelatihan
kelompok tani,penyediaan inkubator usaha koperasi,
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas, serta
penyusunan tata kelol,a dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukanmelalui penguatan
diversifikasipangan, dengan output: pengembangan kawasan padi,
berkas 7, hlm. 115 OCRNo
Peningkatan kualitas tata kelol,a scrta pcngeEbar4an keEitraan
penyelenggara
serta
c1
. Cl: lGb.
Pengembangan Kawasan
didukung
.
penyiapan
.
berkualitas,
.
pertanian
. Penguatan
sarana pascapanen dalt pengolahan haril tanaEan pangan,
koperasi, dan
.
.
.
KSPP Keerom
c2
c3
c4
Kawasan
. C2: Kab. Jayapura*
(padi dan pangan
akuatik)
. C3: Kab. Biak
Numfor4 (pangan
akuatik)
. c4: Kota Jayapura'
(padi don pangan
akuatik)
. C6: Kab.
Yapen'
akuatik)
. C7: Kab.
Kawasan Rentan
. I(ab. Mamberamo
Raya* (padi)
. Ikb. Supiori* (padi)
berbasis perikanan t
. Penguatan produksi, dengan output optimasi lahan termasuk
lahan rusak menjadi
pupuk bersubsidi, alat dan mesin
.
pengolahan hasil tanaman
penyediaan alat dan mesin pertanian pra panen, rehabilitasi
irigasi
serta
dan prasarana penangkapan ikan
. Penguatan kapasitas SDM
pemberdayaan dan
untuk
untuk GAP
dan PHT
kelautan untuk
petani dan nelayan pada aset dan
. Penguatan tata kelol,a dan
yang mendukung
kelompok tani,
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan
diversifikasi
-2AO-
No
1 Indikasi lokasi yang
r*) Indikasi lokasi yang
Indeks
Pangan rentan atau
barrtuatr
tanaman pangan
c2
c5
. C2: Kota Jayapura*
. C5: Kab.
Kawasan
. Ihb. Supiorin
. I(ab.
Yapen*
Keterangan:
')
bangkitan EBT tinggi
*l Indikasi lokasi yang
atau trrcrse[tase rumah
tangga yang tinggi
penerangan utama
bukan listrik
Peningkatan ketahanan energi,
encrEi
. Percepatalp€ngembangandanoptiaalisasipeebangunaninliastruktur
potensi sumber energi baru terbarukan
daerah dan
(PLTSI,
Tcnaaa AiI (PLTA),
dan
induk
.
dan
Penguatan kanras€n rendah
cakupan layanan
mampu atau
c5
c2
. C2: Kab. Jayapura*
. C5: Kab.
Peningkatan
pulau kecil, trelalui:
.
Penguatan kawasan rawan air dilakukan
baku
sarana datl
pulau-pulau kecil, serta
air
I nvasa! Rawan Air:
. Keb. Keerom*
. Kab. Biak Numfort
'l Indikasi lokasi
tinggi
*) Indikasi lokasi yang
No lokasi Prioritas H,arui?ht Indikasi Intervensi
prioritasketahanan
iklim bidang air
DI
D2
D3
Kawasan Afirmasi
DaerahTertinggal*:
. Dl: Kab.
Mamberamo Raya
(sagu dan kakao)
. D2: Kab. Waropen
(kakao daakelapa)
. D3: Keb. Supiori
(kcl,apa)
Keterangan:
') Daerahtertinggal juga
sudahtermasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan perubangurEnafirmatif untu* daerah tertinggal Ecirjadi daerah
berkembang, melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang scauai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dengan output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatanekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian terintegrasi, dengan output optimasi
lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi produktif, dan
pengendalian organklrc pengganggu tumbuhan (OPT) tanaman
perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal, pengembangan
UMKM lokal, peningkatan daya saingmasyarakat, serta fasilitasi
sosialisasipembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasa,permukiman scauai
standar, sertapeningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output: fasilitasi penyediaan perumahan terint Erasi dcogan PSU,
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dafl akses internet
cepat,pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalanakses simpul ekonomi,
pengembangan sarana angkutan pcrintb l,aut, darat, dart udara,
pengembangan SPAM terintegrasi hulu ke hilir, serta penyediaan dan
pengawasaninfrastruktur sanitasi aoan, berkelanjutan, dan
berketahanan iklim bcf,barie CWIS
.Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, denganoutput. masyarakat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan:
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
Jayapura dan Biak,serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
.Pemenuhan l,ayanan dasar, dengan output penyediaan rumah layak
huni,pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kaqrasa! perbatasan,peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, sctapeningkatan akses internet d6n listrik
.Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas
unggulan terutama di PKSN, dengan oxvut peningkatan pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT (SKPT Jayapura dan SKPT Bisl() yerlg dikelola
datroperasional sesuai standar, penyaluran sarana budidaya ikan ke
masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat di bidang kel,autan
dan perikanan di kawasan perbatasan
. Penataan ruangkawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR)Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Papua
.Penguatan tata kelola pemerintahan, de,rg,m VI4t piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN,
bimbingan tckai3 peningkatan kapasitas aparaturpemerintahan
kawasanperbatasan negara, scrta bimbingan teknis peningkatan
kapasitas aparaturpemerintahan kawasan perbatasan negara
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Jayapura
(Ituta Jayapura)
. D5: PKSN Biak,IGc.
Aimando Padaido,
IGc. Padaido, IGc.
Oridek, IGc. Biak
Utara, Kcc. Yauosi,
IGc. warsa, Kec.
Bondifuar (Kab.
BiakNumfor)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D6: Kec. Sawai (I(ab.
MaDbcrsDo Raya)
. D7: Kec. Pantai
Timur, Kec. Sarmi
Timur, IGc. Sarmi
Selatan, Kcc. Sarmi,
Kec. Pantai Barat
(Kab.Sarmi)
berkas 7, hlm. 117 OCRprioritas
DI
D2
D3
Daerah
. Dl: Kab.
(sagu dan kakao)
. D2: Kab. Waropen
(kakao daa
. D3: Keb. Supiori
(kcl,apa)
') Daerah
sudah
Percepatan perubangurEn
.
. Penguatan
lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi produktif, dan
UMKM lokal, peningkatan daya saing
sosialisasi
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasa,
standar, serta
cepat,
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan
pengawasan
berketahanan iklim bcf,barie CWIS
.
guna, dengan
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Jayapura dan Biak,
.
huni,
kaqrasa! perbatasan,
berbasis 3R, scta
.
perikanan di lokasi SKPT (SKPT Jayapura dan SKPT Bisl() yerlg dikelola
datr
dan perikanan di kawasan perbatasan
. Penataan ruang
(RDTR)
.
bimbingan tckai3 peningkatan kapasitas aparatur
kawasan
kapasitas aparatur
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSN Jayapura
(Ituta Jayapura)
. D5: PKSN Biak,IGc.
Aimando Padaido,
IGc. Padaido, IGc.
Oridek, IGc. Biak
Utara, Kcc. Yauosi,
IGc. warsa, Kec.
Bondifuar (Kab.
Biak
Prioritas
. D6: Kec. Sawai (I(ab.
MaDbcrsDo Raya)
. D7: Kec. Pantai
Kec. Pantai Barat
(Kab.
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D8:Kec. Tonrc, IGc.
Waris (Kab.Keerom)
D9: Kec. Supiori
Utara, Kec. Supiori
Barat, Kec.
Kepulauan Aruri
(Kab. Supiori)
D10Kawasan Afirmasi
KawasanTransmigrasi
.D10: KT Senggi
(I(ab.Keerom)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Senggi, melalui:
.Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denganoutput pembangunan dan pengembangan jdan non-status,
jembatan, sBteE drainase, sarana permukiman di kawasan
transmigrasi, serta perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi,
danakses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, serta perluasan layanan penyiaran digital
.Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, da,ig8trl, output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dan Pusat SKP (SatuanKawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, optimasi lahantermasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif,serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPT) tanaman pangan
. Redistribusi aset(tanah) transmigrasi, dengan output, fasilitasi
pengurusansertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk danpenyediaan tenaga terampil, dengan
output perpindahan danpenempatan transmigran
.Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
denganoutput, tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur yang berkinerja tinggi di kat 'as€n transmigrasi
Pengembangansekolah
terbuka:
. Kab.Waropen
(DaerahTertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab.Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kccarnatart
Perbatasan Prioritas)
. Ikb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Ihb. Jayapura
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. Kab.Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
PerbatasanPrioritas)
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Peningkatanakses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka,sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama,
melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdasdan dikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yong mengikuti inovasi pembelajaran
.Pemberian insenuf, jaminan keaEaflan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik, dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dandikmen
.Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, denganoutput: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswaSD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
.Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan qtgut pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, da,l SMA
.Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasisekolah dasar dan menengah
.Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikankesetaraan
.Peningkatan literasi, dengan output pembinaan progra.m literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua,dengan output:
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
SK No25l30l A
berkas 7, hlm. 118 OCRD8:
Waris (Kab.
D9: Kec. Supiori
Utara, Kec. Supiori
Barat, Kec.
(Kab. Supiori)
D10
Kawasan
.
(I(ab.
.
dengan
dan
.
dan Pusat SKP (Satuan
pertanian padi, optimasi lahan
menjadi produktif,
. Redistribusi aset
pengurusan
. Penataan persebaran penduduk dan
output perpindahan dan
.
dengan
Pengembangan
. Kab.
(Daerah
berpola asrama:
. Kab.
Raya (Daerah
Kccarnatart
. Ikb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Ihb. Jayapura
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
. Kab.
Raya (Daerah
Perbatasan
. Kota Jayapura
(PKSN Jayapura)
Peningkatan
seperti sekolah terbuka,
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
dikdas
.
bagi guru dikdas dan
.
peserta didik, dengan
siswa
.
.
rehabilitasi dan renovasi
.
pendidikan
.
. Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua,
yang adaptif dan kontekstual
SK No25l30l A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan akr€r dan
mutu pelayanan
pendidikan:
.Seluruh
kabupatcn /kota di
Provinsi Papua
Provinsi Papua Peningkatan perlindungan dan pclest lian budaya lokal, melalui:
.Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, d€,l;g r output
peningkatankompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
.Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan o{rPuf fasilitasikemitraan wEdran budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya,serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaanterpadu festival seni budaya daerah, de\gur outlrux event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan,serta
pengembangan event filra dan musik bcrbask budaya lokal
.Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada programperlindungan bahasa daerah,
sertaevent prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanankesehatan
bergerak:
. Kab.Mamberamo
Raya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pembangunan RSUD
kabupaten:
. IGb. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan RS daritipe
Dmenjadi tipe C:
. I(ab.Keerom
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. IGb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Supiori
(Daerah Tertinggal
danKecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Mamberamo
Raya(Daerah
Peningkatan akses datr mutupelayanan kesehatan, melalui:
.Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak don telemedicine,
de,J.ga'routput pembhqaD, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaanpelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanankesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wiLayah
. Pendayagunaan tctragakesehatan dan tenaga Eedis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokterspesialis di Wilayah Papua
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dantenaga kesehatan
.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dar rujukan
termasuk sarana,prasarana, dan alat kesehatan, dglrgjgD, output:
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
pGkcadcs,pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit, pembangunan fasilitas kesehatan di daerah terpencil
melalui konstruksi bangunan modular, serta percepatan operasionalisasi
RSUD di Kab. Supiori
.Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
. Penurunan kematian ibu dan anakmelalui peningkatan persalinan di
fasilitas pelayanan kesehatan sesuai standar, serta memperkuat deteksi
dini faktor risiko dan kapasitas layanan
berkas 7, hlm. 119 OCRPeningkatan akr€r dan
pendidikan:
.
kabupatcn /kota di
Provinsi Papua
Provinsi Papua Peningkatan perlindungan dan pclest lian budaya lokal, melalui:
.
peningkatan
.
dengan o{rPuf fasilitasi
cagar budaya, dan benda budaya,
. Pengelolaan
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan,
.
penutur bahasa daerah pada program
serta
Pelayanan
bergerak:
. Kab.
Raya (Daerah
Tertinggal dan
kabupaten:
. IGb. Supiori
dan Kecamatan
Peningkatan RS dari
D
. I(ab.
Perbatasan Prioritas)
. IGb. Waropen
(Daerah Tertinggal)
. Kab. Supiori
(Daerah Tertinggal
dan
. I(ab. Mamberamo
Raya
Peningkatan akses datr mutu
.
de,J.ga'r
pelaksanaan
. Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan
bergerak sesuai kondisi geografis wiLayah
. Pendayagunaan tctraga
pendayagunaan dokter
.
untuk tenaga medis dan
.
termasuk sarana,
pGkcadcs,
RSUD di Kab. Supiori
.
. Penurunan kematian ibu dan anak
-2A4-
NoLokasi Prioritas Fligruktu Indikasi Intervensi
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab.Sarmi
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatanakses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
. Seluruh
kabupaten/kota di
Provinsi Papua
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Jayapura
. Kab,Kepulauan
Yapen
. Ikb. BiakNumfor
. Kab. Sarmi
. IGb.Waropen
.Kab. Supiori
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab, IGeroE
. Kab. Jayapura
. Kab. Sand
. Kab. Mernbcremo
Raya
. Kqb.Waropen
. Kab.Kepulauan
Yapct!
. I(ab. BiakNumfor
r Kab. Supiori
. IGtaJayapura
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
.Provinsi Papua
Pengendalianpenyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahandan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenagakesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC,layanan penemuan aktif
TBC, serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasipenyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkataninfrastruktur SPAM dafl SPAL
. Eliminasi penyakitframbusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenagakesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
.Eliminasi penyakit filariasis, dengan output, penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, ccrta tenaga
pengadaan tenagakesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
filariasis, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPA.L
.Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dfrqfadl output.
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM den SPAL
.Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dfitg?I/.t output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Penguatan percepatanpencegahan dan percepatan penurunan stunting serta
perbaikan gizi lainnyamelalui:
. Pendampingansecara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
rPeningkatan gizi, dengan output: pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksanatrya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer stock serta
implementasi Program Gizi Seimbang dan c€raken EMAS (Emak-Emak
dan Anak-AnakMinum Susu, serta Penambahan Vitamin)
berkas 7, hlm. 120 OCRNo
Perbatasan Prioritas)
Kab.
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan
kesehatan:
. Seluruh
Provinsi Papua
TBC:
. Kab. Jayapura
. Kab,
. Ikb. Biak
. Kab. Sarmi
. IGb.
.
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab, IGeroE
. Kab. Jayapura
. Kab. Sand
. Kab. Mernbcremo
Raya
. Kqb.
. Kab.
Yapct!
. I(ab. Biak
r Kab. Supiori
. IGta
.
Pengendalian
melalui:
. Pencegahan
tenaga
layanan pencegahan dan pengendalian TBC,
kualitas hunian tidak layak
. Eliminasi
peningkatan
. Eliminasi penyakit
pengadaan tenaga
.
pengadaan tenaga
.
.
terlatih serta optimalisasi data
Provinsi Papua Penguatan percepatan
perbaikan gizi lainnya
. Pendampingan
r
dan Anak-Anak
-2As-
No Lokasi PrioritasHighlight Indikasi Intervensi
Peningkatafl akces air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Peningkatansosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunt ng,
dengan outputpenyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahanstunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilakupemberian makan
Peningkatanfasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
outputpenguatan puskesmas, gedung pel,ayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukungperbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. wPP 717
(perbatasan perairan
dengan Palau)
Peningkatan p€rtqhanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah,termasuk pemberantasan
IUUFishing pada WPP 717, melalui:
.Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dengan o{rpuf,
peningkatan operasi kapal dgd,t speedboat pengawas,serta patroli
mandiri
. Penguatan tata keloladan kelembagaan, dengan output Lembaga
Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yangoperasional dalr pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar,perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
lW(illegal, unreported, unregulated.) fishing.
. Peningkataninfrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output, pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP)
. Pelibatan tokoh adat,agama, dar p€rc@puan dalam upaya pencegahan
konllik sosial,dengan output, peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi kor lik daerah, serta pendekatan
hak asasimanusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
.Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan outputfasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan,keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi PapuaPeningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah adat/ulayat,melalui:
.Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, denganoutput peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, danpengembangan hutan adat
.Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, denganoutput penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
sertapemberdayaan warga komunitas adat terpencil (KAT)
. Percepatanpenyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delinea8i
tanah ulayat, dengan ou,pur:pendampingan penyusunan regulasi terkait
pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
E3
Kawasan Konservasi:
o El: TN Teluk
Cendrawasih (Ikb.
BiakNumfor, Kab.
Supiori, Kab.
Waropen, datl Kab.
Kepulauan Yapen)
Perlindungan,pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasankegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan pcnanganan usaha dan/ataukegiatan terbangun di
kawasan konservasi, p€ngendalia[ ruang di kawasan
konservasi,kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LIIK
nt.
berkas 7, hlm. 121 OCRNo Lokasi Prioritas
Peningkatafl akces air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
Peningkatan
dengan output
gizi dan kampanye pencegahan
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku
Peningkatan
output
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
turut mendukung
. wPP 717
dengan Palau)
Peningkatan p€rtqhanan
dan keamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah,
IUU
.
peningkatan operasi kapal dgd,t speedboat pengawas,
. Penguatan tata kelola
Indonesia (WPPNRI) yang
liar, pembalakan liar,
lW
. Peningkatan
. Pelibatan tokoh adat,
konllik sosial,
hak asasi
HAM yang kondusif di Papua
.
ketertiban wilayah, dengan output
pesisir peduli keamanan,
Provinsi Papua
tanah adat/ulayat,
.
masyarakat hukum adat, dengan
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
.
adat, dengan
serta
. Percepatan
tanah ulayat, dengan ou,pur:
EI
E2
E3
o El: TN Teluk
Cendrawasih (Ikb.
Biak
Supiori, Kab.
Perlindungan,
. Pengawasan
output penegakan pcnanganan usaha dan/atau
konservasi,
nt.
BLIK INOONESIA
-2A6-
No LokasiPrioritas Highlight Indikasi Intervensi
E2: TNMamberamo
Foja (Kab.
Mamberamo Raya,
Kab. Jayapura, dan
Kqb. Keerom)
E3: KKN Padaido
(Kab. Biak Numfor)
a
:l
Optimalisasi tata kelol,a kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaanlembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisaBi keterancamanspesies dan konservasi biota yatlg
terancam punah.
Pengelolaanpemanfaatan kawasan konservasi, dc(r8an output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untukimplementasi nilai ekonomi karbon,
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan, dan peningkatan
efektivitas pengelolaankawasan
Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, denganoutput pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
a
M Lingkungan Hidup:
.Provinsi Papua
Kawasan Rawan
Bencana Gempa Bumi::
. E4: Kota Jayapura
Peningkatan perlindungan danpengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risikobencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat terhadap mitigasi
bencana danperubahan iklir!, dengan o,lrput penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklimtematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pemberian fasilitasi dan
pembinaan dalam adaptasi perubahan iklim
. Pengembang&sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output, penguatan
respons sigtqE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air den antisipasi anomali iklim,
pembangunan pengaman pantai, pemulihan ekosistem mangrove,
penerapan Nature-Based Solution da,l. Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancamantsunami, serta retrofit atau penguatan infrastruktur publik
berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dankeanekaragaman hayati, dengan output,
pendampingan kelompok pcrhut nan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
.Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output pemulihan l,ahan
rusak dan kritis, Bcrtapemulihan ekosistem perairan
Provinsi Papua Peningkatansmart gouemfi.ent, penguatan kapasitas ASN, dar peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hinggatingkat kampung, melalui:
.Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output, optimalisasi penerapan SIPD, SI(D, dan SIPFP sebagai platform
terintegrasipemerintahan di daerah
. Peningkatan kapasitas SDM dan EanqieEeo kinerja AsN,dengan output:
pengembangan kompetensi pengelolaan keuangan daerah kepada
aparatur daerah, pengembangan kompetensi aparatur dalam
perencanaan dan penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
.Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smott
government, de,rgrtrr output portal pelayanan publik dan administrasi
serta penerapan PTSP berbasis OSS
.Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAP)
berkas 7, hlm. 122 OCR-2A6-
No Lokasi
E2: TN
Foja (Kab.
Kab. Jayapura, dan
Kqb. Keerom)
E3: KKN Padaido
(Kab. Biak Numfor)
a
:l
pengelolaan
output inventarisaBi keterancaman
Pengelolaan
hutan konservasi untuk
efektivitas pengelolaan
konservasi, dengan
a
M Lingkungan Hidup:
.
Kawasan Rawan
. E4: Kota Jayapura
Peningkatan perlindungan dan
pengelolaan risiko
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat terhadap mitigasi
bencana dan
iklim
. Pengembang&
ancaman
. Pelestarian hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
.
rusak dan kritis, Bcrta
Provinsi Papua Peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga
.
terintegrasi
. Peningkatan kapasitas SDM dan EanqieEeo kinerja AsN,
.
.
7.3 Provinsi Papua Pegunungan
N. RR - , Pp. Pa 5
» “3. pa (BAY " i eU Papua 13 PAPUA
apua ! ' Fe an ,
( ! | v3 5
Tengah | 12 MA ka. » PEGUNUNGAN
apa na Pad) $ 3g LEGENDA
KS LM ai L Pu Pj Ta &
y B2. D5 SL 1 B1 RN Pi Fi A NA Kawasan Pertumbuhan
X Tg ye an J EN c1 Ye Ld — | SN Kawasan Komoditas Unggulan
ba SA 2 yana sa — | Kawasan Swasembada Pangan,
| D4 J /8 - AN Air, dan Energi
A-A aa 2 2 P Kawasan Afirmasi
L I ( hap D8,9 c2 Kawasan Konservasi dan
C3 Xl 1 0... 31 P3 Rawan Bencana
55 PN 1 Ki AP P D2 $ . (@) ibu Kota Provinsi
A TT Ta naa - N 9 Pelabuhan
2 S Papua Selatan NS | . AN Na Psi Kawasan Rawan Bencana
3 anne 25.5. 9 Gempa Bumi
A. Kawasan Pertumbuhan Pe Tan Denpa
smu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
1. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Jayawijaya
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi Daerah Tertinggal"
1. Kab. Jayawijaya 1. Kab. Jayawijaya
2. Kab. Lanny Jaya 2. Kab. Yahukimo
3. Kab. Tolikara 3. Kab. Tolikara
4. Kab. Nduga
. : 5. Kab. Lanny Jaya
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 6. Kab, Yalimo
1. Kab. Jayawijaya: potensial pangan dan potensial energi 7. Kab. Mamberamo Tengah
2. Kab. Pegunungan Bintang: potensial air 8. Kab. Pegunungan Bintang
3. Kab. Yahukimo: potensial air : :
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana si
KawasaniKonservasi Kawasan Perbatasan
1. TN Lorentz -Kab. Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Kab. Kecamatan Perbatasan Prioritas Ha
Nduga, dan Kab. Lanny Jaya 9. Kec. Iwur, Kec. Tarup, Kec. Oksibil, Kec. Oksamol,
2. TN Mamberamo Foja — Kab. Mamberamo Tengah, Kab. Kec. Kiwirok Timur, Kec. Batom, Kec. Mofinop, dan
Pegunungan Bintang, dan Kab. Tolikara Kec. Murkim - Kab. Pegunungan Bintang
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kab. Lanny Jaya
berkas 7, hlm. 123N. RR - , Pp. Pa 5
» “3. pa (BAY " i eU Papua 13 PAPUA
apua ! ' Fe an ,
( ! | v3 5
Tengah | 12 MA ka. » PEGUNUNGAN
apa na Pad) $ 3g LEGENDA
KS LM ai L Pu Pj Ta &
y B2. D5 SL 1 B1 RN Pi Fi A NA Kawasan Pertumbuhan
X Tg ye an J EN c1 Ye Ld — | SN Kawasan Komoditas Unggulan
ba SA 2 yana sa — | Kawasan Swasembada Pangan,
| D4 J /8 - AN Air, dan Energi
A-A aa 2 2 P Kawasan Afirmasi
L I ( hap D8,9 c2 Kawasan Konservasi dan
C3 Xl 1 0... 31 P3 Rawan Bencana
55 PN 1 Ki AP P D2 $ . (@) ibu Kota Provinsi
A TT Ta naa - N 9 Pelabuhan
2 S Papua Selatan NS | . AN Na Psi Kawasan Rawan Bencana
3 anne 25.5. 9 Gempa Bumi
A. Kawasan Pertumbuhan Pe Tan Denpa
smu Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
1. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Jayawijaya
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi Daerah Tertinggal"
1. Kab. Jayawijaya 1. Kab. Jayawijaya
2. Kab. Lanny Jaya 2. Kab. Yahukimo
3. Kab. Tolikara 3. Kab. Tolikara
4. Kab. Nduga
. : 5. Kab. Lanny Jaya
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 6. Kab, Yalimo
1. Kab. Jayawijaya: potensial pangan dan potensial energi 7. Kab. Mamberamo Tengah
2. Kab. Pegunungan Bintang: potensial air 8. Kab. Pegunungan Bintang
3. Kab. Yahukimo: potensial air : :
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana si
KawasaniKonservasi Kawasan Perbatasan
1. TN Lorentz -Kab. Jayawijaya, Kab. Yahukimo, Kab. Kecamatan Perbatasan Prioritas Ha
Nduga, dan Kab. Lanny Jaya 9. Kec. Iwur, Kec. Tarup, Kec. Oksibil, Kec. Oksamol,
2. TN Mamberamo Foja — Kab. Mamberamo Tengah, Kab. Kec. Kiwirok Timur, Kec. Batom, Kec. Mofinop, dan
Pegunungan Bintang, dan Kab. Tolikara Kec. Murkim - Kab. Pegunungan Bintang
Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kab. Lanny Jaya
FR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
-2AA-
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Ibu Kota Daerah
Otonom Baru (Kab.
Jayawijaya)
Pengembangan Kab. Jayawijaya sebagai ibu kota daerah otonom baru
Provinsi Papua Pegunungan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Pegunungan, dengan
output: pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat
pemerintahan, serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara
Wamena
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM , pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
B1
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kopi)
Sentra Produksi
• B1: Kab. Jayawijaya
• B2: Kab. Lanny Jaya
• B3: Kab. Tolikara
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
• Peningkatan produksi perkebunan, dengan output: percepatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan lahan, pemberian bibit unggul
tanaman, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan
• Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output: pengembangan produk, pendampingan IKM, peningkatan
kreativitas, informasi pasar, promosi dan pemasaran, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, pengembangan
gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM,
koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar
rakyat
• Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan studi vokasi
yang menerapkan kurikulum link and match dengan dunia kerja,
pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat pedesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani
• Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
0,1
0,1
28,6
19,1
0,339 – 0,343
0,377 – 0,383
17,50 – 18,50
30,00 – 31,00
78,99
59,28
0,45
0,43
1,68 – 2,00
1,75 – 2,10
84,15
7,0 83,53
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 7, hlm. 124 OCRREPUBLIK INOONESIA
-2AA-
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Pegunungan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Ibu Kota Daerah
Otonom Baru (Kab.
Jayawijaya)
Pengembangan Kab. Jayawijaya sebagai ibu kota daerah otonom baru
Provinsi Papua Pegunungan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Pegunungan, dengan
output: pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat
pemerintahan, serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara
Wamena
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM , pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
B1
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan:
(Komoditas kopi)
Sentra Produksi
• B1: Kab. Jayawijaya
• B2: Kab. Lanny Jaya
• B3: Kab. Tolikara
Penguatan sentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
• Peningkatan produksi perkebunan, dengan output: percepatan
rehabilitasi, intensifikasi, dan peremajaan lahan, pemberian bibit unggul
tanaman, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan
• Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output: pengembangan produk, pendampingan IKM, peningkatan
kreativitas, informasi pasar, promosi dan pemasaran, fasilitasi dan
pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil, pengembangan
gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan IKM/UMKM,
koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi pasar
rakyat
• Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan studi vokasi
yang menerapkan kurikulum link and match dengan dunia kerja,
pelatihan vokasi industri upskilling dan reskilling, serta fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat pedesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani
• Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output: peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesin pertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
0,1
0,1
28,6
19,1
0,339 – 0,343
0,377 – 0,383
17,50 – 18,50
30,00 – 31,00
78,99
59,28
0,45
0,43
1,68 – 2,00
1,75 – 2,10
84,15
7,0 83,53
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
:FJrl:TrIilTIf.IiIIlEIA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadappembiayaan dengan output penjaminan HAKI, kelembagaan
ekonomi petani yang dikembangkan dan pendaftaran Hak Kekayaan
Intelektualserta peningkatan akses pembiayaan modal
Fcngqmbanga! ris€t dan inovasi teknologi, de'igjm, output
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian,serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasukdigital fdrnin4 serta peningkatan penerimaan bantuan
pendanaan penelitian iat&ing Iunn IBOPTN penelitian
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dcoganoutput de,i,go,i output penanganan jalan daerah dan
pembangunan Ja.lan Trans Papua Merauke-Sorong Towe Hitam-Oksibil,
Jayapura-Wamena, dan Karubaga-llu-Mulia)
.Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan B€ldar Udara Nop Goliat Dekai dan Bandar
Udara Sobaham di Kab.Yahukimo, Bandar Udara Wamena di Kab.
Jayawijaya,Bandar Udara Elelim di Kab. Yalimo, Bandar Udara Oksibil,
Bandar UdaraBatom, Bandar Udara Kiworok di Kab. Pegunungan
Bintang,pengembangan angkutan udara perintis penumpang dan
angkutan udara perintis kargo, serta pengembangan angkutan BBM
pesawat udara untuk angkutan udara perintispenumpang
.Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan kone.ktivitas
perkotaan
.Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
denganoutput. pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
.Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan o{rtpuf, perluasan
jaringan telekomunikasi dan aksca internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, sertapengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat
o
Kab. Jayawijaya
(perkebunan)
Kab. Lamy Jaya
(perkebunan)
IGb. Tolikara
(perkebunan)
Penguatan pendidikan tinggi STEAMserta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK danBLK) yang difokuskan pada potensi keunggulan wilayah
perkebunan sesuaikebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan danpenyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dengan output jalan menujufasilitas pendidikan, perangkat
pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, dan revitalisasi fasilitas
pendidikan dan balai latihankerja (BLK)
. Pengembanganprogram studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, scna pendidikan dan pelatihan vokasi
yangmengacu pada kebutuhan industri
.Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi da! tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yangmengikuti upskilling dan reskilling berstandar
industri
.Peningkatan kualitas tata kelol,a serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output: akselerasi
peningkatan kualitaskelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
sertapeningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
cl KawasanPotensial
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab. Jayawijaya*
Ioedi. ubi.
Penguatan kawasan potensial swasembada panganberbasis tanaman
pangan (padi dan ubi), hortikultura, dan peternakan (babi) melalui:
. Penguatan produksi, denganoutput: optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusak produktif, pemberian DuDuk bersubsidi dan bibit
berkas 7, hlm. 125 OCRNo
terhadap
Intelektual
Fcngqmbanga! ris€t dan inovasi teknologi, de'igjm, output
mekanisasi pertanian,
termasuk
Provinsi Papua
Pegunungan
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dcogan
.
Udara Sobaham di Kab.
Jayawijaya,
Bandar Udara
Bintang,
pesawat udara untuk angkutan udara perintis
.
perkotaan
.
dengan
.
penyiaran digital, serta
masyarakat
o
Kab. Jayawijaya
Kab. Lamy Jaya
IGb. Tolikara
Penguatan pendidikan tinggi STEAM
(SMK dan
perkebunan sesuai
. Penguatan dan
berkualitas, dengan output jalan menuju
pendidikan dan balai latihan
. Pengembangan
yang
.
kependidikan vokasi yang
industri
.
peningkatan kualitas
serta
cl Kawasan
. Cl: Kab. Jayawijaya*
Ioedi. ubi.
Penguatan kawasan potensial swasembada pangan
. Penguatan produksi, dengan
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
hortikultura, dan
babi)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Marlb€ramo
Tengah* (padi)
. rab. NdUSF*(padi)
Keterangan:
r) Indikasi lokasi yang
memiliki produki
pangan tinggi
k) Indikasi lokasiyang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
IndeksKetahanan
Pangan rentan atau
Sangat rentan
unggul tanaman, pengcndalian orgsnistue pelrgganggu tumbuhan (OPI
tanaman pangan dan hortikultura, sertabantuan ternak babi
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, denganoutput penyediaan sarana pasca pan€ri dan sarana
pengolahan hasiltanaman pangan, peningkatan jalal usaha tani,
penyediaan alat dan Eeain pertanian pra panen,rehabilitasi jaringan
irigasi tersier,pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
penyediaan dan peningkatanjalan akses menuju sentra pangan lokal,
pembangunan fasilitas logistik Gudang lumbung pangan) mendukung
distribusi bahan pangan bergizi.
.Penguatan kapasitas SDM (petani dan peternak), dengan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untuk peningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
n,trlr4k GAP(Good Agriculture hadi@s), GW (Good. Handling Practices),
danPHT (Pengendalian Hama Terpadu)
.penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan peternak
yangmendukung pengembangan pangan lokal, denga,i oulptt
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis dan penguatan usaha koperasi melalui inkubator,
sertapenyusunan tata kelola dan strategi distribusi logistik
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasipangan, dengan output pengembangan kawasan sagu dan padi,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, serta pemberian
bantuanpangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan jalan usaha tani, pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi,serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
tanaman pangan
cl KawasanPotensial
Swasembada Energi:
. Cl: Ikb. Jayawijaya*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab.Pegunungan
Bintang*
. Kab. Yalimo*
Keterangan:
*lIndikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
-)Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elelrtrifi kasi rendah atau
persentase rumah
tangga yanA tinggi
dengansumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bulan
listrik
Peningkatanketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energiberbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
energimelalui:
.Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pcraan aatan
potensisumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dandedieselisasi, dengan o&Put pembangunan Pembangkit
ListrikTenaga Mikro Hidro (PLTMHI, Pembangkit Listrik Tenaga Mini
Hidro (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pemetaan potensi
EBTlainnya, pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi tenaga
listrik,serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaansarana prasarana pendukung, de,rgfi output. penyediaan
danpeningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukanmelalui perluasan
cakupan layananketenagalistrikan, de,igfr output, pemasangan
sambungan baru listrik bagirumah tangga belum berlistrik yang tidak
Earapu atau berada di daerah 3T
SK No2513ll A
berkas 7, hlm. 126 OCRbabi)
. Kab. Marlb€ramo
Tengah* (padi)
. rab. NdUSF*
Keterangan:
r) Indikasi lokasi yang
k) Indikasi lokasi
Indeks
Pangan rentan atau
unggul tanaman, pengcndalian orgsnistue pelrgganggu tumbuhan (OPI
tanaman pangan dan hortikultura, serta
.
pendukung, dengan
pengolahan hasil
penyediaan alat dan Eeain pertanian pra panen,
irigasi tersier,
penyediaan dan peningkatan
.
n,trlr4k GAP
dan
.
yang
serta
diversifikasi
bantuan
jaringan irigasi,
tanaman pangan
cl Kawasan
. Cl: Ikb. Jayawijaya*
. Kab.
. Kab. Yalimo*
*l
bangkitan EBT tinggi
-)
elelrtrifi kasi rendah atau
tangga yanA tinggi
dengan
non PLN dan bulan
listrik
Peningkatan
energi
energi
.
potensi
daerah dan
Listrik
EBT
listrik,
. Penyediaan
dan
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan
cakupan layanan
sambungan baru listrik bagi
Earapu atau berada di daerah 3T
SK No2513ll A
No Lokasi Prioritas Hioruight Indikasi Intervensi
c2
c3
KawasanPotensial
Swasembada Air:
. C2:Kab.
Pegunungan
Bintangr
. C3: I(ab.Yahukimo
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Tolikara*
. Kab.Lanny Jaya*
Keterangan:
1 Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas air
tinggi
qlIndikasi lokasi yang
memiliki IRBI kekeringan
tinggi dan merupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas ketahanan
iklim bidang air
Peningkatan ketahanan air untukmemenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensialswasembada air melalui:
. Peningkatankapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan tampungan air
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, dengan output, pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku,serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab. Jayawijayar
(kopi danpariwisata
budayaLembah
Baliem)
. D2: Kab.Yahukimo*
(Kop,
. D3: lhb.Tolikara*
(Kopi
. Dt: I(ab. Ndugar
(Kopil
. D5: Kab.Lanny
Jaya* (Kopil
. D6: IGb. Yalimo+
(Kopil
. D7: Kab.
ManbcraEo Tengah'
(Kopi)
. D8: Kab.
Pegunungan
Bintang (Kopi)
Keterangani
r) Daerahtertinggal juga
sudahtermasuk daerah
sangat tdtinsgaf
Percepatanpembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wil,ayah, dengF,i output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenagamedis dan tenaga kesehatan dcogan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
.Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal da.Ir inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian dan penataan pariwisata rintisan,
dengan ou,puf, optimasilahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, danpengendalian orga sme pengganggu tumbuhan (OPIJ
tanamanperkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
pendukungan etgtt daerah serta pengembangan desa wisata,
pengembangan UMKM lokal, pqdngkatafl daya saing masyarakat, serta
fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari kelompok strategis
.Pemerataan penyediaan infrastruktur darar permukiman sesuai
standar,serta peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan
output fasilitasi penJrcdiaa[ perumahan terintegrasi dengan PSU;
pctdrykatan SPAM, SPAL, dansistem pengelolaan persampahan;
perluasanjaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat; pengembangan SDM TII( dan digitalisasi masyarakat; perluasan
layanan penyiaran digitat; pembangunan jalan akses simpul ekonomi,;
serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, daEt, dan udara
.Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dat! tepat
guna,dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bcrrcana
SKNo 251312 A
Pengembangan kawasan perbatasan di kecamatan perbatasan prioritas,
melalui:
tiI]Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
berkas 7, hlm. 127 OCRc2
c3
Kawasan
. C2:
Pegunungan
Bintangr
. C3: I(ab.
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Tolikara*
. Kab.
1 Indikasi lokasi yang
tinggi
ql
Peningkatan ketahanan air untuk
berkelanjutan pada kawasan potensial
. Peningkatan
sarana dan prasarana air baku,
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
Daerah Tertinggal*:
. Dl: Kab. Jayawijayar
(kopi dan
budaya
. D2: Kab.
(Kop,
. D3: lhb.
(Kopi
. Dt: I(ab. Ndugar
(Kopil
. D5: Kab.
Jaya* (Kopil
. D6: IGb. Yalimo+
(Kopil
. D7: Kab.
ManbcraEo Tengah'
(Kopi)
. D8: Kab.
Pegunungan
Keterangani
r) Daerah
sudah
sangat tdtinsgaf
Percepatan
.
program studi tenaga
pelaksanaan bantuan sosial adaptif
.
dengan ou,puf, optimasi
produktif, dan
tanaman
.
standar,
pctdrykatan SPAM, SPAL, dan
perluasan
.
guna,
bcrrcana
SK
tiI]
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:'lPemenuhan layanan dasar, de,l,gfi output: penyediaan rumah layak
huni,pembangunan sarana da.n prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses intemct dan listrik
Penataan ruangkawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, daryga,r output penyusunandokumen harmonisasi
Rancangan PeraturanPresiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) kawasanperbatasan negara di Provinsi Papua Pegunungan
Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output Pilotingpengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan danpengembangan platform digital manajemen
ASN, sertabimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur
pemerintahan kawasan perbatasan negara
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D9: Kcc. Iwur, lGc.
Tarup, IGc. Oksibil,
Kec.Oksamol, Kec.
KiwirokTimur, Kec.
Batom, Kec. Mofinop,
dan Kec.Murkim
(Kab. Pegunungan
Bintang)
1
:'l
Pengembangan sekolah
berpolaasrama:
. Ihb.Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
. trkb.Pegunungan
Bintang (Daerah
SurgatTertinggal
danKecamatan
Perbatasan Prioritas)
. I(ab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
terbuka:
. Kab. Tolikara
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab.Mamberamo
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yalimo(Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab.Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Nduga(Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
SangatTertinggal)
Pengembangan sekol,ah
sepanjang hari:
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan mutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output: penataan gum
dikdas dan dikmen sertapeningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik ,dengan output pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dandikmen
.Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output. pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b,SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
.Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
sertapendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
.Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasisekolah dasa, dan menengah
.Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
outputpembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada satuan
pendidikankesetaraan
. Peningkatan lit€f,asi, denganoutput: pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dar
peningkatanliterasi digital
.Penyusunan kurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan ou$ux
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dan kontekstual
berkas 7, hlm. 128 OCR:'l
huni,
Penataan ruang
perbatasan, daryga,r output penyusunan
Rancangan Peraturan
(RDTR) kawasan
output Piloting
kawasan perbatasan dan
ASN, serta
pemerintahan kawasan perbatasan negara
Prioritas:
. D9: Kcc. Iwur, lGc.
Tarup, IGc. Oksibil,
Kec.
Kiwirok
dan Kec.
(Kab. Pegunungan
Bintang)
1
:'l
berpola
. Ihb.
. trkb.
Bintang (Daerah
Surgat
dan
. I(ab. Yahukimo
terbuka:
. Kab. Tolikara
(Daerah Sangat
. Kab.
Tengah (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Yalimo
. I(ab. Yahukimo
Tertinggal)
. Kab.
(Daerah Sangat
. Kab. Nduga
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat
sepanjang hari:
. Kab. Jayawijaya
(Daerah Tertinggal)
.
dikdas dan dikmen serta
.
untuk tenaga pendidik ,
bagi guru dikdas dan
.
siswa SD/paket a, SMP/paket b,
.
serta
.
rehabilitasi dan renovasi
.
output
pendidikan
. Peningkatan lit€f,asi, dengan
peningkatan
.
yang adaptif dan kontekstual
No Lokasi Prioritas .Friehlii?tu Indikasi Intervensi
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
pendidikan:
. Seluruhkabupaten
diProvinsi Papua
Pegunungan
Provinsi Papua
Pegunungan
. Kab. Jayawijaya
(Tradisidan Budaya
Lembah Baliem)
Peningkatan perlindungan danpelestarian budaya lokal, terutama tradisi
dan budaya diLembah Baliem, melalui:
. Peningkatan tata kelolapembangunan kebudayaan de'Jigjm, output
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
.Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan dr@ut fasilitasikemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi,
cagar budaya, danbenda budaya, serta perlindungan warisan budaya
.Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output etEtt
prioritasbidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan event film dan musik berbasis budaya lokal
.Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan ouatr ut fasilitasi
penutur bahasa daerah padaprogram perlindungan bahasa daerah,
serta
"r€nt
prioritas perlindunganbahasa d€[ sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. I(ab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab.Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Nduga(Daerah
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
Sangat Tertinggal
danKecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pembangunan RSUD
provinsi
. Kab.Jayawijaya
(DaerahTertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
Dmenjadi tipe C:
. IGb. Yahukimo
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. IGb, Pegunungan
Bintang(Daerah
Sangat Tertinggal)
Peningkatan akses danmutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelola pelayanankesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan output pembinaan,pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaanpelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
.Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output penugasan khusus
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wilayah Papua
.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, denga't output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, pcnxl.diaan sarana, prasarana, alat kcrchatan, dan obat,
pembinaan tcf,kait layanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kcachatan di daerahterpencil melalui konstruksi bangunan modular,
serta peEbangurlarr RSUD Provinsi Papua Pegunungan
. Pemberian hs€ntif,jaminan keamanan, dan jaohan kesejahteraan
untuk tenagamedis dan tenaga kesehatan
. PenyEdiaanmoda transportasi mendukung pel,ayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
.Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
berkas 7, hlm. 129 OCRPeningkatan akses dan
. Seluruh
di
Pegunungan
Provinsi Papua
Pegunungan
. Kab. Jayawijaya
(Tradisi
Peningkatan perlindungan dan
dan budaya di
. Peningkatan tata kelola
.
dengan dr@ut fasilitasi
cagar budaya, dan
.
prioritas
.
penutur bahasa daerah pada
"r€nt
prioritas perlindungan
. I(ab. Yalimo (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab.
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Lanny Jaya
Tertinggal)
. Kab. Nduga
Sangat Tertinggal)
. I(ab. Pegunungan
Bintang (Daerah
dan
provinsi
. Kab.
(Daerah
D
. IGb. Yahukimo
(Daerah Sangat
. IGb, Pegunungan
Bintang
Peningkatan akses dan
. Penguatan tata kelola pelayanan
dengan output pembinaan,
pelaksanaan
telemedicine
.
.
poskesdes, pcnxl.diaan sarana, prasarana, alat kcrchatan, dan obat,
kcachatan di daerah
serta peEbangurlarr RSUD Provinsi Papua Pegunungan
. Pemberian hs€ntif,
untuk tenaga
. PenyEdiaan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
.
I{Irl:Trl-XTIfilTIf+TA
No L.kasi PrioritasHighlight Indikasi Intervensi
I(ab.Mamberamo
Tengah (Daerah
SangatTertinggal)
Kab.Lanny Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu pelayanan
kesehatan:
.Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Pegunungan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Ikb. Jayawijaya
. I(ab. Pegunungan
Bintang
. Kab. Tolikara
. Kab. Nduga
. Ihb. lan.rry Jaya
. Kab. Mambera.Bo
Tengah
. Kab. Yalimo
. Kab.Yahukimo
Pengendalianpenyakit
TBC:
. Kab.Pegunungan
Bintang
r Kab. Yalimo
Pengendalian penyakit
fl,ariasis, kusta,
Aambusia, dan
HIV/AIDS:
.Provinsi Papua
Pegunungan
Pengendalian penyakit menular dafl eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan danpengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenagakesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layananpencegahan dan pengendalian IBC, layanan penemuan aktif
TBC,bantuan stimulan perumahan swadaya, serta bantuan stimu.lan
perumahan swadaya dan peningkatan kualitas hunian tidak layak
.Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegah€l dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasipenyakit frambusia, dengar output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, serta tenaga
pengadaan tenaga kesehatanterlatih pencegahan dan pengendalian
frambusia, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakitfilariasis, dengan output penyEdiaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian trl,adaab, scfta tcnaSa
pengadaantenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
filariasis, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan danpengendalian penyakit malaria, dengan output
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan danpengendalian penyakit HIV/AIDS, dfrryarl atvrtt
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatihserta optimalisasi data
Provinsi Papua
Pegunungan
Penguatanpercepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara ldrusus bagi pemerintah di wilayah Papua
.Peningkatan gizi, dengan output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi scta pemberian tata lakEananya, pemberian
makanantambahan bagi ibu hamil dsn balita da,i bullet stock, *fia
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gersl(an EMAS (Emak-Emak
dan Anak-AnakMinum Susu, serta Penambahan Vitamin)
.Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dar SPAL
.Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output: penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
berkas 7, hlm. 130 OCRNo L.kasi Prioritas
I(ab.
Sangat
Kab.
(Daerah Sangat
.
di Provinsi Papua
Pegunungan
. Ikb. Jayawijaya
. I(ab. Pegunungan
Bintang
. Kab. Tolikara
. Kab. Nduga
. Ihb. lan.rry Jaya
. Kab. Mambera.Bo
Tengah
. Kab. Yalimo
. Kab.
Pengendalian
TBC:
. Kab.
Bintang
r Kab. Yalimo
Pengendalian penyakit
fl,ariasis, kusta,
Aambusia, dan
HIV/AIDS:
.
Pegunungan
. Pencegahan dan
tenaga
layanan
TBC,
.
. Eliminasi
pengadaan tenaga kesehatan
. Eliminasi penyakit
pengadaan
. Pencegahan dan
. Pencegahan dan
terlatih
Provinsi Papua
Pegunungan
Penguatan
gizi lainnya melalui:
. Pendampingan secara ldrusus bagi pemerintah di wilayah Papua
.
makanan
dan Anak-Anak
.
.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
gizi dankampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasiperubahan perilaku, terutama perilaku peaberi{r makan
Peningkatan fasilitas dan layanankesehatan ibu dan anak, dengan
outputpenguatan puslcslnas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, s€rta penguatan
implementasi program I(B
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turutmendukung perbaikan gizi
a
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatanpertahanan dan keamanan wilayah, melalui:
.Penguatan pertahanan keamanan Papua denga.n output operasi intelijen
kontraseparatisme
. Pembentukankeamanan berbasis komunitas, dengan output: penguatan
Sistem Keamanan Lokal (Poskamling) dan peningkatan kerja sama TM
dan Polri denganmasyarakat lokal
.Pemberdayaan pemuda terutama OAP untuk meningkatkan pertahanan
keamanan distrik, dengan ou,put pelatihan dafl pemberdayaan
masyarakat untukmenjaga keamanan serta pel,atihan bela negara
. Pelibatan tokoh adat, agama, danperempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, danmitigasi konflik daerah, serta pendekatan
hak asasi manusia danpelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAMyang kondusif di Papua
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatanpengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah/ul,ayat, melalui:
. Inventarisasi,penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, danpengembangan hutan adat
. Peningkatanpemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, denganoutput penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adat terpencil (I(AT)
. Percepatanpenyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ul,ayat, dengan output:pendampingan penj rsulran regulasi terkait
pengakuandan perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TNLorentz (Kab.
Jayawijaya, Ikb.
Yahukimo, I(ab.
Nduga, danKab.
Lanny Jaya)
. E2: TNMamberamo
Foja (Kab.
Mamberamo Tengah,
Kab.Pegunungan
Bintang, Kab.
Yalimo, dan Kab.
Tolikara)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
.Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
outputpenegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi,pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi,kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
PcEan aatan Ruang Laut), daa penanganan kasus tindak pidana LHK
P21
.Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output, optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konsen asi
. Pengurangan statusketerancaman spesies dan ekosistem, dengan
output. inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah
. Pengelolaanpemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitaspenelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untukimplementasi nilai ekonomi karbon
.Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi- out ufpembinaan da,r pemberdayaan kelompok
berkas 7, hlm. 131 OCRgizi dan
komunikasi
Peningkatan fasilitas dan layanan
output
anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, s€rta penguatan
turut
a
Provinsi Papua
Peningkatan
.
kontra
. Pembentukan
dan Polri dengan
.
masyarakat untuk
. Pelibatan tokoh adat, agama, dan
pencegahan, advokasi, dan
hak asasi manusia dan
HAM
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan
tanah/ul,ayat, melalui:
. Inventarisasi,
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
. Peningkatan
adat, dengan
. Percepatan
tanah ul,ayat, dengan output:
pengakuan
peta delineasi tanah ulayat
EI
E2
Kawasan Konservasi:
. El: TN
Jayawijaya, Ikb.
Nduga, dan
. E2: TN
Foja (Kab.
Kab.
Tolikara)
.
output
kawasan konservasi,
konservasi,
PcEan aatan Ruang Laut), daa penanganan kasus tindak pidana LHK
.
. Pengurangan status
. Pengelolaan
penyediaan fasilitas
hutan konservasi untuk
.
konservasi- out uf
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
Peningkatansarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
E3 Lingkungan Hidup:
. ProvinsiPapua
Pegunungan
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: lanny Jaya
Peningkatanperlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup daa
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas danketerlibatan n masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan iklim, dengan output penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur, serta fasilitasi dar pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
.Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasiperubahan iklim, dengan output penguatan
respons aisteE peringatan dinibencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan nature-based solutions, serta retrofit atau penguatan
infrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan daflkeanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, daflperlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihanekosistem yang terdegradasi, dengl,i dttput pemulihan
lahan rusak dankritis, serta pemulihan ekolistco perairan
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan sm,'rt gouenvrDnt, penguatankapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
.Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
outputoptimalisasi penerapan SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai platform
terintegrasipemerintahan di daerah
. Pemetaan danpemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
o Peningkatan kapasitas SDM danmanajemen kinerja ASN dengan output
pengembangan kompetensi pengelolaan keuangan daerah kepada
aparatur daerah,pengembangan kompetensi aparatur dalam
perencanaan dan penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan
daerah
.Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung sma/t
gouetnment, dengan outputpeningkatan portal pelayanan publik dan
penerapan PTSP berbasis OSS di daerah
.Peningkatan dan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OA.P)
berkas 7, hlm. 132 OCR(Pokmaswas)
Peningkatan
E3 Lingkungan Hidup:
. Provinsi
Pegunungan
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: lanny Jaya
Peningkatan
. Peningkatan kapasitas dan
adaptasi perubahan iklim
.
bencana dan adaptasi
respons aisteE peringatan dini
. Pelestarian hutan dafl
lahan, dafl
. Pemulihan
lahan rusak dan
Provinsi Papua
Pegunungan
Peningkatan sm,'rt gouenvrDnt, penguatan
.
output
terintegrasi
. Pemetaan dan
o Peningkatan kapasitas SDM dan
aparatur daerah,
daerah
.
gouetnment, dengan output
.
7.4 Provinsi Papua Tengah
ih Dt 4 un ya PAPUA
t Ka “aa 19 :4 1 TENGAH
Baki “ D6 Ke Ay 83
Papua Barat / ba 5 £ | D5 LEGENDA
» La) : E3 ,
N nge A - , N xD 3 | Pn Kawasan Pertumbuhan
& Li AN E- 9 - Pegunungan Kawasan Komoditas Unggulan
RN awasan Swasembada Pangan,
. 5 3 ai 07 Pb an bada Peng
A2
: Bs 7 & S “ , Kawasan Afirmasi
” Sg 1 Kawasan Konservasi dan
Bus €- $ Rawan Bencana
s Papua (@! ibu Kota Provinsi
« Selatan
" @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan 9
Pelabuhan
Kawasan Pariwisata
1. Kawasan Pariwisata TN Teluk Cenderawasih — Kab. Nabire 9 Pase tersusun
Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak
2. Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak - Kab. Mimika Se sa Nasa
Kawasan Perkotaan su Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3. Ibu Kota Daerah Otonom Baru - Kab. Nabire Batas Admin latasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi 1. Kab. Nabire: potensial pangan, potensial energi,
: an La potensial air
: Aa BOaNal 2. Kab. Mimika: potensial pangan, potensial energi,
3. Kab. Puncak Jaya potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Nabire
5. Kab. Mimika
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
D. Kawasan Afirmasi
n Kawasan Konservasi
Daerah Tertinggal 1. TN Teluk Cenderawasih - Kab. Nabire
1. Kab. Paniai 2. TN Lorentz - Kab. Mimika, Kab. Paniai, Kab. Puncak,
2. Kab. Dogiyai Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya
3. Kab. Deiyai 3. TN Mamberamo Foja - Kab. Puncak, Kab. Puncak
4. Kab. Puncak Jaya
5. Kab. Puncak Jaya
6. Kab. Intan Jaya Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
. , 4. Kab. Deiyai
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas
7. Kec. Mimika Barat, Kec. Mimika Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan Kec. Jita - Kab. Mimika
berkas 7, hlm. 133ih Dt 4 un ya PAPUA
t Ka “aa 19 :4 1 TENGAH
Baki “ D6 Ke Ay 83
Papua Barat / ba 5 £ | D5 LEGENDA
» La) : E3 ,
N nge A - , N xD 3 | Pn Kawasan Pertumbuhan
& Li AN E- 9 - Pegunungan Kawasan Komoditas Unggulan
RN awasan Swasembada Pangan,
. 5 3 ai 07 Pb an bada Peng
A2
: Bs 7 & S “ , Kawasan Afirmasi
” Sg 1 Kawasan Konservasi dan
Bus €- $ Rawan Bencana
s Papua (@! ibu Kota Provinsi
« Selatan
" @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan 9
Pelabuhan
Kawasan Pariwisata
1. Kawasan Pariwisata TN Teluk Cenderawasih — Kab. Nabire 9 Pase tersusun
Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak
2. Kawasan Pertambangan Emas-Tembaga-Perak - Kab. Mimika Se sa Nasa
Kawasan Perkotaan su Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3. Ibu Kota Daerah Otonom Baru - Kab. Nabire Batas Admin latasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Kopi 1. Kab. Nabire: potensial pangan, potensial energi,
: an La potensial air
: Aa BOaNal 2. Kab. Mimika: potensial pangan, potensial energi,
3. Kab. Puncak Jaya potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Nabire
5. Kab. Mimika
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
D. Kawasan Afirmasi
n Kawasan Konservasi
Daerah Tertinggal 1. TN Teluk Cenderawasih - Kab. Nabire
1. Kab. Paniai 2. TN Lorentz - Kab. Mimika, Kab. Paniai, Kab. Puncak,
2. Kab. Dogiyai Kab. Puncak Jaya, Kab. Intan Jaya
3. Kab. Deiyai 3. TN Mamberamo Foja - Kab. Puncak, Kab. Puncak
4. Kab. Puncak Jaya
5. Kab. Puncak Jaya
6. Kab. Intan Jaya Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
. , 4. Kab. Deiyai
“) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat
tertinggal
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas
7. Kec. Mimika Barat, Kec. Mimika Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan Kec. Jita - Kab. Mimika
:T{JTT:IfTilNI'T'NI=FTA
SK No25l3l9A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
• A3: Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru (Kab.
Nabire)
Pengembangan Kab. Nabire sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Tengah, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Tengah, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Douw
Aturure Nabire
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata TN Teluk
Cenderawasih (Kab.
Nabire
Penyiapan kawasan pariwisata TN Teluk Cendrawasih di Kab. Nabire,
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
pertambangan emas-
tembaga-perak (Kab.
Mimika)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
industri berbasis SDA (emas, tembaga, dan perak) berorientasi ekspor di Kab.
Mimika, melalui:
• Peningkatan investasi dan ekspor
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Peningkatan SDM berkualitas, dengan output: fasilitasi pendampingan
SMK yang link and match dengan industri, serta pelatihan vokasi industri
upskilling dan reskilling
0,8
0,7
179,4
119,5
0,374 – 0,380
0,380 – 0,383
15,50 – 16,50
26,50 – 27,00
78,99
59,28
0,45
0,42
2,00 – 2,40
2,65 – 3,12
83,20
82,56 7,7
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
berkas 7, hlm. 134 OCRSK No25l3l9A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Pertumbuhan:
• A3: Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru (Kab.
Nabire)
Pengembangan Kab. Nabire sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Tengah, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Tengah, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Douw
Aturure Nabire
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan
Pariwisata TN Teluk
Cenderawasih (Kab.
Nabire
Penyiapan kawasan pariwisata TN Teluk Cendrawasih di Kab. Nabire,
melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
daerah
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah dan
pengembangan desa wisata
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan spam dan sistem pengelolaan
air limbah domestik
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kawasan
pertambangan emas-
tembaga-perak (Kab.
Mimika)
Peningkatan nilai tambah dan kompleksitas industri melalui hilirisasi
industri berbasis SDA (emas, tembaga, dan perak) berorientasi ekspor di Kab.
Mimika, melalui:
• Peningkatan investasi dan ekspor
• Fasilitasi kemitraan usaha dan rantai pasok, dengan output: penguatan
partisipasi pada forum terkait produk industri dan pertambangan,
pengembangan inkubator bisnis untuk pembentukan wirausaha
industri, serta peningkatan kerja sama sektor industri kecil, menengah,
dan aneka
• Peningkatan SDM berkualitas, dengan output: fasilitasi pendampingan
SMK yang link and match dengan industri, serta pelatihan vokasi industri
upskilling dan reskilling
0,8
0,7
179,4
119,5
0,374 – 0,380
0,380 – 0,383
15,50 – 16,50
26,50 – 27,00
78,99
59,28
0,45
0,42
2,00 – 2,40
2,65 – 3,12
83,20
82,56 7,7
(Rata-rata
2025–2029)
8,6
(2029)
No Ll(asi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan implementasi penanganan kerusakan lingkungan hidup
akibatpertambangan, melalui: reklamasi paacatambang
BlKawasan Komoditas
82 Unggul,an:
B3(Komoditas kopi)
SentraProduksi
. Bl:Kab. Pariai
. 82: Kab. Dogiyai
. 83: Kab. Puncak
Jaya
Penguatansentra produksi berbasis komoditas kopi, melalui:
.Peningkatan produksi perkebunan, dengan output pengembangan
kawasan kopi, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalianorganisme pengganggu tumbuhan (OP'T)
tanamanperkebunan
.Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output. pendampingan/penerapan sertifikasi/pengembangan produk,
fasilitasi dan pembinaan peningkatan digitalisasi bagi usaha kecil,
pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan
UMKM,koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta revitalisasi
Pasar rakyat
.Peningkatan kualitas SDM, denga,i output: fasilitasi pemberdayaan dan
pembangunan masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan
kapasitaspetani
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasaranapascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesinpertanian pra panen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan al(sca internet cepat
.Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, icrta akses
terhadappembiayaan, dengan output pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatan akses pembiayaan modal
.Pengembangan rioct dan inovasi teknologi, df,rqlai output.
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasipertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
tetrna$tk digitalfarming
MKawasan Komoditas
Bs Unggulan:
(Komoditas tuna
cakalang-tongkol)
Pcruuatansentra produksi berbasis komoditas tuna-cakalang-tongkol,
melalui:
. Penguatan sentra produksi, de'iga,i autwt penyaluran bantuan alat
penangkapan ikan dan/atau a.lat bantu penangkapan ikan serta
penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat
.Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output. peningkatan fasilitas tempat pelelangan ikan (TPI), pembangunan
rantai dingintermasuk gudang beku dan kelengkapannya, penguatan
sarana distribusi logistik produk kelautan dan perikanan, anelka dan
informasi pasar ekspor, fasilitasi dan pembinaan standarisasi dalr
sertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan gerakan ekonomi
kerakyatan melaluipengembangan IKM/UMKM, koperasi berbasis
komoditas, dan BUMDca, serta revitalisasi pasar rakyat
.Peningkatan kualitas SDM, dengan ou$ut percontohan
penyuluhan/penerapan Eodcl pemberdayaan sosial ekonomi pada
masyarakat kelautan dan perikanan, serta pendampingan dari penyuluh
kelautan dan perikanan kelompokpelaku utama/usaha
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaansarana prasarana
pendukung, de,IgM output pengelolaan dan pengoperasian pelabuhan
perikanan dilokasi SKPT sesuai standar, serta p€rluasdt jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
. PcadnSkataflkapasitas dan tata kelola kelembagaan, s€rta akses
terhadappembiayaan, dcngen outplf peningkatan kapasitas
kelembagaan pada kelompok usaha bcrsasra,fasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha pada IJMKM kelautan danperikanan,
fasilitasi pengembangan BUMDesa, fasilitasi dan pembinaan standarisasi
dansertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan kampung
nelayan dan desa perikanan cerdas (smart fisl@,r&,s uiuagq, *na
penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
Sentra Produksi
. 84: Kab. Nabirc
. 85: Keb. Mimika
berkas 7, hlm. 135 OCRakibat
Bl
82 Unggul,an:
B3
Sentra
. Bl:Kab. Pariai
. 82: Kab. Dogiyai
. 83: Kab. Puncak
Jaya
Penguatan
.
produktif, dan pengendalian
tanaman
.
UMKM,
Pasar rakyat
.
kapasitas
.
sarana dan prasarana
alat dan mesin
.
terhadap
.
mekanisasi
tetrna$tk digital
M
Bs Unggulan:
cakalang-tongkol)
Pcruuatan
. Penguatan sentra produksi, de'iga,i autwt penyaluran bantuan alat
.
rantai dingin
kerakyatan melalui
.
kelautan dan perikanan kelompok
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan
perikanan di
. PcadnSkatafl
terhadap
kelembagaan pada kelompok usaha bcrsasra,
pembiayaan dan kemitraan usaha pada IJMKM kelautan dan
dan
nelayan dan desa perikanan cerdas (smart fisl@,r&,s uiuagq, *na
Sentra Produksi
. 84: Kab. Nabirc
. 85: Keb. Mimika
*l,FILtrN
ir{IrFJrrXIrrffr+TA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
aPengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, dexqp,n ottqJux
hilirisasiproduk akuakultur, produk hilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapanteknologi ekonomi digital
Provinsi PapuaTengah Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
.Pembangunan dalt peningkatan jalan strategis dan jalan fans, dengan
outputpembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong ruas Jalan
Wagete-Timika, Mulia-Sinak, Ilu-Mulia-Enarotali, Kaluba8a-Ilu-Mulia,
sertapenanganan jalan daerah
.Pengembangan pelabuhan dan jaringan pelayaran, dengan output
peningkatan l,ayananangkutan penyebrangan perintis
oPengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output. pengembangan Bandar Udara Ilaga, Agandugume, dan Sinak di
Kab. Puncak, Bandar Udara MozesKilangin di Kab. Mimika, dan Bandar
Udara DouwAturure di Kab. Nabire, standardisasi airstrip di Papua
Tengah,pengembangan angkutan udara perintis penumpang, angkutan
BBMpesawat udara untuk angkutan udara perintis penumpang, serta
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhaninfrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Peningkataninfrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
denganoutput pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
.Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan output perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIX dan digitalisasi
masyarakat
:')
a
:l
Kab. Mimika
(perikanan dan
pertambangan)
Kab. Paniai
(perkebunan)
Kab.
Dogiyai(perkebunan)
Kab. Puncak Jaya
(perkebunan)
Kab.Nabire
(perikanan dan
pariwisata)
Penguatanpendidikan tinggi STEAM serta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK dan BI,I() yangdifokuskan pada potensi keunggulan wilayah
(perkebunan, perikanan, pariwisata, dar pertambangan) sesuai kebutuhan
DUDI,melalui:
.Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan serta pelatihan
berkualitas, dengan ou,put jalan menuju fasilitas pendidikan, revitalisasi
sarana dalt prasarana perguruan tinAEi, serta revitalisasi fasilitas
pendidikan dan ba.lailatihan kerja (BLK)
. Pengembanganprogram studi,, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yangmengacu pada kebutuhan industri
.Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggidan tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upski ing dg,l, r..ski ing berstandar
industri
oPeningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output: akselerasi
peningkatan kualitaskelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl:Kab.Nabire*
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: Kab.Mimika*
(padi, sagu, dan
pangan akuatik)
Penguatankawasan potensial swasembada pangan berbasis pertanian
tanaman pangan (padi dan sagu) serta pangan akuatik/bluefood berbasis
perikanan tangkap,melalui:
.Peningkatan produksi, dengan output pengembangan kawasan padi dan
sagu,optimasi l,ahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pemberian pupuk bersubsidi, pengendalian organisme
pengganggutumbuhan (OPT) tanaman pangan, serta penyaluran benih
ikan air laut
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukungpengembangan pangan lokal, dengan output penyediaan
saranapasca panen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
SK No25l32l A
berkas 7, hlm. 136 OCRir{IrFJrrXIrrffr+TA
No
a
hilirisasi
penerapan
Provinsi Papua
.
output
serta
.
peningkatan l,ayanan
o
Kab. Puncak, Bandar Udara Mozes
Udara Douw
Tengah,
BBM
angkutan udara perintis kargo
. Pemenuhan kebutuhan
perkotaan
. Peningkatan
dengan
.
:')
a
:l
Kab. Mimika
Kab. Paniai
Kab.
Dogiyai(perkebunan)
Kab. Puncak Jaya
Kab.
Penguatan
(SMK dan BI,I() yang
DUDI,
.
pendidikan dan ba.lai
. Pengembangan
SMK yang
.
tinggi
industri
o
peningkatan kualitas
kerja
cl
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl:Kab.
(padi dan pangan
akuatik)
. C2: Kab.
(padi, sagu, dan
pangan akuatik)
Penguatan
perikanan tangkap,
.
sagu,
pengganggu
.
pendukung
sarana
SK No25l32l A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
KawasanRentan Pangan:
. I(ab. Puncak Jaya(
(ubi dan babi)
. Kab.Intan Jayak
(ubi)
. Kab.Dogiyai (ubi
dan hortikultura)
peningkatan jalan usaha tad, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, penyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju sentra panganlokal, serta pembangunan fasilitas logistik
Keteranga.n:
r)Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan tinggi
s) Indikasi lokasi yanA
memiliki produksi
Panganrendah dan
Indeks Ketahanan
Panganrentan atau
sangat rentan
Gudanglumbung pangan) mendukung distribusi bahan pangan bergizi
.Penguatan kapasitas SDM (pctad dan nelayan), dcogan output fasilitasi
pemberdayaan dan pembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untukpeningkatan kapasitas l,ctani serta pelatihan kelompok tani untuk
CAP (C,oodAgriculture Practices), GHP lc\@d Handling Practices), da,I PHT
(Pengendalian HamaTerpadu), penyuluhan perikanan dan kelautan
untukkelompok pelaku uta.ma, serta mendorong ownership petani dan
nelayan pada aset danlembaga yang telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitaskelembagaan petani dan nelayan
yarlgmendukung pengembangan pangan lokal, denga,l. output
pembentukan/pengembangan koperasi berbasis komoditas di kalangan
kelompok strategis, serta penyusunan tata kelola dan strategi distribusi
logistik
Penguatan kawasan rcntan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasipangan, dengan output, pengembangan kawasan ubi dan
hortikultura,pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompok masyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan,
pemberian bantuan pangan dalan rangka pengendalian kerawanan pangan,
bantuan ternak babi, peningkatan jalan usaha tani,pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan sarana pra, pasca, dan
pengolahan hasil tanaman pangan
c1
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab, Mimika*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab.Puncak Jaya**
. Kab,Intan Jaya*
Keterangan:
'lIndikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitsn EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrif kasi rendah atau
persentaserumah tangga
dengan sumber
penerangan utama listrik
non PLN dan bu.kan
listrik yang tinggi
Peningkatan kct hanan energi, terutama dengan mempercepat transisi energi
berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi,melalui:
.Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensisumber cflcrgi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dandedieselisasi, dengan output. pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS),pembangkit listrik tenaga mikrohidro
(PLTMH), danpembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM), pemetaan
potensi EBT lainnya,pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, sertapembangunan infrastruktur gardu induk
.Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output penyediaan
danpeningkatan jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan outputpemasangan sambungan
barulistrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau
berada didaerah 3T
cl
c2
KawasanPotensial
Swasembada Air:
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab.Mimika*
Peningkatan ketahanan air untuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan pada kawasan potensial swasembada air, melalui:
.Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan eobutlg dan tampungan air lainnya
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaansumber air
bakualternatif, dengan output pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku,serta pengeboran sumber air di daerah
terpencil rawan air
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Puncak*
. Kab. Puncak Jaya*
berkas 7, hlm. 137 OCRKawasan
. I(ab. Puncak Jaya(
(ubi dan babi)
. Kab.
(ubi)
. Kab.
dan hortikultura)
menuju sentra pangan
Keteranga.n:
r)
s) Indikasi lokasi yanA
Pangan
Pangan
Gudang
.
untuk
CAP (C,ood
(Pengendalian Hama
untuk
nelayan pada aset dan
. Penguatan tata kelola dan kapasitas
yarlg
logistik
diversifikasi
hortikultura,
bantuan ternak babi, peningkatan jalan usaha tani,
c1
c2
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab, Mimika*
. Kab.
. Kab,
Keterangan:
'l
bangkitsn EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
elektrif kasi rendah atau
persentase
dengan sumber
non PLN dan bu.kan
listrik yang tinggi
swasembada energi,
.
potensi
daerah dan
listrik tenaga surya (PLTS),
(PLTMH), dan
potensi EBT lainnya,
tenaga listrik, serta
.
dan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output
baru
berada di
cl
c2
Kawasan
. Cl: Kab. Nabire*
. C2: Kab.
.
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan
baku
sarana dan prasarana air baku,
. Kab. Puncak*
. Kab. Puncak Jaya*
No Lokasi Prioritas Hrbruigfu Indikasi Intervensi
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan air tinggi dan
luas wilayah sungaiyang
besar
i) Indikasi lokasi yang
memiliki i IRBI
kekeringan tinggi
dan/ataumerupakan
lokasi prioritas atau
super prioritas
ketahanan iklim bidang
air
DI
D2
D3
D4
D5
D6
Kawasan Afirmasi
Daerah Tertinggal*:
. Dl: I(ab. Paniai
(kopi)
o D2: Kab. Dogiyai
tkopi)
. D3: Kab.Deiyai
(kopi)
. D4: Kab. Puncak
(kop,
. D5: Kab. Puncak
Jaya (kopi)
. D6: Kab. Intan Jaya
(kopi)
'l Daerah tertinggal juga
sudahtermasuk daerah
sangattertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial y{ry sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, deEilla,J. q/tr}r'.tt afirmasi bantuan biaya pendidikan
programstudi tenaga medis dsn tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD lralrgmendapat pembinaan program
afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pel,aksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan cloEoEi lokalberbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, dengan
output optimasi lahantermasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, dan pengendalianorganisme pengganggu tumbuhan (OPT)
tanaman perkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
peningkatan sarana budi daya ikan laut yang disalurkan ke masyarakat,
pendampingan dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok pelaku
utama/usaha, pengembangan UMKM lokal, peningkatan kemandirian
masyarakat,serta fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari
kelompok strategis
.Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai standar,
serta peningkatan konektivitas intra dan antarwil,ayah, dengan output
fasilitasipenyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU; peningkatan
SPAM, SPAL, dansistem pengelolaan persampahan; perluasan jaringan
listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet cepat; pengembangan
SDM TItr. datr digitalisasimasyarakat, perluasan layanan penyiaran
digital; pembangunan jalanakses simpul ekonomi; serta p€ng€obang.n
sarana angkutan pcfiatis l,aut, darat, dan udara
.Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang cfisicar dan tc?at
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkan kapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bencana
D7 KawasanAfirmasi
Kawasan perbatasan
Pengembangan kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pcraenuh.n l,ayanandasar, dcf,{gan output penyediaan rumah layak
huni,penyediaan sarana pel,ayanan dasar, pembangunan sarana dan
prasarana konektivitas transportasi dikawasan perbatasan, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R,serta peningkatan akses
internet dan listrik
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output: fasilitasi kampung siaga bencana terhadap
warga masyarakat di lokasi ratDan bencana, scrta fasilitasi dan
pembinaan kelompok masyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana
alam di kawasan perbatasan.
.Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN
Kecamatan perbatasan
prioritas:
o D7: Kec. Mimika
Barat, Kec. Mimika
Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan
Kec. Jita (Kab.
MiEika)
berkas 7, hlm. 138 OCR') Indikasi lokasi yang
luas wilayah sungai
besar
i) Indikasi lokasi yang
kekeringan tinggi
dan/atau
lokasi prioritas atau
air
DI
D2
D3
D4
D5
D6
. Dl: I(ab. Paniai
(kopi)
o D2: Kab. Dogiyai
tkopi)
. D3: Kab.
. D4: Kab. Puncak
(kop,
. D5: Kab. Puncak
Jaya (kopi)
. D6: Kab. Intan Jaya
(kopi)
'l Daerah tertinggal juga
sudah
sangat
.
program
penempatan pada DTPK, SD lralrg
pel,aksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan cloEoEi lokal
output optimasi lahan
produktif, dan pengendalian
masyarakat,
.
serta peningkatan konektivitas intra dan antarwil,ayah, dengan output
fasilitasi
SPAM, SPAL, dan
SDM TItr. datr digitalisasi
digital; pembangunan jalan
sarana angkutan pcfiatis l,aut, darat, dan udara
.
guna, dengan output masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
bencana
D7 Kawasan
. Pcraenuh.n l,ayanan
huni,
prasarana konektivitas transportasi di
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R,
. Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
.
ASN
Kecamatan perbatasan
prioritas:
o D7: Kec. Mimika
Barat, Kec. Mimika
Timur, Kec. Mimika
Timur Jauh, dan
Kec. Jita (Kab.
MiEika)
I:I':FIIIHX
REPUBUK INOONESIA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangansekolah
terbuka dansekolah
berpolaasrama:
. I(ab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. IGb. Puncak (Daerah
SangatTertinggal)
Pengembangan sekolah
terbuka:
. IGb. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. IGb. Deiyai (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab, Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Kab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal))
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. Kab. Paniai(Daerah
Sangat Tertinggal)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab. Nabire
. I(ab. Intan JaJra
(DaerahSangat
Tertinggal
. IAb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu layanan
pendidikan:
. Seluruh kabupaten
diProvinsi Papua
Tengah
Peningkatanakses dan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola asrama,
melalui:
.Pemenuhan dan peningkatan mutu tcnaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan o{rtpuf, penataan guru
dikdas dan dilsnelr,serta peningkatan kompetensi gum dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenagapendidik , dengan output: pemberian tunjangan khusus
baai guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuanpendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output: pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswaSD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK serta pemberian
beasiswaafirmasi menengah (ADEM) dan pendidikan tinggi (ADIK)
.Peningkatan tata kelola pendidikan, de'i,gut output. pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
.Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi danrenovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan programpendidikan kesetaraan, dengan
output pembinaan peningkatan kesetaraan pada satuan pendidikan dan
a.kreditasi pada Batuanpendidikan kesetaraan
.Peningkatan literasi, dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda,fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
. Penyusunankurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dengan output
pcn]4rsururn modelkurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yanA adaptif dankontekstual
Provinsi Papua TengahPeningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
.Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan dengan output.
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
le@baga kebudayaan
.Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal dengan
output fasilitasikemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi, cagar
budaya, dan benda budaya, ocrta perlindungan warisan budaya
.Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output event
prioritas bidangkebudayaan, produksi konten media kebudayaan, sri'ta
pengembangan erren filItt dan musik b€rbask budaya lokal
berkas 7, hlm. 139 OCRREPUBUK INOONESIA
No
Pengembangan
terbuka dan
berpola
. I(ab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
. IGb. Puncak (Daerah
Sangat
terbuka:
. IGb. Dogiyai (Daerah
. IGb. Deiyai (Daerah
. Kab, Intan Jaya
. Kab. Puncak (Daerah
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
. Kab. Paniai
. Kab. Nabire
. I(ab. Intan JaJra
(Daerah
. IAb. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Seluruh kabupaten
di
Tengah
Peningkatan
.
dikdas dan dilsnelr,
.
untuk tenaga
baai guru dikdas dan dikmen
. Pemberian bantuan
siswa
beasiswa
.
.
rehabilitasi dan
. Peningkatan penyelenggaraan program
a.kreditasi pada Batuan
.
generasi muda,
. Penyusunan
pcn]4rsururn model
yanA adaptif dan
Provinsi Papua Tengah
.
le@baga kebudayaan
.
output fasilitasi
budaya, dan benda budaya, ocrta perlindungan warisan budaya
.
prioritas bidang
BUK INDONESIA
NoLokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
aPelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output fasilitasi
penutur bahasadaerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta euen, prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pel,ayanankesehatan
bergerak:
. Kab. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. lGb.Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Puncak Jaya
(DaerahSangat
Tertinggal)
Pembangunan RSUD
Provinsi:
. I(ab.Nabire (Daerah
Tertinggal)
Peningkatan RS dari tipe
Dmenjadi tipe C:
. Ikb. Puncak Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Ibb.Deiyai (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Kab. Dogiyai (Daerah
Tertinggal)
. Kab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutupelayanan
kesehatan:
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Penguatan tata kelolapelayanan kesehatan bergerak dan telemedicine,
denganoutput. pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
.Pendayagunaan tenaga kesehatan dan tenaga medis dengan
memprioritaskan orang asli Papua, dengan output: penugasan khusus
tenagamedis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wilayah Papua
. Peningkatan kualitaspelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes, penyediaan sarana, prasarana, alat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait layanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kesehatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
sertapembangunan RSUD Provinsi Papua tengah
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga medis dantenaga kesehatan
. Penyediaanmoda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisigeografis wilayah
.Pengembangan inovasi obat tradisional dan suplemen kesehatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. Kab. Paniai
. Kab.Dogiyai
. Kab. Intan Jaya
o Kab.Deiyai
. Kab. Puncak
. Kab. Puncak Jaya
. Kab. Nabire
. Kab.Mimika
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan danpengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan,pengendalian TBC dan layanan penemuan a.lrtif
TBC, bantuanstimulan perumahan swadaya, dan peningkatan kualitas
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta,dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatanpencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta,serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasipenyakit frambusia, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pengadaan
berkas 7, hlm. 140 OCRNo
a
penutur bahasa
Pel,ayanan
bergerak:
. Kab. Dogiyai (Daerah
. lGb.
(Daerah Sangat
. I(ab. Puncak (Daerah
. Kab. Puncak Jaya
(Daerah
Provinsi:
. I(ab.
D
. Ikb. Puncak Jaya
Tertinggal)
. I(ab. Puncak (Daerah
Sangat Tertinggal)
. Ibb.
. Kab. Dogiyai (Daerah
. Kab. Intan Jaya
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan
mutu
. Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Tengah
. Penguatan tata kelola
dengan
.
tenaga
. Peningkatan kualitas
serta
.
untuk tenaga medis dan
. Penyediaan
bergerak sesuai kondisi
.
. Kab. Paniai
. Kab.
. Kab. Intan Jaya
o Kab.
. Kab. Puncak
. Kab. Puncak Jaya
. Kab. Nabire
. Kab.
melalui:
. Pencegahan dan
layanan pencegahan,
TBC, bantuan
hunian tidak layak
. Eliminasi penyakit kusta,
kesehatan
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta,
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi
No Lokasi Prioritas Hrbruight Indikasi Intervensi
Pengendalian penyakit
TBC:
. Kab. Paniai
. Kab.Nabire
Pengendalian filariasis
kusta,frambusia, dan
HIV/AIDS:
Provinsi PapuaTengah
tenaga kesehatan terlatih pencegahan datr pengendalian frambusia, scfta
peningkatan infrastruktur SPAM daa SPAL
Eliminasi penyakit filariasis, denganoutput penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian fil,ariasis, tenaga pengadaan
tenagakesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, scda
peningkataninfrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output,
penyediaan alat dan bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria,tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, sertapeningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalianpenyakit HIV/AIDS, dengan output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatihserta optimalisasi data dan informasi HIV/NS
Provinsi Papua Tengah Penguatanpercepatan pencegahan penurunan stun lilg serta perbaikan gizi
lainnyamelalui:
.Pendampingan secara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
.Peningkatan gizi, derrya,i output: : pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dari buffer stock, *tla
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
dan Anak-Anak Minum Sususerta Penambahan Vitamin)
. Peningkatan akses airminum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatansosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
.Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output: penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak, peningkatankapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasiprogram KB
.Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
. WPP 718(perbatasan
perairan dengar
Australia)
Peningkatan pertahanan
darkeamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Tengah
Peningkatanpertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUUFishing pada WPP 717 dan 718, melalui:
.Penegakan regulasi dan upaya pertahanan kc@anan l,aut, dengan
output peningkatan operasi kapal dan speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dankelembagaan, dengan output: lembaga
pengelol,a perikanan q'il,ayah pengelolaan perikanannegara republik
Indonesia (WPPNRI)yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar,pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satn a liar, serta
IVU (i egdl,unreported, unregulated) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasaranapengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber daya kelautan dan perikanan (SDKP
.Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dala& upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, mitigasi konflik daerah, serta pendekatan hak
asasi manusia danpelibatan multipihak dalam mendorong situasi HAM
yang kondusif di Papua
.Pemberdayaan masyarakat dalan peningkatan kcaEaaan dan ketertiban
wil,ayah,dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat pesisir
pedulikeamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas wilayah
laut
berkas 7, hlm. 141 OCRTBC:
. Kab. Paniai
. Kab.
kusta,
HIV/AIDS:
Provinsi Papua
Eliminasi penyakit filariasis, dengan
tenaga
peningkatan
malaria,
malaria, serta
Pencegahan dan pengendalian
terlatih
Provinsi Papua Tengah Penguatan
lainnya
.
.
dan Anak-Anak Minum Susu
. Peningkatan akses air
output peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan
.
anak, peningkatan
implementasi
.
. WPP 717 (perbatasan
Palau)
. WPP 718
Australia)
dar
. Provinsi Papua
Peningkatan
IUU
.
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan
pengelol,a perikanan q'il,ayah pengelolaan perikanan
Indonesia (WPPNRI)
liar,
IVU (i egdl,
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana
.
asasi manusia dan
yang kondusif di Papua
.
wil,ayah,
peduli
PRESIOEN
NoLokasi Prioritas Irigruight Indikasi Intervensi
Provinsi Papua Tengah Peningkatan pengakuan danperlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanahulayat, melalui:
. Inventarisasi,penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat,dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, danpengembangan hutan adat
. Peningkatanpemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, denganoutput penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan u,Erga komunitas adat terpencil
.Percepatan penl rsunan peraturan daerah t tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ul,ayat
ElKawasan Konservasi:
E2 . El: TN Teluk
E3Cenderawasih (Kab.
Nabire)
. E2: TN Lrreffz (Kab.
Mimika, IGb. Punca*
Jaya, Kab. Puncak,
Kab. Intan Jaya, dan
Kab. Paniai)
. E3: TNMamberamo
Foja (Kab.Puncak
dan Kab. Puncak
Jaya)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasankonservasi melalui:
.Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
P21
. Optimalisasi tatakelola kawasan konservasi, dengan output: optimalisasi
pengelolaan le@b88a kons€n asi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, danpengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan statusketerancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasiketerancaman spesies daa konservasi biota yarry
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasankonservasi, dengan output:
penyediaan fasilitaspenelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutankonservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
.Peningkatan peran serta masyarakat dalan pengelolaan kawasan
konservasi, de,lga,r output. pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, sertapembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
.Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
E4 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Tengah
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. B+: Kab. Deiyai
Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
.peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat Orrro mitigasi
bencana datlperubahan iklilr, dengan output. penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklimtematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
.Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencanadan adaptasi perubahan iklim, dengan ou,put penguatan
rcq)onasistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaanbangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
penerapan 7.o,twe-bosed.solutions, serta retrofit atau penguatan
infrastruktur publik berketahanan seismik
.Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan output
pendampingankelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, danperlindungan jalur jelajah satwa
.Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dcruan output, pemulihan lahan
rusak dan kritis,serta pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascataEbang
berkas 7, hlm. 142 OCRNo
Provinsi Papua Tengah Peningkatan pengakuan dan
tanah
. Inventarisasi,
masyarakat hukum adat,
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
. Peningkatan
adat, dengan
.
tanah ul,ayat
El
E2 . El: TN Teluk
E3
Nabire)
. E2: TN Lrreffz (Kab.
Jaya, Kab. Puncak,
Kab. Intan Jaya, dan
Kab. Paniai)
. E3: TN
Foja (Kab.
dan Kab. Puncak
Jaya)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan
.
output penegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
P21
. Optimalisasi tata
konservasi, dan
. Pengurangan status
output inventarisasi
terancam punah.
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan
penyediaan fasilitas
hutan
.
masyarakat, serta
.
E4 Lingkungan Hidup:
. Provinsi Papua
Tengah
. B+: Kab. Deiyai
.
bencana datl
iklim
.
bencana
rcq)ona
penyediaan
penerapan 7.o,twe-bosed.
.
pendampingan
lahan, dan
.
rusak dan kritis,
pascataEbang
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Provinsi PapuaTengah Peningkatan smart gouer tuefut, penguatan kapasitas ASN, dqtl peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
.Optimalisasi sistem perencanaan dan penganggaran daerah, dengan
output optimalisasi lrcncrapan SIPD, SII{D, da! SIPPP g€b,E iplatform
terintegrasi pemerint han di da€rah
. ItEetaalt datlpemenuhan kebutuhan ASN pada daerah otonom baru
. Peningkatan kapasitas SDM darl manajemenkinerja ASN, dengan output
pengembangan kompetensi aparatur dalam perencanaan dan
penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan daerah
. Percepatandigitalisasi pelayanan publik untuk mendukung snra,,t
government, dengan output peningkatan portal pelayanan publik dan
administrasi serta penerapan PTSP berbasis OSS
. P€ningkatqtr danpemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAB
berkas 7, hlm. 143 OCRProvinsi Papua
.
output optimalisasi lrcncrapan SIPD, SII{D, da! SIPPP g€b,E i
. ItEetaalt datl
. Peningkatan kapasitas SDM darl manajemen
. Percepatan
. P€ningkatqtr dan
7.5 Provinsi Papua Selatan
Tn p”Tengah £ At Papua Pegunungan
an PP PAPUA
TL B3 D26 MD NI SELATAN
| 9 A1 LEGENDA
Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Komoditas Unggulan
c2 D1,5 Kawasan Swasembada Pangan, Air
5 dan Energi
Lu B2 D3,7 Ki Kawasan Afirmasi
AA y Kawasan Konservasi dan Rawan
» Bencana
9 (@) wu Kota Provinsi
a22 B14 C1 @ Bandar Udara
, E2 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan AM 9
ru @ Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata AA x
1. Kawasan Asmat - Kab. Asmat & Pen nesona
Kawasan Perkotaan Merauke mam Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Belas Administrasi
Merauke
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Sagu Daerah Tertinggal"
1. Kab. Merauke 1. Kab. Boven Digoel
2. Kab. Mappi 2. Kab. Asmat
3. Kab. Asmat 3. Kab. Mappi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Merauke ”) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah Pendukung
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 4. PKSN Merauke, Kec. Ilwayab, Kec. Tabonji, Kec.
Waan, Kec. Tubang, Kec. Okaba, Kec. Malind, dan
1. Kab. Merauke: KSPP, potensial pangan, potensial energi Kec. Naukenjerai -— Kab. Merauke
2. Kab. Boven Digoel: potensial air 5. PKSN Tanah Merah, Kec. Kombut, Kec. Waropko,
dan Kec. Ambatkwi — Kab. Boven Digoel
: Kecamatan Perbatasan Prioritas
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana 6. Kec. Agats dan Kec. Fayit - Kab. Asmat
1. TN Lorentz — Kab. Asmat 7. Kec. Minyamur — Kab. Mappi
2. TN Wasur — Kab. Merauke Kawasan Transmigrasi
8. KT Salor — Kab. Merauke
9. KT Muting — Kab. Merauke
Kawasan Perdesaan Prioritas
10. Kawasan Perdesaan Semangga,Tanah Miring, Kurik,
dan Malind — Kab. Merauke
berkas 7, hlm. 144Tn p”
an PP PAPUA
TL B3 D26 MD NI SELATAN
| 9 A1 LEGENDA
Kawasan Pertumbuhan
Kawasan Komoditas Unggulan
c2 D1,5 Kawasan Swasembada Pangan, Air
5 dan Energi
Lu B2 D3,7 Ki Kawasan Afirmasi
AA y Kawasan Konservasi dan Rawan
» Bencana
9 (@) wu Kota Provinsi
a22 B14 C1 @ Bandar Udara
, E2 Pelabuhan
A. Kawasan Pertumbuhan AM 9
ru @ Pelabuhan Perikanan Nasional
Kawasan Pariwisata AA x
1. Kawasan Asmat - Kab. Asmat & Pen nesona
Kawasan Perkotaan Merauke mam Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru — Kab. Belas Administrasi
Merauke
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Sagu Daerah Tertinggal"
1. Kab. Merauke 1. Kab. Boven Digoel
2. Kab. Mappi 2. Kab. Asmat
3. Kab. Asmat 3. Kab. Mappi
Sentra Produksi Berbasis Komoditas TCT
4. Kab. Merauke ”) Daerah tertinggal juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal
Kawasan Perbatasan
PKSN dan Wilayah Pendukung
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 4. PKSN Merauke, Kec. Ilwayab, Kec. Tabonji, Kec.
Waan, Kec. Tubang, Kec. Okaba, Kec. Malind, dan
1. Kab. Merauke: KSPP, potensial pangan, potensial energi Kec. Naukenjerai -— Kab. Merauke
2. Kab. Boven Digoel: potensial air 5. PKSN Tanah Merah, Kec. Kombut, Kec. Waropko,
dan Kec. Ambatkwi — Kab. Boven Digoel
: Kecamatan Perbatasan Prioritas
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana 6. Kec. Agats dan Kec. Fayit - Kab. Asmat
1. TN Lorentz — Kab. Asmat 7. Kec. Minyamur — Kab. Mappi
2. TN Wasur — Kab. Merauke Kawasan Transmigrasi
8. KT Salor — Kab. Merauke
9. KT Muting — Kab. Merauke
Kawasan Perdesaan Prioritas
10. Kawasan Perdesaan Semangga,Tanah Miring, Kurik,
dan Malind — Kab. Merauke
R,EPTJELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kab. Merauke
Pengembangan Kab. Merauke sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru
Provinsi Papua Selatan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Ewer
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, peningkatan akses internet tetap pitalebar untuk
UMKM dan fasilitas umum, perluasan jaringan telekomunikasi dan
akses internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah
swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan Asmat
(Kab. Asmat)
Penyiapan kawasan Asmat, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan
jalan daerah dan pengembangan bandara Ewer (Kab. Asmat)
• Pengembangan produk kepariwisataan, dengan output: pendukungan
event daerah, fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual pada produk
ekonomi lokal, dan pengembangan produk ekonomi lokal
• Pengembangan sentra pariwisata, dengan output: pengembangan desa
wisata
• Peningkatan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata, dengan
output: pelatihan dan pembekalan sdm pariwisata serta sertifikasi sdm
bidang pariwisata
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
terpadu secara nasional dan internasional
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,1
0,2
91,9
65,5
0,367 – 0,372
0,372
12,50 – 13,50
16,50 – 17,00
78,99
59,00
0,47
0,44
0,69 – 0,84
0,84 – 1,00
81,30
80,63 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
berkas 7, hlm. 145 OCRSasaran Pembangunan Provinsi Papua Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• A2: Kab. Merauke
Pengembangan Kab. Merauke sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru
Provinsi Papua Selatan, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Selatan, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara Ewer
• Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dengan output:
pembangunan SPAM, pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat, peningkatan akses internet tetap pitalebar untuk
UMKM dan fasilitas umum, perluasan jaringan telekomunikasi dan
akses internet cepat, serta pemberian bantuan pembangunan rumah
swadaya
• Penataan kawasan
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Kawasan Asmat
(Kab. Asmat)
Penyiapan kawasan Asmat, melalui:
• Pengembangan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan
jalan daerah dan pengembangan bandara Ewer (Kab. Asmat)
• Pengembangan produk kepariwisataan, dengan output: pendukungan
event daerah, fasilitasi perlindungan kekayaan intelektual pada produk
ekonomi lokal, dan pengembangan produk ekonomi lokal
• Pengembangan sentra pariwisata, dengan output: pengembangan desa
wisata
• Peningkatan kapasitas SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata, dengan
output: pelatihan dan pembekalan sdm pariwisata serta sertifikasi sdm
bidang pariwisata
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
terpadu secara nasional dan internasional
• Pengembangan usaha masyarakat dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
0,1
0,2
91,9
65,5
0,367 – 0,372
0,372
12,50 – 13,50
16,50 – 17,00
78,99
59,00
0,47
0,44
0,69 – 0,84
0,84 – 1,00
81,30
80,63 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,7
(2029)
l-Ir-l-5{Itr{l
NoLokasi Prioritas Hri?ruri?ht Indikasi Intervensi
B4 I(aEas€rt Komoditas
Unggulan:
(Komoditas tuna-
cakalang-tongkol)
Penyiapanpengembangan sentra produksi berbasis komoditas tuna-
cakalang-tongkol,melalui:
r Penguatansentra produksi perikanan, dengan output penyaluran
ba.ntuan alatpenangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan,
penyaluran benih ikan air laut ke masyarakat, serta pengembangan
kampungnelayan
. Pengembangan tataniaga/pemasaran,, promosi, dan peningkatan ekspor
produk perikanan, dengan ouvuf peningkatan fasilitas Tempat
PelelanganIkan (TPI), pengembangan rantai dingin termasuk gudang
beku dankelengkapannya, penyediaan sarana penyimpanan dan
distribusi logistik produk, penumbuhan eksportir, industrialisasi
koperasi melalui rantai pasok produksi, pembentukan d€Ir penguatan
koperasi, pelaku us€ha, t MKM dalam rantai pasok,
pembentukan/pengembangan U(M/UMKM, koperasi, dan BUMDes,
serta revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDMdan pendampingan pengembangan industri,
danganoutput: siswa SMK yang tersertifikasi kompetensi yang relevan
dengan dunia kerja, sertifikasi awak kapal, dan pemberian akreditasi
kepadalembaga pendidikan kelautan perik nan
.Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadappembiayaan, dengan output pengembangan kampung nel,ayan
dan desa perikanancerdas (smart fisheries village), gcrla penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pembangunan datl peningkatan fasilitas pelabuhan perikanan,
pengembangankampung nelayan, dan perluasan jaringan
telekomunikasi dan akses internet cepat
.Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output: hilirisasi
produkakuakultur dan produk hilirisasi pangan hasil l,aut, pemberian
bantuan pendanaan nat&ing fund(BOPTN Penelitian) terkait produk
hilirisasi kelautan perikanan, sertapenerapan teknologi ekonomi digital
Sentra Produksi
. 84: Kab. Merauke
BlKawasan Komoditas
92 Unggul,an
83(Komoditas sagu)
Penguatansentra produksi berbasis komoditas sagu, melalui:
.Peningkatan produksi perkebunan, dengan output pemberian bibit
unggul t6Daoan, optimasilahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan
(OPf)tanaman perkebunan
.Pengembangan tata niaga/pemasaran, daa promosi produk, dengan
outputpembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
BUMDesa, dan koperasi,serta revitalisasi pasar rakyat
.Peningkatan kualitas SDM, dengan output: pengembangan sekolah
vokasi,serta Fasilitasi Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat
Perdesaan (READSI)
.Pembangunan infrastruktur da! penyediaan sarana prasarana
pendukung, de,rgm, output peningkatan jalan usaha tani, penyediaan
sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan, penyediaan
alat dan mesinpertanian prapanen, serta perluasan jaringan
telekomunikasi dan akscainternet cepat
.Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, s€f,ta akses
terhadappembiayaan, df,igl,r output, pengembangan kelembagaan
ekonomi petani dan peningkatanakses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dsn inovasi teknologi, denganoutput:
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital farming *tt, peningkatan penerimaan bantuan
pendanaan penelitian matching fund. IBOPt'll penelitian)
Sentra Produksi
. 81: I(ab.Merauke
(sagu)
. 82: Kab. Mappi
(sagu)
. 83: Ihb.Asmat
(sagu)
berkas 7, hlm. 146 OCRNo
B4 I(aEas€rt Komoditas
cakalang-tongkol)
Penyiapan
cakalang-tongkol,
r Penguatan
ba.ntuan alat
kampung
. Pengembangan tata
Pelelangan
beku dan
. Peningkatan kualitas SDM
dangan
kepada
.
terhadap
dan desa perikanan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan output
pengembangan
.
produk
bantuan pendanaan nat&ing fund
hilirisasi kelautan perikanan, serta
. 84: Kab. Merauke
Bl
92 Unggul,an
83
Penguatan
.
unggul t6Daoan, optimasi
(OPf)
.
output
BUMDesa, dan koperasi,
.
vokasi,
.
alat dan mesin
telekomunikasi dan aksca
.
terhadap
ekonomi petani dan peningkatan
. Pengembangan riset dsn inovasi teknologi, dengan
Sentra Produksi
. 81: I(ab.
. 82: Kab. Mappi
(sagu)
. 83: Ihb.
No Lokasi Prioritas .Fligrurrh, Indikasi Intervensi
Provinsi PapuaSelatan Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
.Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, daD jalan
3TP,dengan output penanganan jalan daerah dan pembangunan Jalan
Trans Papua Merauke-Sorong(Iwur-Waropko, Merauke-Mappi)
.Pengembangan pel,abuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output peningkatan pelayaran kapa.l Ro-Ro, p€n)Elcngtaraar layanan
transportasi l,aut danpenyeberangan perintis, rehabilitasi fasilitas
Pelabuhan Agats di IGb, Asmat,pengembangan fasilitas Pelabuhan Moor
di Kab. Mappi,pembangunan fasilitas Pelabuhan Wowi di Kab. Asmat,
pembangunanPelabuhan Penyeberangan Bade di Kab. Mappi, layanan
angkutan laut perintis, serta peningkatan l,ayanan angkutan laut perintis
danlayanan penyeberangan perintis
.Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
output pengembangan Bandar UdaraEwer di Kab. Asmat, Bandar Udara
Tanah Merah di Kab.Boven Digoel, Bandar Udara Mopah di Kab,
Merauke, dan Bandar Udara Kepi di Kab. Mappi, pengembangan
angkutan udara perintispenumpang, pengembangan angkutan udara
perintis kargo, pengembangan angkutan BBM pesawat udara
.Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
.Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dar sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, s€rtajarinSan distribusi dan gardu distribusi
.Peningkatan infrastruktur digital dan TIK, dengan ou,put pembangunan
BTS4G/Lastmile, perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet
cepat, pengembangan SDM fiK dan digitalisasi masyarakat, serta
perluasan layanan digital
Kab.Merauke
(pcrikaffn dan
perkebunan)
I(ab. Mappi
(perkebunan)
Ihb. tu@at
(perkebunan dan
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan danpelatihan vokasi
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan padapotensi keunggulan
wilayah (perikanan,perkebunan, ekonomi kreatif, serta industri pengolahan)
sesuai kebutuhan DUDI, melalui:
. Penguatan danpenyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan output jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembanganprogram studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, serta pendidikan dan pel,atihan vokasi
yang mengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dankompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output peningkatan Eutu dan kompetensi SDM pendidikan
tinggi daa tenaga kependidikan vokasi, serta peningkatan tenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling da'r r"ski ing berstandar
industri
.Peningkatan kualitas tata kelola serta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dengan output akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatankemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
c1Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: I(ab. Merauke
Pengembangan Kawasan Sentra Produki Pangan (KSPP) Merauke yang
didukung dengan kawasantransmigrasi Salor, melalui:
. Pencetakan Eaxrah
.Peningkatan produksi, dengan output, penyaluran benih padi, areal
pengendalian organirrac pengganggu tanaman (OP/TI pangan, dan unit
pengolah pupuk organik (UPPO)
. Penyiapan pengembangankawasan, dengan output optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
konektivitas transportasi dcaa, datr rehabilitasi jaringan irigasi tersier
berkas 7, hlm. 147 OCRProvinsi Papua
.
3TP,
Trans Papua Merauke-Sorong
.
transportasi l,aut dan
Pelabuhan Agats di IGb, Asmat,
di Kab. Mappi,
pembangunan
dan
.
output pengembangan Bandar Udara
Tanah Merah di Kab.
angkutan udara perintis
.
.
.
BTS
perluasan layanan digital
Kab.
(pcrikaffn dan
I(ab. Mappi
Ihb. tu@at
Penguatan pendidikan tinggi STEAM, serta pendidikan dan
(SMK, politeknik, dan BLK) yang difokuskan pada
wilayah (perikanan,
. Penguatan dan
revitalisasi sarana dan prasarana perguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan balai latihan kerja (BLK)
. Pengembangan
. Peningkatan kapasitas dan
industri
.
serta peningkatan
kerja
c1
. Cl: I(ab. Merauke
didukung dengan kawasan
. Pencetakan Eaxrah
.
pengolah pupuk organik (UPPO)
. Penyiapan pengembangan
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output peningkatan jalal usaha tani, alat dan mesin pertanian
pra panen,sistem drainase yang dibangun di kawasan transmigrasi, area
penyaluran benih padi, sertapenyediaan dan peningkatan jalan akses
menuju KSPP
Penguatan sarana pascapanen dan tata kelola, dengan output
penyedia& sarana pengolahan hasiltanaman pangan, pengembangan
kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha koperasi, dan
peningkatan akses pembiayaan modal
Pengembangan risct dan inovasi teknologi, d€,;ryan out ut
pengembangan model percontohan pertanian modern, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digital J@7".i7.g
c1Kawasan Potensial
SwasembadaPangan:
. Cl: IGb. Merauker
(padi dan pangan
akuatik)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Boven Digoel*
(padi)
. Kab. Mappi*(sagu)
Keterangan:
t) Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangantinggi
") Indikasi lokasi yang
memiliki produksi
pangan rendah dan/atau
IndeksKetahanan
Panganrentan atau
sangat rentan
Penguatan kawasan potensialswasembada pangan padi dan pangan
akuatik/bluefood berbasis perikanan tangkap, melalui:
. Penguatan produksi, denganoutput, optimasi lahan termasuk revitalisasi
lahan rusakmenjadi produktif, pengembangan kawasan padi, pemberian
pupuk bersubsidi, alat daamesin pertanian prapanen, pengendalian
organisme pengganggu tumbuhan (OP-D tanaman pangan, serta
penyaluran benih ikan air laut dan tawar
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, denganoutput: penyediaan sarana pasca panen dan sarana
pengolahan hasil tanaman pangan, peningkatan jalan usaha tani,
penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen, rehabilitasi jaringan
irigasitersier, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi,
sertapenyediaan dan konektivitas (jalan, pelabuhan, dan bandara)
sebagai akses menuju sentra pangan lokal, pembangunan fasilitas
logistik (gudang penyimpanan pangan) mendukung distribusi bahan
pangan bergizi, serta peningkatan sarana dan prasarana penangkapan
ikan
. Penguatankapasitas SDM (petani dan nelayan) yang terlatih GAP, GHP,
dan PHT, denganoutput: fasilitasi pemberdayaan dan pembangunan
masyarakat perdesaan (READSI) untuk peningkatan kapasitas petani
sena pelatihankelompok tani untuk GAP (Good. Agriculture Practices),
GHP (G.ood. Handling Practices), dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu),
penyuluhan perikanan dan kelautan untuk kelompok pelale utama,
mendorongownership petani dan nelayan p.da aset dan lembaga yang
telahdibentuk, serta pendampingan untuk digitalisasi pertanian
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitaskelembagaan petani dan nelayan
yangmendukung pengembangan pangan lokal, den48trr output
p€mbcntukan/p€dgembanEan koperasiberbasis komoditas
Penguatan kawasan rentanpangan dilaku.kan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output pengembangan kawasan padi dan sagu,
pembentukankoperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat lrang terfasilitasi pen8anekaragamanpangan, serta pcEbcrinl
bantuan pangandalam rangka pcogcDdalian kerawanan pangan
cl KawasanPotensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Merauke*
Kawasan Rendah
Elektrifikasi:
. Kab. Mappi*
. Kab.Asmat*
Peningkatan ketahananenergi, terutama dengan penguatan infrastruktur
ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan wilayah dan pemerataan
pembangunan pada kawasan potensial energi, melalui:
. Percepatanpengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel serta pemanfaatan
potensisumber energi baru terbarukan (ERI) sesuai dengan potensi
daerah dan dedierclisasi, dengan output Pembangkit Listrik Tcna8a
Surya (PLTS), energiberbasis bahan baku nabati lbioe eryAl termasuk
ethanol,pemetaan potensi EBT lainnya, pembangunan sist€o transmisi
daninterkoneksi tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,dengan output: penyediaan
dan peningkatan jalan aksesmenuju pembangkit
berkas 7, hlm. 148 OCRpra panen,
penyaluran benih padi, serta
menuju KSPP
penyedia& sarana pengolahan hasil
c1
Swasembada
. Cl: IGb. Merauker
(padi dan pangan
akuatik)
Kawasan Rentan Pangan:
. Kab. Boven Digoel*
(padi)
. Kab. Mappi*
t) Indikasi lokasi yang
pangan
") Indikasi lokasi yang
pangan rendah dan/atau
Indeks
Pangan
sangat rentan
Penguatan kawasan potensial
akuatik/
. Penguatan produksi, dengan
lahan rusak
pupuk bersubsidi, alat daa
.
pendukung, dengan
penyediaan alat dan mesin pertanian pra
irigasi
serta
ikan
. Penguatan
dan PHT, dengan
sena pelatihan
mendorong
telah
. Penguatan tata kelol,a dan kapasitas
yang
p€mbcntukan/p€dgembanEan koperasi
Penguatan kawasan rentan
pembentukan
masyarakat lrang terfasilitasi pen8anekaragaman
bantuan pangan
cl Kawasan
. Cl: Kab. Merauke*
Kawasan Rendah
. Kab. Mappi*
. Kab.
Peningkatan ketahanan
. Percepatan
potensi
daerah dan dedierclisasi, dengan output Pembangkit Listrik Tcna8a
Surya (PLTS), energi
ethanol,
dan
induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung,
dan peningkatan jalan akses
REPUBLTK INDONESIA
NoLokasi Prioritas ffrbrubft , Indikasi Intervensi
Keterangan:
. 1Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EBT tinggi
. *)Indikasi lokasi
yangmemiliki rasio
elektrifikasi rendah
ataupersentase
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
penerangan uta,lu
listrik noD PLN dan
bukanlistrik
Penguatankawasan rendah elektrifikasi dilakukan mela.lui perluasan
cakupan layananketenagalistrikan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
c2 I(awasafl Potensial
Swasembada Air:
. C2: Ihb. Boven
Digoel.
Peningkatan ketahanan afu untuk lDetuenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan padakawasan potensial swasembada air, melalui:
.Peningkatan kapasitas tampungan/sumber daya ai,., de g,al output
pembangunan €obung dan tampungan air lainnya
Penguatan kauras€n rawan airdilakukan melalui penyediaan sutrbcf, air
bakualternatif, denga,,,^ output pembangunan embung, pembangunan
sarana datt prasarana air baku,serta pengeboran sumber air di daerah
terpencilrawan air
Kawasan Rawan At:
. Kab. Merauke*
. KabAsmat*
Keterangan:
. r) Indikasi lokasi
yangmemiliki
kapasitas tampungan
airtinggi
. 11Indikasi lokasi
yangmemiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
merupakan lokasi
prioritas atausuper
prioritasketahanan
iklim bidang air
D1Kawasan Afirmasi
D2Daerah Tertinggal*:
D3 ' Dl: IGb' Boven
Digoel(karet)
. D2: IGb. Asmat (sagu
danekonomi kreati0
r D3: Ikb. Mappi*
(sagu)
Keterangan:
1 Daerahtertinggal juga
sudahtermasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang,melalui:
oPemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, deEilll,J. autpux afirmasi bantuan biaya pendidikan
programstudi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yalrg mendapat pembinaan Program
Afirmasi, aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa, serta
pelaksanaan bantuan sosia.l adaptif
.Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi berbasis
pengembangan scnEa perkebunan terintegrasi dan ekonomi kreatif,
dcarganoutput optiEasi lahan termasuk revitalisasi l,ahan rusak menjadi
produktif, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OP-I)
tanaEanperkebunan, peningkatan akses pembiayaan modal,
pendukungan event daerah, pengembangan desa wisata, pengembangan
UMKM lokal,peningkatan kemandirian masyarakat, peningkatan daya
saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pcrrb€ntuksrkoperasi dari
kelompokstrategis
.Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dar antarwilayah, dengan
output fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU,
peningkatan SPAM, SPAL, dansistem pengelolaan persampahan,
perluasan listr'ik- jaringan telekomunikasi. den ekses internet
berkas 7, hlm. 149 OCRNo
. 1
EBT tinggi
. *)
yang
atau
rumah tangga yang
tinggi dengan sumber
listrik noD PLN dan
bukan
Penguatan
cakupan layanan
c2 I(awasafl Potensial
Swasembada Air:
. C2: Ihb. Boven
berkelanjutan pada
.
Penguatan kauras€n rawan air
baku
sarana datt prasarana air baku,
terpencil
. Kab. Merauke*
. Kab
. r) Indikasi lokasi
yang
kapasitas tampungan
air
. 11
yang
prioritas atau
prioritas
iklim bidang air
D1
D2
D3 ' Dl: IGb' Boven
Digoel
. D2: IGb. Asmat (sagu
dan
r D3: Ikb. Mappi*
(sagu)
Keterangan:
1 Daerah
sudah
sangat tertinggal
berkembang,
o
program
pelaksanaan bantuan sosia.l adaptif
.
dcargan
tanaEan
UMKM lokal,
saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi pcrrb€ntuksr
kelompok
.
peningkatan SPAM, SPAL, dan
No Lokasi Prioritas HOruigtu Indikasi Intervensi
cepat, pengembangan SDM TIK dandigitalisasi masyarakat, perluasan
layananpenyiaran digital, pembangunan jalan akses simpul ekonomi,
pengembangan ssrana angkutan perintis darat datr udara, serta
pengembangan Bandara Mindiptanah dan Iapter Bomakia (Kqb. Bovcr
Digoel)
Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yatrg eEsi€ir datr tepat
guna, dcarganoutput masyar:akat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dala.mpenguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D?
KawasanAfirmasi
Kawasan Perbatasan:
PKSN dan Wilayah
Pendukung
. D4: PKSNMerauke,
serta Kec. Ilt 'ayab,
Tabonji, Waan,
Tubang, Okaba,
Malind,Naukenjerai
(Kab. Merauke)
. D5: PKSN Tanah
Merah, serta IGc,
Kombut, Waropko,
Ambatkwi (I(ab.
BovenDigoel)
Kecamatan Perbatasan
Prioritas
. D6: Kec. Agats dan
Kcc. Fayit (I(ab.
A8|!at)
. D7: IGc.Minyamur
(IGb. Mappi)
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat KegiatanStrategis Nasional (PKSN)
Tanah Merah dan Merauke,serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhanlayanan dasar, da\gart auqrut penyediaan rumah layak
huni,pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan ak3c8 internet dan listrik
.Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pengembangan
berbasis komoditas unggulanterutama di PKSN, dengan ou,put optimasi
l,ahan termasuk revitalisasi lahan rusakmenjadi produktif, penyediaan
bibitunggul, pengendalian qgani$rc pengganggu tumbuhan (OPTJ,
pengolahanpasca panen komoditas, masyarakat yang ditingkatkan
kapasitasnya, peningkatan akses pembiayaan modal, serta pelabuhan
perikanan di lokasi SKPT yang dikelola dan operasional sesuai standar,
dan layanan validasi danverifikasi pupuk
.Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, danga,routput penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) KawasanPerbatasan Negara (KPN) di Provinsi Papua Selatan
. Penguatan tata kelolapemerintahan, de'l.ga,r output piloting
pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN
D8Kawasan Afirmasi
D9Kawasan Transmigrasi:
. D8: KT. Salor (tr(ab.
Merauke)
. D9: KT. Muting (I(ab.
Merauke)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Salor dan Muting, melalui:
. Pembangunaninfrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,Ioutput: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, si3trr! drainase, saraaa permukiman di kawasan
transmigrasi, perluasan jaringan Ustrit, jaringan telekomunikasi, dan
akses intcmet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat,serta perluasan layanan penyiaran digital
.Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output:
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dan Pusat SKP (SatuanKawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian sagu, optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak
menjadi produktif, serta pcnSqrdalian Organisme Pengganggu Tanaman
(OPI tanaD€Ilpangan, dan penyediaan bibit unggul pertanian
o Redistribusi aEct(tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusansertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. PcDataaflpersebaran penduduk dalt penyediaan tenaga terampil, dengan
outputperpindahan dan penempatan transmigran
. Penyediaan danpengembangan kompetensi tenaga keda terampil,
dp,rg,,,i outputi tenagapelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur Jrangberkinerja tinggi di Kawasan Transmigrasi
D10Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas:
. D10: IGn'asan
Perdesaan Prioritas
Semrnose Tefleh
Pengembangan Kawasan Ferdesqgn Prioritas Scman8Ea, Tanah Miring,
Kurik, dan Malind,melalui:
. Penyediaan layanandasar skala desa datr perdesaan, dengan output
penyediaan ruBah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
berkas 7, hlm. 150 OCRcepat, pengembangan SDM TIK dan
layanan
guna, dcargan
kapasitasnya dala.m
D4
D5
D6
D?
Kawasan
PKSN dan Wilayah
. D4: PKSN
Tabonji, Waan,
Malind,
(Kab. Merauke)
. D5: PKSN Tanah
Merah, serta IGc,
Boven
. D6: Kec. Agats dan
Kcc. Fayit (I(ab.
A8|!at)
. D7: IGc.
(IGb. Mappi)
Penguatan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan
Tanah Merah dan Merauke,
. Pemenuhan
huni,
.
berbasis komoditas unggulan
l,ahan termasuk revitalisasi lahan rusak
bibit
pengolahan
dan layanan validasi dan
.
perbatasan, danga,r
(RDTR) Kawasan
. Penguatan tata kelola
D8
D9
. D8: KT. Salor (tr(ab.
Merauke)
. D9: KT. Muting (I(ab.
. Pembangunan
denga,I
masyarakat,
.
dan Pusat SKP (Satuan
(OPI tanaD€Il
o Redistribusi aEct
pengurusan
. PcDataafl
output
. Penyediaan dan
dp,rg,,,i outputi tenaga
penyediaan instruktur Jrang
D10
Prioritas:
. D10: IGn'asan
Semrnose Tefleh
Kurik, dan Malind,
. Penyediaan layanan
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Miring,Kurik, dan
Malind (Kab.
Merauke)
Peningkatan aksesibilitas desa, denganoutput pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik,serta penyediaan moda transportasi desa
Peningkatan produktivitas perdesaan dandiversifikasi ekonomi lokal,
dcogaIr outputpembentukan/pengembangan dan pendampingan
I(M/UMKM, koperasi, dan BUMDca
Peningkatan kapasitas tatakelola desa, dcn lan output. fasilitasi
penguatan tata kelola desa
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpola asf,ama:
. Kab.Asmat (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab. Mappi(Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Kab.Merauke (PKSN
Merauke)
Pengembangan sekolah
sepanjang hari:
. I(ab. Boven Digoel
(Daerah Tertinggal
dan PKSN Tanah
Merah)
Peningkatan aks€s dan
tuunr pelayanan
pendidikan;
Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Selatan
Peningkatan aksesdan mutu pelayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekol,ah terbuka, sekolahsepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, mela.lui:
.Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskanOrang Asli Papua, dengan output penataan guru
dikdas dandikmen serta peningkatan kompetensi guru dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
. Pemberianinsentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik , dc,,.gm, output pemberiantunjangan khusus
bagi guru dikdas dandikmen
.Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswaSD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelolapendidikan, dengan output pembinaan afirmasi
serta pendampingan peningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
. Penyediaan sarana danprasarana fasilitas pendidikan, denga'r output
rehabilitasidan renovasi sekolah dasar dan menengah
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
outputpembinaan peningkatan kesetaraan dan akreditasi pada Batuan
pendidikankesetaraan
. Peningkatan literasi,dengan output pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasipeningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
.Penyusunan kuriku.lum yang kontekstual wil,ayah Papua, dengan output
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptifdan kontekstual
Provinsi Papua SelatanPeningkatan perlindungan datr pelestarian budaya lokal, terutama tradisi
dan budaya di Kab.Asmat, melalui:
.Peningkatan tata kelola pembangunan kebudayaan, dengan output
peningkatankompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lcrabaSa kebudayaan
. Pelestariancagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal,
dengan qrt?utfasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelol,aan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan u,arisan budaya
. Pengelolaanterpadu festival seni budaya da€f,ah, dengan ouqrux event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten mediakebudayaan, serta
pengembangan el€n flm daIr musik berbasis budaya lokal
. Pelestarianbahasa, sastra, dan aksara daerah, dengan output fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Lab. Mappi (Daerah
Peningkatan akses danmutu pelayanan kesehatan, melalui:
. Pendayagunaan tenagakesehatan dan &naga medis dengan
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan output. penugasan khusus
dan
berkas 7, hlm. 151 OCRMiring,
Peningkatan aksesibilitas desa, dengan
dan listrik,
Peningkatan produktivitas perdesaan dan
dcogaIr output
I(M/UMKM, koperasi, dan BUMDca
Peningkatan kapasitas tata
penguatan tata kelola desa
berpola asf,ama:
. Kab.
. Kab. Mappi
Tertinggal dan
Perbatasan Prioritas)
. Kab.
Merauke)
sepanjang hari:
. I(ab. Boven Digoel
dan PKSN Tanah
Merah)
tuunr pelayanan
pendidikan;
Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Peningkatan akses
seperti sekol,ah terbuka, sekolah
.
memprioritaskan
dikdas dan
. Pemberian
untuk tenaga pendidik , dc,,.gm, output pemberian
bagi guru dikdas dan
.
siswa
pendidikan tinggi (ADIK)
. Peningkatan tata kelola
. Penyediaan sarana dan
rehabilitasi
. Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output
pendidikan
. Peningkatan literasi,
generasi muda, fasilitasi
.
yang adaptif
Provinsi Papua Selatan
dan budaya di Kab.
.
peningkatan
lcrabaSa kebudayaan
. Pelestarian
dengan qrt?ut
. Pengelolaan
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media
. Pelestarian
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. Lab. Mappi (Daerah
Peningkatan akses dan
. Pendayagunaan tenaga
dan
BLIK INDONESIA
NoLokasi Prioritas Hri?rurbhf Indikasi Intervensi
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Ihb. Asmat (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritasl
tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di Wilayah Papua
Penguatan tata kelola pelayanan kesehatan bergerak da,t telenpdicitD,
denganoutput pembinaan, pendampingan, dalt bimbingan telmis
pelaksanaan pelayanan kesehatan bcrgcf, ak serta iEplem€fl tasi layanan
telemedicine
Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan sarana puskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes,penyediaan sarana, prasarana, a.lat kesehatan, dan obat,
serta pembangunan RSUD Provinsi PapuaSelatan
Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuktenaga medis dan tenaga kesehatan
Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisigeografis wilayah
Pcngerabangafl inovasi obat tradisional dan suplemenkesehatan
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kab.Merauke
Peningkatan RS dad tipe
Dmenjadi tipe C:
. I(ab.Boven Digoel
(DaerahTertinggal
dan PKSN Tanah
Merah)
. Ikb. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
. Kab.Asmat (Daerah
Tertinggal da.n
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Peningkatan akses dan
mutu Pelayanan
kesehatan:
.Seluruh kabupaten
di Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. I(ab. Merauke
. IGb.Asmat
. Kqb. Boven Digoel
. lGb. Mappi
Pengendalian pcdJrakit
TBC:
. Kab. Mappi
. Kab. BovenDigoel
Pengendalianpenyakit
filariasis,kusta,
frambusia, dan
HIV/AIDS:
. Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakitmenular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan,
melalui:
. Pencegahan danpengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenaga kesehatan tr terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
l,ayananpencegahan dan pengendalian TBC dan layanan penemuan aktif
TBC,serta bantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
kualitas hunian tidak layak
.Eliminasi penyakit kusta, denS!fr output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dstr pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatihpencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasipenyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatanpencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pengadaan
tenagakesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian frambusia,
serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
.Eliminasi penyakit filariasis, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Pencegahan danpengendalian penyakit malaria, dengg&, output:
penyediaan alat datl bahan kesehatan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan tertatihpencegahan dan pengendalian
malaria,peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
berkas 7, hlm. 152 OCRNo
Perbatasan Prioritas)
Ihb. Asmat (Daerah
Kecamatan
dengan
telemedicine
poskesdes,
serta pembangunan RSUD Provinsi Papua
untuk
bergerak sesuai kondisi
Pcngerabangafl inovasi obat tradisional dan suplemen
provinsi:
. Kab.
Peningkatan RS dad tipe
D
. I(ab.
(Daerah
dan PKSN Tanah
Merah)
. Ikb. Mappi (Daerah
Tertinggal dan
. Kab.
Tertinggal da.n
Perbatasan Prioritas)
mutu Pelayanan
kesehatan:
.
di Provinsi Papua
. I(ab. Merauke
. IGb.
. Kqb. Boven Digoel
. lGb. Mappi
TBC:
. Kab. Mappi
. Kab. Boven
Pengendalian
filariasis,
frambusia, dan
. Provinsi Papua
Selatan
Pengendalian penyakit
. Pencegahan dan
l,ayanan
TBC,
kualitas hunian tidak layak
.
kesehatan terlatih
. Eliminasi
kesehatan
tenaga
.
tenaga kesehatan terl,atih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
. Pencegahan dan
malaria, tenaga kesehatan tertatih
malaria,
- 3t7 -
NoLokasi Prioritas HriqHAtu Indikasi Intervensi
Pencegahan dan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dangfa output
penyediaan tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatih sertaoptimalisasi data
Provinsi PapuaSelatan Penguatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan
gizilainnya, melalui:
.Pendampingan occara khusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
.Peningkatan gizi, deogF,i output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanantambahan bagi ibu hamil dan balita dori buffer stock, *tta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-AnakMinum Susu, serta Penambahan Vitamin)
.Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
outputpeningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatansosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
denganoutput. penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dankampanye pencegahan stunting melalui berbagai media,
komunikasi perubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
. Peningkatanfasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output: penguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
arEk,peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
. Penguatanintegrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turutmendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 718(perbatasan
dengan Australia)
Peningkatan pertahanan
dankeamanan wilayah:
. Provinsi Papua
Selatan
Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, termasuk pemberantasan
IUU Fishing pada WPP 718, melalui:
.Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, dcngs,l output
peningkatan operasi kapal dan speed.boat pengawas, serta patroli
mandiri
.Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola perikanan wilayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia (WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar,perdagangan ilega.l tumbuhan dan satwa liar, serta
lwl (illegalunreported, unregulated) fishing.
.Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber dayakelautan dan perikanan (SDKP)
.Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output peningkatan peran FKt B dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah, serta pendekatan
hak asasimanusia dan pelibatan multipihak dalam mendorong situasi
HAM yang kondusif di Papua
.Pemberdayaan masyarakat ddam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah,dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Selatan Peningkatan pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dsn
tanah adat/ulayat, melalui:
.Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output: peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat, danpengembangan hutan adat
.Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, denganoutput penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
sertapemberdayaan warga komunitas adat terpencil
.Percepatan penyusunan peraturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakathukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ulayat, denganoutput: pendampingan penyusunan regulasi terkait
pengakuan danperlindungan masyarakat hukum adat yang dilengkapi
peta delineasi tanah ulayat
berkas 7, hlm. 153 OCRNo
terlatih serta
Provinsi Papua
gizi
.
.
makanan
dan Anak-Anak
.
output
. Peningkatan
dengan
gizi dan
. Peningkatan
arEk,
. Penguatan
turut
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 718
dengan Australia)
Peningkatan pertahanan
dan
. Provinsi Papua
.
.
liar, pembalakan liar,
lwl (illegal
.
sumber daya
.
hak asasi
HAM yang kondusif di Papua
.
ketertiban wilayah,
wilayah laut
tanah adat/ulayat, melalui:
.
tanah ulayat, penetapan hutan adat, dan
.
adat, dengan
serta
.
perlindungan masyarakat
tanah ulayat, dengan
pengakuan dan
peta delineasi tanah ulayat
No Lokasi Prioritas Hbru{?fu Indikasi Intervensi
ElKawasan Konservasi:
E2 . El:TNLorentz (I(ab.
Asmat)
. E2: TN Wasur (I(ab.
Merauke)
Perlindungan, pengelolaan , dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
.Pengawasan kegiatan dan penataan ru€lg kawasan konservasi, dengan
outputpenegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konservasi, pengendalianpemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang laut), dan penanganan kasus tindak* pidana Lt
nt
.Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output optimalisasi
pengelolaan lembaga konse asi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Penguranganstatus keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasiketerancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah.
. Pengelolaanpemanfaatan katrE8an konservasi, denga,r output
penyediaan fasilitas penelitian danpengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untukimplementasi nil,ai ekonomi karbon
.Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, darLgatoutput pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
[pokmaswas)
.Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Provinsi PapuaSelatan Peningkatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
.Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana danperubahan ikliE, dengan ouwi, penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wil,ayahtimur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasiperubahan iklim
.Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasiperubahan iklim, dengan output penguatan
responssistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapannature-based solutions, pembangunan pengaman pantai,
serta pemulihanekosistem mangrove
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, denganoutput:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lshan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
.Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, de'rglott output lrcmulihaa
lahan rusak dan kritis, sertapemulihan ekosistem perairan
Provinsi Papua Selatan Peningkatan sr4larl gouemfita\t, penguatan kapasitas ASN, dan peningkatan
pelayanan publik yang menjangkau hingga tingkat kampung, melalui:
.Optimalisasi sistem perencanaan d€I! penganggaran daerah, dengan
outputoptimalisasi pcn6ap6n SIPD, SIKD, dan SIPPP sebagai plafonn
terintegrasipemerintahan di daerah
. Peractaatr dan pemenuhan kebutuhan ASN padadaerah otonom baru
o Peningkatan kapasitas sDM danmanajemen kinerja ASN , dcngjur output
pengembangan kompetensi pcary€lolaatt keuangan daerah kepada
aparatur daerah,pengembangan kompetensi aparatur da.laE
perencanaan dafl penganggaran SPM serta pengelolaan keuangan
daerah
.Percepatan digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung smart
goDemmetut,dengan wlpux peningkatan portal pelayanan publik dan
penerapan PffiP berbasis OSS di daerah
rPeningkatan <tan pemutakhiran data terpilah Orang Asli Papua (OAP)
berkas 7, hlm. 154 OCREl
E2 . El:TN
. E2: TN Wasur (I(ab.
.
output
kawasan konservasi, pengendalian
nt
.
. Pengurangan
output inventarisasi
. Pengelolaan
penyediaan fasilitas penelitian dan
hutan konservasi untuk
.
konservasi, darLgat
.
Provinsi Papua
.
bencana dan
iklim tematik wil,ayah
adaptasi
.
bencana dan adaptasi
respons
penerapan
serta pemulihan
. Pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, dengan
lshan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
.
lahan rusak dan kritis, serta
.
output
terintegrasi
. Peractaatr dan pemenuhan kebutuhan ASN pada
o Peningkatan kapasitas sDM dan
aparatur daerah,
daerah
.
goDemmetut,
penerapan PffiP berbasis OSS di daerah
r
7.6 Provinsi Papua Barat Daya
Ne PAPUA BARAT
SE D3, A1 C
, So YA El aa LEGENDA
“ " aa FG , D14 TX | Kawasan Pertumbuhan
. 2 # Opa car Serena 2 AJA ra ka — Kawasan Komoditas Unggulan
no Pa - na £. 2 4 C1 if , Kawasan Swasembada Pangan,
la . "5 fojaa 3. : | Air, dan Energi 8
, 2 - SM ja — PENA 0 3 Kawasan Afirmasi
| Nam JP 8 2 aa de Kawasan Konservasi dan
PaNNP NN | PP & Pa d NX D2 P, “ Rawan Bencana
1 . , -— Lt 9 5. B3 N . d Papua Barat (@! ibu Kota Provinsi
ha L / @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan $ PAI Oo
2 Pelabuhan
Kawasan Pariwisata 2 2 4 SS
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Raja - Ao 9 Kawasan Revan Bencana
Ampat - Kab. Raja Ampat f an —
Kawasan Perkotaan 3 sm Jalan Nasional
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru dan Kota "N$ Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Industri, Perdagangan, dan Jasa - Kota Batas Administrasi
Sorong
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Udang 1. Kab. Sorong: potensial pangan, potensial
1. Kota Sorong . . energi, potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Udang 2. Kab. Sorong Selatan: potensial pangan
2. Kota Sorong 3. Kab. Tambrauw: potensial air
3. Kab. Sorong Selatan
4. Kab. Sorong
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
5. Kab. Sorong E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
6. Kota Sorong
Kawasan Konservasi
D. Kawasan Afirmasi 1. Geopark Raja Ampat, KKN dan KKD Kep. Raja
Ampat, serta KKN Kep. Waigeo Sebelah Barat
Daerah Tertinggal" — Kab. Raja Ampat
1 Kan. Dana 2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
4) Daerah Denah juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal Hayati Teluk Bintuni - Kab. Sorong Selatan
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kec. Ayau dan Kec. Kepulauan Ayau -— Kab. Raja Ampat 3. Kota Sorong
4. Kec. Kwoor dan Kec. Abun — Kab. Tambrauw 4. Kab. Maybrat
Kawasan Transmigrasi
5. KT Klamono -— Segun - Kab. Sorong
Kawasan Perdesaan Prioritas
6. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Raja Ampat —
Kab. Raja Ampat
berkas 7, hlm. 155Ne PAPUA BARAT
SE D3, A1 C
, So YA El aa LEGENDA
“ " aa FG , D14 TX | Kawasan Pertumbuhan
. 2 # Opa car Serena 2 AJA ra ka — Kawasan Komoditas Unggulan
no Pa - na £. 2 4 C1 if , Kawasan Swasembada Pangan,
la . "5 fojaa 3. : | Air, dan Energi 8
, 2 - SM ja — PENA 0 3 Kawasan Afirmasi
| Nam JP 8 2 aa de Kawasan Konservasi dan
PaNNP NN | PP & Pa d NX D2 P, “ Rawan Bencana
1 . , -— Lt 9 5. B3 N . d Papua Barat (@! ibu Kota Provinsi
ha L / @ Bandar Udara
A. Kawasan Pertumbuhan $ PAI Oo
2 Pelabuhan
Kawasan Pariwisata 2 2 4 SS
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Raja - Ao 9 Kawasan Revan Bencana
Ampat - Kab. Raja Ampat f an —
Kawasan Perkotaan 3 sm Jalan Nasional
2. Ibu Kota Daerah Otonom Baru dan Kota "N$ Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Industri, Perdagangan, dan Jasa - Kota Batas Administrasi
Sorong
B. Kawasan Komoditas Unggulan Cc. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Sentra Industri Berbasis Komoditas Udang 1. Kab. Sorong: potensial pangan, potensial
1. Kota Sorong . . energi, potensial air
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Udang 2. Kab. Sorong Selatan: potensial pangan
2. Kota Sorong 3. Kab. Tambrauw: potensial air
3. Kab. Sorong Selatan
4. Kab. Sorong
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
5. Kab. Sorong E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
6. Kota Sorong
Kawasan Konservasi
D. Kawasan Afirmasi 1. Geopark Raja Ampat, KKN dan KKD Kep. Raja
Ampat, serta KKN Kep. Waigeo Sebelah Barat
Daerah Tertinggal" — Kab. Raja Ampat
1 Kan. Dana 2. Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman
4) Daerah Denah juga sudah termasuk daerah sangat tertinggal Hayati Teluk Bintuni - Kab. Sorong Selatan
Kawasan Perbatasan
Kecamatan Perbatasan Prioritas Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi
3. Kec. Ayau dan Kec. Kepulauan Ayau -— Kab. Raja Ampat 3. Kota Sorong
4. Kec. Kwoor dan Kec. Abun — Kab. Tambrauw 4. Kab. Maybrat
Kawasan Transmigrasi
5. KT Klamono -— Segun - Kab. Sorong
Kawasan Perdesaan Prioritas
6. Kawasan Perdesaan Prioritas Kabupaten Raja Ampat —
Kab. Raja Ampat
REPI.JELIK INDONESIA
SK No25l34l A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: DPP Raja Ampat
(Kab. Raja Ampat)
Pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta peningkatan
kualitas destinasi wisata pada kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP
Raja Ampat), melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandar Udara DEO Sorong dan bandar udara perairan di Misool, Kab.
Raja Ampat
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah,
pengembangan desa wisata, pengembangan jejaring di destinasi
pariwisata, dan pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat skala komunal, pembangunan sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, penataan kawasan destinasi wisata,
serta pengembangan amenitas dan aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi sertifikasi SDM bidang pariwisata dan
penyelenggaraan pelatihan vokasi
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
peningkatan publikasi dan promosi terpadu secara nasional dan
internasional
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pariwisata
berkualitas, penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata,
pengembangan UMKM, serta pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
• Peningkatan kelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
pelaksanaan operasi SAR, serta penyediaan jalur evakuasi bencana KTA
Selat Dampier, KTA Misool, dan KTA Wayag
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru dan
Kota Industri,
Perdagangan, dan
Jasa (Kota Sorong)
Pengembangan Kota Sorong sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Barat Daya serta kota industri, perdagangan, dan jasa, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Barat Daya, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara DEO
Sorong
0,2
0,2
89,4
64,9
0,295 – 0,300
0,300
11,76 – 12,76
17,60 – 18,00
23,09
1,08
0,52
0,49
5,32 – 5,92
6,30 – 6,80
83,52
82,89 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 7, hlm. 156 OCRSK No25l34l A
Sasaran Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: DPP Raja Ampat
(Kab. Raja Ampat)
Pengembangan ekosistem dan percepatan pembangunan serta peningkatan
kualitas destinasi wisata pada kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP
Raja Ampat), melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pengembangan
Bandar Udara DEO Sorong dan bandar udara perairan di Misool, Kab.
Raja Ampat
• Pengembangan atraksi, dengan output: pendukungan event daerah,
pengembangan desa wisata, pengembangan jejaring di destinasi
pariwisata, dan pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional
• Pembangunan prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata, dengan output: pembangunan sistem pengelolaan air limbah
domestik setempat skala komunal, pembangunan sistem pengelolaan
persampahan berbasis masyarakat, penataan kawasan destinasi wisata,
serta pengembangan amenitas dan aksesibilitas pariwisata
• Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dengan output: fasilitasi sertifikasi SDM bidang pariwisata dan
penyelenggaraan pelatihan vokasi
• Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output:
peningkatan publikasi dan promosi terpadu secara nasional dan
internasional
• Pengembangan usaha masyarakat, dan peningkatan akses pembiayaan
pariwisata, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pariwisata
berkualitas, penerapan pariwisata berkelanjutan di destinasi pariwisata,
pengembangan UMKM, serta pembentukan/pengembangan dan
pendampingan IKM/UMKM, koperasi, dan BUMKam
• Peningkatan kelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan output: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
pelaksanaan operasi SAR, serta penyediaan jalur evakuasi bencana KTA
Selat Dampier, KTA Misool, dan KTA Wayag
A2 Kawasan Pertumbuhan:
• Ibu Kota Daerah
Otonomi Baru dan
Kota Industri,
Perdagangan, dan
Jasa (Kota Sorong)
Pengembangan Kota Sorong sebagai ibu kota daerah otonom baru Provinsi
Papua Barat Daya serta kota industri, perdagangan, dan jasa, melalui:
• Percepatan pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan
ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Barat Daya, dengan output:
pembangunan sarana dan prasarana di kawasan pusat pemerintahan
serta pembebasan lahan
• Penyusunan rencana induk (masterplan) pengembangan dan penataan
kawasan perkotaan, dengan output: rencana induk (masterplan)
• Peningkatan konektivitas intra dan antarwilayah, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan Bandar Udara DEO
Sorong
0,2
0,2
89,4
64,9
0,295 – 0,300
0,300
11,76 – 12,76
17,60 – 18,00
23,09
1,08
0,52
0,49
5,32 – 5,92
6,30 – 6,80
83,52
82,89 5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, dc'rgj,fl, output
pembangunan jalan strategis, pembangunan SPAM, pembangunan
sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat, serta pemberian
bantuanpembangunan rumah swadaya
Penataan kawasan dan peningkatan citra kota, dengan ox@af penataan
kawasan,penguatan branding krwag€,;', dan penguatan promosi daya
tarik kota
81Kawasan Komoditas
92Unggulan:
83 (Komoditas udang)
Sentra Industri
. Bl:Kota Sorong
Sentra Produksi
. Bl: Kota Sorong
. 82: I(ab. Sorong
Selatan
. B3: Kab. Sorong
Penyiapan pengembangan ekosistem s€ ra industri berbasis komoditas
udang, melalui:
.Penguatan sentra produksi, d€,rg,o, output penyaluran bantuan alat
penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan serta
penyaluran benih ikan udang ke masyarakat
.Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produ.k udang, dengan output peningkatan fasilitas
tempat pelelangan ikan (TPI),pembangunan rantai dingin termasuk
gudangbeku dan kelengkapannya, penguatan sarana distribusi logistik
produk kel,autan dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor,
fasilitasi danpembinaan standarisasi dan sertifikasi produk pada usaha
mikro, pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui
pengembangan IKM/UMKM,koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes,
serta revitalisasi pasar rakyat
.Peningkatan kualitas SDM dan pendampingan pengembangan industri,
dengan output percontohan penyuluhan/penerapan model
pemberdayaansosial ekonomi pada masyarakat kelautan dan perikanan,
sertapendampingan dari penyuluh kelautan dan perikanan kelompok
pelakuutama/usaha
.Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output peningkatan kapasitas
kelembagaan pada kelompok usaha bersama, fasilitasi akses
pembiayaan dan kemitraan usaha pada t UMKM kelautan dan perikanan,
pengembangan kampung nelayan dan desa perikanan cerdas (smart
fisheries village), *rta penguatan kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasaranapendukung, dengan output:
pembangunan jalan strategis dan pengembangan pelabuhan pendukung
industri udang,serta perluasan jaringan telekomunikasi dan akses
internet cepat
.Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, dclrglai output
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasipangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
BSKawasan Komoditas
86 Unggul,an:
(Komoditasrumput l,aut)
Sentra Produksi
. 85: IGb. Sorong
. 86: Kota Sorong
Penguatansentra produksi berbasis komoditas rumput laut, melalui:
. Penguatansentra produksi, dengan output revitalisasi lahan budidaya
sesuai zonasi, pengendalian haDa terpadu, serta peningkatan
ketersediaan bibit rumput laut yang unggul
.Pengembangan tata niaga/pemasaran dan promosi produk, dengan
output pembangunan rantai dingin termasuk gudang beku dan
kelengkapannya,penguatan sarana distribusi logistik produk kelautan
danperikanan, analisa dan informasi pasar ekspor, fasilitasi dan
pembinaan standarisasi dan sertifikasi produk pada usaha mikro,
pengembangan gerakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan
IKM/I MKM,koperasi berbasis komoditas, dan BUMDes, serta
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM,dengan output percontohan
penyuluhan/penerapan model pemberdayaan sosial ekonomi pada
masyarakat kelautan dan perikanan, serta pendampingan dari penyuluh
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan qttput pembangunan jalan strategis,
pengembangan pelabuhan pendukung produksi rumput laut, serta
perluasan jaringantelekomunikasi dan akrcr internet cepat
berkas 7, hlm. 157 OCRbantuan
kawasan,
tarik kota
81
92
83 (Komoditas udang)
Sentra Industri
. Bl:
. Bl: Kota Sorong
. 82: I(ab. Sorong
. B3: Kab. Sorong
udang, melalui:
.
.
tempat pelelangan ikan (TPI),
gudang
produk kel,autan dan perikanan, analisa dan informasi pasar ekspor,
fasilitasi dan
pengembangan IKM/UMKM,
serta revitalisasi pasar rakyat
.
pemberdayaan
serta
pelaku
.
. Peningkatan sarana prasarana
industri udang,
.
hilirisasi produk akuakultur, produk hilirisasi
BS
86 Unggul,an:
(Komoditas
. 85: IGb. Sorong
. 86: Kota Sorong
Penguatan
. Penguatan
.
kelengkapannya,
dan
IKM/I MKM,
revitalisasi pasar rakyat
. Peningkatan kualitas SDM,
kelautan dan perikanan kelompok pelaku utama/usaha
.
perluasan jaringan
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadappembiayaan, dengan output peningkatan kapasitas
padakelompok usaha bersama, fasilitasi akses
pembiayaan da.n kemitraan usaha pada UMKM kelautan dan perikanan,
fasilitasipengembangan BUMDesa, fasilitasi dan pembinaan
standarisasi dalrsertifikasi produk pada usaha mikro, pengembangan
kampung nelayan dan desa perikanan cerdas (s',]',,rt fsherics viwe),
serta penguatankelembagaan ekonomi nelayan
Pengembangan riset dan inovasi teknologi perikanan, de'J;gj,dl- output
hilirisasi produk akuakultur, produkhilirisasi pangan hasil laut, serta
penerapan teknologi ekonomi digital
:'l
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra dan antarwilayah, melalui:
.Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, dan jalan trans, dengan
outputpembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong,
pembangunan jalan strategis, penanganan jalan daerah, pembangunan
Jembatan Trans Papua Merauke-Sorong-Makbon-Mega dan
peningkatan layanan angkutan jalan perintis
.Pengembangan pelabuhan dan jaringan pelayaran, dengan output:
pengembangan fasilitas pelabuhan Makbon di Kab. Sorong, rehabilitasi
fasilitas Pelabuhan Sausapor di l(ab. Tambrauw, pembangunan fasilitas
Pelabuhan Pulau Misool di l(ab. Raja Ampat, peningkatan layanan
angkutan laut perintis dan layanan angkutan penyeberangan perintis
. Pengembangan bandara dan optimalisasilayanan bandara, dengan
output pengembangan Bandar Udara Domine Eduard Osok di Ihb.
Sorong, danpengembangan angkutan udara perintis penumpang dan
angkutan udara perintis kargo
.Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
.Peningkatan infrastruktur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
.Peningkatan infrastruktur digital dan TlK, dengar output perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, perluasan layanan
penyiaran digital, serta pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat
Ikb. Sorong
(perikanan)
Ikb, Sorong Selatan
(perikanan)
KotaSorong
(perikanan dan
industri)
Ihb. RajaAmpat
(pariwisata
Penguatan pendidikan tinggi STEAMserta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK,politeknik, dan BLJ() yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilayah(perikanan, pariwisata, dan industri) sesuai kebutuhan DUDI,
melalui:
. Penguatan dan penyediaan saranaprasarana serta pelatihan pendidikan
berkualitas, denganoutput jalan menuju fasilitas pendidikan,
revitalisasi sarana dan prasaranaperguruan tinggi, serta revitalisasi
fasilitaspendidikan dan balai latihan kerja (BLKI
.Pengembangan prograt! studi, kurikulum, dan inovasi model
pembel,ajaran perguruan tinggi, pendidikan danpelatihan vokasi, serta
SMK yangmengacu pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dankompetensi pengajar/tenaga pendidik,
denganoutput peningkatan mutu dan kompetensi SDM pendidikan
tin88i dan tcnaSa kependidikan vokasi, serta Fnirykatatrtenaga
kependidikan vokasi yang mengikuti upskilling daq te kifiing berstandar
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola sertapengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia keda, dengan output akselerasi
peningkatan kualitas kelembagaan pada pendidikan tinggi dan vokasi,
serta peningkatan kemitraan satuan pendidikan vokasi dengan dunia
kerja
berkas 7, hlm. 158 OCRterhadap
pada
fasilitasi
standarisasi dalr
serta penguatan
hilirisasi produk akuakultur, produk
:'l
Daya
.
output
.
. Pengembangan bandara dan optimalisasi
Sorong, dan
.
perkotaan
.
.
Ikb. Sorong
Ikb, Sorong Selatan
Kota
Ihb. Raja
Penguatan pendidikan tinggi STEAM
(SMK,
wilayah
. Penguatan dan penyediaan sarana
berkualitas, dengan
revitalisasi sarana dan prasarana
fasilitas
.
pembel,ajaran perguruan tinggi, pendidikan dan
SMK yang
. Peningkatan kapasitas dan
dengan
tin88i dan tcnaSa kependidikan vokasi, serta Fnirykatatr
industri
. Peningkatan kualitas tata kelola serta
kerja
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
cl
c2
KawasanPotensial
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab.Sorong
(padi danpangan
akuatik)
. C2: IGb. Sorong
Selatan* (padi dan
sagu)
Kawasan Rentan
Paflgaa:
. Kab.Tambrauw
(ubi dan pangan
akuatik)
. Ikb. Maybrat* (ubi)
Keterangan:
r 'lIndikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
tinggi
. *') Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
rendahdan Indeks
Ketahanan Pangan
rentan atau Sangat
rentan
Penguatan kawasan potensialswasembada pa.ngan berbasis pertanian
tanaman pangan (padi dan sagu) serta pangan akuatik/btueJM berbasis
perikanan tangkapmelalui:
. Pedrr8katallproduksi, dengan output pengembangan kawasan sagu dan
padi,pemberian pupuk bersubsidi, optimasi l,ahan termasuk revitalisasi
lahan rusa*menjadi produktif, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT)tanaman pangan, serta penyaluran benih ikan air laut
datltawar
.Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung pengembangan pangan lokal, dengan output penyediaan
sarana pascapanen dan sarana pengolahan hasil tanaman pangan,
peningkatan jalan usaha tani, penyediaan alat dan mesin pertanian pra
panen, rehabilitasi jaringan itiggsi tersier, pembangunan embung
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan danpeningkatan jalan
akses menuju sentra pangan loka], serta pembangunan fasilitas logistik
Gudang lumbung pangan)mendukung distribusi bahan pangan bergizi,
serta penyusunan tqta kelola daD strategi distribusi logistik
. Penguatan kapasitassdm (petani dan nelayan), dengan output fasilitasi
pemberdayaan danpembangunan masyarakat perdesaan (READSI)
untukpeningkatan kapasitas petani serta pelatihan kelompok tani
untuk GAP (goodagriculture practices), GHP (good handling yadi@sl,
dan PHT(pengendalian hama terpadu), penyuluhan perikanan dan
kelautan untukkelompok pelaku utama, serta mendorong ownership
petani dan nelayan padaaset dan lembaga yang telah dibentuk)
. Penguatan tata kelola dan kapasitaskelembagaan petani, nelayan, d€It
pembudidaya ikan yang mendukung pengembangan pangan lokal,
dengan outputpembentukan/pengembangan koperasi berbasis
komoditas di kalangan kelompok strategis, serta penl rsuna[ tata kelola
danstrategi distribusi logistik
Penguatankawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan dengan output pengembangan kawasan ubi dan pangan
akuatik,pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan
kelompokmasyarakat yang terfasilitasi penganekaragaman pangan, serta
pemberian bantuan pangan dalam rangka pengendalian kerawanan pangan,
serta peningkatan jalan usaha tani,pembangunan embung pertanian dan
jaringan irigasi,serta penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil
tanaman pangan
c1 KawasanPotensial
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Sorong'
Kawasan Rendah
Elektritrkasi:
. IAb.Sorong
Selatan**
. I(ab. RajaAmpat*
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
memiliki potensi
bangkitan EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
memiliki rasio
elektrifikasi rendah atau
persentase mmah tangga
dengansumber
penerangan utama listrik
non PIN danbukan
listrik yanatinggi
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energiberbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatanpengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasa, dan variabel serta pemanfaatan
potensisumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dandedieselisasi, dengan output pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS), pcroban8kit listriktenaga mesin gas
(PLTMG), pembangkitlistrik tenaga ldnihidro (PLTM), pemetaan potensi
EBT lainnya,serta pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasaranapendukung, denga,i ovtwti penyediaan
danpeningkatan jalan akr€s menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektri.fikasi dilakukanmelalui perluasan
cakupan layananketenagalistrikan dengan output pemasangan sambungan
baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau
berada di daerah 3T
berkas 7, hlm. 159 OCRcl
c2
Kawasan
Swasembada Pangan:
. Cl: Kab.
(padi dan
. C2: IGb. Sorong
Selatan* (padi dan
sagu)
Paflgaa:
. Kab.
(ubi dan pangan
akuatik)
. Ikb. Maybrat* (ubi)
r 'l
produksi pangan
. *') Indikasi lokasi
produksi pangan
rendah
rentan atau Sangat
rentan
Penguatan kawasan potensial
perikanan tangkap
. Pedrr8katall
padi,
lahan rusa*
tumbuhan (OPT)
datl
.
sarana pasca
pertanian dan jaringan irigasi, serta penyediaan dan
Gudang lumbung pangan)
. Penguatan kapasitas
pemberdayaan dan
untuk
untuk GAP (good
dan PHT
kelautan untuk
petani dan nelayan pada
. Penguatan tata kelola dan kapasitas
dengan output
dan
Penguatan
akuatik,
kelompok
serta peningkatan jalan usaha tani,
jaringan irigasi,
c1 Kawasan
Swasembada Energi:
. Cl: Kab. Sorong'
Kawasan Rendah
Elektritrkasi:
. IAb.
. I(ab. Raja
Keterangan:
') Indikasi lokasi yang
bangkitan EBT tinggi
H) Indikasi lokasi yang
dengan
non PIN dan
listrik yana
energi
. Percepatan
potensi
daerah dan
listrik tenaga surya (PLTS), pcroban8kit listrik
(PLTMG), pembangkit
EBT lainnya,
. Penyediaan sarana prasarana
dan
Penguatan kawasan rendah elektri.fikasi dilakukan
cakupan layanan
No Lokasi Prioritas Hri?hl{?h, Indikasi Intervensi
cl
c3
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. Cl: Kab.Sorong:
. C3: I(ab. Tambrauwt
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Sorong
Selatan*
. Kab.Raja Ampatn
Keterangan:
')Indikasi lokasi yang
memiliki kapasitas
tampungan at tinggi dan
luas wilayah sungaiyang
besar
*1Indikasi lokasi yanA
memiliki IRBI kekeringan
tinggi dan/atau
merupakan lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan iklim
bidang air
Peningkatan ketahanan airuntuk memenuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan, terutama di pulau-pulau kecil, melalui:
. Peningkatan kapasitastampungan/sumber daya air, dengan output
pembangunan embung dqn tampungan air lainnya
Penguatankawasan rawal air dilakukan melalui penyediaan gumbcr air
baku alternatif dE,rgfioutput pembangunan embung, pembangunan
sarana dan prasarana air baku,penyediaan infrastruktur dcs€linasi di
pulau-pul,au kecil,serta pengeboran sumber air di daerah terpencil rawan
air
D1
D2
Kawasan Afirmasi -
Daerah Tertinggal*:
. Dl: I(ab.Tambrauw
(ubi dan tuna-
cakalang-tongkol)
. D2: Kab. Maybrat
(ub,
1Daerah tertinggal juga
sudahtermasuk daerah
sangat tertinggal
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. PcEcouhan danpeningkatan akrcs layanan pendidikan, kesehatan,
sertaperlindungan sosial yang sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dqngjm, output afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, serta aktivasi balai desa dengan pelibatan masyarakat desa,
serta pelaksanaan banaran sosial adaptif
. Penguatanekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan inovasi melalui
pengembangan sentra pert nian dan perikanan terintegrasi, dengan
output: optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi
produktif, danpengendalian or8anis@c pengganggu tumbuhan (OP-IJ
tanamanperkebunan, peningkatan a.ks$ pembiayaan modal,
peningkatan sarana budi daya ikan laut yang disalurkan ke masyarakat,
pendampingan dari penyuluh kel,autan den perikanan kelompok pelaku
utama/usaha, pengembangan UMKM lokal, peningkatan daya saing
masyarakat,serta fasilitasi sosialisasi pembentukan koperasi dari
kelompok strategis
.Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar pemukiman sesuai
standar, serta peningkatan konektivitas intra danantarwilayah, dengan
output fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU;
peningkatan SPAM, SPAL, dansistem pengelolaan persampahan;
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK darrdigitalisasi masyarakat, pcrluaaar
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan aksca simpul ekonomi,
sertapengembangan sarana angkutan perintis l,aut, darat, dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risikobencana yang efisien dan tepat
gutur, denganoutput masyarakat di daerah tertinggal dan sangat
tertinggal yang ditingkatkankapasitasnya dalam penguatan mitigasi
bencana
berkas 7, hlm. 160 OCRcl
c3
. Cl: Kab.
. C3: I(ab. Tambrauwt
. Kab. Sorong
. Kab.
')
luas wilayah sungai
besar
*1
tinggi dan/atau
prioritas atau super
prioritas ketahanan iklim
bidang air
Peningkatan ketahanan air
. Peningkatan kapasitas
Penguatan
baku alternatif dE,rgfi
sarana dan prasarana air baku,
pulau-pul,au kecil,
air
D1
D2
. Dl: I(ab.
(ubi dan tuna-
. D2: Kab. Maybrat
(ub,
1
sudah
sangat tertinggal
. PcEcouhan dan
serta
. Penguatan
produktif, dan
tanaman
masyarakat,
.
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan
peningkatan SPAM, SPAL, dan
cepat, pengembangan SDM TIK darr
serta
. Pengelolaan dan pengurangan risiko
gutur, dengan
tertinggal yang ditingkatkan
bencana
No Lokasi Prioritas Hri?ru{?tu Indikasi Intervensi
D3 KawasanAfirmasi
D4Kawasan Perbatasan
Pengembangan kawasan perbatasan di kecamatan perbatasan prioritas,
melalui:
.Pemenuhan layanan dasar, dengan, output penyediaan rumah layak
huni,pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan,peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses internet dart listrik, pengawasan
pelaksanaan BBM I harga
.Penataan ruang kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan output: fasilitasi kampung siaga bencana terhadap
wargamasyarakat dilokasi rawan bencana, fasilitasi dan pembinaan
kelompokmasyarakat bidang lingkungan hidup dan bencana alam di
kawasan perbatasan
.Penguatan tata kelola pemerintahan di kawasan perbatasan, dengan
output piloting pengembangan kompetensi tematik bagi ASN di daerah
kawasan perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen
ASN
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D3: ficc. Ayau dan
Kcc.Kepulauan Ayau
(Kab. Raja Ampat)
. D4: Kec. Kwoor dan
Kec. Abun (Kab.
Tambrauw)
D5Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi:
. D5: NT KlaEono-
Segun - (IGb. Sorong)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun di Kab. Sorong,
melalui:
.Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan ja.lan non-status,
jembatan,sistem drainase, dan sararE permukiman di kawasan
transmigrasi, serta perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi,
danakses internet cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi
masyarakat, perluasan layanan penyiaran digital
.Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian di SatuanPermukiman dan Pusat SKP
(SatuanKawasan Pengembangan)
. Redistribusi aset (tanah)transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusansertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataandesa dan persebaran penduduk, dengan output: bantuan
saranapengembangan sosial budaya dan mental spiritual di kawasan
transmigrasi, perpindahan dan penempatan transmigran serta bantuan
catu pangan untuktransmigran.
.Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dangla\output: tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
D6Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D6: Kab. Raja Ampat
(Kawasan Perdesaan
Prioritas Kabupaten
RajaAmpat)
instruktur yangberkinerja tinggi di kawasan transmigrasi
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas di Kab. Raja A.mpat, melalui:
. Penyediaan layanandasar skala desa dan perdesaan, deng.n output
penyediaan nrEah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL,sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
.Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output, pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
danlistrik, serta penyediaan moda transportasi desa
.Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal
berbasis koEoditas kelapa dan pala, dengan q,.ttrut
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes dalam pengembanganagropolitan dan produk
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, den;ganoutput. fasilitasi
penguatan tata kelola desa dalarn pengembangan agropolitan
Pengembangan sekolah
terbuka dan sekolah
berpolaasrama:
. Kab,Tambrauw
(Daerah Sangat
Tertinggal)
Peningkatan akses dan mutu pel,ayanan pendidikan yang kontekstual Papua
seperti sekolah t terbuka, sekolah sepanjang hari, dan sekolah berpola
asrama, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
memprioritaskan Orang Asli Papua, dengan otltpuf penataan guru
berkas 7, hlm. 161 OCRD3 Kawasan
D4
.
huni,
kawasan perbatasan,
.
warga
kelompok
.
ASN
Prioritas:
. D3: ficc. Ayau dan
Kcc.
(Kab. Raja Ampat)
. D4: Kec. Kwoor dan
Kec. Abun (Kab.
D5
. D5: NT KlaEono-
Segun - (IGb. Sorong)
.
jembatan,
dan
.
sarana produksi pertanian di Satuan
(Satuan
. Redistribusi aset (tanah)
pengurusan
. Penataan
sarana
catu pangan untuk
.
dangla\
D6
Prioritas
. D6: Kab. Raja Ampat
Raja
instruktur yang
. Penyediaan layanan
penyediaan nrEah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL,
.
dan
.
berbasis koEoditas kelapa dan pala, dengan q,.ttrut
koperasi, dan BUMDes dalam pengembangan
unggulan desa
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, den;gan
berpola
. Kab,
(Daerah Sangat
. Pemenuhan dan peningkatan Eutu tenaga pendidik yang
No Lokasi Prioritas Hri?rui.qht Indikasi Intervensi si
Pengembangan sekolah
berpola asrama:
. Ikb. Raja
AEpatr(IGcamatqn
PerbatasanPrioritas)
. KotaSorong
a
diLdaB dan dil@en,serta peningkatan kompetensi gum dan tenaga
kependidikan yang mengikuti inovasi pembelajaran
Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenaga pendidik,dengan ou,put pemberian tunjangan khusus
bagi guru dikdas dan dikmen
Pemberian bantuan pendidikan serta makanan bergizi seimbang bagi
peserta didik, dengan output Pemberian Program Indonesia Pintar pada
siswaSD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
pemberian beasiswa afirmasi pendidikan menengah (ADEM) dan
pendidikan tinggi (ADIK)
Peningkatan tata kelola pendidikan, dengan output: pembinaan afirmasi,
serta pendampingan danpeningkatan mutu pada SD, SMP, dan SMA
Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, dengan output
rehabilitasi dan renovasisekolah dasar dan menengah
Peningkatan penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan, dengan
output. pembinaan peningkatan kesetaraan, serta akreditasi pada satuan
pendidikankesetaraan
Peningkatanliterasi, dengan output, pembinaan program literasi pada
generasi muda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
Penyusunankurikulum yang kontekstual wilayah Papua, dery8dl, ou$uX
penyusunan model kurikulum dan penyediaan perangkat pembelajaran
yang adaptif dankontekstual
Pengembangan sekolah
scpanjang hari:
. I(ab. Maybrat
(DaerahSangat
Tertinggal)
. Ikb.Sorong Selatan
Peningkatanakses dan
mutu Pelayanan
pendidikan:
.Seluruh
kabupaten /kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
.,]
:l
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tatakelola pembangunan kebudayaan dengan output
peningkatan kompetensitenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
.Pelestarian cagar budaya, nil,ai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya,serta perlindungan warisan budaya
.Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan auqrut event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan,serta
pengembanganevent filE dan musik berbaris budaya lokal
.Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah padaprogram perlindungan bahasa daerah,
sertaevent prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
Pelayanan kesehatan
bergerak:
. I(ab. RajaAmpat
(Kecamatan
PerbatasanPrioritas)
. I(ab.Tambrauw
(Daerah Sangat
Tertinggal)
. Ikb. Maybrat
(DaerahTertinggal)
Pembangunan RSUD
provinsi:
. KotaSorong
Peningkatan RS dad tipe
Dmenjadi tipe C:
. IGb. RajaAmpat
Peningkatanakses dan mutu pelayanan kesehatan, melalui:
.Penguatan tata kelola pelayaran kesehatan bergerak dan telemedicine,
dengan ouq t, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis
pelaksanaan pel,ayanankesehatan bergerak serta implementasi layanan
telemedicine
.Pendayagunaan tenaga kesehatan daD tenaga oedis dengan
memprioritaskan orang asli Papua, dengan output: penugasan khusus
tenaga medis dantenaga kesehatan pada fasyankes primer serta
pendayagunaan dokter spesialis di wil,ayah Papua
.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer dan rujukan,
termasuk sarana, prasarana, dan alat kesehatan, dengan output
peningkatan saraturpuskesmas, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes,penyediaan sarana, prasarana, a.lat kesehatan, dan obat,
pembinaan terkait l,ayanan primer dan rujukan, pembangunan fasilitas
kesehatan di daerah terpencil melalui konstruksi bangunan modular,
sertapembangunan RSUD Provinsi Papua Barat Daya
.Pemberian insentif, jaminan keamanan, dan jaminan kesejahteraan
untuk tenagamedis dan tenaga kesehatan
.Penyediaan moda transportasi mendukung pelayanan kesehatan
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
berkas 7, hlm. 162 OCRberpola asrama:
. Ikb. Raja
AEpatr(IGcamatqn
Perbatasan
. Kota
a
diLdaB dan dil@en,
untuk tenaga pendidik,
siswa
serta pendampingan dan
rehabilitasi dan renovasi
pendidikan
Peningkatan
Penyusunan
yang adaptif dan
scpanjang hari:
. I(ab. Maybrat
(Daerah
. Ikb.
Peningkatan
pendidikan:
.
kabupaten /kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
.,]
:l
Provinsi Papua Barat
Daya
. Peningkatan tata
peningkatan kompetensi
.
cagar budaya, dan benda budaya,
.
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan,
pengembangan
.
penutur bahasa daerah pada
serta
bergerak:
. I(ab. Raja
Perbatasan
. I(ab.
(Daerah Sangat
. Ikb. Maybrat
(Daerah
Pembangunan RSUD
provinsi:
. Kota
D
. IGb. Raja
Peningkatan
.
pelaksanaan pel,ayanan
.
tenaga medis dan
pendayagunaan dokter spesialis di wil,ayah Papua
.
peningkatan saratur
poskesdes,
serta
.
untuk tenaga
.
bergerak sesuai kondisi geografis wilayah
REPUELIK INOONESIA
NoLokasi Prioritas Hbruigh, Indikasi Intervensi
a Kab.Tambrauw'
(Daerah Tertinggal)
Kab. Maybrat
(DaerahTertinggal
Peningkatan akses dan
mutupelayanan
kesehatan:
. Seluruh
kabupaten/ kota di
Provinsi Papua Barat
Daya
Pengembangan inovasi obat tradisional dansuplemen kesehatan
Pengendalian penyakit
malaria:
. I(ab. Tambrauw
.Kab. Sorong
. Kab. RajaAmpat
. lfuta Sorong
. Kab. Maybrat
Pet Aendalianpenyakit
TBC:
. Kab. SorongSelatan
. I(ab. Sorong
. I(ab.Tambrauw
. I(ab. Maybrat
Pengendalian penyakit
filariasis, kusta,
frambusia, dan
HIv/AIDS:
. Provinsi PapuaBarat
Daya
Pengendalianpenyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahandan pengendalian penyakit TBC, dengan output penyediaan
tenagakesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan danpengendalian TBC, layanan penemuan aktif
TBC, sertabantuan stimulan perumahan swadaya dan peningkatan
hunian layak
.Eliminasi penyakit kusta, dengan output penyediaan alat dar bahar
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
.Eliminasi penyakit frambusia, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian frambusia, tenaga pen8 daan
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalianframbusia,
serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Eliminasi penyakitfilariasis, dengan output penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian filariasis, tenaga pengadaan
tenagakesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian filariasis, serta
peningkatan infrastruktur SPAM danSPAL
. Pencegahan danpengendalian penyakit malaria, denga,I output
penyediaan alat dan bahan kesehatanpencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatihpencegahan dan pengendalian
Ealaria, peningkatanlayanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
o Pencegahandan pengendalian penyakit HIV/AIDS, dengan output
penyediaantenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS
terlatihserta optimalisasi data
Provinsi Papua Barat
Daya
Penguatan percepatan pencegahan dsnpenurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
.Pendampingan secara lfiusus bagi pemerintah di Wilayah Papua
o Peningkatangizi, dengJa,J^ output pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pemberian tata laksananya, pemberian
makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita dai buller st@k, serta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan Emas (Emak-Emak
dan Anak-AnakMinum Susu serta Penambahan Vitamin)
. Peningkatanakses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output peni,rd<,;ta[r infrastruktur SPAM dan SPAL
.Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan stunting,
dengan outputpenyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanyepencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasiperubahan perilaku, terutama perilaku pemberian makan
.Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
ou,putpenguatan puskesmas, gedung pelayanan kesehatan ibu dan
anak,peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasiprogram KB
berkas 7, hlm. 163 OCRNo
a Kab.
Kab. Maybrat
(Daerah
mutu
. Seluruh
kabupaten/ kota di
Daya
Pengembangan inovasi obat tradisional dan
malaria:
. I(ab. Tambrauw
.
. Kab. Raja
. lfuta Sorong
. Kab. Maybrat
Pet Aendalian
TBC:
. Kab. Sorong
. I(ab. Sorong
. I(ab.
. I(ab. Maybrat
Pengendalian penyakit
HIv/AIDS:
. Provinsi Papua
Daya
Pengendalian
melalui:
. Pencegahan
tenaga
layanan pencegahan dan
TBC, serta
.
.
tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
. Eliminasi penyakit
tenaga
peningkatan infrastruktur SPAM dan
. Pencegahan dan
penyediaan alat dan bahan kesehatan
malaria, tenaga kesehatan terlatih
Ealaria, peningkatan
o Pencegahan
penyediaan
terlatih
Provinsi Papua Barat
Daya
Penguatan percepatan pencegahan dsn
gizi lainnya melalui:
.
o Peningkatan
dan Anak-Anak
. Peningkatan
.
dengan output
gizi dan kampanye
komunikasi
.
ou,put
anak,
implementasi
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan integrasi perbaikan sektor di luar kesehatan lainnya yang
turut mendukung perbaikan gizi
Pemberantasan IUU
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
perairan dengan
Palau)
Peningkatan pertahanan
dankeamanan wilayah:
. ProvirNi PapuaBarat
Daya
Peningkatan pertahanan dan keamanan trrilayoh, termasuk pemberantasan
Ilru FIshing pada wPP 717,melalui:
. Penegakan regulasi dan upayapertahanan keamanan l,aut, dengan
output peningkatan operasi kapal datr speedboat pengawas, serta patroli
mandiri
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan,dengan output: lembaga
pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik
Indonesia (WPPNRI) yangoperasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar,perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
IUU(illegal, unreported, unregulated) fishing.
.Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output pembangunanprasarana serta perawatan armada pengawasan
sumber dayakelautan dan perikanan (SDKP)
.Pelibatan tokoh adat, agama, dan perempuan dalam upaya pencegahan
konflik sosial, dengan output: peningkatan peran FKUB dalam
pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik daerah serta pendekatan hak
asasi manusia dan pelibatan multipihak al.l,mmendorong situasi HAM
yang kondusif di Papua
.Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan keamanan dan
ketertiban wilayah, dengan output fasilitasi pemberdayaan masyarakat
pesisir peduli kcarDaran, kesel,amatan, dan penegakan hukum batas
wilayah laut
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan pengakuan danperlindungan hukum atas masyarakat adat dan
tanah ulayat, melalui:
.Inventarisasi, penjaminan hak, dan pelestarian adat dan tradisi
masyarakat hukum adat, dengan output peningkatan data inventarisasi
tanah ulayat, penetapan hutan adat,dan pengembangan hutan adat
.Peningkatan pemberdayaan masyarakat hukum adat dan kelembagaan
adat, denganoutput: penguatan lembaga kepercayaan dan lembaga adat,
serta pemberdayaan warga komunitas adatterpencil
. Percepatan penyusunanperaturan daerah tentang pengakuan dan
perlindungan masyarakathukum adat yang dilengkapi peta delineasi
tanah ulayat
E1
E2
KawasanKonservasi:
. El:Geopark Raja
Ampat, KI(N dan
KKD Kcp. Raja
Ampat, serta KKN
Kep. Waigeo Sebelah
Barat (Kab. Raja
Ampat)
. E2: Kawasan
Konservasi dan
Keanekaragaman
HayatiTeluk Bintuni
(Kab. SorongSelatan)
Perlindungan,pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
.Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dcaryan
outputpenegakan penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasankonservasi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi,kebijakan pengelolaan KKPRL (Kesesuaian Kegiatan
Pcma aatan Ruang Laut),dan penanganan kasus tindak pidana LHK
nL
. Optimalisasi tata kelolakelembagaan kawasan konservasi, dengan
output optimalisasi pengelolaan lembaga konservasi, penguatan
perencanaan kawasan konservasi, dan pengendalian kebakaran di
kawasan konservasi
. Pengurangan statusketerancaman spesies dan ekosistem, dengan
output inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yang
terancam punah
.Pengelolaan pemanfaatan kawasan konservasi, dengan output
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutankonservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon,
pemanfaatan data dalam pengelolaan kawasan, peningkatan efektivitas
pengelolaan kawasan, optimalisasi pendanaan,serta implementasi
rencana induk pcngeEb a,lga,igeopark
.Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan kawasan
konservasi, derrg,'ioutput: pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, sertapembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
berkas 7, hlm. 164 OCRturut mendukung perbaikan gizi
Fishing:
. WPP 717 (perbatasan
Palau)
dan
. ProvirNi Papua
Daya
Ilru FIshing pada wPP 717,
. Penegakan regulasi dan upaya
. Penguatan tata kelol,a dan kelembagaan,
Indonesia (WPPNRI) yang
liar, pembalakan liar,
IUU
.
output pembangunan
sumber daya
.
asasi manusia dan pelibatan multipihak al.l,m
yang kondusif di Papua
.
wilayah laut
Provinsi Papua Barat
Daya
Peningkatan pengakuan dan
tanah ulayat, melalui:
.
tanah ulayat, penetapan hutan adat,
.
adat, dengan
serta pemberdayaan warga komunitas adat
. Percepatan penyusunan
perlindungan masyarakat
tanah ulayat
E1
E2
Kawasan
. El:
KKD Kcp. Raja
Kep. Waigeo Sebelah
Barat (Kab. Raja
. E2: Kawasan
Keanekaragaman
Hayati
(Kab. Sorong
Perlindungan,
.
output
kawasan
konservasi,
Pcma aatan Ruang Laut),
nL
. Optimalisasi tata kelola
. Pengurangan status
.
hutan
pengelolaan kawasan, optimalisasi pendanaan,
rencana induk pcngeEb a,lga,i
.
konservasi, derrg,'i
masyarakat, serta
No Lokasi Prioritas Higrurbht Indikasi Intervensi
:')
Peningkatan sarana prasarana pengelolaan dan monitoring ekosistem
Pengembangan potensi geopark Raja Ampat, denga,r output
pengembangan sarana dan prasarana di destinasi wisata dan fasilitasi
usahaekonomi produktif kelompok masyarakat
E3 Lingkungan Hidup:
Ei+ . Provinsi Papua Barat
Daya
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi:
. E3: Kota Sorong
. P+: IGb. Maybrat
Peningkatanperlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan
Pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim, melalui:
. Peningkatan kapasitas danketerlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana danperubahan iklim, dengan output penguatan
kampung/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang
iklim tematik wilayah timur serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistq! dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasiperubahan iklim, dengan output penguatan
respons shteE peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim,
pembangunan pengaman pantai, pemulihan ekosistem mangrove,
penerapan Nature-Based Solution d?trl. Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami, serta retrofit atau penguatan infrastruktur publik
berketahanan seismik funtuk mitigasi ancaman tsunami, serta retrofit
atau penguataninfrastruktur publik berketahanan seismik
. Pelestarian hutan dankeanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalurjelajah satwa
. Pemulihanekosistem yang terdegradasi, dengan output: pemulihan
lahan rusak dankritis, pemulihan ekosistem perairan, serta reklamasi
pascatambang
berkas 7, hlm. 165 OCR:')
usaha
E3 Lingkungan Hidup:
Ei+ . Provinsi Papua Barat
Daya
Kawasan Rawan Bencana
. E3: Kota Sorong
. P+: IGb. Maybrat
Peningkatan
. Peningkatan kapasitas dan
bencana dan
. Pengembangan sistq! dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi
atau penguatan
. Pelestarian hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur
. Pemulihan
lahan rusak dan
pasca
- 3:to -
o
-,fr
Froa.D dE Dcornute bboorbo Altll pd. dr.rrb oboE b.ru
hi[tl.tu LrE dtr. gDX dm DeCi@ LbaJ.A8I{, dcnlr cdFt
FITTiT
ed@lrn pubE rntrrk
dn
mfrl
gdra ,lrrl,ll,,, c4l,,lt
adoiniaErC Etr pcolrq,rtr
I'rh
n
PRESIDENREPUBLIK INDONESIA,
trd.
Salinan rcrud dengan aslinya
Perundang-undangan dan
o
-,fr
Froa.D dE Dcornute bboorbo Altll pd. dr.rrb oboE b.ru
hi[tl.tu LrE dtr. gDX dm DeCi@ LbaJ.A8I{, dcnlr cdFt
FITTiT
ed@lrn pubE rntrrk
dn
mfrl
gdra ,lrrl,ll,,, c4l,,lt
adoiniaErC Etr pcolrq,rtr
I'rh
n
PRESIDEN
trd.