Lampiran IV, bagian 2 dari 2

berkas 4, hlm. 374
Kalimantan - 36
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 22,39 Kab Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 1,93 Kab Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
37,14 WM Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA) yang terbit tepat
waktu
1 17,86 WM Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
1460 desa
berkembang;
232 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 2,25
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
75,03 40,93 Kab. Barito Kuala
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 63,75 297,27
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai
Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara,
Kota Baru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut,
Tapin
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
479 38,18
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 375
Kalimantan - 37
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,26
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
479 78,58
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
611 170,78
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
4 0,59
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 376
Kalimantan - 38
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1,28
Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan,
Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Baru,
Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Barito Kuala dan Banjar
Indeks Pembangunan Kwasan Perdesaan
di Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar
72.00; 62.00 287,46 Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar
1. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
2. Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan
3. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
4. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
5. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
2. Kementerian
Pertanian
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang
terbangun
Jumlah unit alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang terbangun
(unit)
30 Kab. Banjar Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya
Jumlah bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya yang didistribusikan
(paket)
5 Kab. Banjar Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan pasar ikan dan
sentra kuliner
Jumlah unit pasar ikan dan sentra kuliner
yang terbangun
Kab. Banjar
Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
344 163,76 Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
6 3,51 Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
2 1,68 Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,36 Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 377
Kalimantan - 39
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
2 80 Kab. Barito Kuala dan Kab. Banjar Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
247.829 181,81 Kalimantan Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Cahaya Baru
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Kalimantan
Selatan
75,03 40,93 Kab. Barito Kuala
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 25,87 Kab. Barito Kuala
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
0,24 Kab. Barito Kuala
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
1 12,33 Kab. Barito Kuala
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1 0,96 Kab. Barito Kuala
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
1,45 Kab. Barito Kuala
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
0,09 Kab. Barito Kuala Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Barito Kuala Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,35
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
42,80
berkas 4, hlm. 378
Kalimantan - 40
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
61
Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
61
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
4.410,69
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
61
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama
daerah
6
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Kalimantan Selatan
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.236,72
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
1 0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 (km²) 2.800 79,46 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 :
5000 (km²)
2.800 30,14 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
3,87 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
berkas 4, hlm. 379
Kalimantan - 41
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,11 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang
dibentuk dan dimutakhirkan
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
14 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
14 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 380
Kalimantan - 42
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
2 3,93
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
5 1,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Penyelenggaraan Hubungan Pusat dan Daerah serta
Kerja sama Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,89
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
14 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 381
Kalimantan - 43
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
14 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
14 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
14 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
14 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 14 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
36 0,67
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
14 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 382
Kalimantan - 44
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
6 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
14 0,55
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
13 0,26 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
14 0,19 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
14 0,16 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
14 0,16
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
14 0,16 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
14 0,19 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 383
Kalimantan - 45
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
14 0,16
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
14 0,20 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 17,75 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 384
Kalimantan - 46
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
247.829 181,81 Kalimantan Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 15.760 0,70 Kalimantan Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
14 32,09 Kalimantan Selatan
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Kalimantan Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
8 1,31 Kalimantan Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 385
Kalimantan - 47
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
8 0,91 Kalimantan Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Kalimantan Timur
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
>1
Pembangunan DPP Baru Derawan-
Berau
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kalimantan Timur
>1
Pengembangan Bandara Kalimarau
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
28,40 Kalimantan Timur Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Pengembangan Bandara Maratua
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
75 Kalimantan Timur Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) DPP Baru
Derawan-Berau
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
3,25 Kab. Berau Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan Peningkatan Investasi
KEK Maloy Batuta Trans
Kalimantan
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kalimantan Timur
>1
Pengembangan Pelabuhan Maloy
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
40,50 Kalimantan Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pengembangan Bandara Tanjung
Bara
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
(selesai)
80 Kalimantan Timur Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
berkas 4, hlm. 386
Kalimantan - 48
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KEK Maloy
Batuta Trans Kalimantan
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
29,25 Kab. Kutai Timur Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan Pusat Pengolahan
Limbah B3 Terpadu Wilayah
Kalimantan
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah
B3 terpadu untuk wilayah Kalimantan (1
unit) (tahapan pembangunan)
1.001
Kalimantan Timur (Kab. Kutai Timur/Kab. Kutai
Kartanegara)
KPBU
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Timur
Akselerasi Replanting dan Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
539,97 3,36
Provinsi Kalimantan Timur, Kab. Kutai Timur, Kab.
Paser
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Timur
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 378,32 15,49 Provinsi Kalimantan Timur, Kab. Kutai Barat
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, dan cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Timur
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 2.847,48 61,78
Provinsi Kalimantan Timur, Kab. Kutai Timur, Kab.
Berau
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Timur
Kawasan Kelapa Kawasan Karet (ha) 207,64 4,27
Provinsi Kalimantan Timur, Kab. Kutai Timur, Kab.
Paser
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 387
Kalimantan - 49
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10 Provinsi Kalimantan Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Kalimantan Timur Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Optimalisasi komoditas unggulan
pertambangan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Timur
Optimalisasi produksi minyak bumi jumlah produksi (barel) Kab. Kutai Kartanegara, Kota Samarinda Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Kementerian ESDM
Optimalisasi produksi batubara jumlah produksi (Ton) Kab. Kutai Kartanegara, Kota Samarinda
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan
Batu Bara
Kementerian ESDM
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Kalimantan
ProP : Pembangunan Ibu Kota
Negara
466.040,50 Kab. Penajam Paser Utara, Kab. Kutai Kartanegara
Komponen Proyek K/L Non Fisik 917,60
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
RUU tentang Ibu Kota Negara (RUU IKN) 3 Pusat
Kementerian
PPN/Bappenas, Setneg,
Kemendagri,
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
Revisi UU 29 tahun 2007 tentang
pemerintahan Provinsi DKI Jakarta
(Pencabutan UU DKI Jakarta yang
disahkan)
2 Pusat
Kementerian
PPN/Bappenas, Setneg,
Kemendagri,
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
RPP/Raperpres tentang Insentif untuk
Swasta dalam Pembangunan Ibu Kota
Negara yang disusun
2 Pusat
Kementerian
PPN/Bappenas,
Kementerian Keuangan,
Setkab
berkas 4, hlm. 388
Kalimantan - 50
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
RPP/Raperpres tentang Skema Pembiayaan
Ibu Kota Negara (PNBP-earmarking, KPBU,
Pengelolaan Aset)
2 Pusat
Kementerian
PPN/Bappenas,
Kementerian Keuangan,
Setkab
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
Revisi UU 27 tahun 1959 tentang
Pembentukan daerah tingkat II di
Kalimantan
2 Pusat
Kementerian
PPN/Bappenas, Setneg,
Kemendagri,
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
Penyusunan peta jalan dan kebijakan
pemindahan ASN ke IKN (Dokumen Peta
Jalan)
2 Pusat
Pendayagunaan Aparatur Negaran dan Reformasi
Birokrasi
Kementerian PAN/RB
Penyiapan Regulasi dan Kerangka
Kebijakan tentang Ibukota Negara
Kebijakan insentif ASN yang terdampak
pada pemindahan IKN (Kebijakan)
2 Pusat Kementerian PAN/RB
Penyiapan Kelembagaan Ibukota
Negara
Raperpres Badan Otorita 2 Pusat Program Perencanaan Pembangunan Nasional II
Kementerian
PPN/Bappenas, Setkab,
Kementerian PAN-RB,
Kemendagri,
Kementerian Keuangan
Perencanaan Ibukota Negara
Strategi Komunikasi dan Kegiatan Public
Hearingsebagai sarana sosialisasi dan
penampungan aspirasi bagi Penyusunan
Rencana Pemindahan Ibukota Negara yang
dilaksanakan
100 Pusat Program Perencanaan Pembangunan Nasional II
Kementerian
PPN/Bappenas, KSP,
SKP, Kementerian
Kominfo
Perencanaan Ibukota Negara
Jumlah Dokumen Masterplan yang
disusun (Masterplan IKN, Detail
Masterplan & Skematik, Siteplan &
Skematik Bangunan, serta Skematik
Infrastruktur Dasar)
100 Pusat Program Perencanaan Pembangunan Nasional II
Kementerian
PPN/Bappenas,
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 389
Kalimantan - 51
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Perencanaan Ibukota Negara
Jumlah Rencana Tata Ruang yang
diselesaikan:
- Revisi RTR Pulau (Matek PK)
- Revisi RTRW Kaltim(Matek dan Raperda)
- Revisi RTRW Kukar (Matek dan Raperda)
- Revisi RTRW PPU(Matek dan Raperda)
- Revisi RTR Pulau (Matek dan Raperpres)
- RTR KSN IKN (Matek dan Raperpres)
- RDTR Pusat Pemerintahan IKN (Matek
dan Raperpres)
- RDTR Pusat Kegiatan Ekonomi IKN
(Matek dan Raperpres)
- Revisi RTRWN (Matek dan RPP)
- RDTR BWK I (Matek dan Raperpres)
- RDTR BWK II (Matek dan Raperpres)
26,80 Pusat
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Perencanaan Ibukota Negara
Jumlah Dokumen KLHS (Kajian
Lingkungan Hidup Strategis) yang disusun
6 Pusat Program Perencanaan Pembangunan Nasional V
KLHK, Kementerian
PPN/Bappenas
Perencanaan Infrastruktur dan
Kawasan Ibukota Negara
Jumlah Dokumen Perencanaan
Infrastruktur Kawasan Inti Pusat
Pemerintahan 5600 Ha
2 Pusat Program Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR
Perencanaan Infrastruktur dan
Kawasan Ibukota Negara
Jumlah Dokumen Studi Kelayakan,
AMDAL, dan DED untuk Kawasan Inti
Pusat Pemerintahan yang disusun
41 Pusat Program Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR
Penyiapan lahan ibu kota dari
Kawasan Hutan
Luas Kawasan IKN yang Dinventarisasi dan
Verifikasi dengan Nilai Keanekaragaman
Hayati Tinggi (Ha)
36,40 Provinsi Kalimantan Timur
Program Konservasi Sumber Daya Alam dan
Ekosistem
KLHK
Penyiapan lahan ibu kota dari
Kawasan Hutan
Policy Brief Konsep Forest City dalam
Perencanaan IKN (dokumen)
12,20 Pusat Program Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK dan Bappenas
Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta
Pemulihan Ekosistem pada
kawasan IKN
Rehabilitasi Lahan Kritis (Ha) 1.500 137,40 Provinsi Kalimantan Timur Program Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK
berkas 4, hlm. 390
Kalimantan - 52
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta
Pemulihan Ekosistem pada
kawasan IKN
Luas Pemulihan Ekosistem pada Kawasan
Konservasi Tahura Bukit Soeharto (yang
menjadi lokasi IKN) (Ha)
1.200 95,20 Provinsi Kalimantan Timur
Program Konservasi Sumber Daya Alam dan
Ekosistem
KLHK
Rehabilitasi Hutan dan Lahan serta
Pemulihan Ekosistem pada
kawasan IKN
Pelepasan Kawasan Hutan untuk IKN (Ha) 43,70 Provinsi Kalimantan Timur Program Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK
Pemetaan Rupa Bumi dan Toponim
Skala 1:5000
Jumlah Kabupaten yang dibuat peta dasar
skala 1:5000
8,87 Ibu Kota Negara Informasi Geospasial Dasar BIG
Lanjutan Kegiatan Inventarisasi
Penguasaan, Pemilikan,
Penggunaan dan Pemanfaatan
Tanah (IP4T) di dalam Kawasan
Hutan di kawasan Perluasan IKN
Luas lahan yang diinventarisasi kegiatan
P4T di kawasan hutan di kawasan
perluasan IKN (Hektar)
4,50 Ibu Kota Negara Infrastruktur Keagrariaan Kementerian ATR/BPN
Perencanaan dan Pembangunan
Infrastruktur Transportasi
Tersusunnya dokumen perencanaan
transportasi di IKN (Masterplan, FS, DED)
30 Ibu Kota Negara Penelitian dan Pengembangan Perhubungan
Kementerian
Perhubungan
Mobilisasi ASN, TNI dan POLRI ke
Ibu Kota Negara baru
Terlaksananya Pergeseran Personel Polri
dalam Rangka Pemindahan Ibu Kota
Negara (orang)
256,55 Ibu Kota Negara Program Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Polri SSDM Polri
Komponen Proyek K/L Fisik 465.122,90
Komponen Proyek KPBU 252.460
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Gedung Pemerintahan 32.275 Ibu Kota Negara Cipta Karya
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum
Perumahan Rakyat &
Badan Usaha
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Sarana Pendukung 12.505 Ibu Kota Negara
KPBU Kementerian
Riset, Teknologi dan
Pendidikan Tinggi,
Kementerian Kesehatan
& Badan Usaha
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Pembangkit dan Jaringan
Listrik
87.312 Ibu Kota Negara
KPBU Kementerian
ESDM & Badan Usaha
berkas 4, hlm. 391
Kalimantan - 53
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembangunan Infrastruktur
Transportasi Laut di IKN
Pengembangan Terminal, Pengembangan
dan Rehabilitasi Dermaga; Subsidi
Operasional, Penetapan TTS (Traffic
Separation Scheme); Pengembangan VTS,
SBNP, Telkompel & Fasilitas Lainnya)
1.075 Provinsi Kalimantan Timur Pembangunan Transportasi Laut
KPBU Kementerian
Perhubungan & Badan
Usaha
Pembangunan Infrastruktur
Transportasi Perkeretaapian di IKN
Pembangunan Stasiun, Kereta Api Subway,
KRL, Jalur KA; Pengadaan Kereta Listrik
34.086 Ibu Kota Negara Pembangunan Transportasi Perkeretaapian
KPBU Kementerian
Perhubungan & Badan
Usaha
Pembangunan Infrastruktur
Transportasi Darat di IKN
Pembangunan Terminal dan Pembangunan
Halte, BRT, ITS, Kelengkapan Jalan, Bus
Air, Pelabuhan Penyebrangan
1.597 Provinsi Kalimantan Timur Pembangunan Transportasi Darat
KPBU Kementerian
Perhubungan & Badan
Usaha
Pembangunan Infrastruktur Jalan
dan Jembatan di kawasan IKN
Terbangunnya jalan dan jembatan (Jalan
Nasional (Tol) 57 km, Jalan Nasional (Non
Tol) 898 km, Fasilitas Pejalan Kaki 955km,
Lajur Sepeda 468 km, Rel Kereta 72 km)
4.315 Ibu Kota Negara Bina Marga
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum
Perumahan Rakyat &
Badan Usaha
Jalan Tol Kalimantan
Panjang Jalan Tol Balikpapan-Jembatan
Penajam yang dibangun (km)
477 Provinsi Kalimantan Timur Program Penyelenggaraan Jalan
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum
Perumahan Rakyat &
Badan Usaha
Pembangunan Infrastruktur
Sumber Daya Air di kawasan IKN
Tersedianya kebutuhan air baku sesuai
standar 225lt/hr/orang (m3/detik)
4,21 7.836 Ibu Kota Negara Program Pengelolaan Sumber Daya Air
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum
Perumahan Rakyat &
Badan Usaha
Pembangunan Infrastruktur
Permukiman di kawasan IKN
Terbangunnya infrastruktur Permukiman
(pengendali banjir, drainase, sanitasi, dan
infrastruktur energi)
19.475 Ibu Kota Negara Cipta Karya
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum &
Badan Usaha
Penyediaan Perumahan Umum
(KPBU)
Penyediaan Perumahan 51.507 Ibu Kota Negara
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum &
Badan Usaha
Komponen Proyek Swasta
Murni/BUMN/BUMD
123.229,88
berkas 4, hlm. 392
Kalimantan - 54
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pengembangan Infrastruktur
Transportasi Udara penunjang IKN
Pengembangan Bandar Udara Sepinggan
dan AAP Samarinda
5.766,88 Ibu Kota Negara Pembangunan Transportasi Udara
PT Angkasa Pura &
Badan Usaha Swasta
Penyediaan Perumahan Umum
(Badan Usaha Milik Negara/Swasta
Murni)
Penyediaan Perumahan 113.479 Ibu Kota Negara
BUMN dan Badan
Usaha Swasta
Penyediaan Sarana Kesehatan Pembangunan sarana kesehatan swasta 1.320 Ibu Kota Negara Badan Usaha Swasta
Penyediaan Sarana Pendidikan
Pembangunan Perguruan Tinggi &
Lembaga Pendidikan Swasta
1.664 Ibu Kota Negara Badan Usaha Swasta
Penyediaan Sarana Pendukung
Kota
Pembangunan RTH (Termasuk Science
Techno Park)
1.000 Ibu Kota Negara Badan Usaha Swasta
Komponen Proyek APBN 89.433
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Terbangunnya jalan akses ke lokasi IKN 8.000 Ibu Kota Negara Bina Marga Kementerian PUPR
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Terbangunnya ruang terbuka hijau 2.000 Ibu Kota Negara Cipta Karya Kementerian PUPR
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Istana Kepresidenan 480 Ibu Kota Negara Cipta Karya Kementerian PUPR
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Kodam Khusus Ibu Kota &
SAT BKO
7.000 Ibu Kota Negara Perencanaan dan Penganggaran Mabes TNI Mabes TNI
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Fasilitas TNI AD 2.250 Ibu Kota Negara Perencanaan dan Penganggaran TNI AD TNI AD
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Fasilitas TNI AL 6.000 Ibu Kota Negara Perencanaan dan Penganggaran TNI AL TNI AL
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Fasilitas TNI AU 10.000 Ibu Kota Negara Perencanaan dan Penganggaran TNI AU TNI AU
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Infrastuktur POLRI 7.352 Ibu Kota Negara Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Polri Slog Polri
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Penyediaan Perumahan Bagi VIP/Eselon I
Setara
1.000 Ibu Kota Negara Cipta Karya
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Penyediaan Hunian Dinas 36.791 Ibu Kota Negara Cipta Karya
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pencadangan Tanah Akses Infrastruktur
dan Kawasan Inti
8.000 Ibu Kota Negara
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pencadangan Tanah Diplomatic Compound 110 Ibu Kota Negara
berkas 4, hlm. 393
Kalimantan - 55
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembangunan Infrastruktur di
kawasan IKN
Pembangunan Infrastruktur Transportasi 450 Ibu Kota Negara
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Kalimantan Timur)
Kota Balikpapan, Kota Samarinda
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
KESDM
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Kalimantan Timur KPBU
Pembangunan Pipa gas Bumi
Kaltim - Kalsel
Jumlah Panjang Ruas Pipa Transmisi
Kaltim-Kalsel (km)
208,80 36.400
Kota Balikpapan, Kota Samarinda (Provinsi
Kalimantan Timur)
BU
Pengembangan Bandara Sultan Aji
Muhammad Sulaiman
Jumlah bandara hub primer yang
dikembangkan (lokasi)
200 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub, BUMN
Pembangunan Jalur KA Trans
Kalimantan (Balik papan -
Samarinda)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
20
(selesai)
450
Kota Balikpapan, Kota Samarinda (Provinsi
Kalimantan Timur)
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan KA Barang
Kalimantan (Puruk Cahu -
Bangkuang; - Batanjung; Gunung
mas -Katingan) (KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
96
(selesai)
3.001,44 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU, Badan Usaha
Pengembangan Pelabuhan
Kariangau (Balikpapan)
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
100 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Palaran
(Samarinda)
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
100 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pembangunan kapal
penyeberangan perintis
Garongkong-Kariangau
kapal penyeberangan yang dibangun (unit)
1
(selesai)
30 Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
Pusat Pengembangan
Keahlian/Skill Development Center
(Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan
Produktivitas
Kemennaker
Jalan Tol Kalimantan
Panjang jalan tol Samarinda-Bontang yang
dibangun (km)
10.000 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Program Penyelenggaraan Jalan
KPBU Kementerian
Pekerjaan Umum
Perumahan Rakyat &
Badan Usaha
berkas 4, hlm. 394
Kalimantan - 56
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Jalan Lingkar Samarinda Panjang jalan yang terbangun (km) 3,89 372,96 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Akses dan Jembatan Pulau
Balang
Jembatan yang dibangun (lokasi) 549,33
Kota Balikpapan - Penajam Paser Utara, Provinsi
Kalimantan Timur
Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
462 816,82 Provinsi Kalimantan Timur Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
1.921,23
Kota Balikpapan, Kota Samarinda (Provinsi
Kalimantan Timur)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
421,88
Kota Balikpapan, Kota Samarinda (Provinsi
Kalimantan Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
104,80
Kota Balikpapan, Kota Samarinda (Provinsi
Kalimantan Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 617,26 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 97,25 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 6,36 Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
1460 desa
berkembang;
232 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 6,00
berkas 4, hlm. 395
Kalimantan - 57
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
58,89 68,38 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Penduduk miskin di daerah tertinggal
Rata-rata IPM di daerah tertinggal
Peningkatan Kesejahteraan dan
Tata Kelola di Kecamatan Lokasi
Prioritas di Provinsi Kalimantan
Timur
Jumlah kecamatan prioritas yang sarana
prasarana pelayanan dasar, ekonomi,
dan pemerintahan-nya tersedia di Prov
Kalimantan Timur (kecamatan)
3 5,99 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai
Pembangunan dan peningkatan
SPAM
Jumlah kecamatan yang terlayani SPAM
(kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Rehabilitasi Kantor Camat dan
Kantor Desa
Jumlah kecamatan prioritas yang Kantor
Camat dan Kantor Desa nya dibangun
(kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Penyediaan sarana prasarana
kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan sarpras
kesehatan (kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Penyediaan alat-alat kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan alat-
alat kesehatan (kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Pembangunan/rehabilitasi
prasarana belajar
jumlah kecamatan yang prasarana
belajarnya dibangun/direhabilitasi
(kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Pengadaan sarana belajar
Jumlah kecamatan yang difasilitasi
pengadaan sarana belajar (kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Pembangunan dan pengembangan
prasarana SMK
Jumlah kecamatan yang prasarana SMK-
nya dibangun/dikembangkan (kecamatan)
3 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai Pemerintah Daerah
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
2 0,288 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energ
Kementerian ESDM
berkas 4, hlm. 396
Kalimantan - 58
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembangunan PLTS Rooftop Jumlah PLTS Roof Top yang dibangun 4,4 Kec. Maratua, Kec. Long Apari, Kec. Long Pahangai
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Penyediaan air baku di lokasi
prioritas pulau kecil terluar: PPKT
Provinsi Kalimantan Timur (Kab.
Berau)
Tambahan debit air baku di lokasi prioritas
pulau kecil terluar (m3/detik)
1,31 Kab. Berau Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 63,01 145,36
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai
Timur, Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara,
DPP Baru Derawan-Berau
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan
prasarananya untuk mendukung destinasi
wisata (desa)
2 7,12 DPP Baru Derawan-Berau Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
169 17,72
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,26
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
169 33,73
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
276 77,05
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 397
Kalimantan - 59
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
4 0,59
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1,28
Berau, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur,
Mahakam Hulu, Paser, Penajam Paser Utara
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Penajam Paser Utara, Kutai Barat Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Berau dan Kutai Timur
Indikator Pembangunana Kawasan
Perdesaan di Kab. Berau dan Kab. Kutai
Timur
53.00; 64.00 123,19 Kab. Kutai Timur dan Kab. Berau
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
3. Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan
4. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
5. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang
terbangun
Jumlah unit alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang terbangun
(unit)
30 Kab. Berau Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya
Jumlah bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya yang didistribusikan
(paket)
5 Kab. Berau Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan pasar ikan dan
sentra kuliner
Jumlah unit pasar ikan dan sentra kuliner
yang terbangun
Kab. Berau
Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Penerapan Sustainable Tourism
Practices Di Destinasi Utama dan
Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan
prioritas yang menerapkan Sustainable
Tourism Practices (destinasi)
1 3 Kab. Kutai Timur Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
2 1,68 Kab. Kutai Timur dan Kab. Berau Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 398
Kalimantan - 60
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,36 Kab. Kutai Timur dan Kab. Berau Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
2 80 Kab. Kutai Timur dan Kab. Berau Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
672.476 742,64 Kalimantan Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Kerang dan Maloy
Kaliorang
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Kalimantan
Timur
58,89 68,38 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
2 41,22 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
1 24,58 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1,83 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
500 0,75 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
500 Kab. Paser dan Kab. Kutai Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,35
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
42,8
Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
berkas 4, hlm. 399
Kalimantan - 61
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
4.410,69
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
61
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama
daerah
6
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Kalimantan Timur
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
108
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
2 0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 18,94 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 :
5000
42,36 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
4,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 400
Kalimantan - 62
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang
dibentuk dan dimutakhirkan
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
11 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
11 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 4,93
berkas 4, hlm. 401
Kalimantan - 63
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
4 2,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
11 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
11 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
11 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
11 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 402
Kalimantan - 64
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
11 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 11 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
63 1,73
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
11 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
6 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 403
Kalimantan - 65
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
12 1,06 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
11 0,42
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
10 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
11 0,31 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
11 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
11 0,12
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
11 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
11 0,11 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 404
Kalimantan - 66
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
11 0,12
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
11 0,16 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 15,81 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
1 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 405
Kalimantan - 67
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
5 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
672.476 742,64 Kalimantan Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 678.868 1,45 Kalimantan Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
10 32,09 Kalimantan Timur
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
2 1,72 Kalimantan Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
8 1,31 Kalimantan Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 406
Kalimantan - 68
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bantuan Teknis Penyusunan RDTR di
Sekitar KI/KEK/KSPN
1,80 Kawasan Pariwisata Derawan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
8 0,91 Kalimantan Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Kalimantan Utara
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
>1
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Tanah Kuning
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kalimantan Utara
>1
Pembangunan Pelabuhan Tanjung
Selor
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
70 Kalimantan Utara
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Pelabuhan dan Pengerukan
Kemenhub
Jalan Akses KIPI Tanah Kuning Panjang jalan yang dibangun (km) 12,50 600 Kalimantan Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Bandara
Internasional Juwata
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
150 Kalimantan Utara Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub, BUMN
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Tanah
Kuning
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Kab. Bulungan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Utara
berkas 4, hlm. 407
Kalimantan - 69
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Akselerasi Replanting dan Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
540 3,36
Provinsi Kalimantan Utara, Kab. Bulungan, Kab.
Nunukan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Utara
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 112,55 7,33 Provinsi Kalimantan Utara, Kab. Malinau
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kakao
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Utara
Kawasan Kakao Kawasan Kakao (ha) 102,01 7,94 Provinsi Kalimantan Utara, Kab. Malinau
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, dan cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kalimantan Utara
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 1309,94 28,45
Provinsi Kalimantan Utara, Kab. Bulungan, Kab.
Nunukan, Kab. Malinau
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10
Provinsi Kalimantan Utara, a.l Kota Tarakan, Kab.
Malinau, Kab. Nunukan
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Kalimantan Utara Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Kalimantan
ProP : Pembangunan Kota Baru
Tanjung Selor
Jumlah penduduk, indeks kota
berkelanjutan *)
100.000 Kota Tanjung Selor/Kab. Bulungan
Pengembangan Sistem Angkutan
umum massal perkotaan berbasis
jalan yang dikembangkan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan (BRT)
50
Kota Tanjung Selor/Kab. Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
berkas 4, hlm. 408
Kalimantan - 70
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
84 148,51 Provinsi Kalimantan Utara Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
2,10
Kota Tanjung Selor/Kab. Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
80,17
Kota Tanjung Selor/Kab. Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara
Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Bendungan baru yang dibangun
Jumlah bendungan baru yang sedang
dibangun
1 30.000
Kab. Bulungan (Bendungan Kayan), Provinsi
Kalimantan Utara
BUMN dan/atau Swasta
Pembangunan Command Center Jumlah Command Center yang dibangun 0 97,70 Kota Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Polri
Polri
Pembangunan Pelabuhan Tanjung
Selor
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
70
Kota Tanjung Selor/Kab. Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Pelabuhan dan Pengerukan
Kemenhub
Pengembangan Bandara Tanjung
Harapan
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
115
Kota Tanjung Selor/Kab. Bulungan, Provinsi
Kalimantan Utara
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Kalimantan Utara)
Kota Tarakan
Pengembangan Bandara
Internasional Juwata
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
150 Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Udara
Kemenhub
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Provinsi Kalimantan Utara
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
KESDM
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Kalimantan Utara KPBU
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
6,80 Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
2.875,67 269,64 Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
berkas 4, hlm. 409
Kalimantan - 71
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
1460 desa
berkembang;
232 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN
0,51
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 4,64
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
54,92 61,64 Kab. Bulungan dan Kab. Nunukan
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Peningkatan Kesejahteraan dan
Tata Kelola di Kecamatan Lokasi
Prioritas di Provinsi Kalimantan
Utara
Jumlah kecamatan prioritas yang sarana
prasarana pelayanan dasar, ekonomi,
dan pemerintahan-nya tersedia di Prov
Kalimantan Utara (kecamatan)
20 84,51
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec.
Krayan Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan
Selatan, Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara,
Kec. Sebatik Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin
Onsoi, Kec. Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah,
Kec. Krayan Timur, Kec. Krayan Barat. Kec.
Pujungan, Kec. Kayan Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec.
Kayan Selatan, Kec. Bahau Hulu
Pembangunan dan peningkatan
SPAM
Jumlah kecamatan yang terlayani SPAM
(kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 410
Kalimantan - 72
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Rehabilitasi Kantor Camat dan
Kantor Desa
Jumlah kecamatan prioritas yang Kantor
Camat dan Kantor Desa nya dibangun
(kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
Penyediaan sarana prasarana
kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan sarpras
kesehatan (kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
Penyediaan alat-alat kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan alat-
alat kesehatan (kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
Pembangunan/rehabilitasi
prasarana belajar
jumlah kecamatan yang prasarana
belajarnya dibangun/direhabilitasi
(kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 411
Kalimantan - 73
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pengadaan sarana belajar
Jumlah kecamatan yang difasilitasi
pengadaan sarana belajar (kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
Pembangunan dan pengembangan
prasarana SMK
Jumlah kecamatan yang prasarana SMK-
nya dibangun/dikembangkan (kecamatan)
20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pemerintah Daerah
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energ
Kementerian ESDM
Penyediaan air baku di lokasi
prioritas pulau kecil terluar:
Provinsi Kalimantan Utara (Kab.
Nunukan)
Tambahan debit air baku di lokasi prioritas
pulau kecil terluar (m3/detik)
16,27 Kab. Nunukan Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 412
Kalimantan - 74
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembangunan PLTS Rooftop Jumlah PLTS Roof Top yang dibangun 6,60
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
2 0,20
Kec. Sebatik, Kec. Nunukan, Kec. Krayan, Kec. Krayan
Selatan, Kec. Sebatik Barat, Kec. Nunukan Selatan,
Kec. Sebatik Timur, Kec. Sebatik Utara, Kec. Sebatik
Tengah, Kec. Seimanggiris, Kec. Tulin Onsoi, Kec.
Lumbis Ogong, Kec. Krayan Tengah, Kec. Krayan
Timur, Kec. Krayan Barat. Kec. Pujungan, Kec. Kayan
Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan, Kec.
Bahau Hulu
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Nunukan
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN
Nunukan
0,44 396 Kab. Nunukan
Penanganan Jalan lingkar
Nunukan
Panjang Jalan lingkar (km) yang
dibangun/ditingkatkan
80 Kalimantan Utara Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Pembangunan Pasar Tipe B
Jumlah Pasar Tipe B yang dibangun dan
ditingkatkan fasilitasnya
16 Kab. Nunukan Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
Pembangunan Pasar Tipe C
Jumlah Pasar Tipe C yang dibangun dan
ditingkatkan fasilitasnya
8 Kab. Nunukan Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
Pembangunan Gudang-SRG yang
Termanfaatkan
Jumlah Gudang SRG yang dibangun dan
ditingkatkan fasilitasnya
9 Kab. Nunukan Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
Penyedia Jasa Logistik Sektor
Perdagangan yang Diberikan
Pembinaan
Jumlah penyedia jasa yang diberikan
pembinaan
10 14,10 Kab. Nunukan Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
berkas 4, hlm. 413
Kalimantan - 75
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Sentra Kelautan Perikanan Terpadu
(SKPT) Sebatik yang mandiri
(Skala) Tingkat kemandirian Sentra
Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT)
Sebatik
5 11,03 Kab. Nunukan Program Pengelolaan Perikanan Tangkap Kementerian KKP
Fasilitasi Kapal perikanan bantuan
yang terbangun termasuk di daerah
perbatasan
Jumlah (unit) Kapal perikanan bantuan
yang terbangun termasuk di daerah
perbatasan
Kab. Nunukan Program Pengelolaan Perikanan Tangkap Kementerian KKP
BAKTI INTERNET Jumlah Titik Bakti Internet yang dibangun 2,40 Kab. Nunukan Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
Petani Go Online Jumlah user aktif Petani yang mendaftar 250 0,08 Kab. Nunukan Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
Nelayan Go Online Jumlah user aktif Nelayan yang mendaftar 250 0,08 Kab. Nunukan Program Pengembangan Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo
UMKM Go Online Jumlah User Aktif Selling UMKM 250 0,20 Kab. Nunukan Program Pengembangan Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo
Pengembangan Kawasan Industri
Perikanan Terpadu Mansapa
Jumlah (unit) sarana prasarana industri
pengolahan yang dibangun
247 Kab. Nunukan KPBU KPBU
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi/ kelompok di
Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan
Pasca Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang dibangun 2 Kab. Nunukan
Program Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan
Berbasis Usaha Mikro
Kementerian Koperasi
dan UKM
Koperasi/UKM sektor perikanan
dan peternakan yang diperkuat
kapasitas usahanya melalui
kemitraan
Jumlah KUMKM yang diperkuat fasilitas
usaha kemitraannya
1,80 Kab. Nunukan
Program Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan
Berbasis Usaha Mikro
Kementerian Koperasi
dan UKM
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
15 5,03 Kab. Nunukan Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Fasilitasi Legislasi RDTR Nunukan
Kawasan Perbatasan Negara
Jumlah Dokumen Harmonisasi Peraturan
Presiden
0,50 Kab. Nunukan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR
berkas 4, hlm. 414
Kalimantan - 76
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Long Midang
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN Long
Midang
0,44 1952,58 Kab. Nunukan
Jalan perbatasan Kaltara Panjang jalan yang dibangun (km) 19 1933,34 Kab. Nunukan Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Kawasan sayuran dan tanaman
obat di wilayah perbatasan
Luas kawasan sayuran dan tanaman obat
di wilayah perbatasan yang ditingkatkan
produksinya (Ha)
80 7,43 Kab. Nunukan
Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah
Hortikultura
Kementerian Pertanian
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi di Daerah
Tertinggal, Perbatasan, & Rawan
Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang
direvitalisasi
2,88 Kab. Nunukan Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (lokasi) 1 4 Kab. Nunukan Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44 Kab. Nunukan
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
8 0,80 Kab. Nunukan Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
8 2,68 Kab. Nunukan Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Tou Lumbis
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN Tou
Lumbis
0,44 18 Kab. Nunukan
Kawasan sayuran dan tanaman
obat di wilayah perbatasan
Luas kawasan sayuran dan tanaman obat
di wilayah perbatasan yang ditingkatkan
produksinya (Ha)
80 7,43 Kab. Nunukan
Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah
Hortikultura
Kementerian Pertanian
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi di Daerah
Tertinggal, Perbatasan, & Rawan
Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang
direvitalisasi
2 Kab. Nunukan Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (lokasi) 1 4,00 Kab. Nunukan Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
berkas 4, hlm. 415
Kalimantan - 77
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44 Kab. Nunukan
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
8 0,8 Kab. Nunukan Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
8 2,68 Kab. Nunukan Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Long Nawang
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN Long
Nawang
0,69 18 Kab. Malinau
Kawasan sayuran dan tanaman
obat di wilayah perbatasan
Luas (ha) kawasan sayuran dan tanaman
obat di wilayah perbatasan yang
ditingkatkan produksinya (Ha)
80 7,43 Kab. Malinau
Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah
Hortikultura
Kementerian Pertanian
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi di Daerah
Tertinggal, Perbatasan, & Rawan
Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang
direvitalisasi
2 Kab. Malinau Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (lokasi) 1 4,00 Kab. Malinau Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44 Kab. Malinau
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
8 0,80 Kab. Malinau Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
8 2,68 Kab. Malinau Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 51,88 75,92 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
7,69 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 416
Kalimantan - 78
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,26 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
17,54 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
147 40,95 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
4 0,59 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1,28 Bulungan, Malinau, Nunukan, Tana Tidung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Malinau, Nunukan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Bulungan
Indeks Pembangunana Kawasan
Perdesaan di Kab. Bulungan
43,08 Kab. Bulungan
1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pertanian
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
berkas 4, hlm. 417
Kalimantan - 79
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
5 1,06 Kab. Bulungan
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
1 Kab. Bulungan
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Bulungan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Bulungan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Bulungan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
195.429 88,04 Kalimantan Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Salim Batu dan
Seimenggaris
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Kalimantan
Utara
54,92 61,64 Kab. Bulungan dan Kab. Nunukan
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 33,97 Kab. Bulungan dan Kab. Nunukan
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
2.318,06 1,14 Kab. Bulungan
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
2 22,17 Kab. Bulungan dan Kab. Nunukan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 418
Kalimantan - 80
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1 3,27 Kab. Bulungan dan Kab. Nunukan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
0,70 Kab. Bulungan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
2.318,06 0,39 Kab. Bulungan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Bulungan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,35
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
42,8
Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
61
Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
61
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
4.410,69
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
61
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama
daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
berkas 4, hlm. 419
Kalimantan - 81
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Kalimantan Utara
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
367
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
1 0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah NLP peta dasar skala besar Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,11 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang
dibentuk dan dimutakhirkan
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
6 0,07 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
6 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
berkas 4, hlm. 420
Kalimantan - 82
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 4,93
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
4 2,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
berkas 4, hlm. 421
Kalimantan - 83
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
6 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
6 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
6 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
6 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
6 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 6 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
36 1,67
berkas 4, hlm. 422
Kalimantan - 84
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
6 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
6 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
12 1,06 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
6 0,38
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
5 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
6 0,11 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
6 0,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 423
Kalimantan - 85
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
6 0,06
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
6 0,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
6 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
6 0,06
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
6 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
berkas 4, hlm. 424
Kalimantan - 86
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,803 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 14,45 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
1 1 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
195.429 88 Kalimantan Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 425
Kalimantan - 87
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 143.579 1,45 Kalimantan Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
5 32,09 Kalimantan Utara
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Kalimantan Utara
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
8 1,31 Kalimantan Utara
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
8 0,91 Kalimantan Utara
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 426
6. PEMBANGUNAN WILAYAH SUMATERA
6.1 Target Pembangunan Wilayah Sumatera
Dalam lima tahun ke depan (2020-2024), pembangunan Wilayah Sumatera
diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan
nasional sesuai dengan tujuh (7) agenda pembangunan dengan target sebagai
berikut.
Tabel 6.1.
Target Pembangunan Wilayah Sumatera 2020-2024
Provinsi
Indikator
Pembangunan
Realisasi
2018
Baseline
2019
Target Pembangunan
2020 2021 2022 2023 2024
Aceh
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
4,61 3,70 4,00 4,70 5,20 5,60 5,90
Tingkat Kemiskinan
(%)
15,97 15,32 13,34 13,00 12,35 11,71 11,00
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
6,36 6,20 6,20 6,00 5,90 5,50 5,20
Sumatera
Utara
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,18 5,18 5,50 6,40 6,90 7,40 8,00
Tingkat Kemiskinan
(%)
9,22 8,83 8,43 7,95 7,25 6,80 6,00
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
5,56 5,41 5,50 5,30 5,20 4,70 4,40
Sumatera
Barat
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,14 5,00 5,00 5,50 5,80 6,00 6,10
Tingkat Kemiskinan
(%)
6,65 6,42 5,94 5,46 5,13 4,85 4,55
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
5,55 5,33 5,50 5,30 5,20 4,70 4,40
Riau
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
2,34 2,80 3,70 4,30 4,60 4,90 5,40
Tingkat Kemiskinan
(%)
7,39 7,08 6,25 5,85 5,55 5,25 4,95
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
6,20 5,97 6,00 5,80 5,70 5,20 4,90
Jambi
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
4,71 4,30 4,70 5,40 6,00 6,40 6,70
Tingkat Kemiskinan
(%)
7,92 7,60 7,29 6,85 6,35 5,75 5,35
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
3,86 4,19 3,70 3,50 3,40 2,90 2,60
berkas 4, hlm. 427
Provinsi
Indikator
Pembangunan
Realisasi
Baseline
2019
Target Pembangunan
2020 2021 2022 2023 2024
Sumatera
Selatan
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
6,04 5,40 6,00 6,70 7,00 7,30 7,50
Tingkat Kemiskinan
(%)
12,8 12,71 11,55 10,95 10,45 10,05 9,38
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
4,23 4,48 4,00 3,80 3,60 3,20 2,90
Bengkulu
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
4,99 5,10 5,10 5,70 6,00 6,20 6,30
Tingkat Kemiskinan
(%)
15,43 15,23 13,40 13,00 12,25 10,95 10,75
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
3,51 3,39 3,50 3,30 3,10 2,70 2,30
Lampung
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,25 5,30 5,50 5,90 6,20 6,50 7,00
Tingkat Kemiskinan
(%)
13,14 12,62 11,56 11,27 10,35 9,68 9,20
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
4,06 4,03 3,80 3,60 3,40 3,00 2,70
Kepulauan
Bangka
Belitung
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
4,45 3,60 3,90 4,60 5,10 5,50 5,80
Tingkat Kemiskinan
(%)
5,25 4,62 4,40 4,16 3,85 3,35 3,00
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
3,65 3,62 3,30 3,10 3,00 2,50 2,20
Kepulauan
Riau
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
4,56 4,50 4,70 5,80 6,40 6;80 7,20
Tingkat Kemiskinan
(%)
6,20 5,90 5,30 4,95 4,54 4,15 3,79
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
7,12 6,91 6,90 6,70 6,50 6,10 5,80
Sumber: Bappenas. Hasil Analisis 2020
Catatan: 1. Tingkat kemiskinan 2018 dan 2019 (Maret)
2. Tingkat Pengangguran Terbuka 2018 dan 2019 (Agustus)
berkas 4, hlm. 428
Dengan memperhitungkan target pembangunan wilayah Sumatera, rencana
kebutuhan investasi dalam lima tahun (2020-2024) mendatang adalah sebagai
berikut.
Tabel 6.2.
Perkiraan Kebutuhan Investasi Wilayah Sumatera 2020-2024
Provinsi
Kebutuhan
Investasi
Realiasasi
2018
Baseline
2019
Target Pembangunan
2020 2021 2022 2023 2024
Aceh Rp triliun 66,28 64,12 82,90 89,39 97,16 105,84 121,49
Sumatera Utara Rp triliun 224,16 242,90 269,70 296,68 329,17 366,63 431,45
Sumatera Barat Rp triliun 66,47 70,89 83,41 90,60 99,22 109,70 122,24
Riau Rp triliun 201,26 226,57 242,31 262,79 292,28 318,99 359,70
Jambi Rp triliun 41,74 42,92 49,77 54,30 60,12 66,78 75,64
Sumatera
Selatan
Rp triliun 173,16 177,13 199,90 220,02 244,14 271,15 309,00
Bengkulu Rp triliun 26,06 28,54 31,81 34,75 38,80 42,92 48,31
Lampung Rp triliun 100,48 109,49 120,71 131,84 147,70 164,12 186,17
Kepulauan
Bangka
Belitung
Rp triliun 15,98 15,51 19,30 20,96 23,24 25,71 28,52
Kepulauan Riau Rp triliun 92,77 99,21 110,37 120,47 135,45 151,95 171,03
Sumber: Bappenas. Hasil perhitungan 2020
Catatan: Perkiraan kebutuhan investasi termasuk PMA dan PMDN yang dihitung berdasarkan perkembangan ICOR
2011-2018, laju depresiasi modal rata-rata 5 persen pertahun, laju inflasi 3 persen.
6.2. Prioritas Pembangunan Wilayah Sumatera
Pembangunan wilayah Sumatera tahun 2020-2024 diarahkan untuk menjadi salah
satu lumbung pangan nasional dan komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi,
dan sekaligus memantapkan hilirisasi pertanian, perkebunan, perikanan, dan
peternakan dengan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Prioritas
pembangunan Wilayah Sumatera tahun 2020-2024 akan mengutamakan
pemerataan, pertumbuhan, pelaksanaan otonomi daerah, penguatan konektivitas,
serta mitigasi dan pengurangan risiko bencana. Pembangunan wilayah Sumatera
dilakukan akan dilakukan pada koridor pertumbuhan dan pemerataan dengan
lokasi sebagai berikut.
Tabel 6.3.
Koridor Pertumbuhan dan Koridor Pemerataan di Wilayah Sumatera
Provinsi No. Kabupaten/Kota Provinsi No. Kabupaten/Kota
Koridor Pertumbuhan
Aceh
1 Kota Sabang*
Jambi
1
Kabupaten Tanjung
Jabung Barat
2 Kota Banda Aceh* 2 Kabupaten Muaro Jambi
3 Kabupaten Aceh Besar 3 Kota Jambi*
4 Kabupaten Pidie
Sumatera
Selatan
Kabupaten Musi
Banyuasin
berkas 4, hlm. 429
Provinsi No. Kabupaten/Kota Provinsi No. Kabupaten/Kota
5 Kabupaten Pidie Jaya 2 Kabupaten Banyuasin
6 Kabupaten Bireuen 3 Kota Palembang
7 Kota Lhoksumawe* 4
Kabupaten Ogan
Komering Ilir
8 Kabupaten Aceh Utara 5 Kabupaten Ogan Hilir
9 Kabupaten Aceh Timur 6 Kabupaten Muara Enim
10 Kota Langsa* 7 Kota Prabumulih*
11 Kabupaten Aceh Tamiang 8
Kabupaten Empat
Lawang
Sumatera
Utara
1 Kabupaten Langkat 9 Kabupaten Lahat
2 Kota Binjai 10 Kabupaten Musi Rawas
3 Kota Medan 11 Kota Lubuk Linggau*
4 Kabupaten Deli Serdang
Bengkulu
1
Kabupaten Rejang
Lebong
5 Kabupaten Karo 2 Kabupaten Kepahiang
6 Kabupaten Serdang Bedagai 3
Kabupaten Bengkulu
Tengah
7 Kabupaten Batubara 4 Kota Bengkulu*
8 Kabupaten Simalungun
Lampung
1
Kabupaten
Tulangbawang
9 Kota Tanjung Balai 2
Kabupaten Lampung
Tengah
10 Kabupaten Asahan 3 Kota Metro
11
Kabupaten Labuhan Batu
Utara
4
Kabupaten Lampung
Selatan
12 Kabupaten Labuhan Batu 5 Kota Bandar Lampung*
13
Kabupaten Labuhan Batu
Selatan
6 Kabupaten Pesawaran
Sumatera
Barat
1 Kabupaten Lima Puluh Koto 7
Kabupaten Lampung
Timur
2 Kota Payakumbuh
Bangka
Belitung
1 Kabupaten Bangka Barat
3 Kabupaten Agam 2 Kabupaten Bangka
4 Kota Bukittinggi* 3 Kota Pangkal Pinang*
5 Kota Padang Panjang
Kepulauan
Riau
1 Kabupaten Karimun
6 Kabupaten Padang Pariaman 2 Kota Batam
7 Kota Padang* 3 Kabupaten Bintan
Riau
1 Kabupaten Rokan Hilir 4 Kota Tanjung Pinang*
2 Kota Dumai*
Riau
3 Kabupaten Bengkalis
4 Kabupaten Siak
5 Kota Pekanbaru*
6 Kabupaten Pelalawan
7 Kabupaten Indragiri Hulu
8 Kabupaten Kampar
Koridor Pemerataan
Aceh
1 Kabupaten Aceh Tengah
Bengkulu
1 Kabupaten Mukomuko
2 Kabupaten Aceh Barat 2
Kabupaten Bengkulu
Utara
3 Kabupaten Bener Meriah 3 Kabupaten Bengkulu
berkas 4, hlm. 430
Provinsi No. Kabupaten/Kota Provinsi No. Kabupaten/Kota
Selatan
4 Kabupaten Nagan Raya 4 Kabupaten Seluma
5 Kabupaten Simeulue 5 Kabupaten Kaur
Sumatera
Utara
1 Kota Pematang Siantar*
Lampung
1
Kabupaten Lampung
Utara
2 Kabupaten Samosir 2 Kabupaten Pringsewu
3 Kabupaten Toba Samosir 3 Kabupaten Tanggamus
4 Kabupaten Dairi 4
Kabupaten Lampung
Barat
5 Kabupaten Phakphak Barat 5 Kabupaten Pesisir Barat
6
Kabupaten Hubang
Hasundutan
Bangka
Belitung
1
Kabupaten Bangka
Tengah
7 Kabupaten Tapanuli Utara 2
Kabupaten Bangka
Selatan
8 Kabupaten Tapanuli Tengah 3 Kabupaten Belitung
9 Kota Sibolga* 4
Kabupaten Belitung
Timur
10 Kota Gunung Sitoli* Kepulauan
Riau
1
Kabupaten Kepulauan
Anambas
11 Kabupaten Nias 2 Kabupaten Natuna
12 Kabupaten Nias Selatan
Sumatera
Barat
1 Kabupaten Tanah Datar
13 Kabupaten Nias Barat 2 Kabupaten Solok
14 Kabupaten Nias Utara 3 Kota Solok*
Jambi
1 Kabupaten Serolangun 4
Kabupaten Pesisir
Selatan
2 Kabupaten Bungo 5
Kabupaten Kepulauan
Mentawai
3 Kabupaten Batang Hari
4 Kabupaten Tebo
5 Kabupaten Merangin
6 Kabupaten Kerinci
7 Kota Sungai Penuh
Keterangan:
* Kota Besar, Sedang, Kecil yang dikembangkan sebagai PKN/PKW
Dalam tahun 2020-2024, pembangunan Wilayah Sumatera akan mencakup
kegiatan prioritas: (1) pengembangan sektor unggulan; (2) pengembangan kawasan
strategis; (3) pengembangan kawasan perkotaan; (4) pengembangan daerah
tertinggal, kawasan perbatasan, perdesaan, dan transmigrasi; (5) penataan
kelembagaan dan keuangan daerah, sebagai berikut:
6.2.1 Pengembangan Sektor Unggulan
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Pengembangan komoditas unggulan Wilayah Sumatera yang meliputi kakao,
berkas 4, hlm. 431
kelapa, kelapa sawit, karet, kopi, lada, pala, tebu, emas, timah, minyak bumi,
gas bumi, batubara, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya, yang
difokuskan pada:
a. Provinsi Aceh: kopi, kakao, karet, lada, pala, cengkeh, kelapa sawit,
perikanan tangkap dan budidaya, dan minyak dan gas bumi;
b. Provinsi Sumatera Utara: karet, kopi, kelapa sawit, tebu, dan perikanan
tangkap dan budidaya;
c. Provinsi Sumatera Barat: kakao, kopi, karet, kelapa sawit, lada, pala,
cengkeh, dan perikanan tangkap dan budidaya;
d. Provinsi Riau: kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, emas, perikanan budidaya,
minyak bumi, dan gas bumi;
e. Provinsi Jambi: tebu, karet, kelapa sawit, kopi, perikanan budidaya, dan
batubara;
f. Provinsi Sumatera Selatan: kopi, karet, tebu, kelapa sawit, lada, pala,
cengkeh, perikanan tangkap dan budidaya, batubara, minyak bumi, dan
gas bumi;
g. Provinsi Bengkulu: kopi, karet, kelapa sawit, perikanan budidaya, dan
emas;
h. Provinsi Lampung: kopi, karet, lada, pala, cengkeh, kelapa sawit, tebu, dan
perikanan tangkap dan budidaya;
i. Provinsi Bangka Belitung: lada, pala, cengkeh, karet, kopi, timah, dan
perikanan tangkap; dan
j. Provinsi Kepulauan Riau: lada, pala, cengkeh, dan perikanan tangkap.
2) Pengembangan sentra produksi pertanian, perkebunan, peternakan, dan
perikanan yang tersebar di Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN),
kawasan transmigrasi, dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).
3) Pengembangan sentra produksi perikanan di Sentra Kelautan Perikanan
Terpadu (SKPT) antara lain SKPT Sabang, SKPT Natuna, SKPT Mentawai, WPP
571 (di Selat Malaka dan Laut Andaman) dan WPP 572 (di Samudera Hindia
Barat Sumatera dan Selat Sunda;
4) Pembangunan alternatif di Provinsi Aceh untuk mentransformasi kawasan
rawan ganja menjadi kawasan ekonomi lokal sebagai bagian terpadu
pembangunan daerah di Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan
Kabupaten Gayo Lues
berkas 4, hlm. 432 OCR
Gambar 6.1.
Peta Sebaran Komoditas Unggulan di Wilayah Sumatera
Naa :
Aceh . : Mtayula Le
nanah. 3 X $ 1
SS Nan "5 4
PP “ 5 8 Kd -
3 & bumatera Utar: ah
« t - J . »
: 1 . Singapore an
. Riau ap: “kep. Riau tm 5
. A.A 5 3 Fa . : .
L £ € £ 5
atera Bayat: . 3
3 , 1
- , Kep. Bangka 0":
N “ G pb Belitung
Kai.
Bengkulu” “Sumatera Selatan . :.3 Ad £
SAMUDERA INDONESIA Ka -
Ss “Lampung aa
“|
2
U -.
Ss
Legenda
Kakao |
Karet IIA Sengken
Kelapa JEE Perikanan Budidaya
Kopi IEB Perikanan Tangkap ||
Lada MEI Batubara ||
Pala Emas | |
Sawit JB Minyak & Gas Bumi
Tebu JIE Timah -
berkas 4, hlm. 433
6.2.2 Pengembangan Kawasan Strategis
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Pengembangan kawasan strategis dan industri pengolahan berbasis sumber
daya alam perkebunan, perikanan, pertambangan, dan industri
kedirgantaraan, di beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) antara lain KEK
Arun Lhokseumawe, KEK Tanjung Api-Api, rencana pengembangan KEK Pulau
Baai serta Kawasan Industri (KI) antara lain KEK/KI Sei Mangke, KEK/KI
Galang Batang, KI Kuala Tanjung, KI Bintan Aerospace, KI Tanjung Enim, KI
Kemingking, KI Sadai, KI Tenayan, KI Tanjung Buton, KI Tanggamus, KI
Pesawaran, KI Way Pisang, KI Katibung, dan KI Ladong, serta Kawasan
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) antara lain KPBPB Batam-
Bintan-Karimun, dan KPBPB Sabang;
2) Pengembangan pariwisata daerah sebagai salah satu motor penggerak
pengembangan ekonomi lokal melalui pengembangan Destinasi Pariwisata
Prioritas (DPP) antara lain DPP Danau Toba, DPP Baru Padang-Bukittinggi,
DPP Baru Batam-Bintan, DPP Bangka Belitung/KEK Tanjung Kelayang;
3) Pengembangan industri kedirgantaraan di Batam dan Bintan;
4) Pengembangan dan penguatan konektivitas antarmoda laut, sungai, darat dan
udara yang terintegrasi antara lain; konektivitas melalui Tol Trans Sumatera,
Penanganan Lintas Timur Riau, Penanganan Lintas Barat Sumatera, Jalan
Lintas Tengah Lampung, Jalan Lintas Penghubung Timur dan Barat
Sumatera, Jalan Akses DPP Sabang, Jalan Lintas Tengah Aceh, Jalan Akses
Pelabuhan Kuala Tanjung, Jalan Akses Pelabuhan Kuala Tanjung, Jalan Trans
Pulau Simelu, Jalan Akses DPP Danau Toba, Jalan Akses Pelabuhan Teluk
Tapang, Pembangunan KA Trans Sumatera, Reaktivasi Jalur KA Pariaman –
Naras – Sungai Limau, Pembangunan KA Tanjung Enim – Tanjung Api-Api
(potensi), Pembangunan KA Trans Sumatera (Batas Sumut – Duri –
Pekanbaru), Pembangunan KA Lahan – Tarahan, Bandara Bukit Malintang,
Bandara Rokot;
5) Pengembangan jaringan telekomunikasi dan informasi; dan
6) Pemantapan sistem logistik wilayah dalam mendukung industrialisasi
khususnya di koridor pesisir timur Wilayah Sumatera;
7) Peningkatan kualitas SDM khususnya peningkatan akses layanan pendidikan
dan kesehatan, pendidikan vokasional pertanian, perikanan dan pariwisata;
dan revitalisasi Balai Latihan Kerja;
a. pengembangan SMK 816 SMK yang mendukung sektor agribisnis dan
agroteknologi, kemaritiman, pariwisata, seni dan industri kreatif, teknologi
dan rekayasa, dan energi dan pertambangan.
berkas 4, hlm. 434
b. pengembangan perguruan tinggi yang memiliki prodi vokasi dilakukan di 91
perguruan tinggi yang mendukung sektor industri (kimia di Aceh, Sumatera
Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, manufaktur di
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, dan
Kepulauan Riau, otomotif di Sumatera Utara, Riau, dan Lampung,
makanan dan minuman di Sumatera Utara dan Riau, ekonomi kreatif di
Riau, migas di Aceh, dan tambang di Sumatera Selatan), konstruksi,
pariwisata dan pertanian.
c. pengembangan 87 unit BLK di wilayah Sumatera mendukung pemenuhan
kebutuhan tenaga kerja di sektor prioritas yang meliputi: tenaga presisi
tekstil, petani terlatih, buruh konstruksi gedung, manajer umum
perdagangan dan pelayan, pramuwisata, koki.
d. Penanganan anak tidak sekolah di seluruh provinsi Wilayah Sumatera.
berkas 4, hlm. 435 OCR
Gambar 6.2.
Peta Sebaran Kawaasan Strategis Prioritas di Wilayah Sumatera
PKSN Sabang Hm aa
: KPBPB Sabang 3 ?. Ne |
Ts Lhokseumawe , 5
1 . Haa SKPT
Sahahg P . ilayah Metropolitan Medan Natuna «
San 5 (5 KI Kuala Tanjung
Da | & : : 2 'PKSN
. Xt LX KI/KEK Sei Mangkei sA Ranai &
NA ut GD W, PKSN BIAN ia “
! " Danau Toba O Batam-Bintan H1,
AP 4 - KPBPB, ““ KPBPB Bintan (3
"NY. KI Tergayan MR KI Bintan: S. 4
MK Kang KPBPB' Aerospace K1
—, “, Kiffanjung Kari 1 . 5
Dag: ad Buton "ne KMEK Galang 1
Bukittinggi EP Eetang N
"5. Y : rang Bangka- !
- .. 1 : ".. “d4 Ka, 2 s Th . T “1
SKPT Mana N Pe N ag Belitungl,
entawai 5 PR. ea 3 1 nya KEK --
| ng A KA # ApiApi 3 “Sl. Kelayang|
LN ts NG Me A » PN - 9S A8
La an , S Oo HA ( KI Sadai
4 - Ng Nwayah Metropolitan
" KI Pesg Palembang
Ag ete KI Way Pisang
Ski Tangg ( KeKatibung
0 60120 240 360 ba AB
SA — KM Ta
Keterangan
memmam Koridor Pertumbuhan
mumumam Koridor Pemerataan
Oo Rencana Panganbangan Kawasan Strategis Prioritas
Oo Regoana | Pengembangan Sentra Kelautan dan
Oei Kanan AN Sean Kegjatan
@ Wilayah Metropolitan
berkas 4, hlm. 436 OCR
Gambar 6.3.
Peta Jaringan Infrastrukur Transportasi Wilayah Sumatera Tahun 2024
| | | |
3 “0 € 4
AN $ 2 Malaysia Ei
3 X 3 t. R
: 8, La KF NAN SN
T & Sai 4, &
LN Ha ni
Y, -” » ep” Af 2 TES
U tag 5
» MA
s P fi “ KAN 0
0 60120 240 360 480. - "Aa
Transportasi
—a Rencana KA
2 Pangara TA MA &ssing
—.. Rencna Jalan
L Pesbuhan —. Jim Kssing
m0 Rencana Jalan Panseis
berkas 4, hlm. 437
Gambar 6.4.
Peta Rencana Jaringan Infrastruktur Telekomunikasi dan Infrastruktur Energi
Wilayah Sumatera Tahun 2024
berkas 4, hlm. 438
Gambar 6.5.
Peta Rencana Infrastruktur Pengairan dan Irigasi Wilayah Sumatera
Tahun 2024
berkas 4, hlm. 439
6.2.3 Pengembangan Kawasan Perkotaan
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 adalah sebagai
berikut:
1) Pengembangan kawasan perkotaan di Wilayah Metropolitan Palembang dan
Medan sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatera serta Kota
Banda Aceh, Sabang, Langsa, Lhokseumawe, Sibolga, Pematangsiantar,
Gunungsitoli, Padang, Solok, Bukittinggi, Dumai, Pekanbaru, Jambi,
Prabumulih, Lubuk Linggau, Bengkulu, Bandar Lampung, Pangkal Pinang,
Tanjung Pinang dan Batam (Tabel 6.3);
2) Peningkatan kualitas transportasi perkotaan multimoda di WM Medan
(Mebidangro) melalui pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal
Perkotaan; dan
3) Penguatan keterkaitan desa-kota yang mendukung pusat pertumbuhan
wilayah.
6.2.4 Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, dan Transmigrasi,
Daerah Tertinggal, dan Kawasan Perbatasan
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Percepatan pembangunan daerah tertinggal dilaksanakan dengan fokus pada
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemenuhan pelayanan
dasar yang memperhatikan aspek mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap resiko
bencana di 1 kabupaten tertinggal di Provinsi Lampung, 1 kabupaten
tertinggal di Provinsi Sumatera Barat, 1 kabupaten tertinggal di Provinsi
Sumatera Selatan, dan 4 kabupaten tertinggal di Provinsi Sumatera Utara.
Dari 7 kabupaten tertinggal di Pulau Sumatera, 6 kabupaten termasuk dalam
koridor kewilayahan, khususnya koridor pemerataan, antara lain: Pesisir
Barat di Provinsi Lampung, Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat;
Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan di Provinsi Sumatera Utara;
2) Pembinaan dan keberpihakan dari K/L serta pelaku pembangunan lainnya
dilakukan terhadap 62 daerah tertinggal yang telah terentaskan tahun 2019,
selama maksimal 3 tahun (2020 – 2022), yang mana untuk Pulau Sumatera
berlokasi di 6 kabupaten berikut, antara lain: Aceh Singkil di Provinsi Aceh;
Seluma di Provinsi Bengkulu; Lampung Barat di Provinsi Lampung; Pasaman
Barat dan Solok Selatan di Provinsi Sumatera Barat, dan Musi Rawas di
Provinsi Sumatera Selatan;
3) Pemenuhan pelayanan dasar dan peningkatan tata kelola di kecamatan
perbatasan pada 4 kecamatan lokpri di Provinsi Aceh, 2 kecamatan lokpri di
berkas 4, hlm. 440
Provinsi Sumatera Utara, 15 kecamatan lokpri di Provinsi Riau, dan 35
kecamatan lokpri di Provinsi Kepulauan Riau;
4) Pengembangan ekonomi kawasan perbatasan berbasis komoditas unggulan
di PKSN Sabang, PKSN Bengkalis, dan PKSN Ranai;
5) Percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi
sosial, budaya dan ekonomi desa yang mencakup perbaikan pelayanan dasar
pendidikan dan kesehatan, pelayanan dasar: air minum, sanitasi, listrik desa
dan transportasi, serta pengembangan desa wisata, desa digital dan produk
unggulan desa dan kawasan perdesaan; peningkatan kapasitas aparatur desa
dalam tata kelola pemerintahan, pemanfaatan dana desa, tata kelola keuangan
dan aset desa; pemberdayaan masyarakat desa adat dan penguatan
pendamping desa khususnya desa tertinggal dengan pendamping lokal;
penataan ruang dan penetapan batas desa; serta peningkatan peran Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes);
6) Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui
penguatan sinergi antardesa berbasis komoditas unggulan yang terintegrasi
dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama di KPPN Aceh Timur,
KPPN Toba Samosir, KPPN Samosir, KPPN Agam, KPPN Banyuasin, KPPN
Muaro Jambi, KPPN Belitung, KPPN Bangka Selatan, KPPN Belitung Timur,
KPPN Bintan Kepulauan, KPPN Karimun, KPPN Tulang Bawang, dan KPPN
Mesuji;
7) Revitalisasi kawasan transmigrasi di Kawasan Transmigrasi Ketapang
Nusantara di Kabupaten Aceh Tengah, Kawasan Transmigrasi Samar Kilang di
Kabupaten Bener Meriah, Kawasan Transmigrasi Selaut di Kabupaten
Simeuleu, Kawasan Transmigrasi Bathin III Ulu di Kabupaten Bungo, Kawasan
Transmigrasi Batu Betumpang di Kabupaten Bangka Selatan, Kawasan
Transmigrasi Lunang Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan, Kawasan
Transmigrasi Parit Rambutan di Kabupaten Ogan Ilir, Kawasan Transmigrasi
Telang di Kabupaten Banyuasin, Kawasan Transmigrasi Kikim di Kabupaten
Lahat, Kawasan Transmigrasi Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara, Kawasan
Transmigrasi Rawa Pitu di Kabupaten Tulang Bawang, dan Kawasan
Transmigrasi Mesuji di Kabupaten Mesuji;
8) Penanganan stunting dengan lokasi fokus prioritas pada tahun 2020
mencakup 10 Kabupaten/Kota di Aceh, 6 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat,
15 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, 4 Kabupaten di Riau, 4 Kabupaten di
Jambi, 6 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan, 4 Kabupaten di Bengkulu, 6
Kabupaten di Lampung, 3 Kabupaten di Bangka Belitung dan 3 Kabupaten di
Kepulauan Riau yang selanjutnya secara bertahap akan diperluas ke seluruh
Kabupaten/Kota di wilayah Sumatera pada tahun 2023;
9) Pemberian bantuan sosial dan subsidi tepat sasaran melalui Program Keluarga
berkas 4, hlm. 441
Harapan, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Indonesia Sehat untuk mencapai
target kemiskinan tahun 2024 yaitu 11,75% di Provinsi Aceh, 6,83% di
Provinsi Sumatera Utara, 4,55% di Provinsi Sumatera Barat, 12,09% di
Provinsi Bengkulu, 10,01% di Provinsi Lampung, 5,7% di Provinsi Riau, 4,21%
di Provinsi Kepulauan Riau, 5,74% di Provinsi Jambi, 3,44% di Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung dan 10,38% di Provinsi Sumatera Selatan; dan
10) Pengarusutamaan penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim
yang dilakukan melalui:
a. Peningkatan ketahanan wilayah pantai barat Pulau Sumatera;
b. Peningkatan penanganan abrasi pantai di pesisir dan daerah kepulauan;
c. Peningkatan konservasi hutan; dan
d. Dukungan pemulihan pascabencana di Kawasan Selat Sunda dan
sekitarnya.
6.2.5 Penataan Kelembagaan dan Keuangan Daerah
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 dalam
mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan otonomi khusus Aceh antara lain
sebagai berikut:
1) Percepatan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah secara
penuh dan konsisten;
2) Percepatan kemudahan berusaha, dan reformasi pelayanan perizinan,
terutama investasi.
3) Penataan lembaga dan organisasi pemerintah daerah yang lebih efisien dan
efektif;
4) Optimalisasi pemanfataan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE);
5) Peningkatan riset dan inovasi daerah;
6) Peningkatan kapasitas aparatur daerah dalam manajemen pemerintahan
daerah, manajemen pertanian dan kelautan, manajemen kawasan ekonomi,
manajemen investasi terutama kerjasama pemerintah dan swasta, manajemen
kawasan pariwisata dan lainnya
7) Peningkatan kualitas belanja daerah;
8) Pengembangan dan penguatan peran kecamatan sebagai pusat data, informasi
dan pengetahuan; pusat pelayanan dasar; pusat pemberdayaan masyarakat;
pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan; pusat pengelolaan sumber
daya alam dan lingkungan; serta pusat pertumbuhan ekonomi kabupaten;
9) Pengembangan kerjasama antardaerah, dan
10) Penguatan kerjasama, kemitraan dan kolaborasi multipihak;
11) Pengelolaan dana Otonomi Khusus Aceh secara transparan, akuntabel, efisien,
berkas 4, hlm. 442
efektif dan adil, dan berkelanjutan;
12) Perluasan cakupan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan target prioritas
yang meliputi Provinsi Sumatera Utara (Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten
Padang Lawas Utara, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan) dan
Provinsi Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai); dan;
13) Perluasan kepemilikan akta kelahiran dengan target prioritas meliputi:
Provinsi Aceh (Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten
Aceh Ternggara, Kabupaten Subulussalam), Provinsi Sumatera Utara
(Kabupaten Langkat, Kabupaten Medan, Kabupaten Karo, Kabupaten Deli
Serdang, Kabupaten Serdang Berdagai, Kabupaten Batubara, Kabupaten
Asahan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Labuhan Batu,
Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli
Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias,
Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang
Lawas Utara, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas), Provinsi
Sumatera Barat (Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Sijunjung),
Provinsi Bengkulu (Kabupaten Bengkulu Tengah), Provinsi Lampung
(Kabupaten Lampung Selatan), Provinsi Sumatera Selatan (Kabupaten Ogan
Komering Ilir) dan Provinsi Riau (Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten
Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten
Indragiri Hulu, Kab, Indragiri Hilir);
14) Penataan ruang dan lahan, yang meliputi:
a. Peningkatan efektivitas instrumen pengendalian pemanfaatan ruang,
terutama kelengkapan RDTR;
b. Penyediaan RTR Kawasan Strategis Nasional;
c. Penyediaan RDTR Kawasan Perbatasan Negara;
d. Penyediaan peta dasar skala besar (1:5.000) secara nasional;
e. Penerapan insentif dan disinsentif, serta sanksi bagi pelanggaran
pemanfaatan ruang;
f. Sertifikasi hak atas tanah terutama di wilayah yang diarahkan sebagai
koridor pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta wilayah sekitarnya
termasuk di kawasan transmigrasi;
g. Penataan dan publikasi batas kawasan hutan dan nonhutan dalam skala
kadastral;
h. Penetapan deliniasi batas wilayah adat;
i. Pembentukan bank tanah;
j. Peningkatan pelayanan pertanahan berbasis digital; dan
k. Penerimaan PNS petugas ukur pertanahan.
15) Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal kebencanaan melalui:
berkas 4, hlm. 443
a. Peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat dan logistik
kebencanaan;
b. Adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim di daerah rawan bencana
berbasis kearifan lokal masyarakat; dan
c. Peningkatan investasi mitigasi struktural dan non struktural untuk
pengurangan risiko bencana.
16) Pelaksanaan Kaidah Pembangunan Rendah Karbon, yang meliputi:
a. Peningkatan luasan dan produktivitas lahan pertanian pangan terutama
padi;
b. Optimalisasi potensi sumber energi baru terbarukan;
c. Pengaturan ulang arahan tata ruang khususnya bagi pemukiman dan
pusat-pusat kegiatan yang berada pada lokasi rawan bencana alam;
d. Konservasi hutan primer dan habitat spesies kunci, serta perlindungan
kawasan hutan;
e. Peningkatan pembinaan lingkungan dan upaya reklamasi pada lahan bekas
tambang;
f. Penerapan kaidah-kaidah ekowisata dan pariwisata berkelanjutan dalam
pengembangan kawasan pariwisata;
g. Penegakan hukum atas kejahatan di bidang sumber daya alam dan
lingkungan hidup;
h. Optimalisasi pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya beracun
secara terpadu;
i. Pengembangan sarana dan prasarana transportasi massal; dan
j. Optimalisasi upaya rehabilitasi hutan dan lahan untuk mempertahankan
luas tutupan hutan dan mengkonservasi sumber daya air; dan
k. Pengembangan sarana dan prasarana transportasi massal.
berkas 4, hlm. 444 OCR
Gambar 6.6.
Peta Proyeksi Daya Dukung Lingkungan Wilayah Sumatera 2025
ta A
, S |. , Tan | a." :
& “an - & | ,
AN Tn Bt . 2) Malaysia ' &
. Se? aa 0 & , sh | . 1) @
z 4 3 £ "Ne 4 Mp, i $ Li ke z
8 « Bao ON la Sana K ' N 2
' Ae era CAR 3
$ S aU , 1 3 9 Pp. sii $
H Ig & | 9g In 3 3 £
Oo 2 KO An Aa AG 3 F2 ad
L PS peni Tngrk £ .I 3
' ana Jet
£ SE : -
8 2 . 2
s Tad” AN
0 60120 240 360 480 2 5 P3: Ta
Daya Dukung Vutayah Proyeksi Permukiman 2025
Pesisir Indonesia Proyeksi Ar 2025 2
— Rentan Tuak Tertekan -i
Sadang mreka Proyeksi Hutan 2025
“T555 Tidak Rertan “8 Lagka Non Hutan
Proyeksi Per muk Iman 2025» Sangat Langka Hitam
berkas 4, hlm. 445
6.3. Proyek Prioritas Strategis (Major Project) Wilayah Sumatera
Dalam mendorong percepatan pembangunan Wilayah Sumatera tahun 2020-2024,
proyek prioritas strategis (Major Project) adalah sebagai berikut:
1) Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas: Danau Toba;
2) Pembangunan Energi Terbarukan B100 Berbasis Kelapa Sawit di Sumatera
Selatan;
3) Revitalisasi Tambak di Kawasan Sentra Produksi Udang dan Bandeng;
4) Integrasi Pelabuhan Perikanan dan Fish Market Bertaraf Internasional;
5) Pembangunan Wilayah Batam-Bintan;
6) Pengembangan Wilayah Metropolitan Palembang;
7) Pemulihan Pasca Bencana Kawasan Pesisir Selat Sunda;
8) Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera: Aceh-Lampung;
9) Pembangunan Jalan Trans pada Pulau Tertinggal, Terluar, dan Terdepan: (a)
P. Simeuleu, (b) P. Nias, (c) P. Mentawai, (d) P. Enggano, dan (e) P. Natuna;
10) Pembangunan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di Wilayah
Metropolitan Medan;
11) Pembangunan Rumah Susun Perkotaan (1 Juta) di Sumatera Utara;
12) Pembangunan Waduk Multiguna: Bendungan Keureto;
13) Revitalisasi Kilang Minyak Dumai;
14) Pembangunan Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu: Pelabuhan Kuala
Tanjung;
15) Pemulihan Empat Daerah Aliran Sungai Kritis di Sumatera Utara; dan
16) Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3 di Sumatera Utara.
berkas 4, hlm. 446 OCR
Gambar 6.7.
Peta Sebaran Rencana Major Project RPJMN 2020-2024 di Wilayah Sumatera
“
»,
12
4 ,
44 14 t
10 kb Ye . |
' Ya 3
- i
'. 1 In N
& 13
AN 5 "ag
9b La ikatan"
8 Jalan Tol Trans Sumatera: Aceh-
Lampung
9d » 3
“ T 5
berkas 4, hlm. 447
Sumatera - 1
PULAU SUMATERA
Total
Indikasi
Pendanaan
2020-2024
2024 (Rp Miliar)*)
PP 1: Pembangunan Wilayah
Sumatera
Laju pertumbuhan PDRB Sumatera
(persen/tahun)
5,58
Share PDRB Wilayah Sumatera (persen) 21,83
IPM Wilayah Sumatera (min-maks) 71,90-78,19
Persentase penduduk miskin wilayah
Sumatera (persen)
5,76
Provinsi Aceh
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Percepatan Peningkatan Investasi
KPBPB Sabang
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Aceh
>1
Pelabuhan Nasional Balohan Pembangunan pelabuhan 89,06
Program Perencanaan, Pengelolaan Dan
Penyelenggaraan Kawasan Sabang
BP Sabang
Penyelenggaraan Pembangunan
Jembatan Penghubung Aroih
Lampuyang untuk Mendukung
Kemudahan Berusaha
Realisasi fisik pembangunan jembatan 300 Kota Sabang
Program Perencanaan, Pengelolaan Dan
Penyelenggaraan Kawasan Sabang
BP Sabang
Pengembangan Diversifikasi dan
Intensifikasi Pendapatan Sektor
kepelabuhanan
Persentase Peningkatan Pendapatan dari
Jasa Kepelabuhanan (%)
80 24 Kota Sabang
Program Perencanaan, Pengelolaan Dan
Penyelenggaraan Kawasan Sabang
BP Sabang
MATRIK PEMBANGUNAN RPJMN 2020-2024
MENGEMBANGKAN WILAYAH UNTUK MENGURANGI KESENJANGAN DAN MENJAMIN PEMERATAAN
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
berkas 4, hlm. 448
Sumatera - 2
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Bandara Maimun
Saleh
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
60 Aceh Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Percepatan Peningkatan Investasi
KEK Arun Lhokseumawe
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Aceh
>1
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Banda Aceh - Sigli - Bireuen -
Lhoksemawe)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
15
(lanjutan)
458,50 Aceh
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang jalan tol Banda Aceh - Sigli yang
dibangun (km)
Aceh Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang jalan tol Lhokseumawe - Langsa
yang dibangun (km)
45 Aceh Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Besitang - Sei liput - Langsa -
Lhok seumawe)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
30
(lanjutan)
1.050 Aceh
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan akses KEK Arun
Lhoksumawe
Panjang jalan yang dibangun (km) 48
Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi
Aceh
Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI/KEK
Arun Lhokseumawe
Air baku untuk kawasan pariwisata dan
industri (m3/detik)
0,09 29,25 Kota Lhoksumawe Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Bandara Malikus Saleh
Lhokseumawe
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
80 Aceh Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Ladong
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Aceh
>1
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Ladong
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 449
Sumatera - 3
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Aceh
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 523,38 32,97
Provinsi Aceh, Kab. Aceh Tengah, Kab. Gayo Lues, Kab.
Bener Meriah
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kakao
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Aceh
Kawasan Kakao Kawasan Kakao (ha) 113,86 9,16 Provinsi Aceh, Kab. Pidie
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Aceh
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 948,03 42,74 Provinsi Aceh, Kab. Aceh Barat, Kab. Aceh Tamiang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Aceh
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 1030,66 22,59
Provinsi Aceh, Kab. Simeule, Kab. Aceh Selatan, Kab.
Aceh Besar, Kab. Aceh Barat Daya, Kota Sabang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Aceh
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
539,97 3,36 Provinsi Aceh, Kab. Aceh Singkil, Kab. Nagan Raya
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
berkas 4, hlm. 450
Sumatera - 4
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10
Provinsi Aceh, a.l: Kab. Aceh Selatan, Kab. Aceh
Tengah, Kab. Aceh Utara, Kota Banda Aceh
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Aceh Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan garam
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi garam jumlah produksi garam nasional (juta ton) 3,40 Provinsi Aceh Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Optimalisasi komoditas unggulan
pertambangan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Aceh
Optimalisasi produksi minyak dan
gas
jumlah produksi (Ton) Program Pengelolaan MIGAS Aceh
Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil (Aceh)
Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe,
Kota Langsa
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Aceh KPBU
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Banda Aceh - Sigli - Bireuen -
Lhoksemawe)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
15
(lanjutan)
458,50 Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe (Provinsi Aceh)
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Besitang - Sei liput - Langsa -
Lhok seumawe)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
30
(lanjutan)
1.050 Kota Lhokseumawe, Kota Langsa (Provinsi Aceh)
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
berkas 4, hlm. 451
Sumatera - 5
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Bandara Maimun
Saleh
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
60 Kota Sabang, Provinsi Aceh Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Bandara Malikus Saleh
Lhokseumawe
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
80 Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Pusat Pengembangan
Keahlian/Skill Development Center
(Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan
Produktivitas
Kemennaker
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor I (Banda Aceh-
Medan) yang dibangun (km)
45 75.318
Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa
(Provinsi Aceh)
Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Lingkar Pulau Weh Panjang jalan yang dibangun (km) 125 Kota Sabang, Provinsi Aceh Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
634 1.120,10 Provinsi Aceh Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
102,50
Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe,
Kota Langsa (Provinsi Aceh)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
112,50 Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 204,86
Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe,
Kota Langsa (Provinsi Aceh)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 6,28 Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
126,23
Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa
(Provinsi Aceh)
Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan Command Center Jumlah Command Center yang dibangun 97,70 Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Polri
POLRI
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
berkas 4, hlm. 452
Sumatera - 6
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN
0,52
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 14,26
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
61,69 74,64
Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah, dan Kab.
Simeulue
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 61,95 1.025,08
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh
Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang,
Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh
Utara, Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo
Lues, Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie,
Pidie Jaya, Sabang, Simeulue, Subulussalam
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
546 141,28
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 453
Sumatera - 7
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 3,95
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
67 1,25
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
546 278,21
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
2.134 596,07
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,46
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 454
Sumatera - 8
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya,
Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh
Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara,
Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues,
Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya,
Sabang, Simeulue, Subulussalam
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
3 0,45 Aceh Tengah, Pidie, Aceh Timur Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Peningkatan Kesejahteraan dan
Tata Kelola di Kecamatan Lokasi
Prioritas di Provinsi Aceh
Jumlah kecamatan prioritas yang sarana
prasarana pelayanan dasar, ekonomi,
dan pemerintahan-nya tersedia di Prov
Aceh (kabupaten)
4 14,84
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya,
Kec. Langsa Barat
Pembangunan dan peningkatan
SPAM
Jumlah kecamatan yang terlayani SPAM
(kecamatan)
4
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
Rehabilitasi Kantor Camat dan
Kantor Desa
Jumlah kecamatan prioritas yang Kantor
Camat dan Kantor Desa nya dibangun
(kecamatan)
4
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
Penyediaan sarana prasarana
kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan sarpras
kesehatan (kecamatan)
4
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
Penyediaan alat-alat kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan alat-
alat kesehatan (kecamatan)
4
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
Pembangunan/rehabilitasi
prasarana belajar
jumlah kecamatan yang prasarana
belajarnya dibangun/direhabilitasi
(kecamatan)
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 455
Sumatera - 9
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengadaan sarana belajar
Jumlah kecamatan yang difasilitasi
pengadaan sarana belajar (kecamatan)
4
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
Pembangunan dan pengembangan
prasarana SMK
Jumlah kecamatan yang prasarana SMK-
nya dibangun/dikembangkan (kecamatan)
4
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pemerintah Daerah
Pasar Rakyat Yang
Dibangun/Direvitalisasi
Jumlah pasar rakyat yang
dibangun/direvitalisasi
6
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
Pembangunan PLTS Rooftop Jumlah PLTS Roof Top yang dibangun 6,60
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energ
Kementerian ESDM
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
2 1,44
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
8 0,80
Kec. Mesjid Raya, Kec. Sukakarya, Kec. Sukajaya, Kec.
Langsa Barat
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Sabang
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN Sabang
0,52 19,60 Kota Sabang
Sentra Kelautan Perikanan Terpadu
(SKPT) Sabang yang mandiri
(Skala) Tingkat kemandirian Sentra
Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT)
Sabang
5 11,28 Kota Sabang Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi di Daerah
Tertinggal, Perbatasan, & Rawan
Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang
direvitalisasi
1 2 Kota Sabang
Program Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan
Berbasis Usaha Mikro
Kementerian
Perdagangan
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44 Kota Sabang
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Konverter Kit BBM ke Bahan Bakar
Gas Untuk Nelayan
Jumlah Konverter Kit BBM ke Bahan
Bakar Gas Untuk Nelayan yang difasilitasi
50 0,13 Kota Sabang
Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas
Bumi
Kementerian ESDM
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (lokasi) 1 4 Kota Sabang Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
berkas 4, hlm. 456
Sumatera - 10
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Aceh Timur
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Aceh Timur
74 79,17 Kab. Aceh Timur
1. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
2. Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan
3. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
4. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian EDM
Alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang
terbangun
Jumlah unit alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang terbangun
(unit)
30 Kabupaten Aceh Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya
Jumlah bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya yang didistribusikan
(paket)
5 Kabupaten Aceh Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan pasar ikan dan
sentra kuliner
Jumlah unit pasar ikan dan sentra kuliner
yang terbangun (unit)
1 Kabupaten Aceh Timur
Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Aceh Timur Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Aceh Timur Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Aceh Timur Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
401.443 349,67 Aceh Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Ketapang
Nusantara, Samar Kilang, dan
Selaut
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Aceh
61,69 96,24
Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah, dan Kab.
Simeulue
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
2 57,80
Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah, dan Kab.
Simeulue
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 457
Sumatera - 11
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
1.563,65 1,88 Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
3 10,83
Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah, dan Kab.
Simeulue
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1 2,49
Kab. Aceh Tengah, Kab. Bener Meriah, dan Kab.
Simeulue
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
60 0,63 Kab. Aceh Tengah dan Kab. Simeulue
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
1.563,65 1,00 Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
60 Kab. Aceh Tengah dan Kab. Simeulue Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,3
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
berkas 4, hlm. 458
Sumatera - 12
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
Provinsi Aceh
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.924
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
3,52 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang
dibentuk dan dimutakhirkan (komponen)
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan
penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan
investasi
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
24 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 459
Sumatera - 13
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
24 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 5,27
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan daya saing sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
20 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 460
Sumatera - 14
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,89
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
24 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Trantibum
24 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Bencana
24 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub
bidang Pemadam Kebakaran
24 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
24 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 461
Sumatera - 15
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 24 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
36 1,73
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
24 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
14 1,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
24 1,93
berkas 4, hlm. 462
Sumatera - 16
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
23 0,32 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
24 1,04 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
24 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
24 0,55
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
24 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
24 0,22 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
24 0,70
berkas 4, hlm. 463
Sumatera - 17
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
24 0,36 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Peningkatan penataan hubungan
pusat daerah
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 19,04 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
2 2 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 464
Sumatera - 18
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(9) Jumlah pelaksanaan kebijakan
otonomi (regulasi) pada daerah otonomi
khusus, daerah istimewa, dan daerah
khusus ibukota negara.
15,04
Rekomendasi rencana tindak lanjut
dan peningkatan efektivitas
perencanaan dan pemanfaatan
dana otonomi khusus
Jumlah rekomendasi rencana tindak lanjut
dan peningkatan efektivitas perencanaan
dan pemanfaatan dana otonomi khusus
2,10 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pembinaan peningkatan kinerja
dan akuntabilitas penyelenggaraan
Otsus
Jumlah pembinaan peningkatan kinerja
dan akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
1 7,94 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Meningkatkan fungsi pembinaan
dan pengawasan Pemerintah Pusat
terhadap daerah otonom dan
Daerah Khusus/Daerah Istimewa,
terutama dalam hal
penyelenggaraan urusan
pemerintahan, pengelolaan
keuangan daerah, dan pelayanan
pada masyarakat.
Jumlah fasilitasi kebijakan (regulasi)
daerah dan pusat terkait pelaksanaan pada
daerah otonomi khusus
4 5 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
401.443 349,67 Aceh Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 38.376 0,38 Aceh Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
(satker)
22 32,10 Aceh
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
berkas 4, hlm. 465
Sumatera - 19
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang di Tingkat
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Aceh
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang di Tingkat
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
BantuanTeknis Penyusunan Materi Teknis
RDTR
2,00 Kec. Bener Meriah
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang di Tingkat
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
6 2,32 Aceh
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang di Tingkat
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
6 5,21 Aceh
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang
di Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang
diselesaikan
1 3,33
Aceh (KSN Kawasan Ekosistem Leuseur), KSN Bandar
Aceh Darrusalam
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Sumatera Utara
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Fasilitasi Realisasi Investasi dan
Pembangunan KI/KEK Sei
Mangkei
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Sumatera Utara
>1
Jalan Tol Trans Sumatera
Panajng jalan tol Tebing tinggi - Kisaran
yang dibangun (km)
35 8,69 Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pengembangan Pelabuhan
Belawan/Kuala Tanjung
Terselenggaranya standardisasi dan
pengelolaan Pelabuhan Belawan/Kuala
Tanjung (lokasi)
1
(selesai)
25.000 Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo I), Swasta
Jalan Akses KI Seimangke Panjang jalan yang dibangun (km) 10 30 Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
berkas 4, hlm. 466
Sumatera - 20
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI/KEK Sei
Mangkei
Air baku untuk kawasan pariwisata dan
industri (m3/detik)
29,25 Kab. Simalungun Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan Pusat Pengolahan
Limbah B3 Terpadu Wilayah
Sumatera
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah
B3 terpadu untuk wilayah Sumatera (1
unit) (tahapan pembangunan)
operasi 1.000 Sumatera Utara (Kab. Batubara/Kab. Simalungun) KPBU
Fasilitasi koordinasi masalah
strategis di KEK
Jumlah koordinasi masalah strategis di
KEK
7,00 5,95 Kab. Simalungun Program Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Kuala Tanjung
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Sumatera Utara
>1
Pengembangan Pelabuhan
Belawan/Kuala Tanjung
Terselenggaranya standardisasi dan
pengelolaan Pelabuhan Belawan/Kuala
Tanjung (lokasi)
1
(selesai)
25.000 Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo I), Swasta
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Kuala
Tanjung
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Kab. Batu Bara Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Perbaikan aksesibilitas, atraksi
dan amenitas DPP Danau Toba
dan sekitarnya
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Sumatera Utara
>1
Jalan Akses KSPN Danau Toba Panjang jalan yang dibangun (km) 12,50 1.333 Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
berkas 4, hlm. 467
Sumatera - 21
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jalan By Pass Balige Panjang jalan yang dibangun 135 Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Pengembangan Bandara Sibisa
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
124,23 Sumatera Utara Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Pembangunan pelabuhan
penyeberangan KSPN Danau Toba
Jumlah dermaga penyeberangan yang
dibangun (lokasi)
295,30 Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
Pembangunan Jalur KA Pemantang
Siantar - Danau Toba (Dukungan
APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
15
(selesai)
305 Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub (KPBU)
Pembangunan Jalur KA Pemantang
Siantar - Danau Toba (Dukungan
KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
15
(selesai)
1.105 Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub (KPBU)
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) DPP Danau
Toba dan sekitarnya
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
6,50 Kab. Toba Samosir Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Percepatan pengembangan
destinasi pariwisata prioritas
jumlah fasilitasi percepatan pengembangan
destinasi pariwisata prioritas
3 10,64 Provinsi Sumatera Utara Program Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Utara
berkas 4, hlm. 468
Sumatera - 22
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 554,48 25,03
Provinsi Sumatera Utara, Kab. Mandailing Natal, Kab.
Nias Selatan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Utara
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 602,71 37,85
Provinsi Sumatera Utara, Kab. Dairi, Kab. Karo, Kab.
Humbang Hasundutan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Utara
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
540 3,36
Proinsi Sumatera Utara, Kab. Langkat, Kab.
Labuhanbatu Selatan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan tebu
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Utara
Kawasan Tanaman Substitusi
Impor (Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu)
(ha)
126,23 5,07 Proinsi Sumatera Utara, Kab. Langkat
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10
Provinsi Sumatera Utara, a.l: Kab. Tapanuli Tengah,
Kab. Tanjung Balai, Kota Medan, Kab. Asahan
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Sumatera Utara Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Wilayah
Metropolitan Medan (Mebidangro)
Persentase PDRB Metropolitan terhadap
PDRB Pulau Sumatera
10.82
Kota Medan, Kota Binjai, Kab. Deli Serdang, Kab.
Karo
berkas 4, hlm. 469
Sumatera - 23
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik
1 0,70 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
Kementerian ESDM
Peningkatan Diversifikasi Energi
Perkotaan
Jumlah Pembangunan Pemanfaatan PV
Rooftop (MW)
300 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara PLN
Jumlah Pembangunan Stasiun Pengisian
Listrik Umum/SPLU (Unit)
200 43.513 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara PLN
Pengembangan jaringan listrik Jumlah gardu induk yang dibangun 3 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
Dinas Pertambangan
dan Energi, PLN
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Sumatera Utara KPBU
Pengembangan Sistem Angkutan
Umum Massal Perkotaan di 6 kota
metropolitan:
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan
Berbasis Rel (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
3.000 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan
Berbasis Rel (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
670 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan
Berbasis Rel (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
1.330 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan
Berbasis Jalan (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1 125 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan
Berbasis Jalan (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(selesai)
500 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Medan
Berbasis Jalan (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum
massal Perkotaan berbasis jalan
(perkotaan)
1
(selesai)
500 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 4, hlm. 470
Sumatera - 24
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
c. Pengembangan /Peningkatan
Jalur KA Komuter (Medan-Binjai-
Besitang)
Panjang jalur KA yang
dibangun/ditingkatkan (km)
244,30 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Bandara
Kualanamu
Jumlah bandara yang dikembangkan 200,0 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan
Belawan/Kuala Tanjung
Terselenggaranya standardisasi dan
pengelolaan Pelabuhan Belawan/Kuala
Tanjung
1 25.000 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo I), Swasta
Pusat Pengembangan
Keahlian/Skill Development Center
(Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan
Produktivitas
Kemennaker
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor I (Banda Aceh-
Medan) yang dibangun (km)
45 75.318 Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor II (Medan-
Pekanbaru) yang dibangun (km)
55 65.659 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Lingkar Luar Selatan Medan Panjang jalan yang dibangun (km) 9 300 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Pembangunan Fly Over Gatot
Subroto
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 148,80 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Fly Over Pinang
Baris
Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 151,61 Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
1.736 3.069,25 Provinsi Sumatera Utara Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Pembangunan Rumah Susun
Sewa/Milik Sederhana melalui
KPBU
Jumlah rumah susun yang dibiayai AP-nya
(unit)
175 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara KPBU
Pembangunan Rumah Susun
Sewa/Milik Sederhana untuk MBR
oleh BUMN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
4.666,60 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara BUMN
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan
Gedung dan Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 4 40
Kota Medan, Kota Binjai, Kab. Deli Serdang, Kab. Karo
(Provinsi Sumatera Utara)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
1.922
Kota Medan, Kab. Deli Serdang (Provinsi Sumatera
Utara)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
berkas 4, hlm. 471
Sumatera - 25
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
700
Kota Medan, Kota Binjai, Kab. Deli Serdang, Kab. Karo
(Provinsi Sumatera Utara)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
82,60
Kota Medan, Kota Binjai, Kab. Deli Serdang, Kab. Karo
(Provinsi Sumatera Utara)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 1.321,61
Kota Medan, Kota Binjai, Kab. Karo (Provinsi Sumatera
Utara)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 261,1 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 44,16
Kota Medan, Kota Binjai, Kab. Karo (Provinsi Sumatera
Utara)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di 5 Wilayah
Metropolitan dengan skema KPBU
Tambahan debit air baku di 5 wilayah
metropolitan (m3/detik)
0,58 870 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara KPBU
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA) yang terbit tepat
waktu
1 6,28 WM Medan, Provinsi Sumatera Utara
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Sumatera Utara)
Kota Sibolga, Kota Pematangsiantar, Kota
Gunungsitoli
Pembangunan Jalur KA Pemantang
Siantar - Danau Toba (Dukungan
APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
15
(selesai)
305 Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, KPBU
Pembangunan Jalur KA Pemantang
Siantar - Danau Toba (Dukungan
KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
15
(selesai)
1.105 Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub,KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor V Tebing Tinggi-
Sibolga yang dibangun (km)
13 10.000 Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Siantar By Pass Panjang jalan yang dibangun (km) 96 Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
berkas 4, hlm. 472
Sumatera - 26
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
169 Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
49,90
Kota Sibolga, Kota Pematangsiantar, Kota Gunungsitoli
(Provinsi Sumatera Utara)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 152,69
Kota Pematangsiantar, Kota Gunungsitoli (Provinsi
Sumatera Utara)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 26,60 Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 2 Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
0,18 54,28 Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
2
(terentaskan
2 kabupaten)
Prov. Sumatera Utara: Kab. Nias Barat, Nias Selatan,
Nias Utara, Nias;
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 6,25
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
berkas 4, hlm. 473
Sumatera - 27
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Percepatan Pembangunan Daerah
Tertinggal di Provinsi Sumatera
Utara
1. Penduduk miskin di daerah tertinggal
2. Rata-rata IPM di daerah tertinggal
1. 19,6 -
20,1%;
2. 64,9 - 65,4
1898,10 Kab Nias, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan
1. Program Pengembangan Perdagangan Dalam
Negeri;
2. Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan
dan Konservasi Energi;
3. Program Pembangunan Daerah Tertinggal;
4. Program Pengembangan Daerah Tertentu;
5. Program Pemberdayaan Sosial;
6. Program Perlindungan dan Jaminan Sosial;
7. Program Penanganan Fakir Miskin;
8. Program Pengelolaan Sumber Daya Air;
9. Program Penyelenggaraan Jalan
1. Kementerian
Perdagangan;
2. Kementerian ESDM;
3. Kementerian Desa
PDTT;
4. Kementerian Sosial
5. Kementerian PUPR;
6. Pemerintah Daerah
Kab. Nias Selatan
Pasar Rakyat Yang
Dibangun/Direvitalisasi
Terbangunnya Pasar Rakyat (paket) 18,90
Kab. Nias Selatan (Kec. Telukdalam, Maniamolo, dan
Gomo, Ulususua)
Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
Penyediaan Akses Listrik Jumlah akses listrik yang tersedia (paket) 40 43,75
Kab. Nias Selatan (Kec. Umbunasi, Susua, Ulunoyo,
Huruna, Simuk, Hibala, Pulau-Pulau Batu Barat)
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
Kementerian ESDM
Bantuan Peningkatan Nilai Tambah
Prukades di Daerah Tertinggal
Jumlah Bantuan Peningkatan Nilai
Tambah Prukades di Daerah Tertinggal
(paket)
1 3 Kab. Nias Barat, Nias Selatan, Nias Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Literasi Digital Pemasaran Produk
Unggulan Daerah Tertinggal
Persentase kenaikan volume penjualan
produk unggulan daerah tertinggal yang
dipasarkan melalui platform digital (%)
4 Kab. Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Pengembangan desa wisata dalam
mendukung 14 KSPN
Persentase peningkatan kunjungan
wisawatan ke desa wisata di daerah
tertinggal (%)
4,50 Kab. Nias Selatan (KSPN Teluk Dalam dskt) Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Peningkatan Kapasitas Tenaga
Kerja di Daerah Tertinggal
Jumlah Tenaga Kerja yang Ditingkatkan
Kapasitasnya di Daerah Tertinggal (orang)
57 2,27 Kab. Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Penyediaan Sarana Air Bersih dan
Sanitasi Di Daerah Pulau Kecil dan
Terluar
Jumlah Sarana Air Bersih dan Sanitasi
yang Dibangun dan Fungsional di Pulau
Kecil dan Terluar (unit)
6,60 Kab. Nias Selatan (P. Simuk) Program Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT
Penyelenggaraan pemberdayaan
komunitas adat terpencil (KAT)
Jumlah Keluarga Komunitas Adat Terpencil
(KAT) Yang Memperoleh Pemberdayaan (KK)
1,76 Kab. Nias Selatan Program Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial
berkas 4, hlm. 474
Sumatera - 28
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyelenggaraan Bantuan Tunai
Bersyarat bagi keluarga miskin
Jumlah keluarga miskin dan rentan yang
memperoleh Bantuan Tunai Bersyarat
(KPM)
36.329 967,94 Kab. Nias Utara, Nias, Nias Barat, Nias Selatan Program Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial
Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Pangan bagi keluarga miskin dan
rentan
Jumlah keluarga miskin dan rentan yang
memperoleh Bantuan Sosial Pangan
melalui Kartu Sembako Murah (KPM)
66.142 595,28 Kab. Nias Utara, Nias, Nias Barat, Nias Selatan Program Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial
Penyediaan air baku di daerah 3T
(Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)
Tambahan debit air baku di daerah 3T
(m3/detik)
0,40 238,81 Kab. Nias Selatan, Nias Utara, Nias, Nias Barat Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Jalan Trans Nias (DAK/APBN) Panjang jalan yang dibangun (km) 5 305,92 Provinsi Sumatera Utara, Kab. Nias Barat, Nias Utara Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Puksesmas Baru yang Dibangun di
DTPK
Jumlah puskesmas baru yang dibangun
(unit)
DAK Kab. Nias Selatan
Pemerintah Daerah Kab.
Nias Selatan
Peningkatan Kesejahteraan dan
Tata Kelola di Kecamatan Lokasi
Prioritas di Provinsi Sumatera
Utara
Jumlah kecamatan prioritas yang sarana
prasarana pelayanan dasar, ekonomi,
dan pemerintahan-nya tersedia di Prov
Sumatera Utara (kecamatan)
2 6,04 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka
Pembangunan dan peningkatan
SPAM
Jumlah kecamatan yang terlayani SPAM
(kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
Rehabilitasi Kantor Camat dan
Kantor Desa
Jumlah kecamatan prioritas yang Kantor
Camat dan Kantor Desa nya dibangun
(kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
Penyediaan sarana prasarana
kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan sarpras
kesehatan (kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
Penyediaan alat-alat kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan alat-
alat kesehatan (kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
Pembangunan/rehabilitasi
prasarana belajar
jumlah kecamatan yang prasarana
belajarnya dibangun/direhabilitasi
(kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
Pengadaan sarana belajar
Jumlah kecamatan yang difasilitasi
pengadaan sarana belajar (kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 475
Sumatera - 29
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan dan pengembangan
prasarana SMK
Jumlah kecamatan yang prasarana SMK-
nya dibangun/dikembangkan (kecamatan)
2 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pemerintah Daerah
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
2 1,44 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Pembangunan PLTS Rooftop
Jumlah PLTS Roof Top yang dibangun
(paket)
10 4,40 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
2 0,20 Kec. Tanjung Beringin, Kec. Sei Suka Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 63,33 886,94
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang,
Gunungsitoli, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan
Batu, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara,
Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias
Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas
Utara, Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir,
Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan,
Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir,
DPP Danau Toba
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan
prasarananya untuk mendukung destinasi
wisata (desa)
2 24,91 DPP Danau Toba Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
662 119,34
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 476
Sumatera - 30
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 3,95
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
67 1,25
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 477
Sumatera - 31
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
662 234,73
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
1.784 498,13
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,46
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 478
Sumatera - 32
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Asahan, Batu Bara, Dairi, Deli Serdang, Gunungsitoli,
Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan
Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Langkat,
Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias
Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara,
Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang
Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli
Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
5 0,76
Langkat, Padang Lawas, Nias Utara, Gunung Sitoli,
Simalungun
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Toba Samosir dan Samosir
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Toba Samosir dan Kab.
Samosir
75.00; 75.00 90,13 Kab. Toba Samosir dan Kab. Samosir
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
3. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
4. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kementerian
Pertanian
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Penerapan Sustainable Tourism
Practices Di Destinasi Utama dan
Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan
prioritas yang menerapkan Sustainable
Tourism Practices (destinasi)
1 3 Kab. Samosir Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
20 3,83 Kab. Toba Samosir
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
4 1,26 Kab. Toba Samosir
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
2 1,68 Kab. Toba Samosir dan Kab. Samosir Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,36 Kab. Toba Samosir dan Kab. Samosir Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 479
Sumatera - 33
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
2 80 Kab. Toba Samosir dan Kab. Samosir Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
544.330 474,39 Sumatera Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,30
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Sumatera Utara
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
2.694
berkas 4, hlm. 480
Sumatera - 34
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
3 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 36,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 :
5000
13,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
34 0,39 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
34 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
berkas 4, hlm. 481
Sumatera - 35
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
2 5,25
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
4 2,39 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam pengembangan Destinasi
Prioritas Pariwisata (DPP)
Jumlah Perjanjian Kerja Sama yang
difasilitasi kerjasama antar daerahnya
dalam peningkatan kepariwisataan
terutama di lokasi DPP
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 482
Sumatera - 36
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
34 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
34 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
34 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
34 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
34 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 34 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
45 2,27
berkas 4, hlm. 483
Sumatera - 37
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
34 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,6 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
12 1,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
34 2,38
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
33 0,61 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 484
Sumatera - 38
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
34 1,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
34 0,39 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
34 0,79
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
34 0,39 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
34 0,36 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
34 0,85
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
34 0,51 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 485
Sumatera - 39
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 19,84 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
5 4,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 486
Sumatera - 40
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
544.330 474,39 Sumatera Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 421.366 3,33 Sumatera Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
26 32,10 Sumatera Utara
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
2 1,72 Sumatera Utara
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
11 3,57 Sumatera Utara
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
BantuanTeknis Penyusunan Materi Teknis
RDTR
0 4 Sumatera Utara (Nias Barat dan Nias Selatan)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
10 8,48 Sumatera Utara
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Sumatera Barat
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
berkas 4, hlm. 487
Sumatera - 41
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan DPP Baru Padang-
Bukittinggi
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Sumatera Barat
>1
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang jalan tol Bukit Tinggi - Padang
Panjang - Lubuk Alung - Padang yang
dibangun (km)
7,87 Sumatera Barat Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Peningkatan Jalur KA di Sumatera
Barat (Padang - Pariaman; Padang-
Bukit Putus; Kayu Tanam - Batu
Tabal)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan
10 1.037 Sumatera Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Akses Terminal Tipe A
Padang
Panjang jalan yang dibangun (km) 36 Sumatera Barat Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) DPP Baru
Padang-Bukittinggi
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
3,25 Kota Padang dan Kota Bukittinggi Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Penyusunan peta risiko dan
rencana induk ketahanan wilayah
terhadap bencana tsunami
Jumlah kabupaten/kota yang memiliki
peta risiko ketahanan bencana tsunami
Diprioritaskan untuk wilayah prioritas berisiko bencana
tsunami tinggi : Pantai Barat Sumatera dan Kepulauan
Mentawai (Kota Padang dan Bengkulu) , Pantai Selatan
Jawa (Pangandaran, wilayah Selat Sunda), Pantai
Selatan Bali - Lombok (Denpasar, Badung, Mandalika),
Pantai Utara Sulawesi Utara (Manado) , Pantai Pulau
Buru - Seram (Kota Ambon), Halmahera dan Papua
Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kakao
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Barat
Kawasan Kakao Kawasan Kakao (ha) 110,34 8,55 Provinsi Sumater Barat, Kab. Solok
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 488
Sumatera - 42
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Barat
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 89,85 5,49 Provinsi Sumater Barat, Kab. Solok
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Barat
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 678,06 30,53
Provinsi Sumater Barat, Kab. Sijunjung, Kab. Pasaman,
Kab. Dharmasraya
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Barat
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
539,97 3,36
Provinsi Sumatera Barat, Kab. Pesisir Selatan, Kab.
Pasaman Barat
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Barat
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 157,76 3,66
Provinsi Sumatera Barat, Kab. Pesisir Selatan, Kab.
Pasaman
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10
Provinsi Sumatera Barat, a.l Kab. Pasaman Barat, Kab.
Pesisir Selatan, Kab. Solok
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Sumatera Barat Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Sumatera Barat)
Kota Padang, Kota Solok, Kota Bukittinggi
berkas 4, hlm. 489
Sumatera - 43
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Akses Terminal Tipe A Padang Panjang jalan yang dibangun (km) 1,50 36 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Peningkatan Jalur KA di Sumatera
Barat (Padang - Pariaman; Padang-
Bukit Putus; Kayu Tanam - Batu
Tabal)
Panjang Jalur Kereta Api yang
Ditingkatkan (km)
10 1.037 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan KA Kota Padang -
Bengkulu (Dukungan KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api (angkutan Barang
dan Penumpang) dibangun (km)
6 (lanjutan) 207,80 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, KPBU
Pusat Pengembangan
Keahlian/Skill Development Center
(Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan
Produktivitas
Kemennaker
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor VI (Pekanbaru-
Padang) yang dibangun (km)
36.594 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
651 1.150,97 Provinsi Sumatera Barat Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
961 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
281 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
19,70
Kota Padang, Kota Solok, Kota Bukittinggi (Provinsi
Sumatera Barat)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 553,04 Kota Padang, Kota Solok (Provinsi Sumatera Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 68,60 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
Swasta
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 14,30 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
0,26 78,50
Kota Padang, Kota Bukittinggi (Provinsi Sumatera
Barat)
Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 490
Sumatera - 44
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Command Center Jumlah Command Center yang dibangun 97,70 Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Polri
POLRI
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
0
(seluruh
daerah
tertinggal
terentaskan)
Prov. Sumatera Barat : Kab. Kepulauan Mentawai;
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 5,00
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
76,10 26,38 Kab. Pesisir Selatan
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Percepatan Pembangunan daerah
tertinggal di Provinsi Sumatera
Barat
1. Penduduk miskin di daerah tertinggal
2. Rata-rata IPM di daerah tertinggal
1. 11 -
11,5%;
2. 63,2 - 63,7
902,02 Kab. Kepulauan Mentawai
1. Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Udara;
2. Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat;
3. Program Penyelenggaraan Jalan
4. Program Pengelolaan Sumber Daya Air
5. Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan
Dan Konservasi Energi;
6. Program Penyelenggaraan Pos Dan Informatika;
7.Program Pembangunan Daerah Tertinggal;
8. Program Pengembangan Daerah Tertentu;
9. Program Perlindungan dan Jaminan Sosial;
10. Program Penanganan Fakir Miskin;
11. Program Pengelolaan Ruang Laut;
1. Kementerian
Perhubungan;
2. Kementerian PUR;
3. Kementerian ESDM;
3. Kementerian
Kominfo;
4. Kementerian Desa
PDTT;
5. Kementerian Sosial;
6. Kementerian
Kelautan dan
Perikanan;
berkas 4, hlm. 491
Sumatera - 45
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Bandara Rokot
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
465 Provinsi Sumatera Barat, Kab. Kepulauan Mentawai
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Udara
Kementerian
Perhubungan
Pembangunan kapal
penyeberangan perintis Kep.
Mentawai
kapal penyeberangan yang dibangun (unit) 30 Provinsi Sumatera Barat, Kab. Kepulauan Mentawai
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kementerian
Perhubungan
Jalan Trans Mentawai
(DAK/APBN)
Panjang jalan yang dibangun (km) 11 716,51 Provinsi Sumatera Barat, Kab. Kepulauan Mentawai Program Penyelenggaraan Jalan
Kementerian
PUPR/Pemda
Penyediaan air baku di daerah 3T
(Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)
*indikatif pendanaan masih bersifat
total seluruh daerah 3T di setiap
provinsi
Tambahan debit air baku di daerah 3T
(m3/detik)
0,37 112,14 Kab. Kepulauan Mentawai* Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Penyediaan Akses Listrik Jumlah akses listrik yang tersedia (paket) 2 2,19
Kepulauan Mentawai (Desa Sinaka, Desa Bulasat,
Desa Silabu, Desa Matotonan, Desa Paskiat Taileleu,
Desa Kature)
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan Dan
Konservasi Energi
Kementerian ESDM
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (unit) 14 35 Kab. Kepulauan Mentawai Program Penyelenggaraan Pos Dan Informatika Kementerian Kominfo
Literasi Digital Pemasaran Produk
Unggulan Daerah Tertinggal
Persentase kenaikan volume penjualan
produk unggulan daerah tertinggal yang
dipasarkan melalui platform digital (%)
1 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Bantuan Peningkatan Nilai Tambah
Prukades di Daerah Tertinggal
Jumlah Bantuan Peningkatan Nilai
Tambah Prukades di Daerah Tertinggal
(paket)
1 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Peningkatan Kapasitas Tenaga
Kerja di Daerah Tertinggal
Jumlah Tenaga Kerja yang Ditingkatkan
Kapasitasnya di Daerah Tertinggal (orang)
15 0,59 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Pengembangan desa wisata dalam
mendukung 14 KSPN
Persentase peningkatan kunjungan
wisawatan ke desa wisata di daerah
tertinggal (%)
4,42 Kab. Kepulauan Mentawai (KSPN Siberut dskt) Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Pembangunan Sarana dan
Prasarana Air Bersih dan Sanitasi
di Daerah Tertinggal
Jumlah Sarana dan Prasarana Air Bersih
dan Sanitasi yang Dibangun dan
Fungsional di daerah tertinggal (unit)
1,30 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 492
Sumatera - 46
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Embung Dan
Bangunan Air Lainnya di Daerah
Tertinggal Rawan Pangan
Jumlah Embung dan Bangunan Air lainnya
yang dibangun dan fungsional di daerah
tertentu rawan pangan (unit)
2,40 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT
Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Dan Aparatur Pemda Dalam
Penanggulangan Bencana Di
Daerah Tertinggal
Jumlah masyarakat terdampak bencana
yang ditingkatkan kapasitasnya dalam
peningkatan ekonomi keluarga (livelihood)
(orang)
96 2,45 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT
Penyelenggaraan Bantuan Tunai
Bersyarat bagi keluarga miskin
Jumlah keluarga miskin dan rentan yang
memperoleh Bantuan Tunai Bersyarat
(KPM)
5.122 94,50 Kab. Kepulauan Mentawai Program Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial
Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Pangan bagi keluarga miskin dan
rentan
Jumlah keluarga miskin dan rentan yang
memperoleh Bantuan Sosial Pangan
melalui Kartu Sembako Murah (KPM)
9.273 83,46 Kab. Kepulauan Mentawai Program Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial
Sentra Kelautan Perikanan Terpadu
(SKPT) Kab. Kepulauan Mentawai
yang Mandiri
Tingkat kemandirian Sentra Kelautan
Perikanan Terpadu (SKPT) Kab. Kepulauan
Mentawai (tingkat kemandirian (skala 1 -
5))
4 11,08 Kab. Kepulauan Mentawai Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pulau-pulau kecil/terluar yang
tersedia infrastruktur kelautan dan
perikanan
Jumlah pulau-pulau kecil/terluar yang
dibangun sarana prasarananya (pulau)
1 7,50 Pulau Pagai Utara Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 69,99 164,54
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima
Puluh Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman,
Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto,
Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, DPP
Baru Bukittinggi-Padang
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan
prasarananya untuk mendukung destinasi
wisata (desa)
3 8,91 DPP Baru Bukittinggi-Padang Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
17,16
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 493
Sumatera - 47
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,02
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
67 1,25
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
33,15
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
343 95,74
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,46
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 494
Sumatera - 48
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Agam, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima Puluh
Kota, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman, Pasaman
Barat, Pesisir Selatan, Sawah Lunto, Sijunjung, Solok,
Solok Selatan, Tanah Datar
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
3 0,45 Pasaman, Pasaman Barat, Solok Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pulau-pulau kecil/terluar yang
tersedia infrastruktur kelautan dan
perikanan
Jumlah pulau-pulau kecil/terluar yang
dibangun sarana prasarananya (pulau)
1 7,50 Pulau Pagai Utara Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Agam
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Agam
57.00 45,37 Kab. Agam
1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pertanian
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
11 3,19 Kab. Agam
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
2 1,17 Kab. Agam
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Agam Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Agam Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Agam Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
306.642 277,6 Sumatera Barat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 495
Sumatera - 49
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Lunang Silaut
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Sumatera Barat
76,10 26,38 Kab. Pesisir Selatan
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 12,45 Kab. Pesisir Selatan
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
0,16 Kab. Pesisir Selatan
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
1 12,33 Kab. Pesisir Selatan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1 0,96 Kab. Pesisir Selatan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
639 0,46 Kab. Pesisir Selatan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
0,01 Kab. Pesisir Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
639 Kab. Pesisir Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,3
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
berkas 4, hlm. 496
Sumatera - 50
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Sumatera Barat
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
2.228
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 36,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 :
5000
13,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
3,52 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 497
Sumatera - 51
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,16 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
20 0,23 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
20 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 3,13
berkas 4, hlm. 498
Sumatera - 52
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
6 0,86 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
20 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
20 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
20 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
20 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 499
Sumatera - 53
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
20 0,27 Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 20 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
93 1,21
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
20 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,60 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
20 1,12
berkas 4, hlm. 500
Sumatera - 54
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
19 0,25 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
20 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
20 0,23 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
20 0,51
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
20 0,23 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
20 0,24 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
20 0,64
berkas 4, hlm. 501
Sumatera - 55
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
20 0,30 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 16,89 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 502
Sumatera - 56
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
306.642 277,59 Sumatera Barat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 71.045 0,69 Sumatera Barat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
20 32,10 Sumatera Barat
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
2 1,72 Sumatera Barat
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
BantuanTeknis Penyusunan Materi Teknis
RDTR
0 2,00 Sumatera Barat (Kep Mentawai)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
9 3,25 Sumatera Barat
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
8 8,24 Sumatera Barat
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang
di Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang
diselesaikan
0 3,16
Sumatera Barat (KSN TN Kerinci Seblat, KSN Danau
Maninjau)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 503
Sumatera - 57
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Provinsi Riau
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Tenayan
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Riau
>1
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Tanjung Buton
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Riau
>1
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Tanjung
Buton
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13,00 Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Riau
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
540 3,66
Provinsi Riau, Kab. Pelalawan, Kab. Kampar, Kab.
Rokan Hulu
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Riau
berkas 4, hlm. 504
Sumatera - 58
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 918,61 41,51
Provinsi Riau, Kab. Kuantang Singingi, Kab. Bengkalis,
Kab. Rokan Hilir, Kab. Kepulauan Meranti
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Riau
Kawasan Kelapa Kawasan Karet (ha) 466,72 10,38 Kab. Indragiri Hilir
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Riau
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 425,08 26,86 Kab. Kepulauan Meranti
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,6 Provinsi Riau Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Optimalisasi komoditas unggulan
emas
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Riau
Optimalisasi produksi emas jumlah produksi
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan
Batubara
Kementerian ESDM
Optimalisasi komoditas unggulan
pertambangan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Riau
Optimalisasi produksi minyak dan
gas
jumlah produksi Kab. Rokan Hilir Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Kementerian ESDM
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil (Riau)
Kota Dumai, Kota Pekanbaru (PKN)
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Riau KPBU
berkas 4, hlm. 505
Sumatera - 59
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Rantau Prapat - Pondok S2 - Kota
Pinang - Batas Sumut - Duri -
Pekan baru)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
20
1.215 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor II (Medan-
Pekanbaru) yang dibangun (km)
55 65.659 Kota Dumai, Kota Pekanbaru (Provinsi Riau) Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor VI (Pekanbaru-
Padang) yang dibangun (km)
36.594 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor III (Pekanbaru-
Palembang) yang dibangun (km)
36 84.803 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
844 1.491,31 Provinsi Riau Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
476 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
136 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
20,40 Kota Dumai, Kota Pekanbaru (Provinsi Riau)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 97,41 Kota Dumai, Provinsi Riau
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN
0,59
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 3,81
berkas 4, hlm. 506
Sumatera - 60
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Bengkalis
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN
Bengkalis
0,59 12,61 Kab. Bengkalis
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi di Daerah
Tertinggal, Perbatasan, & Rawan
Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang
direvitalisasi
4 Kab. Bengkalis
Program Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan
Berbasis Usaha Mikro
Kementerian
Perdagangan
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44 Kab. Bengkalis
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Fasilitasi Kapal perikanan bantuan
yang terbangun termasuk di daerah
perbatasan
Jumlah (unit) Kapal perikanan bantuan
yang terbangun termasuk di daerah
perbatasan
2,20 Kab. Bengkalis Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Konverter Kit BBM ke Bahan Bakar
Gas Untuk Nelayan
Jumlah Konverter Kit BBM ke Bahan
Bakar Gas Untuk Nelayan yang difasilitasi
50 0,10 Kab. Bengkalis
Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas
Bumi
Kementerian ESDM
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (lokasi) 1 4 Kab. Bengkalis Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
2 0,20 Kab. Bengkalis Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
2 0,67 Kab. Bengkalis Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Peningkatan Kesejahteraan dan
Tata Kelola di Kecamatan Lokasi
Prioritas di Provinsi Riau
Jumlah kecamatan prioritas yang sarana
prasarana pelayanan dasar, ekonomi,
dan pemerintahan-nya tersedia di Prov
Riau (kecamatan)
15 105,04
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec.
Rupat Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko,
Kec. Pasir Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai
Sembilan Kec. Medang Kampai, Kec. Rangsang
Barat, Kec. Rangsang, Kec. Merbau, Kec. Pulau
Merbau, Kec. Tasik Putri Puyu, Kec. Rangsang
Pesisir
berkas 4, hlm. 507
Sumatera - 61
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan dan peningkatan
SPAM
Jumlah kecamatan yang terlayani SPAM
(kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
Rehabilitasi Kantor Camat dan
Kantor Desa
Jumlah kecamatan prioritas yang Kantor
Camat dan Kantor Desa nya dibangun
(kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
Penyediaan sarana prasarana
kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan sarpras
kesehatan (kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
Penyediaan alat-alat kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan alat-
alat kesehatan (kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
Pembangunan/rehabilitasi
prasarana belajar
jumlah kecamatan yang prasarana
belajarnya dibangun/direhabilitasi
(kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 508
Sumatera - 62
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengadaan sarana belajar
Jumlah kecamatan yang difasilitasi
pengadaan sarana belajar (kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
Pembangunan dan pengembangan
prasarana SMK
Jumlah kecamatan yang prasarana SMK-
nya dibangun/dikembangkan (kecamatan)
15
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pemerintah Daerah
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
7 1,01
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energ
Kementerian ESDM
Penyediaan air baku di lokasi
prioritas pulau kecil terluar: PPKT
Provinsi Riau (Kab. Bengkalis, Kab.
Kepulauan Meranti)
Tambahan debit air baku di lokasi prioritas
pulau kecil terluar (m3/detik)
0,13 86,23 Kab. Bengkalis dan Kab. Kepulauan Meranti Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR
Pembangunan PLTS Rooftop Jumlah PLTS Roof Top yang dibangun 17,60
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
berkas 4, hlm. 509
Sumatera - 63
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
2 0,20
Kec. Bengkalis, Kec. Bantan, Kec. Rupat, Kec. Rupat
Utara, Kec. Bandar Laksamana,Kec. Bangko, Kec. Pasir
Limau Kapas, Kec. Sinaboi, Kec. Sungai Sembilan Kec.
Medang Kampai, Kec. Rangsang Barat, Kec. Rangsang,
Kec. Merbau, Kec. Pulau Merbau, Kec. Tasik Putri
Puyu, Kec. Rangsang Pesisir
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pulau-pulau kecil/terluar yang
tersedia infrastruktur kelautan dan
perikanan
Jumlah pulau-pulau kecil /terluar yang
dibangun sarana prasarananya (pulau)
3 22,50 Pulau Rupat, Pulau Rangsang, Pulau Bengkalis Program Pengelolaan Ruang Laut Kementerian KKP
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 65,68 245,32
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
31,22
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,02
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
67 1,25
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
57,43
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 510
Sumatera - 64
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
527 147,23
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,46
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar,
Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan,
Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Rokan Hulu, Kampar Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,30
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
berkas 4, hlm. 511
Sumatera - 65
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Riau
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.964
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
3 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
4,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,11 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
13 0,14 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 512
Sumatera - 66
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
13 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 5,27
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 513
Sumatera - 67
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
13 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
13 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
13 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
13 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
13 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 514
Sumatera - 68
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 13 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
51 0,61
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Sistem penilaian terpadu antar K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi daerah
13 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi
Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
12 1,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
13 0,97
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 515
Sumatera - 69
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
12 0,15 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
13 0,38 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
13 0,14 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
13 0,37
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
13 0,14 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
13 0,18 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
13 0,53
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
13 0,19 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 516
Sumatera - 70
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 16,04 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
1 0,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 517
Sumatera - 71
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
201.964 92,87 Riau Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 282.519 2,76 Riau Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
13 32,10 Riau
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
2 1,72 Riau
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
6 2,23 Riau
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
6 5,23 Riau
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 518
Sumatera - 72
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Provinsi Jambi
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Kemingking
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Jambi
>1
Pembangunan Pelabuhan Ujung
Jabung
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
80 Jambi
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Jembatan Akses Pelabuhan Ujung
Jabung
Panjang jembatan yang dibangun (lokasi)
1
(selesai)
600 Jambi Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Akses KI Kemingking Panjang jalan yang dibangun (km) 5 50 Jambi Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Bandara Sultan
Thaha
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
100 Jambi Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub, BUMN
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI
Kemingking
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Kab. Muaro Jambi Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan tebu
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Jambi
Kawasan Tanaman Substitusi
Impor (Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu)
(ha)
179,57 7,33 Provinsi Jambi, Kab, Kerinci
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 519
Sumatera - 73
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Jambi
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 1846,14 83,64
Provinsi Jambi, Kab. Merangin, Kab. Sarolangun, Kab.
Batanghari, Kab. Muaro Jambi, Kab. Tebo
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Jambi
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
429,54 2,44 Provinsi Jambi, Kab. Batanghari, Kab. Muaro Jambi
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Jambi
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 585,76 37,24
Provinsi Jambi, Kab. Kerinci, Kab. Tanjung Jabung
Timur, Kota Sungai Penuh
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Optimalisasi komoditas unggulan
pertambangan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Jambi
Optimalisasi produksi batubara jumlah produksi (Ton) Kab. Muaro Jambi
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan
Batu Bara
Kementerian ESDM
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Jambi Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil (Jambi)
Kota Jambi
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Jambi KPBU
berkas 4, hlm. 520
Sumatera - 74
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Bandara Sultan
Thaha
Jumlah bandara yang
direhabilitasi/dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
100 Kota Jambi, Provinsi Jambi BUMN
Pembangunan KA Trans Sumatera
(Palembang - Betung - Jambi)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
20
(lanjutan)
550 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor III (Pekanbaru-
Palembang) yang dibangun (km)
36 84.803 Kota Jambi, Provinsi Jambi Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
465,5 823,00 Provinsi Jambi Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
126 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
206 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
25 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 265 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 36 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 9 Kota Jambi, Provinsi Jambi
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
berkas 4, hlm. 521
Sumatera - 75
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 3,06
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
37,47 40,58 Kab. Bungo
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 65,39 222,74
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro
Jambi, Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung
Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
65 27,79
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,02
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,25
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
65 57,33
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 522
Sumatera - 76
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
459 128,18
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,46
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Batang Hari, Bungo, Kerinci, Merangin, Muaro Jambi,
Sarolangun, Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat,
Tanjung Jabung Timur, Tebo
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Kerinci, Tanjung Jabung Timur Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Muaro Jambi
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Muaro Jambi
54.00 124,65 Kab. Muaro Jambi
1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pertanian
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
172 81,88 Kab. Muaro Jambi
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
3 1,75 Kab. Muaro Jambi
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Muaro Jambi Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Muaro Jambi Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 523
Sumatera - 77
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Muaro Jambi Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
442.371 280,2 Jambi Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Bathin III Ulu
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Jambi
37,47 40,58 Kab. Bungo
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 24,42 Kab. Bungo
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
3,19 Kab. Bungo
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1 12,33 Kab. Bungo
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
0,64 Kab. Bungo
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Bungo Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,3
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
berkas 4, hlm. 524
Sumatera - 78
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Jambi
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.335
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
3 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
3,87 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,11 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 525
Sumatera - 79
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
12 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
12 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 5,27
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 526
Sumatera - 80
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
12 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
12 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
12 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
12 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
12 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 527
Sumatera - 81
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 12 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi
0,78 0,61
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (Alokasi Kemendagri) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
13 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
12 0,85
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
11 0,25 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 528
Sumatera - 82
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
12 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
12 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
12 0,33
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
12 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
12 0,15 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
12 0,13
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
12 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 529
Sumatera - 83
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 15,82 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
1 0,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 530
Sumatera - 84
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
442.371 280,21 Jambi Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 353.625 3,46 Jambi Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
12 32,10 Jambi
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Jambi
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
BantuanTeknis Penyusunan Materi Teknis
RDTR
1 2 Jambi (Kab Sarolangun)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
7 2,33 Jambi
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
7 6,38 Jambi
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang
di Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang
diselesaikan
0 1,57 Jambi (KSN Cagar Budaya Muaro Jambi)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 531
Sumatera - 85
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Provinsi Sumatera Selatan
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Percepatan Operasionalisasi KEK
Tanjung Api-api
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Sumatera Selatan
>1
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang jalan tol Indralaya - Muara Enim
yang dibangun (km)
10,29 Sumatera Selatan Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang jalan tol Muara Enim - Lahat -
Lubuk Linggau yang dibangun (km)
14,59 Sumatera Selatan Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pengembangan Pelabuhan Tanjung
Api-api (KPBU)
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
1.000 Sumatera Selatan
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang
Pelabuhan dan Pengerukan
Kemenhub (KPBU)
Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Api-
Api
Panjang jalan yang dibangun (km) 8 80 Sumatera Selatan Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan KA Tanjung Enim -
Tanjung Api Api (KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
8
(selesai)
700 Sumatera Selatan
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KEK
Tanjung Api-Api
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
29,25 Kab. Banyuasin Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Tanjung Enim
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Sumatera Selatan
>1
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Tanjung
Enim
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Kab. Muara Enim Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 532
Sumatera - 86
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jalan akses KI Tanjung Enim Panjang jalan yang dibangun (km) 85 Sumatera Selatan Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan KA Tanjung Enim -
Tanjung Api Api (KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
8
(selesai)
700 Sumatera Selatan
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Selatan
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 836,21 53,11
Provinsi Sumatera Selatan, Kab. Ogan Komering Ulu,
Kab. Lahat, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, Kab.
Musi Rawas Utara, Kota Pagar Alam
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Selatan
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 3943,80 178,27
Provinsi Sumatera Selatan, Kab. Ogan Komering Ulu,
Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Muara Enim, Kab. Musi
Rawas, Kab. Musi Banyuasin, Kab. Banyuasin, Kab.
Ogan Komering Ulu Timur, Kab. Ogan Ilir, Kab.
Penukal Abab Lematang Ilir, Kab. Musi Rawas Utara
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan tebu
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Selatan
Kawasan Tanaman Substitusi
Impor (Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu)
(ha)
514,02 20,76
Provinsi Sumatera Selatan, Kab. Ogan Komering Ilir,
Kab. Ogan Komering Ulu Timur
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Selatan
berkas 4, hlm. 533
Sumatera - 87
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
491 3,05 Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. Musi Banyuasin
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Selatan
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 1018,46 21,98
Proinsi Sumatera Selatan, Kab. Lahat, Kab. Ogan
Komering Ulu Selatan, Kab. Ogan Komering Ulu Timur,
Kab. Empat lawang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10 Provinsi Sumatera Selatan Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60 Provinsi Sumatera Selatan Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Optimalisasi komoditas unggulan
pertambangan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Sumatera Selatan
Optimalisasi produksi batubara jumlah produksi (ton) Kab. Muara Enim
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan
Batu Bara
Kementerian ESDM
Optimalisasi minyak dan gas jumlah produksi (barel) Kab. Musi Banyuasin, Kab. Banyuasin Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas Kementerian ESDM
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Wilayah
Metropolitan Palembang
(Patungraya Agung)
Persentase PDRB Metropolitan terhadap
PDRB Pulau Sumatera
10,82
Kota Palembang, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Ilir,
Kab. Ogan Komering Ilir
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik
0,72 WM Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
berkas 4, hlm. 534
Sumatera - 88
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
Kementerian ESDM
Peningkatan Diversifikasi Energi
Perkotaan
Jumlah Pembangunan Pemanfaatan PV
Rooftop (MW)
300 WM Palembang, Provinsi Sumatera Selatan PLN
Jumlah Pembangunan Stasiun Pengisian
Listrik Umum/SPLU (Unit)
200 43.513 WM Palembang, Provinsi Sumatera Selatan PLN
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Sumatera Selatan KPBU
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik
(PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Pemda (DAK)
Pengembangan Angkutan umum
massal perkotaan Palembang
berbasis jalan
Sistem angkutan massal perkotaan
berbasis jalan yang dikembangkan (BRT)
50 WM Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor III Pekanbaru-
Palembang yang dibangun (km)
36 84.803
Kota Palembang, Kab. Ogan Komering Ilir (Provinsi
Sumatera Selatan)
Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor VII Palembang-
Bengkulu yang dibangun (km)
0 36.176
Kota Palembang, Kab. Ogan Ilir (Provinsi Sumatera
Selatan)
Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
1.054 1.862,60 Provinsi Sumatera Selatan Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan
Gedung dan Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 4 40
Kota Palembang, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Ilir, Kab.
Ogan Komering Ilir (Provinsi Sumatera Selatan)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan
Rakyat
Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
Terintegrasi
Jumlah kab/kota yang terfasilitasi
peningkatan kapasitas pelayanan air
minum dan sanitasi (air limbah) yang
terintegrasi (kab/kota)
5 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
961 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
berkas 4, hlm. 535
Sumatera - 89
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
251
Kota Palembang, Kab. Ogan Ilir (Provinsi Sumatera
Selatan)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
57
Kota Palembang, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Ilir, Kab.
Ogan Komering Ilir (Provinsi Sumatera Selatan)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 694,10
Kota Palembang, Kab. Ogan Ilir (Provinsi Sumatera
Selatan)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 136,10 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 22,10 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
590,87 WM Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air
Minum Prima (ZAMP) (Kab/Kota)
0,80 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan KPBU
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart
Grid Water Management
0,80 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan KPBU
Pengembangan
kabupaten/kota/kawasan kreatif
Jumlah kabupaten/kota/kawasan kreatif
yang dikembangkan
2,50 Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA) yang terbit tepat
waktu
1 17,81 WM Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Sumatera Selatan)
Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
69
Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau (Provinsi
Sumatera Selatan)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 536
Sumatera - 90
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 137,20
Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau (Provinsi
Sumatera Selatan)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 5,30 Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
0,17 51,34 Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
0
(seluruh
daerah
tertinggal
terentaskan)
Prov. Sumatera Selatan : Musi Rawas Utara
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 9,35
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
64,97 73,37 Kab. Ogan Ilir dan Kab. Banyuasin
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 62,41 448,74
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim,
Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara,
Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu,
Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu
Timur, Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
12 60,94
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 537
Sumatera - 91
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,25
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
12 114,75
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
943 263,50
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 538
Sumatera - 92
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,49
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Banyu Asin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi
Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Ilir,
Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan
Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur,
Penukal Abab Lematang Ilir, Prabumulih
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Ogankomering Ilir, Muara Enim Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Parit Rambutan,
Telang, dan Kikim
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Sumatera
Selatan
64,97 73,37 Kab. Ogan Ilir dan Kab. Banyuasin
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
41 14,97 Kab. Banyuasin
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
2 1,59 Kab. Banyuasin
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Banyuasin Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 539
Sumatera - 93
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Banyuasin Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Kawasan Perdesaan yang memiliki
potensi SDA Unggulan yang
dikembangkan dan dikelola dengan
pendekatan lingkungan hidup
berkelanjutan
Jumlah kawasan yang memiliki potensi
SDA Unggulan yang dikembangkan dan
dikelola dengan pendekatan lingkungan
hidup berkelanjutan (kawasan)
1 8,62 Kab. Banyuasin Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Banyuasin Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
842.774 501,3 Sumatera Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Parit Rambutan,
Telang, dan Kikim
Peningkatan Rata-Rata Nilai Indeks
Perkembangan Kawasan Transmigrasi
yang Direvitalisasi di Provinsi Sumatera
Selatan
64,97 73,37 Kab. Ogan Ilir dan Kab. Banyuasin
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 38,58 Kab. Ogan Ilir, Kab. Banyuasin, dan Kab. Lahat
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
0,47 Kab. Ogan Ilir dan Kab. Banyuasin
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
3 30,82 Kab. Ogan Ilir, Kab. Banyuasin, dan Kab. Lahat
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
2 2,88 Kab. Ogan Ilir, Kab. Banyuasin, dan Kab. Lahat
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
0,58 Kab. Ogan Ilir, Kab. Banyuasin, dan Kab. Lahat
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 540
Sumatera - 94
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
0,04 Kab. Ogan Ilir dan Kab. Banyuasin Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Ogan Ilir, Kab. Banyuasin, dan Kab. Lahat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,3
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Sumatera Selatan
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
2.459
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 541
Sumatera - 95
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 (km²) 2.800 103,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 :
5000 (km²)
2.800 39,64 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
0,41 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
18 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
12 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
berkas 4, hlm. 542
Sumatera - 96
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
2
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 543
Sumatera - 97
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
18 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
18 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
18 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
18 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
18 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 18 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
58 565,39
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 544
Sumatera - 98
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
18 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
18 1,47
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
17 0,24 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
18 0,73 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
18 0,20 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 545
Sumatera - 99
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
18 0,45
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
18 0,20 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
18 0,20 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
18 0,61
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
18 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 546
Sumatera - 100
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 16,81 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
3 1,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 547
Sumatera - 101
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
842.774 501,25 Sumatera Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 551.837 5,39 Sumatera Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
16 32,10 Sumatera Selatan
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Sumatera Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
9 3,35 Sumatera Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
9 8,48 Sumatera Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang
di Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang
diselesaikan
1,66 Sumatera Selatan
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 548
Sumatera - 102
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Provinsi Bengkulu
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Bengkulu
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 267,61 16,91
Provinsi Bengkulu, Kab. Rejang Lebong, Kab.
Kepahiang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Bengkulu
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 595,89 26,98 Kab. Bengkulu Utara
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10 Provinsi Bengkulu Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Optimalisasi komoditas unggulan
emas
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Bengkulu
Optimalisasi produksi emas jumlah produksi (Ton)
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan
Batubara
Kementerian ESDM
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Bengkulu
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
539,97 3,05
Provinsi Lampung, Kab. Lampung Tengah, Kab. Tulang
Bawang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Bengkulu)
Kota Bengkulu
Pembangunan KA Kota Padang -
Bengkulu (Dukungan KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api (angkutan Barang
dan Penumpang) dibangun (km)
6 (lanjutan) 207,80 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, KPBU
berkas 4, hlm. 549
Sumatera - 103
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jalan Tol Trans Sumatera
Panjang Jalan Tol Koridor VII Palembang-
Bengkulu yang dibangun (km)
36.176 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu Program Penyelenggaraan Jalan KPBU
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
263 464,10 Provinsi Bengkulu Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
43,60 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
107 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 149,56 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 9,70 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
8,06 Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 11,54
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
76,46 42,10 Kab. Bengkulu Utara
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
berkas 4, hlm. 550
Sumatera - 104
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 61,93 216,62
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu
Utara, Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang
Lebong, Seluma
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
324 27,90
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,25
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
324 56,30
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
440 122,86
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,49
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 551
Sumatera - 105
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara,
Kaur, Kepahiang, Lebong, Mukomuko Rejang Lebong,
Seluma
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Kaur, Bengkulu Utara Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pulau-pulau kecil/terluar yang
tersedia infrastruktur kelautan dan
perikanan
Jumlah pulau-pulau kecil/terluar yang
dibangun sarana prasarananya (pulau)
1 7,50 Pulau Enggano Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Bengkulu Tengah
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Bengkulu Tengah
58.00 124,07 Kab. Bengkulu Tengah
1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pertanian
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
172 81,88 Kab. Bengkulu Tengah
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
2 1,17 Kab. Bengkulu Tengah
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Bengkulu Tengah Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Bengkulu Tengah Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Bengkulu Tengah Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
149.861 109,33 Bengkulu Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 552
Sumatera - 106
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Lagita
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Bengkulu
76,46 42,10 Kab. Bengkulu Utara
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 24,45 Kab. Bengkulu Utara
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
0,18 Kab. Bengkulu Utara
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
1 16,69 Kab. Bengkulu Utara
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
0,48 Kab. Bengkulu Utara
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
0,22 Kab. Bengkulu Utara
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
0,10 Kab. Bengkulu Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Bengkulu Utara Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,3
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
berkas 4, hlm. 553
Sumatera - 107
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Bengkulu
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
2.625
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
3,87 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,16 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 554
Sumatera - 108
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
11 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
11 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 555
Sumatera - 109
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,65
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
11 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
11 0,24 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,48 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
11 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
11 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 556
Sumatera - 110
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
11 0,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 11 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
54 0,67
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
11 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Kab. Seluma Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
11 0,90
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 557
Sumatera - 111
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
10 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
11 0,31 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
11 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
11 0,28
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
11 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
11 0,11 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
11 0,50
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
11 0,16 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 558
Sumatera - 112
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 15,67 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
1 0,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 559
Sumatera - 113
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
149.861 109,33 Bengkulu Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 122.738 1,06 Bengkulu Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
11 32,10 Bengkulu
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Bengkulu
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
7 2,63 Bengkulu
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
7 7,66 Bengkulu
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang
di Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang
diselesaikan
1,66 Bengkulu (KSN TN Bukit Barisan Selatan)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 560
Sumatera - 114
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Provinsi Lampung
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Tanggamus
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Lampung
>1
Jalan Akses KI Tanggamus Panjang jalan yang dibangun (km) 2 20 Lampung Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Pesawaran
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Lampung
>1
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI
Pesawaran
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Way Pisang
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Lampung
>1
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Way
Pisang
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 561
Sumatera - 115
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Koordinasi dan
Perizinan KI Katibung
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Lampung
>1
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI
Katibung
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Lampung
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 799,25 50,67
Provinsi Lampung, Kab. Lampung Barat, Kab.
Tanggamus, Kab. Way Kanan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Lampung
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 767,53 34,80
Provinsi Lampung, Kab. Way Kanan, Kab. Lampung
Utara, Kab. Mesuji
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan lada
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Lampung
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 1.933,67 42,13
Provinsi Lampung, Provinsi Lampung Utara, Provinsi
Lampung Timur, Kab. Tanggamus, Kab. Way Kanan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 562
Sumatera - 116
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas
unggulan kelapa sawit
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Lampung
Akselerasi Replanting dan
Penerapan GAP Sawit Rakyat
Pertumbuhan volume ekspor untuk produk
perkebunan (pekebun)
539,97 3,36
Provinsi Lampung, Kab. Lampung Tengah, Kab. Tulang
Bawang Barat
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan tebu
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Lampung
Kawasan Tanaman Substitusi
Impor (Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu)
(ha)
1448,81 58,36
Provinsi Lampung, Kab. Lampung Tengah, Kab.
Kampung Utara, Kab. Way Kanan, Kab. Tulang Bawang
Barat
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
Jumlah produksi perikana tangkap
nasional (juta ton)
10,10 Provinsi Lampung Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
Jumlah produksi perikanan budidaya
nasional (juta ton)
22,60
Provinsi Lampung, a.l: Kab. Lampung Selatan, Kab.
Lampung Timur, Kota Bandar Lampung
Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Lampung)
Kota Bandar Lampung
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Lampung KPBU
Pembangunan KA akses Bandara
Raden Intan
Terbangunnya KA akses Bandara (km) 74,70 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
1.110 1.961,60 Provinsi Lampung Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 563
Sumatera - 117
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan dan Peningkatan
SPAM
Pengembangan SPAM Regional (lpd) 43,50 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
961 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
253 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
13,70 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 465,35 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 87,80 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 18,40 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
170,82 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan Command Center Jumlah Command Center yang dibangun 97,70 Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Polri
POLRI
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
0
(seluruh
daerah
tertinggal
terentaskan)
Prov. Lampung : Kab. Pesisir Barat
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 11,14648
berkas 4, hlm. 564
Sumatera - 118
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
59,63 53,84 Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Percepatan Pembangunan Daerah
Tertinggal di Provinsi Lampung
1. Penduduk miskin di daerah tertinggal
2. Rata-rata IPM di daerah tertinggal
1. 13,2 -
13,7%;
2.67,6 - 68,1
425,08 Kab. Pesisir Barat
1. Program Pengembangan Perumahan;
2. Program Pengelolaan Sumber Daya Air;
3. Program Pengembangan Perdagangan Dalam
Negeri;
4. Program Pengembangan dan Pemberdayaan
Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK);
5. Program Pengembangan Daerah Tertinggal;
6. Program Pengembangan Daerah Tertentu;
7. Program Perlindungan dan Jaminan Sosial;
8. Program Penanganan Fakir Miskin;
1. Kementerian PUPR;
2. Kementerian
Perdagangan;
3. Kementerian
Kesehatan;
4. Kementerian Desa
PDTT;
5. Kementerian Sosial
6. Pemerintah Daerah
Provinsi Lampung
Fasilitasi Pembangunan Baru
Rumah Swadaya
Jumlah Rumah Swadaya yang Difasilitasi
Pembangunannya (unit)
154 Kab. Pesisir Barat Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Penyediaan air baku di daerah 3T
(Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)
*indikatif pendanaan masih bersifat
total seluruh daerah 3T di setiap
provinsi
Tambahan debit air baku di daerah 3T
(m3/detik)
0,19 56,92 Kab. Pesisir Barat* Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pasar Rakyat Yang
Dibangun/Direvitalisasi
Terbangunnya Pasar Rakyat (unit) 25,20 Kab. Pesisir Barat Program Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri
Kementerian
Perdagangan
Penugasan Khusus Tenaga
Kesehatan Secara Individu
3 0,37 Kab. Pesisir Barat
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)
Kementerian Kesehatan
Peningkatan Kapasitas Tenaga
Kerja di Daerah Tertinggal
Jumlah Tenaga Kerja yang Ditingkatkan
Kapasitasnya di Daerah Tertinggal (orang)
15 0,59 Kab. Pesisir Barat Program Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDTT
Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Dan Aparatur Pemda Dalam
Penanggulangan Bencana Di
Daerah Tertinggal
Jumlah masyarakat terdampak bencana
yang ditingkatkan kapasitasnya dalam
peningkatan ekonomi keluarga (livelihood)
(orang)
96 2,45 Kab. Pesisir Barat Program Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 565
Sumatera - 119
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyelenggaraan Bantuan Tunai
Bersyarat bagi keluarga miskin
Jumlah keluarga miskin dan rentan yang
memperoleh Bantuan Tunai Bersyarat
(KPM)
11.687 105,18 Kab. Pesisir Barat Program Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial
Penyelenggaraan Bantuan Sosial
Pangan bagi keluarga miskin dan
rentan
Jumlah keluarga miskin dan rentan yang
memperoleh Bantuan Sosial Pangan
melalui Kartu Sembako Murah (KPM)
9.344 159,36 Kab. Pesisir Barat Program Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial
Penyediaan Moda Transportasi
Darat
Jumlah Moda Transportasi Darat yang
Disediakan (unit)
Kab. Pesisir Barat
Pemerintah Daerah
Kabupaten Pesisir Barat
Penyediaan Moda Transportasi Air
Jumlah Moda Transportasi Air yang
Disediakan (unit)
Kab. Pesisir Barat
Pemerintah Daerah
Kabupaten Pesisir Barat
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 65,81 392,34
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang
Bawang Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
408 53,88
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 566
Sumatera - 120
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,25
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
408 104,46
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
803 224,10
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,49
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah,
Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran,
Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Tulang Bawang
Barat, Tulang Bawang, Way Kanan
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
4 0,60
Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah,
Tanggamus
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Mesuji dan Tulang Bawang
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Mesuji dan Kab. Tulang
Bawang
75.00; 75.00 208,93 Kab Mesuji dan Kab. Tulang Bawang
1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pertanian
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
berkas 4, hlm. 567
Sumatera - 121
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
334 120,52 Kab Mesuji dan Kab. Tulang Bawang
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
4 6,37 Kab Mesuji dan Kab. Tulang Bawang
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
2 1,68 Kab Mesuji dan Kab. Tulang Bawang Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,36 Kab Mesuji dan Kab. Tulang Bawang Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
2 80 Kab Mesuji dan Kab. Tulang Bawang Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
347.311 262,2 Lampung Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Rawa Pitu dan
Mesuji
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Lampung
59,63 53,84 Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 30,52 Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
2 21,54 Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1,52 Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
0,25 Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 568
Sumatera - 122
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Tulang Bawang dan Kab. Mesuji Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,30
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,30
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Lampung
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.076
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
4,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
berkas 4, hlm. 569
Sumatera - 123
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,11 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
16 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
16 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 570
Sumatera - 124
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
16 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 571
Sumatera - 125
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
16 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
16 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
16 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
16 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 16 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
49 0,67
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
16 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 572
Sumatera - 126
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
16 1,40
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
15 0,21 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
16 0,71 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
16 0,18 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
16 0,42
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
16 0,18 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
16 0,19 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 573
Sumatera - 127
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
16 0,58
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
16 0,24 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 15,63 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
5 2,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 574
Sumatera - 128
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
347.311 262,17 Lampung Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 104.044 1,02 Lampung Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
13 32,10 Lampung
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Lampung
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
8 2,74 Lampung
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 575
Sumatera - 129
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
8 6,85 Lampung
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
Perbaikan aksesibilitas, atraksi
dan amenitas DPP Tanjung
Kelayang/KEK Tanjung Kelayang
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
>1
Pembangunan pelabuhan
penyeberangan Tj. Kelayang (Tj.
Nyato)
jumlah pelabuhan penyeberangan yang
dibangun (lokasi)
85 Bangka Belitung
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) DPP
Bangka Belitung/KEK Tanjung
Kelayang
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
0,01 3,25 Kab. Belitung Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pengembangan Bandara HAS
Hanandjoedin
Bandara mendukung Prioritas yang
dikembangkan (lokasi)
1
(selesai)
120 Bangka Belitung Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub, BUMN
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi Realisasi Investasi dan
Pembangunan KI Sadai
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
>1
Jembatan Sumsel - Bangka
(Potensi)
Jembatan yang dibangun (lokasi) 1 Sumatera Selatan Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
berkas 4, hlm. 576
Sumatera - 130
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jalan akses KI Sadai Panjang jalan yang dibangun (km) 50 Bangka Belitung Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Penyediaan air baku di kawasan strategis (KI, KEK, DPP) KI Sadai
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Kab. Bangka Selatan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 8.405,42 182,54
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kab. Bangka,
Kab. Belitung, Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka
Tengah,Kab. Bangka Selatan, Kab. Bangka Timur
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan karet
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
Kawasan Karet Kawasan Karet (ha) 288,95 11,83 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kab. Bangka
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas
unggulan kopi
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 283,26 17,89
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kab. Bangka,
Kab. Belitung Timur
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Optimalisasi komoditas unggulan
timah
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung
Optimalisasi produksi timah jumlah produksi (Ton) 61.486 11,83 Kab. Bangka, Kab. Bangka Barat, Kab. Bangka Tengah
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementerian Pertanian
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
berkas 4, hlm. 577
Sumatera - 131
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
Jumlah produksi perikanan tangkap
nasional (juta ton)
10,10
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, a.l Kab. Belitung,
Kab. Belitung Timur, Kab. Pangkal Pinang
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil (Bangka
Belitung)
Kota Pangkal Pinang
Jalan Trans Bangka Panjang jalan yang dibangun (km) 12 350 Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
193 340,34 Provinsi Bangka Belitung Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
18,70 Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 112,05 Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 20,95 Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 2,70 Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan
perkotaan (m3/detik)
82,79 Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten) -
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 3,51
berkas 4, hlm. 578
Sumatera - 132
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
76,49 31,98 Kab. Bangka Selatan
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 67,61 58,59
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur, DPP Tanjung
Kelayang
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan
prasarananya untuk mendukung destinasi
wisata (desa)
2 8,90 DPP Tanjung Kelayang Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
50 3,76
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,25
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
50 8,02
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
101 28,31
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,52
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 579
Sumatera - 133
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28
Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka
Tengah, Belitung, Belitung Timur
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Bangka Barat, Bangka Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Belitung, Belitung Timur, dan
Bangka Selatan
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Belitung, Belitung
Timur, dan Bangka Selatan
75.00;
65.00; 75.00
282,42
Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur, dan Kab.
Bangka Selatan
1. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
2. Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan
3. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas
dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
4. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
5. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
2. Kementerian
Pertanian
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang
terbangun
Jumlah unit alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang terbangun
(unit)
30 Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya
Jumlah bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya yang didistribusikan
(paket)
5 Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan pasar ikan dan
sentra kuliner
Jumlah unit pasar ikan dan sentra kuliner
yang terbangun (unit)
1 Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur
Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Fasilitas Sarana Pascapanen
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pascapanen tanaman
pangan (unit)
172 81,88 Kab. Bangka Selatan
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk
memfasilitasi sarana pengolahan hasil
tanaman pangan (unit)
2 1,17 Kab. Bangka Selatan
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
3 2,52
Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur, dan Kab. Bangka
Selatan
Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 580
Sumatera - 134
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,54
Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur, dan Kab. Bangka
Selatan
Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
3 120
Kab. Belitung, Kab. Belitung Timur, dan Kab. Bangka
Selatan
Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
168.528 66,38 Kep. Bangka Belitung Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang
terbangun
Jumlah unit alat penangkap ikan dan alat
bantu penangkapan ikan yang terbangun
(unit)
30 Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya
Jumlah bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya yang didistribusikan
(paket)
5 Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan pasar ikan dan
sentra kuliner
Jumlah unit pasar ikan dan sentra kuliner
yang terbangun (unit)
1 Kab. Belitung dan Kab. Belitung Timur
Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan
Perikanan
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Revitalisasi Kawasan
Transmigrasi Batu Betumpang
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi di Provinsi Bangka
Belitung
76,49 31,98 Kab. Bangka Selatan
1. Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
2. Program Pembangunan dan Pengembangan
Kawasan Transmigrasi
3. Program Pengelolaan Pertanahan Daerah
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian
ATR/BPN
Satuan Permukiman yang
Dibangun dan Fungsional di
Kawasan Transmigrasi Prioritas
Jumlah satuan permukiman transmigrasi
yang dibangun dan fungsional di kawasan
transmigrasi prioritas (SP)
1 18,43 Kab. Bangka Selatan
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Luasan Tanah Satuan Permukiman
Transmigrasi yang difasilitasi
Sampai Terbitnya SK HPL
Jumlah luasan tanah satuan permukiman
transmigrasi yang difasilitasi sampai
terbitnya SK HPL (Ha)
0,06 Kab. Bangka Selatan
Program Penyiapan Kawasan dan Pembangunan
Permukiman Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Sarana dan Prasarananya
dikembangkan dan fungsional
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang prasarana, sarana, dan utilitasnya
berkembang dan fungsional (Kawasan)
1 12,33 Kab. Bangka Selatan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Kawasan Transmigrasi Prioritas
yang Dikembangkan Ekonominya
Jumlah kawasan transmigrasi prioritas
yang dikembangkan ekonominya (Kawasan)
1,02 Kab. Bangka Selatan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 581
Sumatera - 135
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Bidang Tanah yang Difasilitasi
Penerbitan Sertifikat Hak Milik atas
Tanah Transmigran
Jumlah bidang tanah yang difasilitasi
penerbitan sertifikat Hak Milik atas Tanah
Transmigrasi (Bidang)
0,11 Kab. Bangka Selatan
Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan
Transmigrasi
Kementerian Desa PDTT
Sertipikat Hak Pengelolaan
Transmigrasi
Luas tanah yang memiliki sertipikat hak
pengelolaan transmigrasi (Ha)
0,04 Kab. Bangka Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Bidang)
Kab. Bangka Selatan Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,3
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,30
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
berkas 4, hlm. 582
Sumatera - 136
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Kepulauan Bangka
Belitung
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
720
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
1 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah
Administrasi Desa/Kelurahan
800 5,62 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
8 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
8 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
berkas 4, hlm. 583
Sumatera - 137
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 5,60
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam pengembangan Destinasi
Prioritas Pariwisata (DPP)
Jumlah Perjanjian Kerja Sama yang
difasilitasi kerjasama antar daerahnya
dalam peningkatan kepariwisataan
terutama di lokasi DPP
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 584
Sumatera - 138
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
8 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
8 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
8 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
8 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
8 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 8 0,20
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
49 1,73
berkas 4, hlm. 585
Sumatera - 139
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Penelitian Dan
Pengembangan Inovasi
Daerah
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian
inovasi terpadu oleh lintas K/L
8 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Penelitian Dan
Pengembangan Inovasi
Daerah
Penerapan inovasi daerah yang
bersifat tematik guna mendukung
iklim investasi (berbasis urusan
pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan
inovasi daerah yang bersifat tematik guna
mendukung iklim investasi (berbasis
urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Penelitian Dan
Pengembangan Inovasi
Daerah
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem Informasi
Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Penelitian Dan
Pengembangan Inovasi
Daerah
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
12 1,06 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Pengembangan
Kompetensi Kemendagri
dan Pemda
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
8 0,47
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
7 0,18 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 586
Sumatera - 140
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
8 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
8 0,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
8 0,09
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
8 0,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
8 0,10 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
8 0,09
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
8 0,11 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 587
Sumatera - 141
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 50,39 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 588
Sumatera - 142
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
168.528 66,38 Kep. Bangka Belitung Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 111.928 1,09 Kep. Bangka Belitung Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
8 32,10 Kep. Bangka Belitung
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
2 1,72 Kep. Bangka Belitung
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
8 2,74 Kep. Bangka Belitung
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bantuan Teknis Penyusunan RDTR di
Sekitar KI/KEK/KSPN
1,70 Sekitar KI Sadai
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
8 6,85 Kep. Bangka Belitung
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Kepulauan Riau
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi wilayah
(per pulau/provinsi)
>1
berkas 4, hlm. 589
Sumatera - 143
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Percepatan Peningkatan Investasi
KPBPB Batam, Bintan, dan
Karimun
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kepulauan Riau
>1
Pengembangan fasilitas Bandar
Udara Hang Nadim
Jumlah kapasitas terminal kargo
(Ton/Tahun)
650.000 909,79 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Pengembangan fasilitas Bandar
Udara Hang Nadim
Jumlah kapasitas terminal kargo
(Ton/Tahun)
650.000 1.300 Kota Batam KPBU BP Batam
Pengembangan fasilitas pelabuhan
penumpang domestik dan
internasional
Jumlah penumpang pelabuhan domestik
(Orang/Tahun)
565,79 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Pengembangan fasilitas Pelabuhan
bongkar muat Batu Ampar
Jumlah kapasitas bongkar muat
pelabuhan (TEU'S)
1.000.000 4.138 Kota Batam Kerjasama Pemanfaatan (KSP) BP Batam
Pengembangan fasilitas dermaga
curah pelabuhan Kabil
Jumlah kapsitas bongkar muat barang
(ton/jam)
250,85 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Penyediaan air baku untuk
kawasan Barelang
Tambahan volume air baku yang tersedia
(L/detik)
1.000 1.644,93 Kota Batam, Barelang
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Pembangunan infrastruktur energi
listrik
Jumlah peningkatan daya terpasang (MW) 4.200 Kota Batam Badan Usaha/Swasta BP Batam
Pembangunan infrastruktur energi
gas
Jumlah peningkatan daya terpasang (mbtu) 2.200 Kota Batam Badan Usaha/Swasta BP Batam
Fasilitas Air Limbah
(Pengembangan sistem pengelolaan
limbah industri B3)
Luas kawasan pengelolaan limbah B3 (Ha) 20 427,25 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Pengembangan pusat kesehatan
berskala internasional
Jumlah fisik bangunan (unit) 84 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Pengembangan pusat kesehatan
berskala internasional
Jumlah peralatan kesehatan (Lot) 200 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Infrastruktur jalan, jembatan, dan
drainase
Jumlah sarana prasarana jalan dan
jembatan kawasan yang dibangun (km)
4 1.572,08 Kota Batam
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan KPBPB
Batam
BP Batam
Jalan lintas Bintan
Panjang jalan yang dibangun (Jalan Bintan)
(km)
250 Kab. Bintan Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan lintas Batam (Ruas Sp.Sei
Harapan-Sp.Basecamp dan
Sp.Tembesi - Tg Berikat)
Panjang jalan yang dibangun (Jalan Batam)
(km)
12 80 Kota Batam Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 590
Sumatera - 144
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Pelabuhan Batu
Ampar
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
90 Kepulauan Riau
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pembangunan Fly Over Sp. Kabil Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 379 Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jembatan Batam-Bintan (Potensi) Jembatan yang dibangun (lokasi) Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Pengembangan Pelabuhan Malarko
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
90 Kepulauan Riau
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pengembangan Bandara Raja Haji
Abdullah
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
85 Kepulauan Riau Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Fasilitasi Realisasi Investasi dan
Pembangunan KI/KEK Galang
Batang
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kepulauan Riau
>1
Pengembangan KEK Galang Batang 1.800 Kab. Bintan Swasta
Jalan Akses KEK Galang Batang I Panjang jalan yang dibangun (km) 11,78 Kab. Bintan Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI/KEK
Galang Batang
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
29,25 Kab. Bintan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Jembatan Batam-Bintan (Potensi) Jembatan yang dibangun (lokasi) Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi dan Pembangunan
Investasi Infrastruktur Kawasan
Industri
Kawasan Industri yang difasilitasi (Jumlah
Kawasan Industri)
27 41,50
Program Peningkatan Ketahanan, Pengembangan
Perwilayahan Industri dan Akses Industri
Internasional
Kemenperin
berkas 4, hlm. 591
Sumatera - 145
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan sarana dan
prasarana pendidikan Akademi
Komunitas / Politeknik Industri
berbasis kompetensi di WPPI / KI
Lembaga Pendidikan Baru Yang Didirikan
di Dalam WPPI dan KI (unit)
13 460
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Industri
Kemenperin
Fasilitasi Realisasi Investasi dan
Pembangunan KI Bintan
Aerospace
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kepulauan Riau
>1
Pengembangan KI Bintan
Aerospace
5.374 Kab. Bintan
Swasta (PT Bintan
Aviation Investmens)
Jembatan Batam-Bintan (Potensi) Jembatan yang dibangun (lokasi) Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Penyediaan air baku di kawasan
strategis (KI, KEK, DPP) KI Bintan
Aerospace
Tambahan debit air baku di kawasan
strategis (m3/detik)
13 Kab. Bintan Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan PLTG MPP (Mobile
Power Plant) Tanjung Pinang
Jumlah kapasitas pembangkit (MW) Tanjung Pinang PLN
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,2 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Fasilitasi dan Pembangunan
Investasi Infrastruktur Kawasan
Industri
Kawasan Industri yang difasilitasi (Jumlah
Kawasan Industri)
27 41,50
Program Peningkatan Ketahanan, Pengembangan
Perwilayahan Industri dan Akses Industri
Internasional
Kemenperin
Pembangunan sarana dan
prasarana pendidikan Akademi
Komunitas / Politeknik Industri
berbasis kompetensi di WPPI / KI
Lembaga Pendidikan Baru Yang Didirikan
di Dalam WPPI dan KI (unit)
13 460
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Industri
Kemenperin
Pembangunan DPP Baru Batam-
Bintan
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan)
terhadap pertumbuhan investasi Provinsi
Kepulauan Riau
>1
berkas 4, hlm. 592
Sumatera - 146
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jalan lintas Bintan Panjang jalan yang dibangun (km) 250 Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan kawasan Bintan
Resort
36.250 Kab. Bintan
Swasta (PT Bintan
Resort Cakrawala)
Koordinasi raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan
Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda
tentang RDTR di Sekitar Kawasan Khusus
(Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi
Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Bandara Natuna
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
49 Kepulauan Riau Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara Kemenhub
Jalan Akses pusat pertahanan
Natuna
Panjang jalan yang dibangun (km) 8 1.098,99 Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Percepatan pengembangan Geopark
Natuna Menuju UNESCO Global
Geopark
Geopark Natuna Menuju UNESCO Global
Geopark
1 Kabupaten Natuna
Kemenko Kemaritiman
dan Investasi
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Serasan
jumlah pelabuhan penyeberangan yang
dibangun (lokasi)
1
(selesai)
85 Kepulauan Riau
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
Perintisan Destinasi Pariwisata
Regional I (DP Prioritas: Danau
Toba dskt, Bangka Belitung) + 2 DP
Pengembangan
Jumlah Perintisan Destinasi Pariwisata
Regional I (DP Prioritas: Danau Toba dskt,
Bangka Belitung) + 2 DP Pengembangan
(DPP)
1 7,75 Kepulauan Riau Program Pengembangan Kepariwisataan Kemenparekraf
KP 2: Pengembangan Sektor
Unggulan
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun
Pengembangan komoditas
unggulan lada, pala, cengkeh
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun Provinsi
Kepulauan Riau
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 335,22 7,27
Provinsi Kepulauan Riau, Kab. Natuna, Kab. Kepulauan
Ambas
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 593
Sumatera - 147
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas
unggulan perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi
komoditas unggulan per tahun per
provinsi
Peningkatan produksi perikanan
tangkap
jumlah produksi perikana tangkap nasional
(juta ton)
10,10 Provinsi Kepulauan Riau Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan
terhadap PDRB Pulau Sumatera
ProP : Pengembangan Kota Besar,
Kota Sedang, Kota Kecil
(Kepulauan Riau)
Kota Tanjungpinang, Kota Batam (PKN)
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi
untuk Rumah Tangga melalui
KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas
Kota (KPBU)
2.120,20 Provinsi Kepulauan Riau KPBU
Pembangunan Fly Over Sp. Kabil Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 379 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Skala Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 145,23 Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Kota (SR)
241 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani
SPALD-T Skala Permukiman (SR)
253 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
DAK; Kementerian
PUPR; APBD;
Masyarakat; Swasta
(CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT)
Jumlah pembangunan dan rehabilitasi
IPLT (unit)
62,50
Kota Tanjungpinang, Kota Batam (Provinsi Kepulauan
Riau)
Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur
Permukiman
Kementerian PUPR
Pembangunan Rumah Susun
termasuk untuk buruh, pekerja
dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun
(unit)
291 513,60 Provinsi Kepulauan Riau Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa
menjadi Berkembang dan Mandiri
3097 desa
berkembang;
1156 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
berkas 4, hlm. 594
Sumatera - 148
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN
0,52
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 7
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan
Kawasan Transmigrasi yang
Direvitalisasi
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 62,41 50,65
Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga,
Natuna
1. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
5,32 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa
Jumlah provinsi yang menetapkan batas
desa (provinsi)
1 0,51 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air
Minum Berkelanjutan Berbasis
Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan
Sumber Daya Air Minum berkelanjutan
berbasis masyarakat (provinsi)
0,27 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
10 4,08 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan
Desa dan Pengurus Lembaga
Kemasyarakatan Desa Lingkup
Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan
pengurus lembaga kemasyarakatan desa
lingkup regional yang dilatih (orang)
68 1,25 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan
Pemerintah Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan
kelembagaan pemerintah desa (P3PD)
(desa)
10,48 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
90 25,20 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib
Administrasi Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib
administrasi pengelolaan aset desa
(kab/kota)
3 0,52 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 595
Sumatera - 149
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengendalian Penggunaan Dana
Desa
Jumlah provinsi yang melakukan
pengendalian penggunaan Dana Desa
(provinsi)
1 1,18 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi
dengan BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha
ekonomi desa yang terintegrasi dengan
BUMDes (desa)
1 1,28 Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting
di Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan
konvergensi pencegahan stunting di desa
(kabupaten)
2 0,30 Natuna, Lingga Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan
Perdesaan Prioritas Nasional
Bintan
Indeks Pembangunan Kawasan
Perdesaan Kab. Bintan
75 44,02 Kab. Bintan
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
Penerapan Sustainable Tourism
Practices Di Destinasi Utama dan
Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan
prioritas yang menerapkan Sustainable
Tourism Practices (destinasi)
1 3 Kab. Bintan Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan
pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang
ditingkatkan kapasitas dan pemasarannya
(BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Bintan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan
Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan
pendampingan pembangunan kawasan
perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Bintan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun
untuk pemenuhan domestik dan industri
(unit)
1 40 Kab. Bintan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
27.450 44,01 Kep. Riau Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Pusat Kegiatan Strategis Nasional
(PKSN) Ranai
Rata-rata nilai Indeks Pengelolaan
Kawasan Perbatasan (IPKP) PKSN Ranai
0,52 181,44 Kab. Natuna
Sentra Kelautan Perikanan Terpadu
(SKPT) Natuna yang mandiri
(Skala) Tingkat kemandirian Sentra
Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna
5 11,03 Kab. Natuna Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
berkas 4, hlm. 596
Sumatera - 150
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Revitalisasi Pasar Rakyat yang
Dikelola Koperasi di Daerah
Tertinggal, Perbatasan, & Rawan
Bencana
Jumlah (unit) pasar rakyat yang
direvitalisasi
6 Kab. Natuna
Program Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan
Berbasis Usaha Mikro
Kementerian
Perdagangan
Pengembangan Bandara Natuna
Bandara di daerah terisolir, perbatasan dan
rawan bencana yang direhabilitasi/
dikembangkan (lokasi)
49 Kepulauan Riau Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi Udara
Kementerian
Perhubungan
Fasilitasi Legislasi RDTR Ranai
Kawasan Perbatasan Negara
Jumlah dokumen Harmonisasi Peraturan
Presiden
0,50 Kab. Natuna
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
10 1,44 Kab. Natuna
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Kapal perikanan bantuan yang terbangun
Jumlah Kapal perikanan bantuan yang
terbangun
Kab. Natuna Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pulau-pulau kecil/terluar yang
tersedia infrastruktur kelautan dan
perikanan
Jumlah pulau-pulau kecil /terluar yang
dibangun sarana prasarananya (pulau)
3 22,5 Pulau Sub, Pulau Pelampon, Pulang Malang Berdaun Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan Pelabuhan
Penyeberangan Serasan
jumlah pelabuhan penyeberangan yang
dibangun (lokasi)
1
(selesai)
85 Kepulauan Riau
Pembangunan dan Pengelolaan Transportasi Sungai,
Danau, dan Penyeberangan
Kemeterian
Perhubungan
Konverter Kit BBM ke Bahan Bakar
Gas Untuk Nelayan
Jumlah Konverter Kit BBM ke Bahan
Bakar Gas Untuk Nelayan yang difasilitasi
50 0,10 Kab. Natuna
Program Pengelolaan dan Penyediaan Minyak dan Gas
Bumi
Kementerian ESDM
BAKTI SINYAL/ LASTMILE Jumlah lokasi BTS/WIFI di WPUTI (lokasi) 1 4 Kab. Natuna Program Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
2 0,20 Kab. Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan
untuk Mendukung Produk
Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan
BUMDes untuk mendukung produk
unggulan desa (desa)
2 0,67 Kab. Natuna Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Percepatan pembangunan Geopark
Natuna Menuju UNESCO Global
Geopark
Geopark Natuna menuju UNESCO Global
Geopark
1 Kab. Natuna
Kemenko Kemaritiman
dan Investasi
berkas 4, hlm. 597
Sumatera - 151
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan Kesejahteraan dan
Tata Kelola di Kecamatan Lokasi
Prioritas di Provinsi Kepulauan
Riau
Jumlah kecamatan prioritas yang sarana
prasarana pelayanan dasar, ekonomi,
dan pemerintahan-nya tersedia di Prov
Kepulauan Riau (kecamatan)
35 203,71
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec.
Karimun, Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec.
Meral Barat, Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec.
Serasan, Kec. Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau
Laut, Kec. Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec.
Bunguran Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec.
Serasan Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec.
Siantan Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja
Barat, Kec. Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec.
Belakang Padang, Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang,
Kec. Nongsa, Kec. Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec.
Batam Kota
Pembangunan dan peningkatan
SPAM
Jumlah kecamatan yang terlayani SPAM
(kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 598
Sumatera - 152
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Rehabilitasi Kantor Camat dan
Kantor Desa
Jumlah kecamatan prioritas yang Kantor
Camat dan Kantor Desa nya dibangun
(kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
Penyediaan sarana prasarana
kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan sarpras
kesehatan (kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 599
Sumatera - 153
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyediaan alat-alat kesehatan
jumlah kecamatan yang disediakan alat-
alat kesehatan (kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
Pembangunan/rehabilitasi
prasarana belajar
jumlah kecamatan yang prasarana
belajarnya dibangun/direhabilitasi
(kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 600
Sumatera - 154
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyediaan air baku di lokasi
prioritas pulau kecil terluar:
Provinsi Kepulauan Riau (Kab.
Bintan, Kab. Karimun, Kab.
Natuna, Kota Batam)
Tambahan debit air baku di lokasi prioritas
pulau kecil terluar (m3/detik)
0,06 39,11
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Penyediaan dan Pengelolaan Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR
Pengadaan sarana belajar
Jumlah kecamatan yang difasilitasi
pengadaan sarana belajar (kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
berkas 4, hlm. 601
Sumatera - 155
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan dan pengembangan
prasarana SMK
Jumlah kecamatan yang prasarana SMK-
nya dibangun/dikembangkan (kecamatan)
35
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pemerintah Daerah
Penambahan Penyalur Program
BBM Satu Harga
Jumlah penyalur yang
difasilitasi/ditingkatkan
25 3,60
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energ
Kementerian ESDM
berkas 4, hlm. 602
Sumatera - 156
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan PLTS Rooftop
Jumlah PLTS Roof Top yang dibangun
(paket)
80 70,40
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Program Pengaturan dan Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kementerian ESDM
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan
mengembangkan Desa Digital (desa)
6 0,60
Kec. Gunung Kijang, Kec. Bintan Utara, Kec. Teluk
Sebong, Kec. Bintan Pesisir, Kec. Moro, Kec. Karimun,
Kec. Meral, Kec. Tebing, Kec. Buru, Kec. Meral Barat,
Kec. Belat, Kec. Bungurang Barat, Kec. Serasan, Kec.
Bunguran Utara, Kec. Subi, Kec. Pulau Laut, Kec.
Pulau Tiga, Kec. Bunguran Timur, Kec. Bunguran
Timur Laut, Kec. Bunguran Selatan, Kec. Serasan
Timur, Kec. Siantan, Kec. Palmatak, Kec. Siantan
Selatan, Kec. Siantan Utara, Kec. Jemaja Barat, Kec.
Jemaja Timur, Kec. Jemaja, Kec. Belakang Padang,
Kec. Batu Ampar, Kec. Sekupang, Kec. Nongsa, Kec.
Lubuk Raja, Kec. Bengkong, Kec. Batam Kota
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat Desa Kemendesa PDTT
Pengembangan Pelabuhan Batu
Ampar
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
90 Kepulauan Riau
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kementerian
Perhubungan
Pengembangan Pelabuhan Malarko
Terlaksananya pengembangan/
pembangunan pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
90 Kepulauan Riau
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kementerian
Perhubungan
KP 5: Kelembagaan dan
Keuangan Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EPPD)
3,3
Persentase daerah yang mempunyai nilai
indeks inovasi tinggi (%)
56,3
berkas 4, hlm. 603
Sumatera - 157
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah daerah dengan penerimaan
daerah meningkat
164
Jumlah daerah dengan realisasi
belanjanya berkualitas
164
Jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima
berbasis elektronik
17.743
Jumlah daerah yang memiliki PTSP
Prima berbasis elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata
kelola keuangan yang efektif dan efisien
164
Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepatakan dan
Perjanjian Kerja Sama Daerah
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja
GWPP kategori baik
Peningkatan kapasitas
pemerintahan daerah dan
hubungan pusat-daerah di
provinsi Kepulauan Riau
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di
daerah termasuk reformasi pelayanan
perizinan yang berbasis sistem informasi
digital (e-gov) dengan indikator jumlah
perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
718
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima
berbasis elektronik
1 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 18,94 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 :
42,36 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
berkas 4, hlm. 604
Sumatera - 158
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Koordinasi review Perda dan
Ranperda (administrasi nomor
registrasi), terutama terkait
investasi daerah, PDRD, pelayanan
dasar, pengelolaan SDA, dan RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan
hasil review Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks
kepatuhan tinggi dalam penyusunan
produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data
Peraturan Daerah yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan
deregulasi/ harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
8 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan
Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
penyusunan Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian
pelayanan daerah dan pusat dalam
satu lokasi yang dekat dengan
pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan
koordinasi antar SKPD dalam mendukung
beroperasinya mall pelayanan publik
8 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah
diharmonisasikan untuk mendukung
pelayanan mall pelayanan publik di daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-
database, e-planning, e-budgeting,
e-monev, e-reporting, e-controlling,
e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem
Informasi Pembangunan Daerah (Data
Pembangunan Daerah, Perencanaan
Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi
Pembangunan Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 605
Sumatera - 159
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyelarasan perencanaan pusat
dan daerah
Jumlah regulasi yang mendukung
penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang
mengimplementasikan Kesepakatan dan
Perjanjian Kerja Sama
1 5,27
Penyusunan kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi
kesepakatan kerja sama daerah dalam
mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah
(antar daerah dan dengan pihak
ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang
direview (terutama regulasi yang
menghambat kerjasama perdagangan antar
daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan
publik bersama (terutama
permasalahan transportasi, air
minum, banjir, sampah dan
limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 kota metropolitan
(terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan
limbah)
10 3,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya
saingnya dalam pengembangan ekonomi
melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama
kerja sama daerah dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD
tingkat provinsi untuk berfungsi sebagai
Sekber kerjasama antar daerah di
wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama
yang diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan
penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang
dimonitoring pelaksanaannya
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah
(%)
100 3,15
Integrasi dan penerapan SPM
Daerah yang melakukan integrasi dan
penerapan SPM
8 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 606
Sumatera - 160
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan SPM Sub bidang
Trantibum
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
8 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Bencana
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
8 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
Daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
8 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan
SPM
Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang
diwujudkan dengan pemenuhan SPM
8 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan
SPM di Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
Percepatan Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik
dengan menempatkan desa,
kelurahan, dan kecamatan sebagai
ujung tombak pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 8 0,20
(4) Persentase daerah yang mempunyai
nilai indeks inovasi tinggi (%)
50 0,61
Pembinaan inovasi daerah secara
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN, Bappenas, Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh
lintas K/L (Kemendagri,
KemenPAN, KemenRistek-Dikti,
LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Sistem penilaian terpadu antar K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi daerah
8 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) dengan Platform Sistem
Informasi Layanan Inovasi Daerah
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi
Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 607
Sumatera - 161
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat manajemen strategi
pemerintahan daerah (strategi
inovasi daerah dan manajemen
pembangunan daerah perbatasan)
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat
manajemen inovasi daerah di wilayah
perbatasan
14 1,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan
daerahnya meningkat
8 0,30
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah minimal 5% dari
tahun anggaran sebelumnya di
provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 5%
dari tahun anggaran sebelumnya
1 0,18 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan
retribusi daerah Kabupaten/kota
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak
daerah dan retribusi daerahnya meningkat
minimal 8% dari tahun anggaran
sebelumnya
7 0,10 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya
memberikan kontribusi terhadap
Penerimaan Daerah
8 0,28 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan
mekanisme sumber pendanaan
lainnya sebagai instrumen
penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan
mekanisme sumber pendanaan lainnya,
yakni berupa obligasi daerah dan/atau
KPBU)
8 0,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi
belanjanya berkualitas
8 0,09
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan
masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM Bidang
Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan SPM
Bidang Pelayanan Dasar
8 0,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending
Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya
memenuhi indikator mandatory spending
yaitu Belanja Pendidikan (20% dari Belanja
Daerah), Belanja Kesehatan (10% dari
Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur
(25% dari Dana Transfer Umum)
8 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 608
Sumatera - 162
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pemenuhan realisasi belanja
minimal 90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi
belanjanya minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan
tata kelola keuangan daerah yang efektif
dan efisien
8 0,09
Penerapan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah
secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem
pemerintahan berbasis elektronik di bidang
pengelolaan keuangan daerah secara
terintegrasi
8 0,11 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu
Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD
tepat waktu
1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah, mulai dari
proses perencanaan, penganggaran, dan
bantuan keuangan, sampai pembinaaan
dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur
sebagai wakil pemerintah pusat
dalam fungsi pembinaan dan
pengawasan serta menyinergikan
kepentingan antar-kabupaten/kota
di wilayahnya masing-masing.
Jumlah provinsi dengan laporan
pelaksanaan tugas GWPP di bidang
pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan
sesuai ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang
dilaksanakan oleh Gubernur sebagai Wakil
Pemerintah Pusat dengan kinerja baik
22 15,74 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan
pemekaran wilayah guna
memperkuat kedaulatan dan
integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran
(2007-2014) yang difasilitasi penyelesaian
permasalahannya berdasarkan 10 aspek
penyelenggaraan pemerintahan
1 0,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 609
Sumatera - 163
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Membangun sistem insentif bagi
daerah otonom yang berkinerja
baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat
tinggi berdasarkan hasil evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan daerah
(EPPD)
5 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
Camat
4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF
Pengawas Penyelenggaraan Urusan
Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat
bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan
pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri
bagi KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan
Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah
Luas cakupan bidang tanah bersertifikat
(Ha)
27.450 44,01 Kep. Riau Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 16.489 0,16 Kep. Riau Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor
pertanahan yang menerapkan pelayanan
pertanahan modern berbasis digital (satker)
8 32,10 Kep. Riau
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Peninjauan
kembali/Penyusunan Rencana Tata Ruang
1 0,86 Kep. Riau
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
BantuanTeknis Penyusunan Materi Teknis
RDTR
0 2 Kep. Riau (Bintan)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 610
Sumatera - 164
Total
Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
Bimbingan Teknis Penyusunan RDTR
7 2,53 Kep. Riau
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang
Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan
Persetujuan Substansi Teknis RTR
Provinsi/Kabupaten/Kota
7 6,61 Kep. Riau
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang
di Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RDTR Kawasan
Perbatasan Negara yang diselesaikan
0 2,10 Serasan (Kep. Riau)
Program Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan
Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 611
7. PEMBANGUNAN WILAYAH JAWA-BALI
7.1 Target Pembangunan Wilayah Jawa-Bali Tahun 2024
Dalam lima tahun ke depan (2020-2024), pembangunan Wilayah Jawa-Bali
diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan
nasional dengan target pembangunan sebagai berikut.
Tabel 7.1.
Target Pembangunan Wilayah Jawa-Bali 2020-2024
Provinsi
Indikator
Pembangunan
Realisasi
2018
Baseline
2019
Target Pembangunan
2020 2021 2022 2023 2024
DKI
Jakarta
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
6,17 6,10 6,10 6,10 6,10 6,10 6,10
Tingkat Kemiskinan
(%)
3,57 3,47 3,18 3,05 3,00 2,95 2,90
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
6,24 6,22 5,90 5,70 5,50 5,10 4,80
Jawa Barat Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,64 5,40 5,40 5,50 5,70 5,90 6,00
Tingkat Kemiskinan
(%)
7,45 6,91 6,31 6,07 5,70 5,24 4,75
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
8,17 7,99 7,70 7,50 7,40 7,00 6,70
Jawa Tengah Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,32 5,40 5,60 5,80 5,90 6,10 6,20
Tingkat Kemiskinan
(%)
11,32 10,8 9,81 9,43 9,00 8,55 8,15
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
4,51 4,49 4,20 4,00 3,80 3,40 3,10
DI
Yogyakarta
Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
6,20 6,10 6,30 6,40 6,50 6,80 6,90
Tingkat Kemiskinan
(%)
12,13 11,7 9,11 8,86 8,25 7,81 7,25
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
3,35 3,14 3,00 2,80 2,60 2,20 1,90
Jawa Timur Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,50 5,50 5,60 5,80 6,00 6,10 6,20
Tingkat Kemiskinan
(%)
10,98 10,37 10,08 9,71 9,29 8,70 8,51
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
3,99 3,92 3,60 3,40 3,20 2,80 2,50
berkas 4, hlm. 612
Provinsi
Indikator
Pembangunan
Realisasi
Baseline
2019
Target Pembangunan
2020 2021 2022 2023 2024
Banten Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
5,81 5,30 5,40 5,50 5,60 5,70 5,80
Tingkat Kemiskinan
(%)
5,24 5,09 4,80 4,50 4,00 3,65 3,48
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
8,52 8,11 8,00 7,80 7,70 7,30 7,00
Bali Laju Pertumbuhan
Ekonomi (%)
6,35 5,60 6,00 6,50 6,60 6,60 6,70
Tingkat Kemiskinan
(%)
4,01 3,79 3,52 3,33 3,05 2,75 2,45
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
1,37 1,52 1,50 1,30 1,30 1,20 1,00
Sumber: Bappenas. Hasil Analisis 2020.
Catatan: 1. Tingkat kemiskinan 2018 dan 2019 (Maret)
2. Tingkat Pengangguran Terbuka 2018 dan 2019 (Agustus)
Dengan memperhitungkan target pembangunan wilayah Jawa dan Bali, rencana
kebutuhan investasi dalam lima tahun (2020-2024) mendatang adalah sebagai
berikut.
Tabel 7.2.
Perkiraan Kebutuhan Investasi Wilayah Jawa-Bali 2020-2024
Provinsi
Keburuhan
Investasi
Realiasasi
2018
Baseline
2019
Target Pembangunan
2020 2021 2022 2023 2024
DKI
Jakarta
Rp triliun 1.085,47 1.179,27 1.311,96 1.437,12 1.579,67 1.735,42 1.910,97
Jawa
Barat
Rp triliun 497,02 527,29 588,95 642,36 701,87 786,74 869,23
Jawa
Tengah
Rp triliun 378,96 414,67 451,02 493,69 545,82 607,49 672,30
DI
Yogyakarta
Rp triliun 40,50 43,86 44,51 49,01 54,48 61,18 68,01
Jawa
Timur
Rp triliun 586,22 637,08 697,12 760,78 839,91 935,73 1.035,87
Banten Rp triliun 180,90 186,89 220,62 240,35 264,07 293,03 323,15
Bali Rp triliun 74,68 75,85 90,62 99,58 110,54 123,33 137,32
Sumber:Bappenas. Hasil perhitungan 2020
Catatan: Perkiraan kebutuhan investasi termasuk PMA dan PMDN yang dihitung berdasarkan perkembangan ICOR
2011-2018, laju depresiasi modal rata-rata 5 persen pertahun, laju inflasi 3 persen.
berkas 4, hlm. 613
7.2 Prioritas Pembangunan Wilayah Jawa-Bali
Dalam rangka mencapai target tersebut dan sebagai pelaksanaan arah kebijakan
dan pembangunan wilayah, sebagaimana diuraikan di dalam Bab 3 RPJMN 2020-
2024, maka ditetapkan lokasi prioritas pembangunan berdasar koridor
pertumbuhan dan pemerataan. Pembangunan wilayah Jawa-Bali dilakukan dalam
kerangka koridor pertumbuhan dan pemerataan dengan lokasi sebagai berikut.
Tabel 7.3.
Koridor Pertumbuhan dan Koridor Pemerataan di Wilayah Jawa-Bali
Provinsi No. Kabupaten/Kota Provinsi No. Kabupaten/Kota
Koridor Pertumbuhan
Banten 1 Kota Cilegon*
Jawa Tengah
1 Kabupaten Brebes
2 Kabupaten Serang 2 Kota Tegal*
3 Kota Serang* 3 Kabupaten Tegal
4 Kabupaten Lebak 4 Kabupaten Pemalang
5 Kabupaten Tangerang 5 Kabupaten Pekalongan
6 Kota Tangerang 6 Kota Pekalongan*
7 Kota Tangerang Selatan 7 Kabupaten Batang
DKI
Jakarta
1
Kabupaten Kepulauan
Seribu
8 Kabupaten Kendal
2 Kota Jakarta Barat 9 Kota Semarang
3 Kota Jakarta Pusat 10 Kabupaten Demak
4 Kota Jakarta Selatan 11 Kabupaten Kudus
5 Kota Jakarta Timur 12 Kabupaten Pati
6 Kota Jakarta Utara 13 Kabupaten Rembang
Jawa Barat 1 Kota Depok 14 Kabupaten Semarang
2 Kabupaten Bogor 15 Kabupaten Grobogan
3 Kota Bogor 16 Kota Salatiga
4 Kota Bekasi 17 Kabupaten Boyolali
5 Kabupaten Bekasi 18 Kabupaten Sukoharjo
6 Kabupaten Karawang 19 Kota Surakarta*
7 Kabupaten Purwakarta
Jawa Timur
1 Kabupaten Tuban
8 Kabupaten Bandung Barat 2 Kabupaten Lamongan
9 Kota Cimahi 3 Kabupaten Gresik
10 Kota Bandung 4 Kota Surabaya
11 Kabupaten Sumedang 5 Kabupaten Sidoarjo
12 Kabupaten Majalengka 6 Kabupaten Mojokerto
13 Kabupaten Cirebon 7 Kota Mojokerto
14 Kota Cirebon* 8 Kabupaten Bangkalan
Bali 1 Kabupaten Tabanan 9 Kabupaten Pasuruan
2 Kabupaten Badung 10 Kota Pasuruan*
3 Kota Denpasar 11 Kabupaten Probolinggo
4 Kabupaten Gianyar 12 Kota Probolinggo*
5 Kabupaten Klungkung 13 Kabupaten Situbondo
14 Kabupaten Banyuwangi
15 Kabupaten Malang
16 Kota Malang*
17 Kota Batu*
berkas 4, hlm. 614
Provinsi No. Kabupaten/Kota Provinsi No. Kabupaten/Kota
Koridor Pemerataan
Banten 1 Kabupaten Pandeglang
DI Yogyakarta
1 Kabupaten Sleman
Jawa Barat 1 Kabupaten Bandung 2 Kota Yogyakarta*
2 Kabupaten Garut 3 Kabupaten Bantul
3 Kabupaten Tasikmalaya
Jawa Timur
1 Kabupaten Kediri
4 Kota Tasikmalaya 2 Kota Kediri*
5 Kabupaten Ciamis 3 Kabupaten Bondowoso
6 Kota Banjar 4 Kabupaten Lumajang
7 Kabupaten Kuningan 5 Kabupaten Jember
8 Kabupaten Sukabumi 6 Kabupaten Pamekasan
9 Kota Sukabumi* 7 Kabupaten Sumenep
10 Kabupaten Pangandaran Bali 1 Kabupaten Buleleng
Jawa
Tengah
1 Kabupaten Cilacap
2 Kabupaten Banyumas
3 Kabupaten Kebumen
4 Kabupaten Magelang
5 Kota Magelang*
6 Kabupaten Klaten
Keterangan:
* Kota Besar, Sedang, Kecil yang dikembangkan sebagai PKN/PKW
Dalam tahun 2020-2024, pembangunan Wilayah Jawa-Bali akan mencakup
kegiatan prioritas: (1) pengembangan sektor unggulan; (2) pengembangan kawasan
strategis; (3) pengembangan kawasan perkotaan; (4) pembangunan desa, kawasan
perdesaan dan transmigrasi, daerah tertinggal, dan kawasan perbatasan; (5)
penataan kelembagaan dan keuangan daerah, sebagai berikut:
7.2.1 Pengembangan Sektor Unggulan
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Pengembangan komoditas unggulan Wilayah Jawa-Bali, antara lain cengkeh,
lada, pala, kelapa, kopi, tebu, kakao, emas, perikanan tangkap, dan perikanan
budi daya, yang difokuskan pada:
a. Provinsi DKI Jakarta: perikanan tangkap;
b. Provinsi Jawa Barat: lada, pala, cengkeh, kopi, kelapa, tebu, emas, garam,
dan perikanan tangkap dan budidaya;
c. Provinsi Jawa Tengah: tebu, kopi, garam, dan perikanan tangkap dan
budidaya;
d. Provinsi DI Yogyakarta: tebu dan perikanan budidaya;
e. Provinsi Jawa Timur: tebu, kopi, lada, pala, cengkeh, garam, perikanan
tangkap dan budidaya;
f. Provinsi Banten: kopi, lada, pala, dan perikanan budidaya; dan
berkas 4, hlm. 615
g. Provinsi Bali: kopi, kelapa, kakao, lada, pala, cengkeh, perikanan tangkap;
2) Pengembangan sektor perikanan melalui WPP antara lain WPP 712 (berlokasi
di Laut Jawa) dan WPP 573 (berlokasi di Samudera Hindia/Selatan Jawa);
3) Pengembangan sentra produksi pertanian dan perkebunan yang tersebar
Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN);
4) Pengembangan kawasan agropolitan Kawasan Selingkar Wilis; dan
5) Pertahanan peran sebagai lumbung pangan nasional.
Gambar 7.1.
Peta Sebaran Komoditas Unggulan di Wilayah Jawa-Bali
7.2.2 Pengembangan Kawasan Strategis
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Pengembangan pusat industri manufaktur, penghasil produk akhir dan
produk antara yang berorientasi ekspor dengan memanfaatkan teknologi tinggi
menuju industri 4.0 serta sektor industri kreatif dan jasa, yang difokuskan di
beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) antara lain KEK Kendal, KEK
Singhasari, dan KEK Tanjung Lesung, di beberapa Kawasan Industri (KI)
antara lain KI Brebes dan KI Madura, dan kawasan ekonomi kreatif dan
digital;
berkas 4, hlm. 616
2) Pengembangan kawasan strategis berbasis pariwisata alam, budaya, dan
MICE, yaitu Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) antara lain DPP Baru
Bandung-Halimun-Ciletuh, DPP Borobudur dskt, DPP Bromo-Tengger-Semeru,
DPP Baru Banyuwangi dskt, dan DPP Revitalisasi Bali;
3) Pengembangan dan penguatan konektivitas antarmoda laut, sungai, darat dan
udara yang terintegrasi antara lain Pembangunan Jalan Tol Serang –
Panimbang, Jalan Tol Yogya – Bawen, Solo – Yogyakarta, Cilacap- Yogyakarta,
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi, Jalan Lintas Pansela,
Jalan Lintas Penghubung Utara – Selatan Bali, Jalur Ganda KA Rangkasbitung
– Merak, Reaktivasi KA Rangkasbitung-Labuan/Bayah, Reaktivitasi KA Jalur
Jawa Barat, KA Akses NYIA, Pembangunan KA Cepat Jakarta – Bandung,
Pembangunan KA Ekspress Jakarta – Semarang, Pembangunan Bandara
Ngloram Cepu, dan Pembangunan Bandara Bali Baru;
4) Pengembangan jaringan telekomunikasi dan informasi;
5) Pembangunan pusat perdagangan untuk komoditas mentah maupun barang
hasil olahan di Pelabuhan Hub Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak;
6) Peningkatan kualitas SDM khususnya peningkatan akses layanan pendidikan
dan kesehatan, pendidikan vokasional pertanian, perikanan, industri dan
pariwisata; dan revitalisasi Balai Latihan Kerja, yang meliputi:
a. Pengembangan SMK di wilayah Jawa-Bali secara keseluruhan berjumlah
1.713 SMK yang mendukung sektor agribisnis dan agroteknologi,
kemaritiman, pariwisata, seni dan industri kreatif, teknologi dan rekayasa,
dan energi dan pertambangan;
b. Pengembangan perguruan tinggi yang memiliki prodi vokasi dilakukan di
275 perguruan tinggi yang mendukung sektor industri (Ekonomi Kreatif di
DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur and
Bali, tekstil di Jawa Barat, Jawa Tengah, kimia di Jawa Barat, Jawa
Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, manufaktur di DKI Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, otomotif di Jawa Barat,
Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, minyak di Jawa Barat,
tambang di Jawa Barat, dan Jawa Timur, perkapalan di Jawa Timur),
konstruksi, pariwisata dan pertanian;
c. Pengembangan BLK di wilayah Jawa- Bali berjumlah 104 unit yang
tersebar dan mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di sektor
prioritas yang meliputi: tenaga presisi tekstil, petani terlatih, buruh
konstruksi gedung, manajer umum perdagangan dan manajer perusahaan
(gedung);
d. Penanganan anak tidak sekolah di seluruh provinsi wilayah Jawa-Bali.
berkas 4, hlm. 617
Gambar 7.2.
Sebaran Kawasan Strategis Prioritas di Wilayah Jawa-Bali
Gambar 7.3.
Peta Jaringan Infrastruktur Perhubungan di Wilayah Jawa-Bali
berkas 4, hlm. 618
Gambar 7.4.
Jaringan Infrastruktur Energi dan Telekomunikasi di Wilayah Jawa-Bali
Gambar 7.5.
Peta Rencana Jaringan Infrastruktur Pengairan di Wilayah Jawa-Bali
berkas 4, hlm. 619
7.2.3 Pengembangan Kawasan Perkotaan
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 adalah sebagai
berikut:
1) Pengembangan kawasan perkotaan, melalui peningkatan kualitas WM Jakarta,
Bandung, Semarang dan Surabaya, dan WM Denpasar; pembangunan Kota
Baru Maja; serta pengembangan Kota Sukabumi, Cirebon, Magelang,
Surakarta, Pekalongan, Tegal, Yogyakarta, Kediri, Malang, Probolinggo,
Pasuruan, Batu, Cilegon dan Serang (Tabel 7.3); dan
2) Peningkatan kualitas pelayanan transportasi perkotaan multimoda di WM
Jakarta (Jabodetabekpunjur), WM Bandung (Cekungan Bandung), WM
Semarang (Kedungsepur) dan WM Surabaya (Gerbangkertosusila) melalui
pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan.
7.2.4 Pembangunan Desa, Kawasan Perdesaan, dan Daerah Tertinggal
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Pembinaan dan keberpihakan dari K/L serta pelaku pembangunan lainnya
dilakukan terhadap 62 daerah tertinggal yang telah terentaskan tahun 2019,
selama maksimal 3 tahun (2020 – 2022), yang mana untuk Pulau Jawa
berlokasi di 6 kabupaten berikut, antara lain: Lebak dan Pandeglang di
Provinsi Banten; serta Bangkalan, Bondowoso, Sampang, dan Situbondo di
Provinsi Jawa Timur;
2) Percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi
sosial, budaya dan ekonomi desa yang mencakup perbaikan pelayanan dasar
pendidikan dan kesehatan, pelayanan dasar: air minum, sanitasi, listrik desa
dan transportasi, serta pengembangan desa wisata, desa digital dan produk
unggulan desa dan kawasan perdesaan; peningkatan kapasitas aparatur desa
dalam tata kelola pemerintahan, pemanfaatan dana desa, tata kelola keuangan
dan aset desa; pemberdayaan masyarakat desa adat dan penguatan
pendamping desa khususnya desa tertinggal dengan pendamping lokal;
penataan ruang dan penetapan batas desa; serta peningkatan peran Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes);
3) Pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui
penguatan sinergi antardesa berbasis komoditas unggulan yang terintegrasi
dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama di KPPN Pandeglang,
KPPN Sukabumi, KPPN Magelang, KPPN Kendal, KPPN Pamekasan, KPPN
Banyuwangi, KPPN Klungkung dan KPPN Buleleng;
4) Penanganan stunting dengan lokasi fokus prioritas pada tahun 2020
mencakup 3 kabupaten di Bali, 2 wilayah administratif di DKI Jakarta, 3
berkas 4, hlm. 620
kabupaten di DI Yogyakarta, 16 kabupaten di Jawa Tengah, 20 kabupaten di
Jawa Barat, 16 kabupaten di Jawa Timur dan 4 kabupaten di Banten yang
selanjutnya secara bertahap akan diperluas ke seluruh Kabupaten/Kota di
wilayah Jawa-Bali pada tahun 2023;
5) Pemberian bantuan sosial dan subsidi tepat sasaran melalui Program Keluarga
Harapan, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Indonesia Sehat untuk mencapai
target kemiskinan tahun 2024 yaitu 3,6 persen di Banten, 4,85 persen di Jawa
Barat, 2,25 persen di DKI Jakarta, 8,48 persen di Jawa Tengah, 7,75 persen di
DI Yogyakarta, 8,30 persen di Jawa Timur dan 2,65 persen di Bali; dan
6) Pengarusutamaan penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim
yang dilakukan melalui:
a. Peningkatan ketahanan wilayah utara dan selatan Pulau Jawa-Bali;
b. Peningkatan penanganan abrasi pantai di pesisir dan daerah kepulauan;
c. Peningkatan konservasi hutan; dan
d. Pemantapaan pemulihan pascabencana di Kawasan Selat Sunda dan
sekitarnya.
7.2.5 Penguatan Kelembagaan dan Keuangan Daerah
Proyek prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2020-2024 antara lain
sebagai berikut:
1) Percepatan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah secara
penuh dan konsisten;
2) Percepatan kemudahan berusaha, dan reformasi pelayanan perizinan,
terutama investasi.
3) Penataan lembaga dan organisasi pemerintah daerah yang lebih efisien dan
efektif;
4) Optimalisasi pemanfataan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE);
5) Peningkatan riset dan inovasi daerah;
6) Peningkatan kapasitas aparatur daerah dalam manajemen pemerintahan
daerah, manajemen pertanian dan kelautan, manajemen kawasan ekonomi,
manajemen investasi terutama kerjasama pemerintah dan swasta, manajemen
kawasan pariwisata dan lainnya
7) Peningkatan kualitas belanja daerah;
8) Pengembangan dan penguatan peran kecamatan;
9) Pengembangan kerjasama antardaerah, dan
10) Penguatan kerjasama, kemitraan dan kolaborasi multipihak.
11) Perluasan cakupan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan target prioritas
yang meliputi Provinsi Banten (Kabupaten Tangerang, Kotan Tangerang
berkas 4, hlm. 621
Selatan, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak), Provinsi Jawa Barat
(Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang dan Kabupaten Bogor) dan Provinsi
Jawa Timur (Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang dan Kabupaten
Jember);
12) Perluasan kepemilikan akta kelahiran dengan target prioritas meliputi:
Provinsi Banten (Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten
Serang), Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor) dan Provinsi Jawa Timur
(Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang dan Kabupaten Jember).
13) Penataan Ruang dan Lahan
a. Peningkatan efektivitas instrumen pengendalian pemanfaatan ruang,
terutama kelengkapan RDTR;
b. Penyediaan RTR Kawasan Strategis Nasional;
c. Penyediaan peta dasar skala besar (1:5.000) secara nasional;
d. Penerapan insentif dan disinsentif, serta sanksi bagi pelanggaran
pemanfaatan ruang;
e. Sertifikasi hak atas tanah terutama di wilayah yang diarahkan sebagai
koridor pertumbuhan ekonomi dan pemerataan serta wilayah sekitarnya
termasuk di kawasan transmigrasi;
f. Penataan dan publikasi batas kawasan hutan dan nonhutan dalam skala
kadastral;
g. Penetapan deliniasi batas wilayah adat;
h. Pembentukan bank tanah;
i. Peningkatan pelayanan pertanahan berbasis digital; dan
j. Penerimaan PNS petugas ukur pertanahan.
14) Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal kebencanaan melalui:
a. Peningkatan kapasitas pemerintah daerah, masyarakat dan logistik
kebencanaan;
b. Adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim di daerah rawan bencana
berbasis kearifan lokal masyarakat; dan
c. Peningkatan investasi mitigasi struktural dan non struktural untuk
pengurangan risiko bencana.
15) Pelaksanaan kaidah pembangunan rendah karbon, yang meliputi:
a. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup;
b. Penegakan hukum atas kejahatan di bidang sumber daya alam dan
lingkungan hidup;
c. Pertahanan luasan dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian
pangan, terutama padi;
d. Optimalisasi upaya rehabilitasi hutan dan lahan untuk mempertahankan
luas tutupan hutan dan mengkonservasi sumber daya air;
e. Konservasi dan perlindungan habitat spesies kunci;
berkas 4, hlm. 622
f. Pengembangan energi baru terbarukan;
g. Optimalisasi pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya beracun
secara terpadu; dan
h. Pengembangan sarana dan prasarana transportasi massal.
Gambar 7.6.
Peta Daya Dukung Wilayah Jawa-Bali Tahun 2025
7.3 Proyek Prioritas Strategis (Major Project) Wilayah Jawa-Bali
Dalam mendorong percepatan pembangunan Wilayah Jawa-Bali tahun 2020-2024,
proyek prioritas strategis (Major Project) adalah sebagai berikut:
1) Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas: (a) Borobudur Dskt, (b) Bromo-
Tengger-Semeru, dan (c) Revitalisasi Bali;
2) Revitalisasi Tambak di Kawasan Sentra Produksi Udang dan Bandeng;
3) Pembangunan Science Techno Park (Optimalisasi Triple Helix di 4 Major
Universitas);
4) Pengembangan Wilayah Metropolitan Denpasar;
5) Pembangunan Kota Baru Maja;
6) Pemulihan Pasca Bencana Kawasan Pesisir Selat Sunda;
7) Penangangan Pesisir 5 Perkotaan Pantura Jawa;
berkas 4, hlm. 623
8) Pembangunan KA Cepat Pulau Jawa (Jakarta-Semarang dan Jakarta-
Bandung);
9) Revitalisasi Kilang Minyak: (a) Balongan, (b) Cilacap; dan (c) Pembangunan
Kilang Baru Tuban;
10) Pembangunan Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu: (a) Tanjung Priok dan (b)
Tanjung Perak;
11) Pembangunan Waduk Multiguna Purworejo;
12) Pembangunan Sistem Angkutan Umum Massal Perkotaan di Wilayah
Metropolitan: Metropolitan (a) Jakarta, (b) Bandung, (c) Semarang, dan (d)
Surabaya;
13) Pembangunan Rumah Susun Perkotaan (1 Juta): (a) Provinsi DKI Jakarta, (b)
Provinsi Jawa Barat, (c) Provinsi Jawa Tengah, dan (d) Provinsi Jawa Timur;
14) Pemulihan Empat Daerah Aliran Sungai Kritis: Citarum; dan
15) Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3 di Jawa Timur.
Gambar 7.7.
Peta Sebaran Major Project RPJMN 2020-2024 di Wilayah Jawa Bali
berkas 4, hlm. 624
Jawa-Bali - 1
PULAU JAWA-BALI
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP 2: Pengembangan Wilayah Jawa-Bali Laju pertumbuhan PDRB Jawa-Bali (persen/tahun) 6,27 669.943,25
Share PDRB Wilayah Jawa-Bali (persen) 59,81
IPM Wilayah Jawa-Bali (min-maks) 74,60-84,23
Persentase penduduk miskin wilayah Jawa-Bali
(persen)
5,93
Provinsi DKI Jakarta
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi DKI Jakarta
Peningkatan produksi perikanan tangkap jumlah produksi perikanan tangkap nasional (juta ton) 10,10
Provinsi DKI Jakarta, a.l Kota Administasi Jakarta
Utara
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Peningkatan Kualitas Wilayah
Metropolitan Jakarta
(Jabodetabekpunjur)
DKI Jakarta
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik
1 0,70 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (KPBU) 2.120,20 Provinsi DKI Jakarta KPBU
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Provinsi DKI Jakarta Pemda (DAK)
Pengembangan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6 kota metropolitan:
MATRIK PEMBANGUNAN RPJMN 2020-2024
MENGEMBANGKAN WILAYAH UNTUK MENGURANGI KESENJANGAN DAN MENJAMIN PEMERATAAN
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
berkas 4, hlm. 625
Jawa-Bali - 2
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis Rel
(Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
1.670 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis Rel
(Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
26.150 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis Rel
(Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
29.800 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1 350 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Jakarta Berbasis
Jalan (Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1
(selesai)
4.050 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
c. Perkeretaapian Jabodetabek Panjang jalur yang dibangun (km)
33
(selesai)
2.040 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi perkeretaapian
Kemenhub
d. Elevated Loopline (Dukungan KPBU) Panjang jalur yang dibangun (km)
8
(selesai)
4.140 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
d. Elevated Loopline (Dukungan APBD) Panjang jalur yang dibangun (km)
8
(selesai)
23.460 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
e. KA Outer Jabodetabek Panjang jalur yang dibangun (km)
10
(selesai)
500 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok
Terselenggaranya standardisasi dan pengelolaan
Pelabuhan Tanjung Priok
1 5.000 Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo II), Swasta
Pembangunan KA Ekspres Jakarta-
Semarang
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
432
(lanjutan)
16.280 Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Lanjutan Pembangunan KA Cepat
Jakarta-Bandung (KCIC) (KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api (angkutan Barang dan
Penumpang) dibangun (km)
42.000 Jakarta, Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub (KPBU)
Jalan Tol Jabodetabek (Dukungan KPBU) Panjang jalan tol yang dibangun (km) 57,90 110.823 Jabodetabek Program Penyelenggaraan Jalan Badan Usaha
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 1.435 2.537,08 Provinsi DKI Jakarta Program Pengembangan Perumahan
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana melalui KPBU
Jumlah rumah susun yang dibiayai AP-nya (unit) 175 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta KPBU
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana untuk MBR oleh BUMN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 4.666,60 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta BUMN
berkas 4, hlm. 626
Jawa-Bali - 3
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan
Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 6 300 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan KPBU)
Jumlah kawasan TOD (termasuk fasilitas pejalan kaki,
sepeda, serta zona selamat sekolah) yang dikembangkan
(kawasan)
4
(selesai)
8.000 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub, Pemda,
KPBU
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan APBN)
Jumlah kawasan TOD yang dikembangkan (kawasan)
4
(selesai)
400 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub
Pengembangan integrasi simpul
transportasi Jabodetabek
Jumlah prasarana transportasi jabodetabek yang
dikembangkan (paket)
2
(seelsai)
70 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Kota (SR)
3.702
Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat,
Jakarta Barat, Jakarta Utara (Provinsi DKI
Jakarta)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
3.082 Provinsi DKI Jakarta
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR; DAK;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 227,80
Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Utara
(Provinsi DKI Jakarta)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 4.128,95 Provinsi DKI Jakarta
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 1.297,24
Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat,
Jakarta Barat, Jakarta Utara (Provinsi DKI
Jakarta)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
Swasta
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 125,06
Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat,
Jakarta Barat, Jakarta Utara (Provinsi DKI
Jakarta)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di 5 Wilayah
Metropolitan dengan skema KPBU
Tambahan debit air baku di 5 wilayah metropolitan
(m3/detik)
122,60 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta KPBU
Pembangunan dan peningkatan tanggul
laut dan bangunan pengamanan pantai
Panjang tanggul laut dan bangunan pengaman pantai
yang dibangun atau ditingkatkan di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa (km)
1.800 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
Jumlah kabupaten/kota dengan pemasangan alat
pemantauan penurunan tanah di Kawasan Pesisir Utara
Pulau Jawa
131,37 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta BIG
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan Statistical Area
(MSA) yang terbit tepat waktu
1 39,68 WM Jakarta, Provinsi DKI Jakarta
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
berkas 4, hlm. 627
Jawa-Bali - 4
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77,43
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
129
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah(%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi DKI Jakarta
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
377
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
0,15 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 11,85 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 3,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang dibentuk dan
dimutakhirkan (komponen)
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 628
Jawa-Bali - 5
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Deregulasi/harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
1 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung penyelarasan
perencanaan pusat dan daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
1 5,52
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
4 2,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 629
Jawa-Bali - 6
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,92
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 1 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
1 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
1 0,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
1 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 1 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
100 1,66
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 630
Jawa-Bali - 7
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
1 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
12 0,07 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan daerahnya
meningkat
1 0,29
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
1 0,01 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
1 0,01 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
1 0,01
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
1 0,01 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
1 0,01 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 631
Jawa-Bali - 8
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
1 0,01
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
1 0,01 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 2,56 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
5 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 632
Jawa-Bali - 9
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(9) Jumlah pelaksanaan kebijakan otonomi (regulasi)
pada daerah otonomi khusus, daerah istimewa, dan
daerah khusus ibukota negara.
Rekomendasi rencana tindak lanjut dan
peningkatan efektivitas perencanaan dan
pemanfaatan dana otonomi khusus
Jumlah rekomendasi rencana tindak lanjut dan
peningkatan efektivitas perencanaan dan pemanfaatan
dana otonomi khusus
1 6,63 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
Jumlah pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
2 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Meningkatkan fungsi pembinaan dan
pengawasan Pemerintah Pusat terhadap
daerah otonom dan Daerah
Khusus/Daerah Istimewa, terutama
dalam hal penyelenggaraan urusan
pemerintahan, pengelolaan keuangan
daerah, dan pelayanan pada masyarakat.
Jumlah fasilitasi kebijakan (regulasi) daerah dan pusat
terkait pelaksanaan pada daerah otonomi khusus
Peningkatan Pelayanan Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) DKI Jakarta Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) DKI Jakarta Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
6 32,10 DKI Jakarta
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Perapatan Batas Kawasan Hutan
Panjang kawasan Hutan yang dilakukan perapatan
batas (Km)
5.000 539,78 DKI Jakarta Program Pengembangan Infastruktur Keagrariaan Kementerian ATR/BPN
Terbentuk dan operasional lembaga Bank
Tanah
Terbentuk dan operasional lembaga Bank Tanah 1 212,51 DKI Jakarta Pemanfaatan Tanah Pemerintah Kementerian ATR/BPN
Sosialisasi Peraturan Perundangan
terkait Tanah Adat/Ulayat
Jumlah provinsi yang mendapatkan sosialisasi untuk
penetapan peraturan perundangan terkait tanah
adat/ulayat
34 49 DKI Jakarta
Pengembangan dan pengelolaan administrasi
Hukum dan Bantuan Hukum Kementetian
ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
berkas 4, hlm. 633
Jawa-Bali - 10
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
1 0,86 DKI Jakarta Program Penyelenggaran Informasi Geospasial Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
0,09 DKI Jakarta
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan Persetujuan
Substansi Teknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
0,10 DKI Jakarta
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Jawa Barat
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi wilayah
>1
Pembangunan DPP Baru Bandung-
Halimun-Cileteuh
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Barat
>1
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) DPP Baru Bandung-
Halimun-Cileteuh
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
9,75 Kab. Bandung Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Peningkatan Jalur KA di Jawa Barat
(Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan 209,60 Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan Jalur Ganda Jawa Barat
(Bogor-Sukabumi; Cikampek-Padalarang;
Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
90
(lanjutan)
3.007,30 Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Pengembangan komoditas unggulan
lada, pala, dan cengkeh
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Barat
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 406,94 6,50
Provinsi Jawa Barat, Kab. Garut, Kab.
Tasikmalaya, Kab. Purwakarta, Kab. Kuningan,
Kab. Pangandaran
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
kopi
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Barat
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 681,40 43,35
Provinsi Jawa Barat, Kab. Bogor, Kab. Cianjur,
Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Ciamis
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 634
Jawa-Bali - 11
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas unggulan
kelapa
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Barat
Kawasan Kelapa Kawasan Karet (ha) 84,49 1,95 Provinsi Jawa Barat, Kab. Sumedang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
tebu
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Barat
Kawasan Tanaman Substitusi Impor
(Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu) (ha) 458,79 18,50
Provinsi Jawa Barat, Kab. Cirebon, Kab.
Majalengka, Kab. Subang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Optimalisasi komoditas unggulan emas
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Barat
Optimalisasi produksi emas jumlah produksi (Ton)
Program Pembinaan dan Pengusahaan Mineral
dan Batubara
Kementerian ESDM
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan tangkap jumlah produksi perikana tangkap nasional (juta ton) 10,10 Provinsi Jawa Barat Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya nasional (juta
ton)
22,60
Provinsi Jawa Barat, a.l: Kab. Bogor, Kab. Cianjur,
Kab. Garut
Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas unggulan
garam
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi garam jumlah produksi garam nasional (juta ton) 3,40 Provinsi Jawa Barat Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Peningkatan Kualitas Wilayah
Metropolitan Jakarta
(Jabodetabekpunjur)
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab.
Bogor, Kota Depok, Kab. Cianjur
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (KPBU) 2.120,20 Provinsi Jawa Barat KPBU
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat Pemda (DAK)
Pusat Pengembangan Keahlian/Skill
Development Center (Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
dan Produktivitas
Kemennaker
berkas 4, hlm. 635
Jawa-Bali - 12
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan KPBU)
Jumlah kawasan TOD (termasuk fasilitas pejalan kaki,
sepeda, serta zona selamat sekolah) yang dikembangkan
(kawasan)
4
(selesai)
8.000 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub, Pemda,
KPBU
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan APBN)
Jumlah kawasan TOD yang dikembangkan (kawasan)
4
(selesai)
400 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub
Pengembangan integrasi simpul
transportasi Jabodetabek
Jumlah prasarana transportasi jabodetabek yang
dikembangkan (paket)
2
(selesai)
70 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub
Pembangunan Jalur Ganda Jawa Barat
(Bogor-Sukabumi; Cikampek-Padalarang;
Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
90
(lanjutan)
3.007,30 Kota Bogor, Kab. Bogor (Provinsi Jawa Barat)
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan Underpass Bulak Kapal Panjang Underpass terbangun (lokasi) 122,85 Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
Terintegrasi
Jumlah kab/kota yang terfasilitasi peningkatan
kapasitas pelayanan air minum dan sanitasi (air
limbah) yang terintegrasi (kab/kota)
1 15 Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Pembangunan dan Peningkatan SPAM Pengembangan SPAM Regional Jatiluhur (lpd) 43,50 WM Jakarta di Provinsi Jawa Barat
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air Minum Prima
(ZAMP) (Kab/Kota)
4
Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Bogor, Kab.
Bekasi (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Badan Usaha
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart Grid Water
Management
3,20
Kab. Bogor, Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok
(Provinsi Jawa Barat)
Badan Usaha
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Kota (SR)
1.282 Kota Bekasi, Kota Depok (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
7.819
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab. Bogor,
Kota Depok, Kab. Cianjur (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 82,20
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab. Bogor,
Kota Depok, Kab. Cianjur (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 3.333
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab. Bogor,
Kota Depok, Kab. Cianjur (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 974,47
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab. Bogor,
Kota Depok, Kab. Cianjur (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 636
Jawa-Bali - 13
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 86,33
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab. Bogor,
Kota Depok, Kab. Cianjur (Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Pembangunan dan peningkatan tanggul
laut dan bangunan pengamanan pantai
Panjang tanggul laut dan bangunan pengaman pantai
yang dibangun atau ditingkatkan di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa (km)
1.800 WM Jakarta di Provinsi Jawa Barat Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
Jumlah kabupaten/kota dengan pemasangan alat
pemantauan penurunan tanah di Kawasan Pesisir Utara
Pulau Jawa
131,37 WM Jakarta di Provinsi Jawa Barat BIG
ProP : Peningkatan Kualitas Wilayah
Metropolitan Bandung (Cekungan
Bandung)
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kota Cimahi, Kab. Sumedang
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik
1 0,70 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Pemda (DAK)
Pengembangan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6 kota metropolitan:
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Rel (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel
1
(selesai)
3.390 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Rel (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel
1
(selesai)
669 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Rel (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel
1
(selesai)
1.329 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Jalan (APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan
1
60 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Jalan (KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan
1
(selesai)
720 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Bandung Berbasis
Jalan (APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan
1
(selesai)
80 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
berkas 4, hlm. 637
Jawa-Bali - 14
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
c. Pembangunan Jalur Ganda dan
elektrifikasi KA Kiara Condong -
Cicalengka
Panjang jalur yang dibangun
27
(selesai)
1.000 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan Jalur Ganda Jawa Barat
(Bogor-Sukabumi; Cikampek-Padalarang;
Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
90
(lanjutan)
3.007,30
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat (Provinsi Jawa Barat)
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Reaktivasi Jalur KA Jawa Barat (Cianjur-
Padalarang; Rancaekek-Jatinangor-
Tanjungsari; Cibatu-Garut-Cikajang;
Banjar-Cijulang; Cikudapateh-Ciwidey)
(Dukungan APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
24
(selesai)
1.010
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kab. Sumedang (Provinsi Jawa Barat)
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Reaktivasi Jalur KA Jawa Barat
(Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari;
Cibatu-Garut-Cikajang; Banjar-Cijulang;
Cikudapateh-Ciwidey) (Dukungan KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
24
(selesai)
910
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kab. Sumedang (Provinsi Jawa Barat)
KPBU
Peningkatan Jalur KA di Jawa Barat
(Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan (km) 209,60 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Akses Stasiun Gede Bage Panjang jalan yang dibangun (km) 193,60 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Pembangunan KA Ekspres Jakarta-
Semarang
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
432
(lanjutan)
16.280 Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Lanjutan Pembangunan KA Cepat
Jakarta-Bandung (KCIC) (KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api (angkutan Barang dan
Penumpang) dibangun (km)
42.000 Jakarta, Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pusat Pengembangan Keahlian/Skill
Development Center (Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 2 25
Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat (Provinsi
Jawa Barat)
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
dan Produktivitas
Kemennaker
Jalan Tol Non Trans Jawa
Panjang Jalan Tol Gedebage - Garut - Tasikmalaya yang
dibangun
1.170
Kota Bandung, Kab. Bandung (Provinsi Jawa
Barat)
KPBU
Jalan Tol Non Trans Jawa
Panjang Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan
(Cisumdawu) yang dibangun
340
Kab. Bandung, Kab. Sumedang (Provinsi Jawa
Barat)
Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Tol Non Trans Jawa
Panjang Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan
(Cisumdawu) yang dibangun
1.300
Kab. Bandung, Kab. Sumedang (Provinsi Jawa
Barat)
Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Pembangunan Fly Over Kopo Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 381,19 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
berkas 4, hlm. 638
Jawa-Bali - 15
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 6.717 11.874,78 Provinsi Jawa Barat Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana melalui KPBU
Jumlah rumah susun yang dibiayai AP-nya (unit) 175 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat KPBU
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana untuk MBR oleh BUMN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 4.666,60 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat BUMN
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan
Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 5 50
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kota Cimahi, Kab. Sumedang (Provinsi
Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Pembangunan dan Peningkatan SPAM Pengembangan SPAM Regional Jatigede (lpd) 43,50
WM Bandung (lingkup pelayanan), Provinsi Jawa
Barat
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart Grid Water
Management
2,40
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Sumedang
(Provinsi Jawa Barat)
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air Minum Prima
(ZAMP) (Kab/Kota)
0,80 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Kota (SR)
1.610
Kota Bandung, Kab. Bandung (Provinsi Jawa
Barat)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
4.670
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kota Cimahi, Kab. Sumedang (Provinsi
Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 86,60
Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung
Barat, Kota Cimahi, Kab. Sumedang (Provinsi
Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 2.382,15
Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi
(Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 652,05
Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi
(Provinsi Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 59,06
Kota Bandung, Kab. Bandung Barat (Provinsi
Jawa Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan perkotaan
(m3/detik)
WM Bandung, Provinsi Jawa Barat Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Penyediaan air baku di 5 Wilayah
Metropolitan dengan skema KPBU
Tambahan debit air baku di 5 wilayah metropolitan
(m3/detik)
1,26 1.890 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat KPBU
berkas 4, hlm. 639
Jawa-Bali - 16
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan Statistical Area
(MSA) yang terbit tepat waktu
1 13,37 WM Bandung, Provinsi Jawa Barat
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
ProP : Pengembangan Kota Besar, Kota
Sedang, Kota Kecil (Jawa Barat)
Kota Sukabumi, Kota Cirebon
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang Jalan Tol Ciawi-Sukabumi yang dibangun 1.300 Kota Bogor, Kab. Bogor (Provinsi Jawa Barat) KPBU
Pembangunan Jalur Ganda Jawa Barat
(Bogor-Sukabumi; Cikampek-Padalarang;
Bandung - Banjar)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
90
(lanjutan)
3.007,30 Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan Bandara Sukabumi Bandara baru yang dibangun (lokasi)
1
(selesai)
400 Provinsi Jawa Barat
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
930
Kota Sukabumi, Kota Cirebon (Provinsi Jawa
Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR; DAK;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 14,60
Kota Sukabumi, Kota Cirebon (Provinsi Jawa
Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 381,20
Kota Sukabumi, Kota Cirebon (Provinsi Jawa
Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 71,93
Kota Sukabumi, Kota Cirebon (Provinsi Jawa
Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 22
Kota Sukabumi, Kota Cirebon (Provinsi Jawa
Barat)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan perkotaan
(m3/detik)
36 Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa menjadi
Berkembang dan Mandiri
197 desa
berkembang;
2893 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 8,12
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan Kawasan
Transmigrasi yang Direvitalisasi
berkas 4, hlm. 640
Jawa-Bali - 17
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 71,81 828,59
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya, DPP Baru Bandung-Halimun-
Ciletuh
1. Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan prasarananya
untuk mendukung destinasi wisata (desa)
2 7,12 DPP Baru Bandung-Halimun-Ciletuh
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan mengembangkan
Desa Digital
109,24
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan batas desa (provinsi) 1 0,51
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air Minum
Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan Sumber Daya
Air Minum berkelanjutan berbasis masyarakat
0,27
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan untuk
Mendukung Produk Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan BUMDes untuk
mendukung produk unggulan desa (desa)
10 4,08
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan
Desa Lingkup Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan pengurus
lembaga kemasyarakatan desa lingkup regional yang
dilatih (orang)
68 1,26
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan Pemerintah
Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan kelembagaan
pemerintah desa (P3PD) (desa)
214,05
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 641
Jawa-Bali - 18
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
1.743 486,68
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib Administrasi
Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib administrasi
pengelolaan aset desa (kab/kota)
3 0,52
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana Desa
Jumlah provinsi yang melakukan pengendalian
penggunaan Dana Desa (provinsi)
1 1,18
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi dengan
BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha ekonomi
desa yang terintegrasi dengan BUMDes
1,28
Bandung, Bandung Barat, Banjar, Bekasi, Bogor,
Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Indramayu,
Karawang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran,
Purwakarta, Subang, Sukabumi, Sumedang,
Tasikmalaya
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting di
Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan konvergensi
pencegahan stunting di desa (kabupaten)
14 2,12
Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut,
Tasikmalaya, Kuningan, Cirebon, Sumedang,
Indramayu, Subang, Karawang, Bandung Barat,
Majalengka
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan Perdesaan
Prioritas Nasional Sukabumi
Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan Kab.
Sukabumi
51 127,65 Kab. Sukabumi
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Peningkatan Produksi,
Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
3. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
4. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kementerian
Pertanian
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Fasilitas Sarana Pascapanen Tanaman
Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pascapanen tanaman pangan (unit)
172 81,88 Kab. Sukabumi
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pengolahan hasil tanaman pangan (unit)
3 1,75 Kab. Sukabumi
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
berkas 4, hlm. 642
Jawa-Bali - 19
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan Sustainable Tourism Practices
Di Destinasi Utama dan Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan prioritas yang
menerapkan Sustainable Tourism Practices (destinasi)
1 3,0 Kab. Sukabumi Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
BUMDes bersama yang ditingkatkan
kapasitas dan pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang ditingkatkan kapasitas
dan pemasarannya (BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Sukabumi Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan Kawasan
Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan pendampingan
pembangunan kawasan perdesaan (kawasan)
0,18 Kab. Sukabumi Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun untuk
pemenuhan domestik dan industri (unit)
1 40,0 Kab. Sukabumi Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 486.958 418,70 Jawa Barat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
129
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi Jawa Barat
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
3.036
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
8 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 36,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
berkas 4, hlm. 643
Jawa-Bali - 20
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 13,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah Administrasi
Desa/Kelurahan
3,93 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Layanan Data Center (Hari) 362 327,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Pembangunan Sistem Penyimpanan Pendukung Satu
Data Indonesia (TerraByte)
1.200 110 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang dibentuk dan
dimutakhirkan (komponen)
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
28 0,27 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
32 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
2 5,47
berkas 4, hlm. 644
Jawa-Bali - 21
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
5 2,39 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
1 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya (%)
100 0,27
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,91
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 28 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
28 0,24 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
32 0,48 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
28 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
28 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
28 0,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 645
Jawa-Bali - 22
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 28 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
65 0,67
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
28 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang bersifat
tematik guna mendukung iklim investasi
(berbasis urusan pemerintahan/potensi
daerah dan fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan inovasi daerah
yang bersifat tematik guna mendukung iklim investasi
(berbasis urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan daerahnya
meningkat
28 0,86
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
27 0,57 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
28 1,03 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
28 0,32 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 646
Jawa-Bali - 23
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
28 0,32
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
28 0,32 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
28 0,39 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
28 0,32
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
28 0,41 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 19,82 Provinsi Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 647
Jawa-Bali - 24
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran (2007-2014)
yang difasilitasi penyelesaian permasalahannya
berdasarkan 10 aspek penyelenggaraan pemerintahan
2 1,00 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 486.958 418,70 Jawa Barat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 125.961 1,14 Jawa Barat Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
28 32,10 Jawa Barat
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
2 1,72 Jawa Barat
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
12 4,46 Jawa Barat
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan Persetujuan
Substansi Teknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
11 11,25 Jawa Barat
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang di
Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang diselesaikan 0 1,66
Jawa Barat (KSN Kawasan Teropong Bintang
Boscha)
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 648
Jawa-Bali - 25
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Provinsi Jawa Tengah
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi wilayah
>1
Perbaikan aksesibilitas, atraksi, dan
amenitas DPP Borobudur dan
sekitarnya
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Tengah
>1
Pengembangan Bandara Adi Sumarmo
Solo
Bandara dikembangkan 300 Boyolali
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub, BUMN
Pembangunan KA akses Bandara Adi
Sumarmo
Panjang jalur keret api yang terbangun 240 Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Peningkatan Jalur KA di Jawa Tengah
(Semarang-Solo; Banjar-Kroya)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan 53 699 Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) DPP Borobudur dan
sekitarnya
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
52 Kab. Magelang Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Percepatan pengembangan destinasi
pariwisata prioritas
jumlah fasilitasi percepatan pengembangan destinasi
pariwisata prioritas
3 10,64 Prov. Jawa Tengah
Program Peningkatan Daya Saing Penanaman
Modal
BKPM
Fasilitasi Koordinasi dan Perizinan KI
Brebes
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Tengah
>1
Jalan Akses KI Brebes Panjang jalan yang dibangun (km) 3 30 Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Lingkar Industri Brebes - Tegal
(Kecipir-Blangko -Kelampok), Kab.
Brebes
Panjang jalan yang dibangun (km) 95 Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Peningkatan jalan kabupaten akses
kawasan industri, Kab. Brebes
Panjang jalan yang dibangun (km) 80 Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Pelabuhan Tegal
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
140 Jawa Tengah
Pembangunan perlintasan tidak sebidang
KA pada Ruas Pejagan - Ketanggungan,
Kab. Brebes
Panjang Fly Over terbangun (m)
1
(selesai)
100 Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 649
Jawa-Bali - 26
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Percepatan Peningkatan Investasi KEK
Kendal
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Tengah
>1
Jalan Akses KEK Kendal-KPI Patebon Panjang Jalan yang dibangun 95 Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Pelabuhan Kendal
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
90 Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
10.000 Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo III), Swasta
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) KEK Kendal
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
0,09 29,25 Kab. Kendal Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Peningkatan komoditas unggulan tebu
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Tengah
Kawasan Tanaman Substitusi Impor
(Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu) (ha) 542,10 21,86
Provinsi Jawa Tengah, Kab. Klaten, Kab. Sragen,
Kab. Blora, Kab. Rembang, Kab. Kudus, Kab.
Semarang
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
kopi
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Tengah
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 1237,57 78,15
Provinsi Jawa Tengah, Kab. Wonosobo, Kab.
Magelang, Kab. Jepara, Kab. Temanggung
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan tangkap jumlah produksi perikana tangkap nasional (juta ton) 10,10
Provinsi Jawa Tengah, a.l Kab. Rembang, Kab.
Pati, Kab. Batang, Kab. Pemalang
Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya nasional (juta
ton)
22,60 Provinsi Jawa Tengah Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas unggulan
garam
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi garam jumlah produksi garam nasional (juta ton) 3,40 Provinsi Jawa Tengah Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
berkas 4, hlm. 650
Jawa-Bali - 27
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Peningkatan Kualitas Wilayah
Metropolitan Semarang (Kedungsepur)
Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Semarang, Kota
Salatiga, Kota Semarang, Kab. Grobogan
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik
0,70 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah Pemda (DAK)
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (KPBU) 2.120,20 Provinsi Jawa Tengah KPBU
Pusat Pengembangan Keahlian/Skill
Development Center (Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
dan Produktivitas
Kemennaker
Pengembangan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6 kota metropolitan
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
1.500 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Rel (Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
1.500 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Rel (Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
310 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1 150 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Semarang Berbasis
Jalan (Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1
(selesai)
510 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
Pembangunan KA akses Pelabuhan
Tanjung Emas
Terbangunnya KA akses Pelabuhan (km) 7,50 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Peningkatan Jalur KA di Jawa Tengah
(Semarang-Solo; Banjar-Kroya)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan 53 699 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
berkas 4, hlm. 651
Jawa-Bali - 28
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan KA Ekspres Jakarta-
Semarang
Panjang Jalur Kereta Api dibangun
432
(lanjutan)
16.280 Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
10.000 Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo III), Swasta
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang Jalan Tol Ruas Bawen-Yogya yang dibangun 30.000 Kab. Semarang, Provinsi Jawa Tengah KPBU
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang Jalan Tol Semarang - Demak yang dibangun 8.000 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang Jalan Tol Semarang - Demak yang dibangun 5.300 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 4.722 8.347,62 Provinsi Jawa Tengah Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana melalui KPBU
Jumlah rumah susun yang dibiayai AP-nya (unit) 175 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah KPBU
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana untuk MBR oleh BUMN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 4.666,60 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah BUMN
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan
Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 6 60
Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Semarang, Kota
Salatiga, Kota Semarang, Kab. Grobogan (Provinsi
Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Pembangunan dan Peningkatan SPAM Pengembangan SPAM Regional Semarang Barat (lpd) 43,50
WM Semarang (lingkup pelayanan), Provinsi Jawa
Tengah
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart Grid Water
Management
3,20
Kota Semarang, Kendal, Demak, Kota Salatiga
(Provinsi Jawa Tengah)
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air Minum Prima
(ZAMP) (Kab/Kota)
0,80 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
450,01
Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Semarang, Kota
Semarang, Kab. Grobogan (Provinsi Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR; DAK;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 92
Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Semarang, Kota
Salatiga, Kota Semarang, Kab. Grobogan (Provinsi
Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 689,09
Kab. Kendal, Kab. Demak, Kab. Semarang, Kota
Salatiga, Kab. Grobogan (Provinsi Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 12,86
Kab. Kendal, Kab. Semarang (Provinsi Jawa
Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
berkas 4, hlm. 652
Jawa-Bali - 29
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyediaan air baku di 5 Wilayah
Metropolitan dengan skema KPBU
Tambahan debit air baku di 5 wilayah metropolitan
(m3/detik)
0,88 1.320
WM Semarang (Kedungsepur), Provinsi Jawa
Tengah
KPBU
Pembangunan dan peningkatan tanggul
laut dan bangunan pengamanan pantai
Panjang tanggul laut dan bangunan pengaman pantai
yang dibangun atau ditingkatkan di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa (km)
1.800 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
Jumlah kabupaten/kota dengan pemasangan alat
pemantauan penurunan tanah di Kawasan Pesisir Utara
Pulau Jawa
131,37 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Badan Informasi
Geospasial
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan Statistical Area
(MSA) yang terbit tepat waktu
1 5,19 WM Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
ProP : Pengembangan Kota Besar, Kota
Sedang, Kota Kecil (Jawa Tengah)
Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota
Pekalongan, Kota Tegal
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
KESDM
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah Pemda (DAK)
Pusat Pengembangan Keahlian/Skill
Development Center (Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
dan Produktivitas
Kemennaker
Pembangunan KA akses Bandara Adi
Sumarmo
Terbangunnya KA akses Bandara (km) 240 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Bandara Adi Sumarmo
Solo
Bandara mendukung Prioritas yang dikembangkan
(lokasi)
300 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub, BUMN
Peningkatan Jalur KA di Jawa Tengah
(Semarang-Solo; Banjar-Kroya)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan 53 699 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Elektrifikasi Jalur KA Jogja-Solo Panjang jalur Elektrifikasi KA yang dibangun (Km) 600 Kota Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Tegal
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
140 Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kegiatan di
Bidang Pelabuhan dan Pengerukan
Kemenhub
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang jalan tol Solo-Yogya yang dibangun 26.400 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah KPBU
Pembangunan Fly Over Canguk Panjang Fly Over terbangun (lokasi)
1
(selesai)
53,88 Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah Program Penyelenggaraan Jalan Kementerian PUPR
Pembangunan dan Peningkatan SPAM Pengembangan SPAM Regional Wasosukas (lpd) 43,50 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 653
Jawa-Bali - 30
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
957,03
Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Pekalongan,
Kota Tegal (Provinsi Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR; DAK;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 53,70 Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 621,52
Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Pekalongan,
Kota Tegal (Provinsi Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 62,77 Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 53,70
Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kota Tegal
(Provinsi Jawa Tengah)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian
PUPR, APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan perkotaan
(m3/detik)
0,10 52
Kota Pekalongan, Kota Surakarta (Provinsi Jawa
Tengah)
Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa menjadi
Berkembang dan Mandiri
197 desa
berkembang;
2893 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 9,59
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan Kawasan
Transmigrasi yang Direvitalisasi
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 69,02 1.174,89
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora,
Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan,
Jepara, Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten,
Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung,
Wonogiri, Wonosobo, DPP Borobudur
1. Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kemendesa PDTT
2. Kemendagri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan prasarananya
untuk mendukung destinasi wisata (desa)
3 21,35 DPP Borobudur
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 654
Jawa-Bali - 31
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan mengembangkan
Desa Digital
143,51
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan batas desa (provinsi) 1 0,51
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air Minum
Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan Sumber Daya
Air Minum berkelanjutan berbasis masyarakat
0,27
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan untuk
Mendukung Produk Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan BUMDes untuk
mendukung produk unggulan desa (desa)
10 4,08
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan
Desa Lingkup Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan pengurus
lembaga kemasyarakatan desa lingkup regional yang
dilatih (orang)
68 1,26
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 655
Jawa-Bali - 32
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penguatan Kelembagaan Pemerintah
Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan kelembagaan
pemerintah desa (P3PD) (desa)
283,39
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
2.562 715,45
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib Administrasi
Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib administrasi
pengelolaan aset desa (kab/kota)
3 0,56
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana Desa
Jumlah provinsi yang melakukan pengendalian
penggunaan Dana Desa (provinsi)
1 1,18
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi dengan
BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha ekonomi
desa yang terintegrasi dengan BUMDes
1,28
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali,
Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara,
Karangayar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus,
Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang,
Purbalingga, Purwerejo, Rembang, Semarang,
Sragen, Sukoharjo, Tegal, Temanggung, Wonogiri,
Wonosobo
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 656
Jawa-Bali - 33
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Konvergensi Pencegahan Stunting di
Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan konvergensi
pencegahan stunting di desa (kabupaten)
12 1,81
Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen,
Wonosobo, Klaten, Grobogan, Blora, Demak,
Pemalang, Brebes, Pekalongan
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan Perdesaan
Prioritas Nasional Magelang dan
Kendal
Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan Kab.
Magelang dan Kendal
68.00; 67.00 168,67 Kab. Magelang dan Kab. Kendal
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Peningkatan Produksi,
Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
3. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
4. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kementerian
Pertanian
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Fasilitas Sarana Pascapanen Tanaman
Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pascapanen tanaman pangan (unit)
172 81,88 Kab. Kendal
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pengolahan hasil tanaman pangan (unit)
3 1,75 Kab. Kendal
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Penerapan Sustainable Tourism Practices
Di Destinasi Utama dan Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan prioritas yang
menerapkan Sustainable Tourism Practices (destinasi)
1 3 Kab. Magelang Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
BUMDes bersama yang ditingkatkan
kapasitas dan pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang ditingkatkan kapasitas
dan pemasarannya (BUMDes bersama)
2 1,68 Kab. Magelang dan Kab. Kendal Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan Kawasan
Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan pendampingan
pembangunan kawasan perdesaan
0,36 Kab. Magelang dan Kab. Kendal Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun untuk
pemenuhan domestik dan industri (unit)
2 80 Kab. Magelang dan Kab. Kendal Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 122.073 244,20 Jawa Tengah Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77,43
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
129
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
berkas 4, hlm. 657
Jawa-Bali - 34
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi Jawa Tengah
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.952,67
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
5 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 (km²) 2.800 103,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 (km²) 2.800 39,64 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah Administrasi
Desa/Kelurahan
3,72 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang dibentuk dan
dimutakhirkan (komponen)
36 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
32 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 658
Jawa-Bali - 35
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
11 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung penyelarasan
perencanaan pusat dan daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
2 2.263,70
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
6 1,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 659
Jawa-Bali - 36
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,91
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 36 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
36 0,24 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
32 0,48 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
36 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
36 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
36 0,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 36 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
75 0,61
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
36 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
12 0,07 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan daerahnya
meningkat
36 1,03
berkas 4, hlm. 660
Jawa-Bali - 37
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
35 0,58 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
36 0,60 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
36 0,41 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
36 0,41
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
36 0,41 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
36 0,52 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
36 0,41
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
36 0,54 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 661
Jawa-Bali - 38
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 19,54 Provinsi Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 122073 244,20 Jawa Tengah Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 3403 0,05 Jawa Tengah Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 662
Jawa-Bali - 39
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
36 32,10 Jawa Tengah
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
2 1,72 Jawa Tengah
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
10 3,75 Jawa Tengah
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan Persetujuan
Substansi Teknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
9 9,51 Jawa Tengah
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang di
Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang diselesaikan 0 1,74 Jawa Tengah (KSN Kawasan Sangiran)
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi DI Yogyakarta
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi wilayah
>1
Perbaikan aksesibilitas, atraksi, dan
amenitas DPP Borobudur dan
sekitarnya
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi DI Yogyakarta
>1
Jalan Akses KSPN Borobudur Panjang jalan yang dibangun (km) 175 Yogyakarta Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Bandara Kulon Progo
Jumlah bandara hub primer yang dikembangkan
(lokasi)
200 Yogyakarta
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub, BUMN
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang jalan tol Bruas Bawen - Yogya yang dibangun 30.000 Jawa Tengah KPBU
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) DPP Borobudur dan
sekitarnya
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
52 Kab. Magelang Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan Jaringan Air Baku
Kawasan Perekonomian Terpadu (KAPET)
Kab. Kulon Progo Tahap 2 (Konstruksi
dan Supervisi)
Air baku untuk kawasan pariwisata dan industri
(m3/detik)
Kab. Kulonprogo Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Percepatan pengembangan destinasi
pariwisata prioritas
jumlah fasilitasi percepatan pengembangan destinasi
pariwisata prioritas
1,40 Prov. DIY
Program Peningkatan Daya Saing Penanaman
Modal
BKPM
berkas 4, hlm. 663
Jawa-Bali - 40
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Pengembangan komoditas unggulan
tebu
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi DI Yogayakrta
Kawasan Tanaman Substitusi Impor
(Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu) (ha) 103,39 4,15
Provinsi DI Yogyakarta, Kab. Kulon Progo, Kab.
Sleman, Kab. Gunung Kidul, Kab, Bantul
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya nasional (juta
ton)
22,60
Provinsi DI Yogyakarta, a.l: Kab. Sleman, Kab.
Bantul
Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Pengembangan Kota Besar, Kota
Sedang, Kota Kecil (DI Yogyakarta)
Kota Yogyakarta
Pembangunan KA akses Bandara
Internasional Yogyakarta
KA akses Bandara yang dibangun (km) 800
Kota Yogyakarta (lingkup pelayanan), Provinsi DI
Yogyakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Bandara Kulon Progo
Jumlah bandara hub primer yang dikembangkan
(lokasi)
200 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub, BUMN
Elektrifikasi Jalur KA Jogja-Solo Panjang jalur Elektrifikasi KA yang dibangun (Km) 600 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang jalan tol Bawen-Yogya yang dibangun 30.000 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta KPBU
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang jalan tol Solo-Yogya yang dibangun 26.400 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta KPBU
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 571 1.008,64 Provinsi DI Yogyakarta Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Kota (SR)
92,44 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
313,01 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR; DAK;
APBD; Masyarakat; CSR
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 10,90 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 664
Jawa-Bali - 41
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 223,52 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 68,54 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 3,87 Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa menjadi
Berkembang dan Mandiri
197 desa
berkembang;
2893 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 11,88
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan Kawasan
Transmigrasi yang Direvitalisasi
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 75,17 64,89 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
1. Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan mengembangkan
Desa Digital (desa)
6,43 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan batas desa (provinsi) 1 0,51 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air Minum
Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan Sumber Daya
Air Minum berkelanjutan berbasis masyarakat
(provinsi)
0,27 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan untuk
Mendukung Produk Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan BUMDes untuk
mendukung produk unggulan desa (desa)
10 4,08 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan
Desa Lingkup Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan pengurus
lembaga kemasyarakatan desa lingkup regional yang
dilatih (orang)
68 1,26 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan Pemerintah
Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan kelembagaan
pemerintah desa (P3PD) (desa)
12,86 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
129 35,91 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib Administrasi
Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib administrasi
pengelolaan aset desa (kab/kota)
3 0,52 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 665
Jawa-Bali - 42
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengendalian Penggunaan Dana Desa
Jumlah provinsi yang melakukan pengendalian
penggunaan Dana Desa (provinsi)
1 1,18 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi dengan
BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha ekonomi
desa yang terintegrasi dengan BUMDes (desa)
1,28 Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting di
Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan konvergensi
pencegahan stunting di desa (kabupaten)
2 0,30 Kulon Progo, Bantul
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77,43
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
129
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi DI Yogyakarta
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
752
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
1 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 11,85 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 3,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
berkas 4, hlm. 666
Jawa-Bali - 43
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Database dan pengumpulan data Peraturan Daerah
yang dibentuk
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
11 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
11 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung penyelarasan
perencanaan pusat dan daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
1 2,26
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 667
Jawa-Bali - 44
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
4 2,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya(%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,91
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 6 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
6 0,24 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
32 0,48 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
6 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
6 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
6 0,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 6 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
86 0,61
berkas 4, hlm. 668
Jawa-Bali - 45
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
6 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
12 0,07 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan daerahnya
meningkat
6 0,41
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
5 0,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
6 0,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
6 0,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
6 0,06
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
6 0,06 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 669
Jawa-Bali - 46
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
6 0,09 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
6 0,06
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
6 0,08 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 13,32 Provinsi Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 670
Jawa-Bali - 47
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
(9) Jumlah pelaksanaan kebijakan otonomi (regulasi)
pada daerah otonomi khusus, daerah istimewa, dan
daerah khusus ibukota negara.
Pusat (alokasi Kementerian)
Rekomendasi rencana tindak lanjut dan
peningkatan efektivitas perencanaan dan
pemanfaatan dana otonomi khusus
Jumlah rekomendasi rencana tindak lanjut dan
peningkatan efektivitas perencanaan dan pemanfaatan
dana otonomi khusus
1 6,63 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
Jumlah pembinaan peningkatan kinerja dan
akuntabilitas penyelenggaraan Otsus
3 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Meningkatkan fungsi pembinaan dan
pengawasan Pemerintah Pusat terhadap
daerah otonom dan Daerah
Khusus/Daerah Istimewa, terutama
dalam hal penyelenggaraan urusan
pemerintahan, pengelolaan keuangan
daerah, dan pelayanan pada masyarakat.
Jumlah fasilitasi kebijakan (regulasi) daerah dan pusat
terkait pelaksanaan pada daerah otonomi khusus
Peningkatan Pelayanan Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 43.836,25 69,75 Yogyakarta Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 8 0,76 Yogyakarta Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
6 32,10 Yogyakarta
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
1 0,86 Yogyakarta
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
berkas 4, hlm. 671
Jawa-Bali - 48
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
9 3,25 Yogyakarta
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan Persetujuan
Substansi Teknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
9 8,25 Yogyakarta
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Jawa Timur
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi wilayah
>1
Fasilitasi Koordinasi dan Perizinan KI
Madura
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Timur
>1 Kab Madura
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) KI Madura
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
13 Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pembangunan Pusat Pengolahan Limbah
B3 Terpadu Wilayah Jawa Timur
Terbangunnya Pusat Pengolahan Limbah B3 terpadu
untuk wilayah Jawa Timur (1 unit)
1.002 Jawa Timur (Kab. Lamongan) SWASTA
Jalan Akses KI Madura Panjang jalan yang dibangun (km) 5 50 Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan akses menuju KKJSM yang
terintegrasi dari Pelabuhan Tanjung Bulu
Pandan
Panjang jalan yang dibangun (km) 20 180 Jawa Timur Percepatan Pengembangan Wilayah Suramadu BPWS
Jalan Lintas Selatan Madura (Ruas
Sreseh Pangarengan)
Panjang jalan yang dibangun 80 Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Pelabuhan Tanjung
Bulupandan (KPBU)
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
600 Jawa Timur
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Kegiatan di
Bidang Pelabuhan dan Pengerukan
Kemenhub, BPWS, KPBU
Penyiapan kawasan siap bangun
(Mendukung KI Madura)
Luas lahan kawasan (ha) 25 384,82 Jawa Timur Percepatan Pengembangan Wilayah Suramadu BPWS
Stimulasi infrastruktur Mendukung KI
Madura
Panjang jalan dibangun/dipelihara (km) 29,40 308,56 Jawa Timur Percepatan Pengembangan Wilayah Suramadu BPWS
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Perbaikan aksesibilitas, atraksi dan
amenitas DPP Bromo-Tengger-Semeru
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Timur
>1
berkas 4, hlm. 672
Jawa-Bali - 49
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jalan Akses KSPN Bromo Tengger Semeru Panjang jalan yang dibangun (km) 20 223 Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Bandara Juanda
Jumlah bandara hub primer yang dikembangkan
(lokasi)
250 Jawa Timur
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub, BUMN
Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas
Selatan Jawa (Wonokromo-Mojokerto-
Jombang)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
25
(selesai)
1.210 Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) DPP Bromo-Tengger-
Semeru
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
13 Kab. Malang Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pembangunan DPP Baru Banyuwangi
dan sekitarnya
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa Timur
>1
Jalan Pansela Jawa Timur Panjang jalan yang dibangun 36 2.496,58 Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Peningkatan Jalur KA di Jawa Timur
(Surabaya - Banyuwangi; Surabaya-
Malang; Bangil-Kertosono)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan 60 908,20 Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) DPP Baru Banyuwangi
dan sekitarnya
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
9,75 Kab. Banyuwangi Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan Operasionalisasi KEK
Singhasari
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Jawa TImur
>1
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) KEK Singhasari
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
9,75 Kab Malang Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Fasilitasi koordinasi masalah strategis di
KEK
Jumlah koordinasi masalah strategis di KEK 7 5,95 Prov. Banten
Program Peningkatan Daya Saing Penanaman
Modal
BKPM
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 673
Jawa-Bali - 50
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Peningkatan komoditas unggulan tebu
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Timur
Kawasan Tanaman Substitusi Impor
(Tebu)
Kawasan Tanaman Substitusi Impor (Tebu) (ha) 2640,92 106,35
Provinsi Jawa Timur, Kab. Blitar, Kab. Kediri, Kab.
Malang, Kab. Lumajang, Kab, Bondowoso, Kab.
Situbondo, Kab. Probolinggo, Kab. Mojokerto, Kab.
Jombang, Kab. Nganjuk, Kab. Madiun, Kab.
Jombang, Kab. Magetan, Kab. Ngawi, Kab. Tuban,
Kab. Lamongan, Kab. Gresik
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
kopi
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Timur
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 718,78 45,18
Provinsi Jawa Timur, Kab. Malang, Kab. Ponorogo,
Kab. Bondowoso, Kab. Situbondo, Kab. Pasuruan
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
lada, pala, dan cengkeh
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Jawa Timur
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 109,02 2,38
Provinsi Jawa Timur, Kab. Pacitan, Kab.
Trenggalek
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan tangkap jumlah produksi perikana tangkap nasional (juta ton) 10,10 Provinsi Jawa Timur Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya nasional (juta
ton)
22,60 Provinsi Jawa Timur Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pengembangan komoditas unggulan
garam
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi garam jumlah produksi garam nasional (juta ton) 3,40 Provinsi Jawa Timur Program Pengelolaan Ruang Laut
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Peningkatan Kualitas Wilayah
Metropolitan Surabaya
(Gerbangkertosusila)
Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Mojokerto,
Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo,
Kab. Lamongan
berkas 4, hlm. 674
Jawa-Bali - 51
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik
1 0,70 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (KPBU) 2.120,20 Provinsi Jawa Timur KPBU
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur Pemda (DAK)
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
KESDM
Pengembangan Sistem Angkutan Umum
Massal Perkotaan di 6 kota metropolitan
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Rel (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
1.710 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
a. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Rel (Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis rel (perkotaan)
1
(selesai)
336 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Jalan (Dukungan APBN)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1 100 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Jalan (Dukungan KPBU)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1
(selesai)
670 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
b. Pengembangan Angkutan Umum
Massal Perkotaaan Surabaya Berbasis
Jalan (Dukungan APBD)
Terbangunnya sistem angkutan umum massal
Perkotaan berbasis jalan (perkotaan)
1
(selesai)
500 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub, Pemda,
KPBU
c. Pengembangan KA Komuter Surabaya
Gerbang Kertasusila
Panjang jalur KA yang dibangun (km)
20
(selesai)
1.000 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas
Selatan Jawa (Wonokromo-Mojokerto-
Jombang)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
25
(selesai)
1.210 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Peningkatan Jalur KA di Jawa Timur
(Surabaya - Banyuwangi; Surabaya-
Malang; Bangil-Kertosono)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan (km) 60 908,20 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak
Terselenggaranya standardisasi dan pengelolaan
Pelabuhan Tanjung Perak (lokasi)
1
(selesai)
5.500 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, BUMN
(Pelindo III), Swasta
berkas 4, hlm. 675
Jawa-Bali - 52
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan Bandara Juanda
Jumlah bandara hub primer yang dikembangkan
(lokasi)
250 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub, BUMN
Pembangunan Akses Kereta Api Menuju
Bandara Juanda
KA akses Bandara yang dibangun (km)
10
(selesai)
300 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Akses Pelabuhan Gresik Panjang jalan yang dibangun (km) 60 Kab Gresik, Provinsi Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan lingkar Utara Lamongan
(DAK/APBN)
Panjang jalan yang terbangun (km) 91 Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Tuban -
Lamongan - Manyar - Bunder (Potensi)
Panjang jalan tol yang dibangun (km) 10
Kab. Lamongan, Kab. Gresik (Provinsi Jawa
Timur)
Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Jalan Tol Bandara Juanda -Tanjung
Perak (SERR) (Potensi)
Panjang jalan tol yang dibangun (km) 25 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Jalan Tol Waru (Aloha) Wonokromo -
Tanjung Perak (Potensi)
Panjang jalan tol yang dibangun (km) 8 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR (KPBU)
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 5.569 9.845,12 Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Timur Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana melalui KPBU
Jumlah rumah susun yang dibiayai AP-nya (unit) 175 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur KPBU
Pembangunan Rumah Susun Sewa/Milik
Sederhana untuk MBR oleh BUMN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 4.666,60 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur BUMN
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan
Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 7 70
Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Mojokerto,
Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo,
Kab. Lamongan (Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Pembangunan dan Peningkatan SPAM Pengembangan SPAM Regional Umbulan (lpd) 43,50
Kab Pasuruan dan sekitarnya, Provinsi Jawa
Timur
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart Grid Water
Management
4
Kota Surabaya, Gresik, Mojokerto, Sidoarjo,
Lamongan (Provinsi Jawa Timur)
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Kota (SR)
960,61 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
1.842,19
Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya
(Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
berkas 4, hlm. 676
Jawa-Bali - 53
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 331,70
Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Mojokerto,
Kota Mojokerto, Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan
(Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 2.363,85
Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Mojokerto,
Kota Mojokerto, Kab. Lamongan, Kota Surabaya
(Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 463,37 Kab. Gresik, Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 67,23
Kab. Gresik, Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota
Surabaya (Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di 5 Wilayah
Metropolitan dengan skema KPBU
Tambahan debit air baku di 5 wilayah metropolitan
(m3/detik)
2 3.645
WM Surabaya (Gerbangkertasusila), Provinsi Jawa
Timur
KPBU
Pembangunan dan peningkatan tanggul
laut dan bangunan pengamanan pantai
Panjang tanggul laut dan bangunan pengaman pantai
yang dibangun atau ditingkatkan di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa (km)
1.800 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
Jumlah kabupaten/kota dengan pemasangan alat
pemantauan penurunan tanah di Kawasan Pesisir Utara
Pulau Jawa
131,37 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Badan Informasi
Geospasial
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan Statistical Area
(MSA) yang terbit tepat waktu
1 19,69 WM Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
ProP : Pengembangan Kota Besar, Kota
Sedang, Kota Kecil (Jawa Timur)
Kota Kediri, Kota Malang, Kota Probolinggo,
Kota Pasuruan, Kota Batu
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (KPBU) 2.735,29 Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur KPBU
Pembangunan Bandara Kediri-Jatim Bandara baru yang dibangun (lokasi) 600,00
Kota Kediri (lingkup pelayanan), Provinsi Jawa
Timur
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub
Peningkatan Jalur KA di Jawa Timur
(Surabaya - Banyuwangi; Surabaya-
Malang; Bangil-Kertosono)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan (km) 60 908,20 Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan Tol Trans Jawa
Panjang Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi yang
dibangun (km)
38 23.402,17 Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur Program Penyelenggaraan Jalan
KemenPUPR, Badan
Usaha
Jalan Tol Trans Jawa Panjang Jalan Tol Kertosono - Kediri yang dibangun Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur KPBU
Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
Terintegrasi
Jumlah kab/kota yang terfasilitasi peningkatan
kapasitas pelayanan air minum dan sanitasi (air
limbah) yang terintegrasi (kab/kota)
5 Kota Malang, Provinsi Jawa Timur
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
berkas 4, hlm. 677
Jawa-Bali - 54
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
1.165,52
Kota Malang, Kota Probolinggo (Provinsi Jawa
Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 62,60
Kota Kediri, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota
Pasuruan (Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 469,37
Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan,
Kota Batu (Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 33,09 Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 41,46
Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota
Kediri (Provinsi Jawa Timur)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan perkotaan
(m3/detik)
0,19 57,43 Kota Batu, Kota Kediri (Provinsi Jawa Timur) Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pengembangan
kabupaten/kota/kawasan kreatif
Jumlah kabupaten/kota/kawasan kreatif yang
dikembangkan
2,50 Kota Malang, Provinsi Jawa Timur Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa menjadi
Berkembang dan Mandiri
197 desa
berkembang;
2893 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa 12,06%
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan Kawasan
Transmigrasi yang Direvitalisasi
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 68,53 1.188,78
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar,
Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember,
Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang,
Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk,
Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan,
Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo,
Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung, DPP Bromo-Tengger-Semeru, DPP
Baru Banyuwangi
1. Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan prasarananya
untuk mendukung destinasi wisata (desa)
5 23,14
DPP Bromo-Tengger-Semeru, DPP Baru
Banyuwangi
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 678
Jawa-Bali - 55
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan mengembangkan
Desa Digital (desa)
281 156,28
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan batas desa (provinsi) 1 0,51
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air Minum
Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan Sumber Daya
Air Minum berkelanjutan berbasis masyarakat
0,27
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan untuk
Mendukung Produk Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan BUMDes untuk
mendukung produk unggulan desa (desa)
10 4,08
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 679
Jawa-Bali - 56
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan
Desa Lingkup Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan pengurus
lembaga kemasyarakatan desa lingkup regional yang
dilatih (orang)
68 1,26
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan Pemerintah
Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan kelembagaan
pemerintah desa (P3PD) (desa)
281 290,77
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
2.533 707,39
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib Administrasi
Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib administrasi
pengelolaan aset desa (kab/kota)
3 0,56
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 680
Jawa-Bali - 57
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengendalian Penggunaan Dana Desa
Jumlah provinsi yang melakukan pengendalian
penggunaan Dana Desa (provinsi)
1 1,18
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi dengan
BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha ekonomi
desa yang terintegrasi dengan BUMDes
1,28
Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri,
Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang,
Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan,
Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang,
Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban,
Tulungagung
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting di
Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan konvergensi
pencegahan stunting di desa (kabupaten)
12 1,81
Trenggalek, Malang, Jember, Bondowoso,
Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Bangkalan,
Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kediri
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan Perdesaan
Prioritas Nasional Pamekasan dan
Banyuwangi
Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan Kab.
Pamekasan dan Kab. Banyuwangi
NA; 95.00 171,85 Kab. Pamekasan dan Kab. Banyuwangi
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak
dan Agribisnis Peternakan Rakyat
3. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
4. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kementerian
Pertanian
3. Kemendesa PDTT
4. Kementerian ESDM
Sarana Pemasaran Peternakan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pemasaran peternakan (unit)
2 3 Kab. Pamekasan
Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan
Agribisnis Peternakan Rakyat
Kementerian Pertanian
Pakan Olahan dan bahan pakan
Jumlah pakan olahan dan bahan pakan yang
didistribusikan (ton)
2.000 58,80 Kab. Pamekasan
Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan
Agribisnis Peternakan Rakyat
Kementerian Pertanian
Pencegahan dan Pengamanan Penyakit
Hewan
Jumlah dosis yang didistribusikan untuk pencegahan
dan pengamanan penyakit hewan (dosis)
1688 0,22 Kab. Pamekasan
Program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan
Agribisnis Peternakan Rakyat
Kementerian Pertanian
Penerapan Sustainable Tourism Practices
Di Destinasi Utama dan Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan prioritas yang
menerapkan Sustainable Tourism Practices (destinasi)
1 3 Kab. Banyuwangi Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
berkas 4, hlm. 681
Jawa-Bali - 58
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
BUMDes bersama yang ditingkatkan
kapasitas dan pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang ditingkatkan kapasitas
dan pemasarannya (BUMDes bersama)
2 1,68 Kab. Pamekasan dan Kab. Banyuwangi Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan, Pengembagan dan
Rehabilitasi Sarana Prasarana Ekonomi
di Kawasan Perdesaan
Jumlah kawasan yang dibangun, dikembangkan, dan
direhabilitasi sarana prasarana ekonomi di kawasan
perdesaannya (kawasan)
1 15,86 Kab. Pamekasan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan Kawasan
Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan pendampingan
pembangunan kawasan perdesaan
0,36 Kab. Pamekasan dan Kab. Banyuwangi Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Kawasan Perdesaan yang memiliki
potensi SDA Unggulan yang
dikembangkan dan dikelola dengan
pendekatan lingkungan hidup
berkelanjutan
Jumlah kawasan yang memiliki potensi SDA Unggulan
yang dikembangkan dan dikelola dengan pendekatan
lingkungan hidup berkelanjutan (kawasan)
1 8,62 Kab. Pamekasan Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun untuk
pemenuhan domestik dan industri (unit)
2 80,0 Kab. Pamekasan dan Kab. Banyuwangi Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 240.076 315,60 Jawa Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77,43
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
129
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
berkas 4, hlm. 682
Jawa-Bali - 59
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi Jawa Timur
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
3.495
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
5 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 62,67 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 23,54 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah Administrasi
Desa/Kelurahan
3,93 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang dibentuk dan
dimutakhirkan (komponen)
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
39 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
39 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
berkas 4, hlm. 683
Jawa-Bali - 60
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung penyelarasan
perencanaan pusat dan daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
2 5,52
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
4 2,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,18
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 39 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
39 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 684
Jawa-Bali - 61
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
39 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
39 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
39 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 39 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Pusat (alokasi Kementerian)
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
92 1,21
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
39 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan inovasi daerah yang bersifat
tematik guna mendukung iklim investasi
(berbasis urusan pemerintahan/potensi
daerah dan fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan inovasi daerah
yang bersifat tematik guna mendukung iklim investasi
(berbasis urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,60 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Dalam
Negeri
(5) Jumlah daerah yang penerimaan daerahnya
meningkat
39 0,97
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 685
Jawa-Bali - 62
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
38 0,55 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
39 1,54 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
39 0,45 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
39 0,45
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
39 0,45 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
39 0,52 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
39 0,45
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
39 0,58 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
berkas 4, hlm. 686
Jawa-Bali - 63
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 13,58 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan Pertanahan Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 240.076 315,60 Jawa Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 521.860 4,30 Jawa Timur Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
40 32,10 Jawa Timur
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
berkas 4, hlm. 687
Jawa-Bali - 64
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
1 0,86 Jawa Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari
BantuanTeknis Penyusunan Materi Teknis RDTR
2,00 Jawa Timur (Lamongan)
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
9 3,25 Jawa Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan Persetujuan
Substansi Teknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
9 8,36 Jawa Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Penyusunan Rencana Tata Ruang di
Tingkat Nasional
Jumlah RPerpres RTR KSN yang diselesaikan 1,74 Jawa Timur
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Banten
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi wilayah
>1
Percepatan Peningkatan Investasi KEK
Tanjung Lesung
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Banten
>1
Reaktivasi Jalur KA Banten
(Rangkasbitung - Pandeglang- Saketi-
Menes-Labuhan, Saketi - Bayah)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km) 20 1.100 Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Jalan akses KEK Tanjung Lesung Panjang jalan yang terbangun 165 Banten Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) KEK Tanjung Lesung
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
0,03 9,75 Kab. Pandeglang Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Fasilitasi koordinasi masalah strategis di
KEK
Jumlah koordinasi masalah strategis di KEK 7 6 Prov. Banten
Program Peningkatan Daya Saing Penanaman
Modal
BKPM
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Pengembangan komoditas unggulan
kopi
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Banten
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 153,51 9,77 Provinsi Banten, Kab. Lebak
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 688
Jawa-Bali - 65
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas unggulan
lada, pala, dan cengkeh
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Banten
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 53 1,16 Provinsi Banten, Kab. Lebak
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan budidaya
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan
budidaya (ikan dan rumput laut)
jumlah produksi perikanan budidaya nasional (juta
ton)
22,60 Provinsi Banten Program Pengelolaan Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Peningkatan Kualitas Wilayah
Metropolitan Jakarta
(Jabodetabekpunjur)
Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab.
Tangerang
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga melalui KPBU
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (KPBU) 2.120,20 Provinsi Banten KPBU
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 2 234,60
Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Provinsi
Banten)
Pemda (DAK)
Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk
Rumah Tangga mandiri (Badan usaha)
Jumlah Sambungan Rumah Jaringan Gas Kota (Badan
Usaha)
2.214,64
Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Provinsi
Banten)
BU
Pembangunan Fly Over Bitung Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 175 Kota Tangerang, Provinsi Banten Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Panjang Fly Over terbangun (lokasi) 175 Kota Tangerang, Provinsi Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Udara
Kemenhub
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan KPBU)
Jumlah kawasan TOD (termasuk fasilitas pejalan kaki,
sepeda, serta zona selamat sekolah) yang dikembangkan
(kawasan)
4
(selesai)
8.000 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub, Pemda,
KPBU
Pengembangan Kawasan dengan
Pendekatan Transit Oriented
Development(TOD) di Jabodetabek
(Dukungan APBN)
Jumlah kawasan TOD yang dikembangkan (kawasan)
4
(selesai)
400 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub
Pengembangan integrasi simpul
transportasi Jabodetabek
Jumlah prasarana transportasi jabodetabek yang
dikembangkan (paket)
2
(seelsai)
70 Jawa Barat, DKI, Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Jabodetabek
Kemenhub
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
1.434,38
Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab.
Tangerang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
berkas 4, hlm. 689
Jawa-Bali - 66
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 41
Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab.
Tangerang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 2.504,15 Kota Tangerang, Kab. Tangerang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 310 Kota Tangerang, Kab. Tangerang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 162,19 Kota Tangerang, Kab. Tangerang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air Minum Prima
(ZAMP) (Kab/Kota)
0,80 Kota Tangerang, Provinsi Banten
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
Pembangunan dan peningkatan tanggul
laut dan bangunan pengamanan pantai
Panjang tanggul laut dan bangunan pengaman pantai
yang dibangun atau ditingkatkan di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa (km)
1.800 WM Jakarta di Provinsi Banten, Provinsi Banten Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Pemasangan alat pemantauan
penurunan tanah di Kawasan Pesisir
Utara Pulau Jawa
Jumlah kabupaten/kota dengan pemasangan alat
pemantauan penurunan tanah di Kawasan Pesisir Utara
Pulau Jawa
131,37 WM Jakarta di Provinsi Banten, Provinsi Banten BIG
ProP : Pembangunan Kota Baru Maja Kota Baru Maja/ Kab Lebak
Jalan Tol Jabodetabek Panjang jalan tol Serpong-Balaraja yang dibangun 6.000
Kota Baru Maja/ Kab Lebak (lingkup pelayanan),
Provinsi Banten
Swasta
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart Grid Water
Management
0,80 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
506,25 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 13,70 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 87,56 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 8,43 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan perkotaan
(m3/detik)
86,81 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Be Creative District (Maja-
Rangkasbitung)
Jumlah BCD yang dikembangkan (unit) 66.666 Kota Baru Maja/ Kab Lebak, Provinsi Banten Program Pengembangan Ekonomi Kreatif
BUMN dan Swasta,
Kemenparekraf
ProP : Pengembangan Kota Besar, Kota
Sedang, Kota Kecil (Banten)
Kota Cilegon, Kota Serang
Peningkatan Jalur KA di Banten
(Rangkasbitung-Merak)
Panjang Jalur Kereta Api yang Ditingkatkan 9 676 Kota Cilegon, Provinsi Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
berkas 4, hlm. 690
Jawa-Bali - 67
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan Jalur Ganda KA
Rangkasbitung-Merak
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km) 15 800 Kota Cilegon, Provinsi Banten
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub
Pusat Pengembangan Keahlian/Skill
Development Center (Fungsi Pendidikan)
Jumlah pusat pengembangan keahlian 1 12,50 Kota Serang, Provinsi Banten
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
dan Produktivitas
Kemennaker
Jalan Tol Non Trans Jawa Panjang jalan tol Serang-Panimbang yang dibangun 5.300 Kota Serang, Provinsi Banten KPBU
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 1.572 2.778,40 Provinsi Banten Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
253,13 Kota Cilegon, Kota Serang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 25,70 Kota Cilegon, Kota Serang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 480,79 Kota Cilegon, Kota Serang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 26,28 Kota Serang, Provinsi Banten
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 29,99 Kota Cilegon, Kota Serang (Provinsi Banten)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa menjadi
Berkembang dan Mandiri
197 desa
berkembang;
2893 desa
mandiri
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Penurunan Angka Kemiskinan Desa(%) 4,45
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan Kawasan
Transmigrasi yang Direvitalisasi
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 67,11 202,01
Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang, DPP
Tanjung Lesung
1. Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Wisata (DEWI)
Jumlah desa yang dibangun sarana dan prasarananya
untuk mendukung destinasi wisata (desa)
2 8,90 DPP Tanjung Lesung
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan mengembangkan
Desa Digital (desa)
246 24,10 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
berkas 4, hlm. 691
Jawa-Bali - 68
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan batas desa (provinsi) 1 0,51 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air Minum
Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan Sumber Daya
Air Minum berkelanjutan berbasis masyarakat
(provinsi)
0,27 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan untuk
Mendukung Produk Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan BUMDes untuk
mendukung produk unggulan desa (desa)
10 4,08 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan
Desa Lingkup Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan pengurus
lembaga kemasyarakatan desa lingkup regional yang
dilatih (orang)
68 1,25 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan Pemerintah
Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan kelembagaan
pemerintah desa (P3PD) (desa)
246 45,90 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (desa)
406 113,42 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib Administrasi
Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib administrasi
pengelolaan aset desa (kab/kota)
3 0,52 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana Desa
Jumlah provinsi yang melakukan pengendalian
penggunaan Dana Desa (provinsi)
1 1,18 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi dengan
BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha ekonomi
desa yang terintegrasi dengan BUMDes
1,28 Lebak, Pandeglang, Serang, Tangerang
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Konvergensi Pencegahan Stunting di
Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan konvergensi
pencegahan stunting di desa (kabupaten)
2 0,30 Pandeglang, Lebak
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan Perdesaan
Prioritas Nasional Pandeglang
Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan Kab.
Pandeglang
70 103,46 Kab. Pandeglang
1. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
2. Program Penguatan Daya Saing Produk
Kelautan dan Perikanan
3. Program Pengembangan Pariwisata
4. Program Peningkatan Produksi,
Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
5. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
6. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Kelautan dan
Perikanan
2. Kementerian
Pariwisata
3. Kementerian
Pertanian
4. Kemendesa PDTT
5. Kementerian ESDM
Alat penangkap ikan dan alat bantu
penangkapan ikan yang terbangun
Jumlah unit alat penangkap ikan dan alat bantu
penangkapan ikan yang terbangun (unit)
30 Kab. Pandeglang Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
berkas 4, hlm. 692
Jawa-Bali - 69
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Bantuan sarana prasarana dan
percontohan produksi dan usaha
perikanan budidaya
Jumlah bantuan sarana prasarana dan percontohan
produksi dan usaha perikanan budidaya yang
didistribusikan (paket)
5 Kab. Pandeglang Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Pembangunan pasar ikan dan sentra
kuliner
Jumlah unit pasar ikan dan sentra kuliner yang
terbangun (unit)
1 Kab. Pandeglang
Program Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
Penerapan Sustainable Tourism Practices
Di Destinasi Utama dan Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan prioritas yang
menerapkan Sustainable Tourism Practices (destinasi)
1 3,00 Kab. Pandeglang Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
Fasilitas Sarana Pascapanen Tanaman
Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pascapanen tanaman pangan (unit)
54 19,70 Kab. Pandeglang
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
Fasilitas Sarana Pengolahan Hasil
Tanaman Pangan
Jumlah unit yang didistribusikan untuk memfasilitasi
sarana pengolahan hasil tanaman pangan (unit)
3 1,59 Kab. Pandeglang
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan
Mutu Hasil Tanaman Pangan
Kementerian Pertanian
BUMDes bersama yang ditingkatkan
kapasitas dan pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang ditingkatkan kapasitas
dan pemasarannya (BUMDes bersama)
1 0,84 Kab. Pandeglang Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan Kawasan
Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan pendampingan
pembangunan kawasan perdesaan
0,18 Kab. Pandeglang Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun untuk
pemenuhan domestik dan industri (unit)
1 40,00 Kab. Pandeglang Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 46.862 58,6 Banten Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Pemulihan Pasca Bencana Daerah
Terdampak di Kawasan Pesisir Selat
Sunda
Persentase pelayanan publik yang berhasil
dipulihkan (persen)
Penyelenggaraan Bantuan Tunai
Bersyarat bagi keluarga miskin
*indikasi pendanaan masih merupakan
total di 34 provinsi
Keluarga Miskin dan Rentan yang Memperoleh Bantuan
Tunai Bersyarat (KPM)
10.000.000 Kab. Lebak dan Pandeglang* Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial
Layanan pemulihan pascabencana
bidang pemulihan bidang sosial ekonomi
Jumlah daerah yang mendapatkan layanan pemulihan
dan peningkatan sosial ekonomi
2 6,00 Kab. Lebak dan Pandeglang Program Penanggulangan Bencana BNPB
Layanan pendampingan pemulihan
Pascabencana Bidang Fisik
Jumlah daerah yang mendapatkan layanan Pemulihan
Pascabencana Bidang Fisik
1 2,50 Prov. Banten Program Penanggulangan Bencana BNPB
Sekolah yang mendapatkan bantuan
Bencana Alam/Sosial
Jumlah daerah bencana alam/bencana sosial yang
mendapat pendidikan layanan khusus;
Jumlah sekolah terbuka, sekolah berasrama, sekolah
terintegrasi, dan/atau sekolah darurat
4 3,20 Kab. Lebak dan Pandeglang
Kegiatan Pembinaan Pendidikan Khusus dan
Layanan Khusus
Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan
berkas 4, hlm. 693
Jawa-Bali - 70
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pemulihan 5 Sektor Akibat Bencana di
Kabupaten Pandeglang
Terpulihkannya Kab/Kota pascabencana 4,64 Kab. Pandeglang
Pemerintah Kabupaten
Pandeglang
Pemulihan 5 Sektor Akibat Bencana di
Kota Serang
Terpulihkannya Kab/Kota pascabencana 2,10 Kab. Serang
Pemerintah Kabupaten
Serang
Pemulihan pascabencana di Provinsi
Banten
Terpulihkannya 5 sektor di 2 Kab/Kota pascabencana 39,91 Kab. Pandeglang dan Kab. Serang
Pemerintah Provinsi
Banten
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77,43
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
129
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi Banten
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
1.073
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 11,85 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 3,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Kesepakatan Teknis Batas Wilayah Administrasi
Desa/Kelurahan
3,52 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
berkas 4, hlm. 694
Jawa-Bali - 71
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyederhanaan perizinan yang
menghambat investasi
Jumlah usulan perubahan regulasi/peraturan yang
menghambat investasi (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Pusat (alokasi
Kementerian)
Pelaksanaan simplifikasi, harmonisasi
dan sinkronisasi peraturan perizinan
investasi tingkat pusat / KL dan daerah
Jumlah rumusan rekomendasi peraturan perizinan
tingkat pusat/KL dan daerah yang di simplifikasi,
diharmonisasi dan disinkronisasi
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Pusat (alokasi
Kementerian)
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,33 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Pusat dan regional
(alokasi Kementerian)
Jumlah database Peraturan Daerah yang dibentuk dan
dimutakhirkan (komponen)
1 0,33 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Deregulasi/harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
9 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
9 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
2 2,26
berkas 4, hlm. 695
Jawa-Bali - 72
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
4 2,66 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
0,59 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya (%)
100 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,92
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 9 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Pusat (alokasi
Kementerian)
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
9 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
9 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
9 0,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
9 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 696
Jawa-Bali - 73
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 9 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
58 0,67
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
9 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Penerapan inovasi daerah yang bersifat
tematik guna mendukung iklim investasi
(berbasis urusan pemerintahan/potensi
daerah dan fokus pada daerah 3T)
Daerah pilot project yang menerapkan inovasi daerah
yang bersifat tematik guna mendukung iklim investasi
(berbasis urusan pemerintahan/potensi daerah dan
fokus pada daerah 3T)
0,06 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Pusat (alokasi
Kementerian)
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
5 0,07 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Pusat (alokasi
Kementerian)
(5) Jumlah daerah yang penerimaan daerahnya
meningkat
9 0,38
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,24 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
8 0,15 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
9 0,19 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 697
Jawa-Bali - 74
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
9 0,10 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
9 0,10
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
9 0,10 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
9 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
9 0,10
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
9 0,13 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 15,58 Provinsi Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 698
Jawa-Bali - 75
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah Daerah Otonom hasil pemekaran (2007-2014)
yang difasilitasi penyelesaian permasalahannya
berdasarkan 10 aspek penyelenggaraan pemerintahan
2 1,40 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah regulasi terkait penataan daerah
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 46.862 58,60 Banten Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 10.799 0,58 Banten Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
8 32,10 Banten
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
1 0,86 Banten
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
5 2,01 Banten
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Jumlah pelaksanaan dan pendampingan Persetujuan
Substansi Teknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
4 4,62 Banten
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Kementerian ATR/BPN
Provinsi Bali
berkas 4, hlm. 699
Jawa-Bali - 76
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
KP 1: Pengembangan Kawasan
Strategis
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi wilayah
>1
Peningkatan keberlanjutan DPP
Revitalisasi Bali
Rasio pertumbuhan investasi kawasan
(KEK/KI/DPP/kawasan yang ditetapkan) terhadap
pertumbuhan investasi Provinsi Bali
>1
Pengembangan Pelabuhan Benoa
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
184,6 Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, Badan
Usaha
Pengembangan Pelabuhan Tanah Ampo
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
90 Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub
Pengembangan Bandara Ngurah Rai
Jumlah bandara hub primer yang dikembangkan
(lokasi)
900 Bali
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
BUMN
Pembangunan Bandara Bali Baru Bandara baru yang dibangun (lokasi)
1
(selesai)
1.500 Bali
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub
Jalan Lintas Utara Bali Panjang jalan yang dibangun (km) 1.050 Bali Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jalan Singaraja - Mengwitani (shortcut) Panjang jalan yang dibangun (km) 215 Bali Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Jalur KA Mengwitani -
Singaraja (Dukungan APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
14
(selesai)
325 Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub (KPBU)
Pembangunan jalur KA Mengwitani -
Singaraja (Dukungan KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
14
(berlanjut)
2.770 Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub (KPBU)
Penyediaan air baku di kawasan strategis
(KI, KEK, DPP) DPP Revitalisasi Bali
Tambahan debit air baku di kawasan strategis
(m3/detik)
65 Kab. Buleleng Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Koordinasi raperda tentang RDTR di
Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
Jumlah daerah yang menyusun raperda tentang RDTR
di Sekitar Kawasan Khusus (Kawasan
Industri/Kawasan Ekonomi Khusus)
0,20 Pusat Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
KP 2: Pengembangan Sektor Unggulan
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun
Pengembangan komoditas unggulan
kopi
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Bali
Kawasan Kopi Kawasan Kopi (ha) 697,92 43,96
Provinsi Bali, Kab. Tabanan, Kab. Karangasem,
Kab. Bangli, Kab. Buleleng
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
kelapa
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Bali
Kawasan Kelapa Kawasan Karet (ha) 374,64 8,55
Provinsi Bali, Kab. Jembrana, Kab. Buleleng, Kab.
Karangasem
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
berkas 4, hlm. 700
Jawa-Bali - 77
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pengembangan komoditas unggulan
kakao
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Bali
Kawasan Kakao Kawasan Kakao (ha) 109,27 8,55 Provinsi Bali, Kab. Jembrana
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
lada, pala, dan cengkeh
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun Provinsi Bali
Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh Kawasan Lada, Pala, dan Cengkeh (ha) 264,08 5,74 Provinsi Bali, Kab. Jembrana, Kab. Buleleng
Program Peningkatan Produksi Komoditas
Perkebunan Berkelanjutan
Kementan
Pengembangan komoditas unggulan
perikanan tangkap
Persentase peningkatan produksi komoditas
unggulan per tahun per provinsi
Peningkatan produksi perikanan tangkap jumlah produksi perikana tangkap nasional (juta ton) 10,10 Provinsi Bali Program Pengelolaan Perikanan Tangkap
Kementerian Kelautan
dan Perikanan
KP 3: Pengembangan Kawasan
Perkotaan
Persentase PDRB kawasan perkotaan terhadap PDRB
Pulau Jawa Bali
ProP : Pengembangan Wilayah
Metropolitan Denpasar (Sarbagita)
Kota Denpasar, Kab. Badung, Kab. Gianyar,
Kab. Tabanan
Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama
dalam penyelesaian permasalahan
pelayanan publik di 10 Wilayah
Metropolitan
Jumlah Pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik
1 0,70 WM Denpasar, Provinsi Bali Program Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri
Pembangunan instalasi Pengolah
Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Jumlah instalasi PSEL (lokasi) 1 117,30 Kota Denpasar, Provinsi Bali Pemda (DAK)
PLTS Rooftop Pembangunan PLTS Rooftop (MW) 87,50 Kota Denpasar, Provinsi Bali
Program Pengelolaan Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi
KESDM
Pengembangan Angkutan umum massal
perkotaan Denpasar berbasis jalan
Sistem angkutan massal perkotaan berbasis jalan yang
dikembangkan (BRT)
50 WM Denpasar, Provinsi Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Darat
Kemenhub
Pembangunan Bandara Bali Baru Bandara baru yang dibangun (lokasi)
1
(selesai)
1.500 WM Denpasar (lingkup pelayanan), Provinsi Bali
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub
Pengembangan Bandara Ngurah Rai
Jumlah bandara hub primer yang dikembangkan
(lokasi)
900 WM Denpasar, Provinsi Bali
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Transportasi
Udara
Kemenhub
Pengembangan Pelabuhan Benoa
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
1
(selesai)
184 WM Denpasar, Provinsi Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, Badan
Usaha
Pengembangan Pelabuhan Sanur, Bali
Terlaksananya pengembangan/ pembangunan
pelabuhan (lokasi)
150 WM Denpasar, Provinsi Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Laut
Kemenhub, Badan
Usaha
Pembangunan Jalur KA Mengwitani -
Singaraja (Dukungan APBN)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
14
(selesai)
325 Kab. Badung, Provinsi Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, KPBU
berkas 4, hlm. 701
Jawa-Bali - 78
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembangunan jalur KA Mengwitani -
Singaraja (Dukungan KPBU)
Panjang Jalur Kereta Api dibangun (km)
14
(berlanjut)
2.770 Kab. Badung, Provinsi Bali
Program Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Transportasi Perkeretaapian
Kemenhub, KPBU
Jalan Singaraja - Mengwitani (shortcut) Panjang jalan yang dibangun (km) 215 Kab. Badung, Provinsi Bali Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Jembatan Shortcut Denpasar -
Gilimanuk (Tk. Yeh Otan)
Jembatan yang dibangun (lokasi) 80 Kota Denpasar, Provinsi Bali Program Penyelenggaraan Jalan KemenPUPR
Pembangunan Rumah Susun termasuk
untuk buruh, pekerja dan ASN
Jumlah rumah susun yang terbangun (unit) 578 1.021 Provinsi Bali Program Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR
Pembinaan dan Pengawasan
Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan
Penataan Lingkungan
Jumlah kab/kota yang dibina (Kab/Kota) 4 40
Kota Denpasar, Kab. Badung, Kab. Gianyar, Kab.
Tabanan (Provinsi Bali)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM yang menerapkan Smart Grid Water
Management
2,10
Kota Denpasar, Kab. Gianyar, Kab. Tabanan
(Provinsi Bali)
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
Peningkatan Kinerja BUMN/BUMD
Penyelenggara SPAM
Jumlah PDAM dengan layanan Zona Air Minum Prima
(ZAMP) (Kab/Kota)
1,60 Kota Denpasar, Kab. Gianyar (Provinsi Bali)
Penyediaan dan Penyelenggaraan Air Minum dan
Sanitasi yang Handal dan Terintegrasi
KPBU
SPALD-T Skala Kota/Regional
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Kota (SR)
470,62 Kab. Badung, Kota Denpasar (Provinsi Bali)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-T Skala Permukiman
Jumlah sambungan rumah yang terlayani SPALD-T
Skala Permukiman (SR)
379,69
Kota Denpasar, Kab. Badung, Kab. Gianyar, Kab.
Tabanan (Provinsi Bali)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK; Kementerian PUPR;
APBD; Masyarakat;
Swasta (CSR)
SPALD-S Skala Kota (IPLT) Jumlah pembangunan dan rehabilitasi IPLT (unit) 56,90
Kota Denpasar, Kab. Badung, Kab. Gianyar, Kab.
Tabanan (Provinsi Bali)
Program Pembinaan dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kota (TPA)
Jumlah TPA baru yang terbangun (unit) 629,57
Kab Tabanan, Kab Badung, Kab Gianyar (Provinsi
Bali)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR,
KPBU, APBD
Sistem Pengelolaan Persampahan Skala
Kawasan (TPST)
Jumlah TPST yang terbangun (unit) 41,27 Kab Badung, Provinsi Bali
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
Kementerian PUPR
Sistem Pengelolaan Persampahan
Berbasis Masyarakat (TPS3R)
Jumlah TPS3R yang terbangun (unit) 44,49
Kab. Tabanan, Kab. Gianyar, Kab. Badung
(Provinsi Bali)
Program Pembinaan Dan Pengembangan
Infrastruktur Permukiman
DAK, Kementerian PUPR,
APBD
Penyediaan air baku di kawasan
perkotaan
Tambahan debit air baku di kawasan perkotaan
(m3/detik)
0,33 148,28 WM Denpasar, Provinsi Bali Program Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR
Publikasi/Laporan Metropolitan
Statistical Area (MSA)
Jumlah Publikasi/Laporan Metropolitan Statistical Area
(MSA) yang terbit tepat waktu
1 13,48 WM Denpasar, Provinsi Bali
Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi
Statistik
Badan Pusat Statistik
berkas 4, hlm. 702
Jawa-Bali - 79
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
KP 4: Pengembangan Daerah
Tertinggal, Kawasan Perbatasan,
Perdesaan, dan Transmigrasi
Peningkatan Status Pembangunan Desa menjadi
Berkembang dan Mandiri
197 desa
berkembang;
2893 desa
mandiri
Penurunan Angka Kemiskinan Desa (%) 2,013694056
Rata-Rata Nilai Indeks Perkembangan Kawasan
Transmigrasi yang Direvitalisasi
Jumlah Daerah Tertinggal (Kabupaten)
Pembangunan Desa Terpadu Peningkatan Rata-Rata Indeks Desa 73,04 103,19
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
1. Pembangunan dan Pemberdayaan
Masyarakat Desa
2. Bina Pemerintahan Desa
1. Kementerian Desa
PDTT
2. Kementerian Dalam
Negeri
Desa Digital (P3PD)
Jumlah desa yang menerapkan dan mengembangkan
Desa Digital (desa)
133 11,62
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Penetapan Batas Desa Jumlah provinsi yang menetapkan batas desa (provinsi) 1 0,51
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengembangan Sumber Daya Air Minum
Berkelanjutan Berbasis Masyarakat
Jumlah provinsi yang mengembangkan Sumber Daya
Air Minum berkelanjutan berbasis masyarakat
0,27
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
BUMDes yang Dikembangkan untuk
Mendukung Produk Unggulan Desa
Jumlah desa yang mengembangkan BUMDes untuk
mendukung produk unggulan desa (desa)
10 4,08
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Pelatihan Aparat Pemerintahan Desa dan
Pengurus Lembaga Kemasyarakatan
Desa Lingkup Regional
Jumlah aparatur pemerintahan desa dan pengurus
lembaga kemasyarakatan desa lingkup regional yang
dilatih (orang)
68 1,25
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Penguatan Kelembagaan Pemerintah
Desa (P3PD)
Jumlah desa yang melakukan penguatan kelembagaan
pemerintah desa (P3PD) (desa)
133 23,99
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pendampingan pada 74.957 Desa
Jumlah pendamping desa yang melakukan
pendampingan pada 74.957 desa (orang)
209 58,27
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Daerah yang Desanya Tertib Administrasi
Pengelolaan Aset Desa
Jumlah kab/kota yang desanya tertib administrasi
pengelolaan aset desa (kab/kota)
3 0,52
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Bina Pemerintahan Desa
Kementerian Dalam
Negeri
Pengendalian Penggunaan Dana Desa
Jumlah provinsi yang melakukan pengendalian
penggunaan Dana Desa (provinsi)
1 1,18
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Pembangunan dan Permberdayaan Masyarakat
Desa
Kementerian Desa PDTT
Usaha Ekonomi Desa yang
dikembangkan yang terintegrasi dengan
BUMDes
Jumlah desa yang mengembangkan usaha ekonomi
desa yang terintegrasi dengan BUMDes
0,95
Badung, Bangli, Buleleng, Denpasar, Gianyar,
Jembrana, Karang Asem, Klungkung, Tabanan
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
berkas 4, hlm. 703
Jawa-Bali - 80
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Konvergensi Pencegahan Stunting di
Desa
Jumlah kabupaten yang melakukan konvergensi
pencegahan stunting di desa (kabupaten)
2 0,30 Gianyar, Buleleng
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
Kemendesa PDTT
Pembangunan Kawasan Perdesaan
Prioritas Nasional Buleleng dan
Klungkung
Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan Kab.
Buleleng dan Kab. Klungkung
68.10; NA 579,75 Kab. Buleleng dan Klungkung
1. Program Pengembangan Pariwisata
2. Program Pembangunan Kawasan Perdesaan
3. Program Ketenagalistrikan
1. Kementerian
Pariwisata
2. Kemendesa PDTT
3. Kementerian ESDM
4. Kementerian PUPR
(diusulkan melalui
DAK)
Penerapan Sustainable Tourism Practices
Di Destinasi Utama dan Prioritas
Jumlah destinasi pariwisata utama dan prioritas yang
menerapkan Sustainable Tourism Practices (destinasi)
1 3 Kab. Buleleng Program Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata
BUMDes bersama yang ditingkatkan
kapasitas dan pemasarannya
Jumlah BUMDes bersama yang ditingkatkan kapasitas
dan pemasarannya (BUMDes bersama)
2 1,68 Kab. Buleleng dan Klungkung Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pendampingan Pembangunan Kawasan
Perdesaan
Jumlah kawasan yang melakukan pendampingan
pembangunan kawasan perdesaan
0,36 Kab. Buleleng dan Klungkung Program Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendesa PDTT
Pembangunan suplai energi untuk
pemenuhan domestic dan industry
Jumlah unit suplai energi yang dibangun untuk
pemenuhan domestik dan industri (unit)
1 40 Kab. Buleleng Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM
Pemasangan Sambungan Rumah (SR) di
Lembongan dan Jungutbatu sebanyak
2.178 SR
Jumlah sambungan rumah (SR) yang terpasang di
Lembongan dan Jungutbatu
6,53 Kab. Klungkung Kementerian PUPR
Penanganan Jalan Baru Ruas Lingkar
Barat - Selatan
Panjang jalan baru ruas barat - selatan yang terbangun 503,17 Kab. Klungkung Kementerian PUPR
Rehabilitasi/Pembangunan Tanggul
Pengaman Pantai Jungutbatu di Desa
Jungutbatu
Panjang tanggul pengaman Pantai Jungutbatu di Desa
Jungutbatu yang terbangun
25 Kab. Klungkung Kementerian PUPR
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 32.702 27,50 Bali Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
KP 5: Kelembagaan dan Keuangan
Daerah
Nilai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(EPPD)
3,60
Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
77,43
Jumlah daerah dengan penerimaan daerah
meningkat
Jumlah daerah dengan realisasi belanja berkualitas 129
berkas 4, hlm. 704
Jawa-Bali - 81
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah perizinan yang kewenangannya sudah
didelegasikan ke PTSP Prima berbasis elektronik
11.658
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan yang efektif dan efisien
129
Jumlah realisasi kesepakatan kerjasama daerah 12
Persentase capaian SPM di daerah (%) 100
Jumlah daerah dengan indeks kinerja GWPP kategori
baik
Peningkatan kapasitas pemerintahan
daerah dan hubungan pusat-daerah di
provinsi Bali
(1) Mempercepat kemudahan berusaha di daerah
termasuk reformasi pelayanan perizinan yang
berbasis sistem informasi digital (e-gov) dengan
indikator jumlah perizinan yang kewenangannya
sudah didelegasikan ke PTSP Prima berbasis
elektronik
972
Penerapan PTSP Prima berbasis
elektronik
Jumlah daerah yang memiliki PTSP Prima berbasis
elektronik
2 0,56 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Penyelenggaraan
Hubungan Pusat dan
Daerah serta Kerja sama
Daerah
Data Geospasial Dasar Skala 1:5000 38,47 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Data Informasi Geospasial Dasar Skala 1 : 5000 14,04 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial BIG
Koordinasi review Perda dan Ranperda
(administrasi nomor registrasi), terutama
terkait investasi daerah, PDRD,
pelayanan dasar, pengelolaan SDA, dan
RDTR
Persentase Ranperda yang sesuai dengan hasil review
Kemendagri (%)
100 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Fasilitasi Penataan
Produk Hukum di
Daerah
Jumlah provinsi yang memiliki indeks kepatuhan tinggi
dalam penyusunan produk hukum
1 0,21 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah database Peraturan Daerah yang dibentuk dan
dimutakhirkan (komponen)
1 0,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Fasilitasi Penataan
Produk Hukum di
Daerah
Deregulasi/harmonisasi dan penyesuaian
Perda PDRD dalam rangka memberikan
kemudahan investasi
Jumlah daerah yang melakukan deregulasi/
harmonisasi dan penyesuaian Perda PDRD dalam
rangka memberikan kemudahan investasi
10 0,27 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 705
Jawa-Bali - 82
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Diklat penyusunan Perda dan Perkada
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat penyusunan
Perda dan Perkada
6 0,08 Pusat dan regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Pengembangan
Kompetensi Kemendagri
dan Pemda
Mempercepat pengintegrasian pelayanan
daerah dan pusat dalam satu lokasi yang
dekat dengan pusat kegiatan ekonomi
masyarakat dalam bentuk mall
pelayanan publik.
Jumlah daerah yang ditingkatkan koordinasi antar
SKPD dalam mendukung beroperasinya mall pelayanan
publik
10 1,03 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Jumlah urusan yang NSPK-nya telah diharmonisasikan
untuk mendukung pelayanan mall pelayanan publik di
daerah
32 0,37 Pusat (alokasi Kementerian) Kementerian PAN RB
Program optimalisasi SIPD: e-database, e-
planning, e-budgeting, e-monev, e-
reporting, e-controlling, e-ippd, e-register
Jumlah aplikasi Pengembangan sistem Informasi
Pembangunan Daerah (Data Pembangunan Daerah,
Perencanaan Pembangunan Daerah, Profil dan analisis
daerah, E-rakortek, Monev Bangda)
1 0,23 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah Sertifikasi Sistem Informasi Pembangunan
Daerah
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Penyelarasan perencanaan pusat dan
daerah
Jumlah regulasi yang mendukung penyelarasan
perencanaan pusat dan daerah
1 0,25 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(2) Jumlah daerah yang mengimplementasikan
Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama
2 4,40
Penyusunan kesepakatan kerja sama
daerah dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi dan peningkatan daya saing
sesuai potensi daerah
Jumlah daerah yang menginisiasi kesepakatan kerja
sama daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
sesuai potensi daerah
2 0,58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan kerja sama daerah (antar
daerah dan dengan pihak ketiga)
Persentase regulasi pusat dan daerah yang direview
(terutama regulasi yang menghambat kerjasama
perdagangan antar daerah) (%)
100 0,30 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Percepatan kerjasama antar daerah
dalam penyelesaian permasalahan publik
bersama (terutama permasalahan
transportasi, air minum, banjir, sampah
dan limbah)
Jumlah pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama dalam
penyelesaian permasalahan pelayanan publik di 10 kota
metropolitan (terutama permasalahan transportasi,
banjir, air minum, serta sampah dan limbah)
4 2,39 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah daerah yang meningkat daya saingnya dalam
pengembangan ekonomi melalui kerjasama daerah
58 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 706
Jawa-Bali - 83
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Pembentukan sekretariat bersama kerja
sama daerah dalam rangka mendorong
pertumbuhan ekonomi
Jumlah daerah yang mengaktifkan 1 SKPD tingkat
provinsi untuk berfungsi sebagai Sekber kerjasama
antar daerah di wilayahnya
0,05 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Program Bina
Administrasi
Kewilayahan
Penyusunan perjanjian kerja sama yang
diintegrasikan ke dalam dokumen
perencanaan penganggaran
Persentase perjanjian kerja sama yang diintegrasikan ke
dalam dokumen perencanaan penganggaran (%)
100 1,08 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Program Bina
Administrasi
Kewilayahan
Monitoring perjanjian kerja sama
Persentase perjanjian kerja sama yang dimonitoring
pelaksanaannya (%)
100 0,27
(3) Persentase pencapaian SPM di daerah (%) 100 2,18
Integrasi dan penerapan SPM Daerah yang melakukan integrasi dan penerapan SPM 10 1,70 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Pembinaan
Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan
Pemerintahan Daerah
Penerapan SPM Sub bidang Trantibum
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Trantibum
10 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Pembinaan
Ketenteraman,
Ketertiban dan
Perlindungan
Masyarakat
Penerapan SPM Sub bidang Bencana
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Bencana
10 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Fasilitasi Pencegahan
Penanggulangan
Bencana dan Kebakaran
Penerapan SPM Sub bidang Pemadam
Kebakaran
Jumlah daerah yang menerapkan SPM Sub bidang
Pemadam Kebakaran
10 0,48 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Fasilitasi Pencegahan
Penanggulangan
Bencana dan Kebakaran
Belanja APBD berorientasi pada
pelayanan masyarakat yang diwujudkan
dengan pemenuhan SPM
Jumlah daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM
10 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Pembangunan Daerah
Pembinaan
Penyelenggaraan dan
Pembangunan Urusan
Pemerintahan Daerah
Diklat Percepatan Pelaksanaan SPM di
Daerah
Jumlah aparatur yang mengikuti Diklat Percepatan
Pelaksanaan SPM di Daerah
32 0,47 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Pengembangan
Kompetensi Kemendagri
dan Pemda
berkas 4, hlm. 707
Jawa-Bali - 84
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Mereformasi pelayanan publik dengan
menempatkan desa, kelurahan, dan
kecamatan sebagai ujung tombak
pelayanan publik.
Jumlah kab/kota yang menerapkan Paten 10 0,20 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
(4) Persentase daerah yang mempunyai nilai indeks
inovasi tinggi (%)
66 0,61
Pembinaan inovasi daerah secara lintas
K/L (Kemendagri, KemenPAN,
KemenRistek-Dikti, LAN, Bappenas,
Kemenkeu)
Jumlah daerah yang mendapatkan Pembinaan inovasi
daerah secara lintas K/L
1 0,26 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Penelitian Dan
Pengembangan Inovasi
Daerah
Penilaian inovasi terpadu oleh lintas K/L
(Kemendagri, KemenPAN, KemenRistek-
Dikti, LAN) berbasis indeks inovasi
daerah
Jumlah daerah yang dilakukan penilaian inovasi
terpadu oleh lintas K/L
10 0,27 Pusat (alokasi Kementerian) Program Penelitian dan Pengembangan
Penelitian Dan
Pengembangan Inovasi
Daerah
Penerapan Inovasi Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan
Inovasi Daerah
Jumlah daerah yang menerapkan Inovasi Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan
Platform Sistem Informasi Layanan Inovasi Daerah
12 0,07 Pusat dan Regional (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Pengembangan
Kompetensi Kemendagri
dan Pemda
(5) Jumlah daerah yang meningkat pendapatan
daerahnya dari pajak dan retribusi daerah
10 0,44
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya di provinsi
Jumlah provinsi yang pajak daerah dan retribusi
daerahnya meningkat minimal 5% dari tahun anggaran
sebelumnya
1 0,29 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan pajak daerah dan retribusi
daerah Kabupaten/kota minimal 8% dari
tahun anggaran sebelumnya
Jumlah kabupaten dan kota yang pajak daerah dan
retribusi daerahnya meningkat minimal 8% dari tahun
anggaran sebelumnya
9 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan daerah yang memiliki
BUMD kontributif terhadap penerimaan
daerah
Jumlah daerah yang BUMDnya memberikan kontribusi
terhadap Penerimaan Daerah
9 0,15
Mendorong pemanfaatan mekanisme
sumber pendanaan lainnya sebagai
instrumen penerimaan daerah
Jumlah daerah yang memanfaatkan mekanisme sumber
pendanaan lainnya, yakni berupa obligasi daerah
dan/atau KPBU)
10 0,25 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 708
Jawa-Bali - 85
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
(6) Jumlah daerah yang realisasi belanjanya
berkualitas
10 0,11
Penerapan belanja APBD yang
berorientasi pada pelayanan masyarakat
yang diwujudkan dengan pemenuhan
SPM Bidang Pelayanan Dasar
Jumlah Daerah yang belanja APBD nya berorientasi
pada pelayanan masyarakat yang diwujudkan dengan
pemenuhan SPM Bidang Pelayanan Dasar
10 0,11 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan Mandatory Spending Daerah
Jumlah daerah yang Belanja APBD nya memenuhi
indikator mandatory spending yaitu Belanja Pendidikan
(20% dari Belanja Daerah), Belanja Kesehatan (10%
dari Belanja Daerah), dan belanja infrastruktur (25%
dari Dana Transfer Umum)
10 0,12 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pemenuhan realisasi belanja minimal
90%
Jumlah provinsi yang capaian realisasi belanjanya
minimal 90%
1 0,05 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(7) Jumlah daerah yang melaksanakan tata kelola
keuangan daerah yang efektif dan efisien
10 0,11
Penerapan sistem pemerintahan berbasis
elektronik di bidang pengelolaan
keuangan daerah secara terintegrasi
Jumlah daerah yang menerapkan sistem pemerintahan
berbasis elektronik di bidang pengelolaan keuangan
daerah secara terintegrasi
10 0,14 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Pengesahan APBD tepat waktu Jumlah provinsi yang mengesahkan APBD tepat waktu 1 0,34 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Peningkatan Kapasitas Keuangan
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
(8) Menata hubungan kerja Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah, mulai dari proses perencanaan,
penganggaran, dan bantuan keuangan, sampai
pembinaaan dan pengawasan.
Memantapkan peran Gubernur sebagai
wakil pemerintah pusat dalam fungsi
pembinaan dan pengawasan serta
menyinergikan kepentingan antar-
kabupaten/kota di wilayahnya masing-
masing.
Jumlah provinsi dengan laporan pelaksanaan tugas
GWPP di bidang pemerintahan, hukum dan organisasi,
keuangan, perencanaan, dan pengawasan sesuai
ketentuan peraturan perundangan.
1 0,80 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
berkas 4, hlm. 709
Jawa-Bali - 86
Total Indikasi
Pendanaan
2024 (Rp Miliar)*)
PP/KP/Proyek Prioritas Nasional Indikator Instansi Pelaksana
Target
Lokasi Program K/L
Jumlah tugas dan wewenang yang dilaksanakan oleh
Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dengan
kinerja baik
22 17,43 Provinsi Program Bina Administrasi Kewilayahan
Kementerian Dalam
Negeri
Menata kembali kebijakan pemekaran
wilayah guna memperkuat kedaulatan
dan integritas NKRI serta meningkatkan
kapasitas daerah otonom hasil
pemekaran
Jumlah regulasi terkait penataan daerah Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Membangun sistem insentif bagi daerah
otonom yang berkinerja baik.
Jumlah provinsi yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
1 1,32 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Jumlah kab/kota yang berkinerja sangat tinggi
berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan
Pemerintahan daerah (EPPD)
7 0,09 Pusat (alokasi Kementerian) Program Bina Otonomi Daerah
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat Camat Jumlah aparatur yang mengikuti diklat Camat 4 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Diklat bagi JF Auditor dan JF Pengawas
Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2 UPD)
Jumlah aparatur yang mengikuti diklat bagi JF Auditor
dan JF Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemda (P2
UPD)
8 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Orientasi kepemimpinan pemerintahan
dalam negeri bagi KDH/WKDH
Jumlah aparatur yang mengikuti orientasi
kepemimpinan pemerintahan dalam negeri bagi
KDH/WKDH
2 0,17 Pusat (alokasi Kementerian)
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia
Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri
Kementerian Dalam
Negeri
Peningkatan Pelayanan Pertanahan
Sertifikat Hak Atas Tanah Luas cakupan bidang tanah bersertifikat (Ha) 32.702 27,50 Bali Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Peta Dasar Pertanahan Luas cakupan peta dasar pertanahan (Ha) 223 2,12 Bali Program Pengelolaan Pertanahan Daerah Kementerian ATR/BPN
Layanan Pertanahan
Jumlah kantor wilayah dan kantor pertanahan yang
menerapkan pelayanan pertanahan modern berbasis
digital (satker)
10 32,10 Bali
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Penyelenggaraan Penataan Ruang
berkas 4, hlm. 710 OCR
OCIOGIM JOKO
VisamouNI NI REPUBLIK N2CEIS32Id
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
Peninjauan Kembali/ Penyusunan
Rencana Tata Ruang Prov/Kab/Kota
PP/KP/ProyekPrioritas Nasional
Jumlah pelaksanaan danpendampingan Persetujuan
SubstansiTeknis RTR Provinsi/Kabupaten/Kota
Jumlah materi teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Penyusunan RDTR
Jumlahmateri teknis yang dihasilkan dari Bimbingan
Teknis Peninjauan kembali/Penyusunan Rencana Tata
Ruang
6 "
E':
w
14.
51
IQ .o
cri cm' —' ) b
0
1
,
53
Total Indikasi
Pendanaan
2020-2024
13
Z
0 N 0 4,
(It
Ns)Co ,_, CR
---
CO 0 CO
V
i
4.
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Program Perencanaan Tata Ruang dan
Pemanfaatan Ruang
Program K/L
Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
Instansi Pelaksana
ts - Heg-emer