Lampiran III, bagian 2 dari 3

berkas 3, hlm. 325
A.5.75
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Jakarta Berbasis Rel (Dukungan
APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.670,0 DKI Jakarta Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Jakarta Berbasis Rel (Dukungan
KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
26.150,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Jakarta Berbasis Rel (Dukungan
APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
29.800,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Jakarta Berbasis Jalan
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 1 1 1 1 350,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Jakarta Berbasis Jalan
(Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
4.050,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 3, hlm. 326
A.5.76
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
c. Perkeretaapian Jabodetabek Panjang jalur yang dibangun (km) 17
(berlanjut)
17
(selesai)
33
(berlanjut)
33
(berlanjut)
33
(selesai)
2.040,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
d. Elevated Loopline (Dukungan
KPBU)
Panjang jalur yang dibangun (km) - - 8
(berlanjut)
8
(berlanjut)
8
(selesai)
4.140,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
d. Elevated Loopline (Dukungan
APBD)
Panjang jalur yang dibangun (km) - - 8
(berlanjut)
8
(berlanjut)
8
(selesai)
23.460,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
e. KA Outer Jabodetabek Panjang jalur yang dibangun (km) - - 10
(berlanjut)
10
(berlanjut)
10
(selesai)
500,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Pengembangan Sistem
Pengendalian Lalu Lintas Modern
(termasuk ERP) di Jabodetabek
Jumlah Kawasan yang menerapkan
Sistem ERP dan atau Pembatasan
Sepeda Motor (kawasan)
- 1 1 1 1 120,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Pengembangan Sistem BRT
sebagai Feeder Transportasi
Umum Jabodetabek yang ramah
lingkungan
Jumlah Rute Angkutan Pemadu Moda
yang ramah lingkungan yang Dibangun
dan Dikembangkan (rute)
- 7 7 7 7 210,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
berkas 3, hlm. 327
A.5.77
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan Terminal Type A
Jatijajar
Jumlah Terminal Type A yang di bangun
(terminal)
1 - - - - 14,1 Jawa barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Pengembangan Terminal Type A
Pondok Cabe
Jumlah Terminal Type A yang di
kembangkan (terminal)
1 - - - - 48,1 Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Pembangunan dan
Pengembangan Sistem Logistik
Perkotaan di Jabodetabek
Jumlah Sentra Logistik (Terminal Barang)
Terintegrasi Angkutan Logistik Berbasis
Jalan Rel dan Kanal yang dikembangkan
di kawasan peri-peri Jabodetabek
(terminal)
- 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
75,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Pengembangan Inland
Waterways sebagai Bagian
Pengembangan Sistem Logistik
Perkotaan Jabodetabek
(Dukungan APBN)
Jumlah Kanal yang Dikembangkan
Sebagai Alur Angkutan (paket)
- 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
70,0 Jawa Barat, DKI Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Pengembangan Inland
Waterways sebagai Bagian
Pengembangan Sistem Logistik
Perkotaan Jabodetabek
(Dukungan KPBU)
Jumlah prasarana transportasi
jabodetabek yang dikembangkan (paket)
- 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.500,0 Jawa Barat, DKI Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
Metropolitan Surabaya Jumlah sistem angkutan massal
berbasis rel yang dibangun
(perkotaan)
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
berkas 3, hlm. 328
A.5.78
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Surabaya Berbasis Rel
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.710,0 Jawa Timur Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Surabaya Berbasis Rel
(Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
336,0 Jawa Timur Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Surabaya Berbasis Jalan
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 1 1 1 1 100,0 Jawa Timur Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Surabaya Berbasis Jalan
(Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
670,0 Jawa Timur Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Surabaya Berbasis Jalan
(Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
500,0 Jawa Timur Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
c. Pengembangan KA Komuter
Surabaya Gerbang Kertasusila
Panjang jalur KA yang dibangun (km) - - 20
(berlanjut)
20
(berlanjut)
20
(selesai)
1.000,0 Jawa Timur Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
berkas 3, hlm. 329
A.5.79
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Metropolitan Medan Jumlah sistem angkutan massal
berbasis rel yang dibangun
(perkotaan)
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Medan Berbasis Rel (Dukungan
APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
3.000,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Medan Berbasis Rel (Dukungan
KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
670,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Medan Berbasis Rel (Dukungan
APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.330,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Medan Berbasis Jalan
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 1 1 1 1 125,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Medan Berbasis Jalan
(Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
500,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 3, hlm. 330
A.5.80
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Medan Berbasis Jalan
(Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
500,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
c. Pengembangan /Peningkatan
Jalur KA Komuter (Medan-Binjai-
Besitang)
Panjang jalur KA yang
dibangun/ditingkatkan (km)
20
(berlanjut)
20
(berlanjut)
20
(selesai)
- - 244,3 Sumatera Utara Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Metropolitan Bandung Jumlah sistem angkutan massal
berbasis rel yang dibangun
(perkotaan)
0
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Bandung Berbasis Rel (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
3.390,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Bandung Berbasis Rel (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
669,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Bandung Berbasis Rel (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.329,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 3, hlm. 331
A.5.81
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Bandung Berbasis Jalan (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 1 1 1 1 60,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Bandung Berbasis Jalan (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
720,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Bandung Berbasis Jalan (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
80,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
c. Pembangunan Jalur Ganda
dan elektrifikasi KA Kiara
Condong - Cicalengka
Panjang jalur yang dibangun (km) - 27
(berlanjut)
27
(berlanjut)
27
(berlanjut)
27
(selesai)
1.000,0 Jawa Barat Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
Metropolitan Semarang Jumlah sistem angkutan massal
berbasis rel yang dibangun
(perkotaan)
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Semarang Berbasis Rel
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.500,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 3, hlm. 332
A.5.82
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Semarang Berbasis Rel
(Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.500,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Semarang Berbasis Rel
(Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
310,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Semarang Berbasis Jalan
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 1 1 1 1 150,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Semarang Berbasis Jalan
(Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
510,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
Metropolitan Makassar Jumlah sistem angkutan massal
berbasis rel yang dibangun
(perkotaan)
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Makassar Berbasis Rel (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.000,0 Sulawesi Selatan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 3, hlm. 333
A.5.83
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
a. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Makassar Berbasis Rel (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
1.000,0 Sulawesi Selatan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Makassar Berbasis Jalan (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 1 1 1 1 150,0 Sulawesi Selatan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan
Umum Massal Perkotaaan
Makassar Berbasis Jalan (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
510,0 Sulawesi Selatan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub, Pemda,
KPBU
ProP : Pembangunan fasilitas alih
moda yang terintegrasi dengan
pusat kegiatan perekonomian,
permukiman dan fasilitas umum
pada simpul-simpul transportasi
8.470,0
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di
Jabodetabek (Dukungan KPBU)
Jumlah kawasan TOD (termasuk fasilitas
pejalan kaki, sepeda, serta zona selamat
sekolah) yang dikembangkan (kawasan)
- 4
(berlanjut)
4
(berlanjut)
4
(berlanjut)
4
(selesai)
8.000,0 Jawa Barat, DKI, Banten Kemenhub, Pemda,
KPBU
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di
Jabodetabek (Dukungan APBN)
Jumlah kawasan TOD yang
dikembangkan (kawasan)
- 4
(berlanjut)
4
(berlanjut)
4
(berlanjut)
4
(selesai)
400,0 Jawa Barat, DKI, Banten Kemenhub
Pengembangan integrasi simpul
transportasi Jabodetabek
Jumlah prasarana transportasi
jabodetabek yang dikembangkan (paket)
- 2
(berlanjut)
2
(berlanjut)
2
(berlanjut)
2
(seelsai)
70,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan Makassar
Kemenhub
berkas 3, hlm. 334
A.5.84
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Pengembangan Sistem
Angkutan Umum Massal di
Perkotaan Besar Lainnya
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis rel yang dibangun
(perkotaan)
2.154,7
Jumlah sistem angkutan massal
berbasis jalan yang dibangun
(perkotaan)
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan berbasis rel
di Ibu Kota Negara
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
454,7 Kalimantan Timur Kemenhub
Pengembangan Sistem Angkutan
umum massal perkotaan berbasis
jalan yang dikembangkan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan (BRT)
(perkotaan)
5 5 5 5 6 500,0 Tersebar Kemenhub
Pengembangan Angkutan umum
massal perkotaan Palembang
berbasis jalan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan (BRT)
(perkotaan)
- 1 - - - 50,0 Sumatera Selatan Kemenhub
Pengembangan Angkutan umum
massal perkotaan Denpasar
berbasis jalan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan (BRT)
(perkotaan)
- 1 - - - 50,0 Bali Kemenhub
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Berbasis Rel
Kota Lainnya
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel (kota)
(perkotaan)
1 1 1 1 1 500,0 Tersebar Kemenhub, Pemda,
KPBU
Elektrifikasi Jalur KA Jogja-Solo Panjang jalur Elektrifikasi KA yang
dibangun (km)
60 - - - - 600,0 Jawa Tengah, Yogyakarta Kemenhub
ProP : Pembangunan perlintasan
tidak sebidang antara jalan dan
KA di perkotaan
6.250,3
Pembangunan Fly Over Kemang
dan Duplikasi Overpass
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 1
(berlanjut)
1
(selesai)
- 200,0 Banten KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Bitung Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
- - 175,0 Banten KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Canguk Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
53,9 Jawa Tengah KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Madiun
(Yos Sudarso)
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
75,0 Jawa Timur KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Gatot
Subroto
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - 1
(selesai)
- - - 148,8 Sumatera Utara KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Pinang
Baris
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
- 151,6 Sumatera Utara KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly
Over/Underpass Mendukung
Major Project KA Kecepatan
Tinggi Pulau Jawa Fase 1 Jakarta-
Semarang
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
5.346,0 Jawa Barat, Jawa Tengah KA Kecepatan Tinggi
Pulau Jawa (Jakarta-
Semarang dan Jakarta-
Bandung)
KEMEN PU&PERA
berkas 3, hlm. 335
A.5.85
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan perlintasan tidak
sebidang KA pada Ruas Pejagan -
Ketanggungan, Kab. Brebes
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
100,0 Jawa Tengah KEMEN PU&PERA
ProP : Pembangunan jalan
perkotaan
Panjang jalan yang terbangun 5.784,2
Jalan Lingkar Luar Selatan
Medan
Panjang jalan yang dibangun (km) 5 5 6 9 300,0 Sumatera Utara KEMEN PU&PERA
Jalan lingkar perkotaan Sulawesi Panjang jalan yang dibangun (km) 2 30,0 30,0 18,5 17,5 2.530,2 Sulawesi Selatan KEMEN PU&PERA
Jalan lingkar perkotaan Jawa Panjang jalan yang dibangun (km) 7 - 15,6 - - 350,1 Jawa Timur KEMEN PU&PERA
Jalan Lingkar Pekalongan Panjang jalan yang dibangun (km) - 3 5 6 4 180,0 Jawa Tengah KEMEN PU&PERA
Pembangunan Jalan Lingkar
Temanggung - Parakan
Panjang jalan yang dibangun (km) - - 5 4,4 - 98,8 Jawa Tengah KEMEN PU&PERA
Jalan Lingkar Samarinda Panjang jalan yang dibangun (km) - 3,9 3,9 3,9 3,9 373,0 Kalimantan Timur KEMEN PU&PERA
Pembangunan Jalan Lingkar
Tuban
Panjang jalan yang dibangun (km) - 5 5 5 5 220,0 Jawa Timur KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Kopo Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - 1
(berlanjut)
1
(berlanjut)
1
(selesai)
- 381,2 Jawa Barat KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Sp. Kabil Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
- - 379,0 Kepulauan Riau KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Gamping Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
- 215,5 Yogyakarta KEMEN PU&PERA
Pembangunan Underpass Bulak
Kapal
Panjang Underpass terbangun (lokasi) 1
(berlanjut)
1
(selesai)
- - - 122,9 Jawa Barat KEMEN PU&PERA
Pembangunan Fly Over Aloha Panjang Fly Over terbangun (lokasi) - - 1
(berlanjut)
1
(selesai)
100 180,0 Jawa Timur KEMEN PU&PERA
Pembangunan Frontage Road (FR)
Waru - Gedangan
Panjang jalan yang dibangun (km) - - 4 5 2,1 94,4 Jawa Timur KEMEN PU&PERA
Percepatan pembangunan Jalan
Lingkar Utara Lamongan
Panjang jalan yang dibangun (km) - 5 5 8,1 - 210,1 Jawa Timur KEMEN PU&PERA
Jalan Lingkar Kuningan Panjang jalan yang dibangun (km) 4 5 5,2 - 149,1 Jawa Barat KEMEN PU&PERA
ProP : Penyediaan subsidi
angkutan umum massal
perkotaan
Terselenggaranya subsidi angkutan
umum massal perkotaan (paket)
1.500,0
subsidi angkutan umum massal
perkotaan
Terselenggaranya subsidi angkutan
umum massal perkotaan (paket)
6 8 10 12 14 1.500,0 Tersebar Kemenhub
KP : Infrastruktur dan Ekosistem TIK
perkotaan
Persentase pelanggan terlayani
jaringan internet akses tetap
pitalebar terhadap total rumah
tangga (persen)(kumulatif)
13,3 16,3 21 25,4 30,00 41,0
ProP : Pengembangan TIK
Perkotaan
Persentase pelanggan terlayani
jaringan internet akses tetap
pitalebar terhadap total rumah
tangga (persen) (kumulatif)
13,3 16,3 21 25,4 30,00 41,0
berkas 3, hlm. 336
A.5.86
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah kab/kota yang difasilitasi
untuk menerapkan Smart City
(kab./kota)(kumulatif)
40 70 100 125 150
Penetrasi fixed broadband Persentase pelanggan terlayani jaringan
internet akses tetap pitalebar terhadap
total rumah tangga (persen) (kumulatif)
13,3 16,3 21 25,4 30 26,0 Pusat Kemenkominfo
Gerakan menuju Smart City Jumlah Kab/Kota yang difasilitasi untuk
menerapkan Smart City (kumulatif)
40 70 100 125 150 15,0 Tersebar Kemenkominfo
KP : Penyediaan Akses Air Minum dan
Sanitasi Layak dan Aman di Perkotaan
Jumlah kawasan perkotaan prioritas
dengan penyediaan dan
penyelenggaraan akses air minum dan
air limbah yang aman dan handal
(Kab/Kota)
6 7 7 7 7 56,2
ProP : Penyediaan dan
Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan
Terintegrasi
Jumlah PDAM dengan layanan Zona
Air Minum Prima (ZAMP) (Kab/Kota)
6 7 7 7 7 56,2
Jumlah PDAM yang menerapkan
Smart Grid Water Management
3 3 3 3 3
Jumlah kab/kota yang
menyelenggarakan pelayanan air
minum dan air limbah yang
terintegrasi (kab/kota/kawasan)
0 0 1 1 1
Jumlah NSPK terkait layanan air
minum dan sanitasi yang
terintegrasi (unit)
1 1 0 0 0
Peningkatan Kinerja
BUMN/BUMD Penyelenggara
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart
Grid Water Management (PDAM)
3 3 3 3 3 12,0 15 PDAM Pemerintah
Daerah, PDAM
Peningkatan Kinerja
BUMN/BUMD Penyelenggara
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air
Minum Prima (ZAMP) (Kab/Kota)
6 7 7 7 7 27,2 34 PDAM Pemerintah
Daerah, PDAM
Pelayanan Air Minum dan
Sanitasi Terintegrasi
Jumlah kab/kota yang terfasilitasi
peningkatan kapasitas pelayanan air
minum dan sanitasi (air limbah) yang
terintegrasi (kab/kota)
0 0 1 1 1 15,0 Kota Malang, Kota
Palembang, dan DKI/ Kota
Bogor
Akses Sanitasi (Air
Limbah Domestik) Layak
dan Aman (90% Rumah
Tangga)
KEMEN PU&PERA
NSPK Layanan Air Minum dan
Sanitasi Terintegrasi
Jumlah NSPK yang tersusun (unit) 1 1 0 0 0 2,0 Pusat Akses Sanitasi (Air
Limbah Domestik) Layak
dan Aman (90% Rumah
Tangga)
KEMEN PU&PERA
KP : Penyediaan Akses Perumahan dan
Permukiman Layak, Aman dan
Terjangkau di Perkotaan
Jumlah kawasan di permukiman
kumuh perkotaan yang ditangani
melalui peremajaan (kawasan)
0 4 6 8 10 280,0
berkas 3, hlm. 337
A.5.87
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Fasilitasi Penanganan
Permukiman Kumuh Perkotaan
Jumlah kawasan di permukiman
kumuh perkotaan yang ditangani
melalui peremajaan kota (kawasan)
0 4 6 8 10 280,0
Penyediaan Infrastruktur
Permukiman dalam Rangka
Peremajaan
Jumlah kawasan yang disediakan
infrastruktur permukiman dalam rangka
peremajaan (kawasan)
0 4 6 8 10 280,0 Kawasan Perkotaan KEMEN PU&PERA
PP : ENERGI DAN KETENAGALISTRIKAN 1.837.712,0
Rasio elektrifikasi (%) 100 100 100 100 100
Pemenuhan Kebutuhan (Konsumsi)
Listrik (kWh)
1142 1203 1268 1336 1408
Penurunan Emisi CO2 Pembangkit
(juta ton)
4,71 4,92 5,36 5,91 6,07
KP : Keberlanjutan Penyediaan Energi
dan Ketenagalistrikan
168.646,9
Penurunan Intensitas Energi Final
(SBM/Miliar Rupiah)
0,9 0,9 0,9 0,8 0,8
Porsi kapasitas terpasang pembangkit
EBT terhadap total pembangkit (%)
0,15 0,15 0,16 0,17 0,2
ProP : Perbaikan efisiensi dan
emisi energi dan
ketenagalistrikan
Kapasitas Terpasang EBT Tambahan
(MW)
686,5 1001,1 1921,8 1778,2 3662,7 168.646,9
Susut jaringan (%) 9,2 9,01 8,93 8,78 8,6
Peningkatan standarisasi dan
labelling
Jumlah Standar Kinerja Energi Minimum
(SKEM) dan Label Hemat Energi pada
Peralatan Pemanfaat Energi (Peralatan )
3 2 1 3 3 3,5 Tersebar Kemen ESDM
Layanan Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Dalam
Pencapaian Target Mitigasi Gas
Rumah Kaca Sektor Energi
Jumlah Layanan Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Dalam Pencapaian
Target Mitigasi Gas Rumah Kaca Sektor
Energi (rekomendasi)
1 1 1 1 1 9,0 Pusat Kemen ESDM
Pembangunan SPKLU Jumlah Penambahan SPKLU (Unit)
(akumulasi)
168 390 693 1030 1558 7,5 Tersebar Badan Usaha
Pengembangan smart grid Jumlah pengembangan smart grid
(lokasi)
5 Sistem
Distribusi
tenaga Listrik
di Jawa Bali
5 Sistem
Distribusi
tenaga Listrik
di Jawa Bali
5 Sistem
Distribusi
tenaga Listrik
di Jawa Bali
5 Sistem
Distribusi
tenaga Listrik
di Jawa Bali
5 Sistem
Distribusi
tenaga Listrik
di Jawa Bali
7,2 Sistem Jamali Badan Usaha
berkas 3, hlm. 338
A.5.88
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan PLTP Jumlah kapasitas terpasang PLTP (MW)-
kumulatif
140 80 132 300 375 42.270,0 Aceh, Banten, Bengkulu,
Jambi, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur,
Lampung, Maluku Utara,
Nusa Tenggara Timur,
Riau, Sumatera Barat,
Sumatera Selatan,
Sumatera Utara
Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Pembangunan PLTM, PLTA,
PLTMH
Kapasitas terpasang PLTM, PLTA, dan
PLTMH (MW)-kumulatif
165,2 440,3 955,9 397 1951,4 74.996,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Pembangunan PLT Bioenergi Jumlah kapasitas terpasang dari PLT
Bioenergi (MW) - kumulatif
246,7 152 484,8 159 252,6 24.655,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Pembangunan PLT Surya (PLTS) Jumlah kapasitas terpasang PLT Surya
(MW) - kumulatif
134,6 328,8 339,1 643,2 643,7 17.933,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Pembangunan PLT Bayu (PLTB) Jumlah kapasitas terpasang PLT Bayu
(MW) - kumulatif
- - 10 279 440 5.798,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 34,6 35,9 38,5 47,4 51,8 1.203,2 Kota Medan, Kota
Palembang, Kota
Surakarta, Kota Surabaya,
Kota Denpasar, Kota
Kupang, Kota Samarinda,
Provinsi Kalimantan Utara,
Kota Manado, Kota
Makassar
Kemen ESDM
berkas 3, hlm. 339
A.5.89
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik
(PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 15 15 15 15 15 1.760,0 DKI Jakarta, Kota
Tangerang, Kota
Tangerang Selatan, Kota
Bekasi, Kota Bandung,
Kota Semarang, Kota
Surakarta, Kota Surabaya,
Kota Makassar, Kota
Denpasar, Kota
Palembang, Kota Manado,
Kab. Bantul, Kab. Tuban,
Kab. Banyumas
Pemda
Penertiban pemakaian listrik
ilegal
Jumlah penertiban pemakaian listrik
ilegal (regional)
3 4 5 6 7 4,5 Regional Sumatera, Jawa
bagian barat, jawa bagian
tengah, jawa bagian timur
bali dan nusa tenggara,
kalimantan, sulawesi,
maluku dan papua
Kemen ESDM
Peningkatan kualitas jaringan
distribusi dan penambahan trafo
distribusi sisipan baru
Jumlah penambahan trafo distribusi
sisipan baru (unit)
0,0 Tersebar Badan Usaha
KP : Akses dan Keterjangkauan Energi
dan Ketenagalistrikan
SAIDI menjadi (jam/pelanggan) 15 10 5 3 1 288.384,4
Penyediaan gas (SBM) 176637 185530 194869 204680 214983
ProP : Perluasan Jaringan Gas
Kota
Pembangunan Jaringan Gas Kota (SR)
(Kumulatif)
876515 1610445 2410445 3210445 4010445 38.494,3
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
APBN
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan
Gas Kota (SR) (APBN)
266070 100000 0 0 0 4.096,0 Tersebar Infrastruktur Jaringan
Gas Kota untuk 4 Juta
Sambungan Rumah
Kemen ESDM
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan
Gas Kota (SR) (KPBU)
0 50000 839555 800000 800000 27.385,1 Provinsi: Aceh, Banten, DKI
Jakarta, Jambi, Jawa Brat,
Jawa Tengah, Jawa Timur,
Kalimantan Timur,
Kalimantan Utara,
Kepulauan Riau, Lampung,
Riau, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tengah,
Sumatera Selatan,
Sumatera Utara
Infrastruktur Jaringan
Gas Kota untuk 4 Juta
Sambungan Rumah
KPBU
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
BUMN (Konstruksi)
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan
Gas Kota (BUMN) (SR)
50000 583930 0 0 0 6.973,2 Tersebar Infrastruktur Jaringan
Gas Kota untuk 4 Juta
Sambungan Rumah
BUMN
berkas 3, hlm. 340
A.5.90
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Studi Pendahuluan Pembangunan
Jaringan Gas Bumi untuk Rumah
Tangga melalui Skema KPBU
Jumlah Studi Pendahuluan
Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui Skema KPBU
(lokasi)
8 8 8 8 8 40,0 Pusat Kemen ESDM
ProP : Perluasan akses dan
keterjangkauan energi dan
ketenagalistrikan
Pelanggan Listrik (Ribu Pelanggan) 77107 79187 81217 83219 85216 249.890,2
Jumlah Penambahan Penyalur BBM
Satu Harga (penyalur)
83 76 72 56 43
Peningkatan kehandalan sistem
Sumatera Selatan, Jambi, dan
Bengkulu (S2JB)
Durasi pemadaman Sistem Sumatera
Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB)
(Penurunan Durasi Pemadaman (jam)
On going On going On going On going 47,99 2.440,0 Sistem Sumatera Selatan,
Jambi, dan Bengkulu
Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Peningkatan kehandalan sistem
Sistem Kalsel & Kaltim
Durasi pemadaman Sistem Kalsel &
Kaltim (Penurunan Durasi Pemadaman
(jam)
On going On going On going On going 14,29 815,0 Sistem Kalsel & Kaltim Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Peningkatan kehandalan sistem
Sistem Sulsel, Sultra, & Sulbar
Durasi pemadaman Sistem Sulsel, Sultra,
& Sulbar (Penurunan Durasi Pemadaman
(jam)
On going On going On going On going 16,36 1.460,0 Sistem Sulsel, Sultra,
Sulbar
Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Peningkatan kehandalan sistem
Sistem Papua
Durasi pemadaman Sistem Papua
(Penurunan Durasi Pemadaman (jam)
On going On going On going On going 26,41 384,0 Sistem Papua Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Penambahan Jaringan Distribusi Jumlah Penambahan Jaringan Distribusi
(kms)
46412 42714 50657 43065 43113 101.300,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Penambahan Jaringan Gardu
Distribusi
Jumlah Penambahan Gardu Distribusi
(MVA)
3212 3022 3615 3206 3119 141.820,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Rekomendasi Pengendalian
Pembangunan Jaringan Distribusi
dan Gardu Distribusi
Jumlah rekomendasi pengendalian
pembangunan jaringan distribusi dan
gardu distribusi (rekomendasi)
1 1 1 1 1 10,9 Pusat Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Kemen ESDM
Rekomendasi penguatan
pemenuhan akses dan konsumsi
listrik pada masyarakat
Jumlah rekomendasi penguatan
pemenuhan akses dan konsumsi listrik
pada masyarakat
1 1 1 1 1 29,8 Pusat Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Kemen ESDM
berkas 3, hlm. 341
A.5.91
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penyediaan Paket Konversi
Minyak Tanah ke LPG Tabung 3
Jumlah paket konversi mitan ke LPG
(unit)
522616 250397 117289 50000 50000 509,3 Tersebar Kemen ESDM
Pengawasan Pelaksanaan BBM 1
(Satu) Harga
Jumlah Layanan Pengawasan
Pelaksanaan BBM 1 (Satu) Harga
(layanan)
1 1 1 1 1 30,5 Tersebar Kemen ESDM
Penambahan Penyalur BBM Satu
Harga
Jumlah Penambahan Penyalur BBM Satu
Harga (penyalur)
83 76 72 56 43 0,0 Tersebar Badan Usaha
Pengembangan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS)
terpusat di Kawasan 4T
Jumlah PLTS Terpusat (Unit) 0 0 5 5 5 1.050,0 Tersebar Kemen ESDM
Kebijakan harga jual Tenaga
listrik dan tarif tenaga listrik
Jumlah Kebijakan harga jual Tenaga
listrik dan tarif tenaga listrik
(rekomendasi)
2 2 2 2 2 17,3 Tersebar Kemen ESDM
Rekomendasi Subsidi Listrik
Tepat Sasaran
Jumlah Rekomendasi Subsidi Listrik
Tepat Sasaran(Regulasi/Kebijakan)
1 1 1 1 1 10,5 Pusat KESDM
Pengembangan Kebijakan Subsidi
Energi
Jumlah Pengembangan Kebijakan
Subsidi Energi (Regulasi/Kebijakan)
1 1 1 1 1 12,9 Pusat Kemen ESDM
KP : Kecukupan Penyediaan Energi
dan Tenaga Listrik
Produksi tenaga listrik (TWh) 339082,7 359946,1 382696,1 406325,0 431281,2 1.380.680,7
Cadangan operasional BBM (hari) 23 23 23 23 23
ProP : Peningkatan kehandalan
infrastruktur energi dan
ketenagalistrikan
Jumlah Penambahan Kapasitas
Pembangkit (GW)
5453 6446 3443 6209 5728 707.270,0
Jumlah Kebijakan Peningkatan Tata
Kelola Ketenagalistrikan (Regulasi/
Rekomendasi)
1 1 1 1 1
Penambahan kapasitas
pembangkit PLTU
Jumlah Penambahan PLTU (MW) 1194,5 855,5 576 471 65 63.240,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Penambahan kapasitas
pembangkit PLTU USC
Jumlah Penambahan PLTU USC (MW) 1950 2950 - 1000 2000 197.500,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Penambahan kapasitas
pembangkit PLTU MT
Jumlah Penambahan PLTU MT (MW) 0 840 600 900 46.800,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Penambahan kapasitas
pembangkit PLTG/GU/MG
Jumlah Penambahan PLTG/GU/MG (MW) 2384 370 990 880 70 93.880,0 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
berkas 3, hlm. 342
A.5.92
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengembangan Jaringan
Transmisi
Jumlah Penambahan Jaringan Transmisi
(kms)
4459,6 4765,9 4632,1 3519,5 1692 132.855,5 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Pengembangan Gardu Induk Jumlah penambahan gardu induk (MVA) 14247 8460 7510 3900 4490 172.752,8 Tersebar Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Badan Usaha
Rekomendasi Pengendalian
Pembangunan Pembangkit Listrik
Jumlah rekomendasi pengendalian
pembangunan pembangkit listrik
(Rekomendasi)
1 1 1 1 1 24,7 Pusat Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Kemen ESDM
Rekomendasi Pengendalian
Pembangunan Jaringan
Transmisi dan Gardu Induk
Jumlah rekomendasi pengendalian
pembangunan jaringan transmisi dan
gardu induk (Rekomendasi)
1 1 1 1 1 24,3 Pusat Pembangkit Listrik 27.000
MW, Transmisi 19.000
KMS dan Gardu Induk
38.000 MVA
Kemen ESDM
Peningkatan tata kelola
ketenagalistrikan
Jumlah Kebijakan Peningkatan Tata
Kelola Ketenagalistrikan (Regulasi/
Rekomendasi)
3 3 3 3 3 6,7 Pusat Kemen ESDM
Peningkatan kebijakan harga Jumlah Kebijakan harga energi dan tarif
(rekomendasi)
1 1 1 1 1 10,0 Pusat Kemen ESDM
Pemetaan potensi PLTBayu Jumlah potensi terukur PLTBayu (MW) - 200 200 200 200 32,0 Pusat Kemen ESDM
Pemetaan potensi
PLTA/Mini/Mikro
Jumlah potensi terukur PLTA/Mini/Mikro
(MW)
- 120 120 120 120 28,8 Pusat Kemen ESDM
Pemetaan potensi PLTBio Jumlah potensi terukur PLTBio (MW) - 60 60 60 60 14,4 Pusat Kemen ESDM
FS Commercial Plant Pembangkit
Listrik Tenaga Gelombang Laut
Jumlah FS untuk ditawarkan kepada
Technology provider (dokumen)
- Studi Site
Selection dan
Akuisisi data
di perairan
Nusa
Lembongan
Pra FS di Nusa
Lembongan
FS di Nusa
Lembongan
Studi Site
Selection dan
Akuisisi data
di perairan
Sumatera
Barat dan
Jawa Barat
8,0 Bali dan NTT Kemen ESDM
FS Commercial Plant Pembangkit
Listrik Tenaga Arus Laut
Jumlah FS untuk ditawarkan kepada
Technology provider (dokumen)
Studi Site
Selection dan
Akuisisi data
di perairan
Selat Alas
Studi Site
Selection dan
Akuisisi data
di perairan
Selat Sape
Pra FS di Selat
Alas/Selat
Sape/Selat
Pantar
FS di Selat
Alas/Selat
Sape/Selat
Pantar
7,0 Selat Sunda dan NTT Kemen ESDM
Wilayah Panas Bumi yang
Ditetapkan
Jumlah Wilayah Panas Bumi yang
Ditetapkan (wilayah)
2 2 2 2 2 2,6 Kab. Bangli, Kab. Maluku
Tengah
Kemen ESDM
berkas 3, hlm. 343
A.5.93
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Wilayah Panas Bumi yang
Ditawarkan
Jumlah Wilayah Panas Bumi yang
Ditawarkan (Wilayah)
5 5 5 4 3 4,3 Kab. Sukabumi, Kab.
Kuningan, Kab. Tegal,
Kab. Manggarai Barat,
Kab. Buru
Kemen ESDM
Rekomendasi Wilayah
Keprospekan Panas Bumi
Jumlah Rekomendasi Wilayah
Keprospekan Panas Bumi (Rekomendasi)
8 10 10 10 10 55,6 Pusat Kemen ESDM
Rekomendasi Wilayah Kerja
Panas Bumi
Jumlah Rekomendasi Wilayah Kerja
Panas Bumi (Wilayah)
3 3 3 3 3 1,9 Pusat Kemen ESDM
Rekomendasi Wilayah Kerja
Geologi Migas
Jumlah Rekomendasi Keprospekan
Wilayah Kerja Geologi Migas
(Rekomendasi)
4 4 4 4 4 21,5 Tersebar Kemen ESDM
ProP : Pembangunan Kilang
Minyak Bumi
Jumlah peningkatan Infrastruktur
Kilang Minyak Bumi (kumulatif) (ribu
BOPD)
1151 1151 1176 1276 1276 637.000,0
Peningkatan infrastruktur kilang
minyak bumi RDMP
Jumlah RDMP (Balikpapan, Cilacap ,
Balongan dan dumai) (Unit)
On going On going 1
(Stage-I
Balongan 25
Ribu BCPD)
1
(Stage-II
Balikpapan
100 Ribu
BCPD)
on going 203.000,0 Balikpapan, Cilacap ,
Balongan, Dumai
Pembangunan dan
Pengembangan Kilang
Minyak
Badan Usaha
Peningkatan infrastruktur kilang
minyak GRR Tuban
Jumlah Kilang Minyak Baru (Grass Root
Refinery/ GRR) Tuban (Unit)
Penyediaan
Lahan BMN
KLHK, Lahan
Masyarakat
General
Engineering
Design, Site
Development
Financing dan
EPC
Financing dan
EPC
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction)
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction)
224.000,0 Tuban Pembangunan dan
Pengembangan Kilang
Minyak
Badan Usaha
Peningkatan infrastruktur kilang
minyak bumi GRR Bontang
Jumlah Kilang Minyak Baru (Grass Root
Refinery/ GRR)
Land
Acquisition,
AMDAL, BED-
FEED, Site
Development
AMDAL, BED-
FEED
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction)
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction)
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction
210.000,0 Bontang Pembangunan dan
Pengembangan Kilang
Minyak
Badan Usaha
ProP : Pembangunan Pipa gas
Bumi Trans Kalimantan
Jumlah Panjang Ruas Pipa Transmisi
Kalimantan (kms)
2219 36.410,7
Pembangunan Pipa gas Bumi
Kaltim - Kalsel
Jumlah Panjang Ruas Pipa Transmisi
Kaltim-Kalsel (km)
208,8 36.400,0 Bontang-Banjarmasin Pipa Gas Bumi Trans
Kalimantan (2.219 KM)
Badan Usaha
Pembangunan Pipa gas Bumi
Kalsel-Kaltim
Jumlah Panjang Ruas Pipa Transmisi
Kalsel-Kalteng (km)
76,8 0,0 Banjarmasin-Palangkaarya Pipa Gas Bumi Trans
Kalimantan (2.219 KM)
Badan Usaha
Pembangunan Pipa gas Bumi
Kalteng - Kalbar
Jumlah Panjang Ruas Pipa Transmisi
Kalteng-Kalbar (km)
407,2 0,0 Palangkaraya-Pontianak Pipa Gas Bumi Trans
Kalimantan (2.219 KM)
Badan Usaha
berkas 3, hlm. 344
A.5.94
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Layanan Dukungan Percepatan
Pembangunan Ruas Pipa
Transmisi dan Distribusi Gas
Bumi
Jumlah Layanan Dukungan Percepatan
Pembangunan Ruas Pipa Transmisi dan
Distribusi Gas Bumi(km)
15300 15800 16300 16800 17300 10,7 Tersebar Pipa Gas Bumi Trans
Kalimantan (2.219 KM)
Kemen ESDM
PP : TRANSFORMASI DIGITAL Persentase pertumbuhan sektor TIK
(rata-rata)
8,8 8,8 8,8 8,8 8,8 444.613,3
Persentase pengguna internet
(Persentase)
72,6 74,2 79,2 80,7 82,3
Persentase populasi yang dijangkau
oleh jaringan bergerak pitalebar (4G)
Existing Q2 2019 : 97,59%
97,5 98 98,5 99 100
Proporsi individu yang
menguasai/memiliki telepon genggam
(Persentase)
70 72 73 74 75,7
KP : Penuntasan Infrastruktur TIK Persentase desa berpenduduk yang
mendapatkan akses jaringan mobile
broadband
98 98,5 99 99,5 100 443.829,2
Persentase kecamatan yang
terjangkau infrastruktur jaringan
serat optik (kumulatif)
36,4 37,2 42,9 50 60
Persentase rasio harga layanan fixed
broadband terhadap pendapatan per
kapita (pada kecepatan up to 30
Mbps)
11 10 9 8 7
Persentase rasio harga layanan mobile
broadband terhadap pendapatan per
kapita (dilihat dari rata-rata kuota 1
GB)
0,45 0,4 0,35 0,3 0,25
Persentase jangkauan populasi
penyiaran TV digital
53 60 70 75 80
Persentase populasi yang terlayani
penyiaran radio publik
90 91 93 94 95
ProP : Pengembangan
infrastruktur pitalebar
Persentase kecamatan yang
terjangkau infrastruktur jaringan
serat optik (kumulatif)
36,42 37,15 42,85 50 60 441.850,0
Persentase desa yang mendapatkan
akses jaringan mobile broadband
91,95 92,5 93 94 95
Penggelaran jaringan tetap
pitalebar
Persentase jangkauan infrastruktur
jaringan serat optik di kecamatan
(persen)(kumulatif)
36,42 37,15 42,85 50 60 55,3 Tersebar Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
Kemenkominfo
berkas 3, hlm. 345
A.5.95
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penggelaran jaringan tetap
pitalebar
Persentase jangkauan infrastruktur
jaringan serat optik di kecamatan
(persen)(kumulatif)
36,42 37,15 42,85 50 60 428.000,0 Tersebar Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
Badan usaha
BAKTI Palapa Ring Persentase pemanfaatan kapasitas
Palapa Ring dengan rata-rata SLA 95%
(persen)
Barat : 35%
Tengah : 10%
Timur : 5%
Barat : 40%
Tengah : 15%
Timur : 10%
Barat : 45%
Tengah : 20%
Timur : 15%
Barat : 50%
Tengah : 30%
Timur : 20%
Barat : 60%
Tengah : 40%
Timur : 25%
2.545,0 Tersebar Kemenkominfo
Fasilitasi Ducting bersama Jumlah kabupaten/kota yang
memanfaatkan ducting bersama
(kab/kota)
2 3 5 7 8 9,0 Tersebar Kemenkominfo
BAKTI Sinyal/Last mile Desa non komersial yang mendapatkan
jaringan bergerak seluler (4G) (kumulatif)
(desa)
5052 5052 5052 5052 5052 2.615,0 Tersebar Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
Kemenkominfo
BAKTI Satria Satelit Republik
Indonesia
Kapasitas penyediaan satelit multi fungsi
SATRIA (Gbps)
Konstruksi Konstruksi Konstruksi 150 150 2.802,0 Tersebar Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
Kemenkominfo
Bakti Akses Internet Jumlah lokasi penyediaan akses internet
broadband (Lokasi)(kumulatif)
12000 27000 42000 61000 91000 5.231,0 Tersebar Kemenkominfo
Penyediaan perangkat komputer/laptop
di sekolah, puskesmas, kantor
pemerintahan, dan lain-lain (unit)
0,0 Tersebar Kemenkes,
Kemendiknas,
Kemendagri,
Kemenhan, Polri,
Pemda
Penataan spektrum frekuensi
radio dalam rangka mendukung
ekonomi digital Indonesia
Penambahan spektrum Frekuensi Radio
untuk broadband (MHz)(Kumulatif)
30 MHz
(2.3%)
50 MHz
(3.8%)
1050 MHz
(80%)
1120 MHz
(85.5%)
1310 MHz
(100%)
136,5 Pusat Kemenkominfo
Pengembangan infrastruktur
monitoring dan manajemen
spektrum frekuensi radio
Jumlah penyediaan perangkat sistem
monitoring frekuensi radio (unit)
- SMFR transportable: 75 site
- Stasiun bergerak: 6 unit
- Perangkat portable: 47 unit
25 27 27 26 23 336,2 Tersebar Kemenkominfo
berkas 3, hlm. 346
A.5.96
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penataan bidang telekomunikasi
untuk mendukung ekonomi digital
Jumlah kebijakan bidang TIK beserta
aturan turannya (kebijakan):
1. RUU Penyiaran (UU 32 Tahun 2002)
2. RUU Telekomunikasi (UU 36 Tahun
1999)
3. RUU Pos (UU 38 Tahun 2009)
4. RUU OMNIBUSLAW
5. Aturan Turunan
1.Pengesahan
RUU Penyiaran
(UU 32 Tahun
2002)
2. Naskah
akademik RUU
OMNIBUSLAW
(Bidang
Telekomunikas
i dan
Penyiaran)
3. Naskah
akademik RUU
Telekomunikas
i
4. Naskah
akademik RUU
Pos
1. Naskah
dan Daftar
Inventaris
Masalah (DIM)
RUU
Telekomunikas
i
2. Naskah dan
DIM RUU Pos
3. Naskah
aturan turunan
UU Penyiaran
1. Naskah
dan Daftar
Inventaris
Masalah (DIM)
RUU
Telekomunikas
i
2. Naskah dan
DIM RUU Pos
3. Pengesahan
aturan turunan
UU Penyiaran
1. Pengesahan
RUU
Telekomunikas
i
2. Pengesahan
RUU Pos
1. Naskah
aturan turunan
UU
Telekomunikas
i
2. Naskah
aturan turunan
UU Pos
120,0 Pusat Kemenkominfo
ProP : Pengembangan
infrastruktur penyiaran
Persentase jangkauan populasi
penyiaran TV digital
53 60 70 75 80 1.603,2
Sistem infrastruktur penyiaran
digital
Jumlah lokasi infrastruktur penyiaran TV
digital (lokasi)
44 lokasi
satuan
transmisi
50 lokasi
satuan
transmisi
60 lokasi
satuan
transmisi
74 lokasi
satuan
transmisi
55 lokasi
satuan
transmisi
487,8 Tersebar Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
Kemenkominfo
Implementasi sistem penyiaran
digital
Persentase jangkauan populasi
penyiaran TV digital (persen)
53 60 70 75 80 105,9 Tersebar Kemenkominfo
Masterplan penyiaran radio
digital
Tersedianya masterplan penyiaran radio
digital (RPM)
1 Masterplan
pita frekuensi
radio Medium
Frequency (MF)
dan 1
masterplan
pita frekuensi
radio Very
High
Frequency
(VHF) Band 2
1 masterplan
pita frekuensi
radio VHF
Band 3
Implementasi
digital sound
broadcasting
di pita
frekuensi radio
MF dan VHF
Band 2
Implementasi
digital
broadcasting
di pita
frekuensi radio
VHF Band 3
1 masterplan
pita frekuensi
radio HF
25,8 Tersebar Kemenkominfo
berkas 3, hlm. 347
A.5.97
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penataan spektrum frekuensi
radio dalam rangka mendukung
ekonomi digital Indonesia
Pelaksanaan optimalisasi pita spektrum
frekuensi radio untuk penyiaran digital
(layanan)
1 1 1 1 1 25,7 Pusat Kemenkominfo
Sarana dan prasarana
infrstruktur penyiaran TV publik
Jumlah unit infrastruktur penyiaran TV
publik (unit)
70 80 90 100 100 858,0 Tersebar Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
LPP TVRI
Sarana dan prasarana
infrastruktur penyiaran Radio
Jumlah pengembangan infrastruktur
stasiun radio publik (stasiun)
15 15 15 15 15 100,0 Tersebar LPP RRI
ProP : Pengembangan
infrastruktur TIK pemerintahan
Persentase K/L/D yang
menggunakan/terhubung jaringan
intra pemerintah (JIP/Government
Network)
K/L:30%
Pemprov/kab
/kot:30%
K/L:50%
Pemprov/kab
/kot:50%
K/L:80%
Pemprov/kab
/kot:80%
K/L:100%
Pemprov/kab
/kot:100%
K/L:100%
Pemprov/kab
/kot:100%
376,0
Penyelenggaraan pusat data
nasional
Persentase K/L/D yang
menggunakan/terhubung jaringan intra
pemerintah (JIP/Government Network)
(persen)
K/L:30%
Pemprov/kab/
kot:30%
K/L:50%
Pemprov/kab/
kot:50%
K/L:80%
Pemprov/kab/
kot:80%
K/L:100%
Pemprov/kab/
kot:100%
K/L:100%
Pemprov/kab/
kot:100%
376,0 Pusat Infrastruktur TIK untuk
Mendukung Transformasi
Digital
Kemenkominfo
KP : Pemanfaatan Infrastruktur TIK Persentase kontribusi sektor TIK
terhadap PDB
4,5-5,7 4,5-5,7 4,5-5,7 4,5-5,7 4,5-5,7 289,6
Persentase K/L/D yang memiliki
layanan publik terintegrasi
40 60 80 90 100
ProP : Pemanfaatan TIK layanan
pemerintah
Persentase K/L/D yang memiliki
layanan publik terintegrasi
40 60 80 90 100 78,0
Jumlah aplikasi generik yang
dikembangkan secara multi platform
8 10 12 14 16
Penyelenggaraan layanan e-
government (SPBE) Nasional
Persentase layanan cloud pemerintah
dan interoperabilitas SPBE (persen)
20 40 60 80 100 58,0 Pusat Kemenkominfo
Penyelenggaraan Layanan
Aplikasi Informatika
Pemerintahan
Jumlah aplikasi generik yang
dikembangkan secara multi platform
(aplikasi) (kumulatif)
8 10 12 14 16 20,0 Pusat Kemenkominfo
ProP : Pemanfaatan TIK layanan
masyarakat dan dunia usaha
Jumlah penambahan unicorn baru
(kumulatif)
0 0 1 2 3 211,6
Persentase kontribusi sektor TIK
terhadap PDB
4,5-5,7 4,5-5,7 4,5-5,7 4,5-5,7 4,5-5,7
Fasilitasi startup menjadi unicorn Jumlah penambahan unicorn baru
(unicorn) (kumulatif)
0 0 1 2 3 6,1 Tersebar Kemenkominfo
Digital technopreuner Jumlah startup aktif yang terbentuk
(start-up)
30 60 90 120 150 140,5 Tersebar Kemenkominfo
berkas 3, hlm. 348
A.5.98
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengembangan teknologi digital
pada kawasan
prioritas(kumulatif)
Persentase fasilitasi adopsi teknologi
digital di Kawasan Prioritas (persen):
a. 12 KEK
b. 13 SKPT
c. 10 kawasan pariwisata
d. 30 kawasan IKM
Kajian
pemetaan
teknologi dan
penyedia
platform
teknologi
digital
50 100 100 100 65,0 Tersebar Kemenkominfo
Fasilitasi scaling up UMKM Jumlah UMKM (produsen) yang naik
kelas dari UMK menjadi usaha
menengah (dari total 4.4 juta UMKM
bidang pengolahan) (UMKM)
Kajian
pemetaan
UMKM dan
kebutuhan
teknologi
digital
11000 22000 33000 44000 0,0 Tersebar Kemenkominfo
KP : Fasilitas Pendukung Transformasi
Digital
Jumlah Peserta Pelatihan digital Skill
(termasuk kawasan prioritas) untuk
menuju ekonomi digital
50000 50000 50000 50000 50000 494,5
ProP : Pengelolaan informasi
secara aman dan terintegrasi
354,9
Pengendalian konten negatif Jumlah konten internet (media sosial,
konten negatif, website) yang bisa
ditangani per tahun(konten)
120000 150000 175000 210000 250000 354,9 Pusat Kemenkominfo
ProP : Pengembangan literasi dan
keahlian TIK
34,6
Fasilitasi literasi digital bagi
masyarakat
Jumlah Peserta Literasi Digital Bagi
Masyarakat (peserta) (termasuk peserta
online)
10000000 20000000 30000000 40000000 50000000 34,6 Tersebar Kemenkominfo
Pelatihan SDM bidang TIK Jumlah Peserta Pelatihan digital Skill
(termasuk kawasan prioritas) untuk
menuju ekonomi digital (peserta)
50000 50000 50000 50000 50000 0,0 Tersebar Kemenkominfo
ProP : Pengembangan dan
fasilitasi industri TIK
105,0
Pelaksanaan pengujian perangkat
TIK
Tahap penyelesaian laboratorium
pengujian perangkat telekomunikasi
rujukan nasional (tahapan)
Perencanaan Penyiapan
konstruksi
Transaksi dan
penanda
tanganan
Konstruksi Balai Uji
Rujukan
Nasional
105,0 Pusat Kemenkominfo
JUMLAH 4.882.575,0
Keterangan :
Indikasi target dan pendanaan dapat dimutakhirkan melalui RKP dengan mempertimbangkan : (1) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; (2) Kesiapan dan Sumber Pendanaan; (3) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 349
A.6.1
MATRIK PEMBANGUNAN RPJMN 2020-2024
MEMBANGUN LINGKUNGAN HIDUP, MENINGKATKAN KETAHANAN BENCANA, DAN PERUBAHAN IKLIM
INDIKASI TARGET
PP : PENINGKATAN KUALITAS
LINGKUNGAN HIDUP
Indeks Kualitas Udara (IKU) 84,10 84,20 84,30 84,40 84,50 32.352,9
Indeks Kualitas Air (IKA) 55,10 55,20 55,30 55,40 55,50
Indeks Kualitas Air Laut (IKAL) 58,50 59,00 59,50 60,00 60,50
Indeks Kualitas Tutupan Lahan dan
Ekosistem Gambut (IKTL)
61,60 62,50 63,50 64,50 65,50
KP : Pencegahan Pencemaran dan
Kerusakan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup
Jumlah lokasi pemantauan kualitas
lingkungan (lokasi)
1.139 1.141 1.141 1.141 1.141 14.513,0
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang
terpantau memenuhi baku mutu
lingkungan hidup (perusahaan)
1.668 2.625 3.000 3.375 3.750
Luas area dengan nilai konservasi
tinggi yang dipertahankan secara
nasional (juta ha)
70 70 70 70 70
Persentase penurunan luas areal
hutan dan lahan yang terbakar setiap
tahun terhadap baseline rerata luas
karhutla tahun 2015 s.d. 2019
(persen)
2 2 2 2 2
Luas kawasan konservasi (juta ha) 27 27 27 27 27
Luas Kawasan Konservasi Perairan
(juta ha)
23,40 24,20 25,10 26,00 26,90
Akurasi informasi meteorologi
(persen)
75,7 76,7 77,7 78,7 79,7
Akurasi informasi klimatologi (persen) 75,0 76,0 77,0 78,0 79,0
ProP : Pemantauan Kualitas Udara,
Air, dan Air Laut
Jumlah stasiun pemantauan kualitas
air secara otomatis, online, dan
kontinyu (unit)
111 188 197 153 130 1.807,2
Jumlah stasiun pemantauan kualitas
udara secara otomatis, online, dan
kontinyu (unit)
15 30 31 31 32
Jumlah provinsi yang terpantau
kualitas air lautnya (provinsi)
34 34 34 34 34
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
berkas 3, hlm. 350
A.6.2
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pemantauan Kualitas Udara
Otomatis
Jumlah stasiun pemantauan kualitas
udara ambien yang beroperasi secara
otomatis, online, dan kontinyu/AQMS
(unit)
10 25 26 26 27 249,1 Tersebar Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN LHK
Pemantauan Kualitas Air Otomatis Jumlah stasiun pemantau kualitas air
sungai yang beroperasi secara otomatis,
online, dan kontinyu (unit)
71 148 157 113 90 889,6 15 DAS prioritas
pemulihan
Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN LHK
Pemantauan Kualitas Air Laut Jumlah provinsi yang terpantau kualitas
air lautnya (provinsi)
34 34 34 34 34 90,0 34 provinsi KEMEN LHK
Pembangunan Laboratorium Riset
Merkuri dan Metrologi Lingkungan
Jumlah Laboratorium Merkuri dan
Metrologi Lingkungan yang Dibangun
(unit)
1 0 0 0 0 74,0 Provinsi Banten Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN LHK
Sertifikasi laboratorium lingkungan
hidup
Jumlah sertifikasi laboratorium
lingkungan hidup daerah yang
diterbitkan (sertifikat)
- 6 6 6 6 12,0 6 wilayah pulau KEMEN LHK
Penguatan Early Warning System
untuk Bencana Lingkungan Hidup
(DAK alat pemantauan kualitas
udara otomatis)
Jumlah stasiun pemantauan kualitas
udara ambien yang beroperasi secara
otomatis, online, dan kontinyu/AQMS
(unit)
5 5 5 5 5 47,4 Tersebar Penguatan sistem
peringatan dini bencana
DAK LH
Penguatan Early Warning System
untuk Bencana Lingkungan Hidup
(DAK alat pemantauan kualitas air
otomatis)
Jumlah stasiun pemantau kualitas air
sungai yang beroperasi secara otomatis,
online, dan kontinyu (unit)
40 40 40 40 40 307,8 15 DAS prioritas
pemulihan
Penguatan sistem
peringatan dini bencana
DAK LH
Penguatan Early Warning System
untuk Bencana Lingkungan Hidup
(DAK alat laboratorium uji kualitas
air dan merkuri)
Jumlah kab/kota yang memperoleh
penambahan peralatan laboratorium
untuk uji kualitas air dan merkuri
(kab/kota)
37 37 37 37 37 137,3 Seluruh Indonesia Penguatan sistem
peringatan dini bencana
DAK LH
ProP : Pemantauan Kinerja
Pengelolaan Lingkungan pada Usaha
dan/atau Kegiatan
Jumlah industri yang terpantau
memenuhi baku mutu emisi (unit
usaha/kegiatan)
1.668 2.625 3.000 3.375 3.750 153,9
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang
memenuhi baku mutu air limbah (unit
usaha/kegiatan)
1.668 2.625 3.000 3.375 3.750
Jumlah pelabuhan yang
melaksanakan pengendalian
pencemaran pesisir dan laut
(pelabuhan)
20 25 30 40 50
Jumlah usaha dan/atau kegiatan
tambang yang meningkat kinerja
pengelolaan lingkungannya (unit
usaha/kegiatan)
berkas 3, hlm. 351
A.6.3
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang
memenuhi persyaratan pemulihan
ekosistem gambut (unit
usaha/kegiatan)
300 350 400 450 500
Jumlah industri yang memenuhi
baku mutu emisi
Jumlah industri yang terpantau
memenuhi baku mutu emisi (unit
usaha/kegiatan)
1.668 2.625 3.000 3.375 3.750 20,5 34 provinsi KEMEN LHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan
yang memenuhi baku mutu air
limbah
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang
memenuhi baku mutu air limbah (unit
usaha/kegiatan)
1.668 2.625 3.000 3.375 3.750 75,8 34 provinsi KEMEN LHK
Jumlah pelabuhan yang
melaksanakan pengendalian
pencemaran pesisir dan laut
Jumlah pelabuhan yang melaksanakan
pengendalian pencemaran pesisir dan
laut (pelabuhan)
20 25 30 40 50 10,2 34 provinsi KEMEN LHK
Jumlah industri yang melaksanakan
pengendalian kerusakan lahan dan
reklamasi tambang
Jumlah usaha dan/atau kegiatan
tambang yang meningkat kinerja
pengelolaan lingkungannya (unit
usaha/kegiatan)
80 85 90 110 113 11,4 34 provinsi KEMEN LHK
Jumlah usaha dan/atau kegiatan
yang memenuhi persyaratan
pemulihan ekosistem gambut
Jumlah usaha dan/atau kegiatan yang
memenuhi persyaratan pemulihan
ekosistem gambut (unit usaha/kegiatan)
300 350 400 450 500 6,5 34 provinsi KEMEN LHK
Pengawasan Effluent IPAL, IPLT,
dan Leachate TPA
Jumlah kab/kota yang dilakukan
pengawasan terhadap effluent IPAL,
IPLT, dan Leachate TPA (kab/kota)
- 33 40 60 60 29,5 Seluruh provinsi KEMEN LHK
ProP : Penyediaan Informasi Cuaca
dan Iklim
Persentase Informasi Meteorologi
yang Berkualitas (persen)
80 81 82 82 83 2.606,4
Persentase Informasi Klimatologi
yang berkualitas (persen)
76 77 79 80 82
Prediksi dan peringatan dini cuaca
dengan Scaling Up Weather
Capacity II
Jumlah stasiun yang menyediakan
layanan informasi cuaca digital skala
desa/kelurahan dengan scalling up
wheather capacity II (stasiun)
- 1 10 34 - 346,2 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Informasi meteorologi maritim
melalui Strengthening of Marine
Meteorology
Jumlah pelabuhan yang memperoleh
informasi meteorologi maritim
(pelabuhan)
20 20 20 20 20 1.792,3 100 pelabuhan Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Informasi peringatan dini windshear Jumlah bandara yang memperoleh
informasi peringatan dini windshear
(bandara)
4 3 2 2 3 278,5 14 bandara Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Informasi Iklim Terapan di pusat Jumlah Informasi Iklim Terapan di pusat
(informasi)
6 6 6 6 6 189,5 pusat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
berkas 3, hlm. 352
A.6.4
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Pencegahan Kebakaran Lahan
dan Hutan
Jumlah desa yang dicegah dari
kebakaran hutan dan lahan (desa)
1.200 1.200 1.200 1.200 1.200 1.357,3
Jumlah kawasan hidrologi gambut
yang memiliki infrastruktur tata air
adaptif kekeringan/ neraca air yang
semakin membaik dalam suatu KHG
(KHG)
100 125 150 200 300
Pencegahan Kebakaran Hutan dan
Lahan
Jumlah Desa Rawan Karhutla yang
dijangkau kegiatan Pencegahan
Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi
Rawan Karhutla (desa)
1.200 1.200 1.200 1.200 1.200 865,5 24 provinsi rawan
kebakaran hutan dan
lahan
KEMEN LHK
Jumlah Provinsi Rawan Karhutla yang
ditingkatkan Dukungan Sarana
Prasarana Penanganan karhutla
(provinsi)
24 24 24 24 24 0,0 24 provinsi rawan
kebakaran hutan dan
lahan
KEMEN LHK
Terlaksananya Peningkatan Kapasitas
Tenaga Dalkarhutla di Provinsi Rawan
Karhutla (orang)
1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 0,0 24 provinsi rawan
kebakaran hutan dan
lahan
KEMEN LHK
Penanggulangan Kebakaran Hutan
dan Lahan
Jumlah pelaksanaan pemadaman udara
/pemantauan dari udara (sorty)
170 170 170 170 170 179,0 34 provinsi KEMEN LHK
Pembentukan desa mandiri peduli
gambut di 7 provinsi prioritas
restorasi gambut
Jumlah desa mandiri peduli gambut yang
dibentuk di 7 provinsi prioritas restorasi
gambut (desa)
75 75 75 75 75 18,4 Sumatera Selatan, Jambi,
Riau, Kalimantan Barat,
Kalimantan Selatan,
Kalimantan Tengah, dan
Papua.
KEMEN LHK
Pembentukan desa mandiri peduli
gambut di 12 provinsi
Jumlah desa mandiri peduli gambut yang
dibentuk di 12 Provinsi (desa)
60 60 60 60 60 14,7 Aceh, Bangka-Belitung,
Bengkulu, Sumatera Utara,
Kepulauan Riau, Sumatera
Barat, Lampung,
Kalimantan Timur,
Kalimantan Utara,
Sulawesi Barat, Sulawesi
Tengah, Papua Barat
KEMEN LHK
Area Penanganan Dampak
Perubahan Iklim dan Pencegahan
Kebakaran Lahan dan Kebun
Area Penanganan Dampak Perubahan
Iklim dan Pencegahan Kebakaran Lahan
dan Kebun (ha)
1.245 1.245 1.245 1.245 1.245 84,7 15 Provinsi Kementan
Pencegahan kebakaran hutan di
kawasan rawa
Jumlah kawasan rawa yang ditingkatkan
tata kelola airnya (wilayah sungai)
0 3 3 3 3 180,0 Tersebar Kemen PU&PERA
Sistem Penyediaan Data dan Produk
Data Hotspot
Jumlah Sistem Penyediaan Data dan
Produk Data Hotspot (sistem)
1 1 1 1 1 15,0 pusat LAPAN
berkas 3, hlm. 353
A.6.5
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Peningkatan Kesadaran dan
Kapasitas Pemerintah, Swasta dan
Masyarakat terhadap Lingkungan
Hidup
Jumlah satuan pendidikan formal dan
lembaga/komunitas masyarakat
peduli dan berbudaya lingkungan
hidup (unit)
518 730 840 960 1.080 682,4
Jumlah produk ramah lingkungan
yang teregister dan masuk dalam
pengadaan barang dan jasa
pemerintah (produk)
5 10 15 20 25
Peningkatan kapasitas dan
kesadaran masyarakat dalam
pengelolaan LH
Jumlah satuan pendidikan formal dan
lembaga/komunitas masyarakat peduli
dan berbudaya lingkungan hidup (unit)
518 730 840 960 1.080 140,0 34 provinsi KEMEN LHK
Dokumen Rancangan Standar (SNI
dan Standar Khusus)
Jumlah Dokumen Rancangan Standar
(SNI dan Standar Khusus) (dokumen)
20 20 20 20 20 11,4 pusat KEMEN LHK
Dokumen Penerapan Standar Jumlah Dokumen Penerapan Standar
(dokumen)
25 25 25 25 25 9,9 pusat KEMEN LHK
Penerapan Label Ramah Lingkungan
untuk Pengadaan Barang dan Jasa
Jumlah Dokumen Penerapan Label
Ramah Lingkungan untuk Pengadaan
Barang dan Jasa (dokumen)
5 10 15 20 25 7,6 pusat KEMEN LHK
Dokumen Strategi Pelaksanaan
Pencapaian Sasaran Pola Konsumsi
dan Produksi Berkelanjutan (TPB
12)
Jumlah Dokumen Strategi Pelaksanaan
Pencapaian Sasaran Pola Konsumsi dan
Produksi Berkelanjutan (dokumen)
2 2 2 2 2 1,0 pusat KEMEN LHK
Penurunan Konsumsi Bahan
Perusak Ozon
Persentase penurunan tingkat konsumsi
bahan perusak ozon dari baseline
(persen)
23,56 23,56 23,58 25,24 25,25 51,3 34 provinsi KEMEN LHK
Peningkatan Kapasitas
Lembaga/Forum Peduli DAS
Jumlah Lembaga/forum peduli DAS yang
meningkat kapasitasnya
(lembaga/forum)
34 34 34 34 34 340,0 34 provinsi KEMEN LHK
Penerapan IPTEK LHK untuk
meningkatkan kapasitas
masyarakat
Jumlah hasil penelitian, pengembangan
dan inovasi yang dimanfaatkan (produk)
33 65 65 65 65 121,1 Pusat KEMEN LHK
ProP : Pencegahan Kehilangan
Keanekaragaman Hayati dan
Kerusakan Ekosistem
Luas hutan dengan Indeks Jasa
Lingkungan tinggi (juta ha)
65 65 65 65 65 5.086,9
Luas kawasan konservasi (juta ha) 27 27 27 27 27
Jumlah Kawasan Konservasi Laut
yang dikelola secara berkelanjutan
(juta ha)
10 14,5 17,5 19 20
berkas 3, hlm. 354
A.6.6
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah keanekaragaman hayati
perairan yang dilindungi, dilestarikan
dan/atau dimanfaatkan (jenis)
6 10 14 18 20
Jumlah unit konservasi insitu yang
dibentuk dalam rangka pencegahan
kehilangan kehati dan kerusakan
ekosistem (unit)
17 28 39 50 61
Jumlah Kebun Raya Daerah yang
Dikembangkan (unit)
2 2 2 2 2
Identifikasi pemetaan kawasan
hutan dengan Indeks Jasa
Lingkungan tinggi
Luas kawasan hutan dengan Indeks
Jasa Lingkungan tinggi (juta ha)
65 65 65 65 65 61,0 34 Provinsi KEMEN LHK
Verifikasi lapangan kawasan
dengan Indeks Jasa Lingkungan
tinggi
Jumlah daerah yang melakukan
verifikasi lapangan kawasan dengan
Indeks Jasa Lingkungan tinggi secara
partisipatif (provinsi)
7 10 8 6 3 88,4 34 Provinsi KEMEN LHK
Pemantapan (prakondisi) status dan
fungsi serta penilaian efektivitas
kawasan konservasi
Luas unit kawasan konservasi yang
dilakukan pemantapan (prakondisi)
status dan fungsi (unit KK)
552 552 552 552 552 122,1 KEMEN LHK
Pemberdayaan masyarakat di
kawasan konservasi
Jumlah desa di kawasan konservasi
(desa)
500 1500 2500 3500 4.500 2.651,3 KEMEN LHK
Kelembagaan pengelolaan
ekosistem esensial yang terbentuk
dan berfungsi
Jumlah kawasan ekosistem esensial
yang terbentuk dan berfungsi (unit KEE)
11 22 33 44 55 54,9 KEMEN LHK
Penanganan permasalahan di
kawasan Konservasi (opened area)
Luas opened area di kawasan
konservasi yang ditangani (juta ha)
1,8 1,8 1,8 1,8 1,8 950,0 KEMEN LHK
Penetapan/Pemantapan Kawasan
Hutan terutama pada Kawasan
Konservasi
Luas kawasan hutan yang ditetapkan
(juta ha)
1 1,6 1 0 0 260,0 KEMEN LHK
Kawasan Konservasi perairan,
pesisir dan pulau-pulau kecil baru
(nasional dan daerah) yang
ditetapkan
Luasan kawasan konservasi baru (ha) 700.000 800.000 900.000 900.000 900.000 39,9 9 Provinsi KKP
Kawasan konservasi perairan,
pesisir dan pulau-pulau kecil yang
operasional
Luas Kawasan konservasi yang
operasional (kumulatif ha)
10.000.000 14.500.000 17.500.000 19.000.000 20.000.000 307,7 46 Lokasi KKP
Jejaring, Kemitraan/Kerjasama, dan
Konvensi Konservasi
Keanekaragaman Hayati Laut
Konvensi dan Kerjasama Konservasi
yang mendukung Konservasi
Keanekaragaman Hayati Laut
(kerjasama)
5 5 5 5 5 60,0 Pusat KKP
berkas 3, hlm. 355
A.6.7
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jejaring kemitraan konservasi yang
mendukung konservasi keanekaragaman
hayati laut (kelompok)
20 5 5 5 5 0,0 KKP
Keanekaragaman hayati perairan
terancam punah yang dilindungi
dan/atau dilestarikan
Jumlah keanekaragaman hayati perairan
yang dilindungi, dan/atau dilestarikan
(jenis)
6 10 14 18 20 30,8 Pusat KKP
Pelaku usaha pemanfaatan
kawasan konservasi perairan
nasional yang diperiksa
kepatuhannya
Jumlah pelaku usaha pemanfaatan
kawasan konservasi perairan nasional
yang diperiksa kepatuhannya (pelaku
usaha)
35 40 45 50 55 18,8 Daerah KKP
Kawasan Bentang Alam karst,
kawasan imbuhan, dan kawasan
cagar alam geologi
Jumlah kawasan Bentang Alam karst,
kawasan imbuhan, dan kawasan cagar
alam geologi (unit)
4 4 4 4 4 5,8 Tersebar KEMEN ESDM
Kebun Raya Daerah yang
Dikembangkan
Jumlah Kebun Raya Daerah yang
Dikembangkan (unit)
2 2 2 2 2 86,2 Pusat LIPI
Pembangunan/Rehabilitasi
Prasarana Kawasan Konservasi
Perairan atau kawasan Konservasi
Pesisir dan Pulau-pulau Kecil
Jumlah kawasan konservasi yang
dibangun sarana dan prasarana (unit)
30 40 45 50 55 350,0 34 provinsi Pemda/DAK
ProP : Penyediaan Data dan
Informasi Keanekaragaman Hayati
dan Ekosistem
Tersedianya data & informasi Sumber
Daya Alam (SDA), Daya Dukung Daya
Tampung Lingkungan Hidup
(DDDTLH), dan Neraca SDA (NSDA)
14 24 24 28 28 2.818,9
Luas kawasan hutan yang
diinventarisasi dan diverifikasi
dengan nilai keanekaragaman tinggi
secara partisipatif (juta ha)
70 70 70 70 70
Inventarisasi dan verifikasi
kawasan dengan nilai
keanekaragaman tinggi partisipatif
Luas kawasan hutan yang
diinventarisasi dan diverifikasi dengan
nilai keanekaragaman tinggi secara
partisipatif (juta ha)
70 70 70 70 70 1.731,3 Pusat dan Daerah KEMEN LHK
Pengembangan Balai Kliring
Keanekaragaman Hayati
Jumlah simpul data Keanekaragaman
Hayati yang dikembangkan (simpul data)
4 4 4 5 5 5,0 Pusat KEMEN LHK
Mekanisme Pendanaan Konservasi
Keanekaragaman Hayati
Jumlah sistem pendanaan konservasi
keanekaragaman hayati (sistem)
1 1 1 1 1 15,0 Pusat KEMEN LHK
Pusat Informasi Geopark Jumlah pusat informasi geopark/geologi
(unit)
2 2 2 2 2 49,2 Tersebar KEMEN ESDM
Rekomendasi Penetapan
Geoheritage
Jumlah rekomendasi penetapan
geoheritage (rekomendasi)
- 4 4 4 4 10,2 Tersebar KEMEN ESDM
berkas 3, hlm. 356
A.6.8
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Sumberdaya Genetik yang
Terkonservasi dan Terdokumentasi
Sumberdaya Genetik yang Terkonservasi
dan Terdokumentasi (aksesi)
3.100 3.100 3.100 3.100 3.100 4,3 Kementan
Sumberdaya Genetik yang
Terkarakterisasi
Sumberdaya Genetik yang
Terkarakterisasi (aksesi)
1.150 1.150 1.150 1.150 1.150 3,7 Kementan
Penginderaan Jauh Untuk Data
Kawasan Konservasi, Pencegahan
Pencemaran, Kebencanaan, dan
Pemanfaatan SDA
Sistem penginderaan jauh yang
terbangun (sistem)
1 2 2 2 1 35,0 LAPAN
Infrastruktur Pusat Data Hayati dan
Kekayaan Intelektual
Jumlah Infrastruktur Pusat Data Hayati
dan Kekayaan Intelektual(unit)
1 1 1 496,5 Kab. Bogor (Cibinong STP) LIPI
Infrastruktur Fasilitas Genomic
Biodiversitas Tropika dan
Lingkungan Nasional Terintegrasi
Jumlah Infrastruktur Fasilitas Genomic
Biodiversitas Tropika dan Lingkungan
Nasional Terintegrasi (unit)
1 1 0 0 0 259,0 Kab. Bogor (Cibinong STP) LIPI
Hasil Pengungkapan dan
Pemanfataan Biodiversitas
Nusantara
Jumlah Hasil Pengungkapan dan
Pemanfataan Biodiversitas Nusantara
(hasil riset)
21 4 5 5 7 107,5 Provinsi Jawa Barat LIPI
Penguatan Riset Samudra Nasional Jumlah hasil riset (hasil riset) 1 1 1 1 0 102,2 Provinsi DKI Jakarta LIPI
KP : Penanggulangan Pencemaran dan
Kerusakan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup
Jumlah sampah yang terkelola secara
nasional (juta ton)
64,80 67,10 68,51 69,20 69,80 8.516,9
Persentase penurunan sampah yang
terbuang ke laut dari baseline (persen)
20 30 40 50 60
Jumlah limbah B3 yang terkelola (juta
ton)
89,44 98,68 107,99 117,22 126,49
Persentase penurunan beban
pencemaran yang dibuang ke badan
air pada 15 DAS prioritas dari
baseline 4.546.946,30 kg BOD/hari
(persen)
0,025 0,032 0,039 0,046 0,053
ProP : Penanganan Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan
Jumlah lokasi pengendalian
pencemaran pesisir dan laut dari
tumpahan minyak dan sumber
pencemar lainnya (lokasi)
42 52 62 72 82 761,7
Jumlah fasilitas pengolahan air
limbah terbangun (unit)
53 60 70 70 70
Fasilitas pengolahan air limbah di
sungai Citarum
Jumlah pembangunan fasilitas
pengolahan air limbah di Sungai Citarum
(unit)
4 10 20 20 20 124,6 Sungai Citarum KEMEN LHK
Fasilitas Pengendalian Pencemaran
Air
Jumlah pembangunan fasilitas
pengendalian pencemaran air (unit)
49 50 50 50 50 265,5 14 DAS Prioritas KEMEN LHK
berkas 3, hlm. 357
A.6.9
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pemantauan Sampah Laut dan
Coastal Clean Up
Jumlah lokasi yang dilakukan
pemantauan sampah laut dan coastal
clean up (lokasi)
40 50 60 70 80 25,2 34 provinsi KEMEN LHK
Penanggulangan Pencemaran
Tumpahan Minyak dan Kejadian
Pencemaran Kerusakan Pesisir dan
Laut
Jumlah lokasi yang dilakukan
penanggulangan pencemaran tumpahan
minyak dan kejadian pencemaran
kerusakan pesisir dan laut (lokasi)
2 2 2 2 2 5,5 Batam, Bintan KEMEN LHK
Kawasan pesisir dan pulau-pulau
kecil yang dilakukan
penanggulangan pencemaran
Jumlah kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil yang dilakukan
penanggulangan pencemaran (kawasan)
8 6 6 5 5 35,8 27 Lokasi KKP
Core Reef Rehabilitation and
Management Program-Coral Triangle
Initiative Project
Jumlah data status sumber daya pesisir
yang disediakan (jumlah data)
5 5 0 0 263,1 Provinsi DKI Jakarta LIPI
Teknologi Konservasi DAS : Decision
Support System (DSS) & Konsep
Pengelolaan untuk Percepatan
Pengendalian Pencemaran dan
Kerusakan (P3K) Daerah Aliran
Sungai (DAS)
Jumlah teknologi yang dihasilkan
(produk/temuan)
1 1 1 1 42,0 Provinsi Jawa Barat LIPI
ProP : Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga dan Sampah Plastik
Jumlah pengurangan timbulan
sampah secara nasional (juta ton)
14,00 16,40 17,99 18,90 19,70 3.042,9
Jumlah penanganan timbulan sampah
secara nasional (juta ton)
50,80 50,70 50,52 50,30 50,10
Peningkatan Jumlah Pengurangan
Timbulan Sampah Nasional
Jumlah pengurangan timbulan sampah
(juta ton)
5,65 6,23 6,81 7,14 7,48 100,9 34 provinsi KEMEN LHK
Pengurangan Timbulan Sampah
Nasional
Jumlah pengurangan timbulan sampah
(juta ton)
8,35 10,17 11,18 11,76 12,22 162,7 34 provinsi Pemerintah
Daerah;
Masyarakat;
Badan Usaha;
lainnya
Peningkatan Jumlah Penanganan
Timbulan Sampah Nasional
Jumlah penanganan timbulan sampah
(juta ton)
19,26 19,19 19,12 19,05 18,97 673,9 34 provinsi KEMEN LHK
Penanganan Timbulan Sampah
Nasional
Jumlah penanganan timbulan sampah
(juta ton)
31,54 31,51 31,40 31,25 31,13 1.105,4 34 provinsi Pemerintah
Daerah;
Masyarakat;
Badan Usaha;
lainnya
berkas 3, hlm. 358
A.6.10
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembuatan bahan bakar berbasis
sampah/Refuse Derived Fuel (RDF)
Jumlah fasilitas pengolahan sampah
untuk pembuatan bahan bakar berbasis
sampah/Refuse Derived Fuel (RDF) yang
terbangun(unit)
0 1 1 1 1 1.000,0 Jawa Barat (Kabupaten
Bekasi); Sulawesi Selatan
(Kota Makassar); Sumatera
Barat (Kota Padang);
Banten (Kota Cilegon);
Jawa Timur (Kota
Probolinggo)
KEMEN LHK
ProP : Pengurangan dan
Penghapusan Merkuri
Persentase pengurangan dan
penghapusan merkuri dari baseline50
ton penggunaan merkuri (persen)
10% (5 ton) 10% (5 ton) 20% (10 ton) 20% (10 ton) 20% (10 ton) 70,1
Jumlah pembangunan fasilitas
pengolahan emas tanpa merkuri di
PESK yang berizin (unit)
5 5 5 5 5
Penyediaan Fasilitas Pengolahan
Emas Tanpa Merkuri di daerah
PESK
Jumlah pembangunan fasilitas
pengolahan emas tanpa merkuri di PESK
yang berizin (unit)
5 5 5 5 5 70,1 24 provinsi KEMEN LHK
ProP : Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3 Medis dan
Limbah B3 Terpadu
Jumlah fasilitas pengolahan limbah
B3 secara terpadu yang terbangun
(unit)
2 - 2 - - 4.642,2
Jumlah fasilitas pengolahan limbah
B3 dari sumber fasilitas pelayanan
kesehatan (unit)
5 6 7 7 7
Fasilitas pengolahan limbah B3 dari
sumber fasilitas pelayanan
kesehatan
Jumlah fasilitas pengolahan limbah B3
dari sumber fasilitas pelayanan
kesehatan (unit)
5 6 7 7 7 549,2 32 provinsi (diutamakan
kota ibukota provinsi)
Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3
KEMEN LHK
Pengelolaan limbah medis Jumlah fasyankes yang memiliki
pengelolaan limbah medise sesuai
standar
2.600 3.000 4.850 6.250 8.800 88,9 34 Provinsi Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3
Kemenkes
Pembangunan Pusat Pengolahan
Limbah B3 Terpadu Wilayah
Sumatera
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah
B3 terpadu untuk wilayah Sumatera (1
unit)
pembangunan
fisik
pembangunan
fisik
operasi operasi operasi 1.000,0 Sumatera Utara (Kab.
Batubara/Kab.
Simalungun) / Sulawesi
Selatan / Jambi
Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3
KPBU
Pembangunan Pusat Pengolahan
Limbah B3 Terpadu Wilayah
Sumapua
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah
B3 terpadu untuk wilayah Sulawesi,
Maluku, dan Papua / Sumapapua (1 unit)
Studi/Kajian
(OBC dan FBC)
pembangunan
fisik
pembangunan
fisik
operasi operasi 1.001,0 Sulawesi Selatan (Kab.
Barru/Kab. Pangkajene
Kepulauan/Kab.
Bantaeng/Kab. Gowa)
Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3
KPBU
Pembangunan Pusat Pengolahan
Limbah B3 Terpadu Wilayah
Kalimantan
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah
B3 terpadu untuk wilayah Kalimantan (1
unit)
Studi/Kajian
(OBC dan FBC)
pembangunan
fisik
pembangunan
fisik
operasi operasi 1.001,0 Kalimantan Timur (Kab.
Kutai Timur/Kab. Kutai
Kartanegara)
Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3
KPBU
berkas 3, hlm. 359
A.6.11
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan Pusat Pengolahan
Limbah B3 Terpadu Wilayah Jawa
Timur
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah
B3 terpadu untuk wilayah Jawa Timur (1
unit)
Studi/Kajian
(SP)
Studi/Kajian
(OBC dan FBC)
pembangunan
fisik
pembangunan
fisik
operasi 1.002,0 Jawa Timur (Kab.
Lamongan)
Pembangunan Fasilitas
Pengolahan Limbah B3
SWASTA
KP : Pemulihan Pencemaran dan
Kerusakan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup
Luas lahan gambut terdegradasi yang
dipulihkan dan difasilitasi restorasi
gambut (ha)
301.800 318.200 325.000 325.000 330.000 5.694,9
Jumlah lahan terkontaminasi limbah
B3 yang dipulihkan secara nasional
(ton)
260.000 220.000 270.000 220.000 230.000
Jumlah kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil rusak yang dipulihkan
(lokasi)
20 21 22 24 26
Jumlah spesies TSL terancam punah
yang ditingkatkan populasinya (jenis)
25 25 25 25 25
ProP : Restorasi dan Pemulihan
Lahan Gambut
Luas ekosistem gambut yang
terkordinasi dan difasilitasi restorasi
gambut pada 7 provinsi rawan
kebakaran hutan (ha)
300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 2.993,7
Luas lahan gambut terdegradasi yang
dipulihkan di lahan masyarakat (ha)
1.800,0 18.200,0 25.000,0 25.000,0 30.000,0
Luas lahan gambut yang difasilitasi
restorasi gambut pada 7 provinsi
rawan kebakaran hutan
Luas ekosistem gambut yang
terkordinasi dan difasilitasi restorasi
gambut pada 7 provinsi rawan
kebakaran hutan (ha)
300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 1.858,7 7 provinsi KEMEN LHK
Luas Lahan Gambut yang
dipulihkan dari degradasi
Luas kawasan hidrologi gambut
terdegradasi yang dipulihkan di lahan
masyarakat (ha)
1.800 18.200 25.000 25.000 30.000 1.135,1 12 provinsi KEMEN LHK
ProP : Pemulihan Lahan Bekas
Tambang dan Lahan Terkontaminasi
Limbah B3
Luas lahan bekas tambang yang
dipulihkan dan direklamasi secara
nasional (ha)
7.077,5 7.105,0 7.140,0 7.165,0 7.190,0 1.029,3
Jumlah lahan terkontaminasi limbah
B3 dari kegiatan institusi yang
terpulihkan (ton)
250.000 200.000 250.000 200.000 200.000
Jumlah lahan terkontaminasi limbah
B3 dari kegiatan non institusi yang
terpulihkan (ton)
10.000 20.000 20.000 20.000 30.000
Peningkatan luasan lahan terlantar
bekas pertambangan rakyat yang
terpulihkan
Luas lahan bekas tambang rakyat yang
difasilitasi pemulihannya (ha)
77,5 80,0 90,0 90,0 90,0 381,1 4 provinsi KEMEN LHK
berkas 3, hlm. 360
A.6.12
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Lahan reklamasi pertambangan Luas lahan reklamasi pertambangan (ha) 7.000 7.025 7.050 7.075 7.100 50,0 17 provinsi KEMEN ESDM
Pemulihan Lahan Terkontaminasi
Limbah B3 Non Institusi
Jumlah lahan terkontaminasi limbah B3
non-institusi yang terpulihkan (ton)
10.000 20.000 20.000 20.000 30.000 560,0 KEMEN LHK
Peningkatan pemulihan lahan
terkontaminasi limbah B3 akibat
kegiatan institusi
Jumlah lahan terkontaminasi limbah B3
dari kegiatan institusi yang terpulihkan
(ton)
250.000 200.000 250.000 200.000 200.000 33,2 KEMEN LHK
Teknologi untuk Lahan Eks
Pertambangan
Teknologi untuk Lahan Eks
Pertambangan dan Pemetaan (teknologi)
2 2 2 2 2 5,0 1 Provinsi Kementan
ProP : Pemulihan Kerusakan
Lingkungan Pesisir dan Laut
Jumlah kawasan pesisir dan pulau -
pulau kecil rusak yang pulih kembali
(lokasi)
20 21 22 24 26 37,9
Kawasan di pesisir dan pulau-pulau
kecil yang direhabilitasi
Jumlah kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil yang direhabilitasi (lokasi)
16 (termasuk
200 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
0,0 60 Lokasi KKP
Jumlah lokasi pesisir dan laut yang
dipulihkan fungsi ekosistemnya
Jumlah lokasi pesisir dan laut yang
dipulihkan fungsi ekosistemnya (lokasi)
4 5 6 8 10 37,9 34 provinsi KEMEN LHK
ProP : Pemulihan Habitat Spesies
Terancam Punah
Jumlah luas kawasan konservasi yang
ditangani permasalahannya (juta ha)
1,8 1,8 1,8 1,8 1,8 950,0
Penanganan permasalahan di
kawasan Konservasi (opened area)
Luas opened area di kawasan
konservasi yang ditangani (juta ha)
1,8 1,8 1,8 1,8 1,8 950,0 KEMEN LHK
ProP : Peningkatan Populasi Spesies
Tumbuhan dan Satwa Liar
Terancam Punah
Jumlah luas kawasan yang
diverifikasi sebagai Perlindungan
Keanekaragaman Spesies dan Genetik
TSL (juta ha)
10 10 10 10 10 684,0
Luas kawasan yang diverifikasi
sebagai Perlindungan
Keanekaragaman Spesies dan
Genetik TSL
Jumlah luas kawasan yang diverifikasi
sebagai Perlindungan Keanekaragaman
Spesies dan Genetik TSL (juta ha)
10 10 10 10 10 493,2 Pusat dan Daerah KEMEN LHK
Pengembangan entitas
perlindungan, dan pengawetan
keanekaragaman hayati
Jumlah entitas perlindungan, dan
pengawetan keanekaragaman spesies
dan genetik TSL (unit)
1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 6,8 Pusat KEMEN LHK
Perlindungan dan Penyelamatan
Satwa Liar
Jumlah Pusat Konservasi yang dibangun
(unit)
5 5 5 5 5 100,0 Medan, Pekanbaru,
Surabaya, Denpasar,
Ambon, Manado,
Makassar, Pontianak,
Balikpapan, Jayapura
KEMEN LHK
berkas 3, hlm. 361
A.6.13
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Konservasi Tumbuhan Pulau-Pulau
Terluar Indonesia : Primary
Jumlah Unit Konservasi Tumbuhan Pulau-
Pulau Terluar Indonesia (unit)
2 2 2 2 84,0 LIPI
KP : Penguatan Kelembagaan dan
Penegakan Hukum di Bidang Sumber
Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Persentase pemegang izin yang taat
terhadap peraturan terkait bidang
lingkungan hidup dan kehutanan
(persen)
50 60 65 68 70 3.628,1
Jumlah kasus pidana dan perdata
lingkungan hidup dan kehutanan yang
ditangani (kasus)
219 387 427 472 540
Jumlah luas hutan yang diamankan
dari gangguan dan ancaman (ha)
1.700.000 1.900.000 2.150.000 2.150.000 2.100.000
Jumlah daerah yang memiliki
Perencanaan, Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
(daerah)
5 7 7 8 7
ProP : Penguatan Regulasi dan
Kelembagaan Bidang Sumber Daya
Alam dan Lingkungan Hidup di
Pusat dan Daerah
Jumlah KLHS dan Kajian Daya
Dukung Daya Tampung (kajian)
30 30 30 35 35 28,1
Penguatan, Perencanaan,
Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup
Jumlah daerah yang memiliki
Perencanaan, Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup (provinsi)
5 7 7 8 7 23,1 34 provinsi KEMEN LHK
KLHS yang terjamin kualitasnya
berbasis Daya Dukung Daya
tampung
Jumlah Kajian Lingkungan Hidup
Strategis (KLHS) yang tervalidasi
kelayakannya dan terjamin kualitasnya
berbasis Dokumen Daya Dukung Daya
tampung (KLHS)
30 30 30 30 30 5,0 34 provinsi KEMEN LHK
ProP : Penguatan Sistem Perizinan,
Pengawasan, dan Pengamanan
Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan Hidup
Jumlah Usaha dan /atau Kegiatan
yang diawasi ketaatannya terhadap
izin lingkungan dan Peraturan
Perundang-Undangan terkait Bidang
LHK (perusahaan)
1.000 1.500 1.700 1.950 2.100 2.374,0
berkas 3, hlm. 362
A.6.14
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Yang Mampu Menerapkan Sistem Izin
Lingkungan yang berfokus pada
penurunan beban pencemar
lingkungan hidup dengan berbasis
sistem informasi dalam rangka
Mendukung Pelayanan Perizinan
Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik/OSS (provinsi/kab/ kota)
20 50 100 100 100
Jumlah operasi pengamanan kawasan
hutan dan operasi peredaran hasil
hutan illegal (operasi)
210 380 440 540 580
Operasi pengamanan kawasan
hutan
Jumlah operasi pengamanan kawasan
hutan
100 130 140 160 180 548,4 33 provinsi KEMEN LHK
Operasi peredaran hasil hutan
illegal
Jumlah operasi pembalakan liar,
tumbuhan & satwa liar (operasi)
110 250 300 380 400 1.028,6 34 provinsi KEMEN LHK
Usaha dan/atau kegiatan yang
diawasi ketaatannya terhadap
Peraturan Bidang LHK
Jumlah Usaha dan /atau Kegiatan yang
diawasi ketaatannya terhadap izin
lingkungan dan Peraturan Perundang-
Undangan terkait Bidang LHK
(perusahaan)
1.000 1.500 1.700 1.950 2.100 489,2 Pusat KEMEN LHK
PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya
Jumlah PPLH yang ditingkatkan
kapasitasnya (orang)
200 550 700 800 900 178,5 Pusat KEMEN LHK
Penguatan Sistem Kajian Dampak
Lingkungan serta Penilaian dan
Pemeriksaan Dokumen Lingkungan)
Pengembangan dan penerpaan sistem
informasi dokumen lingkungan dan izin
lingkungan (sistem), Penguatan Komisi
Penilai Amdal (KPA) dan Evaluasi Kinerja
sistem kajian dampak lingkungan (Prov)
(laporan)
3 3 3 3 3 46,7 34 provinsi KEMEN LHK
Pengembangan Sistem Aplikasi
AIKO (alat identifikasi kayu
otomatis) untuk mendukung
Penegakan Hukum di bidang LHK
Jumlah data spesies kayu pada aplikasi
AIKO KLHK (jenis)
0 1.050 1.150 1.250 1.350 50,0 Pusat KEMEN LHK
Kelompok Masyarakat Pengawas
(POKMASWAS) yang dibina dalam
membantu pengawasan sumber
daya kelautan dan perikanan
Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas
(POKMASWAS) yang dibina dalam
membantu pengawasan SDKP (kelompok)
1.010 1.050 1.100 1.150 1.200 32,8 Pusat dan Daerah KKP
berkas 3, hlm. 363
A.6.15
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Penguatan Mekanisme
Pidana, Perdata, dan Mediasi dalam
Proses Penegakan Hukum Bidang
Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Hidup
Terselesaikannya kasus pidana LHK
sampai dengan P21/berkas perkara
dinyatakan lengkap (kasus)
173 285 315 350 400 1.226,0
Jumlah Sengketa Lingkungan Hidup
yang diselesaikan melalui pengadilan
dan di luar pengadilan (kasus)
46 102 112 122 140
Kasus tindak pidana LHK yang
diselesaikan sampai dengan P21
Jumlah kasus pidana LHK yang
diselesaikan sampai dengan P21/berkas
perkara dinyatakan lengkap (kasus)
173 285 315 350 400 583,6 Pusat KEMEN LHK
Sengketa Lingkungan Hidup yang
diselesaikan
Jumlah Sengketa Lingkungan Hidup
yang diselesaikan melalui pengadilan
dan di luar pengadilan (kasus)
46 102 112 122 140 330,6 Pusat KEMEN LHK
PPNS LHK yang ditingkatkan
kapasitasnya
jumlah PPNS LHK yang ditingkatkan
kapasitasnya (orang)
210 500 600 750 1.000 311,7 Pusat KEMEN LHK
PP : PENINGKATAN KETAHANAN
BENCANA DAN IKLIM
Persentase potensi kehilangan PDB
akibat dampak bencana (persen)
0,10 0,10 0,10 0,10 0,10 63.375,1
Persentase penurunan potensi
kehilangan PDB sektor terdampak
bahaya iklim (persen)
0,34 0,59 0,81 1,00 1,15
Kecepatan penyampaian informasi
peringatan dini bencana kepada
masyarakat (menit)
5,0 4,5 4,0 3,5 3,0
KP : Penanggulangan Bencana Rasio investasi PRB terhadap APBN
(rasio)
0,36 0,47 0,77 1,06 1,36 19.925,9
Persentase kelengkapan sistem
peringatan dini bencana
hidrometeorologis dan tektonis
(persen)
90,00 92,00 94,00 96,00 100,00
ProP : Penguatan Data, Informasi,
dan Literasi Bencana
Jumlah layanan data dan informasi
bencana yang akurat (layanan)
5 5 5 5 5 278,0
Jumlah forum konsolidasi data,
informasi, dan pengetahuan (kegiatan)
Jumlah Sosialisasi Pengurangan
Risiko Bencana (kegiatan)
berkas 3, hlm. 364
A.6.16
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Peta potensi likuifaksi kota-kota
besar, kawasan strategis nasional
dan kawasan industri
Jumlah peta potensi likuifaksi kota-kota
besar, kawasan strategis nasional dan
kawasan industri (peta)
2 2 2 2 2 2,1 Pusat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN ESDM
Peta potensi land subsiden kota-kota
besar, kawasan strategis nasional
dan kawasan industri
Jumlah peta potensi land subsiden kota-
kota besar, kawasan strategis nasional
dan kawasan industri (peta)
2 2 2 2 2 2,1 Pusat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN ESDM
Penguatan Data Pemetaan Bencana
Geologi
Jumlah Peta Geologi Bersistem dan
Bertema (peta)
12 12 12 12 12 19,5 Pusat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN ESDM
Peningkatan kapasitas masyarakat
untuk ketahanan bencana geologi
Jumlah kabupaten/wilayah yang
terlayani sosialisasi mitigasi bencana
geologi (wilayah)
11 29 29 29 29 15,3 Pusat dan daerah Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN ESDM
Prasarana pengelolaan database
dan teknologi informasi
kebencanaan
Jumlah daerah yang mendapat
prasarana pengelolaan database dan
teknologi informasi (lokasi)
10 10 10 10 10 58,0 34 Provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BNPB
Rencana Penanggulangan
Kedaruratan Bencana dan Penilaian
Ketangguhan Desa/Kelurahan
Jumlah daerah yang memiliki rencana
penanggulangan kedaruratan bencana
(lokasi)
2 2 2 2 2 2,4 34 Provinsi BNPB
Budaya Sadar bencana Jumlah daerah yang mendapatkan
layanan budaya sadar bencana (lokasi)
81 81 81 81 81 12,2 34 Provinsi BNPB
Kajian Teknis, Riset dan Dukungan
Teknis Pengembangan Strategi PB
Jumlah kegiatan kajian teknis, riset dan
dukungan teknis pengembangan strategi
penanggulangan bencana yang
dilaksanakan (kegiatan)
18 18 18 18 18 37,9 Pusat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BNPB
Pendidikan dan Pelatihan Teknis
dan Simulasi PB di Daerah
Jumlah lokasi pelaksanaan pendidikan
pelatihan teknis dan simulasi PB di
daerah (kab/kota)
19 19 19 19 19 54,9 34 Provinsi BNPB
Masyarakat Dan Aparatur Pemda
Yang Ditingkatkan Kapasitasnya
Dalam Penanggulangan Bencana Di
Daerah Tertinggal
Jumlah Masyarakat Dan Aparatur Pemda
Yang Ditingkatkan Kapasitasnya Dalam
Penanggulangan Bencana Di Daerah
Tertinggal (orang)
390 390 390 390 390 8,3 34 Provinsi KEMENDES, PDT &
TRANS
Pengurangan risiko krisis kesehatan Jumlah provinsi dan kabupaten/kota
yang ditingkatkan kapasitasnya dalam
upaya pengurangan risiko krisis
kesehatan (daerah)
117 123 124 124 124 65,2 6 provinsi, 26 kota, 85
kabupaten
Kemenkes
ProP : Penguatan Sistem, Regulasi
dan Tata Kelola Bencana
Jumlah penyusunan kajian untuk
regulasi dan tata kelola bencana
(kajian)
14 14 14 14 14 335,9
Jumlah sistem kebencanaan yang
dikembangkan (sistem)
berkas 3, hlm. 365
A.6.17
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penerapan Pengintegrasian dan
pengarusutamaan pengurangan
risiko bencana di Daerah
Penerapan Pengintegrasian dan
pengarusutamaan pengurangan risiko
bencana di Daerah (provinsi)
34 34 34 34 34 6,6 34 Provinsi Kemendagri
Sistem dan dukungan teknis sistem
penanggulangan bencana
Jumlah sistem yang dikembangkan
(sistem)
13 13 13 13 13 29,0 Pusat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BNPB
Asistensi dan supervisi penerapan
standar pelayanan minimal bidang
bencana
Asistensi dan supervisi penerapan
standar pelayanan minimal bidang
bencana (kegiatan)
5 5 5 5 5 9,1 34 Provinsi Kemendagri
Peningkatan pengelolaan pelayanan
pemerintahan pada saat tanggap
darurat dan pasca bencana sesuai
standar
Jumlah daerah yang memiliki kesiapan
dalam melaksanakan pelayanan
pemerintahan pada saat tanggap darurat
dan pasca bencana sesuai standar
(daerah)
34 34 34 34 34 5,4 34 Provinsi Kemendagri
Peralatan dan fasilitas pendukung
OP yang dioperasikan dan
dipelihara
Jumlah peralatan dan fasilitas
pendukung OP yang dioperasikan dan
dipelihara (peralatan)
828 828 828 828 828 272,5 Pusat Kemen PU&PERA
Penyusunan peta risiko dan rencana
induk ketahanan wilayah terhadap
bencana likuefaksi
Jumlah kabupaten/kota yang memiliki
peta risiko ketahanan bencana likuefaksi
(kab/kota)
1 1 1 9,0 Diprioritaskan untuk
wilayah prioritas berisiko
bencana likuifaksi tinggi :
Palu, Lombok, Yogya
Kemen PU&PERA
Rekomendasi Strategi
Pengembangan Sistem Ketahanan
Kebencanaan Infrastruktur
Jumlah Paket Rekomendasi Kebijakan
Mitigasi Risiko Bencana (paket
rekomendasi)
1 Paket
Rekomendasi
1 Paket
Rekomendasi
1 Paket
Rekomendasi
1 Paket
Rekomendasi
1 Paket
Rekomendasi
4,3 34 Provinsi Kemenko
Perekonomian
ProP : Peningkatan Sarana
Prasarana Kebencanaan
jumlah kab/kota yang memiliki
Standar Minimal Peralatan dan
logistik kebencanaan (kab/kota)
200 225 250 275 300 7.938,1
Prosentase daerah yang memiliki
logistik dan peralatan
penanggulangan bencana yang
memadai (persen)
65 70 75 80 85
Pemenuhan Logistik dan Peralatan
PB
jumlah lokasi yang terpenuhi kebutuhan
Logistik dan Peralatan PB (kab/kota)
144 136 135 134 134 269,9 34 Provinsi BNPB
Distribusi Logistik dan Peralatan PB Jumlah Kegiatan Distribusi Logistik dan
Peralatan PB (kegiatan)
5 5 5 5 5 52,2 34 Provinsi BNPB
Korban Bencana Alam Yang
Mendapatkan Penanganan Darurat
dan Pemulihan Sosial
Jumlah Korban Bencana Alam Yang
Mendapat Pemulihan Sosial Pada Saat
Pasca Bencana (jiwa)
500 2.000 2.000 2.000 2.000 56,0 Pusat KEMENSOS
Pembangunan infrastruktur untuk
mendukung ketahanan wilayah
terhadap bencana bencana banjir
Panjang bangunan perkuatan tebing
yang dibangun atau ditingkatkan (km)
5 8 8 10 10 3.480,0 Tersebar Kemen PU&PERA
berkas 3, hlm. 366
A.6.18
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan dan peningkatan
sabo dam penahan banjir dan
sedimen di wilayah sungai prioritas
Jumlah sabo dam yang dibangun atau
ditingkatkan (unit)
14 15 15 15 15 1.145,0 Tersebar Kemen PU&PERA
Pembangunan dan peningkatan
ketahanan infrastruktur vital
terhadap risiko bencana
Jumlah wilayah sungai yang ditetapkan
ketahanan infrastruktur vitalnya
terhadap risiko bencana (wilayah sungai)
10 20 20 20 20 90,0 Diprioritaskan untuk
wilayah sungai rawan
banjir, tsunami, kawasan
pantura Jawa, dan DAS
Kritis
Kemen PU&PERA
Normalisasi dan peningkatan
kapasitas aliran sungai
Panjang sungai yang dinormalisasi dan
ditingkatkan kapasitas alirannya di
Kawasan Pesisir Utara Pulau Jawa (Km)
32 14 10 11 4 2.845,0 Provinsi Banten, Provinsi
DKI Jakarta, Provinsi Jawa
Barat, Provinsi Jawa
Tengah, Provinsi Jawa
Timur
Kemen PU&PERA
ProP : Integrasi Kerjasama
Kebijakan dan Penataan Ruang
berbasis Risiko Bencana
Jumlah penyusunan kajian untuk
kebijakan dan regulasi
penanggulangan bencana (kajian)
50 50 50 50 50 104,6
Jumlah dokumen kajian risiko dan
tata ruang di kawasan rawan bencana
dan pasca bencana (dokumen)
55 55 55 55 55
Master Plan Kawasan Rawan
Bencana
jumlah rekomendasi teknis kawasan
rawan bencana yang disusun
(rekomendasi teknis)
2 2 2 2 2 20,1 Pusat KEMEN ATR/BPN
Kajian pemetaan dan analisis risiko
bencana
Jumlah kajian pemetaan dan analisis
risiko bencana tersusun (dokumen)
5 5 5 5 5 26,3 Pusat BNPB
Penguatan data pemetaan kawasan
rawan bencana geologi
Jumlah peta geologi gunung api dan peta
kawasan rawan bencana geologi (peta)
8 20 20 20 20 13,2 KEMEN ESDM
Penegakkan rencana tata ruang
yang berbasis mitigasi bencana
melalui peningkatan efektifitas
pengendalian pemanfaatan ruang
Jumlah rekomendasi geologi terpadu
untuk daerah perkotaan (kawasan)
4 4 4 4 4 45,0 20 kota KEMEN ESDM
ProP : Penguatan Penanganan
Darurat Bencana
Rata-rata korban akibat bencana di
daerah rawan bencana per 100.000
jiwa (jiwa)
0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 2.503,3
Persentase waktu Respon penanganan
darurat kurang dari 24 jam (persen)
100 100 100 100 100
Pengelolaan Sarana dan Prasarana
SAR
Jumlah Layanan Pengelolaan Sarana
dan Prasarana SAR (paket)
40 40 40 40 40 0,0 34 provinsi BASARNAS
berkas 3, hlm. 367
A.6.19
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengelola Infrastruktur Darurat Jumlah pengelola infrastruktur darurat
yang ditingkatkan kapasitasnya
(personil)
100 100 100 100 100 6,1 34 provinsi BNPB
Sistem Komando Penanganan
Darurat Bencana dan keposkoan
Jumlah personil yang mendapat
pendampingan SKPDB dan keposkoan
(personil)
105 105 105 105 105 8,2 Pusat BNPB
Penanggulangan Krisis Kesehatan Jumlah Kabupaten/Kota yang
mendapatkan dukungan tim dalam
upaya penanggulangan krisis kesehatan
(kab/kota)
35 35 35 35 35 34,7 Kabupaten/kota
terdampak bencana dan
DTPK
Kemenkes
Korban Bencana Alam yang
Mendapatkan Pemenuhan
Kebutuhan Dasar
Jumlah korban bencana alam yang
mendapatkan pemenuhan kebutuhan
dasar (jiwa)
163.500 163.500 163.500 163.500 163.500 503,9 34 Provinsi KEMENSOS
Warga Masyarakat di Lokasi Rawan
Bencana yang Mendapatkan
Kesiapsiagaan dan Mitigasi.
Jumlah penduduk di lokasi rawan
bencana yang memperoleh pelatihan
kesiapsiagaan dan mitigasi (orang)
214.952 214.952 214.952 214.952 214.952 838,0 34 Provinsi KEMENSOS
Pengelolaan Operasi SAR Jumlah Dokumen Pengerahan Potensi
dan Pengendalian Operasi SAR
(dokumen laporan)
39 39 39 39 39 0,0 34 provinsi BASARNAS
Pengelolaan dana bantuan
kedaruratan
jumlah kegiatan pengelolaan dana
bantuan kedaruratan (kegiatan)
10 10 10 10 10 1.056,4 34 provinsi BNPB
Pendamping penanganan korban
dan pengungsi
Jumlah pendamping penanganan korban
dan pengungsi (orang)
490 orang 490 orang 490 orang 490 orang 490 orang 56,0 34 provinsi BNPB
ProP : Pelaksanaan Rehabilitasi dan
Rekonstruksi di daerah terdampak
bencana
Persentase pelayanan publik yang
berhasil dipulihkan (persen)
50 75 90 100 100 210,3
Kenaikan ketahanan di daerah
pascabencana (persen)
5 5 5 5 5
Layanan pendampingan pemulihan
Pascabencana Bidang Fisik
Jumlah daerah yang mendapatkan
layanan Pemulihan Pascabencana
Bidang Fisik (lokasi)
4 4 4 4 4 8,5 34 provinsi BNPB
Layanan pemulihan pascabencana
bidang pemulihan bidang sosial
ekonomi
Jumlah daerah yang mendapatkan
layanan pemulihan dan peningkatan
sosial ekonomi (lokasi)
8 8 8 8 8 25,2 34 provinsi BNPB
Pendamping Pengkajian Kebutuhan
Pascabencana (Jitupasna) dan
Rencana Rehabilitasi dan
Rekonstruksi Pascabencana
Jumlah personil yang didampingi
(personil)
120 120 120 120 120 7,9 Pusat BNPB
Revitalisasi pasar rakyat yang
dikelola koperasi di daerah
tertinggal, perbatasan dan pasca
Jumlah Revitalisasi Pasar di Daerah
Tertinggal, Perbatasan dan Pasca
Bencana (unit)
20 21 22 23 24 110,1 34 provinsi KEMEN KUKM
berkas 3, hlm. 368
A.6.20
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penanganan Dampak Perubahan
Iklim dan Bencana Alam
Jumlah penanganan dampak perubahan
iklim (ha)
20 20 20 20 20 5,5 34 Provinsi KEMENTAN
Sekolah yang mendapatkan bantuan
Bencana Alam/Sosial
Jumlah daerah bencana alam/bencana
sosial yang mendapat pendidikan
layanan khusus (sekolah)
30 30 30 30 30 25,4 34 Provinsi KEMENDIKBUD
Korban Bencana Alam Yang
Mendapatkan Penanganan Darurat
dan Pemulihan Sosial
Jumlah Korban Bencana Alam Yang
Mendapat Pemulihan Sosial Pada Saat
Pasca Bencana (jiwa)
2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 27,6 34 provinsi KEMENSOS
ProP : Penguatan sistem mitigasi
multi ancaman bencana terpadu
Jumlah sistem mitigasi multi
ancaman bencana (MHEWS) terpadu
(sistem)
1 1 1 1 1 8.555,6
Jumlah kelompok masyarakat
tangguh bencana (kelompok)
200 200 200 200 200
Jumlah daerah pelaksana kegiatan
mitigasi multi ancaman bencana
(kab/kota)
514 514 514 514 514
Kenaikan indeks kesiapsiagaan
bencana (indeks)
0,0040 0,0044 0,0048 0,0053 0,0059
Informasi Gempabumi dan Tsunami
dengan pemasangan seismograf
Jumlah penambahan peralatan
seismograf untuk informasi gempabumi
dan peringatan dini tsunami (unit)
117 56 55 55 55 889,1 34 Provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Informasi Gempa Bumi dan
Peringatan Dini Tsunami yang
berkualitas
Jumlah Sistem Informasi Gempabumi
dan Peringatan Dini Tsunami yang
berkualitas (sistem)
300 50 50 50 50 1.441,3 34 Provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Sekolah Lapang Geofisika untuk
pemahaman masyarakat terhadap
informasi gempabumi dan tsunami
Jumlah peserta yang meningkat
pemahaman terhadap informasi
gempabumi dan peringatan dini tsunami
melalui sekolah lapang geofisika (orang)
300 900 900 900 900 24,4 34 Provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Informasi Kerentanan Seismik di
Kota Besar
Jumlah kota besar yang dilakukan studi
informasi kerentanan seismik (kota)
5 2 2 2 2 11,8 13 kota Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Operasional Aloptama MKG yang
Prima
Persentase alat operasional utama MKG
yang laik operasi (persen)
90 91 92 93 94 1.681,0 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Jaringan komunikasi yang handal Peningkatan persentase ketersediaan
layanan jaringan komunikasi (persen)
92 93 94 95 96 812,5 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Prediksi dan peringatan dini cuaca
dengan Scaling Up Weather
Capacity II
Jumlah stasiun yang menyediakan
layanan informasi cuaca digital skala
desa/kelurahan dengan scalling up
wheather capacity II (stasiun)
- 1 10 34 - 346,2 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
berkas 3, hlm. 369
A.6.21
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Informasi meteorologi maritim
melalui Strengthening of Marine
Meteorology
Jumlah pelabuhan yang memperoleh
informasi meteorologi maritim
(pelabuhan)
20 20 20 20 20 1.792,3 100 pelabuhan Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Informasi peringatan dini windshear Jumlah bandara yang memperoleh
informasi peringatan dini windshear
(bandara)
4 3 2 2 3 278,5 14 bandara Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BMKG
Pengembangan Pos Pengamatan
Gunungapi
jumlah pos pengamatan gunungapi yang
dikembangkan (unit)
10 13 13 13 14 141,8 Pusat dan Daerah Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN ESDM
Penguatan sistem mitigasi bencana
geologi yang dikembangkan
Jumlah Lokasi sistem mitigasi bencana
geologi yang dikembangkan (lokasi)
8 17 17 17 17 303,0 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
KEMEN ESDM
Lokasi Riset Interdisiplin Indonesia
Early Warning System (InaTEWS)
Jumlah Lokasi Riset Interdisiplin
Indonesia Early Warning System (lokasi)
3 16 16 16 26,5 Provinsi Jawa Barat Penguatan sistem
peringatan dini bencana
LIPI
Sistem Peringatan Dini jumlah lokasi dengan sistem peringatan
dini yang termanfaatkan (sistem)
6 6 6 6 6 22,0 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BNPB
Desa Tangguh Bencana jumlah desa tangguh bencana yang
dikembangkan (desa)
120 120 120 120 120 47,1 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BNPB
Satuan Pendidikan Aman Bencana jumlah daerah yang menerapkan Satuan
Pendidikan Aman Bencana (lokasi)
8 8 8 8 8 19,5 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BNPB
Stasiun InaCORS yang Terbangun Jumlah Stasiun CORS Pemetaan Skala
Besar dan Geodinamika yang dibangun
dalam Rangka Mendukung Mitigasi
Bencana (InaTEWS) (titik)
30 45 45 45 45 242,5 Seluruh wilayah Indonesia,
sesuai dengan peta
sebaran multi bencana
BMKG
Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BIG
Stasiun Pasang Surut Permanen
yang Dibangun
Jumlah Stasiun Pasang Surut yang
dibangun untuk pemetaan skala besar,
serta dalam rangka mendukung program
mitigasi bencana (InaTEWS) (titik)
26 31 31 31 31 136,6 Seluruh wilayah Indonesia,
sesuai dengan peta
sebaran multi bencana
BMKG
Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BIG
Titik Pantau Geodinamika yang
terkelola
Jumlah stasiun CORS yang beroperasi di
lokasi sebaran sesar gempa (titik)
90 90 90 90 90 8,0 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini bencana
BIG
Inovasi Sistem dan Teknologi Ina-
TEWS
Jumlah Inovasi Sistem dan Teknologi Ina-
TEWS (inovasi)
1 1 1 1 1 215,9 DKI Jakarta, Mentawai dan
Selat Sunda
Penguatan Sistem
Peringatan Dini Bencana
BPPT
Radio Tanggap Bencana Jumlah lokasi Radio Early Warning
System (EWS) (lokasi)
5 10 15 20 25 28,2 Pusat Penguatan Sistem
Peringatan Dini Bencana
LPP RRI
Pengembangan sistem peringatan
dini banjir
Jumlah sistem peringatan dini bencana
banjir di wilayah sungai kritis (unit)
4 4 4 4 4 50,0 DAS Citarum, DAS
Cisadane, DAS Ciliwung,
DAS Toba Asahan
Penguatan sistem
peringatan dini bencana
Kemen PU&PERA
berkas 3, hlm. 370
A.6.22
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengembangan sistem peringatan
dini banjir
Jumlah sistem peringatan dini bencana
banjir di wilayah sungai prioritas lainnya
(unit)
3 3 3 3 3 37,5 Diprioritaskan untuk
wilayah sungai yang telah
memiliki rencana induk
ketahanan bencana banjir
Penguatan Sistem
Peringatan Dini Bencana
Kemen PU&PERA
KP : Peningkatan Ketahanan Iklim Persentase penurunan potensi
kehilangan PDB akibat bahaya iklim
di sektor kelautan dan pesisir (persen)
0,256 0,412 0,543 0,650 0,732 43.449,3
Persentase penurunan potensi
kehilangan PDB akibat bahaya iklim
di sektor air (persen)
0,009 0,028 0,045 0,060 0,072
Persentase penurunan potensi
kehilangan PDB akibat bahaya iklim
di sektor pertanian (persen)
0,054 0,107 0,156 0,207 0,251
Persentase penurunan potensi
kehilangan PDB akibat bahaya iklim
di sektor kesehatan (persen)
0,024 0,044 0,062 0,078 0,093
ProP : Perlindungan Kerentanan
Pesisir dan Sektor Kelautan
Jumlah kawasan pesisir dan pulau -
pulau kecil yang meningkat
ketangguhannya terhadap bencana
dan dampak perubahan iklim
(kawasan)
12 12 12 12 12 24.346,5
Jumlah pelabuhan yang memperoleh
layanan informasi cuaca maritim dan
prakiraan tinggi gelombang dengan
akurasi lebih dari 80 persen
(pelabuhan)
20 20 20 20 20
Panjang tanggul laut dan bangunan
pengamanan pantai lainnya yang
dibangun atau ditingkatkan (km)
22 31 37 43 42
Kawasan pesisir dan pulau-pulau
kecil yang meningkat
ketangguhannya terhadap bencana
dan dampak perubahan iklim
Jumlah Kawasan Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil yang Meningkat
Ketangguhannya Terhadap Bencana dan
Dampak Perubahan Iklim (Kawasan)
12 12 12 12 12 130,0 Daerah KKP
Data dan/atau Informasi Pemetaan
Sumberdaya Kawasan Pesisir
Jumlah Data dan/atau Informasi
Pemetaan Sumberdaya Kawasan Pesisir
(kawasan)
10 10 12 12 13 25,0 34 provinsi KKP
berkas 3, hlm. 371
A.6.23
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Data dan/atau Informasi Pemetaan
Karakteristik dan Dinamika Laut di
WPP
Jumlah Data dan/atau Informasi
Pemetaan Karakteristik dan Dinamika
Laut di WPP (paket)
2 2 3 4 4 10,0 11 WPP KKP
Fasilitasi Pengelolaan Reklamasi Jumlah kawasan yang terfasilitasi
pengelolaan reklamasinya (lokasi)
4 5 5 5 5 17,9 Daerah KKP
Kawasan di pesisir dan pulau-pulau
kecil yang direhabilitasi
Jumlah kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil yang direhabilitasi (lokasi)
16 (termasuk
200 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
187,4 60 Lokasi KKP
Pembangunan dan peningkatan
tanggul laut, breakwater, dan
bangunan pengamanan pantai
lainnya di Kawasan Pesisir Utara
Pulau Jawa
Panjang tanggul laut, breakwater, dan
bangunan pengaman pantai lainnya yang
dibangun atau ditingkatkan di Kawasan
Pesisir Utara Pulau Jawa (km)
12,75 14,1 14,5 15,3 15,2 641,5 Provinsi DKI Jakarta,
Provinsi Jawa Barat,
Provinsi Jawa Tengah,
Provinsi Jawa Timur
Kemen PU&PERA
Pengaman pesisir pantai utara
Jakarta
Pengaman pesisir pantai utara Jakarta
dengan skema KPBU (km)
0 7,25 7,25 7,25 7,25 13.370,0 Provinsi DKI Jakarta Kemen PU&PERA
Pembangunan dan peningkatan
tanggul laut, breakwater, dan
bangunan pengamanan pantai
lainnya
Panjang tanggul laut, breakwater, dan
bangunan pengamanan pantai lainnya
yang dibangun atau ditingkatkan di
Kawasan Pesisir Prioritas Lainnya (km)
8,75 10 15 20 20 7.656,8 Kawasan prioritas lainnya
dan pulau pulau terluar
Kemen PU&PERA
Rehabilitasi Hutan Mangrove Jumlah luas rehabilitasi hutan mangrove
(ha)
5.000 11.250 11.250 11.250 11.250 1.000,0 tersebar KEMEN LHK, KKP,
Pemerintah
Daerah;
Masyarakat;
Badan Usaha;
lainnya
Penguatan kelompok kerja mangrove
dan forum peduli mangrove
Jumlah kelompok kerja mangrove dan
forum peduli mangrove yang meningkat
kapasitasnya (provinsi)
34 34 34 34 34 122,1 KEMEN LHK
Jumlah lokasi pesisir dan laut yang
dipulihkan fungsi ekosistemnya
Jumlah lokasi pesisir dan laut yang
dipulihkan fungsi ekosistemnya (lokasi)
4 5 6 8 10 37,9 34 provinsi KEMEN LHK
Peningkatan pemahaman
masyarakat terhadap Informasi
Meteorologi Maritim (Sekolah Lapang
Nelayan)
Jumlah nelayan yang meningkat
pemahamannya terhadap informasi
cuaca maritim dan peringatan dini cuaca
melalui sekolah lapang nelayan/SLN
(orang)
500 1.360 1.360 1.360 1.360 29,7 34 provinsi BMKG
Penyediaan sarana bantu navigasi
pelayaran
Jumlah sarana bantu navigasi pelayaran
yang disediakan (unit)
67 70 73 75 77 1.118,2 Pusat Kemenhub
ProP : Perlindungan Ketahanan Air
pada Wilayah Berisiko Iklim
Tambahan debit air baku di kawasan
Rawan Air (m3/detik)
2 3 4 3 5 17.850,6
berkas 3, hlm. 372
A.6.24
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah wilayah sungai yang
ditingkatkan ketahanan infrastruktur
vitalnya terhadap risiko bencana dan
perubahan iklim (wilayah sungai)
10 20 20 20 20
Pengembangan Sistem Data dan
Informasi DAS Realtime
Jumlah Sistem Data dan Informasi DAS
Realtime yang dikembangkan (sistem)
1 1 1 1 1 194,0 KEMEN LHK
Rehabilitasi Hutan dan Lahan
secara Vegetatif
Luas hutan dan lahan yang direhabilitasi
(ha)
56.000 40.000 30.000 25.000 20.000 5.740,5 33 provinsi KEMEN LHK
Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Secara Sipil Teknis
Jumlah bangunan rehabilitasi sipil teknis
yang terbangun (unit)
3.000 5.000 5.000 5.000 5.000 502,0 KEMEN LHK
Penyediaan air baku di Kawasan
Rawan Air
Tambahan debit air baku di kawasan
Rawan Air (m3/detik)
2,44 2,53 3,84 3,06 4,67 5.674,6 Tersebar Kemen PU&PERA
Pembangunan infrastruktur hijau
untuk mendukung ketahanan
wilayah terhadap bencana banjir
Jumlah kolam retensi multifungsi yang
dibangun atau ditingkatkan di wilayah
sungai kritis
3 5 8 10 10 1.003,5 DAS Citarum, DAS
Cisadane, DAS Ciliwung,
DAS Toba Asahan
Kemen PU&PERA
Pembangunan infrastruktur hijau
untuk mendukung ketahanan
wilayah terhadap bencana banjir
Jumlah kolam retensi multifungsi yang
dibangun atau ditingkatkan di wilayah
sungai prioritas
3 4 4 10 10 866,0 Diprioritaskan untuk
wilayah sungai yang telah
memiliki rencana induk
ketahanan bencana banjir
Kemen PU&PERA
Pembangunan Infrastruktur sistem
drainase utama perkotaan (kanal
banjir, polder, pompa, dsb)
Jumlah kota dengan peningkatan sistem
drainase utama (kota)
20 20 20 20 20 3.870,0 Diprioritaskan untuk
wilayah sungai melintasi
perkotaan yang telah
memiliki rencana induk
ketahanan bencana banjir
Kemen PU&PERA
ProP : Perlindungan Ketahanan
Pangan terhadap Perubahan Iklim
Jumlah unit bangunan konservasi air
dan lingkungan hidup untuk
penambahan areal pertanian (unit)
200 200 200 200 200 637,8
Jumlah Penyuluh Pertanian dan
Petani yang meningkat Pemahaman
Iklim melalui Sekolah Lapang Iklim
(orang)
1.000 1.275 1.450 1.650 1.650
Area Penanganan Dampak
Perubahan Iklim dan Pencegahan
Kebakaran Lahan dan Kebun
Area Penanganan Dampak Perubahan
Iklim dan Pencegahan Kebakaran Lahan
dan Kebun (ha)
1.245 1.245 1.245 1.245 1.245 84,7 15 Provinsi Kementan
Area Penanganan Dampak
Perubahan Iklim
Jumlah Area Penanganan Dampak
Perubahan Iklim (ha)
75 75 75 75 75 11,0 31 Provinsi Kementan
Bangunan Konservasi Air dan
Antisipasi Anomali Iklim
Jumlah unit bangunan konservasi air
dan lingkungan hidup untuk
penambahan areal pertanian (unit)
200 200 200 200 200 134,2 Pusat dan 22 provinsi Kementan
berkas 3, hlm. 373
A.6.25
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Teknologi Adaptasi Perubahan iklim Jumlah Teknologi Adaptasi Perubahan
Iklim (teknologi)
1 1 1 1 1 3,1 1 Provinsi Kementan
Penerapan Penanganan DPI Terlaksananya Penerapan Penanganan
DPI (ha)
550 560 570 580 590 19,9 22 Provinsi Kementan
Area yang mendapatkan Sarana
Prasarana Penanganan DPI
Jumlah area yang mendapatkan Sarana
Prasarana Penanganan DPI (lokasi)
5000 5000 5000 5000 5000 335,8 Pusat Kementan
Peningkatan pemahaman
masyarakat terhadap Informasi
Iklim Terapan (Sekolah Lapang
Jumlah Penyuluh Pertanian dan Petani
yang meningkat Pemahaman Iklim
melalui Sekolah Lapang Iklim (orang)
1.000 1.275 1.450 1.650 1.650 49,1 281 lokasi BMKG
ProP : Perlindungan Kesehatan
Masyarakat dan Lingkungan dari
Dampak Perubahan Iklim
Jumlah kab/kota yang
menyelenggarakan Kabupaten/kota
sehat (KKS) (kab/kota)
110 220 280 380 420 614,4
Pengendalian Penyakit Arbovirosis Persentase kab/kota dengan Insidens
rate (IR) DBD≤49/100.000 penduduk
(persen)
70 75 80 85 90 35,4 34 provinsi Kemenkes
Pembinaan pelaksanaan
kabupaten/kota sehat
Jumlah kab/kota yang
menyelenggarakan Kabupaten/kota
sehat (KKS) (kab/kota)
110 220 280 380 420 76,0 34 Provinsi Kemenkes
Respon peringatan dini Kejadian
Luar Biasa (KLB)
Persentase kabupaten/kota yang
merespon peringatan dini KLB (alert
systems) (kab./kota)
60 65 70 75 80 260,9 34 Provinsi Kemenkes
Kewaspadaan dini kejadian
penyakit
Persentase rekomendasi surveilans
faktor risiko dan penyakit berbasis
laboratorium yang dimanfaatkan
(persen)
80 85 90 95 100 242,1 10 BTKLPP Kemenkes
PP : PEMBANGUNAN RENDAH KARBON Persentase penurunan emisi GRK
terhadap baseline pada sektor energi
(persen)
11,8 12,5 12,8 12,8 13,2 252.934,2
Persentase penurunan emisi GRK
terhadap baseline pada sektor lahan
(persen)
45,8 50,7 53,1 57,2 58,3
Persentase penurunan emisi GRK
terhadap baseline pada sektor limbah
(persen)
8,5 9,0 9,3 9,4 9,4
Persentase penurunan emisi GRK
terhadap baseline pada sektor IPPU
(persen)
2,0 2,3 2,5 2,6 2,9
Persentase penurunan emisi GRK
terhadap baseline pada sektor pesisir
dan kelautan (persen)
6,5 6,6 6,8 7,0 7,3
berkas 3, hlm. 374
A.6.26
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
KP : Pembangunan Energi
Berkelanjutan
Porsi energi baru terbarukan dalam
bauran energi nasional (persen)
13,4 14,5 15,7 17,9 19,5 171.735,2
Intensitas energi primer (SBM/Rp
Miliar)
139,5 138,0 136,6 135,2 133,8
Penurunan Intensitas Energi Final
(SBM/Rp Miliar)
0,90 0,90 0,90 0,80 0,80
ProP : Pengelolaan Energi Baru
Terbarukan
Kapasitas tambahan terpasang
pembangkit EBT (MW)
686,5 1.001,1 1.921,8 1.778,2 3.662,7 167.774,1
Pemanfaatan biofuel untuk Domestik
(juta kilo liter)
10,00 10,20 14,15 14,55 17,35
PLTA Kapasitas terpasang tambahan (MW) 165,2 440,3 955,9 397,0 1.951,4 74.996,7 KESDM, BUMN,
Swasta
PLT Panas Bumi (PLTP) Kapasitas terpasang tambahan (MW) 140,0 80,0 132,0 300,0 375,0 42.270,0 KESDM, BUMN,
Swasta
PLT Bioenergi Kapasitas terpasang tambahan (MW) 246,7 152,0 484,8 159,0 252,6 24.656,0 KESDM, BUMN,
Swasta
PLT Surya (PLTS) Kapasitas terpasang tambahan (MW) 134,6 328,8 339,1 643,2 643,7 17.931,6 KESDM, BUMN,
Swasta
PLT Bayu (PLTB) Kapasitas terpasang tambahan (MW) 0,0 0,0 10,0 279,0 440,0 7.919,8 KESDM, BUMN,
Swasta
Pembangunan kilang BBN
(Untuk perkiraan Capex 650 sd 850
Juta USD)
Tahapan Pembangunan Green Refinery
Stand Alone kapasitas 20 ribu Barrel per
Day di RUIII Plaju (tahapan)
Penyusunan
BEDP: Basic
Engineering
Design Project
dan tender
DFC (Dual
Feed
Competition)
Penyusunan
dokumen
FEED dan
persetujuan
FID (Final
Investment
Decision)
EPC EPC Start Up dan
On Stream
(Mid 2024)
0,0 KESDM, BUMN,
Swasta
ProP : Efisiensi dan Konservasi
Energi
Peningkatan Implementasi SKEM
(peralatan)
3 2 1 0 0 3.961,1
Penyusunan Standar Kinerja Energi
Minimum
Jumlah peralatan yang disusun SKEM-
nya (peralatan)
3 2 1 - - 2,1 Pusat KEMEN ESDM
Layanan Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Dalam Pencapaian
Target Mitigasi Gas Rumah Kaca
Sektor Energi
Jumlah Layanan Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Dalam Pencapaian
Target Mitigasi Gas Rumah Kaca Sektor
Energi (rekomendasi)
1 1 1 1 1 9,0 Pusat KEMEN ESDM
Pembangunan SPKLU Jumlah Penambahan SPKLU (unit
akumulasi)
168 390 693 1.030 1.558 0,0 Tersebar Badan Usaha
Pengembangan smart grid Jumlah pengembangan smart grid
(lokasi)
5 di Bali Beberapa
Distribusi di P.
Jawa
Beberapa
Distribusi di P.
Jawa
Beberapa
Distribusi di P.
Jawa
Interkoneksi
Smart Grid di
Jamali
1.450,0 Sistem Jamali Badan Usaha
berkas 3, hlm. 375
A.6.27
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengembangan Sistem Angkutan
umum massal perkotaan berbasis
jalan yang dikembangkan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan (BRT)
(perkotaan)
5 5 5 5 6 500,0 Tersebar Kemenhub
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Kota Lainnya
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel (kota)
(perkotaan)
1 1 1 1 1 500,0 Tersebar Kemenhub, Pemda,
KPBU
Subsidi angkutan umum massal
perkotaan
Terselenggaranya subsidi angkutan
umum massal perkotaan (paket)
6 8 10 12 14 1.500,0 Tersebar KEMENHUB
KP : Pemulihan Lahan Berkelanjutan Luas lahan gambut terdegradasi yang
dipulihkan dan difasilitasi restorasi
gambut (ha)
301.800 318.200 325.000 325.000 330.000 18.998,4
Luas tutupan hutan yang
ditingkatkan secara nasional (ha)
366.000 370.000 400.000 425.000 420.000
Persentase lahan baku baku sawah
yang ditetapkan sebagai Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B
(persen)
60 70 80 90 100
ProP : Restorasi dan Pengelolaan
Lahan Gambut
Luas ekosistem gambut yang
terkordinasi dan difasilitasi restorasi
gambut pada 7 provinsi rawan
kebakaran hutan (ha)
300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 2.993,7
Luas lahan gambut terdegradasi yang
dipulihkan di lahan masyarakat (ha)
1.800 18.200 25.000 25.000 30.000
Luas lahan gambut yang difasilitasi
restorasi gambut pada 7 provinsi
rawan kebakaran hutan
Luas ekosistem gambut yang
terkordinasi dan difasilitasi restorasi
gambut pada 7 provinsi rawan
kebakaran hutan (ha)
300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 1.858,7 7 provinsi KEMEN LHK
Luas Lahan Gambut yang
dipulihkan dari degradasi
Luas kawasan hidrologi gambut
terdegradasi yang dipulihkan di lahan
masyarakat (ha)
1.800 18.200 25.000 25.000 30.000 1.135,1 12 provinsi KEMEN LHK
ProP : Rehabilitasi Hutan Lahan dan
Reforestasi
Luas tutupan hutan yang
ditingkatkan secara nasional (ha)
366.000 370.000 400.000 425.000 420.000 6.288,5
Rehabilitasi Hutan dan Lahan
secara Vegetatif
Luas hutan dan lahan yang direhabilitasi
(ha)
56.000 40.000 30.000 25.000 20.000 5.740,5 33 provinsi KEMEN LHK
Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Secara Sipil Teknis
Jumlah bangunan rehabilitasi sipil teknis
yang terbangun (unit)
3.000 5.000 5.000 5.000 5.000 502,0 KEMEN LHK
Penanaman /pengkayaan pada
hutan produksi
Luas penanaman di hutan produksi (ha) 310.000 378.000 403.000 428.000 453.000 46,0 KEMEN LHK
ProP : Pengurangan Laju Deforestasi Laju Deforestasi (ha/tahun) 480.000 430.000 380.000 330.000 310.000 5.622,0
berkas 3, hlm. 376
A.6.28
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Identifikasi pemetaan kawasan
hutan dengan Indeks Jasa
Lingkungan tinggi
Luas kawasan hutan dengan Indeks
Jasa Lingkungan tinggi (juta ha)
65 65 65 65 65 61,0 KEMEN LHK
Verifikasi lapangan kawasan
dengan Indeks Jasa Lingkungan
tinggi
Jumlah daerah yang melakukan
verifikasi lapangan kawasan dengan
Indeks Jasa Lingkungan tinggi secara
partisipatif
7 10 8 6 3 88,4 KEMEN LHK
Pemantapan (prakondisi) status dan
fungsi serta penilaian efektivitas
kawasan konservasi
Luas unit kawasan konservasi yang
dilakukan pemantapan (prakondisi)
status dan fungsi (unit KK)
552 552 552 552 552 122,1 KEMEN LHK
Pemberdayaan masyarakat di
kawasan konservasi
Jumlah desa di kawasan konservasi
(desa)
500 1500 2500 3500 4500 2.667,3 KEMEN LHK
Peningkatan Efektivitas Pengelolaan
ekosistem esensial
Jumlah Kawasan Ekosistem Esensial
yang ditingkatkan Efektivitas
Pengelolaannya (unit KEE)
11 22 33 44 55 54,9 KEMEN LHK
Penanganan permasalahan di
kawasan Konservasi (opened area)
Luas opened area di kawasan
konservasi yang ditangani (juta ha)
1,8 1,8 1,8 1,8 1,8 950,0 KEMEN LHK
Penetapan/Pemantapan Kawasan
Hutan terutama pada Kawasan
Konservasi
Luas kawasan hutan yang ditetapkan
(juta ha)
1 1,6 1 0 0 260,0 KEMEN LHK
Operasi pengamanan kawasan
hutan
Jumlah operasi pengamanan kawasan
hutan
100 130 140 160 180 548,4 33 provinsi KEMEN LHK
KPH yang masuk kategori Maju Jumlah KPH yang masuk kategori Maju
(unit)
10 20 30 40 50 90,0 KEMEN LHK
Perencanaan dan Penetapan
Kawasan Hutan
Luas kawasan hutan yang ditetapkan
(juta ha)
4 8,5 9 9 3 780,0 KEMEN LHK
ProP : Peningkatan Produktivitas
dan Efisiensi Pertanian
Jumlah Optimasi Lahan pertanian
(ha)
100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 4.094,2
Teknologi Mitigasi Perubahan Iklim Jumlah Teknologi Mitigasi Perubahan
Iklim (teknologi)
1 1 1 1 1 1,8 1 Provinsi KEMENTAN
Optimasi Lahan Jumlah optimasi Lahan pertanian (ha) 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 2.655,4 15 provinsi Kementan
Hijauan Pakan Ternak Jumlah penanaman hijauan pakan
ternak (ha)
2.341 2.341 2.341 2.341 2.341 247,9 Kementan
Unit Pengolahan Pupuk Organik
(UPPO)
Jumlah Unit Pengolahan Pupuk
Organik/UPPO (unit)
500 500 500 500 500 716,7 Pusat Kementan
Desa Pertanian Organik Berbasis
Komoditas Perkebunan
Jumlah Desa Pertanian Organik Berbasis
Komoditas Perkebunan (desa)
69 69 69 69 69 63,0 15 Provinsi Kementan
Lahan Konservasi dan Rehabilitasi Luas terlaksananya konservasi dan
rehabilitasi lahan pertanian (ha)
20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 265,5 Pusat Kementan
Rekomendasi Perlindungan dan
antisipasi alih fungsi lahan
Pertanian
Jumlah rekomendasi perlindungan dan
pengendalian alih fungsi lahan pertanian
(rekomendasi)
17 17 17 17 17 143,9 Pusat dan 25 provinsi Kementan
berkas 3, hlm. 377
A.6.29
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
KP : Pengelolaan Limbah Jumlah sampah yang terkelola secara
nasional (juta ton)
64,80 67,10 68,51 69,20 69,80 60.800,9
Jumlah rumah tangga yang terlayani
TPA dengan standar sanitary landfill
(KK)
3.885.755 3.885.755 3.885.755 3.885.755 3.885.755
Jumlah rumah tangga yang terlayani
TPS3R (RT)
223.005 255.938 316.630 376.145 409.078
Jumlah rumah tangga yang terlayani
TPST (RT)
144.128 164.717 308.845 473.562 494.152
ProP : Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga
Jumlah pengurangan timbulan
sampah secara nasional (juta ton)
14,00 16,40 17,99 18,90 19,70 60.800,9
Jumlah penanganan timbulan sampah
secara nasional (juta ton)
50,80 50,70 50,52 50,30 50,10
Jumlah kab/kota yang memiliki
pembangunan TPA baru (kab/kota)
39 33 67 101 97
Jumlah kab/kota yang memiliki
TPS3R (lokasi)
78 108 113 116 116
Jumlah kab/kota yang memiliki TPST
(provinsi)
12 13 25 37 37
Peningkatan Jumlah Pengurangan
Timbulan Sampah Nasional
Jumlah pengurangan timbulan sampah
(juta ton)
5,65 6,23 6,81 7,14 7,48 100,9 34 provinsi KEMEN LHK
Pengurangan Timbulan Sampah
Nasional
Jumlah pengurangan timbulan sampah
(juta ton)
8,35 10,17 11,18 11,76 12,22 162,7 34 provinsi Pemerintah
Daerah;
Masyarakat;
Badan Usaha;
lainnya
Peningkatan Jumlah Penanganan
Timbulan Sampah Nasional
Jumlah penanganan timbulan sampah
(juta ton)
19,26 19,19 19,12 19,05 18,97 673,9 34 provinsi KEMEN LHK
Penanganan Timbulan Sampah
Nasional
Jumlah penanganan timbulan sampah
(juta ton)
31,54 31,51 31,40 31,25 31,13 1.105,4 34 provinsi Pemerintah
Daerah;
Masyarakat;
Badan Usaha;
lainnya
Pembuatan bahan bakar berbasis
sampah/Refuse Derived Fuel (RDF)
Jumlah fasilitas pengolahan sampah
untuk pembuatan bahan bakar berbasis
sampah/Refuse Derived Fuel (RDF) yang
terbangun(unit)
0 1 1 1 1 1.000,0 Jawa Barat (Kabupaten
Bekasi); Sulawesi Selatan
(Kota Makassar); Sumatera
Barat (Kota Padang);
Banten (Kota Cilegon);
Jawa Timur (Kota
Probolinggo)
KEMEN LHK
berkas 3, hlm. 378
A.6.30
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 39 46 46 46 47 25.391,0 224 kab/kota Kemen PU&PERA
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 10 28 28 29 10.750,0 95 kab/kota KPBU
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah kabupaten/kota yang
menyediakan dukungan pembangunan
TPA (kab/kota)
39 56 74 74 76 13.645,0 319 kab/kota APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah kapasitas sampah yang terkelola
unit TPS3R (ton/hari)
283 283 565 848 848 1.036,0 120 kab/kota DAK
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah kapasitas sampah yang terkelola
unit TPS3R (ton/hari)
189 189 377 565 565 691,0 120 kab/kota Kemen PU&PERA
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah kapasitas sampah yang terkelola
unit TPS3R (ton/hari)
83 83 166 250 250 305,0 APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 7 8 15 23 22 5.940,0 55 kab/kota Kemen PU&PERA
KP : Pengembangan Industri Hijau Perusahaan industri menengah besar
yang tersertifikasi Standar Industri
Hijau (SIH) (persen)
9 9 9 10 10 52,4
ProP : Penerapan Modifikasi Proses
dan Teknologi
Jumlah rancangan standar penurunan
emisi GRK dan limbah B3 sektor
industri (akumulasi rancangan
standar)
9 8 24 32 40 52,4
Penyusunan dan Penerapan
Standar Industri Hijau (SIH)
Perusahaan industri menengah besar
yang tersertifikasi Standar Industri Hijau
(SIH) (persen)
9 9 9 10 10 24,2 Kemenperin
Penurunan Emisi GRK Sektor
Industri
Jumlah Rancangan Standar (Rancangan
Standar)
5 4 12 16 20 11,4 Kemenperin
Penanganan masalah limbah B3
sektor industri dan penerapan
ekonomi sirkuler dalam
pembangunan industri
berkelanjutan
Jumlah Rancangan Standar (Rancangan
Standar)
4 4 12 16 20 16,8 Kemenperin
KP : Rendah Karbon Pesisir dan Laut Jumlah luas rehabilitasi hutan
mangrove (ha)
5.000 11.250 11.250 11.250 11.250 1.347,4
ProP : Inventarisasi dan Rehabilitasi
Ekosistem Pesisir dan Kelautan
Jumlah lokasi pemulihan kerusakan
ekosistem padang lamun, terumbu
karang dan vegetasi pantai (lokasi)
20 21 22 24 26 1.347,4
berkas 3, hlm. 379
A.6.31
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Rehabilitasi Hutan Mangrove Jumlah luas rehabilitasi hutan mangrove
(ha)
5.000 11.250 11.250 11.250 11.250 1.000,0 tersebar KEMEN LHK, KKP,
Pemerintah
Daerah;
Masyarakat;
Badan Usaha;
lainnya
Kawasan di pesisir dan pulau-pulau
kecil yang direhabilitasi
Jumlah kawasan pesisir dan pulau-
pulau kecil yang direhabilitasi (lokasi)
16 (termasuk
200 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
16 (termasuk
400 ha
rehabilitasi
mangrove)
187,4 60 Lokasi KKP
Penguatan kelompok kerja mangrove
dan forum peduli mangrove
Jumlah kelompok kerja mangrove dan
forum peduli mangrove yang meningkat
kapasitasnya (provinsi)
34 34 34 34 34 122,1 KEMEN LHK
Jumlah lokasi pesisir dan laut yang
dipulihkan fungsi ekosistemnya
Jumlah lokasi pesisir dan laut yang
dipulihkan fungsi ekosistemnya (lokasi)
4 5 6 8 10 37,9 34 provinsi KEMEN LHK
JUMLAH 348.662,2
Keterangan :
Indikasi target dan pendanaan dapat dimutakhirkan melalui RKP dengan mempertimbangkan : (1) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; (2) Kesiapan dan Sumber Pendanaan; (3) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 380
A.7.1
MATRIK PEMBANGUNAN RPJMN 2020-2024
MEMPERKUAT STABILITAS POLHUKHANKAM DAN TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK
INDIKASI TARGET
PP : KONSOLIDASI DEMOKRASI 17.049,8
KP : Penguatan Kapasitas Lembaga
Demokrasi
Skor IDI Variabel Kapasitas Lembaga
Demokrasi
(Angka target merupakan Proyeksi
dengan Intervensi Kebijakan)
75,30 75,35 75,40 75,45 75,50 14.100,7
ProP : Penguatan Penyelenggara
Pemilu
Terwujudnya penguatan
penyelenggara Pemilu di Seluruh
Provinsi/Kabupaten/Kota
549 Sakter
(Nasional/Pro
vinsi/Kabupat
en/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Pro
vinsi/Kabupat
en/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Pro
vinsi/Kabupat
en/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Pro
vinsi/Kabupat
en/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Pro
vinsi/Kabupat
en/Kota)
6.385,8
Badan Penyelenggaraan Adhok
Pemilu
Jumlah Badan Adhok yang terbentuk 549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
2.235,0 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Ketersediaan Logistik Pemilu Persentase penyediaan logistik Pemilu 549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
638,6 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Pengelolaan Calon Peserta Pemilu Persentase Calon Peserta Pemilu yang
dapat difasilitasi
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
319,3 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Ketersediaan Suara Pemilih Pemilu Persentase Pelaksanaan Pemungutan
sampai dengan penetapan hasil pemilu
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
638,6 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Layanan Teknis dan Administrasi
Penyelenggaraan Pengawasan
Pemilu Lembaga Ad-Hoc
Persentase Penyelenggaraan
Pengawasan Pemilu serta Pengelolaan
Dukungan Administratif dan Operasional
Panwaslu Kecamatan, Pengawas
Desa/Kelurahan, Pengawas TPS dan
Pengawas Luar Negeri
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
1.277,2 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Bawaslu
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
berkas 3, hlm. 381
A.7.2
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Teknis Pengawasan Pemilu Bawaslu
Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam
Penyelenggaraan Pemilu
Persentase teknis pengawasan atas
penyelenggaraan pemilu oleh Bawaslu
Provinsi dan Kabupaten/Kota yang
disesuaikan dengan regulasi
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
1.277,2 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Bawaslu
ProP : Penguatan Peraturan
Perundangan Bidang Politik
Tersusunnya UU Bidang Politik yang
lebih komprehensif
2 2 2 N/A N/A 6,0
Kebijakan Politik Dalam Negeri Jumlah peraturan perundang-undangan
dan pedoman bidang politik
2
kebijakan/per
aturan
2
kebijakan/per
aturan
2
kebijakan/per
aturan
N/A N/A 6,0 Pusat Kemendagri
ProP : Peningkatan Bantuan
Keuangan Partai Politik
Terlaksananya peningkatan bantuan
keuangan partai politik
126.376.418
suara sah
126.376.418
suara sah
126.376.418
suara sah
126.376.418
suara sah
126.376.418
suara sah
7.679,9
Bantuan Keuangan Kepada Partai
Politik
Jumlah bantuan keuangan yang
tersalurkan kepada partai politik yang
mendapatkan kursi di DPR
126376418
suara sah
126376418
suara sah
126376418
suara sah
126376418
suara sah
126376418
suara sah
7.679,9 Pusat Kemendagri
ProP : Penguatan Demokrasi
Internal, Transparansi, dan
Akuntabilitas Partai Politik
Terlaksananya peningkatan kualitas
demokrasi internal partai politik
100 orang 200 orang 500 orang 700 orang 800 orang 11,5
Penguatan Demokrasi Internal,
Transparansi, dan Akuntabilitas
Partai Politik
Jumlah pengurus partai politik yang
memperoleh penguatan ideologi
Pancasila, wawasan kebangsaan, dan
pendidikan politik
100 orang 200 orang 500 orang 700 orang 800 orang 11,5 Pusat dan Daerah Kemendagri
ProP : Penguatan Demokrasi di
Daerah
Terlaksananya penguatan demokrasi
di 34 provinsi
34 Provinsi 34 Provinsi 34 Provinsi 34 Provinsi 34 Provinsi 17,5
Penguatan Demokrasi di Daerah Jumlah provinsi yang mendapatkan
penguatan demokrasi
34 Provinsi 34 Provinsi 34 Provinsi 34 Provinsi 34 Provinsi 17,5 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Kemendagri
KP : Penguatan Kesetaraan dan
Kebebasan
Skor IDI Variabel Kebebasan
(Angka target merupakan Proyeksi
dengan Intervensi Kebijakan)
82,00 82,50 83,00 83,50 84,00 795,3
Skor IDI Variabel Kesetaraan
(Angka target merupakan Proyeksi
dengan Intervensi Kebijakan)
76,89 77,90 78,82 79,67 80,47
Indeks Kerawanan Pemilu 47 45 43 41 39
Persentase Keterwakilan Perempuan
di DPR RI
N/A N/A N/A N/A 22,52%
Persentase Keterwakilan Perempuan
di DPRD Provinsi
N/A N/A N/A N/A 20%
berkas 3, hlm. 382
A.7.3
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Persentase Keterwakilan Perempuan
di DPRD Kabupaten/Kota
N/A N/A N/A N/A 17%
ProP : Pendidikan Politik dan
Pendidikan Pemilih
Terbentuknya Rumah Pintar Pemilu
dan Pusat Pengawasan Partisipatif di
549 satker (Nasional, 34 Provinsi, dan
514 Kabupaten/Kota)
Rumah
Pintar
Pemilu: 549
Satker
Pusat
Pengawasan
Partisipatif
148 daerah
Rumah
Pintar
Pemilu: 549
Satker
Pusat
Pengawasan
Partisipatif
248 daerah
Rumah
Pintar
Pemilu: 549
Satker
Pusat
Pengawasan
Partisipatif
348 daerah
Rumah
Pintar
Pemilu: 549
Satker
Pusat
Pengawasan
Partisipatif
448 daerah
Rumah
Pintar
Pemilu: 549
Satker
Pusat
Pengawasan
Partisipatif
549 daerah
447,9
Pengelolaan Rumah Pintar Pemilu Jumlah KPU Provinsi/ Kabupaten/Kota
yang telah membentuk Pusat Pendidikan
Pemilih
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
106,4 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Pendidikan Pemilih Kepada
Masyarakat Umum
Jumlah KPU Provinsi/ Kabupaten/Kota
yang melakukan kegiatan pendidikan
pemilih kepada masyarakat umum
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
21,3 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Pendidikan Pemilih Kepada Pemilih
Pemula, Perempuan, dan Disabilitas
Jumlah KPU Provinsi/ Kabupaten/Kota
yang melakukan kegiatan pendidikan
pemilih kepada Pemilih Pemula,
Perempuan, dan Disabilitas
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
63,8 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Pendidikan Pemilih Kepada Daerah
Partisipasi Rendah, Daerah Potensi
Pelanggaran Pemilu Tinggi, dan
Daerah Rawan Konflik/bencana
Jumlah KPU Provinsi/ Kabupaten/Kota
yang melakukan kegiatan pendidikan
pemilih kepada Daerah Partisipasi
Rendah, Daerah Potensi Pelanggaran
Pemilu Tinggi, dan Daerah Rawan
Konflik/bencana
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
85,1 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Pendidikan Pengawasan Partisipatif Jumlah pendidikan pengawasan pemilu
partisipatif untuk : Bawaslu provinsi dan
peserta pemilu, Panwas
Kab/Kota/Kecamatan, dan OMS
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
549 Sakter
(Nasional/Prov
insi/Kabupate
n/Kota)
42,6 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Bawaslu
Pembentukan Pusat Pendidikan
Pengawasan Pemilu Partisipatif
Persentase pembentukan dan
beroperasinya pusat pendidikan dan
latihan pengawasan Pemilu yang
partisipatif
Pusat
Pengawasan
Partisipatif 148
daerah
Pusat
Pengawasan
Partisipatif 248
daerah
Pusat
Pengawasan
Partisipatif 348
daerah
Pusat
Pengawasan
Partisipatif 448
daerah
Pusat
Pengawasan
Partisipatif 549
daerah
63,8 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Bawaslu
Pusat Pendidikan Pengawasan
Pemilu Partisipatif Hasil Piloting
Persentase pengembangan pusat
pendidikan dan pelatihan pengawasan
Pemilu
19 Daerah 34 Daerah 34 Daerah 34 Daerah 34 Daerah 42,6 Bawaslu
berkas 3, hlm. 383
A.7.4
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pendidikan Politik Masyarakat di
Daerah
Jumlah masyarakat yang mendapatkan
pendidikan politik
3000 orang 5000 orang 6000 orang 8000 orang 10000 orang 11,2 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Kemendagri
Pelatihan Kepemimpinan bagi
Perempuan Penggerak
Pembangunan Desa
Jumlah provinsi yang difasilitasi dalam
pelatihan kepemimpinan bagi perempuan
penggerak pembangunan desa
10 Provinsi 8 Provinsi 7 Provinsi 7 Provinsi 7 Provinsi 11,1 Provinsi Kemen PPPA
ProP : Peningkatan Kualitas
Penyelenggaraan Kepemiluan
Terlaksananya pemilu yang akuntabel
dan sinergis
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
283,9
Penguatan Pengawasan Netralitas
ASN
Jumlah kementerian/lembaga yang
berpartisipasi menjaga Netralitas ASN
pada pelaksanaan Pemilu
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
85,2 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Bawaslu
Sosialisasi Kebijakan KPU Kepada
Stakeholder (Partai Politik, LSM,
Ormas, Pemerintah Daerah,
Perguruan Tinggi, dan Masyarakat)
Persentase penyampaian informasi dan
publikasi dalam tahapan
Pemilu/Pemilihan yang ditampilkan di
media publikasi
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
71,0 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
Peningkatan kompetensi SDM KPU Jumlah PNS KPU yang lulus seleksi S2
Tata Kelola Kepemiluan: Jumlah Pegawai
yang telah mengikuti Pendidikan dan
Pelatihan
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
Nasional;
34 provinsi;
514 kab/kota
127,8 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
KPU
ProP : Peningkatan Kapasitas
Organisasi Kemasyarakatan
Terlaksananya Peningkatan Kapasitas
Organisasi Kemasyarakatan
400 orang 1800 orang 3000 orang 3300 orang 4200 orang 63,5
Peningkatan Kapasitas Organisasi
Kemasyarakatan
Jumlah pengurus ormas yang
memperoleh penguatan ideologi
Pancasila, wawasan kebangsaan, dan
pendidikan politik
400 orang 1800 orang 3000 orang 3300 orang 4200 orang 63,5 Pusat dan Daerah Kemdagri
KP : Peningkatan Kualitas Komunikasi
Publik
Persentase (%) kepuasan masyarakat
terhadap informasi publik terkait
Kebijakan dan Program Prioritas
Pemerintah
70 71 71 72 72 2.153,7
Persentase (%) konten informasi
publik yang berkualitas
80 83 85 90 95
Jumlah SDM Bidang Komunikasi dan
Informatika yang kompeten dan
profesional
50000 orang 50000 orang 50000 orang 50000 orang 50000 orang
ProP : Penguatan tata kelola
informasi dan komunikasi publik di
pusat dan daerah
Terintegrasinya tata kelola informasi
dan komunikasi publik di pusat dan
daerah sesuai asas-asas keterbukaan
informasi publik
6 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 93,1
berkas 3, hlm. 384
A.7.5
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penata Kelolaan Komunikasi Publik Jumlah regulasi/kebijakan tata kelola
informasi dan komunikasi publik di
K/L/D
6 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 13,8 Pusat Ditjen IKP,
Kemkominfo
Diseminasi informasi Kebijakan dan
Program Prioritas Nasional
Persentase (%) K/L/D yang sudah
melaksanakan urusan PIKP sesuai
dengan peraturan yang berlaku
65 70 75 85 90 0,5 Pusat Ditjen IKP,
Kemkominfo
Persentase (%) Mitra Strategis (Kelompok
Informasi Masyarakat/KIM, Media
Tradisional, Badan Koordinasi Hubungan
Masyarakat/Bako Humas, Petugas
Informasi Publik/PIP, dan lain-lain) yang
melaksanakan diseminasi informasi
Kebijakan dan Program Prioritas
Nasional
65 70 75 80 85 29,4 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Ditjen IKP,
Kemkominfo
Peyelesaian Sengketa Informasi
Publik sesuai UU No.14 Tahun 2008
(*)
Jumlah penyelesaian sengketa informasi
publik tahun berjalan yang belum
diselesaikan
(16.10.2 b)
72 80 90 100 110 8,3 Pusat Komisi Informasi
Pusat
Penguatan Badan Publik yang
Melaksanakan Ketentuan
Keterbukaan Informasi Publik (**)
Jumlah Badan Publik yang Informatif
(16.10.2 a; 16.10.2 b; 16.10.2 c)
35 40 45 55 60 13,7 Pusat Komisi Informasi
Pusat
Penyusunan Indeks Keterbukaan
Informasi Publik
Indeks Keterbukaan Informasi Publik 1 Dokumen 35 40 45 50 27,4 Pusat Komisi Informasi
Pusat
ProP : Penyediaan konten dan akses
informasi publik secara merata dan
berkeadilan terutama di wilayah 3T
Persentase (%) tingkat kepuasan
masyarakat di wilayah 3T terhadap
informasi publik
60 63 65 68 70 17,7
Kecamatan di wilayah 3T yang
menerima Layanan Informasi Publik
Jumlah Kecamatan di wilayah 3T yang
menerima Layanan Informasi Publik
Melalui Petugas Informasi Publik
500 550 600 650 700 1,1 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Ditjen IKP,
Kemkominfo
Pemanfaatan informasi publik
program dan kebijakan pemerintah
oleh masyarakat melalui berbagai
media (cetak, elektronik, internet,
luar ruang, tatap muka dan
pertunra)
Persentase (%) tingkat kepuasan
masyarakat di wilayah 3T yang
mendapat akses informasi publik
65 68 70 73 75
16,6
Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Ditjen IKP,
Kemkominfo
Persentase (%) tingkat kepuasan
masyarakat di wilayah 3T terhadap
konten informasi publik
55 58 60 63 65 0,0 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
Ditjen IKP,
Kemkominfo
ProP : Peningkatan kualitas SDM
Bidang Komunikasi dan Informatika
Jumlah SDM Bidang Komunikasi dan
Informatika yang kompeten dan
profesional
50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 1.851,9
berkas 3, hlm. 385
A.7.6
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
SDM Bidang Komunikasi dan
Informatika yang Profesional
Jumlah SDM Bidang Komunikasi dan
Informatika yang memperoleh Pelatihan
dan Sertifikasi (Termasuk Lokus
Kawasan Prioritas)
50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 1.687,7 Pusat Balitbang,
Kemkominfo
Beasiswa S2/S3 Bidang
Komunikasi dan Informatika
Persentase (%) penerima beasiswa S2/S3
yang lulus tepat waktu
90 90 90 95 95 164,2 Pusat Balitbang,
Kemkominfo
ProP : Peningkatan literasi TIK
masyarakat
Jumlah masyarakat yang mendapat
pengenalan TIK
2.000 2.200 2.500 3.000 3.500 8,3
Pengenalan TIK kepada masyarakat Jumlah anak usia sekolah, perempuan,
disabilitas yang mendapat pengenalan
TIK (Termasuk Lokus Kawasan Prioritas)
2.000 2.200 2.500 3.000 3.500 8,3 Pusat Balitbang,
Kemkominfo
ProP : Penelitian Strategis Bidang
Komunikasi dan Informatika
Jumlah Penelitian Strategis Bidang
Komunikasi dan Informatika
1 Kajian 1 Kajian 1 Kajian 1 Kajian 1 Kajian 7,0
Kajian Strategis Penerapan Sistem
Big Data Pemerintah
Jumlah Kajian Strategis Penerapan Big
Data Pemerintah
1 Kajian 1 Kajian 1 Kajian 1 Kajian 1 Kajian 7,0 Pusat Balitbang,
Kemkominfo
ProP : Penguatan peran lembaga
pers dan jurnalis
Indeks Kemerdekaan Pers 74 74,3 74,6 74,9 75 66,9
Pengaduan dan penegakan etika
bidang pers yang terselesaikan
Persentase (%) pengaduan dan
penegakan etika bidang pers yang
terselesaikan
85 85 90 90 90 3,5 Pusat Dewan Pers
Indeks Kemerdekaan Pers di atas
73
Persentase (%) provinsi dengan Indeks
Kemerdekaan Pers di atas 73
78 80 83 85 90 28,4 Pusat Dewan Pers
Pendataan dan verifikasi
perusahaan pers
Jumlah perusahaan pers yang
diverifikasi secara faktual
250 500 500 600 700 4,3 Pusat Dewan Pers
Persentase (%) perusahaan pers yang
lolos verifikasi faktual
80 80 80 80 80 0,0 Dewan Pers
Sertifikasi Jurnalis Jumlah wartawan yang tersertifikasi
jurnalis
490 orang 1500 orang 1500 orang 1500 orang 1500 orang
30,7
Pusat Dewan Pers
Pelatihan Jurnalis Jumlah wartawan yang mendapat
pelatihan jurnalistik
500 orang 1650 orang 1650 orang 1650 orang 1650 orang 0,0 Pusat Dewan Pers
Persentase (%) jurnalis yang memperoleh
peningkatan pemahaman atas Kode Etik
Jurnalistik dan aturan terkait pers
98 98 98 98 98 0,0 Pusat Dewan Pers
ProP : Peningkatan kualitas lembaga
penyiaran
Jumlah lembaga penyiaran yang
berkualitas
23 57 58 59 59 108,8
berkas 3, hlm. 386
A.7.7
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Lembaga Penyiaran (TV Induk
Jaringan, Radio Berjaringan, LPB)
yang Memenuhi Standar Peraturan
Perundangan Bidang Penyiaran
Jumlah Lembaga Penyiaran (TV Induk
Jaringan, Radio Berjaringan, LPB) yang
memenuhi Ketentuan Peraturan
Perundangan
(Evaluasi Tahunan, dipublikasi ke media)
23 57 58 59 59 74,9 Pusat Komisi Penyiaran
Indonesia
Riset Indeks Kualitas Program
Siaran TV
Jumlah TV dengan Indeks Kualitas
Program Siaran di atas 3
7 9 11 13 15 30,4 Pusat Komisi Penyiaran
Indonesia
Pengaduan Masyarakat terhadap
Konten Siaran TV dan Radio
Persentase (%) Pengaduan Masyarakat
terhadap Konten Siaran TV dan Radio
yang Terselesaikan
96 97 98 99 99 3,5 Pusat Komisi Penyiaran
Indonesia
PP : OPTIMALISASI KEBIJAKAN LUAR
NEGERI
Indeks pengaruh dan peran Indonesia
di dunia internasional
95,07 95,27 95,47 95,67 95,67 4.389,7
KP : Penguatan Integritas NKRI dan
Perlindungan WNI di Luar Negeri
Indeks Kemajuan Perundingan
Penyelesaian Perbatasan Maritim
43,2 46,8 50,5 56,3 57,8 1.722,1
Indeks Pelayanan dan Perlindungan
WNI dan BHI
86,0 87,0 88,0 89,0 90,0
ProP : Peningkatan dan
Intensifikasi efektivitas
penyelesaian perbatasan dan
percepatan pemetaan batas negara
Indeks Kemajuan Perundingan
Penyelesaian Perbatasan Maritim
43,2 46,8 50,5 56,3 57,8 124,4
Perundingan batas dan Kerja Sama
Kelautan Maritim INA dgn 9 negara
tetangga
Persentase perundingan batas dan kerja
sama perbatasan laut Indonesia dengan
negara tetangga
100% 100% 100% 100% 100% 15,6 Pusat Kemenlu
Perundingan Batas Darat dan Kerja
Sama Lintas Batas
Persentase penetapan batas dan kerja
sama perbatasan darat Indonesia
dengan negara tetangga
100% 100% 100% 100% 100% 22,5 Pusat Kemenlu
Kesepakatan strategis di bidang
sosial, ekonomi, dan budaya
Jumlah kesepakatan Perundingan Batas
dan Kerjasama Wilayah Negara
5 5 5 5 5 26,5 Pusat Kemendagri
Tanda batas negara jumlah tanda batas negara 120 225 200 200 200 31,5 Pusat BIG
Peta batas negara jumlah peta batas negara 32 20 20 20 20 2,5 Pusat BIG
Kesepakatan Teknis Perundingan
Batas Laut
Jumlah Kesepakatan Teknis
Perundingan Batas Laut
6 20 20 17 15 1,4 Pusat BIG
Kesepakatan Teknis Perundingan
Batas Darat
Jumlah Kesepakatan Teknis
Perundingan Batas Darat
3 20 20 20 20 2,5 Pusat BIG
Bahan Kebijakan Koordinasi
Hukum, dan Perjanjian Maritim
Jumlah Rumasan Kebijakn dan Rumusan
Tindaklanjut Kebijakan Hukum dan
Perjanjian Maritim
9 10 10 10 10 21,9 Pusat Kemenko Marin
ProP : Penguatan perlindungan WNI
dan BHI di tingkat bilateral,
regional, multilateral
Indeks Penyelesaian Kasus WNI dan
BHI di Luar Negeri
34,40 34,80 35,20 35,60 36,00 1.597,7
berkas 3, hlm. 387
A.7.8
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Indeks Pemanfaatan dan
Pengembangan Sistem Informasi
Pelayanan dan Pelindungan Terpadu
bagi WNI di Luar Negeri
12,90 13,05 13,20 13,35 13,50
Indeks Penguatan Sistem
Kelembagaan Pelayanan dan
Pelindungan WNI dan BHI di Luar
Negeri
21,50 21,75 22,00 22,25 22,50
Indeks Diplomasi Perlindungan WNI
dan BHI di Luar Negeri
17,20 17,40 17,60 17,80 18,00
Kualitas Pelayanan dan
Perlindungan WNI dan BHI di Luar
Persentase Kasus Khusus yang
Diselesaikan
55,9% 56,6% 57,2% 57,9% 50,9% 332,8 Pusat Kemenlu
Persentase Kasus Umum yang
Diselesaikan
30,1% 30,5% 30,8% 31,2% 27,7% 0,0 Kemenlu
Indeks Pemanfaatan Sistem Informasi
Pelayanan dan Pelindungan Terpadu
bagi WNI di Luar Negeri
30,1% 30,5% 30,8% 31,2% 31,5% 0,0 Kemenlu
Tingkat pengembangan sistem informasi. 34,4% 34,8% 35,2% 35,6% 36,0% 0,0 Kemenlu
Tingkat kepuasan pengguna (WNI dan
Perwakilan RI) terhadap Portal Peduli
WNI dan Safe Travel.
17,2% 17,4% 17,6% 17,8% 18,0% 0,0 Kemenlu
Indeks SDM K/L/I/Perwakilan RI yang
mendapatkan sertifikat pelatihan
peningkatan kapasitas terkait
pengelolaan sistem informasi Pelayanan
dan Pelindungan WNI dan BHI di Luar
Negeri
4,3% 4,4% 4,4% 4,5% 4,5% 0,0 Kemenlu
Persentase Kerja Sama di Bidang
Pelayanan dan Pelindungan WNI dan
BHI di Luar Negeri yang Ditandatangani
21,5% 21,8% 22,0% 22,3% 22,5% 0,0 Kemenlu
Persentase Standar / Panduan Teknis di
Bidang Pelayanan dan Pelindungan WNI
dan BHI di Luar Negeri yang Diterapkan
17,2% 17,4% 17,6% 17,8% 18,0% 0,0 Kemenlu
Persentase Produk Hukum Bidang
Pelayanan dan Pelindungan WNI dan
BHI di Luar Negeri yand Disahkan
21,5% 21,8% 22,0% 22,3% 22,5% 0,0 Kemenlu
berkas 3, hlm. 388
A.7.9
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Persentase SDM K/L/I/Perwakilan RI
yang Mendapatkan Sertifikat Pelatihan
Peningkatan Kapasitas Bidang
Pelayanan dan Pelindunan WNI dan BHI
di Luar Negeri
17,2% 17,4% 17,6% 17,8% 18,0% 0,0 Kemenlu
Persentase Kertas Kerja Analisa
Pelayanan dan Pelindungan WNI dan
BHI di Luar Negeri yang Dihasilkan
8,6% 8,7% 8,8% 8,9% 9,0% 0,0 Kemenlu
Persentase Rekomendasi Kemenlu pada
Isu Pelayanan dan Pelindungan WNI dan
BHI di Luar Negeri yang Diterima pada
Forum Perundingan Internasional
30,1% 30,5% 30,8% 31,2% 31,5% 0,0 Kemenlu
Persentase Rekomendasi Kemenlu yang
Diterima dalam Kebijakan / Regulasi
Nasional terkait Pelayanan dan
Pelindungan WNI dan BHI di Luar Negeri
30,1% 30,5% 30,8% 31,2% 31,5% 0,0 Kemenlu
Persentase Responden yang Memberikan
Umpan Balik Positif atas Public
Awareness Campaign (PAC) Pelayanan
dan Pelindungan WNI dan BHI di Luar
Negeri
25,8% 26,1% 26,4% 26,7% 27,0% 0,0 Kemenlu
Nilai Kepuasan Masyarakat
terhadap Pelayanan Publik di
Bidang Perlindungan WNI dan BHI
Nilai Kepuasan Masyarakat terhadap
Pelayanan Publik di Bidang Perlindungan
WNI dan BHI
1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 3,0 Pusat Kemenlu
Perlindungan dan Pelayanan
Konsuler WNI/BHI (Perwakilan RI)
Jumlah WNI/BHI yang Mendapat
Perlindungan (orang)
230000 241500 253575 266254 279566 726,9 Perwakilan RI Kemenlu
Layanan Perlindungan Pekerja
Migran Indonesia oleh Atase di 12
negara
Jumlah tenaga kerja yang ditempatkan di
luar negeri secara prosedural
250000 260000 270000 280000 300000 170,0 UEA, Brunei, Hong kong,
Jeddah, Jordan, Korea
Selatan, Kuwait, Malaysia,
Qatar, Riyadh, Singapura,
Taiwan
KemenNaker
berkas 3, hlm. 389
A.7.10
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
CTKI/TKI yang memenuhi syarat
kerja dan prosedural
Pelaksanaan pembekalan akhir
keberangkatan
179.860
CTKI/TKI
200.000
CTKI/TKI
230.000
CTKI/TKI
260.000
CTKI/TKI
300.000
CTKI/TKI
190,0 Pusat, Aceh Bandung,
Bajarbaru, Denpasar,
Jakarta, Kendari, Kupang,
Lampung, Makassar,
Manado, Mataram, Medan,
Nunukan, Padang,
Palembang, Palu,
Pekanbaru, Pontianak,
Semarang, Serang,
Surabaya, Tanjung Pinang,
Yogyakarta
BNP2TKI
CTKI/TKI yang terlindungi Penanganan/pemulangan RKI
Bermasalah
18.000 TKI 17.000 TKI 15.000 TKI 13.000 TKI 10.500 TKI 175,0 Pusat, Aceh Bandung,
Bajarbaru, Denpasar,
Jakarta, Kendari, Kupang,
Lampung, Makassar,
Manado, Mataram, Medan,
Nunukan, Padang,
Palembang, Palu,
Pekanbaru, Pontianak,
Semarang, Serang,
Surabaya, Tanjung Pinang,
Yogyakarta
BNP2TKI
KP : Penguatan Kerjasama
Pembangunan Internasional
Jumlah Program/Kegiatan Kerjasama
Selatan-Selatan Triangular
86 100 115 133 152 642,6
ProP : Peningkatan penggunaan
sumber-sumber dan mekanisme
pendanaan baru kerjasama
pembangunan internasional
Jumlah pendanaan kegiatan kerja
sama pembangunan internasional
termasuk KSST (Rp Miliar)
123,5 138,1 154,0 171,4 190,0 599,5
Jumlah Program/Kegiatan Kerjasama
Selatan-Selatan Triangular
86 100 115 133 152
Beasiswa Kemitraan Negara
Berkembang
Jumlah Mahasiswa Asing Penerima
Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang
560 560 560 560 560 135,0 Pusat Kemen
Ristek/BRIN
Bantuan Kerja sama Teknis
Indonesia
Jumlah Kegiatan Bantuan teknis
Indonesia
23 24 25 26 27 95,7 Pusat Kemenlu
Beasiswa Dharmasiswa Jumlah orang penerima beasiswa 650 orang 650 orang 650 orang 650 orang 650 orang 211,2 Pusat Kemendikbud
berkas 3, hlm. 390
A.7.11
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengajar Bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing (BIPA) di Luar Negeri
Jumlah penugasan pengajar Bahasa
Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di
Luar Negeri
220
penugasan
220
penugasan
220
penugasan
220
penugasan
220
penugasan
91,7 Pusat Kemendikbud
Kerjasama Selatan-selatan dan
Triangular Bidang Pekerjaan Umum
Jumlah kegiatan KSST Bidang Pekerjaan
Umum
2 2 3 3 4 14,0 Pusat Kemen PU&PERA
Kerjasama Selatan-selatan dan
Triangular Bidang Pengawasan
Obat dan Makanan
Jumlah negara yang mendapatkan
dukungan penguatan dibidang Obat dan
Makanan dalam skema KSST
2 2 2 2 2 5,3 Pusat BPOM
Kerjasama Selatan-selatan dan
Triangular Bidang Kelautan dan
Perikanan
Jumlah kegiatan KSST Bidang Kelautan
dan Perikanan
2 2 2 2 2 8,3 Pusat KKP
Kerjasama Selatan-selatan dan
Triangular Bidang Pertanian
Jumlah kegiatan KSST Bidang Pertanian 1 1 1 1 1 2,9 Pusat Kementan
KSST Bidang Peningkatan
Kapasitas
Jumlah Kegiatan Kerja Sama Teknik Luar
Negeri
8 10 11 12 13 21,0 Pusat Setneg
Knowlegde Sharing Kerja Sama
Selatan-Selatan dan Triangular
Jumlah Knowlegde Sharing Kerja Sama
Selatan-Selatan dan Triangular
1 1 1 1 1 13,5 Pusat Kemen
PPN/Bappenas
Kerjasama Selatan-selatan dan
Triangular Bidang Keuangan
Jumlah kegiatan KSST Bidang Keuangan 1 0 0 0 0 0,9 Pusat Kemenkeu
ProP : Penciptaan lingkungan yang
mendukung (enabling environment)
peningkatan keterlibatan swasta
dalam kerjasama pembangunan
internasional
Tingkat Partisipasi Aktor Non
Pemerintah dalam Kegiatan Kerja
Sama Pembangunan Internasional
2,2-2,38% 2,48-2,55% 2,65-2,74% 2,84-2,96% 2,96-3,16% 43,1
Diplomasi ekonomi, sosial dan
budaya yang kuat di forum
multilateral di Bidang Hak Asasi
Manusia dan Kemanusiaan
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi ekonomi,
sosial dan budaya di Bidang Hak Asasi
Manusia dan Kemanusiaan di forum
multilateral
90 90 90 90 90 2,8 Kemenlu
Persentase peningkatan kemampuan
peserta terkait diplomasi ekonomi, sosial
dan budaya di Bidang Hak Asasi
Manusia Dan Kemanusiaan
70 70 70 70 70 0,0 Kemenlu
Diplomasi ekonomi yang kuat di
forum multilateral di bidang
pembangunan, ekonomi dan
lingkungan hidup
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi ekonomi
dan sosial di Bidang Pembangunan,
Ekonomi dan Lingkungan Hidup di forum
multilateral
90 90 90 90 90 23,2 Kemenlu
berkas 3, hlm. 391
A.7.12
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Diplomasi ekonomi yang kuat di
forum multilateral di bidang
Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual
Presentase
posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi ekonomi
di Bidang Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual
90 90 90 90 90 17,1 Kemenlu
Indeks respon positif stakeholders
terhadap informasi database kebijakan
perdagangan
4 4 4 4 4 0,0 Kemenlu
Peningkatan kemampuan melalui
capacity building diplomasi ekonomi
multilateral
80 80 80 80 80 0,0 Kemenlu
KP : Peningkatan Citra Positif di
Dunia Internasional
Indeks citra Indonesia di dunia
internasional
3,8 3,836 3,882 3,942 4 282,9
ProP : Penyusunan kebijakan
diplomasi publik dan turunannya
Indeks citra Indonesia di dunia
internasional
3,8 3,836 3,882 3,942 4 282,9
Aset-Aset Diplomasi Publik
Indonesia Terpromosikan dengan
Baik dan Tepat Sasaran
Persentase Dukungan konstituen
domestik/internasional dan negara
sahabat terhadap kegiatan diplomasi
publik Indonesia
95 95 96 97 97 213,6 Kemenlu
Persentase kehadiran konstituen
domestik/internasional dan negara
sahabat dalam kegiatan diplomasi publik
Indonesia
95 95 95 95 95 0,0
Diplomasi Digital dan Informasi
hubungan luar negeri yang kuat
Persentase peningkatan jumlah
pengunjung portal situs Kemenlu
25 25 25 25 25 42,9 Kemenlu
Persentase peningkatan impresi dan
engagement pada media sosial Kemenlu
20 20 20 20 20 0,0
Persentase pemberitaan positif media
massa nasional terhadap kebijakan
Hubungan Luar Negeri RI
91 92 93 94 95 0,0
Persentase pemberitaan positif media
massa internasional terhadap kebijakan
Hubungan Luar Negeri RI
85 85 86 86 86 0,0
Nilai keterbukaan informasi publik 80,5 81 81,5 82 82,5 0,0
Rekomendasi terkait pengamanan
dalam negeri, luar negeri, informasi
strategis dan personil
Persentase Penyusunan Laporan
Keamanan Informasi, Personal, dan
Kerja Sama Keamanan Diplomatik sesuai
target
85 85 85 85 85 26,4 Kemenlu
berkas 3, hlm. 392
A.7.13
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penyusunan rekomendasi keamanan
informasi, personal, dan kerja sama
keamanan diplomatik sesuai target
85 85 85 85 85 0,0
Persentase tindak lanjut rekomendasi
Keamanan Informasi, Personil, dan Kerja
Sama Keamanan Diplomatik
75 76 77 78 79 0,0
KP : Peningkatan Peran Indonesia di
tingkat Regional dan Global
Jumlah forum yang dipimpin oleh
Indonesia pada tingkat regional dan
multilateral
10 11 13 14 16 1.742,1
ProP : Peningkatan inisiatif/posisi
Indonesia yang diterima
Jumlah forum yang dipimpin oleh
Indonesia pada tingkat regional dan
multilateral
10 11 13 14 16 1.691,3
Kepemimpinan dan peran Indonesia
yang Berpengaruh dalam forum
Multilateral di Bidang Hak Asasi
Manusia Dan Kemanusiaan
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral di Bidang Hak
Asasi Manusia dan Kemanusiaan
90 90 90 90 90 37,3 Pusat Kemenlu
Jumlah sidang/ pertemuan internasional
di bidang hak asasi manusia dan
kemanusiaan yang diprakarsai oleh
indonesia di forum multilateral
5 5 5 5 5 0,0
Diplomasi maritim dan polkam yang
kuat di forum Multilateral di Bidang
Hak Asasi Manusia dan
Kemanusiaan
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi
kemaritiman dan polkam di Bidang Hak
Asasi Manusia dan Kemanusiaan di
forum multilateral
80 80 80 80 80 6,4 Pusat Kemenlu
Persentase peningkatan kemampuan
peserta terkait diplomasi maritim dan
polkam di Bidang Hak Asasi Manusia
Dan Kemanusiaan multilateral
70 70 70 70 70 0,0
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar
negeri dan kesepakatan dalam
forum Multilateral di Bidang Hak
Asasi Manusia Dan Kemanusiaan
Persentase rekomendasi dari forum
multilateral di Bidang Hak Asasi
Manusia Dan Kemanusiaan yang
ditanggapi oleh pemangku kepentingan
nasional
80 80 80 80 80 4,6 Pusat Kemenlu
Kepemimpinan dan peran Indonesia
yang Berpengaruh dalam forum
Multilateral di Bidang Keamanan
Internasional dan Perlucutan
Senjata
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum Multilateral di Bidang
Keamanan Internasional dan Perlucutan
Senjata
95 95 95 95 95 16,0 Pusat Kemenlu
berkas 3, hlm. 393
A.7.14
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah sidang /pertemuan Internasional
dibidang Keamanan Internasional dan
perlucutan Senjata yang diprakarsai oleh
Indonesia di Forum Multilateral
8 8 8 8 8 0,0
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar
negeri dan kesepakatan dalam
forum Multilateral di Bidang
Keamanan Internasional dan
Perlucutan Senjata
Persentase Rekomendasi untuk
ditindaklanjuti pemangku kepentingan
nasional mengenai isu keamanan
internasional, senjata pemusnah masal
dan senjata konvensional,
penanggulangan kejahatan lintas negara
93 93 93 93 93 2,6 Pusat Kemenlu
Diplomasi maritim dan polkam yang
kuat di forum Multilateral di Bidang
Keamanan Internasional dan
Perlucutan Senjata
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi
kemaritiman dan polkam di Bidang
Keamanan Internasional dan Perlucutan
Senjata di forum multilateral
93 93 93 93 93 15,0 Pusat Kemenlu
Persentase peningkatan kemampuan
peserta terkait diplomasi maritim dan
polkam di Bidang Keamanan
Internasional dan Perlucutan Senjata
80 80 81 81 81 0,0
Kepemimpinan dan Peran Indonesia
yang berpengaruh dalam forum
multilateral di bidang pembangunan,
ekonomi dan lingkungan hidup
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral terkait isu
pembangunan, ekonomi, dan lingkungan
hidup
90 90 90 90 90 0,4 Pusat Kemenlu
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar
negeri dan kesepakatan dalam
forum multilateral di bidang
pembangunan, ekonomi dan
lingkungan hidup
Persentase rekomendasi dari forum
multilateral di Bidang Pembangunan,
Ekonomi dan Lingkungan Hidup yang
ditanggapi oleh pemangku kepentingan
nasional
90 90 90 90 90 5,7 Pusat Kemenlu
Diplomasi maritim yang kuat di
forum multilateral di bidang
pembangunan, ekonomi dan
lingkungan hidup
Persentase
Posisi/Prakarsa/Rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam Diplomasi Maritim
di Bidang Pembangunan, Ekonomi dan
Lingkungan Hidup
90 90 90 90 90 1,8 Pusay Kemenlu
kepemimpinan dan peran Indonesia
yang berpengaruh dalam forum
multilateral di Bidang Perdagangan,
Komoditas dan Kekayaan
Intelektual
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral di Bidang
Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan
Intelektual
90 90 90 90 90 3,5 Pusat Kemenlu
berkas 3, hlm. 394
A.7.15
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar
negeri dan kesepakatan dalam
forum Multilateral di Bidang
Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual
Presentase Rekomendasi dari forum
kerjasama multilateral yang ditanggapi
oleh pemangku kepentingan nasional
90 90 90 90 90 5,3 Pusat Kemenlu
Diplomasi maritim yang kuat di
forum multilateral di bidang Bidang
Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual
Presentase
posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi maritim di
Bidang Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual
90 90 90 90 90 2,4 Pusat Kemenlu
Kepemimpinan dan Peran Aktif
Indonesia pada Berbagai Forum
Multilateral di Bidang Sosial Budaya
dan OI Negara Berkembang
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral di Bidang Sosial
Budaya dan Organisasi Negara
Berkembang
87 87 88 90 90 30,2 Pusat Kemenlu
Diplomasi maritim yang kuat di
forum Multilateral di Bidang Sosial
Budaya dan Organisasi Negara
Berkembang
Persentase
Posisi/prakarsa/rekomendasi Indonesia
yang diterima dalam diplomasi maritim di
Bidang Sosial Budaya dan Organisasi
Internasional Negara Berkembang
90 90 91 92 92 0,5 Pusat Kemenlu
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar
negeri dan kesepakatan dalam
forum Multilateral di Bidang Sosial
Budaya dan Organisasi
Internasional Negara Berkembang
Persentase rekomendasi dari forum
multilateral di Bidang Sosial Budaya
yang ditanggapi oleh pemangku
kepentingan nasional
72 73 74 75 76 10,4 Pusat Kemenlu
Persentase penyelesaian permohonan
registrasi Organisasi Kemasyarakatan
Asing
70 71 72 73 74 0,0
Pemenangan Indonesia di Berbagai
Pencalonan yang Pemilihannya
dilakukan di Tahun 2020
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum Multilateral
75 75 75 75 75 7,9 Pusat Kemenlu
Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap
pertemuan Ekonomi ASEAN
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap pertemuan
Ekonomi ASEAN
64 94 94 95 94 24,5 Pusat Kemenlu
Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap
pertemuan Sosial Budaya ASEAN
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap pertemuan
Sosial Budaya ASEAN
37 44 97 51 50 26,9 Pusat Kemenlu
berkas 3, hlm. 395
A.7.16
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Rekomendasi dan Prakarsa
Indonesia yang disampaikan dalam
setiap pertemuan ASEAN pilar
Politik dan Keamanan
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap pertemuan
kerja sama ASEAN dengan Mitra Wicara
dan Organisasi Regional/Internasional
130 135 140 146 151 36,1 Pusat Kemenlu
Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap
pertemuan kerja sama ASEAN
dengan Mitra Wicara dan Organisasi
Regional/Internasional
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa
Indonesia yang disampaikan dalam
setiap pertemuan ASEAN pilar Politik dan
Keamanan
140 178 180 191 190 87,3 Pusat Kemenlu
Layanan Setnas ASEAN Indonesia Dukungan Layanan Setnas ASEAN
Indonesia
1 1 1 1 1 26,7 Pusat Kemenlu
Kesepakatan Kerjasama di
kawasan Sub Sahara Afrika
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Sub Sahara Afrika
22 23 22 22 22 54,8 Pusat Kemenlu
Kesepakatan Kerjasama di
Kawasan Asia Selatan dan Tengah
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Asia Selatan dan Tengah
29 29 29 29 29 32,4 Pusat Kemenlu
Pemantapan Hubungan dan Politik
Luar Negeri di Kawasan Asia Timur
dan Pasifik
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Asia Timur dan
Pasifik
31 33 34 36 36 50,7 Pusat Kemenlu
Prakarsa/Rekomendasi Indonesia
pada Forum Kerjasama Intra
kawasan Asia Pasifik dan Afrika
Jumlah Prakarsa/Rekomendasi
Indonesia pada Forum Kerja Sama
lntrakawasan dan Antarkawasan Asia
Pasifik dan Afrika
39 39 39 39 39 31,6 Pusat Kemenlu
Kesepakatan Kerjasama di
Kawasan Timur Tengah
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Timur Tengah
11 12 13 14 15 37,7 Pusat Kemenlu
Kesepakatan Kerjasama di
Kawasan Asia Tenggara
Jumlah Kesepakatan Kerja Sama di
Kawasan Asia Tenggara
25 25 25 25 25 30,0 Pusat Kemenlu
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Amerika II
Jumlah Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Amerika II
15 15 15 15 15 19,6 Pusat Kemenlu
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Amerika I
Jumlah Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Amerika I
24 29 29 29 29 26,2 Pusat Kemenlu
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Eropa I
Jumlah Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Eropa I
17 17 17 17 17 21,9 Pusat Kemenlu
berkas 3, hlm. 396
A.7.17
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Eropa II
Jumlah Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Eropa II
19 20 21 22 23 33,0 Pusat Kemenlu
Prakarsa/rekomendasi pada forum
intra kawasan dan antar kawasan
Amerika dan Eropa
JumlahPrakarsa/rekomendasi pada
forum intra kawasan dan antar kawasan
Amerika dan Eropa
26 26 26 26 26 24,4 Pusat Kemenlu
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Eropa III
Jumlah Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Eropa III
34 35 35 35 35 33,2 Pusat Kemenlu
Kerjasama
Bilateral/Regional/Multilateral
Jumlah kerjasama yang dilaksanakan 4751 4851 4951 5051 5151 944,3 Perwakilan RI Kemenlu
ProP : Optimalisasi Keanggotaan
Tidak Tetap Indonesia pada Dewan
Keamanan PBB
Indeks Kepemimpinan dan Pengaruh
Peran Indonesia dalam Forum
Multilateral
95 - - - - 38,0
Optimalisasi Keanggotaan Tidak
Tetap Indonesia pada Dewan
Keamanan PBB
Indeks Kepemimpinan dan Pengaruh
Peran Indonesia dalam Forum
Multilateral
95 - - - - 38,0 Pusat/
Perwakilan
Kemenlu
ProP : Optimalisasi Kontribusi
Indonesia dalam Jajaran 10 Besar
Negara Kontributor MPP PBB
Peringkat jumlah pasukan
perdamaian (PKO) yang dikirim
Pemerintah Indonesia
10 besar 10 besar 10 besar 10 besar 10 besar 12,8
Optimalisasi Kontribusi Indonesia
dalam Jajaran 10 Besar Negara
Kontributor MPP PBB
Peringkat jumlah pasukan perdamaian
(PKO) yang dikirim Pemerintah Indonesia
10 besar 10 besar 10 besar 10 besar 10 besar 12,8 Kemenlu
PP : PENEGAKAN HUKUM NASIONAL Indeks Pembangunan Hukum 0,65 0,67 0,69 0,71 0,73 1.633,3
KP : Penataan Regulasi Persentase judicial review yang
dikabulkan MK dan MA
12,15% dan
11,05%
11,15% dan
10,05%
10,15% dan
9,05%
9,15% dan
8,05%
8,15% dan
7,05%
38,8
ProP : Pembentukan Lembaga
Pengelola Regulasi
Persentase peraturan perundang-
undangan yang diharmonisasi
0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 20,9
Tindak lanjut hasil rekomendasi
analisis dan evaluasi hukum
Penyusunan SOP mengenai tindak lanjut
hasil rekomendasi analisis dan evaluasi
hukum
1 Dokumen 0,1 Pusat Kemenkumham
Pedoman konsultasi publik Penyusunan pedoman konsultasi publik 1 Dokumen 0,2 Pusat Kemenkumham
Penjaringan partisipasi publik
berbasis teknologi informasi
Aplikasi penjaringan partisipasi publik
berbasis teknologi informasi
1 Paket 0,1 Pusat Kemenkumham
Monitoring dan Evaluasi Putusan
Mahkamah Konstitusi
Monitoring dan Evaluasi Putusan
Mahkamah Konstitusi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
4,0 Pusat MK RI
Anotasi UU berdasarkan Putusan
MK
Penyusunan Anotasi UU berdasarkan
Putusan MK
15 Undang-
Undang
15 Undang-
Undang
15 Undang-
Undang
15 Undang-
Undang
15 Undang-
Undang
1,5 Pusat MK RI
berkas 3, hlm. 397
A.7.18
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Harmonisasi kebijakan dan/atau
peraturan perundang-undangan
untuk perlindungan dan pemajuan
hak perempuan dengan perspektif
korban
Harmonisasi kebijakan dan/atau
peraturan perundang-undangan untuk
perlindungan dan pemajuan hak
perempuan dengan perspektif korban
10
rekomendasi
10
rekomendasi
10
rekomendasi
10
rekomendasi
10
rekomendasi
15,0 Pusat Komnas
Perempuan
ProP : Pembaruan Substansi Hukum Jumlah pengundangan rancangan
undang-undang jangka menengah
1 UU (KUHP) 1 UU
(Kepailitan)
1 UU (Fidusia) 1 UU (Badan
Usaha)
1 (Hukum
Acara
Perdata)
17,9
RUU KUHP/KUHAP RUU KUHP/KUHAP yang diundangkan 1 Dokumen 1,8 Pusat Kemenkumham
RUU Hukum Acara Perdata RUU Hukum Acara Perdata 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 9,0 Pusat Kemenkumham
RUU Badan Usaha Kebijakan pendukung penyusunan NA
RUU Badan Usaha
1 Dokumen 1 Dokumen 5,2 Pusat Kemenkumham
RUU Badan Usaha Penyusunan NA RUU Badan Usaha 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 0,5 Pusat Kemenkumham
RUU Jaminan Fidusia RUU Jaminan Fidusia 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 0,9 Pusat Kemenkumham
RUU Kepailitan RUU Kepailitan 1 Dokumen 1 Dokumen 0,6 Pusat Kemenkumham
KP : Perbaikan Sistem Hukum Pidana
dan Perdata
1. Peringkat EoDB Indonesia untuk
aspek enforcing contracts
2. Peringkat EoDB Indonesia untuk
aspek resolving insolvency
3. Peringkat EoDB Indonesia untuk
aspek getting credits
4. Persentase Pelaku Residivis
1. Peringkat
120
2. Peringkat
30
3. Peringkat
30
4. 8,56%
1. Peringkat
110
2. Peringkat
28
3. Peringkat
28
4. 8,06%
1. Peringkat
100
2. Peringkat
26
3. Peringkat
26
4. 7,56%
1. Peringkat
80
2. Peringkat
24
3. Peringkat
24
4. 7,06%
1. Peringkat
70
2. Peringkat
20
3. Peringkat
20
4. 6,56%
817,9
ProP : Penyempurnaan hukum
ekonomi untuk mendukung
kemudahan berusaha
Persentase eksekusi putusan perdata 15% 15% 15% 15% 15% 10,2
Evaluasi dan Urgensi Penguatan
Kelembagaan Jurusita
Jumlah Kajian Evaluasi dan Urgensi
Penguatan Kelembagaan Jurusita
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 4,4 Pusat MA
Pengembangan Sistem Teknologi
Informasi untuk mendukung
kemudahan berusaha
Jumlah Pengembangan Sistem Teknologi
Informasi untuk mendukung kemudahan
berusaha
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 5,8 Pusat MA
ProP : Penerapan pendekatan
Keadilan Restoratif
Persentase pengenaan alternatif
pemidanaan
15% 15% 15% 15% 15% 40,0
Implementasi Keadilan Restoratif Penyusunan Juknis Implementasi
Keadilan Restoratif
1 Juknis 0,3 Pusat Kejagung
Bimtek penuntut umum sebagai
fasilitator dalam penanganan
perkara dengan pendekatan
keadilan restoratif
Jumlah Laporan Bimtek penuntut umum
sebagai fasilitator dalam penanganan
perkara dengan pendekatan keadilan
restoratif
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 6,9 Pusat Kejagung
Diklat berbasis Kompetensi di
Bidang Pembimbing
Kemasyarakatan
Jumlah Aparat yang Mengikuti Diklat
berbasis Kompetensi di Bidang
Pembimbing Kemasyarakatan
320 Orang 320 Orang 320 Orang 320 Orang 320 Orang 16,4 Pusat Kemenkumham
berkas 3, hlm. 398
A.7.19
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pemberdayaan masyarakat untuk
pelaksanaan keadilan restoratif
Jumlah Pokmas yang melaksanakan
program pemberdayaan Klien di
lingkungan masyarakat
35 pokmas 40 pokmas 30 pokmas 35 pokmas 35 pokmas 8,9 Wilayah Kemenkumham
Penanganan pelanggaran HAM yang
berat melalui upaya pemenuhan hak-
hak korban
Jumlah Surat Keterangan Korban
Penanganan pelanggaran HAM yang
berat
450 Surat
Keterangan
450 Surat
Keterangan
450 Surat
Keterangan
450 Surat
Keterangan
450 Surat
Keterangan
7,5 Pusat Komnas HAM
ProP : Dukungan TI di Bidang
Hukum dan Peradilan
Jumlah wilayah kerja instansi
penegak hukum yang
mengimplementasikan SPPT TI
109 Wilayah
Kerja
TBD TBD TBD TBD 767,8
Pengembangan dan pemeliharaan
CMS SPPT-TI
Jumlah Pengembangan dan
pemeliharaan CMS SPPT-TI
156 Satker 156 Satker 156 Satker 156 Satker 156 Satker 410,2 Daerah Kejagung
Pengadaan Sistem Monitoring dan
Dashboard Perkara CMS dan SPPT-
TI
Jumlah Pengadaan Sistem Monitoring
dan Dashboard Perkara CMS dan SPPT-
TI
2 Sistem 2 Sistem 2 Sistem 2 Sistem 2 Sistem 45,8 Daerah Kejagung
Bimbingan Teknis Operasional CMS
dan SPPT TI
Jumlah Bimbingan Teknis Operasional
CMS dan SPPT TI
460 Satker 460 Satker 460 Satker 460 Satker 460 Satker 124,1 Daerah Kejagung
Monitoring dan Evaluasi
Implementasi SPPT-TI
Jumlah Wilayah yang melakukan
Monitoring dan Evaluasi Implementasi
SPPT-TI
33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 2,0 Daerah Kemenkumham
Bimtek untuk Tenaga Pendukung
SPPT TI
Jumlah wilayah pelaksanaan Bimtek
untuk Tenaga Pendukung SPPT TI
33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 2,0 Daerah Kemenkumham
Peningkatan Fungsi SPPT di
pengadilan
Jumlah Peningkatan Fungsi SPPT di
pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
5,1 Daerah MA
Sistem Peradilan Pidana Terpadu
berbasis Teknologi Informasi
Jumlah Sistem Peradilan Pidana Terpadu
berbasis Teknologi Informasi
4 Desain 4 Desain 4 Desain 4 Desain 4 Desain 3,8 Pusat Kemen Kominfo
Rekomendasi Kebijakan di Bidang
Penegakan Hukum
Jumlah Rekomendasi Kebijakan di
Bidang Penanganan Perkara Secara
Terpadu Berbasis Teknologi Informasi di
Semua Lembaga Penegak Hukum
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
16,7 Pusat Kemenko Polhukam
Sistem Aplikasi e Manajemen
Penyidikan
Jumlah Unit Sistem Aplikasi e
Manajemen Penyidikan
727 Unit 727 Unit 727 Unit 727 Unit 727 Unit 145,7 Pusat POLRI
Karakterisasi putusan Jumlah Putusan yang dilakukan
Karakterisasi
35 putusan 35 putusan 35 putusan 35 putusan 35 putusan 12,5 Pusat KY RI
KP : Penguatan Sistem Anti Korupsi IPAK 4,00 4,03 4,06 4,09 4,14 203,0
ProP : Penguatan implementasi
Strategi Nasional Pencegahan
Korupsi
Survey Penilaian Integritas 0,68 0,70 0,72 0,74 0,76 144,3
Pembentukan ZI, WBK dan WBBM
Wilayah I
Wilayah ZI, WBK dan WBBM yang
dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,3 Daerah Kemenkumham
Pembentukan ZI, WBK dan WBBM
Wilayah II
Wilayah ZI, WBK dan WBBM yang
dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 0,9 Daerah Kemenkumham
berkas 3, hlm. 399
A.7.20
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembentukan ZI, WBK dan WBBM
Wilayah IIII
Wilayah ZI, WBK dan WBBM yang
dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 3,7 Daerah Kemenkumham
Pembentukan ZI, WBK dan WBBM
Wilayah IV
Wilayah ZI, WBK dan WBBM yang
dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,3 Daerah Kemenkumham
Pembentukan ZI, WBK dan WBBM
Wilayah V
Wilayah ZI, WBK dan WBBM yang
dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,3 Daerah Kemenkumham
Pembentukan ZI, WBK dan WBBM
Wilayah VI
Wilayah ZI, WBK dan WBBM yang
dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,3 Daerah Kemenkumham
Pengukuran tingkat kepuasan
layanan publik persepsi anti korupsi
dan ndeks integritas di
Kemenkumham
Jumlah Laporan Pengukuran tingkat
kepuasan layanan publik persepsi anti
korupsi dan ndeks integritas di
Kemenkumham
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 13,5 Pusat Kemenkumham
Sosialisasi Revisi Juknis Pedoman
Tuntutan Tipikor
Jumlah Sosialisasi Revisi Juknis
Pedoman Tuntutan Tipikor
31 Kegiatan 31 Kegiatan 31 Kegiatan 31 Kegiatan 31 Kegiatan 4,0 Pusat Kejagung
Peningkatan Zona Integritas Wilayah Peningkatan Zona Integritas Wilayah I 106 LHP 106 LHP 106 LHP 106 LHP 106 LHP 9,2 Daerah MA
Peningkatan Zona Integritas Wilayah Peningkatan Zona Integritas Wilayah II 83 LHP 83 LHP 83 LHP 83 LHP 83 LHP 6,1 Daerah MA
Peningkatan Zona Integritas Wilayah
III
Peningkatan Zona Integritas Wilayah III 105 LHP 105 LHP 105 LHP 105 LHP 105 LHP 10,8 Daerah MA
Peningkatan Zona Integritas Wilayah
IV
Peningkatan Zona Integritas Wilayah IV 53 LHP 53 LHP 53 LHP 53 LHP 53 LHP 6,8 Daerah MA
Pembangunan Zona Integritas Pembangunan Zona Integritas 2 laporan 2 laporan 2 laporan 2 laporan 2 laporan 0,5 Pusat MK RI
Pendampingan Pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM di
Lingkungan Kejaksaan RI
Jumlah Satker yang Mendapat
Pendampingan Pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM di
Lingkungan Kejaksaan RI
31 Satker 31 Satker 31 Satker 31 Satker 31 Satker 9,0 Daerah Kejagung
Pelaksanaan Survei Penilaian
Integritas
Jumlah Instansi yang dilakukan Survei
Penilaian Integritas
84 Instansi 84 Instansi 84 Instansi 84 Instansi 84 Instansi 28,8 Pusat KPK
Monitoring Implementasi Strategi
Nasional Pencegahan Korupsi
Jumlah Laporan Monitoring Implementasi
Strategi Nasional Pencegahan Korupsi
2 laporan 2 laporan 2 laporan 2 laporan 2 laporan 45,7 Pusat KPK
ProP : Optimalisasi mekanisme
pemulihan dan pengelolaan aset
Jumlah Aparat Penegak Hukum yang
mengikuti Diklat Pemulihan Aset
160 orang 160 orang 160 orang 160 orang 160 orang 58,7
Diklat Pemulihan Aset Jumlah Angkatan Diklat Pemulihan Aset 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 9,5 Pusat Kejagung
Penanganan dan Penyelesaian
Pemulihan Aset yang terkait Tindak
Pidana
Jumlah Laporan Penanganan dan
Penyelesaian Pemulihan Aset yang
terkait Tindak Pidana
20 Laporan 20 Laporan 20 Laporan 20 Laporan 20 Laporan 49,1 Pusat Kejagung
KP : Peningkatan Akses terhadap
Keadilan
Indeks Akses terhadap Keadilan 65-70% 65-70% 71-80% 71-80% 71-80% 573,6
ProP : Penguatan layanan keadilan Indeks Akses terhadap Keadilan 65-70% 65-70% 71-80% 71-80% 71-80% 567,6
berkas 3, hlm. 400
A.7.21
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Layanan Pos Bantuan Hukum Jumlah Jam Layanan Pos Bantuan
Hukum
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
55,8 Pusat MA
Perkara peradilan umum yang
diselesaikan melalui sidang diluar
gedung pengadilan
Jumlah Perkara peradilan umum yang
diselesaikan melalui sidang diluar
gedung pengadilan
3888 Perkara 3888 Perkara 3888 Perkara 3888 Perkara 3888 Perkara 26,4 Pusat MA
Perkara peradilan umum yang
diselesaikan melalui pembebasan
biaya perkara
Jumlah Perkara peradilan umum yang
diselesaikan melalui pembebasan biaya
perkara
81 Perkara 81 Perkara 81 Perkara 81 Perkara 81 Perkara 0,4 Pusat MA
Perkara dilingkungan Peradilan
Agama yang diselesaikan melalui
Pembebasan Biaya perkara
Jumlah Perkara dilingkungan Peradilan
Agama yang diselesaikan melalui
Pembebasan Biaya perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
20,4 Pusat MA
Perkara dilingkungan Peradilan
Agama yang diselesaikan melalui
sidang diluar gedung
Jumlah Perkara dilingkungan Peradilan
Agama yang diselesaikan melalui sidang
diluar gedung
25.489
perkara
25.489
perkara
25.489
perkara
25.489
perkara
25.489
perkara
58,7 Pusat MA
Layanan Bantuan Hukum
dilingkungan Peradilan Agama
Jumlah Layanan Bantuan Hukum
dilingkungan Peradilan Agama
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
58,2 Pusat MA
Perkara dilingkungan Peradilan
Agama yang diselesaikan melalui
Sidang Terpadu
Jumlah Perkara dilingkungan Peradilan
Agama yang diselesaikan melalui Sidang
Terpadu
3286 perkara 3286 perkara 3286 perkara 3286 perkara 3286 perkara 3,6 Pusat MA
Perkara Peradilan Tata Usaha
Negara yang Diselesaikan Melalui
Pembebasan Biaya Perkara
Jumlah Perkara Peradilan Tata Usaha
Negara yang Diselesaikan Melalui
Pembebasan Biaya Perkara
44 Perkara 44 Perkara 44 Perkara 44 Perkara 44 Perkara 0,1 Pusat MA
Pos Bantuan Hukum Jumlah Jam Layanan Pos Bantuan
Hukum
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
4,8 Pusat MA
Rekomendasi untuk pelaksanaan
dukungan pengakuan, penghargaan
dan perlindungan yang mendukung
kerja-kerja perempuan pembela
HAM
Jumlah Rekomendasi untuk pelaksanaan
dukungan pengakuan, penghargaan dan
perlindungan yang mendukung kerja-
kerja perempuan pembela HAM
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
1
Rekomendasi
2,5 Pusat Komnas
Perempuan
Kegiatan Bantuan Hukum Litigasi Jumlah Orang Penerima Bantuan Hukum
Litigasi
5699 orang 7025 orang 7025 orang 7025 orang 9169 orang 286,6 Daerah Kemenkumham
Kegiatan Bantuan Hukum non
Litigasi
Jumlah Kegiatan Bantuan Hukum non
Litigasi
758 Kegiatan 938 Kegiatan 938 Kegiatan 938 Kegiatan 1221 Kegiatan 50,1 Daerah Kemenkumham
ProP : Pemberdayaan Hukum bagi
Masyarakat
Indeks Akses terhadap Keadilan 65-70% 65-70% 71-80% 71-80% 71-80% 6,0
Penyusunan Standar Norma dan
Setting HAM
Jumlah Penyusunan Standar Norma dan
Setting HAM
2 Standar
Norma dan
Setting
2 Standar
Norma dan
Setting
2 Standar
Norma dan
Setting
2 Standar
Norma dan
Setting
2 Standar
Norma dan
Setting
6,0 Pusat Komnas HAM
PP : REFORMASI BIROKRASI DAN TATA
KELOLA
Persentase Instansi Pemerintah Pusat
(Kementerian/Lembaga) dengan
Indeks RB Baik Keatas*
70 75 80 85 85 14.765,8
berkas 3, hlm. 401
A.7.22
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
PersentaseInstansi Pemerintah
Daerah (Provinsi) dengan Indeks RB
Baik Keatas*
50 60 70 80 85
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Kabupaten/Kota) dengan
Indeks RB Baik Keatas*
30 35 45 55 70
KP : Penguatan Implementasi
Manajemen ASN
Persentase Kementerian dengan
Indeks Sistem Merit Kategori Baik
Keatas
90 100 100 100 100 264,4
Persentase LPNK dengan Indeks
Sistem Merit Kategori Baik Keatas
65 80 95 100 100
Persentase Provinsi dengan Indeks
Sistem Merit Kategori Baik Keatas
37 49 61 73 85
Persentase Kabupaten/Kota dengan
Indeks Sistem Merit Kategori Baik
Keatas
10 15 20 25 30
ProP : Manajemen Talenta Nasional
ASN
Jumlah instansi yang menerapkan
manajemen talenta ASN
- - - 87 K/L 34 Provinsi
100 Kab/Kota
146,9
Data ASN yang Akurat dan
Komprehensif
Jumlah Data ASN Terpilah 1 Database - - - - 10,5 Pusat BKN
Gap analysis kebutuhan SDM ASN
sesuai sektor prioritas dan potensi
kewilayahan
Jumlah dokumen gap analysis 1 dokumen - - - - 5,0 Pusat LAN
Ragam Okupasi Kritis ASN Nasional Jumlah Kebijakan Penetapan Ragam
Okupasi Kritis ASN Nasional
- 1 Dokumen - - - 5,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Rencana Pengembangan Kompetensi
SDM ASN Nasional
Jumlah dokumen Rencana
Pengembangan Kompetensi SDM ASN
Nasional
- - 1 Dokumen - - 5,0 Pusat LAN
Sistem Talent Pool ASN Nasional Jumlah Sistem Talent Pool JPT Nasional - - - 1 Upgrade
Sistem
- 3,0 Pusat BKN
Sistem Informasi Kompetensi ASN
(SIPKA)
Jumlah Sistem Informasi Kompetensi
ASN (SIPKA)
1 Sistem - - - - 1,5 Pusat LAN
Pemetaan kompetensi ASN melalui
Assesment Center
Jumlah ASN (JPT dan JA) yang
terpetakan kompetensinya melalui
assesment center
2000 Orang 100% jumlah
JPT dan JA
terpetakan
kompetensinya
- - - 8,8 Pusat/Daerah BKN
Penerapan sekolah kader ASN Jumlah lulusan sekolah kader ASN - 100 Peserta 100 Peserta 100 Peserta 100 Peserta 83,1 Pusat LAN
Instansi Pemerintah yang
menerapkan pola karir Nasional
Jumlah Instansi Pemerintah 3 30,0 30,0 30,0 30,0 18,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
berkas 3, hlm. 402
A.7.23
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penerapan Manajemen Talenta ASN Jumlah K/L/D yang menerapkan
manajemen talenta ASN
- - - 89 K/L 34 Provinsi
100 Kab/Kota
7,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
ProP : Peningkatan Penerapan
Sistem Merit ASN
Jumlah Instansi Pemerintah dengan
Indeks Sistem Merit Kategori Baik
Keatas
54 IP 108 IP 162 IP 216 IP 270 IP 117,5
Skenario model kesejahteraan ASN
(insentif untuk ASN High
Performance, insentif untuk ASN di
daerah 3T dan risiko tinggi)
Laporan rekomendasi kebijakan 3 Kajian - - - - 1,2 Pusat LAN
Penerapan Pola Karir Instansi
Pemerintah
Jumlah Instansi Pemerintah yang
menerapkan pola karir instansi
72 IP 137 IP 137 IP 137 IP 138 IP 15,3 Pusat BKN
Kebijakan/peraturan pelaksanaan
PP Gaji, Tunjangan dan Fasilitas
Jumlah kebijakan - 1 kebijakan - - - 1,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Kebijakan/peraturanpelaksanaan
PP pensiun ASN
Jumlah kebijakan - 1 kebijakan - - - 1,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Kebijakan insentif untuk ASN High
Performance, di 3T dan tingkat
risiko pekerjaan tinggi
Jumlah kebijakan insentif untuk ASN di
3T dan tingkat risiko pekerjaan tinggi
- - 1 Kebijakan - - 1,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penilaian Penerapan Sistem Merit di
lnstansi Pemerintah
Jumlah lP yang dilakukan Penilaian
Penerapan Sistem
Merit
73 IP 637 IP 637 IP 637 IP 637 IP 28,8 Pusat/Daerah KASN
Pembinaan Penerapan Sistem Merit Jumlah IP yang dilakukan pembinaan
penerapan sistem merit
67 IP 70 IP 70 IP 70 IP 70 IP 7,3 Pusat/Daerah KASN
Pengawasan Pelaksanaan Seleksi
JPT di Instansi Pemerintah
Jumlah Rekomendasi Hasil Pengawasan
Pelaksanaan Seleksi JPT di Instansi
Pemerintah
1500
Rekomendasi
1750
Rekomendasi
2000
Rekomendasi
2250
Rekomendasi
2500
Rekomendasi
11,0 Pusat/Daerah KASN
Penyusunan kebijakan pelaksanaan
PP 30/2019 tentang Penilaian
Kinerja PNS
Jumlah kebijakan 4 Kebijakan - - - - 0,6 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Piloting penerapan sistem
mananjemen kinerja
Jumlah IP yang di-ujicoba penerapan
sistem manajemen kinerja
7 IP Pusat
10 IP Daerah
- - - - 0,9 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Penerapan Sistem informasi
Manajemen Kinerja ASN
Jumlah IP yang menerapkan manajemen
kinerja ASN sesuai PP 30/2019
menggunakan sistem informasi kinerja
25 IP 204 IP 204 IP 202 IP - 15,0 Pusat/Daerah BKN
Kebijakan penataan jabatan
fungsional
Jumlah kebijakan 1 kebijakan - - - - 1,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Evaluasi Sistem Diklat
Kepemimpinan ASN
Jumlah Rekomendasi 1
Rekomendasi
- - - - 1,0 Pusat/Daerah LAN
berkas 3, hlm. 403
A.7.24
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengembangan Sistem Diklat
Kepemimpinan ASN Mendukung
Smart Governance
Jumlah Kebijakan/modul/pedoman - 2 kebijakan/
modul/
pedoman
- - - 1,0 Pusat/Daerah LAN
Kebijakan Smart Office Jumlah Kebijakan 1 Kebijakan - - - - 1,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Pemetaan Integritas ASN Jumlah ASN yang mengisi survey
integritas
428000 - - - 428000 2,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Penyusunan kebijakan Nilai dasar,
kode etik dan kode perilaku
Jumlah kebijakan Nilai dasar, kode etik
dan kode perilaku
1 Peraturan
Pemerintah
- - - - 1,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penyusunan kebijakan pembinaan
netralitas ASN
Penyusunan kebijakan pembinaan
netralitas ASN
1 Permenpan - - - - 0,3 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penyusunan kebijakan penjatuhan
sanksi terhadap intoleransi dan
radikalisme di Lingkungan ASN
Jumlah kebijakan penjatuhan sanksi
terhadap intoleransi dan radikalisme di
Lingkungan ASN
1 Perpres - - - - 0,3 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Pengembangan Model Pelatihan
Teknis Substantif Jabatan
Fungsional ASN Mendukung Smart
Jumlah Kebijakan/modul/pedoman - 1 kebijakan/
modul/
pedoman
- - - 1,0 Pusat LAN
Kebijakan ketentuan sanksi bagi
pejabat pembina kepegawaian atas
pelanggaran prinsip sistem merit
dalam manajemen ASN
Jumlah Kebijakan - 1 Perpres - - - 1,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Monitoring Pelaksanaan Nilai Dasar,
Kode Etik, Kode Perilaku
Jumlah IP yang patuh dalam
pelaksanaan nilai dasar, kode etik, kode
perilaku
270 IP 390 IP 510 IP 630 IP 719 IP 19,3 Pusat KASN
Rekomendasi Hasil Pengawasan
atas Pelanggaran Netralitas Pegawai
ASN
Jumlah Rekomendasi Hasil Pengawasan
atas Pelanggaran Netralitas Pegawai ASN
200
Rekomendasi
200
Rekomendasi
200
Rekomendasi
200
Rekomendasi
200
Rekomendasi
5,5 Daerah KASN
KP : Transformasi pelayanan publik Jumlah instansi pemerintah dengan
tingkat Kepatuhan Pelayanan Publik
Kategori Baik
135 142 150 157 164 166,7
Prop : Pelayanan publik berbasis
elektronik (e-services) yang
terintegrasi
1. Tersedianya portal pelayanan
publik Pemerintah Pusat
2. Tersedianya portal pelayanan
publik Pemerintah Daerah
- - - - 2 Portal 11,0
Review dan pemetaan sektor
pelayanan strategis (dasar dan
perizinan)
Jumlah sektor layanan strategis yang
direview/dipetakan
- 2 sektor
layanan
strategis
- - - 1,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Integrasi data dan informasi
pelayanan publik sektor strategis
dalam SIPP (Sistem Informasi
Pelayanan Publik)
Jumlah sektor pelayanan publik strategis
yang data dan informasinya masuk ke
dalam SIPP
- 2 sektor
pelayanan
(dasar dan
perizinan)
- - - 2,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
berkas 3, hlm. 404
A.7.25
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Integrasi proses bisnis pelayanan
publik tingkat pusat
Jumlah sektor pelayanan publik
straategis yang distandarisasi proses
bisnisnya
- 1 PermenPAN
RB tentang
Standar Proses
Bisnis
Pelayanan
Publik
Pemerintah
Pusat
1 sektor
pelayanan
1 sektor
pelayanan
- 3,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Pembangunan portal pelayanan
publik Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah
Jumlah portal pelayanan publik - - - - 2 portal 5,0 Pusat/Daerah Kemen Kominfo
Prop : Penguatan pengawasan
masyarakat atas kinerja pelayanan
publik
Jumlah instansi pemerintah dengan
tingkat Kepatuhan Pelayanan Publik
Kategori Baik
135 142,0 150,0 157,0 164,0 103,1
Pemantauan dan Evaluasi
Tindaklanjut Pengaduan dalam
LAPOR-SP4N
Prosentase laporan pengaduan yang
diselesaikan
90% 90% 90% 90% 90% 8,3 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penyelesaian Laporan/Pengaduan
Masyarakat terhadap
penyelenggara pelayanan publik
(external complaint handling)
Jumlah laporan/ pengaduan masyarakat
terhadap penyelenggara pelayanan
publik yang diselesaikan
6000 6300 6600 6800 7000 90,8 Pusat/Daerah OMBUDSMAN RI
Pemantauan pelaksanaan Survey
Kepuasan Masyarakat (SKM) di unit
penyelenggara pelayanan publik
Jumlah Indeks Kepuasan Masyarakat
Nasional
- 1 indeks 1 indeks 1 indeks 1 indeks 4,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Prop : Penguatan ekosistem inovasi Jumlah unit pelayanan publik (UPP)
yang mereplikasi inovasi
500 500 500 500 500 36,6
Pembangunan hub (pusat
pengetahuan) inovasi pelayanan
publik
Jumlah inovasi pelayanan publik yang
direplikasi
50 inovasi 50 inovasi 50 inovasi 50 inovasi 50 inovasi 5,0 Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Pengembangan Jejaring Inovasi
Daerah
Fasilitasi dan pendampingan daerah
dalam penerapan replikasi inovasi
daerah
34 provinsi 34 provinsi 34 provinsi 34 provinsi 34 provinsi 25,0 Daerah Kemendagri
Penerapan Laboratorium Inovasi
Pelayanan Publik
Jumlah lab inovasi pelayanan publik 4 Daerah 4 Daerah 4 Daerah 4 Daerah 4 Daerah 6,6 Daerah LAN
Prop : Penguatan pelayanan terpadu Jumlah Mal Pelayanan Publik di Kota
Besar/Sedang/KEK
9 MPP 9 MPP 9 MPP 9 MPP 9 MPP 16,0
Penyusunan Kebijakan
Pengembangan Integrasi Data,
Proses, dan Standar Pelayanan MPP
Jumlah kebijakan integrasi data, proses,
dan standar pelayanan MPP
1 Perpres - - - - 1,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Pendampingan pembentukan Mall
Pelayanan Publik
Jumlah Kabupaten/Kota di Kota
Besar/Sedang/KEK
9 Kab/Kota 9 Kab/Kota 9 Kab/Kota 9 Kab/Kota 9 Kab/Kota 15,0 Daerah KEMEN PAN DAN
RB
berkas 3, hlm. 405
A.7.26
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
KP : Penataan kelembagaan dan proses
bisnis
Persentase Instansi Pemerintah Pusat
(Kementerian/Lembaga) dengan
Indeks Maturitas SPBE Baik Keatas
70 80 100 13.659,9
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Provinsi) dengan Indeks
Maturitas SPBE Baik Keatas
50 60 80
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Kabupaten/Kota) dengan
Indeks Maturitas SPBE Baik Keatas
20 30 50
Prop : Penataan kelembagaan Jumlah instansi pemerintah yang tata
kelembagaannya
23 21 21 21 21 75,9
Kebijakan penataan eselonisasi Jumlah kebijakan penataan eselonisasi 1 PermenPAN - - - - 0,3 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penataan kelembagaan bidang
polhukam
Jumlah K/L yang ditata 8 K/L 6 K/L 6 K/L 6 K/L 6 K/L 19,6 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penataan kelembagaan bidang
perekonomian dan kemaritiman
Jumlah K/L yang ditata 8 K/L 8 K/L 8 K/L 8 K/L 8 K/L 22,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penataan kelembagaan bidang
pembangunan manusia dan
kebudayaan
Jumlah K/L yang ditata 7 K/L 7 K/L 7 K/L 7 K/L 7 K/L 16,5 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penerapan proses bisnis instansi
pemerintah bidang polhukam
Jumlah IP yang menerapkan proses
bisnis
8 IP 5 IP 5 IP 5 IP 5 IP 4,9 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penerapan proses bisnis instansi
pemerintah bidang perekonomian
dan kemaritiman
Jumlah IP yang menerapkan proses
bisnis
18 IP 5 IP 5 IP 5 IP 5 IP 5,4 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penerapan proses bisnis instansi
pemerintah bidang pembangunan
manusia dan kebudayaan
Jumlah IP yang menerapkan proses
bisnis
8 IP 5 IP 5 IP 5 IP 5 IP 4,7 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Arsitektur Kelembagaan Pemerintah Jumlah rekomendasi arsitektur
kelembagaan pemerintah
- - - 1 rancangan
arsitektur
1 arsitektur 2,5 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Prop : Penerapan SPBE terintegrasi - Integrasi portal pelayanan publik
- Integrasi portal administrasi
pemerintahan
1 portal 13.584,0
Penyusunan Arsitektur SPBE
Nasional
Jumlah Kebijakan Arsitektur SPBE
Nasional
1 Perpres - - - - 1,8 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Pembangunan Portal Arsitektur
SPBE
Jumlah Portal arsitektur SPBE - 1 Portal - - - 5,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penyusunan Undang-Undang SPBE Jumlah UU SPBE - 1 NA 1 RUU 1 RUU 1 UU 11,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
berkas 3, hlm. 406
A.7.27
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penyusunan kebijakan tatakelola
pelaksanaan Perpres 95/2018
tentang SPBE
Jumlah Permen PAN 1. PermenPAN
RB tentang
Peta Rencana
SPBE Nasional
2. PermenPAN
RB tentang
Pedoman
Evaluasi SPBE
1. PermenPAN
RB tentang
Pedoman
Penyusunan
Arsitektur
SPBE
2. PermenPAN
RB tentang
Pedoman SDM
SPBE
1. PermenPAN
RB tentang
Pedoman
Manajemen
Perubahan
2. PermenPAN
RB tentang
Pedoman
Proses Bisnis
- - 4,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penyusunan kebijakan manajemen
data dan informasi implementasi
Perpres 95/2018 tentang SPBE
Jumlah Permen PPN 1 Permen PPN
tentang
Manajemen
Data dan
Informasi
- - - - 1,0 Pusat Kemen
PPN/Bappenas
Penyusunan kebijakan infrastruktur
dan aplikasi SPBE
Jumlah Peraturan Menteri Kominfo yang
mendukung implementasi SPBE
8 8 8 8 8 20,0 Pusat Kemen Kominfo
Penyusunan kebijakan Manajemen
Pengetahuan implementasi Perpres
95/2018 tentang SPBE
Jumlah Perka BPPT 3 Perka - - - - 1,0 Pusat BPPT
Integrasi Perencanaan,
Penganggaran, Pengadaan Barang
Jasa, Akuntabilitas Kinerja, serta
Pemantauan dan Evaluasi di Pusat
dan Daerah
Jumlah Sistem Terintegrasi Tersedianya
aplikasi umum
Perencanaan
dan
Penganggaran
Integrasi
internal
pemerintah
daerah
Integrasi
antara
Kab/Kota
dengan
provinsi
Integrasi desa
dengan
kab/kota
Integrasi
sistem tingkat
pusat
10,0 Pusat Kemen Kominfo
Pembangunan Sistem Informasi ASN
Terintegrasi
Jumlah Sistem Informasi ASN
Terintegrasi
1 Sistem - - - - 10,7 Pusat BPPT
Penerapan e-Arsip terintegrasi Jumlah Instansi pemerintah yang
menerapkan e-Arsip terintegrasi
75 Instansi 167 Instansi 171 Instansi 168 Instansi 122 Instansi 25,9 Pusat/Daerah Arsip Nasional
Penyelenggaraan Pusat Data
Nasional
Jumlah penyediaan data center nasional 1 paket sewa
cloud dan
persiapan
lahan
konstruksi 2 data center konstruksi
tambahan 2
data center
4 data center
(kumulatif)
6.996,0 Pusat Kemen Kominfo
Pengembangan, Integrasi dan
Implementasi Sistem Perencanan
Pengadaan
Jumlah Pengembangan, Integrasi dan
Implementasi Sistem Perencanan
Pengadaan
1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 17,5 Pusat LKPP
berkas 3, hlm. 407
A.7.28
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pengembangan, Integrasi dan
Implementasi Sistem Monev
Pengadaan
Jumlah Pengembangan, Integrasi dan
Implementasi Sistem Monev Pengadaan
1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 1 sistem 15,7 Pusat LKPP
Pengembangan SPSE Terpusat Jumlah LPSE yang menggunakan
aplikasi terpusat
10 LPSE 150 LPSE 300 LPSE 450 LPSE 600 LPSE 465,3 Pusat dan Daerah LKPP
Terselenggaranya jalur komunikasi yang
berkualitas dan aman dalam
penyelenggaran layanan SPBE
Akses yang
memadai bagi
penyelenggara
an aplikasi
umum
Jaringan Intra
Pemerintah
berbasis
seluler bagi
100.000 ASN
Jaringan Intra
Pemerintah
berbasis
seluler bagi
500 ribu ASN
Jaringan Intra
Pemerintah
berbasis
seluler bagi 1
juta ASN
Jaringan Intra
Pemerintah
berbasis
seluler bagi 4
juta ASN
5.930,0 Pusat Kemen Kominfo
Penyediaan Sistem Penghubung
Layanan Pemerintah
Persentase terwujudnya interoperabilitas
antara layanan SPBE
100 100 100 100 100 20,0 Pusat Kemen Kominfo
Pembangunan Portal Data Nasional Terbangunnya integrasi data dan
pengelolaan portal data nasional
- - - 1 Data
Terintegrasi
1 Data
Terintegrasi
5,1 Pusat KEMEN
PPN/BAPPENAS
Audit Infrastruktur SPBE Terlaksanakannya audit infrastruktur
nasional SPBE
1 Perangkat
alat
bantu/tools
audit aplikasi
1 Perangkat
alat
bantu/tools
audit
infratsruktur
1 Audit
Infrastruktur
Nasional
1 Audit
Infrastruktur
Nasional
1 Audit
Infrastruktur
Nasional
44,0 Pusat BPPT
Audit Aplikasi Umum SPBE Terlaksanakannya audit aplikasi umum
SPBE
- 4 Audit
Aplikasi Umum
4 Audit
Aplikasi Umum
4 Audit
Aplikasi Umum
4 Audit
Aplikasi Umum
0,0 Pusat BPPT
KP : Reformasi Sistem Akuntabilitas
Kinerja
Persentase Instansi Pemerintah Pusat
(Kementerian/Lembaga) yang
mendapatkan Opini WTP
91 92 93 94 95 674,8
Persentase Instansi Pemerintah
Provinsi yang mendapatkan Opini
WTP
91 92 93 94 95
Persentase Instansi Pemerintah
Kabupaten yang mendapatkan Opini
WTP
77 80 82 83 85
Persentase Instansi Pemerintah Kota
yang mendapatkan Opini WTP
91 92 93 94 95
Persentase Instansi Pemerintah Pusat
(Kementerian/Lembaga) dengan Skor
B Ke atas Atas SAKIP
94 96 98 100 100
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Provinsi) dengan Skor B Ke
atas Atas SAKIP
berkas 3, hlm. 408
A.7.29
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Kabupaten/Kota) dengan
Skor B Ke atas Atas SAKIP
50 55 65 75 80
Prop : Perluasan implementasi
sistem integritas
Jumlah unit kerja mendapatkan
predikat WBK/WBBM di sektor
strategis
100 WBK/
WBBM
100 WBK/
WBBM
120 WBK/
WBBM
140 WBK/
WBBM
160 WBK/
WBBM
39,8
Evaluasi Zona Integritas di sektor
strategis
Jumlah unit kerja yang dievaluasi untuk
mendapatkan predikat WBK/WBBM
495 Unit Kerja 1000 Unit
Kerja
1200 Unit
Kerja
1400 Unit
Kerja
1600 Unit
Kerja
39,8 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Prop : Penguatan pengelolaan
reformasi birokrasi dan sistem
akuntabilitas kinerja organisasi
Persentase Intansi Pemerintah
(K/L/D) dengan Indeks Penerapan
Manajemen Risiko (Manajemen Risiko
Indeks) Level 3
- K/L
=20,69%
- Prov = 5%
- Kab/Kota =
5%
-K/L =
42,53%
- Prov = 15%
- Kab/Kota =
10%
- K/L =
56,32%
- Prov = 30%
- Kab/Kota =
15%
- K/L =
68,97%
- Prov = 40%
- Kab/Kota =
25%
- K/L =
79,31%
- Prov = 62%
- Kab/Kota =
39%
602,0
Persentase K/L/D yang melakukan
penyelesaian tindak lanjut
rekomendasi hasil pemeriksaan BPK
35% 40% 45% 50% 55%
Persentase Instansi Pemerintah Pusat
(Kementerian/Lembaga) dengan Skor
SAKIP B Ke atas
94 96 98 100 100
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Provinsi) dengan Skor SAKIP
B Ke atas
85 87 90 100 100
Persentase Instansi Pemerintah
Daerah (Kabupaten/Kota) dengan
Skor SAKIP B Ke atas
50 55 65 75 80
Penguatan tim pengelola RB
Nasional
Jumlah rekomendasi Tim RB Nasional
terhadap pelaksanaan RB pada sektor
pembangunan prioritas
9 9 9 9 9 12,8 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Penguatan tim pengelola RB Daerah Jumlah rekomendasi Tim Asistensi RB
Daerah
- 34 34 34 34 49,0 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Kebijakan/Pedoman Pelaksanaan
Manajemen Risiko
Jumlah kebijakan/pedoman
pelaksanaan manajemen resiko
1 Kebijakan - - - - 2,3 Pusat BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di
Kementerian/Lembaga
Jumlah Kementerian/Lembaga dengan
Indeks Penerapan Manajemen Risiko
(Manajemen Risiko Indeks) pada level 3
dari Skala 1 s.d 5
K/L = 18 IP
(20,69%)
K/L = 37 IP
(42,53%)
K/L = 49 IP
(56,32%)
K/L = 60 IP
(66,97%)
K/L = 69 IP
(79,31%)
60,8 Pusat BPKP
berkas 3, hlm. 409
A.7.30
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penerapan Manajemen Risiko di
Provinsi
Jumlah Provinsi dengan Indeks
Penerapan Manajemen Risiko
(Manajemen Risiko Indeks) pada level 3
dari Skala 1 s.d 5
Provinsi = 2 IP
(5%)
Provinsi = 6 IP
(15%)
Provinsi = 10
IP (30%)
Provinsi = 14
IP (40%)
Provinsi = 23
IP (62%)
15,6 Daerah BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di
Kab/Kota
Jumlah Kab/Kota dengan Indeks
Penerapan Manajemen Risiko
(Manajemen Risiko Indeks) pada level 3
dari Skala 1 s.d 5
Kab/kota = 25
IP (5%)
Kab/Kota =
51 IP (10%)
Kab/Kota =
76 IP (15%)
Kab/Kota =
127 IP (25%)
Kab/Kota =
200 IP (39%)
132,9 Daerah BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di
Badan Usaha (BUMN/D, BLU/D)
Jumlah Badan Usaha dengan Indeks
Penerapan Manajemen Risiko
(Manajemen Risiko Indeks) pada level 3
dari Skala 1 s.d 5
355 BU
(16.74%)
419 BU
(19.75%)
524 BU
(24.71%)
622 BU
(29.33%)
741 BU
(34.94%)
182,4 Pusat dan Daerah BPKP
Monitoring UKPBJ yang Mencapai
Maturitas Level 3
Jumlah UKPBJ yang mencapai maturitas
Level 3
100 UKPBJ 350 UKPBJ 350 UKPBJ 350 UKPBJ 350 UKPBJ 11,1 Pusat/Daerah LKPP
Asistensi implementasi Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP)
Jumlah IP yang diberikan asistensi
implementasi Sistem Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
616 IP 275 IP 245 IP 195 IP 135 IP 10,2 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Evaluasi implementasi Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP)
Jumlah IP yang dievaluasi implementasi
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP)
616 IP 625 IP 625 IP 625 IP 625 IP 40,0 Pusat/Daerah KEMEN PAN DAN
RB
Reviu Perencanaan Kinerja Instansi
Pemerintah
Jumlah Instansi Pemerintah yang diriviu
Perencanaan Kinerjanya
- 12 IP 30 IP 30 IP 30 IP 1,8 Pusat KEMEN PAN DAN
RB
Pelaksanaan Pengawasan
Kearsipan di Instansi Pusat (K/L)
dan Daerah
(Provinsi/Kabupaten/Kota)
Jumlah K/L dan Daerah
(Provinsi/Kabupaten/Kota) yang
memperoleh nilai pengawasan kearsipan
kategori B ke atas
K/L = 32
Instansi
Daerah = 38
Prov/Kab/Kota
K/L = 7
Instansi
Daerah = 32
Prov/Kab/Kota
K/L = 14
Instansi
Daerah = 27
Prov/Kab/Kota
K/L = 16
Instansi
Daerah = 32
Prov/Kab/Kota
K/L = 8
Instansi
Daerah = 32
Prov/Kab/Kota
76,0 Pusat Arsip Nasional
Rekomendasi Hasil Pengawasan
Kearsipan yang Ditindaklanjuti
Jumlah Rekomendasi hasil pengawasan
kearsipan yang ditindaklanjuti
75
Rekomendasi
121
Rekomendasi
121
Rekomendasi
121
Rekomendasi
122
Rekomendasi
7,2 Pusat Arsip Nasional
Prop : Penguatan perencanaan dan
penganggaran
Persentase Integrasi Sistem
Perencanaan, Penganggaran,
Pamantauan, Evaluasi, dan Audit
20 40,0 60,0 80,0 100,0 33,0
Sinkronisasi Perencanaan dan
Penganggaran
Persentase integrasi sistem perencanaan
dan penganggaran pemerintah pusat
75 100 - - - 21,0 Pusat Kemen
PPN/Bappenas
Persentase integrasi sistem perencanaan
dan penganggaran pemerintah daerah
50 75 100 - - 0,0 Daerah Kemen
PPN/Bappenas
Persentase Integrasi sistem perencanaan
dan penganggaran pusat dan daerah
25 50 75 100 - 0,0 Pusat dan Daerah Kemen
PPN/Bappenas
berkas 3, hlm. 410
A.7.31
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Reviu dan Penyempurnaan Sistem
Perencanaan dan Penganggaran
Jumlah Fitur yang diperbaiki,
disempurnakan, atau ditambahkan
3 3 3 3 3 12,0 Pusat Kemen
PPN/Bappenas
PP : Menjaga Stabilitas Keamanan
Nasional
Global Fire Power Index 0,26 0,25 0,24 0,22 0.20 292.853,8
Global Terorism Index 4.44 4.39 4.34 4.29 4.24
Proporsi orang yang merasa aman
berjalan sendirian
>55% >55% >55% >60% >60%
Indeks Keamanan dan Ketertiban
Nasional
3,1 3,2 3,2 3,3 3,4
KP : Penguatan Keamanan Dalam
Negeri
Indeks Risiko Terorisme (Pelaku) 38.24 38.14 38.00 37.90 37.80 11.169,5
Indeks Risiko Terorisme (Target) 54,46 54.36 54.26 54.16 54.00
Angka Pelanggaran Lintas Batas
Negara
300 <300 <250 <200 <150
Angka Kejadian Konflik 55 Kejadian 50 Kejadian 45 Kejadian 40 Kejadian 35 Kejadian
Angka Korban Pengungsi Internal ≤16.000
Orang
≤15.500
Orang
≤15.000
Orang
≤14.500
Orang
≤14.000
Orang
ProP : Peningkatan Deradikalisasi
dan Penanganan Terorisme
Clearance Rate Terorisme
75% 75% 77% 79% 80%
3.241,6
Jumlah Kegiatan Deradikalisasi
terhadap Tersangka, Terdakwa,
Terpidana, narapidana terorisme,
mantan narapidana terorisme, serta
orang atau kelompok orang terpapar
paham radikal terorisme.
187 Kegiatan 187 Kegiatan 187 Kegiatan 187 Kegiatan
Jumlah Kegiatan Pencegahan Tindak
Pidana Terorisme
134 Kegiatan 139 Kegiatan 141 Kegiatan 144 Kegiatan
Jumlah Instansi yang berpartisipasi
aktif dalam Sinergisitas
penanggulangan terorisme
38 Institusi 40 Institusi 44 Institusi 48 Institusi 50 Institusi
Penanganan Kasus Terorisme Jumlah Kasus Terorisme yang Ditangani
- 17 Kasus 20 Kasus 22 Kasus 25 Kasus 2.147,4
Pusat POLRI
Identifikasi dan Sosialisasi Tindak
Pidana Terorisme
Jumlah kegiatan identifikasi dan
sosialisasi Tindak Pidana Terorisme
- 157 Kegiatan 160 Kegiatan 162 Kegiatan 165 Kegiatan 102,0
Pusat POLRI
Pencegahan Terorisme Jumlah Kegiatan Pencegahan Terorisme
- 50 Kegiatan 55 Kegiatan 57 Kegiatan 60 Kegiatan 102,0
Pusat POLRI
berkas 3, hlm. 411
A.7.32
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Kegiatan Deradikalisasi terhadap
Tersangka, Terdakwa, Terpidana,
narapidana terorisme, mantan
narapidana terorisme, serta orang
atau kelompok orang terpapar
paham radikal terorisme
Jumlah Kegiatan Deradikalisasi terhadap
Tersangka, Terdakwa, Terpidana,
narapidana terorisme, mantan
narapidana terorisme, serta orang atau
kelompok orang terpapar paham radikal
terorisme.
- 187 Kegiatan 187 Kegiatan 187 Kegiatan 187 Kegiatan 196,5
Pusat BNPT
Koordinasi Kerjasama Aparat
Penegak Hukum Dalam Penanganan
Tindak Pidana Terorisme
Jumlah Koordinasi Kerjasama Aparat
Penegak Hukum Dalam Penanggulangan
Tindak Pidana Terorisme
- 90 Koordinasi 93 Koordinasi 95 Koordinasi 97 Koordinasi 49,6
Pusat BNPT
Kegiatan Forum Komunikasi
Pencegahan Terorisme (FKPT)
Jumlah Forum Komunikasi Pencegahan
Terorisme (FKPT)
- 32 FKPT 32 FKPT 32 FKPT 32 FKPT 132,3
Pusat BNPT
Wilayah Prioritas kegiatan
pencegahan tindak pidana terorisme
Jumlah Wilayah prioritas Kegiatan
Pencegahan tindak pidana terorisme
melalui deradikalisasi
- 3 Wilayah 3 Wilayah 3 Wilayah 3 Wilayah 44,7
Pusat BNPT
Koordinasi Peran Serta Masyarakat
dan Pemerintah Dalam Pencegahan
Terorisme
Jumlah Koordinasi Peran Serta
Masyarakat dan Pemerintah Dalam
Pencegahan Terorisme
1 Wilayah 1 Wilayah 1 Wilayah 1 Wilayah 1 Wilayah 30,4
Pusat BNPT
Kegiatan Kontra Radikalisasi Jumlah Kegiatan Kontra Radikalisasi - 48 Operasi 48 Operasi 48 Operasi 48 Operasi 192,6 Pusat BNPT
Kegiatan Kesiapsiagaan Nasional Jumlah Kegiatan Kesiapsiagaan Nasional
- 4 Kegiatan 4 Kegiatan 4 Kegiatan 4 Kegiatan 6,5
Pusat BNPT
Operasi Intelijen Kontra Teorisme Jumlah operasi intelijen terorisme
3670 Laporan 2898 Laporan 2999 Laporan 3104 Laporan 3104 Laporan 101,5
Pusat BIN
Operasi intelijen separatisme Jumlah operasi intelijen separatisme
5528 Laporan 5528 Laporan 5528 Laporan 5528 Laporan 5528 Laporan 76,5
Pusat BIN
Bekas Warga Binaan Pemasyarakat
Teroris yang mendapatkan
Rehabilitasi Sosial
Jumlah Bekas Warga Binaan
Pemasyarakat Teroris yang
mendapatkan Rehabilitasi Sosial
50 Jiwa 50 Jiwa 50 Jiwa 50 Jiwa 50 Jiwa 5,6
34 Provinsi Kemensos
Warga Masyarakat di Lokasi Rawan
Bencana yang Mendapatkan
Pencegahan Terorisme
Jumlah warga masyarakat di lokasi
rawan bencana yang mendapatkan
pencegahan terorisme (Jiwa)
10000 Jiwa 10000 Jiwa 10000 Jiwa 10000 Jiwa 10000 Jiwa 54,0
34 Provinsi Kemensos
ProP : Pengamanan Obyek Vital dan
Target Rentan
Jumlah Obyek Vital dan Target
Rentan yang mendapat Pengamanan -
2229 2179 2129 2079 2.808,0
Obyek Vital yang mendapat
Pengamanan
Jumlah Obyek Vital yang mendapat
Pengamanan
-
861 Obyek
Vital
911 Obyek
Vital
961 Obyek
Vital
1011 Obyek
Vital
1.404,0 Pusat dan daerah POLRI
Target Rentan yang Mendapat
Pengamanan
Jumlah Target Rentan yang Mendapat
Pengamanan
-
234 Target
Rentan
234 Target
Rentan
234 Target
Rentan
234 Target
Rentan
1.404,0 Pusat dan daerah POLRI
berkas 3, hlm. 412
A.7.33
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Penguatan Pertahanan dan
Keamanan di Perbatasan dan Pulau
Terluar
Jumlah Pos Pamtas, Posal, Pos Pol
SubSektor dan PLBN yang dibangun
PLBN : 18
Unit
Pos Pamtas:
12 Pos
Pos AL: 15
Pos
Pos
PolSubSektor:
9 Unit
PLBN : 20
Unit
Pos Pamtas: 8
Pos
Pos AL: 16
Pos
Pos
PolSubSektor:
9 Unit
PLBN : 22
Unit
Pos Pamtas: 9
Pos
Pos AL: 16
Pos
Pos
PolSubSektor:
9 Unit
PLBN : 24
Unit
Pos Pamtas: 7
Pos
Pos AL: 16
Pos
Pos
PolSubSektor:
9 Unit
PLBN : 26
Unit
Pos Pamtas: 7
Pos
Pos AL: 16
Pos
4.165,3
Panjang Jalan Inspeksi Patroli
Perbatasan
200 Km 200 Km 200 Km 200 Km 200 Km
Jumlah Penduduk perbatasan yang
diberdayakan dalam sistem Hankam
180 orang 180 orang 180 orang 180 orang 180 orang
Jumlah Pulau-Pulau Kecil Terluar
(PPKT) yang ditingkatkan Sarana
Prasarana Pertahanan dan
Keamanannya
36 PPKT 41 PPKT 49 PPKT 49 PPKT 49 PPKT
Pembangunan Pos Pamtas Jumlah Pos Pamtas yang dibangun 12 Pos 8 Pos 9 Pos 7 Pos 7 Pos 110,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan Pos AL Jumlah pos AL yang dibangun 15 Pos 16 Pos 16 Pos 16 Pos 16 Pos 300,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan Pos Pol SubSektor di
Wil. Perbatasan
Jumlah Pos Pol SubSektor di Wil.
Perbatasan yan diabngun
- 9 Unit 9 Unit 9 Unit 9 Unit
28,8 Daerah POLRI
Pembangunan Pos Lintas Batas
Negara (PLBN) yang dibangun
Jumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
yang dibangun
10 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit
2.700,0 Kemen PU&PERA
Pembangunan JIPP Panjang JIPP 200 Km 200 Km 200 Km 200 Km 200 Km 1.016,0 Pusat Kemenhan
Fasilitasi Pemberdayaan
Masyarakat Desa Terdepan
Perbatasan Negara Sebagai Bagian
Sistem Hankam
Jumlah Masyarakat Desa Terdepan
Perbatasan Negara Sebagai Bagian
Sistem Hankam yang difasilitasi
pemberdayaan
180 orang 180 orang 180 orang 180 orang 180 orang 5,5 Pusat BNPP
Koordinasi perencanaan dan
fasilitasi pelaksanaan peningkatan
sarana dan prasarana di PPKT tidak
berpenduduk
Jumlah PPKT yang menjadi lokus
koordinasi perencanaan dan fasilitasi
pelaksanaan peningkatan sarana dan
prasarana di PPKT tidak berpenduduk
36 PPKT 41 PPKT 49 PPKT 49 PPKT 49 PPKT 5,0 Pusat BNPP
ProP : Penanganan Konflik Secara
Humanis
Tertanggulanginya Potensi Konflik
Sosial di Tingkat Kabupaten
27 Kasus 25 Kasus 23 Kasus 21 Kasus 19 Kasus 411,2
Jumlah Anggota Satuan yang
mendapatkan pelatihan penanganan
konflik secara humanis
- 15.338 Orang 15.846 Orang 16.379 Orang 16.885 Orang
berkas 3, hlm. 413
A.7.34
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pelatihan Penanganan Konflik
Secara Humanis Kepada Anggota
Satuan Brigade Mobil
Jumlah anggota satuan Brigade Mobil
yang mendapatkan pelatihan
Harkatpuan dalam Penanganan Konflik
Secara Humanis
- 10.168 Orang 10.676 Orang 11.209 Orang 11.715 Orang
42,7 Pusat dan Daerah POLRI
Pelatihan Penanganan Konflik
Secara Humanis Kepada Anggota
Satuan Samapta Baharkam
Jumlah anggota Satuan Samapta yang
mendapatkan Pelatihan Penanganan
Konflik Secara Humanis
- 170 Orang 170 Orang 170 Orang 170 Orang
5,2 Pusat dan Daerah POLRI
Pelatihan Penanganan Konflik
Secara Humanis Kepada Anggota
Satuan Binmas
Jumlah anggota Satuan Binmas yang
mendapatkan Peningkatan kemampuan
personel Korbinmas
- 5.000 Orang 5.000 Orang 5.000 Orang 5.000 Orang
20,0 Pusat dan Daerah POLRI
Tim Terpadu Penanganan Konflik
Sosial
Persentase Timdu PKS Provinsi yang
melaksanakan RAD secara efektif
61% 62% 63% 64% 65%
33,8 Pusat dan Daerah Kemendagri
Deteksi Dini oleh Aparat Pusat dan
Daerah
Jumlah aparatur pusat dan daerah yag
ditingkatkan kapasitasnya dibidang
kewaspadaan dini dan deteksi dini
tingkat dasar
200 Orang 220 Orang 240 Orang 260 Orang 280 Orang
8,5 Pusat dan Daerah Kemendagri
Warga masyarakat di lokasi rawan
bencana yang mendapatkan
pencegahan konflik sosial
Jumlah warga masyarakat di lokasi
rawan bencana yang mendapatkan
pencegahan konflik sosial
43018 Jiwa 44000 Jiwa 44000 Jiwa 44000 Jiwa 44000 Jiwa
301,0 34 Provinsi Kemensos
ProP : Keselamatan dan Reintegrasi
di Wilayah Rawan dan Bencana
Jumlah Korban Bencana yang
Diselamatkan
120.000
Orang
120.000
Orang
120.000
Orang
120.000
Orang
120.000
Orang
543,4
Bakti TNI di Wilayah Rawan dan
Bencana
Jumlah Bakti TNI di Wilayah Rawan dan
Bencana
- 6 Kegiatan 6 Kegiatan 6 Kegiatan 6 Kegiatan
375,0 Pusat Kemenhan
Pelaksanaan Bakti Polri di Wilayah
Rawan dan Bencana Oleh
Jumlah Bakti POLRI di Wilayah Rawan
dan Bencana
- 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan
4,9 Pusat dan Daerah POLRI
Pelaksanaan Bakti Polri di Wilayah
Rawan dan Bencana Oleh Korpolair
Jumlah Bakti POLRI di Wilayah Rawan
dan Bencana
- 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan
4,9 Pusat dan Daerah POLRI
Pelaksanaan Bakti Polri di Wilayah
Rawan dan Bencana Oleh
Jumlah Bakti POLRI di Wilayah Rawan
dan Bencana
- 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan
4,9 Pusat dan Daerah POLRI
Korban bencana sosial yang
mendapat pemenuhan kebutuhan
dasar
Jumlah korban bencana sosial yang
mendapat pemenuhan kebutuhan dasar 120000 Jiwa 121000 Jiwa 121000 Jiwa 121000 Jiwa 121000 Jiwa
153,8 34 Provinsi Kemensos
KP : Penguatan Kemampuan
Pertahanan dibarengi Confidence
Building Measures (CBM)
Pemenuhan MEF
72% 79% 86% 93% 100%
186.623,3
Persentase Kontribusi Industri
Pertahanan
≥50% ≥50% ≥50% ≥50% ≥50%
ProP : Pengadaan Alutsista Jenis Alutsista yang diadakan 30 Jenis 60 Jenis 59 Jenis 59 Jenis 59 Jenis 105.713,7
Alutsista Strategis Luar Negeri Jenis Alutsista Strategis Luar Negeri
yang diadakan
4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 66.273,8 Pusat Kemenhan
berkas 3, hlm. 414
A.7.35
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Alutsista Strategis Luar Negeri untuk
Pertahanan Laut Natuna
Jenis Alutsista Pertahanan Laut Natuna
yang diadakan
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 8.264,4 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
Kemenhan
Alutsista Mabes TNI Jenis Rantis, Sucad Ranpur dan Sucad
rantis
3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 797,9 Pusat Kemenhan
Alutsista Mabes TNI Jenis munisi kaliber kecil Mabes TNI
yang diadakan
1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 506,9 Pusat Kemenhan
Alutsista Mabes TNI Jenis munisi khusus Mabes TNI yang
diadakan
1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 51,4 Pusat Kemenhan
Alutsista Mabes TNI Jenis munisi kaliber besar Mabes TNI
yang diadakan
1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 428,8 Pusat Kemenhan
Alutsista Mabes TNI Jenis senjata Mabes TNI yang diadakan 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 366,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AD Jenis kendaraan tempur TNI AD yang
diadakan
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 1.567,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AD Jenis pesawat terbang TNI AD yang
diadakan
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 1.219,5 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AD Jenis senjata TNI AD yang diadakan 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 1.100,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AL Jenis senlek dan amunisi TNI AL yang
diadakan
8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 3.497,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AL Jenis alpung, KRI, KAL, dan
ranpur/rantis TNI AL yang diadakan
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 15.400,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AL Jenis pesud TNI AL yang diadakan - 4 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 1.841,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AU Jenis pesawat udara/pendukungnya TNI
AU yang diadakan
-
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 1.200,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AU Jenis Radar, Psu dan Alat Komlek TNI
AU yang diadakan
-
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 1.200,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AU Jenis Senri/Senrat TNI AU yang
diadakan
-
4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 2.000,0 Pusat Kemenhan
ProP : Pemeliharaan dan perawatan
alutsista
Jenis Alutsista dengan Persentase
Pemenuhan Norma Harwat 100%
41 Jenis 49 Jenis 49 Jenis 49 Jenis 49 Jenis 49.225,5
Alutsista TNI AD Jenis kendaraan tempur TNI AD dengan
Presentase Pemenuhan Norma Harwat
100%
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 1.175,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AD Jenis pesawat terbang TNI AD dengan
Presentase Pemenuhan Norma Harwat
100%
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 826,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AD Jenis senjata dan munisi/alpal TNI AD
dengan Presentase Pemenuhan Norma
Harwat 100%
9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 1.824,5 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AL Jenis senlek dan amunisi TNI AL dengan
Presentase Pemenuhan Norma Harwat
100%
8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 166,0 Pusat Kemenhan
berkas 3, hlm. 415
A.7.36
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Alutsista TNI AL Jenis alpung, KRI, KAL, dan
ranpur/rantis TNI AL dengan Presentase
Pemenuhan Norma Harwat 100%
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 16.000,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AL Jenis pesud TNI AL dengan Presentase
Pemenuhan Norma Harwat 100%
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 950,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AU Jenis pesawat udara, senjata, dan
almatsus TNI AU dengan Presentase
Pemenuhan Norma Harwat 100%
13 Jenis 13 Jenis 13 Jenis 13 Jenis 13 Jenis 25.000,0 Pusat Kemenhan
Alutsista TNI AU Jenis radar, PSU, dan alat komlek TNI
AU dengan Presentase Pemenuhan
Norma Harwat 100%
3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3.284,0 Pusat Kemenhan
ProP : Pembangunan sarana-
prasarana pertahanan
Jumlah M2 pembangunan Sarana
Prasarana Pertahanan
88000 118000 121000 126000 129000 8.431,0
Pembangunan Sarpras Mabes TNI Jumlah M2 Pembangunan Sarpras
Mabes TNI
10000 10000 10000 10000 425,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan Sarpras TNI AD Jumlah M2 Pembangunan Sarpras TNI
AD
68000 88000 91000 96000 99000 4.000,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan Sarpras TNI AL Jumlah M2 Pembangunan Sarpras TNI
AL
10000 10000 10000 10000 10000 1.793,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan Sarpras TNI AL untuk
Pertahanan Natuna
Jumlah Paket Pembangunan Sarpras TNI
AL untuk Pertahanan Natuna
2 Paket 2 Paket 2 Paket 2 Paket 226,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
Kemenhan
Pembangunan Sarpras TNI AU Jumlah M2 Pembangunan Sarpras TNI
AU
10000 10000 10000 10000 10000 1.987,0 Pusat Kemenhan
ProP : Peningkatan Profesionalisme
dan Kesejahteraan Prajurit
Unit Rumah Dinas
1055 unit 2410 unit 3030 unit 3645 unit 3796 unit
8.093,0
Jumlah Rumah Sakit meningkat
Akreditasinya
9 Unit 9 Unit 9 Unit 5 Unit
Pembangunan Rumah Negara
Mabes TNI
Jumlah Negara Rumah Negara Mabes
TNI yang dibangun
-
22 40 55 56 90,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan dan Rehab Rumah
Negara TNI AD
Jumlah Negara Rumah Negara TNI AD
yang dibangun
693 1938 2090 2240 2390 5.729,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan dan Rehab Rumah
Negara TNI AL
Jumlah Negara Rumah Negara TNI AL
yang dibangun
215 300 600 900 900 640,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan dan Rehab Rumah
Negara TNI AU
Jumlah Negara Rumah Negara TNI AU
yang dibangun
147 150 300 450 450 334,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan dan Upgrade RS TNI
AD
Jumlah RS TNI AD yang di-Upgrade
-
5 Unit (Tahap
1)
5 Unit (Tahap
2)
5 Unit (Tahap
3)
5 Unit (Tahap
4)
600,0 Pusat Kemenhan
Pembangunan dan Upgrade RS TNI
AL
Jumlah RS TNI AL yang di-Upgrade
-
2 Unit (Tahap
1)
2 Unit (Tahap
2)
2 Unit (Tahap
3)
350,0 Pusat Kemenhan
berkas 3, hlm. 416
A.7.37
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembangunan dan Upgrade RS TNI
AU
Jumlah RS TNI AU yang di-Upgrade
-
2 Unit (Tahap
1)
2 Unit (Tahap
2)
2 Unit (Tahap
3)
-
350,0 Pusat Kemenhan
ProP : Pembangunan Pertahanan
Siber
Jumlah Sistem Siber Pertahanan
-
5 Sistem 5 Sistem 5 Sistem 5 Sistem 2.361,0
Pengembangan Sistem Pertahanan
Siber
Jumlah sistem pertahanan siber yang
dikembangkan -
6 sistem 3 sistem 2 sistem 3 sistem 55,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Revitalisasi infrastruktur dan
jaringan siber Pushansiber
presentase peningkatan kualitas jaringan
-
100%
- -
65,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Sistem Pengamanan Pangkalan
(Smart Building Pushansiber)
Jumlah pangkalan yang diberikan sistem
pengamanan -
1 pangkalan
- -
1 pangkalan 64,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Peningkatan 11 unit Server Data
Center Pushansiber
Jumlah sub sistem dari Server Data
Center -
11 unit
- - -
2,5 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pembangunan Sistem Cyber
Intelegent Analytica Pushansiber
waktu analisa ancaman/ serangan siber
-
15 menit
- - -
125,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pengembangan Laboratorium
Offensive dan Defensive
Pushansiber
Jumlah peralatan Laboratorium
Offensive dan Defensive -
20 offensive
dan 12
defensive
- - -
100,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pengembangan Peralatan dan
Kapasitas Tim CERT Pushansiber
Jumlah Peralatan dan kapasitas Tim
CERT -
3 paket
- - -
40,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pengadaan Anti Drone Jumlah Peralatan Anti Drone
- -
1 paket
- -
2,5 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pendidikan dan Pelatihan TIK di
Bidang Siber
Jumlah SDM TIK Bidang Siber
-
100 lulusan 100 lulusan 100 lulusan 100 lulusan 52,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pembangunan Pertahanan Siber
Mabes TNI
Jumlah Sistem Pertahanan Siber Mabes
TNI -
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 400,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pembangunan Pertahanan Siber TNI
AD
Jumlah Sistem Pertahanan Siber TNI AD
-
1 Sistem 18 Sistem 18 Sistem 18 Sistem 655,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pembangunan Pertahanan Siber TNI
AL
Jumlah Sistem Pertahanan Siber TNI AL
-
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 400,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
Pembangunan Pertahanan Siber TNI
AU
Jumlah Sistem Pertahanan Siber TNI AU
-
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 400,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
Kemenhan
berkas 3, hlm. 417
A.7.38
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
ProP : Pembangunan dan
Pengembangan Industri Pertahanan
Jenis Alpalhankam yang
dikembangkan
3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 12.799,1
Pengadaan Alpalhan Industri
Pertahanan
Jenis Alpalhan yang diadakan 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 7.709,1 Pusat Kemenhan
Pengadaan Alpalhan Industri
Pertahanan untuk Pertahanan Laut
Natuna
Jenis Alpalhan yang diadakan untuk
Pertahanan Laut Natuna
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2.760,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
Kemenhan
Propelan Terbangunnya Sarana Produksi Propelan Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 2.150,0 Pusat Kemenhan
IPTEKHAN bidang daya tempur Prototipe - Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 180,0 Pusat Kemenhan
KP : Penguatan Keamanan Laut Angka Pelanggaran Hukum dan
Gangguan Keamanan di Laut
285 Kasus 265 Kasus 246 Kasus 224Kasus 202 Kasus 11.647,6
ProP : Penguatan Kapasitas Sistem
Peringatan Dini Terpadu
Relay Time 300 menit 240 menit 180 menit 120 menit 60 menit 480,0
Pembelian data AIS satelit Jumlah data AIS satelit yang dibeli 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket 20,0 Pusat Bakamla
Sistem peringatan dini terpadu
untuk wilayah Natuna
Jumlah sistem peringatan dini
1 Sistem
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 460,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
Bakamla
ProP : Penguatan Kapasitas Operasi
Keamanan Laut
Persentase Cakupan WPP NRI yang
dipantau dari kegiatan Ilegal Fishing
54% 60% 65% 70% 75% 10.023,6
Operasi Militer Selain Perang (OMSP)
Matra Laut
Jumlah operasi - 20 operasi 20 operasi 20 operasi 20 operasi 1.200,0 Pusat Kemenhan
Pengadaan Kapal Patroli Keamanan
Laut
Jumlah kapal Patroli Keamanan Laut - 2 Unit (Tahap
1)
2 Unit (Tahap
2)
2 Unit (tahap
3)
- 500,0 Pusat Bakamla
Pengadaan Senjata
Penyelenggaraan Patroli Keamanan
Dan Keselamatan Laut
Jumlah senjata yang Penyelenggaraan
Patroli Keamanan Dan Keselamatan Laut
332 Pucuk 51 Pucuk 51 Pucuk 51 Pucuk 51 Pucuk 568,4 Pusat Bakamla
Pengadaan Amunisi Jumlah Amunisi yang Diadakan 1 Paket - 1 Paket - - 70,0 Pusat Bakamla
Pengadaan Boat Stopper Jumlah Boat Stopper yang diadakan - 3 Unit 3 Unit 3 Unit 3 Unit 27,5 Pusat Bakamla
Pengadaan Sarana Prasarana
operasi
Jumlah sarana prasarana operasi yang
diadakan
- 77 Unit - - - 15,2 Pusat Bakamla
Operasi Keamanan dan
Keselamatan Laut
Jumlah hari operasi keamanan dan
keselamatan laut
16 Hari
Operasi
90 Hari
Operasi
90 Hari
Operasi
90 Hari
Operasi
90 Hari
Operasi
330,8 Pusat Bakamla
Operasi Laut Bersama Terkoordinasi
Bilateral
jumlah kegiatan operasi laut bersama
terkoordinasi bilateral
5 Operasi 6 Operasi 6 Operasi 6 Operasi 6 Operasi 76,0 Pusat Bakamla
Operasi Udara Bersama
Terkoordinasi Bilateral
Jumlah kegiatan operasi udara bersama
terkoordinasi bilateral
4 Operasi 4 Operasi 4 Operasi 4 Operasi 4 Operasi 58,7 Pusat Bakamla
Sistem Pemantauan SDKP yang
Operasional dan Terintegrasi
Jumlah sistem pemantauan SDKP yang
operasional dan terintegrasi
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 69,0 Pusat KKP
berkas 3, hlm. 418
A.7.39
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Operasional Kapal Pengawas Jumlah hari operasional kapal pengawas
dalam rangka pengawasan kegiatan IUU
Fishing dan merusak SDKP di WPP - NRI
150 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
2.470,4 Pusat KKP
Operasional Pesawat Patroli Jumlah hari operasi pesawat patroli 150 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180 Hari
Operasi
180,7 Pusat KKP
Operasional Speed Boat/Rigid
Inflatable Boat/Rubber Boat
Jumlah hari operasional speed boat/rigid
inflatable boat/rubber boat
50 Hari
Operasi
50 Hari
Operasi
50 Hari
Operasi
50 Hari
Operasi
50 Hari
Operasi
279,8 Pusat dan Daerah KKP
Kapal pengawas yang dibangun Jumlah kapal pengawas yang dibangun 2 Unit 3 Unit 3 Unit 3 Unit 3 Unit 846,7 Pusat KKP
Speed Boat Pengawas yang
dibangun
Jumlah speedboat pengawas yang
dibangun
11 Unit 10 Unit 10 Unit 10 Unit 10 Unit 175,4 Pusat KKP
Armada Pengawasan yang siap
operasi
Jumlah armada pengawasan yang siap
operasional
103 Unit 116 Unit 129 Unit 142 Unit 155 Unit 575,0 Pusat dan Daerah KKP
Bangunan/Pos Pengawasan yang
dibangun
Jumlah bangunan/pos pengawasan
yang tersedia
18 Unit 15 Unit 15 Unit 15 Unit 15 Unit 259,0 Pusat KKP
Patroli Wilayah Perbatasan Laut Jumlah Produksi Jam Patroli di Wilayah
Perbatasan
- 366 Jam 380 Jam 394 Jam 408 Jam 886,8 Pusat dan Daerah POLRI
Patroli Wilayah Selat Malaka Jumlah Produksi Jam Patroli di Wilayah
Selat Malaka
- 1.088 Jam 1.123 Jam 1.158 Jam 1.193 Jam 868,8 Pusat dan Daerah POLRI
Operasi Keamanan Perairan Jumlah Operasi Keamanan Perairan - 2 Kegiatan 2 Kegiatan 2 Kegiatan 2 Kegiatan 90,4 Pusat dan Daerah POLRI
Pengadaan Kapal 110 M untuk
wilayah Natuna
Jumlah Kapal 1 unit (20%) 1 unit (60%) 1 unit (100%) 450,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
Bakamla
Pengadaan UAV untuk wilayah
Natuna
Jumlah UAV 4 unit (tahap 1) 4 unit (tahap 2) 4 unit (tahap 3) 4 unit (tahap 4) 25,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
Bakamla
ProP : Peningkatan Penyelesaian
Kasus Keamanan Laut
Clearance Rate Tindak Pidana Laut 75% 75% 80% 80% 80% 1.144,0
Penyelesaian Tindak Pidana di laut Jumlah Kasus Keamanan Laut yang
Ditangani
-
119 Kasus 131 Kasus 144 Kasus 158 Kasus 572,0 Pusat dan Daerah POLRI
Penyelesaian Tindak Pidana illegal
Fishing
Jumlah Tindak Pidana Illegal Fishing
yang Ditangani
-
156 Kasus 159 Kasus 164 Kasus 166 Kasus 572,0 Pusat dan Daerah POLRI
KP : Penguatan Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat
Angka Prevalensi Penyalahguna
Narkotika
1,86% 1,86% 1,86% 1,69% 1,69%
77.698,4
Crime Rate 129 orang /
100.000
penduduk
112 orang /
100.000
penduduk
112 orang /
100.000
penduduk
111 orang /
100.000
penduduk
111 orang /
100.000
penduduk
Pelayanan Publik Polri yang Prima 62% 63% 64% 64% 65%
ProP : Pencegahan dan
Pemberantasan Peredaran Gelap
Narkotika dan Prekursor Narkotika
Clearance Rate Tindak Pidana
Narkotika
85% 86% 87% 88% 89%
564,1
berkas 3, hlm. 419
A.7.40
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Jumlah Kawasan yang Pulih dari
Tanaman Terlarang
3 Kawasan 3 Kawasan 3 Kawasan 3 Kawasan 3 Kawasan
Laporan Kajian Hukum Sistem
Peradilan Narkotika
Jumlah laporan kajian hukum sistem
peradilan pidana narkotika
1 Laporan - - - -
2,0 Pusat BNN
Laporan hasil Kajian Desain Strategi
Active Defense Dalam Pencegahan
Peredaran Gelap Narkoba
Jumlah Laporan Kajian Desain Strategi
“Active Defense” dalam pencegahan
peredaran gelap narkotika
1 Laporan - - - -
4,0 Pusat BNN
Data Harta Kekayaan Jaringan
TPPU Hasil Dari Penyitaan dan
Penelusuran Aset dan Transaksi
Keuangan
Jumlah Laporan Data Harta Kekayaan
Jaringan TPPU Hasil Dari Penyitaan dan
Penelusuran Aset dan Transaksi
Keuangan
- 1 Laporan - - 1 Laporan
4,0 Pusat BNN
Sistem Informasi Tindak Pidana
Pencucian Uang yang Terbangun
Jumlah Sistem Informasi Tindak Pidana
Pencucian Uang yang Terbangun - 1 Sistem 1 Sistem - -
100,0 Pusat BNN
Laboratorium Narkotika Daerah
yang Operasional
Jumlah Laboratorium Narkotika Daerah
yang Operasional
- 1 Laboratorium 1 Laboratorium 1 Laboratorium 1 Laboratorium
182,7 Pusat dan Daerah BNN
Peta Dasar Daerah Penyelundupan
Narkotika dan Prekursor Narkotika
Dari Luar Negeri
Jumlah Laporan Penyusunan Peta Dasar
Daerah Penyelundupan Narkotika dan
Prekursor Narkotika dari Luar Negeri
- 1 Laporan 1 Laporan - -
4,0 Pusat BNN
Sistem Informasi Kerawanan
Narkotika yang terbangun
Jumlah Sistem Informasi Kerawanan
Narkotika yang terbangun
- - - 1 Sistem 1 Sistem
100,0 Pusat BNN
Operasionalisasi Pos Interdiksi Jumlah Pos Interdiksi yang Operasional
- 7 Pos 9 Pos 11 Pos 13 Pos
58,0 Daerah BNN
Kawasan Rawan Kultivasi,
Produksi, Penyelundupan,
Peredaran Gelap, dan
Penyalahgunaan Narkotika dan
Prekursor Narkotika yang
Diintervensi Program Alternative
Development
Jumlah Kawasan Rawan Kultivasi,
Produksi, Penyelundupan, Peredaran
Gelap, dan Penyalahgunaan Narkotika
dan Prekursor Narkotika yang
Diintervensi Program Alternative
Development
6 Kawasan - - - -
6,3 Aceh Besar, Bireuen, Gayo
Lues, Medan,
Banjarmasin, Makassar
BNN
Kawasan Rawan Tanaman
Terlarang yang Diintervensi Program
Alternative Development
Jumlah Kawasan yang Beralih ke
Tanaman Pengganti (Alternative
Development)
- 4 Kawasan 4 Kawasan 4 Kawasan 4 Kawasan
16,0 Daerah BNN
Titik lokasi lahan tanaman narkotika
yang dimusnahkan
Jumlah Titik lokasi lahan tanaman
narkotika yang dimusnahkan
- 12 Titik 12 Titik 12 Titik 12 Titik
29,0 Daerah BNN
Peta Tematik Terintegrasi Lahan
Tanaman Ganja Siap Musnah
Jumlah Peta Tematik Terintegrasi Lahan
Tanaman Ganja Siap Musnah
- 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
25,0 Daerah BNN
Sitaan Narkotika dan Prekursor
Narkotika
Jumlah Sitaan Narkotika dan Prekursor
Narkotika
- 2,6 Ton 2,5 Ton 2,4 Ton 2,3 Ton
9,3 Pusat dan Daerah POLRI
Pengungkapan Jaringan Sindikat
Narkotika
Jumlah Jaringan Sindikat Narkotika yang
Terungkap
- 77 Jaringan 76 Jaringan 75 Jaringan 74 Jaringan
9,3 Pusat dan Daerah POLRI
berkas 3, hlm. 420
A.7.41
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penanganan Kasus Kejahatan
Narkotika
Jumlah Kasus Kejahatan Narkotika yang
Ditangani
- 38.000 Kasus 37.000 Kasus 36.000 Kasus 35.000 Kasus
5,1 Pusat dan Daerah POLRI
Penanganan Kasus TPPU Terkait
Narkotika yang Ditangani
Jumlah Kasus TPPU terkait Narkotika
yang ditangani
- 8 Kasus 9 Kasus 10 Kasus 11 Kasus
9,3 Pusat dan Daerah POLRI
ProP : Peningkatan Pencegahan
Penyalahgunaan dan Rehabilitasi
Penyalahguna Narkotika
Indeks Ketahanan Diri Remaja
50,03 51 52 53 53,51
1.999,7
Persentase Perubahan Kualitas Hidup
Pecandu/Penyalahguna/Korban
Penyalahgunaan Narkotika
a. Aspek Fisik 6,0% 6,5% 7,0% 7,5% 8,00%
b. Aspek Psikologis 6,0% 6,5% 7,0% 7,5% 8,00%
c. Aspek Hubungan Sosial 5,0% 5,5% 6,0% 6,5% 7,00%
d. Aspek Sumber Daya Lingkungan
4,0% 4,5% 5,0% 5,5% 6,00%
Indeks Kepuasan Layanan Rehabilitasi
3,07 3,1 3,13 3,16 3,2
Fasilitas Rehabilitasi Berbasis
Komponen Masyarakat yang Sesuai
Dengan Standar Pelayanan Minimal
(SPM)
Jumlah fasilitas layanan rehabilitasi
berbasis komponen masyarakat yang
memenuhi SPM
10 Fasilitas - - - -
1,7 Pusat dan Daerah BNN
Petugas Agen (Pendamping)
Pemulihan Bagi Penyalah Guna
Narkotika yang Ditingkatkan
Kapasitasnya
Jumlah petugas agen (pendamping)
pemulihan bagi penyalahguna narkotika
dan prekursor narkotika yang
ditingkatkan kapasitasnya
200 Orang - - - -
2,4 Pusat dan Daerah BNN
Korban Penyalahgunaan Napza
yang mendapatkan Rehabilitasi dan
Perlindungan Sosial
Jumlah Korban Penyalahgunaan Napza
yang mendapatkan Rehabilitasi dan
Perlindungan Sosial
21714 Jiwa 25000 Jiwa 27000 Jiwa 28000 Jiwa 30000 Jiwa
1.192,6 34 Provinsi Kemensos
Pelayanan rehabilitasi medis bagi
pengguna napza
Jumlah Penyalahguna Napza yang
mendapatkan pelayanan rehabilitasi
medis
9500 10000 10500 11000 11500
108,6 34 Provinsi Kemenkes
Advokasi Kebijakan Kota Tanggap
Ancaman Narkoba
Jumlah Pemkab/Pemkot yang diadvokasi
Kebijakan Kota Tanggap Ancaman
Narkoba
-
75
Kabupaten/Kot
a
100
Kabupaten/Kot
a
125
Kabupaten/Kot
a
150
Kabupaten/Kot
a
383,0 Pusat dan Daerah BNN
Desa yang Memiliki Alokasi
Anggaran Program Ketahanan
Keluarga Dari Dana Desa (Desa
Jumlah desa yang memiliki alokasi
anggaran program ketahanan keluarga
dari dana desa
173 Desa 346 Desa 346 Desa 346 Desa 346 Desa
33,6 Daerah BNN
“Remaja Teman Sebaya” Anti
Narkotika yang Terbentuk
Jumlah “Remaja Teman Sebaya” Anti
Narkotika
- 1.730 Orang 1.730 Orang 1.730 Orang 1.730 Orang
129,3 Pusat dan Daerah BNN
Pelatihan Pengembangan Soft Skill
Bagi SMP & SMU Sederajat
Jumlah SMP & SMU sederajat yang
memperoleh pengembangan soft skill
- 34 Sekolah 34 Sekolah 34 Sekolah 34 Sekolah
86,2 Pusat dan Daerah BNN
berkas 3, hlm. 421
A.7.42
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Lembaga Rehabilitasi Narkoba yang
Memenuhi Standar Pelayanan
Minimal (SPM)
Jumlah Lembaga Rehabilitasi Narkoba
yang Memenuhi Standar Pelayanan
Minimal (SPM)
- 20 Lembaga 20 Lembaga 20 Lembaga 20 Lembaga
13,2 Pusat dan Daerah BNN
Pelatihan Kompetensi Teknis
Rehabilitasi Bagi Agen Pemulihan
Jumlah Agen Pemulihan yang Dilatih
Kompetensi Teknis Rehabilitasi
- 225 Orang 250 Orang 275 Orang 300 Orang
12,6 Pusat dan Daerah BNN
Operasionalisasi Unit Intervensi
Berbasis Masyarakat (IBM)
Jumlah Unit Intervensi Berbasis
Masyarakat (IBM) yang Operasional
- 45 Unit 50 Unit 55 Unit 60 Unit
8,4 Pusat dan Daerah BNN
Fasilitasi Pemuda kader dalam
peningkatan penanggulangan
penyalahgunaan narkoba
Jumlah pemuda kader yang difasilitasi
dalam peningkatan wawasan hukum dan
bahaya destruktif
1500 1500 1500 1500 1500
28,2 Pusat Kemenpora
ProP : Penanganan Kasus TPPO,
serta Kejahatan terhadap
Perempuan, Anak, dan Kelompok
Rentan Lainnya
Clearance Rate Tindak Pidana TPPO
serta Kejahatan terhadap Perempuan,
Anak, dan Kelompok Rentan 83% 83% 84% 84% 85%
129,0
Peningkatan Layanan Ruang
Pelayanan Khusus (RPK) Kepolisian
sesuai standar pelayanan minimal
Jumlah RPK Sesuai SPM yang Dibangun
3 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit 5 Unit
69,0 Daerah POLRI
Penanganan Kasus TPPO, serta
Kejahatan terhadap Perempuan,
Anak, dan Kelompok Rentan
Lainnya
Penyelesaian Kasus TPPO, serta
Kejahatan terhadap Perempuan, Anak,
dan Kelompok Rentan Lainnya yang
Ditangani
- 83% 84% 84% 85%
60,0 Pusat dan Daerah POLRI
ProP : Peningkatan Layanan
Kepolisian yang Profesional,
Modern, dan Terpercaya
Indeks Kepuasan Layanan Kepolisian
8,1 8,2 8,3 8,4 8,5
3.677,3
Clearance Rate 64% 64% 65% 66% 67%
Clearance Rate Tindak Pidana
Kejahatan Perbankan dan TPPU
57% 58% 59% 59% 60%
Pembangunan SPKT Tingkat Polres
sesuai SPM yang Terintegrasi
secara Online
Jumlah SPKT Tingkat Polres sesuai SPM
yang Terintegrasi secara Online - 2 Polres 2 Polres 2 Polres 2 Polres
24,0 Pusat dan Daerah POLRI
Pembangunan SPKT Tingkat Polsek
sesuai SPM
Jumlah SPKT Tingkat Polsek sesuai SPM
- 2 Polsek 2 Polsek 2 Polsek 2 Polsek
24,0 Pusat dan Daerah POLRI
Pembangunan SATPAS sesuai SPM
yang Terintegrasi secara Online
Jumlah SATPAS sesuai SPM yang
Terintegrasi secara Online (Gedung BPKB
Prototype)
5 Polda 5 Polda 5 Polda 5 Polda
495,6 Pusat dan Daerah POLRI
Pembangunan Sarana Prasarana
Layanan Kepolisian
Jumlah M2 Sarana Prasarana Layanan
Kepolisian
-
3000 M2 (40
Unit)
3000 M2 (40
Unit)
3000 M2 (40
Unit)
3000 M2 (40
Unit)
48,0 Pusat dan Daerah POLRI
Penanganan Tindak Pidana Umum Penyelesaian Tindak Pidana Umum - 0,64 0,65 0,66 0,67 14,5 Pusat dan Daerah POLRI
Penanganan Tindak Pidana
Perbankan dan TPPU
Penyelesaian Tindak Pidana Perbankan
dan TPPU
- 0,58 0,59 0,59 0,6
9,3 Pusat dan Daerah POLRI
Pembangunan Command Centre Jumlah Command Center yang dibangun
5 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi
1.287,0 Daerah POLRI
berkas 3, hlm. 422
A.7.43
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Optimalisasi Perangkat Data Center Jumlah Perangkat Data Center yang
dioptimalisasikan
42 Unit 42 Unit 42 Unit 42 Unit 42 Unit
213,1 Daerah POLRI
Pembangunan Aplikasi E-
Manajemen
Jumlah Sistem Aplikasi E-Manajemen
Penyidikan
727 Unit 727 Unit 727 Unit 727 Unit 727 Unit
145,7 Daerah POLRI
Pembangunan SKCK Online Jumlah SKCK Online yang dibangun dan
di upgrade
100 Unit dan
928 upgrade
496 upgrade 496 upgrade 496 upgrade 496 upgrade
61,2 Daerah POLRI
Digitalisasi Cek Fisik dan Arsip
Digital BPKB dan STNK
Jumlah Digitalisasi Cek Fisik dan Arsip
Digital BPKB dan STNK
- 5 Polda 5 Polda 5 Polda 5 Polda
304,8 Daerah POLRI
Pembangunan Big Data Polri Sistem Single Data Entry Polri
-
Tahap 1
(1paket)
Tahap 2
(1paket)
Tahap 3 (1
paket)
Tahap 4 (1
Paket)
1.050,0 Daerah POLRI
ProP : Pengadaan Almatsus dan
Alpalkam Dukungan Layanan
Kepolisian
Jumlah Almatsus dan Alpalkam
Kepolisian
- 41 Paket 41 Paket 41 Paket 37 Paket 68.561,4
Persentase Almatsus dan Alpalkam
Kontribusi Industri Pertahanan
- 25% 30% 35% 40%
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
Reserse Kriminal
Jumlah Almatsus dan Alpalkam Reserse
Kriminal
- 5 Paket 5 Paket 5 Paket
5 Paket 94,9 Pusat POLRI
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
Pemeliharaan Keamanan
Jumlah Almatsus dan Alpalkam
Pemeliharaan Keamanan
- 11 Paket 11 Paket 11 Paket
11 Paket 50.936,0 Pusat POLRI
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
Intelijen Keamanan
Jumlah Almatsus dan Alpalkam Intelijen
Keamanan
- 10 Paket 10 Paket 10 Paket
6 Paket 1.374,9 Pusat POLRI
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
TIK
Jumlah Almatsus dan Alpalkam TIK
- 2 Paket 2 Paket 2 Paket
2 Paket 792,0 Pusat POLRI
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
Layanan Lalu Lintas
Jumlah Almatsus dan Alpalkam Layanan
Lalu Lintas
- 1 Paket 1 Paket 1 Paket
1 Paket 44,7 Pusat POLRI
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
Brigade Mobil
Jumlah Almatsus dan Alpalkam Brigade
Mobil
-
10 Paket 10 Paket 10 Paket
10 Paket 13.944,0 Pusat POLRI
Pengadaan Almatsus dan Alpalkam
Anti Teror
Jumlah Almatsus dan Alpalkam Anti
Teror
- 2 Paket 2 Paket 2 Paket 2 Paket
1.374,9 Pusat POLRI
ProP : Peningkatan Profesionalisme,
dan Kesejahteraan Anggota POLRI
Jumlah Personel yang Tersertifikasi
Diklat Profesional
- 8.157
Personel
9.517
Personel
10.876
Personel
12.236
Personel
2.767,0
Jumlah Unit Pemenuhan Rumah
Negara
16 Unit 10 Unit 10 Unit 10 Unit 10 Unit
Jumlah Rumah Sakit yang
Dibangun/Meningkat Akreditasinya
- 4 Unit 3 Unit 2 Unit 2 Unit
Persentase Penyelesaian Pengaduan
Masyarakat
76% 77% 78% 79% 80%
Sertifikasi Profesi Anggota Polri Jumlah Anggota yang memiliki Sertifikat
Profesi
- 500 Orang 500 Orang 500 Orang 500 Orang 567,0 Pusat POLRI
Pembangunan Rumah Susun Jumlah Rumah Susun yang Dibangun 16 Unit - - - - 162,9 Daerah POLRI
berkas 3, hlm. 423
A.7.44
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pemenuhan Rumah Negara Polri Jumlah Unit Rumah Negara Polri - 10 Unit 10 Unit 10 Unit 10 Unit 1.086,0 Daerah POLRI
Pemenuhan Rumah Sakit Polri Jumlah Rumah Sakit Polri yang Dibangun
dan di Upgrade
- Dibangun : 2
unit;
Diupgrade : 2
Unit
Dibangun : 1
unit;
Diupgrade : 2
Unit
Dibangun : 1
unit;
Diupgrade : 1
Unit
Dibangun : 1
unit;
Diupgrade : 1
Unit
800,0 Pusat POLRI
Penanganan Pengaduan
Masyarakat terhadap Anggota Polri
Penyelesaian Pengaduan Masyarakat
terhadap Anggota Polri
- 77% 78% 79% 80% 151,1 Pusat dan Daerah POLRI
KP : Penguatan Ketahanan dan
Keamanan Siber
Skor Global Cyber Security Index
0,792 0,792 0,826 0,826 0,838
5.715,0
ProP : Penguatan Pengamanan
Infrastruktur Siber
Skor Pilar Technical pada Global
Cybersecurity Index (GCI)
0,159 0,159 0,171 0,171 0,175
5.001,9
Skor Pilar Organizational pada Global
Cybersecurity Index (GCI)
0,13 0,13 0,133 0,133 0,136
Perluasan Cakupan Area National
Cybersecurity Operation Center
Jumlah Cakupan Perluasan Area
National Cybersecurity Operation Center 4 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik 10 Titik
1.500,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Pembangunan kapasitas National
Computer Security Incident
Response Team (Nat-CSIRT)
Jumlah sistem simulasi incident response
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem - -
743,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Pembangunan Sistem Monitoring
Pengendalian Informasi
Jumlah sistem monitoring pengendalian
informasi - 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem -
450,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Penguatan National Data Center Pusat data nasional berstandar
internasional
-
1 DC
berstandar
Internasional
(Tahap 1)
1 DC
berstandar
Internasional
(Tahap 2)
1 DC
berstandar
Internasional
(Tahap 3)
-
600,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Pembangunan Infrastruktur
Voluntary Vulnerability Disclosure
Program (VVDP)
Jumlah sistem VVDP
- 1 Sistem - - -
50,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Pembangunan Information Sharing
and Analysis Center (ISAC)
Jumlah sistem ISAC
- 1 Sistem - - -
50,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Penyusunan Regulasi Manajemen
Krisis Keamanan Siber Nasional
Regulasi manajemen krisis siber
1 Regulasi - - - -
8,0 Pusat BSSN
Peningkatan Literasi dan Budaya
Keamanan Siber
Nilai budaya keamanan siber
masyarakat
4 Nilai - - - -
8,2 Pusat BSSN
Penerapan Standar Kriptografi pada
Sektor Ekonomi Digital yang bersifat
interoperabilitas
Jumlah PSE yang sudah menerapkan
standar kriptigrafi 100 PSE - - -
1,4 Pusat BSSN
Integrasi Cyber Intelligent Analytics
(CIA)
Jumlah sistem CIA
7 sistem 7 sistem 7 sistem 7 sistem 7 sistem
1.500,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BIN
berkas 3, hlm. 424
A.7.45
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Pembuatan Matriks Keamanan Siber Standar Matriks Keamanan Siber 1 Standar _ _ _ _ 8,9 Pusat BSSN
Standar Audit Keamanan Siber
Pemerintah
Jumlah Standar Audit Keamanan Siber
Pemerintah
1 Regulasi _ _ _ _
4,7 Pusat BSSN
Tuan Rumah Pelaksanaan ASEAN-
Japan Tahun 2020
Pelaksanaan ASEAN-Japan Tahun 2020
1 Kegiatan _ _ _ _
5,0 Pusat BSSN
Penyusunan Regulasi ISAC dan
Voluntary Vulnerability Disclosure
Program (VVDP)
Jumlah Regulasi ISAC dan Voluntary
Vulnerability Disclosure Program (VVDP) 1 Regulasi _ _ _ _
7,0 Pusat BSSN
Penyusunan Rencana Strategis
Keamanan Siber sektor IIKN
Rencana Strategis Keamanan Siber
sektor IIKN
1 Regulasi _ _ _ _
3,0 Pusat BSSN
Penyusunan Standar Kompetensi
Kerja Nasional Indonesia Bidang
Kamsiber
Jumlah Standar Kompetensi Kerja
Nasional Indonesia Bidang Kamsiber 1 Regulasi _ _ _ _
0,5 Pusat BSSN
Pembuatan Kerangka Regulasi
Literasi Keamanan Siber dan
Pengendalian Informasi
Jumlah Kerangka Regulasi Literasi
Keamanan Siber dan Pengendalian
Informasi
1 Regulasi _ _ _ _
4,2 Pusat BSSN
Pengadaan Peralatan Laboratorium
Forensik
Jumlah Peralatan Laboratorium Forensik
yang diadakan _ _ 1 Paket _ 1 Paket
58,0 Pusat dan Bidlabfor Polda Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
POLRI
ProP : Pembangunan dan Penguatan
CERT (ComputerEmergency
Response Team)
Skor Pilar Technical pada Global
Cybersecurity Index (GCI)
0,159 0,159 0,171 0,171 0,175
74,9
Pembentukan CSIRT pada Sektor
Pemerintah
Jumlah CSIRT yang dibentuk di sektor
pemerintah 15 K/L/D 25 K/L/D 27 K/L/D 27 K/L/D 27 K/L/D
31,6 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Pembentukan CSIRT pada Sektor
IIKN
Jumlah CSIRT yang dibentuk di sektor
IIKN
_ 1 Entitas 1 Entitas _ _
7,5 Pusat BSSN
Membangun Kemampuan
penanganan insiden di sektor
ekodig (manajemen krisis siber).
PGP dan Sertifikat Digital
(penguatan insiden siber. capacity
building)
Jumlah PSE yang memiliki kemampuan
menangani insiden respon
100 PSE 100 PSE 100 PSE 100 PSE 100 PSE
4,5 Pusat BSSN
Penyusunan Regulasi Pembentukan
CERT
Jumlah Regulasi Pembentukan CERT
1 Regulasi _ _ _
3,3 Pusat BSSN
Pembentukan tim Respon Ancaman
Intelijen Siber
Jumlah tim respon ancaman intelijen
siber yang dibentuk _ 1 tim 1 tim 1 tim 1 tim
28,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BIN
ProP : Pencegahan Kejahatan Siber
dan Peningkatan Kerjasama
Internasional Bidang Siber
Skor Pilar Cooperation pada Global
Cybersecurity Index (GCI) 0,12 0,12 0,139 0,139 0,144
120,0
berkas 3, hlm. 425
A.7.46
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Kerjasama Regional, Bilateral dan
Multilateral Bidang Keamanan Siber
Jumlah kegiatan kerjasama bidang
keamanan siber
1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 1 Kegiatan 60,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Peningkatan Kerjasama Intelijen
Siber Antar Lembaga Intelijen Dunia
Jumlah kegiatan kerjasama intelijen
keamanan siber
- 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 1 kegiatan 8,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BIN
Penguatan Operasi Intelijen Siber Jumlah kegiatan operasi intelijen siber 550 Operasi 20 Operasi 20 Operasi 20 Operasi 20 Operasi 52,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BIN
ProP : Penguatan Kapasitas SDM
Keamanan Siber
Skor Pilar Capacity Building pada
Global Cybersecurity Index (GCI)
0,189 0,189 0,189 0,189 0,189
195,2
Peningkatan Kompetensi SDM
pengelola keamanan Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) pada K/L/D
Jumlah lulusan sertifikasi yang
mengikuti peningkatan kompetensi SDM
pengelola keamanan Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
untuk K/L/D
200 Lulusan 100 Lulusan 100 Lulusan 100 Lulusan 100 Lulusan
14,6 Jakarta Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Pengembangan SDM di Bidang
Keamanan Siber
Jumlah Lulusan Peningkatan Kompetensi
SDM pengelola keamanan siber untuk
K/L/D
100 Lulusan 100 Lulusan 100 Lulusan 100 Lulusan 100 Lulusan
37,7 Jakarta Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Penyelenggaraan Program Born to
Defence untuk SDM Pengelola
Keamanan Siber Sektor IIKN
Jumlah SDM Pengelola Keamanan Siber
Sektor IIKN yang mengikuti Program Born
to Defence
500 Lulusan 500 Lulusan 500 Lulusan 500 Lulusan 500 Lulusan
31,8 Jakarta Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
National Cyber Exercise Drill Test Jumlah peserta yang mengikuti National
Cyber Excersice Drill Test 1230 Orang 1250 Orang 1300 Orang 1400 Orang 1450 Orang
60,7 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BSSN
Peningkatan Kualitas dan Kuantitas
SDM Bidang Digital Forensik
Jumlah CHFI dan ECIH yang terbentuk di
Puslabfor, Bid Labfor Polda, Dittipidsiber
Bareskrim dan Subdit Siber
Ditreskrimsus Polda
57 lulusan 57 lulusan 57 lulusan 57 lulusan 57 lulusan
8,6 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
POLRI
Peningkatan Kapasitas SDM Siber
Polri
Jumlah SDM yang mengikuti sertifikasi,
pelatihan, dan capacity building siber 269 lulusan 269 lulusan 269 lulusan 269 lulusan 269 lulusan
21,9 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
POLRI
Peningkatan Kompetensi SDM
Intelijen Siber
Jumlah personel yang mendapatkan
peningkatan kompetensi SDM intelijen
siber
- 50 Personel 50 Personel 50 Personel 50 Personel
20,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
BIN
ProP : Penyelesaian Kejahatan Siber Clearance Rate Tindak Pidana Siber
61% 62% 63% 64% 65%
322,9
Penanganan Tindak Pidana Siber Jumlah penanganan tindak pidana siber
1,247 Kasus 1,247 Kasus 1,247 Kasus 1,247 Kasus 1,247 Kasus
230,9 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
POLRI
berkas 3, hlm. 426
A.7.47
INDIKASI TARGET
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INSTANSI
PELAKSANA
PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGIATAN
PRIORITAS (KP)/ PROYEK PRIORITAS
(PROP)/ PROYEK
INDIKATOR
INDIKASI
PENDANAAN
(Rp. Miliar)
LOKASI
Penyelidikan Online Dittipidsiber Penyelidikan Online Dittipidsiber : 1080
Laporan Subdit Siber Ditreskrimsus
Polda : 48 Laporan
2712 laporan 2712 laporan 2712 laporan 2712 laporan 2712 laporan
92,0 Pusat Penguatan NSOC - SOC
dan Pembentukan 121
CSIRT
POLRI
JUMLAH 330.692,4
Keterangan :
Indikasi target dan pendanaan dapat dimutakhirkan melalui RKP dengan mempertimbangkan : (1) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; (2) Kesiapan dan Sumber Pendanaan; (3) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 427
001.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya MPR 205,4
Program Pelaksanaan Tugas Konstitusional MPR dan Alat Kelengkapannya 2.332,2
JUMLAH 2.537,6
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 428
002.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sekretariat Jenderal DPR RI 5.317,2
Program Penguatan Kelembagaan DPR RI 11.183,0
Program Pelaksanaan Fungsi DPR RI 2.279,4
Program Dukungan Keahlian Fungsi Dewan 201,0
JUMLAH 18.980,6
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 429
004.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPK 1.215,0
Program Pemeriksaan Keuangan Negara 4.412,2
JUMLAH 5.627,2
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 430
005.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
MAHKAMAH AGUNG
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung 796,2
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung 6.855,5
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Mahkamah Agung RI 177,1
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Mahkamah Agung 728,7
Program Penyelesaian Perkara Mahkamah Agung 100,6
Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum 629,6
Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama 299,4
Program Peningkatan Manajemen Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara (TUN) 80,3
JUMLAH 9.667,4
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 431
005.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
MAHKAMAH AGUNG
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Mahkamah Agung 10,9
Peningkatan Pelayanan Informasi pada
Mahkamah Agung dan Pengadilan
Semua Lingkungan Peradilan
10,9
Pengembangan Sistem Teknologi
Informasi untuk mendukung
kemudahan berusaha
Jumlah Pengembangan Sistem
Teknologi Informasi untuk
mendukung kemudahan berusaha
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 5,8 Pusat 07
Peningkatan Fungsi SPPT di
pengadilan
Jumlah Peningkatan Fungsi SPPT di
pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
115
Pengadilan
5,1 Daerah 07
Program Pengawasan dan Peningkatan
Akuntabilitas Aparatur Mahkamah Agung
RI 32,8
Pengawasan Pelaksanaan Teknis,
Administrasi Peradilan, Administrasi
Umum, Penanganan Pengaduan
Inspektur Wilayah I
9,2
Peningkatan Zona Integritas Wilayah I Peningkatan Zona Integritas Wilayah
I
106 LHP 106 LHP 106 LHP 106 LHP 106 LHP 9,2 Daerah 07
Pengawasan Pelaksanaan Teknis,
Administrasi Peradilan, Administrasi
Umum, Penanganan Pengaduan
Inspektur Wilayah II
6,1
Peningkatan Zona Integritas Wilayah II Peningkatan Zona Integritas Wilayah
II
83 LHP 83 LHP 83 LHP 83 LHP 83 LHP 6,1 Daerah 07
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 432
005.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengawasan Pelaksanaan Teknis,
Administrasi Peradilan, Administrasi
Umum, Penanganan Pengaduan
Inspektur Wilayah III
10,8
Peningkatan Zona Integritas Wilayah
III
Peningkatan Zona Integritas Wilayah
III
105 LHP 105 LHP 105 LHP 105 LHP 105 LHP 10,8 Daerah 07
Pengawasan Pelaksanaan Teknis,
Administrasi Peradilan, Administrasi
Umum, Penanganan Pengaduan
Inspektur Wilayah IV
6,8
Peningkatan Zona Integritas Wilayah
IV
Peningkatan Zona Integritas Wilayah
IV
53 LHP 53 LHP 53 LHP 53 LHP 53 LHP 6,8 Daerah 07
Program Pendidikan dan Pelatihan
Aparatur Mahkamah Agung 14,4
Peningkatan Profesionalitas Tenaga
Teknis Peradilan dan Aparatur Peradilan
10,0
Diklat SPPA Terpadu di Pengadilan
oleh Mahkamah Agung
Jumlah Peserta Diklat SPPA Terpadu
di Pengadilan oleh Mahkamah Agung
160 - - - - 2,1 Pusat 03
Diklat Lingkungan Terpadu di
Mahkamah Agung
Jumlah Peserta Diklat Lingkungan
Terpadu di Mahkamah Agung
80 Orang 120 Orang 120 Orang 120 Orang 120 Orang 7,9 Pusat 06
Penelitian dan Pengembangan Hukum
dan Peradilan 4,4
Evaluasi dan Urgensi Penguatan
Kelembagaan Jurusita
Jumlah Kajian Evaluasi dan Urgensi
Penguatan Kelembagaan Jurusita
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 4,4 Pusat 07
Program Peningkatan Manajemen
Peradilan Umum 82,6
Peningkatan Manajemen Peradilan
Umum 82,6
Layanan Pos Bantuan Hukum Jumlah Jam Layanan Pos Bantuan
Hukum
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
111.584 Jam
Layanan
55,8 Pusat 07
Perkara peradilan umum yang
diselesaikan melalui sidang diluar
gedung pengadilan
Jumlah Perkara peradilan umum
yang diselesaikan melalui sidang
diluar gedung pengadilan
3888 Perkara 3888 Perkara 3888 Perkara 3888 Perkara 3888 Perkara 26,4 Pusat 07
berkas 3, hlm. 433
005.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Perkara peradilan umum yang
diselesaikan melalui pembebasan
biaya perkara
Jumlah Perkara peradilan umum
yang diselesaikan melalui
pembebasan biaya perkara
81 Perkara 81 Perkara 81 Perkara 81 Perkara 81 Perkara 0,4 Pusat 07
Program Peningkatan Manajemen
Peradilan Agama 140,9
Peningkatan Manajemen Peradilan
Agama 140,9
Perkara dilingkungan Peradilan Agama
yang diselesaikan melalui Pembebasan
Biaya perkara
Jumlah Perkara dilingkungan
Peradilan Agama yang diselesaikan
melalui Pembebasan Biaya perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
11.293
perkara
20,4 Pusat 07
Perkara dilingkungan Peradilan Agama
yang diselesaikan melalui sidang
diluar gedung
Jumlah Perkara dilingkungan
Peradilan Agama yang diselesaikan
melalui sidang diluar gedung
25.489
perkara
25.489
perkara
25.489
perkara
25.489
perkara
25.489
perkara
58,7 Pusat 07
Layanan Bantuan Hukum
dilingkungan Peradilan Agama
Jumlah Layanan Bantuan Hukum
dilingkungan Peradilan Agama
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
127.365 jam
layanan
58,2 Pusat 07
Perkara dilingkungan Peradilan Agama
yang diselesaikan melalui Sidang
Terpadu
Jumlah Perkara dilingkungan
Peradilan Agama yang diselesaikan
melalui Sidang Terpadu
3286 perkara 3286 perkara 3286 perkara 3286 perkara 3286 perkara 3,6 Pusat 07
Program Peningkatan Manajemen
Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
(TUN) 4,9
Peningkatan Manajemen Peradilan Tata
Usaha Negara 4,9
Perkara Peradilan Tata Usaha Negara
yang Diselesaikan Melalui
Pembebasan Biaya Perkara
Jumlah Perkara Peradilan Tata
Usaha Negara yang Diselesaikan
Melalui Pembebasan Biaya Perkara
44 Perkara 44 Perkara 44 Perkara 44 Perkara 44 Perkara 0,1 Pusat 07
Pos Bantuan Hukum Jumlah Jam Layanan Pos Bantuan
Hukum
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
8.640 Jam
Layanan
4,8 Pusat 07
JUMLAH 286,5
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 434
006.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kejaksaan RI 1.664,0
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kejaksaan RI 8.429,1
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kejaksaan RI 122,1
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kejaksaan 776,9
Program Penyelidikan/Pengamanan/Penggalangan Permasalahan Hukum di Bidang IPOLEKSOSBUD Hukum dan Hankam
616,7
Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Umum 1.697,6
Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Pidana Khusus, Pelanggaran Ham yang Berat dan Perkara Tindak Pidana
Korupsi 1.061,1
Program Penanganan dan Penyelesaian Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara 64,5
JUMLAH 14.432,0
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 435
006.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kejaksaan RI 638,2
Perencanaan, Pengembangan
Manajemen, Organisasi dan Tata
Laksana, Pengolahan Data serta
Pemantauan dan Penilaian
9,0
Pendampingan Pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM di
Lingkungan Kejaksaan RI
Jumlah Satker yang Mendapat
Pendampingan Pembangunan Zona
Integritas menuju WBK/WBBM di
Lingkungan Kejaksaan RI
31 Satker 31 Satker 31 Satker 31 Satker 31 Satker 9,0 Daerah 07
Penyajian Data Statistik Kriminal dan
Teknologi Informasi 580,0
Pengembangan dan pemeliharaan
CMS SPPT-TI
Jumlah Pengembangan dan
pemeliharaan CMS SPPT-TI
156 Satker 156 Satker 156 Satker 156 Satker 156 Satker 410,2 Daerah 07
Pengadaan Sistem Monitoring dan
Dashboard Perkara CMS dan SPPT-TI
Jumlah Pengadaan Sistem
Monitoring dan Dashboard Perkara
CMS dan SPPT-TI
2 Sistem 2 Sistem 2 Sistem 2 Sistem 2 Sistem 45,8 Daerah 07
Bimbingan Teknis Operasional CMS
dan SPPT TI
Jumlah Bimbingan Teknis
Operasional CMS dan SPPT TI
460 Satker 460 Satker 460 Satker 460 Satker 460 Satker 124,1 Daerah 07
Penanganan dan Penyelesaian Pemulihan
Aset yang terkait perkara 49,1
Penanganan dan Penyelesaian
Pemulihan Aset yang terkait Tindak
Pidana
Jumlah LaporanPenanganan dan
Penyelesaian Pemulihan Aset yang
terkait Tindak Pidana
20 Laporan 20 Laporan 20 Laporan 20 Laporan 20 Laporan 49,1 Pusat 07
Program Pendidikan dan Pelatihan
Aparatur Kejaksaan 33,2
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 436
006.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan Teknis Fungsional 33,2
Diklat Pemulihan Aset Jumlah Angkatan Diklat Pemulihan
Aset
4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 9,5 Pusat 07
Diklat Terpadu UU SPPA di Kejaksaan Jumlah Angkatan Diklat Terpadu UU
SPPA di Kejaksaan
8 Angkatan - - - - 3,0 Pusat 03
Diklat Illegal Fishing Jumlah Angkatan Diklat Illegal
Fishing
4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 6,9 Pusat 06
Diklat Mineral Batubara Jumlah Angkatan Diklat Mineral
Batubara
4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 6,9 Pusat 06
Diklat Kebakaran Hutan dan Lahan Jumlah Angkatan Diklat Kebakaran
Hutan dan Lahan
4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 4 Angkatan 6,9 Pusat 06
Program Penanganan dan Penyelesaian
Perkara Pidana Umum 7,2
Penanganan Perkara Tindak Pidana
terhadap Keamanan Negara, Ketertiban
Umum dan Tindak Pidana Umum
Lainnya
0,3
Implementasi Keadilan Restoratif Penyusunan Juknis Implementasi
Keadilan Restoratif
1 Juknis 0,3 Pusat 07
Penanganan Perkara Pidana Umum di
Kejaksaan Tinggi/Kejaksaan Negeri dan
Cabang Kejaksaan Negeri 6,9
Bimtek penuntut umum sebagai
fasilitator dalam penanganan perkara
dengan pendekatan keadilan restoratif
Jumlah Laporan Bimtek penuntut
umum sebagai fasilitator dalam
penanganan perkara dengan
pendekatan keadilan restoratif
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 6,9 Pusat 07
Program Penanganan dan Penyelesaian
Perkara Pidana Khusus, Pelanggaran
Ham yang Berat dan Perkara Tindak
Pidana Korupsi 4,0
Penanganan Penyelidikan dan
Penyidikan Tindak Pidana Korupsi dan
Tindak Pidana Khusus Lainnya di
Kejaksaan Agung RI
4,0
berkas 3, hlm. 437
006.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Sosialisasi Revisi Juknis Pedoman
Tuntutan Tipikor
Jumlah Sosialisasi Revisi Juknis
Pedoman Tuntutan Tipikor
31 Kegiatan 31 Kegiatan 31 Kegiatan 31 Kegiatan 31 Kegiatan 4,0 Pusat 07
JUMLAH 682,6
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 438
007.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
SEKRETARIAT NEGARA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Sekretariat Negara 4.586,4
Program Penyelenggaraan Pelayanan Dukungan Kebijakan Kepada Presiden dan Wakil Presiden 2.182,4
JUMLAH 6.768,8
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 439
007.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
SEKRETARIAT NEGARA
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Penyelenggaraan Pelayanan
Dukungan Kebijakan Kepada Presiden
dan Wakil Presiden 21,0
Penyelenggaraan Koordinasi Kerja Sama
Teknik Luar Negeri 21,0
KSST Bidang Peningkatan Kapasitas Jumlah Kegiatan Kerja Sama Teknik
Luar Negeri
8 10 11 12 13 21,0 Pusat 07
JUMLAH 21,0
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 440
010.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Dalam Negeri 1.057,5
Program Pengawasan Internal Kementerian Dalam Negeri dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
183,2
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri 97,4
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri 382,1
Program Bina Pembangunan Daerah 937,0
Program Bina Otonomi Daerah 215,0
Program Bina Administrasi Kewilayahan 1.043,7
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah Daerah 216,7
Program Penataan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil 3.804,2
Program Pembinaan Politik dan Penyelenggaraan Pemerintahan Umum 1.053,8
Program Pendidikan Kepamongprajaan 923,0
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 441
010.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Bina Pemerintahan Desa 874,8
JUMLAH 10.788,3
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 442
010.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN DALAM NEGERI
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam Negeri
42,5
Penelitian Dan Pengembangan Inovasi
Daerah 42,5
Kebijakan pemberian insentif bagi
pelaksanaan inovasi daerah
(Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
dan Kemenkeu)
1 1 1 1 1 2,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
10 10 10 10 10 2,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
6 6 6 6 6 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
2 2 2 2 2 1,7 Provinsi Nusa Tenggara
Timur
02
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
5 5 5 5 5 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
7 7 7 7 7 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 443
010.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
2 2 2 2 2 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L
2 2 2 2 2 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
3 3 2 - - 4,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
1 - - 4 1 3,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
- - - - 2 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
1 - 2 - - 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 444
010.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
- - - - 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
1 - 2 1 - 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang
menerapkan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
1 - - - 1 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Aplikasi
Umum Pusat Jejaring Inovasi Daerah
(Puja Indah)
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 445
010.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 6 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 446
010.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
3 2 3 4 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 447
010.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 6 0,1 Pusat 02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat
(Alokasi Kemendagri)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 6 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat
(Alokasi Kemendagri)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 448
010.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 5 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
4 2 3 4 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 6 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 6 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
3 2 3 4 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
2 3 4 4 5 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
12 12 12 12 12 0,2 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
berkas 3, hlm. 449
010.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
12 12 12 12 12 0,2 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
12 12 12 12 12 0,2 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
165 165 165 165 165 2,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
89 89 89 89 89 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
24 24 24 24 24 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
129 129 129 129 129 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
34 34 34 34 34 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
61 61 61 61 61 1,4 Pusat 02
berkas 3, hlm. 450
010.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN) berbasis
indeks inovasi daerah
Jumlah daerah yang dilakukan
penilaian inovasi terpadu oleh lintas
K/L
44 44 44 44 44 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Program Pengembangan Sumber Daya
Manusia Aparatur Pemerintahan Dalam
Negeri 51,3
Pengembangan Kompetensi
Pemerintahan Dalam Negeri 51,3
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat penyusunan Perda dan
Perkada
60 60 60 60 60 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
30 30 30 30 30 0,4 Pusat dan regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat penyusunan Perda dan
Perkada
36 36 36 36 36 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat penyusunan Perda dan
Perkada
12 12 12 12 12 0,2 Pusat dan regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat penyusunan Perda dan
Perkada
42 42 42 42 42 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat penyusunan Perda dan
Perkada
0 40 50 60 68 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat penyusunan Perda dan Perkada Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat penyusunan Perda dan
Perkada
0 40 50 60 68 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM
di Daerah
320 320 320 320 320 4,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM
di Daerah
192 192 192 192 192 2,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 451
010.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM
di Daerah
64 64 64 64 64 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM
di Daerah
106 120 135 150 166 2,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM
di Daerah
32 39 41 43 43 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM
di Daerah
160 160 160 160 160 2,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat Percepatan Penerapan SPM di
Daerah
64 64 64 64 64 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi inovasi
daerah dan manajemen pembangunan
daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat manajemen inovasi daerah di
wilayah perbatasan
46 47 48 49 50 4,2 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi inovasi
daerah dan manajemen pembangunan
daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat manajemen inovasi daerah di
wilayah perbatasan
24 24 24 24 24 2,1 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi inovasi
daerah dan manajemen pembangunan
daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat manajemen inovasi daerah di
wilayah perbatasan
36 36 36 36 36 3,2 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi inovasi
daerah dan manajemen pembangunan
daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat manajemen inovasi daerah di
wilayah perbatasan
34 35 36 37 38 3,2 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi inovasi
daerah dan manajemen pembangunan
daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat manajemen inovasi daerah di
wilayah perbatasan
12 12 12 12 12 1,1 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
berkas 3, hlm. 452
010.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi inovasi
daerah dan manajemen pembangunan
daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti
Diklat manajemen inovasi daerah di
wilayah perbatasan
24 24 24 24 24 2,1 Pusat dan Regional
(alokasi Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
8 8 8 8 8 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
40 40 40 40 40 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
28 28 28 28 28 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
24 24 24 24 24 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
8 8 8 8 8 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
20 20 20 20 20 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat Camat
8 8 8 8 8 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
20 20 20 20 20 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
14 14 14 14 14 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
12 12 12 12 12 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
4 4 4 4 4 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 453
010.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
10 10 10 10 10 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
4 4 4 4 4 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti
orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
4 4 4 4 4 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
80 80 80 80 80 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
56 56 56 56 56 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
48 48 48 48 48 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
16 16 16 16 16 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
40 40 40 40 40 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
16 16 16 16 16 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 454
010.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti
diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
16 16 16 16 16 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Program Bina Pembangunan Daerah 206,5
Pembinaan Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan Pemerintahan
Daerah I 15,7
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
6 10 4 0 0 4,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
8 1 3 0 0,2 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
2 0 1 0 0 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
2 7 0 0 0 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
3 3 0 0 0 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 455
010.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
1 2 0 0 0 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun
raperda tentang RDTR di Sekitar
Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
3 0 0 0 0 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi penyusunan dan
penerapan rencana aksi daerah kelapa
sawit berkelanjutan
Jumlah daerah yang menyusun dan
menerapkan rencana aksi daerah
kelapa sawit berkelanjutan
- 6 12 18 25 2,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
01
Kelembagaan perhutanan sosial Jumlah daerah yang melaksanakan
perhutanan sosial
4 8 12 15 20 2,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Pembinaan Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan Pemerintahan
Daerah III 37,0
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
34 34 34 34 34 9,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
129 129 129 129 129 6,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
34 34 34 34 34 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
61 61 61 61 61 4,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
87 87 87 87 87 5,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
23 23 23 23 23 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM
44 44 44 44 44 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi penyusunan dan
penerapan rencana aksi destinasi
wisata
Jumlah daerah yang menyusun dan
menerapkan rencana aksi destinasi
wisata
11 11 19 19 34 2,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 456
010.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengendalian inflasi daerah Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pengendalian inflasi daerah
10 20 34 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
01
Peningkatan kapasitas aparatur dalam
penilaian kinerja penanganan stunting
Jumlah daerah yang meningkat
kapasitas aparaturnya dalam
penilaian kinerja penanganan
stunting
160 260 360 460 514 3,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Pembinaan Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan Pemerintahan
Daerah II 104,4
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
34 34 34 34 34 6,1 02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
129 129 129 129 129 4,2 02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
34 34 34 34 34 1,2 02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
61 61 61 61 61 3,0 02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
87 87 87 87 87 3,6 02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
23 23 23 23 23 1,2 02
berkas 3, hlm. 457
010.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD II (Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD II
(Sanitasi, Air Minum dan
Perumahan)
44 44 44 44 44 1,2 02
Sinkronisasi antara RZWP3K dengan
dokumen perencanaan pembangunan
daerah
Jumlah daerah yang sinkron antara
RZWP3K dengan dokumen
perencanaan pembangunan daerah
5 10 20 30 34 2,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
01
Peningkatan tata kelola kelembagaan
Pemda dalam dokumen perencanaan
daerah untuk penyediaan air minum
dan sanitasi layak aman
Jumlah provinsi yang melakukan
integrasi arah kebijakan dan sasaran
nasional dalam dokrenda
0 34 34 34 34 4,0 Seluruh provinsi 05
Peningkatan tata kelola kelembagaan
Pemda dalam dokumen perencanaan
daerah untuk penyediaan air minum
dan sanitasi layak aman
Jumlah provinsi yang mengalami
peningkatan komitmen dan
kapasitas
0 34 34 34 34 4,0 Seluruh provinsi 05
Peningkatan tata kelola kelembagaan
Pemda dalam dokumen perencanaan
daerah untuk penyediaan air minum
dan sanitasi layak aman
Jumlah provinsi yang mengalami
peningkatan kualitas dokrenda
melalui Sistem Informasi
0 34 34 34 34 4,0 Seluruh provinsi 05
Fasilitasi penguatan kelembagaan
dalam pengelolaan sanitasi di daerah
Jumlah provinsi yang terfasilitasi
penguatan kapasitas daerah dalam
pengelolaan sanitasi (kab/kota)
34 34 34 34 34 34,0 Seluruh provinsi 05
Pengaturan penyelenggaraan bidang
sanitasi di daerah
Jumlah kab/kota yang terfasilitasi
penyusunan pengaturan bidang
sanitasi (Kab/Kota)
34 34 34 34 34 15,4 Pusat 05
Fasilitasi penguatan kelembagaan dan
partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sumber daya air
Jumlah provinsi yang melakukan
penguatan kelembagaan dan
partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan sumber daya air
0 34 34 34 34 10,0 Seluruh provinsi 05
berkas 3, hlm. 458
010.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Fasilitasi penguatan kelembagaan dan
partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan risiko bencana
hidrometeorologi, geologi, dan
lingkungan
Jumlah provinsi yang melaksanakan
penguatan kelembagaan dan
partisipasi masyarakat dalam
pengelolaan risiko bencana
hidrometeorologi, geologi, dan
lingkungan
0 34 34 34 34 10,0 Seluruh provinsi 05
Fasilitasi Perencanaan, Evaluasi, dan
Informasi Pembangunan Daerah 18,2
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 10 10 10 10 2,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 7 7 7 7 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 2 2 2 2 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 5 5 5 5 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 459
010.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 6 6 6 6 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 2 2 2 2 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah aplikasi pengembangan
Sistem Informasi Pembangunan
Daerah (data pembangunan daerah,
perencanaan pembangunan daerah,
profil dan analisis daerah, e-
rakortek, monev Bangda)
- 2 2 2 2 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 10 10 10 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 7 7 7 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 2 2 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 460
010.B.19
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 5 5 5 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 6 6 6 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 2 2 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Optimalisasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah (SIPD): e-
database, e-planning, e-budgeting, e-
monev, e-reporting, e-controlling, e-
ippd, e-register
Jumlah sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
- - 2 2 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
10 10 10 10 10 2,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
7 7 7 7 7 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
2 2 2 2 2 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
5 5 5 5 5 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
6 6 6 6 6 1,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 461
010.B.20
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
2 2 2 2 2 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
2 2 2 2 2 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan Pemerintahan
Daerah IV 31,2
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
34 34 34 34 34 3,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
129 129 129 129 129 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
34 34 34 34 34 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
61 61 61 61 61 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
87 87 87 87 87 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
23 23 23 23 23 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Integrasi dan penerapan SPM lingkup
UPD IV (Pendidikan)
Daerah yang melakukan integrasi
dan penerapan SPM lingkup UPD IV
(Pendidikan)
44 44 44 44 44 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penetapan dan implementasi
kebijakan daerah sebagai tindak lanjut
inpres No. 9 Tahun 2016 tentang
Revitalisasi SMK
Jumlah daerah yang
diimplementasikan kebijakan daerah
sebagai tindak lanjut inpres No. 9
Tahun 2016 tentang Revitalisasi
SMK
6 7 7 7 7 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 462
010.B.21
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan kapasitas kelembagaan
UKS/M di daerah
jumlah tim pembina di daerah yang
melaksanakan pembinaan dan
pengembangan UKS/M
7 7 7 7 7 2,0 Pusat 03
Peningkatan indeks gemar membaca
dalam rangka meningkatkan budaya
gemar membaca di daerah
Indeks gemar membaca dalam
rangka meningkatkan budaya gemar
membaca di daerah
53,00 54,75 56,50 58,50 60,00 1,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
04
Integrasi rencana aksi daerah program
kesehatan ibu dan KB berbasis Hak
Jumlah daerah yang
mengintegrasikan dan mempunyai
rencana aksi daerah program
kesehatan ibu dan KB berbasis Hak
- 50 55 60 70 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Fasilitasi integrasi Perencanaan dan
Penganggaran Responsif Gender
(PPRG) ke dalam dokumen
perencanaan pembangunan daerah
Jumlah daerah yang menerapkan
perencanaan dan penganggaran
responsif gender (PPRG)
- 22 24 28 34 4,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Koordinasi Pelaksanaan Gugus Tugas
Pencegahan dan Penanganan Tindak
Pidana Perdagangan orang (GT PP-
TPPO)
Jumlah daerah yang melaporkan
pelaksanaan Gugus Tugas
Pencegahan dan Penanganan Tindak
Pidana Perdagangan orang (GT PP-
TPPO)
- 20 22 26 32 4,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Koordinasi Kabupaten/Kota Layak
Anak (KLA)
Jumlah Daerah yang melakukan
evaluasi Kabupaten/Kota Layak
anak (KLA)
- 22 24 28 34 4,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Koordinasi penerapan RAD
penyelenggaraan pelayanan
kepemudaan
Jumlah daerah yang mendapat
rekomendasi terkait penerapan
rencana aksi pada penyelenggaraan
pelayanan kepemudaan dan
kearsipan
- 18 24 30 34 3,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
03
Program Bina Otonomi Daerah 148,7
Penataan Daerah Otonom Dan Otonomi
Khusus Dan DPOD 118,1
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah Daerah Otonom Baru (DOB)
yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
- 1 4 4 5 2,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 463
010.B.22
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
8 8 8 8 8 10,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
50 59 68 68 68 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 7 7 7 7 9,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
35 41 47 47 47 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
32 38 44 44 44 3,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
10 12 14 14 14 0,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
25 29 33 33 33 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
10 12 14 14 14 0,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
10 12 14 14 14 0,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 464
010.B.23
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
2 2 2 2 2 2,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja
sangat tinggi berdasarkan hasil
evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1 1 1 1 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
36 68 98 131 163 16,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
5 7 9 11 14 9,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan
daerah
10 10 0,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
1 3 4 4 5 3,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 465
010.B.24
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
- 3 5 7 7 4,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
- - - 1 4 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom Baru (DOB)
yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
- - - 1 1 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
- 1 2 2 2 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil
pemekaran (2007-2014) yang
difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10
aspek penyelenggaraan
pemerintahan
- 2 3 3 4 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 466
010.B.25
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Meningkatkan fungsi pembinaan dan
pengawasan Pemerintah Pusat
terhadap daerah otonom dan Daerah
Khusus/Daerah Istimewa, terutama
dalam hal penyelenggaraan urusan
pemerintahan, pengelolaan keuangan
daerah, dan pelayanan pada
masyarakat.
Jumlah fasilitasi kebijakan (regulasi)
daerah dan pusat terkait
pelaksanaan pada daerah otonomi
khusus
4 4 4 4 4 5,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
Jumlah pembinaan peningkatan
kinerja dan akuntabilitas
penyelenggaraan Otsus
1 1 1 1 1 7,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
Pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
2 2 2 2 2 15,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Rekomendasi rencana tindak lanjut
dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan dana
otonomi khusus
Jumlah rekomendasi rencana tindak
lanjut dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan dana
otonomi khusus
- 2 2 2 2 13,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Rekomendasi rencana tindak lanjut
dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan dana
otonomi khusus/istimewa
Jumlah rekomendasi rencana tindak
lanjut dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan dana
otonomi khusus/istimewa
2 2 - - - 4,2 Pusat Alokasi
Kementerian Dalam
Negeri
02
Revisi UU 21 tentang Otonomi Khusus
bagi provinsi Papua
Terfasilitasi dan tersusunnya
perubahan UU 21 Tahun 2001
tentang Otonomi Khusus Bagi
Provinsi Papua.
1 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Fasilitasi Penataan Produk Hukum
Daerah 30,6
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 3,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 467
010.B.26
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 5 7 39 43 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai
dengan hasil review Kemendagri
1 1 1 1 1 2,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 468
010.B.27
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 2 2 2 2 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 3 3 5 5 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 82 102 122 138 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 - - - 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 0 0 0 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
(komponen)
1 1 1 1 1 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
9 9 9 9 9 2,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 469
010.B.28
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah provinsi yang memiliki
indeks kepatuhan tinggi dalam
penyusunan produk hukum
0 4 5 5 5 1,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
(komponen)
2 2 2 2 2 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
5 5 5 5 5 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
(komponen)
6 6 6 6 6 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
(komponen)
2 2 2 2 2 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
(komponen)
2 2 2 2 2 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi),
terutama terkait investasi daerah,
PDRD, pelayanan dasar, pengelolaan
SDA, dan RDTR
Jumlah database Peraturan Daerah
yang dibentuk dan dimutakhirkan
(komponen)
6 6 6 6 6 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 470
010.B.29
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan
daerah
23 23 23 23 23 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan
daerah
5 5 0,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan
daerah
2 2 0 0 0 0,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta
meningkatkan kapasitas daerah
otonom hasil pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan
daerah
1 1 0,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pelaksanaan simplifikasi, harmonisasi
dan sinkronisasi peraturan perizinan
investasi tingkat pusat / KL dan
daerah
Jumlah rumusan rekomendasi
peraturan perizinan tingkat
pusat/KL dan daerah yang di
simplifikasi, diharmonisasi dan
disinkronisasi
1 1 1 1 1 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pelaksanaan simplifikasi, harmonisasi
dan sinkronisasi peraturan perizinan
investasi tingkat pusat / KL dan
daerah
Jumlah rumusan rekomendasi
peraturan perizinan tingkat
pusat/KL dan daerah yang di
simplifikasi, diharmonisasi dan
disinkronisasi
1 1 1 1 1 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 471
010.B.30
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelaksanaan simplifikasi, harmonisasi
dan sinkronisasi peraturan perizinan
investasi tingkat pusat / KL dan
daerah
Jumlah rumusan rekomendasi
peraturan perizinan tingkat
pusat/KL dan daerah yang di
simplifikasi, diharmonisasi dan
disinkronisasi
1 1 1 1 1 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyederhanaan perizinan yang
menghambat investasi
Jumlah usulan perubahan
regulasi/peraturan yang
menghambat investasi
1 1 1 1 1 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyederhanaan perizinan yang
menghambat investasi
Jumlah usulan perubahan
regulasi/peraturan yang
menghambat investasi
1 1 1 1 1 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Program Bina Administrasi Kewilayahan
893,0
Penyelenggaraan Hubungan Pusat dan
Daerah serta Kerja sama Daerah 785,6
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 13,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 472
010.B.31
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 473
010.B.32
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 474
010.B.33
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 475
010.B.34
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 476
010.B.35
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 17,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 477
010.B.36
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 478
010.B.37
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 14,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 479
010.B.38
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 480
010.B.39
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 13,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 481
010.B.40
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 16,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 482
010.B.41
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 2,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 17,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 483
010.B.42
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 19,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
2,573 2,573 2,573 2,573 12,865 13,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 12,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 17,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 15,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 484
010.B.43
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan
organisasi, keuangan, perencanaan,
dan pengawasan sesuai ketentuan
peraturan perundangan.
1 1 1 1 1 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 14,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat dalam
fungsi pembinaan dan pengawasan
serta menyinergikan kepentingan
antar-kabupaten/kota di wilayahnya
masing-masing.
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai
Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
8 16 22 22 22 14,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan
Paten
- 84 116 148 148 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah Kabupaten/Kota yang
menerapkan PATEN
- 46 62 82 82 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan
Paten
10 14 18 22 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan
Paten
- 72 99 128 129 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 485
010.B.44
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan
Paten
- 39 49 61 61 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah Kabupaten/Kota yang
menerapkan PATEN
- 25 34 44 44 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
- 1 1 1 1 2,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
- 1 1 1 1 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
- 1 1 1 1 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
` 1 1 1 1 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
- 1 1 1 1 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
- 1 1 1 1 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Monitoring perjanjian kerja sama Persentase perjanjian kerja sama
yang dimonitoring pelaksanaannya
- 1 1 1 1 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Denpasar Pengembangan
Wilayah Metropolitan:
Palembang,
Banjarmasin,
Makassar, Denpasar
berkas 3, hlm. 486
010.B.45
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Banjarmasin Pengembangan
Wilayah Metropolitan:
Palembang,
Banjarmasin,
Makassar, Denpasar
02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Semarang 02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Manado 02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Bandung 02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Jakarta 02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Palembang Pengembangan
Wilayah Metropolitan:
Palembang,
Banjarmasin,
Makassar, Denpasar
02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Medan 02
berkas 3, hlm. 487
010.B.46
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Makassar Pengembangan
Wilayah Metropolitan:
Palembang,
Banjarmasin,
Makassar, Denpasar
02
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik
1 1 1 0,7 WM Surabaya 02
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 10 - - - 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 2 - - - 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 5 - - - 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 6 - - - 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 2 - - - 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 488
010.B.47
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 2 - - - 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1
SKPD tingkat provinsi untuk
berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
- 7 2 2 2 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
10 28 23 22 21 5,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
7 16 19 23 23 3,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
2 8 9 11 11 1,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
5 9 9 6 6 2,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
6 10 10 10 11 3,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
2 2 2 2 2 1,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
2 2 2 2 2 1,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 3,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 489
010.B.48
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 1,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan
daerah yang direview (terutama
regulasi yang menghambat
kerjasama perdagangan antar
daerah)
1 1 1 1 1 2,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
12 22 25 36 38 5,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
- 2 2 4 4 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 490
010.B.49
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
2 6 6 10 10 3,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
- 7 7 12 12 3,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
- 2 2 3 4 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
- 2 2 4 4 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai potensi
daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah
dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi sesuai potensi daerah
- 7 7 14 14 4,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 1 1 1 1 10,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 2 2 2 2 2,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 5 5 5 5 5,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 491
010.B.50
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 1 1 1 1 6,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 1 1 1 1 2,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 7 7 7 7 5,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
- 1 1 1 1 2,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam pengembangan Destinasi
Prioritas Pariwisata (DPP)
Jumlah Perjanjian Kerja Sama yang
difasilitasi kerjasama antar
daerahnya dalam peningkatan
kepariwisataan terutama di lokasi
DPP
- 2 - - - 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam pengembangan Destinasi
Prioritas Pariwisata (DPP)
Jumlah Perjanjian Kerja Sama yang
difasilitasi kerjasama antar
daerahnya dalam peningkatan
kepariwisataan terutama di lokasi
DPP
- 1 - - - 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- - 84 84 90 27,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 492
010.B.51
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- 2 4 6 8 5,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- 4 8 17 21 12,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- 4 12 16 23 13,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- 2 4 6 8 5,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- - 30 30 30 13,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 493
010.B.52
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian
Kerja Sama dalam penyelesaian
permasalahan pelayanan publik di
10 kota metropolitan (terutama
permasalahan transportasi, banjir,
air minum, serta sampah dan
limbah)
- 4 12 27 31 16,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan
ekonomi melalui kerjasama daerah
- 2 - - - 1,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan
ekonomi melalui kerjasama daerah
- 1 1 - - 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan limbah)
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan
ekonomi melalui kerjasama daerah
- 1 - - - 3,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan dan Pengembangan Kawasan,
Perkotaan dan Batas Negara 26,5
Kesepakatan strategis di bidang sosial,
ekonomi, dan budaya
Jumlah kesepakatan Perundingan
Batas dan Kerjasama Wilayah
Negara
5 5 5 5 5 26,5 Pusat 07
Pembinaan Ketenteraman, Ketertiban
dan Perlindungan Masyarakat 14,8
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Trantibum
30 61 96 130 164 4,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Trantibum
18 36 51 66 87 2,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Trantibum
6 10 15 19 23 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Trantibum
21 47 73 101 129 2,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 494
010.B.53
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Trantibum
15 27 39 49 61 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Trantibum
6 16 25 34 44 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Fasilitasi Pencegahan Penanggulangan
Bencana dan Kebakaran
66,2
Asistensi dan supervisi penerapan
standar pelayanan minimal bidang
bencana
Asistensi dan supervisi penerapan
standar pelayanan minimal bidang
bencana
5 5 5 5 5 9,1 34 Provinsi 06
Bimbingan teknis, monev dan
pelaporan SPM bidang
Trantibumlinmas
Jumlah daerah yang mendapatkan
bimbingan teknis, dimonev, dan
yang melapor SPM bidang
Trantibumlinmas
61 61 61 61 61 8,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Bimbingan teknis, monev dan
pelaporan SPM bidang
Trantibumlinmas
Jumlah daerah yang mendapatkan
bimbingan teknis, dimonev, dan
yang melapor SPM bidang
Trantibumlinmas
44 44 44 44 44 3,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan Pengintegrasian dan
pengarusutamaan pengurangan risiko
bencana di Daerah
Penerapan Pengintegrasian dan
pengarusutamaan pengurangan
risiko bencana di Daerah
34 34 34 34 34 6,6 34 Provinsi 06
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Bencana
30 61 96 130 164 4,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Bencana
18 36 51 66 87 2,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Bencana
6 10 15 19 23 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Bencana
107 119 130 143 155 3,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Bencana
15 27 39 49 61 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Bencana
6 16 25 34 44 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Bencana Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Bencana
6 13 19 27 34 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 495
010.B.54
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
30 61 96 130 164 5,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Pemadam Kebakaran
18 36 51 66 87 3,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
6 10 15 19 23 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
11 23 34 47 59 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Pemadam Kebakaran
15 27 39 49 61 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Pemadam Kebakaran
6 16 25 34 44 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
3 5 7 9 11 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum Jumlah daerah yang menerapkan
SPM Sub bidang Trantibum
6 13 19 27 34 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pengelolaan pelayanan
pemerintahan pada saat tanggap
darurat dan pasca bencana sesuai
standar
Jumlah daerah yang memiliki
kesiapan dalam melaksanakan
pelayanan pemerintahan pada saat
tanggap darurat dan pasca bencana
sesuai standar
34 34 34 34 34 5,4 34 Provinsi 06
Program Peningkatan Kapasitas
Keuangan Pemerintah Daerah 93,6
Pembinaan Perencanaan Anggaran
Daerah 24,7
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
32 32 32 32 32 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 496
010.B.55
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
30 61 96 130 164 2,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
18 36 51 66 87 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
6 10 15 19 23 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
17 48 75 102 129 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
15 27 39 49 61 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
6 16 25 34 44 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
33 49 108 125 142 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
30 61 96 130 164 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 497
010.B.56
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
21 47 73 101 129 1,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
18 36 51 66 87 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
6 10 15 19 23 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
15 27 39 49 61 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
6 13 19 27 34 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan
Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD
nya berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
6 16 25 34 44 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
30 61 96 130 164 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 498
010.B.57
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
21 47 73 101 129 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
18 36 51 66 87 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
6 10 15 19 23 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
6 13 19 27 34 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
15 27 39 49 61 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan
sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
6 16 25 34 44 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan Pengelolaan Pendapatan
Daerah 25,0
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
3 7 13 19 24 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 499
010.B.58
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
6 13 19 27 34 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
15 27 39 49 61 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
18 36 51 66 87 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
6 10 15 19 23 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
30 61 96 130 164 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
18 36 51 66 87 1,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
6 10 15 19 23 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 500
010.B.59
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
14 31 48 66 83 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
15 27 39 49 61 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
6 13 19 27 34 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya, yakni berupa obligasi
daerah dan/atau KPBU)
6 16 25 34 44 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
82 96 111 125 154 2,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
73 83 94 104 122 1,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
48 54 62 68 81 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 501
010.B.60
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
13 15 17 19 21 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
31 37 43 49 56 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
17 20 23 26 32 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang
pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 8%
dari tahun anggaran sebelumnya
19 23 27 31 42 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
9 9 10 10 10 2,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
6 6 6 6 6 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
5 5 5 6 6 1,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 1 1 1 2 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 502
010.B.61
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
5 5 5 5 5 1,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
2 2 2 2 2 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah
dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
2 2 2 2 2 0,6 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan Dan Fasilitasi Dana
Perimbangan Dan Pinjaman Daerah 8,2
Peningkatan Pengembangan dan
Pendalaman Pasar Keuangan
Pemerintah
Jumlah daerah yang memperoleh
fasilitasi dalam pengelolaan
pinjaman daerah dan obligasi daerah
50 55 60 65 70 6,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
01
Rekomendasi rencana tindak lanjut
dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan dana
otonomi khusus
Jumlah rekomendasi rencana tindak
lanjut dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan dana
otonomi khusus
0 0 1 1 0 2,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pembinaan Pelaksanaan Dan
Pertanggungjawaban Keuangan Daerah
17,6
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD
nya memenuhi indikator mandatory
spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja
Kesehatan (10% dari Belanja
Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
75 99 123 143 164 1,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 503
010.B.62
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD
nya memenuhi indikator mandatory
spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja
Kesehatan (10% dari Belanja
Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
33 47 62 75 87 0,9 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD
nya memenuhi indikator mandatory
spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja
Kesehatan (10% dari Belanja
Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
4 9 14 19 23 0,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD
nya memenuhi indikator mandatory
spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja
Kesehatan (10% dari Belanja
Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
27 36 46 52 61 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD
nya memenuhi indikator mandatory
spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja
Kesehatan (10% dari Belanja
Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
17 21 26 30 34 0,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 504
010.B.63
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD
nya memenuhi indikator mandatory
spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja
Kesehatan (10% dari Belanja
Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
2 13 23 34 44 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
10 10 10 10 10 0,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
6 6 6 6 6 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
6 6 6 6 6 0,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
2 2 2 2 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
5 5 5 5 5 0,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
2 2 2 2 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian
realisasi belanjanya minimal 90%
2 2 2 2 2 0,1 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
10 10 10 10 10 3,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
6 6 6 6 6 2,0 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
2 2 2 2 2 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
7 7 7 7 7 2,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
5 5 5 5 5 1,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
2 2 2 2 2 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan
APBD tepat waktu
2 2 2 2 2 0,7 Pusat (alokasi
Kementerian)
berkas 3, hlm. 505
010.B.64
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembinaan Pengelolaan BUMD, BLUD
Dan Barang Milik Daerah 18,0
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
93 110,75 128,5 146,25 164 5,2 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
37 49,5 62 74,5 87 3,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
2 7,25 12,5 17,75 23 1,3 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
74 85,25 96,5 107,75 119 3,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
45 49 53 57 61 1,4 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
24 26,5 29 31,5 34 0,8 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
2 12,5 23 33,5 44 2,5 Pusat (alokasi
Kementerian)
02
Program Penataan Administrasi
Kependudukan dan Pencatatan Sipil 245,0
Pengelolaan Informasi Kependudukan 35,0
Penyediaan data registrasi terkait
kelahiran dan kematian (Vital
Statistics Register)
Tersedianya data registrasi terkait
kelahiran dan kematian (Vital
Statistics Register)
3 5 10 15 20 35,0 34 Provinsi 03
Pembinaan Administrasi Pencatatan Sipil
140,0
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran bagi penduduk 0-17
tahun
Persentase cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 –
17 tahun
90 95 97 98 100 35,0 34 Provinsi Integrasi Bantuan
Sosial Menuju Skema
Perlindungan Sosial
Menyeluruh
berkas 3, hlm. 506
010.B.65
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran bagi penduduk 0-17
tahun
Proporsi anak umur di bawah 5
tahun yang kelahirannya dicatat
oleh lembaga pencatatan sipil,
menurut umur (16.9.1*)
N/A N/A N/A N/A 99,99 0,0 34 Provinsi 03
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 - 17
tahun
Persentase cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 –
17 tahun
90 95 97 98 100 0,0 34 Provinsi 02
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 - 17
tahun
Persentase cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 –
17 tahun
90 95 97 98 100 0,0 34 Provinsi 02
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 - 17
tahun
Persentase cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 –
17 tahun
90 95 97 98 100 0,0 34 Provinsi 02
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 - 17
tahun
Persentase cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 –
17 tahun
90 95 97 98 100 0,0 34 Provinsi 02
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 - 17
tahun
Persentase cakupan kepemilikan
akta kelahiran pada penduduk 0 –
17 tahun
90 95 97 98 100 0,0 34 Provinsi 02
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta kematian pada seluruh peristiwa
kematian
Persentase cakupan kepemilikan
akta kematian pada seluruh
peristiwa kematian
20 40 60 80 100 35,0 34 Provinsi 03
Peningkatan cakupan kepemilikan
buku nikah dan akta perkawinan pada
semua pasangan yang menikah
Persentase cakupan kepemilikan
buku nikah dan akta perkawinan
pada semua pasangan yang menikah
20 40 60 80 100 35,0 34 Provinsi 03
Peningkatan cakupan kepemilikan
akta perceraian pada semua individu
yang sudah bercerai
Persentase cakupan kepemilikan
akta perceraian pada semua individu
yang sudah bercerai
70 100 100 100 100 35,0 34 Provinsi 03
Pembinaan Administrasi Pendaftaran
Penduduk 35,0
Peningkatan layanan pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil yang
mudah dan inovatif di wilayah 3T
Jumlah layanan pendaftaran
penduduk dan pencatatan sipil yang
mudah dan inovatif di wilayah 3T
112 112 112 112 112 35,0 23 Provinsi 03
Pemanfaatan Data Dan Dokumen
Kependudukan 35,0
berkas 3, hlm. 507
010.B.66
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penguatan integrasi data administrasi
kependudukan melalui koneksitas
warehouse berbasis NIK Nasional
Jumlah instansi yang
mengintegrasikan data melalui
koneksitas warehouse berbasis NIK
Nasional
6 10 16 20 22 35,0 34 Provinsi Integrasi Bantuan
Sosial Menuju Skema
Perlindungan Sosial
Menyeluruh
03
Program Pembinaan Politik dan
Penyelenggaraan Pemerintahan Umum
193,7
Pembinaan dan Pemberdayaan
Organisasi Kemasyarakatan 63,5
Peningkatan Kapasitas Organisasi
Kemasyarakatan
Jumlah pengurus ormas yang
memperoleh penguatan ideologi
Pancasila, wawasan kebangsaan,
dan pendidikan politik
400 1800 3000 3300 4200 63,5 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
07
Fasilitasi Politik Dalam Negeri 46,2
Penguatan Demokrasi di Daerah Jumlah provinsi yang mendapatkan
penguatan demokrasi
34 34 34 34 34 17,5 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
07
Kebijakan Politik Dalam Negeri Jumlah peraturan perundang-
undangan dan pedoman bidang
politik
2 2 2 N/A N/A 6,0 Pusat 07
Penguatan Demokrasi Internal,
Transparansi, dan Akuntabilitas Partai
Politik
Jumlah pengurus partai politik yang
memperoleh penguatan ideologi
Pancasila, wawasan kebangsaan,
dan pendidikan politik
100 200 500 700 800 11,5 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
07
Pendidikan Politik Masyarakat di
Daerah
Jumlah masyarakat yang
mendapatkan pendidikan politik
3000 5000 6000 8000 10000 11,2 Pusat dan Daerah (Prov
dan Kab/Kota)
07
Fasilitasi Ketahanan Ekonomi, Sosial dan
Budaya 9,4
Penguatan dan Pemeliharaan
Kerukunan Umat Beragama
Daerah yang Kerukunan Umat
Beragamanya meningkat
34 34 34 34 34 9,4 Daerah 04
Fasilitasi Kewaspadaan Nasional 54,1
Tim Terpadu Penanganan Konflik
Sosial
Persentase Timdu PKS Provinsi yang
melaksanakan RAD secara efektif
61 62 63 64 65 32,0 Pusat dan Daerah 07
berkas 3, hlm. 508
010.B.67
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Deteksi Dini oleh Aparat Pusat dan
Daerah
Jumlah aparatur pusat dan daerah
yag ditingkatkan kapasitasnya
dibidang kewaspadaan dini dan
deteksi dini tingkat dasar
600 2000 2200 2400 3000 22,1 Pusat dan Daerah 07
Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan
Kebangsaan 20,5
Penguatan Gerakan Indonesia Bersatu
dalam kebhinekaan
Jumlah provinsi melaksanakan
kampanye Gerakan Indonesia
Bersatu dalam kebhinekaan
34 34 34 34 34 12,5 Pusat dan Daerah 04
Penguatan Pusat Pendidikan Wawasan
Kebangsaan (PPWK) yang berkinerja
tinggi
Jumlah Pusat Pendidikan Wawasan
Kebangsaan (PPWK) yang berkinerja
tinggi
15 16 17 18 19 8,0 Daerah 04
Program Bina Pemerintahan Desa 75,9
Peningkatan Kapasitas Pemerintahan
Desa Lingkup Regional 38,9
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa
dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa
dan pengurus lembaga
kemasyarakatan desa lingkup
regional yang dilatih
440 700 730 750 676 12,5 02
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa
dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa
dan pengurus lembaga
kemasyarakatan desa lingkup
regional yang dilatih
265 420 442 450 408 7,5 02
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa
dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa
dan pengurus lembaga
kemasyarakatan desa lingkup
regional yang dilatih
90 140 148 152 136 2,5 02
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa
dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa
dan pengurus lembaga
kemasyarakatan desa lingkup
regional yang dilatih
225 350 370 375 340 6,3 02
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa
dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa
dan pengurus lembaga
kemasyarakatan desa lingkup
regional yang dilatih
270 420 444 450 408 7,6 02
berkas 3, hlm. 509
010.B.68
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa
dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa
dan pengurus lembaga
kemasyarakatan desa lingkup
regional yang dilatih
90 140 148 152 136 2,5 Ambon, Buru, Buru
Selatan, Kepualuan Aru,
Maluku Barat Daya,
Maluku Tengah, Maluku
Tenggara, Maluku
Tenggara Barat, Seram
Bagian Barat, Seram
Bagian Timur, Tual
02
Fasilitasi Keuangan dan Aset
Pemerintahan Desa 18,2
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
20 30 32 35 30 4,8 02
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
12 20 24 24 18 3,2 02
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
4 8 8 8 6 1,1 02
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
10 20 20 20 20 2,9 02
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
17 24 24 24 24 3,7 02
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
6 8 8 8 8 1,2 02
berkas 3, hlm. 510
010.B.69
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah desa yang tertib
administrasi pengelolaan aset desa
6 8 8 8 8 1,2 Asmat, Biak Numfor,
Boven Digoel, Deiyai,
Dogiyai, Intan Jaya,
Jayapura, Jayawijaya,
Keerom, Kepulauan
Yapen, Lanny Jaya,
Mamberamo Raya,
Mamberamo Tengah,
Mappi, Merauke, Mimika,
Nabire, Nduga, Paniai,
Pegunungan Bintang,
Puncak, Puncak Jaya,
Sarmi, Supriori, Tolikara,
Waropen, Yahukimo,
Yalimo
02
Penataan dan Administrasi
Pemerintahan Desa 18,8
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
10 10 10 10 10 5,1 02
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
6 6 6 6 6 3,0 02
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
2 2 2 2 2 1,0 02
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
5 5 5 5 5 4,6 02
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
6 6 6 6 6 3,0 02
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
2 2 2 2 2 1,0 02
berkas 3, hlm. 511
010.B.70
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan
batas desa
2 2 2 2 2 1,0 Asmat, Biak Numfor,
Boven Digoel, Deiyai,
Dogiyai, Intan Jaya,
Jayapura, Jayawijaya,
Keerom, Kepulauan
Yapen, Lanny Jaya,
Mamberamo Raya,
Mamberamo Tengah,
Mappi, Merauke, Mimika,
Nabire, Nduga, Paniai,
Pegunungan Bintang,
Puncak, Puncak Jaya,
Sarmi, Supriori, Tolikara,
Waropen, Yahukimo,
Yalimo
JUMLAH 1.950,2
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 512
011.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN LUAR NEGERI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Luar Negeri 2.515,7
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Luar Negeri 5.974,6
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Luar Negeri 70,5
Program Peningkatan Hubungan dan Politik Luar Negeri Melalui Kerjasama ASEAN 240,2
Program Peningkatan Peran dan Kepemimpinan Indonesia di Bidang Kerja Sama Multilateral 3.862,7
Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan Afrika
287,2
Program Optimalisasi Diplomasi Terkait Dengan Pengelolaan Hukum dan Perjanjian Internasional 100,1
Program Pemantapan Hubungan dan Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi Diplomasi di Kawasan Amerika dan Eropa
181,1
Program Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri 84,9
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Keprotokolan dan Kekonsuleran 458,4
Program Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik 386,2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 513
011.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pelaksanaan Diplomasi dan Kerjasama Internasional pada Perwakilan RI di Luar Negeri 4.684,4
JUMLAH 18.846,1
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 514
011.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN LUAR NEGERI
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Peningkatan Hubungan dan
Politik Luar Negeri Melalui Kerjasama
ASEAN 204,5
Kerja Sama ASEAN Bidang Ekonomi 27,5
Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap pertemuan
Ekonomi ASEAN
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa
yang disampaikan dalam setiap
pertemuan Ekonomi ASEAN
64 94 94 95 94 27,5 Pusat 07
Kerja Sama ASEAN Bidang Sosial Budaya
26,9
Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap pertemuan
Sosial Budaya ASEAN
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa
yang disampaikan dalam setiap
pertemuan Sosial Budaya ASEAN
37 44 97 51 50 26,9 Pusat 07
Kerja Sama ASEAN dengan Mitra Wicara
dan Organisasi Regional/Internasional
36,1
Rekomendasi dan Prakarsa yang
disampaikan dalam setiap pertemuan
kerja sama ASEAN dengan Mitra
Wicara dan Organisasi
Regional/Internasional
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa
yang disampaikan dalam setiap
pertemuan kerja sama ASEAN
dengan Mitra Wicara dan Organisasi
Regional/Internasional
130 135 140 146 151 36,1 Pusat 07
Kerja Sama ASEAN Bidang Politik dan
Keamanan 87,3
Rekomendasi dan Prakarsa Indonesia
yang disampaikan dalam setiap
pertemuan ASEAN pilar Politik dan
Keamanan
Jumlah Rekomendasi dan Prakarsa
Indonesia yang disampaikan dalam
setiap pertemuan ASEAN pilar Politik
dan Keamanan
140 178 180 191 190 87,3 Pusat 07
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 515
011.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Dukungan Manajemen dan Dukungan
Teknis Lainnya Ditjen Kerja Sama ASEAN
26,7
Layanan Setnas ASEAN-Indonesia 1 1 1 1 1 26,7 Pusat 07
Program Peningkatan Peran dan
Kepemimpinan Indonesia di Bidang Kerja
Sama Multilateral 281,5
Kerja Sama Multilateral dalam Rangka
Pemajuan dan Perlindungan HAM serta
Penanganan Isu Kemanusiaan 52,9
Kepemimpinan dan peran Indonesia
yang Berpengaruh dalam forum
Multilateral di Bidang Hak Asasi
Manusia Dan Kemanusiaan
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral di Bidang
Hak Asasi Manusia dan
Kemanusiaan
90 90 90 90 90 37,2 Pusat 07
Diplomasi maritim dan polkam yang
kuat di forum Multilateral di Bidang
Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi kemaritiman dan polkam
di Bidang Hak Asasi Manusia dan
Kemanusiaan di forum multilateral
80 80 80 80 80 6,4 Pusat 07
Diplomasi ekonomi, sosial dan budaya
yang kuat di forum multilateral di
Bidang Hak Asasi Manusia dan
Kemanusiaan
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi ekonomi, sosial dan
budaya di Bidang Hak Asasi
Manusia dan Kemanusiaan di forum
multilateral
90 90 90 90 90 4,7 Pusat 07
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar negeri
dan kesepakatan dalam forum
Multilateral di Bidang Hak Asasi
Manusia Dan Kemanusiaan
Persentase rekomendasi dari forum
multilateral di Bidang Hak Asasi
Manusia Dan Kemanusiaan yang
ditanggapi oleh pemangku
kepentingan nasional
80 80 80 80 80 4,5 Pusat 07
berkas 3, hlm. 516
011.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Kerja Sama Multilateral Terkait Isu
Keamanan Internasional, Senjata
Pemusnah Massal dan Senjata
Konvensional, Penanggulangan
Kejahatan Lintas Negara dan Terorisme
101,6
Kepemimpinan dan peran Indonesia
yang Berpengaruh dalam forum
Multilateral di Bidang Keamanan
Internasional dan Perlucutan Senjata
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum Multilateral di Bidang
Keamanan Internasional dan
Perlucutan Senjata
95 95 95 95 95 33,1 Pusat/
Perwakilan
07
Diplomasi maritim dan polkam yang
kuat di forum Multilateral di Bidang
Keamanan Internasional dan
Perlucutan Senjata
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi kemaritiman dan polkam
di Bidang Keamanan Internasional
dan Perlucutan Senjata di forum
multilateral
93 93 93 93 93 15,0 Pusat 07
Diplomasi maritim dan polkam yang
kuat di forum Multilateral di Bidang
Keamanan Internasional dan
Perlucutan Senjata
Persentase peningkatan kemampuan
peserta terkait diplomasi maritim
dan polkam di Bidang Keamanan
Internasional dan Perlucutan Senjata
80 80 81 81 81 0,0 Pusat 07
Optimalisasi Kontribusi Indonesia
dalam jajaran 10 besar negara
kontributor MPP PBB (ProPN)
Peringkat jumlah pasukan
perdamaian (PKO) yang dikirim
Pemerintah Indonesia
10 Besar 10 Besar 10 Besar 10 Besar 10 Besar 15,5 Pusat 07
Optimalisasi Kontribusi Indonesia
dalam Jajaran 10 Besar Negara
Kontributor MPP PBB
Indeks Kepemimpinan dan Pengaruh
Peran Indonesia dalam Forum
Multilateral
95 95 95 95 95 38,0 Pusat 07
Kerja Sama Multilateral Terkait Isu
Pembangunan Ekonomi, Keuangan, dan
Lingkungan Hidup 34,7
Kepemimpinan dan Peran Indonesia
yang berpengaruh dalam forum
multilateral di bidang pembangunan,
ekonomi dan lingkungan hidup
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral terkait isu
pembangunan, ekonomi, dan
lingkungan hidup
90 90 90 90 90 0,5 Pusat 07
berkas 3, hlm. 517
011.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar negeri
dan kesepakatan dalam forum
multilateral di bidang pembangunan,
ekonomi dan lingkungan hidup
Persentase rekomendasi dari forum
multilateral di Bidang
Pembangunan, Ekonomi dan
Lingkungan Hidup yang ditanggapi
oleh pemangku kepentingan
nasional
90 90 90 90 90 5,7 Pusat 07
Diplomasi maritim yang kuat di forum
multilateral di bidang pembangunan,
ekonomi dan lingkungan hidup
Persentase
Posisi/Prakarsa/Rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
Diplomasi Maritim di Bidang
Pembangunan, Ekonomi dan
Lingkungan Hidup
90 90 90 90 90 1,7 Pusat 07
Diplomasi ekonomi yang kuat di forum
multilateral di bidang pembangunan,
ekonomi dan lingkungan hidup
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi ekonomi dan sosial di
Bidang Pembangunan, Ekonomi dan
Lingkungan Hidup di forum
multilateral
90 90 90 90 90 26,8 Pusat 07
Kerja Sama Multilateral Terkait Isu
Perdagangan, Komoditas, dan Kekayaan
Intelektual (PKKI) 30,4
Kepemimpinan dan peran Indonesia
yang berpengaruh dalam forum
multilateral di Bidang Perdagangan,
Komoditas dan Kekayaan Intelektual
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral di Bidang
Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual
90 90 90 90 90 3,5 Pusat 07
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar negeri
dan kesepakatan dalam forum
Multilateral di Bidang Perdagangan,
Komoditas dan Kekayaan Intelektual
Persentase rekomendasi dari forum
kerja sama multilateral yang
ditanggapi oleh pemangku
kepentingan nasional
90 90 90 90 90 5,3 Pusat 07
berkas 3, hlm. 518
011.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diplomasi Maritim yang kuat di forum
multilateral bidang perdagangan,
komoditas, dan kekayaan intelektual
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi maritim di Bidang
Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual di forum
multilateral
90 90 90 90 90 2,5 Pusat 07
Diplomasi ekonomi yang kuat di forum
multilateral di bidang perdagangan,
komoditas dan kekayaan intelektual
Persentase
posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi ekonomi di Bidang
Perdagangan, Komoditas dan
Kekayaan Intelektual di forum
multilateral
90 90 90 90 90 19,1 Pusat 07
Kerja Sama Multilateral Terkait Isu Sosial
Budaya dan Organisasi Internasional
Negara Berkembang 54,2
Kepemimpinan dan Peran Aktif
Indonesia pada Berbagai Forum
Multilateral di Bidang Sosial Budaya
dan OI Negara Berkembang
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum multilateral di Bidang
Sosial Budaya dan Organisasi
Negara Berkembang
87 87 88 90 90 30,2 Pusat 07
Diplomasi maritim yang kuat di forum
Multilateral di Bidang Sosial Budaya
dan Organisasi Negara Berkembang
Persentase
Posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi maritim di Bidang Sosial
Budaya dan Organisasi Internasional
Negara Berkembang
90 90 91 92 92 0,6 Pusat 07
Diplomasi sosial dan budaya yang
kuat di forum multilateral di Bidang
Sosial Budaya dan Organisasi Negara
Berkembang
Persentase
Posisi/prakarsa/rekomendasi
Indonesia yang diterima dalam
diplomasi sosial dan budaya di
Bidang Sosial Budaya dan
Organisasi Negara Berkembang di
forum multilateral
87 87 88 89 90 12,9 Pusat 07
berkas 3, hlm. 519
011.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar negeri
dan kesepakatan dalam forum
Multilateral di Bidang Sosial Budaya
dan Organisasi Internasional Negara
Berkembang
Persentase rekomendasi dari forum
multilateral di Bidang Sosial Budaya
yang ditanggapi oleh pemangku
kepentingan nasional
72 73 74 75 76 10,4 Pusat 07
Dukungan dan komitmen nasional
yang tinggi atas kebijakan luar negeri
dan kesepakatan dalam forum
Multilateral di Bidang Sosial Budaya
dan Organisasi Internasional Negara
Berkembang
Persentase penyelesaian
permohonan registrasi Organisasi
Kemasyarakatan Asing
70 71 72 73 74 0,0 Pusat 07
Optimalisasi Keanggotaan Indonesia
pada Organisasi Internasional dan
Dukungan Manajemen/Teknis pada
Ditjen Kerja Sama Multilateral
7,9
Pemenangan Indonesia di Berbagai
Pencalonan yang Pemilihannya
dilakukan di Tahun 2020
Persentase kepemimpinan Indonesia
pada forum Multilateral
75 75 75 75 75 7,9 Pusat 07
Program Pemantapan Hubungan dan
Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi
Diplomasi di Kawasan Asia Pasifik dan
Afrika 237,2
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Sub Sahara Afrika
54,8
Kesepakatan Kerjasama di kawasan
Sub Sahara Afrika
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Sub Sahara Afrika
22 23 22 22 22 54,8 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Asia Selatan dan
Tengah 32,4
Kesepakatan Kerjasama di Kawasan
Asia Selatan dan Tengah
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Asia Selatan dan Tengah
29 29 29 29 29 32,4 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Asia Timur dan Pasifik
50,7
berkas 3, hlm. 520
011.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemantapan Hubungan dan Politik
Luar Negeri di Kawasan Asia Timur
dan Pasifik
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Asia Timur dan Pasifik
31 33 34 36 36 50,7 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri Melalui Kerja Sama Intra Kawasan
dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan
Afrika
31,6
Prakarsa/Rekomendasi Indonesia
pada Forum Kerjasama Intra kawasan
Asia Pasifik dan Afrika
Jumlah Prakarsa/Rekomendasi
Indonesia pada Forum Kerja Sama
lntrakawasan dan Antarkawasan
Asia Pasifik dan Afrika
39 39 39 39 39 31,6 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Timur Tengah 37,7
Kesepakatan Kerjasama di Kawasan
Timur Tengah
Jumlah Kesepakatan kerja sama di
Kawasan Timur Tengah
11 12 13 14 15 37,7 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Asia Tenggara 30,0
Kesepakatan Kerjasama di Kawasan
Asia Tenggara
Jumlah Kesepakatan Kerja Sama di
Kawasan Asia Tenggara
25 25 25 25 25 30,0 Pusat 07
Program Optimalisasi Diplomasi Terkait
Dengan Pengelolaan Hukum dan
Perjanjian Internasional 38,1
Optimalisasi Diplomasi Terkait dengan
Hukum dan Perjanjian Kewilayahan
38,1
Perundingan batas dan Kerja Sama
Kelautan Maritim INA dgn 9 negara
tetangga
Persentase perundingan batas dan
kerja sama perbatasan laut
Indonesia dengan negara tetangga
8 8 8 8 8 15,6 Pusat 07
Perundingan Batas Darat dan Kerja
Sama Lintas Batas
Persentase penetapan batas dan
kerja sama perbatasan darat
Indonesia dengan negara tetangga
31 31 31 31 31 22,5 Pusat 07
Program Pemantapan Hubungan dan
Politik Luar Negeri Serta Optimalisasi
Diplomasi di Kawasan Amerika dan
Eropa 158,3
berkas 3, hlm. 521
011.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Amerika Selatan dan
Karibia Timur 19,6
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Amerika II
Jumlah Kesepakatan kerjasama
yang dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Amerika II
15 15 15 15 15 19,6 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Amerika Utara dan
Tengah serta Karibia Barat 26,2
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Amerika I
Jumlah Kesepakatan kerjasama
yang dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Amerika I
24 29 29 29 29 26,2 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Eropa Barat dan
Selatan 21,9
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Eropa I
Jumlah Kesepakatan kerjasama
yang dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Eropa I
17 17 17 17 17 21,9 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Eropa Utara dan
Tengah 33,0
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Eropa II
Jumlah Kesepakatan kerjasama
yang dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Eropa II
19 20 21 22 23 33,0 Pusat 07
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri Melalui Kerja Sama Intra Kawasan
dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa
24,4
Prakarsa/rekomendasi pada forum
intra kawasan dan antar kawasan
Amerika dan Eropa
JumlahPrakarsa/rekomendasi pada
forum intra kawasan dan antar
kawasan Amerika dan Eropa
26 26 26 26 26 24,4 Pusat 07
berkas 3, hlm. 522
011.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemantapan Hubungan dan Politik Luar
Negeri di Kawasan Eropa Timur dan
Tenggara 33,2
Kesepakatan kerjasama yang
dihasilkan dan ditindaklanjuti dengan
negara-negara di kawasan Eropa III
Jumlah Kesepakatan kerjasama
yang dihasilkan dan ditindaklanjuti
dengan negara-negara di kawasan
Eropa III
34 35 35 35 35 33,2 Pusat 07
Program Peningkatan Kualitas Pelayanan
Keprotokolan dan Kekonsuleran
335,8
Peningkatan Perlindungan dan
Pelayanan WNI/BHI di Luar Negeri 335,8
Kualitas Pelayanan dan Perlindungan
WNI dan BHI di Luar Negeri
332,8 Pusat 07
Nilai Kepuasan Masyarakat terhadap
Pelayanan Publik di Bidang
Perlindungan WNI dan BHI
Nilai Kepuasan Masyarakat terhadap
Pelayanan Publik di Bidang
Perlindungan WNI dan BHI
1 1 1 1 1 3,0 Pusat 07
Program Optimalisasi Informasi dan
Diplomasi Publik 293,8
Penguatan Citra Positif Indonesia Melalui
Peningkatan Peran Diplomasi Publik
213,6
Aset-Aset Diplomasi Publik Indonesia
Terpromosikan dengan Baik dan Tepat
Sasaran
Persentase Dukungan konstituen
domestik/internasional dan negara
sahabat terhadap kegiatan diplomasi
publik Indonesia
95 95 96 97 97 213,6 Pusat 07
Penguatan Citra Positif Indonesia Melalui
Peningkatan Peran di Bidang Informasi
dan Pelayanan Media 43,0
Diplomasi Digital dan Informasi
hubungan luar negeri yang kuat
Persentase pemberitaan positif media
massa nasional terhadap kebijakan
Hubungan Luar Negeri RI
91 92 93 94 95 43,0 Pusat 07
Pembentukan citra positif Indonesia
melalui peningkatan peran di bidang
pengamanan dalam negeri, luar negeri,
informasi isu-isu strategis, dan personil
26,2
berkas 3, hlm. 523
011.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Rekomendasi terkait pengamanan
dalam negeri, luar negeri, informasi
strategis dan personil
Indeks citra positif Indonesia di
dunia internasional
4 4 4 4 4 26,2 Pusat 07
Penguatan Citra Positif Indonesia Melalui
Peningkatan Peran di Bidang Pemberian
Bantuan Kerja Sama Teknik yang
Berkualitas
11,0
Bantuan Kerja sama Teknis Indonesia Jumlah Kegiatan Bantuan teknis
Indonesia
8 8 8 8 8 11,0 Pusat 07
Program Pelaksanaan Diplomasi dan
Kerjasama Internasional pada Perwakilan
RI di Luar Negeri 1.675,6
Penyelenggaraan Diplomasi dan
Kerjasama Internasional 1.675,6
Kerjasama
Bilateral/Regional/Multilateral
Jumlah kerjasama yang
dilaksanakan
4751 4851 4951 5051 5151 944,3 Prewakilan RI 07
Perlindungan WNI/BHI Jumlah WNI/BHI yang Mendapat
Perlindungan (orang)
230000 241500 253575 266253,75 279566,438 726,9 Prewakilan RI 07
Optimalisasi Keanggotaan Tidak Tetap
Indonesia pada Dewan Keamanan PBB
2020
Kepemimpinan Indonesia yang
Berpengaruh dalam forum DK PBB
54 - - - - 4,5 Prewakilan RI 07
JUMLAH 3.225,0
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 524
012.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN PERTAHANAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertahanan 11.059,7
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Pertahanan 81.078,5
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pertahanan 103,7
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan 2.525,3
Program Pendidikan dan Pelatihan Kemhan/TNI 530,3
Program Strategi Pertahanan 175,6
Program Perencanaan Umum dan Penganggaran Pertahanan 83,0
Program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan 10.595,8
Program Potensi Pertahanan 907,7
Program Kekuatan Pertahanan 176,2
Program Penggunaan Kekuatan Pertahanan Integratif 14.718,6
Program Modernisasi Alutsista/Non-Alutsista/ Sarpras Integratif 7.071,1
Program Profesionalisme Prajurit Integratif 3.008,5
Program Dukungan Kesiapan Matra Darat 18.556,8
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 525
012.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Modernisasi Alutsista dan Non Alutsista/Sarana dan Prasarana Matra Darat 35.308,6
Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Darat 12.204,5
Program Dukungan Kesiapan Matra Laut 23.480,6
Program Modernisasi Alutsista (Alat Utama Sistem Pertahanan) dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas dan Sarana
Prasarana Matra Laut 27.644,7
Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Laut 4.028,1
Program Dukungan Kesiapan Matra Udara 30.798,8
Program Modernisasi Alutsista Dan Non Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas Dan Sarpras Matra Udara 16.404,3
Program Peningkatan Profesionalisme Personel Matra Udara 4.783,9
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Integratif 4.727,9
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Darat 40.970,7
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Laut 16.279,5
Program Penyelenggaraan Manajemen dan Operasional Matra Udara 11.872,2
Program Pembinaan Instalasi Strategis Pertahanan 553,8
JUMLAH 379.648,1
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 526
012.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN PERTAHANAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur Kementerian
Pertahanan 76.854,2
Pembangunan Sarana dan Prasarana
Pertahanan di Wilayah Perbatasan 1.016,0
Pembangunan JIPP Panjang JIPP 200 km 200 km 200 km 200 km 200 km 1.016,0 Pusat 07
Pengadaan Barang dan Jasa Alpalhan 75.838,2
Pembangunan dan Upgrade RS TNI AD Jumlah RS TNI AD yang di-Upgrade 5 unit (Tahap
1)
5 unit (Tahap
2)
5 unit (Tahap
3)
5 unit (Tahap
4)
600,0 Pusat 07
Pembangunan dan Upgrade RS TNI AL Jumlah RS TNI AL yang di-Upgrade 2 unit (Tahap
1)
2 unit (Tahap
2)
2 unit (Tahap
3)
350,0 Pusat 07
Pembangunan dan Upgrade RS TNI AU Jumlah RS TNI AU yang di-Upgrade 2 unit (Tahap
1)
2 unit (Tahap
2)
2 unit (Tahap
3)
350,0 Pusat 07
Alutsista Strategis Luar Negeri Jenis Alutsista Strategis Luar Negeri
yang diadakan
4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 66.273,8 Pusat 07
Alutsista Strategis Luar Negeri untuk
Pertahanan Laut Natuna
Jenis Alutsista Pertahanan Laut
Natuna yang diadakan
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 8.264,4 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
07
Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pertahanan
2.330,0
Penelitian dan Pengembangan Iptek
Pertahanan 180,0
IPTEKHAN bidang daya tempur Tahap Prototipe Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 180,0 Pusat 07
Penelitian dan Pengembangan Sumber
Daya Pertahanan 2.150,0
Propelan Terbangunnya Sarana Produksi
Propelan
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 2.150,0 Pusat 07
Program Pengembangan Teknologi dan
Industri Pertahanan 10.469,1
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 527
012.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Produksi Alutsista Industri dalam Negeri
dan Pengembangan Pinak Industri
Pertahanan 10.469,1
Pengadaan Alpalhan Industri
Pertahanan
Jenis Alpalhan yang diadakan 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 7.709,1 Pusat 07
Pengadaan Alpalhan Industri
Pertahanan untuk Pertahanan Laut
Natuna
Jenis Alpalhan yang diadakan untuk
Pertahanan Laut Natuna
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2.760,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
07
Program Potensi Pertahanan 181,7
Pembinaan Kesadaran Bela Negara 181,7
Pengembangan bela negara Jumlah Kader Bela Negara yang
memiliki Nilai-Nilai Bela Negara
42700 43000 43000 43000 43000 181,7 Pusat 04
Program Penggunaan Kekuatan
Pertahanan Integratif 375,0
Operasi Militer Selain Perang (OMSP) 375,0
Bakti TNI di Wilayah Rawan dan
Bencana
Jumlah Bakti TNI di Wilayah Rawan
dan Bencana
6 Kegiatan 6 Kegiatan 6 Kegiatan 6 Kegiatan 375,0 Pusat 07
Program Modernisasi Alutsista/Non-
Alutsista/ Sarpras Integratif 2.951,0
Pengadaan Rantis, Sucad Ranpur dan
Sucad rantis 797,9
Alutsista Mabes TNI Jenis Rantis, Sucad Ranpur dan
Sucad rantis
3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 797,9 Pusat 07
Pengadaan non-Alutsista/senjata 400,0
Pembangunan Pertahanan Siber
Mabes TNI
Jumlah Sistem Pertahanan Siber
Mabes TNI
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 400,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Pengadaan munisi kaliber kecil 506,9
Alutsista Mabes TNI Jenis munisi kaliber kecil Mabes TNI
yang diadakan
1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 506,9 Pusat 07
Pengadaan munisi khusus 51,4
Alutsista Mabes TNI Jenis munisi khusus Mabes TNI
yang diadakan
1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 51,4 Pusat 07
Pengadaan munisi kaliber besar 428,8
berkas 3, hlm. 528
012.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Alutsista Mabes TNI Jenis munisi kaliber besar Mabes
TNI yang diadakan
1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 1 Jenis 428,8 Pusat 07
Pengadaan senjata 366,0
Alutsista Mabes TNI Jenis senjata Mabes TNI yang
diadakan
3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 366,0 Pusat 07
Pembangunan Sarpras pendukung 400,0
Pembangunan Sarpras Mabes TNI Jumlah M2 Pembangunan Sarpras
Mabes TNI
10000 10000 10000 10000 400,0 Pusat 07
Program Dukungan Kesiapan Matra Darat
3.825,5
Pemeliharaan/Perawatan Ranpur 1.175,0
Alutsista TNI AD Jenis kendaraan tempur TNI AD
dengan Presentase Pemenuhan
Norma Harwat 100%
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 1.175,0 Pusat 07
Pemeliharaan/Perawatan Pesawat
Terbang 826,0
Alutsista TNI AD Jenis pesawat terbang TNI AD
dengan Presentase Pemenuhan
Norma Harwat 100%
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 826,0 Pusat 07
Pemeliharaan/Perawatan Senjata dan
Munisi/Alpal 1.824,5
Alutsista TNI AD Jenis senjata dan munisi/alpal TNI
AD dengan Presentase Pemenuhan
Norma Harwat 100%
9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 1.824,5 Pusat 07
Program Modernisasi Alutsista dan Non
Alutsista/Sarana dan Prasarana Matra
Darat 8.651,5
Pengadaan/Penggantian Kendaraan
Tempur 1.567,0
Alutsista TNI AD Jenis kendaraan tempur TNI AD
yang diadakan
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 1.567,0 Pusat 07
Pengadaan/Penggantian Pesawat
Terbang (Sabang) 1.219,5
Alutsista TNI AD Jenis pesawat terbang TNI AD yang
diadakan
2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 2 Jenis 1.219,5 Pusat 07
Pengadaan/Penggantian Senjata dan
Munisi 1.100,0
berkas 3, hlm. 529
012.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Alutsista TNI AD Jenis senjata TNI AD yang diadakan 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 9 Jenis 1.100,0 Pusat 07
Pengadaan/Penggantian Material Non
Alutsista 655,0
Pembangunan Pertahanan Siber TNI
AD
Jumlah Sistem Pertahanan Siber TNI
AD
1 Sistem 18 Sistem 18 Sistem 18 Sistem 655,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Pengembangan Failitas Sarana dan
Prasarana Matra Darat 4.110,0
Pembangunan Pos Pamtas Jumlah Pos Pamtas yang dibangun 12 Pos 8 Pos 9 Pos 7 Pos 7 Pos 110,0 Pusat 07
Pembangunan Sarpras TNI AD Jumlah M2 Pembangunan Sarpras
TNI AD
68000 88000 91000 96000 99000 4.000,0 Pusat 07
Program Dukungan Kesiapan Matra Laut
18.316,0
Pemeliharaan/Perawatan Peralatan
Senlek dan Amonisi Matra Laut 166,0
Alutsista TNI AL Jenis senlek dan amunisi TNI AL
dengan Presentase Pemenuhan
Norma Harwat 100%
8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 166,0 Pusat 07
Pemeliharaan/Perawatan Alpung, KAL,
KRI dan Ranpur/Rantis 16.000,0
Alutsista TNI AL Jenis alpung, KRI, KAL, dan
ranpur/rantis TNI AL dengan
Presentase Pemenuhan Norma
Harwat 100%
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 16.000,0 Pusat 07
Penyelenggaraan Operasi Militer Selain
Perang Matra Laut dan Penegakan
Hukum serta Penjagaan Keamanan di
Wilayah Laut Yuridiksi Nasional
1.200,0
Operasi Militer Selain Perang (OMSP)
Matra Laut
Jumlah operasi 20 operasi 20 operasi 20 operasi 20 operasi 1.200,0 Pusat 07
Pemeliharaan/Perawatan Pesud 950,0
berkas 3, hlm. 530
012.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Alutsista TNI AL Jenis pesud TNI AL dengan
Presentase Pemenuhan Norma
Harwat 100%
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 950,0 Pusat 07
Program Modernisasi Alutsista (Alat
Utama Sistem Pertahanan) dan Non
Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas
dan Sarana Prasarana Matra Laut
23.457,0
Peningkatan/Pengadaan Fasilitas dan
Sarpras Matra Laut 2.319,0
Pembangunan Pos AL Jumlah pos AL yang dibangun 15 Pos 16 Pos 16 Pos 16 Pos 16 Pos 300,0 Pusat 07
Pembangunan Sarpras TNI AL Jumlah M2 Pembangunan Sarpras
TNI AL
10000 10000 10000 10000 10000 1.793,0 Pusat 07
Pembangunan Sarpras TNI AL untuk
Pertahanan Natuna
Jumlah Paket Pembangunan Sarpras
TNI AL untuk Pertahanan Natuna
2 Paket 2 Paket 2 Paket 2 Paket 226,0 Pusat Penguatan Keamanan
Laut di Natuna
07
Peningkatan/Pengadaan Peralatan
Komlek Matra Laut 400,0
Pembangunan Pertahanan Siber TNI
AL
Jumlah Sistem Pertahanan Siber TNI
AL
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 400,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Peningkatan/Pengadaan Senlek dan
Amonisi Matra Laut 3.497,0
Alutsista TNI AL Jenis senlek dan amunisi TNI AL
yang diadakan
8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 8 Jenis 3.497,0 Pusat 07
Peningkatan/Pengadaan Alpung, Kri, Kal
dan Ranpur/Rantis Matra Laut 15.400,0
Alutsista TNI AL Jenis alpung, KRI, KAL, dan
ranpur/rantis TNI AL yang diadakan
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 15.400,0 Pusat 07
Peningkatan/Pengadaan Pesud dan
Sarana Prasarana Penerbangan Matra
Laut 1.841,0
Alutsista TNI AL Jenis pesud TNI AL yang diadakan 4 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 1.841,0 Pusat 07
berkas 3, hlm. 531
012.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Dukungan Kesiapan Matra
Udara 28.284,0
Pemeliharaan/Perawatan Pesawat Udara,
Senjata dan Almatsus Lainnya 25.000,0
Alutsista TNI AU Jenis pesawat udara, senjata, dan
almatsus TNI AU dengan Presentase
Pemenuhan Norma Harwat 100%
13 Jenis 13 Jenis 13 Jenis 13 Jenis 13 Jenis 25.000,0 Pusat 07
Pemeliharaan/Perawatan Radar, Psu,
dan Altmatsus Komlek Lainnya 3.284,0
Alutsista TNI AU Jenis radar, PSU, dan alat komlek
TNI AU dengan Presentase
Pemenuhan Norma Harwat 100%
3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3 Jenis 3.284,0 Pusat 07
Program Modernisasi Alutsista Dan Non
Alutsista Serta Pengembangan Fasilitas
Dan Sarpras Matra Udara 6.787,0
Peningkatan/Pengadaan Pesawat Udara
1.200,0
Alutsista TNI AU Jenis pesawat udara/pendukungnya
TNI AU yang diadakan
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 1.200,0 Pusat 07
Peningkatan/Pembangunan Fasilitas dan
Sarpras Matra Udara 1.987,0
Pembangunan Sarpras TNI AU Jumlah M2 Pembangunan Sarpras
TNI AU
10000 10000 10000 10000 10000 1.987,0 Pusat 07
Peningkatan/Pengadaan Radar, Psu dan
Alat Komlek Lainnya 1.200,0
Alutsista TNI AU Jenis Radar, Psu dan Alat Komlek
TNI AU yang diadakan
6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 6 Jenis 1.200,0 Pusat 07
Peningkatan/Pengadaan Senri/Senrat 2.000,0
Alutsista TNI AU Jenis Senri/Senrat TNI AU yang
diadakan
4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 4 Jenis 2.000,0 Pusat 07
Pengadaan Peralatan Non Alutsista 400,0
Pembangunan Pertahanan Siber TNI
AU
Jumlah Sistem Pertahanan Siber TNI
AU
1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 1 Sistem 400,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
berkas 3, hlm. 532
012.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pembinaan Instalasi Strategis
Pertahanan 506,0
Pengelolaan Pertahanan Siber 506,0
Pengembangan Sistem Pertahanan
Siber
Jumlah sistem pertahanan siber
yang dikembangkan
6 sistem 3 sistem 2 sistem 3 sistem 55,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Revitalisasi infrastruktur dan jaringan
siber Pushansiber
presentase peningkatan kualitas
jaringan
1 65,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Sistem Pengamanan Pangkalan (Smart
Building Pushansiber)
Jumlah pangkalan yang diberikan
sistem pengamanan
1 pangkalan _ _ 1 pangkalan 64,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Peningkatan 11 unit Server Data
Center Pushansiber
Jumlah sub sistem dari Server Data
Center
11 unit _ _ _ 2,5 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Pembangunan Sistem Cyber Intelegent
Analytica Pushansiber
waktu analisa ancaman/ serangan
siber
15 menit _ _ _ 125,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Pengembangan Laboratorium
Offensive dan Defensive Pushansiber
Jumlah peralatan Laboratorium
Offensive dan Defensive
_ 20 offensive
dan 12
defensive
_ _ _ 100,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Pengembangan Peralatan dan
Kapasitas Tim CERT Pushansiber
Jumlah Peralatan dan kapasitas Tim
CERT
_ 3 paket _ _ _ 40,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
07
Pengadaan Anti Drone Jumlah Peralatan Anti Drone _ _ 1 paket _ _ 2,5 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
berkas 3, hlm. 533
012.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pendidikan dan Pelatihan TIK di
Bidang Siber
Jumlah SDM TIK Bidang Siber 100 lulusan 100 lulusan 100 lulusan 100 lulusan 52,0 Pusat Penguatan NSOC -
SOC dan
Pembentukan 121
CSIRT
JUMLAH 182.988,0
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 534
013.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Hukum dan HAM 1.814,9
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Hukum dan HAM 113,2
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Hukum dan HAM 102,4
Program Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Hukum dan HAM 2.149,6
Program Pembentukan Hukum 116,9
Program Administrasi Hukum Umum 3.032,1
Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Pemasyarakatan 14.217,2
Program Pembinaan/Penyelenggaraan Kekayaan Intelektual 771,8
Program Peningkatan Pelayanan dan Penegakan Hukum Keimigrasian 7.110,5
Program Pemajuan HAM 127,3
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 535
013.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pembinaan Hukum Nasional 499,4
JUMLAH 30.055,2
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 536
013.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RI
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Pengawasan dan Peningkatan
Akuntabilitas Aparatur Kementerian
Hukum dan HAM 10,5
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah
I 1,5
Pembentukan Wilayah ZI dan WBK
dan WBBM
Wilayah ZI dan WBK dan WBBM
yang dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,5 Daerah 07
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah
II 1,0
Pembentukan Wilayah ZI dan WBK
dan WBBM
Wilayah ZI dan WBK dan WBBM
yang dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,0 Daerah 07
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah
III 3,5
Pembentukan Wilayah ZI dan WBK
dan WBBM
Wilayah ZI dan WBK dan WBBM
yang dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 3,5 Daerah 07
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah
IV 1,5
Pembentukan Wilayah ZI dan WBK
dan WBBM
Wilayah ZI dan WBK dan WBBM
yang dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,5 Daerah 07
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah
V 1,5
Pembentukan Wilayah ZI dan WBK
dan WBBM
Wilayah ZI dan WBK dan WBBM
yang dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,5 Daerah 07
Pengawasan Kinerja Inspektorat Wilayah
VI 1,5
Pembentukan Wilayah ZI dan WBK
dan WBBM
Wilayah ZI dan WBK dan WBBM
yang dibentuk
5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 5 Satker 1,5 Daerah 07
Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Hukum dan HAM
13,5
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 537
013.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengkajian dan Pengembangan
Kebijakan 13,5
Pengukuran tingkat kepuasan layanan
publik persepsi anti korupsi dan
ndeks integritas di Kemenkumham
Jumlah Laporan Pengukuran tingkat
kepuasan layanan publik persepsi
anti korupsi dan ndeks integritas di
Kemenkumham
1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 13,5 Pusat 07
Program Pendidikan dan Pelatihan
Aparatur Kementerian Hukum dan HAM
19,1
Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan Fungsional dan HAM 16,4
Diklat berbasis Kompetensi di Bidang
Pembimbing Kemasyarakatan
Jumlah Aparat yang Mengikuti
Diklat berbasis Kompetensi di
Bidang Pembimbing
Kemasyarakatan
320 Orang 320 Orang 320 Orang 320 Orang 320 Orang 16,4 Pusat 07
Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan 2,7
Diklat berbasis Kompetensi di Bidang
Pelatihan Terpadu SPPA bagi Aparat
Penegak Hukum dan Instanse Teknis
Lainnya
Jumlah APH yang Mengikuti Diklat
Kompetensi di Bidang Pelatihan
Terpadu SPPA
270 - - - - 2,7 03
Program Pembentukan Hukum 12,6
Perancangan Peraturan Perundang-
Undangan 12,5
RUU Hukum Acara Perdata RUU Hukum Acara Perdata 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 9,0 Pusat 07
RUU Jaminan Fidusia RUU Jaminan Fidusia 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 0,9 Pusat 07
RUU Kepailitan RUU Kepailitan 1 Dokumen 1 Dokumen 0,6 Pusat 07
RUU KUHP/KUHAP RUU KUHP/KUHAP yang
diundangkan
1 Dokumen 1,8 Pusat 07
Pedoman konsultasi publik Penyusunan pedoman konsultasi
publik
1 Dokumen 0,2 Pusat 07
Pengundangan, Penerjemahan dan
Publikasi Peraturan Perundang-
Undangan 0,1
Penjaringan partisipasi publik
berbasis teknologi informasi
Aplikasi penjaringan partisipasi
publik berbasis teknologi informasi
1 Paket 0,1 Pusat 07
berkas 3, hlm. 538
013.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Administrasi Hukum Umum 5,2
Administrasi Hukum Perdata 5,2
RUU Badan Usaha Kebijakan pendukung penyusunan
NA RUU Badan Usaha
1 Dokumen 1 Dokumen 5,2 Pusat 07
Program Pembinaan dan
Penyelenggaraan Pemasyarakatan 165,9
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Bimbingan Kemasyarakatan dan
Pengentasan Anak 159,9
Pemberdayaan masyarakat untuk
pelaksanaan keadilan restoratif
Jumlah Pokmas yang melaksanakan
program pemberdayaan Klien di
lingkungan masyarakat
35 pokmas 40 pokmas 30 pokmas 35 pokmas 35 pokmas 8,9 Wilayah 07
Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di
LPKA sesuai standar
Persentase anak yang mengikuti
pendidikan formal dan non formal
60 70 80 90 100 86,5 Wilayah 03
Pemenuhan Hak Pendidikan klien
Anak di Luar Lembaga
Persentase klien pemasyarakatan
yang melanjutkan pendidikan di luar
lembaga
20 25 30 35 40 64,5 Wilayah 03
Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Teknologi Informasi dan Kerja Sama 4,0
Monitoring dan Evaluasi Implementasi
SPPT-TI
Jumlah Wilayah yang melakukan
Monitoring dan Evaluasi
Implementasi SPPT-TI
33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 2,0 Daerah 07
Bimtek untuk Tenaga Pendukung
SPPT TI
Jumlah Bimtek untuk Tenaga
Pendukung SPPT TI
33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 33 Wilayah 2,0 Daerah 07
Penyelenggaraan Pemasyarakatan di
Wilayah 2,0
Pembinaan Masyarakat mengenai
Pelaksanaan UU 11/2012 tentang
SPPA
Jumlah Wilayah yang Mendapat
Pembinaan Masyarakat mengenai
Pelaksanaan UU 11/2012 tentang
SPPA
19 - - - - 2,0 03
Program Pembinaan/Penyelenggaraan
Kekayaan Intelektual 5,0
Penyelenggaraan Kerja Sama dan
Pemberdayaan Kekayaan Intelektual 5,0
berkas 3, hlm. 539
013.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan sistem dan data
kekayaan intelektual komunal
Jumlah data KI komunal 120 120 120 120 120 5,0 Pusat 04
Program Pembinaan Hukum Nasional 337,2
Analisis dan Evaluasi Hukum Nasional 0,1
Tindak lanjut hasil rekomendasi
analisis dan evaluasi hukum
Penyusunan SOP mengenai tindak
lanjut hasil rekomendasi analisis
dan evaluasi hukum
1 Dokumen 0,1 Pusat 07
Perencanaan Pembangunan Hukum
Nasional 0,5
NA RUU Badan Usaha Penyusunan NA RUU Badan Usaha 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 0,5 Pusat 07
Penyelenggaraan Pembinaan Hukum di
Wilayah 336,7
Kegiatan Bantuan Hukum Litigasi Jumlah Orang Penerima Bantuan
Hukum Litigasi
5699 orang 7025 orang 7025 orang 7025 orang 9169 orang 286,6 Daerah 07
Kegiatan Bantuan Hukum non Litigasi Jumlah Kegiatan Bantuan Hukum
non Litigasi
758 Kegiatan 938 Kegiatan 938 Kegiatan 938 Kegiatan 1221
Kegiatan
50,1 Daerah 07
JUMLAH 569,0
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 540
015.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN KEUANGAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Keuangan 15.632,6
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Keuangan 213,5
Program Pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi di Bidang Keuangan Negara 3.221,1
Program Pengelolaan Anggaran Negara 272,8
Program Peningkatan Kualitas Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah 288,8
Program Pengelolaan Perbendaharaan Negara 38.698,8
Program Pengelolaan Kekayaan Negara, Penyelesaian Pengurusan Piutang Negara dan Pelayanan Lelang 1.420,8
Program Perumusan Kebijakan Fiskal dan Sektor Keuangan 397,8
Program Peningkatan dan Pengamanan Penerimaan Pajak 15.928,9
Program Pengawasan, Pelayanan, dan Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan Cukai 9.019,9
Program Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko 307,6
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 541
015.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Integrasi Layanan Indonesia National Single Window (INSW) 469,7
JUMLAH 85.872,5
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 542
015.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN KEUANGAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Pengelolaan Perbendaharaan
Negara 331,3
Manajemen Investasi dan Penerusan
Pinjaman 35,0
Proses Bisnis dan Kelembagaan
Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)
Tingkat Efektivitas pembinaan
terhadap BLU Pengelola Dana (PIP)
334 334 334 334 334 35,0 34 Provinsi 03
Pengelolaan Dana Bergulir Usaha Mikro
296,3
Usaha Mikro yang Terfasilitasi
Pembiayaan Ultra Mikro (UMi)
Jumlah Kelompok yang Memperoleh
Pembiayaan Ultra Mikro
1641000 2800000 3500000 4200000 4900000 296,3 34 Provinsi 03
Program Perumusan Kebijakan Fiskal
dan Sektor Keuangan 1,6
Perumusan Kebijakan Sektor Keuangan
0,7
Kajian mengenai Dampak dan
Kontribusi Sistem Jaminan Sosial
Nasional (SJSN) terhadap Pendalaman
Pasar Keuangan
Rekomendasi kebijakan terkait
dampak dan kontribusi sistem
jaminan sosial nasional (SJSN)
terhadap pendalaman pasar
keuangan
1 0 0 0 0 0,7 Pusat 01
Perumusan Kebijakan dan Pelaksanaan
Kerja Sama Keuangan Regional dan
Bilateral 0,9
Kerjasama Selatan-selatan dan
Triangular Bidang Keuangan
Jumlah kegiatan KSST Bidang
Keuangan
1 0 0 0 0 0,9 Pusat 07
Program Peningkatan dan Pengamanan
Penerimaan Pajak 2.580,4
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 543
015.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi,
Pembinaan dan Dukungan Teknis di
Bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi Perpajakan
2.580,4
Sistem Inti Administrasi Perpajakan
(Core Tax Administration System)
1,5 9,52 52,38 100 Selesai 2.580,4 Pusat 01
Program Pengawasan, Pelayanan, dan
Penerimaan di Bidang Kepabeanan dan
Cukai 0,6
Perumusan Kebijakan dan Bimbingan
Teknis di Bidang Teknis Kepabeanan 0,6
Peningkatan kelancaran logistik dan
perdagangan di perbatasan serta
percepatan pelayanan e-commerce dan
transshipment
9 0 0 0 0 0,6 Pusat 01
Program Pengelolaan Pembiayaan dan
Risiko 0,6
Pengelolaan Pembiayaan Syariah 0,6
Pengembangan Pembiayaan Proyek
Infrastruktur melalui Penerbitan SBSN
dengan Skema Investasi Pemerintah
Kajian perubahan PP terkait
pengembangan pembiayaan proyek
infrastruktur melalui penerbitan
SBSN dengan skema investasi
pemerintah
1 0 0 0 0 0,6 Pusat 01
JUMLAH 2.914,5
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 544
018.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN PERTANIAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian 2.275,6
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pertanian 385,0
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan 33.266,4
Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Hortikultura 6.045,7
Program Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan Berkelanjutan 7.515,2
Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat 8.322,6
Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian 18.899,8
Program Penciptaan Teknologi dan Inovasi Pertanian Bio-Industri Berkelanjutan 5.952,4
Program Peningkatan Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian 5.288,3
Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat 3.717,3
Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati 2.675,0
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 545
018.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pendidikan Pertanian 3.362,6
JUMLAH 97.705,9
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 546
018.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN PERTANIAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Peningkatan Produksi,
Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman
Pangan 30.670,6
Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka
Kacang dan Umbi 4.079,1
Kawasan Kedelai Jumlah Kawasan Kedelai 500000 517500 535613 554359 573267 3.053,3 26 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Ubi Kayu Jumlah Kawasan Ubi Kayu 20000 20700 21425 22174 22950 136,8 18 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Ubi Jalar Jumlah Kawasan Ubi Jalar 2500 2588 2678 2772 2869 89,2 4 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Kacang Tanah Jumlah Kawasan Kacang Tanah 30000 31050 32137 33262 34426 645,2 24 Provinsi 01
Kawasan Kacang Hijau Jumlah Kawasan Kacang Hijau 20000 20700 21425 22174 22950 118,3 16 Provinsi 01
Kawasan Aneka Kacang dan Umbi
Lainnya
Kawasan Aneka kacang dan Umbi
Lainnya
500 518 536 554 573 5,9 Jawa Barat, Banten 01
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
25 25 25 25 25 30,4 Pusat 01
Pengelolaan Produksi Tanaman Serealia
7.980,2
Kawasan Padi Jumlah Kawasan Padi 791000 791000 791000 791000 791000 6.766,1 Pusat, 32 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 547
018.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Kawasan jagung Jumlah kawasan jagung 50000 50000 50000 50000 50000 476,9 27 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi) Jumlah Kawasan Padi Kaya Gizi
(Biofortifikasi)
10000 50000 100000 150000 200000 707,4 Sentra padi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Serealia Lainnya Jumlah Kawasan Serealia Lainnya 5000 5000 5000 5000 5000 29,8 20 Provinsi 01
Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih
Tanaman Pangan 10.854,6
Areal yang diberikan Bantuan Benih
Padi Bersertifikat
Jumlah areal yang diberikan
Bantuan Benih Padi Bersertifikat
2120000 2120000 2120000 2120000 2120000 3.000,4 Pusat, 33 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Benih Sumber Padi Jumlah benih Sumber Padi 1044000 1044000 1044000 1044000 1044000 60,2 31 Provinsi 01
Benih Sumber Jagung Jumlah Benih Sumber Jagung 71000 71000 71000 71000 71000 6,1 16 Provinsi 01
Benih Sumber Kedelai Jumlah Benih Sumber Kedelai 192600 192600 192600 192600 192600 14,4 25 Provinsi 01
Produsen Benih Padi Terlaksananya pemberdayaan
produsen benih padi
5560 5560 5560 5560 5560 70,2 Pusat, 4 Provinsi 01
Produsen Benih Jagung Terlaksananya Pemberdayaan
Produsen Benih Jagung
2000 2000 2000 2000 2000 59,7 Pusat 01
Benih sumber aneka umbi Jumlah Benih sumber aneka umbi 170000 170000 170000 170000 170000 2,2 4 Provinsi 01
Benih sumber aneka kacang dan serea
lain
Jumlah benih sumber aneka kacang
dan serea lain
65000 65000 65000 65000 65000 5,0 17 Provinsi 01
Areal sertifikat benih Jumlah areal sertifikat benih 124500 124500 124500 124500 124500 221,6 31 Provinsi 01
Area yang diberikan Bantuan Benih
Jagung Bersertifikat
Jumlah area yang diberikan
Bantuan Benih Jagung Bersertifikat
2150000 2150000 2150000 2150000 2150000 7.260,7 Pusat, 31 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Produsen Benih Kedelai Terlaksananya Pemberdayaan
Produsen Benih Kedelai
1050 1050 1050 1050 1050 32,6 Pusat, Kalimantan Barat,
Sulawesi Utara
01
Benih bersertifikat yang diawasi
peredarannya
Benih bersertifikat yang diawasi
peredarannya
150000 150000 150000 150000 150000 95,0 31 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 548
018.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
6 6 6 6 6 26,5 Pusat 01
Penguatan Perlindungan Tanaman
Pangan dari Gangguan OPT dan DPI 2.132,2
Areal yang difasilitasi untuk
penanganan OPT
Jumlah areal yang difasilitasi untuk
penanganan OPT
44180 50000 51000 52000 53000 370,0 Pusat, 32 provinsi 01
Hasil Pengujian Mutu Produk
Tanaman
Jumlah sertifikat/LHP Hasil
Pengujian Mutu Produk Tanaman
2450 2450 2485 2485 2485 50,2 Pusat 01
Penerapan Penanganan DPI Terlaksananya Penerapan
Penanganan DPI
550 560 570 580 590 17,8 22 Provinsi 01
Area yang mendapatkan Sarana
Prasarana Pengendalian OPT
Jumlah area yang mendapatkan
Sarana Prasarana Pengendalian OPT
100000 100000 100000 100000 100000 1.353,8 Pusat Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Area yang mendapatkan Sarana
Prasarana Penanganan DPI
Jumlah area yang mendapatkan
Sarana Prasarana Penanganan DPI
5000 5000 5000 5000 5000 303,9 Pusat 01
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
34 34 34 34 34 36,5 Pusat 01
Dukungan Manajemen dan Teknis
Lainnya pada Ditjen Tanaman Pangan 979,7
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
34 34 34 34 34 979,7 34 Provinsi 01
Pengembangan Metode Pengujian Mutu
Benih dan Penerapan Sistem Mutu
Laboratorium Pengujian Benih 23,2
Uji Terap Metode Pengujian Mutu
Benih
Terlaksananya Uji Terap Metode
Pengujian Mutu Benih
10 10 10 10 10 23,2 Pusat 01
Pengembangan Peramalan Serangan
Organisme Pengganggu Tumbuhan 113,8
Model Peramalan OPT Jumlah Model Peramalan OPT 10 10 10 10 10 24,3 Jawa Barat 01
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
9 9 9 9 9 6,6 Pusat 01
berkas 3, hlm. 549
018.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Model Percontohan Pertanian Modern Jumlah Model Percontohan
Pertanian Modern
1 1 1 1 1 82,9 Jawa Barat Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Tanaman Pangan 4.507,9
Sarana Pascapanen Tanaman Pangan Tersalurnya Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
6191 7245 8245 9344 10454 4.300,1 34 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Sarana Pengolahan Hasil Tanaman
Pangan
Tersalurnya Sarana Pengolahan
Hasil Tanaman Pangan
168 168 168 168 168 98,4 23 Provinsi 01
Penerapan Standardisasi dan Mutu
Hasil Tanaman Pangan
Jumlah Penerapan Standardisasi
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
60 60 60 60 60 14,9 24 Provinsi 01
Pemasaran dan Investasi Hasil
Tanaman Pangan
Pemasaran dan Investasi Hasil
Tanaman Pangan
100 100 100 100 100 85,1 33 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
Upaya Khusus Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan
6 6 6 6 6 9,4 Pusat 01
Program Peningkatan Produksi dan Nilai
Tambah Hortikultura 4.621,0
Peningkatan Produksi Sayuran dan
Tanaman Obat 3.108,7
Kawasan Bawang Merah Kawasan Bawang Merah 5704 5704 5704 5704 5704 925,5 33 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Aneka Cabai Luas Kawasan Aneka Cabai 13328 13328 13328 13328 13328 489,6 33 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
GAP Sayuran dan Tanaman Obat Jumlah GAP Sayuran dan Tanaman
Obat
25 25 25 25 25 6,7 5 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
Kawasan Tanaman Obat Luas Kawasan Tanaman Obat 600 600 600 600 600 47,6 11 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 550
018.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Kawasan Bawang putih Luas Kawasan Bawang putih 8353 5000 5000 5000 5000 1.639,2 15 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengembangan Sistem Perbenihan
Hortikultura 589,8
Sertifikasi Benih Hortikultura Jumlah Sertifikasi Benih
Hortikultura
1570000 1570000 1570000 1570000 1570000 106,8 31 Provinsi 01
Sarana Prasarana Benih Hortikultura Jumlah Sarana Prasarana Benih
Hortikultura
4808000 4808000 4808000 4808000 4808000 188,0 33 Provinsi 01
Benih Umbi Luas Produksi Benih Umbi 1570000 1570000 1570000 1570000 1570000 106,8 31 Provinsi 01
Benih Batang Luas Produksi Benih Batang 4808000 4808000 4808000 4808000 4808000 188,0 33 Provinsi 01
Pengembangan Sistem Perlindungan
Hortikultura 26,9
Sarana Kelembagaan Perlindungan
Hortikultura
Jumlah Kelembagaan Perlindungan
Hortikultura
250 250 250 250 250 26,9 Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Peningkatan Produksi Buah dan
Florikultura 895,6
Kawasan Buah Lainnya Luas Kawasan Buah Lainnya 1351 1351 1351 1351 1351 93,4 5 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Jeruk Luas Kawasan Jeruk 1000 1000 1000 1000 1000 48,8 9 Provinsi 01
Kawasan Florikultura Luas Kawasan Florikultura 300000 300000 300000 300000 300000 274,7 12 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Mangga Luas Kawasan Mangga 1375 1375 1375 1375 1375 67,8 7 Provinsi 01
Kawasan Manggis Luas Kawasan Manggis 1600 1600 1600 1600 1600 109,9 6 Provinsi 01
Kawasan Pisang Luas Kawasan Pisang 1500 1500 1500 1500 1500 213,1 6 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
Kawasan Durian Luas Kawasan Durian 1800 1800 1800 1800 1800 87,9 10 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 551
018.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengolahan dan Pemasaran Hasil
Hortikultura 0,0
Program Peningkatan Produksi
Komoditas Perkebunan Berkelanjutan 4.416,7
Pengembangan Tanaman Tahunan dan
Penyegar 478,8
Kawasan Kopi Kawasan Kopi 11750 11750 11750 11750 11750 87,7 15 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Kakao Kawasan Kakao 10150 10150 10150 10150 10150 139,3 11 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Karet Kawasan Karet 8300 8300 8300 8300 8300 153,8 9 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Kelapa Kawasan Kelapa 13005 13005 13005 13005 13005 89,2 12 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Area Tanaman Sagu Area Tanaman Sagu 400 400 400 400 400 8,7 2 Provinsi 01
Dukungan Perlindungan Perkebunan 153,9
Area Penanganan Dampak Perubahan
Iklim dan Pencegahan Kebakaran
Lahan dan Kebun
Area Penanganan Dampak
Perubahan Iklim dan Pencegahan
Kebakaran Lahan dan Kebun
1245 1245 1245 1245 1245 84,7 15 Provinsi 01
Desa Pertanian Organik Berbasis
Komoditas Perkebunan
Desa Pertanian Organik Berbasis
Komoditas Perkebunan
69 69 69 69 69 63,0 15 Provinsi 01
Penanganan Gangguan dan Konflik
Usaha Perkebunan
Penanganan Gangguan dan Konflik
Usaha Perkebunan
15 15 15 15 15 6,2 13 Provinsi Pembangunan Energi
Terbarukan Green
Fuel Berbasis Kelapa
Sawit
Pengembangan Tanaman Semusim dan
Rempah 679,2
berkas 3, hlm. 552
018.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Kawasan Lada, Pala dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala dan Cengkeh 32030 32030 32030 32030 32030 219,5 25 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kawasan Tanaman Substitusi Impor
(Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor
(Tebu)
11425 11425 11425 11425 11425 459,7 13 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Dukungan Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Perkebunan 843,5
Sarana dan Prasarana Pasca panen
tanaman perkebunan
Sarana dan Prasarana Pasca panen
tanaman perkebunan
184 184 184 184 184 361,9 27 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Sarana dan Prasarana Pengolahan
Hasil Perkebunan
Sarana dan Prasarana Pengolahan
Hasil Perkebunan
251 251 251 251 251 440,8 28 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Akselerasi, Replanting dan Penerapan
GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk
produk perkebunan
7400 7400 7400 7400 7400 40,8 14 Provinsi Pembangunan Energi
Terbarukan Green
Fuel Berbasis Kelapa
Sawit
01
Dukungan Perbenihan Tanaman
Perkebunan 2.261,2
Penyediaan Benih Unggul Tanaman
Perkebunan
Penyediaan Benih Unggul Tanaman
Perkebunan
41195600 41195600 41195600 41195600 41195600 2.261,2 32 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak
dan Agribisnis Peternakan Rakyat
6.531,8
Peningkatan Produksi Pakan Ternak 584,9
Hijauan Pakan Ternak 2341 2341 2341 2341 2341 247,9 25 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
berkas 3, hlm. 553
018.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pakan Olahan dan Bahan Pakan Produksi bahan pakan/pakan 8000 8500 9000 9500 10000 271,1 9 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Mutu dan Keamanan Pakan Pengawasan mutu dan keamanan
bahan pakan/pakan
5000 6000 7000 8000 9000 65,9 24 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengendalian dan Penanggulangan
Penyakit Hewan 1.367,6
Pengamatan dan Identifikasi Penyakit
Hewan
Surveilans Penyakit Hewan 190000 325296 325296 325296 325296 398,0 Pusat, 9 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pencegahan dan Pengamanan
Penyakit Hewan
Pencegahan dan Pengamanan PHMS 5167450 5167450 5167450 5167450 5167450 591,2 Pusat, 33 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Obat Hewan dan Bahan Biologik Penyedian vaksin dan bahan biologik 6030325 5471100 5471100 5471100 5471100 125,8 Pusat, 1 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat
Hewan
Surveilans Obat Hewan 1610 1610 1610 1610 1610 43,3 1 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kelembagaan Veteriner Penguatan Kelembagaan Veteriner 10 10 10 10 10 209,3 Pusat, 9 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Penyediaaan Benih dan Bibit Serta
Peningkatan Produksi Ternak 4.428,0
Optimalisasi Reproduksi Jumlah Akseptor IB, PKB, ATR dan
Sinkronisasi
5000000 5000000 5000000 5000000 5000000 2.604,5 Pusat, 34 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
berkas 3, hlm. 554
018.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Benih Ternak Unggul Penyediaan Semen Beku dan Embrio
Ternak
5450945 5450945 5450945 5450945 5450945 242,0 2 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Bibit Ternak Unggul Jumlah produksi bibit ternak unggul
(Sapi Potong, Sapi Perah, Kambing,
Kerbau, Babi, Ayam dan Itik)
956054 956054 956054 956054 956054 359,0 Pusat, 8 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengembangan ternak ruminansia
potong
Pengembangan ternak ruminansia
potong (Sapi Potong, Kerbau,
Kambing/Domba)
16500 5000 5000 5000 5000 873,8 Pusat, 8 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengembangan ternak ruminansia
perah
Pengembangan ternak ruminansia
perah (Sapi Perah, Kerbau Perah dan
Kambing Perah)
400 500 500 700 700 44,8 Pusat, 13 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengembangan unggas dan aneka
ternak
Pengembangan unggas dan aneka
ternak
501000 501000 501000 501000 501000 303,9 Pusat, 1 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengembangan Pengolahan dan
Pemasaran Hasil Ternak 151,3
Pengembangan Pemasaran Peternakan Terlaksananya Fasilitasi Pemasaran
Peternakan
6 10 10 10 10 14,1 6 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Kelembagaan dan Usaha Peternakan Terlaksananya kelembagaan dan
usaha peternakan
112 115 117 120 120 87,3 34 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengelolaan Informasi Pemasaran Terlaksananya Pengelolaan Informasi
Pemasaran
35 35 35 35 35 23,2 Pusat, 34 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
berkas 3, hlm. 555
018.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Pengolahan Pangan
dan Non Pangan
Terlaksananya Sarana Pengolahan
Pangan dan Non Pangan
17 20 20 20 20 26,7 13 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Program Penyediaan dan Pengembangan
Prasarana dan Sarana Pertanian
15.026,0
Pengelolaan Air Irigasi Untuk Pertanian
2.757,6
Jaringan Irigasi Tersier Jumlah rehabilitasi jaringan irigasi
tersier pertanian
135600 269884 269884 269884 269884 1.536,0 32 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Irigasi Perpompaan Jumlah pengembangan sumber air
untuk penambahan areal tanam
tanaman pangan, perkebunan,
hortikultura dan peternakan
1000 1100 1100 1100 1100 716,4 32 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Embung Pertanian Jumlah unit embung pertanian
untuk penambahan areal pertanian
400 400 400 400 400 254,8 31 Provinsi 01
Bangunan Konservasi Air dan
Antisipasi Anomali Iklim
Jumlah unit bangunan konservasi
air dan lingkungan hidup untuk
penambahan areal pertanian
200 200 200 200 200 134,2 Pusat dan 22 provinsi 01
Irigasi Perpipaan Jumlah unit irigasi perpipaan
mendukung tanaman pangan,
hortikultura, perkebunan dan
peternakan
138 138 138 138 138 84,3 21 provinsi 01
Survei Investigasi dan Desain Irigasi
Pertanian
Jumlah dokumen Survei Investigasi
dan Desain irigasi pertanian yang
tersedia
10 10 10 10 10 31,9 10 provinsi 01
Perluasan dan Perlindungan Lahan
Pertanian 3.950,1
Cetak Sawah Jumlah perluasan areal pertanian 10000 10000 10000 10000 10000 1.021,7 21 provinsi 01
berkas 3, hlm. 556
018.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Optimasi Lahan Jumlah lahan pertanian yang
dioptimasi
100000 100000 100000 100000 100000 2.309,2 15 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Survei Investigasi dan Desain Cetak
Sawah
Jumlah dokumen Survei Investigasi
dan Desain cetak sawah yang
tersedia
10 10 10 10 10 95,2 10 Provinsi 01
Lahan Konservasi dan Rehabilitasi Terlaksananya konservasi dan
rehabilitasi lahan pertanian
20000 20000 20000 20000 20000 265,5 Pusat 01
Data Lahan Pertanian Jumlah peta geospasial lahan cetak
sawah yang tersedia
7 7 7 7 7 114,6 Pusat dan 7 provinsi 01
Rekomendasi Perlindungan dan
antisipasi alih fungsi lahan Pertanian
Jumlah rekomendasi perlindungan
dan pengendalian alih fungsi lahan
pertanian
17 17 17 17 17 143,9 Pusat dan 25 provinsi 01
Pengelolaan Sistem Penyediaan dan
Pengawasan Alat Mesin Pertanian 5.037,8
Alat dan Mesin Pertanian Pra Panen Jumlah alat dan mesin pertanian
pra panen yang tersedia
23440 25800 27000 28500 29500 4.969,3 Pusat dan 33 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Perbengkelan Alsintan Jumlah perbengkelan Alsintan yang
tersedia
18 18 18 18 18 68,5 Pusat 01
Fasilitasi Pupuk dan Pestisida 2.339,8
e-RDKK mendukung penyaluran
pupuk bersubsidi berbasis penerapan
Kartu Tani
Jumlah lokasi (Provinsi/Kabupaten)
dalam rangka penyusunan e-RDKK
mendukung penerapan Kartu Tani
521 521 521 521 521 1.623,0 Pusat dan 33 provinsi 01
Unit Pengolahan Pupuk Organik
(UPPO)
Jumlah unit pengolah pupuk
organik yang tersedia
500 500 500 500 500 716,7 Pusat Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
Fasilitasi Pembiayaan Pertanian 940,8
berkas 3, hlm. 557
018.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Asuransi Pertanian Jumlah luas pertanaman pertanian
yang terlindungi asuransi
1000000 1000000 1000000 1000000 1000000 779,8 Pusat dan 24 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Asuransi Usaha Ternak (AUT) Jumlah ternak yang terlindungi
asuransi
120000 150000 175000 200000 225000 161,0 Pusat dan 20 provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Program Penciptaan Teknologi dan
Inovasi Pertanian Bio-Industri
Berkelanjutan 3.024,6
Penelitian dan Pengembangan
Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik
Pertanian 53,7
Galur Harapan Unggul Tanaman Galur Harapan Unggul Tanaman 17 17 17 17 17 25,6 1 Provinsi 01
Teknologi Berbasis Bioteknologi dan
Bioprospeksi, serta Teknologi
Pengelolaan SDG
Teknologi Berbasis Bioteknologi dan
Bioprospeksi, serta Teknologi
Pengelolaan SDG
5 5 5 5 5 9,2 1 Provinsi 01
Diseminasi Litbang Bioteknologi dan
Sumber Daya Genetik Pertanian
Diseminasi Litbang Bioteknologi dan
Sumber Daya Genetik Pertanian
3 3 3 3 3 18,9 1 provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan Pasca
Panen Pertanian 131,3
Teknologi Pertanian Jumlah Teknologi Pertanian Yang
Dihasilkan
17 18 19 20 21 39,7 1 Provinsi 01
Model Pengembangan Pertanian
Modern dan Berkelanjutan Berbasis
Korporasi
Model Pengembangan Pertanian
Modern dan Berkelanjutan Berbasis
Korporasi
1 1 1 1 1 91,6 1 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Penelitian dan Pengembangan Sumber
Daya Lahan Pertanian 337,6
Peta Sumberdaya Lahan Pertanian Peta Potensi Sumberdaya Lahan
Pertanian
50 50 50 50 50 31,7 1 Provinsi 01
Teknologi Pertanian Jumlah Teknologi Pengelolaan
Sumberdaya Lahan Pertanian
(Tanah, Air dan Lingkungan
Pertanian)
16 16 16 16 16 199,0 3 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 558
018.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diseminasi Teknologi Pertanian Jumlah Diseminasi Inovasi teknologi
Pengelolaan Sumberdaya Lahan
Pertanian
9 9 9 9 9 97,1 3 Provinsi 01
Teknologi untuk Lahan Eks
Pertambangan
Teknologi untuk Lahan Eks
Pertambangan dan Pemetaan
2 2 2 2 2 4,9 1 Provinsi 01
Teknologi Adaptasi Perubahan Iklim Jumlah Teknologi Adaptasi
Perubahan Iklim
1 1 1 1 1 3,1 1 Provinsi 01
Teknologi Mitigasi Perubahan Iklim Jumlah Teknologi Mitigasi
Perubahan Iklim
1 1 1 1 1 1,8 1 Provinsi 01
Pengkajian dan Percepatan Diseminasi
Inovasi Teknologi Pertanian
635,7
Model Pengembangan Inovasi
Pertanian Spesifik Lokasi
Model Pengembangan Inovasi
Pertanian Spesifik Lokasi
46 46 46 46 46 134,9 33 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Model Pengembangan Kawasan
Pertanian Berbasis Inovasi sebagai
Simpul Hilirisasi dan Komersialisasi
Litbang
Model Pengembangan Kawasan
Pertanian Berbasis Inovasi sebagai
Simpul Hilirisasi dan Komersialisasi
Litbang
8 8 8 8 8 296,7 15 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Taman Teknologi Pertanian (TTP) Jumlah Taman Teknologi Pertanian
(TTP)
3 3 3 3 3 0,0 3 Provinsi 01
Benih Padi Benih Padi 700 700 700 700 700 49,6 32 Provinsi 01
Benih Jagung Benih Jagung 158 158 158 158 158 22,6 10 Provinsi 01
Benih Kedelai Benih Kedelai 656 656 656 656 656 84,9 13 Provinsi 01
Benih bawang dan cabai Jumlah Produksi Benih Bawang dan
Cabai
39744 39744 39744 39744 39744 26,3 20 Provinsi 01
Benih Tebu Jumlah benih tebu yang dihasilkan 540 540 540 540 540 1,8 4Provinsi 01
Benih Buah Tropika dan Sub Tropika Benih Buah Tropika dan Sub Tropika 19000 19000 19000 19000 19000 4,9 2 Provinsi 01
Benih Tanaman Palma Jumlah benih tanaman palma yang
dihasilkan
196420 196420 196420 196420 196420 14,0 27 Provinsi 01
Penelitian/Perekayasaan dan
Pengembangan Mekanisasi Pertanian 53,1
Teknologi Mekanisasi Pertanian Teknologi Mekanisasi Pertanian 8 8 8 8 8 36,0 1 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 559
018.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diseminasi Teknologi Mektan Diseminasi Teknologi Mektan 3 3 3 3 3 17,1 1 Provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Hortikultura 795,5
Varietas Unggul Baru Tanaman
Hortikultura
Varietas Unggul Baru Tanaman
Hortikultura
17 20 23 25 27 26,9 3 Provinsi 01
Teknologi dan Inovasi Peningkatan
Produksi Tanaman Hortikultura
Teknologi dan Inovasi Peningkatan
Produksi Tanaman Hortikultura
10 10 11 11 12 44,6 3 Provinsi 01
Diseminasi Inovasi Teknologi
Komoditas Hortikultura
Diseminasi, Inovasi, Teknologi
Komoditas Hortikultura
12 12 12 12 12 63,5 3 Provinsi 01
VUB Bawang Merah dan Cabai Jumlah VUB Bawang Merah dan
Cabai
2 2 2 2 2 6,1 1 Provinsi 01
Benih Cabai Jumlah produksi benih cabai 100 110 120 130 140 0,0 1 Provinsi 01
Benih Bawang merah Jumlah Benih Sumber dan Sebar
Bawang Merah
34400 35890 37380 38870 40360 0,0 1 Provinsi 01
Teknologi Produksi Bawang Merah dan
Cabai
Jumlah Teknologi Budidaya Bawang
Merah dan Cabai
2 2 2 2 2 5,5 1 Provinsi 01
Diseminasi Inovasi Teknologi
Pertanian
Diseminasi Inovasi Teknologi
Pertanian
125 190 190 190 190 630,7 33 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Benih bawang dan cabai Jumlah Benih Bawang Merah dan
Cabai
34500 36000 37500 39000 40500 18,3 1 Provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Perkebunan 308,9
VUB Bibit Tebu (Budset) Jumlah VUB Bibit Tebu 3370000 3400000 3450000 3500000 4000000 5,5 2 Provinsi 01
Varietas Unggul Tanaman Perkebunan Varietas Unggul Tanaman
Perkebunan
8 6 6 6 6 25,6 3 Provinsi 01
Teknologi Tanaman Perkebunan Teknologi Tanaman Perkebunan 22 22 22 22 22 50,7 3 Provinsi 01
Model Pengembangan Kawasan
Pertanian Berbasis Inovasi sebagi
simpul Hilirisasi dan Komersialisasi
Litbang
Model Pengembangan Kawasan
Pertanian Berbasis Inovasi sebagi
simpul Hilirisasi dan Komersialisasi
Litbang
3 3 3 3 3 93,4 2 Provinsi 01
Benih Unggul Tebu Mendukung
Kemandirian Benih
Jumlah Benih Unggul Tebu 0 0 0 0 0 0,0 2 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 560
018.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Diseminasi Inovasi Teknologi
Komoditas Tanaman Perkebunan
Diseminasi Inovasi Teknologi
Komoditas Tanaman Perkebunan
14 14 14 14 14 28,7 3 Provinsi 01
Benih komoditas perkebunan non
strategis
Benih komoditas perkebunan non
strategis
1148520 1148520 1148520 1148520 1148520 54,9 27 Provinsi 01
Model Inovasi Perbenihan untuk
Pengembangan Benih VUB
Model Inovasi Perbenihan untuk
Pengembangan Benih VUB
1 1 1 1 1 37,2 3 Provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan Terapan
Koordinatif Jamu
Penelitian dan Pengembangan
Terapan Koordinatif Jamu
1 1 1 1 1 12,8 1 Provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan
Peternakan 189,9
Galur/rumpun unggul/ harapan
ternak dan Tanaman Pakan Ternak
Galur/rumpun unggul/ harapan
ternak dan Tanaman Pakan Ternak
21 21 21 21 21 34,8 3 Provinsi 01
Teknologi peternakan dan veteriner Teknologi peternakan dan veteriner 31 31 31 31 31 57,4 3 Provinsi 01
Bibit sumber ternak Bibit Sumber Ternak 45250 45250 45250 45250 45250 55,6 3 Provinsi 01
Diseminasi teknologi Diseminasi dan penyiapan teknologi
peternakan dan veteriner untuk
dimanfaatkan pengguna
5 5 5 5 5 38,5 3 Provinsi 01
Bibit Sumber Ternak Unggulan (Non
Strategis)
Bibit Sumber Ternak Unggulan (Non
Strategis)
82990 82990 82990 82990 82990 3,7 1 Provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Pangan 144,1
Varietas Unggul Padi Varietas Unggul Padi 2 3 3 3 3 15,3 1 Provinsi 01
Varietas Unggul Jagung Varietas Unggul Jagung 2 2 2 2 2 16,5 1 Provinsi 01
Teknologi produksi padi Teknologi produksi padi 7 7 7 7 7 22,0 2 Provinsi 01
Teknologi Budidaya Jagung Teknologi Budidaya Jagung 3 2 2 2 2 9,8 1 Provinsi 01
Penelitian dan Pengembangan
Biofortifikasi Pangan
Penelitian dan Pengembangan
Biofortifikasi Pangan
1 1 1 1 1 18,3 1 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Diseminasi Inovasi Teknologi
Komoditas Strategis Tanaman Pangan
Diseminasi Inovasi Teknologi
Komoditas Strategis Tanaman
Pangan
8 8 8 8 8 62,3 01
berkas 3, hlm. 561
018.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Dukungan Manajemen, Fasilitasi dan
Instrumen Teknis dalam Pelaksanaan
Kegiatan Litbang Pertanian 374,9
Kerjasama Kemitraan Penelitian
Pertanian
Kerjasama Kemitraan Penelitian
Pertanian
80 80 80 80 80 164,2 1 Provinsi 01
Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengembangan Sumberdaya
Manusia
1200 1200 1200 1200 1200 186,2 1 Provinsi 01
Invensi yang didaftarkan Perlindungan
HKI, promosi, naskah perjanjian
lisensi
Invensi yang didaftarkan
Perlindungan HKI, promosi, naskah
perjanjian lisensi
45 45 45 45 45 9,8 1 Provinsi 01
Perjanjian Kerjasama Lisensi Hasil
Balitbangtan
Perjanjian Kerjasama Lisensi Hasil
Balitbangtan
10 10 10 10 10 14,7 1 Provinsi 01
Program Peningkatan Penyuluhan dan
Pelatihan Pertanian 3.799,3
Pemantapan Sistem Pelatihan Pertanian
795,6
Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian
mendukung penumbuhan
pengusaha pertanian milenial
2750 2750 2750 2750 2750 45,3 Pusat, 7 Provinsi 01
Penumbuhan dan penguatan P4S Terfasilitasinya Sarana dan
Prasarana Pembelajaran P4S dalam
penumbuhan pengusaha pertanian
milenial
240 240 240 240 240 29,9 Pusat, 7 Provinsi 01
Tenaga Kediklatan Pertanian yang
Meningkat Kompetensinya
Jumlah Tenaga Kediklatan yang
Meningkat Kompetensinya
196 196 196 196 196 22,6 Pusat, 7 Provinsi 01
Pemberdayaan masyarakat melalui
Program READSI untuk Peningkatan
Kapasitas Petani
Pemberdayaan masyarakat melalui
Program READSI untuk Peningkatan
Kapasitas Petani dan penumbuhan
pengusaha pertanian milenial
2394 2394 2394 2394 2394 122,1 Pusat 01
Pelatihan Vokasi Bidang Pertanian dan
Pelatihan Mendukung Program
Prioritas Pembangunan Pertanian
Pelatihan Vokasi Bidang Pertanian
dan Pelatihan Mendukung Program
KOSTRATANI
35322 35322 35322 35322 35322 575,7 Pusat, 7 Provinsi 01
Pemantapan Sistem Penyuluhan
Pertanian 3.003,7
berkas 3, hlm. 562
018.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Kinerja Penyuluh yang ditingkatkan Kinerja Penyuluh di KOSTRATANI
yang ditingkatkan
43150 43150 43150 43150 43150 2.512,2 34 Provinsi 01
Kelembagaan penyuluhan pertanian
yang melaksanakan peningkatan
kapasitas kelembagaan petani
Balai Penyuluhan Pertanian yang
melaksanakan KOSTRATANI
3054 5646 5646 5646 5646 69,6 34 Provinsi 01
Kelembagaan Petani yang
Dikembangkan
Tumbuh dan Berkembangnya
Pengusaha pertanian milenial
melalui Korporasi Petani
100 100 100 100 100 61,1 34 Provinsi 01
Adaptasi teknologi spesifik lokalita di
Balai Penyuluhan Pertanian
Penguatan Adaptasi teknologi
spesifik lokalita di Balai Penyuluhan
Pertanian mendukung KOSTRATANI
68 102 102 102 102 28,6 34 Provinsi 01
SL Petani Mendukung Program Utama
Pembangunan Pertanian
SL Petani Mendukung Program
KOSTRATANI
23250 45000 45000 75000 75000 332,1 34 Provinsi 01
Program Peningkatan Diversifikasi dan
Ketahanan Pangan Masyarakat 3.327,4
Pengembangan Sistem Distribusi dan
Stabilitas Harga Pangan 713,7
Lumbung Pangan Masyarakat Lumbung Pangan Masyarakat 300 220 220 220 225 109,9 28 provinsi 01
Lembaga Distribusi Pangan Terbinanya lembaga Distribusi
Pangan
962 1000 1000 1000 1000 603,8 22 provinsi 01
Pengembangan Ketersediaan dan
Penanganan Rawan Pangan 1.286,9
Pengembangan Korporasi UsahaTani Terbentuknya korporasi usahatani 13 0 0 0 0 4,9 12 Provinsi 01
Pengembangan Pertanian
Keluarga/Family Farming
Terbentuknya pertanian
keluarga/family farming
727 646 565 485 404 992,3 17 provinsi 01
Pertanian Masuk Sekolah Terbentuknya pertanian masuk
sekolah
340 340 340 340 340 129,4 34 provinsi 01
Peta Ketahanan dan Kerentanan
Pangan (FSVA)
Tersedianya Peta Ketahanan dan
Kerentanan Pangan
389 135 135 135 135 160,2 Pusat, 34 provinsi 01
Pengembangan Penganekaragaman
Konsumsi dan Keamanan Pangan 1.326,8
Pengembangan industri pangan lokal
berbasis UMKM
Teroptimalkanya pangan lokal 34 34 34 34 34 122,1 34 Provinsi 01
Pekarangan Pangan Lestari Terbinanya kelompok pemanfaatan
pekarangan
2231 2000 2000 2500 2500 667,6 34 provinsi 01
berkas 3, hlm. 563
018.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pekarangan Pangan Lestari Stunting Terlaksananya intervensi stunting 1369 1000 1000 500 500 396,7 260 Kab/Kota 01
Penguatan Keamanan dan Mutu
Pangan Segar
Terjaminnya keamanan dan mutu
pangan segar
35 35 35 35 35 140,4 Pusat, 34 provinsi 01
Program Peningkatan Kualitas
Pengkarantinaan Pertanian dan
Pengawasan Keamanan Hayati 1.081,8
Peningkatan Kepatuhan, Kerja Sama dan
Pengembangan Sistem Informasi
Perkarantinaan 56,8
Kebijakan Pengawasan dan
Penindakan Perkarantinaan
Kebijakan Teknis Pengawasan dan
Penindakan Kerjasama dan
Informasi Perkarantinaan
4 4 4 4 4 24,4 Pusat 01
Kebijakan Sistem Informasi
Perkarantinaan
Kebijakan Sistem Informasi
Perkarantinaan
4 4 4 4 4 13,4 Pusat 01
Kebijakan Kerjasama
nasional/Internasional
Kebijakan Kerjasama
nasional/Internasional
4 4 4 4 4 18,9 Pusat 01
Peningkatan Sistem Karantina Hewan
dan Keamanan Hayati Hewani 56,8
Kebijakan Teknis Karantina Hewan
dan Keamanan Hayati Hewani
Kebijakan Teknis Karantina Hewan
dan Keamanan Hayati Hewani
41 41 41 41 41 56,8 Pusat 01
Peningkatan Sistem Karantina
Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati
66,5
Kebijakan Teknis Karantina
Tumbuhan dan Keamanan Hayati
Nabati
Kebijakan Teknis Karantina
Tumbuhan dan Keamanan Hayati
Nabati
43 43 43 43 43 66,5 Pusat 01
Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan
Laboratorium Uji Standar dan Uji Terap
Teknik dan Metoda Karantina Pertanian
112,9
Metode Uji Terap Teknik dan Metode
Karantina Pertanian dan Keamanan
Hayati
Metode Uji Terap Teknik dan Metode
Karantina Pertanian dan Keamanan
Hayati
4 4 4 4 4 9,8 1 Provinsi 01
berkas 3, hlm. 564
018.B.19
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Metode Uji Laboratorium Karantina
Pertanian dan Pengawasan Keamanan
Hayati
Metode Uji Laboratorium Karantina
Pertanian dan Pengawasan
Keamanan Hayati
8 8 8 8 8 32,4 1 Provinsi 01
Desiminasi Karantina Pertanian dan
Keamanan Hayati
Desiminasi Karantina Pertanian dan
Keamanan Hayati
10 10 10 10 10 70,8 1 Provinsi 01
Peningkatan Kualitas Pelayanan
Karantina Pertanian dan Pengawasan
Keamanan Hayati 788,8
Sertifikasi Karantina Pertanian dan
Pengawasan Keamanan Hayati
Sertifikasi Karantina Pertanian dan
Pengawasan Keamanan Hayati
1000000 1000000 1000000 1000000 1000000 589,1 34 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
01
Pengawasan dan Penindakan Pengawasan dan Penindakan 20 20 20 20 20 54,9 33 Privinsi 01
Prasarana Wilker Daerah Sentra
Produksi
Prasarana wilker sentra produksi,
distribusi, dan
importasi/pengembangan
sapi/lainnya
750 750 750 750 750 52,5 3 Provinsi 01
Sarana PLBN Sarana PLBN 100 100 100 100 100 34,2 4 Provinsi 01
Prasarana infrastruktur PLBN Prasarana infrastruktur PLBN 400 400 400 400 400 58,0 3 Provinsi 01
Program Pendidikan Pertanian 2.293,0
Pendidikan Pertanian 2.293,0
Fasilitasi Pendidikan Formal S2 dan
S3 melalui Tugas Belajar
Jumlah Dosen, Guru dan Aparatur
Pertanian yang Mengikuti
Pendidikan Formal S2 dan S3
300 300 300 300 300 127,0 Pusat 01
Pendampingan Kebijakan Strategis
Pembangunan Pertanian di Kawasan
Pertanian dan Kawasan Perbatasan
Terjalinnya Kemitraan dengan
Mahasiswa/Alumni dari Perguruan
Tinggi dalam Kegiatan Peningkatan
Produksi Komoditas Strategis
Pertanian dan KOSTRATANI
1215 1300 1400 1500 1600 354,4 Pusat, 8 Provinsi 01
Penumbuhan Wirausahawan Muda
Pertanian
Jumlah Wirausahawan Muda
Pertanian yang ditumbuhkan
sebagai pengusaha pertanian
milenial
2090 2100 2110 2120 2130 423,6 Pusat, 11 Provinsi Penguatan Jaminan
Usaha Serta 350
Korporasi Petani dan
Nelayan
berkas 3, hlm. 565
018.B.20
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
pada SMK-PP
Jumlah Siswa yang Mengikuti
Pendidikan Menengah Pertanian di
SMK-PP
22427 22427 22427 22427 22427 190,5 Pusat, 5 Provinsi 01
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pertanian (Teaching Factory, dll)
Terpenuhinya Sarana Prasarana
Pendidikan Vokasi yang Berkualitas
12 12 12 12 12 1.097,1 Pusat, 11 Provinsi 01
Lulusan Politeknik Pembangunan
Pertanian yang mengikuti
Permagangan (Retooling)
Lulusan Politeknik Pembangunan
Pertanian yang mengikuti
Permagangan (Retooling) mendukung
pengusaha pertanian milenial
250 300 350 400 450 37,3 Pusat 01
Tenaga Pendidik, dan Tenaga
kependidikan vokasi Pertanian yang
ditingkatkan kompetensinya
Jumlah Tenaga Pendidik dan
Kependidikan Vokasi yang
Ditingkatkan Kualitasnya
315 350 400 450 500 63,1 Pusat, 11 Provinsi 01
JUMLAH 74.792,1
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 566
019.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
Program Dukungan Manajemen Kementerian Perindustrian 1.728,2
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perindustrian 157,4
Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil 546,8
Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Berbasis Agro 428,8
Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika 535,5
Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil, Menengah, dan Aneka 1.466,9
Program Peningkatan Ketahanan, Pengembangan Perwilayahan Industri dan Akses Industri Internasional 444,6
Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri 2.036,4
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri 5.225,1
JUMLAH 12.569,6
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 567
019.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen
Kementerian Perindustrian 981,1
Peningkatan Layanan Legislasi,
Advokasi, Dokumentasi, dan Informasi
Hukum 10,0
Layanan fasilitasi penyusunan
Rancangan Undang-Undang Lembaga
Pembiayaan Pembangunan Indonesia
Terciptanya layanan penyusunan
RUU LPPI
1 1 1 1 10,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Peningkatan Sistem Tata Kelola
Keuangan Dan Barang Milik Negara Yang
Profesional 825,0
Alokasi Availability Payment KPBU
Teluk Bintuni
Jumlah Industri yang terbangun 1 1 1 825,0 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Peningkatan Kualitas Perencanaan dan
Pelaporan 89,7
Rencana Implementasi Making
Indonesia 4.0
Tersusunnya dokumen perencanaan
implementasi Making Indonesia 4.0
6 7 7 7 6 89,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pembangunan Sistem Informasi Industri
yang Terintegrasi dan Handal 28,8
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 568
019.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Data dan Informasi Industri 4.0 Tersedianya data dan informasi
sesuai dengan kebutuhan pengambil
keputusan
1 1 1 1 1 25,5 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Keamanan Sistem Informasi Tersedianya dokumen keamanan
sistem informasi industri
1 1 1 1 1 3,3 Pusat 01
Peningkatan Penggunaan Produk Dalam
Negeri 27,7
Persentase nilai capaian penggunaan
produk dalam negeri dalam pengadaan
barang dan jasa pemerintah
Rekomendasi penggunaan produk
dalam negeri dalam pengadaan
barang dan jasa pemerintah
1
Rekomendasi
dan fasilitasi
250 sertifikat
1
Rekomendasi
dan fasilitasi
850 sertifikat
1
Rekomendasi
dan fasilitasi
950 sertifikat
1
Rekomendasi
dan fasilitasi
1150
sertifikat
1
Rekomendasi
dan fasilitasi
1200
sertifikat
27,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Program Penumbuhan dan
Pengembangan Industri Kimia, Farmasi
dan Tekstil 328,5
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Tekstil, Kulit,dan Alas Kaki 96,1
Perusahaan Restrukturisasi Industri
Tekstil, Kulit dan Alas Kaki
Perusahaan Industri TPT yang
difasilitasi/didampingi/diberikan
insentif (SDM, Teknologi,
Manajemen/organisasi) dalam
rangka penerapan industri 4.0
25 300 300 300 300 96,1 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kimia Hilir dan Farmasi 84,1
berkas 3, hlm. 569
019.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pilot Project Industri daur ulang
sampah plastik
Rasio impor bahan baku sektor
Industri Kimia Hilir dan Farmasi
terhadap PDB sektor industri non
migas
1 2,06 2,04 2,02 1,99 36,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pilot Project Produk Karet dalam
rangka peningkatan utilisasi
Jumlah Perusahaan Pilot Project 0 2 2 2 2 19,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pilot Project Industri 4.0 di sektor
industri kimia hilir dan farmasi
Perusahaan yang melakukan
transformasi IR 4.0 sektor Industri
Kimia Hilir dan Farmasi
0 2 2 2 2 27,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kimia Hulu 76,2
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Bahan Baku Obat
Peningkatan Kapasitas produksi
sektor Industri Kimia Hulu
2,5 3,5 4,5 6 7 46,5 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Fasilitasi Investor Dalam Rangka
Pengembangan Industri Petrokimia di
Teluk Bintuni
Jumlah Industri yang Terbangun 2 2 2 2 2 29,7 Pusat - Papua Barat 9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
Penyusunan dan Evaluasi Program
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil 17,8
berkas 3, hlm. 570
019.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemanfaatan Limbah Sebagai Bahan
Baku Industri Sektor Industri Kimia,
Farmasi, dan Tekstil
Persentase Pemanfaatan Limbah
sebagai Bahan Baku Industri Barang
Galian Non Logam
20 22,5 25 27,5 30 17,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Semen, Keramik Dan
Pengolahan Bahan Galian Nonlogam 54,4
Fasilitasi Investasi pada Sektor
Industri Barang Galian Non Logam
Jumlah 2 2 2 2 2 17,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Transofrmasi 4.0 pada Sektor Industri
Barang Galian Non-Logam
Jumlah Perusahaan yang
Menerapkan Transformasi 4.0
0 3 3 3 3 36,6 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Program Penumbuhan dan
Pengembangan Industri Berbasis Agro 238,8
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Hasil Hutan dan Perkebunan 41,4
Rekomendasi kebijakan dalam rangka
peningkatan daya saing dan
produktivitas Industri Hasil Hutan dan
Perkebunan
Persentase Rekomendasi yang
Ditindak lanjuti
3 3 4 4 4 18,8 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
berkas 3, hlm. 571
019.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan Dokumen Business Plan
Green Gasoline Stand Alone Berbahan
Baku Minyak Kelapa Sawit
Tersusunnya dokumen business
plan
1 1,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan Studi Kelayakan industri
IVO/ILO
Tersusunnya dokumen business
plan
1 1,3 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan Detail Engineering Design
(DED) industri IVO/ILO
Tersusunnya dokumen business
plan
1 1,5 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Fasilitasi Peningkatan Ekspor Produk
Industri Berbasis Agro Melalui Temu
Bisnis dan Promosi Pada Pameran
Berskala Internasional
Rekomendasi dokumen dalam
perundingan kerjasama
internasional
3 3 3 3 3 18,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan
Bahan Penyegar 55,4
Partisipasi Industri Minuman Hasil
Tembakau dan Bahan Penyegar Dalam
Kegiatan ACCSQ, CODEX, Dan
Sidang/Forum Kerjasama Lainnya
Terciptanya posisi perundingan
dalam kegiatan ACCSQ, CODEX, dan
Sidang/Forum Kerjasama lain
4 6 6 6 6 11,9 Pusat 01
berkas 3, hlm. 572
019.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan
Dalam Rangka Mendorong Iklim
Investasi Industri Minuman Hasil
Tembakau dan Bahan Penyegar
Jumlah rekomendasi yang ditindak
lanjuti
7 7 7 7 7 24,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Kenitraan Industri Pengolahan Susu
dengan Peternak dalam rangka
Peningkatan Mutu Bahan Baku
Industri
Terjalinnya kemitraan antara
industri pengolahan susu dengan
peternak
3 3,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengoptimalan supply chain melalui
transformasi industri 4.0 di Industri
Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan
Penyegar
Jumlah perusahaan yang
teroptimalisasi supply chain di
Industri minuman, hasil tembakau
dan bahan penyegar
3 3 3 3 7,9 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengembangan Industri Antara sektor
Industri Minuman, Hasil Tembakau
dan Bahan Penyegar
Jumlah industri antara sektro
minuman, hasil tembakau dan
bahany penyegar yang berkembang
1 1 1 1 7,9 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Makanan, Hasil Laut, dan
Perikanan 63,4
Verifikasi Kebutuhan bahan baku
industri pangan
Terverifikasinya kebutuhan bahan
baku industri pangan
4 4 4 4 4 25,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
berkas 3, hlm. 573
019.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan Profil Investasi Industri
Prioritas Makanan, Hasil Laut dan
Perikanan
Tersusunnya dokumen profil
investasi industri
3 3 3 3 3 14,9 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengembangan Industri Antara
Berbahan Baku Hasil Samping
Perikanan
Berkembangnya industri antara
baha baku hasil samping perikanan
1 1 1 1 1 22,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan dan Evaluasi Program
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri berbasis Agro 78,7
Fasilitasi Peningkatan Ekspor Produk
Industri Berbasis Agro Melalui Temu
Bisnis dan Promosi Pada Pameran
Berskala Internasional
Terfasilitasinya Industri Agro dalam
temu bisnis dan promosi dalam
skala internasional
60 60 65 65 65 28,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pelatihan Ekspor bagi Dunia Usaha
Sektor Industri Agro
Jumlah SDM industri agri yang
dilatih
180 185 190 190 190 50,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Program Penumbuhan dan
Pengembangan Industri Logam, Mesin,
Alat Transportasi, dan Elektronika
292,5
berkas 3, hlm. 574
019.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Maritim, Alat Transportasi, dan
Alat Pertahanan 84,1
Implementasi Rencana Aksi Dalam
Rangka Penerapan Industri 4.0 Sektor
Otomotif Melalui Pendampingan dan
Center of Excellence
Industri Maritim, Alat Transportasi
dan Alat Pertahanan yang
melakukan transformasi IR 4.0 (pilot
project dan pendampingan terhadap
perusahaan)
15 15 15 15 15 23,6 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Implementasi Rencana Aksi Dalam
Rangka Penerapan Industri 4.0 Sektor
Otomotif Melalui Pilot Project
Industri Maritim, Alat Transportasi
dan Alat Pertahanan dengan Nilai
INDI 3 (Kumulatif)
6 7 8 9 10 11,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Peningkatan kemampuan industri
kedirgantaraan (komponen pesawat
terbang) melalui Bimbingan Teknis
sertifikasi
Jumlah industri yang mendapatkan
bimbingan teknis sertifikasi
20 20 20 20 20 27,7 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Implementasi Rencana Aksi
Pengembangan Kemampuan Industri
Perkapalan
Tersedianya Rencana Aksi
Pengembangan Kemampuan Industri
Perkapalan
1 2 2 2 2 3,0 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Penyusunan Profil Investasi Sektor
Industri Maritim, Alat Transportasi
dan Alat Pertahanan
Tersedianya Profil Investasi 3 12,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
berkas 3, hlm. 575
019.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Implementasi Pilot Project
Pengembangan AMMDES
Jumlah pilot project yang
dikembangkan
1 6,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Elektronika dan Telematika 68,5
Penguatan Struktur Industri
Elektronika dan Telematika
Industri Komponen yang difasilitasi 5 7 7 8 8 27,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Peningkatan Akses Pasar dan
Pendampingan Industri
Industri Yang Mendapatkan
Pendampingan
10 10 13 15 15 12,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Perluasan Akses Technopark ke
Industri Elektronika
Jumlah tenant yang terfasilitasi 3 2,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
berkas 3, hlm. 576
019.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Implementasi Rencana Aksi Dalam
Rangka Penerapan Industri 4.0 Sektor
Elektronika
Industri Elektronika dan Telematika
yang melakukan transformasi IR 4.0
(pilot project dan pendampingan
terhadap perusahaan)
5 8 9 9 10 26,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan dan Evaluasi Program
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,
dan Elektronika
14,0
Quick Wins Peningkatan Ekspor
Produk (Komoditas) Prioritas Sektor
ILMATE
Jumlah industri yang mendapatkan
pendampingan
2 2,0 Pusat 01
Kerja Sama Akselerasi Penerapan
Industri 4.0 Dengan National Research
Council (NRC) Korea
Tersedianya rencana aksi dan
kerjasama dengan NRC Korea
1 1 1 1 1 12,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Permesinan dan Alat Mesin
Pertanian 62,4
Penyusunan Profil Investasi Industri
Permesinan dan Alat Mesin Pertanian
Tersedianya jumlah profil investasi
industri permesinan dan alat mesin
pertanian
4 3 3 2 2 17,9 Pusat 01
Fasilitasi Industri permesinan dan alat
mesin pertanian yang berkontribusi
dalam peningkatan ekspor
Jumlah industri yang difasilitasi
ekspor
5 7 8 8 19,8 Pusat 01
berkas 3, hlm. 577
019.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Fasilitasi industri komponen Jumlah industri komponen yang
difasilitasi
1 2 2 2 2 15,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan Kebijakan Pengembangan
Industri Permesinan dan Alat Mesin
Pertanian
Jumlah rekomendasi kebijakan 2 3,0 Pusat 01
Penyusunan Peta Jalan
Pengembangan Industri Permesinan
dan Alat Mesin Pertanian
Jumlah dokumen peta jalan 2 6,0 Pusat 01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Logam 63,5
Penyusunan Profil Investasi Industri
Logam Dasar Non-Besi
Industri Logam yang berkontribusi
pada peningkatan nilai tambah,
peningkatan ekspor dan subtitusi
impor
1 1 1 1 1 19,3 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Peningkatan Kapasitas Produksi 17
Juta Ton Baja Nasional (2020 - 2024)
Tingkat utilisasi kapasitas produksi 75 80 85 90 95 25,3 Pusat 9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
01
Pengembangan Industri dalam rangka
Peningkatan Daya Saing dan
Produktivitas Industri Logam
Jumlah industri yang mendapatkan
pendampingan
3 10 10 10 10 3,9 Pusat 9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
01
Fasilitasi Inovasi Produk Tanah Jarang Produk inovasi 1 1 1 1 1 15,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
Program Penumbuhan dan
Pengembangan Industri Kecil, Menengah,
dan Aneka 952,3
berkas 3, hlm. 578
019.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kecil dan Menengah Pangan,
Barang Dari Kayu, dan Furnitur 177,7
Pengembangan IKM Pangan, Barang
Dari Kayu dan Furnitur Berbasis
Teknologi
Jumlah IKM Startup Berbasis
Teknologi
6 20 30 50 80 33,5 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengembangan Produk Pangan,
Barang Dari Kayu dan Furnitur Dalam
Negeri
Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) (Rerata Tertimbang)
37,704096 38,4581779 39,2273415 40,0118883 40,8121261 15,1 Pusat 01
Pengembangan Produk Pangan,
Barang Dari Kayu dan Furnitur Untuk
Industri Besar dan Sedang
Jumlah IKM yang menjadi pemasok
Industri Besar dan Sedang
15 15 15 15 15 24,8 Kabupaten/kota di 34
provinsi
9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Wirausaha Industri Kecil dan
Menengah
Wirausaha baru industri kecil yang
tumbuh
810 2800 4200 5600 7000 79,6 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pelatihan dan pendampingan ekspor
IKM Pangan, Barang Dari Kayu dan
Furnitur
Jumlah IKM yang mendapatkan
pelatihan
20 30 30 30 30 24,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kecil dan Menengah Kimia,
Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka
177,7
berkas 3, hlm. 579
019.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan IKM Kimia, Sandang,
Kerajinan, dan Industri Aneka
Berbasis Teknologi
Jumlah IKM Startup Berbasis
Teknologi
8 20 40 60 100 33,5 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengembangan Produk Kimia,
Sandang, Kerajinan, dan Industri
Aneka Dalam Negeri
Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) (Rerata Tertimbang)
37,704096 38,4581779 39,2273415 40,0118883 40,8121261 15,1 Pusat 01
Pengembangan Produk Kimia,
Sandang, Kerajinan, dan Industri
Aneka Untuk Industri Besar dan
Sedang
Jumlah IKM yang menjadi pemasok
Industri Besar dan Sedang
20 60 90 125 165 24,8 Kabupaten/kota di 34
provinsi
9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Wirausaha Industri Kecil dan
Menengah
Wirausaha baru industri kecil yang
tumbuh
1400 2800 4200 5600 7000 79,6 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pelatihan dan pendampingan ekspor
IKMKimia, Sandang, Kerajinan, dan
Industri Aneka
Jumlah IKM yang mendapatkan
pelatihan
20 30 40 40 40 24,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kecil dan Menengah Logam,
Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut 172,6
berkas 3, hlm. 580
019.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan IKM Logam, Mesin,
Elektronika, dan Alat Angkut Berbasis
Teknologi
Jumlah IKM Startup Berbasis
Teknologi
6 20 30 50 80 28,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengembangan Produk Logam, Mesin,
Elektronika, dan Alat Angkut Dalam
Negeri
Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) (Rerata Tertimbang)
37,704096 38,4581779 39,2273415 40,0118883 40,8121261 15,1 Pusat 01
Pengembangan Produk Logam, Mesin,
Elektronika, dan Alat Angkut Untuk
Industri Besar dan Sedang
Jumlah IKM yang menjadi pemasok
Industri Besar dan Sedang
20 40 60 80 100 24,8 Kabupaten/kota di 34
provinsi
9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
01
Penumbuhan dan Pengembangan
Wirausaha Industri Kecil dan
Menengah
Wirausaha baru industri kecil yang
tumbuh
1200 2400 3600 4800 6000 79,6 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pelatihan dan pendampingan ekspor
IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan
Alat Angkut
Jumlah IKM yang mendapatkan
pelatihan
20 20 20 20 20 24,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan dan Evaluasi Program
Penumbuhan dan Pengembangan
Industri Kecil, Menengah, dan Aneka 424,2
Pengembangan Layanan IKM
Persepatuan melalui BPIPI
Layanan BPIPI 1 1 1 1 1 46,5 Sidoarjo, Jawa Timur 01
Pembangunan/revitalisasi sentra IKM jumlah provinsi yang
dibangun/direvitalisasi sentra IKM-
nya
34 34 34 34 34 370,3 Kabupaten/kota di 34
provinsi
9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
smelter
berkas 3, hlm. 581
019.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan Rekomendasi Kebijakan
mendukung Pengembangan IKM
Ekspor, Kemitraan Usaha, dan
Penerapan Making Indonesia 4.0
Rekomendasi Kebijakan 1 1 1 1 1 7,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Program Peningkatan Ketahanan,
Pengembangan Perwilayahan Industri
dan Akses Industri Internasional 304,3
Peningkatan Ketahanan dan Iklim Usaha
Industri 41,4
Peningkatan Ketahanan dan Iklim
Usaha Industri
Rekomendasi kebijakan teknis dalam
meningkatkan ketahanan dan iklim
usaha industri
7 10 10 11 12 16,1 Pusat 01
Fasilitasi dan pendampingan
peningkatan daya tahan industri
Industri Dalam Negeri (IDN) yang
didampingi
12 12 13 14 15 13,5 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Harmonisasi Kebijakan untuk
Mendorong Ekspor dan Investasi
Jumlah Kebijakan yang
Diharmonisasikan
- 2 3 3 4 11,9 Pusat 01
Pengembangan Akses Sumber Daya
Industri Internasional 116,6
Fasilitasi investasi dalam Global Value
Chain
Jumlah kesepakatan industri dalam
jaringan produksi global
10 2 2 2 2 91,9 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pendampingan investasi perusahaan
Multinasional
Jumlah perusahaan multinasional 2 3 3 4 5 12,9 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
berkas 3, hlm. 582
019.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan kemitraan dalam Global
Value Chain
Jumlah Industri yang difasilitasi 0 10 10 10 10 11,9 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengembangan Akses Industri
Internasional 32,6
Peningkatan utilisasi tarif preferensi
FTA/PTA/EPA
Utilisasi Tarif Preferensi
FTA/PTA/EPA
30 35 40 45 50 32,6 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan Dan Evaluasi Program
Peningkatan Ketahanan, Pengembangan
Perwilayahan Industri Serta
Pengembangan Akses Industri
Internasional
46,5
Pengembangan Market Intelligence Rekomendasi Industrial dan Market
Intelligence
6 8 10 10 12 34,7 Pusat 01
Pengembangan Helpdesk Industri Helpdesk Industry - 1 6 8 10 11,9 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Pengembangan Wilayah Industri 67,3
Fasilitasi Perizinan Kawasan Industri Kawasan Industri yang difasilitasi 3 27 27 27 27 21,8 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
01
Fasilitasi dan Pembangunan Investasi
Infrastruktur Kawasan Industri
Kawasan Industri yang difasilitasi 3 27 27 27 27 41,5 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
Fasilitasi Kawasan Industri Tematik Kawasan Industri yang difasilitasi 3 3 3 3 4,0 01
Program Pengembangan Teknologi dan
Kebijakan Industri 1.117,7
berkas 3, hlm. 583
019.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan, Penerapan dan
Pengawasan Standardisasi Industri 214,6
Pengawasan dan Penegakan Hukum
terkait Penerapan Pemberlakuan
Standardisasi Industri
Tingkat Kepatuhan Lembaga
Penilaian Kesesuaian dalam
menerbitkan SPPT SNI/sertifikat
kesesuaian sesuai regulasi
100 100 100 100 100 14,4 Pusat 01
Penguatan Kemampuan Lembaga
Penilaian Kesesuaian
Peningkatan Kapasitas Lab Uji 13 205 128 104 148 181,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan Regulasi Teknis
Standardisasi Industri
Rancangan Regulasi Teknis 21 23 23 23 23 19,3 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penelitian dan Pengembangan Industri
Hijau 52,4
Penurunan Emisi GRK Sektor Industri Rancangan Standar 5 4 12 16 20 11,4 Pusat 06
Penanganan masalah limbah B3
sektor industri dan penerapan
ekonomi sirkuler dalam pembangunan
industri berkelanjutan
Rancangan Standar 4 4 12 16 20 16,8 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
06
Penyusunan dan Penerapan Standar
Industri Hijau (SIH)
Perusahaan industri menengah
besar yang tersertifikasi Standar
Industri Hijau (SIH)
9 9 9 10 10 24,2 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Pulp dan Kertas 120,0
berkas 3, hlm. 584
019.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengadaan lahan BBPK Pengadaan lahan 0 0 0 10000 10000 85,0 Bandung, Jawa Barat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pembangunan gedung BBPK Pengadaan gedung 0 300 4471 3500 300 35,0 Bandung, Jawa Barat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Keramik 30,0
Pembangunan gedung BBK dalam
rangka mendukung riset dan layanan
teknis
Pengadaan gedung 0 400 4000 3000 200 30,0 Bandung, Jawa Barat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Bahan dan Barang Teknik 28,5
Pembangunan gedung B4T dalam
rangka mendukung riset dan layanan
teknis
Pengadaan gedung 0 300 4000 3000 200 28,5 Bandung, Jawa Barat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Pencegahan Pencemaran Industri
35,0
berkas 3, hlm. 585
019.B.19
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengadaan lahan BBTPPI Pengadaan lahan 0 0 0 1568 1568 35,0 Semarang, Jawa Tengah Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Riset dan Standardisasi Bidang Industri
98,8
Renovasi gedung kantor, lab, layanan
teknis
Renovasi gedung 0 19775,2 5368,3 5664,4 1773,9 98,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penelitian dan Pengembangan Industri
Agro 189,7
Litbang Prioritas Riset Nasional (PRN)
Industri Agro
Litbang PRN Agro 1 1 1 1 1 51,1 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Konsultasi dan Jasa Pemanfaatan
Teknologi Tepat Guna pada Industri
Agro
Litbang dan Rekayasa Industri yang
Dimanfaatkan Industri
6 15 16 19 20 30,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
berkas 3, hlm. 586
019.B.20
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penelitian, Pengembangan,
Perekayasaan Teknologi Industri Agro
Litbang dan Rekayasa Industri yang
Dimanfaatkan Industri
10 10 10 10 9 67,9 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Pengadaan alat riset untuk
mendukung PRN dan mendukung
transformasi industri agro 4.0
Pengadaan alat litbang 0 25 25 24 22 40,0 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam,
Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika
348,8
Fasilitasi Inkubasi dan Konsultansi
Teknologi Industri KFTLMATE
Paket Teknologi Industri KFTLMATE 25 40 55 70 9,7 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Litbang PRN: Antioksidan, anti-aging
dan fragrance untuk industri kosmetik
berbasis minyak atsiri
Litbang PRN 1 1 1 1 49,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
berkas 3, hlm. 587
019.B.21
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Litbang PRN: Pengembangan
Collaborative Robot Machine pada
industri makanan/minuman dan
farmasi/kesehatan
Litbang PRN 1 1 1 1 49,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Litbang PRN: Material Serat, Tekstil
dengan Fungsi Khusus dan Tekstil
Hijau Berbahan Baku Ramie yang
ramah Lingkungan (RM-SDA)
Litbang PRN 1 1 1 1 49,4 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penyusunan Kebijakan Ekosistem
Inovasi Industri KFTLMATE untuk
mendukung Industri 4.0
Kebijakan teknis terkait Teknologi
Industri KFTLMATE
2 1 2 2 2 9,5 Pusat 01
Konsultasi dan Jasa Pemanfaatan
Teknologi Tepat Guna pada Industri
KFTLMATE
Litbang dan Rekayasa Industri yang
Dimanfaatkan Industri
7 20 20 20 20 33,9 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Penelitian, Pengembangan,
Perekayasaan Teknologi Industri
Litbang dan Rekayasa Industri yang
Dimanfaatkan Industri
11 13 15 16 20 88,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
berkas 3, hlm. 588
019.B.22
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengadaan alat riset untuk
mendukung PRN dan mendukung
transformasi industri KFTLMATE 4.0
Pengadaan alat litbang 0 35 25 24 23 58,8 Pusat Industri 4.0 di 5 Sub
Sektor Prioritas :
Makanan dan
Minuman, Tekstil dan
Pakaian Jadi,
Otomotif, Elektronik,
Kimia dan Farmasi
01
Program Pengembangan Sumber Daya
Manusia Industri 3.366,5
Peningkatan Kualitas SDM Industri 1.070,3
Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja
Industri
Tenaga kerja industri yang
mendapatkan Sertifikasi Kompetensi
20000 20000 20000 20000 20000 49,5 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Renovasi Bangunan/Gedung
Pendidikan Non Formal Industri
Renovasi Gedung Pendidikan Non-
Formal
0 2 2 2 1 79,0 Pusat 03
Pengadaan Peralatan Pendidikan Non
Formal Industri
Peralatan Pendidikan Non Formal
Industri
0 2 2 2 1 59,3 Pusat 03
Tenaga Kerja Industri Kompeten
Lulusan Diklat Sistem 3 in 1
(Pelatihan, Sertifikasi, dan
Penempatan)
Pelatihan 3 in 1 bagi calon tenaga
kerja industri
32000 39000 42000 44000 46000 840,9 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
SKKNI dan KKNI berbasis okupasi dan
KKNI yang disusun
Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia (SKKNI) bidang industri
20 20 20 20 20 31,7 Pusat 03
LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dan
TUK (Tempat Uji Kompetensi) Unit
Diklat
Fasilitasi Lembaga Sertifikasi Profesi
(LSP) dan Tempat Uji Kompetensi
(TUP) bidang industri
20 20 20 20 20 9,9 Pusat 03
Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi
Vokasi Industri Berbasis Kompetensi
Menuju Dual Sistem 1.673,5
Mahasiswa dan Lulusan Program DIII
dan DIV Berbasis Kompetensi
Tenaga kerja industri tingkat ahli
yang kompeten
13000 2600 2800 2900 3000 411,4 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Bangunan/Gedung Pendidikan Tinggi
Industri melalui Renovasi gedung
pendidikan satuan kerja
Renovasi Gedung Pendidikan Tinggi
Industri
0 3 3 3 3 177,8 Pusat 03
berkas 3, hlm. 589
019.B.23
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengadaan Peralatan Pendidikan
Tinggi Industri
Peralatan Pendidikan Tinggi Industri 0 2 2 2 3 138,3 Pusat 03
Mahasiswa dan Lulusan Program D1
Berbasis Kompetensi dalam bentuk
penyelenggaraan pendidikan tinggi
vokasi industri berbasis kompetensi
Tenaga kerja industri lulusan D1
industri yang kompeten
500 800 900 1000 1100 95,8 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Implementasi Iindustri 4.0 pada
pendidikan vokasi
Pilot Project Learning Factory 4.0 9 12 17 22 27 76,9 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Pembangunan Pusat Inovasi dan
Pengembangan Industri 4.0
Pilot Project Learning Factory 4.0 0,3 0,5 0,7 0,9 0,95 313,5 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Pembangunan sarana dan prasarana
pendidikan Akademi Komunitas /
Politeknik Industri berbasis
kompetensi di WPPI / KI
Lembaga Pendidikan Baru Yang
Didirikan di Dalam WPPI dan KI
1 4 7 10 13 460,0 Pusat 9 Kawasan Industri di
Luar Jawa dan 31
Smelter
03
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Menengah Kejuruan Industri Berbasis
Kompetensi Menuju Dual Sistem 622,7
Siswa Aktif dan Lulusan Pendidikan
Berbasis Kompetensi Pendidikan
Kejuruan
Tenaga kerja industri terampil yang
kompeten
7000 2100 2200 2400 2600 189,8 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Renovasi Bangunan/Gedung
Pendidikan Menengah Industri
Renovasi Gedung Pendidikan
Menengah
0 2 2 2 3 138,3 Pusat 03
Pengadaan Peralatan Pendidikan
Menengah Industri
Peralatan Pendidikan Menengah
Industri
0 2 2 2 3 138,3 Pusat 03
Pilot Project Learning Factory 4.0 Implementasi Iindustri 4.0 pada
pendidikan vokasi
25 32 38 44 50 156,4 Pusat 03
JUMLAH 7.581,7
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 590
020.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian ESDM 1.404,4
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian ESDM 895,6
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM 2.562,3
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM 3.897,7
Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Bumi 17.099,9
Program Pengelolaan Ketenagalistrikan 377,9
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan Batubara 2.733,6
Program Penelitian, Mitigasi dan Pelayanan Geologi 4.889,1
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi
Melalui Pipa 1.053,8
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Dewan Energi Nasional 146,4
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi 8.049,0
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 591
020.A.2
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pengelolaan MIGAS Aceh 114,2
JUMLAH 43.223,9
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 592
020.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kementerian ESDM 25,0
Pembinaan dan Koordinasi Perencanaan
25,0
Penyiapan Pembangunan PLTN
Komersial (Tambahan Baru)
Penyiapan PLTN Komersial yang
Dibangun
Meneliti
pengembanga
n teknologi
PLTN disertai
aspek-aspek
keekonomian
dan
keselamatan
Mendorong
penguasaan
teknologi
PLTN sejalan
dengan
perkembanga
n terkini
kemajuan
teknologi
PLTN di
dunia
Membangun
kerja sama
internasional
terkait studi
pengembanga
n PLTN
Melakukan
analisis
multikriteria
terhadap
implementasi
PLTN mencakup
kepentingan
mendesak, skala
besar, jaminan
pasokan,
keseimbangan
pasokan energi,
pengurangan
emisi karbon,
faktor
keselamatan dan
skala
keekonomian
dengan
melibatkan
berbagai
pandangan dari
berbagai
stakeholder.
Menyusun
peta jalan
(roadmap)
implementasi
PLTN sebagai
pilihan
terakhir
dalam
prioritas
pengembanga
n energi
nasional.
25,0 Pusat 01
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 593
020.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian ESDM 174,5
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Ketenagalistrikan, Energi Baru,
Terbarukan, dan Konservasi Energi
90,2
Pemetaan potensi PLTBayu Jumlah potensi terukur PLTBayu 200 200 200 200 32,0 Tersebar 05
Pemetaan potensi PLTA/Mini/Mikro Jumlah potensi terukur
PLTA/Mini/Mikro
120 120 120 120 28,8 Tersebar 05
Pemetaan potensi PLTBio Jumlah potensi terukur PLTBio 60 60 60 60 14,4 Tersebar 05
FS Commercial Plant Pembangkit
Listrik Tenaga Gelombang Laut
Jumlah FS untuk ditawarkan kepada
Technology provider
0 Studi site
selection dan
akuisisi data
di perairan
Nusa
Lembongan
Pra FS di
Nusa
Lembongan
FS di Nusa
Lembongan
Studi Site
Selection dan
akusisi data
di perairan
Sumatera
Barat dan
Jawa Barat
8,0 Bali, Sumatera Barat,
Jawa Barat
05
FS Commercial Plant Pembangkit
Listrik Tenaga Arus Laut
Jumlah FS untuk ditawarkan kepada
Technology provider
0 Studi site
selection dan
akuisisi data
di perairan
Selat Alas
Studi site
selection dan
akuisisi data
di perairan
Selat Sape
Pra FS di Selat
Alas/Selat
Sape/Selat Pantar
FS di Selat
Alas/Selat
Sape/Selat
Pantar
7,0 NTB, NTT 05
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Mineral dan Batubara 34,3
Pengembangan Teknologi pembuatan
logam neodymium (logam tanah
jarang) dari monazite untuk bahan
permanen magnet
Pengembangan dan penelitian
pembuatan strong magnet dari
bahan baku monazite hingga
rencangan skala komersial
- Penelitian
Teknologi
solvent
ekstraksi
pembuatan
neodymium
oksida
Pengembanga
n teknologi
garam lebur
dalam
pembuatan
logam
neodymium
Penelitian
pencampuran
logam neodymium
dengan boron dan
besi untuk
menjadi strong
magnet permanen
Rancangan
DED
pembuatan
strong
magnet dari
monazite
skala
komersial
11,0 Pusat 01
berkas 3, hlm. 594
020.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Teknologi pirolisis batubara untuk
produksi syncrude oil ,COG dan
batubara kualitas tinggi
Pembangunan dan pengembangan
pilot plant teknologi pirolisis
batubara hingga desain skala
komersial
- Pengadaan,
perakitan,
dan
commisioning
pilot plant
pirolisis
batubara di
palimanan
dengan
kapasitas
25kg/jam
ujicoba
formula
produksi
syncrude oil
ujicoba syncrude
skala lab di
Pertamina sebagai
umpan kilang
mini
desain scale
up pirolisis
batubara
skala
komersial
dan
pemanfaatan
syncrude
pada kilang
pertamina
(satu rancang
bangun, 2
usulan
paten)
9,8 Pusat 01
Pengembangan katalis sintetik untuk
proses konversi syngas batubara
menjadi DME
Pembuatan dan pengembangan
katalis sintetik
- Pembuatan
dan uji
aktifitas
Katalis
Optimalisasi
Pembuatan
dan uji
aktifitas
Katalis
terpilih
scale up
pemanfaatan
katalis
- 8,5 Pusat 01
Percepatan hilirisasi mineral skala
kecil
Fasilitasi Percepatan Pembangunan
Smelter
32 39 51 42 41 5,0 Pusat 01
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Minyak dan Gas Bumi 50,0
berkas 3, hlm. 595
020.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Teknologi FCC untuk
Pembuatan Green Gasoline Berbasis
CPO 100%
Penelitian dan Pengembangan
Teknologi FCC untuk Green Gasoline
berbasis CPO 100% hingga
Pembuatan Desain Skala Komersial
0 1
(Penyempurn
aan Pilot
Plant (alat
kontrol dan
alat ukur))
1
(Simulasi
menggunaka
n bahan
baku Olein
(Co-Product
CPO))
1
(Simulasi
menggunakan
bahan baku
RBDPO (refine,
bleached,
deodorized, palm
oil) (Main Product
CPO))
1
(FS dan DED
skala
komersial
dan simulasi
konversi
minyak
nabati
menjadi
green
gasoline)
50,0 Pusat 01
Program Pengembangan Sumber Daya
Manusia ESDM 1.003,8
Pendidikan Tinggi Energi dan Mineral 136,0
Politeknik Bidang Energi dan Mineral Jumlah Mahasiswa Politeknik Bidang
Akamigas
998 1058 1118 1178 1178 136,0 Cepu 03
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur 306,1
Peningkatan Sertifikasi dan/atau
Kompetensi Aparatur Sipil Negara
sektor ESDM
Jumlah peserta pelatihan Aparatur
Sipil Negara sektor ESDM
3827 6580 6796 6985 7302 306,1 Pusat 03
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Ketenagalistrikan dan Energi Baru
Terbarukan, dan Konservasi Energi 74,8
Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Sektor KEBTKE
Jumlah Sertifikasi Kompetensi
Tenaga Teknik Sektor KEBTKE
3768 4522 5426 6511 7813 38,8 Pusat 03
berkas 3, hlm. 596
020.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Sertifikasi dan/atau Peningkatan
Kompetensi Peserta Sektor Industri
pada sub sektor KEBTKE
Jumlah peserta pelatihan Sektor
Industri KEBTKE
1722 2066 2479 2975 357 26,1 Pusat 03
Peningkatan Sertifikasi dan/atau
Kompetensi Masyarakat pada sub
sektor KEBTKE
Jumlah peserta pelatihan Vokasi
bagi Masyarakat sub sektor KEBTKE
160 192 230 276 332 9,9 Pusat 03
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Minyak dan Gas Bumi 208,4
Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Sektor Migas
Jumlah Sertifikasi Kompetensi
Tenaga Teknik Sektor Migas
16219 19463 23356 28027 33632 51,3 Pusat 03
Sertifikasi dan/atau Peningkatan
Kompetensi Peserta Sektor Industri
pada sub sektor Migas
Jumlah peserta pelatihan Sektor
Industri Migas
5245 6294 7552 9063 10876 134,5 Pusat 03
Peningkatan Sertifikasi dan/atau
Kompetensi Masyarakat pada sub
sektor Migas
Jumlah peserta pelatihan Vokasi
bagi Masyarakat sub sektor Migas
300 360 432 518 622 22,6 Pusat 03
Pendidikan dan Pelatihan Tambang
Bawah Tanah 16,1
Peningkatan Sertifikasi dan/atau
Kompetensi Masyarakat pada sub
sektor BDTBT
Jumlah peserta pelatihan Vokasi
bagi Masyarakat sub sektor BDTBT
154 185 222 266 319 16,1 Pusat 03
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Geologi, Mineral dan Batubara 156,0
berkas 3, hlm. 597
020.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Sektor Geominerba
Jumlah Sertifikasi Kompetensi
Tenaga Teknik Sektor Geominerba
2888 3466 4159 4991 5989 33,6 Pusat 03
Sertifikasi dan/atau Peningkatan
Kompetensi Peserta Sektor Industri
pada sub sektor Geominerba
Jumlah peserta pelatihan Sektor
Industri Gominerba
5103 6123 7348 8817 10581 107,1 Pusat 03
Peningkatan Sertifikasi dan/atau
Kompetensi Masyarakat pada sub
sektor Geominerba
Jumlah peserta pelatihan Vokasi
bagi Masyarakat sub sektor
Geominerba
120 144 173 207 249 15,4 Pusat 03
Pendidikan Tinggi Energi dan
Pertambangan 106,4
Politeknik Bidang Energi dan
Pertambangan
Jumlah Mahasiswa Politeknik Energi
dan Pertambangan
262 532 720 840 900 106,4 Bandung, Prabumulih,
Bali
03
Program Pengelolaan dan Penyediaan
Minyak dan Gas Bumi 12.180,7
Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha
Hilir Minyak dan Gas Bumi 333,7
Penyediaan Alokasi Elpiji 3 kg untuk
Masyarakat, Usaha Makro, Nelayan,
dan Petani Sasaran
Jumlah Alokasi Elpiji 3 kg untuk
Masyarakat, Usaha Makro, Nelayan,
dan Petani Sasaran
7000 7.364 - 7.399 7.754 - 7.836 8.165 - 8.321 8.614 - 8.870 333,7 Pusat 03
Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi 32,3
Alokasi Pemanfaatan Gas Domestik Alokasi Pemanfaatan Gas Domestik 64 65 66 67 68 15,5 Pusat 01
Produksi Gas Bumi Produksi Gas Bumi 1191 1234 1241 1199 1163 16,8 Pusat 01
berkas 3, hlm. 598
020.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Perencanaan, Pengadaan, Pelaksanaan
dan Pengawasan Pembangunan
Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi
11.814,7
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga
Jumlah Sambungan Rumah
Jaringan Gas Kota (APBN) -
penambahan
266070 100000 0 0 0 4.096,0 Provinsi: Aceh, Banten,
DKI Jakarta, Jambi,
Jawa Brat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Kalimantan
Timur, Kalimantan
Utara, Kepulauan Riau,
Lampung, Riau, Sulawesi
Selatan, Sulawesi
Tengah, Sumatera
Selatan, Sumatera Utara
Infrastruktur Jaringan
Gas Kota untuk 4 Juta
Sambungan Rumah
02, 05
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah
Jaringan Gas Kota (APBN) - AP
0 50000 839555 800000 800000 3.938,5 Provinsi: Aceh, Banten,
DKI Jakarta, Jambi,
Jawa Brat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Kalimantan
Timur, Kalimantan
Utara, Kepulauan Riau,
Lampung, Riau, Sulawesi
Selatan, Sulawesi
Tengah, Sumatera
Selatan, Sumatera Utara
Infrastruktur Jaringan
Gas Kota untuk 4 Juta
Sambungan Rumah
05
PMC pembangunan infrastruktur
jaringan gas bumi untuk rumah
tangga
1 1 1 1 1 815,2 Pusat 05
Studi Pendahuluan Pembangunan
Jaringan Gas Bumi untuk Rumah
Tangga melalui Skema KPBU
Jumlah Studi Pendahuluan
Pembangunan Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui Skema
KPBU (dokumen)
15 10 10 0 0 24,0 Pusat 05
berkas 3, hlm. 599
020.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Fasilitasi peningkatan infrastruktur
kilang minyak bumi (unit)
Progres Pembangunan RDMP on going on going 1
(Stage-I
Balongan 25
Ribu BCPD)
1
(Stage-II
Balikpapan 100
Ribu BCPD)
on going 15,0 Balikpapan, Cilacap ,
Balongan, Dumai
05
Progres Pembangunan Kilang Minyak
Baru (Grass Root Refinery/ GRR)
Penyediaan
Lahan BMN
KLHK, Lahan
Masyarakat
General
Engineering
Design, Site
Development
Financing
dan EPC
Financing
dan EPC
EPC (Engineering,
Procurement, and
Construction)
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction)
15,0 Tuban 05
Progres Pembangunan Kilang Minyak
Baru (Grass Root Refinery/ GRR)
Land
Acquisition,
AMDAL, BED-
FEED, Site
Development
AMDAL, BED-
FEED
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction)
EPC (Engineering,
Procurement, and
Construction)
EPC
(Engineering,
Procurement,
and
Construction
15,0 Bontang 05
Penyediaan Paket Konversi Minyak
Tanah ke LPG Tabung 3 Kg
Jumlah paket konversi mitan ke LPG 522616 0 0 0 0 266,5 Tersebar 02, 05
Penyediaan Konverter Kit BBM ke
Bahan Bakar Gas untuk Nelayan
Jumlah paket konverter kit 40000 40000 40000 40000 40000 2.136,8 Tersebar 02
Penyediaan Konverter Kit BBM ke
Bahan Bakar Gas untuk Petani
Jumlah paket konverter kit 10000 10000 10000 10000 10000 492,7 Tersebar 02
Program Pengelolaan Ketenagalistrikan
160,4
Pembinaan, Pengaturan dan Pengawasan
Usaha Penyediaan Tenaga Listrik dan
Pengembangan Usaha Penyediaan Tenaga
Listrik
33,2
Peningkatan Kebijakan Mutu
Pelayanan dan Efisiensi Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik
Jumlah rekomendasi peningkatan
mutu pelayanan dan efisiensi usaha
penyediaan tenaga listrik
4 4 4 4 4 9,8 Pusat Pembangkit Listrik
27.000 MW, Transmisi
19.000 KMS dan
Gardu Induk 38.000
MVA
berkas 3, hlm. 600
020.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyusunan Rekomendasi Subsidi
Listrik Tepat Sasaran
Jumlah Rekomendasi Subsidi Listrik
Tepat Sasaran
1 1 1 1 1 10,5 Pusat 05
Penyediaan listrik yang tepat sasaran
bagi rumah tangga miskin dan rentan
Alokasi Listrik untuk Rumah Tangga
Miskin dan Rentan yang Memperoleh
Subsidi Listrik
60079,83 64257,8 68894,4 73608,75 78190,61 12,9 514 Kab/Kota; 34
Provinsi
Integrasi Bantuan
Sosial Menuju Skema
Perlindungan Sosial
Menyeluruh
03
Penyusunan Kebijakan dan Program
serta Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan
Ketenagalistrikan 89,7
Penyusunan Rekomendasi
Pengendalian Pembangunan
Pembangkit Listrik
Jumlah rekomendasi pengendalian
pembangunan pembangkit listrik
1 1 1 1 1 24,7 Pusat Pembangkit Listrik
27.000 MW, Transmisi
19.000 KMS dan
Gardu Induk 38.000
MVA
05
Rekomendasi penguatan pemenuhan
akses dan konsumsi listrik pada
masyarakat
Jumlah rekomendasi penguatan
pemenuhan akses dan konsumsi
listrik pada masyarakat
1 1 1 1 1 29,8 Pusat Pembangkit Listrik
27.000 MW, Transmisi
19.000 KMS dan
Gardu Induk 38.000
MVA
05
Pengendalian Pembangunan Jaringan
Distribusi dan Gardu Distribusi
Jumlah rekomendasi pengendalian
pembangunan jaringan distribusi
dan gardu distribusi
1 1 1 1 1 10,9 Pusat Pembangkit Listrik
27.000 MW, Transmisi
19.000 KMS dan
Gardu Induk 38.000
MVA
05
Penyusunan Rekomendasi
Pengendalian Pembangunan Jaringan
Transmisi dan Gardu Induk
Jumlah rekomendasi pengendalian
pembangunan jaringan transmisi
dan gardu induk
1 1 1 1 1 24,3 Pusat Pembangkit Listrik
27.000 MW, Transmisi
19.000 KMS dan
Gardu Induk 38.000
MVA
05
Pembinaan Keselamatan dan Lindungan
Lingkungan Ketenagalistrikan serta
Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik
37,5
Layanan Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Dalam Pencapaian
Target Mitigasi Gas Rumah Kaca
Sektor Energi
Jumlah Layanan Dukungan Sektor
Ketenagalistrikan Dalam Pencapaian
Target Mitigasi Gas Rumah Kaca
Sektor Energi
1 1 1 1 1 9,0 Pusat 05
berkas 3, hlm. 601
020.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan tata kelola
ketenagalistrikan
Jumlah Kebijakan Peningkatan Tata
Kelola Ketenagalistrikan
3 3 3 3 3 6,7 Pusat 05
Penyusunan Kebijakan harga jual
Tenaga listrik dan tarif tenaga listrik
Jumlah Kebijakan harga jual Tenaga
listrik dan tarif tenaga listrik
2 2 2 2 2 17,3 Pusat 05
Penertiban pemakaian listrik ilegal Jumlah penertiban pemakaian listrik
ilegal
3 4 5 6 7 4,5 Pusat 05
Program Pembinaan dan Pengusahaan
Mineral dan Batubara 198,0
Pembinaan Keteknikan Lindungan
Lingkungan dan Usaha Penunjang
Bidang Mineral dan Batubara 50,0
Lahan reklamasi pertambangan Luas lahan reklamasi pertambangan 7000 7025 7050 7075 7100 50,0 17 provinsi 06
Pembinaan dan Pengusahaan Batubara
5,0
DMO Batubara DMO Batubara 155 168 177 184 187 5,0 34 Provinsi 01
Pembinaan dan Pengusahaan Mineral 143,0
Layanan Data dan Informasi Kegiatan
Pengusahaan Pertambangan Mineral
Jumlah data dan informasi kegiatan
pengusahaan dan pertambangan
mineral
16 16 16 16 16 119,5 34 Provinsi 02
Percepatan pembangunan smelter Fasilitasi Percepatan Pembangunan
Smelter (kumulatif)
4 30 31 31 31 23,5 Tersebar 9 Kawasan industri di
luar Jawa dan 31
Smelter
berkas 3, hlm. 602
020.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Penelitian, Mitigasi dan
Pelayanan Geologi 3.350,5
Penelitian, Penyelidikan, Perekayasaan
dan Pelayanan Air Tanah, Geologi Teknik
dan Geologi Lingkungan
1.953,3
Sumur air tanah untuk air baku Jumlah titik pembangunan sumur
air tanah untuk air baku (Titik)
1000 500 500 500 500 1.854,0 Tersebar 05
Pembangunan sistem pengelolaan
hidrogeologi terpadu
Jumlah Cekungan Air Tanah dengan
pengelolaan sistem hidrogeologi yang
terpadu (Cekungan)
1 1 1 1 1 95,0 Pusat 05
Peta potensi likuifaksi kota-kota besar,
kawasan strategis nasional dan
kawasan industri
Jumlah peta potensi likuifaksi kota-
kota besar, kawasan strategis
nasional dan kawasan industri
2 2 2 2 2 2,1 Pusat 05
Peta potensi land subsiden kota-kota
besar, kawasan strategis nasional dan
kawasan industri
Jumlah peta potensi land subsiden
kota-kota besar, kawasan strategis
nasional dan kawasan industri
2 2 2 2 2 2,1 Pusat 05
Penyelidikan dan Pelayanan Sumber
Daya Mineral, Batubara, Panas Bumi 156,9
Rekomendasi Wilayah Keprospekan
Panas Bumi
Jumlah Rekomendasi Wilayah
Keprospekan Panas Bumi
(Rekomendasi)
8 10 10 10 10 55,6 Pusat 06
Rekomendasi Wilayah Kerja Panas
Bumi
Jumlah Rekomendasi Wilayah Kerja
Panas Bumi (Wilayah)
3 3 3 3 3 1,8 Pusat 06
Rekomendasi Wilayah Keprospekan
Mineral
Jumlah rekomendasi wilayah
keprospekan mineral
14 16 16 16 16 40,8 Pusat 06
Rekomendasi Sumber Daya Potensi
Batubara
Jumlah rekomendasi Sumber Daya
batubara
9 10 10 10 10 54,6 Pusat 06
Dokumen Studi Kelayakan Mineral
untuk mendukung Kawasan Industri
Jumlah dokumen studi kelayakan
mineral untuk mendukung kawasan
industri
4 4 4 4 4 4,0 Pusat 06
Survei dan Pelayanan Geologi 88,4
Layanan Pusat Informasi Terpadu
Kegeologian
Jumlah pusat informasi
geopark/geologi
2 3 4 3 3 50,9 Tersebar 06
berkas 3, hlm. 603
020.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Survei pengembangan geoheritage Jumlah rekomendasi penetapan
geoheritage
- 4 4 4 4 10,2 Tersebar 06
Kawasan Bentang Alam karst,
kawasan imbuhan, dan kawasan cagar
alam geologi
Jumlah kawasan Bentang Alam
karst, kawasan imbuhan, dan
kawasan cagar alam geologi
4 4 4 4 4 5,8 Tersebar 06
Rekomendasi wilayah kerja geologi
migas
Jumlah rekomendasi wilayah kerja
geologi migas
4 4 4 4 4 21,5 Pusat 06
Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan
Geologi 1.147,2
Peta Geologi Bersistem dan bertema Jumlah Peta Geologi Bersistem dan
Bertema
12 12 12 12 12 13,0 Pusat Penguatan sistem
peringatan dini
bencana
06
Peningkatan kapasitas masyarakat
untuk ketahanan bencana geologi
Jumlah kabupaten/wilayah yang
terlayani sosialisasi mitigasi bencana
geologi
11 29 29 29 29 15,3 Pusat dan daerah Penguatan sistem
peringatan dini
bencana
06
Pengembangan Pos Pengamatan
Gunungapi
jumlah pos pengamatan gunungapi
yang dikembangkan
10 13 13 13 14 141,8 Pusat dan Daerah Penguatan sistem
peringatan dini
bencana
06
Penguatan data pemetaan kawasan
rawan bencana geologi
Jumlah peta geologi gunung api dan
peta kawasan rawan bencana geologi
8 20 20 20 20 0,0 Pusat 06
Penegakkan rencana tata ruang yang
berbasis mitigasi bencana melalui
peningkatan efektifitas pengendalian
pemanfaatan ruang
Jumlah rekomendasi geologi terpadu
untuk daerah perkotaan
4 4 4 4 4 45,0 Pusat 06
Penguatan sistem mitigasi bencana
geologi yang dikembangkan
Jumlah Lokasi sistem mitigasi
bencana geologi yang dikembangkan
8 17 17 17 17 303,0 34 provinsi Penguatan sistem
peringatan dini
bencana
06
Pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
Jumlah kabupaten/kota dengan
pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
16 19 19 19 19 312,0 Provinsi Banten, Provinsi
DKI Jakarta, Provinsi
Jawa Barat, Provinsi
Jawa Tengah, Provinsi
Jawa Timur
Pengamanan Pesisir 5
Perkotaan Pantura
Jawa
05
Pemasangan sistem peringatan dini di
kawasan rawan longsor
Jumlah sistem peringatan dini
bencana longsor yang dibangun
25 25 25 25 25 125,0 Tersebar Penguatan Sistem
Peringatan Dini
Bencana
05
Penyusunan peta risiko dan rencana
induk penurunan tanah
Jumlah peta risiko penurunan tanah
di kawasan prioritas
2 2 2 2 2 2,1 Pusat 05
berkas 3, hlm. 604
020.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Penegakan peraturan pengambilan air
tanah
Jumlah kabupaten/kota yang
memiliki pengendalian ekstraksi air
tanah di Kawasan Pesisir Utara Jawa
dan Kawasan Prioritas
19 19 19 19 19 190,0 Provinsi Banten, Provinsi
DKI Jakarta, Provinsi
Jawa Barat, Provinsi
Jawa Tengah, Provinsi
Jawa Timur
Pengamanan Pesisir 5
Perkotaan Pantura
Jawa
05
Penyelidikan dan Konservasi Air Tanah
4,8
Pemantauan penurunan tanah Jumlah titik pemantauan penurunan
tanah (Titik)
200 200 200 200 200 4,8 Pusat 05
Program Pengaturan dan Pengawasan
Penyediaan dan Pendistribusian Bahan
Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas
Bumi Melalui Pipa 41,2
Pengaturan, Penetapan dan Pelaksanaan
Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bbm 30,5
Pengawasan Pelaksanaan BBM 1
(Satu) Harga
Jumlah Layanan Pengawasan
Pelaksanaan BBM 1 (Satu) Harga
1 1 1 1 1 30,5 Pusat 05
Pengaturan, Penetapan dan Pengawasan
pada Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas
Bumi Melalui Pipa 10,7
Layanan Dukungan Percepatan
Pembangunan Ruas Pipa Transmisi
dan Distribusi Gas Bumi
Jumlah Layanan Dukungan
Percepatan Pembangunan Ruas Pipa
Transmisi dan Distribusi Gas
Bumi(km)
15300 15800 16300 16800 17300 10,7 Trans Kalimantan Pipa Gas Bumi Trans
Kalimantan (2.219 KM)
05
Program Pengelolaan Energi Baru
Terbarukan Dan Konservasi Energi 3.452,1
Pembinaan, Pengawasan dan
Pengusahaan Bioenergi 6,5
Layanan Dukungan Pengembangan
Industri EBT
TKDN Pembangkit PLT Bioenergi 40 40 40 40 40 6,5 Pusat 01
berkas 3, hlm. 605
020.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembinaan, Pengawasan dan
Pengusahaan Aneka Energi Baru
Terbarukan 29,5
Peningkatan kebijakan harga Jumlah Kebijakan harga energi dan
tarif (rekomendasi)
1 1 1 1 1 10,0 Pusat 06
Layanan Dukungan Pengembangan
Industri EBT
TKDN Pembangkit PLT Bayu 40 40 40 40 40 6,5 Pusat 01
TKDN Pembangkit PLT Surya 40 40 40 40 40 6,5 Pusat 01
TKDN Pembangkit PLT Air 70 70 70 70 70 6,5 Pusat 01
Pembinaan, Penerapan dan Pengawasan
Konservasi Energi 2,1
Penyusunan Standar Kinerja Energi
Minimum
Jumlah peralatan yang disusun
SKEM-nya
3 2 1 - - 2,1 Pusat 06
Pembinaan, Pengawasan dan
Pengusahaan Panas Bumi 13,4
Wilayah Panas Bumi yang Ditawarkan Jumlah Wilayah Panas Bumi yang
Ditawarkan (Wilayah)
5 5 5 4 3 4,3 Kab. Sukabumi, Kab.
Kuningan, Kab. Tegal,
Kab. Manggarai Barat,
Kab. Buru
05
Wilayah Panas Bumi yang Ditetapkan Jumlah Wilayah Panas Bumi yang
Ditetapkan (wilayah)
2 2 2 2 2 2,6 Kab. Bangli, Kab.
Maluku Tengah
Layanan Dukungan Pengembangan
Industri EBT
TKDN Pembangkit PLT Panas Bumi 30 30 33 33 35 6,5 Pusat 01
berkas 3, hlm. 606
020.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA NON-
OPERASIONAL TAHUN
2020-2024
(Rp. Miliar)
Perencanaan, Pembangunan dan
Pengawasan Infrastruktur Energi Baru,
Terbarukan dan Konservasi Energi
3.400,6
Layanan Pembangunan Infrastruktur
EBTKE
Jumlah layanan pembangunan
infrasttruktur EBT
13 13 13 13 13 297,5 Pusat 05
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop 34,63 35,88 38,53 47,37 51,78 1.203,1 Kota Medan, Kota
Palembang, Kota
Surakarta, Kota
Surabaya, Kota
Denpasar, Kota Kupang,
Kota Samarinda, Provinsi
Kalimantan Utara, Kota
Manado, Kota Makassar
05
Pengembangan Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) terpusat di
Kawasan 4T
Jumlah PLTS Terpusat 0 0 5 5 5 1.050,0 Tersebar 05
Infrastruktur EBT Jumlah Infrastruktur EBT yang
terbangun
97 50 50 50 50 850,0 Pusat 05
JUMLAH 20.586,2
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 607
022.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perhubungan 2.836,0
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Perhubungan 500,0
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan 619,3
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan 19.958,1
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Darat 30.705,7
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Perkeretaapian 77.802,8
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Laut 47.472,9
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara 45.264,6
Program Pengelolaan Transportasi Jabodetabek 2.213,0
JUMLAH 227.372,4
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 608
022.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Pengembangan Sumber Daya
Manusia Perhubungan 12.980,7
Pendidikan Perhubungan Darat 2.971,8
Diklat Vokasi Pendidikan
Perhubungan Darat
Jumlah lulusanDiklat Vokasi
Pendidikan Perhubungan Darat
(orang)
5428 5289 5369 5463 5660 1.170,8 Sumsel, Jateng,
Jatim,Jabar, Bali, Kalbar
03
Diklat Teknis Pendidikan
Perhubungan Darat
Jumlah Lulusan Diklat Teknis
Pendidikan Perhubungan Darat
(orang)
4652 7746 9393 9673 9574 655,1 Sumsel, Jateng,
Jatim,Jabar, Bali, Kalbar
03
Diklat Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan Safety and Security SDM
Transportasi Darat
Diklat Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan Safety and Security
SDM Transportasi Darat (orang)
19510 27731 27831 28361 29071 746,4 Sumsel, Jateng,
Jatim,Jabar, Bali, Kalbar
05
Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan
Prasarana Penunjang Diklat
Transportasi Darat
Jumlah Sarana dan Prasarana
Penunjang Diklat Transportasi Darat
(paket)
6 6 6 6 6 399,5 Sumsel, Jateng,
Jatim,Jabar, Bali, Kalbar
03
Pendidikan Perhubungan Laut 6.701,0
Diklat Vokasi Pendidikan
Perhubungan Laut
Jumlah lulusan Diklat Vokasi
Pendidikan Perhubungan Laut
(orang)
16038 16983 17416 17981 18822 2.710,7 Aceh, Sumbar, DKI,
Banten, Jabar, Jateng,
Jatim, Sulsel, Sulut,
Papua Barat
03
Diklat Teknis Pendidikan
Perhubungan Laut
Jumlah Lulusan Diklat Teknis
Pendidikan Perhubungan Laut
(orang)
168637 171523 173228 173570 179545 2.248,1 Aceh, Sumbar, DKI,
Banten, Jabar, Jateng,
Jatim, Sulsel, Sulut,
Papua Barat
03
Diklat Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan Safety and Security SDM
Transportasi Laut
Jumlah lulusan Diklat
Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan Safety and Security
SDM Transportasi Laut (orang)
82392 71573 73912 73572 73942 1.311,2 Aceh, Sumbar, DKI,
Banten, Jabar, Jateng,
Jatim, Sulsel, Sulut,
Papua Barat
05
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 609
022.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan
Prasarana Penunjang Diklat
Transportasi Laut
Jumlah Sarana dan Prasarana
Penunjang Diklat Transportasi Laut
(paket)
- 12 12 12 12 431,0 Aceh, Sumbar, DKI,
Banten, Jabar, Jateng,
Jatim, Sulsel, Sulut,
Papua Barat
03
Pendidikan Perhubungan Udara 3.307,8
Diklat Vokasi Pendidikan
Perhubungan Udara
Jumlah Lulusan Diklat Vokasi
Pendidikan Perhubungan Udara
(orang)
4873 5434 5674 5626 5883 1.164,8 Sumut, Sumsel, Banten,
Jatim, Sulsel, Papua
03
Diklat Teknis Pendidikan
Perhubungan Udara
Jumlah Lulusan Diklat Teknis
Pendidikan Perhubungan Udara
(orang)
7145 7169 7906 8017 8303 1.672,5 Sumut, Sumsel, Banten,
Jatim, Sulsel, Papua
03
Diklat Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan Safety and Security SDM
Transportasi Udara
Jumlah Lulusan Diklat
Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan Safety and Security
SDM Transportasi Udara (orang)
12495 8222 8287 8317 8452 255,1 Sumut, Sumsel, Banten,
Jatim, Sulsel, Papua
05
Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan
Prasarana Penunjang Diklat
Transportasi Udara
Jumlah Sarana dan Prasarana
Penunjang Diklat Transportasi Udara
(paket)
8 8 8 8 8 215,5 Sumut, Sumsel, Banten,
Jatim, Sulsel, Papua
03
Program Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Transportasi Darat 19.098,2
Pembangunan dan Pengelolaan Lalu
Lintas Jalan 7.525,0
Penyediaan fasilitas keselamatan jalan
(marka jalan, rambu jalan, pagar
pengaman, dan penerangan jalan
umum, ATCS)
Lokasi yang disediakan fasilitas
keselamatan jalan (provinsi)
33 33 33 33 33 7.500,0 Pusat 05
Pembentukan Road Safety
Center/Sekretariat Keselamatan Jalan
Jumlah kelembagaan Keselamatan
Jalan yang dibentuk oleh Pemda
(pemda)
20 20 20 20 20 25,0 Pusat 05
Pembangunan dan Pengelolaan
Angkutan Jalan 3.400,0
Penyelenggaraan Keperintisan
Angkutan Jalan
Jumlah trayek perintis angkutan
jalan yang dilayani (lintas)
307 375 450 500 550 965,0 Tersebar 05
berkas 3, hlm. 610
022.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis
jalan (perkotaan)
1 1 1 1 1 350,0 DKI Jakarta Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis
jalan (perkotaan)
1 1 1 1 1 100,0 Jawa Timur Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis
jalan (perkotaan)
1 1 1 1 1 125,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis
jalan (perkotaan)
1 1 1 1 1 60,0 Jawa Barat Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
berkas 3, hlm. 611
022.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis
jalan (perkotaan)
1 1 1 1 1 150,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Makassar Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis
jalan (perkotaan)
1 1 1 1 1 150,0 Sulawesi Selatan Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
subsidi angkutan umum massal
perkotaan
Terselenggaranya subsidi angkutan
umum massal perkotaan (paket)
6 8 10 12 14 1.500,0 Tersebar 05
Pembangunan dan Pengelolaan
Prasarana Transportasi Jalan 1.246,9
Pembangunan Balai uji kelaikan
kendaraaan bermotor (UPPKB)
(Dukungan APBN)
Balai uji kelaikan kendaraaan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 295,0 Jawa Barat 05
Pembangunan Terminal Aruk Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
- - 1 - - 76,0 Kalimantan Barat 05
Pembangunan Terminal Nanga Badau Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 60,0 Kalimantan Barat 05
Pembangunan Terminal Temajuk Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 50,0 Kalimantan Barat 05
berkas 3, hlm. 612
022.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Terminal Jagoibabang Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 50,0 Kalimantan Barat 05
Pembangunan Terminal Motaain Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 17,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pembangunan Terminal Motamasin Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 50,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pembangunan Terminal Wini Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 25,2 Nusa Tenggara Timur 05
Pembangunan Terminal Skouw Jumlah terminal antarnegara yang
dibangun/ditingkatkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 23,8 Papua 05
Pengembangan Sistem Angkutan
umum massal perkotaan berbasis
jalan yang dikembangkan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan
(BRT) (perkotaan)
5 5 5 5 6 500,0 Tersebar Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan umum
massal perkotaan Palembang berbasis
jalan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan
(BRT) (perkotaan)
- 1 - - - 50,0 Sumatera Selatan 05
Pengembangan Angkutan umum
massal perkotaan Denpasar berbasis
jalan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan
(BRT) (perkotaan)
- 1 - - - 50,0 Bali 05
Pembangunan dan Pengelolaan
Transportasi Sungai, Danau, dan
Penyeberangan 6.926,3
Penyelenggaraan Keperintisan
Angkutan Penyeberangan
Jumlah trayek perintis angkutan
penyeberangan yang dilayani (lintas)
234 300 315 325 335 2.650,0 Tersebar 05
berkas 3, hlm. 613
022.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Pulau Telo
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Sumatera Utara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Bias Munjul
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Bali 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Sampelan
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Bali 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Siompu
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Sulawesi Utara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Kadatua
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Sulawesi Utara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Leti
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Maluku 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Kaimana
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Papua Barat 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Sikabaluan
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Sumatera Barat 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Dolong
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Sulawesi Tengah 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Sermata
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Maluku 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Makalehi
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Sulawesi Utara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Batanta
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Papua Barat 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Letung
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Weda
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Maluku 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Salawati
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Papua Barat 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Merauke
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Papua 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Pangkalaseang
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 85,0 Sulawesi Tengah 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan P. Burung
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Riau 05
berkas 3, hlm. 614
022.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Maritaing
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Dakal
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Bade
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Papua 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan P. Merbau
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Tarempa
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Siladen
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Sulawesi Utara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Serasan
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 85,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Karimata
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Kalimantan Barat 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Talise
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Sulawesi Tengah 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Pasokan
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Sulawesi Tengah 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Waren
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Papua 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Pagai Selatan
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Sumatera Barat 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Sei Guntung
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Manggar
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Bangka Belitung 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Ketam Putih
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Riau 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Wairiang
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Kawio
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Sulawesi Utara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Pulau Seliu
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 60,0 Bangka Belitung 05
berkas 3, hlm. 615
022.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan KSPN Danau Toba
Jumlah dermaga penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
7(berlanjut) 7(selesai) - - - 295,3 Sumatera Utara 05
Pembangunan Ppelabuhan
Penyeberangan Tj. Kelayang
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Bangka Belitung 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Binongko
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Sulawesi Tenggara 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Tomia
jumlah pelabuhan penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 85,0 Sulawesi Tenggara 05
Pengembangan Dermaga di Danau
Batur
Jumlah dermaga penyeberangan
yang dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 45,0 Bali 05
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Sungai Sawaerma
Pelabuhan penyeberangan sungai
dibangun (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 36,0 Papua 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Kaledupa-Tomia-Binongko
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 30,0 Sulawesi Tenggara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Bombana-Tg Phising
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 30,0 Sulawesi Tenggara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Tg Uban-Matak-Penagi
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 30,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Alai Insit-Pecah Buyung
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 30,0 Riau 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Sri Menanti-Krg Baru
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 30,0 Sumatera Selatan 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Tk. Dalam-Tk Bungus
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 30,0 Sumatera Utara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Sei Asam-Sunyat
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 30,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Patani-Gebe
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 30,0 Maluku Utara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Tk.Dalam-Gn.Sitoli-P.Pulau
Batu
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 30,0 Sumatera Utara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Kisar-Leti-Moa
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 30,0 Maluku 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Bastiong-Moti
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 30,0 Maluku Utara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Sapudi-Kangean
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 30,0 Jawa Timur 05
berkas 3, hlm. 616
022.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Kep. Mentawai
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 30,0 Sumatera Barat 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Dobo-Lamerang
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 30,0 Maluku 05
Pembangunan kapal penyeberangan
Cadangan Perintis KBI
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 30,0 Tersebar 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Patumbukan-P.Tanah Jampea
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Sulawesi Selatan 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Sofifi-Makian-Kayoa
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Maluku Utara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Teor-Kesui
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Maluku 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Penagi-Sintete
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Kalimantan Barat 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Garongkong-Kariangau
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Sulawesi Selatan -
Kalimantan Timur
05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Kaimana-Pomako
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Papua Barat 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Babang-P.Mandioli
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Maluku Utara 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Pamana-Kewapante
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Manokwari-Serui
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Papua Barat 05
Pembangunan kapal penyeberangan
perintis Wahai-Foley-Arar
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Papua Barat 05
Pembangunan kapal penyeberangan
Cadangan Perintis KTI
kapal penyeberangan yang dibangun
(unit)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Tersebar 05
Pelayanan Long Distance Ferry
Jangkar - Lembar - NTT
Jumlah trayek perintis angkutan
penyeberangan yang dilayani (lintas)
1 1 1 1 1 80,0 Jawa Timur 05
Program Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Transportasi
Perkeretaapian 68.537,6
Pembangunan dan Pengelolaan Bidang
Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api 1.904,9
berkas 3, hlm. 617
022.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyediaan Subsidi Perintis KA Tersedianya Layanan Subsidi
Perkeretaapian (lintas)
7 9 9 10 10 1.904,9 Pusat 05
Pembangunan dan Pengelolaan
Prasarana dan Fasilitas Pendukung
Kereta Api 66.632,7
Penanganan perlintasan sebidang KA
dengan jalan, Pemasangan, dan
Penyediaan Fasilitas Keselamatan
Perkeretaapian
Lokasi yang ditangani dan
disediakan fasilitas keselamatan
jalan (provinsi)
1 10 10 10 10 1.095,0 Banten, DKI Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah,
Yogyakarta, Jawa Timur,
Lampung, Sumatera
Selatan, Sumatera Barat,
Sumatera Utara
05
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Banda Aceh - Sigli - Bireuen -
Lhoksemawe)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
13
(berlanjut)
13 (Selesai) 15
(berlanjut)
15
(berlanjut)
15 (Selesai) 458,5 Aceh 05
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Besitang - Sei liput - Langsa - Lhok
seumawe)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
35 (Selesai) 30
(berlanjut)
30
(berlanjut)
30
(berlanjut)
30 (Selesai) 1.050,0 Aceh 05
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Rantau Prapat - Pondok S2 - Kota
Pinang - Batas Sumut - Duri - Pekan
baru)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
33 (Selesai) 25 (berlanjut) 25 (berlanjut) 25 (Selesai) 30 (berlanjut) 1.215,0 Sumatera Utara- Riau 05
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Palembang - Betung - Jambi)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- 20 (berlanjut) 20 (berlanjut) 20 (Selesai) 20 (berlanjut) 550,0 Sumatera Selatan - Jambi 05
Pembangunan KA Ekspres Jakarta-
Semarang
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- 432 (berlanjut)432 (berlanjut)432 (berlanjut)432 (berlanjut) 16.280,0 Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Tengah
KA Kecepatan Tinggi
Pulau Jawa (Jakarta-
Semarang dan Jakarta-
Bandung)
05
Pembangunan Jalur Ganda Jawa
Barat (Bogor-Sukabumi; Cikampek-
Padalarang; Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
38
(berlanjut)
17
Selesai
90
(berlanjut)
90
(berlanjut)
90
(berlanjut)
3.007,3 Jawa Barat 05
Reaktivasi Jalur KA Pariaman-Naras -
Sungai Limau
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- - 15 (berlanjut ) 15 (berlanjut ) 15
(lselesai)
550,0 Sumatera Barat 05
Reaktivasi Jalur KA Banten
(Rangkasbitung - Pandeglang- Saketi-
Menes-Labuhan, Saketi - Bayah)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- 17
(berlanjut)
17
(berlanjut)
Selesai
(berlanjut)
900,0 Banten 05
berkas 3, hlm. 618
022.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Reaktivasi Jalur KA Jawa Barat
(Cianjur-Padalarang; Rancaekek-
Jatinangor-Tanjungsari; Cibatu-Garut-
Cikajang; Banjar-Cijulang;
Cikudapateh-Ciwidey) APBN
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
15
(berlanjut)
15
(berlanjut)
15
(selesai)
24
(berlanjut)
24
(berlanjut)
1.010,0 Jawa Barat 05
Pembangunan Jalur KA Makassar -
Pare Pare (Dukungan APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
43 (selesai) 64 (berlanjut) 64
(selesai)
12
(berlanjut)
12
(berlanjut)
12
(selesai)
3.790,4 Sulawesi Selatan Kereta Api Makassar-
Pare Pare
05
Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas
Selatan Jawa (Wonokromo-Mojokerto-
Jombang)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
23
(selesai)
20
(berlanjut)
20
(selesai)
25
(berlanjut)
25
(selesai)
1.210,0 Jawa Timur 05
Pembangunan Jalur KA Mengwitani -
Singaraja (Dukungan APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- - 14
(berlanjut)
14
(berlanjut)
14
(berlanjut)
325,0 Bali 05
Pembangunan KA Trans Kalimantan
(Balik papan - Samarinda)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- - 20
(berlanjut)
20
(berlanjut)
20
(selesai)
450,0 Kalimantan Timur 05
Pembangunan Jalur KA Pemantang
Siantar - Danau Toba (Dukungan
APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- - 15(berlanjut) 15 (berlanjut) 15 (selesai) 305,0 Sumatera Utara 05
Pembangunan Jalur Ganda KA Banjar -
Kroya
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
20(berlanjut) 20 (berlanjut) 20 (selesai) 500,0 Jawa Tengah 05
Pembangunan Jalur Ganda KA
Rangkasbitung-Merak
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
(km)
- 20
(berlanjut)
20
(berlanjut)
20 (selesai); 15 (berlanjut)15
(berlanjut)
800,0 Banten 05
Peningkatan Jalur KA di Banten
(Rangkasbitung-Merak)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
15 15 15 15 9 676,4 Banten 05
Peningkatan Jalur KA di Sumatera
Utara (Araskabu - Tebing Tinggi -
Rantau Prapat dan Tebing Tinggi -
Siantar)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
128 40 40 20 4 1.456,2 Sumatera Utara 05
Peningkatan Jalur KA di Sumatera
Barat (Padang - Pariaman; Padang-
Bukit Putus; Kayu Tanam - Batu
Tabal)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
14 5 20 20 10 1.017,1 Sumatera Barat 05
Peningkatan Jalur KA di Sumatera
Selatan (Lahat - Lubuk Linggau)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
8 20 20 20 6 438,8 Sumatera Selatan 05
Peningkatan Jalur KA di Jawa Barat
(Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
100 56 - - - 209,6 Jawa Barat 05
berkas 3, hlm. 619
022.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan Jalur KA di Jawa Tengah
(Semarang-Solo; Banjar-Kroya)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
91 20 20 30 53 699,0 Jawa Tengah 05
Peningkatan Jalur KA di Jawa Timur
(Surabaya - Banyuwangi; Surabaya-
Malang; Bangil-Kertosono)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
65 60 70 70 60 908,2 Jawa Timur 05
Pemeliharaan, Perawatan dan
Pengoperasian Jaringan Prasarana
Kereta Api
Terselenggaranya pemeliharaan,
perawatan, dan pengoperasian
jaringan prasarana kereta api (paket)
1 1 1 1 1 7.500,0 Pusat 05
Pembangunan KA akses Pelabuhan
Tanjung Emas
KA akses Pelabuhan yang dibangun
(km)
2 - - - - 7,5 Jawa Tengah 05
Pembangunan KA akses Pelabuhan
Teluk Lamong
KA akses Pelabuhan yang dibangun
(km)
4(berlanjut) 4(berlanjut) 4(berlanjut) 4(selesai) 200,0 Jawa Timur 05
Pembangunan KA akses Pelabuhan
Garongkong
KA akses Pelabuhan yang dibangun
(km)
- - 5(berlanjut) 5(selesai) - 500,0 Sulawesi Selatan 05
Pembangunan KA akses Bandara Adi
Sumarmo
KA akses Bandara yang dibangun
(km)
13(berlanjut) 13(berlanjut) 13(selesai) - - 240,0 Jawa Tengah 05
Pembangunan KA akses Bandara
Raden Intan
KA akses Bandara yang dibangun
(km)
1,3 - - - - 74,7 Lampung 05
Pembangunan KA akses Bandara
Internasional Yogyakarta
KA akses Bandara yang dibangun
(km)
6(berlanjut) 6(selesai) - - - 800,0 yogyakarta 05
Pembangunan Akses Kereta Api
Menuju Bandara Juanda
KA akses Bandara yang dibangun
(km)
- - - 10(berlanjut) 10(selesai) 300,0 Jawa Timur 05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.670,0 DKI Jakarta Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
berkas 3, hlm. 620
022.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Perkeretaapian Jabodetabek Panjang jalur yang dibangun (km) 17(berlanjut) 17(selesai) 33(berlanjut) 33(berlanjut) 33(selesai) 2.040,0 DKI Jakarta Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
KA Outer Jabodetabek Panjang jalur yang dibangun (km) - - 10(berlanjut) 10(berlanjut) 10(selesai) 500,0 DKI Jakarta Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.710,0 Jawa Timur Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan KA Komuter Surabaya
Gerbang Kertasusila
Panjang jalur KA yang dibangun
(km)
- - 20(berlanjut) 20 (berlanjut) 20 (selesai) 1.000,0 Jawa Timur Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
berkas 3, hlm. 621
022.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 3.000,0 Sumatera Utara Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan /Peningkatan Jalur KA
Komuter (Medan-Binjai-Besitang)
Panjang jalur KA yang
dibangun/ditingkatkan (km)
20(berlanjut) 20(berlanjut) 20 (selesai) - - 244,3 Sumatera Utara Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 3.390,0 Jawa Barat Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pembangunan Jalur Ganda dan
elektrifikasi KA Kiara Condong -
Cicalengka
Panjang jalur yang dibangun (km) - 27(berlanjut) 27(berlanjut) 27(berlanjut) 27(selesai) 1.000,0 Jawa Barat Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
berkas 3, hlm. 622
022.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.500,0 Jawa Tengah Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Makassar Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.000,0 Sulawesi Selatan Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Elektrifikasi Jalur KA Jogja-Solo Panjang jalur Elektrifikasi KA yang
dibangun (km)
60 - - - - 600,0 Jawa Tengah, Yogyakarta 05
Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan berbasis rel di Ibu
Kota Negara
Terbangunnya sistem angkutan
umum massal Perkotaan berbasis rel
(perkotaan)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 454,7 Kalimantan Timur 05
Program Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Transportasi Laut 25.320,9
Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Kegiatan di Bidang Kenavigasian 2.570,8
Penyediaan sarana bantu navigasi
pelayaran
Jumlah sarana bantu navigasi
pelayaran yang disediakan (unit)
67 70 73 75 77 1.118,2 Pusat 05
Penyediaan kapal navigasi Jumlah kapal navigasi yang
dibangun (unit)
10 14 18 22 25 1.000,0 Pusat 05
Penyediaan Vessel Traffic Services
Terintegrasi
Jumlah Vessel Traffic Services
Terintegrasi yang disediakan (unit)
15 20 25 30 35 452,6 Pusat 05
Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Kegiatan di Bidang Lalu Lintas dan
Angkutan Laut 10.267,4
berkas 3, hlm. 623
022.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Subsidi Tol Laut Jumlah rute angkutan tol laut tetap
dan teratur (trayek)
21 22 23 24 25 2.398,0 tersebar 05
Subsidi Angkutan Laut Perintis Jumlah rute angkutan laut perintis
(trayek)
113 113 113 113 113 6.498,9 tersebar 05
Pengembangan sistem Inaportnet dan
sistem pelayanan terpadu
terlaksanannya pengembangan
sistem Inaportnet dan sistem
pelayanan terpadu (lokasi)
20 22 24 19 20 1.332,0 tersebar 05
Penyediaan Moda Kapal Ternak di
Belu
Jumlah moda kapal ternak yang
disediakan di Kabupaten Belu (rute)
1 1 1 1 1 38,5 Nusa Tenggara Timur 05
Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Kegiatan di Bidang Pelabuhan dan
Pengerukan 12.482,7
Pembangunan Pelabuhan Patimban
(PHLN)
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 4.832,2 Jawa Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Kendal Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 90,0 Jawa Tengah 05
Pengembangan Pelabuhan Nabire Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 (selesai) - - - - 39,0 Papua 05
Pengembangan Pelabuhan Merauke Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 45,0 Papua 05
Pengembangan Pelabuhan Labuhan
Bajau
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 42,0 Sumatera Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Mansalean Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 27,7 Sulawesi Tengah 05
Pengembangan Pelabuhan Teluk
Sasah
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 36,3 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Pelabuhan Gane
Dalam
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 26,0 Maluku Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Pulau
Bunyu
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Kalimantan Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Mesuji Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Lampung 05
Pengembangan Pelabuhan Sarmi Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 49,0 Papua 05
Pengembangan Pelabuhan Tahuna Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 22,5 Sulawesi Utara 05
berkas 3, hlm. 624
022.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Pelabuhan Seba Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 110,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Wanci Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 90,0 Sulawesi Tenggara 05
Pengembangan Pelabuhan Ba'a Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 33,8 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Soasio Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 37,5 Maluku Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Saumlaki Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 67,5 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Sebuku Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 50,0 Kalimantan Selatan 05
Pengembangan Pelabuhan Tual Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 45,0 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Namlea Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 25,0 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Tanjung
Batu Kundur
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 25,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Pelabuhan Larantuka Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 45,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Moor Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 22,5 Papua 05
Pengembangan Pelabuhan Jampea Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 25,0 Sulawesi Selatan 05
Pengembangan Pelabuhan Geser Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 25,0 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Gorom Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 22,5 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Raijua Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 22,5 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Wini Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 45,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Moa Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 25,0 Maluku 05
Pembangunan Pelabuhan Ujung
Jabung
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,0 Jambi 05
berkas 3, hlm. 625
022.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Pelabuhan Pelaihari Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1 - 11,3 Kalimantan Selatan 05
Pengembangan Pelabuhan Maloy Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 40,5 Kalimantan Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Depapre Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(selesai) 50,0 Papua 05
Pengembangan Pelabuhan Malarko Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Pelabuhan Batu
Ampar
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 90,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Pelabuhan Kariangau
(Balikpapan)
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 100,0 Kalimantan Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Palaran
(Samarinda)
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 100,0 Kalimantan Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Dompak Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 50,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Pelabuhan Tanjung
Mocoh
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 75,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Pelabuhan Kilo Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 50,0 Nusa Tenggara Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Belang-
Belang
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 90,0 Sulawesi Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Tobelo Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 90,0 Maluku Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Kaimana Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) - - - 90,0 Papua Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Pomako Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Papua 05
Pengembangan Pelabuhan Dobo Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Banggai Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Sulawesi Tengah 05
Rekonstruksi Pelabuhan Pantoloan
(PHLN)
Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Fasilitas Pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 812,0 Kabupaten Donggala,
Sulawesi Tengah
05
Rekonstruksi Pelabuhan Donggala
(PHLN)
Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Fasilitas Pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 130,5 Kabupaten Donggala,
Sulawesi Tengah
berkas 3, hlm. 626
022.B.19
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Rekonstruksi Pelabuhan Wani (PHLN) Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Fasilitas Pelabuhan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 101,5 Kabupaten Donggala,
Sulawesi Tengah
05
Pembangunan Pelabuhan Tanjung
Selor
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1 (selesai) - 70,0 Kalimantan Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Tegal, Kota
Tegal
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 140,0 Jawa Tengah 05
Pengembangan Pelabuhan Meranti Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 3,1 Riau 05
Pengembangan Pel;abuhan Kedindi
Reo
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 15,5 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembagan Pelabuhan Waikelo Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 1,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Likupang Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 7,5 Sulawesi Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Miangas Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 24,5 Sulawesi Utara 05
Pengembangan Pelabuhan Kaledupa Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 5,0 Sulawesi Tenggara 05
Pengembangan Pelabuhan Bajoe Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 5,0 Sulawesi Selatan 05
Pengembangan Pelabuhan Molu Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 16,9 Maluku 05
Pengembangan Pelabuhan Wasior Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1 - - - - 5,5 papua Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Tanah
Ampo
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Bali 05
Pembangunan Pelabuhan Labuan Bajo Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 90,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Pelabuhan Gili
Trawangan
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) - 150,0 Nusa Tenggara Barat 05
Pengembangan Pelabuhan Tanjung
Ular
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
- - - 1(berlanjut) 1 (selesai) 100,0 Bangka Belitung 05
Pengadaan peralatan bongkar muat lokasi pengerukan alur pelayaran
(lokasi)
8 8 8 8 8 2.000,0 Pusat 05
Penyelenggaraan pengerukan alur
pelayaran
terlaksanannya pengembangan
sistem Inaportnet dan sistem
pelayanan terpadu (lokasi)
20 22 24 19 20 1.332,0 tersebar 05
berkas 3, hlm. 627
022.B.20
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Transportasi Udara 25.777,5
Pelayanan Angkutan Udara 1.940,1
Penyediaan Subsidi perintis
penumpang, Kargo dan BBM
Jumlah subsidi perintis penumpang,
kargo dan BBM (rute)
35 35 35 35 35 1.940,1 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan, Rehabilitasi dan
Pemeliharaan Prasarana Bandar Udara
22.392,1
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Elelim
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 397,5 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Wamena
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 1.367,2 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Tanah Merah
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.179,6 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Magellum
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 31,1 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Korowai Batu
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 641,4 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Nop Goliath
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 525,8 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Korupun
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 50,0 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Mozes Kolangin
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 748,5 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Oksibil
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 290,3 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Ilaga
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 470,5 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
berkas 3, hlm. 628
022.B.21
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Jembatan Udara di
Bandara Mulia
Jumlah bandara pendukung
jembatan udara yang dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 120,5 Papua Jembatan Udara 37
Rute di Papua
05
Pembangunan Bandara Buntu Kunik Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1 0 0 0 0 131,1 Sulawesi Selatan 05
Pembangunan Bandara Nabire Baru Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 941,2 Papua 05
Pembangunan Bandara Siboru Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 1.138,5 Papua Barat 05
Pembangunan Bandara Bukit
Malintang
Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 250,0 Sumatera Utara 05
Pembangunan Bandara Bolaang
Mongondow
Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 463,1 Sulawesi Utara 05
Pembangunan Bandara Banggai Laut Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (lanjutan) 1 (lanjutan) 510,0 Sulawesi Tengah 05
Pembangunan Bandara Sobaham Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 380,0 Papua 05
Pembangunan Bandara Ngloram-Cepu Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 352,6 Jawa Tengah 05
Pembangunan Bandara Pahuwato Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 265,0 Gorontalo 05
Pembangunan Bandara Weda Bandara baru yang dibangun (lokasi) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 220,0 Maluku Utara 05
Pembangunan Bandara Bali Baru Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1 (lanjutan) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.500,0 Bali 05
Pembangunan Bandara Ketapang
Baru/Kayong Utara
Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1 (lanjutan) 1(berlanjut) 1 (selesai) 250,0 Kalimantan Barat 05
Pembangunan Bandara Murung Raya-
Kalteng
Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1 (lanjutan) 1(berlanjut) 1 (selesai) 297,4 Kalimantan Tengah 05
Pembangunan Bandara Wasior Baru Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 1(berlanjut) 1 (lanjutan) 1(berlanjut) 1 (selesai) 600,0 Papua Barat 05
Pembangunan Bandara Manokwari
Selatan
Bandara baru yang dibangun
(lokasi))
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 600,0 Papua 05
Pembangunan Bandara Gorom Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 550,0 Maluku 05
Pembangunan Bandara Labuan Batu Bandara baru yang dibangun
(lokasi))
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 700,0 Sumatera Utara 05
berkas 3, hlm. 629
022.B.22
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Bandara Sukabumi Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 400,0 Jawa Barat 05
Pembangunan Bandara Kolaka Utara Bandara baru yang dibangun (lokasi) 0 0 0 1(berlanjut) 1 (selesai) 650,0 Sulawesi Tenggara 05
Pengembangan Bandar Udara Domine
Eduard Osok
Jumlah bandara hub primer yang
dikembangkan (lokasi)
- 1(berlanjut) 1 (selesai) - - 180,0 Papua Barat 05
Pengembangan Bandara Kalimarau Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 28,4 Kalimantan Timur 05
Pengembangan Bandara Pitu-Morotai Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 47,0 Maluku Utara 05
Pengembangan Bandara Matahora
(Wakatobi)
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 288,2 Sulawesi Tenggara 05
Pengembangan Bandara Labuhan Bajo Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 1.200,0 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Bandara Sibisa Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 124,2 Sumatera Utara 05
Pengembangan Bandara Tanjung
Harapan
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 115,0 Kalimantan Utara 05
Pengembangan Bandara Bersujud
(Batulicin)
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
0 0 1 0 0 45,0 Kalimantan Selatan 05
Pengembangan Bandara Mutiara Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 245,0 Sulawesi Tengah 05
Pengembangan Bandara Babo Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 38,1 Papua Barat 05
Pengembangan Bandara Bintuni Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
0 1 0 0 0 45,0 Papua Barat 05
Pengembangan Bandara Marinda
(Waisai)
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 0,8 Papua Barat 05
Pengembangan Bandara Maimun
Saleh
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1 0 0 0 60,0 Aceh 05
Pengembangan Bandara Lasikin Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 1 0 0 85,0 Aceh 05
berkas 3, hlm. 630
022.B.23
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Binaka
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 90,0 Sumatera Utara 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Lasondre
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1 0 0 0 55,0 Sumatera Utara 05
Pengembangan Bandara Rokot Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 465,0 Sumatera Barat 05
Pengembangan Bandara Enggano Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 75,0 Bengkulu 05
Pengembangan Bandara Tambelan Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 62,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Bandara Raja Haji
Abdullah
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 85,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Bandara Letung Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 50,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Bandara Natuna Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 49,0 Kepulauan Riau 05
Pengembangan Bandara Pangsuma Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 61,5 Kalimantan Barat 05
berkas 3, hlm. 631
022.B.24
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Bandara Data Dawai Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 54,1 Kalimantan Timur 05
Pengembangan Bandara Long Apung Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 48,4 Kalimantan Utara 05
Pengembangan Bandara Yuwai
Semaring
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1 0 0 0 45,0 Kalimantan Utara 05
Pengembangan Bandara Maratua Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 75,0 Kalimantan Timur 05
Pengembangan Bandara Harun Thohir Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 1 0 0 65,0 Jawa Timur 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Naha
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 0 1 0 60,0 Sulawesi Utara 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Melongguane
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1 0 0 0 40,0 Sulawesi Utara 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Miangas
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 45,0 Sulawesi Utara 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Gebe
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1 0 0 0 35,0 Maluku Utara 05
berkas 3, hlm. 632
022.B.25
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Rampi
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 80,0 Sulawesi Selatan 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Seko
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 1 0 0 50,0 Sulawesi Selatan 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Tardamu
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 1 0 0 65,0 Nusa Tenggara Timur 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
D.C. Saundale
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 0 1 0 64,0 Nusa Tenggara Timur 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Inanwatan
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 0 1 0 72,0 Papua Barat 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Enarotali
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 86,0 Papua 05
Rehabilitasi/Pengembangan Bandara
Mindiptana
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 0 1 0 35,0 Papua 05
Pengembangan Bandara Mathilda
Batlayeri
Bandara di daerah terisolir,
perbatasan dan rawan bencana yang
direhabilitasi/ dikembangkan
(lokasi)
0 0 0 1 0 68,0 Maluku 05
Pengembangan Bandara Muko Muko Jumlah bandara yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,8 Bengkulu 05
berkas 3, hlm. 633
022.B.26
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Bandara Tampa
Padang
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 77,6 Sulawesi Barat 05
Pengembangan Bandara Dewadaru-
Karimunjawa
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 13,2 Jawa Tengah 05
Pengembangan Bandara Pangsuma-
Putussibau
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 1,5 Kalimantan Barat 05
Pengembangan Bandara Namrole Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 30,0 Maluku 05
Pengembangan Bandara Dobo Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 25,0 Maluku 05
Pengembangan Bandara Saumlaki Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 6,2 Maluku 05
Pengembangan Bandara Dumatubun-
Langgur (Karel Sadsuitubun - Langgur
)
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 50,0 Maluku 05
Pengembangan Bandara M.
Salahuddin-Bima
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 124,6 Nusa Tenggara Barat 05
Pengembangan Bandara Mali-Alor Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 41,2 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Bandara Soa-Bajawa Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 43,5 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Bandara Haliwen-
Atambua
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1 0 0 0 0 6,4 Nusa Tenggara Timur 05
Pengembangan Bandara Bandanaira Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 99,0 Maluku 05
berkas 3, hlm. 634
022.B.27
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Bandara Oesman
Sadik-Labuha
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 27,0 Maluku Utara 05
Pengembangan Bandara Buli-Maba Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 90,0 Maluku Utara 05
Pengembangan Bandara Sanana Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,0 Maluku Utara 05
Pengembangan Bandara Rendani Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 250,0 Papua Barat 05
Pengembangan Bandara Kuffar Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,0 Maluku 05
Pengembangan Bandara Kepi Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 0 0 0 0 20,0 Papua 05
Pengembangan Bandara Mopah Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 0 48,1 Papua 05
Pengembangan Bandara Moa Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 64,9 Maluku 05
Pengembangan Bandar Udara Tiom Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,0 Papua 05
Pembangunan Bandara Anggi Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 250,0 Papua Barat 05
Bandara Malikus Saleh Lhokseumawe Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,0 Aceh 05
Pengembangan Bandara Tanjung Bara Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
0 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 80,0 Kalimantan Timur 05
berkas 3, hlm. 635
022.B.28
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembangunan Bandara Perairan Raja
Ampat
Jumlah bandara perairan yang
dibangun (lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 30,0 Papua Barat 05
Pembangunan Bandara Perairan Pulau
Bawah
Jumlah bandara perairan yang
dibangun (lokasi)
0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 0 30,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan Bandara Perairan Gili
Iyang
Jumlah bandara perairan yang
dibangun (lokasi)
0 0 1(berlanjut) 1 (selesai) 0 25,0 Jawa Timur 05
Pembangunan Bandara Perairan Pulau
Senua
Jumlah bandara perairan yang
dibangun (lokasi)
0 0 0 1(berlanjut) 1 (selesai) 35,0 Kepulauan Riau 05
Pembangunan Bandara Perairan Pulau
Widi
Jumlah bandara perairan yang
dibangun (lokasi)
0 0 0 0 1 20,0 Maluku Utara 05
Pengawasan dan Pembinaan
Kelaikudaraan dan Pengoperasian
Pesawat Udara 1.110,0
Pengadaan Pesawat Udara Kalibrasi Jumlah Pesawat Udara Kalibrasi
yang dibangun (unit)
4 4 4 4 4 1.110,0 Pusat 05
Pembangunan, Rehabilitasi dan
Pemeliharaan Prasarana Navigasi
Penerbangan 335,3
Pengadaan dan modernisasi sarana
navigasi CNS/ATM
Jumlah sarana navigasi CNS/ATM
disediakan dan dimodernisasi
(Communication, Navigation,
Surveilance/air traffic management
system) (unit)
- 1 1 1 1 335,3 Pusat 05
Program Pengelolaan Transportasi
Jabodetabek 1.497,1
Peningkatan, Penyediaan serta
Pengembangan Lalu Lintas di Wilayah
Jabodetabek 609,9
Pembangunan dan Pengembangan
Area Traffic Control System (ATCS)
serta Sistem Informasi Terpadu di
Jabodetabek
Jumlah Kawasan yang Dibangun
Sistem ATCS dan Sistem Informasi
Terpadunya (kawasan)
1 1 1 1 1 255,4 Jawa Barat, DKI, Banten 05
Pengembangan Fasilitas serta Sistem
Keselamatan dan Keamanan
Transportasi di Perkotaan
Jumlah Kawasan yang Fasilitas serta
Sistem Keselamatan dan Keamanan
Transportasinya dikembangkan
(kawasan)
1 1 1 1 1 234,5 Jawa Barat, DKI, Banten 05
berkas 3, hlm. 636
022.B.29
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan Sistem Pengendalian
Lalu Lintas Modern (termasuk ERP) di
Jabodetabek
Jumlah Kawasan yang menerapkan
Sistem ERP dan atau Pembatasan
Sepeda Motor (kawasan)
- 1 1 1 1 120,0 Jawa Barat, DKI, Banten 05
Peningkatan, Penyediaan Pelayanan
Angkutan Orang, Angkutan barang serta
Pengawasan Angkutan di Wilayah
Jabodetabek
210,0
Pengembangan Sistem BRT sebagai
Feeder Transportasi Umum
Jabodetabek yang ramah lingkungan
Jumlah Rute Angkutan Pemadu
Moda yang ramah lingkungan yang
Dibangun dan Dikembangkan (rute)
- 7 7 7 7 210,0 Jawa Barat, DKI, Banten 05
Pembangunan dan Pengelolaan
Prasarana Transportasi Jabodetabek 677,2
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan APBN)
Jumlah kawasan TOD yang
dikembangkan (kawasan)
- 4(berlanjut) 4(berlanjut) 4(berlanjut) 4 (selesai) 400,0 Jawa Barat, DKI, Banten Sistem Angkutan
Umum Massal
Perkotaan di 6
Wilayah Metropolitan:
Jakarta, Surabaya,
Bandung, Medan,
Semarang, dan
Makassar
05
Pembangunan Terminal Type A
Jatijajar
Jumlah Terminal Type A yang di
bangun (terminal)
1 - - - - 14,1 Jawa Barat 05
Pengembangan Terminal Type A
Pondok Cabe
Jumlah Terminal Type A yang di
kembangkan (terminal)
1 - - - - 48,1 Banten 05
Pembangunan dan Pengembangan
Sistem Logistik Perkotaan di
Jabodetabek
Jumlah Sentra Logistik (Terminal
Barang) Terintegrasi Angkutan
Logistik Berbasis Jalan Rel dan
Kanal yang dikembangkan di
kawasan peri-peri Jabodetabek
(terminal)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 75,0 Jawa Barat, DKI, Banten 05
Pengembangan Inland Waterways
sebagai Bagian Pengembangan Sistem
Logistik Perkotaan Jabodetabek
(Dukungan APBN)
Jumlah Kanal yang Dikembangkan
Sebagai Alur Angkutan (paket)
- 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1(berlanjut) 1 (selesai) 70,0 Jawa Barat, DKI, Banten 05
berkas 3, hlm. 637
022.B.30
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengembangan integrasi simpul
transportasi Jabodetabek
Jumlah prasarana transportasi
jabodetabek yang dikembangkan
(paket)
- - 1 - 1 70,0 Jawa Barat, DKI, Banten 05
JUMLAH 153.212,1
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 638
023.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 12.159,6
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 458,9
Program Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 5.932,4
Program Pendidikan PAUD, Dasar dan Menengah 81.199,1
Program Pendidikan Tinggi 116.913,9
Program Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 1.752,2
Program Pelestarian Budaya 5.483,0
Program Guru dan Tenaga Kependidikan 53.379,5
Program Pendidikan Vokasi 61.736,7
JUMLAH 339.015,4
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 639
023.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan 961,7
Peningkatan Pelayanan Prima dalam
Perencanaan, Penganggaran dan Kerja
Sama Luar Negeri 407,6
Fasilitasi Perencanaan Pendidikan dan
Kebudayaan Daerah Terpadu
Jumlah Fasilitasi Perencanaan
Pendidikan dan Kebudayaan Daerah
Terpadu yang Mendapatkan
Peningkatan Pelayanan
0 34 34 34 34 71,8 Pusat 03
Layanan Perencanaan Jumlah Layanan Perencanaan 1 1 1 1 1 124,5 Pusat 03
Beasiswa Dharmasiswa Jumlah orang penerima beasiswa 650 650 650 650 650 211,2 Pusat 07
Penyediaan Data dan Statistik
Pendidikan dan Kebudayaan 119,5
Data dan Informasi Pendidikan dan
Kebudayaan
Jumlah SKPD yang Menyediakan
Data dan Informasi Pendidikan dan
Kebudayaan
548 548 548 548 548 119,5 Pusat dan Daerah 03
Pengembangan dan Pendayagunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) untuk Pendidikan dan Kebudayaan
434,6
Satuan Pendidikan Yang Menerapkan
TIK untuk E-Pembelajaran
Jumlah Sekolah Yang Menerapkan
TIK untuk E-Pembelajaran
9460 10000 10500 11000 11500 117,4 Pusat dan Daerah 03
Bahan Belajar Berbasis TIK Untuk
Pembelajaran (Konten Dan Aplikasi)
Jumlah Bahan Belajar Berbasis TIK
Untuk Pembelajaran (Konten Dan
Aplikasi)
6150 6150 6150 6150 6150 180,0 Pusat 03
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 640
023.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Model Media Pendidikan Berbasis TIK Jumlah Model Media Pendidikan
Berbasis TIK
11 11 11 11 11 21,0 Pusat 03
Sekolah Garis Depan (Daerah 3T)
Berbasis TIK
Jumlah Sekolah Garis Depan
(Daerah 3T) Berbasis TIK
300 500 600 700 800 116,2 Pusat dan Daerah 3T 03
Program Penelitian dan Pengembangan
dan Perbukuan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
4.322,3
Penyempurnaan Kurikulum dan Sistem
Pembelajaran 52,0
Perangkat pembelajaran yang
dikembangkan
Jumlah Perangkat pembelajaran
yang dikembangkan
106 106 106 106 106 52,0 Pusat 02, 03
Penyediaan Informasi Hasil Penilaian
Pendidikan 319,8
Soal yang dikembangkan Jumlah Soal yang dikembangkan 66280 66280 66280 66280 66280 100,6 Pusat 03
Satuan Pendidikan Yang
Melaksanakan CBT
Jumlah Satuan Pendidikan Yang
Melaksanakan CBT
90000 105000 120000 135000 150000 86,8 Pusat dan Daerah 03
Model Penilaian Pendidikan Jumlah Model Penilaian Pendidikan 9 9 9 9 9 49,3 Pusat 03
Bahan Kebijakan Hasil Penilaian
Pendidikan
Jumlah Bahan Kebijakan Hasil
Penilaian Pendidikan
7 7 7 7 7 83,1 Pusat 03
Fasilitasi Standar Mutu dan Pelaksanaan
Akreditasi 3.791,9
Satuan Pendidikan Formal
Diakreditasi
Jumlah Satuan Pendidikan Formal
yang Diakreditasi
50000 50000 50000 50000 50000 1.525,1 Pusat 03
Program/Satuan PAUD dan PNF
Diakreditasi
Jumlah Program/Satuan PAUD dan
PNF yang Diakreditasi
35000 35000 35000 35000 35000 1.185,1 Pusat 03
Standar Nasional Pendidikan yang
Dikembangkan
Jumlah Standar Nasional
Pendidikan yang Dikembangkan
8 8 8 8 8 78,6 Pusat 03
Peserta Didik Yang Dinilai
Kompetensinya Melalui Ujian Nasional
Jumlah Peserta Didik Yang Dinilai
Kompetensinya Melalui Ujian
Nasional
8424500 8424500 8424500 8424500 8424500 1.003,2 Pusat dan Daerah 03
Pengembangan dan Pengendalian Sistem
Perbukuan 158,7
Penilaian dan Pengawasan Perbukuan Jumlah Penilaian dan Pengawasan
Perbukuan
4010 4050 4100 4200 4300 102,3 Pusat 04
Sumber Daya Manusia dan Sistem
Informasi Perbukuan
Jumlah Sumber Daya Manusia dan
Sistem Informasi Perbukuan
112 150 160 170 180 56,3 Pusat 04
berkas 3, hlm. 641
023.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Program Pendidikan PAUD, Dasar dan
Menengah 61.104,5
Pembinaan Sekolah Menengah Pertama
16.879,9
Siswa Yang Mendapatkan Program
Indonesia Pintar
Jumlah Siswa SMP penerima
bantuan melalui KIP
4369968 4369968 4369968 4369968 4369968 15.065,5 Seluruh Indonesia 02, 03
Unit Sekolah Baru Yang Dibangun Jumlah Unit Sekolah Baru Yang
Dibangun
20 20 20 20 20 316,2 Pusat dan Daerah 02, 03
Sekolah Yang Direnovasi Jumlah Sekolah Yang Direnovasi 20 20 20 20 20 59,4 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan
Jumlah Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan
1120 1120 1120 1120 1120 380,6 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mendapatkan Pendidikan
Karakter Bangsa
Jumlah Siswa SMP Yang
Mendapatkan Pendidikan Karakter
Bangsa
39423 39423 39423 39423 39423 77,3 Pusat dan Daerah 04
Siswa Yang Mendapatkan Beasiswa
Bakat dan Berprestasi
Jumlah Siswa Yang Mendapatkan
Beasiswa Bakat dan Berprestasi
2303 2303 2303 2303 2303 38,2 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mengikuti Lomba, Festival,
dan Olimpiade
Jumlah Siswa Yang Mengikuti
Lomba, Festival, dan Olimpiade
3294 4056 4056 4056 4056 384,1 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
Jumlah Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
200 200 200 200 200 85,9 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum
dan Model Pembelajaran Yang Berlaku
Jumlah Sekolah Yang Menerapkan
Kurikulum dan Model Pembelajaran
Yang Berlaku
400 400 400 400 400 20,7 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Berbasis Komunitas Jumlah Sekolah Berbasis Komunitas 0 425 425 425 425 112,0 Pusat dan Daerah 03
SD-SMP Satu Atap yang dibangun Jumlah SD-SMP Satu Atap yang
dibangun
0 15 15 15 15 75,8 Pusat dan Daerah 03
SD-SMP Satu Atap Yang Mendapatkan
Bantuan Pembinaan
Jumlah SD-SMP Satu Atap Yang
Mendapatkan Bantuan Pembinaan
0 500 500 500 500 84,8 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Terbuka yang mendapatkan
bantuan operasional
Jumlah Sekolah Terbuka yang
mendapatkan bantuan operasional
245 245 245 245 245 179,4 Pusat dan Daerah 03
Pembinaan Sekolah Dasar 24.648,8
Siswa Yang Mendapatkan Program
Indonesia Pintar
Jumlah Siswa Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar
10360614 10360614 10360614 10360614 10360614 23.320,8 Seluruh Indonesia 02, 03
berkas 3, hlm. 642
023.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Unit Sekolah Baru Yang Dibangun Jumlah Unit Sekolah Baru Yang
Dibangun
8 8 8 8 8 131,0 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Direnovasi Jumlah Sekolah Yang Direnovasi 58 58 58 58 58 459,0 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Dasar yang mendapatkan
Pembinaan
Jumlah Sekolah Dasar yang
mendapatkan Pembinaan
514 514 514 514 514 59,4 Pusat dan Daerah 03
Sekolah yang Mendapatkan
Pendidikan Karakter Bangsa
Jumlah Sekolah Dasar yang
Mendapatkan Pendidikan Karakter
Bangsa
540 540 540 540 540 174,4 Pusat dan Daerah 04
Sekolah yang Mendapatkan Beasiswa
Bakat dan Prestasi
Jumlah Siswa yang Mendapatkan
Beasiswa Bakat dan Prestasi
1800 1800 1800 1800 1800 27,9 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mengikuti Lomba, Festival,
dan Olimpiade
Jumlah Siswa Yang Mengikuti
Lomba, Festival, dan Olimpiade
4842 4842 4842 4842 4842 238,6 Pusat dan Daerah 03
Sekolah yang Mendapatkan
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
Jumlah Sekolah yang Mendapatkan
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
514 514 514 514 514 83,6 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum
dan Model Pembelajaran Yang Berlaku
Jumlah Sekolah Yang Menerapkan
Kurikulum dan Model Pembelajaran
Yang Berlaku
148805 148805 148805 148805 148805 154,1 Pusat dan Daerah 03
Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Ditjen Pendidikan
Dasar dan Menengah
262,3
Sekolah yang menerapkan pendidikan
karakter bangsa
Jumlah sekolah yang menerapkan
pendidikan karakter bangsa
386 386 386 386 386 143,1 Pusat dan Daerah 04
Provinsi/Kab/Kota yang telah
dievaluasi capaian SPMnya
Jumlah Provinsi/Kab/Kota yang
telah dievaluasi capaian SPMnya
34 34 34 34 34 119,2 34 Provinsi 03
Penyediaan Layanan PAUD 1.477,1
Anak Usia Dini Memperoleh
Pengasuhan dan Perlindungan
Jumlah Anak Usia Dini yang
Memperoleh Pengasuhan dan
Perlindungan
0 6500 6500 6500 6500 52,5 Pusat dan Daerah 03
Lembaga PAUD Melaksanakan
Pembelajaran Berkualitas
Jumlah Lembaga PAUD yang
Melaksanakan Pembelajaran
Berkualitas
8000 10000 10000 10000 10000 245,1 Pusat dan Daerah 03
Lembaga/Mitra PAUD Memperoleh
Peningkatan Kapasitas
Jumlah Lembaga/Mitra PAUD yang
Memperoleh Peningkatan Kapasitas
1040 1040 1040 1040 1040 120,2 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 643
023.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Norma Standar Prosedur Kriteria
(NSPK) PAUD
Jumlah Norma Standar Prosedur
Kriteria (NSPK) PAUD
35 35 35 35 35 44,3 Pusat 03
Lembaga PAUD di Daerah 3T yang
Dibangun/Direvitalisasi
Jumlah Lembaga PAUD di Daerah 3T
yang Dibangun/Direvitalisasi
250 300 350 400 450 273,5 Pusat dan Daerah 03
Lembaga PAUD Pembina yang
Dibangun/Direvitalisasi
Jumlah Lembaga PAUD Pembina
yang Dibangun/Direvitalisasi
0 25 25 25 25 135,9 Pusat dan Daerah 03
Kabupaten/Kota Menuntaskan PAUD
Minimal 1 Tahun Pra-Sekolah Dasar
Jumlah Kabupaten/Kota yang
Menuntaskan PAUD Minimal 1
Tahun Pra-Sekolah Dasar
0 514 514 514 514 521,9 Pusat dan Daerah 03
Lembaga PAUD Menyelenggarakan
Holistik Integratif
Jumlah Lembaga PAUD yang
Menyelenggarakan Holistik Integratif
0 1200 1200 1200 1200 83,7 Pusat dan Daerah 03
Penyediaan Layanan Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan 1.389,8
Orang Dewasa memperoleh layanan
Pendidikan Kesetaraan
Jumlah Orang Dewasa yang
memperoleh layanan Pendidikan
Kesetaraan
0 100000 100000 100000 100000 866,1 Pusat dan Daerah 03
Satuan Pendidikan Nonformal yang
menyelenggarakan Pendidikan
Kesetaraan mendapatkan Pembinaan,
Pendampingan
Jumlah Satuan Pendidikan
Nonformal yang menyelenggarakan
Pendidikan Kesetaraan
mendapatkan Pembinaan,
Pendampingan
350 350 350 350 350 97,1 Pusat dan Daerah 03
Lembaga Masyarakat
menyelenggarakan Pendidikan
Berkelanjutan dan Penguatan Budaya
Baca
Jumlah Lembaga Masyarakat
menyelenggarakan Pendidikan
Berkelanjutan dan Penguatan
Budaya Baca
471 471 471 471 471 150,1 Pusat dan Daerah 04
Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria
(NSPK) Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan
Jumlah Norma, Standar, Prosedur
dan Kriteria (NSPK) Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan
192 192 192 192 192 43,4 Pusat 03
Penyelenggara dan Tutor Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan yang
memperoleh Bimbingan Teknis
Jumlah Penyelenggara dan Tutor
Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan yang memperoleh
Bimbingan Teknis
0 4212 4212 4212 4212 82,8 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 644
023.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Satuan Pendidikan Penyelenggara
Pendidikan Keaksaraan dan
Kesetaraan yang mendapatkan
Peningkatan Sarana
Jumlah Satuan Pendidikan
Penyelenggara Pendidikan
Keaksaraan dan Kesetaraan yang
mendapatkan Peningkatan Sarana
0 500 500 500 500 150,2 Pusat dan Daerah 03
Layanan Pengkajian, Pengembangan dan
Pengendalian Mutu PAUD dan Dikmas
761,0
Model PAUD-Dikmas yang
dikembangkan
Jumlah Model PAUD-Dikmas yang
dikembangkan
171 171 171 171 171 195,7 Pusat 03
Satuan PAUD-Dikmas yang disiapkan
untuk memenuhi Standar Nasional
Jumlah Satuan PAUD-Dikmas yang
disiapkan untuk memenuhi Standar
Nasional
17083 17083 17083 17083 17083 419,2 Pusat dan Daerah 03
SDM Satuan PAUD-Dikmas memenuhi
Standar Nasional Pendidikan (SNP)
Jumlah SDM Satuan PAUD-Dikmas
memenuhi Standar Nasional
Pendidikan (SNP)
10795 10795 10795 10795 10795 146,0 Pusat dan Daerah 03
Pembinaan Pendidikan Khusus dan
Layanan Khusus 2.835,5
Unit Sekolah Baru Yang Dibangun Jumlah Unit Sekolah Baru Yang
Dibangun
6 6 6 6 6 148,4 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Direnovasi Jumlah Sekolah Yang Direnovasi 5 5 5 5 5 49,8 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mengikuti Lomba, Festival,
dan Olimpiade
Jumlah Siswa Yang Mengikuti
Lomba, Festival, dan Olimpiade
5168 5168 5168 5168 5168 280,9 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum
dan Model Pembelajaran Yang Berlaku
Jumlah Sekolah Yang Menerapkan
Kurikulum dan Model Pembelajaran
Yang Berlaku
2259 2259 2259 2259 2259 174,6 Pusat dan Daerah 03
Sekolah yang mendapatkan bantuan
Bencana Alam/Sosial
Jumlah daerah bencana
alam/bencana sosial yang mendapat
pendidikan layanan khusus
40 40 40 40 40 48,9 34 Provinsi 06
Siswa berkebutuhan khusus penerima
bantuan
Jumlah Siswa berkebutuhan khusus
penerima bantuan
135581 135581 135581 135581 135581 1.373,7 Pusat dan Daerah 03
Siswa Penerima Program Pendidikan
Layanan Khusus
Jumlah Siswa Penerima Program
Pendidikan Layanan Khusus
2895 2895 2895 2895 2895 440,2 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Terbuka yang mendapatkan
bantuan operasional
Jumlah Sekolah Terbuka yang
mendapatkan bantuan operasional
0 549 549 549 549 52,2 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 645
023.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Sekolah Garis Depan yang
mendapatkan bantuan pengembangan
Jumlah Sekolah Garis Depan yang
mendapatkan bantuan
pengembangan
0 30 30 30 30 80,5 Daerah Afirmasi 03
Sekolah Yang Menyelenggarakan
Program Pendidikan Inklusif
Jumlah Sekolah Yang
Menyelenggarakan Program
Pendidikan Inklusif
500 500 500 500 500 36,8 Pusat dan Daerah 03
Sekolah yg Mendapat Pembinaan
Manajemen Barbasis Sekolah (MBS)
Jumlah Sekolah yg Mendapat
Pembinaan Manajemen Barbasis
Sekolah (MBS)
0 200 200 200 200 28,6 Pusat dan Daerah 03
Siswa yang Mendapatkan Pendidikan
Karakter Bangsa
Siswa Pendidikan dan Layanan
Khusus Yang Mendapatkan
Pendidikan Karakter Bangsa
816 850 850 850 850 54,8 Pusat dan Daerah 04
Sekolah yang dibina menjadi Sekolah
Rujukan
Jumlah Sekolah yang dibina menjadi
Sekolah Rujukan
0 280 280 280 280 66,0 Pusat dan Daerah 03
Pembinaan Sekolah Menengah Atas 8.601,5
Siswa Yang Mendapatkan Program
Indonesia Pintar
Jumlah Siswa Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar
1368243 1368243 1368243 1368243 1368243 6.558,7 Seluruh Indonesia 02, 03
Unit Sekolah Baru Yang Dibangun Jumlah Unit Sekolah Baru Yang
Dibangun
8 8 8 8 8 209,2 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Direnovasi Jumlah Sekolah Yang Direnovasi 132 132 132 132 132 373,9 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan
Jumlah Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan
650 650 650 650 650 409,7 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mendapatkan Pendidikan
Karakter Bangsa
Jumlah Siswa SMA yang
Mendapatkan Pendidikan Karakter
Bangsa
5612 5612 5612 5612 5612 136,3 Pusat dan Daerah 04
Siswa Yang Mendapatkan Beasiswa
Bakat dan Berprestasi
Jumlah Siswa Yang Mendapatkan
Beasiswa Bakat dan Berprestasi
3078 3078 3078 3078 3078 60,4 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mengikuti Lomba, Festival,
dan Olimpiade
Jumlah Siswa Yang Mengikuti
Lomba, Festival, dan Olimpiade
5683 5683 5683 5683 5683 443,1 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
Jumlah Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
9871 9871 9871 9871 9871 198,0 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Menerapkan Kurikulum
dan Model Pembelajaran Yang Berlaku
Jumlah Sekolah Yang Menerapkan
Kurikulum dan Model Pembelajaran
Yang Berlaku
15383 15383 15383 15383 15383 184,7 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 646
023.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Sekolah Terbuka yang mendapatkan
bantuan operasional
Jumlah Sekolah Terbuka yang
mendapatkan bantuan operasional
7 7 7 7 7 27,6 Pusat dan Daerah 03
Peningkatan Layanan Pengembangan
Penjaminan Mutu Pendidikan untuk
Seluruh Jenjang Pendidikan 3.872,4
Satuan Pendidikan yang telah
dipetakan mutu pendidikannya
Jumlah Satuan Pendidikan yang
telah dipetakan mutu pendidikannya
216924 216924 216924 216924 216924 106,7 Pusat dan Daerah 03
Satuan Pendidikan yang telah
disupervisi dalam pencapaian SNP
Jumlah Satuan Pendidikan yang
telah disupervisi dalam pencapaian
SNP
214312 214312 214312 214312 214312 959,2 Pusat dan Daerah 03
Satuan Pendidikan yang telah
Difasilitasi Berdasarkan 8 SNP
Jumlah Satuan Pendidikan yang
telah Difasilitasi Berdasarkan 8 SNP
15943 15943 15943 15943 15943 2.155,0 Pusat dan Daerah 03
Satuan Pendidikan yang Terverifikasi
Mutu Pendidikannya
Jumlah Satuan Pendidikan yang
Terverifikasi Mutu Pendidikannya
216974 216974 216974 216974 216974 651,5 Pusat dan Daerah 03
Penyediaan Layanan Pendidikan
Keluarga 376,2
Keluarga Mengikuti Peningkatan
Pengetahuan Pengasuhan 1000 Hari
Pertama Kehidupan
Jumlah orang yang mengikuti
peningkatan pengetahuan
pengasuhan 1000 Hari Pertama
Kehidupan
35000 51000 65000 75000 51000 280,5 34 Provinsi 03
Peningkatan Kapasitas Personal dan
Sosial Sebagai Agen Perubahan
Anak Remaja Mengikuti Peningkatan
Kapasitas Personal dan Sosial
Sebagai Agen Perubahan
20000 20000 20000 20000 20000 95,7 Pusat dan Daerah 04
Program Pendidikan Tinggi 59.944,3
Kegiatan Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Ditjen
Pendidikan Tinggi 11.122,7
Buku Pustaka (BOPTN) Jumlah Buku yang diseragkan
kepada PTN sebagai bantuan dari
BOPTN
5137 5137 5137 5137 5137 239,4 34 Provinsi 03
berkas 3, hlm. 647
023.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Laporan Kegiatan Mahasiswa (BOPTN) Jumlah Laporan Kegiatan
Mahasiswa PTN dengan bantuan dari
BOPTN yang Dilaporkan
745 745 745 745 745 889,9 34 Provinsi 03
Layanan Pengembangan Sistem Tata
Kelola, Kelembagaan, dan SDM
Jumlah Sistem Tata Kelola,
Kelembagaan, dan SDM yang
Dikembangkan dengan bantuan dari
BOPTN
192 192 192 192 192 372,1 34 Provinsi 03
Sarana dan Prasarana Pembelajaran
(BOPTN)
Jumlah PTN yang Mendapat
Bantuan Sarana dan Prasarana
Pembelajaran melalui BOPTN
2382 2382 2382 2382 2382 854,8 34 Provinsi 03
Operasional Rumah Sakit Pendidikan
(BOPTN)
Jumlah Bulan Rumah Sakit
Pendidikan yang mendapat layanan
bantuan operasional dari BOPTN
12 12 12 12 12 400,0 34 Provinsi 03
Bantuan Pendanaan Perguruan Tinggi
Negeri Badan Hukum (BP PTN - BH)
Jumlah PTN BH yang Mendapat
Bantuan Pendanaan Perguruan
Tinggi Negeri Badan Hukum (BPPTN
BH)
11 11 11 11 11 8.366,5 Pusat 03
Kegiatan Pembelajaran dan
Kemahasiswaan 31.254,3
Mahasiswa Mengikuti Kompetisi
Bidang Minat dan Bakat
Jumlah Mahasiswa yang Mengikuti
Kompetisi Bidang Minat dan Bakat
2864 3000 3000 3000 3000 25,9 Pusat 04
Penguatan penyelenggaran KKN
Revolusi Mental
Mahasiswa Melaksanakan Kuliah
Kerja Nyata (KKN) Tematik
300 300 300 300 300 4,0 Pusat 04
Lulusan yang Mengikuti Pusat Karir Jumlah Lulusan yang Mengikuti
Pusat Karir
150000 200000 250000 300000 350000 150,0 Pusat 03
Mahasiswa Penerima Bantuan
Bidikmisi
Jumlah Mahasiswa Penerima
Bantuan Bidikmisi
365380 289854 208624 113572 0 9.239,3 Pusat 03
Mahasiswa Penerima Beasiswa
Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik)
Jumlah Mahasiswa Penerima
Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi
(ADik)
5148 7798 8198 8898 9148 658,4 Pusat 03
Mahasiswa Penerima Beasiswa
Prestasi
Jumlah Mahasiswa Penerima
Beasiswa Prestasi
297 400 500 600 700 7,6 Pusat 03
Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP
Kuliah
Jumlah Mahasiswa Penerima
Beasiswa KIP Kuliah
400000 400000 400000 400000 400000 21.080,0 Pusat 03
berkas 3, hlm. 648
023.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Prodi penyelenggaraan Rekognisi
Pembelajaran Lampau (RPL)
Jumlah Prodi penyelenggaraan
Rekognisi Pembelajaran Lampau
(RPL)
375 410 450 500 550 9,2 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Program Studi Dibina Menjadi Prodi
Unggul
Jumlah Program Studi Dibina yang
Menjadi Prodi Unggul
2000 2000 2000 2000 2000 51,6 Pusat 03
Perguruan Tinggi Menerapkan
SNDIKTI
Jumlah Perguruan Tinggi yang
Menerapkan SNDIKTI
900 1000 1000 1000 1000 28,3 Pusat 03
Kegiatan Pengembangan Kelembagaan 2.195,3
Beasiswa Kemitraan Negara
Berkembang
Jumlah Mahasiswa Asing Penerima
Beasiswa Kemitraan Negara
Berkembang
560 560 560 560 560 135,0 Pusat 07
Perguruan Tinggi/Prodi yang
diakreditasi (BAN-PT)
Jumlah Perguruan Tinggi/Prodi yang
diakreditasi (BAN-PT)
2500 5000 5000 5000 5000 820,4 Pusat 03
Perguruan Tinggi yang meningkat
Mutu Kelembagaannya
Jumlah Perguruan Tinggi yang
meningkat Mutu Kelembagaannya
360 400 400 400 400 780,4 Pusat 03
Perguruan Tinggi yang dibina menjadi
Perguruan Tinggi Top 500 Dunia
Jumlah Perguruan Tinggi yang
dibina menjadi Perguruan Tinggi Top
500 Dunia
5 11 14 14 14 303,7 Pusat 03
LPTK yang Direvitalisasi (penyediaan
dosen dan guru vokasi)
Jumlah LPTK yang Direvitalisasi
(penyediaan dosen dan guru vokasi)
41 41 41 41 41 89,6 Pusat 03
Program Studi Menerapkan Inovasi
Proses Pembelajaran Digital
Jumlah Program Studi yang
Menerapkan Inovasi Proses
Pembelajaran Digital
600 700 800 900 1000 58,2 Pusat 03
Perguruan Tinggi Menerapkan Inovasi
Pembelajaran Pendidikan Khusus
Jumlah Perguruan Tinggi
Menerapkan Inovasi Pembelajaran
Pendidikan Khusus
200 250 300 350 400 8,0 Pusat 03
Kegiatan Peningkatan Kualitas Sumber
Daya 15.372,1
SDM DIKTI Yang Mengikuti
Peningkatan Kompetensi
Jumlah SDM DIKTI Yang Mengikuti
Peningkatan Kompetensi
915 1000 1100 1200 1300 155,8 Pusat 03
SDM Dikti Yang Mengikuti Pendidikan
Non Gelar
Jumlah SDM Dikti Yang Mengikuti
Pendidikan Non Gelar
380 500 600 700 800 22,9 Pusat 03
SDM Dikti yang mengikuti Sertifikasi
Dosen
Jumlah SDM Dikti yang mengikuti
Sertifikasi Dosen
8000 9000 10000 11000 12000 62,5 Pusat 03
berkas 3, hlm. 649
023.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
SDM DIKTI yang mengikuti Penilaian
Angka Kredit
Jumlah SDM DIKTI yang mengikuti
Penilaian Angka Kredit
3000 3000 3000 3000 3000 49,4 Pusat 03
Gedung Perguruan Tinggi Yang
Direvitalisasi
Jumlah Gedung Perguruan Tinggi
Yang Direvitalisasi
80 50 50 50 50 5.086,9 Pusat 03
Sarana Prasarana yang dibiayai
melalui PHLN
Jumlah Item Sarana Prasarana yang
dibiayai melalui PHLN
12 8 2 2 2 1.830,7 Pusat 03
SDM Dikti yang Mengikuti Pendidikan
Gelar
Jumlah SDM Dikti yang Mengikuti
Pendidikan Gelar
6034 16514 20739 26242 30715 8.163,9 Pusat 03
Program Pengembangan dan Pembinaan
Bahasa 339,3
Pengembangan dan Pelindungan Bahasa
dan Sastra 22,1
Bahasa Terlindungi Jumlah Bahasa Terlindungi 30 30 30 30 30 22,1 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Bahasa dan Sastra 73,9
Tenaga Profesional dan Calon Tenaga
Profesional Terbina Kemahiran
Berbahasa Indonesia
Jumlah Tenaga Profesional dan
Calon Tenaga Profesional yang
Memperoleh Pembinaan Kemahiran
Berbahasa Indonesia
1000 1000 1000 1000 1000 27,9 Pusat dan Daerah 03
Generasi Muda Terbina Penggunaan
Bahasa dan Sastra
Jumlah Generasi Muda Terbina
Penggunaan Bahasa dan Sastra
5000 5000 5000 5000 5000 45,9 Pusat dan Daerah 04
Pengembangan Strategi dan Diplomasi
Kebahasaan 98,8
Pengajar Bahasa Indonesia bagi
Penutur Asing (BIPA) di Luar Negeri
Jumlah Penugasan Pengajar Bahasa
Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)
di Luar Negeri
220 220 220 220 220 91,7 Pusat 04, 07
Lembaga Akses Diplomasi Kebahasaan
Terfasilitasi
Jumlah Lembaga Akses Diplomasi
Kebahasaan Terfasilitasi
100 100 100 100 100 7,2 Pusat dan Daerah 04
Pelaksanaan Tugas Teknis
Pengembangan, Pembinaan, dan
Pelindungan Bahasa dan Sastra di
Daerah
144,5
Generasi Muda Pengapresiasi Bahasa
dan Sastra
Jumlah Generasi Muda
Pengapresiasi Bahasa dan Sastra
18710 19000 19000 19000 19000 144,5 Pusat dan Daerah 04
Program Pelestarian Budaya 4.093,8
Pengembangan Galeri Nasional 75,0
Peningkatan kualitas layanan galeri Jumlah kunjungan galeri 1200472 1200472 1200472 1200472 1200472 75,0 Pusat 04
berkas 3, hlm. 650
023.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengelolaan Permuseuman 245,6
Peningkatan kualitas pengelolaan
koleksi museum
Persentase koleksi museum yang
dipamerkan (terhadap total koleksi)
45 49 52 53 57 75,6 Pusat 04
Peningkatan kualitas layanan museum Jumlah kunjungan museum 1861792 1861792 1861792 1861792 1861792 170,0 Pusat 04
Pelestarian Nilai Budaya 40,0
Pengembangan dan pemanfaatan
kekayaan budaya maritim
Jumlah kekayaan budaya maritim
yang dikembangkan atau
dimanfaatkan
5 5 5 5 5 40,0 Pusat dan Daerah 04
Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Ditjen Kebudayaan
1.690,0
Pengelolaan Dana Perwalian
Kebudayaan
Jumlah pengelolaan dana perwalian
kebudayaan
1 1 1 1 1 1.070,0 Pusat 04
Pengelolaan Dana Perwalian
Kebudayaan
Jumlah fasilitasi yang diberikan
melalui lembaga pengelola Dana
Perwalian Kebudayaan
189 189 189 189 189 255,0 Pusat 04
Peningkatan kualitas SDM
kebudayaan
Jumlah SDM bidang kebudayaan
yang memperoleh peningkatan
kompetensi dan/atau sertifikasi
450 450 450 450 450 75,0 Pusat 04
Peningkatan kualitas SDM
kebudayaan
Jumlah profesi bidang kebudayaan
yang terstandarisasi dan tercantum
dalam KBJI/KBLI
5 5 5 5 5 20,0 Pusat 04
Peningkatan sarana dan prasarana
kebudayaan
Jumlah sarana dan prasarana
publik yang dioptimalkan menjadi
ruang interaksi budaya masyarakat
126 135 135 135 135 150,0 Pusat 04
Pengembangan sistem pendataan
kebudayaan
Pengembangan pusat data milik
pemerintah dan masyarakat yang
tersambung dalam Sistem
Pendataan Kebudayaan Terpadu
1 1 1 1 1 30,0 Pusat 04
Pengembangan kerja sama bidang
pemajuan kebudayaan
Persentase PPKD yang menjadi
rujukan penyusunan RKP dan
RPJMD
50 50 50 50 50 50,0 Pusat 04
Pengembangan kerja sama bidang
pemajuan kebudayaan
Jumlah kerja sama galeri di tingkat
internasional
4 4 4 4 4 40,0 Pusat 04
berkas 3, hlm. 651
023.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelestarian dan Pengelolaan Peninggalan
Purbakala 187,4
Peningkatan akses masyarakat
terhadap cagar budaya
Jumlah Kunjungan Cagar budaya 987000 987000 987000 987000 987000 140,0 Pusat dan Daerah 04
Peningkatan dukungan pemanfaatan
ekonomi objek pemajuan kebudayaan
Persentase inisiatif pemanfaatan
ekonomi atas Objek Pemajuan
Kebudayaan yang didukung
45 47 49 50 51 47,4 Pusat dan Daerah 04
Pelestarian Cagar Budaya dan
Permuseuman 392,8
Peningkatan penetapan Cagar Budaya Persentase Cagar Budaya yang
ditetapkan (terhadap yang terdaftar)
3,91 4,65 5,39 6,13 6,9 69,5 Pusat 04
Pengembangan Cagar Budaya Persentase Cagar Budaya yang
dikembangkan (terhadap yang
dilindungi)
34 37 40 43 45 217,7 Pusat 04
Peningkatan pemberian izin
pemanfaatan objek pemajuan
kebudayaan dan CB
Persentase izin pemanfaatan Objek
Pemajuan Kebudayaan dan cagar
budaya yang diterbitkan
30 33 35 37 39 46,5 Pusat dan Daerah 04
Peningkatan standardisasi museum Persentase museum yang
terstandarisasi dan memperoleh
layanan pembinaan
75 76 77 78 79 59,1 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Kesenian 888,5
Penguatan integrasikan Kebudayaan
pada proses pembelajaran
Persentase satuan pendidikan yang
mengintegrasikan Kebudayaan
mendapatkan proses pembelajaran
30.5 31 33 34,6 37 234,0 Pusat dan Daerah 04
Peningkatan produksi film, musik dan
media baru
Jumlah produksi film, musik dan
media baru yang didukung
30 35 40 45 50 378,0 Pusat dan Daerah 04
Peningkatan penyelenggaraan festival
budaya
Jumlah festival budaya yang
terhubung dalam platform festival
budaya tingkat nasional
218 230 231 239 238 276,5 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan
Yang Maha Esa dan Tradisi 264,5
Pengembangan wilayah adat sebagai
ruang interaksi pemajuan kebudayaan
Jumlah wilayah adat yang
dikembangkan menjadi ruang
interaksi pemajuan kebudayaan
30 40 45 48 52 114,5 Pusat dan Daerah 04
berkas 3, hlm. 652
023.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan dukungan terhadap
komunitas adat dan penghayat
kepercayaan
Persentase komunitas adat dan
penghayat kepercayaan yang
memperoleh dukungan kelembagaan
40 45 49 53 56 100,0 Pusat dan Daerah 04
Inventarisasi kekayaan budaya
komunal dan kekayaan intelektual
bidang budaya
Persentase kekayaan budaya
komunal dan kekayaan intelektual
bidang budaya yang diinventarisasi
48 52 55 56 57 50,0 Pusat dan Daerah 04
Pengembangan Sejarah 125,0
Peningkatan kajian dan pemetaan
objek pemajuan kebudayaan
Persentase Objek Pemajuan
Kebudayaan yang dikaji dan
dipetakan
20 23 25 27 29 40,0 Pusat dan Daerah 04
Pemanfaatan dan inventarisasi
manuskrip
Jumlah manuskrip yang
diinventarisasi, dikaji dan
dimanfaatkan
347 347 347 347 347 85,0 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Warisan dan Diplomasi
Budaya 185,0
Penguatan misi dan karavan budaya Jumlah misi dan karavan budaya
tingkat dunia yang dikirim
300 300 300 300 300 85,0 Pusat 04
Penguatan peran Indonesia dalam
forum internasional kebudayaan
Jumlah forum kebudayaan
internasional yang diintervensi
10 10 10 10 10 30,0 Pusat 04
Penguatan peran diaspora Indonesia di
luar negeri
Jumlah diaspora Indonesia yang
terlibat dalam kegiatan budaya
Indonesia di Luar Negeri
60 60 60 60 60 50,0 Pusat 04
Peningkatan peran Rumah Budaya
Indonesia di luar negeri
Jumlah Rumah Budaya Indonesia
yang memiliki program kebudayaan
dan dikelola secara berkelanjutan
8 8 8 8 8 20,0 Pusat 04
Program Guru dan Tenaga Kependidikan
9.844,7
Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan 3.510,2
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Bangunan dan
Listrik
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Bangunan dan Listrik
743 743 743 743 743 91,3 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang IPS
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang IPS
3388 3388 3388 3388 3388 135,8 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 653
023.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Seni Dan Budaya
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Seni Dan Budaya
3432 3432 3432 3432 3432 125,1 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Matematika
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Matematika
3377 3377 3377 3377 3377 150,8 Pusat dan Daerah 03
Guru yang mendapatkan peningkatan
Kompetensi Ganda
Jumlah Guru yang mendapatkan
peningkatan Kompetensi Ganda
0 2000 2000 2000 2000 265,8 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Penjaskes dan BK
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Penjaskes dan BK
3377 3377 3377 3377 3377 136,5 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang TK/PLB
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
TK/PLB
3069 3069 3069 3069 3069 116,3 Pusat dan Daerah 03
Kepala Sekolah yang Memperoleh
Peningkatan Kompetensi
Jumlah Kepala Sekolah yang
Memperoleh Peningkatan
Kompetensi
39564 39564 39564 39564 39564 1.022,1 Pusat dan Daerah 03
Model-Model (Inovasi) Peningkatan
Kompetensi Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
Jumlah Model-Model (Inovasi)
Peningkatan Kompetensi Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
14 14 14 14 14 58,1 Pusat 03
Pengawas yang Memperoleh
Peningkatan Kompetensi
Jumlah Pengawas yang Memperoleh
Peningkatan Kompetensi
0 900 900 900 900 27,2 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Kelautan,
Perikanan, Teknologi Informasi dan
Komunikasi
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Kelautan, Perikanan, Teknologi
Informasi dan Komunikasi
1856 1856 1856 1856 1856 105,2 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Mesin dan Teknik
Industri
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Mesin dan Teknik Industri
556 556 556 556 556 94,6 Pusat dan Daerah 03
Guru Kelas yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Tematik
Jumlah Guru Kelas yang
Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Tematik
21219 21219 21219 21219 21219 499,8 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Otomotif dan
Elektronika
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Otomotif dan Elektronika
1908 1908 1908 1908 1908 157,0 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 654
023.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Bahasa
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Bahasa
3377 3377 3377 3377 3377 138,9 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Pariwisata
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Pariwisata
1997 1997 1997 1997 1997 145,8 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang IPA
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang IPA
3388 3388 3388 3388 3388 133,3 Pusat dan Daerah 03
Guru yang Mendapatkan Peningkatan
Kompetensi Bidang Pertanian
Jumlah Guru yang Mendapatkan
Peningkatan Kompetensi Bidang
Pertanian
1022 1022 1022 1022 1022 106,5 Pusat dan Daerah 03
Pembinaan Guru dan Tenaga
Kependidikan PAUD dan Dikmas 759,1
Guru TK/TKLB yang Menerima
Tunjangan Khusus
Jumlah Guru TK/TKLB yang
Menerima Tunjangan Khusus
893 893 893 893 893 94,4 Pusat dan Daerah 03
Penataan Guru dan Tendik PAUD dan
Dikmas
Jumlah Penataan Guru dan Tendik
PAUD dan Dikmas
34 34 34 34 34 113,9 34 Provinsi 03
Guru TK/TKLB yang mengikuti
Sertifikasi Guru
Jumlah Guru TK/TKLB yang
mengikuti Sertifikasi Guru
4251 4251 4251 4251 4251 210,2 Pusat dan Daerah 03
Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD
dan Dikmas yang Menerima Bantuan
Peningkatan Kualifikasi S1/D4
Jumlah Guru dan Tenaga
Kependidikan PAUD dan Dikmas
yang Menerima Bantuan
Peningkatan Kualifikasi S1/D4
60 60 60 60 60 11,6 Pusat dan Daerah 03
Rata - rata Nilai Kompetensi Guru dan
Tenaga Kependidikan PAUD dan
Dikmas
Jumlah Rata - rata Nilai Kompetensi
Guru dan Tenaga Kependidikan
PAUD dan Dikmas
899 899 899 899 899 168,4 Pusat dan Daerah 03
Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD
dan Dikmas yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
Jumlah Guru dan Tenaga
Kependidikan PAUD dan Dikmas
yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
43360 43360 43360 43360 43360 160,6 Pusat dan Daerah 03
Pembinaan Guru Pendidikan Dasar 3.646,6
Guru Dikdas yang Menerima
Tunjangan Khusus
Jumlah Guru Dikdas yang Menerima
Tunjangan Khusus
17797 18000 18000 18000 18000 1.629,3 Pusat dan Daerah 03
Penataan Guru Dikdas Jumlah Penataan Guru Dikdas 34 34 34 34 34 52,6 34 Provinsi 03
Guru Dikdas yang mengikuti
Sertifikasi Guru
Jumlah Guru Dikdas yang mengikuti
Sertifikasi Guru
24697 24697 24697 24697 24697 1.058,3 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 655
023.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Guru Dikdas yang Menerima Bantuan
Peningkatan Kualifikasi S1/D4
Jumlah Guru Dikdas yang Menerima
Bantuan Peningkatan Kualifikasi
S1/D4
50 50 50 50 50 19,3 Pusat dan Daerah 03
Rata - rata Nilai Kompetensi Guru
Dikdas
Jumlah Rata - rata Nilai Kompetensi
Guru Dikdas
6300 6300 6300 6300 6300 483,3 Pusat dan Daerah 03
Layanan Guru Daerah Khusus
(Gurdasus)
Jumlah Layanan Guru Daerah
Khusus (Gurdasus)
800 800 850 900 950 148,3 Daerah Afirmasi 03
Guru Dikdas yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
Jumlah Guru Dikdas yang
Difasilitasi dalam Pengembangan
Karir
2000 2000 2000 2000 2000 105,2 Pusat dan Daerah 03
Guru Dikdas yang Memperoleh
Penghargaan dan Perlindungan
Jumlah Guru Dikdas yang
Memperoleh Penghargaan dan
Perlindungan
676 676 676 676 676 150,3 Pusat dan Daerah 03
Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
1.301,4
Guru Dikmen yang Menerima
Tunjangan Khusus
Jumlah Guru Dikmen yang
Menerima Tunjangan Khusus
2283 2283 2283 2283 2283 238,6 Pusat dan Daerah 03
Penataan Guru Dikmen Jumlah Penataan Guru Dikmen 34 34 34 34 34 75,6 34 Provinsi 03
Guru Dikmen yang mengikuti
Sertifikasi Guru
Jumlah Guru Dikmen yang
mengikuti Sertifikasi Guru
11052 11052 11052 11052 11052 538,1 Pusat dan Daerah 03
Guru Dikmen yang Menerima Bantuan
Peningkatan Kualifikasi S1/D4
Jumlah Guru Dikmen yang
Menerima Bantuan Peningkatan
Kualifikasi S1/D4
20 20 20 20 20 9,9 Pusat dan Daerah 03
Rata - rata Nilai Kompetensi Guru
Dikmen
Jumlah Rata - rata Nilai Kompetensi
Guru Dikmen
1693 1693 1693 1693 1693 246,8 Pusat dan Daerah 03
Guru Dikmen yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
Jumlah Guru Dikmen yang
Difasilitasi dalam Pengembangan
Karir
7330 7330 7330 7330 7330 117,7 Pusat dan Daerah 03
Layanan Guru Daerah Khusus
(Gurdasus)
Jumlah Layanan Guru Daerah
Khusus (Gurdasus)
500 500 550 600 650 74,7 Daerah Afirmasi 03
Pembinaan Tenaga Kependidikan
Dikdasmen 627,2
Penataan Tenaga Kependidikan
Dikdasmen
Jumlah Daerah yang Melakukan
Penataan Tenaga Kependidikan
Dikdasmen
34 34 34 34 34 122,8 34 Provinsi 03
Rata - rata Nilai Kompetensi Kepala
Sekolah
Jumlah Rata - rata Nilai Kompetensi
Kepala Sekolah
4300 4300 4300 4300 4300 243,8 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 656
023.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Rata - rata Nilai Kompetensi Pengawas Jumlah Rata - rata Nilai Kompetensi
Pengawas
90 90 90 90 90 18,7 Pusat dan Daerah 03
Kepala Sekolah yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
Jumlah Kepala Sekolah yang
Difasilitasi dalam Pengembangan
Karir
1567 1567 1567 1567 1567 96,5 Pusat dan Daerah 03
Pengawas yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
Jumlah Pengawas yang Difasilitasi
dalam Pengembangan Karir
1508 1508 1508 1508 1508 49,2 Pusat dan Daerah 03
Tenaga Kependidikan Lainnya yang
Difasilitasi dalam Pengembangan Karir
Jumlah Tenaga Kependidikan
Lainnya yang Difasilitasi dalam
Pengembangan Karir
204 204 204 204 204 16,6 Pusat dan Daerah 03
Kepala Sekolah yang menerima
Tunjangan Khusus
Jumlah Kepala Sekolah yang
menerima Tunjangan Khusus
630 630 630 630 630 79,8 Pusat dan Daerah 03
Program Pendidikan Vokasi 56.105,8
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
50.242,2
Siswa Yang Mendapatkan Program
Indonesia Pintar
Jumlah Siswa Yang Mendapatkan
Program Indonesia Pintar
1829167 1829167 1829167 1829167 1829167 8.501,3 Seluruh Indonesia 02, 03
Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan
Jumlah Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan
300 1000 1250 1500 1750 2.802,4 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mendapatkan Beasiswa
Bakat dan Berprestasi
Jumlah Siswa Yang Mendapatkan
Beasiswa Bakat dan Berprestasi
12150 12150 12150 12150 12150 94,6 Pusat dan Daerah 03
Siswa Yang Mengikuti Lomba, Festival,
dan Olimpiade
Jumlah siswa SMK yang mengikuti
lomba/ olimpiade, festival, debat,
dan unjuk prestasi tingkat nasional
dan internasional
9261 9261 9261 9261 9261 485,7 Pusat dan Daerah 03
Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
Jumlah Sekolah Yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS)
0 125 125 125 125 30,8 Pusat dan Daerah 03
Siswa SMK yang Tersertifikasi Jumlah Siswa SMK yang
Tersertifikasi
128000 130000 135000 140000 145000 346,1 Pusat dan Daerah 03
Revitalisasi SMK yang Mendukung
Industri 4.0
Jumlah SMK yang mendukung
industri 4.0 yang terrevitalisasi
0 15 15 16 16 31,6 31 Lokasi Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
berkas 3, hlm. 657
023.B.19
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Sekolah yang Mutu Peserta Didiknya
Meningkat
Jumlah Sekolah yang Mutu Peserta
Didiknya Meningkat
1100 1100 1100 1100 1100 360,7 Pusat 03
Sekolah yang Sarana dan
Prasarananya Meningkat
Jumlah Sekolah yang Sarana dan
Prasarananya Meningkat
400 400 400 400 400 406,6 Pusat 03
Sekolah yang Mutu Penilaiannya
Meningkat
Jumlah Sekolah yang Mutu
Penilaiannya Meningkat
200 200 200 200 200 219,3 Pusat 03
Sekolah yang Tata Kelola
Kelembagaannya Meningkat
Sekolah yang Tata Kelola
Kelembagaannya Meningkat
500 500 500 500 500 643,6 Pusat 03
Pendidikan Keterampilan dan
Pelatihan yang Mutunya Meningkat
Jumlah Pendidikan Keterampilan
dan Pelatihan yang Mutunya
Meningkat
140 140 140 140 140 65,0 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Produk
Kreatif dan Kewirausahaan
Jumlah SMK yang mendapatkan
Fasilitasi Pengembangan Produk
Kreatif dan Kewirausahaan
200 200 200 200 200 100,0 Pusat 03
Fasilitasi Pemberdayaan Budaya Kerja
bagi Peserta Didik
Jumlah SMK yang mendapatkan
Fasilitasi Pemberdayaan Budaya
Kerja bagi Peserta Didik
300 300 300 300 300 150,0 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Bakat dan
Minat Siswa
Jumlah SMK yang mendapatkan
Fasilitasi Fasilitasi Pengembangan
Bakat dan Minat Siswa
600 600 600 600 600 150,0 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Pusat
Keunggulan (Center of Excellence)
SMK
Jumlah SMK yang mendapatkan
Fasilitasi Pengembangan Pusat
Keunggulan (Center of Excellence)
SMK
400 500 600 700 800 29.283,3 Pusat 03
Fasilitasi Peralatan Praktik Kejuruan Jumlah Sekolah yang Mendapatkan
Fasilitasi Peralatan Praktik Kejuruan
315 315 315 315 315 1.575,0 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Teaching
Factory
Jumlah SMK yang mendapatkan
Fasilitasi Pengembangan Teaching
Factory
200 200 200 200 200 200,0 Pusat 03
Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Siswa
SMK
Jumlah Siswa SMK yang
Tersertifikasi
125000 125000 125000 125000 125000 156,3 Pusat 03
Fasilitasi Pembangunan Unit Sekolah
Baru (USB) SMK
Jumlah Unit Sekolah Baru (USB)
SMK yang Didirikan
15 15 15 15 15 477,3 Pusat 03
berkas 3, hlm. 658
023.B.20
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Fasilitasi Pengembangan Pendidikan
Kecakapan Kerja (PKK)
Jumlah Peserta Didik yang
Mendapatkan Pendidikan Kecakapan
Kerja (PKK)
60000 60000 60000 60000 60000 679,5 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Pendidikan
Kecakapan Wirausaha (PKW)
Jumlah Peserta Didik yang
Mendapatkan Pendidikan Kecakapan
Wirausaha (PKW)
60000 60000 60000 60000 60000 843,1 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Sarana
Praktik dan Prasarana Kursus dan
Pelatihan
Jumlah Lembaga yang Mendapatkan
Pengembangan Sarana Praktik dan
Prasarana Kursus dan Pelatihan
100 100 100 100 100 25,0 Pusat 03
Fasilitasi Pengembangan Lembaga
Mitra Kursus dan Pelatihan
Jumlah Lembaga yang
MendapatkanPengembangan
Lembaga Mitra Kursus dan Pelatihan
40 40 40 40 40 10,0 Pusat 03
Fasilitasi Uji Kompetensi Kepada
Peserta Didik
Jumlah Peserta Didik yang
Mendapatkan Fasilitasi Uji
Kompetensi
10000 10000 10000 10000 10000 25,0 Pusat 03
Guru Kejuruan yang Mengikuti
Pelatihan Berstandart Industri (
Upskilling dan Reskilling) dan Kepala
Sekolah Yang Mengikuti Pelatihan
Manajemen Usaha
Jumlah Guru Kejuruan yang
Mengikuti Pelatihan Berstandart
Industri ( Upskilling dan Reskilling)
dan Kepala Sekolah Yang Mengikuti
Pelatihan Manajemen Usaha
3200 3600 3600 3600 3600 2.580,0 Pusat 03
Pembinaan Pendidikan Tinggi Vokasi dan
Profesi 5.424,5
Lembaga Kursus dan Pelatihan
mendapatkan Penguatan
Jumlah Lembaga Kursus dan
Pelatihan mendapatkan Penguatan
1800 1800 1800 1800 1800 81,9 Pusat 03
Dosen Vokasi yang mengikuti
Sertifikasi Kompetensi
Jumlah Dosen Vokasi yang
mengikuti Sertifikasi Kompetensi
500 500 500 500 52,0 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Peningkatan Daya Tampung Politeknik
Eksisting
Jumlah Politeknik yang Ditingkatkan
Daya Tampungnya
10 43 43 43 43 2.400,0 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
berkas 3, hlm. 659
023.B.21
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peserta didik/Penguji/Pengelola
Kursus dan Pelatihan memperoleh
peningkatan kompetensi
Jumlah Peserta
didik/Penguji/Pengelola Kursus dan
Pelatihan memperoleh peningkatan
kompetensi
15000 15000 15000 15000 15000 64,8 Pusat 03
LSP dan TUK yang dibentuk
(Pendidikan Vokasi)
Jumlah LSP dan TUK yang dibentuk
(Pendidikan Vokasi)
43 43 43 43 43 91,4 Pusat 03
Program Studi Di Luar Domisili (PDD) Jumlah Program Studi Di Luar
Domisili (PDD)
2 5 5 5 5 17,6 Pusat 03
Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi
(retooling dosen dan sertifikasi
mahasiswa, penguatan kelembagaan,
dan penguatan prodi bidang prioritas)
Jumlah Pendidikan Tinggi Vokasi
yang Direvitalisasi
43 43 43 43 43 1.753,2 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Perguruan Tinggi Penyelenggara Prodi
untuk kebutuhan industri
Jumlah Perguruan Tinggi
Penyelenggara Prodi untuk
kebutuhan industri
2 2 2 2 2 4,6 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Penambahan Jumlah Program Studi
Politeknik Eksisting dan PSDKU
Jumlah Program Studi Politeknik
Eksisting dan PSDKU yang
Ditambah
43 43 43 43 43 495,0 Pusat 03
Dosen Vokasi yang mengikuti Magang
ke Industri
Jumlah Dosen Vokasi yang
mengikuti Magang ke Industri
200 200 200 200 32,0 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Dosen Vokasi yang mengikuti
Peningkatan Kompetensi
Jumlah Dosen Vokasi yang
mengikuti Peningkatan Kompetensi
500 500 500 500 104,0 Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Vokasi
untuk Industri 4.0
03
Dosen Vokasi yang Mengikuti
Pelatihan Berstandart Industri
(Upskilling dan Reskilling)
Jumlah Dosen Vokasi yang
Mengikuti Pelatihan Berstandart
Industri ( Upskilling dan Reskilling)
240 500 500 500 500 328,0 Pusat 03
Pembinaan Kemitraan dan Penyelarasan
Dunia Usaha dan Dunia Industri
439,2
Terwujudnya Kerjasama Dengan
Dunia Usaha/Industri Secara Optimal
(Insentif Industry, Pemilihan Program
Pelatihan)
Jumlah Kerjasama Dengan Dunia
Usaha/Industri Secara Optimal
(Insentif Industry, Pemilihan
Program Pelatihan)
50 55 55 55 55 53,3 Pusat 03
berkas 3, hlm. 660
023.B.22
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pemetaan dan Penyelarasan
Pendidikan dan Kebutuhan Dunia
Usaha/Industri
Jumlah Pemetaan dan Penyelarasan
Pendidikan dan Kebutuhan Dunia
Usaha/Industri
33 33 33 33 33 101,8 Pusat 03
Kurikulum Yang Sesuai Dengan
Kebutuhan Industri dan
Pengembangan Kurikulum Soft
Skill/karakter Kerja
Jumlah Kurikulum Yang Sesuai
Dengan Kebutuhan Industri dan
Pengembangan Kurikulum Soft
Skill/karakter Kerja
33 33 33 33 33 58,3 Pusat 03
Pengembangan Akreditasi dan
pembinaan Kelembagaan Berstandart
Kebutuhan Industri
Jumlah Pengembangan Akreditasi
dan pembinaan Kelembagaan
Berstandart Kebutuhan Industri
60 60 60 60 60 121,1 Pusat 03
Pembentukan dan Penguatan Bursa
Kerja Khusus (BKK)
Jumlah Pembentukan dan
Penguatan Bursa Kerja Khusus
(BKK)
1200 1200 1200 1200 1200 86,9 Pusat 03
Penyelengaraan Job Fair di Lembaga
Pendidikan Vokasi
Jumlah Penyelengaraan Job Fair di
Lembaga Pendidikan Vokasi
50 50 50 50 50 17,8 Pusat 03
JUMLAH 196.716,4
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 661
024.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN KESEHATAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Kesehatan 3.924,2
Program Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Kesehatan 362,1
Program Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2.785,2
Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat 7.629,4
Program Pembinaan Pelayanan Kesehatan 75.519,2
Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 9.147,1
Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan 17.359,0
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK) 15.523,3
Program Penguatan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional 250.230,8
JUMLAH 382.480,2
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 662
024.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN KESEHATAN
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kementerian Kesehatan 755,6
Perencanaan dan Penganggaran Program
Pembangunan Kesehatan 111,2
Pendampingan Tata Kelola Program
Kesehatan
Jumlah provinsi/kabupaten/kota
yang telah melakukan perbaikan
tata kelola program kesehatan
25 35 45 55 65 111,2 34 Provinsi 03
Pengelolaan Data dan Informasi
Kesehatan 149,7
Integrasi sistem informasi kesehatan Jumlah sistem informasi kesehatan
yang terintegrasi dalam Aplikasi
Satu Data Kesehatan (ASDK)
10 25 45 70 100 137,2 Pusat 03
Peningkatan kualitas data rutin
kesehatan
Persentase indikator pembangunan
kesehatan yang diukur dengan data
rutin
0 5 10 20 30 12,6 Pusat 03
Peningkatan Kesehatan Jemaah Haji 344,6
Pelayanan kesehatan haji Jumlah jemaah haji yang
mendapatkan pelayanan kesehatan
231000 231000 231000 231000 231000 344,6 34 Provinsi 04
Pengelolaan Krisis Kesehatan 99,9
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 663
024.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengurangan risiko krisis kesehatan Jumlah provinsi dan
kabupaten/kota yang ditingkatkan
kapasitasnya dalam upaya
pengurangan risiko krisis kesehatan
117 123 124 124 124 65,2 1.Aceh Besar, 2.Aceh
Singkil, 3.Pidie Jaya,
4.Kota Subulussalam,
5.Mandailing Natal,
6.Kota Gn.Sitoli, 7.Nias,
8.Nias Selatan,
9.Pasaman Barat, 10.Kota
Pariaman, 11.Kota Solok,
12.Kota Pangkal Pinang,
13.BangkaTengah,
14.Bangka Selatan,
15.Bengkulu Selatan,
16.Kaur, 17.Seluma,
18.Kepahiang,
19.Bandung,
20.Sukabumi, 21.Cianjur,
22.Bandung Barat, 23.
Klaten, 24.Boyolali,
25.Wonogiri,
26.Sukoharjo, 27.Kulon
Progo,28.Gn.Kidul,
29.Malang,
30.Bojonegoro, 31.Gresik,
32.Tuban, 33.Pamekasan,
berkas 3, hlm. 664
024.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
34.Sumenep, 35.Sumba
Barat, 36.Sumba Timur,
37.Sumba Barat Daya,
38.Sumba Tengah,
39.Banggai, 40.Tojo Una
Una, 41.Banggai Kep.,
42.Banggai Laut,
43.Buton Utara,
44.Wakatobi, 45.Konawe
Utara, 46.Kota Bau Bau,
47.Minahasa,
48.Minahasa Selatan,
49.Kota Tomohon,
50.Minahasa Tenggara,
51.Kota Tangerang, 52.
Tangerang,
53.Kab.Tangerang
Selatan, 54.Kep.Seribu,
55.Kota Jakarta Utara,
56.Pangandaran,
57.Tasikmalaya,
58.Ciamis, 59.Kota
Banjar, 60.Garut, 61.Kota
Tasikmalaya,62. Cilacap,
63.Banyumas,
berkas 3, hlm. 665
024.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
64.Kebumen,
65.Purworejo,
66.Purbalingga, 67.
Banjarnegara,
68.Wonosobo,69.Temangg
ung,
70.Magelang,71.Pacitan,7
2. Ponorogo,
73.Trenggalek,
74.Tulungagung,
75.Blitar, 76.Kediri, 77.
Jember,
78.Banyuwangi,79.
Lumajang,
80.Karangasem,
81.Klungkung, 82.Bangli,
83..50 Kota, 84..Solok,
85.Tanah Datar,
86.Muaro Jambi, 87.Kota
Jambi, 88.Batanghari,
89.Bengkalis, 90.Rokan
Hilir, 91.Kota Manado,
92.Kota Bitung,
93.Minahasa Utara,
94.Luwu Timur, 95.Luwu
Utara,
berkas 3, hlm. 666
024.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
96.Kota Palopo, 97.Raja
Ampat, 98.Teluk Bintuni,
99.Manokwari, 100.Teluk
Wondama, 101.Kota
Sorong, 102.Gowa,
103.Maros, 104.Bintan,
105.Dumai, 106.Belitung
Timur, 107.Karo,
108.Bantul, 109.Seram
Bag.Barat, 110.Bima,111.
Lombok Barat,
112.Prov.Aceh,
113.Prov.Sumatera
Utara,114.Prov.Sumatera
Barat, 115.Prov.Bangka
Belitung,
116.Prov.Bengkulu,
117.Prov. Jawa Barat
Penanggulangan krisis kesehatan Jumlah kabupaten/kota yang
mendapatkan dukungan tim dalam
upaya penanggulangan krisis
kesehatan
35 35 35 35 35 34,7 Kabupaten/kota
terdampak Bencana dan
DTPK
06
Peningkatan Analisis Determinan
Kesehatan 50,2
Penyusunan Rancangan Kebijakan
Determinan Pembangunan Kesehatan
Jumlah Rancangan Kebijakan
Determinan Pembangunan
Kesehatan yang dihasilkan
4 4 4 4 4 50,2 Pusat 03
Program Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan 1.564,2
Penelitian dan Pengembangan Biomedis
dan Teknologi Dasar Kesehatan
360,8
berkas 3, hlm. 667
024.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penelitian dan pengembangan life
science bidang kesehatan
Jumlah hasil penelitian dan
pengembangan life science bidang
kesehatan
3 4 4 4 4 104,7 DKI Jakarta, Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa
Timur, Banten,
Yogyakarta, Sumatera
Barat
03
Penelitian dan pengembangan
biomedis dan gizi masyarakat pada
Riset Kesehatan Nasional
Jumlah hasil penelitian dan
pengembangan biomedis dan gizi
masyarakat pada Riset Kesehatan
Nasional
1 1 1 1 1 256,2 34 provinsi 03
Penelitian dan Pengembangan Upaya
Kesehatan Masyarakat 469,1
Riset evaluasi intervensi kesehatan
prioritas di bidang upaya kesehatan
masyarakat
Jumlah riset evaluasi intervensi
kesehatan prioritas terkait upaya
kesehatan masyarakat
1 1 1 1 1 116,0 34 provinsi 03
Riset status kesehatan masyarakat
pada riset kesehatan nasional wilayah
II
Jumlah hasil Riset status Kesehatan
Masyarakat pada Kesehatan
Nasional (RISKESNAS) pada wilayah
II
1 1 1 7 2 219,9 Sumut, Sumsel,
Bengkulu, Lampung,
Jabar, Banten, Maluku
03
Riset status kesehatan masyarakat
pada Riset Kesehatan Nasional
wilayah V
Jumlah hasil Riset status Kesehatan
Masyarakat pada Kesehatan
Nasional (RISKESNAS) pada wilayah
V
1 1 1 6 2 133,1 Babel, Kalbar, Kalsel,,
Sultra, Gorontalo, Pabar
03
Penelitian dan Pengembangan Sumber
Daya dan Pelayanan Kesehatan 324,5
Riset evaluasi intervensi kesehatan
prioritas di bidang sumber daya dan
pelayanan kesehatan
Jumlah hasil riset evaluasi
intervensi kesehatan prioritas terkait
sumber daya dan pelayanan
kesehatan yang dilaksanakan
1 1 1 1 1 10,6 28 provinsi 03
Riset status kesehatan masyarakat
pada riset kesehatan nasional wilayah
I
Jumlah hasil status Kesehatan
Masyarakat pada Riset Kesehatan
Nasional (RISKESNAS) pada wilayah
I
1 1 1 7 2 205,6 Aceh, Riau, Jakarta,
Jateng, DIY, NTT, Sulsel
03
Riset status kesehatan masyarakat
pada Riset Kesehatan Nasional
wilayah IV
Jumlah hasil status Kesehatan
Masyarakat pada Riset Kesehatan
Nasional (RISKESNAS) pada wilayah
IV
1 1 1 7 2 108,2 Jambi, Kepri, Kalteng,
Kaltim, Kaltara, Sulteng,
Sulbar
berkas 3, hlm. 668
024.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penelitian dan Pengembangan
Humaniora dan Manajemen Kesehatan
409,8
Penguatan sistem integrasi pencatatan
kelahiran, kematian, dan penyebab
kematian dalam mendukung
Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati
(PS2H)
Jumlah kabupaten/kota yang
menerapkan sistem pencatatan
kelahiran, kematian dan penyebab
kematian dalam mendukung
pencatatan sipil dan statistik hayati
(PS2H)
5 8 11 14 17 120,2 17 Provinsi dan 17
kabupaten/kota
Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Penguatan sistem pencatatan data
rutin program
Jumlah rekomendasi penguatan
sistem pencatatan data rutin
program
2 1 1 1 1 48,5 Pusat 03
Riset status kesehatan masyarakat
pada riset kesehatan nasional wilayah
III
Jumlah hasil Riset status Kesehatan
Masyarakat pada Kesehatan
Nasional (RISKESNAS) pada wilayah
III
1 1 1 7 2 241,1 Ada 7 Provinsi : Sumbar,
Jatim, Bali, NTB, Sulut,
Malut, dan Papua
03
Program Pembinaan Kesehatan
Masyarakat 4.938,0
Pembinaan Gizi Masyarakat 2.857,2
Penanggulangan Kurang Energi Kronis
(KEK) pada ibu hamil
Persentase ibu hamil kurang energi
kronis
16 14,5 13 11,5 10 1.016,0 514 kabupaten/Kota Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Suplementasi gizi mikro pada balita Jumlah balita yang mendapatkan
suplementasi gizi mikro
90000 140000 190000 240000 290000 284,6 514 kabupaten/Kota Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Pemantauan tumbuh kembang balita Persentase balita yang dipantau
pertumbuhan dan perkembangannya
60 70 75 80 85 1.075,3 514 kabupaten/Kota Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Pelaksanaan surveilans dan intervensi
gizi berkualitas di kabupaten/kota
Persentase kabupaten/kota yang
melaksanakan surveilans gizi
51 70 90 100 100 481,3 514 kabupaten/Kota Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
Pembinaan Upaya Kesehatan Kerja dan
Olahraga 195,4
berkas 3, hlm. 669
024.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelaksanaan kesehatan kerja di
tempat kerja
Jumlah Kab/Kota yang
melaksanakan kesehatan kerja
308 334 360 385 411 195,4 Pusat dan 34 provinsi 03
Pembinaan Kesehatan Keluarga 415,5
Pelayanan kesehatan usia reproduksi Jumlah kabupaten/kota yang
menyelenggarakan pelayanan
kesehatan usia reproduksi
120 200 320 470 514 134,6 70 kabupaten/kota Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Pelayanan Kesehatan Lansia Persentase kabupaten/kota yang
menyelenggarakan pelayanan
kesehatan lanjut lansia
45 50 55 60 65 115,4 34 Provinsi 03
Pelatihan tenaga kesehatan dalam
kegawatdaruratan maternal dan
neonatal
Jumlah tenaga kesehatan yang
dilatih kegawatdaruratan maternal
dan neonatal
960 960 960 960 960 165,5 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat 568,6
Pembinaan Kabupaten/kota dalam
menerapkan kebijakan Germas
Persentase kabupaten/kota yang
menerapkan kebijakan Germas
30 35 40 45 50 361,6 34 Provinsi 03
Penyusunan pedoman/regulasi/
rekomendasi kebijakan penerapan
Germas
Jumlah
pedoman/regulasi/rekomendasi
kebijakan penerapan Germas
3 6 9 12 15 24,3 Pusat 03
Pembinaan posyandu aktif Persentase kabupaten/kota
melaksanakan pembinaan posyandu
aktif
51 70 90 100 100 182,7 34 Provinsi 03
Penyehatan Lingkungan 901,3
Pembinaan pelaksanaan Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat (STBM)
Persentase desa/kelurahan dengan
Stop Buang air besar Sembarangan
(SBS)
40 50 60 70 90 445,2 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03, 05
Pembinaan pelaksanaan
kabupaten/kota sehat
Jumlah kabupaten/kota sehat 110 220 280 380 420 76,0 34 Provinsi 03, 05
Pengawasan kualitas air minum Persentase sarana air minum yang
diawasi/diperiksa kualitas air
minumnya sesuai standar
60 64 68 72 76 291,2 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03, 05
berkas 3, hlm. 670
024.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pengelolaan limbah medis Jumlah Fasyankes yang memiliki
pengelolaan limbah medis sesuai
standar
2600 3000 4850 6250 8800 88,9 35 Provinsi Pembangunan
Fasilitas Pengolahan
Limbah B3
06
Program Pembinaan Pelayanan
Kesehatan 6.250,1
Pembinaan Fasilitas Pelayanan
Kesehatan 1.811,7
Pengembangan fasilitas rujukan di
Kawasan Indonesia Timur
Jumlah RS UPT Vertikal di Kawasan
Timur Indonesia yang dikembangkan
2 2 2 2 2 1.727,5 3 Lokasi 03
Penyusunan rencana induk nasional
pengembangan fasilitas pelayanan
kesehatan
Jumlah rencana induk nasional
pengembangan fasilitas pelayanan
kesehatan
1 1 - - - 2,5 34 Provinsi 03
Pembinaan FKTP yang memiliki
sarana, prasarana dan alat (SPA)
sesuai standar
Persentase FKTP yang memenuhi
sarana, prasarana dan alat (SPA)
sesuai standar
75 83 90 95 100 15,2 34 Provinsi 03
Pembinaan rumah sakit yang
memenuhi sarana prasarana dan alat
(SPA) sesuai standar
Persentase RS milik Pemerintah
Daerah yang memenuhi sarana
prasarana dan alat (SPA) sesuai
standar
80 85 90 95 100 25,9 34 Provinsi 03
Pembinaan RSUD di DTTPK (Daerah
Tertinggal, Terpencil, Perbatasan,
Kepulauan)
Jumlah RSUD di Daerah Tertinggal,
Terpencil, Perbatasan, Kepulauan
(DTTPK) yang dibina
7 14 21 28 35 24,1 15 provinsi 03
Pembinaan puskesmas daerah
tertinggal, perbatasan, kepulauan
yang ditingkatkan SPA sesuai standar
Jumlah puskesmas Daerah
Tertinggal, Perbatasan, Kepulauan
(DTPK) yang ditingkatkan SPA sesuai
standar
250 200 200 200 200 16,3 28 provinsi 03
Pembinaan Pelayanan Kesehatan Primer
502,5
Pelaksanaan pelayanan kesehatan
bergerak (PKB)
Jumlah Pelayanan Kesehatan
Bergerak (PKB) yang dilakukan di
daerah terpencil dan sangat terpencil
sesuai standar
18 51 84 117 150 324,9 28 provinsi 03
Pelaksanaan Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
Jumlah kabupaten/kota yang telah
melaksanakan PIS-PK dengan 100%
intervensi keluarga
105 200 300 400 514 129,7 34 Provinsi 03
Pelayanan rujukan non spesialistik di
FKTP
Persentase FKTP dengan rasio
rujukan non spesialistik ≤ 2%
40 50 60 80 100 37,9 34 Provinsi 03
berkas 3, hlm. 671
024.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pembinaan UTD yang memiliki sarana,
prasarana dan alat kesehatan sesuai
standar
Jumlah UTD yang mendapatkan
pembinaan sesuai standar
pelayanan Transfusi Darah
42 126 210 252 294 10,1 34 Provinsi 03
Pembinaan Pelayanan Kesehatan
Rujukan 190,7
Penerapan telemedicine Jumlah fasyankes yang diampu
dalam melaksanakan telemedicine
67 134 201 268 335 62,2 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Penerapan Rekam Medis Elektronik
(RME) terintegrasi
Persentase rumah sakit rujukan
yang menerapkan Rekam Medis
Elektronik (RME) terintegrasi
20 40 60 80 100 57,2 34 Provinsi 03
Penerapan sistem rujukan terintegrasi Jumlah provinsi yang menerapkan
sistem rujukan terintegrasi
34 34 34 34 34 25,2 34 Provinsi 03
Pelaksanaan pelayanan Operasi Sectio
Sesarea Darurat dalam waktu ≤ 30
menit
Jumlah RS yang Melaksanakan
Operasi Sectio Sesarea Darurat
dalam waktu ≤ 30 menit
66 132 198 264 331 33,6 34 Provinsi 03
Pengendalian anti microbial resistance Persentase RS kelas A dan B
Pendidikan yang melakukan
surveilan AMR sesuai standar
20 40 60 80 100 12,5 34 Provinsi 03
Mutu dan Akreditasi Pelayanan
Kesehatan 124,6
Pembinaan dalam rangka peningkatan
mutu FKTP untuk diakreditasi
Jumlah fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama yang
memenuhi persyaratan survey
akreditasi
4478 4009 4720 6110 5706 59,1 34 Provinsi 03
Pembinaan dalam rangka peningkatan
mutu rumah sakit untuk diakreditasi
Jumlah fasilitas pelayanan
kesehatan rujukan yang memenuhi
persyaratan survey akreditasi
1028 851 1195 1169 991 65,5 34 Provinsi 03
Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya pada Program
Pembinaan Pelayanan Kesehatan
3.620,6
berkas 3, hlm. 672
024.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pencatatan kematian ibu Persentase RS yang melakukan
pencatatan dan pelaporan kematian
ibu
40 50 60 80 100 23,9 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Pengembangan dan penyediaan sarana
dan prasarananya RS UPT vertikal
Jumlah RS UPT vertikal yang
dikembangkan dan ditingkatkan
sarana dan prasarananya
6 6 6 7 7 3.596,7 7 RS 03
Program Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit 6.935,8
Surveilans dan Karantina Kesehatan 1.202,1
Pelaksanaan imunisasi dasar lengkap Persentase bayi usia 0-11 bulan
yang mendapat imunisasi dasar
lengkap
92,9 93,6 94,1 94,6 95 267,5 32 Provinsi 03
Pelaksanaan imunisasi dasar lengkap
di Papua dan Papua Barat
Persentase bayi usia 0-11 bulan
yang mendapat imunisasi dasar
lengkap di Papua dan Papua Barat
92,9 93,6 94,1 94,6 95 40,6 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
02
Respon peringatan dini Kejadian Luar
Biasa (KLB)
Persentase kabupaten/kota yang
merespon peringatan dini KLB (alert
systems)
60 65 70 75 80 260,9 34 Provinsi 03
Peningkatan kekarantinaan kesehatan Persentase kab/kota yang memiliki
pelabuhan/bandar udara/PLBDN
yang mempunyai kapasitas sesuai
standar dalam pencegahan dan
pengendalian kedaruratan kesehatan
masyarakat
20 40 60 80 100 633,0 34 Provinsi 03
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Tular Vektor dan Zoonotik 1.031,9
Intensifikasi upaya eliminasi malaria Jumlah kabupaten/kota dengan
intensifikasi upaya eliminasi malaria
141 130 119 110 95 315,5 32 Provinsi 03
Intensifikasi upaya eliminasi malaria
Papua dan Papua Barat
Jumlah kabupaten/kota di Papua
dan Papua Barat dengan
intensifikasi upaya eliminasi malaria
10 15 20 25 30 62,9 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
berkas 3, hlm. 673
024.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Intervensi eliminasi schistosomiasis Jumlah desa endemis
schistosomiasis yang mencapai
eliminasi
11 15 19 24 28 22,0 28 Desa di 2 kabupaten
(Poso dan Sigi)
03
Intervensi eliminasi filariasis Jumlah kabupaten/kota dengan
intervensi eliminasi filariasis
106 150 191 207 212 554,1 201 kabupaten/Kota 03
Intervensi eliminasi filariasis di Papua
dan Papua Barat
Jumlah kabupaten/kota di Papua
dan Papua Barat dengan intervensi
eliminasi filariasis
6 8 14 21 25 42,0 Kab/Kota di Papua Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
02
Pengendalian Penyakit Arbovirosis Persentase Kab/Kota dengan IR DBD
< 49 per 100.000 penduduk
70 75 80 85 90 35,4 34 Provinsi 06
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Menular Langsung 2.314,0
Intensifikasi penemuan dan
pengobatan kasus kusta
Persentase penderita kusta yang
menyelesaikan pengobatan kusta
tepat waktu
90 90 90 90 90 116,2 32 Provinsi 03
Intensifikasi penemuan dan
pengobatan kasus kusta di Papua dan
Papua Barat
Persentase penderita kusta yang
menyelesaikan pengobatan kusta
tepat waktu di Papua dan Papua
Barat
62 72 72 72 72 32,0 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
02
Pengobatan ODHA baru yang
ditemukan
Persentase ODHA baru ditemukan
yang memulai pengobatan ARV
77 80 85 90 95 519,4 32 Provinsi 03
Pengobatan ODHA baru yang
ditemukan di Papua dan Papua Barat
Persentase ODHA baru ditemukan
yang memulai pengobatan ARV di
Papua dan Papua Barat
77 80 85 90 95 22,7 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
02
Penemuan dan pengobatan TBC Persentase cakupan penemuan dan
pengobatan TBC (TBC treatment
coverage)
80 85 90 90 90 1.073,5 32 Provinsi 03
Penemuan dan pengobatan TB di
Papua dan Papua Barat
Cakupan penemuan dan pengobatan
TBC (TBC treatment coverage ) di
Papua dan Papua Barat
65 70 75 80 85 11,2 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
berkas 3, hlm. 674
024.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pencegahan dan Pengendalian ISPA Persentase kabupaten/kota yang
50% puskesmasnya melaksanakan
tatalaksana penumonia standar
50 52 55 57 60 35,6 34 Provinsi 03
Pencegahan dan pengendalian
penyakit hepatitis
Persentase kabupaten/kota yang
melaksanakan deteksi dini hepatitis
B dan C pada populasi berisiko
85 90 95 100 100 503,5 34 Provinsi 03
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Tidak Menular 1.243,1
Deteksi dini kanker Jumlah kabupaten/kota yang
melakukan deteksi dini penyakit
kanker di ≥ 80% populasi usia 30-59
tahun
283 309 360 411 514 170,0 34 Provinsi 03
Deteksi dini gangguan indera Jumlah kabupaten/kota yang
melaksanakan deteksi dini gangguan
indera pada ≥ 40% populasi
155 206 308 360 514 139,9 34 Provinsi 03
Deteksi dini faktor risiko PTM Jumlah kabupaten/kota yang
melakukan deteksi dini faktor risiko
PTM ≥ 80%
52 129 232 360 514 545,5 34 Provinsi 03
Pelaksanaan pengendalian PTM
terpadu di Puskesmas
Jumlah kabupaten/kota yg
melakukan pelayanan terpadu
(Pandu) PTM di ≥ 80% Puskesmas
103 205 308 411 514 173,4 34 Provinsi 03
Pelayanan berhenti merokok
(konseling dan terapi)
Jumlah kabupaten/kota dengan ≥
40% FKTP yang menyelenggarakan
layanan Upaya Berhenti Merokok
(UBM)
50 100 175 275 350 204,8 34 Provinsi 03
Advokasi kepada pemerintah daerah
untuk penerapan Kawasan Tanpa
Rokok (KTR)
Jumlah kabupaten/kota yang
menerapkan Kawasan Tanpa Rokok
(KTR)
324 374 424 474 514 9,5 34 Provinsi 03
Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di
Pintu Masuk Negara dan Wilayah 753,9
Pengendalian faktor risiko penyakit di
pintu masuk negara
Persentase faktor risiko penyakit di
pintu masuk yang dikendalikan
86 89 93 97 100 753,9 34 Provinsi 03
berkas 3, hlm. 675
024.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Dukungan Pelayanan Surveilans dan
Laboratorium Kesehatan Masyarakat
untuk Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit
242,1
Kewaspadaan dini kejadian penyakit Persentase rekomendasi surveilans
faktor risiko dan penyakit berbasis
laboratorium yang dimanfaatkan
80 85 90 95 100 242,1 34 Provinsi 03
Pencegahan dan Pengendalian Masalah
Kesehatan Jiwa dan NAPZA 148,8
Pelayanan kesehatan bagi penderita
gangguan jiwa (ODGJ) berat
Persentase ODGJ berat yang
mendapatkan pelayanan sesuai
standar
45 60 75 90 100 40,2 34 Provinsi 03
Pelayanan rehabilitasi medis bagi
penyalahguna napza
Jumlah penyalahguna Napza yang
mendapatkan pelayanan rehabilitasi
medis
9500 10000 10500 11000 11500 108,6 34 Provinsi 07
Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan
14.052,1
Peningkatan Pelayanan Kefarmasian 135,9
Pelayanan kefarmasian sesuai standar
di fasyankes
Jumlah fasyankes yang
melaksanakan pelayanan
kefarmasian sesuai standar
3000 4000 5000 6000 7000 102,7 Fasyankes di
Provinsi/kabupaten/ Kota
03
Penggunaan obat sesuai FORNAS di
rumah sakit
Persentase rumah sakit dengan
penggunaan obat sesuai FORNAS
70 75 80 85 90 33,2 RS Prov/kabupaten/ Kota 03
Peningkatan Tata Kelola Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan 13.835,2
Penyediaan vaksin baru untuk
pneumonia (PCV)
Persentase ketersediaan PCV di
provinsi rencana introduksi
100 100 100 100 100 1.633,1 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
03
Penyediaan obat dan vaksin esensial
di puskesmas
Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan obat esensial
77 79 81 83 85 38,5 Pusat/Prov/
kabupaten/Kota
03
Penyediaan obat gizi Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan obat gizi
100 100 100 100 100 446,9 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
berkas 3, hlm. 676
024.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyediaan obat dan perbekalan
kesehatan program kesehatan ibu dan
anak
Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan obat kesehatan dan
perbekalan kesehatan program ibu
dan anak
100 100 100 100 100 11,4 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
03
Penyediaan obat dan perbekalan
kesehatan program pencegahan dan
pengendalian TB
Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan obat program
tuberkulosis
100 100 100 100 100 1.718,0 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Penyediaan obat dan perbekalan
kesehatan program pencegahan dan
pengendalian HIV/AIDS
Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan obat program HIV/AIDS
100 100 100 100 100 2.695,0 34 Provinsi 03
Penyediaan obat dan perbekalan
kesehatan program pengendalian
Malaria
Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan obat program malaria
yang disediakan
100 100 100 100 100 84,0 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Penyediaan buffer obat dan
perbekalan kesehatan program
pelayanan kesehatan dasar
Jumlah paket buffer obat pelayanan
kesehatan dasar yang disediakan
10 10 10 10 10 1.084,5 34 Provinsi 03
Penyediaan vaksin imunisasi dasar
lengkap
Persentase kabupaten/kota dengan
ketersediaan vaksin imunisasi dasar
lengkap
91 92 93 94 95 6.081,8 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
03
Pelaksanaan Manajemen Pengelolaan
Obat dan Vaksin Sesuai Standar di
instalasi farmasi kab/kota
Jumlah instalasi farmasi
kabupaten/kota yang melakukan
manajemen pengelolaan obat dan
vaksin sesuai standar
164 264 364 464 514 17,4 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
03
Penerapan aplikasi logistik obat dan
Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di
instalasi farmasi provinsi dan
kab/kota
Jumlah instalasi farmasi provinsi
dan kabupaten/kota yang
menerapkan aplikasi logistik obat
dan Bahan Medis Habis Pakai
(BMHP)
68 136 204 272 340 24,6 Pusat/Prov/ kabupaten/
Kota
03
Peningkatan Produksi dan Distribusi
Kefarmasian 2,7
Penyusunan peta jalan pengembangan
vaksin halal
Jumlah penyusunan peta jalan
pengembangan vaksin halal
1 1 1 1 1 2,7 Jakarta 03
berkas 3, hlm. 677
024.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan Penilaian Alat Kesehatan
(Alkes) dan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga (PKRT) 46,6
Produksi alat kesehatan di dalam
negeri
Jumlah alat kesehatan yang
diproduksi di dalam negeri
7 7 7 7 7 46,6 Industri Alkes di
Provinsi/kabupaten/ Kota
03
Peningkatan Pengawasan Alat Kesehatan
(Alkes) dan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga (PKRT) 31,7
Pengawasan produk Alkes dan PKRT Persentase produk alat kesehatan
(Alkes) dan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga (PKRT) yang diuji dan
memenuhi syarat
90 90 90 95 95 31,7 Pusat/Prov/
kabupaten/Kota
03
Program Pengembangan dan
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Kesehatan (PPSDMK) 4.137,2
Peningkatan Mutu SDM Kesehatan 633,8
Penyediaan bantuan pendidikan
Program Pendidikan Dokter Spesialis
(PPDS)/Program Pendidikan Dokter
Gigi Spesialis (PPDGS)
Jumlah dokter penerima bantuan
Program Pendidikan Dokter Spesialis
(PPDS)/Program Pendidikan Dokter
Gigi Spesialis (PPDGS)
2020 1885 1785 1650 1540 633,8 34 Provinsi 03
Pelatihan Sumber Daya Manusia
Kesehatan 247,3
Pelatihan strategis sumber daya
manusia kesehatan
Jumlah SDM kesehatan yang
mendapat pelatihan strategis
2700 2700 2700 2700 2700 237,0 34 Provinsi 03
Pelatihan tenaga kesehatan di Unit
Transfusi Darah dan Bank Darah
Rumah Sakit
Jumlah tenaga kesehatan di Unit
Transfusi Darah dan Bank Darah
Rumah Sakit yang dilatih
100 100 100 100 100 10,3 34 Provinsi Percepatan Penurunan
Kematian Ibu dan
Stunting
03
Pendidikan SDM Kesehatan 377,1
Penyediaan bantuan biaya pendidikan
diutamakan pada daerah bermasalah
kesehatan dan DTPK
Jumlah penerima afirmasi bantuan
biaya pendidikan diutamakan pada
daerah bermasalah kesehatan dan
DTPK
0 500 1000 1500 1500 155,3 Pusat dan Poltekkes
Kementerian Kesehatan
berkas 3, hlm. 678
024.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyesuaian prodi dan lembaga
pendidikan SDM kesehatan
Jumlah prodi dan lembaga
pendidikan SDM kesehatan yang
disesuaikan dengan kebutuhan
program pembangunan kesehatan
52 104 156 208 260 221,8 Pusat dan 38 Poltekkes
Kementerian Kesehatan
03
Perencanaan dan Pendayagunaan SDM
Kesehatan 1.276,9
Penugasan khusus tenaga kesehatan
secara tim
Jumlah kumulatif penempatan baru
dan pemulangan tenaga kesehatan
pada penugasan khusus secara tim
1356 1493 1200 1200 1200 296,8 100 Puskesmas 03
Pendayagunaan dokter spesialis Jumlah lulusan pendidikan dokter
spesialis yang di dayagunakan
660 660 660 660 660 75,2 455 Rumah Sakit 03
Pendayagunaan dokter spesialis di
Wilayah Papua dan Papua Barat
Jumlah lulusan pendidikan dokter
spesialis yang di dayagunakan di
wilayah Papua dan Papua Barat
40 40 40 40 40 6,8 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
02
Penugasan khusus tenaga kesehatan
secara individu
Jumlah kumulatif penempatan baru
dan pemulangan tenaga kesehatan
pada penugasan khusus secara
individu
4177 5487 4000 4000 4000 270,0 500 Puskesmas 03
Penugasan khusus tenaga kesehatan
di Papua dan Papua Barat
Jumlah kumulatif penempatan baru
dan pemulangan tenaga kesehatan
pada penugasan khusus secara tim
dan individudi Papua dan Papua
Barat
395 270 200 200 200 14,3 2 Provinsi Wilayah Adat Papua :
Wilayah Adat Laa Pago
dan Wilayah Adat
Domberay
02
Pendayagunaan dokter pasca internsip Jumlah dokter pasca internsip yang
didayagunakan
0 400 600 800 1000 613,8 34 Provinsi 03
Registrasi, Standardisasi, Pembinaan
dan Pengawasan Tenaga Kesehatan 194,3
Registrasi tenaga kesehatan Jumlah tenaga kesehatan
teregistrasi
150000 155000 160000 165000 170000 194,3 Pusat 03
Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan
Tinggi 1.407,8
berkas 3, hlm. 679
024.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pendayagunaan tenaga kesehatan
lulusan Poltekkes Kemenkes di
fasyankes Pemerintah
Jumlah tenaga kesehatan lulusan
Poltekkes Kementerian Kesehatan RI
yang didayagunakan di fasyankes
pemerintah
0 500 1000 1500 1500 1.407,8 34 Provinsi 03
Program Penguatan Pelaksanaan
Jaminan Kesehatan Nasional 249.969,9
Pengembangan Pembiayaan Kesehatan
dan JKN/KIS 249.969,9
Peningkatan kepesertaan PBI Jumlah penduduk yang menjadi
peserta Penerima Bantuan Iuran
(PBI) melalui Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN)
107,2 108,6 110 111,4 112,9 249.938,4 34 Provinsi 03
Penyusunan bahan kebijakan teknis
pengembangan pembiayaan kesehatan
dan Jaminan Kesehatan Nasional
(JKN)
Jumlah bahan kebijakan teknis
pengembangan pembiayaan
kesehatan dan jaminan kesehatan
nasional
2 2 2 2 2 31,5 Pusat 03
JUMLAH 288.603,0
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 680
025.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN AGAMA
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Agama 379,9
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Agama 477,3
Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama 1.719,4
Program Penyelenggaraan Haji Dan Umrah 6.623,0
Program Pendidikan Islam 128.649,9
Program Bimbingan Masyarakat Islam 11.110,9
Program Bimbingan Masyarakat Kristen 3.281,1
Program Bimbingan Masyarakat Katolik 1.715,8
Program Bimbingan Masyarakat Hindu 1.403,7
Program Bimbingan Masyarakat Buddha 905,6
Program Kerukunan Umat Beragama 322,8
Program Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal 108,6
JUMLAH 156.697,9
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 681
025.B.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
INDIKASI TARGET DAN PENDANAAN PRIORITAS
KEMENTERIAN AGAMA
INDIKASI TARGET
2020 2021 2022 2023 2024
Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Kementerian Agama 32,3
Pembinaan Administrasi Informasi
Keagamaan dan Kehumasan 32,3
Layanan Data dan Informasi Jumlah Layanan Data dan Informasi 1 1 1 1 1 32,3 Pusat 03
Program Penelitian Pengembangan dan
Pendidikan Pelatihan Kementerian
Agama 1.094,8
Pembinaan Administrasi dan Tugas
Teknis Lainnya Lajnah Pentashihan
Mushaf Al-Qur'an 3,4
Bahan Bacaan Tafsir dan Literatur Ke-
Al-Qur'anan
Jumlah Dokumen Pengkajian dan
Pengembangan Mushaf Al-Qur'an
0 1 1 1 1 0,4 Pusat dan Daerah 04
Dokumen Pengkajian dan
Pengembangan Mushaf Al-Qur'an
Jumlah Dokumen Pengkajian dan
Pengembangan Mushaf Al-Qur'an
1 1 1 1 1 3,0 Pusat dan Daerah 04
Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis
Keagamaan 1,2
Alumni Diklat Tenaga Teknis
Keagamaan
Diklat Alumni Tenaga Teknis
Keagamaan
30 30 30 30 30 0,7 Pusat dan Daerah 04
Alumni Diklat Teknis Keagamaan
Penyuluh dan Penghulu
Diklat Alumni Teknis Keagamaan
Penyuluh dan Penghulu
30 30 30 30 30 0,5 Pusat dan Daerah 04
Penelitian dan Pengembangan Lektur,
Khazanah Keagamaan dan Manajemen
Organisasi 5,3
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
berkas 3, hlm. 682
025.B.2
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Hasil Penelitian Lektur, Khazanah
Keagamaan dan Manajemen
Organisasi yang Berkualitas
Hasil Penelitian Lektur, Khazanah
Keagamaan dan Manajemen
Organisasi yang Berkualitas
1 1 1 1 1 3,0 Pusat dan Daerah 04
Hasil Pengembangan Lektur,
Khazanah Keagamaan dan Manajemen
Organisasi
Hasil Pengembangan Lektur,
Khazanah Keagamaan dan
Manajemen Organisasi
1 1 1 1 1 2,2 Pusat dan Daerah 04
Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis
Pendidikan 931,6
Alumni Diklat Tenaga Teknis
Pendidikan
Alumni Diklat Tenaga Teknis
Pendidikan
40510 40510 40510 40510 40510 829,4 Pusat dan Daerah 03, 04
Dokumen Pengembangan Sistem
Kediklatan Tenaga Teknis Pendidikan
Dokumen Pengembangan Sistem
Kediklatan Tenaga Teknis
Pendidikan
234 234 234 234 234 102,3 Pusat dan Daerah 04
Penelitian dan Pengembangan Lektur
dan Khazanah Pendidikan Keagamaan 153,3
Hasil Penelitian Lektur dan Khazanah
Pendidikan Keagamaan yang
Berkualitas
Hasil Penelitian Lektur dan
Khazanah Pendidikan Keagamaan
yang Berkualitas
18 18 18 18 18 59,6 Pusat dan Daerah 04
Hasil Pengembangan Lektur dan
Khazanah Pendidikan Keagamaan
Jumlah Hasil Pengembangan Lektur
dan Khazanah Pendidikan
Keagamaan
16 16 16 16 16 93,8 Pusat dan Daerah 04
Program Penyelenggaraan Haji Dan
Umrah 6.242,1
Pembinaan Umrah dan Haji Khusus 66,6
Pembinaan Penyelenggara Perjalanan
Ibadah Umrah
Penyelenggara Perjalanan Ibadah
Umrah yang terbina
30 100 100 100 100 25,4 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Penyelenggaraan Ibadah
Haji Khusus
Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
yang terbina
30 100 100 100 100 24,0 Pusat dan Daerah 04
Pemantauan dan Pengawasan Umrah
dan Haji Khusus
Pemantauan dan Pengawasan
Umrah dan Haji Khusus
75 150 150 150 150 17,2 Pusat dan Daerah 04
Pelayanan Haji Dalam Negeri 3.518,2
Pelayanan dokumen dan perlengkapan
jemaah haji
Pelayanan dokumen dan
perlengkapan jemaah haji
231000 231000 231000 231000 231000 123,6 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Asrama Haji Pengelolaan Asrama Haji 1 1 1 1 1 16,1 Pusat dan Daerah 04
Pelayanan Transportasi Udara dan
Perlindungan Jemaah Haji
Transportasi Udara dan
Perlindungan Jemaah Haji yang
terselenggara
2 2 2 2 2 43,3 Pusat dan Daerah 04
berkas 3, hlm. 683
025.B.3
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pelayanan Pendaftaran dan
Pembatalan Haji Reguler
Pendaftaran dan Pembatalan Haji
Reguler yang terselenggara
10000 204000 204000 204000 204000 85,9 Pusat dan Daerah 04
Revitalisasi dan Pengembangan
Asrama Haji
Asrama Haji yang dikembangkan
dan direvitalisasi
10 8 13 16 16 2.625,3 Pusat dan Daerah 04
Revitalisasi dan Pembangunan Pusat
Layanan Haji dan Umrah Terpadu
Pusat Layanan Haji dan Umrah
Terpadu yang dibangun dan
direvitalisasi
40 40 40 40 40 624,0 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Haji 1.823,9
Petugas haji yang profesional Petugas haji yang ditingkatkan
profesionalismenya
50 2288 2288 2288 2288 1.641,3 Pusat dan Daerah 04
Bimbingan Jemaah Haji Bimbingan Jemaah Haji yang
terselenggara
500 500 500 500 500 171,8 Pusat dan Daerah 04
Advokasi Haji Advokasi Haji yang terselenggara 12 12 12 12 12 10,8 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Dana Haji dan Sistem
Informasi Haji 206,9
Perencanaan Anggaran Operasional
dan Pengelolaan Aset Haji
Jumlah Perencanaan Anggaran
Operasional dan Pengelolaan Aset
Haji
3 3 3 3 3 30,7 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Keuangan Operasional
Haji
Jumlah Pengelolaan Keuangan
Operasional Haji
4 4 4 4 4 51,7 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Data dan Sistem
Informasi Haji Terpadu
Data dan Sistem Informasi Haji
Terpadu
12 12 12 12 12 124,5 Pusat dan Daerah 04
Pelayanan Atase Haji di Jeddah 594,6
Petugas Haji di Arab Saudi Terselenggaranya ibadah haji oleh
Petugas Haji di Arab Saudi
1 1 1 1 1 594,6 Arab Saudi 04
Pelayanan Haji Luar Negeri 31,9
Penyediaan Akomodasi Jemaah Haji di
Arab Saudi
Jemaah Haji yang mendapatkan
akomodasi di Arab Saudi
214000 214000 214000 214000 214000 13,0 Arab Saudi 04
Penyediaan Konsumsi Jemaah Haji di
Arab Saudi
Jemaah Haji yang mendapatkan
konsumsi di Arab Saudi
214000 214000 214000 214000 214000 10,0 Arab Saudi 04
Pelayanan Transportasi Darat di Arab
Saudi
Jamaah haji yang mendapatkan
Pelayanan Transportasi Darat di
Arab Saudi
214000 214000 214000 214000 214000 8,9 Arab Saudi 04
Program Pendidikan Islam 101.077,2
Peningkatan Mutu dan Relevansi
Pendidikan Agama Islam 400,0
berkas 3, hlm. 684
025.B.4
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Dokumen Standar Nasional
Pendidikan Agama Islam
Jumlah Dokumen Standar Nasional
Pendidikan Agama Islam
79 79 79 79 79 131,2 Pusat 03
Guru/Dosen/Pengawas PAI yang
bermutu
Jumlah Guru/Dosen/Pengawas PAI
yang bermutu
200 210 220 230 240 15,3 Pusat dan daerah 03
Guru/Pengawas/Dosen PAI penerima
Beasiswa S2
Jumlah Guru/Pengawas/Dosen PAI
yang menerima Beasiswa S2
0 500 600 700 800 118,9 Pusat dan Daerah 03
Guru PAI yang meningkat
kompetensinya
Jumlah Guru PAI yang meningkat
kompetensinya
3950 4000 4500 5000 5500 49,7 Pusat dan daerah 03
GPAI yang mengikuti program
Pendidikan Profesi Guru (PPG)
Jumlah GPAI yang mengikuti
program Pendidikan Profesi Guru
(PPG)
1000 1500 2000 2500 3000 84,9 Pusat dan Daerah 03
Peningkatan Akses, Mutu, Relevansi, dan
Daya Saing Pendidikan Keagamaan Islam
2.567,9
Santri Pendidikan Keagamaan Islam
yang Berdaya Saing
Jumlah Santri Pendidikan
Keagamaan Islam yang Berdaya
Saing
500 500 500 500 500 29,3 Daerah 03
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidikan Keagamaan Islam yang
bermutu
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan
Keagamaan Islam yang bermutu
150 160 170 180 190 15,7 Pusat dan Daerah 03
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidikan Keagamaan Islam yang
bermutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidikan Keagamaan Islam yang
bermutu
133 133 133 133 133 14,7 Daerah 03
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pendidikan Keagamaan Islam yang
bermutu
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pendidikan
Keagamaan Islam yang bermutu
133 133 133 133 133 14,7 Daerah 03
Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam
yang Menyelenggarakan Life Skill
Jumlah Lembaga Pendidikan
Keagamaan Islam yang
Menyelenggarakan Life Skill
100 200 250 300 350 40,8 Pusat dan Daerah 03
Pondok Pesantren yang Meningkatkan
Mutu Layanan Kesehatan dan
Sanitasinya
Jumlah Pondok Pesantren yang
Meningkatkan Mutu Layanan
Kesehatan dan Sanitasinya
30 30 30 30 30 17,6 Daerah 03
Santri Penerima Bantuan Pendidikan
Terpadu Anak Harapan
Jumlah Santri Penerima Bantuan
Pendidikan Terpadu Anak Harapan
1000 1000 1000 1000 1000 8,8 Daerah 03
berkas 3, hlm. 685
025.B.5
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Asrama pada Pondok Pesantren yang
Dibangun
Jumlah Asrama pada Pondok
Pesantren yang Dibangun
256 260 260 260 260 63,5 Pusat dan Daerah 03
Asrama pada Pondok Pesantren yang
Direhabilitasi
Jumlah Asrama pada Pondok
Pesantren yang Direhabilitasi
245 250 250 250 250 30,7 Pusat dan Daerah 03
Ruang Belajar Pendidikan Keagamaan
Islam yang Direhabilitasi
Jumlah Ruang Belajar Pendidikan
Keagamaan Islam yang Direhabilitasi
10 15 20 25 30 42,5 Pusat dan Daerah 03
Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ula
penerima BOS
Jumlah Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ula
penerima BOS
27540 27540 27540 27540 27540 145,4 Pusat dan Daerah 03
Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Wustha
penerima BOS
Jumlah Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Wustha
penerima BOS
114516 114516 114516 114516 114516 696,1 Pusat dan Daerah 03
Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ulya
penerima BOS
Jumlah Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ulya
penerima BOS
18562 18562 18562 18562 18562 153,9 Pusat dan Daerah 03
Lembaga Pendidikan Tinggi
Keagamaan Islam yang Bermutu
Jumlah Lembaga Pendidikan Tinggi
Keagamaan Islam yang Bermutu
12 12 12 12 12 29,3 Pusat 03
Lembaga Pendidikan Tinggi
Keagamaan Islam yang Bermutu
Jumlah Lembaga Pendidikan Tinggi
Keagamaan Islam yang Bermutu
12 12 12 12 12 29,3 Daerah 03
Pondok Pesantren Daerah 3T yang
Ditingkatkan Mutunya
Jumlah Pondok Pesantren Daerah 3T
yang Ditingkatkan Mutunya
10 12 14 16 18 25,2 Pusat dan Daerah
Afirmasi 3T
03
Santri Hafidz Al Quran Penerima
Beasiswa
Jumlah Santri Hafidz Al Quran
Penerima Beasiswa
0 1000 1000 1000 1000 13,5 Daerah 03
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
pada Pendidikan Diniyah Formal dan
Wajar Dikdas yang Bermutu
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan pada Pendidikan
Diniyah Formal dan Wajar Dikdas
yang Bermutu
250 250 250 250 250 4,1 Pusat dan Daerah 03
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
pada Pendidikan Diniyah, Pendidikan
Al Quran dan Pendidikan Pesantren
yang Bermutu
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan pada Pendidikan
Diniyah, Pendidikan Al Quran dan
Pendidikan Pesantren yang Bermutu
170 170 170 170 170 5,2 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 686
025.B.6
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ula
Penerima bantuan PIP
Jumlah Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ula
Penerima bantuan PIP
30176 30176 30176 30176 30176 79,7 Pusat dan Daerah 03
Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Wustha
penerima bantuan PIP
Jumlah Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Wustha
penerima bantuan PIP
105203 105203 105203 105203 105203 462,4 Pusat dan Daerah 03
Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ulya
penerima bantuan PIP
Jumlah Santri Pendidikan diniyah
formal/muadalah/PPS Tk. Ulya
penerima bantuan PIP
46283 46283 46283 46283 46283 314,2 Pusat dan Daerah 03, 04
Madrasah Diniyah Takmiliyah,
Pendidikan Al Quran, Pendidikan
Pesantren Penerima Bantuan
Operasional
Jumlah Madrasah Diniyah
Takmiliyah, Pendidikan Al Quran,
Pendidikan Pesantren Penerima
Bantuan Operasional
4000 4000 4000 4000 4000 331,4 Daerah 03
Peningkatan Akses, Mutu, dan Relevansi
Madrasah 79.655,2
Madrasah dan RA yang Terakreditasi Jumlah Madrasah dan RA yang
Terakreditasi
532 1000 1200 1400 1600 42,6 Pusat dan Daerah 03
Siswa Madrasah yang Berdaya Saing Jumlah Siswa Madrasah dan RA
yang Berdaya Saing
1535 1600 1700 1800 1900 61,8 Pusat dan Daerah 03
Sarana dan Prasarana Penunjang
Pembelajaran RA yang ditingkatkan
Kualitasnya
Jumlah Sarana dan Prasarana
Penunjang Pembelajaran RA yang
ditingkatkan Kualitasnya
0 30 30 30 30 6,4 Pusat dan Daerah 03
Ruang kelas RA yang direhabilitasi Jumlah Ruang kelas RA yang
direhabilitasi
0 100 100 100 100 76,6 Pusat dan Daerah 03
Ruang kelas MI yang dibangun Jumlah Ruang kelas MI yang
dibangun
159 170 180 190 200 28,0 Pusat dan Daerah 03
Ruang kelas MTs yang dibangun Jumlah Ruang kelas MTs yang
dibangun
180 190 200 210 220 26,2 Pusat dan Daerah 03
Ruang kelas MA yang dibangun Jumlah Ruang kelas MA yang
dibangun
135 140 150 160 170 27,5 Pusat dan Daerah 03
Dokumen Standar Nasional
Pendidikan
Dokumen Standar Nasional
Pendidikan
35 35 35 35 35 150,0 Pusat dan Daerah 04
Ruang kelas MI yang direhabilitasi Jumlah Ruang kelas MI yang
direhabilitasi
0 300 300 300 300 229,8 Pusat dan Daerah 03
Ruang kelas MTs yang direhabilitasi Jumlah Ruang kelas MTs yang
direhabilitasi
0 300 300 300 300 229,8 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 687
025.B.7
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Ruang kelas MA yang direhabilitasi Jumlah Ruang kelas MA yang
direhabilitasi
0 300 300 300 300 229,8 Pusat dan Daerah 03
Peralatan Laboratorium Komputer/ICT
pada MTs yang diadakan
Jumlah Peralatan Laboratorium
Komputer/ICT pada MTs yang
diadakan
0 300 350 400 450 107,0 Pusat dan Daerah 03
Peralatan Laboratorium Komputer/ICT
pada MA yang diadakan
Jumlah Peralatan Laboratorium
Komputer/ICT pada MA yang
diadakan
0 300 350 400 450 93,5 Pusat dan Daerah 03
Sarana dan Prasarana madrasah
Madrasah yang Diadakan (SBSN)
Jumlah Sarana dan Prasarana
Pendidikan Agama
136 136 136 136 136 5.871,4 Pusat dan Daerah 03
Laboratorium Komputer MTs yang
dibangun
Jumlah Laboratorium Komputer MTs
yang dibangun
0 160 170 180 190 178,4 Pusat dan Daerah 03
Laboratorium Komputer MA yang
dibangun
Jumlah Laboratorium Komputer MA
yang dibangun
0 160 170 180 190 178,4 Pusat dan Daerah 03
Siswa MI penerima BOS Jumlah Siswa MI penerima BOS 3894365 3894365 3894365 3894365 3894365 20.562,0 Pusat dan Daerah 03
Siswa MTs penerima BOS Jumlah Siswa MTs penerima BOS 3358771 3358771 3358771 3358771 3358771 21.675,0 Pusat dan Daerah 03
Siswa MI penerima Bantuan PIP Jumlah Siswa MI penerima Bantuan
PIP
939607 939607 939607 939607 939607 2.480,5 Pusat dan Daerah 03
Siswa MTs penerima Bantuan PIP Jumlah Siswa MTs penerima
Bantuan PIP
745086 745086 745086 745086 745086 3.278,3 Pusat dan Daerah 03
Siswa MA penerima Bantuan PIP Jumlah Siswa MA penerima Bantuan
PIP
320372 320372 320372 320372 320372 1.879,5 Pusat dan Daerah 03
Siswa MA penerima BOS Jumlah Siswa MA penerima BOS 1497606 1497606 1497606 1497606 1497606 13.158,4 Pusat dan Daerah 03
Siswa berprestasi pada madrasah
penerima beasiswa
Jumlah Siswa berprestasi pada
madrasah penerima beasiswa
2500 2500 2500 2500 2500 7,4 Pusat dan Daerah 03
Madrasah yang melaksanakan
program keagamaan
Jumlah Madrasah yang
melaksanakan program keagamaan
0 10 10 10 10 12,8 Pusat dan Daerah 03
Madrasah yang melaksanakan
program keterampilan/Kejuruan
Jumlah Madrasah yang
melaksanakan program
keterampilan/Kejuruan
0 22 22 22 22 79,0 Pusat dan Daerah 03
Madrasah yang Ditingkatkan Mutu
UKS/M
Jumlah Madrasah yang ditingkatan
mutu UKS dan sanitasinya
58 58 58 58 58 11,7 Pusat dan Daerah 03
Madrasah di daerah 3T yang
ditingkatkan mutunya
Jumlah Madrasah di daerah 3T yang
ditingkatkan mutunya
14 15 20 25 30 25,1 Pusat dan Daerah
Afirmasi 3T
berkas 3, hlm. 688
025.B.8
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Asrama pada Madrasah yang
dibangun
Jumlah Asrama pada Madrasah
yang dibangun
0 10 10 10 10 24,8 Pusat dan Daerah 03
BOP RA Jumlah Siswa RA penerima BOP 1331207 1331207 1331207 1331207 1331207 4.685,8 Pusat dan Daerah 03
Ruang kelas RA yang dibangun Jumlah Ruang kelas RA yang
dibangun
0 35 35 35 35 15,8 Pusat dan Daerah 03
Madrasah yang direvitalisasi Jumlah Madrasah yang direvitalisasi 0 5 5 5 5 15,8 Pusat dan Daerah 03
Madrasah Education Quality Reform
(Realizing Education's Promise)
Jumlah Dokumen Madrasah
Education Quality Reform (Realizing
Education's Promise)
4 4 4 4 4 2.351,0 Pusat dan Daerah 03
Madrasah yang menyelenggarakan
pendidikan inklusi/kebutuhan khusus
Jumlah Madrasah yang
menyelenggarakan pendidikan
inklusi/kebutuhan khusus
0 7 7 7 7 4,5 Pusat dan Daerah 03
MAN Insan Cendekia yang
mendapatkan bantuan
Jumlah MAN Insan Cendekia yang
mendapatkan bantuan
27 27 27 27 27 451,7 Pusat dan Daerah 03
Madrasah Education Quality Reform
(Realizing Education's Promise) Guru
dan Tenaga Kependidikan Madrasah
Jumlah Dokumen Madrasah
Education Quality Reform (Realizing
Education's Promise) Guru dan
Tenaga Kependidikan Madrasah
1 1 1 1 1 1.398,9 Pusat dan Daerah 03
Peningkatan Akses, Mutu, Relevansi, dan
Daya Saing Pendidikan Tinggi
Keagamaan Islam 16.103,2
PTKI yang Terakreditasi Jumlah PTKI yang Terakreditasi 1 1 1 1 1 17,5 Pusat 03
Sarana dan Prasarana Perpustakaan
pada PTKI
Jumlah PTKI yang Diperbaiki Sarana
dan Prasarana Perpustakaannya
58 58 58 58 58 43,0 Pusat 03
Sarana dan Prasarana PTKI Jumlah PTKI yang Diperbaiki Sarana
dan Prasarananya
58 58 58 58 58 400,0 Pusat 03
Penelitian pada PTKI Penelitian pada PTKI 1 5 10 15 20 66,3 Pusat 03
Sarana dan Prasarana PTKI melalui
SBSN
Jumlah PTKI yang Diperbaiki Sarana
dan Prasarananya melalui SBSN
8 10 10 10 10 5.291,6 Pusat 03
Mahasiswa PTKI Penerima Beasiswa
Afirmasi
Jumlah Mahasiswa PTKI Penerima
Beasiswa Afirmasi
100 100 100 100 100 5,3 Pusat 03
Dosen yang Tersertifikasi Jumlah Dosen yang disertifikasi 1000 1000 1000 1000 1000 11,5 Pusat 03
berkas 3, hlm. 689
025.B.9
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
yang Ditingkatkan Mutunya
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan yang Ditingkatkan
Mutunya
42 42 42 42 42 13,5 Pusat 03
Mahasiswa Penerima Beasiswa
Peningkatan Prestasi dan Akademik
(PPA)
Jumlah Mahasiswa Penerima
Beasiswa Peningkatan Prestasi dan
Akademik (PPA)
5300 5300 5300 5300 5300 100,0 Pusat 03
Prodi yang Terkreditasi Menjadi
Minimal B
Jumlah Prodi yang Terkreditasi
Menjadi Minimal B
425 500 500 500 500 21,0 Pusat 03
Bidik Misi PTKI Jumlah Siswa penerima bantuan
beasiswa Bidik Misi PTKI
38000 26364 18576 10788 3000 1.006,2 Pusat 03
Penyelenggaraan LPTK Jumlah Penyelenggaraan LPTK 7 7 7 7 7 10,9 Pusat 03
Dosen dan Guru Besar PTKI yang
Ditingkatkan Kompetensinya
Jumlah Dosen dan Guru Besar PTKI
yang Ditingkatkan Kompetensinya
99 99 99 99 99 16,2 Pusat 03
Tenaga Kependidikan yang
Ditingkatkan Kompetensinya
Jumlah Tenaga Kependidikan yang
Ditingkatkan Kompetensinya
115 115 115 115 115 12,0 Pusat 03
PTKIN Penerima BOPTN Jumlah PTKIN Penerima BOPTN 58 58 58 58 58 5.315,0 Pusat 03
Hasil penelitian PT Keagamaan yang
dipublikasikan pada jurnal nasional
Jumlah hasil penelitian PT
Keagamaan yang dipublikasikan
pada jurnal nasional
1 1 1 1 1 20,0 Pusat 03
Hasil penelitian PT Keagamaan yang
dipublikasikan pada jurnal
internasional
Jumlah hasil penelitian PT
Keagamaan yang dipublikasikan
pada jurnal internasional
1 1 1 1 1 20,0 Pusat 03
Mahasiswa yang mendapatkan KIP
Kuliah
Jumlah mahasiswa yang
mendapatkan KIP Kuliah
17565 37565 62565 92565 145130 3.733,3 Pusat 03
Peningkatan Kompetensi dan
Profesionalitas Guru dan Tenaga
Kependidikan Madrasah 2.350,9
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Madrasah Yang Dinilai Kinerjanya
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Madrasah Yang Dinilai
Kinerjanya
3492 3500 4000 4500 5000 14,7 Pusat dan Daerah 03
Guru/Pengawas Madrasah penerima
beasiswa S2
Jumlah Guru/Pengawas Madrasah
yang menerima beasiswa S2
200 200 200 200 200 44,2 Pusat dan Daerah 03
Guru Madrasah dan RA yang
tersertifikasi (PPG/PLPG)
Jumlah Guru Madrasah dan RA
yang tersertifikasi (PPG/PLPG)
1200 1500 2000 2500 3000 120,7 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 690
025.B.10
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Guru Non-PNS Penerima Tunjangan
Khusus
Jumlah Guru Non-PNS yang
Menerima Tunjangan Khusus
4514 4500 4500 4500 4500 427,7 Pusat dan Daerah 03
Pengembangan Karir Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Pada Madrasah
dan RA
Jumlah Pendidik dan Tenaga
Kependidikan pada Madrasah dan
RA yang Mendapatkan
Pengembangan Karir
1662 1700 2000 2200 2400 13,4 Pusat dan Daerah 03
Penghargaan Bagi Pendidik dan
Tenaga Kependidikan pada Madrasah
dan RA
Jumlah Penghargaan Bagi Pendidik
dan Tenaga Kependidikan pada
Madrasah dan RA
1575 1600 1700 1800 1900 25,1 Pusat dan Daerah 03
KKM/KKG/MGMP Madrasah Yang
Diberdayakan
Jumlah KKM/KKG/MGMP Madrasah
Yang Diberdayakan
0 120 130 140 150 306,3 Pusat dan Daerah 03, 04
Madrasah Education Quality Reform
(Realizing Education's Promise) Guru
dan Tenaga Kependidikan Madrasah
Jumlah Dokumen Madrasah
Education Quality Reform (Realizing
Education's Promise) Guru dan
Tenaga Kependidikan Madra
1 1 1 1 1 1.398,9 Pusat dan Daerah 03
Program Bimbingan Masyarakat Islam 10.516,8
Pengelolaan KUA dan Pembinaan
Keluarga Sakinah 6.144,1
Penghulu yang Terbina Penghulu yang Terbina 3000 3000 3000 3000 3000 102,5 Pusat dan Daerah 04
KUA yang Memenuhi Standar
Pelayanan Minimal
KUA yang Memenuhi Standar
Pelayanan Minimal
2500 3000 3500 4000 4500 3.637,6 Pusat dan Daerah 04
Keluarga Sakinah yang Terbina Keluarga Sakinah yang Terbina 18000 18000 18000 18000 18000 91,8 Pusat dan Daerah 04
Pembangunan Balai Nikah Balai Nikah yang terbangun 228 128 128 128 128 2.090,0 Pusat dan Daerah 04
Buku dan Kartu Nikah Buku dan Kartu Nikah yang
diedarkan
11000000 11000000 11000000 11000000 11000000 58,7 Pusat dan Daerah 04
Rehabilitasi KUA Jumlah KUA yang terehabilitasi 100 100 100 100 100 88,0 Pusat dan Daerah 04
Sarana dan Prasarana KUA Sarana dan Prasarana KUA yang
ditingkatkan
750 1000 1000 1000 1000 75,6 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan dan Pembinaan
Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 303,9
Bantuan Operasional BWI BWI yg memanfaatkan bantuan
operasional
35 35 35 35 35 44,2 Pusat dan Daerah 04
Bantuan Operasional BAZNAS Baznas yg memanfaatkan bantuan
operasional
35 35 35 35 35 13,8 Pusat dan Daerah 04
berkas 3, hlm. 691
025.B.11
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Literasi Perekonomian dan Keuangan
Syariah
Orang yang melek perekonomian dan
keuangan syariah
1500000 2000000 2500000 3000000 3500000 85,9 Pusat dan Daerah 04
Pengamanan Aset Wakaf Aset wakaf terlindungi 200 250 300 350 400 66,6 Pusat dan Daerah 04
Legalitas Tanah Wakaf Tanah wakaf tersertifikasi 350 400 450 500 550 15,0 Pusat dan Daerah 04
Lembaga yg mendapat pembinaan
manajemen ekonomi umat
Lembaga yg mendapat pembinaan
manajemen ekonomi umat
816 850 900 950 1000 57,1 Pusat dan Daerah 04
Lembaga zakat yg terakreditasi Lembaga zakat yg terakreditasi 407 400 350 300 250 21,2 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan dan Pembinaan Penerangan
Agama Islam 3.292,2
Tunjangan Penyuluh Agama Islam Non-
PNS
Penyuluh Agama Islam Non-PNS
yang dapat tunjangan
45000 45000 45000 45000 45000 2.520,0 34 Provinsi 04
Penyuluh Agama Islam yang
Berkualitas
Penyuluh Agama Islam yang
Berkualitas
5148 5148 5148 5148 5148 278,9 Pusat dan Daerah 04
Musabaqah Al-Quran dan Al Hadist Jumlah event Musabaqah Al-Quran
dan Al Hadist
35 35 35 35 35 150,4 Pusat dan Daerah 04
Dakwah dan Hari Besar Islam Dakwah dan Hari Besar Islam yang
terselenggara
35 35 35 35 35 43,7 Pusat dan Daerah 04
Ormas dan Lembaga Keagamaan Jumlah Ormas dan Lembaga
Keagamaan
100 100 100 100 100 292,9 Pusat dan Daerah 04
Dialog Kerukunan Intern Umat
Beragama Islam
Dialog Kerukunan Intern Umat
Beragama Islam yang dikembangkan
34 34 34 34 34 6,3 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Urusan Agama Islam dan
Pembinaan Syariah 776,6
Layanan Syariah Layanan Syariah 100 100 100 100 100 20,5 Pusat dan Daerah 04
Kitab Suci Kitab Suci Agama Islam yang dicetak 650000 650000 650000 650000 650000 46,5 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan Hisab Rukyat Pengelolaan Hisab Rukyat 1000 1000 1000 1000 1000 37,6 Pusat dan Daerah 04
Gedung Pusat Observasi Bulan Gedung Pusat Observasi Bulan yang
ditingkatkan
1 1 1 1 1 32,7 Pusat dan Daerah 04
Rumah Ibadah yang suci dan damai Rumah Ibadah Agama Islam yang
yang suci dan damai
590 1500 1500 1500 1500 639,3 Pusat dan Daerah 04
Program Bimbingan Masyarakat Kristen
2.790,6
Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Kristen 884,5
PIP SMTK/SMAK Jumlah Siswa SMTK penerima KIP 7953 7953 7953 7953 7953 46,7 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 692
025.B.12
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
PIP SMPTK Jumlah Siswa SMPTK Penerima KIP 2838 2838 2838 2838 2838 12,5 Pusat dan Daerah 03
PIP SDTK Jumlah Siswa SDTK Penerima KIP 1032 1032 1032 1032 1032 2,7 Pusat dan Daerah 03
Siswa SMTK Penerima BOS Jumlah Siswa SMTK Penerima BOS 8725 8725 8725 8725 8725 71,7 Pusat dan Daerah 03
Siswa SMPTK Penerima BOS Jumlah Siswa SMPTK Penerima BOS 3088 3088 3088 3088 3088 18,1 Pusat dan Daerah 03
Siswa SDTK Penerima BOS Jumlah Siswa SDTK Penerima BOS 2273 2273 2273 2273 2273 10,7 Pusat dan Daerah 03
Siswa yang Mengikuti Ujian Nasional Jumlah Siswa yang Mengikuti Ujian
Nasional
1158 1158 1158 1158 1158 26,4 Pusat dan Daerah 03
Guru yang mengikuti Program PPG Jumlah Guru yang mengikuti
Program PPG
700 800 800 800 800 34,4 Pusat dan Daerah 03
Guru yang memperoleh peningkatan
Kompetensi dan Pembinaan
Jumlah Guru yang memperoleh
peningkatan Kompetensi dan
Pembinaan
1245 8000 9000 10000 11000 352,0 Pusat dan Daerah 03
Kepala SDTK, SMPTK, dan SMTK yang
memperoleh Peningkatan Kompetensi
dan Pembinaan
Jumlah Kepala SDTK, SMPTK, dan
SMTK yang memperoleh Peningkatan
Kompetensi dan Pembinaan
0 78 100 200 300 5,1 Pusat dan Daerah 03
Pengawas yang memperoleh
Peningkatan Kompetensi dan
Pembinaan
Jumlah Pengawas yang memperoleh
Peningkatan Kompetensi dan
Pembinaan
0 56 56 56 56 2,3 Pusat dan Daerah 03
Lembaga/POKJAWAS/KKG/MGMP
yang Diberdayakan dan
Dikembangkan
Jumlah
Lembaga/POKJAWAS/KKG/MGMP
yang Diberdayakan dan
Dikembangkan
211 211 211 211 211 268,0 Pusat dan Daerah 03
Sekolah (SDTK, SMPTK, dan SMTK)
yang memperoleh persiapan akreditasi
Jumlah Sekolah (SDTK, SMPTK, dan
SMTK) yang memperoleh persiapan
akreditasi
52 55 60 65 70 13,0 Pusat dan Daerah 03
Sekolah yang mendapatkan bantuan
penyediaan Sarana dan Prasarana
Jumlah Sekolah yang mendapatkan
bantuan penyediaan Sarana dan
Prasarana
74 80 85 90 95 21,0 Pusat dan Daerah 03
Pengelolaan dan Pembinaan Urusan
Agama Kristen 876,4
berkas 3, hlm. 693
025.B.13
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Keluarga Kristen memperoleh
bimbingan keluarga Kristiani
Bimbingan bagi keluarga Kristiani 17 17 17 17 17 12,4 Pusat dan Daerah 04
Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen Dialog Kerukunan Intern Umat
Kristen yang dikembangkan
23 23 23 23 23 23,1 Pusat dan Daerah 04
Penyuluh Agama Kristen Non PNS
penerima Tunjangan
Penyuluh Agama Kristen Non PNS
penerima Tunjangan
9000 9000 9000 9000 9000 490,5 34 Provinsi 04
Lembaga Agama Kristen yang
melaksanakan Pelayanan Keagamaan
Lembaga Agama Kristen yang
melaksanakan Pelayanan
Keagamaan
21 21 21 21 21 51,4 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Penyuluh Agama Kristen yang
terbina
1370 2159 2159 2159 2159 94,4 Pusat dan Daerah 04
Rumah Ibadah yang suci dan damai Rumah Ibadah Agama Kristen yang
Bersih dan Sehat (yang suci dan
damai)
280 280 280 280 280 82,1 Pusat dan Daerah 04
Pesparawi Nasional jumlah event Pesparawi Nasional 1 1 57,5 Pusat dan Daerah 04
Pesparawi Nasional jumlah event Pesparawi Nasional 1 1 1 1 1 57,5 Pusat dan Daerah 04
Dukungan Layanan Agama dan
Keagamaan Kristen
Dukungan Layanan Agama dan
Keagamaan Kristen
0 1 1 1 1 0,4 Pusat dan Daerah 04
Kitab Suci dan Buku Keagamaan
Kristen lainnya
Dukungan Layanan Agama dan
Keagamaan Kristen
14100 14100 14100 14100 14100 7,0 Pusat dan Daerah 04
Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Kristen 1.029,7
Mahasiswa Miskin Penerima Bidik
Misi
Jumlah Mahasiswa Miskin Penerima
Bidik Misi
1768 1768 1607 1107 607 77,8 Pusat 03
Mahasiswa Berprestasi Penerima
Beasiswa PPA
Jumlah Mahasiswa Berprestasi
Penerima Beasiswa PPA
1361 1361 1361 1361 1361 35,9 Pusat 03
PTA Penerima BOPTN Jumlah PTA yang Menerima BOPTN 15378 15378 15378 15378 15378 143,8 Pusat 03
Sarana dan Prasarana PTK yang
memenuhi Standar
Jumlah PTA yang direhabilitasi
Sarana dan Prasarana PTT/AK yang
memnuhi standar
95 355 355 355 355 402,5 Pusat 03
Dosen yang bersertifikat Jumlah Dosen yang disertifikasi 100 100 100 100 100 2,0 Pusat 03
Dosen yang memperoleh Peningkatan
Kompetensi
Jumlah Dosen yang memperoleh
Peningkatan Kompetensi
1952 1952 1952 1952 1952 75,0 Daerah 03
Penelitian yang Bermutu Penelitian yang Bermutu 150 150 150 150 150 25,0 Daerah 03
berkas 3, hlm. 694
025.B.14
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Mahasiswa yang mendapatkan KIP
Kuliah
Jumlah mahasiswa yang
mendapatkan KIP Kuliah
1690 3380 5070 6760 8450 267,7 Pusat 03
Program Bimbingan Masyarakat Katolik
1.331,2
Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Katolik 118,1
Mahasiswa PTA Katolik Penerima
Beasiswa Miskin
Jumlah Mahasiswa PTA Katolik
Penerima Beasiswa Miskin
2150 2150 2150 2150 2150 30,0 Pusat 03
Mahasiswa Penerima Bidik Misi Jumlah Mahasiswa Penerima Bidik
Misi
20 20 20 15 10 1,1 Pusat 03
Dosen PTA Katolik Tersertifikasi Jumlah Dosen PTA Katolik yang
Disertifikasi
50 50 50 50 50 1,5 Pusat 03
Dosen dan Tenaga Kependidikan yang
Ditingkatkan Kompetensinya
Jumlah Dosen dan Tenaga
Kependidikan yang Ditingkatkan
Kompetensinya
635 635 635 635 635 55,6 Pusat 03
Penelitian Dosen PTA Katolik yang
Bermutu
Penelitian Dosen PTA Katolik yang
Bermutu
35 35 35 35 35 10,7 Pusat 03
PTA Katolik Negeri Penerima BOPTN Jumlah PTA Katolik Negeri yang
Menerima BOPTN
364 364 364 364 364 3,4 Pusat 03
Mahasiswa yang mendapatkan KIP
Kuliah
Jumlah mahasiswa yang
mendapatkan KIP Kuliah
100 200 300 400 500 15,9 Pusat 03
Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Katolik 867,2
Siswa SMAK Penerima Bantuan PIP Jumlah Siswa SMAK Penerima
Bantuan PIP
600 600 600 600 600 3,5 Pusat dan Daerah 03
Guru Pendidikan Agama Katolik yang
Meningkat Kompetensinya
Jumlah Guru Pendidikan Agama
Katolik yang Meningkat
Kompetensinya
4369 4369 4369 4369 4369 166,8 Pusat dan Daerah 03
Pengawas Pendidikan Agama Katolik
yang Meningkat Kompetensinya
Jumlah Pengawas Pendidikan Agama
Katolik yang Meningkat
Kompetensinya
120 120 120 120 120 4,2 Pusat dan Daerah 03
Tenaga Kependidikan pada Sekolah
Keagamaan Katolik yang Meningkat
Kompetensinya
Jumlah Tenaga Kependidikan pada
Sekolah Keagamaan Katolik yang
Meningkat Kompetensinya
159 159 159 159 159 9,3 Pusat dan Daerah 03
KKG/MGMP Katolik yang Menerima
Bantuan
Jumlah KKG/MGMP Katolik yang
Menerima Bantuan
264 264 264 264 264 571,0 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 695
025.B.15
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Penyelenggaraan Ujian Nasional SMAK Jumlah Penyelenggaraan Ujian
Nasional SMAK
30 30 30 30 30 9,6 Pusat dan Daerah 03
Penyediaan Sarana dan Prasarana
pada SMAK
Jumlah Penyediaan Sarana dan
Prasarana pada SMAK
55 55 55 55 55 72,2 Pusat dan Daerah 03
SMAK yang Dipersiapkan Terakreditasi
Minimal B
Jumlah SMAK yang Dipersiapkan
Terakreditasi Minimal B
25 25 25 25 25 4,1 Pusat dan Daerah 03
Penyediaan Sarana dan Prasarana
pada Taman Seminari
Jumlah Penyediaan Sarana dan
Prasarana pada Taman Seminari
52 52 52 52 52 9,1 Pusat dan Daerah 03
Bantuan Operasional Pendidikan pada
Taman Seminari
Jumlah Bantuan Operasional
Pendidikan pada Taman Seminari
53 53 53 53 53 6,5 Pusat dan Daerah 03
Tenaga Pendidik Sekolah Keagamaan
Katolik yang Meningkat
Kompetensinya
Jumlah Tenaga Pendidik Sekolah
Keagamaan Katolik yang Meningkat
Kompetensinya
163 170 175 180 185 11,1 Pusat dan Daerah 03
Pengelolaan dan Pembinaan Urusan
Agama Katolik 345,9
Keluarga Katolik yang Memperoleh
Bimbingan Keluarga Bahagia
Keluarga Katolik yang Memperoleh
Bimbingan Keluarga Bahagia
805 805 805 805 805 9,0 Pusat dan Daerah 04
Penyuluh Agama Katolik Non PNS
Penerima Tunjangan
Penyuluh Agama Katolik Non PNS
Penerima Tunjangan
4042 4042 4042 4042 4042 222,4 34 Provinsi 04
Dialog Kerukunan Intern Umat
Beragama Katolik
Dialog Kerukunan Intern Umat
Beragama Katolik yang
dikembangkan
35 35 35 35 35 9,5 Pusat dan Daerah 04
Lembaga Keagamaan Katolik yang
Difasilitasi
Lembaga Keagamaan Katolik yang
Difasilitasi
274 274 274 274 274 46,7 Pusat dan Daerah 04
Dukungan Layanan Keagamaan
Katolik
Dukungan Layanan Keagamaan
Katolik
41 41 41 41 41 0,2 Pusat dan Daerah 04
Pengembangan Budaya Keagamaan
Katolik
Jumlah Pengembangan Budaya
Keagamaan Katolik
85 85 85 85 85 15,3 Pusat dan Daerah 04
Pemberdayaan Kelompok Kategorial
Katolik
Jumlah Pemberdayaan Kelompok
Kategorial Katolik
45 45 45 45 45 3,4 Pusat dan Daerah 04
Penyuluh Agama Katolik yang Terbina Pembinaan bagi Penyuluh Agama
Katolik
45 45 45 45 45 6,6 Pusat dan Daerah 04
Budaya Keagamaan Katolik yang
terbina dan dikembangkan
Budaya Keagamaan Katolik yang
terbina dan dikembangkan
85 85 85 85 85 15,3 Pusat dan Daerah 04
berkas 3, hlm. 696
025.B.16
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Rumah Ibadah yang suci dan damai Rumah Ibadah Agama Katolik yang
yang suci dan damai
62 62 62 62 62 17,7 Pusat dan Daerah 04
Program Bimbingan Masyarakat Hindu
949,7
Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Hindu 400,9
Peningkatan Kompetensi Guru Jumlah Guru yang Meningkat
Kompetensinya
5712 5712 5712 5712 5712 62,7 Pusat dan Daerah 03
Guru PA Berkualifikasi S1/D4 dan S2 Jumlah Guru PA Berkualifikasi
S1/D4 dan S2
30 30 30 30 30 3,5 Pusat dan Daerah 03
Penguatan KKG/MGMP Jumlah Guru yang Mendapatkan
Penguatan KKG/MGMP
186 186 186 186 186 324,8 Pusat dan Daerah 03
PIP Tk Adi, Madya dan Utama Widya
Pasraman
Jumlah Siswa Penerima Program
Indonesia Pintar Tk Adi, Madya dan
Utama Widya Pasraman
293 293 293 293 293 1,0 Pusat 03
Pendidikan Karakter dan
Kewarganegaraan
Pendidikan Karakter dan
Kewarganegaraan Siswa Beragama
Hindu
0 34 34 34 34 9,0 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan dan Pembinaan Urusan
Agama Hindu 295,1
Internalisasi Dharma Gita Internalisasi Dharma Gita 1 1 1 1 1 25,3 Pusat dan Daerah 04
Dialog Kerukunan Intern Umat Hindu Dialog Kerukunan Intern Umat
Hindu yang dikembangkan
100 115 115 115 115 11,5 Pusat dan Daerah 04
Bimbingan Keluarga Sukinah Keluarga Sukinah yang mendapat
bimbingan
1559 1559 1559 1559 1559 27,2 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Sarati Banten Jumlah Pembinaan Sarati Banten 1 1 1 1 1 0,4 Pusat dan Daerah 04
Budaya Keagamaan Hindu yang
terbina dan dikembangkan
Budaya Keagamaan Hindu yang
terbina dan dikembangkan
1 1 1 1 1 0,4 Pusat dan Daerah 04
Rumah Ibadah yang suci dan damai Rumah Ibadah Hindu yang suci dan
damai
300 300 300 300 300 56,4 Pusat dan Daerah 04
Tunjangan Penyuluh/Tenaga Teknis
Keagamaan Hindu Non PNS
Penyuluh/Tenaga Teknis Keagamaan
Hindu Non PNS yang mendapat
tunjangan
1700 1700 1700 1700 1700 102,0 34 Provinsi 04
Kelompok Binaan Penyuluh Hindu Kelompok Binaan Penyuluh Hindu
yang ditingkatkan
70 70 70 70 70 2,3 Daerah 04
Lembaga Agama dan Keagamaan
Hindu Yang Dibina
Lembaga Agama dan Keagamaan
Hindu Yang Dibina
397 397 397 397 397 20,2 Pusat dan Daerah 04
berkas 3, hlm. 697
025.B.17
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Sarana dan Prasarana Keagamaan
Hindu
Sarana dan Prasarana Keagamaan
Hindu yang ditingkatkan
1289 1289 1289 1289 1289 12,6 Pusat dan Daerah 04
Bantuan Operasional Lembaga Agama
dan Keagamaan Hindu
Lembaga Agama dan Keagamaan
Hindu yang mendapatkan bantuan
operasional
330 330 330 330 330 36,8 Pusat dan Daerah 04
Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Hindu 253,8
Beasiswa BIDIK MISI Jumlah Siswa penerima bantuan
beasiswa BIDIK MISI
1345 1345 1067 767 467 55,1 Pusat 03
Beasiswa Mahasiswa Miskin Jumlah Siswa penerima bantuan
beasiswa Mahasiswa Miskin
1135 1135 1135 1135 1135 15,6 Pusat 03
Bantuan Peningkatan Prestasi
Akademik (PPA)
Jumlah Siswa penerima bantuan
beasiswa PPA
970 970 970 970 970 14,6 Pusat 03
Penelitian yang berkualitas Penelitian yang berkualitas 325 325 325 325 325 56,3 Pusat 03
Sertifikasi Dosen Jumlah Dosen Yang Disertifikasi 50 50 50 50 50 0,5 Pusat 03
Penelitian yang mendapat HAKI Penelitian yang mendapat HAKI 5 5 5 5 5 1,0 Pusat 03
Kerjasama dalam dan Luar Negeri
yang dilakukan
Jumlah Kerjasama dalam dan Luar
Negeri yang dilakukan
4 4 4 4 4 7,5 Pusat 03
Peningkatan Kompetensi Dosen dan
Mahasiswa PTKH
Jumlah Dosen dan Mahasiswa PTKH
yang Ditingkatkan Kompetensinya
921 921 921 921 921 40,0 Pusat 03
Mahasiswa yang mendapatkan KIP
Kuliah
Jumlah mahasiswa yang
mendapatkan KIP Kuliah
398 796 1192 1588 1984 63,1 Pusat 03
Program Bimbingan Masyarakat Buddha
807,9
Pengelolaan dan Pembinaan Urusan
Agama Budha 288,4
Penyuluh agama Buddha yang
mendapatkan pembinaan
Penyuluh agama Buddha yang
mendapatkan pembinaan
100 100 100 100 100 1,6 Pusat dan Daerah 04
Penyuluh Agama Buddha Non PNS
yang mendapatkan tunjangan
Penyuluh Agama Buddha Non PNS
yang mendapatkan tunjangan
1182 1182 1182 1182 1182 121,7 34 Provinsi 04
Bantuan Lembaga Agama dan
Keagamaan Buddha
Lembaga Agama dan Keagamaan
Buddha yang mendapatkan bantuan
44 44 44 44 44 57,2 Pusat dan Daerah 04
berkas 3, hlm. 698
025.B.18
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Lembaga Agama dan Keagamaan
Buddha yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen
Lembaga Agama dan Keagamaan
Buddha yang Mendapatkan
Pembinaan Manajemen
35 35 35 35 35 0,4 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Keluarga Hittasukhaya Keluarga Hittasukhaya yang
mendapat pembinaan
100 138 190,44 262,8072 362,673936 3,3 Pusat dan Daerah 04
Dialog Kerukunan Intern Umat
Buddha
Dialog Kerukunan Intern Umat
Buddha yang dikembangkan
0 34 34 34 34 0,0 Pusat dan Daerah 04
Lembaga Agama dan Keagamaan
Buddha yang Menerima Bantuan
Sarana dan Prasarana
Lembaga Agama dan Keagamaan
Buddha yang Menerima Bantuan
Sarana dan Prasarana
27 27 27 27 27 3,5 Pusat dan Daerah 04
Event Keagamaan Buddha yang
terselenggara
Jumlah Event Keagamaan Buddha
yang Terselenggara (Swayamvara
Tripitaka Gatha/STG)
1 1 1 1 1 25,3 Pusat dan Daerah 04
Rumah Ibadah yang suci dan damai Rumah Ibadah Agama Buddha yang
suci dan damai
0 200 200 200 200 75,5 Pusat dan Daerah 04
Pengelolaan dan Pembinaan Pendidikan
Agama Budha 192,1
Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Agama dan Keagamaan Buddha yang
ditingkatkan kompetensinya
Jumlah Tenaga Pendidik dan
Kependidikan Agama dan
Keagamaan Buddha yang
ditingkatkan kompetensinya
1900 1900 1900 1900 1900 71,9 Pusat dan Daerah 03
Tenaga Pendidikan dan Kependidikan
Agama dan Keagamaan Buddha yang
mendapatkan Insentif
Jumlah Tenaga Pendidikan dan
Kependidikan Agama dan
Keagamaan Buddha yang
mendapatkan Insentif
1500 1500 1500 1500 1500 48,4 Pusat dan Daerah 03
Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Agama dan Keagamaan Buddha
Daerah Khusus (3T) yang mendapat
Tunjangan
Jumlah Tenaga Pendidik dan
Kependidikan Agama dan
Keagamaan Buddha Daerah Khusus
(3T) yang mendapat Tunjangan
20 20 20 20 20 2,2 Pusat dan Daerah
Afirmasi 3T
03
Buku Pendidikan Agama dan
Keagamaan Buddha
Jumlah Buku Pendidikan Agama
dan Keagamaan Buddha
139500 139500 139500 139500 139500 20,7 Pusat dan Daerah 03
Pendidikan Karakter dan
Kewarganegaraan
Peserta Didik yang mendapatkan
Pembinaan Karakter
2160 2160 2160 2160 2160 48,9 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 699
025.B.19
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan
dan Subsidi Pendidikan Tinggi Agama
Budha 327,4
Mahasiswa yang mendapatkan
bantuan Bidik Misi
Jumlah Mahasiswa yang
mendapatkan bantuan Bidik Misi
250 250 100 150 100 12,5 Pusat 03
Mahasiswa penerima beasiswa PPA Jumlah Mahasiswa penerima
beasiswa PPA
75 75 75 75 75 2,0 Pusat 03
Dosen yang tingkatkan kompetensinya Jumlah Dosen yang ditingkatkan
kompetensinya
310 310 310 310 310 8,5 Pusat 03
Penelitian Dosen yang bermutu Penelitian Dosen yang bermutu 116 116 116 116 116 272,6 Pusat 03
Penelitian Mahasiswa yang bermutu Penelitian Mahasiswa yang bermutu 150 150 150 150 150 3,1 Pusat 03
Mahasiswa yang mendapatkan KIP
Kuliah
Jumlah mahasiswa yang
mendapatkan KIP Kuliah
180 360 540 720 900 28,6 Pusat 03
Program Kerukunan Umat Beragama 259,3
Pembinaan Kerukunan Hidup Umat
Beragama 170,4
Penerapan Regulasi Kerukunan Umat
Beragama
Penerapan Regulasi Kerukunan
Umat Beragama
1 1 1 1 1 2,5 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Aktor-aktor Kerukunan
Umat Beragama
Jumlah Aktor-aktor Kerukunan
Umat Beragama
1000 1000 1000 1000 1000 24,1 Pusat dan Daerah 04
Desa Sadar Kerukunan jumlah Desa Sadar Kerukunan 52 52 52 52 52 13,7 Pusat dan Daerah 04
Operasional SEKBER FKUB Provinsi SEKBER FKUB Provinsi yang
dioperasionalkan
34 34 34 34 34 10,0 Pusat dan Daerah 04
Operasional SEKBER FKUB
Kabupaten/Kota
SEKBER FKUB Kabupaten/Kota
yang dioperasionalkan
512 512 512 512 512 120,1 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan Pendidikan Agama dan
Pendidikan Keagamaan Khonghucu 36,9
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Khonghucu
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Khonghucu
19 19 19 19 19 29,0 Pusat dan Daerah 03
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Agama Khonghucu
Jumlah Sarana dan Prasarana 24 24 24 24 24 3,3 Pusat dan Daerah 03
Kompetensi Guru Agama Khonghucu Jumlah Guru yang Meningkat
Kompetensinya
0 50 50 50 50 1,8 Pusat dan Daerah 03
Guru Agama Khonghucu Penerima
Insentif
Jumlah Guru yang Menerima
Insentif
132 132 132 132 132 2,8 Pusat dan Daerah 03
berkas 3, hlm. 700
025.B.20
INDIKASI TARGET
AGENDA
PEMBANGUNAN
PROGRAM/KEGIATAN/PROYEK INDIKATOR LOKASI
PROYEK PRIORITAS
STRATEGIS
(MAJOR PROJECT)
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)
Peningkatan Kualitas Layanan Umat
Khonghucu 52,0
Dialog Kerukunan Intern Umat Agama
Khonghucu
Dialog Kerukunan Intern Umat
Agama Khonghucu yang
dikembangkan
0 19 19 19 19 0,5 Pusat dan Daerah 04
Tungjangan Penyuluh Honorer
Konghucu
Penyuluh Honorer Konghucu yang
dapat tunjangan
145 145 145 145 145 10,2 34 Provinsi 04
Rumah Ibadah yang suci dan damai Rumah Ibadat Agama Khonghucu
yang suci dan Damai
2 2 2 2 2 41,3 Pusat dan Daerah 04
Program Penyelenggaraan Jaminan
Produk Halal 51,1
Pelayanan Registrasi dan Sertifikasi
Halal 17,3
Register Halal Register Halal 88000 88000 88000 88000 88000 4,0 Pusat dan Daerah 04
Sertifikat Halal Sertifikat Halal 220000 220000 220000 220000 220000 4,6 Pusat dan Daerah 04
Produk dan RPU/RPH Yang
Terverifikasi
Produk dan RPU/RPH Yang
Terverifikasi
220000 220000 220000 220000 220000 8,7 Pusat dan Daerah 04
Pembinaan dan Pengawasan Jaminan
Produk Halal 16,7
Stakeholder JPH Yang Terbina Stakeholder JPH Yang Terbina 60 60 60 60 60 9,1 Pusat dan Daerah 04
Stakeholder JPH Yang Terawasi Stakeholder JPH Yang Terawasi 60 60 60 60 60 7,6 Pusat dan Daerah 04
Kerja Sama dan Standardisasi Halal 17,0
Naskah Kerjasama Jaminan Produk
Halal
Naskah Kerjasama Jaminan Produk
Halal
18 18 18 18 18 7,1 Pusat dan Daerah 04
Naskah Standardisasi Halal Naskah Standardisasi Halal 32 32 32 32 32 9,9 Pusat dan Daerah 04
JUMLAH 125.153,2
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan; b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
berkas 3, hlm. 701
026.A.1
MATRIK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KEMENTERIAN/LEMBAGA
KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Ketenagakerjaan 897,9
Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Ketenagakerjaan 268,6
Program Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan 464,1
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas 26.655,4
Program Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja 3.579,2
Program Pengembangan Hubungan Industrial dan Peningkatan Jaminan Sosial Tenaga Kerja 833,3
Program Perlindungan Tenaga Kerja dan Pengembangan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan 863,2
JUMLAH 33.561,7
Keterangan :
Indikasi Target dan Pendanaan dapat Dimutakhirkan melalui RKP dengan Mempertimbangkan: a) Kesiapan dan Kapasitas Pelaksanaan;
b) Ketersediaan dan Sumber Pendanaan; serta c) Keterlibatan Peran Pemerintah Daerah, Badan Usaha, dan Masyarakat
PROGRAM
INDIKASI BELANJA
NON-OPERASIONAL
TAHUN 2020-2024
(Rp. Miliar)