Lampiran IV

berkas 6, hlm. 1 OCR
REPUBLTK INDONESIA
LAMPIRAN IV
PERATURAN PRESIDEN REPUBUK INDONESIA
NOMOR 12 TAHUN 2025
TENTANG
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA
MENENGAH NASIONAL TAHUN 2025_2029
ARAH PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL
TAHUN 2025-2029
berkas 6, hlm. 2 OCR
1. Wilayah Sumatera
1.1 Provinsi Aceh
A7
EN — Banda Aceh ACEH
A1 @.
2 ca nan, LEGENDA
a N Pertumbuhan
LV S |
B3 | Kawasan Komoditas Unggulan
b A32. AN
. c3 - B1 £ Kawasan Swasembada
& / 3 " y. Pangan, Air, dan Energi
NG £ A5
S8, c3 C2 kan A8. Kawasan Afirmasi
: , B2 y
A4 FN HA $ Kawasan Konservasi dan
4 ON . 2 nu AN Rawan Bencana
| B3 . if (@! ibu Kota Provinsi
& E1 3g ko) Bandar Udara
Na 9 Pelabuhan
N
1 me Jalan Nasional
AN Na an "»: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
“ . Batas Administrasi
bu naat, .
£ m A6 £
ig SH 3 C. Kawasan Swasembada
3 21 NA Pangan, Air, dan Energi
SD 3 si
o d J Swasembada Pangan
. 1 Pesisir Utara Aceh (Kab. Aceh Besar,
Kab. Pidie, Kab. Pidie Jaya, Kab.
A. Kawasan Pertumbuhan Bireuen, Kab. Aceh Utara, Kab. Aceh
Timur, Kab. Aceh Tamiang)
1 Kawasan Perkotaan Banda Aceh-Jantho
2 Kawasan Perkotaan Lhokseumawe dan Kawasan Swasembada Air dan Energi
Pengembangan Industri Arun-Lhokseumawe 2 DT Gayo (Kab. Aceh Tengah dan Kab.
3 Kawasan Perkotaan Takengon dan Kawasan Pariwisata & Bener Meriah)
Ekonomi Kreatif Unggulan DT Gayo-Danau Laut Tawar
4 Kawasan Perkotaan Meulaboh Swasembada Pangan dan Energi
5 — Kawasan Perkotaan Langsa 3 Pesisir Barat Aceh (Kab. Aceh Jaya,
6 Kawasan Perkotaan Subulussalam Kab. Aceh Barat, Kab. Nagan Raya,
7 KPBPB Sabang dan Kab. Aceh Barat Daya)
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Kopi 1 Simeulue (Daerah Terdepan dan
1 DT Gayo (Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah) Percepatan Pemerataan
Pembangunan)
Sawit dan Karet
2 Pesisir Timur Laut Aceh (Kab. Aceh Timur dan Kab. Aceh 3
Tamiang) E. Kawasan Konservasi/Rawan
3 Pesisir Barat-Selatan Aceh (Kab. Aceh Jaya, Kab. Aceh Bencana
Barat, Kab. Nagan Raya, Kab. Aceh Barat Daya, Kab. Aceh ATK Gunung Layar
Selatan, Kab. Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam) 9
berkas 6, hlm. 3
IIITJN
Sasaran Pembangunan Provinsi Aceh
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A7
Kawasan Perkotaan
Banda Aceh-Jantho (A1)
dan KPBPB Sabang (A7)
• Kota Banda Aceh
• Kab. Aceh Besar
• Kota Sabang
• Pengembangan KPBPB Sabang kawasan perdagangan bebas dan
pelabuhan bebas yang berdaya saing, berwawasan maritim, dan globally
connected, melalui:
o Pengembangan Pelabuhan CT-3 dan CT-1 Sabang
o Penguatan industri transportasi laut di Sabang
o Pengembangan Sabang Integrated Special Tourism Zone
o Urban renewal Kota Tua Sabang
o Pengembangan Sabang International Maritime Research Center dan
University
o Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker,
jantung, stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD
Provinsi dan Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Sabang (PHTC)
o Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Sabang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Banda Aceh-Jantho,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Banda Aceh dan Sabang (PHTC)
• Pembangunan jalan missing link Jantho–Keumala
• Penguatan Sabang sebagai kawasan pertahanan dan keamanan lintas
matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah perbatasan
dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan World Class Islamic University pada UIN Ar-Raniry
• Pengembangan SPAM Regional Banda Aceh-Aceh Besar
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Banda Aceh
A2 Kawasan Perkotaan
Lhokseumawe dan
Kawasan Pengembangan
Industri Arun-
Lhokseumawe
• Kota Lhokseumawe
• Kab. Aceh Utara
• Kab. Bireuen
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Lhokseumawe,
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
1,1
1,1
65,2
46,8
0,254 – 0,258
0,290 – 0,293
6,39 – 7,39
12,00 – 13,00
…………….
53,63
36,08
0,60
0,57
4,07 – 4,94
4,60 – 5,28
83,56
82,89
5,8
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 6, hlm. 4
SK No25l0MA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan KEK Arun Lhokseumawe (sektor industri prioritas:
hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri makanan dan
minuman, industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, dan industri
energi dan green hydrogen)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi lanjutan gas bumi, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti olefin, aromatik, DME
• Pengembangan Pelabuhan Krueng Geukeuh
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Lhokseumawe (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Lhokseumawe-Aceh Utara
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Pusong Lhokseumawe
• Pengembangan kota agropolitan Lhokseumawe
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. Fauziah Bireuen (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Lhokseumawe–Bireuen
• Pengembangan Bandar Udara Malikussaleh (peningkatan terminal)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Perkotaan
Takengon dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Dataran Tinggi
Gayo-Danau Laut Tawar
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Gayo Lues
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Takengon, melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan kota agropolitan Takengon
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Banda Aceh dan Sabang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Takengon-Redelong
• Pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif unggulan DT
Gayo-Danau Laut Tawar melalui peningkatan 6A kepariwisataan secara
holistik
• Penataan kawasan waterfront Danau Laut Tawar di Takengon
• Preservasi jalan ruas Lhokseumawe–Redelong–Takengon dan Takengon–
Blangkejeren
• Penuntasan pembangunan jalan ruas Geumpang–Pameu
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Datu Beru (PHTC)
• Pembangunan Jembatan Enang-Enang (Kab. Bener Meriah)
A4 Kawasan Perkotaan
Meulaboh
• Kab. Aceh Barat
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Meulaboh, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
berkas 6, hlm. 5
ETtjFIIEtrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Meulaboh (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Meulaboh
• Pengembangan terminal multipurpose Pelabuhan Meulaboh
• Preservasi jalan ruas Takengon–Meulaboh, Meulaboh–Calang,
Meulaboh–Sukamakmue–Blangpidie
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD provinsi dan
kab/kota, khususnya pada RSUD Cut Nyak Dhien (PHTC)
A5 Kawasan Perkotaan
Langsa
• Kota Langsa
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Langsa, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Langsa (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Langsa
• Pembangunan Jalan Tol Binjai–Langsa
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Langsa (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Langsa
A6 Kawasan Perkotaan
Subulussalam
• Kota Subulussalam
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Subulussalam, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Subulussalam (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Subulussalam
• Pengembangan kota agropolitan Subulussalam
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Subulussalam (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Subulussalam–Tapaktuan, Subulussalam-Singkil,
dan Subulussalam-Salak
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Pesisir Utara
Aceh
• Kab. Aceh Besar
• Kab. Pidie
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Alue Ubay, D. I. Krueng Pase, D. I. Jambo
Aye, D. I. Krueng Tiro, D. I. Krueng Aceh, D. I. Krueng Jreu
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
berkas 6, hlm. 6
REPUBLIK INOONESIA
SK No25t006A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Pidie Jaya
• Kab. Bireuen
• Kab. Aceh Utara
• Kab. Aceh Timur
• Kab. Aceh Tamiang
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pengembangan kawasan sentra produksi garam di Pidie, Aceh Utara, dan
Pidie Jaya
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada Andaman-North
Sumatera Basin
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Arun-Sigli
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Arun-Pangkalan Susu
• Pengembangan broodstock center udang
• Pengembangan kawasan sentra produksi garam di Pidie, Aceh Utara, dan
Pidie Jaya
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Aceh Besar: Mesjid Raya
o Kab. Pidie: Batee, Kota Sigli, Simpang Tiga
o Kab. Pidie Jaya: Panteraja, Meurah Dua, Ulim
o Kab. Bireuen: Kuala
o Kab. Aceh Utara: Dewantara, Samudera, Lapang, Baktiya Barat
o Kota Lhokseumawe: Muara Satu, Muara Dua, Banda Sakti, Blang
Mangat
o Kab. Aceh Timur: Madat, Nurussalam, Darul Aman, Idi Rayeuk, Idi
Timur, Peudawa, Peureulak Barat, Peureulak, Peureulak Timur,
Rantau Selamat, Birem Bayeun
o Kota Langsa: Langsa Barat
berkas 6, hlm. 7
REPUELIK INOONESIA
ITEN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C2 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Dataran
Tinggi Gayo
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Aceh Tengah
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Pasee–Peusangan dan WS Jambo Aye
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Laut Tawar dan DAS Peusangan
• Revitalisasi Danau Laut Tawar
• Pembangunan infrastruktur PLTS Apung Danau Laut Tawar
• Pembangunan infrastruktur PLTA Peusangan II
C3 Kawasan Swasembada
Pangan dan Energi
Pesisir Barat Aceh
• Kab. Aceh Jaya
• Kab. Aceh Barat
• Kab. Nagan Raya
• Kab. Aceh Barat
Daya
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi Tutut
(Kab. Aceh Barat dan Kab. Nagan Raya)
• Pengembangan gasifikasi batu bara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Lhok Guci, D. I. Susoh, dan D. I. Jeuram
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Jembatan Spiral Geureute
pada Lintas Jalan Nasional Banda Aceh–Calang
• Kawasan Perdesaan Budidaya Perikanan Air Tawar Terpadu Kab. Nagan
Raya
D1 Kawasan Afirmasi
Simeulue (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Simeulue
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Preservasi jalan Lingkar Simeulue
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
berkas 6, hlm. 8
REPTIBLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
perkebunan (kelapa dan pala)
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sinabang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Sinabang
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaut
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kab. Simeulue (PHTC)
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi Dataran
Tinggi Gayo
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Bener Meriah
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (kopi)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi)
• Peningkatan mutu produk pertanian (kopi)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Karet Pesisir Timur Aceh
(B2) dan Pesisir Barat-
Selatan Aceh (B3)
• B2: Pesisir Timur:
Kab. Aceh Timur,
Kab. Aceh Tamiang
• B3: Pesisir Barat-
Selatan: Kab. Aceh
Jaya, Kab. Aceh
Barat, Kab. Nagan
Raya, Kab. Aceh
Barat Daya, Kab.
Aceh Selatan, Kab.
Aceh Singkil
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
karet)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan karet)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan karet)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
karet)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung Leuser
• Kab. Gayo Lues
• Kab. Aceh Barat
Daya
• Kab. Aceh Tenggara
• Kab. Aceh Selatan
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan dan satwa
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
berkas 6, hlm. 9
REPUELTK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Bener Meriah
• Kab. Aceh Singkil
• Kab. Aceh Tengah
• Kab. Gayo Lues
• Kab. Pidie
• Kab. Nagan Raya
• Kab. Aceh Utara
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Aceh • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir, antara lain
melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
berkas 6, hlm. 10
- lo-
SK No25l0l0A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Penguatan pendidikan Islam bertaraf global, melalui:
o Peningkatan kualitas pendidikan dayah dan pendidikan keagamaan
o Rekognisi lulusan pendidikan keagamaan dan pendidikan
dayah/pesantren
o Penguatan penjaminan mutu pendidikan keagamaan dan pendidikan
dayah/pesantren
berkas 6, hlm. 11 OCR
, 3
1.2 Provinsi Sumatera Utara
N $
RN NG
N SUMATERA UTARA
N ( 2: edan .
1 AT
KINI LEGENDA
E2 .
1 # ni Kawasan
Ku 3 1 : C1 : Ko Pertumbuhan
1 1 € Pa awasan Komoditas Un ulan
L . he / Das “ B9 K: Komoditas Unggul
NN raman Oterreaa, is: Kawasan Swasembada
TA S Ng 3 Fa Pangan, Air, dan Energi
X AS Tg 1 Kawasan Afirmasi
p . B1 Kawasan Konservasi dan
Da N L Rawan Bencana
un $) Kg — (@! ibu Kota Provinsi
? 51 Bandar Udara
(s
" B1 ko) Pelabuhan
. TO, Kp RA
“$ H | “y Pa N me Jalan Nasional
B3 ND) A4 G SA : - "sa. Rencana Yatan To & Non Tol)
« A7 1 L N : Batas Administrasi
Na LS SL 0 C. Kawasan Swasembada
1 " NG Pangan, Air, dan Energi
SJ E1 5
, Swasembada Pangan
Ian 1 Sumatera Timur (Kab. Langkat, Kab.
. CD. 3 X Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai,
& NN NN . Sa ( Kab. Simalungun, Kab. Batubara, Kab.
S3 ! N Pa Asahan, Kab. Labuhanbatu)
: Ong Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Di Ta f N 2 Bukit Barisan Utara (Kab. Toba, Kab.
" | Samosir, Kab. Humbang Hasundutan,
A. Kawasan Pertumbuhan Kab. Tapanuli Utara, Kab. Dairi, Kab.
Pakpak Bharat, Kab. Tapanuli Tengah,
1 Wilayah Metropolitan Medan dan Kawasan Pengembangan Kab. Karo)
Industri Medan-Binjai-Deli Serdang
2 Kawasan Pengembangan Industri Kualatanjung-Seimangkei Swasembada Pangan dan Air
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Danau 3 Batang Angkola-Batang Gadis (Kab.
Toba (termasuk Kawasan Perkotaan Balige) Tapanuli Selatan, Kab. Mandailing
4 Kawasan Perkotaan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan Natal)
5 Kawasan Perkotaan Rantauprapat
6 Kawasan Perkotaan Kabanjahe .
7 Kawasan Perkotaan Gunungsitoli D. Kawasan Afirmasi
. 1 Kep. Nias (Kab. Nias Utara, Kab. Nias,
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kab. Nias Barat, Kab. Nias Selatan,
, Kota Gunungsitoli) (Daerah Terdepan
Sawit, Karet, Kelapa dan Percepatan Pengentasan
1 Asahan-Labuhanbatu-Padanglawas (Kab. Asahan, Kab. Kemiskinan)
Labuhanbatu Utara, Kab. Labuhanbatu, Kab. Labuhanbatu
Selatan, Kab. Padanglawas, Kab. Padanglawas Utara -
: 9 / E. Kawasan Konservasi/Rawan
Ekonomi Biru Bencana
2 Asahan-Tanjungbalai (Kota Tanjungbalai, Kab. Asahan) 1 TN Batang Gadis
3 Nias Utara (Kab. Nias Utara) 2 TN Gunung Leuser
berkas 6, hlm. 12
-t2-
SK No25l0l2A
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Utara
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Wilayah Metropolitan
Medan dan Kawasan
Pengembangan Industri
Medan-Binjai-Deli
Serdang
• Kota Medan
• Kota Binjai
• Kab. Deli Serdang
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Medan, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Medan
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di WM Medan
melalui pembangunan BRT dan peningkatan kereta komuter
• Pengembangan TPST skala regional Medan–Deli Serdang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Medan, termasuk penerapan NBS, SIH3, dan FEWS
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Medan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Medan (PHTC)
• Pengembangan RSU Haji Medan menuju rumah sakit berstandar
internasional
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAL dr.
Komang Makes (Kota Medan)
• Penataan Kota Lama Kesawan
• Pembangunan SPAM Regional Medan–Binjai–Deli Serdang
• Pengembangan Aeropolis Kualanamu
• Medan Urban Traffic Improvement Project
• Pengembangan koridor industri Medan-Binjai-Deli Serdang (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri
makanan dan minuman, industri perikanan, industri kimia, industri
kosmetik dan farmasi, dan industri mesin dan perlengkapan)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta
5,3
5,2
115,3
78,4
0,287 – 0,291
0,303 – 0,305
2,82 – 3,82
6,96 – 7,46
18,52
1,00
0,57
0,54
4,74 – 5,20
5,27 – 5,56
77,87
6,8 77,20
(Rata-rata
2025–2029)
7,6
(2029)
berkas 6, hlm. 13
SK No25l0l3A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
produk hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan
karbon aktif
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Pangkalan Susu-Medan Barat
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Galang-Medan Timur
• Pengembangan pusat inkubasi kewirausahaan dan UMKM di kawasan
Deli Sport City
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Belawan
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A2 Kawasan Pengembangan
Industri Kualatanjung-
Sei Mangkei
• Kab. Batubara
• Kab. Simalungun
• Pengembangan koridor industri Kualatanjung-Sei Mangkei (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri
makanan dan minuman, industri kimia, industri kosmetik dan farmasi,
hilirisasi bauksit, industri mesin dan perlengkapan, dan industri logam,
besi, dan baja)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk
hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium
• Pengembangan KEK Sei Mangkei
• Pengembangan KI Kualatanjung
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kota penyangga Inderapura dan Perdagangan (PHTC)
• Pengembangan SPAM Kualatanjung-Inderapura dan SPAM Sei Mangkei-
Perdagangan
• Pengembangan Kota Penyangga Inderapura (Kab. Batubara) (rumah
sakit, pasar modern, terminal bus)
• Pengembangan Kota Penyangga Perdagangan (Kab. Simalungun) (BLK,
pasar modern, terminal bus)
• Pengembangan kelas jauh Politeknik Negeri Medan
• Pengembangan SUTET 500 kV Galang-Rantauprapat-Perawang
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Utara-Riau
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada kota penyangga Indrapura
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Danau Toba
dan Kawasan Perkotaan
Balige (Destinasi
• Peningkatan 6A Pariwisata dan Urban Renewal di Parapat-Ajibata,
Balige, Baktiraja, Pangururan, Silalahi-Paropo, Merek, dan Ambarita-
Tomok
• Pengembangan Kawasan Terpadu Sibandan Special Tourism Zone
berkas 6, hlm. 14
EIitjFIIEtrN
SK No25l0l4A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pariwisata Prioritas
Danau Toba)
• Kab. Toba
• Kab. Samosir
• Kab. Humbang
Hasundutan
• Kab. Tapanuli Utara
• Kab. Dairi
• Kab. Karo
• Kab. Simalungun
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah, serta
Pusat Riset Kebudayaan Bertaraf Internasional
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Balige, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Balige (PHTC)
• Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Ajibata
• Pengembangan SPAM Perkotaan Balige dan SPAM Pulau Samosir
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Pematangsiantar-
Parapat-Balige-Siborongborong
• Pengembangan kota agropolitan Balige
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada di kawasan perkotaan Balige (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Balige–Siborongborong–Doloksanggul–Tele–
Sidikalang, Tele–Panguruan, Lingkar Samosir, Siborongborong-
Tarutung–Sipirok, dan Tarutung–Sibolga
A4 Kawasan Perkotaan
Sibolga-Pandan-
Padangsidimpuan
• Kota Sibolga
• Kab. Tapanuli
Tengah
• Kota
Padangsidimpuan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sibolga-Pandan-
Padangsidimpuan, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sibolga-Pandan-Padangsidimpuan
(PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Sibolga-Pandan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Padangsidimpuan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Sibolga
• Pengembangan Pelabuhan Sibolga
• Pengembangan kota agropolitan Padangsidimpuan
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kab. Tapanuli Selatan (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Sibolga–Pandan–Padangsidimpuan,
Padangsidimpuan–Sipirok–Tarutung, Sibolga–Tarutung,
Padangsidimpuan–Aekgodang–Gunungtua, Padangsidimpuan–
Aekgodang–Sibuhuan, dan Padangsidimpuan–Panyabungan
A5 Kawasan Perkotaan
Rantauprapat
• Kab. Labuhanbatu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rantauprapat, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
berkas 6, hlm. 15
EFFIEtrN
- l5 -
SK No25l0l5A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Rantauprapat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Rantauprapat
• Pengembangan kota agropolitan Rantauprapat
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Rantauprapat (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Rantauprapat–Gunungtua-Sibuhuan
• Pembangunan Jalan Tol Rantauprapat-Kisaran
A6 Kawasan Perkotaan
Kabanjahe
• Kab. Karo
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Kabanjahe, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kabanjahe (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Kabanjahe-Berastagi
• Pengembangan kota agropolitan Kabanjahe-Berastagi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kabupaten Karo (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Kabanjahe–Berastagi–Medan, Kabanjahe–
Sidikalang–Subulussalam, Kabanjahe–Kutacane
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Sumatera Timur
• Kab. Langkat
• Kab. Deli Serdang
• Kab. Serdang
Bedagai
• Kab. Simalungun
• Kab. Asahan
• Kab. Labuhanbatu
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Bandar Sidoras dan D. I. Namu Sirasira
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
berkas 6, hlm. 16
REPUBLIK INDONES
SK No25l0l7A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Langkat: Pematang Jaya, Pangkalan Susu, Berandan Barat,
Gebang, Tanjung Pura
o Kab. Serdang Bedagai: Tanjung Beringin, Bandar Khalipah
o Kab. Batu Bara: Sei Suka
o Kab. Asahan: Silau Laut, Sei Kepayang Timur
C2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bukit Barisan Utara
• Kab. Toba
• Kab. Samosir
• Kab. Humbang
Hasundutan
• Kab. Tapanuli Utara
• Kab. Dairi
• Kab. Karo
• Kab. Pakpak Bharat
• Kab. Tapanuli
Tengah
• Pengembangan KSPP Sumatera Utara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (Intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, serta
peningkatan produktivitas petani
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Toba-Asahan, terutama pada Sub-DAS Asahan dan
Sub-DAS Asahan Hulu (Danau Toba)
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Toba dan Sub-DAS Asahan
• Revitalisasi Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur PLTA Simonggo
• Pembangunan infrastruktur PLTA Asahan III dan IV
• Pembangunan infrastruktur PLTA PS Danau Toba
• Pembangunan PLTS Apung Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur PLTA Batangtoru
• Pengembangan PLTP Sarulla
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Galang-PLTA PS Danau Toba
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Sarulla-PLTA Batangtoru
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Sarulla-Rantauprapat
berkas 6, hlm. 17
SK No25l0l8A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
C3 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Batang
Angkola-Batang Gadis
• Kab. Tapanuli
Selatan
• Kab. Mandailing
Natal
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Batahan dan D. I. Batang Angkola
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batang Angkola-Batang Gadis, terutama pada DAS
Batang Gadis
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Batang Gadis dan Danau Siais
D1
A7
Kawasan Afirmasi
Kepulauan Nias (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
(D1) dan Kawasan
Perkotaan Gunungsitoli
(A7)
• Kab. Nias
• Kab. Nias Utara*
• Kab. Nias Barat
• Kab. Nias Selatan
• Kota Gunungsitoli
Keterangan:
*) Daerah Tertinggal
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar dan Trans Nias
• Pengembangan Pelabuhan Gunungsitoli
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
perkebunan (kelapa dan pisang)
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Gunungsitoli, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
berkas 6, hlm. 18
REPUBLIK lNDONESIA
-la-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Gunungsitoli
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Gunungsitoli (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. M. Thomsen Nias (PHTC)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Nias Utara,
Kab. Nias Barat dan Kab. Nias Selatan
• Peningkatan 6A Pariwisata di Telukdalam, Kep. Hinako, Lahewa-
Tureloto, Kep. Batu
• Pengembangan jaringan/daerah irigasi baru di WS Nias
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran
digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kelapa Asahan-
Labuhanbatu-
Padanglawas
• Kab. Asahan
• Kab. Labuhanbatu
• Kab. Labuhanbatu
Utara
• Kab. Labuhanbatu
Selatan
• Kab. Padanglawas
• Kab. Padanglawas
Utara
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Asahan-Tanjungbalai
• Kota Tanjungbalai
• Kab. Asahan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Tanjungbalai
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B3 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Nias Utara
• Kab. Nias Utara
• Pengembangan pelabuhan perikanan di Lahewa
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
berkas 6, hlm. 19
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN
Batang Gadis (E1) dan TN
Gunung Leuser (E2)
• TN Batang Gadis:
Kab. Mandailing
Natal
• TN Gunung Leuser:
Kab. Langkat
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Sumatera Utara
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Padangsidimpuan
• Kab. Labuhanbatu
Selatan
• Kab. Mandailing
Natal
• Kab. Padanglawas
• Kab. Padanglawas
Utara
• Kab. Labuhanbatu
Utara
• Kab. Nias Selatan
• Kab. Pakpak Bharat
• Kab. Nias Utara
• Kab. Nias Barat
• Kab. Langkat
• Kab. Nias
• Kota Gunungsitoli
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera Utara • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
berkas 6, hlm. 20
SK No25l02tA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Sumatera Utara, antara lain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Sumatera Utara, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 21 OCR
1.3 Provinsi Sumatera Barat
yg 2 NS
an au “PX SUMATERA
Ri LN 1 5 MP
- YUL ag BARAT
- " Bia” 2 1
C2) ma h
A2 |
ra TN LEGENDA
2 O2 1 Naa Sau 4 Kawasan Komoditas Unggulan
N Padang Taj...) C1 TS
1 x ia - Kawasan Swasembada
4 Tn 3 1 Pangan, Air, dan Energi
Di: - E1 " Pe. Kawasan Afirmasi
x NA Ki K id
Ta. € (@! Ibu Kota Provinsi
8 D0 . 4
d 9 Bandar Udara
x Pa NN Pi
Ki D1 A " (o) Pelabuhan
IN £
€ me Jalan Nasional
Ta ss: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
e Da Es Batas Administrasi
' 1
" TN
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Padang-Pariaman . .
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Dataran Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Tinggi Minangkabau (termasuk Kawasan Perkotaan Bukittinggi- 1 Dataran Tinggi Minangkabau (Kab.
Padangpanjang dan Solok-Sawahlunto) Solok, Kab. Tanah Datar, Kab.
Solok Selatan, Kab. Pasaman,
Kab. Limapuluh Kota, Kab.
: Sijunjun
B. Kawasan Komoditas Unggulan Junjung)
. .»: Swasembada Pangan
aa ar an Biru 2 Minangkabau Pesisir (Kab. Pesisir
Tea TAG Selatan, Kab. Padang Pariaman,
Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat)
D. Kawasan Afirmasi
E. Kawasan
1 Kep. Mentawai (Daerah Terdepan dan Percepatan Konservasi/Rawan Bencana
Pengentasan Kemiskinan)
1 TN Kerinci-Seblat
berkas 6, hlm. 22
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Padang-Pariaman
• Kota Padang
• Kota Pariaman
• Kab. Padang
Pariaman
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Padang-Pariaman,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri rintisan Padang-Pariaman (sektor
industri prioritas: hilirisasi kelapa, hilirisasi kelapa sawit, industri
makanan dan minuman, dan industri transportasi laut dan galangan
kapal)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Bungus
• Pembangunan SPAM Regional Padang-Padang Pariaman-Pariaman
• Pembangunan TPST Regional Padang-Padang Pariaman-Pariaman
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Padang (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Padang–Mandeh–Painan–Tapan
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Padang-Pariaman
A2 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Dataran Tinggi
Minangkabau (termasuk
Kawasan Perkotaan
Bukittinggi-
Padangpanjang dan
Kawasan Perkotaan
Solok-Sawahlunto)
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
• Kab. Solok
• Kab. Limapuluh Kota
• Kab. Sijunjung
• Kota Bukittinggi
• Kota Padangpanjang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bukittinggi-
Padangpanjang dan Solok-Sawahlunto, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Peningkatan 6A Pariwisata, Urban Renewal, dan pembangunan Pasar
Wisata Terintegrasi Pusat Seni dan Kebudayaan di Bukittinggi,
Sawahlunto, Solok, Batusangkar, Payakumbuh, dan Padangpanjang
• Pengembangan kawasan pariwisata sejarah PDRI di Kototinggi
• Pengembangan kawasan pariwisata budaya Kampung Adat Sijunjung
• Revitalisasi situs purbakala Gua Lida Ajer
1,6
1,5
90,2
61,8
0,243 – 0,247
0,274 – 0,279
2,40 – 3,40
4,50 – 5,10
65,89
52,62
0,63
0,59
4,51 – 5,37
5,37 – 5,76
78,79
6,4 77,95
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 6, hlm. 23
SK No25l024A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kota Solok
• Kota Sawahlunto
• Kota Payakumbuh
• Pengembangan Kawasan Terpadu Kandi di Sawahlunto
• Penataan waterfront Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan Dibawah
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Bukittinggi-Padangpanjang dan Solok-
Sawahlunto (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru
• Peningkatan jalur KA Kayutanam-Padangpanjang
• Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik
• Preservasi jalan ruas Padang–Arosuka–Solok, Solok–Padang Aro, Solok–
Sawahlunto–Muarosijunjung–Pulaupunjung–Muarobungo,
Muarosijunjung–Teluk Kuantan, Padangpanjang–Batusangkar,
Bukittinggi–Danau Maninjau–Lubukbasung–Padangsawah–Simpang
Ampek, Bukittinggi–Lubuksikaping
• Pengembangan kota agropolitan Bukittinggi dan Solok
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Achmad Mochtar di Bukittinggi
dan RSUD Sawahlunto (PHTC)
• Pembangunan TPST Regional Bukittinggi-Agam-Padangpanjang
• Pengembangan SPAM Regional Bukittinggi-Agam-Padangpanjang
• Pengembangan SPAM Perkotaan Solok dan SPAM Perkotaan Sawahlunto
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Bukittinggi
• Pembangunan sabo dam sebagai upaya mitigasi bencana alam gunung
api, terutama pada Kab. Agam, Kab. Padang Pariaman, dan Kab. Tanah
Datar
• Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Agam
C1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Dataran Tinggi
Minangkabau
• Kab. Tanah Datar
• Kab. Agam
• Kab. Solok
• Kab. Solok Selatan
• Kab. Limapuluh Kota
• Kab. Sijunjung
• Kab. Pasaman
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Sinamar, D. I. Batang Antokan, D.
I. Panti Rao
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
berkas 6, hlm. 24
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Indragiri, WS Akuaman, WS Selaut-Tarusan, WS
Masang-Pasaman
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan
Dibawah
• Revitalisasi Danau Singkarak, Maninjau, Diatas, dan Dibawah
• Pembangunan infrastruktur PLTP Muaralaboh
• Pembangunan infrastruktur PLTA Masang II
• Pembangunan PLTS Apung Danau Singkarak
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Payakumbuh-Perawang
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Muara Takung-Kamang Baru
(Kab. Sijunjung)
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Minangkabau
Pesisir
• Kab. Pesisir Selatan
• Kab. Padang
Pariaman
• Kab. Pasaman Barat
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Batang Anai, D. I. Batang Bayang, D. I.
Batang Tongar
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lunang Silaut (Kab. Pesisir
Selatan)
berkas 6, hlm. 25
BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
D1 Kawasan Afirmasi
Kepulauan Mentawai
(Daerah Terdepan dan
Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
• Kab. Kep. Mentawai
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan jalan Trans Mentawai
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kelapa dan sagu), hasil hutan dan agroforestri, dan perikanan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D ke tipe C, dan pengembangan layanan
unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung, stroke, dan sistem
rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan Kab/Kota,
khususnya pada RSUD Kep. Mentawai (PHTC)
• Peningkatan 6A Pariwisata di Sipora dan Siberut
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Tuapeijat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Tuapeijat
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Ekonomi Biru Pasaman
Barat
• Kab. Pasaman Barat
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Airbangis
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pasaman Barat
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1 Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN
Kerinci-Seblat
• Kab. Pesisir Selatan
• Kab. Solok Selatan
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
berkas 6, hlm. 26
EIiFFIEtrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
dan Kawasan Rawan
Bencana Tsunami di
Sumatera Barat
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman megathrust dan tsunami di Kota Padang, Kota Pariaman, dan
Kep. Mentawai (Megathrust Mentawai-Siberut)
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota
Padangpanjang
• Kab. Kep. Mentawai
• Kab. Solok
• Kab. Sijunjung
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera Barat • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
berkas 6, hlm. 27
EIfTXTIfd-Iff+IA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Minangkabau (ABS-SBK), antara
lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
berkas 6, hlm. 28 OCR
1.4 Provinsi Riau
Lan B2 : “Da
H AL |
AL NG RIAU
NAYG Dg LEGENDA
C1 | Kawasan
Pertumbuhan
B1 Z5J— Kawasan Komoditas Unggulan
TN nj - | Kawasan Swasembada
HN - 2 “Pekanbaru E1 YO ali “ dan Feri
N Hana 1 awasan Afirmasi
an / ND Kawasan Konservasi dan
IN Fi Padi 1 Rawan Bencana
, 5 | 1 B1 c2 ' aa
di £ S..B1 H1 (@! Ibu Kota Provinsi
/ Pi | N .
LAN 1 22 N B3 9 Bandar Udara
Haa IN A3 Tan “ “
' Aa c2 , hadi 9 Pelabuhan
ha IA Uma C2 NN
Td KN N p mes Jalan Nasional
bd Ta E3 NX H » Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
1 ON 3 | 3 1 £ Batas Administrasi
S N L Ta (4
, L Na So
, LN pon uanernn Nnng ri
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
n Energi
1 Kawasan Perkotaan Pekanbaru da erg
2 Kawasan Perkotaan Dumai & Kawasan Swasembada Energi
Pengembangan Industri Dumai 4 Riau g
3 Kawasan Perkotaan Rengat
Swasembada Pangan dan Air
- 2 Indragiri (Kab. Indragiri Hilir, Kab. Indragiri
B. Kawasan Komoditas Unggulan Hulu, Kab. Kuantan Singingi)
Sawit, Karet, Kelapa
1 Rokan-Siak-Kampar-Indragiri D. Kawasan Afirmasi
Ekonomi Biru 1 Kepulauan Meranti-Bengkalis (Daerah
2 Rokan Hilir Terdepan dan Percepatan Pengentasan
3 Indragiri Hilir Kemiskinan)
E. Kawasan Konservasi/Rawan
Bencana
1 TN Zamrud
2 TN Tesso Nilo
3 TN Bukit Tigapuluh
berkas 6, hlm. 29
Sasaran Pembangunan Provinsi Riau
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Pekanbaru
• Kota Pekanbaru
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pekanbaru, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di Kawasan
Perkotaan Pekanbaru melalui pembangunan BRT
• Pengembangan koridor industri Pekanbaru-Dumai
• Pengembangan SPAM Regional Pekanbaru-Kampar
• Pembangunan TPST Regional Pekanbaru-Kampar-Pelalawan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Pekanbaru (PHTC)
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir di Kawasan Perkotaan
Pekanbaru
• Pembangunan Jembatan Siak V dan Pekanbaru East Outer Ring Road
Trase IV
• Pembangunan Jalan Tol Lingkar Barat Pekanbaru (Menghubungkan Tol
Pekanbaru-Dumai, Tol Pekanbaru-Padang, dan Tol Pekanbaru-Rengat)
• Peningkatan 6A pada koridor pariwisata Muaratakus-Pekanbaru-Siak
(Revitalisasi dan Penataan Waterfront Sungai Siak di Pekanbaru dan Siak
Sri Inderapura, Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Percandian
Muaratakus, serta Urban Renewal Kota Tua Pekanbaru dan Kawasan
Istana Siak)
• Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang dan Jalan Tol Pekanbaru–
Rengat–Jambi
• Preservasi jalan ruas Pekanbaru–Teluk Kuantan
A2 Kawasan Perkotaan
Dumai dan Kawasan
Pengembangan Industri
Dumai
• Kota Dumai
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Dumai, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
4,9
5,0
249,7
174,8
0,279 – 0,283
0,318 – 0,324
3,25 – 4,25
5,19 – 6,19
83,68
46,88
0,60
0,57
2,94 – 3,42
3,55 – 3,66
72,69
71,85 5,2
(Rata-rata
2025–2029)
5,9
(2029)
berkas 6, hlm. 30
BLIK INDONESIA
SK No25103l A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan koridor industri Pekanbaru-Dumai (sektor industri
prioritas: hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi kelapa, industri makanan dan
minuman, industri kimia, industri energi, dan industri kosmetik dan
farmasi)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Pengembangan dan pembangunan Kilang Minyak Bumi Dumai
• Pengembangan Pelabuhan Dumai
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Dumai (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Dumai
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Dumai (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Dumai-Kotapinang-Rantauprapat-Kisaran
• Pembangunan Jalan Lingkar Barat Dumai (Bukit Timah-Parit Kitang-
Lubukgaung)
• Preservasi jalan ruas Dumai–Bagansiapiapi dan Dumai–Sungai Pakning
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Sumatera Utara-Riau
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Dumai
• Pengembangan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Perkotaan
Rengat
• Kab. Indragiri Hulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rengat, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Rengat (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Rengat
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Indrasari Rengat (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Rengat-Jambi
• Preservasi jalan ruas Rengat–Teluk Kuantan dan Rengat-Tembilahan
• Pengembangan kota agropolitan Rengat
C1 Kawasan Swasembada
Energi Riau
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Bengkalis
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada Central Sumatera
Basin
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Sumatera-Kep. Meranti-Karimun-Batam-Bintan
berkas 6, hlm. 31
TtrLU"FtIiITII'trtItrFM
trTTTf.I{Il
- 3r -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kep. Meranti
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Dumai-Malaysia (Interkoneksi 500 kV Sumatera-Malaysia)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Rantauprapat
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Perawang-Peranap-Aurduri
C2 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Indragiri
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kuantan
Singingi
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Kelayang, D. I. R. Kuala Keritang, D. I. R.
Kuala Sebatu, D. I. R. Pengalihan Keritang, dan D. I. Simandolak-
Pangean
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan, rehabilitasi lahan
gambut dan mangrove, dan lahan pada catchment area WS Indragiri,
terutama pada DAS Indragiri dan DAS Gaung
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Indragiri dan DAS Gaung
D1 Kawasan Afirmasi
Kepulauan Meranti-
Bengkalis (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
• Kab. Kep. Meranti
• Kab. Bengkalis
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Selatpanjang
• Peningkatan ketahanan bencana
• Preservasi jalan Trans Meranti
• Pembangunan Jembatan Tebingtinggi-Merbau
berkas 6, hlm. 32
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Penguatan Pulau Rangsang sebagai kawasan pertahanan dan keamanan
lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah
perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan bandara perintis Kep. Meranti
• Pembangunan Pelabuhan Dorak
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan (sagu
dan kelapa) dan perikanan
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Selatpanjang (PHTC)
• Preservasi Jalan Trans Bengkalis
• Penguatan Pulau Rupat dan Pulau Bengkalis sebagai kawasan
pertahanan dan keamanan lintas matra dalam rangka peningkatan
kekuatan TNI di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Bengkalis
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Kep. Meranti: Rangsang Barat, Rangsang Pesisir, Rangsang
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kelapa Rokan-Siak-
Kampar-Indragiri
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Bengkalis
• Kab. Kampar
• Kab. Pelalawan
• Kab. Siak
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Indragiri Hilir
• Kab. Kuantan
Singingi
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Rokan Hilir: Pasir Limau Kapas, Bangko, Sinaboi
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Rokan Hilir (B2) dan
Indragiri Hilir (B3)
• Kab. Rokan Hilir
• Kab. Indragiri Hilir
• Pengembangan pelabuhan perikanan Pelabuhan Perikanan
Bagansiapiapi dan Pelabuhan Perikanan Tembilahan
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Rokan Hilir dan Indragiri Hilir
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
berkas 6, hlm. 33
iI{JT[J[TXTId-I[[+IA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E1
E2
E3
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana Zamrud
(E1), Tesso Nilo (E2), dan
Bukit Tigapuluh (E3)
• Zamrud: Kab. Siak
• Tesso Nilo: Kab.
Pelalawan
• Bukit Tigapuluh:
Kab. Indragiri Hulu
dan Kab. Indragiri
Hilir
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Kab. Kep. Meranti
• Kab. Rokan Hulu
• Kab. Kampar
• Kab. Indragiri Hulu
• Kab. Bengkalis
• Kab. Indragiri Hilir
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Riau • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
berkas 6, hlm. 34
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Riau, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Riau, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 35 OCR
1.5 Provinsi Jambi
' d K1 J A M B |
SN 3g Fa LEGENDA
5 L f
Ng p NX $ di Kawasan
N E2 “1 5 S 9 Pertumbuhan
, J B1 £
41 LN Km L - aa Kawasan Komoditas Unggulan
K NO Ce P2 II, :
N AS Dayak Neta SA Kawasan Swasembada
N A Ko B2 Uh Ig: . Pangan, Air, dan Energi
T 3 Ii B2 Ta xI “1g ambi Kawasan Afirmasi
id N - NX £ f Pa — C2 1 Kawasan Konservasi dan
3 , £ : R B
HN NY . pa pa Fi u Kota Provinsi
se ps Ta sd Nut & PN N 9 Bandar Udara
, E4 id ' (o) Pelabuhan
£ : N
Xx p 7 mm Jalan Nasional
ng L -—— 5 £ «Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
KS L TN AN Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Jambi
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Swasembada Pangan
Unggulan Candi Muarojambi 1 Kab. Tanjung Jabung Barat dan Kab. Tanjung
3 Kawasan Perkotaan Bangko Jabung Timur
4 Kawasan Perkotaan Sungaipenuh
5 Kawasan Perkotaan Muarobungo Swasembada Air dan Energi
2 Cekungan Batanghari (Kab. Sarolangun, Kab.
Batanghari, Kab. Muarojambi, Kab. Tebo, Kab.
B. Kawasan Komoditas Unggulan Tanjung Jabung Barat)
Sawit dan Kelapa Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Tanjungjabung (Kab. Tanjung Jabung Barat dan 3 Bukit Barisan Tengah Jambi (Kab. Kerinci, Kab.
Kab. Tanjung Jabung Timur) Merangin, Kota Sungaipenuh)
Sawit dan Karet
2 Cekungan Batanghari (Kab. Tanjung Jabung E. Kawasan Konservasi/Rawan
Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur, Kab. B
Muarojambi, Kab. Batanghari, Kab. Tebo, Kab. encana
Bungo, dan Kab. Merangin) 4” TN Bukit Duabelas
2 TN Bukit Tigapuluh
3 TN Berbak
4 TN Kerinci-Seblat
berkas 6, hlm. 36
Sasaran Pembangunan Provinsi Jambi
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Jambi (A1) dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggulan Candi
Muarojambi (A2)
• Kota Jambi
• Kab. Muaro Jambi
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Jambi, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Jambi (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Jambi
• Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi
• Peningkatan 6A pada kawasan pariwisata Candi Muarojambi
(Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Percandian Muarojambi dan
peningkatan Jalan Nasional akses Situs Percandian Muarojambi)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Raden Mattaher Jambi (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Jambi–Sengeti–Kualatungkal, Jambi–
Muarabulian, dan Jambi–Muarasabak
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Jambi
• Pengembangan koridor industri rintisan Jambi-Muarojambi
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
kelapa, yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk
hilirisasi lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi lanjutan batubara, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti briket, kokas, karbon aktif, syngas,
metanol, DME
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
1,4
1,4
132,7
90,8
0,311 - 0,315
0,337 – 0,341
3,66 – 4,66
6,30 – 6,80
86,55
78,50
0,59
0,56
2,78 – 4,07
4,27 – 4,38
74,56
6,1 73,71
(Rata-rata
2025–2029)
7,0
(2029)
berkas 6, hlm. 37
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Bangko
• Kab. Merangin
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bangko, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bangko (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Bangko
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kolonel Abundjani (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Bangko–Muarabungo–Muaratebo, Bangko–
Sarolangun–Rupit, Bangko–Sungaipenuh
A4 Kawasan Perkotaan
Sungaipenuh
• Kota Sungaipenuh
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sungaipenuh, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi MBR, Gen Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Sungaipenuh (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Sungaipenuh-Kerinci
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Mayjen H. A. Thalib (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Sungaipenuh
• Preservasi jalan ruas Sungaipenuh–Padang Aro, Sungaipenuh–Bangko,
Sungaipenuh–Tapan–Mukomuko
A5 Kawasan Perkotaan
Muarabungo
• Kab. Bungo
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Muarabungo, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Muarabungo (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Muarabungo
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD H. Hanafie (PHTC)
berkas 6, hlm. 38
SK No2510,t{)A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Preservasi jalan ruas Muarabungo–Bangko, Muarabungo–Tebo,
Muarabungo–Pulaupunjung
• Peningkatan Bandar Udara Muarabungo
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Tanjungjabung
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Kab. Tanjung Jabung
Timur
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. R. Parit Pudin, D. I. R. Pematang Lumut
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Pembangunan Jembatan Sungai Rambut
C2 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Cekungan
Batanghari
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Kab. Muaro Jambi
• Kab. Batanghari
• Kab. Bungo
• Kab. Tebo
• Kab. Sarolangun
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batanghari, terutama pada Sub-DAS Batanghari
Hulu dan Sub-DAS Batang Tebo
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Batanghari Hulu dan Sub-DAS Batang
Tebo
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi
Muaraenim, Formasi Air Benakat, dan Formasi Sinamar
• Pengembangan gasifikasi batubara
• Pembangunan PLTU Mulut Tambang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Aurduri-Muaraenim-Bukit Asam
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Aurduri-PLTU MT Jambi 1 dan 2
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Bangko-PLTU MT Jambi 1 dan 2
berkas 6, hlm. 39
SK No 25lMl A
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalur Kereta Api Logistik
Sarolangun-Muaratembesi-Muarabulian-Jambi-Muarasabak
• Pengembangan Pelabuhan Muarasabak
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bukit Barisan Tengah
Jambi
• Kab. Kerinci
• Kab. Merangin
• Kota Sungaipenuh
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area WS Batanghari, terutama pada Sub-DAS Batang
Merangin-Tembesi
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Danau Kerinci dan Sub-DAS Batang Merangin-
Tembesi
• Revitalisasi Danau Kerinci
• Pembangunan Bendungan Merangin dan PLTA Bendungan Merangin
• Pembangunan infrastruktur PLTA Merangin
• Pembangunan infrastruktur PLTP Sungaipenuh
• Pembangunan PLTS Apung Danau Kerinci
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Sei Batang Sangkir dan D. I. Sei Siulak
Deras
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Kelapa Tanjungjabung
• Kab. Tanjung Jabung
Barat
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan kelapa)
berkas 6, hlm. 40
ET+Tr.III]
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Tanjung Jabung
Timur
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan kelapa
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit dan
Karet Cekungan
Batanghari
• Kab. Muaro Jambi
• Kab. Bungo
• Kab. Tebo
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit dan
karet)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit dan karet)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit
dan karet)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit dan
karet)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
E3
E4
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Duabelas (E1), TN Bukit
Tigapuluh (E2), TN
Berbak (E3), dan TN
Kerinci-Seblat (E4)
• TN Bukit Duabelas:
Kab. Batanghari,
Kab. Tebo
• TN Bukit Tigapuluh:
Kab. Tebo, Kab.
Tanjung Jabung
Barat
• TN Berbak: Kab.
Tanjung Jabung
Timur, Kab. Muaro
Jambi
• TN Kerinci-Seblat:
Kab. Kerinci, Kab.
Bungo, Kab.
Merangin, Kota
Sungaipenuh
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
• Pengembangan Kawasan Perdesaan Mina-Agro-Wisata VII Koto Ilir (Kab.
Tebo)
• Kab. Muarojambi
• Kab. Bungo
• Kab. Sarolangun
• Kab. Tebo
• Kab. Batanghari
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jambi • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
berkas 6, hlm. 41
FRESIOEN
- 4l -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit menular lainnya
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Perlindungan sosial adaptif dan inklusif, antara lain melalui:
o Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif melalui Kartu Kesejahteraan
o Reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan perempuan
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
o Penguatan penyelenggaraan PUG di proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola pemerintahan digital
o Penguatan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Jambi, antara lain
melalui:
berkas 6, hlm. 42
K INDONESIA
SK No25IOMA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
• Penguatan ekonomi syariah, antara lain melalui:
o Pengembangan Industri Halal
o Peningkatan Ekspor Halal dan Kerja sama Ekonomi Syariah
Internasional
o Penciptaan Ekosistem UMKM Halal
o Penguatan Keuangan Syariah
o Penguatan Dana Sosial Syariah
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Jambi, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 43 OCR
1.6 Provinsi Sumatera Selatan
| “d
A
js AN. d ab
, sm ON
E2 Ta - J SUMATERA
At rp L "9 5. SELATAN
LA B. B1 11
C / hb»
P, B2 L -- 9, Palemba ' LEGENDA
E3 /) c3 B2 Kawasan
IX |) Oo) L / Komoditas Unggulan
NG | A3 1 Pa F 4 ten " Kawasan Swasembada
$$ Kat, $ B2 NA g Pangan, Air, dan Energi
? (anom) C2 SY , Kawasan Afirmasi
: Pa c3 P (@5 Ibu Kota Provinsi
i£ - @ 9 na Va isa @ Bandar Udara
2 9 Pelabuhan
J 3 B2 Kk mem Multinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
xL N 1 fe 2 Muttinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
an Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
NX E1 | Batas Administrasi
a. '
Teu pt
“na Pm
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Wilayah Metropolitan Palembang & Kawasan Swasembada Pangan
Pengembangan Industri Palembang-Banyuasin 1 Ogan-Komering-Banyuasin (Kab. Banyuasin,
2 Kawasan Perkotaan Muaraenim & Kawasan Pengembangan Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir,
Industri Tanjungenim Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab.
3 Kawasan Perkotaan Lubuklinggau Ogan Komering Ulu Timur)
4 Kawasan Perkotaan Baturaja 2 Musi Hulu (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi Rawas
Utara, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Kab.
Muara Enim, Kota Pagar Alam)
B. Kawasan Komoditas Unggulan Air dan Energi
3 Cekungan Musi (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi
Ekonomi Biru Rawas Utara, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat,
1 Banyuasin Kab. Muara Enim,Kab. Banyuasin, Kab. Musi
Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Ogan
Sawit, Karet, Kelapa, Kopi Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan
2 Cekungan Musi (Kab. Musi Rawas, Kab. Musi Rawas Utara, Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Komering Ulu
Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Kab. Muara Enim, Kab. Selatan, Kab. Penukal Abab Lematang Ilir)
Banyuasin, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir,
Kab. Ogan Ilir, Kab. Ogan Komering Ulu, Kab. Ogan F
Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Kab. Penukal Abab Lematang Ilir) . .
1 TN Bukit Barisan Selatan
2 TN Sembilang
3 TN Kerinci-Seblat
berkas 6, hlm. 44
REPIJELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Wilayah Metropolitan
Palembang dan Kawasan
Pengembangan Industri
Palembang-Banyuasin
• Kota Palembang
• Kab. Banyuasin
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Pengembangan dan penataan WM Palembang, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Palembang
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
o Penataan Kawasan Strategis dan Penyediaan Perumahan Publik
Vertikal Perkotaan Terpadu di Wilayah Metropolitan Palembang
• Pengembangan TOD dan Urban Renewal Kawasan Stasiun Ampera
• Pembangunan Jalan Lingkar Timur Palembang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Palembang
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Palembang
• Pengembangan SPAM Regional Palembang-Banyuasin
• Pembangunan TPST Regional Palembang-Banyuasin
• Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi dan Jalan Tol
Palembang-Prabumulih-Muaraenim-Lahat
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Palembang (PHTC)
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan (Kab. Ogan Ilir),
dan Telang (Kab. Banyuasin)
• Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru/New Palembang
• Pengembangan koridor industri Palembang-Banyuasin (sektor industri
prioritas: industri kimia, industri energi, hilirisasi kelapa sawit, hilirisasi
kelapa, industri perikanan, dan industri makanan dan minuman)
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Hilirisasi karet, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar karet,
yaitu compound rubber, lateks dasar, dan karet padat, serta produk
hilirisasi lanjutan karet ban performa tinggi, material tahan gempa
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Optimalisasi dan efisiensi pabrik Pusri III-B
3,3
3,1
127,1
83,4
0,294 - 0,298
0,316 – 0,320
6,05 - 7,05
9,37 – 10,37
80,74
69,97
0,57
0,54
3,29 – 3,67
3,82 – 3,93
69,20
7,1 68,19
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
berkas 6, hlm. 45
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan dan pembangunan Kilang Minyak Bumi Plaju
• Pembangunan Fly Over Sudirman dan Underpass Charitas
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A2 Kawasan Perkotaan
Muaraenim dan Kawasan
Pengembangan Industri
Tanjungenim
• Kab. Muara Enim
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Muaraenim, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan kawasan industri di Tanjungenim (sektor industri
prioritas: industri kimia dan industri energi)
• Pengembangan industri gasifikasi/hilirisasi batubara di Tanjungenim
• Hilirisasi lanjutan batubara, terutama untuk produk-produk yang
mendukung industri lainnya seperti briket, kokas, karbon aktif, syngas,
metanol, DME
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Muaraenim (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Muaraenim-Tanjungenim
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. H. M. Rabain Muara Enim (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Prabumulih-Muaraenim
• Preservasi jalan ruas Muaraenim–Lahat–Pagaralam dan Muaraenim–
Baturaja
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kikim (Kab. Lahat)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Baturaja
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Baturaja, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Baturaja (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Baturaja
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja (PHTC)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk.
III dr. Noesmir Baturaja
• Preservasi jalan ruas Baturaja–Martapura, Baturaja–Prabumulih, dan
Baturaja–Muaradua
• Pengembangan kota agropolitan Baturaja
berkas 6, hlm. 46
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Lubuklinggau
• Kota Lubuklinggau
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Lubuklinggau, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Lubuklinggau (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Lubuklinggau
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Lubuklinggau–Tebingtinggi–Lahat, Lubuklinggau–
Rupit, Lubuklinggau–Curup
• Pengembangan kota agropolitan Lubuklinggau
C1 Kawasan Swasembada
Pangan Ogan-Komering-
Banyuasin
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. R. Air Saleh, D. I. R. Delta Air Sugihan, D.
I. R. Delta Upang, D. I. R. Karangagung Tengah, D. I. R. Pulaurimau, D.
I. R. Telang I dan II, D. I. R. Ogan Keramasan, D. I. R. Sugihan Kanan,
D. I. R. Sungai Lumpur, D. I. Way Komering
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Pengembangan KSPP Sumatera Selatan
• Peningkatan luas lahan pertanian (ekstensifikasi)
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
berkas 6, hlm. 47
REPUBLTK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Musi Hulu
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kota Pagar Alam
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Kelingi Tugumulyo, D. I. Air Lakitan, D. I.
Air Keruh, D. I. Lintang Kanan, D. I. Lintang Kiri, D. I. Muara Riben
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C3 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Cekungan
Musi
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area DAS Musi, serta pada Sub-DAS Ogan dan Sub-DAS
Komering
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Musi, serta pada Sub-DAS Ogan dan Sub-
DAS Komering
• Revitalisasi Danau Ranau
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batubara pada Formasi
Muaraenim dan Formasi Air Benakat
• Pengembangan gasifikasi batubara
• Pembangunan infrastruktur PLTA Tanjungsakti
• Pembangunan infrastruktur PLTP Danau Ranau
• Pembangunan infrastruktur PLTP Rantaudedap
• Pembangunan PLTS Apung Danau Ranau
• Pembangunan PLTU Mulut Tambang
• Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Muaraenim-Tarahan-Kalianda
berkas 6, hlm. 48
PR,ESIDEN
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Ogan Komering
Ulu Selatan
• Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Lumutbalai-Muaraenim-Gumawang-GITET 275 kV Lampung 1
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Betung-Kenten
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Betung-PLTU MT Sumsel 1
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Kenten-Sungsang-Muntok (Interkoneksi 275 kV Sumatera-Bangka)
• Peningkatan Jalur KA Prabumulih-Baturaja-Tarahan
• Peningkatan Jalur KA Prabumulih-Muaraenim-Lahat
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Petata (Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Ogan Komering Ulu
Selatan
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
Kopi, dan Kelapa
Cekungan Musi
• Kab. Musi Rawas
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Empat Lawang
• Kab. Lahat
• Kab. Muara Enim
• Kab. Banyuasin
• Kab. Musi Banyuasin
• Kab. Ogan Komering
Ilir
• Kab. Ogan Ilir
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Ogan Komering
Ulu Timur
• Kab. Ogan Komering
Ulu Selatan
• Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, kopi, dan kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, kopi, dan kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian
(sawit, karet, kopi, dan kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, kopi, dan kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, karet, kopi, dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Banyuasin
Ekonomi Biru
• Kab. Banyuasin
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPI Sungsang
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1
E2
E3
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan (E1) , TN
Sembilang (E2), dan TN
Kerinci-Seblat (E3)
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
berkas 6, hlm. 49
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• TN Bukit Barisan
Selatan: Kab. Ogan
Komering Ulu
Selatan
• TN Sembilang: Kab.
Banyuasin
• TN Kerinci-Seblat:
Kab. Musi Rawas
Utara, Kab. Musi
Rawas, Kota
Lubuklinggau
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
• Kab. Musi Rawas
Utara
• Kab. Ogan Komering
Ulu
• Kab. Muara Enim
• Kab. Empat Lawang
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Sumatera
Selatan
• Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam proses pembangunan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
berkas 6, hlm. 50
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Sumatera Selatan, antara
lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
• Pendalaman sektor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
• Peningkatan produktivitas UMKM dan koperasi, antara lain melalui:
o Pengembangan koperasi sektor produksi
o Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif
o Pengembangan kewirausahaan
berkas 6, hlm. 51 OCR
1.7 Provinsi Bengkulu
5 E2 GI il
@ !
« 1
TI e2 R 1
ta E2 ? LEGENDA
Y Bi 1 A Kawasan Pertumbuhan
ka E2 L A | Kawasan Komoditas Unggulan
SN 22” 1 ci , Kawasan Swasembada
| An LL Pangan, Air, dan Energi
19 3 Ne Kawasan Afirmasi
Bengkulogya, Kawasan Konservasi dan
. Sg ra Rawan Bencana
23 2. (@! Ibu Kota Provinsi
/ f Aa
& 2 - @ Bandar Udara
2 9 Pelabuhan
YAN Kawasan Prioritas Rawan
S Bencana Megathrust
Muttiinfrastructure Corridor
"(Terdapat Jalan Tol)
Ng «. Multinfrastructure Corridor
Di (Tidak terdapat Jalan Tol)
Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Bengkulu dan Kawasan 1 Pulau Enggano (Daerah Terdepan dan Percepatan
Pengembangan Industri Pulaubaai Pengentasan Kemiskinan)
2 Kawasan Perkotaan Manna
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Sawit, Karet, Kopi
1 Utara Bengkulu (Kab. Mukomuko, Kab. Bengkulu Utara,
Kab. Rejang Lebong, Kab. Kepahiang)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
1 TN Bukit Barisan Selatan
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi 2 TN Kerinci-Seblat
Swasembada Air dan Energi
1 Bukit Barisan Tengah Bengkulu (Kab. Lebong, Kab.
Rejang Lebong, Kab. Kepahiang)
Swasembada Pangan
2 Mukomuko-Bengkulu Utara-Seluma-Bengkulu Selatan
berkas 6, hlm. 52
ELIK INDONESIA
Sasaran Pembangunan Provinsi Bengkulu
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Perkotaan
Bengkulu dan Kawasan
Pengembangan Industri
Pulaubaai
• Kota Bengkulu
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bengkulu, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan Pelabuhan Pulaubaai, yang terintegrasi dengan
pengembangan kawasan industri Pulaubaai
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
• Hilirisasi sawit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar sawit,
yaitu fatty acid, gliserin, biodiesel, serta produk hilirisasi lanjutan sawit
bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Pembangunan SPAM Regional Benteng Kobema
• Pembangunan Jalan Tol Bengkulu-Lubuklinggau
• Pembangunan TPST Regional Bengkulu-Seluma-Bengkulu Tengah
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Pulau Baai Bengkulu
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bengkulu (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Bengkulu–Tais, Bengkulu–Mukomuko, dan
Bengkulu–Argamakmur-Tubei
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu (PHTC)
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Bengkulu (PHTC)
A2 Kawasan Perkotaan
Manna
• Kab. Bengkulu
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Manna, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
0,5
0,5
79,3
53,2
0,305 - 0,309
0,327 – 0,332
7,99 - 8,99
13,10– 13,60
67,60
57,74
0,57
0,54
2,56 – 3,13
3,30 – 3,41
72,12
71,27 6,5
(Rata-rata
2025–2029)
7,4
(2029)
berkas 6, hlm. 53
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Manna (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Manna
• Preservasi jalan ruas Manna–Tais, Manna–Pagaralam, Manna–
Bintuhan–Krui
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Hasanuddin Damrah Manna (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Manna
C1 Kawasan Swasembada
Air dan Energi Bukit
Barisan Tengah Bengkulu
• Kab. Lebong
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area DAS Ketahun, DAS Lais, DAS Lemau, DAS Bengkulu,
dan DAS Nelas
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Ketahun, DAS Lais, DAS Lemau, DAS
Bengkulu, DAS Nelas, dan Danau Tes
• Revitalisasi Danau Tes
• Peningkatan cadangan dan produktivitas batu bara pada Formasi Lemau
• Pembangunan infrastruktur PLTP Hululais
• Pembangunan infrastruktur PLTP Kepahiang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Lubuklinggau-Pulaubaai
C2 Kawasan Swasembada
Pangan Mukomuko-
Bengkulu Utara-Seluma-
Bengkulu Selatan
• Kab. Mukomuko
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Seluma
• Kab. Bengkulu
Selatan
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Air Lais Kuro Tidur, D.I. Air Manjuto, D. I.
Air Seluma, D. I. Air Nipis Seginim
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita (Kab. Bengkulu Utara)
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
berkas 6, hlm. 54
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
• Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Bengkulu Selatan
D1 Kawasan Afirmasi Pulau
Enggano (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
• Kab. Bengkulu Utara
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar/Trans Enggano
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kelapa) dan perikanan
• Pembangunan rumah sakit berkualitas di Pulau Enggano (PHTC)
• Peningkatan 6A ecotourism di Kawasan Hutan Enggano
• Peningkatan 6A cultural tourism Enggano
• Pengembangan pusat penelitian biodiversitas tropis Enggano
• Penguatan Pulau Enggano sebagai kawasan pertahanan dan keamanan
lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di daerah
perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Sawit, Karet,
dan Kopi, Utara
Bengkulu
• Kab. Mukomuko
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (sawit,
karet, kopi)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (sawit, karet, kopi)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (sawit,
karet, kopi)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (sawit,
karet, kopi)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian sawit, kopi, dan karet
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan dan TN
Kerinci-Seblat
• E1: TN Bukit Barisan
Selatan: Kab. Kaur
• E2: TN Kerinci-
Seblat: Kab.
Mukomuko, Kab.
Bengkulu Utara,
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
berkas 6, hlm. 55
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kab. Rejang Lebong,
Kab. Lebong
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Tsunami di
Bengkulu
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman tsunami
• Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
• Kab. Bengkulu Utara
• Kab. Bengkulu
Tengah
• Kab. Rejang Lebong
• Kab. Kepahiang
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Bengkulu • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
berkas 6, hlm. 56
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Bengkulu, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 57 OCR
1.8 Provinsi Lampung
PESAN 4
| £ 7
£ LAMPUNG
kt 1
NN LEGENDA
K Kawasan
MS) Pertumbuhan
x Ki c1 7 Aan A4 Kawasan
1 3. Komoditas Unggulan
3 ky Kawasan Swasembada
| an: Pangan, Air, dan Energi
ta - ia Le c2 Kawasan Afirmasi
5 Tag 4 4 Kawasan Konservasi dan
AS” “B2 Pa E2 . Rawan Bencana
2 4 Ne ae
an c2 t ) | (@! ibu Kota Provinsi
ba C2
E1 B2 AA 3 1 ad T B1 @ Bandar Udara
ra an ran - P » 9 Pelabuhan
YA K Prioritas R
& Bu Lo emunutatan
P3 mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
Ny : Ig
Lh - : AL Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
“ & YA » 2 "““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
. 0 1 Batas Administrasi
208 hana
sad T
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Bandar Lampung Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pengembangan Industri Bandar Lampung- 1 Mesuji-Tulangbawang (Kab. Mesuji, Kab. Tulang
Lampung Selatan Bawang, Kab. Tulang Bawang Barat, Kab. Way
3 Kawasan Perkotaan Kotabumi Kanan, Kab. Lampung Utara)
4 Kawasan Perkotaan Menggala 2 Seputih-Sekampung (Kab. Lampung Timur, Kab.
5 Kawasan Perkotaan Liwa Lampung Tengah, Kab. Lampung Selatan, Kab.
Pesawaran, Kab. Pringsewu, Kab. Tanggamus)
B. Kawasan Komoditas Unggulan D. Kawasan Afirmasi
Ekonomi Biru Na
1 Pesisir Barat Lam Pemerataan Pembangunan
1 Pesisir Timur Lampung (Kab. Tulang Bawang, Kab. Pa pung ( i gunan)
Lampung Timur, Kab. Lampung Selatan)
Kopi dan Kelapa E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
2 Lampung Barat-Selatan (Kab. Lampung Barat, Kab.
Tanggamus, Kab. Pesawaran, Kab. Lampung Selatan, 1 TN Bukit Barisan Selatan
Kab. Lampung Timur) 2 TN Waykambas
berkas 6, hlm. 58
Sasaran Pembangunan Provinsi Lampung
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Bandar Lampung (A1)
dan Kawasan
Pengembangan Industri
Bandar Lampung-
Lampung Selatan (A2)
• Kota Bandar
Lampung
• Kab. Lampung
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bandarlampung,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Bandarlampung-Lampung Selatan
(sektor industri prioritas: hilirisasi kelapa, hilirisasi tebu, dan industri
makanan dan minuman)
• Hilirisasi kelapa, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar kelapa,
yaitu VCO, tepung kelapa, dan arang tempurung, serta produk hilirisasi
lanjutan kelapa krimer nabati, santan instan, dan karbon aktif
• Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu raw sugar, GKP, molase, bagasse, serta produk hilirisasi lanjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
• Pengembangan Pelabuhan Panjang
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bandarlampung (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Pesawaran-Bandarlampung-Lampung
Selatan
• Pembangunan Jalan Tol Lematang–Pelabuhan Panjang
• Preservasi jalan ruas Bandarlampung–Gedongtataan–Pringsewu–
Kotaagung dan Bandarlampung–Metro–Sukadana
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Interkoneksi Sumatera-
Jawa
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Kalianda-Merak (Interkoneksi 500 kV Sumatera-Jawa)
• Pembangunan TPST Regional Bandarlampung-Metro-Lampung Selatan
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bandarlampung
• Pengembangan Kawasan Kota Baru Lampung
• Pembangunan infrastruktur PLTP Rajabasa
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
2,2
2,2
80,6
55,1
0,271 - 0,275
0,318 – 0,321
5,79 - 6,79
9,50– 10,00
72,13
62,79
0,58
0,55
3,25 – 3,73
3,86 – 4,00
71,84
70,99
6,3
(Rata-rata
2025–2029)
7,2
(2029)
berkas 6, hlm. 59
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A4 Kawasan Perkotaan
Menggala
• Kab. Tulang Bawang
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Menggala, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Menggala (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Menggala
• Preservasi jalan ruas Menggala–Wiralaga Mulya dan Menggala–
Panaragan
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Menggala Tulangbawang (PHTC)
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Tulang Bawang
Barat (hinterland Kawasan Perkotaan Menggala)
• Pengembangan kota agropolitan Menggala
A3 Kawasan Perkotaan
Kotabumi
• Kab. Lampung Utara
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Kotabumi, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kotabumi (PHTC)
• Pengembangan SPAM Perkotaan Kotabumi
• Preservasi jalan ruas Kotabumi–Terbanggi Besar dan Kotabumi–
Bukitkemuning–Blambangan Umpu
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Mayor Jenderal HM Ryacudu
Kotabumi (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Kotabumi
A5 Kawasan Perkotaan Liwa
• Kab. Lampung Barat
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Liwa, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Liwa
• Preservasi jalan ruas Liwa–Bukitkemuning dan Liwa–Krui
berkas 6, hlm. 60
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Alimuddin Umar Liwa (PHTC)
• Pengembangan kota agropolitan Liwa
C1 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Mesuji-
Tulangbawang
• Kab. Mesuji
• Kab. Way Kanan
• Kab. Tulang Bawang
• Kab. Tulang Bawang
Barat
• Kab. Lampung Utara
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Rawa Rawajitu, D. I. Way Rarem, D. I. Way
Umpu, D. I. R. Rawapitu, dan D. I. R. Rawa Mesuji Atas
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada Sub-DAS Way Kanan, Sub-DAS Way Kiri,
Sub-DAS Way Rarem, Sub-DAS Way Besai, dan Sub-DAS Way Umpu
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Way Kanan, Sub-DAS Way Kiri, Sub-
DAS Way Rarem, Sub-DAS Way Besai, dan Sub-DAS Way Umpu
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Seputih-
Sekampung
• Kab. Lampung
Tengah
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Lampung
Selatan
• Kab. Pringsewu
• Kab. Pesawaran
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Way Sekampung, D. I. Way Seputih, D. I.
Jabung, D. I. Way Curup, D. I. Way Jepara, D. I. Bumiagung, D. I. Way
Tulungmas, D. I. Way Tebu Sistem
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
• Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
• Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
berkas 6, hlm. 61
PRESIDEI{
REPIJELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Tanggamus • Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
• Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS
Garuntang, DAS Way Jepara, dan DAS Way Kambas
• Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Seputih, DAS Sekampung, DAS Garuntang,
dan DAS Way Jepara
• Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
• Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
• Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
• Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan Afirmasi Pesisir
Barat Lampung
(Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Pesisir Barat
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perkebunan
(kopi) dan pariwisata bahari
• Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
• Peningkatan 6A pariwisata di Pesisir Barat
• Peningkatan Bandar Udara Taufik Kiemas Krui
• Pengembangan SPAM Perkotaan Krui
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Krui (PHTC)
• Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Kab. Pesisir Barat
berkas 6, hlm. 62
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pesisir Timur Lampung
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Tulang Bawang
• Kab. Lampung
Selatan
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Labuhanmaringgai
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Lampung Timur, Tulangbawang, dan Lampung Selatan
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B2 Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi dan
Kelapa Lampung Barat-
Selatan
• Kab. Lampung Timur
• Kab. Lampung
Selatan
• Kab. Pesawaran
• Kab. Tanggamus
• Kab. Lampung Barat
• Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (kopi,
kelapa)
• Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi, kelapa)
• Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (kopi,
kelapa)
• Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi,
kelapa)
• Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi dan kelapa
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
E1
E2
Kawasan Konservasi dan
Rawan Bencana TN Bukit
Barisan Selatan (E1) dan
TN Waykambas (E2)
• TN Bukit Barisan
Selatan: Kab.
Lampung Barat, Kab.
Pesisir Barat
• TN Waykambas: Kab.
Lampung Timur,
Kab. Lampung
Tengah
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
• Penguatan pengelolaan hutan lestari
• Perlindungan dan pengamanan hutan
• Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
• Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
• Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Lampung
• Penerapan Nature-Based Solution dan Gray Infrastructure untuk mitigasi
ancaman megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan
Bandarlampung dan Pesisir Selatan Lampung (Megathrust Selat Sunda)
• Kab. Tanggamus
• Kab. Pesisir Barat
• Kab. Lampung Barat
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Lampung • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
berkas 6, hlm. 63
REPUBL|K INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Lampung, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 64 OCR
1.9 Provinsi Kepulauan Riau
PI
C1 Pa 3. C1
« 9 KEPULAUAN RIAU
&: ae v
uh
2 p2 £
“2. & LEGENDA
Pang C1 - Kawasan
: . Pertumbuhan
. " Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Im» to) Op 10) " - Kawasan Afirmasi
1 3 Tg Pa A2 . “1
S-A3 NA ari , Kawasan Konservasi dan
Api “Tanjungpinang Pa Rawan Bencana
: 2
pat (@! Ibu Kota Provinsi
TN N « |
4) A 9 Bandar Udara
. MAA Laba
Pad : “9 9 Pelabuhan
Fa | ni " . mes Jalan Nasional
Ps H 4 s ». Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
ai £ | Batas Administrasi
PSN
2 t Pa L
Tx 1
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Batam & KPBPB Batam 1 Kepulauan Lingga (Percepatan Pengentasan
2 Kawasan Perkotaan Tanjungpinang & KPBPB Bintan Kemiskinan)
3 Kawasan Perkotaan Tanjungbalai Karimun & KPBPB 2 Kepulauan Natuna-Anambas (Daerah Terdepan
Karimun dan Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru 1 Geopark Natuna
1 Natuna-Anambas
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan
Energi
Swasembada Energi
1 Natuna
berkas 6, hlm. 65
Sasaran Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Perkotaan
Batam dan KPBPB Batam
(A1), Kawasan Perkotaan
Tanjungpinang dan
KPBPB Bintan (A2), dan
Kawasan Perkotaan
Tanjungbalai Karimun
dan KPBPB Karimun (A3)
• Kota Batam
• Kota Tanjungpinang
• Kab. Bintan
• Kab. Karimun
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Batam dan kawasan
perkotaan Tanjungpinang, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan Jembatan Batam-Bintan terintegrasi Jalan Tol Batam-
Bintan
• Pengembangan koridor industri Batam-Bintan-Karimun (sektor industri
prioritas: industri semikonduktor, industri mesin dan perlengkapan,
industri dirgantara, industri transportasi laut dan galangan kapal,
hilirisasi bauksit, industri logam, besi, dan baja, industri berteknologi
tinggi, industri hijau, dan industri halal)
• Pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Pelabuhan Kabil
• Pembangunan Jalan Lingkar Luar Tanjungpinggir-Jodoh
• Pengembangan Kawasan Terpadu Rempang Ecocity
• Pengembangan Kawasan Terpadu Galang Maritime City
• Pengembangan KEK Batam Aero Technic, KEK Nongsa, KEK Sekupang,
KEK Tanjungsauh, KEK Galang Batang, KI Bintan Aerospace, KI Bintan
Inti Industrial Estate, dan KI-KI lainnya di BBK
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Batam-Bintan (PHTC)
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Batam (PHTC)
• Pembangunan Closing Dam Piayu
• Pembangunan Bendungan Estuari Galang-Galang Baru
• Pengembangan CBD-TOD Teluk Tering-Batam Center
• Pengembangan SPAM Regional Batam, SPAM Regional Bintan, dan
SPAM Perkotaan Karimun
• Pengembangan Batam Urban dan Industrial Sewerage System
Development Project
• Perencanaan, persiapan, dan pembangunan LRT Batam Trase Bandara
Hang Nadim-Batam Center-Batu Ampar dan BRT Trans Batam Trase
Batam Center-Tanjung Uncang, yang terintegrasi dengan TOD
• Pembangunan TPST Regional Batam dan TPST Regional Bintan
1,7
1,6
266,0
177,3
0,314 – 0,317
0,321 – 0,324
2,26 – 3,26
4,40 – 4,90
3,13
1,00
0,66
0,62
5,57 – 6,06
6,08 – 6,47
74,13
73,28 7,1
(Rata-rata
2025–2029)
8,1
(2029)
berkas 6, hlm. 66
iIrl-*Iftril
BUK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Pengembangan kawasan pariwisata Batam-Bintan (Pengembangan
Kawasan MICE dan Urban Tourism Batam Center, Pengembangan
Kawasan Integrated Tourism Zone Lagoi, Revitalisasi Kawasan Budaya
Pulau Penyengat dan Pengembangan Grey Tourism)
• Pengembangan Politeknik Negeri Batam menjadi universitas/institut
teknologi bertaraf World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah
• Pembangunan PLTS Apung Waduk Duriangkang
• Pembangunan pipa transmisi gas bumi Pulau Pemping-WNTS
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Embung Fatimah Kota Batam (PHTC)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 500 kV
Sumatera-Kep. Meranti-Karimun-Batam-Bintan
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Karimun: Meral Barat, Tebing, Karimun
o Kota Batam: Belakang Padang
o Kab. Bintan: Bintan Utara, Telok Sebong, Gunung Kijang, Bintan
Pesisir
• Pengembangan Destinasi Regeneratif Kepulauan Riau, terutama di
Batam (KEK Kesehatan Internasional Batam/KEK Sekupang dan KEK
Nongsa) dan Bintan (kawasan Lagoi)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAL dr.
Midiyato Suratani (Kota Tanjungpinang)
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
C1 Kawasan Swasembada
Energi Natuna
• Kab. Natuna
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada West Natuna Basin
(producing basin)
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada East Natuna Basin
(discovery basin)
• Peningkatan cadangan dan produktivitas migas pada South Natuna
Basin (unexplored basin)
D1 Kawasan Afirmasi Lingga
(Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
• Kab. Lingga
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Lingkar dan Trans Lingga dan Singkep
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertambangan
(bauksit), perikanan, dan perkebunan (kelapa)
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium
• Pengembangan SPAM Perkotaan Dabo
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Dabo (PHTC)
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
D2 Kawasan Afirmasi
Natuna-Anambas
(Daerah Terdepan dan
Pemerataan
Pembangunan)
• Kab. Natuna
• Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
• Pengembangan SPAM Perkotaan Ranai dan SPAM Perkotaan Tarempa
berkas 6, hlm. 67
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kab. Kepulauan
Anambas
• Peningkatan ketahanan bencana
• Pembangunan/Preservasi jalan Trans Natuna dan Anambas
• Penguatan Natuna dan Anambas sebagai kawasan pertahanan dan
keamanan lintas matra dalam rangka peningkatan kekuatan TNI di
daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar
• Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
• Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
pariwisata bahari
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Ranai dan Tarempa (PHTC)
• Pengembangan Pelabuhan Selat Lampa
• Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan
• Penguatan PKSN Perbatasan Prioritas Natuna
• Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
• Peningkatan tipe RS dari tipe D menjadi C di RSUD Tarempa Kepulauan
Anambas
• Pemenuhan layanan dasar pada Kecamatan Perbatasan Prioritas, yaitu:
o Kab. Kep. Anambas: Jemaja Barat, Jemaja, Siantan Selatan,
Siantan Utara, Kute Siantan
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Natuna-Anambas
• Kab. Natuna
• Kab. Kep. Anambas
• Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pering, Pelabuhan Perikanan
Selatlampa, dan Pelabuhan Perikanan Tarempa
• Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Kab. Natuna dan Kab. Kep. Anambas
• Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
• Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
• Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
• Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
• Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
• Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
E1 Kawasan Konservasi
Geopark Natuna
• Kab. Natuna
• Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
• Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
• Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
• Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
• Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
• Kab. Kepulauan
Anambas
• Kab. Bintan
• Kab. Karimun
• Kab. Natuna
• Kab. Lingga
• Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Kepulauan Riau • Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
berkas 6, hlm. 68
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
• Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
• Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
• Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
• Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
• Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
• Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
• Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
• Memperkuat reformasi hukum, terutama di Kepulauan Riau, antara lain
melalui:
berkas 6, hlm. 69
REPUBLIK INOONES!/\
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
• Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru,
antara lain melalui:
o Penguatan Tata Kelola Ekonomi Biru
o Peningkatan Pengelolaan Konservasi Perairan dan Ekosistem Pesisir
o Peningkatan Produktivitas Perikanan yang Terintegrasi, Modern, dan
Berkelanjutan
o Pengembangan Industri Berbasis Sumber Daya Laut dan Perairan
o Penguatan Industri Transportasi Laut
o Pengembangan Pariwisata Berbasis Bahari
o Pengembangan Iptek, Inovasi, dan SDM Ekonomi Biru
• Penguatan Keamanan Laut di wilayah Kepulauan Riau, antara lain
melalui:
o Memperkuat Strategi Diplomasi Maritim untuk Meneguhkan
Kedaulatan dan Meningkatkan Keamanan
o Kolaborasi Pengawasan dan Pemeliharaan Keamanan, Keselamatan,
dan Penegakan Hukum di Wilayah Yurisdiksi Laut Indonesia, ALKI,
dan Choke Point
o Meningkatkan Kekuatan TNI di Daerah Perbatasan dan Pulau Terluar
• Peningkatan produktivitas perikanan, antara lain melalui:
o Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
o Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
o Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
o Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
o Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
• Pelestarian dan pemajuan kebudayaan Melayu Riau, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 70 OCR
1.10 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
f ta" LEGENDA
Pen "4 A2 Kawasan
Pi t 3, H b Pertumbuhan
- u Pangkalpinang nara Unggulan
81 1 " Kawasan Swasembada
N | " Pangan, Air, dan Energi
“ 5 Kawasan Afirmasi
P3 $ f 9, | @ 5 f se (@5 ibu Kota Provinsi
- Opa & T "A3 7 @ Bandar Udara
8 0... Ns Pelabuhan
2 ya. 3 5 @ Gp.
Y ! 3 mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
"AO aa 1 La R Muttiinrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
j Gn “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
"0 3 Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Pangkalpinang Swasembada Pangan
2 Kawasan Pengembangan Industri Pangkalpinang- 1 Bangka Selatan
Sungailiat
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan
Belitung
4 Kawasan Perkotaan Tanjungpandan
5 KEK Tanjung Kelayang
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
B. Kawasan Komoditas Unggulan
1 TN Gunung Maras
Timah, Bauksit, dan Lada 2 Geopark Belitung
1 Bangka (Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka, Kab. Bangka
Tengah, Kab. Bangka Selatan)
berkas 6, hlm. 71
ELIK INDONESIA
- 7L -
Sasaran Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Perkotaan
Pangkalpinang (A1) dan
Kawasan Pengembangan
Industri Pangkalpinang-
Sungailiat (A2)
• Kota Pangkalpinang
• Kab. Bangka
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pangkalpinang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Pangkalpinang-Sungailiat (sektor
industri prioritas: hilirisasi timah dan bauksit, hilirisasi kelapa sawit,
dan industri makanan dan minuman)
• Hilirisasi timah, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar timah,
yaitu solder, timah lembaran, dan alloy dasar, serta produk hilirisasi
lanjutan timah solder premium, timah paduan, material konstruksi,
microchips, baterai
• Hilirisasi bauksit, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar
bauksit, yaitu SGA, CGA, dan aluminium ingot, serta produk hilirisasi
lanjutan bauksit aluminium alloy, katalis alumina, komposit aluminium,
material pesawat
• Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pangkalpinang (PHTC)
• Preservasi jalan ruas Pangkalpinang–Sungailiat–Muntok dan
Pangkalpinang–Koba–Toboali
• Pembangunan SPAM Regional Pangkalpinang
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno Pangkalpinang
(PHTC)
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 275 kV
Muntok-Pangkalpinang
• Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi Listrik 150 kV
Pangkalpinang-Koba-Belitung (Interkoneksi 150 kV Bangka-Belitung)
• Pembangunan TPST Regional Pangkalpinang-Bangka-Sungailiat
• Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Sungailiat
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Pangkalpinang (PHTC)
0,5
0,5
101,9
73,7
0,204 – 0,208
0,239 – 0,242
1,79 – 2,79
2,92 – 3,92
62,21
54,55
0,59
0,56
2,84 – 3,94
3,98 – 4,33
77,32
76,66 4,6
(Rata-rata
2025–2029)
5,5
(2029)
berkas 6, hlm. 72 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3
A4
A5
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Belitung (A3),
Kawasan Perkotaan
Tanjungpandan (A4), dan
KEK Tanjung Kelayang
(45)) (Destinasi
Pariwisata Prioritas
Bangka-Belitung)
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
Peningkatan 6A Pariwisata den Urban Renewal di Tanjungpandan, KElt
Tanjung l(clayarg, Gantung, dan Manggar
Pengembangan Kawasan Andalan Menuju Pengembangan Inovasi
Terpadu [KAMP!T) Ka.EIit
Preservasi jalan ruas Lingkar Belitung, Tanjungpandan-Simpang
Renggiang-Manggar, Simpang Renggiang-Gantung, dan Gantung-
Manggar
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Tanjungpandan,
antara lain melalui:
o Penl rsunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar sir minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik baAi MBR, G€ar Z, dan
milenial di kawasan perkotaan Tanjungpandan (PHTC)
Pengembangan SPAM Perkotaan Tanjungpandan-Tanjungkelayang
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stoke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Pro'insi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD d!. H. Marsidi JudorD
Tanjungpandan (PHTC)
Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Tanjungpandan
a
a
a
a
c1 Kawasan Swasembada
Pangan Bangka Selatan
. Kab. Bangka Selatan
5
:.]
5
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Jeriji
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan at
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang (Kab, Bangka
Selatan)
Pengelolaan ddr pengEmbangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan rc{'itafi8asi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/ pestisida/ pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dan bibit berkualitas/ pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascaPanen
Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan alccs asuransi usaha tani, serta
berkas 6, hlm. 73 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
pengendalian kepastian pasar, antara lairt melalui: peningkatan literasi
lcuangar petani dan penguatan Eanajc@cn poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
darra bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usalE
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan ak8cs layanan
aisteE resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas psn8an utela
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Timah,
Bauksit, dan Lada
Bangka
. Kab. Bangka
. Kab. Bangka Barat
o Kab. Bangka Tengah
. Kab. Bangka Selatan
:] Peningkatan tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku industri
timah dan bauksit
Peningkatan penerapan standardisasi di industri timah dan bauksit
Peningkatan adopsi teknologi tinggi untuk pengolahan timah dan
bauksit
Dekarbonasi industri dan ekonomi sirkular di industri timah dan
bauksit
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (lada)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (lada)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (lada)
Peningkatan mutu produk pertanian (lada)
:')
a
a
a
a
a
:')
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung Maras
r Kab. Bangka
. Kab. Bangka Barat
:'l
:')
a
a
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Penguatan pengelolaan hutan lestari
E2 Kawasan Konservasi
Geopark Belitung
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
a
a
Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
Perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
5
a
. Kab. Belitung
. Kab. Belitung Timur
r Kab. Bangka Tengah
:') Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
a
Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, itu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
berkas 6, hlm. 74 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:]
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antam lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dsn pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risih PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, s€f,ta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
Iain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon J.ang lebih rendah,
antara lain mela.lui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas lsnan grid untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Jn ezE of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan sralitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara train melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Kepulauan Bangka Belitung,
antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
:'l
berkas 6, hlm. 75 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
5 Pengembangan Ekonomi Biru sebagai Sumber Pertumbuhan Baru,
antara lain melalui:
o Penguatan Tata Kelola Ekonomi Bim
o Peningkatan Pengelolaan Konservasi Perairan dan Ekosistem Pesisir
o Peningkatan Produktivitas Perikanan yang Terintegrasi, Modern, dan
Berkelanjutan
o PengeEbsnBan Industri Berbasis Sumber Daya Laut dan Perairan
o Penguatan Industri Transportasi Laut
o Pengembangan Pariwisata Berbasis Bahari
o Pengembangan Iptek, Ino'asi, dan SDM Ekonomi Biru
Peningkatan produktivitas perikanan, antara l,ain melalui:
o Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
o Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
o Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak ra.lgat
o Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelantan dan perikanan
o Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
berkas 6, hlm. 76
EEPUBLIK INDONESIA
SK No25l08l A
2. Wilayah Jawa
2.1 Provinsi DKI Jakarta dan Kawasan Aglomerasi Jakarta
berkas 6, hlm. 77
PRES!DEN
Sasaran Pembangunan Provinsi DKI Jakarta
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan Aglomerasi
Jakarta/WM Jakarta
• Provinsi DKI Jakarta
• Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi, Kota
Bekasi, Kota Depok,
Kab. Bogor, Kota
Bogor, Kab. Cianjur
• Provinsi Banten:
Kab. Tangerang, Kota
Tangerang, Kota
Tangerang Selatan
• Pemantapan dan penataan Kawasan Aglomerasi Jakarta, antara lain
melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan Kawasan Aglomerasi
Jakarta (Dewan Kawasan Aglomerasi)
o Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi,
yang merupakan masterplan penataan Kawasan Aglomerasi
Jakarta, serta rencana tata ruang yang mengintegrasikan potensi
dan masalah perkotaan secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Depok (tematik kota pendidikan)
sebagai kota satelit dari WM Jakarta/KA Jakarta, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Greater Jakarta Integrated Transit Based Living Area,
antara lain melalui:
o Pembangunan MRT Fase 3 Timur-Barat Trase Medan Satria-
Tomang
o Pembangunan Elevated Busway Koridor Batas DKI Jakarta-CBD
Ciledug dan Penyiapan Pembangunan Elevated Busway CBD
Ciledug-Poris Plawad
o Pembangunan LRT Jabodebek Trase Harjamukti-Baranangsiang
dan Pembangunan LRT Jabodebek Trase Harjamukti-Pondokcina
o Pembangunan Jalan Tol Sawangan-Selabenda
o Pembangunan Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung)
o Pembangunan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di Kawasan Aglomerasi Jakarta (termasuk Tangerang Raya,
Bekasi Raya, Depok, dan Bogor Raya), termasuk penerapan SIH3 dan
FEWS
16,5
16,7
560,8
373,4
0,417 – 0,421
0,425 – 0,430
2,08 – 3,08
3,55 – 3,85
22,01
14,65
0,69
0,65
4,93 – 5,99
5,54 – 6,40
51,98
6,8 51,34
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 78 OCR
[.T{X
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas frigrdirrd Indikasi Intervensi
Pengembangan World. Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Universitas Indonesia dan Universitas I slam Internasional
Indonesia
Pengembangan SPAM Depok
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Depok
Pembangunan Jakarta SeuErugc System (JSS) Zona 6
Pengembangan Destinasi Regeneratif Orcqter Jakarta, yang berfokus
antara lain kepad,a peningkatan ewnl MICE dan/atau forum
internasional yang diselenggarakan di Kawasan Aglomerasi Jakarta
Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung dalam
rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk. II Moh.
Ridwan Meuraksa (Kota Adm. Jakarta Timur) dan RSAL &. Mintohardjo
(Kota Adm. Jakarta Pusat), laDbagq Biomedis Pustrasad (Kota Adm.
Jakarta Timur), Lembaga Peralatan Kesehatan Puskesad (Kota Adm.
Jakarta Timur), RSGM Ladokgi R. E. Martadinata Kota Adm. Jakarta
Pusat)
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai
Latihan Kcda sesuai kebutuhan industri wilayah
:')
!
:l
1
AI Jakarta-Tangerang
International Business
Corridor dan Jakarta a
Global City Urban Tourism
(Central-South)
. Provinsi DKI Jakarta:
Kota Adm. Jakarta
Pusat, Kota Ado.
Jakarta Selatan
. Provinsi Banten:
Kota Tangerang
Selatan, Kab.
Tangerang
. Pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota
. Pembangunan MRT Lebakbulus-Serpong
. Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai
. Pengembangan Cen rul Station Manggarai
o Pembangunan LRT Jakarta Trase Kelapa Gading-Sunter Barat-
Rajawali'Jayakarta
. Pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Ruas Semanan-Grogol-Sunter-
Kelapagading
. Pembangunan Jalur l(A Jorcarro Elevated Inner Ring Roilrwil Trase
Manggarai-Tanah Abang-Dur-kampung Bandan-Pasar SenerF
Manggarai
. Pengembangan TOD Blok M, Dukuh Atas, dan Lebakbulus
. Pembangunan Kawasan University Town di Grogol-Tomang-Tanjung
Duren
. Pengembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional
Banten (KEK BSD)
. Pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja
. Pembangunan Jalan Tol Kamal-Teluk NagF.Rajeg BalaEja
. Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
. Pembangunan TPST Regional Tangerang RaJ,a
. Pembangunan Ja&ada SatEragc System (JSS) Zona 5
. Pengembangan dan integrasi infrastruktur, serta peningkatan layanan
RSAB Harapan Kita, RSrPD Harapan Kita, dan RS Kanker Dharoais
ta Northern Ce.d. New
Economic Hub d.an
Jakarta Global Cita Urban
Tourism North)
. Provinsi DKI Jsl€rta:
Kota AdE. Jakarta
Utara
. Provinsi Banten:
Kab. Tangerang
1 Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut Pesisir Utara Jakarta
(Penyelesaian NCICD Fase A tricwcrEngan Pemerintah Pusat, Daerah,
dan Swasta)
Rekayasa dan Reklamasi Pesisir Utara Jakarta: Reklamasi Pulau O, P, Q
Pengembangan New Priok Container Ten Lina.l Tahap 2 (NPCT2) dan
Tahap 3 (NPCT3)
Pengembangan Kawasan Ancol (Bagian Northern Coast New Economic
Coftidotl
Pengembangan Pelabuhan Perikanan Modem dan Industri Perikanan
Terintegrasi PPS NizE Zactunan dsn PP'N Muara Angke
.,]
:'l
berkas 6, hlm. 79 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
3 Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi
. Pembangunan J als'l,Tol Harbour Toll Road I
. Revitalisasi Kota Tua J*8trts, da,r Heritage Port Surld{l Kelapa
. Pembangunan Waduk Lepas Pantai Muara Cisadane
. Rekayasa pengamanan kawasan pesisir yang mengalami abrasi,
Muarag€r!bong
. Penyediaan SPAM perpipaan pada kawasan permukiman di sepanjang
pesisir utara Kawasan Aglomerasi Jakarta
. Pembangunan Ja,@na SeuEmge System (JSS) Zona 2, 5, dan 8
. Pengembangan koridor industri Cilincing-Tarumajaya
EI Kawasan Konservasi TN
Kepulauan Sci'ibu
. Kab. Adm. Kep.
Seribu
Pengelolaan kawasan konservasi di perairan, wilayah pcakir, dan pulau-
pulau kecil
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Provinsi DI(I Jakarta Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ihr menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dsn madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tida* Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dsn Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Peningkatan kesetaraan den pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, ant ra lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam prosca pembangunan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
l,ain melalui:
berkas 6, hlm. 80 OCR
-ao-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik cncrgi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas ($afi grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan I emEt of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara l,ain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
mela.lui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
Memperkuat reformasi hukum, terutama di DKI Jakarta, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Fencegghalr, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
berkas 6, hlm. 81 OCR
2.2 Provinsi Jawa Barat
» | JAWA BARAT
aa
! F3 N c1
| 5 TEA 39 s LEGENDA
ni SN K) R Ph c1 , Kawasan
ad 1 : aa NN 9 AI / ci : Ss
- Ng Pe AS “ema Ha ! 13 pa Komoditas Unggulan
AYI Kawasan Swasembada
A6 an c1 c1 c1 Pangan, Air, dan Energi
- ( — A3 9 , Kawasan Afirmasi
-1 NA Band j : Kawasan Konservasi dan
j 2 A6 xi Ya 3 c1 5: ag Rawan Baneana its
ka” ( ci | Yg 1 (- Ibu Kota Provinsi
c3 t Pa A2 | Am N @ Bandar Udara
Fe C : Ta: N 9 Pelabuhan
C3 / ( $ l “3 Kawasan Prioritas Rawan
k-.E4 N 1 1 “ame 1 "3 C2 0 2 @ Bencana Gempa Darat
D1 N , C2 NG Ng mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
4 $ NG Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
D1 "4 | c2 4 BN “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
| # Nae” em Batas Administrasi
(3 — Ak
D1 ,
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 WM Bandung, Kawasan Pengembangan Industri Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Cekungan Bandung 1 Citarum-Cimanuk-Cisanggarung (Kab. Bandung, Kab.
2 Kawasan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Unggulan Bandung Barat, Kab. Purwakarta, Kab. Karawang, Kab.
Bandung dan Sekitarnya Bekasi, Kab. Subang, Kab. Indramayu, Kab.
3 Kawasan Perkotaan Cirebon & Kawasan Sumedang, Kab. Majalengka, Kab. Cirebon, Kab.
Pengembangan Industri Cirebon-Kertajati Kuningan)
4 Kawasan Perkotaan Tasikmalaya 2 Citanduy-Ciwulan-Cilaki (Kab. Garut, Kab.
5 Kawasan Pengembangan Industri Bogor-Bekasi- Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran)
Karawang-Purwakarta-Subang-Patimban (termasuk 3 Priangan Barat (Kab. Bogor, Kab. Cianjur, Kab.
Kawasan Perkotaan Karawang) Sukabumi)
6 Kawasan Perkotaan Bogor-Sukabumi & Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bogor- D. Kawasan Afirmasi
Sukabumi-Cianjur
1 Jawa Barat Bagian Selatan (bagian pesisir selatan Kab.
Cianjur, Kab. Garut, dan Kab. Tasikmalaya)
(Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
1 Cirebon-Majalengka (Tebu) 1 TN Halimun-Salak
2 Indramayu-Cirebon (Ekonomi Biru) 2 TN Gede-Pangrango
3 TN Ceremai
4 Geopark Ciletuh
berkas 6, hlm. 82
EIrl:TftilTltITIf{{rI
ETTTI.T{II
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A5 Kawasan Pengembangan
Industri Bogor-Bekasi-
Karawang-Purwakarta-
Subang-Patimban
• Kota Bekasi
• Kab. Bekasi
• Kab. Bogor
• Kab. Karawang
• Kab. Purwakarta
• Kab. Subang
• Pengembangan koridor industri Bogor–Bekasi–Karawang–Purwakarta–
Subang–Patimban (sektor industri prioritas: industri makanan dan
minuman, semikonduktor, industri kendaraan bermotor listrik berbasis
baterai, dan industri mesin dan perlengkapan)
• Pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan
• Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban
• Pembangunan jalur KA akses Pelabuhan Patimban
• Pembangunan Pelabuhan Patimban dan Patimban Industrial Estate
• Pembangunan SPAM Regional Djuanda/Jatiluhur II
• Pembangunan TPST Regional Bekasi Raya
• Pembangunan TPST Regional Karawang-Purwakarta
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bekasi dan Cikarang
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di Kawasan Perkotaan Bekasi
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Karawang (PHTC)
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAU dr.
Hoedijono (Kab. Subang)
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Karawang dan Cikarang (PHTC)
• Pengembangan SPAM Regional Cikarang-Karawang-Purwakarta
• Optimalisasi dan Efisiensi Pabrik NPK Phonska 3 dan 4 di Cikampek
• Pengembangan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang
• Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A6 Kawasan Perkotaan
Bogor-Sukabumi dan
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Bogor-
Sukabumi-Cianjur
• Kota Bogor
• Kab. Bogor
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Bogor-Sukabumi,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
12,3
12,7
84,9
59,6
0,381 – 0,383
0,383 – 0,390
2,86 – 3,86
5,85 – 6,46
8,95
6,61
0,60
0,57
5,94 – 6,56
6,42 – 6,99
65,07
64,06 6,9
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 83
PEPUBLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
• Kota Sukabumi
• Kab. Sukabumi
• Kab. Cianjur
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Bogor-Sukabumi (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kota Bogor (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi
• Pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Cianjur–Ciranjang-Padalarang
• Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road
• Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong (via Parung)
• Pembangunan Jalan Puncak II
• Pembangunan TPST Regional Bogor–Sukabumi
• Pengembangan SPAM Bogor Raya
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Pertanian Bogor
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Bogor
• Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata, antara lain:
Palabuhanratu, Puncak, Taman Bumi Ciletuh, Gunungpadang
• Urban Renewal pada kota-kota wisata, antara lain: Bogor dan Sukabumi
• Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Gunungpadang
• Pengembangan KEK Lido
• Pengembangan kota agropolitan Sukabumi
• Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sakit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk.
III Salak dr. H. Sadjiman (Kota Bogor)
A1
A2
WM Bandung dan
Kawasan Pengembangan
Industri Cekungan
Bandung (A1), Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggulan
Bandung dan Sekitarnya
(A2)
• Kota Bandung
• Kab. Bandung
• Kab. Bandung Barat
• Kota Cimahi
• Pemantapan dan penataan WM Bandung, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Bandung
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
o Penataan kawasan strategis dan penyediaan perumahan publik
vertikal perkotaan terpadu di Wilayah Metropolitan Bandung
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Jatinangor (tematik kota
pendidikan) sebagai kota satelit dari WM Bandung, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
berkas 6, hlm. 84 OCR
REPUBLIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:)
',]
:'l
:)
1
5
1
1
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerj-a yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman hrEuh terpadu perkotaan
Perencanaan dan persiapan pembangunan IRT Bandung
Pembangunan BRT Cekungan Bandung
Perencanaan dan persiapan pengembangan Jalan Tol Dalam Ifuta
Bandung
Pembangunan TPST Regional Bandung Raya
Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Bandung, termasuk penerapan SH3 dan FEWS
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Bandung
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, cen z,
dan milenial di WM Bandung (PHTCI
Pembangunan SPAM Regional Bandung
Elektrifikasi jalur KA lGnuter Bandung Raya Segmen Cicalengka-
Padalarang
Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
Perencanaan dalr persiapan pembangunan Jalur Galrdq KA Lintas
Ciorlengka-TaeiLm alaya-Krolra
Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya
Pengembangan World, Class R6eatdt U^itE sitg Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Teknologi Bandung
Perencanaan pembangunan pipa gas bumi Cikampek-Bandung
Pengembangan koridor industri Cekungan Bandung (sektor industri
prioritas: industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, industri mesin
dan perlengkapan, industri semikonduktor, industri makanan dan
minuman, serta industri tekstil dqn alas kaki)
Pengembangan KavJ"aEan Perdesaan Berbasis wisata Gcowisata dan
Artefak Gua Pawon (Kcc. Cipatat, Kab. Bandung Barat), serta revitalisasi
kawasan purbakala Situs Gua Pawon
Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata, antara lain:
Tangkubanparahu dan Rancaupas-Pangalengan
Urban Renewal pada bta-kota wisata, antara lain: Lembang dan Ciwidey
Pr6en asi jalan ruas BandunS-l€Ebalg-Tanglqrbanparahu, Soreang-
Ciwidey-Rancaupas-Rancabali, Ciwidey-Pangalengan
Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di WM
Bandung (PHTC)
Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung dalam
rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RS Tk. II Dustira
(Kota Cimahi), Lembaga Farmasi Puskesad (Kota Bandung), Lembaga
Biologi Vaksin Puskesad (Kota Bandung)
Penguatan pendidikan da't pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui p€EbanAunafl pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wil,ayah
1
:l
i
a
a
:')
:.1
a
SK No251090A
A3 Kawasan Perkotaan
cirebon dan Kawasan
Pengembangan Industri
Cirebon-Kertajati
. Kota Cirebon
. Kab. Cirebon
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cirebon, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata mang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
berkas 6, hlm. 85 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi Prioritas s Highlight Indikasi Inte rnsi
:l Kab. Majalengka o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Penataan permukiman li.rDuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cirebon (PHTC)
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dsn
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Gunung Jati Cirebon (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Cirebon Raya
. Pengembangan SPAM Regional Cirebon Raya
. Pengembangan koridor industri Cirebon-Kertajati (sektor industri
prioritas: industri dirgantara dan industri mesin dan pcdenSkapan)
r Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu ,wa sugar, GKP, molase, bagassc, serta produk hilirisasi lanjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
. Pembangunan pifra gas bumi Cirebon-Semarang
. Pengeo,h€,J.ga'i Ke at i Aetwilg
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
. Pengembangan kota agropolitan Cirebon
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas t€nata
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Tasikmalaya
. Kota Tasikmalaya
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan TasihlalaJ.a, antara
lain melalui:
o Penyusunan Esstqrpl,an penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan ielcor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan ru:aah murah bersanitasi baik baai pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Tasikmalaya (PHTC)
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, l€nl(er, jantung,
stroke, dan sistcrn rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dalr
Kab/Kota, khususnya pada RSUD &. So€kadjo Tasikmalaya (PHTC)
Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya
Pembangunan jalur ganda KA Lintas Bandunt-Cicatengka-TariL- alaya-
Kroya
Pembangunan TPST Regional Tasikmalaya-Ciamis
Pengembangan Kota Agropolitan Tasikmalaya
a
:'1
c3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Priangan Barat
. Kab. Bogor
. Ikb. Sukabumi
i
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Cipamingkis dan D. I. Ciletuh
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
berkas 6, hlm. 86 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kab. Cianjur . Pengembangan dan peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (tcrEa8uk pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta pcn],cdiaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanalan pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber &ya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@tclwwnt area, terutama pada DAS Cisadane, DAS Ciliwung, DAS Kali
Bekasi, DAS Angke-Pesanggrahan, DAS Cimandiri, DAS Cibuni
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai, situ,
dan danau, terutama pada DAS Cisadane, DAS Ciliwung, DAS Kali
Bekasi, DAS Angke-Pesanggrahan, DAS Cimandiri
. Pembangunan Bendungan Cibeet
. Pembangunan Bendungan Cijurey
. Pembangunan infrastruktur PLTP Gunung Sa.lak vII
. Pembangunan infrastruktur PLTP Cisolok-Cisukarame
. Pengembangan Kawasan Perdesaan Agrowisata Citaman Sakti (Kab.
Sukabumi)
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dqlr peningkatan
prasarana produksi, ant ra lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dslt bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OP't dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan Eanderncn usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
IrcDsuatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit luna* petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
c1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Citarum-Cimanuk-
Cisanggarung
. Kab. Bekasi
. Kab. Karawang
. Kab. Purwakarta
. Kab. Bandung Barat
. Kab. Bandung
. Kab. Subang
. Kab. Indramayu
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Jatiluhur, D. I. Rentan& D. I. Cihea, D. I.
Cikeusik, D. I. Seuseupan, D. I. Cipanas II, D. I. Cipancuh, D. I.
Cileuleuy, D. I. Leuwinangka
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
tl
berkas 6, hlm. 87 OCR
BLIK INDONESIA
if;l-jFlTitrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:l
!
Ikb. Sumedang
Kab. Cirebon
Ikb. Kuningan
Kab. Majalengka
. Pembangunan dan pengelolaan [email protected] ail, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, p€temal€n, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya air Eel,ah,ri rehabilitasi hutan dan lahan pada
@tdopnl cr"c, terutama pada DAS Citarum, DAS Cipunagara, DAS
Cimanuk, DAS Kali Cilet, DAS Kali Pangkalan, DAS Cisanggarung, DAS
Cipsger, DAS Kali Kesunean
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai, gitu,
dan danau, terut ma pada DAS Citarum, DAS Cipuna8am, DAS
Cimanuk, DAS (ali C{ct, DAS Kali Pangkalan, DAS Cisanggarung, DAS
Cipager, DAS Kali Kesunean, serta Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata,
waduk Saguling, waduk Jatigede, Waduk Darma, Waduk Sadawarna,
Waduk Cipancuh, Situ Lembang, Situ Patenggang, Situ Cisanti, Situ
CipanunjanS-Cileunca
. Pembangunan infrastruktur PLTA PS Upper Cisokan
. Pembangunan PI-TS Apung Jatiluhur
. Pembangunan infrastruktur PLTP Patuha
. Pembangunan infrastruktur PLTP Wayang-Windu
. Pembangunan infrastruktur PLTP Tangkubanparahu
. Pembangunan infrastru.ktur PLTP Tdlp@as
. Pembangunan Kilang Minyak Bumi Balongan
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tqta ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dafl revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pup </pestbida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses aleir an modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur kone! ivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan Eandcrncn usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem rEsi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium rk€t pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dar budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
C2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Citanduy-Ciwulan-Cilaki
. Kab. Garut
. Kab. Tasikmalaya
. Kab. Ciamis
. Kab. Pangandaran
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Cikunten, D. I. Cikunten II, D. I. Manganti,
D. I. Bantarheulang, D. I. Lakbok Utara
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Banjar
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
berkas 6, hlm. 88 OCR
REPUELIK INOONESIA
-aa-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi I Intervensi
. PengeEbangandanpcnin8katanproduktivitashortikultura
. Pembsngutrqn dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pargsn, peternakan, dsn
hortikultura
. Konservasi su.mber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
qtdvnal, cr?@, tef,utarra pada DAS Ciwulan, DAS Citanduy, DAS
Cijulang, DAS Cikandang, DAS Cimedang, DAS Cilangla
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai, situ,
dan danau, terutama pada DAS Ciwulan, DAS Citanduy, DAS Cijulang,
Situ Bagendit, Situ H€
. Pembangunan infrastruktur PLTA PS Matenggeng
. Pengembangan Kawasan Perdesaan Industri Bambu Kreatif Selaawi
(Ikb. Garut)
r Pengelol,aan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi l,ahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit tunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratoriu.m riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan Afirmasi Jawa
Barat Bagian Selatan
(Pemerataan
Pembangunan)
Kab. Garut
Kab. Tasikmalaya
Kab. Cianjur
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta ru.mah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Pengembangan rintisan PSDKU (Program Studi Di Luar Kampus Utama)
dengan program studi sesuai keunggulan dan kebutuhan wilayah
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pameungpeuk (PHTC)
o Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertanian
hortikultura dan peternakan
. Peningkatan 6A pariwisata di Santolo, Leuweung sancang, dan
Bojonglarang Jayanti
. Peningkatan/pembangunan jalan ruas Garut-Cikajang-Pameungpeuk,
Cidaun-Ciwidey-Soreang, Sindangbarang-Sukanegara-Cianjur,
Tasilonalaya-Cikatma$Cikalon& dan Jalan Lintas Selatan Jawa Barat
berkas 6, hlm. 89 OCR
No Lokasi Prioritas frigtdilgrd Indikasi IntervEnsi
Penguatan Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer
di Pameung)euk, serta penguatan kawasan Pameungr€uk sebagai
kawasan pertahanan dan keamanan matra udara
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi datr akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, terutama di RSUD Pameungpeuk (PHTC)
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Tebu cirebon-
Majalengka
. Kab. Cirebon
. Kab. Majalengka
. Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (tebu)
. Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
. Pengendalian OPT dan DP! pada komoditas produksi industri (tebu)
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tehr
l=t) Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Indramayu-Cirebon
. Kab. Cirebon
. Kab. Indramayu
Kawasan Konservasi TN
Halimun-Salak (E1), TN
Gede-Pangrango (E2), TN
Ciremai (E3), dan
Geopark Ciletuh (Br)
. TN Halimun-Salak:
Kab. Bogor, Kab.
Sukabumi
. TN Gede-Pangrango:
Kab, Bogor, Kab.
Cianjur, Kab.
Sukabumi
. TN Ciremai: Kab.
Kuningan, Kab.
Majalengka
. Geopark Ciletuh:
Kab. Sukabumi
. Pensemt anSan pelabuhan perikanan PPP Eretan dan PPN Kejawanan
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Indramayu-Cirebon
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya air payau dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
o Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri gara di
Indramayu-Cirebon
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Penguatan pengelol,aan hutan lestari
Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
EI
E2
E3
M :'l
:l
!
:'l
a
a
berkas 6, hlm. 90 OCR
REPII BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas s Higld&fu Indikasi Intervensi
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Jawa Barat
5 Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Sukabumi, Kota Cimahi, dan Kota Bandung
. Kab. Bogor
. IGb. Bandung Barat
. Ikb. Garut
. I(ab. Bandung
. Kab. Cianjur
5 Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Ratrran Pangan (PHTC)
Provinsi Jawa Barat Indikasi I Intervensi Umum :
. Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
. Percepatan wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sara[a dan pr.asarana sekolah dsn madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan ],an8 tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
. Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ihr dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
. Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
. Penguatan kesetaraan gender, p€rnb€rdayasn perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, sena peningkatan
kcpcmirrpirEn perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
. Peningkatan kesetaraan dqn pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial baai penyandang
disabilitas da.rr lanjut usia dalam proses pembangunan
. Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dad Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tda kelola persampahan
berkas 6, hlm. 91 OCR
No L.kasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Peningkatan pcnguEpulsr dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan p€rnbsrukit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas lsmo,ft grid untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan lhtrit
o Pe,ieraPgtrt hdenet o/?ftir€s (lo'IJ di s€hor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband, hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola darr infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Jawa Barat, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi scrta Tindak Pidana
Pencucian Uang (IPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P+GN)
Pendalaman Bcktor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
berkas 6, hlm. 92 OCR
a

2.3 Provinsi D.I Yogyakarta
N Nu P7 D.I. YOGYAKARTA
Dog N yna P4 /
Pa. Jd AY LEGENDA
Yana AL A Kawasan
H AN Pati N Pertumbuhan
: pet 1 Kawasan
-— , P4 NA Komoditas Unggulan
£ A2d Aa £ 3
N || ar Na L Kawasan Swasembada
, : SA Una Pangan, Air, dan Energi
K1 kai nd Hz Yogya 2 Kawasan Afirmasi
Owen nnnnnnnnn 33 ke) Haa Kawasan Konservasi dan
22 P c1 N Rawan Bencana
” ' c1
Ia / A2g N (@5 ibu Kota Provinsi
A2c | A2e Poco
K3 ella D1 Deng @ Bandar Udara
NX Aa 9 Pelabuhan
£ . ( | me Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
— SA Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
"““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Kawasan Perkotaan Yogyakarta Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 1 Progo-Opak (Kab. Sleman, Kab. Kulonprogo, Kab. Bantul,
Unggulan Yogyakarta: Kab. Gunungkidul)
a. Prambanan-Ratuboko
b. Kaliurang-Merapi
C. Pantai Selatan Bantul-Kulonprogo D. Kawasan Afirmasi
d. Perbukitan Menoreh
e. Geopark Gunung Sewu, termasuk pantai- 1 Pegunungan Sewu (Kab. Gunungkidul) (Pemerataan
pantai dan sistem geomorfologi karst Pembangunan)
Gunungkidul
f. Kasongan-Selarong
g. Imogiri E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
3 Kawasan Aerotropolis YIA
1 TN Gunung Merbabu-Merapi
berkas 6, hlm. 93
Sasaran Pembangunan Provinsi D.I Yogyakarta
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Perkotaan
Yogyakarta (A1),
Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Yogyakarta
(A2), dan Kawasan
Aerotropolis YIA (A3)
(bagian dari Destinasi
Pariwisata Prioritas
Borobudur-Yogyakarta-
Prambanan)
• Kota Yogyakarta
• Kab. Sleman
• Kab. Kulonprogo
• Kab. Gunungkidul
• Kab. Bantul
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Yogyakarta, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Yogyakarta (PHTC)
• Pembangunan TPST Regional Yogyakarta
• Pengembangan SPAM Regional Kawasan Perkotaan Yogyakarta
• Pengembangan SPAL Regional Kawasan Perkotaan Yogyakarta
• Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan Yogyakarta (PHTC)
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Klaten–Kartasura
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Magelang–Bawen
• Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Kulonprogo (YIA)
• Urban Renewal Kota Tua Yogyakarta, Kotagede, dan Revitalisasi Keraton
Yogyakarta, Pura Pakualaman, dan Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Universitas Gadjah Mada dan Institut Seni Indonesia
Yogyakarta
• Peningkatan/preservasi jalan ruas Yogyakarta–Bantul–Parangtritis,
Yogyakarta–Kaliurang, Yogyakarta–Wonosari–Semanu–Pracimantoro
• Pengembangan Kawasan Aerotropolis YIA (Yogyakarta International
Airport)
• Peningkatan 6A Pariwisata, terutama pada hotspot pariwisata, antara
lain:
o Percandian Prambanan–Sewu
o Keraton Ratu Boko
o Kaliurang–Merapi
o Pantai selatan Bantul–Kulonprogo
o Perbukitan Menoreh
o Geopark Gunung Sewu, termasuk pantai-pantai dan sistem
geomorfologi karst Gunungkidul
0,8
0,9
78,6
55,1
0,436 – 0,440
0,443 – 0,447
6,11 – 7,11
10,00 – 10,50
74,36
62,14
0,79
0,75
2,83 – 3,27
3,12 – 3,51
71,33
7,0 70,49
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 6, hlm. 94 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi IntervEnsi
o Kasongan-Selarong
o Imogiri
cl Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Progo-
Opak
. IGb, Sleman
. Kab. Kulonprogo
. I(ab. Gunungkidul
. Kab. Bantul
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan idSasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Karangtah.rn, D. I. Iklibawang, dan D. I.
Progo Manggis-Kaf ibcning
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan heri,sni (termasuk
pengembangan kaE asan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan um.rk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Serang, DAS Progo Tengah-Hilir,
DAS Opak, dan DAS Bribin
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Serang, DAS Progo, DAS Opak, dan DAS
Bribin
. Pembangunan Bendungan Gsd
. Pembangunan Bendungan Karangtalun
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produ.ksi, antara lain mela.lui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkua.litas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bag petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian lraF/ar, antara train melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; p€duasan aks€i asuransi usaha
tani; pcnitgkdan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sist€@ resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
tr atren komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/l,aboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan var."ietas unggul dan budidaya lol€1, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset penardan
DI Kawasan Afirmasi
Pegunungan Sewu
(Pemerataan
Pembangunan)
. Kab. Gunungkidul
Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air balo,l, air minum, darl
sanitasi, listrik, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
Peningkatan ketahanan bencana
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenia.l di kawasan perkotaan Wonosari (PHTC)
Pengembangan SPAM Kawasan Perkotaan Wonosari
Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: pertanian
hortikultura dan peternakan
:'l
berkas 6, hlm. 95 OCR
No Lokasi Prioritas I*?h&i?rd Indikasi Intervensi
E1 Kawasan Konservasi TN
Gunung It Merbabu-Merapi
. Kab. Sleman
. Peningkatan 6A pariwisata di Capark Gunung Sqrru, termasuk pantai-
pantai dan sistem geomorfologi karst Gunungkidul
. Pembangunan Jalan Lintas Selatan Bantul-Gunungkidul-Wonogiri
. Peningkatan/preservasi jalan ruas YogEkarta-wonosarFs€t!8fl1-
PraciEaDtoro
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ebsi8tcm dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan dan satwa
. Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosbteta berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospck8i, keamanan hayati, serta aksca
dan pembagian keuntungan suEb€r daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Penguatan pengelolaan hutan lestari
. Perlindungan dsn pengamanan hutan
. Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
. Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
. Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
Katrrasgl Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di D. I. Yogyakarta
Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Yoslakada dan Ikb. Bantul
. Kab. Bantul
. Kab. Gunungkidul
Indikasi Daerah Prioritas Intc ensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, darr Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi DI Yogyakarta Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta p€ob.rian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
meLaluii
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dar akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara train melalui:
a
a
:')
berkas 6, hlm. 96 OCR
REPUBLIK TNDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
:l
o Penguatan kapasitas dan bE{rdirian, serta peningkatan
kepemimpinan perempuan dehrn lEn8@bil,an keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan ha.k penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap halc
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial baSi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dehh proses pembangunan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Huh'l ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (loT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas s SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di DI Yogyakarta, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P4GN)
Pendal,aman sektor keuangan, antara train melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran $ktq keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di DI Yogyakarta, antara l,ain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kal'a8an
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 97 OCR
2.4 Provinsi Jawa Tengah
E2
LEGENDA
N c3 B2 Kawasan
| / AN , TB A8 BAN Pertumbuhan
TN 3 DM $ A5 S awasan Swasembada
1 / Aa TER Ora paae Ng B1 Jantan ya dan sa
N ka) c1 c1 | an s Semarang “s. f Kawasan Afirmasi
1 BI ( AS P: ir | Kawasan Konservasi dan
"NP C2 P P y Rawan Bencana
“ F, P 4 Ec , 4
3 “9 ML k Ko a DN C4 1 (@5 Ibu Kota Provinsi
NN | : Ne $N E1 & DA @ Bandar Udara
Sa SN sa & C2 Kari Ne v TN /
»$ &, .. "3 mg TA y N 23 | 9 Pelabuhan
E3 1 Sa a No? / mx Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
YA r Da C4 ( Multinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
Pj N / “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
Kn ama Pi Batas Administrasi
un — ni "nh TAGS
Das “Ah TA
En : MAAN « -
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 — Kawasan Perkotaan Purwokerto Swasembada Pangan dan Air
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan 1 Pemali-Comal (Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kab.
Borobudur-Dataran Tinggi Dieng Pemalang, Kab. Pekalongan, Kab. Batang)
3 Kawasan Perkotaan Cilacap dan Kawasan
Pengembangan Industri Cilacap Swasembada Pangan, Air, dan Energi
4 Kawasan Perkotaan Pekalongan-Batang dan 2 Dieng-Serayu-Bogowonto (Kab. Cilacap, Kab.
Kawasan Pengembangan Industri Batang Banyumas, Kab. Purbalingga, Kab. Banjarnegara, Kab.
5 WM Semarang dan Kawasan Pengembangan Wonosobo, Kab. Kebumen, Kab. Purworejo)
Industri Kendal-Semarang-Demak-Kudus 3 Jragung-Tuntang-Serang-Lusi-Juwana (Kab.
6 Kawasan Perkotaan Surakarta, Kawasan Semarang, Kab. Demak, Kab. Jepara, Kab. Pati, Kab.
Pengembangan Industri Surakarta-Boyolali- Kudus, Kab. Rembang, Kab. Grobogan)
Karanganyar-Sukoharjo 4 Bengawan Solo (Kab. Blora, Kab. Sragen, Kab.
7 Kawasan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Unggulan Boyolali, Kab. Klaten, Kab. Sukoharjo, Kab.
Solo-Sragen-Karanganyar Karanganyar, Kab. Wonogiri)
8 Kawasan Perkotaan Rembang
D. Kawasan Afirmasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan
1 Brebes (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
Tebu
1 Pegunungan Kendeng (Kab. Rembang, Kab. Pati,
Kab. Blora, Kab. Sragen) E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru 1 TN Merbabu-Merapi
2 Pati-Rembang 2 TN Karimunjawa
3 Cilacap 3 Geopark Kebumen
berkas 6, hlm. 98
SK No25ll04A
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A5 WM Semarang dan
Kawasan Pengembangan
Industri Kendal-
Semarang-Demak-Kudus
• Kota Semarang
• Kota Salatiga
• Kab. Semarang
• Kab. Kendal
• Kab. Demak
• Kab. Kudus
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Semarang, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Semarang
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan RTH
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Salatiga (tematik kota pendidikan)
sebagai kota satelit dari WM Semarang, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di WM
Semarang melalui pembangunan BRT dan peningkatan kereta komuter
• Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak
• Pembangunan Jalan Tol Demak–Kudus–Pati–Rembang–Tuban
• Pembangunan TPST Regional Semarang-Demak
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Semarang, termasuk penerapan NBS, SIH3, dan FEWS
• Pengembangan SPAL Regional WM Semarang
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Semarang (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Semarang
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
• Pembangunan pipa gas bumi Cirebon–Semarang
7,9
8,2
71,8
51,1
0,355 – 0,360
0,362 – 0,367
5,21 – 6,21
9,00 – 9,66
27,57
0,32
0,65
0,62
3,73 – 4,49
4,42 – 4,81
75,87
6,7 75,68
(Rata-rata
2025–2029)
7,7
(2029)
berkas 6, hlm. 99 OCR
No Lokasi Prioritas tft?hlbfu Indikasi Intervensi
. FembarAqnan pipa gas bumi Iklija (Kalimantan-Jawa
. Pengembangan koridor industri Kendal-Semarang-Demak-Kudus (sektor
industri prioritas: industri kimia, industri Ecain dan perlengkapan,
industri mal€nsn dan minuman, industri tekstil dan alas kaki)
. Hilirisasi tebu, temt@a untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu rzu, sugar, GKP, molase, baga$c, serta produk hilirisasi l,anjutan
tebu bioetanol, simp glukosa, dan bioplastik
. Pengembangan XI Seafer (Kab. Kendal)
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Demak
. Pengembangan Pelabuhan New Tanjung Mas-Kendal Seaport
. Pembangunan Tanggul Pantai/l,aut Kendal-Semarang-Demak dan
Pengembangan Kawasan Pesisir Semarang-Demak
. Urban Renewal Kota Tua Semarang
. Pembangunan Bendungan Bo&i
. Pengembangan sekolah menengah unggulan terintegrasi di kawasan
perkotaan WM Semarang (PHTC)
. Pengembangan Kawasan Perdesaan Plasma Petik Sari (Kab. Kendal)
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A4 Kawasan Perkotaan
Pekalongan-Batang dan
Ikq,asan Pengembangan
Industri Batang
. Kota Pekalongan
. Kab. Pekalongan
. Kab. Batang
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Pekalongan-Batang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan t naga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
. Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Pekalongan-Batang (PHTC)
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Kraton Kab. Pekalongan (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Pekalongan-Batang
. Pengembangan SPAM Regional Pekalongan-Batang
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Pekalongan dan pembangunan
pengaman partai pesisir Pekalongan-Batang
. Pengembangan koridor industri Batang (sektor industri prioritas:
industri mesin dan perlengkapan, industri kendaraan bermotor listrik
berbasis baterai, industri semikonduktor, hilirisasi nikel)
. Pengembangan KIT Batang, termasuk infrastruktur pendukungnya
seperti jalan, sistem penyediaan air baku dan air minum,
telekomunikasi, dry port, pelabuhan, dsb.
. Pembangunan ppa gas bumi Cirebon-Semarang
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
. Pengembangan kota agropolitan Pekalongan
berkas 6, hlm. 100 OCR
No Lokasi Prioritas tlr?r&?rd Indikasi Intervensi
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A6
A7
Kawasan Perkotaan
Surakarta dan Kawasan
Pengembangan Industri
Surakarta-Boyolali
Karanganyar-Sukoharjo
(46)
. Kota Surakarta
r Kab. Boyolali
. Kab. Karanganyar
. Kab. Sukoharjo
Kawasan Pariwisata dsn
Ekonomi Kreatif
Unggulan Solo-Sragen-
Karanganyar (47)
Kota Surakarta
Kab. Sragen
Kab. Karanganyar
. Pengembangan dan Fnatlan kawasan perkotaan Surakarta, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar aL minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen z,
dan milenial di kawasan perkotaan Surakarta (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Solo-Karanganyar-Boyolali-Sukoharjo
. PenSpobangEn SPAM Regional Wosusokas
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Surakarta
. Pengembangan koridor industri Surakarta-Boyolali-Karanganyar-
Sukoharjo (sektor industri prioritas: industri mesin dan perlengkapan,
industri makanan dan minuman, dan industri tekstil dan alas kaki)
. Pembangunan Jalan Tol Kartasura-Klaten-Yogyakarta
. Pengembangan kota agropolitan Surakarta
. Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Surakarta
. Urban Re'?,,dlr,ll<ota, Tua Surakarta dan Revitalisasi Keraton Surakarta
dan Puri Mangkunegara
. Peningkatan 6A Pariwisata pada ld.spot pariwisata, antara lain:
Sangiran (termasuk revitalisasi Museum dan Situs Purbakala Sangiran),
Tawangmangu, Cetho-Sukuh
. Preservasi jalan ruas Solo-Sangiran, Solo-Tawangmangu
. Penyediaan layanan KA commuter E l4 Surakarta Raya (Surakarta-
Sukoharjo-Karanganyar-Sragen)
. Perencanaan dan persiapan p€tobanguna! Kereta Api Cepat (HSf,)
Jakarta-Surabaya
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
AI Kawasan Perkotaan
Purwokerto
. Kab. Banyumas
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Purwokerto, antara
lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dqrt rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan laj.aDan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yanA terint grasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Purwokerto (PHTC)
Pengembangan SPAM Perkotaan Purwokerto
berkas 6, hlm. 101 OCR
ttTjN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan layanan unggulan hs€hdan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD PrcL Dr. Maryono Soekarjo
Purwokerto (PHTC)
Pengembangan kota agropolitan Purwokerto a
A3 Kawasan Perkotaan
Cilacap dan Kawasan
Pengembangan Industri
Cilacap
. Ikb. Cilacap
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cilacap, antara lain
melalui:
o Fen].uqrnan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rcncarE
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan l,ayanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang tcf,buka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
Ha yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman loDuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, ccn Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cilacap (PHTC)
. Pengembangan SPAM Perkotaan Cilacap
. Pengembangan layanan unggulan lasehdan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sist€o rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Ikb/Kota, khususnya pada RSI.JD Cilacap (PHTC)
. Preservasi jalan ruas Cilacap-Kebumen-Purworejo (Lintas Selatan Jawa
Tengah)
. Pengembangan kota agropolitan cilacap
. Pengembangan Pelabuhan Cilacap
. Pembangunan Kilang Minyak Bumi Cilacap
. Pengembangan koridor industri Cilacap (sektor industri prioritas:
industri kimia, industri kosmetik dan farmasi, industri semen dan bahan
konstruksi, industri makanan dan minuman)
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A8 Kawasan Perkotaan
R€@bsng
. Kab. Rembang
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Rembang, antara train
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yarrg terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan R€Ilbang (PHTC)
Pengembangan SPAM Perkotaan Rembang
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung
stroke, dan siatcE rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD dr. R. Soelrasno Rembang (PHTC)
Preservasi jalan ruas Rembang-Blora
Pembangunan Jalan Tol Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban
Pengembangan kota agropolitan Rembang
:')
:)
.,]
berkas 6, hlm. 102 OCR
-ro2-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
lA Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Borobudur-Dataran
Tinggi Dieng (bagian dari
Destinasi Pariwisata
Prioritas Borobudur-
Yogyakarta-Prambanan)
Kota Magelang
Ikb. Magelang
Kab. Wonosobo
Kab. Temanggung
Kab. Banjarnegara
a
a
Peningkatan 6A Pariwisata Candi Borobudur *bryai The World's Lary8t
Bttddhist Pilqinvge Destination
Peningkatan 6A Pariwisata, antara lain pada Dataran Tinggi Dieng dan
Kompleks Percandian Dieng dan Museum Kslirasa
Urban Renewal Kot, Wisata Magelang, wonosobo, dan Temanggung
Pengembangan Kawasan Perdesaan Margomarem (Kab. Wonosobo)
Pembangunan Jalan Tot Bawen-Magelang-Yogyakarta
Preservasi ja.lan ruas
Purwokerto
. Preservasi jalan ruas Wonosobo-Parakan-Temanggung-Secang
. Preservasi jalan ruas Parakan-Ngadirejo-Weleri
. Preservasi jalan ruas Wonosobo-Tambi-Percandian Dieng
o Preservasi jalan ruas Ngadirejo-Sikatok-Tambi
. Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rumah
sa.kit dalam rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RST Tk.
II dr. Soedjono (Kota Magelang)
:'l
',]
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Jragung-Tuntang-Serang-
LusiJuwana
. Kab. Semarang
. Kab. Demak
.Ikb.Jepara
. Kab. Kudus
. Kab. Pati
. Ikb. Grobogan
. Kab. Blora
. Kab. Rembang
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Glapan, D. I. Sedadi, D. I. Klambu, D. I.
Jragung, D. I. Duedl, D. I. Sidorejo, D. I. GerDblott& dan D. I.
Gunungrowo
Rehabilitasi dar peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pert nian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutqlt dan lahan pada
catchment area, terutama pada DAS Jragung, DAS Tuntang, DAS Serang
DAS Juana, DAS Capluk, DAS Lasem
Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Jragung, DAS Trrntan& DAS Serang, DAS
Juana, DAS Capluk, DAS Lasem, Danau Rawapening, Waduk
Kedungombo
Pembangunan infrastruktur PLTP Ungaran
Pembangunan Bendungan Dolog
Pembangunan Bendungan Karangnongko
Pembangunan Bendungan Cabean
Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
a
5
a
a
:l
in6:astn ktur EansDctasi dan disitd basi petani;
berkas 6, hlm. 103 OCR
ttIN
REPUBUK INOONESIA
- ro3 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan E€naj€orear usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pac€r, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan Earajemeo poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; pcrluasol akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil rh€t pertanian
c2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Dieng-Serayu-Bogowonto
. I(ab, Wonosobo
. Kab. Banjarnegara
. Kab. Purbalingga
. Kab. Banyumas
. Kab. Cilacap
. Kab. Kebumen
. Kab. Purworejo
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi l(€['enaryan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Banjarcahyana, D. I. Singomerto, D. l.
Serayu, D. l. Wadaslintang, D. I. Sempor, dan D. I. Tajum
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi k 'enan8an
pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Pengembangan dan Peningkatan produktivitas peternakan/pangan
hewani (termasuk pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
o Pembangunan dan pengelolaan tsrtrf,rngan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
.utcrunen area WS Sera)m-Ebgowqrto
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
darEu
. Pembangunan infrastruktur PLTP Candradimuka
. Pembangunan infrastruktur PLTP Dieng
. Pembangunan infrastruktur PLTP Baturraden
. Pembangunan Bendungan Bener
. Pengembangan pabrik ekstraksi litium dari fluida panas bumi di Dataran
Tinggi Dieng
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi l,ahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara train mela.tri: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPI dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan marEjcraen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
berkas 6, hlm. 104 OCR
I:I^TJFIEtrN
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas psrEan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lol€l dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
cl Kawasan Swasembada
Pangan dan Air Pemali-
Comal
. Kab. Brebes
. Kab. Tegal
. Kab. Pemalang
. Kab. Pekalongan
r Kab. Batang
Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bengawan Solo Jawa
Tengah
. Kab. Wonogiri
. Kab. Sukoharjo
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Waduk Malahalnr, D. I. Kumisik, D. I. Pemali
Bawah, D. I. Cacaban, D. I. Cipero, D. I. Gung, D. L Sungapan, D. I.
Comal, D. I. Kupang Kromp€m& D.I. Sragi, dan D. L Kaliwadas
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intEnsifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkel,anjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortili tura
o Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
caldvr@tt cr"c, terutama pada DAS Serayu, DAS Luk Ulo, DAS
Wawar/ Medono, DAS Bogowonto
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Serayu, DAS Luk Ulo, DAS Wawar/Medono,
DAS Bogowonto, Waduk Wadaslintang, Waduk Sempor, Waduk Mrica
. Pembangunan Bendungan Kedunglanggar
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, ant ra lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
kualitas pascapanen melalui peningkatan pra3araru
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan aksca asuransi usaha tsrd, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak pctarri; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
Biste@ resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala loka.l dalan
ranSka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pert nian
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
C4
SK No25llllA
berkas 6, hlm. 105 OCR
=IiEIEtrN REPUBUK INOONESIA
No L.kali Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
:')
Kab. Klaten
Kab. Boyolali
Kab. Sragen
Kab. Karanganyar
Kab. Blora
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
o Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk Frtanian tanaman pangan, pctcmalan, dan
hortilo tura
. Konsen asi su.mber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@lchtnen qrcq ten)t@a pada Sub-DAS Bengawan Solo Hulu
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Bengawan Solo Hulu, Waduk
GajahEungkur, Waduk Cengklik
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lah melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain mel,alui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan alc€s layanan
sistem resi gudang; pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas s pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal del,m
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
BI Kawasan Komoditas
Unggulan Tetu
Pegulungan Kendeng
. Kab. Rembang
. Kab. Pati
. Kab. Blora
. Kab. Sragen
:]
a
a
:.]
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tetu
82
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pati-Rembang (82)
. Ikb. Pati
o Kab. Rembang
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Cilacap (B3)
. Kab. Cilacap
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Bajomulyo dan PPN Tasik
Agung
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPS Cilacap
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pati-Rembang
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. PenAcmbsnSan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
berkas 6, hlm. 106 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kel,autan dan perikanan
. Penguatan logistik dan si8teE rantai dingin produk perikanan
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Pati, Rembang, dan Cilacap
DI Kawasan Afirmasi Brebes
(Percepatan Pengentasan
Kemiskinan)
. I(ab. Brebes
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah la)Ek huni), scna peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Preservasi jalan daerah di Kab. Brcb€s
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high whe unggulan: pertanian dan
peternakan
. Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
. Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
E1 Kawasan Konservasi TN
Merbabu-Merapi
. Kab. Magelang
. Kab. Boyolali
. Kab. Semarang
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem @ dan arca bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pemanfaatan erEb€r daya hayati dan jasa ekogistctr berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
. Perlindungan dan pengamanan hutan
. Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
. Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
. Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
E2 Kawasan Konservasi TN
Karimunjawa
. Kab. Jepara
|.]
a
Pengelol,aan kawasan konservasi di perairan, wilayah pesisir, dan pulau-
pulau lacil
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinA8i
Pengurangan status keterancaman slrcsirs tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan nrober dal'a hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioeko[roEi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta alGes
dan pembagian keuntungan surab€r daya genetik
E3 Kawasan Konservasi
Geopark Kebumen
. Kab. Kebumen
5 Pengelolaan geologi untuk mendukung keanekaragaman ekosistem
Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pengurangan status keterancaman spesies tumbuhan, satwa, dan biota
perairan
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, kesrlaltan hayati, serta akses
dan pembagian keuntungan Bur!be!' daya genetik
:')
',]
berkas 6, hlm. 107 OCR
No Lokasi Prioritas Higrd@tu I Indikasi I Intervensi
. Kab. Wonosobo
. I(ab. Pemalang
. Kab. Brebes
. Kab. Temanggung
. Kab. Magelang
. Kab. Banyumas
. I(ab. Banjarnegara
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
B€nhran Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jawa Tengah Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Ana* Tidak Sekolah
o Revitalisasip€ndidikannonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dsn anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kc8pro
o Penyelengaraanpemeriksasrkesehatangratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dad kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, scna peningkatan
kepemimpinan perempuan dala.m pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Peningkatan kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan
lanjut usia, antara lain melalui:
o Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan terhadap hak
penyandang disabilitas dan lanjut usia
o Penguatan prinsip dan pendekatan inklusi sosial bagi penyandang
disabilitas dan lanjut usia dalam pmscs pcrabanaunan
Reformasi Pengelolaan SsDpah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
:l
'l
SK No25tl14A
berkas 6, hlm. 108 OCR
REPUBLTK INDONESIA
-loa-
No Lokasi Prioritas frigtdlbld Indikasi Intervensi
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/ LUR
. Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan ccrdag lst tatl grid untuk rreEakriEalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Pa,r..fapan In enet orltdqs (loT) di Bcktor ercrgi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara rectdm€
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
. Percepatan transformasi digital, antara train melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hinga kc pelosok
. Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara l,ain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
. Memperkuat reformasi hula&, terutama di Jawa Tengah, antara lain
melalui:
o Rnc€gahart dqn pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (FIGN)
. Pendalaman sektor keuangan, antara lain melalui:
o Penguatan peran perbankan
o Penguatan peran sektor keuangan nonbank
o Peningkatan inklusi dan literasi keuangan
. Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Jawa Tengah, antara l,ain
melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan haL kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
SK No25ll15A
berkas 6, hlm. 109 OCR
C3
2.5 Provinsi Jawa Timur
gi JAWA
LEGENDA
Kawasan
Pertumbuhan
Kawasan
Komoditas Unggulan
1 Kawasan Swasembada
NN LN EA Pangan, Air, dan Energi
Na N NN B5 D1
Ha , Ng » P5 B6 C it Kawasan Afirmasi
NG - N Pa Ka at
Sa “ A9 Ponsag sa Pe Png 4 “4 d Kawasan Konservasi dan
5 $ A1 Surabaya — Rawan Bencana
"5 / B3 Na Si &g -4 Ibu Kota Provinsi
N A4 - “ Bandar Udara
N 2 » ti 2 LA Lag Pelabuh:
en Pa # labuhan
BJ Si) | 4 A2 - k B2 7 c3 N 9 Kawasan Prioritas Rawan
LA “Snap 1762 KS B1 “3 - c3 # & ah e AN 9 Bencana Gempa Darat
B4 men ' £ Hana ai Ken NG Ak mm Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
1 Pada : 2 “— B7 9— , , Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan Tol dan
. , NE ng “““ Peningkatan/Pembangunan Jalan Nasional)
E3 Y » — Gal yasebat :
A. Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 — WM Surabaya dan Kawasan Pengembangan Industri Swasembada Pangan, Air, dan Energi
Gresik-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Pasuruan 1 Bengawan Solo (Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab.
2 Kawasan Perkotaan Malang-Batu, Kawasan Magetan, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab.
Pengembangan Industri Malang-Singasari-Lawang & Bojonegoro, Kab. Tuban, Kab. Gresik, Kab.
Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Lamongan)
Bromo-Tengger-Semeru dan Lingkar Kawi 2 Brantas (Kab. Malang, Kab. Blitar, Kab. Tulungagung,
3 Kawasan Perkotaan Kediri Kab. Trenggalek, Kab. Kediri, Kab. Nganjuk, Kab.
4 Kawasan Perkotaan Madiun Jombang, Kab. Mojokerto, Kab. Sidoarjo)
5 Kawasan Perkotaan Sumenep 3 Tapal Kuda (Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kab.
6 Kawasan Perkotaan Jember Lumajang, Kab. Jember, Kab. Situbondo, Kab.
Bondowoso, Kab. Banyuwangi)
B. Kawasan Komoditas Unggulan
D. Kawasan Afirmasi
Tebu
1 Lingkar Kelud-Kawi-Arjuna-Welirang (Kab. Malang, 1 Madura dan Kepulauan (Kab. Bangkalan, Kab.
Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab. Jombang, Kab. Mojokerto, Sampang, Kab. Pamekasan, dan Kab. Sumenep)
Kab. Sidoarjo) (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
2 Tapal Kuda (Kab. Lumajang, Kab. Jember, Kab. 2 Pegunungan Sewu (Kab. Pacitan dan Kab.
Bondowoso, Kab. Situbondo) Trenggalek) (Pemerataan Pembangunan)
3 Pegunungan Kendeng-Lingkar Lawu (Kab. Ngawi, Kab.
Magetan)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Ekonomi Biru
4 Pacitan-Trenggalek-Tulungagung 1 TN Bromo-Tengger-Semeru
5 Lamongan-Tuban 2 TN Meru Betiri
6 Sumenep | 3 TN Alas Purwo
7 Banyuwangi 4 TN Baluran
berkas 6, hlm. 110
Er-l-5{f.T{Il
BUK INDONESIA
- 1r0 -
SK No25ll19A
Sasaran Pembangunan Provinsi Jawa Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 WM Surabaya dan
Kawasan Pengembangan
Industri Gresik-
Surabaya-Sidoarjo-
Mojokerto-Pasuruan
• Kota Surabaya
• Kab. Gresik
• Kab. Lamongan
• Kab. Mojokerto
• Kab. Sidoarjo
• Kab. Bangkalan
• Kab. Pasuruan
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Surabaya, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Surabaya
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan RTH
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
o Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan Kawasan Perkotaan Gresik (tematik kota industri)
sebagai kota satelit dari WM Surabaya, antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan WM
Surabaya, antara lain Pengembangan Surabaya Regional Railway Line
Fase 1 dan BRT Surabaya
• Pembangunan Jalan Tol Surabaya East Ring Road (Bandara Juanda-
Kenjeran)
• Pembangunan Jalan Tol Gresik–Lamongan–Tuban
• Pembangunan Jalur Ganda KA Segmen Sepanjang–Wonokromo
• Pengembangan TPST Regional Surabaya Raya
• Pengembangan SPAL Regional WM Surabaya
• Pengembangan World Class Research University Berbasis Potensi
Wilayah pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Surabaya (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Surabaya dan peningkatan SPAM
Mojolagres
13,7
14,2
114,8
80,7
0,369 – 0,373
0,381 – 0,386
4,31 – 5,31
7,58 – 8,08
2,52
1,00
0,68
0,64
3,26 – 4,21
3,90 – 4,49
74,50
74,17 6,9
(Rata-rata
2025–2029)
8,0
(2029)
berkas 6, hlm. 111 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25-50
tahunan di WM Surabaya, tcrmaqrk pengendalian banjir Kali Buntung
dan Kali Lamong
. FenCeEbanEan koridor industri Gresik-Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-
Pasuruan (sektor industri prioritas: industri kimia, industri kosmetik
dan farmasi, hilirisasi tembaga, industri logam, besi, dan baja, industri
mesin dan perlengkapan, dan industri makanan dan minuman)
. Hilirisasi lanjutan sawit bioplastik, bioavtur, graphene, tE, da,n surfaktan
r Hilirisasi tebu, terutama untuk produk-produk hilirisasi dasar tebu,
yaitu raw sugar, GKP, molase, bagasse, serta produk hilirisasi l,anjutan
tebu bioetanol, sirup glukosa, dan bioplastik
. Pengembangan KEK Gresik dan pengembangan KI i-Sentra@Lamongan
. Pembangunan Pabrik Amonia Urea UI Petrokimia Gresik (PKG)
. Pembangunan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik (PKG)
. Perencanaan dan penyiapan pembangunan jalur KA Duduksampeyan-
Pelabuhan JIPE Manyar, serta pengembangan dry port kereta qi
. Urban Renewal Kota Tua Surabaya
. Pengembangan TPST Regional Pasuruan-Probolinggo
. Revitalisasi Kawasan Purbakala Situs Keraton Majapahit Trowulan
. Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HST)
Jakarta-Surabaya
M Kawasan Perkotaan
Malang-Batu, Kawasan
Pengembangan Industri
Malarg-Singasari-
Lawang, dan Kawasan
Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif Unggul,an Bromo-
Tengger-Semeru dan
Lingkar Kawi (Destinasi
Pariwisata Prioritas
Bromo-Tengger-Semeru)
Kota Malang
Kota Batu
Kab. Malang
Kab. Pasuruan
Kab. Probolinggo
Kab. Lumajang
Keb. Blitar
Pengembangan dar penataan kawasan perkotaan Malang-Batu, antara
lain melalui:
o Penl lsunan masterplan penataan kawasan perkotaan dsn rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan Eilqrial di kawasan perkotaan Malang-Batu (PHTC)
Urban Renewal Kota Wisata Batt..r
Pembangunan TPST Regional Malang
Pengembangan SPAM Regional Malang
Pengembangan koridor industri Malang-Singasari-Lawang (sektor
industri prioritas: industri mesin dar perlengkapan, industri makanan
dan minuman, dan industri tekstil dan alas kaLi)
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas tenaga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Ba.lai Latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
Pengembangan KEK Singasari
Pengembangan kota agropolitan Malang-Batu
Pengembangan SPAL Regional Kawasan Perkotaan Malang
Peningkatan 6A Pariwisata Malang-Bromo-Tengger-Semeru
Preservasi jalan ruas Malang-Batu dan Malang-Bromo
Pembangunan infrastruktur pengendalian sedimen dan lahar Gunung
ScEc!'u
5
a
:.]
!
:.]
a
:'l
SK No25ll2lA
berkas 6, hlm. 112 OCR
-tt2-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A3 Kawasan Perkotaan
Kediri
. Kota Kediri
. Kab. Kediri
. Revitalisasi Museum PETA Blitar
. Pembinaan melalui pelatihan kapasitas SDM Pariwisata berbasis
pariwisata berkelanjutan
. Pengurangan risiko bencana gunung api di Gunung Semeru
. Pengembangan dsn penataan kawasan perkotaan Kediri, antara l,ain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkdaarr
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan den peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman lorEuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Kediri (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Kediri
. Pengembangan SPAM Regional Kediri
. Pengembangan kota agropolitan Kediri
. Pembangunan Jalan Tol Kertosono-Kediri
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSt D Gambiran Kediri (PHTC)
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Kediri
. Preservasi jalan ruas Kediri-Tulungagung-Trenggalek dan Kediri-
Tulungagung-Blitar
. Pengurangan risiko bencana gunung apl di Gunung Kelud
A4 Kawasan Perkotaan
Madiun
. Kota Madiun
. Kab. Madiun
. Kab. Magetan
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Madiun, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata mang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengar sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman lorEuh terpadu perkotaan
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Madiun (PHTC)
. Pembangunan TPST Regional Madiun
. Pengembangan SPAM Regional Madiun
. Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Madiun
. Pengembangan kota agropolitan Madiun
. Pengembangan layarEfl unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem ruju.kan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Soedono Madiun (PHTC)
. Preservasi jalan ruas Madiun-Magetan dan Madiun-Ponorogo-Pacitan
. Pengembangan Kawasan Industri Ngawi, sebagai hin ed@nd dari
Kawasan Perkotaan Madiun
. Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI /KEK prioritas
SK No25ll22A
berkas 6, hlm. 113 OCR
ITEN
No L,okasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Perencanaan dan persiapan pembangunan Kereta Api Cepat (HSf)
Jakarta-Surabaya
Peningkatan layanan, alat kesehatan, dan fasilitas pendukung rur!€h
sakit dalarn rangka pengembangan ketahanan biodefense pada RSAU dr.
Efram Harcana (Kab. Magetan)
A6 Kawasan Perkotaan
Jember
. Kab. Jember
Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Jc6ber, antara l,ain
melalui:
o Penyusunan masterplan penat an kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan lal.anan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, c€n Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Jember (PHTC)
Pembangunan TPST Regional Jember
Pengembangan SPAM Regional Jember
Pengembangan kota agropolitan Jember
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Dr. Soebandi Jember (PHTC)
Preservasi jalan ruas Jember-Banyuwangi, Jember-Bondowoso-
Situbondo, dan Jember-Lumajang
Perencanaan dan persiapan reaktivasi jalur KA segmen Kalisat-
Situbondo
1
1
1
1
c1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bengawan Sob Jawa
Timur
. Kab. Pacitan
. Kab. Ponorogo
. Kab. Magetan
. Kab. Madiun
o Kab. Ngawi
. Kab. Bojonegoro
. Kab. Tuban
. Kab. Lamongan
. Kab. Gresik
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Colo, D. I. Asin Bawah, D. I. Bengawan Jero,
D. L Gondang, D. I. kijct n, D. I. SiE, D.I. Waduk Pondok, D. I. Jejeruk,
D. I. SunSlsrr, D. I. Beron, dsn D. I. Pacal
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna l,ahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi erlmbcr daya air melalui rehabilitasi hutan den lahan pada
@tctvvnt area, terutama pada Sub-DAS Kali Madiun, Sub-DAS
Bengawan Solo Hilir, DAS Grindulu, DAS kuEpun& DAS Kali Lamong,
dan DAS Kali Corong
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kulitas ak di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Kali Madiun, Sub-DAS Bengawan Solo
Hilir, DAS Grindulu, DAS Prumpung, DAS Kali Lamong, dan DAS Kali
Corong, waduk Pacal, Waduk Pondok, Waduk Sangiran, Waduk Prijetan,
dan Telaga Sarangan
. Pembangunan infrastruktur PLTP Tegala Ngebel
. Pembangunan infrastruktur PLTA PS Grindulu
. Pengembangan Kilang Minyak Bumi GRR Tuban
. Pembangunan kilang olefin di Tuban
. Pengembangan DioJtrd dari metanol dan etanol di Bojonegoro
berkas 6, hlm. 114 OCR
|I'-FN
No Lokasi t Prioritas Fft?rdirld Indikasi Inten ensi
. Pembangunan Jalan Tol Gresik-Lamongan-Tuban-Rembang
. Preservasi jalan ruas Bojonegoro-Babad-Lamongan-Gresik dan Tuban-
Babad
. Pengembangan Kawasan Prioritas Organik Bemutdsi Lereng Gunung
Lawu (Kab. Karanganyar)
. Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi laltan pertanian;
optimalisasi dan rEvitalisasi lahan pertanian; dsn peningkatan
penggunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modem/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
. Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asursnsi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan alc€3 layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
. Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
c2 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Brantas
. Kab. Malang
. Kab. Blitar
. Kab. Kediri
. Kab. Nganjuk
o Kab. Jombang
. Kab. Mojokerto
. Kab. Sidoarjo
r Kab. Tulungagung
. Kab. Trenggalek
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi ket enarEan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I . Delta Brantas, D. I . Is Kedung Kandang, D.
I. Menturus, D. I. Mrican, D. I. Padi Pomahan, D. I. Is Molek, dan D. I.
Waduk Bening
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Iionsn asi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@lcluten, qrw"te *a,,l,a pada Sub-DAS Brantas Hulu, Sub-DAS L.kso,
Sub-DAS Konto, Sub-DAS BranSkal
Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada Sub-DAS Brantas Hu.lu, Sub-DAS Lekso, Sub-
DAS Konto, Sub-DAS Brangl€I, waduk Ksrangkates, Waduk Widas,
Waduk Selorejo
Peningkatan operasi dan pemeliharaan bendungan-bendungan pada
DAS Brantas
Pembangunan infrastruktur PLTP Arjuno Welirang
Pembangunan Bendungan Bagong
Pengembangan K6 'assrr Perdesaan Agrowisata Pertanian Terpadu
Kecamatan Gondang (Kab. Mojokerto)
Pengelolaan dan pengembangan lahan pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
a
a
a
tl
SK No25ll24A
berkas 6, hlm. 115 OCR
iI-t=N
- r15 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi IntervEnsi
reforEa agraria, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupuk/pestisidai pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan Jera TiDur
a
a
C3 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Tapal Kuda
. Kab. Pasuruan
. Kab. Probolinggo
. Kab. Lumajang
. Kab. Jember
. Kab. Situbondo
. Kab. Bondowoso
. Kab. Banyuwangi
a Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pusat, antara lain pada D. I. Bondoyu.do, D. I. Sampean Baru, D. I. Baru,
D. I. Setail, D. I. Porolinggo, D. I. Setail Teknik, D. I. Bedadung, D. I.
Pondok Waluh, D. I. Talang, D. I. Jatiroto, D. L Pekalen, D. I. Banyuputih,
dan D. I. Sampean
Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan l,ahan pada
catchment cru, terutama pada DAS Bondoyudo, DAS B€dadung, DAS
Sampean, DAS TeDpfan-Kedungbajul
Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Bondoyudo, DAS Bedadung, DAS Sampean,
DAS Tempuran-Kedungbajul
Pembangunan infrastruktur PLTP Ijen
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi
Pengembangan SPAM Regional Probolinggo-Lumajang dan peningkatan
kapasitas SPAM Umbulan
Pengelolaan dan pengembangan latEn pertanian berkelanjutan, antara
lain melalui kebijakan tata mang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma agraria, redistribusi, dan konsolidasi lalun pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
penggunaan pupu.k/pestisida/pakan organik
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani:
!
a
!
1
:'l
',]
a
berkas 6, hlm. 116 OCR
PR,ESIDEN
No Lokasi t Prioritas Higrubrd Indikasi Intervensi
a
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan Eanaj€raen usalE tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tafli, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan a.lGes asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan al<sca layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian ska.la lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur
A5
DI
Kawasan Afirmasi
Madura (Dl) dan
Kepulauan (Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
dan Kawasan Perkotaan
Sumenep (A5)
Kab. Bangkalan
Kab. Sampang
Ikb. Pamekasan
I(ab. Sumenep
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Preservasi Jalan Lintas Selatan Madura dan Jalan Lintas Utara Madura
. PcnacEbanaanjari,gan/daqah irigaBi baru di wS Madura
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan: perikanan dan
peternakan
. Replo@n enl fasilitas Pelabuhan Sapudi
. Peningkatan fasilitas Pelabuhan Keramaian (Pulau Masalembu)
. Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Sumenep, antara lain
melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Fenlrcdiaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
. Pengembangan SPAM Perkotaan Sumenep
. Pembangunan nmah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, G€n z,
dan milenial di kawasan perkotaan Sumenep (PHTC)
. Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan eiatna rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dsn
Kab/Kota di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep (PHTC)
. Penaerabsnsen infrastruktur dan peningkatan layanan RSUD dr.
Mohammad Zyn Sampang
. Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan aks€r internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
. Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah safir upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
D2 Kawasan Afirmasi
Pegunungan Sewu Jawa
Timur (Pemerataan
Pembangunan)
r Kab. Pacitan
Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dqn
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, sfta nrEah layak huni), serta Fninglqtsn ketahanan
air, energi, dan pangan
Peningkatan ketahanan bencana :')
berkas 6, hlm. 117 OCR
[.T.N
REPUBLTK INDONESIA
- tl7 -
No Lokasi Prioritas
Kab. Trenggalek
It?rrftbr, I Indikasi Intervensi
1 Penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa Timur dan
preservasi Jalan Iintao Selatan Wonogiri-Pacitan-Trenggalek-
Tulungagung, serta jalan ruas Ponorogo-Pacitan dan Ponorogo-
Trenggalek
Pemberdayaan aktivitas ekonomi high tplue unggulan: perikanan,
pertanian, dan perkebunan
Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota di RSUD dr. Darsono Pacitan (PHTC)
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan k kemiskinan
BI Kawasan Komoditas
Unggulan Teh,r Lingkar
Kelud-Kawi-Arjuna-
welirang
o Kab. Malang
. Kab. Blitar
. Kab. Kediri
. Kab. Jombang
. Kab. Mojokerto
. Kab. Sidoarjo
a Peningkatan produktivitas perkebunan dslt kualitas produksi (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tebu
a
a
ln Kawasan Komoditas
Unggulan Tebu Tapal
Kuda
. Kab. Lumajang
. Kab. Jember
. Ikb. Situbondo
. I(ab, Bondowoso
't
1
:'1
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tehr
B3 Kawasan Komoditas
Unggulan Tebu
Pegunungan Kendeng-
Lingkar Lawu
r Kab. Ngawi
. Ikb. Magetan
:l
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produki (tebu)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (tebu)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (tebu)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (tebu)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tebu
84 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Pacitan-Trenggalek-
Tulungagung
. Kab. Pacitan
. Kab. Trenggalek
. Kab. TuhrDAaCunC
.,]
.,]
Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Tamperan dan PPN Prigi
Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung
Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggul,an perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
.,]
:l
:'l
a
SK No25ll27A
berkas 6, hlm. 118 OCR
No Lokasi Prioritas
E}5 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Lamongan-
. Kab. Lamongan
. Kab. Tuban
Higr igftt Indikasi Intervensi
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Brondong dan PPP Bulu
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
. Penguatan bgi3tik dan sistem rantai dingin produk perikanan
. Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Lamongan dan Tuban
Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Sumenep
. Kab. Sumenep
. Pengembangan pel,abuhan perikanan Pelabuhan Perikanan
Pasongsongan
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya sains hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dsn perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
I Pengembangan kawasan sentra produksi dan/atau industri garam di
Sumenep
B7 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Banyuwangi
. Kab. Banyuwangi
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Muncar
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Banyuwangi
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dsn prasarana produksi
perikanan budidaya, terutama pada komoditas lobster air l,aut yaDS
memiliki nilai jual tingi lwh-wtue @zunoditd
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya air payau dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dan perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rstrtsi dingin produk perikanan
EI
E2
H}
FA
Kawasan Konservasi TN
Bromo-Tengger-Semeru
(EU
. I(ab. Pasuruan
r Kab. Probolinggo
r l(ab. Malang
. Kab. Lumajang
Kawasan Konservasi TN
Meru Betiri (E2)
. Kab. Jember
. Kab. Banyuwangi
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta alGeg
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Penguatan pengelolaan hutan lestari dan peningkatan fungsi sosial
kawasan hutan
. Perlindungan dan pengamanan hutan
. Penguatan pengelolaan hutan lestari
. Peningkatan upaya pencegahan dan mitigasi
. Peningkatan layanan peringatan dini dan penanganan kedaruratan
bencana
. Peningkatan resiliensi masyarakat terhadap bencana
berkas 6, hlm. 119 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Kawasan Konservasi TN
Alas Purwo (E3l
. Kab. Banyuwangi
Kawasan Konservasi
Baluran (Br)
. Keb. Situbondo
Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi Sesar Darat
di Jawa Timur
a Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik di
Kota Blitar
. Kab. Bangkalan
. Kab. Pamekasan
. Kab. Sampang
. Kab. Sumenep
. I(ab. Bondowoso
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Jawa Timur a Pemberian Eatan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pernbedan makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dsn penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ihr dan anak
o Pencegahan dan Penurunan srun irq
o Peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi baSi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, scrta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari ke*rraaan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelol,a persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/ LUR
a
berkas 6, hlm. 120 OCR
-L20-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas ls,ra'a', grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet o/TrtjrBs (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan pengunaan kendaraan listrik
. Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas s SDM digital dan O,"o6i digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
. Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
. Memperkuat reformasi lurlolm, terutama di Jawa Timur, antara lain
melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (IPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gdap
narkoba (P4GN)
. Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Jawa Timur, antara lain
melalui:
o Pelindungan dar pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi hrdalla, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 121 OCR
: ,
2.6 Provinsi Banten
3 Ha
sa NX A2 L
Ka N 9 x LEGENDA
"si , "STT N c1 Ae to -@ Kawasan
L FAN A1 f “IN Pertumbuhan
& at / Kawasan
Serang - : Komoditas Unggulan
1 ga
$ | A4 | Kawasan Swasembada
! 1 Ns. Pangan, Air, dan Energi
“ 1 tan F3 Kawasan Afirmasi
# Ng 3
2 P4 | N
A H PT 3 N | Kawasan Konservasi dan
1 2 Le N , Rawan Bencana
' / . ON (@) Ibu Kota Provinsi
1
P, c1 ci 1 @ Bandar Udara
P 9 Pelabuhan
ae If
, , Kawasan Prioritas Rawan
2 2 E2 @ Bencana Tsunami/Megathrust
| , mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
2 | Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
? LA "““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
: maa. Batas Administrasi
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
1 Kawasan Perkotaan Cilegon-Serang .
2 Kawasan Pengembangan Industri Cilegon-Serang- 1 Banten Selatan (pesisr selatan Kab. Lebak dan Kab.
Tangerang Pandeglang) (Percepatan Pengentasan Kemiskinan)
3 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan
Labuan-Tanjung Lesung
4 Kawasan Perkotaan Tangerang Raya (bagian dari
Kawasan Aglomerasi Jakarta)
E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi 1 TN Ujung Kulon
2 TN Halimun-Salak
Swasembada Pangan, Air, dan Energi
1 Banten (Kab. Serang, Kab. Tangerang, Kab. Lebak,
Kab. Pandeglang)
berkas 6, hlm. 122
-L22-
SK No25ll32A
Sasaran Pembangunan Provinsi Banten
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A4
Kawasan Perkotaan
Cilegon-Serang (A1),
Kawasan Pengembangan
Industri Cilegon-Serang-
Tangerang (A2), dan
Jakarta-Tangerang
International Business
Corridor
• Kota Cilegon
• Kota Serang
• Kab. Serang
• Kab. Tangerang
• Kota Tangerang
• Kota Tangerang
Selatan
• Pengembangan dan penataan kawasan perkotaan Cilegon–Serang,
antara lain melalui:
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Pengembangan koridor industri Cilegon–Serang–Tangerang (sektor
industri prioritas: industri kimia, industri makanan dan minuman, dan
industri logam, besi, dan baja)
• Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (kelapa sawit), dan
pengembangan Kawasan Industri Krakatau Industrial Estate Cilegon
(industri kimia dan logam dasar)
• Hilirisasi lanjutan sawit bioplastik, bioavtur, graphene, dan surfaktan
• Pembangunan/revitalisasi sentra IKM sebagai rantai pasok industri
sedang-besar yang ada di KI/KEK prioritas
• Pengembangan Pelabuhan Ciwandan-Cigading
• Perencanaan dan penyiapan pembangunan Interkoneksi Sumatera–
Jawa
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Cilegon-Serang (PHTC)
• Pengembangan layanan unggulan kesehatan ibu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan sistem rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, khususnya pada RSUD Banten (PHTC)
• Peningkatan jalur KA Rangkasbitung–Merak
• Pembangunan TPST Regional Serang–Cilegon
• Peningkatan ketahanan banjir perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
• Pelebaran Jalan Merak-Batas Kota Cilegon
• Pengembangan KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional
Banten (KEK BSD)
• Pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja
• Pembangunan Jalan Tol Kamal–Teluk Naga–Rajeg–Balaraja
3,8
3,9
106,4
74,6
0,326 – 0,330
0,344 – 0,365
2,42 – 3,42
4,50 – 5,50
56,65
43,56
0,59
0,56
6,39 – 6,82
6,87 – 7,24
67,93
6,8 66,92
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 123 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
a
!
Pengembangan SPAL Regional Perkotaan Tangerang dan Tangerang
Selatan
Pembangunan TPST Regional Tangerang Raya
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Kab. Serang
Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta produktivitas t€rnga
kerja, melalui pembangunan/pengembangan/peningkatan Balai latihan
Kerja sesuai kebutuhan industri wilayah
A3 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi kreatif
Unggulan Labuan-
Tanjung Lesung
. Peningkatan 6A Pariwisata di KEK Tanjung Lesung dan urban rcizual
Labuan
. Preservasi jalan ruas Panimbang-Labuan, PanimbanA-Tanjungl$urg,
dan Panimbang:Sumur-Ujungkulon (via pesisir)
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPP Labuan
. Pembangunan Jalan Tol Serang-Rangkasbitung-Panimbang
c1 Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Banten
. Kab. Serang
. Kab. Tangerang
. Kab. Lebak
r Kab. Pandeglang
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
pu8at, antara lain pada D. I. Cisadane, D. I. Ciqiun& D. I. Cidurian
. Rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortikultura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
. Konservasi sumber daya ah melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
@achrr@^l area, terutama pada DAS Ciujung, DAS Cibantcn, DAS
CiduriarFcimanceuri, DAS Cibungur-CiliBan, DAS Cibaliung, DAS
. Pembangunan infrastruktur pemantauan kualitas air di sungai dan
danau, terutama pada DAS Ciujung, DAS Cibanten, DAS Cidurian-
Cimanceuri, DAS Cibungur-Ciliman, DAS Cibaliung, DAS Cikadubuluh-
Cipuntenageung-Cibama
. Pembangunan infrastruktur PLTP Rawadano
. Pembangunan Bendungan Karian
. Pembangunan Bendungan Cidanau
. Pembangunan larerbosin DsnsJ&r Svsre',,r Banten
. Pembangunan SPAM Regional Karian Barat
. Pembangunan SPAM Regional Karian Timur
. Pembangunan SPAM Regional Sindangheula
. Pengelolaan dan Fng.obangan lahan p€rtanisr berkelanjutan, artsra
lain mchfui kebijakan tata ruang untuk perlindungan lahan pertanian;
reforma ag:ar:ia, redistribusi, dan konsolidasi lahan pertanian;
optimalisasi dan revitalisasi lahan pertanian; dan peningkatan
pengunaan pupuk/pestisida/pakan organik
. FcninsEatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui: penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dan bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
berkas 6, hlm. 124 OCR
-L24-
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
! Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kclcEh.S'8n koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses l,ayanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
D1 Kawasan AfrEaei Banten
Selatan (Percepatan
Pengentasan Kemiskinan)
. Kab. Lebak
. Kab. Pandeglang
. Penyediaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Pengembangan PSDKU sesuai keunggulan wilayah (indikasi lokasi:
Malingping)
. Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di kawasan perkotaan Malingping (PHTC)
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high uah@ unggulan: perikanan,
pertanian tanaman pangan, dan pertanian hortikultura
. Peningkatan 6A pariwisata di Sau'ama dan Kawasan Masyarakat Adat
Baduy (Baduy Luar)
Peningkatan/pembangunan jalan ruas
Cikulur-Ciboleger
Pengembangan layanan unggulan kesehatan itu-anak, kanker, jantung,
stroke, dan Bistcrn rujukan berbasis kompetensi di RSUD Provinsi dan
Kab/Kota, terutama di RSUD Malingping (PHTC)
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
EI
E2
Kawasan Konservasi TN
Ujung Kulon (El)
. Kab. Pandeglang
Kawasan Konservasi TN
Halimun-Salak (E2)
r Kab- t Lebak
a Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dqn area bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bio€k6r@i
Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta alc€s
dan pembagian keuntungan sumber daya genetik
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
Penguatan pengelolaan hutan lestari
Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
Perlindungan dan pengamanan hutan
:'l
:l
SK No 251134 A
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Banten
Penerapan JVat re-Bosd Solution da Gray Infrastructure untuk mitigasi
arrcallraIr megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan Cilegon dan
Pesisir Barat Banten (Megathrust Selat Sunda)
berkas 6, hlm. 125 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
. Kab. Pandeglang
. Kab. Tangerang
. Kab. Lebak
. Kab. Serang
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Banten :') Pemberian makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu Ecnwsui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dsn pendidikan menengahl, antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan ArEk Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat aa.saran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stunting
o Peningkatan pel,ayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dafl kemandirian, s€rta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dar perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antam
lain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listri.k energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas (smart grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara ,€aldme
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hinga ke pelosok
t'l
a
berkas 6, hlm. 126 OCR
-t26-
No L.kasi kbrita8 Highlight Indikasi Intervensi
:l Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Banten, antara lain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi s€rta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (PIGN)
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Banten, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
berkas 6, hlm. 127 OCR
3. Wilayah Bali - Nusa Tenggara
3.1 Provinsi Bali
i (DN ng A2d mana Ma
A E1 / Tang awasan
Pong Lv. Nana Na “B2 Pertumbuhan
1 “Ng Kawasan
3 B3 C1 ) A2b Komoditas Unggulan
AN - Ade yg Kawasan Swasembada
2 As (XX 4 A2c Pangan, Air, dan Energi
N 31 ng ! - Kawasan Afirmasi
NG ci :
“Ty / Kawasan Konservasi dan
Ornoanananng, F, , Rawan Bencana
Dang A2a ci (Kah
Tn pa R3 (@! Ibu Kota Provinsi
A £ # @ Bandar Udara
Azt M In hai PN 9 Pelabuhan
D1 PAN Kawasan Prioritas Rawan
Bencana Tsunami/Megathrust
A2f mem Multiinfastructur Corridor (Terdapat Jalan Tol)
Muttiinfrastructure Corridor (Rencana Jalan
“““ Tol dan Peningkatan/Pembangunan Jalan)
Batas Administrasi
Ak Kawasan Pertumbuhan C. Kawasan Swasembada Pangan, Air,
| dan Energi
1 WM Denpasar Swasembada Pangan, Air, dan Energi
2 Kawasan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Unggulan Bali 1 Bali-Nusapenida (Kab. Badung, Kab.
a. Ubud-Tegallalang-Payangan (Ulapan) Buleleng, Kab. Jembrana, Kab. Tabanan,
b. Kintamani-Danau Batur Kab. Gianyar, Kab. Tabanan, Kab.
C. Besakih-Gunung Agung Karangasem, Kab. Klungkung)
d. Singaraja-Lovina (termasuk urban renewal kawasan
perkotaan Singaraja menuju kota pariwisata pusaka)
e. Bedugul
f. Kuta-Canggu-Sanur-Nusadua
g. TNBB-Menjangan-Pemuteran .
h. Amuk-Candidasa D. Kawasan Afirmasi
i. Nusapenida .
3 Rintisan Kawasan Pengembangan Industri Candikusuma- 1 Nusapenida (Daerah Terdepan dan
Pengambengan Pemerataan Pembangunan)
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Ekonomi Biru .
1 Jembrana E. Kawasan Konservasi/Rawan Bencana
Kopi 1 TN Bali Barat
2 Bangli-Buleleng 2 TWA Gunung Batur-Bukit Payang
3 TWA Danau Buyan-Danau Tambingan
Anggur
3 Buleleng
berkas 6, hlm. 128
ETUIiIIIIINEENtrEIA
- t2a -
SK No25l138A
Sasaran Pembangunan Provinsi Bali
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 WM Denpasar
• Kota Denpasar
• Kab. Badung
• Kab. Tabanan
• Kab. Gianyar
• Peningkatan kualitas dan penataan WM Denpasar, antara lain melalui:
o Pembentukan kelembagaan pengelolaan WM Denpasar
o Penyusunan masterplan penataan kawasan perkotaan dan rencana
tata ruang yang mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan
secara terpadu
o Pemenuhan layanan dasar air minum, penanganan limbah dan
penyediaan ruang terbuka hijau
o Penyediaan dan peningkatan layanan pendidikan/pelatihan tenaga
kerja yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
o Penataan permukiman kumuh terpadu perkotaan
• Penyusunan metropolitan statistical area
• Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan WM
Denpasar, antara lain pengembangan BRT dean sistem transit
• Pembangunan TPST Regional Sarbagita
• Pengembangan SPAL Regional Perkotaan WM Denpasar
• Peningkatan ketangguhan terhadap banjir periode kala-ulang 25–50
tahunan di WM Denpasar
• Bali Beach Conservation Project II
• Pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja, MBR, Gen Z,
dan milenial di WM Denpasar (PHTC)
• Pembangunan SPAM Regional Sarbagita
• Pengembangan World Class Research University berbasis potensi wilayah
pada Universitas Udayana, Institut Seni Indonesia Denpasar, dan
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa
• Pengembangan Pelabuhan Benoa (BMTH Development Area 2)
• Pengembangan KEK Sanur
• Pengembangan KEK Kura-Kura Bali
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Mengwi–
Singapadu–Sanur–Benoa
• Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Mengwi–Canggu
A2 Kawasan Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif
Unggulan Bali (Destinasi
Pariwisata Regeneratif
Bali)
• Kota Denpasar
• Kab. Jembrana
• Peningkatan 6A Pariwisata pada hotspot pariwisata Bali, antara lain:
o Ubud–Tegallalang–Payangan (Ulapan)
o Kintamani–Danau Batur
o Besakih–Gunung Agung
o Singaraja–Lovina (termasuk urban renewal kawasan perkotaan
Singaraja menuju kota pariwisata pusaka)
o Bedugul–Kuta–Canggu–Sanur–Nusadua
1,4
1,4
110,9
72,7
0,331 – 0,335
0,355 - 0,359
1,79 – 2,79
3,57 – 3,93
26,88
5,36
0,64
0,61
1,63 – 2,17
1,87 – 2,35
76,89
76,19 7,5
(Rata-rata
2025–2029)
8,5
(2029)
berkas 6, hlm. 129 OCR
-t29-
No L.kasi Prioritas Higr igh, Indikasi Intervensi
. I(ab. Tabanan
. Kab. Badung
. Kab. Bu.leleng
. Kab. Gianyar
. Kab. Bangli
. Kab. Klungkung
. Kab. Karangasem
o TNBFMetdangarFPetlutgan
o Amuk-Candidasa
o Nusapenida
. Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi
. Perencanaan dan persiapan pembangunan Jalan Tol Slingapadu-Ubud-
Gianyar-Bangli-Kintamani-Bandara Internasional Bali Baru/Bali
Utara-Singaraja
. Pembangunan Bandar Udara Internasional Bali Baru/Bali Utara
. Pengembangan kawasan pariwisata Ulapan, termasuk perencanaan dan
persiapan pembangunan Ja.lan Lingkar Ulapan
. Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung
. Pengembangan Pelabuhan Gunaksa
. Kawasan Perdesaan Shiny Tabanan
. Pengurangan risiko bencana gunung api di Gunung Agung
A3 Rintisan Kawasan
Pengembangan Industri
Candikusuma-
Pengambengan
. Kab. Jembrana
. Pengembangan KI Candilo-rsuma (sektor industri prioritas: industri
makanan dan minuman dan industri kendaraan bermotor listrik
berbasis baterai)
. Pengembangan SPAM pada kawasan Negara-PenEambengan-
Candikusuma
. Pengembangan SPAL dan TPST pendukung aktivitas industri
. Penyiapan pembangunan rumah murah bersanitasi baik bagi pekerja
(PHTC)
. Penguatan dan integrasi pendidikan/pelatihan dengan kebutuhan
industri pada SMKN 2 Negara dan BLIi Jembrana
cl Kawasan Swasembada
Pangan, Air, dan Energi
Bali-Nusapenida
. Kab. Badung
. Kab. Buleleng
. Kab. Jembrana
. Kab. Tabanan
. Kab. Gianyar
. Kab. Tabanan
. Kab. Karangasem
. Kab. Klungkung
. Rehabilitasi dan Peningkatan D. I. Tukad Ayung. D. I. Tukad knct, D. I.
Tukad Unda, D. I. Tukad Saba , D. I. Tukad Oos, D. I. Tukad Pekerisan,
D. I . Tukad Petanu, D. I . Tukad Yeh Hoo
. Rehabilitasi dan peningkatan daer:ah irigasi kewenangan pemerintah
daerah
. Pelestarian kearifan budaya Subak dalam mendukung terwujudnya
Swasembada Pangan
. Peningkatan daya guna lahan pertanian (intensifikasi)
. Peningkatan produktivitas peternakan/pangan hewani (termasuk
pengembangan kawasan peternakan)
. Pengembangan dan peningkatan produktivitas hortilo. tura
. Pembangunan dan pengelolaan tampungan at, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian tanaman pangan, peternakan, dan
hortikultura
r Konservasi sumber daya air melalui rehabilitasi hutan dan lahan pada
cstclane arsa, terutama pada DAS Badung, DAS Ayung, DAS Yetr
Penct-Yeh EEpas, DAS Oos-PetanrFPal<erisan, DAS Loban, DAS Undq,
DAS Daya, DAS Saba
. Peningkatan pemantauan kualitas air di sungai dan danau, terutama
pada DAS Badung DAS Ayung, DAS Yeh Penrt-Yeh Empas, DAS Oo3-
Fetanu-Palcrisan, DAS Irloan, DAS Unda, DAS Daya, DAS Saba, Danau
Buyan, Danau Beratan, Danau TaEblingan, Danau Batur
. Pembangunan infrastruktur PLTP Bedugul
. Pembangunan PLTS Bali Barat dan Bali Timur
. Pembangunan PI,TS Nusapenida dan BESS (Battery Energy Storage
System)
. Pembangunan infrastruktur Sistem Jaringan Transmisi listrik 500 kV
Java-Bali hter@
^dioi
berkas 6, hlm. 130 OCR
No Lokasi Prioritas frigrui.qld Indikasi Intervensi
:l
Pengembangan sentra/kawasan produksi perikanan dan pengembangan
br1,odstorft @n et udqtgdi Kab. Karangasem
Peningkatan produktivitas melalui intensifikasi dan peningkatan
prasarana produksi, antara lain melalui penyediaan dan perluasan
akses alsintan modern/benih dsn bibit berkualitas/pupuk dan pestisida
berkualitas; mitigasi OPT dan kesehatan hewan; peningkatan
infrastruktur konektivitas transportasi dan digital bagi petani;
peningkatan kualitas pascapanen melalui peningkatan prasarana
pascapanen
Peningkatan manajemen usaha tani, perluasan akses pasar dan
pembiayaan usaha tani, perluasan akses asuransi usaha tani, serta
pengendalian kepastian pasar, antara lain melalui: peningkatan literasi
keuangan petani dan penguatan manajemen poktan/gapoktan;
penguatan kelembagaan koperasi dan korporasi petani; pembiayaan
dana bergulir dan kredit lunak petani; perluasan akses asuransi usaha
tani; peningkatan infrastruktur logistik dan perluasan akses layanan
sistem resi gudang pengelolaan dan pengendalian penyerapan hasil
panen komoditas pangan utama
Pengembangan pusat/laboratorium riset pertanian skala lokal dalam
rangka pengembangan varietas unggul dan budidaya lokal, peningkatan
produktivitas petani, serta penguatan implementasi hasil riset pertanian
B1 Kawasan Komoditas
Unggulan Ekonomi Biru
Jembrana
. Kab. Jembrana
. Pengembangan pelabuhan perikanan PPN Pengambengan
. Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai dan kawasan pesisir di
Jembrana
. Pengelolaan dan pengembangan sarana dan prasarana produksi
perikanan tangkap
. Pengembangan input produksi, sarana, dan prasarana produksi
perikanan budidaya
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat
. Peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing hasil perikanan
. Peningkatan kapasitas usaha dan investasi kelautan dsn perikanan
. Penguatan logistik dan sistem rantai dingin produk perikanan
B2
B3
Kawasan Komoditas
Unggulan Kopi Bangli-
Buleleng (B2)
. Kab. Bangli
. Kab. Buleleng
Kawasan Komoditas
Unggulan Anggur
Buleleng (83)
. Kab. Buleleng
Peningkatan produktivitas perkebunan dan kualitas produksi (kopi,
anggur)
Pengembangan dan perlindungan kawasan pertanian komoditas
prioritas industri (kopi, anggur)
Penyediaan sarana dan prasarana pendukung produksi pertanian (bpi,
anggur)
Pengendalian OPT dan DPI pada komoditas produksi industri (kopi,
anggur)
Pembangunan dan pengelolaan tampungan air, serta penyediaan air
berkelanjutan untuk pertanian kopi dan anggur
Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri dan
silvopastura
DI Kawasan Afirmasi
Nusapenida (Daerah
Terdepan dan Percepatan
Pemerataan
Pembangunan)
. Kab. Klungkung
. PenyEdiaan infrastruktur layanan dasar (air baku, air minum, dan
sanitasi, infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi dan
listrik perdesaan, serta rumah layak huni), serta peningkatan ketahanan
air, energi, dan pangan
. Peningkatan ketahanan bencana
. Pembangunan/preservasi jalan lingkar dan Trans Nusapenida
. Pemberdayaan aktivitas ekonomi high value unggulan
. Pembangunan rumah sakit berkualitas di Nusapenida (PHTC)
berkas 6, hlm. 131 OCR
- r31-
No Lokasi Prioritas tlbldi.qtu Indikasi Intervensi
a
Penguatan Pulau Nusapenida sebagai kawasan pertahanan dan
keamanan lintas rnafa dalam rangka peningkatan kekuatan TM di
sekitar ALKI-2
Percepatan transformasi digital pada kawasan afirmasi: perluasan
jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, pengembangan SDM
TIK dan digitalisasi masyarakat, dan perluasan layanan penyiaran digital
Pemanfaatan sumber daya biota l,aut dan ekosistem pesisir secara
berkelanjutan
Pelaksanaan Bantuan Sosial Adaptif sebagai salah satu upaya
percepatan pengentasan kemiskinan
Kawasan Perdesaan Pariwisata Gema Santi Nusapenida
El Kawasan Konservasi TN
E2 Bali Barat (EU
E3 ' Kab. Jembrana
o (ab. Buleleng
Kawasan Konservasi TwA
Gunung Batur-Bukit
Payang (E2)
o Ikb. Bangli
Kawasan Konservasi TWA
Danau Buyan-Danau
Tamblingan (E3)
. Kab. Tabanan
. Ikb. Buleleng
. Perlindungan, pemulihan, pengelolaan ekosistem dan arca bernilai
keanekaragaman hayati tinggi
. Pemanfaatan sumber daya hayati dan jasa ekosistem berkelanjutan
mendukung bioekonomi
. Peningkatan bioprospeksi, bioteknologi, keamanan hayati, serta akses
daa pembagian keuntungan sumber daya genetik
. Pengembangan produk bioekonomi hutan melalui agroforestri
. Penguatan pengelolaan hutan lestari
. Peningkatan fungsi sosial kawasan hutan
. Perlindungan dan pengamanan hutan
Kawasan Rawan Bencana
Tsunami di Bali
Penerapan Nature-Based Solution dan Ong Infrastructure untuk mitigasi
aJi'czE,stt megathrust dan tsunami di Kawasan Perkotaan WM Denpasar
r Kab. Bangli
. Kab. Karangasem
. Kab. Buleleng
Indikasi Daerah Prioritas Intervensi Program Makan Bergizi Gratis,
Bantuan Pangan, dan Penanganan Rawan Pangan (PHTC)
Provinsi Bali P€mbcdan makan bergizi di sekolah, madrasah, dan dayah/pesantren,
serta pemberian makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita
Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun (l tahun pendidikan prasekolah dan
12 tahun pendidikan dasar dan pendidikan menengah), antara lain
melalui:
o Perluasan layanan Pendidikan Anak Usia Dini
o Revitalisasi sarana dan pnBararur sekolah dan madrasah yang
berkualitas
o Penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran
o Pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah
o Revitalisasi pendidikan nonformal
o Penguatan pengelolaan dan akselerasi penyediaan pendidik dan
tenaga kependidikan berkualitas
Peningkatan kes€hatE dan gizi masyarakat, antara lain melalui:
o Penurunan kematian ibu dan anak
o Pencegahan dan Penurunan stun ing
o Peningkatan pel,ayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia
produktif, dan lansia serta KB dan kespro
o Penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis
Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, antara lain
melalui:
:]
berkas 6, hlm. 132 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
o Penuntasan TBC
o Pengendalian penyakit tidak menular dan peningkatan upaya
kesehatan jiwa
o Pembudayaan hidup sehat dan pengendalian faktor risiko PTM
Penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan [email protected], dan
perlindungan dari kekerasan, antara lain melalui:
o Penguatan kapasitas dan kemandirian, s€rta peningkatan
kepemimpinan perempuan dalam pengambilan keputusan
o Pemenuhan dan perlindungan hak perempuan bebas dari kekerasan
Reformasi Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Hulu ke Hilir, antara
Iain melalui:
o Perubahan perilaku dan penguatan tata kelola persampahan
o Peningkatan pengumpulan dan pengolahan sampah serta
pemrosesan residu di TPA/LUR
Percepatan transisi energi menuju emisi karbon yang lebih rendah,
antara lain melalui:
o Pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan
o Penerapan jaringan cerdas lsfll,,rl grid) untuk memaksimalkan
efisiensi dan pemantauan konsumsi energi
o Adopsi teknologi penyimpanan energi untuk menjaga stabilitas
pasokan listrik
o Penerapan Internet o/17da9s (IoT] di sektor energi guna meningkatkan
keterhubungan dan analitik data secara real-time
o Perluasan penggunaan kendaraan listrik
Percepatan transformasi digital, antara lain melalui:
o Perluasan infrastruktur digital
o Peningkatan kapasitas SDM digital dan literasi digital
o Pembangunan jaringan broadband hingga ke pelosok
Pengembangan dan transformasi pemerintahan digital, antara lain
melalui:
o Penguatan tata kelola dan infrastruktur pemerintahan digital
o Pengembangan kompetensi dan budaya digital ASN
o Digitalisasi layanan publik prioritas
o Pengembangan ekosistem layanan publik digital
Memperkuat reformasi hukum, terutama di Bali, antara l,ain melalui:
o Pencegahan dan pemberantasan korupsi serta Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU)
o Penanggulangan judi dan penyelundupan
o Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap
narkoba (P+GN)
o Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang
o Penguatan pengawasan dan penindakan imigrasi
Pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Bali, antara lain melalui:
o Pelindungan dan pelestarian warisan budaya
o Pemanfaatan khazanah budaya dan pengembangan kawasan
pemajuan kebudayaan
o Jaminan hak kebudayaan, ekspresi budaya, dan pemberdayaan
Masyarakat Hukum Adat
SK No25ll42A
berkas 6, hlm. 133 OCR
3.2 Provinsi Nusa Tenggara Barat
B23j 5 AN
A2 TA 3
3 Aa S3 Ox Ng 3 £ , th
E3 an 26 “h si Ra B26 pg $ :
KE, Px. B20 $ ..
NP Mp? Bi E2 CD GD ea LL 2 T 3 B9 103533
A4 AS “7 t - mag B10 X
- By e : B12 814 2:3 , P3 Ta
AP “N x B15 “ 1 &
B185 A3 13 ) AA B19 825 Ma
Nenen an. ,iJ-t B24Pp
: AN AS si £ LEGENDA
i £ A7 822 - Kawasan
4 Pertumbuhan
Panaaan agenngiaad
A. Kawasan Pertumbuhan Kusasan Asasi
DPP Lombok Gili Tramena Kawan Bencana
4 Kota Mataram Kawasan Perkotaan Sedang (@ ibu Kota Provinsi
2. Kab. Lombok Utara Kota Mera , @ sandar Udar
3. Kab. Lombok Barat 2 Naa Venna D paman
4. Kab. Lombok Tengah 2 ul neng Seal tebu — ia
5. Kab. Lombok Timur 7. Kab. Sumbawa Barat c.x Rencana aan (TO & Non TE)
Batas Administrasi
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Kawasan Perkebunan Kawasan Perikanan dan Sentra Rumput Laut
1. Kabupaten Lombok Timur 14. Kabupaten Sumbawa
2. Kabupaten Dompu 15. Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Lombok Utara 16. Kabupaten Bima
4. Kabupaten Sumbawa 17. Kabupaten Lombok Tengah
Kawasan Peternakan 18. Kabupaten Lombok Barat
5. Kabupaten Lombok Tengah Sentra Akuakultur — Komoditas Udang
6. Kabupaten Lombok Timur 19. Kabupaten Sumbawa
7. Kabupaten Sumbawa 20. Kabupaten Bima
8. Kabupaten Dompu 21. Kabupaten Lombok Timur
9. Kabupaten Bima 22. Kabupaten Sumbawa Barat
Kawasan Sentra Garam 23. Kabupaten Lombok Utara
10. Kabupaten Bima Kawasan Pengembangan Sentra Berbasis Perikanan Tangkap
11. Kabupaten Lombok Timur 24. Kabupaten Lombok Timur
12. Kabupaten Sumbawa 25. Kabupaten Sumbawa
13. Kabupaten Lombok Barat 26. Kabupaten Dompu
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Pangan Lokal Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP)
1. Kabupaten Sumbawa 1. Kawasan Perdesaan Berbasis Pariwisata Sembalun,
2. Kabupaten Lombok Timur Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Dompu Kawasan Transmigrasi (KT)
4. Kabupaten Bima 2. KT Selaparang, Kabupaten Lombok Timur
E. Kawasan Konservasi dan Rawan Bencana
Kawasan Konservasi
1. Kawasan Konservasi Nasional Gili Matra, Kabupaten Lombok Utara
2. Kawasan Konservasi Daerah Gili Balu, Kabupaten Sumbawa Barat
Kawasan Rawan Bencana Gempa Darat
3. Kota Mataram
berkas 6, hlm. 134
-t34-
SK No25ll44A
Sasaran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
A4
A5
Kawasan DPP Lombok
Gili–Tramena
• Kota Mataram
• Kab. Lombok Utara
• Kab. Lombok Barat
• Kab. Lombok Tengah
• Kab. Lombok Timur
Percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas destinasi pariwisata
khususnya wisata petualangan pada kawasan prioritas (DPP Lombok - Gili
Tramena), melalui:
• peningkatan jalan nasional, dengan output: pembangunan jalan akses
simpul transportasi
• pengembangan atraksi (alam, budaya, buatan) termasuk berbasis geologi
Lombok–Gili Tramena, dengan output: event MICE dalam negeri,
pendukungan event daerah, pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan
internasional, jejaring Destinasi Pariwisata di wilayah Destinasi II yang
dikembangkan, dokumen perencanaan daerah pariwisata di wilayah
destinasi II yang terpadu, desa wisata yang dikembangkan, koordinasi
strategis perencanaan dan pengembangan Geopark Rinjani
• Pengembangan kawasan geopark yang diwujudkan melalui penguatan
tata kelola kelembagaan, optimalisasi pendanaan dan implementasi
rencana induk pengembangan geopark
• pembangunan sarana prasarana umum, fasilitas umum, dan amenitas
pariwisata Lombok–Gili Tramena, dengan output: sistem pengelolaan air
limbah domestik setempat skala kota
• pengembangan keterampilan SDM dan layanan pariwisata Lombok-GIli
Tramena, dengan output: fasilitasi dan pembinaan dalam rangka
peningkatan kapasitas SDM pariwisata, SDM pariwisata yang
memperoleh pelatihan untuk pembekalan kerja, sertifikasi SDM bidang
pariwisata
• pemasaran pariwisata Lombok–Gili Tramena, dengan output: publikasi,
promosi terpadu, konten promosi wisata minat khusus, jejaring promosi
wisata minat khusus, promosi terpadi (pameran, perjalanan wisata
pengenan, dan kerja sama dengan maskapai dan wholesaler)
• Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata
Lombok-Gili Tramena, dengan output: fasilitasi akses pembiayaan pasar
modal, penerapan pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata,
koordinasi implementasi Blue, Green, Circular Economy pada usaha
pariwisata, penerapan pariwisata berkelanjutan di Destinasi Pariwisata
• Fasilitasi Kawasan Ekonomi Khusus dengan, dengan output:
pengendalian pembangunan dan pengelolaan KEK, peningkatan
investasi kerja sama komunikasi dan sistem informasi di KEK, pelayanan
investasi administrator KEK tipe A
• Pengurangan emisi GRK sektor pengelolaan sampah oleh pemerintah
pusat, dengan output: bank sampah induk yang terbangun, fasilitas
pengelolaan sampah spesifik, sistem pengelolaan persampahan skala
kota, instalasi pengolahan air limbah, sistem pengelolaan air limbah
domestik terpusat skala kota
0,9
0,8
53,9
35,2
0,324 - 0,328
0,369 - 0,373
8,12 - 9,12
11,68 - 12,18
51,70
25,99
0,60
0,56
1,81 - 2,59
2,19 - 2,79
77,03
8,4 76,19
(Rata-rata
2025–2029)
9,3
(2029)
berkas 6, hlm. 135 OCR
?J=FIIEtrN
- r35 -
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pemanfaatan secara berkelanjutan dan pengelolaan sampah laut di
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan ou,put: prasarana
penanggulangan sampah di laut, peekir dan pulau-pulau kecil; bantuan
pengembangan desa pesisir bersih; pemanfaatan keanekaragaman
hayati dan laut dan ekosistemnya dengan memperhatikan daya dukung;
fasilitas penanganan sampah di wilayah pesisir kab/kota yang
difasilitasi dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular p€ngclolaafl
sampah
A6 Kawasan Perkotaan
Sedang Kota Mataram
. A6: Kota Mataram
Pembangunan Perkotaan Non-Wil,ayah Metropolitan Kota Mataram, melalui:
. Pembangunan kawasan perkotaan sedang, dengan output: penyusunan
masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kota scdan& penguatan instrumen peringatan dini bencana, rumah
suqrn hunian MBR/pekerja, pemugaran dan peremajaan permukiman
kuEuh, bantuan PSU bidang perumahan, pembangunan dan
peningkatan spam, SPALD-T skala
regional/kota/permukiman/kawasan, pembinaan dan pengawasan
pengembangan sanitasi, sist€@ pengelolaan persampahan skala
regional/ kota/ kawasan
. Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
tcrut@a masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi z
A7 Kawasan Industri
Sumbawa Barat
A7: Kab. Sumbawa
Barat
Pengembangan Aglomerasi Industri di Kawasan Industri Sumbawa Barat,
melalui:
. Perencanaan dan perizinan KI Sumbawa Barat
. Penataan ruang dan pengembangan konektivitas simpul transportasi Ig
Sumbawa Barat
. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan/jembatan, sarana
prasarana perumahan/kesehatan/air bersih/listrik/pengolahan
persampahan dan limbah
. Peningkatan investasi kawasan dan pengembangan usaha serta rantai
pasok
. Penyediaan pendidikan dan pelatihan SDM
. Peningkatan investasi hilirisasi tembaga
BI
B2
B3
B4
Kawasan Perkebunan
dan Hilirisasi Hasil
Perkebunan
. Bl: Kab. Lombok
Timur
. 82: Kab. Dompu
. 83: Kab. Lombok
Utara
. 84; Kab. Sumbawa
Pengembangan Kawasan Perkebunan dan Hilirisasi Tembakau (Kab.
Lombok Timur), Tebu (Kab. Dompu), Kelapa (Kab. Lombok Utara), Itupi (Kab.
Sumbawa), melalui:
. Peningkatan produksi dan produktivitas hasil perkebunan, dengan
output: kawasan tebu, kawasan tembakau, kawasan kelapa, kawasan
kopi, sarana dan prasarana pascapanen, sarana dan prasarana
pengolahan, dan produksi benih tanaman perkebunan n
. Peningkatan daya saing produk perkebunan yang disertai peningkatan
industri pengolahan hasil perkebunan, dengan Ntlruli pengembangan
industri pengolahan perkebunan produk hilir, fasilitas pusat penyediaan
bahan baku industri tempurung dan sabut kel,apa, neraca komoditas
perkebunan, pengembangan industri pengolahan perkebunan,
pendampingan pembiayaan usaha mikro, peningkatan peluang
investasi, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi
. Hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan ekspor, dengan output:
kawasan perkebunan, kawasan kopi dan kerja B@a perdagangan dalan
forum organisasi kopi internasional, kawasan kakao, hilirisasi industri
pengolahan kakao dan coklat, kebun sumber benih, penanganan
organisme pengganggu tumbuhan, sarana dan prasarana pengolahan
dan pascapanen, sertifikasi produk
berkas 6, hlm. 136 OCR
No Lokasi Prioritas HbrrIUtu Indikasi Intervensi
lEpleEentad pertanian rendah karbon, derJlg,u] adpdr desa pertanian
organik berbasis komoditas perkebunan
Peningkatan kapasitas usaha dan akses sumber daya produktif, dengan
output: fasilitasi hilirisasi investasi, sertifikasi produk mutu pestisida
dan pupuk
B5
B6
B?
88
89
Pengembangan Kawasan
Peternakan
. 85: Kab. Lombok
Tengah
. 86: Kab, Lombok
Timur
. 87: Kab. Sumbawa
. 88: Kab. DoEt u
. 89: Kab. Bima
Pengembangan kawasan peternakan melalui:
. Pengembangan kawasan peternakan dan peningkatan kualitas pangan
hewani, dengan output benih ternak unggul, sarana perbibitan ternak,
prasarana perbibitan ternak, ternak ruminansia perah dan potong,
pakan olahan dan bahan pakan, sarana pengolahan dan pemasaran
haeil Ftemakan, prasarana pengolahan dan pemasaran hasil
peternakan, dan layanan kesehatan hewan
. Peningkatan kualitas dan kuantitas hasil peternakan serta pengendalian
dan penanggulangan penyakit ternak, dengan output: bantuan pakan,
bibit dan benih ternak unggul, sertifikasi benih/bibit ternak, tcma*
ruminansia potong dan perah, alat dan mesin orb sektor peternakan,
pembinaan dan pengawasan mutu, sarana prasarana kesehatan hewan,
dan layanan optimalisasi reproduksi
B10
811
B12
B13
Kawasan Sentra Garam
Rakyat
. B10: Kab. Bima
. Bl l: Kab. Lombok
Timur
. B12: I(ab. Sumbawa
. B13: Kab, Lombok
Barat
Pengembangan Kawasan sentra garam, melalui:
. Pengembangan garam industri terintegrasi, dengan output: korporasi
p€taEbek garam, verifikasi penyaluran dan distribusi garam industri ke
industri, fasilitasi pendampingan pelalor usaha komoditas yang siap
edar, peningkatan kualitas garam yang memenuhi standar garam
industri, bantuan sarana pengembangan usaha pet@b€k garam
(korporasi) , dan pendampingan industri pengolahan garam dalam negeri
dalam pemenuhan spesifikasi industri aneka pangan, farmasi, dan
kosmetik*
. Penguatan sarana dan prasarana industri garam, dengan output: l,ahan
garam yang difasilitasi dan sarana niaga garam rakyat yang diserahkan
ke masyarakat/Pemda
. Peningkatan produktivitas garam rakyat, dengan qnpt pengadaan
sarana dan prasarana produksi garam, pengembangan korporasi
petambak garam
B14
815
816
B17
B18
Kawasan Perikanan dan
Sentra Rultxrt Laut
. B14: Kab. Sumbawa
. Bl5: Kab. Lombok
Timur
. 816: Ikb. Bima
. B17: Kab. Lombok
Tengah
. 818: Kab. Lombok
Berat
Pengembangan sentra budidaya dan hilirisasi rumput laut, melalui:
. Jaminan ketersediaan bahan bafsr industri rumput laut, dengan output:
peningkatan kualitas bahan baku, kluster rumput laut berbasis
kawasan yang dibangun masyarakat, pengembangan teknologi dan
pembibitan
. Hilirisasi, peningkatan rantai nilai, promosi dan penguatan sumber daya
manusia, dcnSan adpur: fasilitasi investasi hilirisasi industri,
penguatan kapasitas pembudidaya rumput laut, pengembangan pangan
dan biostimulan berbaris rumput l,aut, dukungan pembiayaan,
rekomendasi tata kelol,a bidarE budi daya nrEptrt laut, dan
kewirausahaan pemuda, memperkuat koperasi ruEFrt laut,
pengembangan jadnsan infrastruktur pengolahan di dekat sentra
produksi rumput la.rt.
. Peningkatan kualitas dan ketersediaan bahan baku melalui peningkatan
produktivitas budidaya rumput laut, dengan anpdt bibit rumput l,aut
kultur jaringan yana disalurkan ke masyarakat, Sarana budi daya
rumput laut yang disalurkan b masyarakat, Infrastruktur Kawasan
Budi Daya Rumput L€0fi- 'Mn for Prcqeilg - Inlrqstn rtute lot Coral
Reef Aras', dll
. Pengembangan industri dan hilirisasi rumput laut, dengar output:
pengembangan hilirisasi industri pengolahan hasil l,aut dan perikanan
. Fasilitasi pembiayaan dan investasi serta penelitian
berkas 6, hlm. 137 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan budidaya rumput spesies baru dan inovasi teknologi
unfrk diversifikasi produk rumput laut (karagenan, agar-agar,
biostimulsn, nutra$utikal, pakan ternak)
819
B20
82I
822
823
Sentra Produksi Berbasis
Komoditas Udang
. B19: Kabupaten
Sumbawa
. B20: Kabupaten
Bima
. B21: Kabupaten
Lombok Timur
. 822: Kabupaten
Sumbawa Barat
. 823: Kabupaten
Lombok Utara
Pengembangan s€rttra akuakultur khususnya udang, melalui:
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat di Kabupaten Sumbawa,
dengan output: benih udang, klaster kawasan revitalisasi tambak udang,
sarana pengolahan hasil KP, sarana penyimpanan produk KP, dan
sarana distribusi logistik produk KP
. Pengembangan akualorlhrr komoditas udang, de,rgl,r output: breeding
program induk unggul, penataan jaringan irigasi dan revitalisasi Lahan
tambak udang dengan prioritas tambak tradisional plus, pengerukan
muara sungai yang mengalami sedimentasi, penyederhanaan perizinan
lintas sektor, dan peningkatan mutu produk serta perluasan pasar
ekspor
B24
B25
B.26
Pengembangan Kawasan
Sentra Berbasis
Perikanan Tangkap
. B24: IGb. Lombok
Timur
. B25: Kab. Sumbawa
. 826: I(ab. Dompu
Penyiapan kawasan prioritas pengembangan kelautan dan perikanan pada
sentra berbasis perikanan tangkap, melalui:
. Pengembangan kelembagaan dan sarana prasarana produki perikanan
tangkap serta kampung/sentra nelayan, dengan output: identifikasi
potensi sosial budaya dar kelembagaan setiap lokasi untuk
pengembangan sesuai karakter lokal; mendorong ownership nelayan
pada aset dafi lembaga yang telah dibentuk; (fasilitasi penguatan
kelembagaan kelompok nelayan; penguatan pendanaan; dan integrasi
program K/L terkait (a.l: Kementerian PUPR, Kementerian Koperasi,
Kementerian UMKM, Kementerian ESDM) sebagai percontohan dan
potensi replikasi; kampung nelayan yara ditingkatkan fasilitasnya; alat
penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan bantuan
yang tersalurkan
. Pembangunan industri pengolahan ikan, dengan output: Pembangunan
Unit Pengolahan Ikan (UFf), sarana pengolahan hasil KP, sarana
penyimpanan produk KP, sarana distribusi logistik produk KP
cl
c2
c3
c4
Pengembangan Pangan
Lokal
. Cl: Kab. Sumbawa
. C2: Kab. Lombok
Timur
. C3: Kab. Dompu
. C4: Kab. Bima
Penguatan kemandirian daerah melalui pengembangan pangan lokal
Sumbawa berbasis pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan,
melalui:
. Penguatan pascapanen pangan lokal, dengan output: sarana pengolahan
hasil tanaman pangan dan pascapanen tanaman parEan, sertifikat
produk tanaman pangan
. Sertifikasi dan peredaran benih nabati, dc'rgl,r atipuri sertifikat benih
padi dan jagung, area penyaluran benih padi dan jagung
. Pengembangan pangan lokal dan nabati, dengan q)rput|
optimasi/pengembangan lahan pertanian produktif, pembangunan jalan
pertanian, pengembangan/rehabilitasi jaringan irigasi pertanian,
pengembangan kawasan padi dan jagung, peningkatan kemandirian
usaha kelompok tani hutan (KTHI
. Pengembangan kawasan berbasis komoditas ungguLan perikanan
budidaya dan revitalisasi tambak rakyat, de,i,g8tr\ antpdi benih udang,
klaster kawasan rwit lisasi terbak udang, sarana pengolahan hasil KP,
sarana penyimpanan produk KP, sarana distribusi logistik produk KP
. Pengembangan pangan hc'wani, deigim, output benih da.rr bibit ternak
unggul, ternak ruminansia potong, sarana dan prasarana perbibitan
ternak, sarana pasca panen/pengolahan/pemasaran hasil peternakan,
layanan kesehatan hewan
. Penguatan pengolahan dar pemasaran produk ternak, dengan output
sarana pengolahan dan pemasaran hasil peternakan, prasarana
berkas 6, hlm. 138 OCR
No Lokasi Prioritas Hbr{igtu Indikasi Intervensi
:')
pengolahan dsn pemasaran hasil peternakan, unit usaha yang dibina
sertifikasi NXV
Pembangunan industri pakan ternak (bahan baku jagung dan sorgum),
dengan qltput jumlah produsen (individul palen/balEn pakan yang
mendapatkan fasilitasi dan pembinaan, penjaminan mutu datr
keamanan pakan, jumlah saran pakan/bahan pakan
Pengembangan koperasi sektor produki, dengan output,: Peningkatan
peran dan kapasitas lcl€@bagaan t<opcraai, dan pengembangan usalE
koperasi
:')
DI Kawasan Perdesaan
Berbasis Pariwisata
Sembalun
. Dl: Kabupaten
Lombok Timur
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas berbasis Pariwisata S€obalun,
melalui:
. Peningkatan produktivitas perdesaan, dengan orprr: fasilitasi
pengembangan kewirausahaan dan promosi produk
unggulan, pengembangan obyek wisata desa dan perdesaan, fasilitasi
penguatan tata kelola destinasi di desa wisata
. Pengembangan fasilitas pendukung perdesaan, dengan output: sarana
prasarana perdagangan, pelayanan dasar, konektivitas transportasi desa
dan perdesaan yang dibangun/dilambangkan
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan pcf,dcEaan (kesehatan,
pendidikan, air minum, dan sallit8i)
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet, dan telekomunikasi)
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya)
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan digitalisasi desa
D2 Kawasan Transmigrasi
Selaparang
. D2: Kabupaten
Lombok Timur
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaparang di Kab. Lombok Timur,
melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
de,rg8Jr qqruti pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
. Redistribusi aet (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil,
dengan ou,pur: perpindahan dan penempatan transmigran
. Perluasan Jaringan Telekomunikasi Dan Akses Internet Cepat
. Pengembangan SDM TIK Dan Digitalisasi Masyarakat
. Perluasan Layanan Penyiaran Digital
EI
E2
Kawasan Konservasi
. El: Kawasan
Konservasi Nasional
Gili Matra,
Kabupaten Lombok
Utara
. E2: Kawasan
Konservasi Daerah
Gili Balu, Kabupaten
Sumbawa Barat
Pengembangan Kawasan Konservasi di Perairan, Wilayah Pesisir, dan Pulau-
Pulau Kecil (KKPWP3KI di KKN Gili Matra, melalui:
. Pengelolaan KKPWP3(, dengan qrrput: peningkatan sarana penAcblaan
kawasan dan monitoring ekosistem, peningkatan kapasitas p€ttlatlglu
kepentingan pengelolaan kawasan, pemanfaatan data dalam pengelolaan
kawasan, dan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan
berkas 6, hlm. 139 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
E3 Kawasan Rawan Bencana
Gempa Bumi
. E3: Kota Mataram
Pengelolaan Risiko Bencana Kawasan Rawan Bencana G€opa Bumi di Kota
Mataram, melalui:
. Peningkatan upaya pencegahan, mitigasi dan resiliensi masyarakat
terhadap bencana, dengan, dlwt Peta Kawasan Rawan Bencana
Gempabumi, Peralatan monitoring dampak akibat gempa bumi dengan
WrdAtorr inlensitgneler dag,l qwleagmph melalui Indon sia Disaster
Resilliene Initiatives Project (IDRIP), Peralatan monitoring gempa buei
dan tsunami melalui IDRIP, Layanan Infomasi gempa burri dan tsunami
melalui Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Wilayah TiDur
. Retrofit atau penguatan infrastruktur publik berketahanan seismik
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengembangan kawasan pariwisata, melalui:
. Pengembangan infrastruktur dan konektivitas srta layanan
transportasi, (lc,rgin adputt jalan koridor logistik, jembatan koridor
logistik, pembangunan jembatan koridor logistik (backbone) dan
perlengkapan jalan, raohr sungai dan danau
. Pembangunan infrastruktur jaringan transmisi, infrastruktur distribusi
tenaga listrik dan listrik pedesaan, derJglf,i output: pcmaraDaan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
mampu atau berada di daerah 3T
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan a*s€s intfmet cepd, dengan
output: lokasi yang memperoleh sinyal telekomunikasi bergerak seluler
lBose Transceiver s,,dionl l,as,mile 4cl di wilayah pel,ayanan universal
telekomunikasi dan informatika
. Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, de'i,$at oublii
Fosi6tato4 Enabler Digital PMSE yang dibina, pelaksanaan
pemantauan/monitoring, bimtek pelaku usaha PPMSE dan PSP di
bidang PMSE dan masyarakat yang mendapatkan literasi di bidang
digital
. Perluasan layanan penyiaran digital, dcn8an output: transmisi yang
terbangun, pengadaan infrastruktur teknologi informatika dan media
h€ru dfi, d.owdhe siaran (tidak lebih dari 7 jam pcr bufad yang terjadi
Provinsi Nusa Tenggara
Berat
Peningkatan Pengelol,aan Ekosistem, Kawasan Konservasi Perairan dan
Pesisir, melalui:
. Peningkatan ketahanan pesisir dan laut, dengan output: Wrrytua,nfi
pesisir 3 (Tiga) Gili di Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Tengah, Kab.
t Lombok Barat, Kab. Lombok Timur, Kab. Sumbawa, Kota Mataram, Kab.
Dompu, Kab. Bima
. Pemanfaatan sumber daya pulau-pulau kecil/terluar, dengan output:
bantuan ekonomi produktif dan prasarana/infrastruktur di pesisir dan
pulau-pulau kecil/terluar
. Pengembangan kawasan pesisir tangguh dan pengendalian pemanfaatan
ruang laut, denga,t output: sarana pendukung penyelenggaraan
penataan ruang laut, rekomendasi kebijakan pengelolaan KtrPRL
(K6cauaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut), rekomendasi kebijakan
pengendalian pemanfaatan ruang laut, pembangunan sistem monitoring
dan pengendalian pemanfaatan ruang laut
. Peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan,
dengan output: kawasan konservasi perairan yang operasional
(kumulatif, et@tts fot h!6,petitg Project - IAUTRA, kerja sama, jejaring
dan kcoiEaan konservasi ekosistem, ssrana pcndulqmg
penyelengaraan konservasi ckosistcr! dan biota perairan
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengelolaan risiko bencana banjir dan bencana alam lainnya di daerah
berisiko tingi serta pengelolaan tampungan air serbaguna, rnelahi:
. peningkatan infrastruktur berketahanan bencana, dengan output:
trcEbanrunan pengendalian bd,riitr. Urban n@d. Cor,,ltd. Sus,em
berkas 6, hlm. 140 OCR
REPUBUK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Iwrouenvnt in g.qtd. Cities, National Urban Flood Resilience P,.9ljed.
(NIfRcE, operasi modifikasi cuaca untuk aksi dini bencana
banjir/ longsor
Penuntasan tindak lanjut pemanfaatan irigasi dan air baku dad
Bendungan Bintang Balto dan Beringin Sila
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengembangan sarana dsn pra.sarana, perluasan akses dan bidang
pendidikan serta penguatan sumber daya manusia scruai kebutuhan DUDI
bidang pariwisata, pertanian, peternakan, dan perikanan, melalui:
. Pengembangan sarana prasarana, perluasan akses pendidikan
menengah/tinggi/vokasi seldor strategis, pengembangan bidang
STEAM, dengan output: Rehabilitasi/reno'asi,
pembangunan/revitalisasi sarana dart prasarana, serta pembangunan
gedung sekolah menengah/tinggi/vokasi
. Penguatan runber daya manusia dan peningkatan Fran dalam industri
yang berbasis sektor unggulan daerah, dengan ouag4: layanan kerja
sama nasional dan internasional, sertifikasi profesi dan SDM,
pelqtihan/ sertifikasi/ k@pctcnsi vokasi bidang
pertanian/perikanan/pariwisata/industri, pelatihan vokasi industri
Upski iw dan Reskilling, kemitraan antara satuan pendidikan vokasi
dengan dunia usaha dan dunia industri, inovasi model pembelajaran
vokasi mengacu pada dunia kerja, satuan pendidikan yang selaras
dengan kebutuhan dunia usaha dsn dunia industri, pengembangan
kerja sa[a pelatihan
. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah pada seluruh
jcjan8 pendidikan
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta pengendalian penyakit,
melalui :
. Penguatan intervensi spesifik sunting, dengan d.d.Irutt lbu hamil dan
balita yang mendapat Eal€nan tambahan d,[i Butet stock, Tenaga
Kesehatan/non-kesehatan yang ditingkatkan kapasitasnya,
Pendampingan kesehatan ibu hamil dan balita bermasalah gizi,
Pelatihan pencegahan stunting, Penyediaan mrT bagi ihr hamil dan
balita bermasalah # (weight faltering, underweight, gizi kurang),
Infrastruktur air minum berbasis masyarakat, dan keluarga yang
mendapat bantuan sosial
. Peningkatan upaya pencegahan Ttsc, pengendalian penyakit HIV/AIDS,
malaria, dan kusta, dengan output: obat dan perbekalan kesehatan,
tenaga kcsctratan terlatih pencegahan dan pengendalian penyakit,
masyarakat yang mendapatkan sosialisasi pencegahan dan
pengendalian
. Penguatan pctrcnuhan kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan
yanA didukung dengan penjaminan kesejahteraan
. Peningkatan gizi, dengan output: pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting terjadi serta pcoberia[ tata laksananya, implementasi
Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak dqn Anak-
Anak Minum Suqr, s€fta Penambahan vitamin)
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan, dan tata kelola pelayanan
kesehatan melalui:
. Penyediaan dan penguatan kesehatan bergerak dan digital,
dengan output pembinaan dan pendampingan pelaksanaan layanan
kesehatan bergerak, Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPIq
pelayanan kesehatan bergerak, penetapan fasyankes pelaksana
pelayanan tclcEcdisin, peningkatan RSUD tipe D menjadi C, dan
penduduk penerima bantuan iuran (PtsI) jaminan kesehatan nasional
(Jrc{}
. Pengembangan layanan unggulan berbasis kompetensi, termasuk untuk
menekan att r(a kematian ibu dan anak, dengan ou,put pelatihan
berkas 6, hlm. 141 OCR
BLIK INDONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
layanan KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan
:')
Kesehatan ltu dan Ana*), peningkatan koEpctcnri RS dan ald
kesehatan pelayanan XIA, fasilitasi pengelolaan manajemen proyek
penguatan pelayanan KIA, pemenuhan sarana, prasarana, dan alat
kesehatan (SPA) dan pcngalrpuan untuk pelayanan KJSU-KIA, fasilitasi
dan pembinaan lembaga, dan alat kesehatan layanan kanlcr terpadu
Peningkatan produksi srrDb€r daJla manusia (SDM) kcs€hatm, dengan
output: rekomendasi produksi dokter dan dokter spesialis, bantuan
pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), bantuan
program pendidikan SDM kesehatan, beasiswa dokter spesialis,
penyusunan kebijakan pendayagunaan tenaga medis dsn tenaga
kesehatan, pembinaan RS penyelenggara pendidikan utama, sarana
kesehatan penunjang PPDS dan subspesialis, dan bantuan biaya
pendidikan program snrdi/profesi/ slrcsialis/subepesialis dengan wajib
penempatan
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengembangan dan peningkatan pelabuhan/bandara serta sarana dan
prasarana transportasi laut/udara dan penyebrangan untuk penumpang
da't logistik untuk mendukung kawasan strategis, melalui:
. Pembangunan dan penguatan pelabuhan sctta infrastruktur
konektivitas penunjang logistik, dengan output: pembangunan fasilitas
pelabuhan laut Kilo (MYC 2025-2026), Pelabuhan Calabai dan Sape serta
pelabuhan lainnya
. Penyediaan PSO dan layanan nonkomersil serta muatan barang
angkutan laut tetap dan teratur, dengan output: layanan angkutan l,aut
perintis prioritas nasional, layanan angkutan tol laut prioritas nasional,
layanan angkutan ternak prioritas nasional, lsyarEn angkutan rede
prioritas nasional, layanan angkutan lebaran, natal dan tahun baru
prioritas nasional
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Penyediaan air minum, perumahan dan kawasan permukiman serta
peremajaan kota (ufudt rcneun\ secara inklusif dan terpadu dalam rangka
mewujudkan kota tanpa pemukiman lorauh, melalui:
. Penanganan permukiman kumuh terpadu, dc,rgim, ot qrutt pemugaran
permukiman kumuh, peremajaan permukiman kumuh, pemukiman
kembali permukiman kumuh, bantuan PSU bidang perumahan
. Pengembangan fasilitasi pembiayaan perumahan, dengan oulwti
pembiayaan rumah swadaya dan pembiayaan mikro perumahan,
fasilitasi penyaluran bantuan pembiayaan p€nroahan
. PcDaembansan dsn pengelolaan SPAM, dengan output pembangunan
SPAM Kabupaten/Kota, pembangunan SPAM regional, peningkatan
SPAM Kabupaten/Kota, peningkatan SPAM regional, perluasan SPAM
Kabupaten/ Kota
. Pengawasan kualitas air minum, dengan output: infrastruktur air minum
bcrbash masyarakat, tenaga terlatih pengawasan kualitas air minum,
daerah yang menerapkan kebijakan tata liclola air minum, sanitasi,
perumahan dan kawasan permukiman
. Percepatan pemenuhan akses sanitasi a[ran untuk berkelanjutan, dan
berketahanan ildiE masyarakat, de,Jigm, outputi sistem pengelolaan air
limbah domestik terpusat skala regional, skala kota, skala permukiman,
dan berbasis masyarakat, serta sistem pengelolaan air limbah domestik
s€t rrpat skala kota
. Penerapan ekonomi sirkular secara partisipatif, dengan output fasilitas
pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis 3R, pemanfaatan
tr]grobd tqActing plastik daur ulang, pembangunan dan pembinaan
bank sampah induk dan masyarakat pengelola sampah
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Peningkatan infrastruktur energi listrik serta penguatan implementasi energi
listrik dalt transisi energi listrik, melalui:
SK No25t15l A
berkas 6, hlm. 142 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
Pengembangan ekosistem pendukung energi bersih, dengan output
percepatan pelaksanaan kegiatan penyimpanan karbon, monitoring
tingkat komponen dalan negeri bidang anele energi baru dan
terbarukan
FembanSunan jaringan transmisi dan interkoneksi tenaga listrik, dengan
output: pengendalian pembangunan jaringan transmisi dan gardu
induk, pengawasan dan pengendalian efisiensi penyediaan tenaga listrik
Pembangunan infrastruktur pembangkit lfuffik, infrastruktur jaringan
transmisi, dan infrastruktur distribusi tenaga listrik, dengan output:
pengawasan dan evaluasi kegiatan pembangunan infrastruktur
penyediaan tenaga listrik, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik
Tenaga Mini Hidro (PLTM), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gag
(PLTMG)
Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat
Perluasan layanan penyiaran digital
Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
a
a
Provinsi Nusa Tenggara
Barat
Pengentasan kemiskinan dengan perwujudan satu sistem Registrasi Sosial
Ekonomi (Regsosek), penyaluran bantuan sosial adaptif, serta pemberdayaan
masyarakat, melalui:
. Peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan]. output:
bantuan kelompok usaha ekonomi masyarakat, TKM pemula tematik,
dan pelaku usaha yang mendapat akses pembiayaan
. Penguatan pemanfaatan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek),
dengan output: pengelolaan layanan pusat kesejahteraan sosial, data
terpadu kesejahteraan sosial, mustahiq yang diselaraskan datanya, dan
aparatur yang mengikuti pengembangan perencanaan dan standar
pelayanan minimal (SPM)
. Penguatan kewirausahaan afirmatif untuk kemandirian masyarakat,
dengan output: peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan
usaha keluarga penerima manfaat (KPM) kewirausahaan sosial, tenaga
kerja mandiri (IKIU) pemula, pelaku usaha yang mendapat akses
pembiayaan, dan bantuan alat dar mesin pertanian prapanen
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif, dengan output: penerima
bantuan iuran PBI JKN, keluarga yang mendapat bantuan sosial
bersyarat, mahasiswa yang mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP
kuliah, KPM yang memperoleh bantuan sosial sembako, penyediaan
Elpiji 3 kg yang tepat sasaran, subsidi listrik, dan bantuan logistik
korban bencana alam
berkas 6, hlm. 143 OCR
3.3 Provinsi Nusa Tenggara Timur
. A Na. 219 aa “D
ii . / Tg D2 Z a Der)
" tata YA Bni "3 PF TIJS LO 4
5 Hita 4 E4,5 &
IN GT 3 pu, hd) —
AN 1 “C2
ag (— / N
(GG ? N D1 Aa Padi D4,15
Ku D7“ ci # £ ai
SA 824,15 7 ca $ LX
Dae Kota Kupang | D10 ar
NX D8 ) 0 (— mu) S
L 10,13 -
X5 - Pose LEGENDA
13 Kawasan
Yaa ertumbuhan
N USA TE N GGA RA ab an Pd res paka Ka oditas Unggulan
. GT oy 4 awasan Swasembada
TI M U R kad Pa pa dan Bai
Kawasan Afirmasi
A. Kawasan Pertumbuhan Kawasan Konservasi dan
Kawasan Pariwisata (@ ibu Kota Provinsi
1. Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Labuan Bajo - Kab. Manggarai Barat, @
dengan rencana perluasan menjadi DPP Labuan Bajo - Flores Bandar Udara
— Kab. Manggarai 9 Pelabuhan
— Kab. Ngada mem Jalan Nasional
— Kab. Ende «« Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
Kawasan Perkotaan Batas Administrasi
2. Kawasan Perkotaan Pariwisata Labuan Bajo - Kab. Manggarai Barat
B. Kawasan Komoditas Unggulan
Sentra Industri Berbasis Komoditas Rumput Laut Sentra Industri Berbasis Komoditas Garam
1. Kab. Kupang dan Kota Kupang 9. Kab. Sabu Raijua
2. Kab. Sumba Timur 10.Kab. Kupang
11.Kab. Nagekeo
Sentra Produksi Berbasis Komoditas Rumput Laut
3. Kab. Kupang Sentra Produksi Berbasis Komoditas Garam
4. Kab. Sumba Timur 12.Kab. Sabu Raijua
5. Kab. Rote Ndao 13. Kab. Kupang
6. Kab. Sabu Raijua 14. Kab. Nagekeo
7. Kab. Alor 15.Kab. Sumba Timur
8. Kab. Flores Timur 16.Kab. Ende
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi
1. Kab. Sumba Tengah: KSPP 6. Kab. Sikka: potensial pangan
2. Kab. Belu: KSPP, potensial air 7. Kab. Lembata: potensial pangan
3. Kab. Manggarai Barat: potensial pangan 8. Kab. Kupang: potensial air, potensial energi
4. Kab. Manggarai: potensial pangan, potensial energ 9. Kab. Nagekeo: potensial air
5. Kab. Manggarai Timur: potensial pangan 10. Kab. Timor Tengah Selatan: potensial pangan
berkas 6, hlm. 144
EIFFIIEtrN
BL'K INDONESIA
SK No25ll55A
Sasaran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1 Kawasan Pertumbuhan:
• A1: Destinasi
Pariwisata Prioritas
(DPP) Labuan Bajo
(Kab. Manggarai
Barat) dengan
rencana perluasan
menjadi DPP Labuan
Bajo–Flores (Kab.
Penguatan kawasan pariwisata prioritas eksisting (DPP Labuan Bajo) dan
perluasannya di Pulau Flores melalui:
• Peningkatan aksesibilitas pariwisata, dengan output: pembangunan jalan
akses simpul transportasi, jalan strategis termasuk Jalan Lintas Utara
(Labuan Bajo–Terang–Kedindi) dan jalan daerah, serta pelabuhan kapal
pesiar (cruise)
• Pengembangan atraksi, dengan output: dukungan pelaksanaan event
daerah, nasional, dan internasional
0,6
0,6
35,1
25,7
0,314 – 0,319
0,319 – 0,324
10,21 – 11,21
15,32 – 15,82
77,71
61,82
0,51
0,48
2,10 – 2,79
2,49 – 2,99
80,69
80,02 5,7
(Rata-rata
2025–2029)
6,6
(2029)
berkas 6, hlm. 145 OCR
REPUELIK INOONESIA
No Lokasi Prioritas Highlight I Indikasi Intervensi
Manggarai*, Kab.
Ngada', Kab. Ende
Pembangunan prasarana runum, fasilitas uEum, dan amenitas
pariwisata, &r[g,m adpdi SPAL, SPAM, pengolahan sampah berbasis
3R, infrastruktur kelistrikan, dan revitalisasi pasar rakyat
Pengembangan keterampilan SDM, layanan, dan tata kelola pariwisata,
dan.gan output p€Bbinaen, pelatihan, dan pembekalan kerja SDM
pariwisata, serta manajemen kunjungan wisata
Penguatan dan perluasan pemasaran pariwisata, dengan output: promosi
investasi dan promosi destinasi terpadu
Pengembangan industri, usaha masyarakat, dan investasi pariwisata,
dengan output: pembentukan/pengembangan dan pendampingan
IKM/UMKM, koperasi, dan BUMDes, serta peningkatan akses
pembiayaan modal
Peningkatan pelestarian adat dan lingkungan, serta mitigasi dan
adaptasi bencana dan perubahan iklim, dengan qrrpd: peningkatan
preservasi dan resiliensi adat istiadat dan budaya nilai lokal desa,
perlindungan jalur jelajah satwa Komodo, penyediaan jalur evakuasi
bencana, pembangunan rambu suar dan sarana bantu navigasi
pelayaran, serta pengadaan ambulans laut
Keterangan:
') Indikasi t€g ,anrtsm
ara A(TA) pcrhnsut
5
A2 Kawasan Pertumbuhan:
. A2: Kawasan
Perkotaan Pariwisata
Labuan Bajo (Kab.
Manggarai Barat)
Pengembangan Kawasan Perkotaan Pariwisata Labuan Bajo melalui:
. Penataan kawasan dan peningkatan citra kota dengan output: penguatan
branding kawasan dan penguatan promosi daya tarik kota
. Peningkatan sarana prasarE.na dasar perkotaan, dengan
output: pembangunan jalan strategis, SPAM, SPAL, infrastruktur listrik
dan TIK, PSU bidang perumahan, pengelolaan sampah berbasis 3R,
perluasan jaringan telekomunikasi d€r akses internet cepat, perluasan
layanan penyiaran digital, serta pemberian bantuan pembangunan
rumah swadaya
. Penguatan peran kawasan, dengan output: penyediaan dan peningkatan
layanan pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
BI
92
B3
B4
B5
86
B7
B8
Kawasan Komoditas
Unggulan
(Komoditas Rumput laut)
Sentra Industri
. 81: Kab. Kupang dan
Kota Kupang
. B2: Kab. Sumba
Timur
Penyiapan pengembangan sentra industri berbasis komoditas rumput lflrt
der8an dukungan kGrtrihrsi produksi dari kabupaten sekitarnya melalui:
. Penguatan sentra produksi rumput laut, dengan output: pengendalian
hama terpadu dan revitalisasi lahan budidaya sesuai zonasi
. Pengembangan industri, tata niaga/pemasaran, promosi, dan
peningkatan ekspor produk rumput laut, dengan output: pengembangan
industri pengolahan, diversifikasi produk ruElrrt laut (karagenan, agar-
a8ar, biostimulan, nutraseutikal, pakan temal), penyediaan
pera.latan/mesin pendukung pengolahan, sertifikat mutu produk,
pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes, serta perluasan ekspor dan promosi produk
. Peningkatan ketersediaan bibit rumput laut unggu.l, dengan dnwil
pengembangan unit produksi bibit berkualitas dan penyaluran bibit
rumput laut
. Peningkatan kualitas SDM dar pendampingan pengembangan industri,
dengan anpdt pendidikan vokasi perikanan dan kelautan, serta
penerapan kurilorluE link and, ,,l.atch de')g,m dunia kerja
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta aksrs
terhadap pembiayaan, dengan output: pengembangan kampung nelayan
dan desa perikanan cerdas (sman JEshenes village), *tra penguatan
kelembagaan ekonomi nelayan
. Peningkatan sarana prasarana pendukung, dengan qt puti
pengembangan pelabuhan pendukung indtrstri rum[f,tt laut,
pembangunan jalan termasuk jalan akses Pelabuhan Maritaing (Erana-
Maritaing), dan infrastruktur TIK
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output: peningkatan
Sentra Produksi:
. EX': Kab. Kupang
. 84; Ikb. Sumba
TiDur
. 85: Kab. Rote Ndao
. B6i Kab. Sabu Raijua
. B7: Kab. Alor
. 88: Kab. Flores
Timur
penerimaan bantuan pendanaan penelitian ndldlino fund. IBOIIIN
berkas 6, hlm. 146 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
penelitian) terkait riset
teknologi digital
produk rumput laut, serta penerapan
B9
Bll
Bt2
B13
814
B15
B16
Kawasan Komoditas
Unggulan
(Komoditas car@)
Sentra Industri
. 89: Kab. Sabu Raijua
. BIO: tr(ab. Kupang
. Bl l: Kab. Nagekeo
Sentra Produksi
. B12: Kab. Sabu
Raijua
. B13: I(ab. Kupang
. B14: Kab. Nagekeo
. B15: Kab. Sumba
Timur
. 816: Ihb. Ende
Penguatan sentra produksi serta penyiapan pengembangan sentra industri
garam terintegrasi melalui:
. Peningkatan produksi garam konsumsi dan garam industri, dengan
Output: optimalisasi lahan garam tambak, penyediaan peralatan/mesin
pendukung produksi, serta intensifikasi dan ekstensifikasi lahan
. Pengembangan industri dan tata niaga/pemasaran garam konsumsi dan
garam industri, dengan ou,pd: penyediaan peralatan/mesin pendukung
pengolahan, sertifikasi mutu produk, penyediaan sentra niaga garam
ra.lg.at, penya.luran distribusi garam industri ke industri, pemenuhan
spesifikasi garam industri, serta perluasan ekspor dan promosi produk
garam industri
. Peningkatan kapasitas dan tata kelola kelembagaan, serta akses
terhadap pembiayaan, dengan output: promosi investasi, serta
pembentukan/pengembangan koperasi dan BuMDes
. Peningkatan sarana prasarana pendukung serta pengembangan inovasi
teknologi, dengan output: pengembangan pelabuhan pendukung industri
garam, pembangunan jalan strategis dan daerah, dan pengembangan
inovasi teknologi
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Pengembangan aksesibilitas dan konel .ivitas untuk mendukung kegiatan
ekonomi dan sosia.l masyarakat intra dan antar pulau melalui:
. Pembangunan dan peningkatan jalan strategis, jalan trans, dan jalan
3TP, dengan output: Jalan Trans Flores, Trans Timor, dan Trans Sumba,
penanganan jalan daerah dan jalan 3TP, dan jalan akses simpul
transportasi
. Pengembangan pelabuhan dan penyediaan jaringan pelayaran, dengan
output Pelabuhan Kupang, Nun Baun Sabu, Wae Kelambu, Raijua,
Lewoleba, Salura, Marapokot, Seba, Ndao, Baranusa, dan Wini, serta
jaringan pelayaran dan sarana kapal RoRo
. Pengembangan bandara dan optimalisasi layanan bandara, dengan
olpaf Bandara El Tari, Bandara Komodo, dan Bandara Lede KaluEbang
. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur transportasi dan konektivitas
perkotaan
. Pembangunan infra3tnrldur pembangkit listrik dan sistem penyaluran,
dengan output pengendalian pembangunan pembangkit listrik, jaringan
transmisi dan gardu induk, serta jaringan distribusi dan gardu distribusi
. Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat, serta
perluasan layanan penyiaran digital
3 Kota Kupang
(perikanan)
Kab. Sumba Timur
(perikanan)
Kab. Manggarai
Barat (pariwisata dan
ekonomi kreatif)
Penguatan pendidikan tingi STEAM, $rta pendidikan dan pelatihan vokasi
(SMK, Politeknik, dan BLI() yang difokuskan pada potensi keunggulan
wilafh (perikanan, pariwisata, dan ekonomi krcato sesuai kebutuhan DUDI
melalui:
. Penguatan dan penyediaan sarana prasarana pendidikan, serta
pelatihan berkualitas, dengan ou,pur: jalan menuju fasilitas pendidikan,
perangkat pembelajaran yang adaptif dan kontekstual, serta revitalisasi
fasilitas pendidikan dan Balai Latihan Kerja {BIl()
. Pengembangan program studi, kurikulum, dan inovasi model
pembelajaran perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta
SMK yang Ec(lBaqr pada kebutuhan industri
. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengajar/tenaga pendidik,
dengan output: peningkatan mutu dan kompetensi SDM Dikti dan tenaga
SK No25ll57A
berkas 6, hlm. 147 OCR
No Lokasi Prioritas frigldigh Indikasi Intervensi
:l
kependidikan vokasi, serta tenaga kependidikan yang mengikuti
upskilling dan reskilling berstandar industri
Peningkatan kualitas tqta kelola scrta pengembangan kemitraan
penyelenggara pendidikan dengan dunia kerja, dgrlga,n qipn
pendidikan tinggi dan vokasi yartg mendapatkan akselerasi peningkatan
kualitas kelembagaan, serta satuan pendidikan vokasi yang bermitra
dengan dunia kerja
cr
c2
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. Cl: KSPP Sumba
Tengah (Kab. Sumba
Tengah)
. C2: KSPP Belu (Kab.
Belu)
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Belu dan KSPP
Sumba Tengah melalui:
. Penyiapan pengembangan kawasan, dengan output: optimasi lahan
menjadi produktif, pembangunan embung pertanian dan non pertanian,
penyediaan jaringan drainase dan irigasi, konektivitas transportasi desa,
serta penyediaan dan peningkatan jalan akses menuju KSPP termasuk
jalan akses I(SPP Sumba Tengah (Mamboro-Tana Ringu)
. Peningkatan produksi, dengan output: penyaluran benih padi dan jagung
berkualitas, areal pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OP't)
pangan, dan unit pengolah pupuk organik (UPPO)
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana produksi,
dengan output: peoingk tanjalan usaha tani, serta penyediaan alat dan
mesin pertanian
. Penguatan pascapanen dan tata kelola, dangfi a&d penyediaan
sararur pascapanen dan pengolahan hadl tanaman pangan,
pengembangan kelembagaan ekonomi petani, pengembangan usaha
koperasi, dan peningkatan akses pembiayaan modal
. Pengembangan riset dan inovasi teknologi, dengan output:
pengembangan model percontohan pertanian modem, peningkatan
mekanisasi pertanian, serta percontohan penerapan teknologi pertanian,
termasuk digit al farming
c3
c4
c5
C6
C7
C10
Kawasan Potensial
Swasembada Pangan:
. ql: Kab. Manggarai
Barat* (padi, pangan
akuatik)
. C4: Kab. Manggarai'
(padi, sapil
. C5: Kab. Manggarai
Timur* (padi, pangan
akuatik)
. C6: Kab. Sild<a*
(pangan akuatik)
. C7: Kab. l,€rtbata'
(babi)
. CIO: Kab. Timor
Tengah Selatan*
liagung dan sapil
Kawasan Rentan Pangan:
r Kab. Alor*' (padi,
jagung, pangan
akuatik)
. Kab. Sabu Raijua*
(padi, jagung,
sorgum, kambing)
Penguatan kawasan swasembada pangan berbasis pertanian tanaman
pangan (padi, jagung, sorgum), pangan akuatik/ bfueJbod berbasis perikanan
tangkap laut, dan pangan hewani (sapi dan babi) melalui:
. Penguatan produksi, dengan output: optimasi lahan termasuk revitalisasi
laha.n rusak menjadi produktif, areal pengendalian Organisme
Pengganggu Tanaman (OPTI tan@an pangan, penyaluran benih
tartaEan pangan dan bibit ternak unggul, bantuan hijauan palGn
ternak, layanan kesehatan dan vaksin hewan, serta [pengembangan
olahan hasil komoditas pangan dall produk turunannya
. Pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana
pendukung, dengan output peningkatan jalan usaha tani, jaringan
irigasi, alat dan mesin pertanian, jalan usaha tani, pembangunan
embung pertanian, penyediaan dan peningkatan jalan alGes menuju
sentra pangan lokal, pengadaan gudang lumbung pangan, serta
penyediaan sarana pd.a, pasca panen dan sarana pengolahan hasil
tanaman pangan, serta peningkatan sarana dan prasarana penangkapan
ikan
. Penguatan kapasitas SDM (petani, kelompok tani, nelayan, dan
kelompok nelayan), dengan dttwti penguatan dan pelatihan kelompok
tani yang terlatih GAP ltud Agriculture Prudic€Cl, GHP lM lrdndhng
Practices), dan PHT (Pengendalian Hama Terpadu), serta penyuluhan
perikarun dan kelautan untuk kelompok pelaku utama, serta
mendorong ownership petani dan nelayan pada aset dan lembaga yang
telah dibentuk
. Penguatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan petani dan nelayan
yang mendukung pengembangan pangan lokal, de']gl,i output:
pembentukan/pengembangan dan pendampingan koperasi, IKM/UMKM
dan BUMDes, serta peningkatan sistem logistik pangan lokal
berkas 6, hlm. 148 OCR
I'RESIDEN
No L.kasi Prioritas Ift?rrl4?rd Indikasi Intervensi
Keterangan:
. ') Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
tingi
. *) Indikasi lokasi
yang memiliki
produksi pangan
rendah dan/atau
Indeks Ketahanan
Pangan rentan atau
sangat rentan
Penguatan kawasan rentan pangan dilakukan melalui penguatan
diversifikasi pangan, dengan output: pengembangan kawasan padi, jagung,
dan sorgum, benih tanaman pangan dan bibit ternak unggul,
bantuan hijauan pakan ternak, layanan kesehatan dan vaksin hewan,
pembentukan koperasi berbasis bahan pangan, penguatan kelompok
masyarakat yang terfasilitasi penganekaraga@an pangan, pemberian
bantuan pangan dalao rangka pengendalian kerawanan pangan,
peningkatan sarana dan prasarana penangkapan ikan, peningkatan jalan
usaha tani, pembangunan embung pertanian dan jaringan irigasi, sfta
penyediaan sarana pra, pasca, dan pengolahan hasil tanaman pangan
C4 Kawasan Potensial
C8 Swasembada Energi:
. C4: Kab. Manggarai*
. C8: Kab. Kupang"
Kawasan Rentan Energi:
. Kab. Manggarai
Timur**
. Kab. Sumba Barat
Daya*
. Kab. Timor Tcngah
Selatan*
Keterangan:
. 'l Indikasi lokasi
yang memiliki
potensi bangkitan
EEf[ tinggi
r '*)Indikasi lokasi
yang memiliki rasio
elektrifikasi rendah
atau persentase
rumah taaaga yang
tinggi dengan sumber
penerangan utama
listrik non PLN dan
bukan listrik
Peningkatan ketahanan energi, terutama dengan mempercepat transisi
energi berbasis potensi energi baru terbarukan pada kawasan potensial
swasembada energi, melalui:
. Percepatan pengembangan dan optimalisasi pembangunan infrastruktur
pembangkit tenaga listrik beban dasar dan variabel yarl8 petlan eatan
potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan potensi
daerah dan dedieselisasi, dengan output: pembangkit listrik tenaga surya
(PLTS), pembangkit listrik tenaga angin (PLTB), dan pembangkit listrik
tenaga air (PLTM), serta pembangunan sistem transmisi dan interkoneksi
tenaga listrik, serta pembangunan infrastruktur gardu induk
. Penyediaan sarana prasarana pendukung, dengan output penyediaan
dan peningkatan n jalan akses menuju pembangkit
Penguatan kawasan rendah elektrifikasi dilakukan melalui perluasan
cakupan layanan ketenagalistrikan, dengan output: pemasangan
sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak
Ea.Epu atau berada di daerah 3T
c2
C8
c9
Kawasan Potensial
Swasembada Air:
. C2: Kab. Belu*
. C8: Kab. Kupangl
. C9: Kab. Nagekeot
Kawasan Rawan Air:
. Kab. Manggarai
Timur**
. Ikb. Sumba Barat
Daya*
Peningkatan ketahanan air pulau dalam !!!€menuhi kebutuhan air secara
berkelanjutan melalui:
. Peningkatan kapasitas tampungan/sumber dqla air, dengan output:
pembangunan Bendungan Mbay, Bendungan Manikin, Bendungan
V/elikis
Penguatan kawasan rawan air dilakukan melalui penyediaan sumber air
baku alternatif, deng,!/Il output: pembangunan eEbrn8 dan pengeboran
suEbcr air di daerah tcrlrncil rawan air
berkas 6, hlm. 149 OCR
-t49-
No Lokasi Prioritas Higrdri?h, Indikasi IntervEnsi
Keterangan:
. ,) Indikasi lokasi
yang memiliki
kapasitas tampungan
air tinggi
. *i) Indikasi lokasi
yang memiliki IRBI
kekeringan tinggi dan
Ecmpql(an lokasi
prioritas atau super
prioritas ketahanan
iklim bidang air
Dl Kawasan Afirmasi
D2 Daerah Tertinggal:
D3 . Dl: Ihb. Sumba
Tengah (pariwisata,
padi, dan jagung)
. D2: Kab. Sumba
Barat Daya
(pariwisata dan
jambu mete)
. D3: Kab. Sabu Raijua
(kambing)
Percepatan pembangunan afirmatif untuk daerah tertinggal menjadi daerah
berkembang, melalui:
. Pemenuhan dan peningkatan akses layanan pendidikan, kesehatan,
serta perlindungan sosial yanA sesuai standar dan berbasis kondisi
geografis wilayah, dengan output: afirmasi bantuan biaya pendidikan
program studi tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan wajib
penempatan pada DTPK, SD yang mendapat pembinaan program
afirmasi, sena pelaksanaan bantuan sosial adaptif
. Penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal dan ino,asi berbasis
pengembangan sentra pertanian dan perikanan terintegrasi, serta
pariwisata, de'rg,'l, ouqn&: optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan
rusak menjadi produktif, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT), peningkatan akses pembiayaan modal, pendukungan
event daerah serta pengembangan desa wisata, penyediaan benih ternak
unggul, layanan kesehatan dan vaksin hewan, pengol,ahan dan
pemasaran komoditas dan produk turunannya, peningkatan
kemandirian dan daya saing masyarakat, serta fasilitasi sosialisasi
pembentukan koperasi dari kelompok strategis
. Pemerataan penyediaan infrastruktur dasar permukiman s€s.rai
standar, serta peningkatan konektivitas intra dan antar wilayah, dengan
output: fasilitasi penyediaan perumahan terintegrasi dengan PSU,
peningkatan SPAM, SPAL, dan sistem pengelolaan persampahan,
perluasan jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, dan akses internet
cepat, pengembangan SDM TIK dan digitalisasi masyarakat, perluasan
layanan penyiaran digital, pembangunan jalan sks€s siEFrl
transportasi, serta pengembangan sarana angkutan perintis laut, darat,
dan udara
. Pengelolaan dan pengurangan risiko bencana yang efisien dan tepat
guna, dengan output: masyarakat di daerah tertinggal yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam penguatan mitigasi bencana
D4
D5
D6
D7
D8
D9
Kawasan Afirmasi
Kawasan Perbatasan
Penguatan kqt[asan perbatasan di ltrsat Kegiatan Strategis Nasional (PKSI9,
serta kecamatan perbatasan prioritas, melalui:
. Pemenuhan layanan dasar, &ngi,[l. qiputt penyediaan rumah layak
huni, pembangunan sarana dan prasarana konektivitas transportasi di
kawasan perbatasan, peningkatan SPAM, SPAL, pengelolaan sampah
berbasis 3R, serta peningkatan akses internet dan listrik
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas
unggulan terutama di PI6N, dengan dnpnt pEni,r*at,,l pelabuhan
perikanan di lokad SKPT yang dikelola dan operasional sesuai standar,
optimasi lahan termasuk revitalisasi lahan rusak menjadi produktif,
penyediaan bibit unggul, pengendalian organisme pengganggu
tumbuhan (OPT), pengolahan pasca panen komoditas, masyarakat yang
ditingkatkan kapasitasnya, peningkatan akses pembiayaan modal,
penataan bangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Oepoli di
Kab. Kupang layanan validasi dan verifikasi pup*, jalan pertanian yang
terbangun, serta pembangunan irigAsi perpipaan
Dlo
Dll
D12
D13
D14
PKSN dan Wilayah
Pendulorng:
. D4: PKSN
Kef@enarru, sci'ta
Kec. Biboki Monleu,
Naibenu, Mutis, dan
Musi (Kab. Timor
Tengah Utara)
. D5: PKSN AtaEt ua,
s€rtq IGc. Lasiolat,
Lsraalmen Selatan,
Tasifeto Barat, dan
SK No25l16lA
berkas 6, hlm. 150 OCR
E:frFITil,N
No Lokasi Prioritas Hbrdbh, Indikasi Intervensi
Nanaet Duabesi 0(ab.
Belu)
D6: PKSN Kalabahi,
Bcrta IGc. Pantai
Timur (Kab. Alor,
Penataan nrarE kawasan dan penanggulangan bencana kawasan
perbatasan, dengan qnwi penyusunan dokumen harmonisasi
Rancangan Peraturan Presiden mengenai Rancangan Detail Tata Ruang
(RDTR) Kawasan Perbatasan Negara (KPN) di Provinsi Nusa Tenggara
Timur, fasilitasi kamlxrng siaga bcrrcana, dan pembinaan masyarakat
bidang lingkungan hidup dafl bencana alam di kqtflasan perbatasan
Penguatan tata kelola pemerintahan, de,Ig,,r output piloting
pengembangan koElrctcnsi te-atik txgi ASN di daerah kawasan
perbatasan dan pengembangan platform digital manajemen ASN dan
bimbingan teknis peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan
kawasan perbatasan negara
Kecamatan Perbatasan
Prioritas:
. D7: Kec. Lamboya
dan Lamboya Barat
(I(ab. Sumba Barat)
. D8: Kec. Ngadu
Ngala, Karera, Pinu
Pahar, Tabundung,
Katala H@u Lingu
(Kab. sumba Timur)
. D9: Kec. Amfoang
Timur, Kupang
Barat, Nekamese,
Anarasi Barat,
Amarasi Selatan,
Amarasi Timur (Kab.
Kupang)
. D10: Kec. Nunlolo,
Kot Olin, Kualin
(Kab. Timor Tengah
S.cl,atan)
. Dl1: Kec. Landu
Leko, Rote Timur,
Pantai Baru, Rote
Selatan, Lobalain,
Rote Barat Daya,
Rote Barat, Ndao
Nuse (I(ab. Rote
Ndao)
. D12: Kec. Kodi
Balaghar (Kab.
Sumba Barat Daya)
. D13: I(ec. Sabu
Timur, Sabu Liae,
Hawu Mehara, Raijua
(Ikb. Sabu Raijua)
. D14: Kec. Kobalima
Timur (Kab. Malaka)
D15
Dr6
Dl7
Kawasan Afirmasi
Kawasan Transmigrasi:
. Dls: KT. Ponu (Kab.
Timor Tengah Utara)
. D16: KT Tasifeto-
Mandeu (Kab. Belu)
. Dl?: KT Kobalima
Timur (Kab. Malaka)
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Ponu, Tasifeto - Mandeu, dan
Kobalima Timur melalui:
o Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
denga,r output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, penyediaan rumah layak huni, peningkatan
SPAM, SPAL, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta peningkatan akses
internet dan listrik
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output
pemberian bantuan sarana produksi pertanian di Satuan Permukiman
dar Pusat SKP (Satuan Kawasan Pengembangan), optimasi kawasan
pertanian padi, jagung, dan kelapa, optimasi lahan termasuk revitalisasi
lalpn rusak menjadi produktif, serta pengendalian Organisme
berkas 6, hlm. 151 OCR
REPUBLIK INDONESIA,
No Lokasi Prioritas s Highlight I Indikasi Intervensi
Pengganggu Tanaman (OPT) tanaman pangan dan penyakit ternak,
penyediaan bibit unggul pertanian dan peternakan sapi
Redistribusi asct (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
ou,put perpindahan dalt penempatan transmigran
Penyediaan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja terampil,
dengan output: tenaga pelatihan yang ditingkatkan kompetensinya,
penyediaan instruktur yang berkinerja tingi di kawasan transmigrasi
DlA Kawasan Afirmasi
Kawasan Perdesaan
Prioritas
. D18. Kat 'asan
Perdesaan
Agrowisata Kopi
Flores Bajawa (Kab.
Ngada)
Pengembangan kawasan perdesaan agrowisata berbasis komoditas Kopi
Flores Bajawa melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan, dgllgim, anpdr
penyEdiaan rumah layak huni, peningkatan SPAM, SPAL, sistem
drainase, dan pengelolaan sampah berbasis 3R
. Peningkatan aksesibilitas desa, dengan output: pembangunan dan
pengembangan jalan non-status, jembatan, peningkatan akses internet
dan listrik, serta penyediaan moda transportasi desa
. Peningkatan produktivitas perdesaan dan diversifikasi ekonomi lokal,
de'l'gm, dt put pengembangan dan penataan destinasi wisata lokal,
serta pembentukan/pengembangan dan pendampingan IKM/UMKM,
koperasi, dan BUMDes drhf, pengembangan agrowisata dan produk
ekonomi kreatif berbasis komoditas kopi
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa, dengan ourytt fasilitasi
penguatan tata kelola f,s3a.rsleq pengembangan agrowisata
Kab. Sumba Barat
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sumba Timur
(Kecamatan
Iferbatasan Prioritas)
Kab. Rote Ndao
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sabu Raijua
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Timor Tengah
Selatan (Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. SuDba TenAah
(Daerah Tertinggal)
Kab. Sumba Barat
Drya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan kiodtas)
Kab. Belu (PI(SN
Atambua dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Malaka
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Penyiapan sarana, prasarana, dan peningkatan kualitas fasilitas.dan
layanan pendidikan dasar dan menengah melalui:
. Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan, df'iga,r output:
jalan menuju fasilitas pendidikan, rehabilitasi dan renovasi sekolah
dasar dan menengah, serta perangkat pembelajaran yang adaptif dan
kontekstual
. Peningkatan kualitas dan tata kelola layanan pendidikan berkualitas,
dengan output: model kurikulum yaDa adaptif dan kontekstual;
pembinaan afirmasi serta pendampingan peningkatan Euhr pada SD,
SMP, dan SMA
. Penyediaan dan jaminan kesejahteraan tenaga pendidik berkualitas,
denga,r qttpuri peningkatan kompetensi tenaga kependidikan yana
mengikuti inovasi pembelajaran
. Pcmb€dan bsnhran pendidikan serta makanan bergizi seimbang baSi
peserta didik, dengan output: pemberian program Indonesia pintar pada
siswa SD/paket a, SMP/paket b, SMA/paket c, dan SMK, serta
p€mb€dan beasiswa afirmasi pendidikan menengah (adem) dan
pendidikan tinggi (adik), serta fasilitasi daerah terkait upaya perbaikan
status gizi dan pembinaan anak usia sekolah dan remaja
. Peningkatan literasi, dengan output: pembinaan program literasi pada
generasi Buda, fasilitasi peningkatan budaya gemar membaca, dan
peningkatan literasi digital
berkas 6, hlm. 152 OCR
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
3 Kab. Manggarai
Timur
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Peningkatan perlindungan dan pelestarian budaya lokal, melalui:
. Peningkatan tata kelola frcDbangunan kebudayaan deng,m anpdr
peningkatan kompetensi tenaga bidang kebudayaan dan pembinaan
lembaga kebudayaan
. Pelestarian cagar budaya, nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal
dengan output: fasilitasi kemitraan warisan budaya, pengelolaan koleksi,
cagar budaya, dan benda budaya, serta perlindungan warisan budaya
. Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah dengan output: event
prioritas bidang kebudayaan, produksi konten media kebudayaan, serta
pengembangan €uen flo dan musik berbasis budaya lokal
. Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah dengan output: fasilitasi
penutur bahasa daerah pada program perlindungan bahasa daerah,
serta event prioritas perlindungan bahasa dan sastra daerah
a
a
Ikb. Sumba Barat
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sumba Timur
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Rote Ndao
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Sabu Raijua
(Daerah Tertinggal
dan Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
l(ab. Timor Tengah
Selatan (Kecamatan
Perbatasan Prioritas]
Kab. Sumba Tengah
(Daerah Tertinggal)
Kab. Sumba Barat
Daya (Daerah
Tertinggal dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Kupang
(Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Kab. Manggarai
Timur
Kab. Alor (PKSN
Atambua dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas)
Pemerataan dan peningkatan e,l(s€s serta kualitas fasilitas dan layanan
kesehatan melalui:
. Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas fasilitas kesehatan, dengan
or,put pembangunan jalan, serta penyediaan moda transportasi l,ayanan
kesehatan bergerak
r peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan, de,l,g,,], output.
peningkatan sarana pr.rskc$naa, pustu, posyandu, posbindu, dan
poskesdes; pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk
rumah sakit; serta penyediaan sarana, prasarana, obat, dsn alat
kesehatan
. Penguatan tata kelola pelayanan kcach*alr, dengan output: pembinaan
terkait layanan primer dan rujukan, pembinaan dan pendampingan
layanan kesehatan bergerak, serta implementasi layanan tden dicitv
. Penguatan pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan
yang didukung dengan penjaminan kesejahteraan
Penanganan penyakit
TBC:
. Kab. Malaka
. Kab. Sumba Berat
Pengendalian penyakit menular dan eliminasi penyakit tropis terabaikan
melalui:
. Pencegahan dan pengendalian penyakit TBC, dengan ou,put: penyediaan
tenaga kesehatan terlatih, obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan
layanan pencegahan dan pengendalian TBC, layanan penemuan aktif
SK No25l164A
berkas 6, hlm. 153 OCR
No Lokasi Prioritas t Highlight Indikasi Intervensi
. Kab. Sumba Timur
. Kab. Sabu Raijua
Penanganan penyakit
Ma.laria:
. 12 kabupaten di
hoeinsi Nusa
Tenggara Timur
Penanganan pcnyakit
ISPA:
. Kab. Belu
. Kab. Lembata
. Kab. Sikka
. Kab. Flores Timur
Penanganan penyakit
Rabies:
. Ikb. Timor Tengah
Selatan
. Kab. Sil&a
o Kab. Ende
Penanganan penyakit
Kusta: Provinsi Nusa
Tenggara Timur
TBC, bantuan stimulan perumahan swadaya, serta peningkatan kualitas
hunian tidak layak
Pencegahan dan pengendalian penyakit malaria, dengan output
penyediaan s.lat dan bahan ke3€lEtan pencegahan dan pengendalian
malaria, tenaga kesehatan terlatih pencegahan dan pengendalian
malaria, peningkatan layanan pengendalian faktor risiko penyakit
malaria, serta peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA, dengan output: penyediaan
tenaga kesehatan pencegahan dan pengendalian ISPA terlatih,
optimalisasi data dan informasi ISPA, bantuan stimulan perumahan
swadaya, serta peningkatan kualitas hunian tidak layak
Eliminasi penyakit kusta, dengan output: penyediaan alat dan bahan
kesehatan pencegahan dan pengendalian kusta, pengadaan tenaga
kc8chatan terlatih pencegahan dan pengendalian kusta, serta
peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
Fli inasi penyakit rabies, dengan qdtr r4: penyediaan obat dan
perbekalan keschatan serta penyediaan obat hewan
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta perbaikan
gizi lainnya melalui:
. Peningkatan gir, &nAfB\ qlputt pelaksanaan deteksi dini masalah gizi
sebelum stunting tcf,jadi serta pemberian tata lakananya, pemberian
makanan tambahan baSi ibu hamil dan balita dari btfiq stock, rrta
implementasi Program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS (Emak-Emak
dan Anak-An k Minum S\rsu, serta Penambahan Vitamin
. Peningkatan akses air minum dan sanitasi layak dan aman, dengan
output: peningkatan infrastruktur SPAM dan SPAL
. Peningkatan sosialisasi dan informasi terkait pencegahan s,un,ing,
dmBan output penyebarluasan informasi terkait upaya perbaikan status
gizi dan kampanye pencegahan stunting melalui berbagai media, serta
komunikasi perubahan p€dlalql, terutama perilaku p€ob€rian makan
. Peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan ibu dan anak, dengan
output penguatan llrsk8laas, gedung pelayanan kesehatan ibu dafl
anak, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan
implementasi program KB
berkas 6, hlm. 154 OCR
No Lokasi t Prioritas Fligrdrirrd Indikasi Intervensi
Pemberantasan ,Irtl
Fishing.
. WPP 573 (perbatasan
perairan dengan
Timor Leste dan
Australia)
Penguatan pertahanan keamanan dengan Eq ujudkEt kedaulatan di laut
terutama dala.m pemberantasan llru Fishing pada perbatasan perairan dan
kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk pco8clolaan lintas wilayah
Itrusbandary management] melalui:
. Penegakan regulasi dan upaya pertahanan keamanan, derrya'n anpdr
operasi kapal dan Weed boat pengawas serta patroli mandiri
. Penyiapan kolaborasi dan kerja sama antar pihak dengan negara-negara
tetangga seperti Timor L€Btc dan Australia
. Penguatan tata kelola dan kelembagaan, dengan output: lembaga
pengelola perikanan t,'dayah pengelolaan perikanan negara republik
Indonesia WPPNRI) yang operasional dan pemberantasan perburuan
liar, pembalakan liar, perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar, serta
irnt f.Uqot" unreported, utlrcglqrd) fishing.
. Peningkatan infrastruktur/sarana prasarana pengawasan, dengan
output: pembangunan prasarana serta perawatan armada pengawasan
Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDI(9
E1
E2
E3
E4
E5
E6
Kawasan Konservasi:
. El: TN Komodo
(Kab. Manggarai
Barat)
. E2: CA Wae Wuul
(Kab. Manggarai
Barat)
. E3: KKD Selat Partar
dan Laut Sekitarnya
(Kab. Alor)
o Br: TI/AL Tujuh
Betas Pulau (Kab.
Ngada)
. E5: CA Riung (Ikb.
Ngada)
. E6: TNP Laut Sawu
dan Sckitsmya (10
Kab. di Prov. NTT)
Perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan kawasan konservasi melalui:
. Pengawasan kegiatan dan penataan ruang kawasan konservasi, dengan
output: peteg
^dt
penanganan usaha dan/atau kegiatan terbangun di
kawasan konsen asi, pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan
konservasi, kebijakan pengelolaan KIGRL (Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang Laut), dan penanganan kasus tindak pidana LHK
nl
. Optimalisasi tata kelola kawasan konservasi, dengan output: optimalisasi
pengelolaan lembaga konservasi, penguatan perencanaan kawasan
konservasi, dan pengendalian kebakaran di kawasan konservasi
. Pengurangan status keterancaman spesies dan ekosistem, dengan
output: inventarisasi keterancaman spesies dan konservasi biota yana
terancam punah
. Pengelolaan pemanfaatan kawasan konsen asi, dengan output:
penyediaan fasilitas penelitian dan pengembangan, penyiapan kawasan
hutan konservasi untuk implementasi nilai ekonomi karbon
. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelol,aan kawasan
konservasi, dengan unpn: pembinaan dan pemberdayaan kelompok
masyarakat, serta pembinaan kelompok masyarakat pengawas
(Pokmaswas)
. Peningkatan sarana prasarana pendukung
Provinsi Nusa Tenggara
Timur
Peningkatan perlindungan dan pcrrgclolaan lingkungan hidup dart
pengelolaan risiko bencana, serta adaptasi perubahan iklim melalui:
. Peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi
bencana dan perubahan ikliE, dengan output: penguatan
desa/kelurahan tangguh bencana, pengembangan sekolah lapang iklim
tematik wilayah timur, serta fasilitasi dan pembinaan daerah dalam
adaptasi perubahan iklim
. Pengembangan sistem dan sarana prasarana pengurangan risiko
bencana dan adaptasi perubahan iklim, dengan output: penguatan
respons sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat,
penyediaan bangunan konservasi air dan antisipasi anomali iklim, serta
penerapan nature-based. so&zior6, pembangunan Fng@sn pantai,
serta pemulihan ekosistem mangrove
. Pelestarian hut6n dan keanekaragaman hayati, dengan output:
pendampingan kelompok [perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan
lahan, dan perlindungan jalur jelajah satwa
. Pemulihan ekosistem yang terdegradasi, dengan output: pemulihan
lahan rusak dan kritis, serta pemulihan ekosistem perairan
berkas 6, hlm. 155
SK No25l167A
4. Wilayah Kalimantan
4.1 Provinsi Kalimantan Barat
berkas 6, hlm. 156
LIJ-*If.Till
Jri;ITL ITTXNT-T-Til #T'!l
SK No25l168A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Barat
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca; IKLH: Indeks Kualitas
Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
A3
Kawasan Pariwisata
Sambas–Singkawang:
• A1: Kabupaten
Sambas
• A2: Kabupaten
Singkawang
• A3: Kabupaten
Bengkayang
Pengembangan Kawasan Pariwisata Sambas-Singkawang, melalui:
• Pembangunan prasarana pengaman pantai
• Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik dan
persampahan pada perumahan tapak
A4 Kawasan Perkotaan Kecil:
• A4: Kabupaten
Mempawah
Pembangunan Perkotaan Non-Wilayah Metropolitan melalui Pembangunan
Kawasan Perkotaan Kecil, melalui:
• Penyusunan masterplan pengembangan dan penataan kawasan yang
mengintegrasikan potensi dan masalah perkotaan secara terpadu untuk
kawasan perkotaan dan kota kecil
• Penyediaan dan peningkatan layanan konektivitas transportasi yang
disesuaikan dengan karakteristik kawasan perkotaan yang akan
dibangun
• Penataan kawasan perkotaan dengan fokus pada penyediaan hunian
layak dan terjangkau serta pemenuhan layanan dasar air minum
• Peningkatan kualitas lingkungan melalui pemenuhan layanan
persampahan, penanganan limbah dan penyediaan ruang terbuka hijau
• Penguatan peran kawasan perkotaan dalam skala regional untuk
pemerataan ekonomi melalui penyediaan dan peningkatan layanan
pendidikan yang terintegrasi dengan sektor ketenagakerjaan
• Penyediaan rumah murah bersanitasi baik bagi yang membutuhkan,
terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) termasuk generasi
milenial dan generasi Z
A5 Kawasan Industri
Ketapang:
• A5: Kabupaten
Ketapang
Hilirisasi dan penguatan produktivitas pusat-pusat industri berbasis
mineral, sumber daya hayati, dan industri padat karya, melalui:
• Tata kelola industri dan ketersediaan bahan baku industri nikel,
tembaga dan bauksit.
• Pengembangan industri hilir nikel, tembaga dan bauksit, dengan output:
industri smelter/pemurnian/pengolahan logam dasar beserta
turunannya yang termonitor dan terevaluasi perkembangannya,
kebijakan penguatan industri logam berbasis pengolahan bauksit,
standar dalam rangka mendukung ekspor.
• Peningkatan penerapan standarisasi di industri nikel, tembaga dan
bauksit, dengan output: standar dalam rangka mendukung ekspor dan
1,4
1,3
81,2
55,5
0,271 – 0,275
0,315 – 0,321
3,45 – 4,45
5,65 – 6,15
85,43
67,73
0,54
0,51
3,46 – 4,52
4,73 – 4,86
78,07
6,9 77,51
(Rata-rata
2025–2029)
7,9
(2029)
berkas 6, hlm. 157 OCR
PR,ESIDEN
-t57-
fasilitasi industri pengolahan sisa hasil produksi industri smelter logam
a
a
bukan besi dan turunannya
Peningkatan jumlah dan kapasitas tenaga kerja di industri nikel,
tembaga dan bauksit, dengan output: mahasiswa dan lulusan program
DII, DIII dan DIV reguler
Peningkatan adopsi telsDlogi dsn pemanfaatan riset/inovasi industri
padat karya terampil (makanan, minuman, TPT dan alas kaki), dengan
output: rancangan SKKM s€ldor industri.
Jaminan ketersediaan bahan baku industri sat it dan kelapa yang
berkualitas, dengan adp)rt peningkatan produktivitas sektor hulu
de,rgut output kriteria standar CPI untuk peningkatan kualitas bahan
baku industri kelapa sawit
Pengembangan industri hilir sawit dan kelapa dengan output: fasilitasi
investasi industri kelapa sawit dan pendampingan penerapan industri
4,0 di sektor industri hasil hutan dan perkebunan.
Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang, dengan anputl
pendampingan KPBU lokasi Bandara Singkawang, pengembangan
Bandar Udara Pangsuma, IreEbanguna[ jalan akses Bandara
Singkawang
Perluasan jaringan telekomunikasi dan akses internet cepat
Pengembangan SDM digital dan digitalisasi masyarakat
Perluasan layanan penyiaran digital
A6
A7
A8
A9
Kawasan Pengembangan
Pelabuhan Kijing:
. A6: Kabupaten
Mempawah
. A7: Kabupaten
Landak
A8: Kota Pontianak
A9: Kota Singkawang
Pengembangan infrastruktur dan kawasan perkotaan di sekitar pelabuhan
Kijing melalui:
. PenSpEbaqEn bandar:a, dengan adput: pendampingan KPtsU Irkari
Bandara Singkawang dan pengembangan Bandar Udara Pangsuma,
Kapuas Hulu
. Pembangunan jalan nasional, dengan o!,.tpr,.t: pembangunan jalan akses
Pelabuhan Kijing
. Peningkatan dan pemeliharaan jal,an nasional, dengan output: Jalan
Kawasan Prioritas Nangatayap-Sungai Kelik-Siduk dan jalan strategis
Dermaga Ferry-Teraju
. Penyediaan sarana dan prasarana air minum, air limbah d@rcstik dan
persampahan pada perumahan tapak dengan output: bantuan PSU
bidang Perumahan
. Fasilitasi pembangunan rumah baru, dengan output pcrtlr€diaan rumah
khusus reguler
. Fasilitasi peningkatan kualitas rumah, dengan output: bantuan
pembangunan rumah srrad.qra
BI
82
Kawasan Sentra Kel,apa
S:awit
. BI: Kabupaten
Ketapang
. 82: Kabupaten
Sanggau
Pengembangan Kawasan Sentra Kelapa Sawit, melalui:
. Peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit dan kualitas bahan baku,
dengan output* kriteria standar CPO untuk peningkatan kualitas bahan
baku industri kelapa sawit
c fugqinabiutC da,i TraM.UIitg, dengan, ourputt fasilitasi peningkatan
ketertelusuran keberlanjutan produk hilir kelapa sawit melalui
pembentukan Lembaga sertifikasi (LSi) ISPO Hilir d,en penguatan
standarisasi untuk hilirisasi sawit.
. P€ngc@bansan industri biofuel, llc,rg,,l, wtpn: pengembangan industri
bahan b6t<ar terbanrl€n generasi Hua lHgitage\4d Vegdable
CtU Sustainable Aviation .thd) berbahan baku tectwi@l cil
. Pengembangan industri olcokirnia d8 biofuel berbasis minyak kelapa
sawit disertai r€brcrd,ng dan promosi produk sawit berkelanjutan
berkas 6, hlm. 158 OCR
- rsa -
Dekarbonisasi Industri dan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit, dengan
output: Ald, nafi Ftoksionasi.lru[ipu?6e TIfiS
Rebrunding produk sawit berkelanjutan, dengan output.. promosi produk
dan perkebunan sawit Indonesia yErtg berkelanjutan terutama di luar
negeri
DI Kawasan Perdesaan
Prioritas (KPD
. Dl: KPP Agropolitan
Rasau Jaya,
Kabupaten Kubu
Raya
Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Agropolitan Rasau Jajra,
melalui:
. Penyediaan layanan dasar skala desa dan perdesaan (kesehatan,
pendidikan, air minum dar sanitasi)
. Peningkatan aksesibilitas desa (jalan, internet dan telekomunikasi)
. Pengembangan dan diversifikasi ekonomi lokal
. Pengembangan kawasan unggulan berbasis potensi lokal (pariwisata,
pertanian, dan lainnya)
. Peningkatan kapasitas tata kelola desa untuk mewujudkan transparansi
dan digitalisasi desa
D2
D3
D4
D5
D6
Pusat kuEhrhan
Kawasan Perbatasan di
Pusat Kegiatan Strategis
Nasional (PKSN) dar
Kecamatan Perbatasan
Prioritas (KPD:
. D2: PKSN Paloh
Aruk, Kabupaten
Sambas
. D3: PKSN Jagoi
Babang dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Siding),
Kabupaten
Bengkayang
. D4: PKSN Entikong,
Kabupaten Sanggau
. D5: PKSN
Nangabadau dan
Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kcc. Puring
Kencana, Kabupaten
Kapuas Hulu
. D6: Kecamatan
Perbatasan Prioritas
(Kec. Ketungau
Hulu), Kabupaten
Sintang
Pembangunan kawasan perbatasan di PKSN Paloh Aruk, PKSN Jagoi
Babang, PKSN Entikong, P(SN Nangabadau dan Kecamatan Perbatasan
Prioritas, melalui:
. Pemenuhan Layanan Dasar di Kawasan Perbatasan, dengan output di
antaranya: Pembangunan Sarana Permukiman, Ketenagalistrikan dan
Energi,, Pelayanan Pendidikan,, Pelayanan Kesehatan, maupun Layanan
Konektivitas, dan Pengawasan Pelaksanaan BBM I Harga
. Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan,
dengan output di antaranya: pembangunan jalan perbatasan dan akses
kawasan PI,BN, pembangunan jalan akses perbatasan Tebas-Merbau,
Nanga Er&Bts Kaltim, pembangunan terminal barang internasional
Aruk, pc@barEunan terEinal barang internasional Sei Kelik,
pembangunan terminal barang internasional Jagoi Babang, penataan
bangunan kawasan pos lintas batas negara (PLBN), pembangunan PLBN
Sei Kelik beserta sarana dan prasarana pendukungnya, layanan
angkutan laut perintis prioritas nasional, layanan validasi dan verifikasi
pupuk, pemeliharaan l(ehlrl sumber benih bahan tanam komoditi
perkebunan, dan pembangunan irigasi perpipaan pertanian..
. Penataan ruang dan penanggulangan bencana di kawasan perbatasan,
dcrrys.Jr output: dokumen harmonisasi RPerpres RIyIR Kawasan
Perbatasan Negara
D7
D8
D9
D10
Kawasan Transmigrasi
(KTI:
. D7: KT Rasau Jaya,
Kabupaten Kubu
Raya
. D8: KT Gerbang Ma3
Perkasa, Kabupaten
Sambas
Pengembangan Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya di Kabupaten Kubu
Raya, Kawasan Transmigrasi Gerbang Mas Perkasa di Kabupaten Sambas,
Kawasan Transmigrasi Sekayam-Entikong di Kabupaten Sanggau, dan
Kawasan Transmigrasi Ketungau Hulu di Kabupaten Sintang, melalui :
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dcngaJrl dilrut pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, sistem drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, dengan output: bantuan
sarana produksi pertanian
berkas 6, hlm. 159 OCR
D9: KT Sekayam-
Entikong, Kabupaten
Sar,Sgau
DIO: KT Ketungau
Hulu, Kabupaten
Sintang
Redistribusi aset (t nah) tran@igrasi, dengan qt put fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil, dengan
output: perpindahan dan penempatan rr transmigran
EI
M,
Eit
Katr'assn Strategis
Nasional Jantung
KdiE,a an AIqrt of
Bortt@)
. El: Kabupaten
Kapuas Hulu
. E2: Kabupaten
Sintang
. EXI: Kabupaten
Melawi
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem terEaa,J,k H@fl ol
Borneo disertai pcninSLatar upaya mitigasi dalam penanggulangan bencana,
melalui:
. Pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan output
penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pemadaman darat
dan udara, kelompok masyarakat yang terlibat dalEn pencegahan
kebakaran hutan dan lahan, serta area penanganan dampak
. Peningkatan kualitas ekosistem gambut dengan output: lahan gambut
yang dipulihkan dan dirEstorasi
. Rehabilitasi ekosistem mangrove dengjfi adp&: lahan rusak yang
dipulihkan, pemulihan dan rehabilitasi ekosistem mangrove
. Pengembangan energi terbarukan berbasis bioenergi
Provinsi Kalimantan
Barat
. Lokasi Prioritas
Penduduk Termiskin
(Kabupaten Melawi)
Pengentasan kemiskinan ekstrem melalui perlindungan sosial adaptif dan
pemenuhan infrast ktur dasar di daerah afirmasi melalui:
. Pembangunan jaringan distribusi dan listrik perdesaan, dengan output:
pemasangan sambungan baru htrik baai rumah tangga belum berlistrik
. Pelaksanaan bantuan keluarga, FndidilGn dan kesehatan, dengan
output: pemberian Kartu Indonesia Pintar, pemberian beasiswa afirmasi,
dan pelaksanaan program Indonesia Pintar
. Revitalisasi dana sosial keagamaan untuk pengentasan kemiskinan,
deri,gaJi antputi pemberdayaan rumah tangga miskin melalui kampung
Zak t, Infak, Sedekah dan Wakaf
. Peningkatank€@andirianEasyarakat
. Peningkatan daya saing Masyarakat
. Fasilitasi p€n),€diaan perumahan terintegrasi dengan PSU
. Pengembangan SPAM terintegrasi hulu ke hilir
. Penyediaan dan pengawasan infrastruktur sanitasi aDan, berkelanjutan
da! berketahanan iklim berbasis CWIS
. Penyaluran bantuan sosial yang adaptif
Provinsi Kalimantan
Barat
Penguatan pendidikan dasar dan vokasi untuk menciptakan SDM unggul
yang sesuai dengan potensi daerah untuk mendorong perekonomian lokal
melalui:
. Relevansi kurikulum dan kualitas pembelajaran PT Vokasi, dciryan
output: program studi vokasi yang menerapkan kurikulum fnt and
match dengan dunia kerja, dan Pendidikan Tinggi Vokasi yang
menerapkan penguatan mutu berstandar industri
. Penguatan pelatihan vokasi, dengo,i output pelatihan vokasi di sektor
strategis, sertifikasi kompetensi tenaga kerja dan fasilitasi dan bantuan
lembaga pelatihan
. Revitalisasi sarana dan prasarana Sekolah dan Madrasah pada seluruh
jenjang Pendidikan
Provinsi Kalimantan
Barat
Penguatan kapasitas ketahanan, pelayanan kesehatan, dan tata kelola
pelayanan kesehatan, melalui:
. Pengembangan layanan unggulan berbasis koapet€rtsi, denga,i output
peningkatan kompetensi Rumah Sakit (RS) dalnD layanan Kanker,
Jantung, Stroke, dan Uro-Neftoloci (&JSU) dan layanan Kesehatan lbu
berkas 6, hlm. 160 OCR
dan Anak; pemenuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan
untuk pelayanan Ibu-Anak, Kanker, Jantung, Stroke, Ginjal di RS
(sPA)
sesuai
standar; pengadaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk RS
Pengembangan unit pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan den
peningkatan peran kader kesehatan, dengan adplt pemcmrhan alat
kesehatan di unit pelayanan kesehatan tingkat desa/kelurahan s€q.rai
standar, peningkatan keterampilan kader kesehatan, pemantauan
keaktifan posyandu sesuai standar, pengadaan alat kesehatan di
posyandu sesuai standar, dan revitalisasi posyandu dan pemberdayaan
masyarakat di puskesmas pembantu
Peningkatan pendayagunaan SDM kesehatan, dengan output: penugasan
Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan peda Faly8,lkes Primer
Provinsi Kalimantan
Barat
Pencegahan dan penurunan stunting serta kematian ibu dan anak serta
pengendalian dan penuntasan TBC, penyakit menular:, dan eliminasi
penyakit tropis terabaikan, melalui:
. Penguatan intervensi spesifik stunting &oga,: output: lhr Hamil yang
mendapat makanan tambahan dari Buffer Stock, balita uang mendapat
makanan tambahan dan, daerah yang mendapatkan fasilitas dan
pembinaan terkait upaya perbaikan status gizi dan peningkatan
pelayanan kesehatan bayi dan batita
. Peningkatan upaya pencegahan TBC dengan adpni masyarakat
mendapatkan layanan pencegahan dsn pengendalian TBC
. Peningkatan kesehatan dafl gizi masyarakat, dengan output: penurunan
kematian ibu dan anak, pencegahan dafl penurunan stun ing, pemberian
mal(alr bergizi untuk ihr hamil, ibu menyusui, dan balita, peningkatan
pelayanan kesehatan dan gizi bagi usia sekolah, usia produktif dan
l,ansia serta keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, serta
penyelenggaraan jaminan sosial
. Pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, &a,8!$ output
penuntasan TBC
. Seluruh persalinan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan sesuai
standar
. Penguatan deteksi dini faktor risiko dan kapasitas pelayanan
kegawatdaruratan itu dan anak
Provinsi Kalimantan
Barat
Hilirisasi Kelapa, melalui:
. Peningkatan produksi darl penyebaran benih unggul, den$& odptt l
produksi benih tanaman perkebunan
. Peningkatan produktivitas kelapa (budidaya dan pengolahan), dengan
output: penerapan GAP (Good Agnanture Practices) dan pertanian
regeneratif
. Pcrbail€n data Frkelapaan (budidaya dan pengolahan), dengan output:
neraca komoditas kelapa dan produk turunannya
. Peningkatan diversifikasi produk dan daya saing produk, dengan output:
pengembangan industri pengolahan kelapa produk hilir (MCT dan SAFI
dan restrukturisasi mesin/peralatan
. Peningkatan sentra IKM pengolahan kelapa, dengan output:
pendampingan pembiayaan bagi usaha Eikm
. Peningkatan investasi industri pengolahan kel,apa, dengan output:
peningkatan peluang investasi di sektor industri
. Integrasi rantai pasok delah negeri, dengan output F6um koordinasi
dan sinkronisasi kebijakan sektor hulu-hilir industri Einruran, hasil
tembakau dan bahan penyegar
. Peningkatan riset dan inovasi kelapa, &'rgon qt pni pembinaan
optimalisasi pemanfaatan telsDlogi di industri minuman, hasil
tembakau dan bahan penyegar
SK No25ll73A
berkas 6, hlm. 161 OCR
BLIK INDONESIA
-16l-
Provinsi Kalimantan
Barat
Penguatan in&astru!.hrr ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan
wilayah dan pemerataan pembangunan, melalui:
. Pembangunan infrastruktur pembangkit listrik termasuk persiapan
pengembangan pembangkit berbasis nuklir dan hidro
. Pembangunan infrastruktur transmisi dan interkoneksi tenaga listrik
serta infrastruktur gardu induk
. Perluasan cakupan layanan ketenagalistrikan
Provinsi Kalimantan
Barat
Perwujudan swasembada sektor pertanian pangan, hortikultura dan
perkebunan yang memperhatikan ketahanan iklim, melalui:
. Pengembangan korporasi petani, nelayan, pembudidaya ikan, dan
petambak garam
. Peningkatan indeks pertanaman (intensifikasi)
. Penguatan pascapanen pangan nabati, dengan output.. sarana
pascapanen tanaman perkebunan
SK No25ll74A
berkas 6, hlm. 162 OCR
4.2 Provinsi Kalimantan Tengah
PAN RP an ra « Pa
Na Pa PN Sa ra N 5:
e 2 x- « Kalimantan
L “Timur
i 1 KALIMANTAN
, 51 ,
2 L TENGAH
Kalimantan
Barat ,
S E4 E6
N E3 Ry A8 LEGENDA
3 B3
Kawasan
! Pertumbuhan
B2 Kawasan Komoditas Unggulan
E2 PA Aa dn SERA
N ota Palangkaraya Kawasan Afirmasi
an D1 ( (@! ibu Kota Provinsi
- £ N |
Te SE Ki & i 1 @ Bandar Udara
| Z |
Teri s S Pelabuhan
PA 1G: NX ! ' / R 9 Jalan Nasional
E1 e3 C C1 Z t S iman «.: Rencana Jalan (Tol & Non Tol)
3 N Batas Administrasi
d
A. Kawasan Pertumbuhan D. Kawasan Afirmasi
Kawasan Agro Industri Kalimantan Tengah Kawasan Transmigrasi (KT)
1. Kabupaten Kotawaringin Barat 1. KT Lamunti-Dadahup, Kabupaten Kapuas
2. Kabupaten Kotawaringin Timur 2. KT Jelai (Pulau Nibung), Kabupaten
Sukamara
: 3. KT Arut Selatan dan Kotawaringin Lama,
B. Kawasan Komoditas Unggulan Kabupaten Kotawaringin Barat
Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan Tengah
1. Kota Palangkaraya E. Kawasan Konservasi
2. Kabupaten Kapuas
3. Kabupaten Barito Utara Kawasan Konservasi Kalimantan Tengah
1. Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten
Kotawaringin Barat
C. Kawasan Swasembada Pangan, Air, Energi 2. Taman Nasional Sebangau, Kota
Palangkaraya
Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kalimantan Kawasan Strategis Nasional Jantung Kalimantan
Tengah (Heart of Borneo) |
1. Kabupaten Pulang Pisau 3. Kabupaten Katingan
2. Kabupaten Kapuas 4. Kabupaten Gunung Mas
5. Kabupaten Murung Raya
6. Kabupaten Barito Utara
berkas 6, hlm. 163
SK No25ll75A
Sasaran Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah
Keterangan:
LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; PDRB: Produk Domestik Regional Bruto; GRK: Gas Rumah Kaca;
IKLH: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: dan TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka.
No Lokasi Prioritas Highlight Indikasi Intervensi
A1
A2
Kawasan Agro Industri
Kalimantan Tengah
• A1: Kabupaten
Kotawaringin Barat
• A2: Kabupaten
Kotawaringin Timur
Pengembangan pusat-pusat industri dan hilirisasi industri sumber daya
hayati (sawit dan kelapa) berbasis teknologi tinggi dan berkelanjutan,
melalui:
• Peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas bahan baku
komoditas sawit dan kelapa, dengan output: penetapan kriteria standar
Crude Palm Oil (CPO) untuk peningkatan kualitas bahan baku industri
kelapa sawit dan peralatan fasilitas laboratorium/workshop/layanan
industri hasil perkebunan; penyebaran benih unggul; peningkatan riset
dan inovasi kelapa; peningkatan kualitas dan kuantitas produksi benih
tanaman perkebunan; penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan
pertanian regeneratif
• Pengembangan industri oleokimia dan biofuel berbasis minyak sawit
disertai rebranding dan promosi produk sawit berkelanjutan
• Peningkatan diversifikasi dan daya saing produk, dengan output:
pengembangan produk hilir dan restrukturisasi mesin/peralatan
perkebunan industri pengolahan kelapa, fasilitasi sertifikasi produk,
disertai bimbingan teknis pengembangan produk dan kemasan
• Peningkatan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan kelapa
dan investasi industri pengolahan kelapa, dengan output: pendampingan
pembiayaan bagi usaha mikro dan keberlanjutan investasi disertai
restrukturisasi mesin/peralatan industri
B1
B2
B3
Kawasan Sentra
Perikanan Kalimantan
Tengah
• B1: Kota
Palangkaraya
• B2: Kabupaten
Kapuas
B3: Kabupaten Barito
Utara
Pengembangan Kawasan Sentra Perikanan Kalimantan Tengah khususnya
untuk komoditas Gabus, Nila, dan Patin di Kota Palangkaraya, Kabupaten
Kapuas, dan Kabupaten Barito Utara, melalui:
• Peningkatan sarana dan prasarana perikanan budidaya dan perikanan
tangkap (PUD)
• Penyediaan input produksi perikanan
• Peningkatan kualitas, mutu dan daya saing hasil perikanan
• Penguatan kapasitas dan perlindungan terhadap masyarakat,
kelembagaan dan kewirausahaan perikanan
C1
C2
Kawasan Sentra Produksi
Pangan (KSPP)
Kalimantan Tengah:
• C1: Kabupaten
Pulang Pisau
• C2: Kabupaten
Kapuas
Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Kalimantan
Tengah khususnya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau yang
didukung Kawasan Transmigrasi Lamunti–Dadahup di Kabupaten Kapuas,
melalui:
• Pengembangan kawasan secara geospasial, dengan output:
pembangunan dan pengembangan infrastruktur
• Pengembangan kawasan secara on farm, dengan output: penguatan
inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi pertanian
1,0
1,0
124,0
85,3
0,242 – 0,246
0,311 – 0,315
2,43 – 3,43
4,11 – 4,61
90,18
76,00
0,58
0,55
2,92 – 3,61
3,32 – 3,91
77,01
76,34 6,4
(Rata-rata
2025–2029)
7,3
(2029)
berkas 6, hlm. 164 OCR
No Lokasi Prioritas Htbh&i?fu Indikasi Intervensi
Pengembangan kawasan sccara olJ jdri\, den.g,f), output penguatan
integrasi hulu-hilir/rantai produksi-pemasaran dan nilai tambah produk
pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani
DI
D2
D3
Kawasan Transmigrasi
(KT):
. Dl: Kawasan
Transmigrasi
Lamunti-Dadahup di
Kabupaten Kapuas
. D2: Kawasan
Transmigrasi Jelai
(Pulau Nibung) di
Kabupaten
Sukamara
. D3: Kawasan
Transmigrasi Arut
Selatan dan
Kotawaringin Lama
di Kabupaten
Kotawaringin Barat
Pengembangan Kawasan Transmigrasi lanrunti-Dadahup di Kabupaten
IGpuas, Kawasan Transmigrasi Jclai (Pulau Nibung) di Kabupaten
Sukamara, serta Kawasan Transmigrasi Arut Selatan dan Kotawaringin
Lama di Kabupaten Kotawaringin Barat, melalui:
. Pembangunan infrastruktur permukiman dan aksesibilitas logistik,
dengan output: pembangunan dan pengembangan jalan non-status,
jembatan, shtetrl drainase, dan sarana permukiman
. Pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi, de,J;Fl,fl, output:
pengadaan bantuan sarana produksi pertanian
. Redistribusi aset (tanah) transmigrasi, dengan output: fasilitasi
pengurusan sertifikat hak milik atas tanah transmigrasi
. Penataan persebaran penduduk dan penyediaan tenaga terampil,, dengan
output. pengelolaan p€rpindahan dan penempatan transmigran
El Kawasan Konservasi
E2 Kalimantan Tengah:
. El: Taman Nasional
Tanjung Puting,
Kabupaten
Kotawaringin Barat
. E2: Taman Nasional
Sebangau,Ifuta
Palangka Raya
Pengembangan wisata berkelanjutan berbasis aset alam di Taman Nasional
Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Taman Nasional
Sebangau, Kota Palangka Raya dengan pelibatan mitra lokal, melalui:
. Pengelolaan wisata alam secara berkelanjutan , dengan a)Wt:
pengembangan sarana dan prasarana destinasi wisata alam,
peningkatan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di Kawasan
Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Bum
(TB), dan fasilitasi usaha ekonomi produktif
. Pelibatan peran masyarakat dalam pengelolaan keanekaragaman hayati,
dengan output: pembinaan dan pemberdayaan kelompok masyarakat,
peningkatan pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi kawasan
dan keanekaragaman hayati, dan peningkatan kompetensi masyarakat
pemanfaat kawasan konservasi
E3
E4
E5
E6
Kawasan Strategis
Nasional Jantung
Kalimantan (Heart of
Borneo)
. E3: Kabupaten
Katingan
. E4: Kabupaten
Gunung Mas
. E5: Kabupaten
Murung Raya
. E6: Kabupaten Barito
Utara
Pengelolaan wilayah berbasis kesatuan ekologi/ekosistem di Wil,ayah
Kalimantan Tengah termasuk Heart of Borneo disertai peningkatan upaya
mitigasi d.l'- penanggulangan bencana, melalui:
. Pengendalian kebakaran serta rehabilitasi hutan dan lahan, dengan
output: penanganan dampak perubahan iklim dan pencegahan
kebakaran lahan dan kebun serta operasi modifikasi cuaca untuk aksi
dini bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
. Peningkatan kualitas ekosistem gambut, dengan output: pemulihan dan
restorasi lahan gambut, pengelolaan data informasi Kesatuan Hidrologis
Gambut (KHG), dan peningkatan layanan penilaian kinerja lingkungan
untuk pengelol,aan ekosistem gambut
. Peningkatan kualitas ekosistem mangrove, dengan qtqrut: pemulihan
dan rehabilitasi ekosistem mangrove, penguatan data dan informasi
publik perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta
Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem (RPPE) Mangrove
. Pelaksanaan penataan aset reforma agraria, dengan w@ut: inventarisasi
dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan
. Pengembangan energi terbarukan berbasis bioenergi
berkas 6, hlm. 165 OCR
PRESIOEN
No Lokasi Prioritas Hrbrulbht Indikasi Intervensi
Provinsi Kalimantan
Tengah
Pengembangan hilirisasi industri berbasis sumber daya mineral seperti
bauksit dan tembaga scauai potensi daerah, melalui:
. Tata kelola industri daa ketersediaan bahan baku industri, dengan
outputj rekomendasi keprospekan sumber daya Eincral dan
rekomendasi kebijakan rencana produksi dan pemanfaatan mineral
. Pengembangan industri hilir/antara olahan suEbcr daya mineral,
dengan output: riset dan inovasi hilirisasi sumber daya alam tidak
terbarukan, kebdak{ penguatan industri logam, monitoring dan
evaluasi perkembangan industri $neltcf, /pemurnian/pengolahan logam
dasar bcacrta turunannya
o Dekarbonisasi industri dan ekonomi sirkular, dengan outputi fasilitasi
industri pengolahan sisa hasil produksi industri smelter logan bukan
besi dan turunannya dan peningkatan manajemen energi dan air serta
pemanfaatan EBT (ReGewabte hlergy) dala,m rangka efisiensi
sumberdaya industri
Provinsi Kalimantan
TcdEah
Penguatan infrastruktur konektivitas (konektivitas jalan, konektivitas darat,
konektivitas laut, serta konel ivitas udara) d8n sarana penunjang logistik
untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, melalui:
. Penguatan konektivitas jalan, udara, darat, dan laut, dcngan output;
pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan nasional,
pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut, pembangunan dan
pengembangan bandara termasuk Bandara Murung Raya dan Bandara
Kuala Ku'un
. Penguatan infrastruktur konektivitas penunjang logistik, dengan ou@utj
pembangunan jaran akses simpul transportasi, pembangunan jalan
koridor logistik, dan pembangunan jembatan koridor logistik khususnya
penuntasan Missing ttlat Jalan Lintas Tengah Kalteng-Kalbar -Ttrlrbang
Samba
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penguatan kualitas pendidikan secara merata dan berdaya saing dhcrtai
peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan vokasi sesuai dengan
potensi ekonomi lokal untuk mendukung produktivitas tenaga kerja, melalui:
. Revitalisasi prasarana pendidikan, dengan output: pembangunan,
rehabilitasi, dan renovasi sekolah dan madrasah pada seluruh jenjang
pendidikan
. Pelatihan vokasi di sektor strategis, dengan orztpxt' pelatihan vokasi
industri upskilling dan reskilling di Provinsi Kalimantan Tengah disertai
fasilitasi keikutsertaan diklat dan pendidikan kecakapan w ausaha
o Peningkatan peran dan kerja sama industri dalam pendidikan dan
pel,atihan vokasi, dengan output peningkatan kemitraan antara satuan
pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri
. Penguatan pendidikan menengah vokasi, deDBan output pengembangan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi pusat keunggulan,
pengembangan proyek kreatif dan kewirausahaan, pendampingan
peningkatan mutu, dan pengembangan pengajaran berbasis pabrik
(teaching factory)
Provinsi Kalimantan
Tengah
Penyediaan pasokan air berkelanjutan untuk mendukung ketahanan
pangan lokal, melalui:
. Penyediaan air baku kawasan sulit air, bencana kekeringan, dan
kawasan terpencil, derylai output peEbaEgurran tampungan air dan
Prasarana air baku
. Pengembangan dan pengelolaan irigasi untuk mendukung ketahanan
pangan lokal, dengan oxQut' pengembangan dan pengelolaan irigasi dan
rehabilitasi/peningkatan prasarana irigasi untuk mendukung
ketahanan pangan lokal